Back to announcement
20240405_CINT_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31625705_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review CINTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 112
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PERDAGANGAN BESAR ALAT LABORATORIUM, ALAT
FARMASI, DAN ALAT KEDOKTERAN UNTUK
MANUSIA
(KBLI 46691)
PT CHITOSE INTERNASIONAL TBK
No. 00005/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/IV/2024
Tanggal : 2 April 2024
Atas Revisi
No. 00004/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/III/2024
Tanggal : 8 Maret 2024
Page 2
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PERDAGANGAN BESAR ALAT LABORATORIUM, ALAT
FARMASI, DAN ALAT KEDOKTERAN UNTUK
MANUSIA
(KBLI 46691)
PT CHITOSE INTERNASIONAL TBK
No. 00005/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/IV/2024
Tanggal : 2 April 2024
Atas Revisi
No. 00004/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/III/2024
Tanggal : 8 Maret 2024
Page 3
No. 00005/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/IV/2024 Bekasi, 2 April 2024
Kepada:
Direksi
PT Chitose Internasional, Tbk
Jl. Industri III No. 5
Kel. Utama, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Jawa Barat, Indonesia, 40533
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Alat
Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia
Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0010/SPK/MSE-01/ES/I/2024, tanggal
31 Januari 2024, PT Chitose Internasional, Tbk (“Perseroan”) yang bergerak di bidang jasa
transportasi, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai Independen
untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai
dengan KBLI 46691 yaitu Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat
Kedokteran untuk Manusia.
Laporan ini merupakan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
sebelumnya yaitu Laporan No. 00004/2.0113-03/BS-FS/04/0340/1/IV/2024, tanggal
8 Maret 2024. Kami menyatakan bahwa membatalkan laporan sebelumnya. Hal-hal yang
menjadi objek revisi adalah sebagai berikut:
• Revisi atas informasi profil Perseroan menggunakan data terbaru dan yang benar;
• Revisi atas penggunaan Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2023 pada
pembahasan kinerja.
• Pengungkapan Laba (Rugi) Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik
Entitas Induk dan Kepentingan Non-Pengendali, Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif Tahun
Berjalan yang dapat kepada Pemilik Entitas Induk dan Kepentingan Non-Pengendali, dan
Laba (Rugi) per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik.
• Pengungkapan rasio keuangan Perseroan periode 2019-2023.
• Update kondisi pasar, pangsa pasar, dan sasaran pasar menggunakan data per triwulan
IV 2023.
• Pengungkapan analisis terkait persaingan dalam industri serta peluangnya bersaing;
• Pengungkapan analisis strategi pemasaran dengan mempertimbangkan kompetitor
yang sudah cukup bersaing.
• Pengungkapan analisis strategi distribusi.
i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
• Revisi atas tenaga ahli dialokasikan untuk menjalankan atau mengelola penambahan
usaha baru.
• Pengungkapan analisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
• Pengungkapan saldo proyeksi harga pokok penjualan dan beban usaha.
• Pengungkapan analisis proyeksi arus kas.
• Pengungkapan analisis kemampuan Perseroan untuk melakukan pembiayaan capital
expenditure.
• Pengungkapan analisis kemampuan Perseroan untuk melakukan pembiayaan capital
expenditure analisis Rasio Keuangan seperti analisis rasio likuiditas, solvabilitas, dan
profitabilitas beserta dampaknya.
• Pengungkapan analisis Break Event Point.
• Revisi pengungkapan Analisis Sensitivitas.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2023.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan : PT Chitose Internasional, Tbk
Bidang Usaha : Industri Furnitur dari Logam Kayu dan Plastik, Perdagangan Besar
Peralatan dan Perlengkapanan Rumah Tangga, Perdagangan Eceran
Furnitur, Industri Furnitur untuk Operasi Perawatan Kedokteran dan
Kedokteran Gigi Serta Aktivitas Desain Peralatan Rumah Tangga Dan
Furnitur
Alamat : Jl. Industri III No. 5
Kel. Utama, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Jawa Barat, Indonesia, 40533
Telepon : 022 603 1900
Website : www.chitose-indonesia.com
Email : cint@chitose-indonesia.com
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46691 yaitu Perdagangan Besar Alat
Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia, serta sebagai syarat
pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.
PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis Di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
1. Kajian Kelayakan Pasar,
2. Kajian Kelayakan Teknis,
3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
5. Kajian Kelayakan Keuangan.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0010/SPK/MSE-01/ES/I/2024, tanggal
31 Januari 2024.
RUANG LINGKUP PENUGASAN
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46691 yaitu Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat
Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
studi kelayakan.
c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
kami anggap relevan.
d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
duty).
iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan
tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
periode tersebut.
KESIMPULAN
Dari Kajian Kelayakan Pasar, produk yang akan ditawarkan oleh Perseroan adalah tidak
hanya ranjang-ranjang rumah sakit tetapi produk-produk lain untuk keperluan rumah
sakit/alat kesehatan.
Pada industri kesehatan, Selama tahun 2019-2023 jumlah rumah sakit di Indonesia
mengalami peningkatan sebesar 9,66%. Pada tahun 2019 jumlah rumah sakit sebanyak
2.877 meningkat menjadi 3.155 pada tahun 2023. Jumlah rumah sakit di Indonesia sampai
dengan tahun 2023 terdiri dari 2.636 RSU dan 519 RSK.
Di sisi lain, jumlah Puskesmas di Indonesia tahun 2023 adalah 10.416 Puskesmas, yang
terdiri dari 4.238 Puskesmas rawat inap dan 6.178 Puskesmas non rawat inap. Jumlah ini
meningkat dibandingkan tahun 2022 yaitu sebanyak 10.134, dengan jumlah Puskesmas
rawat inap sebanyak 4.302 Puskesmas dan Puskesmas non rawat inap sebanyak 6.072
Puskesmas.
PDB industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial pada 2023 tercatat meningkat sebesar
4,66% (yoy) dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada industri furnitur tercatat menurun
sebesar 2,05% (yoy) dari tahun sebelumnya.
Meskipun industri furnitur menurun namun potensi pasar industri adalah pada jasa
kesehatan dan kegiatan sosial. Sehubungan membaiknya kondisi ekonomi terutama pada
industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta potensi pasar yang masih besar seperti
bertambahnya jumlah rumah sakit dan puskesmas, maka dapat kami simpulkan bahwa
penambahan kegiatan usaha pada aspek pasar adalah layak.
Dari Kajian Kelayakan Teknis, kapasitas produksi yang dimiliki Perseroan sebesar
1.110.060 unit, dengan kuantitas produksi di tahun 2023 sebesar 572.308 unit. Kapasitas
iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
produksi yang masih tersedia sebesar 537.752 unit, sehingga dengan adanya penambahan
kegiatan usaha baru tidak memerlukan penambahan kapasitas produksi.
Dalam penambahan kegiatan usahanya, terdapat beberapa pemasok utama, diantaranya:
● PT Indonesia Steel Tube Works untuk Bahan baku steel;
● PT Srirejeki Perdana Steel untuk Bahan baku steel tube & pipa and coil center;
● PT Daekan Indar Indonesia untuk Bahan baku wood; dan
● PT Pandawa Jaya Steel untuk Bahan baku steel.
Terkait penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi,
dan Alat Kedokteran untuk Manusia, Perseroan telah memiliki karyawan yang sesuai
kualifikasi dengan penambahan kegiatan usaha baru sehingga tidak perlu adanya
penambahan karyawan. Karyawan eksisting yang dialokasikan pada penambahan kegiatan
usaha baru diantaranya 1 orang untuk tenaga kerja Marketing System Development, 1
orang untuk tenaga kerja Sales Distribution, 1 orang untuk tenaga kerja E-Catalog, dan 3
orang tenaga kerja Global Sourcing & Nursing Bed. Atas pertimbangan-pertimbangan
tersebut maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek teknis
adalah layak.
Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, keunggulan kompetitif utama yang saat ini dimiliki oleh
Perseroan, yaitu Perseroan merupakan salah satu produsen dan distributor untuk produk-
produk furnitur berkualitas, inovatif, dan kompetitif. Perseroan terus berupaya untuk
memperkuat daya saing dengan mengembangkan berbagai varian produk baru, salah
satunya “Air Mattress” berupa kasur, bantal, bantal duduk, travel mat, dan lain-lain yang
diproduksi dengan menggunakan teknologi modern dan sangat baik untuk kesehatan.
Dipasarkan dengan merek unggulan “Chitose” untuk produk furnitur serta C-Pro untuk
produk “Air Mattress”, Perseroan menjadi perusahaan yang kuat dan dikenal dalam bisnis
furnitur di Indonesia, terbukti dengan Chitose berhasil mempertahankan penghargaan top
brand secara berturut-turut sejak tahun 2017 sampai dengan tahun ini. Berdasarkan
pengalaman Perseroan, Perseroan dianggap memiliki manajemen dan sistem operasional
yang kompeten untuk melakukan ekspansi usaha.
Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana cukup banyak pesaing-
pesaing atas produk yang dihasilkan dari penambahan kegiatan usaha Perseroan. Risiko
adanya barang yang ditiru merupakan risiko yang melekat pada Perseroan. Kemampuan
pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, hal tersebut membuat usaha
menjadi sangat kompetitif. Namun, untuk memastikan kepuasan pelanggan, Perseroan
memastikan untuk menjaga hubungan / relasi yang baik dengan supplier, agar dapat
memastikan support technical, ketersediaan part dan juga tanggal pengiriman sesuai
kesepakatan.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
• Meningkatkan kualitas produk dan layanan.
• Terus melakukan inovasi produk.
v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
• Bangun dan perkuat loyalitas pada produk Perseroan
Sedangkan harga yang ditawarkan kompetitif sehingga Perseroan memiliki captive market
tersendiri diantara para pesaing.
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai
yang diantaranya:
• Penambahan kegiatan usaha
Teknologi kesehatan yang semakin berkembang pesat akan memberikan dampak
positif terhadap angka kesakitan nasional. Semakin mudah pengobatan terhadap suatu
penyakit, maka semakin rendah angka kesakitannya. Hal ini akan berdampak pada
permintaan beragamnya pengobatan maupun alat-alat kesehatan sehingga Perseroan
berpeluang untuk mengembangkan kegiatan usahanya lebih luas lagi dengan
mempertimbangkan permintaan yang berkesinambungan dari pasar kesehatan
terutama untuk produk-produk furniture penunjang kesehatan.
• Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh Perseroan
atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga dapat menambah
sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
• Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja keuangan
Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan.
Dari Kajian Kelayakan Model Manajemen, saat ini, Perseroan telah memiliki Komisaris dan
Direksi yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan usaha barunya di bidang
Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia
termasuk di dalamnya adalah kegiatan pemasaran produk-produk rumah sakit baik
dilakukan sendiri maupun pihak ketiga. Perseroan juga telah memperhatikan dan
mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian
konsentrasi manajerial di bidang utama seperti finansial, operasional dan pemasaran.
Selanjutnya, Perseroan telah memiliki karyawan yang sesuai kualifikasi dengan
penambahan kegiatan usaha baru sehingga tidak perlu adanya penambahan karyawan.
Karyawan eksisting yang dialokasikan pada penambahan kegiatan usaha baru diantaranya
1 orang untuk tenaga kerja Marketing System Development, 1 orang untuk tenaga kerja
Sales Distribution, 1 orang untuk tenaga kerja E-Catalog, dan 3 orang tenaga kerja Global
Sourcing & Nursing Bed.
vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya tidak terlepas dari risiko. Risiko-risiko
dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan prospek Perseroan.
Jenis Risiko Indikasi Mitigasi
Risiko Ekonomi
Risiko Kredit Kegagalan pelanggan dalam Menerapkan kebijakan dalam
memenuhi kewajiban pemberian fasilitas kredit antara lain
pembayaran kredit ketika pembatasan maksimal kredit yang
waktu jatuh tempo. bisa diberikan (Legal, Lending, Limit)
dan kredit diberikan hanya kepada
pelanggan yang memiliki rekam jejak
baik.
Risiko Perubahan Nilai Tukar Nilai wajar arus kas di masa Mengelola risiko perubahan nilai tukar
Mata Uang Asing depan akan berfluktuasi karena mata uang asing dengan pembuatan
perubahan dalam nilai tukar kontrak kesepakatan untuk semua
mata uang. pembelian bahan baku impor dan
penjualan barang jadi ekspor.
Risiko Likuiditas Ketidaktersediaan kas dan Memantau perkiraan cadangan
setara kas yang memadai untuk likuiditas Perseroan dan
memenuhi kebutuhan mengendalikan arus kas (AR dan AP)
operasional Perseroan. sesuai yang diharapkan serta
menelaah kebutuhan pembiayaan
untuk modal kerja dan aktivitas
pendanaan secara teratur dan pada
saat dianggap perlu.
Risiko Ketidaklancaran pasokan Bahan baku dan komponen Mencari pemasok lain baik lokal/
bahan baku & komponen tidak dapat tersedia sesuai impor sebagai alternatif apabila
kebutuhan akibat terdapat kendala pada pemasok utama
Ketergantungan pada satu serta untuk mengamankan pasokan
pemasok baik lokal/ impor, bahan baku & komponen.
dan tidak adanya pemasok lain
sebagai alternatif.
Risiko Persaingan Usaha Jumlah pesaing dan produk Melakukan pengembangan produk
pesaing di pasar cukup banyak yang dapat diserap pasar dengan
dengan produk yang lebih harga yang kompetitif, kualitas yang
inovatif dan harga yang baik dan mencari pemasok dengan
bersaing. harga yang lebih murah serta
membuat sistem layanan penjualan
sesuai dengan harapan pelanggan.
Risiko Perubahan Selera Pasar Perkembangan kebutuhan dan Melakukan riset pasar, menetapkan
keinginan manusia yang program customer care, membuat
dinamis berpengaruh kepada program pengembangan dan inovasi
selera pasar terhadap suatu dengan membuat produk baru dengan
produk alat Kesehatan. disain sesuai selera pasar.
Risiko pasar Kegagalan dalam penjualan Melakukan riset pasar serta membuat
atau pemasaran produk. analisa hasil riset untuk menghindari
kesalahan dalam penentuan harga
jual, saluran penjualan, distribusi,
vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Jenis Risiko Indikasi Mitigasi
sistem informasi produk, produk yang
dibutuhkan dan strategi pemasaran.
Risiko Sosial
Risiko Ketidaktersediaan Kurangnya informasi terkait Menetapkan program pengembangan
Sumber Daya Manusia dengan Pendidikan dan pelatihan bagi sesuai TNA sehingga sumber daya
Keahlian Khusus di bidang alat Sumber Daya Manusia untuk manusia dengan keahlian di bidang
kesehatan mendapatkan keahlian khusus Alat Kesehatan tersedia dan siap pada
Alat Kesehatan sesuai saat dibutuhkan pada proses kerja
kebutuhan yang direncanakan. Serta
mengoptimalkan aplikasi Knowledge
Management System.
Risiko Masyarakat Sekitar dan Komplain terhadap aktivitas Melakukan koordinasi dan komunikasi
Komunitas kegiatan yang berhubungan dengan pemerintah daerah, aparat
baik langsung maupun tidak keamanan setempat, dan pemimpin
langsung dengan masyarakat kelompok masyarakat di wilayah
sekitar dan komunitas. operasional Perseroan.
Risiko Kesehatan dan Potensi timbulnya kecelakaan Membentuk tim pembina K3,
Keselamatan Kerja kerja yang dapat memengaruhi menetapkan dan mengevaluasi
kesehatan dan keselamatan program K3, pemenuhan terhadap
fisik karyawan. kebutuhan APD, menyediakan sarana
dan prasarana K3, membentuk tim
tanggap darurat, serta
mengasuransikan aset Perseroan.
Risiko Sosial
Risiko bencana alam & Pengetahuan yang minim Mengedukasi para karyawan dengan
Kebakaran mengenai potensi, penyebab pelatihan dan simulasi terkait
dan dampak dari terjadinya pencegahan dan penanggulangan
bencana alam serta kebakaran. bencana alam serta kebakaran,
melengkapi rambu-rambu dan alat
peringatan.
Risiko kegagalan dalam Terbitnya undang-undang atau Terus menerus melakukan update
mematuhi perundangan dan regulasi baru serta perubahan terhadap semua peraturan
regulasi Alat Kesehatan terhadap undang-undang atau perundangan dan regulasi tentang alat
regulasi yang sudah ada terkait kesehatan, Membuat program
dengan pelaku industri alat pengawasan pemenuhan peraturan
kesehatan. perundangan dan regulasi serta
melakukan pengawasan terhadap
efektivitas pemenuhan GCG dan Kode
Etik.
Selanjutnya, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
sturktur organisasi dan manajemen adalah layak.
viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, dapat dirinci sebagai berikut:
➢ Biaya Pendirian
Pada tahun 2024, Perseroan berencana menambah kegiatan usaha atas KBLI 46691 yaitu
Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia.
Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak terdapat biaya investasi tambahan
dengan adanya KBLI baru dan kegiatan usaha baru yang akan dimulai pada tahun 2024.
➢ Modal Kerja
Berdasarkan proyeksi keuangan atas kegiatan usaha induk termasuk adanya
penambahan KBLI baru, modal kerja yang dibutuhkan pada tahun 2024 sampai dengan
tahun 2028 berturut-turut adalah sebesar Rp53,49 miliar, Rp57,83 miliar, Rp62,71
miliar, Rp67,19 miliar, dan Rp72,70 miliar (penjelasan lebih lanjut dijelaskan pada Long
Report sub bab 7.2).
➢ Sumber pembiayaan
Dengan tidak terdapatnya biaya investasi tambahan atas adanya KBLI baru dan kegiatan
usaha baru yang akan dimulai pada tahun 2024, tidak diperlukan adanya sumber
pembiayaan.
➢ Biaya Operasional
a. Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan terdiri dari biaya material, upah langsung, jasa makloon dan
biaya produksi tidak langsung lainnya dengan rincian sebagai berikut:
Keterangan Satuan 2024 2025 2026 2027 2028
Material Cost To Sales 59,82% 58,94% 57,38% 56,40% 54,89%
Upah Langsung To Sales 6,21% 6,06% 5,94% 5,88% 5,76%
Jasa makloon dan
biaya produksi tidak
langsung lainnya To Sales 13,70% 13,12% 12,62% 12,25% 11,78%
Beban usaha terdiri dari beban penjualan & pemasaran dan beban umum &
administrasi dengan rincian sebagai berikut.
Uraian Satuan 2024 2025 2026 2027 2028
BEBAN PENJUALAN &
PEMASARAN
Pengiriman To Sales 4,40% 4,26% 4,13% 4,05% 3,93%
Iklan & Promosi To Sales 0,50% 0,48% 0,46% 0,46% 0,44%
Gaji & Tunjangan To Sales 1,97% 1,92% 1,88% 1,86% 1,83%
Perjalanan dinas To Sales 0,33% 0,32% 0,31% 0,30% 0,29%
Lainnya To Sales 0,87% 0,83% 0,80% 0,77% 0,74%
BEBAN UMUM &
ADMINISTRASI
Gaji & Tunjangan Growth 6,00% 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Keperluan kantor Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Uraian Satuan 2024 2025 2026 2027 2028
Penyusutan aset tetap Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A
Pajak Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Imbalan kerja karyawan Growth 6,00% 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Pemeliharaan dan
perbaikan Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Jasa Profesional Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Perjalanan dinas Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Telekomunikasi, air dan
listrik Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Penyusutan aset hak guna Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A
Penyisihan penurunan nilai
piutang usaha Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Sewa Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Teknologi Informasi Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Perijinan Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Pelatihan Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Asuransi Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Transportasi Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Jamuan Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Amortisasi Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A Tarif D/A
Lain lain Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
➢ Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi Laba Rugi
Selama tahun 2024-2028, total penjualan diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
tahun 2024, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp327,06 miliar yang kemudian
mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp445,36 miliar pada tahun 2028.
Sebelum adanya penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
laba bersih sebesar Rp13,19 miliar pada tahun 2024, Rp18,77 miliar pada tahun 2025,
Rp29,29 miliar pada tahun 2026, Rp38,12 miliar pada tahun 2027, dan Rp51,11 miliar
pada tahun 2028.
Pada penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan mencatatkan laba bersih
sebesar Rp13,19 miliar pada tahun 2024, Rp20,02 miliar pada tahun 2025, Rp30,73
miliar pada tahun 2026, Rp39,72 miliar pada tahun 2027, dan Rp52,94 miliar pada
tahun 2028.
Proyeksi Posisi Keuangan
Selama tahun 2024-2028, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada tahun
2024, total aset diproyeksikan sebesar Rp444,15 miliar yang kemudian mengalami
kenaikan hingga menjadi sebesar Rp560,70 miliar pada tahun 2028. Secara tahunan
total aset diproyeksikan meningkat sebesar 2,61% di tahun 2025, sebesar 2,39% di tahun
2026, sebesar 7,56% di tahun 2027, dan sebesar 11,71% di tahun 2028.
Selama tahun 2024-2027, total liabilitas diproyeksikan mengalami penurunan yang
kemudian meningkat di tahun 2028. Pada tahun 2024, total ekuitas diproyeksikan
sebesar Rp296,14 miliar yang kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar
Rp439,55 miliar pada tahun 2028.
x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Proyeksi Arus Kas
Terjadi peningkatan kas akhir dari sebesar Rp32,05 miliar di tahun 2024 menjadi
sebesar Rp132,05 miliar di tahun 2028.
➢ Analisis Titik Impas
BEP selama periode proyeksi akan dicapai rata-rata pada tingkat pendapatan sebesar
Rp257.069.559.000,- atau 68,00% dari rata-rata penjualan (penjelasan lebih lanjut
dijelaskan pada Long Report sub bab 7.6).
➢ Analisis Profitabilitas
Berdasarkan proyeksi keuangan penambahan kegiatan usaha, selama periode proyeksi,
rata-rata Gross Profit Margin adalah sebesar 24,77%. Sementara itu rata-rata Net Profit
Margin adalah sebesar 7,84% (penjelasan lebih lanjut dijelaskan pada Long Report sub
bab 7.9).
➢ Tingkat Imbal Balik Investasi
Rata-rata ROI dari penambahan kegiatan usaha adalah sebesar 13,84% (penjelasan lebih
lanjut dijelaskan pada Long Report sub bab 7.10).
Berdasarkan parameter kelayakan yang telah kami hitung, menunjukkan bahwa
penambahan kegiatan usaha oleh Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
variabel sebagai berikut:
• Net Present Value ( NPV ) > 0 --> Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp302.819.043.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate --> Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 32,68%. Hasil IRR berada di atas tingkat discount
rate yang sebesar 10,97%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang
diasumsikan.
• Profitability Index ( PI ) > 1 --> Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,98491. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari
1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period ( PP )
PP yang diperoleh adalah 7 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 7 tahun dan 11 bulan.
xi
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Dari analisis sensitivitas di atas, struktur biaya investasi naik merupakan faktor yang paling
sensitif terhadap kelayakan usaha.
Sesuai beberapa parameter kelayakan yang telah kami hitung terhadap analisis kelayakan
pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan
keuangan, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
keuangan adalah layak.
Kesimpulan
Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan
Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan
bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46691 yaitu Perdagangan Besar
Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia adalah layak.
Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.
PENUTUP
Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
selanjutnya.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
Ditandatangani secara digital oleh Endang Sunardi
Rekan DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Endang dan Rekan, ou=Penilaian Bisnis,
MAPPI : No. 09-S-02341 email=syarifendangdanrekan@gmail.com
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PM.2/2018
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
xii
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
Kerja (SPK) No. 0010/SPK/MSE-01/ES/I/2024, tanggal 31 Januari 2024;
2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2023, parameter dan data
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2023;
4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
Laporan Studi Kelayakan ini;
7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan;
8. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
pada Laporan Penilaian ini;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
xiii
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert) Penanggung Jawab (.......................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi
: Penilaian Bisnis
Izin
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si Reviewer (........................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, SE, M.Ec. Dev Staf Penilai (........................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt Tenaga Inspeksi (........................)
MAPPI : No. 13-A-04453
xiv
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................... xiii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL .............................................................................................................. xiii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... xiv
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
1.2 Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
1.4 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 3
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 3
1.7 Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 4
1.8 Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 4
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
1.10 Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 5
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
2 INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
2.1 Profil Perseroan .................................................................................................... 6
2.1.1 Bidang Usaha ....................................................................................................... 6
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 7
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 8
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 8
2.2 Kinerja Keuangan ................................................................................................. 9
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 9
2.2.2 Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 14
2.3 Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 21
2.4 Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 23
2.5 Pasar yang Dituju ............................................................................................... 23
2.6 Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 24
2.7 Pola Bisnis .......................................................................................................... 25
2.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 27
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 28
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 28
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 29
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 30
2.13 Aspek Lingkungan ............................................................................................. 31
2.14 Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 31
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 33
3 KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 34
3.1 Kondisi Pasar ..................................................................................................... 34
xi
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
3.2 Pangsa Pasar ...................................................................................................... 39
3.3 Kesinambungan ................................................................................................. 48
3.4 Potensi Pasar ...................................................................................................... 50
3.5 Sasaran .............................................................................................................. 50
3.6 Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 51
3.7 Pesaing Usaha .................................................................................................... 51
3.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 52
4 KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 54
4.1 Kapasitas ........................................................................................................... 54
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 54
4.3 Tenaga Ahli ........................................................................................................ 54
4.4 Proses Produksi .................................................................................................. 55
5 KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 56
5.1 Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 56
5.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk ........................................................ 56
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 57
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 58
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 58
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 59
6.3 Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 63
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 65
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 65
7 KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 70
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 70
7.2 Modal Kerja ........................................................................................................ 70
7.3 Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 71
7.4 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 71
7.5 Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 75
7.6 Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 75
7.7 Proyeksi Arus Kas` ............................................................................................. 76
7.8 Analisis Titik Impas ............................................................................................ 78
7.9 Analisis Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas .............................................. 79
7.10 Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 81
7.11 Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 81
7.12 Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 84
7.13 Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 87
8 KESIMPULAN ....................................................................................................... 88
8.1 Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 88
8.2 Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 88
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 89
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 90
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 91
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 92
xii
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 8
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)........................................................ 10
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000) ............................................................... 15
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 20
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 34
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 34
Tabel 7 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 36
Tabel 8 Penduduk yang Memiliki Keluhan Kesehatan Sebulan Terakhir, 2023 (%) ............ 41
Tabel 9 Total Belanja Kesehatan Indonesia Tahun 2013-2020 ........................................ 41
Tabel 9 Kapasitas dan Kuantitas Produksi........................................................................ 54
Tabel 11 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Usia........................................... 58
Tabel 12 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Status Kepegawaian .................. 58
Tabel 13 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Level Organisasi ........................ 58
Tabel 14 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Jenjang Pendidikan ................... 59
Tabel 14 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Penggunaan Tenaga Kerja ......... 59
Tabel 16 Uraian Barang & Jasa Hak Kekayaan Intelektual yang Telah didaftarkan ............ 62
Tabel 17 Faktor Risiko Utama .......................................................................................... 63
Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 70
Tabel 19 Struktur Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 71
Tabel 20 Asumsi Harga Pokok Penjualan ......................................................................... 71
Tabel 21 Proyeksi Harga Pokok Penjualan (Rp.Juta) ......................................................... 72
Tabel 22 Beban Usaha ..................................................................................................... 73
Tabel 23 Proyeksi Beban Usaha (Rp.Juta) ......................................................................... 74
Tabel 24 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 75
Tabel 25 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 75
Tabel 26 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 76
Tabel 27 Analisis Kelayakan Proyek ................................................................................. 78
Tabel 28 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 79
Tabel 29 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 79
Tabel 30 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 80
Tabel 31 Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha .............................................................. 80
Tabel 32 Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ................................................................ 80
Tabel 33 Return on Investment ........................................................................................ 81
Tabel 34 Tingkat Bunga Surat Utang Negara .................................................................... 83
Tabel 35 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 84
Tabel 36 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 84
Tabel 37 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 86
xiii
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Produk-Produk Rumah Sakit Perseroan ........................................................... 21
Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2023 ................................... 35
Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 36
Gambar 4 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 37
Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing ................................................................................ 37
Gambar 6 Grafik Rupiah vs Negara Kawasan .................................................................... 38
Gambar 7 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 39
Gambar 8 Jumlah Penduduk Indonesia Menurut Jenis Kelamin Tahun 2022 ..................... 39
Gambar 9 Proporsi Belanja Kesehatan Menurut Skema Pendanaan .................................. 42
Gambar 10 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus di
Indonesia Tahun 2019-2023 ......................................................................... 44
Gambar 11 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus di
Indonesia Tahun 2018-2022 ......................................................................... 45
Gambar 12 Rasio Jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit Per 1.000 Penduduk Di Indonesia
Tahun 2018-2022 ......................................................................................... 46
Gambar 13 Rasio Tempat Tidur Rumah Sakit Per 1.000 Penduduk Di Indonesia Menurut
Provinsi Tahun 2022...................................................................................... 46
Gambar 14 Jumlah Puskesmas di Indonesia Tahun 2019 – 2023 ..................................... 47
Gambar 15 Jumlah Puskesmas Rawat Inap Dan Non Rawat Inap di Indonesia Tahun 2019-
2023.............................................................................................................. 48
Gambar 16 PDB Industri Furnitur dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial ....................... 49
Gambar 17 Grafik Jumlah Sarana Distribusi Kefarmasian dan Alat Kesehatan .................. 50
Gambar 18 Struktur Organisasi Perseroan ...................................................................... 67
Gambar 19 Struktur Organisasi Produksi ........................................................................ 68
Gambar 20 Struktur Organisasi Global Sourcing & Nursing Bed ...................................... 69
Gambar 21 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 87
xiv
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Chitose
Internasional, Tbk (“Perseroan”) berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK)
No. 0010/SPK/MSE-01/ES/I/2024, tanggal 31 Januari 2024, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan
Usaha sesuai dengan KBLI 46691 yaitu Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat
Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia.
1.2 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2023.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Chitose Internasional, Tbk
Bidang Usaha : Industri Furnitur dari Logam Kayu dan Plastik, Perdagangan Besar
Peralatan dan Perlengkapanan Rumah Tangga, Perdagangan Eceran
Furnitur, Industri Furnitur untuk Operasi Perawatan Kedokteran dan
Kedokteran Gigi Serta Aktivitas Desain Peralatan Rumah Tangga Dan
Furnitur
Alamat : Jl. Industri III No. 5
Kel. Utama, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Jawa Barat, Indonesia, 40533
Telepon : 022 603 1900
Website : www.chitose-indonesia.com
Email : cint@chitose-indonesia.com
1.4 Latar Belakang
PT Chitose Internasional, Tbk ("Perseroan") berdasarkan Akta Notaris No. 21, tanggal
15 Juni 1978 dari Widyanto Pranamihardja, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian
Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/109/7 tanggal 20 Maret 1979 dan telah
diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 41, Tambahan
No. 70, tanggal 31 Agustus 1979.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
Akta terakhir Perseroan adalah Akta No. 62, tanggal 17 April 2023 dari R. Tendy
1
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Suwarman, S.H., Notaris di Kota Bandung mengenai Perubahan dan Pengangkatan
Kembali Direksi dan Dewan Komisaris PT Chitose Internasional Tbk. Perubahan ini
telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-0088674.AH.01.09-0117322, tanggal 15 Mei 2023.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah
berusaha dalam bidang perindustrian, perdagangan, dan jasa. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut Perseroan melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:
➢ Industri Furnitur dari Logam (KBLI 31004).
➢ Industri Furnitur dari Kayu (KBLI 31001).
➢ Industri Furnitur dari Plastik (KBLI 31003).
➢ Perdagangan Besar Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga (KBLI 46491).
➢ Perdagangan Eceran Furnitur (KBLI 47591).
➢ Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi (KBLI
32501).
➢ Aktivitas Arsitektur (KBLI 71101).
➢ Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209).
➢ Aktivitas Desain Peralatan Rumah Tangga dan Furnitur (KBLI 74112).
➢ Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (KBLI 68111).
Dari daftar kegiatan usaha di atas, kegiatan usaha utama yang dilaksanakan oleh
Perseroan adalah Industri Furnitur dari Logam (KBLI 31004), Industri Furnitur dari
Kayu (KBLI 31001), Industri Furnitur dari Plastik (KBLI 31003), Perdagangan Besar
Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga (KBLI 46491), Perdagangan Eceran
Furnitur (KBLI 47591), Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan
Kedokteran Gigi (KBLI 32501), Aktivitas Desain Peralatan Rumah Tangga dan Furnitur
(KBLI 74112). Sementara kegiatan usaha penunjang adalah Aktivitas Arsitektur (KBLI
71101), Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) dan Real Estat yang
Dimiliki Sendiri atau Disewa (KBLI 68111).
Pada saat Keterbukaan Informasi ini ditampilkan ke publik, kegiatan usaha yang saat
ini telah benar benar dijalankan adalah Industri Furnitur dari Logam (KBLI 31004),
Industri Furnitur dari Kayu (KBLI 31001), Industri Furnitur dari Plastik (KBLI 31003),
Perdagangan Besar Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga (KBLI 46491),
Perdagangan Eceran Furnitur (KBLI 47591), Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan
Kedokteran dan Kedokteran Gigi (KBLI 32501), Aktivitas Desain Peralatan Rumah
Tangga dan Furnitur (KBLI 74112).
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha
baru. Penambahan kegiatan usaha baru tersebut adalah penambahan KBLI
Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk
Manusia (KBLI 46691) yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan
2
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (“KBLI 2020”).
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46691 yaitu Perdagangan Besar Alat
Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia serta sebagai syarat
pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan
lainnya.
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisa
dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
1. Proyeksi Keuangan untuk tahun 2024 sampai dengan 2028 yang disediakan oleh
manajemen Perseroan.
2. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2019,
No. 00049/2.0851/AU.1/04/0272-2/I/III/2020, tanggal 23 Maret 2020 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Nursal, Ak., CA., CPA dari Kantor Akuntan
Publik Teramihardja, Pradhono, & Chandra dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
3. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2020,
No. 00045/2.0851/AU.1/04/0272-3/I/III/2021, tanggal 19 Maret 2021 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Nursal, Ak., CA., CPA dari Kantor Akuntan
Publik Teramihardja, Pradhono, & Chandra dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
4. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2021,
No. 00199/2.0851/AU.1/04/1221-1/I/IV/2022, tanggal 21 April 2022 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Andri Rinaldi, SE, CPA dari Kantor Akuntan
Publik Teramihardja, Pradhono, & Chandra dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
5. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2022,
No. 00046/2.0851/AU.1/04/1221-2/I/III/2023, tanggal 24 Maret 2023 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Andri Rinaldi, SE, CPA dari Kantor Akuntan
Publik Teramihardja, Pradhono, & Chandra dengan opini wajar tanpa
modifikasian.
6. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023,
No. 00107/3.0478/AU.1/04/1741-1/1/III/2024, tanggal 27 Maret 2024 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Silvana Devi, CPA dari Kantor Akuntan Publik
Mirawati Sensi Idris dengan opini wajar tanpa modifikasian;
7. Legalitas Perseroan.
3
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
8. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
Bapak Yaya Sunjaya sebagai Corporate Secretary.
9. Representation Letter No. 10/DIR/CINT/III/2024, tanggal 7 Maret 2024,
sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha.
1.7 Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan
memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu
mencakup:
1. Kajian Kelayakan Pasar,
2. Kajian Kelayakan Teknis,
3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
5. Kajian Kelayakan Keuangan.
1.8 Ruang Lingkup Penugasan
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46691 yaitu Perdagangan Besar Alat
Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
Profesional; dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam studi kelayakan.
4
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
• Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
1.10 Kualifikasi Penilai
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal 28
Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
terjadi selama periode tersebut.
5
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
2 INFORMASI UMUM
2.1 Profil Perseroan
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(public company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang Industri
Furnitur dari Logam Kayu dan Plastik, Perdagangan Besar Peralatan dan
Perlengkapanan Rumah Tangga, Perdagangan Eceran Furnitur, Industri Furnitur
untuk Operasi Perawatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi Serta Aktivitas Desain
Peralatan Rumah Tangga Dan Furnitur. Perseroan berdomisili di Jl. Industri III No. 5,
Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, dengan
nomor telepon: (022) 603 1900, dan website: www.chitose-indonesia.com.
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 21, tanggal 15 Juni 1978 dari
Widyanto Pranamihardja, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian Perusahaan
tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/109/7 tanggal 20 Maret 1979 dan telah
diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 41, Tambahan
No. 70, tanggal 31 Agustus 1979.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
Akta terakhir Perseroan adalah Akta No. 62, tanggal 17 April 2023 dari R. Tendy
Suwarman, S.H., Notaris di Kota Bandung mengenai Perubahan dan Pengangkatan
Kembali Direksi dan Dewan Komisaris PT Chitose Internasional Tbk. Perubahan ini
telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-0088674.AH.01.09-0117322, tanggal 15 Mei 2023.
Perseroan berdomisili di Jl. Industri III No. 5, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi
Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.
2.1.1 Bidang Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah
berusaha dalam bidang perindustrian, perdagangan, dan jasa. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut Perseroan melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:
➢ Industri Furnitur dari Logam (KBLI 31004).
➢ Industri Furnitur dari Kayu (KBLI 31001).
➢ Industri Furnitur dari Plastik (KBLI 31003).
➢ Perdagangan Besar Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga (KBLI 46491).
➢ Perdagangan Eceran Furnitur (KBLI 47591).
6
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
➢ Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi
(KBLI 32501).
➢ Aktivitas Arsitektur (KBLI 71101).
➢ Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209).
➢ Aktivitas Desain Peralatan Rumah Tangga dan Furnitur (KBLI 74112).
➢ Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (KBLI 68111).
Dari daftar kegiatan usaha di atas, kegiatan usaha utama yang dilaksanakan oleh
Perseroan adalah Industri Furnitur dari Logam (KBLI 31004), Industri Furnitur dari
Kayu (KBLI 31001), Industri Furnitur dari Plastik (KBLI 31003), Perdagangan Besar
Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga (KBLI 46491), Perdagangan Eceran
Furnitur (KBLI 47591), Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan
Kedokteran Gigi (KBLI 32501), Aktivitas Desain Peralatan Rumah Tangga dan
Furnitur (KBLI 74112). Sementara kegiatan usaha penunjang adalah Aktivitas
Arsitektur (KBLI 71101), Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) dan
Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (KBLI 68111).
Pada saat Keterbukaan Informasi ini ditampilkan ke publik, kegiatan usaha yang saat
ini telah benar benar dijalankan adalah Industri Furnitur dari Logam (KBLI 31004),
Industri Furnitur dari Kayu (KBLI 31001), Industri Furnitur dari Plastik (KBLI 31003),
Perdagangan Besar Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga (KBLI 46491),
Perdagangan Eceran Furnitur (KBLI 47591), Industri Furnitur untuk Operasi,
Perawatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi (KBLI 32501), Aktivitas Desain Peralatan
Rumah Tangga dan Furnitur (KBLI 74112).
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan
kegiatan usaha baru. Penambahan kegiatan usaha baru tersebut adalah
penambahan KBLI Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat
Kedokteran untuk Manusia (KBLI 46691) yang ketentuannya sudah disesuaikan
dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”).
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Akta Notaris No. 61, tanggal 17 April 2023 dari R. Tendy Suwarman,
S.H., Notaris di Kota Bandung, yang telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0062535 Tahun
2023, tanggal 11 Mei 2023 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0086750.AH.01.11. Tahun 2023, tanggal 11 Mei 2023, susunan permodalan dan
pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
7
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Nilai Nominal Rp 100 Setiap Saham
Keterangan Jumlah Nilai
Jumlah Saham %
Nominal
(Rp)
Modal Dasar 2.000.000.000 200.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Tritirta Inti Mandiri 702.170.000 70.217.000.000 70,22
2. PT Bina Alasindo Semesta 12.250.000 1.225.000.000 1,23
3. Benny Sutjianto 3.500.000 350.000.000 0,35
4. Kepemilikan masyarakat dibawah 5% 282.080.000 28.208.000.000 28,21
Total 1.000.000.000 100.000.000.000 100,00
Sumber: Akta No. 61, tanggal 17 April 2023
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Sampai dengan tanggal penilaian, Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan No. 62, tanggal 17 April 2023, dibuat
di hadapan R. Tendy Suwarman, S.H., Notaris di Kota Bandung, yang telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana telah diterima dan dicatat pada tanggal 15 Mei 2023 dengan No. AHU-
AH.01.09-0117322, dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0088674.AH.01.11. Tahun 2023, tanggal 15 Mei 2023, susunan Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Direksi
Direktur Utama : Kazuhiko Aminaka
Direktur : Susanto
Direktur : R. Nurwulan Kusumawati
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Dedie Suherlan
Komisaris : Widjaya Djohan
Komisaris Independen : Vincentius Roy Sunarja
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional
Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:
• Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 21 tanggal 15 Juni 1978 dari Widyanto
Pranamihardja, S.H., Notaris di Jakarta.
• Pengesahan Akta Pendirian dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. Y.A.5/109/7, tanggal 20 Maret 1979 dan diumumkan
8
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 41, Tambahan No. 70,
tanggal 31 Agustus 1979.
• Perubahan terakhir pada Akta No. 62, tanggal 17 April 2023 dari R. Tendy
Suwarman, S.H., Notaris di Kota Bandung.
• Pengesahan Akta Perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam surat No. AHU-0088674.AH.01.09-0117322, tanggal
15 Mei 2023.
• NPWP Perseroan: 01.118.479.3-421.001.
• Surat Keterangan Terdaftar No. PEM-00003/WPJ.07/KP.0803/2016 oleh Kantor
Wilayah DJP Jakarta Khusus, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan.
• Surat Keterangan Domisili No: 530/IF/Ekbang oleh Kelurahan Utama,
Kecamatan Cimahi Selatan.
• NIB Perseroan: 8120111211678.
• NIB Perizinan Berusaha Berbasis Risiko : 8120111211678.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Cara Pembuatan
Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) No. PB-UMKU: 812011121167800040018.
• NIB Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sertifikat Standar : 81201112116780004
untuk Industri Furnitur Untuk Operasi, Perawatan Kedokteran Dan Kedokteran
Gigi.
• NIB Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sertifikat Standar : 81201112116780007
untuk indutri furnitur kayu.
• Izin Lokasi atas NIB 8120111211678.
• Pendaftaran Penanaman Modal Perubahan Penanaman Modal Negeri
No. 12/32/PI-PB/PMDN/2018 tanggal 26 Februari 2018.
• Sertifikat Kesesuaian Produk untuk produk Tempat Tidur Pasien Non Elektrik
dan Tempat Tidur Pasien Elektromedik No. PVS 01095.01 oleh Succofindo.
2.2 Kinerja Keuangan
Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan berdasarkan
data Laporan Keuangan Audited pada 31 Desember 2019, 2020, 2021, 2022 dan
2023. Semua laporan keuangan Audited tersebut dengan opini wajar dalam semua
hal yang material.
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2019 sampai dengan 2023 adalah
sebagai berikut:
9
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
Uraian 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021 31/12/2020 31/12/2019
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 29.815.841 34.723.031 33.761.479 40.192.367 44.701.755
Piutang usaha -
> Pihak ketiga 28.198.760 21.051.253 28.438.316 36.853.246 47.891.020
> Pihak berelasi 4.628 232.144 144.397 - 2.537
Piutang lain-lain -
> Pihak ketiga 147.367 203.770 73.350 170.832 197.669
> Pihak berelasi 1.637 36.667 50.182 - -
Persediaan
> Bahan Baku 41.409.452 50.470.356 51.084.787 54.533.068 48.213.241
> Barang Jadi 89.559.453 65.598.300 44.393.185 51.411.473 64.752.919
> Barang Dalam Proses 7.497.561 10.832.160 11.538.646 36.571.301 29.498.257
> Bahan Pembantu 3.124.878 3.892.562 4.675.288 5.493.222 5.804.744
> Penyisihan penurunan nilai
persediaan (17.670.217) (18.518.192) (21.171.984) (424.404) (2.623.323)
Uang muka dan biaya dibayar
di muka 5.559.366 3.358.934 1.402.227 1.283.393 4.336.159
Pajak dibayar di muka 10.249.142 9.827.961 5.345.576 9.807.095 7.949.757
Kas di bank yang dibatasi
penggunaannya - 3.159.377 895.906 - -
Total Aset Lancar 197.897.867 184.868.321 160.631.355 235.891.593 250.724.734
10.249.142 9.827.961 5.345.576 9.807.095 7.949.757
Aset Tidak Lancar
Investasi saham 4.523.439 4.523.439 4.523.439 4.223.439 4.223.439
Investasi pada entitas asosiasi 1.381.356 - 7.442.624 9.136.873 9.542.536
Aset Tetap
Nilai perolehan
Kepemilikan Langsung
> Tanah 146.320.200 138.005.920 138.005.920 129.761.713 129.761.713
> Bangunan 96.470.125 95.386.722 102.329.347 82.866.559 82.655.754
> Mesin dan Peralatan Pabrik 75.890.567 55.169.875 54.274.086 58.025.774 56.929.867
> Kendaraan dan Peralatan
Kantor 21.989.682 21.395.067 20.459.118 22.111.970 21.949.361
Sewa Pembiayaan
> Mesin dan Peralatan Pabrik - - - 20.968.193 20.968.193
> Kendaraan - - - 340.907 340.907
Aset Dalam Penyelesaian
> Mesin dan Peralatan Pabrik 9.773.216 9.756.446 8.214.366 696.378 -
> Bangunan - 84.024 - - -
Total Nilai Perolehan 350.443.790 319.798.055 323.282.837 314.771.493 312.605.795
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan Langsung
> Bangunan (31.601.225) (27.995.211) (25.436.252) (21.790.256) (18.046.365)
> Mesin dan Peralatan Pabrik (64.544.140) (47.624.193) (44.423.266) (33.111.874) (29.473.568)
10
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Uraian 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021 31/12/2020 31/12/2019
> Kendaraan dan Peralatan
Kantor (17.291.816) (16.766.074) (15.115.613) (13.874.307) (11.482.292)
Sewa Pembiayaan
> Mesin dan Peralatan Pabrik - - - (5.949.638) (3.852.818)
> Kendaraan - - - (204.544) (136.363)
Total Penyusutan (113.437.181) (92.385.478) (84.975.131) (74.930.619) (62.991.405)
Nilai Buku 237.006.609 227.412.577 238.307.706 239.840.874 249.614.390
Aset tak berwujud 156.106 326.404 496.702 667.000 837.298
Aset hak guna 3.544.593 8.383.589 10.457.335 1.796.543 -
Aset pajak tangguhan 484.887 630.106 635.522 1.026.370 3.447.229
Uang muka pembelian aset
tetap - - - 4.055.815 2.786.695
Taksiran klaim pajak
penghasilan 288.886 288.886 1.200.812 - -
Aset tidak lancar lainnya - - - 1.382.106 335.463
Total Aset Tidak Lancar 247.385.876 241.565.000 263.064.139 262.129.020 270.769.051
TOTAL ASET 445.283.743 426.433.321 423.695.494 498.020.613 521.493.785
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 53.169.508 68.807.828 28.300.000 26.278.577 27.200.000
Utang Usaha -
> Pihak ketiga 68.050.909 49.471.228 69.153.121 51.169.777 53.508.228
> Pihak berelasi 3.000.033 1.150.817 6.264.673 4.735.337 8.788.920
Utang lain-lain -
> Pihak ketiga 28.698 31.861 22.695 41.895 817.247
> Pihak berelasi 599.780 701.896 664.494 330.300 -
Utang Pajak 4.864.781 2.586.446 1.783.428 1.199.179 1.935.068
Biaya yang Masih Harus
Dibayar 1.786.792 6.061.166 4.386.034 2.188.529 3.057.934
Uang Muka Penjualan 5.967.322 1.319.258 4.466.491 923.833 3.425.634
Liabilitas Jangka Panjang
JTDST -
> Utang Sewa Pembiayaan - - - 7.118.737 6.077.728
> Utang Pembiayaan
Konsumen 459.593 88.369 34.002 245.183 665.995
> Liabilitas Sewa - 2.227.127 6.547.416 356.449 -
Total Liabilitas Jangka
Pendek 137.927.416 132.445.997 121.622.354 94.587.795 105.476.752
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang
setelah dikurangi JTDST
> Utang Sewa Pembiayaan - - - 8.319.771 15.070.468
11
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Uraian 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021 31/12/2020 31/12/2019
> Utang Pembiayaan
Konsumen 564.142 165.196 - 34.002 279.197
> Liabilitas Sewa - - 2.085.526 314.176 -
Liabilitas Pajak Tangguhan 10.444.616 7.364.353 5.647.708 1.166.049 208.443
Estimasi Liabilitas Imbalan
Kerja Karyawan 4.281.342 5.263.361 5.643.870 8.241.452 10.787.520
Total Liabilitas Jangka
Panjang 15.290.100 12.792.910 13.377.104 18.075.451 26.345.628
TOTAL LIABILITAS 153.217.516 145.238.907 134.999.457 112.663.246 131.822.380
EKUITAS
Modal saham 100.000.000 100.000.000 100.000.000 100.000.000 100.000.000
> PT Tritirta Inti Mandiri 64.907.410 70.197.000 70.217.000 70.217.000 70.217.000
> Niven Holding Limited 6.019.480 6.019.480 6.019.480 6.019.480 6.019.480
> PT Bina Analisindo
Semesta 1.225.000 1.225.000 1.225.000 1.225.000 1.225.000
> Benny Sutjianto 350.000 350.000 350.000 350.000 350.000
> Masyarakat (masing-
masing kepemilikan kurang
dari 5%) 27.498.110 22.208.520 22.188.520 22.188.520 22.188.520
Tambahan modal disetor 62.887.549 62.887.549 62.887.549 62.856.444 62.856.444
Selisih Revaluasi Aset Tetap-
bersih 105.491.827 97.532.143 99.546.345 87.058.525 89.075.952
Saldo Laba -
> Telah ditentukan
penggunaannya 21.000.000 21.000.000 21.000.000 20.000.000 19.000.000
> Belum ditentukan
penggunaannya (9.602.638) (12.982.524) (6.318.475) 104.783.838 107.123.878
Ekuitas Yang Dapat
Diatribusikan Kepada Pemilik
Entitas Induk 279.776.739 268.437.168 277.115.419 374.698.807 378.056.274
Kepentingan Nonpengendali 12.289.488 12.757.246 11.580.617 10.658.560 11.615.131
Total Ekuitas 292.066.227 281.194.414 288.696.036 385.357.367 389.671.405
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 445.283.743 426.433.321 423.695.494 498.020.613 521.493.785
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Aset
Pada tahun 2020, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp498,02 miliar, turun
sebesar 4,50% dari Rp521,49 miliar yang dicatat tahun 2019. Total aset ini terdiri
atas aset lancar sebesar Rp235,89 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp262,13
miliar, dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar Rp250,72 miliar untuk aset
12
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
lancar dan sebesar Rp270,77 miliar untuk aset tidak lancar. Penurunan aset
terutama disebabkan karena turunnya persediaan barang jadi sebesar Rp13,34
miliar pada aset lancar.
Pada tahun 2021, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp432,70 miliar, turun
sebesar 14,92% dari Rp498,02 miliar yang dicatat tahun 2020. Total aset ini terdiri
atas aset lancar sebesar Rp160,63 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp263,06
miliar. Penurunan aset terutama disebabkan karena turunnya persediaan dalam
proses sebesar Rp25,03 miliar pada aset lancar.
Pada tahun 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp426,44 miliar, turun
sebesar 0,65% dari Rp432,70 miliar yang dicatat tahun 2021. Total aset ini terdiri
atas aset lancar sebesar Rp184,87 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp241,57
miliar. Penurunan aset terutama disebabkan karena turunnya investasi saham pada
entitas asosiasi sebesar Rp7,44 miliar dan pada aset tetap bangunan sebesar Rp6,94
miliar.
Pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp445,28
miliar, naik sebesar 4,42% dari Rp426,44 miliar yang dicatat tahun 2022. Total aset
ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp197,90 miliar dan aset tidak lancar sebesar
Rp247,39 miliar. Terdapat kenaikan uang muka dan biaya dibayar dimuka pada
tahun 2023 sebesar 2,20 miliar disebabkan karena adanya pembelian bahan baku
baik lokal maupun import. Pada aset lancar kenaikan aset terutama disebabkan
karena naiknya nilai persediaan barang jadi sebesar Rp23,96 miliar dibandingkan
di tahun sebelumnya pada aset lancar.
Liabilitas
Total liabilitas Perseroan tahun 2020 adalah sebesar Rp112,66 miliar, turun 14,53%
dari akhir tahun 2019 atau sebesar Rp131,82 miliar. Liabilitas ini terdiri atas
liabilitas jangka pendek sebesar Rp94,59 miliar dan liabilitas jangka panjang
sebesar Rp18,08 miliar, dibandingkan dengan liabilitas tahun 2019 sebesar
Rp105,48 miliar untuk liabilitas jangka pendek dan sebesar Rp26,35 miliar untuk
liabilitas jangka panjang. Penurunan liabilitas disebabkan turunnya liabilitas jangka
panjang yang setelah jatuh tempo dalam satu tahun yaitu utang sewa pembiayaan
sebesar Rp6,75 miliar di sisi liabilitas jangka panjang.
Total liabilitas Perseroan tahun 2021 adalah sebesar Rp135,00 miliar, naik 19,83%
dari akhir tahun 2020. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar
Rp121,62 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp13,38 miliar. Kenaikan
liabilitas disebabkan naiknya utang usaha pihak ketiga sebesar Rp17,98 miliar di
sisi liabilitas jangka panjang pendek.
13
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Total liabilitas Perseroan tahun 2022 adalah sebesar Rp145,24 miliar, naik 7,58%
dari akhir tahun 2021. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar
Rp132,45 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp12,79 miliar. Kenaikan
liabilitas disebabkan naiknya utang bank jangka pendek sebesar Rp40,51 miliar di
sisi liabilitas jangka pendek.
Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp153,22 miliar,
naik 5,49% dari akhir tahun 2022. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek
sebesar Rp137,93 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp15,29 miliar.
Kenaikan liabilitas disebabkan naiknya utang usaha kepada pihak ketiga sebesar
Rp18,58 miliar di sisi liabilitas jangka pendek.
Ekuitas
Pada tahun 2020, total ekuitas menurun sebesar Rp4,31 miliar dari Rp389,67 miliar
di tahun 2019 menjadi Rp385,36 miliar di akhir tahun 2020. Penurunan ekuitas ini
dikontribusi dari penurunan saldo laba di tahun 2020.
Pada tahun 2021, total ekuitas mengalami penurunan sebesar Rp96,66 miliar, dari
Rp385,36 miliar di tahun 2020 menjadi Rp288,70 miliar di akhir tahun 2021.
Kenaikan ekuitas ini dikontribusi dari penurunan saldo laba di tahun 2021.
Pada tahun 2022, total ekuitas mengalami penurunan sebesar Rp7,50 miliar, dari
Rp288,70 miliar di tahun 2021 menjadi Rp281,19 miliar di akhir tahun 2022.
Kenaikan ekuitas ini dikontribusi dari penurunan saldo laba tahun 2022.
Pada 31 Desember 2023, total ekuitas mengalami peningkatan sebesar
Rp47,99 miliar, dari Rp281,19 miliar di tahun 2022 menjadi Rp292,07 miliar di
31 Desember 2023. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari surplus revaluasi dan
peningkatan laba belum ditentukan penggunaannya di 31 Desember 2023.
2.2.2 Kinerja Laba (Rugi)
Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2019 sampai dengan tahun
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
14
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000)
Uraian 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021 31/12/2020 31/12/2019
PENJUALAN 456.909.638 437.621.525 287.145.581 330.675.687 411.783.279
Lokal 434.326.115 413.022.141 260.246.002 309.995.521 390.864.134
Ekspor 22.583.524 24.599.383 26.899.579 20.680.166 20.919.145
BEBAN POKOK PENJUALAN
Persediaan awal bahan baku (50.470.356) (51.084.787) (54.108.664) (48.213.241) (40.997.342)
Pembelian bersih (234.905.956) (225.861.873) (146.679.865) (153.993.636) (214.735.709)
Bahan baku yang tersedia
untuk produksi (285.376.312) (276.946.660) (200.788.529) (202.206.877) (255.733.051)
Persedian akhir bahan baku 41.409.452 50.470.356 50.753.351 54.108.664 48.213.241
Bahan baku yang digunakan
untuk produksi (243.966.860) (226.476.304) (150.035.178) (148.098.213) (207.519.809)
Upah langsung (19.171.043) (20.987.056) (20.047.942) (18.520.918) (20.870.583)
Jasa maklon dan biaya
produksi tidak langsung
lainnya (42.109.445) (52.719.007) (62.564.714) (54.667.054) (62.758.437)
Reparasi dan pemeliharaan (16.649.739) (4.804.539) - - -
Penyusutan aset tetap (4.281.272) (4.179.930) (10.885.397) (8.829.847) (8.502.501)
Penyusutan aset hak guna (2.150.777) (2.309.174) - - -
Jumlah beban produksi (328.329.136) (311.476.012) (243.533.231) (230.116.032) (299.651.330)
Persediaan barang dalam
proses
> Awal tahun (10.832.160) (11.538.646) (36.571.301) (29.498.257) (25.348.547)
> Akhir tahun 7.497.561 10.832.160 11.538.646 36.571.301 29.498.257
Beban pokok produksi (331.663.736) (312.182.498) (268.565.885) (223.042.989) (295.501.620)
Persediaan barang jadi
> Awal tahun (65.598.300) (44.393.185) (51.411.473) (62.129.596) (58.820.010)
> Akhir tahun 89.559.453 65.598.300 44.393.185 51.411.473 62.129.596
Beban Pokok Penjualan (307.702.582) (290.977.383) (275.584.174) (233.761.112) (292.192.034)
LABA (RUGI) BRUTO 149.207.056 146.644.142 11.561.407 96.914.575 119.591.245
BEBAN USAHA (127.343.451) (130.992.721) (86.321.749) (86.818.324) (103.265.970)
Beban Penjualan (73.399.617) (69.027.542) (29.418.286) (30.572.100) (42.443.036)
> Pengiriman (41.737.246) (43.485.833) (16.718.741) (17.685.127) (20.614.921)
> Perjalanan dinas (5.990.313) (6.752.672) (3.212.983) (2.710.555) (3.756.660)
> Iklan dan promosi (6.246.077) (5.019.718) (4.489.961) (6.759.899) (12.916.958)
> Instalasi (4.951.114) (4.053.734) - - -
> Penyusutan aset tetap (1.301.704) (2.428.525) - - -
> Gaji dan tunjangan (6.081.330) (2.120.798) (2.354.954) (2.291.049) (2.857.680)
> Insentif (844.765) (1.862.322) - - -
> Lainnya (6.247.070) (3.303.940) (2.641.647) (1.125.470) (2.296.816)
Beban Umum dan
Administrasi (53.943.834) (61.965.179) (56.903.463) (56.246.224) (60.822.934)
15
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Uraian 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021 31/12/2020 31/12/2019
> Gaji dan Tunjangan (29.350.105) (38.092.239) (34.260.950) (36.119.794) (39.024.849)
> Keperluan kantor (4.209.881) (5.630.034) (7.860.294) (6.891.734) (7.604.445)
> Penyusutan aset tetap (2.647.318) (2.407.973) (2.678.545) (3.172.127) (3.288.343)
> Pemeliharaan dan
perbaikan (1.863.599) (2.720.600) (1.620.304) (1.362.093) (1.364.094)
> Pajak (1.272.701) (3.076.236) (1.763.034) - -
> Jasa profesional (3.262.754) (2.343.345) (1.521.524) (746.825) (1.050.397)
> Imbalan pascakerja
karyawan (2.256.211) (1.406.618) (1.037.047) (1.569.372) (1.536.077)
> Sewa (247.921) (75.950) - (931.867) (876.354)
> Penyusutan aset hak-guna (1.068.689) (940.535) (967.681) - -
> Perjalanan dinas (592.595) (583.676) (644.293) (666.625) (1.255.682)
> Telekomunikasi, air dan
listrik (1.002.582) (718.955) (669.325) (817.305) (884.932)
> Perijinan (484.506) (680.974) (349.809) (215.153) (234.640)
> Asuransi (409.472) (424.480) (297.875) (300.988) (408.909)
> Transportasi (1.102.315) (312.099) (220.599) (225.511) (390.577)
> Teknologi informasi (521.405) (233.266) (482.031) (611.975) (343.352)
> Jamuan (177.303) (193.478) (203.765) (137.213) (198.910)
> Amortisasi (170.298) (170.298) (170.298) (170.298) (170.298)
> Pelatihan (1.247.566) (431.403) - - -
> Representasi - - - - (91.261)
> Lain-lain (2.056.614) (1.523.020) (2.156.090) (2.307.342) (2.099.813)
LABA (RUGI) USAHA 21.863.605 15.651.421 (74.760.342) 10.096.252 16.325.275
PENDAPATAN (BEBAN)
LAINNYA
Beban Keuangan
> Bunga pinjaman bank (6.494.011) (4.986.171) (3.633.103) (3.831.673) (2.268.889)
> Bunga atas utang sewa
pembiayaan, - - - - -
>> Utang pembiayaan
konsumen dan liabilitas sewa (144.779) (1.132.544) (2.809.378) (2.639.153) (2.321.106)
> Administrasi bank (53.646) (435.736) (116.075) (389.641) (28.463)
Kerugian penurunan nilai
aset tetap (306.853) - - - -
Provisi ekspektasi kerugian
kredit - - - - -
Penyisihan penurunan nilai
persediaan 844.201 (1.538.541) - - -
Pemulihan provisi ekspektasi
kerugian kredit 421.492 (23.877) (1.640.289) - -
Bagian atas rugi bersih -
Entitas Asosiasi (1.913.883) (7.427.682) 208.750 167.273 1.841.206
Pendapatan bunga 109.012 124.075 (736.282) 446.034 280.485
Selisih kurs - bersih 74.341 948.928 - 1.693.694 (521.188)
Keuntungan (kerugian) dari
penjualan aset tetap - bersih 554.172 395.275 -
16
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Uraian 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021 31/12/2020 31/12/2019
Laba atas pelepasan Entitas
Anak 3.130 - - - -
Lain-lain - bersih 624.929 491.020 (17.751.618) 1.022.191 589.030
Total Pendapatan (Beban)
Lain-lain (6.281.895) (13.585.253) (26.477.994) (3.531.274) (2.428.924)
LABA (RUGI) SEBELUM
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN 15.581.710 2.066.167 (101.238.336) 6.564.977 13.896.351
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN (9.721.317) (6.215.626) 981.092 (6.315.901) (6.675.285)
Pajak Kini (6.985.910) (3.946.285) (1.454.657) (2.173.045) (3.736.615)
Pajak Tangguhan (2.735.407) (2.269.341) 2.435.749 (4.142.855) (2.938.670)
LABA (RUGI) TAHUN
BERJALAN 5.860.393 (4.149.458) (100.257.244) 249.077 7.221.066
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Selisih revaluasi aset tetap 10.247.631 - 70.687.319 2.119.159 2.153.025
Rugi aktuarial atas imbalan
kerja karyawan (1.228.189) (2.366.503) (251.975) (3.158.373) (3.814.208)
Bagian atas rugi bersih
Entitas Asosisasi (4.761) (14.941) - - -
Pajak penghasilan terkait (296.869) 547.279 (7.308.255) 764.391 1.026.337
TOTAL LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN 14.578.206 (5.983.623) (37.130.156) (25.747) 6.586.221
LABA (RUGI) TAHUN
BERJALAN YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 4.203.702 (5.822.795) (100.977.411) 1.067.024 7.082.408
Kepentingan Non-pengendali 1.656.691 1.673.337 720.167 (817.947) 138.658
Jumlah 5.860.393 (4.149.458) (100.257.244) 249.077 7.221.066
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 12.407.366 (7.607.994) (38.920.504) 662.535 6.286.859
Kepentingan Non-pengendali 2.170.840 1.624.371 1.790.348 (688.282) 299.361
Jumlah 14.578.206 (5.983.623) (37.130.156) (25.747) 6.586.220
17
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Uraian 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021 31/12/2020 31/12/2019
LABA (RUGI) PER SAHAM
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS
ANAK 4.20 (9,09) (101) 1,07 7,08
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Penjualan Bersih
Pada tahun 2020, Perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp330,68 miliar,
menurun 19,70% dari Rp411,78 miliar pada tahun 2019. Penurunan penjualan
utamanya dikontribusi oleh penjualan lokal yang turun sebesar Rp80,87 miliar dari
tahun sebelumnya yang sebesar Rp390,86 miliar.
Pada tahun 2021, Perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp287,15 miliar,
menurun 13,16% dari Rp330,66 miliar pada tahun 2020. Penurunan penjualan
utamanya dikontribusi oleh penjualan lokal yang turun sebesar Rp49,75 miliar dari
tahun sebelumnya yang sebesar Rp310,00 miliar.
Pada tahun 2022, Perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp437,62 miliar,
naik 52,40% dari Rp287,15 miliar pada tahun 2021. Kenaikan penjualan utamanya
dikontribusi oleh penjualan lokal yang naik sebesar Rp152,78 miliar dari tahun
sebelumnya yang sebesar Rp260,25 miliar.
Pada 31 Desember 2023, Perseroan telah membukukan penjualan sebesar
Rp456,91 miliar naik 4,41% dari Rp437,62 miliar pada tahun 2022. Pada
31 Desember 2023 kontribusi penjualan lokal sebesar Rp434,33 miliar dan
penjualan ekspor sebesar RpRp22,58 miliar.
Laba (Rugi) Kotor
Beban pokok penjualan pada tahun 2020 sebesar Rp233,76 miliar menurun sebesar
20,00% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp292,19 miliar. Sehingga, laba kotor
Perseroan tercatat mengalami penurunan sebesar 18,96% menjadi Rp96,91 miliar
dari Rp119,59 miliar di tahun 2019.
Beban pokok penjualan pada tahun 2021 sebesar Rp275,58 miliar meningkat
sebesar 17,89% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp233,76 miliar. Sehingga,
laba kotor Perseroan tercatat mengalami penurunan sebesar 88,07% menjadi
Rp11,56 miliar dari Rp96,91 miliar di tahun 2020.
Beban pokok penjualan pada tahun 2022 sebesar Rp290,98 miliar meningkat
sebesar 5,59% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp275,58 miliar. Sehingga, laba
18
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
kotor Perseroan tercatat mengalami peningkatan sebesar 1168,39% menjadi
Rp146,64 miliar dari Rp11,56 miliar di tahun 2021.
Pada 31 Desember 2023, beban pokok penjualan sebesar Rp307,70 miliar
meningkat sebesar 5,75% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp290,98 miliar.
Pada 31 Desember 2023 Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp149,21 miliar
meningkat sebesar 1,75% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp146,64 miliar.
Laba (Rugi) Usaha
Beban usaha pada tahun 2020 sebesar Rp86,82 miliar menurun dari tahun
sebelumnya yang sebesar Rp103,27 miliar. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
mengalami penurunan sebesar 38,16% menjadi Rp10,10 miliar dari Rp16,33 miliar
di tahun 2019.
Beban usaha pada tahun 2021 sebesar Rp86,32 miliar menurun 0,57% dari tahun
sebelumnya yang sebesar Rp86,82 miliar. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
mengalami penurunan sebesar 840,48% menjadi rugi sebesar Rp74,76 miliar dari
Rp10,10 miliar di tahun 2020.
Beban usaha pada tahun 2022 sebesar Rp130,99 miliar meningkat dari tahun
sebelumnya yang sebesar Rp86,32 miliar. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
mengalami peningkatan sebesar 120,94% menjadi Rp15,65 miliar dari rugi sebesar
Rp74,76 miliar di tahun 2021.
Beban usaha pada tahun 2023 sebesar Rp127,34 miliar menurun dari tahun
sebelumnya yang sebesar Rp130,99 miliar. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
mengalami peningkatan sebesar 39,69% menjadi Rp21,86 miliar dari sebesar
Rp15,65 miliar di tahun 2022.
Laba (Rugi) Komprehensif
Pada tahun 2020, laba komprehensif menurun 100,39% dari Rp6,59 miliar di tahun
2019 menjadi rugi Rp25,75 juta pada tahun 2020.
Pada tahun 2021, rugi komprehensif meningkat 144112,76% dari Rp25,75 juta di
tahun 2020 menjadi rugi Rp37,13 miliar pada tahun 2021.
Pada tahun 2022, rugi komprehensif menurun 83,88% dari rugi Rp37,13 miliar di
tahun 2021 menjadi rugi Rp5,98 miliar pada tahun 2022.
Pada 31 Desember 2023, laba komprehensif tercatat sebesar Rp14,58 miliar atau
meningkat sebesar 343,64% dari tahun sebelumnya yang tercatat rugi Rp5,98 miliar.
19
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Uraian 31/12/2023 31/12/2022 31/12/2021 31/12/2020 31/12/2019 Rata-rata
A. LIQUIDITY (%)
Current Ratio 143,48% 139,58% 132,07% 249,39% 237,71% 180,45%
Quick Ratio 42,07% 42,29% 51,26% 81,45% 87,79% 60,97%
Working Capital To Total Assets Ratio 13,47% 12,29% 9,21% 28,37% 27,85% 18,24%
B. ACTIVITY
Total Assets Turnover (X) 1,03 1,03 0,68 0,66 0,79 0,84
Inventory Turnover (X) 2,48 2,59 3,04 1,58 2,01 2,34
Average Day's Inventory (Day) 147 141 120 230 182 164
Account Receivable Turnover (X) 16,20 20,56 10,05 8,97 8,60 12,88
Average Collection Period (Day) 23 18 36 41 42 32
Working Capital Turnover (X) 7,62 8,35 7,36 2,34 2,84 5,70
C SOLVABILITY (%)
Total Debt to Equity Ratio 52,46% 51,65% 46,76% 29,24% 33,83% 42,79%
Total Debt to Asset Ratio 34,41% 34,06% 31,86% 22,62% 25,28% 29,65%
Long Term Debt To Equity Ratio 5,24% 4,55% 4,63% 4,69% 6,76% 5,17%
D. RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 32,66% 33,51% 4,03% 29,31% 29,04% 25,71%
Operating Profit Margin 4,79% 3,58% -26,04% 3,05% 3,96% -2,13%
Net Profit Margin 1,28% -0,95% -34,92% 0,08% 1,75% -6,55%
Rate of Return on Investment 5,26% -3,89% -94,65% 0,20% 5,54% -17,51%
Rate of Return on Equity 8,03% -5,90% -138,91% 0,26% 7,41% -25,82%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan selama periode 2019 - 2023 rata-rata Current Ratio
dan Quick Ratio adalah sebesar 180,45% dan 60,97%. Dari tabel di atas
menunjukkan bahwa Perseroan mempunyai aset lancar yang cukup untuk membayar
seluruh utang jangka pendeknya. Sementara itu untuk Working Capital To Total
Assets Ratio memiliki rata-rata sebesar 18,24%.
Rasio Solvabilitas
Debt to Equity Rasio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas
dalam pembiayaan perusahaan sedangkan Debt to Asset Rasio (DAR) menunjukkan
posisi liabilitas terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi
seluruh liabilitasnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut
dilikuidasi. Rasio solvabilitas menunjukkan selama periode 2019 - 2023, rata-rata
DER dan DAR, masing-masing sebesar 42,79% dan 29,65%.
Rasio Profitabilitas
Tingkat balikan terhadap total investasi (ROI) menunjukkan kemampuan Perseroan
untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan membandingkan antara laba
20
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
bersih dengan jumlah aset yang diinvestasikan. Rata-rata tingkat balikan terhadap
total investasi pada Perseroan dari periode 2019 - 2023 adalah sebesar negatif
17,51%.
Sedangkan tingkat balikan terhadap total ekuitas menunjukkan kemampuan
Perusahaan untuk menghasilkan laba bersih yang diukur dengan membandingkan
antara laba bersih dengan jumlah ekuitas. Pada periode 2019 - 2023, rata-rata
tingkat balikan terhadap total ekuitas mencatatkan sebesar negatif 25,82%.
2.3 Produk dan Layanan Perseroan
Produk Perseroan untuk keperluan rumah sakit yang ditawarkan oleh Perseroan
dijelaskan sebagai berikut:
Gambar 1 Produk-Produk Rumah Sakit Perseroan
21
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
22
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Sumber: Website Perseroan
2.4 Teknologi yang Digunakan
Dalam penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat
Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia (KBLI 46691), Perseroan tidak
menggunakan atau tidak memerlukan teknologi khusus.
2.5 Pasar yang Dituju
Sasaran pasar Perseroan adalah lingkup wilayah pasar geografis nasional dan
mancanegara.
Untuk jaringan distribusi domestik dilakukan oleh Entitas Anak Perseroan dengan
rincian sebagai berikut:
1. PT Delta Furindotama untuk area Tanggerang, Banten
2. PT Trijati Primula untuk area Bandung, Jawa Barat
23
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
3. PT Sinar Sejahtera Mandiri untuk area Semarang, Jawa Tengah
4. PT Sejahtera Wahana Gemilang untuk area Surabaya, Jawa Timur
5. PT Mega Inti Mandiri untuk area Medan, Sumatera Utara
6. PT Sejahtera Samarinda Furindo untuk area Samarinda, Kalimantan Timur
7. PT Sejahtera Palembang Furindo untuk area Palembang, Sumatera Selatan
8. PT Chitose C-Engineering Indonesia untuk area Cimahi, Jawa Barat
Untuk jaringan distribusi domestik yang dilakukan oleh agen & distributor tersebar
keseluruh wilayah Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
1. Papua Barat :2
2. Papua :5
3. Sulawesi Utara :1
4. Sulawesi Selatan :3
5. Jawa Barat :6
6. Sumatera Barat :3
7. Bengkulu :1
8. Jawa Tengah & DIY :7
9. Kalimantan Selatan :3
10. Jambi :4
11. Sumatera Utara :6
12. Lampung :4
13. Palembang :2
14. DKI Jakarta :9
15. Maluku :1
16. Jawa Timur :7
17. Kalimantan Barat :3
18. Kalimantan Timur :3
19. Bali, NTT, NTB :4
20. Sulawesi Tengah :4
21. Riau :1
22. Aceh :1
Total : 80
2.6 Pesaing dan Persaingan
Sebagai sebuah perusahaan yang memiliki lini produk terlengkap, berikut ini adalah
daftar Perusahaan dan nama merek pesaing usaha di produk furnitur.
Tiga Besar pesaing utama :
1. PT Utama Raya Motor Industry (Futura)
2. PT Deka Sari Perkasa (Innola)
3. PT Karya Mitra Seraya (Vivente)
24
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Pesaing lainnya:
1. PT Karya Cipta Kreasi (Donati)
2. PT Alba Unggul Metal (Alba)
3. PT Tjakrindo Mas (Brother)
4. PT Acroe Indonesia (Acroe)
5. PT Hema Medhajaya (Chairman)
6. PT Modera Furintraco Industry (Modera)
7. PT Lion Metal Works Tbk. (Lion)
8. PT Elite Permai Metal Works (Elite)
Sedangkan Pesaing usaha di produk alat kesehatan sebagai berikut:
1. PT Paramount Bed Indonesia
2. PT Mega Andalan Kalasan
3. PT Sarandi Karya Nugraha
Dalam bisnis ini ada pesaing yang mendominasi yakni PT Paramount Bed, PT Mega
Andalan Kalasan (MAK), PT Sarandi Karya Nugraha dan pemasok Bed Import. Akan
tetapi masih ada peluang yang bisa diambil oleh Perseroan, dimana selama 6 tahun
ke belakang Perseroan berhasil menjual ranjang rumah sakit melalui pihak ketiga.
Terlebih Perseroan memiliki 7 jaringan distribusi yang saat ini juga memiliki banyak
costumer potensial yaitu RSUD di wilayah masing-masing. Sehingga bisnis ini
sangat berpotensi di masa yang akan datang.
2.7 Pola Bisnis
Perseroan merupakan salah satu produsen dan distributor untuk produk-produk
furnitur berkualitas, inovatif, dan kompetitif. Perseroan terus berupaya untuk
memperkuat daya saing dengan mengembangkan berbagai varian produk baru,
salah satunya “Air Mattress” berupa kasur, bantal, bantal duduk, travel mat, dan
lain-lain yang diproduksi dengan menggunakan teknologi modern dan sangat baik
untuk kesehatan. Dipasarkan dengan merek unggulan “Chitose” untuk produk
furnitur serta C-Pro untuk produk “Air Mattress”, Perseroan menjadi perusahaan
yang kuat dan dikenal dalam bisnis furnitur di Indonesia, terbukti dengan Chitose
berhasil mempertahankan penghargaan top brand secara berturut-turut sejak tahun
2017 sampai dengan tahun ini. Berdasarkan pengalaman Perseroan, Perseroan
dianggap memiliki manajemen dan sistem operasional yang kompeten untuk
melakukan ekspansi usaha. Keunggulan kompetitif Perseroan diuraikan sebagai
berikut:
• Perseroan merupakan perusahaan yang kuat dan dikenal dalam bisnis furnitur
dan telah berdiri sejak 44 tahun yang lalu.
• Nama merek “Chitose” menjadi merek nasional.
• Perseroan telah mengembangkan lebih dari 300 varian produk.
25
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
• Perseroan telah Memiliki karyawan dan tim manajemen dengan kompeten dan
pengalaman yang tinggi dalam industri dan pasar furnitur.
• Perseroan memiliki hubungan kerja sama yang kuat dengan beberapa
perusahaan furnitur ternama di Jepang.
• Brand awareness dan memiliki jangkauan pasar yang luas dengan jaringan
pemasaran di seluruh Indonesia.
• Kualitas produk dengan spesifikasi yang tinggi tetap terjaga sampai saat ini.
• Divisi Riset & Pengembangan (R&D) dan Divisi Quality Control berfungsi optimal
serta terus berkolaborasi dalam pengembangan produk dan menjaga
kualitasnya.
• Perseroan Didukung oleh vendor yang kuat dan produk yang berkualitas,
inovatif, dan kompetitif.
Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana cukup banyak
pesaing-pesaing atas produk yang dihasilkan dari penambahan kegiatan usaha
Perseroan. Risiko adanya barang yang ditiru merupakan risiko yang melekat pada
Perseroan. Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat
dihindari, hal tersebut membuat usaha menjadi sangat kompetitif. Upaya mitigasi
yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
• Meningkatkan kualitas produk dan layanan.
• Terus melakukan inovasi produk.
• Bangun dan perkuat loyalitas pada produk Perseroan.
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:
1. Penambahan kegiatan usaha
Teknologi kesehatan yang semakin berkembang pesat akan memberikan
dampak positif terhadap angka kesakitan nasional. Semakin mudah pengobatan
terhadap suatu penyakit, maka semakin rendah angka kesakitannya. Hal ini akan
berdampak pada permintaan beragamnya pengobatan maupun alat-alat
kesehatan sehingga Perseroan berpeluang untuk mengembangkan kegiatan
usahanya lebih luas lagi dengan mempertimbangkan permintaan yang
berkesinambungan dari pasar kesehatan terutama untuk produk-produk
furniture penunjang kesehatan.
2. Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
26
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
3. Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan.
2.8 Strategi Pemasaran
Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
Perseroan adalah sebagai berikut:
- Strategi Produk
Salah satu kegiatan paling utama dalam bisnis fasilitas penunjang jasa kesehatan
sebelum pemasaran adalah penelitian dan pengembangan produk. Pada proses
ini, didahulukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai supply,
demand, dan pangsa pasar produk, sehingga Perseroan dapat menjual dan
mengedarkan produk yang sesuai dengan tren masyarakat yang sedang
berlangsung. Selain itu, Perseroan perlu memilih pemasok produk yang baik,
melakukan pengecekan kualitas dan akurasi alat, memberikan harga produk
yang kompetitif, serta menjaga mutu produk sampai dengan baik hingga ke
tangan konsumen.
- Strategi Distribusi
Perseroan dapat mendistribusikan produknya secara langsung atau melalui
beberapa kanal distribusi melalui entitas anak maupun jaringan agen dan
distributor. Distribusi fasilitas kesehatan ini akan dipasarkan kepada jaringan
pemasaran yang sudah eksis dimiliki Perseroan dan akan memasarkan Produk
Alat Kesehatan Perseroan pada wilayah jaringan pemasaran tersebut.
- Strategi Promosi
Beberapa strategi promosi yang dapat dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai
berikut:
- Melakukan promosi yang lebih gencar, seperti memasang iklan dan
memaksimalkan penggunaan media teknologi khususnya website dan media
sosial untuk melakukan promosi.
- Menambah program-program khusus misalnya memberikan diskon atau
hadiah untuk konsumen yang membeli produk dalam skala yang besar.
- Meningkatkan kualitas layanan konsumen agar konsumen tidak mudah
beralih ke produk lain.
27
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
- Mengadakan atau mengikuti pameran alat kesehatan yang bertujuan
mengedukasi peserta pameran yang diselingi promosi dan demo alat secara
langsung.
- Memperluas jangkauan distribusi hingga ke berbagai daerah.
Terkait strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh Perseroan dengan
mempertimbangkan kompetitor dalam industri yang sudah cukup bersaing,
Perseroan akan menggandeng semua Jaringan Pemasaran Perseroan yang sudah
eksis di Indonesia dan akan memasarkan Produk Alat Kesehatan Perseroan pada
wilayah mereka, dengan nama besar Perseroan dan dengan Kualitas yang terjaga
mutunya. Perseroan yakin dan percaya akan ada kesempatan yang cukup baik untuk
bisa mengembangkan bisnis Alat Kesehatan. Terlebih jaringan pemasaran Perseroan
juga sudah cukup banyak melayani RSUD atau Rumah Sakit pemerintah yang
merupakan costumer utama untuk produk alat kesehatan ini.
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi
Dalam penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat
Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia, Perseroan telah memiliki beberapa
pemasok utama, diantaranya:
● PT Indonesia Steel Tube Works untuk Bahan baku steel
● PT Srirejeki Perdana Steel untuk Bahan baku steel tube & pipa and coil center
● PT Daekan Indar Indonesia untuk Bahan baku wood; dan
● PT Pandawa Jaya Steel untuk Bahan baku steel.
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Saat ini, Perseroan telah memiliki Komisaris dan Direksi yang cukup memadai untuk
mendukung kegiatan usaha barunya di bidang Perdagangan Besar Alat
Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia termasuk di
dalamnya adalah jasa sewa kendaraan niaga untuk bidang usaha pelanggan yang
lebih spesifik kegunaannya. Perseroan juga telah memperhatikan dan
mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian
konsentrasi manajerial di bidang utama seperti finansial, operasional dan
pemasaran.
Berkaitan dengan panambahan kegiatan usaha, tidak ada perubahan/penambahan
struktur organisasi. tetapi, mengoptimalkan dengan struktur yang ada.
Manajemen berkomitmen penuh dalam pengembangan bisnis. Pada perkembangan
selanjutnya, apabila diperlukannya penyesuaian struktur organisasi akan adanya
penambahan kegiatan usaha, manajemen akan menyesuaikan dengan kebutuhan
tersebut.
28
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Pada tahun 2023, Perseroan memiliki karyawan tetap sejumlah 445 orang. Untuk
penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan menggunakan tenaga kerja yang
sudah ada baik tenaga ahli yang merupakan tenaga sales dan marketing, tenaga
produksi, dan tenaga administrasi. Pada penambahan kegiatan usaha, Perseroan
tidak melakukan penambahan karyawan.
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual
Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual dalam menjalankan kegiatan
usaha Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran
untuk Manusia (KBLI 46691) diantaranya:
1. Merek Chitose dengan nomor pendaftaran IDM000230774 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 22 Mei
2028 oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
2. Merek Daishogun dengan nomor pendaftaran IDM000332303 terkait
perpanjangan waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan
tanggal 30 Agustus 2031 oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
3. Merek Dragon dengan nomor pendaftaran IDM000404438 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal
30 Agustus 2031 oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
4. Merek 7 Stars dengan nomor pendaftaran IDM000332302 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19
September 2031 oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
5. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000061579 dengan tanggal
penerimaan 16 April 2021 dengan masa berlaku selama 10 tahun, terkait desain
infus gendong oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
6. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000043462 dengan tanggal
penerimaan 27 Mei 2015 dengan masa berlaku selama 10 tahun, terkait desain
kursi oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
7. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000043463 dengan tanggal
penerimaan 27 Mei 2015 dengan masa berlaku selama 10 tahun, terkait desain
kursi oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
8. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000043465 dengan tanggal
penerimaan 27 Mei 2015 dengan masa berlaku selama 10 tahun, terkait desain
29
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
meja oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
9. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000060482 dengan tanggal
penerimaan 26 Februari 2021 dan surat permohonan Abdullah Loetfi & Co terkait
perpanjangan Sertifikat Desain Industri No. 2105001.sert.DI dengan tanggal
daftar dari 31 Maret 2021 dengan masa jatuh tempo hingga 26 Februari 2031;
10. Merek Zao dengan nomor pendaftaran IDM000555140 tanggal penerimaan
1 Oktober 2014 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10
tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
11. Merek Zao dengan nomor pendaftaran IDM000561312 tanggal penerimaan
14 Oktober 2014 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10
tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
12. Merek AS Project dengan nomor pendaftaran IDM000631926 tanggal penerimaan
30 Mei 2017 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10 tahun
oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
13. Sertifikat Pendaftaran Merek C-PRO+Logo pendaftaran IDD000060383 dengan
tanggal penerimaan 22 Oktober 2021 dan surat permohonan Abdullah Loetfi &
Co terkait perpanjangan Sertifikat Desain Industri No. 1908357.JPN.sert yang
diajukan mulai tanggal 22 April 2031 s.d 22 Oktober 2031;
14. Merek C-PRO dengan nomor pendaftaran IDM000757755 tanggal penerimaan
2 Januari 2018 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10
tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
15. Merek C-PRO dengan nomor pendaftaran IDM001104949 tanggal penerimaan 17
Oktober 2018 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10
tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
16. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.: 4842.532/97.140/XII/2019
tanggal 3 Desember 2019 untuk Kursi Baja untuk Kantor, masa berlaku sertifikat
hingga 2 Desember 2023 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Balai
Besar Bahan dan Barang Teknik; dan
17. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.: 4843.532/97.140/XII/2019
tanggal 3 Desember 2019 untuk Kursi Lipat Kerangka Baja, masa berlaku
sertifikat hingga 2 Desember 2023 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan
Industri Balai Besar Bahan dan Barang Teknik.
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
30
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
1. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha.
2. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
3. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia.
4. Permenkes No. 14 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk
pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor Kesehatan.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
2.13 Aspek Lingkungan
Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan dan ini diwujudkan dengan
pengendalian lingkungan dalam hal penggunaan material, penggunaan energi dan
air, pengendalian emisi; serta pengolahan limbah dan efluen. Selain itu Perseroan
juga telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015.
2.14 Faktor Risiko Utama
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi beberapa risiko yang dapat
memengaruhi kinerja Perseroan. Risiko utama yang dihadapi Perseroan adalah:
Jenis Risiko Indikasi Mitigasi
Risiko Ekonomi
Risiko Kredit Kegagalan pelanggan dalam Menerapkan kebijakan dalam
memenuhi kewajiban pemberian fasilitas kredit antara lain
pembayaran kredit ketika pembatasan maksimal kredit yang
waktu jatuh tempo. bisa diberikan (Legal, Lending, Limit)
dan kredit diberikan hanya kepada
pelanggan yang memiliki rekam jejak
baik.
Risiko Perubahan Nilai Tukar Nilai wajar arus kas di masa Mengelola risiko perubahan nilai tukar
Mata Uang Asing depan akan berfluktuasi karena mata uang asing dengan pembuatan
perubahan dalam nilai tukar kontrak kesepakatan untuk semua
mata uang. pembelian bahan baku impor dan
penjualan barang jadi ekspor.
Risiko Likuiditas Ketidaktersediaan kas dan Memantau perkiraan cadangan
setara kas yang memadai untuk likuiditas Perseroan dan
memenuhi kebutuhan mengendalikan arus kas (AR dan AP)
operasional Perseroan. sesuai yang diharapkan serta
menelaah kebutuhan pembiayaan
untuk modal kerja dan aktivitas
31
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Jenis Risiko Indikasi Mitigasi
pendanaan secara teratur dan pada
saat dianggap perlu.
Risiko Ketidaklancaran pasokan Bahan baku dan komponen Mencari pemasok lain baik lokal/
bahan baku & komponen tidak dapat tersedia sesuai impor sebagai alternatif apabila
kebutuhan akibat terdapat kendala pada pemasok utama
Ketergantungan pada satu serta untuk mengamankan pasokan
pemasok baik lokal/ impor, bahan baku & komponen.
dan tidak adanya pemasok lain
sebagai alternatif.
Risiko Persaingan Usaha Jumlah pesaing dan produk Melakukan pengembangan produk
pesaing dipasar cukup banyak yang dapat diserap pasar dengan
dengan produk yang lebih harga yang kompetitif, kualitas yang
inovatif dan harga yang baik dan mencari pemasok dengan
bersaing. harga yang lebih murah serta
membuat sistem layanan penjualan
sesuai dengan harapan pelanggan.
Risiko Perubahan Selera Pasar Perkembangan kebutuhan dan Melakukan riset pasar, menetapkan
keinginan manusia yang program customer care, membuat
dinamis berpengaruh kepada program pengembangan dan inovasi
selera pasar terhadap suatu dengan membuat produk baru dengan
produk alat Kesehatan. desain sesuai selera pasar.
Risiko pasar Kegagalan dalam penjualan Melakukan riset pasar serta membuat
atau pemasaran produk. analisa hasil riset untuk menghindari
kesalahan dalam penentuan harga
jual, saluran penjualan, distribusi,
sistem informasi produk, produk yang
dibutuhkan dan strategi pemasaran.
Risiko Sosial
Risiko Ketidaktersediaan Kurangnya informasi terkait Menetapkan program pengembangan
Sumber Daya Manusia dengan Pendidikan dan pelatihan bagi sesuai TNA sehingga sumber daya
Keahlian Khusus di bidang alat Sumber Daya Manusia untuk manusia dengan keahlian di bidang
kesehatan mendapatkan keahlian khusus Alat Kesehatan tersedia dan siap pada
Alat Kesehatan sesuai saat dibutuhkan pada proses kerja
kebutuhan. yang direncanakan. Serta
mengoptimalkan aplikasi Knowledge
Management System.
Risiko Masyarakat Sekitar dan Komplain terhadap aktivitas Melakukan koordinasi dan komunikasi
Komunitas kegiatan yang berhubungan dengan pemerintah daerah, aparat
baik langsung maupun tidak keamanan setempat, dan pemimpin
langsung dengan masyarakat kelompok masyarakat di wilayah
sekitar dan komunitas. operasional Perseroan.
Risiko Kesehatan dan Potensi timbulnya kecelakaan Membentuk tim pembina K3,
Keselamatan Kerja kerja yang dapat memengaruhi menetapkan dan mengevaluasi
kesehatan dan keselamatan program K3, pemenuhan terhadap
fisik karyawan. kebutuhan APD, menyediakan sarana
dan prasarana K3, membentuk tim
32
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Jenis Risiko Indikasi Mitigasi
tanggap darurat, serta
mengasuransikan aset Perseroan.
Risiko Sosial
Risiko bencana alam & Pengetahuan yang minim Mengedukasi para karyawan dengan
Kebakaran mengenai potensi, penyebab pelatihan dan simulasi terkait
dan dampak dari terjadinya pencegahan dan penanggulangan
bencana alam serta kebakaran. bencana alam serta kebakaran,
melengkapi rambu-rambu dan alat
peringatan.
Risiko kegagalan dalam Terbitnya undang-undang atau Terus menerus melakukan update
mematuhi perundangan dan regulasi baru serta perubahan terhadap semua peraturan
regulasi Alat Kesehatan terhadap undang-undang atau perundangan dan regulasi tentang alat
regulasi yang sudah ada terkait kesehatan, Membuat program
dengan pelaku industri alat pengawasan pemenuhan peraturan
Kesehatan. perundangan dan regulasi serta
melakukan pengawasan terhadap
efektivitas pemenuhan GCG dan Kode
Etik.
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Sehubungan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan memiliki kapasitas
dan kemampuan, seperti dari sisi modal. Berdasarkan informasi yang kami terima,
tidak terdapat biaya investasi tambahan dengan adanya KBLI baru dan kegiatan
usaha baru yang akan dimulai pada tahun 2024.
33
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
3 KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Pasar
Ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik dari prakiraan. Pada triwulan IV 2023
pertumbuhan tercatat sebesar 5,04% (yoy), meningkat dari 4,94% (yoy) pada triwulan
sebelumnya sehingga secara keseluruhan tahun 2023 mencapai 5,05% (yoy).
Pertumbuhan terutama didukung oleh kenaikan ekspor, peningkatan investasi
bangunan, dan dampak positif pelaksanaan Pemilu. Berdasarkan lapangan usaha
(LU), pertumbuhan ekonomi 2023 antara lain ditopang oleh LU yang terkait
mobilitas seperti Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan,
Informasi dan Komunikasi, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum.
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
34
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat terjadi di banyak wilayah
Indonesia dengan kinerja pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-
Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Kalimantan dan Jawa. Ke depan, Bank Indonesia
memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2024 akan meningkat dalam kisaran 4,7-
5,5%.
Gambar 2 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2023
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
NPI pada 2023 diprakirakan mencatat surplus, ditopang oleh defisit transaksi
berjalan yang terbatas dan surplus transaksi modal dan finansial. Perkembangan
terkini menunjukkan surplus neraca perdagangan masih berlanjut pada Januari
2024 sebesar 2,0 miliar dolar AS dipengaruhi oleh ekspor nonmigas yang kuat. Di
tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, aliran masuk
modal asing di pasar keuangan domestik terus berlanjut, tercermin dari investasi
portofolio yang mencatat net inflows sebesar 3,1 miliar dolar AS pada triwulan I
2024 (hingga 19 Februari 2024).
35
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 7 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Gambar 3 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2024 tetap tinggi sebesar 145,1
miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Secara keseluruhan, NPI 2024
diprakirakan tetap mencatat surplus, didukung oleh berlanjutnya surplus neraca
transaksi modal dan finansial sejalan dengan tetap positifnya aliran masuk modal
asing dipengaruhi oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian
domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik. Sementara itu,
transaksi berjalan tetap sehat yang diprakirakan mencatat defisit rendah dalam
kisaran 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
36
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Gambar 4 Grafik Cadangan Devisa
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Setelah pada Januari 2024 melemah 2,43%, nilai tukar Rupiah pada Februari 2024
(hingga 20 Februari 2024) kembali menguat 0,77% (ptp). Penguatan nilai tukar
Rupiah didorong oleh kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia, aliran
masuk modal asing ke pasar keuangan domestik sejalan dengan persepsi positif
investor terhadap prospek ekonomi yang tetap baik dengan stabilitas yang terjaga
dan imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik. Dengan perkembangan ini,
nilai tukar Rupiah hanya sedikit melemah 1,68% dari level akhir Desember 2023,
lebih baik dibandingkan dengan pelemahan Won Korea, Ringgit Malaysia, dan Baht
Thailand masing-masing sebesar 3,69%, 4,27%, dan 5,31%. Ke depan, nilai tukar
Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan menguat didorong oleh
berlanjutnya aliran masuk modal asing, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia, serta penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
37
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. Bank Indonesia terus memperkuat
koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung
implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
(DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.
Gambar 6 Grafik Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2024 tercatat sebesar 2,57% (yoy)
menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,61% (yoy) sehingga tetap berada
dalam kisaran 2,5±1%. Penurunan inflasi terjadi pada inflasi inti, sebagai hasil nyata
konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat
kebijakan Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti menurun
dari 1,80% (yoy) pada Desember 2023 menjadi 1,68% (yoy) pada Januari 2024,
dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah sejalan dengan tetap stabilnya nilai
tukar Rupiah, ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, serta kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi
administered prices relatif stabil sebesar 1,74% (yoy). Sementara itu, inflasi volatile
food meningkat menjadi 7,22% (yoy), terutama pada komoditas beras dan bawang
karena dampak El-Nino, faktor musiman, dan bergesernya musim tanam. Untuk itu,
sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai
daerah terus diperkuat dalam mengendalikan harga pangan. Ke depan, Bank
Indonesia meyakini inflasi tahun 2024 tetap akan rendah dan terkendali dalam
sasaran 2,5±1%.
38
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Gambar 7 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
3.2 Pangsa Pasar
Menurut Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia pada 30 Juni 2022
yaitu sebanyak 275,45 juta jiwa yang terdiri dari 139,02 juta jiwa penduduk laki-
laki dan 136,43 juta jiwa penduduk perempuan. Sedangkan menurut angka proyeksi
dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2022 yaitu
274,859 juta jiwa yang terdiri dari 137,89 juta jiwa penduduk laki-laki dan 136,97
juta jiwa penduduk perempuan.
Gambar 8 Jumlah Penduduk Indonesia Menurut Jenis Kelamin Tahun 2022
Sumber: Profil Kesehatan Indonesia 2022
Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, jumlah penduduk di Indonesia kini
telah mencapai sebanyak 278,69 juta jiwa pada pertengahan 2023. Angka tersebut
39
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
naik 1,18% dari tahun sebelumnya ( year-on-year/yoy). Pada pertengahan 2022,
jumlah penduduk di Indonesia yang sebanyak 275,45 juta jiwa.
Secara tren, jumlah penduduk Indonesia terus meningkat sejak pertengahan 2015-
2023. Hal ini seperti terlihat pada grafik di atas. Dibandingkan tujuh tahun lalu,
jumlah penduduk Indonesia pada pertengahan 2023 naik sekitar 9,04%. Pada
pertengahan 2015, jumlah penduduk Tanah Air baru mencapai 255,58 juta jiwa.
Adapun sumber data yang digunakan BPS ini merupakan data hasil sensus
penduduk dan proyeksi penduduk. Untuk tahun yang tidak dilaksanakan sensus
penduduk, data kependudukan diperoleh dari hasil proyeksi penduduk.
Pada tahun 2023, masyarakat Indonesia menghadapi sejumlah keluhan kesehatan
yang menjadi fokus perhatian. Salah satu keluhan utama adalah masalah kesehatan
mental yang semakin merajalela, terutama akibat dampak pandemi COVID-19 yang
berkepanjangan. Tingkat stres, kecemasan, dan depresi meningkat, memerlukan
perhatian serius dari sektor kesehatan dan pemerintah untuk menyediakan layanan
kesehatan mental yang memadai. Selain itu, masalah penyakit tidak menular, seperti
diabetes, hipertensi, dan obesitas, tetap menjadi tantangan kesehatan yang
signifikan. Gaya hidup urban yang cepat dan perubahan pola makan berkontribusi
pada peningkatan prevalensi penyakit-penyakit tersebut. Oleh karena itu,
pendekatan pencegahan dan edukasi kesehatan menjadi krusial untuk mengurangi
beban penyakit kronis ini.
Persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan memberikan gambaran
awal situasi kesehatan penduduk secara umum. Persentase penduduk yang
mempunyai keluhan kesehatan dari waktu ke waktu memberikan informasi kepada
pemerintah untuk melakukan pemantauan terhadap kecenderungan kesehatan
masyarakat. Perubahan dalam angka ini dapat memberikan petunjuk tentang
efektivitas kebijakan kesehatan, program pencegahan, atau upaya perbaikan sistem
kesehatan. Informasi ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
pentingnya pemantauan dan perawatan kesehatan sehingga akan dapat mendorong
partisipasi masyarakat dalam program pencegahan dan pemeliharaan kesehatan.
Data Susenas menunjukkan bahwa sekitar 26 dari 100 penduduk Indonesia
menyatakan mempunyai keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir pada tahun
2023. Series data dari tahun 2021 hingga 2023 menunjukkan bahwa persentase
penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir
menunjukkan kecenderungan menurun. Susenas mengumpulkan informasi keluhan
kesehatan dengan menggunakan pendekatan Self-Assessed Heath (SAH) yaitu
pendekatan di mana individu memberikan penilaian atau penilaian pribadi terhadap
kesehatan mereka sendiri. Meskipun pendekatan bersifat subjektif, penelitian telah
menunjukkan bahwa self-assessed health dapat menjadi prediktor yang kuat untuk
hasil kesehatan yang lebih objektif, termasuk morbiditas. Kelebihan dari
40
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
pendekatan ini adalah kemudahan penggunaannya, serta kemampuannya untuk
mencerminkan dimensi kesehatan yang mungkin tidak terukur dengan indikator
kesehatan objektif. Keluhan kesehatan yang dicakup dalam definisi operasional
Susenas meliputi batuk, pilek, demam, termasuk juga penduduk yang memiliki
penyakit kronis, mempunyai keluhan kesehatan akibat kecelakaan, keluhan
kesehatan pada ibu hamil atau wanita yang sedang menstruasi seperti mual dan
pusing, ataupun keluhan psikologis yang berdampak pada keluhan fisik seperti
bulimia.
Tabel 8 Penduduk yang Memiliki Keluhan Kesehatan Sebulan Terakhir, 2023 (%)
Uraian 2021 2022 2023
Indonesia 27,23 29,94 26,27
Sumber: BPS
Indikator umum yang dapat menggambarkan konsumsi kesehatan adalah dengan
melihat tingkat belanja kesehatan dalam skala Total Health Expenditure (THE) yang
merupakan akomodasi belanja kesehatan pemerintah yang juga dibelanjakan untuk
investasi di bidang kesehatan. Dalam kurun waktu 8 (delapan) tahun terjadi
peningkatan total belanja kesehatan hampir 2 (dua) kali lipat, dari Rp287,5 triliun
pada tahun 2013 menjadi Rp561,8 triliun pada tahun 2020. Proporsi belanja
kesehatan terhadap PDB hanya mengalami fluktuasi kenaikan sebesar 0,1% yaitu
dari 3,0% di tahun 2012 menjadi 3,6% di tahun 2020, namun meski demikian belanja
kesehatan perkapita mengalami kenaikan dari tahun 2013 sebesar Rp1,16 juta
($110) menjadi Rp2,1 juta (US $142) di tahun 2020.
Tabel 9 Total Belanja Kesehatan Indonesia Tahun 2013-2020
Sumber: Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan, Kemenkes RI,
2023
Selanjutnya pada gambar berikut, proporsi belanja kesehatan menurut skema
pendanaan kesehatan yang meliputi sektor publik (skema Kementerian
Kementerian/Lembaga lainnya, Pemerintah Daerah (provinsi dan kabupaten/kota),
41
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Asuransi Kesehatan Sosial (JKN) dan sektor non publik (skema Asuransi Kesehatan
Swasta, Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT), Korporasi, dan
Pembiayaan Rumah Tangga). Porsi belanja skema asuransi kesehatan sosial
terhadap total belanja kesehatan menunjukkan peran dan komitmen pemerintah
dalam memberikan jaminan kesehatan untuk masyarakat di negara tersebut. Selain
itu menunjukkan bahwa peningkatan porsi belanja pada skema asuransi kesehatan
sosial seiring dengan penurunan pada porsi skema pembiayaan dari kantong rumah
tangga. Tren belanja kesehatan pada skema pembiayaan dari kantong rumah tangga
yang cenderung menurun secara proporsi sejak tahun 2013 hingga tahun 2020
harus dimonitor secara terus menerus. Namun meskipun secara proporsi skema
pembiayaan dari kantong rumah tangga menurun (dari 48,5% pada tahun 2013
menjadi 29,3% pada tahun 2020), namun secara nominal mengalami kenaikan dari
tahun 2013–2020 (dari Rp139,4 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp164,8 triliun
pada tahun 2020). Hal ini merupakan dampak langsung dari pertumbuhan pasar di
sektor kesehatan.
Gambar 9 Proporsi Belanja Kesehatan Menurut Skema Pendanaan
di Indonesia Tahun 2013-2020
Sumber: Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan, Kemenkes RI,
2023
Belanja kesehatan pada awalnya didominasi pendanaan sektor non publik, terutama
yang berasal dari kontribusi pembiayaan rumah tangga. Meskipun begitu,
pendanaan dari sektor publik setiap tahunnya mengalami peningkatan baik dari
42
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
proporsi maupun dari jumlahnya, dimana pada tahun 2013 sebesar 32,4 persen
(Rp93,2 triliun) dari total belanja nasional dan tahun 2020 sebesar 57,6 persen
(Rp323,4 triliun). Tren peningkatan ini terutama terjadi pada skema JKN dan skema
pemerintah daerah (Pemda), sementara skema Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
dan skema K/L lainnya berfluktuasi pada tahun 2013-2019 dan meningkat pada
tahun 2020.
Salah satu yang menunjukan tren kenaikan adalah belanja kesehatan pada skema
Pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota cenderung meningkat selama tahun
2013-2020. Peningkatan jumlah belanja kesehatan Pemda diharapkan memberikan
ruang yang luas bagi daerah untuk dapat membantu pemerintah pusat dalam
melaksanakan program-program vertikal yang menjadi indikator kinerja kesehatan
nasional. Peran besar daerah dalam mengelola pembiayaan kesehatan tentu saja
melahirkan tanggung jawab yang besar pula. Oleh karenanya, pelaksanaan
kewenangan dan tanggung jawab tersebut memerlukan koordinasi yang baik antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dimulai dari proses perencanaan hingga
evaluasi program/kegiatan. Mengingat capaian indikator kesehatan menjadi ukuran
penting kinerja Kemenkes, maka perlu dilaksanakan juga proses monitoring dan
evaluasi terhadap dana transfer dari pusat ke daerah. Hal ini bertujuan agar
pendanaan kesehatan yang telah dialokasikan dapat digunakan secara efektif dan
efisien, serta berdampak positif pada pembangunan sektor kesehatan.
Rumah sakit yang teregistrasi di Kementerian Kesehatan diselenggarakan oleh
berbagai instansi atau lembaga, antara lain pemerintah pusat, pemerintah daerah,
TNI/POLRI, BUMN, dan swasta. Berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan, rumah
sakit dikategorikan dalam Rumah Sakit Umum (RSU) dan Rumah Sakit Khusus (RSK).
Jumlah rumah sakit di seluruh Indonesia hingga 2023 mencapai 3.155 unit, baik itu
rumah sakit milik pemerintah ataupun swasta. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS)
dalam Statistik Indonesia 2024, jumlah tersebut terdiri atas 2.636 rumah sakit
umum dan 519 rumah sakit khusus. Untuk diketahui, rumah sakit umum adalah
rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis
penyakit.
Perkembangan jumlah rumah sakit umum dan rumah sakit khusus dalam lima tahun
terakhir dapat dilihat pada gambar berikut.
43
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Gambar 10 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus di
Indonesia Tahun 2019-2023
3.500
3.000
2.500
2.000
1.500
1.000
500
-
2019 2020 2021 2022 2023
RS Umum 2.344 2.448 2.522 2.561 2.636
RS Khusus 533 536 520 511 519
Sumber: Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, 2023, dan Statistik Indonesia
2024
Pada tahun 2022, RSU yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat sebanyak 241
RSU (9,4%), Pemerintah Daerah sebanyak 817 RSU (31,9%), dan swasta 1.503 RSU
(56,7%).
Rumah sakit dikelompokkan berdasarkan kemampuan pelayanan, fasilitas
kesehatan, sarana penunjang, dan sumber daya manusia menjadi Kelas A, Kelas B,
Kelas C, dan Kelas D. Jumlah rumah sakit (RS) di Indonesia menurut kelas terbanyak
yaitu tipe C sebesar 1.622 (53%) RS, kemudian kelas D dan D Pratama sebesar 918
(30%) RS, kelas B sebesar 436 (14%) RS, dan kelas A sebesar 67 (2,0%) RS, sedangkan
selebihnya merupakan RS yang belum ditetapkan kelasnya sebesar 29 (1,0%) RS.
44
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Gambar 11 Perkembangan Jumlah Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus di
Indonesia Tahun 2018-2022
Sumber: Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, 2023
Dalam standar World Health Organization (WHO), standar terpenuhi atau tidaknya
kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rujukan dan perorangan di
suatu wilayah dapat dilihat dari rasio tempat tidur terhadap 1.000 penduduk.
Standar WHO adalah 1 tempat tidur untuk 1.000 penduduk. Rasio tempat tidur di
rumah sakit di Indonesia sejak tahun 2017 hingga 2022 yaitu lebih dari 1 per 1.000
penduduk. Untuk tahun 2022, rasio tempat tidur rumah sakit di Indonesia adalah
1,4 per 1.000 penduduk. Sehingga, jumlah tempat tidur di Indonesia sudah
tercukupi menurut standar WHO. Rasio tempat tidur rumah sakit di Indonesia sejak
tahun 2017 sampai dengan tahun 2022 dapat dilihat pada gambar berikut.
45
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Gambar 12 Rasio Jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit Per 1.000 Penduduk Di
Indonesia Tahun 2018-2022
Sumber: Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, 2023
Rasio tempat tidur menurut provinsi tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (2,9
per 1.000 penduduk) dan terendah adalah Provinsi Lampung, Sulawesi Barat, dan
NTT masing-masing sebesar 1 per 1.000 penduduk.
Gambar 13 Rasio Tempat Tidur Rumah Sakit Per 1.000 Penduduk Di Indonesia
Menurut Provinsi Tahun 2022
Sumber: Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, 2023
46
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Perkembangan jumlah Puskesmas sejak tahun 2019, dimana jumlahnya semakin
meningkat, dari 10.134 unit menjadi 10.416 Puskesmas pada tahun 2023.
Peningkatan jumlah Puskesmas tersebut menggambarkan upaya pemerintah dalam
pemenuhan akses terhadap pelayanan kesehatan primer.
Gambar 14 Jumlah Puskesmas di Indonesia Tahun 2019 – 2023
10.450
10.400
10.350
10.300
10.250
10.200
10.150
10.100
10.050
10.000
9.950
2019 2020 2021 2022 2023
10.134 10.205 10.292 10.374 10.416
Sumber: Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kemenkes RI, 2023
Pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan primer dapat dilihat secara umum dari
rasio Puskesmas terhadap kecamatan. Rasio Puskesmas terhadap kecamatan pada
tahun 2022 sebesar 1,4. Hal ini menggambarkan bahwa rasio ideal Puskesmas
terhadap kecamatan yaitu minimal 1 Puskesmas di 1 kecamatan, secara nasional
sudah terpenuhi, tetapi perlu diperhatikan distribusi dari Puskesmas tersebut di
seluruh kecamatan.
Puskesmas berdasarkan kemampuan pelayanan dibagi atas dua kategori yaitu
Puskesmas rawat inap dan Puskesmas non rawat inap. Berikut disajikan
perkembangan jumlah Puskesmas rawat inap dan non rawat inap dari tahun 2018
sampai dengan tahun 2022.
47
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Gambar 15 Jumlah Puskesmas Rawat Inap Dan Non Rawat Inap di Indonesia Tahun
2019-2023
7.000
6.000
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000
-
2019 2020 2021 2022 2023
Rawat inap 4.048 4.119 4.200 4.302 4.238
Non rawat inap 6.086 6.086 6.092 6.072 6.178
Sumber: Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kemenkes RI, 2023
Jumlah Puskesmas rawat inap selama lima tahun terakhir terus meningkat, yaitu
sebanyak 4.048 unit pada tahun 2019, lalu meningkat menjadi 4.238 unit pada
tahun 2023. Puskesmas non rawat inap cenderung mengalami penurunan jumlah
Puskesmasnya berdasarkan status pada tahun 2019, yaitu 6.086 dan pada tahun
2023 sebanyak 6.178.
Perkembangan jumlah Puskesmas sejak tahun 2019, dimana jumlahnya semakin
meningkat, dari 10.134 unit menjadi 10.374 Puskesmas pada tahun 2022,
selanjutnya pada tahun 2023 meningkat menjadi sebanyak 10.416 Puskesmas yang
terdiri dari 4.238 rawat inap dan 6.178 non rawat inap.
3.3 Kesinambungan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan tercapainya ketahanan di
bidang farmalkes 2022—2025 sebagai salah satu pilar dalam transformasi sistem
kesehatan. Untuk mendorong ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan,
Kemenkes RI membuat 3 (tiga) kebijakan yaitu kebijakan terkait penelitian dan
pengembangan, kebijakan terkait produksi, dan kebijakan terkait jaminan pasar.
Selain itu Pemerintah telah melakukan berbagai program dan usaha afirmatif untuk
mendorong penggunaan obat dan alat kesehatan dalam negeri, sehingga dapat
berkontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia, menyerap
tenaga kerja, memajukan dan mengembangkan industri alat kesehatan dalam
negeri, serta menguatkan daya saing ekonomi baik secara nasional maupun global.
48
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Saat ini, pasar alat kesehatan Indonesia masih didominasi oleh produsen dan
penyalur luar negeri. Hal tersebut menunjukkan kebutuhan dan potensi pasar
peralatan medis merek lokal untuk dapat bersaing mengingat banyaknya fasilitas
kesehatan serta meningkatnya kebutuhan berobat masyarakat. Di samping itu,
berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) RI No. 2 Tahun 2022, pemerintah telah
mendorong penggunaan produk dalam negeri sehingga menjadi sebuah
kesempatan yang sangat baik untuk berbagai industri, termasuk industri alat
kesehatan untuk memenuhi peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Oleh karena itu, sektor usaha yang akan dikembangkan oleh Perseroan telah
mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah sehingga akan memiliki potensi
cakupan pasar yang sangat luas baik domestik maupun internasional. Disamping
itu, kesehatan merupakan salah satu kebutuhan hidup yang paling diprioritaskan
oleh makhluk hidup, sehingga menyediakan kebutuhan alat-alat pendukungnya
akan membuat kesinambungan terhadap permintaan alat kedokteran, alat farmasi,
dan alat laboratorium.
Sektor kesehatan tidak terlepas dari beberapa industri pendukung yang fokus dalam
ketersediaan sarana/alat kesehatan. Berdasarkan data dari BPS pertumbuhan
industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial pada 2023 tercatat meningkat sebesar
4,66% (yoy) dari tahun sebelumnya. Sementara itu sebagai salah satu industri
pendukung, industri furnitur tercatat menurun sebesar 2,05% (yoy) dari tahun
sebelumnya.
Gambar 16 PDB Industri Furnitur dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
180.000
160.000
140.000
120.000
Rp Miliar
100.000
80.000
60.000
40.000
20.000
0
2019 2020 2021 2022 2023
Jasa Kesehatan dan
127.488 142.227 157.086 161.398 168.926
Kegiatan Sosial
Industri Furnitur 28.113 27.168 29.386 28.801 28.212
Sumber: BPS
49
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
3.4 Potensi Pasar
Sarana produksi dan distribusi bidang kefarmasian dan alat kesehatan di Indonesia
masih menunjukkan adanya ketimpangan dalam hal persebaran jumlah. Sebagian
besar sarana berlokasi di Pulau Sumatera dan Jawa, yaitu sebesar 94,2% untuk
sarana produksi dan 76,1% untuk sarana distribusi. Ketersediaan ini sangat terkait
dengan sumber daya yang dimiliki dan kebutuhan pada wilayah setempat. Kondisi
ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam kebijakan pengembangan
jumlah sarana produksi dan distribusi kefarmasian dan alat kesehatan di wilayah
Indonesia lainnya, sehingga terjadi pemerataan jumlah sarana. Hal ini bertujuan
untuk membuka akses keterjangkauan masyarakat terhadap sarana kesehatan di
bidang kefarmasian dan alat kesehatan.
Berkaitan dengan hal tersebut, merupakan peluang bagi Perseroan mengisi gap atau
kekosongan yang terjadi dalam pemerataan bidang kefarmasian dan alat kesehatan
dalam mengembangan usahanya sebagai penyedia sarana produksi dan distribusi
bidang alat/fasilitas penunjang kesehatan di Indonesia.
3.5 Sasaran
Sarana distribusi kefarmasian dan alat kesehatan di Indonesia, yang dapat menjadi
sasaran distributor produk alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran milik
Perseroan kepada konsumen, dilakukan melalui 4 (empat) jalur, yaitu Perdagangan
Besar Farmasi (PBF) sebanyak 2.610 sarana atau 5,46%, Apotek sebanyak 32.282
sarana atau 67,59%, Toko Obat sebanyak 8.691 sarana atau 18,20%, dan Distributor
Alat Kesehatan 4.176 atau 8,74%.
Gambar 17 Grafik Jumlah Sarana Distribusi Kefarmasian dan Alat Kesehatan
di Indonesia, 2022
Sumber: Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI,2023
50
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Sedangkan sasaran untuk produk Perseroan dalam pengembangan usaha ini adalah
Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Praktik Perseorangan, dan Unit Transfusi Darah.
Selama lima tahun terakhir (2019-2023), jumlah Rumah Sakit dan Puskesmas
cenderung mengalami peningkatan. Jumlah Rumah Sakit Umum pada tahun 2023
mencapai 2.636 unit dan Rumah Sakit Khusus sebanyak 519 unit yang secara total
meningkat sebesar 9,66% jika dibandingkan dengan tahun 2019. Sedangkan jumlah
Puskesmas Rawat Inap sebanyak 4.238 unit dan Non Rawat Inap sebanyak 6.178
unit yang secara total meningkat sebesar 2,78% jika dibandingkan dengan tahun
2019.
3.6 Potensi Nilai Pasar
Berdasarkan proyeksi keuangan atas kegiatan usaha induk termasuk adanya
penambahan KBLI baru, Perseroan diproyeksikan mencatatkan penjualan sebesar
Rp327,06 miliar pada tahun 2024, Rp355,52 miliar pada tahun 2025, Rp384,50
miliar pada tahun 2026, Rp411,80 miliar pada tahun 2027, dan Rp445,36 miliar
pada tahun 2028. Atas adanya kontribusi laba usaha dari penambahan kegiatan
usaha, menjadi potensi penambahan pada nilai pasar bagi Perseroan.
3.7 Pesaing Usaha
Sebagai sebuah perusahaan yang memiliki lini produk terlengkap, berikut ini adalah
daftar Perusahaan dan nama merek pesaing usaha di produk furnitur.
Tiga Besar pesaing utama :
1. PT Utama Raya Motor Industry (Futura)
2. PT Deka Sari Perkasa (Innola)
3. PT Karya Mitra Seraya (Vivente)
Pesaing lainnya:
4. PT Karya Cipta Kreasi (Donati)
5. PT Alba Unggul Metal (Alba)
6. PT Tjakrindo Mas (Brother)
7. PT Acroe Indonesia (Acroe)
8. PT Hema Medhajaya (Chairman)
9. PT Modera Furintraco Industry (Modera)
10. PT Lion Metal Works Tbk. (Lion)
11. PT Elite Permai Metal Works (Elite)
Sedangkan Pesaing usaha di produk alat kesehatan sebagai berikut:
1. PT Paramount Bed Indonesia
2. PT Mega Andalan Kalasan
3. PT Sarandi Karya Nugraha
51
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Dalam bisnis ini ada pesaing yang mendominasi yakni PT Paramount Bed, PT Mega
Andalan Kalasan (MAK), PT Sarandi Karya Nugraha dan pemasok Bed Import. Akan
tetapi masih ada peluang yang bisa diambil oleh Perseroan, dimana selama 6 tahun
ke belakang Perseroan berhasil menjual ranjang rumah sakit melalui pihak ketiga.
Terlebih Perseroan memiliki 7 jaringan distribusi yang saat ini juga memiliki banyak
costumer potensial yaitu RSUD di wilayah masing-masing. Sehingga bisnis ini
sangat berpotensi di masa yang akan datang.
3.8 Strategi Pemasaran
Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
Perseroan adalah sebagai berikut:
- Strategi Produk
Salah satu kegiatan paling utama dalam bisnis fasilitas penunjang jasa kesehatan
sebelum pemasaran adalah penelitian dan pengembangan produk. Pada proses
ini, didahulukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai supply,
demand, dan pangsa pasar produk, sehingga Perseroan dapat menjual dan
mengedarkan produk yang sesuai dengan tren masyarakat yang sedang
berlangsung. Selain itu, Perseroan perlu memilih pemasok produk yang baik,
melakukan pengecekan kualitas dan akurasi alat, memberikan harga produk yang
kompetitif, serta menjaga mutu produk sampai dengan baik hingga ke tangan
konsumen.
- Strategi Distribusi
Perseroan dapat mendistribusikan produknya secara langsung atau melalui
beberapa kanal distribusi melalui entitas anak maupun jaringan agen dan
distributor. Distribusi fasilitas kesehatan ini akan dipasarkan kepada jaringan
pemasaran yang sudah eksis dimiliki Perseroan dan akan memasarkan Produk Alat
Kesehatan Perseroan pada wilayah jaringan pemasaran tersebut.
- Strategi Promosi
Beberapa strategi promosi yang dapat dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai
berikut:
- Melakukan promosi yang lebih gencar, seperti memasang iklan dan
memaksimalkan penggunaan media teknologi khususnya website dan media
sosial untuk melakukan promosi.
- Menambah program-program khusus misalnya memberikan diskon atau
hadiah untuk konsumen yang membeli produk dalam skala yang besar.
52
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
- Meningkatkan kualitas layanan konsumen agar konsumen tidak mudah
beralih ke produk lain.
- Mengadakan atau mengikuti pameran alat kesehatan yang bertujuan
mengedukasi peserta pameran yang diselingi promosi dan demo alat secara
langsung.
- Memperluas jangkauan distribusi hingga ke berbagai daerah.
Terkait strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh Perseroan dengan
mempertimbangkan kompetitor dalam industri yang sudah cukup bersaing,
Perseroan akan menggandeng semua Jaringan Pemasaran Perseroan yang sudah
eksis di Indonesia dan akan memasarkan Produk Alat Kesehatan Perseroan pada
wilayah mereka, dengan nama besar Perseroan dan dengan Kualitas yang terjaga
mutunya. Perseroan yakin dan percaya akan ada kesempatan yang cukup baik
untuk bisa mengembangkan bisnis Alat Kesehatan. Terlebih jaringan pemasaran
Perseroan juga sudah cukup banyak melayani RSUD atau Rumah Sakit pemerintah
yang merupakan costumer utama untuk produk alat kesehatan ini.
53
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
4 KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Kapasitas
Kapasitas produksi yang dimiliki Perseroan sebesar 1.110.060 unit, dengan
kuantitas produksi di tahun 2023 sebesar 572.308 unit. Kapasitas produksi yang
masih tersedia sebesar 537.752 unit, sehingga dengan adanya penambahan
kegiatan usaha baru tidak memerlukan penambahan kapasitas produksi.
Tabel 10 Kapasitas dan Kuantitas Produksi
Kategori Kapasitas Produksi Kuantitas Produksi 2023
Kursi Lipat 504.000 134.750
Hotel, Banquet, Rumah Makan 302.400 146.148
Peralatan Kantor 126.000 90.769
Pendidikan 100.800 153.814
Rumah Sakit 1.260 1.931
Lainnya 75.600 44.896
Jumlah 1.110.060 572.308
Sumber: Laporan Tahunan 2023
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Dalam penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat
Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia (KBLI 46691) terdapat beberapa
pemasok utama, diantaranya:
● PT Indonesia Steel Tube Works untuk Bahan baku steel;
● PT Srirejeki Perdana Steel untuk Bahan baku steel tube & pipa and coil center;
● PT Daekan Indar Indonesia untuk Bahan baku wood; dan
● PT Pandawa Jaya Steel untuk Bahan baku steel.
4.3 Tenaga Ahli
Terkait penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat
Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia, Perseroan telah memiliki karyawan
yang sesuai kualifikasi dengan penambahan kegiatan usaha baru sehingga tidak
perlu adanya penambahan karyawan. Karyawan eksisting yang dialokasikan pada
penambahan kegiatan usaha baru diantaranya 1 orang untuk tenaga kerja Marketing
System Development, 1 orang untuk tenaga kerja Sales Distribution, 1 orang untuk
tenaga kerja E-Catalog, dan 3 orang tenaga kerja Global Sourcing & Nursing Bed.
54
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
4.4 Proses Produksi
Proses produksi yang dijalankan sama dengan proses bisnis eksisting. Perseroan
telah menerapkan standar Japan Industrial Standard (JIS) dalam proses produksi
untuk menjamin kualitas produk-produk yang dihasilkan. Perseroan juga
melakukan uji kualitas dengan menggunakan instrumen khusus yang sesuai dengan
standar JIS. Proses produksi dilakukan dengan memerhatikan penggunaan bahan
baku serta menggunakan mesin berteknologi modern, yaitu mesin CNC yang telah
terkomputerisasi dan robot pada tahap pengelasan yang ditujukan untuk
menghasilkan rangka yang presisi.
Perseroan telah melakukan kegiatan produksi sendiri untuk alat kesehatan dan telah
melakukan kegiatan pemasaran melalui pihak ketiga. Dengan adanya penambahan
kegiatan usaha baru ini diharapkan Perseroan dapat melakukan kegiatan pemasaran
sendiri.
55
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
5 KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif
Perseroan merupakan salah satu produsen dan distributor untuk produk-produk
furnitur berkualitas, inovatif, dan kompetitif. Perseroan terus berupaya untuk
memperkuat daya saing dengan mengembangkan berbagai varian produk baru,
salah satunya “Air Mattress” berupa kasur, bantal, bantal duduk, travel mat, dan
lain-lain yang diproduksi dengan menggunakan teknologi modern dan sangat baik
untuk kesehatan. Dipasarkan dengan merek unggulan “Chitose” untuk produk
furnitur serta C-Pro untuk produk “Air Mattress”, Perseroan menjadi perusahaan
yang kuat dan dikenal dalam bisnis furnitur di Indonesia, terbukti dengan Chitose
berhasil mempertahankan penghargaan top brand secara berturut-turut sejak
tahun 2017 sampai dengan tahun ini. Berdasarkan pengalaman Perseroan,
Perseroan dianggap memiliki manajemen dan sistem operasional yang kompeten
untuk melakukan ekspansi usaha. Keunggulan kompetitif Perseroan diuraikan
sebagai berikut:
• Perseroan merupakan perusahaan yang kuat dan dikenal dalam bisnis furnitur
dan telah berdiri sejak 44 tahun yang lalu.
• Nama merek “Chitose” menjadi merek nasional.
• Perseroan telah mengembangkan lebih dari 300 varian produk.
• Perseroan telah Memiliki karyawan dan tim manajemen dengan kompeten dan
pengalaman yang tinggi dalam industri dan pasar furnitur.
• Perseroan memiliki hubungan kerja sama yang kuat dengan beberapa
perusahaan furnitur ternama di Jepang.
• Brand awareness dan memiliki jangkauan pasar yang luas dengan jaringan
pemasaran di seluruh Indonesia.
• Kualitas produk dengan spesifikasi yang tinggi tetap terjaga sampai saat ini.
• Divisi Riset & Pengembangan (R&D) dan Divisi Quality Control berfungsi optimal
serta terus berkolaborasi dalam pengembangan produk dan menjaga
kualitasnya.
• Perseroan Didukung oleh vendor yang kuat dan produk yang berkualitas,
inovatif, dan kompetitif.
5.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana cukup banyak
pesaing-pesaing atas produk yang dihasilkan dari penambahan kegiatan usaha
Perseroan. Risiko adanya barang yang ditiru merupakan risiko yang melekat pada
Perseroan. Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat
dihindari, hal tersebut membuat usaha menjadi sangat kompetitif. Namun, untuk
memastikan kepuasan pelanggan, Perseroan memastikan untuk menjaga hubungan
56
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
relasi yang baik dengan supplier, agar dapat memastikan support technical,
ketersediaan part dan juga tanggal pengiriman sesuai kesepakatan.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut: :
• Meningkatkan kualitas produk dan layanan.
• Terus melakukan inovasi produk.
• Bangun dan perkuat loyalitas pada produk Perseroan.
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:
• Penambahan kegiatan usaha
Teknologi kesehatan yang semakin berkembang pesat akan memberikan
dampak positif terhadap angka kesakitan nasional. Semakin mudah pengobatan
terhadap suatu penyakit, maka semakin rendah angka kesakitannya. Hal ini akan
berdampak pada permintaan beragamnya pengobatan maupun alat-alat
kesehatan sehingga Perseroan berpeluang untuk mengembangkan kegiatan
usahanya lebih luas lagi dengan mempertimbangkan permintaan yang
berkesinambungan dari pasar kesehatan terutama untuk produk-produk
furniture penunjang kesehatan.
• Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
• Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan.
57
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Karyawan merupakan aset bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat
memperhatikan kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku
dan memperhaikan keamanan serta kenyamanan dalam bekerja.
Berikut ini komposisi karyawan berdasarkan gender, jabatan, usia, pendidikan dan
status ketenagakerjaan untuk tahun 2021 hingga 2023.
Tabel 11 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Usia
Tabel 12 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Status Kepegawaian
Tabel 13 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Level Organisasi
58
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 14 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Jenjang Pendidikan
Tabel 15 Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender dan Penggunaan Tenaga Kerja
Perseroan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) berperan sangat penting
atas keberhasilan usaha yang dijalankan sehingga selalu menempatkan
karyawannya pada posisi yang sesuai dengan keahlian dan kemampuannya agar
dapat berkontribusi secara efektif dan efisien. Selain itu, selalu memperhatikan
pengembangan dan kualitas tenaga kerjanya melalui program pengembangan
kompetensi serta evaluasi pengelolaan tenaga kerja secara berkala.
Pada tahun 2023, Perseroan memiliki karyawan tetap sejumlah 445 orang. Untuk
penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan menggunakan tenaga kerja yang
sudah ada baik tenaga ahli yang merupakan tenaga sales dan marketing, tenaga
produksi, dan tenaga administrasi. Pada penambahan kegiatan usaha, Perseroan
tidak melakukan penambahan karyawan.
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
(commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).
59
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual dalam menjalankan kegiatan
usaha Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi Dan Alat Kedokteran
untuk Manusia (KBLI 46691) diantaranya:
1. Merek Chitose dengan nomor pendaftaran IDM000230774 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 22 Mei
2028 oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
2. Merek Daishogun dengan nomor pendaftaran IDM000332303 terkait
perpanjangan waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan
tanggal 30 Agustus 2031 oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
3. Merek Dragon dengan nomor pendaftaran IDM000404438 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal
30 Agustus 2031 oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
4. Merek 7 Stars dengan nomor pendaftaran IDM000332302 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19
September 2031 oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
5. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000061579 dengan tanggal
penerimaan 16 April 2021 dengan masa berlaku selama 10 tahun, terkait desain
infus gendong oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
6. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000043462 dengan tanggal
penerimaan 27 Mei 2015 dengan masa berlaku selama 10 tahun, terkait desain
kursi oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
7. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000043463 dengan tanggal
penerimaan 27 Mei 2015 dengan masa berlaku selama 10 tahun, terkait desain
kursi oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
8. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000043465 dengan tanggal
penerimaan 27 Mei 2015 dengan masa berlaku selama 10 tahun, terkait desain
meja oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
9. Sertifikat Desain Industri nomor pendaftaran IDD000060482 dengan tanggal
penerimaan 26 Februari 2021 dan surat permohonan Abdullah Loetfi & Co terkait
perpanjangan Sertifikat Desain Industri No. 2105001.sert.DI dengan tanggal
daftar dari 31 Maret 2021 dengan masa jatuh tempo hingga 26 Februari 2031;
10. Merek Zao dengan nomor pendaftaran IDM000555140 tanggal penerimaan
1 Oktober 2014 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10
60
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
11. Merek Zao dengan nomor pendaftaran IDM000561312 tanggal penerimaan
14 Oktober 2014 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10
tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
12. Merek AS Project dengan nomor pendaftaran IDM000631926 tanggal
penerimaan 30 Mei 2017 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku
selama 10 tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
13. Sertifikat Pendaftaran Merek C-PRO+Logo pendaftaran IDD000060383 dengan
tanggal penerimaan 22 Oktober 2021 dan surat permohonan Abdullah Loetfi &
Co terkait perpanjangan Sertifikat Desain Industri No. 1908357.JPN.sert yang
diajukan mulai tanggal 22 April 2031 s.d 22 Oktober 2031;
14. Merek C-PRO dengan nomor pendaftaran IDM000757755 tanggal penerimaan
2 Januari 2018 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10
tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
15. Merek C-PRO dengan nomor pendaftaran IDM001104949 tanggal penerimaan
17 Oktober 2018 terkait perlindungan merek terdaftar yang berlaku selama 10
tahun oleh Direktor Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia;
16. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.: 4842.532/97.140/XII/2019
tanggal 3 Desember 2019 untuk Kursi Baja untuk Kantor, masa berlaku sertifikat
hingga 2 Desember 2023 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Balai
Besar Bahan dan Barang Teknik; dan
17. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI No.: 4843.532/97.140/XII/2019
tanggal 3 Desember 2019 untuk Kursi Lipat Kerangka Baja, masa berlaku
sertifikat hingga 2 Desember 2023 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan
Industri Balai Besar Bahan dan Barang Teknik.
Berikut ini dijelaskan uraian barang dan jasa atas Hak Kekayaan Intelektual yang
telah didaftarkan.
61
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 16 Uraian Barang & Jasa Hak Kekayaan Intelektual yang Telah didaftarkan
No Nama Merek Kelas Uraian Barang dan Jasa Masa Berlaku
1 C-PRO 10 & 20 Kelas 10 2 Januari 2018 s/d
Tempat tidur Khusus, dibuat untuk Januari 2028
keperluan medis, Kursi Cabinet,
Matras Angin untuk keperluan Didaftarkan juga di
media, kursi untuk keperluan Jepang dan Vietnam
medis, atau kedokteran gigi, kasur
untuk melahirkan, bantal untuk
keperluan medis &
Kelas 20
Kasur-kasur pegas, tempat tidur
rumah sakit, sofa, tempat duduk,
bantal-bantal, perlengkapan
tempat tidur bukan dari logam.
2 Infus Gendong Desain industri Digunakan sebagai tempat infus 30 April 2021 s/d 16
untuk pasien bergerak di luar April 2031
ruangan
3 Ranjang Rumah Desain industri Untuk tempat tidur pasien yang 31 Maret s/d 26
Sakit Lapangan digunakan di luar ruangan atau Februari 2031
kegunaan lain yang
memungkinkan
4 TOBU 28 Alat olahraga, loncatan untuk Dalam Proses
senam, Papan Pegas [Artikel
Olahraga], Pegas untuk
berolahraga, Permainan, dan alat-
alat Permainan
5 Kursi (Biru) Desain industri Alat Untuk Duduk
6 Kursi (Merah) Desain industri Alat Untuk Duduk
7 Kursi Desain industri Alat Untuk Duduk Sampai dengan 22
Mei 2028
8 CHITOSE Perlindungan Kelas 20 (Nice Classification edisi 17 September 2028
merek terdaftar 9)
9 DAISHOGUN Perlindungan Kelas 20 (Nice Classification edisi 30 Agustus 2031
merek terdaftar 9)
10 DRAGON Perlindungan Kelas 20 (Nice Classification edisi 30 Agustus 2031
merek terdaftar 9)
11 SEVEN STAR Perlindungan Kelas 20 (Nice Classification edisi 19 september 2031
merek terdaftar 9)
12 MEJA desain industri 27 Mei 2025
13 ZAO (1) Sertifikat merek Alat Untuk Duduk 1 Oktober 2024
62
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
No Nama Merek Kelas Uraian Barang dan Jasa Masa Berlaku
14 ZAO (2) Sertifikat merek Alat Untuk Duduk 14 Oktober 2024
15 AS PROJECT Sertifikat merek Alat Untuk Duduk 30 Mei 2027
6.3 Faktor Risiko Utama
Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya tidak terlepas dari risiko. Risiko-
risiko dapat berdampak terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional dan
prospek Perseroan.
Tabel 17 Faktor Risiko Utama
Jenis Risiko Indikasi Mitigasi
Risiko Ekonomi
Risiko Kredit Kegagalan pelanggan dalam Menerapkan kebijakan dalam pemberian
memenuhi kewajiban fasilitas kredit antara lain pembatasan
pembayaran kredit ketika maksimal kredit yang bisa diberikan
waktu jatuh tempo. (Legal, Lending, Limit) dan kredit
diberikan hanya kepada pelanggan yang
memiliki rekam jejak baik.
Risiko Perubahan Nilai Tukar Nilai wajar arus kas di masa Mengelola risiko perubahan nilai tukar
Mata Uang Asing depan akan berfluktuasi karena mata uang asing dengan pembuatan
perubahan dalam nilai tukar kontrak kesepakatan untuk semua
mata uang. pembelian bahan baku impor dan
penjualan barang jadi ekspor.
Risiko Likuiditas Ketidaktersediaan kas dan Memantau perkiraan cadangan likuiditas
setara kas yang memadai untuk Perseroan dan mengendalikan arus kas
memenuhi kebutuhan (AR dan AP) sesuai yang diharapkan serta
operasional Perseroan. menelaah kebutuhan pembiayaan untuk
modal kerja dan aktivitas pendanaan
secara teratur dan pada saat dianggap
perlu.
Risiko Ketidaklancaran pasokan Bahan baku dan komponen Mencari pemasok lain baik lokal/ impor
bahan baku & komponen tidak dapat tersedia sesuai sebagai alternatif apabila terdapat
kebutuhan akibat kendala pada pemasok utama serta
Ketergantungan pada satu untuk mengamankan pasokan bahan
pemasok baik lokal/ impor, baku & komponen.
dan tidak adanya pemasok lain
sebagai alternatif.
Risiko Persaingan Usaha Jumlah pesaing dan produk Melakukan pengembangan produk yang
pesaing dipasar cukup banyak dapat diserap pasar dengan harga yang
dengan produk yang lebih kompetitif, kualitas yang baik dan
inovatif dan harga yang mencari pemasok dengan harga yang
bersaing. lebih murah serta membuat sistem
layanan penjualan sesuai dengan harapan
pelanggan.
Risiko Perubahan Selera Pasar Perkembangan kebutuhan dan Melakukan riset pasar, menetapkan
keinginan manusia yang program customer care, membuat
63
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Jenis Risiko Indikasi Mitigasi
dinamis berpengaruh kepada program pengembangan dan inovasi
selera pasar terhadap suatu dengan membuat produk baru dengan
produk alat Kesehatan. desain sesuai selera pasar
Risiko pasar Kegagalan dalam penjualan Melakukan riset pasar serta membuat
atau pemasaran produk. analisa hasil riset untuk menghindari
kesalahan dalam penentuan harga jual,
saluran penjualan, distribusi, sistem
informasi produk, produk yang
dibutuhkan dan strategi pemasaran.
Risiko Sosial
Risiko Ketidaktersediaan Kurangnya informasi terkait Menetapkan program pengembangan
Sumber Daya Manusia dengan Pendidikan dan pelatihan bagi sesuai TNA sehingga sumber daya
Keahlian Khusus dibidang alat Sumber Daya Manusia untuk manusia dengan keahlian di bidang Alat
kesehatan mendapatkan keahlian khusus Kesehatan tersedia dan siap pada saat
Alat Kesehatan sesuai dibutuhkan pada proses kerja yang
kebutuhan. direncanakan. Serta mengoptimalkan
aplikasi Knowledge Management System.
Risiko Masyarakat Sekitar dan Komplain terhadap aktivitas Melakukan koordinasi dan komunikasi
Komunitas kegiatan yang berhubungan dengan pemerintah daerah, aparat
baik langsung maupun tidak keamanan setempat, dan pemimpin
langsung dengan masyarakat kelompok masyarakat di wilayah
sekitar dan komunitas. operasional Perseroan.
Risiko Kesehatan dan Potensi timbulnya kecelakaan Membentuk tim pembina K3,
Keselamatan Kerja kerja yang dapat memengaruhi menetapkan dan mengevaluasi program
kesehatan dan keselamatan K3, pemenuhan terhadap kebutuhan
fisik karyawan. APD, menyediakan sarana dan prasarana
K3, membentuk tim tanggap darurat,
serta mengasuransikan aset Perseroan.
Risiko Sosial
Risiko bencana alam & Pengetahuan yang minim Mengedukasi para karyawan dengan
Kebakaran mengenai potensi, penyebab pelatihan dan simulasi terkait
dan dampak dari terjadinya pencegahan dan penanggulangan
bencana alam serta kebakaran. bencana alam serta kebakaran,
melengkapi rambu-rambu dan alat
peringatan.
Risiko kegagalan dalam Terbitnya undang-undang atau Terus menerus melakukan update
mematuhi perundangan dan regulasi baru serta perubahan terhadap semua peraturan perundangan
regulasi Alat Kesehatan terhadap undang-undang atau dan regulasi tentang alat kesehatan,
regulasi yang sudah ada terkait Membuat program pengawasan
dengan pelaku industri alat pemenuhan peraturan perundangan dan
Kesehatan. regulasi serta melakukan pengawasan
terhadap efektivitas pemenuhan GCG dan
Kode Etik.
64
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Dalam melaksanakan kegiatan usaha perdagangan besar alat laboratorium, alat
farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia, Perseroan memiliki kapasitas dan
kemampuan dengan didukung oleh beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki.
Perseroan tidak memerlukan adanya upaya pemasaran khusus, dimana Perseroan
akan menggunakan jaringan distribusi yang telah ada. Perseroan merupakan
perusahaan yang sebelumnya telah berpengalaman dalam bidang Industri dan
Perdagangan. Oleh karena itu, Perseroan memiliki pengalaman dan kemampuan
yang baik untuk menjalankan bisnis tersebut di masa mendatang. Dari sisi sumber
daya, Perseroan telah memiliki karyawan yang sesuai kualifikasi dengan
penambahan kegiatan usaha baru sehingga tidak perlu adanya penambahan
karyawan. Karyawan yang sesuai kualifikasi dengan penambahan kegiatan usaha
baru diantaranya 1 orang untuk tenaga kerja Marketing System Development, 1
orang untuk tenaga kerja Sales Distribution, 1 orang untuk tenaga kerja E-Catalog,
dan 3 orang tenaga kerja Global Sourcing & Nursing Bed.
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk
mendukung kegiatan usaha barunya di bidang Perdagangan Besar Alat
Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia (KBLI 46691)
termasuk di dalamnya adalah distributor alat kesehatan. Perseroan telah
memperhatikan dan mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan
adanya pembagian konsentrasi manajerial di bidang utama seperti finansial,
operasional dan pemasaran.
Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, pada penambahan kegiatan usaha
baru Perseroan hanya melakukan kegiatan pemasaran sendiri atas barang yang
telah diproduksinya sehingga struktur organisasi dan manajemen telah sesuai atau
tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perseroan No. 62 tanggal 17 April 2023, dibuat di hadapan R. Tendy Suwarman,
S.H., Notaris di Kota Bandung, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana telah diterima dan dicatat pada
tanggal 15 Mei 2023 dengan No. AHU-AH.01.09-0117322, dan didaftarkan dalam
Daftar Perseroan No. AHU-0088674.AH.01.11. Tahun 2023 tanggal 15 Mei 2023,
susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
65
Page 86
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Direksi
Direktur Utama : Kazuhiko Aminaka
Direktur : Susanto
Direktur : R. Nurwulan Kusumawati
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Dedie Suherlan
Komisaris : Widjaya Djohan
Komisaris Independen : Vincentius Roy Sunarja
Komposisi Direksi Perseroan tersebut telah memenuhi ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau
Perusahaan Publik.
Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha, tidak ada perubahan/penambahan
struktur organisasi. tetapi, mengoptimalkan dengan struktur yang ada.
66
Page 87
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional, Tbk
Gambar 18 Struktur Organisasi Perseroan
67
Page 88
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Gambar 19 Struktur Organisasi Produksi
68
Page 89
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Gambar 20 Struktur Organisasi Global Sourcing & Nursing Bed
69
Page 90
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional, Tbk
7 KELAYAKAN KEUANGAN
Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
ataupun tidak.
Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
investasi, dan analisa sensitivitas.
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
Pada tahun 2024, Perseroan berencana menambah kegiatan usaha atas KBLI 46691
yaitu Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran
untuk Manusia. Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak terdapat biaya
investasi tambahan dengan adanya KBLI baru dan kegiatan usaha baru yang akan
dimulai pada tahun 2024.
7.2 Modal Kerja
Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Perputaran Persediaan
➢ Bahan baku : 40 hari
➢ Barang jadi : 60 hari
➢ Barang Dalam Proses : 7 hari
➢ Bahan Pembantu : 15 hari
Perputaran Piutang Usaha : 60 hari
Perputaran Utang Usaha : 120 hari
Proyeksi Modal Kerja tahun 2024-2028 adalah sebagai berikut:
Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar Bersih 138.348.254 148.539.057 157.831.433 167.063.315 177.561.633
Hutang Lancar Bersih (84.855.398) (90.706.370) (95.117.508) (99.873.667) (104.863.118)
Modal Kerja 53.492.856 57.832.686 62.713.924 67.189.648 72.698.515
Perubahan Modal Kerja 2.844.195 4.339.831 4.881.238 4.475.724 5.508.867
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan atas kegiatan usaha induk termasuk adanya
penambahan KBLI baru, modal kerja yang dibutuhkan pada tahun 2024 sampai
dengan tahun 2028 berturut-turut adalah sebesar Rp53,49 miliar, Rp57,83 miliar,
Rp62,71 miliar, Rp67,19 miliar, dan Rp72,70 miliar
70
Page 91
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
7.3 Sumber Pembiayaan
Dengan tidak terdapatnya biaya investasi tambahan atas adanya KBLI baru dan
kegiatan usaha baru yang akan dimulai pada tahun 2024, tidak diperlukan adanya
sumber pembiayaan.
7.4 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:
Waktu Operasional
Periode proyeksi dimulai tahun 2024 hingga tahun 2028. Selama masa proyeksi,
jumlah hari kerja dalam satu tahun adalah 264 hari dalam setahun dan diasumsikan
tetap selama masa proyeksi.
Struktur Pendapatan
Penjualan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut:
Tabel 19 Struktur Pendapatan (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Lokal 299.593.959 326.108.099 352.685.909 377.726.609 408.511.327
Export 27.465.275 29.415.310 31.812.658 34.071.356 36.848.172
Sumber: Proyeksi Keuangan
Struktur Biaya
a. Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan terdiri dari biaya material, upah langsung, jasa makloon
dan biaya produksi tidak langsung lainnya dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 20 Asumsi Harga Pokok Penjualan
Keterangan Satuan 2024 2025 2026 2027 2028
Material Cost To Sales 59,82% 58,94% 57,38% 56,40% 54,89%
Upah Langsung To Sales 6,21% 6,06% 5,94% 5,88% 5,76%
Jasa makloon dan
biaya produksi
tidak langsung
lainnya To Sales 13,70% 13,12% 12,62% 12,25% 11,78%
Sumber: Proyeksi Keuangan
71
Page 92
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos Harga Pokok Penjualan untuk
setiap periode dirinci sebagai berikut:
Tabel 21 Proyeksi Harga Pokok Penjualan (Rp.Juta)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Material Cost
> Persediaan Awal 21.483 21.440 22.965 24.178 25.451
> Pembelian 195.597 211.082 221.833 233.517 245.791
> Persediaan Akhir (21.440) (22.965) (24.178) (25.451) (26.789)
Pemakaian 195.640 209.557 220.621 232.243 244.453
Upah Langsung 20.321 21.541 22.833 24.203 25.655
Penyusutan 6.692 6.692 6.692 6.692 6.692
Jasa makloon dan
biaya produksi tidak
langsung lainnya 44.816 46.655 48.521 50.462 52.480
> Persediaan Awal 1.478 1.842 1.917 1.994 2.074
> Pembelian 45.180 46.730 48.597 50.541 52.563
> Persediaan Akhir (1.842) (1.917) (1.994) (2.074) (2.157)
Pemakaian 44.816 46.655 48.521 50.462 52.480
Total 267.469 284.444 298.666 313.600 329.280
Persediaan Awal
Barang Dalam Proses 3.565 5.130 5.455 5.728 6.014
Persediaan Akhir
Barang Dalam Proses (5.130) (5.455) (5.728) (6.014) (6.315)
Total 265.904 284.119 298.394 313.313 328.979
Persediaan Awal
Barang Jadi 39.753 43.710 46.704 49.051 51.504
Persediaan Akhir
Barang Jadi (43.710) (46.704) (49.051) (51.504) (54.079)
TOTAL BEBAN POKOK
PENJUALAN 261.947 281.125 296.047 310.861 326.404
Sumber: Proyeksi Keuangan
b. Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari beban penjualan & pemasaran dan beban umum &
administrasi dengan rincian sebagai berikut.
72
Page 93
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 22 Beban Usaha
Uraian Satuan 2024 2025 2026 2027 2028
BEBAN PENJUALAN &
PEMASARAN
Pengiriman To Sales 4,40% 4,26% 4,13% 4,05% 3,93%
Iklan & Promosi To Sales 0,50% 0,48% 0,46% 0,46% 0,44%
Gaji & Tunjangan To Sales 1,97% 1,92% 1,88% 1,86% 1,83%
Perjalanan dinas To Sales 0,33% 0,32% 0,31% 0,30% 0,29%
Lainnya To Sales 0,87% 0,83% 0,80% 0,77% 0,74%
BEBAN UMUM &
ADMINISTRASI
Gaji & Tunjangan Growth 6,00% 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Keperluan kantor Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Penyusutan aset Tarif Tarif Tarif Tarif Tarif
tetap D/A D/A D/A D/A D/A
Pajak Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Imbalan kerja
karyawan Growth 6,00% 6,00% 6,00% 6,00% 6,00%
Pemeliharaan dan
perbaikan Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Jasa Profesional Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Perjalanan dinas Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Telekomunikasi, air
dan listrik Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Penyusutan aset hak Tarif Tarif Tarif Tarif Tarif
guna D/A D/A D/A D/A D/A
Penyisihan
penurunan nilai
piutang usaha Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Sewa Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Teknologi Informasi Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Perijinan Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Pelatihan Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Asuransi Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Transportasi Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Jamuan Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Tarif Tarif Tarif Tarif Tarif
Amortisasi D/A D/A D/A D/A D/A
Lain lain Growth 4,00% 4,00% 4,00% 4,00% 4,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban usaha untuk setiap
periode dirinci sebagai berikut:
73
Page 94
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 23 Proyeksi Beban Usaha (Rp.Juta)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
BEBAN PENJUALAN &
PEMASARAN
Pengiriman 14.393 15.128 15.884 16.678 17.512
Iklan & Promosi 1.620 1.702 1.787 1.876 1.970
Gaji & Tunjangan 6.446 6.833 7.243 7.678 8.138
Perjalanan dinas 1.068 1.141 1.186 1.232 1.280
Lainnya 2.832 2.948 3.066 3.189 3.316
Sub Total 26.360 27.751 29.165 30.652 32.216
BEBAN UMUM &
ADMINISTRASI
Gaji & Tunjangan 9.506 10.077 10.681 11.322 12.001
Keperluan kantor 2.184 2.271 2.362 2.456 2.554
Penyusutan aset tetap 780 780 780 780 780
Pajak 351 365 379 394 410
Imbalan kerja karyawan 843 894 948 1.004 1.065
Pemeliharaan dan
perbaikan 403 419 436 454 472
Jasa Profesional 2.506 2.631 2.762 2.901 3.046
Perjalanan dinas 557 580 603 627 652
Telekomunikasi, air dan
listrik 341 355 369 384 399
Teknologi Informasi 518 538 560 582 606
Perijinan 290 302 314 326 339
Asuransi 57 59 61 64 66
Jamuan 126 131 136 141 147
Amortisasi 177 184 192 199 207
Lain lain 4.395 4.571 4.754 4.944 5.142
Sub Total 23.033 24.156 25.336 26.579 27.886
TOTAL BEBAN USAHA 49.393 51.907 54.501 57.231 60.102
Sumber: Proyeksi Keuangan
Beban Bunga Bank
Beban bunga bank terdiri dari hutang bank Kredit Investasi (KI) dan hutang bank
Kredit Modal Kerja (KMK) yang masing-masing sebesar 9,24% dan 8,98%.
Tarif Pajak
Pajak penghasilan badan diproyeksikan sebesar 22,00% dan diasumsikan tetap
selama masa proyeksi.
74
Page 95
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
7.5 Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel
berikut ini:
Tabel 24 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar 170.399.414 187.649.334 204.213.662 245.162.929 309.611.567
Aset Tidak Lancar 273.753.686 268.097.788 262.434.523 256.763.595 251.084.699
TOTAL ASET 444.153.100 455.747.123 466.648.185 501.926.524 560.696.266
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 134.855.398 125.706.370 105.117.508 99.873.667 104.863.118
Liabilitas Jangka Panjang 13.156.057 13.881.737 14.643.701 15.443.764 16.283.829
TOTAL LIABILITAS 148.011.455 139.588.107 119.761.209 115.317.431 121.146.947
Ekuitas 296.141.645 316.159.015 346.886.976 386.609.093 439.549.318
TOTAL LIABILITAS &
EKUITAS 444.153.100 455.747.123 466.648.185 501.926.524 560.696.266
Selama tahun 2024-2028, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada tahun
2024, total aset diproyeksikan sebesar Rp444,15 miliar yang kemudian mengalami
kenaikan hingga menjadi sebesar Rp560,70 miliar pada tahun 2028. Secara tahunan
total aset diproyeksikan meningkat sebesar 2,61% di tahun 2025, sebesar 2,39% di
tahun 2026, sebesar 7,56% di tahun 2027, dan sebesar 11,71% di tahun 2028.
Selama tahun 2024-2027, total liabilitas diproyeksikan mengalami penurunan yang
kemudian meningkat di tahun 2028. Pada tahun 2024, total ekuitas diproyeksikan
sebesar Rp296,14 miliar yang kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi
sebesar Rp439,55 miliar pada tahun 2028.
7.6 Proyeksi Laba (Rugi)
Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 25 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Penjualan 327.059.235 355.523.409 384.498.567 411.797.965 445.359.499
Beban Pokok Penjualan (255.254.751) (274.432.703) (289.355.302) (304.169.012) (319.712.053)
Laba (Rugi) Kotor 71.804.484 81.090.706 95.143.266 107.628.953 125.647.446
Beban Usaha (48.436.299) (50.942.676) (53.529.852) (56.251.610) (59.115.101)
Laba (Rugi) Usaha - Ebitda 23.368.185 30.148.031 41.613.413 51.377.343 66.532.345
Beban Penyusutan &
Amortisasi (7.648.813) (7.655.897) (7.663.265) (7.670.928) (7.678.897)
75
Page 96
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan (Beban) Lain-
lain 1.193.682 3.171.162 5.444.673 7.219.376 9.018.635
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 16.913.054 25.663.295 39.394.821 50.925.792 67.872.083
Pajak Penghasilan (3.720.872) (5.645.925) (8.666.861) (11.203.674) (14.931.858)
Laba (Rugi) Bersih 13.192.182 20.017.370 30.727.960 39.722.117 52.940.225
Selama tahun 2024-2028, total penjualan diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
tahun 2024, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp327,06 miliar yang kemudian
mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp445,36 miliar pada tahun 2028.
Sebelum adanya penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan
mencatatkan laba bersih sebesar Rp13,19 miliar pada tahun 2024, Rp18,77 miliar
pada tahun 2025, Rp29,29 miliar pada tahun 2026, Rp38,12 miliar pada tahun
2027, dan Rp51,11 miliar pada tahun 2028.
Pada penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan mencatatkan laba
bersih sebesar Rp13,19 miliar pada tahun 2024, Rp20,02 miliar pada tahun 2025,
Rp30,73 miliar pada tahun 2026, Rp39,72 miliar pada tahun 2027, dan Rp52,94
miliar pada tahun 2028.
7.7 Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2024-2028 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 26 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Usaha 273.296.073 297.081.205 321.293.323 344.105.149 372.149.719
Penerimaan Piutang 53.911.719 53.763.162 58.442.204 63.205.244 67.692.816
Penerimaan dari Pendapatan Lain-
lain 5.596.158 6.817.255 7.183.579 7.555.939 9.018.635
Biaya Pokok (20.321.306) (21.540.584) (22.833.019) (24.203.000) (25.655.181)
Pembayaran Kepada Supplier (237.601.330) (252.211.796) (266.282.314) (279.578.088) (293.653.897)
Penerimaan dari (pembayaran untuk)
operasi lainnya 366.256 384.569 403.798 423.988 445.187
Biaya Operasional (48.436.299) (50.942.676) (53.529.852) (56.251.610) (59.115.101)
Pajak Penghasilan Badan (3.720.872) (5.645.925) (8.666.861) (11.203.674) (14.931.858)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
(UNTUK) AKTIVITAS OPERASI 23.090.399 27.705.211 36.010.858 44.053.946 55.950.320
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Investasi - - - - -
Capital Expenditures, CAPEX (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
(UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000)
76
Page 97
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Pinjaman Bank - KMK 3.789.400 - - - -
Angsuran Hutang Pokok Bank - KMK - (15.000.000) (25.000.000) (10.000.000) -
Pembayaran Bunga - KI - - - - -
Pembayaran Bunga Bank - KMK (4.402.475) (3.646.094) (1.738.906) (336.563) -
Pembayaran Hutang Pemegang
Saham - - - - -
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
(UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN (613.075) (18.646.094) (26.738.906) (10.336.563) -
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS 20.477.324 7.059.117 7.271.952 31.717.384 53.950.320
KAS AWAL TAHUN 11.573.837 32.051.161 39.110.278 46.382.230 78.099.613
KAS AKHIR TAHUN 32.051.161 39.110.278 46.382.230 78.099.613 132.049.934
Sumber: Proyeksi Keuangan
Pada tahun 2024, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp23,09
miliar, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp2,00 miliar,
dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp613,08 juta
sehingga terjadi kenaikan kas sebesar Rp20,48 miliar.
Pada tahun 2025, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp27,71
miliar, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp2,00 miliar,
dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp18,65 miliar
sehingga terjadi kenaikan kas sebesar Rp7,06 miliar.
Pada tahun 2026, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp36,01
miliar, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp2,00 miliar,
dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp26,74 miliar
sehingga terjadi kenaikan kas sebesar Rp7,27 miliar.
Pada tahun 2027, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp44,05
miliar, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp2,00 miliar,
dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp10,34 miliar
sehingga terjadi kenaikan kas sebesar Rp31,72 miliar.
Pada tahun 2028, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp55,95
miliar, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp2,00 miliar,
dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan adalah nihil, sehingga
terjadi kenaikan kas sebesar Rp53,95 miliar.
77
Page 98
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Pada penambahan kegiatan usaha, pembiayaan capital expenditure berasal dari kas
Perseroan, karena masih tersedianya kas yang diperoleh dari aktivitas operasi
sebesar Rp23,09 miliar di tahun 2024, sebesar Rp27,71 miliar di tahun 2025,
sebesar Rp36,01 miliar di tahun 2026, sebesar Rp44,05 miliar di tahun 2027, dan
sebesar Rp55,95 miliar. Dengan kata lain tidak terjadi shortage cash selama periode
proyeksi.
7.8 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP
dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
BEP =
(1- (Total Biaya Variabel))
Penjualan
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
adalah sebagai berikut:
Tabel 27 Analisis Kelayakan Proyek
BEP (Rp.000)
Tahun Penjualan Variable Cost Fixed Cost BEP
2024 327.059.235 255.254.751 60.487.587 275.512.377
2025 355.523.409 274.432.703 62.244.667 272.897.316
2026 384.498.567 289.355.302 62.932.024 254.324.600
2027 411.797.965 304.169.012 64.259.101 245.861.044
2028 445.359.499 319.712.053 66.793.998 236.752.456
BEP Rata-rata 257.069.559
Sumber: Proyeksi Keuangan
Dari hasil hitungan Break Even Point Perseroan tersebut, menunjukkan bahwa
apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka Perseroan harus
mencatatkan pendapatan di tahun 2024 sebesar Rp275,51 miliar, tahun 2025
sebesar Rp272,90 miliar, tahun 2026 sebesar Rp254,32 miliar, tahun 2027 sebesar
Rp245,86 miliar, dan tahun 2028 sebesar Rp236,75 miliar. Sehingga rata-rata Break
Even Point Perseroan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode
proyeksi 2024-2028 sebesar Rp257,07 miliar.
78
Page 99
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
7.9 Analisis Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas
Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.
Tabel 28 Analisis Likuiditas
Working Capital To
Tahun Current Ratio Quick Ratio
Total Assets Ratio
2024 126,36% 63,63% 8,00%
2025 149,28% 77,60% 13,59%
2026 194,27% 104,25% 21,24%
2027 245,47% 145,98% 28,95%
2028 295,25% 195,74% 36,52%
Average
202,13% 117,44% 21,66%
Proyeksi
Average
Kinerja 180,45% 60,97% 18,24%
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari Rasio Likuiditas setelah
adanya penambahan kegiatan usaha.
Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.
Tabel 29 Analisis Solvabilitas
Tahun Debt to Equity Ratio Debt to Assets Ratio
2024 49,98% 33,32%
2025 44,15% 30,63%
2026 34,52% 25,66%
2027 29,83% 22,97%
2028 27,56% 21,61%
Average Proyeksi 37,21% 26,84%
Average Kinerja 42,79% 29,65%
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari Rasio Solvabilitas, hal ini
dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
usaha.
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
79
Page 100
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba dalam penambahan kegiatan
usahanya terdapat pada tabel berikut ini.
Tabel 30 Analisis Profitabilitas
Gro ss P ro fit Marg in Op e rating P ro fit Marg in Ne t P ro fit Marg in
Se b e lum Se te lah Se b e lum Se te lah
Se te lah Se b e lum
Tahun P e namb ahan P e namb ahan P e namb ahan P e namb ahan
P e namb ahan P e namb ahan
Ke g iatan Ke g iatan Ke g iatan Ke g iatan
Ke g iatan Usaha Ke g iatan Usaha
Usaha Usaha Usaha Usaha
2024 21,95% 21,95% 7,14% 7,14% 4,03% 4,03%
2025 22,68% 22,81% 8,15% 8,48% 5,36% 5,63%
2026 24,62% 24,74% 10,50% 10,82% 7,73% 7,99%
2027 26,01% 26,14% 12,16% 12,48% 9,40% 9,65%
2028 28,09% 28,21% 14,63% 14,94% 11,65% 11,89%
Average 24,67% 24,77% 10,52% 10,77% 7,63% 7,84%
Profitabilitas Perseroan dari pengembangan kegiatan usaha yang digambarkan
dalam persentase laba operasi (Operating Profit Margin) terhadap pendapatan dan
persentase laba bersih (Net Profit Margin) terhadap pendapatan mengalami
peningkatan selama masa proyeksi tahun 2024 sampai dengan 2028. Rata-rata
rasio profitabilitas pada tahun-tahun proyeksi untuk rasio Gross Profit Margin
sebesar 24,77%, Operating Profit Margin sebesar 10,77% dan untuk rasio Net Profit
Margin sebesar 7,84%.
Tabel 31 Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Sales (Rp.000) 327.059.235 350.280.440 378.828.296 405.725.105 438.791.701
Sales Rumah Sakit (Rp.000) 5.711.295 6.116.797 6.615.316 7.085.003 7.662.431
Kontribusi 1,75% 1,75% 1,75% 1,75% 1,75%
Proyeksi Laba Bersih 13.192.182 18.774.519 29.292.954 38.121.288 51.108.950
Sebelum adanya penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan
mencatatkan laba bersih sebesar Rp13,19 miliar pada tahun 2024, Rp18,77 miliar
pada tahun 2025, Rp29,29 miliar pada tahun 2026, Rp38,12 miliar pada tahun
2027, dan Rp51,11 miliar pada tahun 2028.
Pada penambahan kegiatan usaha baru, pengaruh terhadap kondisi keuangan
Perseroan baru akan terjadi di tahun 2025 dengan asumsi selama tahun 2024
Perseroan dapat melengkapi izin-izin lain yang dipersyaratkan untuk perdagangan
alat kesehatan. Pada tahun 2025 sampai dengan 2028 sesuai proyeksi akan terjadi
peningkatan kontribusi sales rumah sakit begitupun peningkatan laba bersih seperti
yang dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 32 Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Sales (Rp.000) 327.059.235 355.523.409 384.498.567 411.797.965 445.359.499
Sales Rumah Sakit (Rp.000) 5.711.295 11.359.766 12.285.587 13.157.863 14.230.229
Kontribusi 1,75% 3,20% 3,20% 3,20% 3,20%
Proyeksi Laba Bersih 13.192.182 20.017.370 30.727.960 39.722.117 52.940.225
80
Page 101
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Pada penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan mencatatkan laba
bersih sebesar Rp13,19 miliar pada tahun 2024, Rp20,02 miliar pada tahun 2025,
Rp30,73 miliar pada tahun 2026, Rp39,72 miliar pada tahun 2027, dan Rp52,94
miliar pada tahun 2028.
7.10 Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Invesment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.
Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas penambahan kegiatan usaha Perseroan:
Tabel 33 Return on Investment
Tahun Laba Bersih (Rp.000) Total Investasi (Rp.000) ROI
2024 13.192.182 241.427.706 5,46%
2025 20.017.370 235.771.808 8,49%
2026 30.727.960 230.108.543 13,35%
2027 39.722.117 224.437.615 17,70%
2028 52.940.225 218.758.719 24,20%
Average 13,84%
Rasio ROI Perseroan pada tahun 2024—2028 diproyeksikan akan meningkat setiap
tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 13,84%.
7.11 Penetapan Tingkat Diskonto
Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
WACC = (Kd*(1-t) * % Debt) + (Ke* % Equity)
WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
modal)
Kd = Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
Ke = The required rate of return (biaya ekuitas)
T = Tax rate (tarif pajak)
81
Page 102
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
% Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
struktur kapital)
% Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas
dalam struktur kapital)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
akan digunakan dalam studi kelayakan ini.
• Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (Cost of Debt) diperoleh dengan mempertimbangkan
faktor-faktor sebagai berikut:
➢ Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
yang akan digunakan Perseroan yaitu sebesar 9,24%.
➢ Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat
pajak korporasi di Indonesia. (Perpu Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan)
Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka perhitungan tingkat biaya
hutang (Cost of Debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai
berikut:
Kd = i x ((1-T)
Kd = 9,24% x (1-22,00%) = 7,20%
• Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
(Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut :
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Dimana :
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
Rs = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
82
Page 103
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
➢ Rf (Risk free rate) adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen
yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus
Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga
Surat Utang Negara (most active government bond) sebagai berikut:
Tabel 34 Tingkat Bunga Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0100 15-Feb-34 6,62979
FR0098 15-Jun-38 6,70921
FR0097 15-Jun-43 6,84992
FR0102 15-Jul-54 6,94976
Rata-rata 6,78467
Sumber : Direktorat Surat Utang Negara, Kementerian Keuangan RI,
3 Januari 2024
Dari data di atas, yield adalah sebesar 6,78%. Angka tersebut akan digunakan
sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
➢ Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi
bebas risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan
kondisi pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 204,
diprediksi market risk premium adalah sebesar 7,38%.
➢ Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam
perhitungan nilai wajar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan
penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Furn/Home
Furnishings per Januari 2024 yaitu sebesar 0,95.
➢ Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun
belum mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik
yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini, kami
berpendapat bahwa tidak perlu ditambahkan adanya premi risiko.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:
83
Page 104
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 35 Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya Modal untuk
Keterangan
Ekuitas
Biaya Modal untuk Ekuitas
a. Risk Free Rate ( Rf ) 6,78%
b. Risk Premium Ekuitas ( Rm ) 7,38%
c. β (Beta) 0,95
d. Specific Risk 0,00%
Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM 13,81%
Credit Default Spread 2,07%
Biaya Modal untuk Ekuitas 11,74%
Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
spread sebesar 2,07%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
penilaian ini menjadi 11,74%.
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam laporan studi kelayakan ini
adalah sebesar 10,97% seperti pada tabel berikut:
Tabel 36 Weighted Average Cost of Capital
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt ( Kd = i x (1-T)) 7,20% 16,99% 1,22%
Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta 11,74% 83,01% 9,75%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 10,97%
7.12 Analisis Kelayakan Proyek
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dengan menggunakan beberapa
parameter seperti:
a. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
menghasilkan NPV positif maka proyek ini layak dikerjakan apabila
menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.
84
Page 105
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
b. Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
layak dikerjakan.
c. Profitability Index (PI)
PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
(satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).
d. Payback Period
Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
investasi.
Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
85
Page 106
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Tabel 37 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
Ke te ra nga n TOTAL 2024 2025 2026 2027 2028
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
EBI TDA 213.039.317 23.368.185 30.148.031 41.613.413 51.377.343 66.532.345
CASH OUT FLOW
- Tax (44.169.190) (3.720.872) (5.645.925) (8.666.861) (11.203.674) (14.931.858)
- Interest ( i x T ) (2.227.288) (968.545) (802.141) (382.559) (74.044) -
- Investment Outlays (279.402.499) (279.402.499) - - - -
- Capital Expenditure, CAPEX (10.000.000) (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000) (2.000.000)
+ / - Working Capital (22.049.855) (2.844.195) (4.339.831) (4.881.238) (4.475.724) (5.508.867)
TOTAL (357.848.832) (288.936.111) (12.787.896) (15.930.658) (17.753.442) (22.440.725)
NET CASH FLOW (144.809.515) (265.567.926) 17.360.135 25.682.755 33.623.901 44.091.620
Terminal Value 5,00% 0 0 0 0 775.527.141
Discount Factor 10,97% 0,90115 0,81207 0,73179 0,65945 0,59426
DISCOUNTED CASH FLOW 302.819.043 (239.315.834) 14.097.585 18.794.425 22.173.352 487.069.515
P ROCEED (265.567.926) (248.207.791) (222.525.036) (188.901.135) (144.809.515)
PRESENT VALUE KAS MASUK 610.278.848 21.058.178 24.482.207 30.452.347 33.880.896 500.405.219
PRESENT VALUE KAS KELUAR (307.459.804) (260.374.012) (10.384.623) (11.657.922) (11.707.544) (13.335.704)
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 32,68%
NET PRESENT VALUE, NPV 302.819.043
PROFITABILITY INDEX, PI 1,98491
PAYBACK PERIOD, PP 7 Tahun 11 Bulan
• Net Present Value ( NPV ) > 0 --> Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp302.819.043.000,-. Dengan demikian,
hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate --> Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 32,68%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 10,97%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index ( PI ) > 1 --> Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,98491. Dengan demikian, hasil PI yang
lebih dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period ( PP )
PP yang diperoleh adalah 7 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 7 tahun
dan 11 bulan.
86
Page 107
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
7.13 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu :
− Volume penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%,
5,00%, 7,50%, dan 10,00%.
− Biaya investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
terlihat seperti pada grafik di bawah ini.
Gambar 21 Analisis Sensitivitas
350.000.000
300.000.000
250.000.000
NVP (Rp000)
200.000.000
150.000.000
100.000.000
50.000.000
0
(50.000.000) NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
(100.000.000)
PENJUALAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK DISCOUNT RATE NAIK BIAYA INVESTASI NAIK
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp302,82 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
negatif Rp215,66 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi, dimana
biaya investasi naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp274,81 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana
struktur biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
sebesar negatif Rp72,65 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap
discount rate, dimana discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang
dihasilkan adalah sebesar Rp212,00 miliar.
Dari analisis sensitivitas di atas, struktur biaya investasi naik merupakan faktor yang
paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
87
Page 108
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
8 KESIMPULAN
8.1 Kajian Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar, produk yang akan ditawarkan oleh Perseroan adalah
tidak hanya ranjang-ranjang rumah sakit tetapi produk-produk lain untuk
keperluan rumah sakit/alat kesehatan.
Pada industri kesehatan, Selama tahun 2018-2022 jumlah rumah sakit di Indonesia
mengalami peningkatan sebesar 9,2%. Pada tahun 2018 jumlah rumah sakit
sebanyak 2.813 meningkat menjadi 3.072 pada tahun 2022. Jumlah rumah sakit di
Indonesia sampai dengan tahun 2022 terdiri dari 2.561 RSU dan 511 RSK.
Pada industri kesehatan, Selama tahun 2019-2023 jumlah rumah sakit di Indonesia
mengalami peningkatan sebesar 9,66%. Pada tahun 2019 jumlah rumah sakit
sebanyak 2.877 meningkat menjadi 3.155 pada tahun 2023. Jumlah rumah sakit di
Indonesia sampai dengan tahun 2023 terdiri dari 2.636 RSU dan 519 RSK.
Di sisi lain, jumlah Puskesmas di Indonesia tahun 2023 adalah 10.416 Puskesmas,
yang terdiri dari 4.238 Puskesmas rawat inap dan 6.178 Puskesmas non rawat inap.
Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2022 yaitu sebanyak 10.134, dengan
jumlah Puskesmas rawat inap sebanyak 4.302 Puskesmas dan Puskesmas non rawat
inap sebanyak 6.072 Puskesmas.
Meskipun industri furnitur menurun namun potensi pasar industri adalah pada jasa
kesehatan dan kegiatan sosial. Sehubungan membaiknya kondisi ekonomi terutama
pada industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta potensi pasar yang masih
besar seperti bertambahnya jumlah rumah sakit dan puskesmas, maka dapat kami
simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek pasar adalah layak.
8.2 Kajian Kelayakan Teknis
Dari Kajian Kelayakan Teknis, kapasitas produksi yang dimiliki Perseroan sebesar
1.110.060 unit, dengan kuantitas produksi di tahun 2023 sebesar 572.308 unit.
Kapasitas produksi yang masih tersedia sebesar 537.752 unit, sehingga dengan
adanya penambahan kegiatan usaha baru tidak memerlukan penambahan kapasitas
produksi
Dalam penambahan kegiatan usahanya, terdapat beberapa pemasok utama,
diantaranya:
● PT Indonesia Steel Tube Works untuk Bahan baku steel;
● PT Srirejeki Perdana Steel untuk Bahan baku steel tube & pipa and coil center;
● PT Daekan Indar Indonesia untuk Bahan baku wood; dan
88
Page 109
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
● PT Pandawa Jaya Steel untuk Bahan baku steel.
Terkait penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat
Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk Manusia, Perseroan telah memiliki karyawan
yang sesuai kualifikasi dengan penambahan kegiatan usaha baru sehingga tidak
perlu adanya penambahan karyawan. Karyawan eksisting yang dialokasikan pada
penambahan kegiatan usaha baru diantaranya 1 orang untuk tenaga kerja Marketing
System Development, 1 orang untuk tenaga kerja Sales Distribution, 1 orang untuk
tenaga kerja E-Catalog, dan 3 orang tenaga kerja Global Sourcing & Nursing Bed.
Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut maka dapat kami simpulkan bahwa
penambahan kegiatan usaha pada aspek teknis adalah layak.
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis
Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, keunggulan kompetitif utama yang saat ini
dimiliki oleh Perseroan, yaitu Perseroan Perseroan merupakan salah satu produsen
dan distributor untuk produk-produk furnitur berkualitas, inovatif, dan kompetitif.
Perseroan terus berupaya untuk memperkuat daya saing dengan mengembangkan
berbagai varian produk baru, salah satunya “Air Mattress” berupa kasur, bantal,
bantal duduk, travel mat, dan lain-lain yang diproduksi dengan menggunakan
teknologi modern dan sangat baik untuk kesehatan. Dipasarkan dengan merek
unggulan “Chitose” untuk produk furnitur serta C-Pro untuk produk “Air Mattress”,
Perseroan menjadi perusahaan yang kuat dan dikenal dalam bisnis furnitur di
Indonesia, terbukti dengan Chitose berhasil mempertahankan penghargaan top
brand secara berturut-turut sejak tahun 2017 sampai dengan tahun ini.
Berdasarkan pengalaman Perseroan, Perseroan dianggap memiliki manajemen dan
sistem operasional yang kompeten untuk melakukan ekspansi usaha.
Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana cukup banyak
pesaing-pesaing atas produk yang dihasilkan dari penambahan kegiatan usaha
Perseroan. Risiko adanya barang yang ditiru merupakan risiko yang melekat pada
Perseroan. Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat
dihindari, hal tersebut membuat usaha menjadi sangat kompetitif. Namun, untuk
memastikan kepuasan pelanggan, Perseroan memastikan untuk menjaga hubungan
/ relasi yang baik dengan supplier, agar dapat memastikan support technical,
ketersediaan part dan juga tanggal pengiriman sesuai kesepakatan.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
− Meningkatkan kualitas produk dan layanan.
− Terus melakukan inovasi produk.
− Bangun dan perkuat loyalitas pada produk Perseroan.
Sedangkan harga yang ditawarkan kompetitif sehingga Perseroan memiliki captive
market tersendiri diantara para pesaing.
89
Page 110
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:
• Penambahan kegiatan usaha
Teknologi kesehatan yang semakin berkembang pesat akan memberikan
dampak positif terhadap angka kesakitan nasional. Semakin mudah pengobatan
terhadap suatu penyakit, maka semakin rendah angka kesakitannya. Hal ini akan
berdampak pada permintaan beragamnya pengobatan maupun alat-alat
kesehatan sehingga Perseroan berpeluang untuk mengembangkan kegiatan
usahanya lebih luas lagi dengan mempertimbangkan permintaan yang
berkesinambungan dari pasar kesehatan terutama untuk produk-produk
furniture penunjang kesehatan.
• Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
• Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan.
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen
Dari kelayakan model manajemen, Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan
direksi yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan usaha barunya di bidang
Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk
Manusia termasuk di dalamnya adalah kegiatan pemasaran produk-produk rumah
sakit baik dilakukan sendiri maupun pihak ketiga. Perseroan juga telah
memperhatikan dan mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan
adanya pembagian konsentrasi manajerial di bidang utama seperti finansial,
operasional dan pemasaran. Selanjutnya, Perseroan telah memiliki karyawan yang
sesuai kualifikasi dengan penambahan kegiatan usaha baru sehingga tidak perlu
adanya penambahan karyawan. Karyawan eksisting yang dialokasikan pada
penambahan kegiatan usaha baru diantaranya 1 orang untuk tenaga kerja
Marketing System Development, 1 orang untuk tenaga kerja Sales Distribution, 1
orang untuk tenaga kerja E-Catalog, dan 3 orang tenaga kerja Global Sourcing &
Nursing Bed.
90
Page 111
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, pada tahun 2024, Perseroan menambah kegiatan
usaha atas KBLI 46691 yaitu Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi,
dan Alat Kedokteran untuk Manusia. Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak
terdapat biaya investasi tambahan dengan adanya KBLI baru dan kegiatan usaha
baru yang akan dimulai pada tahun 2024. Selanjutnya pembiayaan modal kerja yang
dibutuhkan oleh Perseroan dalam menjalankan penambahan kegiatan didapat
melalui pendanaan dari kas yang tersedia.
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha
oleh Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai
berikut:
• Net Present Value ( NPV ) > 0 --> Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp302.819.043.000,-. Dengan demikian,
hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate --> Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 32,68%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 10,97%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index ( PI ) > 1 --> Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 1,98491. Dengan demikian, hasil PI yang
lebih dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period ( PP )
PP yang diperoleh adalah 7 tahun dan 11 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 7 tahun
dan 11 bulan.
Dari analisis sensitivitas di atas, struktur biaya investasi naik merupakan faktor yang
paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
Sesuai beberapa parameter kelayakan yang telah kami hitung terhadap analisis
kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model
manajemen, dan kelayakan keuangan, maka dapat kami simpulkan bahwa
penambahan kegiatan usaha pada aspek keuangan adalah layak.
91
Page 112
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Chitose Internasional Tbk
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan
Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha sesuai dengan KBLI 46691 yaitu
Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi, dan Alat Kedokteran untuk
Manusia adalah layak.
92
Names mentioned 83 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.3
unresolved
org
PT Indonesia Steel Tube Works
p.7 ×4
unresolved
org
PT Srirejeki Perdana Steel
p.7 ×4
unresolved
org
PT Daekan Indar Indonesia
p.7 ×4
unresolved
org
PT Pandawa Jaya Steel
p.7 ×4
unresolved
org
ENDANG & REKAN
p.14 ×2
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.14
unresolved
org
KJPP Syarif Endang dan Rekan
p.14
unresolved
org
KJPP Syarif Endang
p.14
unresolved
person
Endang Sunardi
p.16
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.16
unresolved
person
Toyib Efendi, SE, M.Ec. Dev
p.16 ×2
unresolved
person
Muhammad Rizal Hidayat, S.Pt
p.16
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.21 ×2
unresolved
person
Widyanto Pranamihardja
p.21 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.21 ×3
unresolved
org
Kegiatan Usaha PT Chitose Internasional Tbk Suwarman
p.22
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.22 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Drs. Nursal
p.23 ×2
unresolved
person
Drs. Nursal
p.23 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Andri Rinaldi
p.23 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Silvana Devi
p.23
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris
p.23
unresolved
person
Yaya Sunjaya
· Corporate Secretary
p.24
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.25
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.25
unresolved
org
KJPP
p.25
unresolved
person
R. Tendy Suwarman
· Notaris
p.26 ×6
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.27
unresolved
org
PT Bina Alasindo Semesta
p.28
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.28 ×23
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.29
unresolved
org
Kementerian Keuangan.
p.29
unresolved
org
PT Bina Analisindo Semesta
p.32
unresolved
org
PT Delta Furindotama
p.43
unresolved
org
PT Trijati Primula
p.43
unresolved
org
PT Sinar Sejahtera Mandiri
p.44
unresolved
org
PT Sejahtera Wahana Gemilang
p.44
unresolved
org
PT Mega Inti Mandiri
p.44
unresolved
org
PT Sejahtera Samarinda Furindo
p.44
unresolved
org
PT Sejahtera Palembang Furindo
p.44
unresolved
org
PT Chitose C-Engineering Indonesia
p.44
unresolved
org
PT Deka Sari Perkasa
p.44 ×2
unresolved
org
PT Karya Mitra Seraya
p.44 ×2
unresolved
org
PT Karya Cipta Kreasi
p.45 ×2
unresolved
org
PT Alba Unggul Metal
p.45 ×2
unresolved
org
PT Tjakrindo Mas
p.45 ×2
unresolved
org
PT Acroe Indonesia
p.45 ×2
unresolved
org
PT Hema Medhajaya
p.45 ×2
unresolved
org
PT Modera Furintraco Industry
p.45 ×2
unresolved
org
PT Elite Permai Metal Works
p.45 ×2
unresolved
org
PT Paramount Bed Indonesia
p.45 ×2
unresolved
org
PT Mega Andalan Kalasan
p.45 ×4
unresolved
org
PT Sarandi Karya Nugraha
p.45 ×4
unresolved
org
PT Paramount Bed
p.45 ×2
unresolved
org
Menteri
p.49 ×6
unresolved
org
Penelitian dan Pengembangan Industri Balai Besar Bahan dan Barang Teknik
p.50 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.54 ×16
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia NPI
p.55
unresolved
org
Bank Indonesia Gambar
p.57
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Setelah
p.57
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi Indeks Harga Konsumen
p.58
unresolved
org
Kementerian Dalam Negeri
p.59
unresolved
org
Pusat Statistik
p.59 ×3
unresolved
org
Kementerian Kementerian
p.61
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.63 ×3
unresolved
org
Penelitian dan Pengembangan Industri Balai Besar Bahan dan Barang Teknik. Berikut
p.81
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.103
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
7224 ms
12 Sep 2026 23:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}