Back to announcement
20240411_PPRO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31626076_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted PPROSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
PROPERTI
Penjelasan Perseroan sehubungan adanya perubahan lebih dari 20% atas akun Total Aset dan atau
Total Liabilitas dibandingkan dengan Akun yang sama untuk tahun buku yang berakhir 31
Desember 2023 dan 2022 untuk akun neraca dan untuk periode enam bulan yang berakhir 31
Desember 2023 dan 2022 untuk akun laba rugi.
Penurunan Total Aset Perseroan di bawah 20% atau lebih tepatnya sebesar 9,72% (senilai Rp2,12
triliun) terdiri dari penurunan aset lancar sebesar 7,51% (senilai Rp1,02 triliun) dan penurunan aset
tidak lancar sebesar 13,39% (senilai Rp1,09 triliun).
Secara detail penurunan total aset dipengaruhi oleh:
1. Aset lancar turun sebesar 7,51% atau senilai Rp1,02 triliun yaitu pada akun sebagai berikut:
Kas dan Setara Kas turun sebesar 47,77% atau senilai Rp708,14 miliar, Piutang Usaha naik
sebesar 3,61% atau senilai Rp142,40 miliar, Persediaan turun sebesar 0,51% atau senilai
Rp45,06 miliar, Pajak Dibayar Dimuka naik sebesar 5,36% atau senilai Rp5,07 miliar, Biaya
Dibayar Dimuka turun sebesar 12,38% atau senilai Rp7,45 miliar dan Uang Muka turun
sebesar 17,23% atau senilai Rp8,82 miliar, aset dimiliki untuk dijual turun sebesar 100%
atau senilai Rp393,20 miliar
2. Aset tidak lancar turun sebesar 13,39% atau senilai Rp1,09 triliun yaitu pada akun
sebagai berikut:
Tanah Akan Dikembangkan turun sebesar 0,79% atau senilai Rp30,40 miliar, Investasi pada
Entitas Asosiasi turun sebesar 7,52% atau senilai Rp10,46 miliar, Investasi Ventura Bersama
turun sebesar 15,71% atau senilai Rp25,86 miliar, Investasi Jangka Panjang Lainnya naik
sebesar 15,54% atau senilai Rp3,3 miliar, Aset Hak Guna turun sebesar 100% atau senilai
Rp479 juta, Properti Investasi turun sebesar 56,23% atau senilai Rp851,76 miliar, Aset Tetap
turun sebesar 18,41% atau senilai Rp212,23 miliar.
Penurunan Total Liabilitas Perseroan di bawah 20% atau lebih tepatnya sebesar 4,93% (senilai
Rp850,81 miliar) terdiri dari kenaikan liabilitas jangka pendek sebesar 16,48% (senilai Rp1,47
triliun) dan penurunan liabilitas jangka panjang sebesar 27,80% (senilai Rp2,32 triliun).
Secara detail penurunan total liabilitas dipengaruhi oleh:
1. Liabilitas jangka pendek turun sebesar 16,48% atau senilai Rp1,47 triliun yaitu pada
akun sebagai berikut:
Utang Usaha naik sebesar 14,31% atau senilai Rp349,73 miliar, Utang lain-lain naik sebesar
72,85% atau senilai Rp1,92 triliun, Utang Pajak naik sebesar 115,22% atau senilai Rp292,75
miliar, Utang Bank turun sebesar 98,03% atau senilai Rp972,52 miliar, Biaya yang Masih
Harus Dibayar naik sebesar 71,73% atau senilai Rp378,52 miliar, Uang Muka Pelanggan naik
sebesar 69,66% atau senilai Rp494,47 miliar, Pendapatan Diterima Dimuka naik sebesar
43,50% atau senilai Rp11,50 miliar, Uang Jaminan naik 5,62% atau senilai Rp624 juta,
Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun – Liabilitas Sewa
Page 2
PROPERTI
turun sebesar 100% atau senilai Rp400 juta, Utang Bank turun sebesar 73,92% atau senilai
Rp426,41 miliar, Utang Obligasi turun sebesar 76,01% atau senilai Rp519,56 miliar, Bagian
Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun – Utang Obligasi turun
sebesar 76,01% atau senilai Rp519,56 miliar, Surat Utang Jangka Menengah turun sebesar
100% atau senilai Rp30 miliar.
2. Liabilitas jangka panjang turun sebesar 1,05% atau senilai Rp101,14 miliar yaitu pada
akun sebagai berikut:
Liabilitas Program Imbalan Kerja naik sebesar 55,12% atau senilai Rp1,46 miliar, Uang Muka
Pelanggan turun sebesar 40,13% atau senilai Rp389,06 miliar, Utang Lain-Lain turun
sebesar 39,19% atau senilai Rp1,92 triliun, Utang Bank Jangka Panjang Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam satu tahun naik sebesar 7,73% atau senilai Rp117,19 miliar
dan Utang Obligasi Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam satu tahun turun
sebesar 43,90% atau senilai Rp163,50 miliar, Surat Utang Jangka Menengah naik sebesar
5% atau senilai Rp30 miliar.
Penurunan total Ekuitas Perseroan di bawah 20% atau lebih tepatnya sebesar 27,85% (senilai
Rp1,27 triliun) yaitu pada akun sebagai berikut:
Laba Ditahan turun sebesar 301,38% atau senilai Rp1,28 triliun dan Kepentingan Non Pengendali
naik sebesar 6,08% atau senilai Rp34,29 miliar.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.