Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 133
Page 1
2023 Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Sharpening Focus on Sustainable Development
Page 2
Mempertajam Fokus Pada
Pembangunan Berkelanjutan
Sharpening Focus on Sustainable Development
Menghadapi dinamika dan tantangan bisnis yang terjadi sepanjang tahun 2023, IIF mempertajam
fokus pada pembangunan berkelanjutan melalui konsistensi dalam mengimplementasikan
model bisnis yang mengedepankan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (“LST”). Hal ini tidak
hanya mencakup penerapan model bisnis yang berfokus pada LST namun juga secara proaktif
memperkuat kapasitas internal untuk mengelola dan memasukkan dimensi-dimensi ini ke dalam
kerangka pengambilan keputusan dengan baik. Melalui pendekatan ini, kami menjamin setiap
investasi memberikan kontribusi positif baik terhadap lingkungan maupun masyarakat luas.
Komitmen ini direalisasikan melalui konsistensi IIF dalam mendukung investasi proyek energi
terbarukan yang tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga meningkatkan ketersediaan
energi bersih. Selain itu, dengan memperluas portofolio investasinya di beberapa sektor seperti
transportasi massal dan air bersih, IIF menunjukkan pendekatan holistik dalam mengatasi
kebutuhan masyarakat dan meningkatkan ketahanan komunitas.
Untuk mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan, IIF mengambil langkah keuangan
strategis dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II senilai Rp500 miliar. Inisiatif ini bertujuan
memperkuat dukungan terhadap proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia dengan
keselarasan antara strategi keuangan dan tujuan keberlanjutan.
Selain meningkatkan kapasitas internal, IIF juga menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai
pemangku kepentingan. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan portofolio investasi
yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Upaya-upaya ini menunjukkan bahwa
pembangunan berkelanjutan bukanlah hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan hasil
dari kerja sama dan kolaborasi lintas sektor. Dengan mempertajam fokus pada pembangunan
Laporan Keberlanjutan berkelanjutan, IIF berkomitmen untuk meningkatkan peran sebagai katalisator pembangunan
Sustainability Report infrastruktur yang membawa dampak positif bagi masa depan Indonesia yang lebih hijau dan
berkelanjutan.
2023 Facing the business dynamics and challenges throughout 2023, IIF sharpened our focus on sustainable
development by consistently implementing a business model that prioritizes Environmental, Social,
and Governance (“ESG”). This was not merely embracing an ESG-focused business model but also
proactively strengthening internal capacities to adeptly manage and incorporate those aspects
into our decision-making frameworks. Through this approach, we guarantee that each investment
contributes positively to both the environment and the wider community.
This commitment was realized through IIF’s consistency in supporting investments in renewable
energy projects that not only reduced carbon emissions but also increased the availability of
clean energy. Moreover, by expanding its investment portfolio in several sectors such as mass
transportation and clean water, IIF demonstrated a holistic approach to addressing societal needs
and promoting community resilience.
To support its sustainable development initiatives, IIF took a strategic financial step by issuing
the Shelf Registration Bond II worth Rp500 billion. This initiative was specifically earmarked to
strengthen support for sustainable infrastructure projects in Indonesia, indicating a clear alignment
between financial strategies and sustainability objectives.
Apart from bolstering its internal capacity, IIF also worked closely with various stakeholders. This
collaboration geared towards crafting an investment portfolio that actively promoted sustainable
development initiatives in Indonesia. These endeavors demonstrated that sustainable development
transcended the responsibility of any singular entity, highlighting the necessity for cooperation and
collaboration across sectors. By sharpening our focus on sustainable development, IIF committed
to bolster its role as a catalyst for infrastructure development that brought positive impacts to the
sustainable and more environmentally friendly future of Indonesia.
Laporan Keberlanjutan ini memuat pernyataan kinerja aspek keberlanjutan seperti kinerja ekonomi, lingkungan, sosial,
Disclaimer dan tata kelola. Pernyataan-pernyataan tersebut memiliki prospek risiko, ketidakpastian, serta memungkinkan adanya
perkembangan aktual secara material berbeda dari yang dilaporkan.
Disclaimer
Pernyataan-pernyataan prospektif dalam Laporan Keberlanjutan ini dibuat berdasarkan berbagai asumsi mengenai
kondisi terkini dan kondisi mendatang Perseroan serta lingkungan bisnis di mana Perseroan menjalankan kegiatan
usaha. Perseroan tidak menjamin adanya hasil tertentu yang pasti tercapai berdasarkan informasi yang disajikan.
Laporan Keberlanjutan ini memuat kata “Perseroan” yang didefinisikan sebagai PT Indonesia Infrastructure
Finance yang menjalankan bisnis di bidang pembiayaan dan jasa konsultasi untuk proyek infrastruktur yang layak
secara komersial. Ada kalanya kata “IIF” dan “Perusahaan” juga digunakan atas dasar kemudahan untuk menyebut
PT Indonesia Infrastructure Finance secara umum.
This Sustainability Report contains performance statements on sustainability aspects such as economic, environmental,
social and governance performance. These statements involve prospective risks, uncertainties, and may cause actual
developments to differ materially from those reported.
Prospective statements in this Sustainability Report are prepared based on numerous assumptions concerning current
and future conditions of the Company and the business environment where the Company conducts its business.
The Company offers no guarantee that all information presented herein will bring about specific results as expected.
This Sustainability Report contains the word “Company” which is defined as PT Indonesia Infrastructure Finance which
engages in the business of financing and advisory services for commercially viable infrastructure projects. The words
“IIF” and “Company” are also used for convenience to refer to PT Indonesia Infrastructure Finance in general.
Page 3
Kesinambungan Tema
Theme Continuity
Berkontribusi Lebih Besar untuk
Pembangunan Berkelanjutan
Creating Greater Contributions towards Sustainable Development
Tahun 2022 merupakan tahun yang cukup The 2022 was a rather complicated year due
kompleks dengan berbagai tantangan yang to various challenges faced by the Company.
dihadapi Perseroan. Namun, hal tersebut However, this did not hinder IIF’s progress and
tidak menjadi penghambat bagi IIF untuk contribution to sustainable development. IIF
terus maju dan melanjutkan kontribusi pada maintained a double-digit growth while ensuring
pembangunan berkelanjutan. IIF tetap competent management of various risks and the
mencatatkan pertumbuhan “double digit social and environmental impacts of financed
2022 growth” dengan tetap memastikan adanya projects.
pengelolaan yang mumpuni terhadap berbagai
risiko dan dampak sosial dan lingkungan dari
proyek-proyek yang dibiayai.
Pembiayaan IIF terhadap proyek-proyek IIF’s financing of infrastructure projects in
infrastruktur di Indonesia juga diharapkan dapat Indonesia was also expected to contribute to the
memberikan kontribusi terhadap pencapaian achievement of the Sustainable Development
Sustainable Development Goals (“SDGs”). Goals (SDGs). This year, there were new financings
Pada tahun ini, terdapat pembiayaan baru for port development and telecommunications
untuk proyek pengembangan pelabuhan dan infrastructure projects, aimed at supporting
infrastruktur telekomunikasi, yang diharapkan SDG target 9.1, which is to develop regional
dapat mendukung target SDG 9.1, yakni untuk and cross-border infrastructure, and to support
mengembangkan infrastruktur regional dan economic development and human well-being,
lintas batas, serta mendukung pembangunan with a focus on affordable and equitable access.
ekonomi dan kesejahteraan manusia, dengan IIF also financed an industrial estate expected
fokus pada akses yang terjangkau dan merata. to increase employment opportunities and
IIF juga membiayai salah satu kawasan economic growth in line with SDG 8 targets.
industri yang diharapkan dapat meningkatkan
kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi
sesuai dengan target SDG 8.
Berbagai peran dan inisiatif IIF dalam IIF’s various roles and initiatives in supporting
mendukung pembangunan berkelanjutan sustainable development were also
turut mendapatkan pengakuan dari pihak acknowledged by external parties, as evidenced
eksternal yang ditunjukkan dengan berbagai by various sustainability awards received in 2022.
penghargaan terkait keberlanjutan yang In addition, IIF was entrusted to host the launch
diterima di 2022. Selain itu, IIF juga dipercaya of the Ministry of Finance’s ESG Framework
menjadi tuan rumah untuk peluncuran and Manual as part of G20 Side Events. In
ESG Framework and Manual Kementerian 2022, IIF expanded its advisory service scope by
Keuangan yang merupakan serangkaian dari providing advisory services related to ESG. IIF
G20 Side Event. Tahun 2022 ini juga merupakan also actively raised awareness and knowledge
tahun di mana IIF mengembangkan cakupan regarding social and environmental protection
jasa advisory-nya dengan menyediakan jasa in infrastructure development.
advisory terkait LST. IIF juga terus berperan
aktif dalam memberikan kontribusi terhadap
peningkatan kepedulian dan pengetahuan
terkait perlindungan sosial dan lingkungan
dalam pembangunan infrastruktur.
Page 4
Mendorong Pemulihan menuju Masyarakat yang
Tangguh dan Pembangunan yang Berkelanjutan
Driving Recovery towards Resilient Society and Sustainable Development
Pandemi Covid-19 yang mulai berangsur pulih The 2021 was a challenging year desptie
tetap menjadikan tahun 2021 penuh dengan the ongoing recovery from the Covid-19
tantangan dan hambatan. Meski menghadapi pandemic. Nevertheless, IIF continued to
situasi yang sulit, IIF tetap memberikan kinerja deliver optimal and positive performance
yang optimal dan positif untuk menjalankan as a catalyst for infrastructure development
mandat sebagai katalisator pembangunan in Indonesia. This is evidenced by various
infrastruktur di Indonesia. Hal ini dibuktikan positive achievements that were expected
2021 dengan berbagai pencapaian positif yang to benefit society, the environment, and
diraih yang diharapkan dapat memberikan sustainable development.
manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan
pembangunan yang berkelanjutan.
Pada tahun 2021, IIF berhasil meningkatkan In 2021, IIF successfully increased
diversifikasi investasi dengan membiayai investment diversification by financing
proyek-proyek pada sektor baru, seperti projects in new sectors, such as railway
proyek pembangunan jalur kereta api, rumah construction projects, hospitals, and
sakit, dan data center. Hal ini menunjukkan data centers. This demonstrated IIF’s
komitmen IIF dalam mendukung pemulihan commitment to supporting recovery towards
menuju masyarakat yang tangguh dengan resilient communities by providing financing
menyediakan pembiayaan terhadap for infrastructure that can improve access to
infrastruktur yang mampu meningkatkan health care, communication, and adequate
akses kesehatan, komunikasi, dan transportasi transportation.
yang memadai.
IIF secara terus-menerus memastikan Likewise, IIF continuously ensured the
penerapan Prinsip S&E pada setiap proyek application of E&S Principles in every
yang dibiayai. Sistem pengelolaan sosial dan financed project. Social and environmental
lingkungan merupakan hal penting yang management systems were essential aspects
perlu untuk dimiliki oleh proyek, termasuk that projects must have, including the
di dalamnya proses identifikasi potensi process of identifying potential social and
risiko dan dampak terhadap sosial dan environmental risks and impacts that could
lingkungan yang dapat membantu proyek help projects prepare for mitigation actions.
untuk mempersiapkan tindakan mitigasi yang IIF expects that every financed infrastructure
perlu dilakukan oleh proyek. IIF berharap project to benefit from best practices and
agar setiap proyek infrastruktur yang dibiayai create multiplier effects that contribute to
dapat memperoleh manfaat dari praktik- improving community welfare, thus ensuring
praktik terbaik serta menciptakan multiplier that the balance of development for social
effect yang berdampak pada peningkatan and environmental aspects can be felt by
kesejahteraan masyarakat, sehingga future generations.
keseimbangan pembangunan terhadap sosial
dan lingkungan dapat dirasakan manfaatnya
oleh generasi masa depan.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 5
Daftar Isi
Table of Contents
Tentang Laporan Keberlanjutan
About the Sustainability Report 4
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy 10
Ikhtisar Keberlanjutan
Sustainability Highlights 28
Profil Perusahaan
Company Profile 32
Laporan Direksi
Report of the Board of Directors 44
Melanjutkan Pertumbuhan Ekonomi
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance 50 yang Bertanggung Jawab 76
Advancing Responsible Economic Growth
Melestarikan Lingkungan
yang Sehat 86
Preserving Healthy Environment
Mengembangkan SDM Berkualitas
Developing High-Quality 99
Human Resources
Menciptakan Manfaat bagi
Masyarakat 112
Creating Benefits for the Community
Daftar Pengungkapan sesuai
POJK No. 51/POJK.03/2017
List of Disclosure based Pursuant to 118
POJK No. 51/POJK.03/2017
Indeks Isi GRI – in Accordance
GRI Content Index – in Accordance 121
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 3
Page 6
Tentang Laporan Keberlanjutan
About the Sustainability Report
Tentang Laporan Keberlanjutan
About The Sustainability Report
“Penerbitan Laporan Keberlanjutan secara konsisten dan komprehensif merupakan
bagian dari pertanggungjawaban kami kepada para pemangku kepentingan terkait dengan
kontribusi yang diberikan IIF terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan.”
“The consistent and comprehensive publication of Sustainability Reports is an integral part of our responsibility
to stakeholders as it highlights IIF’s contributions to the economy, society, and environment.”
Komitmen IIF untuk menyampaikan kinerja-kinerja IIF’s commitment to reporting sustainability performances
keberlanjutan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan across economic, social, and environmental facets is
disampaikan melalui Laporan Keberlanjutan yang conveyed through the Company’s Sustainability
disampaikan secara periodik setiap tahun. Laporan ini Report published regularly on an annual basis. This
merupakan Laporan Keberlanjutan kelima dari IIF, yang year’s Sustainability Report is IIF’s fifth, encompassing
memuat informasi dari periode 1 Januari 2023 hingga information from 1 Januari 2023 to 31 December, 2023.
31 Desember 2023. Dalam Laporan ini, tidak terdapat There is no reiteration of disclosures from the previous
pengungkapan kembali dari Laporan tahun sebelumnya year’s report published in April 2023 within this Report.
yang dipublikasikan pada April 2023. Adapun Laporan Prior Sustainability Reports are available on the IIF’s official
Keberlanjutan sebelumnya dapat diakses di laman web website (https://iif.co.id/en/investor/financial-informations
IIF (https://iif.co.id/en/investor/financial-informations/ sustainability-report/). [GRI 2-3] [GRI 2-4]
sustainability-report/). [GRI 2-3] [GRI 2-4]
Standar Pelaporan
Reporting Standards
Penyusunan Laporan Keberlanjutan ini juga merupakan The preparation of this Sustainability Report reflected
bagian dari realisasi komitmen kepatuhan IIF terhadap IIF’s commitment to compliance with prevailing
peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu regulations i.e. Law No. 40/2007 pertaining to the
Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang kewajiban Company’s obligation to disclose its Corporate Social
Perseroan untuk menyampaikan kegiatan Tanggung Jawab and Environmental Responsibility annually, and Financial
Sosial dan Lingkungan setiap tahun dan Peraturan Otoritas Service Authority (“OJK”) Regulation (herein called
Jasa Keuangan (“OJK”) (selanjutnya disebut “POJK”) “POJK”) No. 51/POJK.03/2017 on the Implementation
No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan of Sustainable Finance for Financial Institutions, Listed,
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan and Public Companies. The structure and content of this
Perusahaan Publik. Adapun struktur dan isi laporan mengacu Sustainability Report adhere to the OJK Circular Decree
pada Surat Edaran OJK No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk No. 16/SEOJK.04/2021 on the Form and Content of Annual
dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Report of Listed or Public Companies. In addition, we have
Kami juga telah mengadopsi standar internasional dalam adopted international standards, namely the Global Reporting
penyusunan Laporan Keberlanjutan, yaitu Global Reporting Initiative (“GRI”) 2021 with “in Accordance” option.
Initiative (“GRI”) 2021 dengan opsi “in Accordance”.
PT Indonesia Infrastructure Finance
4 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 7
Penysunan Laporan Keberlanjutan ini juga dilakukan dengan Moreover, this Sustainability Report was also prepared in
merujuk pada prinsip-prinsip pelaporan sebagaimana accordance with the reporting principles outlined in GRI 1:
diuraikan dalam GRI 1: Landasan 2021 sebagai berikut: Foundation 2021, as follows:
Kami memilih, menyusun, dan
melaporkan informasi secara
konsisten agar pemangku
kepentingan dapat melakukan
analisis mengenai perubahan
Kami melaporkan informasi dan perkembangan yang telah
Kami melaporkan informasi
yang benar dan cukup terperinci dilakukan berkaitan dengan
dengan cara netral dan pengelolaan dampak serta
agar dapat dilakukan penilaian
menyediakan gambaran yang Kami menyajikan informasi kontribusi Perseroan seiring
yang komprehensif dan relevan
seimbang tentang dampak dan dengan cara yang dapat diakses berjalan waktu dan analisis dampak
terhadap dampak dan kontribusi
kontribusi Perseroan. dan dapat dipahami. ini yang berkaitan dengan dampak
Perseroan.
organisasi lain.
We disclose information in We disclose information in an
We disclose extensive and We carefully and consistently
a neutral manner, providing accessible and understandable
accurate information to enable select, organize, and disclose
a balanced overview of the manner.
a comprehensive and relevant information to allow stakeholders
Company’s impact and
assessment of the Company’s to analyze changes and
contributions. developments related to the
impact and contributions.
management of the Company’s
impact and contributions over
time, and to analyze these impacts
in relation to those of other
organizations.
Akurasi Keseimbangan Kejelasan Keterbandingan
Accuracy Balance Clarity Comparability
Kelengkapan Konteks Keberlanjutan Ketepatan Waktu Keterverifikasian
Completeness Sustainability Context Punctuality Verifiability
Kami mengumpulkan, mencatat,
Kami menyediakan informasi menyusun, dan menganalisis
Kami melaporkan informasi Kami melaporkan informasi
yang memadai agar penilaian informasi dengan cara
mengenai kontribusi Perseroan secara rutin dan menyediakan
dampak dan kontribusi sedemikian rupa sehingga
dalam konteks yang lebih informasi tersebut secara
Perseroan dapat dilakukan informasi yang disajikan dapat
luas dari pembangunan tepat waktu bagi pemangku
selama periode pelaporan. diteliti untuk menentukan
berkelanjutan. kepentingan untuk mengambil
We disclose adequate kualitasnya.
We disclose information about keputusan.
information to facilitate We collect, record, organize, and
the Company’s contributions We disclose information
assessments of the Company’s analyze information in such a
in the broader context of regularly in a timely manner for
impact and contributions during way as to ensure that the quality
sustainable development. stakeholders to make decisions.
the reporting period. of our information disclosure can
be evaluated.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 5
Page 8
Tentang Laporan Keberlanjutan
About the Sustainability Report
Cakupan dan Batasan Laporan
Scope and Limitation of the Report
Cakupan dan batasan pembahasan dalam Laporan The scope and limitations of discussion in this Sustainability
Keberlanjutan ini difokuskan pada strategi dan pencapaian Report are focused on the strategy and achievement of
kinerja keberlanjutan dalam aspek ekonomi, sosial, dan sustainability performance in the economic, social, and
lingkungan di satu Entitas, yaitu PT Indonesia Infrastructure environmental aspects of a single entity, namely PT Indonesia
Finance. Selain itu, IIF tidak memiliki Entitas Anak maupun Infrastructure Finance. In addition, IIF does not have any
Entitas Asosiasi. [GRI 2-2] Subsidiaries or Associate Entities. [GRI 2-2]
Meskipun pengukuran hanya mencakup IIF saja, namun Even though the measurements only encompass IIF,
kami terus berupaya untuk mengungkapkan kontribusi- we consistently strive to disclose the contributions of
kontribusi atas proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai IIF infrastructure projects financed by IIF to the social and
terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Pengukuran environmental conditions of their surroundings. These
tersebut mencakup dampak ekonomi tidak langsung measurements include both indirect economic impacts and
maupun perhitungan energi beberapa proyek. Hal ini menjadi energy calculations for several projects. This underscores
penegasan bahwa komitmen keberlanjutan yang dijalankan our commitment to sustainability that is not merely about
tidak hanya mematuhi peraturan perundang-undangan yang complying with applicable regulations, but also supporting
berlaku, lebih dari itu kami berkomitmen untuk mendukung projects that add value to the social and environmental
terciptanya proyek-proyek yang memberikan nilai tambah surroundings.
bagi sosial dan lingkungan sekitar.
Verifikasi Tertulis dari
Pihak Independen [OJK G.1] [GRI 2-5]
Written Verification from an Independent Party
Proses validasi data yang disampaikan dalam Laporan The data disclosed in this Sustainability Report has not
Keberlanjutan ini tidak dilakukan assurance oleh pihak undergone external assurance for validation. Nevertheless,
eksternal. Namun demikian, kami memastikan penyajian data we have ensured that the data has been disclosed correctly,
telah dilakukan secara benar, akurat, dan faktual. accurately, and factually.
Penentuan Topik Materialitas
Materiality Topics Determination
Dalam menentukan topik materialitas, IIF berpedoman To define materiality topics, GRI offers 4 (four) principles
pada 4 (empat) prinsip di GRI yaitu Inklusivitas Pemangku that can be used to determine the reporting content,
Kepentingan, Konteks Keberlanjutan, Materialitas, dan which includes Stakeholder Inclusiveness, Sustainability
Kelengkapan. Perseroan juga menggunakan Prinsip Sosial Context, Materiality, and Completeness. The Company
dan Lingkungan (Social and Environmental Principles) also uses the IIF Social and Environmental Principles and
(“S&E”) IIF serta melibatkan berbagai unit dan departemen involves various units and departments to help consider the
yang menjadi landasan untuk mempertimbangkan dampak impacts and topics relevant to its stakeholders’ decisions.
serta topik-topik keberlanjutan yang relevan terhadap The materiality of this report is determined through the
pemangku kepentingan. Adapun materialitas pada laporan following stages: [GRI 3-1]
ini ditentukan melalui tahapan sebagai berikut: [GRI 3-1]
PT Indonesia Infrastructure Finance
6 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 9
Menentukan Topik Material
Mengidentifikasi dan Menilai Dampak
Untuk Pelaporan
Secara Berkesinambungan
Determining Material Topics
Continuously Identifying and Assessing Impacts
for Reporting
[GRI 3-1]
[GRI 3-1]
Melibatkan pemangku kepentingan Menguji topik material dengan
dan manajemen. pemangku kepentingan dan manajemen.
Engaging stakeholders and Assessing material topics with stakeholders
the management. and the management.
1 2 3 4
Memprioritaskan dampak Topik Material
Memahami konteks Menilai signifikansi
Mengidentifikasi dampak yang paling signifikan Material Topics
organisasi. dampak.
aktual dan potensial. untuk pelaporan.
Understanding the Evaluating the
Identifying actual and Prioritizing the most
context of the significance of
potential impacts. significant impacts for
organization. impacts.
reporting.
Menetapkan
Menilai signifikansi
ambang batas untuk
dampak yang sudah
Mengidentifikasi menentukan topik-
teridentifikasi melalui
sejumlah isu dan topik mana yang
tinjauan internal
topik keberlanjutan bersifat material dan
untuk menentukan
Melakukan analisis yang relevan untuk menyusunnya dari
skala prioritas yang
tentang aktivitas mengetahui dampak paling signifikan ke
memungkinkan
dan hubungan serta topik yang sesuai yang tidak signifikan
Perseroan mengambil
bisnis, konteks dengan ketersediaan melalui diskusi
tindakan untuk
keberlanjutan, dan informasi, kapasitas dengan manajemen
menangani dampak
ikhtisar pemangku IIF, dan preferensi dari puncak Perseroan,
dan menentukan
kepentingan. berbagai pemangku para pemimpin
topik material untuk
kepentingan. senior, hingga tingkat
Analyzing activities pelaporan.
Identifying a number of pelaksana kerja.
and business Evaluating the
relationships, the relevant sustainability Setting thresholds to
significance of
sustainability context, issues and topics determine material
identified impacts
and stakeholder to understand their topics and arranging
through internal
summaries. impacts by taking into them from most
reviews to determine
account information significant to least
a priority scale that
availability, IIF’s significant through
allows the Company
capacity, and various discussions with
to take action in
stakeholders’ the Company’s top
addressing the impacts
preferences. management, senior
and identifying material
leaders, and down to
topics for reporting.
the operational level.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 7
Page 10
Tentang Laporan Keberlanjutan
About the Sustainability Report
Topik Material
Material Topics
Berdasarkan hasil analisis untuk Laporan Keberlanjutan Based on the results of the analysis for the 2023 Sustainability
tahun 2023, tidak terdapat penambahan topik material. Kami Report, there were no additional material topics. We
melihat topik-topik material yang telah disampaikan dalam firmly believe that the material topics presented in the
Laporan Keberlanjutan tahun sebelumnya masih relevan previous year’s Sustainability Report remain relevant with
dengan kegiatan usaha pembiayaan berkelanjutan yang the developments in the Company’s sustainable financing
dijalankan Perseroan. Berikut adalah daftar topik material activities. The material topics for the 2023 Sustainability
Laporan Keberlanjutan 2023: [GRI 3-2] Report are as follows: [GRI 3-2]
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
1
Indirect Economic Impact
1
6 Anti-Korupsi
2 2
3 7 Anti-Corruption
5 Energi
3
Pengaruh terhadap Pemangku Kepentingan
Energy
4 8 Air dan Efluen
9 4
Water and Effluent
Keanekaragaman Hayati
5
Biodiversity
Impact to Stakeholders
Emisi
6
Emissions
Ketenagakerjaan
7
Employment
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (“K3”)
8
Occupational Health and Safety (“OHS”)
Pelatihan dan Pendidikan
9
Training and Education
Pengaruh terhadap Keberlanjutan Perusahaan
Impact to Company Sustainability
Batasan Topik Material
Topik Material Scope of Material Topic Penjelasan Topik Material
Material Topic Description of Material Topic
[GRI 3-2] Internal Eksternal [GRI 3-2]
Internal External
Dampak Ekonomi Tidak Proyek-proyek yang dibiayai IIF akan memiliki dampak ekonomi tidak langsung terhadap
Langsung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi proyek. Topik ini
menjadi salah satu topik utama bagi Perseroan dan para pemangku kepentingan.
-
Indirect Economic The projects that IIF finances will have indirect economic impacts on the development and
Impact improvement of the welfare of the communities residing around the projects. This topic has
become one of the main topics for the Company and its stakeholders.
Anti-Korupsi IIF memastikan bahwa seluruh proses pembiayaan proyek-proyek infrastruktur telah dilakukan
secara transparan tanpa adanya konflik kepentingan yang dapat berujung pada tindak korupsi
dan tindakan-tindakan tidak berintegritas lainnya. Oleh karena itu, IIF memasukkan topik anti-
korupsi sebagai salah satu topik material dalam laporan ini.
Anti-Corruption IIF ensures that the entire financing process in our infrastructure projects has been carried out
transparently without any conflicts of interest that could have otherwise led to corruption and
other fraudulent acts. Therefore, IIF includes the topic of anti-corruption as one of the material
topics in this report.
Energi Salah satu fokus utama pemerintah dalam aksi perubahan iklim adalah mengurangi emisi
karbon, termasuk upaya dalam mencapai net-zero emission pada 2060. Sehingga, pengelolaan
dan penggunaan energi dalam kegiatan operasional Perseroan serta proyek-proyek yang
dibiayai menjadi perhatian penting bagi para pemangku kepentingan.
-
Energy One of the government’s main focuses in climate change action is reducing carbon emissions,
including efforts to reach net-zero emissions by 2060. Hence, the energy management and
utilization in the Company’s operational activities as well as financed projects become an
important concern for stakeholders.
PT Indonesia Infrastructure Finance
8 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 11
Batasan Topik Material
Topik Material Scope of Material Topic Penjelasan Topik Material
Material Topic Description of Material Topic
[GRI 3-2] Internal Eksternal [GRI 3-2]
Internal External
Air dan Efluen Adanya potensi polusi dan kelangkaan air di beberapa wilayah di Indonesia merupakan risiko
yang perlu untuk dikelola sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku. Hal ini menjadi
tanggung jawab bagi IIF untuk memastikan bahwa seluruh proyek-proyek yang dibiayai telah
mengikuti standar dan aturan yang berlaku dalam upaya menjaga kualitas dan kuantitas air
- yang digunakan atau berada di sekitar lokasi proyek.
Water and Effluent The potential risk of water pollution and scarcity in some regions of Indonesia needs to be
managed in accordance with applicable standards and regulations. This becomes IIF’s
responsibility to ensure that all projects financed comply with applicable standards and
regulations to maintain water quality and quantity used or around project sites.
Keanekaragaman Hayati IIF menyadari pentingnya perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati, serta
pengelolaan terhadap jasa ekosistem dan sumber daya alam secara berkelanjutan dari
lokasi proyek-proyek yang dibiayai. Untuk menghindari dan meminimalkan dampak terhadap
keanekaragaman hayati, IIF memastikan klien untuk dapat melakukan kajian dampak proyek
pada semua tingkatan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari proses penilaian sosial dan
- lingkungan.
Biodiversity IIF recognizes the importance of biodiversity protection and conservation, as well as the
sustainable management of ecosystem services and natural resources of the projects’
locations that IIF finances. In order to avoid and minimize adverse impacts on biodiversity,
IIF encourages its clients to conduct an impact assessment on all levels of biodiversity as an
integral part of the social and environmental assessment process.
Emisi Tingkat emisi gas rumah kaca (“GRK”) berpotensi untuk menimbulkan risiko yang signifikan
terhadap kesejahteraan generasi saat ini dan masa depan. IIF berkomitmen untuk meningkatkan
upaya dalam mengurangi emisi GRK dari proyek yang dibiayai sebagai bagian dari kepatuhan
terhadap Prinsip S&E No. 3 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran dan
- Perubahan Iklim.
Emission The levels of greenhouse gases (“GHG”) emission in the atmosphere pose a significant risk to
the wellbeing of both present and future generations. IIF is committed to enhance the efforts
to reduce the GHG emission from the financed project as part of compliance to S&E Principle
No. 3 on the Pollution Prevention and Abatement and Climate Change.
Ketenagakerjaan IIF berkomitmen untuk membuka kesempatan kerja tanpa memandang jenis kelamin, suku,
ras, dan agama. IIF melakukan rekrutmen secara transparan dan adil tanpa membeda-bedakan
latar belakang tertentu.
-
Employment IIF is committed to providing job opportunities regardless of gender, ethnicity, race, and
religion. IIF conducts recruitment in a transparent and fairly manner without prejudice against
certain backgrounds.
Kesehatan dan IIF menyadari bahwa kegiatan pembangunan proyek harus memperhatikan kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) keselamatan bagi pekerja. IIF juga memastikan bahwa seluruh proyek yang dibiayai telah
menerapkan aspek-aspek K3 sesuai dengan aturan dan pedoman yang berlaku.
-
Occupational Health and IIF realizes that project development activities must pay attention to the health and safety
Safety (OHS) of workers. IIF also ensures that all the financed projects have implemented OHS aspects in
accordance with applicable rules and guidelines.
Pelatihan dan Pendidikan Pengembangan karyawan melalui pelatihan dan pendidikan menjadi aspek penting dalam
kegiatan Perseroan terutama dalam menyamakan persepsi dan semangat untuk menjalankan
Prinsip S&E.
-
Training and Education Employee development through training and education is an important aspect of the Company’s
activities, especially in sharing the same perceptions and enthusiasm for implementing S&E
Principles.
Untuk korespondensi lebih lanjut terkait Laporan For further correspondence with regard to this Sustainability
Keberlanjutan ini, IIF telah menyediakan form umpan balik Report, IIF has provided a feedback form on page 129 that
pada halaman 129 yang dapat dikirimkan melalui beberapa can be submitted through the following communication
jalur komunikasi berikut: [GRI 2-3] channels: [GRI 2-3]
Sustainable Finance Working Group (SFWG) Prosperity Tower Floor 53rd-55th Floor
PT Indonesia Infrastructure Finance Lot 28, Sudirman Central Business District (SCBD)
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
: (62-21) 5082 6600
: (62-21) 5082 6601
: SFWG.Coord-Secr@iif.co.id
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 9
Page 12
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Strategi Keberlanjutan [OJK A.1]
Sustainability Strategy
“IIF turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan
menyelaraskan prinsip triple bottom line, yaitu 3P (People, Planet, dan Profit) yang dikembangkan
melalui strategi dan praktik pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan sesuai dengan Prinsip S&E
yang dimiliki IIF. Seluruh proyek yang dibiayai IIF tidak hanya dipastikan kepatuhannya terhadap
ketentuan yang berlaku, namun juga dipastikan mampu memberikan kontribusi positif bagi sosial
dan lingkungan sekitarnya.”
“IIF also contributes to sustainable development in Indonesia in accordance with the triple bottom line principles
of 3P (People, Planet, and Profit), developed through sustainable infrastructure financing strategies and practices
in line with IIF’s S&E Principles. IIF persistently ensures that all projects the Company finances comply with
applicable regulations and positively contribute to their surrounding community and environment.”
Pembangunan infrastruktur memegang peranan yang sangat The infrastructure development plays a crucial role in driving
penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi, baik di economic growth, both at the national and regional levels,
tingkat nasional maupun daerah, mengurangi pengangguran, reducing unemployment, alleviating poverty, improving public
mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan welfare, and serving as a benchmark for a nation’s progress.
masyarakat, bahkan menjadi salah satu tolok ukur bagi kemajuan The availability of reliable infrastructure is essential to support
suatu bangsa. Ketersediaan infrastruktur yang andal merupakan hal economic activities and business growth, creating a multiplier
yang sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi maupun effect that enhances the economy in the region.
pertumbuhan dunia usaha sehingga akan tercipta multiplier effect
yang dapat meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut.
Dalam mendukung pembangunan infrastruktur, pembiayaan Financing is a crucial factor ensuring the sustainability of
menjadi satu hal yang krusial dalam memastikan keberlangsungan ongoing projects as part of the infrastructure development.
proyek tersebut. Oleh karena itu diperlukan sumber-sumber Therefore, robust funding sources are needed to complete the
pendanaan yang kuat agar proyek tersebut mampu terealisasi aforementioned projects in line with the predetermined targets.
sesuai dengan target. Sebagai perusahaan yang menyediakan As a company that provides financing and advisory services for
pembiayaan dan jasa advisory bagi pembangunan infrastruktur infrastructure development in Indonesia, IIF plays a vital role by
di Indonesia, IIF memiliki peran dan tanggung jawab dalam providing sustainable products and services and promoting long-
menyediakan produk dan layanan yang berkelanjutan serta term funding for infrastructure projects in Indonesia.
mendorong sumber pendanaan jangka panjang proyek-proyek
infrastruktur di Indonesia.
IIF tidak hanya berfokus untuk menyalurkan produk pembiayaan IIF is not merely focused on providing financing products and
dan advisory di bidang infrastruktur, melainkan juga turut advisory in the infrastructure sector, but also actively ensuring
terlibat dalam memastikan proyek yang dibiayai tersebut mampu that the funded projects can manage their impacts and
mengelola dampak serta memberikan kontribusi bagi sosial dan contribute to the surrounding community and environment. This
lingkungan sekitar. Komitmen ini direalisasikan melalui prinsip commitment is realized through the triple bottom line principles
triple bottom line yang terdiri dari 3P (People, Planet, dan consisting of the 3Ps (People, Planet, and Profit) to balance
Profit) untuk menyeimbangkan manfaat ekonomi proyek dengan the economic benefits of the project with the management of
pengelolaan terhadap aspek sosial dan lingkungan. Prinsip social and environmental aspects. These principles are embodied
tersebut dituangkan melalui mekanisme pembiayaan yang through financing mechanisms integrated with the application of
terintegrasi dengan penerapan Prinsip S&E. S&E Principles.
IIF berkomitmen untuk memastikan terpenuhinya Prinsip S&E IIF is committed to ensuring the fulfillment of S&E Principles
pada setiap proyek infrastruktur yang dibiayai sehingga dapat in every financed infrastructure project to minimize potential
meminimalkan potensi dampak negatif yang ditimbulkan dari adverse impacts arising from infrastructure project development.
pembangunan proyek infrastruktur.
PT Indonesia Infrastructure Finance
10 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 13
Prinsip Keberlanjutan
Sustainability Principles
IIF menerapkan Prinsip S&E sebagai standar dalam IIF applies S&E Principles as the gold standard to ensure
memastikan klien mengelola, memitigasi, dan meminimalkan that clients manage, mitigate, and minimize the social
dampak serta risiko sosial dan lingkungan dari aktivitas and environmental impacts as well as the risks inherent in
proyek mereka. Kami berkomitmen untuk menerapkan Prinsip their project activities. We are committed to implementing
S&E pada seluruh proyek infrastruktur yang IIF biayai dengan S&E Principles in all infrastructure projects financed by
berpedoman pada panduan operasional IIF yang telah IIF, guided by IIF’s operational guidelines outlined in the
disusun dalam Sistem Manajemen Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Management System (“SEMS”).
(Social and Environmental Management System/”SEMS”). [GRI 2-23] [GRI 2-24]
[GRI 2-23] [GRI 2-24]
SEMS memuat panduan operasional penerapan 8 (delapan) SEMS contains operational guidelines for the implementation
Prinsip S&E yang menjadi acuan dalam penilaian risiko dan of the 8 (eight) S&E Principles, serving as a reference
dampak proyek terhadap aspek sosial dan lingkungan. in assessing project risks and impacts on social and
environmental aspects.
1 2
Sistem Pengelolaan dan Penilaian
Sosial dan Lingkungan (SEMS)
Tenaga Kerja dan Kondisi Kerja
Social and Environmental Labour and Working Conditions
Assessment and Management
System (SEMS)
8 3
Pengadaan Tanah dan Pencegahan dan Pengurangan
Pemukiman Kembali secara Polusi, serta Perubahan Iklim
Tidak Sukarela Pollution Preventation and
Land Acquisition and Abatement and Climate
Involuntary Resettlement Change
8
Prinsip S&E IIF
[GRI FS1]
Konservasi Keanekaragaman
Kesehatan Masyarakat,
Hayati dan Pengelolaan Sumber
Keselamatan, dan Keamanan
Daya Alam
Community Health, Safety,
Biodiversity Conservation and
Security
Natural Resources Management
7 4
Masyarakat Adat Benda dan Warisan Budaya
Indigenous Peoples Cultural Property and Heritage
6 5
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 11
Page 14
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Prinsip S&E tersebut juga menjadi bukti nyata akan realisasi The abovementioned S&E Principles reflect IIF’s
komitmen IIF untuk menjadi perusahaan pembiayaan commitment to being an infrastructure financing company
infrastruktur yang senantiasa berupaya dalam menjaga dan that consistently strives to preserve and enhance social and
meningkatkan kualitas sosial dan lingkungan sesuai dengan environmental quality in line with sustainability principles.
prinsip keberlanjutan. Prinsip S&E IIF merupakan gabungan IIF S&E Principles are a combination of international
dari praktik-praktik dan standar internasional yang dapat practices and standards, providing foreign investors looking
membuat para investor asing yang akan bekerja sama atau to collaborate or invest in the Company with assurance that
berinvestasi pada Perseroan merasa aman karena semua all IIF’s projects meet international standards for social and
proyek IIF telah memenuhi standar sosial dan lingkungan environmental aspects.
bertaraf internasional.
Berdasarkan tinjauan dan laporan yang dibuat oleh Lembaga Based on a research and report by the Institute for Economic
Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Fakultas Ekonomi and Social Research – Faculty of Economics and Business,
dan Bisnis Universitas Indonesia (“LPEM FEB UI”) pada tahun University of Indonesia (“LPEM FEB UI”) in 2021, the S&E
2021, Prinsip S&E yang diterapkan oleh IIF dalam proses Principles applied by IIF in the infrastructure financing
pembiayaan infrastruktur memiliki beberapa nilai tambah process offer several additional values, as follows:
sebagai berikut:
Prinsip S&E IIF mampu mengidentifikasi potensi risiko dan dampak sosial dan lingkungan dengan lebih komprehensif. Sebagai
contoh, Prinsip S&E IIF mencakup penilaian terhadap dampak proyek terhadap tenaga kerja dan kondisi kerja, masyarakat
adat, serta benda dan warisan budaya yang sering kali masih minim analisisnya di dalam dokumen lingkungan proyek.
IIF’s S&E Principles able to identify potential social and environmental risks and impacts in a more comprehensive manner.
For example, IIF’s S&E Principles assess the project’s impact on workforce and working conditions, indigenous peoples, and
cultural objects and heritage, which often needs more analysis in project environmental documents.
Prinsip S&E IIF menyediakan rencana aksi mitigasi yang lebih komprehensif dan detail. Sebagai contoh, IIF memastikan
bahwa pemulihan mata pencaharian atau penghidupan masyarakat yang terdampak dilakukan dan dikelola dengan baik
oleh proyek dan tertuang dalam dokumen rencana yang strategis.
IIF’s S&E Principles offer a more comprehensive and detailed mitigation action plan. For example, IIF ensures that the
livelihoods of affected communities are restored and managed properly by the projects and contained in a strategic
planning document.
Prinsip S&E IIF mendukung terciptanya SEMS di masing-masing proyek untuk membantu debitur dalam mengelola risiko
dan dampak sosial dan lingkungan di sepanjang siklus proyek.
IIF’s S&E principles promote establishment of SEMS in each project which assists debtors in managing social and
environmental risks and impacts throughout the project cycle.
Prinsip S&E IIF menerapkan standar yang lebih ketat di beberapa aspek sosial dan lingkungan, dengan memastikan
penerapan praktik-praktik dan standar bertaraf internasional.
IIF’s S&E Principles apply stringent standards in several social and environmental aspects by ensuring the implementation
of international practices and standard.
Prinsip S&E IIF mendorong terlaksananya pemantauan secara berkala oleh proyek untuk memastikan penerapan aksi
mitigasi yang direncanakan telah memenuhi standar yang berlaku.
IIF’s S&E Principles encourage regular monitoring by projects to ensure the implementation of the planned mitigation
actions meets the applicable standards.
PT Indonesia Infrastructure Finance
12 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 15
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
Sustainable Finance Action Plan
Dukungan IIF terhadap penerapan keuangan berkelanjutan IIF supports the implementation of sustainable finance
direalisasikan melalui penerapan kebijakan dan praktik by adopting policies and business practices in line with
bisnis yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan. sustainability principles. As the first step, the Company
Langkah awal IIF dalam menerapkan keuangan berkelanjutan prepared its Sustainable Finance Action Plan (“SFAP”) in
tersebut dimulai melalui penyusunan Rencana Aksi accordance with the provisions POJK No. 51/POJK.03/2017.
Keuangan Berkelanjutan (“RAKB”) sesuai dengan ketentuan Categorized as an Infrastructure Financing Company, IIF
POJK No. 51/POJK.03/2017. IIF berada dalam kategori is required to submit the SFAP no later than 30 November
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur yang memiliki each year to be applied throughout the year. The first SFAP
kewajiban untuk menyusun RAKB untuk disampaikan paling outlines the roadmap for the implementation of sustainable
lambat pada tanggal 30 November setiap tahunnya serta finance within IIF’s business environment for the 2019-2024
diterapkan di sepanjang tahun tersebut. RAKB pertama period, focusing on the implementation and enhancement
memuat roadmap penerapan keuangan berkelanjutan dalam of IIF’s S&E Principles in the sustainable infrastructure
lingkungan bisnis IIF periode 2019 – 2024, yang berfokus financing process. [GRI FS1]
pada implementasi dan penguatan Prinsip S&E yang dimiliki
IIF dalam kaitannya dengan proses pembiayaan infrastruktur
berkelanjutan. [GRI FS1]
2019 2020 2021 - 2023 2024
Menyediakan produk sesuai Identifikasi potensial Menerapkan inisiatif S&E Memperkuat standar S&E
dengan kebutuhan debitur penyelarasan persyaratan S&E berkelanjutan kepada calon untuk potensi penyelarasan
dengan mempertahankan dengan pasar Indonesia dan debitur yang telah dipilih. dengan regulator di Indonesia.
Prinsip S&E. calon debitur di masa depan.
Providing products that Identifying potential alignment Implementing sustainable S&E Reinforcing S&E standards
meet clients’ needs while of S&E requirements with initiatives on selected clients. to potentially align with
maintaining S&E Principles. the Indonesian market and regulators in Indonesia.
prospective clients.
Proses penyusunan RAKB tersebut dilakukan secara internal The SFAP is prepared internally by involving various relevant
melalui keterlibatan berbagai divisi terkait dengan merujuk divisions in accordance with the following provisions:
pada ketentuan-ketentuan berikut:
1. Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang 1. Presidential Regulation No. 59/2017 on the
Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Implementation of Sustainable Development Goals;
Berkelanjutan;
2. POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan 2. POJK No. 51/POJK.03/2017 on the Implementation of
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Sustainable Finance for Financial Institutions, Listed, and
Emiten, dan Perusahaan Publik, termasuk lampirannya; Public Companies, including its attachments;
3. Perjanjian Pemegang Saham Perseroan sebagaimana 3. The Company’s Shareholders Agreement as last stated in
telah terakhir kali dinyatakan pada Fourth Amendment the Fourth Amendment and Restatement of Shareholders
and Restatement of Shareholders Agreement tanggal Agreement dated April 10th, 2018; and
10 April 2018; serta
4. Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana terakhir kali 4. The Company’s Articles of Association as last amended
diubah melalui Akta Perubahan dan Pernyataan Kembali through the Deed of Amendment and Restatement
No. 43 tanggal 24 Juli 2018. No. 43 dated July 24th, 2018.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 13
Page 16
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Selain itu, IIF juga menerapkan praktik-praktik berstandar Moreover, IIF also applies internationally standardized
internasional dalam pelaksanaan perlindungan S&E practices in implementing S&E protection through S&E
melalui Prinsip S&E yang sesuai dengan IFC Performance Principles in accordance with the 2012 IFC Performance
Standard tahun 2012 sebagai upaya untuk menanamkan Standard to instill sustainable principles in infrastructure
prinsip berkelanjutan dalam proyek-proyek pembangunan development projects in Indonesia.
infrastruktur di Indonesia.
Sejak tahun 2021, IIF membentuk kelompok kerja khusus, Since 2021, IIF has established a special working group
yaitu Sustainable Finance Working Group (“SFWG”) yang i.e. the Sustainable Finance Working Group (“SFWG”)
bertanggung jawab untuk menyusun RAKB. RAKB yang responsible for formulating the SFAP. The completed RAKB
telah disusun kemudian disampaikan kepada Direksi sebagai is then submitted to the Board of Directors as part of SFAP
bentuk pengelolaan Program RAKB yang mendukung Visi dan Program management to support the achievement of IIF’s
Misi IIF serta tujuan dari penerapan RAKB. Lebih lanjut, RAKB Vision and Mission, as well as the SFAP objectives. The SFAP
ini disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk menjalankan is subsequently presented to the Board of Commissioners
fungsi pengawasan dan pemberian saran terhadap as part of the oversight and advisory functions with
pengelolaan RAKB yang dilakukan oleh IIF. RAKB tersebut regard to the SFAP management by IIF. The SFAP is then
selanjutnya akan disampaikan kepada OJK sebagai bentuk submitted to the OJK as part of compliance with POJK
kepatuhan terhadap POJK No. 51/POJK.03/2017. No. 51/POJK.03/2017.
Program Prioritas Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2023
Sustainable Finance Action Targets and Realization 2023
Pada RAKB 2023, IIF memiliki 3 (tiga) program prioritas yang direncanakan sebagai bagian dari
aksi keuangan berkelanjutan sebagaimana diuraikan berikut:
In its 2023 SFAP, IIF has planned 3 (three) priority programs as part of its sustainable finance actions, as follows:
1. Pengembangan Produk atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
Prioritas pertama rencana aksi keuangan berkelanjutan di 2023 adalah dengan mengembangkan jasa advisory terkait dengan LST yang
diharapkan dapat mendukung penerapan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, IIF juga akan terus melanjutkan
peningkatan pembiayaan pada proyek-proyek yang masuk ke dalam kriteria dan kategori keuangan berkelanjutan dengan tetap
memastikan implementasi 8 (delapan) Prinsip S&E kepada debitur atau penanggung jawab proyek. Program tersebut penting untuk
tetap dilanjutkan dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. Proyek atau perusahaan yang dibiayai adalah sesuai dengan batasan sektor infrastruktur yang tercantum dalam Peraturan Menteri
Keuangan No. 100 tahun 2009 (PMK 100/2009), Surat Keputusan OJK No. No. S-2/D.05/2018 tanggal 2 Januari 2018, dan Peraturan
OJK No. 46/POJK.05/2020 tanggal 27 Oktober 2020;
b. Pembiayaan diberikan kepada proyek atau perusahaan atas dasar kelayakan secara komersial;
c. Pembiayaan tersebut dilaksanakan dalam upaya perwujudan pelaksanaan fungsi IIF sebagai katalisator dalam pembiayaan
pengembangan infrastruktur di Indonesia; dan
d. Strategi pembiayaan dilaksanakan berbasis keunikan dari masing-masing sektor dengan mempertimbangkan faktor risiko yang
dihadapi. Pelaksanaan strategi tersebut senantiasa didasarkan pada analisis kelayakan, mitigasi risiko, dan implementasi prinsip-
Prinsip S&E.
Development of Sustainable Financial Products or Services
The first priority in the 2023 sustainable finance action plan was to develop advisory services related to ESG, aimed at supporting the
implementation of sustainable development in Indonesia. In addition, IIF would continue to enhance financing for projects that meet
the criteria and fall under sustainable financial categories, simultaneously ensuring the implementation of the 8 (eight) S&E Principles
to borrowers or project stakeholders. The program was crucial to be continued due to the following considerations:
a. Projects or companies financed align with the infrastructure sector limitations outlined in the Ministry of Finance Regulation
No. 100/2009 (PMK 100/2009), OJK Decree No. S-2/D.05/2018 dated 2 January 2018, and Financial Services Authority Regulation
No. 46/POJK.05/2020 dated 27 October 2020.
b. Financing is provided to projects or companies based on commercial feasibility.
c. The financing is carried out to realize IIF’s role as a catalyst in infrastructure development financing in Indonesia.
d. Financing strategies are implemented based on the distinct characteristics of each sector by considering the faced risk factors.
The implementation of these strategies is consistently grounded in feasibility analysis, risk mitigation, and the implementation of
S&E Principles.
PT Indonesia Infrastructure Finance
14 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 17
Pada RAKB 2023, IIF memiliki 3 (tiga) program prioritas yang direncanakan sebagai bagian dari
aksi keuangan berkelanjutan sebagaimana diuraikan berikut:
In its 2023 SFAP, IIF has planned 3 (three) priority programs as part of its sustainable finance actions, as follows:
2. Penyesuaian Organisasi dan Tata Kelola Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Prioritas kedua dari RAKB di 2023 adalah melakukan penyesuaian organisasi dan tata kelola penerapan keuangan berkelanjutan.
Program ini menjadi prioritas kedua yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program prioritas pertama terkait dengan
pengembangan jasa LST Advisory IIF dengan adanya penyesuaian organisasi dan tata kelola serta sinergi antara Direktorat Advisory
dan SED untuk mengembangkan jasa tersebut. Selain itu, sebagai bentuk keberlanjutan atas program yang telah direncanakan di tahun
sebelumnya, sinergi antar berbagai divisi yang terkait dengan penerapan keuangan berkelanjutan yang dikoordinasi oleh SFWG perlu
untuk tetap dilanjutkan, utamanya dalam mendefinisikan kembali atau menyusun target serta strategi-strategi keuangan berkelanjutan
yang lebih terukur dan realistis untuk dapat dilaksanakan dan ditinjau ulang setiap tahunnya. IIF juga dapat menyesuaikan Corporate
Sustainability Target dengan SDGs sehingga dapat tercapainya suatu keselarasan antara pelaksanaan di tingkat nasional maupun
internasional. Selain itu, perlu adanya tata kelola yang baik dalam hal pembagian peran antar divisi dalam mewujudkan pelaksanaan
aksi keuangan berkelanjutan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan pertemuan rutin antar divisi untuk
mengevaluasi target dan pencapaian IIF dalam hal penerapan aksi keuangan berkelanjutan.
Adjustment in Organization and Sustainable Finance Implementation Governance
The second priority in the 2023 sustainable finance action plan was to make adjustment in the organization and sustainable finance
implementation governance. As the second priority, this program was expected to support the implementation of the first priority
program related to the development of IIF’s ESG Advisory services. The adjustment in organization and governance aimed to foster
synergy between the Advisory Directorate and SED in developing the aforementioned services. Furthermore, as a continuation of
the planned programs from the previous year, collaboration among various divisions involved in sustainable finance implementation
coordinated by SFWG must be sustained. This was especially crucial in redefining or formulating measurable and realistic targets and
strategies for sustainable finance to be implemented and reviewed annually. IIF was also able to align its Corporate Sustainability Target
with SDGs, ensuring alignment between national and international implementations. In addition, effective governance was essential in
delineating inter-division roles to realize the implementation of sustainable finance actions. One approach was to hold regular meetings
among divisions to evaluate IIF’s targets and achievements with regard to sustainable finance implementation.
3. Pengembangan Kapasitas internal IIF terkait dengan Keuangan Berkelanjutan
Pengembangan kapasitas internal IIF terkait dengan penerapan keuangan berkelanjutan menjadi prioritas ketiga dari RAKB di 2023.
Dengan adanya pengembangan jasa LST Advisory serta penyesuaian tata kelola, peningkatan kapasitas internal terhadap divisi-divisi
yang terkait perlu dilakukan. Selain itu, sosialisasi terkait dengan aksi keuangan berkelanjutan juga akan disampaikan secara rutin
kepada seluruh karyawan IIF secara bertahap. Dalam pengembangan kapasitas tersebut, IIF dapat melakukan kerja sama dengan pihak-
pihak terkait seperti OJK, Pemegang Saham, dan pihak eksternal lainnya yang sudah memiliki pengalaman dalam menerapkan aksi
keuangan yang berkelanjutan.
Development of IIF’s Internal Capacity Pertaining to Sustainable Finance
The development of IIF’s internal capacity pertaining to the implementation of sustainable finance was the third priority in the 2023
sustainable finance action plan. Following the development of ESG Advisory services and governance adjustments, enhancing the
internal capacity of relevant divisions was deemed necessary. Moreover, regular communication on sustainable finance actions would
be progressively conveyed to all IIF employees. Regarding the development of this capacity, IIF was able to collaborate with relevant
stakeholders such as OJK, Shareholders, and other external entities with experience in sustainable financial actions implementation.
Pencapaian Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2023
Sustainable Finance Action Targets and Realization 2023
Target Strategi Bisnis Jangka Pendek 1 (satu) Tahun
1 (one)-year Target
Realisasi
Target
Realization
Meningkatkan portofolio investasi pada sektor-sektor infrastruktur IIF telah membukukan 16 deal investasi baru dengan nilai mencapai
baru dengan tetap menerapkan prinsip sosial dan lingkungan. Rp3,46 triliun. Seluruh pembiayaan tersebut senantiasa didasari atas
pertimbangan kepatuhan klien terhadap Prinsip S&E yang dimiliki IIF.
Enhancing investment portfolio in new infrastructure sectors and IIF recorded 16 new investment deals with a total value of Rp3.46
upholding social and environmental principles. trillion, all of which were based on clients’ compliance with IIF’s S&E
Principles.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 15
Page 18
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Realisasi
Target
Realization
Fokus pada kesepakatan yang bernilai tambah tinggi sambil IIF terus merealisasikan peran sebagai katalis dan enabler dalam
mempromosikan peran IIF sebagai katalisator dan enabler (junior pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan proyek-proyek
financing, PPP, dan kesepakatan project finance). corporate finance, operating assets, greenfield, dan brownfield.
Sementara dalam mendorong profitabilitas, IIF berfokus pada project
finance (greenfield & brownfield) dan subloan/mezzanine yang
menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Focusing on high-value-added deals and promoting IIF’s role as IIF continued to fulfill its role as a catalyst and enabler in infrastructure
a catalyst and enabler (junior financing, PPP, and project finance development by financing various types of projects, including corporate
agreements). finance, operating assets, greenfield, and brownfield. To further boost
profitability, IIF focused on project finance (greenfield & brownfield)
and subloan/mezzanine that offered higher returns.
Terus meningkatkan pendapatan berbasis fee melalui penawaran IIF telah merealisasikan inovasi lini produk dengan memberikan
produk-produk pembiayaan baru dan penyediaan jasa advisory LST. fasilitas Credit Enhancement dalam bentuk Partial Guarantee
Facility. IIF juga telah membantu klien merujuk ke bank mitra untuk
menangani kebutuhan klien di luar mandat IIF. Dari sisi jasa advisory,
IIF memberikan layanan advisory ESG kepada MCAI untuk program
Good Practice Investment Projects (GPIP) lintas sektor, dan kepada
klien sektor energi untuk uji tuntas ESG terhadap fasilitas pemrosesan
gasnya.
Continuously increasing fee-based revenue through the introduction IIF innovated its product line by providing a Credit Enhancement
of new financing products and the provision of ESG advisory services. facility in the form of a Partial Guarantee Facility. IIF also assisted
clients by referring them to partner banks to address their needs
beyond IIF’s mandate. On the advisory side, IIF provided ESG advisory
services to MCAI for its multi-sector Good Practice Investment Projects
(GPIP) program, and to an energy sector client for ESG due diligence
on its gas processing facilities.
Secara berkelanjutan melakukan diversifikasi pada sektor-sektor baru IIF melakukan diversifikasi eksposur pembiayaan ke sektor yang
(di antaranya infrastruktur sosial) dan pengembangan aspek sosial dan telah diberikan mandat melalui POJK No. 46/POJK.05/2020 tentang
lingkungan. Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur dan perluasan sektor, seperti
infrastruktur sosial, ketahanan pangan, dan infrastruktur kendaraan
listrik.
Sustainably diversifying into new sectors (including social IIF diversified financing exposure to sectors mandated through POJK
infrastructure) and developing social and environmental aspects. No. 46/POJK.05/2020 on Infrastructure Financing Companies and
expanded into sectors such as social infrastructure, food security, and
electric vehicle infrastructure.
Meningkatkan peran sebagai perusahaan pembiayaan berkelanjutan IIF telah menjalin kerja sama dengan Millennium Challenge Account
yang terkemuka melalui kontribusi pada inisiatif-inisiatif pemerintah Indonesia (“MCAI”) untuk menjadi Blended Finance Delivery
dalam pembentukan kerangka kerja dan manual prosedur LST, Mechanism Host (“BFDM Host”). Selain itu, Direktorat Advisory IIF
mendukung penerbitan sustainable bonds dan akses kepada juga diberikan mandat sebagai salah satu konsultan dan advisory
pembiayaan campuran dan hibah dari Millenium Challenge (advisory services) bagi Otoritas Ibu Kota Nusantara (“OIKN”).
Corporation (“MCC”), Korean Development Bank (“KDB”), dan Green
Climate Fund (“GCF”), serta mempromosikan Prinsip S&E yang tinggi
dalam proyek dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
pembiayaan berkelanjutan.
Enhancing role as a leading sustainable financing company through IIF partnered with the Millennium Challenge Account Indonesia
contributions to government initiatives in shaping ESG framework and (“MCAI”) to become Blended Finance Delivery Mechanism Host
procedures manuals; supporting the issuance of sustainable bonds (“BFDM Host”). In addition, IIF’s Advisory Directorate was mandated
and access to blended financing and grants from the Millennium to become one of the consultants and advisors (advisory services) for
Challenge Corporation (MCC), Korean Development Bank (KDB), and the Nusantara Capital City Authority (“OJKN”).
Green Climate Fund (GCF); as well as promoting robust S&E Principles
in projects and increasing public awareness of sustainable financing.
Penguatan struktur permodalan melalui serangkaian corporate IIF telah mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Indonesia
action untuk penambahan modal, optimalisasi atas sumber-sumber Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2023 di Bursa Efek Indonesia
pendanaan dan manajemen portofolio treasury, secara aktif mencari (“BEI”) senilai Rp500 miliar dengan rincian Obligasi Seri A senilai
sumber pendanaan yang atraktif, dan pembentukan Sustainable Rp160,61 miliar, Obligasi Seri B senilai Rp245,06 miliar, dan Obligasi
Infrastructure Fund. Seri C senilai Rp94,33 miliar. Selain itu, IIF juga telah memperoleh
pernyataan efektif pada tanggal 29 Desember 2023 untuk melakukan
penerbitan Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan
Indonesia Infrastructure Finance Tahun 2023 dengan nilai emisi
sebesar Rp335,19 miliar. Penerbitan surat berharga ini merupakan
instrumen tematik yang diterbitkan dalam rangka memperkuat
struktur modal IIF untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek
infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
PT Indonesia Infrastructure Finance
16 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 19
Realisasi
Target
Realization
Strengthening capital structure through several corporate actions IIF issued Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond II
for capital infusion, optimizing funding sources and treasury portfolio Phase I Year 2023 on the Indonesia Stock Exchange (“IDX”) amounting
management, actively seeking attractive funding sources, and to Rp500 billion, consisting of Series A Bonds worth Rp160.61 billion,
establishing Sustainable Infrastructure Fund. Series B Bonds worth Rp245.06 billion, and Series C Bonds worth
Rp94.33 billion. In addition, IIF has received an effective statement
on 29 December 2023 for the issuance of Indonesia Infrastructure
Finance Green Perpetual Notes Year 2023 with an emission value of
Rp335.19 billion. This securities issuance is a thematic instrument
aimed at strengthening IIF’s capital structure to support financing for
sustainable infrastructure projects in Indonesia.
Peningkatan manajemen risiko dengan mengembangkan kerangka IIF telah memperketat pemantauan secara periodik terhadap
pemantauan kredit untuk mempertahankan pemantauan portofolio portofolio pembiayaan yang prosesnya terus disempurnakan melalui
pinjaman yang berkualitas baik, meningkatkan Enterprise Risk Early Warning System guna mendeteksi perubahan (penurunan)
Management sesuai dengan arahan dari POJK No. 46/2020, serta kualitas kredit sejak dini. Selain itu, IIF juga melakukan perbaikan
membangun kapasitas yang berkelanjutan pada pengembangan dan berkelanjutan mengenai proses manajemen kredit, seperti
peningkatan keterampilan kredit, termasuk pembiayaan ekuitas. menetapkan internal risk trigger untuk setiap pembiayaan yang telah
dilakukan IIF.
Enhancing risk management by developing a credit monitoring IIF further improved periodic monitoring of its financing portfolio by
framework to maintain the monitoring of quality loan portfolios, implementing Early Warning System to detect early changes (declines)
improving Enterprise Risk Management in accordance with the in credit quality. Furthermore, IIF continuously improved it credit
directives of POJK No. 46/2020, and sustainably building capacity in management process, such as by establishing internal risk trigger for
the development and enhancement of credit skills, including equity each financing undertaken by IIF.
financing.
Peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui peningkatan IIF telah mengikutsertakan karyawan dalam berbagai program
pengetahuan dan kompetensi atas produk investasi ekuitas dan produk pengembangan kompetensi terkait keberlanjutan sepanjang tahun
investasi ekuitas sejenis (equity-like investment) dan penerapan talent 2023. Sejalan dengan itu, pengembangan teknologi informasi juga
pool management, serta pengembangan sistem informasi untuk terus direalisasikan sebagai upaya dalam mendukung peningkatan
mendukung efisiensi dan efektivitas pekerjaan melalui otomatisasi proses bisnis yang lebih sederhana serta paperless approval process
dan digitalisasi. yang dapat meningkatkan efisiensi waktu dan menghemat penggunaan
kertas.
Enhancing human resources capabilities through the improvement IIF sent employees to participate in various sustainability-related
of knowledge and competence in equity investment products and competency development programs in 2023. Likewise, the Company
similar equity-like investment products, implementing talent pool continuously developed its information technology to further
management, and developing information systems to support job streamline business processes and facilitate paperless approval
efficiency and effectiveness through automation and digitization. process to bolster efficiency and reduce paper usage.
Memperkuat sinergi lintas Direktorat untuk mendukung strategi aksi IIF telah menciptakan sinergi yang baik antara masing-masing Direktorat
keuangan berkelanjutan dan strategi bisnis IIF secara keseluruhan. untuk mendukung implementasi aksi keuangan berkelanjutan dan
strategi IIF secara keseluruhan. Dengan memaksimalkan sinergi
antara Investment dan S&E Department, IIF terus mendukung proyek-
proyek berwawasan lingkungan. Selain itu, sinergi antara Direktorat
Advisory dan S&E Department juga telah meningkatkan nilai tambah
IIF melalui penyediaan S&E Advisory services.
Program-program tersebut akan disinergikan dengan divisi-divisi
terkait yang sesuai, sehingga memungkinkan adanya penyesuaian
kembali dalam hal tugas dan tanggung jawab divisi terkait dalam hal
penerapan aksi keuangan berkelanjutan. Langkah ini didukung dengan
sinergi dan kerja sama yang telah terjalin antara IIF dengan berbagai
pemangku kepentingan sehingga IIF dapat senantiasa mengikuti
perkembangan terkini terkait dengan keberlanjutan.
Strengthening cross-directorate synergy to support sustainable IIF has created strong synergy between each Directorate to support
finance action strategies and IIF’s overall business strategy. the implementation of sustainable finance actions and IIF’s overall
strategy. By maximizing synergy between the Investment and S&E
Departments, IIF continues to support environmentally conscious
projects. In addition, the synergy between the Advisory Directorate and
the S&E Department has also increased IIF’s value-added through the
provision of S&E Advisory services.
Those programs will be synergized with relevant divisions, enabling
adjustments in terms of tasks and responsibilities of the related
divisions regarding the implementation of sustainable finance
actions. This step is supported by the synergy and cooperation that
have been established between IIF and various stakeholders, allowing
IIF to continuously keep up with the latest developments related to
sustainability.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 17
Page 20
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Target Jangka Panjang 5 (lima) Tahun
5 (five)-year Long Term Target
Realisasi
Target
Realization
Memanfaatkan penerapan 8 (delapan) Prinsip S&E sebagai Social & IIF secara aktif telah berpartisipasi dalam mendorong penerapan LST,
Environmental Standards dalam setiap proyek yang dibiayai oleh IIF, baik di skala nasional maupun internasional. Beberapa agenda yang
serta mendorong penerapan S&E Standards secara nasional melalui melibatkan IIF sebagai panelis dalam mendorong penerapan LST, di
komunikasi dengan regulator. antaranya:
1. World Bank - International Monetary Fund Spring Annual Meeting
2023, di mana diskusi berkisar pada perencanaan, pendanaan, dan
pelaksanaan investasi untuk mendukung infrastruktur yang dapat
memenuhi target Perjanjian Paris dan SDGs; serta
2. Konferensi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi
(“EBTKE”) yang menjelaskan tentang akselerasi Energi Baru
Terbarukan (“EBT”) melalui investasi pada proyek-proyek yang
dinilai hijau dan memiliki sebaran manfaat bagi masyarakat luas.
To utilize the application of the 8 (eight) S&E Principles as IIF actively promoted the implementation of ESG, both nationally and
standards in every project financed by the Company, as well as internationally. In that regard, IIF attended the following events as a
encouraging the application of S&E Standards nationally through panelist to promote ESG implementation:
communication with regulators. 1. World Bank - International Monetary Fund Spring Annual Meeting
2023, where discussions revolved around planning, funding, and
executing investments to support infrastructure that could meet
the Paris Agreement targets and SDGs.
2. New Renewable Energy and Energy Conservation (“EBTKE”)
Conference, which focused on accelerating New Renewable Energy
(“NRE”) through investments in projects deemed environmentally
friendly and with broad benefits for the wider community.
Peningkatan kinerja Perseroan secara menyeluruh (end-toend IIF terus mengembangkan penerapan TI yang inovatif guna memenuhi
improvement), dengan menerapkan optimalisasi sistem teknologi kebutuhan bisnis serta memberikan layanan yang prima kepada
informasi (“TI”), proses pengadaan, dan deal closing process dengan seluruh unit untuk dapat melakukan proses bisnis secara lebih
melibatkan seluruh unit bisnis terkait. efisien dan efektif. Pada tahun 2023, IIF telah menerapkan perangkat
keamanan TI lebih lanjut, menyempurnakan kebijakan TI dan SOP lebih
lanjut. Langkah ini memperkuat beberapa pencapaian terkait TI yang
telah direalisasikan IIF pada tahun-tahun sebelumnya.
To improve the Company’s overall performance (end-to-end IIF continuously developed innovative IT implementations to
improvement) by optimizing information technology (“IT”) systems, meet business needs and provide excellent services to all units,
procurement processes, and deal-closing processes by involving all enabling more efficient and effective business processes. In 2023,
related business units. IIF implemented additional IT security measures, further refined
IT policies and SOPs. These steps reinforced several IIF’s IT-related
achievements in previous years.
Penawaran jenis pembiayaan yang lebih beragam melalui inovasi pada IIF terus mengembangkan portofolio pembiayaan pada sektor-
sektor dan produk baru, dengan tujuan untuk memberikan variasi dan sektor yang memiliki imbal hasil terbaik. Pada tahun 2023, sektor
fleksibilitas kepada klien dan mengoptimalkan margin. infrastruktur sosial menjadi salah satu fokus IIF melalui pemberian
fasilitas pembiayaan bagi proyek Transit Oriented Development
(“TOD”), pengembangan rumah sakit, serta pengembangan
telekomunikasi. Selain itu, IIF juga memberikan fasilitas partial
guarantee untuk corporate bonds.
To offer more diverse types of financing through innovation in new IIF continuously developed its financing portfolio in sectors with
sectors and products, to provide variety and flexibility to clients while the best returns. In 2023, the social infrastructure sector became
optimizing margins. one of IIF’s focuses by providing financing facilities to Transit
Oriented Development (“TOD”) projects, hospital developments, and
telecommunication expansion. In addition, IIF also provides partial
guarantee facilities for corporate bonds.
PT Indonesia Infrastructure Finance
18 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 21
Realisasi
Target
Realization
Efisiensi cost of fund, dengan cara berkolaborasi dengan Pemegang IIF mendorong pencapaian target jangka panjang terkait efektivitas
Saham untuk mendapatkan struktur skema pendanaan yang lebih dan efisiensi sumber pendanaan melalui optimalisasi Divisi Treasury
ekonomis; berkolaborasi dengan lembaga keuangan non-bank untuk IIF melalui berbagai langkah strategis sebagai berikut:
memperoleh alternatif sumber pendanaan; secara selektif melakukan 1. Melakukan just-in-time funding, yaitu senantiasa menyesuaikan
pembayaran dipercepat atas pendanaan yang berbiaya tinggi; realisasi penarikan pendanaan dengan laju pertumbuhan aset
dan optimalisasi produk capital market sebagai alternatif sumber investasi untuk menjaga biaya bunga;
pendanaan. 2. Melakukan negosiasi penurunan issuance fee untuk fasilitas non-
cash loan dengan bank mitra dalam rangka efisiensi biaya; serta
3. Mempererat hubungan dengan pelaku industri keuangan lainnya
untuk mendapatkan fasilitas baru, baik untuk cash loan maupun
non-cash loan.
Cost of fund efficiency, by collaborating with Shareholders to IIF drove the achievement of long-term targets related to the
obtain a more economical funding scheme structure; collaborating effectiveness and efficiency of funding sources through the
with non-bank financial institutions to obtain alternative funding optimization of IIF’s Treasury Division via various strategic steps, as
sources; selectively performing early repayment for high-cost funding; follows:
and optimizing capital market products as an alternative source of 1. Implemented just-in-time funding by continuously adjusting
funding. the realization of funding withdrawals with the growth rate of
investment assets to maintain interest costs.
2. Negotiated a reduction in issuance fees for non-cash loan facilities
with partner banks to enhance cost efficiency.
3. Strengthened relationships with other financial industry players
to secure new facilities, both for cash loans and non-cash loans.
Keselarasan kemampuan karyawan, melalui peningkatan kemampuan IIF secara berkesinambungan terus merealisasikan program
dan keahlian karyawan, pemilihan sumber karyawan yang tepat pengembangan kompetensi dalam rangka mendukung peningkatan
guna sesuai dengan tugas pokoknya (talent pool management), dan kemampuan karyawan, khususnya terkait LST. Pada tahun 2023,
implementasi pengukuran kinerja dan reward system yang sesuai rata-rata jam pelatihan karyawan meningkat. Sejalan dengan itu,
dengan tugas dan jabatannya. IIF telah merekrut 43 karyawan baru berbasis kompetensi untuk
menjaring talenta-talenta terbaik di bidangnya. Tak hanya fokus
merekrut karyawan berkualitas dan berintegritas, IIF juga berupaya
untuk meningkatkan retensi karyawan melalui program-program
pengembangan kompetensi hingga upaya-upaya peningkatan
kesejahteraan karyawan.
Alignment of workforce capabilities, through increasing the ability and IIF consistently implemented competency development programs to
expertise of the workforce, selecting appropriate workforce sources enhance employee skills, particularly in relation to ESG. In 2023, the
in accordance with their main tasks (talent pool management), and average training hours per employee increased. Moreover, IIF recruited
implementing performance measurement and reward systems in 43 new competency-based employees to attract the best talents in
accordance with their duties and positions. their respective fields. Not only focusing on recruiting qualified and
integrity-driven employees, IIF also improved employee retention
through competency development programs and efforts to enhance
employee well-being.
Peningkatan yield, melalui pengembangan kemampuan dan IIF terus mengoptimalkan kinerja jasa advisory dalam upaya
diversifikasi jasa advisory (termasuk kolaborasi dengan Direktorat meningkatkan yield dengan menyeimbangkan bauran mandat
Investasi) serta asset recycling, untuk mendapatkan sumber dari pemerintah maupun swasta sehingga berhasil mendapatkan
pendanaan baru melalui sekuritisasi aset-aset pembiayaan Perseroan, 9 (sembilan) mandat baru dengan nilai mencapai Rp23,19 miliar.
untuk dialokasikan ke proyek-proyek dengan imbal hasil yang lebih
tinggi.
Yield increase, through capacity development and diversification IIF continuously optimized the performance of advisory services to
of advisory services (including collaboration with the Investment enhance yield by balancing the portfolio mix between government
Directorate) and asset recycling, to obtain new funding sources and private mandates, successfully working on 9 (nine) active
through the securitization of the Company’s financing assets, which mandates with a revenue of Rp23.19 billion.
will be allocated to projects with higher yields.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 19
Page 22
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Kontribusi terhadap Pencapaian SDGs di Tingkat Portofolio pada 2023
IIF’s Contribution to the SDGs Achievement at the Portfolio Level in 2023
Target 1.4 Goal 1.4
Pada tahun 2030, menjamin bahwa semua laki-laki By 2030, ensure that all men and women, in
dan perempuan, khususnya masyarakat miskin dan particular the poor and vulnerable, have equal rights
rentan, memiliki hak yang sama terhadap sumber to economic resources, as well as access to basic
daya ekonomi, serta akses terhadap pelayanan services, ownership and control over land and other
dasar, kepemilikan dan kontrol atas tanah dan forms of property, inheritance, natural resources,
bentuk kepemilikan lain, warisan, sumber daya new technologies, and appropriate financial
alam, teknologi baru, dan jasa keuangan yang tepat, services, including microfinance.
termasuk keuangan mikro.
Indikator Indicator
• Jumlah rumah tangga dengan akses terhadap • The number of households with access to
layanan sumber air minum layak dan berkelanjutan. adequate and sustainable drinking water sources.
• Jumlah rumah tangga dengan akses terhadap • The number of households with access to
sumber penerangan dan listrik. lighting sources and electricity.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
• Jumlah rumah tangga yang telah mendapatkan • A total of 1,339,545 households have gained
akses terhadap sumber air minum mencapai access to drinking water from 9 (nine) SPAM
1.339.545 rumah tangga dari 9 (sembilan) proyek projects financed by IIF by end of 2023.
SPAM yang dibiayai IIF sampai dengan akhir tahun
2023.
• Jumlah rumah tangga yang telah mendapat • A total of 537,974 households have gained access
pasokan listrik mencapai 537.974 rumah tangga to electricity from 16 power projects financed by
dari 16 proyek ketenagalistrikan yang dibiayai IIF IIF by end of 2023.
sampai dengan akhir tahun 2023.
Target 3.8 Goal 3.8
Mencapai cakupan kesehatan universal, termasuk Achieve universal health coverage, including
perlindungan risiko keuangan, akses terhadap financial risk protection, access to good basic health
pelayanan kesehatan dasar yang baik, dan akses services, and access to safe, effective, quality, and
terhadap obat-obatan dan vaksin dasar yang aman, affordable basic medicines and vaccines for all.
efektif, berkualitas, dan terjangkau bagi semua orang.
Indikator Indicator
Cakupan pelayanan kesehatan esensial (termasuk Coverage of essential health services (including
kapasitas layanan serta akses untuk penduduk service capacity and access for the general
secara umum). population).
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Pada tahun 2023, IIF telah menyalurkan pembiayaan In 2023, IIF provided financing to 4 (four) hospitals
pada 4 (empat) rumah sakit di Bandung, Bogor, in Bandung, Bogor, Surabaya, and Tangerang,
Surabaya, dan Tangerang, sehingga secara bringing the Company’s total healthcare portfolio to
keseluruhan IIF telah memiliki 6 (enam) portofolio 6 (six) out of 3 financing projects in the healthcare
dari 3 proyek pembiayaan dalam sektor kesehatan. sector. These investments in the healthcare sector
Portofolio investasi dalam sektor ini menjadi bagian were part of IIF’s efforts to enhance the quality of
dari upaya IIF dalam mendukung peningkatan healthcare services by incorporating sustainable
kualitas layanan kesehatan dengan menerapkan aspects. This initiative also involved support for the
aspek berkelanjutan. Langkah ini termasuk juga development of green hospitals in Indonesia and
dukungan pada pembangunan green hospital di public hospitals that cater to patients covered by
Indonesia serta rumah sakit umum yang turut BPJS.
menerima pasien BPJS.
PT Indonesia Infrastructure Finance
20 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 23
Target 4.a Goal 4.a
Membangun dan meningkatkan fasilitas pendidikan Build and improve educational facilities that are
yang ramah anak, ramah penyandang cacat dan child-friendly, disabled-friendly, and gender-friendly,
gender, serta menyediakan lingkungan belajar and provide a safe, non-violent, inclusive, and
yang aman, anti kekerasan, inklusif, dan efektif bagi effective learning environment for all.
semua.
Indikator Indicator
Peningkatan fasilitas sekolah dengan akses ke: Improvement of school facilities with access to
• Listrik; • Electricity;
• Internet untuk tujuan pengajaran; • Internet for teaching purposes;
• Komputer untuk tujuan pengajaran; • Computers for teaching purposes;
• Infrastruktur dan materi memadai bagi siswa • Adequate infrastructure and materials for
disabilitas; students with disabilities;
• Air minum layak; • Proper drinking water;
• Fasilitas sanitasi dasar per jenis kelamin; dan • Sanitation facilities basis per gender; and
• Fasilitas cuci tangan (terdiri dari air, sanitasi, dan • Hand-washing facilities (consisting of water,
higienitas bagi semua). sanitation, and hygiene for all).
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Pada tahun 2023, IIF telah menyalurkan pembiayaan In 2023, IIF provided financing to a fiber optic
pada perusahaan pengembang fiber optik dan and subsea cable telecommunications network
jaringan telekomunikasi via kabel bawah laut Jakarta development company connecting Jakarta to
– Singapura, yang diharapkan dapat memperluas Singapore. This initiative was expected to expand the
kapabilitas dan kapasitas jaringan telekomunikasi capabilities and capacities of the telecommunication
di Indonesia. Investasi ini juga diharapkan dapat network in Indonesia. The investment was also
mendukung peningkatan akses internet di berbagai expected to support the improvement of internet
wilayah di Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan access in various regions of Indonesia, facilitating
untuk mendukung proses belajar mengajar dengan enhanced access to unlimited educational resources
cara meningkatkan kemudahan dalam mengakses on the internet and thereby contributing to the
sumber daya pendidikan yang tak terbatas dari learning and teaching processes.
internet.
Target 5.1 Goal 5.1
Mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap End all forms of discrimination against women
kaum perempuan di mana pun. everywhere.
Indikator Indicator
Kebijakan yang responsif gender dan mendukung Policies that are gender-responsive and support
pemberdayaan wanita. women’s empowerment.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF turut Through the application of S&E Principles, IIF
memastikan agar setiap proyek infrastruktur yang ensures that every financed infrastructure project
dibiayai tidak melaksanakan praktik diskriminasi does not engage in discriminatory practices
terhadap wanita, namun turut mendukung against women, but actively supports women’s
pemberdayaan wanita. empowerment.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 21
Page 24
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Target 6.1 Goal 6.1
Pada tahun 2030, mencapai akses universal By 2030, everyone will have equitable access to safe
dan merata terhadap air minum yang aman dan and affordable drinking water.
terjangkau bagi semua.
Indikator Indicator
• Persentase rumah tangga yang memiliki akses • Percentage of households that have access to
terhadap layanan sumber air minum layak. proper drinking water sources.
• Kapasitas prasarana air baku untuk melayani • The capacity of raw water infrastructure to
rumah tangga, perkotaan, dan industri, serta serve households, cities, and industries, and the
penyediaan air baku untuk pulau-pulau. provision of raw water for inhabited islands.
• Proporsi populasi yang memiliki akses layanan • The proportion of the population that has access
sumber air minum aman dan berkelanjutan. to safe and sustainable drinking water sources.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
• Jumlah proyek SPAM yang telah dibiayai IIF • Drinking water supply projects financed by IIF
berkontribusi terhadap pencapaian sekitar contribute to the achievement of 15.67% of the
15,67% dari target akses layanan sumber air targeted adequate drinking water sources access
minum yang layak serta 2,06% dari proporsi and 2.06% of the targeted population proportion
populasi yang ditargetkan untuk mendapatkan to gain access to safe drinking water sources.
akses layanan sumber air minum yang aman.
• Jumlah kapasitas proyek SPAM yang dibiayai IIF • The total capacity of drinking water supply
mencapai sekitar 21.975 liter/detik. projects financed by IIF amounts to 21,975 liters
per second.
Target 6.3 Goal 6.3
Pada tahun 2030, meningkatkan kualitas air dengan By 2030, improve water quality by reducing
mengurangi polusi, menghilangkan pembuangan, pollution, eliminating waste and minimizing the
dan meminimalkan pelepasan material dan bahan release of hazardous materials and chemicals,
kimia berbahaya, mengurangi setengah proporsi halving the proportion of untreated wastewater, and
air limbah yang tidak diolah, dan secara signifikan significantly increasing the recycling and safe reuse
meningkatkan daur ulang, serta penggunaan of recyclables globally.
kembali barang daur ulang yang aman secara global.
Indikator Indicator
Proporsi saluran air dengan kualitas air ambien yang The proportion of water bodies with good ambient
baik. (Kualitas air sungai sebagai sumber air baku). water quality. (Quality of river water as raw water
source).
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan pada Through the application of S&E Principles, IIF
setiap kesempatan agar proyek-proyek yang dibiayai persistently ensures that the financed projects
turut menjaga, memantau, dan mengelola kualitas actively maintain, monitor, and manage the quality
air yang digunakan ataupun berada di sekitar lokasi of water used or located around the project site.
proyek.
PT Indonesia Infrastructure Finance
22 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 25
Target 6.4 Goal 6.4
Pada tahun 2030, secara signifikan meningkatkan By 2030, significantly increase the efficiency of
efisiensi penggunaan air di semua sektor, dan water use in all sectors, and ensure the sustainable
menjamin penggunaan dan pasokan air tawar yang use and supply of freshwater to address water
berkelanjutan untuk mengatasi kelangkaan air, dan scarcity, and significantly reduce the number of
secara signifikan mengurangi jumlah orang yang people suffering from water scarcity.
menderita akibat kelangkaan air.
Indikator Indicator
Perubahan efisiensi penggunaan air dari waktu ke Improved water use efficiency from time to time.
waktu.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Pembiayaan IIF pada proyek SPAM di Pekanbaru IIF’s financing for the drinking water supply project
yang ditujukan untuk merehabilitasi instalasi in Pekanbaru, aimed at rehabilitating the water
pengolahan air di proyek tersebut mampu treatment plant, was able to reduce the Non-
mengurangi angka kehilangan air (Non-Revenue Revenue Water (“NRW”) rate by 93.10% in 2023
Water/”NRW”) hingga 93,10% di tahun 2023 jika compared to 2019.
dibandingkan dengan angka di 2019.
Target 7.1 Goal 7.1
Pada tahun 2030, menjamin akses universal layanan By 2030, ensure universal access to affordable,
energi yang terjangkau, andal, dan modern. reliable, and modern energy services.
Indikator Indicator
• Jumlah listrik yang telah dan akan dihasilkan dari • The amount of electricity that has been and will
proyek energi terbarukan IIF. be generated by the Renewable Energy project
financed by IIF.
• Proporsi penduduk yang mendapatkan akses • The proportion of the population that will have
ke energi listrik yang dihasilkan dari seluruh access to electricity generated from IIF projects.
proyek IIF.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
• Jumlah energi listrik yang telah dan akan • By end of 2023, the total electricity generated and
dihasilkan dari proyek-proyek energi terbarukan to be generated from renewable energy projects
yang dibiayai IIF sampai akhir tahun 2023 financed by IIF amounted to 686.40 MW.
mencapai 686,40 MW.
• Jumlah penduduk yang telah dan diasumsikan • By end of 2023, a total of 2.70 million residents
akan mendapatkan pasokan listrik dari proyek had received and assumed to receive electricity
ketenagalistrikan yang dibiayai IIF sampai akhir generated by power projects financed by IIF.
tahun 2023 mencapai sekitar 2,70 juta penduduk.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 23
Page 26
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Target 8.7 Goal 8.7
Mengambil tindakan cepat dan untuk memberantas Take quick action to eradicate forced labor, end
kerja paksa, mengakhiri perbudakan dan penjualan human slavery and trafficking, secure the prohibition
manusia, mengamankan larangan dan penghapusan and elimination of the worst forms of child labor,
bentuk terburuk tenaga kerja anak, termasuk including the recruitment and use of child soldiers,
perekrutan dan penggunaan tentara anak-anak, and by 2025 end child labor in all of its forms.
dan pada tahun 2025 mengakhiri tenaga kerja anak
dalam segala bentuknya.
Indikator Indicator
Mengakhiri kerja paksa dan tenaga kerja anak. End forced and child labor.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan Through the application of S&E Principles, IIF
pada setiap kesempatan agar proyek-proyek persistently ensures that the financed projects
yang dibiayai tidak melakukan praktik kerja paksa refrain from engaging in child labor or forced labor
ataupun mempekerjakan tenaga kerja anak dengan practices by ensuring the implementation of policies
memastikan tersedianya kebijakan terkait hal on the subject matter.
tersebut.
Target 8.8 Goal 8.8
Melindungi hak-hak tenaga kerja dan Protect labor rights and promote a safe and secure
mempromosikan lingkungan kerja yang aman dan working environment for all workers, including
terjamin bagi semua pekerja, termasuk pekerja migrant workers, in particular women migrant
migran, khususnya pekerja migran perempuan, dan workers, and workers assigned to hazardous work.
mereka yang bekerja dalam pekerjaan berbahaya.
Indikator Indicator
• Penerapan norma K3. • The implementation of OHS norms.
• Peningkatan kepatuhan atas hak-hak pekerja • Enhanced compliance on workers’ rights (freedom
(kebebasan berserikat dan perundingan kolektif) of association and collective bargaining) based on
berdasarkan sumber tekstual ILO dan peraturan ILO textual sources and relevant country laws and
perundang-undangan negara terkait. regulations.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
• Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan • Through the application of S&E Principles,
pada setiap kesempatan agar proyek-proyek IIF persistently ensures that the financed
yang dibiayai memperhatikan dan menerapkan projects pay attention to and implement OHS
manajemen K3. management.
• Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF juga • Through the application of S&E Principles, IIF
memastikan pada setiap kesempatan agar persistently ensures that the financed projects
proyek-proyek yang dibiayai memperhatikan dan pay attention to and enhance compliance with
meningkatkan kepatuhan atas hak-hak pekerja, workers’ rights, including the freedom to form
termasuk kebebasan untuk membentuk serikat labor unions.
pekerja.
PT Indonesia Infrastructure Finance
24 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 27
Target 9.1 Goal 9.1
Mengembangkan infrastruktur yang berkualitas, Develop good-quality, reliable, sustainable, and
andal, berkelanjutan, dan tangguh, termasuk resilient infrastructure, including regional and
infrastruktur regional dan lintas batas, untuk cross-border infrastructure, to support economic
mendukung pembangunan ekonomi dan development and improve welfare with a focus on
kesejahteraan manusia, dengan fokus pada akses affordable and equitable access for all.
yang terjangkau dan merata bagi semua.
Indikator Indicator
• Panjang pembangunan jalan tol. • Length of the constructed toll road.
• Panjang jalur kereta api. • Length of the constructed railroad.
• Jumlah bandara. • Number of airports.
• Jumlah pelabuhan strategis. • Number of strategic seaports.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
• Jumlah panjang proyek jalan tol yang telah • By end of 2023, the total length of toll road
dibiayai IIF sampai akhir tahun 2023 mencapai projects financed by IIF was 351.99 kilometers.
351,99 kilometer.
• Jumlah panjang jalan kereta api yang telah • By end of 2023, the total length of railway projects
dibiayai IIF sampai akhir tahun 2023 mencapai financed by IIF was 13.32 kilometers.
13,32 kilometer.
• Jumlah proyek bandara yang telah dibiayai IIF • By end of 2023, the total number of airport
sampai akhir tahun 2023 mencapai 4 (empat) projects financed by IIF was 4 (four) projects.
proyek.
• Jumlah proyek pelabuhan yang telah dibiayai IIF • By end of 2023, the total number of port projects
sampai akhir tahun 2023 mencapai 3 (tiga) proyek. financed by IIF by was 3 (three) project.
Target 10.3 Goal 10.3
Menjamin kesempatan yang sama dan mengurangi Ensure equal opportunity and reduce income
kesenjangan hasil, termasuk dengan menghapus gaps, including eliminating discriminatory
hukum, kebijakan, dan praktik yang diskriminatif, dan laws, policies, and practices, and promoting
mempromosikan legislasi, kebijakan, dan tindakan appropriate legislation, policies, and actions
yang tepat terkait legislasi dan kebijakan tersebut. related to such legislation and policies.
Indikator Indicator
• Pelaporan terkait diskriminasi atau pelecehan • Report received on discrimination or harassment
sesuai hukum internasional tentang Hak Asasi under international Human Rights law.
Manusia. • The proportion of participants in the Social
• Proporsi peserta Program Jaminan Sosial Bidang Security Program in the Employment Sector.
Ketenagakerjaan.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
• Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan • Through the application of S&E Principles, IIF
pada setiap kesempatan agar proyek-proyek yang persistently ensures that the financed projects
dibiayai memiliki mekanisme pelaporan keluhan have whistleblowing mechanism for workers and
dari pekerja maupun masyarakat, termasuk the community to report violations, including
pelaporan terkait dengan diskriminasi atau discrimination or harassment.
pelecehan.
• Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan • Through the application of S&E Principles, IIF
pada setiap kesempatan agar proyek-proyek yang persistently ensures that the financed projects
dibiayai menyediakan program Jaminan Sosial provide Employment Social Security program.
Ketenagakerjaan.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 25
Page 28
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Target 11.4 Goal 11.4
Mempromosikan dan menjaga warisan budaya dunia Promote and preserve world cultural heritage and
dan warisan alam dunia. world natural heritage.
Indikator Indicator
Upaya preservasi, perlindungan, dan konservasi Preservation, protection, and conservation efforts
pada semua warisan budaya dan alam. of all cultural and natural heritage.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan Through the application of S&E Principles, IIF
pada setiap kesempatan agar proyek-proyek yang persistently ensures that the financed projects pay
dibiayai memperhatikan dan menjaga semua attention to and preserve all cultural heritages in
warisan budaya di daerah tersebut. their respective areas.
Target 12.4 Goal 12.4
Pada tahun 2022 mencapai pengelolaan bahan By 2022 achieve the environmentally sound
kimia dan semua jenis limbah yang ramah management of chemicals and all types of waste
lingkungan, di sepanjang siklus hidupnya, sesuai in the entire life cycle, according to agreed
kerangka kerja internasional yang disepakati, dan international frameworks, and significantly reduce
secara signifikan mengurangi pencemaran bahan the pollution of these hazardous chemicals and their
kimia berbahaya dan limbah tersebut ke udara, wastes to the air, water, and soil to minimize adverse
air, dan tanah untuk meminimalkan dampak buruk impacts on human health and the environment.
terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Indikator Indicator
Pengelolaan limbah B3 yang dilaksanakan sesuai The management of hazardous waste is carried out
peraturan perundangan. in accordance with regulatory provisions.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan Through the application of S&E Principles, IIF
pada setiap kesempatan agar proyek-proyek yang persistently ensures that the financed projects
dibiayai melakukan pengelolaan terhadap material manage hazardous materials and waste used
dan limbah B3 yang digunakan dan dihasilkan dari and produced by the project in accordance with
proyek sesuai dengan peraturan perundangan yang applicable regulations.
berlaku.
PT Indonesia Infrastructure Finance
26 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 29
Target 13.2 Goal 13.2
Mengintegrasikan tindakan antisipasi perubahan Integrate anticipatory actions on climate change
iklim ke dalam kebijakan, strategi, dan perencanaan into national policies, strategies, and plans.
nasional.
Indikator Indicator
Tersedianya pelaporan penurunan emisi GRK. Availability of reporting on the reduction of GHG
emissions.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan Through the application of S&E Principles, IIF
pada setiap kesempatan agar proyek-proyek yang persistently ensures that the financed projects begin
dibiayai mulai melakukan perhitungan terhadap calculating the GHG emissions they produce. IIF
emisi GRK yang dihasilkan. IIF juga menyediakan also provides tools to assist projects in calculating
tools untuk membantu proyek menghitung GRK their GHG. By financing Renewable Energy projects,
yang dihasilkan. Melalui pembiayaan terhadap IIF helps reduce approximately 4.19 million tons of
proyek-proyek Energi Terbarukan, IIF membantu potential CO2-eq greenhouse gas emissions.
mengurangi sekitar 4,19 juta ton CO2-eq potensi
emisi GRK.
Target 15.9 Goal 15.9
Pada tahun 2022, mengintegrasikan nilai- By 2022, integrate ecosystem and biodiversity
nilai ekosistem dan keanekaragaman hayati ke values into national and local planning,
dalam perencanaan nasional dan daerah, proses development processes, strategies, and budgeting
pembangunan, strategi, serta penganggaran for poverty reduction.
pengurangan kemiskinan.
Indikator Indicator
Tersedianya rencana pengelolaan keanekaragaman Availability of biodiversity management plan.
hayati.
Kontribusi di Portofolio IIF Contribution under IIF Portfolio
Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan Through the application of S&E Principles, IIF
pada setiap kesempatan agar proyek-proyek persistently ensures that the financed projects
yang dibiayai yang berlokasi di area-area yang located in areas with the potential for biodiversity
berpotensi memiliki keanekaragaman hayati dan and critical habitat develop documents for
habitat kritis melakukan penyusunan dokumen biodiversity management plans and effectively
rencana pengelolaan keanekaragaman hayati dan implement those plans.
mengimplementasikan pengelolaan tersebut.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 27
Page 30
Ikhtisar Keberlanjutan
Sustainability Highlights
Ikhtisar Keberlanjutan
Sustainability Highlights
ASPEK EKONOMI [OJK B.1] [GRI FS6] [GRI FS7] [GRI FS8]
Economic Aspect
Pendapatan, Laba/Rugi, dan Jumlah Proyek
Revenue, Profit/Loss, and Total Projects
Total Aset Pendapatan* Laba / Rugi
Total Assets Revenue Profit / Loss
2023 Rp15.110 2023 Rp1.341 2023 Rp104
2021 2022 2021 2022 2021 2022
Rp14.551 Rp16.500 Rp967 Rp1.168 Rp53 Rp83
Miliar Rupiah / Billion Rupiah Miliar Rupiah / Billion Rupiah Miliar Rupiah / Billion Rupiah
Persentase Aset Investasi
Komitmen Investasi Bersih Aset Investasi [GRI FS11] dari Total Aset [GRI FS11]
Net Investment Commitment Investment Assets Percentage of Investment Assets to
Total Assets
2023 Rp15.791 2023 Rp13.315 2023 88,12%
2021 2022 2021 2022 2021 2022
Rp17.079 Rp16.678 Rp12.209 Rp14.820 83,90% 89,82%
Miliar Rupiah / Billion Rupiah Miliar Rupiah / Billion Rupiah %
Jumlah Proyek yang Dibiayai
Number of Projects Financed
2023 61 proyek / projects
2021 2022
57 56
Proyek / Project
PT Indonesia Infrastructure Finance
28 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 31
Komitmen Bersih Portofolio Investasi
Net Commitment of Investment Portfolio Miliar Rupiah / Billion Rupiah
Jalan Telekomunikasi dan Informatika Air Minum
Road Telecommunications and Drinking Water
Informatics
2023 Rp
1.714 2023 Rp
3.655 2023 Rp
1.308
2021 2022 2021 2022 2021 2022
Rp2.491 Rp1.899 Rp3.886 Rp3.548 Rp1.504 Rp1.255
Minyak dan Gas* Ketenagalistrikan Bandara
Oil and Gas Power Generation Airport
2023 Rp
551 2023 Rp
4.121 2023 Rp
1.120
2021 2022 2021 2022 2021 2022
Rp2.082 Rp1.898 Rp4.018 Rp3.971 Rp1.185 Rp1.181
Pelabuhan Kereta Api dan Transportasi Publik Kawasan Industri
Port Railway and Public Transportation Industrial Complex
2023 Rp
250 2023 Rp
133 2023 Rp
500
2021 2022 2021 2022 2021 2022
Rp417 Rp702 Rp238 Rp211 Rp477 Rp733
Infrastruktur Sosial Lainnya
Social Infrastructure Others
2023 Rp
572 2023 Rp
1.867
2021 2022 2021 2022
Rp101 Rp101 Rp680 Rp1.180
*) IIF tidak membiayai eksplorasi ataupun transportasi minyak. / IIF does not finance any oil explorations or shipments.
Kinerja Jasa Advisory
Advisory Service Performance
Jumlah Mandat Aktif yang Pendapatan dari Mandat Proporsi Pendapatan dari
terkait dengan Keuangan Aktif yang terkait Keuangan Proyek terkait Keuangan
Berkelanjutan Berkelanjutan Berkelanjutan
Number of Sustainable Revenue from Sustainable Proportion of Revenues from
Finance-related Active Finance-related Active Sustainable Finance-related
Mandates Mandates Project
2023 4 proyek / projects 2023 Rp8,03 2023 34,64%
2021 2022 2021 2022 2021 2022
13 Proyek/ Projects 10 Proyek/ Projects Rp8,86 Rp14,19 100,00% 87,92%
*) Termasuk pendapatan forex. / Include forex income.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 29
Page 32
Ikhtisar Keberlanjutan
Sustainability Highlights
ASPEK LINGKUNGAN [OJK B.2]
Environmental Aspect
Konsumsi Energi
Energy Consumption
Listrik BBM Total Penggunaan Listrik dan BBM
Electricity Fossil Fuel Total Electricity and Fuel
Consumption
2023 314.302 kWh 2023 21.036 Liter 2023 1.916 Gj
1.131 Gj 785 Gj
2021 2022 2021 2022 2021 2022
216.263 kWh 335.129 kWhkWh 15.625 Liter 13.743 Liter 1.362 GJ 1.719 GJ
779 Gj 1.206 GjGj 583 Gj 513 Gj
Total Emisi GRK yang Dihasilkan (Cakupan 1 & 2)
Total GHG Emissions Generated (Scope 1 & 2)
BBM (Cakupan 1) Listrik (Cakupan 2) Total Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
Fossil Fuel (Scope 1) Electricity (Scope 2) Total GHG Emissions
(Scopes 1 & 2)
2023 43,62 ton CO2-eq 2023 273,44 ton CO2-eq 2023 317,06 ton CO2-eq
2021 2022 2021 2022 2021 2022
32,40 ton CO2-eq 28,50 ton CO2-eq 188,15 ton CO2-eq 291,53 ton CO2-eq 220,55 ton CO2-eq 320,03 ton CO2-eq
PT Indonesia Infrastructure Finance
30 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 33
Kontribusi Proyek-Proyek Infrastruktur yang Dibiayai IIF di 2023
Contribution of Infrastructure Projects Financed by IIF in 2023
Pengurangan Emisi Karbon dari Proyek Kontribusi terhadap Total Energi
Energi Terbarukan yang Dibiayai IIF Terbarukan yang Terpasang di Indonesia*
Reduction of Carbon Emissions from Contribution to the Total Installed
Renewable Energy Projects Financed by IIF Renewable Energy Capacity in Indonesia
2023 4.192.063 ton CO2-eq 2023 5,22%
2021 2022 2021 2022
4.204.706** ton CO2-eq 4.094.610** ton CO2-eq 5,80** 5,32**
Mendapatkan Akses terhadap Listrik Mendapatkan Akses terhadap
Providing Access to Electricity Layanan Sumber Air Minum
Providing Access to Clean Drinking
Water
2023 537.974 RT / Households 2023 1.339.545 RT / Households
2021 2022 2021 2022
539.905** RT / Households 524.730** RT / Households 1.319.545 RT / Households 1.319.545 RT / Households
*) Diukur berdasarkan perbandingan antara kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan yang dibiayai IIF dengan kapasitas pembangkit listrik energi
terbarukan yang terpasang di Indonesia berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. / Measured based on the comparison between
the capacity of renewable energy power plants financed by IIF and the installed capacity of renewable energy power plants in Indonesia according to
data from the Ministry of Energy and Mineral Resources.
**) Data disajikan kembali. / Restated data.
ASPEK SOSIAL [OJK B.3]
Social Aspect
Proporsi Jumlah Karyawan Total Jam Pelatihan yang Diberikan Rata-Rata Jam Pelatihan Soft Skill dan
Perempuan kepada Karyawan yang Terdiri dari Technical Skill per Karyawan
Proportion of Female Employees Pelatihan Soft Skill dan Technical Skill Average Hours of Soft Skills and
Total training hours provided to Technical Skills Training per Employee
employees on soft skills and technical
skills.
2023 49,65% 2023 10.824 jam / hours 2023 76,76 jam / hours
2021 2022 2021 2022 2021 2022
50,00% 51,28% 6.556 jam / hours 7.758 jam / hours 56,52 jam / hours 66,31 jam / hours
Imbalan Jasa Karyawan Tetap Total Biaya Tanggung Jawab Sosial
Golongan Terendah lebih tinggi dan Lingkungan (“TJSL”)
40% dari UMP Total Cost of Social and
The Lowest Level of Permanent Environmental Responsibility (“SER”)
Employee Benefits Was 40% higher
than the Provincial Minimum Wage
2023 138% 2023 Rp483,68 billion
miliar /
2021 2022 2021 2022
147% 140% Rp456 Rp495,74
miliar / billion miliar / billion
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 31
Page 34
Profil Perusahaan
Company Profile
“IIF merupakan perusahaan swasta nasional yang menjadi katalisator dalam
percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Produk pembiayaan IIF
berfokus untuk berinvestasi pada proyek-proyek infrastruktur berwawasan sosial
dan lingkungan. Selain itu, IIF juga memiliki jasa advisory, termasuk jasa advisory di
bidang LST.”
“IIF is a national private company that serves as a catalyst for accelerating infrastructure
development in Indonesia. IIF’s financing products are focused on investing in socially and
environmentally conscious infrastructure projects. In addition, IIF also provides advisory services,
including ESG advisory services.”
PT Indonesia Infrastructure Finance
32 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 35
Tentang IIF
About IIF
Nama Organisasi [GRI 2-1] Dasar Hukum Pendirian [GRI 2-1]
Name of the Organization Legal Basis of Establishment
PT Indonesia Infrastructure Finance • Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (“PMK”) No. 100/2009 tentang
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur.
• Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-439/KM.10/2010
tanggal 6 Agustus 2010 tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan
Infrastruktur kepada PT Indonesia Infrastructure Finance.
• Akta Pendirian No. 34 tanggal 15 Januari 2010 yang dibuat di hadapan Aulia
Status Organisasi [GRI 2-1] Taufani, SH, selaku pengganti Sutjipto SH, Notaris di Jakarta, disahkan oleh
Organization Status Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Perusahaan Terbatas (PT), Keputusan No. AHU-21503.AH.01.01. Tahun 2010 tanggal 28 April 2010
Perusahaan Swasta dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 20 tanggal
Limited Company (PT), 11 Maret 2011, Tambahan No. 5123.
Private Company • Regulation of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia (“PMK”)
No. 100/2009 on Infrastructure Financing Companies.
• Decree of Minister of Finance of the Republic of Indonesia
No. KEP-439/KM.10/2010 dated 6 August 2010 on the Granting of Infrastructure
Financing Company Business Permit to PT Indonesia Infrastructure Finance.
• Deed of Establishment No. 34 dated 15 January 2010, made before Aulia
Jumlah dan Nama Negara Taufani, SH, substituting for Sutjipto SH, Notary in Jakarta, and approved by
Tempat Beroperasi [GRI 2-1] the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia by Decree
Total Area and Name of No. AHU-21503.AH.01.01.Tahun 2010 dated 28 April 2010, and announced in
Country of Operations the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 20 dated 11 March 2011,
1 (satu), Indonesia Supplement No. 5123.
1 (one), Indonesia
Lokasi Kantor Pusat Kegiatan, Merek, Produk, dan Jasa [OJK C.4] [GRI 2-6]
Headquarters Activities, Brands, Products, and Services
[OJK C.2] [GRI 2-1]
Kegiatan Usaha:
Prosperity Tower Lantai 53-55 Pembiayaan Infrastruktur
Prosperity Tower 53rd-55th Floor Produk:
Lot 28, Sudirman Central Business Produk Investasi (fund-based dan non-fund-based) serta Jasa Advisory
District (SCBD)
Business Activities:
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Infrastructure Financing
Jakarta 12190, Indonesia
Products:
: (62-21) 5082 6600 Investment Products (fund-based and non-fund-based) and Advisory Services
: (62-21) 5082 6601
: info@iif.co.id
: www.iif.co.id
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 33
Page 36
Profil Perusahaan
Company Profile
Visi dan Misi [OJK C.1]
Vision and Mission
Menjadi pelopor katalisator untuk pembiayaan
pengembangan infrastruktur di Indonesia.
VISI Vision To become the leading catalyst for financing infrastructure
development in Indonesia.
1
Menjamin tercerminnya kepentingan pelaku investasi di dalam struktur kontrak
dan konsesi;
To ensure investors’ needs are reflected in contractual structures and concessions
MISI Mission 2
Memelopori ketersediaan beragam instrumen pembiayaan yang tepat bagi
proyek infrastruktur; dan
To lead in offering a mix of financing instruments appropriate for infrastructure; and
3
Menjadi mitra bagi lembaga keuangan dan lembaga investasi nasional lainnya
dalam menyalurkan dana masyarakat ke dalam pembangunan infrastruktur
jangka panjang di Indonesia.
To work with Indonesia’s financial institutions and other institutional investors to channel
the nation’s savings into longterm development of Indonesia’s infrastructure.
Persetujuan Visi dan Misi oleh Manajemen Kunci
Vision and Mission Approval by Key Management
Dewan Komisaris dan Direksi telah melakukan review dan menyetujui The Boards of Commissioners and Directors have reviewed and came to
bahwa Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Budaya Perseroan telah disesuaikan dengan terms that the Company’s Vision, Mission, and Corporate Culture are in
dinamika bisnis dan tantangan yang dihadapi IIF di masa mendatang. accordance with IIF’s business dynamics and future challenges.
Sampai dengan Laporan Keberlanjutan ini selesai dituliskan, IIF tidak As of the completion of this 2022 Sustainability Report, IIF had not
melakukan perubahan atau penyesuaian terhadap Visi, Misi, dan Nilai-Nilai made any changes or adjustments to the Company’s Vision, Mission, and
Budaya Perseroan. Corporate Culture.
PT Indonesia Infrastructure Finance
34 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 37
Skala Bisnis [OJK C.3] [GRI 102-7]
Scale of Business
Total Aset Pendapatan
Total Assets Revenue
(Miliar Rupiah / Billion Rupiah) (Miliar Rupiah / Billion Rupiah)
2021 14.551 2021 967
2022 16.500 2022 1.168
2023 15.110 2023 1.341
Total Liabilitas Total Ekuitas
Total Liability Total Equity
(Miliar Rupiah / Billion Rupiah) (Miliar Rupiah / Billion Rupiah)
2021 12.330 2021 2.222
2022 14.197 2022 2.302
2023 12.722 2023 2.388
Total Karyawan Provinsi yang Dilayani [GRI FS6]
Headcount Province Served
(Orang / Employees) (Provinsi / Province)
2021 112 2021 26
2022 117 2022 26
2023 141 2023 14
Jumlah Proyek yang Aktif Dibiayai Jumlah Mandat Advisory
Total Active Projects Finance Total Advisory Mandates
(Proyek / Projects) (Mandat / Mandates)
2021 57 2021 34
2022 56 2022 40
2023 61 2023 49
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 35
Page 38
Profil Perusahaan
Company Profile
Kegiatan Usaha [OJK C.4]
Business Activities
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir In accordance with the Articles of Association last updated
kali diperbaharui melalui Akta No. 43 tanggal 24 Juli 2018, through Deed No. 43 dated 24 July 2018, IIF’s core business
kegiatan usaha IIF bergerak dalam usaha pembiayaan proyek- is financing infrastructure projects in Indonesia.
proyek infrastruktur di Indonesia.
Kegiatan Usaha yang Dijalankan Tahun 2023 Business Activities Conducted in 2023
Pada tahun 2023, IIF telah menjalankan kegiatan usaha sesuai In 2023, IIF had carried out its business activities in
dengan Anggaran Dasar sebagaimana diuraikan berikut. accordance with its Articles of Association, as follows:
Produk Investasi Investment Products
Fund-based Fund-based
1. Bentuk pinjaman, antara lain pinjaman senior, pinjaman 1. In the form of loans, including senior loans, subordination/
subordinasi/mezzanine finance, bridge financing, take- mezzanine finance, bridge financing, take-out financing,
out financing, dan/atau pembiayaan kembali; and/or refinancing;
2. Pembiayaan kegiatan lain yang berkaitan dengan 2. Financing of other activities related to infrastructure
proyek-proyek infrastruktur selama diperkenankan oleh projects as permitted by applicable regulations; and
peraturan; serta
3. Investasi ekuitas. 3. Equity investments.
Non-fund-based Non-fund-based
1. Pemberian jasa dalam mencari pasar swap yang berkaitan 1. Provide services involving search for swap market related
dengan perusahaan pembiayaan infrastruktur; serta to infrastructure financing companies; and
2. Pemberian jaminan dalam bentuk, antara lain pemenuhan 2. Provide guarantees in the form of fulfilment of financial
liabilitas keuangan, credit enhancement, dan/atau liabilities, credit enhancement, and/or performance
performance bonds. bonds.
Jasa Advisory Advisory Services
1. Jasa Advisory untuk Klien Sektor Publik 1. Advisory Services for Clients in Public Sector
A. Jasa Advisory Transaksi A. Transaction Advisory Services
Jasa advisory transaksi untuk klien sektor publik, Advisory services transaction consulting services for
seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, atau clients in the public sector, such as ministries/agencies,
BUMN/BUMD dalam proyek-proyek infrastruktur yang local governments, or SOE/ROE in infrastructure
melibatkan kontrak antara lembaga pemerintah yang projects including contracts between authorized
berwenang dan pihak swasta, di mana pihak swasta government agencies and private sector, where the
diberikan peran, tanggung jawab, dan alokasi risiko yang private sector is assigned roles, responsibilities, and
dapat meliputi salah satu atau beberapa aspek seperti risk allocations that may include one or more aspects
pembiayaan, pembangunan, dan operasional. such as financing, development, and operations.
Jenis proyek infrastruktur yang dapat diberikan jasa The types of infrastructure projects that can be
advisory transaksi mencakup: provided transaction advisory services include:
• Proyek-proyek KBPU sebagaimana diatur dalam • PPP projects as regulated by Presidential
Peraturan Presiden No. 38/2015 dan Peraturan Regulation No. 38/2015 and National
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Development Planning Minister Regulation
No. 7/2023; No. 7/2023;
• Proyek-proyek infrastruktur non-KPBU, seperti • Non-PPP infrastructure projects, such as
proyek-proyek pembangkit listrik swasta (“IPP”) Independent Power Producer (“IPP”) projects in the
pada sektor pembangkit listrik atau proyek power generation sector or Business-to-Business
business-to-business (“B2B”) Perusahaan Daerah (“B2B”) projects for Regional Water Companies
Air Minum (“PDAM”) di sektor air minum; serta (“PDAM”) in the drinking water sector; and
PT Indonesia Infrastructure Finance
36 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 39
• Lingkup dari jasa advisory transaksi, antara lain • The scope of transaction advisory services covers
pelaksanaan uji tuntas dan perencanaan proyek, due diligence and project planning, market
pelaksanaan konsultasi pasar, penyusunan studi consultations, feasibility studies, analysis of
kelayakan, analisis dukungan pemerintah, penyiapan government support, preparation of commercial
struktur komersial, negosiasi, pelaksanaan proses structures, negotiations, tender/procurement
tender/pengadaan, dan proses institusionalisasi process, and institutionalization processes with
dengan tujuan alokasi risiko yang optimal dan the aim of optimizing risk allocation and bankable
proyek yang bankable, di samping meningkatkan projects, in addition to improving the quality of
kualitas layanan yang dihasilkan proyek tersebut. services promoted by the project.
B. Jasa Advisory Kebijakan B. Policy Advisory Services
Menyediakan jasa advisory kepada klien di sektor Providing advisory services to clients in the public
publik, seperti kementerian/lembaga atau sector, such as ministries/agencies or municipal
pemerintah daerah dalam memformulasikan governments in formulating policies related to
kebijakan terkait proyek infrastruktur dan/atau infrastructure projects and/or providing capacity
memberikan peningkatan kapasitas dalam rangka building for accelerated infrastructure procurement.
percepatan pengadaan infrastruktur.
2. Jasa Advisory untuk Klien Sektor Swasta 2. Advisory Services for Clients in Private Sector
A. Jasa Advisory Kajian Ekonomi dan/atau Finansial A. Financial and/or Economic Studies Advisory Services
Menyediakan jasa advisory kepada klien untuk Providing advisory services to clients in the private
mengevaluasi dampak finansial dan ekonomi dari sector aimed at evaluating the financial and economic
inisiatif pengembangan infrastruktur. impact of infrastructure development initiatives.
B. Jasa Advisory Keuangan B. Financial Advisory Services
Menyediakan jasa advisory keuangan untuk proyek Providing financial advisory services for infrastructure
infrastruktur bagi klien di sektor swasta agar projects to clients in the private sector in order
dapat ditawarkan/dikerjasamakan dengan investor to make it more attractive to potential investors,
potensial, dibiayai oleh perbankan (bankable), dan bankable and maximize value for Shareholders.
memaksimalkan manfaat (value) bagi pemangku Financial advisory services that IIF can provide
kepentingan. Jasa advisory keuangan yang dapat include but are not limited to advisory services for
diberikan IIF termasuk namun tidak terbatas pada project preparation, preparation of feasibility studies,
jasa advisory penyiapan proyek, penyusunan studi project transactions, and fulfillment of financing for
kelayakan, transaksi proyek, dan pemenuhan both PPP and non-PPP projects. IIF may also provide
pembiayaan untuk proyek KPBU maupun non-KPBU. consulting services in mergers and acquisitions
IIF dapat juga memberikan jasa konsultan dalam (M&A) transactions, search for equity partners/
transaksi merger dan akuisisi (“M&A”), pencarian joint ventures, company/stock valuations, and due
equity partner/joint venture, valuasi perusahaan/ diligence.
saham, dan uji tuntas (due diligence).
C. Jasa Advisory Strategi dan Bisnis C. Strategy and Business Advisory Services
Menyediakan jasa advisory kepada klien di sektor Providing advisory services to clients in the private
swasta dalam menyusun rencana strategis atau sector in preparing either strategic or long-term
rencana jangka panjang, baik untuk level korporasi plans for both the corporate level and business units
maupun unit bisnis yang terkait dengan sektor related to the infrastructure sector, including but
infrastruktur, termasuk namun tidak terbatas not limited to assisting in preparing industry and
membantu menyiapkan analisis industri dan competition analysis, business models, business
persaingan, model bisnis, rantai proses bisnis, process chains, risk identification/mitigation, as well
identifikasi/mitigasi risiko, serta proyeksi keuangan as financial projection with due regards on client’s
dengan mempertimbangkan visi, misi, tujuan klien. vision, mission, objectives.
D. Jasa Advisory Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola D. Environmental, Social and Corporate Governance
Perusahaan Advisory Services (ESG Advisory)
Menyediakan jasa advisory LST kepada klien di sektor Providing ESG advisory services to clients in the
swasta untuk mengevaluasi kesesuaian aktivitas private sector in evaluating the suitability of their
bisnis/proyek infrastruktur dengan Prinsip-Prinsip business activities/infrastructure projects based on
S&E IIF dan menyusun rencana tindakan yang IIF’s S&E Principles and developing necessary action
diperlukan untuk memenuhi prinsip-prinsip tersebut. plans to comply with the principles.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 37
Page 40
Profil Perusahaan
Company Profile
Sektor Pembiayaan Infrastruktur Infrastructure Financing Sector
[GRI FS6] [GRI FS10] [GRI FS6] [GRI FS10]
Dalam menjalankan kegiatan pembiayaan infrastruktur, In conducting infrastructure financing activities, IIF has
IIF memiliki sektor-sektor prioritas proyek infrastruktur determined the priority infrastructure project sectors as its
sebagai target pembiayaannya. Sesuai dengan Pasal 5 PMK financing target. Pursuant to the Article 5 of the Regulation
No. 100/PMK.010/2009 tentang Perusahaan of the Minister of Finance No. 100/PMK.010/2009 regarding
Pembiayaan, Surat OJK No. S-2/D.05/2018, dan POJK Financing Companies, OJK Letter No. S-2/D.05/2018 and
No. 46/POJK.05/2020 tentang Perusahaan Pembiayaan POJK No. 46/POJK.05/2020 on Infrastructure Financing
Infrastruktur, objek pembiayaan infrastruktur meliputi infrastruktur Companies; objects for infrastructure financing include
transportasi, jalan, sumber daya air dan irigasi, air minum, sistem transportation, roads, water and irrigation, drinking water,
pengelolaan air limbah terpusat, sistem pengelolaan air limbah centralized wastewater management systems, localized
setempat, sistem pengelolaan persampahan, telekomunikasi wastewater management systems, waste and toxic waste,
dan informatika, ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi dan telecommunications and informatics, electricity, oil and gas and
energi terbarukan, konservasi energi, fasilitas perkotaan, fasilitas renewable energy, conservation energy, urban infrastructure
pendidikan, fasilitas sarana dan prasarana olahraga serta kesenian, facilities, education, research, and development infrastructure,
kawasan, pariwisata, kesehatan, lembaga pemasyarakatan, sports, arts and cultural infrastructure facility, district, tourism,
perumahan rakyat, bangunan negara, kawasan industri, distribusi healthcare, correctional, public housing, state-owned building,
pangan, dan infrastruktur lain. industrial estate, food distribution, and other infrastructure.
Sampai dengan akhir tahun 2023, jumlah klien yang aktif dibiayai As of end of 2023, the number of actively financed clients and
dan persentase portofolio investasinya diuraikan sebagai berikut: their investment portfolio percentage were as follows:
Jumlah Klien Aktif yang Dibiayai
Persentase Nilai Investasi
Sektor Portofolio Number of Actively Financed Clients
Investment Value Percentage
Portfolio Sector (Jumlah Proyek)
(%)
(Number of Project)
Jalan
7 10,85
Road
Telekomunikasi dan Informatika
11 23,15
Telecommunications and Informatics
Air Minum
9 8,28
Drinking Water
Minyak dan Gas
7 3,49
Oil and Gas
Ketenagalistrikan
16 26,10
Power Generation
Bandara
4 7,09
Airport
Pelabuhan
1 1,58
Port
Kereta Api dan Transportasi Publik
1 0,84
Railway and Public Transportation
Kawasan Industri
1 3,17
Industrial Complex
Infrastruktur Sosial
3 3.62
Social Infrastructure
Lainnya
1 11,82
Others
Jumlah
61 100,00
Total
Rantai Pasokan [GRI 2-6] Supply Chain [GRI 2-6]
Kesuksesan IIF dalam menyediakan layanan pembiayaan dan IIF’s successful financing and advisory services in the
advisory di bidang infrastruktur didukung oleh serangkaian infrastructure sector are supported by its integrated business
proses bisnis di dalamnya. Proses bisnis ini beberapa di processes. A number of these processes involve IIF’s partners
antaranya melibatkan mitra IIF yang menyediakan beragam who provide various services, such as auditors, consultants,
jasa, seperti auditor, konsultan, vendor, dan lain-lain. vendors, and more.
PT Indonesia Infrastructure Finance
38 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 41
Komposisi Kepemilikan Saham [OJK C.3]
Share Ownership Composition
Persentase
Jumlah Lembar Nilai Nominal
Nama Kepemilikan
Saham Nominal Amount
Name Ownership Percentage
Number of Shares (Rp)
(%)
PT Sarana Multi 14,90% 30,00%
Infrastruktur (Persero) 600.000 600.000.000.000 30,00 15,12%
(SMI)
Asian Development Bank
399.800 399.800.000.000 19,99
(ADB)
International Finance
399.800 399.800.000.000 19,99
2023
Corporation (IFC)
Deutsche Investitionsund
Entwicklungsgesellschaft 302.400 302.400.000.000 15,12
(DEG)
Sumitomo Mitsui
Banking Corporation 298.000 298.000.000.000 14,90
(SMBC)
Jumlah / Total 2.000.000 2.000.000.000.000 100,00 19,99% 19,99%
Perubahan Signifikan [OJK C.6]
Significant Changes
Sepanjang tahun 2023, tidak terdapat perubahan yang terjadi Throughout 2023, there were no changes to the Company
pada Perseroan terkait penutupan atau pembukaan cabang related to the opening or closing of new branches, the
baru, pembukaan atau penutupan unit usaha baru, maupun opening or closing of new business units, or mergers or
merger atau penggabungan usaha. Begitu juga dengan business combinations. Similarly, the supply chain did not
rantai pasokan, tidak mengalami perubahan signifikan yang undergo significant changes that affected the Company
berdampak terhadap Perseroan di sepanjang tahun 2023. throughout the year.
Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5] [GRI 2-28]
Associate Membership
Nama Organisasi Skala Organisasi Status Keanggotaan
Organization Organizational Scale Membership Status
Masyarakat Telematika Indonesia (“MASTEL”) Nasional Anggota Aktif
The Indonesian Telematics Society National Active Member
Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (“METI”) Nasional Anggota Aktif
The Indonesian Renewable Energy Society National Active Member
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 39
Page 42
Profil Perusahaan
Company Profile
Wilayah Operasional [OJK C.2] [GRI 2-6]
Areas of Operation
Aceh
Kalimantan Timur
East Kalimantan
Sumatra Utara
North Sumatra Kalimantan Tengah
Central Kalimantan
Pekanbaru
Riau
Kalimantan Barat
West Kalimantan
Sumatra Barat
West Sumatra
Lampung
Jawa Tengah
Central Java Kalimantan Selatan
DKI Jakarta South Kalimantan
Sampai dengan akhir tahun 2023, IIF
memiliki 61 proyek yang aktif dibiayai dari
berbagai sektor infrastruktur di 14 provinsi
yang tersebar di seluruh Indonesia. Banten
Jawa Barat
As of end of 2023, IIF actively financed West Java
Yogyakarta Jawa Timur
61 projects from various infrastructure East Java
sectors in 14 provinces across Indonesia. Bali
Sektor Portofolio Wilayah Portofolio [GRI FS6]
Portfolio Sector Portfolio Areas
Jalan Tol DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Toll Road DKI Jakarta, West Java, Central Java, East Java, and South Sulawesi.
Telekomunikasi dan
Informatika Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan cakupan se-Indonesia (Nationwide).
Telecommunications and Java, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, and Coverage throughout Indonesia (Nationwide).
Informatics
Air Minum Jawa Timur, Banten, Lampung, dan Pekanbaru.
Drinking Water East Java, Banten, Lampung, and Pekanbaru.
Minyak dan Gas Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Papua Barat.
Oil and Gas West Java, East Java, Central Java, Yogyakarta, East Kalimantan, Central Kalimantan, and West Papua.
Aceh, Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara,
Ketenagalistrikan Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.
Power Generation Aceh, Riau, North Sumatra, West Sumatra, West Java, East Java, Central Sulawesi, North Sulawesi,
South Sulawesi, and Gorontalo.
PT Indonesia Infrastructure Finance
40 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 43
Sulawesi Utara
Gorontalo North Sulawesi
Papua Barat
West Papua
Sulawesi
Maluku
Sulawesi Selatan
South Sulawesi
Sektor Portofolio Wilayah Portofolio [GRI FS6]
Portfolio Sector Portfolio Areas
Bandara Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Airport Banten, Yogyakarta, Central Java, East Java, South Kalimantan, and South Sulawesi.
Pelabuhan Sumatra Utara dan Gorontalo.
Sea Port North Sumatra and Gorontalo.
Kereta Api dan Transportasi
Publik Sulawesi Selatan dan Tangerang.
Railway and Public South Sulawesi and Tangerang.
Transportation
Kawasan Industri Jawa Barat dan Jawa Timur.
Industrial Complex West Jawa and East Java.
Infrastruktur Sosial Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Social Infrastructure Banten, West Java, and East Java.
Lainnya Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Others North Sumatra, West Kalimantan, Central Java, East Java, and South Sulawesi.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 41
Page 44
Profil Perusahaan
Company Profile
Penghargaan
Awards
ESG Entity Rating 2 The Asset Triple A Sustainable
Infrastructure Award
Sustainable Fitch The Asset
4 Juli 2023 / 4 July 2023 21 Agustus 2023 / 21 August 2023
BI Award 2023
The ASRRAT 2023 “Korporasi Pengelola
“Gold Rank” Utang Luar Negeri
Terbaik – Skala Besar”
National Center for Corporate Rating
(“NCCR”) Bank Indonesia
6 November 2023 / 6 November 2023 29 November 2023 /
29 November 2023
PT Indonesia Infrastructure Finance
42 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 45
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 43
Page 46
Laporan Direksi
Report of the Board of Directors
REYNALDI HERMANSJAH
Presiden Direktur & Chief Executive Officer / President Director & Chief Executive Officer
Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
Dear Stakeholders,
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa Let us all extend our gratitude and praise to God Almighty for
atas berkat dan rahmat-Nya yang telah mengiringi perjalanan His blessings and guidance that enabled PT Indonesia
PT Indonesia Infrastructure Finance dalam menjalankan Infrastructure Finance to properly perform its role as a catalyst
peran sebagai katalisator pembangunan infrastruktur for sustainable infrastructure development in Indonesia. Amid
berkelanjutan di Indonesia. Di tengah dinamika dan tantangan business dynamics and challenges throughout 2023, we managed
bisnis yang berlangsung sepanjang tahun 2023, kami dapat to record solid performance, showcasing IIF’s excellence and
mempertahankan pencapaian kinerja keberlanjutan yang solid resilience in championing infrastructure financing that prioritizes
dan bertanggung jawab atas keunggulan dan keteguhan IIF dalam ESG aspects. Accordingly, we are pleased to present the following
mengedepankan pembiayaan infrastruktur yang memperhatikan summary of IIF’s sustainability strategy and performance
aspek LST. Ringkasan mengenai strategi dan pencapaian kinerja throughout 2023.
keberlanjutan IIF sepanjang tahun 2023 kami uraikan sebagai
berikut.
Perkembangan perekonomian nasional tahun 2023 kembali Indonesia’s economic growth in 2023 continued to display
melanjutkan pemulihan dan daya tahannya di tengah recovery and resilience amid the global economic slowdown and
pertumbuhan ekonomi dunia yang menurun dan ketidakpastian severe financial market uncertainty. This resilience was primarily
pasar keuangan yang tinggi. Ketahanan tersebut terutama driven by robust domestic demand and the effectiveness of policy
PT Indonesia Infrastructure Finance
44 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 47
Laporan Direksi [OJK D.1] [OJK E.5] [GRI 2-22]
Report of the Board of Directors
“IIF senantiasa mengintegrasikan komitmen dan nilai keberlanjutan melalui penerapan S&E
Principles pada setiap proyek infrastruktur yang dibiayai. S&E Principles menjadi core values dan
keunggulan IIF dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, berwawasan
lingkungan, dan meningkatkan nilai tambah bagi pemangku kepentingan di sekitar wilayah proyek.”
“IIF consistently integrates sustainability commitments and values through the implementation of
S&E Principles in every financed infrastructure project. S&E Principles serve as IIF’s core values
and excellence in supporting sustainable infrastructure development, environmentally conscious
initiatives, and enhancing added value for stakeholders in every project’s surrounding areas.”
didorong oleh kuatnya permintaan domestik serta efektivitas mixes to maintain stable inflation rate. In addition, the upward
bauran kebijakan guna menjaga stabilitas inflasi. Selain itu, trend in interest rates throughout 2023 was believed to have
peningkatan suku bunga yang berlangsung sepanjang tahun 2023 peaked, reducing the risk of higher interest rates in the future.
diproyeksikan telah mencapai puncaknya sehingga menurunkan This favorable outlook bolstered the confidence in Indonesian
signifikansi risiko kenaikan suku bunga lebih lanjut ke depannya. economy’s long-term stability and growth.
Hal ini memberikan keyakinan tambahan bagi kestabilan ekonomi
dan pertumbuhan jangka panjang Indonesia.
Dari sisi infrastruktur, tren peningkatan suku bunga dalam jangka In terms of infrastructure, the short-term trend of rising interest
pendek diproyeksikan tidak akan berdampak signifikan mengingat rates is expected to have minimal impact, given that this
sektor bisnis ini merupakan investasi jangka panjang. Selain sector involves long-term investments. Moreover, the uneven
itu, ketersediaan infrastruktur dasar di Indonesia yang belum distribution of basic infrastructure in Indonesia is a clear signal
sepenuhnya merata menjadi sinyal positif bahwa kebutuhan that the demand for infrastructure projects will persist. Therefore,
akan proyek infrastruktur akan terus berjalan. Hal ini menjadi we are fully committed to continuously enhancing our internal
fondasi yang memicu semangat kami untuk terus meningkatkan quality and capacity in providing sustainable infrastructure
kualitas dan kapasitas internal dalam menyediakan pembiayaan financing to support projects that further improve community
infrastruktur berkelanjutan guna mendukung proyek-proyek yang welfare and strengthen Indonesia’s economy.
memajukan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi
Indonesia.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 45
Page 48
Laporan Direksi
Report of the Board of Directors
Komitmen dan Nilai Keberlanjutan Sustainable Commitment and Values
Komitmen dan nilai keberlanjutan dewasa ini telah menjadi Today, the commitment to sustainability and its values is a vital
sebuah keharusan dan kebutuhan dalam menjalankan requirement in conducting responsible business activities. Since
kegiatan bisnis yang bertanggung jawab. Sejak awal didirikan its establishment 14 years ago, IIF has integrated sustainability
14 tahun lalu, IIF telah mengintegrasikan komitmen dan nilai commitment and values by implementing S&E Principles in every
keberlanjutan melalui penerapan Prinsip S&E pada setiap proyek financed infrastructure project. S&E Principles have become IIF’s
infrastruktur yang dibiayai. Prinsip S&E menjadi core values dan core values and strengths in supporting sustainable infrastructure
keunggulan IIF dalam mendukung pembangunan infrastruktur development, environmentally conscious initiatives, and
yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan meningkatkan enhancing the added value of infrastructure projects.
nilai tambah dari pembangunan proyek infrastruktur.
Melalui Prinsip S&E, kami tidak hanya mematuhi regulasi Through S&E Principles, we not only comply with applicable
yang berlaku, tetapi juga berusaha untuk menjadi pelopor regulations but also strive to be a pioneer in the responsible
dalam industri pembiayaan infrastruktur yang bertanggung infrastructure financing industry. We conduct comprehensive
jawab. Kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap evaluations of each financed project, ensuring that environmental
proyek yang dibiayai, memastikan bahwa aspek lingkungan and social aspects are rigorously reviewed at every stage of
dan sosial dipertimbangkan dengan serius dalam setiap tahap development. We not only ensure that the financed projects align
pembangunan. Kami juga tidak hanya memastikan bahwa proyek- with S&E Principles but also measure their contributions and
proyek yang dibiayai telah sesuai dengan Prinsip S&E, melainkan correlation with Sustainable Development Goals. With a focus
juga turut mengukur kontribusi yang dihasilkan dari proyek- on sustainability, we aim to reduce carbon footprint, preserve
proyek tersebut dan korelasinya dengan Tujuan Pembangunan natural resources, and empower local communities through the
Berkelanjutan. Dengan fokus pada keberlanjutan, kami berupaya infrastructure projects we support.
untuk mengurangi jejak karbon, melestarikan sumber daya alam,
serta memberdayakan masyarakat setempat melalui proyek-
proyek infrastruktur yang kami dukung.
Kebijakan dan Strategi dalam Merespons Policies and Strategies in Addressing
Tantangan Keberlanjutan Sustainability Challenges
Pengelolaan bisnis IIF tidak hanya berfokus pada pencapaian IIF’s business management is not solely focused on achieving
kinerja dan target saat ini, namun juga berorientasi pada current performance and targets, but also oriented towards
keberlanjutan untuk terus berinovasi dalam mendukung sustainability to continuously innovate in supporting the
ketersediaan infrastruktur sebagai penunjang kehidupan di availability of infrastructure as the foundation for a better future.
masa depan yang lebih baik. Dalam merealisasikan komitmen To this end, we recognize that sustainability challenges, such as
tersebut, kami menyadari bahwa tantangan keberlanjutan, climate change, social inequality, and the need for environmentally
seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan kebutuhan friendly infrastructure, require robust and measurable strategies.
akan infrastruktur yang ramah lingkungan memerlukan strategi Therefore, we continue to strengthen the Company’s internal
yang kokoh dan terukur. Oleh karena itu, kami terus berupaya capacity related to ESG aspects, as well as enhance monitoring
untuk menguatkan kapasitas internal perusahaan terkait dengan and evaluation of the social and environmental impacts of each
aspek LST serta peningkatan monitoring dan evaluasi terhadap project we finance. With this approach, we are committed to
dampak sosial dan lingkungan dari setiap proyek yang kami consistently delivering innovative and sustainable solutions to
biayai. Dengan pendekatan ini, kami berkomitmen untuk terus support resilient infrastructure development that brings positive
menghadirkan solusi-solusi inovatif yang berkelanjutan dalam benefits to society and the environment.
mendukung pembangunan infrastruktur yang berdaya tahan dan
memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Dampak perubahan iklim merupakan salah satu tantangan The impact of climate change is one of the major challenges
utama yang menjadi perhatian masyarakat global saat ini. Kami currently drawing global attention. To address this challenge,
merespons tantangan tersebut melalui pendekatan yang holistik, we employ a holistic approach by emphasizing energy efficiency
yaitu mengedepankan efisiensi penggunaan energi pada kantor at our office, carbon offset program, and requiring clients to
operasional kami, program carbon offset, dan mewajibkan klien measure the carbon footprint of each project activity. At our
untuk mengukur jejak karbon dari setiap aktivitas proyek. Di kantor, office, we consistently encourage employees to consume energy
kami senantiasa mendorong karyawan untuk menggunakan energi responsibly, especially electricity. In addition, we also implement
secara bertanggung jawab, terutama listrik. Selain itu, kami juga a carbon offset program for business travel conducted by IIF and
merealisasikan program carbon offset dari business travel yang di verified by an independent third-party. In 2023, this program was
PT Indonesia Infrastructure Finance
46 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 49
jalankan oleh IIF dan diverifikasi oleh pihak ketiga independen. Pada realized through the planting of 1,500 tree seedlings in the Dolok
tahun 2023, program ini telah direalisasikan melalui penanaman Sanggul area, North Sumatra.
1.500 bibit pohon di daerah Dolok Sanggul, Sumatra Utara.
Sementara dari aspek proyek yang dibiayai, dengan menggunakan In terms of financed projects, using the GHG emission calculation
perhitungan emisi GRK yang kami sediakan, setiap klien tools we provide, every client is required to annually report
diharuskan untuk melaporkan hasil perhitungannya setiap tahun their calculations to IIF. In addition, IIF’s investment portfolio
kepada kami. Selain itu, portofolio investasi IIF telah banyak has significantly supported renewable energy projects as an
mendukung proyek-proyek energi terbarukan sebagai bagian integral part of our commitment to achieving net-zero emissions.
integral terhadap komitmen kami untuk mendukung pencapaian Through this endeavor, we aim to play an active role in climate
net zero emission. Dengan demikian, kami berharap dapat action as well as efforts maintain environmental sustainability for
berperan aktif dalam upaya-upaya untuk mengatasi dampak a better future.
perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi
masa depan yang lebih baik.
Dari sisi sosial, ketersediaan infrastruktur dasar sebagai On the social front, the uneven distribution of basic infrastructure
penunjang perekonomian dan kebutuhan utama masyarakat as a support for the economy and the essential needs of the
belum sepenuhnya merata dibangun di seluruh wilayah population is yet another problem we need to address. Therefore,
Indonesia. Oleh karena itu, kami menganggap penting we firmly believe it is essential to not only focus on environmental
untuk tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga aspects but also the social impact of each infrastructure project
memperhatikan dampak sosial dari setiap proyek infrastruktur we finance. Through collaboration with the government and
yang kami biayai. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan other stakeholders, we are committed to supporting inclusive
pemangku kepentingan lainnya, kami berkomitmen untuk and equitable infrastructure development to provide equal
mendukung pembangunan infrastruktur yang inklusif dan benefits to all members of society. With this approach, we aim
berkeadilan, sehingga dapat memberikan manfaat yang merata to improve access to basic infrastructure needed to enhance the
bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan ini, kami quality of life and well-being of the community.
berharap dapat turut berkontribusi dalam memperbaiki akses
masyarakat terhadap infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk
meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.
Seluruh komitmen, kebijakan, dan strategi keberlanjutan yang IIF implements all commitments, policies, and sustainability
telah diterapkan senantiasa memperhitungkan manajemen strategies by consistently considering the inherent risks
risiko yang melekat dengan business as usual yang dijalankan. associated with the “business as usual” concept. We believe
Kami meyakini bahwa integrasi manajemen risiko yang efektif that effective risk management integration is an integral part of
merupakan bagian integral dari praktik keberlanjutan yang baik. good sustainability practices. By considering these risks in every
Dengan mempertimbangkan risiko-risiko tersebut dalam setiap decision and action, IIF can enhance the resilience and overall
keputusan dan tindakan IIF, kami dapat meningkatkan ketahanan sustainability of our business, allowing the Company to achieve
dan keberlanjutan bisnis kami secara keseluruhan sehingga IIF positive growth while distributing benefits and protecting the
mampu mencatatkan pertumbuhan yang positif, diiringi dengan social and environmental aspects, resulting in a sustainable
penyaluran manfaat serta perlindungan terhadap sosial dan business.
lingkungan sehingga menghasilkan bisnis yang berkelanjutan.
Pencapaian Kinerja dan Target Sustainability Performance and Target
Keberlanjutan Achievements
Konsistensi kami dalam melakukan inovasi untuk menghadirkan Our consistent innovation in the provision of sustainable
solusi pembiayaan infrastruktur berkelanjutan tercermin dari infrastructure financing solutions is reflected in the Company’s
pencapaian kinerja keberlanjutan yang berhasil diraih dengan sustainable performance throughout 2023 that was generally
baik selama tahun 2023 yang secara umum sejalan dengan in line with the predetermined targets. In 2023, we managed
target yang telah ditetapkan. Pada tahun 2023, kami berhasil to maintain a healthy double-digit growth in revenue and net
mempertahankan healthy double-digit growth pada pendapatan profit that grew by 15.47% and 25.51%, respectively. On the
usaha dan laba bersih yang masing-masing bertumbuh sebesar investment side, IIF disbursed 16 new deals totaling Rp3.46
15,47% dan 25,51%. Dari sisi investasi, IIF menyalurkan 16 deal trillion, marking one of the highest achievements in recent
baru senilai Rp3,46 triliun yang menjadi salah satu pencapaian years and a 107.67% increase compared to Rp1.7 trillion in
tertinggi IIF dalam beberapa tahun terakhir. Pencapaian ini 2022. Based on portfolio, 3 (three) sectors with the largest
meningkat 107,67% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp1,7 growth in 2023 were social infrastructure, multi-infrastructure
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 47
Page 50
Laporan Direksi
Report of the Board of Directors
triliun. Berdasarkan basis portofolio, 3 (tiga) sektor yang memiliki project developer, and telecommunications and informatics.
pertumbuhan terbesar di tahun 2023, yaitu infrastruktur sosial, In addition, IIF’s advisory services also exceeded targets,
pengembang proyek multi-infrastruktur, serta telekomunikasi with revenue from the 9 (nine) mandates amounting to
dan informasi. Selain itu, kinerja jasa advisory IIF juga telah Rp23.19 billion, a 43.73% increase compared to Rp16.14 billion
melebihi dengan target, di mana pendapatan dari 9 (sembilan) in the previous year.
mandat yang diperoleh mencapai Rp23,19 miliar, meningkat
43,73% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp16,14 miliar.
Pada tahun 2023, kami telah melakukan pengembangan- In 2023, we embarked on innovative developments related
pengembangan yang inovatif terkait dengan produk-produk to sustainable infrastructure financing products. One
pembiayaan infrastruktur berkelanjutan. Salah satu inovasi yang such successful innovation was the Credit Enhancement
berhasil direalisasikan adalah Fasilitas Credit Enhancement, yaitu Facility, specifically underwriting Green Bonds issued by
Penanggungan pada Obligasi Berwawasan Lingkungan (Green Bond) PT Arkora Hydro Tbk. This Credit Enhancement Facility was
yang diterbitkan PT Arkora Hydro Tbk. Fasilitas Credit Enhancement part of IIF’s commitment to supporting initiatives related to
ini menjadi bagian dari komitmen IIF untuk mendukung inisiatif- community participation in the scope of the Green Economy in
inisiatif terkait pelibatan partisipasi masyarakat pada ruang lingkup Indonesia through Investment Instruments.
Ekonomi Hijau di Indonesia melalui Instrumen Investasi.
Kontribusi kami terhadap mitigasi dampak perubahan iklim Moreover, we consistently contribute to climate action by
juga terus dikedepankan melalui dukungan terhadap proyek- supporting projects utilizing renewable energy sources for
proyek pemanfaatan sumber energi terbarukan sebagai sumber electricity generation. In 2023, IIF supported the development
energi pembangkit listrik. Pada tahun 2023, IIF mendukung of the 2×5 MW Lae Ordi Mini-Hydro Power Plant in Pakpak
pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro Bharat Regency, North Sumatra. The project uses a run-off river
(“PLTMH”) Lae Ordi 2×5 MW yang berlokasi di Kabupaten Pakpak system where the power plant obtains energy from the flow
Bharat, Sumatera Utara. Proyek PLTMH ini menggunakan sistem of the Lae Ordi River without the need to dam said river. The
run-off river di mana pembangkit listrik memperoleh energi dari average annual energy production of the power plant is 83.87
aliran air Sungai Lae Ordi tanpa perlu membendung sungai. GWh. Financing support for this project is also part of IIF’s
Produksi energi PLTMH ini per tahun rata-rata mencapai 83,87 efforts to accelerate renewable energy mix that the government
GWh. Dukungan pembiayaan pada proyek ini juga menjadi bagian expects to reach 23% by 2025.
dari upaya IIF untuk mempercepat bauran energi terbarukan
yang ditargetkan pemerintah mencapai 23% pada tahun 2025.
Dari sisi sosial, kami mendukung pembangunan dan On the social front, we support the construction and operation
pengoperasian sistem layanan air bersih dengan kapasitas of a clean water service system with a capacity of 450 Lps in
450 Lps di Kota Dumai, Provinsi Riau. Sistem ini akan melayani Dumai City, Riau Province. This system will provide clean water
kebutuhan air bersih bagi masyarakat di empat kecamatan, to communities in four sub-districts i.e. South Dumai, East
yaitu Dumai Selatan, Dumai Timur, Dumai Barat, dan Kota Dumai, West Dumai, and Dumai City. In addition, we expand
Dumai. Selain itu, kami juga mengembangkan portofolio pada our portfolio in the TOD sector by financing the construction of
sektor TOD melalui dukungan pembiayaan pengembangan residential and commercial buildings as part of TOD-oriented
konstruksi bangunan tempat tinggal/hunian dan area komersial development in the Commuter Line area in Cisauk, Tangerang.
sebagai bagian dari pembangunan berorientasi TOD pada area IIF’s support for this basic infrastructure development is part of
Commuter Line (“KRL”) di Cisauk, Tangerang. Dukungan IIF our commitment to improving community welfare in line with
pada pengembangan infrastruktur dasar ini menjadi bagian dari the Sustainable Development Goals.
komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
sesuai dengan sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Berbagai peran dan inisiatif IIF dalam mengedepankan prinsip IIF’s role and various initiatives in promoting sustainability
keberlanjutan telah berhasil mendapatkan pengakuan positif principles have garnered due recognition from stakeholders,
dari eksternal melalui perolehan berbagai penghargaan. Pada evidenced by the prestigious awards the Company received.
tahun 2023, kami berhasil mempertahankan penghargaan In 2023, we proudly retained the Project Finance House of the
pada The Asset Triple A Sustainable Infrastructure Award 2023 Year and PPP Deal of the Year awards at The Asset Triple A
yang diselenggarakan oleh Asset Publishing and Research Ltd. Sustainable Infrastructure Award 2023 held by Asset Publishing
sebagai Project Finance House of the Year dan PPP Deal of the and Research Ltd. In addition, the Company achieved an ESG
Year. Selain itu, kami juga memperoleh penghargaan ESG Entity Entity Rating 2 from Sustainable Fitch, the highest rating for
Rating 2 dari Sustainable Fitch di mana rating 2 merupakan financial institutions in Indonesia; secured a Gold Rank in the
rating tertinggi bagi institusi keuangan di Indonesia, Gold Rank Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2023; and was
dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2023, honored as the Best Foreign Debt Management Corporation
PT Indonesia Infrastructure Finance
48 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 51
serta Korporasi Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik - Skala - Large Scale by Bank Indonesia. These accolades serve as
Besar dari Bank Indonesia. Penghargaan-penghargaan ini motivation for us to continue innovating in the provision of
kian memicu kami untuk terus berinovasi dalam menyediakan sustainable infrastructure financing products.
produk-produk pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan.
Prospek Keberlanjutan Sustainability Outlook
Ke depan, kami melihat kebutuhan akan infrastruktur akan terus Looking ahead, we expect the demand for infrastructure to remain
berjalan meskipun dinamika dan tantangan makroekonomi high even though the macroeconomic dynamics and challenges
diproyeksikan masih akan terus berlangsung di tahun 2024. are projected to persist in 2024. The election year and changes
Tahun politik dan perubahan pemimpin Indonesia juga in leadership in Indonesia are also expected to have a negligible
diproyeksikan tidak akan berdampak signifikan mengingat impact as infrastructure is a long-term investment. Therefore,
infrastruktur merupakan investasi jangka panjang. Oleh karena we are optimistic about the sustainability outlook in the future
itu, kami memandang optimis prospek keberlanjutan ke depan and will continue to enhance our support for sustainable and
dan akan terus mengembangkan dukungan kami terhadap environmentally conscious infrastructure development to
pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berwawasan minimize adverse impacts on the environment and society.
lingkungan, serta meminimalkan dampak negatifnya terhadap
lingkungan dan masyarakat.
Selain itu, dalam merespons dampak perubahan iklim, kami In addition, to better mitigate the impacts of climate change,
akan mengembangkan portofolio infrastruktur yang fokus we plan to develop an infrastructure portfolio focused on
pada efisiensi energi dan pengembangan infrastruktur yang energy efficiency and the development of infrastructure that
mendukung ketahanan pangan. Langkah ini tidak hanya akan supports food security. These initiatives will not only help
membantu dalam mengurangi emisi GRK, tetapi juga akan reduce GHG emissions but also strengthen food and energy
memperkuat ketahanan pangan dan energi. Dengan mengambil resilience. Moreover, we expect these steps to help maintain
langkah-langkah ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi environmental and societal sustainability, and continuously
dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan masyarakat, sambil provide added value to stakeholders.
terus memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
Apresiasi Appreciation
Akhir kata, saya, atas nama Direksi, menyampaikan apresiasi On behalf of the Board of Directors, I would like to extend our
dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pemangku gratitude to all stakeholders for their trust and support as we
kepentingan atas kepercayaan dan dukungannya dalam expand IIF’s role as a catalyst for sustainable infrastructure
mendorong peningkatan peran IIF sebagai katalisator development in Indonesia. We believe that through
pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Kami collaboration with all stakeholders, IIF can continuously improve
percaya bahwa melalui kerja sama dengan seluruh pemangku competitiveness and solidify its position as a trailblazer and
kepentingan, IIF dapat terus meningkatkan daya saing dan benchmark company that consistently applies ESG principles
meneguhkan posisi sebagai pelopor dan benchmark perusahaan to support the availability and equitable distribution of
yang senantiasa menerapkan prinsip LST untuk mendukung environmentally conscious infrastructure, and provide broad
ketersediaan dan pemerataan infrastruktur berwawasan benefits to society.
lingkungan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Atas nama Direksi,
On behalf of the Board of Directors,
Reynaldi Hermansjah
Presiden Direktur & Chief Executive Officer
President Director & Chief Executive Officer
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 49
Page 52
Tata Kelola
Keberlanjutan
Sustainability Governance
“Penerapan tata kelola keberlanjutan menjadi fondasi bagi IIF dalam setiap proses
dan mekanisme pengelolaan Perseroan yang berlandaskan pada peraturan perundang-
undangan, etika dalam berusaha, serta prinsip-prinsip keberlanjutan. Komitmen
penerapan tata kelola keberlanjutan ini senantiasa kami kedepankan dalam menjalankan
mandat sebagai katalisator percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.”
“At IIF, the implementation of sustainability governance serves as the foundation of every managerial
process and mechanism in accordance with applicable laws and regulations, ethical business practices,
and sustainability principles. We consistently uphold our commitment to implementing sustainability
governance as we carry out our mandate as a catalyst for accelerating infrastructure development in
Indonesia.”
PT Indonesia Infrastructure Finance
50 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 53
Tata kelola keberlanjutan merupakan nilai-nilai, prinsip, dan Sustainability governance embodies the values, principles,
filosofi yang menjadi acuan bagi seluruh insan Perseroan and philosophy that guide all of the Company’s personnel
dalam berperilaku, bertindak, dan menjalankan kegiatan in their behavior, actions, and business activities in line with
usaha sejalan dengan komitmen serta strategi keberlanjutan the commitment and sustainability strategies consistently
yang senantiasa diusung IIF dalam menjalankan mandat pursued by IIF to fulfill its role as a catalyst for accelerating
sebagai katalisator percepatan pembangunan infrastruktur. infrastructure development. We firmly believe that the
Kami percaya bahwa penerapan tata kelola keberlanjutan implementation of sustainability governance will further
akan membangun citra positif serta keunggulan kompetitif strengthen the Company’s positive image and competitive
bagi Perseroan sehingga IIF dapat dipercaya menjadi mitra advantage, enabling IIF to be a trusted partner for other
bagi lembaga keuangan dan lembaga investasi nasional national financial and investment institutions in channeling
lainnya dalam menyalurkan dana masyarakat ke dalam public funds into long-term infrastructure development
pembangunan infrastruktur jangka panjang di Indonesia. in Indonesia. To this end, the implementation of IIF’s
Untuk mencapai tujuan tersebut, implementasi tata kelola sustainability governance is supported by both hard and soft
keberlanjutan IIF telah ditopang oleh hard structure dan soft structures, tailored to the Company’s scale of operations and
structure sesuai dengan skala usaha Perseroan dan bidang lines of business.
usaha yang dijalankan.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 51
Page 54
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Struktur Tata Kelola [GRI 2-11]
Governance Structure
IIF telah memiliki struktur tata kelola yang sesuai dengan IIF has established a governance structure in accordance with
Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 Law No. 40/2007 on Limited Liability Companies (“Company
tentang Perseroan Terbatas (“UU PT”) yang menyatakan Law”), which stipulates that the corporate organs consist of
bahwa organ perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang the General Meeting of Shareholders (“GMS”), the Board of
Saham (“RUPS”), Dewan Komisaris, Direksi dan organ-organ Commissioners, the Board of Directors, and other supporting
pendukung lainnya. Pengawasan dan pengelolaan Perseroan organs. Supervision and management of the Company are
dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan Direksi, dengan carried out by the Board of Commissioners and the Board
fungsi dan tanggung jawab yang jelas untuk memastikan of Directors, each with clear functions and responsibilities
independensi sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan- to ensure independence in accordance with the Articles of
perundangan. Association and applicable regulations.
Struktur Tata Kelola [GRI 2-9]
Governance Structure
Board of Directors Board of Commissioners
Investment Committee Board of Commissioners Investment Committee
Nomination &
Asset & Liability Committee RemunerationCommittee
Audit Committee
Risk Management Committee
Risk Oversight Committee
Advisory Committee
Chief Executive Officer
IT - Steering Committee Corporate Strategy & Economist
Human Resources Committee Legal & Corporate Secretary
HR & GA
Fraud and Corruption Prevention Committee
Internal Audit
Chief Investment Chief Investment
Chief Risk Officer Chief Financial Officer Advisory Group
Officer (CIO A) Officer (CIO B)
Syndication Financial
Credit Risk Public Sector
Planning & Analysis
Equity Operational, KYC &
Private Sector
Project Compliance Institutional
Transaction Relations and
Legal Market Risk & Treasury
Portfolio Management
Product
Development Social &
IT & Operations
Environment
Business
Services
Business Business
Development Development
PT Indonesia Infrastructure Finance
52 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 55
RUPS merupakan organ tertinggi dalam struktur tata kelola The GMS serves as the highest organ in the Company’s
Perseroan. RUPS berperan sebagai mekanisme utama untuk governance structure. The GMS serves as the main mechanism
melindungi dan melaksanakan hak-hak Pemegang Saham. to protect and exercise Shareholders’ rights. As a corporate
Sebagai organ Perseroan, RUPS memegang kekuasaan organ, the GMS holds authorities not delegated to the Board
tertinggi dalam Perseroan, serta memiliki segala wewenang of Commissioners and Board of Directors. The GMS functions
yang tidak diserahkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi. in accordance with the Articles of Association and applicable
RUPS menjalankan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan regulations.
yang berlaku.
Sedangkan Dewan Komisaris dan Direksi berperan dalam On the other hand, the Board of Commissioners and Board
pengembangan, persetujuan, dan memperbarui tujuan, of Directors are involved in the development, approval, and
nilai atau pernyataan misi, strategi, kebijakan, dan sasaran updating of the Company’s objectives, values or mission
organisasi yang berkaitan dengan topik-topik keberlanjutan. statements, strategies, policies, and organizational targets
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan juga dibantu oleh related to sustainability topics. In addition, the Board of
4 (empat) komite yang berada di bawah Dewan Komisaris Commissioners is supported by 4 (four) committees, whereas
dan 6 (enam) komite yang berada di bawah Direksi, serta Board of Directors is supported by 6 (six) committees, as well
Sekretaris Perusahaan dan Unit Audit Internal. [GRI 2-12] as the Corporate Secretary and Internal Audit Unit. [GRI 2-12]
Masing-masing komite tersebut mengadakan pertemuan Each committee holds regular meetings to support the
rutin untuk mendukung Direksi dalam proses pengambilan Board of Directors in the decision-making process, including
keputusan, termasuk keputusan mengenai topik-topik decisions related to economic, social, and environmental
ekonomi, sosial, dan lingkungan. Materi rapat dan hasil topics. Meeting materials and decisions are then forwarded
keputusan rapat kemudian diteruskan kepada Komite to the Board of Commissioners’ Committees for review. Thus,
Dewan Komisaris untuk ditinjau kembali. Dengan demikian, the Company ensures that the Board of Commissioners,
Perseroan memastikan bahwa Dewan Komisaris melalui through its committees, receives complete and up-to-date
komite-komitenya akan mendapatkan informasi lengkap dan information about the Company’s operations. [GRI 2-12]
terkini mengenai kondisi operasional Perseroan. [GRI 2-12]
Komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember 2023 [GRI 2-9]
Board of Commissioners Composition as of 31 December 2023
Jumlah (Orang)
Jabatan Position
Total (Person)
Non-Independen 6 Non-Independent
Independen 2 Independent
Komposisi Organ Tata Kelola Berdasarkan Status Jabatan 31 Desember 2023 [GRI 2-9]
Composition of Corporate Governance Based on Position as of 31 December 2023
Jumlah (Orang)
Jabatan Position
Total (Person)
Dewan Komisaris 8 Board of Commissioners
Direksi (Eksekutif) 4 Board of Directors (Executive)
Komposisi Organ Tata Kelola Dewan Komisaris Berdasarkan Masa Jabatan 31 Desember 2023 [GRI 2-9]
Board of Commissioners Composition of Corporate Governance Based on Term of Office as of 31 December 2023
Jumlah (Orang)
Jabatan Position
Total (Person)
< 1 Tahun 1 < 1 Years
1 – 3 Tahun 3 1 – 3 Years
4 – 6 Tahun 3 4 – 6 Years
> 6 Tahun 1 > 6 Years
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 53
Page 56
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Komposisi Organ Tata Kelola Berdasarkan Jenis Kelamin 31 Desember 2023 [GRI 2-9]
Composition of Corporate Governance Based on Gender as of 31 December 2023
Jumlah (Orang)
Jabatan Description
Total (Person)
Pria 9 Male
Wanita 3 Female
Catatan / Notes:
• Seluruh Dewan Komisaris dan Direksi telah memiliki kompetensi terkait topik-topik ekonomi, sosial, dan lingkungan.
All members of the Board of Commissioners and Board of Directors have competence related to economic, social, and environmental topics.
• Tidak ada Dewan Komisaris yang merangkap jabatan sebagai pejabat eksekutif Perseroan. [GRI 2-11]
None of the members of the Board of Commissioners assume any other positions as executive officers of the Company.
Prosedur Nominasi Dewan Komisaris dan Nomination Procedures for the Board of
Direksi [GRI 2-10] Commissioners and the Board of Directors
[GRI 2-10]
IIF melakukan nominasi Dewan Komisaris dan/atau IIF nominates the Board of Commissioners and/or the
Direksi dengan maksud untuk menjaga kesinambungan Board of Directors to maintain continuity and ensure
dan kelancaran proses regenerasi dalam kepemimpinan uninterrupted regeneration in the Company’s leadership.
Perseroan. Nominasi Dewan Komisaris dan/atau Direksi IIF At IIF, the nomination of the Board of Commissioners
dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip keberagaman and/or Board of Directors is carried out by upholding the
yang mempertimbangkan latar belakang keahlian, usia, principle of diversity and taking into account expertise, age,
pendidikan, dan pengalaman berkarier profesional, tanpa education, and professional career experience, regardless of
memandang perbedaan jenis kelamin, suku, ras, dan agama. gender, ethnicity, race, and faith. Moreover, the nomination
Proses nominasi Dewan Komisaris dan/atau Direksi juga procedures for the Board of Commissioners and/or the Board
diselaraskan dengan ketentuan-ketentuan berikut: of Directors observe the following provisions:
1. Anggaran Dasar Perseroan; 1. The Articles of Association;
2. POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan 2. POJK No. 33/POJK.04/2014 on the Board of Directors and
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik; serta Board of Commissioners of Listed or Public Companies; and
3. Peraturan perundang-undangan lain yang berlaku. 3. Other applicable regulations.
Proses nominasi Dewan Komisaris dan/atau Direksi IIF At IIF, the nomination procedures for the Board of
dijalankan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi atau Commissioners and/or Board of Directors are conducted
Nomination and Remuneration Committee (“NRC”) melalui by the Nomination and Remuneration Committee (“NRC”)
prosedur sebagai berikut: through the following procedures:
1. NRC melakukan seleksi dan memberikan nominasi calon 1. The NRC conducts selection and nominates candidates to
yang akan direkomendasikan kepada Dewan Komisaris; be recommended to the Board of Commissioners;
2. Dewan Komisaris melakukan seleksi dan memberikan 2. The Board of Commissioners conducts selection and
nominasi calon yang akan direkomendasikan kepada nominates candidates to be recommended to the
Pemegang Saham; Shareholders;
3. Ketua NRC dan Dewan Komisaris memberikan 3. The Chairman of the NRC and the Board of Commissioners
rekomendasi nominasi calon dan remunerasinya kepada provide recommendations for candidates nomination and
Pemegang Saham; remuneration to the Shareholders;
4. Pemegang Saham memberikan tanggapan, pertanyaan, 4. Shareholders respond, inquire, and/or give their approval
dan/atau persetujuannya pada nominasi yang to the nomination presented by the Chairman of the NRC
disampaikan oleh Ketua NRC dan Dewan Komisaris; and the Board of Commissioners;
5. Khusus untuk anggota Komisaris yang mewakili 5. Specifically for Commissioners who represent
Pemegang Saham, seleksi dan nominasinya dilakukan Shareholders, selection and nomination are carried out
oleh Pemegang Saham Terkait. by the Relevant Shareholders.
PT Indonesia Infrastructure Finance
54 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 57
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Remuneration Policy of the Board of
Direksi [GRI 2-19] [GRI 2-20] Commissioners and the Board of Directors
[GRI 2-19] [GRI 2-20]
IIF memberikan remunerasi kepada Dewan Komisaris dan IIF provides remuneration to the Board of Commissioners and
Direksi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing- Board of Directors in accordance with their respective duties
masing anggota. Kebijakan dan strategi remunerasi and responsibilities. Remuneration policies and strategies
ditetapkan untuk dapat mempertahankan talenta are prepared to retain the best talents while motivating all
terbaik sambil mendorong motivasi insan Perseroan agar personnel to deliver optimal performance. The provisions
memberikan kinerja yang optimal. Ketentuan mengenai regarding the structure and amount of remuneration for
struktur dan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi the Board of Commissioners and Board of Directors are
ditetapkan dalam RUPS Tahunan, berdasarkan hasil evaluasi determined in the Annual GMS based on evaluations and
serta usulan NRC dan belum melibatkan konsultan atau pihak proposals from the NRC without involving consultants or
ketiga lainnya. other third parties.
Penerapan besaran remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi The determination of the amount of remuneration for the
diawali dengan pembahasan oleh Dewan Komisaris mengenai Board of Commissioners and Board Directors begins with
indikator-indikator yang menjadi pertimbangan utama dalam discussions by the Board of Commissioners regarding the
proses penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, main indicators considered in the remuneration process,
termasuk hasil evaluasi dan pertimbangan yang disampaikan including the results of evaluations and considerations
oleh NRC. Selanjutnya, usulan penerapan remunerasi presented by the NRC. Subsequently, the proposed
Dewan Komisaris dan Direksi akan disampaikan kepada remuneration for the Board of Commissioners and Board
Pemegang Saham pada saat RUPS Tahunan untuk dimintakan of Directors will be presented to the Shareholders at the
persetujuannya. Annual GMS for approval.
Adapun indikator-indikator utama yang dijadikan dasar The key indicators used as the basis for determining the
pertimbangan dalam menentukan besaran remunerasi Dewan amount of remuneration for the Board of Commissioners and
Komisaris dan Direksi diuraikan sebagai berikut: Board of Directors are as follows:
1. Kinerja Perseroan; 1. The Company’s performance;
2. Faktor dan skala usaha; 2. Business scale and factors;
3. Faktor kompleksitas usaha; 3. Business complexity factors;
4. Tingkat inflasi; 4. Inflation rate;
5. Kondisi dan kemampuan keuangan Perseroan; serta 5. The Company’s financial condition and capability; and
6. Faktor-faktor lain yang relevan dan tidak bertentangan 6. Other relevant factors in accordance with applicable
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. regulations.
Terkait dengan besaran remunerasi Dewan Komisaris Regarding the remuneration of the Board of Commissioners
dan Direksi tahun 2023, IIF menganut kebijakan and the Board of Directors in 2023, IIF adheres to a closed
tertutup. [GRI 2-21] policy. [GRI 2-21]
Penyampaian Hal-Hal Kritis [GRI 2-16] Disclosure of Critical Matters [GRI 2-16]
Hal-hal kritis merupakan kekhawatiran yang muncul dari Critical matters are concerns expressed by the stakeholders
pemangku kepentingan mengenai risiko atau potensi over risks or potential negative impacts of the Company’s
dampak negatif dari pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan. business operations. A two-way method is applied in defining
Penyampaian hal-hal kritis secara internal dapat dilakukan critical matters internally, from employees to the Board of
secara dua arah, baik dari karyawan kepada Dewan Komisaris Commissioners and Directors or vice versa. Anyone can express
dan Direksi ataupun sebaliknya. Penyampaian hal-hal kritis critical matters through a Written Report/ Memorandum
dari sisi internal dapat disampaikan melalui Laporan Tertulis/ to give critics on the project’s economic, social, and
Memorandum yang mengkritisi aspek ekonomi, sosial, dan environmental aspects to the Board of Directors and/or the
lingkungan dari proyek tersebut kepada Direksi dan/atau Board of Commissioners. Meanwhile, external stakeholders
Dewan Komisaris. Sedangkan penyampaian hal-hal kritis dari can submit critical matters through the company contact
pemangku kepentingan eksternal dapat disampaikan melalui listed on the website, feedback sheet on the Sustainability
kontak Perseroan yang tertera di situs web, umpan balik pada Report, or the whistleblowing system.
Laporan Keberlanjutan, maupun whistleblowing system.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 55
Page 58
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Performance Assessment of the Board of
Direksi [GRI 2-18] Commissioners and the Board of Directors
[GRI 2-18]
Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, baik secara The performance assessment of the Board of Commissioners
kolegial maupun individual, dilakukan secara periodik and Board of Directors, both collegially and individually, is
setiap tahun melalui metode penilaian mandiri terhadap conducted periodically each year through a self-assessment
pencapaian Key Performance Indicator (“KPI”). KPI tersebut method based on the achievement of Key Performance
menjelaskan pencapaian dalam berbagai aspek, termasuk Indicators (“KPIs”). These KPIs encompass various aspects,
aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, penilaian including economic, social, and environmental facets. In
juga dilakukan dengan mempertimbangkan pelaksanaan addition, the assessment takes into account the execution of
tugas serta tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi duties and responsibilities by the Board of Commissioners and
sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Board of Directors in accordance with applicable regulations
Dasar Perseroan. and the Articles of Association.
Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan The results of the Board of Commissioners’ performance
langsung kepada Presiden Komisaris, sementara hasil assessment are directly communicated to the President
penilaian Direksi disampaikan kepada Dewan Komisaris Commissioner, whereas the results of the Board of Directors’
dan evaluasi akhir penilaian akan dilakukan oleh Presiden performance assessment are presented to the Board of
Komisaris berdasarkan rekomendasi dari NRC. Hasil Commissioners and the final assessment is conducted by the
penilaian kinerja ini menjadi bagian dari bentuk tanggung President Commissioner based on recommendations from
jawab pelaksanaan tugas serta tanggung jawab Dewan the NRC. The results of the performance assessment are an
Komisaris dan Direksi kepada Pemegang Saham. Selain itu, integral part of the Board of Commissioners and Board of
hasil penilaian kinerja juga menjadi bahan pertimbangan Directors’ responsibility to the Shareholders. Furthermore,
evaluasi dalam upaya meningkatkan kinerja Dewan the assessment results serve as a reference for the Boards’
Komisaris dan Direksi ke depannya sekaligus menjadi salah performance improvement in the future. The assessment
satu dasar pertimbangan bagi NRC dalam memberikan results also serve as the basis for the NRC’s recommendations
rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk mengangkat to the Board of Commissioners regarding the reappointment
Kembali anggota Direksi dan/atau untuk menyusun struktur of the Board of Directors and/or the structure of the Board of
remunerasi Direksi. Directors’ remuneration.
Tugas dan Tanggung Jawab Organ
Tata Kelola Keberlanjutan [OJK E.1] [GRI 2-12] [GRI 2-13]
Duties and Responsibilities of Sustainability Governance Organs
Penerapan keuangan berkelanjutan dalam lingkup bisnis The implementation of sustainable finance within the scope
IIF merupakan bagian dan tanggung jawab dari seluruh of IIF’s business is a part and responsibility of all units under
unit kerja di bawah pengawasan Dewan Komisaris dan the supervision of the Board of Commissioners and Directors.
Direksi. Dalam rangka memastikan penerapan keuangan In order to ensure the optimal implementation of sustainable
berkelanjutan berjalan dengan optimal, IIF telah memiliki finance, IIF has established the SFWG the supervision of
SFWG yang berada di bawah tanggung jawab Chief Financial the Chief Financial Officer and Chief Risk Officer, as well
Officer dan Chief Risk Officer, serta Social and Environmental as the Social and Environmental Division (“SED”) under
Division (“SED”) yang berada di bawah tanggung jawab Chief the responsibility of the Chief Risk Officer. The SFWG is
Risk Officer. SFWG bertanggung jawab melaporkan segala responsible for reporting all activities related to sustainable
pelaksanaan aktivitas keuangan berkelanjutan dengan finance, supported by the SED, Finance Control Division,
didukung oleh SED, Divisi Finance Control, Divisi Manajemen Risk Management Division, Human Resources and General
Risiko, Divisi SDM dan Umum, Divisi Investasi, dan Divisi Legal Affairs Division, Investment Division, and Legal & Corporate
& Corporate Secretary. Secretary Division.
PT Indonesia Infrastructure Finance
56 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 59
Sustainable Finance Working Group Sustainable Finance Working Group
SFWG merupakan satuan tugas khusus yang dibentuk IIF SFWG is a specialized task force established by IIF to support
untuk mendukung penerapan keuangan berkelanjutan serta the implementation of sustainable finance and ensure the
memastikan tersedianya pelaporan yang memadai atas availability of adequate reporting on the implementation of
pelaksanaan keuangan berkelanjutan yang telah dituangkan sustainable finance as outlined in the Sustainable Framework.
dalam Sustainable Framework. SFWG beranggotakan SFWG consists of a coordinator, secretary, and members from
koordinator, sekretaris, dan anggota dari beberapa divisi various relevant divisions involved in sustainable finance.
terkait yang terlibat dalam keuangan berkelanjutan.
Pada pelaksanaannya, SFWG memiliki tugas dan tanggung SFWG’s duties and responsibilities are as follows:
jawab sebagaimana diuraikan berikut:
1. Mengkoordinasikan penilaian kesesuaian proyek yang 1. Coordinate suitability assessment of a proposed project
diusulkan untuk penggunaan dana Sustainability Bond for the use of Sustainability Bond funds with reference to
dengan mengacu pada Sustainability Framework; the Sustainability Framework;
2. Menyusun Sustainability Impact Reporting setiap 2. Prepare annual Sustainability Impact Reporting until
tahun selama periode Obligasi (Sustainability Bond) the maturity date of the Bond (Sustainability Bond) as
berlangsung sebagaimana dipersyaratkan dalam required in the Sustainability Framework; and
Sustainability Framework; serta
3. Menyusun RAKB serta Laporan Keberlanjutan yang akan 3. Prepare a SFAP and a Sustainability Report which will be
disampaikan setiap tahun kepada OJK. submitted every year to OJK.
Pada penyusunan Laporan Keberlanjutan yang menjadi In preparing the Sustainability Report, which is the
tanggung jawab SFWG, Direksi secara formal memberikan responsibility of the SFWG, the Board of Directors formally
persetujuan serta memastikan bahwa topik-topik utama approves and ensures that the main topics have been
telah diungkapkan dalam laporan. [GRI 2-14] disclosed in the report. [GRI 2-14]
Dalam RAKB, SFWG mendapatkan dukungan dari seluruh In the RAKB, SFWG is supported by all lines of IIF’s
lini manajemen dan karyawan IIF. SFWG sebagai koordinator management and employees. Various related divisions assist
dalam pelaksanaannya dibantu oleh berbagai divisi terkait the SFWG as the coordinator in its implementation during the
selama proses penyusunan, pelaporan, serta penerapan process of preparing, reporting, and implementing sustainable
program-program keuangan berkelanjutan. Sementara itu, finance programs. Meanwhile, the implementation of S&E
penerapan Prinsip S&E dalam setiap proyek yang dibiayai Principles in each of IIF’s portfolio projects is comprehensively
oleh IIF secara komprehensif dikelola oleh SED dalam managed by SED to mitigate project risks and impacts in
upaya untuk memitigasi risiko dan dampak kegiatan proyek terms of social and environmental aspects.
terhadap aspek sosial dan lingkungan.
Tugas dan Tanggung Jawab dalam Pelaksanaan Aktivitas Keuangan Berkelanjutan
Duties and Responsibilities in the Implementation of Sustainable Finance Activities
Pihak Terkait Tugas dan Tanggung Jawab
Related Party Duties and Responsibilities
Dewan Komisaris Pengawasan, pemberian saran, dan persetujuan Overseeing, providing advice, and approval on RAKB
Board of Commissioners terhadap pengelolaan RAKB yang dilakukan oleh management carried out by the IIF Board of Directors.
Direksi IIF.
Direksi Pengelolaan Program RAKB secara keseluruhan Comprehensive RAKB Program Management to
Board of Directors yang mendukung Visi dan Misi IIF serta tujuan dari support IIF’s Vision and Mission and the objectives of
penerapan RAKB. RAKB implementation.
Sustainable Finance • Menyusun RAKB IIF. • Preparing the IIF RAKB.
Working Group • Memastikan kepatuhan dan pelaporan pelaksanaan • Ensuring compliance and reporting the
Program RAKB kepada Direksi IIF dan Otoritas implementation of the RAKB Program to IIF
terkait. Directors and related Authorities.
• Menyusun Laporan Keberlanjutan IIF. • Preparing IIF Sustainability Report.
• Berperan aktif dalam produk ataupun kegiatan IIF • Playing an active role in IIF products or activities
yang bersangkutan dengan sustainability (Sustainable related to sustainability (Sustainable Financing,
Financing, Sustainable Bonds, dan lainnya). Sustainable Bonds, and others).
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 57
Page 60
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Pihak Terkait Tugas dan Tanggung Jawab
Related Party Duties and Responsibilities
Hukum & Sekretaris • Melakukan koordinasi dengan divisi terkait lainnya • Coordinating with other related divisions in the CSR
Perusahaan dalam pelaksanaan CSR. implementation.
Legal & Corporate • Sebagai pintu utama arus komunikasi dengan pihak • As the main gate of communication flow with
Secretary eksternal. external parties.
Social and Environmental • Mendukung penerapan RAKB serta penyesuaian • Supporting the implementation of SFAP and
Division dengan Prinsip S&E dalam ruang lingkup internal adjustments to S&E Principles within IIF’s internal
dan eksternal IIF. and external scope.
• Mengelola penerapan Prinsip S&E dalam setiap proyek • Comprehensively managing the implementation
yang dibiayai oleh IIF secara komprehensif dalam of the S&E Principles in every project financed by
upaya untuk memitigasi risiko dan dampak kegiatan IIF to mitigate the risks and impacts of project
proyek terhadap aspek sosial dan lingkungan. activities on social and environmental aspects.
Divisi Finance & Accounting • Mendukung dalam penyusunan RAKB dan Laporan • Supporting the preparation of SFAP and
dan Divisi Corporate Keberlanjutan. Sustainability Reports.
Planning • Mendukung pelaporan realisasi anggaran CSR. • Supporting the reporting of the realization of the
Finance & Accounting CSR budget.
Division and Corporate • Memastikan kesesuaian RAKB dengan Rencana • Ensuring the conformity of the SFAP to with IIF’s
Planning Division Strategi Bisnis IIF. Business Strategy Plan.
• Mendukung sinergisasi dan penerapan • Supporting the synergy and implementation of the
pengembangan produk dan jasa keuangan development of sustainable financial products and
berkelanjutan. services.
Departemen HR • Melakukan rekrutmen karyawan atas kebutuhan • Conducting employee recruitment for the need for
HR Department penguatan internal organisasi terkait penerapan internal organizational strengthening related to
RAKB. SFAP implementation.
• Melakukan pelatihan peningkatan kompetensi • Conducting competency improvement training
terkait keuangan berkelanjutan. related to sustainable finance.
Direktorat Risiko Melakukan kajian dan pembaruan atas risiko-risiko Conducting studies and updates on risks that may arise
Risk Directorate yang mungkin timbul, baik dalam risiko kredit, risiko i.e. credit risk, market risk, operational risk, and S&E
pasar, risiko operasional, dan risiko S&E. risk.
Direktorat Investasi Menyediakan proyeksi sektor infrastruktur yang Providing projections of infrastructure sectors targeted
Investment Directorate menjadi target IIF. by IIF.
SED dan Sistem Pengelolaan Sosial dan SED and Social and Environmental
Lingkungan [GRI 2-23] [GRI 2-24] [GRI FS2] [GRI FS5] Management System [GRI 2-23] [GRI 2-24] [GRI FS2]
[GRI FS5]
Untuk mendukung penerapan tugas dan tanggung jawab To support the implementation of the duties and
pengelolaan tata kelola keberlanjutan, IIF memiliki SEMS, responsibilities in managing sustainability governance, IIF
yang menjadi pedoman dalam pengelolaan risiko sosial dan has a SEMS, which offers guidelines for managing social and
lingkungan serta risiko reputasi. environmental risk and reputation risk.
Risiko sosial dan lingkungan dapat muncul apabila proyek Social and environmental risks can arise if a project does
tidak mematuhi dan/atau tidak menerapkan aturan dan not comply with and/or does not apply the rules and
regulasi yang berlaku di Indonesia, serta mengabaikan regulations in Indonesia and fails to implement Good
penerapan Good International Industry Practice (“GIIP”) International Industry Practice (“GIIP”) related to S&E
terkait aspek S&E. Sementara risiko reputasi merupakan risiko aspects. Meanwhile, reputation risk is a risk caused by, among
disebabkan oleh adanya publikasi negatif terkait kegiatan other things, negative publications or negative perceptions,
usaha IIF atau persepsi negatif terhadap IIF sehingga which in turn will potentially affect the sustainability of its
berpotensi memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan business.
usaha IIF.
SEMS dikelola dan dikoordinasikan oleh SED di bawah SEMS is managed and coordinated by the SED under the
Direktorat Risiko. SED dibentuk untuk memastikan bahwa Risk Directorate. SED has been established to ensure that all
seluruh klien dapat mengelola risiko S&E dengan berpedoman Clients can manage their S&E risk using IIF’s S&E Principles
pada penerapan Prinsip S&E IIF. SED berkomitmen untuk as guidance. SED is committed to reaching out to more
menjangkau lebih banyak klien atau proyek dengan clients or projects by providing assistance related to the
memberikan bantuan terkait dengan penerapan Prinsip implementation of the S&E Principles. SED will also provide
S&E. SED juga akan memberikan Corrective Action Plans Corrective Action Plans (“CAP”) for projects with gaps in S&E
PT Indonesia Infrastructure Finance
58 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 61
(“CAP”) terhadap proyek-proyek yang diidentifikasi Principles. SED also continues to promote the positive impact
memiliki kesenjangan terhadap Prinsip S&E. SED juga terus of implementing S&E Principles through capacity-building
mempromosikan dampak positif penerapan Prinsip S&E activities that benefit both IIF and its clients.
melalui kegiatan peningkatan kapasitas yang bermanfaat
bagi IIF dan klien.
Sampai dengan akhir tahun 2023, SED memiliki anggota As of end of 2023, SED was manned by 12 staff members,
12 orang staf, meningkat 9,09% dibandingkan tahun went up by 9.09% compared to the previous year. The SED
sebelumnya. Tim SED tersebut memiliki keahlian beragam team have diverse expertise and experience from various
dari berbagai latar belakang dan pengalaman di bidang social and environmental backgrounds, e.g., expertise in land
sosial dan lingkungan, seperti keahlian dalam menangani isu acquisition, indigenous peoples, biodiversity, environmental
pembebasan lahan, masyarakat adat, keanekaragaman hayati, management, environmental engineering, and OHS.
pengelolaan lingkungan, rekayasa lingkungan, serta K3.
Struktur SED
SED Structure
Risk Management Committee
(Board of Directors)
Chief Risk Officer
(Board of Directors)
Social and Enviromental Manager
(SEM)
Deputy Head
S&E Bussiness Development
Third Party S&E Independent Consultant
Monitoring and Evaluation S&E Bussiness Development (enganged as needed)
Social and Envirometal Specialist
SED menunjuk Konsultan S&E independen untuk membantu SED appoints an independent S&E Consultant to it more
SED dalam memahami dampak S&E, risiko, dan peluang yang insights into the S&E impacts, risks, and opportunities to which
dihadapi oleh Perseroan. Keahlian konsultan diperlukan untuk the Company is exposed. Consultant expertise is needed to
membantu IIF memberikan penilaian yang komprehensif, assist IIF in providing comprehensive assessments, especially
utamanya terhadap proyek-proyek dengan risiko yang lebih for higher-risk projects. Independent S&E consultants may
tinggi. Konsultan S&E independen juga mungkin diperlukan also be required to look into specific opportunities related
untuk melihat peluang khusus yang berkaitan dengan bisnis to high-risk businesses or particular aspects of the business
berisiko tinggi atau aspek tertentu dari bisnis yang menjadi of concern, such as pollution, biodiversity, land acquisition,
perhatian, seperti isu pencemaran polusi, keanekaragaman and/or occupational health and safety issues. [GRI 2-25]
hayati, pembebasan lahan, dan/atau masalah kesehatan
serta keselamatan kerja. [GRI 2-25]
Konsultan juga dilibatkan dalam berbagai ruang lingkup Consultants are also involved in various scopes of work, such
pekerjaan, seperti pengerjaan Penilaian Dampak Lingkungan as in making Environmental and Social Impact Assessments
dan Sosial (“ESIA”), penilaian S&E yang lebih terbatas dan (ESIA), S&E assessments that are more limited and focused
terfokus pada pengelolaan isu tertentu (seperti pembuatan on managing specific issues (such as developing a Biodiversity
Biodiversity Action Plan), proses Audit/ Pemantauan/ Action Plan), Audit/ Monitoring/S&E Supervision processes,
Pengawasan S&E, dan pelaksanaan Uji Tuntas Sosial dan and conducting Social and Environmental Due Diligence
Lingkungan (“SEDD”). (“SEDD”).
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 59
Page 62
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
SED IIF didukung oleh International Bank for Reconstruction The International Bank supports IIF SED for Reconstruction
and Development (“IBRD”), International Finance Corporation and Development (“IBRD”), the International Finance
(“IFC”), dan Asian Development Bank (“ADB”), yang telah Corporation (“IFC”), and the Asian Development Bank
memberikan komentar dan ulasan konstruktif pada kegiatan (“ADB”), who have provided constructive comments and
penilaian, pemantauan, dan pengawasan proyek. IBRD, IFC, reviews on project appraisal, monitoring, and supervision
dan ADB bersama-sama mendukung staf SED dalam meninjau activities. IBRD, IFC, and ADB jointly support SED staff in
SEDD, ESAP, dan dokumen perlindungan hukum untuk reviewing SEDD, ESAP, and legal safeguards documents to
memastikan bahwa risiko S&E telah diidentifikasi dengan baik ensure that S&E risks are properly identified and accompanied
dan disertai dengan upaya pengelolaan dan mitigasi risiko by risk management and mitigation efforts that will then be
yang kemudian akan dimasukkan ke dalam persyaratan proyek. incorporated into project requirements.
Pengembangan Kompetensi
Tata Kelola Keberlanjutan [OJK E.2] [GRI 2-17] [GRI FS4]
Sustainability Governance Competence Development
Pemahaman insan IIF mengenai topik keberlanjutan dan IIF personnel’s understanding of sustainability and ESG
LST turut menentukan efektivitas keputusan-keputusan topics plays a crucial role in determining the effectiveness
dan arah Perseroan. Oleh karena itu, IIF memastikan of the Company’s decisions and the direction. Therefore,
pengembangan kapasitas karyawan mengenai topik tersebut IIF consistently develops employees’ capacity regarding
senantiasa dilaksanakan secara berkesinambungan melalui these topics through various training sessions tailored
berbagai pelatihan sesuai dengan tugas dan tanggung to each employee’s duties and responsibilities. Likewise,
jawab masing-masing karyawan. Pengembangan dan the aforementioned competency development and
pembaharuan kompetensi terkini mengenai topik tersebut improvement are vital for IIF to provide Advisory services
juga dibutuhkan IIF dalam rangka mendukung pelaksanaan to clients. Sustainability-related competency development
peran Perseroan dalam memberikan jasa Advisory terhadap programs provided to the employees throughout 2023 were
klien. Informasi mengenai program pengembangan as follows:
kompetensi terkait keberlanjutan yang diikuti sepanjang
tahun 2023 diuraikan sebagai berikut:
Program Pengembangan Kompetensi Tahun 2023
2023 Competency Development Program
Tanggal Topik Pelatihan Penyelenggara
Date Training Subject Organizer
Februari 2023
S&E Division Café Talk: Biodiversity Safeguard in Infrastructure IIF - World Bank
February 2023
S&E Division Café Talk: Indigenous Peoples Safeguard Policy and Implementation in
April 2023 IIF - ADB - Consultant
Infrastructure Project Development
Mei 2023
ADB's Training on Grievance Redress Mechanism and Dispute Resolution ADB
May 2023
Mei 2023 Workshop on Climate and Social Inclusivity Project Screening Tool and Benefit
World Bank - PPIAF - CRISIL
May 2023 Quantification Tool
Oktober 2023
S&E Division Café Talk: CAP Development and Implementation IIF - IFC
October 2023
Oktober 2023 S&E Division Café Talk: Environmental Screening and Project S&E Risk
IIF - World Bank
October 2023 Categorization
November 2023 S&E Division Café Talk: Land Acquisition (LARAP 101) IIF - World Bank
November 2023 6 ESG Summit: Beyond the Hype
th
The Asset
PT Indonesia Infrastructure Finance
60 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 63
Manajemen Risiko atas Penerapan
Keuangan Berkelanjutan [OJK E.3] [GRI 2-25] [GRI FS9]
Risk Management of Sustainable Finance Implementation
Perseroan meyakini penerapan manajemen risiko yang The Company believes that careful, integrated, and effective
cermat, terintegrasi, dan efektif menjadi salah satu syarat risk management is one of the conditions that must be
yang harus terpenuhi untuk memastikan tercapainya met to ensure the achievement of healthy and sustainable
pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, serta business growth and eventually deliver maximum added
dalam rangka memaksimalkan nilai tambah bagi Pemegang value to Shareholders. IIF runs risk management through a
Saham. IIF melakukan pengelolaan risiko melalui unit comprehensive spectrum of risk management units in each
manajemen risiko yang bersifat menyeluruh atas setiap Company’s business activities. Each risk management stage
kegiatan usahanya. Setiap tahapan pengelolaan risiko diatur is managed systematically and effectively and gives room for
secara sistematis dan efektif yang memungkinkan adanya continuous feedback.
proses umpan balik yang berkesinambungan.
Dalam melaksanakan kegiatan usaha, Perseroan mengadopsi In carrying out its business activities, the Company has
prinsip 3 (tiga) lini pertahanan (three lines of defense) adopted the principle of 3 (three) lines of defense consisting
yang terdiri dari Business & Supporting Units sebagai lini of Business & Supporting Units as the first line of defense.
pertahanan pertama. Selanjutnya, Direktorat Risiko berperan Furthermore, the Risk Directorate acts as a second line of
sebagai lini pertahanan kedua yang akan memeriksa, defense that will examine, verify, and give independent
memverifikasi, dan menyediakan opini independen kepada opinions to Management regarding proposals from the
Manajemen berkenaan dengan proposal dari Unit Pengambil Risk-Taking Units and monitor investment portfolios in
Risiko serta memantau portofolio investasi bersama dengan collaboration with the Finance and Operations Directorate.
Direktorat Keuangan dan Operasi. Selanjutnya, lini pertahanan Furthermore, the third and final line of defense is the Internal
ketiga dan terakhir adalah Unit Audit Internal, yang akan Audit Unit, which will verify that all IIF standard procedures
memverifikasi untuk memastikan seluruh standar prosedur IIF have been met. This strategy is part of the four eyes principle
telah terpenuhi. Strategi ini secara keseluruhan merupakan concept in which the Company performs a clear and consistent
bagian dari konsep four eyes principle di mana Perseroan division of tasks to support sustainable growth optimally.
melakukan pembagian tugas secara jelas dan konsisten untuk
mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan secara optimal.
Dalam hal risiko sosial dan lingkungan atas proyek-proyek Regarding social and environmental risks inherent in every
yang dibiayai, IIF memiliki standar dan Prinsip S&E yang project it finances, IIF adopts S&E Principles and Standards,
menjadi landasan untuk pembangunan berkelanjutan yang which form the basis for sustainable development that
mengedepankan keselarasan antara aspek ekonomi, sosial, encourages harmony between economic, social, and
dan lingkungan. IIF berupaya melakukan penerapan prinsip environmental aspects. IIF strives to apply the precautionary
kehati-hatian (Precautionary Principle) dengan memastikan principle by ensuring that its financing facility complies with
pembiayaan yang dilakukan oleh IIF telah memenuhi applicable environmental, security, health and safety, and
ketentuan dan persyaratan lingkungan, keamanan, kesehatan social terms and conditions. Risks can arise at any time if
dan keselamatan kerja, serta sosial yang berlaku. Risiko IIF’s ongoing project does not comply with and/or does not
dapat muncul sewaktu-waktu apabila proyek berjalan tidak heed the rules and regulations that apply in Indonesia and/or
mematuhi dan/atau tidak mengindahkan aturan dan regulasi fails to implement GIIP related to social and environmental
yang berlaku di Indonesia, dan/atau mengabaikan penerapan aspects.
GIIP terkait aspek sosial dan lingkungan.
Tinjauan atas Efektivitas Sistem Manajemen Overview of the Effectiveness of the Risk
Risiko [OJK E.3] Management System [OJK E.3]
Di IIF, efektivitas sistem manajemen risiko dipantau oleh At IIF, the risk management system’s effectiveness is
Komite Manajemen Risiko (“RMC”) yang secara aktif monitored by the Risk Management Committee (“RMC”),
memantau dan memberikan rekomendasi untuk menyusun which actively monitors and provides recommendations
kebijakan dan strategi manajemen risiko. Selain itu, IIF to prepare risk management policies and strategies. In
memberikan rekomendasi dan memantau implementasi CAP addition, IIF provides recommendation and monitoring of the
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 61
Page 64
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
untuk menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan guna CAP implementation to outline the necessary measures to
mengatasi risiko sosial dan lingkungan serta dampak yang address social and environmental risks and impacts affecting
memengaruhi bisnis Perseroan. Efektivitas sistem manajemen the Company’s business. The effectiveness of the risk
risiko tercermin dari peningkatan kinerja keuangan Perseroan management system is reflected by the Company’s improved
dan pemenuhan rasio keuangan sesuai dengan peraturan dan financial performance and the fulfillment of financial ratios
ketentuan yang berlaku. in accordance with applicable regulations and requirements.
Selain itu, Perseroan berhasil mempertahankan the World Moreover, the Company was able to maintain the World
Bank’s Safeguard rating pada tingkat Moderately Satisfactory Bank’s Safeguard rating at Moderately Satisfactory for
selama 2 (dua) tahun berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023. 2 (two) consecutive years in 2022 and 2023. Sustainable
Sustainable Fitch juga telah memberikan ESG Entity Rating ‘2’ Fitch has also assigned IIF an ESG Entity Rating of ‘2’.
kepada IIF. Peringkat ini mencerminkan kinerja LST IIF yang baik This rating reflects IIF’s good ESG performance and the
dan integrasi pertimbangan LST ke dalam bisnis, strategi, dan integration of ESG considerations into its business, strategy
manajemen. Hal ini juga menunjukkan bahwa manajemen risiko and management. It also indicates that the Company’s risk
Perseroan berjalan dengan baik dan cukup memadai untuk management is running well and adequately sufficient to face
menghadapi berbagai tantangan di masa depan. various challenges in the futures.
Tantangan Penerapan Keuangan
Berkelanjutan [OJK E.5]
Challenges in Implementing Sustainable Finance
Penerapan keuangan berkelanjutan merupakan sebuah The implementation of sustainable finance is a long-term
perjalanan panjang yang tidak terlepas dari berbagai endeavor with its distinct challenges and opportunities.
tantangan dan peluang yang mengiringinya. Oleh karena Therefore, we continuously identify and evaluate, as well as
itu, kami terus melakukan identifikasi dan evaluasi, serta establish mitigation measures to overcome those challenges,
menetapkan langkah-langkah mitigasi untuk menavigasi as follows:
berbagai tantangan tersebut. Tantangan beserta dengan
respons kami untuk mengatasinya diuraikan sebagai berikut:
Tantangan Penerapan Keuangan Berkelanjutan Respons Kami
Sustainable Finance Implementation Challenges Our Response
Perubahan arahan atau regulasi dari pemerintah terkait dengan penerapan IIF secara rutin menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan
keuangan berkelanjutan yang dapat menghambat atau menunda eksekusi dan pejabat terkait untuk mengetahui arah kebijakan selanjutnya
pembangunan infrastruktur. dan sedapat mungkin melakukan penyesuaian pada aksi keuangan
berkelanjutan Perseroan.
Changes in government directives or regulations on the implementation IIF regularly communicates with stakeholders and relevant officials
of sustainable finance that could hinder or delay the execution of to understand the direction of future policies and properly adjust the
infrastructure development. Company’s sustainable financial actions.
Perubahan preferensi debitur dan produk investasi yang tersedia di pasar IIF akan memberikan asistensi dan sosialisasi kepada calon debitur maupun
sektor infrastruktur, khususnya pembiayaan infrastruktur di Indonesia. debitur dalam penerapan 8 (delapan) Prinsip S&E.
Selain itu, kesadaran debitur maupun masyarakat umum terkait dengan
implementasi Prinsip S&E juga perlu untuk terus didorong.
Changes in debtor preferences and available investment products in the IIF plans to provide assistance and conduct dissemination to potential
infrastructure sector market, especially in infrastructure financing in Indonesia. debtors, as well as existing debtors, regarding the implementation of the
In addition, awareness regarding the implementation of S&E Principles among 8 (eight) S&E Principles.
debtors and the general public also needs to be continuously raised.
Peningkatan tren suku bunga yang terus berlanjut di tahun 2023 menjadikan IIF terus melakukan upaya-upaya dalam mendapatkan kontrak-kontrak
para klien kami mencari alternatif sumber pendanaan lain, seperti dari baru serta mengoptimalkan pendapatan dari lini bisnis lainnya, seperti jasa
perbankan ataupun pasar modal, sehingga klien tersebut melakukan advisory. Selain itu, kami juga berupaya untuk meningkatkan pendapatan di
percepatan pembayaran berdasarkan sumber-sumber dana tersebut. luar bunga, seperti treasury maupun produk-produk lainnya.
The ongoing increase in interest rates in 2023 prompts our clients to seek IIF continues its efforts to acquire new contracts and optimize revenue
alternative sources of funding, such as from banking or capital markets, from other business lines, such as advisory services. In addition, we strive to
leading them to accelerate payments based on these funding sources. increase non-interest income, such as treasury and other products.
Penawaran-penawaran dari institusi lain terhadap karyawan IIF yang sudah IIF menerapkan strategi khusus dalam mengembangkan dan
cukup ahli di bidang LST menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk mempertahankan karyawan yang sudah memiliki kompetensi di bidang LST,
mempertahankan karyawan kami tersebut. termasuk dalam hal pemberian remunerasi yang menarik, pemberian fasilitas
kesejahteraan karyawan, program pengembangan karier, dan lain-lain.
IIF implements tailored strategies to develop and retain employees well-
Offers from other institutions to our employees who are already experts in versed in ESG, including offering attractive remuneration, providing employee
the ESG field pose a challenge for us to retain our employees. welfare facilities, career development programs, and more.
PT Indonesia Infrastructure Finance
62 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 65
Kode Etik
Code of Conduct
IIF memiliki ruang lingkup kode etik yang mengatur berbagai IIF has a code of ethics that governs matters pertaining to
hal terkait tata cara kerja, pola hubungan di internal maupun work procedures, internal and external relationships, and
eksternal, serta komitmen Perseroan terkait masalah commitment to address environmental and health issues.
lingkungan dan kesehatan. Adapun isi Kode Etik sebagai The contents of the Code of Ethics are as follows:
berikut:
Melakukan Usaha dengan Taat Hukum
Run Ethical and Law-Abiding Business
dan Beretika
Kebijakan Informasi, Pengendalian Internal, Information Policy, Internal Control,
dan Pelaporan Keuangan and Financial Reporting
Benturan Kepentingan Conflict of Interest
Kebijakan Sumber Daya Elektronik Electronic Resources Policy
Keamanan Informasi dan Kebijakan Kerahasiaan Information Security and Privacy Policy
Pengendalian Internal, Pelaporan Keuangan, Internal Control, Financial Reporting,
Retensi Dokumen, dan Kebijakan Audit Document Retention, and Audit Policy
Hormati Individu dan Masyarakat Respect Individuals and Society
Kebijakan Privasi Privacy Policy
Perilaku dengan Mitra Usaha Behavior with Business Partners
dan Pihak Ketiga and Third Parties
Informasi mengenai penjelasan dari setiap Kode Etik IIF Information regarding IIF’s Code of Conduct is available in
diuraikan pada Laporan Tahunan Perseroan bab Tata Kelola the Corporate Governance chapter of the Company’s Annual
Perusahaan yang disusun secara terpisah dari Laporan Report prepared separately from this Sustainability Report.
Keberlanjutan ini.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 63
Page 66
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Kebijakan dan Praktik Anti-Korupsi
Anti-Corruption Policies and Practices
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (“KKN”) serta penipuan Corruption, Collusion, and Nepotism (“CCN”) as well
dan kecurangan (fraud) menjadi perhatian utama bagi IIF as fraud are major concerns for IIF as they are highly
karena tindakan tersebut sangat merugikan bangsa dan detrimental to the nation and the state, and they create
negara serta memberikan citra buruk yang dapat berdampak a negative image that can adversely affect the Company’s
negatif pada kinerja Perseroan. IIF dengan tegas menjunjung performance. IIF strongly upholds integrity and does not
tinggi integritas dan tidak memberikan toleransi kepada tolerate corrupt practices in all business activities and at
praktik korupsi di seluruh kegiatan usaha dan seluruh tingkat all levels of employment and management. The prevention
karyawan dan manajemen. Pencegahan dan pengelolaan anti- and anti-corruption management are under the authority of
korupsi ini menjadi kewenangan dari RMC. Terkait dengan the RMC. With regard to prevention, the RMC’s duties and
pencegahan, RMC bertanggung jawab untuk melaksanakan responsibilities are as follows:
tugas sebagai berikut:
1. Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesadaran 1. Developing strategies in order to increase employee
dan etika karyawan atas penipuan (kecurangan) dan korupsi; awareness and ethics on fraud and corruption;
2. Meninjau penilaian risiko kecurangan dan korupsi untuk 2. Reviewing the risk assessment of fraud and corruption
seluruh lingkup Perseroan sebagaimana disusun oleh within the scope of the Company which has been
Direktorat Risiko setidaknya 3 (tiga) tahun sekali, atau prepared by the Risk Directorate at least once every 3
setelah terjadinya perubahan struktural atau fungsional (three) years, or after significant structural or functional
yang signifikan di IIF; changes have occurred at IIF;
3. Menentukan strategi pengendalian penipuan dan korupsi 3. Determining fraud and corruption control strategies to
untuk mengatasi risiko yang diidentifikasi oleh kesadaran address the risks identified by Fraud and Corruption Risk
atas penipuan dan korupsi; Assessment;
4. Memastikan setiap karyawan dalam ruang lingkup 4. Ensuring that every employee within the scope of their
tanggung jawab masing-masing menerima pelatihan respective responsibilities receives adequate training in
peningkatan kesadaran atas penipuan dan korupsi dan order to raise their awareness of fraud and corruption and
memahami Kode Etik IIF; so they can better understand the IIF Code of Ethics;
5. Merekomendasikan kebijakan dan prosedur yang tepat 5. Recommending appropriate policies and procedures to
untuk deteksi dan pencegahan penipuan dan korupsi; serta detect and prevent fraud and corruption; and
6. Meninjau dan memperbarui kebijakan dan prosedur 6. Reviewing and updating other policies and procedures
apabila diperlukan namun setidaknya setiap 2 (dua) as necessary at least every 2 (two) years. This is done to
tahun sekali untuk memastikan kesesuaiannya dengan ensure the alignment of the existing internal policies
prinsip, standar, dan praktik terbaik dalam pencegahan and procedures with the principles, standards and best
penipuan dan korupsi. practices in order to prevent fraud and corruption.
Selain melakukan pencegahan, RMC juga melakukan In addition to prevention, the RMC also conducts
identifikasi melalui pengkajian risiko terkait korupsi. Risiko identification by assessing corruption-related risks. These
ini dimitigasi melalui penerapan four-eyes principle dan risks are mitigated through the implementation of the
pemisahan tugas dalam aktivitas utama, larangan menerima four-eyes principle and task segregation in core activities,
hadiah dalam bentuk uang atau bentuk lainnya yang the prohibition of accepting gifts in the form of money or
nilainya melebihi US$100, sesi sadar risiko bagi karyawan, other forms exceeding US$100, risk awareness sessions
kebijakan pelaporan pelanggaran, dan pernyataan yang harus for employees, whistleblowing policies, as well as code of
ditandatangani karyawan bahwa mereka akan mematuhi conduct and anti-corruption policy compliance statements
kode etik dan kebijakan anti-korupsi. Direksi kemudian secara that must be signed by all employees. The Board of Directors
berkala meninjau dan merevisi jumlah atau nilai larangan periodically reviews and revises the amount or value of the
hadiah tersebut tergantung pada praktik yang terjadi di gift ban depending on workplace practices. Any gifts received
dunia kerja. Setiap hadiah yang diterima secara langsung directly and exceeding the specified limit must be returned
dan melebihi dari jumlah batas yang telah ditentukan, harus without causing any harm to the sender’s reputation. This
dikembalikan tanpa menyinggung maupun mengganggu risk assessment is carried out for all operational activities and
reputasi pihak pengirim. Penilaian risiko ini dilakukan projects that involve corruption-related risks. As a result, IIF
terhadap seluruh kegiatan operasional dan proyek-proyek has properly and effectively assessed the risks for its entire
yang memiliki risiko terkait korupsi. Dengan demikian, 100% operations. [GRI 3-3] [GRI 205-1]
operasi IIF telah dinilai risikonya. [GRI 3-3] [GRI 205-1]
PT Indonesia Infrastructure Finance
64 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 67
Setelah melakukan penilaian dan identifikasi, IIF secara aktif After conducting assessment and identification, IIF actively
melakukan komunikasi, sosialisasi, dan pelatihan mengenai communicates, promotes, and conducts training on anti-
anti-korupsi. Seluruh karyawan dan manajemen IIF telah corruption measures. All IIF employees and management have
mendapat sosialisasi mengenai kebijakan dan prosedur been briefed on the anti-corruption policy and procedures
anti-korupsi sejak mereka pertama kali bekerja di IIF. since their initial employment at IIF. Anti-corruption
Sedangkan pelatihan-pelatihan anti-korupsi juga diikuti oleh training is also attended by the Board of Commissioners,
Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, dan mitra usaha yang Board of Directors, employees, and business partners,
dilaksanakan sebagian besar secara virtual dan sebagian primarily held online and partly in-person at the IIF Office.
secara luring di Kantor IIF. [GRI 3-3] [GRI 205-2] [GRI 3-3] [GRI 205-2]
IIF juga mewajibkan klien dan mitra usaha untuk mematuhi IIF also requires clients and business partners to comply
kebijakan anti-korupsi IIF dan menyampaikan dokumen with IIF’s anti-corruption policy and submit the “Fraud
“Panduan Pencegahan dan Pemberantasan Penipuan dan and Corruption Prevention and Eradication Guidelines in
Korupsi dalam Proyek yang Dibiayai oleh Pinjaman IBRD dan Projects Financed by IBRD Loans and IDA Credits and Grants”
Kredit dan Hibah IDA” sebelum penandatanganan Perjanjian document before signing the Facility Agreement. IIF also
Fasilitas. IIF juga memasukkan klausul tentang praktik korupsi includes clauses about corrupt practices and fraud that can
dan penipuan yang dapat dikenai sanksi sebagai bagian dari be subject to sanctions as part of the Facility Agreement.
Perjanjian Fasilitas. Sepanjang tahun 2023, IIF tidak memiliki Throughout 2023, IIF had no proven internal corruption
insiden korupsi yang terbukti di dalam lingkup internal incidents, and no business partners were terminated due to
Perseroan dan tidak ada mitra kerja yang diputus kontrak corruption-related violations. [GRI 3-3] [GRI 205-3]
karena pelanggaran terkait korupsi. [GRI 3-3] [GRI 205-3]
Kebijakan Penanganan
Benturan Kepentingan [GRI 2-15]
Conflict of Interest Management Policy
IIF melakukan pencegahan benturan kepentingan dengan IIF prevents conflicts of interest by ensuring that all personnel
memastikan bahwa seluruh insan Perseroan, mulai dari including the Board of Commissioners, Board of Directors,
Dewan Komisaris, Direksi, karyawan, bahkan klien memahami and employees, as well as clients, understand and commit
dan berkomitmen untuk menerapkan Kode Etik. Secara to the Code of Conduct. In particular, the Code of Conduct
khusus, Kode Etik IIF memuat penjelasan mengenai benturan expressly states that all personnel and representatives must
kepentingan, di mana seluruh insan Perseroan maupun be free from conflicts of interest that could adversely affect
perwakilan harus terbebas dari benturan kepentingan their decisions, objectivity, or loyalty to the Company.
yang dapat memberikan pengaruh buruk pada keputusan,
objektivitas, atau kesetiaan mereka pada Perseroan.
Selain itu, seluruh proyek yang memiliki potensi konflik Moreover, all projects with potential conflicts of interest will
kepentingan juga akan menjadi subyek dari proses also be subject to approval processes within their respective
persetujuan sesuai dengan limit kewenangan. Jika klien scope of authority. If a client requests IIF to provide a
meminta IIF untuk memberikan kombinasi jasa advisory dan combination of advisory and financing services, IIF will
pembiayaan, IIF akan: conduct the following:
1. Memberikan penjelasan kepada klien terkait: 1. Provide explanations to the client regarding:
A. Sifat umum dan/atau sumber konflik kepentingan A. General nature and/or potential conflicts of interest
yang ada pada saat ini maupun potensial; that currently exist;
B. Dalam kasus pembiayaan, preferensi IIF adalah untuk B. In the case of financing, IIF’s preference is to engage
terlibat secara non-eksklusif, untuk memungkinkan non-exclusively, to enable offering similar financing
memberikan penawaran pembiayaan yang sama to other clients; and
kepada klien lain; serta
2. Membentuk kebijakan, prosedur, dan prinsip-prinsip 2. Establish policies, procedures, and principles of authority
pemisahan wewenang dan tanggung jawab (Chinese and responsibility separation (Chinese Walls) if necessary.
Walls) jika diperlukan.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 65
Page 68
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Sistem Pelaporan Pelanggaran [GRI 2-26]
Whistleblowing System
Kami senantiasa berupaya mengutamakan pengelolaan We consistently prioritize healthy, open, supportive, honest,
Perseroan yang sehat, terbuka, kondusif, jujur, dan transparan and transparent corporate management to support IIF’s
dalam mendukung peran IIF sebagai katalisator terdepan role as a leading catalyst in the sustainable infrastructure
pada sektor pembiayaan pengembangan infrastruktur development financing sector in Indonesia. This good
berkelanjutan di Indonesia. Pengelolaan Perseroan yang corporate management is inseparable from the support
baik tersebut tidak terlepas dari dukungan para pemangku of stakeholders who provide inputs to maintain the
kepentingan yang menyampaikan masukan-masukan demi Company’s integrity. Through the Whistleblowing System
menjaga integritas Perseroan. Para pemangku kepentingan (“WBS”), stakeholders are able to file complaints or reports
dapat menyampaikan pengaduan melalui Sistem Pelaporan regarding violations or alleged violations of policies and/
Pelanggaran (Whistleblowing System/”WBS”) atas or procedures, as well as the Code of Conduct and the
pelanggaran atau dugaan terjadinya pelanggaran terhadap Company’s cultural values. The Company’s WBS regulations
kebijakan dan/atau prosedur serta Kode Etik dan nilai- have been incorporated into the Operation Manual approved
nilai budaya Perseroan. Peraturan WBS Perseroan telah by the Board of Directors, Board of Commissioners, and
dituangkan dalam Operation Manual yang telah disetujui Shareholders.
oleh Direksi, Dewan Komisaris, dan Pemegang Saham.
Konsistensi IIF dalam menjalankan WBS ini menjadi bagian IIF’s consistency in implementing the WBS is part of the
dari realisasi komitmen IIF dalam menjalankan praktik Company’s commitment to conducting healthy business
bisnis sehat yang berlandaskan pada prinsip-prinsip GCG. practices based on GCG principles. Moreover, it encourages
Selain itu, hal ini juga mendorong seluruh karyawan untuk all employees to actively report any violations or alleged
turut terlibat aktif dalam melaporkan setiap tindakan violations and/or abuses of regulations, cultural values, and
pelanggaran atau dugaan terjadinya pelanggaran dan/ corporate policies without fear or hesitation, as long as the
atau penyalahgunaan peraturan, tata nilai, dan kebijakan report is supported by sufficiently accountable initial evidence.
Perseroan tanpa ada rasa takut atau keragu-raguan
sepanjang pelaporan tersebut didukung dengan kecukupan
bukti awal yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mekanisme atau Prosedur Pelaporan Whistleblowing Mechanism or Procedure
Pelanggaran
Karyawan atau pemangku kepentingan lainnya dapat Employees or other stakeholders can report alleged
melaporkan dugaan pelanggaran atau aktivitas violations or suspicious activities in writing so the Company
mencurigakan secara tertulis agar Perseroan mendapat will have a more precise description and understanding of the
deskripsi dan pemahaman yang jelas mengenai kronologis chronology and subject of the reported allegation. Reporting
dan subjek perkara yang dilaporkan. Pelaporan pelanggaran of infringements must have a cover letter stating the
harus dikirimkan bersama dengan surat pengantar yang whistleblower’s identity. Anonymous reporting is permitted
menyebutkan identitas pelapor. Penyampaian laporan on condition that the whistleblower gives sufficient
secara anonim hanya diperkenankan apabila pelapor supporting evidence, accurate information, and a strong
dapat memberikan bukti pendukung yang memadai, indication that a fraud/violation has been committed and is
informasi yang akurat, dan indikasi kuat bahwa telah terjadi worth further investigation.
penipuan/tindakan pelanggaran yang dapat mengarah pada
penyelidikan lebih lanjut.
Adapun Penyampaian Pelaporan Pelanggaran dapat Whistleblowing Reports can be submitted by first
dilakukan dengan mengunduh dan mengisi Formulir downloading and filling out the Disclosure Report
Laporan Pengungkapan yang telah disediakan di situs web Form, available for download on the Company’s website
Perseroan https://iif.co.id/id/hubunganinvestor/tata-kelola- https://iif.co.id/en/relationsinvestor/tata-kelolaenterprise/
perusahaan/sistem-whistleblowing-iif/. sistem-whistleblowing-iif/.
PT Indonesia Infrastructure Finance
66 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 69
Perseroan berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan identitas The Company is committed to keeping whistleblower’s
dan memberikan perlindungan kepada pelapor dari segala bentuk identities confidential and providing them with maximum
ancaman, intimidasi, atau tindakan yang tidak menyenangkan protection from threats, intimidation, or unpleasant actions
yang berpotensi merugikan pelapor dan keluarganya. Apabila that might harm the whistleblower and their families. In
pelapor adalah karyawan IIF, maka Perseroan akan memberikan cases where the whistleblower is an employee of IIF, then the
jaminan perlindungan terhadap jenjang kariernya ke depan, Company will guarantee protection for their future career
sepanjang pelaporan pengaduan yang disampaikan memenuhi path, as long as the violation they allege meets reporting
kriteria pelaporan serta yang bersangkutan tidak terlibat dalam criteria and they are not involved in the alleged fraudulent
tindakan curang dan/atau kegiatan korupsi tersebut. acts and/or corrupt activities.
Kriteria Pelaporan Reporting Criteria
Lingkup pelaporan yang dapat ditindaklanjuti WBS IIF The scope of reporting that can be followed up by IIF’s WBS
diuraikan sebagai berikut: is as follows:
Kategori Penjelasan
Category Descriptions
Praktik Korupsi Tindakan menawarkan, memberikan, atau meminta, baik Any act of offering, giving, or asking, either directly or
Corruption secara langsung ataupun tidak langsung, atas sesuatu indirectly for something of value to unlawfully influence
yang berharga untuk mempengaruhi secara tidak patut the actions of another party.
atas tindakan pihak lain.
Praktik Kecurangan Setiap perbuatan atau kelalaian, termasuk pemberian Any act or omission, including giving a false statement
Frauds pernyataan yang salah baik yang disengaja ataupun yang whether intentionally or unintentionally and misleading, or
tidak disengaja dan menyesatkan, atau mencoba untuk trying to mislead a party in order to gain financial or other
menyesatkan suatu pihak demi mendapatkan keuntungan benefits or to avoid an obligation.
finansial atau lainnya atau untuk menghindari suatu
kewajiban.
Praktik Kolusi Kesepakatan antara 2 (dua) pihak atau lebih yang An unlawful agreement between 2 (two) or more parties
Collusion direncanakan untuk mencapai tujuan yang tidak benar, that is designed to achieve an improper purpose, including
termasuk mempengaruhi secara tidak patut atas tindakan unlawfully influencing the actions of another party.
pihak lain.
Praktik Koersif Tindakan menghalangi atau merugikan, atau mengancam Acts of obstructing or harming, or threatening to impede
Coercive untuk menghalangi atau merugikan, baik secara langsung or harm, either directly or indirectly, any party or the
atau tidak langsung, setiap pihak atau kepemilikan suatu property of a party to unlawfully influence the actions of a
pihak untuk mempengaruhi secara tidak patut tindakan party, including but not limited to intimidation and sexual
suatu pihak, termasuk namun tidak terbatas pada intimidasi harassment.
dan pelecehan seksual.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 67
Page 70
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Hubungan dengan
Pemangku Kepentingan [OJK E.4] [GRI 2-29] [GRI FS12]
Relationship with Stakeholders
Kami senantiasa menjalin komunikasi yang efektif dan We consistently engage in effective communication and
membina hubungan yang harmonis dengan seluruh cultivate amicable relationships with all stakeholders
pemangku kepentingan sebagai upaya dalam memenuhi involved with IIF’s business process in order to meet
kebutuhan mereka yang terlibat dalam proses bisnis their needs. In practice, we map and manage issues at the
IIF. Pada penerapannya, kami melakukan pemetaan dan center of our stakeholders’ attention, then prepare and
pengelolaan isu yang menjadi fokus perhatian pemangku implement programs based on actual issues and the needs
kepentingan untuk kemudian merumuskan program dan of each stakeholder. This step is part of IIF’s commitment
mengimplementasikannya berdasarkan isu yang dihadapi to consistently listening to stakeholders’ aspirations, needs,
di lapangan dan kebutuhan dari masing-masing pemangku ideas, suggestions, and criticisms.
kepentingan. Langkah ini merupakan bagian dari realisasi
komitmen IIF yang senantiasa mendengar aspirasi,
kebutuhan, ide, saran, dan kritik yang disampaikan para
pemangku kepentingan.
Metode Identifikasi Kelompok Pemangku Kepentingan [GRI 2-29]
Stakeholder Group Identification Method
Membangun Hubungan Kerja Sama
Ketergantungan
Build Collaborative Relationship
Dependency
IIF memiliki ketergantungan pada seseorang atau sebuah organisasi, atau sebaliknya.
IIF has a dependence on a person or an organization, or vice versa.
Kewajiban
Responsibility
IIF memiliki tanggung jawab legal, komersial, atau etika terhadap seseorang atau sebuah organisasi.
IIF has legal, commercial, or ethical responsibilities towards a person or an organization.
Tekanan
Tension
Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pengaruh terhadap isu ekonomi, sosial, atau lingkungan tertentu.
A person or an organization who has influence on certain economic, social or environmental issues.
Pengaruh
Influence
Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pengaruh terhadap atau strategi atau kebijakan pemangku kepentingan lain.
A person or an organization who has influence over or the strategies or policies of other stakeholders.
Perspektif Beragam
Diverse Perspective
Seseorang atau sebuah organisasi memiliki pandangan yang berbeda yang dapat mempengaruhi situasi dan mendorong adanya aksi
yang tidak ada sebelumnya.
A person or an organization who has a different perspective that may affect a given situation and stimulate an unprecedented action.
Kedekatan
Proximity
Seseorang atau sebuah organisasi memiliki kedekatan geografis dan operasional dengan IIF.
A person or organization that has proximity with IIF both geographically and operationally.
PT Indonesia Infrastructure Finance
68 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 71
Ikhtisar Basis Identifikasi, Topik, dan Metode Pelibatan Pemangku Kepentingan [OJK E.4] [GRI 2-29]
Stakeholder Identification Bases, Topics, and Methods of Stakeholder Engagement Highlights
Basis Penetapan
Pemangku Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertemuan Fokus Perhatian
Basis for Stakeholders’ Engagement Methods and Frequency Focus of Concern
Determination
Pemegang Saham dan Investor
Shareholders and Investors
Pengaruh dan Pemegang Saham: • Kinerja Perseroan;
Ketergantungan • Persetujuan rencana bisnis, aksi korporasi, dan struktur organisasi; • Tanggung jawab sosial dan
• Penunjukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi; lingkungan; serta
• Penetapan struktur tata kelola; • Pengelolaan risiko.
• Keterwakilan melalui keanggotaan dalam Dewan Komisaris; serta
• Pengaruh dalam pengambilan keputusan pembiayaan oleh Komite Investasi.
Investor:
• Pengendalian struktur permodalan;
• Pembatasan penerbitan utang dan ekuitas; serta
• Penetapan proyek-proyek yang akan dibiayai.
Influence and Dependency Shareholders: • Company performance;
• Approval of business plans, corporate actions, and organizational structure; • Social and environmental
• Appointment of BoC and BoD members; responsibility; and
• Determination of governance structures; • Risk management.
• Representation through membership in the BoC; and
• Influence in the financing decision-making by the Investment Committee.
Investors:
• Controlling of capital structure;
• Limit-setting of debt and equity issuances; and
• Determination of projects eligible for financing.
Karyawan
Employees
Pengaruh, Ketergantungan, • Team Building per Divisi dan per Direktorat (frekuensi tidak ditetapkan namun • Pengembangan karier dan
dan Kewajiban anggaran per tahun dibatasi); kompetensi;
• Team Building di tingkat Perseroan (sekali setahun); • Remunerasi dan
• Town Hall Meeting (sesuai kebutuhan); kesejahteraan;
• Sosialisasi prosedur operasional dan induksi terhadap karyawan (sesuai kebutuhan); • Perbaikan kinerja
• Acara-acara penting Perseroan, seperti Investor Gathering, Pencatatan Obligasi, dan operasional Perseroan;
sebagainya. (sesuai kebutuhan); • Fasilitas kerja; serta
• Acara Tutup Tahun (sekali setahun); serta • Kesehatan dan keselamatan
• Acara-acara penting karyawan, seperti pernikahan, kelahiran, sakit, meninggal, kerja.
promosi, dan sebagainya (sesuai kebutuhan).
Influence, Dependency, and • Team Building at each Division and each Directorate (frequency undetermined with • Career and competency
Responsibility predefined annual budget); development;
• Team Building at Company-wide level (once a year); • Remuneration and welfare;
• Town Hall Meeting (as needed); • Improvement of the
• Socialization of operational and induction procedures to employees (as needed); Company’s operational
• Significant Corporate Events, such as investor Gathering, Bonds Listings, etc. (as performance;
needed); • Work facilities; and
• Year-End event (once a year); and • Occupational health and
• Employees’ important events or situations, such as marriage, birth, sickness, death, safety.
promotion, etc. (as needed).
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Anggota Legislatif Terkait
Central Government, Regional Government, and Related to Legislative Members
Pengaruh dan • Melakukan koordinasi dan identifikasi proyek infrastruktur di pusat dan daerah; • Pembangunan infrastruktur;
Ketergantungan • Menghadiri market sounding/sosialisasi oleh pemerintah pusat/daerah; • Perkembangan kemajuan
• Menghadiri dan memberikan masukan pada acara METI; proyek;
• Berpartisipasi dalam berbagai acara Kementerian Keuangan; serta • Kendala yang dihadapi
• Menjadi anggota dalam Sustainable Finance Task Force OJK. proyek; serta
• Pencapaian target SDGs dan
• Infrastructure project coordination and identification at the central or regional NDCs.
Influence and Dependency governments; • Infrastructure development;
• Attendance in market sounding/dissemination events organized by central/regional • Project progress;
government; • Constraints faced by
• Attendance and provide input in IRES events; project; and
• Participation in the events of the Ministry of Finance; and • Achievement of SDGs and
• Become a member of OJK’s Sustainable Finance Task Force. NDCs targets.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 69
Page 72
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Basis Penetapan
Pemangku Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertemuan Fokus Perhatian
Basis for Stakeholders’ Engagement Methods and Frequency Focus of Concern
Determination
Klien dan Sponsor/Pemrakarsa Proyek, serta Pemangku Kepentingan Terkait
Project Sponsors/Proponents, and Associated Stakeholders
Pengaruh dan Klien/Sponsor/Pemrakarsa Proyek: • Produk dan jasa;
Ketergantungan • Kesediaan untuk dibiayai oleh IIF; • Pelayanan advisory;
• Kepatuhan terhadap perjanjian yang diatur oleh IIF dalam kesepakatan pinjaman • Suku bunga pinjaman;
(terkait hal-hal finansial, pelaporan, dan S&E); • Proses dan durasi dalam
• Penetapan harga (suku bunga, biaya, dan semua hal komersial lainnya); pemberian keputusan;
• Kerja sama dalam penyediaan data; • Persyaratan kredit; serta
• Pemantauan perkembangan proyek dan penerapan aspek sosial dan lingkungan • Kepatuhan terhadap Prinsip
(sebagaimana diperlukan); S&E IIF.
• Tinjauan secara berkala atas proyek-proyek yang dibiayai (kunjungan rutin ke
proyek); serta
• Koordinasi atau advisory terkait proyek infrastruktur yang berlangsung (sebagaimana
diperlukan).
Pemangku Kepentingan terkait:
• Kesediaan untuk membangun/mengerjakan proyek berdasarkan Prinsip S&E yang
diatur oleh IIF; serta
• Kesediaan untuk patuh pada perjanjian yang relevan bagi pemangku kepentingan
terkait (misalnya, perusahaan EPC, konsultan kerekayasaan/teknis, dan lain-lain.).
Influence and Dependency Clients/Project Sponsors/Proponents: • Products and services;
• Willingness to be financed by IIF; • Advisory Service;
• Compliance with the covenants set by IIF in the loan agreements (financial, reporting • Interest rates on loans;
and S&E covenants); • Process and duration of
• Price-setting (interest rates, fees and all commercial matters); decision making;
• Cooperation in providing data; • Credit terms; and
• Monitoring of project development and implementation of social and environmental • Compliance with IIF S&E
aspects (as needed); Principles.
• Periodic reviews of financed projects i.e. routine site visit; and
• Coordination or advisory on ongoing infrastructure projects (as needed).
Associated Stakeholders:
• Willingness to develop/construct projects according to S&E Principles as set by IIF; and
• Willingness to comply with the covenants relevant to the associated stakeholders
(e.g. EPC companies, engineering/technical consultants, etc.).
Vendor
Vendor
Pengaruh dan IIF menggunakan jasa konsultan profesional untuk melakukan analisis kesenjangan, • Proses pengadaan barang
Ketergantungan memberikan saran tentang dokumen yang dihasilkan oleh proyek, atau menawarkan saran dan jasa yang transparan;
profesional mengenai masalah yang lebih kompleks, dan/atau apabila informasi yang • Seleksi dan evaluasi
diberikan perusahaan proyek tidak cukup untuk menentukan sejauh mana klien mematuhi kandidat mitra bisnis yang
kebijakan IIF. Konsultan eksternal dipakai berdasarkan kasus per kasus. IIF mengarahkan dan objektif;
mengawasi pekerjaan para konsultan untuk memenuhi praktik terbaik S&E berdasarkan SEP. • Prosedur administrasi yang
mudah dan akurat;
Kontraktor dan Mitra Kerja: • Pembayaran produk dan
• Pengaturan hubungan hak dan kewajiban masing-masing melalui kontrak kerja jasa tepat waktu;
sama; serta • Hubungan saling
• Koordinasi dan supervisi mengenai proyek infrastruktur, secara rutin sesuai dengan menguntungkan; serta
rencana kerja selama masa kontrak kerja sama. • Independent review dan/
Asosiasi di Bidang Infrastruktur: atau laporan dengan mutu
• Partisipasi pada acara yang diselenggarakan oleh asosiasi-asosiasi yang berfokus yang berkualitas.
pada pengembangan infrastruktur Indonesia; serta
• Inisiatif knowledge sharing sebagai bentuk partisipasi aktif IIF dengan mitra kerja
proyek infrastruktur.
Influence and Dependency IIF employs professional consultants’ services to conduct gap analysis, provides • Transparent process of
advice on documents delivered by the projects, or offers professional advice on more procurement of goods and
complex issues and/or in the event the information provided by the project company is services;
inadequate to determine the extent to which the clients can comply with IIF’s policies. • Objective selection and
External consultants are employed on a case-by-case basis. IIF directs and supervises evaluation of business
the work of these consultants to meet the S&E best practices under the SEP. partners;
• Easy and accurate
Contractors and Work Partners administrative procedures;
• Arrangement on respective rights and obligations through a cooperation agreement; and • Timely payment of products
• Coordination and supervision on infrastructure projects, routinely according to the and services;
work plan during the period of cooperation agreement. • Mutually beneficial
Associations Engaging in the Field of Infrastructure relationship; and
• Participation in events organized by associations focusing on the national • Independent review and/or
infrastructure development; and quality report.
• Knowledge sharing initiatives as a form of active participation of IIF with its work
partners in infrastructure projects.
PT Indonesia Infrastructure Finance
70 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 73
Basis Penetapan
Pemangku Kepentingan Metode Pendekatan dan Frekuensi Pertemuan Fokus Perhatian
Basis for Stakeholders’ Engagement Methods and Frequency Focus of Concern
Determination
Masyarakat
Public
Pengaruh dan • Pada praktiknya IIF tidak berhubungan secara langsung dengan masyarakat dan • Program-program
Ketergantungan hubungan dengan masyarakat lebih banyak dikelola melalui proyek; pengembangan masyarakat;
• Proses diskusi dengan masyarakat sering kali dilakukan oleh IIF pada saat melakukan • Penanganan keluhan;
uji tuntas untuk mengonfirmasi beberapa hal terkait pengelolaan aspek sosial di • Pengelolaan kesehatan,
lokasi proyek; keselamatan, dan
• Beberapa proyek yang dibiayai IIF yang bersinggungan langsung dengan kelompok keamanan masyarakat di
masyarakat adat akan dikelola sesuai dengan standar yang tertuang pada SEMS proyek; serta
sepanjang periode pembiayaan; serta • Kontribusi di bidang
• Masyarakat dapat menyampaikan keluhan melalui Grievance Redress Mechanism pendidikan, kesehatan, dan
(“GRM”) yang tersedia di situs web IIF dan juga di level proyek. Mekanisme ini ekonomi.
spesifik dan dapat diakses oleh publik di seluruh wilayah di mana terdapat investasi
IIF, dalam format dan bahasa yang mudah dimengerti.
Influence and Dependency • In practice, IIF is not directly related to the public as it is managed through the projects; • Community development
• IIF often has discussions with the affected community during the due diligence process programs;
to clarify matters pertaining to the management of social aspects at the project site; • Complaint handling;
• Some of the projects financed by IIF that have direct contact with indigenous peoples will • Management of public
be managed throughout the financing period in accordance with SEMS standards; and health, safety and security
• The public at large can submit complaints through the Grievance Redress Mechanism in the project; and
(“GRM”) that is made available on IIF official website and directly to the projects. • Contributions to education,
This mechanism is specific and can be accessed by the public in all areas where IIF health and the economy.
investments are available, in a format and language that is easily understood.
Media Massa
Mass Media
Pengaruh dan • Perseroan melibatkan media massa untuk setiap peristiwa penting yang berhubungan • Kinerja Perseroan; serta
Ketergantungan dengan pemangku kepentingan eksternal. Media massa secara formal diundang ke • Informasi yang berkaitan
acara tersebut untuk meliput langsung. Demi terjaganya akurasi dan aktualnya berita, dengan proyek-proyek yang
IIF membuat siaran pers untuk menjadi acuan media massa dalam menerbitkan berita; didukung.
• Perseroan melibatkan media massa, baik secara langsung maupun melalui agensi,
untuk penyebarluasan berita terkait Perseroan secara aktual dan efektif; serta
• Jenis media massa yang terlibat dalam operasi Perseroan, mayoritas merupakan
media daring yang terafiliasi dengan media cetak, dan umumnya dalam bidang bisnis
dan ekonomi.
Influence and Dependency • The Company engages the mass media for every significant event related to external • Company performance; and
stakeholders. The media are formally invited to each event so to cover the event • Project-related information.
directly. To maintain accuracy and actuality of the news, IIF prepares an official press
release as a reference for the media in publishing the news;
• The Company engages mass media, both directly and through agencies, for the
timely and effective dissemination of accurate news related to the Company; and
• The media involved in the Company’s operations are mostly online media affiliated
with print media, with a majority of them covering business and the economy.
Membangun Budaya Keberlanjutan [OJK F.1]
Building Sustainability Culture
IIF menyadari pentingnya penerapan aspek keberlanjutan IIF recognizes the importance of implementing sustainability
dalam menunjang operasional pembiayaan yang berwawasan aspects to support socially and environmentally conscious
sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, IIF menetapkan financing operations. Therefore, IIF prioritizes internalizing
prioritas untuk menginternalisasikan budaya keberlanjutan a culture of sustainability in every business activity and
dalam setiap aktivitas bisnis serta meningkatkan kepedulian increasing awareness among all personnel and other
dari seluruh Insan Perseroan maupun pemangku kepentingan stakeholders to behave, interact, and perform their duties
lainnya untuk berperilaku, berinteraksi, dan menjalankan based on sustainability principles. IIF regularly conducts
tugasnya dengan mengedepankan prinsip-prinsip internal sharing sessions for employees to develop their
keberlanjutan. IIF secara rutin mengadakan sesi sharing capacities across divisions in a sustainable manner. Externally,
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 71
Page 74
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
internal kepada karyawan dalam rangka mengembangkan IIF actively raises public awareness about sustainability
kapasitas karyawan antar divisi secara berkelanjutan. through webinars.
Sedangkan untuk eksternal, IIF berperan aktif dalam
melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum terkait
keberlanjutan melalui kegiatan-kegiatan webinar.
Kegiatan Sharing Session Internal di Tahun 2023
Internal Sharing Sessions in 2023
Tanggal Topik Pelatihan Penyelenggara
Date Training Subject Organizer
Mei / May 2023 First Internal Sharing Session on ESG S&E Division – HR
Agustus / August 2023 Second Internal Sharing Session on ESG S&E Division – HR – IFC
Kegiatan Sosialisasi Keberlanjutan kepada Eksternal di Tahun 2023
Sustainability Dissemination Activities to Externals in 2023
Tanggal Topik Pelatihan Penyelenggara
Date Training Subject Organizer
Februari / Sharing Session: Biodiversity Safeguard in IIF dan World Bank
February 2023 Infrastructure Development IIF and World Bank
Februari / Capacity Building dan Knowledge Transfer terkait IIF, SMI, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
February 2023 Proyek KPBU Riset, dan Teknologi (“KEMENDIKBUDRISTEK”)
Capacity Building and Knowledge Transfer related to Republik Indonesia
PPP Projects IIF, SMI, and the Ministry of Education, Culture,
Research and Technology of the Republic of Indonesia
Februari / Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Penerapan LST PT Brantas Abipraya
February 2023 pada Pembangunan Infrastruktur
Occupational Health and Safety: ESG Implementation
in Infrastructure Development
April 2023 Partnering for Impact: Tangible Examples of Private World Bank dan IMF
Sector Engagement in Infrastructure Finance World Bank and IMF
April 2023 Sharing Session on Indigenous People Safeguard IIF, World Bank, Asian Development Bank
Policy and Implementation in Infrastructure Project
Development
Maret / March 2023 2023 Fitch on Indonesia: Navigating a World of Risk Fitch Ratings
Maret / March 2023 Green and Sustainable Financing Roundtable Discussion Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia
Management Institute of the Faculty of Economics and
Business, University of Indonesia
Mei / May 2023 IIF Climate Change Adaptation & Quantification of World Bank
Impacts: Capacity Building Workshop
Juni / June 2023 Sustainable Development Financing Challenge based Pusdiklat Keuangan Umum, Kementerian Keuangan
on ESG Republik Indonesia
General Financial Training and Education Center, the
Ministry of Finance of the Republic of Indonesia
Juni / June 2023 Sharing session on “Peluang dan Tantangan MoF
Pembiayaan Infrastruktur Berbasis ESG”
Sharing session on “Opportunities and Challenges of
ESG-Based Infrastructure Financing.”
Juli / July 2023 Enabling Acceleration of Renewables Energy through Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (“METI”)
Green Financing & Government Supports and Initiatives Indonesia Renewable Energy Society
Juli / July 2023 Indonesia Solar Summit 2023: Partisipasi IIF Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Mengakselerasi Solar Project (“ESDM”) Republik Indonesia dan Institute for Essential
Indonesia Solar Summit 2023: IIF’s Participation Services Reform
Accelerates Solar Project The Ministry of Energy and Mineral Resources of
the Republic of Indonesia and Institute for Essential
Services Reform
PT Indonesia Infrastructure Finance
72 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 75
Tanggal Topik Pelatihan Penyelenggara
Date Training Subject Organizer
Juli / July 2023 Focus Group Discussion: Nilai Ekonomi Karbon Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia
Focus Group Discussion: Carbon Economic Value (“RCCC-UI”) - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup
(“BPDLH”)
Agustus / August 2023 Focus Group Discussion: Global Islamic Financing WWF Uni Emirat Arab (“UEA”), Yayasan WWF Indonesia,
Facility for Climate, Nature, and Develipment dan Ajman University Centre for Excellence in Islamic
Finance (“AU-CEIF”)
United Arab Emirates (“UAE”) WWF, WWF Indonesia
Foundation, and Ajman University Centre for Excellence
in Islamic Finance (“AU-CEIF”)
Agustus / August 2023 Penyiapan dan Pelaksanaan Transaksi Proyek KPBU Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Rumah Susun di Jawa Barat (“Kementerian PUPR”) Republik Indonesia
Preparation and Implementation of PPP Project The Ministry of Public Works and Public Housing of the
Transactions for Apartment Buildings in West Java Republic of Indonesia
Agustus / August 2023 Navigating Indonesia’s Net-Zero Journey Eco-Business dan Jakarta Investment Centre
Eco-Business and Jakarta Investment Centre
September 2023 FIDIC’s Global Infrastructure Conference: IIF's Role and FIDIC
Contribution toward Net-Zero Target
September 2023 Lecture on Social Safeguard and Development Universitas Indonesia
Oktober / October 2023 BNI Workshop on "Environmental Social Governance PT Bank Negara Indonesia Tbk
(ESG) Implementation and Financing Renewable
Energy"
November 2023 Decarbonization Data and Disclosure - Trends in Environmental Finance
Corporate Sustainability Reporting
November 2023 Building a Resilient Economy with Sustainable Sustainable Infrastructure Programme in Asia (“SIPA”)
Infrastructure
November 2023 Strengthening the Implementation of Environmental, MoF
Social, and Governance (ESG) in Public-Private
Partnerships (KPBU)
November 2023 Kajian Prioritas Nasional Badan Kebijakan Fiskal Pusat
National Priority Research
November 2023 The Future of ESG Data Asia Environmental Finance
November 2023 Building Resilient Economy with Sustainable Bappenas - OECD SIPA - the Energy Transition Policy
Infrastructure Development Forum (CWC, CPD, IESR, IISD, IRID, PYC)
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 73
Page 76
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Partisipasi IIF sebagai Salah Satu Panelis
dalam World Bank - International Monetary
Fund Spring Annual Meeting 2023
IIF Participates in World Bank - International
Monetary Fund Spring Annual Meeting 2023
as Panelist
Kehadiran IIF sebagai salah satu panelis dalam acara World Bank - International Monetary Fund Spring Annual Meeting 2023 menjadi momen
penting yang menandai kontribusi kami di panggung internasional. Dalam forum bertemakan Partnering for Impact: Tangible Examples of
Private Sector Engagement in Infrastructure Finance ini, kami berperan aktif dalam pembahasan tentang perencanaan, pembiayaan, dan
pelaksanaan investasi untuk infrastruktur yang sesuai dengan target Perjanjian Paris dan SDGs. Keterlibatan IIF dalam dialog global ini
mencerminkan komitmen kami untuk memainkan peran yang aktif dalam mempromosikan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Sebagai panelis dalam acara ini, kami berbagi wawasan dan pengalaman dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur yang ramah
lingkungan dan berkelanjutan. Diskusi melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta, serta organisasi
internasional, untuk mencari solusi bersama dalam mengatasi tantangan pembangunan infrastruktur di era yang semakin kompleks ini.
Partisipasi kami dalam acara prestisius ini menegaskan peran penting IIF dalam memperjuangkan investasi yang berdampak positif bagi
lingkungan dan masyarakat, serta mempromosikan praktik-praktik terbaik dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
IIF’s presence as one of the panelists at the World Bank - International Monetary Fund Spring Annual Meeting 2023 marked a significant
moment highlighting our contribution on the international stage. Carrying the theme Partnering for Impact: Tangible Examples of Private
Sector Engagement in Infrastructure Finance, we played an active role in discussions regarding the planning, financing, and implementation
of investments for infrastructure in line with the Paris Agreement targets and SDGs. IIF’s engagement in this global dialogue reflected our
commitment to actively promoting sustainable infrastructure development.
As a panelist, we shared insights and experiences in supporting environmentally friendly and sustainable infrastructure projects. The
discussions involved various stakeholders from the public and private sectors, as well as international organizations, aiming to find collective
solutions to the challenges of infrastructure development in this increasingly complex era. Our participation in this prestigious event
reaffirmed IIF’s crucial role in advocating for investments with positive impacts on the environment and society, as well as promoting best
practices in sustainable infrastructure development.
Komitmen Net Zero Carbon: IIF menjadi
Panelis di Konferensi Energi Baru Terbarukan
dan Konservasi Energi (“EBTKE”)
Net Zero Carbon Commitment: IIF
Participates in New Renewable Energy and
Energy Conservation Conference as Panelist
IIF mendapat kehormatan menjadi salah satu panelis dalam EBTKE yang diselenggarakan oleh METI. Sebagai lembaga pembiayaan non-
bank yang berfokus pada aspek ESG, kehadiran kami dalam acara ini menunjukkan komitmen IIF terhadap akselerasi EBT dan penekanan
pada target Net Zero Carbon.
Pada pameran konservasi energi tahunan METI, kami berbagi wawasan dan pengalaman dalam mendukung proyek-proyek EBT yang
berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sebagai pelaku utama dalam pembiayaan proyek-proyek hijau, IIF memainkan peran penting dalam
mendorong inovasi dan investasi dalam sektor energi yang bersih. Dengan fokus pada proyek-proyek yang memberikan manfaat sosial,
ekonomi, dan lingkungan yang luas, IIF berkomitmen untuk terus mendukung transformasi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan
dan ramah lingkungan.
IIF had the honor of being one of the panelists at the New Renewable Energy and Energy Conservation Conference held by the METI. As a
non-bank financing institution with a focus on ESG aspects, our presence at this event demonstrated IIF’s commitment to accelerating NRE
and emphasizing the Net Zero Carbon target.
At METI’s annual energy conservation exhibition, we shared insights and experiences in supporting sustainable and environmentally
friendly NRE projects. As a key player in green projects financing, IIF played a crucial role in driving innovation and investments in the clean
energy sector. With a focus on projects that deliver broad social, economic, and environmental benefits, IIF was committed to continuously
supporting the transformation towards a more sustainable and environmentally friendly future.
PT Indonesia Infrastructure Finance
74 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 77
Kepatuhan Hukum dan Regulasi [GRI 2-27]
Legal and Regulatory Compliance
Selama tahun 2023, terdapat 1 (satu) sanksi administratif In 2023, there was 1 (one) administrative sanction in the form
berupa peringatan tertulis dari OJK yang bersifat relatif minor of a written warning from the OJK, which was relatively minor
dan segera dapat diperbaiki oleh IIF. Sebagai tanggapan, and promptly rectified by IIF. In response, on 23 August 2023,
pada tanggal 23 Agustus 2023, OJK telah mencabut sanksi the OJK revoked the sanction.
tersebut.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 75
Page 78
Melanjutkan
Pertumbuhan Ekonomi
yang Bertanggung
Jawab
Advancing Responsible Economic
Growth
“Tantangan makroekonomi yang berkembang sepanjang tahun 2023, terutama inflasi
dan peningkatan suku bunga, mampu dimitigasi IIF dengan baik melalui penerapan
strategi bisnis yang tepat serta manajemen risiko yang mengedepankan kehati-hatian.
Hal ini diperkuat dengan tingkat kesehatan keuangan IIF yang mampu dijaga pada
level yang optimal. Strategi-strategi ini membuat Perseroan mampu mempertahankan
pertumbuhan yang kuat secara top line dan bottom line di mana IIF mencatatkan
healthy double-digit growth selama tahun 2023.”
“IIF effectively mitigated the evolving macroeconomic challenges throughout 2023, particularly
inflation and rising interest rates, by implementing sound business strategies and prudent risk
management. In addition, the Company successfully maintained its robust financial health at an
optimal level. These strategies enabled IIF to sustain strong top-line and bottom-line growth with
healthy double-digit growth throughout the year.”
PT Indonesia Infrastructure Finance
76 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 79
Memberikan Manfaat Ekonomi
dari Kinerja Operasional
Providing the Economic Benefits from Operations
Pertumbuhan ekonomi global masih dihadapkan pada The global economic growth remains dynamic in the face
dinamika dan ketidakpastian yang masih tinggi. Inflasi di of uncertainties. Inflation in developed economies is still
negara maju masih di atas target dengan tekanan yang above the target as pressures starting to ease. Following
mulai mereda. Dengan perkembangan inflasi ini, suku bunga these inflation developments, monetary policy interest rates,
kebijakan moneter, termasuk Federal Funds Rate (“FFR”), including the Federal Funds Rate (“FFR”), are expected
diprakirakan bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lama to remain higher for longer. In this regard, Indonesia’s
(higher for longer). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi economic growth remains robust supported by domestic
Indonesia tetap kuat didukung oleh permintaan domestik. demand. In addition to the high household consumption
Selain oleh kuatnya konsumsi rumah tangga serta investasi, and investment, the resilience of the national economy is
ketahanan perekonomian nasional ditopang oleh tumbuhnya bolstered by the growth of various business sectors, including
berbagai sektor usaha, termasuk industri infrastruktur. the infrastructure industry.
Infrastruktur menjadi penopang peradaban suatu bangsa. Infrastructure serves as the backbone of a nation’s
Pembangunan infrastruktur sangat penting mengingat civilization. Infrastructure development is crucial given
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kekhasan Indonesia’s archipelagic nature and unique geographic
kondisi geografis di dalamnya. Oleh karena itu, pemerintah conditions. Therefore, the government continues its efforts
terus berupaya meningkatkan konektivitas antar wilayah to enhance connectivity between regions and strives for
serta berupaya melakukan pemerataan dengan equitable development by prioritizing construction in rural
memprioritaskan pembangunan di daerah dan desa. areas and villages.
Pemerintah Indonesia memprioritaskan 2 (dua) hal terkait In 2023, the Indonesian government prioritized two
pembangunan infrastruktur di Indonesia di tahun 2023, yaitu infrastructure development aspects: accelerating the
mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur completion of national priority infrastructure projects and
prioritas nasional serta mendorong pertumbuhan sentra- promoting the growth of new economic centers, including
sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (“IKN”). the National Capital City (“IKN”). This commitment
Komitmen ini merupakan langkah strategis pemerintah represented a strategic step by the government to enhance
dalam rangka meningkatkan produktivitas untuk transformasi productivity for economic transformation towards the vision
ekonomi menuju visi Indonesia Maju 2045. of Progressive Indonesia 2045.
Sebagai perusahaan yang didirikan atas prakarsa dan inisiatif As a company founded on the initiative of the Government of
Pemerintah Republik Indonesia, IIF berada di jalur yang tepat the Republic of Indonesia, IIF is on the right track to becoming
dalam menjadi katalisator dalam akselerasi pembangunan a catalyst for accelerating infrastructure development in
infrastruktur di Indonesia sehingga dapat memberikan Indonesia in that it gives sustainable economic benefits to
manfaat ekonomi berkelanjutan kepada masyarakat. the community.
Seluruh komitmen, kebijakan, dan strategi yang diterapkan IIF worked all of its commitments, policies, and strategies
tentunya memperhitungkan risiko yang melekat dengan with due consideration of the risks inherent in the business
business as usual yang dijalankan. Dengan strategi bisnis as usual. With the right business strategy, effective risk
yang tepat dan manajemen risiko yang efektif, serta tingkat management, and sustained financial health, IIF was able to
kesehatan keuangan Perseroan senantiasa terjaga, IIF navigate through the many economic challenges to deliver
mampu menavigasikan sejumlah tantangan perekonomian strong growth in its top and bottom lines as the Company
sehingga dapat mempertahankan pertumbuhan yang kuat recorded healthy double-digit growths on both fronts during
secara top line dan bottom line di mana IIF mencatatkan 2023.
healthy double-digit growth selama tahun 2023.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 77
Page 80
Melanjutkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
Advancing Responsible Economic Growth
Credit Enhancement IIF dalam Mendukung Instrumen Investasi Hijau [OJK F.26]
IIF’s Credit Enhancement Supports Green Investment Instruments
IIF terus berinovasi dalam menyediakan layanan pembiayaan infrastruktur yang mengedepankan pengimplementasian LST. Komitmen
tersebut salah satunya direalisasikan melalui pengembangan lini produk pembiayaan dengan memberikan fasilitas Credit Enhancement
guna mendukung kebutuhan debitur. Pada tahun 2023, IIF telah memberikan Partial Guarantee Facility yang rencananya akan
digunakan oleh klien untuk memenuhi kebutuhan penjaminan Green Bond yang diterbitkan. IIF dalam hal ini mendukung penuh aksi
korporasi tersebut, sebagai bagian dari komitmen dalam melibatkan partisipasi masyarakat pada ruang lingkup Ekonomi Hijau di
Indonesia melalui Instrumen Investasi.
Partisipasi IIF dalam mendukung investasi hijau merupakan bukti nyata dari peran penting sektor keuangan dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia. Melalui instrumen investasi seperti Green Bond, klien tidak hanya dapat mengakses sumber
pendanaan yang lebih berkelanjutan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam mengurangi dampak negatif
terhadap lingkungan. Kerja sama ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga keuangan untuk
mencapai tujuan bersama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan memberikan dukungan finansial dan teknis, IIF
membantu mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dalam konteks ekonomi global yang semakin memperhatikan isu-isu lingkungan, kemitraan IIF dengan klien juga memberikan
contoh yang kuat tentang bagaimana sektor keuangan dapat berperan sebagai penggerak utama dalam mempercepat transformasi
menuju pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan lebih banyak perusahaan akan terinspirasi untuk
mengadopsi praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta lebih banyak investor yang akan terlibat dalam mendukung
proyek-proyek yang berkelanjutan.
IIF continued to innovate in providing infrastructure financing services that prioritized ESG implementation. This commitment was
realized, among others, through the development of Credit Enhancement facilities to support the needs of borrowers. In 2023, IIF
provided a Partial Guarantee Facility intended for clients to meet the collateral needs of the issued Green Bond. In this regard, IIF fully
supported the aforementioned corporate action as part of its commitment to engaging public participation in the scope of the Green
Economy in Indonesia through Investment Instruments.
IIF’s participation in supporting green investments was tangible evidence of the financial sector’s crucial role in driving green economic
growth in Indonesia. Through investment instruments like Green Bonds, clients not only gained access to more sustainable sources of
funding but also made a meaningful contribution to reducing negative environmental impacts. This partnership also reflected the spirit
of cooperation between the private sector and financial institutions to achieve common goals in supporting sustainable development.
By providing financial and technical support, IIF helped accelerate the transition towards a greener and more sustainable economy.
As the global economy pays greater attention to environmental issues, IIF’s partnership with clients also sets a strong example
of how the financial sector can play a leading role in accelerating the transformation towards sustainable development. With the
abovementioned initiative, IIF expects to inspire more companies to adopt environmentally friendly and sustainable business practices,
and more investors to engage in supporting sustainable projects.
PT Indonesia Infrastructure Finance
78 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 81
Kerja Sama IIF dan Export Development Canada (“EDC”) dalam Mendukung
Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia [OJK F.26]
IIF Partners With Export Development Canada (“EDC”) to Support Infrastructure
Financing in Indonesia
IIF dan EDC menjalin kemitraan strategis yang bertujuan untuk mendukung pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Sebagai institusi
keuangan yang memiliki mandat untuk mendukung perusahaan Kanada dalam transaksi perdagangan ekspor di pasar internasional,
EDC memiliki potensi besar untuk menyediakan layanan pembiayaan dan mitigasi risiko bagi perusahaan-perusahaan Kanada yang
terlibat dalam perdagangan ekspor di Indonesia.
Melalui Memorandum of Understanding (“MoU”) ini, IIF dan EDC akan menjajaki peluang baru bagi perusahaan Kanada yang memiliki
bisnis operasional di Indonesia. IIF, yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang kuat dalam pembiayaan proyek infrastruktur,
termasuk proyek energi terbarukan, akan berkolaborasi dengan EDC untuk menyediakan pembiayaan dan layanan advisory yang
dibutuhkan. Dengan memanfaatkan prinsip-prinsip LST serta kemampuan yang dimiliki oleh kedua lembaga ini, kemitraan ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
IIF and EDC established a strategic partnership aimed at supporting infrastructure financing in Indonesia. As a financial institution
mandated to support Canadian companies in export transactions in the international market, EDC offered significant opportunities to
provide financing and risk mitigation services to Canadian companies engaged in export trade in Indonesia.
By signing a Memorandum of Understanding (“MoU”), IIF and EDC would explore new opportunities for Canadian companies with
operational businesses in Indonesia. Leveraging IIF’s strong knowledge and expertise in financing infrastructure projects, including
renewable energy projects, the collaboration with EDC aimed to provide the necessary financing and advisory services. By utilizing
ESG principles and the capabilities of both institutions, this partnership was expected to contribute to sustainable infrastructure
development in Indonesia.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 79
Page 82
Melanjutkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
Advancing Responsible Economic Growth
Kinerja Portofolio dan Pembiayaan
Portfolio and Financing Performance
Pada tahun 2023, IIF mencatatkan pendapatan usaha In 2023, IIF booked Rp1,336.95 billion operating revenues, went
sebesar Rp1.336,95 miliar, meningkat 15,47% dibandingkan up by 15.47% compared to Rp1,157.85 billion in the previous
tahun sebelumnya sebesar Rp1.157,85 miliar. Pertumbuhan year. This remarkable growth was due to IIF’s consistently
ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan IIF dalam excellent operations as the Company successfully acquired
mempertahankan keunggulan operasi sehingga mampu a total of 16 new deals with a total investment value of
meraih kontrak-kontrak baru. Pada tahun 2023, sejumlah Rp3.46 trillion, bringing IIF’s total investment assets at
16 deal baru berhasil ditandatangani dengan nilai investasi the end of 2023 to Rp13.32 trillion. As a result, IIF posted
mencapai Rp3,46 triliun, sehingga jumlah aset investasi IIF Rp104.15 billion net income, a 25.51% increase compared to
pada akhir tahun 2023 mencapai Rp13,32 triliun. Atas kinerja Rp82.98 billion in the previous year.
tersebut, IIF berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan
sebesar Rp104,15 miliar, meningkat 25,51% dibandingkan
tahun sebelumnya sebesar Rp82,98 miliar.
Sampai dengan akhir tahun 2023, IIF memiliki 61 proyek As of end of 2023, IIF financed a total of 61 projects, most of
yang sebagian besar berasal dari portofolio pembiayaan di which were under the Company’s financing portfolio in the
sektor ketenagalistrikan, transportasi, dan telekomunikasi. electricity, transportation, and telecommunications sectors.
Dalam praktiknya, IIF berkomitmen untuk menyediakan In practice, IIF is committed to providing equivalent products
produk dan layanan yang setara kepada seluruh klien serta and services to all clients and explaining how its products
menjelaskan bagaimana produk yang dibuat dimaksudkan are intended to meet the diverse needs of clients. [OJK F.17]
untuk memenuhi kebutuhan klien yang berbeda. [OJK F.17] [GRI FS15]
[GRI FS15]
Kinerja Portofolio dan Pembiayaan [OJK F.2] [OJK F.3]
Portfolio and Financing Performance
Hasil (Miliar Rupiah) Target 2023 Pencapaian 2023
Keterangan Results (Billion Rupiah) (Miliar Rupiah) 2023
Description Target 2023 Achievement
2021 2022 2023 (Billion Rupiah) (%)
Komitmen Investasi Bersih
17.079 16.678 15.791 23.878 66,13
Net Investment Commitments
Aset investasi
12.209 14.820 13.315 18.137 73,41
Investment Asset
Pendapatan*
967 1.168 1.341 1.408 95,24
Revenue
Laba Bersih Tahun Berjalan
53 83 104 99 105,52
Net Income for the Year
Nilai Komitmen untuk Proyek terkait Keuangan Berkelanjutan
17.079 16.678 15.791 23.878 66,13
Commitments in Sustainable Financerelated Projects
Aset Investasi dalam Proyek terkait Keuangan
Berkelanjutan 12.209 14.820 13.315 18.137 73,41
Investment Assets in Sustainable Financerelated Projects
* termasuk pendapatan forex. / include forex income.
PT Indonesia Infrastructure Finance
80 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 83
Kinerja Jasa Advisory [GRI FS6] [GRI FS7] [GRI FS8]
Summary of Advisory Services’ Performance
Hasil
Keterangan Satuan Results
Description Unit
2021 2022 2023
Jumlah Mandat yang Aktif Mandat
13 11 9
Number of Active Mandates Mandates
Pendapatan Miliar Rupiah
8,86 16,14 23,19
Revenues Billion Rupiah
Jumlah Mandat Aktif yang terkait Keuangan Berkelanjutan Mandat
13 10 4
Number of Sustainable Finance-related Active Mandates Mandates
Pendapatan dari Mandat Aktif yang terkait Keuangan Berkelanjutan Miliar Rupiah
8,86 14,19 8,03
Revenue from Sustainable Finance-related Active Mandates Billion Rupiah
Proporsi Pendapatan dari Proyek terkait Keuangan Berkelanjutan
% 100,00 87,92 34,34
Proportion of Revenues from Sustainable Finance-related Projects
Komitmen Bersih Portofolio Investasi [GRI FS6] [GRI FS7] [GRI FS8]
Investment Portfolio Commitment (Net)
Hasil (Miliar Rupiah) Target 2023 Pencapaian 2023
Keterangan Results (Billion Rupiah) (Miliar Rupiah) 2023
Description Target 2023 Achievement
2021 2022 2023 (Billion Rupiah) (%)
Jalan
2.491 1.899 1.714 2.084 82,22
Road
Telekomunikasi dan Informatika
3.886 3.548 3.655 4.707 77,65
Telecommunications and Informatics
Air Minum
1.504 1.255 1.308 2.478 52,79
Drinking Water
Minyak dan Gas
2.082 1.898 551 2.203 24,99
Oil and Gas
Ketenagalistrikan
4.018 3.971 4.121 6.388 64,51
Electricity
Bandara
1.185 1.181 1.120 1.313 85,26
Airport
Pelabuhan
417 702 250 862 28,99
Port
Kereta Api dan Transportasi Publik
238 211 133 226 58,79
Railway and Public Transportation
Kawasan Industri
477 733 500 2.187 22,86
Industrial Complex
Infrastruktur Sosial
101 101 572 598 95,71
Social Infrastructure
Lainnya
680 1.180 1.867 830 224,86
Others
Jumlah
17.079 16.678 15.791 23.878 66,13
Total
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 81
Page 84
Melanjutkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
Advancing Responsible Economic Growth
Distribusi Nilai Ekonomi [GRI 201-1]
Economic Value Distribution
Kinerja ekonomi yang diperoleh IIF dari portofolio investasi The economic performance IIF gained from its investment
dan pembiayaan menjadi tumpuan dalam mendistribusikan and financing portfolio serves as a cornerstone in distributing
nilai ekonomi langsung kepada pemangku kepentingan, direct economic value to stakeholders. This includes the
baik nilai ekonomi yang dihasilkan, nilai ekonomi yang generated economic value, distributed economic value,
didistribusikan, dan nilai ekonomi yang ditahan. Nilai and retained economic value. The generated economic
ekonomi yang dihasilkan merupakan sejumlah pendapatan value represents the income obtained from IIF’s business
yang diperoleh dari hasil kegiatan bisnis IIF. Sedangkan activities. On the other hand, the distributed economic
nilai ekonomi yang didistribusikan merupakan sejumlah value comprises various expenditures distributed as a part
pengeluaran yang didistribusikan sebagai bentuk kontribusi of IIF’s contribution to enhancing economic growth and the
IIF dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi well-being of stakeholders. This includes salary payments,
dan kesejahteraan para pemangku kepentingan, seperti taxes, dividends, payments to suppliers, and funds realized
pembayaran gaji, pajak, dividen, pembayaran untuk pemasok, for the community, representing one of the manifestations
maupun realisasi dana untuk masyarakat sebagai salah of corporate social responsibility. Information regarding the
satu bentuk perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan. distribution of economic value over the past 3 (three) years is
Informasi mengenai distribusi nilai ekonomi selama 3 (tiga) as follows: [GRI 3-3]
tahun terakhir diuraikan sebagai berikut: [GRI 3-3]
Hasil (Miliar Rupiah)
Keterangan Results (Billion Rupiah)
Description
2021 2022 2023
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
Economic Value Generated
Penerimaan Pendapatan Bunga
730 985 1.080
Receipt of Interest Income
Penerimaan Pendapatan Provisi dan Komisi dan Lainnya
89 31 73
Receipt of Provision and Commission and Other Income
Penerimaan Pendapatan Jasa Advisory
5 15 24
Receipt of Advisory Income
Penerimaan Pengembalian Pajak
0,10 0,16 0,15
Tax Refund Received
Jumlah Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
824 1.032 1.176
Total Economic Value Generated
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Economic Value Distributed
Pembayaran kepada Pemasok
69 63 78
Payment to Suppliers
Pembayaran kepada Karyawan
109 120 146
Payment to Employees
Pembayaran Pajak Final dan Pajak Penghasilan Badan
12 6 15
Payment of Final Tax and Corporate Income Tax
Pembayaran Beban Bunga
567 635 792
Payment of Interest Expense
Pembayaran Dividen
- 16 25
Payment of Dividend
Pembayaran Utang Sewa
- - 0,26
Payment of Lease Liabilities
Investasi Pengembangan Masyarakat
0,46 0,50 0,48
Community Development Investment
Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
757 840 1.055
Total Economic Value Distributed
Jumlah
67 192 121
Total
PT Indonesia Infrastructure Finance
82 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 85
Mitigasi Dampak
Produk/Jasa [OJK F.27] [OJK F.28] [GRI FS2] [GRI FS3] [GRI FS5]
Product/Service Impact Mitigation
Pembiayaan infrastruktur serta jasa advisory yang menjadi Infrastructure financing and advisory services, which
kegiatan usaha utama IIF tidak memiliki dampak secara constitute IIF’s main business activities, do not have a direct
langsung terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar. impact on the social and environmental conditions in the
Namun demikian, kami memastikan bahwa proyek yang surrounding area. Nevertheless, we ensure that the projects
dibiayai senantiasa mengedepankan perhatian terhadap we finance pay close attention to the surrounding social
kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Komitmen ini kami and environmental conditions. We realize this commitment
realisasikan melalui SEDD pada seluruh proyek yang didanai through SEDD on all funded projects to identify potential
untuk mengidentifikasi potensi risiko serta dampak sosial dan risks as well as social and environmental impacts that may
lingkungan yang mungkin timbul dari pelaksanaan proyek arise from project implementation and the ability to address
tersebut serta kemampuan untuk mengatasinya sesuai them in accordance with IIF guidelines, namely IIF OM SEMS
dengan persyaratan pedoman IIF, yaitu IIF Operation Manual 2019. SEDD classifies projects into several risk categories
(“OM’) SEMS 2019. SEDD mengklasifikasikan proyek menjadi based on the S&E SEMS classification, namely Category A
beberapa kategori risiko dengan mengacu pada klasifikasi (high risk), Category B (moderate risk), and Category C (low
S&E SEMS, yaitu Kategori A (risiko tinggi), Kategori B (risiko risk).
sedang), dan Kategori C (risiko rendah).
SEDD IIF dilaksanakan oleh internal safeguards expert IIF At IIF, SEDD is conducted by the Company’s internal
atau dengan bantuan konsultan S&E untuk mengevaluasi safeguards experts or with the assistance of S&E consultants
proyek yang diusulkan. Hasil SEDD tersebut akan dianalisis to evaluate proposed projects. SEDD findings are analyzed
untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam Prinsip S&E untuk to identify gaps in the S&E Principles, which then lead to a
kemudian menghasilkan serangkaian tindakan mitigasi yang series of mitigation actions known as the CAP. The CAP is
disebut dengan CAP. CAP ini menjadi bagian dari kesepakatan incorporated into the financing agreement between IIF and
pembiayaan antara IIF dan debitur, di mana IIF mewajibkan the debtors, where IIF requires the debtors to implement and
debitur untuk menerapkan dan memantau pelaksanaan CAP monitor the CAP according to IIF standards.
sesuai dengan standar IIF.
CAP juga menjadi instrumen dalam memastikan proyek- CAP also serves as an instrument to ensure that the financed
proyek yang dibiayai senantiasa mengimplementasikan projects consistently implement and adhere to IIF’s S&E
dan mematuhi prinsip-prinsip S&E yang dimiliki IIF. Melalui principles. Through the CAP, IIF identifies, evaluates, and
CAP, IIF mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memperbaiki rectifies any violations or non-compliance with established
pelanggaran atau ketidaksesuaian dengan prinsip S&E S&E principles, utilizing specific measures such as procedural
yang telah ditetapkan, dengan langkah-langkah spesifik changes, additional training, and regular monitoring. With
yang mencakup perubahan prosedur, pelatihan tambahan, the effective implementation of CAP, IIF can ensure that
dan pengawasan berkala. Dengan implementasi CAP yang projects not only meet the prescribed S&E standards but
efektif, IIF dapat memastikan bahwa proyek-proyek tidak also contribute to sustainable development and social
hanya memenuhi standar S&E yang ditetapkan, tetapi juga responsibility.
berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan dan
bertanggung jawab secara sosial.
Sepanjang tahun 2023, tidak terdapat produk/layanan yang Throughout 2023, there were no products/services recalled
ditarik karena tidak terkait dengan sifat layanan keuangan IIF. due to their non-alignment with the nature of IIF’s financial
Selain itu, IIF juga belum melakukan survei kepuasan klien services. In addition, as of end of 2023, IIF had yet to conduct
atas produk dan layanan yang ditawarkan hingga akhir tahun client satisfaction surveys pertaining to its products and
2023. [OJK F.29] [OJK F.30] services. [OJK F.29] [OJK F.30]
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 83
Page 86
Melanjutkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
Advancing Responsible Economic Growth
Tanggung Jawab untuk Pengembangan
Produk/Jasa yang Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service Development
Produk dan layanan pembiayaan infrastruktur berkelanjutan IIF’s sustainable infrastructure financing products and
yang dihadirkan IIF telah memenuhi seluruh persyaratan services have met all relevant requirements, particularly
terkait, terutama terhadap prinsip-prinsip S&E yang dimiliki with regard to the Company’s S&E Principles. This includes
IIF. Hal ini termasuk juga dengan perhatian khusus terhadap a special focus on safety aspects, pollution prevention, and
aspek keselamatan, pencegahan polusi, dan inklusi sosial. social inclusion.
Sebagai komitmen lebih jauh, dalam mendukung As part of its greater commitment to supporting the
pengembangan energi terbarukan, IIF terus membiayai development of renewable energy, IIF continues to finance
proyek pembangkit listrik EBT dalam portofolio usaha, NRE projects in its business portfolio, including the
seperti Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (“PLTA”) di Hydropower Plant project in North Sumatra; the Solar Power
Sumatera Utara; Pembangkit Listrik Tenaga Surya (“PLTS”) Plant projects in Gorontalo and East Nusa Tenggara; the
di Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur; Pembangkit Listrik Wind Farm project in Sulawesi; the Mini Hydropower Plant
Tenaga Bayu (“PLTB”) di Sulawesi; Pembangkit Listrik projects in West Java, North Sumatra, North Sulawesi, South
Tenaga Mini-Hidro (“PLTMH”) di Jawa Barat, Sumatera Sulawesi, and Central Sulawesi; the Geothermal Power
Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Plant project in West Java; as well as the Biomass Power
Tengah; Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) Plant project in Aceh.
(“PLTP”) di Jawa Barat; serta Pembangkit Listrik Tenaga
Biomassa di Aceh.
Selain itu, IIF juga membiayai proyek-proyek baru, In addition, IIF also finances new projects such as sustainable
seperti proyek infrastruktur rumah sakit berkelanjutan, hospital infrastructure, renewable energy-based power
proyek pembangkit listrik energi terbarukan, serta proyek plants, and projects to increase clean water supply capacity.
peningkatan kapasitas penyediaan air bersih. Proyek-proyek These projects exemplify IIF’s commitment to expanding its
ini merupakan bentuk komitmen IIF untuk memperluas industry portfolio.
portofolio industrinya.
Highlights Pembiayaan IIF untuk Highlights of IIF Financing for Sustainable
Pembangunan Berkelanjutan Development
IIF terus berupaya untuk melanjutkan dan mengembangkan IIF strives to continuously develop and diversify its financing
diversifikasi portofolio pembiayaan di berbagai sektor portfolio across various infrastructure sectors, as follows:
infrastruktur, sebagaimana yang dirangkum berikut:
PT Indonesia Infrastructure Finance
84 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 87
Akselerasi Proyek Energi Terbarukan
dalam Mencapai Net Zero Emission di
Indonesia [OJK F.26]
Accelerating Renewable Energy
Projects to Achieve Net Zero Emission in
Indonesia
Transformasi menuju energi bersih dan berkelanjutan telah menjadi agenda utama di tingkat global, dan Indonesia tidak terkecuali. Dalam
upaya untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission, IIF terus mempertahankan komitmen dalam mendukung akselerasi proyek-
proyek energi terbarukan. Dalam beberapa tahun terakhir, IIF telah menyalurkan pembiayaan terhadap berbagai jenis proyek infrastruktur
energi terbarukan, seperti PLTMH, PLTB, dan PLTS. Dukungan pembiayaan ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat transisi menuju
sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Fasilitas pinjaman jangka panjang yang diberikan oleh IIF di tahun 2023 adalah contoh nyata dari komitmen IIF dalam mengakselerasi
proyek-proyek energi terbarukan. Dengan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan, proyek-proyek seperti ini memiliki potensi
besar untuk tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
The transformation towards clean and sustainable energy has become a global priority, and Indonesia is no exception. To support the
achievement of Net Zero Emission targets, IIF continues to uphold its commitment to accelerating renewable energy projects. In recent
years, IIF has provided financing for various types of renewable energy infrastructure projects, such as Mini Hydro Power Plants, Wind Farms,
and Solar Power Plants. This financing support marks a crucial milestone in accelerating the transition towards environmentally friendly
and sustainable energy sources.
The long-term loan facilities provided by IIF in 2023 were a tangible example of the Company’s commitment to accelerating renewable
energy projects. With stable and sustainable funding sources, the abovementioned projects have significant potential not only to reduce
carbon emissions but also to create jobs and stimulate local economic growth.
Dukungan pada Peningkatan Kapasitas
Penyediaan dan Penyaluran Air Bersih
kepada Masyarakat [OJK F.26]
Support for Clean Water Provision and
Distribution Capacity Increment for the
Community
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Di tengah tantangan peningkatan
populasi dan urbanisasi, upaya untuk meningkatkan penyediaan dan penyaluran air bersih kepada masyarakat menjadi semakin mendesak.
Dalam konteks ini, IIF memainkan peran penting dalam mendukung peningkatan kapasitas penyediaan air bersih, khususnya di Kota Dumai.
Dengan membangun sinergi bersama SMI, IIF berkomitmen untuk memaksimalkan kapasitas infrastruktur penyediaan air bersih kepada
masyarakat. Dukungan yang diberikan berupa pembiayaan pinjaman sindikasi dari IIF dan SMI ini diharapkan mempercepat proses
pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan SPAM. Capaian ini akan memungkinkan aliran air yang cukup untuk melayani lebih dari
20.300 rumah tangga dan industri. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, tetapi juga akan
berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Access to clean water is an indispensable basic human need. Amid the challenges of population growth and urbanization, efforts to improve
the provision and distribution of clean water to the community are becoming increasingly urgent. In this regard, IIF played a crucial role in
supporting the increase in clean water provision capacity increment, particularly in the city of Dumai.
By building synergy with SMI, IIF was committed to maximizing the capacity of clean water provision infrastructure to the community. The
support was provided in the form of a syndicated loan financing from IIF and SMI, and was expected to expedite the development, operation,
and maintenance of the SPAM. This would enable a sufficient water supply to serve more than 20,300 households and industries. Moreover,
this support would not only enhance community access to clean water but also have a positive impact on economic growth and community
well-being.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 85
Page 88
Melestarikan
Lingkungan yang Sehat
Preserving Healthy Environment
“Langkah nyata IIF dalam mewujudkan pengurangan dampak perubahan iklim
dimulai dari penerapan praktik-praktik operasional perkantoran yang bertanggung
jawab hingga penyaluran pembiayaan bagi proyek-proyek yang ramah lingkungan
dan memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sekitarnya sejalan dengan
Prinsip S&E yang dianut IIF.”
“IIF’s tangible efforts to effectively mitigate climate change impacts begin with the
implementation of responsible office operational practices and extend to the provision of
financing for environmentally friendly projects that contribute positively to their surroundings in
line with the Company’s S&E Principles.”
PT Indonesia Infrastructure Finance
86 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 89
Mewujudkan Operasional
yang Ramah Lingkungan
Realizing Environmentally Friendly Operations
Perlindungan lingkungan merupakan hal yang bukan Environmental protection is no longer just an ordinary issue
lagi menjadi isu biasa bagi masyarakat dunia. Bumi kini for the global community. The Earth is currently facing
dihadapkan pada masalah perubahan iklim dan peningkatan climate change and global warming, which have various
suhu (global warming) yang telah menimbulkan berbagai impacts on the lives of people worldwide. While IIF’s
dampak bagi kehidupan seluruh penduduk dunia. Meskipun operations may not directly impact the environment, IIF
kegiatan operasional IIF tidak memberikan dampak remains responsible for ensuring that funded projects adopt
secara langsung terhadap lingkungan, namun IIF tetap environmentally friendly operations. We firmly believe that
bertanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibiayai environmental sustainability is a key factor in achieving
agar melaksanakan operasional yang ramah lingkungan. a balanced business that will positively contribute to our
Kami meyakini bahwa kelestarian lingkungan menjadi salah sustainability.
satu kunci dalam menghasilkan keseimbangan bisnis yang
akan berdampak pada keberlanjutan usaha.
Salah satu bentuk komitmen dan tanggung jawab IIF dalam As part of our commitment to and responsibility for
perlindungan lingkungan, IIF menerapkan mekanisme environmental protection, IIF implements financing
pembiayaan yang terintegrasi dengan Prinsip S&E. Prinsip mechanisms integrated with S&E Principles. S&E Principles
S&E menekankan bagaimana proyek dibangun dan dikelola emphasize how projects are designed and managed, taking
dengan memerhatikan aspek lingkungan, seperti pencegahan into account environmental aspects such as prevention
perubahan iklim akibat emisi dan polusi, keanekaragaman of climate change caused by emissions and pollution,
hayati, dan pengelolaan sumber daya alam. biodiversity, and natural resource management.
Pada tahun 2023, proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai In 2023, infrastructure projects financed by IIF contributed
oleh IIF memiliki kontribusi dalam peningkatan kualitas to environmental quality improvement, such as the transition
lingkungan, seperti transisi energi ke EBT, penyerapan karbon to NRE, carbon absorption and emission reduction, as well as
dan pengurangan emisi, serta penyediaan air bersih. the provision of clean water.
Kontribusi IIF terhadap Rencana Umum Energi Daerah (“RUED”)
IIF’s Contribution to the Regional Energy General Plan (“RUED”)
Jenis Energi Total Kapasitas Kontribusi IIF untuk RUED
Wilayah Terbarukan Total Capacity Total Regional di 2023
Description (MW) Produced Target
Renewable IIF Contribution to RUED in 2023
(MW)-RUED
Energy Types 2021 2022 2023 (%)
Sumatra Utara PLTA 208 180 180 4.935 9,06
North Sumatra PLTMH 18 18 28 4.935 1,26
Sumatra Barat
PLTHM 10 10 10 1.244 0,80
West Sumatra
Lampung PLTHM 5 0 5 2.004 0,27
Aceh PLTBM 12 12 12 2.530 0,47
Sulawesi Utara
PLTMH 4 4 4 371 1,08
North Sulawesi
Sulawesi Tengah
PLTMH 31 31 31 1.546 2,01
Central Sulawesi
Sulawesi Selatan
PLTB 70 70 70 2.411 2,90
South Sulawesi
Panel Surya
Gorontalo 2 2 2 97 2,06
Solar Panel
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 87
Page 90
Melestarikan Lingkungan yang Sehat
Preserving Healthy Environment
Jenis Energi Total Kapasitas Kontribusi IIF untuk RUED
Wilayah Terbarukan Total Capacity Total Regional di 2023
Description (MW) Produced Target
Renewable IIF Contribution to RUED in 2023
(MW)-RUED
Energy Types 2021 2022 2023 (%)
Jawa Barat PLTMH 7 7 7 8.767 0,08
West Java PLTP 227 227 227 8.767 2,59
Jawa Timur
PLTP 110 110 110 4.230 2,60
East Java
Jumlah
704 671 686 41.837 25,19
Total
Pengurangan Karbon dari Proyek Energi Baru Terbarukan [GRI 305-5]
Carbon Reduction from New and Renewable Energy Project
(ton CO2-eq)
Jenis Energi Terbarukan
2021* 2022* 2023
Renewable Energy Types
PLTBM 61.295 61.295 61.295
PLTP 2.369.219 2.383.139 2.383.139
PLTA 1.234.515 1.151.331 1.151.331
PLTMH 346.742 346.168 443.622
PLTS 2.211 2.071 2.071
PLTB 190.724 150.606 150.606
Jumlah
4.204.706 4.094.610 4.192.063
Total
*Data disajikan kembali./ Data restated.
Jumlah Pelanggan yang Dilayani
Number of People Served
2021* 2022* 2023
Jenis Energi Terbarukan Rumah Rumah Rumah
Renewable Energy Types Perorangan Perorangan Perorangan
Tangga Tangga Tangga
Person Person Person
Household Household Household
PLTBM 8.330 41.650 8.330 41.650 8.330 41.650
PLTP 310.872 1.554.361 312.699 1.563.493 312.699 1.563.493
PLTA 149.922 749.608 139.820 699.098 139.820 699.098
PLTMH 47.539 237.696 45.481 227.407 58.725 293.627
PLTS 324 1.618 303 1.516 303 1.516
PLTB 22.918 114.590 18.097 90.487 18.097 90.487
Jumlah
539.905 2.699.523 524.730 2.623.651 537.974 2.689.870
Total
*Data disajikan kembali./ Data restated.
PLTBM : Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa / Biomass Powerplant
PLTP : Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi / Geothermal Power Plant
PLTA : Pembangkit Listrik Tenaga Air / Hydropower Plant
PLTMH : Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro / Mini Hydropower Plant
PLTS : Pembangkit Listrik Tenaga Surya / Solar Power Plant
PLTB : Pembangkit Listrik Tenaga Bayu / Wind Farm
PT Indonesia Infrastructure Finance
88 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 91
Energi dan Emisi
Energy and Emissions
Konsumsi energi fosil merupakan salah satu kontributor Fossil energy consumption is one of the contributors to GHG
timbulnya emisi GRK yang akan berdampak pada perubahan emissions that lead to climate change. While IIF’s business
iklim. Meskipun kegiatan usaha IIF tidak menggunakan energi activities do not significantly use energy or generate GHG
dan menghasilkan emisi GRK secara signifikan, namun kami emissions, we still strive to save energy across various
tetap berupaya untuk melakukan penghematan energi di sectors. This effort not only aids in addressing climate
berbagai sektor. Upaya ini tidak hanya dapat membantu change but also translates into cost savings. Moreover,
penanganan perubahan iklim, namun penghematan energi relevant divisions directly coordinate with the Board
berarti juga penghematan biaya. Divisi-divisi terkait yang of Directors and consistently monitor and evaluate the
berkoordinasi langsung dengan Direksi juga senantiasa effectiveness of these programs. [GRI 3-3]
memantau dan mengevaluasi efektivitas program ini secara
berkala. [GRI 3-3]
Dalam kegiatan operasional, IIF menggunakan 2 (dua) jenis In our operations, IIF utilizes two types of energy:
sumber energi, yaitu listrik dan bahan bakar minyak (“BBM”). electricity and fuel oil. Electricity is obtained from PLN
Energi listrik diperoleh IIF dari PLN dan digunakan untuk and used for lighting and operating electronic equipment.
penerangan serta pengoperasian peralatan elektronik. For measurement, we accumulate the amount of electricity
Untuk pengukurannya, kami mengakumulasikan jumlah used in kilowatt-hours, as indicated on the monthly electricity
pemakaian listrik dalam satuan kWh yang tertera pada bills. Meanwhile, fuel oil is used for operational vehicles,
tagihan listrik setiap bulannya. Sementara BBM digunakan with measurements based on the total fuel purchases
untuk kendaraan operasional yang pengukurannya dilakukan converted into liters. As of end of 2023, IIF had yet to use NRE
berdasarkan akumulasi dari total pembelian BBM kemudian for its operations, as the energy source for IIF’s office spaces
dikonversikan ke dalam satuan liter. Sampai dengan akhir is provided and managed directly by the building manager.
tahun 2023, IIF belum menggunakan energi dari EBT untuk [GRI 3-3] [OJK F.7] [GRI 302-1]
kegiatan operasional mengingat sumber energi di Kantor IIF
disediakan dan dikelola langsung oleh pengelola gedung.
[GRI 3-3] [OJK F.7] [GRI 302-1]
Konsumsi Energi [GRI 302-1] [GRI 302-2] Energy Consumption [GRI 302-1] [GRI 302-2]
Sepanjang tahun 2023, total konsumsi energi IIF mencapai Throughout 2023, IIF’s total energy consumption amounted
1.916 GJ, meningkat 11,46% dibandingkan tahun sebelumnya to 1,916 GJ, went up by 11.46% compared to 1,719 GJ in the
sebesar 1.719 GJ. Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh previous year. This was mainly due to the rising consumption
peningkatan penggunaan BBM untuk kendaraan operasional of fuel oil for operational vehicles following the increasing
seiring dengan meningkatnya mobilitas dan perjalanan mobility and employees’ business trips. Similarly, the energy
kerja karyawan. Namun demikian, intensitas energi yang intensity calculated from the total energy consumption with
dihitung dari total konsumsi energi dengan denominator the denominator being the number of employees decreased
jumlah karyawan menunjukkan penurunan menjadi to 13.59 GJ per employee from 14,69 GJ/employee in the
13,59 GJ/karyawan dari sebelumnya sebesar 14,69 GJ/ previous year. The decrease was mainly due to an 15.57%
karyawan. Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan increase in the number of the Company’s employees.
jumlah karyawan Perseroan hingga 15,57% di tahun 2023.
Sementara itu, tidak terdapat data mengenai total energi On the other hand, there was no data available regarding
yang terjual karena tidak relevan dengan kegiatan usaha yang the total energy sold as it was not relevant to IIF’s business
dijalankan IIF. Begitu juga dengan konsumsi energi di luar activities. Similarly, the energy consumption outside of IIF,
IIF, seperti konsumsi energi dari proyek-proyek yang dibiayai, such as the energy consumption from financed projects, had
belum dilakukan pengukuran pada tahun buku berjalan. not been measured in the current fiscal year.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 89
Page 92
Melestarikan Lingkungan yang Sehat
Preserving Healthy Environment
Tren Konsumsi Energi Perseroan [OJK F.6] [GRI 302-1]
Company Energy Consumption Tren
Energi Satuan Perubahan
2021 2022 2023
Energy Unit Changes
Liter
BBM 15.625 13.743 21.036 7.293
Litre
Fuel
GJ 583 513 785 272
Listrik kWh 216.263 335.129 274.928 (60.201)
Electricity GJ 779 1.206 990 (217)
Total Penggunaan Listrik dan BBM
GJ 1.362 1.719 1.774 55
Total Electricity and Fuel Consumption
Keterangan / Notes:
• Konsumsi bahan bakar dalam liter dihitung berdasarkan jumlah bahan bakar yang dibeli (Rp) dibagi dengan harga bahan bakar per liter (asumsi 1 (satu) liter = Rp9.000).
Fuel consumption in litres is calculated based on the amount of fuel purchased (Rp) divided by the price of fuel per litre (assume 1 (one) litre = Rp9,000).
1 (satu) liter = 10,36 kWh / 1 (one) litre = 10.36 kWh
• Penggunaan listrik kWh diperoleh berdasarkan pengukuran tagihan listrik kWh gedung kantor IIF.
kWh electricity usage is obtained based on the IIF office building kWh electricity bill measurement.
• Konsumsi listrik dikonversi dari kWh ke Gigajoule menggunakan Greenhouse Gas Protocol Initiatives (2005), di mana 1 (satu) kWh = 3.600.000 Joule = 0,0036 GJ.
Electricity consumption is converted from kWh to Gigajoules using the Greenhouse Gas Protocol Initiatives (2005), where 1 (one) kWh = 3,600,000 Joule = 0.0036 GJ.
Rasio Intensitas Energi per Karyawan [OJK F.6] [GRI 302-3]
Energy Intensity Ratio per Employees
Total Energi
Tahun Jumlah Karyawan GJ/Karyawan
Total Energy
Year Total Employees GJ/Employee
(GJ)
2021 1.362 112* 12,16*
2022 1.719 117* 14,69*
2023 1.916 141 13,59
*Data disajikan kembali./ Data restated.
Rasio Intensitas Energi Listrik per Luas Area Kantor [OJK F.6] [GRI 302-3]
Energy Intensity Ratio per Office Area
Total Energi Luas Area Kantor
Tahun
Total Energy Office Area GJ/m2
Year
(GJ) (m2)
2021 779 2.600 0,30
2022 1.206 2.600 0,46
2023 1.131 2.600 0,44
Selain menghitung konsumsi energi, IIF juga melakukan In addition to calculating energy consumption, IIF also
pengukuran terhadap emisi GRK yang dihasilkan dari measures GHG emissions generated from its energy
penggunaan energi tersebut. BBM yang digunakan dalam consumption. Fuel oil used in operational activities can
kegiatan operasional dapat menghasilkan emisi GRK secara produce direct GHG emissions (Scope 1), and the use of
langsung (Cakupan 1) dan penggunaan listrik dari PLN electricity from PLN results in indirect GHG emissions
menghasilkan emisi GRK secara tidak langsung (Cakupan 2). (Scope 2). The calculation of GHG emissions from fuel oil
Perhitungan emisi GRK dari penggunaan BBM mengacu pada use refers to the IPCC Guideline for National Greenhouse
IPCC Guideline for National Greenhouse Gas Inventories Gas Inventories (2006). Meanwhile, the calculation of GHG
(2006). Sedangkan perhitungan emisi GRK dari penggunaan emissions from electricity use utilizes the 2019 Jakarta
listrik menggunakan Faktor Emisi (“FE”) GRK Sistem Electricity Interconnection System GHG Emission Factor
Interkoneksi Tenaga Listrik Tahun 2019 Jakarta (ESDM, 2019). (“FE”) (ESDM, 2019).
Mempertimbangkan sifat bisnis IIF yang bergerak dalam Considering the nature of IIF’s business in the financial
sektor keuangan, kami tidak memperhitungkan emisi sector, we do not account for non-CO2 emissions such as
non-CO2 sebagai emisi bahan perusak ozon (Ozon Depleting ozone-depleting substances (“ODS”). [GRI 305-6] [GRI 305-7]
Substance/”ODS”). [GRI 305-6] [GRI 305-7]
PT Indonesia Infrastructure Finance
90 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 93
Total Emisi GRK yang Dihasilkan (ton CO2-eq) (Cakupan 1 dan 2) [OJK F.11] [GRI 305-1] [GRI 305-2]
Total GHG Emissions Generated (ton CO2-eq) (Scope 1 and 2)
Sumber Emisi Perubahan
2021 2022 2023
Source of Emission Changes
BBM (Cakupan 1)
32,40 28,50 43,62 15,12
Fossil Fuel (Scope 1)
Listrik (Cakupan 2)
188,15 291,53 273,44 (18,09)
Electricity (Scope 2)
Jumlah
220,55 320,03 317,06 (2,97)
Total
Catatan / Notes:
• Perhitungan Emisi Konsumsi Listrik (Cakupan 2) menggunakan FE GRK Sistem Interkoneksi Tenaga Listrik Tahun 2019 Jakarta (ESDM, 2019); FE (ex-Post) 0,87 ton CO2/MWH.
Electricity Consumption Emissions (Scope 2) is calculated the GHG FE of the 2019 Jakarta Electric Power Interconnection System (ESDM, 2019); FE (ex-Post) 0.87 ton CO2/ MWH.
• Perhitungan Emisi Konsumsi BBM (Cakupan 1) mengacu pada IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories (2006) dengan rincian sebagai berikut:
The calculation of BBM Consumption Emissions (Scope 1) refers to the IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories (2006) with the following details:
Jenis Faktor Konversi (kg/TJ) Berat Jenis (ton/L) Net Calorific Value
Type Conversion Factor (kg/TJ) Density (ton/L) (TJ/ton)
BBM
69.300 0,00068 0,044
Fossil Fuel
Rasio Intensitas Emisi per Karyawan [OJK F.11] [GRI 305-4]
Emission Intensity Ratio per Employees
Total Emisi
Tahun Jumlah Karyawan ton CO2-eq/Karyawan
Total Emission
Year Total Employees ton CO2-eq/Employee
(ton CO2-eq)
2021 220,55 112* 1,97*
2022 320,03 117* 2,74*
2023 282,80 141 2,01
*Data disajikan kembali./ Data restated.
Rasio Intensitas Emisi per Luas Area Kantor [OJK F.11] [GRI 305-4]
Emission Intensity Ratio per Office Area
Total Konsumsi Listrik Luas Area Kantor
Tahun
Total Electricity Consumption Office Area GJ/m2
Year
(ton CO2-eq) (m2)
2021 188,15 2.600 0,072
2022 291,53 2.600 0,112
2023 239,19 2.600 0,105
Catatan / Notes:
• Total emisi yang digunakan dalam perhitungan adalah emisi listrik (Cakupan 2).
The total emissions considered in the calculation are electricity emissions (Scope 2).
Tren Konsumsi Energi dan Emisi [OJK F.7] [OJK F.12] [GRI 305-5]
Trends of Energy Consumption and Emissions
Tren Konsumsi Energi Tren Emisi
Tahun
Trends of Energy Consumption Trends of Emissions
Year
(GJ) (ton CO2-eq)
2021 (16) (1,84)
2022 357 99,48
2023 197 (2,97)
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 91
Page 94
Melestarikan Lingkungan yang Sehat
Preserving Healthy Environment
Konsumsi Energi dan Emisi Proyek Project Energy Consumption and Emissions
Selain melakukan pengukuran terhadap jumlah emisi GRK In addition to measuring the amount of GHG emissions
yang dihasilkan dari penggunaan energi, kami juga melakukan generated from energy consumption, we also record the
pencatatan konsumsi dan emisi GRK yang dihasilkan dari energy consumption of and GHG emissions resulting from
beberapa portofolio proyek-proyek yang dibiayai IIF. Sejalan a number of IIF’s project portfolios. In line with the S&E
dengan Prinsip S&E, yaitu Pencegahan dan Pengurangan Principles of Pollution Prevention and Reduction, and Climate
Polusi, dan Perubahan Iklim, IIF mengharuskan setiap Change, IIF requires every project financed by the Company
portofolio proyek Perseroan dapat meningkatkan efisiensi to improve the efficiency of energy, water, and other natural
penggunaan energi, air, dan sumber daya alam lainnya resources consumption to protect and preserve natural
dalam rangka melindungi dan melestarikan sumber daya resources. In addition, IIF mandates clients to calculate GHG
alam. Selain itu, IIF juga mewajibkan klien untuk melakukan emissions from each project activity using IIF GHG Tools
perhitungan emisi GRK dari setiap aktivitas proyek dengan and report the results annually to IIF as part of the Social
menggunakan IIF GHG Tools dan melaporkan hasilnya setiap Protection and Environmental Monitoring Report.
tahun kepada IIF sebagai bagian dari Laporan Perlindungan
Sosial dan Pemantauan Lingkungan.
IIF telah memiliki panduan yang tertuang pada SEMS IIF IIF has guidelines outlined in the IIF SEMS 2019 regarding
2019 terkait ambang batas emisi GRK, yaitu untuk proyek the threshold for GHG emissions, which states that for
yang memiliki estimasi emisi gas buang di atas 25.000 ton projects with estimated emissions exceeding 25,000 tons of
CO2-eq per tahun, maka klien harus menyiapkan langkah- CO2-eq per year, clientsmust prepare GHG emission reduction
langkah pengurangan emisi GRK yang kemudian dipantau measures, which are then monitored by IIF for effectiveness
oleh IIF efektivitas dan perkembangannya. Pada tahun 2023, and progress. In 2023, IIF has conducted data measurements
IIF telah melakukan pengukuran data mengenai penggunaan regarding energy consumption and emissions generated from
energi dan emisi yang dihasilkan dari beberapa proyek several projects, as follows:
sebagaimana berikut:
Konsumsi Energi dan Emisi Proyek Tahun 2023
Project Energy Consumption and Emissions in 2023
Penggunaan BBM Konsumsi Listrik
Emisi Cakupan 1 Emisi Cakupan 2 Total Emisi
Sektor Lokasi Fuel Oil Electricity
Emission Scope 1 Emission Scope 2 Total Emissions
Sector Location Consumption Consumption
(ton CO2-eq) (ton CO2-eq) (ton CO2-eq)
(liter) (MWh)
Telekomunikasi dan
Informasi Jawa
150.312 580 26 3.125 3.151
Telecommunication Java
and Informatics
Jawa
Air Minum 15.318 16.643 30 36.812 36.842
Java
Drinking Water
Sumatra 9.757 3.693 12 5.346 5.357
Minyak dan Gas Jawa
4.398 1.511 2.096 995 3.090
Oil and Gas Java
Pelabuhan
Sulawesi 4.880 44 10 39 49
Port
Layanan Kesehatan Jawa
6.881 1.047 14 919 933
Healthcare Java
Transportasi Jawa
732 19.453.362 1.406 20.123 28.228
Transportation Java
Total 192.278 19.478.738 4.005 74.128 84.832
Saat ini, IIF telah memiliki 16,36% data dari keseluruhan Currently, IIF has collected 16.36% of the data from all active
proyek yang masih aktif dibiayai oleh IIF hingga akhir tahun projects financed by IIF as of end of 2023.
2023.
PT Indonesia Infrastructure Finance
92 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 95
Pengelolaan Air dan Limbah
Water and Waste Management
Penghematan air dan pengelolaan limbah menjadi salah satu Water savings and waste management are part of IIF’s
realisasi dari kepedulian IIF terhadap kegiatan operasional commitment to responsible operations. Therefore, IIF
yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, IIF menghimbau encourages all employees to consistently consume water
seluruh karyawan untuk senantiasa menggunakan sumber efficiently and implement waste management in accordance
daya air secara efisien dan menerapkan pengelolaan limbah with office waste management practices. IIF’s water needs
sesuai dengan praktik pengelolaan limbah perkantoran. are sourced from the PDAM provided and managed by the
Kebutuhan air IIF diperoleh dari PDAM yang disediakan building management. In addition, IIF does not calculate
pengelola gedung sehingga pengelolaannya ditangani the volume of water drawn, discharged, and consumed as
langsung oleh pengelola gedung tersebut. Selain itu, IIF IIF’s water consumption is integrated into the building lease
juga tidak melakukan perhitungan volume air yang ditarik, facilities. [OJK F.8] [GRI 3-3] [GRI 303-1] [GRI 303-2] [GRI 303-3]
dibuang, dan dikonsumsi mengingat penggunaan air IIF [GRI 303-4] [GRI 303-5]
terintegrasi dalam fasilitas sewa gedung. [OJK F.8] [GRI 3-3]
[GRI 303-1] [GRI 303-2] [GRI 303-3] [GRI 303-4] [GRI 303-5]
Sedangkan dalam pengelolaan limbah, kegiatan usaha IIF Regarding waste management, IIF’s business activities do
tidak menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun not generate significant hazardous and toxic waste (“B3”)
(“B3”) yang signifikan, namun menghasilkan limbah but produce office waste, such as paper, used ink, plastic, and
perkantoran, seperti kertas, tinta bekas, plastik, dan sampah food waste. The management of these wastes is handled by
sisa makanan. Pengelolaan limbah-limbah tersebut dilakukan the building management to be taken to the Final Disposal
oleh pengelola gedung untuk dibawa ke tempat pembuangan Site. Therefore, we do not manage or measure industrial-
akhir (“TPA”). Dengan demikian, kami tidak melakukan scale waste or effluents. [OJK F.14]
pengelolaan dan pengukuran mengenai limbah atau efluen
berskala industri. [OJK F.14]
Kami hanya melakukan pengukuran terhadap penggunaan We only measure the use of paper as part of our efforts to
kertas sebagai bagian dari upaya pengawasan dan monitor and control paper waste. In addition, most of IIF’s
pengendalian limbah kertas. Di samping itu, sebagian besar office operations have been digitized, greatly reducing paper
kegiatan operasional perkantoran IIF telah terdigilitalisasi usage. Likewise, recycled paper has been used in our office
sehingga penggunaan kertas dapat lebih diminimalkan. activities as part of our commitment to the environment.
Begitu juga dengan kertas daur ulang yang telah kami Throughout 2023, the amount of paper used by IIF amounted
gunakan dalam kegiatan perkantoran sebagai bentuk to 243 reams, went up by 18,54% compared to 205 reams in
komitmen kami terhadap lingkungan. Sepanjang tahun the previous year. [OJK F.13]
2023, jumlah penggunaan kertas IIF mencapai 243 rim,
meningkat 18,54% dibandingkan tahun sebelumnya
sebanyak 205 rim. [OJK F.13]
Konsumsi Kertas dan Toner/Tinta Printer
Paper and Toner/Ink Consumption
Kertas Toner/Tinta Printer
Paper Toner/Ink
Tahun
Year Perubahan Jumlah Penggunaan Perubahan
Jumlah Penggunaan (Rim)
Changes Total Usage Changes
Total Usage (Reams)
(%) (Rp) (%)
2021 140 (6,67) 38.506.148 (16,51)
2022 205 46,43 51.955.523 34,93
2023 243 18,54 100.381.939 93,21
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 93
Page 96
Melestarikan Lingkungan yang Sehat
Preserving Healthy Environment
IIF juga sudah menggunakan bahan yang dapat didaur ulang IIF has also started using recyclable and environmentally
dan ramah lingkungan dalam setiap kegiatan operasional, friendly materials in its operational activities, such as gallons
seperti galon air isi ulang dan kertas bekas untuk keperluan of water refill and used paper for internal printing and work
pencetakan internal dan draf kerja. IIF juga menghindari drafts. IIF has stopped using single-use bottled water for
air kemasan sekali pakai untuk para tamu dan keperluan guests and internal use and replaced it with glass water
internal, dan menggantinya dengan botol air berbahan gelas bottles that can be returned to the seller for a refill. IIF also
yang dapat dikembalikan ke penjual. IIF juga menyediakan provides reusable water bottles (tumblers) for all employees.
botol air (tumbler) yang dapat digunakan kembali untuk [OJK F.5]
seluruh karyawan. [OJK F.5]
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity
Kegiatan operasional IIF tidak berada pada lokasi yang IIF’s operations are not located in proximity to or within
berdekatan atau di dalam cagar alam yang dilindungi government-protected nature reserves or areas with high
pemerintah atau kawasan dengan keanekaragaman hayati biodiversity. Therefore, IIF’s operations do not have a direct
tinggi. Oleh karena itu, kegiatan operasional IIF tidak impact on biodiversity. [OJK F.9] [GRI 304-1]
berdampak langsung terhadap keanekaragaman hayati.
[OJK F.9] [GRI 304-1]
Namun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan Nevertheless, this does not diminish our commitment to
komitmen kami untuk turut berkontribusi dalam pelestarian contributing to biodiversity conservation. In this regard, in
keanekaragaman hayati. Terkait dengan hal ini, pada 2023, we engaged our employees in sea turtle conservation
tahun 2023 kami telah mengikutsertakan karyawan dalam efforts to support the sustainability of marine life and coastal
konservasi penyu untuk mendukung keberlanjutan biota laut ecosystems in Jimbaran, Bali. In addition, we participated in
dan ekosistem pesisir di Jimbaran, Bali. Selain itu, kami juga planting 15,000 trees in the Dieng Highlands by partnering
berpartisipasi dalam kegiatan penanaman 15.000 pohon di with the Special Mission Vehicle (“SMV”) and 1,500 trees
Dataran Tinggi Dieng bersama dengan Special Mission Vehicle in North Sumatra. Moreover, IIF consistently considers the
(“SMV”) dan 1.500 pohon di Sumatra Utara. Selain itu, IIF biodiversity aspects of every funded or ongoing project.
juga senantiasa memperhatikan aspek keanekaragaman Biodiversity conservation is a crucial aspect of IIF’s
hayati dari setiap proyek yang dibiayai maupun yang sedang sustainability strategy realized through the S&E Principles,
berjalan. Konservasi keanekaragaman hayati merupakan namely Biodiversity Conservation and Natural Resource
aspek penting dari strategi keberlanjutan IIF yang diwujudkan Management. In practice, IIF’s clients will conduct studies to
melalui Prinsip S&E, yaitu Konservasi Keanekaragaman Hayati avoid, minimize, and manage adverse impacts on biodiversity
dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Pada implementasinya, at the project site. The S&E Principles application, as well as
klien IIF akan melakukan kajian dalam upaya menghindari, the determination of the scope and depth of the study, will
meminimalkan, dan mengelola dampak negatif terhadap depend on the results of the SEDD conducted by the IIF’s SED
keanekaragaman hayati di lokasi proyek. Penerapan S&E serta team on all new projects. [GRI 3-3]
penentuan cakupan dan kedalaman kajian akan tergantung
pada hasil SEDD yang dilakukan oleh tim SED IIF pada seluruh
proyek baru. [GRI 3-3]
PT Indonesia Infrastructure Finance
94 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 97
Partisipasi Karyawan IIF dalam
Kegiatan Konservasi Penyu
IIF’s Employee Participation in
Sea Turtle Conservation Activities
Kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati merupakan hal yang tidak terpisahkan dari komitmen IIF yang senantiasa
mengedepankan aspek LST dalam menjalankan kegiatan usaha yang bertanggung jawab. Hal ini tercermin dari langkah yang diambil oleh
IIF untuk mendorong karyawan dalam mendukung konservasi lingkungan, khususnya di Pulau Bali, melalui kegiatan kelestarian penyu. Di
pulau Bali, tepatnya di perairan laut Jimbaran, IIF telah menyelenggarakan kegiatan pelepasan tukik atau bayi penyu sejumlah 150 ekor.
Tindakan ini mencerminkan komitmen IIF dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitas
lokal. Melalui partisipasi dalam konservasi penyu, karyawan IIF tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian
lingkungan, tetapi juga secara langsung turut berkontribusi dalam menjaga ekosistem laut yang rentan serta mendukung keberlanjutan
biota laut dan ekosistem pesisir. IIF berharap bahwa kontribusi yang diberikan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi
lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.
The awareness of the importance of biodiversity conservation is a core part IIF’s commitment, which consistently prioritizes ESG aspects
in conducting responsible business activities. This was reflected in IIF’s efforts to encourage employees to support environmental
conservation, particularly on Bali Island, through sea turtle conservation activities by releasing 150 turtle hatchlings in Jimbaran waters.
This action underscored IIF’s commitment to environmental sustainability while strengthening relationships with the local community.
Through involvement in sea turtle conservation, IIF employees not only raised awareness of the importance of environmental conservation
but also directly contributed to safeguarding vulnerable marine ecosystems and supporting the sustainability of marine life and coastal
ecosystems. IIF expected the aforementioned contributions to provide a lasting positive impact on the environment, the community, and
future generations.
Sinergi SMV: Menanam 15.000
Pohon di Dataran Tinggi Dieng
SMV Synergy: Planting 15,000
Trees in Dieng Highlands
Dataran tinggi Dieng telah mengalami aktivitas antropogenik selama bertahun-tahun dan sedang menghadapi tingkat penggunaan lahan
yang berisiko, menyebabkan potensi hilangnya biodiversitas, dan menimbulkan dampak ekologis yang negatif. Merespons tantangan
tersebut, sinergi SMV antara PT Geo Dipa Energi (Persero) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menginisiasi program
reforestasi sekitar 15.000 pepohonan di dataran tinggi Dieng. Bersama dengan SMV lainnya, IIF turut berpartisipasi dan terlibat langsung
dalam pelaksanaan program tersebut.
Partisipasi IIF dalam program ini menegaskan komitmen IIF dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan. Sebagai
katalisator pembangunan infrastruktur berkelanjutan, IIF memahami pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masa depan yang
lebih baik. Reforestasi bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menciptakan kesadaran masyarakat setempat akan
pentingnya menjaga lingkungan. Dengan dukungan dan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak, maka diharapkan dapat menciptakan
perubahan positif bagi Dataran Tinggi Dieng dan lingkungan sekitarnya.
The Dieng Highlands have experienced anthropogenic activities for years and are currently facing the risk of land use that could lead to the
potential loss of biodiversity and negative ecological impacts. To address these challenges, the SMV synergy between PT Geo Dipa Energi
(Persero) and PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) initiated a reforestation program involving approximately 15,000 trees in the
Dieng Highlands. Alongside other SMV entities, IIF actively participated and directly engaged in the implementation of the aforementioned
program.
IIF’s involvement underscored its commitment to supporting environmental preservation and sustainability. As a catalyst for sustainable
infrastructure development, IIF understood the importance of maintaining environmental sustainability for a better future. Reforestation
was not merely about planting trees but also creating awareness among the local community about the importance of environmental
conservation. With strong support and collaboration from various parties, positive changes were expected to occur in the Dieng Highlands
and its surrounding environment.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 95
Page 98
Melestarikan Lingkungan yang Sehat
Preserving Healthy Environment
Komitmen Net Zero Emission:
IIF Tanam 1.500 Pohon di Sumatra Utara
Net Zero Emission Commitment: IIF
Plants 1,500 Trees in North Sumatra
IIF turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission di tahun 2060 mendatang. Selain
melalui pembiayaan pada proyek energi terbarukan, dukungan IIF pada net zero emission juga direalisasikan melalui kegiatan penanaman
pohon. Sejumlah 1.500 bibit pohon berupa kopi, kemiri, dan alpukat telah ditanam di kawasan Desa Marbun Toruan, Humbang Hasundutan,
Sumatra Utara. Pemilihan jenis-jenis pohon tersebut tidak hanya mempertimbangkan dampak positif terhadap lingkungan, melainkan juga
dapat memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat setempat.
Secara simbolis penanaman pohon tersebut dilakukan oleh Manajemen IIF beserta Manajemen Asian Development Bank selaku salah satu
Pemegang Saham IIF. Kegiatan penanaman pohon ini mencerminkan komitmen jangka panjang IIF untuk berpartisipasi dalam pembangunan
berkelanjutan di Indonesia. Dengan terus mengambil langkah-langkah proaktif dalam menjaga lingkungan, IIF berharap dapat menjadi
bagian dari solusi dalam mengatasi perubahan iklim.
IIF actively supported the government’s program to achieve Net Zero Emission in Indonesia by the 2060. In addition to financing renewable
energy projects, IIF’s support for net-zero emission was also realized through tree-planting activities. A total of 1,500 tree seedlings,
including coffee, candlenut, and avocado, had been planted in the Marbun Toruan Village, Humbang Hasundutan, North Sumatra. The
selection of these tree species not only considered their positive impact on the environment but also aimed to provide economic benefits
to the local community.
Symbolically, the tree planting was carried out by IIF’s Management together with the Asian Development Bank’s Management, one of the
shareholders of IIF. This tree-planting activity reflected IIF’s long-term commitment to participating in sustainable development in Indonesia.
By consistently taking proactive steps in environmental conservation, IIF aimed to be a part of the solution in addressing climate change.
Komitmen IIF terhadap keanekaragaman hayati dari proyek- IIF’s commitment to biodiversity in funded projects is
proyek yang dibiayai direalisasikan melalui SEDD pada aspek realized through SEDD carried out by the SED team to
potensi dampak proyek terhadap keanekaragaman hayati dan asses the potential impact of projects on biodiversity and
jasa lingkungan untuk beberapa proyek yang dilaksanakan environmental services for several projects implemented.
oleh SED. Proyek-proyek tersebut di antaranya Proyek PLTMH These projects include the Mini Hydro Power Plant projects
di Lampung dan Sumatera Utara, Kabel Bawah Laut Jakarta- in Lampung and North Sumatra, the Jakarta-Singapore
Singapura, Industrial Estate di Subang, Sistem Penyediaan Air Submarine Cable, an Industrial Estate in Subang, Clean Water
Bersih di Dumai, dan sebagainya. [OJK F.10] Supply System in Dumai, and more. [OJK F.10]
Selain itu, SED juga membantu beberapa klien untuk Moreover, SED also assists several clients in conducting
melakukan kajian lebih detail serta menyusun Biodiversity more detailed studies and developing Biodiversity Action
Action Plans serta langkah-langkah mitigasi untuk Plans, as well as mitigation measures for biodiversity and
pengelolaan keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan. environmental service management. One of IIF’s projects in
Salah satu proyek IIF di sektor kelistrikan di Sulawesi Tengah the electricity sector in Central Sulawesi conducted a study
melakukan kajian atas kondisi keanekaragaman hayati dan on the biodiversity and ecosystem services conditions in the
jasa ekosistem di lingkungan proyek. [OJK F.10] project’s environment. [OJK F.10]
Kajian dilakukan oleh tim ahli dari universitas lokal The study was conducted by a team of experts from a local
berdasarkan rekomendasi IIF yang tertulis pada Rencana university based on IIF recommendations as stated in the
Tindakan Perbaikan S&E yang disetujui di dalam Perjanjian S&E Improvement Action Plan and to be approved in the
Kerja Sama Fasilitas Pembiayaan. Kajian tersebut nantinya Financing Facility Cooperation Agreement. The study will
akan memaparkan identifikasi atas critical area, area describe the identification of critical areas, protected areas,
dilindungi, dan spesies terancam serta merekomendasikan and threatened species and recommend mechanisms for
mekanisme pengelolaan keanekaragaman hayati melalui managing biodiversity through the Biodiversity Action Plan.
Biodiversity Action Plan. Di Kalimantan Tengah, SED IIF juga In Central Kalimantan, the SED also assisted a condensate
membantu satu proyek pipa kondensat dan kilang mini untuk pipeline project and a mini-refinery in conducting detailed
melakukan kajian detail terkait keanekaragaman hayati dan studies on biodiversity and environmental services and
jasa lingkungan serta menyusun Biodiversity Action Plan. developing a Biodiversity Action Plan.
PT Indonesia Infrastructure Finance
96 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 99
Setiap proyek yang dibiayai oleh IIF wajib untuk patuh IIF makes it mandatory for each project under its portfolio
terhadap peraturan nasional, salah satunya kewajiban to comply with national regulations e.g., to rehabilitate and
rehabilitasi dan konservasi Kawasan hutan yang menjadi conserve forest areas which are the obligations of the holder
kewajiban pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang of a Borrow- To-Use Permit for Forest Areas regulated in the
diatur di dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Regulation of the Minister of Environment and Forestry. In
Kehutanan. Guna memastikan kepatuhan masing-masing order to ensure the compliance of each client with these
klien atas peraturan nasional tersebut, maka IIF mewajibkan national regulations, IIF requires clients with rehabilitation
klien yang memiliki kewajiban rehabilitasi dan konservasi and conservation obligations to send their regular reports.
mengirimkan laporan rutin kepada IIF.
Dengan strategi pengelolaan yang holistik, IIF dapat With a holistic management strategy, IIF can support its
mendukung langkah yang diambil klien untuk mengadopsi clients’ measures to adopt adaptive management practices
praktik pengelolaan yang adaptif dalam pelaksanaan tindakan in implementing mitigation actions and run responsive
mitigasi, serta pengelolaan yang responsif terhadap perubahan management to changing conditions while monitoring results
kondisi dan hasil dari pemantauan selama siklus hidup proyek. throughout the project life cycle.
Biaya Pengelolaan Lingkungan
Environmental Management Costs
Terkait biaya pengelolaan lingkungan, IIF tidak melakukan In terms of environmental management costs, IIF does not
pencatatan secara terpisah untuk biaya pengelolaan record them separately, as these costs are already included
lingkungan, mengingat biaya tersebut sudah dimasukkan in other expenses, such as building maintenance costs.
dalam biaya lainnya, seperti biaya pemeliharaan gedung. However, IIF actively encourages owners of project financed
Namun, IIF secara aktif melakukan rekomendasi kepada by IIF to engage in sustainable environmental management.
pemilik proyek-proyek yang dibiayai oleh IIF untuk melakukan Moreover, in 2023, IIF conducted a Corporate Social
pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, Responsibility program by planting 1,500 trees as an effort to
pada tahun 2023, IIF melakukan program Corporate Social offset the carbon footprint generated from IIF’s operational
Responsibility melalui penanaman 1.500 pohon sebagai travel activities throughout 2023. The cost incurred for tree
upaya offsetting carbon yang dihasilkan dari kegiatan planting was approximately Rp208 million.
operasional perjalanan dinas IIF sepanjang 2023. Biaya yang
dikeluarkan untuk penanaman pohon itu adalah sekitar
Rp208 juta. [OJK F.4]
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 97
Page 100
Melestarikan Lingkungan yang Sehat
Preserving Healthy Environment
Pengaduan Terkait Lingkungan [OJK F.16] [GRI 2-27]
Environmental Grievances
Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir, IIF tidak menerima In the past 3 (three) years, IIF has not received any grievances
pengaduan dari masyarakat berkenaan dengan kejadian from the community regarding incidents of environmental
pencemaran lingkungan dan ketidakpatuhan terhadap pollution or non-compliance with environmental regulations
peraturan terkait lingkungan yang timbul langsung dari bisnis directly resulting from IIF’s business or office operations.
atau operasional kantor IIF.
Lebih dari itu, sebagai perusahaan pembiayaan yang Furthermore, as a responsible financing company, we also
bertanggung jawab, kami juga melakukan pelacakan dan track and record grievances received by each project financed
pencatatan atas pengaduan yang diterima oleh setiap by IIF from external stakeholders, including the local
proyek yang dibiayai IIF dari pihak eksternal, termasuk dari communities around the project areas. IIF is committed to
masyarakat sekitar wilayah proyek-proyek tersebut berada. ensuring that clients have resolved all received grievances,
IIF turut bertanggung jawab untuk memastikan bahwa including conducting investigations, determining necessary
klien telah menyelesaikan seluruh keluhan yang diterima, follow-up actions, and communicating the results. In 2023,
termasuk melakukan investigasi, menentukan tindak lanjut the majority of recorded grievances were related to the social
yang perlu diambil, serta mengkomunikasikan hasilnya. Pada aspects of the projects.
tahun 2023, mayoritas keluhan yang tercatat terkait dengan
aspek sosial proyek.
Perlindungan terhadap Satwa Endemik
(Anguilla sp)
Protection of Endemic Species (Anguilla sp)
Pada salah satu proyek yang dibiayai IIF, kami telah menyelesaikan Studi Keanekaragaman Hayati dan mengimplementasikan rekomendasi
utama sebagai berikut:
1. Mengembangkan Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati untuk meminimalkan gangguan pola migrasi spesies Anguilla
Marmorata;
2. Memasang tanda larangan penggunaan alat tangkap ikan yang merusak untuk menangkap belut di daerah hulu dan sekitar proyek;
serta
3. Melakukan pemantauan berkala terhadap keanekaragaman hayati akuatik.
Melalui program ini, IIF berkomitmen untuk bertanggung jawab dan turut terlibat dalam menjaga keberlanjutan satwa endemik di wilayah
operasional proyek yang dibiayai sebagai bagian dari upaya kami untuk menjaga keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup.
In one of the projects financed by IIF, we have completed a Biodiversity Study and implemented the following key recommendations:
1. Developing a Biodiversity Management Plan to minimize disruption to the migration patterns of Anguilla Marmorata species;
2. Installing signs prohibiting the use of harmful fishing gear for catching eels in the upstream areas and around the project site; and
3. Conducting regular monitoring of aquatic biodiversity.
Through this program, IIF is committed to being responsible and actively involved in preserving the sustainability of endemic species in the
operational areas of projects financed as part of our efforts to conserve biodiversity and the environment.
PT Indonesia Infrastructure Finance
98 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 101
Mengembangkan
SDM Berkualitas
Developing High-Quality
Human Resources
“Karyawan merupakan salah satu pemangku kepentingan yang tumbuh bersama-sama
dalam perjalanan perkembangan IIF hingga saat ini. Oleh karena itu, kami berkomitmen
untuk terus mengembangkan insan IIF yang berkualitas, berkompeten, dan berintegritas
di bidangnya masing-masing sehingga dapat menjadi ujung tombak pelaksanaan
kebijakan dan strategi keberlanjutan Perseroan.”
“Employees are among the stakeholders who have grown together with IIF to date. Therefore, we are
committed to continuously developing high-quality, competent, and integrity-driven personnel who
excel in their respective fields to lead the implementation of the Company’s sustainability policies
and strategies.”
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 99
Page 102
Mengembangkan SDM Berkualitas
Developing High-Quality Human Resources
Meningkatkan Produktivitas,
Memastikan Kesehatan dan Keselamatan
Increasing Productivity, Ensuring Health and Safety
Tantangan iklim bisnis yang kian dinamis dewasa kini, The increasingly dynamic business climate today makes
menjadikan kompetensi karyawan sebagai salah satu faktor employee competence a key factor in achieving the expected
kunci dalam mencapai kesuksesan dan tingkat produktivitas level of success and productivity. The presence of high-
yang diharapkan. Keberadaan karyawan yang berkualitas, quality, competent, and integrity-driven employees in
berkompeten, dan berintegritas di bidangnya masing-masing their respective fields plays a crucial role in fulfilling the
memiliki peran kunci dalam menjalankan mandat pembiayaan mandate of sustainable infrastructure financing to drive
infrastruktur berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan the Company’s business growth while maintaining focus on
bisnis Perseroan yang memperhatikan kontribusi-kontribusi sustainability contributions. Therefore, IIF consistently strives
keberlanjutan di sampingnya. Oleh karena itu, IIF senantiasa to create a work environment that provides opportunities
berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang for collaboration, growth, and excellence to ensure
memberikan kesempatan untuk berkolaborasi, bertumbuh, optimal contributions to the Company and infrastructure
dan unggul sehingga dapat memberikan kontribusi optimal development in Indonesia.
bagi Perseroan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Praktik Ketenagakerjaan Labor Practices
IIF menyadari bahwa peran strategis karyawan dalam IIF recognizes the strategic role of employees in driving the
mendorong ketahanan dan keunggulan bersaing Perseroan Company’s resilience and competitive edge, which is highly
sangat signifikan. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk significant. Therefore, we consistently cultivate a learning
menumbuhkan budaya belajar sehingga dapat membuka culture that can unlock employees’ full potential and foster
seluruh potensi karyawan serta mendorong pertumbuhan career growth and job satisfaction. To this end, IIF has
karier dan kepuasan kerja karyawan. Program-program designed continuous training programs to develop employee
pelatihan pun dirancang IIF secara berkesinambungan competencies, especially in the ESG field, in line with current
untuk mengembangkan kompetensi karyawan, khususnya and future needs. In addition, IIF also offers competitive
di bidang LST, sesuai dengan kebutuhan saat ini maupun remuneration to attract and retain the best talents in the
masa depan. Selain memberikan pelatihan terbaik, IIF juga industry. This is supported by creating an inclusive, non-
menawarkan remunerasi yang kompetitif untuk menarik dan discriminatory work environment that upholds equality
mempertahankan talenta terbaik di industri. Hal ini didukung that we champion. Likewise, we persistently uphold other
dengan penciptaan lingkungan kerja yang inklusif, anti- employee rights, such as parental leave, in accordance with
diskriminasi, serta mengedepankan kesetaraan yang terus applicable regulations. [GRI 3-3]
kami kedepankan. Begitu juga dengan hak-hak karyawan
lainnya, seperti cuti memiliki anak, senantiasa kami pastikan
pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan yang
berlaku. [GRI 3-3]
Kebijakan SDM HR Policy
Dalam perumusan kebijakan SDM, Perseroan memiliki 3 The Company builds its HR policies on three core values
(tiga) nilai inti yang juga dijadikan pedoman bagi seluruh that offer guidelines to all employees. The hope is that all
karyawan. Diharapkan dengan adanya 3 (tiga) nilai utama employees can live up to the values in their respective work
ini, seluruh karyawan bisa menerapkannya dengan baik environment and field of work and use them as the basis for
di lingkungan kerja dan bidang kerjanya masing-masing, employees when interacting with IIF’s business partners.
termasuk menjadi landasan karyawan saat berinteraksi
dengan para mitra bisnis IIF.
PT Indonesia Infrastructure Finance
100 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 103
Nilai Utama Kebijakan SDM
Core Values of HR Policy
Komitmen terhadap
Kolaborasi Keunggulan Bisnis Infrastruktur
Collaborate Superiority Commitment to
Infrastructure Business
IIF berkomitmen dalam menumbuhkan IIF berkomitmen meningkatkan keunggulan, IIF berkomitmen untuk menjadi pakar
rasa kepercayaan, rasa hormat, komunikasi seperti ketelitian hingga ke hal-hal yang bisnis infrastruktur di Indonesia.
terbuka, pengakuan atas prestasi, mendetail, tidak memberikan toleransi
pemahaman atas tujuan organisasi, dan terhadap kesalahan, akurat, mampu IIF is committed to becoming an expert in
bekerja sama untuk mencapai tujuan memenuhi harapan, mengedepankan sikap Indonesian infrastructure business.
tersebut. profesionalisme dalam pekerjaan, dan
mampu memecahkan masalah.
IIF is committed to fostering trust,
respect, open communication, recognition IIF is committed to enhancing excellence,
of achievements, understanding of such as accuracy down to details, zero
organizational goals, and team work to tolerance for mistakes, accuracy, ability
achieve these goals. to meet expectations, prioritizing work
professionalism, and ability to solve problems.
Kesetaraan dan Keberagaman [OJK F.18] [GRI 406-1] Equality and Diversity [OJK F.18] [GRI 406-1]
IIF mengedepankan lingkungan kerja inklusif yang IIF champions an inclusive work environment that
menghargai munculnya kreativitas dari berbagai latar values creativity emerging from various backgrounds of
belakang kepribadian dan budaya yang beragam. Kami personalities and diverse cultures. We consistently provide
senantiasa memberikan kesempatan dan memberlakukan equal opportunities and treat employees fairly, regardless
karyawan dengan setara tanpa memandang jenis kelamin, of gender, ethnicity, race, religion, social status, political
suku, ras, agama, status sosial, hubungan politik, dan aspek affiliation, or other aspects vulnerable to discrimination. This
lainnya yang rentan mengalami diskriminasi. Komitmen commitment to equality is applied from the initial employee
kesetaraan ini kami terapkan sejak awal proses penerimaan recruitment process to the training and career development
karyawan hingga dalam sistem pelatihan maupun systems. Due to IIF’s commitment and diligence in this
pengembangan karier karyawan. Atas komitmen dan kehati- matter, there were no reported incidents of discrimination in
hatian IIF terhadap hal ini, maka tidak terdapat tuntutan the IIF workplace during the reporting year.
atas insiden diskriminasi yang terjadi di lingkungan kerja IIF
selama tahun pelaporan.
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa Child Labor and Forced Labor [OJK F.19] [GRI 408-1]
[OJK F.19] [GRI 408-1] [GRI 409-1] [GRI 409-1]
Selain prinsip kesetaraan, IIF juga tidak memperkerjakan In addition to the principle of equality, IIF never employs
anak di bawah umur dan kerja paksa. Hal ini merupakan aksi underage children, nor does it practice forced labor, reflecting
nyata Perseroan dalam mengikuti aturan pemerintah yang the Company’s real action in complying with government
tertuang dalam UU No. 13 tahun 2003 Pasal 68 tentang regulations contained in Law No.13 of 2003 Article 68 on
Ketenagakerjaan yang melarang perusahaan mempekerjakan Manpower which prohibits corporations from employing
anak dan UU No. 19 tahun 1999 tentang Konvensi ILO children and Law No. 19 of 1999 on the ILO Convention
Mengenai Penghapusan Kerja Paksa. Oleh karena itu, Regarding the Abolition of Forced Labor. The Company
Perseroan telah melakukan pemantauan ke seluruh proyek monitors all of its ongoing projects and supply chains
dan rantai pasokan yang tersebar di seluruh wilayah across all operational areas in Indonesia, where children
operasional di Indonesia yang berpotensi memperkerjakan employment and forced labor practice tend to take place.
anak dan mempraktikkan kerja paksa. Hal ini juga sejalan This is also in line with the 8 (eight) S&E Principles in reducing
dengan 8 (delapan) Prinsip S&E dalam mengurangi dampak the impacts and risks arising from social and environmental
dan risiko yang muncul karena masalah sosial dan lingkungan issues inherent in IIF infrastructure projects.
dari proyek infrastruktur yang dibiayai IIF.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 101
Page 104
Mengembangkan SDM Berkualitas
Developing High-Quality Human Resources
Profil Karyawan [OJK C.3] [GRI 2-7] Employee Profile [OJK C.3] [GRI 2-7]
Sampai dengan akhir tahun 2023, jumlah karyawan IIF As of end of 2023, IIF employed 141 employees, went up by
mencapai 141 orang, meningkat 20,51% dibandingkan 20.51% compared to 117 in the previous year. Moreover,
dengan tahun sebelumnya sebesar 117 orang. Dari jumlah 49.65% of the Company’s employees were female, reflecting
tersebut, sebanyak 49,65% di antaranya merupakan karyawan IIF’s commitment to inclusivity by providing women with
perempuan. Hal ini merupakan wujud inklusivitas IIF dalam equal opportunity to contribute to the Company.
memberikan kesempatan kepada karyawan wanita untuk
berkarya di IIF.
Profil Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Profile Based on Gender
50,00% 48,72% 50,35%
2021 2022 2023
Pria / Male
50,00% 51,28% 49,65% Wanita / Female
Profil Karyawan Berdasarkan Jenjang Kepangkatan
Employee Profile Based on Rank Level
2021 2022 2023
Keterangan Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Pelaksana 21 19 40 35,71 32 26 58 49,57 26 22 48 34.04 Staff
Middle
Manajer Madya 29 21 50 44,64 20 17 37 31,62 34 34 68 48.23
Manager
Eksekutif 6 16 22 19,64 8 14 22 18,80 10 15 25 17.73 Executive
Jumlah 56 56 112 100,00 60 57 117 100,00 70 71 141 100,00 Total
Profil Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
Employee Profile Based on Employment Status
2021 2022 2023
Keterangan Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Kontrak 1 13 14 12,50 4 3 7 5,98 7 6 13 9,22 Contract
Tetap 55 43 98 87,50 56 54 110 94,02 63 65 128 90,78 Permanent
Jumlah 56 56 112 100,00 60 57 117 100,00 70 71 141 100,00 Total
PT Indonesia Infrastructure Finance
102 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 105
Profil Karyawan Berdasarkan Tipe Ketenagakerjaan
Employee Profile Based on Employment Type
2021 2022 2023
Keterangan Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Karyawan Part-time
- 1 1 0,89 - - - - - - - -
Paruh Waktu Employee
Karyawan Full-time
56 55 111 99,11 60 57 117 100,00 70 71 141 100,00
Purnawaktu Employee
Jumlah 56 56 112 100,00 60 57 117 100,00 70 71 141 100,00 Total
Profil Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia
Employee Profile Based on Age Group
2021 2022 2023
Keterangan Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
22 – 30
22 – 30 Tahun 17 18 35 31,25 21 18 39 33,33 27 22 49 34,75
Years Old
31 – 40
31 – 40 Tahun 23 24 47 41,96 21 23 44 37,61 24 30 54 38,30
Years Old
41 – 50
41 – 50 Tahun 11 19 20 17,86 10 13 23 19,66 12 15 27 19,15
Years Old
51 – 55
51 – 55 Tahun 5 5 10 8,93 8 3 11 9,40 7 4 11 7,80
Years Old
Jumlah 56 56 112 100,00 60 57 117 100,00 70 71 141 100,00 Total
Profil Karyawan Berdasarkan Pendidikan
Employee Profile Based on Education
2021 2022 2023
Keterangan Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Diploma 2 3 5 4,46 3 3 6 5,13 3 3 6 4,26 Diploma
Bachelor’s
Strata 1 38 33 71 63,39 41 40 81 69,23 50 43 93 65,96
Degree
Master’s
Strata 2 atau
16 20 36 32,14 16 14 30 25,64 17 25 42 29,79 Degree or
Lebih Tinggi
Higher
Jumlah 56 56 112 100,00 60 57 117 100,00 70 71 141 100,00 Total
Pekerja Bukan Karyawan [GRI 2-8] Non-Employee Workers [GRI 2-8]
IIF juga memiliki pekerja yang bukan pekerja langsung, yaitu IIF also employs non-direct workers i.e. those who work for
mereka yang bekerja untuk Perseroan tetapi tidak dalam the Company but are not in direct employment relationships
hubungan kerja dengan Perseroan secara langsung, seperti with the Company, such as outsourced workers and interns.
karyawan alih daya dan pekerja magang. Demografi pekerja The demographics of these non-direct workers are as follows:
yang bukan pekerja langsung tersebut diuraikan sebagai
berikut:
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 103
Page 106
Mengembangkan SDM Berkualitas
Developing High-Quality Human Resources
Profil Pekerja Bukan Karyawan
Profile of Non-employee Workers
2021 2022 2023
Keterangan Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Karyawan Alih Outsourced
4 13 17 85,00 4 15 19 59,38 4 14 18 69,23
Daya Workers
Part-time/ Part-time/
1 2 3 15,00 6 7 13 40,63 4 4 8 30,77
Magang Interns
Jumlah 5 15 20 100,00 10 22 32 100,00 8 18 26 100,00 Total
Rekrutmen Recruitment
Di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang dan Amid the ever-evolving and disruptive business dynamics,
penuh dengan disrupsi, kami berupaya untuk membangun we strive to build a high-quality, competent, and integrity-
tim yang berkualitas, berkompeten, dan berintegritas. driven team. This commitment is reinforced by the demands
Hal ini diperkuat dengan tuntutan aspek keberlanjutan of sustainability aspects and the rapid development of
dan semakin pesatnya pembangunan infrastruktur yang infrastructure, which require employees with capabilities
memerlukan kapabilitas karyawan sesuai dengan kebutuhan aligned with the needs of the current industry. Therefore, IIF’s
industri terkini. Oleh karena itu, perekrutan karyawan IIF employee recruitment is also oriented towards competent
juga diorientasikan pada tenaga profesional muda yang young professional talents possessing the capabilities to
berkompeten dan memiliki kapabilitas dalam menghadapi face industry challenges. Accordingly, the recruitment is
tantangan industri. Pada prosesnya, rekrutmen tersebut conducted through a comprehensive selection, including the
dilakukan melalui seleksi secara komprehensif, termasuk involvement of each unit to accurately assess the candidates’
pelibatan masing-masing unit kerja untuk menilai tingkat competence and character. [GRI 3-3]
kompetensi dan karakter para kandidat. [GRI 3-3]
Untuk memperoleh kandidat terbaik, proses rekrutmen IIF To obtain the best candidates, IIF’s recruitment process
dimulai dari identifikasi kebutuhan karyawan, kualifikasi begins with identifying employee needs, the expected
karyawan yang diharapkan, pelaksanaan proses rekrutmen, qualifications of employees, the execution of the recruitment
hingga masa pelatihan pengenalan organisasi (induction process, and the induction training period. Each candidate is
training). Seluruh proses ini harus dilakukan oleh setiap required to go through the entire process to ensure that the
kandidat sebagai jaminan bagi Perseroan agar mendapat Company acquires qualified and integrity-driven employees.
karyawan yang berkualitas dan berintegritas. Selain itu, Moreover, the recruitment process is conducted with a focus
proses rekrutmen juga dilakukan dengan mengedepankan on the principle of equality, where each candidate has an
prinsip kesetaraan, yang mana setiap kandidat memiliki equal opportunity without discrimination based on gender,
kesempatan yang setara tanpa membedakan jenis kelamin, ethnicity, race, religion, social status, political affiliations, or
suku, ras, agama, status sosial, hubungan politik, dan aspek other aspects vulnerable to discrimination. [GRI 3-3]
lainnya yang rentan mengalami diskriminasi. [GRI 3-3]
Selain dilakukan secara internal, proses rekrutmen karyawan In addition to in-house recruitment, IIF also engages external
IIF juga dilakukan oleh pihak eksternal, seperti konsultan SDM parties to conduct its employee recruitment, such as HR
dan organisasi yang secara independen melakukan analisis consultants and organizations that independently analyze
kebutuhan karyawan serta melaksanakan proses perekrutan employee needs and execute the recruitment process.
karyawan tersebut. Sepanjang tahun 2023, IIF telah merekrut Throughout 2023, IIF recruited 43 new employees consisting
43 karyawan baru dengan proporsi 22 karyawan pria dan 21 of 22 male employees and 21 female employees.
karyawan wanita.
PT Indonesia Infrastructure Finance
104 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 107
Profil Karyawan yang Direkrut Perseroan Berdasarkan Kelompok Usia [GRI 401-1]
Recruited Employees Based on Age Groups
2021 2022 2023
Keterangan Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
22 – 30
22 – 30 Tahun 7 7 14 56,00 7 6 13 41,94 14 11 25 59,52
Years Old
31 – 40
31 – 40 Tahun 4 4 8 32,00 5 12 17 54,84 6 8 14 33,33
Years Old
41 – 50
41 – 50 Tahun 1 1 2 8,00 - - - - - 3 3 7,14
Years Old
51 – 55
51 – 55 Tahun - 1 1 4,00 - 1 1 3,23 - - - -
Years Old
Jumlah 12 13 25 100,00 12 19 31 100,00 20 22 42 100,00 Total
Tak hanya fokus merekrut karyawan berkualitas dan Not only focusing on recruiting qualified and integrity-driven
berintegritas, IIF juga berupaya untuk meningkatkan employees, IIF also strives to enhance employee retention
retensi karyawan melalui program-program pengembangan through competency development programs and efforts
kompetensi hingga upaya-upaya peningkatan kesejahteraan to improve employee well-being. Nevertheless, IIF remains
karyawan. Namun demikian, IIF juga tetap mengedepankan committed to championing employees’ rights, including
hak-hak karyawan, termasuk untuk tidak memaksa karyawan not compelling them to continue working for the Company.
terus bekerja di Perseroan. Sepanjang tahun 2023, terdapat Throughout 2023, there were 19 (nineteen) employees who
19 (sembilan belas) karyawan yang keluar dari Perseroan, left the Company, resulting in a turnover rate of 14% during
sehingga tingkat perputaran karyawan selama periode the reporting period.
pelaporan mencapai 14%.
Profil Karyawan yang Meninggalkan Perseroan [GRI 401-1]
Demography of Employees who Resigned
2021 2022 2023
Keterangan Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
22 – 30
22 – 30 Tahun 5 - 5 35,71 - 4 4 15,38 5 5 10 55,56
Years Old
31 – 40
31 – 40 Tahun 1 4 5 35,71 8 10 18 69,23 4 2 6 33,33
Years Old
41 – 50
41 – 50 Tahun - 4 4 28,57 - 2 2 7,69 - 1 1 5,56
Years Old
51 – 55
51 – 55 Tahun - - - - - 2 2 7,69 1 - 1 5,56
Years Old
Jumlah 6 8 14 100,00 8 18 26 100,00 10 8 18 100,00 Total
Pendidikan dan Pelatihan Education and Training
Kompetensi karyawan merupakan kunci bagi kemajuan dan Employee competence is the key to the Company’s progress
keunggulan Perseroan dalam menghadapi tantangan dan and excellence in facing business challenges and dynamics.
dinamika bisnis. Oleh karena itu, penyelenggaraan program Therefore, IIF consistently implements employee education
pendidikan dan pelatihan karyawan senantiasa dilaksanakan and training programs at all levels, covering topics tailored
secara berkesinambungan di seluruh level jabatan dengan to the latest business needs. This is in line with the increasing
topik-topik program yang disesuaikan dengan kebutuhan and diverse tasks and responsibilities of each employee,
bisnis terkini. Hal ini mengingat pelaksanaan tugas dan requiring fresh ideas to continue innovating. In addition,
tanggung jawab dari masing-masing karyawan yang kian employees’ characteristics, including knowledge, attitudes,
meningkat dan beragam sehingga membutuhkan gagasan- and behavior, are continuously developed to further enhance
gagasan segar untuk terus berinovasi. Selain itu, karakteristik the Company’s performance and productivity. [GRI 3-3]
yang dimiliki karyawan berupa pengetahuan, sikap, termasuk
perilaku juga terus dikembangkan dalam upaya meningkatkan
kinerja serta produktivitas Perseroan. [GRI 3-3]
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 105
Page 108
Mengembangkan SDM Berkualitas
Developing High-Quality Human Resources
Program pendidikan dan pelatihan karyawan di IIF dilakukan At IIF, employee education and training programs are
melalui berbagai media, baik pelatihan yang dilakukan oleh implemented through various means, including training
pihak internal maupun melibatkan praktisi-praktisi eksternal by internal parties and involving external practitioners
yang berkompetensi pada bidangnya masing-masing. competent in their respective fields. In terms of objectives,
Sedangkan dari aspek tujuannya, program pendidikan dan these programs cover technical, managerial, soft skills, and
pelatihan ini mencakup kompetensi teknis, manajerial, leadership skills, especially for team leaders, needed to face
soft skill, dan leadership skill khusus team leader yang future business challenges. Moreover, with the increasing
dibutuhkan untuk menghadapi tantangan usaha di masa stakeholders’ interest in ESG, IIF also strives to raise ESG
depan. Selain itu, seiring meningkatnya perhatian dari awareness and capabilities among all employees, not just the
pemangku kepentingan mengenai LST, IIF juga berupaya S&E team. [GRI 3-3] [GRI FS4]
meningkatkan kesadaran dan kemampuan LST kepada seluruh
karyawan, tidak hanya pada tim S&E. [GRI 3-3] [GRI FS4]
Sepanjang tahun 2023, program pendidikan dan pelatihan Throughout 2023, the implemented education and training
yang telah dilaksanakan mencapai 131,64% dari target yang programs reached 131.64% of the predetermined target.
ditetapkan. Program tersebut telah melibatkan 141 orang A total of 141 employees participated in the aforementioned
karyawan dengan jumlah jam pelatihan mencapai 10.824 programs with a total 10,824 training hours or 76.76 hours
jam atau 76,76 jam per karyawan. Informasi lebih lengkap per employee, as follows:
diuraikan sebagai berikut:
Jam Pelatihan Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Jabatan [OJK F.22] [GRI 404-1]
Employee Training Hours Based on Gender and Position Level
Jumlah Jam Pelatihan (Jam)
Total Training Hours (Hours)
Keterangan 2021 2022 2023 Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Pelaksana 1.453 1.852 3.305 50,41 2.102 1.814 3.915 50,47 2.064 1.765 3.829 35,37 Staff
Manajer Madya 1.210 985 2.195 33,48 1.289 1.185 2.474 31,88 2.602 2.289 4.891 45,18 Middle Manager
Eksekutif 436 620 1.056 16,11 576 793 1.369 17,65 792 1.313 2.105 19,44 Executive
Jumlah 3.099 3.457 6.556 100,00 3.966 3.791 7.758 100,00 5.458 5.366 10.824 100.00 Total
Jam Pelatihan Berdasarkan Jenis Pelatihan [GRI 404-2]
Training Hours Based on Type of Training
1. Pelatihan Internal / In-house Training
Jumlah Jam Pelatihan (Jam)
Total Training Hours (Hours)
Keterangan 2021 2022 2023 Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Pelaksana 409 806 1.215 53,93 1.363 1.195 2.558 51,38 1.121 1.188 2.308 41,97 Staff
Middle
Manajer Madya 338 366 704 31,25 834 774 1.607 32,28 1.217 1.044 2.260 41,10
Manager
Eksekutif 136 198 334 14,82 300 51 814 16,34 395 537 932 16,94 Executive
Jumlah 883 1.370 2.253 100,00 2.496 2.482 4.978 100,00 2.732 2.768 5.500 100,00 Total
Average
Rata-Rata Training
Jam Pelatihan 7,61 11,81 20.11 - 21,33 21,21 42,55 - 19,37 19,62 39,00 -
per Karyawan Hours per
Employee
PT Indonesia Infrastructure Finance
106 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 109
2. Pelatihan Umum / Public Training
Jumlah Jam Pelatihan (Jam)
Total Training Hours (Hours)
Keterangan 2021 2022 2023 Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Pelaksana 1.044 1.046 2.090 48,57 739 619 1.358 48,83 944 577 1.521 28,56 Staff
Middle
Manajer Madya 872 619 1.491 34,65 456 411 867 31,17 1.386 1.245 2.631 49,41
Manager
Eksekutif 300 422 722 16,78 276 279 556 19,99 397 776 1.173 22,03 Executive
Jumlah 2.216 2.087 4.303 100,00 1.470 1.309 2.780 100,00 2.726 2.598 5.324 100,00 Total
Rata-Rata Average
Jam Pelatihan 19,10 17,99 35.27 - 8,67 11,19 19,87 - 19,33 18,42 37,75 - Training Hours
per Karyawan per Employee
Jam Pelatihan Berdasarkan Tujuan Pelatihan [GRI 404-2]
Training Hours Based on Training Objective
1. Pelatihan Soft Skill / Training on Soft Skills
Jumlah Jam Pelatihan (Jam)
Total Training Hours (Hours)
Keterangan 2021 2022 2023 Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Pelaksana 0 33 33 10,44 1.363 1.194 2.558 51,38 494 337 830 31,41 Staff
Middle
Manajer Madya 32 122 154 48,73 834 774 1.607 32,28 594 529 1.123 42,50
Manager
Eksekutif 20 109 129 40,82 300 514 814 16,34 309 381 690 26,09 Executive
Jumlah 52 264 316 100,00 2.496 2.482 4.978 100,00 1.396 1.247 2.643 100,00 Total
Average
Rata-Rata
Training
Jam Pelatihan 0,45 2,28 2,59 - 21,33 21,21 42,55 - 9,90 8,84 18,74 -
Hours per
per Karyawan
Employee
2. Pelatihan Technical Skill / Training on Technical Skills
Jumlah Jam Pelatihan (Jam)
Total Training Hours (Hours)
Keterangan 2021 2022 2023 Description
Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah
% % %
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Pelaksana 1.453 1.819 3.272 52.44 739 619 1.358 48,83 1.571 1.428 2.998 36,65 Staff
Middle
Manajer Madya 1.178 863 2.041 32.71 456 411 867 31,17 2.008 1.760 3.768 46,06
Manager
Eksekutif 416 511 927 14.86 276 279 556 19,99 484 929 1.415 17,30 Executive
Jumlah 3.047 3.193 6.240 100,00 1.470 1.309 2.780 100,00 4.062 4.116 8.181 100,00 Total
Average
Rata-Rata
Training
Jam Pelatihan 26,27 27,53 51,15 - 12,57 11,19 23,76 - 28,80 29,19 58,02 -
Hours per
per Karyawan
Employee
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 107
Page 110
Mengembangkan SDM Berkualitas
Developing High-Quality Human Resources
Penilaian Kinerja Performance Assessment
Penilaian kinerja menjadi bagian penting dari strategi Performance assessment is an integral part of the employee
pengelolaan karyawan karena memberikan gambaran management strategy as it provides a comprehensive
yang komprehensif mengenai kinerja dan capaian overview of employee performance and achievements. This
karyawan sehingga dapat menjadi salah satu acuan dalam information serves as a reference for evaluating existing
mengevaluasi program yang telah berjalan dan menyusun programs and preparing development programs for future
program pengembangan di periode-periode mendatang. periods. Employee performance assessment is conducted
Penilaian kinerja karyawan Perseroan dilakukan oleh Divisi by the HR Division through a KPI based assessment module.
SDM melalui program manajemen kinerja yang dikembangkan Within a one-year timeframe, the HR Division has conducted
menggunakan modul penilaian berbasis KPI. Dalam jangka 1 (one) KPI assessments, covering 100% of employees,
waktu 1 (satu) tahun, Divisi SDM telah melakukan 1 (satu) including contract employees. [GRI 404-3]
kali penilaian KPI yang diikuti oleh 100% karyawan, termasuk
karyawan kontrak. [GRI 404-3]
Remunerasi dan Kompensasi Remuneration and Compensation
Kami menyadari keterlibatan karyawan merupakan salah We are keenly aware that employee engagement is one
satu penentu keberhasilan pencapaian tujuan Perseroan. of the main factors determining the achievement of
Dalam rangka menguatkan keterlibatan karyawan serta rasa the Company’s objectives. In order to bolster employee
kepemilikan karyawan terhadap Perseroan, IIF memberikan engagement and their sense of ownership in the company,
remunerasi dan kompensasi yang menarik bagi karyawan. IIF provides attractive remuneration and compensation
Langkah ini juga merupakan bagian dari penghargaan, packages. This initiative is also a form of acknowledgment,
apresiasi, dan imbalan bagi karyawan atas kontribusi, appreciation, and reward for employees’ contributions,
prestasi, dan keberhasilannya dalam melaksanakan tugas achievements, and success in carrying out their duties and
serta tanggung jawab secara optimal. responsibilities optimally.
Dalam hal remunerasi, kami memberikan paket remunerasi Regarding remuneration, we offer a remuneration package
bagi seluruh insan IIF yang disusun sedemikian rupa for all IIF personnel structured based on market benchmarks,
berdasarkan tolok ukur pasar, serta ditinjau dan disesuaikan periodically reviewed and adjusted without involving
secara berkala tanpa melibatkan konsultan remunerasi, remuneration consultants, stakeholders, or other third
pemangku kepentingan, dan pihak ketiga lainnya. Kami parties. We believe that the current remuneration policy
meyakini kebijakan remunerasi yang telah berjalan saat ini is competitive, implemented fairly, well-structured, and
telah mencapai level yang kompetitif dan diimplementasikan in accordance with applicable regulations. We expect our
secara adil, terstruktur, dan sesuai dengan ketentuan remuneration policy to strengthen the Company’s position
perundang-undangan yang berlaku. Hal ini diharapkan as a preferred choice for both external talents and existing
dapat memberikan kontribusi positif bagi Perseroan sebagai employees.
perusahaan pilihan, baik untuk talenta eksternal maupun
karyawan yang telah bergabung.
Dalam hal kompensasi, kami telah memberikan paket In terms of compensation, we have provided a competitive
kompensasi yang kompetitif di industri sejenis, sehingga dapat compensation package in the industry to attract the best
menarik talenta terbaik dari pasar. Paket kompensasi yang talents in the market. The compensation package includes
diberikan meliputi gaji pokok yang dibayarkan kepada karyawan the basic salary paid to employees at the end of each month
setiap akhir bulan sesuai dengan ketentuan Upah Minimum in accordance with provisions of the Provincial Minimum
Provinsi (“UMP”), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Wage (“UMP”), Social Security Administrator (“BPJS”), health
(“BPJS”), asuransi kesehatan, manfaat yang terkait dengan insurance, position-related benefits, Holiday Allowance
jabatan, Tunjangan Hari Raya (“THR”), dan bonus prestasi. (“THR”), and performance bonuses.
Standar gaji yang diberikan Perseroan juga sudah memenuhi UMP DKI Jakarta di mana
imbalan jasa karyawan tetap golongan terendah lebih tinggi 138% dari UMP. UMP DKI
Jakarta pada tahun 2023 adalah sebesar Rp4.901.798,00 [OJK F.20]
The Company’s salary standard has complied with the Jakarta Provincial Minimum Wage
(UMP DKI Jakarta), where the fixed employee remuneration for the lowest grade is 138%
higher than the UMP. The UMP DKI Jakarta in 2023 was set at Rp4,901,798.00. [OJK F.20]
PT Indonesia Infrastructure Finance
108 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 111
Program Kesejahteraan untuk Seluruh Karyawan (Tetap dan Kontrak)
Welfare Program for All Employees (Permanent and Contract)
Gaji dan Bonus Kinerja
Salary and Performance Bonus
Besaran gaji dan bonus kinerja yang diterima karyawan berdasarkan pada tingkat atau pangkat masing-masing karyawan,
ditambah dengan prestasi yang telah dicapai serta kontribusi yang telah diberikan kepada Perseroan.
Employees receive salary and performance bonuses whose amount is based on their respective levels or ranks; plus, the
achievements and contributions they have respectively made to the Company.
Fasilitas dan Tunjangan
Facilities and Allowances
• BPJS Ketenagakerjaan;
• BPJS Kesehatan;
• THR yang diberikan setahun sekali sesuai dengan peraturan yang berlaku;
• Penggantian biaya pengobatan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit, serta bersalin untuk karyawan dan anggota
keluarganya;
• Tunjangan komunikasi dan transportasi;
• Tunjangan keanggotaan olahraga; serta
• Dana pensiun karyawan
• Employment Social Security Administration Agency (BPJS);
• Health Social Security Administration (BPJS);
• Holiday allowance which is given once a year in accordance with applicable regulations;
• Reimbursement for medical expenses for outpatient and inpatient in hospital, as well as maternity for employees and their
family members;
• Communication and Transportation Allowance;
• Sports membership; and
• Employee pension fund.
Cuti Memiliki Anak Maternity Leave
Kami menghormati hak reproduksi karyawan, baik bagi We respect the reproductive rights of our employees, both
karyawan wanita yang hamil dan hendak melahirkan maupun for pregnant women who are expecting and those male
karyawan pria yang mendampingi pasangannya dalam masa employees supporting their partners during childbirth.
persalinan. Sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang In accordance with Law No. 13/2003 on Manpower that
Ketenagakerjaan mengenai hak pekerja/buruh untuk stipulates the rights of workers to take maternity leave and
menggunakan hak waktu istirahat hamil dan melahirkan the rights to receive full wages during that time, IIF provides
serta hak untuk mendapatkan upah penuh selama waktu maternity leave for female employees and paternity leave for
tersebut, IIF memberikan fasilitas cuti melahirkan untuk male employees whose wives give birth. Throughout 2023,
karyawan wanita (maternity leave) dan cuti memiliki anak there were 1 (one) female employees who took maternity
untuk pria bagi istrinya yang melahirkan (paternity leave). leave and 1 (one) male employees who took paternity leave,
Sepanjang tahun 2023, terdapat 1 (satu) karyawan wanita and 100% of whom returned to work. This demonstrates IIF’s
yang telah mengambil cuti melahirkan dan 1 (satu) karyawan commitment to being a workplace that supports the rights of
pria yang mengambil paternity leave. Dari jumlah tersebut, its employees.
100% dari karyawan kembali bekerja seperti sebelumnya. Hal
ini membuktikan komitmen IIF untuk menjadi tempat bekerja
yang mendukung hak-hak para karyawan.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 109
Page 112
Mengembangkan SDM Berkualitas
Developing High-Quality Human Resources
2021 2022 2023
Keterangan Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Wanita Pria Jumlah Description
Female Male Total Female Male Total Female Male Total
Jumlah karyawan yang
Number of employees taking
mengambil cuti melahirkan dan 4 2 6 3 6 9 1 1 2
maternity and parental leave
cuti memiliki anak
Number of employees
Jumlah karyawan yang kembali
returning to work after
bekerja setelah cuti melahirkan 4 2 6 3 6 9 1 1 2
maternity leave
dan cuti memiliki anak
and parental leave
Jumlah karyawan yang kembali Number of employees who
bekerja setelah cuti melahirkan returned to work after
dan cuti memiliki anak, 6 1 7 2 6 8 1 1 2 maternity leave and parental
yang masih bekerja 12 bulan leave, and continue working
setelahnya* over the following 12*
Tingkat pekerja kembali
100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 Return to work rate (%)
bekerja (%)
Tingkat retensi (%) 150,00 50,00 116,67 66,66 100,00 88,89 100,00 100,00 100,00 Retention rate (%)
Catatan / Note:
• Dihitung dari data cuti melahirkan dan memiliki anak di tahun buku sebelumnya. / Calculated based on maternity and parental leave data from the previous fiscal year.
Perjanjian Perundingan Kolektif [GRI 2-30] Collective Bargaining Agreement [GRI 2-30]
Hubungan industrial yang harmonis antara manajemen dan Harmonious industrial relations between the management
seluruh karyawan merupakan hal yang sangat penting dalam and all employees are crucial in building a supportive work
membangun lingkungan kerja yang kondusif, yang pada environment, ultimately enhancing employee performance.
akhirnya dapat meningkatkan kinerja karyawan. Oleh karena Therefore, IIF consistently strives to foster harmonious
itu, IIF senantiasa berupaya untuk membina hubungan working relationships and effectively manage any emerging
kerja yang harmonis dan mengelola setiap isu yang muncul issues to mitigate the risk of disputes and conflicts. In this
dengan baik dalam rangka menghindari risiko perselisihan regard, we have established a Collective Labor Agreement
dan konflik. Terkait dengan hal ini, kami telah menetapkan (“CLA”) that encompasses the rights, obligations, and
Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”) yang memuat hak, work regulations applicable to both the Company and its
kewajiban, serta peraturan kerja yang mengingat Perseroan employees. This agreement is binding and applicable to all
maupun karyawan. PKB ini berlaku dan mengingat bagi personnel, whether permanent or contract employees.
seluruh karyawan Perseroan, baik karyawan tetap maupun
karyawan kontrak.
PT Indonesia Infrastructure Finance
110 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 113
Lingkungan Bekerja
yang Aman dan Kondusif [OJK F.21]
Safe and Conducive Working Environment
Kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja We are committed to providing a healthy, safe, and
yang sehat, aman, dan kondusif bagi setiap karyawan, conducive working environment for every employee,
termasuk klien atau tamu yang berada dalam lokasi including clients or guests present at IIF’s operational
operasional IIF. Komitmen ini merupakan upaya kami locations. This commitment is part of our effort to instill a
dalam memberikan perasaan aman bagi karyawan dalam sense of security in employees, enabling them to perform
bekerja sehingga karyawan tersebut mampu menunjukkan at their best and ultimately enhancing their productivity.
kinerja terbaiknya, yang pada akhirnya akan meningkatkan Therefore, we ensure that the OHS facilities provided by
produktivitas karyawan tersebut. Oleh karena itu, kami the building management, such as first aid kits, Portable
memastikan sarana dan prasarana K3 yang disediakan oleh Fire Extinguishers (“PFE”), hydrants, sprinklers, and others,
pengelola gedung, seperti P3K, Alat Pemadam Api Ringan are always in good condition and functioning properly.
(“APAR”), hydrant, sprinkler, dan lainnya, senantiasa dalam [GRI 3-3] [GRI 403-2] [GRI 403-6]
keadaan baik dan dapat berfungsi dengan semestinya.
[GRI 3-3] [GRI 403-2] [GRI 403-6]
Sepanjang tahun 2023, kami telah mengidentifikasi tidak Throughout 2023, we identified zero job types with a high
terdapat jenis pekerjaan yang memiliki tingkat risiko health risk, and there were no work accidents resulting in
kesehatan yang tinggi dan tidak terdapat kecelakaan kerja fatalities or work-related illnesses at IIF. We also provided
yang mengakibatkan fatalitas maupun penyakit akibat kerja di health facilities for both permanent and contract employees
IIF. Kami juga memberikan fasilitas kesehatan bagi karyawan in the form of BPJS Kesehatan and other third-party health
tetap maupun kontrak berupa BPJS Kesehatan dan asuransi insurance. [GRI 403-9] [GRI 403-10]
kesehatan pihak ketiga lainnya. [GRI 403-9] [GRI 403-10]
Mekanisme Pengaduan Ketenagakerjaan
Employment Grievance Mechanism
Beberapa masalah ketenagakerjaan mungkin saja terjadi di Some employment issues may occur among employees, so
kalangan karyawan, namun Perseroan akan bertindak cepat that the Company will respond quickly and appropriately.
dan tepat dalam menangani masalah tersebut. Secara Openly, the Company provides a forum for employees
terbuka, Perseroan memberi wadah bagi karyawan untuk to report through a complaint facility mechanism in the
melaporkan melalui mekanisme sarana pengaduan pada Performance Appraisal assessment system. This system
sistem penilaian Performance Appraisal. Sistem ini mencakup includes direct coaching and a whistleblowing mechanism
direct coaching dan mekanisme whistleblowing yang telah governed by Company Regulations.
diatur dalam Peraturan Perusahaan.
Untuk melaporkan masalah intimidasi, diskriminasi, To report cases from intimidation, discrimination, and
pelecehan, hingga dugaan penipuan/perbuatan melanggar harassment to allegations of fraud/unlawful acts, the
hukum, Perseroan menyediakan jalur bagi karyawan lewat Company provides a channel for employees through a
mekanisme whistleblowing. Selain itu, Perseroan melalui whistleblowing mechanism. In addition, the Company,
manajemen terkait juga rutin mengadakan pertemuan through related management, also routinely holds meetings
dengan karyawan untuk membahas strategi atau solusi dari with employees to discuss strategies or solutions to existing
masalah-masalah yang ada secara top-down setiap 4 (empat) problems on a top-down basis every 4 (four) months. Over
bulan sekali. Dari berbagai media pengaduan tersebut, dalam the past 3 (three) years, IIF has not received any significant
kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir, IIF tidak menerima and material employment grievances from various grievance
pengaduan terkait ketenagakerjaan yang bersifat signifikan channels.
dan material.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 111
Page 114
Menciptakan Manfaat
bagi Masyarakat
Creating Benefits for the Community
“Kesinambungan usaha sangat bergantung pada terciptanya hubungan yang saling
menguntungkan antara seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal,
termasuk masyarakat sekitar di lokasi operasional proyek yang dibiayai. Meskipun sifat
bisnis IIF tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar tersebut, namun kami
berkomitmen untuk berperan serta dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan
guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui penerapan Prinsip S&E yang
mendorong upaya-upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.”
“Our business continuity heavily relies on the establishment of mutually beneficial relationships with
all stakeholders, both internal and external, including the communities around the funded projects’
operational locations. Even though IIF’s business nature does not have direct interaction with these
local communities, we are committed to contributing to sustainable infrastructure development to
enhance the quality of life for those communities. This commitment is driven by the implementation
of S&E Principles that encourage community development and empowerment efforts.”
PT Indonesia Infrastructure Finance
112 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 115
Manfaat Positif untuk Masyarakat
Positive Benefits to the Community
Kegiatan operasional IIF dalam industri pembiayaan tidak IIF’s operations in the financing industry do not directly
secara langsung memberikan dampak negatif terhadap impose adverse impacts on the community. However, we
masyarakat. Namun demikian, kami memahami bahwa setiap understand that each infrastructure project funded by IIF
kegiatan proyek infrastruktur yang IIF biayai berpotensi has the potential to create social impacts on the surrounding
memberikan dampak sosial kepada masyarakat di sekitar communities. Therefore, we bear the responsibility for
lokasi proyek. Oleh karena itu, kami memiliki tanggung managing these impacts, ensuring that development
jawab atas pengelolaan dampak tersebut sehingga IIF turut and empowerment efforts for the local community are
memastikan upaya pengembangan dan pemberdayaan implemented according to the plans and needs of the people.
masyarakat telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan [GRI 3-3]
kebutuhan masyarakat setempat. [GRI 3-3]
Melalui penerapan Prinsip S&E, IIF memastikan setiap proyek Through the application of S&E Principles, IIF ensures that
infrastruktur yang dibiayai mampu memberikan kehidupan every financed infrastructure project is able to provide a
yang lebih baik bagi masyarakat setempat, tidak hanya better life for the local community, not only during the
selama proyek pembangunan tersebut berjalan tetapi juga construction phase but also after the completion and
setelah proyek tersebut selesai dan beroperasional. Selain operation of the project. In addition, we ensure that our
itu, hubungan yang harmonis dengan pemangku kepentingan relationship with local stakeholders remains amicable.
setempat juga dipastikan tetap terjaga dengan baik.
Penerapan Prinsip S&E IIF bertujuan untuk memastikan pengelolaan aspek sosial di setiap proyek infrastruktur yang dibiayai dapat
berjalan optimal, termasuk namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
The implementation of IIF’s S&E Principles aims to ensure the optimal management of social aspects in every financed infrastructure
project, including but not limited to the following:
Mendorong penyediaan sarana pelibatan pemangku kepentingan.
Encouraging the provision of stakeholder engagement facilities.
Memastikan keluhan dari masyarakat terdampak proyek (project
affected people/”PAP”) dan komunikasi eksternal dengan pemangku
kepentingan terkait ditanggapi dan dikelola dengan tepat.
Ensuring that complaints from project affected people (“PAP”) and
external communications with relevant stakeholders are responded to
and managed appropriately. Menghindari atau meminimalkan risiko dan dampak negatif terhadap
kesehatan, keselamatan, dan keamanan masyarakat yang terdampak
proyek.
Avoiding or minimizing negative risks and impacts on the health,
safety, and security of project-affected communities.
Menghindari penggusuran atau pemukiman kembali secara paksa.
Avoiding forced evictions or involuntary resettlement.
Mengantisipasi dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi dari
proses pembebasan lahan.
Anticipating and minimizing the social and economic impacts of the
land acquisition process.
Meningkatkan atau memulihkan penghidupan dan standar hidup
masyarakat tergusur.
Improving or restoring the welfare and livelihood of relocated
communities.
Menghindari atau meminimalkan dampak negatif proyek terhadap
masyarakat adat.
Avoiding or minimizing the project’s negative impacts on indigenous
Memastikan proses pembangunan menghormati hak asasi manusia, peoples.
martabat, aspirasi, budaya, dan penghidupan berbasis sumber daya
alam dari masyarakat adat.
Ensuring that the development process fosters respect for the human
rights, dignity, aspirations, culture, and natural resource-based Menghormati dan melestarikan budaya, pengetahuan, dan praktik-
livelihoods of indigenous peoples. praktik yang dimiliki masyarakat adat serta membangun dan menjaga
hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat adat selama siklus
berjalan.
Respecting and preserving the , knowledge, and practices of
indigenous peoples and building while maintaining sustainable
Melindungi dan melestarikan warisan budaya dari dampak negatif relationships with indigenous peoples throughout the cycle.
kegiatan proyek.
Protecting and preserving cultural heritage from the negative
impacts of project activities.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 113
Page 116
Menciptakan Manfaat bagi Masyarakat
Creating Benefits for the Community
Dampak Kegiatan Operasional terhadap Impact of Operations on the Community
Masyarakat [OJK F.23] [GRI 413-2] [OJK F.23] [GRI 413-2]
IIF turut bertanggung jawab untuk memastikan pengelolaan IIF also takes responsibility to ensure the optimal
dampak sosial yang ditimbulkan dari proyek-proyek yang management of social impacts arising from financed
dibiayai berjalan optimal sehingga dapat mendukung projects to support the development of the local community.
pengembangan masyarakat setempat. Terkait dengan hal In this regard, we conduct a thorough assessment to
ini, kami melakukan proses uji tuntas untuk mengidentifikasi identify the social impacts of the project and ensure that
dampak sosial dari proyek dan memastikan bahwa proyek the project can implement the 8 (eight) S&E Principles.
mampu menerapkan 8 (delapan) Prinsip S&E. Dengan By embodying internationally best-standardized S&E
mewujudkan Prinsip S&E yang berstandar internasional Principles and implementing good governance, we expect
terbaik dan menerapkan tata kelola yang baik, diharapkan to help develop sustainable infrastructure projects that not
dapat tercapainya proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan only focus on physical infrastructure development but also
yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur the improvement of the quality of life for the community
fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat and the protection of the environment around the project
dan melindungi lingkungan di sekitar area proyek. Dengan area. In other words, bringing projects and the surrounding
kata lain, menghidupkan proyek dan masyarakat sekitarnya community into a more harmonious existence.
menjadi lebih harmonis.
Dampak Ekonomi Tidak Langsung [GRI 203-1] Indirect Economic Impacts [GRI 203-1]
IIF memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi IIF contributes to economic growth and the development of
dan pengembangan masyarakat sekitar wilayah operasional the communities around the operational areas of financed
proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai. Efek ganda dari infrastructure projects. The dual impact of this infrastructure
pembiayaan infrastruktur tersebut meliputi pembangunan financing includes the construction of connecting roads
jalan penghubung di sekitar lokasi proyek yang mempermudah around the project location, facilitating transportation for
transportasi warga lokal, pembangunan sistem air bersih yang local residents, the establishment of a clean water system
juga bisa dirasakan oleh warga sekitar, fasilitas kesehatan that is also accessible to nearby residents, healthcare
yang tentunya juga melayani semua pihak di lokasi proyek, facilities that serve everyone in the project location, and the
dan penciptaan lapangan kerja di sekitar lokasi proyek. creation of job opportunities in the vicinity of the project site.
Pembangunan Jalan Tol
Toll Road construction
IIF berkontribusi dalam 7 (tujuh) proyek pembangunan jalan tol dengan
total panjang mencapai 145,74 kilometer yang dibiayai secara aktif sampai
dengan akhir tahun 2023. Proyek pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk
meningkatkan mobilitas barang dan jasa serta mempercepat pertumbuhan
ekonomi di wilayah tersebut.
As of end of 2023, IIF actively financed 7 (seven) toll road construction projects
with a total length of 145.74 kilometers. The purpose of these toll road
construction projects is to enhance the mobility of goods and services and
Pembangunan Bandara dan Pelabuhan accelerate economic growth in the region.
Airport and Seaport Development
IIF berkontribusi dalam 4 (empat) proyek pembangunan bandara dan
1 (satu) proyek pembangunan pelabuhan yang dibiayai secara aktif sampai
dengan akhir tahun 2023. Kedua jenis pembiayaan infrastruktur tersebut
diharapkan dapat memperlancar transportasi antar pulau atau antar negara,
membantu meningkatkan perekonomian Indonesia, meratakan pertumbuhan
ekonomi, mengurangi kesenjangan ekonomi antar pulau, dan pada gilirannya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan Sarana Penyediaan
Air Minum
As of end of 2023, IIF actively financed 4 (four) airport development projects and
1 (one) port development projects. Both types of infrastructure financing Development of Drinking Water
are expected to facilitate transportation between islands or countries, help Supply Facilities
boost the Indonesian economy, equalize economic growth, reduce economic
disparities between islands, and ultimately improve the welfare of the
community. IIF berkontribusi dalam 9 (sembilan) proyek pengembangan SPAM dengan total
kapasitas sekitar 21.975 liter/detik yang dibiayai secara aktif sampai dengan
akhir tahun 2023. Proyek ini diperkirakan akan memasok air minum ke 1.339.545
rumah tangga. Ketersediaan sumber air bersih yang cukup dan aman sangat
penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
As of end of 2023, IIF actively financed 9 (nine) SPAM projects with a total
capacity of around 21,975 liters per second. Those projects were expected to
supply drinking water to 1,339,545 households. The availability of adequate
and safe clean water is crucial to improving the quality of life and public health.
PT Indonesia Infrastructure Finance
114 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 117
Pengembangan Pembangkit Listrik
dari Energi Terbarukan
Development of Power Generation
from Renewable Energy
IIF berkontribusi dalam 17 (tujuh belas) proyek pengembangan energi
terbarukan dengan total kapasitas output sekitar 686 MW yang dibiayai secara
aktif sampai dengan akhir tahun 2023. Dari total proyek-proyek tersebut, lebih
dari setengahnya akan menjadi PLTMH atau PLTA. Ketersediaan tenaga listrik
memegang peranan penting dalam pembangunan daerah untuk menunjang
kelancaran kehidupan dan perekonomian daerah.
As of end of 2023, IIF actively financed 17 (seventeen) renewable energy
development projects with a total output capacity of 686 MW. More than half
of these projects are Solar Power Plants or Hydropower Plants. Electricity plays Pengembangan Sarana Telekomunikasi
a crucial role in regional development to support the improvement of both the Telecommunication Facilities Development
quality of life and the local economy.
IIF berkontribusi dalam 11 (sebelas) proyek pengembangan sarana
telekomunikasi yang dibiayai secara aktif sampai dengan akhir tahun 2023. IIF
telah mendukung sektor ini di berbagai segmen, seperti backbone serat optik
(Palapa Ring), penyedia layanan internet, penyedia menara telekomunikasi,
operator telekomunikasi, dan pusat data. Berkat traffic data dan koneksi
jaringan internet yang memadai, hal ini dapat mendukung proses belajar
mengajar siswa dan memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas
ekonominya.
As of end of 2023, IIF actively financed 11 (eleven) telecommunication
infrastructure development projects. IIF has supported this sector in various
segments, such as fiber optic backbone (Palapa Ring), internet service providers,
telecommunication tower providers, telecommunication operators, and data
centers. Thanks to adequate data traffic and internet network connections, IIF’s
contribution is able to support the learning process of students and facilitate
the community in conducting economic activities.
Pasokan Air ke Masyarakat
Water Supply to Communities
Jumlah Kapasitas
Jumlah Pengguna (Rumah Tangga)
Total Capacity
Wilayah Total Users (Household) Area
(m3)
2021 2022* 2023 2021 2022* 2023
Jawa Timur 5.000 5.000 5.000 500.000 500.000 500.000 East Java
Lampung 825 825 825 60.000 60.000 60.000 Lampung
Banten 4.750 4.750 4.750 262.768 262.768 262.768 Banten
DKI Jakarta 10.200 10.200 10.200 435.777 435.777 435.777 DKI Jakarta
Riau 750 750 1.200 61.000 61.000 81.000 Riau
Jumlah 21.525 21.525 21.975 1.319.545 1.319.545 1.339.545 Total
*) Data disajikan kembali. / Restated data.
Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat Community Empowerment Initiatives
Tahun 2023 [OJK F.25] [GRI 413-1] in 2023 [OJK F.25] [GRI 413-1]
Inisiatif pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan CSR The community empowerment initiative is a CSR activity
yang diinisiasi oleh IIF secara mandiri maupun melalui kerja initiated by IIF independently or through collaboration
sama dengan lembaga lainnya. Inisiatif ini telah melibatkan with other institutions. This initiative has involved and
dan memberdayakan sejumlah masyarakat dengan program- empowered several communities with programs focusing
program yang berfokus pada keberlangsungan hidup on the sustainability of community life to ensure direct and
masyarakat agar dapat dirasakan langsung manfaatnya. immediate impacts.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 115
Page 118
Menciptakan Manfaat bagi Masyarakat
Creating Benefits for the Community
Sepanjang tahun 2023, IIF telah merealisasikan 3 (tiga) Throughout 2023, IIF implemented 3 (three) program with
program dengan total biaya mencapai Rp483,68 juta, a total expense of Rp483.68 million, went down by 2.43%
menurun 2,43% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar compared to Rp495.74 million in the previous year. The
Rp495,74 juta. Program-program tersebut diuraikan sebagai programs were as follows:
berikut:
1. Program pengelolaan sampah WE CARE bersama dengan 1. The WE CARE waste management program in
Sinergi SMV; collaboration with SMV Synergy;
2. Pemberian hewan qurban melalui kolaborasi dengan 2. Provision of sacrificial animals through collaboration with
Kementerian Keuangan Republik Indonesia; serta the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia; and
3. Penanaman 1.500 bibit pohon di daerah Dolok Sanggul, 3. Planting 1,500 tree seedlings in the Dolok Sanggul area,
Sumatra Utara berdekatan dengan lokasi proyek mini North Sumatra, near the mini-hydro project site financed
hidro yang dibiayai oleh IIF. by IIF.
Sinergi SMV: Program Pengelolaan Sampah
SMV Synergy: Waste Management Program
Di tengah pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat, masalah sampah menjadi salah satu perhatian utama yang memerlukan sinergi
kuat antara berbagai pihak untuk menciptakan solusi yang inovatif. Oleh karena itu, sinergi SMV yang terdiri dari berbagai perusahaan dan
lembaga yang berkomitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, telah meluncurkan program pengelolaan sampah organik di
Yogyakarta yang dinamai dengan WE CARE (Waste Management for Circular Economy).
WE CARE bukan hanya sekadar program pengelolaan sampah biasa. Ini adalah inisiatif holistik yang bertujuan untuk mengurangi sampah
organik dan anorganik serta mengintegrasikan nilai tambah dari limbah yang dihasilkan. Melalui berbagai inisiatif yang diterapkan, seperti
pengolahan kompos, daur ulang, dan pembuatan produk-produk baru dari limbah, program ini bertujuan untuk menciptakan ekonomi sirkuler
yang berkelanjutan. Salah satu keunggulan dari Program WE CARE adalah pendekatannya yang partisipatif. Selain melibatkan pemerintah dan
lembaga terkait, program ini juga mengajak masyarakat setempat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Dengan melibatkan semua
pihak, program ini tidak hanya menciptakan solusi yang lebih efektif, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
Amid rapid population growth and urbanization, waste management has become a major concern that requires strong collaboration among
various stakeholders to create innovative solutions. Therefore, SMV synergy that consisted of diverse companies and institutions committed to
supporting sustainable development had launched an organic waste management program in Yogyakarta named WE CARE (Waste Management
for Circular Economy).
WE CARE is not a mere waste management program. It is a holistic initiative aimed at reducing both organic and inorganic waste while
integrating added value from the generated waste. Through various implemented initiatives, such as composting, recycling, and creating new
products from waste, the program strives to establish a sustainable circular economy. One of the strengths of the WE CARE Program is its
participatory approach. In addition to involving the government and relevant institutions, the program also encourages local communities to
actively participate in waste management. By engaging all stakeholders, the program not only creates more effective solutions but also raises
awareness of the importance of environmental preservation.
PT Indonesia Infrastructure Finance
116 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 119
Mekanisme Penanganan Pengaduan [OJK F.24] Grievance Management Mechanism [OJK F.24]
Peningkatan kualitas pengelolaan dampak sosial dari IIF improves the quality of social impact management of
proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai IIF salah satunya its financed infrastructure projects, in part, through the
direalisasikan melalui penyediaan fasilitas pengaduan provision of grievance mechanism if disruptions are perceived
apabila dinilai adanya gangguan yang ditimbulkan dari to affect the local community’s life. In this regard, IIF has
proyek tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. established GRM as a platform for stakeholders to directly file
Terkait dengan hal ini, IIF telah memiliki GRM yang menjadi complaints to IIF.
media bagi pemangku kepentingan untuk menyampaikan
pengaduan langsung kepada IIF.
GRM dapat diakses melalui situs web IIF dan seluruh The GRM can be accessed through IIF’s website, and all
pengaduan yang diterima akan dicatat dan diperbarui secara received grievances are recorded and periodically updated.
berkala. Mekanisme penanganan pengaduan IIF meliputi: IIF’s grievance management mechanism is as follows:
1. Menerima dan mencatat pengaduan; 1. Receiving and recording grievances;
2. Menanggapi pengaduan dalam waktu 2x24 jam dengan 2. Responding to grievances within 2x24 hours by confirming
menyatakan bahwa pengaduan telah diterima dan sedang receipt and ongoing follow-up by the team;
ditindaklanjuti oleh tim;
3. Penyelesaian proses peninjauan dan validasi pengaduan 3. Resolving the review and validation process within 14
dalam waktu 14 hari; days;
4. Setelah pengaduan dikonfirmasi, harus diselesaikan dalam 4. Confirming resolution within 30 days after confirmation,
waktu 30 hari, baik secara langsung atau dengan meneruskan either directly or by forwarding the grievance to the
pengaduan tersebut ke pihak yang bertanggung jawab, responsible party for resolution;
untuk menyelesaikan pengaduan tersebut;
5. Mengawasi proses penyelesaian pengaduan; serta 5. Monitoring the grievance resolution process; and
6. Menutup pengaduan jika dinyatakan telah selesai dan 6. Closing the grievance when deemed completed and
menyiapkan memorandum kesepakatan antara pihak preparing a memorandum of understanding between the
pengadu dan juga IIF. dissatisfied party and IIF.
Setiap tahun, dokumen pengaduan dilaporkan sebagai bagian Each year, grievances and their resolution status are disclosed
dari Laporan Tahunan Kinerja Sosial dan Lingkungan IIF dan as part of IIF’s Social and Environmental Performance Annual
diberikan status penyelesaiannya. Report
Selain itu, IIF juga menerapkan hal yang sama untuk Furthermore, IIF applies the same approach to all financed
seluruh proyek yang dibiayai. Proyek harus memiliki projects. Projects must have a similar grievance management
mekanisme penanganan yang serupa, menangkap seluruh mechanism to capture all types of received grievances and
jenis aduan yang diterima, dan tindakan yang diambil untuk actions taken to resolve them. Projects must then report
menyelesaikannya. Proyek kemudian harus dapat melaporkan these grievances to IIF on an annual basis. This mechanism
hasil pencatatan tersebut kepada IIF setiap tahun. Mekanisme ensures that projects can maintain good relationships with
ini memastikan bahwa proyek dapat menjaga hubungan baik all stakeholders, especially with the communities affected by
dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama dengan the project, throughout all project phases.
masyarakat sekitar yang terkena dampak proyek, pada
seluruh tahapan pengerjaan proyek.
Sampai dengan akhir tahun 2023, tidak ada pengaduan yang As of end of 2023, the Company did not receive any
diterima Perseroan dan ditujukan kepada proyek yang dibiayai grievances directed to projects financed by IIF. Following the
IIF. Sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan, kami established mechanism, we addressed these grievances by
menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan mengkomunikasikan communicating them to the project owners and ensuring that
aduan kepada pemilik proyek dan memastikan bahwa aduan the grievances were resolved through the project-level GRM.
diselesaikan dengan GRM di level proyek tersebut.
Selain kanal aduan di atas, IIF juga memiliki kanal aduan In addition, IIF also has an additional corporate-level
tambahan di level korporasi untuk aduan-aduan yang grievance channel for grievances directed to the Company.
ditujukan kepada Perseroan. Aduan-aduan ini secara periodik These grievances are periodically reported to the OJK. As of
akan dilaporkan kepada OJK. Sampai dengan akhir tahun end of 2023, IIF did not receive any grievances through the
2023, terdapat nihil pengaduan yang diterima IIF melalui corporate-level grievance channel.
kanal aduan di level korporasi.
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 117
Page 120
Daftar Pengungkapan sesuai
POJK No. 51/POJK.03/2017 [OJK G.4]
List of Disclosure based Pursuant to POJK No. 51/POJK.03/2017
No. Indeks Nama Indeks Halaman
Index Number Index Name Page
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Penjelasan Strategi Keberlanjutan
A.1 10
Explanation on Sustainability Strategies
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
Overview of Sustainability Aspects Performance
Aspek Ekonomi
B.1 28-29
Economy Aspects
Aspek Lingkungan Hidup
B.2 30-31
Environmental Aspects
Aspek Sosial
B.3 31
Social Aspects
Profil Perusahaan
Company Profile
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
C.1 34
Vision, Mission, Sustainable Values
Alamat Perusahaan
C.2 33
Company Address
Skala Usaha:
a. Total aset atau kapitalisasi dan total kewajiban;
b. Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan status ketenagakerjaan;
c. Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham; serta
d. Wilayah operasional
C.3 35; 39; 102-103
Business Scale:
a. Total assets or assets capitalization and total liabilities;
b. Total employee based on gender, position, age, education and employment status;
c. Percentage of share ownership; and
d. Operational area.
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
C.4 33; 36-37
Product, Service, and Business Activities
Keanggotaan pada Asosiasi
C.5 39
Member Association
Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
C.6 39
Significant Changes
Penjelasan Direksi
Director Explanation
Penjelasan Direksi
D.1 44-49
Director Explanation
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainable Corporate Governance
Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.1 56
Person in Charge Responsibility for Sustainable Finance
Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan
E.2 60
Sustainable Finance Competency Development
Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.3 61-62
Sustainable Finance Risk Assessment Implementation
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
E.4 68-71
Stakeholders Relations
Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.5 46-47; 62
Sustainable Finance Implementation Problems
PT Indonesia Infrastructure Finance
118 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 121
No. Indeks Nama Indeks Halaman
Index Number Index Name Page
Kinerja Keberlanjutan
Sustainable Performance
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
F.1 71-73
The Activities of Building a Culture of Sustainability
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan
dan Laba Rugi
F.2 80-81
Comparison of Production Targets and Performance, Portfolio, Financial Targets, or Investment,
Revenue and Profit
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen
Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
F.3 80-81
Comparison of Portfolio Targets and Performance, Financing Targets, or Investments in Finansial
Instruments or Projects in Line With the Implementation of Sustainable Finance
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Biaya Lingkungan Hidup
F.4 97
Environment Cost Incurred
Aspek Material
Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
F.5 94
Use of Environmentally Friendly Materials
Aspek Energi
Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
F.6 90
The Amount and Intensity of Energy Used
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
F.7 89; 91
Efforts and Achievement of Energy Efficiency Including Use of Renewable Energy Sources
Aspek Air
Water Aspect
Penggunaan Air
F.8 93
Water Used
Aspek Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Aspect
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki
F.9 Keanekaragaman Hayati 94
Impacts from Operational Areas Close to or in Conservation Areas or Having Biodiversity
Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
F.10 96
Biodiversity Conservation Efforts
Aspek Emisi
Emission Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan berdasarkan Jenisnya
F.11 91
The Amount and Intensity of Emissions Produced by Type
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
F.12 91
Efforts and Achievement Emission Reduction Carried Out
Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspect
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan berdasarkan Jenis
F.13 93
The Amount of Waste and Effluent Produced by Type
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.14 93
Mechanism of Waste and Effluent Management
Tumpahan yang Terjadi (jika ada) Tidak Relevan
F.15
Spills that Occur (if any) Not Relevant
Aspek Pengaduan terkait Lingkungan Hidup
Environmental Complaint Aspect
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
F.16 98
The Amount and Material of Environmental Complaints Received and Resolved
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 119
Page 122
No. Indeks Nama Indeks Halaman
Index Number Index Name Page
Kinerja Sosial
Social Aspect
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
F.17 80
Commitment to Provide Services for Equivalent Products and/or Services to Consumers
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect
Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.18 101
Equality of Employment Opportunities
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.19 101
Child Labor and Forced Labor
Upah Minimum Regional
F.20 108
The Regional Minimum Wage
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
F.21 111
Decent and Safe Working Environment
Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
F.22 106
Training and Capacity Building of Employees
Aspek Masyarakat
Society Aspect
Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar
F.23 114
Operational Impacts to the Surrounding Community
Pengaduan Masyarakat
F.24 117
Public Complaints
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan
F.25 115-116
Environmental and Social Responsibility Activities
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
Responsibilities for Developing Sustainable Products/Services
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.26 78-79; 85
Innovation and Development of Sustainable Financial Products and/or Services
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
F.27 83
Products/Services that have been Evaluated for Safety for Customers
Dampak Produk/Jasa
F.28 83
Products/Service Impacts
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.29 83
Number of Products Recalled
Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.30 83
Customer Satisfaction Survey of Sustainable Finance and/or Services
Lain-lain
Others
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
G.1 6
Written Verification from an Independent Party (if any)
Lembar Umpan Balik
G.2 129
Feedback Form
Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
G.3 128
Feedback on Previous Year’s Sustainability Report
Daftar Pengungkapan Sesuai POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
G.4 118-120
Disclosure List Based on POJK No. 51/POJK.03/2017 regarding the Implementation of Sustainable
Finance for Financial Services Institutions, Listed Companies and Public Companies
PT Indonesia Infrastructure Finance
120 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 123
Indeks Isi GRI – in Accordance
GRI Content Index – in Accordance
Pernyataan Penggunaan PT Indonesia Infrastructure Finance telah melaporkan informasi yang dikutip dalam indeks GRI
Statement of Use ini untuk periode 1 Januari – 31 Desember 2023 dengan mengacu pada Standar GRI
PT Indonesia Infrastructure Finance has reported the information cited in this GRI content
index for the period January 1 – December 31, 2023 with reference to the GRI Standards.
GRI 1 yang Digunakan GRI 1: Landasan 2021
GRI 1 Used GRI 1: Foundation 2021
Standar Sektor GRI yang Berlaku GRI G4 Jasa Keuangan
Applicable GRI Sector Standard GRI G4 Financial Services
Standar GRI Pengungkapan Halaman
GRI Standards Disclosure Page
Pengungkapan Umum
General Disclosures
Informasi Organisasi
2-1 33
Organization Details
Entitas yang Termasuk dalam Laporan Keuangan Dikonsolidasi
2-2 6
Entities Included in the Consolidated Financial Statement
Periode Pelaporan, Frekuensi, dan Titik Kontak
2-3 4; 9
Reporting Period, Frequency, and Contact Point
Pernyataan Kembali Informasi
2-4 4
Restatement of Information
Verifikasi Pihak Eksternal
2-5 6
External Assurance
Kegiatan, Rantai Pasokan, dan Hubungan Bisnis Lainnya
2-6 33; 38; 40
Activities, Value Chain and Other Business Relationships
Karyawan
2-7 35; 102-103
Employees
Pekerja Bukan Karyawan
2-8 103-104
Workers Who are Not Employees
Struktur Tata Kelola dan Komposisi
2-9 52
Governance Structure and Composition
Nominasi dan Seleksi Badan Tata Kelola Tertinggi
GRI 2 2-10 54
Nomination and Selection of the Highest Governance Body
Ketua Badan Tata Kelola Tertinggi
2-11 52; 54
Chair of the Highest Governance Body
Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam Mengawasi Pengelolaan Dampak
2-12 53; 56
Role of the Highest Governance Body in Overseeing the Management of Impacts
Delegasi Tanggung Jawab untuk Mengelola Dampak
2-13 56
Delegation of Responsibility for Managing Impacts
Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam Laporan Keberlanjutan
2-14 57
Role of the Highest Governance Body in Sustainability Reporting
Konflik Kepentingan
2-15 65
Conflict of Interest
Komunikasi Hal-hal Kritis
2-16 55
Communication of Critical Concern
Pengetahuan Kolektif Badan Tata Kelola Tertinggi
2-17 60
Collective Knowledge of the Highest Governance Body
Evaluasi Kinerja Badan Tata Kelola Tertinggi
2-18 56
Evaluation of the Performance of the Highest Governance Body
Kebijakan Remunerasi
2-19 55
Remuneration Policies
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 121
Page 124
Standar GRI Pengungkapan Halaman
GRI Standards Disclosure Page
Proses Menentukan Remunerasi
2-20 55
Process to Determine Remuneration
Rasio Kompensasi Total Tahunan
2-21 55
Annual Total Compensation
Pernyataan tentang Strategi Pembangunan Berkelanjutan
2-22 44-49
Statement on Sustainable Development Strategy
Komitmen Kebijakan
2-23 11; 58
Policy Commitments
Menerapkan Komitmen Kebijakan
2-24 11; 58
Embedding Policy Commitments
Proses untuk Memulihkan Dampak Negatif
GRI 2 2-25 59; 61
Processes to Remediate Negative Impacts
Mekanisme untuk Mencari Saran dan Menyampaikan Kekhawatiran
2-26 66
Mechanism for Seeking Advice and Raising Concern
Kepatuhan terhadap Regulasi dan Hukum
2-27 75
Compliance with Laws and Regulations
Keanggotaan Asosiasi
2-28 39
Membership Associations
Pendekatan Pelibatan Pemangku Kepentingan
2-29 68-71
Approach to Stakeholder Engagement
Perjanjian Perundingan Kolektif
2-30 110
Collective Bargaining Agreements
Proses Menentukan Topik Material
3-1 6-7
Process to Determine Material Topics
GRI 3
Daftar Topik Material
3-2 8-9
List of Material Topics
Ekonomi
Economic
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 82
Management of Material Topics
GRI 201:
Kinerja Ekonomi Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan
201-1 82
Economic Direct Economic Value Generated and Distributed
Performance
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indirect economic impacts
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 113
Management of Material Topics
GRI 203
Dampak Ekonomi
Investasi Infrastruktur dan Dukungan Layanan
Tidak Langsung 203-1 114-115
Infrastructure Investments and Services Supported
Indirect Economic
Impact
Anti Korupsi
Anti-corruption
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 64
Management of Material Topics
Operasi-operasi yang Dinilai Memiliki Risiko terkait Korupsi
205-1 64
Operations Assessed for Risks Related to Corruption
GRI 205
Komunikasi dan Pelatihan tentang Kebijakan dan Prosedur Anti Korupsi
Anti Korupsi 205-2 65
Communication and Training About Anti-corruption Policies and Procedures
Anti-corruption
Insiden Korupsi yang Terbukti dan Tindakan yang Diambil
205-3 65
Confirmed Incidents of Corruption and Action Taken
PT Indonesia Infrastructure Finance
122 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 125
Standar GRI Pengungkapan Halaman
GRI Standards Disclosure Page
Lingkungan
Environment
Energi
Energy
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 89
Management of Material Topics
Konsumsi Energi dalam Organisasi
302-1 89-90
Energy Consumption within the Organization
GRI 302
Konsumsi Energi di Luar Organisasi
Energi 302-2 89
Energy consumption Outside of the Organization
Energy
Intensitas Energi
302-3 90
Energy Intensity
Air dan Efluen
Water and Effluents
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 93
Management of Material Topics
Interaksi dengan Air sebagai Sumber Daya Bersama
303-1 93
Interactions with Water as a Shared Resource
Manajemen Dampak yang Berkaitan dengan Pembuangan Air
303-2 93
Management of Water Discharge-related Impacts
GRI 303
Air dan Efluen Pengambilan Air
303-3 93
Water and Water Withdrawal
Effluents
Pembuangan Air
303-4 93
Water Discharge
Konsumsi Air
303-5 93
Water Consumption
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 94
Management of Material Topics
GRI 304 Lokasi Operasi yang Dimiliki, Disewa, Dikelola, atau Berdekatan dengan, Kawasan Lindung
Keanekaragaman dan Kawasan dengan Nilai Keanekaragaman Hayati Tinggi di Luar Kawasan Lindung
304-1 94
Hayati Operational Sites Owned, Leased, Managed in, or Adjacent to, Protected Areas and Areas
Biodiversity of High Biodiversity Value Outside Protected Areas
Emisi
Emissions
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 89
Management of Material Topics
Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1 91
Direct GHG Emissions (Scope1)
Emisi Energi GRK (Cakupan 2) Tidak Langsung
305-2 91
Energy Indirect (Scope 2) GHG Emmisions
Intensitas Emisi GRK
GRI 305 305-4 91
GHG Emissions Intensity
Emisi
Emission Pengurangan Emisi GRK
305-5 88; 91
Reduction of GHG Emissions
Emisi Zat Perusak Ozon (ODS)
305-6 90
Emissions of Ozone-Depleting Subtance (ODS)
Nitrogen Oksida (NOX), Sulfur Oksida (SOX), dan Emisi Udara Signifikan Lainnya
305-7 90
Nitrogen Oxides (NOX), Sulfur Oxides (SOX), and Other Significant Air Emissions
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 123
Page 126
Standar GRI Pengungkapan Halaman
GRI Standards Disclosure Page
Sosial
Social
Ketenagakerjaan
Employment
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 104
Management of Material Topics
GRI 401
Ketenagakerjaan Perekrutan Karyawan Baru dan Penggantian Karyawan
401-1 105
Employment New Employee Hires and Employee Turnover
2016
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Occupational Health and Safety
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 111
Management of Material Topics
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Investigasi Insiden
GRI 403: 403-2 111
Hazard Identification, Risk Assessment, and Incident Investigation
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja Peningkatan Kualitas Kesehatan Pekerja
403-6 111
2018 Promotion of Worker Health
GRI 403: Kecelakaan Kerja
Occupational 403-9 111
Work-related Injuries
Health and Safety
2018 Penyakit Akibat Kerja
403-10 111
Work-related Ill Health
Pelatihan dan Pendidikan
Training and education
Pengelolaan Topik Material
GRI 3 3-3 105-106
Management of Material Topics
Rata-rata Jam Pelatihan per Tahun per Karyawan
404-1 106
GRI 404 Average Hours of Training per Year per Employee
Pelatihan dan
Program untuk Meningkatkan Keterampilan Karyawan dan Program Bantuan Peralihan
Pendidikan 404-2 106-107
Programs for Upgrading Employee Skills and Transition Assistance Programs
Training and
Education Persentase Karyawan yang Menerima Tinjauan Rutin terhadap Kinerja dan Pengembangan Karier
404-3 108
Percentage of Employees Receiving Regular Performance and Career Development Reviews
Nondiskriminasi
Non-discrimination
GRI 406
Insiden Diskriminasi dan Tindakan Perbaikan yang Dilakukan
Non-diskriminasi 406-1 101
Incidents of Discrimination and Corrective Actions Taken
Non-discrimination
Pekerja Anak
Child Labor
GRI 408
Operasi dan Pemasok yang Berisiko Signifikan terhadap Insiden Pekerja Anak
Pekerja Anak 408-1 101
Operations and Suppliers at Significant Risk for Incidents of Child Labor
Child Labor
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
Forced or Compulsory Labor
GRI 409
Kerja Paksa atau Operasi dan Pemasok yang Berisiko Signifikan terhadap Insiden Pekerja Kerja Paksa atau
Wajib Kerja 409-1 Wajib Kerja 101
Forced or Operations and Suppliers at Significant Risk for Incidents of Forced or Compulsory Labor
Compulsory Labor
Masyarakat Lokal
Local Community
Operasi dengan Keterlibatan Masyarakat Lokal, Penilaian Dampak, dan Program
Pengembangan
413-1 115
GRI 413 Operations with Local Community Engagement, Impact Assessments, and Development
Masyarakat Lokal Programs
Local Community Operasi yang secara Aktual dan yang Berpotensi Memiliki Dampak Negatif Signifikan
413-2 terhadap Masyarakat Lokal 114
Operations with Significant Actual and Potential Negative Impacts on Local Communities
PT Indonesia Infrastructure Finance
124 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 127
Standar GRI Pengungkapan Halaman
GRI Standards Disclosure Page
Pengungkapan Sektor
Sector Disclosure
Kebijakan dengan Komponen Lingkungan dan Sosial Tertentu
FS1 11; 13
Policies with Specific Environmental and Social Components
Prosedur untuk Menilai dan Menyaring Lingkungan dan Risiko Sosial di Lini Bisnis
FS2 58; 83
Procedures for Assessing and Screening Environmental and Social Risks in Business Lines
Proses untuk Memantau Implementasi dan Kepatuhan Klien terhadap Persyaratan
Lingkungan dan Sosial yang termasuk dalam Perjanjian atau Transaksi
FS3 83
Processes for Monitoring Clients’ Implementation of and Compliance with Environmental
and Social Requirements Included in Agreements or Transactions
Proses untuk Meningkatkan Kompetensi Staf untuk Menerapkan Kebijakan dan Prosedur
Lingkungan dan Sosial sebagaimana Diterapkan pada Lini Bisnis
FS4 60; 106
Process(es) for Improving Staff Competency to Implement the Environmental and Social
Policies and Procedures as Applied to Business Lines
Interaksi dengan Klien/Investasi/Mitra Bisnis mengenai Risiko dan Peluang Lingkungan
dan Sosial
FS5 58; 83
Interactions with Clients/Investees/Business Partners Regarding Environmental and
Social Risks and Opportunities
Persentase Portofolio untuk Lini Bisnis berdasarkan Ukuran Wilayah Tertentu (misalnya
mikro/UKM/besar) dan berdasarkan Sektor
FS6 28; 35; 38; 40; 81
Percentage of the Portfolio for Business Lines by Specific Region, Size (e.g. micro/SME/
large) and by Sector
Nilai Moneter Produk dan Layanan yang Dirancang untuk Memberikan Manfaat Sosial
Tertentu untuk Setiap Lini Bisnis yang Dipecah berdasarkan Tujuan
FS7 28; 81
Monetary Value of Products and Services Designed to Deliver a Specific Social Benefit for
Each Business Line Broken Down by Purpose
Nilai Moneter Produk dan Layanan yang Dirancang untuk Memberikan Manfaat Lingkungan
GRI G4 Jasa Tertentu untuk Setiap Lini Bisnis yang Dipecah berdasarkan Tujuan
Keuangan FS8 28; 81
Monetary Value of Products And Services Designed to Deliver a Specific Environmental
GRI G4 Financial Benefit for Each Business Line Broken Down by Purpose
Services
Cakupan dan Frekuensi Audit untuk Menilai Implementasi Kebijakan Lingkungan dan
Sosial serta Prosedur Penilaian Risiko
FS9 61
Coverage and Frequency of Audits to Assess Implementation of Environmental and Social
Policies and Risk Assessment Procedures
Persentase dan Jumlah Perusahaan yang Dipegang dalam Portofolio Institusi Tempat
Organisasi Pelaporan Berinteraksi dalam isu Lingkungan atau Sosial
FS10 38
Percentage and Number of Companies Held in the Institution’s Portfolio with Which the
Reporting Organization has Interacted on Environmental or Social Issues
Persentase Aset yang Tunduk pada Lingkungan Positif dan Negatif dari Masalah Sosial
FS11 28
Percentage of Assets Subject to Positive and Negative Environmental or Social Screening
Kebijakan Pemungutan Suara Diterapkan pada Masalah Lingkungan atau Sosial untuk
Dibagikan di mana Organisasi Pelaporan Berhak untuk Memilih Bagi-Bagi atau Saran
FS12 tentang Pemungutan Suara 68
Voting Policy(ies) Applied to Environmental or Social Issues for Shares Over Which the
Reporting Organization Holds the Right to Vote Shares or Advises on Voting
Titik Akses di Daerah Berpenduduk Rendah atau Kurang Beruntung Secara Ekonomi
Tidak Relevan
FS13 berdasarkan Jenis
Not Relevant
Access Points in Low-Populated or Economically Disadvantaged Areas by Type
Inisiatif untuk Meningkatkan Akses ke Layanan Keuangan bagi Orang-Orang yang Kurang
Tidak Relevan
FS14 Beruntung
Not Relevant
Initiatives to Improve Access to Financial Services for Disadvantaged People
Kebijakan untuk Desain dan Penjualan Produk dan Layanan Keuangan yang Adil
FS15 80
Policies for the Fair Design and Sale of Financial Products and Services
Inisiatif untuk Meningkatkan Literasi Keuangan berdasarkan Jenis atau Penerima Manfaat Tidak Relevan
FS16
Initiatives to Enhance Financial Literacy by Type of Beneficiary Not Relevant
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 125
Page 128
Daftar Singkatan
List of Abbreviation
Singkatan Nama Lengkap
Abbreviation Full Name
ADB Asian Development Bank Asian Development Bank
AKB Aksi Keuangan Berkelanjutan Sustainable Finance Action
BBM Bahan Bakar Minyak Fuel
BEI Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange
BPJS Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Social Security Administrator
B3 Bahan Berbahaya dan Beracun Hazardous and Toxic
BUMN Badan Usaha Milik Negara State Owned Enterprise
CAP Corrective Action Plans Corrective Action Plans
DEG Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH
EBT Energi Baru Terbarukan New and Renewable Energy
ESG Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Environmental, Social, and Governance
GCG Good Corporate Governance Good Corporate Governance
GIIP Good International Industry Practice Good International Industry Practice
GJ Giga Joule Giga Joule
GRI Global Reporting Initiative Global Reporting Initiative
GRK/GHG Gas Rumah Kaca Green House Gas
IBRD International Bank for Reconstruction and Development International Bank for Reconstruction and Development
IPCC Intergovernmental Panel on Climate Change Intergovernmental Panel on Climate Change
IFC International Finance Corporation International Finance Corporation
IIF Indonesia Infrastructure Finance Indonesia Infrastructure Finance
K3/OHS Keselamatan dan Kesehatan Kerja Occupational Health and Safety
KKN/CCN Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Corruption, Collusion, and Nepotism
KPBU Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha Public Private Partnership
kWh Kilowatt Jam Kilowatt Hour
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Institute of Economic and Social Research University of
LPEM UI
Indonesia Indonesia
LST Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Environmental, Social, and Governance
MW Megawatt Megawatt
NRC Komite Nominasi dan Remunerasi Nomination and Remuneration Committee
NRW Non-Revenue Water Non-Revenue Water
ODS Bahan Perusak Ozon Ozone Depleting Substance
OIKN Otoritas Ibu Kota Nusantara Nusantara Capital City Authority
PT Indonesia Infrastructure Finance
126 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 129
Singkatan Nama Lengkap
Abbreviation Full Name
OJK Otoritas Jasa Keuangan Financial Services Authority
OM Operation Manual Operation Manual
PDAM Perusahaan Daerah Air Minum Regional Drinking Water Company
PLTA Pembangkit Listrik Tenaga Air Hydroelectric Power Plant
PLTB Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Wind Power Plant
PLTBm Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Biomass Power Plant
PLTMH Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro Mini-Hydro Power Plant
PLTP Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Geothermal Power Plant
PLTS Pembangkit Listrik Tenaga Surya Solar Power Plant
PT SMI PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
POJK Peraturan OJK OJK Regulation
PPP Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha Public Private Partnership
RAKB Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Sustainable Finance Action Plan
RUED Rencana Umum Energi Daerah Rencana Umum Energi Daerah
RUPS/GMS Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders
S&E Sosial dan Lingkungan Social & Environmental
SDGs Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals
SDM Sumber Daya Manusia Human Resources
SED Social and Environment Division Social and Environmental Division
SEDD Uji Tuntas Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Due Diligence
SEMS Sistem Pengelolaan Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Management System
SEOJK Surat Edaran OJK OJK Circular Letter
SFWG Sustainable Finance Working Group Sustainable Finance Working Group
SPAM Sarana Penyediaan Air Minum Water Supply Facility
SMBC Sumitomo Mitsui Banking Corporation Sumitomo Mitsui Banking Corporation
SMV Special Mission Vehicle Special Mission Vehicle
SPAM Sistem Penyediaan Air Minum Drinking Water Supply System
TJSL / CSR Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Corporate Social Responsibility
TOD Transit Oriented Development Transit Oriented Development
TPA Tempat Pembuangan Akhir Final Disposal Site
UMP Upah Minimum Provinsi Provincial Minimum Wage
USD Dolar Amerika Serikat United States Dollar
WBS Whistleblowing System Whistleblowing System
3P People, Planet, Profit People, Planet, Profit
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 127
Page 130
Tanggapan terhadap Survei Pembaca
Laporan Tahun Sebelumnya [POJK G.3]
Response to the Previous Year’s Reader Survey
Perseroan tidak mendapat tanggapan dari para pemangku The Company did not receive feedback from stakeholders
kepentingan setelah diterbitkannya Laporan Keberlanjutan following the publication of the 2022 Sustainability Report.
2022. Dengan demikian, dalam laporan ini tidak terdapat Therefore, this report does not contain specific information
informasi secara spesifik tentang tindak lanjut yang diambil about the Company’s follow-up actions regarding
Perseroan atas tanggapan dari pemangku kepentingan stakeholders’ feedback from the previous year.
tahun sebelumnya.
PT Indonesia Infrastructure Finance
128 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 131
Lembar Umpan Balik [OJK G.2]
Feedback Form
Laporan Keberlanjutan IIF Tahun 2023
IIF Sustainability Report 2023
Silakan pilih salah satu kelompok pemangku kepentingan yang paling mewakili Anda:
Please tick the box for the stakeholder group that best describes you:
Karyawan / Employee Regulator Lain-lain / Others:
Contractor/Sub-contractor/Vendor/Supplier NGO
Klien / Client Media
Investor/Financial Analyst/Shareholders Student/Academics
Bagaimana penilaian Anda terhadap laporan ini:
Please rate the report for:
(1 SANGAT TIDAK BAIK sampai dengan 5 SANGAT BAIK / 1 being POOR up to 5 being EXCELLENT)
Parameter
1 2 3 4 5
Parameter
Dapat memenuhi kebutuhan informasi yang anda butuhkan
Meeting your information needs
Konten yang lengkap
Content completeness
Transparan
Transparency
Jelas dan mudah dimengerti
Clarity and easy to understand
Kemudahan dalam mencari informasi tertentu
Ease in finding information
Keseluruhan laporan
Overall report
Laporan ini terdiri dari bagian-bagian berikut:
The report has these following sections:
Apakah Anda mengakses Apakah bagian ini bermanfaat/
Bagian
bagian ini? memuat informasi yang mencukupi?
Section
Did you access this section? Is it useful/insightful?
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Overview
Profil Perusahaan
Company Profile
Laporan Direksi
Report of the Board of Directors
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Kinerja Operasional
Operational Performance
PT Indonesia Infrastructure Finance
2023 Sustainability Report 129
Page 132
Apakah Anda mengakses Apakah bagian ini bermanfaat/
Bagian
bagian ini? memuat informasi yang mencukupi?
Section
Did you access this section? Is it useful/insightful?
Kinerja Lingkungan
Environmental Performance
Ketenagakerjaan
Employment
Kinerja Sosial
Social Performance
Material aspek apa yang menurut Anda paling informatif dan bermanfaat:
Which of our most material aspect did you find informative or useful:
Apakah data dan informasi yang disajikan cukup
untuk kebutuhan informasi Anda?
Aspek Keberlanjutan Material Is data and information presented sufficient for you?
Material Sustainability Aspects
Terlalu Banyak Mencukupi Terlalu Sedikit
Too Much Sufficient Too Little
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indirect Economic Impact
Anti-Korupsi
Anti-Corruption
Energi
Energy
Air dan Efluen
Water and Effluents
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity
Emisi
Emissions
Ketenagakerjaan
Employment
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Occupational Health and Safety
Pelatihan dan Pendidikan
Training and Education
Mohon penjelasan, apakah laporan ini telah menjawab pertanyaan Anda tentang kinerja keberlanjutan kami?
Please elaborate, does the report address your main concerns about our sustainability performance?
Mohon berikan saran kepada kami untuk meningkatkan kualitas laporan berikutnya?
How could we improve this report in the future?
== TERIMA KASIH ==
== THANK YOU ==
PT Indonesia Infrastructure Finance
130 Laporan Keberlanjutan 2023
Page 133
2023 Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Prosperity Tower Floor 53rd-55th District 8, Sudirman Centra Business District (SCBD) Jln. Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190 : (62-21) 5082 6600 : (62-21) 5082 6601 : info@iif.co.id : Indonesia Infrastructure Finance : @pt_iif
Names mentioned 54 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Ministry of Finance’s ESG Framework
p.3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.16
unresolved
org
Ministry of Finance Regulation
p.16
unresolved
org
Financial Services Authority
p.16
unresolved
org
Kota Nusantara
p.18 ×2
unresolved
org
Challenge Corporation
p.18
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.19
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
p.33
unresolved
org
Ministry of Energy and Mineral Resources.
p.33 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.35 ×2
unresolved
person
Taufani
p.35 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.35
unresolved
org
Minister of Finance
p.35 ×3
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.35
unresolved
org
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
p.38
unresolved
org
Sumitomo Mitsui Banking Corporation
p.41
unresolved
—
terkait penutupan atau pembukaan cabang
p.41
unresolved
—
merger atau penggabungan usaha. Begitu juga
p.41
unresolved
—
berdampak terhadap Perseroan di sepanjang tahun 2023.
p.41
unresolved
—
Keanggotaan Asosiasi
p.41
unresolved
org
Bank Indonesia
p.44 ×3
unresolved
org
Research Ltd.
p.50 ×2
unresolved
org
Best Foreign Debt Management Corporation
p.50
unresolved
org
Bank Indonesia. Penghargaan-penghargaan
p.51
unresolved
person
Komposisi Organ Tata Kelola
· Komisaris
p.55
unresolved
person
Prosedur Nominasi
· Komisaris
p.56
unresolved
person
Nominasi
· Komisaris
p.56
unresolved
org
Departemen HR
p.60
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.71 ×2
unresolved
org
Ministry of Finance
p.71 ×2
unresolved
org
Kementerian Pendidikan
p.74
unresolved
org
Ministry of Education
p.74
unresolved
org
PT Brantas Abipraya
p.74
unresolved
org
Bank Impacts
p.74
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Mengakselerasi Solar Project
p.74
unresolved
org
Pengelola Dana Lingkungan Hidup
p.75
unresolved
org
Yayasan WWF Indonesia
p.75
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rumah Susun
p.75
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.75
unresolved
org
Ministry of Public Works and Public Housing
p.75
unresolved
org
Kebijakan Fiskal Pusat National Priority Research
p.75
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.