Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 240
Page 1
Membangun Jalan, Wujudkan Asta Cita
Building Roads, Realizing Asta Cita
2025 Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
Page 2
Page 3
Membangun Jalan,
Wujudkan Asta Cita
Building Roads,
Realizing Asta Cita
2025
PT Hutama Karya (Persero) (yang selanjutnya PT Hutama Karya (Persero) remains committed Laporan Keberlanjutan
disebut Hutama Karya atau Perseroan) to carrying out its strategic role as a key driver Sustainability Report
berkomitmen untuk menjalankan peran of national infrastructure development,
strategis sebagai penggerak pembangunan particularly through the acceleration of the
infrastruktur nasional, khususnya melalui Trans-Sumatra Toll Road (JTTS) development,
percepatan pembangunan Jalan Tol Trans which serves as the backbone of connectivity
Sumatera (JTTS) yang menjadi tulang punggung and economic equity across the Sumatra
konektivitas dan pemerataan ekonomi di region. This initiative is undertaken not
wilayah Sumatera. Upaya ini dijalankan tidak merely as infrastructure development, but
hanya melalui pembangunan infrastruktur, as a strategic effort to enhance interregional
melainkan sebagai langkah strategis dalam connectivity that was previously limited,
membuka keterhubungan antarwilayah yang thereby creating broader access for mobility.
sebelumnya terbatas, sehingga menciptakan Through such connectivity, regional economic
akses yang lebih luas bagi mobilitas. Melalui potential can be more optimally developed,
konektivitas tersebut, potensi ekonomi daerah fostering the emergence of new economic
dapat berkembang lebih optimal, mendorong growth centers and accelerating equitable
tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, serta development.
mempercepat pemerataan pembangunan.
Sementara itu, wujud dari Asta Cita tercermin Furthermore, the realization of Asta Cita is
dalam kontribusi Perseroan dalam mendukung re fle
cted in the Company’s contribution to
agenda prioritas pembangunan nasional, supporting national development priority
termasuk peningkatan daya saing ekonomi, agendas, including strengthening economic
pemerataan pembangunan, dan penguatan competitiveness, promoting equitable
konektivitas antarwilayah. Sepanjang tahun development, and enhancing interregional
2025, kinerja perusahaan menunjukkan connectivity. Throughout 2025, the Company’s
progres yang solid melalui penyelesaian performance demonstrated solid progress,
sejumlah ruas tol strategis, peningkatan marked by the completion of several strategic toll
pendapatan usaha seiring bertambahnya road sections, increased operating revenues in
ruas operasional, serta penguatan struktur line with the expansion of operational segments,
keuangan melalui dukungan pemerintah dan and strengthened financial structure through
optimalisasi skema pendanaan. government support and the optimization of
financing schemes.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 3
Page 4
Daftar Isi
Table of Contents
Membangun Jalan, Wujudkan Asta Cita Daftar Isi
Building Roads, Realizing Asta Cita 3 Table of Contents 4
Tentang Laporan
About the Report
Proses Penentuan Topik Material Manajemen Topik Material
Material Topic Determination Process 9 Management of Material Topics 13
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Penjelasan Strategi Keberlanjutan Policy Commitment
Sustainability Strategy Explanation 26 Policy Commitment 53
Strategi Dalam Pengelolaan Risiko dan Peluang Terkait Proses untuk Memulihkan Dampak Negatif
Keberlanjutan Process for Remediating Negative Impacts 60
Strategy for Managing Sustainability-Related Risks and 30
Opportunities Mekanisme Konsultasi dan Penyampaian Masukan
Consultation and Feedback Mechanism 61
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
Penghargaan Keberlanjutan Kinerja Aspek Lingkungan Hidup
Sustainability Awards 64 Environmental Performance 68
Kinerja Aspek Ekonomi Kinerja Aspek Sosial
Economic Performance 66 Social Performance 69
Profil Perusahaan
Company Profile
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
Vision, Mission, and Sustainability Values 72 Business Activities 84
Identitas Perusahaan Rantai Nilai
Company Identity 74 Value Chain 85
Skala Perusahaan Hubungan Bisnis Lain yang Relevan
Company Scale 75 Other Relevant Business Relationships 89
Informasi Mengenai Karyawan Perubahan Perusahaan yang Bersifat Signifikan Pada
76
Employee Information Organisasi 89
Significant Changes in the Company’s Organization
Wilayah Operasional
Operational Areas 82 Keanggotaan Asosiasi
Association Memberships 90
Aktivitas, Rantai Nilai dan Hubungan Bisnis Lainnya
Activities, Value Chain, and Other Business Relationships 84
Penjelasan Direksi
Board of Directors’ Explanation
Kebijakan untuk Merespon Tantangan dalam Pemenuhan Strategi Pencapaian Target
Strategi Keberlanjutan Target Achievement Strategy 98
Policies to Address Challenges in the Implementation of 95
Sustainability Strategy Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
Responsibility for the Sustainability Report 102
Penerapan Pembangunan Berkelanjutan
Implementation of Sustainable Development 96
PT Hutama Karya (Persero)
4 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 5
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Struktur dan Komposisi Tata Kelola Penanggung Jawab Penerapan Pembangunan Berkelanjutan
Governance Structure and Composition 106 Responsible for the Implementation of Sustainable Development 120
Kode Etik Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam Mengawasi Manajemen
Code of Conduct 108 Dampak
Role of the Highest Governance Body in Overseeing Impact 120
Conflict of Interest Management
Conflict Of Interest 108
Delegasi Tanggung Jawab untuk Mengelola Dampak
Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi Delegation of Responsibility for Impact Management 121
Nomination and Selection of the Board of Commissioners and the 112
Board Of Directors Pengembangan Kompetensi Terkait Pembangunan Berkelanjutan
Development of Competencies Related to Sustainable Development 124
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi
Performance Assessment of the Board of Commissioners and the 113 Manajemen Risiko atas Penerapan Pembangunan Berkelanjutan
Board of Directors Risk Management in the Implementation of Sustainable 128
Development
Kebijakan Remunerasi
Remuneration Policy 115 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
Stakeholder Engagement 131
Rapat Direksi dan Dewan Komisaris
Board of Directors and Board of Commissioners Meetings 117 Permasalahan Terhadap Penerapan Pembangunan Berkelanjutan
Challenges In the Implementation of Sustainable Development 133
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan Aspek Emisi
Activities to Build a Sustainability Culture 136 Emissions Aspects 171
Kinerja Ekonomi Aspek Limbah dan Efluen
Economic Performance 138 Waste and Effluents Aspects 177
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi Environmental Complaint Aspects 183
Comparison of Target and Performance of Production, Portfolio, 138
Financing Targets, or Investments, Revenue, and Profit or Loss Kinerja Sosial
Social Performance 184
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan,
atau Investasi Pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa
Dengan Pembangunan Berkelanjutan yang Setara Kepada Konsumen
Comparison of Target and Performance of Portfolio, Financing 139 Commitment to Providing Equal Service for Products and/or Services 184
Targets, or Investments In Financial Instruments or Projects Aligned to Customers
with Sustainable Development
Aspek Ketenagakerjaan
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan Employment Aspects 184
Direct Economic Value Generated and Distributed 140
Aspek Masyarakat
Kewajiban Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program Pensiun Lainnya Community Aspects 205
Obligations of Defined Benefit Pension Plans and Other Retirement 141 Tanggung Jawab Pengembangan Produk dan/atau Jasa Keberlanjutan
Plans 213
Product and/or Service Responsibility for Sustainability
Bantuan Finansial dari Pemerintah
Government Financial Assistance 141 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Pembangunan Berkelanjutan
Innovation and Development of Sustainable Construction Products/ 213
Keberadaan Pasar Services
Market Presence 141
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya Bagi Pelanggan
Dampak Ekonomi Tidak Langsung Products/Services with Evaluated Customer Safety 214
Indirect Economic Impacts 00
Dampak Produk/Jasa
Praktik Pengadaan Barang dan Jasa Impact of Products/Services 216
Procurement Practices for Goods and Services 145
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
Anti Korupsi Total Number of Products Recalled 217
Anti-Corruption 148
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa
Pajak Customer Satisfaction Survey on Products and/or Services 217
Tax 150
Verifikasi Tertulis Dari Pihak Independen
Kinerja Lingkungan Hidup Written Verification by an Independent Party 218
Environmental Performance 152
Lembar Umpan Balik
Sistem Manajemen Lingkungan Feedback Form 219
Environmental Management System 152
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun 2024
Aspek Umum Response to Feedback on the 2024 Sustainability Report 221
General Aspects 154
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
Aspek Material 51/POJK.03/2017
Material Aspects 154 Disclosure Index in Accordance with Financial Services Authority 222
Regulation No. 51/POJK.03/2017
Aspek Energi
Energy Aspects 156 Indeks Isi Consolidated Set of GRI Standard
Index of the Consolidated Set of GRI Standards 225
Aspek Air
Water Aspects 159 Sustainability Accounting Standard Board (SASB) Standards Engineering
& Construction Services 232
Aspek Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Aspects 164 Tautan Standar GRI dengan TPB
GRI Standards Linkage to the SDGs 234
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 5
Page 6
Tentang Laporan
About the Report
[GRI 2-2, 2-3, 2-4]
PT Hutama Karya (Persero)
6 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
PT Hutama Karya (Persero) 2025 Sustainability Report 7
Page 8
Laporan Keberlanjutan PT Hutama Karya (Persero) tahun 2025 The Sustainability Report of PT Hutama Karya (Persero) for the
disusun dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan year 2025 is prepared in accordance with the Financial Services
(POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Authority Regulation (POJK) Number 51/POJK.03/2017 concerning
Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services
Perusahaan Publik, SE OJK No 16/POJK.04/2021 tentang Bentuk Institutions, Issuers, and Public Companies, and the Circular
dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, serta Letter of the Financial Services Authority (SE OJK) Number 16/
Pengungkapan Standar Keberlanjutan 1 dan 2 (International POJK.04/2021 concerning the Form and Content of Annual Reports
Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2). Selain itu, laporan of Issuers or Public Companies, as well as Sustainability Disclosure
keberlanjutan ini juga disusun sesuai dengan (“in accordance Standards 1 and 2 (International Financial Reporting Standards
to”) Consolidated Set of GRI Standards. Laporan ini juga mengacu (IFRS) S1 and S2), and is also prepared in accordance with (“in
pada Sustainability Accounting Standard Board (SASB) Standard accordance to”) the Consolidated Set of GRI Standards. This report
Engineering & Construction Services, ASEAN Corporate Governance also refers to the Sustainability Accounting Standards Board (SASB)
Scorecard (ACGS). Standard Engineering & Construction Services, ASEAN Corporate
Governance Scorecard (ACGS).
Informasi yang disajikan dalam Laporan Keberlanjutan ini The information presented in this Sustainability Report is limited to
hanya dalam lingkup PT Hutama Karya dan seluruh wilayah PT Hutama Karya and its entire operational areas. Accordingly, the
operasionalnya. Dengan demikian, lingkup entitas yang scope of the entities disclosed differs from the entities presented in
disampaikan berbeda dengan entitas yang disampaikan pada the Consolidated Financial Statements. Meanwhile, financial data
Laporan Keuangan Konsolidasian. Sedangkan informasi terkait information is presented in accordance with the reporting entities
data keuangan, sesuai dengan entitas yang dilaporkan pada in the Consolidated Financial Statements, which have been audited
Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit oleh Kantor by a Public Accounting Firm.
Akuntan Publik.
Periode pelaporan pada Laporan Keberlanjutan ini yaitu sejak 1 The reporting period of this Sustainability Report covers 1 January
Januari sampai 31 Desember 2025 sesuai dengan periode laporan to 31 December 2025, consistent with the consolidated financial
keuangan konsolidasian dan diterbitkan secara tahunan. Laporan statements reporting period, and is published on an annual basis.
Keberlanjutan ini dipublikasikan pada 30 April 2026. This Sustainability Report will be published on April 30, 2026.
Di dalam Laporan Keberlanjutan ini terdapat informasi yang This Sustainability Report contains restated information in the
disajikan kembali yaitu pada bagian rekrutmen karyawan baru employee recruitment section for 2024 and 2023. This adjustment
tahun 2024 dan 2023. Hal ini dikarenakan Perseroan melakukan was made due to the Company refining its data measurement
penyesuaian metode pengukuran data dengan menggunakan data methodology by utilizing more valid data sources, which resulted
yang lebih valid dan berdampak pada penurunan jumlah karyawan in a decrease in the number of employees recruited as permanent
yang direkrut menjadi karyawan tetap. Terdapat perbaikan employees. There was an improvement in information related
informasi terkait proyek yang sejalan dengan pembangunan to projects aligned with sustainable development in 2023, which
berkelanjutan di tahun 2023 yang berdampak pada penurunan resulted in a decrease in the number of projects aligned with
jumlah proyek yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan. sustainable development.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait Laporan For further information regarding this Sustainability Report,
Keberlanjutan ini, para pemangku kepentingan dapat menghubungi stakeholders may contact the following:
informasi sebagai berikut:
Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary
PT HUTAMA KARYA (Persero) : (021) 8193708
Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8, RT. 12 RW. 11 : pthk@hutamakarya.com
Cawang, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur
: www.hutamakarya.com
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13340
PT Hutama Karya (Persero)
8 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
Tentang Laporan
About the Report
Proses Penentuan Topik Material [GRI 3-1, 3-2, 2-14]
Material Topic Determination Process
Dalam menentukan topik material, secara berkala Perseroan In determining material topics, the Company periodically conducts
melakukan identifikasi, analisis aktivitas, dan hubungan bisnis identification and analysis of activities and business relationships
berdasarkan konteks keberlanjutan, serta menganalisis pemangku based on the sustainability context, as well as analyzes affected
kepentingan yang terdampak (inside out) maupun dampak dari para stakeholders (inside-out) and the impacts of stakeholders on the
pemangku kepentingan terhadap Perseroan (materialitas finansial/ Company (financial materiality/outside-in). This process is aligned
outside in). Proses ini sejalan dengan identifikasi risiko Perseroan. with the Company’s risk identification framework. The Company
Perseroan melibatkan berbagai unit kerja. Unit kerja yang terlibat involves various work units, including Risk Management, Systems &
di antaranya Divisi Pengelolaan Risiko, Divisi Sistem & Kepatuhan, Compliance Division, the Corporate Planning Division, the Accounting
Divisi Corporate Planning, Divisi Akuntansi dan Keuangan, Divisi and Finance Division, the Infrastructure I Division, the Engineering,
Infrastruktur I, Divisi Engineering, Riset & TI, Divisi Infrastruktur II, Divisi Research & IT Division, the Infrastructure II Division, the Toll Road
Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol, Divisi Pembangunan Jalan Tol, Operations and Maintenance Division, the Toll Road Development
Divisi Supply Chain Management, Divisi Human Capital, Divisi QHSSE, Division, the Supply Chain Management Division, the Human Capital
Divisi Perencanaan Jalan Tol dan Divisi Legal, Divisi Pengembangan Division, the QHSSE Division, the Toll Road Planning Division, the Legal
Bisnis & Manajemen Portofolio, Sekretaris Perusahaan. Hal ini Division, the Business Development & Portfolio Management Division,
dilakukan guna mendapatkan gambaran terkait isu keberlanjutan and the Corporate Secretary. This is carried out to obtain an overview of
dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis Perseroan, hubungan sustainability issues by considering the Company’s business activities,
bisnis, pemangku kepentingan, dan konteks keberlanjutan. Dalam business relationships, stakeholders, and sustainability context. In
mengidentifikasi isu-isu keberlanjutan, PT Hutama Karya (Persero) identifying sustainability issues, PT Hutama Karya (Persero) has taken
telah mempertimbangkan GRI Sector Standard dan SASB. into account the GRI Sector Standards and SASB.
Selanjutnya, Perseroan melakukan penilaian terhadap dampak Subsequently, the Company assesses the actual and potential
aktual maupun potensial dari setiap risiko yang terkait dengan impacts of each risk related to all activities and business
seluruh kegiatan dan hubungan bisnis Hutama Karya. Proses ini relationships of Hutama Karya. This process aims to enable the
bertujuan untuk memungkinkan Perseroan mengambil langkah Company to take mitigation measures against potential impacts
mitigasi terhadap kemungkinan dampak yang timbul. Dalam that may arise. In conducting impact analysis, the Company utilizes
melakukan analisis dampak, Perseroan memanfaatkan informasi information obtained from various sources and relevant data.
yang bersumber dari berbagai pihak dan data yang relevan.
Setelah menganalisis dampak aktual dan potensial, Perseroan After analyzing actual and potential impacts, the Company
menilai signifikansi setiap dampak yang teridentifikasi untuk evaluates the significance of each identified impact to prioritize
memprioritaskan isu keberlanjutan, dengan tujuan menentukan sustainability issues, with the objective of determining appropriate
langkah mitigasi yang tepat serta menetapkan topik material yang mitigation measures and establishing relevant material topics for
relevan untuk tahun pelaporan. the reporting year.
Selanjutnya, Hutama Karya memprioritaskan topik material Furthermore, Hutama Karya prioritizes material topics based
berdasarkan tingkat skala scale and scope/severity dan on the level of scale and scope/severity and likelihood, with risk
likelihood, dengan klasifikasi risiko High dan Moderate to High, classifications of High and Moderate to High, and aligns them
lalu menyesuaikannya dengan GRI Standards. Setelah prioritas with the GRI Standards. Following the establishment of internal
internal ditetapkan, Perseroan melibatkan pemangku kepentingan priorities, the Company engages external stakeholders and experts
eksternal dan ahli/expert untuk mengonfirmasi topik yang terpilih to confirm the selected topics, which was conducted from March 16
yaitu sejak 16 Maret sampai 30 Maret 2026. Selanjutnya, masukan to March 30, 2026. Subsequently, input from external stakeholders
dari stakeholder eksternal disampaikan kepada Direksi untuk is submitted to the Board of Directors for discussion and approval as
dibahas dan disetujui sebagai topik material yang akan dilaporkan the material topics to be disclosed in the 2025 Sustainability Report.
dalam Laporan Keberlanjutan 2025.
Penelaahan isu keberlanjutan Identifikasi dampak aktual dan Penilaian Signifikansi Dampak Melakukan prioritasi dampak
(ekonomi, lingkungan, sosial potensial (ekonomi, lingkungan, sosial signifikan yang akan dilaporkan
termasuk hak asasi manusia) terkait Assessment of Impact Significance
termasuk hak asasi manusia) dalam laporan keberlanjutan
terhadap aktivitas dan relasi bisnis aktivitas dan relasi bisnis Perseroan
terhadap pemangku kepentingan Prioritization of significant impacts
Perusahaan to be disclosed in the sustainability
(inside out) dan dampak lingkungan
Review of sustainability issues eksternal terhadap kinerja Perseroan report
(economic, environmental, and (outside in)
social, including human rights) in Identification of actual and potential
relation to the Company’s business impacts (economic, environmental,
activities and relations and social, including human
rights) related to the Company’s
business activities and relationships
on stakeholders (inside-out), as
well as the impact of the external
environment on the Company’s
performance (outside-in)
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 9
Page 10
Tabel Topik Material Tahun 2025
Table of Material Topics 2025
Pemangku
Topik Material Isu Utama Kepentingan yang Alasan Bersifat Material TPB
Material Topic Key Issues Terdampak Materiality Rationale SDGs
Affected Stakeholders
Kesehatan dan • Sistem manajemen keselamatan dan • Pemegang Saham Kegiatan konstruksi dan operasi
Keselamatan kesehatan kerja dan Investor jalan tol memiliki tingkat risiko
Kerja • Pengidentifikasian bahaya, penilaian • Pegawai tinggi terhadap keselamatan
Occupational risiko, dan investigasi insiden • Pengguna Jalan Tol pekerja, termasuk kecelakaan
Health and Safety • Layanan kesehatan yang dimiliki • Mitra Kerja kerja, paparan bahaya fisik, serta
Perseroan • Masyarakat risiko kesehatan akibat lingkungan
• Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi • Pemerintah kerja. Kinerja K3 secara langsung
pekerja pada kesehatan dan • Owner mempengaruhi keberlangsungan
keselamatan kerja • Shareholders and proyek, reputasi perusahaan, dan
• Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan Investors kepatuhan terhadap regulasi.
keselamatan kerja • Employees Construction activities and toll
• Peningkatan kualitas kesehatan pekerja • Toll Road Users road operations involve high
• Pencegahan dan mitigasi dampak- • Business Partners levels of occupational risk,
dampak keselamatan dan kesehatan • Communities including workplace accidents,
kerja yang secara langsung terkait • Government exposure to physical hazards,
hubungan bisnis • Owner and health risks arising from
• Pekerja yang tercakup dalam sistem the working environment. OHS
manajemen keselamatan dan kesehatan performance directly affects project
kerja continuity, corporate reputation,
• Kecelakaan kerja yang terjadi pada and compliance with applicable
periode pelaporan regulations.
• Penyakit akibat kerja yang dialami oleh
karyawan Perseroan
• Occupational Health and Safety (OHS)
Management System
• Hazard identification, risk assessment,
and incident investigation
• Corporate healthcare services
• Worker participation, consultation, and
communication on occupational health
and safety
• Employee training on occupational
health and safety
• Improvement of employee health quality
• Prevention and mitigation of
occupational health and safety impacts
directly related to business relationships
• Employees covered under the
occupational health and safety
management system
• Work-related accidents occurring during
the reporting period
• Occupational diseases experienced by
the Company’s employees
Anti Korupsi • Operasi-operasi yang dinilai memiliki • Investor Penerapan prinsip anti korupsi
Anti-Corruption risiko terkait korupsi • Pemegang saham menjadi krusial untuk menjaga
• Komunikasi dan pelatihan tentang • Karyawan integritas, reputasi, serta
kebijakan dan prosedur anti korupsi • Investors keberlangsungan usaha Perseroan
• Insiden korupsi yang terbukti dan • Shareholders dalam jangka panjang.
tindakan yang diambil • Employees The implementation of anti-
• Operations identified as having corruption principles is critical
corruption-related risks to maintaining the integrity,
• Communication and training on anti- reputation, and long-term business
corruption policies and procedures sustainability of the Company.
• Confirmed incidents of corruption and
actions taken
Kepuasan • Informasi mengenai nilai kepuasan • Pemegang Saham Sebagai operator jalan tol dan
Pelanggan pelanggan dan Investor penyedia jasa konstruksi, kualitas
Customer • Information on customer satisfaction • Karyawan layanan dan kepuasan pengguna
Satisfaction levels • Konsumen/ dan owner menjadi faktor utama
Pelanggan dalam menjaga kepercayaan publik
• Shareholders and dan keberlanjutan bisnis.
Investors As a toll road operator and
• Employees construction service provider,
• Customers service quality and satisfaction
of users and project owners are
key factors in maintaining public
trust and ensuring business
sustainability.
PT Hutama Karya (Persero)
10 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
Tentang Laporan
About the Report
Pemangku
Topik Material Isu Utama Kepentingan yang Alasan Bersifat Material TPB
Material Topic Key Issues Terdampak Materiality Rationale SDGs
Affected Stakeholders
Kinerja Ekonomi • Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan • Pemegang Saham Kinerja ekonomi merupakan
Economic dan didistribusikan oleh Perusahaan • Regulator topik material yang mampu
Performance • Implikasi finansial serta risiko dan • Karyawan menggambarkan kinerja keuangan
peluang lain akibat perubahan iklim • Kreditur serta berbagai capaian kinerja
• Kewajiban program pensiun manfaat • Mitra Kerja operasional Perseroan selama
pasti dan program pensiun lainnya • Shareholders tahun pelaporan.
• Bantuan keuangan yang diterima • Regulators Economic performance is a material
Perusahaan dari Pemerintah • Employees topic that reflects the Company’s
• Direct economic value generated and • Creditors financial performance as well as
distributed by the Company • Business Partners various operational achievements
• Financial implications as well as other during the reporting year.
risks and opportunities arising from
climate change
• Defined benefit pension obligations and
other pension schemes
• Financial assistance received by the
Company from the Government
Pengelolaan Emisi • Konsumsi energi Perseroan • Karyawan Kegiatan konstruksi dan operasi
dan Energi • Upaya Perseroan dalam melakukan • Masyarakat jalan tol menghasilkan emisi
Energy and efisiensi energi dan penggunaan energi • Pemerintah gas rumah kaca yang signifikan,
Emissions baru terbarukan • Mitra Bisnis terutama dari penggunaan bahan
Management • Emisi GRK Langsung (Cakupan 1) • Employees bakar dan listrik. Pengelolaan energi
• Emisi GRK Tidak Langsung (Cakupan 2) • Communities menjadi kunci dalam efisiensi biaya
• Emisi GRK tidak langsung lainnya • Government dan dekarbonisasi.
(Cakupan 3) • Business Partners Construction and toll road
• Intensitas Emisi GRK operations generate significant
• Pengurangan Emisi GRK greenhouse gas emissions,
• Pengendalian Emisi Penipis Lapisan Ozon primarily from fuel and electricity
• Nitrogen Oksida (NOx), Sulfur Oksida consumption. Energy management
(SOx), dan Emisi Udara Signifikan Lainnya is a key driver for cost efficiency and
• The Company’s energy consumption decarbonization efforts.
• The Company’s initiatives in energy
efficiency and the use of renewable energy
• Direct Greenhouse Gas (GHG) emissions
(Scope 1)
• Indirect Greenhouse Gas (GHG) emissions
(Scope 2)
• Other indirect Greenhouse Gas (GHG)
emissions (Scope 3)
• GHG emissions intensity
• GHG emissions reduction
• Ozone-depleting substance emissions
control
• Nitrogen Oxides (NOx), Sulfur Oxides (SOx),
and other significant air emissions
Praktik • Proporsi pengeluaran untuk pemasok • Mitra Bisnis Praktik pengadaan memiliki
Pengadaan lokal • Business Partners pengaruh langsung terhadap
Procurement • Proportion of procurement spending on efisiensi biaya, kualitas proyek, serta
Practices local suppliers integritas operasional Perusahaan.
Procurement practices have a
direct influence on cost efficiency,
project quality, and the Company’s
operational integrity.
Kepegawaian • Perekrutan karyawan baru dan • Karyawan Pengelolaan kepegawaian yang baik
Employment pergantian karyawan • Employees menjadi kunci dalam menciptakan
• Tunjangan yang diberikan kepada lingkungan kerja yang inklusif, aman,
karyawan purnawaktu yang tidak dan mendukung kesejahteraan
diberikan kepada karyawan pada kurun karyawan, serta berkontribusi
waktu tertentu atau paruh waktu terhadap keberlanjutan kinerja
• Cuti melahirkan Perseroan.
• New employee hires and employee Effective employment management
turnover is essential in creating an inclusive,
• Benefits provided to full-time employees safe, and supportive working
that are not provided to temporary or environment for employee well-
part-time employees being, thereby contributing to the
• Maternity leave sustainability of the Company’s
performance.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 11
Page 12
Pemangku
Topik Material Isu Utama Kepentingan yang Alasan Bersifat Material TPB
Material Topic Key Issues Terdampak Materiality Rationale SDGs
Affected Stakeholders
Keanekaragaman • Kebijakan untuk menghentikan • Masyarakat Proyek infrastruktur berpotensi
Hayati dan mengembalikan hilangnya • Pemerintah berdampak pada ekosistem
Biodiversity keanekaragaman hayati • Communities alami, terutama pada area dengan
• Manajemen dampak keanekaragaman • Government sensitivitas tinggi seperti hutan,
hayati kawasan lindung, dan habitat satwa.
• Akses dan berbagi manfaat Infrastructure projects may
• Identifikasi dampak keanekaragaman potentially impact natural
hayati ecosystems, particularly in areas
• Lokasi yang memiliki dampak with high environmental sensitivity
keanekaragaman hayati such as forests, protected areas, and
• Pemicu langsung hilangnya wildlife habitats.
keanekaragaman hayati
• Perubahan kondisi keanekaragaman
hayati
• Layanan ekosistem
• Policies to halt and reverse biodiversity
loss
• Biodiversity impact management
• Access and benefit-sharing
• Identification of biodiversity impacts
• Locations with biodiversity impacts
• Direct drivers of biodiversity loss
• Changes in biodiversity conditions
• Ecosystem services
Pelatihan dan • Informasi terkait rata-rata jam pelatihan • Karyawan Pengembangan SDM menjadi faktor
Pendidikan per tahun per karyawan • Mitra Bisnis dalam meningkatkan produktivitas
Training and • Program untuk meningkatkan • Masyarakat dan daya saing Perseroan secara
Education keterampilan karyawan dan program • Employees berkelanjutan.
bantuan peralihan menjelang pensiun • Business Partners Human capital development is a key
• Persentase karyawan yang menerima • Communities factor in enhancing the Company’s
tinjauan rutin terhadap kinerja dan productivity and long-term
pengembangan karir competitiveness in a sustainable
• Average training hours per employee per manner.
year
• Programs to enhance employee skills
and pre-retirement transition assistance
programs
• Percentage of employees receiving
regular performance and career
development reviews
Pengelolaan Air • Interaksi dengan air sebagai sumber • Karyawan Kegiatan konstruksi membutuhkan
Water daya bersama • Masyarakat penggunaan air yang signifikan
Management • Manajemen dampak yang berkaitan • Mitra Bisnis serta berpotensi mempengaruhi
dengan pembuangan air • Employees kualitas air melalui limpasan dan
• Pengambilan air • Communities sedimentasi.
• Pembuangan air • Business Partners Construction activities require
• Konsumsi air significant water usage and may
• Interaction with water as a shared potentially affect water quality
resource through runoff and sedimentation.
• Management of impacts related to water
discharge
• Water withdrawal
• Water discharge
• Water consumption
PT Hutama Karya (Persero)
12 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 13
Tentang Laporan
About the Report
Manajemen Topik Material [GRI 3-3]
Management of Material Topics
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Occupational Health and Safety
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi perhatian utama Occupational Health and Safety (OHS) remains a primary focus,
mengingat kegiatan konstruksi dan operasi jalan tol memiliki tingkat considering that toll road construction and operations inherently
risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja. Dampak aktual dan carry a high level of risk to worker safety. The actual and potential
potensial yang dapat timbul mencakup kecelakaan kerja, paparan impacts that may arise include occupational accidents, exposure
bahaya fisik, serta risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan to physical hazards, and risks of health disorders due to the
kerja, yang secara langsung berkaitan dengan pemenuhan hak working environment, all of which are directly associated with the
atas keselamatan dan kesehatan kerja. Selain berdampak pada fulfillment of occupational health and safety rights. In addition to
individu pekerja, kinerja K3 juga memengaruhi keberlangsungan affecting individual workers, OHS performance also influences
proyek, efisiensi operasional, serta reputasi Perseroan. Pada tahun project sustainability, operational efficiency, and the Company’s
2025, dampak aktual yang terjadi yaitu masih adanya lost time reputation. In 2025, the actual impact observed was an increase
injury frequency rate menjadi 0,010 meningkat dibandingkan tahun in the lost time injury frequency rate to 0.010, compared to 0.00
2024 yang sebesar 0,00. Perseroan menyadari bahwa keterlibatan recorded in 2024. The Company recognizes that involvement
terhadap dampak negatif dapat terjadi baik melalui aktivitas in negative impacts may occur both through direct operational
operasional secara langsung maupun melalui hubungan bisnis activities and through business relationships with contractors and
dengan kontraktor dan mitra kerja lainnya, sehingga diperlukan other business partners, thereby necessitating comprehensive and
pengelolaan yang menyeluruh dan konsisten di seluruh rantai nilai. consistent management across the entire value chain.
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan Sistem As part of its commitment, the Company implements an integrated
Manajemen K3 yang terintegrasi dalam kerangka Quality, Health, Occupational Health and Safety (OHS) Management System within
Safety, Security, and Environment (QHSSE), dengan mengacu pada the Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE)
peraturan nasional seperti PP 50 tahun 2012 tentang SMK3, Perpol framework, in reference to national regulations such as Government
No 7 tahun 2019 tentang pengamanan serta standar internasional Regulation No. 50 of 2012 concerning OHS Management Systems
seperti ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO and National Police Regulation No. 7 of 2019 concerning security,
39001:2012. Kebijakan ini menegaskan komitmen perusahaan as well as international standards including ISO 9001:2015, ISO
terhadap pencapaian zero fatality serta penerapan perbaikan 14001:2015, ISO 45001:2018, and ISO 39001:2012. This policy
berkelanjutan dalam membangun budaya keselamatan kerja. affirms the Company’s commitment to achieving zero fatality
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk meminimalkan risiko, and implementing continuous improvement in fostering a safety
tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, culture. This approach is not only intended to minimize risks but
dan produktif bagi seluruh pekerja serta pemangku kepentingan also to create a safe, healthy, and productive working environment
terkait. Perseroan juga telah memiliki manual yang mengatur for all workers and relevant stakeholders. The Company has also
tentang Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). established a manual governing Occupational Health, Safety,
Pedoman tersebut diberlakukan bagi seluruh (100%) entitas and Environment (HSE). The guideline is applicable to all (100%)
bisnis, karyawan, mitra usaha, kontraktor, pengunjung, serta business entities, employees, business partners, contractors,
para pemangku kepentingan lainnya. Penyusunan panduan ini visitors, and other stakeholders. The preparation of this guideline
dimaksudkan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan is intended to establish a safe and healthy working environment,
sehat, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit while preventing occupational accidents, work-related illnesses,
akibat kerja, maupun insiden berbahaya lainnya, serta mendorong and other hazardous incidents, as well as fostering a sense of
terciptanya rasa tanggung jawab dari seluruh pihak terhadap aspek responsibility among all parties toward occupational health
keselamatan dan kesehatan kerja. Upaya Perseroan dalam menjaga and safety aspects. The Company’s efforts in maintaining OHS
kinerja K3 merupakan tanggung jawab seluruh pihak dan berada di performance constitute a shared responsibility across all parties
bawah koordinasi Divisi QHSSE. and are coordinated under the QHSSE Division.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 13
Page 14
Dalam implementasinya, perusahaan melaksanakan berbagai In its implementation, the Company undertakes various measures
tindakan untuk mengelola dampak K3, baik dalam pencegahan to manage OHS impacts, both in prevention and mitigation.
maupun penanganan. Upaya pencegahan dilakukan melalui Preventive measures are carried out through the implementation of
penerapan QHSSE Plan di seluruh proyek, pelaksanaan safety the QHSSE Plan across all projects, the conduct of safety induction,
induction, serta pelatihan K3 secara rutin. Sementara itu, and regular OHS training. Meanwhile, the handling of actual
penanganan terhadap dampak aktual dilakukan melalui inspeksi impacts is performed through periodic inspections and audits, as
dan audit berkala serta digitalisasi pelaporan insiden melalui well as the digitalization of incident reporting through an internal
sistem internal (HK SHIELD), yang memungkinkan respon cepat system (HK SHIELD), enabling prompt response and appropriate
dan tindakan perbaikan yang tepat. Perusahaan juga secara aktif corrective actions. The Company also actively manages positive
mengelola dampak positif melalui kampanye budaya keselamatan impacts through safety awareness campaigns to enhance workers’
(safety awareness) guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi awareness and participation in OHS implementation.
pekerja dalam penerapan K3.
Efektivitas pengelolaan K3 dipantau melalui indikator kinerja The effectiveness of OHS management is monitored through key
utama seperti Total Recordable Injury Rate (TRIR). Evaluasi performance indicators such as the Total Recordable Injury Rate
efektivitas K3 dan TRIR < 1 sebagai tolok ukur keberhasilan. Di tahun (TRIR). The evaluation of OHS effectiveness uses TRIR < 1 as a
2025, Perseroan berhasil mencapai target TRIR yaitu 0,22 per satu benchmark for success. In 2025, the Company successfully achieved
juta jam kerja. Evaluasi yang telah dilakukan kemudian dijadikan its TRIR target of 0.22 per one million working hours. The results of
dasar pertimbangan untuk diintegrasikan ke dalam kebijakan dan the evaluation are subsequently used as a basis for consideration
prosedur operasional, dengan melibatkan masukan dari pemangku to be integrated into policies and operational procedures,
kepentingan seperti pekerja, kontraktor, dan regulator, guna incorporating input from stakeholders such as employees,
memastikan efektivitas tindakan serta mendorong peningkatan contractors, and regulators, in order to ensure the effectiveness of
berkelanjutan. actions taken and to promote continuous improvement.
Anti Korupsi Anti-Corruption
Penerapan prinsip antikorupsi ditujukan untuk mencegah dan The implementation of anti-corruption principles is aimed at
memitigasi dampak negatif seperti kerugian finansial, risiko preventing and mitigating negative impacts such as financial losses,
hukum, serta pelanggaran terhadap etika bisnis dan hak-hak legal risks, and violations of business ethics and stakeholders’
pemangku kepentingan. Perseroan menyadari bahwa keterlibatan rights. The Company recognizes that exposure to potential negative
terhadap potensi dampak negatif dapat terjadi baik melalui impacts may arise both through internal operational activities
aktivitas operasional internal maupun melalui hubungan bisnis and through business relationships with partners, contractors,
dengan mitra kerja, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya, sehingga and other third parties. Therefore, the management of corruption
pengelolaan risiko korupsi harus dilakukan secara komprehensif di risks must be carried out comprehensively across all lines of the
seluruh lini organisasi dan rantai nilai. organization and throughout the value chain.
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan telah memiliki Komitmen As a form of commitment, the Company has established the Anti-
Anti-Fraud PT Hutama Karya (Persero). Efektivitas penerapan Fraud Commitment of PT Hutama Karya (Persero). The effectiveness
anti fraud di Perseroan ditunjukkan dengan telah dimilikinya of anti-fraud implementation within the Company is demonstrated by
ISO 37001: Anti-Bribery Management System (SMAP). Perseroan the adoption of ISO 37001: Anti-Bribery Management System (SMAP).
juga telah memiliki Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana The Company has also implemented a Whistleblowing System (WBS)
pelaporan pelanggaran yang transparan dan akuntabel. Perseroan as a transparent and accountable reporting mechanism for violations.
secara konsisten menanamkan budaya integritas melalui berbagai The Company consistently instills a culture of integrity through various
kebijakan dan prosedur yang menegaskan prinsip zero tolerance policies and procedures that emphasize a zero tolerance principle
terhadap segala bentuk korupsi dan penyuapan. Pelaksanaan toward all forms of corruption and bribery. The implementation of the
sistem manajemen anti korupsi berada di bawah koordinasi Satuan anti-corruption management system is coordinated under the Internal
Pengawas Intern dan Sekretaris Perusahaan. Audit and the Corporate Secretary.
Dalam pelaksanaannya, Perseroan mengambil berbagai langkah In its implementation, the Company undertakes various measures
untuk mencegah dan mengelola risiko korupsi, antara lain to prevent and manage corruption risks, including the regular
melalui pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi antikorupsi secara conduct of anti-corruption training and socialization programs for
rutin kepada karyawan, mitra kerja, dan kontraktor. Sepanjang employees, business partners, and contractors. Throughout 2025,
tahun 2025, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai media, these initiatives were carried out through various media, such as
seperti Whatsapp Broadcast, pemutaran video SMAP dalam WhatsApp Broadcast, the screening of SMAP-related videos during
rapat koordinasi dan kegiatan pembelajaran internal, serta coordination meetings and internal learning activities, as well as
PT Hutama Karya (Persero)
14 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
Tentang Laporan
About the Report
penandatanganan pakta integritas oleh seluruh karyawan dan the signing of integrity pacts by all employees and prospective
calon mitra bisnis. Untuk memastikan implementasi yang merata business partners. To ensure consistent implementation at the
hingga ke tingkat operasional, sosialisasi juga dilakukan pada operational level, socialization activities are also conducted
saat tinjauan manajemen kepada seluruh manajer proyek, yang during management reviews with all project managers, who are
kemudian bertanggung jawab untuk meneruskan kepada tim di subsequently responsible for cascading the information to their
masing-masing lokasi proyek. Selain itu, Perseroan mendorong respective project teams. In addition, the Company promotes
peningkatan kesadaran melalui program pelatihan rutin yang turut increased awareness through regular training programs that also
mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi. integrate anti-corruption values.
Efektivitas pengelolaan topik anti korupsi dipantau melalui The effectiveness of anti-corruption management is monitored
sejumlah indikator, antara lain jumlah laporan yang diterima melalui through several indicators, including the number of reports
WBS, jumlah pelatihan dan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, received through the WBS, the number of training sessions and
serta tingkat pemahaman dan kesadaran karyawan. Perseroan socialization activities conducted, as well as the level of employee
menetapkan target zero fraud sebagai tolok ukur utama. Selama understanding and awareness. The Company has established a zero
periode pelaporan, tidak terdapat laporan dugaan pelanggaran fraud target as the primary benchmark. During the reporting period,
yang masuk melalui mekanisme WBS, serta tidak terdapat kasus there were no reports of alleged violations submitted through the
hukum maupun kerugian finansial yang berkaitan dengan korupsi. WBS mechanism, and there were no legal cases or financial losses
Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan related to corruption. This indicates that the measures implemented
berjalan efektif, meskipun Perseroan tetap melakukan evaluasi have been effective; however, the Company continues to conduct
dan penguatan berkelanjutan untuk memastikan konsistensi ongoing evaluations and enhancements to ensure consistency in
implementasi serta peningkatan budaya integritas di seluruh implementation and to strengthen the culture of integrity across
organisasi dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait. the organization by involving relevant stakeholders.
Kepuasan Pelanggan Customer Satisfaction
Tingkat kepuasan pengguna jalan tol dan pemilik proyek (owner) The level of satisfaction of toll road users and project owners
memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan publik, reputasi (owners) has a direct impact on public trust, the Company’s
perusahaan, serta keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. reputation, and long-term business sustainability.Potential
Dampak negatif yang berpotensi timbul apabila layanan tidak negative impacts arising from suboptimal service include a decline
optimal mencakup penurunan kepercayaan, peningkatan keluhan, in trust, an increase in complaints, and the risk of losing business
hingga risiko kehilangan peluang bisnis, sementara dampak opportunities, while positive impacts from effective management
positif dari pengelolaan yang baik mencakup loyalitas pelanggan, include customer loyalty, improved operational performance,
peningkatan kinerja operasional, serta hubungan jangka panjang and long-term relationships with stakeholders. The Company also
dengan pemangku kepentingan. Perseroan juga menyadari bahwa recognizes that exposure to such impacts may occur both through
keterlibatan terhadap dampak tersebut dapat terjadi baik melalui direct operational activities and through interactions with users and
aktivitas operasional secara langsung maupun melalui interaksi business partners.
dengan pengguna dan mitra kerja.
Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa memberikan The Company is committed to consistently delivering the best
pelayanan terbaik untuk pelanggan dan pemilik proyek. Efektivitas services to customers and project owners. The effectiveness of the
pelayanan yang diberikan tercermin dengan telah dimilikinya ISO services provided is reflected in the implementation ISO 39001:2012
39001:2012 dan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Kebijakan and the Quality Management System ISO 9001:2015. The quality
mutu yang diterapkan menekankan pada perbaikan berkelanjutan, policy emphasizes continuous improvement, responsiveness to
responsivitas terhadap kebutuhan pelanggan, serta konsistensi customer needs, and consistency in maintaining service standards
dalam menjaga standar layanan di seluruh lini operasional dan across all operational lines and construction projects.
proyek konstruksi.
Dalam implementasinya, Perseroan melakukan berbagai upaya In its implementation, the Company undertakes various efforts to
untuk mengelola dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Pada manage and enhance customer satisfaction. In the toll road operations
sektor operasional jalan tol, langkah yang dilakukan meliputi sector, the measures implemented include the digitalization of
digitalisasi pelaporan ketidaksesuaian melalui sistem internal, non-conformance reporting through internal systems, complaint
pengelolaan keluhan melalui sistem layanan pelanggan, management through customer service systems, improvement of
peningkatan kualitas layanan operasional, serta pemanfaatan operational service quality, and the utilization of technology for real-
teknologi untuk monitoring kinerja layanan secara real-time. time service performance monitoring. Meanwhile, in the construction
Sementara pada sektor konstruksi, Perseroan secara rutin sector, the Company regularly conducts training programs to ensure
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 15
Page 16
menyelenggarakan pelatihan guna memastikan kualitas pekerjaan that the quality of work meets established standards. In addition,
sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, survei kepuasan customer satisfaction surveys are carried out periodically, both at the
pelanggan dilakukan secara berkala, baik pada tahap progres construction progress stages (50% and 100%) and within toll road
konstruksi (50% dan 100%) maupun pada layanan operasional operational services.
jalan tol.
Efektivitas pengelolaan kepuasan pelanggan dipantau melalui The effectiveness of customer satisfaction management is
indikator utama seperti Indeks Kepuasan Pelanggan, jumlah monitored through key indicators such as the Customer Satisfaction
dan penyelesaian keluhan, serta hasil survei berkala. Hasil Index, the number and resolution of complaints, and the results
evaluasi menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan of periodic surveys. Evaluation results indicate that the measures
memberikan hasil yang positif, tercermin dari peningkatan implemented have yielded positive outcomes, as reflected in the
Indeks Kepuasan Pelanggan pada tahun 2025 menjadi 92,37%, increase in the Customer Satisfaction Index in 2025 to 92.37%,
dibandingkan dengan 92,07% pada tahun 2024. Hasil ini compared to 92.07% in 2024. These results indicate an improvement
mengindikasikan adanya peningkatan kualitas layanan dan respons in service quality and responsiveness to customer needs. The
terhadap kebutuhan pelanggan. Evaluasi tersebut kemudian outcomes of such evaluations are subsequently used as a basis for
dijadikan dasar pertimbangan untuk diintegrasikan ke dalam integration into policies and operational procedures, incorporating
kebijakan dan prosedur operasional, dengan melibatkan masukan customer feedback as part of continuous improvement efforts and
dari pelanggan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan the enhancement of service effectiveness in the future.
dan peningkatan efektivitas layanan di masa mendatang.
Kinerja Ekonomi Economic Performance
Kinerja ekonomi yang optimal memberikan dampak positif Optimal economic performance generates positive impacts on
terhadap keberlanjutan usaha, peningkatan nilai bagi pemegang business sustainability, enhances value for shareholders, and
saham, serta kontribusi terhadap perekonomian secara lebih luas. contributes to the broader economy. Conversely, suboptimal
Sebaliknya, kinerja yang tidak optimal berpotensi menimbulkan performance may give rise to negative impacts such as cash flow
dampak negatif seperti terganggunya arus kas, keterlambatan disruption, project delays, and declining stakeholder confidence.
proyek, serta menurunnya kepercayaan pemangku kepentingan. Therefore, the Company manages its economic performance in an
Oleh karena itu, Perseroan mengelola kinerja ekonomi secara integrated manner, both through direct operational activities and
terintegrasi, baik melalui aktivitas operasional langsung maupun through business relationships with partners and other supporting
melalui hubungan bisnis dengan mitra kerja dan pihak pendukung parties.
lainnya.
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan pendekatan As a form of commitment, the Company implements a structured
pengelolaan kinerja ekonomi yang terstruktur melalui perencanaan approach to managing economic performance through prudent
bisnis yang prudent, pengendalian biaya proyek secara ketat, business planning, strict project cost control, and optimization
serta optimalisasi struktur pembiayaan. Kebijakan ini bertujuan of the financing structure. This policy aims to ensure efficient
untuk memastikan efisiensi penggunaan sumber daya, menjaga utilization of resources, maintain financial stability, and support
stabilitas keuangan, serta mendukung pencapaian target yang telah the achievement of targets set forth in the Company’s Work Plan
ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). and Budget (RKAP). This approach also reflects the Company’s
Pendekatan tersebut juga mencerminkan komitmen Perseroan commitment to maintaining a balance between business growth
dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan and financial risk management. The management of economic
pengelolaan risiko keuangan. Pengelolaan aspek ekonomi, berada aspects is coordinated under the Accounting and Finance Division.
di bawah koordinasi Divisi Akuntansi dan Keuangan.
Dalam implementasinya, Perseroan secara konsisten melakukan In its implementation, the Company consistently conducts control
pengendalian dan pemantauan terhadap kinerja ekonomi melalui and monitoring of economic performance through various financial
berbagai indikator keuangan dan operasional. Upaya tersebut and operational indicators. These efforts include the evaluation
mencakup evaluasi realisasi pendapatan, pengendalian biaya, of revenue realization, cost control, enhancement of project
peningkatan produktivitas proyek, serta penguatan strategi productivity, and strengthening of financing strategies. The results
pembiayaan. Hasil evaluasi digunakan untuk memastikan of such evaluations are used to ensure that economic performance
bahwa kinerja ekonomi berjalan sesuai dengan target yang telah aligns with established targets, while also identifying opportunities
ditetapkan, sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan dan for improvement and optimization across various business lines.
optimalisasi di berbagai lini bisnis.
PT Hutama Karya (Persero)
16 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 17
Tentang Laporan
About the Report
Efektivitas pengelolaan kinerja ekonomi ditunjukkan melalui The effectiveness of economic performance management is
peningkatan tingkat ketercapaian target kinerja yang telah demonstrated through the increased level of achievement of
ditetapkan dalam RKAP serta roadmap keberlanjutan Perseroan. performance targets as set out in the RKAP and the Company’s
Evaluasi kinerja ekonomi pada tahun berjalan menjadi dasar utama sustainability roadmap. The evaluation of economic performance
dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun berikutnya, in the current year serves as the primary basis for the preparation of
sehingga proses perencanaan dapat dilakukan secara lebih the work plan and budget for the subsequent year, thereby enabling
adaptif dan berbasis kinerja aktual. Pembelajaran yang diperoleh a more adaptive and performance-based planning process. Insights
dari evaluasi tersebut terus diintegrasikan ke dalam kebijakan gained from such evaluations are continuously integrated into
dan strategi Perseroan guna mendukung peningkatan kinerja the Company’s policies and strategies to support sustainable
yang berkelanjutan serta memperkuat ketahanan bisnis di masa performance improvement and to strengthen business resilience in
mendatang. the future.
Sepanjang tahun 2025, pengelolaan aspek ekonomi Perseroan berhasil Throughout 2025, the Company’s management of economic aspects
meningkatkan laba menjadi sebesar Rp3.088.583 juta, meningkat successfully increased profit to IDR3,088,583 million, representing
dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp2.766.522 juta. an increase compared to 2024 which amounted to IDR2,766,522
million.
Pengelolaan Emisi dan Energi Emissions and Energy Management
Emisi dan energi merupakan isu strategis dalam kegiatan konstruksi Emissions and energy constitute strategic issues in toll road
dan operasi jalan tol, yang menghasilkan emisi gas rumah kaca construction and operations, which generate significant greenhouse
(GRK) secara signifikan, terutama dari penggunaan bahan bakar gas (GHG) emissions, particularly from fuel and electricity
dan listrik. Dampak negatif yang ditimbulkan mencakup kontribusi consumption. The resulting negative impacts include contributions
terhadap perubahan iklim, penurunan kualitas lingkungan, serta to climate change, deterioration of environmental quality, and
potensi peningkatan biaya operasional akibat inefisiensi energi. potential increases in operational costs due to energy inefficiency.
Di sisi lain, pengelolaan emisi dan energi yang efektif memberikan On the other hand, effective management of emissions and energy
dampak positif berupa efisiensi biaya, peningkatan kinerja provides positive impacts in the form of cost efficiency, improved
operasional, serta dukungan terhadap transisi menuju ekonomi operational performance, and support for the transition toward a
rendah karbon. Perseroan menyadari bahwa keterlibatan terhadap low-carbon economy. The Company recognizes that exposure to
dampak tersebut terjadi melalui aktivitas operasional langsung these impacts occurs both through direct operational activities and
maupun melalui hubungan bisnis dengan pemasok dan mitra kerja, through business relationships with suppliers and partners, thereby
sehingga diperlukan pengelolaan yang terintegrasi di seluruh rantai requiring integrated management across the entire value chain.
nilai.
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan mengembangkan strategi As a form of commitment, the Company has developed a
dekarbonisasi yang mencakup pengelolaan emisi dan efisiensi decarbonization strategy encompassing emissions management
energi, sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan and energy efficiency, in line with its commitment to low-
rendah karbon. Strategi ini didukung oleh penyusunan roadmap carbon development. This strategy is supported by the
energi dan emisi yang menjadi bagian dari strategi keberlanjutan development of an energy and emissions roadmap as part of
Perseroan serta telah memiliki Kebijakan Quality, Health, Safety, the Company’s sustainability strategy, and is further reinforced
Security, & Environment Management System (QHSSEMS) dan Road by the implementation of the Quality, Health, Safety, Security
Traffic Safety Management System (RTSMS). Pada tahun 2025, & Environment Management System (QHSSEMS) and the Road
Perseroan telah menetapkan baseline emisi dan konsumsi energi Traffic Safety Management System (RTSMS). In 2025, the Company
sebagai dasar dalam mengukur kinerja dan menetapkan target established baseline data for emissions and energy consumption
penurunan emisi serta peningkatan efisiensi energi. Pendekatan as a foundation for measuring performance and setting targets
ini menegaskan komitmen Perseroan dalam menerapkan praktik for emissions reduction and energy efficiency improvement.
operasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. This approach underscores the Company’s commitment to
Pelaksanaan upaya efisiensi energi dan reduksi emisi merupakan implementing more environmentally friendly and sustainable
tanggung jawab seluruh insan Perseroan yang berada di bawah operational practices. The implementation of energy efficiency and
koordinasi Divisi QHSSE. emissions reduction initiatives is the responsibility of all Company
personnel and is coordinated under the QHSSE Division.
Dalam implementasinya, Perseroan melaksanakan berbagai inisiatif In its implementation, the Company undertakes various initiatives
untuk mengelola dan menurunkan emisi serta meningkatkan to manage and reduce emissions and to improve energy efficiency.
efisiensi energi. Upaya tersebut meliputi inventarisasi emisi GRK These efforts include the inventory of Scope 1 and Scope 2 GHG
cakupan 1 dan cakupan 2, pelaksanaan program efisiensi energi emissions, the implementation of energy efficiency programs in
pada kegiatan proyek dan operasi, eksplorasi penggunaan energi project and operational activities, the exploration of renewable
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 17
Page 18
terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta energy utilization such as Solar Power Plants (PLTS), and the
digitalisasi monitoring energi. Selain itu, Perseroan juga melakukan digitalization of energy monitoring. In addition, the Company
penyusunan dan pelaksanaan dokumen AMDAL serta RKL/RPL, prepares and implements Environmental Impact Assessment
program penghijauan, pemeliharaan rutin alat berat dan kendaraan (AMDAL) documents as well as Environmental Management and
operasional, pengukuran emisi gas buang secara berkala, serta Monitoring Plans (RKL/RPL), conducts reforestation programs,
penerapan kriteria seleksi vendor alat berat dengan batas usia performs routine maintenance of heavy equipment and operational
maksimal untuk memastikan efisiensi energi dan pengendalian vehicles, carries out periodic exhaust emission measurements,
emisi. Upaya-upaya ini mencakup tindakan pencegahan, and applies vendor selection criteria for heavy equipment with
pengurangan dampak negatif, serta penguatan dampak positif a maximum age limit to ensure energy efficiency and emissions
terhadap lingkungan. control. These initiatives encompass preventive actions,
mitigation of negative impacts, and the enhancement of positive
environmental impacts.
Efektivitas pengelolaan emisi dan energi dipantau melalui The effectiveness of emissions and energy management is
indikator seperti penurunan emisi GRK dan peningkatan efisiensi monitored through indicators such as reductions in GHG emissions
konsumsi energi, serta berbagai target yang tertera dalam roadmap and improvements in energy consumption efficiency, as well as
keberlanjutan Perseroan. Proses evaluasi dilakukan secara berkala targets outlined in the Company’s sustainability roadmap. The
dengan memanfaatkan sistem monitoring digital serta pelaporan evaluation process is conducted periodically by leveraging digital
kinerja lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Perseroan monitoring systems and environmental performance reporting.
telah memiliki dasar pengukuran yang kuat melalui penetapan The evaluation results indicate that the Company has established
baseline pada tahun 2025, yang menjadi acuan untuk pemantauan a strong measurement foundation through the determination of
kinerja di tahun-tahun berikutnya. Di tahun 2025, penurunan baseline data in 2025, which serves as a reference for performance
emisi GRK cakupan 3 menjadi sebesar 233,84 tCO2e, menurun monitoring in subsequent years. In 2025, Scope 3 GHG emissions
dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar 355,49 tCO2e. decreased to 233.84 tCO2e, compared to 355.49 tCO2e in 2024.
Praktik Pengadaan Procurement Practices
Praktik pengadaan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi Procurement practices that are not properly managed may give
menimbulkan dampak negatif seperti inefisiensi, risiko rise to negative impacts such as inefficiencies, risks of project
keterlambatan proyek, pemilihan rekanan yang tidak kompeten, delays, selection of non-competent partners, and potential ethical
hingga potensi pelanggaran etika dan fraud. Sebaliknya, violations and fraud. Conversely, transparent and accountable
pengelolaan pengadaan yang transparan dan akuntabel procurement management generates positive impacts, including
memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas hasil improved quality of work outcomes, cost optimization, and
pekerjaan, optimalisasi biaya, serta penguatan kepercayaan strengthened stakeholder trust. The Company recognizes that
pemangku kepentingan. Perseroan menyadari bahwa keterlibatan exposure to such impacts arises not only from internal activities
terhadap dampak tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas but also through business relationships with suppliers and partners
internal, tetapi juga melalui hubungan bisnis dengan pemasok dan within the supply chain.
mitra kerja dalam rantai pasok.
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan sistem As a form of commitment, the Company implements a procurement
pengadaan yang transparan, terstandarisasi, dan berbasis prinsip system that is transparent, standardized, and based on the
tata kelola perusahaan yang baik. Kebijakan dan prosedur principles of good corporate governance. Policies and procedures
pengadaan barang/jasa mengacu pada standar nasional dan for the procurement of goods and services refer to national and
internasional (SNI/ISO), serta mengintegrasikan prinsip-prinsip international standards (SNI/ISO) and integrate Environmental,
Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap tahapan Social, and Governance (ESG) principles at every stage of the process.
proses. Perseroan juga mendorong penggunaan material ramah The Company also promotes the use of environmentally friendly
lingkungan, efisiensi sumber daya, serta kepatuhan terhadap materials, resource efficiency, and compliance with applicable
peraturan perundang-undangan. Komitmen ini diperkuat melalui laws and regulations. This commitment is reinforced through the
penerapan kode etik, pakta integritas, serta kebijakan yang implementation of a code of conduct, integrity pacts, and policies
memastikan seluruh proses pengadaan berjalan secara adil, that ensure all procurement processes are conducted in a fair,
transparan, dan bertanggung jawab. Praktik pengadaan berada di transparent, and accountable manner. Procurement practices are
bawah tanggung jawab Divisi Supply Chain Management. under the responsibility of the Supply Chain Management Division.
PT Hutama Karya (Persero)
18 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
Tentang Laporan
About the Report
Dalam implementasinya, Perseroan mengadopsi berbagai sistem In its implementation, the Company adopts various systems and
dan mekanisme untuk mengelola risiko dan meningkatkan kualitas mechanisms to manage risks and enhance procurement quality.
pengadaan. Upaya tersebut meliputi penerapan e-procurement, These efforts include the implementation of e-procurement, the
penggunaan vendor management system, serta penyediaan kanal utilization of a vendor management system, and the provision of
pelaporan untuk pencegahan fraud. Seluruh rekanan yang terlibat reporting channels for fraud prevention. All engaged partners have
telah melalui proses seleksi sesuai dengan kriteria Daftar Rekanan undergone a selection process in accordance with the Selected
Terseleksi, dengan tingkat ketercapaian sebesar 100%. Selain itu, Vendor List criteria, with an achievement rate of 100%. In addition,
Perseroan melakukan penilaian kinerja rekanan secara periodik the Company conducts periodic performance evaluations of
mengacu pada Prosedur Penilaian Kinerja Penyedia Barang/Jasa partners in accordance with the Toll Road Goods/Services Provider
Jalan Tol Nomor UPT/UPT/P/002, guna memastikan kualitas dan Performance Evaluation Procedure No. UPT/UPT/P/002, to ensure
kinerja mitra tetap terjaga serta meminimalkan risiko wanprestasi. that partner quality and performance are maintained and to
minimize the risk of default.
Efektivitas pengelolaan praktik pengadaan ditunjukkan melalui The effectiveness of procurement management is demonstrated
konsistensi dalam penerapan proses seleksi dan evaluasi rekanan, through consistency in the implementation of partner selection and
yang dinilai cukup efektif dalam mencegah pemilihan mitra yang evaluation processes, which are considered effective in preventing
berpotensi menimbulkan risiko. Sepanjang tahun 2025, Perseroan the selection of partners that may pose risks. Throughout 2025, the
melibatkan 754 pemasok lokal atau 100% dari total pemasok, Company engaged 754 local suppliers, representing 100% of total
yang mencerminkan dukungan terhadap perekonomian nasional. suppliers, reflecting support for the national economy. Procurement
Evaluasi kinerja pengadaan dilakukan secara berkala dan menjadi performance evaluations are conducted periodically and serve as
dasar untuk perbaikan berkelanjutan, termasuk penguatan the basis for continuous improvement, including strengthening the
integrasi aspek ESG dalam rantai pasok. Proses evaluasi ini integration of ESG aspects within the supply chain. This evaluation
senantiasa dipertimbangkan untuk meningkatkan kebijakan dan process is continuously considered to enhance policies and
prosedur operasional, guna memastikan bahwa seluruh rantai nilai operational procedures, ensuring that the Company’s entire value
Perseroan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. chain aligns with the principles of sustainable development.
Kepegawaian Employment
Pengelolaan kepegawaian yang tidak optimal dapat menimbulkan Suboptimal human capital management may result in negative
dampak negatif seperti penurunan produktivitas, rendahnya impacts such as decreased productivity, low employee
tingkat keterlibatan karyawan, meningkatnya tingkat turnover, serta engagement, increased turnover rates, and potential dissatisfaction
potensi ketidakpuasan terhadap hak dan kondisi kerja. Sebaliknya, with employee rights and working conditions. Conversely,
pengelolaan yang baik memberikan dampak positif berupa effective management generates positive impacts, including
peningkatan motivasi kerja, produktivitas, retensi karyawan, serta improved work motivation, productivity, employee retention,
penguatan budaya kerja yang sehat dan berkelanjutan. Perseroan and the strengthening of a healthy and sustainable work culture.
menyadari bahwa dampak tersebut dapat terjadi melalui seluruh The Company recognizes that such impacts may arise across all
aktivitas operasional yang melibatkan tenaga kerja di berbagai operational activities involving the workforce at various levels of the
lini organisasi. Di tahun 2025, dampak aktual negatif tercermin organization. In 2025, the actual negative impact was reflected in an
dari peningkatan turnover karyawan. Namun, Perseroan memiliki increase in employee turnover. Nevertheless, the Company remains
komitmen untuk senantiasa memenuhi hak para pekerjanya. committed to consistently fulfilling the rights of its employees.
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan kebijakan As a form of commitment, the Company implements employment
ketenagakerjaan yang berorientasi pada kesejahteraan, kesetaraan policies that are oriented toward employee welfare, equal
kesempatan, serta pemenuhan hak dan kewajiban karyawan sesuai opportunity, and the fulfillment of employee rights and obligations
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kebijakan in accordance with applicable laws and regulations. These policies
ini diperkuat melalui penerapan praktik kerja yang adil dan inklusif, are reinforced through the implementation of fair and inclusive
serta penyediaan berbagai program kesejahteraan karyawan. labor practices, as well as the provision of various employee welfare
Dalam implementasinya, Perseroan senantiasa menerapkan sistem programs. In its implementation, the Company consistently applies
kerja yang adil dan inklusif, serta pemenuhan hak-hak karyawan a fair and inclusive working system while ensuring the fulfillment
secara konsisten. Perseroan juga secara berkala melakukan survei of employee rights. The Company also conducts periodic employee
kepuasan dan keterlibatan karyawan sebagai bagian dari evaluasi satisfaction and engagement surveys as part of the evaluation of the
efektivitas kebijakan kepegawaian. Hasil survei menjadi dasar effectiveness of its human capital policies. The survey results serve
dalam mengidentifikasi area perbaikan serta penguatan program as a basis for identifying areas for improvement and strengthening
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 19
Page 20
yang telah berjalan. Pengelolaan SDM di Perseroan berada di bawah existing programs. Human capital management within the Company
koordinasi Divisi Human Capital. is coordinated under the Human Capital Division.
Efektivitas pengelolaan kepegawaian tercermin dari peningkatan The effectiveness of human capital management is reflected in the
tingkat kepuasan dan keterlibatan karyawan, yang pada tahun improvement of employee satisfaction and engagement levels,
2025 mencapai 82,42%, meningkat dibandingkan tahun 2024 which reached 82.42% in 2025, compared to 81.67% in 2024. This
sebesar 81,67%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kebijakan increase indicates that the policies and programs implemented have
dan program yang diterapkan telah berjalan secara efektif dalam been effective in supporting employee welfare and engagement.
mendukung kesejahteraan dan keterlibatan karyawan. Hasil The results of this evaluation are used as a basis for future policy
evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk pengembangan development, enabling the Company to continuously enhance the
kebijakan ke depan, sehingga dapat terus meningkatkan kualitas quality of human capital management in a sustainable manner and
pengelolaan sumber daya manusia secara berkelanjutan dan in alignment with its strategic objectives.
selaras dengan tujuan strategis Perseroan.
Keanekaragaman Hayati Biodiversity
Keanekaragaman hayati (biodiversity) menjadi aspek penting Biodiversity constitutes a critical aspect in managing environmental
dalam pengelolaan dampak lingkungan atas pembangunan impacts arising from infrastructure development, considering
infrastruktur, mengingat proyek konstruksi dan operasi jalan tol that toll road construction and operations have the potential to
berpotensi memengaruhi ekosistem alami, terutama pada area affect natural ecosystems, particularly in highly sensitive areas
dengan sensitivitas tinggi seperti hutan, kawasan lindung, serta such as forests, protected areas, and wildlife habitats. Potential
habitat satwa. Dampak negatif yang mungkin timbul mencakup negative impacts include habitat disruption, changes in wildlife
terganggunya habitat, perubahan pola pergerakan satwa, serta movement patterns, and ecosystem fragmentation. Conversely,
fragmentasi ekosistem. Sebaliknya, pengelolaan yang tepat dapat appropriate management can generate positive impacts in the
memberikan dampak positif berupa perlindungan ekosistem, form of ecosystem protection, mitigation of disturbances to wildlife,
mitigasi gangguan terhadap satwa liar, serta penguatan praktik and the strengthening of sustainable development practices. The
pembangunan berkelanjutan. Perseroan menyadari bahwa Company recognizes that exposure to such impacts occurs across
keterlibatan terhadap dampak tersebut terjadi melalui seluruh all project phases, from planning and construction to operations.
tahapan proyek, mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga The implementation of biodiversity conservation activities is
operasional. Pelaksanaan kegiatan pelestarian keanekaragaman coordinated under the QHSSE Division.
hayati berada di bawah koordinasi Divisi QHSSE.
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan mengintegrasikan As a form of commitment, the Company integrates biodiversity
aspek keanekaragaman hayati dalam proses perencanaan dan aspects into project planning and execution through the preparation
pelaksanaan proyek melalui penyusunan dokumen Analisis of Environmental Impact Assessment (AMDAL) documents, as well as
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta rencana pengelolaan Environmental Management and Monitoring Plans (RKL-RPL). This
dan pemantauan lingkungan (RKL-RPL). Pendekatan ini menjadi approach serves as a foundation to ensure that all project activities
dasar dalam memastikan bahwa setiap kegiatan proyek telah have duly considered environmental protection and ecosystem
mempertimbangkan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan sustainability. The Company is also committed to complying with all
ekosistem. Perseroan juga berkomitmen untuk memenuhi seluruh applicable environmental regulations and ensuring that all AMDAL
ketentuan regulasi lingkungan yang berlaku serta memastikan documents prepared have obtained approval from the Ministry of
bahwa seluruh dokumen AMDAL yang disusun telah mendapatkan Environment and Forestry (KLHK).
persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK).
Dalam implementasinya, Perseroan melakukan berbagai In its implementation, the Company undertakes various measures
upaya untuk mengelola dan meminimalkan dampak terhadap to manage and minimize impacts on biodiversity, including
keanekaragaman hayati, antara lain melalui identifikasi area the identification of sensitive areas prior to construction, the
sensitif sebelum konstruksi, pelaksanaan RKL-RPL, pengendalian implementation of RKL-RPL, control of impacts on habitats, and
dampak terhadap habitat, serta pemeliharaan Green Corridor the maintenance of Green Corridors as part of environmental
sebagai bagian dari inisiatif lingkungan. Sepanjang tahun berjalan, initiatives. Throughout the reporting year, all AMDAL documents
seluruh dokumen AMDAL yang disusun telah memenuhi 100% prepared achieved 100% compliance with applicable regulations. In
kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Selain itu, Perseroan addition, the Company has developed a sustainability roadmap as a
PT Hutama Karya (Persero)
20 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21
Tentang Laporan
About the Report
juga mengembangkan roadmap keberlanjutan sebagai panduan long-term guideline for environmental management. In 2025, three
jangka panjang dalam pengelolaan lingkungan. Pada tahun 2025, areas were identified as wildlife crossing corridors, including for
terdapat 3 (tiga) area yang teridentifikasi sebagai jalur perlintasan elephants, reptiles, and primates, as reported by the Environmental
satwa, termasuk gajah, reptil, dan primata, sebagaimana dilaporkan and Forestry Agency. In response, the Company adjusted
oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebagai respons, infrastructure designs by constructing primate bridges, reptile box
Perseroan melakukan penyesuaian desain infrastruktur dengan crossing, and modifying bridge designs to ensure functionality as
membangun jembatan primata, box reptil, serta penyesuaian elephant crossing paths.
desain jembatan untuk memastikan fungsi sebagai jalur perlintasan
gajah.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa langkah mitigasi yang Evaluation results indicate that the mitigation measures
diterapkan telah mampu mengurangi dampak langsung dari implemented have been able to reduce the direct impacts of
kegiatan proyek, meskipun tantangan masih dihadapi pada project activities, although challenges remain in projects located
proyek yang berada di area dengan tingkat sensitivitas tinggi. Hasil in highly sensitive areas. The outcomes of these implementations
implementasi tersebut terus diintegrasikan ke dalam kebijakan dan are continuously integrated into Company policies and project
perencanaan proyek, sehingga memperkuat upaya perlindungan planning, thereby strengthening ongoing biodiversity protection
keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, serta memastikan efforts and ensuring alignment between infrastructure development
keselarasan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian and environmental conservation.
lingkungan.
Pelatihan dan Pendidikan Training and Education
Pelatihan dan pendidikan merupakan elemen penting dalam Training and education constitute essential elements in supporting
mendukung pengembangan sumber daya manusia yang sustainable human capital development, which ultimately
berkelanjutan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap contributes to enhancing the Company’s productivity and
peningkatan produktivitas dan daya saing Perseroan. Pengelolaan competitiveness. Suboptimal human capital management may
SDM yang tidak optimal dapat berdampak pada kesenjangan result in competency gaps, declining individual and organizational
kompetensi, penurunan kinerja individu maupun organisasi, serta performance, and limited readiness to address business changes
terbatasnya kesiapan menghadapi perubahan dan tantangan bisnis. and challenges. Conversely, structured competency development
Namun, pengembangan kompetensi yang terstruktur memberikan generates positive impacts in the form of increased productivity,
dampak positif berupa peningkatan produktivitas, efektivitas improved work effectiveness, and strengthened overall
kerja, serta penguatan kapasitas organisasi secara keseluruhan. organizational capacity. The Company recognizes that such impacts
Perseroan menyadari bahwa dampak tersebut mencakup seluruh extend across all levels of employees and form an integral part of
jenjang karyawan dan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan sustaining corporate performance.
kinerja perusahaan.
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan melaksanakan berbagai As a form of commitment, the Company implements various
program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang training and competency development programs that are
terintegrasi dengan manajemen talenta. Program tersebut integrated with talent management. These programs include
mencakup pelatihan teknis dan non-teknis, coaching, mentoring, technical and non-technical training, coaching, mentoring, as
serta sistem evaluasi kinerja dan pengembangan karier yang well as performance evaluation systems and continuous career
berkelanjutan. Selain itu, Perseroan juga memberikan perhatian development. In addition, the Company provides special attention
khusus terhadap pengembangan karyawan melalui program to employee development through the Pre-Retirement Training
Pelatihan Masa Persiapan Pensiun sebagai bagian dari tanggung Program as part of its responsibility to support employees in
jawab dalam mendukung kesiapan karyawan menghadapi masa preparing for the transition period. All of these policies are designed
transisi kerja. Seluruh kebijakan ini dirancang untuk memastikan to ensure competency enhancement aligned with organizational
peningkatan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan organisasi needs and industry developments. The implementation of training
dan perkembangan industri. Pelaksanaan program pelatihan dan and education programs is under the responsibility of the Human
pendidikan berada dibawah tanggung jawab Divisi Human Capital. Capital Division.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 21
Page 22
Efektivitas pelatihan dan pendidikan diukur melalui peningkatan The effectiveness of training and education is measured through
kompetensi dan capaian kinerja individu maupun organisasi. improvements in competencies and the achievement of individual
Sepanjang tahun 2025, total jam pelatihan karyawan meningkat and organizational performance. Throughout 2025, total employee
menjadi 87.572 jam, dibandingkan tahun 2024 sebesar 83.549 jam. training hours increased to 87,572 hours, compared to 83,549 hours
in 2024.
Pengelolaan Air Water Management
Pengelolaan air merupakan aspek penting dalam kegiatan Water management constitutes an important aspect of toll road
konstruksi dan operasi jalan tol, aktivitas tersebut membutuhkan construction and operational activities, as such activities require
penggunaan air dalam jumlah signifikan serta berpotensi significant water usage and have the potential to impact the quality
menimbulkan dampak terhadap kualitas lingkungan perairan. of aquatic environments. Potential negative impacts include
Dampak negatif yang dapat terjadi mencakup penurunan kualitas deterioration of water quality due to surface runoff, sedimentation,
air akibat limpasan permukaan, sedimentasi, serta potensi and the risk of pollution arising from project activities. Effective
pencemaran dari aktivitas proyek. Pengelolaan air yang efektif water management provides positive impacts in the form of
memberikan dampak positif berupa efisiensi penggunaan sumber efficient utilization of water resources, protection of environmental
daya air, perlindungan kualitas lingkungan, serta pengurangan quality, and mitigation of risks to ecosystems surrounding
risiko terhadap ekosistem di sekitar area operasional. Perseroan operational areas. The Company recognizes that exposure to such
menyadari bahwa keterlibatan terhadap dampak tersebut terjadi impacts occurs throughout the project lifecycle, from construction
sepanjang siklus kegiatan proyek, mulai dari konstruksi hingga to operations.
operasional.
Komitmen Perseroan juga tertuang dalam Kebijakan Quality, Health, The Company’s commitment is also reflected in the Quality, Health,
Safety, Security & Environment Management System (QHSSEMS). Safety, Security & Environment Management System (QHSSEMS)
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan pengelolaan Policy. As part of this commitment, the Company implements
air yang bertanggung jawab dengan tujuan memastikan efisiensi responsible water management practices aimed at ensuring
penggunaan air serta perlindungan terhadap kualitas sumber daya efficient water usage and the protection of water resource quality.
air.
Perseroan senantiasa melaksanakan berbagai upaya pengelolaan The Company consistently undertakes various water management
air, antara lain melalui monitoring penggunaan air di proyek, initiatives, including monitoring water usage at project sites,
pengelolaan limpasan air dan sedimentasi, penerapan sistem managing runoff and sedimentation, implementing proper
drainase yang baik, serta pengolahan air limbah sebelum dibuang drainage systems, and treating wastewater prior to discharge into
ke lingkungan. Efektivitas pengelolaan air juga dipantau melalui the environment. The effectiveness of water management is also
pengujian kualitas air secara berkala dan pemantauan volume monitored through periodic water quality testing and monitoring of
penggunaan air untuk memastikan kesesuaian dengan standar water consumption volumes to ensure compliance with applicable
yang berlaku. Secara umum, pengelolaan air telah berjalan standards. In general, water management has been carried out in
sesuai ketentuan dengan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap accordance with prevailing regulations, demonstrating a high level
standar lingkungan. Pada tahun 2025, pengukuran penggunaan air of compliance with environmental standards. In 2025, the scope of
mengalami perluasan lingkup sehingga tidak dapat dibandingkan water usage measurement was expanded, rendering it not directly
secara langsung dengan tahun 2024, namun tetap menjadi dasar comparable with 2024; however, it remains an important basis for
penting dalam peningkatan sistem pemantauan ke depan. enhancing monitoring systems in the future.
Efektivitas pengelolaan air dievaluasi melalui indikator efisiensi The effectiveness of water management is evaluated through
penggunaan air, kepatuhan terhadap baku mutu kualitas air, serta indicators such as water use efficiency, compliance with water
hasil pemantauan kualitas dan volume penggunaan air di lapangan. quality standards, and the results of monitoring water quality and
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem pengelolaan air telah consumption volumes in the field. The evaluation results indicate
berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. that the water management system has been implemented
effectively and in accordance with applicable regulations.
PT Hutama Karya (Persero)
22 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 23
Tentang Laporan
About the Report
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 23
Page 24
PT Hutama Karya (Persero) 24 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 25
Strategi
Keberlanjutan
Sustainability Strategy
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 25
Page 26
Penjelasan Strategi Keberlanjutan [OJK A.1, GRI 2-22]
Sustainability Strategy Explanation
Perseroan memperkuat strategi dan komitmen keberlanjutan The Company strengthens its sustainability strategy and
melalui perumusan pilar keberlanjutan sebagai acuan dalam commitment through the formulation of sustainability pillars
menjalankan bisnis. Pilar tersebut mencakup isu yang dianggap as a reference in conducting its business activities. These pillars
material oleh Perseroan dengan memetakan peluang dan potensi encompass issues deemed material by the Company, identified
risikonya. Adapun pilar keberlanjutan yang dimiliki Perseroan through the mapping of opportunities and potential risks. The
sebagai berikut. Company’s sustainability pillars are as follows.
Pilar Keberlanjutan
Sustainability Pillars
Bisnis yang Lebih Baik Sumber Daya Manusia yang Lebih Baik Planet yang Lebih Baik
Better Business Better Society Better Planet
a. Governansi Korporat dan Etika a. Pengembangan Masyarakat dan a. Energi
b. Kebijakan dan Regulasi Pertumbuhan Inklusif b. Perubahan Iklim
c. Kinerja Ekonomi b. Hak Asasi Manusia c. Penatalayanan Air
d. Inovasi c. Pengembangan Sumber Daya Manusia d. Pengelolaan Limbah
e. Pengelolaan Rantai Pasokan d. Keselamatan, Kesehatan, dan e. Keanekaragaman Hayati
a. Corporate Governance and Ethics Kesejahteraan a. Energy
b. Policies and Regulations a. Community Development and Inclusive b. Climate Change
c. Economic Performance Growth c. Water Stewardship
d. Innovation b. Human Rights d. Waste Management
e. Supply Chain Management c. Human Resource Development e. Biodiversity
d. Safety, Health, and Well-being
Sejalan dengan pilar keberlanjutan yang ditetapkan, Perseroan In alignment with the established sustainability pillars, the Company
juga telah menyusun target jangka panjang yang dituangkan has also defined long-term targets articulated in the ESG Roadmap
ke dalam roadmap ESG 2025 – 2030 sebagai panduan strategis 2025–2030, serving as a strategic guideline for the implementation
dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan. Kerangka of sustainability principles. The Company’s ESG implementation
waktu implementasi ESG Perseroan disusun dalam lima fase yang timeline is structured into five phases, reflecting a progressive level
menggambarkan tingkatan kematangan ESG secara bertahap. of ESG maturity. The ESG Roadmap is outlined as follows.
Roadmap ESG yang disusun sebagai berikut.
2025 2026 2027 2028 2029/2030
(Foundation) (Embed) (Elevate) (Advance) (Excellence)
Membangun dasar Mengintegrasikan Meningkatkan kinerja Mengakselerasi inisiatif Menjadi perusahaan
kebijakan dan tata prinsip ESG ke dalam ESG perusahaan melalui ESG dengan pendekatan acuan nasional dalam
kelola ESG sebagai proses bisnis dan penguatan sistem, berbasis data dan praktik ESG dengan
fondasi awal penerapan pengambilan keputusan inovasi program, dan perluasan dampak ke kinerja unggul dan
keberlanjutan di seluruh secara konsisten kolaborasi strategis seluruh rantai nilai kontribusi nyata
lini perusahaan Integrating ESG Enhancing the Accelerating ESG Becoming a national
Establishing the principles into business Company’s ESG initiatives through a benchmark company
foundational policies processes and decision- performance through data-driven approach in ESG practices with
and ESG governance making in a consistent the strengthening and expanding impact superior performance
framework as the initial manner of systems, program across the entire value and tangible
basis for implementing innovation, and strategic chain contributions
sustainability across all collaboration
lines of the Company
PT Hutama Karya (Persero)
26 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 27
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Roadmap ini mencakup rencana implementasi ESG secara The roadmap sets forth a staged ESG implementation plan over a
bertahap selama lima tahun, mulai dari fase Foundation (2025) five-year horizon, beginning with the Foundation phase (2025) and
hingga fase Excellence (2029/2030), serta disusun dalam tiga pilar progressing toward the Excellence phase (2029/2030). The roadmap
utama: Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola. Adapun ESG Roadmap is organized into three principal pillars, comprising Environmental,
& inisiatif strategis Perseroan sebagai berikut. Social, and Governance. The Company’s ESG Roadmap and
corresponding strategic initiatives are presented as follows.
2025 2026 2027 2028 2029/2030
Foundation Embed Elevate Advance Excellence
Milestone Membangun dasar Meningkatkan kinerja Meningkatkan kinerja Mengakselerasi inisiatif Menjadi perusahaan
Milestone kebijakan dan tata kelola ESG perusahaan melalui ESG perusahaan melalui ESG dengan pendekatan acuan nasional dalam
ESG sebagai fondasi awal penguatan sistem, penguatan sistem, berbasis data dan praktik ESG dengan
penerapan keberlanjutan inovasi program, dan inovasi program, dan perluasan dampak ke kinerja unggul dan
di seluruh (100%) lini kolaborasi strategis. kolaborasi strategis. seluruh rantai nilai. kontribusi nyata.
perusahaan. Enhancing the Enhancing the Accelerating ESG Becoming a national
Establishing ESG policy Company’s ESG Company’s ESG initiatives through a data- benchmark company
and governance as the performance through the performance through the driven approach and in ESG practices with
initial foundation for strengthening of systems, strengthening of systems, the expansion of impact superior performance
the implementation of program innovation, and program innovation, and across the entire value and tangible
sustainability across strategic collaborations. strategic collaborations. chain. contributions.
all (100%) lines of the
Company.
Lingkungan Penetapan kebijakan 1. Climate Risk Scenario 1. Integrasi prinsip 1. Emisi Scope 3 Sudah 1. Alat Berat EV ada
Environmental pengelolaan Analysis circular economy mulai dihitung 2. Smart Energy
keanekaragaman hayati, 2. Sertifikasi ISO 50001 2. Integrasi risiko iklim 2. Green Building Manajemen
limbah, emisi, energi, air, 3. GIS AFOLU 3. Integrasi pengelolaan Management 3. ISO 14064 for all HK
dan material pelatihan 4. Kebijakan Water air dalam desain 3. Pilor Program 3R 4. Biodiversity Mapping
SDM, dan pelaporan Circular konstruksi 4. Water Sensitive Design 5. Waste tracking
standar global. 5. Life Cycle Training ISO 4. Material berkelanjutan 1. Scope 3 emissions Dashboard
Establishment of policies 14040 ISO 14044 1. Integration of circular have begun to be 6. ISO 46001 Water
on the management 1. Climate Risk Scenario economy principles calculated Efficiency
of biodiversity, waste, Analysis 2. Integration of climate 2. Green Building 7. Pelacakan Material
emissions, energy, 2. ISO 50001 Certification risk Management Hulu-hilir
water, and materials, 3. GIS AFOLU 3. Integration of water 3. 3R program pillar 1. Availability of EV
human capital training, 4. Water Circular Policy management in 4. Water Sensitive Design heavy equipment
and global standard 5. Life Cycle Training ISO construction design 2. Smart energy
reporting. 14040 ISO 14044 4. Sustainable materials management
3. ISO 14064 for all HK
4. Biodiversity mapping
5. Waste tracking
dashboard
6. ISO 46001 water
efficiency
7. Upstream–
downstream material
tracking
Sosial Penetapan/pemantauan 1. Penguatan safety 1. Penguatan & 1. Peningkatan safety 1. Kontinuitas
Social kebijakan dan prosedur awareness resertifikasi safety awareness peningkatan safety
terkait sistem K3L, 2. Pelaksanaan pelatihan awareness 2. Perkenalan metode awareness
pelatihan karyawan, terkait ESG dan pra- 2. Penyediaan saluran blended learning 2. Kontinuitas pelatihan
social mapping, pensiun blended learning 3. Replikasi program karyawan
stakeholder engagement, 3. Capacity building 3. Peningkatan unggulan comdev ke 3. Mengkaji ulang
grievance mechanism, tim lapangan dalam program unggulan lokasi proyek lainnya capaian & menyusun
pengukuran IKM & pemberdayaan pemberdayaan 4. Refreshment DEI roadmap comdev
SROI, dan strategi talent masyarakat masyarakat (comdev) 1. Improvement of safety berikutnya
pipeline. 4. Kebijakan dan sistem 4. Implementasi DEI awareness 4. Kontinuitas DEI
Establishment/ pelaporan DEI 1. Strengthening and 2. Introduction of
monitoring of policies 1. Strengthening safety recertification of blended learning 1. Continuity in
and procedures related awareness safety awareness methods improving safety
to the HSE system, 2. Implementation of 2. Provision of blended 3. Replication of awareness
employee training, training related to ESG learning channels flagship community 2. Continuity of
social mapping, and pre-retirement 3. Enhancement of development employee training
stakeholder engagement, 3. Capacity building flagship community (comdev) programs to 3. Review of
grievance mechanism, of field teams development other project locations achievements and
measurement of CSI & in community (comdev) programs 4. DEI refreshment preparation of the
SROI, and talent pipeline empowerment 4. Implementation of DEI next community
strategy. 4. DEI policy and development
reporting system (comdev) roadmap
4. Continuity of DEI
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 27
Page 28
2025 2026 2027 2028 2029/2030
Foundation Embed Elevate Advance Excellence
Tata Kelola Penguatan kebijakan Penguatan rantai pasok, Penguatan dan Penguatan rantai pasok, Penguatan rantai pasok,
Governance terkait rantai pasok, tata kelola, antikorupsi, peninjauan Kembali tata kelola, antikorupsi, tata kelola, antikorupsi,
tata kelola, antikorupsi, dan ketahanan ekonomi kebijakan terkait rantai dan ketahanan dan ketahanan ekonomi
dan ketahanan ekonomi berbasis ESG serta pasok, tata kelola, ekonomi berbasis ESG, berbasis ESG serta
berbasis ESG serta implementasi IFRS S1 antikorupsi, dan implementasi IFRS S1 & implementasi IFRS S1
peningkatan pemahaman & S2. ketahanan ekonomi S2 serta Pembaharuan & S2.
disclosure berdasarkan Strengthening supply berbasis ESG, serta sertifikasi ISO 37001. Strengthening supply
IFRS S1 & S2 kepada chain, governance, perbaikan implementasi Strengthening supply chain, governance,
100% tim PMO ESG. anti-corruption, and IFRS S1 & S2. chain, governance, anti-corruption, and
Strengthening policies ESG-based economic Strengthening and anti-corruption, ESG-based economic
related to supply resilience, as well as the review of policies and ESG-based resilience, as well as the
chain, governance, implementation of IFRS related to supply economic resilience, implementation of IFRS
anti-corruption, and S1 & S2. chain, governance, implementation of S1 & S2.
ESG-based economic anti-corruption, and IFRS S1 & S2, as well as
resilience, as well as ESG-based economic renewal of ISO 37001
enhancing understanding resilience, as well as certificationsertifikasi
of disclosure based on improvement in the ISO 37001.
IFRS S1 & S2 to PMO ESG implementation of IFRS
Team. S1 & S2.
Adapun inisiatif yang dilaksanakan dalam mencapai target di dalam The initiatives implemented to achieve the targets outlined in the
roadmap ESG sebagai berikut. ESG Roadmap are as follows.
2025
Inisiatif Strategi Realisasi
Strategic Initiatives Realization
Membangun dasar kebijakan dan tata kelola ESG sebagai fondasi awal Perseroan telah membangun dasar tata kelola ESG melalui penyusunan
penerapan keberlanjutan di seluruh (100%) lini perusahaan kebijakan yang selaras dengan regulasi dan prinsip ESG, dan telah integrasi
Establishing ESG policy and governance as the foundational basis for the ke dalam visi dan misi perusahaan sebagai fondasi penerapan keberlanjutan
implementation of sustainability across all (100%) lines of the Company di seluruh lini perusahaan, serta pembentukan Komite Sustainability sebagai
wujud komitmen terhadap penerapan keberlanjutan.
The Company has established a foundational ESG governance framework
through the formulation of policies aligned with prevailing regulations and
ESG principles, which have been integrated into the Company’s vision and
mission as the basis for implementing sustainability across all business lines.
In addition, the establishment of the Sustainability Committee reflects the
Company’s commitment to sustainability implementation.
Penetapan kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati, limbah, emisi, Perseroan telah menetapkan komitmen pengelolaan keanekaragaman
energi, air, dan material pelatihan SDM dan pelaporan standar global. hayati, limbah, emisi, energi, air, dan material sebagaimana tertuang dalam
Establishment of policies on the management of biodiversity, waste, Kebijakan Quality, Health, Safety, Security & Environment Management
emissions, energy, water, and materials, human capital training, and global System (QHSSEMS) serta Road Traffic Safety Management System (RTSMS)
standard reporting. Nomor 2021/KPTS/66/VII/2024, yang selanjutnya diimplementasikan melalui
prosedur dan instruksi kerja terkait.
Terkait pengelolaan pelatihan SDM, Perseroan telah menyusun Prosedur
Perencanaan & Pelaksanaan Pelatihan Talenta sebagai pedoman dalam
merencanakan dan melaksanakan program pengembangan kompetensi
karyawan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam pelaporan ESG, Perseroan secara bertahap telah mengacu pada standar
global, seperti GRI dan SASB, guna meningkatkan kualitas, transparansi, dan
keterbandingan informasi yang disampaikan.
The Company has defined its commitments to the management of
biodiversity, waste, emissions, energy, water, and materials as stipulated
in the Quality, Health, Safety, Security & Environment Management System
(QHSSEMS) Policy and the Road Traffic Safety Management System (RTSMS)
No. 2021/KPTS/66/VII/2024, which are subsequently implemented through
relevant procedures and work instructions.
With regard to human capital training management, the Company has
established the Talent Training Planning & Implementation Procedure as a
guideline for planning and executing employee competency development
programs in a structured and sustainable manner.
In ESG reporting, the Company has progressively referred to global standards,
such as GRI and SASB, in order to enhance the quality, transparency, and
comparability of the disclosed information.
PT Hutama Karya (Persero)
28 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 29
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
2025
Inisiatif Strategi Realisasi
Strategic Initiatives Realization
Penetapan/pemantauan kebijakan dan prosedur terkait sistem K3L, pelatihan Perseroan telah secara berkelanjutan melakukan pemantauan penerapan
karyawan, social mapping, stakeholder engagement, grievance mechanism, kebijakan sistem K3L melalui penyampaian lesson learned secara berkala
pengukuran IKM & SROI, dan strategi talent pipeline. dalam Rapat Direksi mingguan. Selain itu, Perseroan juga melakukan reviu
Establishment/monitoring of policies and procedures related to the HSE dan pembaruan atas Prosedur Perencanaan & Pelaksanaan Pelatihan
system, employee training, social mapping, stakeholder engagement, Talenta, serta tengah menyusun prosedur terkait social mapping, stakeholder
grievance mechanism, measurement of CSI & SROI, and talent pipeline engagement, grievance mechanism, serta pengukuran IKM dan SROI.
strategy. The Company has continuously monitored the implementation of Occupational
Health, Safety, and Environment (HSE) system policies through the periodic
submission of lesson learned reports in weekly Board of Directors meetings.
In addition, the Company has conducted reviews and updates to the Talent
Training Planning & Implementation Procedure and is currently developing
procedures related to social mapping, stakeholder engagement, grievance
mechanisms, as well as the measurement of the Customer Satisfaction Index
(CSI) and Social Return on Investment (SROI).
Penguatan kebijakan terkait rantai pasok, tata kelola, antikorupsi, dan Pada aspek rantai pasok, Perseroan telah mendorong penerapan prinsip
ketahanan ekonomi berbasis ESG serta peningkatan pemahaman disclosure pengadaan berkelanjutan melalui integrasi kriteria ESG dalam proses seleksi
berdasarkan IFRS S1 & S2 kepada 100% tim PMO ESG. dan evaluasi mitra kerja. Implementasi tersebut telah dituangkan dalam
Strengthening policies related to supply chain, governance, anti-corruption, pedoman pengadaan barang dan jasa, yang selanjutnya diturunkan ke
and ESG-based economic resilience, as well as enhancing understanding of dalam berbagai prosedur operasional terkait guna memastikan konsistensi
disclosure based on IFRS S1 & S2 to PMO ESG Team. penerapan di seluruh lini organisasi.
Selain itu, manajemen secara konsisten melakukan penguatan pada aspek
tata kelola dan antikorupsi melalui pembaruan berbagai kebijakan strategis
pada tahun 2025, antara lain Kebijakan Komitmen Anti-Fraud, GCG Code, Code
of Conduct, serta Board Manual yang telah diselaraskan dengan prinsip ESG.
Pembaruan ini bertujuan untuk memperkuat integritas, transparansi, dan
akuntabilitas dalam seluruh aktivitas bisnis Perseroan.
Pada tahun 2025, Perseroan juga telah meningkatkan kompetensi seluruh
(100%) tim PMO ESG dalam memahami standar pengungkapan keberlanjutan
berbasis IFRS S1 dan IFRS S2 melalui pelaksanaan in-house training awareness
ESG yang diselenggarakan pada 18 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian
dari upaya Perseroan dalam memperkuat kualitas pelaporan keberlanjutan
agar lebih transparan, andal, dan selaras dengan standar internasional.
In the supply chain aspect, the Company has promoted the implementation
of sustainable procurement principles through the integration of ESG criteria
into the selection and evaluation processes of business partners. Such
implementation has been formalized in the procurement guidelines for goods
and services, which are further translated into various related operational
procedures to ensure consistent application across all organizational levels.
Furthermore, Management has consistently strengthened governance and
anti-corruption aspects through updates to various strategic policies in 2025,
including the Anti-Fraud Commitment Policy, GCG Code, Code of Conduct,
and Board Manual, all of which have been aligned with ESG principles. These
updates aim to reinforce integrity, transparency, and accountability across all
of the Company’s business activities.
In 2025, the Company also enhanced the competencies of all (100%) ESG PMO
team members in understanding sustainability disclosure standards based on
IFRS S1 and IFRS S2 through the implementation of an in-house ESG awareness
training held on June 18, 2025. This initiative forms part of the Company’s
efforts to strengthen the quality of sustainability reporting to ensure it is more
transparent, reliable, and aligned with international standards.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 29
Page 30
Strategi Dalam Pengelolaan Risiko dan Peluang Terkait Keberlanjutan [GRI 201-2, IFRS S1-
STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK
MANAGEMENT]
Perubahan iklim menurut Hutama Karya merupakan salah satu risiko global yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan operasional
perusahaan, terutama melalui peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) dan dampaknya terhadap lingkungan. Sejalan dengan komitmen
Perseroan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, Hutama Karya secara aktif memantau dan mengelola emisi GRK yang dihasilkan
dari kegiatan operasional guna meminimalkan dampak lingkungan serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Perseroan telah melakukan identifikasi risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk perubahan iklim. Namun demikian, Perseroan
belum melakukan perhitungan terkait implikasi finansial terkait risiko dan peluang keberlanjutan termasuk perubahan iklim. Perseroan telah
menetapkan time horizon terkait risiko Perseroan yang dikategorikan dengan short (at the moment/selama tahun berjalan), medium (setelah
satu tahun/1 – 3 tahun), dan Long (lebih dari 3 tahun). Namun demikian, Perseroan belum mengukur besarnya implikasi finansial terkait risiko
dan peluang keberlanjutan dan perubahan iklim.
Adapun risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk perubahan iklim sebagai berikut.
Tabel Risiko Keberlanjutan dan Perubahan Iklim
Table of Sustainability and Climate Change Risks
Jangka Waktu Dampak
Risiko terkait Deskripsi Risiko Impact Time Horizon
Keberlanjutan Keberlanjutan Potensi Dampak Negatif
Sustainability-Related Description of Potential Negative Impacts
Risks Sustainability Risks Pendek Menengah
Short Medium
Etika dan Pedoman Perilaku
Code of Ethics and Conduct
Risiko pelanggaran kode etik, Risiko terjadinya pelanggaran Kerugian finansial akibat fraud, Kerugian finansial dan gangguan Penurunan kepercayaan
fraud, gratifikasi, dan benturan kode etik, fraud, gratifikasi, dan sanksi regulator, tuntutan hukum, operasional akibat investigasi, regulator/investor serta
kepentingan. benturan kepentingan oleh serta kerusakan reputasi penghentian proses, dan tindakan peningkatan biaya kepatuhan dan
pegawai/manajemen apabila PT Hutama Karya (Persero) yang korektif. pengawasan.
(Kemungkinan terjadi: Sedang) budaya integritas, pengendalian menurunkan kepercayaan publik Financial losses and operational Decline in regulator and investor
Risk of violations of the code of internal, dan mekanisme dan investor. disruptions resulting from confidence, as well as increased
ethics, fraud, gratification, and pengawasan tidak berjalan efektif. Financial losses due to fraud, investigations, process compliance and monitoring costs.
conflicts of interest. Risk of violations of the code of regulatory sanctions, legal claims, suspensions, and corrective
ethics, fraud, gratification, and and reputational damage to actions.
(Likelihood: Medium) conflicts of interest by employees/ PT Hutama Karya (Persero), which
management if integrity culture, may reduce public and investor
internal controls, and oversight confidence.
mechanisms are not effectively
implemented.
Tata Kelola
Governance
Risiko reputasi dan penurunan Risiko penurunan kepercayaan Penurunan kepercayaan investor Meningkatnya temuan audit/ Menurunnya kepercayaan
kepercayaan akibat kelemahan pemangku kepentingan apabila dan publik, potensi sanksi/ regulator, biaya remediasi, investor/mitra serta tekanan pada
tata kelola (GCG). penerapan GCG, transparansi, dan regulatory action, peningkatan serta gangguan efektivitas penilaian GCG dan ESG Rating.
kepatuhan tidak memadai (mis. biaya kepatuhan, serta tekanan pengambilan keputusan. Declining investor and partner
(Kemungkinan terjadi: Sedang) lemahnya oversight, pelaporan, pada akses pendanaan dan biaya Increased audit or regulatory confidence, as well as pressure on
Reputation Risk and Decline in serta pengendalian internal). dana. findings, remediation costs, and GCG assessment and ESG ratings.
Trust Due to Weaknesses in Good The risk of declining Declining investor and public disruptions to the effectiveness of
Corporate Governance. stakeholder trust may arise if confidence, potential sanctions decision-making processes.
the implementation of GCG or regulatory actions, increased
(GCG) principles, transparency, and compliance costs, as well as
(Probability of Occurrence: compliance is inadequate (e.g., pressure on access to funding and
Moderate) weak oversight, reporting, and cost of capital.
internal control systems).
PT Hutama Karya (Persero)
30 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 31
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Strategy for Managing Sustainability-Related Risks and Opportunities [GRI 201-2, IFRS S1-
STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK
MANAGEMENT]
Climate change, according to Hutama Karya, constitutes one of the global risks that may affect the sustainability of the Company’s operations,
particularly through increased greenhouse gas (GHG) emissions and their impact on the environment. In line with the Company’s commitment
to supporting climate change mitigation efforts, Hutama Karya actively monitors and manages GHG emissions generated from its operational
activities in order to minimize environmental impacts and support sustainable development.
The Company has conducted identification of risks and opportunities related to sustainability, including climate change. However, the
Company has not yet performed calculations regarding the financial implications of sustainability-related risks and opportunities, including
climate change. The Company has established time horizons for its risks, categorized as short (at the moment/during the current year),
medium (after one year/1–3 years), and long (more than 3 years). However, the Company has not yet measured the magnitude of the financial
implications related to sustainability risks and opportunities and climate change.
The risks and opportunities related to sustainability, including climate change, are as follows.
Jangka Waktu Dampak
Impact Time Horizon Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Langkah Mitigasi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Mitigation Measures
Panjang Statements Accounts
Long
Dampak penurunan reputasi • Potensi tuntutan hukum atau • Beban Operasional * PT. Hutama Karya (Persero) telah
berkepanjangan yang dapat menekan kompensasi kepada regulator terkait • Liabilitas Provisi atas Gugatan Hukum memiliki kebijakan internal terkait
pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan pelanggaran kode etik, fraud, gratifikasi, • Operating Expenses gratifikasi
PT Hutama Karya (Persero). atau benturan kepentingan • Provision Liabilities for Legal Claims * PT. Hutama Karya (Persero) telah
Long-term reputational deterioration • Potensi kerugian karena menurunnya berkomitmen untuk terus menjaga
that may hinder business growth and kepercayaan investor sehingga integritas dengan penandatanganan
the sustainability of PT Hutama Karya mengurangi akses terhadap pendanaan pakta integritas
(Persero). atau investasi. * Melaksanakan Program Antikorupsi
• Penurunan reputasi PT. Hutama Karya untuk memberikan awareness kepada
(Persero) yang dapat memicu hilangnya pegawai
mitra/owner dan menurunkan * PT Hutama Karya (Persero) has
kepercayaan publik. established internal policies related to
• Potential legal claims or compensation gratification;
to regulators related to violations of the * PT Hutama Karya (Persero) is
code of ethics, fraud, gratification, or committed to maintaining integrity
conflicts of interest; through the signing of integrity pacts;
• Potential losses due to decreased * Implementation of Anti-Corruption
investor confidence, reducing access to Programs to raise employee awareness
funding or investment;
• Reputational decline of PT Hutama
Karya (Persero), which may lead to loss
of partners/clients and reduced public
trust.
Penurunan reputasi berkelanjutan yang • Potensi kerugian karena menurunnya • Beban Operasional PT. Hutama Karya (Persero) telah
dapat menekan kinerja, daya saing, dan kepercayaan investor sehingga • Kas dan Setara Kas melakukan penguatan anti korupsi,
keberlanjutan mengurangi akses terhadap pendanaan • Operating Expenses antifraud dan anti penyuapan, serta Tim
PT. Hutama Karya (Persero). atau investasi. • Cash and Cash Equivalents Komite GCG
Prolonged reputational decline that • Penurunan reputasi PT. Hutama Karya PT Hutama Karya (Persero) has
may negatively affect performance, (Persero) yang dapat memicu hilangnya strengthened its anti-corruption, anti-
competitiveness, and the sustainability of mitra/owner dan menurunkan fraud, and anti-bribery frameworks, and
PT Hutama Karya (Persero). kepercayaan publik. has established a GCG Committee Team
• Potential financial losses due to
declining investor confidence, resulting
in reduced access to funding or
investment
• Reputational damage to PT Hutama
Karya (Persero) that may lead to loss of
partners/owners and decreased public
trust
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 31
Page 32
Jangka Waktu Dampak
Risiko terkait Deskripsi Risiko Impact Time Horizon
Keberlanjutan Keberlanjutan Potensi Dampak Negatif
Sustainability-Related Description of Potential Negative Impacts
Risks Sustainability Risks Pendek Menengah
Short Medium
Ketenagakerjaan
Employment
Risiko turnover tinggi dan gap Risiko tingginya turnover Penurunan produktivitas, Kesulitan memenuhi kebutuhan Penurunan daya saing jangka
kompetensi. karyawan, ketimpangan peningkatan biaya rekrutmen, kompetensi strategis panjang serta risiko kehilangan
kompetensi, serta rendahnya pelatihan, serta risiko terganggunya PT. Hutama Karya (Persero) talenta terbaik.
(Kemungkinan terjadi: Sedang) kesiapan SDM terhadap operasional dan kualitas layanan dan keterlambatan inisiatif Long-term decline in
High Employee Turnover Risk and transformasi digital dan ESG. PT. Hutama Karya (Persero). transformasi. competitiveness and the risk of
Competency Gap. The risk of high employee Declining productivity, increased Difficulty in fulfilling strategic losing key talent.
turnover, competency imbalance, recruitment and training costs, competency requirements of
(Probability of Occurrence: and low workforce readiness in as well as risks of operational PT Hutama Karya (Persero)
Moderate) response to digital transformation disruption and reduced service and delays in transformation
and ESG requirements quality of PT Hutama Karya initiatives
(Persero).
Hak Asasi Manusia
Human Rights
Risiko pelanggaran HAM dalam Risiko dugaan pelanggaran HAM Pengaduan dan sengketa, Pengaduan/insiden dan biaya Peningkatan tuntutan kepatuhan,
operasional, rantai pasok, dan (contoh:. diskriminasi, pelecehan, sanksi/regulatory action, penanganan kasus serta pembatasan kemitraan/
pembiayaan privasi, keselamatan kerja vendor, gangguan proyek/kemitraan, investigasi. pendanaan ESG, dan risiko
pekerja anak/kerja paksa pada serta kerusakan reputasi dan Costs related to complaints, keterlambatan proyek.
(Kemungkinan terjadi: Sedang) pemasok) serta potensi dampak kepercayaan investor/nasabah. incident handling, and case Increased compliance
Risk of Human Rights Violations sosial dari proyek yang dibiayai Complaints and disputes, investigations. requirements, restrictions on ESG-
in Operations, Supply Chain, and (contoh: konflik lahan/relokasi) regulatory sanctions or related partnerships or financing,
Financing jika due diligence tidak memadai. enforcement actions, project or and risks of project delays
The risk of alleged human rights partnership disruptions, as well
(Probability of Occurrence: violations (e.g. discrimination, as reputational damage and
Moderate) harassment, privacy breaches, declining investor or customer
vendor occupational safety confidence.
issues, child labor or forced labor
in suppliers), as well as potential
social impacts of financed
projects (e.g. land disputes or
involuntary resettlement), may
arise if human rights due diligence
is not adequately implemented.
Produk dan Jasa Berkelanjutan
Sustainable Products and Services
Risiko Kualitas Pekerjaan Risiko terkait ketidaksesuaian Penurunan umur layanan aset • Biaya perbaikan (rework) • Kenaikan biaya maintenance
Work Quality Risk kualitas konstruksi terhadap infrastruktur, Kegagalan struktur • Keterlambatan proyek • Penurunan performa aset
standar teknis, spesifikasi (structural failure), Rework, dan • Penurunan produktivitas (jalan rusak lebih cepat, dll.)
desain, dan regulasi, yang cost overrun, Penurunan reputasi • Rework costs • Klaim kontraktual
dapat disebabkan oleh material perusahaan, Risiko litigasi dan • Project delays • Increase in maintenance costs
yang tidak memenuhi standar, klaim dari pengguna/pemerintah • Decline in productivity • Decline in asset performance
kesalahan pelaksanaan, atau Reduction in infrastructure (e.g. premature road
pengawasan yang tidak optimal. asset service life, structural deterioration, etc.)
Risk related to non-conformity failure, rework and cost overrun, • Contractual claims
of construction quality with reputational damage, and
technical standards, design litigation or claims from users or
specifications, and applicable government authorities.
regulations, which may be caused
by non-compliant materials,
execution errors, or suboptimal
supervision
PT Hutama Karya (Persero)
32 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Impact Time Horizon Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Langkah Mitigasi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Mitigation Measures
Panjang Statements Accounts
Long
Penurunan daya saing PT. Hutama Karya • Peningkatan biaya rekrutmen, • Beban Operasional - Beban terkait • IDP
(Persero) dalam jangka panjang. pelatihan, dan pengembangan SDM. Recuritment • Beasiswa S2 untuk Karyawan Hutama
Erosion of PT Hutama Karya (Persero)’s • Penurunan produktivitas yang • Beban Operasional - Beban Gaji Karya
long-term competitiveness. meningkatkan biaya operasional • Beban Operasional - Beban Pelatihan • Program FPL, FLDP dll
PT. Hutama Karya (Persero). • Pendapatan Bunga • Individual Development Plan (IDP)
• Potensi penurunan kualitas layanan • Pendapatan Provisi dan Komisi dan • Master’s Degree Scholarships (S2) for
yang dapat memengaruhi pertumbuhan Pendapatan Operasional Lain Selain Hutama Karya Employees
pendapatan PT. Hutama Karya Bunga • FPL, FLDP Programs, etc.
(Persero). • Operating Expenses – Recruitment
Expenses
• Increased recruitment, training, and • Operating Expenses – Salaries and
human capital development costs Wages
• Decline in productivity leading to higher • Operating Expenses – Training Expenses
operating costs of PT Hutama Karya • Interest Income
(Persero) • Fee and Commission Income and Other
• Potential decline in service quality that Operating Income Other than Interest
may impact revenue growth of
PT Hutama Karya (Persero)
Dampak reputasi dan penurunan • Potensi sanksi regulator, denda, atau • Liabilitas Provisi atas Gugatan Hukum • Melaksanakan program RWP untuk
kepercayaan jangka panjang, berpotensi biaya hukum akibat pelanggaran HAM. • Beban Operasional menciptkan lingkungan kerja yg bebas
menekan pertumbuhan dan nilai • Peningkatan biaya investigasi dan • Kas dan Setara Kas diskriminasi, kekerasan & pelecehan
perusahaan. remediasi kasus. • Modal Saham/ Tambahan Modal Disetor • Menyediakan kanal dan mekanisme
Long-term reputational impact and • Potensi kerugian karena menurunnya • Provision Liabilities for Legal Claims pelaporan pelanggaran RWP
decline in stakeholder trust, potentially kepercayaan investor sehingga • Operating Expenses • Meningkatkan porsi pegawai disabilitas
constraining growth and enterprise value. mengurangi akses terhadap pendanaan • Cash and Cash Equivalents untuk meningkatkan Diversity, Equity &
atau investasi. • Share Capital / Additional Paid-in Inclusion (DEI)
• Potential regulatory sanctions, fines, or Capital • Implementation of the RWP
legal costs arising from human rights program to create a workplace free
violations from discrimination, violence, and
• Increased costs for investigation and harassment
case remediation • Provision of reporting channels
• Potential financial losses due to and grievance mechanisms for RWP
declining investor confidence, resulting violations
in reduced access to financing or • Increasing the proportion of employees
investment with disabilities to strengthen Diversity,
Equity & Inclusion (DEI) initiatives
• Penurunan nilai aset (asset impairment) • Peningkatan biaya proyek akibat rework Beban Operasional • Standarisasi QA/QC di seluruh proyek
• Hilangnya kepercayaan stakeholder • Peningkatan provision for liabilities Operating Expenses • Penggunaan vendor terverifikasi
• Risiko blacklisting proyek strategis (klaim, warranty) • Supervisi teknis berlapis
• Asset impairment • Potensi impairment aset • Penerapan digital quality control
• Loss of stakeholder trust • Penurunan margin proyek melalui HK SHIELD
• Risk of blacklisting from strategic • Increase in project costs due to rework • Uji mutu berkala (lab test beton, aspal,
projects • Increase in provision for liabilities struktur)
(claims, warranties) • Program continuous improvement &
• Potential asset impairment lesson learned antar proyek
• Decrease in project margins • Implementation of QA/QC
standardization across all projects
• Use of verified vendors
• Multi-layer technical supervision
• Implementation of digital quality
control through HK SHIELD
• Periodic quality testing (concrete,
asphalt, and structural laboratory tests)
• Continuous improvement and cross-
project lessons learned program
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 33
Page 34
Jangka Waktu Dampak
Risiko terkait Deskripsi Risiko Impact Time Horizon
Keberlanjutan Keberlanjutan Potensi Dampak Negatif
Sustainability-Related Description of Potential Negative Impacts
Risks Sustainability Risks Pendek Menengah
Short Medium
Risiko Keselamatan dan Risiko kecelakaan kerja, penyakit Cedera atau kematian pekerja, • Biaya kompensasi dan • Peningkatan premi asuransi
Kesehatan Pekerja (Occupational akibat kerja, dan paparan bahaya Penghentian proyek sementara, pengobatan • Penurunan produktivitas
Health & Safety) di lokasi proyek konstruksi akibat Sanksi regulator, Penurunan • Work stoppage tenaga kerja
Occupational Health and Safety kondisi kerja yang tidak aman moral, dan produktivitas pekerja • Investigasi insiden • Tingginya turnover pekerja
(OHS) Risk atau ketidakpatuhan terhadap Worker injury or fatality, • Compensation and medical • Increase in insurance
prosedur K3. temporary project suspension, costs premiums
Risk of workplace accidents, regulatory sanctions, and • Work stoppages • Decline in labor productivity
occupational diseases, decline in employee morale and • Incident investigations • High employee turnover
and exposure to hazards at productivity
construction sites due to unsafe
working conditions or non-
compliance with occupational
health and safety (OHS)
procedures.
Isu Keamanan Aset (Asset Security Risiko terkait pencurian, Kehilangan aset/material, • Kehilangan material • Penurunan efisiensi
Risk) vandalisme, sabotase, atau Gangguan operasional jalan tol, konstruksi operasional
Asset Security Risk gangguan operasional terhadap Biaya penggantian dan perbaikan, • Biaya pengamanan tambahan • Kenaikan biaya operasional
aset proyek dan infrastruktur, Risiko keselamatan pengguna • Gangguan proyek (security cost)
termasuk jalan tol dan fasilitas Loss of assets/materials, • Loss of construction materials • Decline in operational
pendukung. disruption of toll road operations, • Additional security costs efficiency
Risk related to theft, vandalism, replacement and repair costs, and • Project disruptions • Increase in operating costs
sabotage, or operational safety risks to road users (security expenses)
disruptions affecting project
assets and infrastructure,
including toll roads and
supporting facilities.
Risiko Keselamatan (Safety Risk – Risiko yang timbul akibat • Kecelakaan pengguna jalan • Insiden kecelakaan di area • Peningkatan klaim asuransi
Public & Operational Safety) kegagalan dalam memastikan (fatality, injury) proyek atau jalan tol dan biaya operasional
Safety Risk (Public & Operational keselamatan pengguna jalan • Kerusakan aset dan gangguan • Gangguan lalu lintas dan • Penurunan performa layanan
Safety) dan masyarakat sekitar, baik operasional operasional jalan tol
selama fase konstruksi maupun • Penurunan kepercayaan • Biaya tanggap darurat dan • Increase in insurance claims
operasional infrastruktur, publik perbaikan cepat and operating costs
termasuk kecelakaan lalu • Tuntutan hukum dan klaim • Incidents occurring in project • Decline in toll road service
lintas, kegagalan struktur, serta asuransi areas or toll road corridors performance
kurangnya sistem pengamanan • Sanksi regulator • Traffic disruptions and
dan pengawasan. • Accidents involving road users operational interruptions
Risk arising from failures in (fatalities and injuries) • Emergency response and rapid
ensuring the safety of road users • Asset damage and operational repair costs
and surrounding communities, disruptions
both during the construction • Declining public trust
and operational phases of • Legal claims and insurance
infrastructure, including traffic claims
accidents, structural failures, • Regulatory sanctions
and insufficient security and
monitoring systems.
PT Hutama Karya (Persero)
34 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 35
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Impact Time Horizon Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Langkah Mitigasi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Mitigation Measures
Panjang Statements Accounts
Long
• Kerusakan reputasi perusahaan • Peningkatan operating expenses Beban Operasional • Implementasi Sistem Manajemen K3
• Penurunan daya saing dalam tender (kompensasi, asuransi) Operating Expenses (SMK3) dan standar ISO 45001
proyek • Peningkatan liabilitas kontinjensi • Identifikasi bahaya & penilaian risiko
• Risiko litigasi jangka panjang • Potensi penalty dan denda (HIRADC/JSA)
• Reputational damage • Penurunan efisiensi proyek (margin • Work Permit
• Reduced competitiveness in project turun) • Toolbox meeting harian & safety
tenders • Increase in operating expenses induction wajib
• Long-term litigation risk (compensation, insurance) • Penyediaan dan pengawasan
• Increase in contingent liabilities penggunaan APD lengkap
• Potential penalties and fines • Program kesehatan pekerja (medical
• Decline in project efficiency (lower check-up, fatigue management)
margins) • Pelaporan dan investigasi insiden (near
miss accident) secara digital
• Target Zero Fatality dan penguatan
budaya safety melalui aplikasi HK
SHIELD
• Implementation of Occupational Health
and Safety Management System (SMK3)
and ISO 45001 standards
• Hazard identification and risk
assessment (HIRADC/JSA)
• Work permits system
• Daily toolbox meetings and mandatory
safety inductions
• Provision and enforcement of full
Personal Protective Equipment (PPE)
usage
• Worker health programs (medical
check-ups, fatigue management)
• Digital incident reporting and
investigation (near miss, accidents)
• Zero Fatality target and strengthening
safety culture through HK SHIELD
application
• Penurunan kepercayaan publik • Peningkatan OPEX (biaya keamanan) Beban Operasional • Sistem pengamanan operasi tol:
terhadap keamanan infrastruktur • Kerugian aset (write-off aset hilang) Operating Expenses CCTV & monitoring 24/7
• Risiko sistemik terhadap operasional • Potensi penurunan revenue tol akibat • Patroli rutin dan koordinasi dengan
jaringan jalan tol gangguan operasional aparat keamanan
• Declining public trust in infrastructure • Peningkatan CAPEX pengamanan (CCTV, • Pengamanan infrastruktur jalan tol dari
security sistem digital, dll.) vandalisme dan pencurian
• Systemic risk to toll road network • Increase in operating expenses (security • Business continuity plan untuk
operations costs) gangguan operasional
• Asset losses (write-off of missing assets) • Toll road operational security system:
• Potential decline in toll revenue due to • CCTV and 24/7 monitoring system
operational disruptions • Regular patrols and coordination with
• Increase in capital expenditures security authorities
for security systems (CCTV, digital • Protection of toll road infrastructure
monitoring systems, etc.) from vandalism and theft
• Business continuity plan for operational
disruptions
• Kerusakan reputasi perusahaan • Peningkatan biaya operasional Beban Operasional • Desain infrastruktur yang aman:
• Penurunan daya saing dalam • Peningkatan liabilitas (klaim asuransi, Operating Expenses guardrail, rambu, pencahayaan, sistem
pengelolaan proyek infrastruktur kompensasi pihak ketiga) drainase.
• Risiko kehilangan kepercayaan • Potensi penalty dan denda regulator • Manajemen lalu lintas selama
pemerintah dan investor • Penurunan revenue tol akibat konstruksi (traffic management plan)
• Potensi litigasi jangka panjang penurunan traffic • Inspeksi rutin kondisi jalan tol dan
• Reputational damage to the Company • Dampak pada profitabilitas proyek struktur (bridge, slope, pavement)
• Reduced competitiveness in • Potensi peningkatan premi asuransi • Sistem tanggap darurat (emergency
infrastructure project management • Increase in operating costs response system)
• Risk of loss of trust from government • Increase in liabilities (insurance claims, • Edukasi pengguna jalan (kampanye
and investors third-party compensation) keselamatan)
• Potential long-term litigation • Potential regulatory penalties and fines • Safe infrastructure design: guardrails,
• Decline in toll revenue due to reduced signage, lighting systems, and drainage
traffic systems
• Impact on project profitability • Traffic management during construction
• Potential increase in insurance (traffic management plan)
premiums • Routine inspections of toll road
conditions and structures (bridges,
slopes, pavement)
• Emergency response system
• Road user education (safety awareness
campaigns)
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 35
Page 36
Jangka Waktu Dampak
Risiko terkait Deskripsi Risiko Impact Time Horizon
Keberlanjutan Keberlanjutan Potensi Dampak Negatif
Sustainability-Related Description of Potential Negative Impacts
Risks Sustainability Risks Pendek Menengah
Short Medium
Pengadaan Berkelanjutan
Sustainable Procurement
Risiko pengadaan tidak Risiko ketidaksesuaian praktik Inefisiensi biaya, gangguan Keterlambatan proses Risiko gangguan layanan
berkelanjutan dan risiko pihak pengadaan dengan prinsip pasokan/jasa, potensi temuan pengadaan, temuan audit, serta dari vendor dan peningkatan
ketiga keberlanjutan (lingkungan, sosial, audit dan isu kepatuhan, serta biaya operasional meningkat. biaya akibat re-procurement/
Risk of Unsustainable etika), termasuk risiko pihak risiko reputasi apabila vendor Delays in procurement processes, penyesuaian kontrak.
Procurement and Third-Party Risk ketiga (vendor) dan transparansi tidak memenuhi standar tata audit findings, and increased Risk of service disruption from
yang dapat memicu inefisiensi, kelola yang baik. operating costs. vendors and increased costs due
fraud, atau isu reputasi. Cost inefficiencies, disruption to re-procurement or contract
Risk of non-alignment of of supply of goods/services, adjustments.
procurement practices with potential audit findings and
sustainability principles compliance issues, as well as
(environmental, social, and reputational risk if vendors fail to
ethical aspects), including meet good governance standards.
third-party (vendor) risks and
transparency issues that may
lead to inefficiencies, fraud, or
reputational concerns.
Perubahan Iklim
Climate Change
Perubahan Iklim (Climate Change Risiko yang timbul akibat • Kerusakan aset infrastruktur • Gangguan operasional akibat • Kenaikan biaya maintenance
Risk) perubahan iklim, termasuk (jalan tol, jembatan, cuaca ekstrem dan adaptasi (drainase, slope
Climate Change Risk peningkatan frekuensi dan bendungan) • Biaya perbaikan darurat stabilization, dll.)
intensitas bencana (banjir, • Gangguan operasional akibat • Operational disruptions due to • Penyesuaian terhadap regulasi
longsor, heat stress), serta risiko bencana extreme weather events emisi dan ESG
transisi menuju ekonomi rendah • Kenaikan biaya adaptasi dan • Emergency repair costs • Increase in maintenance and
karbon (regulasi, teknologi, dan mitigasi adaptation costs (drainage
pasar). • Risiko stranded assets systems, slope stabilization,
Risk arising from climate change, • Damage to infrastructure etc.)
including increased frequency assets (toll roads, bridges, • Compliance adjustments to
and intensity of disasters (floods, dams) emissions and ESG regulations
landslides, heat stress), as well • Operational disruptions due to
as transition risks toward a disasters
low-carbon economy (regulatory, • Increased adaptation and
technological, and market-related mitigation costs
changes). • Stranded asset risk
Keanekaragaman Hayati Risiko yang timbul akibat aktivitas • Hilangnya habitat dan • Gangguan langsung terhadap • Penurunan populasi spesies di
(Biodiversity Risk) konstruksi dan operasional biodiversitas lokal habitat selama konstruksi sekitar proyek
Biodiversity Risk infrastruktur yang berdampak • Fragmentasi ekosistem • Protes masyarakat / NGO • Kewajiban rehabilitasi
pada ekosistem alami, termasuk (wildlife corridor terganggu) lingkungan lingkungan (reforestation,
deforestasi, fragmentasi habitat, • Konflik manusia–satwa • Keterlambatan proyek akibat offset)
gangguan terhadap satwa liar, serta (human-wildlife conflict) isu AMDAL • Peningkatan biaya
penurunan kualitas lingkungan (air, • Penurunan kualitas air dan • Direct disturbance to habitats pengelolaan lingkungan
tanah, dan udara). tanah during construction • Decline in species population
Risk arising from construction and • Sanksi regulator dan • Community and around project areas
infrastructure operational activities penolakan sosial (social environmental NGO protests • Environmental rehabilitation
that impact natural ecosystems, license to operate) • Project delays due to obligations (reforestation,
including deforestation, habitat • Loss of local habitats and Environmental Impact biodiversity offset)
fragmentation, disturbance to biodiversity Assessment (AMDAL) issues • Increased environmental
wildlife, and degradation of • Ecosystem fragmentation management costs
environmental quality (water, soil, (disruption of wildlife
and air). corridors)
• Human–wildlife conflict
• Decline in water and soil
quality
• Regulatory sanctions and
social opposition (loss of
social license to operate)
PT Hutama Karya (Persero)
36 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 37
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Impact Time Horizon Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Langkah Mitigasi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Mitigation Measures
Panjang Statements Accounts
Long
Reputasi dan nilai perusahaan terdampak • Peningkatan biaya operasional akibat • Beban Operasional Dilakukan seleksi vendor yang ketat sesuai
jika insiden vendor/fraud/korupsi berulang inefisiensi proses pengadaan. • Liabilitas Provisi standar dan prosedur internal
atau tidak terkendali. • Potensi kerugian akibat fraud atau • Operating Expenses A rigorous vendor selection process is
Corporate reputation and value may ketidaksesuaian kontrak dengan • Provision Liabilities conducted in accordance with internal
be adversely affected if vendor-related vendor. standards and procedures
incidents, fraud, or corruption are repeated • Biaya tambahan untuk audit,
or not properly controlled. pengawasan, dan perbaikan proses
pengadaan.
• Increased operating costs due to
procurement inefficiencies
• Potential losses arising from fraud or
non-compliance with vendor contracts
• Additional costs for audit activities,
monitoring, and procurement process
improvement
• Perubahan pola permintaan • Peningkatan biaya operasional • Beban Operasional • Peningkatan kompetensi personil hutama
infrastruktur • Potensi impairment aset akibat • Liabilitas Provisi karya
• Risiko stranded assets kerusakan atau underperformance • Operating Expenses • Melakukan Climate Risk Assestment di
• Tekanan dari investor terkait ESG • Dampak pada cost of capital (akses • Provision Liabilities proyrk rawan bencana
performance pendanaan tergantung ESG rating) • Rekam jejak hutama karya yang aktif
• Changes in infrastructure demand • Potensi peluang: green financing/ kontribusi untuk pekerjaan paska
patterns sustainable loan bencana
• Stranded asset risk • Increase in operating costs • Rekam jejak hutama karya yang aktif
• Investor pressure related to ESG • Potential asset impairment due to kontribusi untuk pekerjaan mitgasi
performance damage or underperformance bencana (bendungan, irigasi, dan lainnya)
• Impact on cost of capital (access to • Enhancement of Hutama Karya personnel
funding dependent on ESG rating) competencies in climate resilience
• Potential opportunities: green financing • Implementation of Climate Risk
/ sustainable loans Assessment in disaster-prone projects
• Strong track record of post-disaster
recovery works
• Strong track record in disaster mitigation
infrastructure projects (dams, irrigation
systems, and others)
• Kerusakan ekosistem permanen • Peningkatan Biaya Operasional • Beban Operasional Rekan jejak hutama karya yang telah
• Risiko kehilangan izin proyek di masa • Peningkatan provision/liabilitas • Liabilitas Provisi menjadi pencetus elephant corridor di Tol
depan lingkungan • Operating Expenses Pekanbaru-Dumai, bekerjasama dengan
• Penurunan reputasi perusahaan dalam • Potensi penalty dan denda regulator • Provision Liabilities pihak terkait untuk mejaga keanekargaman
ESG rating • Risiko kehilangan akses ke green hayati. Identifikasi area sensitif
• Risiko tidak memenuhi standar financing/blended finance Pembangunan wildlife crossing/koridor
pembiayaan internasional (MDB, green • Potensi keterlambatan proyek satwa
finance) • Increase in operating costs Penerapan prinsip no net loss/biodiversity
• Permanent ecosystem damage • Increase in environmental provisions/ offset
• Risk of future project permit loss liabilities Program revegetasi dan rehabilitasi lahan
• Declining corporate reputation in ESG • Potential regulatory penalties and fines pasca konstruksi
ratings • Risk of losing access to green financing Monitoring satwa dan ekosistem secara
• Risk of non-compliance with or blended finance berkala
international financing standards (MDB, • Potential project delays Hutama Karya has played a pioneering
green finance requirements) role in establishing an elephant corridor
along the Pekanbaru–Dumai Toll Road, in
collaboration with relevant stakeholders to
protect biodiversity.
Identification of sensitive environmental
areas
Development of wildlife crossings / animal
corridors
Implementation of the no net loss principle
/ biodiversity offset
Revegetation and post-construction land
rehabilitation programs
Regular wildlife and ecosystem monitoring
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 37
Page 38
Jangka Waktu Dampak
Risiko terkait Deskripsi Risiko Impact Time Horizon
Keberlanjutan Keberlanjutan Potensi Dampak Negatif
Sustainability-Related Description of Potential Negative Impacts
Risks Sustainability Risks Pendek Menengah
Short Medium
Perusakan Lingkungan Risiko yang timbul akibat • Pencemaran air (runoff proyek, • Keluhan masyarakat sekitar • Kewajiban remediasi
(Environmental Degradation Risk) aktivitas konstruksi dan sedimentasi sungai) proyek lingkungan (clean-up,
Environmental Degradation Risk operasional yang menyebabkan • Penurunan kualitas udara • Sanksi administratif dari rehabilitasi)
degradasi lingkungan, termasuk (debu, emisi alat berat) regulator • Peningkatan biaya
pencemaran air dan udara, • Degradasi tanah (erosi, • Gangguan operasional proyek pengelolaan limbah dan emisi
kerusakan tanah, pengelolaan kontaminasi) • Complaints from surrounding • Penurunan hubungan dengan
limbah yang tidak optimal, serta • Dampak kesehatan bagi communities stakeholder lokal
penggunaan sumber daya alam masyarakat sekitar • Administrative sanctions from • Obligations for environmental
yang tidak berkelanjutan. • Pelanggaran regulasi regulators remediation (clean-up,
Risk arising from construction lingkungan • Project operational rehabilitation)
and operational activities • Water pollution (project disruptions • Increased costs for waste and
that lead to environmental runoff, river sedimentation) emission management
degradation, including water and • Air quality deterioration • Deterioration of relationships
air pollution, soil contamination, (dust and heavy equipment with local stakeholders
suboptimal waste management, emissions)
and unsustainable use of natural • Soil degradation (erosion,
resources. contamination)
• Health impacts on
surrounding communities
• Environmental regulatory non-
compliance
Tabel Peluang Keberlanjutan
Table of Sustainability Opportunities
Deskripsi Peluang Jangka Waktu Dampak
Peluang terkait Time Horizon of Impacts
Keberlanjutan Potensi Dampak Positif
Keberlanjutan
Description of Potential Positive
Sustainability-Related
Sustainability Impacts Pendek Menengah
Opportunities
Opportunities Short Medium
Keamanan Informasi
Information Security
Peluang penguatan UU PDP No. 27/2022 berlaku Dengan tata kelola PDP dan Penguatan kebijakan/ Penurunan frekuensi/
Perlindungan Data Pribadi sejak 17 Oktober 2024 untuk sistem keamanan informasi prosedur PDP, klasifikasi keparahan insiden;
(PDP) dan keamanan melindungi data pribadi, yang baik, Hutama Karya data, dan awareness peningkatan kepatuhan
informasi mencegah penyalahgunaan, akan terhindar dari kerugian karyawan; perbaikan kontrol dan kualitas layanan, serta
dan meningkatkan finansial seperti kebocoran akses dan audit trail. peningkatan adopsi kanal
(Kemungkinan terjadi: kepercayaan publik. Serta data dan tuntutan data. Strengthening PDP policies digital.
Tinggi) penguatan tata kelola With robust PDP governance and procedures, data Reduced frequency and
Opportunity for keamanan informasi untuk and information security classification, and employee severity of incidents;
strengthening Personal meningkatkan kepatuhan systems, Hutama Karya can awareness; improving access improved compliance and
Data Protection (PDP) and dan resiliensi operasional avoid financial losses such controls and audit trails. service quality, as well as
information security Law No. 27/2022 on Personal as data breaches and data- increased adoption of digital
Data Protection (PDP Law) related claims. channels.
(Probability of Occurrence: has been effective since
High) 17 October 2024 to protect
personal data, prevent
misuse, and enhance
public trust, as well as
strengthening information
security governance to
improve compliance and
operational resilience
PT Hutama Karya (Persero)
38 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 39
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Impact Time Horizon Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Langkah Mitigasi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Mitigation Measures
Panjang Statements Accounts
Long
• Kerusakan lingkungan yang sulit • Peningkatan OPEX (pengelolaan limbah, • Beban Operasional • Pengendalian limbah konstruksi
dipulihkan monitoring lingkungan) • Liabilitas Provisi (reduce–reuse–recycle)
• Risiko kehilangan izin lingkungan • Peningkatan CAPEX (teknologi • Operating Expenses • Sistem pengolahan air limbah
(AMDAL) pengendalian polusi, treatment system) • Provision Liabilities (wastewater treatment)
• Penurunan reputasi perusahaan • Peningkatan liabilitas lingkungan / • Pengendalian debu dan emisi (water
• Penurunan skor ESG dan kepercayaan provision (remediasi) spraying, equipment standard)
investor • Potensi denda dan penalty regulator • Pengelolaan material berbahaya (B3)
• Irreversible environmental damage • Risiko keterlambatan proyek → sesuai regulasi
• Risk of environmental permit revocation berdampak ke revenue recognition • Efisiensi penggunaan air dan material
(AMDAL) • Dampak ke cost of capital (akses konstruksi (Lean Construction)
• Decline in corporate reputation pembiayaan makin ketat) • Construction waste management
• Lower ESG scores and reduced investor • Increase in operating expenses (waste (reduce–reuse–recycle)
confidence and environmental monitoring • Wastewater treatment systems
management) • Dust and emission control (water
• Increase in capital expenditures spraying, equipment standards)
(pollution control technology, • Hazardous and toxic material (B3)
treatment systems) management in accordance with
• Increase in environmental provisions/ regulations
liabilities (remediation costs) • Efficient use of water and construction
• Potential regulatory fines and penalties materials (Lean Construction principles)
• Risk of project delays affecting revenue
recognition
• Impact on cost of capital due to tighter
financing access
Jangka Waktu Dampak
Time Horizon of Impacts Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Strategi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Strategy
Panjang Statements Accounts
Long
Reputasi dan trust meningkat, • Efisiensi biaya operasional melalui • Beban Operasional HK telah berkomitmen terhadap
mendukung pertumbuhan bisnis berkurangnya kerugian akibat • Liabilitas Provisi Perlindungan Data Pribadi dan
digital dan kemudahan kolaborasi fraud dan pelanggaran etika. • Aset Tak berwujud memastikan keamanan data melalui
dengan mitra/ekosistem, serta • Penguatan reputasi HK yang • Operating Expenses prosedur internal.
keamanan informasi PDP personil, mendukung peningkatan aktivitas • Provision Liabilities Hutama Karya is committed to
mitra, vendor bisnis. • Intangible Assets Personal Data Protection and
Improved reputation and trust, • Cost efficiency through reduced ensures data security through
supporting digital business growth losses from fraud and ethical internal procedures
and easier collaboration with violations
partners/ecosystems, as well as • Strengthening corporate
enhanced protection of personal reputation supporting increased
data of employees, partners, and business activities
vendors.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 39
Page 40
Deskripsi Peluang Jangka Waktu Dampak
Peluang terkait Time Horizon of Impacts
Keberlanjutan Potensi Dampak Positif
Keberlanjutan
Description of Potential Positive
Sustainability-Related
Sustainability Impacts Pendek Menengah
Opportunities
Opportunities Short Medium
Etika dan Pedoman Perilaku
Ethics and Code of Conduct
Peluang dari penguatan Penerapan kode etik, Penurunan risiko fraud Peningkatan kepatuhan Kepercayaan regulator,
budaya integritas, kode etik, program anti-fraud/ dan pelanggaran, serta internal dan pengendalian investor, dan nmasyarakat
dan whistleblowing system anti-gratifikasi, peningkatan kepatuhan risiko melalui sosialisasi, meningkat.
yang efektif pelatihan integritas, dan dan kualitas pengambilan pelatihan, dan penegakan Increased trust from
whistleblowing system keputusan disiplin. regulators, investors, and the
(Kemungkinan terjadi: yang efektif di seluruh lini Reduction in fraud and Strengthening internal public.
Tinggi) organisasi. violation risks, as well as compliance and risk control
Opportunity from Implementation of a code improved compliance and through socialization,
strengthening integrity of ethics, anti-fraud/anti- quality of decision-making. training, and enforcement of
culture, code of conduct, and gratification programs, disciplinary measures.
an effective whistleblowing integrity training, and an
system effective whistleblowing
system across all
(Probability of Occurrence: organizational levels.
High)
Tata Kelola
Corporate Governance
Peluang penguatan GCG, Penguatan struktur dan Meningkatkan kepercayaan Penyelarasan kebijakan Perbaikan persepsi
transparansi, dan integrasi proses tata kelola (Dewan/ investor dan regulator; dan proses governance, stakeholder, meningkatkan
risk-ESG Komite, kebijakan, memperkuat disiplin peningkatan kualitas reputasi, akses pendanaan
pengendalian internal/ pengelolaan & mitigasi disclosure, serta penguatan dan kolaborasi, serta
(Kemungkinan terjadi: ICOFR) serta peningkatan risiko; mendorong akses akuntabilitas unit kerja. mengurangi potensi risiko
Tinggi) transparansi pelaporan pendanaan yang lebih Alignment of governance operasional, kepatuhan, dan
Opportunity for keberlanjutan untuk kompetitif. policies and processes, reputasi.
strengthening GCG, memperkuat kredibilitas HK. Increased investor and improvement of disclosure Improved stakeholder
transparency, and Strengthening governance regulator confidence; quality, and strengthening perception, enhanced
integration of risk–ESG structure and processes stronger discipline in accountability across reputation, improved access
(Board/Committees, management and risk organizational units. to funding and collaboration,
(Probability of Occurrence: policies, internal control/ mitigation; and improved and reduced potential
High) ICOFR) as well as improving access to more competitive operational, compliance, and
sustainability reporting financing reputational risks.
transparency to enhance the
credibility of Hutama Karya
PT Hutama Karya (Persero)
40 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 41
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Time Horizon of Impacts Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Strategi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Strategy
Panjang Statements Accounts
Long
Budaya perusahaan yang kuat • Efisiensi biaya operasional melalui • Beban Operasional HK telah memiliki peraturan internal
dan reputasi HK sebagai institusi berkurangnya kerugian akibat • Pendapatan Bunga terkait antigratifikasi Melaksanakan
berintegritas tinggi, mendukung fraud dan pelanggaran etika. • Pendapatan Provisi dan Komisi Program Antikorupsi
keberlanjutan bisnis. • Penguatan reputasi HK yang dan Pendapatan Operasional Lain Menandatangani Pakta Integritas
A strong corporate culture and mendukung peningkatan aktivitas selain Bunga Pegawai
Hutama Karya’s reputation as a bisnis. • Operating Expenses Hutama Karya has established
highly integrity-driven institution, • Cost efficiency through reduced • Interest Income internal regulations related to
supporting business sustainability. losses from fraud and ethical • Fee and Commission Income and anti-gratification, implemented anti-
violations Other Operating Income Other corruption programs, and signed
• Strengthening corporate than Interest employee integrity pacts
reputation supporting increased
business activities
Resiliensi dan nilai perusahaan • Peningkatan akses pendanaan Peningkatan pendapatan • Memperkuat penerapan Good
meningkat melalui governance yang dari investor dan pasar modal Increase in revenue Corporate Governance (GCG) dan
kuat dan pengambilan keputusan melalui kepercayaan terhadap transparansi kepada investor
yang lebih konsisten & sesuai GCG. tata kelola HK. serta regulator.
Increased corporate resilience and • Efisiensi biaya operasional melalui • Meningkatkan efektivitas
value through strong governance penguatan sistem pengendalian manajemen risiko dan
and more consistent, GCG-compliant internal. pengendalian internal.
decision-making. • Improved access to funding from • Memperkuat kepatuhan
investors and capital markets terhadap regulasi dan kebijakan
through strengthened trust in yang berlaku.
Hutama Karya’s governance • Meningkatkan kualitas
• Operational cost efficiency pelaporan dan keterbukaan
through strengthened internal informasi.
control systems • Mengoptimalkan strategi
pendanaan untuk memperoleh
akses dana yang lebih
kompetitif.
• Strengthening implementation
of Good Corporate Governance
(GCG) and transparency to
investors and regulators
• Enhancing the effectiveness of
risk management and internal
control systems
• Strengthening compliance with
applicable regulations and
policies
• Improving quality of reporting
and information disclosure
• Optimizing funding strategies
to obtain more competitive
financing access
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 41
Page 42
Deskripsi Peluang Jangka Waktu Dampak
Peluang terkait Time Horizon of Impacts
Keberlanjutan Potensi Dampak Positif
Keberlanjutan
Description of Potential Positive
Sustainability-Related
Sustainability Impacts Pendek Menengah
Opportunities
Opportunities Short Medium
Ketenagakerjaan
Employment
Peluang pengembangan Pengembangan kompetensi Produktivitas dan loyalitas Peningkatan keterampilan Retensi talenta membaik dan
kompetensi, kesejahteraan, melalui pelatihan Kon karyawan meningkat; dan motivasi kerja melalui talent pool kepemimpinan
dan keterlibatan karyawan teknikal dan non-teknikal, kesiapan organisasi program pelatihan dan lebih kuat.
peningkatan kesejahteraan, menghadapi perubahan pengembangan. Improved talent retention
(Kemungkinan terjadi: dan employee engagement industri. Improved skills and work and a stronger leadership
Tinggi) untuk memperkuat Increased employee motivation through training talent pool.
Opportunity for developing kapabilitas organisasi productivity and loyalty; and development programs.
employee competencies, Competency development enhanced organizational
welfare, and engagement through technical and readiness to respond to
non-technical training, industry changes.
(Probability of Occurrence: improved employee welfare,
High) and employee engagement
initiatives to strengthen
organizational capabilities.
Hak Asasi Manusia
Human Rights
Peluang penguatan Penerapan kebijakan HAM, Mengurangi insiden sosial Penguatan kebijakan, Peningkatan kualitas rantai
kebijakan HAM dan due diligence pada vendor dan sengketa; meningkatkan sosialisasi, dan mekanisme pasok dan pembiayaan
mekanisme pemulihan dan pembiayaan, kanal kepercayaan stakeholder. pengaduan/pemulihan. yang bertanggung jawab;
pengaduan yang efektif, Reduction in social incidents Strengthening policies, hubungan dengan komunitas
(Kemungkinan terjadi: serta program inklusi akses and disputes; increased socialization, and grievance/ dan regulator lebih kuat.
Tinggi) layanan untuk kelompok stakeholder trust. remediation mechanisms. Improved quality of
Opportunity for rentan. responsible supply chain
strengthening human rights Implementation of human and financing practices;
policies and remediation rights policies, vendor and stronger relationships with
mechanisms financing due diligence, communities and regulators.
effective grievance
(Probability of Occurrence: mechanisms, and inclusive
High) access programs for
vulnerable groups.
PT Hutama Karya (Persero)
42 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 43
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Time Horizon of Impacts Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Strategi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Strategy
Panjang Statements Accounts
Long
Menjadi employer of choice dan • Meningkatkan produktivitas Peningkatan pendapatan • Melaksanakan program employer
organisasi lebih adaptif terhadap karyawan melalui pengembangan Increase in revenue branding melalui berbagai
perubahan industri. kompetensi dan penguatan channel
Becoming an employer of choice kapasitas SDM. • Melaksanakan employee
and a more adaptive organization in • Menurunkan biaya operasional engagement survey (EES)
response to industry transformation. melalui peningkatan retensi dgn pihak independen dan
karyawan dan berkurangnya biaya melaksanakan program evaluasi
yang timbul akibat turnover. perbaikan
• Meningkatkan kualitas layanan • Program akselerasi karir
dan kinerja operasional, • Survey salary untuk mengetahui
yang berpotensi mendorong posisi remunerasi Pegawai
pertumbuhan pendapatan HK. terhadap market
• Meningkatkan kepercayaan • Implementation of employer
investor dan pemangku branding programs through
kepentingan terhadap kualitas various channels
pengelolaan sumber daya • Conducting Employee
manusia, sehingga dapat Engagement Survey (EES)
mendukung stabilitas pendanaan with independent parties and
dan pertumbuhan bisnis HK. implementing improvement
• Increased employee productivity programs
through competency • Career acceleration programs
development and strengthened • Salary benchmarking surveys to
human capital capacity assess employee remuneration
• Reduced operating costs through competitiveness against the
improved employee retention and market
lower turnover-related costs
• Improved service quality and
operational performance,
potentially driving revenue
growth of Hutama Karya
• Increased investor and
stakeholder confidence in human
capital management quality,
supporting funding stability and
business growth
Reputasi dan ketahanan bisnis • Menurunkan Beban Operasional Peningkatan pendapatan • Memastikan fasilitas pendukung
meningkat melalui praktik bisnis melalui peningkatan retensi Increase in revenue bagi Pegawai maupun
yang inklusif dan menghormati HAM. karyawan dan penurunan biaya berkebutuhan khusus (Disabilitas)
Improved corporate reputation and akibat turnover. untuk penguatan aspek Diversity,
business resilience through inclusive • Meningkatkan efisiensi Beban Equity & Inclusion (DEI)
and human rights–respectful Tenaga Kerja melalui penguatan • Menerapkan Respectfull
business practices. kompetensi dan keterlibatan Workplace Policy (RWP) untuk
karyawan. memastikan lingkungan kerja yg
• Reduced operating expenses bebas diskriminasi, kekerasan dan
through improved employee pelecehan
retention and lower turnover- • Ensuring supporting facilities for
related costs employees, including persons
• Improved labor cost efficiency with disabilities, to strengthen
through strengthened Diversity, Equity & Inclusion (DEI)
competencies and employee • Implementation of Respectful
engagement Workplace Policy (RWP) to
ensure a workplace free from
discrimination, violence, and
harassment
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 43
Page 44
Deskripsi Peluang Jangka Waktu Dampak
Peluang terkait Time Horizon of Impacts
Keberlanjutan Potensi Dampak Positif
Keberlanjutan
Description of Potential Positive
Sustainability-Related
Sustainability Impacts Pendek Menengah
Opportunities
Opportunities Short Medium
Produk dan Jasa Berkelanjutan
Sustainable Products and Services
Peluang Kualitas Pekerjaan Peningkatan kualitas • Umur aset lebih panjang • Pengurangan rework dan • Penurunan biaya
Opportunity for Work Quality konstruksi melalui • Penurunan biaya defect operasional dan
penerapan standar teknis maintenance • Efisiensi pelaksanaan maintenance
tinggi, inovasi material, dan • Peningkatan reputasi dan proyek • Peningkatan performa
digitalisasi QA/QC untuk kepercayaan stakeholder • Reduction in rework and aset
menghasilkan aset yang • Keunggulan kompetitif defects • Reduction in operating
lebih tahan lama dan efisien. dalam tender proyek • Improved project and maintenance costs
Improvement of construction • Extended asset lifespan execution efficiency • Improved asset
quality through the • Reduction in maintenance performance
implementation of high costs
technical standards, material • Improved reputation and
innovation, and QA/QC stakeholder trust
digitalization to deliver more • Competitive advantage in
durable and efficient assets. project tenders
Peluang Keselamatan dan Penguatan budaya • Penurunan angka • Penurunan insiden kerja • Penurunan biaya
Kesehatan Pekerja (OHS) keselamatan kerja untuk kecelakaan kerja • Operasional proyek lebih kompensasi dan asuransi
Opportunity for meningkatkan produktivitas, • Peningkatan produktivitas lancar • Peningkatan efisiensi
strengthening occupational kesejahteraan pekerja, dan • Retensi tenaga kerja yang • Reduction in work-related tenaga kerja
safety and health culture efisiensi operasional proyek. lebih baik incidents • Reduction in
Strengthening safety culture • Kepatuhan terhadap • Smoother project compensation and
to improve productivity, standar internasional operations insurance costs
employee welfare, and • Reduction in workplace • Improved labor efficiency
project accidents
• Increased productivity
• Improved employee
retention
• Compliance with
international standards
Peluang Keamanan Aset Optimalisasi sistem • Penurunan kehilangan • Penurunan insiden • Penurunan biaya
Asset Security Opportunity keamanan dan digitalisasi aset kehilangan material operasional terkait
pengelolaan aset • Operasional lebih stabil • Efisiensi pengelolaan aset gangguan
untuk meningkatkan • Efisiensi inventory dan • Reduction in material loss • Peningkatan utilisasi aset
efisiensi operasional asset tracking incidents • Reduction in operational
dan perlindungan aset • Keandalan layanan • Improved asset costs related to disruptions
perusahaan. meningkat management efficiency • Improved asset utilization
Optimization of security • Reduction in asset losses
systems and digital asset • More stable operations
management to improve • Improved inventory
operational efficiency and efficiency and asset
corporate asset protection. tracking
• Enhanced service
reliability
PT Hutama Karya (Persero)
44 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 45
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Time Horizon of Impacts Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Strategi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Strategy
Panjang Statements Accounts
Long
• Peningkatan nilai aset (asset • Penurunan biaya rework Peningkatan pendapatan • Positioning HK sebagai kontraktor
value) • Peningkatan margin proyek Increase in revenue dengan standar kualitas tinggi
• Brand sebagai kontraktor • Penurunan maintenance cost • Digitalisasi QA/QC (HK SHIELD)
berkualitas tinggi • Peningkatan Asset Value & Return untuk real-time quality control
• Increase in asset value On Asset (ROA) • Penggunaan material & metode
• Strengthening brand as a high- • Reduction in rework costs konstruksi inovatif (durability &
quality contractor • Improvement in project margins efficiency)
• Reduction in maintenance costs • Standardisasi best practice lintas
• Increase in asset value and return proyek
on assets (ROA) • Positioning Hutama Karya as
a contractor with high-quality
standards
• QA/QC digitalization (HK SHIELD)
for real-time quality control
• Use of innovative construction
materials and methods (durability
and efficiency)
• Standardization of best practices
across projects
• Budaya safety yang kuat • Penurunan OPEX (biaya Peningkatan pendapatan • Implementasi smart asset
• Reputasi perusahaan sebagai kecelakaan, kompensasi) Increase in revenue management (tracking, IoT,
employer of choice • Penurunan liabilitas dashboard)
• Strong safety culture • Peningkatan produktivitas → • Integrasi sistem keamanan (CCTV,
• Enhanced corporate reputation as revenue efficiency access control, monitoring real-
an employer of choice • Penurunan premi asuransi time)
• Reduction in operating expenses • Optimasi utilisasi aset proyek dan
(accident and compensation operasional
costs) • Implementation of smart asset
• Reduction in liabilities management (tracking, IoT,
• Increased productivity leading to dashboards)
revenue efficiency • Integration of security systems
• Reduction in insurance premiums (CCTV, access control, real-time
monitoring)
• Optimization of asset utilization in
projects and operations
• Sistem asset management yang • Penurunan asset loss / write-off Peningkatan pendapatan Sistem pengamanan operasi tol:
terintegrasi dan efisien • Penurunan biaya operasi Increase in revenue • CCTV & monitoring 24/7
• Peningkatan kepercayaan investor • Peningkatan asset utilization rate • Patroli rutin dan koordinasi
• More efficient and integrated • Stabilitas revenue operasional dengan aparat keamanan
asset management system • Reduction in asset losses/write- • Pengamanan infrastruktur jalan
• Increased investor confidence offs tol dari vandalisme dan pencurian
• Lower operating costs • Business continuity plan untuk
• Higher asset utilization rate gangguan operasional
• Stabilized operational revenue Toll road operational security
system:
• CCTV and 24/7 monitoring
• Routine patrols and coordination
with security authorities
• Protection of toll road
infrastructure from vandalism and
theft
• Business continuity plan for
operational
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 45
Page 46
Deskripsi Peluang Jangka Waktu Dampak
Peluang terkait Time Horizon of Impacts
Keberlanjutan Potensi Dampak Positif
Keberlanjutan
Description of Potential Positive
Sustainability-Related
Sustainability Impacts Pendek Menengah
Opportunities
Opportunities Short Medium
Peluang Keselamatan Publik Peningkatan keselamatan • Penurunan kecelakaan • Pengurangan insiden di • Peningkatan traffic dan
Public Safety Opportunity pengguna jalan melalui lalu lintas jalan tol pendapatan tol
desain infrastruktur • Peningkatan kenyamanan • Peningkatan layanan • Penurunan biaya
yang lebih aman, sistem dan kepercayaan operasional perbaikan akibat
monitoring, dan teknologi pengguna • Reduction in incidents on kecelakaan
transportasi cerdas. • Peningkatan volume lalu toll roads • Increase in toll revenue
Opportunity for improving lintas (traffic) • Improved operational (traffic growth)
road user safety through • Reduction in traffic service quality • Reduction in accident-
safer infrastructure design, accidents related repair costs
monitoring systems, and • Improved user comfort
intelligent transportation and trust
technology. • Increased traffic volume
Perubahan Iklim
Climate Change
Perubahan Iklim (Climate Perubahan iklim membuka • Positioning sebagai • Peningkatan peluang • Diversifikasi portofolio
Change Risk) peluang bagi Hutama Karya leader in climate-resilient proyek terkait mitigasi proyek
Climate Change(Climate untuk menjadi pionir dalam infrastructure dan adaptasi bencana • Kolaborasi dengan
Change Risk) pengembangan infrastruktur • Peningkatan permintaan • Penguatan kapabilitas pemerintah dan lembaga
yang cepat tanggap proyek adaptasi iklim teknis dalam desain internasional
terhadap bencana dan (bendungan, irigasi, flood resilient infrastructure • Diversification of project
adaptif terhadap risiko iklim, control) • Increased opportunities portfolio
termasuk pembangunan • Kontribusi terhadap for disaster mitigation and • Collaboration with
bendungan, sistem irigasi, ketahanan pangan dan air adaptation projects government and
serta infrastruktur jalan nasional • Strengthening technical international institutions
yang tahan terhadap kondisi • Akses terhadap capabilities in resilient
ekstrem. pembiayaan berbasis infrastructure design
Climate change presents iklim
an opportunity for Hutama • Positioning as a leader
Karya to become a pioneer in climate-resilient
in developing infrastructure infrastructure
that is responsive to disasters • Increased demand for
and adaptive to climate risks, climate adaptation
including the construction of projects (dams, irrigation,
dams, irrigation systems, and flood control)
road infrastructure resilient • Contribution to national
to extreme conditions. food and water security
• Access to climate-based
financing
PT Hutama Karya (Persero)
46 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 47
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Time Horizon of Impacts Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Strategi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Strategy
Panjang Statements Accounts
Long
• Reputasi sebagai operator jalan • Peningkatan revenue tol (traffic Peningkatan pendapatan • Pengembangan smart & safe toll
tol yang aman growth) Increase in revenue road (ITS, monitoring real-time)
• Loyalitas pengguna meningkat • Penurunan OPEX (incident • Desain infrastruktur berstandar
• Reputation as a safe toll road handling & repair) keselamatan tinggi
operator • Penurunan liabilitas klaim • Sistem tanggap darurat &
• Increased user loyalty • Peningkatan profitabilitas manajemen lalu lintas terintegrasi
operasional • Edukasi dan engagement
• Increase in toll road revenue pengguna jalan
(traffic growth) • Development of smart and
• Reduction in operating expenses safe toll roads (Intelligent
(incident handling and repairs) Transportation Systems/ITS, real-
• Reduction in liability claims time monitoring)
• Improved operational profitability • High-standard safety
infrastructure design
• Integrated emergency response
and traffic management systems
• Road user education and
engagement programs
• Reputasi sebagai pionir konstruksi • Peningkatan revenue dari proyek • Beban Operasional • Positioning HK sebagai pionir
cepat tanggap bencana climate-resilient infrastructure • Liabilitas Provisi infrastruktur tahan bencana (jalan
• Keunggulan kompetitif dalam • Akses ke green financing/climate • Operating Expenses tol, bendungan, irigasi)
proyek-proyek nasional strategis funds • Provision Liabilities • Ekspansi ke proyek adaptasi iklim
• Positioning dalam ekosistem • Peningkatan pipeline proyek (flood control, water management)
pembiayaan iklim global jangka panjang • Integrasi climate risk dalam desain
• Reputation as a pioneer in rapid • Increased revenue from climate- & perencanaan proyek
disaster-response construction resilient infrastructure projects • Akses green financing & climate
• Competitive advantage in national • Access to green financing and funds
strategic infrastructure projects climate funds • Positioning Hutama Karya as
• Positioning within the global • Expansion of long-term project a pioneer in disaster-resilient
climate finance ecosystem pipeline infrastructure (toll roads, dams,
irrigation systems)
• Expansion into climate adaptation
projects (flood control, water
management)
• Integration of climate risk into
project design and planning
• Access to green financing and
climate funds
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 47
Page 48
Deskripsi Peluang Jangka Waktu Dampak
Peluang terkait Time Horizon of Impacts
Keberlanjutan Potensi Dampak Positif
Keberlanjutan
Description of Potential Positive
Sustainability-Related
Sustainability Impacts Pendek Menengah
Opportunities
Opportunities Short Medium
Keanekaragaman Hayati Integrasi aspek • Inovasi desain • Implementasi pilot • Pengembangan standar
(Biodiversity Risk) keanekaragaman hayati infrastruktur berbasis project (wildlife crossing, internal biodiversity-
Biodiversity (Biodiversity dalam proyek infrastruktur alam (nature-based revegetasi) friendly construction
Risk) membuka ruang inovasi, solutions) • Kolaborasi dengan NGO • Peningkatan nilai tambah
seperti pembangunan • Peningkatan daya tarik dan akademisi proyek (beyond fungsi
koridor satwa (biodiversity jalan tol (green corridor • Implementation of transportasi)
corridor), desain infrastruktur concept) pilot projects (wildlife • Development of internal
berbasis alam, serta • Penguatan ESG crossings, revegetation standards for biodiversity-
pengembangan jalan tol positioning perusahaan programs) friendly construction
sebagai ruang yang tidak • Akses ke pembiayaan • Collaboration with NGOs • Increased value addition
hanya fungsional tetapi berbasis konservasi and academic institutions of projects beyond
juga ramah lingkungan dan • Innovation in nature- transportation function
menarik secara ekologis. based infrastructure
The integration of design (nature-based
biodiversity aspects into solutions)
infrastructure projects opens • Increased attractiveness
opportunities for innovation, of toll roads (green
such as the development of corridor concept)
wildlife corridors, nature- • Strengthening ESG
based infrastructure design, positioning of the
and toll roads that are not Company
only functional but also • Access to conservation-
environmentally friendly and based financing
ecologically attractive.
Perusakan Lingkungan Optimalisasi pengelolaan • Pemanfaatan renewable • Implementasi inisiatif • Penurunan biaya energi
(Environmental Degradation lingkungan dalam proyek energy energi terbarukan dan dan operasional
Risk) infrastruktur, termasuk • Kontribusi terhadap efisiensi • Peningkatan efisiensi
Environmental Degradation pemanfaatan energi pengendalian banjir dan • Pengurangan limbah dan proyek
(Environmental Degradation terbarukan, pengendalian manajemen air emisi operasional • Reduction in energy and
Risk) banjir, serta efisiensi sumber • Efisiensi energi dan • Implementation of operational costs
daya, untuk meningkatkan material renewable energy and • Improved project
kinerja operasional dan • Penguatan track record efficiency initiatives efficiency
memperkuat rekam jejak ESG perusahaan • Reduction of waste and
keberlanjutan perusahaan. • Utilization of renewable operational emissions
Optimization of energy
environmental management • Contribution to flood
in infrastructure projects, control and water
including the utilization management
of renewable energy, • Energy and material
flood control systems, efficiency
and resource efficiency, • Strengthening the
to improve operational Company’s ESG track
performance and strengthen record
the Company’s sustainability
track record.
Setiap unit bisnis, terutama di lini proyek, diharapkan untuk mengidentifikasi risiko perubahan cuaca melalui proses agregasi risiko. Jika
risiko terkait cuaca atau iklim ditemukan secara konsisten di berbagai proyek dengan eksposur risiko yang melebihi risk appetite perusahaan,
peristiwa risiko tersebut perlu mendapat perhatian khusus. Sebagai bagian dari transparansi dalam pengelolaan risiko, Hutama Karya
menggunakan metrik untuk menilai risiko terkait iklim dan peluang. Metrik ini meliputi:
• Kerugian Finansial Akibat Cuaca Ekstrem: Nilai moneter (Rp/USD) per kejadian.
• Gangguan Operasional: Hari/tahun.
• Kepatuhan Terhadap Regulasi Lingkungan: Persentase (%).
PT Hutama Karya (Persero)
48 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 49
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Jangka Waktu Dampak
Time Horizon of Impacts Analisis Dampak pada Laporan Akun Laporan Keuangan yang
Keuangan Terdampak Strategi
Analysis of Impact on Financial Affected Financial Statement Strategy
Panjang Statements Accounts
Long
• Reputasi sebagai pelopor green • Akses ke blended finance / • Beban Operasional • Integrasi biodiversity corridor &
infrastructure di Indonesia conservation-linked funding • Liabilitas Provisi wildlife crossing dalam proyek
• Diferensiasi kuat dalam tender • Peningkatan nilai proyek • Operating Expenses • Pengembangan konsep green toll
proyek (premium ESG projects) • Provision Liabilities road sebagai nilai tambah
• Kontribusi nyata terhadap • Penurunan risiko penolakan sosial • Pilot project berbasis konservasi
konservasi nasional → menjaga project continuity sebagai showcase
• Reputation as a pioneer of green • Potensi peningkatan brand value • Kolaborasi dengan NGO &
infrastructure in Indonesia perusahaan akademisi
• Strong differentiation in project • Access to blended finance and • Standarisasi biodiversity-friendly
tenders conservation-linked funding construction
• Tangible contribution to national • Increased project value (premium • Integration of biodiversity
conservation efforts ESG-aligned projects) corridors and wildlife crossings in
• Reduced risk of social opposition, infrastructure projects
supporting project continuity • Development of green toll
• Potential increase in corporate road concepts as value-added
brand value infrastructure
• Pilot conservation-based projects
as showcases
• Collaboration with NGOs and
academic institutions
• Standardization of biodiversity-
friendly construction practices
• Positioning sebagai perusahaan • Penurunan OPEX (energi dan • Beban Operasional • Pemanfaatan renewable energy
konstruksi berkelanjutan material) • Liabilitas Provisi (solar di ROW jalan tol)
• Peningkatan valuasi dan daya • Akses ke green loan / • Operating Expenses • Pengembangan solusi
tarik investor sustainability-linked loan • Provision Liabilities pengendalian banjir &
• Kepatuhan terhadap regulasi • Peningkatan return proyek melalui manajemen air
masa depan efisiensi • Efisiensi energi, material, dan
• Positioning as a sustainable • Penguatan cost of capital (lebih limbah
construction company rendah karena ESG performance) • Penguatan ESG track record untuk
• Increased valuation and investor • Reduction in operating expenses akses pembiayaan
attractiveness (energy and materials) • Pengembangan green loan /
• Compliance with future regulatory • Access to green loans and sustainability-linked financing
requirements sustainability-linked loans • Utilization of renewable energy
• Improved project returns through (solar panels along toll road Right
efficiency gains of Way/ROW)
• Strengthened cost of capital • Development of flood control and
(lower due to ESG performance) water management solutions
• Energy, material, and waste
efficiency initiatives
• Strengthening ESG track record to
support financing access
• Development of green loans and
sustainability-linked financing
initiatives
Each business unit, particularly in the project line, is expected to identify weather-related risks through a risk aggregation process. If weather-
or climate-related risks are consistently identified across multiple projects with risk exposures exceeding the Company’s risk appetite, such
risk events shall receive special attention. As part of transparency in risk management, Hutama Karya utilizes metrics to assess climate-related
risks and opportunities. These metrics include:
• Financial Losses Due to Extreme Weather Events: Monetary value (IDR/USD) per incident.
• Operational Disruptions: Days per year.
• Environmental Regulatory Compliance: Percentage (%).
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 49
Page 50
Strategi Aspek Ekonomi Economic Aspect Strategy
Strategi aspek ekonomi meliputi strategi kinerja ekonomi, strategi The Company’s economic aspect strategy encompasses economic
praktik pengadaan, dan strategi anti korupsi. Perseroan menerapkan performance, procurement practices, and anti-corruption
strategi kinerja ekonomi yang berfokus pada optimalisasi strategies. The Company implements an economic performance
pendapatan, efisiensi biaya, serta penguatan struktur keuangan strategy focused on revenue optimization, cost efficiency, and
melalui perencanaan bisnis yang prudent dan pengendalian strengthening the financial structure through prudent business
berbasis kinerja. Strategi ini diimplementasikan melalui peningkatan planning and performance-based controls. This strategy is executed
produktivitas proyek, diversifikasi sumber pendapatan, serta through improving project productivity, diversifying revenue
pengelolaan arus kas yang disiplin guna menjaga stabilitas finansial sources, and maintaining disciplined cash flow management
dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Selain itu, Perseroan to preserve financial stability and support sustainable growth.
juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pengambilan In addition, the Company integrates sustainability principles
keputusan ekonomi untuk memastikan keseimbangan antara into its economic decision-making to ensure a balance between
profitabilitas dan tanggung jawab sosial. Namun demikian, terdapat profitability and social responsibility. However, there are trade-offs
trade-off antara upaya efisiensi biaya dengan kebutuhan investasi between cost efficiency efforts and long-term investment needs,
jangka panjang, seperti pengembangan teknologi dan peningkatan such as technology development and human capital capacity
kapasitas sumber daya manusia, yang dalam jangka pendek dapat enhancement, which may put pressure on profit margins in the
menekan margin keuntungan, namun penting untuk menjaga daya short term but are essential to maintain competitiveness and
saing dan ketahanan bisnis di masa depan. business resilience in the future.
Dalam praktik pengadaan, Perseroan menerapkan strategi yang In procurement practices, the Company applies a strategy that
mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan prinsip tata kelola emphasizes transparency, accountability, and good governance
yang baik melalui sistem e-procurement, seleksi vendor yang ketat, principles through the implementation of an e-procurement
serta penerapan standar berbasis ESG. Pendekatan ini bertujuan untuk system, stringent vendor selection, and the adoption of ESG-
memastikan pemilihan mitra kerja yang kompeten, efisiensi biaya, based standards. This approach aims to ensure the selection of
serta kualitas hasil pekerjaan yang optimal. Perseroan juga mendorong competent business partners, cost efficiency, and optimal quality
keterlibatan pemasok lokal guna mendukung perekonomian nasional of work outcomes. The Company also promotes the involvement
dan memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan. Meskipun demikian, of local suppliers to support the national economy and strengthen
terdapat trade-off antara proses seleksi yang ketat dan kebutuhan a sustainable supply chain. Nevertheless, there are trade-offs
percepatan proyek, di mana proses yang lebih komprehensif dapat between stringent selection processes and the need for project
meningkatkan kualitas dan mengurangi risiko, namun berpotensi acceleration, where more comprehensive processes can enhance
memperpanjang waktu pengadaan dan menunda pelaksanaan proyek quality and reduce risks, but may extend procurement timelines
apabila tidak dikelola secara efektif. and delay project execution if not managed effectively.
Strategi anti korupsi Perseroan difokuskan pada penerapan The Company’s anti-corruption strategy is focused on the
sistem manajemen anti penyuapan, penguatan budaya integritas, implementation of an anti-bribery management system,
serta peningkatan kesadaran melalui pelatihan dan sosialisasi strengthening the culture of integrity, and enhancing awareness
berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan. Perseroan through continuous training and socialization for all stakeholders.
juga mengoptimalkan mekanisme pengendalian melalui The Company also optimizes control mechanisms through the
Whistleblowing System (WBS), penandatanganan pakta integritas, Whistleblowing System (WBS), the signing of integrity pacts, and
serta penerapan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk the enforcement of a zero-tolerance policy against all forms of
korupsi dan fraud. Pendekatan ini bertujuan untuk memitigasi corruption and fraud. This approach aims to mitigate legal risks,
risiko hukum, menjaga reputasi perusahaan, serta menciptakan safeguard the Company’s reputation, and create an ethical and
lingkungan kerja yang etis dan transparan. Adapun trade-off yang transparent working environment. The trade-off encountered
dihadapi adalah antara peningkatan kontrol dan kepatuhan lies between increased controls and compliance and operational
dengan fleksibilitas operasional, di mana prosedur yang lebih ketat flexibility, where stricter procedures can enhance accountability but
dapat meningkatkan akuntabilitas, namun berpotensi menambah may add administrative complexity and potentially slow decision-
kompleksitas administrasi dan memperlambat proses pengambilan making processes if not supported by efficient systems.
keputusan jika tidak diimbangi dengan sistem yang efisien.
Strategi Perubahan Iklim Climate Change Strategy
Hutama Karya melakukan pemantauan dan pengelolaan dampak Hutama Karya monitors and manages the impacts of climate
perubahan iklim melalui pengukuran yang terstruktur dan dapat change through structured and accountable measurement
dipertanggungjawabkan. Berdasarkan hasil penilaian risiko, processes. Based on the risk assessment results, the Company
Perseroan merancang tindakan mitigasi dan adaptasi untuk designs mitigation and adaptation actions to reduce climate-related
mengurangi dampak iklim, seperti peningkatan ketahanan impacts, such as enhancing infrastructure resilience and modifying
PT Hutama Karya (Persero)
50 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 51
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
infrastruktur dan modifikasi proses operasional, serta memastikan operational processes, while ensuring compliance with applicable
kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. environmental regulations.
Skenario 2oC Skenario <2oC
2oC Scenario <2oC Scenario
Dalam skenario ini, regulasi yang lebih ketat, seperti pajak karbon Risiko transisi meningkat, seperti percepatan disrupsi pasar dan
dan standar energi, dapat meningkatkan biaya operasional jangka penghapusan aset terkait bahan bakar fosil. Perseroan memitigasi
pendek. Namun, Perseroan beradaptasi melalui: dampak ini dengan:
• Investasi dalam teknologi rendah karbon. • Pengembangan model bisnis berbasis ekonomi sirkular.
• Diversifikasi sumber energi, termasuk penggunaan energi • Memperkuat portofolio produk dan layanan berkelanjutan.
terbarukan. • Kemitraan dengan pemangku kepentingan untuk mendukung
• Pengurangan jejak karbon di seluruh rantai nilai. inovasi hijau.
In this scenario, stricter regulations such as carbon taxes and energy Transition risks increase, such as accelerated market disruption and
standards may increase short-term operational costs. However, the the phase-out of fossil fuel-related assets. The Company mitigates
Company adapts through: these impacts through:
• Investment in low-carbon technologies. • Development of circular economy–based business models.
• Diversification of energy sources, including the use of • Strengthening the portfolio of sustainable products and
renewable energy. services.
• Reduction of carbon footprint across the value chain. • Partnerships with stakeholders to support green innovation.
Perseroan juga menerapkan indikator kinerja utama (Key The Company also applies Key Performance Indicators (KPIs) as
Performance Indicator/KPI) sebagai alat untuk memantau efektivitas a tool to monitor the effectiveness of implemented mitigation
langkah-langkah mitigasi yang telah dilaksanakan serta melakukan measures and to make adjustments where necessary. This data-
penyesuaian apabila diperlukan. Pendekatan yang berbasis data driven approach supports sustainable growth and ensures that
ini mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan memastikan sustainability aspects are an integral and measurable part of the
bahwa aspek keberlanjutan menjadi bagian yang terukur dalam Company’s performance, with a focus on managing environmental
kinerja perusahaan, dengan fokus pada pengelolaan dampak impacts, enhancing social welfare, and implementing good
lingkungan, peningkatan kesejahteraan sosial, serta penerapan governance practices. The assessment of Environmental, Social,
tata kelola yang baik. Penilaian terhadap indikator Lingkungan, and Governance (ESG) indicators is also an important part of the
Sosial, dan Tata Kelola (LST) juga menjadi bagian yang penting performance evaluation process for each business unit and the
dalam proses evaluasi kinerja setiap unit kerja maupun operasional Company’s operations.
Perseroan.
Hingga saat ini, Perseroan belum secara eksplisit mengungkapkan To date, the Company has not explicitly disclosed climate-related
trade-off terkait perubahan iklim. Namun demikian, dalam trade-offs. However, in practice, the Company has begun to consider
praktiknya, Perseroan mulai mempertimbangkan berbagai trade- several strategic trade-offs in business development, including:
off strategis dalam pengembangan bisnis, antara lain:
• Fokus proyek konvensional vs ekspansi ke proyek pasca- • Conventional project focus vs expansion into post-disaster
bencana (post-disaster infrastructure) infrastructure
Perseroan mulai melihat peluang dalam pembangunan The Company is increasingly exploring opportunities in
infrastruktur cepat tanggap bencana (rehabilitasi jalan, rapid disaster-response infrastructure development (road
bendungan, dan sistem irigasi), yang mungkin memiliki rehabilitation, dams, and irrigation systems), which may involve
kompleksitas lebih tinggi, namun membuka pasar baru dan higher complexity but opens new markets and strengthens its
memperkuat positioning sebagai kontraktor strategis nasional. positioning as a national strategic contractor.
• Portofolio tradisional vs diversifikasi berbasis ketahanan iklim • Traditional portfolio vs climate-resilient diversification
Perluasan portofolio dari jalan tol menuju infrastruktur berbasis Expansion from toll roads into water-based infrastructure
air (bendungan, irigasi, flood control) memerlukan investasi (dams, irrigation systems, flood control) requires additional
dan kapabilitas tambahan, namun meningkatkan ketahanan investment and capabilities, but enhances business resilience
bisnis dan relevansi jangka panjang. and long-term relevance.
• Efisiensi biaya vs penciptaan nilai tambah proyek • Cost efficiency vs value creation in projects
Integrasi elemen seperti environmental corridor seperti The integration of elements such as environmental corridors
Pekanbaru-Dumai, green toll road, dan biodiversity features (e.g., Pekanbaru–Dumai), green toll roads, and biodiversity
dapat meningkatkan biaya awal proyek, namun menciptakan features may increase upfront project costs, but enhances
daya jual tambahan, meningkatkan daya tarik proyek, serta project marketability, increases attractiveness, and strengthens
memperkuat nilai ESG perusahaan. the Company’s ESG value.
• Kecepatan eksekusi vs kualitas dan keberlanjutan desain • Execution speed vs design quality and sustainability
Penerapan desain berbasis ketahanan iklim dan lingkungan The adoption of climate-resilient and environmentally
dapat memperpanjang tahap perencanaan, namun mengurangi sustainable design approaches may extend planning phases,
risiko kerusakan aset dan biaya perbaikan di masa depan. but reduces the risk of asset damage and future repair costs.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 51
Page 52
Ke depannya, Perseroan akan mengembangkan pendekatan yang Going forward, the Company will further develop a more structured
lebih terstruktur dalam mengidentifikasi dan mengungkapkan approach to identifying and disclosing these trade-offs as part of
trade-off ini sebagai bagian dari strategi perubahan iklim, sehingga its climate change strategy, ensuring that every business decision
setiap keputusan bisnis tidak hanya mempertimbangkan aspek considers not only financial aspects, but also growth opportunities,
finansial, tetapi juga peluang pertumbuhan, ketahanan, dan resilience, and long-term sustainability.
keberlanjutan jangka panjang.
Strategi Aspek Sosial Social Aspect Strategy
Strategi aspek sosial meliputi strategi K3, strategi kepuasan The Company’s social aspect strategy encompasses occupational
pelanggan, strategi kepegawaian, serta pelatihan dan pendidikan. health and safety (OHS), customer satisfaction, employment, as
Perseroan menerapkan strategi K3 yang berfokus pada well as training and education strategies. The Company implements
pencegahan risiko dan penguatan budaya keselamatan melalui an OHS strategy focused on risk prevention and strengthening a
implementasi Sistem Manajemen K3 berbasis standar nasional dan safety culture through the implementation of an OHS Management
internasional, identifikasi bahaya dan penilaian risiko (HIRADC/ System based on national and international standards, hazard
JSA), serta penerapan teknologi digital seperti HK SHIELD untuk identification and risk assessment (HIRADC/JSA), and the utilization
pelaporan dan monitoring insiden secara real-time. Pendekatan ini of digital technology such as HK SHIELD for real-time incident
diperkuat dengan pelaksanaan safety induction, toolbox meeting reporting and monitoring. This approach is reinforced through the
harian, penggunaan APD, serta program kesehatan pekerja guna implementation of safety induction, daily toolbox meetings, the
memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Selain use of personal protective equipment (PPE), and employee health
itu, Perseroan menetapkan target zero fatality dan peningkatan programs to ensure a safe and productive working environment.
tingkat kematangan QHSSE sebagai indikator utama keberhasilan. In addition, the Company has established a zero fatality target and
Namun demikian, terdapat trade-off antara peningkatan standar improvement in QHSSE maturity level as key indicators of success.
keselamatan dengan efisiensi waktu dan biaya operasional, di However, there are trade-offs between enhancing safety standards
mana penerapan prosedur K3 yang ketat dapat memperlambat and operational time and cost efficiency, where the implementation
pelaksanaan proyek dan meningkatkan biaya jangka pendek, of stringent OHS procedures may slow project execution and
meskipun dalam jangka panjang mampu mengurangi risiko increase short-term costs, although in the long term it can reduce
kecelakaan dan kerugian yang lebih besar. the risk of accidents and greater losses.
Strategi kepuasan pelanggan difokuskan pada peningkatan The customer satisfaction strategy is focused on improving service
kualitas layanan melalui penerapan sistem manajemen mutu quality through the implementation of ISO-based quality and road
dan keselamatan lalu lintas berbasis ISO, digitalisasi layanan traffic safety management systems, digitalization of customer
pelanggan, serta pemanfaatan teknologi untuk monitoring kinerja services, and the utilization of technology for real-time performance
secara real-time. Perseroan juga secara aktif mengelola umpan balik monitoring. The Company also actively manages feedback through
melalui survei kepuasan pelanggan dan sistem pengaduan untuk customer satisfaction surveys and complaint handling systems
memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap kebutuhan to ensure timely and appropriate responses to the needs of toll
pengguna jalan tol maupun pemilik proyek. Selain itu, peningkatan road users and project owners. In addition, enhancing workforce
kompetensi tenaga kerja dan standar operasional menjadi bagian competencies and operational standards forms an integral part
penting dalam menjaga konsistensi kualitas layanan. Adapun of maintaining consistent service quality. The trade-off faced lies
trade-off yang dihadapi adalah antara peningkatan kualitas between improving service quality and operational cost efficiency,
layanan dengan efisiensi biaya operasional, di mana investasi pada where investments in technology, facility upgrades, and human
teknologi, peningkatan fasilitas, dan pengembangan SDM dapat capital development can enhance customer satisfaction but may
meningkatkan kepuasan pelanggan, namun berpotensi menambah increase cost burdens in the short term.
beban biaya dalam jangka pendek.
Perseroan menerapkan strategi pengelolaan kepegawaian yang The Company implements an employment management strategy
berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, keterlibatan, dan oriented toward improving employee welfare, engagement,
retensi karyawan melalui kebijakan kerja yang adil, inklusif, and retention through fair, inclusive, and performance-based
serta berbasis kinerja. Strategi ini diimplementasikan melalui employment policies. This strategy is implemented through the
penyediaan program kesejahteraan, penguatan budaya kerja, serta provision of employee welfare programs, strengthening of work
pelaksanaan survei kepuasan dan keterlibatan karyawan secara culture, and periodic employee satisfaction and engagement
berkala sebagai dasar evaluasi dan perbaikan. Selain itu, Perseroan surveys as a basis for evaluation and continuous improvement. In
juga mendorong pengembangan karier yang berkelanjutan guna addition, the Company promotes sustainable career development
meningkatkan loyalitas dan produktivitas karyawan. Namun to enhance employee loyalty and productivity. However, there are
demikian, terdapat trade-off antara peningkatan kesejahteraan trade-offs between improving employee welfare and benefits and
PT Hutama Karya (Persero)
52 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
dan benefit karyawan dengan efisiensi biaya perusahaan, di maintaining cost efficiency, where increased compensation and
mana peningkatan kompensasi dan fasilitas dapat meningkatkan facilities may enhance satisfaction and retention but may also
kepuasan dan retensi, tetapi juga berdampak pada peningkatan increase operational expenses if not managed optimally.
beban operasional apabila tidak dikelola secara optimal.
Strategi pelatihan dan pendidikan difokuskan pada pengembangan The training and education strategy is focused on continuous
kompetensi karyawan secara berkelanjutan melalui program competency development of employees through technical and non-
pelatihan teknis dan non-teknis, coaching, mentoring, serta technical training programs, coaching, mentoring, and integration
integrasi dengan manajemen talenta dan pengembangan karier. with talent management and career development. The Company
Perseroan juga memanfaatkan evaluasi kinerja dan kebutuhan also utilizes performance evaluations and competency needs
kompetensi untuk memastikan efektivitas program pelatihan, assessments to ensure the effectiveness of training programs,
termasuk persiapan masa pensiun sebagai bagian dari siklus including retirement preparation as part of the human capital
pengelolaan SDM. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan management cycle. This approach aims to enhance productivity,
produktivitas, kesiapan menghadapi perubahan industri, serta readiness to face industry changes, and overall organizational
daya saing organisasi secara keseluruhan. Adapun trade-off yang competitiveness. The trade-off encountered lies between the
dihadapi adalah antara investasi waktu dan biaya pelatihan investment of time and cost in training and short-term productivity,
dengan produktivitas jangka pendek, pelaksanaan pelatihan where training activities may temporarily reduce operational
dapat mengurangi waktu kerja operasional sementara, namun working hours, but provide long-term benefits in the form of
memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan improved employee competencies and performance.
kompetensi dan kinerja karyawan.
Policy Commitment [GRI 2-23, GRI 2-24]
Policy Commitment
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan mematuhi In carrying out its business activities, the Company complies
berbagai peraturan baik di tingkat nasional maupun internasional with various regulations at both national and international levels
yang terkait dengan aktivitas bisnisnya. Perseroan senantiasa relevant to its operations. The Company consistently adheres to
mematuhi aturan internasional terkait ketenagakerjaan yang international labor standards developed by the International Labour
dikembangkan oleh International Labor Organization (ILO) serta Organization (ILO) as well as the United Nations Guiding Principles
prinsip-prinsip panduan PBB tentang bisnis dan hak asasi manusia on Business and Human Rights (UNGPs). Other international
(UNGPs). Adapun standar dan panduan internasional lainnya yang standards and guidelines adopted by the Company include:
diacu Perseroan meliputi:
1. IPCC GPG Uncertainty. Good Practice Guidance and Uncertainty 1. IPCC GPG Uncertainty. Good Practice Guidance and Uncertainty
Management in National Greenhouse Gas Inventories. UNFCCC. Management in National Greenhouse Gas Inventories. UNFCCC.
2. 2019 IPCC Refinement. 2019 Refinement to the 2006 IPCC 2. 2019 IPCC Refinement. 2019 Refinement to the 2006 IPCC
Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. UNFCCC. Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. UNFCCC.
3. AMS-III.BH. Displacement of production of brick and cement by 3. AMS-III.BH. Displacement of production of brick and cement by
manufacture and installation of gypsum concrete wall panels - manufacture and installation of gypsum concrete wall panels —
Version 1.0. UNFCCC. Version 1.0. UNFCCC.
4. AMS-III.Y. Methane avoidance through separation of solids 4. AMS-III.Y. Methane avoidance through separation of solids
from wastewater or manure treatment systems - Version 4.0. from wastewater or manure treatment systems — Version 4.0.
UNFCCC. UNFCCC.
5. AMS-III.F. Avoidance of methane emissions through composting 5. AMS-III.F. Avoidance of methane emissions through composting
- Version 12.0.UNFCCC. — Version 12.0. UNFCCC.
6. AMS-III.BE. Avoidance of methane and nitrous oxide emissions 6. AMS-III.BE. Avoidance of methane and nitrous oxide emissions
from sugarcane preharvest open burning through mulching - from sugarcane preharvest open burning through mulching —
Version 1.0. UNFCCC. Version 1.0. UNFCCC.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 53
Page 54
Sedangkan aturan nasional yang diacu oleh Perseroan yaitu: Meanwhile, the national regulations referred to by the Company are
as follows:
Judul Peraturan Tentang
No.
Regulation Title Subject
1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan
Law Number 4 of 2024 Maternal and Child Welfare during the First 1,000 Days of Life
2 Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
Law Number 66 of 2024 Third Amendment to Law Number 17 of 2008 concerning Shipping
3 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
Law Number 5 of 1999 Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition
4 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah
Law Number 4 of 1996 Security Rights over Land and Objects Related to Land
5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasar Modal
Law Number 8 of 1995 Capital Market
6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Bangunan Gedung
Law Number 28 of 2002 Buildings
7 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan
Law Number 13 of 2003 Manpower
8 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1971 Perubahan dan Penambahan atas Ketentuan Pasal 54 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (Stbl. 1847 : 23)
Law Number 4 of 1971 Amendment and Supplement to Article 54 of the Commercial Code (Stbl. 1847:23)
9 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Badan Usaha Milik Negara
Law Number 19 of 2003 State-Owned Enterprises
10 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Law Number 28 of 1999 State Administration Free from Corruption, Collusion, and Nepotism
11 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Kepabeanan
Law Number 10 of 1995 Customs
12 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
Law Number 2 of 2004 Settlement of Industrial Relations Disputes
13 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
Law Number 15 of 2004 Audit of State Financial Management and Accountability
14 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Sistem Jaminan Sosial Nasional
Law Number 40 of 2004 National Social Security System
15 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Jalan
Law Number 38 of 2004 Roads
16 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Minyak dan Gas Bumi
Law Number 22 of 2001 Oil and Gas
17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
Law Number 5 of 1960 Basic Agrarian Principles
18 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Kehutanan
Law Number 41 of 1999 Forestry
19 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan
Law Number 17 of 2006 Amendment to Law Number 10 of 1995 concerning Customs
20 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Penanaman Modal
Law Number 25 of 2007 Investment
21 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Penataan Ruang
Law Number 26 of 2007 Spatial Planning
22 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Perseroan Terbatas
Law Number 40 of 2007 Limited Liability Companies
23 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2008 Larangan Penggunaan Bahan Kimia sebagai Senjata Kimia
Law Number 9 of 2008 Prohibition of the Use of Chemicals as Chemical Weapons
24 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik
Law Number 11 of 2008 Electronic Information and Transactions
PT Hutama Karya (Persero)
54 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Judul Peraturan Tentang
No.
Regulation Title Subject
25 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Pelayaran
Law Number 17 of 2008 Shipping
26 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Law Number 20 of 2008 Micro, Small, and Medium Enterprises
27 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Pengelolaan Sampah
Law Number 18 of 2008 Waste Management
28 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 Energi
Law Number 30 of 2007 Energy
29 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Pertambangan Mineral dan Batubara
Law Number 4 of 2009 Mineral and Coal Mining
30 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Penerbangan
Law Number 1 of 2009 Aviation
31 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Telekomunikasi
Law Number 36 of 1999 Telecommunications
32 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 Dokumen Perusahaan
Law Number 8 of 1997 Company Documents
33 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
Law Number 5 of 1990 Conservation of Biological Natural Resources and Ecosystems
34 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Perkoperasian
Law Number 25 of 1992 Cooperatives
35 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Wabah Penyakit Menular
Law Number 4 of 1984 Communicable Disease Outbreaks
36 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Perlindungan Konsumen
Law Number 8 of 1999 Consumer Protection
37 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 Yayasan
Law Number 16 of 2001 Foundations
38 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Law Number 1 of 1970 Occupational Safety
39 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1969 Persetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional No. 120 Mengenai Hygiene dalam
Law Number 3 of 1969 Perniagaan dan Kantor-Kantor
Ratification of ILO Convention No. 120 on Hygiene in Commerce and Offices
40 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Law Number 22 of 2009 Road Traffic and Transportation
41 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2009 Pengesahan Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants (Konvensi Stockholm tentang
Law Number 19 of 2009 Bahan Pencemar Organik yang Persisten)
Ratification of the Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants
42 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan
Law Number 24 of 2009 State Flag, Language, Emblem, and National Anthem
43 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Kearsipan
Law Number 43 of 2009 Archives
44 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Ketenagalistrikan
Law Number 30 of 2009 Electricity
45 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Law Number 32 of 2009 Environmental Protection and Management
46 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Keimigrasian
Law Number 6 of 2011 Immigration
47 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Mata Uang
Law Number 7 of 2011 Currency
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 55
Page 56
Judul Peraturan Tentang
No.
Regulation Title Subject
48 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Law Number 24 of 2011 Social Security Administering Body
49 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
Law Number 2 of 2012 Land Acquisition for Development in the Public Interest
50 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Pangan
Law Number 18 of 2012 Food
51 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 Perindustrian
Law Number 3 of 2014 Industry
52 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Perdagangan
Law Number 7 of 2014 Trade
53 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 Kesehatan Jiwa
Law Number 18 of 2014 Mental Health
54 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Law Number 20 of 2014 Standardization and Conformity Assessment
55 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
Law Number 19 of 2016 Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions
56 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Jasa Konstruksi
Law Number 2 of 2017 Construction Services
57 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 Sumber Daya Air
Law Number 17 of 2019 Water Resources
58 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
Law Number 3 of 2020 Amendment to Law Number 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining
59 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja (Dicabut dengan Perppu 2/2022 jo UU 6/2023)
Law Number 11 of 2020 Job Creation (revoked by Perppu 2/2022 jo Law 6/2023)
60 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 Bea Meterai
Law Number 10 of 2020 Stamp Duty
61 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan
Law Number 2 of 2022 Second Amendment to Law Number 38 of 2004 concerning Roads
62 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 Pelindungan Data Pribadi
Law Number 27 of 2022 Personal Data Protection
63 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Law Number 1 of 2023 Criminal Code
64 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan
Law Number 4 of 2023 Financial Sector Development and Strengthening
65 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta
Law Number 6 of 2023 Kerja menjadi Undang-Undang
Enactment of Perppu 2/2022 on Job Creation into Law
66 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Kesehatan
Law Number 17 of 2023 Health
67 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
Law Number 1 of 2024 Elektronik
Second Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions
68 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati
Law Number 32 of 2024 dan Ekosistemnya
Amendment to Law Number 5 of 1990 concerning Conservation of Biological Natural Resources and
Ecosystems
69 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara
Law Number 1 of 2025 Third Amendment to Law Number 19 of 2003 concerning State-Owned Enterprises
PT Hutama Karya (Persero)
56 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Di samping itu, dalam memastikan aktivitas bisnisnya telah In addition, to ensure that its business activities are aligned with
sesuai dengan standar internasional yang tercermin dengan telah international standards, the Company has obtained the following
dimilikinya: certifications:
1. ISO 19650 Kitemark: Dengan diperolehnya ISO 19650 1. ISO 19650 Kitemark: Through obtaining the ISO 19650 Kitemark
Kitemark, Hutama Karya membuktikan komitmennya dalam certification, Hutama Karya demonstrates its commitment
menjalankan transformasi digital konstruksi yang berkelas to implementing world-class digital transformation in
dunia. Sertifikasi ini memperkuat eksistensi Hutama Karya construction. This certification strengthens Hutama Karya’s
sebagai perusahaan konstruksi yang tidak hanya memenuhi position as a construction company that not only complies with
standar global, tetapi juga memastikan kualitas informasi, global standards but also ensures information quality, data
keamanan data, efisiensi proses, serta kolaborasi proyek security, process efficiency, and superior project collaboration.
yang unggul. Implementasi ISO 19650 kini menjadi fondasi The implementation of ISO 19650 has become a key foundation
utama dalam tata kelola BIM di seluruh proyek Hutama Karya, in BIM governance across all Hutama Karya projects, enhancing
meningkatkan kepercayaan klien, efektivitas operasional, dan client trust, operational effectiveness, and competitiveness in
daya saing industri konstruksi di Indonesia the Indonesian construction industry
2. ISO 27001:2022: Dengan diperolehnya sertifikasi ISO/IEC 2. ISO 27001:2022: By obtaining ISO/IEC 27001:2022 certification,
27001:2022, Hutama Karya membuktikan komitmennya dalam Hutama Karya demonstrates its commitment to implementing
menerapkan sistem manajemen keamanan informasi yang an internationally recognized information security
berstandar internasional. Sertifikasi ini menegaskan posisi management system. This certification affirms Hutama Karya’s
Hutama Karya sebagai perusahaan konstruksi yang tidak position as a construction company that not only focuses on
hanya berfokus pada keunggulan operasional, tetapi juga pada operational excellence but also on comprehensive protection of
perlindungan aset informasi secara menyeluruh. Implementasi information assets. The implementation of ISO/IEC 27001:2022
ISO/IEC 27001:2022 menjadi fondasi utama dalam tata kelola serves as a key foundation for information security governance
keamanan informasi di seluruh proses dan proyek Hutama across all processes and projects within Hutama Karya.
Karya.
3. Sistem Manajemen K3 ISO 45001:2018 3. Occupational Health and Safety Management System ISO
45001:2018
4. Sistem Manajemen Anti-Penyuapan ISO 37001:2016 4. Anti-Bribery Management System ISO 37001:2016
5. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 5. Quality Management System ISO 9001:2015
6. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 6. Environmental Management System ISO 14001:2015
7. Sistem Manajemen Keselamatan Lalu Lintas Jalan (Road Traffic 7. Road Traffic Safety Management System (RTS) ISO 39001:2012
Safety Management System/RTS) ISO 39001:2012
Berbagai aturan tersebut kemudian dijadikan acuan bagi Perseroan These regulations and standards are subsequently used by the
dalam mengembangkan kebijakan internal perusahaan. Company as references in developing its internal corporate policies.
Kebijakan Uji Tuntas (Due Dilligence) Penanggungjawab
Policy Due Diligence Responsible Party
Kebijakan Quality, Health, Safety, Pelaksanaan sertifikasi Internasional berdasarkan standar ISO 9001 Divisi QHSSE
Security & Environment Management (Quality), ISO 45001 (K3), ISO 14001 (Lingkungan) dan ISO 39001 (Road QHSSE Division
System (QHSSEMS) dan Road Traffic Traffic Safety).
Safety Management System (RTSMS) Implementation of international certification based on ISO 9001
Quality, Health, Safety, Security & (Quality), ISO 45001 (Occupational Health & Safety), ISO 14001
Environment Management System (Environment), and ISO 39001 (Road Traffic Safety).
(QHSSEMS) and Road Traffic Safety
Management System (RTSMS)
Kebijakan Security Management System Pelaksanaan Audit Sistem Manajemen Pengamanan oleh Kepolisian Divisi QHSSE
(SMS) Republik Indonesia QHSSE Division
Security Management System (SMS) Implementation of Security Management System Audit by the
Policy National Police of the Republic of Indonesia
Kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan Penilailan Risk Maturity Index Divisi Pengelolaan Risiko, Sistem &
Corporate Risk Management Policy Risk Maturity Index assessment Kepatuhan
Risk Management, Systems &
Compliance Division
Kebijakan Sistem Manajemen Keamanan Pelaksanaan Sertifikasi ISO 27001 (Information Security Management Divisi Engineering, Riset & TI
Informasi PT Hutama Karya (Persero) System) Engineering, Research & IT Division
Information Security Management Implementation of ISO 27001 (Information Security Management
System Policy of PT Hutama Karya System) certification
(Persero)
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 57
Page 58
Kebijakan Uji Tuntas (Due Dilligence) Penanggungjawab
Policy Due Diligence Responsible Party
Kebijakan Kepatuhan Persaingan Usaha Penilaian dan Penetapan Program Kepatuhan oleh Komisi Pengawas Sekretaris Perusahaan
PT Hutama Karya (Persero) Persaingan Usaha Republik Indonesia Corporate Secretary
Business Competition Compliance Policy Assessment and determination of compliance program by the
of PT Hutama Karya (Persero) Business Competition Supervisory Commission of the Republic of
Indonesia (KPPU)
Kebijakan Know Your Counterparty Asesmen GCG Divisi Corporate Planning
PT Hutama Karya (Persero) GCG assessment Corporate Planning Division
Know Your Counterparty Policy of
PT Hutama Karya (Persero)
Kebijakan Penyelenggaraan Kearsipan Asesmen GCG Sekretaris Perusahaan
PT Hutama Karya GCG assessment Corporate Secretary
Archival Management Policy of
PT Hutama Karya (Persero)
Kebijakan Sistem Pengendalian Internal Pelaksanaan Sertifikasi ISO 9001:2015 : Sistem Manajemen Mutu Satuan Pengawasan Intern
PT Hutama Karya (Persero) Implementation of ISO 9001:2015 certification: Quality Management Internal Audit Unit (SPI)
Internal Control System Policy of System
PT Hutama Karya (Persero)
Komitmen Anti-Fraud PT Hutama Karya Pelaksanaan Audit ISO 37001: Anti-Bribery Management System Sekretaris Perusahaan dan Satuan
(Persero) (SMAP) Pengawas Intern
Anti-Fraud Commitment of PT Hutama Implementation of ISO 37001 audit: Anti-Bribery Management System Corporate Secretary and Internal Audit
Karya (Persero) (ABMS) Unit
Kebijakan Tata Kelola Data dan Artificial Pelaksanaan Sertifikasi ISO 27001:2022 Manajemen Keamanan Divisi Engineering, Riset & TI
Inteligence (AI) di PT Hutama Karya Informasi Engineering, Research & IT Division
(Persero) Implementation of ISO 27001:2022 certification: Information Security
Data Governance and Artificial Management System
Intelligence (AI) Policy of
PT Hutama Karya (Persero) (Persero)
Di samping melaksanakan uji tuntas, sebagai bentuk komitmen In addition to conducting due diligence, as a manifestation of its
terhadap prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aspek commitment to the prudential principle in managing Occupational
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), perusahaan secara Health and Safety (OHS) aspects, the Company consistently
konsisten menerapkan program Stop Work Authority (SWA). Prinsip implements the Stop Work Authority (SWA) program. This principle
ini menegaskan bahwa setiap individu di lingkungan kerja, tanpa affirms that every individual within the working environment,
memandang jabatan atau posisi, memiliki hak sekaligus kewajiban regardless of rank or position, possesses both the right and the
untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi tidak obligation to cease work in the event of any identified unsafe
aman (unsafe condition) maupun tindakan tidak aman (unsafe condition or unsafe act that may potentially result in occupational
act) yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, kerusakan accidents, environmental damage, or asset losses.
lingkungan, maupun kerugian aset.
Penerapan SWA merupakan langkah preventif untuk memastikan The implementation of SWA constitutes a preventive measure
bahwa setiap aktivitas kerja dilaksanakan dalam kondisi yang to ensure that all work activities are carried out under controlled
terkendali dan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. conditions and in compliance with applicable safety standards.
Melalui program ini, perusahaan mendorong budaya pelaporan Through this program, the Company promotes an open and
yang terbuka dan proaktif, sehingga potensi bahaya dapat proactive reporting culture, enabling potential hazards to be
diidentifikasi dan ditangani sejak dini sebelum berkembang identified and addressed at an early stage before escalating into
menjadi insiden. Dengan adanya penerapan Stop Work Authority incidents. The implementation of Stop Work Authority not only
(SWA), perusahaan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan ensures compliance with OHS regulations but also strengthens a
terhadap regulasi K3, tetapi juga memperkuat budaya keselamatan sustainable safety culture, whereby safety is upheld as a primary
(safety culture) yang berkelanjutan, di mana keselamatan menjadi consideration in all decision-making processes.
prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.
PT Hutama Karya (Persero)
58 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Terkait dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia With regard to the respect for human rights, the Company has
diwujudkan melalui implementasi Respectful Workplace Policy implemented the Respectful Workplace Policy (RWP), which has
(RWP) yang telah dijalankan secara berkelanjutan oleh Perseroan been carried out on a continuous basis as stipulated in the Board
sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Direksi Nomor 5311/ of Directors Decree Number 5311/KPTS/118/XII/2024 and the RWP
KPTS/118/XII/2024 dan Handbook RWP. Upaya tersebut tidak hanya Handbook. Such efforts are not limited to policy formulation but are
terbatas pada penyusunan kebijakan, tetapi juga diiringi dengan complemented by various initiatives aimed at enhancing employee
berbagai inisiatif untuk meningkatkan awareness dan pemahaman awareness and understanding. The Company has developed
karyawan. Perusahaan telah menyusun RWP Handbook sebagai the RWP Handbook as the primary guideline and has organized
panduan utama, serta menyelenggarakan kegiatan seperti webinar, activities such as webinars, podcasts, and socialization programs
podcast, dan sosialisasi yang menjangkau seluruh unit kerja. covering all business units. Through these initiatives, the Company
Melalui berbagai aktivitas ini, perusahaan berkomitmen untuk is committed to fostering a respectful, inclusive, and discrimination-
membangun lingkungan kerja yang saling menghargai, inklusif, dan free working environment, including the prevention of sexual
bebas dari diskriminasi, pelecehan seksual maupun perilaku tidak harassment and other inappropriate conduct. Throughout 2025,
pantas. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat insiden terkait hak there were no reported incidents related to human rights within the
asasi manusia di lingkungan Perseroan. Company’s environment.
PT Hutama Karya (Persero) memiliki dokumen kebijakan meliputi PT Hutama Karya (Persero) has policy documents comprising
Komitmen, Pedoman, Prosedur, Instruksi Kerja hingga Panduan Commitments, Guidelines, Procedures, Work Instructions, and
yang berfungsi sebagai acuan bagi seluruh karyawan dalam Manuals that serve as references for all employees in carrying out
melaksanakan proses bisnis yang menjadi tugas dan tanggung business processes in accordance with applicable regulations.
jawabnya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dokumen kebijakan These policy documents are prepared by the process-owning
disusun oleh unit kerja pengelola proses, diverifikasi oleh EVP unit unit, verified by the EVP of the relevant unit, and approved by the
kerja yang terkait dengan proses yang diatur serta ditetapkan oleh Supervising Director and/or the Board of Directors in accordance
Direktur Pembina dan/atau Direksi sesuai dengan hierarki kebijakan with the established policy hierarchy.
yang ditetapkan.
Dokumen kebijakan PT Hutama Karya (Persero) dievaluasi secara Policy documents of PT Hutama Karya (Persero) are periodically
berkala berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh pengelola evaluated based on criteria established by the process owner in
proses bersama dengan unit pengelola kesisteman. coordination with the system management unit.
Untuk memastikan pemahaman dan kepatuhan dalam penerapan To ensure understanding and compliance in the implementation
dokumen kebijakan, seluruh dokumen kebijakan dipublikasikan of policy documents, all policies are published to all employees
kepada seluruh karyawan melalui platform Document Management through the Document Management System platform. In addition,
System. Selain itu juga terdapat Daftar Induk Dokumen Kebijakan there is a Master List of Policy Documents containing the latest
yang berisi daftar dokumen kebijakan terkini serta perubahan- policies and any updates, which is disseminated monthly
perubahan yang terjadi yang disosialiasikan setiap bulan melalui through official Company platforms such as email, the Document
platform resmi perusahaan seperti email, Document Management Management System, and/or official corporate broadcasts. Newly
System dan/atau broadcast resmi perusahaan. Dokumen kebijakan issued or updated policy documents must be communicated
yang baru terbit / diperbarui wajib disosialisasikan oleh pengelola by the process owner to the relevant operational units. Policy
proses kepada unit kerja terkait pelaksana proses. Dokumen documents related to business partners and for the purpose of
kebijakan yang berkaitan dengan rekan bisnis serta untuk public information disclosure are also published through Hutama
memenuhi keterbukaan informasi publik juga dipublikasikan Karya’s PPID channels.
melalui kanal PPID Hutama Karya.
Semua kebijakan kemudian diturunkan dalam dokumen Instruksi All policies are further translated into Work Instruction documents,
Kerja yang berfungsi sebagai panduan bagi seluruh karyawan which serve as practical guidelines for employees in carrying out
Perseroan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. their duties and responsibilities. These Work Instruction documents
Dokumen Instruksi Kerja ini terus disosialisasikan kepada pihak are continuously disseminated to both internal and relevant
internal maupun eksternal yang terkait. Untuk memaksimalkan external parties. To maximize the effective implementation of its
penerapan kebijakan, Perseroan telah memberikan pelatihan di policies, the Company has conducted various training programs,
antaranya pelatihan anti korupsi. including anti-corruption training.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 59
Page 60
Proses untuk Memulihkan Dampak Negatif [GRI 2-25]
Process for Remediating Negative Impacts
Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Perseroan memiliki In carrying out its operational activities, the Company is committed
komitmen untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan to delivering positive environmental and social impacts. However,
dan sosial. Namun demikian, aktivitas operasional Perseroan tidak the Company’s operations are not entirely free from negative
terlepas dari adanya dampak negatif. Dampak negatif yang terjadi impacts. These include potential environmental disturbances such
meliputi potensi gangguan lingkungan seperti kebisingan, debu, as noise, dust, waste, and emissions, as well as social impacts such
limbah, dan emisi, serta dampak sosial berupa gangguan aktivitas as disruption to community activities, occupational safety risks, and
masyarakat, risiko keselamatan kerja, dan munculnya keluhan dari complaints from stakeholders in the surrounding operational areas.
pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional. Dalam hal In the event that negative impacts occur, the Company is committed
terjadi dampak negatif, Perseroan berkomitmen untuk memulihkan to remediating such impacts through corrective actions and
dampak negatif melalui tindakan korektif dan pemulihan kondisi restoration of environmental and social conditions in accordance
lingkungan dan sosial sesuai dengan tingkat dan karakteristik with the scale and characteristics of the impacts, including
dampak yang ditimbulkan, termasuk perbaikan operasional dan operational improvements and prevention of further impacts. The
pencegahan dampak lanjutan. Perseroan bekerja sama dengan Company collaborates with local governments, relevant technical
pemerintah daerah, instansi teknis terkait, konsultan lingkungan, agencies, environmental consultants, business partners, and local
mitra kerja, serta masyarakat setempat untuk memastikan proses communities to ensure that the remediation process is effective and
pemulihan berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan yang compliant with applicable regulations.
berlaku.
Untuk mencegah dan menangani terjadinya dampak negatif, To prevent and address negative impacts, the Company has
Perseroan telah memiliki mekanisme penanganan pengaduan established a grievance handling mechanism accessible to
yang dapat diakses oleh karyawan, masyarakat, dan pemangku employees, communities, and other stakeholders. This mechanism
kepentingan lainnya, yang bertujuan untuk menerima, mencatat, is designed to receive, record, follow up, and resolve complaints in
menindaklanjuti, dan menyelesaikan pengaduan secara a transparent, fair, and timely manner. Every complaint received is
transparan, adil, dan tepat waktu. Setiap pengaduan yang diterima verified, analyzed, followed up, and responded to with feedback
akan diverifikasi, dianalisis, ditindaklanjuti, serta diberikan to the reporter as part of continuous improvement efforts. The
umpan balik kepada pelapor sebagai bagian dari upaya perbaikan Company involves the QHSSE Division, the Corporate Secretary,
berkelanjutan. Perseroan melibatkan Divisi QHSSE, Sekretaris and the Toll Road Operations & Maintenance Division, as well as
Perusahaan dan Divisi Operasi & Pemeliharaan jalan Tol, serta unit relevant operational units, in designing, reviewing, implementing,
operasional terkait dalam merancang, meninjau, melaksanakan, and enhancing the quality of the complaint-handling mechanism.
dan meningkatkan kualitas mekanisme pengaduan.
Dampak negatif yang telah terjadi ditangani melalui upaya Negative impacts that have occurred are addressed through
remediasi berupa pemulihan lingkungan, penyesuaian metode remediation efforts, including environmental restoration,
kerja, peningkatan pengendalian operasional dan keselamatan, adjustments to work methods, strengthening of operational and
serta pemberian kompensasi atau dukungan sosial yang relevan, safety controls, and the provision of relevant compensation or
guna memastikan tidak terulangnya dampak serupa di masa social support, to ensure that similar impacts do not recur in the
mendatang. Mekanisme penanganan pengaduan senantiasa future. The grievance handling mechanism is regularly evaluated
dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas, to ensure its effectiveness, transparency, and alignment with
transparansi, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pemangku stakeholder needs and applicable regulations. Evaluations are
kepentingan serta ketentuan yang berlaku. Evaluasi dilakukan conducted through monitoring grievance handling performance,
melalui pemantauan kinerja penanganan pengaduan, analisis tren analyzing trends and types of complaints received, and assessing
dan jenis pengaduan yang masuk, serta penilaian atas kecepatan the timeliness and quality of complaint resolution.
dan kualitas penyelesaian pengaduan.
PT Hutama Karya (Persero)
60 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Mekanisme Konsultasi dan
Penyampaian Masukan [GRI 2-26]
Consultation and Feedback Mechanism
Dalam merumuskan dan mengembangkan kebijakan, Perseroan In formulating and developing its policies, the Company
senantiasa meratifikasi peraturan dan kebijakan yang relevan consistently ratifies relevant regulations and policies such as those
seperti Peraturan PUPR, BUMN, dan lainnya. Di samping itu, pada issued by the Ministry of Public Works and Housing (PUPR), State-
beberapa kebijakan internal tertentu seperti Kebijakan/Pedoman Owned Enterprises (BUMN), and others. In addition, for certain
Arsip, Tata Naskah Dinas, Perseroan senantiasa melibatkan Pihak internal policies such as the Archival Policy/Guidelines and Official
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui Focus Group Correspondence Procedures, the Company involves the National
Discussion (FGD). Archives of the Republic of Indonesia (ANRI) through Focus Group
Discussions (FGD).
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan senantiasa In carrying out its operational activities, the Company continuously
berupaya untuk meminimalisir dampak negatif terhadap strives to minimize negative impacts on the community and
masyarakat dan lingkungan. Sejalan dengan komitmen tersebut, the environment. In line with this commitment, the Company
Perseroan membuka ruang konsultasi serta penyampaian masukan provides channels for consultation and grievance submission for
bagi para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Perseroan stakeholders, including communities. The Company provides
menyediakan berbagai mekanisme yang dapat digunakan oleh various mechanisms that can be utilized by stakeholders to convey
pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, aspirations, feedback, and complaints regarding operational
maupun pengaduan atas aktivitas operasional yang berpotensi activities that may potentially disrupt livelihoods, cause harm to
mengganggu keberlangsungan kehidupan, merugikan pihak lain, other parties, or give rise to conflicts, through SP4N Lapor, the toll
atau menimbulkan konflik melalui SP4N Lapor, Call Center Jalan road call center managed by Hutama Karya, and Mozy, an integrated
Tol yang dikelola Hutama Karya dan melalui Mozy, yaitu aplikasi application related to Hutama Karya toll roads. Every feedback
terintegrasi terkait Jalan Tol Hutama Karya. Setiap masukan and grievance submitted is addressed in a prudent, objective,
maupun pengaduan yang disampaikan akan ditindaklanjuti and compliant manner in accordance with applicable laws and
secara bijaksana, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan regulations. The Company also undertakes preventive measures to
perundang-undangan yang berlaku. Perseroan juga melakukan avoid the recurrence of similar issues in the future.
langkah-langkah preventif guna mencegah terulangnya
permasalahan serupa di kemudian hari.
Selain pengaduan terkait dampak operasional, pemangku In addition to grievances related to operational impacts,
kepentingan juga dapat melaporkan dugaan pelanggaran yang stakeholders may also report alleged violations related to
berkaitan dengan etika, integritas, norma, maupun ketentuan yang ethics, integrity, norms, or applicable regulations through the
berlaku melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing Whistleblowing System (WBS). This system represents one form of
System/WBS). Sistem ini merupakan salah satu bentuk implementasi Good Corporate Governance (GCG) implementation and serves as
prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berfungsi sebagai a mechanism for the prevention and disclosure of misconduct or
sarana pencegahan dan pengungkapan pelanggaran atau tindakan fraudulent activities within the Company. The Company ensures
kecurangan di lingkungan Perseroan. Perseroan menjamin the confidentiality of the whistleblower’s identity and provides
kerahasiaan identitas serta memberikan perlindungan kepada protection to the reporting party. All reports received are managed
pelapor. Setiap laporan yang masuk akan dikelola oleh unit terkait, by relevant units, including the compliance function, internal
antara lain fungsi kepatuhan, tim investigasi internal, serta pihak investigation teams, and other authorized parties in accordance
berwenang lainnya sesuai dengan mekanisme yang berlaku. with established procedures.
Di samping itu, Perseroan juga menyediakan saluran komunikasi Furthermore, the Company provides additional communication
lainnya sebagai bagian dari mekanisme konsultasi dan channels as part of its consultation and issue escalation mechanisms,
penyampaian isu strategis, antara lain melalui kegiatan town hall including town hall meetings, management walkthroughs,
meeting, management walkthrough, rapat koordinasi dengan coordination meetings with government and regulatory bodies,
pemerintah dan regulator, serta kunjungan media massa. Berbagai and media visits. These mechanisms are intended to enhance
mekanisme tersebut diharapkan dapat memperkuat keterbukaan transparency, improve communication quality, and support the
informasi, meningkatkan kualitas komunikasi, serta mendukung development of harmonious relationships with all stakeholders.
terciptanya hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku
kepentingan.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 61
Page 62
Ikhtisar Kinerja
Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
[OJK B]
PT Hutama Karya (Persero)
62 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
PT Hutama Karya (Persero) 2025 Sustainability Report 63
Page 64
Penghargaan Keberlanjutan
Sustainability Awards
Nama Penghargaan Lembaga Kategori Tahun
No.
Award Name Institution Category Year
1. Anugerah Avirama Nawasena Manajemen Institut Teknologi ESG Award 2025
Bandung (SBM ITB)
School of Business and
Management, Institut Teknologi
Bandung (SBM ITB)
2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Gubernur Jawa Timur 4.949.590 jam kerja orang tanpa kecelakaan 2025
Governor of East Java 4,949,590 man-hours without accidents
3. TOP CSR of The Year 2025 TRAS N CO Indonesia & Special Achievement for 2025
INFOBRAND.ID Social Initiative “Mudik Lebaran”
Special Achievement for Social Initiative
“Mudik Lebaran"
4. TOP CSR Awards 2025 Top Business TOP CSR Award #Star 5 2025
5. TOP CSR Awards 2025 Top Business TOP Leader on CSR Commitment 2025 2025
6. TJSL & CSR Awards 2025 BUMN Track Pilar Sosial - #4 Star 2025
Social Pillar – #4 Star
7. TJSL & CSR Awards 2025 BUMN Track Pilar Lingkungan - #5 Star 2025
Environmental Pillar – #5 Star
8. TJSL & CSR Awards 2025 BUMN Track Pilar Ekonomi - #5 Star 2025
Economic Pillar – #5 Star
9. 6th Corporate Reputation Awards 2025 The Iconomics 50 Popular PR Person Awards 2025 2025
50 Popular PR Person Awards 2025
10. Rekor Indonesia MURI Museum Rekor Indonesia Pengerjaan Proyek Jalan Bebas Hambatan 2025
Indonesian World Records Dengan Tingkat Efisiensi Waktu Tertinggi
Museum (MURI) Fastest Execution Efficiency in Toll Road
Construction Project
11. Sutami Award dalam Acara Hari Bhakti ke-80 Kementerian PU Penyedia Jasa Terbaik pada kategori 2025
Ministry of Public Works Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri pada pembangunan Tol Serang
- PanimbangSeksi III
Best Service Provider in the Category of
Increased Use of Domestic Products in the
Construction of Serang–Panimbang Toll
Road Section III
12. Sutami Award dalam Acara Hari Bhakti ke-80 Kementerian PU Mitra Kerja BUMN yang telah berkontribusi 2025
Ministry of Public Works selama 80 tahun mendukung tugas
Kementerian PU
SOE Partner Contributing for 80 Years in
Supporting the Ministry of Public Works
13. Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 Komisi Informasi Pusat RI KBUMN 2025
Central Information Commission
of the Republic of Indonesia
14. Sertifikasi “Greenship Existing Building” World Green Building Council Platinum 2025
15. Founder’s Honoree The Bentley Systems Founder’s Honors Category 2025
2025 Going Digital Awards Year in Infrastructure (YII)
16. Juara 1 BIM ISO 19650 BSI & JKR Malaysia Digital Delivery Leadership Award 2025
Digital Delivery Leadership Award – The 6th JKR BIM
Day 2025 Malaysia
17. Outstanding Research Award of AAROHAN 3.0 in Atlas SkillTech Outstanding Research Award 2025
Global Innovation and Technology Summit
PT Hutama Karya (Persero)
64 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 65
Page 66
Kinerja Aspek Ekonomi [OJK B.1, IF-EN-000.A, IF-EN-000.B, IF-EN-000.C]
Economic Performance
Jumlah Proyek yang
Diterima
Number of Projects Awarded
2025 339
2024 277
Nilai Proyek yang
Diterima 2023 341
Value of Projects Awarded
Kontrak
Contracts
2025 18,373
2024 34,839
2023 30,876
Mliar Rupiah
Billion Rupiah
Produksi: Jumlah Proyek Selesai
Production: Number of Projects Completed
2025 2024 2024
33 20 18
Kontrak
Contracts
Nilai Proyek yang Selesai Juta Rupiah
Value of Projects Completed Million Rupiah
2025 30.020.944 2024 20.891.994 2023 34.855.143
Nilai Proyek Aktif Juta Rupiah
Value of Active Projects Million Rupiah
2025 91.700.719 2024 68.368.248 2023 109.935.698
PT Hutama Karya (Persero)
66 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
2025 2024 2023
Total Backlog Juta Rupiah
61.679.775 47.476.254 75.080.555 Million Rupiah
Total Backlog
Total Pendapatan dari
Kegiatan Operasi dan Usaha Juta Rupiah
25.132.919 30.252.293 26.926.321 Million Rupiah
Total Revenue from Operating Activities
Laba Rugi Tahun Berjalan Juta Rupiah
3.088.583 2.766.522 1.872.556 Million Rupiah
Profit or Loss for the Year
Total Aset Juta Rupiah
189.098.170 196.042.463 169.739.487 Million Rupiah
Total Assets
Produk Ramah Lingkungan*
Environmentally Friendly Products*
Green Products
(Bangunan Gedung Hijau)
Green Products (Green Buildings)
Jumlah Proyek
Number of Projects
2025 9
2024 2024
15 2
Jumlah Pemasok Lokal
Number of Local Suppliers
2025 2024 2024
754 370 218
Pemasok
Suppliers
Keterangan/Note:
*) Kriteria Green Construction dan Bangunan Gedung Hijau merupakan hasil
penilaian internal Perseroan.
*) The Green Construction and Green Building Criteria are the results of the
Company's internal assessment.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 67
Page 68
Kinerja Aspek Lingkungan Hidup [OJK B.2]
Environmental Performance
2025 2024 2023
Konsumsi Energi
Energy Consumption 1.783.818,18 1.178.397,41 1.236.689,30 Gigajoule
Emisi GRK Cakupan 1
89.107,24 72.554,29 343,12 tCO2e
Scope 1 GHG Emissions
Emisi GRK Cakupan 2
145.931,07 56.591 4.956,17 tCO2e
Scope 2 GHG Emissions
Emisi GRK Cakupan 3
233,84 355,49 444,99 tCO2e
Scope 3 GHG Emissions
Intensitas Energi GJ/juta rupiah
0,07 0,04 0,05 GJ/million
Energy Intensity rupiah
Emisi Gas Rumah Kaca
235.038,31 129.500,78 5.744,28 tCO2e
Greenhouse Gas Emissions
Pengurangan Emisi GRK Cakupan 3
121.65 89.5 121.68 tCO2e
Scope 3 GHG Emissions Reduction
Pengurangan emisi yang dihasilkan
2.9035,2**** - - tCO2e
Emissions Reduction Achieved
Konsumsi Air / Water Consumption M3
2025 89.116.999,48 2024 3.277.886,49*** 2023 640.987,73***
Limbah yang Dihasilkan / Waste Generated Ton
2025 1.472.453,00 2024 1.301,11 2023 497,21
Pengurangan limbah dan efluen: Limbah yang Dimanfaatkan Kembali*
Waste and Effluent Reduction: Waste Reused* Ton
2025 115,88 2024 76,52 2023 65,71
Pelestarian keanekaragaman hayati / Biodiversity Conservation Pohon / Trees
2025 1.600 2024 -** 2023 -**
Biaya Lingkungan / Environmental Costs Dalam Rupiah Penuh / In Full Rupiah
2025 4.791.708.160 2024 119.974.903 2023 135.166.877
Keterangan/Note:
* Limbah yang dimanfaatkan kembali merupakan upaya Perseroan dalam mengurangi limbah yang dihasilkan
** Perseroan telah melakukan kegiatan penanaman pohon di tahun 2024 dan 2023, namun belum mencatatkan besaran jumlah pohon yang ditanam
***) Penggunaan air 2023 dan 2024 berasal lingkup kantor Hutama Karya, sedangkan tahun 2025 sudah mencakup seluruh entitas Perseroan
****) Solar Panel HKT)+ Solar Panel PJU di ruas tol
* Waste reused represents the Company’s effort to reduce the amount of waste generated
** The Company has carried out tree planting activities in 2024 and 2023; however, the number of trees planted has not yet been recorded
***) Water consumption in 2023 and 2024 was derived from the Hutama Karya office scope, whereas in 2025 it has encompassed all entities of the Company
****) HKT Solar Panel) + PJU Solar Panel on the toll road
PT Hutama Karya (Persero)
68 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
Kinerja Aspek Sosial [OJK B.3]
Social Performance
Perseroan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi The Company provides a significant positive contribution
masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui pelaksanaan to communities surrounding its operational areas through
kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan the implementation of Corporate Social and Environmental
TJSL juga menjadi sarana bagi Perseroan untuk membangun Responsibility (TJSL) programs. TJSL initiatives also serve as
hubungan yang harmonis, positif, dan berkelanjutan dengan a means for the Company to build harmonious, positive, and
masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain itu, Perseroan sustainable relationships with communities in its operational areas.
juga terus berupaya memberikan dampak positif bagi karyawan In addition, the Company continues to strive to deliver positive
melalui berbagai inisiatif pengembangan sumber daya manusia, impacts to employees through various human capital development
salah satunya dengan meningkatkan partisipasi karyawan dalam initiatives, including increasing employee participation in training
berbagai program pelatihan serta menambah jumlah jam pelatihan programs and expanding the number of training hours attended
yang diikuti oleh karyawan. Upaya tersebut dilakukan sebagai by employees. These efforts reflect the Company’s commitment
bentuk komitmen Perseroan dalam mendorong peningkatan to continuously enhance employee competencies and capacity
kompetensi dan pengembangan kapasitas karyawan secara development. Along with these initiatives, the Company successfully
berkelanjutan. Seiring dengan berbagai upaya tersebut, Perseroan increased employee satisfaction and engagement, reaching 82.42%
berhasil meningkatkan kepuasan dan keterikatan karyawan pada in 2025, compared to 81.67% in 2024.
tahun 2025 meningkat sebesar 82,42% dibandingkan dengan tahun
2024 yang sebesar 81,67%,
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Persentase Karyawan Perempuan
% 23 21 22
Percentage of Female Employees
Jumlah Jam Pelatihan Karyawan Jam
87.572 83.549 81.450
Total Employee Training Hours Hours
Kepuasan Pelanggan Konstruksi
% 92,37 92,07 90,17
Construction Customer Satisfaction
Kepuasan dan Keterikatan Karyawan
% 82,42 81,67 80,19
Employee Satisfaction and Engagement
Investasi TJSL Juta Rupiah
17.440 24.842 28.519
TJSL Investment Million Rupiah
Namun demikian, aktivitas operasional Perseroan tidak terlepas However, the Company’s operational activities are not free from
dari adanya dampak negatif bagi karyawan berupa terjadinya negative impacts on employees, including the occurrence of
kecelakaan kerja. Dalam rangka mengidentifikasi serta workplace accidents. In order to identify and minimize potential
meminimalkan potensi risiko operasional, Perseroan melaksanakan operational risks, the Company conducts continuous risk
pengelolaan risiko secara berkelanjutan melalui proses identifikasi management through hazard identification, risk level assessment,
bahaya, penilaian tingkat risiko, serta penetapan langkah-langkah and the establishment of regular occupational health and safety
pengendalian K3 secara rutin. (OHS) control measures.
Selain itu, juga masih terdapat peningkatan turnover karyawan In addition, there was also an increase in employee turnover in 2025.
di tahun 2025. Namun, Perseroan memiliki komitmen untuk Nevertheless, the Company remains committed to consistently
senantiasa memenuhi hak para pekerjanya. fulfilling the rights of its employees.
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Jumlah Kecelakaan Kerja Kasus
45 35 47
Number of Workplace Accidents Case
Turnover Karyawan
% 9,67 7,16 6,12
Employee Turnover
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 69
Page 70
PT Hutama Karya (Persero) 70 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
Profil Perusahaan
Company Profile
[OJK C]
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 71
Page 72
Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan [OJK C.1]
Vision, Mission, and Corporate Culture
Perseroan telah menetapkan visi dan misi perusahaan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
The Company has established its vision and mission in alignment with sustainability
principles.
VISI
Vision
Perusahaan
Konstruksi dan Pengembang
Infrastruktur Terdepan yang
Berkelanjutan
Leading Sustainable Construction
Enterprise and Infrastructure
Developer
MISI
Mission
Menyediakan layanan Investasi selektif berbasis
konstruksi yang andal untuk infrastruktur untuk mendukung
memberikan nilai tambah bagi ekosistem bisnis konstruksi;
stakeholder; Selective infrastructure-based
Providing reliable construction investments to support the
services to deliver added value to construction business ecosystem;
stakeholders;
Menyelesaikan mandat Meningkatkan kapabilitas
Pemerintah atas pengusahaan korporasi yang berkelanjutan
Jalan Tol Trans Sumatera yang melalui penguatan kapasitas
memberikan nilai tambah keuangan, transformasi
ekonomi dan sosial bagi human capital, digitalisasi,
Masyarakat; risk dan safety culture serta
Completing the Government’s mengedepankan prinsip ESG.
mandate for the development Enhancing sustainable
and operation of the Trans- corporate capabilities through
Sumatra Toll Road, which delivers strengthening financial capacity,
economic and social added value human capital transformation,
to the community; digitalization, risk and safety
culture, while upholding ESG
principles.
PT Hutama Karya (Persero)
72 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
Profil Perusahaan
Company Profile
Nilai Keberlanjutan
Sustainability Values
Hutama Karya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia telah As one of Indonesia’s State-Owned Enterprises, Hutama Karya has adopted the core values
mengadopsi Tata Nilai “AKHLAK” (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan of “AKHLAK” (Trustworthy, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive, and Collaborative)
Kolaboratif) sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung visi Perseroan as its corporate identity and as the foundation of its work culture. These values support
dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan di Perusahaan BUMN, Anak Perusahaan, dan the Company’s vision and drive sustainable performance improvements across SOEs,
Perusahaan Afiliasi Terkonsolidasi. Nilai AKHLAK tidak hanya berfungsi sebagai identitas subsidiaries, and consolidated affiliated entities. The AKHLAK values not only serve as
perusahaan, tetapi juga berperan sebagai landasan yang mengikat budaya kerja di dalam the Company’s identity but also act as a unifying foundation for organizational culture,
organisasi, yang pada akhirnya mendorong terciptanya kinerja yang berkelanjutan. Nilai ultimately fostering sustainable performance. The AKHLAK values implemented by the
AKHLAK yang diimplementasikan Perseroan telah selaras dengan nilai keberlanjutan. Company are aligned with sustainability values.
Nilai-nilai utama AKHLAK memiliki keselarasan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan,
The core values of AKHLAK are aligned with sustainability principles, as outlined below
sebagaimana dijelaskan berikut ini
manah Trustworthy
Memegang teguh kepercayaan yang diberikan. Uphold the trust given.
Panduan perilaku nilai “Amanah”: “Amanah” value behavior guide:
• Memenuhi janji dan komitmen. • Fulfilling promises and commitment.
• Bertanggung jawab atas tugas, keputusan, dan tindakan yang dilakukan. • Responsible for duty, decision, and actions done.
• Berpegang teguh kepada nilai moral dan etik. • Firmly hold on to moral and ethics values.
ompeten Competence
Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Continue to learn and develop capabilities.
Panduan perilaku nilai “Kompeten”: “Kompeten” value behavior guide:
• Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah. • Improving self competency to face the everchanging challenge
• Membantu orang lain belajar. • Help others to learn
• Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik. • Finishing duty with best quality
armonis Harmonious
Saling peduli dan menghargai perbedaan. Mutual care and respect for difference.
Panduan perilaku nilai “Harmonis”: “Harmonis” value behavior guide:
• Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya. • Respect people regardless of background
• Suka menolong orang lain. • Like to help others
• Membangun lingkungan kerja yang kondusif. • Building a conducive work environment
oyal Loyal
Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Dedicated and prioritizing the interests of the Nation and the State.
Panduan perilaku nilai “Loyal”: “Loyal” value behavior guide:
• Menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, BUMN, dan Negara. • Keeping good names of fellow employees, leaders, State Owned
Enterprises, and Nation
• Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar. • Willing to sacrifice for bigger purposes
• Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan etika. • Obey the leaders as long as not going against law and ethics
daptif Adaptive
Terus berinovasi & antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Continue to innovate and be enthusiastic in driving or facing change.
Panduan perilaku nilai “Adaptif”: “Adaptif” value behavior guide:
• Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik. • Quickly adaptive to become better
• Terus-menerus melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi. • Continue to keep up with technology development
• Bertindak proaktif. • Act proactively
olaboratif Collaborative
Membangun kerja sama yang sinergis. Build synergistic cooperation.
Panduan perilaku nilai “Kolaboratif”: “Kolaboratif” value behavior guide:
• Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi. • Give opportunities to various parties to contribute
• Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah. • Openness for partnership to create additional value
• Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama. • Mobilizing the use of various resources for common goals
Nilai Layanan: Melayani Sepenuh Hati Service Value: Serving with Wholehearted Commitment
Melayani Sepenuh Hati merupakan nilai komitmen Perusahaan sebagai bagian dari Serving with Wholehearted Commitment reflects the Company’s commitment,
BUMN di bawah Danantara dalam penyelenggaraan layanan yang berintegritas, as part of a State-Owned Enterprise under Danantara, in delivering services with
profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Nilai ini diwujudkan integrity, professionalism, and a strong orientation toward the public interest.
melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dengan mengedepankan empati, This value is implemented through the execution of duties and responsibilities
kepedulian, dan kerendahan hati, serta pemahaman yang memadai terhadap by prioritizing empathy, care, and humility, as well as an adequate understanding
kebutuhan para pemangku kepentingan. Penerapan nilai Melayani Sepenuh Hati of stakeholders’ needs. The application of the Serving with Wholehearted
tercermin dalam perilaku kerja yang menjunjung tinggi etika, kualitas layanan, Commitment value is reflected in work behavior that upholds ethics, service
akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan, sehingga setiap interaksi dan proses quality, accountability, and continuous improvement, thereby ensuring that every
pelayanan dilakukan secara bertanggung jawab, berkeadilan, dan memberikan interaction and service process is carried out responsibly, fairly, and provides
manfaat optimal bagi masyarakat Indonesia. optimal benefits to the people of Indonesia.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 73
Page 74
Identitas Perusahaan [OJK C.2, GRI 2-1, GRI 2-6]
Company Identity
Nama Perusahaan [GRI 2-1] Nama Singkat Tanggal Pendirian
Company name Referred as Date of Establishment
PT Hutama Karya (Persero) Perseroan 29 Maret 1961 / March 29, 1961
Dasar Hukum Pendirian
Legal Basis of Establishment
• Penetapan Pemerintah dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14 • Government stipulation in the State Gazette of the Republic of Indonesia
tahun 1971 menjadi Perusahaan Negara dan berganti nama menjadi No. 14 of 1971 became a State Company and changed its name to Hutama
Perusahaan Negara Hutama Karya. Karya State Company.
• Perubahan Hutama Karya menjadi PT Hutama Karya (Persero) dengan akta • The change of Hutama Karya to PT Hutama Karya (Persero) with deed
No. 74 tanggal 15 Maret 1973 dari notaris Kartini Muljadi, S.H. yang disahkan No. 74 dated March 15, 1973 from notary Kartini Muljadi, S.H. which was
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. authorized by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia with
Y.A.5/300/4 tanggal 20 Agustus 1973, serta diumumkan dalam Lembaran Decree No. Y.A.5/300/4 dated August 20, 1973, and announced in the State
Berita Negara No. 54 tanggal 1 Februari 1974, Tambahan No.10. Gazette No. 54 dated February 1, 1974, Supplement No.10.
• Akta notaris No. 01 tanggal 1 Oktober 2021 dan akta notaris No. 11 tanggal 8 • Notarial deed No. 01 dated October 1, 2021 and notarial deed No. 11 dated
Februari 2022 dari notaris Ashoya Ratam, S.H, M.kn., tentang penambahan February 8, 2022 from notary Ashoya Ratam, S.H, M.kn., concerning additional
modal dari Negara Republik Indonesia. Perubahan ini mendapat capital from the Republic of Indonesia. These amendments were approved by
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU
Indonesia No. AHU AH.01.03- 0455708 tanggal 1 Oktober 2021 dan No. AHU- AH.01.03- 0455708 dated October 1, 2021 and No. AHU-AH.01.03-0088020
AH.01.03-0088020 tanggal 9 Februari 2022. dated February 9, 2022.
• Akta Notaris No. 07 tanggal 16 Januari 2023 dari notaris Yumna Shabrina, • Notarial Deed No. 07 dated January 16, 2023 from notary Yumna Shabrina,
S.H, M.Kn. tentang perubahan anggaran dasar. Perubahan ini telah disetujui S.H, M.Kn regarding amendments to the articles of association. This
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the
AH.01.03- 0008478 tanggal 19 Januari 2023. Republic of Indonesia No. AHU AH.01.03- 0008478 dated January 19, 2023.
• Akta Notaris No. 50 tanggal 19 Desember 2023 dari notaris Ashoya Ratam, S.H, • Notarial Deed No. 50 dated December 19, 2023 from notary Ashoya Ratam,
M.Kn tentang penambahan modal dari Negara Republik Indonesia. Perubahan S.H, M.Kn regarding additional capital from the Republic of Indonesia. This
ini telah termuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 2 Januari amendment has been published in the State Gazette of the Republic of
2024 nomor I, Tambahan nomor 43/2024. Indonesia dated January 2, 2024 number I, Supplement number 43/2024.
Data Jaringan Kantor Bidang Usaha [GRI 2-6]
Office Network Data Business Activities
1 Kantor Pusat/Head Office Industri konstruksi, pengusahaan jalan tol, layanan jasa peningkatan kemampuan di
8 Entitas Anak/Subsidiaries bidang jasa konstruksi, pengembangan properti, real estate, penyewaan ruangan serta
4 Entitas Anak Tidak Langsung/ hotel, dan manufaktur.
Indirect Subsidiaries Construction industry, toll road concessions, capacity building services in the field of
construction services, property developer, real estate, rent of space and hotel, and
manufacture.
Status Perusahaan Akses Informasi
Company Status Information Access
Perseroan Terbatas Kantor Pusat Sekretaris Perusahaan
Limited Liability Company Head Office Corporate Secretary
HK Tower Hamdani
Total Karyawan Jl. Letjend. Haryono M.T. Kav. 8, Cawang, Telp | Phone : (021) 8193708
Total Employees Jakarta 13340 Indonesia E-mail : pthk@hutamakarya.com
Telp | Phone : (021) 8193708
2.097
Faks | Fax : (021) 819 6107
E-mail : pthk@hutamakarya.com
Website : www.hutamakarya.com
orang per 31 Desember 2025
employees as of Dec 31, 2025
Hubungan Investor Media Sosial
Investor Relations Social media
E-mail : investor.relations@hutamakarya.com @HutamaKarya
Hutamakarya
Hutama Karya
PT Hutama Karya (Persero)
74 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
Profil Perusahaan
Company Profile
Modal Dasar
Authorized Capital
Kepemilikan [GRI 2-1]
Ownership Rp250.000.000.000.000
0,00000076% Modal Ditempatkan
Pemerintah Republik Indonesia dan Disetor Penuh
Government of the Republic of Indonesia Issued and Fully Paid-up Capital
99,99999924%
PT Danantara Asset Management (Persero) Rp131.646.000.000.000
Negara Tempat Beroperasi
Country of Operation
Indonesia
Informasi alamat Kantor Wilayah dan Kantor Cabang telah disajikan Information on the addresses of Regional Offices and Branch Offices
secara lengkap pada Laporan Tahunan Perseroan tahun 2025 has been fully presented in the Company’s 2025 Annual Report
bagian Profil Perusahaan. under the Company Profile section.
Skala Perusahaan [OJK C.3]
Company Scale
Tabel Skala Usaha Perusahaan
Table of Company Scale
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Total Aset [OJK C.3] Dalam Jutaan Rupiah
189.098.170 196.042.463 169.739.487
Total Assets In Million Rupiah
Total Liabilitas [OJK C.3] Dalam Jutaan Rupiah
47.920.101 58.042.012 53.114.974
Total Liabilities In Million Rupiah
Total Ekuitas [OJK C.3] Dalam Jutaan Rupiah
141.178.170 138.000.451 116.624.513
Total Equity In Million Rupiah
Nama Pemegang Saham Persen • Pemerintah Republik 100% Negara Republik 100% Negara Republik
dan Persentase Percent Indonesia: 0,00000076% Indonesia Indonesia
Name of Shareholders • PT Danantara Asset 100% Government of the 100% Government of the
and Ownership Management (Persero): Republic of Indonesia Republic of Indonesia
Percentage 99,99999924%
• Government of the Republic
of Indonesia: 0.00000076%
• PT Danantara Asset
Management (Persero):
99.99999924%
Jumlah Tempat Beroperasi Negara
Number of Operating Country 2 2 2
Locations
Jumlah Produk dan Jasa Jenis Produk dan Jasa
Number of Products and Types of Products and 4 4 4
Services Services
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 75
Page 76
Informasi Mengenai Karyawan [OJK C.3, GRI Employee Information [OJK C.3, GRI 2-7, GRI 2-8]
2-7, GRI 2-8]
Sampai dengan 31 Desember 2025, jumlah karyawan Hutama As of December 31, 2025, Hutama Karya employed a total of
Karya yaitu sebanyak 2.097 orang karyawan yang terdiri atas 2,097 employees, consisting of 1,383 permanent employees and
1.383 orang karyawan tetap dan 714 orang karyawan kontrak. 714 contract employees. The proportion of contract employees
Persentase karyawan kontrak di Perseroan yaitu sebesar 34% represents 34% of the total workforce. Permanent employees
dibandingkan dengan total karyawan. Karyawan tetap adalah are those whose employment relationship with the Company
karyawan yang hubungan kerja dengan perusahaan tidak dibatasi is not limited by a fixed term and who are eligible to follow the
waktu tertentu dan dapat mengikuti matriks jalur karir sampai career path matrix up to the highest applicable position level.
pada tingkatan jabatan tertinggi yang berlaku. Karyawan PKWT Employees under fixed-term employment agreements (PKWT) are
adalah karyawan perusahaan yang terikat hubungan kerja waktu those engaged for a specified period, with employment contracts
tertentu yang perjanjian kerjanya ditandatangani oleh EVP Divisi signed by the EVP of the Human Capital Division as the Company’s
Human Capital sebagai perwakilan Perusahaan. Perseroan tidak representative. The Company does not classify employees based
membagi karyawan berdasarkan waktu kerja yaitu penuh waktu on working hours (full-time or part-time) and does not employ non-
dan paruh waktu serta tidak memiliki karyawan non-guaranteed guaranteed hours employees. In 2025, the Company also provided
hours employees. Pada tahun 2025, Perseroan juga memberikan internship opportunities to 157 individuals as part of its learning
kesempatan kepada 157 orang untuk magang sebagai pemenuhan and development program, with the majority placed in the General
program pembelajaran yang mayoritas di tempatkan di Divisi Sipil Civil Division, Corporate Secretary Division, and Building Division.
Umum, Sekretaris Perusahaan, dan Divisi Gedung.
Jumlah karyawan yang dilaporkan adalah posisi per 31 Desember The number of employees reported reflects the position as of
2023, 2024, dan 2025 serta jumlah karyawan tidak mengalami December 31 for 2023, 2024, and 2025, and there were no significant
fluktuasi yang signifikan, baik selama periode pelaporan maupun fluctuations in employee numbers, either during the reporting
antara periode pelaporan. Hal tersebut terlihat pada demografi period or between reporting periods. This is reflected in the
karyawan yang disajikan sebagai berikut. employee demographics presented as follows.
Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Employee Composition by Gender
Kelamin
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Gender (dalam satuan orang/in number of persons)
Jenis Kelamin
2025 2024 2023
Gender
Pria
1.619 482 437
Male
Wanita
478 1.659 1.642
Female
Jumlah
2.097 2.141 2.075
Total
Komposisi Karyawan Berdasarkan Level Employee Composition by Position Level and
Jabatan dan Jenis Kelamin Gender
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Position Level and Gender (dalam satuan orang/in number of persons)
2025 2024 2023*
Level Jabatan
Position Level Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
EVP & Setingkat
47 6 53 54 4 58 38 3 41
EVP & Equivalent
PT Hutama Karya (Persero)
76 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
Profil Perusahaan
Company Profile
2025 2024 2023*
Level Jabatan
Position Level Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
VP & Setingkat
107 13 120 105 18 123 104 17 121
VP & Equivalent
Manajer & Setingkat
150 25 175 151 24 175 157 29 186
Manager & Equivalent
Asisten Manajer & Setingkat
301 110 411 366 117 483 295 84 379
Assistant Manager & Equivalent
Officer
599 307 906 579 308 887 640 302 942
Officer
Personel Inti Proyek
415 17 432 404 11 415 390 16 406
Key Project Personnel
Total 1.619 478 2.097 1.659 482 2.141 1.642 437 2.075
Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia dan Employee Composition by Age and Gender
Jenis Kelamin
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Age and Gender (dalam satuan orang/in number of persons)
2025 2024 2023*
Usia
Age Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
>55 tahun
95 9 104 113 12 125 125 16 141
>55 years
50-54 tahun
142 21 163 157 24 181 181 21 202
50-54 years
45-49 tahun
133 14 147 127 14 141 123 16 139
45-49 years
40-44 tahun
123 27 150 144 21 165 140 19 159
40-44 years
35-39 tahun
248 45 293 195 38 233 149 27 176
35-39 years
30-34 tahun
557 156 713 451 119 570 383 91 474
30-34 years
25-29 tahun
273 168 441 403 214 617 475 232 707
25-29 years
20-24 tahun
48 38 86 69 40 109 48 29 77
20-24 years
Total 1.619 478 2.097 1.659 482 2.141 1.642 437 2.075
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 77
Page 78
Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Employee Composition by Education Level
Pendidikan dan Jenis Kelamin and Gender
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Education Level and Gender (dalam satuan orang/in number of persons)
2025 2024 2023
Tingkat Pendidikan
Education Level Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Pascasarjana
380 72 452 243 42 285 186 34 220
Postgraduate
Sarjana
1.099 374 1.473 1.219 398 1.617 1.201 370 1.571
Bachelor
Diploma
68 25 93 95 35 130 106 39 145
Diploma
Non akademik
72 7 79 102 7 109 131 8 139
Non-academic
Total 1.619 478 2.097 1.659 482 2.141 1.642 437 2.075
Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Employee Composition by Employment
Kepegawaian dan Jenis Kelamin Status and Gender
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Employment Status and Gender (dalam satuan orang/in number of persons)
2025 2024 2023
Status Kepegawaian
Employment Status Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Karyawan Tetap
1.120 263 1.383 1.114 260 1.374 1.105 247 1.352
Permanent Employee
Karyawan Kontrak
499 215 714 545 222 767 519 204 723
Contract Employee
Total 1.619 478 2.097 1.659 482 2.141 1.642 437 2.075
PT Hutama Karya (Persero)
78 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 79
Profil Perusahaan
Company Profile
Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Employee Composition by Gender and Work
Kelamin dan Wilayah Kerja Region
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Table of Employee Composition by Gender and Work Region (dalam satuan orang/in number of persons)
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Work Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Kantor
838 396 1.234 818 389 1.207 794 358 1.152
Office
Proyek
609 70 679 687 77 764 665 77 742
Project
Regional
96 4 84 65 7 72 78 9 87
Regional
Ruas Jalan Tol
76 8 100 89 9 98 87 7 94
Toll Road Section
Total 1.619 478 2.097 1.659 482 2.141 1.624 451 2.075
Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Permanent Employee Composition by Gender
Kelamin dan Wilayah Kerja and Work Region
Tabel Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Table of Permanent Employee Composition by Gender and Work Region (dalam satuan orang/in number of persons)
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Work Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Kantor
602 231 833 570 224 794 549 212 757
Office
Proyek
382 29 411 429 33 462 439 30 469
Project
Regional
61 2 63 50 1 51 54 4 58
Regional
Ruas Jalan Tol
75 1 76 65 2 67 63 5 68
Toll Road Section
Total 1.120 263 1.383 1.114 260 1.374 1.105 251 1.352
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 79
Page 80
Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Contract Employee Composition by Gender
Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja and Work Region
Tabel Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Table of Contract Employee Composition by Gender and Work Region (dalam satuan orang/in number of persons)
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Work Area Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
Total Total Total
Male Female Male Female Male Female
Kantor
236 165 401 248 165 413 245 150 395
Office
Proyek
227 41 268 258 44 302 226 53 273
Project
Regional
15 6 21 15 6 21 24 5 29
Regional
Ruas Jalan Tol
21 3 24 24 7 31 24 2 26
Toll Road Section
Total 499 215 714 545 222 767 519 210 723
Komposisi Karyawan Berdasarkan Wilayah Employee Composition by Work Region and
Kerja dan Status Kepegawaian Employment Status
Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja dan Status Kepegawaian
Table of Employee Composition by Work Region and Employment Status (dalam satuan orang/in number of persons)
2025
Wilayah Kerja
Work Area Tetap Kontrak Alih Daya Jumlah
Permanent Contract Outsourced Total
Kantor
833 401 339 1.234
Office
Proyek
411 268 - 679
Project
Regional
63 21 35 84
Regional
Ruas Jalan Tol
76 24 729 100
Toll Road Section
Total 1.383 714 1.103 2.097
2024
Wilayah Kerja
Work Area Tetap Kontrak Alih Daya Jumlah
Permanent Contract Outsourced Total
Kantor
794 413 317 1.207
Office
Proyek
462 302 - 764
Project
Regional
51 21 89 72
Regional
Ruas Jalan Tol
67 31 418 98
Toll Road Section
Total 1.374 767 824 2.141
PT Hutama Karya (Persero)
80 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
Profil Perusahaan
Company Profile
2023
Wilayah Kerja
Work Area Tetap Kontrak Alih Daya Jumlah
Permanent Contract Outsourced Total
Kantor
757 395 421 1.152
Office
Proyek
469 273 - 742
Project
Regional
58 29 154 87
Regional
Ruas Jalan Tol
68 26 - 94
Toll Road Section
Total 1.352 723 575 2.075
Komposisi Karyawan Non Pegawai/Magang Non-Employee / Intern Composition by
Berdasarkan Jenis Kelamin dan Penempatan Gender and Placement
Tabel Komposisi Karyawan Magang Berdasarkan Gender
Table of Intern Composition by Gender
Tahun Pria Wanita Jumlah
% %
Year Male Female Total
2025 120 55% 99 45% 220
2024 100 54% 86 56% 186
2023 148 57% 110 43% 258
Tabel Komposisi Karyawan Magang Berdasarkan Penempatan
Table of Intern Composition by Placement
Tahun Penempatan Pria Wanita Jumlah
Year Placement Male Female Total
Proyek
43 19 62
Project
Cabang
0 1 1
Branch
2025
Ruas
0 0 0
Section
Kantor Pusat
78 79 157
Head Office
Proyek
34 21 55
Project
Cabang
1 0 1
Branch
2024
Ruas
3 7 10
Section
Kantor Pusat
56 62 118
Head Office
Proyek
8 5 13
Project
Cabang
1 2 3
Branch
2023
Ruas
2 0 2
Section
Kantor Pusat
66 64 130
Head Office
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 81
Page 82
Wilayah Operasional [OJK C.3, GRI 2-1, 2-6]
Operational Areas
Pada tahun 2025, Perseroan menjalankan kegiatan operasionalnya In 2025, the Company conducted its operational activities across
di beberapa wilayah di Negara Republik Indonesia dan pasar luar several regions within the Republic of Indonesia and in international
negeri. Pasar yang dilayani oleh Perseroan adalah pasar dalam markets. The markets served by the Company are primarily
negeri atau. Wilayah operasional tahun 2025 adalah sebagai berikut. domestic markets. The operational areas in 2025 are as follows.
Jumlah Jumlah proyek Jumlah proyek
Pulau Provinsi proyek aktif - 2025 selesai - 2025
Island Province Number Number of active Number of projects
of projects projects - 2025 completed - 2025
• Aceh
• Sumatra Barat/ West Sumatra
• Riau
• Sumatra Utara/ North Sumatra
Sumatera 26 16 10
• Bengkulu
• Sumatra Selatan/South Sumatra
• Jambi
• Lampung
• Jawa Timur / East Java
• Jawa Tengah/Central Java
• Jawa Barat /West Java
Jawa 35 28 7
• Yogyakarta
• Banten
• DKI Jakarta
PT Hutama Karya (Persero)
82 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 83
Profil Perusahaan
Company Profile
Jumlah Jumlah proyek Jumlah proyek
Pulau Provinsi proyek aktif - 2025 selesai - 2025
Island Province Number Number of active Number of projects
of projects projects - 2025 completed - 2025
Kalimantan Kalimantan Timur/East Kalimantan 18 9 9
• Bali
Bali & Nusa Tenggara 5 2 3
• Nusa Tenggara Barat / West Nusa Tenggara
• Gorontalo
• Sulawesi Tenggara/Southeast Sulawesi
Sulawesi 7 7 0
• Sulawesi Tengah/Central Sulawesi
• Sulawesi Selatan/South Sulawesi
• Maluku
• Papua Barat / West Papua
Maluku & Papua 8 7 1
• Papua Selatan/ South Papua
• Papua Pegunungan/ Highland Papua
Maliana, Distrik Bobonaro
Timor Leste 1 1 0
Maliana, Bobonaro District
Informasi lengkap terkait wilayah operasional telah disampaikan pada Bab Profil Perusahaan di Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025.
Complete information regarding operational areas has been presented in the Company Profile section of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 83
Page 84
Aktivitas, Rantai Nilai dan Hubungan Bisnis Lainnya
Activities, Value Chain, and Other Business Relationships
Kegiatan Usaha yang Dijalankan [OJK C.4, GRI 2-6] Business Activities [OJK C.4, GRI 2-6]
Berdasarkan Anggaran Dasar No. 37 tanggal 16 Juli 2025, Hutama Based on the Articles of Association No. 37 dated July 16,
Karya melakukan usaha di bidang industri konstruksi, pengusahaan 2025, Hutama Karya operates in the construction industry, toll
jalan tol, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, road development and operation, fabrication industry, rental
investasi, agro industri, perdagangan, pengelolaan kawasan, services, agency services, investment, agro-industry, trading,
layanan jasa peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, area management, capacity-building services in construction,
teknologi informasi, pengembang dan pengelolaan perusahaan information technology, corporate development and management,
serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan dengan as well as optimization of the Company’s resources by applying
menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai the principles of a Limited Liability Company. To achieve these
maksud dan tujuan tersebut, Perusahaan menyelenggarakan usaha objectives, the Company conducts its main and supporting business
utama dan usaha lainnya sebagai berikut: activities as follows:
1. Pekerjaan Pelaksana Konstruksi 1. Construction Services
- Pekerjaan Sipil (seluruh sektor pembangunan); - Civil Works (all development sectors);
- Pekerjaan Gedung (seluruh sektor pembangunan); - Building Works (all development sectors);
- Pekerjaan Mekanikal-Elektrikal termasuk jaringan dan - Mechanical and Electrical Works, including networks and
instalasi; installations;
- Pekerjaan Radio, Telekomunikasi dan Instrumentasi. - Radio, Telecommunications, and Instrumentation Works.
2. Pekerjaan Pengusahaan Jalan Tol 2. Toll Road Operations
- Aktivitas Manajemen Dana lainnya; - Other fund management activities;
- Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis. - Engineering and technical consulting activities.
3. Pengusahaan lahan di ruang milik jalan tol dan lahan yang 3. Land utilization within toll road right-of-way areas and adjacent
berbatasan dengan lahan di ruang milik jalan tol, meliputi land, including but not limited to rest areas and fuel stations
namun tidak terbatas pada tempat istirahat (rest area), Stasiun (SPBU), as part of toll road activities.
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang mencakup aktivitas
jalan tol.
4. Pekerjaan terintegrasi Engineering, Procurement, and 4. Integrated Engineering, Procurement, and Construction
Construction (EPC) dalam bidang perminyakan, agro industri (EPC) projects in the oil and gas, agro-industry, electricity,
kelistrikan, telekomunikasi, dan petrokimia. telecommunications, and petrochemical sectors.
5. Perbaikan/pemeliharaan/renovasi pada pekerjaan EPC. 5. Repair/maintenance/renovation works within EPC projects.
6. Kegiatan usaha perkeretaapian. 6. Railway business activities.
7. Kegiatan usaha penyelenggaraan Pelabuhan Umum dan 7. Operation of public and private ports.
Pelabuhan Khusus.
8. Kegiatan usaha penyelenggaraan kebandaraan. 8. Airport operation activities.
9. Kegiatan usaha logistik. 9. Logistics business activities.
10. Pengembangan dan pengelolaan Kawasan ekonomi khusus. 10. Development and management of special economic zones.
11. Investasi dan/atau pengelolaan usaha (penyertaan modal pada 11. Investment and/or business management (equity participation
perusahaan lain). in other companies).
12. Jasa pertambangan. 12. Mining services.
13. Melakukan usaha di bidang agro industri. 13. Agro-industry business activities.
14. Ekspor impor. 14. Export and import activities.
15. Perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak. 15. Wholesale trading on a fee or contract basis.
16. Penerbitan piranti lunak (software). 16. Software publishing.
17. Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya. 17. Information technology and other computer services.
18. Layanan jasa peningkatan kemampuan dibidang jasa 18. Capacity-building services in the construction sector.
konstruksi.
19. Pengembangan: 19. Development activities:
- Real estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak; - Real estate on a fee or contract basis;
- Real estate yang dimiliki Sendiri atau Disewa; - Owned or leased real estate;
- Hotel Bintang. - Star-rated hotels.
20. Aktivitas Kantor Pusat. 20. Head office activities.
PT Hutama Karya (Persero)
84 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
Profil Perusahaan
Company Profile
Selain kegiatan usaha utama di atas, Perseroan dapat melakukan In addition to the main business activities described above, the
usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber Company may carry out supporting businesses to optimize the
daya yang dimiliki untuk: utilization of its resources for:
1) Pelaksanaan penugasan Pemerintah sesuai dengan prinsip- 1) The implementation of Government assignments in accordance
prinsip pengelolaan perusahaan dan peraturan perundang- with corporate governance principles and applicable laws and
undangan, termasuk namun tidak terbatas pada moda regulations, including but not limited to public transportation
transportasi umum; modes;
2) Optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan meliputi 2) Optimization of the Company’s resources, including
pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi, penyewaan aktiva construction service education and training, and the leasing of
tetap; dan fixed assets; and
3) Jasa informasi pariwisata. 3) Tourism information services.
Seluruh Kegiatan usaha menurut Anggaran Dasar telah dijalankan All business activities in accordance with the Articles of Association
oleh Perusahaan. have been carried out by the Company.
Rantai Nilai Value Chain
Aktivitas Organisasi, Produk, Layanan dan Organizational Activities, Products, Services,
Pasar yang Dilayani [OJK C.4, GRI 2-6] and Markets Served [OJK C.4, GRI 2-6]
Sesuai dengan Anggaran Dasar terakhir, produk dan jasa yang In accordance with the latest Articles of Association, the products
ditawarkan oleh Perseroan adalah sebagai berikut: and services offered by the Company are as follows:
1. Pengembangan Jalan Tol 1. Toll Road Development
Hutama Karya mendapatkan penugasan dari Pemerintah untuk Hutama Karya has been mandated by the Government to
membangun dan mengelola jalan tol yang membentang dari develop and operate toll roads stretching from Aceh to Lampung.
Aceh hingga Lampung. Pembangunan ini melibatkan Hutama The construction involves Hutama Karya Infrastruktur as the
Karya Infrastruktur sebagai kontraktor. contractor.
1. Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar 1. Bakauheni-Terbanggi Besar Section
2. Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung 2. Terbanggi Besar-Pematang Panggang–Kayu Agung Section
3. Ruas Palembang-Sp Indralaya 3. Palembang-Sp. Indralaya Section
4. Ruas Pekanbaru-Dumai 4. Pekanbaru-Dumai Section
5. Ruas Indrapura-Kisaran 5. Indrapura-Kisaran Section
6. Ruas Medan-Binjai 6. Medan-Binjai Section
7. Ruas Binjai-Langsa 7. Binjai-Langsa Section
8. Ruas Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu 8. Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu Section
9. Ruas Sp Indralaya-Muara Enim 9. Sp. Indralaya-Muara Enim Section
10. Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat 10. Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Section
11. Ruas Betung-Jambi 11. Betung-Jambi Section
12. Ruas Jambi-Rengat 12. Jambi-Rengat Section
13. Ruas Batu Ampar-Hangnadim 13. Batu Ampar-Hang Nadim Section
14. Ruas Langsa-Lhokseumawe 14. Langsa-Lhokseumawe Section
15. Ruas Lhokseumawe-Sigli 15. Lhokseumawe-Sigli Section
16. Ruas Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau 16. Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau Section
17. Ruas Padang-Pekanbaru 17. Padang-Pekanbaru Section
18. Ruas Sigli-Banda Aceh 18. Sigli-Banda Aceh Section
19. Ruas Rengat-Pekanbaru 19. Sengat-Pekanbaru Section
20. Ruas Palembang-Tanjung Api Api 20. Palembang-Tanjung Api-Api Section
21. Ruas Prapat-Taruntung-Sibolga 21. Parapat-Tarutung-Sibolga Section
22. Ruas Rantau Prapat-Kisaran 22. Rantau Prapat-Kisaran Section
2. Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol 2. Toll Road Operation and Maintenance
Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol dilakukan berdasarkan Toll road operation and maintenance are carried out based
konsesi jalan tol yang dimiliki oleh Perseroan. Segmen on toll road concessions held by the Company. This segment
pengoperasian serta pemeliharaan jalan tol merupakan represents the Company’s business expansion following the
hasil dari upaya perluasan cakupan bisnis Perseroan, setelah Government’s mandate to develop the Trans-Sumatra Toll
penunjukan Pemerintah untuk menangani pembangunan Road.
Jalan Tol Trans Sumatera.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 85
Page 86
1. Jalan Tol Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar 1. Bakauheni-Terbanggi Besar Toll Road Section
2. Jalan Tol Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu 2. Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung Toll
Agung Road Section
3. Jalan Tol Ruas Binjai-Stabat 3. Binjai-Stabat Toll Road Section
4. Jalan Tol Ruas Palembang-Indralaya 4. Palembang-Indralaya Toll Road Section
5. Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S) 5. Jakarta Outer Ring Road Section S (JORR-S)
6. Jalan Tol Akses Tanjung Priok 6. Tanjung Priok Access Toll Road
7. Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Dumai 7. Pekanbaru-Dumai Toll Road Section
8. Jalan Tol Ruas Banda Aceh-Sigli (Sibanceh) Seksi 2,3,4 8. Banda Aceh-Sigli (Sibanceh) Toll Road Sections 2, 3, and 4
9. Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Bangkinang-Koto Kampar 9. Pekanbaru-Bangkinang-Koto Kampar Toll Road Section
10. Jalan Tol Ruas Bengkulu-Taba Penanjung 10. Bengkulu-Taba Penanjung Toll Road Section
11. Jalan Tol Rusa Indralaya-Prabumulih 11. Indralaya-Prabumulih Toll Road Section
3. Jasa Konstruksi dan EPC 3. Construction Services and EPC
Untuk melengkapi bisnis Jasa Konstruksi, Perseroan pada To complement its construction services business, in 2013 the
tahun 2013 mulai mengembangkan segmen Engineering, Company began developing the Engineering, Procurement, and
Procurement, and Construction (EPC), yakni proses perencanaan Construction (EPC) segment, which encompasses design and
atau design yang digunakan untuk pengadaan, pembelian yang planning processes, procurement and purchasing, followed by
kemudian berlanjut ke proses konstruksi atau membangun apa construction or execution of the designed works.
yang sudah dirancang.
1. Infrastruktur Jembat Bendungan Meninting 1. Meninting Dam Bridge Infrastructure
2. Bandara Pattimura, Ambon 2. Pattimura Airport, Ambon
3. MRT CP 106 Stasiun Bawah Tanah Dukuh Atas, Bundaran HI 3. MRT CP 106 Underground Stations at Dukuh Atas and
Bundaran HI
4. Bandara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba 4. General Soedirman Airport, Wirasaba
5. East Connection Taxyway I, Soetta 5. East Connection Taxiway I, Soekarno-Hatta Airport
6. Bendungan Ladongi Paket II 6. Ladongi Dam Package II
7. Spillway Bendungan Bintang Bano 7. Bintang Bano Dam Spillway
8. Pembangunan Spam IKK Sambong, IKK Jiken, IKK Jepon, 8. Development of SPAM IKK Sambong, IKK Jiken, IKK Jepon,
IKK Bogorejo, dan MBR Blora IKK Bogorejo, and MBR Blora
9. Jalan Tol Manado-Bitung 9. Manado-Bitung Toll Road
10. Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura-Kisaran 10. Tebing Tinggi-Indrapura-Kisaran Toll Road
11. PLBN Entikong 11. Entikong PLBN (Cross-Border Post)
12. Jembatan Pulau Balang II 12. Balang Island Bridge II
13. Pelabuhan Belawan 13. Belawan Port
14. Design & Build New Jettyfor PT Sarana Citranusa Kabil at 14. Design & Build New Jetty for PT Sarana Citranusa Kabil at
Kabil Industrial Estate, Batam Kabil Industrial Estate, Batam
15. Dermaga Pelabuhan Merauke 15. Merauke Port Jetty
16. Pelabuhan Sanur 16. Sanur Port
17. Pekerjaan Design and Build Pembangunan Dermaga Curah 17. Design and Build of Dry Bulk Terminal Jetty at Teluk
Kering di Terminal Teluk Lamong Lamong Terminal
18. Design & Build Perkuatan dan Peninggian Dermaga 18. Design & Build Strengthening and Elevation of Samudera
Samudera Pelabuhan Tanjung Emas Jetty at Tanjung Emas Port
19. Pembangunan Perkuatan dan Peninggian Dermaga Peldam 19. Strengthening and Elevation of Peldam 2 Jetty at Tanjung
2 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Emas Port, Semarang
20. Dermaga Pelabuhan Ahmad Yani 20. Ahmad Yani Port Jetty
21. Dermaga Ex Presiden dan Pembangunan Lapangan Dry 21. Former Presidential Jetty and Dry Bulk Yard Development
Bulk Ex. Dermaga Presiden Di Pelabuhan Tanjung Priok at Tanjung Priok Port
22. Gedung HK Office Tower 22. HK Office Tower Building
23. Ekstension T3 Pier 1 Bandara Soetta 23. Extension of T3 Pier 1 at Soekarno-Hatta Airport
24. RSKD Duren Sawit 24. Duren Sawit Regional Hospital
25. RSUD Pangandaran 25. Pangandaran Regional Hospital
26. Rusun Daan Mogot 26. Daan Mogot Flats
27. Hotel Ultimate 3 Bandara Soetta 27. Ultimate 3 Hotel at Soekarno-Hatta Airport
28. Tol Serbelawan Siantar (Seksi 4) 28. Serbelawan-Siantar Toll Road (Section 4)
29. Irigasi Rentang 29. Rentang Irrigation
30. Gedung Kawasan Kemenko 2, IKN 30. Coordinating Ministry Area Building 2, IKN
31. Gedung Rusun ASN II, IKN 31. ASN Flats II, IKN
32. Sumatra Operation Road & Well Pad Improvement 32. Sumatra Operation Road & Well Pad Improvement
PT Hutama Karya (Persero)
86 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 87
Profil Perusahaan
Company Profile
33. Gedung Fasilitas Bandara VVIP, IKN 33. VVIP Airport Facility Building, IKN
34. Gedung Infrastruktur Tahap II (PK9) BI Karawang 34. Phase II Infrastructure Building (PK9) BI Karawang
35. Proving Ground Bekasi 35. Proving Ground Bekasi
36. Gedung RSUD Bengkulu 36. Bengkulu Regional Hospital Building
37. Gedung RSUD Bima 37. Bima Regional Hospital Building
38. Irigasi Aceh 38. Aceh Irrigation
39. Irigasi Riau 39. Riau Irrigation
40. Rehabilitasi Irigasi Solo 40. Solo Irrigation Rehabilitation
41. Rehabilitasi Irigasi Bali 41. Bali Irrigation Rehabilitation
42. Rehabilitasi Irigasi Maluku Utara 42. North Maluku Irrigation Rehabilitation
43. Tol IKN Karangjoang-KKT Kariangau 43. IKN Toll Road Karangjoang-KKT Kariangau
44. Sarana Prasarana 1B IKN 44. Infrastructure Facilities 1B, IKN
45. RS Vertikal IKN 45. Vertical Hospital, IKN
46. Jalan OIKN 46. OIKN Road
47. Bendungan Jatigede 47. Jatigede Dam
48. Jembatan Pulau Balang 48. Balang Island Bridge
49. Grati CCPP Extension Project 450 MW 49. Grati CCPP Extension Project 450 MW
50. PLTU Takalar (2X100 MW) 50. Takalar Steam Power Plant (2x100 MW)
51. PLTU Cilacap 1 X 660 MW (PKT 2) 51. Cilacap Steam Power Plant 1x660 MW (Package 2)
52. Transmisi PLN Pasuruan 52. PLN Transmission Pasuruan
53. Pabrik Gula Dompu 53. Dompu Sugar Factory
54. Cement Grinding Plant Cigading 54. Cement Grinding Plant Cigading
55. Clinker Plant Line-2 55. Clinker Plant Line-2
56. PLTM Lambur 56. Lambur Mini Hydropower Plant (PLTM)
57. PLTU Suralaya 57. Suralaya Steam Power Plant
58. Dermaga TBBM Tanjung Batu 58. TBBM Tanjung Batu Jetty
59. Proyek EPC Pengembangan Pelabuhan PT Petrokimia 59. EPC Project for Port Development of PT Petrokimia Gresik
Gresik
4. Pengembangan Properti 4. Property Development
Pada tahun 2010, melalui anak perusahaannya yang pertama In 2010, through its first subsidiary, Hutama Karya Realtindo,
yaitu Hutama Karya Realtindo, Hutama Karya memasuki Hutama Karya entered the property business as part of its
bisnis properti sebagai bagian dari upaya diversifikasi usaha, business diversification efforts and as a strategic initiative to
sekaligus sebagai upaya strategis dalam rangka melebarkan expand downstream within the construction industry. This
sayap di hilir industri konstruksi dan hingga saat ini terus segment has continued to grow to date.
berkembang.
1. Habitare Apart & Hotel 1. Habitare Apart & Hotel
2. H Residence M.T. Haryono 2. H Residence M.T. Haryono
3. H Residence Kemayoran 3. H Residence Kemayoran
4. The Enviro Cikarang 4. The Enviro Cikarang
5. H Residence Sentul 5. H Residence Sentul
6. Kubikahomy 6. Kubikahomy
7. Harper Hotel MT Haryono 7. Harper Hotel MT Haryono
8. Up Peak Hotel Simpang Lima Semarang 8. Up Peak Hotel Simpang Lima Semarang
9. Aston Priority Simatupang 9. Aston Priority Simatupang
10. Citadines Ascott Rasuna 10. Citadines Ascott Rasuna
11. HK Tower 11. HK Tower
12. H Mansion Pejaten 12. H Mansion Pejaten
13. H City Sawangan 13. H City Sawangan
14. Southern Mampang 14. Southern Mampang
15. The H Tower 15. The H Tower
INVESTASI INVESTMENT
Perseroan melakukan penyertaan modal (kegiatan investasi) pada The Company undertakes capital participation (investment activities)
proyek-proyek KPBU antara lain: in Public-Private Partnership (PPP/KPBU) projects, including:
• Investasi pada PT Anggrek Gorontalo International Terminal • Investment in PT Anggrek Gorontalo International Terminal
sesuai dengan porsi Hutama Karya dalam konsorsium tersebut. in accordance with Hutama Karya’s ownership portion in the
consortium.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 87
Page 88
• Investasi pada PT Indonesia International Automotive Proving • Investment in PT Indonesia International Automotive Proving
Ground sesuai dengan porsi Hutama Karya dalam konsorsium Ground in accordance with Hutama Karya’s ownership portion
tersebut. in the consortium.
Selain itu Perseroan juga melakukan penyertaan modal/investasi In addition, the Company also carries out other capital participation/
lain yaitu: investments, including:
• Pemerintah saat ini sedang berfokus pada pembangunan • The Government is currently focusing on the development of
Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, mulai dari the Nusantara Capital City (IKN) in East Kalimantan, covering
infrastruktur dasar, kawasan pemerintahan Negara hingga basic infrastructure, government areas, and housing for civil
perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Melihat rencana servants (ASN). Considering the significant IKN development
anggaran IKN yang sangat besar, terdapat potensi pasar pada budget, there are substantial market opportunities in the
industri konstruksi di IKN, salah satunya adalah penyediaan construction industry, including the provision of construction
material konstruksi termasuk beton, di mana untuk memastikan materials such as concrete. To ensure sustainable supply,
ketersediaan secara berkesinambungan maka Hutama Hutama Karya, together with PT Wijaya Karya (Persero) Tbk,
Karya bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan
(Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), and PT Nindya
PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) Karya (Persero), established PT Karya Logistik Nusantara,
mendirikan PT Karya Logistik Nusantara yang bergerak di bisnis which operates in concrete production and logistics to support
produksi beton dan logistik untuk mendukung pelaksanaan IKN development.
pembangunan IKN.
• Setoran modal kepada PT Hutama Marga Waskita Pemerintah • Capital injection into PT Hutama Marga Waskita. The
memberikan penugasan kepada Hutama Karya untuk Government has assigned Hutama Karya to develop and
membangun dan mengoperasikan Jalan Tol Trans Sumatera operate the Trans-Sumatra Toll Road from Lampung Province
dari Provinsi Lampung sampai Provinsi Aceh termasuk Jalan Tol to Aceh Province, including the Kuala Tanjung – Tebing Tinggi
Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat di Provinsi Sumatera – Parapat Toll Road Section in North Sumatra Province, which
Utara yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita selaku Anak is managed by PT Hutama Marga Waskita as a subsidiary of
Perusahaan Hutama Karya. Dalam rangka mensukseskan Hutama Karya. To support this mandate, Hutama Karya made
penugasan tersebut, Hutama Karya melakukan penambahan additional capital injections in 2023 to finance the development
setoran modal di tahun 2023 untuk memenuhi pendanaan of the toll road.
pembangunan jalan tol tersebut.
Informasi mengenai kegiatan usaha menurut Anggaran Dasar Information regarding the Company’s business activities based
Perusahaan telah disajikan secara rinci pada bab Profil Perusahaan on its Articles of Association has been presented in detail in the
Laporan Tahunan Perseroan tahun 2025. Company Profile section of the Company’s 2025 Annual Report.
Rantai Pasok [GRI 2-6] Supply Chain [GRI 2-6]
Hutama Karya senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan Hutama Karya remains committed to increasing the contribution of
kontribusi pemasok lokal dalam kegiatan bisnisnya. Dalam rangka local suppliers in its business activities. In supporting its business
menunjang aktivitas bisnisnya, Hutama Karya telah melibatkan operations, Hutama Karya has engaged various suppliers of goods,
berbagai pemasok barang yang meliputi 132 pemasok (pemasok comprising 132 national/local goods suppliers and 622 national/
Barang Nasional/Lokal) dan 622 pemasok (pemasok Jasa Nasional/ local service suppliers. Throughout 2025, Hutama Karya has
lokal). Sepanjang tahun 2025, Hutama Karya telah bekerja sama collaborated with 754 local suppliers.
dengan 754 pemasok lokal.
Entitas Hilir [GRI 2-6] Downstream Entities [GRI 2-6]
Sebagai bagian dari penguatan kinerja dan transformasi bisnis, As part of strengthening performance and business transformation,
Perseroan menjalin sinergi yang terintegrasi dengan entitas anak the Company establishes integrated synergies with its subsidiaries
untuk mendorong efisiensi, inovasi, serta pertumbuhan yang to drive efficiency, innovation, and sustainable growth. The
berkelanjutan. Adapun sinergi dengan entitas anak sebagai berikut. synergies with subsidiaries are as follows.
PT Hutama Karya (Persero)
88 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 89
Profil Perusahaan
Company Profile
ENTITAS ANAK SINERGI
SUBSIDIARIES SYNERGIES
PT HK Realtindo (HKR) HKR berperan sebagai pengelola rest area jalan tol yang dimiliki oleh HK group
HKR acts as the operator of toll road rest areas owned by the HK Group
PT Hakaaston (HKA) HKA berperan sebagai penyedia layanan operasi dan pemeliharaan Jalan Tol yang dimiliki oleh HK group
HKA serves as the provider of toll road operation and maintenance services within the HK Group
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) HKI berperan sebagai kontraktor dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Dalam pembangunan JTTS,
HKI menggunakan produk precast dari HKA dan tulangan besi beton dari BS
HKI acts as the contractor for the construction of the Trans-Sumatra Toll Road (JTTS). In the development of JTTS, HKI
utilizes precast products from HKA and reinforcing steel from BS
Hubungan Bisnis Lain yang Relevan [GRI 2-6] Other Relevant Business Relationships [GRI 2-6]
Selain itu, Perseroan juga melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) In addition, the Company also engages in Joint Operations (KSO)
dalam berbagai proyek. Berikut KSO yang dilakukan pada tahun across various projects. The KSOs undertaken in 2025 are as follows.
2025 adalah sebagai berikut.
KERJA SAMA OPERASI PARTNER KSO
JOINT OPERATIONS KSO PARTNERS
Wanam–Muting (Papua Selatan)
PT Nindya Karya, PT Batulicin Beton Asphalt, PT Modern Widya Tehnical
Wanam–Muting (South Papua)
Paket F IKN – KIPP 1B
PT PP (Persero) Tbk
IKN Package F – KIPP 1B
Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II
PT Acset Indonusa Tbk, PT Nindya Karya (Persero)
Probolinggo–Banyuwangi Toll Road Package II
Tol Serang–Panimbang Seksi III
PT Brantas Abipraya, PT Jaya Konstruksi, PT Yasa Patria Perkasa
Serang–Panimbang Toll Road Section III
Perubahan Perusahaan yang Bersifat Significant Changes in the Company’s
Signifikan Pada Organisasi [OJK C.6, GRI 2-6] Organization [OJK C.6, GRI 2-6]
Sepanjang tahun 2025, terdapat perubahan Perseroan yang Throughout 2025, there were significant changes within the
bersifat signifikan. Terdapat perubahan pemegang saham berupa Company. These included changes in shareholding structure,
pengalihan kepemilikan saham dari Republik Indonesia kepada specifically the transfer of ownership of shares of the Government
PT Danantara Asset Management (Persero). of the Republic of Indonesia to PT Danantara Asset Management
(Persero).
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 89
Page 90
Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5, GRI 2-28]
Association Memberships
Hingga akhir tahun 2025, Perseroan memperkuat bisnis dengan As of the end of 2025, the Company has strengthened its business
menjadi anggota di berbagai organisasi. Perseroan tergabung by becoming a member of various organizations. The Company is a
dengan Asosiasi Tol Indonesia (ATI) yang merupakan asosiasi member of the Indonesian Toll Road Association (ATI), which plays
yang memiliki peran dalam proses pembangunan dan layanan a role in the development and operation of toll roads to support
jalan tol guna mewujudkan infrastruktur berkelanjutan dengan sustainable infrastructure with the best services for toll road users.
layanan terbaik bagi pengguna jalan tol. Selain itu, ATI senantiasa In addition, ATI continuously encourages its members to contribute
mendorong kontribusi anggotanya terhadap pembangunan to national infrastructure development while fostering the growth
infrastruktur nasional, sekaligus mengembangkan potensi industri potential of the toll road industry in the private sector. Other
jalan tol di sektor swasta. Adapun asosiasi lainnya sebagai berikut: associations include the following:
Nama Organisasi/Asosiasi Peran Skala
No
Organization/Association Name Role Scale
1 Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Anggota Nasional
Indonesian Toll Road Association (ATI) Member National
2 Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Anggota Nasional
Indonesian Contractors Association (AKI) Member National
3 Himpunan Pengembang Jalan Indonesia Anggota Nasional
Indonesian Road Development Association Member National
4 Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI) Anggota Nasional
Indonesian Construction Safety Experts Association (PAKKI) Member National
5 Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Anggota Nasional
Indonesian Engineers Association (PII) Member National
6 Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Anggota Nasional
Construction Services Development Institute Member National
7 Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia Anggota Nasional
Indonesian Asphalt and Concrete Association Member National
8 Gabungan Perusahaan Nasional Racangbangun Indonesia Anggota Nasional
Indonesian National Construction Companies Association Member National
9 Asosiasi Kontraktor Air Indonesia Anggota Nasional
Indonesian Water Contractors Association Member National
10 Kamar Dagang dan Industri Anggota Nasional
Indonesian Chamber of Commerce and Industry Member National
11 Perkumpulan Afiliasi Konstruksi dan Instalasi Indonesia Anggota Nasional
Indonesian Construction and Installation Affiliation Association Member National
12 Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) Anggota Nasional
Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) Member National
13 Perkumpulan Tenaga Profesional dan Ahli Konstruksi Mandiri (PERPAKOM) Anggota Nasional
Association of Independent Construction Professionals and Experts (PERPAKOM) Member National
14 Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Ramping Indonesia (IAMKRI) Anggota Nasional
Indonesian Lean Construction Management Experts Association (IAMKRI) Member National
PT Hutama Karya (Persero)
90 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
Profil Perusahaan
Company Profile
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 91
Page 92
Penjelasan Direksi
Board of Directors’ Explanation
OJK D.1, GRI 2-22
PT Hutama Karya (Persero)
92 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 93
PT Hutama Karya (Persero) 2025 Sustainability Report 93
Page 94
Penjelasan
Direksi
Board of
Directors’
Explanation
[OJK D.1, GRI 2-22]
Koentjoro
Direktur Utama
President Director
Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat,
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat
dan karunia-Nya, sehingga sepanjang tahun 2025 PT Hutama Karya (Persero)
mampu mencatatkan berbagai pencapaian terkait keberlanjutan yang meliputi
aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan governance.
Dear Shareholders and Stakeholders,
We express our gratitude to God Almighty for His blessings and grace, which
have enabled PT Hutama Karya (Persero) throughout 2025 to record various
achievements related to sustainability, encompassing economic, environmental,
social, and governance aspects.
PT Hutama Karya (Persero)
94 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
Penjelasan Direksi
Board of Directors’ Explanation
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen These awards represent a form of appreciation for the Company’s
Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha secara profesional, commitment to conducting its business activities in a professional
bertanggung jawab, serta berlandaskan prinsip keberlanjutan. and responsible manner, while upholding sustainability principles.
Direksi meyakini bahwa capaian ini tidak terlepas dari kerja keras The Board of Directors believes that these achievements are
seluruh insan Hutama Karya serta dukungan dan kepercayaan yang inseparable from the dedication of all Hutama Karya personnel, as
diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan. well as the support and trust extended by all stakeholders.
Pada kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan berbagai On this occasion, we would like to present the various achievements
capaian dan penghargaan yang diraih sebagai hasil dari komitmen and awards attained as a result of PT Hutama Karya (Persero)’s
PT Hutama Karya (Persero) dalam menerapkan prinsip keberlanjutan commitment to implementing sustainability principles across all
di seluruh kegiatan usaha dan operasional perusahaan. business activities and operational aspects of the Company.
Kebijakan untuk Merespon Tantangan Policies to Address Challenges in the
dalam Pemenuhan Strategi Keberlanjutan Implementation of Sustainability Strategy
Perseroan sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara The Company, as part of a State-Owned Enterprise, plays a role
memiliki peran untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur in continuing infrastructure development in Indonesia as part of
di Indonesia sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda its commitment to supporting the national development agenda,
pembangunan nasional, memperkuat konektivitas antardaerah, strengthening interregional connectivity, improving logistics
meningkatkan efisiensi logistik, serta menghadirkan manfaat efficiency, and delivering broader social and economic benefits
sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Hutama Karya to the community. Hutama Karya, as one of the State-Owned
sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia Enterprises (BUMN) in Indonesia, has adopted the “AKHLAK”
telah mengadopsi Tata Nilai “AKHLAK” (Amanah, Kompeten, core values (Amanah, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai identitas and Collaborative) as its identity and a unifying element of work
dan perekat budaya kerja yang mendukung visi Perseroan dan culture that supports the Company’s vision and the continuous
peningkatan kinerja secara berkelanjutan di Perusahaan BUMN, improvement of performance across State-Owned Enterprises,
Anak Perusahaan, dan Perusahaan Afiliasi Terkonsolidasi. Nilai Subsidiaries, and Consolidated Affiliated Companies. The AKHLAK
AKHLAK yang diimplementasikan Perseroan telah selaras dengan values implemented by the Company are aligned with sustainability
nilai keberlanjutan. Nilai AKHLAK tidak hanya berfungsi sebagai values. These values not only serve as the Company’s identity,
identitas perusahaan, tetapi juga berperan sebagai landasan yang but also function as a foundation that binds the organizational
mengikat budaya kerja di dalam organisasi, yang pada akhirnya work culture, ultimately driving the achievement of sustainable
mendorong terciptanya kinerja yang berkelanjutan. performance.
Dalam menerapkan nilai keberlanjutan, Perseroan menghadapi In implementing sustainability values, the Company faces various
berbagai isu yang berpotensi memengaruhi kinerja dan issues that may affect its performance and business sustainability,
keberlanjutan usaha yaitu fluktuasi harga bahan baku karena including fluctuations in raw material prices due to the impact of the
dampak nilai tukar rupiah serta isu geo-politik. Namun demikian, Rupiah exchange rate as well as geopolitical issues. Nevertheless, in
dalam menghadapi isu tersebut Hutama Karya senantiasa addressing these challenges, Hutama Karya continuously maximizes
memaksimalkan kekuatan dan peluang sekaligus memitigasi its strengths and opportunities while mitigating weaknesses and
kelemahan dan ancaman secara terstruktur, Hutama Karya terus threats in a structured manner. Hutama Karya remains committed
mengharapkan dan mengupayakan kontribusi tetap diberikan pada to ensuring that it continues to contribute to the development of
perkembangan industri dan perekonomian secara keseluruhan di the industry and the overall economy in the future.
masa mendatang
Sebagai langkah nyata Perseroan dalam menerapkan nilai-nilai As a concrete step in implementing sustainability values, the
keberlanjutan, Perseroan memiliki komitmen dalam menerapkan Company is committed to integrating sustainability as part of its
keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis untuk mendukung business strategy to support the achievement of the Sustainable
tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Development Goals (SDGs). The Company consistently supports
Goals/SDGs). Perseroan senantiasa mendukung SDGs 15 Life on SDG 15 Life on Land through the conservation of the Sumatran
Land melalui pelestarian Gajah Sumatra. Perseroan mendukung elephant. In addition, the Company supports SDG 13 Climate Action
SDGs 13 Climate Action melalui penyusunan roadmap penurunan through the development of a greenhouse gas (GHG) emission
emisi gas rumah kaca (GRK) dengan target NZE di tahun 2060. reduction roadmap, targeting Net Zero Emissions (NZE) by 2060.
Perseroan turut mendukung SDGs 3 Good Health and Well-Being The Company also supports SDG 3 Good Health and Well-Being
melalui pengelolaan risiko K3 secara berkelanjutan melalui proses through the continuous management of occupational health
identifikasi bahaya, penilaian tingkat risiko, serta penetapan and safety (OHS) risks by conducting hazard identification, risk
langkah-langkah pengendalian K3 secara rutin. Perseroan assessment, and the regular implementation of OHS control
mendukung SDGs 9 Industry, Innovation and Infrastructure melalui measures. The Company supports SDG 9 Industry, Innovation
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 95
Page 96
aktivitas pembangunan green construction dan bangunan gedung and Infrastructure through green construction activities and the
hijau. Perseroan juga senantiasa mendukung SDGs lainnya yang development of green buildings. The Company also consistently
sejalan dengan aktivitas bisnis Perseroan, serta melalui berbagai supports other SDGs that are aligned with its business activities,
kegiatan TJSL selama tahun berjalan. as well as through various Social and Environmental Responsibility
(TJSL) programs carried out during the year.
Atas komitmen Perseroan dalam menerapkan keberlanjutan di In recognition of the Company’s commitment to implementing
seluruh aktivitas operasionalnya, sepanjang tahun 2025 Perseroan sustainability across all operational activities, throughout 2025
berhasil meningkatkan kinerja aspek ekonomi, lingkungan, the Company successfully improved its performance in economic,
dan sosial. Perseroan berhasil meningkatkan jumlah proyek environmental, and social aspects. The Company increased the
yang diterima menjadi sebesar 339 kontrak di tahun 2025, number of projects secured to 339 contracts in 2025, an increase
meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 277 kontrak. compared to 277 contracts in 2024. In 2025, there was an increase
di tahun 2025, terdapat peningkatan nilai proyek aktif menjadi in the value of active projects to IDR91,700,719 million, compared
sebesar Rp91.700.719 juta meningkat dibandingkan 2024 yang to IDR68,368,248 million in 2024. The Company also increased its
sebesar Rp68.368.248 juta. Perseroan berhasil meningkatkan profit to IDR3,088,583 million, compared to IDR2,766,522 million in
laba perusahaan menjadi sebesar Rp3.088.583 juta, meningkat 2024.
dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp2.766.522 juta.
Di tahun 2025, Perseroan berhasil mengkonsolidasikan data In 2025, the Company successfully consolidated data related to
terkait aspek lingkungan, serta telah menetapkan baseline untuk environmental aspects and established a baseline for measuring
pengukuran energi dan emisi yang dihasilkan. Perseroan berhasil energy consumption and emissions generated. The Company
melaksanakan kegiatan penanaman pohon di tahun 2025 sebanyak carried out tree planting activities totaling 1,600 trees in 2025.
1.600 pohon. Perseroan berhasil meningkatkan biaya lingkungan The Company also increased environmental expenditures to
menjadi sebesar Rp4.791.108.160, meningkat dibandingkan tahun IDR4,791,108,160, compared to IDR3,100,584.25 in 2024.
2024 yang sebesar Rp3.100.584,25.
Perseroan berhasil meningkatkan persentase karyawan The Company increased the percentage of female employees to
perempuan menjadi sebesar 23%, meningkat dibandingkan 23%, compared to 21% in 2024. The Company also increased total
tahun 2024 yang sebesar 21%. Perseroan berhasil meningkatkan employee training hours to 87,572 hours, compared to 83,549 hours
jumlah jam pelatihan karyawan menjadi sebesar 87.572 jam in 2024. Customer satisfaction in construction services improved
menignkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 83.549 jam. to 92.37%, compared to 92.07% in 2024. In addition, employee
Perseroan berhasil meningkatkan kepuasan pelanggan konstruksi satisfaction and engagement increased to 82.42%, compared to
menjadi sebesar 92,37% meningkat dibandingkan tahun 2024 81.67% in 2024.
yang sebesar 92,07%. Perseroan berhasil meningkatkan kepuasan
dan keterikatan karyawan menjadi sebesar 82,42% meningkat
dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 81,67%.
Namun demikian, dalam penerapan Keuangan Berkelanjutan, Nevertheless, in implementing Sustainable Finance, the Company
Perseroan menghadapi sejumlah tantangan yang bersifat jangka faces several challenges in the short, medium, and long term.
pendek, menengah, maupun panjang. Tantangan yang dihadapi These challenges include differences in perspectives and interests
meliputi adanya perbedaan persepsi dan kepentingan antar among stakeholders, particularly in relation to environmental
pemangku kepentingan, khususnya terkait aspek lingkungan dan and social aspects, as well as limitations in the understanding
sosial, serta keterbatasan pemahaman dan kapasitas sumber daya and capacity of human resources in consistently implementing
manusia dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan secara sustainability principles. Furthermore, the complexity of evolving
konsisten. Selanjutnya, kompleksitas standar dan regulasi yang terus standards and regulations, including the introduction of new
berkembang, termasuk dinamika ketentuan baru seperti IFRS S1 provisions such as IFRS S1 and S2, also presents challenges. In
dan S2. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Perseroan secara addressing these challenges, the Company continuously enhances
berkelanjutan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui the capacity of its human resources through training, socialization,
pelatihan, sosialisasi, dan internalisasi prinsip keberlanjutan guna and the internalization of sustainability principles to support the
mendukung pencapaian target keberlanjutan secara berkelanjutan. achievement of sustainability targets on an ongoing basis.
Penerapan Pembangunan Berkelanjutan Implementation of Sustainable Development
Penerapan prinsip keberlanjutan merupakan bagian integral dari The implementation of sustainability principles constitutes an integral
strategi Perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang. Sejalan part of the Company’s strategy in creating long-term value. In line with
dengan komitmen tersebut, Perseroan senantiasa memastikan this commitment, the Company consistently ensures that performance
bahwa kinerja pada aspek ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial across economic, environmental, and social aspects is maintained
PT Hutama Karya (Persero)
96 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
Penjelasan Direksi
Board of Directors’ Explanation
berjalan secara seimbang serta selaras dengan target yang telah in a balanced manner and aligned with the established targets.
ditetapkan. Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil mencapai Throughout 2025, the Company achieved its contract acquisition target
target kontrak yang dihadapi sebesar 113%. Perseroan berhasil at 113%. The Company also achieved its current year profit target at
mencapai target laba tahun berjalan sebesar 382%. Perseroan 382%. Furthermore, the Company achieved the zero fraud target, with
berhasil mencapai target zero fraud dengan tidak adanya insiden no proven incidents of corruption during 2025. The Company also
korupsi yang terbukti selama tahun 2025. Perseroan berhasil achieved the zero fatality target and maintained a Total Recordable
mencapai target zero fatality dan TRIR < 1. Perseroan berhasil Injury Rate (TRIR) of less than 1. The Company successfully achieved
mencapai target 100% atas peningkatan kompetensi seluruh a 100% target in enhancing the competencies of all (100%) ESG PMO
(100%) tim PMO ESG dalam memahami standar pengungkapan team members in understanding sustainability disclosure standards
keberlanjutan berbasis IFRS S1 dan IFRS S2. based on IFRS S1 and IFRS S2.
Perseroan berhasil mencapai target komposisi keberagaman The Company achieved the target composition of diversity with
karyawan dengan realisasi komposisi karyawan laki-laki sebesar actual realization of 77% male and 23% female employees. The
77% dan perempuan 23%. Perseroan berhasil mencapai target Company also achieved the target of a minimum of 70% local
proporsi vendor lokal minimal 70% dengan ketercapaian seluruh vendor proportion, with full achievement (100%) of vendors being
(100%) vendor merupakan pemasok lokal. Perseroan berhasil local suppliers. In addition, the Company achieved the target of
mencapai target 100% vendor diseleksi menggunakan kriteria 100% of vendors being selected using social and environmental
sosial dan lingkungan. criteria.
Komitmen Perseroan dalam menerapkan keberlanjutan di seluruh The Company’s commitment to implementing sustainability across
wilayah operasionalnya juga tercermin dari dicapainya berbagai all operational areas is further reflected in the achievement of
penghargaan keberlanjutan selama tahun 2025 sebagai berikut. various sustainability-related awards throughout 2025, as follows.
1. Anugerah Avirama Nawasena dengan kategori ESG Award yang 1. Anugerah Avirama Nawasena in the ESG Award category
diselenggarakan oleh Lembaga Manajemen Institut Teknologi organized by the School of Business and Management, Institut
Bandung (SBM ITB) tahun 2025 Teknologi Bandung (SBM ITB) in 2025
2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan kategori 2. Occupational Health and Safety (OHS) award in the category of
4.949.590 kerja orang tanpa kecelakaan yang diselenggarakan 4,949,590 safe man-hours without accidents organized by the
oleh Gubernur Jawa Timur tahun 2025 Governor of East Java in 2025
3. TOP CSR of The Year 2025 dengan kategori Special Achievement 3. TOP CSR of The Year 2025 in the Special Achievement for Social
for Social Initiative “Mudik Lebaran" yang diselenggarakan oleh Initiative “Mudik Lebaran” category organized by TRAS N CO
TRAS N CO Indonesia & INFOBRAND.ID Indonesia & INFOBRAND.ID
4. TOP CSR Awards 2025 dengan kategori TOP CSR Award #Star 5 4. TOP CSR Awards 2025 in the TOP CSR Award #Star 5 category
yang diselenggarakan oleh Lembaga Top Business organized by Top Business Institution
5. TOP CSR Awards 2025 dengan kategori TOP Leader on CSR 5. TOP CSR Awards 2025 in the TOP Leader on CSR Commitment
Commitment 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Top 2025 category organized by Top Business Institution
Business
6. TJSL & CSR Awards 2025 dengan kategori Pilar Sosial -#4 Star 6. TJSL & CSR Awards 2025 in the Social Pillar - #4 Star category
yang diselenggarakan oleh BUMN Track organized by BUMN Track
7. TJSL & CSR Awards 2025 dengan kategori Pilar Lingkungan - #5 7. TJSL & CSR Awards 2025 in the Environmental Pillar - #5 Star
Star yang diselenggarakan oleh BUMN Track tahun 2026 category organized by BUMN Track in 2026
8. TJSL & CSR Awards 2025 dengan kategori Pilar Ekonomi - #5 8. TJSL & CSR Awards 2025 in the Economic Pillar - #5 Star category
Star yang diselenggarakan oleh BUMN Track tahun 2026 organized by BUMN Track in 2026
9. 6th Corporate Reputation Awards 2025 dengan kategori 50 9. 6th Corporate Reputation Awards 2025 in the 50 Popular PR
Popular PR Person Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Person Awards 2025 category organized by The Iconomics
Lembaga The Iconomics tahun 2025 Institution in 2025
10. Rekor Indonesia MURI dengan kategori Pengerjaan Proyek 10. Indonesian World Records Museum (MURI) record for the
Jalan Bebas Hambatan Dengan Tingkat Efisiensi Waktu highest time efficiency in toll road construction projects
Tertinggi yang diselenggarakan oleh Museum Rekor Indonesia awarded by the Indonesian World Records Museum in 2025
tahun 2025
11. Sutami Award dalam Acara Hari Bhakti ke-80 dengan kategori 11. Sutami Award at the 80th Bhakti Day event in the category
Penyedia Jasa Terbaik pada kategori Peningkatan Penggunaan of Best Service Provider for Increasing the Use of Domestic
Produk Dalam Negeri pada pembangunan Tol Serang- Products in the construction of the Serang–Panimbang Toll
Panimbang Seksi III yang diselenggarakan oleh Kementerian Road Section III, organized by the Ministry of Public Works in
PU tahun 2025 2025
12. Sutami Award dalam Acara Hari Bhakti ke-80 dengan kategori 12. Sutami Award at the 80th Bhakti Day event in the category of
Mitra Kerja BUMN yang telah berkontribusi selama 80 tahun BUMN Working Partner contributing for 80 years in supporting
mendukung tugas Kementerian PU yang diselenggarakan oleh the duties of the Ministry of Public Works, organized by the
Kementerian PU tahun 2025 Ministry of Public Works in 2025
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 97
Page 98
13. Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 dengan kategori 13. Public Information Disclosure Award 2025 in the State-Owned
KBUMN yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat RI Enterprises category organized by the Central Information
tahun 2025 Commission of the Republic of Indonesia in 2025
14. Sertifikasi "Greenship Existing Building" dengan kategori 14. “Greenship Existing Building” Certification in the Platinum
Platinum yang diselenggarakan oleh World Green Building category organized by the World Green Building Council in 2025
Council tahun 2025
15. Founder’s Honoree The 2025 Going Digital Awards Year in 15. Founder’s Honoree at The 2025 Going Digital Awards in
Infrastructure (YII) dengan kategori Founder’s Honors Category Infrastructure (YII) in the Founder’s Honors category organized
yang diselenggarakan oleh Bentley Systems tahun 2025 by Bentley Systems in 2025
16. Juara 1 BIM ISO 19650 Digital Delivery Leadership Award – The 16. 1st Place BIM ISO 19650 Digital Delivery Leadership Award
6th JKR BIM Day 2025 Malaysia dengan kategori Digital Delivery at The 6th JKR BIM Day 2025 Malaysia in the Digital Delivery
Leadership Award yang diselenggarakan oleh BSI & JKR Leadership Award category organized by BSI & JKR Malaysia in
Malaysia tahun 2025 2025
17. Outstanding Research Award of AAROHAN 3.0 in Global 17. Outstanding Research Award of AAROHAN 3.0 in the Global
Innovation and Technology Summit dengan kategori Innovation and Technology Summit in the Outstanding
Outstanding Research Award yang diselenggarakan oleh Atlas Research Award category organized by Atlas SkillTech in 2025
SkillTech tahun 2025
Strategi Pencapaian Target Target Achievement Strategy
Pengelolaan risiko merupakan bagian integral dalam penerapan Risk management constitutes an integral part of the implementation
keberlanjutan terkait aspek ekonomi, lingkungan dan sosial. of sustainability across economic, environmental, and social
Perseroan telah mengimplementasikan kerangka manajemen risiko aspects. The Company has implemented a risk management
yang mengacu pada standar internasional ISO 31000:2018 serta framework referring to the international standard ISO 31000:2018
memperkuat tata kelola melalui pembentukan Komite Manajemen and strengthened governance through the establishment of
Risiko dan GCG. Dalam aspek tata kelola, risiko utama yang dihadapi the Risk Management and Good Corporate Governance (GCG)
meliputi potensi pelanggaran kode etik, fraud, gratifikasi, benturan Committees. In the governance aspect, the key risks faced include
kepentingan, serta risiko reputasi akibat kelemahan penerapan potential violations of the code of ethics, fraud, gratuities, conflicts
Good Corporate Governance. Untuk memitigasi risiko tersebut, of interest, and reputational risks arising from weaknesses in the
Perseroan melakukan penguatan sistem anti korupsi, anti-fraud, implementation of Good Corporate Governance. To mitigate these
dan anti penyuapan, serta memastikan pengawasan yang berlapis risks, the Company strengthens its anti-corruption, anti-fraud,
melalui komite dan organ tata kelola yang efektif. and anti-bribery systems, and ensures layered oversight through
effective governance committees and organs.
Dalam aspek sosial dan operasional, Perseroan mengidentifikasi In the social and operational aspects, the Company identifies risks
risiko terkait sumber daya manusia, keselamatan dan kesehatan related to human resources, occupational health and safety, work
kerja, kualitas pekerjaan, serta kepatuhan terhadap hak asasi quality, and compliance with human rights. Risks such as high
manusia. Risiko seperti tingginya tingkat turnover dan kesenjangan turnover rates and competency gaps are mitigated through employee
kompetensi dimitigasi melalui program pengembangan karyawan development programs, including the Individual Development
seperti Individual Development Program (IDP), beasiswa pendidikan Program (IDP), advanced education scholarships, and leadership
lanjutan, serta program kepemimpinan. Untuk menjaga programs. To ensure occupational health and safety, the Company
keselamatan dan kesehatan kerja, Perseroan menerapkan Sistem implements an OHS Management System based on ISO 45001,
Manajemen K3 berbasis ISO 45001, termasuk identifikasi bahaya, including hazard identification, risk control, and the strengthening
pengendalian risiko, serta penguatan budaya keselamatan. of safety culture. Meanwhile, risks related to work quality and
Sementara itu, risiko kualitas pekerjaan dan pengadaan dikelola procurement are managed through QA/QC standardization, the use
melalui standarisasi QA/QC, penggunaan vendor terverifikasi, of verified vendors, and the implementation of digital systems such
serta penerapan sistem digital seperti HK SHIELD. Perseroan juga as HK SHIELD. The Company also ensures the protection of human
memastikan perlindungan hak asasi manusia melalui kebijakan rights through a non-discriminatory workplace policy, the provision
lingkungan kerja yang bebas diskriminasi, penyediaan kanal of reporting channels, and the strengthening of diversity, equity,
pelaporan, serta penguatan prinsip diversity, equity, and inclusion. and inclusion principles.
Pada aspek lingkungan hidup, Perseroan menghadapi risiko In the environmental aspect, the Company faces risks related
perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta dampak terhadap to climate change, environmental degradation, and impacts on
keanekaragaman hayati. Untuk itu, Perseroan melakukan berbagai biodiversity. To address these risks, the Company undertakes
upaya mitigasi seperti pelaksanaan climate risk assessment, various mitigation efforts, including conducting climate risk
pengendalian limbah dan emisi, efisiensi penggunaan sumber daya, assessments, controlling waste and emissions, improving resource
serta pengelolaan material berbahaya sesuai regulasi. Selain itu, efficiency, and managing hazardous materials in accordance
PT Hutama Karya (Persero)
98 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
Penjelasan Direksi
Board of Directors’ Explanation
Perseroan juga berperan aktif dalam pelestarian keanekaragaman with applicable regulations. In addition, the Company actively
hayati melalui pembangunan koridor satwa, program revegetasi, contributes to biodiversity conservation through the development
dan rehabilitasi lahan pasca konstruksi. Seluruh proses of wildlife corridors, revegetation programs, and post-construction
pengelolaan risiko tersebut didukung oleh evaluasi berkala oleh land rehabilitation. All risk management processes are supported
Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit guna memastikan by periodic evaluations by the Board of Commissioners, the Board
efektivitas sistem pengendalian internal. Dengan pendekatan yang of Directors, and the Audit Committee to ensure the effectiveness of
terintegrasi ini, Perseroan berupaya menjaga keberlanjutan usaha the internal control system. Through this integrated approach, the
sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku Company strives to maintain business sustainability while creating
kepentingan. long-term value for all stakeholders.
Perseroan memiliki sejumlah kekuatan fundamental yang menjadi The Company possesses a number of fundamental strengths
landasan dalam menciptakan dan memanfaatkan peluang usaha that serve as the foundation for creating and leveraging business
secara berkelanjutan. Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun opportunities in a sustainable manner. With more than 60 years of
di sektor jasa konstruksi, khususnya jalan dan jembatan, serta experience in the construction services sector, particularly in roads
kepemilikan konsesi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang and bridges, as well as ownership of the Trans Sumatra Toll Road
lebih dari 900 km yang memberikan recurring income, Perseroan (JTTS) concession spanning more than 900 km, which generates
didukung oleh ekosistem bisnis yang terintegrasi. Selain itu, rekam recurring income, the Company is supported by an integrated
jejak, reputasi, serta hubungan yang baik dengan pemangku business ecosystem. In addition, its track record, reputation, and
kepentingan, termasuk dukungan pemerintah, menjadi faktor strong relationships with stakeholders, including government
pendukung dalam memperkuat posisi Perseroan di industri. support, serve as key factors in strengthening the Company’s
Perseroan juga memiliki peringkat kredit yang setara dengan position within the industry. The Company also maintains a credit
Republik Indonesia serta akses pendanaan yang kompetitif, rating equivalent to that of the Republic of Indonesia and has access
didukung oleh posisi keuangan yang solid, sehingga memberikan to competitive financing, supported by a solid financial position,
fleksibilitas dalam mengembangkan proyek dan ekspansi usaha. thereby providing flexibility in project development and business
expansion.
Di sisi lain, peluang dan prospek usaha Perseroan tetap terbuka On the other hand, the Company’s business opportunities and
luas seiring dengan tingginya kebutuhan infrastruktur di Indonesia prospects remain widely open in line with the high demand for
sebagai negara berkembang. Pertumbuhan sektor industri infrastructure in Indonesia as a developing country. The growth
dan program hilirisasi yang didorong oleh pemerintah, seperti of the industrial sector and downstreaming programs promoted
pengembangan industri nikel dan petrokimia, turut meningkatkan by the Government, such as the development of the nickel and
permintaan terhadap pembangunan infrastruktur pendukung. petrochemical industries, have further increased demand for
Selain itu, pemanfaatan teknologi konstruksi terkini memberikan supporting infrastructure development. In addition, the adoption of
peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi advanced construction technologies provides opportunities for the
perencanaan serta pelaksanaan proyek. Perseroan juga melihat Company to enhance efficiency and accuracy in project planning
potensi besar dalam menjalin strategic partnership dengan berbagai and execution. The Company also sees significant potential in
pihak, termasuk melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan establishing strategic partnerships with various parties, including
Usaha (KPBU), guna memperluas akses pasar, meningkatkan through the Public-Private Partnership (PPP) scheme, in order to
kapabilitas, serta menciptakan nilai tambah. expand market access, enhance capabilities, and create added
value.
Dalam memanfaatkan peluang tersebut, Perseroan secara aktif In capturing these opportunities, the Company actively optimizes
mengoptimalkan kekuatan internal melalui penguatan kompetensi its internal strengths through strengthening core competencies,
inti, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan inovasi improving service quality, and developing technology-based
berbasis teknologi. Perseroan juga terus memperluas kolaborasi innovations. The Company also continues to expand strategic
strategis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengelola collaborations, enhance operational efficiency, and manage its
portofolio proyek secara selektif dan berkelanjutan. Dengan strategi project portfolio in a selective and sustainable manner. Through
tersebut, Perseroan tidak hanya mampu menangkap peluang yang these strategies, the Company is not only able to seize existing
ada, tetapi juga menciptakan prospek usaha baru yang mendukung opportunities but also to create new business prospects that
pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis. support long-term growth and business sustainability.
Perseroan senantiasa mencermati dinamika faktor eksternal, The Company continuously monitors the dynamics of external
baik dari aspek ekonomi, lingkungan hidup, maupun sosial, factors, including economic, environmental, and social aspects,
yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan usaha. Kondisi that may affect business sustainability. Global economic conditions
perekonomian global pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan in 2025 indicate relatively moderate yet resilient growth amid
yang relatif moderat namun tetap resilien di tengah berbagai various external challenges. Based on the International Monetary
tantangan eksternal. Berdasarkan publikasi International Monetary Fund’s World Economic Outlook publication, global economic
Fund dalam World Economic Outlook, pertumbuhan ekonomi growth was recorded at approximately 3.1%, slightly slowing
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 99
Page 100
global tercatat sekitar 3,1%, sedikit melambat dibandingkan tahun compared to the previous year. This deceleration was influenced
sebelumnya. Perlambatan ini dipengaruhi oleh kebijakan moneter by tight monetary policies, trade fragmentation, and geopolitical
ketat, fragmentasi perdagangan, serta ketidakpastian geopolitik. uncertainties. Nevertheless, the downward trend in global inflation
Meskipun demikian, tren penurunan inflasi global menjadi to approximately 4.2% indicates a degree of economic stabilization.
sekitar 4,2% memberikan indikasi stabilisasi ekonomi. Situasi ini This situation affects the Company’s sustainability, particularly in
berdampak pada keberlanjutan Perseroan, khususnya dalam hal terms of input cost volatility, supply chain dynamics, and project
volatilitas biaya input, rantai pasok, serta dinamika pembiayaan financing conditions, thereby requiring adaptive strategies and
proyek yang memerlukan strategi adaptif dan pengelolaan risiko more prudent risk management.
yang lebih cermat.
Di tingkat nasional, perekonomian Indonesia pada tahun 2025 At the national level, Indonesia’s economy in 2025 demonstrated
menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan sebesar solid performance, with growth of 5.11% (yoy) as reported by
5,11% (yoy) sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Statistics Indonesia (Badan Pusat Statistik). This growth was driven
Pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya konsumsi domestik by strong domestic consumption and investment, supported by a
dan investasi, serta didukung oleh struktur ekonomi yang cukup relatively resilient economic structure. National economic stability
resilien. Stabilitas ekonomi nasional memberikan peluang bagi provides opportunities for the Company to maintain business
Perseroan untuk menjaga kesinambungan usaha, terutama melalui continuity, particularly through increased demand for infrastructure
peningkatan permintaan terhadap pembangunan infrastruktur. development. However, external dynamics continue to have
Namun demikian, dinamika eksternal tetap berpotensi the potential to affect purchasing power, financing costs, and
memengaruhi daya beli, biaya pendanaan, serta keberlanjutan project sustainability, thereby requiring prudent and sustainable
proyek, sehingga memerlukan pengelolaan yang prudent dan management.
berkelanjutan.
Dari sisi industri, sektor infrastruktur menunjukkan kinerja yang From an industry perspective, the infrastructure sector
kuat sejalan dengan percepatan belanja pemerintah, khususnya demonstrated strong performance in line with the acceleration
melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan of government spending, particularly through programs of the
Rakyat. Tingginya realisasi anggaran serta peningkatan capaian Ministry of Public Works and Housing. High budget realization
pembangunan fisik mendorong pertumbuhan sektor konstruksi and improved physical development achievements have driven
yang berkontribusi signifikan terhadap PDB nasional. Kondisi ini growth in the construction sector, which contributes significantly to
memberikan peluang strategis bagi Perseroan untuk memperluas national GDP. This condition provides strategic opportunities for the
portofolio proyek dan meningkatkan kinerja operasional. Di sisi Company to expand its project portfolio and enhance operational
lain, peningkatan aktivitas industri juga diiringi dengan tantangan performance. On the other hand, the increase in industry activity
seperti kebutuhan efisiensi sumber daya, pengelolaan dampak is accompanied by challenges such as the need for resource
lingkungan, serta pemenuhan standar keselamatan dan kualitas efficiency, environmental impact management, and compliance
yang semakin tinggi. with increasingly stringent safety and quality standards.
Perseroan juga mendapati hal-hal yang berpengaruh signifikan The Company also identified several factors that significantly
terhadap kelangsungan usaha (going concern) pada tahun 2025 affected its going concern in 2025, including an imbalance between
antara lain ketidakseimbangan antara pertumbuhan bisnis business growth and risk capacity and risk appetite, weaknesses in
dengan kapasitas dan selera risiko (risk capacity dan risk appetite), risk governance, and strategic decision-making that has not been
kelemahan tata kelola risiko, serta pengambilan keputusan strategis fully based on balanced risk–reward principles. In addition, the
yang belum sepenuhnya berbasis prinsip keseimbangan risk– integration of risk management into business planning and risk-
reward. Selain itu, integrasi manajemen risiko dalam perencanaan based RKAP has not been fully optimized. Other significant factors
bisnis dan RKAP berbasis risiko juga belum optimal. Faktor signifikan include the potential failure of projects and strategic investments,
lainnya mencakup potensi kegagalan proyek dan investasi strategis, inaccuracies in planning assumptions that are not yet fully based on
ketidakakuratan asumsi perencanaan yang belum sepenuhnya reliable market data, and limited implementation of stress testing
berbasis data pasar yang andal, serta keterbatasan penerapan stress and scenario analysis in addressing uncertainties. These conditions
testing dan scenario analysis dalam menghadapi ketidakpastian. may exert pressure on liquidity and disrupt cash flow sustainability,
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan likuiditas dan which could ultimately affect the Company’s operational and
mengganggu keberlanjutan arus kas, yang pada akhirnya dapat financial stability.
memengaruhi stabilitas operasional dan keuangan Perseroan.
Di sisi lain, risiko terhadap kelangsungan usaha juga dipengaruhi On the other hand, risks to going concern are also influenced by
oleh tingkat resiliensi operasional dan kesiapsiagaan krisis yang the level of operational resilience and crisis preparedness, which
masih perlu diperkuat, termasuk melalui optimalisasi implementasi still require strengthening, including through the optimization
dan pengujian business continuity plan, disaster recovery plan, of the implementation and testing of business continuity plans,
contingency plan, serta crisis management protocol. Tantangan disaster recovery plans, contingency plans, and crisis management
lainnya mencakup potensi ketidakpatuhan terhadap regulasi dan protocols. Additional challenges include potential non-compliance
PT Hutama Karya (Persero)
100 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
Penjelasan Direksi
Board of Directors’ Explanation
kebijakan tata kelola, penguatan risk governance dan risk culture, with regulations and governance policies, the need to strengthen
serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang risk governance and risk culture, and to enhance human resource
manajemen risiko. Secara khusus, belum optimalnya implementasi capacity in risk management. In particular, the suboptimal
risk aggregation dan tata kelola terintegrasi antar entitas usaha implementation of risk aggregation and integrated governance
berpotensi menimbulkan blind spot risiko dan contagion risk across business entities may give rise to risk blind spots and
dalam lingkup grup. Sebagai respons, Perseroan telah menyusun contagion risks within the group. In response, the Company
contingency plan berdasarkan Aspirasi Pemegang Saham (APS) has developed a contingency plan based on the Shareholders’
Tahun 2024 serta melakukan identifikasi dan asesmen risiko melalui Aspiration (APS) 2024 and conducted risk identification and
Business Impact Analysis (BIA) guna memastikan kesiapan dalam assessment through Business Impact Analysis (BIA) to ensure
merespons potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap preparedness in responding to potential disruptions that may affect
keberlanjutan usaha secara menyeluruh. overall business sustainability.
Selain faktor ekonomi, aspek lingkungan hidup dan sosial juga In addition to economic factors, environmental and social
menjadi faktor eksternal yang semakin memengaruhi keberlanjutan aspects have increasingly become external factors influencing the
Perseroan. Isu perubahan iklim, tuntutan pengurangan emisi Company’s sustainability. Climate change issues, demands for
gas rumah kaca, serta peningkatan ekspektasi pemangku greenhouse gas emission reductions, and increasing stakeholder
kepentingan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab expectations for responsible business practices require the
menuntut Perseroan untuk terus memperkuat penerapan prinsip Company to continuously strengthen the implementation of
keberlanjutan. Di sisi sosial, kebutuhan akan pembangunan sustainability principles. From a social perspective, the need for
infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan, serta pengelolaan inclusive and sustainable infrastructure development, as well as the
hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, management of relationships with communities and stakeholders,
menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan constitutes an important factor in maintaining operational
operasional. Dengan mempertimbangkan seluruh faktor eksternal continuity. By considering all these external factors, the Company
tersebut, Perseroan terus berupaya meningkatkan ketahanan continues to enhance its business resilience through adaptive,
bisnis melalui strategi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada innovative, and long-term sustainability-oriented strategiesbisnis.
keberlanjutan jangka panjang.
Apresiasi Appreciation
Seluruh capaian dan keberhasilan yang diraih Perseroan sepanjang All achievements and successes attained by the Company
tahun 2025 merupakan hasil dari kepercayaan, dukungan, serta throughout 2025 are the result of the trust, support, and continuous
kerja sama yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. collaboration of all stakeholders. Such support serves as an
Dukungan tersebut menjadi landasan penting bagi Perseroan important foundation for the Company to further strengthen its
untuk terus memperkuat kinerja perusahaan, menjaga penerapan performance, uphold the implementation of good governance, and
tata kelola yang baik, serta menghadirkan nilai tambah yang deliver sustainable added value to society, the environment, and
berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan national infrastructure development.
infrastruktur nasional.
Ke depannya, Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat Going forward, the Company is committed to further strengthening
sinergi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan synergy with stakeholders to ensure that the implementation
implementasi prinsip keberlanjutan berjalan secara konsisten dan of sustainability principles is carried out consistently and in a
terukur. Dengan dukungan tersebut, Perseroan berharap dapat measurable manner. With such support, the Company expects to
terus memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan continue making greater contributions to sustainable infrastructure
infrastruktur yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan development and to fostering national economic growth.
ekonomi nasional.
Jakarta, 30 April 2026
Jakarta, April 30, 2026
Koentjoro
Direktur Utama
President Director
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 101
Page 102
Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan [GRI 2-14]
Responsibility for the Sustainability Report
Kami yang bertandatangan di bawah ini telah meninjau dan menyetujui semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan
PT Hutama Karya (Persero) Tahun Buku 2025, termasuk di dalamnya informasi terkait topik material Perseroan. Kami bertanggung
jawab penuh atas kebenaran isi laporan telah sesuai dengan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan publik, dan Consolidated Set of GRI Standards.
Jakarta, 30 April 2026
DIREKSI
Board of Directors
Koentjoro
Direktur Utama
President Director
Sugeng Rochadi Eka Setya Adrianto Muhammad Fauzan
Wakil Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Human Capital & Legal
Vice President Director Director of Finance Director of Human Capital & Legal
Gunadi Mardiansyah
Direktur Operasi I Direktur Operasi II
Director of Operations I Director of Operations II
Fatma Dewi Setyowati Iwan Hermawan
Direktur Manajemen Risiko Direktur Operasi III
Director of Risk Management Director of Operations III
PT Hutama Karya (Persero)
102 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
Penjelasan Direksi
Board of Directors’ Explanation
We, the undersigned, have reviewed and approved all information contained in the Sustainability Report of PT Hutama Karya (Persero)
for the 2025 Financial Year, including information related to the Company’s material topics. We are fully responsible for the accuracy
of the contents of this report, which have been prepared in accordance with OJK Regulation No. 51/POJK.03/2017 concerning the
Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies, and Consolidated Set of
GRI Standards.
Jakarta, April 30, 2026
DEWAN KOMISARIS
Board of Commissioners
Denny Abdi
Komisaris Utama
President Commissioner
R. Wahyu Muryadi Siti Jamaliah Lubis
Komisaris Independen Komisaris Independen
Independent Commissioner Independent Commissioner
Mudanto Hatta Essy Asiah
Komisaris Independen Komisaris
Independent Commissioner Commissioner
Mukri
Komisaris
Commissioner
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 103
Page 104
PT Hutama Karya (Persero) 104 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
Tata Kelola
Keberlanjutan
Sustainability Governance
[OJK E]
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 105
Page 106
Struktur dan Komposisi Tata Kelola [GRI 2-9, GRI 2-11]
Governance Structure and Composition
Tata kelola Hutama Karya merujuk pada Undang-Undang No. 40 Hutama Karya’s governance refers to Law No. 40 of 2007 concerning
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, terdiri atas Rapat Umum Limited Liability Companies and consists of the General Meeting of
Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ tata kelola tertinggi, Shareholders (GMS) as the highest governance body, the Board of
Direksi sebagai pengurus Perseroan, dan Dewan Komisaris sebagai Directors as the management body of the Company, and the Board of
pengawas atas aktivitas pengelolaan yang dilaksanakan oleh Commissioners as the supervisory body overseeing the management
Direksi. Perseroan juga telah membentuk organ pendukung Dewan activities carried out by the Board of Directors. The Company has also
Komisaris yang meliputi Komite Audit, Komite Manajemen Risiko established supporting organs under the Board of Commissioners,
dan GCG, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Tata Kelola including the Audit Committee, Risk Management and GCG Committee,
Terintegrasi, dan Sekretaris Dewan Komisaris. Sedangkan, organ Nomination and Remuneration Committee, Integrated Governance
pendukung di bawah Direksi meliputi Komite Risiko Investasi, Committee, and the Board of Commissioners’ Secretary. Meanwhile,
Komite Risiko Konstruksi, Komite KPI, Komite TJSL, Komite Sanksi, supporting organs under the Board of Directors include the Investment
Komite Talenta, Komite Pelindungan Data Pribadi, Komite Pengarah Risk Committee, Construction Risk Committee, KPI Committee, TJSL
TI, Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawasan Intern, Divisi Sistem Committee, Sanctions Committee, Talent Committee, Personal Data
& Kepatuhan, dan Divisi Pengelolaan Risiko. Dalam penentuan Protection Committee, IT Steering Committee, Corporate Secretary,
komposisi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Perseroan Internal Audit Unit, Systems & Compliance Division, and Risk
mempertimbangkan keberagaman latar belakang meliputi Management Division. In determining the composition of the members
keahlian, pengetahuan, dan pengalaman anggota Dewan Komisaris of the Board of Commissioners and the Board of Directors, the
dalam bidang operasi Perseroan sebagaimana diatur dalam Company takes into consideration diversity of background, including
Pedoman dan Tata Tertib Dewan Komisaris yang telah diperbarui the expertise, knowledge, and experience of the members of the Board
pada tanggal 22 Desember 2025. of Commissioners in the Company’s business operations, as stipulated
in the Board of Commissioners Charter and Rules of Conduct, which
were updated on 22 December 2025.
PT Hutama Karya (Persero)
106 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Berikut struktur tata kelola Hutama Karya. The following is Hutama Karya’s governance structure.
Rapat Umum Pemegang Saham
General Meeting of Shareholders
Dewan Komisaris Direksi
Board of Commissioners Board of Directors
Sekretaris Dewan Komisaris Komite Risiko Investasi Sekretaris Perusahaan Auditor Eksternal
Secretary of Board of Komite Audit (Independen)
Audit Committee Investment Risk Committee Corporate Secretary
Commissioners External Auditor (Independent)
Komite Manajemen Risiko Komite Risiko Konstruksi Satuan Pengawasan Intern
dan GCG Construction Risk Committee Internal Audit Unit
Risk Management and GCG
Committee
Komite KPI Divisi Pengelolaan Risiko,
Komite Nominasi dan KPI Committee Sistem & Kepatuhan
Remunerasi Risk Management, Systems &
Nomination and Compliance Division.
Remuneration Committee Komite Keberlanjutan
TJSL Committee
Komite Tata Kelola Satuan Kerja Lainnya
Terintegrasi
Integrated Governance Other Organizational Units.
Komite Sanksi
Committee Sanctions Committee
Komite Talenta
Talent Committee
Komite Pelindungan Data
Pribadi
Personal Data Protection
Committee
Komite Pengarah TI
IT Steering Committee
Profil Dewan Komisaris dan Direksi yang meliputi independensi, The profiles of the Board of Commissioners and the Board of
masa jabatan, jumlah posisi dan komitmen signifikansi lainnya, Directors, including independence, tenure, number of positions and
jenis kelamin, dan kompetensi telah disajikan pada bab Profil other significant commitments, gender, and competencies, have
Perusahaan dalam Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025. been presented in the Company Profile section of Hutama Karya’s
2025 Annual Report.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 107
Page 108
Kode Etik
Code of Conduct
Hutama Karya telah memiliki kode etik Pedoman Etika Kerja dan Hutama Karya has established a Code of Conduct, namely the
Etika Bisnis (Code of Conduct). Pedoman Etika Kerja dan Etika Bisnis Work Ethics and Business Ethics Guidelines. The Work Ethics and
(Code of Conduct) adalah sekumpulan komitmen yang terdiri dari Business Ethics Guidelines (Code of Conduct) constitute a set of
Etika Bisnis dan Etika Perilaku yang disusun untuk mempengaruhi, commitments comprising Business Ethics and Behavioral Ethics
membentuk, mengatur, dan melakukan kesesuaian tingkah laku designed to influence, shape, regulate, and align conduct to achieve
sehingga tercapai keluaran yang konsisten yang sesuai dengan consistent outcomes in accordance with the Company’s culture in
budaya Perusahaan dalam mencapai visi dan misinya. Pedoman fulfilling its vision and mission. The Work Ethics and Business Ethics
Etika Kerja dan Etika Bisnis (Code of Conduct) merupakan bagian Guidelines (Code of Conduct) form part of the implementation of
dari pelaksanaan GCG di Perusahaan yang menjadi acuan dalam Good Corporate Governance (GCG) within the Company and serve as
menjalankan kegiatan usahanya termasuk dalam interaksi dengan a reference in conducting business activities, including interactions
pemangku kepentingan (Stakeholders) yang didasarkan pada nilai- with stakeholders, based on moral values and ethical business
nilai moral dan standar etika berusaha. Kode etik ini ditandatangani standards. This Code of Conduct has been signed by all members
oleh seluruh Dewan Komisaris dan Direksi dan berlaku untuk of the Board of Commissioners and the Board of Directors and
seluruh insan Hutama Karya, anak perusahaan dan afiliasi, applies to all Hutama Karya personnel, subsidiaries and affiliates,
pemegang saham, serta pemangku kepentingan yang terlibat shareholders, as well as stakeholders involved in the Company’s
dalam aktivitas bisnis perusahaan. business activities.
Adapun pokok-pokok etika kerja dan etika bisnis dalam The key principles of work ethics and business ethics in relation to
berhubungan dengan stakeholder mencakup kepedulian terhadap stakeholders include concern for employee interests, ethical conduct
kepentingan karyawan, etika dengan stakeholders, pelindungan with stakeholders, protection of Company assets and information,
aset dan informasi perusahaan, larangan praktik monopoli dan prohibition of monopolistic practices and unfair business
persaingan usaha tidak sehat, dan anti fraud dan tindakan anti competition, as well as anti-fraud and anti-money laundering
pencucian uang. Penjelasan tentang Etika Kerja dan Etika Bisnis practices. Further details regarding the Work Ethics and Business
(Code of Conduct) telah disampaikan dalam bab Tata Kelola Ethics Guidelines (Code of Conduct) are presented in the Corporate
Perusahaan pada Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025. Governance section of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.
Conflict of Interest [GRI 2-15]
Conflict of Interest
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Hutama Karya In carrying out its business activities, Hutama Karya is committed to
berkomitmen untuk mencegah dan menghindari segala bentuk preventing and avoiding all forms of conflict of interest at every level of
benturan kepentingan (conflict of interest) di seluruh tingkatan the organization, from the Board of Directors, Board of Commissioners,
organisasi, mulai dari Direksi, Dewan Komisaris, hingga jajaran to management levels. In accordance with the provisions of Financial
manajemen. Sesuai ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Services Authority Regulation (OJK) No. 42/POJK.04/2020 concerning
Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Afiliasi dan Affiliated Transactions and Conflict of Interest Transactions, a conflict
Transaksi Benturan Kepentingan, Benturan Kepentingan adalah of interest is defined as a difference between the economic interests
perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka of a public company and the personal economic interests of members
dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota of the Board of Directors, members of the Board of Commissioners,
Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau Pengendali yang Majority Shareholders, or Controlling Shareholders that may cause
dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud. harm to the public company concerned.
PENGELOLAAN BENTURAN KEPENTINGAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS CONFLICT OF INTEREST MANAGEMENT
1. Organ Direksi harus menghindari terjadinya dominasi oleh 1. The Board of Directors shall avoid domination by any party,
pihak manapun, tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu, remain independent from specific interests, and be free from
bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan conflicts of interest and any influence or pressure, so that
dari segala pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan decision-making can be conducted objectively.
keputusan dapat dilakukan secara obyektif.
PT Hutama Karya (Persero)
108 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
2. Kebijakan Direksi terkait potensi benturan kepentingan yang 2. The Board of Directors’ policy regarding potential conflicts of
menyangkut dirinya adalah sebagai berikut: interest involving its members is as follows:
a. Benturan kepentingan yang dimaksud adalah keadaan a. A conflict of interest is defined as a situation where there is
dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis a conflict between the Company’s economic interests and
perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi angggota the personal economic interests of a member of the Board
Direksi Perusahaan; of Directors;
b. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, anggota b. In carrying out their duties and responsibilities, members
Direksi Perusahaan harus senantiasa mendahulukan of the Board of Directors must always prioritize the
kepentingan ekonomis perusahaan diatas kepentingan Company’s economic interests over personal, family, or
ekonomis pribadi atau keluarga, maupun pihak lainnya; other parties’ interests;
c. Anggota Direksi Perusahaan dilarang menyalahgunakan c. Members of the Board of Directors are prohibited from
jabatan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi, abusing their position for personal gain or for the benefit of
keluarga dan pihak-pihak lain secara langsung maupun their family or other parties, directly or indirectly, outside
tidak langsung dari kegiatan Perusahan selain penghasilan of legitimate remuneration from the Company;
yang sah;
d. Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang d In discussions and decision-making processes involving
mengandung unsur benturan kepentingan, pihak yang conflicts of interest, the concerned party is not permitted
bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta; to participate;
e. Setiap anggota Direksi Perusahaan yang memiliki e. Each Director with decision-making authority is required
wewenang pengambilan keputusan diharuskan setiap to annually declare the absence of conflicts of interest in
tahun membuat pernyataan tidak memiliki benturan relation to every decision made and confirm compliance
kepentingan terhadap setiap keputusan yang telah dibuat with the Company’s code of conduct.
olehnya dan telah melaksanakan pedoman perilaku yang
ditetapkan oleh Perusahaan;
3. Direksi menetapkan kebijakan tentang mekanisme bagi 3. The Board of Directors establishes policies and mechanisms
Direksi dan penjabat struktural untuk mencegah pengambilan for Directors and structural officials to prevent personal gain
keuntungan pribadi dan pihak lainnya disebabkan benturan arising from conflicts of interest:
kepentingan.
a. Menyusun mekanisme untuk mencegah pengambilan a. Developing mechanisms to prevent personal gain by
keuntungan pribadi Direksi dan penjabat struktural Directors and structural officers arising from conflicts of
Perusahaan yang disebabkan benturan kepentingan. interest;
b. Melaksanakan sosialisasi kebijakan tentang mekanisme b. Conducting socialization of policies regarding mechanisms
untuk mencegah pengambilan keuntungan pribadi bagi to prevent personal gain due to conflicts of interest;
Direksi dan penjabat struktural Perusahaan.
c. Membuat surat pernyataan Direksi tidak memiliki benturan c. Issuing a statement letter declaring the absence of conflicts
kepentingan antara kepentingan pribadi/keluarga, jabatan of interest between personal/family interests, other
lain, atau golongan dengan kepentingan Perusahaan pada positions, or affiliations and the Company’s interests, at the
awal pengangkatan yang diperbaharui setiap awal tahun. time of appointment and updated annually.
4. Direksi menerapkan kebijakan untuk mencegah benturan 4. The Board of Directors implements policies to prevent conflicts
kepentingan. of interest:
a. Direksi menyampaikan laporan kepemilikan Saham a. Reporting share ownership in other companies to the
pada Perusahaan lainnya kepada Perusahaan (Sekretaris Company (Corporate Secretary) for recording in a special
Perusahaan) untuk dicatat dalam daftar khusus. register;
b. Direksi menandatangani Pakta Integritas yang dilampirkan b. Signing an Integrity Pact attached to proposals for Board
dalam Usulan Tindakan Direksi yang harus mendapatkan of Directors actions requiring approval from the Board of
persetujuan dari Dewan Komisaris dan/atau rekomendasi Commissioners and/or recommendation and approval
dari Dewan Komisaris dan persetujuan RUPS. from the GMS;
c. Direksi menghindari pengambilan keputusan transaksional c. Avoiding transactional decision-making that contains
yang mengandung benturan kepentingan, meliputi: conflicts of interest, including:
• Transaksi kesempatan Perusahaan (corporate • Corporate opportunity transactions;
opportunity);
• Transaksi dengan Perusahaan yang bersangkutan, • Transactions with the Company involving Directors
baik yang di laksanakan oleh Direksi pribadi atau personally or indirectly through family members or
secara tidak langsung oleh Direksi melalui anggota close relatives (self-dealing);
keluarganya atau keluarga dekatnya (sell dealing).
• Transaksi yang mengandung benturan kepentingan • Transactions involving conflicts of interest;
(conflict of interest).
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 109
Page 110
• Transaksi yang di bantu oleh orang dalam (insider • Transactions involving insider information.
information).
5. Anggota Direksi tidak berwenang mewakili Perseroan apabila: 5. Members of the Board of Directors are not authorized to
represent the Company if:
a. Terjadi perkara di depan pengadilan antara Perseroan a. There is a legal dispute before a court between the
dengan anggota Direksi yang bersangkutan; atau Company and the concerned Director; or
b. Anggota Direksi yang bersangkutan mempunyai benturan b. The Director has a conflict of interest with the Company.
kepentingan dengan Perseroan.
6. Dalam hal terdapat keadaan sebagaimana dimaksud, yang 6. In such cases, the Company shall be represented by:
berhak mewakili Perseroan adalah:
a. Anggota Direksi lainnya yang tidak mempunyai benturan a. Other Directors without conflicts of interest, appointed by
kepentingan dengan Perseroan yang ditunjuk oleh anggota non-conflicted Directors;
Direksi lain yang tidak mempunyai benturan kepentingan.
b. Dewan Komisaris dalam hal seluruh anggota Direksi b. The Board of Commissioners, if all Directors have conflicts
mempunyai benturan kepentingan dengan Perseroan. of interest;
c. Pihak lain yang ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang c. Other parties appointed by the General Meeting of
Saham dalam hal seluruh anggota Direksi atau Dewan Shareholders (GMS) if all Directors and/or Commissioners
Komisaris mempunyai benturan kepentingan dengan have conflicts of interest.
Perseroan.
7. Dalam hal seluruh anggota Direksi mempunyai benturan 7. If all members of the Board of Directors have conflicts of interest
kepentingan dengan Perseroan dan tidak ada satupun anggota and no Board of Commissioners exists, the Company shall be
Dewan Komisaris, maka Perseroan diwakili oleh pihak lain yang represented by other parties appointed by the General Meeting
ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang Saham. of Shareholders.
PENGELOLAAN BENTURAN KEPENTINGAN DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS CONFLICT OF INTEREST MANAGEMENT
1. Organ Dewan Komisaris harus menghindari terjadinya dominasi 1. The Board of Commissioners shall avoid domination by any
oleh pihak manapun, tidak terpengaruh oleh kepentingan party, remain free from specific interests, be independent from
tertentu, bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) any influence or pressure, and be free from conflicts of interest,
dan dari segala pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan so that decision-making can be conducted objectively.
keputusan dapat dilakukan secara obyektif.
2. Kebijakan Dewan Komisaris terkait potensi benturan 2. The Board of Commissioners’ policy regarding potential
kepentingan yang menyangkut dirinya adalah sebagai berikut: conflicts of interest involving its members is as follows:
a. Benturan kepentingan yang dimaksud adalah keadaan a. A conflict of interest is defined as a situation where there is
dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis a conflict between the Company’s economic interests and
perusahaan Dewan Komisaris perusahaan. the personal economic interests of members of the Board
of Commissioners;
b. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, anggota b. In carrying out their duties and responsibilities, members
Dewan Komisaris perusahaan harus senantiasa of the Board of Commissioners must always prioritize the
mendahulukan kepentingan ekonomis perusahaan diatas Company’s economic interests over personal, family, or
kepentingan ekonomis pribadi atau keluarga, maupun other parties’ interests;
pihak lainnya.
c. Anggota Dewan Komisaris perusahaan dilarang c. Members of the Board of Commissioners are prohibited
menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan atau from abusing their position for personal gain or for the
keuntungan pribadi, keluarga dan pihak-pihak lain. benefit of their family or other parties;
d. Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang d. In discussions and decision-making involving conflicts of
mengandung unsur benturan kepentingan, pihak yang interest, the concerned party is not permitted to participate;
bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta.
e. Setiap anggota Dewan Komisaris perusahaan yang e. Each Commissioner with decision-making authority is
memiliki wewenang pengambilan keputusan diharuskan required to annually declare the absence of conflicts of
setiap tahun membuat pernyataan tidak memiliki benturan interest in relation to decisions made and compliance with
kepentingan terhadap setiap keputusan yang telah dibuat the Company’s code of conduct.
olehnya dan telah melaksanakan pedoman perilaku yang
ditetapkan oleh perusahaan.
PT Hutama Karya (Persero)
110 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
3. Dewan Komisaris menandatangani pernyataan tidak memiliki 3. The Board of Commissioners signs a declaration of no conflict
benturan kepentingan dan menyatakan secara tertulis hal-hal of interest and discloses in writing any matters that may
yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan terhadap potentially create conflicts of interest, and submits them to the
dirinya dan menyampaikannya kepada RUPS, meliputi: GMS, including:
a. Adanya surat pernyataan Dewan Komisaris tidak memiliki a. A statement of no conflict of interest at the time of
benturan kepentingan pada awal pengangkatan yang appointment, updated annually;
diperbaharui setiap awal tahun.
b. Pernyataan tahunan dapat dilaksanakan dengan b. Annual statements may be included as an attachment or
menambahkan pernyataan tersebut sebagai lampiran atau part of the Management Contract or Work and Budget Plan
bagian dari Kontrak Manajemen atau Rencana Kerja dan (RKA) of the Board of Commissioners;
Anggaran (RKA) Dewan Komisaris.
c. Bila dalam periode pelaksanaan tugasnya, Dewan c. If during the execution of duties a potential conflict of
Komisaris mengalami (potensi) benturan kepentingan interest arises, the Commissioner shall issue a written
terdapat surat pernyataan Dewan Komisaris mengenai hal statement and submit it to the shareholders;
tersebut dan disampaikan kepada pemegang saham.
d. Dewan Komisaris membuat Pakta lntegritas yang d. The Board of Commissioners signs an Integrity Pact
dilampirkan dalam usulan tindakan Direksi yang harus attached to Board of Directors action proposals requiring
mendapatkan rekomendasi dari Dewan Komisaris dan recommendation from the Board of Commissioners and
persetujuan RUPS. approval from the GMS.
4. Dewan Komisaris melaporkan kepada Perusahaan (Sekretaris 4. The Board of Commissioners reports to the Company (Corporate
Perusahaan) untuk dicatat dalam Daftar Khusus mengenai Secretary) for recording in a special register regarding share
kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada Perusahaan ownership by themselves and/or their families in the Company
dan Perusahaan lain. and other companies.
5. Dewan Komisaris memantau dan mengelola potensi benturan 5. The Board of Commissioners monitors and manages potential
kepentingan manajemen, anggota Direksi, Dewan Komisaris conflicts of interest involving management, members of
dan pemegang saham, termasuk penyalahgunaan aset the Board of Directors, the Board of Commissioners, and
korporasi dan penyalahgunaan dalam transaksi pihak berelasi. shareholders, including misuse of corporate assets and
Komisaris yang memiliki benturan kepentingan tidak turut related-party transactions. Commissioners who have a conflict
serta dalam pemantauan dan pengambilan keputusan atas of interest shall not participate in monitoring and decision-
potensi benturan kepentingan yang melibatkan Komisaris atau making related to such matters.
afiliasi Komisaris yang bersangkutan.
Pada tahun 2025, tidak terdapat hubungan afiliasi yang In 2025, there were no affiliated relationships involving conflicts of
mengandung benturan kepentingan antara Dewan Komisaris interest between members of the Board of Commissioners and the
dan Direksi (hubungan keuangan, keluarga dan kepengurusan) Board of Directors (financial, familial, or managerial relationships)
dengan anggota Dewan Komisaris dan Direksi lainnya serta dengan with other members of the Board of Commissioners and the
Pemegang Saham Pengendali. Pemegang saham utama dan Board of Directors, as well as with the Controlling Shareholder.
pengendali Perseroan adalah 100% Negara Republik Indonesia. The Company’s principal and controlling shareholder is 100% the
Government of the Republic of Indonesia.
Oleh karenanya, tidak terdapat pemegang saham pengendali Therefore, there is no individual controlling shareholder,
individu baik langsung maupun tidak langsung. Informasi terkait either directly or indirectly. Information regarding cross-board
keanggotaan lintas Dewan, lintas saham dengan pemasok dan membership, cross-shareholding with suppliers and other
pemangku kepentingan lainnya, keberadaan pemegang saham stakeholders, and the presence of controlling shareholders among
pengendali anggota Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah members of the Board of Commissioners, Sharia Supervisory Board,
dan Direksi telah disampaikan pada bab Profil Perusahaan Laporan and Board of Directors has been presented in the Company Profile
Tahunan Hutama Karya tahun 2025. section of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 111
Page 112
Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-10]
Nomination and Selection of the Board of Commissioners and
the Board Of Directors
Dalam rangka mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik In order to realize good corporate governance, the Company is
(good corporate governance), Perseroan senantiasa berkomitmen committed to implementing a transparent, accountable, and
untuk melaksanakan proses nominasi anggota Direksi dan Dewan regulation-compliant nomination process for members of the
Komisaris yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan Board of Directors and the Board of Commissioners, in accordance
perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan with the Minister of State-Owned Enterprises Regulation No. PER-3/
Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan MBU/03/2023 concerning Organs and Human Resources of State-
Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara. Perseroan telah Owned Enterprises. The Company has established nomination
menetapkan prosedur nominasi dan seleksi Dewan Komisaris dan and selection procedures for the Board of Commissioners and the
Direksi dilakukan baik dari Talenta Kementerian BUMN, Talenta Board of Directors, which are conducted through the Ministry of SOE
BUMN (Internal), maupun Talenta Eksternal. Adapun proses yang Talent Pool, SOE Talent (Internal), and External Talent. The process
dilakukan sebagai berikut: is carried out as follows:
1. Seleksi Awal: Calon yang memenuhi persyaratan administrasi 1. Initial Selection: Candidates who meet administrative
akan diseleksi berdasarkan kualifikasi dan pengalaman dari requirements are screened based on qualifications and
Talenta Internal Perusahaan. experience from the Company’s Internal Talent pool.
2. Asesmen: Terhadap Calon/Talenta Internal Perusahaan yang 2. Assessment: Eligible internal candidates are evaluated through
memenuhi persyaratan (eligible talent) dilakukan Asesmen an assessment covering competency standards, professional
berupa penilaian atas pemenuhan terhadap syarat materiil qualifications, and personal traits.
melalui penilaian standar kompetensi, kualifikasi professional
(professional qualification), dan karakter (traits).
3. Evaluasi dan Pembahasan: Hasil asesmen akan dievaluasi dan 3. Evaluation and Discussion: Assessment results are evaluated
dibahas oleh Tim Penilai yang independen di Level Direksi and discussed by an independent assessment team at the
dan Dewan Komisaris (Komite Nominasi dan Remunerasi Board level (Nomination and Remuneration Committee of
PT Hutama Karya (Persero)). PT Hutama Karya (Persero) (Persero)).
4. Direktur Human Capital & Legal sebagai anggota Direksi 4. The Director of Human Capital & Legal, as the Board member
BUMN yang membidangi fungsi sumber daya manusia responsible for human resources functions, is accountable for
pada PT Hutama Karya (Persero) bertanggung jawab dalam the technical implementation of the SOE Talent Management
pelaksanaan teknis sistem Manajemen Talenta BUMN di System at PT Hutama Karya (Persero).
PT Hutama Karya (Persero).
5. Penetapan Calon: Terhadap Calon/Talenta Internal Perusahaan 5. Determination of Candidates: Nominated internal talents who
yang memenuhi kriteria (Nominated Talent) akan diajukan meet the criteria are proposed by the Company through the
oleh Perusahaan melalui Dewan Komisaris PT Hutama Karya Board of Commissioners to the Minister of SOEs as the General
(Persero) kepada Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Meeting of Shareholders (GMS) for approval.
Saham Perusahaan untuk mendapatkan persetujuan.
6. Pengangkatan: Setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum 6. Appointment: After obtaining approval from the GMS, the
Pemegang Saham Perusahaan, dan Menteri BUMN selaku Rapat Minister of SOEs as the GMS appoints the selected candidates.
Umum Pemegang Saham (RUPS) akan mengangkat calon yang
terpilih.
Komite Nominasi dan Remunerasi sebagaimana tercantum dalam The Nomination and Remuneration Committee, as stipulated in
Komite Nominasi dan Remunerasi Nomor SK-10.XII/DK/PTHK/2023 Decree No. SK-10.XII/DK/PTHK/2023 dated 29 December 2023, is
Tanggal 29 Desember 2023 bertanggung jawab dalam fungsi responsible for nomination and remuneration functions, including
nominasi dan remunerasi, antara lain: the following:
a. Fungsi Nominasi: a. Nomination Function:
- Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris - Providing recommendations to the Board of Commissioners
mengenai komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau regarding the composition of positions of members of
anggota Dewan Komisaris; kebijakan dan kriteria yang the Board of Directors and/or members of the Board
dibutuhkan dalam proses Nominasi; dan kebijakan of Commissioners; policies and criteria required in the
evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota nomination process; and performance evaluation policies
Dewan Komisaris. for members of the Board of Directors and/or Board of
Commissioners.
PT Hutama Karya (Persero)
112 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
- Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja - Assisting the Board of Commissioners in assessing the
anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris performance of members of the Board of Directors and/or
berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai bahan Board of Commissioners based on established performance
evaluasi; benchmarks as evaluation input.
- Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris - Providing recommendations to the Board of Commissioners
mengenai program pengembangan kemampuan anggota regarding development programs for members of the
Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; dan Board of Directors and/or Board of Commissioners.
- Memberikan usulan calon yang memenuhi syarat sebagai - Proposing qualified candidates for members of the Board
anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris of Directors and/or Board of Commissioners of Hutama
Hutama Karya dan Wakil Perseroan yang akan diusulkan Karya and representatives of the Company to be appointed
menjadi Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris Anak as members of the Board of Directors and/or Board of
Perusahaan/Afiliasinya kepada Dewan Komisaris untuk Commissioners of subsidiaries/affiliates, to the Board of
disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Commissioners for submission to the General Meeting
dan/atau Direksi Hutama Karya sebagaimana wewenang of Shareholders and/or the Board of Directors of Hutama
Dewan Komisaris yang diatur dalam Anggaran Dasar. Karya, in accordance with the authority of the Board of
Commissioners as stipulated in the Articles of Association.
b. Fungsi Remunerasi b. Remuneration Function
- Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris - Providing recommendations to the Board of
mengenai struktur Remunerasi bagi anggota Direksi dan/ Commissioners regarding the remuneration structure
atau anggota Dewan Komisaris; kebijakan atas remunerasi for members of the Board of Directors and/or Board of
bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; Commissioners; remuneration policies for members of
dan besaran atas remunerasi bagi anggota Direksi dan/ the Board of Directors and/or Board of Commissioners;
atau anggota Dewan Komisaris. and remuneration amounts for members of the Board of
Directors and/or Board of Commissioners.
- Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja - Assisting the Board of Commissioners in evaluating
dengan kesesuaian Remunerasi yang diterima masing- performance alignment with the remuneration received by
masing anggota Direksi. each member of the Board of Directors.
Kebijakan Keberagaman Direksi dan Dewan Komisaris, serta The Diversity Policy of the Board of Directors and Board of
implementasinya telah disajikan pada Bab Tata Kelola Perusahaan Commissioners, as well as its implementation, has been presented
dalam Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025. in the Corporate Governance chapter of Hutama Karya’s 2025
Annual Report.
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-18]
Performance Assessment of the Board of Commissioners and
the Board of Directors
Sistem evaluasi kinerja Direksi di tahun 2024, mengacu pada The performance evaluation system for the Board of Directors in
Peraturan Menteri BUMN No. PER- 3/MBU/03/2023 tanggal 20 Maret 2024 refers to the Minister of State-Owned Enterprises Regulation
2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik No. PER-3/MBU/03/2023 dated March 20, 2023 concerning Organs
Negara, Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 tanggal and Human Resources of State-Owned Enterprises, Minister of SOE
3 Maret 2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Regulation No. PER-2/MBU/03/2023 dated March 3, 2023 concerning
Signifikan Badan Usaha Milik Negara serta Surat KBUMN No. S-220/ Guidelines for Governance and Significant Corporate Actions of
MBU/04/2023 tanggal 19 April 2023. State-Owned Enterprises, and the Ministry of SOE Letter No. S-220/
MBU/04/2023 dated April 19, 2023.
Kriteria penilaian kinerja Direksi terdiri atas Key Performance The performance assessment criteria for the Board of Directors
Indicator (KPI) Direksi secara kolegial dan KPI Direksi secara consist of collegial Key Performance Indicators (KPIs) and individual
individual yang disusun sesuai dengan strategi serta fokus KPIs, which are prepared in accordance with the Company’s strategy
perusahaan di periode berjalan yang tertuang pada Rencana Kerja and priorities during the relevant period as stated in the Company
dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Kriteria KPI Kolegial mencakup Work Plan and Budget (RKAP). Collegial KPIs include economic
nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia yang mencakup aspek and social value creation for Indonesia, covering financial and
finansial dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, social aspects, business model innovation, technology leadership,
peningkatan investasi, dan pengembangan talenta. Sedangkan KPI investment enhancement, and talent development. Individual KPIs
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 113
Page 114
Individual secara individual disusun sesuai dengan tugas, fungsi are prepared based on the duties, functions, and responsibilities of
pokok, dan tanggung jawab masing- masing anggota Direksi. each Director.
Pencapaian KPI Direksi secara kolegial dan individual dilaporkan The achievement of both collegial and individual KPIs is reported
dalam laporan berkala kepada Dewan Komisaris. Di sisi lain, periodically to the Board of Commissioners. Furthermore, the
perhitungan pencapaian KPI Direksi secara kolegial dan secara calculation of KPI achievement for both collegial and individual
individual direviu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mengaudit levels is reviewed by the Public Accounting Firm (KAP) that audits
laporan keuangan perusahaan untuk kemudian disampaikan the Company’s financial statements and is subsequently reported
kepada Pemegang Saham dalam hal ini Kementerian BUMN. to the Shareholder, in this case the Ministry of SOEs.
Penilaian terhadap kinerja Direksi Hutama Karya diatur dalam The assessment of the performance of the Board of Directors of
Prosedur Nomor SP/HC/P/013 Tanggal 20 Desember 2024 tentang Hutama Karya is governed under Procedure Number SP/HC/P/013
Key Performance Indicator. KPI ini menjadi salah satu alat ukur yang dated December 20, 2024 concerning Key Performance Indicators.
bertujuan untuk: These KPIs serve as one of the measurement instruments aimed at:
1. Memastikan pencapaian Sasaran Strategis Kinerja dan Program 1. Ensuring the achievement of Strategic Performance Targets and
Perusahaan; Company Programs;
2. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengendalian kinerja; 2. Enhancing the effectiveness and efficiency of performance
control;
3. Memastikan Perusahaan beroperasi pada koridor risiko yang 3. Ensuring that the Company operates within the previously
dapat ditoleransi yang telah ditetapkan sebelumnya; established acceptable risk tolerance corridor;
4. Mengoptimalkan upaya kapitalisasi potensi Perusahaan; 4. Optimizing efforts to capitalize on the Company’s potential;
and
5. Menilai kinerja secara adil. 5. Conducting performance assessments in a fair manner.
Tahap penyusunan KPI Kolegial dimulai dari interpretasi arahan The preparation stage of the Collegial KPI commences with the
strategis dan kajian kondisi perusahaan oleh Komite KPI yang interpretation of strategic directives and an assessment of the
mencakup arahan pemegang saham, sasaran strategis dari visi, misi, Company’s condition by the KPI Committee, which includes directives
RJPP, RKAP, serta aspirasi, dan kepentingan pemangku kepentingan from shareholders, strategic objectives derived from the vision,
internal maupun eksternal. Selanjutnya, Komite KPI menyusun mission, Long-Term Corporate Plan (RJPP), Work Plan and Budget
KPI Kolegial dengan mengidentifikasi faktor kunci, menetapkan (RKAP), as well as the aspirations and interests of both internal and
variabel, ukuran kinerja, perspektif, serta bobot sesuai prioritas external stakeholders. Subsequently, the KPI Committee formulates
perusahaan dalam satu tahun ke depan. KPI yang telah dirumuskan the Collegial KPI by identifying key factors, determining variables,
kemudian dibahas dan dikonfirmasi kepada Direksi dan Pemegang performance measures, perspectives, and weightings in accordance
Saham, sebelum akhirnya dikoordinasikan pengesahannya dan with the Company’s priorities for the upcoming year. The formulated
disahkan secara resmi melalui RUPS KPIs are then discussed and confirmed with the Board of Directors and
Shareholders, prior to being coordinated for ratification and formally
approved through the General Meeting of Shareholders.
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris berdasarkan Pencapaian Performance Assessment of the Board of Commissioners Based
Rencana Kerja Dewan Komisaris Penilaian Kinerja Dewan Komisaris on the Achievement of the Board of Commissioners’ Work Plan
dilaksanakan secara kolegial dan dilaporkan kepada Pemegang The performance assessment of the Board of Commissioners is
Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan conducted on a collegial basis and reported to the Shareholders
melalui penyampaian kinerja Dewan Komisaris yang tertuang at the Annual General Meeting of Shareholders (AGM) through
di dalam Laporan Pengawasan Dewan Komisaris. Berdasarkan the submission of the Board of Commissioners’ performance as
laporan tersebut, RUPS selanjutnya memberikan pelunasan outlined in the Board of Commissioners’ Supervisory Report.
dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit Based on such report, the AGM subsequently grants full release
et de charge) kepada Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan and discharge (volledig acquit et de charge) to the Board of
pengawasan yang dijalankan dalam Tahun Buku yang berakhir Commissioners for the supervisory actions performed during the
pada akhir tahun. Sebagai bagian dalam implementasi Tata Kelola financial year ending at year-end. As part of the implementation
Perusahaan yang Baik yang selaras dengan Peraturan Menteri of Good Corporate Governance aligned with the Regulation of the
Negara BUMN PER-2/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret 2023 tentang Minister of State-Owned Enterprises PER-2/MBU/03/2023 dated 3
Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan March 2023 concerning Guidelines for Governance and Significant
Usaha Milik Negara, Dewan Komisaris pada awal tahun telah Corporate Activities of State-Owned Enterprises, the Board of
menyusun rencana kerja tahunan Dewan Komisaris yang merupakan Commissioners at the beginning of the year prepares an annual
bagian yang tak terpisahkan dari Rencana Kerja dan Anggaran work plan, which forms an integral part of the Company’s Work
Perusahaan (RKAP). Dewan Komisaris melakukan penilaian atas Plan and Budget (RKAP). The Board of Commissioners conducts its
kinerja Dewan Komisaris selama tahun 2025 dengan menggunakan performance assessment for the year 2025 using a self-assessment
metode penilaian sendiri (self assessment) dan dilaporkan kepada method and reports the results to the Shareholders at the Annual
PT Hutama Karya (Persero)
114 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. General Meeting of Shareholders. To evaluate the performance of
Guna mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi sepanjang the Board of Commissioners and the Board of Directors throughout
tahun berjalan dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi, kinerja the reporting year with a high level of accountability, performance is
Dewan Komisaris dan Direksi dinilai setiap tahun menggunakan assessed annually using four criteria, namely self-assessment, Key
empat kriteria, di antaranya penilaian diri (self assessment), Performance Indicators (KPI) and the Company’s health level, as
indikator kinerja utama atau KPI dan tingkat kesehatan perusahaan, well as the accountability of the annual report and annual financial
serta berdasarkan pertanggungjawaban laporan tahunan dan statements of the Company.
laporan keuangan tahunan perusahaan.
Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi secara rinci telah Detailed performance assessments of the Board of Commissioners
disampaikan pada Bab Tata Kelola Perusahaan dalam Laporan and the Board of Directors are presented in the Corporate
Tahunan Hutama Karya tahun 2025. Governance chapter of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.
Kebijakan Remunerasi [GRI 2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]
Remuneration Policy
Hutama Karya telah menjalankan kebijakan pemberian remunerasi Hutama Karya has implemented a policy for providing remuneration
dan fasilitas lainnya kepada Dewan Komisaris dan Direksi. Hutama and other facilities to the Board of Commissioners and the Board
Karya memiliki kebijakan penetapan remunerasi Dewan Komisaris of Directors. The Company has established a remuneration
dan Direksi yang mencakup mulai dari prosedur pengusulan hingga determination policy that covers the procedures from proposal
dengan penetapan remunerasi. Adapun prosedurnya adalah submission to final approval of remuneration. The procedures are
sebagai berikut: as follows:
1. Besaran remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi telah 1. The remuneration level for the Board of Commissioners
diatur di dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara and the Board of Directors is regulated under the Minister of
Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya State-Owned Enterprises Regulation No. PER-3/MBU/03/2023
Manusia BUMN. concerning SOE Organs and Human Resources.
2. Besaran remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi 2. The remuneration level for the Board of Commissioners and the
diusulkan oleh Dewan Komisaris kepada Pemegang Saham. Board of Directors is proposed by the Board of Commissioners
to the Shareholder.
3. Penetapan remunerasi Direksi dilakukan oleh RUPS/Menteri 3. The determination of remuneration for the Board of Directors is
setiap tahun. decided annually by the GMS/Minister.
Penetapan struktur Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris The determination of remuneration structure for both the Board
mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 of Directors and the Board of Commissioners refers to Minister of
tentang Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN. Sesuai dengan SOE Regulation No. PER-3/MBU/03/2023. In accordance with the
BOC Charter, indikator penetapan atas remunerasi bagi Dewan Board of Commissioners Charter, remuneration considerations
Komisaris mempertimbangkan skala usaha, kompleksitas usaha, include business scale, business complexity, inflation rate, the
tingkat inflasi, kondisi, dan kemampuan keuangan perseroan, Company’s financial condition and capability, and other relevant
faktor-faktor lain yang relevan, termasuk tingkat penghasilan yang factors, including industry-standard compensation levels, and must
berlaku umum dalam industri sejenis, dan tidak boleh bertentangan comply with applicable regulations. In addition, remuneration also
dengan peraturan perundang-undangan. Di samping itu, pemberian considers collegial KPI criteria that include economic and social
remunerasi juga senantiasa mempertimbangkan kriteria KPI value for Indonesia. The remuneration determination process
Kolegial yang mencakup nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia. is supervised by the Nomination and Remuneration Committee
Proses penetapan remunerasi diawasi oleh Komite Nominasi dan chaired by an Independent Commissioner.
Remunerasi yang diketuai oleh Komisaris Independen.
Selain remunerasi, anggota Dewan Komisaris menerima bonus In addition to remuneration, members of the Board of Commissioners
kinerja berupa tantiem atau insentif kinerja yang bersifat variabel, receive performance bonuses in the form of tantiem or variable
sedangkan Direksi menerima tunjangan dan tantiem yang bersifat performance incentives, while the Board of Directors receives
variabel. Penentuan bonus kinerja mempertimbangkan faktor allowances and variable tantiem. The determination of performance
pencapaian target, KPI, tingkat kesehatan Perseroan, kemampuan bonuses considers achievement of targets, Key Performance
keuangan, dan faktor-faktor lain yang relevan. Informasi terkait Indicators (KPIs), the Company’s health level, financial capacity, and
remunerasi yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi other relevant factors. Detailed information regarding remuneration
secara rinci disampaikan pada bagian Tata Kelola Perusahaan di granted to the Board of Commissioners and the Board of Directors
Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025. is disclosed in the Corporate Governance section of Hutama Karya’s
2025 Annual Report.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 115
Page 116
Dewan Komisaris dan Direksi juga menerima bonus kinerja berupa Members of the Board of Commissioners and the Board of Directors
tantiem atau insentif kinerja yang bersifat variabel, dilakukan also receive performance bonuses in the form of tantiem or
dengan mempertimbangkan faktor pencapaian target, KPI, tingkat variable performance incentives, determined by considering target
kesehatan Perseroan, dan kemampuan keuangan, serta faktor- achievement, KPIs, the Company’s health level, financial capacity,
faktor lain yang relevan (merit system) yang berlaku umum dalam and other relevant factors (merit system) commonly applied in
industri yang sejenis. Perseroan tidak memiliki kebijakan untuk similar industries. The Company does not have a policy of providing
memberikan sign on bonus, pembayaran pemutusan hubungan sign-on bonuses, termination payments, or clawbacks.
kerja, dan clawbacks.
Hasil keputusan RUPS tahun buku 2024 yang diselenggarakan tahun Decisions of the 2024 financial year GMS held in 2025 regarding
2025 terkait remunerasi telah disampaikan pada bagian Tata Kelola remuneration have been presented in the Corporate Governance
Perusahaan dalam Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025. section of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.
Struktur Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Remuneration Structure of the Board of Commissioners and the Board of Directors
Struktur Remunerasi Dewan Komisaris Struktur Remunerasi Direksi
Remuneration Structure of the Board of Commissioners Remuneration Structure of the Board of Directors
Honorarium Dewan Komisaris Honorarium of the Board of Commissioners Gaji Direksi Salary of the Board of Directors
Honorarium Komisaris Utama sebesar 45% Chairman of the Board of Commissioners: 45% of the Gaji Direktur Utama sebesar 100% President Director’s salary is set
dari DirekturUtama. President Director Wakil Direktur Utama sebesar 90% at 100%.
Wakil Komisaris Utama sebesar 42,5% dari Vice Chairman of the Board of Commissioners: 42.5% of (dari Direktur Utama) Vice President Director’s salary is
Direktur Utama. the President Director Anggota Direksi sebesar 85% (dari set at 90% (of President Director’s
Anggota Dewan Komisaris sebesar 90% dari Member of the Board of Commissioners: 90% of the Direktur Utama) salary).
Komisaris Utama President Commissioners Board of Directors’ members’
salaries are set at 85% (of President
Director’s salary).
Tunjangan Dewan Komisaris Allowances of the Board of Commissioners Tunjangan Direksi Allowances of the Board of Directors
Tunjangan hari raya Holiday allowance Tunjangan hari raya. Holiday allowance
Tunjangan transportasi Transportation allowance Tunjangan perumahan Housing allowance
Asuransi purna jabatan Post-employment insurance Asuransi purna jabatan Post-employment insurance
Fasilitas Dewan Komisaris Facilities of the Board of Commissioners Fasilitas Direksi Facilities of the Board of Directors
Fasilitas Kesehatan Health facilities Fasilitas Kendaraan Vehicle facilities
Fasilitas bantuan hukum Legal assistance facilities Fasilitas Kesehatan Health facilities
Fasilitas bantuan hukum Legal assistance facilities
Tantiem/Insentif Kinerja Dewan Performance Incentives / Tantiem of the Board of Tantiem/Insentif Kinerja Direksi Performance Incentives / Tantiem
Komisaris Commissioners Jangka Panjang (Long Term of the Board of Directors
Jangka Panjang (Long Term Incentive) Long-Term Incentive (LTI) Incentive) Long-Term Incentive (LTI)
Pada tahun 2025, jumlah remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi In 2025, the lowest total remuneration of the Board of Commissioners
paling rendah adalah Rp1.902.285.000 dan Rp2.840.000.000 and the Board of Directors amounted to IDR 1,902,285,000 and IDR
secara berturut-turut. Di samping itu, remunerasi Direksi dengan 2,840,000,000, respectively. In addition, the remuneration ratio
manajemen senior (pejabat satu level di bawah Direksi) memiliki between the Board of Directors and senior management (one level
perbandingan 3,06:1. Penetapan perbandingan remunerasi ini below the Board of Directors) was 3.06:1. This remuneration ratio
dinilai menggunakan aspek pencapaian kinerja keberlanjutan is determined based on the Company’s sustainability performance
Perseroan. Informasi detail lebih lanjut mengenai kebijakan achievements. Further detailed information regarding the
remunerasi dan perhitungan remunerasi Dewan Komisaris dan remuneration policy and calculation of remuneration for the Board
Direksi disajikan dalam Laporan Tahunan Perseroan 2025. of Commissioners and the Board of Directors is presented in the
Company’s 2025 Annual Report.
Selain itu, Perseroan juga melaporkan rasio total kompensasi In addition, the Company also reports the ratio of total Directors’
Direksi dengan rata-rata kompensasi karyawan. Total kompensasi compensation to the average employee compensation. Total employee
karyawan merupakan jumlah dari seluruh kompensasi yang compensation refers to the aggregate of all compensation received by
diterima oleh karyawan. Adapun rincian disajikan sebagai berikut employees. The detailed breakdown is presented as follows.
Uraian
Total
Description
Kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di perusahaan
14.319.628.226
Total annual compensation for the highest-paid individual in the Company
Nilai tengah total kompensasi tahunan untuk semua karyawan perusahaan kecuali individu dengan bayaran tertinggi
181.439.063.109
Median of total annual compensation for all employees excluding the highest-paid individual in the Company
PT Hutama Karya (Persero)
116 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Uraian
Total
Description
Rasio kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi dengan nilai tengah total kompensasi tahunan untuk
semua karyawan perusahaan kecuali individu dengan bayaran tertinggi 7,89%
Ratio of total annual compensation for the highest-paid individual to the median total annual compensation for all employees (1:7,89)
excluding the highest-paid individua
Peningkatan persentase dalam kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di perusahaan
0,00%
Percentage increase in total annual compensation for the highest-paid individual in the Company
Peningkatan persentase nilai tengah total kompensasi tahunan untuk semua karyawan organisasi, kecuali individu dengan bayaran
tertinggi
1,53%
Percentage increase in median total annual compensation for all employees in the organization, excluding the highest-paid
individual
Rapat Direksi dan Dewan Komisaris
Board of Directors and Board of Commissioners Meetings
Dewan Komisaris mengadakan rapat paling sedikit setiap 1 The Board of Commissioners convenes meetings at least once every
(satu) bulan sekali, dalam rapat tersebut Dewan Komisaris dapat month, in which the Board of Commissioners may invite the Board
mengundang Direksi. Dewan Komisaris dapat mengadakan rapat of Directors. The Board of Commissioners may also hold meetings
sewaktu-waktu atas permintaan 1 (satu) atau beberapa Anggota at any time upon the request of one or more members of the Board
Dewan Komisaris, permintaan Direksi, atau atas permintaan of Commissioners, at the request of the Board of Directors, or upon
tertulis dari 1 (satu) atau beberapa Pemegang Saham yang a written request from one or more Shareholders representing at
mewakili sekurang-kurangnya 1/10 (satu per sepuluh) dari jumlah least 1/10 (one-tenth) of the total voting shares, by specifying the
saham dengan hak suara, dengan menyebutkan hal-hal yang akan matters to be discussed. Meanwhile, the Board of Directors has
dibicarakan. Sedangkan, Direksi memiliki pedoman/tata tertib established guidelines/rules of procedure for Board of Directors
Rapat Direksi, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. meetings in accordance with the prevailing laws and regulations.
Rapat Direksi wajib diadakan secara berkala, paling sedikit sekali Meetings of the Board of Directors are required to be held on a
dalam setiap bulan, dan dalam rapat tersebut Direksi dapat regular basis, at least once in every month, and in such meetings,
mengundang Dewan Komisaris/Dewan Pengawas. the Board of Directors may invite the Board of Commissioners/
Supervisory Board.
Tabel Frekuensi dan Kehadiran Rapat Dewan Komisaris
Table of Meeting Frequency and Attendance of the Board of Commissioners
Rapat Gabungan Dewan Komisaris
Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi RUPS
Board of Commissioners Meetings Joint Meetings of Board of GMS
Commissioners and Board of Directors
Nama Jabatan Jumlah dan Persentasi Kehadiran Jumlah dan Persentase Kehadiran Jumlah dan Persentase Kehadiran
Name Position Number and Percentage of Attendance Number and Percentage of Attendance Number and Percentage of Attendance
Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah
Rapat Persentase Rapat Persentase Rapat Persentase
Kehadiran Kehadiran Kehadiran
Number of Percentage Number of Percentage Number of Percentage
Attendance Attendance Attendance
Meetings Meetings Meetings
Yudo Komisaris
Margono Utama
merangkap
Komisaris
Independen
29 28 96% 12 12 100% 2 2 100%
President
Commissioner
concurrently
Independent
Commissioner
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 117
Page 118
Rapat Gabungan Dewan Komisaris
Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi RUPS
Board of Commissioners Meetings Joint Meetings of Board of GMS
Commissioners and Board of Directors
Nama Jabatan Jumlah dan Persentasi Kehadiran Jumlah dan Persentase Kehadiran Jumlah dan Persentase Kehadiran
Name Position Number and Percentage of Attendance Number and Percentage of Attendance Number and Percentage of Attendance
Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah
Rapat Persentase Rapat Persentase Rapat Persentase
Kehadiran Kehadiran Kehadiran
Number of Percentage Number of Percentage Number of Percentage
Attendance Attendance Attendance
Meetings Meetings Meetings
Muhamad Wakil
Lukman Komisaris
Edy* Utama
merangkap
Komisaris
Independen
10 9 90% 5 5 100% 1 1 100%
Vice President
Commissioner
who also
serves as an
Independent
Commissioner
Agung Sabar Komisaris
Santoso** Independen
26 24 92% 10 10 100% 2 2 100%
Independent
Commissioner
R. Wahyu Komisaris
Muryadi Independen
29 23 79% 12 11 92% 2 2 100%
Independent
Commissioner
Chairiah** Komisaris
26 25 96% 10 10 100% 2 2 100%
Commissioner
Susdiyarto Komisaris
Agus Commissioner 3 3 100% 1 1 100% 1 1 100%
Praptono***
Iwan Komisaris
26 22 85% 10 10 94% 2 2 100%
Suprijanto** Commissioner
Siti Jamaliah Komisaris
Lubis**** Independen
3 3 100% 2 2 100% - - -
Independent
Commissioner
Mudanto Komisaris
Hatta**** Independen
3 3 100% 2 2 100% - - -
Independent
Commissioner
Essy Komisaris
3 3 100% 2 2 100% - - -
Asiah**** Commissioner
Andus Komisaris
3 3 100% 2 2 100% - - -
Winarno**** Commissioner
Keterangan: Notes:
* Berhenti menjabat sejak 14 Mei 2025 * Resigned effective May 14, 2025
** Berhenti menjabat sejak 31 Oktober 2025 ** Resigned effective October 31, 2025
*** Berhenti menjabat sejak 7 Februari 2025 *** Resigned effective February 7, 2025
**** Mulai menjabat sejak 31 Oktober 2025 **** Appointed effective October 31, 2025
PT Hutama Karya (Persero)
118 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Tabel Frekuensi dan Kehadiran Rapat Direksi
Table of Meeting Frequency and Attendance of the Board of Directors
Rapat Gabungan Direksi dengan
Rapat Direksi Dewan Komisaris RUPS
Board of Commissioners Meetings Joint Meetings of Board of GMS
Commissioners and Board of Directors
Nama Jabatan Jumlah dan Persentasi Kehadiran Jumlah dan Persentase Kehadiran Jumlah dan Persentase Kehadiran
Name Position Number and Percentage of Attendance Number and Percentage of Attendance Number and Percentage of Attendance
Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah
Rapat Persentase Rapat Persentase Rapat Persentase
Kehadiran Kehadiran Kehadiran
Number of Percentage Number of Percentage Number of Percentage
Attendance Attendance Attendance
Meetings Meetings Meetings
Budi Harto* Direktur
Utama
merangkap
Plt. Wakil
Direktur
Utama
President 21 20 95% 5 5 100% 1 1 100%
Director
concurrently
serving as
Acting Vice
President
Director
Koentjoro** Direktur
Utama
51 47 92% 12 11 92% 2 2 100%
President
Director
Moeharmein Wakil Direktur
Zein Utama
7 7 100% 2 2 100% - - -
Chaniago*** Vice President
Director
Agung Direktur
Fajarwanto Operasi
I merangkap
Direktur
Operasi III
51 49 96% 11 10 83% 2 2 100%
Operations
Director I
concurrently
Operations
Director III
Gunadi Direktur
Operasi II
51 49 96% 12 11 92% 2 2 100%
Operations
Director II
Eka Setya Direktur
Adrianto Keuangan
51 51 100% 12 10 83% 2 2 100%
Finance
Director
Muhammad Direktur
Fauzan Human
Capital &
Legal 51 50 98% 12 12 100% 2 1 50%
Human
Capital and
Legal Director
Sugiarti Direktur
Manajemen
Risiko
51 49 96% 12 12 79% 2 2 100%
Risk
Management
Director
Keterangan: Notes:
* Menjabat s.d 5 Juni 2025 * Served until June 5, 2025
* Menjabat mulai 31 Oktober 2025 * Served starting October 31, 2025
* Menjabat pada 31 Oktober 2025 – 15 Desember 2025. * Served from October 31, 2025 to December 15, 2025
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 119
Page 120
Penanggung Jawab Penerapan Pembangunan
Berkelanjutan [OJK E.1, IFRS S1-Governance, IFRS S2-Governance]
Responsible for the Implementation of Sustainable
Development
Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam Role of the Highest Governance Body In
Mengawasi Manajemen Dampak [OJK E.1, GRI Overseeing Impact Management [OJK E.1, GRI
2-9, 2-12, 2-14] 2-9, 2-12, 2-14]
Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa memastikan kesiapan The Board of Commissioners and the Board of Directors consistently
Perusahaan dalam memenuhi kewajiban pengungkapan ensure the Company’s readiness in fulfilling sustainability
keberlanjutan sesuai SPK 1 dan SPK 2 melalui penguatan disclosure obligations in accordance with SPK 1 and SPK 2 through
pemahaman organisasi. Hal ini dilakukan dengan pembentukan strengthening organizational understanding. This initiative
tim khusus yang bertanggung jawab atas pengelolaan was carried out through the establishment of a dedicated team
keberlanjutan, serta meningkatkan kapasitas SDM melalui responsible for sustainability management, as well as through
pelatihan dan pendampingan teknis terkait standar pelaporan the enhancement of human capital capacity via training and
melalui pelaksanaan in-house training awareness ESG yang technical assistance related to reporting standards, including the
diselenggarakan pada 18 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian implementation of in-house ESG awareness training conducted on
dari upaya Perseroan dalam memperkuat kualitas pelaporan June 18, 2025. This activity forms part of the Company’s efforts to
keberlanjutan agar lebih transparan, andal, dan selaras dengan strengthen the quality of sustainability reporting to ensure it is more
standar internasional. Kesiapan ini telah terinternalisasi dalam transparent, reliable, and aligned with international standards. This
proses pelaporan yang mengacu pada empat pilar utama, yaitu readiness has been internalized in the reporting process, which refers
Governance melalui struktur dan pengawasan yang jelas, Strategy to four main pillars, namely Governance through clear structure and
melalui integrasi isu keberlanjutan ke dalam perencanaan jangka oversight, Strategy through the integration of sustainability issues
panjang, Risk Management melalui identifikasi dan pengelolaan into long-term planning, Risk Management through the systematic
risiko ESG secara sistematis, serta Metrics & Targets melalui identification and management of ESG risks, and Metrics & Targets
penetapan indikator kinerja dan target yang terukur. Dengan through the establishment of measurable performance indicators
pendekatan ini, Perseroan mampu menyajikan pengungkapan and targets. Through this approach, the Company is able to present
keberlanjutan yang kredibel, relevan, dan selaras dengan ketentuan sustainability disclosures that are credible, relevant, and aligned
yang berlaku. with applicable regulations.
Di tahun 2025, Perseroan telah membentuk Komite Keberlanjutan In 2025, the Company established the Sustainability Committee
(Sustainability Committee) sesuai Surat Keputusan Direksi in accordance with the Decree of the Board of Directors of
PT Hutama Karya (Persero) Nomor SK-119/HK/025 tentang PT Hutama Karya (Persero) Number SK-119/HK/025 concerning the
Pembentukan Komite Keberlanjutan. Komite Keberlanjutan terdiri Establishment of the Sustainability Committee. The Sustainability
dari Tim Pengarah (Steering Committee), Organizing Committee, Committee consists of the Steering Committee, Organizing
dan Technical Working Team. Sustainability Committee memiliki Committee, and Technical Working Team. The Sustainability
tugas dan tanggung jawab dalam mengelola dan meninjau Committee is responsible for managing and reviewing the
kinerja keberlanjutan Perseroan termasuk isu perubahan iklim. Company’s sustainability performance, including climate change-
Sustainability Committee wajib melaporkan kinerja, isu, dan risiko related issues. The Committee is required to report sustainability
keberlanjutan, termasuk perubahan iklim kepada Direksi secara performance, issues, and risks, including climate change, to the
berkala. Board of Directors on a periodic basis.
Tim Pengarah yang terdiri dari Direktur Utama, Wakil Direktur The Steering Committee, comprising the President Director, Vice
Utama, Direktur Keuangan, Direktur Operasi I, Direktur Operasi President Director, Director of Finance, Director of Operations
II, Direktur Operasi III, Direktur Manajemen Risiko, serta I, Director of Operations II, Director of Operations III, Director of
Direktur Human Capital & Legal, memiliki peran strategis dalam Risk Management, and Director of Human Capital & Legal, plays a
mengembangkan, menyetujui, dan memperbarui arah, kebijakan, strategic role in developing, approving, and updating the Company’s
serta strategi keberlanjutan Perseroan. Dalam hal ini, Tim Pengarah sustainability direction, policies, and strategies. In this regard, the
menetapkan program kerja Sustainability Committee beserta target Steering Committee establishes the Sustainability Committee’s work
waktu dan output/outcome yang diharapkan, serta memberikan program, including timelines and expected outputs/outcomes, and
arahan strategis kepada Organizing Committee terkait prioritas dan provides strategic direction to the Organizing Committee regarding
implementasi prinsip keberlanjutan/ESG. sustainability/ESG priorities and implementation.
PT Hutama Karya (Persero)
120 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 121
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Selain itu, Tim Pengarah menetapkan keputusan strategis terkait In addition, the Steering Committee determines strategic decisions
implementasi roadmap keberlanjutan Perseroan, termasuk related to the implementation of the Company’s sustainability
keputusan lintas fungsi dan unit kerja, serta memastikan integrasi roadmap, including cross-functional and cross-unit decisions, and
aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis Perusahaan. ensures the integration of sustainability aspects into the Company’s
Perseroan juga melibatkan pemangku kepentingan internal dan business strategy. The Company also engages internal and external
eksternal melalui koordinasi lintas unit kerja. Berbagai masukan stakeholders through cross-functional coordination. Inputs
yang diperoleh digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam obtained from these engagements are used as considerations in
penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis. Hasil policy formulation and strategic decision-making. The results of
dari proses identifikasi dan pengelolaan dampak tersebut menjadi impact identification and management processes serve as the
dasar bagi Tim Pengarah dalam meninjau dan mengevaluasi basis for the Steering Committee to review and evaluate program
pelaksanaan program serta melakukan penyesuaian terhadap implementation and make necessary adjustments to sustainability
arah kebijakan dan inisiatif keberlanjutan yang diperlukan. Selain policies and initiatives. Furthermore, the highest governance
itu, badan tata kelola tertinggi secara berkala menelaah efektivitas body periodically reviews the effectiveness of the Company’s
implementasi keberlanjutan Perseroan. sustainability implementation.
Perseroan senantiasa memastikan bahwa prinsip integritas dan The Company consistently ensures that the principles of integrity
keberlanjutan telah terinternalisasi secara substantif dalam and sustainability have been substantively internalized in its
strategi jangka panjang melalui integrasi indikator ESG ke dalam long-term strategy through the integration of ESG indicators
proses perencanaan korporasi. Setiap inisiatif strategis telah into the corporate planning process. Each strategic initiative has
melalui penilaian risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk undergone an assessment of sustainability-related risks and
analisis dampak lingkungan dan sosial, sehingga keputusan bisnis opportunities, including environmental and social impact analysis,
tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga pada ensuring that business decisions are not solely oriented toward
penciptaan nilai jangka panjang. Perseroan juga memperkuat financial performance but also toward long-term value creation.
budaya integritas melalui penerapan kode etik, sistem pengendalian The Company also strengthens a culture of integrity through the
internal, serta mekanisme pelaporan pelanggaran (whistleblowing implementation of a code of ethics, internal control systems, and
system) yang transparan dan akuntabel. Di sisi lain, penguatan a transparent and accountable whistleblowing system. In addition,
kapasitas organisasi dilakukan melalui peningkatan kompetensi organizational capacity is reinforced through the enhancement of
SDM terkait keberlanjutan dan tata kelola, serta penerapan inovasi human resource competencies in sustainability and governance,
berbasis prinsip keberlanjutan dalam proyek dan operasional. as well as the implementation of sustainability-based innovations
Dengan pendekatan yang terstruktur, terukur, dan adaptif ini, in projects and operations. Through this structured, measurable,
Perseroan mampu meningkatkan ketahanan usaha sekaligus and adaptive approach, the Company is able to enhance business
menjaga relevansi strategi dalam merespons dinamika lingkungan resilience while maintaining the relevance of its strategy in
bisnis yang terus berkembang, sehingga mendukung penciptaan responding to the evolving business environment, thereby
nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. supporting sustainable value creation for all stakeholders.
Peran corporate governance di Hutama Karya diwujudkan melalui The role of corporate governance at Hutama Karya is realized
penetapan kebijakan strategis, penguatan pengendalian internal, through the establishment of strategic policies, the strengthening
dan penerapan prinsip Good Corporate Governance secara of internal controls, and the consistent implementation of Good
konsisten. Direksi dan Dewan Komisaris memastikan integritas Corporate Governance principles. The Board of Directors and
menjadi dasar pengambilan keputusan, sedangkan aspek the Board of Commissioners ensure that integrity serves as the
keberlanjutan diintegrasikan ke dalam perencanaan, manajemen foundation for decision-making, while sustainability aspects are
risiko, serta operasional. integrated into planning, risk management, and operations.
Delegasi Tanggung Jawab untuk Delegation of Responsibility for Impact
Mengelola Dampak [OJK E.1, GRI 2-13] Management [OJK E.1, GRI 2-13]
Perseroan mendelegasikan tanggung jawab pengelolaan dampak The Company delegates responsibility for managing impacts
terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial melalui struktur on economic, environmental, and social aspects through the
Komite Keberlanjutan (Sustainability Committee). Dalam hal Sustainability Committee structure. In this regard, the President
ini, Direktur Utama menunjuk Executive Vice President (EVP) Director appoints the Executive Vice President (EVP) Corporate
Sekretaris Perusahaan sebagai Ketua Organizing Committee Secretary as Chair of the Organizing Committee, who is
yang bertanggung jawab dalam mengoordinasikan pelaksanaan responsible for coordinating the implementation of the Company’s
program keberlanjutan Perseroan. Ketua Organizing Committee sustainability programs. The Chair of the Organizing Committee
didukung oleh berbagai unit kerja terkait yang berperan dalam is supported by various relevant work units that play a role in
mengimplementasikan inisiatif keberlanjutan sesuai dengan fungsi implementing sustainability initiatives in accordance with their
masing-masing, sehingga tanggung jawab pengelolaan dampak respective functions, thereby ensuring that responsibility for impact
juga terdistribusi kepada karyawan di berbagai lini organisasi. management is also distributed across employees at various levels
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 121
Page 122
Adapun struktur Sustainability Committee sebagai berikut. of the organization. The structure of the Sustainability Committee
is as follows.
Struktur Sustainability Committee
Sustainability Committee Structure
Nama Jabatan dalam Tim
No
Name Position in the Team
I Tim Pengarah (Steering Committee)
Steering Committee
1. Direktur Utama President Director Ketua Chairman
2. Wakil Direktur Utama Vice President Director Wakil Ketua Vice Chairman
3. Direktur Keuangan Finance Director Anggota Member
4. Direktur Operasi I Director of Operations I Anggota Member
5. Direktur Operasi II Director of Operations II Anggota Member
6. Direktur Operasi III Director of Operations III Anggota Member
7. Direktur Manajemen Risiko Risk Management Director Anggota Member
8. Direktur Human Capital & Legal Human Capital and Legal Director Anggota Member
II Organizing Committee
Organizing Committee
1. EVP Sekretaris Perusahaan EVP Corporate Secretary Ketua Chairman
2. EVP Divisi QHSSE EVP QHSSE Division Wakil Ketua Vice Chairman
3. EVP Divisi Corporate Planning EVP Corporate Planning Division Anggota Member
4. EVP Divisi Akuntansi & Keuangan EVP Accounting and Finance Division Anggota Member
5. EVP Divisi Pengelolaan Risiko EVP Risk Management Division Anggota Member
6. EVP Divisi Sistem & Kepatuhan EVP Systems and Compliance Division Anggota Member
7. EVP Divisi Human Capital EVP Human Capital Division Anggota Member
8. EVP Divisi Legal EVP Legal Division Anggota Member
9. EVP Divisi Pengembangan Bisnis & Manajemen EVP Business Development and Portfolio Management Anggota Member
Portofolio Division
10. EVP Divisi Engineering & TI EVP Engineering and IT Division Anggota Member
11. EVP Divisi Sipil Umum EVP General Civil Division Anggota Member
12. EVP Divisi Gedung EVP Building Division Anggota Member
13. EVP Divisi EPC EVP EPC Division Anggota Member
14. EVP Divisi Perencanaan Jalan Tol EVP Toll Road Planning Division Anggota Member
15. EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol EVP Toll Road Development Division Anggota Member
16. EVP Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol EVP Toll Road Operation and Maintenance Division Anggota Member
17. Kepala Unit Pengadaan Head of Procurement Unit Anggota Member
III Technical Working Group
Technical Working Group
A. BIDANG LINGKUNGAN :
ENVIRONMENTAL:
1. VP Bagian HSSE (Divisi QHSSE) VP HSSE Unit (QHSSE Division) Ketua Chairman
2. VP Bagian Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi VP Risk Management and Contract Unit (General Civil Anggota Member
Sipil Umum) Division)
3. VP Bagian Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi VP Risk Management and Contract Unit (Building Anggota Member
Gedung) Division)
4. VP Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi EPC) VP Risk Management and Contract Unit (EPC Division) Anggota Member
5. VP Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi VP Risk Management and Contract Unit (Toll Road Anggota Member
Pembangunan Jalan Tol) Development Division)
PT Hutama Karya (Persero)
122 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 123
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Nama Jabatan dalam Tim
No
Name Position in the Team
6. VP Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi Operasi & VP Risk Management and Contract Unit (Toll Road Anggota Member
Pemeliharaan Jalan Tol) Operation and Maintenance Division)
B. BIDANG SOSIAL :
SOCIAL:
1. Kepala Unit TJSL (Sekretaris Perusahaan) Head of TJSL Unit (Corporate Secretary Division) Ketua Chairman
2. VP Bagian Operasi HC (Divisi Human Capital) VP Human Capital Operations Unit (Human Capital Anggota Member
Division)
3. Kepala Unit Center of Excellence (Divisi Human Head of Center of Excellence Unit (Human Capital Anggota Member
Capital) Division)
C. BIDANG TATA KELOLA :
GOVERNANCE:
1. VP Bagian Tata Kelola Perusahaan & General VP Corporate Governance and General Affairs Unit Ketua Chairman
Affair (Sekretaris Perusahaan) (Corporate Secretary Division)
2. VP Bagian Kepatuhan (Divisi Sistem & VP Compliance Unit (Systems and Compliance Division) Anggota Member
Kepatuhan)
Adapun tugas dan tanggung jawab Sustainability Committee The duties and responsibilities of the Sustainability Committee are
sebagai berikut: as follows:
1. Tim Pengarah (Steering Committee): 1. Steering Committee:
a. Menetapkan program kerja Komite Keberlanjutan a. Establish the Sustainability Committee work program,
beserta target waktu dan output/outcome keberlanjutan including timelines and expected sustainability outputs/
perusahaan; outcomes for the Company;
b. Memberikan arahan strategis kepada Organizing Committee b. Provide strategic direction to the Organizing Committee
terkait kebijakan, prioritas, dan arah perusahaan dalam regarding policies, priorities, and the Company’s direction
penerapan prinsip keberlanjutan/ESG; in implementing sustainability/ESG principles;
c. Menetapkan keputusan strategis terkait implementasi c. Determine strategic decisions related to the implementation
roadmap keberlanjutan PT Hutama Karya (Persero), of PT Hutama Karya (Persero)’s sustainability roadmap,
termasuk hal-hal yang memerlukan persetujuan Direksi including matters requiring Board of Directors approval or
atau keputusan bersama lintas bidang/unit kerja di joint decisions across business functions/units within the
perusahaan dan anak perusahaan. Company and its subsidiaries.
2. Organizing Committee: 2. Organizing Committee:
a. Mengevaluasi usulan program kerja dari Core Workstream a. Evaluate proposed work programs from the Core
dan mengusulkannya kepada Tim Pengarah untuk Workstream and submit them to the Steering Committee
ditetapkan; for approval;
b. Melakukan evaluasi dan pemantauan atas implementasi b. Conduct evaluation and monitoring of the implementation
program keberlanjutan/ESG di seluruh unit kerja dan anak of sustainability/ESG programs across all business units
perusahaan; and subsidiaries;
c. Merekomendasikan konsep keputusan strategis kepada c. Provide recommendations on strategic decision concepts
Tim Pengarah terkait pelaksanaan inisiatif keberlanjutan, to the Steering Committee related to the implementation of
termasuk pengelolaan risiko ESG, kepatuhan, dan sustainability initiatives, including ESG risk management,
pencapaian target kinerja keberlanjutan; compliance, and achievement of sustainability
performance targets;
d. Memberikan arahan/keputusan terkait pelaksanaan d. Provide direction/decisions on the implementation of
program keberlanjutan PT Hutama Karya (Persero), atas PT Hutama Karya (Persero)’s sustainability programs within
hal-hal yang menjadi lingkup kewenangan komite sesuai the scope of authority of the committee in accordance with
ketentuan perusahaan. Company regulations.
3. Technical Working Team : 3. Technical Working Team :
a. Menyusun program kerja keberlanjutan/ESG dan a. Develop sustainability/ESG work programs and submit
mengusulkannya kepada Organizing Committee; them to the Organizing Committee;
b. Melakukan koordinasi dengan unit kerja, anak perusahaan, b. Coordinate with business units, subsidiaries, and
dan pihak terkait lainnya dalam implementasi program other relevant parties in implementing the Company’s
keberlanjutan perusahaan; sustainability programs;
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 123
Page 124
c. Mengimplementasikan program keberlanjutan yang telah c. Implement approved sustainability programs, including
disetujui, termasuk pengumpulan data, pemantauan KPI data collection, ESG KPI monitoring, risk assessment, and
ESG, penilaian risiko, dan pelaporan progres; progress reporting;
d. Melaporkan kepada Organizing Committee mengenai d. Report to the Organizing Committee on the implementation
pelaksanaan program keberlanjutan, termasuk hal-hal of sustainability programs, including matters requiring
yang memerlukan arahan/keputusan lebih lanjut dari further direction/decision from the Organizing Committee;
Organizing Committee;
e. Menunjuk dan/atau menggunakan konsultan, narasumber, e. Appoint and/or engage consultants, resource persons,
dan tim pendukung lainnya sesuai kebutuhan untuk and other supporting teams as needed to ensure smooth
mendukung kelancaran pelaksanaan program, atas implementation of programs, subject to approval by the
persetujuan Ketua komite; Committee Chair;
f. Melaksanakan tugas-tugas lain terkait implementasi f. Carry out other tasks related to the implementation of
pilar keberlanjutan (Environment, Social, Governance), sustainability pillars (Environmental, Social, Governance),
termasuk penyusunan laporan keberlanjutan tahunan including preparation of the annual Sustainability Report,
(Sustainability Report), pemenuhan regulasi/regulator, dan compliance with regulations/regulators, and support to
dukungan kepada unit kerja dalam penerapan kebijakan business units in implementing sustainability policies.
keberlanjutan.
Sustainability Committee senantiasa melaporkan implementasi The Sustainability Committee regularly reports sustainability
kinerja keberlanjutan kepada Direksi secara berkala. Selain itu, performance implementation to the Board of Directors. In addition,
pelaporan juga dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan, reporting may also be conducted at any time as needed, particularly
terutama dalam hal terdapat isu strategis atau risiko signifikan yang in the event of strategic issues or significant risks requiring
memerlukan perhatian manajemen. management attention.
Pengembangan Kompetensi Terkait Development of Competencies Related to
Pembangunan Berkelanjutan [OJK E.2, GRI 2-17] Sustainable Development [OJK E.2, GRI 2-17]
Perseroan senantiasa memberikan kesempatan bagi insan The Company consistently provides opportunities for its
Perseroan untuk meningkatkan kompetensi di bidang personnel to enhance competencies in the field of sustainability.
keberlanjutan. Perseroan telah memberikan pelatihan pada The Company has conducted training programs for the Board of
Dewan Komisaris, Direksi, dan Unit Kerja. Kegiatan pelatihan bagi Commissioners, the Board of Directors, and Work Units. Training
Anggota Direksi tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran activities for members of the Board of Directors are stipulated in
Perseroan. Pelaksanaan pelatihan bagi Anggota Dewan Komisaris the Company’s Work Plan and Budget, while the implementation
direalisasikan sesuai dengan Rencana Kerja Dewan Komisaris. of training for members of the Board of Commissioners is carried
Adapun kegiatan pelatihan selama tahun 2025 sebagai berikut. out in accordance with the Board of Commissioners’ Work Plan. The
training activities conducted throughout 2025 are as follows.
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
Table of Sustainable Development Competency Development for the Board of Commissioners
Jenis
Nama dan Pendidikan
Jabatan dan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Type of Training Materials Location/Date Organizer
Position Education and
Training
Yudo Margono Komisaris Utama Managerial & Business Training / GRC Summit Yogyakarta, Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
merangkap 2025 - Seminar & Masterclass 21 - 22 Agustus 2025 Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
Komisaris Managerial & Business Training / GRC Summit Yogyakarta, August dan IPACA
Independen 2025 - Seminar & Masterclass 21–22, 2025 Association of GRC, Indonesian
President Governance Professionals Association,
Commissioner IRMAPA, ICoPI, and IPACA
who also
serves as an
Independent
Commissioner
PT Hutama Karya (Persero)
124 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Jenis
Nama dan Pendidikan
Jabatan dan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Type of Training Materials Location/Date Organizer
Position Education and
Training
Muhamad Wakil Komisaris Strategic Discussion Forum & Critical Business Jakarta, The Indonesia Capital Market Institute
Lukman Edy Utama Insight “Business Growth Through Merger, 21 Maret 2025 (TICMI)
merangkap Acquisition & Strategic Alliances” Jakarta, March 21, 2025 The Indonesia Capital Market Institute
Komisaris Strategic Discussion Forum & Critical Business (TICMI)
Independen Insight “Business Growth Through Merger,
Vice President Acquisition & Strategic Alliances”
Commissioner
who also serves as
an Independent
Commissioner
Agung Sabar Komisaris Managerial & Business Training / GRC Summit Yogyakarta, Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
Santoso Independen 2025 - Seminar & Masterclass 21 - 22 Agustus 2025 Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
Independent Managerial & Business Training / GRC Summit Yogyakarta, August dan IPACA
Commissioner 2025 - Seminar & Masterclass 21–22, 2025 Association of GRC, Indonesian
Governance Professionals Association,
IRMAPA, ICoPI, and IPACA
Chairiah Komisaris Corporate Law for Executive “Aspek Hukum Jakarta, The Indonesia Capital Market Institute
Commissioner dalam Pengelolaan Korporasi BUMN” 15 - 16 Mei 2025 (TICMI)
Corporate Law for Executives “Legal Aspects in Jakarta, May 15–16, The Indonesia Capital Market Institute
the Management of State-Owned Enterprises 2025 (TICMI)
(SOEs)”
Managerial & Business Training / Professional Virtual class, The Institute of Internal Auditors (IIA)
Auditor Forum (“GRC Career Hack”) 28 Mei 2025 Indonesia
Managerial & Business Training / Professional Virtual class, May 28, The Institute of Internal Auditors (IIA)
Auditor Forum ("GRC Career Hack") 2025 Indonesia
Managerial & Business Training / GRC Summit Yogyakarta, Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
2025 - Seminar & Masterclass 21 - 22 Agustus 2025 Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
Managerial & Business Training / GRC Summit Yogyakarta, August dan IPACA
2025 - Seminar & Masterclass 21–22, 2025 Association of GRC, Indonesian
Governance Professionals Association,
IRMAPA, ICoPI, and IPACA
The New Special Directorship Program Bandung, Indonesian Institute for Corporate
“Governance Strategies – Managing Corporate 29 - 30 Oktober 2025 Directorship (IICD)
Risk in a Volatile World” Bandung, October Indonesian Institute for Corporate
The New Special Directorship Program 29–30, 2025 Directorship (IICD)
“Governance Strategies – Managing Corporate
Risk in a Volatile World”
Iwan Suprijanto Komisaris The New Special Directorship Program Bandung, Indonesian Institute for Corporate
Commissioner “Governance Strategies – Managing Corporate 29 - 30 Oktober 2025 Directorship (IICD)
Risk in a Volatile World” Bandung, October Indonesian Institute for Corporate
The New Special Directorship Program 29–30, 2025 Directorship (IICD)
“Governance Strategies – Managing Corporate
Risk in a Volatile World”
R. Wahyu Muryadi Komisaris Managerial & Business Training / GRC Summit Yogyakarta, Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
Independen 2025 - Seminar & Masterclass 21 - 22 Agustus 2025 Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
Independent Managerial & Business Training / GRC Summit Yogyakarta, August dan IPACA
Commissioner 2025 - Seminar & Masterclass 21–22, 2025 Association of GRC, Indonesian
Governance Professionals Association,
IRMAPA, ICoPI, and IPACA
The New Special Directorship Program Bandung, Indonesian Institute for Corporate
“Governance Strategies – Managing Corporate 29 - 30 Oktober 2025 Directorship (IICD)
Risk in a Volatile World” Bandung, October Indonesian Institute for Corporate
The New Special Directorship Program 29–30, 2025 Directorship (IICD)
“Governance Strategies – Managing Corporate
Risk in a Volatile World”
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 125
Page 126
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Direksi
Table of Sustainable Development Competency Development for the Board of Directors
Jenis
Nama dan Pendidikan
Jabatan dan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Type of Training Materials Location/Date Organizer
Position Education and
Training
Koentjoro Direktur Utama GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass 21 - 22 Agustus 2025 Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
President GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass August 21–22, 2025 Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
Director dan IPACA
Association of GRC, Indonesian
Governance Professionals Association,
IRMAPA, ICoPI, and IPACA
Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for 19 Agustus 2025 MarkPlus Institute
Strategizing HK Group’s Business” August 19, 2025 MarkPlus Institute
Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
Strategizing HK Group's Business"
Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa Indonesia 07 - 08 Agustus 2025 Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa
(PADSK) Society of Construction Law August 7–8, 2025 Indonesia (PADSK)
Indonesia (SCLI) International Conference Indonesian Dispute Board Association
2025 (PADSK)
Indonesian Dispute Board Association (PADSK)
Society of Construction Law Indonesia (SCLI)
International Conference 2025
Agung Fajarwanto Direktur Operasi Conference in China for Semarang-Demak Toll 22 - 27 Juli 2025 Beijing Urban Construction Group Co., Ltd
I merangkap Road & Potential Projects Cooperation July 22–27, 2025 Beijing Urban Construction Group Co., Ltd
Plt. Direktur Conference in China for Semarang-Demak Toll
Operasi III Road & Potential Projects Cooperation
Director of
Operations I GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass 21 - 22 Agustus 2025 Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
concurrently GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass August 21–22, 2025 Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
serves as Acting dan IPACA
Director of Association of GRC, Indonesian
Operations III Governance Professionals Association,
IRMAPA, ICoPI, and IPACA
Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for 19 Agustus 2025 MarkPlus Institute
Strategizing HK Group’s Business” August 19, 2025 MarkPlus Institute
Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
Strategizing HK Group's Business"
Eka Setya Direktur CBDO Program: Global Class Session with 20 Agustus - PT Danantara Asset Management
Adrianto Keuangan INSEAD Business School 19 September 2025 (Persero)
Finance Director CBDO Program: Global Class Session with August 20 – September PT Danantara Asset Management
INSEAD Business School 19, 2025 (Persero)
CBDO Program: Global Class Session with IESE 07 - 16 Agustus 2025 PT Danantara Asset Management
Business School August 7–16, 2025 (Persero)
CBDO Program: Global Class Session with IESE PT Danantara Asset Management
Business School (Persero)
Chief Business Development (CBDO) Executive 13 Agustus 2025 PT Danantara Asset Management
Program August 13, 2025 (Persero)
Chief Business Development (CBDO) Executive PT Danantara Asset Management
Program (Persero)
Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for 19 Agustus 2025 MarkPlus Institute
Strategizing HK Group’s Business” August 19, 2025 MarkPlus Institute
Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
Strategizing HK Group's Business"
Gunadi Direktur Operasi Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for 19 Agustus 2025 MarkPlus Institute
II Strategizing HK Group’s Business” August 19, 2025 MarkPlus Institute
Operations Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
Director II Strategizing HK Group's Business"
M. Fauzan Direktur Human Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for 19 Agustus 2025 MarkPlus Institute
Capital & Legal Strategizing HK Group’s Business” August 19, 2025 MarkPlus Institute
Human Capital Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
and Legal Strategizing HK Group's Business"
Director
PT Hutama Karya (Persero)
126 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 127
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Jenis
Nama dan Pendidikan
Jabatan dan Pelatihan Materi Pendidikan dan Pelatihan Tempat/Tanggal Penyelenggara
Name and Type of Training Materials Location/Date Organizer
Position Education and
Training
Sugiarti Direktur Double Certification Program: Advanced GRC 23 - 24 Januari 2025 Indonesia Training Institute &
Manajemen Certification for Executives (GRCE) & ESG January 23–24, 2025 Consulting Services (INTRINSICS)
Risiko Certification Indonesia Training Institute &
Risk Double Certification Program: Advanced GRC Consulting Services (INTRINSICS)
Management Certification for Executives (GRCE) & ESG
Director Certification
Double Certification Program: GRCE & ESG 24 - 24 Januari 2025 Indonesia Training Institute &
Certification January 24-24, 2025 Consulting Services (INTRINSICS)
Double Certification Program: GRCE & ESG Indonesia Training Institute &
Certification Consulting Services (INTRINSICS)
Workshop “Pengelolaan BUMN Pasca 25 April 2025 YAKASPI (Koran BUMN)
Pendirian BPI Danantara (Suatu Kajian atas April 25, 2025 YAKASPI (BUMN Newspaper)
Dampak Pemberlakukan UU BUMN Baru
terhadap Pengelolaan BUMN)”
Workshop “Management of SOEs Post
Establishment of BPI Danantara (A Study on
the Impact of the Implementation of the New
SOE Law on SOE Governance)”
Workshop “Workshop Beberapa Isu Penting 09 Mei 2025 YAKASPI (Koran BUMN)
dalam Penerapan ICOFR Pasca Pemberlakuan May 9, 2025 YAKASPI (BUMN Newspaper)
UU BUMN Baru (Batch 1)”
Workshop “Key Issues in the Implementation
of ICOFR After the Enactment of the New SOE
Law (Batch 1)”
GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass 21 - 22 Agustus 2025 Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass August 21–22, 2025 Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
dan IPACA
Association of GRC, Indonesian
Governance Professionals Association,
IRMAPA, ICoPI, and IPACA
Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for 19 Agustus 2025 MarkPlus Institute
Strategizing HK Group’s Business” August 19, 2025 MarkPlus Institute
Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
Strategizing HK Group's Business"
The Executive Hours “Building Brand Legacy 11 Oktober 2025 Institut Akuntan Manajemen Indonesia
in The Beverages Industry: A Management October 11, 2025 (IAMI)
Accountant’s Perspective” Indonesian Institute of Management
The Executive Hours “Building Brand Legacy Accountants (IAMI)
in The Beverages Industry: A Management
Accountant’s Perspective”
Risk Beyond 2025 dengan tema “Risk Odyssey: 04 - 05 Desember 2025 Enterprise Risk Management Academy
Engineering Momentum, Building a Resilient December 4–5, 2025 (ERMA) & IRMAPA
Risk DNA” Enterprise Risk Management Academy
Risk Beyond 2025 dengan tema “Risk Odyssey: (ERMA) & IRMAPA
Engineering Momentum, Building a Resilient
Risk DNA”
Pelatihan Regulatory Compliance & Fraud Risk 11 - 12 Desember 2025 Indonesia Training Institute &
Dalam Aksi Korporasi December 11–12, 2025 Consulting Services (INTRINSICS)
Training on Regulatory Compliance & Fraud Indonesia Training Institute &
Risk in Corporate Actions Consulting Services (INTRINSICS)
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit Kerja
Table of Sustainable Development Competency Development for Work Units
Pelatihan Tanggal Jumlah peserta
Training Date Number of Participants
Environmental Awareness 16 Januari 2025 / January 16, 2025 13
Environmental Awareness 2 Desember 2025 / December 2, 2025 17
Spill response and Hazardouse Material Handling 2 April 2025 / April 2, 2025 15
Chemical Handling 24 Maret 2025 / March 24, 2025 5
Spill handling 6 Maret 2025 / March 6, 2025 11
Waste Management 31 Juli 2025 / July 31, 2025 13
Environmental Awareness 17 Juli 2025 / July 17, 2025 8
CSE & Enviomental training 24 Maret 2025 / March 24, 2025 5
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 127
Page 128
Manajemen Risiko atas Penerapan Risk Management in the Implementation
Pembangunan Berkelanjutan [OJK E.3, IF-EN- of Sustainable Development [OJK E.3, IF-EN-
160a.2, IFRS S1] 160a.2, IFRS S1]
Perseroan menyadari bahwa sifat bisnisnya memerlukan The Company recognizes that the nature of its business requires
kewaspadaan dalam manajemen risiko dan peluang. Perseroan vigilance in risk and opportunity management. The Company
mengidentifikasi risiko dan peluang potensial, bukan hanya untuk identifies potential risks and opportunities not only to protect its
melindungi operasi, tetapi juga untuk memaksimalkan peluang operations but also to maximize existing opportunities to build
yang ada untuk membangun ketahanan dan menciptakan nilai resilience and create long-term value in a dynamic integrated
jangka panjang dalam dunia konstruksi terintegrasi yang dinamis. construction industry. In this effort, the Company is committed
Dalam upaya tersebut, Perseroan berkomitmen meminimalkan to minimizing negative impacts through risk management and
dampak negatif melalui pengelolaan risiko dan melakukan mitigasi. mitigation. The Company implements a risk management system
Perseroan menerapkan sistem manajemen risiko yang mengacu that refers to the following guidelines:
pada pedoman berikut:
ISO 31000:2018 Risk Anggaran Dasar
Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata
Management – PT Hutama Karya
Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara
Guidelines (Persero)
Regulation of the Minister of State-Owned Enterprises No. PER-2/
ISO 31000:2018 Risk Articles of Association
MBU/03/2023 on Guidelines for Governance and Significant Corporate
Management – of PT Hutama Karya
Activities of State-Owned Enterprises
Guidelines (Persero)
Keputusan Direksi PT Hutama Karya (Persero) Manual Manajemen Prosedur Instruksi Kerja Cara
No. 4193/KPTS/110.1/XI/2021 tentang Penetapan Risiko PT Hutama Manajemen Risiko Pengisian Bukti Kerja
Karya (Persero) No. HK/ Manajemen Risiko
Kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan No. MR/MR/P/001
CR/M/001 No. SR/MR/W/001
(Enterprise Risk Management/ERM Policy) Risk Management
Risk Management Work Instruction
Decree of the Board of Directors of PT Hutama System Manual of Procedure
for Filling Out Risk
Karya (Persero) No. 4193/ KPTS/110.1/XI/2021 PT Hutama Karya No. MR/MR/P/001
Management Work
on the Establishment of the Enterprise Risk (Persero) No. HK/
CR/M/001 Evidence No. SR/
Management (ERM) Policy MR/W/001
Pengelolaan risiko dalam penerapan keberlanjutan dilaksanakan Risk management in the implementation of sustainability is carried
oleh Direksi. Direksi dibantu oleh Divisi Pengelolaan Risiko, serta out by the Board of Directors. The Board of Directors is supported
diawasi oleh Dewan Komisaris yang dibantu Komite Manajemen by the Risk Management Division and is supervised by the Board
Risiko dan GCG. Evaluasi pelaksanaan pengelolaan risiko dilakukan of Commissioners, assisted by the Risk Management and GCG
melalui Rapat Koordinasi Bulanan yang dilakukan oleh Divisi Committee. The evaluation of risk management implementation is
Pengelolaan Risiko. Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, conducted through Monthly Coordination Meetings held by the Risk
pengelolaan risiko perusahaan telah berjalan efektif. Management Division. Based on the 2025 evaluation results, the
Company’s risk management has been operating effectively.
Pengelolaan risiko dalam penerapan usaha keberlanjutan Risk management in the implementation of sustainable business
dilaksanakan melalui tahapan manajemen risiko terintegrasi practices is carried out through an integrated risk management
berbasis Risk Management System (RMS) dengan mengacu pada ISO framework based on the Risk Management System (RMS), referring
31000:2018 Risk Management Framework. to ISO 31000:2018 Risk Management Framework.
1. Waktu Pelaksanaan Asesmen Risiko 1. Timing of Risk Assessment
Ketentuan terkait dengan waktu pelaksanaan Asesmen Risiko The provisions related to the timing of Risk Assessment are as
adalah sebagai berikut: follows:
a. Asesmen Risiko Korporat a. Corporate Risk Assessment
b. Pencapaian Sasaran Rencana Perolehan Kontrak Baru b. Achievement of New Contract Acquisition Targets
PT Hutama Karya (Persero)
128 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 129
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
c. Pencapaian Sasaran Proyek Baru dan Revisinya c. Achievement and Revision of New Project Targets
d. Pencapaian Sasaran Proyek Kerjasama Operasi (Joint d. Achievement of Joint Operation Project Targets
Operation)
e. Untuk Pencapaian Sasaran Tahunan (Sesuai RKAP) e. Annual Target Achievement (in accordance with the
Company Work Plan and Budget/RKAP)
2. Konteks Penilaian dan Waktu Pelaksanaan Penilaian Risiko 2. Context of Risk Assessment and Timing of Risk Evaluation
3. Identifikasi Risiko 3. Risk Identification
a. Identifikasi risiko dilakukan oleh masing-masing pemilik a. Risk identification is conducted by each risk owner as the
risiko selaku Lini Pertama dengan berkoordinasi atau First Line, in coordination or consultation with the Risk
berkonsultasi kepada fungsi Manajemen Risiko selaku Lini Management function as the Second Line.
Kedua.
b. Setiap sasaran dan strategi wajib dilakukan identifikasi b. Every objective and strategy must undergo risk
risiko. identification.
c. Profil Risiko hasil identifikasi c. Risk profiles are generated from the identification process.
d. Identifikasi risiko mencakup risiko-risiko yang berasal dari d. Risk identification covers risks originating from both
sumber internal atau dari dalam, maupun yang berasal internal sources (within the Company) and external sources
dari sumber eksternal atau dari luar Perusahaan. (outside the Company).
e. Identifikasi risiko perlu dilakukan atas dan terkait dengan e. Risk identification shall be conducted in relation to
perubahan faktor-faktor eksternal sebagaimana diatur changes in external factors as defined in the Company
dalam Manual Sistem Manajemen Risiko Perusahaan Risk Management System Manual, including Political,
mencakup faktor Politik (Politic), Ekonomi (Economic), Economic, Social, Technology, Legal, and Environmental
Social (Social), Teknologi (Technology), Legal (Legal), dan (PESTLE) factors, by assessing their potential impact on the
Lingkungan (Environment) dengan mengkaji dampak Company.
potensial perubahan faktor-faktor di atas terhadap
perusahaan.
f. Identifikasi risiko perlu dilakukan atas dan terkait dengan f. Risk identification shall also be conducted in relation
perubahan faktor-faktor internal sebagaimana diatur to internal factors as defined in the Company Risk
dalam Manual Manajemen Risiko Perusahaan mencakup Management Manual, including leadership (changes in
faktor kepemimpinan perusahaan (perubahan pandangan management views or philosophy), human resources,
atau filosofi manajemen), manusia, aset-aset produksi, production assets, processes, technology, and systems, by
proses, teknologi, dan sistem dengan mengkaji dampak assessing their potential impact on the Company.
potensial perubahan faktor-faktor di atas terhadap
perusahaan.
g. Pemilik Risiko (Risk owner) wajib mengidentifikasi potensi g. Risk owners are required to identify potential fraud risks,
risiko kecurangan (fraud) dan memasukkannya ke dalam include them in the risk register, and monitor potential
risk register dan melakukan pemantauan atas potensi fraud occurrences.
munculnya tindak kecurangan.
h. Identifikasi risiko dapat dilakukan dengan memanfaatkan h. Risk identification may utilize various information sources
berbagai sumber informasi dan teknik. and techniques.
i. Peristiwa risiko yang diidentifikasi dikelompokkan i. Identified risk events are classified based on the Risk
berdasarkan Taksonomi Risiko. Taxonomy.
j. Melakukan identifikasi terhadap peristiwa Risiko. j. Identification of risk events.
k. Melakukan identifikasi penyebab Risiko. k. Identification of risk causes.
l. Identifikasi KRI. l. Identification of Key Risk Indicators (KRI).
m. Identifikasi kontrol/pengendalian yang telah ada (control m. Identification of existing controls.
existing).
n. Penilaian efektivitas kontrol/pengendalian n. Assessment of control effectiveness.
o. Dampak Risiko diidentifikasi berdasarkan 2 (dua) kategori o. Risk impact is identified in two categories (i) quantitative
yaitu (i) dampak kuantitatif, atau (ii) dampak kualitatif. impact, or (ii) qualitative impact.
p. Perkiraan waktu terjadinya eksposur Risiko diidentifikasi p. Estimation of risk exposure timing is identified based on
berdasarkan waktu bagi Perusahaan akan terpapar dengan when the Company may be exposed to a risk.
suatu Risiko.
4. Analisis Risiko (Kuantifikasi Risiko) 4. Risk Analysis (Risk Quantification)
a. Analisa (Kuantifikasi) Risiko dilakukan untuk menentukan a. Risk analysis (quantification) is conducted to determine
Eksposur Risiko, Skala Risiko, dan Level Risiko (hasil Risk Exposure, Risk Scale, and Risk Level (result of the
perkalian antara nilai kemungkinan dan nilai dampak) multiplication between probability value and impact
dengan memperkirakan besarnya kemungkinan terjadi value) by estimating the likelihood of occurrence and the
dan besarnya dampak risiko. magnitude of risk impact.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 129
Page 130
b. Seluruh Risiko yang telah diidentifikasi dilakukan b. All identified risks undergo risk analysis (quantification),
analisis (kuantifikasi) Risiko yang terdiri dari (i) Analisis consisting of (i) Inherent Risk analysis (quantification), and
(kuantifikasi) Risiko Inheren, dan (ii) Analisis (kuantifikasi) (ii) Residual Risk analysis (quantification).
Risiko Residual.
c. Masing-masing Analisis (kuantifikasi) Risiko meliputi: (i) c. Each risk analysis (quantification) includes: (i) Risk
Eksposur Risiko, (ii) Skala Risiko dan (iii) Level Risiko. Exposure, (ii) Risk Scale, and (iii) Risk Level.
d. Perhitungan Eksposur Risiko. d. Calculation of Risk Exposure.
e. Perhitungan untuk menentukan nilai Dampak dan nilai e. Calculation to determine impact value and probability
Probabilitas. value.
f. Perhitungan Skala Risiko. f. Calculation of Risk Scale.
g. Besarnya kemungkinan risiko dan besarnya dampak risiko g. The magnitude of risk probability and impact is determined
ditetapkan oleh para Pemimpin Unit Kerja selaku Pemilik by Unit Heads as Risk Owners and may be reviewed by the
Risiko, dan dapat diberi pertimbangan oleh unit manajemen Risk Management unit before obtaining Board of Directors
risiko sebelum mendapatkan persetujuan Direksi. approval.
h. Bila terkendala oleh ketidakcukupan data atau masalah h. In cases of insufficient data or other constraints, estimates
lain, perkiraan tentang besarnya kemungkinan terjadinya of risk probability and impact may be based on subjective
risiko dan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan (bila estimates reflecting the Risk Owner’s level of confidence.
risiko terjadi) dapat ditetapkan berdasarkan estimasi
subjektif yang mencerminkan tingkat keyakinan Pemilik
Risiko.
i. Hasil Analisis Risiko Inheren disajikan paling sedikit i. Results of Inherent Risk Analysis shall at minimum include:
memuat: (i) asumsi perhitungan dampak, (ii) nilai dampak (i) impact calculation assumptions, (ii) impact value in
rupiah atau mata uang fungsional pembukuan untuk Risiko Rupiah or functional currency for quantitative risks or risk
Kuantitatif atau nilai skor Risiko untuk Risiko Kualitatif, (iii) score for qualitative risks, (iii) impact scale, (iv) probability
skala dampak, (iv) skala probabilitas, (v) Eksposur Risiko, scale, (v) Risk Exposure, (vi) Risk Scale, and (vii) Risk Level.
(vi) Skala Risiko, dan (vii) Level Risiko.
j. Hasil Analisis Risiko Residual disajikan paling sedikit j. Results of Residual Risk Analysis shall at minimum include:
memuat: (i) nilai dampak tiap triwulan, (ii) skala dampak (i) quarterly impact value, (ii) quarterly impact scale,
tiap triwulan, (iii) nilai probabilitas tiap triwulan, (iv) (iii) quarterly probability value, (iv) quarterly probability
skala probabilitas tiap triwulan, (v) Eksposur Risiko setiap scale, (v) quarterly Risk Exposure for quantitative risks, (vi)
triwulan untuk Risiko Kuantitatif, (vi) Skala Risiko tiap quarterly Risk Scale, and (vii) quarterly Risk Level.
triwulan, dan (vii) Level Risiko tiap triwulan.
k. Hasil perhitungan Skala dan Level Risiko Inheren dan k. The calculation results of Inherent and Residual Risk Scale
Risiko Residual disajikan dalam peta Risiko (Heatmap). and Level are presented in a Risk Map (Heatmap).
5. Evaluasi Risiko 5. Risk Evaluation
a. Evaluasi risiko dilakukan untuk menetapkan urutan a. Risk evaluation is conducted to determine the priority order
prioritas tindak lanjut (pemberian prioritas dari segi waktu of follow-up actions (prioritization in terms of time and
dan alokasi sumber daya). Pada dasarnya risiko dengan resource allocation). Risks with higher exposure levels are
tingkat eksposur lebih tinggi harus diprioritaskan tindak prioritized over those with lower exposure levels. In cases
lanjutnya dari risiko dengan tingkat eksposur lebih rendah. where multiple risks have the same level, prioritization is
Dalam hal terdapat lebih dari satu risiko yang tingkatnya determined based on professional judgment.
sama, maka prioritas tindak lanjut ditetapkan dengan
pertimbangan profesional.
b. Tanggapan atas risiko, yaitu usulan untuk menentukan opsi b. Risk response refers to the proposal to determine risk
perlakuan risiko berdasarkan Level Risiko yang dihitung treatment options based on the previously calculated Risk
sebelumnya Level
c. Apabila hasil perhitungan Skala dan Level Risiko Inheren c. If the Inherent Risk Scale and Level fall within Moderate
berada pada level eksposur Moderate dan Moderate to High or Moderate to High exposure levels, approval forms from
maka perlu disusun lembar persetujuan Direktur terkait the relevant Director must be prepared, while for High
sedangkan untuk level eksposur High perlu disusun lembar exposure levels, Board of Directors approval forms must be
persetujuan Direksi. prepared.
d. Lembar persetujuan tersebut disusun saat penyusunan d. These approval forms are prepared during initial risk
risiko awal dan saat ada perubahan risiko. assessment and whenever there are changes in risk
conditions.
PT Hutama Karya (Persero)
130 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 131
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Terkait dengan pengelolaan risiko, Perseroan membentuk Komite In relation to risk management, the Company has established a Risk
Manajemen Risiko dan GCG untuk menerapkan manajemen risiko Management and GCG Committee to implement risk management
yang mengacu pada standar ISO 31000:2018. Secara berkala, practices based on ISO 31000:2018 standards. Periodically, this
komite ini wajib melaporkan hasil identifikasi risiko kepada Dewan committee is required to report risk identification results to
Komisaris dan memberikan rekomendasi atas pengendalian the Board of Commissioners and provide recommendations
potensi risiko-risiko yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. for controlling potential risks that may affect the Company’s
performance.
Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit melakukan telaah The Board of Commissioners, Board of Directors, and Audit
secara tahunan atas penerapan sistem pengendalian internal Committee conduct annual reviews of the Company’s internal
Perseroan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem pengendalian control system implementation. The evaluation results indicate
internal Perseroan telah berjalan dengan efektif dan memadai. that the Company’s internal control system has been operating
Perseroan terus menerapkan langkah-langkah strategis untuk effectively and adequately. The Company continues to implement
memastikan keamanan, transparansi, serta kepatuhan dalam strategic measures to ensure security, transparency, and compliance
setiap aspek operasionalnya. across all operational aspects.
Hubungan dengan Pemangku Stakeholder Engagement [OJK E.4, GRI 2-29]
Kepentingan [OJK E.4, GRI 2-29]
Perseroan mengidentifikasi pemangku kepentingan berdasarkan The Company identifies stakeholders based on their relevance as
relevansinya sebagai pihak yang memiliki keterlibatan dan parties who are involved in and have an interest in the organization,
kepentingan terhadap organisasi, serta dapat memengaruhi atau and who can influence or be influenced by the achievement of
dipengaruhi oleh pencapaian tujuan organisasi, seperti karyawan, the organization’s objectives, such as employees, investors or
investor atau pemegang saham, regulator, mitra bisnis, komunitas shareholders, regulators, business partners, communities or
atau asosiasi, pelanggan, masyarakat, dan lainnya. Identifikasi associations, customers, society, and others. The identification of
pemangku kepentingan tersebut telah dibahas dan disepakati these stakeholders has been discussed and agreed upon through
melalui persetujuan manajemen. Metode pendekatan yang management approval. The Company’s approaches in engaging
digunakan Perseroan dalam melibatkan pemangku kepentingan, stakeholders include, among others:
antara lain:
Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
Stakeholder Engagement, Key Topics, and Company Response
Pelibatan
Pemangku
Metode Pendekatan dan Frekuensi Isu dan Perhatian Respon Perseroan
Kepentingan
Approach Methods and Frequency Key Issues and Concerns Company Response
Stakeholder
Engagement
Karyawan • Townhall meeting • Hak-hak dan kewajiban karyawan • Melakukan pertemuan berkala dalam
Employees • Pelatihan dan pengembangan • Pengembangan karir dan kompetensi berbagai forum antara manajemen
karyawan • Kesetaraan pengembangan karier dengan karyawan.
• Survei kepuasan karyawan • Remunerasi • Memberikan hak karyawan terhadap
• Keterikatan karyawan • Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang
• Serikat karyawan • Pencegahan fraud dan benturan telah ditetapkan.
• Media internal (Majalah IMVID, kepentingan • Program pelatihan dan sertifikasi
Management Letter, Whatsapp Blast) • Employee rights and obligations • Penerapan sistem pengaduan
• Whistleblowing system (WBS) • Career and competency development terintegrasi
• Survei materialitas • Equal career development • Pelibatan penetapan materialitas
• Town hall meetings opportunities • Conducting regular meetings between
• Employee training and development • Remuneration management and employees through
• Employee satisfaction surveys • Occupational Health and Safety (OHS) various forums
• Employee engagement programs • Fraud prevention and conflict of interest • Ensuring employee rights under the
• Labor unions management Collective Labor Agreement (CLA)
• Internal media (IMVID Magazine, • Training and certification programs
Management Letter, WhatsApp Blast) • Implementation of an integrated
• Whistleblowing System (WBS) complaint handling system
• Materiality survey • Involvement in materiality
determination process
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 131
Page 132
Pelibatan
Pemangku
Metode Pendekatan dan Frekuensi Isu dan Perhatian Respon Perseroan
Kepentingan
Approach Methods and Frequency Key Issues and Concerns Company Response
Stakeholder
Engagement
Investor Pemegang • Rapat Umum Pemegang Saham • Kinerja keuangan dan non-keuangan • Penyediaan informasi berkala kinerja
Saham • Pelaksanaan Public Expose minimal 1 • Kinerja lingkungan, sosial, dan tata Perusahaan.
Investors / kali dalam setahun kelola (LST) • Konsisten menjalankan strategi untuk
Shareholders • Pertemuan rutin lainnya • KPI mendorong pencapaian mencapai target bisnis
• Survei materialitas profitabilitas yang berkelanjutan • Mengungkapkan informasi kinerja LST
• General Meeting of Shareholders (GMS) • Financial and non-financial dengan lebih komprehensif di dalam
• Public Expose held at least once a year performance Laporan Keberlanjutan
• Other routine meetings • Environmental, Social, and Governance • Pelibatan penetapan materialitas
• Materiality survey (ESG) performance • Providing periodic disclosures on
• KPIs supporting sustainable Company performance
profitability • Consistently implementing strategies to
achieve business targets
• Disclosing ESG performance
information more comprehensively in
the Sustainability Report
• Involvement in the materiality
determination process
Regulator • Laporan Tahunan dan Laporan • Kepatuhan terhadap regulasi • Evaluasi secara berkala sebagai alat
Regulators Keberlanjutan • Tata kelola perusahaan yang baik ukur efektivitas kepatuhan terhadap
• Membayar pajak, retribusi, dan • Regulatory compliance regulasi yang berlaku.
Penerimaan Negara Bukan Pajak • Good Corporate Governance (GCG) • meningkatkan program-program:
(PNBP) sesuai peraturan perundangan a. Antikorupsi
• Survei materialitas b. Anti Pencucian Uang dan
• Annual Report and Sustainability Pencegahan Pendanaan Terorisme
Report (APU-PPT)
• Payment of taxes, levies, and Non-Tax • Pelibatan penetapan materialitas
State Revenue (PNBP) in accordance • Periodic evaluation as a measure of
with applicable regulations the effectiveness of compliance with
• Materiality survey applicable regulations
• Strengthening programs:
a. Anti-corruption
b. Anti-Money Laundering and Counter-
Terrorism Financing (AML/CFT)
• Involvement in materiality
determination process
Mitra Bisnis • Kontrak kerja • Transparansi dalam proses pengadaan • Penerapan Sistem Manajemen Anti
Business Partners • Seminar dan sosialisasi kebijakan • Kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dalam pengadaan
sesuai kebutuhan melalui vendor Penyuapan (SMAP) dalam pengadaan barang dan/atau jasa
gathering barang dan jasa • Penerapan Peningkatan Penggunaan
• Survei materialitas • Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)
• Work contracts Produk Dalam Negeri (P3DN) pengadaan barang dan/atau jasa
• Seminars and policy socialization pengadaan barang dan/atau jasa • Penerapan aspek sosial dan lingkungan
according to needs through vendor • Kebijakan aspek sosial dan lingkungan dalam proses rekanan
gatherings dalam proses rekanan • Pelibatan penetapan materialitas
• Materiality survey • Transparency in procurement processes • Implementation of Anti-Bribery
• Anti-Bribery Management System Management System (ABMS/SMAP) in
(ABMS/SMAP) policy in goods and goods and/or services procurement
services procurement • Implementation of Domestic Product
• Policy on Increasing the Use of Utilization Improvement (P3DN) in
Domestic Products (P3DN) in goods and/or services procurement
procurement of goods and/or services • Implementation of social and
• Social and environmental aspects environmental aspects in vendor
policy in vendor management management
• Involvement in materiality
determination process
Komunitas/ Asosiasi • Pertemuan dan diskusi dengan • Kebutuhan informasi terkait progres • Melakukan pengelolaan dampak sosial
Communities / komunitas/asosiasi dan rencana proyek dan lingkungan sesuai ketentuan yang
Associations • Survei materialitas • Dampak sosial dan lingkungan atas berlaku
• Meetings and discussions with pelaksanaan proyek • Menyampaikan informasi
communities/associations • Information needs related to project perkembangan proyek secara terbuka
• Materiality survey progress and plans dan berkala
• Social and environmental impacts of • Pelibatan penetapan materialitas
project implementation • Managing social and environmental
impacts in accordance with applicable
regulations
• Providing transparent and periodic
updates on project progress
• Involvement in materiality
determination process
PT Hutama Karya (Persero)
132 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Pelibatan
Pemangku
Metode Pendekatan dan Frekuensi Isu dan Perhatian Respon Perseroan
Kepentingan
Approach Methods and Frequency Key Issues and Concerns Company Response
Stakeholder
Engagement
Konsumen/ •Mekanisme pengaduan • Kepuasan pelanggan • Menindaklanjuti setiap pengaduan
Pelanggan •Survei kepuasan pelanggan • Transparansi informasi pelanggan secara tepat waktu
Consumers / •Informasi dari website, media sosial • Penanganan pengaduan pelanggan • Meningkatkan kualitas mutu dan
Customers •Layanan dan produk yang berkualitas • Kepatuhan terhadap standar mutu layanan
•Survei materialitas • Customer satisfaction • Memastikan ketersediaan informasi
• Complaint handling mechanism • Information transparency yang akurat dan mudah diakses melalui
• Customer satisfaction survey • Customer complaint handling website dan media komunikasi resmi.
• Information from website and social • Compliance with quality standards • Pelibatan penetapan materialitas
media • Following up on every customer
• High-quality services and products complaint in a timely manner
• Materiality survey • Improving service and product quality
• Ensuring the availability of accurate and
easily accessible information through
the website and official communication
channels
• Involvement in materiality
determination process
Masyarakat • Pelibatan tenaga kerja • Kesempatan kerja bagi masyarakat • Memberikan kesempatan kerja kepada
Society • Pelaksanaan Program tanggung jawab sekitar proyek masyarakat sekitar
sosial dan lingkungan (TJSL) • Dampak sosial dan lingkungn atas • Melakukan pengelolaan dampak sosial
• Kunjungan/komunikasi dengan kegiatan operasional dan lingkungan
masyarakat • Pemberdayaan dan peningkatan • Optimalisasi program TJSL
• Survei materialitas kesejahteraan masyarakat • Pelibatan penetapan materialitas
• Workforce engagement • Employment opportunities for • Providing employment opportunities to
• Implementation of Social and surrounding communities of project local communities
Environmental Responsibility (TJSL) areas • Managing social and environmental
programs • Social and environmental impacts of impacts
• Community visits/communications operational activities • Optimizing TJSL programs
• Materiality survey • Community empowerment and welfare • Involvement in materiality
improvement determination process
Permasalahan Terhadap Penerapan Challenges In the Implementation of
Pembangunan Berkelanjutan [OJK E.5] Sustainable Development [OJK E.5]
Selama periode pelaporan, Perseroan dihadapkan pada kendala During the reporting period, the Company faced several constraints
dan tantangan dalam penerapan keberlanjutan, di antaranya: and challenges in implementing sustainability, including:
• Adanya beragam persepsi dan kepentingan antar pemangku • Diverse perceptions and interests among stakeholders,
kepentingan, terutama terkait pengelolaan aspek lingkungan particularly related to environmental and social management
dan sosial. issues.
• Adanya keterbatasan kapasitas dan kapabilitas karyawan • Limitations in employee capacity and capability in
dalam menerapkan keberlanjutan. Oleh sebab itu, Perseroan implementing sustainability. Therefore, the Company enhances
meningkatkan kapasitas karyawan melalui internalisasi konsep employee capacity through the internalization of sustainability
dan praktik keberlanjutan dan mengikutsertakan karyawan concepts and practices, and involves employees in various
dalam berbagai pelatihan terkait keberlanjutan. sustainability-related training programs.
• Standar dan regulasi Penerapan Keberlanjutan yang kompleks • The complexity of sustainability implementation standards and
menjadi tantangan dalam mengikuti tren perkembangan regulations poses a challenge in keeping up with the development
penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia oleh karena of sustainable finance practices in Indonesia. Accordingly, the
itu Perseroan berusaha meningkatkan kapasitas pemahaman Company continuously strengthens employee understanding and
SDM terhadap standar regulasi yang berlaku. capacity regarding applicable regulatory standards.
• Ketentuan baru yang dinamis terkait praktik keberlanjutan • Dynamic new requirements related to sustainability practices,
seperti IFRS S1 & S2, menuntut persiapan SDM, pengetahuan, such as IFRS S1 & S2, require adequate preparation in terms
dan kemampuan yang memadai untuk mendukung of human resources, knowledge, and capabilities to support
implementasinya. implementation.
Sebagai upaya mitigasi atas berbagai tantangan tersebut, As part of mitigation efforts in addressing these challenges, the
Perseroan secara berkelanjutan meningkatkan kapasitas sumber Company continuously enhances human resource capacity through
daya manusia melalui penyelenggaraan pelatihan, sosialisasi, dan the implementation of training, socialization, and internalization
internalisasi terkait prinsip serta praktik keberlanjutan. Kegiatan ini of sustainability principles and practices. These initiatives include
mencakup pemahaman atas regulasi, standar keberlanjutan, serta strengthening understanding of regulations, sustainability standards,
perkembangan terbaru seperti IFRS S1 dan S2, guna memastikan and recent developments such as IFRS S1 and S2, in order to ensure
kesiapan SDM dalam mengimplementasikan praktik keberlanjutan the readiness of human resources in effectively implementing
secara efektif di seluruh lini organisasi. sustainability practices across all levels of the organization.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 133
Page 134
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
[OJK F]
PT Hutama Karya (Persero)
134 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 135
PT Hutama Karya (Persero) 2025 Sustainability Report 135
Page 136
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan [OJK F.1]
Activities to Build A Sustainability Culture
Budaya keberlanjutan merupakan bagian integral dari pilar-pilar Sustainability culture constitutes an integral part of Hutama Karya’s
keberlanjutan Hutama Karya serta menentukan keberhasilan sustainability pillars and determines the Company’s success in
Perseroan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Perseroan implementing sustainable business practices. The Company ensures
memastikan setiap badan tata kelola dan karyawan menerapkan that each governance body and employee adopts this culture. In
budaya ini. Dalam membangun budaya keberlanjutan, Perseroan fostering a sustainability culture, the Company has implemented the
telah menerapkan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Perseroan juga 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle). The Company also implements
menerapkan budaya Keberlanjutan Hutama Karya, di antaranya: Hutama Karya’s sustainability culture, including the following:
Menyelaraskan tujuan dan Menghargai konsumen dan Melakukan pengembangan Menjalin hubungan baik dan
keberlanjutan bisnis dengan memberikan layanan terbaik. sumber daya manusia. memberikan manfaat bagi
aspek lingkungan dan sosial Respecting customers and Developing human resources. para pemangku kepentingan.
secara efektif dan efisien. providing the best service. Building good relationships
Aligning business goals and delivering value to
and sustainability with stakeholders.
environmental and social
aspects effectively and
efficiently.
1 3 5 7
2 4 6
Melakukan kegiatan usaha Menghormati hak asasi Peduli terhadap perubahan
secara berintegritas dan manusia dalam menjalankan iklim dan memperhatikan
beretika. kegiatan usaha. lingkungan hidup.
Conducting business activities Upholding human rights in Caring about climate
with integrity and ethics. business operations. change and preserving the
environment.
3R (Reduce, Reuse, Recycle) 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
PT Hutama Karya (Persero) menunjukkan komitmen kuat terhadap PT Hutama Karya (Persero) demonstrates a strong commitment
praktik keberlanjutan dengan mengintegrasikan prinsip Reduce, to sustainability practices by integrating the principles of Reduce,
Reuse, dan Recycle (3R) ke dalam seluruh aktivitas operasional, Reuse, and Recycle (3R) into all operational activities, both within
baik di lingkungan perkantoran (green office) maupun proyek office environments (green office) and project sites (green site).
(green site). Prinsip reduce diterapkan melalui efisiensi penggunaan The reduce principle is implemented through efficient resource
sumber daya sejak tahap perencanaan, seperti optimalisasi desain, utilization from the planning stage, including design optimization,
pemilihan material rendah limbah, serta pengendalian konsumsi selection of low-waste materials, and control over the consumption
energi, air, dan bahan bakar. Prinsip reuse diwujudkan melalui of energy, water, and fuel. The reuse principle is realized through
pemanfaatan kembali material konstruksi dan sistem modular the reutilization of construction materials and modular systems that
yang dapat digunakan ulang, sementara prinsip recycle dilakukan can be repeatedly used, while the recycle principle is carried out by
dengan mengolah limbah konstruksi dan non-konstruksi agar processing construction and non-construction waste to restore its
memiliki nilai guna kembali, sehingga mendukung konsep ekonomi utility value, thereby supporting the circular economy concept. This
sirkular. Pendekatan ini diperkuat dengan manajemen energi, approach is further strengthened by energy management, emission
pengendalian emisi, serta perubahan perilaku karyawan untuk control, and behavioral transformation among employees to foster
menciptakan budaya kerja yang ramah lingkungan dan efisien. an environmentally friendly and efficient work culture.
Selain itu, Hutama Karya juga menerapkan pengelolaan lingkungan In addition, Hutama Karya implements comprehensive environmental
secara menyeluruh melalui manajemen air, limbah, dan emisi. management through water, waste, and emission management. Water
Pengelolaan air dilakukan secara terpadu mulai dari konservasi, management is conducted in an integrated manner, ranging from
pemanfaatan, hingga pengendalian pencemaran, termasuk conservation, utilization, to pollution control, including the application
penggunaan teknologi seperti biopori dan sistem daur ulang air. of technologies such as biopore systems and water recycling systems.
Limbah, termasuk limbah B3, dikelola secara ketat melalui proses Waste, including hazardous and toxic materials (B3) waste, is strictly
identifikasi, penyimpanan, pengolahan, hingga pelaporan sesuai managed through identification, storage, treatment, and reporting
PT Hutama Karya (Persero)
136 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
regulasi, serta didukung sistem tanggap darurat untuk mencegah processes in accordance with applicable regulations, supported by
dampak lingkungan. Di sisi lain, pengendalian udara dan emisi emergency response systems to mitigate environmental impacts.
gas rumah kaca dilakukan melalui efisiensi energi, penggunaan Meanwhile, air quality and greenhouse gas emission control are carried
teknologi ramah lingkungan, serta inventarisasi dan pelaporan out through energy efficiency initiatives, the use of environmentally
emisi berbasis standar internasional. Melalui pendekatan friendly technologies, and emission inventory and reporting based on
yang terintegrasi ini, Hutama Karya tidak hanya memastikan international standards. Through this integrated approach, Hutama
kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperkuat kinerja Karya not only ensures regulatory compliance but also strengthens
ESG dan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur yang its ESG performance and contribution to sustainable infrastructure
berkelanjutan. development.
KEBIJAKAN KEBERLANJUTAN SUSTAINABILITY POLICY
Hutama Karya telah merumuskan kebijakan perlindungan Hutama Karya has established an environmental protection policy
lingkungan hidup yang tercantum dalam Kebijakan Perseroan. as set forth in the Company Policy. This policy encompasses the
Kebijakan ini mencakup berbagai aspek sebagai berikut: following aspects:
1. Menetapkan, menerapkan, dan menjaga sistem pencegahan 1. Establishing, implementing, and maintaining a system to
terhadap kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta prevent occupational accidents, occupational diseases, as well
pencemaran lingkungan beserta dampaknya dalam setiap as environmental pollution and its impacts in all operational
kegiatan operasional Perseroan sesuai dengan ketentuan dan activities of the Company in accordance with prevailing laws
peraturan yang berlaku. and regulations;
2. Menetapkan, menerapkan, dan menjaga sistem manajemen 2. Establishing, implementing, and maintaining a risk
pengelolaan risiko dalam setiap kegiatan operasional management system in all operational activities of the
Perseroan. Company;
3. Menetapkan, menerapkan, dan menjaga sistem kerja yang 3. Establishing, implementing, and maintaining a working
berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan system oriented toward enhancing productivity, efficiency,
inovasi, dengan mempertimbangkan perbaikan kualitas dan and innovation, while considering quality improvement and
konservasi sumber daya alam. conservation of natural resources;
4. Perbaikan berkesinambungan atas proses, infrastruktur, 4. Continuously improving processes, infrastructure, technology,
teknologi dan kompetensi sumber daya manusia sesuai and human capital competencies in line with the requirements
dengan tuntutan standar manajemen mutu, lingkungan, serta of quality management, environmental, and occupational
keselamatan dan kesehatan kerja. health and safety standards;
5. Meningkatkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari 5. Enhancing environmental awareness as part of the Company’s
tanggung jawab sosial Perseroan. social responsibility; and
6. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap 6. Implementing good corporate governance in all operational
kegiatan operasional Perseroan. activities of the Company.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hutama Karya telah To realize this commitment, Hutama Karya has undertaken concrete
mengambil langkah konkret dalam mengimplementasikan kebijakan measures to implement its environmental protection policy
perlindungan lingkungan hidup melalui berbagai program yang through various programs that support environmental preservation
mendukung kelestarian alam dan keberlanjutan operasional and sustainable business operations. The following are several
perusahaan. Berikut ini adalah beberapa program yang telah programs implemented as part of such policy:
diterapkan sebagai bentuk implementasi dari kebijakan tersebut:
1. Program penerapan Konstruksi Berkelanjutan oleh PUPR, serta 1. Implementation of Sustainable Construction programs by the
penerbitan Letter of Compliance Green Construction; Ministry of Public Works and Housing, as well as the issuance of
the Letter of Compliance Green Construction;
2. Pengukuran emisi gas buang dari kendaraan operasional, alat 2. Measurement of exhaust emissions from operational vehicles,
berat, dan mesin status (genset); heavy equipment, and stationary engines (Genset);
3. Audit Resertifikasi ISO 14001:2015; 3. ISO 14001:2015 Recertification Audit;
4. Kepatuhan terhadap regulasi terkait sistem manajemen 4. Compliance with regulations related to environmental
lingkungan; management systems;
5. Mencegah tumpahan dari material B3 dan limbah B3; 5. Prevention of spills from hazardous and toxic materials (B3)
and B3 waste;
6. Penghijauan; 6. Greening initiatives;
7. Penerapan Green Building di HK Tower; 7. Implementation of Green Building at HK Tower;
8. Pelaporan dokumen AMDAL, RKL/RPL secara berkala; 8. Periodic reporting of AMDAL and RKL/RPL documents;
9. Mengembangkan E-OBU (E-On Board Unit); 9. Development of E-OBU (E-On Board Unit);
10. Konstruksi jalan akses bagi gajah di Jalan Tol Trans Sumatera; 10. Construction of elephant access roads on the Trans Sumatra
Toll Road;
11. Pemanfaatan teknologi biotank untuk pengendalian limbah 11. Utilization of Biotank technology for domestic waste control;
domestik;
12. Menjaga kelestarian flora fauna dan berkoordinasi dengan 12. Preservation of flora and fauna in coordination with relevant
pihak terkait; stakeholders;
13. Pengukuran kualitas lingkungan rutin setiap enam bulan; 13. Environmental quality measurement conducted every six
months;
14. Pengendalian material dan limbah B3 Diet plastik. 14. Control of hazardous materials and B3 waste; and Plastic
reduction initiatives.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 137
Page 138
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Perbandingan Target dan Kinerja Comparison of Target and Performance of
Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, Production, Portfolio, Financing Targets,
atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi or Investments, Revenue, and Profit or
[OJK F.2] Loss [OJK F.2]
Perseroan telah menetapkan target yang hendak dicapai dalam The Company has set the targets to be achieved in the Company
Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) Tahun 2025 yang Work Plan and Budget (RKAP) for 2025, which have been adjusted to
telah disesuaikan dengan kondisi industri dan ekonomi. the industry and economic conditions.
2025
Uraian Satuan
Description Unit Pencapaian Realisasi terhadap Target
Realisasi
Target Achievement of Realization Against Target
Realization
(%)
Produksi/ Kontrak yang dihadapi Dalam Miliar Rupiah
52.826 59.773 113
Production / Contract Backlog In Billion Rupiah
Persentase Tender yang Dimenangkan
% 60 50 84
Percentage of Won Tenders
Kontrak Baru Dalam Miliar Rupiah
20.075 18.373 92
New Contracts In Billion Rupiah
Pendapatan Dalam Miliar Rupiah
26.987 25.133 93
Revenue In Billion Rupiah
EBITDA Dalam Miliar Rupiah
3.909 4.410 113
EBITDA In Billion Rupiah
Total Aset Dalam Miliar Rupiah
198.235 189.098 95
Total Assets In Billion Rupiah
Panjang Tol yang Terbangun
Km 93 83,5 90
Length of Built Toll Roads
Laba (rugi) tahun berjalan Dalam Miliar Rupiah
808 3.089 382
Profit (Loss) for the Year In Billion Rupiah
Pembiayaan/ Investasi
18.735 11.008 59
Financing / Investment
2024
Uraian Satuan
Description Unit Pencapaian Realisasi terhadap Target
Target Realisasi
Achievement of Realization Against Target
Realization
(%)
Produksi/ Kontrak yang dihadapi Dalam Miliar Rupiah
60.606 70.032 115,55
Production / Contract Backlog In Billion Rupiah
Persentase Tender yang Dimenangkan
% 41,21 64,97 157,64
Percentage of Won Tenders
Kontrak Baru Dalam Miliar Rupiah
28.915 34.839 120,49
New Contracts In Billion Rupiah
Pendapatan Dalam Miliar Rupiah
26.566 30.252 113,87
Revenue In Billion Rupiah
EBITDA Dalam Miliar Rupiah
4.227 4.288 101,44
EBITDA In Billion Rupiah
PT Hutama Karya (Persero)
138 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
2024
Uraian Satuan
Description Unit Pencapaian Realisasi terhadap Target
Target Realisasi
Achievement of Realization Against Target
Realization
(%)
Total Aset Dalam Miliar Rupiah
183.820 196.042 106,65
Total Assets In Billion Rupiah
Panjang Tol yang Terbangun
Km 88,3 91 103,06
Length of Built Toll Roads
Laba (rugi) tahun berjalan Dalam Miliar Rupiah
249 2.767 1.110
Profit (Loss) for the Year In Billion Rupiah
Pembiayaan/ Investasi Dalam Miliar Rupiah
40.424 23.755 58,76
Financing / Investment In Billion Rupiah
2023
Uraian Satuan
Description Unit Pencapaian Realisasi terhadap Target
Target Realisasi
Achievement of Realization Against Target
Realization
(%)
Produksi/ Kontrak yang dihadapi Dalam Miliar Rupiah
57.414 59.858 104,26
Production / Contract Backlog In Billion Rupiah
Persentase Tender yang Dimenangkan
% 38,03 48,60 127,79
Percentage of Won Tenders
Kontrak Baru Dalam Miliar Rupiah
30.496 30.876 101,25
New Contracts In Billion Rupiah
Pendapatan Dalam Miliar Rupiah
35.821 26.926 75,17
Revenue In Billion Rupiah
EBITDA Dalam Miliar Rupiah
3.541 7.196 203,22
EBITDA In Billion Rupiah
Total Aset Dalam Miliar Rupiah
165.485 169.739 102,63
Total Assets In Billion Rupiah
Panjang Tol yang Terbangun
Km 99 86,49 87,36
Length of Built Toll Roads
Laba (rugi) tahun berjalan Dalam Miliar Rupiah
-894 1.873 410,00
Profit (Loss) for the Year In Billion Rupiah
Pembiayaan/ Investasi Dalam Miliar Rupiah
25.348 17.565 69,30
Financing / Investment In Billion Rupiah
Perbandingan Target dan Kinerja Comparison of Target and Performance
Portofolio, Target Pembiayaan, atau of Portfolio, Financing Targets, or
Investasi Pada Instrumen Keuangan Investments In Financial Instruments
atau Proyek yang Sejalan Dengan or Projects Aligned with Sustainable
Pembangunan Berkelanjutan [OJK F.3, IF-EN- Development [OJK F.3, IF-EN-410a.2]
410a.2]
Perseroan juga melakukan investasi pada proyek yang sejalan The Company also invests in projects aligned with the Sustainable
dengan TPB, yaitu pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera. Development Goals (SDGs), namely the development of the
Pembangunan tol tersebut memegang peran kunci bagi Trans-Sumatra Toll Road. The toll road development plays a
pembangunan di Pulau Sumatera dengan menghubungkan key role in the development of Sumatra Island by connecting
Lampung dan Aceh melalui 24 ruas jalan berbeda. Perseroan Lampung and Aceh through 24 different road sections. The
berhasil merealisasikan 75,4% pencapaian dari target proyek 100% Company achieved 75.4% realization of the 100% project target
pada tahun 2025. Adapun target dan realisasi dari proyek pada in 2025. The targets and realizations of the project in 2025 are
tahun 2025 dapat dilihat pada tabel berikut: presented in the following table:
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 139
Page 140
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Target Dalam Miliar Rupiah
17.065.019 18.472.300 22.892.000
Target In Billion Rupiah
Realisasi Dalam Miliar Rupiah
12.874.123 14.721.400 14.804.074
Realization In Billion Rupiah
Pencapaian
% 75,4 79,7 64,7
Achievement
Keterangan/Notes:
*)Disajikan kembali/ Restated
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan Direct Economic Value Generated and
dan Didistribusikan [GRI 201-1] Distributed [GRI 201-1]
Pada tahun 2025, Perseroan berhasil membukukan kinerja ekonomi In 2025, the Company successfully recorded stronger and more
yang semakin kuat dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari sustainable economic performance. This is reflected in the
peningkatan nilai ekonomi yang ditahan (laba) sebesar 11,64%, increase in retained economic value (profit) by 11.64%, from
dari Rp2,77 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp3,09 triliun. IDR2.77 trillion in the previous year to IDR3.09 trillion. This
Pencapaian ini didorong oleh keberhasilan Perseroan dalam achievement was driven by the Company’s success in optimizing
mengoptimalkan pengelolaan sumber daya serta menjalankan resource management and implementing adaptive and well-
strategi bisnis yang adaptif dan tepat sasaran sepanjang periode targeted business strategies throughout the reporting period. This
pelaporan. Kinerja positif ini menegaskan komitmen Perseroan positive performance underscores the Company’s commitment
dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus to creating sustainable added value while strengthening the
memperkuat fondasi pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi foundation for growth amid evolving economic dynamics. In
yang terus berkembang. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan line with this, the Company also continues to ensure the optimal
juga terus memastikan distribusi nilai ekonomi yang optimal distribution of economic value to all stakeholders. The details of
kepada seluruh pemangku kepentingan. Adapun rincian nilai the economic value generated and distributed by the Company
ekonomi yang diterima dan didistribusikan oleh Perseroan selama during 2025 are presented as follows:
tahun 2025 disajikan sebagai berikut:
Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
Table of Economic Value Generated and Distributed (Dalam Jutaan Rupiah/In Million Rupiah)
Uraian
2025 2024 2023
Description
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
Economic Value Generated
Pendapatan Operasi
25.132.919 30.252.293 26.926.321
Operating Revenue
Pendapatan Keuangan
2.180.923 2.621.234 4.625.998
Financial Income
Jumlah Nilai Ekonomi Dihasilkan
27.313.842 32.873.527 31.552.319
Total Economic Value Generated
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Economic Value Distributed
Beban Pokok Pendapatan
21.271.951 25.978.271 24.568.527
Cost of Revenue
Pembayaran ke Pemerintah
880.231 881.709 754.391
Payments to Government
Investasi kepada Masyarakat
17.440 24.842 28.519
Community Investments
Gaji dan Remunerasi Karyawan
497.261 510.987 448.715
Salaries and Employee Remuneration
Biaya Operasional
1.558.376 2.711.197 3.879.611
Operating Expenses
Jumlah Nilai Ekonomi Didistribusikan
24.225.259 30.107.005 29.679.763
Total Economic Value Distributed
Nilai Ekonomi yang Ditahan
3.088.583 2.766.522 1.872.556
Economic Value Retained
PT Hutama Karya (Persero)
140 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Kewajiban Program Pensiun Manfaat Pasti Obligations of Defined Benefit Pension
dan Program Pensiun Lainnya [GRI 201-3] Plans and Other Retirement Plans [GRI 201-3]
Komitmen Hutama Karya terhadap program pensiun berakar pada Hutama Karya’s commitment to pension programs is based on
pemahaman bahwa stabilitas keuangan selama masa pensiun the understanding that financial stability during retirement is a
adalah aspek mendasar dari kesejahteraan karyawan secara fundamental aspect of overall employee welfare. Accordingly, the
menyeluruh. Untuk itu, Perseroan memberikan imbalan pascakerja Company provides post-employment benefits through Dana Pensiun
yaitu Dana Pensiun Hutama Karya (DAPEN HK) untuk peserta Hutama Karya (DAPEN HK) for employees participating in the Defined
karyawan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan IFG Life untuk Benefit Pension Plan (PPMP) and IFG Life for participants of both the
peserta PPMP dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Peserta PPMP and Defined Contribution Pension Plan (PPIP). PPMP participants
PPMP merupakan karyawan yang diangkat sebagai karyawan tetap are employees appointed as permanent employees before December
sebelum 1 Desember 2016 dan PPIP diangkat setelah 1 Desember 1, 2016, while PPIP participants are those appointed after December 1,
2016. Selain itu, Perseroan juga mengikutsertakan seluruh 2016. In addition, the Company also enrolls all employees in the BPJS
karyawan dalam BPJS Jaminan Hari Tua (JHT). Old Age Security (JHT) program.
Jumlah Karyawan yang Diikutsertakan dalam Program Pensiun
Number of Employees Enrolled in Pension Programs
Program
2025 2024 2023
Program
Program Pensiun Manfaat Pasti
494 526 615
Defined Benefit Pension Plan (PPMP)
Program Pensiun Iuran Pasti
626 572 507
Defined Contribution Pension Plan (PPIP)
Program Jaminan Hari Tua
1.120 1.098 1.122
Old Age Security Program (JHT)
Keterangan Lembaga Pengelola Tenaga Kerja Perusahaan
Description Managing Institution Employee Company
Tabungan Pensiun Hutama Karya Dapen 5% 17,16%
Hutama Karya Pension Savings IFG 5% 17,16%
Jaminan Hari Tua
BPJS TK 2% 3,74%
Old Age Security (JHT)
Jaminan Pensiun
BPJS TK 1% 2%
Pension Program
Bantuan Finansial dari Pemerintah [GRI 201-4] Government Financial Assistance [GRI 201-4]
Di tahun 2025, Perseroan tidak menerima bantuan dalam bentuk In 2025, the Company did not receive any form of assistance from
apapun dari Pemerintah. the Government.
Keberadaan Pasar Market Presence
Perseroan memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk The Company provides opportunities for local communities to
berkontribusi dan berdedikasi bersama Hutama Karya. Seluruh contribute and dedicate themselves alongside Hutama Karya. All
karyawan lokal yang diterima telah memenuhi kualifikasi yang local employees recruited have met the required qualifications to
ditentukan guna menjaga kinerja perusahaan. Selain itu, upaya ini maintain the Company’s performance. In addition, this initiative
menjadi salah satu kontribusi Perseroan terhadap pertumbuhan serves as one of the Company’s contributions to local economic
ekonomi lokal. Pada tahun 2025, 2,17% EVP atau setingkat dan growth. In 2025, 2.17% of EVP-level employees or equivalent and
13,16% karyawan merupakan karyawan lokal yang berasal dari DKI 13.16% of employees are local employees originating from DKI
Jakarta. Jakarta.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 141
Page 142
Dampak Ekonomi Tidak Langsung Indirect Economic Impacts
Investasi Infrastruktur dan Dukungan Infrastructure Investment and Service
Layanan Support
PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Core Indonesia pada PT Hutama Karya (Persero), together with PT Core Indonesia,
tahun 2024 menyusun kajian mengenai Dampak Ekonomi Jalan conducted a study in 2024 on the Economic Impact of the Trans-
Tol Trans Sumatera. Tujuan dari dilakukannya kajian ini adalah Sumatra Toll Road. The objective of this study is to understand the
mengetahui situasi dampak manfaat dan nilai yang dihasilkan oleh impact, benefits, and value generated by the development of the
pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, serta mengidentifikasi Trans-Sumatra Toll Road, as well as to identify the potential value
nilai yang berpotensi diperoleh pemerintah pusat maupun that may be obtained by the central and regional governments from
pemerintah daerah dari nilai dampak manfaat pembangunan yang the economic benefits generated by the project. Detailed economic
dibangkitkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera. Detail dampak and fiscal impacts for each Trans-Sumatra Toll Road section, once
ekonomi dan dampak fiskal pada masing-masing ruas Jalan Tol fully connected, are presented below:
Trans Sumatera apabila semua ruas telah tersambung adalah
sebagai berikut:
Tabel 2.8 Dampak Ekonomi dan Dampak Fiskal Jalan Tol Trans Sumatera
Table 2.8 Economic and Fiscal Impact of the Trans-Sumatra Toll Road
Peningkatan Peningkatan
ENPV EIRR
Peningkatan Pajak Pusat Penerimaan
Mikro + Makro Mikro + Makro
Nilai Tambah (Rp Miliar) Daerah BCR Mikro +
Nama Ruas JTTS (Rp Miliar) (%)
Jarak (Km) (Rp Miliar) Increase (Rp Miliar) Makro
Name of JTTS Toll Road ENPV EIRR
Distance (Km) Increase in in Central Increase in BCR Micro +
Section Micro + Macro Micro + Macro
Value Added Government Regional Macro
(Billion Rupia) (%)
(Billion Rupiah) Tax Revenue Revenue
(Billion Rupia) (Billion Rupia)
Tahap I
Stage I
Medan-Binjai 17,43 5.446,32 565,87 2.744,96 7,31 38.480,94 25,58
Palembang-Sp. Indralaya 22,00 6.772,42 698,47 3.700,29 3,97 18.483,49 16,35
Pekanbaru-Dumai 132,03 41.266,74 4.287,59 13.530,01 7,52 183.527,42 21,25
Bakauheni-Terbanggi
141,00 26.826,76 2.787,26 15.761,83 4,29 107.993,84 17,88
Besar
TBPPKA 189,00 44.929,18 4.668,12 25.523,65 6,13 206.392,0 26,18
Binjai-Pangkalan Brandan 57,50 17.966,75 1.866,73 9.055,41 3,92 58.657,22 17,35
Sigli-Banda Aceh 74,20 23.346,31 2.425,68 23.450,77 3,42 47.205,3 15,25
Sp. Indralaya-Prabumulih 64,50 19.708,94 2.047,75 10.848,59 3,34 45.529,11 13,45
Bengkulu-Taba Penanjung 16,70 8.571,23 890,56 6.910,71 2,66 12.090,04 12,66
Pekanbaru-Koto Kampar 64,70 20.222,37 2.101,12 6.630,22 4,10 50.762,11 14,01
Kisaran-Indrapura 48,00 14.998,32 1.558,34 7.559,33 6,83 75.724,53 28,29
Kuala Tanjung-Pematang
93,00 29.059,21 3.019,25 14.646,15 4,22 69.968,89 16,62
Siantar
Sicincin-Padang 36,60 23.182,52 2.408,67 15.580,83 2,29 17.100,38 11,11
Tahap II
Stage II
Betung-Jambi 170,00 55.385,37 5.754,50 29.836,07 2,71 82.913,25 15,67
Jambi-Rengat 198,00 67.112,63 6.973,01 29.754,24 2,13 72.669,54 11,83
Rengat-Pekanbaru 207,00 64.699,05 6.722,25 21.212,65 1,29 16.902,27 7,63
Pelabuhan Panjang-
11,20 2.132,80 221,61 1.253,14 7,22 31.665,25 20,66
Lematang
Kapal Betung Seksi 2B
69,19 21.291 2.277,62 10.395,40 3,83 93.364,44 16,55
dan 3
PT Hutama Karya (Persero)
142 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 143
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Peningkatan Peningkatan
ENPV EIRR
Peningkatan Pajak Pusat Penerimaan
Mikro + Makro Mikro + Makro
Nilai Tambah (Rp Miliar) Daerah BCR Mikro +
Nama Ruas JTTS (Rp Miliar) (%)
Jarak (Km) (Rp Miliar) Increase (Rp Miliar) Makro
Name of JTTS Toll Road ENPV EIRR
Distance (Km) Increase in in Central Increase in BCR Micro +
Section Micro + Macro Micro + Macro
Value Added Government Regional Macro
(Billion Rupia) (%)
(Billion Rupiah) Tax Revenue Revenue
(Billion Rupia) (Billion Rupia)
Tahap III
Stage III
Pangkalan Brandan-
73,50 23.076,94 2.397,69 19.646,65 2,36 31.534,34 13,24
Langsa
Dumai-Rantauprapat 181,00 56.568,60 5.877,51 20.968,62 3,68 151.584,01 16,12
Langsa-Lhokseumawe 134,00 42.161,84 4.380,62 42.350,38 8,20 310.289,46 20,03
Lhokseumawe-Sigli 157,00 49.398,61 5.132,49 49.619,44 5,10 229.901,03 16,29
Rantauprapat-Kisaran 111,50 34.839,86 3.619,86 17.559,56 5,37 155.154,82 18,69
Tahap IV
Stage IV
Pematang Siantar-
50,00 15.623,23 1.623,25 7.874,33 7,40 27.670,20 40.17
Parapat*
Prabumulih-Muara Enim 56,00 17.111,65 1.777,92 9.418,91 3,53 48.387,65 17,53
Muara Enim-Lubuk
112,00 34.223,33 3.555,79 18.837,91 3,92 93.318, 13.72
Linggau
Lubuk Linggau-Taba
80,00 40.343,21 4.191,67 32.257,84 2,51 58.612,31 10,58
Penanjung
Koto Kampar-Sicincin 154,00 97.543,88 10.134,84 65.558,75 1,57 30.316,78 9,78
Parapat-Sibolga 120,00 31.871,44 3.311,44 16.063,56 5,91 209.816,2 17,91
Batu Ampar-Hang Nadim 20,00 9.590,82 996,49 3.291,50 1,92 7.137,4 11,58
*belum menyertakan biaya investasi *Investment cost not included
Sumber: Kajian Dampak Ekonomi & Sosial JTTS, Core Indonesia 2024 Source: Economic & Social Impact Study of JTTS, Core Indonesia 2024
Manfaat dari Jalan Tol Trans Sumatera bukan hanya ketika telah The benefits of the Trans-Sumatra Toll Road are not only realized
terbangun dan beroperasi, namun juga ketika masa konstruksi once it is completed and operational, but also during the
atau pembangunan. Pembangunan proyek dengan biaya investasi construction phase. The development of large-scale infrastructure
besar akan memacu roda perekonomian di daerah tersebut. Hal ini projects stimulates economic activity in the surrounding regions.
disebabkan karena meningkatnya uang yang beredar, akan memicu This is driven by an increase in money circulation, which leads
peningkatan konsumsi masyarakat. Ketika konsumsi meningkat, to higher household consumption. As consumption rises, the
lapangan kerja akan membutuhkan tambahan pekerja baru. labor market requires additional workers, thereby creating new
employment opportunities.
Dampak Ekonomi Tidak Langsung yang Significant Indirect Economic Impacts
Signifikan
Melalui program TJSL, Hutama Karya berupaya menciptakan Through its Corporate Social and Environmental Responsibility
hubungan simbiosis yang tidak hanya meningkatkan reputasi (TJSL) program, Hutama Karya seeks to create a symbiotic
Perseroan, tetapi juga menghasilkan nilai bersama bagi Perseroan relationship that not only enhances the Company’s reputation
dan masyarakat yang terlibat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai but also generates shared value for both the Company and the
pilar, yakni sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola communities involved. This effort is carried out through various
serta berfokus pada bidang prioritas, yaitu bidang pendidikan, pillars, namely social, economic, environmental, legal, and
lingkungan, dan pengembangan usaha mikro dan usaha kecil governance, and focuses on priority areas such as education, the
(UMK). Perseroan berdedikasi untuk memberikan dampak positif environment, and micro and small enterprise (MSE) development.
secara berkesinambungan. Dengan demikian, peran Perseroan The Company is committed to delivering sustainable positive
sebagai warga korporasi yang bertanggung jawab pun makin kuat. impacts. In this way, the Company’s role as a responsible corporate
citizen is further strengthened.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 143
Page 144
Tujuan
Pembangunan Pemangku
Berkelanjutan Kepentingan yang Signifikansi Dampak
Program
Sustainable Terdampak Impact Significance
Development Affected Stakeholders
Goals
Sentra Kriya Ogan TPB 4, TPB 8, TPB Lokasi pelaksanaan Berdasarkan perolehan data di lapangan diketahui program Sentra Kriya Ogan
Ilir 9, TPB 11, TPB 17 program ini berada di Iliryang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) menciptakan manfaat
SDGs 4, SDGs 8, Kabupaten Ogan Ilir, yang dapat dikategorikan ke dalam manfaat secara ekonomi dan sosial, dengan
SDGs 9, SDGs 11, Sumatera Selatan sebagai dampak signifikan bagi penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal.
SDGs 17 salah satu daerah yang
termasuk ke dalam ring Hasil perhitungan Social Return on Investment (SROI) dengan total investasi
1 poros Jalan Tol Trans sebesar Rp597 juta menghasilkan manfaat terukur sebesar Rp1,5 miliar dengan
Sumatera. nilai SROI 2,40. Artinya setiap Rp1 yang diinvestasikan memberikan nilai manfaat
sosial dan ekonomi sebesar Rp2,40 dan waktu pengembalian investasi (payback
67 penerima manfaat period) selama 11 bulan 8 hari. Nilai ini menunjukan efektivitas dan efisiensi
langsung: program dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
- 2 kelompok binaan
- Anggota Kelompok Usaha Program ini memberikan kontribusi penting pada dua pilar utama yaitu ekonomi
Bersama (KUB) Usang dan sosial. Pada pilar ekonomi, manfaat terbesar berasal dari peningkatan
Sungging 30 orang pendapatan langsung para pengrajin serta efisiensi biaya investasi melalui
- Anggota Koperasi Gebeng pengadaan peralatan produksi modern seperti mesin CNC dan alat press logam.
Maju Berjaya 35 orang Dukungan ini berhasil mengeliminasi beban modal awal sehingga kelompok
binaan dapat mengalokasikan sumber daya finansial mereka untuk memperkuat
7 penerima manfaat tidak stok bahan baku dan pengembangan usaha secara mandiri.
langsung:
- Pemateri pelatihan 4 Pada pilar sosial, program ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kompetensi
orang pegrajin melalui rangkaian pelatihan teknis yang intensif. Selain itu, ketersediaan
- Dinas Perindustrian, fasilitas produksi kolektif telah memperkuat kohesi sosial dan kolaborasi
Perdagangan, Koperasi, antar anggota kelompok yang kini memiliki jadwal rutin untuk berkumpul dan
dan UKM Kabupaten berinovasi bersama. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh para pengrajin di
Ogan Ilir KUB Usang Sungging dan Koperasi Gebeng Maju Berjaya, tetapi juga memberikan
- Mitra implementator nilai tambah bagi instansi pemerintah dan mitra strategis yang terlibat dalam
lapangan ekosistem pengembangan produk lokal.
- PT Hutama Karya
(Persero) Di samping itu, Kabupaten Ogan Ilir adalah area yang dilintasi langsung oleh Jalan
The program is Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Indralaya dan Indralaya-Prabumulih.
implemented in Ogan Ilir Dengan adanya program ini, menggambarkan kepedulian PT Hutama Karya
Regency, South Sumatra, as (Persero) terhadap pemberdayaan ekonomi lokal yang berdampak pada
one of the areas included in peningkatan nilai tambah positif perusahaan di masyarakat.
Ring 1 of the Trans Sumatra Based on field data, the Sentra Kriya Ogan Ilir program implemented by
Toll Road corridor. PT Hutama Karya (Persero) generates benefits categorized into economic and
social impacts, with significant contributions to strengthening the creative
67 direct beneficiaries: economy and preserving local culture.
- 2 beneficiary groups
- Members of Joint The Social Return on Investment (SROI) calculation, with a total investment of
Business Group (KUB) IDR597 million, generated measurable benefits of IDR1.5 billion, resulting in an
Usang Sungging: 30 SROI value of 2.40. This means that every IDR1 invested generates IDR2.40 in social
people and economic value, with a payback period of 11 months and 8 days. This result
- Members of Gebeng Maju demonstrates the program’s effectiveness and efficiency in creating sustainable
Berjaya Cooperative: 35 community impact.
people
The program provides significant contributions to two main pillars: economic
7 indirect beneficiaries: and social. On the economic pillar, the greatest benefits come from increased
- Training instructors: 4 income for artisans and cost efficiency through investment in modern production
people equipment such as CNC machines and metal pressing tools. This support
- Department of Industry, eliminates initial capital burdens, allowing beneficiary groups to allocate financial
Trade, Cooperatives, and resources toward strengthening raw material inventory and independent business
SMEs of Ogan Ilir Regency development.
- Field implementing
partners On the social pillar, the program enhances artisans’ capacity and competencies
- PT Hutama Karya through intensive technical training. In addition, shared production facilities
(Persero) strengthen social cohesion and collaboration among members, who now regularly
gather and innovate together. These impacts are not only felt by members of
KUB Usang Sungging and Gebeng Maju Berjaya Cooperative, but also add value
to government institutions and strategic partners involved in the local product
development ecosystem.
Furthermore, Ogan Ilir Regency is directly traversed by the Trans Sumatra Toll
Road (JTTS) corridors of Palembang–Indralaya and Indralaya–Prabumulih.
Through this program, PT Hutama Karya (Persero) demonstrates its commitment
to local economic empowerment, contributing positively to the Company’s social
value creation within the community.
PT Hutama Karya (Persero)
144 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 145
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tujuan
Pembangunan Pemangku
Berkelanjutan Kepentingan yang Signifikansi Dampak
Program
Sustainable Terdampak Impact Significance
Development Affected Stakeholders
Goals
HK Urban TPB 3, TPB 5, TPB Lokasi pelaksanaan Program HK Urban HabitSphere: Revitalisasi Ekosistem Lokal untuk Pengembangan
HabitSphere 6, TPB 11, TPB 12, program ini yaitu di Cibubur, Kawasan Berkelanjutan secara aktif berkontribusi pada pencapaian Tujuan
TPB 13, TPB 17 Jakarta Timur. Pembangunan Berkelanjutan dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas
SDGs 3, SDGs 5, hidup masyarakat. Program ini mengintegrasikan berbagai aspek penting,
SDGs 6, SDGs 11, Stakeholder: termasuk kesetaraan gender, akses terhadap air bersih dan sanitasi, pengelolaan
SDGs 12, SDGs 13, - PT Hutama Karya kota dan pemukiman yang layak, serta pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
SDGs 17 (Persero)
- 40 orang karyawan Selain itu, program ini mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui
PT Hutama Karya pendekatan edukatif dan partisipatif yang secara bersamaan meningkatkan
(Persero) kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan
- 25 BPS RW 05 Cibubur pendekatan yang holistic, program ini tidak hanya menciptakan manfaat langsung
- 450 orang Warga RW 05 bagi masyarakat tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk keberlanjutan
Cibubur ekosistem lokal di masa depan.
- Warga RW 12 Malaka Jaya
- 9 orang Narasumber Berdasarkan hasil perhitungan SROI diperoleh angka sebesar 9,32 untuk program
Sosialisasi ini, artinya setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan dampak sosial senilai
- 2 orang Narasumber Rp9,32. Rasio SROI ini mengindikasikan bahwa manfaat yang diterima oleh
Pelatihan masyarakat dan lingkungan jauh melebihi biaya investasi yang dikeluarkan.
Lokasi The program is Dengan total dampak sosial sebesar Rp2,63 miliar dari nilai investasi sebesar
implemented in Cibubur, Rp282 juta. Hal ini menegaskan bahwa program ini berhasil menciptakan manfaat
East Jakarta. sosial yang signifikan dan menjadikannya salah satu langkah strategis yang efektif
untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
Stakeholders: The HK Urban HabitSphere Program: Revitalization of Local Ecosystems for
- PT Hutama Karya Sustainable Area Development actively contributes to the achievement of the
(Persero) Sustainable Development Goals by emphasizing improvements in community
- 40 employees of quality of life. The program integrates various key aspects, including gender
PT Hutama Karya equality, access to clean water and sanitation, sustainable cities and communities,
(Persero) and environmental conservation.
- 25 BPS RW 05 Cibubur
- 450 residents of RW 05 In addition, the program encourages behavioral change within the community
Cibubur through an educational and participatory approach that simultaneously increases
- Residents of RW 12 collective awareness of the importance of environmental preservation. With a
Malaka Jaya holistic approach, the program not only creates direct benefits for the community
- 9 socialization resource but also builds a strong foundation for the long-term sustainability of the local
persons ecosystem.
- 2 training resource
persons Based on the SROI calculation, the program achieved a value of 9.32, meaning
that every IDR1 invested generates IDR9.32 in social impact. This SROI ratio
indicates that the benefits received by the community and the environment far
exceed the investment costs incurred. With a total social impact of IDR2.63 billion
from an investment value of IDR282 million, this confirms that the program has
successfully created significant social benefits and serves as an effective strategic
initiative to promote sustainable development.
Praktik Pengadaan Barang dan Jasa [GRI 204-1] Procurement Practices for Goods and
Services [GRI 204-1]
Perseroan menerapkan standar, kebijakan, dan prosedur pemilihan The Company implements structured and transparent supplier/
pemasok/kontraktor yang terstruktur dan transparan. Proses contractor selection standards, policies, and procedures. The
seleksi dilakukan melalui evaluasi komprehensif yang meliputi selection process is carried out through a comprehensive
aspek administratif, teknis, komersial, serta kepatuhan terhadap evaluation covering administrative, technical, commercial aspects,
regulasi dan prinsip keberlanjutan (Environmental, Social, and as well as compliance with regulations and Environmental, Social,
Governance/ESG). Melalui mekanisme ini, perusahaan memastikan and Governance (ESG) principles. Through this mechanism, the
bahwa pemasok/kontraktor yang terpilih tidak hanya memenuhi Company ensures that selected suppliers/contractors not only meet
kualifikasi yang dipersyaratkan, tetapi juga memiliki komitmen the required qualifications but also demonstrate commitment to
terhadap praktik usaha yang beretika, bertanggung jawab, dan ethical, responsible, and sustainable business practices.
berkelanjutan.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 145
Page 146
Perseroan menempatkan pemasok sebagai mitra kerja untuk The Company positions suppliers as business partners for mutual
tumbuh bersama. Menjalin kemitraan dan turut mengembangkan growth. Establishing partnerships and developing the competencies
kompetensi pemasok lokal merupakan program kerja keberlanjutan of local suppliers is part of Hutama Karya’s sustainability program.
Hutama Karya. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan This initiative aims to increase real income and create employment
pendapatan riil dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi opportunities for surrounding communities.
masyarakat sekitar.
Upaya perseroan untuk memastikan bahwa rantai nilainya The Company’s efforts to ensure that its value chain is
ramah lingkungan atau selaras dengan upaya mempromosikan environmentally friendly and aligned with the promotion of
pembangunan berkelanjutan Perusahaan berkomitmen untuk sustainable development reflect its commitment to ensuring that
memastikan bahwa seluruh rantai nilai berjalan selaras dengan all value chain activities operate in accordance with sustainability
prinsip pembangunan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan principles. These efforts are implemented through the adoption of
melalui penerapan kebijakan dan prosedur yang mengintegrasikan policies and procedures that integrate Environmental, Social, and
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, Governance (ESG) aspects across all stages of operations, including
and Governance/ESG) dalam setiap tahapan kegiatan, termasuk in the procurement of goods and services. The Company promotes
dalam proses pengadaan barang/jasa. Perseroan mendorong the use of environmentally friendly materials and products, efficient
penggunaan material dan produk yang ramah lingkungan, efisiensi utilization of resources, and compliance with applicable laws and
penggunaan sumber daya, serta kepatuhan terhadap peraturan regulations. In addition, the Company conducts the selection and
perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, perseroan juga evaluation of suppliers and contractors by taking into account
melakukan seleksi dan evaluasi terhadap pemasok/kontraktor sustainability performance, including environmental management
dengan mempertimbangkan kinerja keberlanjutan, termasuk and social responsibility aspects. Through this approach, the
aspek pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Melalui Company seeks to establish a value chain that not only supports
pendekatan ini, perseroan berupaya membangun rantai nilai operational performance but also delivers positive and sustainable
yang tidak hanya mendukung kinerja operasional, tetapi juga impacts on the environment and society.
memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat
secara berkelanjutan.
Sepanjang 2025, Perseroan melibatkan 754 pemasok lokal telah Throughout 2025, the Company engaged 754 local suppliers as
menjadi bagian rantai pasok Hutama Karya, atau 100% dari part of Hutama Karya’s supply chain, representing 100% of the
total jumlah pemasok. Pemasok lokal diartikan sebagai entitas total number of suppliers. Local suppliers are defined as business
usaha yang terdaftar dan berdomisili di wilayah hukum Republik entities registered and domiciled within the jurisdiction of the
Indonesia. Republic of Indonesia.
Pemasok Barang dan Jasa Tahun 2023-2025
Goods and Services Suppliers 2023–2025
Jumlah Pemasok Nilai Kontrak Pekerjaan (dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan Number of Suppliers Contract Value (in Million Rupiah)
Description
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Barang
135 135 97 2.186.697 3.308.142 1.742.713
Goods
Jasa
622 235 122 21.125.638 29.258.528 12.464.441
Services
Total 757 370 219 23.312.335 32.566.670 14.207.154
Penilaian Lingkungan dan Sosial Pemasok Environmental and Social Assessment of
Suppliers
Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip tata kelola perusahaan To ensure that the principles of Good Corporate Governance (GCG)
yang baik (GCG) diterapkan di seluruh rantai pasokan Perseroan, are implemented throughout the Company’s supply chain, the
Perseroan telah mengembangkan Pedoman Pengadaan Barang Company has developed the Procurement Guidelines for Goods
dan Jasa di Lingkungan Hutama Karya sesuai Peraturan Direksi and Services within Hutama Karya in accordance with the Board
PT Hutama Karya (Persero) NOMOR PER-10/HK/IX/2025 Tentang of Directors Regulation of PT Hutama Karya (Persero) Number PER-
Pedoman Pengadaan Barang/Jasa PT Hutama Karya (Persero). 10/HK/IX/2025 concerning the Procurement Guidelines for Goods/
PT Hutama Karya (Persero)
146 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 147
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Kebijakan ini mengatur kriteria terkait aspek-aspek LST yang harus Services of PT Hutama Karya (Persero). This policy stipulates criteria
dipenuhi oleh pemasok. related to Environmental, Social, and Governance (ESG) aspects
that must be fulfilled by suppliers.
Dalam rangka mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, In supporting the growth of domestic industries, Hutama Karya is
Hutama Karya berkomitmen untuk mengupayakan pendayagunaan committed to promoting the utilization of domestically produced
Barang/Jasa hasil produksi dalam Negeri serta UMKM. Hal ini goods/services as well as Micro, Small, and Medium Enterprises
ditunjukan dengan pembentukan Tim Peningkatan Penggunaan (MSMEs). This commitment is demonstrated through the
Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui Surat Keputusan Direksi establishment of the Domestic Product Utilization Improvement
Perusahaan guna memonitor dan memastikan penggunaan Team (P3DN) based on a Board of Directors Decree to monitor and
komponen dalam negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa. ensure the use of domestic components in the procurement of
goods and services.
Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang transparan, In an effort to create a transparent, accountable, and highly
akuntabel dan beretika tinggi sejalan dengan penerapan Good ethical work environment in line with the implementation of good
Corporate Governance (GCG) guna menjaga integritas, keandalan corporate governance, and to maintain integrity, reliability of
pelaporan keuangan, dan reputasi perusahaan, maka perusahaan financial reporting, and the Company’s reputation, the Company
berkomitmen untuk menerapkan Anti-Fraud dalam pelaksanaan is committed to implementing Anti-Fraud practices in its business
bisnisnya, oleh karena itu seluruh calon rekanan harus menyerahkan activities. Therefore, all prospective business partners are required
Surat Komitmen Penerapan Anti Suap/Pakta Integritas. to submit an Anti-Bribery Commitment Letter/Integrity Pact.
Sesuai Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa Nomor CBP/ In accordance with the Goods and Services Procurement Procedure
SCM/P/001, telah diatur kriteria LST yang harus dipenuhi oleh Number CBP/SCM/P/001, ESG-related criteria that must be fulfilled
pemasok, antara lain: Persyaratan terkait Keselamatan, Kesehatan by suppliers have been established, including requirements related
Kerja dan Lingkungan (K3L/HSE) dan Persyaratan terkait Mutu to Occupational Health, Safety, and Environment (HSE/OHS) and
(Quality), selain itu beberapa syarat teknis yang harus dipenuhi Quality requirements. In addition, several technical requirements
dalam rangka mendorong pengadaan dengan prinsip keberlanjutan are applied to promote sustainable procurement principles by
yaitu dengan memprioritaskan penggunaan: prioritizing the use of:
• Produk Dalam Negeri; atau • Domestic Products; or
• Produk bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI); atau • Products certified with the Indonesian National Standard (SNI); or
• Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dari hasil • Products from Micro Enterprises, Small Enterprises, and
produk dalam negeri; atau Cooperatives based on domestic production; or
• Produk Ramah Lingkungan Hidup. • Environmentally Friendly Products
Pemenuhan kriteria-kriteria di atas menjadi bagian dalam proses Compliance with the above criteria forms part of the supplier
seleksi dan evaluasi kinerja pemasok. selection and performance evaluation process.
Seleksi dan evaluasi dilakukan dengan penilaian berdasarkan Selection and evaluation are conducted based on predetermined
kriteria serta bobot yang telah ditentukan untuk mengukur risiko criteria and weighting to measure potential risks that may arise.
yang kemungkinan dapat timbul. Pemasok harus memenuhi nilai Suppliers are required to meet the established minimum score to be
yang telah ditentukan untuk dapat bekerja sama dengan Perseroan. eligible to collaborate with the Company. The minimum threshold
Nilai minimumnya, yaitu 70, atau minimal masuk kategori “BAIK”. is 70, or at least within the “GOOD” category. To ensure supplier
Untuk memastikan kinerja keberlanjutan pemasok, Perseroan sustainability performance, the Company conducts evaluations on
melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali. a quarterly basis.
Rekanan bisnis Perseroan mencakup kontraktor dan pemasok The Company’s business partners include contractors and
di berbagai bidang, termasuk pemasok bahan bangunan, suppliers across various sectors, including suppliers of construction
teknologi, dan perangkat lunak; konsultan sipil, perencanaan, dan materials, technology, and software; civil, planning, and supervision
pengawasan; kontraktor pelaksanaan pekerja, alat, dan peralatan consultants; contractors for workforce execution, equipment, and
konstruksi serta pengerah jasa tenaga kerja dan lain-lain. construction tools; as well as labor service providers and others.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah mengevaluasi seluruh Throughout 2025, the Company has evaluated all (100%) new
(100%) pemasok dan mitra kerja baru. Berdasarkan evaluasi yang suppliers and business partners. Based on the evaluations
dilakukan, tidak ada pemutusan kontrak kerja dengan pemasok conducted, there were no terminations of contracts with suppliers
dan mitra kerja akibat pelanggaran dalam pengelolaan LST sesuai and business partners due to violations in ESG management
regulasi maupun standar Perseroan. in accordance with applicable regulations and the Company’s
standards.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 147
Page 148
Keterangan Total Pemasok Pemasok yang Telah Dinilai Terkait Aspek LST
Description Total Suppliers Suppliers Assessed on ESG Aspects
2025 754 754 (100%)
2024 370 370 (100%)
2023 219 219 (100%)
Anti Korupsi Anti-Corruption
Operasi-Operasi yang Dinilai Memiliki Risiko Operations Assessed as Having Corruption-
Terkait Korupsi [GRI 205-1, IF-EN-510a.1, IF-EN-510a.3] Related Risks [GRI 205-1, IF-EN-510a.1, IF-EN-510a.3]
Sejalan dengan penerapan antikorupsi, Perseroan telah tersertifikasi In line with the implementation of anti-corruption principles, the
ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) untuk Company has obtained ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management
mendorong aktivitas bisnis yang lebih transparan, akuntabel, dan System (ABMS) certification to promote more transparent and
meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Perseroan accountable business activities and to enhance stakeholder trust. The
menerapkan zero tolerance terhadap segala bentuk korupsi, termasuk Company applies zero tolerance toward all forms of corruption, including
penyuapan. Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi yang ketat. bribery. Any violation will be subject to strict sanctions. The Company’s
Komitmen Perseroan terhadap antikorupsi diuraikan dalam kode etik, commitment to anti-corruption is outlined in its Code of Conduct, anti-
kebijakan antikorupsi, dan kebijakan antisuap. Kebijakan ini berlaku corruption policy, and anti-bribery policy. These policies apply to all
bagi seluruh insan Hutama Karya, mitra kerja, dan kontraktor. Hutama Karya personnel, business partners, and contractors.
Untuk mengintegrasikan komitmen Perseroan terhadap antikorupsi To integrate the Company’s commitment to anti-corruption and
dan penyuapan, Perseroan secara rutin melakukan pelatihan anti-bribery, regular refresher training is conducted for employees,
penyegaran kepada karyawan, mitra kerja, dan kontraktor. Selama business partners, and contractors. During 2025, the Company
tahun 2025, Perseroan melakukan komunikasi dan sosialisasi carried out anti-corruption communication and socialization
antikorupsi melalui Whatsapp Broadcast, Pemutaran Video SMAP through WhatsApp broadcasts, SMAP video screenings during
setiap Rapat Koordinasi dan HK Academy, serta penandatanganan coordination meetings and HK Academy sessions, as well as the
pakta integritas oleh seluruh karyawan dan calon mitra bisnis. Bagi signing of integrity pacts by all employees and prospective business
karyawan yang bertugas di lokasi proyek, sosialisasi dilakukan partners. For employees working at project sites, socialization is
ketika tinjauan manajemen kepada seluruh manajer proyek conducted during management reviews with project managers
per wilayah. Kemudian, manajer proyek bertugas meneruskan across regions, who then disseminate the information within their
sosialisasi di lokasi masing-masing. respective sites.
Perseroan menyadari adanya potensi tindak korupsi pada setiap The Company recognizes the potential for corruption risks across
fungsi (100%). Oleh sebab itu, Perseroan melakukan identifikasi all functions. Therefore, it identifies functions with high corruption
pada fungsi-fungsi yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap risk across business units/divisions and subsidiaries using the Risk
korupsi pada setiap unit bisnis/divisi dan anak perusahaan. Management System (RMS) tools managed by the Risk Management
Identifikasi tersebut dilakukan menggunakan Risk Management Division. Based on this identification, the Company has identified
System (RMS) tools yang dikelola oleh Divisi Pengelolaan Risiko. significant risks in the procurement of strategic materials in projects.
Melalui hasil identifikasi tersebut, Perseroan menemukan potensi Nevertheless, the Company has implemented a comprehensive
risiko signifikan pada pengadaan material barang strategis procurement system using HK Circle to mitigate these risks. In
di proyek. Meskipun demikian, Perseroan telah menjalankan addition, prospective suppliers are required to participate in SMAP
sistem pengadaan yang komprehensif menggunakan HK Circle socialization sessions and sign anti-bribery commitments and/or
untuk mitigasi potensi risiko tersebut. Selain itu, Perseroan integrity pacts.
mewajibkan calon pemasok untuk mengikuti sosialisasi SMAP
serta menandatangani komitmen anti penyuapan dan/atau pakta
integritas. Selain itu, sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak
memiliki wilayah operasional yang berada di negara dengan tingkat
risiko korupsi tinggi, sebagaimana tercermin dalam daftar 20
peringkat terendah pada Transparancy International’s Corruption
Perception Index (CPI).
PT Hutama Karya (Persero)
148 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 149
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Komunikasi dan Pelatihan Tentang Kebijakan Communication and Training On Anti-
dan Prosedur Anti-Korupsi [GRI 205-2] Corruption Policies and Procedures [GRI 205-2]
Perseroan secara berkelanjutan melaksanakan komunikasi dan The Company continuously conducts communication and training
pelatihan terkait kebijakan dan prosedur anti-korupsi sebagai related to anti-corruption policies and procedures as part of its
upaya untuk memperkuat pemahaman dan penerapan prinsip efforts to strengthen understanding and implementation of integrity
integritas di seluruh lini organisasi. Perseroan juga telah melakukan principles across all levels of the organization. The Company has
soasialisasi terkait anti korupsi kepada mitra bisnis sebagai bentuk also conducted socialization on anti-corruption to its business
pencegahan tindakan korupsi dari sisi proses pengadaan barang partners as a preventive measure against corrupt practices,
dan jasa. particularly within the goods and services procurement process.
Tabel Jumlah Dewan Komisaris, Direksi dan BOD-1 yang telah mengikuti sosialisasi tentang Kebijakan dan Prosedur
Anti-Korupsi
Table of Number of Board of Commissioners, Board of Directors, and BOD-1 Members Who Have Attended Socialization
on Anti-Corruption Policies and Procedures
Wilayah Jumlah Persentase
Region Number Percentage
Kantor Pusat
65 100%
Head Office
Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Karyawan
Table of Anti-Corruption Policy Socialization for Employees
Kategori Karyawan Jumlah Karyawan Persentase
Employee Category Number of Employees Percentage
Karyawan Tetap
1.383 66%
Permanent Employees
Karyawan Kontrak
714 34%
Contract Employees
Jumlah
2.097 100%
Total
Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Berdasarkan Wilayah Kerja
Table of Anti-Corruption Policy Socialization for Employees
Wilayah Kerja Jumlah Karyawan Persentase
Work Area Number of Employees Percentage
Kantor
1.234 58,8%
Office
Proyek
679 32,4%
Project
Regional
84 4,0%
Regional
Ruas Jalan Tol
100 4,8%
Toll Road Sections
Jumlah
2.097 100%
Total
Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Mitra Kerja
Table of Anti-Corruption Policy Socialization for Business Partners
Relasi Bisnis Jumlah Persentase
Business Relationship Number Percentage
Penyedia Barang & Jasa
754 100%
Goods and Services Providers
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 149
Page 150
Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Mitra Kerja Berdasarkan Wilayah Kerja
Table of Anti-Corruption Policy Socialization for Business Partners by Work Area
Wilayah Kerja Jumlah Persentase
Work Area Number Percentage
Kantor Pusat
754 100%
Head Office
Insiden Korupsi yang Terbukti dan Tindakan Confirmed Corruption Incidents and Actions
yang Diambil [GRI 205-3, IF-EN-510a.2] Taken [GRI 205-3]
Selama periode pelaporan, Perseroan tidak menerima pengaduan During the reporting period, the Company did not receive any
terkait dugaan pelanggaran antikorupsi, baik yang dilakukan complaints related to alleged violations of anti-corruption policies,
karyawan maupun mitra kerja, sehingga tidak terdapat kerugian either involving employees or business partners. The Company also
finansial sebagai akibat dari proses hukum terkait korupsi. did not face any public legal cases related to alleged corruption
Perseroan juga tidak dihadapkan pada kasus hukum publik terkait involving the Company.
dugaan korupsi yang melibatkan Perseroan.
Pajak Tax
Pendekatan Pajak Tax Approach
Hutama Karya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang Hutama Karya is a State-Owned Enterprise (SOE) whose shares are
sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Republik wholly owned by the Government of the Republic of Indonesia and
Indonesia dan memiliki aktivitas utama Jasa Konstruksi termasuk has core business activities in construction services, including toll
pembangunan dan pemeliharaan jalan tol, konstruksi gedung, serta road development and maintenance, building construction, as well
pembangunan jembatan dan bendungan, dan lainnya. Hutama as bridge and dam construction, among others. Hutama Karya is
Karya berkomitmen untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara committed to fulfilling its tax obligations effectively and efficiently
efektif dan efisien sesuai dengan regulasi pajak yang berlaku. in accordance with applicable tax regulations.
Perseroan secara konsisten berkontribusi kepada negara melalui The Company consistently contributes to the state through
pemenuhan kewajiban perpajakan, baik sebagai wajib pajak compliance with its tax obligations, both as a taxpayer and as a tax
maupun pemotong dan pemungut pajak. Kontribusi ini mencakup withholder and collector. This contribution covers various types of
berbagai jenis pajak seperti PPh, PPN dan PPnBM, bea dan cukai, taxes such as Corporate Income Tax (PPh), Value Added Tax (VAT)
serta pajak lainnya. Perseroan juga taat terhadap kewajiban pajak and Luxury Goods Sales Tax (PPnBM), customs and excise duties,
daerah dan retribusi daerah. Selain kontribusi pajak, Perseroan and other taxes. The Company also complies with regional tax
turut menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). obligations and local levies. In addition to tax contributions, the
Hal ini selaras dengan strategi perpajakan Perseroan mengacu Company also remits Non-Tax State Revenue (PNBP). This is aligned
pada ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan with the Company’s tax strategy, which refers to applicable tax laws
yang berlaku di wilayah operasi Hutama Karya, yaitu Indonesia. and regulations within Hutama Karya’s operational jurisdiction,
Kebijakan, pengelolaan, dan pengawasan pajak menjadi tanggung namely Indonesia. Tax policies, management, and supervision are
jawab Divisi Akuntansi & Keuangan serta ditinjau dan disetujui oleh the responsibility of the Accounting & Finance Division and are
Direktur Keuangan secara berkala. periodically reviewed and approved by the Finance Director.
Tata Kelola, Kontrol, dan Risiko Pengelolaan Governance, Control, and Tax Risk
Pajak Management
Untuk menjaga kepatuhannya, Perseroan memiliki prosedur untuk To ensure compliance, the Company has procedures to identify,
mengidentifikasi, mengelola, dan memantau risiko operasional, manage, and monitor operational risks, including tax risks. The
termasuk risiko pajak. Perseroan menetapkan pertahanan lini Company implements a three lines of defense model, each with
pertama, lini kedua, dan lini ketiga, yang memiliki peran masing- distinct roles in tax-related matters. The first line of defense
masing dalam permasalahan perpajakan. Lini pertahanan pertama ensures the implementation of tax governance procedures,
memastikan penerapan prosedur pelaksanaan tata kelola pajak, while the second and third lines of defense periodically evaluate
sedangkan lini pertahanan kedua dan ketiga mengevaluasi compliance with tax governance and its controls. In addition,
kepatuhan terhadap tata kelola pajak dan pengontrolannya secara the Company coordinates and consults with local tax offices to
PT Hutama Karya (Persero)
150 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 151
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
berkala. Selain itu, kami berkoordinasi dan berkonsultasi dengan ensure compliance with tax obligations for both corporate and
kantor pelayanan pajak setempat untuk memastikan tingkat individual taxpayers.
kepatuhan wajib pajak, baik badan maupun perorangan.
Hutama Karya juga menentukan kebijakan pajak serta pelaksanaan Hutama Karya also defines tax policies and the implementation
kewajiban perpajakan sesuai dengan Key Performance Indicator of tax obligations in accordance with Key Performance Indicators
(“KPI”) yang disetujui oleh Direktur Keuangan seperti PPh Pasal (KPIs) approved by the Finance Director, including Article 21 Income
21, PPh Final Pasal 4 ayat (2), Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”), Tax, Final Income Tax Article 4(2), Value Added Tax (VAT), Corporate
PPh Badan, serta Pajak Lainnya. Pada praktiknya Hutama Karya Income Tax, and other taxes. In practice, Hutama Karya fulfills its tax
memenuhi kewajiban perpajakan berdasarkan perencanaan dan obligations based on tax planning and management monitored at
pengelolaan perpajakan yang dimonitor melalui Kantor Pusat the Head Office level through several measures, as follows:
melalui beberapa langkah, sebagai berikut:
1. Perhitungan, Pelaporan, dan Penentuan Keputusan kewajiban 1. Calculation, reporting, and decision-making on tax obligations
perpajakan melalui persetujuan dan tanggung jawab Direktur are subject to approval and responsibility of the Finance
Keuangan. Director.
2. Hutama Karya menerbitkan Surat Edaran dalam hal terdapat 2. The Company issues circular letters in the event of new tax
Regulasi Pajak baru dari Pemerintah, yang diterbitkan oleh regulations from the Government, issued by the Head Office and
Kantor Pusat untuk disampaikan kepada Divisi Operasi, communicated to operational divisions, project requirements,
Kebutuhan Proyek, Anak Perusahaan, serta KSO. subsidiaries, and joint operations (KSO).
3. Hutama Karya menerbitkan Nota Dinas dalam hal terdapat 3. The Company issues internal directives (memorandum) in the
Arahan dengan bentuk Instruksi pada pelaksanaan kewajiban form of instructions for the implementation of tax obligations
perpajakan seluruh Insan Hutama Karya baik Kantor Pusat, across all Hutama Karya personnel, including Head Office,
Divisi Operasi, Kebutuhan Proyek, Anak Perusahaan, serta KSO. operational divisions, project units, subsidiaries, and KSO.
Keterlibatan Pemangku Kepentingan dalam Stakeholder Engagement In Addressing Tax-
Mengatasi Permasalahan Terkait Pajak Related Issues
Pemangku kepentingan utama dalam aspek perpajakan yaitu The main stakeholder in taxation is the Tax Authority. The Company
Otoritas Pajak. Perseroan senantiasa melakukan pendekatan yang consistently adopts a proactive, open, and transparent approach
proaktif, terbuka, dan transparan dengan otoritas perpajakan dalam with tax authorities in exercising its rights and fulfilling its
pelaksanaan hak dan kewajibannya. Hutama Karya senantiasa obligations. Hutama Karya maintains constructive communication
menjaga komunikasi yang baik dengan otoritas perpajakan dalam with tax authorities, including receiving the latest updates on
konteks yang konstruktif. Hal ini dilakukan melalui penerimaan tax regulations and participating in tax socialization activities
informasi terkini terkait regulasi perpajakan, partisipasi dalam organized by tax office representatives. This effort also aligns with
kegiatan sosialisasi pajak yang diselenggarakan oleh perwakilan the Company’s commitment to supporting government programs
kantor pajak. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Perseroan in taxation and contributing to the optimization of state revenue
dalam mendukung program pemerintah di bidang perpajakan serta for the sustainable development of Indonesia. These efforts are
berkontribusi dalam mengoptimalkan penerimaan negara demi supported by the implementation of internal policies, strategies,
keberlanjutan pembangunan nasional negara Indonesia. Langkah and tax practices, as well as consideration of feedback from external
ini didukung dengan penerapan kebijakan internal, strategi, dan stakeholders.
praktik perpajakan, serta memperhatikan umpan balik dari para
pemangku kepentingan eksternal.
Meski demikian, dalam interaksinya dengan Otoritas Pajak, However, in its interactions with the Tax Authority, the Company
Perseroan tidak memiliki pendekatan advokasi terkait perpajakan. does not adopt any tax advocacy approach.
Pelaporan Pajak Tax Reporting
Hutama Karya senantiasa memberikan kontribusi kepada negara Hutama Karya consistently contributes to the state, among others,
diantaranya berupa pemenuhan kewajiban Perseroan sebagai through the fulfillment of its obligations as a taxpayer and as a
wajib pajak dan sebagai pemotong/pemungut pajak. Pemenuhan tax withholder/collector. The fulfillment of these tax obligations
kewajiban pajak memberikan kontribusi besar senilai Rp2,9 triliun contributed significantly, amounting to IDR2.9 trillion in 2025.
di tahun 2025. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan, posisi, Further information regarding Hutama Karya’s tax policies, position,
dan kinerja perpajakan Hutama Karya disajikan secara rinci dalam and performance is presented in detail in the Annual Report and
Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan konsolidasian, yang Consolidated Financial Statements, which are published separately
diterbitkan terpisah dari laporan ini. Hutama Karya melaporkan from this report. The Company reported no non-compliance in
tidak terdapat ketidakpatuhan Perseroan dalam kewajiban fulfilling its tax payment obligations or any NIL status.
membayar pajak atau dengan status NIHIL.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 151
Page 152
Selama periode pelaporan, Hutama Karya tidak mencatat adanya During the reporting period, Hutama Karya recorded no instances
ketidakpatuhan terkait kewajiban perpajakan. Adapun rincian of tax-related non-compliance. The detailed tax payments are
pembayaran pajak sebagai berikut. presented as follows.
Jenis Pajak
No. 2025 2024 2023
Type of Tax
A Pajak
Taxation
1. Pajak Penghasilan (PPh)
823.672 875.394 610.565
Income Tax (PPh)
2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
(PPnBM) 1.871.194 2.977.761 1.749.794
Value Added Tax (VAT) and Luxury Goods Sales Tax (PPnBM)
3. Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai
Import/Export Duties, Customs and Excise, Stamp Duty 164 420 46
4. PBB P3 (Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan)
Land and Building Tax for Plantation, Forestry, and Mining (PBB P3) 0 0 136.347
5. Pajak Pemerintah Pusat Lainnya (misalnya Pajak Karbon)
Other Central Government Taxes (e.g., Carbon Tax) 994 209 9.083
6. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), termasuk PBB P2 (Perkotaan
dan Pedesaan)
299.948 238.075 388
Regional Taxes and Regional Levies (PDRD), including Urban and Rural
Land and Building Tax (PBB P2)
Total Kontribusi Pajak (Total A)
2.971.415 4.091.858 2.506.172
Total Tax Contribution (Total A)
B Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Non-Tax State Revenue (PNBP)
1. Dividen
- - -
Dividends
2. PNBP Lainnya
- 838 -
Other PNBP
Total Kontribusi PNBP (Total B)
- - -
Total PNBP Contribution (Total B)
Total Kontribusi kepada Negara (Total A dan B)
Total Contribution to the State (Total A and B) 2.971.415 4.092.696 2.506.172
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Sistem Manajemen Lingkungan Environmental Management System
Sistem Manajemen Lingkungan Hutama Karya dirancang untuk Hutama Karya’s Environmental Management System is designed to
mengelola dampak lingkungan secara menyeluruh dan efektif comprehensively and effectively manage environmental impacts
melalui beberapa tahapan yang saling terkait. Proses dimulai dengan through several interrelated stages. The process begins with the
identifikasi aspek dan dampak lingkungan yang mungkin timbul identification of environmental aspects and impacts that may arise
dari setiap aktivitas operasional Perseroan. Setelah itu, Perseroan from each of the Company’s operational activities. The Company
memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dilaksanakan sesuai then ensures that all operations are carried out in compliance
dengan regulasi dan peraturan lingkungan yang berlaku, yang menjadi with applicable environmental laws and regulations, which serve
landasan utama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perseroan as the primary foundation for environmental preservation. The
juga telah merumuskan target dan program pengelolaan lingkungan Company has also formulated environmental management targets
yang mengacu pada Peta Jalan Transformasi Lingkungan, dengan and programs aligned with the Environmental Transformation
PT Hutama Karya (Persero)
152 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 153
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
fokus pada pengurangan dampak negatif serta peningkatan efisiensi Roadmap, focusing on reducing negative impacts and improving
pengelolaan sumber daya alam. the efficiency of natural resource management.
Saat ini, Perseroan berfokus pada pelaksanaan dan penguatan Currently, the Company focuses on strengthening the
implementasi Sistem Manajemen Lingkungan sesuai dengan Peta implementation of its Environmental Management System in
Jalan Transformasi Lingkungan Hutama Karya. Implementasi tersebut accordance with the Hutama Karya Environmental Transformation
didukung oleh pemanfaatan HK SHIELD, yaitu aplikasi internal Roadmap. This implementation is supported by HK SHIELD, an
Perseroan yang dikembangkan untuk mendukung pelaporan dan internal application developed to support integrated reporting and
pemantauan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment monitoring of Quality, Health, Safety, Security, and Environment
(QHSSE) secara terintegrasi. Melalui HK SHIELD, seluruh proyek dapat (QHSSE) aspects. Through HK SHIELD, all projects can report
melaporkan kinerja lingkungan dan kejadian terkait QHSSE secara environmental performance and QHSSE-related incidents digitally,
daring, sehingga Perseroan dapat melakukan pemantauan, analisis, enabling the Company to conduct real-time monitoring, analysis,
dan tindak lanjut secara lebih efektif dan real time. Sebagai bagian dari and follow-up actions more effectively. As part of the monitoring and
proses pemantauan dan evaluasi, Perseroan melakukan pemeriksaan evaluation process, the Company conducts regular inspections to
berkala untuk memastikan bahwa target dan program lingkungan ensure that environmental targets and programs are implemented
yang telah ditetapkan berjalan sesuai rencana, serta melakukan as planned, with adjustments made where necessary. In addition,
penyesuaian apabila diperlukan. Selain itu, Perseroan melaksanakan internal and external audits are conducted regularly to assess
audit internal dan audit eksternal secara rutin untuk menilai efektivitas the effectiveness of the Environmental Management System and
penerapan Sistem Manajemen Lingkungan dan mengidentifikasi identify opportunities for continuous improvement. The Company
peluang perbaikan berkelanjutan. Perseroan telah memiliki sertifikasi has maintained ISO 14001:2015 certification for more than 20 years,
ISO 14001:2015 dan secara konsisten mempertahankannya selama reflecting its long-term commitment to internationally standardized
lebih dari 20 tahun, yang mencerminkan komitmen jangka panjang environmental management practices.
Perseroan dalam menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang
sistematis dan berstandar internasional.
Keseluruhan proses dalam Sistem Manajemen Lingkungan ini The entire Environmental Management System is guided by the
berpedoman pada Peta Jalan Transformasi Lingkungan Hutama Hutama Karya Environmental Transformation Roadmap, which
Karya, yang menjadi acuan strategis dalam menyelaraskan tujuan serves as a strategic reference in aligning sustainability objectives
keberlanjutan dengan pencapaian kinerja bisnis Perseroan. Peta with the Company’s business performance. The roadmap emphasizes
jalan ini menitikberatkan pada fokus implementasi bertahap, phased implementation, including emissions management, energy
termasuk pengelolaan emisi, peningkatan efisiensi energi, efficiency improvement, environmental impact control of projects,
pengendalian dampak lingkungan proyek, serta perlindungan and ecosystem protection and preservation. Its implementation
dan pelestarian ekosistem. Penerapan peta jalan tersebut telah has helped the Company systematically prioritize and direct
membantu Perseroan dalam mengarahkan dan memprioritaskan environmental management efforts in a structured and sustainable
upaya pengelolaan lingkungan secara terstruktur dan berkelanjutan. manner.
Pencapaian
2025 2024 2023
Achievement
Peringkat utama Konstruksi berkelanjutan Tidak Dilakukan Tidak Dilakukan 87,4%
Main Construction Sustainability Ratingn Not Conducted Not Conducted Green Construction
Platinum HK Tower Platinum HK Tower Platinum HK Tower
Peringkat utama Green Building
Greenship Greenship Greenship
Main Green Building Rating
Platinum HK Tower (Greenship) Platinum HK Tower (Greenship) Platinum HK Tower (Greenship)
HK Tower dan Ruas Jalan HK Tower dan Ruas Jalan HK Tower dan Ruas Jalan
Tol Trans Sumatra: 100% Tol Trans Sumatra: 100% Tol Trans Sumatra: 100%
Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi
menyesuaikan pasal menyesuaikan pasal menyesuaikan pasal
Implementasi AMDAL atau UKL-UPL dan kelengkapan
kontrak terkait kewajiban kontrak terkait kewajiban kontrak terkait kewajiban
izin lingkungan
kontraktor kontraktor kontraktor
Implementation of AMDAL or UKL-UPL and
HK Tower and Trans Sumatra HK Tower and Trans Sumatra HK Tower and Trans Sumatra
completeness of environmental permits
Toll Road sections: 100% Toll Road sections: 100% Toll Road sections: 100%
Construction services comply Construction services comply Construction services comply
with contractual environmental with contractual environmental with contractual environmental
obligations obligations obligations
Tercapainya kepatuhan pada peraturan terkait
lingkungan 98,37% 98,30% 98,57%
Compliance with environmental regulations
Tidak ada pencemaran lingkungan
100% 100% 90%
No environmental pollution incidents
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 153
Page 154
Aspek Umum General Aspect
Biaya Lingkungan Hidup [OJK F.4] Environmental Costs [OJK F.4]
Perseroan menyadari bahwa aktivitas operasionalnya berdampak The Company recognizes that its operational activities have a direct
langsung terhadap lingkungan hidup, oleh karena itu Perseroan impact on the environment; therefore, the Company is committed
berkomitmen untuk melakukan upaya dan tindakan pencegahan to undertaking preventive and remedial measures to address
serta pemulihan atas dampak lingkungan yang dihasilkan. the environmental impacts generated. The Company routinely
Perseroan secara rutin menganggarkan biaya untuk kelancaran allocates a budget to ensure the effective implementation of various
pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilakukan untuk mendukung initiatives aimed at supporting environmental sustainability. The
kelestarian lingkungan. Berikut merupakan rincian biaya lingkungan following presents the details of environmental expenditures
hidup yang dikeluarkan oleh Perseroan: incurred by the Company:
Tabel Rincian Biaya Lingkungan
Table of Environmental Costs Details (Dalam Rupiah Penuh/In Full Rupiah)
Keterangan Program Biaya
No
Program Description Cost
1 Penyediaan Air Bersih Clean Water Provision 140.641.760
2 Pengolahan Sampah Waste Management 221.610.000
3 Penanaman Pohon Tree Planting 4.279.456.400
4 Konservasi Satwa (Gajah Sumatra) Wildlife Conservation (Sumatran Elephant) 150.000.000
Total 4.791.708.160
Aspek Material Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan Use of Environmentally Friendly Materials
[OJK F.5] [OJK F.5]
Hutama Karya berfokus pada penerapan prinsip keberlanjutan Hutama Karya focuses on implementing sustainability principles
dalam setiap aspek operasionalnya, dengan tujuan utama untuk in every aspect of its operations, with the main objective of
menjaga keseimbangan antara pencapaian bisnis yang efisien maintaining a balance between efficient business performance and
dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Keberlanjutan delivering positive environmental impacts. Sustainability is applied
ini diterapkan dalam beberapa aspek, mulai dari tahap konstruksi across various stages, from construction to toll road operations,
hingga operasional jalan tol, dengan menempatkan keselamatan with safety and environmental protection as top priorities. The
dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama. Berbagai Company undertakes various efforts to improve its performance
upaya dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam in using environmentally friendly materials, reduce negative
menggunakan bahan yang ramah lingkungan, mengurangi dampak environmental impacts, and introduce technological innovations
negatif terhadap lingkungan, dan memperkenalkan inovasi that support sustainability.
teknologi yang mendukung keberlanjutan.
Perseroan juga memastikan bahwa seluruh tahapan dalam proses The Company also ensures that all stages of its business
bisnis, seperti pemilihan material, penggunaan sumber daya, dan processes, such as material selection, resource utilization, and
pengelolaan limbah, dilakukan dengan memperhatikan dampak waste management, are carried out with minimal environmental
lingkungan yang minimal. Komitmen Perseroan untuk berinovasi impact considerations. The Company’s commitment to innovation
dalam teknologi dan praktik terbaik di sektor konstruksi dan in technology and best practices in the construction and toll
jalan tol bertujuan memastikan bahwa kegiatan operasionalnya road sectors aims to ensure that operational activities not only
tidak hanya mengutamakan efisiensi dan keuntungan, tetapi juga prioritize efficiency and profitability but also actively contribute to
berperan aktif dalam melestarikan lingkungan dan memastikan environmental preservation and public safety.
keselamatan publik.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan, Hutama As part of its sustainability commitment, Hutama Karya prioritizes
Karya memprioritaskan penggunaan material ramah lingkungan the use of environmentally friendly materials at every stage of
dalam setiap tahap konstruksi, seperti mortar, cat, dan plafon construction, such as mortar, paint, and ceiling materials certified
PT Hutama Karya (Persero)
154 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 155
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
yang tersertifikasi Green Label, untuk mengurangi dampak negatif with the Green Label, to reduce environmental impacts while
terhadap lingkungan serta meningkatkan kualitas dan daya improving infrastructure quality and durability. The Company also
tahan infrastruktur. Perseroan juga mengoptimalkan penggunaan optimizes the use of local materials to reduce the carbon footprint
material lokal untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan generated from material transportation and applies the principles
dari transportasi bahan, serta menerapkan prinsip reduce, reuse, of reduce, reuse, and recycle (3R) in its construction processes to
dan recycle dalam proses konstruksinya guna meminimalkan minimize waste. Currently, the Company also implements various
limbah. Saat ini, Perseroan juga menjalankan berbagai program recycling-based Social and Environmental Responsibility (TJSL)
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis daur ulang programs initiated and executed directly by each project as a form of
yang diinisiasi dan dilaksanakan langsung oleh masing-masing innovation and environmental stewardship in waste management
proyek, sebagai bentuk inovasi dan kepedulian proyek terhadap and community empowerment. Through these measures, Hutama
pengelolaan limbah dan pemberdayaan lingkungan sekitar. Karya strives to make a tangible contribution to environmental
Dengan langkah-langkah ini, Hutama Karya berupaya memberikan preservation and support climate change mitigation efforts.
kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan dan mendukung upaya
mitigasi perubahan iklim.
Keterangan
Satuan 2025* 2024 2023
Description
Penggunaan Besi (billet, tali baja, paku dll)
ton 1.696.760,32 22.906,8 17.016,3
Use of Steel (billet, wire rope, nails, etc.)
Penggunaan Beton
m3 3.072 166.819,99 115.339,88
Use of Concrete
Bahan Kimia (Solar, Oli, Cat, Nalco dll)
ton 144,96 - -
Chemicals (diesel, oil, paint, Nalco, etc.)
Andesit
ton 20.458 - -
Andesite
Tanah Merah
m3 483.189,97 - -
Red soil
Pasir
m3 2.734,99 - -
Sand
Granular
m3 2.240,74 - -
Granular material
Brangkal
m3 14.441,92 - -
Crushed stone
Limestone
m3 709,63 - -
Limestone
Nahtu
m3 58.591.,3 - -
Nahtu
Batu belah
m3 52,12 - -
Split stone
Besi Beton
kg 332.680 - -
Reinforcing steel (rebar)
Kayu
m3 49,9 - -
Wood
Hollow ton 0,96 - -
Bambu
m3 27 - -
Wood
Paku & Sekrup
ton 0,58 - -
Nails & Screws
Baja Ringan
m3 7,56 - -
Light Steel
Seng
ton 0,64 - -
Zinc Sheets
Keterangan: Notes:
*) Tahun 2025 hanya penggunaan beton dari Divisi Sipil Umum. *) In 2025, only concrete usage from the General Civil Division is included.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 155
Page 156
Aspek Energi Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan Total and Energy Intensity Consumption
[OJK F.6, 302-1, 302-2, 302-3] [OJK F.6, 302-1, 302-2, 302-3]
Penggunaan energi oleh Hutama Karya dijelaskan secara Energy consumption by Hutama Karya is reported separately,
terpisah, mengingat karakteristik perusahaan yang bergerak di considering the characteristics of the Company as a construction
sektor konstruksi. Dalam hal ini, Perseroan mencatat secara rinci sector entity. In this regard, the Company records in detail electricity
penggunaan energi listrik yang diperoleh dari Perusahaan Listrik consumption obtained from the State Electricity Company (PLN),
Negara (PLN), sedangkan konsumsi energi lainnya, seperti bahan while other energy consumption such as fuel and gas is recorded
bakar dan gas, tercatat dalam perjanjian sewa gedung dengan under building lease agreements with building management where
pengelola gedung yang digunakan oleh Perseroan. Pengukuran the Company operates. Reported energy usage is calculated using
penggunaan energi terlapor diperoleh dengan menggunakan a method that multiplies energy (physical units) by density and
metode dengan mengalikan energi (satuan fisik) dengan masa jenis calorific value.
dan nilai kalor.
Hutama Karya menyadari bahwa sumber daya energi, seperti listrik, Hutama Karya recognizes that energy resources such as electricity,
solar, dan elpiji, makin terbatas dan makin sulit didapatkan. Oleh diesel, and liquefied petroleum gas (LPG) are increasingly limited
karena itu, Perseroan berusaha untuk menggunakan energi tersebut and more difficult to obtain. Therefore, the Company strives to use
secara efisien dan bijaksana, salah satunya dengan melakukan these energy sources efficiently and responsibly, including through
upaya penghematan energi di berbagai aspek operasionalnya. energy-saving initiatives across its operational activities. As part of
Sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak terhadap efforts to reduce environmental impact, the Company has begun
lingkungan, Perseroan telah mulai mengadopsi penggunaan adopting renewable energy in several operational activities. The
energi terbarukan (renewable energy) dalam beberapa kegiatan utilization of renewable energy aligns with the Company’s vision
operasionalnya. Pemanfaatan energi terbarukan ini sejalan dengan to support a cleaner energy transition and reduce dependence on
visi Perseroan untuk mendukung transisi energi yang lebih ramah fossil fuels.
lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menggunakan pemanas, Throughout 2025, the Company did not utilize heating, cooling, or
pendingin, dan uap, serta tidak menjual energi listrik. Metode steam, nor did it engage in the sale of electricity. The data collection
pengumpulan data terkait penggunaan energi yaitu melalui method for energy consumption was conducted through data
permintaan data ke seluruh wilayah operasional Perseroan serta requests to all operational areas of the Company, as well as through
memanfaatkan aplikasi in-house HK SHIELD. Adapun rincian the utilization of the in-house application HK SHIELD. The details of
penggunaan energi Perseroan sebagai berikut. the Company’s energy consumption are presented as follows.
Tabel Penggunaan Energi
Table of Energy Consumption
Jenis Energi
Satuan 2025 2024 2023
Type of Energy
Listrik
Gigajoule 590.311,05 203.728,42 182.923,82
Electricity
BBM
Gigajoule 1.193.507,13 974.668,99 1.053.765,48
Fuel
Total Gigajoule 1.783.818,18 1.178.397,41 1.236.689,30
Dalam Jutaan Rupiah
Pendapatan 25.132.919 30.252.293 26.926.321
In Million Rupiah
Jumlah Karyawan Orang
2.097 2.141 2.075
Number of employees Person
Produksi/ Kontrak yang dihadapi Dalam Miliar Rupiah
59.773 70.032 59.858
Production/Contracts Secured In Billion Rupiah
Intensitas Pemakaian Energi/Juta Rupiah Gigajoules /Juta Rupiah
Energy Consumption Intensity/Million Gigajoules / Million 0,07 0,04 0,05
Rupiah Rupiah
Intensitas Pemakaian Energi/orang Gigajoule/ karyawan
850,65 550,40 595,99
Energy Consumption Intensity/person Gigajoule/employee
PT Hutama Karya (Persero)
156 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 157
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Jenis Energi
Satuan 2025 2024 2023
Type of Energy
Gigajoules /Juta Rupiah
Intensitas Pemakaian Energi/Produksi
Gigajoules / Billion 29,84 16,83 20,66
Energy Consumption Intensity/Production
Rupiah
Tabel Penggunaan Energi Terbarukan
Table of Renewable Energy Consumption
Jenis Energi
Satuan 2025 2024 2023
Type of Energy
Solar PV HK Tower Gigajoule 104,53 110,26 74,20
Di tahun 2025, Hutama Karya telah melakukan pengukuran energi di In 2025, Hutama Karya conducted measurement of energy
luar organisasi. Pada pengukuran energi di luar organisasi, dihitung consumption outside the organization. This external energy
dari perjalanan dinas yang dilakukan oleh karyawan Hutama measurement is calculated based on business travel undertaken by
Karya di Kantor Pusat dengan pesawat terbang sesuai dengan employees at the Head Office using air transportation, in accordance
standar ICAO (International Civil Aviation Organization). Pengukuran with International Civil Aviation Organization (ICAO) standards. The
dilakukan 3 berasal dari jarak antara bandara keberangkatan calculation is based on the distance between departure and arrival
dengan bandara kedatangan. airports.
Tabel Penggunaan Energi di luar Organisasi
Table of Energy Consumption Outside the Organization
Keterangan Satuan
2025
Description Unit
Perjalanan Dinas dengan Pesawat Terbang Perjalanan
1.277
Business Travel by Airplane Trips
Ton 15.960
Bahan Bakar Pesawat
Aircraft Fuel
Gigajoule 66.777
Pegawai Orang
2.097
Employees Person
Intensitas Energi di Luar Organisasi Gigajoule/ Orang
31,84
Energy Intensity Outside the Organization Gigajoule/ Person
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Efforts and Achievements in Energy Efficiency
Penggunaan Energi Terbarukan [OJK F.7, F.12, GRI and Use of Renewable Energy [OJK F.7, F.12, GRI
302-4, 302-5] 302-4, 302-5]
Hutama Karya telah memperkuat komitmennya dalam menghemat Hutama Karya has strengthened its commitment to energy
energi, yang bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi conservation, which aims not only to improve operational efficiency
operasional dan memperbaiki kondisi ekonomi perusahaan pasca and enhance the Company’s post-pandemic economic condition
pandemi, tetapi juga untuk mendukung kelestarian lingkungan. but also to support environmental sustainability. In addition, these
Selain itu, upaya penghematan energi ini membuka peluang bagi energy-saving initiatives create opportunities for the Company to
Perseroan untuk menghasilkan produk yang lebih kompetitif di produce more competitive products in the market. The commitment
pasar. Komitmen terhadap efisiensi energi tercermin dari kesadaran to energy efficiency is reflected in the high awareness demonstrated
tinggi yang dimiliki oleh seluruh staf dan karyawan, yang secara by all staff and employees, who actively participate in energy-saving
aktif berpartisipasi dalam inisiatif penghematan energi. initiatives.
Program penghematan energi yang diterapkan mencakup The implemented energy-saving programs include continuous and
sosialisasi intensif yang berkelanjutan kepada seluruh karyawan intensive socialization to all employees regarding the importance
tentang pentingnya praktik efisiensi energi. Program ini juga of energy efficiency practices. The program also encourages
mendorong inovasi dalam cara-cara penggunaan energi yang innovation in improving energy usage methods. Internal evaluations
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 157
Page 158
lebih baik. Evaluasi internal yang dilakukan secara berkala demi are conducted periodically to ensure continuous improvement in
memastikan adanya perbaikan berkelanjutan dalam upaya energy-saving efforts.
penghematan energi.
Meskipun tidak dilaksanakan melalui mekanisme formal, Hutama Although not conducted through a formal mechanism, Hutama
Karya juga melakukan Audit Energi secara internal untuk menggali Karya also carries out internal energy audits to further explore
lebih dalam potensi penghematan energi yang bisa diterapkan. Saat potential energy-saving opportunities. The Company currently
ini, Perseroan tengah fokus mencari peluang-peluang baru untuk focuses on identifying new opportunities to improve energy
meningkatkan efisiensi energi, terutama dalam penghematan efficiency, particularly in reducing energy consumption for space
energi untuk pengkondisian ruang proses dan pengoperasian conditioning and the operation of production equipment that
peralatan produksi yang mengonsumsi energi dalam jumlah besar. consumes significant energy. In addition, energy conservation is
Di samping itu, penghematan energi juga dilakukan di berbagai area implemented across various other operational areas to ensure
lain untuk memastikan bahwa seluruh operasional perusahaan that all Company activities are more environmentally friendly and
lebih ramah lingkungan dan hemat energi. energy efficient.
Beberapa langkah konkret yang telah diambil oleh Hutama Karya Several concrete measures undertaken by Hutama Karya in energy
dalam upaya konservasi energi, antara lain: conservation efforts include:
• Setiap peralatan pemanfaat energi yang digunakan memenuhi • Each energy-utilizing equipment in use complies with the
Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan memiliki Label Minimum Energy Performance Standards (MEPS) and is affixed
Tanda Hemat Energi (LTHE) with an Energy Efficiency Label (EEL).
• Integrasi sistem kelistrikan; • Integration of electrical systems;
• Pengelolaan utilitas yang lebih efisien; • More efficient utility management;
• Pengaturan peralatan elektronik, seperti pengaturan printer • Control of electronic equipment usage, such as setting printers
untuk mencetak dua sisi, pengaturan pengaturan jam to double-sided printing and regulating usage schedules of
penggunaan elektronik electronic devices;
• Penggunaan peralatan hemat energi, seperti lampu, komputer, • Use of energy-efficient equipment such as lamps, computers,
printer, mesin fotokopi, hingga peralatan audio-visual; printers, photocopiers, and audiovisual equipment;
• Penggunaan sensor cahaya dan timer untuk lampu taman, • Use of light sensors and timers for garden lights, corridors, and
koridor, serta ruang publik lainnya membantu memastikan other public areas to ensure lighting is only used when needed;
lampu hanya menyala saat dibutuhkan;
• Pengaturan pencahayaan berdasarkan fungsi ruangan; • Lighting settings based on room function;
• Pengaturan suhu pada lemari es dan dispenser dan ditempatkan • Temperature regulation of refrigerators and water dispensers,
secara strategis untuk mencegah konsumsi energi berlebih; and strategic placement to avoid excessive energy consumption;
• Perbaikan hal sistem tata udara dengan menggunakan • Improvements in air conditioning systems using inverter
pendingin ruangan (AC) berteknologi inverter serta refrigeran technology and environmentally friendly refrigerants,
ramah lingkungan, penempatan unit kompresor di lokasi teduh, compressor placement in shaded areas, temperature settings
pengaturan suhu sesuai standar nasional, pengaturan jadwal in accordance with national standards, scheduling of AC
operasional AC, hingga perawatan rutin seperti pembersihan operation, and routine maintenance such as filter cleaning
filter dan pemeriksaan komponen listrik juga menjadi bagian and electrical component inspection to ensure optimal
dari prosedur standar untuk memastikan kinerja sistem tetap performance and energy efficiency;
optimal dan tidak boros energi.
• Menggunakan pendingin ruangan non-cfc • Use of non-CFC air conditioning systems;
• Penggantian recuperator sebesar 2.952 tCO2e • Replacement of recuperators resulting in emission reduction of
2,952 tCO2e;
• Penanaman Pohon sebagai carbon offset sebesar 100 tCO2e • Tree planting as carbon offset totaling 100 tCO2e;
• Pembuatan Lubang Biopori sebanyak 10 lubang • Construction of 10 biopore infiltration holes
Di tahun 2025 tidak terdapat penurunan penggunaan energi In 2025, there was no reduction in energy consumption compared
dibandingkan dengan tahun 2024. Namun demikian, Perseroan to 2024. However, the Company continues to strive to improve
terus berupaya untuk melakukan efisiensi penggunaan energi. energy efficiency.
Perseroan telah menetapkan baseyear 2025 untuk mengukur The Company has established 2025 as the base year to measure
efisiensi penggunaan energi di tahun-tahun selanjutnya. Adapun energy efficiency in subsequent years. The established baseline
baseline yang ditetapkan yaitu sebesar 1.783.818,18 Gigajoule. is 1,783,818.18 Gigajoules. The selection of 2025 as the base year
Pemilihan tahun dasar (base year) 2025 dilakukan karena data was made because the Company’s data for that year is more
pada tahun tersebut merupakan data Perseroan yang telah disusun comprehensive, measurable, well-documented, and consistently
secara lebih komprehensif, terukur, terdokumentasi dengan baik, presented. Under these conditions, the 2025 data is considered
PT Hutama Karya (Persero)
158 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 159
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
serta disajikan secara konsisten. Dengan kondisi tersebut, data more representative as a reference baseline for monitoring,
tahun 2025 dinilai lebih representatif untuk dijadikan sebagai acuan evaluating, and comparing performance in subsequent periods.
dasar dalam melakukan pemantauan, evaluasi, serta perbandingan
kinerja pada periode-periode berikutnya.
Aspek Air Water Aspect
Penggunaan Air [OJK F.8, GRI 303-1, 303-3, GRI 303-5] Water Consumption [OJK F.8, GRI 303-1, 303-3, GRI
303-5]
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi dan As a company operating in the construction and infrastructure
infrastruktur, Hutama Karya menyadari bahwa air merupakan sector, Hutama Karya recognizes that water constitutes a critical
sumber daya penting yang mendukung kelangsungan operasional resource supporting the continuity of project operations.
proyek. Oleh karena itu, manajemen air menjadi bagian krusial Accordingly, water management forms an integral part of the
dalam kebijakan keberlanjutan perusahaan. Hutama Karya Company’s sustainability policy. Hutama Karya adopts an integrated
menerapkan pendekatan terpadu dalam pengelolaan air, approach to water management, encompassing rainwater, surface
mencakup air hujan, air permukaan, dan air tanah. Pendekatan water, and groundwater. This approach is implemented in a specific
ini dilakukan secara spesifik dan disesuaikan dengan karakteristik manner and tailored to the characteristics of each operational area,
daerah operasional, mengingat kebijakan pemanfaatan air tanah considering that groundwater utilization policies are decentralized
bersifat desentralisasi dan ditentukan oleh wilayah cekungan air and determined based on the respective groundwater basin (CAT)
tanah (CAT) setempat. regions.
Pengelolaan air dalam kegiatan konstruksi dan operasi jalan tol Water management in toll road construction and operational
dilakukan oleh Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga activities is carried out by the Company as part of its efforts to
efisiensi penggunaan sumber daya dan meminimalkan dampak ensure efficient resource utilization and to minimize environmental
terhadap lingkungan. Interaksi Perseroan dengan air mencakup impacts. The Company’s interaction with water includes the
proses pengambilan, penggunaan, dan pembuangan air pada abstraction, usage, and discharge of water in operational activities,
aktivitas operasional, termasuk penggunaan air untuk kebutuhan including water utilization for construction purposes, operational
konstruksi, fasilitas operasional, serta kegiatan pendukung lainnya. facilities, and other supporting activities. Potential water-related
Potensi dampak terkait air yang muncul dari aktivitas tersebut impacts arising from such activities include changes in water
meliputi perubahan kualitas air akibat limpasan permukaan, quality due to surface runoff, sedimentation from earthworks, and
sedimentasi dari kegiatan tanah, serta risiko pencemaran dari air the risk of pollution from operational wastewater. The Company
limbah operasional. Perseroan juga mempertimbangkan dampak also considers indirect impacts that may arise through the
yang dapat timbul secara tidak langsung melalui aktivitas mitra activities of business partners within the supply chain and project
kerja dalam rantai pasok dan pelaksanaan proyek. implementation.
Dalam mengidentifikasi dampak terkait air, Perseroan menerapkan In identifying water-related impacts, the Company applies an
pendekatan berbasis pemantauan operasional dan kepatuhan approach based on operational monitoring and compliance with
terhadap ketentuan lingkungan yang berlaku. Ruang lingkup applicable environmental regulations. The scope of management
pengelolaan mencakup seluruh area proyek konstruksi dan covers all construction project areas and toll road operations, with
operasional jalan tol, dengan pemantauan dilakukan secara berkala monitoring conducted periodically throughout the reporting year.
sepanjang tahun berjalan. Metodologi yang digunakan meliputi The methodologies applied include the measurement of water
pengukuran volume penggunaan air dari sumber PDAM berdasarkan consumption volumes sourced from PDAM based on monthly
tagihan bulanan, serta pemantauan penggunaan air tanah melalui billing, as well as the monitoring of groundwater usage through flow
pencatatan flow meter pada titik-titik yang ditetapkan. Selain itu, meter recordings at designated points. In addition, water quality is
kualitas air dipantau melalui pengujian berkala untuk memastikan monitored through periodic testing to ensure compliance with the
kesesuaian dengan baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan. required environmental quality standards.
Dampak terkait air dikelola melalui implementasi sistem Water-related impacts are managed through the implementation of
pengendalian lingkungan yang mencakup pengelolaan limpasan environmental control systems, including runoff and sedimentation
dan sedimentasi, penerapan sistem drainase, serta pengolahan air management, the application of proper drainage systems, and
limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Perseroan juga melakukan wastewater treatment prior to discharge into the environment. The
pemantauan kualitas dan volume penggunaan air sebagai bagian Company also conducts monitoring of water quality and consumption
dari evaluasi kinerja lingkungan. Pengelolaan ini dilakukan secara volumes as part of its environmental performance evaluation. This
terintegrasi dengan kebijakan QHSSEMS dan melibatkan koordinasi management approach is implemented in an integrated manner
dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan with the QHSSEMS policy and involves coordination with relevant
kepatuhan terhadap regulasi. stakeholders to ensure compliance with applicable regulations.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 159
Page 160
Hutama Karya terus berupaya mengelola sumber daya alam Hutama Karya continues to strive for efficient management of
secara efisien, termasuk dalam penggunaan air. Dalam upaya natural resources, including water usage. In this effort, the Company
tersebut, Perseroan memantau dengan cermat penggunaan air closely monitors water consumption annually. Hutama Karya has
setiap tahunnya. Hutama Karya telah menetapkan standar dan established the following standards and methodologies for water
metodologi pengukuran pemakaian air sebagai berikut: usage measurement:
1. Sumber air PDAM 1. PDAM water source
Perhitungan pemakaian air (m3) berdasarkan besarnya tagihan Water consumption (m³) is calculated based on monthly PDAM
PDAM setiap bulan. billing amounts.
2. Sumber air bawah tanah 2. Groundwater source
Perhitungan pemakaian air (m3) dilakukan dengan memantau Water consumption (m³) is measured by directly monitoring the
langsung angka yang tercatat pada alat flow meter yang readings from flow meters installed at each generator set. The
terpasang di setiap genset. Angka yang tercatat pada flow recorded flow meter values represent the amount of water used
meter tersebut menggambarkan jumlah air yang digunakan each month.
setiap bulan.
Hutama Karya juga menekankan integrasi antara pemanfaatan Hutama Karya also emphasizes the integration between
dan konservasi air tanah melalui pendekatan berbasis risiko dan groundwater utilization and conservation through a risk-based and
keberlanjutan, dengan memastikan setiap tahapan—mulai dari sustainability approach, by ensuring that each stage—ranging from
identifikasi cekungan air tanah (CAT), perizinan, hingga pemantauan the identification of groundwater basins (CAT), permitting, to usage
penggunaan—dilaksanakan secara terukur dan terdokumentasi. monitoring—is carried out in a measurable and well-documented
Perusahaan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan manner. The Company not only focuses on fulfilling operational
operasional, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem melalui needs but also maintains ecosystem balance through the
perlindungan area resapan, penerapan teknologi seperti biopori, protection of recharge areas, the application of technologies such
serta pengendalian potensi pencemaran dan kerusakan sumber as biopore systems, as well as the control of potential pollution and
daya air. Pengawasan berkala terhadap kualitas dan kuantitas degradation of water resources. Periodic monitoring of groundwater
air tanah, disertai pemeliharaan infrastruktur dan penguatan quality and quantity, supported by infrastructure maintenance
kapasitas karyawan melalui edukasi, menjadi bagian penting and the strengthening of employee capacity through continuous
dalam memastikan efektivitas implementasi. Dengan demikian, education, constitutes an essential component in ensuring effective
pengelolaan air tanah tidak hanya berfungsi sebagai dukungan implementation. Accordingly, groundwater management serves
operasional, tetapi juga sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam not only as operational support but also as a tangible contribution
menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan sumber daya by the Company in preserving environmental sustainability and
air bagi masa depan. ensuring the long-term availability of water resources.
Pada tahun 2025, cakupan pengukuran penggunaan air diperluas In 2025, the scope of water consumption measurement was
sebagai bagian dari peningkatan sistem pemantauan, sehingga expanded as part of enhancements to the monitoring system;
data tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan tahun therefore, the data is not directly comparable with the previous year,
sebelumnya, namun digunakan sebagai dasar penguatan but serves as a basis for strengthening future management practices.
pengelolaan ke depan. Saat ini, Perseroan belum menetapkan target Currently, the Company has not established specific quantitative
kuantitatif spesifik terkait penggunaan air, namun pengelolaan targets related to water usage; however, water management is
dilakukan secara berkelanjutan dengan mengacu pada prinsip carried out on an ongoing basis, guided by principles of efficiency
efisiensi dan kepatuhan terhadap konteks lokal serta ketentuan and compliance with local context and applicable regulations in
yang berlaku di masing-masing wilayah operasi. Sedangkan tahun each operational area. In contrast, in 2024 and 2023, the scope of
2024 dan 2023 lingkup pengukuran penggunaan air hanya di water consumption measurement was limited to the Hutama Karya
lingkup kantor Hutama Karya. office environment.
Sepanjang tahun 2025 Perseroan menggunakan air sebanyak Throughout 2025, the Company used 90,092,217.26 m³ of water.
90.092.217,26 m3 atas air yang digunakan sebesar 975.217,78 m3 Of the total water used, 975,217.78 m³ was discharged into water
dilepas ke badan air. Berikut disajikan data penggunaan air dari bodies. The following presents water consumption data from all of
seluruh wilayah operasional Perseroan. the Company’s operational areas.
PT Hutama Karya (Persero)
160 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 161
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Pengambilan Air
Table of Water Withdrawal
Pemakaian Air (m3)
Water Consumption (m³)
Sumber
2025 2024 2023
Source
Air Permukaan
65.848,00 199.999 0,00
Surface Water
Air dari Pihak Ketiga
68.807,52 2.696.594,60 34.834,60
Water from Third Parties
Air Tanah
89.949.069,58 381.292,89 606.153,13
Groundwater
Air Laut
8.492,16 - -
Sea Water
Jumlah
90.092.217,26 3.277.886,49 640.987,73
Total
Tabel Konsumsi Air
Table of Water Consumption
Pemakaian Air (m3)
Water Consumption (m³)
Sumber
2025 2024 2023
Source
Air Permukaan
65.848,00 199.999 0,00
Surface Water
Air dari Pihak Ketiga
68.706,00 2.696.594,60 34.834,60
Water from Third Parties
Air Tanah
88.982.445,48 381.292,89 606.153,13
Groundwater
Air Laut
- - -
Sea Water
Jumlah
89.116.999,48 3.277.886,49 640.987,73
Total
Jumlah Karyawan (orang)
2.097 2.141 2.075
Number of Employees (persons)
Intensitas Penggunaan Air (M3/Orang)
42.497,38 1.531,01 308,91
Water Consumption Intensity (M3/PERSON)
Tabel Pelepasan Air ke Badan Air
Table of Water Discharge to Water Bodies
Pemakaian Air (m3)
Water Consumption (m³)
Sumber
2025
Source
Air dari Pihak Ketiga
101,52
Water from Third Parties
Air Laut
8.492,16
Sea Water
Air Bawah Tanah
966.624,10
Groundwater
Jumlah
975.217,78
Total
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 161
Page 162
Oleh karena adanya perbedaan ruang lingkup pengukuran air, Due to differences in the scope of water measurement, water
maka penggunaan air di tahun 2025 tidak dapat dibandingkan consumption in 2025 is not comparable with 2024.
dengan tahun 2024.
Pembuangan Air [GRI 303-2, 303-4] Water Discharge [GRI 303-2, 303-4]
Hutama Karya telah menetapkan prosedur standar yang Hutama Karya has established comprehensive standard procedures
komprehensif dalam pengelolaan limbah cair untuk meminimalkan for wastewater management to minimize negative environmental
dampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari upaya impacts. As part of these efforts, the Company strictly avoids direct
tersebut, Perseroan secara tegas menghindari pembuangan limbah discharge of wastewater into the environment, ensuring that all
cair langsung ke lingkungan, memastikan bahwa semua proses discharge processes are carried out in an environmentally friendly
pembuangan dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan dan manner and in compliance with applicable regulations.
sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Hutama Karya berkomitmen untuk mengelola sumber daya air Hutama Karya is committed to managing water resources efficiently
secara efisien dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya and sustainably. As part of this commitment, the Company has
tersebut, Perseroan telah memasang Instalasi Pengolahan Air installed Wastewater Treatment Plants (IPAL) at HK Tower and
Limbah (IPAL) di HK Tower dan Biotank di setiap lokasi proyek yang biotank systems at project sites where required, and effectively
dibutuhkan, serta mengolah seluruh air yang digunakan dalam treats all water used in production processes. Wastewater
proses produksi secara efektif. Proses pemisahan, pengolahan, separation, treatment, and quality monitoring are conducted
dan pemantauan kualitas air limbah dilakukan secara berkala regularly to ensure compliance with the standards set under the
untuk memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan memenuhi Minister of Environment and Forestry Regulation No. 68 of 2016.
baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Parameters monitored include pH, BOD, and COD to maintain
Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016. water quality in receiving water bodies and support environmental
Parameter yang dipantau meliputi pH, BOD, dan COD, guna menjaga preservation. The Company continuously improves treatment
kualitas air di badan air dan mendukung kelestarian lingkungan. technology, enhances monitoring systems, and implements more
Perseroan terus melakukan peningkatan teknologi pengolahan, effective and efficient procedures.
sistem pemantauan yang lebih canggih, serta penerapan prosedur
yang lebih efektif dan efisien.
Seluruh air limbah yang dihasilkan dari kegiatan konstruksi, All wastewater generated from construction activities, office
perkantoran, dan aktivitas pendukung lainnya dikelola melalui operations, and other supporting activities is managed through
sistem terstruktur yang mengacu pada peraturan lingkungan a structured system that refers to environmental regulations,
hidup, diawali dengan identifikasi sumber potensi pencemaran commencing with the identification of potential pollution sources
serta penilaian risiko dari penggunaan bahan kimia dan limbah and risk assessment of chemical usage and liquid waste. The
cair. Perusahaan menerapkan standar ketat dalam penyimpanan Company applies stringent standards in the storage of hazardous
bahan berbahaya di area tertutup dan aman, dilengkapi sistem materials within secure and enclosed areas, supported by
tanggap darurat serta tenaga kerja terlatih, guna mencegah emergency response systems and trained personnel, in order to
kebocoran dan kontaminasi. Dalam praktiknya, limbah cair tidak prevent leakage and contamination. In practice, wastewater is
dibuang langsung ke lingkungan, melainkan ditampung dan diolah not directly discharged into the environment, but is first collected
terlebih dahulu, termasuk melalui pemisahan aliran air bersih and treated, including through the separation of clean water and
dan limbah serta pengaturan drainase permukaan. Hutama Karya wastewater streams as well as the regulation of surface drainage
juga mengoperasikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk systems. Hutama Karya also operates wastewater treatment
memastikan kualitas air buangan memenuhi standar, dengan plants (IPAL) to ensure that discharged water quality complies with
pemantauan rutin terhadap parameter penting seperti pH, BOD, applicable standards, with routine monitoring of key parameters
dan COD. Upaya ini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi such as pH, BOD, and COD. These efforts are further strengthened
ramah lingkungan, seperti daur ulang air untuk kebutuhan non- by the utilization of environmentally friendly technologies, such as
kritis, serta peningkatan kesadaran karyawan melalui pelatihan dan water recycling for non-critical uses, as well as the enhancement of
simulasi darurat. Selain itu, perusahaan mendorong transparansi employee awareness through training and emergency simulations.
melalui sistem pelaporan internal dan komunikasi aktif dengan In addition, the Company promotes transparency through internal
pemangku kepentingan, sehingga seluruh rangkaian pengelolaan reporting systems and active communication with stakeholders,
air limbah dapat berjalan efektif, akuntabel, dan selaras dengan ensuring that the overall wastewater management process
tujuan pembangunan berkelanjutan. is conducted effectively, accountably, and in alignment with
sustainable development objectives.
Dalam upaya mendukung transparansi dan akuntabilitas, Hutama To support transparency and accountability, Hutama Karya also
Karya juga menyediakan prosedur pelaporan internal bagi provides internal reporting procedures for employees to report
karyawan untuk melaporkan kejadian yang dapat berdampak pada incidents that may affect water quality. Open communication
PT Hutama Karya (Persero)
162 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 163
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
kualitas air. Komunikasi terbuka dengan pemangku kepentingan, with stakeholders, including communities and environmental
termasuk masyarakat dan otoritas lingkungan, dilakukan melalui authorities, is maintained through periodic monitoring reports
laporan pemantauan berkala serta partisipasi dalam forum publik, and participation in public forums to ensure transparent and
guna memastikan adanya pengelolaan yang transparan dan responsible environmental management.
bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Tabel Pelepasan Ke Badan Air (m3)
Table of Water Discharge to Water Bodies (m³)
Sumber
2025 2024 2023
Source
Air Permukaan
- - -
Surface Water
Air dari Pihak Ketiga
101,52 - -
Water from Third Parties
Air Tanah
966.624,10 - -
Groundwater
Air Laut
8.492,16 - -
Sea Water
Jumlah
975.217,78 30.716 -
Total
Seluruh air yang diambil digunakan sampai habis, dan apabila air All abstracted water is fully utilized, and where such water remains
tersebut masih layak untuk disiram ke proyek (daily) mengurangi suitable, it is reused for routine project spraying (daily) to reduce
debu proyek dust at project sites.
INISIATIF EFISIENSI AIR
WATER EFFICIENCY INITIATIVES
Fokus utama Hutama Karya dalam pelestarian sumber daya Hutama Karya’s main focus in water resource conservation
air adalah dengan mengoptimalkan efisiensi penggunaan air is optimizing water use efficiency through the following
melalui inisiatif-inisiatif berikut: initiatives:
1. Menerapkan langkah-langkah sistematis pemanfaatan 1. Implementing systematic groundwater utilization
air tanah, dimulai dari identifikasi lokasi cekungan air measures, starting from the identification of
tanah (CAT), mempertimbangkan perubahan muka air, Groundwater Basin (CAT) areas, considering changes in
kondisi lingkungan, serta ketersediaan sumber air lain. groundwater levels, environmental conditions, and the
availability of other water sources.
2. Memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal melalui 2. Ensuring compliance with local regulations through
koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait, coordination with government authorities and related
serta mengajukan izin sesuai prosedur yang berlaku agencies, as well as obtaining permits in accordance
setelah perencanaan yang rinci dan efisien disusun. with applicable procedures after detailed and efficient
planning.
3. Memelihara fungsi resapan air dengan melalui 3. Maintaining water catchment functions through
pengaturan daerah sempadan sumber air, rehabilitasi regulation of buffer zones around water sources, forest
hutan, dan mengembangkan dan membangun sumur rehabilitation, and the development of infiltration wells
resapan dan lubang biopori. Pembangunan sumur and biopore holes. The construction of infiltration wells
resapan dilakukan dengan memperhatikan standar is carried out in accordance with strict safety standards,
keamanan yang ketat, seperti menjaga jarak minimum such as maintaining a minimum distance of five
lima meter dari septic tank dan satu meter dari pondasi meters from septic tanks and one meter from building
bangunan. foundations.
4. Pemanenan air hujan (rainwater harvesting) sesuai 4. Rainwater harvesting in accordance with needs and
dengan kebutuhan dan ketersediaan teknologi yang available technology.
ada.
5. Penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti 5. Use of environmentally friendly technologies, such as
penggunaan kran air otomatis dan toilet hemat air. automatic water taps and water-saving toilets.
6. Sosialisasi dan edukasi rutin untuk meningkatkan 6. Regular socialization and education to raise employee
kesadaran karyawan dalam menerapkan perilaku awareness in implementing water-efficient behaviors.
efisien dalam penggunaan air.
7. Pengaturan pelampung otomatis dan sub-metering. 7. Implementation of automatic float systems and sub-
metering.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 163
Page 164
8. Memperhatikan pemeliharaan pipa distribusi air guna 8. Maintenance of water distribution pipelines to prevent
mencegah kebocoran yang dapat mengakibatkan leaks that may lead to resource waste and losses.
pemborosan dan kerugian sumber daya.
9. Mengurangi konsumsi air bersih dengan memaksimalkan 9. Reducing clean water consumption by maximizing the
pemanfaatan kembali air buangan. reuse of wastewater.
10. Pendayagunaan sumber daya air dengan melalui 10. Utilization of water resources through inventory of water
inventarisasi potensi air, proses perizinan yang sesuai potential, proper licensing processes, and water quality
prosedur, serta uji kelayakan kualitas air sebelum feasibility testing prior to use.
digunakan.
Aspek Keanekaragaman Hayati Biodiversity Aspect
Dampak dari Wilayah Operasional yang Impacts from Operational Areas Located
Dekat atau Berada Di Daerah Konservasi atau Near or Within Conservation Areas or Areas
Memiliki Keanekaragaman Hayati dan Usaha with High Biodiversity, and Biodiversity
Konservasi Keanekaragaman Hayati [OJK F.9, Conservation Efforts [OJK F.9, F.10, GRI 101-1, 101-2,
F.10, GRI 101-1, 101-2, 101-3, 101-4, 101-5, 101-6, 101-7, 101-8] 101-3, 101-4, 101-5, 101-6, 101-7, 101-8]
Hutama Karya menyadari bahwa upaya menjaga serta melindungi Hutama Karya recognizes that efforts to preserve and protect
keanekaragaman hayati merupakan bagian yang tidak terpisahkan biodiversity constitute an integral part of the sustainability of
dari keberlanjutan kegiatan usaha. Keanekaragaman hayati tidak its business activities. Biodiversity plays a critical role not only in
hanya berperan dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan maintaining ecosystem balance and health but also in supporting
ekosistem, tetapi juga mendukung ketersediaan sumber daya alam the availability of natural resources required to sustain the
yang diperlukan untuk menunjang keberlangsungan operasional Company’s future operations. In this regard, Hutama Karya has
Perseroan di masa mendatang. Sehubungan dengan hal tersebut, undertaken various initiatives and concrete measures to protect
Hutama Karya telah melaksanakan berbagai inisiatif dan langkah and conserve biodiversity, although to date the Company has not
nyata dalam rangka perlindungan dan pelestarian keanekaragaman conducted a formal biodiversity baseline assessment.
hayati, meskipun hingga saat ini Perseroan belum melakukan kajian
baseline terkait keanekaragaman hayati.
Di tahun 2025, terdapat 3 (tiga) area yang dilaporkan tersebut In 2025, there were 3 (three) reported areas identified as wildlife
menjadi jalur untuk hewan melintas seperti gajah, reptil dan crossing corridors for elephants, reptiles, and other primates, as
primata lainnya sesuai dengan yang dilaporkan oleh Dinas reported by the Environmental and Forestry Agency. Accordingly,
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Oleh karenanya, tim membuat the Company adjusted infrastructure designs to accommodate
dan menyesuaikan desain agar menjadi jalur khusus untuk hewan- dedicated wildlife crossings. The Company constructed 2 (two)
hewan tersebut. Perseroan membuat 2 (dua) Jembatan Primata, primate bridges, 1 (one) reptile box crossing, and modified
1 (satu) Box Reptil dan desain jembatan menyesuaikan untuk bridge designs to facilitate elephant crossings. Other biodiversity
menjadi jalur gajah. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati conservation efforts include reforestation through the planting of
lainnya yaitu dengan melakukan reboisasi dengan cara penanaman tree seedlings in disposal areas to maintain forest sustainability,
bibit-bibit pohon pada area disposal guna menjaga kelestarian as well as fish and bird release programs in several locations. The
hutan serta program pelepasan ikan & burung pada beberapa Company has identified several key factors that may potentially
area. Perseroan mengidentifikasi beberapa faktor utama yang lead to biodiversity loss in its operations, including:
berpotensi menyebabkan kehilangan biodiversitas dalam kegiatan
operasional, antara lain:
1. Perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan 1. Land use changes resulting from infrastructure development;
infrastruktur
2. Aktivitas konstruksi yang berpotensi mengganggu habitat 2. Construction activities that may disrupt natural habitats; and
3. Perubahan morfologi lahan dan sistem drainase 3. Changes in land morphology and drainage systems.
Identifikasi faktor-faktor ini menjadi dasar dalam penyusunan The identification of these factors forms the basis for the
langkah mitigasi yang lebih efektif dan terarah. development of more effective and targeted mitigation measures.
PT Hutama Karya (Persero)
164 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 165
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Sebagai komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati, As part of its commitment to biodiversity protection, the Company
Perseroan menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan sumber implements various sustainable natural resource management
daya alam yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak initiatives to reduce adverse impacts on ecosystems. This
negatif terhadap ekosistem. Hal ini tercermin dalam kebijakan commitment is reflected in Hutama Karya’s policies supporting
Hutama Karya yang mendukung kelestarian lingkungan, seperti environmental preservation, as outlined in the QHSSE MS Policy,
yang tercantum dalam Kebijakan QHSSEMS, Kebijakan Khusus Specific QHSSE MS Policy, and RTS Policy as stipulated in Board of
QHSSEMS, dan Kebijakan RTS yang disahkan dalam Keputusan Directors Decree No. 2021/KPTS/66/VII/2024.
Direksi No. 2021/KPTS/66/VII/2024.
Perseroan juga memiliki komitmen untuk mengelola dampak The Company is also committed to managing biodiversity impacts
terhadap keanekaragaman hayati melalui penerapan prinsip through the application of the mitigation hierarchy (avoid,
mitigation hierarchy (avoid, minimize, restore). Komitmen ini minimize, restore). This commitment forms part of the Company’s
merupakan bagian dari kebijakan lingkungan perusahaan serta environmental policy and core values, as reflected in the Golden
nilai inti perusahaan yang tercermin dalam Golden Rules, salah satu Rules, one of which emphasizes “zero environmental damage.”
prinsip utamanya adalah “zero environmental damage”. Komitmen This commitment is implemented through the execution of
tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan studi AMDAL pada Environmental Impact Assessment (AMDAL) studies for all projects,
seluruh proyek, prosedur konstruksi keberlanjutan beserta instruksi sustainable construction procedures, work instructions related to
kerja terkait rencana manajemen habitat serta integrasi aspek habitat management plans, and the integration of environmental
perlindungan lingkungan dalam perencanaan dan pelaksanaan protection aspects into project planning and execution, particularly
konstruksi, khususnya pada proyek yang berada di area dengan for projects located in ecologically sensitive areas. At the initial
sensitivitas ekologis tinggi. Pada tahap awal, perusahaan stage, the Company identifies potential impacts through AMDAL
mengidentifikasi potensi dampak melalui kajian AMDAL, termasuk studies, including analyses of natural habitats and wildlife crossing
analisis terhadap habitat alami dan potensi perlintasan satwa liar. potential. All project development activities refer to AMDAL
Seluruh kegiatan Pembangunan Proyek mengacu pada AMDAL, requirements, including biodiversity programs such as reforestation
salah satu program keanekaragaman hayati yang dilakukan yaitu through tree planting in disposal and TIP areas, as well as fish and
melakukan reboisasi dengan cara penanaman bibit-bibit pohon bird release programs in several locations.
pada area disposal dan lokasi TIP guna menjaga kelestarian hutan
serta program pelepasan ikan & burung pada beberapa area.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, perusahaan telah As part of mitigation efforts, the Company has implemented various
mengimplementasikan berbagai solusi berbasis desain environmentally friendly infrastructure design solutions. One
infrastruktur yang ramah lingkungan. Salah satu contoh nyata notable example is the Pekanbaru–Dumai Toll Road project, which
adalah pada proyek Jalan Tol Pekanbaru–Dumai yang melintasi passes through an elephant corridor, as well as the construction of
koridor gajah, serta pembangunan fasilitas perlintasan satwa pada wildlife crossing facilities on the Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Toll
Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Padang Tidji–Seulimeum), Road Section 1 (Padang Tidji–Seulimeum), which include:
yang mencakup:
1. Jembatan khusus gajah (elephant crossing) 1. Dedicated elephant crossing bridges;
2. Struktur beton pracetak untuk perlintasan reptil 2. Precast concrete structures for reptile crossings; and
3. Jembatan kanopi berbasis kabel untuk pergerakan primata 3. Cable-based canopy bridges for primate movement.
Selain itu, pada tahap konstruksi, perusahaan menerapkan In addition, during the construction phase, the Company
pengendalian dampak lingkungan melalui: implements environmental impact control measures through:
1. Program revegetasi dan penanaman ulang 1. Revegetation and replanting programs;
2. Pengendalian erosi 2. Erosion control; and
3. Perlindungan lereng melalui slope protection, safety net, dan 3. Slope protection through slope protection systems, safety nets,
scaling and scaling
Selain itu, Perseroan berkomitmen untuk mengedepankan prinsip Furthermore, the Company is committed to prioritizing sustainability
keberlanjutan dalam setiap aspek operasional dan terus memantau principles in all aspects of its operations and continuously
serta mengevaluasi potensi risiko terhadap keanekaragaman hayati monitoring and evaluating potential risks to biodiversity in the
pada masa depan. Hutama Karya mendukung berbagai upaya future. Hutama Karya supports various biodiversity conservation
konservasi keanekaragaman hayati di luar area operasionalnya. efforts beyond its operational areas, including tree relocation
Upaya tersebut meliputi kegiatan tebang pindah untuk tanaman (transplanting of large plants) and mock-up hydroseeding activities
ukuran besar serta kegiatan mock up hydroseeding untuk for slope stabilization and soil erosion prevention.
penanganan lereng dan pencegahan erosi tanah.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 165
Page 166
Dalam upaya pengelolaan keanekaragaman hayati, Perseroan In managing biodiversity, the Company consistently involves
senantiasa melibatkan pemangku kepentingan terkait, khususnya relevant stakeholders, particularly in the preparation of
dalam proses penyusunan AMDAL dan koordinasi dengan instansi Environmental Impact Assessments (AMDAL) and coordination with
lingkungan hidup. Keterlibatan ini bertujuan untuk memastikan environmental authorities. This engagement aims to ensure that all
bahwa seluruh potensi dampak terhadap ekosistem dan satwa liar potential impacts on ecosystems and wildlife are properly identified
dapat diidentifikasi dan dikelola secara tepat. Selain itu, Perseroan and managed. In addition, the Company also considers impacts
juga mempertimbangkan dampak dari rantai pasokan, termasuk arising from its supply chain, including the sourcing of construction
sumber material konstruksi dan aktivitas pemasok yang berpotensi materials and supplier activities that may affect biodiversity. Based
memengaruhi keanekaragaman hayati. Berdasarkan proses on this process, the Company identifies locations and activities with
tersebut, Perseroan menentukan lokasi dan aktivitas dengan the most significant impacts, such as road corridor development
dampak paling signifikan, seperti pembangunan koridor jalan yang that may lead to habitat fragmentation, disruption of wildlife
berpotensi menyebabkan fragmentasi habitat, gangguan jalur movement, and changes in land cover and vegetation.
pergerakan satwa, serta perubahan tutupan lahan dan vegetasi.
Perseroan senantiasa melakukan pemantauan terhadap potensi The Company continuously monitors potential environmental
dampak lingkungan melalui sistem evaluasi kinerja lingkungan impacts through its environmental performance evaluation system,
perusahaan (environmental performance), yang menjadi bagian which forms part of the QHSSE function. This monitoring includes
dari fungsi QHSSE. Pemantauan ini mencakup identifikasi potensi the identification of potential environmental degradation as well
kerusakan lingkungan serta evaluasi efektivitas langkah mitigasi as the evaluation of the effectiveness of implemented mitigation
yang telah diterapkan. measures.
Hasil pemantauan digunakan sebagai dasar untuk peningkatan The results of such monitoring serve as the basis for continuous
berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan, serta untuk improvement in environmental management and to ensure
memastikan bahwa kegiatan operasional tetap selaras dengan that operational activities remain aligned with the Company’s
komitmen perusahaan terhadap prinsip zero environmental commitment to the principle of zero environmental damage.
damage.
Upaya pemulihan dilakukan melalui program revegetasi dan Restoration efforts are carried out through revegetation and land
rehabilitasi lahan pada area terdampak kegiatan konstruksi. rehabilitation programs in areas affected by construction activities.
Program ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan, These programs aim to restore ecological functions, improve soil
meningkatkan stabilitas tanah, serta mendukung pemulihan habitat stability, and support the recovery of natural habitats. Revegetation
alami. Kegiatan revegetasi dilakukan dengan mempertimbangkan activities are conducted by considering local conditions and
kondisi lokal dan karakteristik vegetasi setempat untuk vegetation characteristics to ensure ecosystem sustainability. In
memastikan keberlanjutan ekosistem. Selain itu, Perseroan juga addition, the Company integrates infrastructure design-based
mengintegrasikan pendekatan berbasis desain infrastruktur untuk approaches to support biodiversity sustainability. These initiatives
mendukung keberlanjutan biodiversitas. Inisiatif ini bertujuan aim to maintain habitat connectivity and minimize ecosystem
untuk menjaga konektivitas habitat dan meminimalkan dampak fragmentation resulting from toll road development.
fragmentasi ekosistem akibat pembangunan jalan tol.
Dalam mendukung keberlanjutan jangka panjang, perusahaan To support long-term sustainability, the Company also implements
juga menerapkan langkah-langkah pengendalian dampak seperti impact control measures such as erosion control, slope protection,
pengendalian erosi, perlindungan lereng melalui slope protection, and environmental condition monitoring through its environmental
serta pemantauan kondisi lingkungan melalui sistem evaluasi performance evaluation system. These efforts function not only as
kinerja lingkungan. Upaya ini tidak hanya berfungsi sebagai mitigation measures but also as part of the restoration process and
mitigasi, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemulihan dan environmental quality improvement in project areas.
peningkatan kualitas lingkungan di sekitar proyek.
Ke depan, Perseroan melihat potensi untuk mengembangkan Going forward, the Company sees the potential to develop a
pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk penerapan konsep more integrated approach, including the implementation of the
koridor hijau (green corridor) pada infrastruktur jalan tol, yang green corridor concept in toll road infrastructure, which integrates
menggabungkan fungsi transportasi, energi, dan konservasi transportation, energy, and environmental conservation functions
lingkungan dalam satu sistem yang berkelanjutan. into a sustainable system.
PT Hutama Karya (Persero)
166 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 167
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
REALISASI UPAYA PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI
REALIZATION OF BIODIVERSITY CONSERVATION EFFORTS
Hutama Karya menyadari bahwa upaya menjaga dan Hutama Karya recognizes that efforts to preserve and protect
melindung keanekaragaman hayati merupakan bagian biodiversity are an integral part of sustainable business
yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan kegiatan practices. Biodiversity plays a crucial role in maintaining
usaha. Keanekaragaman hayati tidak hanya berperan ecosystem balance and health. In this regard, Hutama Karya
dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem. has implemented various initiatives and concrete actions to
Sehubungan dengan hal tersebut, Hutama Karya telah support the protection and conservation of biodiversity.
melaksanakan berbagai inisiatif dan langkah nyata dalam
rangka perlindungan dan pelestarian keanekaragaman
hayati.
Dukungan Konservasi Satwa Wildlife Conservation Support
Sejalan dengan komitmen Hutama Karya dalam In line with Hutama Karya’s commitment to developing
menghadirkan jalan tol yang berkelanjutan dan ramah sustainable and wildlife-friendly toll roads, the Company
terhadap satwa, tidak terlepas dari ketersinggungan acknowledges the intersection between its operations and
operasional dengan ekosistem alam. Pembangunan jalan tol natural ecosystems. The construction of toll roads, buildings,
maupun konstruksi gedung dan lainnya dilengkapi dengan and other infrastructure is supported by Environmental
dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Impact Assessment (AMDAL) documents to ensure that
untuk memastikan setiap proyek dijalankan dengan each project is carried out with careful consideration of its
memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan environmental and biodiversity impacts.
keanekaragaman hayati.
Mengacu kepada AMDAL, salah satu program yang Referring to the AMDAL, one of the programs implemented
dilaksanakan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman to preserve biodiversity is the development of an Elephant
hayati adalah menghadirkan Underpass Perlintasan Gajah Underpass (UPG) on the Pekanbaru–Dumai toll road section.
(UPG) di ruas tol Pekanbaru – Dumai. Ruas tol ini melintasi This toll road directly passes through the Balai Raja Wildlife
langsung Taman Suaka Margasatwa Balai Raja yang Reserve, which serves as a habitat for the endangered
hidup di dalamnya habitat Gajah Sumatera. Terobosan ini Sumatran elephants. This breakthrough is not merely an
bukan sekadar solusi infrastruktur, melainkan bukti nyata infrastructure solution, but a tangible demonstration of the
komitmen menjaga harmonisasi pembangunan dengan Company’s commitment to harmonizing development with
konservasi sarwa langka Indonesia. the conservation of Indonesia’s endangered wildlife.
Inovasi UPG yang dilakukan Hutama Karya memungkinkan The UPG innovation enables endemic Sumatran elephants
mamalia endemik Gajah Sumatera berpindah antarhabitat to move between habitats without obstruction. The tunnel
tanpa hambatan. Desain terowongan dirancang berbasis design is based on data regarding elephant movement
data perjalan dan perilaku gajah, didukung dengan teknologi patterns and behavior, supported by GPS collar technology
GPS Collar untuk memantau pergerakn, perilaku dan to monitor movement, behavior, and location in real
keberadaan gajah secara real-time melalui perangkat yang time through devices attached to the elephants’ necks.
dipasang di leher gajah, sehingga aktivitas tetap alami dan This ensures that their activities remain natural and their
populasi tetap lestari. Dengan demikian, kehadiran jalan tol population is preserved. Thus, the presence of the toll
tidak lagi menjadi ancaman, melainkan dapat memperkuat road no longer poses a threat, but instead strengthens the
ekosistem dan keberlanjutan Gajah Sumatera di Riau. ecosystem and supports the sustainability of Sumatran
elephants in Riau.
Selain itu, berkolaborasi dengan Balai Besar Konservasi In addition, in collaboration with the Natural Resources
Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau dan Rimba Satwa Conservation Agency (BKSDA) of Riau Province and the Rimba
Foundation (RSF), Hutama Karya melakukan penguatan Satwa Foundation (RSF), Hutama Karya has strengthened
program Konservasi Gajah dengan penanaman pohon its elephant conservation program by planting 1,220 trees
sebanyak 1.220 bibit di sekitar UPG dan ruas tol. Pengkayaan around the underpass and toll road areas. This initiative
pakan bagi satwa di sekitar area konservasi ini adalah untuk enriches food sources for wildlife in the conservation
tetap menjaga kelestarian ekosistem dan variasi pakan area, helping to maintain ecosystem sustainability and
satwa. biodiversity.
Penanaman Pohon Tree Planting
Mendukung kebijakan dekarbonisasi perusahaan dan To support the Company’s decarbonization policy and its
tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan pasca responsibility toward environmental sustainability following
konstruksi dan pengoperasian jalan tol maupun pekerjaan construction and toll road operations, Hutama Karya
konstruksi lainnya, Hutama Karya terus berupaya continues to create green spaces to mitigate climate change
menghadirkan ruang hijau untuk memitigasi perubahan and reduce greenhouse gas emissions through regular tree-
iklim dan mengurangi kontribusi gas rumah kaca ke planting initiatives. These activities are carried out both
atmosfer dengan rutin melakukan penanaman pohon. within the Company’s operational areas and in surrounding
Penanaman pohon ini dilakukan baik di sekitar aktivitas communities.
bisnis perusahaan maupun kepada masyarakat.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 167
Page 168
Selama tahun 2025, Unit Tanggung Jawab Sosial dan Throughout 2025, the Corporate Social and Environmental
Lingkungan Perusahaan melakukan penanaman pohon Responsibility Unit planted 1,600 productive trees within
produktif di masyarakat dan mendukung konservasi pantai communities and supported coastal conservation through
dengan menanam mangrove, total pohon yang tertanam mangrove planting. In addition, the Operations Division,
sebanyak 1.600 pohon. Selain itu, Divisi Operasi selaku both as project owner and contractor, actively carried out
owner maupun kontraktor proyek juga aktif melakukan tree planting and maintenance activities.
penanaman dan pemeliharaan pohon.
Pengolahan Sampah di Rest Area Waste Management at Rest Areas
Jalan tol berkelanjutan dan ramah lingkungan adalah salah Sustainable and environmentally friendly toll roads are part
satu agenda perusahaan dalam menghadirkan bisnis yang of the Company’s agenda in delivering environmentally
peduli akan kelestarian keanekaragaman hayati. Hutama responsible business operations. Hutama Karya strives to
Karya berupaya melakukan optimalisasi pengelolaan limbah optimize organic waste management by utilizing the Black
sampah organik dengan menggunakan metode Black Solder Soldier Fly (BSF) method, or maggot cultivation, at Rest
Fly (BSF) atau magggot di Rest Area Km 215 dan 277 pada Areas Km 215 and 277 on the Terbanggi Besar–Pematang
ruas tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung Panggang–Kayu Agung (TERPEKA) toll road.
(TERPEKA).
Optimalisasi pengelolaan dan pengolahan sampah This optimization of organic waste management also
organik ini juga sebagai upaya Perseroan dalam efisiensi supports the Company’s efforts to improve efficiency in
pengangkutan sampah organik di rest area ke Tempat transporting organic waste from rest areas to landfills (TPA).
Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus diharapkan menjadi At the same time, it is expected to become an eco-tourism
salah satu destinasi eco-wisata bagi pengguna jalan tol yang attraction for toll road users stopping at these rest areas,
singgah di rest area Km 215 dan 277 dalam memanfaatkan showcasing how organic waste can be transformed into
sampah organik menjadi barang daur ulang yang bernilai valuable recycled products.
ekonomis.
Fasilitas yang disediakan dalam pengolahan sampah organik Facilities provided for organic waste management include
adalah dengan membentuk Unit Pengelolaan Sampah the establishment of an Integrated Waste Management
Terpadu (UPST) di rest area dilengkapi dengan Rumah Unit (UPST) at rest areas, equipped with a Maggot House
Maggot yang difungsikan untuk budidaya maggot. Dengan used for maggot cultivation. Through this facility, processed
adanya Rumah Maggot ini, hasil pengolahan sampah organik organic waste can be utilized for planting vegetables and
dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam berupa sayuran other vegetation in rest areas, as well as for maggot-based
dan vegetasi lainnya di rest area, serta pemanfaatan maggot supplementary feed in fish farming.
sebagai pakan tambahan budidaya ikan.
Budidaya ikan dilakukan dengan menyediakan kolam Fish farming is conducted using brick ponds lined with
tipe bata berlapis terpal yang dipadukan dengan tarpaulin, integrated with aquaculture vegetation. The
budidaya vegetasi aquakultur. Hasil kebun dan kolam dari outputs from these gardens and ponds generate economic
pemanfaatan maggot ini dapat menghasilan nilai ekonomis value, supporting food supply needs for MSME tenants in the
untuk kebutuhan bahan baku makanan bagi tenan UMKM di rest areas.
rest area.
Selain fasilitas pengolahan sampah organik, Hutama Karya In addition to organic waste processing facilities,
juga memfasilitasi pengelolaan sampah organik yang Hutama Karya also provides facilities for inorganic waste
dilengkapi dengan mesin pencacah plastik dan mesin management, including plastic shredding machines and
press. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan pressing machines. Inorganic waste such as plastic and
sejenisnya dikelola untuk dijual kepada pihak ketiga. Hasil paper is processed and sold to third parties, with proceeds
penjualan tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk biaya reinvested to support UPST operational costs.
operasional UPST.
Dari semua fasilitas yang disediakan, ditinjau dari jumlah Based on the number and size of bioponds, the Maggot
dan luas biopond, kapasitas pengolahan sampah organik House has the capacity to process up to 50 kg of organic
di Rumah Maggot mampu mengolah 50 kg sampah per hari waste per day at each rest area equipped with UPST facilities.
di setiap rest area yang terdapat UPST. Sedangkan, untuk Meanwhile, inorganic waste management generates
pengelolaan sampah anorganik menghasilkan kurang lebih approximately 65 kg of waste per day across all rest areas.
65 kg sampah per hari di seluruh rest area.
PT Hutama Karya (Persero)
168 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 169
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
HARI GAJAH INTERNASIONAL: PERSEMBAHAN HUTAMA KARYA UNTUK PERJALANAN CINTA GAJAH DI SEKITAR JALAN
TOL TRANS SUMATERA / INTERNATIONAL ELEPHANT DAY: HUTAMA KARYA’S CONTRIBUTION TO THE “JOURNEY OF LOVE”
OF ELEPHANTS AROUND THE TRANS-SUMATRA TOLL ROAD
Hari Gajah Internasional pada 12 Agustus menjadi momen International Elephant Day on August 12 serves as an
penting bagi perjalanan pelestarian Gajah Sumatra. important milestone in the conservation journey of the
Sosok seperti “Getar” dan “Codet” kini dapat menjelajahi Sumatran elephant. Elephants such as “Getar” and “Codet”
alam Riau dengan lebih aman, berkat inovasi Perseroan are now able to traverse the natural landscape of Riau
dalam membangun Underpass Perlintasan Gajah (UPG) di more safely, supported by the Company’s innovation in
sejumlah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Terobosan ini developing Elephant Crossing Underpasses (UPG) across
bukan sekadar solusi infrastruktur, melainkan bukti nyata several sections of the Trans-Sumatra Toll Road (JTTS).
komitmen menjaga harmonisasi pembangunan dengan This initiative represents not only an infrastructure solution
konservasi satwa langka Indonesia. but also tangible evidence of the Company’s commitment
to harmonizing development with the conservation of
Indonesia’s endangered wildlife.
Inovasi UPG yang dilakukan Hutama Karya memungkinkan The UPG innovation implemented by Hutama Karya enables
mamalia endemik ini berpindah antarhabitat tanpa these endemic mammals to move between habitats
hambatan. Desain terowongan dirancang berbasis data without obstruction. The tunnel design is developed
perjalanan dan perilaku gajah, didukung teknologi GPS collar based on data related to elephant movement patterns and
untuk memantau pergerakan, perilaku dan perilaku dan behavior, supported by GPS collar technology that monitors
keberadaan gajah secara real-time melalui perangkat yang movement, behavior, and location in real time through
dipasang di leher Gajah, sehingga aktivitas gajah tetap alami devices installed on the elephants. This approach ensures
dan populasi tetap lestari. Dengan demikian, kehadiran jalan that elephant activities remain natural while supporting
tol tak lagi menjadi ancaman, melainkan justru memperkuat population sustainability. Accordingly, the presence of toll
ekosistem dan keberlanjutan Gajah Sumatra di Riau. roads no longer poses a threat but instead contributes to
strengthening ecosystems and supporting the sustainability
of Sumatran elephants in Riau.
Perseroan menjadi pionir dalam aksi nyata perlindungan The Company has taken a pioneering role in the protection
satwa dilindungi di tanah air dengan menyediakan enam of endangered wildlife in Indonesia by providing six UPG
UPG di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) sepanjang facilities along the Pekanbaru–Dumai (Permai) Toll Road,
131,5 km. “Teknologi GPS collar yang dipasang membantu spanning 131.5 km. The GPS collar technology facilitates
memahami pola perjalanan gajah antara dua kantong a deeper understanding of elephant movement patterns
habitat utama untuk tujuan perkawinan, sehingga desain between two primary habitat clusters for mating purposes,
terowongan dapat optimal. Data menunjukkan bahwa thereby enabling optimal tunnel design. Data from the 2024
program konservasi tahun 2024 memberikan hasil nyata conservation program demonstrates tangible outcomes in
bagi kelestarian gajah Sumatra. Upaya ini menjadi contoh supporting the preservation of Sumatran elephants. This
harmonisasi pembangunan dan pelestarian, menginspirasi initiative serves as an example of harmonizing infrastructure
proyek infrastruktur ramah lingkungan di masa depan. development with conservation efforts and provides a
reference for environmentally friendly infrastructure projects
in the future.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 169
Page 170
Teknologi GPS collar telah membantu mengidentifikasi The GPS collar technology has identified migration patterns,
pola migrasi gajah, di mana periode September hingga indicating that the period from September to November
November merupakan masa paling aktif pergerakan gajah represents the peak activity for male elephant movements.
jantan. Berdasarkan informasi ini, Hutama Karya dapat Based on this information, the Company is able to schedule
mengatur jadwal perawatan terowongan dan meningkatkan tunnel maintenance and enhance monitoring preparedness
kewaspadaan tim monitoring di lapangan. Data GPS collar in the field. Data also indicates that male elephants from
juga menunjukkan bahwa gajah-gajah jantan dari kantong the Balai Raja habitat cluster regularly travel to the Giam
Balai Raja rutin melakukan perjalanan ke kantong Giam Siak Kecil cluster for mating purposes. This “journey of
Siak Kecil untuk mencari pasangan. “Perjalanan cinta ini love,” spanning tens of kilometers, forms the basis for the
mencakup jarak puluhan kilometer dan menjadi dasar construction of underpasses at kilometers 12, 61, 69, 71, 73,
pembangunan underpass di kilometer 12, 61, 69, 71, 73, and 76. These underpasses have a height of 5.1 meters and a
dan 76. Terowongan ini memiliki tinggi 5,1 meter dan lebar width of up to 45 meters, facilitating natural movement while
hingga 45 meter, memfasilitasi pergerakan alami sekaligus ensuring the safety of the elephants.
melindungi keselamatan gajah,” imbuh Adjib.
Monitoring intensif selama lima tahun menunjukkan migrasi Intensive monitoring over a five-year period has
rutin antar kantong dengan pola yang dapat diprediksi. demonstrated consistent migration patterns between habitat
Sistem pembersihan terowongan dari genangan air hujan clusters. Regular tunnel maintenance, including the removal
dilakukan secara berkala, dan pemasangan kamera trap di of rainwater accumulation, is conducted periodically, while
setiap underpass memberikan data akurat tentang perilaku the installation of camera traps at each underpass provides
dan frekuensi penggunaan oleh gajah. accurate data on behavior and frequency of use by elephants.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau The Riau Natural Resources Conservation Agency (BBKSDA)
bersama Rimba Satwa Foundation (RSF) mengonfirmasi and the Rimba Satwa Foundation (RSF) have confirmed
bahwa pergerakan ini merupakan perilaku alami yang that such movements constitute natural behavior essential
penting untuk menjaga keragaman genetik populasi. for maintaining genetic diversity within the population.
“Gajah seperti Codet yang berusia 70 tahun dan Getar yang Elephants such as Codet (70 years old) and Getar (35
berusia 35 tahun adalah contoh nyata bagaimana satwa years old) illustrate the importance of safe corridors for
ini bergantung pada koridor aman untuk keberlangsungan their survival. The SMART Patrol system enables real-time
hidup mereka,” kata Genman S. Hasibuan, Kepala BBKSDA monitoring of vegetation growth and elephant movement
Riau. Sistem SMART Patrol memungkinkan monitoring real- through satellite and artificial intelligence technologies. Each
time pertumbuhan vegetasi pakan dan pergerakan gajah elephant equipped with a GPS collar can be tracked every 30
menggunakan teknologi satelit dan artificial intelligence. minutes, allowing field teams to conduct early mitigation
Setiap gajah yang dipasangi GPS collar dapat dipantau measures when elephants approach residential areas.
lokasinya setiap 30 menit, memungkinkan tim lapangan
melakukan mitigasi dini jika gajah mendekati area
permukiman.
Sejak dilakukan implementasi program monitoring gajah, Since the implementation of the elephant monitoring
tingkat kecelakaan akibat konflik dengan satwa liar turun program, the rate of accidents resulting from human–wildlife
hingga nol persen. Sistem early warning yang terintegrasi conflict has declined to zero percent. An integrated early
memungkinkan Hutama Karya memberikan informasi warning system enables the Company to provide real-time
real-time kepada pengguna Jalan Tol Permai melalui VMS information to toll road users via Variable Message Signs
(Variable Message Sign) dan aplikasi mobile. (VMS) and mobile applications.
“Keberhasilan program ini terukur melalui data lapangan The success of this program is evidenced by comprehensive
yang komprehensif: tidak ada lagi insiden gajah menyeberang field data, indicating that no incidents of elephants crossing
jalan tol secara berbahaya sejak optimalisasi underpass toll roads in a hazardous manner have occurred since the
tahun 2023,” terang Adjib Populasi gajah di kantong Balai optimization of the underpasses in 2023. The elephant
Raja dan Giam Siak Kecil terpantau stabil dengan indikasi populations within the Balai Raja and Giam Siak Kecil habitat
reproduksi yang sehat. Tercatat tiga kelahiran anak gajah clusters have remained stable, with indications of healthy
dalam dua tahun terakhir, menandakan kesuksesan program reproduction. Notably, three elephant calves have been
konservasi. recorded over the past two years, reflecting the effectiveness
of the conservation program.
Pengembangan program konservasi akan diperluas dengan The development of conservation programs will be further
pembangunan nursery permanen untuk pembibitan expanded through the establishment of permanent nurseries
tanaman pakan, pusat edukasi konservasi gajah, dan for forage plants, elephant conservation education centers,
kemitraan riset dengan pemerhari gajah. Hutama Karya juga and research partnerships with conservation stakeholders.
berencana menerapkan konsep serupa di proyek jalan tol The Company also plans to replicate similar approaches
lainnya yang melintasi habitat satwa dilindungi, termasuk in other toll road projects intersecting protected wildlife
Tol Sigli-Banda Aceh. habitats, including the Sigli–Banda Aceh Toll Road.
Sumber: https://www.hutamakarya.com/hari-gajah-internasional-persembahan- Source: Hari Gajah Internasional: Persembahan Hutama Karya untuk Perjalanan
hutama-karya-untuk-perjalanan-cinta-gajah-di-sekitar-jalan-tol-trans-sumatera Cinta Gajah di Sekitar Jalan Tol Trans Sumatera
PT Hutama Karya (Persero)
170 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 171
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Aspek Emisi Emissions Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Total Emissions and Emission Intensity by
Berdasarkan Jenisnya [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2, Type [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-4]
305-3, 305-4]
Sejalan dengan komitmen Perseroan untuk mengurangi risiko In line with the Company’s commitment to reducing climate change
perubahan iklim, Hutama Karya memantau dan mengelola emisi risks, Hutama Karya monitors and manages greenhouse gas (GHG)
gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh kegiatan operasional. emissions generated from its operational activities. The Company
Perseroan mengidentifikasi tiga cakupan emisi: (a) Cakupan 1 yang identifies three emission scopes: (a) Scope 1, which originates from
berasal dari sumber-sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh sources owned or controlled by the Company (e.g., production
Perseroan (misalnya, proses produksi); (b) Cakupan 2 yang terkait processes); (b) Scope 2, which is related to electricity consumption
dengan konsumsi energi listrik dari PLN atau pihak ketiga, (c) from PLN or other third parties; and (c) Scope 3, which is related to
Cakupan 3 yang terkait dengan emisi dari produk yang dikonsumsi emissions from products consumed by the Company, such as waste
oleh perusahaan, seperti emisi limbah, emisi dari pelayanan jalan emissions, emissions from toll road operations, and others.
tol, dan lain-lain.
Untuk mendukung komitmen Perseroan dalam mengurangi emisi, To support the Company’s commitment to emission reduction,
Hutama Karya telah menyusun peta jalan penurunan emisi karbon Hutama Karya has developed a carbon emission reduction roadmap
hingga tahun 2030, yang tercantum dalam Kebijakan QHSSE dan up to 2030, as outlined in the QHSSE Policy and RTS Policy. In 2024,
Kebijakan RTS. Pada tahun 2024, Perseroan memulai pilot project the Company initiated a pilot project for emissions measurement at
pengukuran emisi di HK Tower dan Cabang Tol JORR-S, dengan HK Tower and the JORR-S Toll Branch, focusing on Scope 1, Scope
fokus pada perhitungan Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3. 2, and Scope 3 calculations. This measurement has been verified by
Pengukuran ini telah diverifikasi oleh badan verifikasi independen an independent verification body and represents a concrete step to
dan menjadi langkah nyata untuk mengurangi dampak lingkungan reduce environmental impact and support future carbon emission
dan mendukung pencapaian target penurunan emisi karbon pada reduction targets.
masa depan.
Pentingnya pemantauan ini juga sejalan dengan ketentuan The importance of this monitoring is also aligned with national
peraturan nasional seperti Permen LHK No. 21 Tahun 2022 tentang regulatory requirements such as Minister of Environment and
Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon. Dalam praktiknya, Forestry Regulation No. 21 of 2022 concerning Procedures for
Perseroan menetapkan tahun dasar sebagai acuan pelacakan emisi the Implementation of Carbon Economic Value. In practice, the
jangka panjang, dan bersiap melakukan perhitungan ulang apabila Company establishes a base year as a reference for long-term
terdapat perubahan signifikan terhadap struktur organisasi, emission tracking and is prepared to recalculate emissions in the
metode penghitungan, atau temuan kesalahan material dalam data event of significant changes in organizational structure, calculation
sebelumnya. methodology, or material errors in previous data.
Data emisi yang dihasilkan disajikan dengan mempertimbangkan The emission data presented considers all operational activities
seluruh kegiatan operasional yang dilakukan oleh Perseroan, carried out by the Company, with the following calculation
dengan pendekatan perhitungan sebagai berikut: approach:
1. Emisi Langsung (Cakupan 1): Penghitungan ini mencakup 1. Direct Emissions (Scope 1): This calculation covers
emisi gas rumah kaca yang berasal langsung dari sumber- greenhouse gas emissions that originate directly from sources
sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh Perseroan. Emisi owned or controlled by the Company. These emissions include
ini meliputi gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana gases such as carbon dioxide (CO₂), methane (CH₄), and nitrous
(CH4), dan dinitrogen monoksida (N2O), yang dihasilkan oxide (N₂O), which are generated during operational processes
selama proses operasional seperti pembakaran bahan bakar such as fuel combustion or other industrial activities. Scope
atau aktivitas industri lainnya. Sumber emisi cakupan 1 yaitu 1 emission sources include fuel consumption (BBM), fugitive
berasal dari penggunaan BBM, fugitive, dan pembakaran emissions, and stationary combustion.
stasioner.
2. Emisi Tidak Langsung (Cakupan 2): Penghitungan ini 2. Indirect Emissions (Scope 2): This calculation covers
mencakup emisi gas rumah kaca yang berasal dari konsumsi greenhouse gas emissions arising from electricity consumption
energi listrik yang disuplai oleh PLN. supplied by PLN.
3. Emisi Tidak Langsung (Cakupan 3): Penghitungan ini 3. Indirect Emissions (Scope 3): This calculation covers
mencakup emisi gas rumah kaca yang berasal dari limbah dan greenhouse gas emissions originating from waste and the use
penggunaan produk lainnya. of other products.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 171
Page 172
4. Metode Penghitungan: Penghitungan emisi dilakukan 4. Calculation Method: Emission calculations are conducted
dengan cara mengukur langsung bahan baku yang digunakan by directly measuring raw materials used in the production
dalam proses produksi menggunakan alat ukur yang telah process using standardized measuring instruments. This
distandarisasi. Metode penghitungan ini mengacu pada ISO calculation method refers to the ISO 14064 Series and IPCC
14064 Series dan standar IPCC dan mengikuti pedoman teknis standards and follows technical guidelines established by the
yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian, yang Ministry of Industry, which regulate greenhouse gas emission
mengatur cara-cara pengukuran emisi gas rumah kaca di measurement methods in the manufacturing sector. This
sektor industri manufaktur. Pilihan tersebut bertujuan untuk approach aims to ensure the accuracy and reliability of the
memastikan akurasi dan keandalan data emisi yang dihasilkan, resulting emission data, as well as compliance with applicable
serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. regulations.
Pemantauan emisi yang dilakukan Hutama Karya selaras dengan Emission monitoring conducted by Hutama Karya is aligned
regulasi nasional seperti Permen LHK No. 21 Tahun 2022, dengan with national regulations, including Minister of Environment and
menetapkan tahun dasar sebagai acuan pelacakan dan melakukan Forestry Regulation Number 21 of 2022, by establishing a base year
penyesuaian jika terjadi perubahan signifikan dalam data atau as a reference for tracking and performing adjustments in the event
metode. Perusahaan juga menerapkan strategi pengurangan emisi of significant changes in data or methodology. The Company also
berbasis efisiensi biaya melalui pendekatan Marginal Abatement implements emission reduction strategies based on cost efficiency
Cost Curve (MACC), serta melakukan evaluasi berkala untuk through the Marginal Abatement Cost Curve (MACC) approach, as
mendukung pencapaian target net-zero. Didukung sistem informasi well as conducting periodic evaluations to support the achievement
terintegrasi, teknologi sensor, dan otomatisasi, pengelolaan data of net-zero targets. Supported by integrated information systems,
emisi dilakukan secara akurat dan transparan. Melalui langkah sensor technology, and automation, emission data management is
ini, Hutama Karya tidak hanya memenuhi kewajiban pelaporan, carried out in an accurate and transparent manner. Through these
tetapi juga berkontribusi aktif dalam upaya global penanggulangan measures, Hutama Karya not only fulfills its reporting obligations
perubahan iklim secara berkelanjutan. but also actively contributes to global efforts in addressing climate
change in a sustainable manner.
Tabel Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2 dan 3
Table of GHG Emission Intensity Scope 1, 2, and 3
Sumber Emisi GRK Satuan
2025 2024 2023*
GHG Emission Source Unit
Cakupan 1
Scope 1
Pembakaran Bahan Bakar
tCO2e 83.321,45 62.619,30 193,95
Fuel Combustion
Emisi Fugitif
tCO2e 2.614,66 1.375,29 128,09
Fugitive Emissions
Pembakaran Stasioner
tCO2e 3.171,13 8.559,70 21,08
Stationary Combustion
Total Cakupan 1
tCO2e 89.107,24 72.554,29 343,12
Total Scope 1
Cakupan 2
Scope 2
Listrik yang Dibeli
tCO2e 145.931,07 56.591 4.956,17
Purchased Electricity
Total Cakupan 2
tCO2e 145.931,07 56.591 4.956,17
Total Scope 2
Cakupan 3
Scope 3
Emisi Limbah
tCO2e - 55,72 49,71
Waste Emissions
Emisi Penggunaan Produk lainnya
tCO2e - 299,77 395,27
Other Product Use Emissions
Perjalanan Dinas
tCO2e 233,84
Business Travel
PT Hutama Karya (Persero)
172 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 173
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Sumber Emisi GRK Satuan
2025 2024 2023*
GHG Emission Source Unit
Total Cakupan 3
tCO2e 233,84 355,49 444,99
Total Scope 3
Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
tCO2e 235.038,31 129.145,29 5.299,29
Total GHG Emissions Scope 1 and 2
Jumlah Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3
tCO2e 235.272,15 129.500,78 5.744,28
Total GHG Emissions Scope 1, 2, and 3
Produksi/Kontrak yang dihadapi Dalam Miliar Rupiah
59.773 70.032 59.858
Production/Contracts Secured In Billion Rupiah
Pendapatan Dalam Jutaan Rupiah
25.132.919 30.252.293 26.926.321
Revenue In Million Rupiah
Jumlah Karyawan Orang
2.097 2.141 2.075
Number of Employees Persons
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2/
Produksi tCO2e/ Miliar Rupiah
3,93 1,84 0,09
GHG Emissions Intensity Scope 1 and 2/ tCO2e/ Billion Rupiah
Production
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2/
Pendapatan tCO2e/ Miliar Rupiah
0,00935 0,00427 0,00021
GHG Emissions Intensity Scope 1 and 2/ tCO2e/ Billion Rupiah
Revenue
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2/
Karyawan tCO2e/ Orang
112,08 60,32 2,55
GHG Emissions Intensity Scope 1 and 2/ tCO2e/ Person
Employees
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan
3/Produksi tCO2e/ Miliar Rupiah
3,94 1,85 0,10
GHG Emissions Intensity Scope 1, 2, and tCO2e/ Billion Rupiah
3/Production
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan
3/Pendapatan tCO2e/ Miliar Rupiah
0,01 0,00 0,00
GHG Emissions Intensity Scope 1, 2, and tCO2e/ Billion Rupiah
3/Revenue
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan
3/Karyawan tCO2e/ Orang
112,19 60,49 2,77
GHG Emissions Intensity Scope 1, 2, and tCO2e/ Person
3/Employees
Keterangan: Description:
*) Data berasal dari HK Tower dan JORR-S *) Data sourced from HK Tower and JORR-S
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi Efforts and Achievements In Emission
yang Dilakukan [OJK F.12, GRI 305-5] Reduction [OJK F.12, GRI 305-5]
Hutama Karya terus berkomitmen untuk mengurangi emisi yang Hutama Karya remains committed to reducing emissions generated
dihasilkan baik dari kegiatan utama maupun aktivitas lain yang both from its core activities and other operational activities of the
berhubungan dengan operasional Perseroan. Untuk memastikan Company. To ensure that emissions do not exceed the established
emisi yang dihasilkan tidak melebihi batas yang ditetapkan, setiap limits, all emission-generating equipment is routinely monitored
peralatan yang memproduksi emisi dipantau secara rutin sesuai in accordance with applicable emission standards. Through this
dengan baku mutu yang berlaku. Dengan pendekatan ini, Perseroan approach, the Company seeks to reduce negative environmental
berusaha untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan impacts and support climate change mitigation efforts.
dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi yang lebih As part of a more comprehensive emission reduction strategy, the
komprehensif, Perseroan juga mengidentifikasi peluang cost- Company also identifies cost-effective opportunities through the
effective melalui analisis Marginal Abatement Cost Curve (MACC), application of the Marginal Abatement Cost Curve (MACC) analysis,
yang mendorong efisiensi energi dan transisi ke sumber energi which promotes energy efficiency and the transition to low-carbon
rendah karbon. Evaluasi berkala dilakukan untuk meninjau energy sources. Periodic evaluations are conducted to assess the
efektivitas strategi yang telah diterapkan dan memberikan dasar effectiveness of implemented strategies and to serve as a basis for
bagi pengembangan roadmap menuju target net-zero. developing a roadmap toward net-zero targets.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 173
Page 174
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Perseroan melaksanakan As part of these efforts, the Company implements several initiatives,
berbagai inisiatif, antara lain: including:
1. Penyusunan dan pelaksanaan dokumen AMDAL serta RKL/RPL 1. Preparation and implementation of Environmental Impact
sebagai bagian dari kewajiban untuk meminimalkan dampak Assessment (AMDAL) documents and Environmental Management
lingkungan dari kegiatan operasional. and Monitoring Plans (RKL/RPL) as part of obligations to minimize
environmental impacts from operational activities.
2. Melaksanakan program penghijauan yang bertujuan untuk 2. Implementation of reforestation programs aimed at improving
memperbaiki kualitas udara dan menjaga kelestarian air quality and preserving the environment.
lingkungan.
3. Pemeliharaan rutin alat berat dan kendaraan operasional 3. Routine maintenance of heavy equipment and operational
guna memastikan efisiensi energi dan mengurangi emisi yang vehicles to ensure energy efficiency and reduce emissions
dihasilkan dari penggunaan alat tersebut. generated from equipment usage.
4. Pengukuran emisi gas buang secara berkala untuk memantau 4. Periodic measurement of exhaust emissions to monitor
dampak operasional terhadap kualitas udara dan memastikan operational impacts on air quality and ensure emissions remain
emisi yang dihasilkan berada dalam batas yang diizinkan. within permissible limits.
5. Seleksi vendor alat berat dengan mensyaratkan memiliki nilai 5. Selection of heavy equipment vendors by requiring compliance
ambang batas tidak lebih dari delapan tahun. with a maximum age threshold of no more than eight years.
Aspek penting lain dalam upaya ini adalah manajemen informasi. Another important aspect of this effort is information management.
Hutama Karya membangun sistem informasi internal yang Hutama Karya has developed an integrated internal information
terintegrasi dengan manajemen risiko, memungkinkan proses audit system linked to risk management, enabling greenhouse gas (GHG)
terhadap data GRK. Penggunaan teknologi baru seperti sensor data auditing processes. The use of new technologies such as digital
digital dan sistem otomatisasi menjadi bagian dari strategi jangka sensors and automation systems is part of the Company’s long-term
panjang perusahaan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi strategy to improve the accuracy and efficiency of emission data
dalam pengumpulan dan pengelolaan data emisi. collection and management.
Proses ini bukan hanya sekadar pelaporan emisi, tetapi juga This process is not merely emission reporting, but also reflects
merupakan bagian dari tanggung jawab Perseroan untuk berkontribusi the Company’s responsibility to contribute to the global climate
dalam agenda global penanggulangan perubahan iklim. Dengan change mitigation agenda. By ensuring consistency, accuracy,
memastikan konsistensi, akurasi, dan transparansi data GRK, Hutama and transparency of GHG data, Hutama Karya demonstrates that
Karya menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur yang tangguh resilient and modern infrastructure development can be aligned
dan modern dapat selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. with environmental sustainability principles.
Perseroan telah menetapkan baseyear 2025 sebagai dasar dalam The Company has established 2025 as the base year for measuring
mengukur reduksi emisi di tahun-tahun selanjutnya. Adapun baseline emission reductions in subsequent years, with a baseline of
yang ditetapkan yaitu sebesar 235.272, 15 tCO2e. Pemilihan tahun dasar 235,272.15 tCO₂e. The selection of 2025 as the base year was made
(base year) 2025 dilakukan karena data pada tahun tersebut merupakan because the data for that year is more comprehensive, measurable,
data Perseroan yang telah disusun secara lebih komprehensif, terukur, well-documented, and consistently presented. Under these
terdokumentasi dengan baik, serta disajikan secara konsisten. Dengan conditions, the 2025 data is considered more representative as a
kondisi tersebut, data tahun 2025 dinilai lebih representatif untuk reference for monitoring, evaluation, and performance comparison
dijadikan sebagai acuan dasar dalam melakukan pemantauan, in subsequent periods.
evaluasi, serta perbandingan kinerja pada periode-periode berikutnya.
Atas upaya yang dilakukan, di tahun 2025 terdapat penurunan As a result of these efforts, in 2025 Scope 3 GHG emissions decreased
emisi GRK cakupan 3 menjadi sebesar 233,84 tCO2e menurun to 233.84 tCO₂e, down from 355.49 tCO₂e in 2024.
dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar 355,49 tCO2e.
Strategi Penanganan Perubahan Iklim Climate Change Mitigation Strategy
PT Hutama Karya (Persero) telah menyusun dokumen Peta Jalan PT Hutama Karya (Persero) has developed a Greenhouse Gas
(Roadmap) Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang memuat (GHG) Emission Reduction Roadmap document which includes
pernyataan target penurunan emisi GRK sebagai berikut: “Peta a statement of GHG emission reduction targets as follows: “This
jalan ini dibuat untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang roadmap is designed to identify steps that can be taken to enable
dapat diambil untuk memungkinkan transisi perusahaan menuju the Company’s transition toward efficient and resilient zero-
bangunan dan konstruksi tanpa emisi yang efisien dan tangguh emission buildings and construction in line with the Net Zero
selaras dengan target Net Zero Emission di 2060”. Target penurunan Emission target by 2060.” The GHG emission reduction targets have
emisi GRK tersebut juga telah dituangkan dalam periode jangka also been defined for the short-term, medium-term, and long-term
pendek, menengah, dan panjang sebagai berikut: periods as follows:
PT Hutama Karya (Persero)
174 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 175
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Peta Jalan (Roadmap) Penurunan Emisi GRK PT Hutama Karya (Persero)
PT Hutama Karya (Persero)'s GHG Emission Reduction Roadmap
Jangka Pendek (2025) Jangka Menengah (2030) Jangka Panjang (2050)
Short-Term Medium-Term Long-Term
• Perubahan Perilaku • Penggunaan Building • Peningkatan penggunaan
(Behavioral Change) Energy Management Energi Terbarukan (on-site
Bangunan • Pelatihan Manajemen System (BEMS) dan off-site)
Building Energi • Utilization of the Building • Increase in the utilization
(HK Tower) • Behavioral Change Energy Management of renewable energy (on-
• Energy Management System (BEMS) site and off-site)
Training
• Perubahan Perilaku • Penggunaa Energi • Peningkatan penggunaan
(Behavioral Change) dalam Terbarukan (Solar PV) Energi Terbarukan (off-site)
Operasional Jalan Tol efisiensi penggunaan • Utilization of Renewable • Increase in the utilization
energi Energy (Solar PV) of renewable energy (off-
Toll Road Operations
• Behavioral Change in site)
energy use efficiency
• Implementasi Gerakan • Penggunaa Alat Berat • Penggunaan material
Penanaman Pohon Satu dengan usia alat <5 Tahun konstruksi rendah karbon
Operasional Jalan Tol Orang Satu Pohon (One • Utilization of Heavy dan berkelanjutan
Man One Tree) Equipment with an age of • Utilization of low-
Toll Road Operations
• Implementation of the less than 5 years carbon and sustainable
One Man One Tree tree- construction materials
planting initiative
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 175
Page 176
Pengendalian Emisi Penipis Lapisan Ozon Control of Ozone Depleting Substance
[GRI 305-6] Emissions [GRI 305-6]
Sebagai perusahaan konstruksi dan infrastruktur berskala nasional, As a national-scale construction and infrastructure company,
Hutama Karya menyadari bahwa aktivitas operasional tidak terlepas Hutama Karya recognizes that its operational activities are
dari potensi menghasilkan emisi udara, termasuk emisi yang inseparable from the potential generation of air emissions, including
mengandung bahan perusak ozon (Ozone Depleting Substances/ emissions containing ozone-depleting substances (ODS) as well as
ODS) maupun emisi udara signifikan lainnya. Komitmen Hutama other significant air pollutants. Hutama Karya’s commitment to
Karya dalam mengurangi pencemaran udara tercermin dalam reducing air pollution is reflected in the Company’s policies.
kebijakan Perseroan.
Hutama Karya senantiasa mengendalikan emisi udara dan Hutama Karya consistently controls air emissions and
bahan perusak ozon (ODS) melalui penggunaan teknologi ramah ozone-depleting substances (ODS) through the utilization of
lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan operasional environmentally friendly technologies, energy efficiency measures,
yang terintegrasi. Upaya ini mencakup penggantian refrigeran and integrated operational management. These efforts include
berbahaya dengan alternatif yang lebih aman, pemeliharaan rutin the substitution of hazardous refrigerants with safer alternatives,
peralatan dan kendaraan untuk menekan emisi, serta pembatasan routine maintenance of equipment and vehicles to reduce
penggunaan sumber polusi seperti genset. Di tingkat proyek, emissions, and the limitation of pollution sources such as gensets.
perusahaan juga menerapkan pengendalian debu, menjaga At the project level, the Company also implements dust control
kualitas ventilasi, dan menyediakan alat pelindung diri bagi measures, maintains ventilation quality, and provides personal
pekerja. Selain itu, pemantauan kualitas udara dan inventarisasi protective equipment for workers. In addition, air quality monitoring
emisi dilakukan secara berkala untuk memastikan pengendalian and emission inventory are conducted on a regular basis to ensure
berjalan efektif. Melalui langkah-langkah ini, Hutama Karya the effectiveness of control measures. Through these initiatives,
berkomitmen mendukung lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan Hutama Karya is committed to supporting a cleaner, healthier, and
berkelanjutan. more sustainable environment.
Data Emisi Zat Perusak Ozon HFCs dari Sistem AC (R22)
Data on Ozone-Depleting Substances Emissions (HFCs from Air Conditioning Systems – R22)
Volume/Kuantitas dalam 1 tahun Potensi Pemanasan Global Emisi yang Dihasilkan
Volume/Quantity per year Global Warming Potential Emissions Generated
(SF6 = kg; HFCs = kg) (ton CO2eq/kg) (ton CO2eq/kg)
299,5 1.810,00 542,10
Hutama Karya juga melakukan berbagai inisiatif untuk penurunan Hutama Karya also implements various initiatives to reduce ODS
emisi ODS dan emisi udara signifikan lainnya, seperti: emissions and other significant air emissions, such as:
• Melakukan pendekatan berbasis substitusi, efisiensi, dan • Applying substitution-based approaches, efficiency
perawatan berkala terhadap peralatan pendingin. Perseroan improvements, and regular maintenance of cooling equipment.
telah beralih menggunakan pendingin berjenis hidrokarbon The Company has transitioned to using hydrocarbon-
yang tidak mengandung CFC maupun HCFC, pada unit AC di based cooling systems that do not contain CFCs or HCFCs
kantor maupun di lapangan. Selain itu, AC hemat energi dengan in air conditioning units at both office and field locations. In
teknologi inverter menjadi pilihan utama untuk menekan emisi addition, energy-efficient inverter air conditioners are the
tidak hanya dari sisi konsumsi listrik, tetapi juga dari refrigeran preferred choice to reduce emissions not only from electricity
yang digunakan. consumption but also from the refrigerants used.
• Melakukan perawatan kendaraan operasional dan alat • Conducting regular maintenance of operational vehicles and
berat secara berkala, termasuk dengan memastikan sistem heavy equipment, including ensuring optimal combustion
pembakaran bekerja optimal dan tidak menghasilkan gas system performance to prevent excessive exhaust emissions.
buang yang berlebihan. Emisi kendaraan juga diuji secara Vehicle emissions are also periodically tested in accordance
berkala dengan mengacu pada standar nasional dan with national and international standards.
internasional.
• Menetapkan ketinggian cerobong minimum pada sumber emisi • Establishing minimum stack height requirements for stationary
tidak bergerak dan melakukan pengukuran parameter emisi emission sources and conducting emission parameter
sesuai dengan kapasitas unit yang digunakan. measurements in accordance with the capacity of the
equipment used.
• Membatasi penggunaan genset, hanya dapat digunakan pada • Limiting the use of generators, which are only permitted for
kondisi darurat atau penggunaan terbatas. emergency conditions or limited usage.
PT Hutama Karya (Persero)
176 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 177
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
• Melakukan pengendalian debu dan gas melalui penyemprotan • Implementing dust and gas control measures through water
air, penjadwalan aktivitas saat kondisi angin memungkinkan, spraying, scheduling activities based on favorable wind
hingga edukasi kepada pengemudi untuk mengurangi conditions, and educating drivers to reduce vehicle speed.
kecepatan kendaraan.
• Memanfaatkan alat pemantau kualitas udara yang memberikan • Utilizing air quality monitoring devices that provide real-time
data secara real time. data.
• Inventarisasi melalui pencatatan, pengukuran, dan evaluasi • Conducting inventory through recording, measurement, and
emisi dari berbagai sumber. evaluation of emissions from various sources.
Komitmen Hutama Karya dalam mengendalikan ODS dan polusi Hutama Karya’s commitment to controlling ODS and air pollution
udara adalah bagian dari peran aktif perusahaan dalam mendukung is part of the Company’s active role in supporting Indonesia’s
target Indonesia menuju pembangunan rendah karbon. Melalui low-carbon development targets. Through the integration of
integrasi praktik ramah lingkungan ke dalam setiap lini kerja, environmentally friendly practices into all operational lines,
Hutama Karya tidak hanya menciptakan dampak positif terhadap Hutama Karya not only creates positive environmental impacts but
lingkungan hidup, tetapi juga memastikan terciptanya ruang kerja also ensures the establishment of a safe, healthy, and sustainable
yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh karyawan dan working environment for all employees and surrounding
masyarakat sekitar. communities.
Beban Emisi Non GRK [GRI 305-7] Non-Greenhouse Gas Emissions [GRI 305-7]
Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap manajemen In line with increasing awareness of environmental management,
lingkungan, Hutama Karya melakukan pengukuran emisi udara Hutama Karya measures air emissions from operational vehicles,
dari kendaraan operasional, alat berat, dan mesin statis (genset), heavy equipment, and stationary machinery (generators), with
dengan fokus pada emisi particulate matter (PM10) dan karbon a focus on particulate matter (PM10) and carbon monoxide (CO)
monoksida (CO). Perseroan menyadari bahwa aktivitas operasional emissions. The Company recognizes that its operational activities
menghasilkan emisi PM10 dan CO. Oleh karena itu, Hutama Karya generate PM10 and CO emissions. Therefore, Hutama Karya is
berkomitmen melakukan pemantauan kualitas emisi secara committed to conducting regular emission quality monitoring. This
rutin. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa emisi monitoring aims to ensure that the emissions generated do not
yang dihasilkan tidak melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. exceed the established quality standards. PM10 and CO emission
Pemantauan emisi PM10 dan CO dilakukan pada sumber emisi monitoring is conducted for both mobile and stationary emission
bergerak dan tidak bergerak, dengan hasil yang menunjukkan sources, with results indicating that emission levels remain
bahwa tingkat emisi berada di bawah baku mutu yang berlaku. below the applicable regulatory thresholds. The following are the
Berikut ini adalah hasil pemantauan yang telah dilakukan oleh monitoring results conducted by the Company:
Perseroan:
Satuan
Parameter 2025 2024 2023
Unit
PM10 μg/m³ 25 47 85,78
CO μg/m³ <1.000 <1.000 1.145,2
Aspek Limbah dan Efluen Waste and Effluent Aspect
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Total Waste and Effluent Generated by Type
Berdasarkan Jenis [OJK F.13] [OJK F.13]
Kegiatan operasional Hutama Karya menghasilkan limbah sebagai Operational activities of Hutama Karya generate waste as a
konsekuensi dari pelaksanaan proses konstruksi. Dampak aktual consequence of construction processes. Significant actual and
dan potensial terkait limbah yang signifikan pada Perusahaan potential waste impacts for the Company mainly arise from
terutama berasal dari kegiatan operasional yang melibatkan operational activities involving the use of raw materials and
penggunaan bahan baku, dan material pendukung. Masukan supporting construction materials. Inputs in the form of materials
berupa material dan bahan bangunan yang digunakan dalam and construction supplies used in operational activities generate
aktivitas operasional, yang dalam pelaksanaannya menghasilkan outputs in the form of non-hazardous waste (non-B3) and hazardous
keluaran berupa limbah non-B3 dan limbah B3. Apabila tidak waste (B3). If not properly managed, these wastes may cause
dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi menimbulkan environmental impacts such as soil and water pollution, as well as
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 177
Page 178
dampak terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air, health and safety risks. Waste-related impacts may also arise across
serta risiko terhadap kesehatan dan keselamatan. Potensi dampak the value chain, both upstream through supplier and contractor
terkait limbah juga dapat muncul dalam rantai nilai, baik pada activities, and downstream in the transportation, treatment, and
tahap hulu melalui aktivitas pemasok dan kontraktor, maupun disposal processes handled by third parties.
pada tahap hilir dalam proses pengangkutan, pengolahan, dan
pemusnahan limbah oleh pihak ketiga.
Hutama Karya berupaya untuk mencegah timbulan limbah serta Hutama Karya seeks to prevent waste generation and manage
mengelola dampak signifikan dari limbah yang dihasilkan dalam significant impacts arising from its operational activities. These
kegiatan operasionalnya. Upaya tersebut dilakukan melalui efforts are carried out through the implementation of waste
penerapan prinsip pengelolaan limbah yang mengutamakan management principles that prioritize prevention, reduction,
pencegahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang reuse, and recycling (3R) as part of a circular economy approach.
(3R), sebagai bagian dari pendekatan sirkularitas. Hutama Karya The Company has implemented segregation of both B3 and non-B3
telah melakukan pemilahan limbah B3 dan non B3 yang dihasilkan waste generated from its operational activities.
dari aktivitas operasionalnya.
Hutama Karya senantiasa memastikan bahwa seluruh limbah yang The Company ensures that all waste generated, both non-B3 and
dihasilkan, baik limbah non-B3 maupun limbah B3, telah melalui B3 waste, is properly managed and treated in accordance with
proses pengelolaan dan pengolahan yang sesuai dengan ketentuan applicable regulations, thereby meeting government-established
yang berlaku, sehingga memenuhi standar kualitas lingkungan environmental quality standards.
yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dan perlindungan As a manifestation of its commitment to sustainability and
lingkungan, Hutama Karya menerapkan sistem pengelolaan limbah environmental protection, Hutama Karya implements an integrated,
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang terintegrasi, ketat, dan stringent, and regulatory-compliant management system for
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan Hazardous and Toxic Waste (B3), aimed at minimizing pollution risks
tujuan meminimalkan risiko pencemaran sekaligus menjamin while ensuring occupational health and safety. The management
keselamatan dan kesehatan kerja. Pengelolaan diawali dengan process begins with the identification and classification of chemical
identifikasi serta klasifikasi bahan kimia berdasarkan karakteristik substances based on their hazardous characteristics, followed by
bahayanya, yang kemudian diikuti dengan pencatatan rinci, detailed recording, standardized labeling, the provision of safety
pelabelan sesuai standar, serta penyediaan dokumen keselamatan documentation such as Material Safety Data Sheets (MSDS), and
seperti MSDS dan fasilitas penyimpanan khusus yang aman. Limbah the establishment of secure dedicated storage facilities. Hazardous
B3 yang dihasilkan dikelola melalui tahapan sistematis, mulai dari and Toxic Waste (B3) generated is managed through systematic
identifikasi, pengemasan, penyimpanan sementara sesuai batas stages, including identification, packaging, temporary storage in
waktu yang ditetapkan, hingga pengangkutan dan pengolahan accordance with the stipulated time limits, as well as transportation
oleh pihak berizin resmi dengan dukungan sistem manifest dan and treatment by duly licensed entities, supported by a manifest
pelaporan digital. Selain itu, perusahaan memastikan pengawasan system and digital reporting. In addition, the Company ensures strict
ketat melalui pencatatan logbook, neraca limbah, serta pelaporan supervision through logbook recording, waste balance tracking, and
berkala kepada otoritas terkait, didukung fasilitas penyimpanan periodic reporting to the relevant authorities, supported by storage
yang memenuhi aspek keselamatan dan tanggap darurat. Hutama facilities that meet safety and emergency response requirements.
Karya juga memperluas tanggung jawab ini kepada mitra kerja Hutama Karya also extends this responsibility to its business
dan subkontraktor dengan memastikan adanya pengelolaan partners and subcontractors by ensuring the implementation
limbah yang sesuai standar. Melalui pendekatan menyeluruh ini, of waste management practices in accordance with established
perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga standards. Through this comprehensive approach, the Company
memperkuat budaya kerja yang aman, bertanggung jawab, dan not only fulfills its regulatory obligations but also strengthens
berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. a work culture that is safe, responsible, and oriented toward
environmental sustainability.
Hutama Karya telah mengukur besaran limbah yang dihasilkan dari Hutama Karya has measured the amount of waste generated from
kegiatan operasionalnya. Metode Hutama Karya dalam mengukur its operational activities. The Company’s method for measuring
dan memantau jumlah limbah yang dihasilkan yaitu dengan and monitoring waste generation includes providing temporary
membuat tempat penampungan sementara limbah non B3 dibuat storage facilities for non-B3 waste with standardized dimensions.
dengan ukuran tertentu. Limbah non-b3 atau domestik yaitu Non-B3 or domestic waste includes food waste and wood waste,
sampah makanan dan sampah kayu serta limbah b3 cair dan padat. while B3 waste includes both liquid and solid hazardous waste.
Pengumpulan limbah non B3 yang ada di setiap area dikumpulkan Non-B3 waste collected from each area is stored in temporary
pada penampungan sementara limbah non B3. Selanjutnya, limbah waste collection points. Subsequently, non-B3 waste is periodically
non-B3 dibuang secara berkala dengan ditimbang terlebih dahulu, disposed of after being weighed, before being collected by licensed
sebelum diambil oleh pihak ke-3 yang berijin dari DKRTH. Hutama third-party waste management providers approved by DKRTH. The
PT Hutama Karya (Persero)
178 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 179
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Karya melakukan perhitungan jumlah limbah non-b3 dengan Company estimates non-B3 waste quantities using truck volume
menggunakan estimasi volume bak truk pengangkut. Limbah capacity calculations. Non-B3 waste is then sent to waste banks
non B3 yang dihasilkan nantinya akan dikirim ke bank sampah for sorting and partially disposed of at licensed final disposal sites
untuk dipilah terlebih dahulu dan sebagian langsung dibuang ke (TPAS Bagendung). Waste segregation is supported by a four-color
TPAS berizin (Bagendung). Pemilahan limbah dilakukan dengan waste sorting system for domestic waste and collaboration with
menggunakan tempat sampah 4 warna untuk pemilahan sampah waste bank programs.
domestik dan bekerja sama dengan Bank Sampah.
Terkait dengan limbah B3, upaya Hutama Karya dalam For B3 waste, Hutama Karya collects and monitors all hazardous
mengumpulkan dan memantau limbah B3 yaitu dengan melakukan waste generated by recording it monthly before being stored in
pencatatan semua limbah B3 yang dihasilkan sebelum masuk ke B3 temporary storage facilities (TPS), if any waste is generated.
TPS limbah B3 setiap bulannya (jika ada limbah yang di hasilkan). B3 waste is managed by third-party licensed operators, with
Limbah B3 dikelola oleh pihak ketiga, dalam proses penentuannya, recommendations obtained from local Environmental Agencies
meminta saran dari DLH setempat, rekomendasi perusahaan (DLH) in determining the appropriate waste management
pengelola limbah B3. companies.
Upaya Hutama Karya dalam mengurangi jumlah limbah yang The Company’s efforts to reduce waste generation include limiting
dihasilkan di antaranya dengan membatasi pemakaian plastik, plastic usage, recycling plastic waste at BTB Rest Areas (in sorting
melakukan daur ulang sampah plastik di Rest Area BTB (dalam process), reusing scrap iron into new products, and eliminating
proses pemilahan), memanfaatkan scrap atau besi tua menjadi single-use bottled mineral water in operational activities, replacing
produk baru, tidak menggunakan mineral kemasan untuk kegiatan them with glasses and tumblers. The data presented in 2025
oprasional di kantor, diganti menggunakan dengan gelas dan represents consolidated waste data, including the Company’s
tumbler. Data yang disajikan di tahun 2025 merupakan data limbah subsidiaries, whereas the data for 2024 and 2023 only represents
secara konsolidasi dengan melibatkan entitas anak, sedangkan di Hutama Karya’s standalone operations. The total waste generated
tahun 2024 dan 2023 merupakan data yang berasal dari Hutama by Hutama Karya and all subsidiaries is as follows:
Karya saja. Adapun total limbah yang dihasilkan dari Hutama Karya
dan seluruh entitas anak sebagai berikut:
Tabel Total Limbah
Table of Total Waste
Jenis Limbah
Satuan 2025 2024 2023
Type of Waste
Limbah domestik (cair)
m3 127.975,39
Domestic Waste (Liquid)
Limbah konstruksi
ton 711,78
Construction Waste
Limbah domestik (Padat)
ton 1.277.709,96
Domestic Waste (Solid)
Limbah Manufaktur (Scrap Besi)
ton 2.502,00
Manufacturing Waste (Scrap Iron)
Total Limbah Tidak Berbahaya
Ton 1.408.899,13 1.111,00 492,21
Total Non-Hazardous Waste
Limbah (cair)
Liter 3.029,29
Waste (Liquid)
Limbah konstruksi
ton 2.687,97
Construction Waste
Limbah (Padat)
ton 3.813,86
Waste (Solid)
Limbah Manufaktur
ton -
Manufacturing Waste
Total Limbah Berbahaya
Ton 9.531,17 190,12 5,01
Total Hazardous Waste
Efluen
M3 5.396,82
Effluent
Total Limbah yang Dihasilkan
Ton 1.472.453,00 1.301,11 497,21
Total Waste Generated
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 179
Page 180
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen Waste and Effluent Management Mechanism
[OJK F.14, 303-2] [OJK F.14, 303-2]
Pengelolaan limbah dilakukan oleh karyawan yang memiliki Waste management is carried out by employees with specialized
sertifikasi khusus di bidang lingkungan, guna memastikan seluruh environmental certifications to ensure that all types of waste are
jenis limbah ditangani secara tepat dan aman bagi lingkungan. handled properly and safely for the environment. As part of its
Sebagai bentuk komitmen dalam mencegah terjadinya pencemaran commitment to preventing environmental pollution, Hutama Karya
lingkungan, Hutama Karya menerapkan berbagai inisiatif untuk implements various initiatives to reduce waste generation, both
mengurangi timbulan limbah, baik limbah domestik atau non-B3 non-hazardous (non-B3) and hazardous and toxic waste (B3). All
maupun limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Seluruh proses waste collection and management processes within the Company
pengumpulan dan pengelolaan limbah di lingkungan perusahaan are conducted in accordance with applicable laws and regulations,
dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan peraturan including:
perundang-undangan yang berlaku, antara lain:
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 1. Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 22 of
tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan 2021 concerning Environmental Protection and Management.
Lingkungan Hidup.
2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 tentang 2. Law of the Republic of Indonesia No. 18 of 2008 concerning
Pengelolaan Sampah. Waste Management.
Sebagai wujud komitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, As part of its commitment to environmental sustainability, Hutama
Hutama Karya secara konsisten melakukan pengelolaan limbah yang Karya consistently manages waste generated from all operational
dihasilkan dari seluruh aktivitas operasional secara bertanggung activities in a responsible manner. Each stage of waste management
jawab. Setiap tahapan pengelolaan limbah tersebut dilaksanakan is carried out through regular monitoring and evaluation to ensure
melalui proses pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara effective implementation. The results of these evaluations serve as a
berkala guna memastikan efektivitas pelaksanaannya. Hasil dari basis for continuous improvement and strengthening the Company’s
proses evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam melakukan environmental management performance. The following presents
perbaikan berkelanjutan serta memperkuat kinerja Perseroan the Company’s waste management performance.
dalam pengelolaan lingkungan. Berikut disajikan informasi terkait
kinerja pengelolaan limbah yang telah dilaksanakan oleh Hutama
Karya.
Pengelolaan limbah yang efektif tidak hanya bertujuan untuk Effective waste management not only aims to minimize negative
meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga environmental impacts but also supports natural resource
mendukung upaya konservasi sumber daya alam dan pencegahan conservation and pollution prevention. To achieve this, the
pencemaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, Perseroan Company implements various initiatives ranging from waste
menerapkan berbagai inisiatif, mulai dari pengurangan timbulan reduction to reuse and recycling of recoverable materials. As part
limbah hingga pemanfaatan kembali limbah yang dapat didaur of its commitment to environmental preservation, the Company
ulang. Sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga kelestarian actively reduces non-B3 waste generation through several
lingkungan, Perseroan juga berperan aktif dalam mengurangi measures, including:
timbulan limbah non-B3. Beberapa langkah konkret yang telah
diambil, antara lain:
1. Menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). 1. Implementation of the 3R principles (reduce, reuse, recycle).
2. Mengolah limbah organik melalui pengomposan dan budidaya 2. Processing organic waste through composting and Black
maggot BSF. Soldier Fly (BSF) maggot cultivation.
3. Penggunaan teknologi informasi dengan menerapkan 3. Use of information technology systems such as E-Office, SAP,
sistem E-Office, SAP, dan HK SHIELD untuk mengelola data and HK SHIELD to digitize data management, reduce paper
secara digital, mengurangi ketergantungan pada kertas, dan usage, and improve operational efficiency.
meningkatkan efisiensi operasional.
4. Mengimplementasikan kebijakan penggunaan kertas dua sisi 4. Implementation of a two-sided printing policy to reduce paper
untuk menghemat penggunaan kertas. consumption.
5. Mengelola sampah kertas dengan mendaur ulangnya melalui 5. Recycling paper waste through collaboration with waste
kerja sama dengan mitra pengelolaan limbah dan daur ulang. management and recycling partners.
6. Pembuatan perabotan menggunakan sisa konstruksi. 6. Production of furniture using construction waste materials.
7. Mendaur ulang sampah kertas dan sampah non organik lainnya 7. Recycling paper and other non-organic waste and sending non-
serta menyalurkan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan recoverable waste to licensed final disposal sites (TPA).
kembali ke tempat pembuangan akhir (TPA).
8. Pemanfaatan ulang limbah besi untuk perbaikan struktur. 8. Reuse of scrap iron for structural repair purposes.
PT Hutama Karya (Persero)
180 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 181
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Dalam rangka mengelola limbah B3, Perseroan menerapkan In managing hazardous waste (B3), the Company implements
prosedur dan langkah-langkah yang sesuai dengan peraturan yang procedures and measures in accordance with applicable regulations
berlaku untuk memastikan limbah tersebut dikelola dengan aman to ensure safe and effective handling, including:
dan efektif, seperti:
1. Melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan Peraturan 1. Managing hazardous waste in accordance with Minister
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021
Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan concerning Procedures and Requirements for Hazardous Waste
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Management.
2. Melakukan klasifikasi berdasarkan sifat bahayanya, seperti: 2. Classification based on hazard characteristics, such as
mudah meledak, mudah terbakar, toksik, korosif, iritan, hingga explosive, flammable, toxic, corrosive, irritant, carcinogenic,
karsinogenik, teratogenik, atau mutagenik. teratogenic, or mutagenic properties.
3. Melakukan modifikasi untuk pengurangan timbulan limbah. 3. Process modifications to reduce waste generation.
4. Mengganti material dengan jenis yang memiliki siklus hidup 4. Substitution with materials that have longer life cycles.
lebih panjang.
5. Memperpanjang masa pakai katalis. 5. Extension of catalyst service life.
6. Daur ulang limbah B3 untuk dijadikan substitusi bahan baku 6. Recycling hazardous waste as substitute raw materials.
produksi.
7. Menjalin kerja sama dengan pihak ketiga yang bersertifikat 7. Cooperation with certified third-party waste management
untuk mengolah limbah. providers.
Data yang disajikan di tahun 2025 merupakan data limbah secara The data presented in 2025 represents consolidated waste data,
konsolidasi dengan melibatkan entitas anak, sedangkan di tahun including subsidiaries, whereas the data in 2024 and 2023 reflects
2024 dan 2023 merupakan data yang berasal dari Hutama Karya waste data derived solely from Hutama Karya. The total waste
saja. Adapun total limbah yang dihasilkan dari Hutama Karya dan generated by Hutama Karya and all subsidiaries is presented as
seluruh entitas anak sebagai berikut: follows:
Tabel Total Limbah
Table of Total Waste (dalam Ton/in Tons)
Jenis Limbah
2025 2024 2023
Type of Waste
Limbah Tidak Berbahaya
Non-Hazardous Waste
Dimanfaatkan Kembali
38,30 24,93 0,00
Reused
Didaur Ulang
76,58 51,59 65,71
Recycled
Dibuang ke TPA
2.293,59 860,85 425,85
Sent to Landfill (TPA)
Dikirim ke Pihak Ketiga
1.279.018,20 173,62 0,65
Sent to Third Parties
Total Limbah Tidak Berbahaya
1.281.426,67 1.111,00 492,21
Total Non-Hazardous Waste
Limbah Berbahaya
Hazardous Waste
Dimanfaatkan Kembali
0,55 0,00 0,00
Reused
Didaur Ulang
0.00 0.00 0.00
Recycled
Dikirim ke Pihak Ketiga
15.397,20 190,12 5,01
Sent to Third Parties
Total Limbah Berbahaya
15.399 190,12 5,01
Total Hazardous Waste
Total Limbah yang Dihasilkan
1.296.825,66 1.301,11 497,21
Total Waste Generated
Total Limbah yang Menggunakan 3R
Total Waste Managed Using 3R (Reduce, Reuse, 115,43 76,52 65,71
Recycle)
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 181
Page 182
Hutama Karya bersama entitas anak telah menerapkan berbagai Hutama Karya, together with its subsidiaries, has implemented
langkah strategis dalam rangka mengurangi serta memanfaatkan various strategic measures to reduce and utilize hazardous and
limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Upaya tersebut toxic waste (B3). These efforts are carried out by minimizing
dilakukan dengan menekan timbulan limbah sejak tahap awal pada waste generation at the source during the initial stages, thereby
sumbernya, sehingga dapat mencegah terjadinya akumulasi limbah preventing the accumulation of waste that could potentially harm
yang berpotensi membahayakan lingkungan. Selain itu, Perseroan the environment. In addition, the Company also promotes the reuse
juga mengupayakan pemanfaatan kembali serta daur ulang limbah and recycling of B3 waste wherever possible, including reusing
B3 sepanjang memungkinkan, termasuk penggunaan kembali materials for other purposes, in order to reduce the volume of waste
material tersebut untuk keperluan lain, guna mengurangi volume that must be disposed of or further treated.
limbah yang harus dibuang atau diolah lebih lanjut.
Di samping itu, Hutama Karya turut melakukan pengelolaan Furthermore, Hutama Karya also manages B3 waste generated
terhadap limbah B3 yang dihasilkan oleh pemasok atau by suppliers or subcontractors, particularly those who do not
subkontraktor, khususnya bagi pihak-pihak yang belum memiliki yet have their own waste management systems. Through the
sistem pengelolaan limbah sendiri. Melalui penerapan langkah- implementation of these measures, the Company is committed to
langkah tersebut, Perseroan berkomitmen untuk meminimalkan minimizing negative environmental impacts and promoting more
dampak negatif terhadap lingkungan serta mendorong pengelolaan sustainable waste management practices. Further information
limbah yang lebih berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai regarding effluent management is presented in the Water Aspect
pengelolaan efluen disajikan pada bagian Aspek Air dalam Laporan section of this Sustainability Report.
Keberlanjutan ini.
Tumpahan yang Terjadi [OJK F.15] Spill Incidents that Occurred [OJK F.15]
Hutama Karya secara aktif meninjau seluruh aktivitas yang Hutama Karya actively reviews all activities involving chemicals or
melibatkan bahan kimia atau zat berbahaya yang dapat mencemari hazardous substances that may contaminate water channels, and
saluran air, serta menilai risiko dari limbah cair yang dihasilkan assesses the risks of wastewater generated during work processes.
selama proses kerja. Potensi kebocoran dari sistem penyimpanan Potential leaks from storage systems and operational activities
dan kegiatan operasional ditinjau secara berkala untuk mencegah are regularly reviewed to prevent contamination of surface water
kontaminasi terhadap air permukaan dan saluran pembuangan. and drainage systems. The Company also sets high standards for
Perseroan juga menetapkan standar tinggi dalam penyimpanan the storage of chemicals and hazardous liquids. All substances are
bahan kimia dan cairan berbahaya. Semua bahan disimpan di area stored in sealed, leak-proof areas, clearly labeled, and kept away
tertutup yang tahan bocor, diberi label yang jelas, dan dijauhkan from water sources. Security systems and emergency response
dari sumber air. Sistem pengamanan dan fasilitas tanggap darurat facilities are provided near storage areas to anticipate spill or
disediakan di dekat area penyimpanan untuk mengantisipasi leakage incidents. Personnel responsible for handling chemicals are
kejadian tumpahan atau kebocoran. Petugas yang bertanggung equipped with specialized training to ensure safe handling.
jawab atas bahan kimia telah dibekali pelatihan khusus untuk
memastikan penanganan dilakukan secara aman.
Komitmen Hutama Karya terhadap pengelolaan limbah cair ini Hutama Karya’s commitment to wastewater management is
tercermin dalam program pelatihan dan penyuluhan kepada reflected in employee training and awareness programs. Employees
karyawan. Karyawan dibekali pengetahuan mengenai pentingnya are provided with knowledge on the importance of wastewater
pengelolaan air limbah, prosedur penanganan bahan cair management, procedures for handling hazardous liquids, and the
berbahaya, serta dampak pencemaran air terhadap kesehatan environmental and health impacts of water pollution. Emergency
dan lingkungan. Latihan darurat dilakukan secara berkala untuk drills are conducted regularly to ensure readiness in responding to
memastikan kesiapan menghadapi potensi insiden yang berkaitan potential wastewater-related incidents, particularly spills.
dengan air limbah, terutama tumpahan.
Meskipun tumpahan tidak dapat sepenuhnya dihindari, risiko Although spills cannot be fully avoided, risks can be minimized
tersebut dapat diminimalisasi dengan sistem manajemen yang through a well-established management system and high
matang dan kesiapsiagaan yang tinggi. Oleh karena itu, Perseroan levels of preparedness. Therefore, the Company has developed
telah mengembangkan kebijakan dan prosedur penanganan comprehensive spill response policies and procedures integrated
tumpahan yang komprehensif yang terintegrasi dalam sistem into the QHSSE system.
QHSSE.
Seluruh unit operasional Hutama Karya dilengkapi dengan peralatan All Hutama Karya operational units are equipped with emergency
tanggap darurat, seperti spill kit, APAR/APAB, dan alat pelindung response tools such as spill kits, APAR/APAB, and personal protective
diri. Tim tanggap darurat di setiap proyek dan lokasi kerja juga equipment (PPE). Emergency response teams at each project site
PT Hutama Karya (Persero)
182 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 183
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
dilatih secara rutin untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi are also regularly trained to ensure readiness in handling spill
insiden tumpahan. Selain itu, potensi tumpahan dipetakan secara incidents. In addition, spill risks are proactively mapped in critical
proaktif di area kritis seperti gudang bahan bakar, lokasi proyek areas such as fuel storage facilities, heavy construction sites, and
berat, dan jalur transportasi logistik, serta dilakukan pemeriksaan logistics transport routes, and routine inspections are conducted
berkala terhadap kendaraan, tangki penyimpanan, dan peralatan on vehicles, storage tanks, and equipment to detect potential leaks
untuk mendeteksi kebocoran atau potensi tumpahan. or spill risks.
Saat tumpahan terjadi, respons cepat sangat penting. Tim lapangan In the event of a spill, rapid response is critical. Field teams
akan segera mengisolasi area, mengidentifikasi jenis bahan yang immediately isolate the area, identify the type of spilled substance,
tumpah, dan menggunakan perlengkapan pelindung diri yang and use appropriate protective equipment. Spilled liquids are
sesuai. Bahan cair yang tumpah akan diserap dengan pasir, serbuk absorbed using sand, sawdust, or other suitable sorbents, then
gergaji, atau sorbent lain yang sesuai, kemudian dimasukkan ke placed into sealed containers for further treatment. The primary
wadah tertutup untuk diproses lebih lanjut. Fokus utama adalah focus is to prevent the spread of waste into water channels, drainage
mencegah penyebaran limbah ke saluran air, drainase, atau systems, or surrounding environments.
lingkungan sekitar.
Hutama Karya juga mengaplikasikan sistem tanggap tumpahan di Hutama Karya also applies spill response systems in toll road areas
area jalan tol dan wilayah perairan. Di ruas tol, personel dilatih untuk and maritime environments. On toll road sections, personnel are
menangani tumpahan dari kendaraan, termasuk yang membawa trained to handle spills from vehicles, including those transporting
bahan berbahaya dan beracun (B3) atau bahan radioaktif. Di hazardous and toxic materials (B3) or radioactive substances. At
laut, teknologi seperti oil boom dan skimmer digunakan, serta sea, technologies such as oil booms and skimmers are used, and
mempertimbangkan metode in-situ burning atau bioremediasi jika in-situ burning or bioremediation methods are considered when
diperlukan. necessary.
Selama tahun 2025, tidak terdapat tumpahan bahan kimia, minyak, During 2025, there were no chemical, oil, or fuel spill incidents,
dan bahan bakar, di antara zat-zat lainnya yang dapat berpotensi among other substances that could potentially impact soil, water,
memengaruhi tanah, air, udara, keragaman hayati, dan kesehatan air, biodiversity, and human health.
manusia.
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Environmental Complaints Aspect
Hidup
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Number and Substance of Environmental
Hidup yang Diterima dan Diselesaikan [OJK F.16] Complaints Received and Resolved [OJK F.16]
Perseroan menyediakan sarana pengaduan yang dapat The Company provides a grievance mechanism that can be
dimanfaatkan untuk melaporkan pelanggaran terkait aspek used to report violations related to environmental aspects. Such
lingkungan. Pengaduan tersebut dapat disampaikan secara complaints may be submitted directly to project teams, branch
langsung kepada tim proyek, kantor cabang, atau pengelola ruas offices, or relevant toll road operators, as well as through the
terkait, serta melalui kanal Corporate Communication yang telah Corporate Communication channel provided to ensure prompt
disediakan guna memastikan proses penanganan berjalan secara and effective handling. During the reporting period, there were
cepat dan efektif. Selama periode pelaporan, tidak terdapat no violations related to applicable environmental regulations.
pelanggaran yang berkaitan dengan ketentuan regulasi lingkungan Hutama Karya consistently strives to ensure full compliance with
yang berlaku. Hutama Karya senantiasa berupaya untuk memastikan all regulations set by regulators, while maintaining its commitment
kepatuhan penuh terhadap seluruh peraturan yang ditetapkan to making positive contributions to environmental preservation.
oleh regulator, sekaligus mempertahankan komitmen dalam This is implemented through structured management processes
memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan. and continuous environmental monitoring activities. In addition,
Hal ini diwujudkan melalui penerapan proses pengelolaan yang the Company proactively undertakes various necessary measures
terstruktur serta kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan to minimize negative environmental impacts while optimizing the
secara berkesinambungan. Selain itu, Perseroan secara proaktif positive impacts generated from its operational activities.
mengambil berbagai langkah yang diperlukan untuk meminimalkan
dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus mengoptimalkan
dampak positif yang dihasilkan dari setiap aktivitas operasionalnya.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima pengaduan Throughout 2025, the Company did not receive any environmental-
terkait lingkungan hidup related complaints
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 183
Page 184
Kinerja Sosial
Social Performance
Komitmen untuk Memberikan Layanan Commitment to Providing Equal Service
atas Produk dan/atau Jasa yang Setara for Products and/or Services to Customers
Kepada Konsumen [OJK F.17] [OJK F.17]
Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan perusahaan, Perseroan In its efforts to enhance corporate sustainability, the Company
menyadari bahwa pelanggan adalah pemangku kepentingan yang recognizes that customers are key stakeholders who play a vital
memainkan peran penting. Perseroan merealisasikan tanggung role. The Company fulfills its responsibilities to customers and
jawab kepada pelanggan dan pemangku kepentingan dengan stakeholders by ensuring that the products and services delivered
menjamin produk dan jasa yang diberikan berkualitas dan sesuai are of high quality and in accordance with agreed specifications.
dengan spesifikasi yang telah disepakati. Produk Hutama Karya Hutama Karya’s products have undergone a series of processes
telah melewati serangkaian proses untuk menjamin mutu dan to ensure quality and compliance with applicable regulations
kepatuhan terhadap regulasi serta standar yang berlaku, misalnya and standards, including occupational health and safety and
keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup. environmental requirements.
Sesuai Prosedur Serah Terima Pekerjaan dan Penutupan Kontrak In accordance with the Work Handover and Project Contract
Proyek BUJK Nomor SP/MANKON/P/006 Rev.1 Tanggal 06 Desember Closure Procedure for BUJK Number SP/MANKON/P/006 Rev.1
2024 Hutama Karya bersama dengan pengguna jasa melakukan dated December 06, 2024, Hutama Karya, together with the service
evaluasi bersama untuk memastikan bahwa Pekerjaan telah selesai users, conducts joint evaluations to ensure that the work has been
dan sesuai secara subtansial sebelum diserahterimakan. Hal ini completed and is substantially compliant prior to handover. This
menunjukkan komitmen Perseroan untuk memberikan layanan demonstrates the Company’s commitment to delivering products
atas produk dan jasa yang setara sesuai dengan kesepakatan dalam and services that meet contractual agreements for all service users.
kontrak kepada seluruh pengguna jasa.
Perseroan juga menunjukan komitmennya dalam memberikan The Company also demonstrates its commitment to providing
pelayanan terbaiknya kepada seluruh pelanggan jalan tol the best services to all toll road users in an equitable manner in
secara setara sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) accordance with the Minimum Service Standards (SPM) for Toll
Jalan Tol sebagaimana tertuang dalam Prosedur Pengendalian Roads as stipulated in the Quality Control Procedure for Toll
Mutu Pengoperasian dan Pemeliharaan Jalan Tol Nomor OPT/ Road Operation and Maintenance Number OPT/QHSSE/P/001. In
QHSSE/P/001. Selain itu, Perseroan juga berkomitmen untuk addition, the Company is committed to providing equal service in
untuk memberikan pelayanan yang setara dalam merespon, responding to, handling, and resolving complaints from toll road
menganggapi dan menyelesaikan keluhan pengguna jalan tol users by prioritizing service aspects, as regulated in the Toll Road
dengan mengutamakan factor pelayanan sebagaimana diatur Traffic Service Procedure Number OPT/OJT/P/001 Rev.2.
dalam Prosedur Layanan Lalu Lintas Jalan Tol Nomor OPT/
OJT/P/001 Rev.2.
Perseroan selalu menyampaikan informasi terkait produk dan The Company consistently provides information related to its
kualitas layanan secara jelas, transparan, dan objektif. Selain itu, products and service quality in a clear, transparent, and objective
Perseroan selalu menerima saran dan masukan terkait peningkatan manner. Furthermore, the Company welcomes suggestions and
mutu serta memperhatikan dan menanggapi dengan baik keluhan feedback for quality improvement and ensures that customer
pelanggan sesuai dengan pedoman. Hal ini bertujuan untuk complaints are properly addressed in accordance with established
memberikan jaminan kualitas dan pelayanan yang setara serta guidelines. This aims to ensure consistent quality and service
memenuhi harapan pelanggan. Melalui upaya tersebut, selama standards while meeting customer expectations. Through these
periode pelaporan, Perseroan tidak melakukan pelanggaran efforts, during the reporting period, the Company did not record
terhadap informasi produk dan pelabelan. any violations related to product information and labeling.
Aspek Ketenagakerjaan Employment Aspect
Kesetaraan Kesempatan Bekerja [OJK F.18] Equal Employment Opportunities [OJK F.18]
PT Hutama Karya (Persero) berkomitmen untuk menjunjung PT Hutama Karya (Persero) is committed to upholding the principle
tinggi prinsip kesetaraan kesempatan kerja sebagai bagian dari of equal employment opportunities as part of the implementation
PT Hutama Karya (Persero)
184 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 185
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
penerapan tata kelola berkelanjutan dan nilai keadilan dalam of sustainable governance and fairness in human resource
pengelolaan sumber daya manusia. Kebijakan Perusahaan management. The Company’s policy ensures that every individual is
menjamin bahwa setiap individu memperoleh kesempatan yang provided with equal opportunities without discrimination based on
setara tanpa membedakan jenis kelamin, golongan jabatan, latar gender, position level, social background, ethnicity, race, religion,
belakang sosial, suku, ras, agama, maupun kondisi fisik, sepanjang or physical condition, as long as they meet the qualifications and
memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang ditetapkan berdasarkan requirements set based on job needs and competencies.
kebutuhan jabatan dan kompetensi.
As a tangible manifestation of its commitment to inclusion and
Sebagai wujud nyata komitmen terhadap inklusi dan keberagaman, diversity, Hutama Karya also provides employment opportunities
Hutama Karya juga membuka kesempatan kerja bagi penyandang for persons with disabilities. Recruitment of employees with
disabilitas. Rekrutmen Karyawan Disabilitas dilakukan secara disabilities is conducted in a structured and transparent manner
terstruktur dan transparan melalui program Rekrutmen Bersama through the Joint Recruitment Program of State-Owned Enterprises
BUMN, dengan tetap mengedepankan prinsip kesesuaian (BUMN), while still prioritizing competency suitability, occupational
kompetensi, keselamatan kerja, serta dukungan lingkungan kerja safety, and a supportive working environment.
yang layak.
Tabel Keberagaman Manajemen dan Karyawan 2025
Table of Management and Employee Diversity 2025 (Dalam Orang/in Persons)
Jenis Kelamin Kelompok Usia
Gender Age Group
Level Jabatan
Job Level
Pria Wanita
% % Total <30 % 31-50 % >51 % Total
Male Female
EVP & Setingkat
56 88,89% 7 11,11% 63 0 0,00% 25 39,68% 38 60,32% 63
EVP & Equivalent
VP & Setingkat
126 90,65% 13 9,35% 139 0 0,00% 98 70,50% 41 29,50% 139
VP & Equivalent
Manajer & Setingkat
Manager & 332 91,97% 29 8,03% 361 3 0,83% 298 82,55% 60 16,62% 361
Equivalent
Asisten Manajer &
Setingkat
506 80,57% 122 19,43% 628 87 13,85% 495 78,82% 46 7,32% 628
Assistant Manager &
Equivalent
Officer
599 66,11% 307 33,89% 906 448 49,45% 422 46,58% 36 3,97% 906
Officer
Personel Inti Proyek
Core Project 415 96,06% 17 3,94% 432 21 4,86% 350 81,02% 61 14,12% 432
Personnel
Jumlah
1.619 77,21% 478 22,79% 2.097 538 25,66% 1.338 63,81% 221 10,54% 2.097
Total
Komposisi Karyawan Penyandang Disabilitas 2025
Composition of Employees with Disabilities 2025 (Dalam Orang/in Persons)
Jenis Kelamin Kelompok Usia
Jenis Gender Age Group
Penyandang
Disabilitas
Type of Disability Pria Wanita
% % Total <30 % 31-50 % >51 % Total
Male Female
Tuna Daksa
2 50,00% 2 50,00% 4 3 75,00% 1 25,00% 0 0,00% 4
Physical disability
Tuna Netra
0 0,00% 1 100,00% 1 1 100,00% 0 0,00% 0 0,00% 1
Visual impairment
Tuna Rungu
2 100,00% 0 0,00% 2 1 50,00% 1 50,00% 0 0,00% 2
Hearing impairment
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 185
Page 186
Jenis Kelamin Kelompok Usia
Jenis Gender Age Group
Penyandang
Disabilitas
Type of Disability Pria Wanita
% % Total <30 % 31-50 % >51 % Total
Male Female
Tuna Wicara
0 0,00% 0 0,00% 0 0 0,00% 0 0,00% 0 0,00% 0
Speech impairment
Jumlah
4 57,14% 3 42,86% 7 5 71,43% 2 28,57% 0 0,00% 7
Total
Perseroan menyadari pentingnya membangun budaya inklusif The Company recognizes the importance of fostering an inclusive
yang menjunjung tinggi kesetaraan dan menghargai keberagaman culture that upholds equality and values diversity within the
di lingkungan perusahaan. Oleh sebab itu, dalam mengelola SDM, workplace. Therefore, in managing human resources, we
kami senantiasa memberikan perlakuan dan kesempatan yang consistently provide equal treatment and opportunities to all
setara bagi seluruh karyawan tanpa terkecuali. Melalui berbagai employees without exception. Through these efforts, there were no
upaya tersebut, tidak terdapat laporan insiden diskriminasi yang reported incidents of discrimination during the reporting year.
terjadi selama tahun pelaporan.
Rekrutmen dan Perputaran Karyawan [GRI 401-1] Employee Recruitment and Turnover [GRI 401-1]
Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, Hutama In line with the Company’s business development, Hutama Karya is
Karya berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan SDM melalui committed to meeting its human resource needs through a fair and
program rekrutmen yang adil dan berbasis kompetensi. Perseroan competency-based recruitment program. The Company conducts
melakukan penerimaan pekerja secara selektif dan objektif agar employee recruitment in a selective and objective manner to
dapat menyaring tenaga kerja yang berkualitas, terampil, sehat ensure the selection of a qualified, skilled workforce, medically fit,
secara medis, dan memenuhi batas usia yang ditentukan (usia and meeting the minimum age requirement (at least 18 years old).
minimal 18 tahun). Proses seleksi ini tidak terpengaruh oleh latar The selection process is not influenced by social, economic, racial,
belakang sosial, ekonomi, ras, jenis kelamin, suku, dan agama. gender, ethnic, or religious backgrounds.
Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Kelompok Usia
New Employee Recruitment by Age Group (Dalam Orang/in Persons)
Kelompok Usia
2025 2024* 2023*
Age Group
>55 tahun >55 years 1 1 0
50-54 tahun 50-54 years 0 0 0
45-49 tahun 45-49 years 1 1 1
40-44 tahun 40-44 years 1 3 2
35-39 tahun 35-39 years 1 4 3
30-34 tahun 30-34 years 6 9 10
25-29 tahun 25-29 years 17 37 21
20-24 tahun 20-24 years 32 48 25
Total Total 59 103 62
Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated
Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Pendidikan
New Employee Recruitment by Educational Background (Dalam Orang/in Persons)
Berdasarkan Pendidikan
2025 2024* 2023*
Educational Background
Pascasarjana Postgraduate 5 12 6
Sarjana Undergraduate 51 74 51
PT Hutama Karya (Persero)
186 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 187
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Berdasarkan Pendidikan
2025 2024* 2023*
Educational Background
Diploma Diploma 3 17 5
Non Akademik Non-Academic 0 0 0
Total Total 59 103 62
Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated
Komposisi Karyawan Baru Berdasarkan Jenis Kelamin
Composition of New Employees by Gender (Dalam Orang/in Persons)
Uraian
2025 2024* 2023*
Descipriton
Pria Male 36 70 35
Wanita Female 23 33 27
Total Total 59 103 62
Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated
Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Wilayah Kerja
New Employee Recruitment by Work Area (Dalam Orang/in Persons)
Wilayah
2025 2024 2023
Work Area
Kantor Office 50 66 51
Cabang Branch 2 5 3
Proyek Project 7 28 7
Ruas Jalan Tol Toll Road Section 0 4 1
Total Total 59 103 62
Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Turnover Composition by Gender (Dalam Orang/in Persons)
2025 2024* 2023*
Uraian
Description
KT PKWT KT PKWT KT PKWT
Pria Male 30 125 46 82 45 56
Wanita Female 7 43 4 19 9 25
Total Total 37 168 50 101 54 81
Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated
Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Kelompok Usia
Composition of Employees Leaving the Company by Age Group (Dalam Orang/in Persons)
2025 2024* 2023*
Kelompok Usia
Age Group
KT PKWT KT PKWT KT PKWT
>55 tahun >55 years 29 38 41 36 41 9
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 187
Page 188
2025 2024* 2023*
Kelompok Usia
Age Group
KT PKWT KT PKWT KT PKWT
50-54 tahun 50-54 years 1 11 1 4 3 6
45-49 tahun 45-49 years - 7 1 9 - 6
40-44 tahun 40-44 years 1 4 - 7 2 6
35-39 tahun 35-39 years 1 16 2 13 - 4
30-34 tahun 30-34 years 4 43 1 11 2 14
25-29 tahun 25-29 years 1 36 4 16 6 33
20-24 tahun 20-24 years - 13 - 5 - 3
Total Total 37 168 50 101 54 81
Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated
Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah Kerja
Composition of Employees Leaving the Company by Work Area (Dalam Orang/in Persons)
2025 2024* 2023*
Wilayah
Work Area
KT PKWT KT PKWT KT PKWT
Kantor Office 11 94 25 55 29 21
Cabang Branch 1 4 2 9 4 20
Proyek Project 23 53 20 22 21 11
Ruas Jalan Tol Toll Road Section 2 17 3 15 - 29
Total Total 37 168 50 101 54 81
Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated
Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Usia
Employee Turnover by Age Group
Keterangan
2025 2024 2023
Description
>55 tahun >55 years 29 41 41
50-54 tahun 50-54 years 1 1 3
45-49 tahun 45-49 years 0 1 0
40-44 tahun 40-44 years 1 0 2
35-39 tahun 35-39 years 1 2 1
30-34 tahun 30-34 years 4 1 2
25-29 tahun 25-29 years 1 4 5
20-24 tahun 20-24 years 0 0 0
Total Total 37 50 54
Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Turnover by Gender
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Pria Male 30 46 44
PT Hutama Karya (Persero)
188 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 189
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Wanita Female 7 4 10
Total Total 37 50 54
Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Turnover of Employees Leaving the Company by Gender
2025 2024 2023
Keterangan Satuan
Description Unit
KT PKWT KT PKWT KT PKWT
Sukarela
Voluntary
Pria Orang
30 10 44 4 44 4
Male Person
Wanita Orang
7 3 4 4 10 2
Female Person
Sub-Total Orang
37 13 48 8 44 6
Sub-Total Person
Non-Sukarela
Involuntary
Pria Orang
0 121 2 78 0 52
Male Person
Wanita Orang
0 34 0 15 0 23
Female Person
Sub-Total Orang
0 155 2 93 0 75
Sub-Total Person
Total Orang
37 168 50 101 54 81
Total Person
Turnover Rate
Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Pendidikan
Employee Turnover by Educational Background (Dalam Orang/in Persons)
2025 2024 2023
Berdasarkan Pendidikan
Educational Background
KT PKWT KT PKWT KT PKWT
Pascasarjana Postgraduate 0 16 10 18 10 4
Sarjana Undergraduate 22 116 23 54 28 51
Diploma Diploma 4 22 7 11 3 12
Non Akademik Non-Academic 11 19 10 18 13 14
Total Total 37 173 50 101 54 81
Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah
Employee Turnover by Work Area
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Kantor Office 11 25 29
Cabang (OPT) Branch (OPT) 1 2 4
Proyek (Jakon) Project (Jakon) 23 20 21
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 189
Page 190
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Ruas Jalan Tol (PJT) Toll Road Section (PJT) 2 3 0
Total Total 37 50 54
Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Training and Competency Development
[OJK F.22, GRI 404-1, GRI 404-2] [OJK F.22, GRI 404-1, GRI 404-2]
Perseroan secara berkelanjutan menerapkan pengembangan The Company consistently implements employee competency
kompetensi karyawan bagi karyawan permanen maupun kontrak. development programs for both permanent and contract
Perseroan mengembangkan program pelatihan yang terdiri dari employees. The Company develops training programs comprising
empat modul pembelajaran, yaitu modul manajerial & wawasan four learning modules, namely managerial and business insight
bisnis, modul kepemimpinan, dan modul keterampilan teknis. Pada modules, leadership modules, and technical skills modules. In
tahun 2025, total durasi pelatihan Perseroan mencapai 87.572 jam 2025, the total duration of the Company’s training reached 87,572
dengan rata-rata 10,33 jam pelatihan karyawan perempuan dan hours, with an average of 10.33 training hours per female employee
11,53 jam pelatihan karyawan laki-laki (per orang). and 11.53 training hours per male employee (per person).
Hutama Karya secara rutin mengadakan survei untuk mengukur Hutama Karya regularly conducts surveys to measure employee
tingkat keterikatan karyawan (employee engagement survey/ engagement levels (employee engagement survey/EES) based on
EES) berdasarkan berbagai dimensi. Hasil survei ini menjadi various dimensions. The results of this survey serve as a reference
acuan perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan for the Company in undertaking continuous improvements in
dalam manajemen SDM. Perseroan bekerja sama dengan pihak human capital management. The Company collaborates with
ketiga terakreditasi dalam pelaksanaan EES. Pelaksanaan survei accredited third parties in the implementation of the EES. The
dilakukan melalui platform Employee Experience (EMX) dengan survey is conducted through the Employee Experience (EMX)
tingkat partisipasi karyawan mencapai 96,06%. Berdasarkan hasil platform, with an employee participation rate reaching 96.06%.
Survei Keterikatan Karyawan pada 2025, beberapa subdimensi yang Based on the results of the 2025 Employee Engagement Survey,
tercatat menempati posisi tertinggi, di antaranya task challenge, my several sub-dimensions recorded the highest scores, including task
competence, dan collaborative climate. challenge, my competence, and collaborative climate.
Perseroan juga memberikan pelatihan bagi karyawan yang The Company also provides training for employees approaching
akan memasuki usia purnabakti. Melalui program pelatihan ini retirement age. Through this training program, employees are
diharapkan karyawan mampu menjalani hari tua yang produktif expected to maintain productivity and well-being in their post-
dan sejahtera. employment period.
Tabel Pelatihan dan Pendidikan
Table of Training and Education
Jenis Pelatihan dan Pendidikan Jumlah Karyawan (orang) Penyelenggara
Type of Training and Education Number of Employees (person) Organizer
Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP)
29 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/ WIKASATRIAN
Pre-Retirement Preparation Program (MPP)
Total 29
Selama tahun 2025, Perseroan telah memberikan pelatihan kepada During 2025, the Company has provided training to all employees
seluruh karyawan (100%) Perseroan dengan rincian sebagai berikut. (100%) of the Company, with details as follows.
Tabel Rata-Rata Jam Pelatihan Karyawan [OJK F.22, GRI 404-1]
Table of Average Employee Training Hours
Jumlah Karyawan yang Memperoleh Rata-rata Jam Pelatihan Setiap
Jam Pelatihan (Jam)
Uraian Pelatihan (Orang) Karyawan (Jam/Orang)
Description
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Keseluruhan
8.259 7.200 6.829 87.572 83.321 81.450 10,93 14,08 12,29
Overall
PT Hutama Karya (Persero)
190 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 191
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Jumlah Karyawan yang Memperoleh Rata-rata Jam Pelatihan Setiap
Jam Pelatihan (Jam)
Uraian Pelatihan (Orang) Karyawan (Jam/Orang)
Description
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Berdasarkan Jenis Kelamin
By Gender
Pria
6.359 5.544 5.258 65.679 52.309 61.088 10,33 9,44 11,62
Male
Wanita
1.900 1.656 1.571 21.893 31.012 20.363 11,53 18,73 12,96
Female
Berdasarkan Kategori Jabatan yang Mengikuti Pelatihan
By Position Category Participating in Training
BOD, BOC, EVP &
Setingkat
206 180 171 1.444 1.955 11.877 10,94 11,85 27,43
BOD, BOC, EVP &
Equivalent
VP, Manajger/Sr. Anakyst
& Setingkat
2.065 1.800 1.707 13.216 14.564 15.159 13,32 34,03 83,39
VP, Manager/Sr. Analyst &
Equivalent
Analyst & Setingkat
2.023 1.764 1.673 13.035 15.521 15.300 5,77 8,40 74,51
Analyst & Equivalent
Office/Staf
2.313 2.016 1.912 43.761 33.475 18.914 6,40 6,70 8,88
Office/Staff
Personel Inti Proyek
1.652 1.440 1.366 16.116 22.250 20.200 6,44 8,36 9,14
Core Project Personnel
Total 8.259 7.200 6.829 87.572 87.495 81.450 18,92 15,61 9,89
Pelatihan Berdasarkan Jenis
Training by Type (Dalam Orang/in Persons)
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Kompetensi Competency 2.891 2.932 2.166
Sertifikasi Certification 661 560 412
Manajerial Managerial 413 298 302
Knowledge Sharing Knowledge Sharing 3.717 3.167 2.532
Pengembangan Kepemimpinan Leadership and Character
578 343 555
dan Karakter Development
Komitmen Hutama Karya terhadap program pensiun berakar pada Hutama Karya’s commitment to retirement programs is grounded
pemahaman bahwa stabilitas keuangan selama masa pensiun in the understanding that financial stability during retirement is a
adalah aspek mendasar dari kesejahteraan karyawan secara fundamental aspect of overall employee well-being. The Company
menyeluruh. Perseroan telah memberikan pelatihan bagi karyawan has provided training programs for employees approaching
yang akan memasuki usia purnabakti. Melalui program pelatihan retirement age. Through these training programs, employees are
ini diharapkan karyawan mampu menjalani hari tua yang produktif expected to maintain productivity and achieve a prosperous and
dan sejahtera. well-prepared retirement life.
Tabel Program Peningkatan Keerampilan dan Bantun Peralihan Karyawan
Table of Employee Skill Enhancement and Transition Assistance Programs
Objektif
Program
Objective
Pelatihan Masa Persiapan Pensiun Memberikan gambaran dan pembekalan secara EQ serta potensi bisnis/ aktivitas lain non-korporasi yang bermanfaat
Pre-Retirement Preparation Training atas rencana selanjutnya bagi karyawan yang akan/telah memasuki masa pensiun
To provide an overview and equip employees with emotional intelligence (EQ) as well as potential business
opportunities/other non-corporate activities that are beneficial for their future plans upon entering or after retirement
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 191
Page 192
PENILAIAN KINERJA [GRI 404-3] PERFORMANCE ASSESMENT [GRI 404-3]
Hutama Karya melakukan penilaian kinerja karyawan dengan Hutama Karya conducts employee performance appraisals using
indikator penilaian yang telah ditetapkan setiap setahun sekali. predetermined assessment indicators on an annual basis. This
Proses ini mencakup tinjauan kinerja secara berkala dengan process includes periodic performance reviews by providing
memberikan umpan balik secara objektif kepada setiap karyawan objective feedback to each employee on their achievements within
atas pencapaian mereka dalam periode tertentu. Hasil penilaian a certain period. The results of the performance appraisal are
kinerja digunakan untuk masukan dalam proses pengembangan utilized as input for employee development and subsequent career
karyawan dan pengembangan karier selanjutnya. Adapun indikator development processes. The assessment indicators established in
penilaian yang telah ditetapkan pada Tahun 2025 adalah sebagai 2025 are as follows:
berikut:
Indikator Penilaian
Evaluation Indicators
Indikator Kinerja Utama (KPI) Individu Hasil Asesmen
Personal Key Performance Indicator Assessment Results
Penilaian Behaviour Kinerja 360 Penilaian Potensi 360
360 Performance Behavior Assessment 360 Potential Assessment
Nilai Kepatuhan Penilaian AKHLAK 360
Compliance Score 360 AKHLAK Assessment
Learning Agility
Learning Agility
Seluruh karyawan (100%) Hutama Karya telah menerima penilaian All employees (100%) of Hutama Karya have received performance
kinerja melalui laporan hasil klasifikasi Karyawan/Employee appraisals through the Employee Mapping/Classification Report in
Mapping Tahun 2025 atas Kinerja 2024. 2025 for the 2024 performance period.
2025 2024 2023
Keterangan
Satuan
Description
Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita
EVP & Setingkat
% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
EVP & Equivalent
VP & Setingkat
% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
VP & Equivalent
Manajer & Setingkat
% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Manager & Equivalent
Asisten Manajer & Setingkat
% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Assistant Manager & Equivalent
Office/Staf
% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Office/Staff
Personel Inti Proyek
% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Core Project Personnel
PT Hutama Karya (Persero)
192 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 193
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Hasil penilaian tersebut akan mengelompokkan setiap karyawan ke The results of the assessment categorize each employee into the 9
dalam 9 Box Matrix-Talent sebagai berikut: Box Talent Matrix as follows:
4 Solid Contributor 7 Promotable 9 Promotable
Tipe : Hidden Star Tipe : Emerging Star Tipe : HK Star
High
Kriteria: Kriteria: Kriteria:
1. Kinerja : Below 1. Kinerja : Average 1. Kinerja : Above
2. Kapasitas : High 2. Kapasitas : High 2. Kapasitas : High
2 Middle Contributor 6 Solid Contributor 8 Promotable
KAPASITAS
Medium
Tipe : Quenstionable Performer Tipe : Solid Citizen Performer Tipe : Emerging Star
Kriteria: Kriteria: Kriteria:
1. Kinerja : Below 1. Kinerja : Average 1. Kinerja : Above
2. Kapasitas : Medium 2. Kapasitas : Medium 2. Kapasitas : Medium
1 Unfit 3 Middle Contributor 5 Solid Contributor
Tipe : Low performance Tipe : Study Performer Tipe : Trusted Profesional
Low
Kriteria: Kriteria: Kriteria:
1. Kinerja : Below 1. Kinerja : Average 1. Kinerja : Above
2. Kapasitas : Low 2. Kapasitas : Low 2. Kapasitas : Low
Below Average Above
KINERJA
Pada Tahun 2025, telah dilaksanakan Employee Mapping Tahun In 2025, the Employee Mapping for the 2024 performance period
2025 atas Kinerja 2024 dengan hasil sebagai berikut: has been conducted with the following results:
Top Talent 12,30%
Promotable 61,58%
Solid Contributor 23,41%
Middle Contributor
1,17%
Unfit 0,19%
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 193
Page 194
PELIBATAN KARYAWAN EMPLOYEE ENGAGEMENT
Hutama Karya secara rutin mengadakan survei untuk mengukur Hutama Karya regularly conducts surveys to measure employee
tingkat keterikatan karyawan (employee engagement survey/ engagement levels through an Employee Engagement Survey
EES) berdasarkan berbagai dimensi. Hasil survei ini menjadi (EES) based on various dimensions. The results of this survey
acuan perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan serve as a reference for the Company in implementing continuous
dalam manajemen SDM. Perseroan bekerja sama dengan pihak improvements in human resource management. The Company
ketiga terakreditasi dalam pelaksanaan EES. Pelaksanaan survei collaborates with an accredited third party in conducting the EES.
dilakukan melalui platform Employee Experience (EMX) dengan The survey is conducted through the Employee Experience (EMX)
tingkat partisipasi karyawan mencapai 96,06%. platform, with an employee participation rate of 96.06%.
Dimensi yang Diukur
Measured Dimensions
Mental Health &
Climate & Culture Self-Awareness
Well-being
HR
Team Harmony Job & Impact Leader Energy
Empowerment
Uraian
2025 2024 2023
Description
Tingkat Keterikatan Karyawan
82,42 81,67 80,19
Employee Engagement Level
Mekanisme pengukuran tingkat keterikatan karyawan dilaksanakan The mechanism for measuring employee engagement levels is
secara digital dan terintegrasi dimana survei dikirim secara implemented through a digital and integrated system, whereby
otomatis kepada karyawan melalui email blast Bang Tama. Data surveys are automatically distributed to employees via Bang Tama
yang diperoleh akan diolah secara real-time dan ditampilkan email blasts. The data obtained are processed in real time and
dalam dashboard berbasis web dengan cakupan analisis pada presented in a web-based dashboard with analytical coverage
level organisasi, departemen, dan individu. Hasil pengukuran at the organizational, departmental, and individual levels. The
tersebut selanjutnya dianalisis dan dilaporkan oleh konsultan measurement results are subsequently analyzed and reported by
dan dikirimkan kepada Divisi Human Capital untuk kemudian consultants and submitted to the Human Capital Division function
didistribusikan ke unit kerja. for further distribution to respective work units.
Berdasarkan hasil Survei Keterikatan Karyawan pada 2025, Based on the results of the 2025 Employee Engagement Survey,
beberapa subdimensi yang tercatat menempati posisi tertinggi, several sub-dimensions recorded the highest scores, including task
di antaranya task challenge, my competence, dan collaborative challenge, my competence, and collaborative climate.
climate.
Kebebasan Berserikat [GRI 2-30] Freedom of Association [GRI 2-30]
Perseroan dan Serikat Karyawan telah membuat Perjanjian The Company and the Employees’ Union have established a Collective
Kerja Bersama Periode Tahun 2026-2028 sesuai Peraturan Labor Agreement (CLA) for the 2026–2028 period in accordance with the
Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 28 Tahun 2014 tentang Tata Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia No.
Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan Serta 28 of 2014 concerning Procedures for the Preparation and Ratification of
Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. Perundingan Company Regulations and the Preparation and Registration of Collective
Perjanjian Kerja Bersama diwakili dari Pihak Perusahaan sebanyak Labor Agreements. The negotiation of the Collective Labor Agreement
9 (sembilan) orang dan Pihak Serikat Karyawan PT Hutama Karya was represented by 9 (nine) representatives from the Company and 9
(Persero) sebanyak 9 (sembilan) orang. Perjanjian Kerja Bersama (nine) representatives from the Employees’ Union of PT Hutama Karya
Periode Tahun 2026-2028 wajib dilaksanakan oleh Perseroan dan (Persero). The 2026–2028 Collective Labor Agreement is mandatory for
seluruh Karyawan yang bekerja di Lingkungan Perseroan, dimana implementation by the Company and all employees working within the
Perjanjian Kerja Bersama tersebut mengatur hak, kewajiban, dan Company. The agreement governs the rights, obligations, and working
persyaratan kerja yang harus dilaksanakan masing-masing Pihak. conditions that must be fulfilled by each party.
PT Hutama Karya (Persero)
194 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 195
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa Child Labor and Forced Labor
[OJK F.19] [OJK F.19]
Dalam menjalankan aktivitas bisnis, Perseroan menerapkan kebijakan In conducting its business activities, the Company implements a
tidak memberikan toleransi terhadap pekerja anak dan kerja paksa zero-tolerance policy toward child labor and forced labor, which is
yang terintegrasi dalam kebijakan Sumber Daya Manusia. Kebijakan integrated into its Human Resources policies. This policy is aligned
ini sejalan dengan standar internasional, di antaranya Konvensi ILO No with international standards, including ILO Convention No. 138
: 138/1973 tentang Batas Usia Minimum untuk Bekerja (Minimum Age concerning the Minimum Age for Admission to Employment, adopted
for Admission to Employment) dibuat pada tahun 1973 dan diratifikasi in 1973 and ratified in 1999; ILO Convention No. 182 concerning
pada tahun 1999, Nomor 182 tentang Pelarangan dan Tindakan the Prohibition and Immediate Action for the Elimination of the
Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Worst Forms of Child Labour; ILO Convention No. 29 concerning
Anak, Nomor 29 tentang Penghapusan Kerja Paksa, dan Nomor 105 the Elimination of Forced Labour; and ILO Convention No. 105
tentang Penghapusan Semua Bentuk Kerja Paksa, serta prinsip-prinsip concerning the Abolition of All Forms of Forced Labour, as well as
panduan PBB tentang bisnis dan hak asasi manusia (UNGPs). Hal ini the United Nations Guiding Principles on Business and Human
merupakan bentuk penghormatan dan kepatuhan Perseroan terhadap Rights. This reflects the Company’s commitment to respecting and
HAM seluruh karyawan. complying with human rights for all employees.
Perseroan menetapkan bahwa standar rekrutmen bagi pekerja yaitu The Company stipulates that the minimum recruitment qualification
Sarjana (Strata-1). Kebijakan Perseroan mendukung pelarangan for employees is a Bachelor’s degree (Undergraduate/Strata-1). The
kerja paksa dan minimal jam kerja sesuai peraturan perundang- Company’s policy supports the prohibition of forced labor and ensures
undangan telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama that working hours comply with applicable laws and regulations, as
Perseroan. stipulated in the Company’s Collective Labor Agreement.
Perseroan juga memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa The Company also has policies to ensure that vendors/suppliers
vendor/pemasok yang bekerja sama dengan Perseroan tidak engaged with the Company are not involved in forced labor
terlibat dengan sistem kerja paksa dan memperkerjakan anak di practices or the employment of underage workers. This is explicitly
bawah umur, hal tersebut dinyatakan dalam perjanjian kerja sama stated in the cooperation agreements between the Company and its
antara Perseroan dengan vendor/pemasok tidak diperbolehkan vendors/suppliers, which must not contravene prevailing laws and
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. regulations.
Kebijakan Cuti Melahirkan dan Perjalanan Maternity Leave and Hajj Pilgrimage Leave
Ibadah Haji [GRI 401-3] Policy [GRI 401-3]
Hutama Karya menyediakan hak cuti melahirkan kepada karyawan Hutama Karya provides maternity leave entitlements for female
perempuan maupun cuti kelahiran anak bagi karyawan laki-laki. employees as well as paternity leave for male employees. Female
Karyawan perempuan berhak mendapatkan cuti melahirkan selama employees are entitled to maternity leave for a period of three
tiga bulan kalender dan karyawan laki-laki berhak mendapatkan calendar months, while male employees are entitled to paternity
cuti kelahiran anak selama 2 hari kerja. leave for a period of 2 working days.
Tabel Cuti Melahirkan
Table of Maternity Leave
2025 2024 2023
Uraian
Description Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pria
Female Male Female Male Female Male
Jumlah karyawan yang berhak cuti
200 559 170 484 155 433
Number of employees entitled to leave
Jumlah karyawan yang mengambil hak cuti
23 62 9 20 6 15
Number of employees who took leave
Jumlah karyawan yang kembali bekerja setelah cuti
22 62 9 20 6 15
Number of employees who returned to work after leave
Jumlah karyawan yang tetap bekerja hingga 12 bulan
setelah mengambil cuti
23 62 9 20 6 15
Number of employees who remained employed 12
months after taking leave
Return to work rate 96% 100% 100% 100% 100% 100%
Retention rate 100% 100% 100% 100% 100% 100%
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 195
Page 196
Upah Minimum Regional [OJK F.20, GRI 401-2] Regional Minimum Wage [OJK F.20, GRI 401-2]
Dalam memberikan penghargaan dan kompensasi, kesetaraan In providing rewards and compensation, equality is a fundamental
menjadi prinsip utama yang diwujudkan melalui penilaian yang principle implemented through fair and transparent assessments.
adil dan transparan. Dengan adanya transparansi, Hutama Karya Through such transparency, Hutama Karya ensures that every
memastikan bahwa setiap orang berhak atas upah, tunjangan, dan individual is entitled to wages, benefits, and rewards in accordance
penghargaan sesuai dengan tingkat kontribusinya. Remunerasi with their level of contribution. Employee remuneration and base
dan upah pokok karyawan tidak didasarkan pada jenis kelamin, salary are not determined based on gender, but rather on job grade
melainkan berdasarkan pada jenjang jabatan dan struktur upah and the Company’s salary structure. During the reporting year, the
perusahaan. Pada tahun pelaporan, rasio minimum upah pokok ratio of the Company’s minimum base salary to the minimum wage
karyawan Hutama Karya terhadap upah minimum adalah 1:1. was 1:1.
Rasio Gaji Pokok
Upah Minimum Provinsi Imbal Jasa Karyawan Tetap
Persentase Perempuan Dibandingkan
Unit Usaha Provinsi/ Daerah (Rp) Tingkat Terendah (Rp)
Percentage Laki-Laki
Unit Business Province/Region Provincial Minimum Lowest Permanent Employee
(%) Female-to-Male Base Salary
Wage (IDR) Base Compensation (IDR)
Ratio
Kantor DKI Jakarta Rp 5.729.876 Rp 6.000.000
104,71% 1:1
Office DKI Jakarta IDR5,729,876 IDR6,000,000
Cabang DKI Jakarta Rp 5.729.876 Rp 6.400.000
111,70% 1:1
Branch DKI Jakarta IDR5,729,876 IDR6,400,000
Proyek DKI Jakarta Rp 5.729.876 Rp 7.000.000
122,17% 1:1
Project DKI Jakarta IDR5,729,876 IDR7,000,000
Proyek Jawa Barat Rp 2.317.601 Rp 6.500.000
280,46% 1:1
Project West Java IDR2,317,601 IDR6,500,000
Proyek Jawa Tengah Rp 2.327.386 Rp 7.829.000
336,39% 1:1
Project Central Java IDR2,327,386 IDR7,829,000
Proyek Jawa Timur Rp 2.446.880 Rp 9.948.000
406,56% 1:1
Project East Java IDR2,446,880 IDR9,948,000
Proyek Banten Rp 3.100.881 Rp 8.950.000
288,63% 1:1
Project Banten IDR3,100,881 IDR8,950,000
Yogyakarta
Proyek Rp 2.417.495 Rp 21.821.112
Special Region of 902,63% 1:1
Project IDR2,417,495 IDR21,821,112
Yogyakarta
Proyek Bali Rp 3.207.459 Rp 7.100.000
221,36% 1:1
Project Bali IDR3,207,459 IDR7,100,000
Cabang NAD Aceh Rp 3.685.516 Rp 16.121.323
437,41% 1:1
Branch Aceh IDR3,685,516 IDR16,121,323
Proyek NAD Aceh Rp 3.685.516 Rp 7.474.500
202,80% 1:1
Project Aceh IDR3,685,516 IDR7,474,500
Ruas NAD Aceh Rp 3.685.516 Rp 10.438.000
283,21% 1:1
Section Aceh IDR3,685,516 IDR10,438,000
Cabang Sumatra Utara Rp 3.228.949 Rp 6.450.000
199,76% 1:1
Branch North Sumatra IDR3,228,949 IDR6,450,000
Proyek Sumatra Utara Rp 3.228.949 Rp 7.170.000
222,05% 1:1
Project North Sumatra IDR3,228,949 IDR7,170,000
Ruas Sumatra Utara Rp 3.228.949 Rp 18.550.410
574,50% 1:1
Section North Sumatra IDR3,228,949 IDR18,550,410
Cabang Sumatra Barat Rp 3.182.955 Rp 6.750.000
212,07% 1:1
Branch West Sumatra IDR3,182,955 IDR6,750,000
Proyek Sumatra Barat Rp 3.182.955 Rp 11.325.000
355,80% 1:1
Project West Sumatra IDR3,182,955 IDR11,325,000
Ruas Sumatra Barat Rp 3.182.955 Rp 7.135.000
225,73% 1:1
Section West Sumatra IDR3,182,955 IDR7,135,000
Cabang Sumatra Selatan Rp 3.942.963 Rp 6.935.000
175,88% 1:1
Branch South Sumatra IDR3,942,963 IDR6,935,000
PT Hutama Karya (Persero)
196 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 197
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Rasio Gaji Pokok
Upah Minimum Provinsi Imbal Jasa Karyawan Tetap
Persentase Perempuan Dibandingkan
Unit Usaha Provinsi/ Daerah (Rp) Tingkat Terendah (Rp)
Percentage Laki-Laki
Unit Business Province/Region Provincial Minimum Lowest Permanent Employee
(%) Female-to-Male Base Salary
Wage (IDR) Base Compensation (IDR)
Ratio
Proyek Sumatra Selatan Rp 3.942.963 Rp 10.050.000
254,88% 1:1
Project South Sumatra IDR3,942,963 IDR10,050,000
Ruas Sumatra Selatan Rp 3.942.963 Rp 7.400.000
187,68% 1:1
Section South Sumatra IDR3,942,963 IDR7,400,000
Cabang Riau Rp 3.780.495 Rp 6.850.000
181,19% 1:1
Branch Riau IDR3,780,495 IDR6,850,000
Proyek Riau Rp 3.780.495 Rp 7.400.000
195,74% 1:1
Project Riau IDR3,780,495 IDR7,400,000
Ruas Riau Rp 3.780.495 Rp 12.519.490
331,16% 1:1
Section Riau IDR3,780,495 IDR12,519,490
Cabang Bengkulu Rp 2.827.251 Rp 15.744.490
556,88% 1:1
Branch Bengkulu IDR2,827,251 IDR15,744,490
Proyek Bengkulu Rp 2.827.251 Rp 7.400.000
261,74% 1:1
Project Bengkulu IDR2,827,251 IDR7,400,000
Cabang Jambi Rp 3.471.497 Rp 7.829.000
225,52% 1:1
Branch Jambi IDR3,471,497 IDR7,829,000
Proyek Jambi Rp 3.471.497 Rp 9.948.000
286,56% 1:1
Project Jambi IDR3,471,497 IDR9,948,000
Ruas Jambi Rp 3.471.497 Rp 7.300.000
210,28% 1:1
Section Jambi IDR3,471,497 IDR7,300,000
Cabang Lampung Rp 3.047.734 Rp 7.829.000
256,88% 1:1
Branch Lampung IDR3,047,734 IDR7,829,000
Proyek Lampung Rp 3.047.734 Rp 28.702.370
941,76% 1:1
Project Lampung IDR3,047,734 IDR28,702,370
Proyek Sulawesi Utara Rp 4.002.630 Rp 7.829.000
195,60% 1:1
Project North Sulawesi IDR4,002,630 IDR7,829,000
Proyek Nusa Tenggara Barat Rp 2.573.861 Rp 6.310.000
235,99% 1:1
Project West Nusa Tenggara IDR2,573,861 IDR6,310,000
Proyek Nusa Tenggara Timur Rp 2.455.898 Rp 14.346.976
584,18% 1:1
Project East Nusa Tenggara IDR2,455,898 IDR14,346,976
Proyek Kalimantan Selatan Rp 3.725.000 Rp 7.903.000
212,16% 1:1
Project South Kalimantan IDR3,725,000 IDR7,903,000
Proyek Kalimantan Timur Rp 3.762.431 Rp 6.500.000
172,76% 1:1
Project East Kalimantan IDR3,762,431 IDR6,500,000
Proyek Gorontalo Rp 3.405.144 Rp 9.948.000
292,15% 1:1
Project Gorontalo IDR3,405,144 IDR9,948,000
Proyek Maluku Rp 3.334.490 Rp 16.371.296
490,97% 1:1
Project Maluku IDR3,334,490 IDR16,371,296
Proyek Maluku Utara Rp 3.408.000 Rp 7.400.000
217,14% 1:1
Project North Maluku IDR3,408,000 IDR7,400,000
Proyek Papua Rp 4.436.283 Rp 7.829.000
176,48% 1:1
Project Papua IDR4,436,283 IDR7,829,000
Proyek Papua Barat Daya Rp 3.766.000 Rp 15.391.490
408,70% 1:1
Project Southwest Papua IDR3,766,000 IDR15,391,490
Proyek Papua Pegunungan Rp 4.285.847 Rp 10.790.000
251,76% 1:1
Project Highland Papua IDR4,285,847 IDR10,790,000
Proyek Papua Selatan Rp 4.508.100 Rp 9.386.000
208,20% 1:1
Project South Papua IDR4,508,100 IDR9,386,000
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 197
Page 198
Guna meningkatkan kesejahteraan dan menghargai dedikasi In order to improve employee welfare and recognize employees’
karyawan terhadap Perseroan, Hutama Karya memberikan upah, dedication to the Company, Hutama Karya provides wages,
remunerasi, dan berbagai tunjangan yang diterima oleh karyawan remuneration, and various allowances for both permanent and
baik karyawan tetap dan kontrak di seluruh lokasi operasional contract employees across all operational locations of the Company,
Perseroan dengan rincian sebagai berikut. with details as follows.
Bentuk Manfaat Karyawan Tetap Karyawan Kontrak
Type of Benefits Permanent Employees Contract Employees
Asuransi Jiwa
V V
Life Insurance
Asuransi Kesehatan
V V
Health Insurance
Tanggugan Kecacatan dan ketidakmampuan
V V
Disability and Incapacity Coverage
Jaminan Kehilangan Pekerjaan
V V
Unemployment Insurance
Cuti
V V
Leave Entitlements
Persiapan Pensiun
V -
Retirement Preparation
Biaya Training dan Sertifikasi
V V
Training and Certification Costs
Program Pemeriksaan Kesehatan tahunan (MCU)
V V
Annual Medical Check-Up (MCU) Program
Bantuan Makan siang berupa Natura
V V
Lunch Allowance in the Form of In-Kind Benefits
Biasiswa Pendidikan Lanjutan
V
Higher Education Scholarship Support
Keterangan: Notes:
*Training dan sertifikasi yang diikuti sesuai dengan bidang pekerjaan karyawan *Training and certification programs undertaken are in accordance with the employee’s
respective job field
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman Safe and Decent Working Environment
[OJK F.21] [OJK F.21]
Perseroan secara berkelanjutan berupaya menciptakan lingkungan The Company continuously strives to create a safe, healthy,
kerja yang aman, sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh inclusive, and sustainable working environment for all employees.
karyawan. Upaya ini merupakan wujud tanggung jawab sosial These efforts reflect the Company’s social responsibility to improve
Perseroan dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja employee welfare while supporting long-term productivity. In
sekaligus mendukung produktivitas jangka panjang. Dalam supporting the social aspect, the Company provides healthcare
mendukung aspek Sosial Perseroan menyediakan fasilitas facilities accessible to all employees through its in-house clinic,
kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh karyawan melalui klinik which is equipped with general practitioners and dental services. In
perseroan yang dilengkapi dengan layanan dokter umum dan addition, the Company provides health protection through health
dokter gigi. Selain itu, Perseroan juga memberikan perlindungan insurance programs as a form of employee and family welfare
kesehatan melalui program asuransi kesehatan sebagai bentuk assurance.
jaminan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
Perseroan turut memperhatikan kebutuhan karyawan perempuan The Company also pays attention to the needs of female employees
dan keluarga dengan menyediakan fasilitas ruang menyusui and families by providing breastfeeding rooms that are safe,
yang aman, nyaman, dan memenuhi standar kesehatan. Sebagai comfortable, and compliant with health standards. As part of its
bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang ramah family-friendly workplace initiatives, the Company provides daycare
keluarga. Perseroan juga menyediakan fasilitas daycare bagi facilities for employees to leave their children during working
karyawan untuk menitipkan anak selama jam kerja. Fasilitas ini hours. These facilities are expected to help employees maintain
diharapkan dapat membantu karyawan menjaga keseimbangan work–life balance while improving focus and productivity. In terms
antara kehidupan kerja dan keluarga, sekaligus meningkatkan of Occupational Health and Safety (OHS), the Company ensures
fokus dan produktivitas kerja. Dalam aspek Kesehatan dan the availability of adequate safety and emergency preparedness
Keselamatan Kerja (K3), Perseroan memastikan tersedianya sistem systems, including fire extinguishers (APAR), smoke detection
PT Hutama Karya (Persero)
198 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 199
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
keselamatan dan kesiapsiagaan darurat yang memadai, termasuk systems, and the implementation of building safety standards based
penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sistem deteksi asap, on green building concepts. The application of environmentally
serta penerapan standar keselamatan gedung berbasis konsep friendly building concepts also reflects the Company’s commitment
green building. Penerapan konsep bangunan ramah lingkungan to environmental aspects, particularly in managing an efficient and
ini juga mencerminkan komitmen Perseroan terhadap aspek sustainable working environment.
Environmental, khususnya dalam pengelolaan lingkungan kerja
yang efisien dan berkelanjutan.
Selain itu, Perseroan menyediakan fasilitas tempat ibadah yang In addition, the Company provides proper prayer facilities for
layak bagi karyawan sebagai bentuk penghormatan terhadap employees as a form of respect for diversity and fulfillment
keberagaman dan pemenuhan kebutuhan spiritual di lingkungan of spiritual needs in the workplace. All facilities are managed
kerja. Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara berkelanjutan dan sustainably and reviewed periodically to ensure compliance with
dievaluasi secara berkala guna memastikan kepatuhan terhadap applicable regulations and the implementation of good corporate
regulasi yang berlaku serta penerapan tata kelola perusahaan yang governance. Through the provision of comprehensive facilities, the
baik. Melalui penyediaan fasilitas yang komprehensif, perseroan Company is committed to creating a safe, inclusive, and sustainable
berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, working environment as a foundation for supporting operational
inklusif, dan berkelanjutan sebagai fondasi dalam mendukung performance and responsible business growth.
kinerja operasional serta pertumbuhan usaha yang bertanggung
jawab.
Code of Conduct mengatur penerapan prinsip Quality, Health, The Code of Conduct governs the implementation of the Quality,
Safety, Security & Environment (QHSSE) serta Road Traffic Safety Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) and Road Traffic
(RTS) sebagai pedoman bagi seluruh insan Perusahaan. Melalui Safety (RTS) principles as guidelines for all Company personnel.
pedoman ini, setiap individu bertanggung jawab menjaga aspek Through this guideline, each individual is responsible for maintaining
keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan kerja, serta occupational safety, health, security, and environmental aspects,
mengutamakan langkah pencegahan risiko dalam setiap aktivitas while prioritizing risk prevention measures in every activity to
guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan. establish a safe and sustainable working environment.
Keselamatan Kerja Occupational Safety
KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI [GRI 403-1, 403-2, 403-7, 403-8] POLICY AND IMPLEMENTATION [GRI 403-1, 403-2, 403-7, 403-8]
Hutama Karya menyelenggarakan pengelolaan Keselamatan Hutama Karya implements Occupational Health and Safety (OHS)
dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mengacu pada ketentuan management in accordance with applicable laws and regulations,
peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu melalui through the implementation of the Occupational Health and Safety
penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Management System (OHSMS/SMK3) as stipulated in Government
Kerja (SMK3) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Regulation No. 50 of 2012 concerning the Implementation of
Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Occupational Health and Safety Management Systems, as well
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta standar internasional as the international standard ISO 45001:2018 on Occupational
ISO 45001:2018 mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Health and Safety Management Systems based on the Plan–Do–
Kesehatan Kerja yang berbasis pada siklus Plan, Do, Check, Act Check–Act (PDCA) cycle. In addition, in efforts to create a healthy
(PDCA). Selain itu, dalam upaya menciptakan lingkungan kerja working environment, the Company also implements the Quality,
yang sehat, Perseroan juga mengimplementasikan Quality, Health, Safety, Security, and Environmental Management System
Health, Safety, Security, and Environmental Management System (QHSSEMS) in the construction sector, the Respectful Workplace
(QHSSEMS) di sektor konstruksi, kebijakan Respectful Workplace, policy, and the Road Traffic Safety Management System (RTSMS)
serta Road Traffic Safety Management System (RTSMS) yang which refers to ISO 39001:2012. The implementation of OHS covers
mengacu pada standar ISO 39001:2012. Penerapan K3 tersebut all employees without exception (100%), including workers from
mencakup seluruh karyawan tanpa terkecuali (100%), termasuk contractors and vendors operating within the Company’s working
pekerja dari pihak kontraktor maupun vendor yang beroperasi di environment.
lingkungan kerja Perseroan.
Perseroan telah menyusun sebuah manual yang mengatur The Company has developed a manual governing Occupational
tentang Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). Health, Safety, and Environment (OHSE). This guideline applies
Pedoman tersebut diberlakukan bagi seluruh (100%) entitas to all (100%) business entities, employees, business partners,
bisnis, karyawan, mitra usaha, kontraktor, pengunjung, serta contractors, visitors, and other stakeholders. The preparation of this
para pemangku kepentingan lainnya. Penyusunan panduan ini guideline aims to create a safe and healthy working environment,
dimaksudkan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan prevent workplace accidents, occupational diseases, and other
sehat, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit hazardous incidents, as well as foster a sense of responsibility
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 199
Page 200
akibat kerja, maupun insiden berbahaya lainnya, serta mendorong among all parties regarding occupational safety and health aspects.
terciptanya rasa tanggung jawab dari seluruh pihak terhadap aspek
keselamatan dan kesehatan kerja.
Sistem Manajemen K3L
OHS&E Management System
PERENCANAAN
PLANNING
PELAKSANAAN
IMPLEMENTATION
PEMANTAUAN
MONITORING
TINDAKAN PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN
CONTINUOS IMPROVEMENT ACTIONS
Dalam rangka memastikan implementasi SMK3 dan Manual K3L To ensure that the implementation of SMK3 and the OHSE Manual
berjalan secara efektif, Perseroan membentuk Divisi QHSSE yang runs effectively, the Company has established the QHSSE Division,
didukung oleh personel QHSSE baik di Kantor Pusat maupun supported by QHSSE personnel at both the Head Office and within
pada setiap Divisi Operasi dan Proyek. Selain itu, di setiap proyek each Operational Division and Project. In addition, each project and
dan Divisi Operasi juga dibentuk Panitia Pembina K3 (P2K3) yang Operational Division has also established the Occupational Health
berperan sebagai penghubung antara manajemen dan pekerja and Safety Committee (P2K3), which serves as a liaison between
dalam mendorong kerja sama serta partisipasi yang efektif dalam management and workers in promoting effective collaboration and
penerapan K3. P2K3 secara berkala menyelenggarakan pertemuan participation in the implementation of OHS. The P2K3 periodically
untuk membahas kinerja K3, insiden kecelakaan kerja, tindak lanjut holds meetings to discuss OHS performance, workplace accidents,
perbaikan, serta berbagai temuan di lapangan. Perseroan juga corrective actions, and various field findings. The Company also
melaksanakan evaluasi melalui audit internal dan eksternal secara conducts regular internal and external audits to ensure that the
rutin guna memastikan bahwa sistem K3 yang diterapkan tetap implemented OHS system remains aligned with the latest standards.
selaras dengan standar terbaru.
Perseroan juga melakukan evaluasi melalui audit internal dan The Company has also carried out regular internal and external
eksternal secara rutin untuk memastikan sistem K3 Hutama audits to ensure that Hutama Karya’s OHS system complies with
Karya sesuai dengan standar terkini. Sejak tahun 2019, Perseroan the latest standards. Since 2019, the Company has obtained
telah memperoleh sertifikasi ISO 45001:2018 mengenai Sistem ISO 45001:2018 certification on Occupational Health and Safety
Manajemen K3, dan hingga tahun 2024, Perseroan berhasil Management Systems, and up to 2024, the Company has
mempertahankan sertifikasi tersebut melalui proses audit successfully maintained this certification through a re-certification
resertifikasi oleh PT SGS Indonesia. audit conducted by PT SGS Indonesia.
Sejalan dengan penerapan K3L di lingkup perusahaan, Perseroan In line with the implementation of OHSE at the Company level,
juga menerapkan K3L kepada pekerja yang bekerja di lokasi operasi Hutama Karya also applies OHSE management to workers
Perseroan melalui Contractor Safety Management System (CSMS). operating at Company project sites through the Contractor Safety
CSMS berguna untuk memastikan kepatuhan kontraktor terhadap Management System (CSMS). CSMS is used to ensure contractor
PT Hutama Karya (Persero)
200 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 201
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
aspek keamanan dan keselamatan kerja. baik ketika proses compliance with occupational health and safety aspects, both
penentuan kontraktor maupun setelah menjadi mitra bisnis. during the contractor selection process and after becoming a
business partner.
Ketika suatu kontraktor telah terpilih sebagai mitra bisnis, Once a contractor has been selected as a business partner, the
Perseroan melibatkan partisipasi mereka untuk mematuhi dan Company engages their participation to comply with and implement
melaksanakan SMK3 Hutama Karya. Kegiatan partisipasi ini dapat Hutama Karya’s OHS Management System (SMK3). This participation
melalui rapat operasi, rapat koordinasi, serta kegiatan sharing is carried out through operational meetings, coordination meetings,
seperti kegiatan sharing dalam Komunitas Praktisi Hutama Karya, and knowledge-sharing activities, including sessions within the
Sub-forum Diskusi aktif efektif bareng QHSSE (KOPI DAEBAQ), Hutama Karya Community of Practice, the active and effective QHSSE
dan Share to Learn. Kegiatan ini sebagai salah satu wadah bagi discussion sub-forum (KOPI DAEBAQ), and Share to Learn initiatives.
kontraktor maupun karyawan untuk menyampaikan pendapat, These activities serve as a platform for both contractors and employees
saran, dan masukan terkait K3. to express opinions, suggestions, and feedback related to occupational
health and safety (OHS).
Seluruh (100%) karyawan dan pekerja yang bukan karyawan All employees (100%) and non-employee workers are covered
tercakup dalam sistem manajemen K3 Perseroan, termasuk yang under the Company’s OHS management system, including those
diaudit secara internal maupun oleh pihak eksternal. subject to both internal and external audits.
Dalam pelaksanaan aktivitas operasional Hutama Karya, baik In Hutama Karya’s operational activities, both at the Division
pada tingkat Divisi maupun Proyek, seluruh proses kerja telah and Project levels, all work processes have undergone Hazard
melalui tahapan identifikasi bahaya dan penilaian risiko serta Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC/IBPRP).
peluang (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Penentuan The results of the IBPRP serve as the basis for preparing the QHSSE
Pengendalian/IBPRP). Hasil IBPRP tersebut menjadi dasar dalam Plan for each Division and Project, which aims to control and
penyusunan QHSSE Plan pada masing-masing Divisi dan Proyek, mitigate occupational health and safety (OHS) risks and ensure that
yang bertujuan untuk mengendalikan dan memitigasi risiko all work activities are carried out safely and under control. As part
K3 serta memastikan seluruh aktivitas pekerjaan dilaksanakan of operational control, the Company implements a Work Permit
secara aman dan terkendali. Sebagai bagian dari pengendalian system and Contractor Safety Analysis (CSA) to ensure that every
operasional, Perseroan menerapkan sistem Work Permit dan task, particularly high-risk work, has undergone a safety evaluation
Contractor Safety Analysis (CSA) untuk memastikan bahwa setiap process prior to execution. This mechanism is consistently applied
pekerjaan, khususnya pekerjaan berisiko tinggi, telah melalui across all Divisions and Projects to create a safe, healthy, and
proses evaluasi keselamatan sebelum dilaksanakan. Penerapan hazard-free working environment.
mekanisme ini berlaku secara konsisten di seluruh Divisi dan Proyek
guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bebas
dari potensi bahaya.
Dalam kegiatan operasional sehari-hari, pada kegiatan proyek In daily operations, project activities actively conduct OHS
secara aktif melaksanakan inspeksi dan observasi K3 untuk inspections and observations to identify and report Unsafe Actions
mengidentifikasi serta melaporkan Unsafe Action dan Unsafe and Unsafe Conditions as preventive measures against hazards and
Condition sebagai langkah pencegahan terjadinya bahaya maupun workplace accidents. All findings, reports, and follow-up actions
kecelakaan kerja. Seluruh temuan, laporan, dan tindak lanjut are integrated into the HK SHIELD digital platform, enabling fast,
pengendalian tersebut telah terintegrasi dalam platform digital HK accurate, and real-time reporting across all operational areas of
SHIELD, yang memungkinkan pelaporan secara cepat, akurat, dan the Company. Hutama Karya has established mechanisms that
realtime di seluruh wilayah operasional Perseroan. Hutama Karya allow employees and workers to report potentially hazardous
telah menetapkan mekanisme yang memungkinkan karyawan working conditions, including workplace accidents. Reports can
maupun pekerja untuk melaporkan kondisi kerja yang berpotensi be submitted directly to field officers or through the real-time HK
membahayakan keselamatan dan kesehatan, termasuk pelaporan SHIELD platform. In addition, the Company has specific procedures
kecelakaan kerja. Karyawan dapat menyampaikan laporan secara governing workplace accident investigations and emergency
langsung kepada petugas di lapangan maupun melalui platform response handling.
HK SHIELD yang beroperasi secara real-time. Selain itu, Perseroan
juga memiliki prosedur khusus yang mengatur tata cara investigasi
kecelakaan kerja serta prosedur penanganan keadaan darurat.
Selain itu, Perseroan telah menetapkan prosedur khusus terkait Furthermore, the Company has established dedicated procedures
investigasi kecelakaan kerja dan prosedur tanggap darurat yang for accident investigation and emergency response, implemented
diterapkan secara menyeluruh di tingkat Divisi dan Proyek. Prosedur comprehensively at both Division and Project levels. These
tersebut bertujuan untuk memastikan penanganan kejadian procedures aim to ensure that incident handling is carried out
dilakukan secara cepat, tepat, dan sistematis, serta sebagai bagian quickly, accurately, and systematically, as well as to support
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 201
Page 202
dari upaya perbaikan berkelanjutan dalam penerapan sistem continuous improvement in the implementation of the OHS
manajemen K3. management system.
Langkah-Langkah Investigasi Kecelakaan Kerja
Steps for Investigating Work Accidents
Karyawan melaporkan insiden Analisis dokumen terkait, seperti Menilai risiko dan menentukan
menggunakan formulir standar standar operasional prosedur tindakan korektif
Employee reports incident using (SOP) dan laporan inspeksi Evaluate risks and determine
a standard form Analyze relevant documents such corrective actions
as SOPs and inspection reports
1 3 5
2 4 6
Fokus pada identifikasi Menilai bahaya fisik, Pelaporan dokumentasi dan
akar penyebab dan langkah prosedural, dan manusia pemantauan
pencegahan Assess physical, procedural, and Document and monitor reporting
Focus on identifying root causes human hazards
and preventive steps
Setiap potensi bahaya dikelola oleh masing-masing Divisi Operasi Each potential hazard is managed by the respective Operational
dan Unit Kerja seta melakukan mitigasi sesuai dengan potensi Division and Work Unit, which also carry out mitigation measures
bahaya yang ditemukan. Divisi QHSSE berperan untuk memantau in accordance with the identified risks. The QHSSE Division is
sistem QHSSE Hutama Karya berjalan dengan baik. responsible for monitoring and ensuring that Hutama Karya’s
QHSSE system is properly implemented and functioning effectively.
Dalam rangka mengidentifikasi serta meminimalkan potensi risiko In order to identify and minimize potential operational risks,
operasional, Perseroan melaksanakan pengelolaan risiko secara the Company implements continuous risk management
berkelanjutan melalui proses identifikasi bahaya, penilaian tingkat through regular hazard identification, risk assessment, and the
risiko, serta penetapan langkah-langkah pengendalian K3 secara establishment of occupational health and safety (OHS) control
rutin. Perseroan juga melakukan inspeksi berkala di lokasi proyek, measures. The Company also conducts periodic inspections at
khususnya pada proyek yang masih dalam tahap pembangunan. project sites, particularly those still under construction. These
Kegiatan inspeksi tersebut meliputi penilaian terhadap berbagai inspections include assessments of various potential hazards,
potensi bahaya, baik yang bersifat fisik, kimia, biologis, maupun including physical, chemical, biological, and ergonomic risks in
ergonomis di lingkungan kerja. Selain itu, Perseroan menyediakan the workplace. In addition, the Company provides risk maps that
peta risiko yang menggambarkan area-area berbahaya, seperti identify hazardous areas, such as zones with fall hazards or chemical
zona dengan potensi risiko jatuh atau paparan bahan kimia, serta exposure risks, and installs warning signage in high-risk work
memasang rambu-rambu pada lokasi kerja dengan tingkat risiko locations. Furthermore, the Company provides personal protective
tinggi. Di samping itu, Perseroan juga menyediakan alat pelindung equipment (PPE) to employees to ensure that work activities can be
diri (APD) bagi karyawan guna memastikan pekerjaan dapat carried out safely.
dilaksanakan secara aman.
INSIDEN [GRI 403-9, 403-10, IF-EN-320a.1] INCIDENTS [GRI 403-9, 403-10, IF-EN-320a.1]
Untuk mengurangi prevalensi kecelakaan, Perseroan memantau To reduce the incidence of accidents, the Company closely monitors
dengan cermat insiden yang melibatkan karyawan dan kontraktor incidents involving both employees and third-party contractors
pihak ketiga yang bekerja di lokasi operasi kami. Perseroan working at its operational sites. The Company classifies workplace
mengklasifikasikan kecelakaan kerja menjadi tiga kelompok, accidents into three categories, namely first aid, medical treatment,
yaitu first aid, medical treatment, dan fatality. Setiap kelompok and fatality. Each category of accident has its own definition and
kecelakaan memiliki penjelasan dan batasan sebagai berikut. criteria as follows. Through various preventive and proactive
Melalui berbagai program preventif dan proaktif, Hutama Karya programs, Hutama Karya successfully reduced its Total Recordable
berhasil TRIR menjadi sebesar 0,002 menurun dibandingkan Injury Rate (TRIR) to 0.002, compared to 0.015 in 2024. A total of 29
2024 yang sebesar 0,015. 29 kasus first aid dan 16 kasus medical first aid cases and 16 medical treatment cases were recorded. In
PT Hutama Karya (Persero)
202 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 203
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
treatment. Selain itu, tidak ditemukan kasus penyakit akibat addition, no occupational disease cases were identified throughout
kerja sepanjang tahun 2025. Perseroan percaya kinerja positif ini 2025. The Company believes that this positive performance is the
merupakan hasil dari perbaikan berkelanjutan dan kolaborasi result of continuous improvement and collaboration among the
antara perusahaan, karyawan, dan pekerja. Company, employees, and workers.
Seluruh insiden dan kecelakaan kerja yang terjadi wajib dilaporkan dan All incidents and workplace accidents are required to be reported
dicatat dalam platform digital HK SHIELD, sehingga memungkinkan and recorded in the HK SHIELD digital platform, enabling integrated
pemantauan, analisis, dan tindak lanjut secara terintegrasi dan and real-time monitoring, analysis, and follow-up. The data recorded
realtime. Data yang terekam dalam sistem tersebut menjadi dasar bagi in the system serves as the basis for the Company in evaluating OHS
Perseroan dalam melakukan evaluasi kinerja K3 serta penyusunan performance as well as in developing continuous improvement
langkah perbaikan dan pencegahan berkelanjutan. Dalam proses and preventive measures. In this monitoring process, the Company
pemantauan tersebut, Perseroan mengklasifikasikan kecelakaan kerja classifies workplace accidents into three categories, namely first
ke dalam tiga kategori, yaitu first aid, medical treatment, dan fatality, aid, medical treatment, and fatality, to ensure appropriate handling
untuk memastikan penanganan yang tepat serta pengendalian risiko and more effective risk control in accordance with the severity of
yang lebih efektif sesuai tingkat keparahan kejadian. each incident.
Sepanjang 2025, Hutama Karya juga tidak mengalami penambahan During 2025, Hutama Karya also did not incur any additional costs
biaya dan kerugian finansial yang diakibatkan pengerjaan ulang or financial losses resulting from rework or legal actions related to
dan tindakan hukum yang berkaitan dengan insiden kecelakaan di workplace accidents at project sites.
lokasi proyek.
Tabel Jam Kerja Selamat
Table of Safe Working Hours
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Total Jam Kerja Karyawan
102.006.418 177.271.510 183.651.752
Total Employee Working Hours
Tabel Jumlah Kecelakaan Kerja
Table of Work-Related Injuries
Kategori
2025 2024 2023
Category
Nearmiss Nearmiss 11 - -
Lost Time Injury (LTI) Lost Time Injury (LTI) 0 0 0
Ringan Minor Injury 29 - -
Sementara Tidak Mampu Bekerja Temporary Incapacity to Work 0 - -
Berat/Fatal Serious/Fatal Injury 0 0 0
Keterangan: Note:
Di tahun 2024 dan 2023, data terkait Nearmiss, dan Sementara tidak mampu bekerja In 2024 and 2023, data related to near miss incidents and temporary disability were not
belum tersedia yet available
Tabel LTI Rate
Table of LTI Rate
Kategori
2025 2024 2023
Category
Severity Rate 58,82 33,85 32,67
LTI Rate 0,01 0,00 0,01
Lost Time Injury Frequency Rate 0,010 0,00 0,00
Total Recordable Injury Rate 0,002 0,015 0,011
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 203
Page 204
Sepanjang 2025, Hutama Karya juga tidak mengalami penambahan Throughout 2025, Hutama Karya did not incur any additional costs
biaya dan kerugian finansial yang diakibatkan pengerjaan ulang or financial losses resulting from rework or legal actions related to
dan tindakan hukum yang berkaitan dengan insiden kecelakaan di accident incidents at project sites.
lokasi proyek.
Kesehatan Health
KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI [GRI 403-3, 403-6, 403-10] POLICY AND IMPLEMENTATION [GRI 403-3, 403-6, 403-10]
Untuk menjaga kesehatan karyawan, Perseroan memastikan To maintain employee health, the Company ensures the
pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan risiko kerja bagi implementation of medical examinations in accordance with
seluruh karyawan. Dalam upaya mengidentifikasi dan mencegah occupational risk levels for all employees. In an effort to identify and
potensi penyakit akibat kerja, Hutama Karya memberikan fasilitas prevent potential occupational diseases, Hutama Karya provides
medical check-up (MCU) setiap satu tahun sekali. Hutama Karya annual medical check-ups (MCU). The Company also ensures that
memastikan bahwa informasi tentang kesehatan yang merupakan health-related information, which is a right of every employee, is
hak bagi setiap karyawan dijaga kerahasiaannya. kept confidential.
Perseroan mengadakan program peningkatan kesadaran terkait The Company conducts health awareness programs through
kesehatan melalui berbagai webinar. Beberapa topik yang pernah various webinars. Topics covered include HIV/AIDS, drug abuse, and
diangkat, antara lain HIV/ AIDS, penyalahgunaan NAPZA, dan mental health. The Company also has several sports communities
kesehatan mental. Kami juga memiliki beberapa komunitas that promote healthy lifestyles, including HK Runners, Hutama
olahraga yang menunjang kebiasaan hidup sehat, di antaranya Karya Badminton, and group exercise and meditation activities. In
HK Runners, Badminton Hutama Karya, dan kegiatan olahraga addition, to support inclusivity within Hutama Karya’s workplace,
bersama meditasi. Selain itu, guna menunjang inklusivitas di lokasi the Company has established a women-focused sports community
Hutama Karya, Perseroan menginisiasi komunitas olahraga yang called Srikandi Hutama Karya, offering activities such as poundfit,
dikhususkan bagi karyawan perempuan, yaitu Srikandi Hutama aerobics, and yoga.
Karya dengan program poundfit, senam, dan yoga.
Di samping itu, kantor pusat HK Tower dilengkapi dengan fasilitas Furthermore, the HK Tower head office is equipped with a clinic
klinik dan fasilitas dokter umum. Secara khusus, di setiap lokasi and general practitioner services. At project sites, the Company
proyek, Perseroan menyediakan paramedis dan bekerja sama provides paramedics and collaborates with nearby hospitals.
dengan rumah sakit di sekitar lokasi proyek tersebut. Melalui Through various employee health improvement programs, the
berbagai program peningkatan kesehatan karyawan, Perseroan Company aims to prevent and mitigate occupational health and
berharap mampu mencegah dan memitigasi dampak kesehatan safety impacts, as well as reduce the risk of work-related illnesses.
dan keselamatan kerja serta memitigasi penyakit yang dapat
muncul akibat kerja.
INSIDEN [GRI 403-10] INCIDENTS [GRI 403-10]
Sampai dengan 31 Desember 2025, tidak terdapat kasus penyakit As of 31 December 2025, there were no reported cases of
akibat kerja yang dilaporkan kepada Perseroan dan kasus kematian occupational diseases or work-related fatalities involving the
akibat kerja pada pegawai Perseroan, kontraktor, subkontraktor, Company’s employees, contractors, subcontractors, or business
dan mitra kerja. partners.
Pelibatan Karyawan dan Protokol Komunikasi K3 Employee Engagement and OHS Communication
[GRI 403-4, 403-5] Protocol [GRI 403-4, 403-5]
Pelibatan karyawan dan pekerja dalam penerapan dilakukan melalui Employee and worker engagement in the implementation of
pelatihan, termasuk sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi. Occupational Health and Safety (OHS) is carried out through training
Sepanjang tahun 2025, Hutama Karya telah mengadakan pelatihan programs, including certification, aimed at improving competency.
K3 dengan rincian sebagai berikut. Throughout 2025, Hutama Karya conducted OHS training with the
following details.
PT Hutama Karya (Persero)
204 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 205
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Nama Pelatihan Jumlah Peserta
Training Name Number of Participants
Ahli K3 Konstruksi Construction OHS Expert 18
Ahli Keselamatan Konstruksi Construction Safety Expert 12
Ahli Keselamatan Jalan Road Safety Expert 2
Sertifikasi Investigasi Kecelakaan Kerja Occupational Accident Investigation Certification 9
Petugas Pemadam Kebakaran Kelas C Class C Firefighting Officer 11
Supervisi K3 Scaffolding Scaffolding OHS Supervisor 10
Uraian
2025 2024 2023
Description
Karyawan yang Tersertifikasi
68 63 30
Certified Employees
Perseroan juga melakukan sharing knowledge yang dilaksanakan The Company also conducts regular knowledge sharing sessions
secara rutin untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya to enhance awareness of the importance of personal safety. These
keselamatan diri. Sharing knowledge tersebut dilakukan melalui sessions are carried out through KOPI Daebaq (Komunitas Praktisi
KOPI Daebaq (Komunitas Praktisi Diskusi Aktif Efektif Bareng Diskusi Aktif Efektif Bareng QHSSE), covering various QHSSE-related
QHSSE) dengan materi seputar QHSSE beberapa diantaranya topics, including lifting and respectful workplace practices. The
terkait lifting dan respectfull workplace. Kegiatan ini menghadirkan program features both internal and external speakers who share
narasumber internal maupun eksternal untuk sharing pengetahuan knowledge and experience in the field of QHSSE.
dan pengalaman di bidang QHSSE.
Aspek Masyarakat Community Aspect
Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar Impact of Operations on Surrounding
[OJK F.23] Communities [OJK F.23]
Pelaksanaan program TJSL berorientasi pada pencapaian TPB. The implementation of the Corporate Social and Environmental
Dalam mengidentifikasi isu-isu yang terjadi, Perseroan melibatkan Responsibility (TJSL) program is oriented toward the achievement
masyarakat untuk memberikan pandangan sehingga program of the Sustainable Development Goals (SDGs). In identifying
TJSL yang dilaksanakan tepat sasaran dan mampu menjadi solusi emerging issues, the Company engages communities to provide
terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat. Guna memberikan insights, ensuring that TJSL programs are accurately targeted and
dampak secara maksimal kepada masyarakat, Perseroan serve as solutions to community challenges. To maximize impact on
melaksanakan agenda sebagai berikut: society, the Company implements the following agenda:
1. Melaksanakan penilaian dan pemetaan sosial untuk mengetahui 1. Conducting social assessment and mapping to identify priority
skala prioritas kebutuhan masyarakat dan penerima manfaat needs of communities and program beneficiaries. Social
program. Pemetaan sosial menghasilkan gambaran kondisi mapping provides an overview of community conditions,
masyarakat mulai dari kebiasaan, adat istiadat, nilai-nilai including habits, customs, values, and other socio-cultural
dan lainnya yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan aspects, which serve as the basis for designing targeted
program yang tepat sasaran. Penilaian dilakukan melalui programs. The assessment is conducted through various
berbagai metode meliputi survei, wawancara, dan Focus Group methods, including surveys, interviews, and focus group
Discussion (FGD). discussions (FGD).
2. Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk terlibat pada 2. Enhancing community participation in the implementation of
proses pelaksanaan program TJSL. TJSL programs.
3. Menjalin kemitraan dengan para pemangku kepentingan 3. Establishing partnerships with internal and external
internal dan eksternal dalam pelaksanaan program TJSL. stakeholders in the implementation of TJSL programs.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 205
Page 206
4. Mengevaluasi kinerja pelaksanaan program TJSL secara 4. Periodically evaluating TJSL program performance to assess
periodik untuk menilai efisiensi dan pencapaian program. efficiency and achievement of program objectives.
5. Melakukan audit dana TJSL bersamaan dengan audit laporan 5. Conducting audits of TJSL funds in conjunction with financial
keuangan untuk meningkatkan akuntabilitas penggunaan statement audits to enhance accountability in fund utilization.
dana. Di samping itu, unit kerja terkait juga menyusun laporan In addition, relevant units prepare annual reports submitted to
tahunan yang disampaikan kepada manajemen Perseroan. Company management.
Melalui program TJSL, Hutama Karya berupaya menciptakan Through its TJSL programs, Hutama Karya seeks to create a
hubungan simbiosis yang tidak hanya meningkatkan reputasi symbiotic relationship that not only enhances the Company’s
Perseroan, tetapi juga menghasilkan nilai bersama bagi Perseroan reputation but also generates shared value for both the Company
dan masyarakat yang terlibat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai and the communities involved. This effort is carried out through
pilar, yakni sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola various pillars, namely social, economic, environmental, legal,
serta berfokus pada bidang prioritas, yaitu bidang pendidikan, and governance, with a focus on priority areas such as education,
lingkungan, dan pengembangan usaha mikro dan usaha kecil environment, and micro and small enterprise (MSME) development.
(UMK). Perseroan berdedikasi untuk memberikan dampak positif The Company is committed to delivering sustainable positive
secara berkesinambungan. Dengan demikian, peran Perseroan impacts. In this way, the Company’s role as a responsible corporate
sebagai warga korporasi yang bertanggung jawab pun makin kuat. citizen is further strengthened.
Desa dan Program Pemberdayaan Masyarakat
Villages and Community Empowerment Programs
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Desa yang Terlibat Desa
29 13 7
Villages Involved Villages
Program yang Dijalankan Program
15 20 16
Programs Implemented Programs
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat masyarakat yang terkena Throughout 2025, there were no community members affected by
penggusuran akibat adanya proyek yang dikerjakan oleh Perseroan. land acquisition or displacement as a result of projects undertaken
Selain itu, tidak terdapat orang yang dimukimkan kembali yang by the Company. In addition, no individuals were subject to
ditimbulkan dari kegiatan operasional Perseroan. resettlement arising from the Company’s operational activities.
Kepatuhan Terhadap Hukum dan Peraturan Compliance with Laws and Regulations
[GRI 2-27, IF-EN-160a.1] [GRI 2-27, IF-EN-160a.1]
Hutama Karya berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Hutama Karya is committed to implementing Good Corporate
GCG pada level terbaik, hal ini terlihat dari Pembentukan Divisi Legal Governance (GCG) principles at the highest level, as reflected
di bawah Direktur Human Capital & Legal serta Divisi Pengendalian in the establishment of the Legal Division under the Director of
Risiko, Sistem & Kepatuhan di bawah Direktur Manajemen Risiko Human Capital & Legal and the Risk Control, System & Compliance
sebagai Advisory & Advocate internal Perusahaan. Komitmen ini juga Division under the Director of Risk Management, serving as internal
diperkuat dengan pemberlakuan berbagai komitmen kebijakan advisors and advocates of the Company. This commitment is
yang mengatur tentang perilaku bisnis yang bertanggung jawab, further reinforced through the implementation of various policy
perilaku bisnis yang menghormati hak asasi manusia dan kebijakan commitments governing responsible business conduct, business
operasional hubungan bisnis dengan pemangku kepentingan. practices that respect human rights, and operational policies
governing relationships with stakeholders.
Sampai dengan akhir Desember 2025, tidak terdapat insiden As of the end of December 2025, there were no incidents of non-
ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang- compliance with laws and regulations, including environmental
undangan termasuk ketidakpatuhan terhadap lingkungan. Oleh non-compliance. Accordingly, the Company did not incur any fines.
karenanya, tidak terdapat denda yang dikeluarkan Perseroan.
PT Hutama Karya (Persero)
206 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 207
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Pengaduan Masyarakat [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26] Community Complaints [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26]
Untuk mendukung penerapan kode etik, Perseroan menyediakan To support the implementation of the Code of Ethics, Hutama Karya
saluran pelaporan pelanggaran melalui Whistleblowing System provides a whistleblowing system (WBS) reporting channel that can
(WBS) yang dapat diakses oleh karyawan, pemasok, pelanggan be accessed by employees, suppliers, customers, and other third
maupun pihak ketiga lainnya. Penerapan sistem ini mengacu pada parties. The implementation of this system refers to the Regulation
ketentuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor of the Minister of State-Owned Enterprises (SOE) Number PER-2/
PER-2/MBU/03/2023 Tahun 2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan MBU/03/2023 concerning Guidelines for Governance and Significant
Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara. Pelapor Corporate Activities of State-Owned Enterprises. Reporters may
dapat melapor melalui sistem jika ia menemukan indikasi adanya submit complaints through the system upon identifying indications
pelanggaran dengan menyertakan informasi lengkap dan bukti of violations, accompanied by complete information and supporting
berupa foto atau dokumen. evidence such as photographs or documents.
WBS Perseroan dikelola secara internal oleh Sekretaris Perusahaan, The Company’s WBS is managed internally by the Corporate
tetapi, Perseroan menjamin kerahasiaan dan netralitas dalam Secretary function; however, the Company ensures confidentiality
penanganan, penyelidikan, dan penyimpanan informasi yang and neutrality in the handling, investigation, and storage of all
diterima. received information.
Fraud
Korupsi Pemerasan Gratifikasi
Corruption Extortion Gratuities
Suap Perbuatan Curang
Bribery Deception
Penggelapan dalam Jabatan Benturan Kepentingan
Embezzlement Conflict of Interest
Non-Fraud
Tindakan yang dapat menurunkan reputasi Pelecehan
dan/atau nama baik Perusahaan; Harassment;
Actions that could damage the Company's
reputation and/or good name;
Penggunaan Narkoba
Drug use;
Perbuatan asusila di dalam dan di luar
Perusahaan;
Unethical conduct, both inside and outside Terlibat dalam kegiatan masyarakat yang
the Company; dilarang.
Participation in prohibited community activities.
Out of Scope
Perseroan telah mengatur cara penyampaian laporan pelanggaran The Company has established procedures for submitting violation
yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak, tidak terbatas pada pihak reports that are accessible to all parties, not limited to internal
internal saja akan tetapi juga untuk pihak eksternal. Perseroan stakeholders but also external parties. The Company provides
memiliki beberapa media yang dapat digunakan untuk melaporkan several channels that may be used to report alleged violations:
pelanggaran:
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 207
Page 208
1. Pelapor menyampaikan secara tertulis tentang dugaan 1. Reporters may submit written complaints regarding alleged
pelanggaran yang dilakukan oleh Insan Hutama kepada Tim violations committed by Company personnel to the WBS
Pengelola WBS dengan alamat Tim Pengelola WBS PT Hutama Management Team at the following address: WBS Management
Karya (Persero) Jl. Letjen MT Haryono Kav. 8, Cawang, Jakarta Team PT Hutama Karya (Persero), Jl. Letjen MT Haryono Kav. 8,
Timur 13340 Cawang, East Jakarta 13340
2. Pelapor dapat menyampaikan laporan dugaan pelanggaran 2. Reporters may also submit reports of alleged violations to the
kepada Tim Pengelola WBS PT Hutama Karya (Persero) melalui WBS Management Team of PT Hutama Karya (Persero) through
saluran yang telah disediakan: the available reporting channels:
(021) 8196107 wbs@hutamakarya.com wbs.hutamakarya.com QR Code
3. Pelapor dapat melengkapi laporan dugaan pelanggaran 3. Reporters may complete their submissions either by including
dengan menyertakan identitas pelapor maupun secara their identity or anonymously, accompanied by a contact
anonim, disertai nomor telepon yang dapat dihubungi. telephone number.
4. Terhadap laporan dugaan pelanggaran yang tidak memenuhi 4. For reports that do not meet the required criteria, the WBS
syarat, Tim Pengelola WBS menyimpan dokumen laporan Management Team will archive the complaint documents.
dugaan pelanggaran tersebut. Namun, apabila laporan dugaan However, for reports that meet the 4W1H criteria (What, Where,
pelanggaran yang telah memenuhi syarat 4W1H (What, Where, When, Who, and How) but are submitted without the reporter’s
When, Who dan How) namun tanpa identitas pelapor maka identity, the WBS Management Team will escalate the report to
Tim Pengelola WBS menyampaikan laporan tersebut kepada the WBS Steering Committee for approval on whether further
Pengarah WBS untuk mendapat persetujuan atau tidaknya follow-up action will be taken.
dilakukan proses tindak lanjut.
Perseroan sepenuhnya menjamin tidak akan ada pelanggaran The Company fully guarantees that there will be no breach of
terhadap kerahasiaan, intimidasi, atau pembalasan kepada confidentiality, intimidation, or retaliation against reporters and
pelapor dan pihak yang terlibat dalam investigasi. Perseroan juga parties involved in investigations. The Company also enforces
tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan a strict zero-tolerance policy toward any form of retaliation. All
pembalasan. Seluruh karyawan diimbau untuk melaporkan setiap employees are encouraged to report any cases of retaliation. During
kasus pembalasan. Selama tahun 2025, Perseroan menerima 2025, the Company received complaints through the WBS channel
pengaduan melalui kanal WBS sebagai berikut: as follows:
Keterangan Jumlah Pengaduan yang Diterima
Status
Description Number of Complaints Received
Fraud 0
Non Fraud 1 Selesai
Lainnya
4 Selesai
Others
Total 5
Hutama Karya mengembangkan mekanisme pengaduan bagi Hutama Karya has developed a complaint handling mechanism for
masyarakat yang juga mencakup isu sosial dan lingkungan di the public, which also covers social and environmental issues within
wilayah operasi Perseroan. Mekanisme pengaduan tersebut its operational areas. This grievance mechanism is made available
disediakan melalui whistleblowing system dan SP4N LAPOR. through the whistleblowing system (WBS) and SP4N LAPOR. All
Seluruh masyarakat memiliki akses ke mekanisme pengaduan members of the public have access to these mechanisms to ensure
tersebut yang tersedia guna memastikan kekhawatiran mereka that their concerns are formally documented and addressed. During
didokumentasikan dan ditangani secara resmi. Sepanjang tahun 2025, the Company received 3 public complaints related to toll road
2025, Perseroan menerima 3 keluhan dari masyarakat mengenai facilities, and 100% of the complaints received were fully resolved.
fasilitas jalan tol dan seluruh (100%) keluhan yang diterima oleh
Perseroan telah selesai ditangani.
PT Hutama Karya (Persero)
208 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 209
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tabel Jumlah dan Unit Usaha yang Menerima Pengaduan Masyarakat Tahun 2025
Table of Number and Business Units Receiving Public Complaints in 2025
Unit Usaha Jumlah Pengaduan yang Diterima Jenis Pengaduan
Status
Business Unit Number of Complaints Received Type of Complaint
Gaji Pekerja
KSO HK-TS 1 Selesai/Done
Employee Salary
Keluhan pelanggan
Tol Lampung 1 Selesai/Done
Customer Complaint
Proyek MBG Aceh Dugaan ijazah palsu
1 Selesai/Done
MBG Aceh Project Alleged Fake Diploma
Total 3
Tabel Jumlah Pengaduan Melalui Email
Table of Complaints Received via Email
Jenis Pengaduan Jumlah Pengaduan
Status
Type of Complaint Number of Complaints
Out of Scope 5 Selesai/Done
Lain-lain
0 -
Others
Total
Keterangan: Notes:
*) data pengaduan yang masuk lewat email WBS *) Data on complaints received through the Whistleblowing System (WBS) email
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Corporate Social and Environmental
(TJSL) [OJK F.25] Responsibility (TJSL) Activities [OJK F.25]
Perseroan secara konsisten melaksanakan kegiatan Tanggung The Company consistently implements Social and Environmental
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk komitmen Responsibility (TJSL) programs as a form of its commitment to
terhadap pembangunan berkelanjutan dan kontribusi kepada sustainable development and contributions to society. The TJSL
masyarakat. Kegiatan TJSL selama tahun 2025 dilaksanakan activities carried out throughout 2025 are as follows.
sebagai berikut.
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Investasi
Investment
Pilar Sosial Dalam Rupiah
11.174.447.768 14.261.576.588 18.138.423.146
Social Pillar In Rupiah
Pilar Ekonomi Dalam Rupiah
789.229.368 5.176.226.575 4.892.016.509
Economic Pillar In Rupiah
Pilar Lingkungan Dalam Rupiah
5.301.802.160 5.216.672.432 5.444.006.633
Environmental Pillar In Rupiah
Pilar Hukum dan Tata Kelola Dalam Rupiah
- 187.835.000 44.955.000
Legal and Governance Pillar In Rupiah
Total 17.440.479.296 24.842.310.595 28.519.401.288
Penerima Manfaat
Beneficiaries
Pilar Sosial Orang
6.181 12.638 9.644
Social Pillar Persons
Pilar Ekonomi Orang
366 422 968
Economic Pillar Persons
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 209
Page 210
Keterangan Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Pilar Lingkungan Orang
1.622 3.538 17
Environmental Pillar Persons
Pilar Hukum dan Tata Kelola Orang
- 126 42
Legal and Governance Pillar Persons
Total 8.169 16.598 10.629
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Program TJSL
Company Work Plan and Budget (RKAP) for TJSL Program (dalam Juta Rupiah/in million Rupiah)
Keterangan Realisasi Pencapaian
RKAP
Description Realization Achievement
Pilar Sosial
5.500 11.174 203,16%
Social Pillar
Pilar Ekonomi
6.125 1.214 19,82%
Economic Pillar
Pilar Lingkungan
7.790 5.302 68,06%
Environmental Pillar
Pilar Hukum dan Tata Kelola
- - -
Legal and Governance Pillar
Total 19.415 17.690 91,12%
Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Table of TJSL Activities and Sustainable Development Goals (SDGs)
Tujuan
Jenis Pembangunan
Kegiatan TJSL Berkelanjutan Penjelasan Capaian
No
TJSL Activity Sustainable Description Achievement
Type Development
Goals
PILAR SOSIAL
SOCIAL PILLAR
1 HK Berbagi Mendukung peningkatan kondisi sosial masyarakat Sebanyak 5.803 paket sembako dan 229
HK Sharing utamanya dalam pemenuhan kebutuhan pangan, Hutama hewan kurban sudah disalurkan kepada
Karya aktif menyalurkan dukungan sembako dan kontribusi masyarakat yang membutuhkan.
berbagai sembako dalam aksi cepat tanggap bencana alam A total of 5,803 staple food packages
di beberapa wilayah. and 229 sacrificial animals have been
To support improvements in community social conditions, distributed to communities in need.
particularly in fulfilling food needs, Hutama Karya actively
distributes staple food assistance and contributes various
food packages in rapid response to natural disasters in
several regions.
2 HK Peduli Mendukung program percepatan Penghapusan Kemiskinan Program ini dilakukan dalam rangka
Kesehatan Ekstrem (PKE) dan penanganan stunting, Hutama Karya mendukung Asta Cita yang berfokus pada
HK Health Care melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan pemberdayaan peningkatan akses makanan bergizi dan
masyarakat dan pengecekan kesehatan kepada anak balita, membangun generasi Indonesia yang
ibu hamil, dan remaja putri di Desa Banyumas, kec. Stabat, berkualitas, dengan penerima manfaat
kab. Langkat, Sumatera Utara. langsung sebanyak 95 orang.
o support the acceleration program for Extreme Poverty The program supports the Asta Cita agenda
Alleviation (PKE) and stunting management, Hutama Karya focusing on improving access to nutritious
conducts a series of community empowerment activities food and building a quality Indonesian
and health check-ups for toddlers, pregnant women, and generation, with 95 direct beneficiaries.
adolescent girls in Banyumas Village, Stabat District, Langkat
Regency, North Sumatra.
3 HK Peduli Hutama Karya senantiasa berupaya untuk mewujudkan Sebanyak 24 sekolah dan 1 perguruan
Pendidikan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh pihak yang tinggi yang telah dibantu di wilayah
HK Education berkepentingan dengan memfasilitasi lembaga pendidikan Sumatera dan Jawa untuk memenuhi
Care untuk mendapatkan akses yang layak dalam proses belajar kebutuhan infrastruktur pendidikan yang
mengajar. memadai.
PT Hutama Karya (Persero)
210 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 211
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tujuan
Jenis Pembangunan
Kegiatan TJSL Berkelanjutan Penjelasan Capaian
No
TJSL Activity Sustainable Description Achievement
Type Development
Goals
Hutama Karya continuously strives to realize quality Selain itu, Hutama Karya juga berkolaborasi
education for all stakeholders by facilitating educational aktif dengan penggerak literasi di Lampung
institutions to obtain proper infrastructure for teaching Selatan dengan memfasilitasi sarana
and learning processes. In addition, Hutama Karya actively Perahu Pustaka, paket bacaan, peralatan
collaborates with literacy activists in South Lampung by sekolah berupa sepatu, alat tulis, tas
providing Library Boat facilities, reading materials, school sekolah, dan laptop, serta edukasi literasi
supplies (shoes, stationery, bags, and laptops), as well as bagi masyarakat pesisir pantai untuk
literacy education for coastal communities. membaca.
A total of 24 schools and 1 university
have been supported across Sumatra
and Java to meet adequate educational
infrastructure needs.
In addition, Hutama Karya actively
collaborates with literacy activists in
South Lampung by providing Library Boat
facilities, reading materials, school supplies
such as shoes, stationery, school bags, and
laptops, as well as literacy education for
coastal communities to promote reading
habits.
1 HK Peduli Upaya Hutama Karya dalam mendukung Usaha Mikro dan Hutama Karya telah mendampingi
Kreatif Usaha Kecil (UMK) naik kelas utamanya di area operasional 160 UMK Binaan dalam memberikan
HK Creative Care terdekat dengan berfokus pada kegiatan pelatihan, pelatihan untuk peningkatan keterampilan
pendanaan, dan promosi usaha. kewirausahaan dan pengelolaan bisnis,
Hutama Karya supports the upgrading of Micro and serta memberikan dukungan promosi
Small Enterprises (MSMEs), particularly in areas close to untuk produk unggulan dari UMK Binaan
operational locations, by focusing on training, financing, and yang didampingi.
business promotion activities. The Company has assisted 160 MSME
beneficiaries by providing training to
enhance entrepreneurship and business
management skills, as well as promoting
flagship MSME products supported by the
Company.
2 Pendanaan Salah satu fokus kegiatan Hutama Karya dalam Sebanyak 84 pelaku usaha mikro dan usaha
Usaha Mikro mengembangkan UMK adalah dengan pendanaan atau kecil yang menerima pinjaman PUMK.
dan Usaha Kecil pinjaman lunak bagi UMK. Program ini dilaksanakan A total of 84 micro and small business
(PUMK) berkolaborasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) actors received PUMK financing.
Micro and tbk (“BRI”) sebagai mitra penyalur pinjaman PUMK kepada
Small Business para pelaku usaha yang membutuhkan.
Funding (PUMK) One of Hutama Karya’s key initiatives in MSME development is
providing soft loans for MSMEs. This program is implemented
in collaboration with PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
(BRI) as the loan distribution partner for business actors in
need.
3 Infrastruktur Dukungan dalam pembangunan dan perbaikan sarana Hutama Karya mendukung perbaikan
Masuk Desa prasarana umum untuk menunjang berbagai aktivitas sosial sarana prasarana ibadah di 3 rumah
Village masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. ibadah.
Infrastructure Support for the development and improvement of public Hutama Karya supported the improvement
Program infrastructure to enhance various social activities of of worship facility infrastructure in 3 houses
communities around the Company’s operational areas. of worship.
PILAR LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL PILLAR
1 Penyediaan Air Mendukung sarana sanitasi yang layak bagi masyarakat, Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) dan 3
Bersih Hutama Karya menghadirkan akses dan fasilitas air bersih (tiga) lokasi menerima dukungan sarana
Clean Water berupa sumur, filter air, sarana prasarana, dan pendampingan air bersih di Wilayah Jagalan Kotagede, DI
Provision pemeliharaan air. Yogyakarta.
Support proper sanitation facilities for communities, Hutama A total of 22 households and 3 locations
Karya provides access to clean water facilities in the form of received clean water support in the Jagalan
wells, water filters, supporting infrastructure, and water Kotagede area, Yogyakarta Special Region.
maintenance assistance.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 211
Page 212
Tujuan
Jenis Pembangunan
Kegiatan TJSL Berkelanjutan Penjelasan Capaian
No
TJSL Activity Sustainable Description Achievement
Type Development
Goals
2 Mudik Bersama Fasilitas mudik bersama yang diselenggarakan oleh BUMN 478 orang pemudik dan 12 bus yang
BUMN bertujuan untuk membantu masyarakat kembali ke kampung berpartisipasi dalam agenda ini.
BUMN Joint halaman pada momen Hari Raya Idul Fitri, tujuannya adalah A total of 478 travelers and 12 buses
Homecoming untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas dengan participated in this program.
Program pengalihan penggunaan sepeda motor ke bus, kereta api, dan
kapal laut.
The BUMN-organized joint homecoming facility aims to assist
the public in returning to their hometowns during Eid al-Fitr,
while minimizing traffic accident risks by shifting transportation
usage from motorcycles to buses, trains, and ships.
3 Pengolahan Sejalan dengan komitmen Hutama Karya dalam menghadirkan Selama tahun 2025 total sampah yang
Sampah jalan tol yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, Hutama berhasil di data adalah ± 16 ton sampah
Waste Karya berupaya melakukan optimalisasi pengelolaan limbah organik dan anorganik yang sudah dikelola
Management sampah organik di rest area JTTS dengan menggunakan dan diolah, dengan jumlah masing-masing
metode Black Soldier Fly (BSF). Program sudah dilaksanakan sampah organik 15 ton dan 1 ton sampah
di Rest Area KM 215B dan 277A pada ruas tol Terbanggi Besar- anorganik di 2 (dua) rest area.
Pematang Panggang-Kayu Agung. In 2025, approximately 16 tons of waste were
In line with Hutama Karya’s commitment to developing recorded and processed, consisting of 15 tons
sustainable and environmentally friendly toll roads, the of organic waste and 1 ton of inorganic waste
Company optimizes organic waste management at JTTS rest across 2 rest areas.
areas using the Black Soldier Fly (BSF) method. The program
has been implemented at KM 215B and 277A rest areas along
the Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung toll road
section.
4 Penanaman Dalam rangka mendukung gerakan dekarbonisasi perusahaan Melalui penggunaan dana dari TJSL
Pohon untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, Hutama Karya sebanyak 4.485 pohon sudah ditanam
Tree Planting aktif melakukan penanaman pohon di sekitar aktivitas bisnis untuk mendukung pelestarian lingkungan
perusahaan termasuk pada masyarakat sekitar perusahaan. dan pemberdayaan masyarakat dengan
In support of corporate decarbonization efforts to reduce menanam pohon produktif.
greenhouse gas emissions, Hutama Karya actively conducts tree A total of 4,485 trees were planted using TJSL
planting around its business operations, including surrounding funds to support environmental preservation
communities. and community empowerment through
productive tree planting.
5 Konservasi Kolaborasi Hutama Karya dengan Balai Besar Konservasi 1.220 pohon yang sudah ditanam dengan
Satwa SDA Riau dan Rimba Satwa Foundation (RSF), Hutama rincian, 200 bibit jeruk, 1.000 bibit rumpu
Wildlife Karya melakukan penguatan program konservasi gajah dan odot, dan 20 bibit durian premium di sekitar
Conservation penanaman pohon. Underpass Perlintasan Gajah (UPG) di tol
Collaboration between Hutama Karya, the Riau Natural Pekanbaru – Dumai.
Resources Conservation Agency, and the Rimba Satwa
Foundation (RSF) focuses on strengthening elephant Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen
conservation programs and tree planting initiatives. Hutama Karya untuk melestarikan
keberadaan Gajah Sumatra sekaligus
memberikan rasa aman kepada pengguna
jalan tol.
A total of 1,220 trees were planted, consisting
of 200 citrus seedlings, 1,000 odot grass
seedlings, and 20 premium durian seedlings
around the Elephant Crossing Underpass
(UPG) on the Pekanbaru–Dumai toll road.
These initiatives reflect Hutama Karya’s
commitment to environmental sustainability,
biodiversity conservation, and the creation of
eco-friendly infrastructure while ensuring
user safety on toll roads.
PILAR HUKUM & TATA KELOLA
LEGAL & GOVERNANCE PILLAR
1 Penerapan Dalam rangka memastikan seluruh kegiatan sosial perusahaan Sebanyak 79 instansi/perorangan yang
Sistem berjalan bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus melakukan penandatanganan pakta
Manajemen melindungi perusahaan dari risiko hukum dan reputasi, Hutama integritas anti penyuapan dengan rincian
Anti Penyuapan Karya secara aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat yaitu 35 rekanan dan 44 penerima manfaat
(SMAP) utamanya kepada penerima manfaat mengenai komitmen A total of 79 institutions/individuals signed
Implementation anti penyuapan dan penandatanganan pakta integritas. Tidak anti-bribery integrity pacts, consisting of 35
of Anti-Bribery hanya dengan penerima manfaat, namun juga untuk rekanan partners and 44 beneficiaries.
Management dan mitra kerja TJSL di lapangan.
System (ABMS/ In order to ensure that all corporate social activities are
SMAP) conducted in a clean, transparent, and accountable manner,
as well as to protect the Company from legal and reputational
risks, Hutama Karya actively provides socialization to the
community, particularly beneficiaries, regarding its anti-bribery
commitment and the signing of integrity pacts. This initiative is
also extended to partners and field TJSL collaborators.
PT Hutama Karya (Persero)
212 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 213
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Tanggung Jawab Pengembangan Produk dan/atau
Jasa Keberlanjutan
Product and/or Service Responsibility for Sustainability
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Innovation and Development of
Pembangunan Berkelanjutan [OJK F.26] Sustainable Construction Products/
Services [OJK F.26]
Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik serta menghasilkan In an effort to deliver the best service and produce high-quality
produk yang berkualitas, Hutama Karya terus berinovasi products, Hutama Karya continues to innovate in the development
dalam mengembangkan produk dan layanannya. Perseroan of its products and services. The Company has developed a
mengembangkan sistem digital “HK SHIELD”, sebuah platform yang digital system called “HK SHIELD,” a platform that ensures the
memastikan pengelolaan aspek mutu, kesehatan, keselamatan, management of Quality, Health, Safety, Security, and Environment
keamanan, dan lingkungan (QHSSE) secara akurat dan langsung (QHSSE) aspects in an accurate and real-time manner. This
(real-time). Teknologi ini memungkinkan pengawasan proyek technology enables more effective project supervision, ensures
yang lebih efektif, menjamin hasil kerja berkualitas tinggi, serta high-quality work outcomes, and minimizes environmental impacts
meminimalkan dampak lingkungan melalui program dekarbonisasi. through decarbonization programs. In addition, the Company also
Selain itu, Perseroan juga menerapkan green construction untuk implements green construction to reduce negative environmental
mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, seperti impacts, such as the use of environmentally friendly materials,
penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi dan air, energy and water efficiency, and design approaches that consider
serta desain yang memperhatikan keseimbangan ekosistem. ecosystem balance.
Di tahun 2025, Hutama Karya menerapkan inovasi keberlanjutan In 2025, Hutama Karya implemented sustainability innovations
pada proyek Ruas Sigli–Banda Aceh dengan mengadopsi in the Sigli–Banda Aceh Section project by adopting the green
konsep green construction, yaitu metode pembangunan yang construction concept, a development approach that takes
memperhatikan aspek lingkungan. Penerapan konsep ini dilakukan environmental aspects into account. The application of this
dengan memanfaatkan material yang tersedia di sekitar area concept was carried out by utilizing materials available in the
pekerjaan, sehingga dapat mengurangi penggunaan material surrounding project area, thereby reducing the use of materials
dari luar area, menekan emisi akibat transportasi, meningkatkan sourced externally, lowering transportation-related emissions,
efisiensi biaya, serta meminimalkan dampak lingkungan selama improving cost efficiency, and minimizing environmental impacts
proses konstruksi. Selanjutnya, PT Bhirawa Steel telah menerapkan during the construction process. Furthermore, PT Bhirawa Steel
tahapan Green Industry dan saat ini berada pada klasifikasi has implemented the Green Industry framework and is currently
“Transformasi menuju Industri Hijau”, yang menunjukkan classified under “Transformation Towards Green Industry,”
bahwa perusahaan sedang berada dalam proses peralihan dari indicating that the company is in the process of transitioning
praktik industri konvensional menuju penerapan prinsip-prinsip from conventional industrial practices to the adoption of more
industri yang lebih ramah lingkungan. Namun demikian, selama environmentally friendly industrial principles. However, during
periode pelaporan, Perseroan belum memiliki proyek yang telah the reporting period, the Company did not have any projects that
memperoleh sertifikasi keberlanjutan dari pihak ketiga maupun had obtained sustainability certification from third parties, nor
proyek yang sedang dalam proses memperoleh sertifikasi tersebut. projects that were in the process of obtaining such certification. The
Penilaian kategori Green Construction dan Bangunan Gedung Hijau assessment of Green Construction and Green Building categories
merupakan hasil penilaian oleh Perseroan. represents the Company’s internal evaluation.
Di samping itu, sistem manajemen lingkungan yang diterapkan In addition, the Company’s environmental management system
Perseroan didasarkan pada Peta Jalan Transformasi Lingkungan is based on the Hutama Karya Environmental Transformation
Hutama Karya, yang berfungsi sebagai pedoman dan arah dalam Roadmap, which serves as a guideline and direction for achieving
mencapai tujuan bisnis yang berkelanjutan. Peta jalan ini tidak sustainable business objectives. This roadmap not only focuses on
hanya berfokus pada aspek keberlanjutan bisnis, tetapi juga business sustainability aspects but also on broader environmental
pada pencapaian target lingkungan yang lebih luas, mencakup targets, including emissions management, energy efficiency, and
pengelolaan emisi, efisiensi energi, dan pelestarian ekosistem. ecosystem preservation. The implementation of this roadmap
Penerapan Peta Jalan Transformasi Lingkungan ini telah membantu has supported the Company in achieving various established
Perseroan untuk mencapai berbagai target lingkungan yang telah environmental targets, including:
ditetapkan, antara lain:
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 213
Page 214
Pencapaian Green Construction (Kriteria Hutama Karya)
Green Construction Achievement (Hutama Karya Criteria) (Dalam %/in %)
Keterangan
2025 2024 2023
Description
Gedung BRI Ragunan
100 48,75 -
BRI Ragunan Building
RSUP RD Kandou
100 - -
RSUP RD Kandou
RSUP Nias
100 - -
RSUP Nias
RSUD Sanana
97,92 - -
RSUD Sanana
Pembangunan Gedung CMU RS Sardjito
62,50 - -
CMU Building Construction – RS Sardjito
Proyek Gedung dan Kawasan Lembaga MPR IKN
100 - -
MPR Institution Building and Area Project (IKN)
Proyek Gedung dan Kawasan Lembaga MA dan Plaza Keadilan
100 - -
Supreme Court Building and Justice Plaza Area Project
Pembangunan Sekolah Rakyat Maluku Utara
67 - -
Maluku Utara People's School Construction
Pembangunan Sekolah Rakyat Sulawesi Barat
65 - -
Sulawesi Barat People's School Construction
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Products/Services with Evaluated
Keamanannya Bagi Pelanggan [OJK F.27, Customer Safety [OJK F.27, IF-EN-250a.1, IF-EN-250a.2,
IF-EN-250a.1, IF-EN-250a.2, IF-EN-410a.1] IF-EN-410a.1]
Perseroan memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan serta The Company has a strong commitment to implementing and
menjaga sistem manajemen mutu dan keselamatan dan kesehatan maintaining quality management systems and occupational health
kerja (K3) melalui penerapan standar ISO 9001:2015 dan ISO and safety (OHS) through the application of ISO 9001:2015 and ISO
45001:2018 pada seluruh proyek yang dilaksanakan oleh Hutama 45001:2018 standards across all projects carried out by Hutama
Karya. Dalam setiap pelaksanaan proyek, Perseroan memastikan Karya. In every project implementation, the Company ensures
bahwa seluruh kegiatan telah melalui berbagai tahapan proses that all activities have undergone various process stages designed
yang dirancang untuk menjamin kesesuaian dengan standar to guarantee compliance with applicable safety standards,
keselamatan, ketentuan, serta regulasi yang berlaku. Seluruh requirements, and regulations. All (100%) of the Company’s
(100%) produk dan jasa Perseroan telah dievaluasi keamanannya products and services have been evaluated for safety for customers.
bagi pelanggan.
Selain dari segi teknis, Perseroan mengimplementasikan panduan, In addition to technical aspects, the Company implements carefully
prosedur, dan pemeriksaan dengan cermat. Pendekatan ini developed guidelines, procedures, and inspections. This approach
memastikan bahwa Perseroan menghasilkan produk berstandar ensures that the Company produces high-standard outputs and
tinggi dan mencapai tingkat keamanan serta kualitas yang optimal. achieves optimal levels of safety and quality. Various preventive and
Berbagai langkah pencegahan dan kontrol diintegrasikan dalam control measures are integrated into every aspect of operations,
setiap aspek operasional, di antaranya: including:
PT Hutama Karya (Persero)
214 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 215
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
1 2 3
Kesesuaian layanan dengan Kesesuaian produk dan layanan dengan Mempertimbangkan isu
visi dan misi Hutama Karya. kebutuhan dan kemampuan pelanggan. lingkungan dan sosial.
Alignment of services with Hutama Conformity of products and services to Consideration of environmental
Karya’s vision and mission. customer needs and capabilities. and social issues.
4 5 6
Menyampaikan informasi Memastikan setiap produk telah melalui Memastikan bahwa seluruh produk
berdasarkan asas transparansi. pemeriksaan yang cermat. telah mendapatkan persetujuan dari
Communication of information Ensuring every product undergoes pihak terkait.
based on transparency principles. thorough inspection. Ensuring that all products have received
approval from relevant parties.
Atas komitmen Perseroan dalam mengevaluasi produk dan jasa, As a result of the Company’s commitment to evaluating its products
sehingga di tahun 2025 tidak terdapat biaya pekerjaan ulang and services, in 2025 there were no rework costs arising from
(rework) yang disebabkan oleh cacat pekerjaan maupun insiden defective work or safety incidents during the reporting period, and
keselamatan selama periode pelaporan, serta tidak terdapat no financial losses were incurred as a result of legal proceedings
kerugian finansial yang timbul akibat proses hukum yang berkaitan related to such defective work or safety incidents.
dengan insiden cacat pekerjaan maupun keselamatan.
Pemasaran dan Pelabelan Produk dan Jasa Marketing and Labeling of Products and
Services
Produk Hutama Karya telah melewati serangkaian proses untuk Hutama Karya’s products have undergone a series of processes
menjamin mutu dan kepatuhan terhadap regulasi serta standar to ensure quality assurance and compliance with applicable
yang berlaku, misalnya keselamatan dan kesehatan kerja serta regulations and standards, including occupational health and
lingkungan hidup. Perseroan selalu menyampaikan informasi safety and environmental requirements. The Company consistently
terkait produk dan kualitas layanan secara jelas, transparan, dan communicates product and service quality information in
objektif. Selain itu, Perseroan selalu menerima saran dan masukan a clear, transparent, and objective manner. In addition, the
terkait peningkatan mutu serta memperhatikan dan menanggapi Company welcomes suggestions and feedback related to quality
dengan baik keluhan pelanggan sesuai dengan pedoman. Hal ini improvement and appropriately addresses customer complaints
bertujuan untuk memberikan jaminan kualitas dan pelayanan yang in accordance with established guidelines. These measures aim to
setara serta memenuhi harapan pelanggan. Melalui upaya tersebut, ensure consistent quality assurance and service delivery that meet
selama periode pelaporan, Perseroan tidak melakukan pelanggaran customer expectations. During the reporting period, the Company
terhadap informasi produk dan pelabelan. recorded no violations related to product information and labeling.
Keamanan dan Kerahasiaan Data Pelanggan Customer Data Security and Confidentiality
PT Hutama Karya (Persero) telah menerapkan kebijakan dan Hutama Karya has implemented Personal Data Protection (PDP)
pengendalian Pelindungan Data Pribadi (PDP) sesuai dengan policies and controls in accordance with applicable regulations.
ketentuan yang berlaku. Sepanjang tahun 2025, Perusahaan tidak During 2025, the Company did not receive any substantiated
menerima pengaduan yang terbukti terkait pelanggaran privasi complaints related to customer privacy violations, whether from
pelanggan, baik yang berasal dari pihak luar maupun dari badan external parties or supervisory authorities, and there were no
pengawas, serta tidak terdapat kejadian kebocoran, pencurian, incidents of data breaches, theft, or loss of customer data.
atau kehilangan data pelanggan.
Guna memastikan kepuasan pelanggan terhadap produk dan jasa To ensure customer satisfaction with its products and services, the
perusahaan, Perseroan secara aktif melakukan survei yang digunakan Company actively conducts surveys that serve as indicators for
sebagai indikator dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Melalui evaluating corporate performance. Through customer surveys and
survei dan masukan pelanggan yang diterima, Perseroan berusaha feedback received, the Company continuously seeks to improve its
memperbaiki proses dan kebijakan untuk memastikan bahwa setiap processes and policies to ensure that each action taken maintains
langkah yang diambil dapat menjaga kepuasan dan kelangsungan customer satisfaction and supports long-term relationship
hubungan dengan pelanggan pada masa depan. Selama periode continuity. During the reporting period, there were no violations of
pelaporan, tidak terdapat pelanggaran terhadap privasi pelanggan customer privacy nor any incidents of data breaches or data loss.
maupun kebocoran dan kehilangan data pelanggan.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 215
Page 216
Dampak Produk/Jasa [OJK F.28] Impact of Products/Services [OJK F.28]
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan menyadari bahwa In conducting its business activities, the Company recognizes that
produk dan/atau jasa yang dijalankan serta proses distribusinya the products and/or services it delivers, along with their distribution
dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Adapun processes, may generate both positive and negative impacts. The
dampak positif yang dimiliki meliputi: positive impacts include the following:
a. Peningkatan Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi a. Improvement of Connectivity and Economic Growth
Pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya meningkatkan The development of toll roads and other infrastructure enhances
konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan interregional connectivity, accelerates the distribution of
jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan goods and services, and promotes both regional and national
nasional. economic growth.
b. Efisiensi Waktu dan Biaya Transportasi b. Efficiency in Time and Transportation Costs
Infrastruktur yang dibangun memberikan efisiensi waktu The infrastructure developed provides travel time efficiency
tempuh serta pengurangan biaya logistik, yang berdampak and reduces logistics costs, thereby contributing to increased
pada peningkatan produktivitas masyarakat dan dunia usaha. productivity for both communities and businesses.
c. Penciptaan Lapangan Kerja c. Job Creation
Proyek konstruksi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, Construction projects absorb a significant workforce, both
baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk bagi directly and indirectly, including local communities surrounding
masyarakat lokal di sekitar wilayah proyek. the project areas.
d. Peningkatan Aksesibilitas Wilayah Terpencil d. Improvement of Accessibility to Remote Areas
Pembangunan infrastruktur membuka akses ke daerah Infrastructure development opens access to previously hard-to-
yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga meningkatkan reach areas, thereby supporting equitable development.
pemerataan pembangunan.
e. Peningkatan Nilai Sosial dan Investasi e. Enhancement of Social Value and Investment
Infrastruktur yang memadai meningkatkan nilai ekonomi suatu Adequate infrastructure increases the economic value
wilayah serta menarik investasi baru, termasuk pengembangan of a region and attracts new investments, including the
kawasan industri dan pariwisata. development of industrial and tourism areas.
Namun demikian, produk dan jasa Perseroan tidak terlepas dari However, the Company’s products and services are not without
adanya dampak negatif. Dampak yang ditimbulkan yaitu: negative impacts. The potential adverse impacts include the
following:
a. Dampak Lingkungan a. Environmental Impact
Kegiatan konstruksi berpotensi menimbulkan kerusakan Construction activities may result in environmental
lingkungan seperti deforestasi, penurunan kualitas udara, degradation, such as deforestation, deterioration of air quality,
kebisingan, serta gangguan terhadap ekosistem. noise pollution, and disruption to ecosystems.
b. Penggunaan Sumber Daya Alam b. Natural Resource Utilization
Proyek konstruksi membutuhkan material dalam jumlah besar Construction projects require substantial quantities of
(pasir, batu, air, energi) yang dapat meningkatkan tekanan materials (sand, aggregates, water, and energy), which may
terhadap sumber daya alam. increase pressure on natural resources.
c. Dampak Sosial Masyarakat c. Social Impact on Communities
Proyek infrastruktur dapat menyebabkan relokasi masyarakat, Infrastructure projects may lead to community relocation,
perubahan mata pencaharian, serta potensi konflik sosial changes in livelihoods, and potential social conflicts if not
apabila tidak dikelola dengan baik. properly managed.
d. Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) d. Occupational Health and Safety (OHS) Risks
Aktivitas konstruksi memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan Construction activities carry high risks of workplace accidents if
kerja jika tidak dikelola dengan sistem keselamatan yang not managed with adequate safety systems.
memadai.
e. Emisi Karbon dan Perubahan Iklim e. Carbon Emissions and Climate Change
Kegiatan konstruksi dan operasional infrastruktur berkontribusi Construction and infrastructure operations contribute to
terhadap emisi gas rumah kaca. greenhouse gas emissions.
Atas dampak negatif yang ditimbulkan, Perseroan telah menetapkan In response to the negative impacts identified, the Company has
upaya mitigasinya sebagai berikut. established the following mitigation measures.
a. Pengelolaan Lingkungan a. Environmental Management
• Melaksanakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan • Conducting Environmental Impact Assessments (AMDAL)
(AMDAL) pada setiap proyek for each project
• Menerapkan praktik konstruksi ramah lingkungan (green • Implementing environmentally friendly construction
construction) practices (Green Construction)
PT Hutama Karya (Persero)
216 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 217
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
• Melakukan rehabilitasi dan revegetasi area terdampak • Undertaking rehabilitation and revegetation of affected
areas
b. Efisiensi Sumber Daya b. Resource Efficiency
• Mengoptimalkan penggunaan material dan energi • Optimizing the use of materials and energy
• Mendorong penggunaan material ramah lingkungan dan • Promoting the use of environmentally friendly materials
teknologi inovatif and innovative technologies
c. Pengelolaan Dampak Sosial c. Social Impact Management
• Melakukan konsultasi publik dan pelibatan masyarakat • Conducting public consultations and stakeholder
(stakeholder engagement) engagement
• Memberikan kompensasi yang adil serta program • Providing fair compensation and community
pemberdayaan masyarakat empowerment programs
• Menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan • Implementing Corporate Social and Environmental
Lingkungan (TJSL) Responsibility (TJSL) programs
d. Penerapan Sistem K3 dan QHSSE d. Implementation of OHS and QHSSE Systems
• Menerapkan sistem manajemen keselamatan dan • Implementing strict occupational health and safety
kesehatan kerja secara ketat management systems
• Melakukan pelatihan rutin dan pengawasan di lapangan • Conducting regular training and on-site supervision
• Mengimplementasikan budaya keselamatan (safety • Promoting the implementation of a safety culture
culture)
e. Pengurangan Emisi dan Adaptasi Iklim e. Emission Reduction and Climate Adaptation
• Mengadopsi teknologi konstruksi rendah emisi • Adopting low-emission construction technologies
• Melakukan pengukuran dan pelaporan emisi karbon • Conducting carbon emission measurement and reporting
• Mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan • Supporting sustainable development initiatives
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali [OJK F.29] Total Number of Products Recalled [OJK F.29]
Sampai dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat produk yang As of the end of 2025, there were no product recalls.
ditarik kembali.
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Customer Satisfaction Survey on Products
Produk dan/atau Jasa [OJK F.30] and/or Services [OJK F.30]
Pada tahun 2025, Perseroan telah melakukan survey kepuasan In 2025, the Company conducted a customer satisfaction survey,
pelanggan yang menunjukkan hasil Indeks Kepuasan Pelanggan which indicated that the Customer Satisfaction Index increased to
meningkat sebesar 92,37% dibandingkan dengan tahun 2024 yang 92.37%, compared to 92.07% in 2024.
sebesar 92,07%.
Dalam pengukuran tingkat opini pelanggan terhadap jasa, In measuring the level of customer perception regarding services,
perusahaan berusaha memperoleh persepsi pelanggan terhadap the Company seeks to obtain customers’ perceptions of the
pentingnya dimensi pelayanan, serta kinerja pelayanan yang importance of service dimensions, as well as perceived service
dirasakan dan harga yang telah dikeluarkan pelanggan. Untuk performance and the price incurred by customers. To measure
mengukur opini pelanggan dilakukan dalam bentuk pengisian form customer opinions, a customer feedback form is completed for
opini pelanggan terhadap proyek yang mencapai progress 50% projects reaching 50% and 100% progress, which is filled in by the
dan 100% diisi oleh Owner/Pengguna Jasa/Pemilik Proyek serta Owner/User of Services/Project Owner and conducting annual toll
melakukan pengukuran kepuasan pengguna jalan tol setiap tahun road user satisfaction surveys in collaboration with Sucofindo.
yang bekerjasama dengan Sucofindo.
Uraian
2025 2024 2023
Description
Indeks Kepuasan Pelanggan Kontruksi
92,37% 92,07% 90,17%
Construction Customer Satisfaction Index
Indeks Kepuasan Pelanggan Jalan Tol (Sucofindo)
4,72 (94,50%) 4,86 (97,12%) 4,64 (92,80%)
Toll Road Customer Satisfaction Index (Sucofindo)
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 217
Page 218
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen [OJK G.1, GRI 2-5]
Written Verification from An Independent Party
Laporan Keberlanjutan PT Hutama Karya (Persero) Tahun 2025 saat The Sustainability Report of PT Hutama Karya (Persero) for 2025 is
ini sedang dalam proses untuk verifikasi oleh pihak independen currently undergoing a procurement process for verification by an
yang kompeten di bidangnya. Perseroan memastikan bahwa tidak independent party with relevant expertise. The Company ensures
terdapat benturan kepentingan dalam proses verifikasi laporan ini. that no conflict of interest exists in the verification process of this
report.
PT Hutama Karya (Persero)
218 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 219
Lembar Umpan Balik [OJK G.2 GRI 2-26]
Feedback Form
Setelah membaca Laporan Keberlanjutan PT Hutama Karya After reading the 2025 Sustainability Report of PT Hutama Karya
(Persero) Tahun 2025, kami mohon kesediaan para pemangku (Persero), we kindly request stakeholders’ willingness to provide
kepentingan untuk memberikan umpan balik dengan mengirim feedback by sending an email or submitting this form via fax/mail.
email atau mengirim formulir ini melalui fax/pos.
1. Mohon beri tanda ceklis (√) pada kolom setuju atau tidak setuju
Please tick (√) the box in the “Agree” or “Disagree” column.
1 2 3 4
Pertanyaan
(Sangat Tidak Setuju) (Tidak Setuju) (Setuju) (Sangat Setuju)
Questions
(Strongly Disagree) (Disagree) (Agree) (Strongly Agree)
Laporan ini telah memberikan informasi yang bermanfaat
mengenai kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perusahaan.
This report has provided useful information regarding the
Company’s economic, social, and environmental performance.
Data dan informasi yang diungkapkan mudah dipahami, lengkap,
transparan, dan berimbang.
The data and information disclosed are easy to understand,
complete, transparent, and balanced.
Data dan informasi yang disajikan berguna dalam pengambilan
keputusan.
The data and information presented are useful for decision-
making.
Laporan ini menarik dan mudah dibaca.
This report is attractive and easy to read.
2. Mohon berikan nilai mengenai topik material yang terdapat dalam laporan Keberlanjutan ini (nilai 1 = sangat tidak penting,
2 = tidak penting, 3 = penting, 4 = sangat penting).
Please assign a score to the material topics presented in this Sustainability Report (Score 1 = very unimportant, 2 = not important,
3 = important, 4 = very important).
Kesehatan dan dan Keselamatan Kerja Praktik Pengadaan
(…..) (…..)
Occupational Health and Safety Procurement Practices
Anti Korupsi Kepegawaian
(…..) (…..)
Anti-Corruption Employment
Kepuasan Pelanggan Keanekaragaman Hayati
(…..) (…..)
Customer Satisfaction Biodiversity
Kinerja Ekonomi Pelatihan dan Pendidikan
(…..) (…..)
Economic Performance Training and Education
Pengelolaan Emisi dan Energi Pengelolaan Air
(…..) (…..)
Emissions and Energy Management Water Management
3. Mohon berikan komentar/saran/usulan bagi laporan ini.
Please provide comments, suggestions, and/or recommendations for this report.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 219
Page 220
Identitas Pemangku Kepentingan
Stakeholder Identification
Nama
:
Name
Pekerjaan
:
Occupation
Institusi/Perusahaan
:
Institution/Company
Kontak (telepon, email)
:
Contact (telephone, email)
Kategori Pemangku Kepentingan Stakeholder Categories
o Pemegang Saham o Shareholders
o Karyawan o Employees
o Pemberi Kerja o Employers
o Mitra Kerja o Business Partners
o Kreditur o Creditors
o Masyarakat o Communities
o Regulator o Regulators
o Media o Media
o Lainnya.................. o Others..................
Saran dan tanggapan yang Anda berikan atas informasi yang Suggestions and feedback provided regarding the information
disajikan dalam laporan ini mohon dikirimkan kepada: presented in this report may be submitted to:
Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary
PT HUTAMA KARYA (Persero) PT HUTAMA KARYA (Persero)
Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8, RT. 12 RW. 11 Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8, RT. 12 RW. 11
Cawang, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur Cawang, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13340 Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13340
Telp : (021) 8193708 Tel : (021) 8193708
Email : pthk@hutamakarya.com Email : pthk@hutamakarya.com
Situs web www.hutamakarya.com Website www.hutamakarya.com
PT Hutama Karya (Persero)
220 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 221
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
Keberlanjutan Tahun 2024 [OJK G.3]
Response to Sustainability Report Feedback for 2024
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima umpan balik atas Throughout 2025, the Company did not receive any feedback on
Laporan Keberlanjutan tahun 2024 dari pemangku kepentingan. the 2024 Sustainability Report from stakeholders. Accordingly, the
Oleh karenanya, Perseroan tidak memiliki tanggapan dari umpan Company has no response to such feedback.
balik.
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 221
Page 222
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 [OJK G.4]
List of Disclosures In Accordance with Financial Services
Authority Regulation No. 51/POJK.03/2017
No Indeks Nama Indeks
Halaman
Index No Index Name
STRATEGI KEBERLANJUTAN
A
SUSTAINABILITY STRATEGY
Penjelasan Strategi Keberlanjutan
A.1 26-29
Description of Sustainability Strategy
IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
B
SUSTAINABILITY PERFORMANCE OVERVIEW
Aspek Ekonomi
B.1 66-67
Economic Aspect
Aspek Lingkungan Hidup
B.2 68
Environmental Aspect
Aspek Sosial
B.3 69
Social Aspect
PROFIL PERUSAHAAN
C
COMPANY PROFILE
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
C.1 72-73
Vision, Mission, and Sustainability Values
Alamat Perusahaan
C.2 74-75
Company Address
Skala Usaha
C.3 75-83
Business Scale
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
C.4 84-89
Products, Services, and Business Activities Conducted
Keanggotaan Asosiasi
C.5 90
Association Memberships
Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
C.6 89
Material Changes in Issuer and Public Company
PENJELASAN DIREKSI
D
BOARD OF DIRECTORS’ EXPLANATION
Penjelasan Direksi
D.1 92-101
Board of Directors’ Explanation
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
E
SUSTAINABILITY GOVERNANCE
Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.1 120-124
Person Responsible for Implementation of Sustainable Finance
Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan
E.2 124-127
Competency Development Related to Sustainable Finance
Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.3 128-131
Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
E.4 131-133
Stakeholder Engagement
Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.5 133
Issues Related to Implementation of Sustainable Finance
PT Hutama Karya (Persero)
222 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 223
No Indeks Nama Indeks
Halaman
Index No Index Name
KINERJA KEBERLANJUTAN
F
SUSTAINABILITY PERFORMANCE
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
F.1 136-137
Activities to Build a Sustainability Culture
KINERJA EKONOMI
ECONOMIC PERFORMANCE
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
F.2 Comparison of Targets and Performance of Production, Portfolio, Financing Targets or Investment, Revenue, and Profit 138-139
or Loss
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek
F.3 yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan 139-140
Comparison of Targets and Performance of Portfolio/Financing/Investment in Sustainable Finance Projects
KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
ENVIRONMENTAL PERFORMANCE
Aspek Umum
General Aspect
Biaya Lingkungan Hidup
F.4 154
Environmental Costs
Aspek Material
Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
F.5 154-155
Use of Environmentally Friendly Materials
Aspek Energi
Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
F.6 156-157
Total and Intensity of Energy Consumption
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
F.7 157-159
Energy Efficiency and Renewable Energy Use
Aspek Air
Water Aspect
Penggunaan Air
F.8 159-162
Water Consumption
Aspek Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Aspect
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
F.9 164-168
Impacts in or near Conservation Areas
Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
F.10 164-168
Biodiversity Conservation Efforts
Aspek Emisi
Emissions Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
F.11 171-173
Total and Intensity of Emissions by Type
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
F.12 173-175
Emission Reduction Efforts
Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspect
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
F.13 177-179
Total Waste and Effluent by Type
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.14 180-182
Waste and Effluent Management Mechanism
Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
F.15 182-183
Spills Occurred (if any)
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 223
Page 224
No Indeks Nama Indeks
Halaman
Index No Index Name
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Environmental Complaint Aspect
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
F.16 183
Environmental Complaints Received and Resolved
KINERJA SOSIAL
SOCIAL PERFORMANCE
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
F.17 184
Equal Service Commitment
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect
Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.18 184-190
Equal Employment Opportunity
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.19 195
Child and Forced Labor
Upah Minimum Regional
F.20 196-198
Regional Minimum Wage
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
F.21 198-199
Safe and Decent Working Environment
Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
F.22 190-191
Training and Employee Development
Aspek Masyarakat
Community Aspect
Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
F.23 205-206
Impact on Surrounding Communities
Pengaduan Masyarakat
F.24 207-209
Community Complaints
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
F.25 209-212
ESR Activities
TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK/JASA BERKELANJUTAN
SUSTAINABLE PRODUCT/SERVICE DEVELOPMENT RESPONSIBILITY
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.26 213-214
Innovation of Sustainable Products/Services
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
F.27 214-216
Product/Service Safety Evaluation
Dampak Produk/Jasa
F.28 216-217
Product/Service Impacts
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.29 217
Product Recall
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.30 217
Customer Satisfaction Survey
LAIN-LAIN:
G
OTHERS
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
G.1 218
Independent Party Written Verification (if any)
Lembar Umpan Balik
G.2 219-220
Feedback Form
Tanggapan Terhada Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
G.3 221
Response to Previous Year Sustainability Report Feedback
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
G.4 Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. 222
Disclosure Index in Accordance with OJK Regulation No. 51/POJK.03/2017
*) N/A : Not Applicable
PT Hutama Karya (Persero)
224 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 225
Indeks Isi Consolidated Set of GRI Standard
GRI Standards Consolidated Content Index
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
OMITTED INFORMATION RUJUKAN
STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI SEKTOR
PENGUNGKAPAN HAL PERSYARATAN
GRI STANDARDS GRI
DISCLOSURE PAGE YANG TIDAK
CONTENT INDEX ALASAN PENJELASAN REFERENCE
DICANTUMKAN NO. GRI
REASON EXPLANATION
REQUIREMENTS SECTOR
NOT DISCLOSED STANDARD
PERNYATAAN PT Hutama Karya (Persero) Tbk telah melaporkan informasi yang dikutip dalam indeks konten GRI untuk periode 1 Januari 2025
PENGGUNAAN hingga 31 Desember 2025 sesuai (“in accordance”) dengan Consolidated GRI Standard.
STATEMENT OF USE PT Hutama Karya (Persero) Tbk has reported the information cited in the GRI content index for the period January 1, 2025 to
December 31, 2025 in accordance with the Consolidated GRI Standards.
GRI GRI 1: LANDASAN 2021
GRI 1: FOUNDATION 2021
GRI 2: PENGUNGKAPAN Organisasi dan Praktik Pelaporan
UMUM 2021 Organization and Reporting Practices
GRI 2: GENERAL
DISCLOSURES 2021 GRI 2-1 Detail organisasi 74-75,
Organization Details 82-83
GRI 2-2 Entitas yang termasuk dalam
pelaporan keberlanjutan
6-8
Entities included in
sustainability reporting
GRI 2-3 Periode pelaporan, frekuensi
dan titik kontak
6-8
Reporting period, frequency,
and contact point
GRI 2-4 Informasi tentang penyajian
kembali 6-8
Restatement information
GRI 2-5 Jaminan Eksternal
218
External assurance
Aktivitas dan Pekerja
Activities and Workers
GRI 2-6 Aktivitas, rantai pasok, dan
relasi bisnis lainnya 74-75,
Activities, supply chain, and 82-89
other business relationships
GRI 2-7 Karyawan
76-81
Employees
GRI 2-8 Pekerja yang bukan karyawan
76-81
Non-employee workers
Tata Kelola
Governance
GRI 2-9 Struktur dan komposisi tata 106-
kelola 107,
Governance structure and 120-
composition 121
GRI 2-10 Nominasi dan pemilihan badan
tata kelola tertinggi 112-
Nomination and selection of 113
the highest governance body
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 225
Page 226
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
OMITTED INFORMATION RUJUKAN
STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI SEKTOR
PENGUNGKAPAN HAL PERSYARATAN
GRI STANDARDS GRI
DISCLOSURE PAGE YANG TIDAK
CONTENT INDEX ALASAN PENJELASAN REFERENCE
DICANTUMKAN NO. GRI
REASON EXPLANATION
REQUIREMENTS SECTOR
NOT DISCLOSED STANDARD
GRI 2-11 Ketua badan tata kelola
tertinggi 106-
Chair of the highest 107
governance body
GRI 2-12 Peran badan tata kelola
tertinggi dalam mengawasi
pengelolaan dampak 120-
Role of the highest governance 121
body in overseeing impact
management
GRI 2-13 Pendelegasian tanggung jawab
untuk mengelola dampak 121-
Delegation of responsibility for 124
impact management
GRI 2-14 Peran badan tata kelola 9-12,
tertinggi dalan pelaporan 102-
keberlanjutan 103,
Role of the highest governance 120-
body in sustainability reporting 121
GRI 2-15 Benturan kepentingan 108-
Conflicts of interest 111
GRI 2-16 Komunikasi hal-hal penting
207-
Communication of critical
209
concerns
GRI 2-17 Pengetahuan kolektif dari
badan tata kelola tertinggi 124-
Collective knowledge of the 127
highest governance body
GRI 2-18 Evaluasi kinerja badan tata
kelola tertinggi 113-
Evaluation of the performance 115
of the highest governance body
GRI 2-19 Kebijakan remunerasi 115-
Remuneration policies 119
GRI 2-20 Proses untuk menentukan
remunerasi 115-
Process for determining 119
remuneration
GRI 2-21 Rasio kompensasi total
tahunan 115-
Total annual compensation 119
ratio
Strategi, Kebijakan, dan Praktik
Strategy, Policies, and Practices
GRI 2-22 Pernyataan tentang strategi
26-29,
pembangunan berkelanjutan
92-
Statement on sustainable
101
development strategy
GRI 2-23 Komitmen kebijakan
53-59
Policy commitments
GRI 2-24 Menanamkan komitmen
kebijakan
53-59
Embedding policy
commitments
PT Hutama Karya (Persero)
226 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 227
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
OMITTED INFORMATION RUJUKAN
STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI SEKTOR
PENGUNGKAPAN HAL PERSYARATAN
GRI STANDARDS GRI
DISCLOSURE PAGE YANG TIDAK
CONTENT INDEX ALASAN PENJELASAN REFERENCE
DICANTUMKAN NO. GRI
REASON EXPLANATION
REQUIREMENTS SECTOR
NOT DISCLOSED STANDARD
GRI 2-25 Proses untuk memulihkan
dampak negatif
60
Process for remediating
negative impacts
GRI 2-26 Mekanisme pemberian 61,
umpan balik/saran dan 207-
menyampaikan kekhawatiran 209,
Mechanisms for feedback, 219-
advice, and raising concerns 220
GRI 2-27 Kepatuhan terhadap hukum
dan peraturan
206
Compliance with laws and
regulations
GRI 2-28 Keanggotaan asosiasi
90
Association memberships
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Stakeholder Engagement
GRI 2-29 Pendekatan keterlibatan
pemangku kepentingan 131-
Approach to stakeholder 133
engagement
GRI 2-30 Perjanjian kerja bersama
Collective bargaining 194
agreements
GRI 3: TOPIK MATERIAL GRI 3-1 Proses menentukan topik
2021 material
9-12
GRI 3: MATERIAL TOPICS Process for determining
2021 material topics
GRI 3-2 Daftar topik material
9-12
List of material topics
GRI 3-3 Manajemen topik material
13-22
Management of material topics
TOPIK EKONOMI
ECONOMIC TOPICS
KINERJA EKONOMI
ECONOMIC PERFORMANCE
GRI 201: Kinerja GRI 201-1 Nilai ekonomi langsung yang
Ekonomi 2016 dihasilkan dan didistribusikan
140
GRI 201: Economic Direct economic value
Performance 2016 generated and distributed
GRI 201-2 Implikasi finansial serta
risiko dan peluang lain akibat
perubahan iklim
30-49
Financial implications and
other risks and opportunities
due to climate change
GRI 201-3 Kewajiban program pensiun
manfaat pasti dan program
pensiun lainnya
141
Defined benefit pension
plan obligations and other
retirement plans
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 227
Page 228
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
OMITTED INFORMATION RUJUKAN
STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI SEKTOR
PENGUNGKAPAN HAL PERSYARATAN
GRI STANDARDS GRI
DISCLOSURE PAGE YANG TIDAK
CONTENT INDEX ALASAN PENJELASAN REFERENCE
DICANTUMKAN NO. GRI
REASON EXPLANATION
REQUIREMENTS SECTOR
NOT DISCLOSED STANDARD
GRI 201-4 Bantuan finansial yang
diberikan dari pemerintah
141
Financial assistance received
from government
PRAKTIK PENGADAAN
PROCUREMENT PRACTICES
GRI 204: Praktik GRI 204-1 Proporsi pengeluaran untuk
Pengadaan 2016 pemasok lokal 145-
GRI 204: Procurement Proportion of spending on 148
Practices 2016 local suppliers
ANTI KORUPSI
ANTI-CORRUPTION
GRI 205: Anti Korupsi 2016 GRI 205-1 Operasi-operasi yang dinilai
GRI 205: Anti-Corruption memiliki risiko terkait korupsi
148
2016 Operations assessed for
corruption-related risks
GRI 205-2 Komunikasi dan pelatihan
tentang kebijakan dan
prosedur anti korupsi 149-
Communication and training 150
on anti-corruption policies and
procedures
GRI 205-3 Insiden korupsi yang terbukti
dan tindakan yang diambil
150
Confirmed incidents of
corruption and actions taken
TOPIK LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL
KEANEKARAGAMAN HAYATI
BIODIVERSITY
GRI 101: GRI 101-1 Kebijakan untuk menghentikan
Keanekaragaman Hayati dan mengembalikan hilangnya
164-
2024 keanekaragaman hayati
170
GRI 101: Biodiversity Policies to halt and reverse
2024 biodiversity loss
GRI 101-2 Manajemen dampak
keanekaragaman hayati 164-
Biodiversity impact 170
management
GRI 101-3 Akses dan berbagi manfaat 164-
Access and benefit sharing 170
GRI 101-4 Identifikasi dampak
keanekaragaman hayati 164-
Identification of biodiversity 170
impacts
GRI 101-5 Lokasi yang memiliki dampak
keanekaragaman hayati 164-
Locations with biodiversity 170
impacts
GRI 101-6 Pemicu langsung hilangnya
keanekaragaman hayati 164-
Direct drivers of biodiversity 170
loss
PT Hutama Karya (Persero)
228 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 229
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
OMITTED INFORMATION RUJUKAN
STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI SEKTOR
PENGUNGKAPAN HAL PERSYARATAN
GRI STANDARDS GRI
DISCLOSURE PAGE YANG TIDAK
CONTENT INDEX ALASAN PENJELASAN REFERENCE
DICANTUMKAN NO. GRI
REASON EXPLANATION
REQUIREMENTS SECTOR
NOT DISCLOSED STANDARD
GRI 101-7 Perubahan kondisi
keanekaragaman hayati 164-
Changes in the state of 170
biodiversity
GRI 101-8 Layanan ekosistem 164-
Ecosystem services 170
ENERGI
ENERGY
GRI 302: Energi 2016 GRI 302-1 Konsumsi energi di dalam
GRI 302: Energi 2016 organisasi 156-
Energy consumption within the 157
organization
GRI 302-2 Konsumsi energi di luar
organisasi 156-
Energy consumption outside 157
the organization
GRI 302-3 Intensitas energi 156-
Energy intensity 157
GRI 302-4 Reduksi konsumsi energi
157-
Reduction of energy
159
consumption
GRI 302-5 Pengurangan kebutuhan
energi dari produk dan jasa
157-
Reduction of energy
159
requirements of products and
services
AIR DAN EFLUEN
WATER AND EFFLUENTS
GRI 303: Air dan Efluen GRI 303-1 Interaksi dengan air sebagai
2018 sumber daya bersama 159-
GRI 303: Water and Interactions with water as a 162
Effluents 2018 shared resource
GRI 303-2 Pengelolaan dampak terkait 162-
pelepasan air 164,
Management of water 180-
discharge-related impacts 182
GRI 303-3 Penarikan air 159-
Water withdrawal 162
GRI 303-4 Debit air 162-
Water discharge 164
GRI 303-5 Konsumsi air 159-
Water consumption 162
EMISI
EMISSIONS
GRI 305: Emisi 2016 GRI 305-1 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
171-
GRI 305: Emissions 2016 Direct greenhouse gas (GHG)
173
emissions (Scope 1)
GRI 305-2 Energi tidak langsung
(Cakupan 2) Emisi GRK 171-
Energy indirect (Scope 2) 173
greenhouse gas emissions
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 229
Page 230
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
OMITTED INFORMATION RUJUKAN
STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI SEKTOR
PENGUNGKAPAN HAL PERSYARATAN
GRI STANDARDS GRI
DISCLOSURE PAGE YANG TIDAK
CONTENT INDEX ALASAN PENJELASAN REFERENCE
DICANTUMKAN NO. GRI
REASON EXPLANATION
REQUIREMENTS SECTOR
NOT DISCLOSED STANDARD
GRI 305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
langsung lainnya 171-
Other indirect (Scope 3) 173
greenhouse gas emissions
GRI 305-4 Intensitas Emisi GRK 171-
GHG emissions intensity 173
GRI 305-5 Pengurangan emisi GRK 173-
Reduction of GHG emissions 175
GRI 305-6 Emisi zat perusak ozon (BPO)
176-
Ozone-depleting substance
177
(ODS) emissions
GRI 305-7 Nitrogen oksida (NOx), sulfur
oksida (SOx), dan emisi udara
signifikan lainnya
177
Nitrogen oxides (NOx), sulfur
oxides (SOx), and other
significant air emissions
TOPIK SOSIAL
SOCIAL TOPICS
KEPEGAWAIAN
EMPLOYMENT
GRI 401: Kepegawaian GRI 401-1 Perekrutan karyawan baru dan
2016 perputaran karyawan 186-
GRI 401: Employment Employee recruitment and 190
2016 employee turnover
GRI 401-2 Tunjangan yang diberikan
kepada karyawan tetap
yang tidak diberikan kepada
karyawan sementara atau
196-
paruh waktu
198
Benefits provided to
permanent employees that are
not provided to temporary or
part-time employees
GRI 401-3 Cuti Melahirkan
195
Maternity leave
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY
GRI 403: Kesehatan dan GRI 403-1 Sistem manajemen kesehatan
Keselamatan Kerja 2018 dan keselamatan kerja 199-
GRI 403: Occupational Occupational health and safety 202
Health and Safety 2018 management system
GRI 403-2 Identifikasi bahaya, penilaian
risiko, dan investigasi insiden
199-
Hazard identification, risk
202
assessment, and incident
investigation
GRI 403-3 Layanan kesehatan kerja
204
Occupational health services
PT Hutama Karya (Persero)
230 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 231
YANG TIDAK DICANTUMKAN NO.
OMITTED INFORMATION RUJUKAN
STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI SEKTOR
PENGUNGKAPAN HAL PERSYARATAN
GRI STANDARDS GRI
DISCLOSURE PAGE YANG TIDAK
CONTENT INDEX ALASAN PENJELASAN REFERENCE
DICANTUMKAN NO. GRI
REASON EXPLANATION
REQUIREMENTS SECTOR
NOT DISCLOSED STANDARD
GRI 403-4 Partisipasi pekerja, konsultasi,
dan komunikasi tentang
kesehatan dan keselamatan
kerja 204-
Worker participation, 205
consultation, and
communication on
occupational health and safety
GRI 403-5 Pelatihan pekerja tentang
kesehatan dan keselamatan
204-
kerja
205
Worker training on
occupational health and safety
GRI 403-6 Peningkatan kualitas
kesehatan kerja
204
Improvement of occupational
health quality
GRI 403-7 Pencegahan dan mitigasi
dampak-dampak keselamatan
dan kesehatan kerja yang
secara langsung terkait dengan
199-
hubungan bisnis
202
Prevention and mitigation of
occupational health and safety
impacts directly linked to
business relationships
GRI 403-8 Pekerja yang tercakup
dalam sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan
199-
kerja
202
Workers covered by the
occupational health and safety
management system
GRI 403-9 Kecelakaan kerja 202-
Work-related accidents 204
GRI 403-10 Penyakit akibat kerja 202-
Occupational diseases 204
PELATIHAN DAN PENDIDIKAN
TRAINING AND EDUCATION
GRI 404: Pelatihan dan GRI 404-1 Rata-rata jam pelatihan per
Pendidikan 2016 tahun per karyawan 190-
GRI 404: Training and Average training hours per year 191
Education 2016 per employee
GRI 404-2 Program untuk meningkatkan
keterampilan karyawan dan
program bantuan peralihan 190-
Programs for upgrading 191
employee skills and transition
assistance programs
GRI 404-3 Persentase karyawan
yang menerima tinjauan
rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karir 192-
Percentage of employees 194
receiving regular performance
and career development
reviews
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 231
Page 232
Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Standards Engineering & Construction Services
JAWABAN HALAMAN
TOPIC METRIC INDEX
ANSWER PAGE
Environmental Number of incidents of non- IF-EN-160a.1 Selama periode pelaporan, tercatat tidak ada
Impacts compliance with environmental pelanggaran yang terkait dengan regulasi lingkungan
of Project permits, standards and regulations yang berlaku 206
Development During the reporting period, no violations related to
applicable environmental regulations were recorded
Discussion of processes to assess IF-EN-160a.2 Telah dijelaskan pada bagian Manajemen Risiko Atas
and manage environmental risks Penerapan Pembangunan Berkelanjutan.
128-131
associated with design, siting and This has been explained in the Risk Management section
construction on the Implementation of Sustainable Development.
Structural Amount of defect- and safety-related IF-EN-250a.1 Atas komitmen Perseroan dalam mengevaluasi produk
Integrity & Safety rework costs dan jasa, sehingga di tahun 2025 tidak terdapat biaya
pekerjaan ulang (rework) yang disebabkan oleh cacat
pekerjaan maupun insiden keselamatan selama periode
pelaporan, serta tidak terdapat kerugian finansial yang
timbul akibat proses hukum yang berkaitan dengan
insiden cacat pekerjaan maupun keselamatan. 214-216
As a result of the Company’s commitment to evaluating
its products and services, in 2025 there were no rework
costs arising from defective work or safety incidents
during the reporting period, and no financial losses
were incurred as a result of legal proceedings related to
such defective work or safety incidents.
Total amount of monetary losses IF-EN-250a.2 Atas komitmen Perseroan dalam mengevaluasi produk
as a result of legal proceedings dan jasa, sehingga di tahun 2025 tidak terdapat biaya
associated with defect- and safety- pekerjaan ulang (rework) yang disebabkan oleh cacat
related incidents pekerjaan maupun insiden keselamatan selama periode
pelaporan, serta tidak terdapat kerugian finansial yang
timbul akibat proses hukum yang berkaitan dengan
insiden cacat pekerjaan maupun keselamatan. 214-216
As a result of the Company’s commitment to evaluating
its products and services, in 2025 there were no rework
costs arising from defective work or safety incidents
during the reporting period, and no financial losses
were incurred as a result of legal proceedings related to
such defective work or safety incidents.
Workforce (1) Total recordable incident rate IF-EN-320a.1 TRIR: 0,002
Health & Safety (TRIR) and (2) fatality rate for (a) Terkait fatality telah dijelaskan pada bagian Insiden
202-204
direct employees and (b) contract TRIR: 0.002
employees Fatality has been explained in the Incidents section
Lifecycle Impacts Number of (1) commissioned projects IF-EN-410a.1 Selama periode pelaporan, Perseroan belum memiliki
of Buildings & certified to a third-party multi- proyek yang telah memperoleh sertifikasi keberlanjutan
Infrastructure attribute sustainability standard dari pihak ketiga maupun proyek yang sedang dalam
and (2) active projects seeking such proses memperoleh sertifikasi tersebut. Penilaian
certification kategori Green Construction dan Bangunan Gedung
Hijau merupakan hasil penilaian oleh Perseroan.
During the reporting period, the Company did not 214-216
have any projects that have obtained sustainability
certification from third parties, nor any projects
currently in the process of obtaining such certification.
The assessment of Green Construction and Green
Building categories is conducted internally by Hutama
Karya.
PT Hutama Karya (Persero)
232 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 233
JAWABAN HALAMAN
TOPIC METRIC INDEX
ANSWER PAGE
Discussion of process to incorporate IF-EN-410a.2 Hutama Karya menerapkan inovasi keberlanjutan pada
operational-phase energy and water proyek Ruas Sigli–Banda Aceh dengan mengadopsi
efficiency considerations into project konsep green construction, yaitu metode pembangunan
planning and design yang memperhatikan aspek lingkungan. Penerapan
konsep ini dilakukan dengan memanfaatkan material
yang tersedia di sekitar area pekerjaan, sehingga
dapat mengurangi penggunaan material dari luar area,
menekan emisi akibat transportasi, meningkatkan
efisiensi biaya, serta meminimalkan dampak lingkungan
selama proses konstruksi
139-140
Hutama Karya applies sustainability innovation in
the Sigli–Banda Aceh Section project by adopting the
green construction concept, which is a construction
method that considers environmental aspects. The
implementation of this concept is carried out by utilizing
materials available around the work area, thereby
reducing the use of materials from outside the area,
lowering transportation-related emissions, improving
cost efficiency, and minimizing environmental impacts
during the construction process
Climate Impacts Amount of backlog for (1) IF-EN-410b.1
of Business Mix hydrocarbonrelated projects and (2)
renewable energy projects
Amount of backlog cancellations IF-EN-410b.2
associated with hydrocarbon-related
projects
Amount of backlog for non-energy IF-EN-410b.3
projects associated with climate
change mitigation
Business Ethics (1) Number of active projects and IF-EN-510a.1 Selain itu, sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak
(2) backlog in countries that have the memiliki wilayah operasional yang berada di negara
20 lowest rankings in Transparency dengan tingkat risiko korupsi tinggi, sebagaimana
International’s Corruption tercermin dalam daftar 20 peringkat terendah pada
Perception Index Transparency International’s Corruption Perception
148
Index (CPI).
In addition, throughout 2025, the Company did not
operate in countries with high corruption risk levels,
as reflected in the bottom 20 ranking of Transparency
International’s Corruption Perception Index (CPI).
Total amount of monetary losses IF-EN-510a.2 Selama periode pelaporan, Perseroan tidak menerima
as a result of legal proceedings pengaduan terkait dugaan pelanggaran antikorupsi,
associated with charges of (1) baik yang dilakukan karyawan maupun mitra kerja,
bribery or corruption and (2) anti- sehingga tidak terdapat kerugian finansial sebagai
competitive practices akibat dari proses hukum terkait korupsi. Perseroan
juga tidak dihadapkan pada kasus hukum publik terkait
dugaan korupsi yang melibatkan Perseroan.
150
During the reporting period, the Company did not
receive any complaints related to alleged anti-
corruption violations, whether involving employees or
business partners. Therefore, there were no financial
losses resulting from legal proceedings related to
corruption. The Company was also not involved in any
public legal cases related to alleged corruption.
Description of policies and practices IF-EN-510a.3 Telah disampaikan pada bagian Anti Korupsi
for prevention of (1) bribery and This has been disclosed in the Anti-Corruption section.
corruption, and (2) anti-competitive 148
behaviour in the project bidding
processes
Activity Metric Number of active projects IF-EN-000.A Rp91.700.719 juta
66-67
IDR91,700,719 million
Number of commissioned projects IF-EN-000.B Rpo30.020 Miliar
66-67
IDR30,020 billion
Total backlog IF-EN-000.C Rp61.679.775 juta
66-67
IDR61,679,775 million
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 233
Page 234
Tautan Standar GRI Dengan TPB
Linkage of GRI Standards with SDGs
Hutama Karya berkomitmen untuk terus berkontribusi pada Hutama Karya is committed to continuously contributing to the
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). This
Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut tercermin melalui commitment is reflected through the mapping of the Company’s
pemetaan program dan kegiatan Perseroan terhadap GRI Standard programs and activities against the GRI Standards and the SDGs,
dan SDGs, yang disusun berdasarkan panduan SDG Compass yang which is prepared based on the SDG Compass guidelines issued
diterbitkan oleh GRI, United Nations Global Compact, dan World by the Global Reporting Initiative (GRI), the United Nations
Business Council for Sustainable Development (WBCSD), sebagai Global Compact, and the World Business Council for Sustainable
berikut: Development (WBCSD), as follows:
Tujuan Relevansi GRI Standard Judul Indikator
Logo Disclosure
Goals GRI Standard Relevance Indicator Title
Mengakhiri kemiskinan dalam segala
bentuk di mana pun.
End poverty in all its forms everywhere.
Mengakhiri kelaparan, mencapai
ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi,
dan mempromosikan pertanian yang
berkelanjutan.
End hunger, achieve food security,
improve nutrition, and promote
sustainable agriculture.
Menjamin kehidupan yang sehat dan GRI 401: Kepegawaian 2016 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
mendorong kesejahteraan bagi semua GRI 401: Employment 2016 tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
orang di segala usia. sementara atau paruh waktu
401-2
Ensure healthy lives and promote well- Benefits provided to permanent employees
being for all at all ages. that are not provided to temporary or part-
time employees
GRI 403: Kesehatan dan Peningkatan kualitas kesehatan kerja
403-6
Keselamatan Kerja 2018 Improvement of occupational health quality
GRI 403: Occupational Health and
Safety 2018 Kecelakaan kerja
403-9
Work-related accidents
Penyakit akibat kerja
403-10
Occupational diseases
GRI 305: Emisi 2016 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
GRI 305: Emissions 2016 Direct GHG emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
305-2
Indirect energy (Scope 2) GHG emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
305-3
Other indirect GHG emissions (Scope 3)
Emisi zat perusak ozon (BPO)
305-6
Ozone-depleting substances (ODS) emissions
Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
dan emisi udara signifikan lainnya
305-7
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and
other significant air emissions
Menjamin kualitas pendidikan yang GRI 404: Pelatihan dan Rata-rata jam pelatihan per tahun per
inklusif dan merata serta meningkatkan Pendidikan 2016 karyawan
kesempatan belajar sepanjang hayat GRI 404: Training and Education Average training hours per year per employee
untuk semua pada tahun 2030. 2016 404-1
Ensure inclusive and equitable quality
education and promote lifelong learning
opportunities for all by 2030.
PT Hutama Karya (Persero)
234 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 235
Tujuan Relevansi GRI Standard Judul Indikator
Logo Disclosure
Goals GRI Standard Relevance Indicator Title
Mencapai kesetaraan gender dan GRI 2: Pengungkapan Umum Struktur dan komposisi tata kelola
2-9
memberdayakan semua perempuan dan 2021 Governance structure and composition
anak perempuan. GRI 2: General Disclosures 2021
Achieve gender equality and empower all Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
women and girls. tertinggi
2-10
Nomination and selection of the highest
governance body
GRI 401: Kepegawaian 2016 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
GRI 401: Employment 2016 tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh waktu
401-2
Benefits provided to permanent employees
that are not provided to temporary or part-
time employees
Cuti Melahirkan
401-3
Maternity leave
GRI 404: Pelatihan dan Persentase karyawan yang menerima tinjauan
Pendidikan 2016 rutin terhadap kinerja dan pengembangan
GRI 404: Training and Education 404-3 karir
2016 Percentage of employees receiving regular
performance and career development reviews
Memastikan masyarakat mencapai akses GRI 303: Air dan Efluen 2018 Interaksi dengan air sebagai sumber daya
universal air bersih dan sanitasi. GRI 303: Water and Effluents 2018 303-1 bersama
Ensure universal access to clean water Interaction with water as a shared resource
and sanitation.
Pengelolaan dampak terkait pelepasan air
303-2 Management of water discharge-related
impacts
Debit air
303-4
Water withdrawal
Konsumsi air
303-5
Water consumption
Menjamin akses energi yang terjangkau, GRI 302: Energi 2016 Konsumsi energi di dalam organisasi
302-1
andal, berkelanjutan, dan modern untuk GRI 302: Energy 2016 Energy consumption within the organization
semua lapisan masyarakat.
Ensure access to affordable, reliable, Konsumsi energi di luar organisasi
302-2
sustainable, and modern energy for all Energy consumption outside the organization
segments of society.
Intensitas energi
302-3
Energy intensity
Reduksi konsumsi energi
302-4
Reduction of energy consumption
Pengurangan kebutuhan energi dari produk
dan jasa
302-5
Reduction of energy requirements of products
and services
Berusaha meningkatkan pertumbuhan GRI 2: Pengungkapan Umum Karyawan
2-7
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, 2021 Employees
kesempatan kerja yang produktif dan GRI 2: General Disclosures 2021
menyeluruh serta pekerjaan yang layak Perjanjian kerja bersama
2-30
untuk semua. Collective bargaining agreements
Promote sustained, inclusive, and
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
sustainable economic growth, full and
GRI 201: Economic Performance didistribusikan
productive employment, and decent 201-1
2016 Direct economic value generated and
work for all.
distributed
GRI 404: Pelatihan dan Rata-rata jam pelatihan per tahun per
Pendidikan 2016 404-1 karyawan
GRI 404: Training and Education Average training hours per year per employee
2016
Program untuk meningkatkan keterampilan
karyawan dan program bantuan peralihan
404-2
Programs for upgrading employee skills and
transition assistance programs
Persentase karyawan yang menerima tinjauan
rutin terhadap kinerja dan pengembangan karir
404-3
Percentage of employees receiving regular
performance and career development reviews
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 235
Page 236
Tujuan Relevansi GRI Standard Judul Indikator
Logo Disclosure
Goals GRI Standard Relevance Indicator Title
GRI 204: Praktik Pengadaan 2016 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
GRI 204: Procurement Practices 204-1 Proportion of spending on local suppliers
2016
GRI 302: Energi 2016 Konsumsi energi di dalam organisasi
302-1
GRI 302: Energy 2016 Energy consumption within the organization
Konsumsi energi di luar organisasi
302-2
Energy consumption outside the organization
Intensitas energi
302-3
Energy intensity
Reduksi konsumsi energi
302-4
Reduction of energy consumption
Pengurangan kebutuhan energi dari produk
dan jasa
302-5
Reduction of energy requirements of products
and services
GRI 401: Kepegawaian 2016 Perekrutan karyawan baru dan perputaran
GRI 401: Employment 2016 401-1 karyawan
Employee recruitment and employee turnover
Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
sementara atau paruh waktu
401-2
Benefits provided to permanent employees
that are not provided to temporary or part-
time employees
Cuti Melahirkan
401-3
Maternity leave
GRI 405: Keberagaman dan Keberagaman badan tata kelola dan karyawan
405-1
Kesetaraan Kesempatan 2016 Diversity of governance bodies and employees
GRI 405: Diversity and Equal
Opportunity 2016 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan
terhadap laki-laki
405-2
Ratio of basic salary and remuneration of
women to men
GRI 403: Kesehatan dan Sistem manajemen kesehatan dan
Keselamatan Kerja 2018 keselamatan kerja
403-1
GRI 403: Occupational Health and Occupational health and safety management
Safety 2018 system
Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan
investigasi insiden
403-2
Hazard identification, risk assessment, and
incident investigation
Layanan kesehatan kerja
403-3
Occupational health services
Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
komunikasi tentang kesehatan dan
keselamatan kerja
403-4
Worker participation, consultation, and
communication on occupational health and
safety
Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan
keselamatan kerja
403-5
Worker training on occupational health and
safety
Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak
keselamatan dan kesehatan kerja yang secara
langsung terkait dengan hubungan bisnis
403-7
Prevention and mitigation of occupational
health and safety impacts directly linked to
business relationships
PT Hutama Karya (Persero)
236 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 237
Tujuan Relevansi GRI Standard Judul Indikator
Logo Disclosure
Goals GRI Standard Relevance Indicator Title
Pekerja yang tercakup dalam sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
403-8
Workers covered by the occupational health
and safety management system
Kecelakaan kerja
403-9
Work-related accidents
Penyakit akibat kerja
403-10
Occupational diseases
Membangun infrastruktur yang tangguh, GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
meningkatkan industri inklusif dan GRI 201: Economic Performance didistribusikan
berkelanjutan, serta mendorong inovasi. 2016 Direct economic value generated and
201-1
Build resilient infrastructure, distributed
promote inclusive and sustainable
industrialization, and foster innovation.
Mengurangi Kesenjangan Intra dan Antar GRI 2: Pengungkapan Umum Karyawan
Negara 2021 2-7 Employees
Reduce inequality within and among GRI 2: General Disclosures 2021
countries
GRI 404: Pelatihan dan Rata-rata jam pelatihan per tahun per
Pendidikan 2016 404-1 karyawan
GRI 404: Training and Education Average training hours per year per employee
2016
Persentase karyawan yang menerima tinjauan
rutin terhadap kinerja dan pengembangan
404-3 karir
Percentage of employees receiving regular
performance and career development reviews
Menjadikan kota dan pemukiman inklusif,
aman, tangguh dan berkelanjutan
Make cities and human settlements
inclusive, safe, resilient, and sustainable
Menjamin pola produksi dan konsumsi GRI 302: Energi 2016 Konsumsi energi di dalam organisasi
302-1
yang bertanggungjawab GRI 302: Energy 2016 Energy consumption within the organization
Ensure responsible consumption and
production patterns Konsumsi energi di luar organisasi
302-2
Energy consumption outside the organization
Intensitas energi
302-3
Energy intensity
Reduksi konsumsi energi
302-4
Reduction of energy consumption
Pengurangan kebutuhan energi dari produk
dan jasa
302-5
Reduction of energy requirements of products
and services
GRI 303: Air dan Efluen 2018 Interaksi dengan air sebagai sumber daya
GRI 303: Water and Effluents 2018 303-1 bersama
Interaction with water as a shared resource
GRI 305: Emisi 2016 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
GRI 305: Emissions 2016 Direct GHG emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
305-2
Indirect energy (Scope 2) GHG emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
305-3
Other indirect GHG emissions (Scope 3)
Emisi zat perusak ozon (BPO)
305-6
Ozone-depleting substances (ODS) emissions
Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
dan emisi udara signifikan lainnya
305-7
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and
other significant air emissions
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 237
Page 238
Tujuan Relevansi GRI Standard Judul Indikator
Logo Disclosure
Goals GRI Standard Relevance Indicator Title
Mengambil aksi segera untuk memerangi GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016 Implikasi finansial serta risiko dan peluang
perubahan iklim dan dampaknya karena GRI 201: Economic Performance lain akibat perubahan iklim
201-2
perubahan iklim adalah tantangan global 2016 Financial implications and other risks and
yang memengaruhi setiap orang. opportunities due to climate change
Take urgent action to combat climate
change and its impacts, as climate GRI 302: Energi 2016 Konsumsi energi di dalam organisasi
302-1
change is a global challenge that affects GRI 302: Energy 2016 Energy consumption within the organization
everyone.
Konsumsi energi di luar organisasi
302-2
Energy consumption outside the organization
Intensitas energi
302-3
Energy intensity
Reduksi konsumsi energi
302-4
Reduction of energy consumption
Pengurangan kebutuhan energi dari produk
dan jasa
302-5
Reduction of energy requirements of products
and services
GRI 305: Emisi 2016 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
GRI 305: Emissions 2016 Direct GHG emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
305-2
Indirect energy (Scope 2) GHG emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
305-3
Other indirect GHG emissions (Scope 3)
Intensitas Emisi GRK
305-4
GHG emissions intensity
Pengurangan emisi GRK
305-5
Reduction of GHG emissions
Melestarikan dan memanfaatkan secara GRI 305: Emisi 2016 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
berkelanjutan sumber daya kelautan GRI 305: Emissions 2016 Direct GHG emissions (Scope 1)
dan samudera untuk pembangunan
berkelanjutan Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
305-2
Conserve and sustainably use the Indirect energy (Scope 2) GHG emissions
oceans, seas, and marine resources for
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
sustainable development 305-3
Other indirect GHG emissions (Scope 3)
Intensitas Emisi GRK
305-4
GHG emissions intensity
Pengurangan emisi GRK
305-5
Reduction of GHG emissions
Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
dan emisi udara signifikan lainnya
305-7
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and
other significant air emissions
Melindungi, Merestorasi dan GRI 101: Keanekaragaman Hayati Kebijakan untuk menghentikan dan
Meningkatkan Pemanfaatan GRI 101: Biodiversity mengembalikan hilangnya keanekaragaman
101-1
Berkelanjutan Ekosistem Daratan, hayati
Mengelola Hutan Secara Lestari, Policies to halt and reverse biodiversity loss
Menghentikan Penggurunan,
Memulihkan Degradasi lahan, Manajemen dampak keanekaragaman hayati
101-2
serta Menghentikan Kehilangan Biodiversity impact management
Keanekaragaman Hayati
Akses dan berbagi manfaat
Protect, restore, and promote the 101-3
Access and benefit sharing
sustainable use of terrestrial ecosystems,
sustainably manage forests, combat Identifikasi dampak keanekaragaman hayati
desertification, restore degraded land, 101-4
Identification of biodiversity impacts
and halt biodiversity loss
Lokasi yang memiliki dampak
101-5 keanekaragaman hayati
Locations with biodiversity impacts
Pemicu langsung hilangnya keanekaragaman
101-6 hayati
Direct drivers of biodiversity loss
PT Hutama Karya (Persero)
238 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 239
Tujuan Relevansi GRI Standard Judul Indikator
Logo Disclosure
Goals GRI Standard Relevance Indicator Title
Perubahan kondisi keanekaragaman hayati
101-7
Changes in the state of biodiversity
Layanan ekosistem
101-8
Ecosystem services
GRI 305: Emisi 2016 Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
305-1
GRI 305: Emissions 2016 Direct GHG emissions (Scope 1)
Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
305-2
Indirect energy (Scope 2) GHG emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
305-3
Other indirect GHG emissions (Scope 3)
Intensitas Emisi GRK
305-4
GHG emissions intensity
Pengurangan emisi GRK
305-5
Reduction of GHG emissions
Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
dan emisi udara signifikan lainnya
305-7
Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and
other significant air emissions
Menguatkan Masyarakat yang Inklusif GRI 2: Pengungkapan Umum Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
dan Damai untuk Pembangunan 2021 tertinggi
2-10
Berkelanjutan, Menyediakan Akses GRI 2: General Disclosures 2021 Nomination and selection of the highest
Keadilan untuk Semua, dan Membangun governance body
Kelembagaan yang Efektif, Akuntabel,
dan Inklusif di Semua Tingkatan 2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi
Promote peaceful and inclusive societies Chair of the highest governance body
for sustainable development, provide
access to justice for all, and build Benturan kepentingan
2-15
effective, accountable, and inclusive Conflicts of interest
institutions at all levels
Komunikasi hal-hal penting
2-16
Communication of critical concerns
Proses untuk memulihkan dampak negatif
2-25
Processes to remediate negative impacts
Pendekatan keterlibatan pemangku
2-29 kepentingan
Stakeholder engagement approach
GRI 403: Kesehatan dan Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
Keselamatan Kerja 2018 komunikasi tentang kesehatan dan
GRI 403: Occupational Health and keselamatan kerja
403-4
Safety 2018 Worker participation, consultation, and
communication on occupational health and
safety
Kecelakaan kerja
403-9
Work-related accidents
Penyakit akibat kerja
403-10
Occupational diseases
GRI 205: Anti Korupsi 2016 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko
GRI 205: Anti-corruption 2016 terkait korupsi
205-1
Operations assessed for risks related to
corruption
Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan
dan prosedur anti korupsi
205-2
Communication and training on anti-
corruption policies and procedures
Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan
yang diambil
205-3
Confirmed incidents of corruption and actions
taken
Menguatkan Sarana Pelaksanaan dan
Merevitalisasi Kemitraan Global untuk
Pembangunan Berkelanjutan
Strengthen the means of implementation
and revitalize the global partnership for
sustainable development
PT Hutama Karya (Persero)
2025 Sustainability Report 239
Page 240
2025
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
PT HUTAMA KARYA (Persero)
Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8
Cawang, Jakarta Timur 13340
Telp : (021) 8193708
Email : pthk@hutamakarya.com
Names mentioned 41 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Tata Kelola Tertinggi
p.5
unresolved
org
Financial Services Authority
p.5 ×2
unresolved
—
Proportion of procurement spending on
p.11
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.20
unresolved
org
Milik Negara Law
p.54 ×2
unresolved
org
Yayasan Law
p.55
unresolved
org
Penyelenggara Jaminan Sosial Law
p.56
unresolved
org
KPPU
p.58
unresolved
org
PT Hutama
p.58
unresolved
org
Ministry of Public Works and Housing
p.61
unresolved
org
Kementerian PU
p.64 ×4
unresolved
org
Ministry of Public Works
p.64 ×6
unresolved
org
Kementerian PU SOE Partner Contributing
p.64
unresolved
org
Milik Negara
p.95 ×4
unresolved
—
APS
· Pemegang Saham
p.101
unresolved
person
Auditor Eksternal
· Sekretaris Perusahaan
p.107
unresolved
person
Organ
· Komisaris
p.110
unresolved
org
Government of the Republic of Indonesia
p.111
unresolved
org
Minister of State-Owned Enterprises Regulation No. PER-
p.112
unresolved
org
Menteri BUMN Nomor PER-
p.112 ×2
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.112 ×2
unresolved
org
Ministry of SOE BUMN
p.112
unresolved
org
Minister of SOEs
p.112 ×2
unresolved
org
Menteri BUMN
p.112 ×2
unresolved
org
Menteri BUMN No. PER-
p.113 ×2
unresolved
org
Minister of State-Owned Enterprises Regulation
p.113
unresolved
org
Milik
p.113
unresolved
org
Minister of SOE
p.113
unresolved
org
Ministry of SOE Letter No. S-
p.113
unresolved
org
Ministry of SOEs. Penilaian
p.114
unresolved
org
Minister of State-Owned Enterprises PER-
p.114
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.115
unresolved
org
Minister of Nomor PER-
p.115
unresolved
person
Yudo
· Komisaris
p.117
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.