Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-PTHK-att3.pdf

Other Text extracted PTHK

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 240

Page 1
Membangun Jalan, Wujudkan Asta Cita
Building Roads, Realizing Asta Cita




2025   Laporan Keberlanjutan
       Sustainability Report
Page 2

          
Page 3
   Membangun Jalan,

   Wujudkan Asta Cita
    Building Roads,
    Realizing Asta Cita



                                                                                                                           2025
PT Hutama Karya (Persero) (yang selanjutnya     PT Hutama Karya (Persero) remains committed          Laporan Keberlanjutan
disebut Hutama Karya atau Perseroan)            to carrying out its strategic role as a key driver      Sustainability Report
berkomitmen untuk menjalankan peran             of national infrastructure development,
strategis sebagai penggerak pembangunan         particularly through the acceleration of the
infrastruktur nasional, khususnya melalui       Trans-Sumatra Toll Road (JTTS) development,
percepatan pembangunan Jalan Tol Trans          which serves as the backbone of connectivity
Sumatera (JTTS) yang menjadi tulang punggung    and economic equity across the Sumatra
konektivitas dan pemerataan ekonomi di          region. This initiative is undertaken not
wilayah Sumatera. Upaya ini dijalankan tidak    merely as infrastructure development, but
hanya melalui pembangunan infrastruktur,        as a strategic effort to enhance interregional
melainkan sebagai langkah strategis dalam       connectivity that was previously limited,
membuka keterhubungan antarwilayah yang         thereby creating broader access for mobility.
sebelumnya terbatas, sehingga menciptakan       Through such connectivity, regional economic
akses yang lebih luas bagi mobilitas. Melalui   potential can be more optimally developed,
konektivitas tersebut, potensi ekonomi daerah   fostering the emergence of new economic
dapat berkembang lebih optimal, mendorong       growth centers and accelerating equitable
tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, serta       development.
mempercepat pemerataan pembangunan.


Sementara itu, wujud dari Asta Cita tercermin   Furthermore, the realization of Asta Cita is
dalam kontribusi Perseroan dalam mendukung      re fle
                                                     cted in the Company’s contribution to
agenda prioritas pembangunan nasional,          supporting national development priority
termasuk peningkatan daya saing ekonomi,        agendas, including strengthening economic
pemerataan pembangunan, dan penguatan           competitiveness,       promoting        equitable
konektivitas antarwilayah. Sepanjang tahun      development, and enhancing interregional
2025, kinerja perusahaan menunjukkan            connectivity. Throughout 2025, the Company’s
progres yang solid melalui penyelesaian         performance demonstrated solid progress,
sejumlah ruas tol strategis, peningkatan        marked by the completion of several strategic toll
pendapatan usaha seiring bertambahnya           road sections, increased operating revenues in
ruas operasional, serta penguatan struktur      line with the expansion of operational segments,
keuangan melalui dukungan pemerintah dan        and strengthened financial structure through
optimalisasi skema pendanaan.                   government support and the optimization of
                                                financing schemes.


                                                                                                     PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                       2025 Sustainability Report   3
Page 4
   Daftar Isi
   Table of Contents


Membangun Jalan, Wujudkan Asta Cita                              Daftar Isi
Building Roads, Realizing Asta Cita                         3    Table of Contents                                      4



           Tentang Laporan
           About the Report

Proses Penentuan Topik Material                                  Manajemen Topik Material
Material Topic Determination Process                        9    Management of Material Topics                          13



           Strategi Keberlanjutan
           Sustainability Strategy

Penjelasan Strategi Keberlanjutan                                Policy Commitment
Sustainability Strategy Explanation                         26   Policy Commitment                                      53

  Strategi Dalam Pengelolaan Risiko dan Peluang Terkait          Proses untuk Memulihkan Dampak Negatif
  Keberlanjutan                                                  Process for Remediating Negative Impacts               60
  Strategy for Managing Sustainability-Related Risks and    30
  Opportunities                                                  Mekanisme Konsultasi dan Penyampaian Masukan
                                                                 Consultation and Feedback Mechanism                    61


           Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
           Sustainability Performance Highlights

Penghargaan Keberlanjutan                                        Kinerja Aspek Lingkungan Hidup
Sustainability Awards                                       64   Environmental Performance                              68

Kinerja Aspek Ekonomi                                            Kinerja Aspek Sosial
Economic Performance                                        66   Social Performance                                     69



           Profil Perusahaan
           Company Profile

Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                Kegiatan Usaha yang Dijalankan
Vision, Mission, and Sustainability Values                  72     Business Activities                                  84

Identitas Perusahaan                                               Rantai Nilai
Company Identity                                            74     Value Chain                                          85

Skala Perusahaan                                                   Hubungan Bisnis Lain yang Relevan
Company Scale                                               75     Other Relevant Business Relationships                89

  Informasi Mengenai Karyawan                                      Perubahan Perusahaan yang Bersifat Signifikan Pada
                                                            76
  Employee Information                                             Organisasi                                           89
                                                                   Significant Changes in the Company’s Organization
  Wilayah Operasional
  Operational Areas                                         82   Keanggotaan Asosiasi
                                                                 Association Memberships                                90
Aktivitas, Rantai Nilai dan Hubungan Bisnis Lainnya
Activities, Value Chain, and Other Business Relationships   84



           Penjelasan Direksi
           Board of Directors’ Explanation

Kebijakan untuk Merespon Tantangan dalam Pemenuhan               Strategi Pencapaian Target
Strategi Keberlanjutan                                           Target Achievement Strategy                            98
Policies to Address Challenges in the Implementation of     95
Sustainability Strategy                                          Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan
                                                                 Responsibility for the Sustainability Report           102
Penerapan Pembangunan Berkelanjutan
Implementation of Sustainable Development                   96




         PT Hutama Karya (Persero)
 4       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 5
           Tata Kelola Keberlanjutan
           Sustainability Governance

Struktur dan Komposisi Tata Kelola                                             Penanggung Jawab Penerapan Pembangunan Berkelanjutan
Governance Structure and Composition                                     106   Responsible for the Implementation of Sustainable Development           120
Kode Etik                                                                        Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam Mengawasi Manajemen
Code of Conduct                                                          108     Dampak
                                                                                 Role of the Highest Governance Body in Overseeing Impact              120
Conflict of Interest                                                             Management
Conflict Of Interest                                                     108
                                                                                 Delegasi Tanggung Jawab untuk Mengelola Dampak
Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi                                 Delegation of Responsibility for Impact Management                    121
Nomination and Selection of the Board of Commissioners and the           112
Board Of Directors                                                               Pengembangan Kompetensi Terkait Pembangunan Berkelanjutan
                                                                                 Development of Competencies Related to Sustainable Development        124
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi
Performance Assessment of the Board of Commissioners and the             113     Manajemen Risiko atas Penerapan Pembangunan Berkelanjutan
Board of Directors                                                               Risk Management in the Implementation of Sustainable                  128
                                                                                 Development
Kebijakan Remunerasi
Remuneration Policy                                                      115     Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
                                                                                 Stakeholder Engagement                                                131
Rapat Direksi dan Dewan Komisaris
Board of Directors and Board of Commissioners Meetings                   117     Permasalahan Terhadap Penerapan Pembangunan Berkelanjutan
                                                                                 Challenges In the Implementation of Sustainable Development           133



           Kinerja Keberlanjutan
           Sustainability Performance

Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                          Aspek Emisi
Activities to Build a Sustainability Culture                             136     Emissions Aspects                                                     171
Kinerja Ekonomi                                                                  Aspek Limbah dan Efluen
Economic Performance                                                     138     Waste and Effluents Aspects                                           177
  Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target                   Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
  Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi                           Environmental Complaint Aspects                                       183
  Comparison of Target and Performance of Production, Portfolio,         138
  Financing Targets, or Investments, Revenue, and Profit or Loss               Kinerja Sosial
                                                                               Social Performance                                                      184
  Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan,
  atau Investasi Pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan                Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa
  Dengan Pembangunan Berkelanjutan                                               yang Setara Kepada Konsumen
  Comparison of Target and Performance of Portfolio, Financing           139     Commitment to Providing Equal Service for Products and/or Services    184
  Targets, or Investments In Financial Instruments or Projects Aligned           to Customers
  with Sustainable Development
                                                                                 Aspek Ketenagakerjaan
  Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan                     Employment Aspects                                                    184
  Direct Economic Value Generated and Distributed                        140
                                                                                 Aspek Masyarakat
  Kewajiban Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program Pensiun Lainnya            Community Aspects                                                     205
  Obligations of Defined Benefit Pension Plans and Other Retirement      141   Tanggung Jawab Pengembangan Produk dan/atau Jasa Keberlanjutan
  Plans                                                                                                                                                213
                                                                               Product and/or Service Responsibility for Sustainability
  Bantuan Finansial dari Pemerintah
  Government Financial Assistance                                        141     Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Pembangunan Berkelanjutan
                                                                                 Innovation and Development of Sustainable Construction Products/      213
  Keberadaan Pasar                                                               Services
  Market Presence                                                        141
                                                                                 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya Bagi Pelanggan
  Dampak Ekonomi Tidak Langsung                                                  Products/Services with Evaluated Customer Safety                      214
  Indirect Economic Impacts                                              00
                                                                                 Dampak Produk/Jasa
  Praktik Pengadaan Barang dan Jasa                                              Impact of Products/Services                                           216
  Procurement Practices for Goods and Services                           145
                                                                                 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
  Anti Korupsi                                                                   Total Number of Products Recalled                                     217
  Anti-Corruption                                                        148
                                                                                 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa
  Pajak                                                                          Customer Satisfaction Survey on Products and/or Services              217
  Tax                                                                    150
                                                                               Verifikasi Tertulis Dari Pihak Independen
Kinerja Lingkungan Hidup                                                       Written Verification by an Independent Party                            218
Environmental Performance                                                152
                                                                               Lembar Umpan Balik
  Sistem Manajemen Lingkungan                                                  Feedback Form                                                           219
  Environmental Management System                                        152
                                                                               Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun 2024
  Aspek Umum                                                                   Response to Feedback on the 2024 Sustainability Report                  221
  General Aspects                                                        154
                                                                               Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
  Aspek Material                                                               51/POJK.03/2017
  Material Aspects                                                       154   Disclosure Index in Accordance with Financial Services Authority        222
                                                                               Regulation No. 51/POJK.03/2017
  Aspek Energi
  Energy Aspects                                                         156   Indeks Isi Consolidated Set of GRI Standard
                                                                               Index of the Consolidated Set of GRI Standards                          225
  Aspek Air
  Water Aspects                                                          159   Sustainability Accounting Standard Board (SASB) Standards Engineering
                                                                               & Construction Services                                                 232
  Aspek Keanekaragaman Hayati
  Biodiversity Aspects                                                   164   Tautan Standar GRI dengan TPB
                                                                               GRI Standards Linkage to the SDGs                                       234




                                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                          2025 Sustainability Report    5
Page 6
Tentang Laporan
About the Report
[GRI 2-2, 2-3, 2-4]




      PT Hutama Karya (Persero)
6     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
PT Hutama Karya (Persero)
  2025 Sustainability Report   7
Page 8
Laporan Keberlanjutan PT Hutama Karya (Persero) tahun 2025             The Sustainability Report of PT Hutama Karya (Persero) for the
disusun dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan           year 2025 is prepared in accordance with the Financial Services
(POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan                Authority Regulation (POJK) Number 51/POJK.03/2017 concerning
Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan                  the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services
Perusahaan Publik, SE OJK No 16/POJK.04/2021 tentang Bentuk            Institutions, Issuers, and Public Companies, and the Circular
dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, serta           Letter of the Financial Services Authority (SE OJK) Number 16/
Pengungkapan Standar Keberlanjutan 1 dan 2 (International              POJK.04/2021 concerning the Form and Content of Annual Reports
Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2). Selain itu, laporan   of Issuers or Public Companies, as well as Sustainability Disclosure
keberlanjutan ini juga disusun sesuai dengan (“in accordance           Standards 1 and 2 (International Financial Reporting Standards
to”) Consolidated Set of GRI Standards. Laporan ini juga mengacu       (IFRS) S1 and S2), and is also prepared in accordance with (“in
pada Sustainability Accounting Standard Board (SASB) Standard          accordance to”) the Consolidated Set of GRI Standards. This report
Engineering & Construction Services, ASEAN Corporate Governance        also refers to the Sustainability Accounting Standards Board (SASB)
Scorecard (ACGS).                                                      Standard Engineering & Construction Services, ASEAN Corporate
                                                                       Governance Scorecard (ACGS).


Informasi yang disajikan dalam Laporan Keberlanjutan ini               The information presented in this Sustainability Report is limited to
hanya dalam lingkup PT Hutama Karya dan seluruh wilayah                PT Hutama Karya and its entire operational areas. Accordingly, the
operasionalnya. Dengan demikian, lingkup entitas yang                  scope of the entities disclosed differs from the entities presented in
disampaikan berbeda dengan entitas yang disampaikan pada               the Consolidated Financial Statements. Meanwhile, financial data
Laporan Keuangan Konsolidasian. Sedangkan informasi terkait            information is presented in accordance with the reporting entities
data keuangan, sesuai dengan entitas yang dilaporkan pada              in the Consolidated Financial Statements, which have been audited
Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah diaudit oleh Kantor          by a Public Accounting Firm.
Akuntan Publik.


Periode pelaporan pada Laporan Keberlanjutan ini yaitu sejak 1         The reporting period of this Sustainability Report covers 1 January
Januari sampai 31 Desember 2025 sesuai dengan periode laporan          to 31 December 2025, consistent with the consolidated financial
keuangan konsolidasian dan diterbitkan secara tahunan. Laporan         statements reporting period, and is published on an annual basis.
Keberlanjutan ini dipublikasikan pada 30 April 2026.                   This Sustainability Report will be published on April 30, 2026.


Di dalam Laporan Keberlanjutan ini terdapat informasi yang             This Sustainability Report contains restated information in the
disajikan kembali yaitu pada bagian rekrutmen karyawan baru            employee recruitment section for 2024 and 2023. This adjustment
tahun 2024 dan 2023. Hal ini dikarenakan Perseroan melakukan           was made due to the Company refining its data measurement
penyesuaian metode pengukuran data dengan menggunakan data             methodology by utilizing more valid data sources, which resulted
yang lebih valid dan berdampak pada penurunan jumlah karyawan          in a decrease in the number of employees recruited as permanent
yang direkrut menjadi karyawan tetap. Terdapat perbaikan               employees. There was an improvement in information related
informasi terkait proyek yang sejalan dengan pembangunan               to projects aligned with sustainable development in 2023, which
berkelanjutan di tahun 2023 yang berdampak pada penurunan              resulted in a decrease in the number of projects aligned with
jumlah proyek yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.           sustainable development.


Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait Laporan               For further information regarding this Sustainability Report,
Keberlanjutan ini, para pemangku kepentingan dapat menghubungi         stakeholders may contact the following:
informasi sebagai berikut:




                      Sekretaris Perusahaan               Corporate Secretary

                      PT HUTAMA KARYA (Persero)                                          : (021) 8193708
                      Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8, RT. 12 RW. 11                      : pthk@hutamakarya.com
                      Cawang, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur
                                                                                         : www.hutamakarya.com
                      Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13340




         PT Hutama Karya (Persero)
  8      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
                                                                                                                                               Tentang Laporan
                                                                                                                                               About the Report




     Proses Penentuan Topik Material [GRI 3-1, 3-2, 2-14]
     Material Topic Determination Process

Dalam menentukan topik material, secara berkala Perseroan                              In determining material topics, the Company periodically conducts
melakukan identifikasi, analisis aktivitas, dan hubungan bisnis                        identification and analysis of activities and business relationships
berdasarkan konteks keberlanjutan, serta menganalisis pemangku                         based on the sustainability context, as well as analyzes affected
kepentingan yang terdampak (inside out) maupun dampak dari para                        stakeholders (inside-out) and the impacts of stakeholders on the
pemangku kepentingan terhadap Perseroan (materialitas finansial/                       Company (financial materiality/outside-in). This process is aligned
outside in). Proses ini sejalan dengan identifikasi risiko Perseroan.                  with the Company’s risk identification framework. The Company
Perseroan melibatkan berbagai unit kerja. Unit kerja yang terlibat                     involves various work units, including Risk Management, Systems &
di antaranya Divisi Pengelolaan Risiko, Divisi Sistem & Kepatuhan,                     Compliance Division, the Corporate Planning Division, the Accounting
Divisi Corporate Planning, Divisi Akuntansi dan Keuangan, Divisi                       and Finance Division, the Infrastructure I Division, the Engineering,
Infrastruktur I, Divisi Engineering, Riset & TI, Divisi Infrastruktur II, Divisi       Research & IT Division, the Infrastructure II Division, the Toll Road
Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol, Divisi Pembangunan Jalan Tol,                      Operations and Maintenance Division, the Toll Road Development
Divisi Supply Chain Management, Divisi Human Capital, Divisi QHSSE,                    Division, the Supply Chain Management Division, the Human Capital
Divisi Perencanaan Jalan Tol dan Divisi Legal, Divisi Pengembangan                     Division, the QHSSE Division, the Toll Road Planning Division, the Legal
Bisnis & Manajemen Portofolio, Sekretaris Perusahaan. Hal ini                          Division, the Business Development & Portfolio Management Division,
dilakukan guna mendapatkan gambaran terkait isu keberlanjutan                          and the Corporate Secretary. This is carried out to obtain an overview of
dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis Perseroan, hubungan                           sustainability issues by considering the Company’s business activities,
bisnis, pemangku kepentingan, dan konteks keberlanjutan. Dalam                         business relationships, stakeholders, and sustainability context. In
mengidentifikasi isu-isu keberlanjutan, PT Hutama Karya (Persero)                      identifying sustainability issues, PT Hutama Karya (Persero) has taken
telah mempertimbangkan GRI Sector Standard dan SASB.                                   into account the GRI Sector Standards and SASB.

Selanjutnya, Perseroan melakukan penilaian terhadap dampak                             Subsequently, the Company assesses the actual and potential
aktual maupun potensial dari setiap risiko yang terkait dengan                         impacts of each risk related to all activities and business
seluruh kegiatan dan hubungan bisnis Hutama Karya. Proses ini                          relationships of Hutama Karya. This process aims to enable the
bertujuan untuk memungkinkan Perseroan mengambil langkah                               Company to take mitigation measures against potential impacts
mitigasi terhadap kemungkinan dampak yang timbul. Dalam                                that may arise. In conducting impact analysis, the Company utilizes
melakukan analisis dampak, Perseroan memanfaatkan informasi                            information obtained from various sources and relevant data.
yang bersumber dari berbagai pihak dan data yang relevan.

Setelah menganalisis dampak aktual dan potensial, Perseroan                            After analyzing actual and potential impacts, the Company
menilai signifikansi setiap dampak yang teridentifikasi untuk                          evaluates the significance of each identified impact to prioritize
memprioritaskan isu keberlanjutan, dengan tujuan menentukan                            sustainability issues, with the objective of determining appropriate
langkah mitigasi yang tepat serta menetapkan topik material yang                       mitigation measures and establishing relevant material topics for
relevan untuk tahun pelaporan.                                                         the reporting year.

Selanjutnya, Hutama Karya memprioritaskan topik material                               Furthermore, Hutama Karya prioritizes material topics based
berdasarkan tingkat skala scale and scope/severity dan                                 on the level of scale and scope/severity and likelihood, with risk
likelihood, dengan klasifikasi risiko High dan Moderate to High,                       classifications of High and Moderate to High, and aligns them
lalu menyesuaikannya dengan GRI Standards. Setelah prioritas                           with the GRI Standards. Following the establishment of internal
internal ditetapkan, Perseroan melibatkan pemangku kepentingan                         priorities, the Company engages external stakeholders and experts
eksternal dan ahli/expert untuk mengonfirmasi topik yang terpilih                      to confirm the selected topics, which was conducted from March 16
yaitu sejak 16 Maret sampai 30 Maret 2026. Selanjutnya, masukan                        to March 30, 2026. Subsequently, input from external stakeholders
dari stakeholder eksternal disampaikan kepada Direksi untuk                            is submitted to the Board of Directors for discussion and approval as
dibahas dan disetujui sebagai topik material yang akan dilaporkan                      the material topics to be disclosed in the 2025 Sustainability Report.
dalam Laporan Keberlanjutan 2025.




   Penelaahan isu keberlanjutan               Identifikasi dampak aktual dan            Penilaian Signifikansi Dampak           Melakukan     prioritasi  dampak
   (ekonomi,    lingkungan,      sosial       potensial (ekonomi, lingkungan, sosial                                            signifikan yang akan dilaporkan
                                              termasuk hak asasi manusia) terkait       Assessment of Impact Significance
   termasuk hak asasi manusia)                                                                                                  dalam laporan keberlanjutan
   terhadap aktivitas dan relasi bisnis       aktivitas dan relasi bisnis Perseroan
                                              terhadap pemangku kepentingan                                                     Prioritization of significant impacts
   Perusahaan                                                                                                                   to be disclosed in the sustainability
                                              (inside out) dan dampak lingkungan
   Review of sustainability issues            eksternal terhadap kinerja Perseroan                                              report
   (economic, environmental, and              (outside in)
   social, including human rights) in         Identification of actual and potential
   relation to the Company’s business         impacts (economic, environmental,
   activities and relations                   and social, including human
                                              rights) related to the Company’s
                                              business activities and relationships
                                              on stakeholders (inside-out), as
                                              well as the impact of the external
                                              environment on the Company’s
                                              performance (outside-in)


                                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                              2025 Sustainability Report          9
Page 10
Tabel Topik Material Tahun 2025
Table of Material Topics 2025

                                                                               Pemangku
Topik Material                        Isu Utama                            Kepentingan yang          Alasan Bersifat Material             TPB
Material Topic                        Key Issues                               Terdampak               Materiality Rationale              SDGs
                                                                          Affected Stakeholders

Kesehatan dan       •    Sistem manajemen keselamatan dan             •      Pemegang Saham       Kegiatan konstruksi dan operasi
Keselamatan              kesehatan kerja                                     dan Investor         jalan tol memiliki tingkat risiko
Kerja               •    Pengidentifikasian bahaya, penilaian         •      Pegawai              tinggi    terhadap    keselamatan
Occupational             risiko, dan investigasi insiden              •      Pengguna Jalan Tol   pekerja,    termasuk    kecelakaan
Health and Safety   •    Layanan kesehatan yang dimiliki              •      Mitra Kerja          kerja, paparan bahaya fisik, serta
                         Perseroan                                    •      Masyarakat           risiko kesehatan akibat lingkungan
                    •    Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi      •      Pemerintah           kerja. Kinerja K3 secara langsung
                         pekerja pada kesehatan dan                   •      Owner                mempengaruhi keberlangsungan
                         keselamatan kerja                            •      Shareholders and     proyek, reputasi perusahaan, dan
                    •    Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan             Investors            kepatuhan terhadap regulasi.
                         keselamatan kerja                            •      Employees            Construction activities and toll
                    •    Peningkatan kualitas kesehatan pekerja       •      Toll Road Users      road operations involve high
                    •    Pencegahan dan mitigasi dampak-              •      Business Partners    levels   of   occupational      risk,
                         dampak keselamatan dan kesehatan             •      Communities          including workplace accidents,
                         kerja yang secara langsung terkait           •      Government           exposure to physical hazards,
                         hubungan bisnis                              •      Owner                and health risks arising from
                    •    Pekerja yang tercakup dalam sistem                                       the working environment. OHS
                         manajemen keselamatan dan kesehatan                                      performance directly affects project
                         kerja                                                                    continuity, corporate reputation,
                    •    Kecelakaan kerja yang terjadi pada                                       and compliance with applicable
                         periode pelaporan                                                        regulations.
                    •    Penyakit akibat kerja yang dialami oleh
                         karyawan Perseroan
                    •    Occupational Health and Safety (OHS)
                         Management System
                    •    Hazard identification, risk assessment,
                         and incident investigation
                    •    Corporate healthcare services
                    •    Worker participation, consultation, and
                         communication on occupational health
                         and safety
                    •    Employee training on occupational
                         health and safety
                    •    Improvement of employee health quality
                    •    Prevention and mitigation of
                         occupational health and safety impacts
                         directly related to business relationships
                    •    Employees covered under the
                         occupational health and safety
                         management system
                    •    Work-related accidents occurring during
                         the reporting period
                    •    Occupational diseases experienced by
                         the Company’s employees

Anti Korupsi        •    Operasi-operasi yang dinilai memiliki        •      Investor             Penerapan prinsip anti korupsi
Anti-Corruption          risiko terkait korupsi                       •      Pemegang saham       menjadi krusial untuk menjaga
                    •    Komunikasi dan pelatihan tentang             •      Karyawan             integritas,    reputasi,   serta
                         kebijakan dan prosedur anti korupsi          •      Investors            keberlangsungan usaha Perseroan
                    •    Insiden korupsi yang terbukti dan            •      Shareholders         dalam jangka panjang.
                         tindakan yang diambil                        •      Employees            The implementation of anti-
                    •    Operations identified as having                                          corruption principles is critical
                         corruption-related risks                                                 to maintaining the integrity,
                    •    Communication and training on anti-                                      reputation, and long-term business
                         corruption policies and procedures                                       sustainability of the Company.
                    •    Confirmed incidents of corruption and
                         actions taken

Kepuasan            •    Informasi mengenai nilai kepuasan            •      Pemegang Saham       Sebagai operator jalan tol dan
Pelanggan                pelanggan                                           dan Investor         penyedia jasa konstruksi, kualitas
Customer            •    Information on customer satisfaction         •      Karyawan             layanan dan kepuasan pengguna
Satisfaction             levels                                       •      Konsumen/            dan owner menjadi faktor utama
                                                                             Pelanggan            dalam menjaga kepercayaan publik
                                                                      •      Shareholders and     dan keberlanjutan bisnis.
                                                                             Investors            As a toll road operator and
                                                                      •      Employees            construction    service  provider,
                                                                      •      Customers            service quality and satisfaction
                                                                                                  of users and project owners are
                                                                                                  key factors in maintaining public
                                                                                                  trust and ensuring business
                                                                                                  sustainability.




         PT Hutama Karya (Persero)
10       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
                                                                                                                                            Tentang Laporan
                                                                                                                                            About the Report




                                                                               Pemangku
Topik Material                      Isu Utama                              Kepentingan yang           Alasan Bersifat Material                    TPB
Material Topic                      Key Issues                                 Terdampak                Materiality Rationale                     SDGs
                                                                          Affected Stakeholders

Kinerja Ekonomi     •   Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan        •      Pemegang Saham       Kinerja    ekonomi   merupakan
Economic                dan didistribusikan oleh Perusahaan           •      Regulator            topik material yang mampu
Performance         •   Implikasi finansial serta risiko dan          •      Karyawan             menggambarkan kinerja keuangan
                        peluang lain akibat perubahan iklim           •      Kreditur             serta berbagai capaian kinerja
                    •   Kewajiban program pensiun manfaat             •      Mitra Kerja          operasional Perseroan selama
                        pasti dan program pensiun lainnya             •      Shareholders         tahun pelaporan.
                    •   Bantuan keuangan yang diterima                •      Regulators           Economic performance is a material
                        Perusahaan dari Pemerintah                    •      Employees            topic that reflects the Company’s
                    •   Direct economic value generated and           •      Creditors            financial performance as well as
                        distributed by the Company                    •      Business Partners    various operational achievements
                    •   Financial implications as well as other                                   during the reporting year.
                        risks and opportunities arising from
                        climate change
                    •   Defined benefit pension obligations and
                        other pension schemes
                    •   Financial assistance received by the
                        Company from the Government

Pengelolaan Emisi   •   Konsumsi energi Perseroan                     •      Karyawan             Kegiatan konstruksi dan operasi
dan Energi          •   Upaya Perseroan dalam melakukan               •      Masyarakat           jalan tol menghasilkan emisi
Energy and              efisiensi energi dan penggunaan energi        •      Pemerintah           gas rumah kaca yang signifikan,
Emissions               baru terbarukan                               •      Mitra Bisnis         terutama dari penggunaan bahan
Management          •   Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)                •      Employees            bakar dan listrik. Pengelolaan energi
                    •   Emisi GRK Tidak Langsung (Cakupan 2)          •      Communities          menjadi kunci dalam efisiensi biaya
                    •   Emisi GRK tidak langsung lainnya              •      Government           dan dekarbonisasi.
                        (Cakupan 3)                                   •      Business Partners    Construction       and      toll   road
                    •   Intensitas Emisi GRK                                                      operations generate significant
                    •   Pengurangan Emisi GRK                                                     greenhouse         gas       emissions,
                    •   Pengendalian Emisi Penipis Lapisan Ozon                                   primarily from fuel and electricity
                    •   Nitrogen Oksida (NOx), Sulfur Oksida                                      consumption. Energy management
                        (SOx), dan Emisi Udara Signifikan Lainnya                                 is a key driver for cost efficiency and
                    •   The Company’s energy consumption                                          decarbonization efforts.
                    •   The Company’s initiatives in energy
                        efficiency and the use of renewable energy
                    •   Direct Greenhouse Gas (GHG) emissions
                        (Scope 1)
                    •   Indirect Greenhouse Gas (GHG) emissions
                        (Scope 2)
                    •   Other indirect Greenhouse Gas (GHG)
                        emissions (Scope 3)
                    •   GHG emissions intensity
                    •   GHG emissions reduction
                    •   Ozone-depleting substance emissions
                        control
                    •   Nitrogen Oxides (NOx), Sulfur Oxides (SOx),
                        and other significant air emissions

Praktik             •   Proporsi pengeluaran untuk pemasok            •      Mitra Bisnis         Praktik      pengadaan        memiliki
Pengadaan               lokal                                         •      Business Partners    pengaruh       langsung      terhadap
Procurement         •   Proportion of procurement spending on                                     efisiensi biaya, kualitas proyek, serta
Practices               local suppliers                                                           integritas operasional Perusahaan.
                                                                                                  Procurement practices have a
                                                                                                  direct influence on cost efficiency,
                                                                                                  project quality, and the Company’s
                                                                                                  operational integrity.

Kepegawaian         •   Perekrutan karyawan baru dan                  •      Karyawan             Pengelolaan kepegawaian yang baik
Employment              pergantian karyawan                           •      Employees            menjadi kunci dalam menciptakan
                    •   Tunjangan yang diberikan kepada                                           lingkungan kerja yang inklusif, aman,
                        karyawan purnawaktu yang tidak                                            dan mendukung kesejahteraan
                        diberikan kepada karyawan pada kurun                                      karyawan, serta berkontribusi
                        waktu tertentu atau paruh waktu                                           terhadap keberlanjutan kinerja
                    •   Cuti melahirkan                                                           Perseroan.
                    •   New employee hires and employee                                           Effective employment management
                        turnover                                                                  is essential in creating an inclusive,
                    •   Benefits provided to full-time employees                                  safe, and supportive working
                        that are not provided to temporary or                                     environment for employee well-
                        part-time employees                                                       being, thereby contributing to the
                    •   Maternity leave                                                           sustainability of the Company’s
                                                                                                  performance.




                                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                            2025 Sustainability Report   11
Page 12
                                                                              Pemangku
Topik Material                        Isu Utama                           Kepentingan yang          Alasan Bersifat Material             TPB
Material Topic                        Key Issues                              Terdampak               Materiality Rationale              SDGs
                                                                         Affected Stakeholders

Keanekaragaman      •    Kebijakan untuk menghentikan                •      Masyarakat           Proyek infrastruktur berpotensi
Hayati                   dan mengembalikan hilangnya                 •      Pemerintah           berdampak       pada     ekosistem
Biodiversity             keanekaragaman hayati                       •      Communities          alami, terutama pada area dengan
                    •    Manajemen dampak keanekaragaman             •      Government           sensitivitas tinggi seperti hutan,
                         hayati                                                                  kawasan lindung, dan habitat satwa.
                    •    Akses dan berbagi manfaat                                               Infrastructure      projects     may
                    •    Identifikasi dampak keanekaragaman                                      potentially       impact      natural
                         hayati                                                                  ecosystems, particularly in areas
                    •    Lokasi yang memiliki dampak                                             with high environmental sensitivity
                         keanekaragaman hayati                                                   such as forests, protected areas, and
                    •    Pemicu langsung hilangnya                                               wildlife habitats.
                         keanekaragaman hayati
                    •    Perubahan kondisi keanekaragaman
                         hayati
                    •    Layanan ekosistem
                    •    Policies to halt and reverse biodiversity
                         loss
                    •    Biodiversity impact management
                    •    Access and benefit-sharing
                    •    Identification of biodiversity impacts
                    •    Locations with biodiversity impacts
                    •    Direct drivers of biodiversity loss
                    •    Changes in biodiversity conditions
                    •    Ecosystem services

Pelatihan dan       •    Informasi terkait rata-rata jam pelatihan   •      Karyawan             Pengembangan SDM menjadi faktor
Pendidikan               per tahun per karyawan                      •      Mitra Bisnis         dalam meningkatkan produktivitas
Training and        •    Program untuk meningkatkan                  •      Masyarakat           dan daya saing Perseroan secara
Education                keterampilan karyawan dan program           •      Employees            berkelanjutan.
                         bantuan peralihan menjelang pensiun         •      Business Partners    Human capital development is a key
                    •    Persentase karyawan yang menerima           •      Communities          factor in enhancing the Company’s
                         tinjauan rutin terhadap kinerja dan                                     productivity     and     long-term
                         pengembangan karir                                                      competitiveness in a sustainable
                    •    Average training hours per employee per                                 manner.
                         year
                    •    Programs to enhance employee skills
                         and pre-retirement transition assistance
                         programs
                    •    Percentage of employees receiving
                         regular performance and career
                         development reviews

Pengelolaan Air     •    Interaksi dengan air sebagai sumber         •      Karyawan             Kegiatan konstruksi membutuhkan
Water                    daya bersama                                •      Masyarakat           penggunaan air yang signifikan
Management          •    Manajemen dampak yang berkaitan             •      Mitra Bisnis         serta berpotensi mempengaruhi
                         dengan pembuangan air                       •      Employees            kualitas air melalui limpasan dan
                    •    Pengambilan air                             •      Communities          sedimentasi.
                    •    Pembuangan air                              •      Business Partners    Construction activities require
                    •    Konsumsi air                                                            significant water usage and may
                    •    Interaction with water as a shared                                      potentially affect water quality
                         resource                                                                through runoff and sedimentation.
                    •    Management of impacts related to water
                         discharge
                    •    Water withdrawal
                    •    Water discharge
                    •    Water consumption




         PT Hutama Karya (Persero)
12       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 13
                                                                                                                           Tentang Laporan
                                                                                                                           About the Report




    Manajemen Topik Material [GRI 3-3]
    Management of Material Topics


Kesehatan dan Keselamatan Kerja                                        Occupational Health and Safety

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi perhatian utama           Occupational Health and Safety (OHS) remains a primary focus,
mengingat kegiatan konstruksi dan operasi jalan tol memiliki tingkat   considering that toll road construction and operations inherently
risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja. Dampak aktual dan          carry a high level of risk to worker safety. The actual and potential
potensial yang dapat timbul mencakup kecelakaan kerja, paparan         impacts that may arise include occupational accidents, exposure
bahaya fisik, serta risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan        to physical hazards, and risks of health disorders due to the
kerja, yang secara langsung berkaitan dengan pemenuhan hak             working environment, all of which are directly associated with the
atas keselamatan dan kesehatan kerja. Selain berdampak pada            fulfillment of occupational health and safety rights. In addition to
individu pekerja, kinerja K3 juga memengaruhi keberlangsungan          affecting individual workers, OHS performance also influences
proyek, efisiensi operasional, serta reputasi Perseroan. Pada tahun    project sustainability, operational efficiency, and the Company’s
2025, dampak aktual yang terjadi yaitu masih adanya lost time          reputation. In 2025, the actual impact observed was an increase
injury frequency rate menjadi 0,010 meningkat dibandingkan tahun       in the lost time injury frequency rate to 0.010, compared to 0.00
2024 yang sebesar 0,00. Perseroan menyadari bahwa keterlibatan         recorded in 2024. The Company recognizes that involvement
terhadap dampak negatif dapat terjadi baik melalui aktivitas           in negative impacts may occur both through direct operational
operasional secara langsung maupun melalui hubungan bisnis             activities and through business relationships with contractors and
dengan kontraktor dan mitra kerja lainnya, sehingga diperlukan         other business partners, thereby necessitating comprehensive and
pengelolaan yang menyeluruh dan konsisten di seluruh rantai nilai.     consistent management across the entire value chain.


Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan Sistem                   As part of its commitment, the Company implements an integrated
Manajemen K3 yang terintegrasi dalam kerangka Quality, Health,         Occupational Health and Safety (OHS) Management System within
Safety, Security, and Environment (QHSSE), dengan mengacu pada         the Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE)
peraturan nasional seperti PP 50 tahun 2012 tentang SMK3, Perpol       framework, in reference to national regulations such as Government
No 7 tahun 2019 tentang pengamanan serta standar internasional         Regulation No. 50 of 2012 concerning OHS Management Systems
seperti ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO         and National Police Regulation No. 7 of 2019 concerning security,
39001:2012. Kebijakan ini menegaskan komitmen perusahaan               as well as international standards including ISO 9001:2015, ISO
terhadap pencapaian zero fatality serta penerapan perbaikan            14001:2015, ISO 45001:2018, and ISO 39001:2012. This policy
berkelanjutan dalam membangun budaya keselamatan kerja.                affirms the Company’s commitment to achieving zero fatality
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk meminimalkan risiko,        and implementing continuous improvement in fostering a safety
tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat,       culture. This approach is not only intended to minimize risks but
dan produktif bagi seluruh pekerja serta pemangku kepentingan          also to create a safe, healthy, and productive working environment
terkait. Perseroan juga telah memiliki manual yang mengatur            for all workers and relevant stakeholders. The Company has also
tentang Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).            established a manual governing Occupational Health, Safety,
Pedoman tersebut diberlakukan bagi seluruh (100%) entitas              and Environment (HSE). The guideline is applicable to all (100%)
bisnis, karyawan, mitra usaha, kontraktor, pengunjung, serta           business entities, employees, business partners, contractors,
para pemangku kepentingan lainnya. Penyusunan panduan ini              visitors, and other stakeholders. The preparation of this guideline
dimaksudkan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan            is intended to establish a safe and healthy working environment,
sehat, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit        while preventing occupational accidents, work-related illnesses,
akibat kerja, maupun insiden berbahaya lainnya, serta mendorong        and other hazardous incidents, as well as fostering a sense of
terciptanya rasa tanggung jawab dari seluruh pihak terhadap aspek      responsibility among all parties toward occupational health
keselamatan dan kesehatan kerja. Upaya Perseroan dalam menjaga         and safety aspects. The Company’s efforts in maintaining OHS
kinerja K3 merupakan tanggung jawab seluruh pihak dan berada di        performance constitute a shared responsibility across all parties
bawah koordinasi Divisi QHSSE.                                         and are coordinated under the QHSSE Division.




                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   13
Page 14
Dalam implementasinya, perusahaan melaksanakan berbagai                 In its implementation, the Company undertakes various measures
tindakan untuk mengelola dampak K3, baik dalam pencegahan               to manage OHS impacts, both in prevention and mitigation.
maupun penanganan. Upaya pencegahan dilakukan melalui                   Preventive measures are carried out through the implementation of
penerapan QHSSE Plan di seluruh proyek, pelaksanaan safety              the QHSSE Plan across all projects, the conduct of safety induction,
induction, serta pelatihan K3 secara rutin. Sementara itu,              and regular OHS training. Meanwhile, the handling of actual
penanganan terhadap dampak aktual dilakukan melalui inspeksi            impacts is performed through periodic inspections and audits, as
dan audit berkala serta digitalisasi pelaporan insiden melalui          well as the digitalization of incident reporting through an internal
sistem internal (HK SHIELD), yang memungkinkan respon cepat             system (HK SHIELD), enabling prompt response and appropriate
dan tindakan perbaikan yang tepat. Perusahaan juga secara aktif         corrective actions. The Company also actively manages positive
mengelola dampak positif melalui kampanye budaya keselamatan            impacts through safety awareness campaigns to enhance workers’
(safety awareness) guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi          awareness and participation in OHS implementation.
pekerja dalam penerapan K3.


Efektivitas pengelolaan K3 dipantau melalui indikator kinerja           The effectiveness of OHS management is monitored through key
utama seperti Total Recordable Injury Rate (TRIR). Evaluasi             performance indicators such as the Total Recordable Injury Rate
efektivitas K3 dan TRIR < 1 sebagai tolok ukur keberhasilan. Di tahun   (TRIR). The evaluation of OHS effectiveness uses TRIR < 1 as a
2025, Perseroan berhasil mencapai target TRIR yaitu 0,22 per satu       benchmark for success. In 2025, the Company successfully achieved
juta jam kerja. Evaluasi yang telah dilakukan kemudian dijadikan        its TRIR target of 0.22 per one million working hours. The results of
dasar pertimbangan untuk diintegrasikan ke dalam kebijakan dan          the evaluation are subsequently used as a basis for consideration
prosedur operasional, dengan melibatkan masukan dari pemangku           to be integrated into policies and operational procedures,
kepentingan seperti pekerja, kontraktor, dan regulator, guna            incorporating input from stakeholders such as employees,
memastikan efektivitas tindakan serta mendorong peningkatan             contractors, and regulators, in order to ensure the effectiveness of
berkelanjutan.                                                          actions taken and to promote continuous improvement.



Anti Korupsi                                                            Anti-Corruption

Penerapan prinsip antikorupsi ditujukan untuk mencegah dan              The implementation of anti-corruption principles is aimed at
memitigasi dampak negatif seperti kerugian finansial, risiko            preventing and mitigating negative impacts such as financial losses,
hukum, serta pelanggaran terhadap etika bisnis dan hak-hak              legal risks, and violations of business ethics and stakeholders’
pemangku kepentingan. Perseroan menyadari bahwa keterlibatan            rights. The Company recognizes that exposure to potential negative
terhadap potensi dampak negatif dapat terjadi baik melalui              impacts may arise both through internal operational activities
aktivitas operasional internal maupun melalui hubungan bisnis           and through business relationships with partners, contractors,
dengan mitra kerja, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya, sehingga      and other third parties. Therefore, the management of corruption
pengelolaan risiko korupsi harus dilakukan secara komprehensif di       risks must be carried out comprehensively across all lines of the
seluruh lini organisasi dan rantai nilai.                               organization and throughout the value chain.


Sebagai bentuk komitmen, Perseroan telah memiliki Komitmen              As a form of commitment, the Company has established the Anti-
Anti-Fraud PT Hutama Karya (Persero). Efektivitas penerapan             Fraud Commitment of PT Hutama Karya (Persero). The effectiveness
anti fraud di Perseroan ditunjukkan dengan telah dimilikinya            of anti-fraud implementation within the Company is demonstrated by
ISO 37001: Anti-Bribery Management System (SMAP). Perseroan             the adoption of ISO 37001: Anti-Bribery Management System (SMAP).
juga telah memiliki Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana          The Company has also implemented a Whistleblowing System (WBS)
pelaporan pelanggaran yang transparan dan akuntabel. Perseroan          as a transparent and accountable reporting mechanism for violations.
secara konsisten menanamkan budaya integritas melalui berbagai          The Company consistently instills a culture of integrity through various
kebijakan dan prosedur yang menegaskan prinsip zero tolerance           policies and procedures that emphasize a zero tolerance principle
terhadap segala bentuk korupsi dan penyuapan. Pelaksanaan               toward all forms of corruption and bribery. The implementation of the
sistem manajemen anti korupsi berada di bawah koordinasi Satuan         anti-corruption management system is coordinated under the Internal
Pengawas Intern dan Sekretaris Perusahaan.                              Audit and the Corporate Secretary.


Dalam pelaksanaannya, Perseroan mengambil berbagai langkah              In its implementation, the Company undertakes various measures
untuk mencegah dan mengelola risiko korupsi, antara lain                to prevent and manage corruption risks, including the regular
melalui pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi antikorupsi secara        conduct of anti-corruption training and socialization programs for
rutin kepada karyawan, mitra kerja, dan kontraktor. Sepanjang           employees, business partners, and contractors. Throughout 2025,
tahun 2025, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai media,            these initiatives were carried out through various media, such as
seperti Whatsapp Broadcast, pemutaran video SMAP dalam                  WhatsApp Broadcast, the screening of SMAP-related videos during
rapat koordinasi dan kegiatan pembelajaran internal, serta              coordination meetings and internal learning activities, as well as




         PT Hutama Karya (Persero)
 14      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
                                                                                                                            Tentang Laporan
                                                                                                                            About the Report




penandatanganan pakta integritas oleh seluruh karyawan dan             the signing of integrity pacts by all employees and prospective
calon mitra bisnis. Untuk memastikan implementasi yang merata          business partners. To ensure consistent implementation at the
hingga ke tingkat operasional, sosialisasi juga dilakukan pada         operational level, socialization activities are also conducted
saat tinjauan manajemen kepada seluruh manajer proyek, yang            during management reviews with all project managers, who are
kemudian bertanggung jawab untuk meneruskan kepada tim di              subsequently responsible for cascading the information to their
masing-masing lokasi proyek. Selain itu, Perseroan mendorong           respective project teams. In addition, the Company promotes
peningkatan kesadaran melalui program pelatihan rutin yang turut       increased awareness through regular training programs that also
mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi.                              integrate anti-corruption values.


Efektivitas pengelolaan topik anti korupsi dipantau melalui            The effectiveness of anti-corruption management is monitored
sejumlah indikator, antara lain jumlah laporan yang diterima melalui   through several indicators, including the number of reports
WBS, jumlah pelatihan dan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan,      received through the WBS, the number of training sessions and
serta tingkat pemahaman dan kesadaran karyawan. Perseroan              socialization activities conducted, as well as the level of employee
menetapkan target zero fraud sebagai tolok ukur utama. Selama          understanding and awareness. The Company has established a zero
periode pelaporan, tidak terdapat laporan dugaan pelanggaran           fraud target as the primary benchmark. During the reporting period,
yang masuk melalui mekanisme WBS, serta tidak terdapat kasus           there were no reports of alleged violations submitted through the
hukum maupun kerugian finansial yang berkaitan dengan korupsi.         WBS mechanism, and there were no legal cases or financial losses
Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan              related to corruption. This indicates that the measures implemented
berjalan efektif, meskipun Perseroan tetap melakukan evaluasi          have been effective; however, the Company continues to conduct
dan penguatan berkelanjutan untuk memastikan konsistensi               ongoing evaluations and enhancements to ensure consistency in
implementasi serta peningkatan budaya integritas di seluruh            implementation and to strengthen the culture of integrity across
organisasi dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait.             the organization by involving relevant stakeholders.



Kepuasan Pelanggan                                                     Customer Satisfaction

Tingkat kepuasan pengguna jalan tol dan pemilik proyek (owner)         The level of satisfaction of toll road users and project owners
memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan publik, reputasi         (owners) has a direct impact on public trust, the Company’s
perusahaan, serta keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.           reputation, and long-term business sustainability.Potential
Dampak negatif yang berpotensi timbul apabila layanan tidak            negative impacts arising from suboptimal service include a decline
optimal mencakup penurunan kepercayaan, peningkatan keluhan,           in trust, an increase in complaints, and the risk of losing business
hingga risiko kehilangan peluang bisnis, sementara dampak              opportunities, while positive impacts from effective management
positif dari pengelolaan yang baik mencakup loyalitas pelanggan,       include customer loyalty, improved operational performance,
peningkatan kinerja operasional, serta hubungan jangka panjang         and long-term relationships with stakeholders. The Company also
dengan pemangku kepentingan. Perseroan juga menyadari bahwa            recognizes that exposure to such impacts may occur both through
keterlibatan terhadap dampak tersebut dapat terjadi baik melalui       direct operational activities and through interactions with users and
aktivitas operasional secara langsung maupun melalui interaksi         business partners.
dengan pengguna dan mitra kerja.


Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa memberikan                The Company is committed to consistently delivering the best
pelayanan terbaik untuk pelanggan dan pemilik proyek. Efektivitas      services to customers and project owners. The effectiveness of the
pelayanan yang diberikan tercermin dengan telah dimilikinya ISO        services provided is reflected in the implementation ISO 39001:2012
39001:2012 dan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Kebijakan          and the Quality Management System ISO 9001:2015. The quality
mutu yang diterapkan menekankan pada perbaikan berkelanjutan,          policy emphasizes continuous improvement, responsiveness to
responsivitas terhadap kebutuhan pelanggan, serta konsistensi          customer needs, and consistency in maintaining service standards
dalam menjaga standar layanan di seluruh lini operasional dan          across all operational lines and construction projects.
proyek konstruksi.


Dalam implementasinya, Perseroan melakukan berbagai upaya              In its implementation, the Company undertakes various efforts to
untuk mengelola dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Pada              manage and enhance customer satisfaction. In the toll road operations
sektor operasional jalan tol, langkah yang dilakukan meliputi          sector, the measures implemented include the digitalization of
digitalisasi pelaporan ketidaksesuaian melalui sistem internal,        non-conformance reporting through internal systems, complaint
pengelolaan keluhan melalui sistem layanan pelanggan,                  management through customer service systems, improvement of
peningkatan kualitas layanan operasional, serta pemanfaatan            operational service quality, and the utilization of technology for real-
teknologi untuk monitoring kinerja layanan secara real-time.           time service performance monitoring. Meanwhile, in the construction
Sementara pada sektor konstruksi, Perseroan secara rutin               sector, the Company regularly conducts training programs to ensure




                                                                                                           PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                             2025 Sustainability Report   15
Page 16
menyelenggarakan pelatihan guna memastikan kualitas pekerjaan        that the quality of work meets established standards. In addition,
sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, survei kepuasan   customer satisfaction surveys are carried out periodically, both at the
pelanggan dilakukan secara berkala, baik pada tahap progres          construction progress stages (50% and 100%) and within toll road
konstruksi (50% dan 100%) maupun pada layanan operasional            operational services.
jalan tol.


Efektivitas pengelolaan kepuasan pelanggan dipantau melalui          The effectiveness of customer satisfaction management is
indikator utama seperti Indeks Kepuasan Pelanggan, jumlah            monitored through key indicators such as the Customer Satisfaction
dan penyelesaian keluhan, serta hasil survei berkala. Hasil          Index, the number and resolution of complaints, and the results
evaluasi menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan           of periodic surveys. Evaluation results indicate that the measures
memberikan hasil yang positif, tercermin dari peningkatan            implemented have yielded positive outcomes, as reflected in the
Indeks Kepuasan Pelanggan pada tahun 2025 menjadi 92,37%,            increase in the Customer Satisfaction Index in 2025 to 92.37%,
dibandingkan dengan 92,07% pada tahun 2024. Hasil ini                compared to 92.07% in 2024. These results indicate an improvement
mengindikasikan adanya peningkatan kualitas layanan dan respons      in service quality and responsiveness to customer needs. The
terhadap kebutuhan pelanggan. Evaluasi tersebut kemudian             outcomes of such evaluations are subsequently used as a basis for
dijadikan dasar pertimbangan untuk diintegrasikan ke dalam           integration into policies and operational procedures, incorporating
kebijakan dan prosedur operasional, dengan melibatkan masukan        customer feedback as part of continuous improvement efforts and
dari pelanggan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan     the enhancement of service effectiveness in the future.
dan peningkatan efektivitas layanan di masa mendatang.



Kinerja Ekonomi                                                      Economic Performance

Kinerja ekonomi yang optimal memberikan dampak positif               Optimal economic performance generates positive impacts on
terhadap keberlanjutan usaha, peningkatan nilai bagi pemegang        business sustainability, enhances value for shareholders, and
saham, serta kontribusi terhadap perekonomian secara lebih luas.     contributes to the broader economy. Conversely, suboptimal
Sebaliknya, kinerja yang tidak optimal berpotensi menimbulkan        performance may give rise to negative impacts such as cash flow
dampak negatif seperti terganggunya arus kas, keterlambatan          disruption, project delays, and declining stakeholder confidence.
proyek, serta menurunnya kepercayaan pemangku kepentingan.           Therefore, the Company manages its economic performance in an
Oleh karena itu, Perseroan mengelola kinerja ekonomi secara          integrated manner, both through direct operational activities and
terintegrasi, baik melalui aktivitas operasional langsung maupun     through business relationships with partners and other supporting
melalui hubungan bisnis dengan mitra kerja dan pihak pendukung       parties.
lainnya.


Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan pendekatan             As a form of commitment, the Company implements a structured
pengelolaan kinerja ekonomi yang terstruktur melalui perencanaan     approach to managing economic performance through prudent
bisnis yang prudent, pengendalian biaya proyek secara ketat,         business planning, strict project cost control, and optimization
serta optimalisasi struktur pembiayaan. Kebijakan ini bertujuan      of the financing structure. This policy aims to ensure efficient
untuk memastikan efisiensi penggunaan sumber daya, menjaga           utilization of resources, maintain financial stability, and support
stabilitas keuangan, serta mendukung pencapaian target yang telah    the achievement of targets set forth in the Company’s Work Plan
ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).       and Budget (RKAP). This approach also reflects the Company’s
Pendekatan tersebut juga mencerminkan komitmen Perseroan             commitment to maintaining a balance between business growth
dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan              and financial risk management. The management of economic
pengelolaan risiko keuangan. Pengelolaan aspek ekonomi, berada       aspects is coordinated under the Accounting and Finance Division.
di bawah koordinasi Divisi Akuntansi dan Keuangan.


Dalam implementasinya, Perseroan secara konsisten melakukan          In its implementation, the Company consistently conducts control
pengendalian dan pemantauan terhadap kinerja ekonomi melalui         and monitoring of economic performance through various financial
berbagai indikator keuangan dan operasional. Upaya tersebut          and operational indicators. These efforts include the evaluation
mencakup evaluasi realisasi pendapatan, pengendalian biaya,          of revenue realization, cost control, enhancement of project
peningkatan produktivitas proyek, serta penguatan strategi           productivity, and strengthening of financing strategies. The results
pembiayaan. Hasil evaluasi digunakan untuk memastikan                of such evaluations are used to ensure that economic performance
bahwa kinerja ekonomi berjalan sesuai dengan target yang telah       aligns with established targets, while also identifying opportunities
ditetapkan, sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan dan         for improvement and optimization across various business lines.
optimalisasi di berbagai lini bisnis.




         PT Hutama Karya (Persero)
 16      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 17
                                                                                                                          Tentang Laporan
                                                                                                                          About the Report




Efektivitas pengelolaan kinerja ekonomi ditunjukkan melalui           The effectiveness of economic performance management is
peningkatan tingkat ketercapaian target kinerja yang telah            demonstrated through the increased level of achievement of
ditetapkan dalam RKAP serta roadmap keberlanjutan Perseroan.          performance targets as set out in the RKAP and the Company’s
Evaluasi kinerja ekonomi pada tahun berjalan menjadi dasar utama      sustainability roadmap. The evaluation of economic performance
dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun berikutnya,         in the current year serves as the primary basis for the preparation of
sehingga proses perencanaan dapat dilakukan secara lebih              the work plan and budget for the subsequent year, thereby enabling
adaptif dan berbasis kinerja aktual. Pembelajaran yang diperoleh      a more adaptive and performance-based planning process. Insights
dari evaluasi tersebut terus diintegrasikan ke dalam kebijakan        gained from such evaluations are continuously integrated into
dan strategi Perseroan guna mendukung peningkatan kinerja             the Company’s policies and strategies to support sustainable
yang berkelanjutan serta memperkuat ketahanan bisnis di masa          performance improvement and to strengthen business resilience in
mendatang.                                                            the future.


Sepanjang tahun 2025, pengelolaan aspek ekonomi Perseroan berhasil    Throughout 2025, the Company’s management of economic aspects
meningkatkan laba menjadi sebesar Rp3.088.583 juta, meningkat         successfully increased profit to IDR3,088,583 million, representing
dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp2.766.522 juta.                an increase compared to 2024 which amounted to IDR2,766,522
                                                                      million.


Pengelolaan Emisi dan Energi                                          Emissions and Energy Management

Emisi dan energi merupakan isu strategis dalam kegiatan konstruksi    Emissions and energy constitute strategic issues in toll road
dan operasi jalan tol, yang menghasilkan emisi gas rumah kaca         construction and operations, which generate significant greenhouse
(GRK) secara signifikan, terutama dari penggunaan bahan bakar         gas (GHG) emissions, particularly from fuel and electricity
dan listrik. Dampak negatif yang ditimbulkan mencakup kontribusi      consumption. The resulting negative impacts include contributions
terhadap perubahan iklim, penurunan kualitas lingkungan, serta        to climate change, deterioration of environmental quality, and
potensi peningkatan biaya operasional akibat inefisiensi energi.      potential increases in operational costs due to energy inefficiency.
Di sisi lain, pengelolaan emisi dan energi yang efektif memberikan    On the other hand, effective management of emissions and energy
dampak positif berupa efisiensi biaya, peningkatan kinerja            provides positive impacts in the form of cost efficiency, improved
operasional, serta dukungan terhadap transisi menuju ekonomi          operational performance, and support for the transition toward a
rendah karbon. Perseroan menyadari bahwa keterlibatan terhadap        low-carbon economy. The Company recognizes that exposure to
dampak tersebut terjadi melalui aktivitas operasional langsung        these impacts occurs both through direct operational activities and
maupun melalui hubungan bisnis dengan pemasok dan mitra kerja,        through business relationships with suppliers and partners, thereby
sehingga diperlukan pengelolaan yang terintegrasi di seluruh rantai   requiring integrated management across the entire value chain.
nilai.


Sebagai bentuk komitmen, Perseroan mengembangkan strategi             As a form of commitment, the Company has developed a
dekarbonisasi yang mencakup pengelolaan emisi dan efisiensi           decarbonization strategy encompassing emissions management
energi, sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan                  and energy efficiency, in line with its commitment to low-
rendah karbon. Strategi ini didukung oleh penyusunan roadmap          carbon development. This strategy is supported by the
energi dan emisi yang menjadi bagian dari strategi keberlanjutan      development of an energy and emissions roadmap as part of
Perseroan serta telah memiliki Kebijakan Quality, Health, Safety,     the Company’s sustainability strategy, and is further reinforced
Security, & Environment Management System (QHSSEMS) dan Road          by the implementation of the Quality, Health, Safety, Security
Traffic Safety Management System (RTSMS). Pada tahun 2025,            & Environment Management System (QHSSEMS) and the Road
Perseroan telah menetapkan baseline emisi dan konsumsi energi         Traffic Safety Management System (RTSMS). In 2025, the Company
sebagai dasar dalam mengukur kinerja dan menetapkan target            established baseline data for emissions and energy consumption
penurunan emisi serta peningkatan efisiensi energi. Pendekatan        as a foundation for measuring performance and setting targets
ini menegaskan komitmen Perseroan dalam menerapkan praktik            for emissions reduction and energy efficiency improvement.
operasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.            This approach underscores the Company’s commitment to
Pelaksanaan upaya efisiensi energi dan reduksi emisi merupakan        implementing more environmentally friendly and sustainable
tanggung jawab seluruh insan Perseroan yang berada di bawah           operational practices. The implementation of energy efficiency and
koordinasi Divisi QHSSE.                                              emissions reduction initiatives is the responsibility of all Company
                                                                      personnel and is coordinated under the QHSSE Division.


Dalam implementasinya, Perseroan melaksanakan berbagai inisiatif      In its implementation, the Company undertakes various initiatives
untuk mengelola dan menurunkan emisi serta meningkatkan               to manage and reduce emissions and to improve energy efficiency.
efisiensi energi. Upaya tersebut meliputi inventarisasi emisi GRK     These efforts include the inventory of Scope 1 and Scope 2 GHG
cakupan 1 dan cakupan 2, pelaksanaan program efisiensi energi         emissions, the implementation of energy efficiency programs in
pada kegiatan proyek dan operasi, eksplorasi penggunaan energi        project and operational activities, the exploration of renewable




                                                                                                         PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                           2025 Sustainability Report   17
Page 18
terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta       energy utilization such as Solar Power Plants (PLTS), and the
digitalisasi monitoring energi. Selain itu, Perseroan juga melakukan   digitalization of energy monitoring. In addition, the Company
penyusunan dan pelaksanaan dokumen AMDAL serta RKL/RPL,                prepares and implements Environmental Impact Assessment
program penghijauan, pemeliharaan rutin alat berat dan kendaraan       (AMDAL) documents as well as Environmental Management and
operasional, pengukuran emisi gas buang secara berkala, serta          Monitoring Plans (RKL/RPL), conducts reforestation programs,
penerapan kriteria seleksi vendor alat berat dengan batas usia         performs routine maintenance of heavy equipment and operational
maksimal untuk memastikan efisiensi energi dan pengendalian            vehicles, carries out periodic exhaust emission measurements,
emisi. Upaya-upaya ini mencakup tindakan pencegahan,                   and applies vendor selection criteria for heavy equipment with
pengurangan dampak negatif, serta penguatan dampak positif             a maximum age limit to ensure energy efficiency and emissions
terhadap lingkungan.                                                   control. These initiatives encompass preventive actions,
                                                                       mitigation of negative impacts, and the enhancement of positive
                                                                       environmental impacts.


Efektivitas pengelolaan emisi dan energi dipantau melalui              The effectiveness of emissions and energy management is
indikator seperti penurunan emisi GRK dan peningkatan efisiensi        monitored through indicators such as reductions in GHG emissions
konsumsi energi, serta berbagai target yang tertera dalam roadmap      and improvements in energy consumption efficiency, as well as
keberlanjutan Perseroan. Proses evaluasi dilakukan secara berkala      targets outlined in the Company’s sustainability roadmap. The
dengan memanfaatkan sistem monitoring digital serta pelaporan          evaluation process is conducted periodically by leveraging digital
kinerja lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Perseroan         monitoring systems and environmental performance reporting.
telah memiliki dasar pengukuran yang kuat melalui penetapan            The evaluation results indicate that the Company has established
baseline pada tahun 2025, yang menjadi acuan untuk pemantauan          a strong measurement foundation through the determination of
kinerja di tahun-tahun berikutnya. Di tahun 2025, penurunan            baseline data in 2025, which serves as a reference for performance
emisi GRK cakupan 3 menjadi sebesar 233,84 tCO2e, menurun              monitoring in subsequent years. In 2025, Scope 3 GHG emissions
dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar 355,49 tCO2e.              decreased to 233.84 tCO2e, compared to 355.49 tCO2e in 2024.



Praktik Pengadaan                                                      Procurement Practices

Praktik pengadaan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi           Procurement practices that are not properly managed may give
menimbulkan dampak negatif seperti inefisiensi, risiko                 rise to negative impacts such as inefficiencies, risks of project
keterlambatan proyek, pemilihan rekanan yang tidak kompeten,           delays, selection of non-competent partners, and potential ethical
hingga potensi pelanggaran etika dan fraud. Sebaliknya,                violations and fraud. Conversely, transparent and accountable
pengelolaan pengadaan yang transparan dan akuntabel                    procurement management generates positive impacts, including
memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas hasil            improved quality of work outcomes, cost optimization, and
pekerjaan, optimalisasi biaya, serta penguatan kepercayaan             strengthened stakeholder trust. The Company recognizes that
pemangku kepentingan. Perseroan menyadari bahwa keterlibatan           exposure to such impacts arises not only from internal activities
terhadap dampak tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas            but also through business relationships with suppliers and partners
internal, tetapi juga melalui hubungan bisnis dengan pemasok dan       within the supply chain.
mitra kerja dalam rantai pasok.


Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan sistem                   As a form of commitment, the Company implements a procurement
pengadaan yang transparan, terstandarisasi, dan berbasis prinsip       system that is transparent, standardized, and based on the
tata kelola perusahaan yang baik. Kebijakan dan prosedur               principles of good corporate governance. Policies and procedures
pengadaan barang/jasa mengacu pada standar nasional dan                for the procurement of goods and services refer to national and
internasional (SNI/ISO), serta mengintegrasikan prinsip-prinsip        international standards (SNI/ISO) and integrate Environmental,
Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap tahapan       Social, and Governance (ESG) principles at every stage of the process.
proses. Perseroan juga mendorong penggunaan material ramah             The Company also promotes the use of environmentally friendly
lingkungan, efisiensi sumber daya, serta kepatuhan terhadap            materials, resource efficiency, and compliance with applicable
peraturan perundang-undangan. Komitmen ini diperkuat melalui           laws and regulations. This commitment is reinforced through the
penerapan kode etik, pakta integritas, serta kebijakan yang            implementation of a code of conduct, integrity pacts, and policies
memastikan seluruh proses pengadaan berjalan secara adil,              that ensure all procurement processes are conducted in a fair,
transparan, dan bertanggung jawab. Praktik pengadaan berada di         transparent, and accountable manner. Procurement practices are
bawah tanggung jawab Divisi Supply Chain Management.                   under the responsibility of the Supply Chain Management Division.




         PT Hutama Karya (Persero)
  18     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
                                                                                                                             Tentang Laporan
                                                                                                                             About the Report




Dalam implementasinya, Perseroan mengadopsi berbagai sistem             In its implementation, the Company adopts various systems and
dan mekanisme untuk mengelola risiko dan meningkatkan kualitas          mechanisms to manage risks and enhance procurement quality.
pengadaan. Upaya tersebut meliputi penerapan e-procurement,             These efforts include the implementation of e-procurement, the
penggunaan vendor management system, serta penyediaan kanal             utilization of a vendor management system, and the provision of
pelaporan untuk pencegahan fraud. Seluruh rekanan yang terlibat         reporting channels for fraud prevention. All engaged partners have
telah melalui proses seleksi sesuai dengan kriteria Daftar Rekanan      undergone a selection process in accordance with the Selected
Terseleksi, dengan tingkat ketercapaian sebesar 100%. Selain itu,       Vendor List criteria, with an achievement rate of 100%. In addition,
Perseroan melakukan penilaian kinerja rekanan secara periodik           the Company conducts periodic performance evaluations of
mengacu pada Prosedur Penilaian Kinerja Penyedia Barang/Jasa            partners in accordance with the Toll Road Goods/Services Provider
Jalan Tol Nomor UPT/UPT/P/002, guna memastikan kualitas dan             Performance Evaluation Procedure No. UPT/UPT/P/002, to ensure
kinerja mitra tetap terjaga serta meminimalkan risiko wanprestasi.      that partner quality and performance are maintained and to
                                                                        minimize the risk of default.


Efektivitas pengelolaan praktik pengadaan ditunjukkan melalui           The effectiveness of procurement management is demonstrated
konsistensi dalam penerapan proses seleksi dan evaluasi rekanan,        through consistency in the implementation of partner selection and
yang dinilai cukup efektif dalam mencegah pemilihan mitra yang          evaluation processes, which are considered effective in preventing
berpotensi menimbulkan risiko. Sepanjang tahun 2025, Perseroan          the selection of partners that may pose risks. Throughout 2025, the
melibatkan 754 pemasok lokal atau 100% dari total pemasok,              Company engaged 754 local suppliers, representing 100% of total
yang mencerminkan dukungan terhadap perekonomian nasional.              suppliers, reflecting support for the national economy. Procurement
Evaluasi kinerja pengadaan dilakukan secara berkala dan menjadi         performance evaluations are conducted periodically and serve as
dasar untuk perbaikan berkelanjutan, termasuk penguatan                 the basis for continuous improvement, including strengthening the
integrasi aspek ESG dalam rantai pasok. Proses evaluasi ini             integration of ESG aspects within the supply chain. This evaluation
senantiasa dipertimbangkan untuk meningkatkan kebijakan dan             process is continuously considered to enhance policies and
prosedur operasional, guna memastikan bahwa seluruh rantai nilai        operational procedures, ensuring that the Company’s entire value
Perseroan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.             chain aligns with the principles of sustainable development.



Kepegawaian                                                             Employment

Pengelolaan kepegawaian yang tidak optimal dapat menimbulkan            Suboptimal human capital management may result in negative
dampak negatif seperti penurunan produktivitas, rendahnya               impacts such as decreased productivity, low employee
tingkat keterlibatan karyawan, meningkatnya tingkat turnover, serta     engagement, increased turnover rates, and potential dissatisfaction
potensi ketidakpuasan terhadap hak dan kondisi kerja. Sebaliknya,       with employee rights and working conditions. Conversely,
pengelolaan yang baik memberikan dampak positif berupa                  effective management generates positive impacts, including
peningkatan motivasi kerja, produktivitas, retensi karyawan, serta      improved work motivation, productivity, employee retention,
penguatan budaya kerja yang sehat dan berkelanjutan. Perseroan          and the strengthening of a healthy and sustainable work culture.
menyadari bahwa dampak tersebut dapat terjadi melalui seluruh           The Company recognizes that such impacts may arise across all
aktivitas operasional yang melibatkan tenaga kerja di berbagai          operational activities involving the workforce at various levels of the
lini organisasi. Di tahun 2025, dampak aktual negatif tercermin         organization. In 2025, the actual negative impact was reflected in an
dari peningkatan turnover karyawan. Namun, Perseroan memiliki           increase in employee turnover. Nevertheless, the Company remains
komitmen untuk senantiasa memenuhi hak para pekerjanya.                 committed to consistently fulfilling the rights of its employees.


Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan kebijakan                 As a form of commitment, the Company implements employment
ketenagakerjaan yang berorientasi pada kesejahteraan, kesetaraan        policies that are oriented toward employee welfare, equal
kesempatan, serta pemenuhan hak dan kewajiban karyawan sesuai           opportunity, and the fulfillment of employee rights and obligations
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kebijakan             in accordance with applicable laws and regulations. These policies
ini diperkuat melalui penerapan praktik kerja yang adil dan inklusif,   are reinforced through the implementation of fair and inclusive
serta penyediaan berbagai program kesejahteraan karyawan.               labor practices, as well as the provision of various employee welfare
Dalam implementasinya, Perseroan senantiasa menerapkan sistem           programs. In its implementation, the Company consistently applies
kerja yang adil dan inklusif, serta pemenuhan hak-hak karyawan          a fair and inclusive working system while ensuring the fulfillment
secara konsisten. Perseroan juga secara berkala melakukan survei        of employee rights. The Company also conducts periodic employee
kepuasan dan keterlibatan karyawan sebagai bagian dari evaluasi         satisfaction and engagement surveys as part of the evaluation of the
efektivitas kebijakan kepegawaian. Hasil survei menjadi dasar           effectiveness of its human capital policies. The survey results serve
dalam mengidentifikasi area perbaikan serta penguatan program           as a basis for identifying areas for improvement and strengthening




                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                              2025 Sustainability Report   19
Page 20
yang telah berjalan. Pengelolaan SDM di Perseroan berada di bawah     existing programs. Human capital management within the Company
koordinasi Divisi Human Capital.                                      is coordinated under the Human Capital Division.


Efektivitas pengelolaan kepegawaian tercermin dari peningkatan        The effectiveness of human capital management is reflected in the
tingkat kepuasan dan keterlibatan karyawan, yang pada tahun           improvement of employee satisfaction and engagement levels,
2025 mencapai 82,42%, meningkat dibandingkan tahun 2024               which reached 82.42% in 2025, compared to 81.67% in 2024. This
sebesar 81,67%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kebijakan           increase indicates that the policies and programs implemented have
dan program yang diterapkan telah berjalan secara efektif dalam       been effective in supporting employee welfare and engagement.
mendukung kesejahteraan dan keterlibatan karyawan. Hasil              The results of this evaluation are used as a basis for future policy
evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk pengembangan          development, enabling the Company to continuously enhance the
kebijakan ke depan, sehingga dapat terus meningkatkan kualitas        quality of human capital management in a sustainable manner and
pengelolaan sumber daya manusia secara berkelanjutan dan              in alignment with its strategic objectives.
selaras dengan tujuan strategis Perseroan.



Keanekaragaman Hayati                                                 Biodiversity

Keanekaragaman hayati (biodiversity) menjadi aspek penting            Biodiversity constitutes a critical aspect in managing environmental
dalam pengelolaan dampak lingkungan atas pembangunan                  impacts arising from infrastructure development, considering
infrastruktur, mengingat proyek konstruksi dan operasi jalan tol      that toll road construction and operations have the potential to
berpotensi memengaruhi ekosistem alami, terutama pada area            affect natural ecosystems, particularly in highly sensitive areas
dengan sensitivitas tinggi seperti hutan, kawasan lindung, serta      such as forests, protected areas, and wildlife habitats. Potential
habitat satwa. Dampak negatif yang mungkin timbul mencakup            negative impacts include habitat disruption, changes in wildlife
terganggunya habitat, perubahan pola pergerakan satwa, serta          movement patterns, and ecosystem fragmentation. Conversely,
fragmentasi ekosistem. Sebaliknya, pengelolaan yang tepat dapat       appropriate management can generate positive impacts in the
memberikan dampak positif berupa perlindungan ekosistem,              form of ecosystem protection, mitigation of disturbances to wildlife,
mitigasi gangguan terhadap satwa liar, serta penguatan praktik        and the strengthening of sustainable development practices. The
pembangunan berkelanjutan. Perseroan menyadari bahwa                  Company recognizes that exposure to such impacts occurs across
keterlibatan terhadap dampak tersebut terjadi melalui seluruh         all project phases, from planning and construction to operations.
tahapan proyek, mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga            The implementation of biodiversity conservation activities is
operasional. Pelaksanaan kegiatan pelestarian keanekaragaman          coordinated under the QHSSE Division.
hayati berada di bawah koordinasi Divisi QHSSE.


Sebagai bentuk komitmen, Perseroan mengintegrasikan                   As a form of commitment, the Company integrates biodiversity
aspek keanekaragaman hayati dalam proses perencanaan dan              aspects into project planning and execution through the preparation
pelaksanaan proyek melalui penyusunan dokumen Analisis                of Environmental Impact Assessment (AMDAL) documents, as well as
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta rencana pengelolaan          Environmental Management and Monitoring Plans (RKL-RPL). This
dan pemantauan lingkungan (RKL-RPL). Pendekatan ini menjadi           approach serves as a foundation to ensure that all project activities
dasar dalam memastikan bahwa setiap kegiatan proyek telah             have duly considered environmental protection and ecosystem
mempertimbangkan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan            sustainability. The Company is also committed to complying with all
ekosistem. Perseroan juga berkomitmen untuk memenuhi seluruh          applicable environmental regulations and ensuring that all AMDAL
ketentuan regulasi lingkungan yang berlaku serta memastikan           documents prepared have obtained approval from the Ministry of
bahwa seluruh dokumen AMDAL yang disusun telah mendapatkan            Environment and Forestry (KLHK).
persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK).


Dalam implementasinya, Perseroan melakukan berbagai                   In its implementation, the Company undertakes various measures
upaya untuk mengelola dan meminimalkan dampak terhadap                to manage and minimize impacts on biodiversity, including
keanekaragaman hayati, antara lain melalui identifikasi area          the identification of sensitive areas prior to construction, the
sensitif sebelum konstruksi, pelaksanaan RKL-RPL, pengendalian        implementation of RKL-RPL, control of impacts on habitats, and
dampak terhadap habitat, serta pemeliharaan Green Corridor            the maintenance of Green Corridors as part of environmental
sebagai bagian dari inisiatif lingkungan. Sepanjang tahun berjalan,   initiatives. Throughout the reporting year, all AMDAL documents
seluruh dokumen AMDAL yang disusun telah memenuhi 100%                prepared achieved 100% compliance with applicable regulations. In
kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Selain itu, Perseroan       addition, the Company has developed a sustainability roadmap as a




         PT Hutama Karya (Persero)
 20      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21
                                                                                                                             Tentang Laporan
                                                                                                                             About the Report




juga mengembangkan roadmap keberlanjutan sebagai panduan                long-term guideline for environmental management. In 2025, three
jangka panjang dalam pengelolaan lingkungan. Pada tahun 2025,           areas were identified as wildlife crossing corridors, including for
terdapat 3 (tiga) area yang teridentifikasi sebagai jalur perlintasan   elephants, reptiles, and primates, as reported by the Environmental
satwa, termasuk gajah, reptil, dan primata, sebagaimana dilaporkan      and Forestry Agency. In response, the Company adjusted
oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebagai respons,             infrastructure designs by constructing primate bridges, reptile box
Perseroan melakukan penyesuaian desain infrastruktur dengan             crossing, and modifying bridge designs to ensure functionality as
membangun jembatan primata, box reptil, serta penyesuaian               elephant crossing paths.
desain jembatan untuk memastikan fungsi sebagai jalur perlintasan
gajah.


Hasil evaluasi menunjukkan bahwa langkah mitigasi yang                  Evaluation results indicate that the mitigation measures
diterapkan telah mampu mengurangi dampak langsung dari                  implemented have been able to reduce the direct impacts of
kegiatan proyek, meskipun tantangan masih dihadapi pada                 project activities, although challenges remain in projects located
proyek yang berada di area dengan tingkat sensitivitas tinggi. Hasil    in highly sensitive areas. The outcomes of these implementations
implementasi tersebut terus diintegrasikan ke dalam kebijakan dan       are continuously integrated into Company policies and project
perencanaan proyek, sehingga memperkuat upaya perlindungan              planning, thereby strengthening ongoing biodiversity protection
keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, serta memastikan            efforts and ensuring alignment between infrastructure development
keselarasan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian            and environmental conservation.
lingkungan.



Pelatihan dan Pendidikan                                                Training and Education

Pelatihan dan pendidikan merupakan elemen penting dalam                 Training and education constitute essential elements in supporting
mendukung pengembangan sumber daya manusia yang                         sustainable human capital development, which ultimately
berkelanjutan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap                contributes to enhancing the Company’s productivity and
peningkatan produktivitas dan daya saing Perseroan. Pengelolaan         competitiveness. Suboptimal human capital management may
SDM yang tidak optimal dapat berdampak pada kesenjangan                 result in competency gaps, declining individual and organizational
kompetensi, penurunan kinerja individu maupun organisasi, serta         performance, and limited readiness to address business changes
terbatasnya kesiapan menghadapi perubahan dan tantangan bisnis.         and challenges. Conversely, structured competency development
Namun, pengembangan kompetensi yang terstruktur memberikan              generates positive impacts in the form of increased productivity,
dampak positif berupa peningkatan produktivitas, efektivitas            improved work effectiveness, and strengthened overall
kerja, serta penguatan kapasitas organisasi secara keseluruhan.         organizational capacity. The Company recognizes that such impacts
Perseroan menyadari bahwa dampak tersebut mencakup seluruh              extend across all levels of employees and form an integral part of
jenjang karyawan dan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan         sustaining corporate performance.
kinerja perusahaan.


Sebagai bentuk komitmen, Perseroan melaksanakan berbagai                As a form of commitment, the Company implements various
program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang                      training and competency development programs that are
terintegrasi dengan manajemen talenta. Program tersebut                 integrated with talent management. These programs include
mencakup pelatihan teknis dan non-teknis, coaching, mentoring,          technical and non-technical training, coaching, mentoring, as
serta sistem evaluasi kinerja dan pengembangan karier yang              well as performance evaluation systems and continuous career
berkelanjutan. Selain itu, Perseroan juga memberikan perhatian          development. In addition, the Company provides special attention
khusus terhadap pengembangan karyawan melalui program                   to employee development through the Pre-Retirement Training
Pelatihan Masa Persiapan Pensiun sebagai bagian dari tanggung           Program as part of its responsibility to support employees in
jawab dalam mendukung kesiapan karyawan menghadapi masa                 preparing for the transition period. All of these policies are designed
transisi kerja. Seluruh kebijakan ini dirancang untuk memastikan        to ensure competency enhancement aligned with organizational
peningkatan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan organisasi         needs and industry developments. The implementation of training
dan perkembangan industri. Pelaksanaan program pelatihan dan            and education programs is under the responsibility of the Human
pendidikan berada dibawah tanggung jawab Divisi Human Capital.          Capital Division.




                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                              2025 Sustainability Report   21
Page 22
Efektivitas pelatihan dan pendidikan diukur melalui peningkatan      The effectiveness of training and education is measured through
kompetensi dan capaian kinerja individu maupun organisasi.           improvements in competencies and the achievement of individual
Sepanjang tahun 2025, total jam pelatihan karyawan meningkat         and organizational performance. Throughout 2025, total employee
menjadi 87.572 jam, dibandingkan tahun 2024 sebesar 83.549 jam.      training hours increased to 87,572 hours, compared to 83,549 hours
                                                                     in 2024.



Pengelolaan Air                                                      Water Management

Pengelolaan air merupakan aspek penting dalam kegiatan               Water management constitutes an important aspect of toll road
konstruksi dan operasi jalan tol, aktivitas tersebut membutuhkan     construction and operational activities, as such activities require
penggunaan air dalam jumlah signifikan serta berpotensi              significant water usage and have the potential to impact the quality
menimbulkan dampak terhadap kualitas lingkungan perairan.            of aquatic environments. Potential negative impacts include
Dampak negatif yang dapat terjadi mencakup penurunan kualitas        deterioration of water quality due to surface runoff, sedimentation,
air akibat limpasan permukaan, sedimentasi, serta potensi            and the risk of pollution arising from project activities. Effective
pencemaran dari aktivitas proyek. Pengelolaan air yang efektif       water management provides positive impacts in the form of
memberikan dampak positif berupa efisiensi penggunaan sumber         efficient utilization of water resources, protection of environmental
daya air, perlindungan kualitas lingkungan, serta pengurangan        quality, and mitigation of risks to ecosystems surrounding
risiko terhadap ekosistem di sekitar area operasional. Perseroan     operational areas. The Company recognizes that exposure to such
menyadari bahwa keterlibatan terhadap dampak tersebut terjadi        impacts occurs throughout the project lifecycle, from construction
sepanjang siklus kegiatan proyek, mulai dari konstruksi hingga       to operations.
operasional.


Komitmen Perseroan juga tertuang dalam Kebijakan Quality, Health,    The Company’s commitment is also reflected in the Quality, Health,
Safety, Security & Environment Management System (QHSSEMS).          Safety, Security & Environment Management System (QHSSEMS)
Sebagai bentuk komitmen, Perseroan menerapkan pengelolaan            Policy. As part of this commitment, the Company implements
air yang bertanggung jawab dengan tujuan memastikan efisiensi        responsible water management practices aimed at ensuring
penggunaan air serta perlindungan terhadap kualitas sumber daya      efficient water usage and the protection of water resource quality.
air.


Perseroan senantiasa melaksanakan berbagai upaya pengelolaan         The Company consistently undertakes various water management
air, antara lain melalui monitoring penggunaan air di proyek,        initiatives, including monitoring water usage at project sites,
pengelolaan limpasan air dan sedimentasi, penerapan sistem           managing runoff and sedimentation, implementing proper
drainase yang baik, serta pengolahan air limbah sebelum dibuang      drainage systems, and treating wastewater prior to discharge into
ke lingkungan. Efektivitas pengelolaan air juga dipantau melalui     the environment. The effectiveness of water management is also
pengujian kualitas air secara berkala dan pemantauan volume          monitored through periodic water quality testing and monitoring of
penggunaan air untuk memastikan kesesuaian dengan standar            water consumption volumes to ensure compliance with applicable
yang berlaku. Secara umum, pengelolaan air telah berjalan            standards. In general, water management has been carried out in
sesuai ketentuan dengan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap       accordance with prevailing regulations, demonstrating a high level
standar lingkungan. Pada tahun 2025, pengukuran penggunaan air       of compliance with environmental standards. In 2025, the scope of
mengalami perluasan lingkup sehingga tidak dapat dibandingkan        water usage measurement was expanded, rendering it not directly
secara langsung dengan tahun 2024, namun tetap menjadi dasar         comparable with 2024; however, it remains an important basis for
penting dalam peningkatan sistem pemantauan ke depan.                enhancing monitoring systems in the future.


Efektivitas pengelolaan air dievaluasi melalui indikator efisiensi   The effectiveness of water management is evaluated through
penggunaan air, kepatuhan terhadap baku mutu kualitas air, serta     indicators such as water use efficiency, compliance with water
hasil pemantauan kualitas dan volume penggunaan air di lapangan.     quality standards, and the results of monitoring water quality and
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem pengelolaan air telah        consumption volumes in the field. The evaluation results indicate
berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.           that the water management system has been implemented
                                                                     effectively and in accordance with applicable regulations.




         PT Hutama Karya (Persero)
 22      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 23
                 Tentang Laporan
                 About the Report




PT Hutama Karya (Persero)
  2025 Sustainability Report   23
Page 24
     PT Hutama Karya (Persero)
24   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 25
      Strategi
Keberlanjutan
Sustainability Strategy




             PT Hutama Karya (Persero)
               2025 Sustainability Report   25
Page 26
    Penjelasan Strategi Keberlanjutan [OJK A.1, GRI 2-22]
    Sustainability Strategy Explanation


Perseroan memperkuat strategi dan komitmen keberlanjutan                         The Company strengthens its sustainability strategy and
melalui perumusan pilar keberlanjutan sebagai acuan dalam                        commitment through the formulation of sustainability pillars
menjalankan bisnis. Pilar tersebut mencakup isu yang dianggap                    as a reference in conducting its business activities. These pillars
material oleh Perseroan dengan memetakan peluang dan potensi                     encompass issues deemed material by the Company, identified
risikonya. Adapun pilar keberlanjutan yang dimiliki Perseroan                    through the mapping of opportunities and potential risks. The
sebagai berikut.                                                                 Company’s sustainability pillars are as follows.


                                                              Pilar Keberlanjutan
                                                              Sustainability Pillars

          Bisnis yang Lebih Baik                       Sumber Daya Manusia yang Lebih Baik                            Planet yang Lebih Baik
              Better Business                                    Better Society                                            Better Planet



  a. Governansi Korporat dan Etika                       a. Pengembangan Masyarakat dan                        a. Energi
  b. Kebijakan dan Regulasi                                 Pertumbuhan Inklusif                               b. Perubahan Iklim
  c. Kinerja Ekonomi                                     b. Hak Asasi Manusia                                  c. Penatalayanan Air
  d. Inovasi                                             c. Pengembangan Sumber Daya Manusia                   d. Pengelolaan Limbah
  e. Pengelolaan Rantai Pasokan                          d. Keselamatan, Kesehatan, dan                        e. Keanekaragaman Hayati
  a. Corporate Governance and Ethics                        Kesejahteraan                                      a. Energy
  b. Policies and Regulations                            a. Community Development and Inclusive                b. Climate Change
  c. Economic Performance                                   Growth                                             c. Water Stewardship
  d. Innovation                                          b. Human Rights                                       d. Waste Management
  e. Supply Chain Management                             c. Human Resource Development                         e. Biodiversity
                                                         d. Safety, Health, and Well-being



Sejalan dengan pilar keberlanjutan yang ditetapkan, Perseroan                    In alignment with the established sustainability pillars, the Company
juga telah menyusun target jangka panjang yang dituangkan                        has also defined long-term targets articulated in the ESG Roadmap
ke dalam roadmap ESG 2025 – 2030 sebagai panduan strategis                       2025–2030, serving as a strategic guideline for the implementation
dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan. Kerangka                        of sustainability principles. The Company’s ESG implementation
waktu implementasi ESG Perseroan disusun dalam lima fase yang                    timeline is structured into five phases, reflecting a progressive level
menggambarkan tingkatan kematangan ESG secara bertahap.                          of ESG maturity. The ESG Roadmap is outlined as follows.
Roadmap ESG yang disusun sebagai berikut.



          2025                           2026                            2027                             2028                        2029/2030
          (Foundation)                   (Embed)                         (Elevate)                        (Advance)                   (Excellence)

     Membangun dasar                 Mengintegrasikan             Meningkatkan kinerja            Mengakselerasi inisiatif       Menjadi perusahaan
     kebijakan dan tata            prinsip ESG ke dalam          ESG perusahaan melalui           ESG dengan pendekatan         acuan nasional dalam
    kelola ESG sebagai               proses bisnis dan              penguatan sistem,                berbasis data dan           praktik ESG dengan
  fondasi awal penerapan          pengambilan keputusan           inovasi program, dan             perluasan dampak ke           kinerja unggul dan
  keberlanjutan di seluruh           secara konsisten              kolaborasi strategis             seluruh rantai nilai          kontribusi nyata
      lini perusahaan                 Integrating ESG                 Enhancing the                  Accelerating ESG            Becoming a national
       Establishing the           principles into business            Company’s ESG                initiatives through a        benchmark company
    foundational policies         processes and decision-          performance through            data-driven approach          in ESG practices with
    and ESG governance             making in a consistent           the strengthening             and expanding impact          superior performance
  framework as the initial                manner                   of systems, program            across the entire value           and tangible
  basis for implementing                                         innovation, and strategic                  chain                   contributions
  sustainability across all                                            collaboration
    lines of the Company




          PT Hutama Karya (Persero)
 26       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 27
                                                                                                                                       Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                                       Sustainability Strategy




Roadmap ini mencakup rencana implementasi ESG secara                               The roadmap sets forth a staged ESG implementation plan over a
bertahap selama lima tahun, mulai dari fase Foundation (2025)                      five-year horizon, beginning with the Foundation phase (2025) and
hingga fase Excellence (2029/2030), serta disusun dalam tiga pilar                 progressing toward the Excellence phase (2029/2030). The roadmap
utama: Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola. Adapun ESG Roadmap                     is organized into three principal pillars, comprising Environmental,
& inisiatif strategis Perseroan sebagai berikut.                                   Social, and Governance. The Company’s ESG Roadmap and
                                                                                   corresponding strategic initiatives are presented as follows.


                           2025                          2026                         2027                         2028                       2029/2030

                       Foundation                      Embed                        Elevate                      Advance                      Excellence

 Milestone       Membangun dasar               Meningkatkan kinerja         Meningkatkan kinerja         Mengakselerasi inisiatif       Menjadi perusahaan
 Milestone       kebijakan dan tata kelola     ESG perusahaan melalui       ESG perusahaan melalui       ESG dengan pendekatan          acuan nasional dalam
                 ESG sebagai fondasi awal      penguatan sistem,            penguatan sistem,            berbasis data dan              praktik ESG dengan
                 penerapan keberlanjutan       inovasi program, dan         inovasi program, dan         perluasan dampak ke            kinerja unggul dan
                 di seluruh (100%) lini        kolaborasi strategis.        kolaborasi strategis.        seluruh rantai nilai.          kontribusi nyata.
                 perusahaan.                   Enhancing the                Enhancing the                Accelerating ESG               Becoming a national
                 Establishing ESG policy       Company’s ESG                Company’s ESG                initiatives through a data-    benchmark company
                 and governance as the         performance through the      performance through the      driven approach and            in ESG practices with
                 initial foundation for        strengthening of systems,    strengthening of systems,    the expansion of impact        superior performance
                 the implementation of         program innovation, and      program innovation, and      across the entire value        and tangible
                 sustainability across         strategic collaborations.    strategic collaborations.    chain.                         contributions.
                 all (100%) lines of the
                 Company.

 Lingkungan      Penetapan kebijakan           1. Climate Risk Scenario     1. Integrasi prinsip         1. Emisi Scope 3 Sudah         1. Alat Berat EV ada
 Environmental   pengelolaan                      Analysis                     circular economy             mulai dihitung              2. Smart Energy
                 keanekaragaman hayati,        2. Sertifikasi ISO 50001     2. Integrasi risiko iklim    2. Green Building                 Manajemen
                 limbah, emisi, energi, air,   3. GIS AFOLU                 3. Integrasi pengelolaan        Management                  3. ISO 14064 for all HK
                 dan material pelatihan        4. Kebijakan Water              air dalam desain          3. Pilor Program 3R            4. Biodiversity Mapping
                 SDM, dan pelaporan               Circular                     konstruksi                4. Water Sensitive Design      5. Waste tracking
                 standar global.               5. Life Cycle Training ISO   4. Material berkelanjutan    1. Scope 3 emissions              Dashboard
                 Establishment of policies        14040 ISO 14044           1. Integration of circular      have begun to be            6. ISO 46001 Water
                 on the management             1. Climate Risk Scenario        economy principles           calculated                     Efficiency
                 of biodiversity, waste,          Analysis                  2. Integration of climate    2. Green Building              7. Pelacakan Material
                 emissions, energy,            2. ISO 50001 Certification      risk                         Management                     Hulu-hilir
                 water, and materials,         3. GIS AFOLU                 3. Integration of water      3. 3R program pillar           1. Availability of EV
                 human capital training,       4. Water Circular Policy        management in             4. Water Sensitive Design         heavy equipment
                 and global standard           5. Life Cycle Training ISO      construction design                                      2. Smart energy
                 reporting.                       14040 ISO 14044           4. Sustainable materials                                       management
                                                                                                                                        3. ISO 14064 for all HK
                                                                                                                                        4. Biodiversity mapping
                                                                                                                                        5. Waste tracking
                                                                                                                                           dashboard
                                                                                                                                        6. ISO 46001 water
                                                                                                                                           efficiency
                                                                                                                                        7. Upstream–
                                                                                                                                           downstream material
                                                                                                                                           tracking

 Sosial          Penetapan/pemantauan          1. Penguatan safety          1. Penguatan &               1. Peningkatan safety          1. Kontinuitas
 Social          kebijakan dan prosedur           awareness                    resertifikasi safety         awareness                      peningkatan safety
                 terkait sistem K3L,           2. Pelaksanaan pelatihan        awareness                 2. Perkenalan metode              awareness
                 pelatihan karyawan,              terkait ESG dan pra-      2. Penyediaan saluran           blended learning            2. Kontinuitas pelatihan
                 social mapping,                  pensiun                      blended learning          3. Replikasi program              karyawan
                 stakeholder engagement,       3. Capacity building         3. Peningkatan                  unggulan comdev ke          3. Mengkaji ulang
                 grievance mechanism,             tim lapangan dalam           program unggulan             lokasi proyek lainnya          capaian & menyusun
                 pengukuran IKM &                 pemberdayaan                 pemberdayaan              4. Refreshment DEI                roadmap comdev
                 SROI, dan strategi talent        masyarakat                   masyarakat (comdev)       1. Improvement of safety          berikutnya
                 pipeline.                     4. Kebijakan dan sistem      4. Implementasi DEI             awareness                   4. Kontinuitas DEI
                 Establishment/                   pelaporan DEI             1. Strengthening and         2. Introduction of
                 monitoring of policies        1. Strengthening safety         recertification of           blended learning            1. Continuity in
                 and procedures related           awareness                    safety awareness             methods                        improving safety
                 to the HSE system,            2. Implementation of         2. Provision of blended      3. Replication of                 awareness
                 employee training,               training related to ESG      learning channels            flagship community          2. Continuity of
                 social mapping,                  and pre-retirement        3. Enhancement of               development                    employee training
                 stakeholder engagement,       3. Capacity building            flagship community           (comdev) programs to        3. Review of
                 grievance mechanism,             of field teams               development                  other project locations        achievements and
                 measurement of CSI &             in community                 (comdev) programs         4. DEI refreshment                preparation of the
                 SROI, and talent pipeline        empowerment               4. Implementation of DEI                                       next community
                 strategy.                     4. DEI policy and                                                                           development
                                                  reporting system                                                                         (comdev) roadmap
                                                                                                                                        4. Continuity of DEI




                                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                              2025 Sustainability Report    27
Page 28
                            2025                        2026                        2027                         2028                      2029/2030

                        Foundation                     Embed                       Elevate                     Advance                     Excellence

 Tata Kelola      Penguatan kebijakan         Penguatan rantai pasok,      Penguatan dan               Penguatan rantai pasok,      Penguatan rantai pasok,
 Governance       terkait rantai pasok,       tata kelola, antikorupsi,    peninjauan Kembali          tata kelola, antikorupsi,    tata kelola, antikorupsi,
                  tata kelola, antikorupsi,   dan ketahanan ekonomi        kebijakan terkait rantai    dan ketahanan                dan ketahanan ekonomi
                  dan ketahanan ekonomi       berbasis ESG serta           pasok, tata kelola,         ekonomi berbasis ESG,        berbasis ESG serta
                  berbasis ESG serta          implementasi IFRS S1         antikorupsi, dan            implementasi IFRS S1 &       implementasi IFRS S1
                  peningkatan pemahaman       & S2.                        ketahanan ekonomi           S2 serta Pembaharuan         & S2.
                  disclosure berdasarkan      Strengthening supply         berbasis ESG, serta         sertifikasi ISO 37001.       Strengthening supply
                  IFRS S1 & S2 kepada         chain, governance,           perbaikan implementasi      Strengthening supply         chain, governance,
                  100% tim PMO ESG.           anti-corruption, and         IFRS S1 & S2.               chain, governance,           anti-corruption, and
                  Strengthening policies      ESG-based economic           Strengthening and           anti-corruption,             ESG-based economic
                  related to supply           resilience, as well as the   review of policies          and ESG-based                resilience, as well as the
                  chain, governance,          implementation of IFRS       related to supply           economic resilience,         implementation of IFRS
                  anti-corruption, and        S1 & S2.                     chain, governance,          implementation of            S1 & S2.
                  ESG-based economic                                       anti-corruption, and        IFRS S1 & S2, as well as
                  resilience, as well as                                   ESG-based economic          renewal of ISO 37001
                  enhancing understanding                                  resilience, as well as      certificationsertifikasi
                  of disclosure based on                                   improvement in the          ISO 37001.
                  IFRS S1 & S2 to PMO ESG                                  implementation of IFRS
                  Team.                                                    S1 & S2.



Adapun inisiatif yang dilaksanakan dalam mencapai target di dalam                 The initiatives implemented to achieve the targets outlined in the
roadmap ESG sebagai berikut.                                                      ESG Roadmap are as follows.


                                                                           2025

                            Inisiatif Strategi                                                                    Realisasi
                           Strategic Initiatives                                                                 Realization

 Membangun dasar kebijakan dan tata kelola ESG sebagai fondasi awal             Perseroan telah membangun dasar tata kelola ESG melalui penyusunan
 penerapan keberlanjutan di seluruh (100%) lini perusahaan                      kebijakan yang selaras dengan regulasi dan prinsip ESG, dan telah integrasi
 Establishing ESG policy and governance as the foundational basis for the       ke dalam visi dan misi perusahaan sebagai fondasi penerapan keberlanjutan
 implementation of sustainability across all (100%) lines of the Company        di seluruh lini perusahaan, serta pembentukan Komite Sustainability sebagai
                                                                                wujud komitmen terhadap penerapan keberlanjutan.
                                                                                The Company has established a foundational ESG governance framework
                                                                                through the formulation of policies aligned with prevailing regulations and
                                                                                ESG principles, which have been integrated into the Company’s vision and
                                                                                mission as the basis for implementing sustainability across all business lines.
                                                                                In addition, the establishment of the Sustainability Committee reflects the
                                                                                Company’s commitment to sustainability implementation.

 Penetapan kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati, limbah, emisi,          Perseroan telah menetapkan komitmen pengelolaan keanekaragaman
 energi, air, dan material pelatihan SDM dan pelaporan standar global.          hayati, limbah, emisi, energi, air, dan material sebagaimana tertuang dalam
 Establishment of policies on the management of biodiversity, waste,            Kebijakan Quality, Health, Safety, Security & Environment Management
 emissions, energy, water, and materials, human capital training, and global    System (QHSSEMS) serta Road Traffic Safety Management System (RTSMS)
 standard reporting.                                                            Nomor 2021/KPTS/66/VII/2024, yang selanjutnya diimplementasikan melalui
                                                                                prosedur dan instruksi kerja terkait.

                                                                                Terkait pengelolaan pelatihan SDM, Perseroan telah menyusun Prosedur
                                                                                Perencanaan & Pelaksanaan Pelatihan Talenta sebagai pedoman dalam
                                                                                merencanakan dan melaksanakan program pengembangan kompetensi
                                                                                karyawan secara terstruktur dan berkelanjutan.

                                                                                Dalam pelaporan ESG, Perseroan secara bertahap telah mengacu pada standar
                                                                                global, seperti GRI dan SASB, guna meningkatkan kualitas, transparansi, dan
                                                                                keterbandingan informasi yang disampaikan.
                                                                                The Company has defined its commitments to the management of
                                                                                biodiversity, waste, emissions, energy, water, and materials as stipulated
                                                                                in the Quality, Health, Safety, Security & Environment Management System
                                                                                (QHSSEMS) Policy and the Road Traffic Safety Management System (RTSMS)
                                                                                No. 2021/KPTS/66/VII/2024, which are subsequently implemented through
                                                                                relevant procedures and work instructions.

                                                                                With regard to human capital training management, the Company has
                                                                                established the Talent Training Planning & Implementation Procedure as a
                                                                                guideline for planning and executing employee competency development
                                                                                programs in a structured and sustainable manner.

                                                                                In ESG reporting, the Company has progressively referred to global standards,
                                                                                such as GRI and SASB, in order to enhance the quality, transparency, and
                                                                                comparability of the disclosed information.




          PT Hutama Karya (Persero)
 28       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 29
                                                                                                                                    Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                                    Sustainability Strategy




                                                                          2025

                            Inisiatif Strategi                                                                    Realisasi
                           Strategic Initiatives                                                                 Realization

Penetapan/pemantauan kebijakan dan prosedur terkait sistem K3L, pelatihan      Perseroan telah secara berkelanjutan melakukan pemantauan penerapan
karyawan, social mapping, stakeholder engagement, grievance mechanism,         kebijakan sistem K3L melalui penyampaian lesson learned secara berkala
pengukuran IKM & SROI, dan strategi talent pipeline.                           dalam Rapat Direksi mingguan. Selain itu, Perseroan juga melakukan reviu
Establishment/monitoring of policies and procedures related to the HSE         dan pembaruan atas Prosedur Perencanaan & Pelaksanaan Pelatihan
system, employee training, social mapping, stakeholder engagement,             Talenta, serta tengah menyusun prosedur terkait social mapping, stakeholder
grievance mechanism, measurement of CSI & SROI, and talent pipeline            engagement, grievance mechanism, serta pengukuran IKM dan SROI.
strategy.                                                                      The Company has continuously monitored the implementation of Occupational
                                                                               Health, Safety, and Environment (HSE) system policies through the periodic
                                                                               submission of lesson learned reports in weekly Board of Directors meetings.
                                                                               In addition, the Company has conducted reviews and updates to the Talent
                                                                               Training Planning & Implementation Procedure and is currently developing
                                                                               procedures related to social mapping, stakeholder engagement, grievance
                                                                               mechanisms, as well as the measurement of the Customer Satisfaction Index
                                                                               (CSI) and Social Return on Investment (SROI).

Penguatan kebijakan terkait rantai pasok, tata kelola, antikorupsi, dan        Pada aspek rantai pasok, Perseroan telah mendorong penerapan prinsip
ketahanan ekonomi berbasis ESG serta peningkatan pemahaman disclosure          pengadaan berkelanjutan melalui integrasi kriteria ESG dalam proses seleksi
berdasarkan IFRS S1 & S2 kepada 100% tim PMO ESG.                              dan evaluasi mitra kerja. Implementasi tersebut telah dituangkan dalam
Strengthening policies related to supply chain, governance, anti-corruption,   pedoman pengadaan barang dan jasa, yang selanjutnya diturunkan ke
and ESG-based economic resilience, as well as enhancing understanding of       dalam berbagai prosedur operasional terkait guna memastikan konsistensi
disclosure based on IFRS S1 & S2 to PMO ESG Team.                              penerapan di seluruh lini organisasi.

                                                                               Selain itu, manajemen secara konsisten melakukan penguatan pada aspek
                                                                               tata kelola dan antikorupsi melalui pembaruan berbagai kebijakan strategis
                                                                               pada tahun 2025, antara lain Kebijakan Komitmen Anti-Fraud, GCG Code, Code
                                                                               of Conduct, serta Board Manual yang telah diselaraskan dengan prinsip ESG.
                                                                               Pembaruan ini bertujuan untuk memperkuat integritas, transparansi, dan
                                                                               akuntabilitas dalam seluruh aktivitas bisnis Perseroan.

                                                                               Pada tahun 2025, Perseroan juga telah meningkatkan kompetensi seluruh
                                                                               (100%) tim PMO ESG dalam memahami standar pengungkapan keberlanjutan
                                                                               berbasis IFRS S1 dan IFRS S2 melalui pelaksanaan in-house training awareness
                                                                               ESG yang diselenggarakan pada 18 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian
                                                                               dari upaya Perseroan dalam memperkuat kualitas pelaporan keberlanjutan
                                                                               agar lebih transparan, andal, dan selaras dengan standar internasional.
                                                                               In the supply chain aspect, the Company has promoted the implementation
                                                                               of sustainable procurement principles through the integration of ESG criteria
                                                                               into the selection and evaluation processes of business partners. Such
                                                                               implementation has been formalized in the procurement guidelines for goods
                                                                               and services, which are further translated into various related operational
                                                                               procedures to ensure consistent application across all organizational levels.

                                                                               Furthermore, Management has consistently strengthened governance and
                                                                               anti-corruption aspects through updates to various strategic policies in 2025,
                                                                               including the Anti-Fraud Commitment Policy, GCG Code, Code of Conduct,
                                                                               and Board Manual, all of which have been aligned with ESG principles. These
                                                                               updates aim to reinforce integrity, transparency, and accountability across all
                                                                               of the Company’s business activities.

                                                                               In 2025, the Company also enhanced the competencies of all (100%) ESG PMO
                                                                               team members in understanding sustainability disclosure standards based on
                                                                               IFRS S1 and IFRS S2 through the implementation of an in-house ESG awareness
                                                                               training held on June 18, 2025. This initiative forms part of the Company’s
                                                                               efforts to strengthen the quality of sustainability reporting to ensure it is more
                                                                               transparent, reliable, and aligned with international standards.




                                                                                                                           PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                             2025 Sustainability Report     29
Page 30
Strategi Dalam Pengelolaan Risiko dan Peluang Terkait Keberlanjutan [GRI 201-2, IFRS S1-
STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK
MANAGEMENT]


Perubahan iklim menurut Hutama Karya merupakan salah satu risiko global yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan operasional
perusahaan, terutama melalui peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) dan dampaknya terhadap lingkungan. Sejalan dengan komitmen
Perseroan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, Hutama Karya secara aktif memantau dan mengelola emisi GRK yang dihasilkan
dari kegiatan operasional guna meminimalkan dampak lingkungan serta mendukung pembangunan berkelanjutan.


Perseroan telah melakukan identifikasi risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk perubahan iklim. Namun demikian, Perseroan
belum melakukan perhitungan terkait implikasi finansial terkait risiko dan peluang keberlanjutan termasuk perubahan iklim. Perseroan telah
menetapkan time horizon terkait risiko Perseroan yang dikategorikan dengan short (at the moment/selama tahun berjalan), medium (setelah
satu tahun/1 – 3 tahun), dan Long (lebih dari 3 tahun). Namun demikian, Perseroan belum mengukur besarnya implikasi finansial terkait risiko
dan peluang keberlanjutan dan perubahan iklim.


Adapun risiko dan peluang terkait keberlanjutan termasuk perubahan iklim sebagai berikut.


Tabel Risiko Keberlanjutan dan Perubahan Iklim
Table of Sustainability and Climate Change Risks

                                                                                                                                       Jangka Waktu Dampak
        Risiko terkait                     Deskripsi Risiko                                                                             Impact Time Horizon
        Keberlanjutan                       Keberlanjutan                    Potensi Dampak Negatif
    Sustainability-Related                  Description of                  Potential Negative Impacts
            Risks                         Sustainability Risks                                                               Pendek                              Menengah
                                                                                                                              Short                               Medium

 Etika dan Pedoman Perilaku
 Code of Ethics and Conduct

 Risiko pelanggaran kode etik,       Risiko terjadinya pelanggaran         Kerugian finansial akibat fraud,      Kerugian finansial dan gangguan       Penurunan kepercayaan
 fraud, gratifikasi, dan benturan    kode etik, fraud, gratifikasi, dan    sanksi regulator, tuntutan hukum,     operasional akibat investigasi,       regulator/investor serta
 kepentingan.                        benturan kepentingan oleh             serta kerusakan reputasi              penghentian proses, dan tindakan      peningkatan biaya kepatuhan dan
                                     pegawai/manajemen apabila             PT Hutama Karya (Persero) yang        korektif.                             pengawasan.
 (Kemungkinan terjadi: Sedang)       budaya integritas, pengendalian       menurunkan kepercayaan publik         Financial losses and operational      Decline in regulator and investor
 Risk of violations of the code of   internal, dan mekanisme               dan investor.                         disruptions resulting from            confidence, as well as increased
 ethics, fraud, gratification, and   pengawasan tidak berjalan efektif.    Financial losses due to fraud,        investigations, process               compliance and monitoring costs.
 conflicts of interest.              Risk of violations of the code of     regulatory sanctions, legal claims,   suspensions, and corrective
                                     ethics, fraud, gratification, and     and reputational damage to            actions.
 (Likelihood: Medium)                conflicts of interest by employees/   PT Hutama Karya (Persero), which
                                     management if integrity culture,      may reduce public and investor
                                     internal controls, and oversight      confidence.
                                     mechanisms are not effectively
                                     implemented.




 Tata Kelola
 Governance

 Risiko reputasi dan penurunan       Risiko penurunan kepercayaan          Penurunan kepercayaan investor        Meningkatnya temuan audit/            Menurunnya kepercayaan
 kepercayaan akibat kelemahan        pemangku kepentingan apabila          dan publik, potensi sanksi/           regulator, biaya remediasi,           investor/mitra serta tekanan pada
 tata kelola (GCG).                  penerapan GCG, transparansi, dan      regulatory action, peningkatan        serta gangguan efektivitas            penilaian GCG dan ESG Rating.
                                     kepatuhan tidak memadai (mis.         biaya kepatuhan, serta tekanan        pengambilan keputusan.                Declining investor and partner
 (Kemungkinan terjadi: Sedang)       lemahnya oversight, pelaporan,        pada akses pendanaan dan biaya        Increased audit or regulatory         confidence, as well as pressure on
 Reputation Risk and Decline in      serta pengendalian internal).         dana.                                 findings, remediation costs, and      GCG assessment and ESG ratings.
 Trust Due to Weaknesses in Good     The risk of declining                 Declining investor and public         disruptions to the effectiveness of
 Corporate Governance.               stakeholder trust may arise if        confidence, potential sanctions       decision-making processes.
                                     the implementation of GCG             or regulatory actions, increased
 (GCG)                               principles, transparency, and         compliance costs, as well as
 (Probability of Occurrence:         compliance is inadequate (e.g.,       pressure on access to funding and
 Moderate)                           weak oversight, reporting, and        cost of capital.
                                     internal control systems).




            PT Hutama Karya (Persero)
 30         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 31
                                                                                                                                                       Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                                                       Sustainability Strategy




Strategy for Managing Sustainability-Related Risks and Opportunities [GRI 201-2, IFRS S1-
STRATEGY, IFRS S2-STRATEGY, IFRS S1-METRIC AND TARGET, IFRS S2-METRIC AND TARGET, IFRS S1-RISK MANAGEMENT, IFRS S2-RISK
MANAGEMENT]


Climate change, according to Hutama Karya, constitutes one of the global risks that may affect the sustainability of the Company’s operations,
particularly through increased greenhouse gas (GHG) emissions and their impact on the environment. In line with the Company’s commitment
to supporting climate change mitigation efforts, Hutama Karya actively monitors and manages GHG emissions generated from its operational
activities in order to minimize environmental impacts and support sustainable development.


The Company has conducted identification of risks and opportunities related to sustainability, including climate change. However, the
Company has not yet performed calculations regarding the financial implications of sustainability-related risks and opportunities, including
climate change. The Company has established time horizons for its risks, categorized as short (at the moment/during the current year),
medium (after one year/1–3 years), and long (more than 3 years). However, the Company has not yet measured the magnitude of the financial
implications related to sustainability risks and opportunities and climate change.


The risks and opportunities related to sustainability, including climate change, are as follows.




        Jangka Waktu Dampak
         Impact Time Horizon                      Analisis Dampak pada Laporan                     Akun Laporan Keuangan yang
                                                             Keuangan                                       Terdampak                                  Langkah Mitigasi
                                                   Analysis of Impact on Financial                  Affected Financial Statement                      Mitigation Measures
                 Panjang                                     Statements                                       Accounts
                  Long




 Dampak penurunan reputasi                    •   Potensi tuntutan hukum atau                  •   Beban Operasional                        * PT. Hutama Karya (Persero) telah
 berkepanjangan yang dapat menekan                kompensasi kepada regulator terkait          •   Liabilitas Provisi atas Gugatan Hukum      memiliki kebijakan internal terkait
 pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan             pelanggaran kode etik, fraud, gratifikasi,   •   Operating Expenses                         gratifikasi
 PT Hutama Karya (Persero).                       atau benturan kepentingan                    •   Provision Liabilities for Legal Claims   * PT. Hutama Karya (Persero) telah
 Long-term reputational deterioration         •   Potensi kerugian karena menurunnya                                                          berkomitmen untuk terus menjaga
 that may hinder business growth and              kepercayaan investor sehingga                                                               integritas dengan penandatanganan
 the sustainability of PT Hutama Karya            mengurangi akses terhadap pendanaan                                                         pakta integritas
 (Persero).                                       atau investasi.                                                                           * Melaksanakan Program Antikorupsi
                                              •   Penurunan reputasi PT. Hutama Karya                                                         untuk memberikan awareness kepada
                                                  (Persero) yang dapat memicu hilangnya                                                       pegawai
                                                  mitra/owner dan menurunkan                                                                * PT Hutama Karya (Persero) has
                                                  kepercayaan publik.                                                                         established internal policies related to
                                              •   Potential legal claims or compensation                                                      gratification;
                                                  to regulators related to violations of the                                                * PT Hutama Karya (Persero) is
                                                  code of ethics, fraud, gratification, or                                                    committed to maintaining integrity
                                                  conflicts of interest;                                                                      through the signing of integrity pacts;
                                              •   Potential losses due to decreased                                                         * Implementation of Anti-Corruption
                                                  investor confidence, reducing access to                                                     Programs to raise employee awareness
                                                  funding or investment;
                                              •   Reputational decline of PT Hutama
                                                  Karya (Persero), which may lead to loss
                                                  of partners/clients and reduced public
                                                  trust.




 Penurunan reputasi berkelanjutan yang        •   Potensi kerugian karena menurunnya           •   Beban Operasional                        PT. Hutama Karya (Persero) telah
 dapat menekan kinerja, daya saing, dan           kepercayaan investor sehingga                •   Kas dan Setara Kas                       melakukan penguatan anti korupsi,
 keberlanjutan                                    mengurangi akses terhadap pendanaan          •   Operating Expenses                       antifraud dan anti penyuapan, serta Tim
 PT. Hutama Karya (Persero).                      atau investasi.                              •   Cash and Cash Equivalents                Komite GCG
 Prolonged reputational decline that          •   Penurunan reputasi PT. Hutama Karya                                                       PT Hutama Karya (Persero) has
 may negatively affect performance,               (Persero) yang dapat memicu hilangnya                                                     strengthened its anti-corruption, anti-
 competitiveness, and the sustainability of       mitra/owner dan menurunkan                                                                fraud, and anti-bribery frameworks, and
 PT Hutama Karya (Persero).                       kepercayaan publik.                                                                       has established a GCG Committee Team
                                              •   Potential financial losses due to
                                                  declining investor confidence, resulting
                                                  in reduced access to funding or
                                                  investment
                                              •   Reputational damage to PT Hutama
                                                  Karya (Persero) that may lead to loss of
                                                  partners/owners and decreased public
                                                  trust




                                                                                                                                             PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                               2025 Sustainability Report         31
Page 32
                                                                                                                                       Jangka Waktu Dampak
       Risiko terkait                    Deskripsi Risiko                                                                               Impact Time Horizon
       Keberlanjutan                      Keberlanjutan                    Potensi Dampak Negatif
   Sustainability-Related                 Description of                  Potential Negative Impacts
           Risks                        Sustainability Risks                                                                 Pendek                             Menengah
                                                                                                                              Short                              Medium

Ketenagakerjaan
Employment

Risiko turnover tinggi dan gap     Risiko tingginya turnover             Penurunan produktivitas,               Kesulitan memenuhi kebutuhan         Penurunan daya saing jangka
kompetensi.                        karyawan, ketimpangan                 peningkatan biaya rekrutmen,           kompetensi strategis                 panjang serta risiko kehilangan
                                   kompetensi, serta rendahnya           pelatihan, serta risiko terganggunya   PT. Hutama Karya (Persero)           talenta terbaik.
(Kemungkinan terjadi: Sedang)      kesiapan SDM terhadap                 operasional dan kualitas layanan       dan keterlambatan inisiatif          Long-term decline in
High Employee Turnover Risk and    transformasi digital dan ESG.         PT. Hutama Karya (Persero).            transformasi.                        competitiveness and the risk of
Competency Gap.                    The risk of high employee             Declining productivity, increased      Difficulty in fulfilling strategic   losing key talent.
                                   turnover, competency imbalance,       recruitment and training costs,        competency requirements of
(Probability of Occurrence:        and low workforce readiness in        as well as risks of operational        PT Hutama Karya (Persero)
Moderate)                          response to digital transformation    disruption and reduced service         and delays in transformation
                                   and ESG requirements                  quality of PT Hutama Karya             initiatives
                                                                         (Persero).




Hak Asasi Manusia
Human Rights

Risiko pelanggaran HAM dalam       Risiko dugaan pelanggaran HAM         Pengaduan dan sengketa,                Pengaduan/insiden dan biaya          Peningkatan tuntutan kepatuhan,
operasional, rantai pasok, dan     (contoh:. diskriminasi, pelecehan,    sanksi/regulatory action,              penanganan kasus serta               pembatasan kemitraan/
pembiayaan                         privasi, keselamatan kerja vendor,    gangguan proyek/kemitraan,             investigasi.                         pendanaan ESG, dan risiko
                                   pekerja anak/kerja paksa pada         serta kerusakan reputasi dan           Costs related to complaints,         keterlambatan proyek.
(Kemungkinan terjadi: Sedang)      pemasok) serta potensi dampak         kepercayaan investor/nasabah.          incident handling, and case          Increased compliance
Risk of Human Rights Violations    sosial dari proyek yang dibiayai      Complaints and disputes,               investigations.                      requirements, restrictions on ESG-
in Operations, Supply Chain, and   (contoh: konflik lahan/relokasi)      regulatory sanctions or                                                     related partnerships or financing,
Financing                          jika due diligence tidak memadai.     enforcement actions, project or                                             and risks of project delays
                                   The risk of alleged human rights      partnership disruptions, as well
(Probability of Occurrence:        violations (e.g. discrimination,      as reputational damage and
Moderate)                          harassment, privacy breaches,         declining investor or customer
                                   vendor occupational safety            confidence.
                                   issues, child labor or forced labor
                                   in suppliers), as well as potential
                                   social impacts of financed
                                   projects (e.g. land disputes or
                                   involuntary resettlement), may
                                   arise if human rights due diligence
                                   is not adequately implemented.

Produk dan Jasa Berkelanjutan
Sustainable Products and Services

Risiko Kualitas Pekerjaan          Risiko terkait ketidaksesuaian        Penurunan umur layanan aset             • Biaya perbaikan (rework)          •   Kenaikan biaya maintenance
Work Quality Risk                  kualitas konstruksi terhadap          infrastruktur, Kegagalan struktur       • Keterlambatan proyek              •   Penurunan performa aset
                                   standar teknis, spesifikasi           (structural failure), Rework, dan       • Penurunan produktivitas               (jalan rusak lebih cepat, dll.)
                                   desain, dan regulasi, yang            cost overrun, Penurunan reputasi        • Rework costs                      •   Klaim kontraktual
                                   dapat disebabkan oleh material        perusahaan, Risiko litigasi dan         • Project delays                    •   Increase in maintenance costs
                                   yang tidak memenuhi standar,          klaim dari pengguna/pemerintah          • Decline in productivity           •   Decline in asset performance
                                   kesalahan pelaksanaan, atau           Reduction in infrastructure                                                     (e.g. premature road
                                   pengawasan yang tidak optimal.        asset service life, structural                                                  deterioration, etc.)
                                   Risk related to non-conformity        failure, rework and cost overrun,                                           •   Contractual claims
                                   of construction quality with          reputational damage, and
                                   technical standards, design           litigation or claims from users or
                                   specifications, and applicable        government authorities.
                                   regulations, which may be caused
                                   by non-compliant materials,
                                   execution errors, or suboptimal
                                   supervision




           PT Hutama Karya (Persero)
32         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
                                                                                                                                                         Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                                                         Sustainability Strategy




        Jangka Waktu Dampak
         Impact Time Horizon                      Analisis Dampak pada Laporan                    Akun Laporan Keuangan yang
                                                             Keuangan                                      Terdampak                                    Langkah Mitigasi
                                                   Analysis of Impact on Financial                 Affected Financial Statement                        Mitigation Measures
                  Panjang                                    Statements                                      Accounts
                   Long




Penurunan daya saing PT. Hutama Karya         •   Peningkatan biaya rekrutmen,                •   Beban Operasional - Beban terkait        •    IDP
(Persero) dalam jangka panjang.                   pelatihan, dan pengembangan SDM.                Recuritment                              •    Beasiswa S2 untuk Karyawan Hutama
Erosion of PT Hutama Karya (Persero)’s        •   Penurunan produktivitas yang                •   Beban Operasional - Beban Gaji                Karya
long-term competitiveness.                        meningkatkan biaya operasional              •   Beban Operasional - Beban Pelatihan      •    Program FPL, FLDP dll
                                                  PT. Hutama Karya (Persero).                 •   Pendapatan Bunga                         •    Individual Development Plan (IDP)
                                              •   Potensi penurunan kualitas layanan          •   Pendapatan Provisi dan Komisi dan        •    Master’s Degree Scholarships (S2) for
                                                  yang dapat memengaruhi pertumbuhan              Pendapatan Operasional Lain Selain            Hutama Karya Employees
                                                  pendapatan PT. Hutama Karya                     Bunga                                    •    FPL, FLDP Programs, etc.
                                                  (Persero).                                  •   Operating Expenses – Recruitment
                                                                                                  Expenses


                                              •   Increased recruitment, training, and        •   Operating Expenses – Salaries and
                                                  human capital development costs                 Wages
                                              •   Decline in productivity leading to higher   •   Operating Expenses – Training Expenses
                                                  operating costs of PT Hutama Karya          •   Interest Income
                                                  (Persero)                                   •   Fee and Commission Income and Other
                                              •   Potential decline in service quality that       Operating Income Other than Interest
                                                  may impact revenue growth of
                                                  PT Hutama Karya (Persero)




Dampak reputasi dan penurunan                 •   Potensi sanksi regulator, denda, atau       •   Liabilitas Provisi atas Gugatan Hukum    •    Melaksanakan program RWP untuk
kepercayaan jangka panjang, berpotensi            biaya hukum akibat pelanggaran HAM.         •   Beban Operasional                             menciptkan lingkungan kerja yg bebas
menekan pertumbuhan dan nilai                 •   Peningkatan biaya investigasi dan           •   Kas dan Setara Kas                            diskriminasi, kekerasan & pelecehan
perusahaan.                                       remediasi kasus.                            •   Modal Saham/ Tambahan Modal Disetor      •    Menyediakan kanal dan mekanisme
Long-term reputational impact and             •   Potensi kerugian karena menurunnya          •   Provision Liabilities for Legal Claims        pelaporan pelanggaran RWP
decline in stakeholder trust, potentially         kepercayaan investor sehingga               •   Operating Expenses                       •    Meningkatkan porsi pegawai disabilitas
constraining growth and enterprise value.         mengurangi akses terhadap pendanaan         •   Cash and Cash Equivalents                     untuk meningkatkan Diversity, Equity &
                                                  atau investasi.                             •   Share Capital / Additional Paid-in            Inclusion (DEI)
                                              •   Potential regulatory sanctions, fines, or       Capital                                  •    Implementation of the RWP
                                                  legal costs arising from human rights                                                         program to create a workplace free
                                                  violations                                                                                    from discrimination, violence, and
                                              •   Increased costs for investigation and                                                         harassment
                                                  case remediation                                                                         •    Provision of reporting channels
                                              •   Potential financial losses due to                                                             and grievance mechanisms for RWP
                                                  declining investor confidence, resulting                                                      violations
                                                  in reduced access to financing or                                                        •    Increasing the proportion of employees
                                                  investment                                                                                    with disabilities to strengthen Diversity,
                                                                                                                                                Equity & Inclusion (DEI) initiatives




•   Penurunan nilai aset (asset impairment)   •   Peningkatan biaya proyek akibat rework      Beban Operasional                            •    Standarisasi QA/QC di seluruh proyek
•   Hilangnya kepercayaan stakeholder         •   Peningkatan provision for liabilities       Operating Expenses                           •    Penggunaan vendor terverifikasi
•   Risiko blacklisting proyek strategis          (klaim, warranty)                                                                        •    Supervisi teknis berlapis
•   Asset impairment                          •   Potensi impairment aset                                                                  •    Penerapan digital quality control
•   Loss of stakeholder trust                 •   Penurunan margin proyek                                                                       melalui HK SHIELD
•   Risk of blacklisting from strategic       •   Increase in project costs due to rework                                                  •    Uji mutu berkala (lab test beton, aspal,
    projects                                  •   Increase in provision for liabilities                                                         struktur)
                                                  (claims, warranties)                                                                     •    Program continuous improvement &
                                              •   Potential asset impairment                                                                    lesson learned antar proyek
                                              •   Decrease in project margins                                                              •    Implementation of QA/QC
                                                                                                                                                standardization across all projects
                                                                                                                                           •    Use of verified vendors
                                                                                                                                           •    Multi-layer technical supervision
                                                                                                                                           •    Implementation of digital quality
                                                                                                                                                control through HK SHIELD
                                                                                                                                           •    Periodic quality testing (concrete,
                                                                                                                                                asphalt, and structural laboratory tests)
                                                                                                                                           •    Continuous improvement and cross-
                                                                                                                                                project lessons learned program




                                                                                                                                               PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                                 2025 Sustainability Report         33
Page 34
                                                                                                                                     Jangka Waktu Dampak
       Risiko terkait                      Deskripsi Risiko                                                                           Impact Time Horizon
       Keberlanjutan                        Keberlanjutan                     Potensi Dampak Negatif
   Sustainability-Related                   Description of                   Potential Negative Impacts
           Risks                          Sustainability Risks                                                              Pendek                             Menengah
                                                                                                                             Short                              Medium

Risiko Keselamatan dan              Risiko kecelakaan kerja, penyakit    Cedera atau kematian pekerja,         •   Biaya kompensasi dan             •   Peningkatan premi asuransi
Kesehatan Pekerja (Occupational     akibat kerja, dan paparan bahaya     Penghentian proyek sementara,             pengobatan                       •   Penurunan produktivitas
Health & Safety)                    di lokasi proyek konstruksi akibat   Sanksi regulator, Penurunan           •   Work stoppage                        tenaga kerja
Occupational Health and Safety      kondisi kerja yang tidak aman        moral, dan produktivitas pekerja      •   Investigasi insiden              •   Tingginya turnover pekerja
(OHS) Risk                          atau ketidakpatuhan terhadap         Worker injury or fatality,            •   Compensation and medical         •   Increase in insurance
                                    prosedur K3.                         temporary project suspension,             costs                                premiums
                                    Risk of workplace accidents,         regulatory sanctions, and             •   Work stoppages                   •   Decline in labor productivity
                                    occupational diseases,               decline in employee morale and        •   Incident investigations          •   High employee turnover
                                    and exposure to hazards at           productivity
                                    construction sites due to unsafe
                                    working conditions or non-
                                    compliance with occupational
                                    health and safety (OHS)
                                    procedures.




Isu Keamanan Aset (Asset Security   Risiko terkait pencurian,            Kehilangan aset/material,             •   Kehilangan material              •   Penurunan efisiensi
Risk)                               vandalisme, sabotase, atau           Gangguan operasional jalan tol,           konstruksi                           operasional
Asset Security Risk                 gangguan operasional terhadap        Biaya penggantian dan perbaikan,      •   Biaya pengamanan tambahan        •   Kenaikan biaya operasional
                                    aset proyek dan infrastruktur,       Risiko keselamatan pengguna           •   Gangguan proyek                      (security cost)
                                    termasuk jalan tol dan fasilitas     Loss of assets/materials,             •   Loss of construction materials   •   Decline in operational
                                    pendukung.                           disruption of toll road operations,   •   Additional security costs            efficiency
                                    Risk related to theft, vandalism,    replacement and repair costs, and     •   Project disruptions              •   Increase in operating costs
                                    sabotage, or operational             safety risks to road users                                                     (security expenses)
                                    disruptions affecting project
                                    assets and infrastructure,
                                    including toll roads and
                                    supporting facilities.




Risiko Keselamatan (Safety Risk –   Risiko yang timbul akibat            •    Kecelakaan pengguna jalan        •   Insiden kecelakaan di area       •   Peningkatan klaim asuransi
Public & Operational Safety)        kegagalan dalam memastikan                (fatality, injury)                   proyek atau jalan tol                dan biaya operasional
Safety Risk (Public & Operational   keselamatan pengguna jalan           •    Kerusakan aset dan gangguan      •   Gangguan lalu lintas dan         •   Penurunan performa layanan
Safety)                             dan masyarakat sekitar, baik              operasional                          operasional                          jalan tol
                                    selama fase konstruksi maupun        •    Penurunan kepercayaan            •   Biaya tanggap darurat dan        •   Increase in insurance claims
                                    operasional infrastruktur,                publik                               perbaikan cepat                      and operating costs
                                    termasuk kecelakaan lalu             •    Tuntutan hukum dan klaim         •   Incidents occurring in project   •   Decline in toll road service
                                    lintas, kegagalan struktur, serta         asuransi                             areas or toll road corridors         performance
                                    kurangnya sistem pengamanan          •    Sanksi regulator                 •   Traffic disruptions and
                                    dan pengawasan.                      •    Accidents involving road users       operational interruptions
                                    Risk arising from failures in             (fatalities and injuries)        •   Emergency response and rapid
                                    ensuring the safety of road users    •    Asset damage and operational         repair costs
                                    and surrounding communities,              disruptions
                                    both during the construction         •    Declining public trust
                                    and operational phases of            •    Legal claims and insurance
                                    infrastructure, including traffic         claims
                                    accidents, structural failures,      •    Regulatory sanctions
                                    and insufficient security and
                                    monitoring systems.




          PT Hutama Karya (Persero)
34        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 35
                                                                                                                                                Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                                                Sustainability Strategy




        Jangka Waktu Dampak
         Impact Time Horizon                       Analisis Dampak pada Laporan                    Akun Laporan Keuangan yang
                                                              Keuangan                                      Terdampak                          Langkah Mitigasi
                                                    Analysis of Impact on Financial                 Affected Financial Statement              Mitigation Measures
                  Panjang                                     Statements                                      Accounts
                   Long

•   Kerusakan reputasi perusahaan              •   Peningkatan operating expenses               Beban Operasional                  •    Implementasi Sistem Manajemen K3
•   Penurunan daya saing dalam tender              (kompensasi, asuransi)                       Operating Expenses                      (SMK3) dan standar ISO 45001
    proyek                                     •   Peningkatan liabilitas kontinjensi                                              •    Identifikasi bahaya & penilaian risiko
•   Risiko litigasi jangka panjang             •   Potensi penalty dan denda                                                            (HIRADC/JSA)
•   Reputational damage                        •   Penurunan efisiensi proyek (margin                                              •    Work Permit
•   Reduced competitiveness in project             turun)                                                                          •    Toolbox meeting harian & safety
    tenders                                    •   Increase in operating expenses                                                       induction wajib
•   Long-term litigation risk                      (compensation, insurance)                                                       •    Penyediaan dan pengawasan
                                               •   Increase in contingent liabilities                                                   penggunaan APD lengkap
                                               •   Potential penalties and fines                                                   •    Program kesehatan pekerja (medical
                                               •   Decline in project efficiency (lower                                                 check-up, fatigue management)
                                                   margins)                                                                        •    Pelaporan dan investigasi insiden (near
                                                                                                                                        miss accident) secara digital
                                                                                                                                   •    Target Zero Fatality dan penguatan
                                                                                                                                        budaya safety melalui aplikasi HK
                                                                                                                                        SHIELD
                                                                                                                                   •    Implementation of Occupational Health
                                                                                                                                        and Safety Management System (SMK3)
                                                                                                                                        and ISO 45001 standards
                                                                                                                                   •    Hazard identification and risk
                                                                                                                                        assessment (HIRADC/JSA)
                                                                                                                                   •    Work permits system
                                                                                                                                   •    Daily toolbox meetings and mandatory
                                                                                                                                        safety inductions
                                                                                                                                   •    Provision and enforcement of full
                                                                                                                                        Personal Protective Equipment (PPE)
                                                                                                                                        usage
                                                                                                                                   •    Worker health programs (medical
                                                                                                                                        check-ups, fatigue management)
                                                                                                                                   •    Digital incident reporting and
                                                                                                                                        investigation (near miss, accidents)
                                                                                                                                   •    Zero Fatality target and strengthening
                                                                                                                                        safety culture through HK SHIELD
                                                                                                                                        application

•   Penurunan kepercayaan publik               •   Peningkatan OPEX (biaya keamanan)            Beban Operasional                  •    Sistem pengamanan operasi tol:
    terhadap keamanan infrastruktur            •   Kerugian aset (write-off aset hilang)        Operating Expenses                      CCTV & monitoring 24/7
•   Risiko sistemik terhadap operasional       •   Potensi penurunan revenue tol akibat                                            •    Patroli rutin dan koordinasi dengan
    jaringan jalan tol                             gangguan operasional                                                                 aparat keamanan
•   Declining public trust in infrastructure   •   Peningkatan CAPEX pengamanan (CCTV,                                             •    Pengamanan infrastruktur jalan tol dari
    security                                       sistem digital, dll.)                                                                vandalisme dan pencurian
•   Systemic risk to toll road network         •   Increase in operating expenses (security                                        •    Business continuity plan untuk
    operations                                     costs)                                                                               gangguan operasional
                                               •   Asset losses (write-off of missing assets)                                      •    Toll road operational security system:
                                               •   Potential decline in toll revenue due to                                        •    CCTV and 24/7 monitoring system
                                                   operational disruptions                                                         •    Regular patrols and coordination with
                                               •   Increase in capital expenditures                                                     security authorities
                                                   for security systems (CCTV, digital                                             •    Protection of toll road infrastructure
                                                   monitoring systems, etc.)                                                            from vandalism and theft
                                                                                                                                   •    Business continuity plan for operational
                                                                                                                                        disruptions

•   Kerusakan reputasi perusahaan              •   Peningkatan biaya operasional                Beban Operasional                  •    Desain infrastruktur yang aman:
•   Penurunan daya saing dalam                 •   Peningkatan liabilitas (klaim asuransi,      Operating Expenses                      guardrail, rambu, pencahayaan, sistem
    pengelolaan proyek infrastruktur               kompensasi pihak ketiga)                                                             drainase.
•   Risiko kehilangan kepercayaan              •   Potensi penalty dan denda regulator                                             •    Manajemen lalu lintas selama
    pemerintah dan investor                    •   Penurunan revenue tol akibat                                                         konstruksi (traffic management plan)
•   Potensi litigasi jangka panjang                penurunan traffic                                                               •    Inspeksi rutin kondisi jalan tol dan
•   Reputational damage to the Company         •   Dampak pada profitabilitas proyek                                                    struktur (bridge, slope, pavement)
•   Reduced competitiveness in                 •   Potensi peningkatan premi asuransi                                              •    Sistem tanggap darurat (emergency
    infrastructure project management          •   Increase in operating costs                                                          response system)
•   Risk of loss of trust from government      •   Increase in liabilities (insurance claims,                                      •    Edukasi pengguna jalan (kampanye
    and investors                                  third-party compensation)                                                            keselamatan)
•   Potential long-term litigation             •   Potential regulatory penalties and fines                                        •    Safe infrastructure design: guardrails,
                                               •   Decline in toll revenue due to reduced                                               signage, lighting systems, and drainage
                                                   traffic                                                                              systems
                                               •   Impact on project profitability                                                 •    Traffic management during construction
                                               •   Potential increase in insurance                                                      (traffic management plan)
                                                   premiums                                                                        •    Routine inspections of toll road
                                                                                                                                        conditions and structures (bridges,
                                                                                                                                        slopes, pavement)
                                                                                                                                   •    Emergency response system
                                                                                                                                   •    Road user education (safety awareness
                                                                                                                                        campaigns)




                                                                                                                                       PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                         2025 Sustainability Report       35
Page 36
                                                                                                                                        Jangka Waktu Dampak
       Risiko terkait                     Deskripsi Risiko                                                                               Impact Time Horizon
       Keberlanjutan                       Keberlanjutan                        Potensi Dampak Negatif
   Sustainability-Related                  Description of                      Potential Negative Impacts
           Risks                         Sustainability Risks                                                                  Pendek                             Menengah
                                                                                                                                Short                              Medium

Pengadaan Berkelanjutan
Sustainable Procurement

Risiko pengadaan tidak             Risiko ketidaksesuaian praktik          Inefisiensi biaya, gangguan            Keterlambatan proses                 Risiko gangguan layanan
berkelanjutan dan risiko pihak     pengadaan dengan prinsip                pasokan/jasa, potensi temuan           pengadaan, temuan audit, serta       dari vendor dan peningkatan
ketiga                             keberlanjutan (lingkungan, sosial,      audit dan isu kepatuhan, serta         biaya operasional meningkat.         biaya akibat re-procurement/
Risk of Unsustainable              etika), termasuk risiko pihak           risiko reputasi apabila vendor         Delays in procurement processes,     penyesuaian kontrak.
Procurement and Third-Party Risk   ketiga (vendor) dan transparansi        tidak memenuhi standar tata            audit findings, and increased        Risk of service disruption from
                                   yang dapat memicu inefisiensi,          kelola yang baik.                      operating costs.                     vendors and increased costs due
                                   fraud, atau isu reputasi.               Cost inefficiencies, disruption                                             to re-procurement or contract
                                   Risk of non-alignment of                of supply of goods/services,                                                adjustments.
                                   procurement practices with              potential audit findings and
                                   sustainability principles               compliance issues, as well as
                                   (environmental, social, and             reputational risk if vendors fail to
                                   ethical aspects), including             meet good governance standards.
                                   third-party (vendor) risks and
                                   transparency issues that may
                                   lead to inefficiencies, fraud, or
                                   reputational concerns.

Perubahan Iklim
Climate Change

Perubahan Iklim (Climate Change    Risiko yang timbul akibat               •    Kerusakan aset infrastruktur      •   Gangguan operasional akibat      •   Kenaikan biaya maintenance
Risk)                              perubahan iklim, termasuk                    (jalan tol, jembatan,                 cuaca ekstrem                        dan adaptasi (drainase, slope
Climate Change Risk                peningkatan frekuensi dan                    bendungan)                        •   Biaya perbaikan darurat              stabilization, dll.)
                                   intensitas bencana (banjir,             •    Gangguan operasional akibat       •   Operational disruptions due to   •   Penyesuaian terhadap regulasi
                                   longsor, heat stress), serta risiko          bencana                               extreme weather events               emisi dan ESG
                                   transisi menuju ekonomi rendah          •    Kenaikan biaya adaptasi dan       •   Emergency repair costs           •   Increase in maintenance and
                                   karbon (regulasi, teknologi, dan             mitigasi                                                                   adaptation costs (drainage
                                   pasar).                                 •    Risiko stranded assets                                                     systems, slope stabilization,
                                   Risk arising from climate change,       •    Damage to infrastructure                                                   etc.)
                                   including increased frequency                assets (toll roads, bridges,                                           •   Compliance adjustments to
                                   and intensity of disasters (floods,          dams)                                                                      emissions and ESG regulations
                                   landslides, heat stress), as well       •    Operational disruptions due to
                                   as transition risks toward a                 disasters
                                   low-carbon economy (regulatory,         •    Increased adaptation and
                                   technological, and market-related            mitigation costs
                                   changes).                               •    Stranded asset risk




Keanekaragaman Hayati              Risiko yang timbul akibat aktivitas     •    Hilangnya habitat dan             •   Gangguan langsung terhadap       •   Penurunan populasi spesies di
(Biodiversity Risk)                konstruksi dan operasional                   biodiversitas lokal                   habitat selama konstruksi            sekitar proyek
Biodiversity Risk                  infrastruktur yang berdampak            •    Fragmentasi ekosistem             •   Protes masyarakat / NGO          •   Kewajiban rehabilitasi
                                   pada ekosistem alami, termasuk               (wildlife corridor terganggu)         lingkungan                           lingkungan (reforestation,
                                   deforestasi, fragmentasi habitat,       •    Konflik manusia–satwa             •   Keterlambatan proyek akibat          offset)
                                   gangguan terhadap satwa liar, serta          (human-wildlife conflict)             isu AMDAL                        •   Peningkatan biaya
                                   penurunan kualitas lingkungan (air,     •    Penurunan kualitas air dan        •   Direct disturbance to habitats       pengelolaan lingkungan
                                   tanah, dan udara).                           tanah                                 during construction              •   Decline in species population
                                   Risk arising from construction and      •    Sanksi regulator dan              •   Community and                        around project areas
                                   infrastructure operational activities        penolakan sosial (social              environmental NGO protests       •   Environmental rehabilitation
                                   that impact natural ecosystems,              license to operate)               •   Project delays due to                obligations (reforestation,
                                   including deforestation, habitat        •    Loss of local habitats and            Environmental Impact                 biodiversity offset)
                                   fragmentation, disturbance to                biodiversity                          Assessment (AMDAL) issues        •   Increased environmental
                                   wildlife, and degradation of            •    Ecosystem fragmentation                                                    management costs
                                   environmental quality (water, soil,          (disruption of wildlife
                                   and air).                                    corridors)
                                                                           •    Human–wildlife conflict
                                                                           •    Decline in water and soil
                                                                                quality
                                                                           •    Regulatory sanctions and
                                                                                social opposition (loss of
                                                                                social license to operate)




          PT Hutama Karya (Persero)
36        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 37
                                                                                                                                                Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                                                Sustainability Strategy




        Jangka Waktu Dampak
         Impact Time Horizon                       Analisis Dampak pada Laporan                   Akun Laporan Keuangan yang
                                                              Keuangan                                     Terdampak                           Langkah Mitigasi
                                                    Analysis of Impact on Financial                Affected Financial Statement               Mitigation Measures
                 Panjang                                      Statements                                     Accounts
                  Long




Reputasi dan nilai perusahaan terdampak        •   Peningkatan biaya operasional akibat       •   Beban Operasional               Dilakukan seleksi vendor yang ketat sesuai
jika insiden vendor/fraud/korupsi berulang         inefisiensi proses pengadaan.              •   Liabilitas Provisi              standar dan prosedur internal
atau tidak terkendali.                         •   Potensi kerugian akibat fraud atau         •   Operating Expenses              A rigorous vendor selection process is
Corporate reputation and value may                 ketidaksesuaian kontrak dengan             •   Provision Liabilities           conducted in accordance with internal
be adversely affected if vendor-related            vendor.                                                                        standards and procedures
incidents, fraud, or corruption are repeated   •   Biaya tambahan untuk audit,
or not properly controlled.                        pengawasan, dan perbaikan proses
                                                   pengadaan.
                                               •   Increased operating costs due to
                                                   procurement inefficiencies
                                               •   Potential losses arising from fraud or
                                                   non-compliance with vendor contracts
                                               •   Additional costs for audit activities,
                                                   monitoring, and procurement process
                                                   improvement




•   Perubahan pola permintaan                  •   Peningkatan biaya operasional              •   Beban Operasional               •    Peningkatan kompetensi personil hutama
    infrastruktur                              •   Potensi impairment aset akibat             •   Liabilitas Provisi                   karya
•   Risiko stranded assets                         kerusakan atau underperformance            •   Operating Expenses              •    Melakukan Climate Risk Assestment di
•   Tekanan dari investor terkait ESG          •   Dampak pada cost of capital (akses         •   Provision Liabilities                proyrk rawan bencana
    performance                                    pendanaan tergantung ESG rating)                                               •    Rekam jejak hutama karya yang aktif
•   Changes in infrastructure demand           •   Potensi peluang: green financing/                                                   kontribusi untuk pekerjaan paska
    patterns                                       sustainable loan                                                                    bencana
•   Stranded asset risk                        •   Increase in operating costs                                                    •    Rekam jejak hutama karya yang aktif
•   Investor pressure related to ESG           •   Potential asset impairment due to                                                   kontribusi untuk pekerjaan mitgasi
    performance                                    damage or underperformance                                                          bencana (bendungan, irigasi, dan lainnya)
                                               •   Impact on cost of capital (access to                                           •    Enhancement of Hutama Karya personnel
                                                   funding dependent on ESG rating)                                                    competencies in climate resilience
                                               •   Potential opportunities: green financing                                       •    Implementation of Climate Risk
                                                   / sustainable loans                                                                 Assessment in disaster-prone projects
                                                                                                                                  •    Strong track record of post-disaster
                                                                                                                                       recovery works
                                                                                                                                  •    Strong track record in disaster mitigation
                                                                                                                                       infrastructure projects (dams, irrigation
                                                                                                                                       systems, and others)

•   Kerusakan ekosistem permanen               •   Peningkatan Biaya Operasional              •   Beban Operasional               Rekan jejak hutama karya yang telah
•   Risiko kehilangan izin proyek di masa      •   Peningkatan provision/liabilitas           •   Liabilitas Provisi              menjadi pencetus elephant corridor di Tol
    depan                                          lingkungan                                 •   Operating Expenses              Pekanbaru-Dumai, bekerjasama dengan
•   Penurunan reputasi perusahaan dalam        •   Potensi penalty dan denda regulator        •   Provision Liabilities           pihak terkait untuk mejaga keanekargaman
    ESG rating                                 •   Risiko kehilangan akses ke green                                               hayati. Identifikasi area sensitif
•   Risiko tidak memenuhi standar                  financing/blended finance                                                      Pembangunan wildlife crossing/koridor
    pembiayaan internasional (MDB, green       •   Potensi keterlambatan proyek                                                   satwa
    finance)                                   •   Increase in operating costs                                                    Penerapan prinsip no net loss/biodiversity
•   Permanent ecosystem damage                 •   Increase in environmental provisions/                                          offset
•   Risk of future project permit loss             liabilities                                                                    Program revegetasi dan rehabilitasi lahan
•   Declining corporate reputation in ESG      •   Potential regulatory penalties and fines                                       pasca konstruksi
    ratings                                    •   Risk of losing access to green financing                                       Monitoring satwa dan ekosistem secara
•   Risk of non-compliance with                    or blended finance                                                             berkala
    international financing standards (MDB,    •   Potential project delays                                                       Hutama Karya has played a pioneering
    green finance requirements)                                                                                                   role in establishing an elephant corridor
                                                                                                                                  along the Pekanbaru–Dumai Toll Road, in
                                                                                                                                  collaboration with relevant stakeholders to
                                                                                                                                  protect biodiversity.

                                                                                                                                  Identification of sensitive environmental
                                                                                                                                  areas
                                                                                                                                  Development of wildlife crossings / animal
                                                                                                                                  corridors
                                                                                                                                  Implementation of the no net loss principle
                                                                                                                                  / biodiversity offset
                                                                                                                                  Revegetation and post-construction land
                                                                                                                                  rehabilitation programs
                                                                                                                                  Regular wildlife and ecosystem monitoring




                                                                                                                                      PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                        2025 Sustainability Report         37
Page 38
                                                                                                                                    Jangka Waktu Dampak
        Risiko terkait                    Deskripsi Risiko                                                                           Impact Time Horizon
        Keberlanjutan                      Keberlanjutan                      Potensi Dampak Negatif
    Sustainability-Related                 Description of                    Potential Negative Impacts
            Risks                        Sustainability Risks                                                              Pendek                             Menengah
                                                                                                                            Short                              Medium

 Perusakan Lingkungan               Risiko yang timbul akibat            •    Pencemaran air (runoff proyek,   •   Keluhan masyarakat sekitar      •   Kewajiban remediasi
 (Environmental Degradation Risk)   aktivitas konstruksi dan                  sedimentasi sungai)                  proyek                              lingkungan (clean-up,
 Environmental Degradation Risk     operasional yang menyebabkan         •    Penurunan kualitas udara         •   Sanksi administratif dari           rehabilitasi)
                                    degradasi lingkungan, termasuk            (debu, emisi alat berat)             regulator                       •   Peningkatan biaya
                                    pencemaran air dan udara,            •    Degradasi tanah (erosi,          •   Gangguan operasional proyek         pengelolaan limbah dan emisi
                                    kerusakan tanah, pengelolaan              kontaminasi)                     •   Complaints from surrounding     •   Penurunan hubungan dengan
                                    limbah yang tidak optimal, serta     •    Dampak kesehatan bagi                communities                         stakeholder lokal
                                    penggunaan sumber daya alam               masyarakat sekitar               •   Administrative sanctions from   •   Obligations for environmental
                                    yang tidak berkelanjutan.            •    Pelanggaran regulasi                 regulators                          remediation (clean-up,
                                    Risk arising from construction            lingkungan                       •   Project operational                 rehabilitation)
                                    and operational activities           •    Water pollution (project             disruptions                     •   Increased costs for waste and
                                    that lead to environmental                runoff, river sedimentation)                                             emission management
                                    degradation, including water and     •    Air quality deterioration                                            •   Deterioration of relationships
                                    air pollution, soil contamination,        (dust and heavy equipment                                                with local stakeholders
                                    suboptimal waste management,              emissions)
                                    and unsustainable use of natural     •    Soil degradation (erosion,
                                    resources.                                contamination)
                                                                         •    Health impacts on
                                                                              surrounding communities
                                                                         •    Environmental regulatory non-
                                                                              compliance




Tabel Peluang Keberlanjutan
Table of Sustainability Opportunities

                                        Deskripsi Peluang                                                                         Jangka Waktu Dampak
     Peluang terkait                                                                                                              Time Horizon of Impacts
                                         Keberlanjutan                       Potensi Dampak Positif
      Keberlanjutan
                                          Description of                        Potential Positive
  Sustainability-Related
                                          Sustainability                             Impacts                               Pendek                             Menengah
      Opportunities
                                          Opportunities                                                                     Short                              Medium

 Keamanan Informasi
 Information Security

 Peluang penguatan                  UU PDP No. 27/2022 berlaku           Dengan tata kelola PDP dan            Penguatan kebijakan/                Penurunan frekuensi/
 Perlindungan Data Pribadi          sejak 17 Oktober 2024 untuk          sistem keamanan informasi             prosedur PDP, klasifikasi           keparahan insiden;
 (PDP) dan keamanan                 melindungi data pribadi,             yang baik, Hutama Karya               data, dan awareness                 peningkatan kepatuhan
 informasi                          mencegah penyalahgunaan,             akan terhindar dari kerugian          karyawan; perbaikan kontrol         dan kualitas layanan, serta
                                    dan meningkatkan                     finansial seperti kebocoran           akses dan audit trail.              peningkatan adopsi kanal
 (Kemungkinan terjadi:              kepercayaan publik. Serta            data dan tuntutan data.               Strengthening PDP policies          digital.
 Tinggi)                            penguatan tata kelola                With robust PDP governance            and procedures, data                Reduced frequency and
 Opportunity for                    keamanan informasi untuk             and information security              classification, and employee        severity of incidents;
 strengthening Personal             meningkatkan kepatuhan               systems, Hutama Karya can             awareness; improving access         improved compliance and
 Data Protection (PDP) and          dan resiliensi operasional           avoid financial losses such           controls and audit trails.          service quality, as well as
 information security               Law No. 27/2022 on Personal          as data breaches and data-                                                increased adoption of digital
                                    Data Protection (PDP Law)            related claims.                                                           channels.
 (Probability of Occurrence:        has been effective since
 High)                              17 October 2024 to protect
                                    personal data, prevent
                                    misuse, and enhance
                                    public trust, as well as
                                    strengthening information
                                    security governance to
                                    improve compliance and
                                    operational resilience




           PT Hutama Karya (Persero)
 38        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 39
                                                                                                                                               Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                                               Sustainability Strategy




        Jangka Waktu Dampak
         Impact Time Horizon                      Analisis Dampak pada Laporan                    Akun Laporan Keuangan yang
                                                             Keuangan                                      Terdampak                          Langkah Mitigasi
                                                   Analysis of Impact on Financial                 Affected Financial Statement              Mitigation Measures
                Panjang                                      Statements                                      Accounts
                 Long

•   Kerusakan lingkungan yang sulit           •   Peningkatan OPEX (pengelolaan limbah,      •    Beban Operasional               •    Pengendalian limbah konstruksi
    dipulihkan                                    monitoring lingkungan)                     •    Liabilitas Provisi                   (reduce–reuse–recycle)
•   Risiko kehilangan izin lingkungan         •   Peningkatan CAPEX (teknologi               •    Operating Expenses              •    Sistem pengolahan air limbah
    (AMDAL)                                       pengendalian polusi, treatment system)     •    Provision Liabilities                (wastewater treatment)
•   Penurunan reputasi perusahaan             •   Peningkatan liabilitas lingkungan /                                             •    Pengendalian debu dan emisi (water
•   Penurunan skor ESG dan kepercayaan            provision (remediasi)                                                                spraying, equipment standard)
    investor                                  •   Potensi denda dan penalty regulator                                             •    Pengelolaan material berbahaya (B3)
•   Irreversible environmental damage         •   Risiko keterlambatan proyek →                                                        sesuai regulasi
•   Risk of environmental permit revocation       berdampak ke revenue recognition                                                •    Efisiensi penggunaan air dan material
    (AMDAL)                                   •   Dampak ke cost of capital (akses                                                     konstruksi (Lean Construction)
•   Decline in corporate reputation               pembiayaan makin ketat)                                                         •    Construction waste management
•   Lower ESG scores and reduced investor     •   Increase in operating expenses (waste                                                (reduce–reuse–recycle)
    confidence                                    and environmental monitoring                                                    •    Wastewater treatment systems
                                                  management)                                                                     •    Dust and emission control (water
                                              •   Increase in capital expenditures                                                     spraying, equipment standards)
                                                  (pollution control technology,                                                  •    Hazardous and toxic material (B3)
                                                  treatment systems)                                                                   management in accordance with
                                              •   Increase in environmental provisions/                                                regulations
                                                  liabilities (remediation costs)                                                 •    Efficient use of water and construction
                                              •   Potential regulatory fines and penalties                                             materials (Lean Construction principles)
                                              •   Risk of project delays affecting revenue
                                                  recognition
                                              •   Impact on cost of capital due to tighter
                                                  financing access




      Jangka Waktu Dampak
      Time Horizon of Impacts                 Analisis Dampak pada Laporan                       Akun Laporan Keuangan yang
                                                         Keuangan                                         Terdampak                                Strategi
                                               Analysis of Impact on Financial                    Affected Financial Statement                     Strategy
                 Panjang                                 Statements                                         Accounts
                  Long




Reputasi dan trust meningkat,                 • Efisiensi biaya operasional melalui          • Beban Operasional                  HK telah berkomitmen terhadap
mendukung pertumbuhan bisnis                    berkurangnya kerugian akibat                 • Liabilitas Provisi                 Perlindungan Data Pribadi dan
digital dan kemudahan kolaborasi                fraud dan pelanggaran etika.                 • Aset Tak berwujud                  memastikan keamanan data melalui
dengan mitra/ekosistem, serta                 • Penguatan reputasi HK yang                   • Operating Expenses                 prosedur internal.
keamanan informasi PDP personil,                mendukung peningkatan aktivitas              • Provision Liabilities              Hutama Karya is committed to
mitra, vendor                                   bisnis.                                      • Intangible Assets                  Personal Data Protection and
Improved reputation and trust,                • Cost efficiency through reduced                                                   ensures data security through
supporting digital business growth              losses from fraud and ethical                                                     internal procedures
and easier collaboration with                   violations
partners/ecosystems, as well as               • Strengthening corporate
enhanced protection of personal                 reputation supporting increased
data of employees, partners, and                business activities
vendors.




                                                                                                                                      PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                        2025 Sustainability Report       39
Page 40
                                      Deskripsi Peluang                                                       Jangka Waktu Dampak
    Peluang terkait                                                                                           Time Horizon of Impacts
                                       Keberlanjutan           Potensi Dampak Positif
     Keberlanjutan
                                        Description of            Potential Positive
 Sustainability-Related
                                        Sustainability                 Impacts                         Pendek                        Menengah
     Opportunities
                                        Opportunities                                                   Short                         Medium

Etika dan Pedoman Perilaku
Ethics and Code of Conduct

Peluang dari penguatan          Penerapan kode etik,           Penurunan risiko fraud        Peningkatan kepatuhan          Kepercayaan regulator,
budaya integritas, kode etik,   program anti-fraud/            dan pelanggaran, serta        internal dan pengendalian      investor, dan nmasyarakat
dan whistleblowing system       anti-gratifikasi,              peningkatan kepatuhan         risiko melalui sosialisasi,    meningkat.
yang efektif                    pelatihan integritas, dan      dan kualitas pengambilan      pelatihan, dan penegakan       Increased trust from
                                whistleblowing system          keputusan                     disiplin.                      regulators, investors, and the
(Kemungkinan terjadi:           yang efektif di seluruh lini   Reduction in fraud and        Strengthening internal         public.
Tinggi)                         organisasi.                    violation risks, as well as   compliance and risk control
Opportunity from                Implementation of a code       improved compliance and       through socialization,
strengthening integrity         of ethics, anti-fraud/anti-    quality of decision-making.   training, and enforcement of
culture, code of conduct, and   gratification programs,                                      disciplinary measures.
an effective whistleblowing     integrity training, and an
system                          effective whistleblowing
                                system across all
(Probability of Occurrence:     organizational levels.
High)

Tata Kelola
Corporate Governance

Peluang penguatan GCG,          Penguatan struktur dan         Meningkatkan kepercayaan      Penyelarasan kebijakan         Perbaikan persepsi
transparansi, dan integrasi     proses tata kelola (Dewan/     investor dan regulator;       dan proses governance,         stakeholder, meningkatkan
risk-ESG                        Komite, kebijakan,             memperkuat disiplin           peningkatan kualitas           reputasi, akses pendanaan
                                pengendalian internal/         pengelolaan & mitigasi        disclosure, serta penguatan    dan kolaborasi, serta
(Kemungkinan terjadi:           ICOFR) serta peningkatan       risiko; mendorong akses       akuntabilitas unit kerja.      mengurangi potensi risiko
Tinggi)                         transparansi pelaporan         pendanaan yang lebih          Alignment of governance        operasional, kepatuhan, dan
Opportunity for                 keberlanjutan untuk            kompetitif.                   policies and processes,        reputasi.
strengthening GCG,              memperkuat kredibilitas HK.    Increased investor and        improvement of disclosure      Improved stakeholder
transparency, and               Strengthening governance       regulator confidence;         quality, and strengthening     perception, enhanced
integration of risk–ESG         structure and processes        stronger discipline in        accountability across          reputation, improved access
                                (Board/Committees,             management and risk           organizational units.          to funding and collaboration,
(Probability of Occurrence:     policies, internal control/    mitigation; and improved                                     and reduced potential
High)                           ICOFR) as well as improving    access to more competitive                                   operational, compliance, and
                                sustainability reporting       financing                                                    reputational risks.
                                transparency to enhance the
                                credibility of Hutama Karya




         PT Hutama Karya (Persero)
40       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 41
                                                                                                                             Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                             Sustainability Strategy




    Jangka Waktu Dampak
    Time Horizon of Impacts            Analisis Dampak pada Laporan            Akun Laporan Keuangan yang
                                                  Keuangan                              Terdampak                                Strategi
                                        Analysis of Impact on Financial         Affected Financial Statement                     Strategy
              Panjang                             Statements                              Accounts
               Long




Budaya perusahaan yang kuat            • Efisiensi biaya operasional melalui   • Beban Operasional                 HK telah memiliki peraturan internal
dan reputasi HK sebagai institusi        berkurangnya kerugian akibat          • Pendapatan Bunga                  terkait antigratifikasi Melaksanakan
berintegritas tinggi, mendukung          fraud dan pelanggaran etika.          • Pendapatan Provisi dan Komisi     Program Antikorupsi
keberlanjutan bisnis.                  • Penguatan reputasi HK yang              dan Pendapatan Operasional Lain   Menandatangani Pakta Integritas
A strong corporate culture and           mendukung peningkatan aktivitas         selain Bunga                      Pegawai
Hutama Karya’s reputation as a           bisnis.                               • Operating Expenses                Hutama Karya has established
highly integrity-driven institution,   • Cost efficiency through reduced       • Interest Income                   internal regulations related to
supporting business sustainability.      losses from fraud and ethical         • Fee and Commission Income and     anti-gratification, implemented anti-
                                         violations                              Other Operating Income Other      corruption programs, and signed
                                       • Strengthening corporate                 than Interest                     employee integrity pacts
                                         reputation supporting increased
                                         business activities




Resiliensi dan nilai perusahaan        • Peningkatan akses pendanaan           Peningkatan pendapatan              • Memperkuat penerapan Good
meningkat melalui governance yang        dari investor dan pasar modal         Increase in revenue                   Corporate Governance (GCG) dan
kuat dan pengambilan keputusan           melalui kepercayaan terhadap                                                transparansi kepada investor
yang lebih konsisten & sesuai GCG.       tata kelola HK.                                                             serta regulator.
Increased corporate resilience and     • Efisiensi biaya operasional melalui                                       • Meningkatkan efektivitas
value through strong governance          penguatan sistem pengendalian                                               manajemen risiko dan
and more consistent, GCG-compliant       internal.                                                                   pengendalian internal.
decision-making.                       • Improved access to funding from                                           • Memperkuat kepatuhan
                                         investors and capital markets                                               terhadap regulasi dan kebijakan
                                         through strengthened trust in                                               yang berlaku.
                                         Hutama Karya’s governance                                                 • Meningkatkan kualitas
                                       • Operational cost efficiency                                                 pelaporan dan keterbukaan
                                         through strengthened internal                                               informasi.
                                         control systems                                                           • Mengoptimalkan strategi
                                                                                                                     pendanaan untuk memperoleh
                                                                                                                     akses dana yang lebih
                                                                                                                     kompetitif.
                                                                                                                   • Strengthening implementation
                                                                                                                     of Good Corporate Governance
                                                                                                                     (GCG) and transparency to
                                                                                                                     investors and regulators
                                                                                                                   • Enhancing the effectiveness of
                                                                                                                     risk management and internal
                                                                                                                     control systems
                                                                                                                   • Strengthening compliance with
                                                                                                                     applicable regulations and
                                                                                                                     policies
                                                                                                                   • Improving quality of reporting
                                                                                                                     and information disclosure
                                                                                                                   • Optimizing funding strategies
                                                                                                                     to obtain more competitive
                                                                                                                     financing access




                                                                                                                    PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                      2025 Sustainability Report    41
Page 42
                                      Deskripsi Peluang                                                        Jangka Waktu Dampak
    Peluang terkait                                                                                            Time Horizon of Impacts
                                       Keberlanjutan          Potensi Dampak Positif
     Keberlanjutan
                                        Description of           Potential Positive
 Sustainability-Related
                                        Sustainability                Impacts                           Pendek                        Menengah
     Opportunities
                                        Opportunities                                                    Short                         Medium

Ketenagakerjaan
Employment

Peluang pengembangan           Pengembangan kompetensi        Produktivitas dan loyalitas     Peningkatan keterampilan        Retensi talenta membaik dan
kompetensi, kesejahteraan,     melalui pelatihan Kon          karyawan meningkat;             dan motivasi kerja melalui      talent pool kepemimpinan
dan keterlibatan karyawan      teknikal dan non-teknikal,     kesiapan organisasi             program pelatihan dan           lebih kuat.
                               peningkatan kesejahteraan,     menghadapi perubahan            pengembangan.                   Improved talent retention
(Kemungkinan terjadi:          dan employee engagement        industri.                       Improved skills and work        and a stronger leadership
Tinggi)                        untuk memperkuat               Increased employee              motivation through training     talent pool.
Opportunity for developing     kapabilitas organisasi         productivity and loyalty;       and development programs.
employee competencies,         Competency development         enhanced organizational
welfare, and engagement        through technical and          readiness to respond to
                               non-technical training,        industry changes.
(Probability of Occurrence:    improved employee welfare,
High)                          and employee engagement
                               initiatives to strengthen
                               organizational capabilities.




Hak Asasi Manusia
Human Rights

Peluang penguatan              Penerapan kebijakan HAM,       Mengurangi insiden sosial       Penguatan kebijakan,            Peningkatan kualitas rantai
kebijakan HAM dan              due diligence pada vendor      dan sengketa; meningkatkan      sosialisasi, dan mekanisme      pasok dan pembiayaan
mekanisme pemulihan            dan pembiayaan, kanal          kepercayaan stakeholder.        pengaduan/pemulihan.            yang bertanggung jawab;
                               pengaduan yang efektif,        Reduction in social incidents   Strengthening policies,         hubungan dengan komunitas
(Kemungkinan terjadi:          serta program inklusi akses    and disputes; increased         socialization, and grievance/   dan regulator lebih kuat.
Tinggi)                        layanan untuk kelompok         stakeholder trust.              remediation mechanisms.         Improved quality of
Opportunity for                rentan.                                                                                        responsible supply chain
strengthening human rights     Implementation of human                                                                        and financing practices;
policies and remediation       rights policies, vendor and                                                                    stronger relationships with
mechanisms                     financing due diligence,                                                                       communities and regulators.
                               effective grievance
(Probability of Occurrence:    mechanisms, and inclusive
High)                          access programs for
                               vulnerable groups.




         PT Hutama Karya (Persero)
42       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 43
                                                                                                                       Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                       Sustainability Strategy




    Jangka Waktu Dampak
    Time Horizon of Impacts             Analisis Dampak pada Laporan         Akun Laporan Keuangan yang
                                                   Keuangan                           Terdampak                            Strategi
                                         Analysis of Impact on Financial      Affected Financial Statement                 Strategy
              Panjang                              Statements                           Accounts
               Long




Menjadi employer of choice dan          • Meningkatkan produktivitas         Peningkatan pendapatan          • Melaksanakan program employer
organisasi lebih adaptif terhadap         karyawan melalui pengembangan      Increase in revenue               branding melalui berbagai
perubahan industri.                       kompetensi dan penguatan                                             channel
Becoming an employer of choice            kapasitas SDM.                                                     • Melaksanakan employee
and a more adaptive organization in     • Menurunkan biaya operasional                                         engagement survey (EES)
response to industry transformation.      melalui peningkatan retensi                                          dgn pihak independen dan
                                          karyawan dan berkurangnya biaya                                      melaksanakan program evaluasi
                                          yang timbul akibat turnover.                                         perbaikan
                                        • Meningkatkan kualitas layanan                                      • Program akselerasi karir
                                          dan kinerja operasional,                                           • Survey salary untuk mengetahui
                                          yang berpotensi mendorong                                            posisi remunerasi Pegawai
                                          pertumbuhan pendapatan HK.                                           terhadap market
                                        • Meningkatkan kepercayaan                                           • Implementation of employer
                                          investor dan pemangku                                                branding programs through
                                          kepentingan terhadap kualitas                                        various channels
                                          pengelolaan sumber daya                                            • Conducting Employee
                                          manusia, sehingga dapat                                              Engagement Survey (EES)
                                          mendukung stabilitas pendanaan                                       with independent parties and
                                          dan pertumbuhan bisnis HK.                                           implementing improvement
                                        • Increased employee productivity                                      programs
                                          through competency                                                 • Career acceleration programs
                                          development and strengthened                                       • Salary benchmarking surveys to
                                          human capital capacity                                               assess employee remuneration
                                        • Reduced operating costs through                                      competitiveness against the
                                          improved employee retention and                                      market
                                          lower turnover-related costs
                                        • Improved service quality and
                                          operational performance,
                                          potentially driving revenue
                                          growth of Hutama Karya
                                        • Increased investor and
                                          stakeholder confidence in human
                                          capital management quality,
                                          supporting funding stability and
                                          business growth




Reputasi dan ketahanan bisnis           • Menurunkan Beban Operasional       Peningkatan pendapatan          • Memastikan fasilitas pendukung
meningkat melalui praktik bisnis          melalui peningkatan retensi        Increase in revenue               bagi Pegawai maupun
yang inklusif dan menghormati HAM.        karyawan dan penurunan biaya                                         berkebutuhan khusus (Disabilitas)
Improved corporate reputation and         akibat turnover.                                                     untuk penguatan aspek Diversity,
business resilience through inclusive   • Meningkatkan efisiensi Beban                                         Equity & Inclusion (DEI)
and human rights–respectful               Tenaga Kerja melalui penguatan                                     • Menerapkan Respectfull
business practices.                       kompetensi dan keterlibatan                                          Workplace Policy (RWP) untuk
                                          karyawan.                                                            memastikan lingkungan kerja yg
                                        • Reduced operating expenses                                           bebas diskriminasi, kekerasan dan
                                          through improved employee                                            pelecehan
                                          retention and lower turnover-                                      • Ensuring supporting facilities for
                                          related costs                                                        employees, including persons
                                        • Improved labor cost efficiency                                       with disabilities, to strengthen
                                          through strengthened                                                 Diversity, Equity & Inclusion (DEI)
                                          competencies and employee                                          • Implementation of Respectful
                                          engagement                                                           Workplace Policy (RWP) to
                                                                                                               ensure a workplace free from
                                                                                                               discrimination, violence, and
                                                                                                               harassment




                                                                                                              PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                2025 Sustainability Report    43
Page 44
                                      Deskripsi Peluang                                                       Jangka Waktu Dampak
    Peluang terkait                                                                                           Time Horizon of Impacts
                                       Keberlanjutan            Potensi Dampak Positif
     Keberlanjutan
                                        Description of             Potential Positive
 Sustainability-Related
                                        Sustainability                  Impacts                         Pendek                        Menengah
     Opportunities
                                        Opportunities                                                    Short                         Medium

Produk dan Jasa Berkelanjutan
Sustainable Products and Services

Peluang Kualitas Pekerjaan     Peningkatan kualitas             • Umur aset lebih panjang     • Pengurangan rework dan       • Penurunan biaya
Opportunity for Work Quality   konstruksi melalui               • Penurunan biaya               defect                         operasional dan
                               penerapan standar teknis           maintenance                 • Efisiensi pelaksanaan          maintenance
                               tinggi, inovasi material, dan    • Peningkatan reputasi dan      proyek                       • Peningkatan performa
                               digitalisasi QA/QC untuk           kepercayaan stakeholder     • Reduction in rework and        aset
                               menghasilkan aset yang           • Keunggulan kompetitif         defects                      • Reduction in operating
                               lebih tahan lama dan efisien.      dalam tender proyek         • Improved project               and maintenance costs
                               Improvement of construction      • Extended asset lifespan       execution efficiency         • Improved asset
                               quality through the              • Reduction in maintenance                                     performance
                               implementation of high             costs
                               technical standards, material    • Improved reputation and
                               innovation, and QA/QC              stakeholder trust
                               digitalization to deliver more   • Competitive advantage in
                               durable and efficient assets.      project tenders




Peluang Keselamatan dan        Penguatan budaya                 • Penurunan angka             • Penurunan insiden kerja      • Penurunan biaya
Kesehatan Pekerja (OHS)        keselamatan kerja untuk            kecelakaan kerja            • Operasional proyek lebih       kompensasi dan asuransi
Opportunity for                meningkatkan produktivitas,      • Peningkatan produktivitas     lancar                       • Peningkatan efisiensi
strengthening occupational     kesejahteraan pekerja, dan       • Retensi tenaga kerja yang   • Reduction in work-related      tenaga kerja
safety and health culture      efisiensi operasional proyek.      lebih baik                    incidents                    • Reduction in
                               Strengthening safety culture     • Kepatuhan terhadap          • Smoother project               compensation and
                               to improve productivity,           standar internasional         operations                     insurance costs
                               employee welfare, and            • Reduction in workplace                                     • Improved labor efficiency
                               project                            accidents
                                                                • Increased productivity
                                                                • Improved employee
                                                                  retention
                                                                • Compliance with
                                                                  international standards



Peluang Keamanan Aset          Optimalisasi sistem              • Penurunan kehilangan        • Penurunan insiden            • Penurunan biaya
Asset Security Opportunity     keamanan dan digitalisasi          aset                          kehilangan material            operasional terkait
                               pengelolaan aset                 • Operasional lebih stabil    • Efisiensi pengelolaan aset     gangguan
                               untuk meningkatkan               • Efisiensi inventory dan     • Reduction in material loss   • Peningkatan utilisasi aset
                               efisiensi operasional              asset tracking                incidents                    • Reduction in operational
                               dan perlindungan aset            • Keandalan layanan           • Improved asset                 costs related to disruptions
                               perusahaan.                        meningkat                     management efficiency        • Improved asset utilization
                               Optimization of security         • Reduction in asset losses
                               systems and digital asset        • More stable operations
                               management to improve            • Improved inventory
                               operational efficiency and         efficiency and asset
                               corporate asset protection.        tracking
                                                                • Enhanced service
                                                                  reliability




         PT Hutama Karya (Persero)
44       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 45
                                                                                                                        Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                        Sustainability Strategy




    Jangka Waktu Dampak
    Time Horizon of Impacts          Analisis Dampak pada Laporan             Akun Laporan Keuangan yang
                                                Keuangan                               Terdampak                            Strategi
                                      Analysis of Impact on Financial          Affected Financial Statement                 Strategy
              Panjang                           Statements                               Accounts
               Long




• Peningkatan nilai aset (asset      •   Penurunan biaya rework               Peningkatan pendapatan          • Positioning HK sebagai kontraktor
  value)                             •   Peningkatan margin proyek            Increase in revenue               dengan standar kualitas tinggi
• Brand sebagai kontraktor           •   Penurunan maintenance cost                                           • Digitalisasi QA/QC (HK SHIELD)
  berkualitas tinggi                 •   Peningkatan Asset Value & Return                                       untuk real-time quality control
• Increase in asset value                On Asset (ROA)                                                       • Penggunaan material & metode
• Strengthening brand as a high-     •   Reduction in rework costs                                              konstruksi inovatif (durability &
  quality contractor                 •   Improvement in project margins                                         efficiency)
                                     •   Reduction in maintenance costs                                       • Standardisasi best practice lintas
                                     •   Increase in asset value and return                                     proyek
                                         on assets (ROA)                                                      • Positioning Hutama Karya as
                                                                                                                a contractor with high-quality
                                                                                                                standards
                                                                                                              • QA/QC digitalization (HK SHIELD)
                                                                                                                for real-time quality control
                                                                                                              • Use of innovative construction
                                                                                                                materials and methods (durability
                                                                                                                and efficiency)
                                                                                                              • Standardization of best practices
                                                                                                                across projects

• Budaya safety yang kuat            • Penurunan OPEX (biaya                  Peningkatan pendapatan          • Implementasi smart asset
• Reputasi perusahaan sebagai          kecelakaan, kompensasi)                Increase in revenue               management (tracking, IoT,
  employer of choice                 • Penurunan liabilitas                                                     dashboard)
• Strong safety culture              • Peningkatan produktivitas →                                            • Integrasi sistem keamanan (CCTV,
• Enhanced corporate reputation as     revenue efficiency                                                       access control, monitoring real-
  an employer of choice              • Penurunan premi asuransi                                                 time)
                                     • Reduction in operating expenses                                        • Optimasi utilisasi aset proyek dan
                                       (accident and compensation                                               operasional
                                       costs)                                                                 • Implementation of smart asset
                                     • Reduction in liabilities                                                 management (tracking, IoT,
                                     • Increased productivity leading to                                        dashboards)
                                       revenue efficiency                                                     • Integration of security systems
                                     • Reduction in insurance premiums                                          (CCTV, access control, real-time
                                                                                                                monitoring)
                                                                                                              • Optimization of asset utilization in
                                                                                                                projects and operations

• Sistem asset management yang       •   Penurunan asset loss / write-off     Peningkatan pendapatan          Sistem pengamanan operasi tol:
  terintegrasi dan efisien           •   Penurunan biaya operasi              Increase in revenue             • CCTV & monitoring 24/7
• Peningkatan kepercayaan investor   •   Peningkatan asset utilization rate                                   • Patroli rutin dan koordinasi
• More efficient and integrated      •   Stabilitas revenue operasional                                          dengan aparat keamanan
  asset management system            • Reduction in asset losses/write-                                       • Pengamanan infrastruktur jalan
• Increased investor confidence        offs                                                                      tol dari vandalisme dan pencurian
                                     • Lower operating costs                                                  • Business continuity plan untuk
                                     • Higher asset utilization rate                                             gangguan operasional
                                     • Stabilized operational revenue                                         Toll road operational security
                                                                                                              system:
                                                                                                              • CCTV and 24/7 monitoring
                                                                                                              • Routine patrols and coordination
                                                                                                                 with security authorities
                                                                                                              • Protection of toll road
                                                                                                                 infrastructure from vandalism and
                                                                                                                 theft
                                                                                                              • Business continuity plan for
                                                                                                                 operational




                                                                                                               PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                 2025 Sustainability Report    45
Page 46
                                     Deskripsi Peluang                                                           Jangka Waktu Dampak
    Peluang terkait                                                                                              Time Horizon of Impacts
                                      Keberlanjutan             Potensi Dampak Positif
     Keberlanjutan
                                       Description of              Potential Positive
 Sustainability-Related
                                       Sustainability                   Impacts                           Pendek                         Menengah
     Opportunities
                                       Opportunities                                                       Short                          Medium

Peluang Keselamatan Publik    Peningkatan keselamatan           • Penurunan kecelakaan          • Pengurangan insiden di        • Peningkatan traffic dan
Public Safety Opportunity     pengguna jalan melalui              lalu lintas                     jalan tol                       pendapatan tol
                              desain infrastruktur              • Peningkatan kenyamanan        • Peningkatan layanan           • Penurunan biaya
                              yang lebih aman, sistem             dan kepercayaan                 operasional                     perbaikan akibat
                              monitoring, dan teknologi           pengguna                      • Reduction in incidents on       kecelakaan
                              transportasi cerdas.              • Peningkatan volume lalu         toll roads                    • Increase in toll revenue
                              Opportunity for improving           lintas (traffic)              • Improved operational            (traffic growth)
                              road user safety through          • Reduction in traffic            service quality               • Reduction in accident-
                              safer infrastructure design,        accidents                                                       related repair costs
                              monitoring systems, and           • Improved user comfort
                              intelligent transportation          and trust
                              technology.                       • Increased traffic volume




Perubahan Iklim
Climate Change

Perubahan Iklim (Climate      Perubahan iklim membuka           • Positioning sebagai           • Peningkatan peluang           • Diversifikasi portofolio
Change Risk)                  peluang bagi Hutama Karya           leader in climate-resilient     proyek terkait mitigasi         proyek
Climate Change(Climate        untuk menjadi pionir dalam          infrastructure                  dan adaptasi bencana          • Kolaborasi dengan
Change Risk)                  pengembangan infrastruktur        • Peningkatan permintaan        • Penguatan kapabilitas           pemerintah dan lembaga
                              yang cepat tanggap                  proyek adaptasi iklim           teknis dalam desain             internasional
                              terhadap bencana dan                (bendungan, irigasi, flood      resilient infrastructure      • Diversification of project
                              adaptif terhadap risiko iklim,      control)                      • Increased opportunities         portfolio
                              termasuk pembangunan              • Kontribusi terhadap             for disaster mitigation and   • Collaboration with
                              bendungan, sistem irigasi,          ketahanan pangan dan air        adaptation projects             government and
                              serta infrastruktur jalan           nasional                      • Strengthening technical         international institutions
                              yang tahan terhadap kondisi       • Akses terhadap                  capabilities in resilient
                              ekstrem.                            pembiayaan berbasis             infrastructure design
                              Climate change presents             iklim
                              an opportunity for Hutama         • Positioning as a leader
                              Karya to become a pioneer           in climate-resilient
                              in developing infrastructure        infrastructure
                              that is responsive to disasters   • Increased demand for
                              and adaptive to climate risks,      climate adaptation
                              including the construction of       projects (dams, irrigation,
                              dams, irrigation systems, and       flood control)
                              road infrastructure resilient     • Contribution to national
                              to extreme conditions.              food and water security
                                                                • Access to climate-based
                                                                  financing




        PT Hutama Karya (Persero)
46      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 47
                                                                                                                        Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                        Sustainability Strategy




    Jangka Waktu Dampak
    Time Horizon of Impacts            Analisis Dampak pada Laporan           Akun Laporan Keuangan yang
                                                  Keuangan                             Terdampak                            Strategi
                                        Analysis of Impact on Financial        Affected Financial Statement                 Strategy
              Panjang                             Statements                             Accounts
               Long

• Reputasi sebagai operator jalan      • Peningkatan revenue tol (traffic     Peningkatan pendapatan          • Pengembangan smart & safe toll
  tol yang aman                          growth)                              Increase in revenue               road (ITS, monitoring real-time)
• Loyalitas pengguna meningkat         • Penurunan OPEX (incident                                             • Desain infrastruktur berstandar
• Reputation as a safe toll road         handling & repair)                                                     keselamatan tinggi
  operator                             • Penurunan liabilitas klaim                                           • Sistem tanggap darurat &
• Increased user loyalty               • Peningkatan profitabilitas                                             manajemen lalu lintas terintegrasi
                                         operasional                                                          • Edukasi dan engagement
                                       • Increase in toll road revenue                                          pengguna jalan
                                         (traffic growth)                                                     • Development of smart and
                                       • Reduction in operating expenses                                        safe toll roads (Intelligent
                                         (incident handling and repairs)                                        Transportation Systems/ITS, real-
                                       • Reduction in liability claims                                          time monitoring)
                                       • Improved operational profitability                                   • High-standard safety
                                                                                                                infrastructure design
                                                                                                              • Integrated emergency response
                                                                                                                and traffic management systems
                                                                                                              • Road user education and
                                                                                                                engagement programs




• Reputasi sebagai pionir konstruksi   • Peningkatan revenue dari proyek      • Beban Operasional             • Positioning HK sebagai pionir
  cepat tanggap bencana                  climate-resilient infrastructure     • Liabilitas Provisi              infrastruktur tahan bencana (jalan
• Keunggulan kompetitif dalam          • Akses ke green financing/climate     • Operating Expenses              tol, bendungan, irigasi)
  proyek-proyek nasional strategis       funds                                • Provision Liabilities         • Ekspansi ke proyek adaptasi iklim
• Positioning dalam ekosistem          • Peningkatan pipeline proyek                                            (flood control, water management)
  pembiayaan iklim global                jangka panjang                                                       • Integrasi climate risk dalam desain
• Reputation as a pioneer in rapid     • Increased revenue from climate-                                        & perencanaan proyek
  disaster-response construction         resilient infrastructure projects                                    • Akses green financing & climate
• Competitive advantage in national    • Access to green financing and                                          funds
  strategic infrastructure projects      climate funds                                                        • Positioning Hutama Karya as
• Positioning within the global        • Expansion of long-term project                                         a pioneer in disaster-resilient
  climate finance ecosystem              pipeline                                                               infrastructure (toll roads, dams,
                                                                                                                irrigation systems)
                                                                                                              • Expansion into climate adaptation
                                                                                                                projects (flood control, water
                                                                                                                management)
                                                                                                              • Integration of climate risk into
                                                                                                                project design and planning
                                                                                                              • Access to green financing and
                                                                                                                climate funds




                                                                                                               PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                 2025 Sustainability Report   47
Page 48
                                       Deskripsi Peluang                                                         Jangka Waktu Dampak
     Peluang terkait                                                                                             Time Horizon of Impacts
                                        Keberlanjutan             Potensi Dampak Positif
      Keberlanjutan
                                         Description of              Potential Positive
  Sustainability-Related
                                         Sustainability                   Impacts                          Pendek                        Menengah
      Opportunities
                                         Opportunities                                                      Short                         Medium

 Keanekaragaman Hayati          Integrasi aspek                   • Inovasi desain              • Implementasi pilot            • Pengembangan standar
 (Biodiversity Risk)            keanekaragaman hayati               infrastruktur berbasis        project (wildlife crossing,     internal biodiversity-
 Biodiversity (Biodiversity     dalam proyek infrastruktur          alam (nature-based            revegetasi)                     friendly construction
 Risk)                          membuka ruang inovasi,              solutions)                  • Kolaborasi dengan NGO         • Peningkatan nilai tambah
                                seperti pembangunan               • Peningkatan daya tarik        dan akademisi                   proyek (beyond fungsi
                                koridor satwa (biodiversity         jalan tol (green corridor   • Implementation of               transportasi)
                                corridor), desain infrastruktur     concept)                      pilot projects (wildlife      • Development of internal
                                berbasis alam, serta              • Penguatan ESG                 crossings, revegetation         standards for biodiversity-
                                pengembangan jalan tol              positioning perusahaan        programs)                       friendly construction
                                sebagai ruang yang tidak          • Akses ke pembiayaan         • Collaboration with NGOs       • Increased value addition
                                hanya fungsional tetapi             berbasis konservasi           and academic institutions       of projects beyond
                                juga ramah lingkungan dan         • Innovation in nature-                                         transportation function
                                menarik secara ekologis.            based infrastructure
                                The integration of                  design (nature-based
                                biodiversity aspects into           solutions)
                                infrastructure projects opens     • Increased attractiveness
                                opportunities for innovation,       of toll roads (green
                                such as the development of          corridor concept)
                                wildlife corridors, nature-       • Strengthening ESG
                                based infrastructure design,        positioning of the
                                and toll roads that are not         Company
                                only functional but also          • Access to conservation-
                                environmentally friendly and        based financing
                                ecologically attractive.

 Perusakan Lingkungan           Optimalisasi pengelolaan          • Pemanfaatan renewable       • Implementasi inisiatif        • Penurunan biaya energi
 (Environmental Degradation     lingkungan dalam proyek             energy                        energi terbarukan dan           dan operasional
 Risk)                          infrastruktur, termasuk           • Kontribusi terhadap           efisiensi                     • Peningkatan efisiensi
 Environmental Degradation      pemanfaatan energi                  pengendalian banjir dan     • Pengurangan limbah dan          proyek
 (Environmental Degradation     terbarukan, pengendalian            manajemen air                 emisi operasional             • Reduction in energy and
 Risk)                          banjir, serta efisiensi sumber    • Efisiensi energi dan        • Implementation of               operational costs
                                daya, untuk meningkatkan            material                      renewable energy and          • Improved project
                                kinerja operasional dan           • Penguatan track record        efficiency initiatives          efficiency
                                memperkuat rekam jejak              ESG perusahaan              • Reduction of waste and
                                keberlanjutan perusahaan.         • Utilization of renewable      operational emissions
                                Optimization of                     energy
                                environmental management          • Contribution to flood
                                in infrastructure projects,         control and water
                                including the utilization           management
                                of renewable energy,              • Energy and material
                                flood control systems,              efficiency
                                and resource efficiency,          • Strengthening the
                                to improve operational              Company’s ESG track
                                performance and strengthen          record
                                the Company’s sustainability
                                track record.




Setiap unit bisnis, terutama di lini proyek, diharapkan untuk mengidentifikasi risiko perubahan cuaca melalui proses agregasi risiko. Jika
risiko terkait cuaca atau iklim ditemukan secara konsisten di berbagai proyek dengan eksposur risiko yang melebihi risk appetite perusahaan,
peristiwa risiko tersebut perlu mendapat perhatian khusus. Sebagai bagian dari transparansi dalam pengelolaan risiko, Hutama Karya
menggunakan metrik untuk menilai risiko terkait iklim dan peluang. Metrik ini meliputi:
• Kerugian Finansial Akibat Cuaca Ekstrem: Nilai moneter (Rp/USD) per kejadian.
• Gangguan Operasional: Hari/tahun.
• Kepatuhan Terhadap Regulasi Lingkungan: Persentase (%).




          PT Hutama Karya (Persero)
 48       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 49
                                                                                                                         Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                         Sustainability Strategy




     Jangka Waktu Dampak
     Time Horizon of Impacts           Analisis Dampak pada Laporan           Akun Laporan Keuangan yang
                                                  Keuangan                             Terdampak                             Strategi
                                        Analysis of Impact on Financial        Affected Financial Statement                  Strategy
               Panjang                            Statements                             Accounts
                Long

 • Reputasi sebagai pelopor green      • Akses ke blended finance /           • Beban Operasional              • Integrasi biodiversity corridor &
   infrastructure di Indonesia           conservation-linked funding          • Liabilitas Provisi               wildlife crossing dalam proyek
 • Diferensiasi kuat dalam tender      • Peningkatan nilai proyek             • Operating Expenses             • Pengembangan konsep green toll
   proyek                                (premium ESG projects)               • Provision Liabilities            road sebagai nilai tambah
 • Kontribusi nyata terhadap           • Penurunan risiko penolakan sosial                                     • Pilot project berbasis konservasi
   konservasi nasional                   → menjaga project continuity                                            sebagai showcase
 • Reputation as a pioneer of green    • Potensi peningkatan brand value                                       • Kolaborasi dengan NGO &
   infrastructure in Indonesia           perusahaan                                                              akademisi
 • Strong differentiation in project   • Access to blended finance and                                         • Standarisasi biodiversity-friendly
   tenders                               conservation-linked funding                                             construction
 • Tangible contribution to national   • Increased project value (premium                                      • Integration of biodiversity
   conservation efforts                  ESG-aligned projects)                                                   corridors and wildlife crossings in
                                       • Reduced risk of social opposition,                                      infrastructure projects
                                         supporting project continuity                                         • Development of green toll
                                       • Potential increase in corporate                                         road concepts as value-added
                                         brand value                                                             infrastructure
                                                                                                               • Pilot conservation-based projects
                                                                                                                 as showcases
                                                                                                               • Collaboration with NGOs and
                                                                                                                 academic institutions
                                                                                                               • Standardization of biodiversity-
                                                                                                                 friendly construction practices



 • Positioning sebagai perusahaan      • Penurunan OPEX (energi dan           • Beban Operasional              • Pemanfaatan renewable energy
   konstruksi berkelanjutan              material)                            • Liabilitas Provisi               (solar di ROW jalan tol)
 • Peningkatan valuasi dan daya        • Akses ke green loan /                • Operating Expenses             • Pengembangan solusi
   tarik investor                        sustainability-linked loan           • Provision Liabilities            pengendalian banjir &
 • Kepatuhan terhadap regulasi         • Peningkatan return proyek melalui                                       manajemen air
   masa depan                            efisiensi                                                             • Efisiensi energi, material, dan
 • Positioning as a sustainable        • Penguatan cost of capital (lebih                                        limbah
   construction company                  rendah karena ESG performance)                                        • Penguatan ESG track record untuk
 • Increased valuation and investor    • Reduction in operating expenses                                         akses pembiayaan
   attractiveness                        (energy and materials)                                                • Pengembangan green loan /
 • Compliance with future regulatory   • Access to green loans and                                               sustainability-linked financing
   requirements                          sustainability-linked loans                                           • Utilization of renewable energy
                                       • Improved project returns through                                        (solar panels along toll road Right
                                         efficiency gains                                                        of Way/ROW)
                                       • Strengthened cost of capital                                          • Development of flood control and
                                         (lower due to ESG performance)                                          water management solutions
                                                                                                               • Energy, material, and waste
                                                                                                                 efficiency initiatives
                                                                                                               • Strengthening ESG track record to
                                                                                                                 support financing access
                                                                                                               • Development of green loans and
                                                                                                                 sustainability-linked financing
                                                                                                                 initiatives


Each business unit, particularly in the project line, is expected to identify weather-related risks through a risk aggregation process. If weather-
or climate-related risks are consistently identified across multiple projects with risk exposures exceeding the Company’s risk appetite, such
risk events shall receive special attention. As part of transparency in risk management, Hutama Karya utilizes metrics to assess climate-related
risks and opportunities. These metrics include:
• Financial Losses Due to Extreme Weather Events: Monetary value (IDR/USD) per incident.
• Operational Disruptions: Days per year.
• Environmental Regulatory Compliance: Percentage (%).




                                                                                                                PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                  2025 Sustainability Report    49
Page 50
Strategi Aspek Ekonomi                                                  Economic Aspect Strategy

Strategi aspek ekonomi meliputi strategi kinerja ekonomi, strategi      The Company’s economic aspect strategy encompasses economic
praktik pengadaan, dan strategi anti korupsi. Perseroan menerapkan      performance, procurement practices, and anti-corruption
strategi kinerja ekonomi yang berfokus pada optimalisasi                strategies. The Company implements an economic performance
pendapatan, efisiensi biaya, serta penguatan struktur keuangan          strategy focused on revenue optimization, cost efficiency, and
melalui perencanaan bisnis yang prudent dan pengendalian                strengthening the financial structure through prudent business
berbasis kinerja. Strategi ini diimplementasikan melalui peningkatan    planning and performance-based controls. This strategy is executed
produktivitas proyek, diversifikasi sumber pendapatan, serta            through improving project productivity, diversifying revenue
pengelolaan arus kas yang disiplin guna menjaga stabilitas finansial    sources, and maintaining disciplined cash flow management
dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Selain itu, Perseroan          to preserve financial stability and support sustainable growth.
juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pengambilan           In addition, the Company integrates sustainability principles
keputusan ekonomi untuk memastikan keseimbangan antara                  into its economic decision-making to ensure a balance between
profitabilitas dan tanggung jawab sosial. Namun demikian, terdapat      profitability and social responsibility. However, there are trade-offs
trade-off antara upaya efisiensi biaya dengan kebutuhan investasi       between cost efficiency efforts and long-term investment needs,
jangka panjang, seperti pengembangan teknologi dan peningkatan          such as technology development and human capital capacity
kapasitas sumber daya manusia, yang dalam jangka pendek dapat           enhancement, which may put pressure on profit margins in the
menekan margin keuntungan, namun penting untuk menjaga daya             short term but are essential to maintain competitiveness and
saing dan ketahanan bisnis di masa depan.                               business resilience in the future.


Dalam praktik pengadaan, Perseroan menerapkan strategi yang             In procurement practices, the Company applies a strategy that
mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan prinsip tata kelola      emphasizes transparency, accountability, and good governance
yang baik melalui sistem e-procurement, seleksi vendor yang ketat,      principles through the implementation of an e-procurement
serta penerapan standar berbasis ESG. Pendekatan ini bertujuan untuk    system, stringent vendor selection, and the adoption of ESG-
memastikan pemilihan mitra kerja yang kompeten, efisiensi biaya,        based standards. This approach aims to ensure the selection of
serta kualitas hasil pekerjaan yang optimal. Perseroan juga mendorong   competent business partners, cost efficiency, and optimal quality
keterlibatan pemasok lokal guna mendukung perekonomian nasional         of work outcomes. The Company also promotes the involvement
dan memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan. Meskipun demikian,      of local suppliers to support the national economy and strengthen
terdapat trade-off antara proses seleksi yang ketat dan kebutuhan       a sustainable supply chain. Nevertheless, there are trade-offs
percepatan proyek, di mana proses yang lebih komprehensif dapat         between stringent selection processes and the need for project
meningkatkan kualitas dan mengurangi risiko, namun berpotensi           acceleration, where more comprehensive processes can enhance
memperpanjang waktu pengadaan dan menunda pelaksanaan proyek            quality and reduce risks, but may extend procurement timelines
apabila tidak dikelola secara efektif.                                  and delay project execution if not managed effectively.


Strategi anti korupsi Perseroan difokuskan pada penerapan               The Company’s anti-corruption strategy is focused on the
sistem manajemen anti penyuapan, penguatan budaya integritas,           implementation of an anti-bribery management system,
serta peningkatan kesadaran melalui pelatihan dan sosialisasi           strengthening the culture of integrity, and enhancing awareness
berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan. Perseroan            through continuous training and socialization for all stakeholders.
juga mengoptimalkan mekanisme pengendalian melalui                      The Company also optimizes control mechanisms through the
Whistleblowing System (WBS), penandatanganan pakta integritas,          Whistleblowing System (WBS), the signing of integrity pacts, and
serta penerapan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk         the enforcement of a zero-tolerance policy against all forms of
korupsi dan fraud. Pendekatan ini bertujuan untuk memitigasi            corruption and fraud. This approach aims to mitigate legal risks,
risiko hukum, menjaga reputasi perusahaan, serta menciptakan            safeguard the Company’s reputation, and create an ethical and
lingkungan kerja yang etis dan transparan. Adapun trade-off yang        transparent working environment. The trade-off encountered
dihadapi adalah antara peningkatan kontrol dan kepatuhan                lies between increased controls and compliance and operational
dengan fleksibilitas operasional, di mana prosedur yang lebih ketat     flexibility, where stricter procedures can enhance accountability but
dapat meningkatkan akuntabilitas, namun berpotensi menambah             may add administrative complexity and potentially slow decision-
kompleksitas administrasi dan memperlambat proses pengambilan           making processes if not supported by efficient systems.
keputusan jika tidak diimbangi dengan sistem yang efisien.



Strategi Perubahan Iklim                                                Climate Change Strategy

Hutama Karya melakukan pemantauan dan pengelolaan dampak                Hutama Karya monitors and manages the impacts of climate
perubahan iklim melalui pengukuran yang terstruktur dan dapat           change through structured and accountable measurement
dipertanggungjawabkan. Berdasarkan hasil penilaian risiko,              processes. Based on the risk assessment results, the Company
Perseroan merancang tindakan mitigasi dan adaptasi untuk                designs mitigation and adaptation actions to reduce climate-related
mengurangi dampak iklim, seperti peningkatan ketahanan                  impacts, such as enhancing infrastructure resilience and modifying



         PT Hutama Karya (Persero)
 50      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 51
                                                                                                                            Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                            Sustainability Strategy




infrastruktur dan modifikasi proses operasional, serta memastikan            operational processes, while ensuring compliance with applicable
kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.                                      environmental regulations.



                              Skenario 2oC                                                               Skenario <2oC
                              2oC Scenario                                                               <2oC Scenario

    Dalam skenario ini, regulasi yang lebih ketat, seperti pajak karbon          Risiko transisi meningkat, seperti percepatan disrupsi pasar dan
    dan standar energi, dapat meningkatkan biaya operasional jangka              penghapusan aset terkait bahan bakar fosil. Perseroan memitigasi
    pendek. Namun, Perseroan beradaptasi melalui:                                dampak ini dengan:
    •   Investasi dalam teknologi rendah karbon.                                 •    Pengembangan model bisnis berbasis ekonomi sirkular.
    •   Diversifikasi sumber energi, termasuk penggunaan energi                  •    Memperkuat portofolio produk dan layanan berkelanjutan.
        terbarukan.                                                              •    Kemitraan dengan pemangku kepentingan untuk mendukung
    •   Pengurangan jejak karbon di seluruh rantai nilai.                             inovasi hijau.
    In this scenario, stricter regulations such as carbon taxes and energy       Transition risks increase, such as accelerated market disruption and
    standards may increase short-term operational costs. However, the            the phase-out of fossil fuel-related assets. The Company mitigates
    Company adapts through:                                                      these impacts through:
    •     Investment in low-carbon technologies.                                 •    Development of circular economy–based business models.
    •     Diversification of energy sources, including the use of                •    Strengthening the portfolio of sustainable products and
          renewable energy.                                                           services.
    •     Reduction of carbon footprint across the value chain.                  •    Partnerships with stakeholders to support green innovation.




Perseroan juga menerapkan indikator kinerja utama (Key                       The Company also applies Key Performance Indicators (KPIs) as
Performance Indicator/KPI) sebagai alat untuk memantau efektivitas           a tool to monitor the effectiveness of implemented mitigation
langkah-langkah mitigasi yang telah dilaksanakan serta melakukan             measures and to make adjustments where necessary. This data-
penyesuaian apabila diperlukan. Pendekatan yang berbasis data                driven approach supports sustainable growth and ensures that
ini mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan memastikan                  sustainability aspects are an integral and measurable part of the
bahwa aspek keberlanjutan menjadi bagian yang terukur dalam                  Company’s performance, with a focus on managing environmental
kinerja perusahaan, dengan fokus pada pengelolaan dampak                     impacts, enhancing social welfare, and implementing good
lingkungan, peningkatan kesejahteraan sosial, serta penerapan                governance practices. The assessment of Environmental, Social,
tata kelola yang baik. Penilaian terhadap indikator Lingkungan,              and Governance (ESG) indicators is also an important part of the
Sosial, dan Tata Kelola (LST) juga menjadi bagian yang penting               performance evaluation process for each business unit and the
dalam proses evaluasi kinerja setiap unit kerja maupun operasional           Company’s operations.
Perseroan.


Hingga saat ini, Perseroan belum secara eksplisit mengungkapkan              To date, the Company has not explicitly disclosed climate-related
trade-off terkait perubahan iklim. Namun demikian, dalam                     trade-offs. However, in practice, the Company has begun to consider
praktiknya, Perseroan mulai mempertimbangkan berbagai trade-                 several strategic trade-offs in business development, including:
off strategis dalam pengembangan bisnis, antara lain:
• Fokus proyek konvensional vs ekspansi ke proyek pasca-                     •   Conventional project focus vs expansion into post-disaster
     bencana (post-disaster infrastructure)                                      infrastructure
     Perseroan mulai melihat peluang dalam pembangunan                           The Company is increasingly exploring opportunities in
     infrastruktur cepat tanggap bencana (rehabilitasi jalan,                    rapid disaster-response infrastructure development (road
     bendungan, dan sistem irigasi), yang mungkin memiliki                       rehabilitation, dams, and irrigation systems), which may involve
     kompleksitas lebih tinggi, namun membuka pasar baru dan                     higher complexity but opens new markets and strengthens its
     memperkuat positioning sebagai kontraktor strategis nasional.               positioning as a national strategic contractor.
• Portofolio tradisional vs diversifikasi berbasis ketahanan iklim           •   Traditional portfolio vs climate-resilient diversification
     Perluasan portofolio dari jalan tol menuju infrastruktur berbasis           Expansion from toll roads into water-based infrastructure
     air (bendungan, irigasi, flood control) memerlukan investasi                (dams, irrigation systems, flood control) requires additional
     dan kapabilitas tambahan, namun meningkatkan ketahanan                      investment and capabilities, but enhances business resilience
     bisnis dan relevansi jangka panjang.                                        and long-term relevance.
• Efisiensi biaya vs penciptaan nilai tambah proyek                          •   Cost efficiency vs value creation in projects
     Integrasi elemen seperti environmental corridor seperti                     The integration of elements such as environmental corridors
     Pekanbaru-Dumai, green toll road, dan biodiversity features                 (e.g., Pekanbaru–Dumai), green toll roads, and biodiversity
     dapat meningkatkan biaya awal proyek, namun menciptakan                     features may increase upfront project costs, but enhances
     daya jual tambahan, meningkatkan daya tarik proyek, serta                   project marketability, increases attractiveness, and strengthens
     memperkuat nilai ESG perusahaan.                                            the Company’s ESG value.
• Kecepatan eksekusi vs kualitas dan keberlanjutan desain                    •   Execution speed vs design quality and sustainability
     Penerapan desain berbasis ketahanan iklim dan lingkungan                    The adoption of climate-resilient and environmentally
     dapat memperpanjang tahap perencanaan, namun mengurangi                     sustainable design approaches may extend planning phases,
     risiko kerusakan aset dan biaya perbaikan di masa depan.                    but reduces the risk of asset damage and future repair costs.



                                                                                                                   PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                     2025 Sustainability Report    51
Page 52
Ke depannya, Perseroan akan mengembangkan pendekatan yang              Going forward, the Company will further develop a more structured
lebih terstruktur dalam mengidentifikasi dan mengungkapkan             approach to identifying and disclosing these trade-offs as part of
trade-off ini sebagai bagian dari strategi perubahan iklim, sehingga   its climate change strategy, ensuring that every business decision
setiap keputusan bisnis tidak hanya mempertimbangkan aspek             considers not only financial aspects, but also growth opportunities,
finansial, tetapi juga peluang pertumbuhan, ketahanan, dan             resilience, and long-term sustainability.
keberlanjutan jangka panjang.



Strategi Aspek Sosial                                                  Social Aspect Strategy

Strategi aspek sosial meliputi strategi K3, strategi kepuasan          The Company’s social aspect strategy encompasses occupational
pelanggan, strategi kepegawaian, serta pelatihan dan pendidikan.       health and safety (OHS), customer satisfaction, employment, as
Perseroan menerapkan strategi K3 yang berfokus pada                    well as training and education strategies. The Company implements
pencegahan risiko dan penguatan budaya keselamatan melalui             an OHS strategy focused on risk prevention and strengthening a
implementasi Sistem Manajemen K3 berbasis standar nasional dan         safety culture through the implementation of an OHS Management
internasional, identifikasi bahaya dan penilaian risiko (HIRADC/       System based on national and international standards, hazard
JSA), serta penerapan teknologi digital seperti HK SHIELD untuk        identification and risk assessment (HIRADC/JSA), and the utilization
pelaporan dan monitoring insiden secara real-time. Pendekatan ini      of digital technology such as HK SHIELD for real-time incident
diperkuat dengan pelaksanaan safety induction, toolbox meeting         reporting and monitoring. This approach is reinforced through the
harian, penggunaan APD, serta program kesehatan pekerja guna           implementation of safety induction, daily toolbox meetings, the
memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Selain            use of personal protective equipment (PPE), and employee health
itu, Perseroan menetapkan target zero fatality dan peningkatan         programs to ensure a safe and productive working environment.
tingkat kematangan QHSSE sebagai indikator utama keberhasilan.         In addition, the Company has established a zero fatality target and
Namun demikian, terdapat trade-off antara peningkatan standar          improvement in QHSSE maturity level as key indicators of success.
keselamatan dengan efisiensi waktu dan biaya operasional, di           However, there are trade-offs between enhancing safety standards
mana penerapan prosedur K3 yang ketat dapat memperlambat               and operational time and cost efficiency, where the implementation
pelaksanaan proyek dan meningkatkan biaya jangka pendek,               of stringent OHS procedures may slow project execution and
meskipun dalam jangka panjang mampu mengurangi risiko                  increase short-term costs, although in the long term it can reduce
kecelakaan dan kerugian yang lebih besar.                              the risk of accidents and greater losses.


Strategi kepuasan pelanggan difokuskan pada peningkatan                The customer satisfaction strategy is focused on improving service
kualitas layanan melalui penerapan sistem manajemen mutu               quality through the implementation of ISO-based quality and road
dan keselamatan lalu lintas berbasis ISO, digitalisasi layanan         traffic safety management systems, digitalization of customer
pelanggan, serta pemanfaatan teknologi untuk monitoring kinerja        services, and the utilization of technology for real-time performance
secara real-time. Perseroan juga secara aktif mengelola umpan balik    monitoring. The Company also actively manages feedback through
melalui survei kepuasan pelanggan dan sistem pengaduan untuk           customer satisfaction surveys and complaint handling systems
memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap kebutuhan             to ensure timely and appropriate responses to the needs of toll
pengguna jalan tol maupun pemilik proyek. Selain itu, peningkatan      road users and project owners. In addition, enhancing workforce
kompetensi tenaga kerja dan standar operasional menjadi bagian         competencies and operational standards forms an integral part
penting dalam menjaga konsistensi kualitas layanan. Adapun             of maintaining consistent service quality. The trade-off faced lies
trade-off yang dihadapi adalah antara peningkatan kualitas             between improving service quality and operational cost efficiency,
layanan dengan efisiensi biaya operasional, di mana investasi pada     where investments in technology, facility upgrades, and human
teknologi, peningkatan fasilitas, dan pengembangan SDM dapat           capital development can enhance customer satisfaction but may
meningkatkan kepuasan pelanggan, namun berpotensi menambah             increase cost burdens in the short term.
beban biaya dalam jangka pendek.


Perseroan menerapkan strategi pengelolaan kepegawaian yang             The Company implements an employment management strategy
berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, keterlibatan, dan         oriented toward improving employee welfare, engagement,
retensi karyawan melalui kebijakan kerja yang adil, inklusif,          and retention through fair, inclusive, and performance-based
serta berbasis kinerja. Strategi ini diimplementasikan melalui         employment policies. This strategy is implemented through the
penyediaan program kesejahteraan, penguatan budaya kerja, serta        provision of employee welfare programs, strengthening of work
pelaksanaan survei kepuasan dan keterlibatan karyawan secara           culture, and periodic employee satisfaction and engagement
berkala sebagai dasar evaluasi dan perbaikan. Selain itu, Perseroan    surveys as a basis for evaluation and continuous improvement. In
juga mendorong pengembangan karier yang berkelanjutan guna             addition, the Company promotes sustainable career development
meningkatkan loyalitas dan produktivitas karyawan. Namun               to enhance employee loyalty and productivity. However, there are
demikian, terdapat trade-off antara peningkatan kesejahteraan          trade-offs between improving employee welfare and benefits and




         PT Hutama Karya (Persero)
 52      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
                                                                                                               Strategi Keberlanjutan
                                                                                                               Sustainability Strategy




dan benefit karyawan dengan efisiensi biaya perusahaan, di          maintaining cost efficiency, where increased compensation and
mana peningkatan kompensasi dan fasilitas dapat meningkatkan        facilities may enhance satisfaction and retention but may also
kepuasan dan retensi, tetapi juga berdampak pada peningkatan        increase operational expenses if not managed optimally.
beban operasional apabila tidak dikelola secara optimal.


Strategi pelatihan dan pendidikan difokuskan pada pengembangan      The training and education strategy is focused on continuous
kompetensi karyawan secara berkelanjutan melalui program            competency development of employees through technical and non-
pelatihan teknis dan non-teknis, coaching, mentoring, serta         technical training programs, coaching, mentoring, and integration
integrasi dengan manajemen talenta dan pengembangan karier.         with talent management and career development. The Company
Perseroan juga memanfaatkan evaluasi kinerja dan kebutuhan          also utilizes performance evaluations and competency needs
kompetensi untuk memastikan efektivitas program pelatihan,          assessments to ensure the effectiveness of training programs,
termasuk persiapan masa pensiun sebagai bagian dari siklus          including retirement preparation as part of the human capital
pengelolaan SDM. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan        management cycle. This approach aims to enhance productivity,
produktivitas, kesiapan menghadapi perubahan industri, serta        readiness to face industry changes, and overall organizational
daya saing organisasi secara keseluruhan. Adapun trade-off yang     competitiveness. The trade-off encountered lies between the
dihadapi adalah antara investasi waktu dan biaya pelatihan          investment of time and cost in training and short-term productivity,
dengan produktivitas jangka pendek, pelaksanaan pelatihan           where training activities may temporarily reduce operational
dapat mengurangi waktu kerja operasional sementara, namun           working hours, but provide long-term benefits in the form of
memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan                improved employee competencies and performance.
kompetensi dan kinerja karyawan.




    Policy Commitment [GRI 2-23, GRI 2-24]
    Policy Commitment


Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan mematuhi            In carrying out its business activities, the Company complies
berbagai peraturan baik di tingkat nasional maupun internasional    with various regulations at both national and international levels
yang terkait dengan aktivitas bisnisnya. Perseroan senantiasa       relevant to its operations. The Company consistently adheres to
mematuhi aturan internasional terkait ketenagakerjaan yang          international labor standards developed by the International Labour
dikembangkan oleh International Labor Organization (ILO) serta      Organization (ILO) as well as the United Nations Guiding Principles
prinsip-prinsip panduan PBB tentang bisnis dan hak asasi manusia    on Business and Human Rights (UNGPs). Other international
(UNGPs). Adapun standar dan panduan internasional lainnya yang      standards and guidelines adopted by the Company include:
diacu Perseroan meliputi:
1. IPCC GPG Uncertainty. Good Practice Guidance and Uncertainty     1.   IPCC GPG Uncertainty. Good Practice Guidance and Uncertainty
    Management in National Greenhouse Gas Inventories. UNFCCC.           Management in National Greenhouse Gas Inventories. UNFCCC.
2. 2019 IPCC Refinement. 2019 Refinement to the 2006 IPCC           2.   2019 IPCC Refinement. 2019 Refinement to the 2006 IPCC
    Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. UNFCCC.          Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. UNFCCC.
3. AMS-III.BH. Displacement of production of brick and cement by    3.   AMS-III.BH. Displacement of production of brick and cement by
    manufacture and installation of gypsum concrete wall panels -        manufacture and installation of gypsum concrete wall panels —
    Version 1.0. UNFCCC.                                                 Version 1.0. UNFCCC.
4. AMS-III.Y. Methane avoidance through separation of solids        4.   AMS-III.Y. Methane avoidance through separation of solids
    from wastewater or manure treatment systems - Version 4.0.           from wastewater or manure treatment systems — Version 4.0.
    UNFCCC.                                                              UNFCCC.
5. AMS-III.F. Avoidance of methane emissions through composting     5.   AMS-III.F. Avoidance of methane emissions through composting
    - Version 12.0.UNFCCC.                                               — Version 12.0. UNFCCC.
6. AMS-III.BE. Avoidance of methane and nitrous oxide emissions     6.   AMS-III.BE. Avoidance of methane and nitrous oxide emissions
    from sugarcane preharvest open burning through mulching -            from sugarcane preharvest open burning through mulching —
    Version 1.0. UNFCCC.                                                 Version 1.0. UNFCCC.




                                                                                                      PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                        2025 Sustainability Report   53
Page 54
Sedangkan aturan nasional yang diacu oleh Perseroan yaitu:                 Meanwhile, the national regulations referred to by the Company are
                                                                           as follows:


                    Judul Peraturan                                                          Tentang
 No.
                     Regulation Title                                                        Subject

  1    Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024         Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan
       Law Number 4 of 2024                     Maternal and Child Welfare during the First 1,000 Days of Life

  2    Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024        Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
       Law Number 66 of 2024                    Third Amendment to Law Number 17 of 2008 concerning Shipping

  3    Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999         Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
       Law Number 5 of 1999                     Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition

  4    Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996         Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah
       Law Number 4 of 1996                     Security Rights over Land and Objects Related to Land

  5    Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995         Pasar Modal
       Law Number 8 of 1995                     Capital Market

  6    Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002        Bangunan Gedung
       Law Number 28 of 2002                    Buildings

  7    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003        Ketenagakerjaan
       Law Number 13 of 2003                    Manpower

  8    Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1971         Perubahan dan Penambahan atas Ketentuan Pasal 54 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (Stbl. 1847 : 23)
       Law Number 4 of 1971                     Amendment and Supplement to Article 54 of the Commercial Code (Stbl. 1847:23)

  9    Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003        Badan Usaha Milik Negara
       Law Number 19 of 2003                    State-Owned Enterprises

  10   Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999        Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
       Law Number 28 of 1999                    State Administration Free from Corruption, Collusion, and Nepotism

  11   Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995        Kepabeanan
       Law Number 10 of 1995                    Customs

  12   Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004         Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
       Law Number 2 of 2004                     Settlement of Industrial Relations Disputes

  13   Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004        Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
       Law Number 15 of 2004                    Audit of State Financial Management and Accountability

  14   Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004        Sistem Jaminan Sosial Nasional
       Law Number 40 of 2004                    National Social Security System

  15   Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004        Jalan
       Law Number 38 of 2004                    Roads

  16   Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001        Minyak dan Gas Bumi
       Law Number 22 of 2001                    Oil and Gas

  17   Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960         Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
       Law Number 5 of 1960                     Basic Agrarian Principles

  18   Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999        Kehutanan
       Law Number 41 of 1999                    Forestry

  19   Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006        Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan
       Law Number 17 of 2006                    Amendment to Law Number 10 of 1995 concerning Customs

  20   Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007        Penanaman Modal
       Law Number 25 of 2007                    Investment

  21   Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007        Penataan Ruang
       Law Number 26 of 2007                    Spatial Planning

  22   Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007        Perseroan Terbatas
       Law Number 40 of 2007                    Limited Liability Companies

  23   Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2008         Larangan Penggunaan Bahan Kimia sebagai Senjata Kimia
       Law Number 9 of 2008                     Prohibition of the Use of Chemicals as Chemical Weapons

  24   Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008        Informasi dan Transaksi Elektronik
       Law Number 11 of 2008                    Electronic Information and Transactions




         PT Hutama Karya (Persero)
 54      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
                                                                                                                 Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                 Sustainability Strategy




                 Judul Peraturan                                                      Tentang
No.
                  Regulation Title                                                    Subject

25    Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008   Pelayaran
      Law Number 17 of 2008               Shipping

26    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008   Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
      Law Number 20 of 2008               Micro, Small, and Medium Enterprises

27    Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008   Pengelolaan Sampah
      Law Number 18 of 2008               Waste Management

28    Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007   Energi
      Law Number 30 of 2007               Energy

29    Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009    Pertambangan Mineral dan Batubara
      Law Number 4 of 2009                Mineral and Coal Mining

30    Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009    Penerbangan
      Law Number 1 of 2009                Aviation

31    Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999   Telekomunikasi
      Law Number 36 of 1999               Telecommunications

32    Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997    Dokumen Perusahaan
      Law Number 8 of 1997                Company Documents

33    Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990    Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya
      Law Number 5 of 1990                Conservation of Biological Natural Resources and Ecosystems

34    Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992   Perkoperasian
      Law Number 25 of 1992               Cooperatives

35    Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984    Wabah Penyakit Menular
      Law Number 4 of 1984                Communicable Disease Outbreaks

36    Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999    Perlindungan Konsumen
      Law Number 8 of 1999                Consumer Protection

37    Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001   Yayasan
      Law Number 16 of 2001               Foundations

38    Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970    Keselamatan Kerja
      Law Number 1 of 1970                Occupational Safety

39    Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1969    Persetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional No. 120 Mengenai Hygiene dalam
      Law Number 3 of 1969                Perniagaan dan Kantor-Kantor
                                          Ratification of ILO Convention No. 120 on Hygiene in Commerce and Offices

40    Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009   Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
      Law Number 22 of 2009               Road Traffic and Transportation

41    Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2009   Pengesahan Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants (Konvensi Stockholm tentang
      Law Number 19 of 2009               Bahan Pencemar Organik yang Persisten)
                                          Ratification of the Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants

42    Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009   Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan
      Law Number 24 of 2009               State Flag, Language, Emblem, and National Anthem

43    Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009   Kearsipan
      Law Number 43 of 2009               Archives

44    Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009   Ketenagalistrikan
      Law Number 30 of 2009               Electricity

45    Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009   Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
      Law Number 32 of 2009               Environmental Protection and Management

46    Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011    Keimigrasian
      Law Number 6 of 2011                Immigration

47    Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011    Mata Uang
      Law Number 7 of 2011                Currency




                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                          2025 Sustainability Report   55
Page 56
                  Judul Peraturan                                                     Tentang
No.
                   Regulation Title                                                   Subject

48    Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011   Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
      Law Number 24 of 2011               Social Security Administering Body

49    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012    Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
      Law Number 2 of 2012                Land Acquisition for Development in the Public Interest

50    Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012   Pangan
      Law Number 18 of 2012               Food

51    Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014    Perindustrian
      Law Number 3 of 2014                Industry

52    Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014    Perdagangan
      Law Number 7 of 2014                Trade

53    Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014   Kesehatan Jiwa
      Law Number 18 of 2014               Mental Health

54    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014   Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
      Law Number 20 of 2014               Standardization and Conformity Assessment

55    Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016   Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
      Law Number 19 of 2016               Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions

56    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017    Jasa Konstruksi
      Law Number 2 of 2017                Construction Services

57    Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019   Sumber Daya Air
      Law Number 17 of 2019               Water Resources

58    Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020    Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
      Law Number 3 of 2020                Amendment to Law Number 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining

59    Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020   Cipta Kerja (Dicabut dengan Perppu 2/2022 jo UU 6/2023)
      Law Number 11 of 2020               Job Creation (revoked by Perppu 2/2022 jo Law 6/2023)

60    Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020   Bea Meterai
      Law Number 10 of 2020               Stamp Duty

61    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022    Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan
      Law Number 2 of 2022                Second Amendment to Law Number 38 of 2004 concerning Roads

62    Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022   Pelindungan Data Pribadi
      Law Number 27 of 2022               Personal Data Protection

63    Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023    Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
      Law Number 1 of 2023                Criminal Code

64    Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023    Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan
      Law Number 4 of 2023                Financial Sector Development and Strengthening

65    Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023    Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta
      Law Number 6 of 2023                Kerja menjadi Undang-Undang
                                          Enactment of Perppu 2/2022 on Job Creation into Law

66    Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023   Kesehatan
      Law Number 17 of 2023               Health

67    Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024    Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
      Law Number 1 of 2024                Elektronik
                                          Second Amendment to Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions

68    Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024   Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati
      Law Number 32 of 2024               dan Ekosistemnya
                                          Amendment to Law Number 5 of 1990 concerning Conservation of Biological Natural Resources and
                                          Ecosystems

69    Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025    Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara
      Law Number 1 of 2025                Third Amendment to Law Number 19 of 2003 concerning State-Owned Enterprises




       PT Hutama Karya (Persero)
56     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
                                                                                                                               Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                               Sustainability Strategy




Di samping itu, dalam memastikan aktivitas bisnisnya telah                     In addition, to ensure that its business activities are aligned with
sesuai dengan standar internasional yang tercermin dengan telah                international standards, the Company has obtained the following
dimilikinya:                                                                   certifications:
1. ISO 19650 Kitemark: Dengan diperolehnya ISO 19650                           1. ISO 19650 Kitemark: Through obtaining the ISO 19650 Kitemark
    Kitemark, Hutama Karya membuktikan komitmennya dalam                            certification, Hutama Karya demonstrates its commitment
    menjalankan transformasi digital konstruksi yang berkelas                       to implementing world-class digital transformation in
    dunia. Sertifikasi ini memperkuat eksistensi Hutama Karya                       construction. This certification strengthens Hutama Karya’s
    sebagai perusahaan konstruksi yang tidak hanya memenuhi                         position as a construction company that not only complies with
    standar global, tetapi juga memastikan kualitas informasi,                      global standards but also ensures information quality, data
    keamanan data, efisiensi proses, serta kolaborasi proyek                        security, process efficiency, and superior project collaboration.
    yang unggul. Implementasi ISO 19650 kini menjadi fondasi                        The implementation of ISO 19650 has become a key foundation
    utama dalam tata kelola BIM di seluruh proyek Hutama Karya,                     in BIM governance across all Hutama Karya projects, enhancing
    meningkatkan kepercayaan klien, efektivitas operasional, dan                    client trust, operational effectiveness, and competitiveness in
    daya saing industri konstruksi di Indonesia                                     the Indonesian construction industry
2. ISO 27001:2022: Dengan diperolehnya sertifikasi ISO/IEC                     2. ISO 27001:2022: By obtaining ISO/IEC 27001:2022 certification,
    27001:2022, Hutama Karya membuktikan komitmennya dalam                          Hutama Karya demonstrates its commitment to implementing
    menerapkan sistem manajemen keamanan informasi yang                             an     internationally    recognized     information     security
    berstandar internasional. Sertifikasi ini menegaskan posisi                     management system. This certification affirms Hutama Karya’s
    Hutama Karya sebagai perusahaan konstruksi yang tidak                           position as a construction company that not only focuses on
    hanya berfokus pada keunggulan operasional, tetapi juga pada                    operational excellence but also on comprehensive protection of
    perlindungan aset informasi secara menyeluruh. Implementasi                     information assets. The implementation of ISO/IEC 27001:2022
    ISO/IEC 27001:2022 menjadi fondasi utama dalam tata kelola                      serves as a key foundation for information security governance
    keamanan informasi di seluruh proses dan proyek Hutama                          across all processes and projects within Hutama Karya.
    Karya.
3. Sistem Manajemen K3 ISO 45001:2018                                          3.   Occupational Health and Safety Management System ISO
                                                                                    45001:2018
4.   Sistem Manajemen Anti-Penyuapan ISO 37001:2016                            4.   Anti-Bribery Management System ISO 37001:2016
5.   Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015                                       5.   Quality Management System ISO 9001:2015
6.   Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015                                6.   Environmental Management System ISO 14001:2015
7.   Sistem Manajemen Keselamatan Lalu Lintas Jalan (Road Traffic              7.   Road Traffic Safety Management System (RTS) ISO 39001:2012
     Safety Management System/RTS) ISO 39001:2012


Berbagai aturan tersebut kemudian dijadikan acuan bagi Perseroan               These regulations and standards are subsequently used by the
dalam mengembangkan kebijakan internal perusahaan.                             Company as references in developing its internal corporate policies.


               Kebijakan                                    Uji Tuntas (Due Dilligence)                                   Penanggungjawab
                 Policy                                            Due Diligence                                           Responsible Party

 Kebijakan Quality, Health, Safety,      Pelaksanaan sertifikasi Internasional berdasarkan standar ISO 9001      Divisi QHSSE
 Security & Environment Management       (Quality), ISO 45001 (K3), ISO 14001 (Lingkungan) dan ISO 39001 (Road   QHSSE Division
 System (QHSSEMS) dan Road Traffic       Traffic Safety).
 Safety Management System (RTSMS)        Implementation of international certification based on ISO 9001
 Quality, Health, Safety, Security &     (Quality), ISO 45001 (Occupational Health & Safety), ISO 14001
 Environment Management System           (Environment), and ISO 39001 (Road Traffic Safety).
 (QHSSEMS) and Road Traffic Safety
 Management System (RTSMS)

 Kebijakan Security Management System    Pelaksanaan Audit Sistem Manajemen Pengamanan oleh Kepolisian           Divisi QHSSE
 (SMS)                                   Republik Indonesia                                                      QHSSE Division
 Security Management System (SMS)        Implementation of Security Management System Audit by the
 Policy                                  National Police of the Republic of Indonesia

 Kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan   Penilailan Risk Maturity Index                                          Divisi Pengelolaan Risiko, Sistem &
 Corporate Risk Management Policy        Risk Maturity Index assessment                                          Kepatuhan
                                                                                                                 Risk Management, Systems &
                                                                                                                 Compliance Division

 Kebijakan Sistem Manajemen Keamanan     Pelaksanaan Sertifikasi ISO 27001 (Information Security Management      Divisi Engineering, Riset & TI
 Informasi PT Hutama Karya (Persero)     System)                                                                 Engineering, Research & IT Division
 Information Security Management         Implementation of ISO 27001 (Information Security Management
 System Policy of PT Hutama Karya        System) certification
 (Persero)




                                                                                                                      PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                        2025 Sustainability Report     57
Page 58
               Kebijakan                                        Uji Tuntas (Due Dilligence)                                  Penanggungjawab
                 Policy                                                Due Diligence                                          Responsible Party

 Kebijakan Kepatuhan Persaingan Usaha        Penilaian dan Penetapan Program Kepatuhan oleh Komisi Pengawas         Sekretaris Perusahaan
 PT Hutama Karya (Persero)                   Persaingan Usaha Republik Indonesia                                    Corporate Secretary
 Business Competition Compliance Policy      Assessment and determination of compliance program by the
 of PT Hutama Karya (Persero)                Business Competition Supervisory Commission of the Republic of
                                             Indonesia (KPPU)

 Kebijakan Know Your Counterparty            Asesmen GCG                                                            Divisi Corporate Planning
 PT Hutama Karya (Persero)                   GCG assessment                                                         Corporate Planning Division
 Know Your Counterparty Policy of
 PT Hutama Karya (Persero)

 Kebijakan Penyelenggaraan Kearsipan         Asesmen GCG                                                            Sekretaris Perusahaan
 PT Hutama Karya                             GCG assessment                                                         Corporate Secretary
 Archival Management Policy of
 PT Hutama Karya (Persero)

 Kebijakan Sistem Pengendalian Internal      Pelaksanaan Sertifikasi ISO 9001:2015 : Sistem Manajemen Mutu          Satuan Pengawasan Intern
 PT Hutama Karya (Persero)                   Implementation of ISO 9001:2015 certification: Quality Management      Internal Audit Unit (SPI)
 Internal Control System Policy of           System
 PT Hutama Karya (Persero)

 Komitmen Anti-Fraud PT Hutama Karya         Pelaksanaan Audit ISO 37001: Anti-Bribery Management System            Sekretaris Perusahaan dan Satuan
 (Persero)                                   (SMAP)                                                                 Pengawas Intern
 Anti-Fraud Commitment of PT Hutama          Implementation of ISO 37001 audit: Anti-Bribery Management System      Corporate Secretary and Internal Audit
 Karya (Persero)                             (ABMS)                                                                 Unit

 Kebijakan Tata Kelola Data dan Artificial   Pelaksanaan Sertifikasi ISO 27001:2022 Manajemen Keamanan              Divisi Engineering, Riset & TI
 Inteligence (AI) di PT Hutama Karya         Informasi                                                              Engineering, Research & IT Division
 (Persero)                                   Implementation of ISO 27001:2022 certification: Information Security
 Data Governance and Artificial              Management System
 Intelligence (AI) Policy of
 PT Hutama Karya (Persero) (Persero)




Di samping melaksanakan uji tuntas, sebagai bentuk komitmen                        In addition to conducting due diligence, as a manifestation of its
terhadap prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aspek                             commitment to the prudential principle in managing Occupational
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), perusahaan secara                            Health and Safety (OHS) aspects, the Company consistently
konsisten menerapkan program Stop Work Authority (SWA). Prinsip                    implements the Stop Work Authority (SWA) program. This principle
ini menegaskan bahwa setiap individu di lingkungan kerja, tanpa                    affirms that every individual within the working environment,
memandang jabatan atau posisi, memiliki hak sekaligus kewajiban                    regardless of rank or position, possesses both the right and the
untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi tidak                       obligation to cease work in the event of any identified unsafe
aman (unsafe condition) maupun tindakan tidak aman (unsafe                         condition or unsafe act that may potentially result in occupational
act) yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, kerusakan                       accidents, environmental damage, or asset losses.
lingkungan, maupun kerugian aset.


Penerapan SWA merupakan langkah preventif untuk memastikan                         The implementation of SWA constitutes a preventive measure
bahwa setiap aktivitas kerja dilaksanakan dalam kondisi yang                       to ensure that all work activities are carried out under controlled
terkendali dan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.                     conditions and in compliance with applicable safety standards.
Melalui program ini, perusahaan mendorong budaya pelaporan                         Through this program, the Company promotes an open and
yang terbuka dan proaktif, sehingga potensi bahaya dapat                           proactive reporting culture, enabling potential hazards to be
diidentifikasi dan ditangani sejak dini sebelum berkembang                         identified and addressed at an early stage before escalating into
menjadi insiden. Dengan adanya penerapan Stop Work Authority                       incidents. The implementation of Stop Work Authority not only
(SWA), perusahaan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan                             ensures compliance with OHS regulations but also strengthens a
terhadap regulasi K3, tetapi juga memperkuat budaya keselamatan                    sustainable safety culture, whereby safety is upheld as a primary
(safety culture) yang berkelanjutan, di mana keselamatan menjadi                   consideration in all decision-making processes.
prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.




          PT Hutama Karya (Persero)
 58       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
                                                                                                                   Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                   Sustainability Strategy




Terkait dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia                 With regard to the respect for human rights, the Company has
diwujudkan melalui implementasi Respectful Workplace Policy            implemented the Respectful Workplace Policy (RWP), which has
(RWP) yang telah dijalankan secara berkelanjutan oleh Perseroan        been carried out on a continuous basis as stipulated in the Board
sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Direksi Nomor 5311/         of Directors Decree Number 5311/KPTS/118/XII/2024 and the RWP
KPTS/118/XII/2024 dan Handbook RWP. Upaya tersebut tidak hanya         Handbook. Such efforts are not limited to policy formulation but are
terbatas pada penyusunan kebijakan, tetapi juga diiringi dengan        complemented by various initiatives aimed at enhancing employee
berbagai inisiatif untuk meningkatkan awareness dan pemahaman          awareness and understanding. The Company has developed
karyawan. Perusahaan telah menyusun RWP Handbook sebagai               the RWP Handbook as the primary guideline and has organized
panduan utama, serta menyelenggarakan kegiatan seperti webinar,        activities such as webinars, podcasts, and socialization programs
podcast, dan sosialisasi yang menjangkau seluruh unit kerja.           covering all business units. Through these initiatives, the Company
Melalui berbagai aktivitas ini, perusahaan berkomitmen untuk           is committed to fostering a respectful, inclusive, and discrimination-
membangun lingkungan kerja yang saling menghargai, inklusif, dan       free working environment, including the prevention of sexual
bebas dari diskriminasi, pelecehan seksual maupun perilaku tidak       harassment and other inappropriate conduct. Throughout 2025,
pantas. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat insiden terkait hak       there were no reported incidents related to human rights within the
asasi manusia di lingkungan Perseroan.                                 Company’s environment.


PT Hutama Karya (Persero) memiliki dokumen kebijakan meliputi          PT Hutama Karya (Persero) has policy documents comprising
Komitmen, Pedoman, Prosedur, Instruksi Kerja hingga Panduan            Commitments, Guidelines, Procedures, Work Instructions, and
yang berfungsi sebagai acuan bagi seluruh karyawan dalam               Manuals that serve as references for all employees in carrying out
melaksanakan proses bisnis yang menjadi tugas dan tanggung             business processes in accordance with applicable regulations.
jawabnya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dokumen kebijakan        These policy documents are prepared by the process-owning
disusun oleh unit kerja pengelola proses, diverifikasi oleh EVP unit   unit, verified by the EVP of the relevant unit, and approved by the
kerja yang terkait dengan proses yang diatur serta ditetapkan oleh     Supervising Director and/or the Board of Directors in accordance
Direktur Pembina dan/atau Direksi sesuai dengan hierarki kebijakan     with the established policy hierarchy.
yang ditetapkan.


Dokumen kebijakan PT Hutama Karya (Persero) dievaluasi secara          Policy documents of PT Hutama Karya (Persero) are periodically
berkala berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh pengelola      evaluated based on criteria established by the process owner in
proses bersama dengan unit pengelola kesisteman.                       coordination with the system management unit.


Untuk memastikan pemahaman dan kepatuhan dalam penerapan               To ensure understanding and compliance in the implementation
dokumen kebijakan, seluruh dokumen kebijakan dipublikasikan            of policy documents, all policies are published to all employees
kepada seluruh karyawan melalui platform Document Management           through the Document Management System platform. In addition,
System. Selain itu juga terdapat Daftar Induk Dokumen Kebijakan        there is a Master List of Policy Documents containing the latest
yang berisi daftar dokumen kebijakan terkini serta perubahan-          policies and any updates, which is disseminated monthly
perubahan yang terjadi yang disosialiasikan setiap bulan melalui       through official Company platforms such as email, the Document
platform resmi perusahaan seperti email, Document Management           Management System, and/or official corporate broadcasts. Newly
System dan/atau broadcast resmi perusahaan. Dokumen kebijakan          issued or updated policy documents must be communicated
yang baru terbit / diperbarui wajib disosialisasikan oleh pengelola    by the process owner to the relevant operational units. Policy
proses kepada unit kerja terkait pelaksana proses. Dokumen             documents related to business partners and for the purpose of
kebijakan yang berkaitan dengan rekan bisnis serta untuk               public information disclosure are also published through Hutama
memenuhi keterbukaan informasi publik juga dipublikasikan              Karya’s PPID channels.
melalui kanal PPID Hutama Karya.


Semua kebijakan kemudian diturunkan dalam dokumen Instruksi            All policies are further translated into Work Instruction documents,
Kerja yang berfungsi sebagai panduan bagi seluruh karyawan             which serve as practical guidelines for employees in carrying out
Perseroan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka.          their duties and responsibilities. These Work Instruction documents
Dokumen Instruksi Kerja ini terus disosialisasikan kepada pihak        are continuously disseminated to both internal and relevant
internal maupun eksternal yang terkait. Untuk memaksimalkan            external parties. To maximize the effective implementation of its
penerapan kebijakan, Perseroan telah memberikan pelatihan di           policies, the Company has conducted various training programs,
antaranya pelatihan anti korupsi.                                      including anti-corruption training.




                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   59
Page 60
    Proses untuk Memulihkan Dampak Negatif [GRI 2-25]
    Process for Remediating Negative Impacts


Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Perseroan memiliki       In carrying out its operational activities, the Company is committed
komitmen untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan             to delivering positive environmental and social impacts. However,
dan sosial. Namun demikian, aktivitas operasional Perseroan tidak    the Company’s operations are not entirely free from negative
terlepas dari adanya dampak negatif. Dampak negatif yang terjadi     impacts. These include potential environmental disturbances such
meliputi potensi gangguan lingkungan seperti kebisingan, debu,       as noise, dust, waste, and emissions, as well as social impacts such
limbah, dan emisi, serta dampak sosial berupa gangguan aktivitas     as disruption to community activities, occupational safety risks, and
masyarakat, risiko keselamatan kerja, dan munculnya keluhan dari     complaints from stakeholders in the surrounding operational areas.
pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional. Dalam hal       In the event that negative impacts occur, the Company is committed
terjadi dampak negatif, Perseroan berkomitmen untuk memulihkan       to remediating such impacts through corrective actions and
dampak negatif melalui tindakan korektif dan pemulihan kondisi       restoration of environmental and social conditions in accordance
lingkungan dan sosial sesuai dengan tingkat dan karakteristik        with the scale and characteristics of the impacts, including
dampak yang ditimbulkan, termasuk perbaikan operasional dan          operational improvements and prevention of further impacts. The
pencegahan dampak lanjutan. Perseroan bekerja sama dengan            Company collaborates with local governments, relevant technical
pemerintah daerah, instansi teknis terkait, konsultan lingkungan,    agencies, environmental consultants, business partners, and local
mitra kerja, serta masyarakat setempat untuk memastikan proses       communities to ensure that the remediation process is effective and
pemulihan berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan yang          compliant with applicable regulations.
berlaku.


Untuk mencegah dan menangani terjadinya dampak negatif,              To prevent and address negative impacts, the Company has
Perseroan telah memiliki mekanisme penanganan pengaduan              established a grievance handling mechanism accessible to
yang dapat diakses oleh karyawan, masyarakat, dan pemangku           employees, communities, and other stakeholders. This mechanism
kepentingan lainnya, yang bertujuan untuk menerima, mencatat,        is designed to receive, record, follow up, and resolve complaints in
menindaklanjuti, dan menyelesaikan pengaduan secara                  a transparent, fair, and timely manner. Every complaint received is
transparan, adil, dan tepat waktu. Setiap pengaduan yang diterima    verified, analyzed, followed up, and responded to with feedback
akan diverifikasi, dianalisis, ditindaklanjuti, serta diberikan      to the reporter as part of continuous improvement efforts. The
umpan balik kepada pelapor sebagai bagian dari upaya perbaikan       Company involves the QHSSE Division, the Corporate Secretary,
berkelanjutan. Perseroan melibatkan Divisi QHSSE, Sekretaris         and the Toll Road Operations & Maintenance Division, as well as
Perusahaan dan Divisi Operasi & Pemeliharaan jalan Tol, serta unit   relevant operational units, in designing, reviewing, implementing,
operasional terkait dalam merancang, meninjau, melaksanakan,         and enhancing the quality of the complaint-handling mechanism.
dan meningkatkan kualitas mekanisme pengaduan.


Dampak negatif yang telah terjadi ditangani melalui upaya            Negative impacts that have occurred are addressed through
remediasi berupa pemulihan lingkungan, penyesuaian metode            remediation efforts, including environmental restoration,
kerja, peningkatan pengendalian operasional dan keselamatan,         adjustments to work methods, strengthening of operational and
serta pemberian kompensasi atau dukungan sosial yang relevan,        safety controls, and the provision of relevant compensation or
guna memastikan tidak terulangnya dampak serupa di masa              social support, to ensure that similar impacts do not recur in the
mendatang. Mekanisme penanganan pengaduan senantiasa                 future. The grievance handling mechanism is regularly evaluated
dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas,              to ensure its effectiveness, transparency, and alignment with
transparansi, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pemangku            stakeholder needs and applicable regulations. Evaluations are
kepentingan serta ketentuan yang berlaku. Evaluasi dilakukan         conducted through monitoring grievance handling performance,
melalui pemantauan kinerja penanganan pengaduan, analisis tren       analyzing trends and types of complaints received, and assessing
dan jenis pengaduan yang masuk, serta penilaian atas kecepatan       the timeliness and quality of complaint resolution.
dan kualitas penyelesaian pengaduan.




         PT Hutama Karya (Persero)
 60      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
                                                                                                                  Strategi Keberlanjutan
                                                                                                                  Sustainability Strategy




    Mekanisme Konsultasi dan
    Penyampaian Masukan [GRI 2-26]
    Consultation and Feedback Mechanism

Dalam merumuskan dan mengembangkan kebijakan, Perseroan               In formulating and developing its policies, the Company
senantiasa meratifikasi peraturan dan kebijakan yang relevan          consistently ratifies relevant regulations and policies such as those
seperti Peraturan PUPR, BUMN, dan lainnya. Di samping itu, pada       issued by the Ministry of Public Works and Housing (PUPR), State-
beberapa kebijakan internal tertentu seperti Kebijakan/Pedoman        Owned Enterprises (BUMN), and others. In addition, for certain
Arsip, Tata Naskah Dinas, Perseroan senantiasa melibatkan Pihak       internal policies such as the Archival Policy/Guidelines and Official
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui Focus Group          Correspondence Procedures, the Company involves the National
Discussion (FGD).                                                     Archives of the Republic of Indonesia (ANRI) through Focus Group
                                                                      Discussions (FGD).


Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan senantiasa       In carrying out its operational activities, the Company continuously
berupaya untuk meminimalisir dampak negatif terhadap                  strives to minimize negative impacts on the community and
masyarakat dan lingkungan. Sejalan dengan komitmen tersebut,          the environment. In line with this commitment, the Company
Perseroan membuka ruang konsultasi serta penyampaian masukan          provides channels for consultation and grievance submission for
bagi para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Perseroan        stakeholders, including communities. The Company provides
menyediakan berbagai mekanisme yang dapat digunakan oleh              various mechanisms that can be utilized by stakeholders to convey
pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi, masukan,            aspirations, feedback, and complaints regarding operational
maupun pengaduan atas aktivitas operasional yang berpotensi           activities that may potentially disrupt livelihoods, cause harm to
mengganggu keberlangsungan kehidupan, merugikan pihak lain,           other parties, or give rise to conflicts, through SP4N Lapor, the toll
atau menimbulkan konflik melalui SP4N Lapor, Call Center Jalan        road call center managed by Hutama Karya, and Mozy, an integrated
Tol yang dikelola Hutama Karya dan melalui Mozy, yaitu aplikasi       application related to Hutama Karya toll roads. Every feedback
terintegrasi terkait Jalan Tol Hutama Karya. Setiap masukan           and grievance submitted is addressed in a prudent, objective,
maupun pengaduan yang disampaikan akan ditindaklanjuti                and compliant manner in accordance with applicable laws and
secara bijaksana, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan     regulations. The Company also undertakes preventive measures to
perundang-undangan yang berlaku. Perseroan juga melakukan             avoid the recurrence of similar issues in the future.
langkah-langkah preventif guna mencegah terulangnya
permasalahan serupa di kemudian hari.


Selain pengaduan terkait dampak operasional, pemangku                 In addition to grievances related to operational impacts,
kepentingan juga dapat melaporkan dugaan pelanggaran yang             stakeholders may also report alleged violations related to
berkaitan dengan etika, integritas, norma, maupun ketentuan yang      ethics, integrity, norms, or applicable regulations through the
berlaku melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing          Whistleblowing System (WBS). This system represents one form of
System/WBS). Sistem ini merupakan salah satu bentuk implementasi      Good Corporate Governance (GCG) implementation and serves as
prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berfungsi sebagai        a mechanism for the prevention and disclosure of misconduct or
sarana pencegahan dan pengungkapan pelanggaran atau tindakan          fraudulent activities within the Company. The Company ensures
kecurangan di lingkungan Perseroan. Perseroan menjamin                the confidentiality of the whistleblower’s identity and provides
kerahasiaan identitas serta memberikan perlindungan kepada            protection to the reporting party. All reports received are managed
pelapor. Setiap laporan yang masuk akan dikelola oleh unit terkait,   by relevant units, including the compliance function, internal
antara lain fungsi kepatuhan, tim investigasi internal, serta pihak   investigation teams, and other authorized parties in accordance
berwenang lainnya sesuai dengan mekanisme yang berlaku.               with established procedures.


Di samping itu, Perseroan juga menyediakan saluran komunikasi         Furthermore, the Company provides additional communication
lainnya sebagai bagian dari mekanisme konsultasi dan                  channels as part of its consultation and issue escalation mechanisms,
penyampaian isu strategis, antara lain melalui kegiatan town hall     including town hall meetings, management walkthroughs,
meeting, management walkthrough, rapat koordinasi dengan              coordination meetings with government and regulatory bodies,
pemerintah dan regulator, serta kunjungan media massa. Berbagai       and media visits. These mechanisms are intended to enhance
mekanisme tersebut diharapkan dapat memperkuat keterbukaan            transparency, improve communication quality, and support the
informasi, meningkatkan kualitas komunikasi, serta mendukung          development of harmonious relationships with all stakeholders.
terciptanya hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku
kepentingan.




                                                                                                         PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                           2025 Sustainability Report   61
Page 62
Ikhtisar Kinerja
Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
[OJK B]




     PT Hutama Karya (Persero)
62   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
PT Hutama Karya (Persero)
  2025 Sustainability Report   63
Page 64
     Penghargaan Keberlanjutan
     Sustainability Awards



                     Nama Penghargaan                                      Lembaga                                 Kategori                  Tahun
No.
                        Award Name                                        Institution                              Category                   Year

1.    Anugerah Avirama Nawasena                                Manajemen Institut Teknologi     ESG Award                                    2025
                                                               Bandung (SBM ITB)
                                                               School of Business and
                                                               Management, Institut Teknologi
                                                               Bandung (SBM ITB)

2.    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)                     Gubernur Jawa Timur              4.949.590 jam kerja orang tanpa kecelakaan   2025
                                                               Governor of East Java            4,949,590 man-hours without accidents

3.    TOP CSR of The Year 2025                                 TRAS N CO Indonesia &            Special Achievement for                      2025
                                                               INFOBRAND.ID                     Social Initiative “Mudik Lebaran”
                                                                                                Special Achievement for Social Initiative
                                                                                                “Mudik Lebaran"

4.    TOP CSR Awards 2025                                      Top Business                     TOP CSR Award #Star 5                        2025

5.    TOP CSR Awards 2025                                      Top Business                     TOP Leader on CSR Commitment 2025            2025

6.    TJSL & CSR Awards 2025                                   BUMN Track                       Pilar Sosial - #4 Star                       2025
                                                                                                Social Pillar – #4 Star

7.    TJSL & CSR Awards 2025                                   BUMN Track                       Pilar Lingkungan - #5 Star                   2025
                                                                                                Environmental Pillar – #5 Star

8.    TJSL & CSR Awards 2025                                   BUMN Track                       Pilar Ekonomi - #5 Star                      2025
                                                                                                Economic Pillar – #5 Star

9.    6th Corporate Reputation Awards 2025                     The Iconomics                    50 Popular PR Person Awards 2025             2025
                                                                                                50 Popular PR Person Awards 2025

10.   Rekor Indonesia MURI                                     Museum Rekor Indonesia           Pengerjaan Proyek Jalan Bebas Hambatan       2025
                                                               Indonesian World Records         Dengan Tingkat Efisiensi Waktu Tertinggi
                                                               Museum (MURI)                    Fastest Execution Efficiency in Toll Road
                                                                                                Construction Project

11.   Sutami Award dalam Acara Hari Bhakti ke-80               Kementerian PU                   Penyedia Jasa Terbaik pada kategori          2025
                                                               Ministry of Public Works         Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
                                                                                                Negeri pada pembangunan Tol Serang
                                                                                                - PanimbangSeksi III
                                                                                                Best Service Provider in the Category of
                                                                                                Increased Use of Domestic Products in the
                                                                                                Construction of Serang–Panimbang Toll
                                                                                                Road Section III

12.   Sutami Award dalam Acara Hari Bhakti ke-80               Kementerian PU                   Mitra Kerja BUMN yang telah berkontribusi    2025
                                                               Ministry of Public Works         selama 80 tahun mendukung tugas
                                                                                                Kementerian PU
                                                                                                SOE Partner Contributing for 80 Years in
                                                                                                Supporting the Ministry of Public Works

13.   Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025               Komisi Informasi Pusat RI        KBUMN                                        2025
                                                               Central Information Commission
                                                               of the Republic of Indonesia

14.   Sertifikasi “Greenship Existing Building”                World Green Building Council     Platinum                                     2025

15.   Founder’s Honoree The                                    Bentley Systems                  Founder’s Honors Category                    2025
      2025 Going Digital Awards Year in Infrastructure (YII)

16.   Juara 1 BIM ISO 19650                                    BSI & JKR Malaysia               Digital Delivery Leadership Award            2025
      Digital Delivery Leadership Award – The 6th JKR BIM
      Day 2025 Malaysia

17.   Outstanding Research Award of AAROHAN 3.0 in             Atlas SkillTech                  Outstanding Research Award                   2025
      Global Innovation and Technology Summit  




       PT Hutama Karya (Persero)
64     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
       Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights




       PT Hutama Karya (Persero)
         2025 Sustainability Report   65
Page 66
   Kinerja Aspek Ekonomi [OJK B.1, IF-EN-000.A, IF-EN-000.B, IF-EN-000.C]
   Economic Performance




                                                                              Jumlah Proyek yang
                                                                              Diterima
                                                                              Number of Projects Awarded



                                                                                2025                    339

                                                                                2024                       277
Nilai Proyek yang
Diterima                                                                        2023                       341
Value of Projects Awarded
                                                                                                         Kontrak
                                                                                                        Contracts
  2025                  18,373

 2024                    34,839

 2023                    30,876
                          Mliar Rupiah
                         Billion Rupiah




                                                         Produksi: Jumlah Proyek Selesai
                                                         Production: Number of Projects Completed

                                                               2025            2024            2024

                                                               33                20              18
                                                                                Kontrak
                                                                               Contracts




                          Nilai Proyek yang Selesai                                                Juta Rupiah
                          Value of Projects Completed                                            Million Rupiah




                                    2025   30.020.944   2024     20.891.994           2023   34.855.143



                          Nilai Proyek Aktif                                                       Juta Rupiah
                          Value of Active Projects                                               Million Rupiah




                                    2025   91.700.719   2024     68.368.248           2023   109.935.698




       PT Hutama Karya (Persero)
 66    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
                                                                                                                  Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                           Sustainability Performance Highlights




                                                                                 2025          2024                2023


               Total Backlog                                                                                                             Juta Rupiah
                                                                               61.679.775    47.476.254          75.080.555             Million Rupiah
               Total Backlog


               Total Pendapatan dari
               Kegiatan Operasi dan Usaha                                                                                                Juta Rupiah
                                                                               25.132.919    30.252.293          26.926.321             Million Rupiah
               Total Revenue from Operating Activities


               Laba Rugi Tahun Berjalan                                                                                                  Juta Rupiah
                                                                                3.088.583     2.766.522           1.872.556             Million Rupiah
               Profit or Loss for the Year



               Total Aset                                                                                                                Juta Rupiah
                                                                               189.098.170   196.042.463         169.739.487            Million Rupiah
               Total Assets




Produk Ramah Lingkungan*
Environmentally Friendly Products*


               Green Products
         (Bangunan Gedung Hijau)
       Green Products (Green Buildings)
                   Jumlah Proyek
                  Number of Projects


           2025                                9

          2024                     2024
             15                         2




                  Jumlah Pemasok Lokal
                  Number of Local Suppliers

          2025                         2024                      2024

          754                           370                       218
                                       Pemasok
                                       Suppliers




Keterangan/Note:
*) Kriteria Green Construction dan Bangunan Gedung Hijau merupakan hasil
   penilaian internal Perseroan.
*) The Green Construction and Green Building Criteria are the results of the
   Company's internal assessment.




                                                                                                                  PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                    2025 Sustainability Report    67
Page 68
     Kinerja Aspek Lingkungan Hidup [OJK B.2]
     Environmental Performance

                                                                                      2025                       2024                        2023


                Konsumsi Energi
                Energy Consumption                                                1.783.818,18                1.178.397,41               1.236.689,30      Gigajoule




                Emisi GRK Cakupan 1
                                                                                    89.107,24                  72.554,29                     343,12          tCO2e
                Scope 1 GHG Emissions


                Emisi GRK Cakupan 2
                                                                                   145.931,07                    56.591                     4.956,17         tCO2e
                Scope 2 GHG Emissions


                Emisi GRK Cakupan 3
                                                                                      233,84                     355,49                      444,99          tCO2e
                Scope 3 GHG Emissions


                Intensitas Energi                                                                                                                        GJ/juta rupiah
                                                                                        0,07                       0,04                       0,05        GJ/million
                Energy Intensity                                                                                                                             rupiah



                Emisi Gas Rumah Kaca
                                                                                   235.038,31                  129.500,78                   5.744,28         tCO2e
                Greenhouse Gas Emissions


                Pengurangan Emisi GRK Cakupan 3
                                                                                      121.65                       89.5                      121.68          tCO2e
                Scope 3 GHG Emissions Reduction


                Pengurangan emisi yang dihasilkan
                                                                                  2.9035,2****                       -                          -            tCO2e
                Emissions Reduction Achieved


Konsumsi Air / Water Consumption                                                                                           M3


  2025        89.116.999,48                  2024          3.277.886,49***              2023            640.987,73***


Limbah yang Dihasilkan / Waste Generated                                                                                  Ton


  2025          1.472.453,00                 2024                      1.301,11         2023                       497,21


Pengurangan limbah dan efluen: Limbah yang Dimanfaatkan Kembali*
Waste and Effluent Reduction: Waste Reused*                                                                               Ton


  2025                     115,88            2024                        76,52          2023                         65,71


Pelestarian keanekaragaman hayati / Biodiversity Conservation                                                   Pohon / Trees


  2025                      1.600            2024                           -**         2023                             -**


Biaya Lingkungan / Environmental Costs                                                    Dalam Rupiah Penuh / In Full Rupiah


  2025         4.791.708.160                 2024                119.974.903            2023                135.166.877


Keterangan/Note:
*     Limbah yang dimanfaatkan kembali merupakan upaya Perseroan dalam mengurangi limbah yang dihasilkan
**    Perseroan telah melakukan kegiatan penanaman pohon di tahun 2024 dan 2023, namun belum mencatatkan besaran jumlah pohon yang ditanam
***) Penggunaan air 2023 dan 2024 berasal lingkup kantor Hutama Karya, sedangkan tahun 2025 sudah mencakup seluruh entitas Perseroan
****) Solar Panel HKT)+ Solar Panel PJU di ruas tol
*     Waste reused represents the Company’s effort to reduce the amount of waste generated
**    The Company has carried out tree planting activities in 2024 and 2023; however, the number of trees planted has not yet been recorded
***) Water consumption in 2023 and 2024 was derived from the Hutama Karya office scope, whereas in 2025 it has encompassed all entities of the Company
****) HKT Solar Panel) + PJU Solar Panel on the toll road


            PT Hutama Karya (Persero)
  68        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
                                                                                                             Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                      Sustainability Performance Highlights




    Kinerja Aspek Sosial [OJK B.3]
    Social Performance


Perseroan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi                The Company provides a significant positive contribution
masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui pelaksanaan               to communities surrounding its operational areas through
kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan              the implementation of Corporate Social and Environmental
TJSL juga menjadi sarana bagi Perseroan untuk membangun                     Responsibility (TJSL) programs. TJSL initiatives also serve as
hubungan yang harmonis, positif, dan berkelanjutan dengan                   a means for the Company to build harmonious, positive, and
masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain itu, Perseroan            sustainable relationships with communities in its operational areas.
juga terus berupaya memberikan dampak positif bagi karyawan                 In addition, the Company continues to strive to deliver positive
melalui berbagai inisiatif pengembangan sumber daya manusia,                impacts to employees through various human capital development
salah satunya dengan meningkatkan partisipasi karyawan dalam                initiatives, including increasing employee participation in training
berbagai program pelatihan serta menambah jumlah jam pelatihan              programs and expanding the number of training hours attended
yang diikuti oleh karyawan. Upaya tersebut dilakukan sebagai                by employees. These efforts reflect the Company’s commitment
bentuk komitmen Perseroan dalam mendorong peningkatan                       to continuously enhance employee competencies and capacity
kompetensi dan pengembangan kapasitas karyawan secara                       development. Along with these initiatives, the Company successfully
berkelanjutan. Seiring dengan berbagai upaya tersebut, Perseroan            increased employee satisfaction and engagement, reaching 82.42%
berhasil meningkatkan kepuasan dan keterikatan karyawan pada                in 2025, compared to 81.67% in 2024.
tahun 2025 meningkat sebesar 82,42% dibandingkan dengan tahun
2024 yang sebesar 81,67%,


                            Uraian                                    Satuan
                                                                                             2025               2024                   2023
                          Description                                  Unit

 Persentase Karyawan Perempuan
                                                                        %                       23                   21                       22
 Percentage of Female Employees

 Jumlah Jam Pelatihan Karyawan                                         Jam
                                                                                            87.572              83.549                 81.450
 Total Employee Training Hours                                        Hours

 Kepuasan Pelanggan Konstruksi
                                                                        %                    92,37               92,07                  90,17
 Construction Customer Satisfaction

 Kepuasan dan Keterikatan Karyawan
                                                                        %                    82,42               81,67                  80,19
 Employee Satisfaction and Engagement

 Investasi TJSL                                                   Juta Rupiah
                                                                                            17.440              24.842                 28.519
 TJSL Investment                                                 Million Rupiah


Namun demikian, aktivitas operasional Perseroan tidak terlepas              However, the Company’s operational activities are not free from
dari adanya dampak negatif bagi karyawan berupa terjadinya                  negative impacts on employees, including the occurrence of
kecelakaan kerja. Dalam rangka mengidentifikasi serta                       workplace accidents. In order to identify and minimize potential
meminimalkan potensi risiko operasional, Perseroan melaksanakan             operational risks, the Company conducts continuous risk
pengelolaan risiko secara berkelanjutan melalui proses identifikasi         management through hazard identification, risk level assessment,
bahaya, penilaian tingkat risiko, serta penetapan langkah-langkah           and the establishment of regular occupational health and safety
pengendalian K3 secara rutin.                                               (OHS) control measures.


Selain itu, juga masih terdapat peningkatan turnover karyawan               In addition, there was also an increase in employee turnover in 2025.
di tahun 2025. Namun, Perseroan memiliki komitmen untuk                     Nevertheless, the Company remains committed to consistently
senantiasa memenuhi hak para pekerjanya.                                    fulfilling the rights of its employees.


                     Uraian                        Satuan
                                                                            2025                      2024                         2023
                   Description                      Unit

 Jumlah Kecelakaan Kerja                            Kasus
                                                                               45                        35                            47
 Number of Workplace Accidents                      Case

 Turnover Karyawan
                                                      %                      9,67                       7,16                         6,12
 Employee Turnover




                                                                                                               PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                 2025 Sustainability Report        69
Page 70
     PT Hutama Karya (Persero)
70   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
Profil Perusahaan
    Company Profile
                                      [OJK C]




            PT Hutama Karya (Persero)
              2025 Sustainability Report   71
Page 72
    Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan [OJK C.1]
    Vision, Mission, and Corporate Culture

Perseroan telah menetapkan visi dan misi perusahaan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
The Company has established its vision and mission in alignment with sustainability
principles.




                                VISI
                                Vision
                                                                                                     Perusahaan
                                                                                    Konstruksi dan Pengembang
                                                                                    Infrastruktur Terdepan yang
                                                                                                  Berkelanjutan
                                                                                     Leading Sustainable Construction
                                                                                         Enterprise and Infrastructure
                                                                                                            Developer




                                MISI
                                Mission
                                             Menyediakan layanan                                Investasi selektif berbasis
                                             konstruksi yang andal untuk                        infrastruktur untuk mendukung
                                             memberikan nilai tambah bagi                       ekosistem bisnis konstruksi;
                                             stakeholder;                                       Selective infrastructure-based
                                             Providing reliable construction                    investments to support the
                                             services to deliver added value to                 construction business ecosystem;
                                             stakeholders;

                                             Menyelesaikan mandat                               Meningkatkan kapabilitas
                                             Pemerintah atas pengusahaan                        korporasi yang berkelanjutan
                                             Jalan Tol Trans Sumatera yang                      melalui penguatan kapasitas
                                             memberikan nilai tambah                            keuangan, transformasi
                                             ekonomi dan sosial bagi                            human capital, digitalisasi,
                                             Masyarakat;                                        risk dan safety culture serta
                                             Completing the Government’s                        mengedepankan prinsip ESG.
                                             mandate for the development                        Enhancing sustainable
                                             and operation of the Trans-                        corporate capabilities through
                                             Sumatra Toll Road, which delivers                  strengthening financial capacity,
                                             economic and social added value                    human capital transformation,
                                             to the community;                                  digitalization, risk and safety
                                                                                                culture, while upholding ESG
                                                                                                principles.



         PT Hutama Karya (Persero)
 72      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
                                                                                                                                                               Profil Perusahaan
                                                                                                                                                                Company Profile



Nilai Keberlanjutan
Sustainability Values
Hutama Karya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia telah             As one of Indonesia’s State-Owned Enterprises, Hutama Karya has adopted the core values
mengadopsi Tata Nilai “AKHLAK” (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan                of “AKHLAK” (Trustworthy, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive, and Collaborative)
Kolaboratif) sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung visi Perseroan          as its corporate identity and as the foundation of its work culture. These values support
dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan di Perusahaan BUMN, Anak Perusahaan, dan          the Company’s vision and drive sustainable performance improvements across SOEs,
Perusahaan Afiliasi Terkonsolidasi. Nilai AKHLAK tidak hanya berfungsi sebagai identitas       subsidiaries, and consolidated affiliated entities. The AKHLAK values not only serve as
perusahaan, tetapi juga berperan sebagai landasan yang mengikat budaya kerja di dalam          the Company’s identity but also act as a unifying foundation for organizational culture,
organisasi, yang pada akhirnya mendorong terciptanya kinerja yang berkelanjutan. Nilai         ultimately fostering sustainable performance. The AKHLAK values implemented by the
AKHLAK yang diimplementasikan Perseroan telah selaras dengan nilai keberlanjutan.              Company are aligned with sustainability values.

Nilai-nilai utama AKHLAK memiliki keselarasan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan,
                                                                                               The core values of AKHLAK are aligned with sustainability principles, as outlined below
sebagaimana dijelaskan berikut ini




                                      manah                              Trustworthy
                                Memegang teguh kepercayaan yang diberikan.                                          Uphold the trust given.
                                Panduan perilaku nilai “Amanah”:                                                    “Amanah” value behavior guide:
                                • Memenuhi janji dan komitmen.                                                      • Fulfilling promises and commitment.
                                • Bertanggung jawab atas tugas, keputusan, dan tindakan yang dilakukan.             • Responsible for duty, decision, and actions done.
                                • Berpegang teguh kepada nilai moral dan etik.                                      • Firmly hold on to moral and ethics values.


                                      ompeten                            Competence
                                Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.                                        Continue to learn and develop capabilities.
                                Panduan perilaku nilai “Kompeten”:                                                  “Kompeten” value behavior guide:
                                • Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah.        • Improving self competency to face the everchanging challenge
                                • Membantu orang lain belajar.                                                      • Help others to learn
                                • Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.                                      • Finishing duty with best quality


                                      armonis                            Harmonious
                                Saling peduli dan menghargai perbedaan.                                             Mutual care and respect for difference.
                                Panduan perilaku nilai “Harmonis”:                                                  “Harmonis” value behavior guide:
                                • Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya.                                 • Respect people regardless of background
                                • Suka menolong orang lain.                                                         • Like to help others
                                • Membangun lingkungan kerja yang kondusif.                                         • Building a conducive work environment


                                      oyal                               Loyal
                                Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.                         Dedicated and prioritizing the interests of the Nation and the State.
                                Panduan perilaku nilai “Loyal”:                                                     “Loyal” value behavior guide:
                                • Menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, BUMN, dan Negara.                    • Keeping good names of fellow employees, leaders, State Owned
                                                                                                                       Enterprises, and Nation
                                •   Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar.                          • Willing to sacrifice for bigger purposes
                                •   Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan etika.      • Obey the leaders as long as not going against law and ethics


                                      daptif                             Adaptive
                                Terus berinovasi & antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan.        Continue to innovate and be enthusiastic in driving or facing change.
                                Panduan perilaku nilai “Adaptif”:                                                   “Adaptif” value behavior guide:
                                • Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik.                                 • Quickly adaptive to become better
                                • Terus-menerus melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi.               • Continue to keep up with technology development
                                • Bertindak proaktif.                                                               • Act proactively


                                      olaboratif                         Collaborative
                                Membangun kerja sama yang sinergis.                                                 Build synergistic cooperation.
                                Panduan perilaku nilai “Kolaboratif”:                                               “Kolaboratif” value behavior guide:
                                • Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi.                     • Give opportunities to various parties to contribute
                                • Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah.                       • Openness for partnership to create additional value
                                • Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.               • Mobilizing the use of various resources for common goals




Nilai Layanan: Melayani Sepenuh Hati                                                           Service Value: Serving with Wholehearted Commitment
Melayani Sepenuh Hati merupakan nilai komitmen Perusahaan sebagai bagian dari                  Serving with Wholehearted Commitment reflects the Company’s commitment,
BUMN di bawah Danantara dalam penyelenggaraan layanan yang berintegritas,                      as part of a State-Owned Enterprise under Danantara, in delivering services with
profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Nilai ini diwujudkan                integrity, professionalism, and a strong orientation toward the public interest.
melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dengan mengedepankan empati,                      This value is implemented through the execution of duties and responsibilities
kepedulian, dan kerendahan hati, serta pemahaman yang memadai terhadap                         by prioritizing empathy, care, and humility, as well as an adequate understanding
kebutuhan para pemangku kepentingan. Penerapan nilai Melayani Sepenuh Hati                     of stakeholders’ needs. The application of the Serving with Wholehearted
tercermin dalam perilaku kerja yang menjunjung tinggi etika, kualitas layanan,                 Commitment value is reflected in work behavior that upholds ethics, service
akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan, sehingga setiap interaksi dan proses               quality, accountability, and continuous improvement, thereby ensuring that every
pelayanan dilakukan secara bertanggung jawab, berkeadilan, dan memberikan                      interaction and service process is carried out responsibly, fairly, and provides
manfaat optimal bagi masyarakat Indonesia.                                                     optimal benefits to the people of Indonesia.



                                                                                                                                             PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                               2025 Sustainability Report          73
Page 74
     Identitas Perusahaan [OJK C.2, GRI 2-1, GRI 2-6]
     Company Identity



         Nama Perusahaan [GRI 2-1]                                Nama Singkat                                           Tanggal Pendirian
         Company name                                             Referred as                                            Date of Establishment

PT Hutama Karya (Persero)                                Perseroan                                              29 Maret 1961 / March 29, 1961



         Dasar Hukum Pendirian
         Legal Basis of Establishment

• Penetapan Pemerintah dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14                 • Government stipulation in the State Gazette of the Republic of Indonesia
  tahun 1971 menjadi Perusahaan Negara dan berganti nama menjadi                       No. 14 of 1971 became a State Company and changed its name to Hutama
  Perusahaan Negara Hutama Karya.                                                      Karya State Company.
• Perubahan Hutama Karya menjadi PT Hutama Karya (Persero) dengan akta               • The change of Hutama Karya to PT Hutama Karya (Persero) with deed
  No. 74 tanggal 15 Maret 1973 dari notaris Kartini Muljadi, S.H. yang disahkan        No. 74 dated March 15, 1973 from notary Kartini Muljadi, S.H. which was
  oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.                 authorized by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia with
  Y.A.5/300/4 tanggal 20 Agustus 1973, serta diumumkan dalam Lembaran                  Decree No. Y.A.5/300/4 dated August 20, 1973, and announced in the State
  Berita Negara No. 54 tanggal 1 Februari 1974, Tambahan No.10.                        Gazette No. 54 dated February 1, 1974, Supplement No.10.
• Akta notaris No. 01 tanggal 1 Oktober 2021 dan akta notaris No. 11 tanggal 8       • Notarial deed No. 01 dated October 1, 2021 and notarial deed No. 11 dated
  Februari 2022 dari notaris Ashoya Ratam, S.H, M.kn., tentang penambahan              February 8, 2022 from notary Ashoya Ratam, S.H, M.kn., concerning additional
  modal dari Negara Republik Indonesia. Perubahan ini mendapat                         capital from the Republic of Indonesia. These amendments were approved by
  persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik                        the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU
  Indonesia No. AHU AH.01.03- 0455708 tanggal 1 Oktober 2021 dan No. AHU-              AH.01.03- 0455708 dated October 1, 2021 and No. AHU-AH.01.03-0088020
  AH.01.03-0088020 tanggal 9 Februari 2022.                                            dated February 9, 2022.
• Akta Notaris No. 07 tanggal 16 Januari 2023 dari notaris Yumna Shabrina,           • Notarial Deed No. 07 dated January 16, 2023 from notary Yumna Shabrina,
  S.H, M.Kn. tentang perubahan anggaran dasar. Perubahan ini telah disetujui           S.H, M.Kn regarding amendments to the articles of association. This
  Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU                       amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the
  AH.01.03- 0008478 tanggal 19 Januari 2023.                                           Republic of Indonesia No. AHU AH.01.03- 0008478 dated January 19, 2023.
• Akta Notaris No. 50 tanggal 19 Desember 2023 dari notaris Ashoya Ratam, S.H,       • Notarial Deed No. 50 dated December 19, 2023 from notary Ashoya Ratam,
  M.Kn tentang penambahan modal dari Negara Republik Indonesia. Perubahan              S.H, M.Kn regarding additional capital from the Republic of Indonesia. This
  ini telah termuat dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 2 Januari           amendment has been published in the State Gazette of the Republic of
  2024 nomor I, Tambahan nomor 43/2024.                                                Indonesia dated January 2, 2024 number I, Supplement number 43/2024.




         Data Jaringan Kantor                                     Bidang Usaha [GRI 2-6]
         Office Network Data                                      Business Activities

1 Kantor Pusat/Head Office                               Industri konstruksi, pengusahaan jalan tol, layanan jasa peningkatan kemampuan di
8 Entitas Anak/Subsidiaries                              bidang jasa konstruksi, pengembangan properti, real estate, penyewaan ruangan serta
4 Entitas Anak Tidak Langsung/                           hotel, dan manufaktur.
  Indirect Subsidiaries                                  Construction industry, toll road concessions, capacity building services in the field of
                                                         construction services, property developer, real estate, rent of space and hotel, and
                                                         manufacture.



         Status Perusahaan                                        Akses Informasi
         Company Status                                           Information Access

Perseroan Terbatas                                                Kantor Pusat                                           Sekretaris Perusahaan
Limited Liability Company                                         Head Office                                            Corporate Secretary

                                                                  HK Tower                                               Hamdani
         Total Karyawan                                           Jl. Letjend. Haryono M.T. Kav. 8, Cawang,              Telp | Phone : (021) 8193708
         Total Employees                                          Jakarta 13340 Indonesia                                E-mail       : pthk@hutamakarya.com
                                                                  Telp | Phone : (021) 8193708

2.097
                                                                  Faks | Fax    : (021) 819 6107
                                                                  E-mail        : pthk@hutamakarya.com
                                                                  Website       : www.hutamakarya.com
orang per 31 Desember 2025
employees as of Dec 31, 2025
                                                                  Hubungan Investor                                      Media Sosial
                                                                  Investor Relations                                     Social media

                                                                  E-mail : investor.relations@hutamakarya.com                @HutamaKarya
                                                                                                                             Hutamakarya
                                                                                                                             Hutama Karya



           PT Hutama Karya (Persero)
  74       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
                                                                                                                                      Profil Perusahaan
                                                                                                                                       Company Profile




                                                                                                                 Modal Dasar
                                                                                                                 Authorized Capital
                                                         Kepemilikan [GRI 2-1]
                                                         Ownership                                        Rp250.000.000.000.000

                                                      0,00000076%                                                Modal Ditempatkan
                                                      Pemerintah Republik Indonesia                              dan Disetor Penuh
                                                      Government of the Republic of Indonesia                    Issued and Fully Paid-up Capital

                                                      99,99999924%
                                                      PT Danantara Asset Management (Persero)             Rp131.646.000.000.000

                                                                                                                 Negara Tempat Beroperasi
                                                                                                                 Country of Operation
                                                                                                          Indonesia



Informasi alamat Kantor Wilayah dan Kantor Cabang telah disajikan                Information on the addresses of Regional Offices and Branch Offices
secara lengkap pada Laporan Tahunan Perseroan tahun 2025                         has been fully presented in the Company’s 2025 Annual Report
bagian Profil Perusahaan.                                                        under the Company Profile section.




        Skala Perusahaan [OJK C.3]
        Company Scale


Tabel Skala Usaha Perusahaan
Table of Company Scale

         Uraian                     Satuan
                                                                    2025                           2024                                2023
       Description                   Unit

 Total Aset [OJK C.3]         Dalam Jutaan Rupiah
                                                                  189.098.170                     196.042.463                        169.739.487
 Total Assets                 In Million Rupiah

 Total Liabilitas [OJK C.3]   Dalam Jutaan Rupiah
                                                                   47.920.101                      58.042.012                          53.114.974
 Total Liabilities            In Million Rupiah

 Total Ekuitas [OJK C.3]      Dalam Jutaan Rupiah
                                                                  141.178.170                     138.000.451                        116.624.513
 Total Equity                 In Million Rupiah

 Nama Pemegang Saham          Persen                    • Pemerintah Republik           100% Negara Republik             100% Negara Republik
 dan Persentase               Percent                     Indonesia: 0,00000076%        Indonesia                        Indonesia
 Name of Shareholders                                   • PT Danantara Asset            100% Government of the           100% Government of the
 and Ownership                                            Management (Persero):         Republic of Indonesia            Republic of Indonesia
 Percentage                                               99,99999924%
                                                        • Government of the Republic
                                                          of Indonesia: 0.00000076%
                                                        • PT Danantara Asset
                                                          Management (Persero):
                                                          99.99999924%

 Jumlah Tempat Beroperasi     Negara
 Number of Operating          Country                                        2                              2                                    2
 Locations

 Jumlah Produk dan Jasa       Jenis Produk dan Jasa
 Number of Products and       Types of Products and                          4                              4                                    4
 Services                     Services




                                                                                                                      PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                        2025 Sustainability Report   75
Page 76
Informasi Mengenai Karyawan [OJK C.3, GRI                          Employee Information [OJK C.3, GRI 2-7, GRI 2-8]
2-7, GRI 2-8]


Sampai dengan 31 Desember 2025, jumlah karyawan Hutama             As of December 31, 2025, Hutama Karya employed a total of
Karya yaitu sebanyak 2.097 orang karyawan yang terdiri atas        2,097 employees, consisting of 1,383 permanent employees and
1.383 orang karyawan tetap dan 714 orang karyawan kontrak.         714 contract employees. The proportion of contract employees
Persentase karyawan kontrak di Perseroan yaitu sebesar 34%         represents 34% of the total workforce. Permanent employees
dibandingkan dengan total karyawan. Karyawan tetap adalah          are those whose employment relationship with the Company
karyawan yang hubungan kerja dengan perusahaan tidak dibatasi      is not limited by a fixed term and who are eligible to follow the
waktu tertentu dan dapat mengikuti matriks jalur karir sampai      career path matrix up to the highest applicable position level.
pada tingkatan jabatan tertinggi yang berlaku. Karyawan PKWT       Employees under fixed-term employment agreements (PKWT) are
adalah karyawan perusahaan yang terikat hubungan kerja waktu       those engaged for a specified period, with employment contracts
tertentu yang perjanjian kerjanya ditandatangani oleh EVP Divisi   signed by the EVP of the Human Capital Division as the Company’s
Human Capital sebagai perwakilan Perusahaan. Perseroan tidak       representative. The Company does not classify employees based
membagi karyawan berdasarkan waktu kerja yaitu penuh waktu         on working hours (full-time or part-time) and does not employ non-
dan paruh waktu serta tidak memiliki karyawan non-guaranteed       guaranteed hours employees. In 2025, the Company also provided
hours employees. Pada tahun 2025, Perseroan juga memberikan        internship opportunities to 157 individuals as part of its learning
kesempatan kepada 157 orang untuk magang sebagai pemenuhan         and development program, with the majority placed in the General
program pembelajaran yang mayoritas di tempatkan di Divisi Sipil   Civil Division, Corporate Secretary Division, and Building Division.
Umum, Sekretaris Perusahaan, dan Divisi Gedung.


Jumlah karyawan yang dilaporkan adalah posisi per 31 Desember      The number of employees reported reflects the position as of
2023, 2024, dan 2025 serta jumlah karyawan tidak mengalami         December 31 for 2023, 2024, and 2025, and there were no significant
fluktuasi yang signifikan, baik selama periode pelaporan maupun    fluctuations in employee numbers, either during the reporting
antara periode pelaporan. Hal tersebut terlihat pada demografi     period or between reporting periods. This is reflected in the
karyawan yang disajikan sebagai berikut.                           employee demographics presented as follows.


Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis                               Employee Composition by Gender
Kelamin

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Gender                                                              (dalam satuan orang/in number of persons)


          Jenis Kelamin
                                               2025                           2024                                  2023
             Gender

 Pria
                                               1.619                            482                                    437
 Male

 Wanita
                                                 478                           1.659                                 1.642
 Female

 Jumlah
                                               2.097                          2.141                                  2.075
 Total



Komposisi Karyawan Berdasarkan Level                               Employee Composition by Position Level and
Jabatan dan Jenis Kelamin                                          Gender

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Position Level and Gender                                           (dalam satuan orang/in number of persons)


                                               2025                           2024                                 2023*
          Level Jabatan
          Position Level               Pria   Wanita               Pria      Wanita                   Pria         Wanita
                                                          Total                           Total                                    Total
                                       Male   Female               Male      Female                   Male         Female

 EVP & Setingkat
                                         47        6         53      54            4         58           38              3            41
 EVP & Equivalent




          PT Hutama Karya (Persero)
 76       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
                                                                                                    Profil Perusahaan
                                                                                                     Company Profile




                                         2025                      2024                           2023*
          Level Jabatan
          Position Level         Pria    Wanita           Pria     Wanita            Pria         Wanita
                                                  Total                     Total                                  Total
                                 Male    Female           Male     Female            Male         Female

VP & Setingkat
                                  107       13      120    105        18      123      104             17            121
VP & Equivalent

Manajer & Setingkat
                                  150       25      175    151        24      175      157             29            186
Manager & Equivalent

Asisten Manajer & Setingkat
                                  301      110      411    366       117      483      295             84            379
Assistant Manager & Equivalent

Officer
                                  599      307      906    579       308      887      640            302            942
Officer

Personel Inti Proyek
                                  415       17      432    404        11      415      390             16            406
Key Project Personnel

Total                            1.619     478    2.097   1.659      482    2.141    1.642            437          2.075



Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia dan                   Employee Composition by Age and Gender
Jenis Kelamin

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Age and Gender                                     (dalam satuan orang/in number of persons)


                                         2025                      2024                           2023*
              Usia
              Age                Pria    Wanita           Pria     Wanita            Pria         Wanita
                                                  Total                     Total                                  Total
                                 Male    Female           Male     Female            Male         Female

>55 tahun
                                   95        9      104    113        12      125      125             16            141
>55 years

50-54 tahun
                                  142       21      163    157        24      181      181             21            202
50-54 years

45-49 tahun
                                  133       14      147    127        14      141      123             16            139
45-49 years

40-44 tahun
                                  123       27      150    144        21      165      140             19            159
40-44 years

35-39 tahun
                                  248       45      293    195        38      233      149             27            176
35-39 years

30-34 tahun
                                  557      156      713    451       119      570      383             91            474
30-34 years

25-29 tahun
                                  273      168      441    403       214      617      475            232            707
25-29 years

20-24 tahun
                                   48       38       86       69      40      109        48            29             77
20-24 years

Total                            1.619     478    2.097   1.659      482    2.141    1.642            437          2.075




                                                                                    PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                      2025 Sustainability Report      77
Page 78
Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat                           Employee Composition by Education Level
Pendidikan dan Jenis Kelamin                                     and Gender

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Education Level and Gender                               (dalam satuan orang/in number of persons)


                                                2025                     2024                            2023
        Tingkat Pendidikan
          Education Level               Pria    Wanita           Pria    Wanita            Pria         Wanita
                                                         Total                    Total                                 Total
                                        Male    Female           Male    Female            Male         Female

Pascasarjana
                                         380       72      452    243       42      285      186             34            220
Postgraduate

Sarjana
                                        1.099     374    1.473   1.219     398    1.617    1.201            370          1.571
Bachelor

Diploma
                                          68       25       93     95       35      130      106             39            145
Diploma

Non akademik
                                          72        7       79    102        7      109      131               8           139
Non-academic

Total                                   1.619     478    2.097   1.659     482    2.141    1.642            437          2.075



Komposisi Karyawan Berdasarkan Status                            Employee Composition by Employment
Kepegawaian dan Jenis Kelamin                                    Status and Gender

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin
Table of Employee Composition by Employment Status and Gender                             (dalam satuan orang/in number of persons)


                                                2025                     2024                            2023
        Status Kepegawaian
        Employment Status               Pria    Wanita           Pria    Wanita            Pria         Wanita
                                                         Total                    Total                                 Total
                                        Male    Female           Male    Female            Male         Female

Karyawan Tetap
                                        1.120     263    1.383   1.114     260    1.374     1.105           247          1.352
Permanent Employee

Karyawan Kontrak
                                         499      215      714    545      222      767      519            204            723
Contract Employee

Total                                   1.619     478    2.097   1.659     482    2.141    1.642            437          2.075




           PT Hutama Karya (Persero)
 78        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 79
                                                                                                     Profil Perusahaan
                                                                                                      Company Profile




Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis                     Employee Composition by Gender and Work
Kelamin dan Wilayah Kerja                                Region

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Table of Employee Composition by Gender and Work Region                              (dalam satuan orang/in number of persons)


                                      2025                        2024                              2023
            Wilayah Kerja
             Work Area       Pria    Wanita              Pria    Wanita               Pria         Wanita
                                                Total                        Total                                  Total
                             Male    Female              Male    Female               Male         Female

Kantor   
                               838      396     1.234      818         389   1.207      794            358          1.152
Office

Proyek
                               609       70       679      687          77     764      665             77            742
Project

Regional
                                96        4        84       65           7      72        78              9            87
Regional

Ruas Jalan Tol  
                                76        8       100       89           9      98        87              7            94
Toll Road Section

Total                        1.619      478     2.097    1.659         482   2.141    1.624            451          2.075



Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis               Permanent Employee Composition by Gender
Kelamin dan Wilayah Kerja                                and Work Region

Tabel Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Table of Permanent Employee Composition by Gender and Work Region                    (dalam satuan orang/in number of persons)


                                      2025                        2024                              2023
            Wilayah Kerja
             Work Area       Pria    Wanita              Pria    Wanita               Pria         Wanita
                                                Total                        Total                                  Total
                             Male    Female              Male    Female               Male         Female

Kantor   
                               602      231       833      570         224     794      549            212            757
Office

Proyek
                               382       29       411      429          33     462      439             30            469
Project

Regional
                                61        2        63       50           1      51        54              4            58
Regional

Ruas Jalan Tol  
                                75        1        76       65           2      67        63              5            68
Toll Road Section

Total                        1.120      263     1.383    1.114         260   1.374    1.105            251          1.352




                                                                                     PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                       2025 Sustainability Report      79
Page 80
Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan                                Contract Employee Composition by Gender
Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja                                       and Work Region

Tabel Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah Kerja
Table of Contract Employee Composition by Gender and Work Region                                                (dalam satuan orang/in number of persons)


                                                2025                               2024                                        2023
            Wilayah Kerja
             Work Area                   Pria   Wanita                Pria         Wanita                        Pria         Wanita
                                                              Total                           Total                                             Total
                                         Male   Female                Male         Female                        Male         Female

Kantor   
                                          236     165          401     248           165       413                245            150             395
Office

Proyek
                                          227      41          268     258            44       302                226             53             273
Project

Regional
                                          15        6           21      15             6        21                  24              5             29
Regional

Ruas Jalan Tol  
                                          21        3           24      24             7        31                  24              2             26
Toll Road Section

Total                                    499      215          714    545            222       767                519            210             723



Komposisi Karyawan Berdasarkan Wilayah                                Employee Composition by Work Region and
Kerja dan Status Kepegawaian                                          Employment Status

Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja dan Status Kepegawaian
Table of Employee Composition by Work Region and Employment Status                                              (dalam satuan orang/in number of persons)


                                                                                       2025
                 Wilayah Kerja
                  Work Area                       Tetap                Kontrak                  Alih Daya                           Jumlah
                                                Permanent              Contract                Outsourced                            Total

Kantor   
                                                        833                  401                      339                               1.234
Office

Proyek
                                                        411                  268                        -                                679
Project

Regional
                                                         63                   21                       35                                 84
Regional

Ruas Jalan Tol  
                                                         76                  24                       729                                100
Toll Road Section

Total                                              1.383                     714                  1.103                                 2.097




                                                                                       2024
                 Wilayah Kerja
                  Work Area                       Tetap                Kontrak                  Alih Daya                           Jumlah
                                                Permanent              Contract                Outsourced                            Total

Kantor   
                                                        794                  413                       317                              1.207
Office

Proyek
                                                        462                  302                            -                             764
Project

Regional
                                                         51                   21                        89                                 72
Regional

Ruas Jalan Tol  
                                                         67                   31                       418                                 98
Toll Road Section

Total                                               1.374                    767                      824                               2.141




            PT Hutama Karya (Persero)
 80         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
                                                                                                                Profil Perusahaan
                                                                                                                 Company Profile




                                                                            2023
               Wilayah Kerja
                Work Area                        Tetap        Kontrak               Alih Daya                      Jumlah
                                               Permanent      Contract             Outsourced                       Total

Kantor   
                                                       757        395                   421                           1.152
Office

Proyek
                                                       469        273                       -                           742
Project

Regional
                                                       58          29                   154                              87
Regional

Ruas Jalan Tol  
                                                       68          26                       -                            94
Toll Road Section

Total                                             1.352           723                   575                           2.075



Komposisi Karyawan Non Pegawai/Magang                         Non-Employee / Intern Composition by
Berdasarkan Jenis Kelamin dan Penempatan                      Gender and Placement

Tabel Komposisi Karyawan Magang Berdasarkan Gender
Table of Intern Composition by Gender

          Tahun                 Pria                             Wanita                                             Jumlah
                                                         %                              %
           Year                 Male                             Female                                              Total

2025                                120                 55%        99                  45%                             220

2024                                100                 54%        86                  56%                             186

2023                                148                 57%        110                 43%                             258




Tabel Komposisi Karyawan Magang Berdasarkan Penempatan
Table of Intern Composition by Placement

            Tahun                         Penempatan              Pria                Wanita                        Jumlah
             Year                          Placement              Male                Female                         Total

                          Proyek  
                                                                    43                   19                              62
                          Project

                          Cabang
                                                                        0                 1                               1
                          Branch
2025
                          Ruas
                                                                        0                 0                               0
                          Section

                          Kantor Pusat
                                                                    78                   79                            157
                          Head Office

                          Proyek
                                                                    34                   21                              55
                          Project

                          Cabang
                                                                        1                 0                               1
                          Branch
2024
                          Ruas
                                                                        3                 7                              10
                          Section

                          Kantor Pusat
                                                                    56                   62                            118
                          Head Office

                          Proyek
                                                                        8                 5                              13
                          Project

                          Cabang
                                                                        1                 2                               3
                          Branch
2023
                          Ruas
                                                                        2                 0                               2
                          Section

                          Kantor Pusat
                                                                    66                   64                            130
                          Head Office


                                                                                                PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                  2025 Sustainability Report   81
Page 82
    Wilayah Operasional [OJK C.3, GRI 2-1, 2-6]
    Operational Areas




Pada tahun 2025, Perseroan menjalankan kegiatan operasionalnya         In 2025, the Company conducted its operational activities across
di beberapa wilayah di Negara Republik Indonesia dan pasar luar        several regions within the Republic of Indonesia and in international
negeri. Pasar yang dilayani oleh Perseroan adalah pasar dalam          markets. The markets served by the Company are primarily
negeri atau. Wilayah operasional tahun 2025 adalah sebagai berikut.    domestic markets. The operational areas in 2025 are as follows.



                                                                       Jumlah              Jumlah proyek              Jumlah proyek
        Pulau                               Provinsi                    proyek               aktif - 2025              selesai - 2025
        Island                              Province                   Number             Number of active          Number of projects
                                                                      of projects          projects - 2025           completed - 2025

                           •   Aceh
                           •   Sumatra Barat/ West Sumatra
                           •   Riau
                           •   Sumatra Utara/ North Sumatra
 Sumatera                                                                 26                      16                         10
                           •   Bengkulu
                           •   Sumatra Selatan/South Sumatra
                           •   Jambi
                           •   Lampung

                           •   Jawa Timur / East Java
                           •   Jawa Tengah/Central Java
                           •   Jawa Barat /West Java
 Jawa                                                                     35                      28                         7
                           •   Yogyakarta
                           •   Banten
                           •   DKI Jakarta




         PT Hutama Karya (Persero)
 82      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 83
                                                                                                                        Profil Perusahaan
                                                                                                                         Company Profile




                                                                      Jumlah             Jumlah proyek               Jumlah proyek
        Pulau                            Provinsi                      proyek              aktif - 2025               selesai - 2025
        Island                           Province                     Number            Number of active           Number of projects
                                                                     of projects         projects - 2025            completed - 2025


 Kalimantan             Kalimantan Timur/East Kalimantan                 18                     9                             9

                        • Bali
 Bali & Nusa Tenggara                                                     5                     2                             3
                        • Nusa Tenggara Barat / West Nusa Tenggara

                        •   Gorontalo
                        •   Sulawesi Tenggara/Southeast Sulawesi
 Sulawesi                                                                 7                     7                             0
                        •   Sulawesi Tengah/Central Sulawesi
                        •   Sulawesi Selatan/South Sulawesi

                        •   Maluku
                        •   Papua Barat / West Papua
 Maluku & Papua                                                           8                     7                             1
                        •   Papua Selatan/ South Papua
                        •   Papua Pegunungan/ Highland Papua

                        Maliana, Distrik Bobonaro
 Timor Leste                                                              1                     1                             0
                        Maliana, Bobonaro District


Informasi lengkap terkait wilayah operasional telah disampaikan pada Bab Profil Perusahaan di Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025.
Complete information regarding operational areas has been presented in the Company Profile section of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.



                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                          2025 Sustainability Report   83
Page 84
    Aktivitas, Rantai Nilai dan Hubungan Bisnis Lainnya
    Activities, Value Chain, and Other Business Relationships


Kegiatan Usaha yang Dijalankan [OJK C.4, GRI 2-6]                     Business Activities [OJK C.4, GRI 2-6]

Berdasarkan Anggaran Dasar No. 37 tanggal 16 Juli 2025, Hutama        Based on the Articles of Association No. 37 dated July 16,
Karya melakukan usaha di bidang industri konstruksi, pengusahaan      2025, Hutama Karya operates in the construction industry, toll
jalan tol, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan,         road development and operation, fabrication industry, rental
investasi, agro industri, perdagangan, pengelolaan kawasan,           services, agency services, investment, agro-industry, trading,
layanan jasa peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi,         area management, capacity-building services in construction,
teknologi informasi, pengembang dan pengelolaan perusahaan            information technology, corporate development and management,
serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan dengan           as well as optimization of the Company’s resources by applying
menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Untuk mencapai         the principles of a Limited Liability Company. To achieve these
maksud dan tujuan tersebut, Perusahaan menyelenggarakan usaha         objectives, the Company conducts its main and supporting business
utama dan usaha lainnya sebagai berikut:                              activities as follows:
1. Pekerjaan Pelaksana Konstruksi                                     1. Construction Services
    - Pekerjaan Sipil (seluruh sektor pembangunan);                        - Civil Works (all development sectors);
    - Pekerjaan Gedung (seluruh sektor pembangunan);                       - Building Works (all development sectors);
    - Pekerjaan Mekanikal-Elektrikal termasuk jaringan dan                 - Mechanical and Electrical Works, including networks and
         instalasi;                                                             installations;
    - Pekerjaan Radio, Telekomunikasi dan Instrumentasi.                   - Radio, Telecommunications, and Instrumentation Works.
2. Pekerjaan Pengusahaan Jalan Tol                                    2. Toll Road Operations
    - Aktivitas Manajemen Dana lainnya;                                    - Other fund management activities;
    - Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis.                        - Engineering and technical consulting activities.
3. Pengusahaan lahan di ruang milik jalan tol dan lahan yang          3. Land utilization within toll road right-of-way areas and adjacent
    berbatasan dengan lahan di ruang milik jalan tol, meliputi             land, including but not limited to rest areas and fuel stations
    namun tidak terbatas pada tempat istirahat (rest area), Stasiun        (SPBU), as part of toll road activities.
    Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang mencakup aktivitas
    jalan tol.
4. Pekerjaan terintegrasi Engineering, Procurement, and               4.   Integrated Engineering, Procurement, and Construction
    Construction (EPC) dalam bidang perminyakan, agro industri             (EPC) projects in the oil and gas, agro-industry, electricity,
    kelistrikan, telekomunikasi, dan petrokimia.                           telecommunications, and petrochemical sectors.
5. Perbaikan/pemeliharaan/renovasi pada pekerjaan EPC.                5.   Repair/maintenance/renovation works within EPC projects.
6. Kegiatan usaha perkeretaapian.                                     6.   Railway business activities.
7. Kegiatan usaha penyelenggaraan Pelabuhan Umum dan                  7.   Operation of public and private ports.
    Pelabuhan Khusus.
8. Kegiatan usaha penyelenggaraan kebandaraan.                        8. Airport operation activities.
9. Kegiatan usaha logistik.                                           9. Logistics business activities.
10. Pengembangan dan pengelolaan Kawasan ekonomi khusus.              10. Development and management of special economic zones.
11. Investasi dan/atau pengelolaan usaha (penyertaan modal pada       11. Investment and/or business management (equity participation
    perusahaan lain).                                                     in other companies).
12. Jasa pertambangan.                                                12. Mining services.
13. Melakukan usaha di bidang agro industri.                          13. Agro-industry business activities.
14. Ekspor impor.                                                     14. Export and import activities.
15. Perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak.       15. Wholesale trading on a fee or contract basis.
16. Penerbitan piranti lunak (software).                              16. Software publishing.
17. Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya.          17. Information technology and other computer services.
18. Layanan jasa peningkatan kemampuan dibidang jasa                  18. Capacity-building services in the construction sector.
    konstruksi.
19. Pengembangan:                                                     19. Development activities:
    - Real estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak;               - Real estate on a fee or contract basis;
    - Real estate yang dimiliki Sendiri atau Disewa;                      - Owned or leased real estate;
    - Hotel Bintang.                                                      - Star-rated hotels.
20. Aktivitas Kantor Pusat.                                           20. Head office activities.




         PT Hutama Karya (Persero)
 84      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
                                                                                                                       Profil Perusahaan
                                                                                                                        Company Profile




Selain kegiatan usaha utama di atas, Perseroan dapat melakukan      In addition to the main business activities described above, the
usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber        Company may carry out supporting businesses to optimize the
daya yang dimiliki untuk:                                           utilization of its resources for:
1) Pelaksanaan penugasan Pemerintah sesuai dengan prinsip-          1) The implementation of Government assignments in accordance
    prinsip pengelolaan perusahaan dan peraturan perundang-              with corporate governance principles and applicable laws and
    undangan, termasuk namun tidak terbatas pada moda                    regulations, including but not limited to public transportation
    transportasi umum;                                                   modes;
2) Optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan meliputi          2) Optimization of the Company’s resources, including
    pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi, penyewaan aktiva           construction service education and training, and the leasing of
    tetap; dan                                                           fixed assets; and
3) Jasa informasi pariwisata.                                       3) Tourism information services.


Seluruh Kegiatan usaha menurut Anggaran Dasar telah dijalankan      All business activities in accordance with the Articles of Association
oleh Perusahaan.                                                    have been carried out by the Company.



Rantai Nilai                                                        Value Chain

Aktivitas Organisasi, Produk, Layanan dan                           Organizational Activities, Products, Services,
Pasar yang Dilayani [OJK C.4, GRI 2-6]                              and Markets Served [OJK C.4, GRI 2-6]

Sesuai dengan Anggaran Dasar terakhir, produk dan jasa yang         In accordance with the latest Articles of Association, the products
ditawarkan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:                   and services offered by the Company are as follows:


1.   Pengembangan Jalan Tol                                         1.   Toll Road Development
     Hutama Karya mendapatkan penugasan dari Pemerintah untuk            Hutama Karya has been mandated by the Government to
     membangun dan mengelola jalan tol yang membentang dari              develop and operate toll roads stretching from Aceh to Lampung.
     Aceh hingga Lampung. Pembangunan ini melibatkan Hutama              The construction involves Hutama Karya Infrastruktur as the
     Karya Infrastruktur sebagai kontraktor.                             contractor.
     1. Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar                                   1. Bakauheni-Terbanggi Besar Section
     2. Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung                2. Terbanggi Besar-Pematang Panggang–Kayu Agung Section
     3. Ruas Palembang-Sp Indralaya                                      3. Palembang-Sp. Indralaya Section
     4. Ruas Pekanbaru-Dumai                                             4. Pekanbaru-Dumai Section
     5. Ruas Indrapura-Kisaran                                           5. Indrapura-Kisaran Section
     6. Ruas Medan-Binjai                                                6. Medan-Binjai Section
     7. Ruas Binjai-Langsa                                               7. Binjai-Langsa Section
     8. Ruas Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu                                8. Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu Section
     9. Ruas Sp Indralaya-Muara Enim                                     9. Sp. Indralaya-Muara Enim Section
     10. Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat                        10. Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Section
     11. Ruas Betung-Jambi                                               11. Betung-Jambi Section
     12. Ruas Jambi-Rengat                                               12. Jambi-Rengat Section
     13. Ruas Batu Ampar-Hangnadim                                       13. Batu Ampar-Hang Nadim Section
     14. Ruas Langsa-Lhokseumawe                                         14. Langsa-Lhokseumawe Section
     15. Ruas Lhokseumawe-Sigli                                          15. Lhokseumawe-Sigli Section
     16. Ruas Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau                             16. Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau Section
     17. Ruas Padang-Pekanbaru                                           17. Padang-Pekanbaru Section
     18. Ruas Sigli-Banda Aceh                                           18. Sigli-Banda Aceh Section
     19. Ruas Rengat-Pekanbaru                                           19. Sengat-Pekanbaru Section
     20. Ruas Palembang-Tanjung Api Api                                  20. Palembang-Tanjung Api-Api Section
     21. Ruas Prapat-Taruntung-Sibolga                                   21. Parapat-Tarutung-Sibolga Section
     22. Ruas Rantau Prapat-Kisaran                                      22. Rantau Prapat-Kisaran Section
2.   Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol                             2.   Toll Road Operation and Maintenance
     Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol dilakukan berdasarkan            Toll road operation and maintenance are carried out based
     konsesi jalan tol yang dimiliki oleh Perseroan. Segmen              on toll road concessions held by the Company. This segment
     pengoperasian serta pemeliharaan jalan tol merupakan                represents the Company’s business expansion following the
     hasil dari upaya perluasan cakupan bisnis Perseroan, setelah        Government’s mandate to develop the Trans-Sumatra Toll
     penunjukan Pemerintah untuk menangani pembangunan                   Road.
     Jalan Tol Trans Sumatera.



                                                                                                       PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                         2025 Sustainability Report   85
Page 86
     1.  Jalan Tol Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar                         1.  Bakauheni-Terbanggi Besar Toll Road Section
     2.  Jalan Tol Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu            2.  Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung Toll
         Agung                                                                Road Section
     3. Jalan Tol Ruas Binjai-Stabat                                      3. Binjai-Stabat Toll Road Section
     4. Jalan Tol Ruas Palembang-Indralaya                                4. Palembang-Indralaya Toll Road Section
     5. Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S)                          5. Jakarta Outer Ring Road Section S (JORR-S)
     6. Jalan Tol Akses Tanjung Priok                                     6. Tanjung Priok Access Toll Road
     7. Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Dumai                                    7. Pekanbaru-Dumai Toll Road Section
     8. Jalan Tol Ruas Banda Aceh-Sigli (Sibanceh) Seksi 2,3,4            8. Banda Aceh-Sigli (Sibanceh) Toll Road Sections 2, 3, and 4
     9. Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Bangkinang-Koto Kampar                   9. Pekanbaru-Bangkinang-Koto Kampar Toll Road Section
     10. Jalan Tol Ruas Bengkulu-Taba Penanjung                           10. Bengkulu-Taba Penanjung Toll Road Section
     11. Jalan Tol Rusa Indralaya-Prabumulih                              11. Indralaya-Prabumulih Toll Road Section
3.   Jasa Konstruksi dan EPC                                         3.   Construction Services and EPC
     Untuk melengkapi bisnis Jasa Konstruksi, Perseroan pada              To complement its construction services business, in 2013 the
     tahun 2013 mulai mengembangkan segmen Engineering,                   Company began developing the Engineering, Procurement, and
     Procurement, and Construction (EPC), yakni proses perencanaan        Construction (EPC) segment, which encompasses design and
     atau design yang digunakan untuk pengadaan, pembelian yang           planning processes, procurement and purchasing, followed by
     kemudian berlanjut ke proses konstruksi atau membangun apa           construction or execution of the designed works.
     yang sudah dirancang.
     1. Infrastruktur Jembat Bendungan Meninting                          1.  Meninting Dam Bridge Infrastructure
     2. Bandara Pattimura, Ambon                                          2.  Pattimura Airport, Ambon
     3. MRT CP 106 Stasiun Bawah Tanah Dukuh Atas, Bundaran HI            3.  MRT CP 106 Underground Stations at Dukuh Atas and
                                                                              Bundaran HI
     4.  Bandara Jenderal Besar Soedirman Wirasaba                        4. General Soedirman Airport, Wirasaba
     5.  East Connection Taxyway I, Soetta                                5. East Connection Taxiway I, Soekarno-Hatta Airport
     6.  Bendungan Ladongi Paket II                                       6. Ladongi Dam Package II
     7.  Spillway Bendungan Bintang Bano                                  7. Bintang Bano Dam Spillway
     8.  Pembangunan Spam IKK Sambong, IKK Jiken, IKK Jepon,              8. Development of SPAM IKK Sambong, IKK Jiken, IKK Jepon,
         IKK Bogorejo, dan MBR Blora                                          IKK Bogorejo, and MBR Blora
     9. Jalan Tol Manado-Bitung                                           9. Manado-Bitung Toll Road
     10. Jalan Tol Tebing Tinggi-Indrapura-Kisaran                        10. Tebing Tinggi-Indrapura-Kisaran Toll Road
     11. PLBN Entikong                                                    11. Entikong PLBN (Cross-Border Post)
     12. Jembatan Pulau Balang II                                         12. Balang Island Bridge II
     13. Pelabuhan Belawan                                                13. Belawan Port
     14. Design & Build New Jettyfor PT Sarana Citranusa Kabil at         14. Design & Build New Jetty for PT Sarana Citranusa Kabil at
         Kabil Industrial Estate, Batam                                       Kabil Industrial Estate, Batam
     15. Dermaga Pelabuhan Merauke                                        15. Merauke Port Jetty
     16. Pelabuhan Sanur                                                  16. Sanur Port
     17. Pekerjaan Design and Build Pembangunan Dermaga Curah             17. Design and Build of Dry Bulk Terminal Jetty at Teluk
         Kering di Terminal Teluk Lamong                                      Lamong Terminal
     18. Design & Build Perkuatan dan Peninggian Dermaga                  18. Design & Build Strengthening and Elevation of Samudera
         Samudera Pelabuhan Tanjung Emas                                      Jetty at Tanjung Emas Port
     19. Pembangunan Perkuatan dan Peninggian Dermaga Peldam              19. Strengthening and Elevation of Peldam 2 Jetty at Tanjung
         2 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang                                    Emas Port, Semarang
     20. Dermaga Pelabuhan Ahmad Yani                                     20. Ahmad Yani Port Jetty
     21. Dermaga Ex Presiden dan Pembangunan Lapangan Dry                 21. Former Presidential Jetty and Dry Bulk Yard Development
         Bulk Ex. Dermaga Presiden Di Pelabuhan Tanjung Priok                 at Tanjung Priok Port
     22. Gedung HK Office Tower                                           22. HK Office Tower Building
     23. Ekstension T3 Pier 1 Bandara Soetta                              23. Extension of T3 Pier 1 at Soekarno-Hatta Airport
     24. RSKD Duren Sawit                                                 24. Duren Sawit Regional Hospital
     25. RSUD Pangandaran                                                 25. Pangandaran Regional Hospital
     26. Rusun Daan Mogot                                                 26. Daan Mogot Flats
     27. Hotel Ultimate 3 Bandara Soetta                                  27. Ultimate 3 Hotel at Soekarno-Hatta Airport
     28. Tol Serbelawan Siantar (Seksi 4)                                 28. Serbelawan-Siantar Toll Road (Section 4)
     29. Irigasi Rentang                                                  29. Rentang Irrigation
     30. Gedung Kawasan Kemenko 2, IKN                                    30. Coordinating Ministry Area Building 2, IKN
     31. Gedung Rusun ASN II, IKN                                         31. ASN Flats II, IKN
     32. Sumatra Operation Road & Well Pad Improvement                    32. Sumatra Operation Road & Well Pad Improvement



          PT Hutama Karya (Persero)
 86       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 87
                                                                                                                          Profil Perusahaan
                                                                                                                           Company Profile




     33. Gedung Fasilitas Bandara VVIP, IKN                                33. VVIP Airport Facility Building, IKN
     34. Gedung Infrastruktur Tahap II (PK9) BI Karawang                   34. Phase II Infrastructure Building (PK9) BI Karawang
     35. Proving Ground Bekasi                                             35. Proving Ground Bekasi
     36. Gedung RSUD Bengkulu                                              36. Bengkulu Regional Hospital Building
     37. Gedung RSUD Bima                                                  37. Bima Regional Hospital Building
     38. Irigasi Aceh                                                      38. Aceh Irrigation
     39. Irigasi Riau                                                      39. Riau Irrigation
     40. Rehabilitasi Irigasi Solo                                         40. Solo Irrigation Rehabilitation
     41. Rehabilitasi Irigasi Bali                                         41. Bali Irrigation Rehabilitation
     42. Rehabilitasi Irigasi Maluku Utara                                 42. North Maluku Irrigation Rehabilitation
     43. Tol IKN Karangjoang-KKT Kariangau                                 43. IKN Toll Road Karangjoang-KKT Kariangau
     44. Sarana Prasarana 1B IKN                                           44. Infrastructure Facilities 1B, IKN
     45. RS Vertikal IKN                                                   45. Vertical Hospital, IKN
     46. Jalan OIKN                                                        46. OIKN Road
     47. Bendungan Jatigede                                                47. Jatigede Dam
     48. Jembatan Pulau Balang                                             48. Balang Island Bridge
     49. Grati CCPP Extension Project 450 MW                               49. Grati CCPP Extension Project 450 MW
     50. PLTU Takalar (2X100 MW)                                           50. Takalar Steam Power Plant (2x100 MW)
     51. PLTU Cilacap 1 X 660 MW (PKT 2)                                   51. Cilacap Steam Power Plant 1x660 MW (Package 2)
     52. Transmisi PLN Pasuruan                                            52. PLN Transmission Pasuruan
     53. Pabrik Gula Dompu                                                 53. Dompu Sugar Factory
     54. Cement Grinding Plant Cigading                                    54. Cement Grinding Plant Cigading
     55. Clinker Plant Line-2                                              55. Clinker Plant Line-2
     56. PLTM Lambur                                                       56. Lambur Mini Hydropower Plant (PLTM)
     57. PLTU Suralaya                                                     57. Suralaya Steam Power Plant
     58. Dermaga TBBM Tanjung Batu                                         58. TBBM Tanjung Batu Jetty
     59. Proyek EPC Pengembangan Pelabuhan PT Petrokimia                   59. EPC Project for Port Development of PT Petrokimia Gresik
         Gresik


4.   Pengembangan Properti                                            4.   Property Development
     Pada tahun 2010, melalui anak perusahaannya yang pertama              In 2010, through its first subsidiary, Hutama Karya Realtindo,
     yaitu Hutama Karya Realtindo, Hutama Karya memasuki                   Hutama Karya entered the property business as part of its
     bisnis properti sebagai bagian dari upaya diversifikasi usaha,        business diversification efforts and as a strategic initiative to
     sekaligus sebagai upaya strategis dalam rangka melebarkan             expand downstream within the construction industry. This
     sayap di hilir industri konstruksi dan hingga saat ini terus          segment has continued to grow to date.
     berkembang.
     1. Habitare Apart & Hotel                                             1. Habitare Apart & Hotel
     2. H Residence M.T. Haryono                                           2. H Residence M.T. Haryono
     3. H Residence Kemayoran                                              3. H Residence Kemayoran
     4. The Enviro Cikarang                                                4. The Enviro Cikarang
     5. H Residence Sentul                                                 5. H Residence Sentul
     6. Kubikahomy                                                         6. Kubikahomy
     7. Harper Hotel MT Haryono                                            7. Harper Hotel MT Haryono
     8. Up Peak Hotel Simpang Lima Semarang                                8. Up Peak Hotel Simpang Lima Semarang
     9. Aston Priority Simatupang                                          9. Aston Priority Simatupang
     10. Citadines Ascott Rasuna                                           10. Citadines Ascott Rasuna
     11. HK Tower                                                          11. HK Tower
     12. H Mansion Pejaten                                                 12. H Mansion Pejaten
     13. H City Sawangan                                                   13. H City Sawangan
     14. Southern Mampang                                                  14. Southern Mampang
     15. The H Tower                                                       15. The H Tower


INVESTASI                                                             INVESTMENT
Perseroan melakukan penyertaan modal (kegiatan investasi) pada        The Company undertakes capital participation (investment activities)
proyek-proyek KPBU antara lain:                                       in Public-Private Partnership (PPP/KPBU) projects, including:
• Investasi pada PT Anggrek Gorontalo International Terminal          • Investment in PT Anggrek Gorontalo International Terminal
    sesuai dengan porsi Hutama Karya dalam konsorsium tersebut.            in accordance with Hutama Karya’s ownership portion in the
                                                                           consortium.



                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   87
Page 88
•    Investasi pada PT Indonesia International Automotive Proving     •   Investment in PT Indonesia International Automotive Proving
     Ground sesuai dengan porsi Hutama Karya dalam konsorsium             Ground in accordance with Hutama Karya’s ownership portion
     tersebut.                                                            in the consortium.


Selain itu Perseroan juga melakukan penyertaan modal/investasi        In addition, the Company also carries out other capital participation/
lain yaitu:                                                           investments, including:
• Pemerintah saat ini sedang berfokus pada pembangunan                • The Government is currently focusing on the development of
     Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, mulai dari              the Nusantara Capital City (IKN) in East Kalimantan, covering
     infrastruktur dasar, kawasan pemerintahan Negara hingga               basic infrastructure, government areas, and housing for civil
     perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Melihat rencana                servants (ASN). Considering the significant IKN development
     anggaran IKN yang sangat besar, terdapat potensi pasar pada           budget, there are substantial market opportunities in the
     industri konstruksi di IKN, salah satunya adalah penyediaan           construction industry, including the provision of construction
     material konstruksi termasuk beton, di mana untuk memastikan          materials such as concrete. To ensure sustainable supply,
     ketersediaan secara berkesinambungan maka Hutama                      Hutama Karya, together with PT Wijaya Karya (Persero) Tbk,
     Karya bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya            PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan
     (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk,                (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), and PT Nindya
     PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero)           Karya (Persero), established PT Karya Logistik Nusantara,
     mendirikan PT Karya Logistik Nusantara yang bergerak di bisnis        which operates in concrete production and logistics to support
     produksi beton dan logistik untuk mendukung pelaksanaan               IKN development.
     pembangunan IKN.
• Setoran modal kepada PT Hutama Marga Waskita Pemerintah             •   Capital injection into PT Hutama Marga Waskita. The
     memberikan penugasan kepada Hutama Karya untuk                       Government has assigned Hutama Karya to develop and
     membangun dan mengoperasikan Jalan Tol Trans Sumatera                operate the Trans-Sumatra Toll Road from Lampung Province
     dari Provinsi Lampung sampai Provinsi Aceh termasuk Jalan Tol        to Aceh Province, including the Kuala Tanjung – Tebing Tinggi
     Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat di Provinsi Sumatera        – Parapat Toll Road Section in North Sumatra Province, which
     Utara yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita selaku Anak         is managed by PT Hutama Marga Waskita as a subsidiary of
     Perusahaan Hutama Karya. Dalam rangka mensukseskan                   Hutama Karya. To support this mandate, Hutama Karya made
     penugasan tersebut, Hutama Karya melakukan penambahan                additional capital injections in 2023 to finance the development
     setoran modal di tahun 2023 untuk memenuhi pendanaan                 of the toll road.
     pembangunan jalan tol tersebut.


Informasi mengenai kegiatan usaha menurut Anggaran Dasar              Information regarding the Company’s business activities based
Perusahaan telah disajikan secara rinci pada bab Profil Perusahaan    on its Articles of Association has been presented in detail in the
Laporan Tahunan Perseroan tahun 2025.                                 Company Profile section of the Company’s 2025 Annual Report.


Rantai Pasok [GRI 2-6]                                                Supply Chain [GRI 2-6]

Hutama Karya senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan                Hutama Karya remains committed to increasing the contribution of
kontribusi pemasok lokal dalam kegiatan bisnisnya. Dalam rangka       local suppliers in its business activities. In supporting its business
menunjang aktivitas bisnisnya, Hutama Karya telah melibatkan          operations, Hutama Karya has engaged various suppliers of goods,
berbagai pemasok barang yang meliputi 132 pemasok (pemasok            comprising 132 national/local goods suppliers and 622 national/
Barang Nasional/Lokal) dan 622 pemasok (pemasok Jasa Nasional/        local service suppliers. Throughout 2025, Hutama Karya has
lokal). Sepanjang tahun 2025, Hutama Karya telah bekerja sama         collaborated with 754 local suppliers.
dengan 754 pemasok lokal.


Entitas Hilir [GRI 2-6]                                               Downstream Entities [GRI 2-6]

Sebagai bagian dari penguatan kinerja dan transformasi bisnis,        As part of strengthening performance and business transformation,
Perseroan menjalin sinergi yang terintegrasi dengan entitas anak      the Company establishes integrated synergies with its subsidiaries
untuk mendorong efisiensi, inovasi, serta pertumbuhan yang            to drive efficiency, innovation, and sustainable growth. The
berkelanjutan. Adapun sinergi dengan entitas anak sebagai berikut.    synergies with subsidiaries are as follows.




         PT Hutama Karya (Persero)
    88   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 89
                                                                                                                                          Profil Perusahaan
                                                                                                                                           Company Profile




          ENTITAS ANAK                                                                       SINERGI
          SUBSIDIARIES                                                                      SYNERGIES

 PT HK Realtindo (HKR)                 HKR berperan sebagai pengelola rest area jalan tol yang dimiliki oleh HK group
                                       HKR acts as the operator of toll road rest areas owned by the HK Group

 PT Hakaaston (HKA)                    HKA berperan sebagai penyedia layanan operasi dan pemeliharaan Jalan Tol yang dimiliki oleh HK group
                                       HKA serves as the provider of toll road operation and maintenance services within the HK Group

 PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI)   HKI berperan sebagai kontraktor dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Dalam pembangunan JTTS,
                                       HKI menggunakan produk precast dari HKA dan tulangan besi beton dari BS
                                       HKI acts as the contractor for the construction of the Trans-Sumatra Toll Road (JTTS). In the development of JTTS, HKI
                                       utilizes precast products from HKA and reinforcing steel from BS




Hubungan Bisnis Lain yang Relevan [GRI 2-6]                                       Other Relevant Business Relationships [GRI 2-6]

Selain itu, Perseroan juga melakukan Kerja Sama Operasi (KSO)                     In addition, the Company also engages in Joint Operations (KSO)
dalam berbagai proyek. Berikut KSO yang dilakukan pada tahun                      across various projects. The KSOs undertaken in 2025 are as follows.
2025 adalah sebagai berikut.


              KERJA SAMA OPERASI                                                                  PARTNER KSO
               JOINT OPERATIONS                                                                   KSO PARTNERS

 Wanam–Muting (Papua Selatan)
                                                        PT Nindya Karya, PT Batulicin Beton Asphalt, PT Modern Widya Tehnical
 Wanam–Muting (South Papua)

 Paket F IKN – KIPP 1B
                                                        PT PP (Persero) Tbk
 IKN Package F – KIPP 1B

 Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket II
                                                        PT Acset Indonusa Tbk, PT Nindya Karya (Persero)
 Probolinggo–Banyuwangi Toll Road Package II

 Tol Serang–Panimbang Seksi III
                                                        PT Brantas Abipraya, PT Jaya Konstruksi, PT Yasa Patria Perkasa
 Serang–Panimbang Toll Road Section III




Perubahan Perusahaan yang Bersifat                                                Significant Changes in the Company’s
Signifikan Pada Organisasi [OJK C.6, GRI 2-6]                                     Organization [OJK C.6, GRI 2-6]

Sepanjang tahun 2025, terdapat perubahan Perseroan yang                           Throughout 2025, there were significant changes within the
bersifat signifikan. Terdapat perubahan pemegang saham berupa                     Company. These included changes in shareholding structure,
pengalihan kepemilikan saham dari Republik Indonesia kepada                       specifically the transfer of ownership of shares of the Government
PT Danantara Asset Management (Persero).                                          of the Republic of Indonesia to PT Danantara Asset Management
                                                                                  (Persero).




                                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                            2025 Sustainability Report   89
Page 90
      Keanggotaan Asosiasi [OJK C.5, GRI 2-28]
      Association Memberships


Hingga akhir tahun 2025, Perseroan memperkuat bisnis dengan                    As of the end of 2025, the Company has strengthened its business
menjadi anggota di berbagai organisasi. Perseroan tergabung                    by becoming a member of various organizations. The Company is a
dengan Asosiasi Tol Indonesia (ATI) yang merupakan asosiasi                    member of the Indonesian Toll Road Association (ATI), which plays
yang memiliki peran dalam proses pembangunan dan layanan                       a role in the development and operation of toll roads to support
jalan tol guna mewujudkan infrastruktur berkelanjutan dengan                   sustainable infrastructure with the best services for toll road users.
layanan terbaik bagi pengguna jalan tol. Selain itu, ATI senantiasa            In addition, ATI continuously encourages its members to contribute
mendorong kontribusi anggotanya terhadap pembangunan                           to national infrastructure development while fostering the growth
infrastruktur nasional, sekaligus mengembangkan potensi industri               potential of the toll road industry in the private sector. Other
jalan tol di sektor swasta. Adapun asosiasi lainnya sebagai berikut:           associations include the following:


                                  Nama Organisasi/Asosiasi                                          Peran                         Skala
 No
                                Organization/Association Name                                        Role                         Scale

  1     Asosiasi Tol Indonesia (ATI)                                                               Anggota                       Nasional
        Indonesian Toll Road Association (ATI)                                                     Member                        National

  2     Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI)                                                        Anggota                       Nasional
        Indonesian Contractors Association (AKI)                                                   Member                        National

  3     Himpunan Pengembang Jalan Indonesia                                                        Anggota                       Nasional
        Indonesian Road Development Association                                                    Member                        National

  4     Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI)                                  Anggota                       Nasional
        Indonesian Construction Safety Experts Association (PAKKI)                                 Member                        National

  5     Persatuan Insinyur Indonesia (PII)                                                         Anggota                       Nasional
        Indonesian Engineers Association (PII)                                                     Member                        National

  6     Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi                                                       Anggota                       Nasional
        Construction Services Development Institute                                                Member                        National

  7     Asosiasi Aspal dan Beton Indonesia                                                         Anggota                       Nasional
        Indonesian Asphalt and Concrete Association                                                Member                        National

  8     Gabungan Perusahaan Nasional Racangbangun Indonesia                                        Anggota                       Nasional
        Indonesian National Construction Companies Association                                     Member                        National

  9     Asosiasi Kontraktor Air Indonesia                                                          Anggota                       Nasional
        Indonesian Water Contractors Association                                                   Member                        National

  10    Kamar Dagang dan Industri                                                                  Anggota                       Nasional
        Indonesian Chamber of Commerce and Industry                                                Member                        National

  11    Perkumpulan Afiliasi Konstruksi dan Instalasi Indonesia                                    Anggota                       Nasional
        Indonesian Construction and Installation Affiliation Association                           Member                        National

  12    Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA)                                Anggota                       Nasional
        Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA)                                Member                        National

  13    Perkumpulan Tenaga Profesional dan Ahli Konstruksi Mandiri (PERPAKOM)                      Anggota                       Nasional
        Association of Independent Construction Professionals and Experts (PERPAKOM)               Member                        National

  14    Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Ramping Indonesia (IAMKRI)                                Anggota                       Nasional
        Indonesian Lean Construction Management Experts Association (IAMKRI)                       Member                        National




         PT Hutama Karya (Persero)
 90      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
                Profil Perusahaan
                 Company Profile




PT Hutama Karya (Persero)
  2025 Sustainability Report   91
Page 92
Penjelasan Direksi
Board of Directors’ Explanation
OJK D.1, GRI 2-22




     PT Hutama Karya (Persero)
92   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 93
PT Hutama Karya (Persero)
  2025 Sustainability Report   93
Page 94
                                             Penjelasan
                                                 Direksi
                                                           Board of
                                                          Directors’
                                                        Explanation
                                                                       [OJK D.1, GRI 2-22]




                                                                    Koentjoro
                                                                          Direktur Utama
                                                                        President Director




              Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang terhormat,
     Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat
       dan karunia-Nya, sehingga sepanjang tahun 2025 PT Hutama Karya (Persero)
     mampu mencatatkan berbagai pencapaian terkait keberlanjutan yang meliputi
                               aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan governance.

                                                Dear Shareholders and Stakeholders,
          We express our gratitude to God Almighty for His blessings and grace, which
         have enabled PT Hutama Karya (Persero) throughout 2025 to record various
     achievements related to sustainability, encompassing economic, environmental,
                                                      social, and governance aspects.




     PT Hutama Karya (Persero)
94   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
                                                                                                                     Penjelasan Direksi
                                                                                                        Board of Directors’ Explanation




Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen        These awards represent a form of appreciation for the Company’s
Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha secara profesional,       commitment to conducting its business activities in a professional
bertanggung jawab, serta berlandaskan prinsip keberlanjutan.         and responsible manner, while upholding sustainability principles.
Direksi meyakini bahwa capaian ini tidak terlepas dari kerja keras   The Board of Directors believes that these achievements are
seluruh insan Hutama Karya serta dukungan dan kepercayaan yang       inseparable from the dedication of all Hutama Karya personnel, as
diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan.                         well as the support and trust extended by all stakeholders.


Pada kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan berbagai              On this occasion, we would like to present the various achievements
capaian dan penghargaan yang diraih sebagai hasil dari komitmen      and awards attained as a result of PT Hutama Karya (Persero)’s
PT Hutama Karya (Persero) dalam menerapkan prinsip keberlanjutan     commitment to implementing sustainability principles across all
di seluruh kegiatan usaha dan operasional perusahaan.                business activities and operational aspects of the Company.


Kebijakan untuk Merespon Tantangan                                   Policies to Address Challenges in the
dalam Pemenuhan Strategi Keberlanjutan                               Implementation of Sustainability Strategy

Perseroan sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara               The Company, as part of a State-Owned Enterprise, plays a role
memiliki peran untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur           in continuing infrastructure development in Indonesia as part of
di Indonesia sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda           its commitment to supporting the national development agenda,
pembangunan nasional, memperkuat konektivitas antardaerah,           strengthening interregional connectivity, improving logistics
meningkatkan efisiensi logistik, serta menghadirkan manfaat          efficiency, and delivering broader social and economic benefits
sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Hutama Karya     to the community. Hutama Karya, as one of the State-Owned
sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia      Enterprises (BUMN) in Indonesia, has adopted the “AKHLAK”
telah mengadopsi Tata Nilai “AKHLAK” (Amanah, Kompeten,              core values (Amanah, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai identitas         and Collaborative) as its identity and a unifying element of work
dan perekat budaya kerja yang mendukung visi Perseroan dan           culture that supports the Company’s vision and the continuous
peningkatan kinerja secara berkelanjutan di Perusahaan BUMN,         improvement of performance across State-Owned Enterprises,
Anak Perusahaan, dan Perusahaan Afiliasi Terkonsolidasi. Nilai       Subsidiaries, and Consolidated Affiliated Companies. The AKHLAK
AKHLAK yang diimplementasikan Perseroan telah selaras dengan         values implemented by the Company are aligned with sustainability
nilai keberlanjutan. Nilai AKHLAK tidak hanya berfungsi sebagai      values. These values not only serve as the Company’s identity,
identitas perusahaan, tetapi juga berperan sebagai landasan yang     but also function as a foundation that binds the organizational
mengikat budaya kerja di dalam organisasi, yang pada akhirnya        work culture, ultimately driving the achievement of sustainable
mendorong terciptanya kinerja yang berkelanjutan.                    performance.


Dalam menerapkan nilai keberlanjutan, Perseroan menghadapi           In implementing sustainability values, the Company faces various
berbagai isu yang berpotensi memengaruhi kinerja dan                 issues that may affect its performance and business sustainability,
keberlanjutan usaha yaitu fluktuasi harga bahan baku karena          including fluctuations in raw material prices due to the impact of the
dampak nilai tukar rupiah serta isu geo-politik. Namun demikian,     Rupiah exchange rate as well as geopolitical issues. Nevertheless, in
dalam menghadapi isu tersebut Hutama Karya senantiasa                addressing these challenges, Hutama Karya continuously maximizes
memaksimalkan kekuatan dan peluang sekaligus memitigasi              its strengths and opportunities while mitigating weaknesses and
kelemahan dan ancaman secara terstruktur, Hutama Karya terus         threats in a structured manner. Hutama Karya remains committed
mengharapkan dan mengupayakan kontribusi tetap diberikan pada        to ensuring that it continues to contribute to the development of
perkembangan industri dan perekonomian secara keseluruhan di         the industry and the overall economy in the future.
masa mendatang


Sebagai langkah nyata Perseroan dalam menerapkan nilai-nilai         As a concrete step in implementing sustainability values, the
keberlanjutan, Perseroan memiliki komitmen dalam menerapkan          Company is committed to integrating sustainability as part of its
keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis untuk mendukung    business strategy to support the achievement of the Sustainable
tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development            Development Goals (SDGs). The Company consistently supports
Goals/SDGs). Perseroan senantiasa mendukung SDGs 15 Life on          SDG 15 Life on Land through the conservation of the Sumatran
Land melalui pelestarian Gajah Sumatra. Perseroan mendukung          elephant. In addition, the Company supports SDG 13 Climate Action
SDGs 13 Climate Action melalui penyusunan roadmap penurunan          through the development of a greenhouse gas (GHG) emission
emisi gas rumah kaca (GRK) dengan target NZE di tahun 2060.          reduction roadmap, targeting Net Zero Emissions (NZE) by 2060.


Perseroan turut mendukung SDGs 3 Good Health and Well-Being          The Company also supports SDG 3 Good Health and Well-Being
melalui pengelolaan risiko K3 secara berkelanjutan melalui proses    through the continuous management of occupational health
identifikasi bahaya, penilaian tingkat risiko, serta penetapan       and safety (OHS) risks by conducting hazard identification, risk
langkah-langkah pengendalian K3 secara rutin. Perseroan              assessment, and the regular implementation of OHS control
mendukung SDGs 9 Industry, Innovation and Infrastructure melalui     measures. The Company supports SDG 9 Industry, Innovation



                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                          2025 Sustainability Report   95
Page 96
aktivitas pembangunan green construction dan bangunan gedung           and Infrastructure through green construction activities and the
hijau. Perseroan juga senantiasa mendukung SDGs lainnya yang           development of green buildings. The Company also consistently
sejalan dengan aktivitas bisnis Perseroan, serta melalui berbagai      supports other SDGs that are aligned with its business activities,
kegiatan TJSL selama tahun berjalan.                                   as well as through various Social and Environmental Responsibility
                                                                       (TJSL) programs carried out during the year.


Atas komitmen Perseroan dalam menerapkan keberlanjutan di              In recognition of the Company’s commitment to implementing
seluruh aktivitas operasionalnya, sepanjang tahun 2025 Perseroan       sustainability across all operational activities, throughout 2025
berhasil meningkatkan kinerja aspek ekonomi, lingkungan,               the Company successfully improved its performance in economic,
dan sosial. Perseroan berhasil meningkatkan jumlah proyek              environmental, and social aspects. The Company increased the
yang diterima menjadi sebesar 339 kontrak di tahun 2025,               number of projects secured to 339 contracts in 2025, an increase
meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 277 kontrak.            compared to 277 contracts in 2024. In 2025, there was an increase
di tahun 2025, terdapat peningkatan nilai proyek aktif menjadi         in the value of active projects to IDR91,700,719 million, compared
sebesar Rp91.700.719 juta meningkat dibandingkan 2024 yang             to IDR68,368,248 million in 2024. The Company also increased its
sebesar Rp68.368.248 juta. Perseroan berhasil meningkatkan             profit to IDR3,088,583 million, compared to IDR2,766,522 million in
laba perusahaan menjadi sebesar Rp3.088.583 juta, meningkat            2024.
dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp2.766.522 juta.


Di tahun 2025, Perseroan berhasil mengkonsolidasikan data              In 2025, the Company successfully consolidated data related to
terkait aspek lingkungan, serta telah menetapkan baseline untuk        environmental aspects and established a baseline for measuring
pengukuran energi dan emisi yang dihasilkan. Perseroan berhasil        energy consumption and emissions generated. The Company
melaksanakan kegiatan penanaman pohon di tahun 2025 sebanyak           carried out tree planting activities totaling 1,600 trees in 2025.
1.600 pohon. Perseroan berhasil meningkatkan biaya lingkungan          The Company also increased environmental expenditures to
menjadi sebesar Rp4.791.108.160, meningkat dibandingkan tahun          IDR4,791,108,160, compared to IDR3,100,584.25 in 2024.
2024 yang sebesar Rp3.100.584,25.


Perseroan berhasil meningkatkan persentase karyawan                    The Company increased the percentage of female employees to
perempuan menjadi sebesar 23%, meningkat dibandingkan                  23%, compared to 21% in 2024. The Company also increased total
tahun 2024 yang sebesar 21%. Perseroan berhasil meningkatkan           employee training hours to 87,572 hours, compared to 83,549 hours
jumlah jam pelatihan karyawan menjadi sebesar 87.572 jam               in 2024. Customer satisfaction in construction services improved
menignkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 83.549 jam.             to 92.37%, compared to 92.07% in 2024. In addition, employee
Perseroan berhasil meningkatkan kepuasan pelanggan konstruksi          satisfaction and engagement increased to 82.42%, compared to
menjadi sebesar 92,37% meningkat dibandingkan tahun 2024               81.67% in 2024.
yang sebesar 92,07%. Perseroan berhasil meningkatkan kepuasan
dan keterikatan karyawan menjadi sebesar 82,42% meningkat
dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 81,67%.


Namun demikian, dalam penerapan Keuangan Berkelanjutan,                Nevertheless, in implementing Sustainable Finance, the Company
Perseroan menghadapi sejumlah tantangan yang bersifat jangka           faces several challenges in the short, medium, and long term.
pendek, menengah, maupun panjang. Tantangan yang dihadapi              These challenges include differences in perspectives and interests
meliputi adanya perbedaan persepsi dan kepentingan antar               among stakeholders, particularly in relation to environmental
pemangku kepentingan, khususnya terkait aspek lingkungan dan           and social aspects, as well as limitations in the understanding
sosial, serta keterbatasan pemahaman dan kapasitas sumber daya         and capacity of human resources in consistently implementing
manusia dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan secara         sustainability principles. Furthermore, the complexity of evolving
konsisten. Selanjutnya, kompleksitas standar dan regulasi yang terus   standards and regulations, including the introduction of new
berkembang, termasuk dinamika ketentuan baru seperti IFRS S1           provisions such as IFRS S1 and S2, also presents challenges. In
dan S2. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Perseroan secara          addressing these challenges, the Company continuously enhances
berkelanjutan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui       the capacity of its human resources through training, socialization,
pelatihan, sosialisasi, dan internalisasi prinsip keberlanjutan guna   and the internalization of sustainability principles to support the
mendukung pencapaian target keberlanjutan secara berkelanjutan.        achievement of sustainability targets on an ongoing basis.



Penerapan Pembangunan Berkelanjutan                                    Implementation of Sustainable Development

Penerapan prinsip keberlanjutan merupakan bagian integral dari         The implementation of sustainability principles constitutes an integral
strategi Perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang. Sejalan     part of the Company’s strategy in creating long-term value. In line with
dengan komitmen tersebut, Perseroan senantiasa memastikan              this commitment, the Company consistently ensures that performance
bahwa kinerja pada aspek ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial         across economic, environmental, and social aspects is maintained



         PT Hutama Karya (Persero)
 96      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
                                                                                                                     Penjelasan Direksi
                                                                                                        Board of Directors’ Explanation




berjalan secara seimbang serta selaras dengan target yang telah       in a balanced manner and aligned with the established targets.
ditetapkan. Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil mencapai         Throughout 2025, the Company achieved its contract acquisition target
target kontrak yang dihadapi sebesar 113%. Perseroan berhasil         at 113%. The Company also achieved its current year profit target at
mencapai target laba tahun berjalan sebesar 382%. Perseroan           382%. Furthermore, the Company achieved the zero fraud target, with
berhasil mencapai target zero fraud dengan tidak adanya insiden       no proven incidents of corruption during 2025. The Company also
korupsi yang terbukti selama tahun 2025. Perseroan berhasil           achieved the zero fatality target and maintained a Total Recordable
mencapai target zero fatality dan TRIR < 1. Perseroan berhasil        Injury Rate (TRIR) of less than 1. The Company successfully achieved
mencapai target 100% atas peningkatan kompetensi seluruh              a 100% target in enhancing the competencies of all (100%) ESG PMO
(100%) tim PMO ESG dalam memahami standar pengungkapan                team members in understanding sustainability disclosure standards
keberlanjutan berbasis IFRS S1 dan IFRS S2.                           based on IFRS S1 and IFRS S2.


Perseroan berhasil mencapai target komposisi keberagaman              The Company achieved the target composition of diversity with
karyawan dengan realisasi komposisi karyawan laki-laki sebesar        actual realization of 77% male and 23% female employees. The
77% dan perempuan 23%. Perseroan berhasil mencapai target             Company also achieved the target of a minimum of 70% local
proporsi vendor lokal minimal 70% dengan ketercapaian seluruh         vendor proportion, with full achievement (100%) of vendors being
(100%) vendor merupakan pemasok lokal. Perseroan berhasil             local suppliers. In addition, the Company achieved the target of
mencapai target 100% vendor diseleksi menggunakan kriteria            100% of vendors being selected using social and environmental
sosial dan lingkungan.                                                criteria.


Komitmen Perseroan dalam menerapkan keberlanjutan di seluruh          The Company’s commitment to implementing sustainability across
wilayah operasionalnya juga tercermin dari dicapainya berbagai        all operational areas is further reflected in the achievement of
penghargaan keberlanjutan selama tahun 2025 sebagai berikut.          various sustainability-related awards throughout 2025, as follows.
1. Anugerah Avirama Nawasena dengan kategori ESG Award yang           1. Anugerah Avirama Nawasena in the ESG Award category
    diselenggarakan oleh Lembaga Manajemen Institut Teknologi              organized by the School of Business and Management, Institut
    Bandung (SBM ITB) tahun 2025                                           Teknologi Bandung (SBM ITB) in 2025
2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan kategori               2. Occupational Health and Safety (OHS) award in the category of
    4.949.590 kerja orang tanpa kecelakaan yang diselenggarakan            4,949,590 safe man-hours without accidents organized by the
    oleh Gubernur Jawa Timur tahun 2025                                    Governor of East Java in 2025
3. TOP CSR of The Year 2025 dengan kategori Special Achievement       3. TOP CSR of The Year 2025 in the Special Achievement for Social
    for Social Initiative “Mudik Lebaran" yang diselenggarakan oleh        Initiative “Mudik Lebaran” category organized by TRAS N CO
    TRAS N CO Indonesia & INFOBRAND.ID                                     Indonesia & INFOBRAND.ID
4. TOP CSR Awards 2025 dengan kategori TOP CSR Award #Star 5          4. TOP CSR Awards 2025 in the TOP CSR Award #Star 5 category
    yang diselenggarakan oleh Lembaga Top Business                         organized by Top Business Institution
5. TOP CSR Awards 2025 dengan kategori TOP Leader on CSR              5. TOP CSR Awards 2025 in the TOP Leader on CSR Commitment
    Commitment 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Top                  2025 category organized by Top Business Institution
    Business
6. TJSL & CSR Awards 2025 dengan kategori Pilar Sosial -#4 Star       6.  TJSL & CSR Awards 2025 in the Social Pillar - #4 Star category
    yang diselenggarakan oleh BUMN Track                                  organized by BUMN Track
7. TJSL & CSR Awards 2025 dengan kategori Pilar Lingkungan - #5       7. TJSL & CSR Awards 2025 in the Environmental Pillar - #5 Star
    Star yang diselenggarakan oleh BUMN Track tahun 2026                  category organized by BUMN Track in 2026
8. TJSL & CSR Awards 2025 dengan kategori Pilar Ekonomi - #5          8. TJSL & CSR Awards 2025 in the Economic Pillar - #5 Star category
    Star yang diselenggarakan oleh BUMN Track tahun 2026                  organized by BUMN Track in 2026
9. 6th Corporate Reputation Awards 2025 dengan kategori 50            9. 6th Corporate Reputation Awards 2025 in the 50 Popular PR
    Popular PR Person Awards 2025 yang diselenggarakan oleh               Person Awards 2025 category organized by The Iconomics
    Lembaga The Iconomics tahun 2025                                      Institution in 2025
10. Rekor Indonesia MURI dengan kategori Pengerjaan Proyek            10. Indonesian World Records Museum (MURI) record for the
    Jalan Bebas Hambatan Dengan Tingkat Efisiensi Waktu                   highest time efficiency in toll road construction projects
    Tertinggi yang diselenggarakan oleh Museum Rekor Indonesia            awarded by the Indonesian World Records Museum in 2025
    tahun 2025
11. Sutami Award dalam Acara Hari Bhakti ke-80 dengan kategori        11. Sutami Award at the 80th Bhakti Day event in the category
    Penyedia Jasa Terbaik pada kategori Peningkatan Penggunaan            of Best Service Provider for Increasing the Use of Domestic
    Produk Dalam Negeri pada pembangunan Tol Serang-                      Products in the construction of the Serang–Panimbang Toll
    Panimbang Seksi III yang diselenggarakan oleh Kementerian             Road Section III, organized by the Ministry of Public Works in
    PU tahun 2025                                                         2025
12. Sutami Award dalam Acara Hari Bhakti ke-80 dengan kategori        12. Sutami Award at the 80th Bhakti Day event in the category of
    Mitra Kerja BUMN yang telah berkontribusi selama 80 tahun             BUMN Working Partner contributing for 80 years in supporting
    mendukung tugas Kementerian PU yang diselenggarakan oleh              the duties of the Ministry of Public Works, organized by the
    Kementerian PU tahun 2025                                             Ministry of Public Works in 2025



                                                                                                         PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                           2025 Sustainability Report   97
Page 98
13. Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 dengan kategori         13. Public Information Disclosure Award 2025 in the State-Owned
    KBUMN yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat RI              Enterprises category organized by the Central Information
    tahun 2025                                                             Commission of the Republic of Indonesia in 2025
14. Sertifikasi "Greenship Existing Building" dengan kategori          14. “Greenship Existing Building” Certification in the Platinum
    Platinum yang diselenggarakan oleh World Green Building                category organized by the World Green Building Council in 2025
    Council tahun 2025
15. Founder’s Honoree The 2025 Going Digital Awards Year in            15. Founder’s Honoree at The 2025 Going Digital Awards in
    Infrastructure (YII) dengan kategori Founder’s Honors Category         Infrastructure (YII) in the Founder’s Honors category organized
    yang diselenggarakan oleh Bentley Systems tahun 2025                   by Bentley Systems in 2025
16. Juara 1 BIM ISO 19650 Digital Delivery Leadership Award – The      16. 1st Place BIM ISO 19650 Digital Delivery Leadership Award
    6th JKR BIM Day 2025 Malaysia dengan kategori Digital Delivery         at The 6th JKR BIM Day 2025 Malaysia in the Digital Delivery
    Leadership Award yang diselenggarakan oleh BSI & JKR                   Leadership Award category organized by BSI & JKR Malaysia in
    Malaysia tahun 2025                                                    2025
17. Outstanding Research Award of AAROHAN 3.0 in Global                17. Outstanding Research Award of AAROHAN 3.0 in the Global
    Innovation and Technology Summit dengan kategori                       Innovation and Technology Summit in the Outstanding
    Outstanding Research Award yang diselenggarakan oleh Atlas             Research Award category organized by Atlas SkillTech in 2025
    SkillTech tahun 2025



Strategi Pencapaian Target                                             Target Achievement Strategy

Pengelolaan risiko merupakan bagian integral dalam penerapan           Risk management constitutes an integral part of the implementation
keberlanjutan terkait aspek ekonomi, lingkungan dan sosial.            of sustainability across economic, environmental, and social
Perseroan telah mengimplementasikan kerangka manajemen risiko          aspects. The Company has implemented a risk management
yang mengacu pada standar internasional ISO 31000:2018 serta           framework referring to the international standard ISO 31000:2018
memperkuat tata kelola melalui pembentukan Komite Manajemen            and strengthened governance through the establishment of
Risiko dan GCG. Dalam aspek tata kelola, risiko utama yang dihadapi    the Risk Management and Good Corporate Governance (GCG)
meliputi potensi pelanggaran kode etik, fraud, gratifikasi, benturan   Committees. In the governance aspect, the key risks faced include
kepentingan, serta risiko reputasi akibat kelemahan penerapan          potential violations of the code of ethics, fraud, gratuities, conflicts
Good Corporate Governance. Untuk memitigasi risiko tersebut,           of interest, and reputational risks arising from weaknesses in the
Perseroan melakukan penguatan sistem anti korupsi, anti-fraud,         implementation of Good Corporate Governance. To mitigate these
dan anti penyuapan, serta memastikan pengawasan yang berlapis          risks, the Company strengthens its anti-corruption, anti-fraud,
melalui komite dan organ tata kelola yang efektif.                     and anti-bribery systems, and ensures layered oversight through
                                                                       effective governance committees and organs.


Dalam aspek sosial dan operasional, Perseroan mengidentifikasi         In the social and operational aspects, the Company identifies risks
risiko terkait sumber daya manusia, keselamatan dan kesehatan          related to human resources, occupational health and safety, work
kerja, kualitas pekerjaan, serta kepatuhan terhadap hak asasi          quality, and compliance with human rights. Risks such as high
manusia. Risiko seperti tingginya tingkat turnover dan kesenjangan     turnover rates and competency gaps are mitigated through employee
kompetensi dimitigasi melalui program pengembangan karyawan            development programs, including the Individual Development
seperti Individual Development Program (IDP), beasiswa pendidikan      Program (IDP), advanced education scholarships, and leadership
lanjutan, serta program kepemimpinan. Untuk menjaga                    programs. To ensure occupational health and safety, the Company
keselamatan dan kesehatan kerja, Perseroan menerapkan Sistem           implements an OHS Management System based on ISO 45001,
Manajemen K3 berbasis ISO 45001, termasuk identifikasi bahaya,         including hazard identification, risk control, and the strengthening
pengendalian risiko, serta penguatan budaya keselamatan.               of safety culture. Meanwhile, risks related to work quality and
Sementara itu, risiko kualitas pekerjaan dan pengadaan dikelola        procurement are managed through QA/QC standardization, the use
melalui standarisasi QA/QC, penggunaan vendor terverifikasi,           of verified vendors, and the implementation of digital systems such
serta penerapan sistem digital seperti HK SHIELD. Perseroan juga       as HK SHIELD. The Company also ensures the protection of human
memastikan perlindungan hak asasi manusia melalui kebijakan            rights through a non-discriminatory workplace policy, the provision
lingkungan kerja yang bebas diskriminasi, penyediaan kanal             of reporting channels, and the strengthening of diversity, equity,
pelaporan, serta penguatan prinsip diversity, equity, and inclusion.   and inclusion principles.


Pada aspek lingkungan hidup, Perseroan menghadapi risiko               In the environmental aspect, the Company faces risks related
perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta dampak terhadap           to climate change, environmental degradation, and impacts on
keanekaragaman hayati. Untuk itu, Perseroan melakukan berbagai         biodiversity. To address these risks, the Company undertakes
upaya mitigasi seperti pelaksanaan climate risk assessment,            various mitigation efforts, including conducting climate risk
pengendalian limbah dan emisi, efisiensi penggunaan sumber daya,       assessments, controlling waste and emissions, improving resource
serta pengelolaan material berbahaya sesuai regulasi. Selain itu,      efficiency, and managing hazardous materials in accordance



         PT Hutama Karya (Persero)
 98      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
                                                                                                                      Penjelasan Direksi
                                                                                                         Board of Directors’ Explanation




Perseroan juga berperan aktif dalam pelestarian keanekaragaman         with applicable regulations. In addition, the Company actively
hayati melalui pembangunan koridor satwa, program revegetasi,          contributes to biodiversity conservation through the development
dan rehabilitasi lahan pasca konstruksi. Seluruh proses                of wildlife corridors, revegetation programs, and post-construction
pengelolaan risiko tersebut didukung oleh evaluasi berkala oleh        land rehabilitation. All risk management processes are supported
Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit guna memastikan             by periodic evaluations by the Board of Commissioners, the Board
efektivitas sistem pengendalian internal. Dengan pendekatan yang       of Directors, and the Audit Committee to ensure the effectiveness of
terintegrasi ini, Perseroan berupaya menjaga keberlanjutan usaha       the internal control system. Through this integrated approach, the
sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku       Company strives to maintain business sustainability while creating
kepentingan.                                                           long-term value for all stakeholders.


Perseroan memiliki sejumlah kekuatan fundamental yang menjadi          The Company possesses a number of fundamental strengths
landasan dalam menciptakan dan memanfaatkan peluang usaha              that serve as the foundation for creating and leveraging business
secara berkelanjutan. Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun            opportunities in a sustainable manner. With more than 60 years of
di sektor jasa konstruksi, khususnya jalan dan jembatan, serta         experience in the construction services sector, particularly in roads
kepemilikan konsesi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang          and bridges, as well as ownership of the Trans Sumatra Toll Road
lebih dari 900 km yang memberikan recurring income, Perseroan          (JTTS) concession spanning more than 900 km, which generates
didukung oleh ekosistem bisnis yang terintegrasi. Selain itu, rekam    recurring income, the Company is supported by an integrated
jejak, reputasi, serta hubungan yang baik dengan pemangku              business ecosystem. In addition, its track record, reputation, and
kepentingan, termasuk dukungan pemerintah, menjadi faktor              strong relationships with stakeholders, including government
pendukung dalam memperkuat posisi Perseroan di industri.               support, serve as key factors in strengthening the Company’s
Perseroan juga memiliki peringkat kredit yang setara dengan            position within the industry. The Company also maintains a credit
Republik Indonesia serta akses pendanaan yang kompetitif,              rating equivalent to that of the Republic of Indonesia and has access
didukung oleh posisi keuangan yang solid, sehingga memberikan          to competitive financing, supported by a solid financial position,
fleksibilitas dalam mengembangkan proyek dan ekspansi usaha.           thereby providing flexibility in project development and business
                                                                       expansion.


Di sisi lain, peluang dan prospek usaha Perseroan tetap terbuka        On the other hand, the Company’s business opportunities and
luas seiring dengan tingginya kebutuhan infrastruktur di Indonesia     prospects remain widely open in line with the high demand for
sebagai negara berkembang. Pertumbuhan sektor industri                 infrastructure in Indonesia as a developing country. The growth
dan program hilirisasi yang didorong oleh pemerintah, seperti          of the industrial sector and downstreaming programs promoted
pengembangan industri nikel dan petrokimia, turut meningkatkan         by the Government, such as the development of the nickel and
permintaan terhadap pembangunan infrastruktur pendukung.               petrochemical industries, have further increased demand for
Selain itu, pemanfaatan teknologi konstruksi terkini memberikan        supporting infrastructure development. In addition, the adoption of
peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi        advanced construction technologies provides opportunities for the
perencanaan serta pelaksanaan proyek. Perseroan juga melihat           Company to enhance efficiency and accuracy in project planning
potensi besar dalam menjalin strategic partnership dengan berbagai     and execution. The Company also sees significant potential in
pihak, termasuk melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan          establishing strategic partnerships with various parties, including
Usaha (KPBU), guna memperluas akses pasar, meningkatkan                through the Public-Private Partnership (PPP) scheme, in order to
kapabilitas, serta menciptakan nilai tambah.                           expand market access, enhance capabilities, and create added
                                                                       value.


Dalam memanfaatkan peluang tersebut, Perseroan secara aktif            In capturing these opportunities, the Company actively optimizes
mengoptimalkan kekuatan internal melalui penguatan kompetensi          its internal strengths through strengthening core competencies,
inti, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan inovasi         improving service quality, and developing technology-based
berbasis teknologi. Perseroan juga terus memperluas kolaborasi         innovations. The Company also continues to expand strategic
strategis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengelola         collaborations, enhance operational efficiency, and manage its
portofolio proyek secara selektif dan berkelanjutan. Dengan strategi   project portfolio in a selective and sustainable manner. Through
tersebut, Perseroan tidak hanya mampu menangkap peluang yang           these strategies, the Company is not only able to seize existing
ada, tetapi juga menciptakan prospek usaha baru yang mendukung         opportunities but also to create new business prospects that
pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis.                   support long-term growth and business sustainability.


Perseroan senantiasa mencermati dinamika faktor eksternal,             The Company continuously monitors the dynamics of external
baik dari aspek ekonomi, lingkungan hidup, maupun sosial,              factors, including economic, environmental, and social aspects,
yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan usaha. Kondisi               that may affect business sustainability. Global economic conditions
perekonomian global pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan            in 2025 indicate relatively moderate yet resilient growth amid
yang relatif moderat namun tetap resilien di tengah berbagai           various external challenges. Based on the International Monetary
tantangan eksternal. Berdasarkan publikasi International Monetary      Fund’s World Economic Outlook publication, global economic
Fund dalam World Economic Outlook, pertumbuhan ekonomi                 growth was recorded at approximately 3.1%, slightly slowing



                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   99
Page 100
global tercatat sekitar 3,1%, sedikit melambat dibandingkan tahun       compared to the previous year. This deceleration was influenced
sebelumnya. Perlambatan ini dipengaruhi oleh kebijakan moneter          by tight monetary policies, trade fragmentation, and geopolitical
ketat, fragmentasi perdagangan, serta ketidakpastian geopolitik.        uncertainties. Nevertheless, the downward trend in global inflation
Meskipun demikian, tren penurunan inflasi global menjadi                to approximately 4.2% indicates a degree of economic stabilization.
sekitar 4,2% memberikan indikasi stabilisasi ekonomi. Situasi ini       This situation affects the Company’s sustainability, particularly in
berdampak pada keberlanjutan Perseroan, khususnya dalam hal             terms of input cost volatility, supply chain dynamics, and project
volatilitas biaya input, rantai pasok, serta dinamika pembiayaan        financing conditions, thereby requiring adaptive strategies and
proyek yang memerlukan strategi adaptif dan pengelolaan risiko          more prudent risk management.
yang lebih cermat.


Di tingkat nasional, perekonomian Indonesia pada tahun 2025             At the national level, Indonesia’s economy in 2025 demonstrated
menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan sebesar               solid performance, with growth of 5.11% (yoy) as reported by
5,11% (yoy) sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik.             Statistics Indonesia (Badan Pusat Statistik). This growth was driven
Pertumbuhan ini didorong oleh kuatnya konsumsi domestik                 by strong domestic consumption and investment, supported by a
dan investasi, serta didukung oleh struktur ekonomi yang cukup          relatively resilient economic structure. National economic stability
resilien. Stabilitas ekonomi nasional memberikan peluang bagi           provides opportunities for the Company to maintain business
Perseroan untuk menjaga kesinambungan usaha, terutama melalui           continuity, particularly through increased demand for infrastructure
peningkatan permintaan terhadap pembangunan infrastruktur.              development. However, external dynamics continue to have
Namun demikian, dinamika eksternal tetap berpotensi                     the potential to affect purchasing power, financing costs, and
memengaruhi daya beli, biaya pendanaan, serta keberlanjutan             project sustainability, thereby requiring prudent and sustainable
proyek, sehingga memerlukan pengelolaan yang prudent dan                management.
berkelanjutan.


Dari sisi industri, sektor infrastruktur menunjukkan kinerja yang       From an industry perspective, the infrastructure sector
kuat sejalan dengan percepatan belanja pemerintah, khususnya            demonstrated strong performance in line with the acceleration
melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan                of government spending, particularly through programs of the
Rakyat. Tingginya realisasi anggaran serta peningkatan capaian          Ministry of Public Works and Housing. High budget realization
pembangunan fisik mendorong pertumbuhan sektor konstruksi               and improved physical development achievements have driven
yang berkontribusi signifikan terhadap PDB nasional. Kondisi ini        growth in the construction sector, which contributes significantly to
memberikan peluang strategis bagi Perseroan untuk memperluas            national GDP. This condition provides strategic opportunities for the
portofolio proyek dan meningkatkan kinerja operasional. Di sisi         Company to expand its project portfolio and enhance operational
lain, peningkatan aktivitas industri juga diiringi dengan tantangan     performance. On the other hand, the increase in industry activity
seperti kebutuhan efisiensi sumber daya, pengelolaan dampak             is accompanied by challenges such as the need for resource
lingkungan, serta pemenuhan standar keselamatan dan kualitas            efficiency, environmental impact management, and compliance
yang semakin tinggi.                                                    with increasingly stringent safety and quality standards.


Perseroan juga mendapati hal-hal yang berpengaruh signifikan            The Company also identified several factors that significantly
terhadap kelangsungan usaha (going concern) pada tahun 2025             affected its going concern in 2025, including an imbalance between
antara lain ketidakseimbangan antara pertumbuhan bisnis                 business growth and risk capacity and risk appetite, weaknesses in
dengan kapasitas dan selera risiko (risk capacity dan risk appetite),   risk governance, and strategic decision-making that has not been
kelemahan tata kelola risiko, serta pengambilan keputusan strategis     fully based on balanced risk–reward principles. In addition, the
yang belum sepenuhnya berbasis prinsip keseimbangan risk–               integration of risk management into business planning and risk-
reward. Selain itu, integrasi manajemen risiko dalam perencanaan        based RKAP has not been fully optimized. Other significant factors
bisnis dan RKAP berbasis risiko juga belum optimal. Faktor signifikan   include the potential failure of projects and strategic investments,
lainnya mencakup potensi kegagalan proyek dan investasi strategis,      inaccuracies in planning assumptions that are not yet fully based on
ketidakakuratan asumsi perencanaan yang belum sepenuhnya                reliable market data, and limited implementation of stress testing
berbasis data pasar yang andal, serta keterbatasan penerapan stress     and scenario analysis in addressing uncertainties. These conditions
testing dan scenario analysis dalam menghadapi ketidakpastian.          may exert pressure on liquidity and disrupt cash flow sustainability,
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan likuiditas dan          which could ultimately affect the Company’s operational and
mengganggu keberlanjutan arus kas, yang pada akhirnya dapat             financial stability.
memengaruhi stabilitas operasional dan keuangan Perseroan.


Di sisi lain, risiko terhadap kelangsungan usaha juga dipengaruhi       On the other hand, risks to going concern are also influenced by
oleh tingkat resiliensi operasional dan kesiapsiagaan krisis yang       the level of operational resilience and crisis preparedness, which
masih perlu diperkuat, termasuk melalui optimalisasi implementasi       still require strengthening, including through the optimization
dan pengujian business continuity plan, disaster recovery plan,         of the implementation and testing of business continuity plans,
contingency plan, serta crisis management protocol. Tantangan           disaster recovery plans, contingency plans, and crisis management
lainnya mencakup potensi ketidakpatuhan terhadap regulasi dan           protocols. Additional challenges include potential non-compliance



         PT Hutama Karya (Persero)
 100     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
                                                                                                                         Penjelasan Direksi
                                                                                                            Board of Directors’ Explanation




kebijakan tata kelola, penguatan risk governance dan risk culture,        with regulations and governance policies, the need to strengthen
serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang                 risk governance and risk culture, and to enhance human resource
manajemen risiko. Secara khusus, belum optimalnya implementasi            capacity in risk management. In particular, the suboptimal
risk aggregation dan tata kelola terintegrasi antar entitas usaha         implementation of risk aggregation and integrated governance
berpotensi menimbulkan blind spot risiko dan contagion risk               across business entities may give rise to risk blind spots and
dalam lingkup grup. Sebagai respons, Perseroan telah menyusun             contagion risks within the group. In response, the Company
contingency plan berdasarkan Aspirasi Pemegang Saham (APS)                has developed a contingency plan based on the Shareholders’
Tahun 2024 serta melakukan identifikasi dan asesmen risiko melalui        Aspiration (APS) 2024 and conducted risk identification and
Business Impact Analysis (BIA) guna memastikan kesiapan dalam             assessment through Business Impact Analysis (BIA) to ensure
merespons potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap                  preparedness in responding to potential disruptions that may affect
keberlanjutan usaha secara menyeluruh.                                    overall business sustainability.


Selain faktor ekonomi, aspek lingkungan hidup dan sosial juga             In addition to economic factors, environmental and social
menjadi faktor eksternal yang semakin memengaruhi keberlanjutan           aspects have increasingly become external factors influencing the
Perseroan. Isu perubahan iklim, tuntutan pengurangan emisi                Company’s sustainability. Climate change issues, demands for
gas rumah kaca, serta peningkatan ekspektasi pemangku                     greenhouse gas emission reductions, and increasing stakeholder
kepentingan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab                expectations for responsible business practices require the
menuntut Perseroan untuk terus memperkuat penerapan prinsip               Company to continuously strengthen the implementation of
keberlanjutan. Di sisi sosial, kebutuhan akan pembangunan                 sustainability principles. From a social perspective, the need for
infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan, serta pengelolaan          inclusive and sustainable infrastructure development, as well as the
hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan,                      management of relationships with communities and stakeholders,
menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan                      constitutes an important factor in maintaining operational
operasional. Dengan mempertimbangkan seluruh faktor eksternal             continuity. By considering all these external factors, the Company
tersebut, Perseroan terus berupaya meningkatkan ketahanan                 continues to enhance its business resilience through adaptive,
bisnis melalui strategi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada     innovative, and long-term sustainability-oriented strategiesbisnis.
keberlanjutan jangka panjang.



Apresiasi                                                                 Appreciation

Seluruh capaian dan keberhasilan yang diraih Perseroan sepanjang          All achievements and successes attained by the Company
tahun 2025 merupakan hasil dari kepercayaan, dukungan, serta              throughout 2025 are the result of the trust, support, and continuous
kerja sama yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.          collaboration of all stakeholders. Such support serves as an
Dukungan tersebut menjadi landasan penting bagi Perseroan                 important foundation for the Company to further strengthen its
untuk terus memperkuat kinerja perusahaan, menjaga penerapan              performance, uphold the implementation of good governance, and
tata kelola yang baik, serta menghadirkan nilai tambah yang               deliver sustainable added value to society, the environment, and
berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan                national infrastructure development.
infrastruktur nasional.


Ke depannya, Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat                 Going forward, the Company is committed to further strengthening
sinergi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan                  synergy with stakeholders to ensure that the implementation
implementasi prinsip keberlanjutan berjalan secara konsisten dan          of sustainability principles is carried out consistently and in a
terukur. Dengan dukungan tersebut, Perseroan berharap dapat               measurable manner. With such support, the Company expects to
terus memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan            continue making greater contributions to sustainable infrastructure
infrastruktur yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan              development and to fostering national economic growth.
ekonomi nasional.


                                                            Jakarta, 30 April 2026
                                                            Jakarta, April 30, 2026




                                                                 Koentjoro
                                                               Direktur Utama
                                                              President Director



                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                              2025 Sustainability Report   101
Page 102
    Tanggung Jawab Laporan Keberlanjutan [GRI 2-14]
    Responsibility for the Sustainability Report




    Kami yang bertandatangan di bawah ini telah meninjau dan menyetujui semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan
    PT Hutama Karya (Persero) Tahun Buku 2025, termasuk di dalamnya informasi terkait topik material Perseroan. Kami bertanggung
    jawab penuh atas kebenaran isi laporan telah sesuai dengan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
    Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan publik, dan Consolidated Set of GRI Standards.




Jakarta, 30 April 2026



                                                           DIREKSI
                                                       Board of Directors




                                                           Koentjoro
                                                          Direktur Utama
                                                         President Director




              Sugeng Rochadi                         Eka Setya Adrianto                          Muhammad Fauzan
              Wakil Direktur Utama                      Direktur Keuangan                    Direktur Human Capital & Legal
             Vice President Director                    Director of Finance                 Director of Human Capital & Legal




                                Gunadi                                                    Mardiansyah
                            Direktur Operasi I                                            Direktur Operasi II
                         Director of Operations I                                      Director of Operations II




                     Fatma Dewi Setyowati                                               Iwan Hermawan
                      Direktur Manajemen Risiko                                           Direktur Operasi III
                     Director of Risk Management                                       Director of Operations III




         PT Hutama Karya (Persero)
 102     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
                                                                                                                         Penjelasan Direksi
                                                                                                            Board of Directors’ Explanation




    We, the undersigned, have reviewed and approved all information contained in the Sustainability Report of PT Hutama Karya (Persero)
    for the 2025 Financial Year, including information related to the Company’s material topics. We are fully responsible for the accuracy
    of the contents of this report, which have been prepared in accordance with OJK Regulation No. 51/POJK.03/2017 concerning the
    Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies, and Consolidated Set of
    GRI Standards.



Jakarta, April 30, 2026



                                                          DEWAN KOMISARIS
                                                        Board of Commissioners




                                                              Denny Abdi
                                                             Komisaris Utama
                                                          President Commissioner




             R. Wahyu Muryadi                                                                           Siti Jamaliah Lubis
              Komisaris Independen                                                                       Komisaris Independen
           Independent Commissioner                                                                   Independent Commissioner




               Mudanto Hatta                                                                                 Essy Asiah
              Komisaris Independen                                                                             Komisaris
           Independent Commissioner                                                                          Commissioner




                                                                  Mukri
                                                                 Komisaris
                                                               Commissioner




                                                                                                             PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                               2025 Sustainability Report   103
Page 104
      PT Hutama Karya (Persero)
104   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
    Tata Kelola
  Keberlanjutan
Sustainability Governance
                                        [OJK E]




               PT Hutama Karya (Persero)
                 2025 Sustainability Report   105
Page 106
    Struktur dan Komposisi Tata Kelola [GRI 2-9, GRI 2-11]
    Governance Structure and Composition




Tata kelola Hutama Karya merujuk pada Undang-Undang No. 40           Hutama Karya’s governance refers to Law No. 40 of 2007 concerning
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, terdiri atas Rapat Umum       Limited Liability Companies and consists of the General Meeting of
Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ tata kelola tertinggi,           Shareholders (GMS) as the highest governance body, the Board of
Direksi sebagai pengurus Perseroan, dan Dewan Komisaris sebagai      Directors as the management body of the Company, and the Board of
pengawas atas aktivitas pengelolaan yang dilaksanakan oleh           Commissioners as the supervisory body overseeing the management
Direksi. Perseroan juga telah membentuk organ pendukung Dewan        activities carried out by the Board of Directors. The Company has also
Komisaris yang meliputi Komite Audit, Komite Manajemen Risiko        established supporting organs under the Board of Commissioners,
dan GCG, Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Tata Kelola          including the Audit Committee, Risk Management and GCG Committee,
Terintegrasi, dan Sekretaris Dewan Komisaris. Sedangkan, organ       Nomination and Remuneration Committee, Integrated Governance
pendukung di bawah Direksi meliputi Komite Risiko Investasi,         Committee, and the Board of Commissioners’ Secretary. Meanwhile,
Komite Risiko Konstruksi, Komite KPI, Komite TJSL, Komite Sanksi,    supporting organs under the Board of Directors include the Investment
Komite Talenta, Komite Pelindungan Data Pribadi, Komite Pengarah     Risk Committee, Construction Risk Committee, KPI Committee, TJSL
TI, Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawasan Intern, Divisi Sistem   Committee, Sanctions Committee, Talent Committee, Personal Data
& Kepatuhan, dan Divisi Pengelolaan Risiko. Dalam penentuan          Protection Committee, IT Steering Committee, Corporate Secretary,
komposisi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Perseroan             Internal Audit Unit, Systems & Compliance Division, and Risk
mempertimbangkan keberagaman latar belakang meliputi                 Management Division. In determining the composition of the members
keahlian, pengetahuan, dan pengalaman anggota Dewan Komisaris        of the Board of Commissioners and the Board of Directors, the
dalam bidang operasi Perseroan sebagaimana diatur dalam              Company takes into consideration diversity of background, including
Pedoman dan Tata Tertib Dewan Komisaris yang telah diperbarui        the expertise, knowledge, and experience of the members of the Board
pada tanggal 22 Desember 2025.                                       of Commissioners in the Company’s business operations, as stipulated
                                                                     in the Board of Commissioners Charter and Rules of Conduct, which
                                                                     were updated on 22 December 2025.




         PT Hutama Karya (Persero)
106      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
                                                                                                                                        Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                                        Sustainability Governance




Berikut struktur tata kelola Hutama Karya.                                           The following is Hutama Karya’s governance structure.


                                                     Rapat Umum Pemegang Saham
                                                     General Meeting of Shareholders




                           Dewan Komisaris                                                         Direksi
                         Board of Commissioners                                                Board of Directors




Sekretaris Dewan Komisaris                                              Komite Risiko Investasi                 Sekretaris Perusahaan              Auditor Eksternal
   Secretary of Board of            Komite Audit                                                                                                     (Independen)
                                   Audit Committee                    Investment Risk Committee                  Corporate Secretary
      Commissioners                                                                                                                           External Auditor (Independent)


                              Komite Manajemen Risiko                 Komite Risiko Konstruksi                Satuan Pengawasan Intern
                                      dan GCG                        Construction Risk Committee                  Internal Audit Unit
                              Risk Management and GCG
                                     Committee
                                                                            Komite KPI                        Divisi Pengelolaan Risiko,
                                Komite Nominasi dan                        KPI Committee                         Sistem & Kepatuhan
                                    Remunerasi                                                                Risk Management, Systems &
                                  Nomination and                                                                  Compliance Division.
                               Remuneration Committee                  Komite Keberlanjutan
                                                                         TJSL Committee
                                  Komite Tata Kelola                                                            Satuan Kerja Lainnya
                                     Terintegrasi
                                Integrated Governance                                                         Other Organizational Units.
                                                                           Komite Sanksi
                                      Committee                         Sanctions Committee


                                                                           Komite Talenta
                                                                          Talent Committee

                                                                      Komite Pelindungan Data
                                                                               Pribadi
                                                                       Personal Data Protection
                                                                             Committee

                                                                        Komite Pengarah TI
                                                                       IT Steering Committee




Profil Dewan Komisaris dan Direksi yang meliputi independensi,                       The profiles of the Board of Commissioners and the Board of
masa jabatan, jumlah posisi dan komitmen signifikansi lainnya,                       Directors, including independence, tenure, number of positions and
jenis kelamin, dan kompetensi telah disajikan pada bab Profil                        other significant commitments, gender, and competencies, have
Perusahaan dalam Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025.                            been presented in the Company Profile section of Hutama Karya’s
                                                                                     2025 Annual Report.




                                                                                                                                   PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                     2025 Sustainability Report      107
Page 108
    Kode Etik
    Code of Conduct


Hutama Karya telah memiliki kode etik Pedoman Etika Kerja dan          Hutama Karya has established a Code of Conduct, namely the
Etika Bisnis (Code of Conduct). Pedoman Etika Kerja dan Etika Bisnis   Work Ethics and Business Ethics Guidelines. The Work Ethics and
(Code of Conduct) adalah sekumpulan komitmen yang terdiri dari         Business Ethics Guidelines (Code of Conduct) constitute a set of
Etika Bisnis dan Etika Perilaku yang disusun untuk mempengaruhi,       commitments comprising Business Ethics and Behavioral Ethics
membentuk, mengatur, dan melakukan kesesuaian tingkah laku             designed to influence, shape, regulate, and align conduct to achieve
sehingga tercapai keluaran yang konsisten yang sesuai dengan           consistent outcomes in accordance with the Company’s culture in
budaya Perusahaan dalam mencapai visi dan misinya. Pedoman             fulfilling its vision and mission. The Work Ethics and Business Ethics
Etika Kerja dan Etika Bisnis (Code of Conduct) merupakan bagian        Guidelines (Code of Conduct) form part of the implementation of
dari pelaksanaan GCG di Perusahaan yang menjadi acuan dalam            Good Corporate Governance (GCG) within the Company and serve as
menjalankan kegiatan usahanya termasuk dalam interaksi dengan          a reference in conducting business activities, including interactions
pemangku kepentingan (Stakeholders) yang didasarkan pada nilai-        with stakeholders, based on moral values and ethical business
nilai moral dan standar etika berusaha. Kode etik ini ditandatangani   standards. This Code of Conduct has been signed by all members
oleh seluruh Dewan Komisaris dan Direksi dan berlaku untuk             of the Board of Commissioners and the Board of Directors and
seluruh insan Hutama Karya, anak perusahaan dan afiliasi,              applies to all Hutama Karya personnel, subsidiaries and affiliates,
pemegang saham, serta pemangku kepentingan yang terlibat               shareholders, as well as stakeholders involved in the Company’s
dalam aktivitas bisnis perusahaan.                                     business activities.


Adapun pokok-pokok etika kerja dan etika bisnis dalam                  The key principles of work ethics and business ethics in relation to
berhubungan dengan stakeholder mencakup kepedulian terhadap            stakeholders include concern for employee interests, ethical conduct
kepentingan karyawan, etika dengan stakeholders, pelindungan           with stakeholders, protection of Company assets and information,
aset dan informasi perusahaan, larangan praktik monopoli dan           prohibition of monopolistic practices and unfair business
persaingan usaha tidak sehat, dan anti fraud dan tindakan anti         competition, as well as anti-fraud and anti-money laundering
pencucian uang. Penjelasan tentang Etika Kerja dan Etika Bisnis        practices. Further details regarding the Work Ethics and Business
(Code of Conduct) telah disampaikan dalam bab Tata Kelola              Ethics Guidelines (Code of Conduct) are presented in the Corporate
Perusahaan pada Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025.               Governance section of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.




    Conflict of Interest [GRI 2-15]
    Conflict of Interest

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Hutama Karya                      In carrying out its business activities, Hutama Karya is committed to
berkomitmen untuk mencegah dan menghindari segala bentuk               preventing and avoiding all forms of conflict of interest at every level of
benturan kepentingan (conflict of interest) di seluruh tingkatan       the organization, from the Board of Directors, Board of Commissioners,
organisasi, mulai dari Direksi, Dewan Komisaris, hingga jajaran        to management levels. In accordance with the provisions of Financial
manajemen. Sesuai ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa              Services Authority Regulation (OJK) No. 42/POJK.04/2020 concerning
Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Afiliasi dan          Affiliated Transactions and Conflict of Interest Transactions, a conflict
Transaksi Benturan Kepentingan, Benturan Kepentingan adalah            of interest is defined as a difference between the economic interests
perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka               of a public company and the personal economic interests of members
dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota           of the Board of Directors, members of the Board of Commissioners,
Dewan Komisaris, Pemegang Saham Utama, atau Pengendali yang            Majority Shareholders, or Controlling Shareholders that may cause
dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.                           harm to the public company concerned.


PENGELOLAAN BENTURAN KEPENTINGAN DIREKSI                               BOARD OF DIRECTORS CONFLICT OF INTEREST MANAGEMENT
1. Organ Direksi harus menghindari terjadinya dominasi oleh            1. The Board of Directors shall avoid domination by any party,
   pihak manapun, tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu,            remain independent from specific interests, and be free from
   bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan             conflicts of interest and any influence or pressure, so that
   dari segala pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan                decision-making can be conducted objectively.
   keputusan dapat dilakukan secara obyektif.



         PT Hutama Karya (Persero)
 108     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
                                                                                                              Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                              Sustainability Governance




2.   Kebijakan Direksi terkait potensi benturan kepentingan yang     2.   The Board of Directors’ policy regarding potential conflicts of
     menyangkut dirinya adalah sebagai berikut:                           interest involving its members is as follows:
     a. Benturan kepentingan yang dimaksud adalah keadaan                 a. A conflict of interest is defined as a situation where there is
         dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis                  a conflict between the Company’s economic interests and
         perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi angggota                 the personal economic interests of a member of the Board
         Direksi Perusahaan;                                                  of Directors;
     b. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, anggota                 b. In carrying out their duties and responsibilities, members
         Direksi Perusahaan harus senantiasa mendahulukan                     of the Board of Directors must always prioritize the
         kepentingan ekonomis perusahaan diatas kepentingan                   Company’s economic interests over personal, family, or
         ekonomis pribadi atau keluarga, maupun pihak lainnya;                other parties’ interests;
     c. Anggota Direksi Perusahaan dilarang menyalahgunakan               c. Members of the Board of Directors are prohibited from
         jabatan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi,                   abusing their position for personal gain or for the benefit of
         keluarga dan pihak-pihak lain secara langsung maupun                 their family or other parties, directly or indirectly, outside
         tidak langsung dari kegiatan Perusahan selain penghasilan            of legitimate remuneration from the Company;
         yang sah;
     d. Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang               d     In discussions and decision-making processes involving
         mengandung unsur benturan kepentingan, pihak yang                     conflicts of interest, the concerned party is not permitted
         bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta;                          to participate;
     e. Setiap anggota Direksi Perusahaan yang memiliki                   e.   Each Director with decision-making authority is required
         wewenang pengambilan keputusan diharuskan setiap                      to annually declare the absence of conflicts of interest in
         tahun membuat pernyataan tidak memiliki benturan                      relation to every decision made and confirm compliance
         kepentingan terhadap setiap keputusan yang telah dibuat               with the Company’s code of conduct.
         olehnya dan telah melaksanakan pedoman perilaku yang
         ditetapkan oleh Perusahaan;
3.   Direksi menetapkan kebijakan tentang mekanisme bagi             3.   The Board of Directors establishes policies and mechanisms
     Direksi dan penjabat struktural untuk mencegah pengambilan           for Directors and structural officials to prevent personal gain
     keuntungan pribadi dan pihak lainnya disebabkan benturan             arising from conflicts of interest:
     kepentingan.
     a. Menyusun mekanisme untuk mencegah pengambilan                     a. Developing mechanisms to prevent personal gain by
         keuntungan pribadi Direksi dan penjabat struktural                  Directors and structural officers arising from conflicts of
         Perusahaan yang disebabkan benturan kepentingan.                    interest;
     b. Melaksanakan sosialisasi kebijakan tentang mekanisme              b. Conducting socialization of policies regarding mechanisms
         untuk mencegah pengambilan keuntungan pribadi bagi                  to prevent personal gain due to conflicts of interest;
         Direksi dan penjabat struktural Perusahaan.
     c. Membuat surat pernyataan Direksi tidak memiliki benturan          c.   Issuing a statement letter declaring the absence of conflicts
         kepentingan antara kepentingan pribadi/keluarga, jabatan              of interest between personal/family interests, other
         lain, atau golongan dengan kepentingan Perusahaan pada                positions, or affiliations and the Company’s interests, at the
         awal pengangkatan yang diperbaharui setiap awal tahun.                time of appointment and updated annually.
4.   Direksi menerapkan kebijakan untuk mencegah benturan            4.   The Board of Directors implements policies to prevent conflicts
     kepentingan.                                                         of interest:
     a. Direksi menyampaikan laporan kepemilikan Saham                    a. Reporting share ownership in other companies to the
         pada Perusahaan lainnya kepada Perusahaan (Sekretaris                 Company (Corporate Secretary) for recording in a special
         Perusahaan) untuk dicatat dalam daftar khusus.                        register;
     b. Direksi menandatangani Pakta Integritas yang dilampirkan          b. Signing an Integrity Pact attached to proposals for Board
         dalam Usulan Tindakan Direksi yang harus mendapatkan                  of Directors actions requiring approval from the Board of
         persetujuan dari Dewan Komisaris dan/atau rekomendasi                 Commissioners and/or recommendation and approval
         dari Dewan Komisaris dan persetujuan RUPS.                            from the GMS;
     c. Direksi menghindari pengambilan keputusan transaksional           c. Avoiding transactional decision-making that contains
         yang mengandung benturan kepentingan, meliputi:                       conflicts of interest, including:
         • Transaksi kesempatan Perusahaan (corporate                          • Corporate opportunity transactions;
              opportunity);
         • Transaksi dengan Perusahaan yang bersangkutan,                      •   Transactions with the Company involving Directors
              baik yang di laksanakan oleh Direksi pribadi atau                    personally or indirectly through family members or
              secara tidak langsung oleh Direksi melalui anggota                   close relatives (self-dealing);
              keluarganya atau keluarga dekatnya (sell dealing).
         • Transaksi yang mengandung benturan kepentingan                      •   Transactions involving conflicts of interest;
              (conflict of interest).




                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   109
Page 110
          •  Transaksi yang di bantu oleh orang dalam (insider                    •   Transactions involving insider information.
             information).
5.   Anggota Direksi tidak berwenang mewakili Perseroan apabila:        5.   Members of the Board of Directors are not authorized to
                                                                             represent the Company if:
     a.  Terjadi perkara di depan pengadilan antara Perseroan                a. There is a legal dispute before a court between the
         dengan anggota Direksi yang bersangkutan; atau                          Company and the concerned Director; or
     b. Anggota Direksi yang bersangkutan mempunyai benturan                 b. The Director has a conflict of interest with the Company.
         kepentingan dengan Perseroan.
6.   Dalam hal terdapat keadaan sebagaimana dimaksud, yang              6.   In such cases, the Company shall be represented by:
     berhak mewakili Perseroan adalah:
     a. Anggota Direksi lainnya yang tidak mempunyai benturan                a.   Other Directors without conflicts of interest, appointed by
         kepentingan dengan Perseroan yang ditunjuk oleh anggota                  non-conflicted Directors;
         Direksi lain yang tidak mempunyai benturan kepentingan.
     b. Dewan Komisaris dalam hal seluruh anggota Direksi                    b. The Board of Commissioners, if all Directors have conflicts
         mempunyai benturan kepentingan dengan Perseroan.                       of interest;
     c. Pihak lain yang ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang                    c. Other parties appointed by the General Meeting of
         Saham dalam hal seluruh anggota Direksi atau Dewan                     Shareholders (GMS) if all Directors and/or Commissioners
         Komisaris mempunyai benturan kepentingan dengan                        have conflicts of interest.
         Perseroan.
7.   Dalam hal seluruh anggota Direksi mempunyai benturan               7.   If all members of the Board of Directors have conflicts of interest
     kepentingan dengan Perseroan dan tidak ada satupun anggota              and no Board of Commissioners exists, the Company shall be
     Dewan Komisaris, maka Perseroan diwakili oleh pihak lain yang           represented by other parties appointed by the General Meeting
     ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang Saham.                                of Shareholders.


PENGELOLAAN BENTURAN KEPENTINGAN DEWAN KOMISARIS                        BOARD OF COMMISSIONERS CONFLICT OF INTEREST MANAGEMENT


1.   Organ Dewan Komisaris harus menghindari terjadinya dominasi        1.   The Board of Commissioners shall avoid domination by any
     oleh pihak manapun, tidak terpengaruh oleh kepentingan                  party, remain free from specific interests, be independent from
     tertentu, bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest)        any influence or pressure, and be free from conflicts of interest,
     dan dari segala pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan             so that decision-making can be conducted objectively.
     keputusan dapat dilakukan secara obyektif.
2.   Kebijakan Dewan Komisaris terkait potensi benturan                 2.   The Board of Commissioners’ policy regarding potential
     kepentingan yang menyangkut dirinya adalah sebagai berikut:             conflicts of interest involving its members is as follows:
     a. Benturan kepentingan yang dimaksud adalah keadaan                    a. A conflict of interest is defined as a situation where there is
          dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis                    a conflict between the Company’s economic interests and
          perusahaan Dewan Komisaris perusahaan.                                 the personal economic interests of members of the Board
                                                                                 of Commissioners;
     b. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, anggota                    b. In carrying out their duties and responsibilities, members
        Dewan Komisaris perusahaan harus senantiasa                              of the Board of Commissioners must always prioritize the
        mendahulukan kepentingan ekonomis perusahaan diatas                      Company’s economic interests over personal, family, or
        kepentingan ekonomis pribadi atau keluarga, maupun                       other parties’ interests;
        pihak lainnya.
     c. Anggota Dewan Komisaris perusahaan dilarang                          c. Members of the Board of Commissioners are prohibited
        menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan atau                          from abusing their position for personal gain or for the
        keuntungan pribadi, keluarga dan pihak-pihak lain.                      benefit of their family or other parties;
     d. Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang                  d. In discussions and decision-making involving conflicts of
        mengandung unsur benturan kepentingan, pihak yang                       interest, the concerned party is not permitted to participate;
        bersangkutan tidak diperkenankan ikut serta.
     e. Setiap anggota Dewan Komisaris perusahaan yang                       e.   Each Commissioner with decision-making authority is
        memiliki wewenang pengambilan keputusan diharuskan                        required to annually declare the absence of conflicts of
        setiap tahun membuat pernyataan tidak memiliki benturan                   interest in relation to decisions made and compliance with
        kepentingan terhadap setiap keputusan yang telah dibuat                   the Company’s code of conduct.
        olehnya dan telah melaksanakan pedoman perilaku yang
        ditetapkan oleh perusahaan.




              PT Hutama Karya (Persero)
 110          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
                                                                                                            Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                            Sustainability Governance




3.   Dewan Komisaris menandatangani pernyataan tidak memiliki       3.   The Board of Commissioners signs a declaration of no conflict
     benturan kepentingan dan menyatakan secara tertulis hal-hal         of interest and discloses in writing any matters that may
     yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan terhadap           potentially create conflicts of interest, and submits them to the
     dirinya dan menyampaikannya kepada RUPS, meliputi:                  GMS, including:
     a. Adanya surat pernyataan Dewan Komisaris tidak memiliki           a. A statement of no conflict of interest at the time of
          benturan kepentingan pada awal pengangkatan yang                   appointment, updated annually;
          diperbaharui setiap awal tahun.
     b. Pernyataan tahunan dapat dilaksanakan dengan                     b. Annual statements may be included as an attachment or
          menambahkan pernyataan tersebut sebagai lampiran atau             part of the Management Contract or Work and Budget Plan
          bagian dari Kontrak Manajemen atau Rencana Kerja dan              (RKA) of the Board of Commissioners;
          Anggaran (RKA) Dewan Komisaris.
     c. Bila dalam periode pelaksanaan tugasnya, Dewan                   c.   If during the execution of duties a potential conflict of
          Komisaris mengalami (potensi) benturan kepentingan                  interest arises, the Commissioner shall issue a written
          terdapat surat pernyataan Dewan Komisaris mengenai hal              statement and submit it to the shareholders;
          tersebut dan disampaikan kepada pemegang saham.
     d. Dewan Komisaris membuat Pakta lntegritas yang                    d. The Board of Commissioners signs an Integrity Pact
          dilampirkan dalam usulan tindakan Direksi yang harus                attached to Board of Directors action proposals requiring
          mendapatkan rekomendasi dari Dewan Komisaris dan                    recommendation from the Board of Commissioners and
          persetujuan RUPS.                                                   approval from the GMS.
4.   Dewan Komisaris melaporkan kepada Perusahaan (Sekretaris       4.   The Board of Commissioners reports to the Company (Corporate
     Perusahaan) untuk dicatat dalam Daftar Khusus mengenai              Secretary) for recording in a special register regarding share
     kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada Perusahaan           ownership by themselves and/or their families in the Company
     dan Perusahaan lain.                                                and other companies.
5.   Dewan Komisaris memantau dan mengelola potensi benturan        5.   The Board of Commissioners monitors and manages potential
     kepentingan manajemen, anggota Direksi, Dewan Komisaris             conflicts of interest involving management, members of
     dan pemegang saham, termasuk penyalahgunaan aset                    the Board of Directors, the Board of Commissioners, and
     korporasi dan penyalahgunaan dalam transaksi pihak berelasi.        shareholders, including misuse of corporate assets and
     Komisaris yang memiliki benturan kepentingan tidak turut            related-party transactions. Commissioners who have a conflict
     serta dalam pemantauan dan pengambilan keputusan atas               of interest shall not participate in monitoring and decision-
     potensi benturan kepentingan yang melibatkan Komisaris atau         making related to such matters.
     afiliasi Komisaris yang bersangkutan.


Pada tahun 2025, tidak terdapat hubungan afiliasi yang              In 2025, there were no affiliated relationships involving conflicts of
mengandung benturan kepentingan antara Dewan Komisaris              interest between members of the Board of Commissioners and the
dan Direksi (hubungan keuangan, keluarga dan kepengurusan)          Board of Directors (financial, familial, or managerial relationships)
dengan anggota Dewan Komisaris dan Direksi lainnya serta dengan     with other members of the Board of Commissioners and the
Pemegang Saham Pengendali. Pemegang saham utama dan                 Board of Directors, as well as with the Controlling Shareholder.
pengendali Perseroan adalah 100% Negara Republik Indonesia.         The Company’s principal and controlling shareholder is 100% the
                                                                    Government of the Republic of Indonesia.


Oleh karenanya, tidak terdapat pemegang saham pengendali            Therefore, there is no individual controlling shareholder,
individu baik langsung maupun tidak langsung. Informasi terkait     either directly or indirectly. Information regarding cross-board
keanggotaan lintas Dewan, lintas saham dengan pemasok dan           membership, cross-shareholding with suppliers and other
pemangku kepentingan lainnya, keberadaan pemegang saham             stakeholders, and the presence of controlling shareholders among
pengendali anggota Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah          members of the Board of Commissioners, Sharia Supervisory Board,
dan Direksi telah disampaikan pada bab Profil Perusahaan Laporan    and Board of Directors has been presented in the Company Profile
Tahunan Hutama Karya tahun 2025.                                    section of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.




                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                          2025 Sustainability Report   111
Page 112
    Nominasi dan Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-10]
    Nomination and Selection of the Board of Commissioners and
    the Board Of Directors


Dalam rangka mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik             In order to realize good corporate governance, the Company is
(good corporate governance), Perseroan senantiasa berkomitmen        committed to implementing a transparent, accountable, and
untuk melaksanakan proses nominasi anggota Direksi dan Dewan         regulation-compliant nomination process for members of the
Komisaris yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan    Board of Directors and the Board of Commissioners, in accordance
perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan                 with the Minister of State-Owned Enterprises Regulation No. PER-3/
Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan               MBU/03/2023 concerning Organs and Human Resources of State-
Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara. Perseroan telah        Owned Enterprises. The Company has established nomination
menetapkan prosedur nominasi dan seleksi Dewan Komisaris dan         and selection procedures for the Board of Commissioners and the
Direksi dilakukan baik dari Talenta Kementerian BUMN, Talenta        Board of Directors, which are conducted through the Ministry of SOE
BUMN (Internal), maupun Talenta Eksternal. Adapun proses yang        Talent Pool, SOE Talent (Internal), and External Talent. The process
dilakukan sebagai berikut:                                           is carried out as follows:
1. Seleksi Awal: Calon yang memenuhi persyaratan administrasi        1. Initial Selection: Candidates who meet administrative
    akan diseleksi berdasarkan kualifikasi dan pengalaman dari            requirements are screened based on qualifications and
    Talenta Internal Perusahaan.                                          experience from the Company’s Internal Talent pool.
2. Asesmen: Terhadap Calon/Talenta Internal Perusahaan yang          2. Assessment: Eligible internal candidates are evaluated through
    memenuhi persyaratan (eligible talent) dilakukan Asesmen              an assessment covering competency standards, professional
    berupa penilaian atas pemenuhan terhadap syarat materiil              qualifications, and personal traits.
    melalui penilaian standar kompetensi, kualifikasi professional
    (professional qualification), dan karakter (traits).
3. Evaluasi dan Pembahasan: Hasil asesmen akan dievaluasi dan        3.   Evaluation and Discussion: Assessment results are evaluated
    dibahas oleh Tim Penilai yang independen di Level Direksi             and discussed by an independent assessment team at the
    dan Dewan Komisaris (Komite Nominasi dan Remunerasi                   Board level (Nomination and Remuneration Committee of
    PT Hutama Karya (Persero)).                                           PT Hutama Karya (Persero) (Persero)).
4. Direktur Human Capital & Legal sebagai anggota Direksi            4.   The Director of Human Capital & Legal, as the Board member
    BUMN yang membidangi fungsi sumber daya manusia                       responsible for human resources functions, is accountable for
    pada PT Hutama Karya (Persero) bertanggung jawab dalam                the technical implementation of the SOE Talent Management
    pelaksanaan teknis sistem Manajemen Talenta BUMN di                   System at PT Hutama Karya (Persero).
    PT Hutama Karya (Persero).
5. Penetapan Calon: Terhadap Calon/Talenta Internal Perusahaan       5.   Determination of Candidates: Nominated internal talents who
    yang memenuhi kriteria (Nominated Talent) akan diajukan               meet the criteria are proposed by the Company through the
    oleh Perusahaan melalui Dewan Komisaris PT Hutama Karya               Board of Commissioners to the Minister of SOEs as the General
    (Persero) kepada Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang              Meeting of Shareholders (GMS) for approval.
    Saham Perusahaan untuk mendapatkan persetujuan.
6. Pengangkatan: Setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum          6.   Appointment: After obtaining approval from the GMS, the
    Pemegang Saham Perusahaan, dan Menteri BUMN selaku Rapat              Minister of SOEs as the GMS appoints the selected candidates.
    Umum Pemegang Saham (RUPS) akan mengangkat calon yang
    terpilih.


Komite Nominasi dan Remunerasi sebagaimana tercantum dalam           The Nomination and Remuneration Committee, as stipulated in
Komite Nominasi dan Remunerasi Nomor SK-10.XII/DK/PTHK/2023          Decree No. SK-10.XII/DK/PTHK/2023 dated 29 December 2023, is
Tanggal 29 Desember 2023 bertanggung jawab dalam fungsi              responsible for nomination and remuneration functions, including
nominasi dan remunerasi, antara lain:                                the following:
a. Fungsi Nominasi:                                                  a. Nomination Function:
    - Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris                       - Providing recommendations to the Board of Commissioners
       mengenai komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau                    regarding the composition of positions of members of
       anggota Dewan Komisaris; kebijakan dan kriteria yang                   the Board of Directors and/or members of the Board
       dibutuhkan dalam proses Nominasi; dan kebijakan                        of Commissioners; policies and criteria required in the
       evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota                 nomination process; and performance evaluation policies
       Dewan Komisaris.                                                       for members of the Board of Directors and/or Board of
                                                                              Commissioners.




         PT Hutama Karya (Persero)
 112     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
                                                                                                             Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                             Sustainability Governance




    -   Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja              - Assisting the Board of Commissioners in assessing the
        anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris                    performance of members of the Board of Directors and/or
        berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai bahan             Board of Commissioners based on established performance
        evaluasi;                                                           benchmarks as evaluation input.
    -   Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris                    - Providing recommendations to the Board of Commissioners
        mengenai program pengembangan kemampuan anggota                     regarding development programs for members of the
        Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; dan                       Board of Directors and/or Board of Commissioners.
    -   Memberikan usulan calon yang memenuhi syarat sebagai             - Proposing qualified candidates for members of the Board
        anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris                    of Directors and/or Board of Commissioners of Hutama
        Hutama Karya dan Wakil Perseroan yang akan diusulkan                Karya and representatives of the Company to be appointed
        menjadi Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris Anak               as members of the Board of Directors and/or Board of
        Perusahaan/Afiliasinya kepada Dewan Komisaris untuk                 Commissioners of subsidiaries/affiliates, to the Board of
        disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham                        Commissioners for submission to the General Meeting
        dan/atau Direksi Hutama Karya sebagaimana wewenang                  of Shareholders and/or the Board of Directors of Hutama
        Dewan Komisaris yang diatur dalam Anggaran Dasar.                   Karya, in accordance with the authority of the Board of
                                                                            Commissioners as stipulated in the Articles of Association.
b. Fungsi Remunerasi                                                  b. Remuneration Function
   - Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris                       - Providing recommendations to the Board of
      mengenai struktur Remunerasi bagi anggota Direksi dan/                Commissioners regarding the remuneration structure
      atau anggota Dewan Komisaris; kebijakan atas remunerasi               for members of the Board of Directors and/or Board of
      bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;                Commissioners; remuneration policies for members of
      dan besaran atas remunerasi bagi anggota Direksi dan/                 the Board of Directors and/or Board of Commissioners;
      atau anggota Dewan Komisaris.                                         and remuneration amounts for members of the Board of
                                                                            Directors and/or Board of Commissioners.
    -   Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja             - Assisting the Board of Commissioners in evaluating
        dengan kesesuaian Remunerasi yang diterima masing-                  performance alignment with the remuneration received by
        masing anggota Direksi.                                             each member of the Board of Directors.


Kebijakan Keberagaman Direksi dan Dewan Komisaris, serta              The Diversity Policy of the Board of Directors and Board of
implementasinya telah disajikan pada Bab Tata Kelola Perusahaan       Commissioners, as well as its implementation, has been presented
dalam Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025.                        in the Corporate Governance chapter of Hutama Karya’s 2025
                                                                      Annual Report.




    Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi [GRI 2-18]
    Performance Assessment of the Board of Commissioners and
    the Board of Directors

Sistem evaluasi kinerja Direksi di tahun 2024, mengacu pada           The performance evaluation system for the Board of Directors in
Peraturan Menteri BUMN No. PER- 3/MBU/03/2023 tanggal 20 Maret        2024 refers to the Minister of State-Owned Enterprises Regulation
2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik          No. PER-3/MBU/03/2023 dated March 20, 2023 concerning Organs
Negara, Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 tanggal          and Human Resources of State-Owned Enterprises, Minister of SOE
3 Maret 2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi       Regulation No. PER-2/MBU/03/2023 dated March 3, 2023 concerning
Signifikan Badan Usaha Milik Negara serta Surat KBUMN No. S-220/      Guidelines for Governance and Significant Corporate Actions of
MBU/04/2023 tanggal 19 April 2023.                                    State-Owned Enterprises, and the Ministry of SOE Letter No. S-220/
                                                                      MBU/04/2023 dated April 19, 2023.


Kriteria penilaian kinerja Direksi terdiri atas Key Performance       The performance assessment criteria for the Board of Directors
Indicator (KPI) Direksi secara kolegial dan KPI Direksi secara        consist of collegial Key Performance Indicators (KPIs) and individual
individual yang disusun sesuai dengan strategi serta fokus            KPIs, which are prepared in accordance with the Company’s strategy
perusahaan di periode berjalan yang tertuang pada Rencana Kerja       and priorities during the relevant period as stated in the Company
dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Kriteria KPI Kolegial mencakup        Work Plan and Budget (RKAP). Collegial KPIs include economic
nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia yang mencakup aspek          and social value creation for Indonesia, covering financial and
finansial dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi,   social aspects, business model innovation, technology leadership,
peningkatan investasi, dan pengembangan talenta. Sedangkan KPI        investment enhancement, and talent development. Individual KPIs



                                                                                                         PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                           2025 Sustainability Report   113
Page 114
Individual secara individual disusun sesuai dengan tugas, fungsi       are prepared based on the duties, functions, and responsibilities of
pokok, dan tanggung jawab masing- masing anggota Direksi.              each Director.


Pencapaian KPI Direksi secara kolegial dan individual dilaporkan       The achievement of both collegial and individual KPIs is reported
dalam laporan berkala kepada Dewan Komisaris. Di sisi lain,            periodically to the Board of Commissioners. Furthermore, the
perhitungan pencapaian KPI Direksi secara kolegial dan secara          calculation of KPI achievement for both collegial and individual
individual direviu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mengaudit     levels is reviewed by the Public Accounting Firm (KAP) that audits
laporan keuangan perusahaan untuk kemudian disampaikan                 the Company’s financial statements and is subsequently reported
kepada Pemegang Saham dalam hal ini Kementerian BUMN.                  to the Shareholder, in this case the Ministry of SOEs.


Penilaian terhadap kinerja Direksi Hutama Karya diatur dalam           The assessment of the performance of the Board of Directors of
Prosedur Nomor SP/HC/P/013 Tanggal 20 Desember 2024 tentang            Hutama Karya is governed under Procedure Number SP/HC/P/013
Key Performance Indicator. KPI ini menjadi salah satu alat ukur yang   dated December 20, 2024 concerning Key Performance Indicators.
bertujuan untuk:                                                       These KPIs serve as one of the measurement instruments aimed at:
1. Memastikan pencapaian Sasaran Strategis Kinerja dan Program         1. Ensuring the achievement of Strategic Performance Targets and
    Perusahaan;                                                            Company Programs;
2. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengendalian kinerja;        2. Enhancing the effectiveness and efficiency of performance
                                                                           control;
3.   Memastikan Perusahaan beroperasi pada koridor risiko yang         3. Ensuring that the Company operates within the previously
     dapat ditoleransi yang telah ditetapkan sebelumnya;                   established acceptable risk tolerance corridor;
4.   Mengoptimalkan upaya kapitalisasi potensi Perusahaan;             4. Optimizing efforts to capitalize on the Company’s potential;
                                                                           and
5.   Menilai kinerja secara adil.                                      5. Conducting performance assessments in a fair manner.


Tahap penyusunan KPI Kolegial dimulai dari interpretasi arahan         The preparation stage of the Collegial KPI commences with the
strategis dan kajian kondisi perusahaan oleh Komite KPI yang           interpretation of strategic directives and an assessment of the
mencakup arahan pemegang saham, sasaran strategis dari visi, misi,     Company’s condition by the KPI Committee, which includes directives
RJPP, RKAP, serta aspirasi, dan kepentingan pemangku kepentingan       from shareholders, strategic objectives derived from the vision,
internal maupun eksternal. Selanjutnya, Komite KPI menyusun            mission, Long-Term Corporate Plan (RJPP), Work Plan and Budget
KPI Kolegial dengan mengidentifikasi faktor kunci, menetapkan          (RKAP), as well as the aspirations and interests of both internal and
variabel, ukuran kinerja, perspektif, serta bobot sesuai prioritas     external stakeholders. Subsequently, the KPI Committee formulates
perusahaan dalam satu tahun ke depan. KPI yang telah dirumuskan        the Collegial KPI by identifying key factors, determining variables,
kemudian dibahas dan dikonfirmasi kepada Direksi dan Pemegang          performance measures, perspectives, and weightings in accordance
Saham, sebelum akhirnya dikoordinasikan pengesahannya dan              with the Company’s priorities for the upcoming year. The formulated
disahkan secara resmi melalui RUPS                                     KPIs are then discussed and confirmed with the Board of Directors and
                                                                       Shareholders, prior to being coordinated for ratification and formally
                                                                       approved through the General Meeting of Shareholders.


Penilaian Kinerja Dewan Komisaris berdasarkan Pencapaian               Performance Assessment of the Board of Commissioners Based
Rencana Kerja Dewan Komisaris Penilaian Kinerja Dewan Komisaris        on the Achievement of the Board of Commissioners’ Work Plan
dilaksanakan secara kolegial dan dilaporkan kepada Pemegang            The performance assessment of the Board of Commissioners is
Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan                   conducted on a collegial basis and reported to the Shareholders
melalui penyampaian kinerja Dewan Komisaris yang tertuang              at the Annual General Meeting of Shareholders (AGM) through
di dalam Laporan Pengawasan Dewan Komisaris. Berdasarkan               the submission of the Board of Commissioners’ performance as
laporan tersebut, RUPS selanjutnya memberikan pelunasan                outlined in the Board of Commissioners’ Supervisory Report.
dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit              Based on such report, the AGM subsequently grants full release
et de charge) kepada Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan           and discharge (volledig acquit et de charge) to the Board of
pengawasan yang dijalankan dalam Tahun Buku yang berakhir              Commissioners for the supervisory actions performed during the
pada akhir tahun. Sebagai bagian dalam implementasi Tata Kelola        financial year ending at year-end. As part of the implementation
Perusahaan yang Baik yang selaras dengan Peraturan Menteri             of Good Corporate Governance aligned with the Regulation of the
Negara BUMN PER-2/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret 2023 tentang             Minister of State-Owned Enterprises PER-2/MBU/03/2023 dated 3
Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan            March 2023 concerning Guidelines for Governance and Significant
Usaha Milik Negara, Dewan Komisaris pada awal tahun telah              Corporate Activities of State-Owned Enterprises, the Board of
menyusun rencana kerja tahunan Dewan Komisaris yang merupakan          Commissioners at the beginning of the year prepares an annual
bagian yang tak terpisahkan dari Rencana Kerja dan Anggaran            work plan, which forms an integral part of the Company’s Work
Perusahaan (RKAP). Dewan Komisaris melakukan penilaian atas            Plan and Budget (RKAP). The Board of Commissioners conducts its
kinerja Dewan Komisaris selama tahun 2025 dengan menggunakan           performance assessment for the year 2025 using a self-assessment
metode penilaian sendiri (self assessment) dan dilaporkan kepada       method and reports the results to the Shareholders at the Annual



          PT Hutama Karya (Persero)
 114      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
                                                                                                              Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                              Sustainability Governance




Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.                General Meeting of Shareholders. To evaluate the performance of
Guna mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi sepanjang        the Board of Commissioners and the Board of Directors throughout
tahun berjalan dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi, kinerja       the reporting year with a high level of accountability, performance is
Dewan Komisaris dan Direksi dinilai setiap tahun menggunakan           assessed annually using four criteria, namely self-assessment, Key
empat kriteria, di antaranya penilaian diri (self assessment),         Performance Indicators (KPI) and the Company’s health level, as
indikator kinerja utama atau KPI dan tingkat kesehatan perusahaan,     well as the accountability of the annual report and annual financial
serta berdasarkan pertanggungjawaban laporan tahunan dan               statements of the Company.
laporan keuangan tahunan perusahaan.


Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi secara rinci telah       Detailed performance assessments of the Board of Commissioners
disampaikan pada Bab Tata Kelola Perusahaan dalam Laporan              and the Board of Directors are presented in the Corporate
Tahunan Hutama Karya tahun 2025.                                       Governance chapter of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.




     Kebijakan Remunerasi [GRI 2-19, GRI 2-20, GRI 2-21]
     Remuneration Policy

Hutama Karya telah menjalankan kebijakan pemberian remunerasi          Hutama Karya has implemented a policy for providing remuneration
dan fasilitas lainnya kepada Dewan Komisaris dan Direksi. Hutama       and other facilities to the Board of Commissioners and the Board
Karya memiliki kebijakan penetapan remunerasi Dewan Komisaris          of Directors. The Company has established a remuneration
dan Direksi yang mencakup mulai dari prosedur pengusulan hingga        determination policy that covers the procedures from proposal
dengan penetapan remunerasi. Adapun prosedurnya adalah                 submission to final approval of remuneration. The procedures are
sebagai berikut:                                                       as follows:
1. Besaran remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi telah          1. The remuneration level for the Board of Commissioners
    diatur di dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara              and the Board of Directors is regulated under the Minister of
    Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya                   State-Owned Enterprises Regulation No. PER-3/MBU/03/2023
    Manusia BUMN.                                                           concerning SOE Organs and Human Resources.
2. Besaran remunerasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi                2. The remuneration level for the Board of Commissioners and the
    diusulkan oleh Dewan Komisaris kepada Pemegang Saham.                   Board of Directors is proposed by the Board of Commissioners
                                                                            to the Shareholder.
3.   Penetapan remunerasi Direksi dilakukan oleh RUPS/Menteri          3. The determination of remuneration for the Board of Directors is
     setiap tahun.                                                          decided annually by the GMS/Minister.


Penetapan struktur Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris         The determination of remuneration structure for both the Board
mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023            of Directors and the Board of Commissioners refers to Minister of
tentang Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN. Sesuai dengan              SOE Regulation No. PER-3/MBU/03/2023. In accordance with the
BOC Charter, indikator penetapan atas remunerasi bagi Dewan            Board of Commissioners Charter, remuneration considerations
Komisaris mempertimbangkan skala usaha, kompleksitas usaha,            include business scale, business complexity, inflation rate, the
tingkat inflasi, kondisi, dan kemampuan keuangan perseroan,            Company’s financial condition and capability, and other relevant
faktor-faktor lain yang relevan, termasuk tingkat penghasilan yang     factors, including industry-standard compensation levels, and must
berlaku umum dalam industri sejenis, dan tidak boleh bertentangan      comply with applicable regulations. In addition, remuneration also
dengan peraturan perundang-undangan. Di samping itu, pemberian         considers collegial KPI criteria that include economic and social
remunerasi juga senantiasa mempertimbangkan kriteria KPI               value for Indonesia. The remuneration determination process
Kolegial yang mencakup nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia.       is supervised by the Nomination and Remuneration Committee
Proses penetapan remunerasi diawasi oleh Komite Nominasi dan           chaired by an Independent Commissioner.
Remunerasi yang diketuai oleh Komisaris Independen.


Selain remunerasi, anggota Dewan Komisaris menerima bonus              In addition to remuneration, members of the Board of Commissioners
kinerja berupa tantiem atau insentif kinerja yang bersifat variabel,   receive performance bonuses in the form of tantiem or variable
sedangkan Direksi menerima tunjangan dan tantiem yang bersifat         performance incentives, while the Board of Directors receives
variabel. Penentuan bonus kinerja mempertimbangkan faktor              allowances and variable tantiem. The determination of performance
pencapaian target, KPI, tingkat kesehatan Perseroan, kemampuan         bonuses considers achievement of targets, Key Performance
keuangan, dan faktor-faktor lain yang relevan. Informasi terkait       Indicators (KPIs), the Company’s health level, financial capacity, and
remunerasi yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi           other relevant factors. Detailed information regarding remuneration
secara rinci disampaikan pada bagian Tata Kelola Perusahaan di         granted to the Board of Commissioners and the Board of Directors
Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025.                               is disclosed in the Corporate Governance section of Hutama Karya’s
                                                                       2025 Annual Report.

                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   115
Page 116
Dewan Komisaris dan Direksi juga menerima bonus kinerja berupa                             Members of the Board of Commissioners and the Board of Directors
tantiem atau insentif kinerja yang bersifat variabel, dilakukan                            also receive performance bonuses in the form of tantiem or
dengan mempertimbangkan faktor pencapaian target, KPI, tingkat                             variable performance incentives, determined by considering target
kesehatan Perseroan, dan kemampuan keuangan, serta faktor-                                 achievement, KPIs, the Company’s health level, financial capacity,
faktor lain yang relevan (merit system) yang berlaku umum dalam                            and other relevant factors (merit system) commonly applied in
industri yang sejenis. Perseroan tidak memiliki kebijakan untuk                            similar industries. The Company does not have a policy of providing
memberikan sign on bonus, pembayaran pemutusan hubungan                                    sign-on bonuses, termination payments, or clawbacks.
kerja, dan clawbacks.


Hasil keputusan RUPS tahun buku 2024 yang diselenggarakan tahun                            Decisions of the 2024 financial year GMS held in 2025 regarding
2025 terkait remunerasi telah disampaikan pada bagian Tata Kelola                          remuneration have been presented in the Corporate Governance
Perusahaan dalam Laporan Tahunan Hutama Karya tahun 2025.                                  section of Hutama Karya’s 2025 Annual Report.


Struktur Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Remuneration Structure of the Board of Commissioners and the Board of Directors

                    Struktur Remunerasi Dewan Komisaris                                                         Struktur Remunerasi Direksi
               Remuneration Structure of the Board of Commissioners                                      Remuneration Structure of the Board of Directors

 Honorarium Dewan Komisaris                 Honorarium of the Board of Commissioners                Gaji Direksi                        Salary of the Board of Directors
 Honorarium Komisaris Utama sebesar 45%     Chairman of the Board of Commissioners: 45% of the      Gaji Direktur Utama sebesar 100%    President Director’s salary is set
 dari DirekturUtama.                        President Director                                      Wakil Direktur Utama sebesar 90%    at 100%.
 Wakil Komisaris Utama sebesar 42,5% dari   Vice Chairman of the Board of Commissioners: 42.5% of   (dari Direktur Utama)               Vice President Director’s salary is
 Direktur Utama.                            the President Director                                  Anggota Direksi sebesar 85% (dari   set at 90% (of President Director’s
 Anggota Dewan Komisaris sebesar 90% dari   Member of the Board of Commissioners: 90% of the        Direktur Utama)                     salary).
 Komisaris Utama                            President Commissioners                                                                     Board of Directors’ members’
                                                                                                                                        salaries are set at 85% (of President
                                                                                                                                        Director’s salary).

 Tunjangan Dewan Komisaris                  Allowances of the Board of Commissioners                Tunjangan Direksi                   Allowances of the Board of Directors
 Tunjangan hari raya                        Holiday allowance                                       Tunjangan hari raya.                Holiday allowance
 Tunjangan transportasi                     Transportation allowance                                Tunjangan perumahan                 Housing allowance
 Asuransi purna jabatan                     Post-employment insurance                               Asuransi purna jabatan              Post-employment insurance

 Fasilitas Dewan Komisaris                  Facilities of the Board of Commissioners                Fasilitas Direksi                   Facilities of the Board of Directors
 Fasilitas Kesehatan                        Health facilities                                       Fasilitas Kendaraan                 Vehicle facilities
 Fasilitas bantuan hukum                    Legal assistance facilities                             Fasilitas Kesehatan                 Health facilities
                                                                                                    Fasilitas bantuan hukum             Legal assistance facilities

 Tantiem/Insentif Kinerja Dewan             Performance Incentives / Tantiem of the Board of        Tantiem/Insentif Kinerja Direksi    Performance Incentives / Tantiem
 Komisaris                                  Commissioners                                           Jangka Panjang (Long Term           of the Board of Directors
 Jangka Panjang (Long Term Incentive)       Long-Term Incentive (LTI)                               Incentive)                          Long-Term Incentive (LTI)




Pada tahun 2025, jumlah remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi                             In 2025, the lowest total remuneration of the Board of Commissioners
paling rendah adalah Rp1.902.285.000 dan Rp2.840.000.000                                   and the Board of Directors amounted to IDR 1,902,285,000 and IDR
secara berturut-turut. Di samping itu, remunerasi Direksi dengan                           2,840,000,000, respectively. In addition, the remuneration ratio
manajemen senior (pejabat satu level di bawah Direksi) memiliki                            between the Board of Directors and senior management (one level
perbandingan 3,06:1. Penetapan perbandingan remunerasi ini                                 below the Board of Directors) was 3.06:1. This remuneration ratio
dinilai menggunakan aspek pencapaian kinerja keberlanjutan                                 is determined based on the Company’s sustainability performance
Perseroan. Informasi detail lebih lanjut mengenai kebijakan                                achievements. Further detailed information regarding the
remunerasi dan perhitungan remunerasi Dewan Komisaris dan                                  remuneration policy and calculation of remuneration for the Board
Direksi disajikan dalam Laporan Tahunan Perseroan 2025.                                    of Commissioners and the Board of Directors is presented in the
                                                                                           Company’s 2025 Annual Report.


Selain itu, Perseroan juga melaporkan rasio total kompensasi                               In addition, the Company also reports the ratio of total Directors’
Direksi dengan rata-rata kompensasi karyawan. Total kompensasi                             compensation to the average employee compensation. Total employee
karyawan merupakan jumlah dari seluruh kompensasi yang                                     compensation refers to the aggregate of all compensation received by
diterima oleh karyawan. Adapun rincian disajikan sebagai berikut                           employees. The detailed breakdown is presented as follows.


                                                                   Uraian
                                                                                                                                                             Total
                                                                 Description

 Kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di perusahaan
                                                                                                                                                        14.319.628.226
 Total annual compensation for the highest-paid individual in the Company

 Nilai tengah total kompensasi tahunan untuk semua karyawan perusahaan kecuali individu dengan bayaran tertinggi
                                                                                                                                                       181.439.063.109
 Median of total annual compensation for all employees excluding the highest-paid individual in the Company




           PT Hutama Karya (Persero)
 116       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
                                                                                                                                Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                                Sustainability Governance




                                                             Uraian
                                                                                                                                              Total
                                                           Description

 Rasio kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi dengan nilai tengah total kompensasi tahunan untuk
 semua karyawan perusahaan kecuali individu dengan bayaran tertinggi                                                                                 7,89%
 Ratio of total annual compensation for the highest-paid individual to the median total annual compensation for all employees                      (1:7,89)
 excluding the highest-paid individua

 Peningkatan persentase dalam kompensasi total tahunan untuk individu dengan bayaran tertinggi di perusahaan
                                                                                                                                                       0,00%
 Percentage increase in total annual compensation for the highest-paid individual in the Company

 Peningkatan persentase nilai tengah total kompensasi tahunan untuk semua karyawan organisasi, kecuali individu dengan bayaran
 tertinggi
                                                                                                                                                       1,53%
 Percentage increase in median total annual compensation for all employees in the organization, excluding the highest-paid
 individual




    Rapat Direksi dan Dewan Komisaris
    Board of Directors and Board of Commissioners Meetings


Dewan Komisaris mengadakan rapat paling sedikit setiap 1                           The Board of Commissioners convenes meetings at least once every
(satu) bulan sekali, dalam rapat tersebut Dewan Komisaris dapat                    month, in which the Board of Commissioners may invite the Board
mengundang Direksi. Dewan Komisaris dapat mengadakan rapat                         of Directors. The Board of Commissioners may also hold meetings
sewaktu-waktu atas permintaan 1 (satu) atau beberapa Anggota                       at any time upon the request of one or more members of the Board
Dewan Komisaris, permintaan Direksi, atau atas permintaan                          of Commissioners, at the request of the Board of Directors, or upon
tertulis dari 1 (satu) atau beberapa Pemegang Saham yang                           a written request from one or more Shareholders representing at
mewakili sekurang-kurangnya 1/10 (satu per sepuluh) dari jumlah                    least 1/10 (one-tenth) of the total voting shares, by specifying the
saham dengan hak suara, dengan menyebutkan hal-hal yang akan                       matters to be discussed. Meanwhile, the Board of Directors has
dibicarakan. Sedangkan, Direksi memiliki pedoman/tata tertib                       established guidelines/rules of procedure for Board of Directors
Rapat Direksi, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.                         meetings in accordance with the prevailing laws and regulations.
Rapat Direksi wajib diadakan secara berkala, paling sedikit sekali                 Meetings of the Board of Directors are required to be held on a
dalam setiap bulan, dan dalam rapat tersebut Direksi dapat                         regular basis, at least once in every month, and in such meetings,
mengundang Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.                                         the Board of Directors may invite the Board of Commissioners/
                                                                                   Supervisory Board.


Tabel Frekuensi dan Kehadiran Rapat Dewan Komisaris
Table of Meeting Frequency and Attendance of the Board of Commissioners

                                                                           Rapat Gabungan Dewan Komisaris
                                     Rapat Dewan Komisaris                          dengan Direksi                                    RUPS
                                 Board of Commissioners Meetings               Joint Meetings of Board of                             GMS
                                                                          Commissioners and Board of Directors


   Nama         Jabatan         Jumlah dan Persentasi Kehadiran            Jumlah dan Persentase Kehadiran            Jumlah dan Persentase Kehadiran
   Name         Position       Number and Percentage of Attendance        Number and Percentage of Attendance        Number and Percentage of Attendance


                               Jumlah                                     Jumlah                                      Jumlah
                                              Jumlah                                      Jumlah                                      Jumlah
                                Rapat                     Persentase       Rapat                      Persentase       Rapat                      Persentase
                                            Kehadiran                                   Kehadiran                                   Kehadiran
                              Number of                   Percentage     Number of                    Percentage     Number of                    Percentage
                                            Attendance                                  Attendance                                  Attendance
                               Meetings                                   Meetings                                    Meetings

 Yudo         Komisaris
 Margono      Utama
              merangkap
              Komisaris
              Independen
                                  29            28            96%             12            12           100%            2              2              100%
              President
              Commissioner
              concurrently
              Independent
              Commissioner




                                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                          2025 Sustainability Report     117
Page 118
                                                                          Rapat Gabungan Dewan Komisaris
                                         Rapat Dewan Komisaris                     dengan Direksi                                      RUPS
                                     Board of Commissioners Meetings          Joint Meetings of Board of                               GMS
                                                                         Commissioners and Board of Directors


   Nama            Jabatan          Jumlah dan Persentasi Kehadiran       Jumlah dan Persentase Kehadiran                 Jumlah dan Persentase Kehadiran
   Name            Position        Number and Percentage of Attendance   Number and Percentage of Attendance             Number and Percentage of Attendance


                                   Jumlah                                 Jumlah                                         Jumlah
                                                Jumlah                                  Jumlah                                         Jumlah
                                    Rapat                   Persentase     Rapat                       Persentase         Rapat                   Persentase
                                              Kehadiran                               Kehadiran                                      Kehadiran
                                  Number of                 Percentage   Number of                     Percentage       Number of                 Percentage
                                              Attendance                              Attendance                                     Attendance
                                   Meetings                               Meetings                                       Meetings

Muhamad          Wakil
Lukman           Komisaris
Edy*             Utama
                 merangkap
                 Komisaris
                 Independen
                                     10            9            90%          5              5             100%               1           1           100%
                 Vice President
                 Commissioner
                 who also
                 serves as an
                 Independent
                 Commissioner

Agung Sabar      Komisaris
Santoso**        Independen
                                     26            24           92%         10             10             100%               2           2           100%
                 Independent
                 Commissioner

R. Wahyu         Komisaris
Muryadi          Independen
                                     29            23           79%         12             11              92%               2           2           100%
                 Independent
                 Commissioner

Chairiah**       Komisaris
                                     26            25           96%         10             10             100%               2           2           100%
                 Commissioner

Susdiyarto       Komisaris
Agus             Commissioner         3            3           100%          1              1             100%               1           1           100%
Praptono***

Iwan             Komisaris
                                     26            22           85%         10             10              94%               2           2           100%
Suprijanto**     Commissioner

Siti Jamaliah    Komisaris
Lubis****        Independen
                                      3            3           100%          2              2             100%               -            -            -
                 Independent
                 Commissioner

Mudanto          Komisaris
Hatta****        Independen
                                      3            3           100%          2              2             100%               -            -            -
                 Independent
                 Commissioner

Essy             Komisaris
                                      3            3           100%          2              2             100%               -            -            -
Asiah****        Commissioner

Andus            Komisaris
                                      3            3           100%          2              2             100%               -            -            -
Winarno****      Commissioner

Keterangan:                                                                      Notes:
* Berhenti menjabat sejak 14 Mei 2025                                            * Resigned effective May 14, 2025
** Berhenti menjabat sejak 31 Oktober 2025                                       ** Resigned effective October 31, 2025
*** Berhenti menjabat sejak 7 Februari 2025                                      *** Resigned effective February 7, 2025
**** Mulai menjabat sejak 31 Oktober 2025                                        **** Appointed effective October 31, 2025




             PT Hutama Karya (Persero)
118          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
                                                                                                                             Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                             Sustainability Governance




Tabel Frekuensi dan Kehadiran Rapat Direksi
Table of Meeting Frequency and Attendance of the Board of Directors

                                                                          Rapat Gabungan Direksi dengan
                                             Rapat Direksi                       Dewan Komisaris                                       RUPS
                                   Board of Commissioners Meetings           Joint Meetings of Board of                                GMS
                                                                        Commissioners and Board of Directors


    Nama         Jabatan         Jumlah dan Persentasi Kehadiran         Jumlah dan Persentase Kehadiran             Jumlah dan Persentase Kehadiran
    Name         Position       Number and Percentage of Attendance     Number and Percentage of Attendance         Number and Percentage of Attendance


                                 Jumlah                                  Jumlah                                      Jumlah
                                                Jumlah                                Jumlah                                         Jumlah
                                  Rapat                    Persentase     Rapat                     Persentase        Rapat                       Persentase
                                              Kehadiran                             Kehadiran                                      Kehadiran
                                Number of                  Percentage   Number of                   Percentage      Number of                     Percentage
                                              Attendance                            Attendance                                     Attendance
                                 Meetings                                Meetings                                    Meetings

 Budi Harto*   Direktur
               Utama
               merangkap
               Plt. Wakil
               Direktur
               Utama
               President            21             20         95%           5             5            100%              1              1               100%
               Director
               concurrently
               serving as
               Acting Vice
               President
               Director

 Koentjoro**   Direktur
               Utama
                                    51             47         92%          12            11             92%              2              2               100%
               President
               Director

 Moeharmein    Wakil Direktur
 Zein          Utama
                                     7                 7     100%           2             2            100%              -              -                -
 Chaniago***   Vice President
               Director

 Agung         Direktur
 Fajarwanto    Operasi
               I merangkap
               Direktur
               Operasi III
                                    51             49         96%          11            10             83%              2              2               100%
               Operations
               Director I
               concurrently
               Operations
               Director III

 Gunadi        Direktur
               Operasi II
                                    51             49         96%          12            11             92%              2              2               100%
               Operations
               Director II

 Eka Setya     Direktur
 Adrianto      Keuangan
                                    51             51        100%          12            10             83%              2              2               100%
               Finance
               Director

 Muhammad      Direktur
 Fauzan        Human
               Capital &
               Legal                51             50         98%          12            12            100%              2              1               50%
               Human
               Capital and
               Legal Director

 Sugiarti      Direktur
               Manajemen
               Risiko
                                    51             49         96%          12            12             79%              2              2               100%
               Risk
               Management
               Director

 Keterangan:                                                                     Notes:
 * Menjabat s.d 5 Juni 2025                                                      * Served until June 5, 2025
 * Menjabat mulai 31 Oktober 2025                                                * Served starting October 31, 2025
 * Menjabat pada 31 Oktober 2025 – 15 Desember 2025.                             * Served from October 31, 2025 to December 15, 2025




                                                                                                                         PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                           2025 Sustainability Report        119
Page 120
    Penanggung Jawab Penerapan Pembangunan
    Berkelanjutan [OJK E.1, IFRS S1-Governance, IFRS S2-Governance]
    Responsible for the Implementation of Sustainable
    Development

Peran Badan Tata Kelola Tertinggi dalam                               Role of the Highest Governance Body In
Mengawasi Manajemen Dampak [OJK E.1, GRI                              Overseeing Impact Management [OJK E.1, GRI
2-9, 2-12, 2-14]                                                      2-9, 2-12, 2-14]


Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa memastikan kesiapan            The Board of Commissioners and the Board of Directors consistently
Perusahaan dalam memenuhi kewajiban pengungkapan                      ensure the Company’s readiness in fulfilling sustainability
keberlanjutan sesuai SPK 1 dan SPK 2 melalui penguatan                disclosure obligations in accordance with SPK 1 and SPK 2 through
pemahaman organisasi. Hal ini dilakukan dengan pembentukan            strengthening organizational understanding. This initiative
tim khusus yang bertanggung jawab atas pengelolaan                    was carried out through the establishment of a dedicated team
keberlanjutan, serta meningkatkan kapasitas SDM melalui               responsible for sustainability management, as well as through
pelatihan dan pendampingan teknis terkait standar pelaporan           the enhancement of human capital capacity via training and
melalui pelaksanaan in-house training awareness ESG yang              technical assistance related to reporting standards, including the
diselenggarakan pada 18 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian      implementation of in-house ESG awareness training conducted on
dari upaya Perseroan dalam memperkuat kualitas pelaporan              June 18, 2025. This activity forms part of the Company’s efforts to
keberlanjutan agar lebih transparan, andal, dan selaras dengan        strengthen the quality of sustainability reporting to ensure it is more
standar internasional. Kesiapan ini telah terinternalisasi dalam      transparent, reliable, and aligned with international standards. This
proses pelaporan yang mengacu pada empat pilar utama, yaitu           readiness has been internalized in the reporting process, which refers
Governance melalui struktur dan pengawasan yang jelas, Strategy       to four main pillars, namely Governance through clear structure and
melalui integrasi isu keberlanjutan ke dalam perencanaan jangka       oversight, Strategy through the integration of sustainability issues
panjang, Risk Management melalui identifikasi dan pengelolaan         into long-term planning, Risk Management through the systematic
risiko ESG secara sistematis, serta Metrics & Targets melalui         identification and management of ESG risks, and Metrics & Targets
penetapan indikator kinerja dan target yang terukur. Dengan           through the establishment of measurable performance indicators
pendekatan ini, Perseroan mampu menyajikan pengungkapan               and targets. Through this approach, the Company is able to present
keberlanjutan yang kredibel, relevan, dan selaras dengan ketentuan    sustainability disclosures that are credible, relevant, and aligned
yang berlaku.                                                         with applicable regulations.


Di tahun 2025, Perseroan telah membentuk Komite Keberlanjutan         In 2025, the Company established the Sustainability Committee
(Sustainability Committee) sesuai Surat Keputusan Direksi             in accordance with the Decree of the Board of Directors of
PT Hutama Karya (Persero) Nomor SK-119/HK/025 tentang                 PT Hutama Karya (Persero) Number SK-119/HK/025 concerning the
Pembentukan Komite Keberlanjutan. Komite Keberlanjutan terdiri        Establishment of the Sustainability Committee. The Sustainability
dari Tim Pengarah (Steering Committee), Organizing Committee,         Committee consists of the Steering Committee, Organizing
dan Technical Working Team. Sustainability Committee memiliki         Committee, and Technical Working Team. The Sustainability
tugas dan tanggung jawab dalam mengelola dan meninjau                 Committee is responsible for managing and reviewing the
kinerja keberlanjutan Perseroan termasuk isu perubahan iklim.         Company’s sustainability performance, including climate change-
Sustainability Committee wajib melaporkan kinerja, isu, dan risiko    related issues. The Committee is required to report sustainability
keberlanjutan, termasuk perubahan iklim kepada Direksi secara         performance, issues, and risks, including climate change, to the
berkala.                                                              Board of Directors on a periodic basis.


Tim Pengarah yang terdiri dari Direktur Utama, Wakil Direktur         The Steering Committee, comprising the President Director, Vice
Utama, Direktur Keuangan, Direktur Operasi I, Direktur Operasi        President Director, Director of Finance, Director of Operations
II, Direktur Operasi III, Direktur Manajemen Risiko, serta            I, Director of Operations II, Director of Operations III, Director of
Direktur Human Capital & Legal, memiliki peran strategis dalam        Risk Management, and Director of Human Capital & Legal, plays a
mengembangkan, menyetujui, dan memperbarui arah, kebijakan,           strategic role in developing, approving, and updating the Company’s
serta strategi keberlanjutan Perseroan. Dalam hal ini, Tim Pengarah   sustainability direction, policies, and strategies. In this regard, the
menetapkan program kerja Sustainability Committee beserta target      Steering Committee establishes the Sustainability Committee’s work
waktu dan output/outcome yang diharapkan, serta memberikan            program, including timelines and expected outputs/outcomes, and
arahan strategis kepada Organizing Committee terkait prioritas dan    provides strategic direction to the Organizing Committee regarding
implementasi prinsip keberlanjutan/ESG.                               sustainability/ESG priorities and implementation.




         PT Hutama Karya (Persero)
 120     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 121
                                                                                                              Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                              Sustainability Governance




Selain itu, Tim Pengarah menetapkan keputusan strategis terkait        In addition, the Steering Committee determines strategic decisions
implementasi roadmap keberlanjutan Perseroan, termasuk                 related to the implementation of the Company’s sustainability
keputusan lintas fungsi dan unit kerja, serta memastikan integrasi     roadmap, including cross-functional and cross-unit decisions, and
aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis Perusahaan.               ensures the integration of sustainability aspects into the Company’s
Perseroan juga melibatkan pemangku kepentingan internal dan            business strategy. The Company also engages internal and external
eksternal melalui koordinasi lintas unit kerja. Berbagai masukan       stakeholders through cross-functional coordination. Inputs
yang diperoleh digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam              obtained from these engagements are used as considerations in
penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis. Hasil        policy formulation and strategic decision-making. The results of
dari proses identifikasi dan pengelolaan dampak tersebut menjadi       impact identification and management processes serve as the
dasar bagi Tim Pengarah dalam meninjau dan mengevaluasi                basis for the Steering Committee to review and evaluate program
pelaksanaan program serta melakukan penyesuaian terhadap               implementation and make necessary adjustments to sustainability
arah kebijakan dan inisiatif keberlanjutan yang diperlukan. Selain     policies and initiatives. Furthermore, the highest governance
itu, badan tata kelola tertinggi secara berkala menelaah efektivitas   body periodically reviews the effectiveness of the Company’s
implementasi keberlanjutan Perseroan.                                  sustainability implementation.


Perseroan senantiasa memastikan bahwa prinsip integritas dan           The Company consistently ensures that the principles of integrity
keberlanjutan telah terinternalisasi secara substantif dalam           and sustainability have been substantively internalized in its
strategi jangka panjang melalui integrasi indikator ESG ke dalam       long-term strategy through the integration of ESG indicators
proses perencanaan korporasi. Setiap inisiatif strategis telah         into the corporate planning process. Each strategic initiative has
melalui penilaian risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk           undergone an assessment of sustainability-related risks and
analisis dampak lingkungan dan sosial, sehingga keputusan bisnis       opportunities, including environmental and social impact analysis,
tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga pada      ensuring that business decisions are not solely oriented toward
penciptaan nilai jangka panjang. Perseroan juga memperkuat             financial performance but also toward long-term value creation.
budaya integritas melalui penerapan kode etik, sistem pengendalian     The Company also strengthens a culture of integrity through the
internal, serta mekanisme pelaporan pelanggaran (whistleblowing        implementation of a code of ethics, internal control systems, and
system) yang transparan dan akuntabel. Di sisi lain, penguatan         a transparent and accountable whistleblowing system. In addition,
kapasitas organisasi dilakukan melalui peningkatan kompetensi          organizational capacity is reinforced through the enhancement of
SDM terkait keberlanjutan dan tata kelola, serta penerapan inovasi     human resource competencies in sustainability and governance,
berbasis prinsip keberlanjutan dalam proyek dan operasional.           as well as the implementation of sustainability-based innovations
Dengan pendekatan yang terstruktur, terukur, dan adaptif ini,          in projects and operations. Through this structured, measurable,
Perseroan mampu meningkatkan ketahanan usaha sekaligus                 and adaptive approach, the Company is able to enhance business
menjaga relevansi strategi dalam merespons dinamika lingkungan         resilience while maintaining the relevance of its strategy in
bisnis yang terus berkembang, sehingga mendukung penciptaan            responding to the evolving business environment, thereby
nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.                 supporting sustainable value creation for all stakeholders.


Peran corporate governance di Hutama Karya diwujudkan melalui          The role of corporate governance at Hutama Karya is realized
penetapan kebijakan strategis, penguatan pengendalian internal,        through the establishment of strategic policies, the strengthening
dan penerapan prinsip Good Corporate Governance secara                 of internal controls, and the consistent implementation of Good
konsisten. Direksi dan Dewan Komisaris memastikan integritas           Corporate Governance principles. The Board of Directors and
menjadi dasar pengambilan keputusan, sedangkan aspek                   the Board of Commissioners ensure that integrity serves as the
keberlanjutan diintegrasikan ke dalam perencanaan, manajemen           foundation for decision-making, while sustainability aspects are
risiko, serta operasional.                                             integrated into planning, risk management, and operations.



Delegasi Tanggung Jawab untuk                                          Delegation of Responsibility for Impact
Mengelola Dampak [OJK E.1, GRI 2-13]                                   Management [OJK E.1, GRI 2-13]

Perseroan mendelegasikan tanggung jawab pengelolaan dampak             The Company delegates responsibility for managing impacts
terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial melalui struktur        on economic, environmental, and social aspects through the
Komite Keberlanjutan (Sustainability Committee). Dalam hal             Sustainability Committee structure. In this regard, the President
ini, Direktur Utama menunjuk Executive Vice President (EVP)            Director appoints the Executive Vice President (EVP) Corporate
Sekretaris Perusahaan sebagai Ketua Organizing Committee               Secretary as Chair of the Organizing Committee, who is
yang bertanggung jawab dalam mengoordinasikan pelaksanaan              responsible for coordinating the implementation of the Company’s
program keberlanjutan Perseroan. Ketua Organizing Committee            sustainability programs. The Chair of the Organizing Committee
didukung oleh berbagai unit kerja terkait yang berperan dalam          is supported by various relevant work units that play a role in
mengimplementasikan inisiatif keberlanjutan sesuai dengan fungsi       implementing sustainability initiatives in accordance with their
masing-masing, sehingga tanggung jawab pengelolaan dampak              respective functions, thereby ensuring that responsibility for impact
juga terdistribusi kepada karyawan di berbagai lini organisasi.        management is also distributed across employees at various levels



                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   121
Page 122
Adapun struktur Sustainability Committee sebagai berikut.                         of the organization. The structure of the Sustainability Committee
                                                                                  is as follows.


Struktur Sustainability Committee
Sustainability Committee Structure

                                                      Nama                                                               Jabatan dalam Tim
 No
                                                      Name                                                               Position in the Team

  I    Tim Pengarah (Steering Committee)
       Steering Committee

 1.    Direktur Utama                                 President Director                                       Ketua                Chairman

 2.    Wakil Direktur Utama                           Vice President Director                                  Wakil Ketua          Vice Chairman

 3.    Direktur Keuangan                              Finance Director                                         Anggota              Member

 4.    Direktur Operasi I                             Director of Operations I                                 Anggota              Member

 5.    Direktur Operasi II                            Director of Operations II                                Anggota              Member

 6.    Direktur Operasi III                           Director of Operations III                               Anggota              Member

 7.    Direktur Manajemen Risiko                      Risk Management Director                                 Anggota              Member

 8.    Direktur Human Capital & Legal                 Human Capital and Legal Director                         Anggota              Member

  II   Organizing Committee
       Organizing Committee

 1.    EVP Sekretaris Perusahaan                      EVP Corporate Secretary                                  Ketua                Chairman

 2.    EVP Divisi QHSSE                               EVP QHSSE Division                                       Wakil Ketua          Vice Chairman

 3.    EVP Divisi Corporate Planning                  EVP Corporate Planning Division                          Anggota              Member

 4.    EVP Divisi Akuntansi & Keuangan                EVP Accounting and Finance Division                      Anggota              Member

 5.    EVP Divisi Pengelolaan Risiko                  EVP Risk Management Division                             Anggota              Member

 6.    EVP Divisi Sistem & Kepatuhan                  EVP Systems and Compliance Division                      Anggota              Member

 7.    EVP Divisi Human Capital                       EVP Human Capital Division                               Anggota              Member

 8.    EVP Divisi Legal                               EVP Legal Division                                       Anggota              Member

 9.    EVP Divisi Pengembangan Bisnis & Manajemen     EVP Business Development and Portfolio Management        Anggota              Member
       Portofolio                                     Division

 10.   EVP Divisi Engineering & TI                    EVP Engineering and IT Division                          Anggota              Member

 11.   EVP Divisi Sipil Umum                          EVP General Civil Division                               Anggota              Member

 12.   EVP Divisi Gedung                              EVP Building Division                                    Anggota              Member

 13.   EVP Divisi EPC                                 EVP EPC Division                                         Anggota              Member

 14.   EVP Divisi Perencanaan Jalan Tol               EVP Toll Road Planning Division                          Anggota              Member

 15.   EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol               EVP Toll Road Development Division                       Anggota              Member

 16.   EVP Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol    EVP Toll Road Operation and Maintenance Division         Anggota              Member

 17.   Kepala Unit Pengadaan                          Head of Procurement Unit                                 Anggota              Member

 III   Technical Working Group
       Technical Working Group

 A.    BIDANG LINGKUNGAN :
       ENVIRONMENTAL:

 1.    VP Bagian HSSE (Divisi QHSSE)                  VP HSSE Unit (QHSSE Division)                            Ketua                Chairman

 2.    VP Bagian Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi   VP Risk Management and Contract Unit (General Civil      Anggota              Member
       Sipil Umum)                                    Division)

 3.    VP Bagian Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi   VP Risk Management and Contract Unit (Building           Anggota              Member
       Gedung)                                        Division)

 4.    VP Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi EPC)     VP Risk Management and Contract Unit (EPC Division)      Anggota              Member

 5.    VP Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi          VP Risk Management and Contract Unit (Toll Road          Anggota              Member
       Pembangunan Jalan Tol)                         Development Division)




          PT Hutama Karya (Persero)
 122      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 123
                                                                                                                           Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                           Sustainability Governance




                                                          Nama                                                             Jabatan dalam Tim
 No
                                                          Name                                                             Position in the Team

 6.     VP Manajemen Risiko & Kontrak (Divisi Operasi &   VP Risk Management and Contract Unit (Toll Road        Anggota              Member
        Pemeliharaan Jalan Tol)                           Operation and Maintenance Division)

 B.     BIDANG SOSIAL :
        SOCIAL:
 1.     Kepala Unit TJSL (Sekretaris Perusahaan)          Head of TJSL Unit (Corporate Secretary Division)       Ketua                Chairman
 2.     VP Bagian Operasi HC (Divisi Human Capital)       VP Human Capital Operations Unit (Human Capital        Anggota              Member
                                                          Division)
 3.     Kepala Unit Center of Excellence (Divisi Human    Head of Center of Excellence Unit (Human Capital       Anggota              Member
        Capital)                                          Division)
 C.     BIDANG TATA KELOLA :
        GOVERNANCE:
 1.     VP Bagian Tata Kelola Perusahaan & General        VP Corporate Governance and General Affairs Unit       Ketua                Chairman
        Affair (Sekretaris Perusahaan)                    (Corporate Secretary Division)
 2.     VP Bagian Kepatuhan (Divisi Sistem &              VP Compliance Unit (Systems and Compliance Division)   Anggota              Member
        Kepatuhan)



Adapun tugas dan tanggung jawab Sustainability Committee                          The duties and responsibilities of the Sustainability Committee are
sebagai berikut:                                                                  as follows:


1. Tim Pengarah (Steering Committee):                                             1. Steering Committee:
   a. Menetapkan program kerja Komite Keberlanjutan                                  a. Establish the Sustainability Committee work program,
      beserta target waktu dan output/outcome keberlanjutan                              including timelines and expected sustainability outputs/
      perusahaan;                                                                        outcomes for the Company;
   b. Memberikan arahan strategis kepada Organizing Committee                        b. Provide strategic direction to the Organizing Committee
      terkait kebijakan, prioritas, dan arah perusahaan dalam                            regarding policies, priorities, and the Company’s direction
      penerapan prinsip keberlanjutan/ESG;                                               in implementing sustainability/ESG principles;
   c. Menetapkan keputusan strategis terkait implementasi                            c. Determine strategic decisions related to the implementation
      roadmap keberlanjutan PT Hutama Karya (Persero),                                   of PT Hutama Karya (Persero)’s sustainability roadmap,
      termasuk hal-hal yang memerlukan persetujuan Direksi                               including matters requiring Board of Directors approval or
      atau keputusan bersama lintas bidang/unit kerja di                                 joint decisions across business functions/units within the
      perusahaan dan anak perusahaan.                                                    Company and its subsidiaries.


2. Organizing Committee:                                                          2. Organizing Committee:
   a. Mengevaluasi usulan program kerja dari Core Workstream                         a. Evaluate proposed work programs from the Core
      dan mengusulkannya kepada Tim Pengarah untuk                                      Workstream and submit them to the Steering Committee
      ditetapkan;                                                                       for approval;
   b. Melakukan evaluasi dan pemantauan atas implementasi                            b. Conduct evaluation and monitoring of the implementation
      program keberlanjutan/ESG di seluruh unit kerja dan anak                          of sustainability/ESG programs across all business units
      perusahaan;                                                                       and subsidiaries;
   c. Merekomendasikan konsep keputusan strategis kepada                             c. Provide recommendations on strategic decision concepts
      Tim Pengarah terkait pelaksanaan inisiatif keberlanjutan,                         to the Steering Committee related to the implementation of
      termasuk pengelolaan risiko ESG, kepatuhan, dan                                   sustainability initiatives, including ESG risk management,
      pencapaian target kinerja keberlanjutan;                                          compliance, and achievement of sustainability
                                                                                        performance targets;
      d. Memberikan arahan/keputusan terkait pelaksanaan                             d. Provide direction/decisions on the implementation of
         program keberlanjutan PT Hutama Karya (Persero), atas                          PT Hutama Karya (Persero)’s sustainability programs within
         hal-hal yang menjadi lingkup kewenangan komite sesuai                          the scope of authority of the committee in accordance with
         ketentuan perusahaan.                                                          Company regulations.


3. Technical Working Team :                                                       3. Technical Working Team :
   a. Menyusun program kerja keberlanjutan/ESG dan                                   a. Develop sustainability/ESG work programs and submit
       mengusulkannya kepada Organizing Committee;                                       them to the Organizing Committee;
   b. Melakukan koordinasi dengan unit kerja, anak perusahaan,                       b. Coordinate with business units, subsidiaries, and
       dan pihak terkait lainnya dalam implementasi program                              other relevant parties in implementing the Company’s
       keberlanjutan perusahaan;                                                         sustainability programs;




                                                                                                                     PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                       2025 Sustainability Report   123
Page 124
    c. Mengimplementasikan program keberlanjutan yang telah                         c. Implement approved sustainability programs, including
       disetujui, termasuk pengumpulan data, pemantauan KPI                            data collection, ESG KPI monitoring, risk assessment, and
       ESG, penilaian risiko, dan pelaporan progres;                                   progress reporting;
    d. Melaporkan kepada Organizing Committee mengenai                              d. Report to the Organizing Committee on the implementation
       pelaksanaan program keberlanjutan, termasuk hal-hal                             of sustainability programs, including matters requiring
       yang memerlukan arahan/keputusan lebih lanjut dari                              further direction/decision from the Organizing Committee;
       Organizing Committee;
    e. Menunjuk dan/atau menggunakan konsultan, narasumber,                         e.    Appoint and/or engage consultants, resource persons,
       dan tim pendukung lainnya sesuai kebutuhan untuk                                   and other supporting teams as needed to ensure smooth
       mendukung kelancaran pelaksanaan program, atas                                     implementation of programs, subject to approval by the
       persetujuan Ketua komite;                                                          Committee Chair;
    f. Melaksanakan tugas-tugas lain terkait implementasi                           f.    Carry out other tasks related to the implementation of
       pilar keberlanjutan (Environment, Social, Governance),                             sustainability pillars (Environmental, Social, Governance),
       termasuk penyusunan laporan keberlanjutan tahunan                                  including preparation of the annual Sustainability Report,
       (Sustainability Report), pemenuhan regulasi/regulator, dan                         compliance with regulations/regulators, and support to
       dukungan kepada unit kerja dalam penerapan kebijakan                               business units in implementing sustainability policies.
       keberlanjutan.


Sustainability Committee senantiasa melaporkan implementasi                  The Sustainability Committee regularly reports sustainability
kinerja keberlanjutan kepada Direksi secara berkala. Selain itu,             performance implementation to the Board of Directors. In addition,
pelaporan juga dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan,               reporting may also be conducted at any time as needed, particularly
terutama dalam hal terdapat isu strategis atau risiko signifikan yang        in the event of strategic issues or significant risks requiring
memerlukan perhatian manajemen.                                              management attention.



Pengembangan Kompetensi Terkait                                              Development of Competencies Related to
Pembangunan Berkelanjutan [OJK E.2, GRI 2-17]                                Sustainable Development [OJK E.2, GRI 2-17]

Perseroan senantiasa memberikan kesempatan bagi insan                        The Company consistently provides opportunities for its
Perseroan untuk meningkatkan kompetensi di bidang                            personnel to enhance competencies in the field of sustainability.
keberlanjutan. Perseroan telah memberikan pelatihan pada                     The Company has conducted training programs for the Board of
Dewan Komisaris, Direksi, dan Unit Kerja. Kegiatan pelatihan bagi            Commissioners, the Board of Directors, and Work Units. Training
Anggota Direksi tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran                   activities for members of the Board of Directors are stipulated in
Perseroan. Pelaksanaan pelatihan bagi Anggota Dewan Komisaris                the Company’s Work Plan and Budget, while the implementation
direalisasikan sesuai dengan Rencana Kerja Dewan Komisaris.                  of training for members of the Board of Commissioners is carried
Adapun kegiatan pelatihan selama tahun 2025 sebagai berikut.                 out in accordance with the Board of Commissioners’ Work Plan. The
                                                                             training activities conducted throughout 2025 are as follows.


Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Dewan Komisaris
Table of Sustainable Development Competency Development for the Board of Commissioners

                        Jenis
   Nama dan          Pendidikan
    Jabatan         dan Pelatihan        Materi Pendidikan dan Pelatihan                   Tempat/Tanggal                 Penyelenggara
   Name and            Type of                   Training Materials                         Location/Date                   Organizer
    Position        Education and
                      Training

 Yudo Margono       Komisaris Utama   Managerial & Business Training / GRC Summit        Yogyakarta,            Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
                    merangkap         2025 - Seminar & Masterclass                       21 - 22 Agustus 2025   Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
                    Komisaris         Managerial & Business Training / GRC Summit        Yogyakarta, August     dan IPACA
                    Independen        2025 - Seminar & Masterclass                       21–22, 2025            Association of GRC, Indonesian
                    President                                                                                   Governance Professionals Association,
                    Commissioner                                                                                IRMAPA, ICoPI, and IPACA
                    who also
                    serves as an
                    Independent
                    Commissioner




         PT Hutama Karya (Persero)
 124     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
                                                                                                                            Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                            Sustainability Governance




                       Jenis
  Nama dan          Pendidikan
   Jabatan         dan Pelatihan           Materi Pendidikan dan Pelatihan                 Tempat/Tanggal                     Penyelenggara
  Name and            Type of                      Training Materials                       Location/Date                       Organizer
   Position        Education and
                     Training

Muhamad            Wakil Komisaris      Strategic Discussion Forum & Critical Business   Jakarta,                  The Indonesia Capital Market Institute
Lukman Edy         Utama                Insight “Business Growth Through Merger,         21 Maret 2025             (TICMI)
                   merangkap            Acquisition & Strategic Alliances”               Jakarta, March 21, 2025   The Indonesia Capital Market Institute
                   Komisaris            Strategic Discussion Forum & Critical Business                             (TICMI)
                   Independen           Insight “Business Growth Through Merger,
                   Vice President       Acquisition & Strategic Alliances”
                   Commissioner
                   who also serves as
                   an Independent
                   Commissioner

Agung Sabar        Komisaris            Managerial & Business Training / GRC Summit      Yogyakarta,               Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
Santoso            Independen           2025 - Seminar & Masterclass                     21 - 22 Agustus 2025      Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
                   Independent          Managerial & Business Training / GRC Summit      Yogyakarta, August        dan IPACA
                   Commissioner         2025 - Seminar & Masterclass                     21–22, 2025               Association of GRC, Indonesian
                                                                                                                   Governance Professionals Association,
                                                                                                                   IRMAPA, ICoPI, and IPACA

Chairiah           Komisaris            Corporate Law for Executive “Aspek Hukum         Jakarta,                  The Indonesia Capital Market Institute
                   Commissioner         dalam Pengelolaan Korporasi BUMN”                15 - 16 Mei 2025          (TICMI)
                                        Corporate Law for Executives “Legal Aspects in   Jakarta, May 15–16,       The Indonesia Capital Market Institute
                                        the Management of State-Owned Enterprises        2025                      (TICMI)
                                        (SOEs)”

                                        Managerial & Business Training / Professional    Virtual class,            The Institute of Internal Auditors (IIA)
                                        Auditor Forum (“GRC Career Hack”)                28 Mei 2025               Indonesia
                                        Managerial & Business Training / Professional    Virtual class, May 28,    The Institute of Internal Auditors (IIA)
                                        Auditor Forum ("GRC Career Hack")                2025                      Indonesia
                                        Managerial & Business Training / GRC Summit      Yogyakarta,               Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
                                        2025 - Seminar & Masterclass                     21 - 22 Agustus 2025      Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
                                        Managerial & Business Training / GRC Summit      Yogyakarta, August        dan IPACA
                                        2025 - Seminar & Masterclass                     21–22, 2025               Association of GRC, Indonesian
                                                                                                                   Governance Professionals Association,
                                                                                                                   IRMAPA, ICoPI, and IPACA
                                        The New Special Directorship Program             Bandung,                  Indonesian Institute for Corporate
                                        “Governance Strategies – Managing Corporate      29 - 30 Oktober 2025      Directorship (IICD)
                                        Risk in a Volatile World”                        Bandung, October          Indonesian Institute for Corporate
                                        The New Special Directorship Program             29–30, 2025               Directorship (IICD)
                                        “Governance Strategies – Managing Corporate
                                        Risk in a Volatile World”
Iwan Suprijanto    Komisaris            The New Special Directorship Program             Bandung,                  Indonesian Institute for Corporate
                   Commissioner         “Governance Strategies – Managing Corporate      29 - 30 Oktober 2025      Directorship (IICD)
                                        Risk in a Volatile World”                        Bandung, October          Indonesian Institute for Corporate
                                        The New Special Directorship Program             29–30, 2025               Directorship (IICD)
                                        “Governance Strategies – Managing Corporate
                                        Risk in a Volatile World”
R. Wahyu Muryadi   Komisaris            Managerial & Business Training / GRC Summit      Yogyakarta,               Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
                   Independen           2025 - Seminar & Masterclass                     21 - 22 Agustus 2025      Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
                   Independent          Managerial & Business Training / GRC Summit      Yogyakarta, August        dan IPACA
                   Commissioner         2025 - Seminar & Masterclass                     21–22, 2025               Association of GRC, Indonesian
                                                                                                                   Governance Professionals Association,
                                                                                                                   IRMAPA, ICoPI, and IPACA
                                        The New Special Directorship Program             Bandung,                  Indonesian Institute for Corporate
                                        “Governance Strategies – Managing Corporate      29 - 30 Oktober 2025      Directorship (IICD)
                                        Risk in a Volatile World”                        Bandung, October          Indonesian Institute for Corporate
                                        The New Special Directorship Program             29–30, 2025               Directorship (IICD)
                                        “Governance Strategies – Managing Corporate
                                        Risk in a Volatile World”




                                                                                                                       PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                         2025 Sustainability Report     125
Page 126
Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Direksi
Table of Sustainable Development Competency Development for the Board of Directors

                         Jenis
   Nama dan           Pendidikan
    Jabatan          dan Pelatihan        Materi Pendidikan dan Pelatihan                 Tempat/Tanggal                   Penyelenggara
   Name and             Type of                   Training Materials                       Location/Date                     Organizer
    Position         Education and
                       Training

Koentjoro           Direktur Utama     GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass          21 - 22 Agustus 2025    Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
                    President          GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass          August 21–22, 2025      Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
                    Director                                                                                    dan IPACA
                                                                                                                Association of GRC, Indonesian
                                                                                                                Governance Professionals Association,
                                                                                                                IRMAPA, ICoPI, and IPACA

                                       Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for   19 Agustus 2025         MarkPlus Institute
                                       Strategizing HK Group’s Business”                August 19, 2025         MarkPlus Institute
                                       Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
                                       Strategizing HK Group's Business"

                                       Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa Indonesia        07 - 08 Agustus 2025    Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa
                                       (PADSK) Society of Construction Law              August 7–8, 2025        Indonesia (PADSK)
                                       Indonesia (SCLI) International Conference                                Indonesian Dispute Board Association
                                       2025                                                                     (PADSK)
                                       Indonesian Dispute Board Association (PADSK)
                                       Society of Construction Law Indonesia (SCLI)
                                       International Conference 2025

Agung Fajarwanto    Direktur Operasi   Conference in China for Semarang-Demak Toll      22 - 27 Juli 2025       Beijing Urban Construction Group Co., Ltd
                    I merangkap        Road & Potential Projects Cooperation            July 22–27, 2025        Beijing Urban Construction Group Co., Ltd
                    Plt. Direktur      Conference in China for Semarang-Demak Toll
                    Operasi III        Road & Potential Projects Cooperation
                    Director of
                    Operations I       GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass          21 - 22 Agustus 2025    Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
                    concurrently       GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass          August 21–22, 2025      Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
                    serves as Acting                                                                            dan IPACA
                    Director of                                                                                 Association of GRC, Indonesian
                    Operations III                                                                              Governance Professionals Association,
                                                                                                                IRMAPA, ICoPI, and IPACA

                                       Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for   19 Agustus 2025         MarkPlus Institute
                                       Strategizing HK Group’s Business”                August 19, 2025         MarkPlus Institute
                                       Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
                                       Strategizing HK Group's Business"

Eka Setya           Direktur           CBDO Program: Global Class Session with          20 Agustus -            PT Danantara Asset Management
Adrianto            Keuangan           INSEAD Business School                           19 September 2025       (Persero)
                    Finance Director   CBDO Program: Global Class Session with          August 20 – September   PT Danantara Asset Management
                                       INSEAD Business School                           19, 2025                (Persero)

                                       CBDO Program: Global Class Session with IESE     07 - 16 Agustus 2025    PT Danantara Asset Management
                                       Business School                                  August 7–16, 2025       (Persero)
                                       CBDO Program: Global Class Session with IESE                             PT Danantara Asset Management
                                       Business School                                                          (Persero)

                                       Chief Business Development (CBDO) Executive      13 Agustus 2025         PT Danantara Asset Management
                                       Program                                          August 13, 2025         (Persero)
                                       Chief Business Development (CBDO) Executive                              PT Danantara Asset Management
                                       Program                                                                  (Persero)

                                       Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for   19 Agustus 2025         MarkPlus Institute
                                       Strategizing HK Group’s Business”                August 19, 2025         MarkPlus Institute
                                       Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
                                       Strategizing HK Group's Business"

Gunadi              Direktur Operasi   Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for   19 Agustus 2025         MarkPlus Institute
                    II                 Strategizing HK Group’s Business”                August 19, 2025         MarkPlus Institute
                    Operations         Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
                    Director II        Strategizing HK Group's Business"

M. Fauzan           Direktur Human     Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for   19 Agustus 2025         MarkPlus Institute
                    Capital & Legal    Strategizing HK Group’s Business”                August 19, 2025         MarkPlus Institute
                    Human Capital      Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
                    and Legal          Strategizing HK Group's Business"
                    Director




         PT Hutama Karya (Persero)
126      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 127
                                                                                                                                 Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                                 Sustainability Governance




                         Jenis
   Nama dan           Pendidikan
    Jabatan          dan Pelatihan         Materi Pendidikan dan Pelatihan                    Tempat/Tanggal                       Penyelenggara
   Name and             Type of                    Training Materials                          Location/Date                         Organizer
    Position         Education and
                       Training
Sugiarti            Direktur            Double Certification Program: Advanced GRC         23 - 24 Januari 2025          Indonesia Training Institute &
                    Manajemen           Certification for Executives (GRCE) & ESG          January 23–24, 2025           Consulting Services (INTRINSICS)
                    Risiko              Certification                                                                    Indonesia Training Institute &
                    Risk                Double Certification Program: Advanced GRC                                       Consulting Services (INTRINSICS)
                    Management          Certification for Executives (GRCE) & ESG
                    Director            Certification
                                        Double Certification Program: GRCE & ESG           24 - 24 Januari 2025          Indonesia Training Institute &
                                        Certification                                      January 24-24, 2025           Consulting Services (INTRINSICS)
                                        Double Certification Program: GRCE & ESG                                         Indonesia Training Institute &
                                        Certification                                                                    Consulting Services (INTRINSICS)
                                        Workshop “Pengelolaan BUMN Pasca                   25 April 2025                 YAKASPI (Koran BUMN)
                                        Pendirian BPI Danantara (Suatu Kajian atas         April 25, 2025                YAKASPI (BUMN Newspaper)
                                        Dampak Pemberlakukan UU BUMN Baru
                                        terhadap Pengelolaan BUMN)”
                                        Workshop “Management of SOEs Post
                                        Establishment of BPI Danantara (A Study on
                                        the Impact of the Implementation of the New
                                        SOE Law on SOE Governance)”
                                        Workshop “Workshop Beberapa Isu Penting            09 Mei 2025                   YAKASPI (Koran BUMN)
                                        dalam Penerapan ICOFR Pasca Pemberlakuan           May 9, 2025                   YAKASPI (BUMN Newspaper)
                                        UU BUMN Baru (Batch 1)”
                                        Workshop “Key Issues in the Implementation
                                        of ICOFR After the Enactment of the New SOE
                                        Law (Batch 1)”
                                        GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass            21 - 22 Agustus 2025          Asosiasi GRC, Perkumpulan Profesional
                                        GRC Summit 2025 - Seminar & Masterclass            August 21–22, 2025            Governansi Indonesia, IRMAPA, ICoPI,
                                                                                                                         dan IPACA
                                                                                                                         Association of GRC, Indonesian
                                                                                                                         Governance Professionals Association,
                                                                                                                         IRMAPA, ICoPI, and IPACA
                                        Seminar “Reinforcing Internal Capabilities for     19 Agustus 2025               MarkPlus Institute
                                        Strategizing HK Group’s Business”                  August 19, 2025               MarkPlus Institute
                                        Seminar "Reinforcing Internal Capabilities for
                                        Strategizing HK Group's Business"
                                        The Executive Hours “Building Brand Legacy         11 Oktober 2025               Institut Akuntan Manajemen Indonesia
                                        in The Beverages Industry: A Management            October 11, 2025              (IAMI)
                                        Accountant’s Perspective”                                                        Indonesian Institute of Management
                                        The Executive Hours “Building Brand Legacy                                       Accountants (IAMI)
                                        in The Beverages Industry: A Management
                                        Accountant’s Perspective”
                                        Risk Beyond 2025 dengan tema “Risk Odyssey:        04 - 05 Desember 2025         Enterprise Risk Management Academy
                                        Engineering Momentum, Building a Resilient         December 4–5, 2025            (ERMA) & IRMAPA
                                        Risk DNA”                                                                        Enterprise Risk Management Academy
                                        Risk Beyond 2025 dengan tema “Risk Odyssey:                                      (ERMA) & IRMAPA
                                        Engineering Momentum, Building a Resilient
                                        Risk DNA”
                                        Pelatihan Regulatory Compliance & Fraud Risk       11 - 12 Desember 2025         Indonesia Training Institute &
                                        Dalam Aksi Korporasi                               December 11–12, 2025          Consulting Services (INTRINSICS)
                                        Training on Regulatory Compliance & Fraud                                        Indonesia Training Institute &
                                        Risk in Corporate Actions                                                        Consulting Services (INTRINSICS)



Tabel Pengembangan Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan bagi Unit Kerja
Table of Sustainable Development Competency Development for Work Units

                              Pelatihan                                                           Tanggal                              Jumlah peserta
                               Training                                                             Date                             Number of Participants

Environmental Awareness                                                             16 Januari 2025 / January 16, 2025                           13
Environmental Awareness                                                           2 Desember 2025 / December 2, 2025                             17
Spill response and Hazardouse Material Handling                                           2 April 2025 / April 2, 2025                           15
Chemical Handling                                                                     24 Maret 2025 / March 24, 2025                              5
Spill handling                                                                           6 Maret 2025 / March 6, 2025                            11
Waste Management                                                                         31 Juli 2025 / July 31, 2025                            13
Environmental Awareness                                                                  17 Juli 2025 / July 17, 2025                             8
CSE & Enviomental training                                                            24 Maret 2025 / March 24, 2025                              5




                                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                              2025 Sustainability Report    127
Page 128
Manajemen Risiko atas Penerapan                                          Risk Management in the Implementation
Pembangunan Berkelanjutan [OJK E.3, IF-EN-                               of Sustainable Development [OJK E.3, IF-EN-
160a.2, IFRS S1]                                                         160a.2, IFRS S1]


Perseroan menyadari bahwa sifat bisnisnya memerlukan                     The Company recognizes that the nature of its business requires
kewaspadaan dalam manajemen risiko dan peluang. Perseroan                vigilance in risk and opportunity management. The Company
mengidentifikasi risiko dan peluang potensial, bukan hanya untuk         identifies potential risks and opportunities not only to protect its
melindungi operasi, tetapi juga untuk memaksimalkan peluang              operations but also to maximize existing opportunities to build
yang ada untuk membangun ketahanan dan menciptakan nilai                 resilience and create long-term value in a dynamic integrated
jangka panjang dalam dunia konstruksi terintegrasi yang dinamis.         construction industry. In this effort, the Company is committed
Dalam upaya tersebut, Perseroan berkomitmen meminimalkan                 to minimizing negative impacts through risk management and
dampak negatif melalui pengelolaan risiko dan melakukan mitigasi.        mitigation. The Company implements a risk management system
Perseroan menerapkan sistem manajemen risiko yang mengacu                that refers to the following guidelines:
pada pedoman berikut:




  ISO 31000:2018 Risk                                                                                                  Anggaran Dasar
                                  Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata
     Management –                                                                                                     PT Hutama Karya
                                    Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara
       Guidelines                                                                                                         (Persero)
                                       Regulation of the Minister of State-Owned Enterprises No. PER-2/
  ISO 31000:2018 Risk                                                                                               Articles of Association
                                      MBU/03/2023 on Guidelines for Governance and Significant Corporate
     Management –                                                                                                    of PT Hutama Karya
                                                     Activities of State-Owned Enterprises
       Guidelines                                                                                                          (Persero)




  Keputusan Direksi PT Hutama Karya (Persero)                Manual Manajemen                Prosedur                Instruksi Kerja Cara
 No. 4193/KPTS/110.1/XI/2021 tentang Penetapan                Risiko PT Hutama           Manajemen Risiko           Pengisian Bukti Kerja
                                                           Karya (Persero) No. HK/                                    Manajemen Risiko
     Kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan                                               No. MR/MR/P/001
                                                                  CR/M/001                                            No. SR/MR/W/001
     (Enterprise Risk Management/ERM Policy)                                             Risk Management
                                                              Risk Management                                          Work Instruction
  Decree of the Board of Directors of PT Hutama               System Manual of               Procedure
                                                                                                                      for Filling Out Risk
  Karya (Persero) No. 4193/ KPTS/110.1/XI/2021                PT Hutama Karya            No. MR/MR/P/001
                                                                                                                      Management Work
   on the Establishment of the Enterprise Risk                (Persero) No. HK/
                                                                  CR/M/001                                             Evidence No. SR/
            Management (ERM) Policy                                                                                        MR/W/001




Pengelolaan risiko dalam penerapan keberlanjutan dilaksanakan            Risk management in the implementation of sustainability is carried
oleh Direksi. Direksi dibantu oleh Divisi Pengelolaan Risiko, serta      out by the Board of Directors. The Board of Directors is supported
diawasi oleh Dewan Komisaris yang dibantu Komite Manajemen               by the Risk Management Division and is supervised by the Board
Risiko dan GCG. Evaluasi pelaksanaan pengelolaan risiko dilakukan        of Commissioners, assisted by the Risk Management and GCG
melalui Rapat Koordinasi Bulanan yang dilakukan oleh Divisi              Committee. The evaluation of risk management implementation is
Pengelolaan Risiko. Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025,               conducted through Monthly Coordination Meetings held by the Risk
pengelolaan risiko perusahaan telah berjalan efektif.                    Management Division. Based on the 2025 evaluation results, the
                                                                         Company’s risk management has been operating effectively.

Pengelolaan risiko dalam penerapan usaha keberlanjutan                   Risk management in the implementation of sustainable business
dilaksanakan melalui tahapan manajemen risiko terintegrasi               practices is carried out through an integrated risk management
berbasis Risk Management System (RMS) dengan mengacu pada ISO            framework based on the Risk Management System (RMS), referring
31000:2018 Risk Management Framework.                                    to ISO 31000:2018 Risk Management Framework.
1. Waktu Pelaksanaan Asesmen Risiko                                      1. Timing of Risk Assessment
    Ketentuan terkait dengan waktu pelaksanaan Asesmen Risiko                 The provisions related to the timing of Risk Assessment are as
    adalah sebagai berikut:                                                   follows:
    a. Asesmen Risiko Korporat                                                a. Corporate Risk Assessment
    b. Pencapaian Sasaran Rencana Perolehan Kontrak Baru                      b. Achievement of New Contract Acquisition Targets



         PT Hutama Karya (Persero)
 128     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 129
                                                                                                               Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                               Sustainability Governance




     c. Pencapaian Sasaran Proyek Baru dan Revisinya                        c. Achievement and Revision of New Project Targets
     d. Pencapaian Sasaran Proyek Kerjasama Operasi (Joint                  d. Achievement of Joint Operation Project Targets
        Operation)
     e. Untuk Pencapaian Sasaran Tahunan (Sesuai RKAP)                      e.  Annual Target Achievement (in accordance with the
                                                                                Company Work Plan and Budget/RKAP)
2.   Konteks Penilaian dan Waktu Pelaksanaan Penilaian Risiko          2.   Context of Risk Assessment and Timing of Risk Evaluation
3.   Identifikasi Risiko                                               3.   Risk Identification
     a. Identifikasi risiko dilakukan oleh masing-masing pemilik            a. Risk identification is conducted by each risk owner as the
         risiko selaku Lini Pertama dengan berkoordinasi atau                   First Line, in coordination or consultation with the Risk
         berkonsultasi kepada fungsi Manajemen Risiko selaku Lini               Management function as the Second Line.
         Kedua.
     b. Setiap sasaran dan strategi wajib dilakukan identifikasi            b. Every objective and strategy must undergo risk
         risiko.                                                               identification.
     c. Profil Risiko hasil identifikasi                                    c. Risk profiles are generated from the identification process.
     d. Identifikasi risiko mencakup risiko-risiko yang berasal dari        d. Risk identification covers risks originating from both
         sumber internal atau dari dalam, maupun yang berasal                  internal sources (within the Company) and external sources
         dari sumber eksternal atau dari luar Perusahaan.                      (outside the Company).
     e. Identifikasi risiko perlu dilakukan atas dan terkait dengan         e. Risk identification shall be conducted in relation to
         perubahan faktor-faktor eksternal sebagaimana diatur                  changes in external factors as defined in the Company
         dalam Manual Sistem Manajemen Risiko Perusahaan                       Risk Management System Manual, including Political,
         mencakup faktor Politik (Politic), Ekonomi (Economic),                Economic, Social, Technology, Legal, and Environmental
         Social (Social), Teknologi (Technology), Legal (Legal), dan           (PESTLE) factors, by assessing their potential impact on the
         Lingkungan (Environment) dengan mengkaji dampak                       Company.
         potensial perubahan faktor-faktor di atas terhadap
         perusahaan.
     f. Identifikasi risiko perlu dilakukan atas dan terkait dengan         f.   Risk identification shall also be conducted in relation
         perubahan faktor-faktor internal sebagaimana diatur                     to internal factors as defined in the Company Risk
         dalam Manual Manajemen Risiko Perusahaan mencakup                       Management Manual, including leadership (changes in
         faktor kepemimpinan perusahaan (perubahan pandangan                     management views or philosophy), human resources,
         atau filosofi manajemen), manusia, aset-aset produksi,                  production assets, processes, technology, and systems, by
         proses, teknologi, dan sistem dengan mengkaji dampak                    assessing their potential impact on the Company.
         potensial perubahan faktor-faktor di atas terhadap
         perusahaan.
     g. Pemilik Risiko (Risk owner) wajib mengidentifikasi potensi          g.   Risk owners are required to identify potential fraud risks,
         risiko kecurangan (fraud) dan memasukkannya ke dalam                    include them in the risk register, and monitor potential
         risk register dan melakukan pemantauan atas potensi                     fraud occurrences.
         munculnya tindak kecurangan.
     h. Identifikasi risiko dapat dilakukan dengan memanfaatkan             h. Risk identification may utilize various information sources
         berbagai sumber informasi dan teknik.                                 and techniques.
     i. Peristiwa risiko yang diidentifikasi dikelompokkan                  i. Identified risk events are classified based on the Risk
         berdasarkan Taksonomi Risiko.                                         Taxonomy.
     j. Melakukan identifikasi terhadap peristiwa Risiko.                   j. Identification of risk events.
     k. Melakukan identifikasi penyebab Risiko.                             k. Identification of risk causes.
     l. Identifikasi KRI.                                                   l. Identification of Key Risk Indicators (KRI).
     m. Identifikasi kontrol/pengendalian yang telah ada (control           m. Identification of existing controls.
         existing).
     n. Penilaian efektivitas kontrol/pengendalian                          n. Assessment of control effectiveness.
     o. Dampak Risiko diidentifikasi berdasarkan 2 (dua) kategori           o. Risk impact is identified in two categories (i) quantitative
         yaitu (i) dampak kuantitatif, atau (ii) dampak kualitatif.            impact, or (ii) qualitative impact.
     p. Perkiraan waktu terjadinya eksposur Risiko diidentifikasi           p. Estimation of risk exposure timing is identified based on
         berdasarkan waktu bagi Perusahaan akan terpapar dengan                when the Company may be exposed to a risk.
         suatu Risiko.
4.   Analisis Risiko (Kuantifikasi Risiko)                             4.   Risk Analysis (Risk Quantification)
     a. Analisa (Kuantifikasi) Risiko dilakukan untuk menentukan            a. Risk analysis (quantification) is conducted to determine
         Eksposur Risiko, Skala Risiko, dan Level Risiko (hasil                 Risk Exposure, Risk Scale, and Risk Level (result of the
         perkalian antara nilai kemungkinan dan nilai dampak)                   multiplication between probability value and impact
         dengan memperkirakan besarnya kemungkinan terjadi                      value) by estimating the likelihood of occurrence and the
         dan besarnya dampak risiko.                                            magnitude of risk impact.



                                                                                                           PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                             2025 Sustainability Report   129
Page 130
     b. Seluruh Risiko yang telah diidentifikasi dilakukan                        b. All identified risks undergo risk analysis (quantification),
         analisis (kuantifikasi) Risiko yang terdiri dari (i) Analisis               consisting of (i) Inherent Risk analysis (quantification), and
         (kuantifikasi) Risiko Inheren, dan (ii) Analisis (kuantifikasi)             (ii) Residual Risk analysis (quantification).
         Risiko Residual.
     c. Masing-masing Analisis (kuantifikasi) Risiko meliputi: (i)                c. Each risk analysis (quantification) includes: (i) Risk
         Eksposur Risiko, (ii) Skala Risiko dan (iii) Level Risiko.                  Exposure, (ii) Risk Scale, and (iii) Risk Level.
     d. Perhitungan Eksposur Risiko.                                              d. Calculation of Risk Exposure.
     e. Perhitungan untuk menentukan nilai Dampak dan nilai                       e. Calculation to determine impact value and probability
         Probabilitas.                                                               value.
     f. Perhitungan Skala Risiko.                                                 f. Calculation of Risk Scale.
     g. Besarnya kemungkinan risiko dan besarnya dampak risiko                    g. The magnitude of risk probability and impact is determined
         ditetapkan oleh para Pemimpin Unit Kerja selaku Pemilik                     by Unit Heads as Risk Owners and may be reviewed by the
         Risiko, dan dapat diberi pertimbangan oleh unit manajemen                   Risk Management unit before obtaining Board of Directors
         risiko sebelum mendapatkan persetujuan Direksi.                             approval.
     h. Bila terkendala oleh ketidakcukupan data atau masalah                     h. In cases of insufficient data or other constraints, estimates
         lain, perkiraan tentang besarnya kemungkinan terjadinya                     of risk probability and impact may be based on subjective
         risiko dan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan (bila                     estimates reflecting the Risk Owner’s level of confidence.
         risiko terjadi) dapat ditetapkan berdasarkan estimasi
         subjektif yang mencerminkan tingkat keyakinan Pemilik
         Risiko.
     i. Hasil Analisis Risiko Inheren disajikan paling sedikit                    i.   Results of Inherent Risk Analysis shall at minimum include:
         memuat: (i) asumsi perhitungan dampak, (ii) nilai dampak                      (i) impact calculation assumptions, (ii) impact value in
         rupiah atau mata uang fungsional pembukuan untuk Risiko                       Rupiah or functional currency for quantitative risks or risk
         Kuantitatif atau nilai skor Risiko untuk Risiko Kualitatif, (iii)             score for qualitative risks, (iii) impact scale, (iv) probability
         skala dampak, (iv) skala probabilitas, (v) Eksposur Risiko,                   scale, (v) Risk Exposure, (vi) Risk Scale, and (vii) Risk Level.
         (vi) Skala Risiko, dan (vii) Level Risiko.
     j. Hasil Analisis Risiko Residual disajikan paling sedikit                   j.   Results of Residual Risk Analysis shall at minimum include:
         memuat: (i) nilai dampak tiap triwulan, (ii) skala dampak                     (i) quarterly impact value, (ii) quarterly impact scale,
         tiap triwulan, (iii) nilai probabilitas tiap triwulan, (iv)                   (iii) quarterly probability value, (iv) quarterly probability
         skala probabilitas tiap triwulan, (v) Eksposur Risiko setiap                  scale, (v) quarterly Risk Exposure for quantitative risks, (vi)
         triwulan untuk Risiko Kuantitatif, (vi) Skala Risiko tiap                     quarterly Risk Scale, and (vii) quarterly Risk Level.
         triwulan, dan (vii) Level Risiko tiap triwulan.
     k. Hasil perhitungan Skala dan Level Risiko Inheren dan                      k.  The calculation results of Inherent and Residual Risk Scale
         Risiko Residual disajikan dalam peta Risiko (Heatmap).                       and Level are presented in a Risk Map (Heatmap).
5.   Evaluasi Risiko                                                         5.   Risk Evaluation
     a. Evaluasi risiko dilakukan untuk menetapkan urutan                         a. Risk evaluation is conducted to determine the priority order
         prioritas tindak lanjut (pemberian prioritas dari segi waktu                 of follow-up actions (prioritization in terms of time and
         dan alokasi sumber daya). Pada dasarnya risiko dengan                        resource allocation). Risks with higher exposure levels are
         tingkat eksposur lebih tinggi harus diprioritaskan tindak                    prioritized over those with lower exposure levels. In cases
         lanjutnya dari risiko dengan tingkat eksposur lebih rendah.                  where multiple risks have the same level, prioritization is
         Dalam hal terdapat lebih dari satu risiko yang tingkatnya                    determined based on professional judgment.
         sama, maka prioritas tindak lanjut ditetapkan dengan
         pertimbangan profesional.
     b. Tanggapan atas risiko, yaitu usulan untuk menentukan opsi                 b. Risk response refers to the proposal to determine risk
         perlakuan risiko berdasarkan Level Risiko yang dihitung                     treatment options based on the previously calculated Risk
         sebelumnya                                                                  Level
     c. Apabila hasil perhitungan Skala dan Level Risiko Inheren                  c. If the Inherent Risk Scale and Level fall within Moderate
         berada pada level eksposur Moderate dan Moderate to High                    or Moderate to High exposure levels, approval forms from
         maka perlu disusun lembar persetujuan Direktur terkait                      the relevant Director must be prepared, while for High
         sedangkan untuk level eksposur High perlu disusun lembar                    exposure levels, Board of Directors approval forms must be
         persetujuan Direksi.                                                        prepared.
     d. Lembar persetujuan tersebut disusun saat penyusunan                       d. These approval forms are prepared during initial risk
         risiko awal dan saat ada perubahan risiko.                                  assessment and whenever there are changes in risk
                                                                                     conditions.




          PT Hutama Karya (Persero)
 130      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 131
                                                                                                                       Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                       Sustainability Governance




Terkait dengan pengelolaan risiko, Perseroan membentuk Komite              In relation to risk management, the Company has established a Risk
Manajemen Risiko dan GCG untuk menerapkan manajemen risiko                 Management and GCG Committee to implement risk management
yang mengacu pada standar ISO 31000:2018. Secara berkala,                  practices based on ISO 31000:2018 standards. Periodically, this
komite ini wajib melaporkan hasil identifikasi risiko kepada Dewan         committee is required to report risk identification results to
Komisaris dan memberikan rekomendasi atas pengendalian                     the Board of Commissioners and provide recommendations
potensi risiko-risiko yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan.            for controlling potential risks that may affect the Company’s
                                                                           performance.


Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit melakukan telaah                The Board of Commissioners, Board of Directors, and Audit
secara tahunan atas penerapan sistem pengendalian internal                 Committee conduct annual reviews of the Company’s internal
Perseroan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem pengendalian            control system implementation. The evaluation results indicate
internal Perseroan telah berjalan dengan efektif dan memadai.              that the Company’s internal control system has been operating
Perseroan terus menerapkan langkah-langkah strategis untuk                 effectively and adequately. The Company continues to implement
memastikan keamanan, transparansi, serta kepatuhan dalam                   strategic measures to ensure security, transparency, and compliance
setiap aspek operasionalnya.                                               across all operational aspects.



Hubungan dengan Pemangku                                                   Stakeholder Engagement [OJK E.4, GRI 2-29]
Kepentingan [OJK E.4, GRI 2-29]

Perseroan mengidentifikasi pemangku kepentingan berdasarkan                The Company identifies stakeholders based on their relevance as
relevansinya sebagai pihak yang memiliki keterlibatan dan                  parties who are involved in and have an interest in the organization,
kepentingan terhadap organisasi, serta dapat memengaruhi atau              and who can influence or be influenced by the achievement of
dipengaruhi oleh pencapaian tujuan organisasi, seperti karyawan,           the organization’s objectives, such as employees, investors or
investor atau pemegang saham, regulator, mitra bisnis, komunitas           shareholders, regulators, business partners, communities or
atau asosiasi, pelanggan, masyarakat, dan lainnya. Identifikasi            associations, customers, society, and others. The identification of
pemangku kepentingan tersebut telah dibahas dan disepakati                 these stakeholders has been discussed and agreed upon through
melalui persetujuan manajemen. Metode pendekatan yang                      management approval. The Company’s approaches in engaging
digunakan Perseroan dalam melibatkan pemangku kepentingan,                 stakeholders include, among others:
antara lain:


Pelibatan Pemangku Kepentingan, Topik Utama, dan Respon Perseroan
Stakeholder Engagement, Key Topics, and Company Response

    Pelibatan
    Pemangku
                     Metode Pendekatan dan Frekuensi                   Isu dan Perhatian                              Respon Perseroan
   Kepentingan
                      Approach Methods and Frequency                 Key Issues and Concerns                          Company Response
   Stakeholder
   Engagement

 Karyawan            • Townhall meeting                      •   Hak-hak dan kewajiban karyawan              • Melakukan pertemuan berkala dalam
 Employees           • Pelatihan dan pengembangan            •   Pengembangan karir dan kompetensi              berbagai forum antara manajemen
                       karyawan                              •   Kesetaraan pengembangan karier                 dengan karyawan.
                     • Survei kepuasan karyawan             •    Remunerasi                                   • Memberikan hak karyawan terhadap
                     • Keterikatan karyawan                  •   Keselamatan dan Kesehatan Kerja                Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang
                     • Serikat karyawan                      •   Pencegahan fraud dan benturan                  telah ditetapkan.
                     • Media internal (Majalah IMVID,            kepentingan                                  • Program pelatihan dan sertifikasi
                       Management Letter, Whatsapp Blast)    •   Employee rights and obligations              • Penerapan sistem pengaduan
                     • Whistleblowing system (WBS)           •   Career and competency development              terintegrasi
                     • Survei materialitas                   •   Equal career development                     • Pelibatan penetapan materialitas
                     • Town hall meetings                        opportunities                               • Conducting regular meetings between
                     • Employee training and development     •   Remuneration                                   management and employees through
                     • Employee satisfaction surveys         •   Occupational Health and Safety (OHS)           various forums
                     • Employee engagement programs          •   Fraud prevention and conflict of interest   • Ensuring employee rights under the
                     • Labor unions                              management                                     Collective Labor Agreement (CLA)
                     • Internal media (IMVID Magazine,                                                       • Training and certification programs
                       Management Letter, WhatsApp Blast)                                                    • Implementation of an integrated
                     • Whistleblowing System (WBS)                                                              complaint handling system
                     • Materiality survey                                                                    • Involvement in materiality
                                                                                                                determination process




                                                                                                                   PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                     2025 Sustainability Report   131
Page 132
   Pelibatan
   Pemangku
                      Metode Pendekatan dan Frekuensi                        Isu dan Perhatian                        Respon Perseroan
  Kepentingan
                       Approach Methods and Frequency                      Key Issues and Concerns                    Company Response
  Stakeholder
  Engagement

Investor Pemegang      • Rapat Umum Pemegang Saham                 • Kinerja keuangan dan non-keuangan        • Penyediaan informasi berkala kinerja
Saham                  • Pelaksanaan Public Expose minimal 1       • Kinerja lingkungan, sosial, dan tata       Perusahaan.
Investors /              kali dalam setahun                          kelola (LST)                             • Konsisten menjalankan strategi untuk
Shareholders           • Pertemuan rutin lainnya                   • KPI mendorong pencapaian                   mencapai target bisnis
                       • Survei materialitas                         profitabilitas yang berkelanjutan        • Mengungkapkan informasi kinerja LST
                      • General Meeting of Shareholders (GMS)     • Financial and non-financial                 dengan lebih komprehensif di dalam
                      • Public Expose held at least once a year      performance                                Laporan Keberlanjutan
                      • Other routine meetings                    • Environmental, Social, and Governance     • Pelibatan penetapan materialitas
                      • Materiality survey                           (ESG) performance                       • Providing periodic disclosures on
                                                                  • KPIs supporting sustainable                 Company performance
                                                                     profitability                           • Consistently implementing strategies to
                                                                                                                achieve business targets
                                                                                                             • Disclosing ESG performance
                                                                                                                information more comprehensively in
                                                                                                                the Sustainability Report
                                                                                                             • Involvement in the materiality
                                                                                                                determination process

Regulator              • Laporan Tahunan dan Laporan               •   Kepatuhan terhadap regulasi            • Evaluasi secara berkala sebagai alat
Regulators               Keberlanjutan                             •   Tata kelola perusahaan yang baik         ukur efektivitas kepatuhan terhadap
                       • Membayar pajak, retribusi, dan           •    Regulatory compliance                    regulasi yang berlaku.
                         Penerimaan Negara Bukan Pajak            •    Good Corporate Governance (GCG)        • meningkatkan program-program:
                         (PNBP) sesuai peraturan perundangan                                                    a. Antikorupsi
                       • Survei materialitas                                                                    b. Anti Pencucian Uang dan
                      • Annual Report and Sustainability                                                           Pencegahan Pendanaan Terorisme
                         Report                                                                                    (APU-PPT)
                      • Payment of taxes, levies, and Non-Tax                                                 • Pelibatan penetapan materialitas
                         State Revenue (PNBP) in accordance                                                  • Periodic evaluation as a measure of
                         with applicable regulations                                                            the effectiveness of compliance with
                      • Materiality survey                                                                      applicable regulations
                                                                                                             • Strengthening programs:
                                                                                                                a. Anti-corruption
                                                                                                                b. Anti-Money Laundering and Counter-
                                                                                                                   Terrorism Financing (AML/CFT)
                                                                                                             • Involvement in materiality
                                                                                                                determination process

Mitra Bisnis           • Kontrak kerja                             • Transparansi dalam proses pengadaan      • Penerapan Sistem Manajemen Anti
Business Partners      • Seminar dan sosialisasi kebijakan         • Kebijakan Sistem Manajemen Anti            Penyuapan (SMAP) dalam pengadaan
                         sesuai kebutuhan melalui vendor             Penyuapan (SMAP) dalam pengadaan           barang dan/atau jasa
                         gathering                                   barang dan jasa                          • Penerapan Peningkatan Penggunaan
                       • Survei materialitas                       • Kebijakan Peningkatan Penggunaan           Produk Dalam Negeri (P3DN)
                      • Work contracts                               Produk Dalam Negeri (P3DN)                 pengadaan barang dan/atau jasa
                      • Seminars and policy socialization            pengadaan barang dan/atau jasa           • Penerapan aspek sosial dan lingkungan
                         according to needs through vendor         • Kebijakan aspek sosial dan lingkungan      dalam proses rekanan
                         gatherings                                  dalam proses rekanan                     • Pelibatan penetapan materialitas
                      • Materiality survey                        • Transparency in procurement processes    • Implementation of Anti-Bribery
                                                                  • Anti-Bribery Management System              Management System (ABMS/SMAP) in
                                                                     (ABMS/SMAP) policy in goods and            goods and/or services procurement
                                                                     services procurement                    • Implementation of Domestic Product
                                                                  • Policy on Increasing the Use of             Utilization Improvement (P3DN) in
                                                                     Domestic Products (P3DN) in                goods and/or services procurement
                                                                     procurement of goods and/or services    • Implementation of social and
                                                                  • Social and environmental aspects            environmental aspects in vendor
                                                                     policy in vendor management                management
                                                                                                             • Involvement in materiality
                                                                                                                determination process

Komunitas/ Asosiasi    • Pertemuan dan diskusi dengan              • Kebutuhan informasi terkait progres      • Melakukan pengelolaan dampak sosial
Communities /            komunitas/asosiasi                          dan rencana proyek                         dan lingkungan sesuai ketentuan yang
Associations           • Survei materialitas                       • Dampak sosial dan lingkungan atas          berlaku
                      • Meetings and discussions with                pelaksanaan proyek                       • Menyampaikan informasi
                         communities/associations                 • Information needs related to project        perkembangan proyek secara terbuka
                      • Materiality survey                           progress and plans                         dan berkala
                                                                  • Social and environmental impacts of       • Pelibatan penetapan materialitas
                                                                     project implementation                  • Managing social and environmental
                                                                                                                impacts in accordance with applicable
                                                                                                                regulations
                                                                                                             • Providing transparent and periodic
                                                                                                                updates on project progress
                                                                                                             • Involvement in materiality
                                                                                                                determination process




        PT Hutama Karya (Persero)
132     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
                                                                                                                       Tata Kelola Keberlanjutan
                                                                                                                       Sustainability Governance




    Pelibatan
    Pemangku
                       Metode Pendekatan dan Frekuensi                      Isu dan Perhatian                         Respon Perseroan
   Kepentingan
                        Approach Methods and Frequency                    Key Issues and Concerns                     Company Response
   Stakeholder
   Engagement

 Konsumen/             •Mekanisme pengaduan                       •   Kepuasan pelanggan                     • Menindaklanjuti setiap pengaduan
 Pelanggan             •Survei kepuasan pelanggan                 •   Transparansi informasi                   pelanggan secara tepat waktu
 Consumers /           •Informasi dari website, media sosial      •   Penanganan pengaduan pelanggan         • Meningkatkan kualitas mutu dan
 Customers             •Layanan dan produk yang berkualitas       •   Kepatuhan terhadap standar mutu          layanan
                       •Survei materialitas                      •    Customer satisfaction                  • Memastikan ketersediaan informasi
                      • Complaint handling mechanism             •    Information transparency                 yang akurat dan mudah diakses melalui
                      • Customer satisfaction survey             •    Customer complaint handling              website dan media komunikasi resmi.
                      • Information from website and social      •    Compliance with quality standards      • Pelibatan penetapan materialitas
                        media                                                                               • Following up on every customer
                      • High-quality services and products                                                     complaint in a timely manner
                      • Materiality survey                                                                  • Improving service and product quality
                                                                                                            • Ensuring the availability of accurate and
                                                                                                               easily accessible information through
                                                                                                               the website and official communication
                                                                                                               channels
                                                                                                            • Involvement in materiality
                                                                                                               determination process
 Masyarakat            • Pelibatan tenaga kerja                   • Kesempatan kerja bagi masyarakat         • Memberikan kesempatan kerja kepada
 Society               • Pelaksanaan Program tanggung jawab         sekitar proyek                             masyarakat sekitar
                         sosial dan lingkungan (TJSL)             • Dampak sosial dan lingkungn atas         • Melakukan pengelolaan dampak sosial
                       • Kunjungan/komunikasi dengan                kegiatan operasional                       dan lingkungan
                         masyarakat                               • Pemberdayaan dan peningkatan             • Optimalisasi program TJSL
                       • Survei materialitas                        kesejahteraan masyarakat                 • Pelibatan penetapan materialitas
                      • Workforce engagement                     • Employment opportunities for             • Providing employment opportunities to
                      • Implementation of Social and                surrounding communities of project         local communities
                         Environmental Responsibility (TJSL)        areas                                   • Managing social and environmental
                         programs                                • Social and environmental impacts of         impacts
                      • Community visits/communications             operational activities                  • Optimizing TJSL programs
                      • Materiality survey                       • Community empowerment and welfare        • Involvement in materiality
                                                                    improvement                                determination process




Permasalahan Terhadap Penerapan                                                Challenges In the Implementation of
Pembangunan Berkelanjutan [OJK E.5]                                            Sustainable Development [OJK E.5]

Selama periode pelaporan, Perseroan dihadapkan pada kendala                    During the reporting period, the Company faced several constraints
dan tantangan dalam penerapan keberlanjutan, di antaranya:                     and challenges in implementing sustainability, including:
• Adanya beragam persepsi dan kepentingan antar pemangku                       • Diverse perceptions and interests among stakeholders,
    kepentingan, terutama terkait pengelolaan aspek lingkungan                     particularly related to environmental and social management
    dan sosial.                                                                    issues.
• Adanya keterbatasan kapasitas dan kapabilitas karyawan                       • Limitations in employee capacity and capability in
    dalam menerapkan keberlanjutan. Oleh sebab itu, Perseroan                      implementing sustainability. Therefore, the Company enhances
    meningkatkan kapasitas karyawan melalui internalisasi konsep                   employee capacity through the internalization of sustainability
    dan praktik keberlanjutan dan mengikutsertakan karyawan                        concepts and practices, and involves employees in various
    dalam berbagai pelatihan terkait keberlanjutan.                                sustainability-related training programs.
• Standar dan regulasi Penerapan Keberlanjutan yang kompleks                   • The complexity of sustainability implementation standards and
    menjadi tantangan dalam mengikuti tren perkembangan                            regulations poses a challenge in keeping up with the development
    penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia oleh karena                      of sustainable finance practices in Indonesia. Accordingly, the
    itu Perseroan berusaha meningkatkan kapasitas pemahaman                        Company continuously strengthens employee understanding and
    SDM terhadap standar regulasi yang berlaku.                                    capacity regarding applicable regulatory standards.
• Ketentuan baru yang dinamis terkait praktik keberlanjutan                    • Dynamic new requirements related to sustainability practices,
    seperti IFRS S1 & S2, menuntut persiapan SDM, pengetahuan,                     such as IFRS S1 & S2, require adequate preparation in terms
    dan kemampuan yang memadai untuk mendukung                                     of human resources, knowledge, and capabilities to support
    implementasinya.                                                               implementation.


Sebagai upaya mitigasi atas berbagai tantangan tersebut,                       As part of mitigation efforts in addressing these challenges, the
Perseroan secara berkelanjutan meningkatkan kapasitas sumber                   Company continuously enhances human resource capacity through
daya manusia melalui penyelenggaraan pelatihan, sosialisasi, dan               the implementation of training, socialization, and internalization
internalisasi terkait prinsip serta praktik keberlanjutan. Kegiatan ini        of sustainability principles and practices. These initiatives include
mencakup pemahaman atas regulasi, standar keberlanjutan, serta                 strengthening understanding of regulations, sustainability standards,
perkembangan terbaru seperti IFRS S1 dan S2, guna memastikan                   and recent developments such as IFRS S1 and S2, in order to ensure
kesiapan SDM dalam mengimplementasikan praktik keberlanjutan                   the readiness of human resources in effectively implementing
secara efektif di seluruh lini organisasi.                                     sustainability practices across all levels of the organization.

                                                                                                                   PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                     2025 Sustainability Report   133
Page 134
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
[OJK F]




      PT Hutama Karya (Persero)
134   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 135
PT Hutama Karya (Persero)
  2025 Sustainability Report   135
Page 136
    Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan [OJK F.1]
    Activities to Build A Sustainability Culture

Budaya keberlanjutan merupakan bagian integral dari pilar-pilar                 Sustainability culture constitutes an integral part of Hutama Karya’s
keberlanjutan Hutama Karya serta menentukan keberhasilan                        sustainability pillars and determines the Company’s success in
Perseroan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Perseroan             implementing sustainable business practices. The Company ensures
memastikan setiap badan tata kelola dan karyawan menerapkan                     that each governance body and employee adopts this culture. In
budaya ini. Dalam membangun budaya keberlanjutan, Perseroan                     fostering a sustainability culture, the Company has implemented the
telah menerapkan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Perseroan juga             3R principles (Reduce, Reuse, Recycle). The Company also implements
menerapkan budaya Keberlanjutan Hutama Karya, di antaranya:                     Hutama Karya’s sustainability culture, including the following:


    Menyelaraskan tujuan dan               Menghargai konsumen dan                 Melakukan pengembangan                Menjalin hubungan baik dan
   keberlanjutan bisnis dengan            memberikan layanan terbaik.               sumber daya manusia.                  memberikan manfaat bagi
   aspek lingkungan dan sosial              Respecting customers and              Developing human resources.            para pemangku kepentingan.
    secara efektif dan efisien.             providing the best service.                                                   Building good relationships
      Aligning business goals                                                                                               and delivering value to
      and sustainability with                                                                                                    stakeholders.
     environmental and social
      aspects effectively and
             efficiently.

                1                                       3                                      5                                       7




                                      2                                    4                                       6

                        Melakukan kegiatan usaha                 Menghormati hak asasi                Peduli terhadap perubahan
                         secara berintegritas dan              manusia dalam menjalankan               iklim dan memperhatikan
                                 beretika.                          kegiatan usaha.                        lingkungan hidup.
                      Conducting business activities            Upholding human rights in               Caring about climate
                        with integrity and ethics.                business operations.                change and preserving the
                                                                                                           environment.




3R (Reduce, Reuse, Recycle)                                                     3R (Reduce, Reuse, Recycle)
PT Hutama Karya (Persero) menunjukkan komitmen kuat terhadap                    PT Hutama Karya (Persero) demonstrates a strong commitment
praktik keberlanjutan dengan mengintegrasikan prinsip Reduce,                   to sustainability practices by integrating the principles of Reduce,
Reuse, dan Recycle (3R) ke dalam seluruh aktivitas operasional,                 Reuse, and Recycle (3R) into all operational activities, both within
baik di lingkungan perkantoran (green office) maupun proyek                     office environments (green office) and project sites (green site).
(green site). Prinsip reduce diterapkan melalui efisiensi penggunaan            The reduce principle is implemented through efficient resource
sumber daya sejak tahap perencanaan, seperti optimalisasi desain,               utilization from the planning stage, including design optimization,
pemilihan material rendah limbah, serta pengendalian konsumsi                   selection of low-waste materials, and control over the consumption
energi, air, dan bahan bakar. Prinsip reuse diwujudkan melalui                  of energy, water, and fuel. The reuse principle is realized through
pemanfaatan kembali material konstruksi dan sistem modular                      the reutilization of construction materials and modular systems that
yang dapat digunakan ulang, sementara prinsip recycle dilakukan                 can be repeatedly used, while the recycle principle is carried out by
dengan mengolah limbah konstruksi dan non-konstruksi agar                       processing construction and non-construction waste to restore its
memiliki nilai guna kembali, sehingga mendukung konsep ekonomi                  utility value, thereby supporting the circular economy concept. This
sirkular. Pendekatan ini diperkuat dengan manajemen energi,                     approach is further strengthened by energy management, emission
pengendalian emisi, serta perubahan perilaku karyawan untuk                     control, and behavioral transformation among employees to foster
menciptakan budaya kerja yang ramah lingkungan dan efisien.                     an environmentally friendly and efficient work culture.

Selain itu, Hutama Karya juga menerapkan pengelolaan lingkungan                 In addition, Hutama Karya implements comprehensive environmental
secara menyeluruh melalui manajemen air, limbah, dan emisi.                     management through water, waste, and emission management. Water
Pengelolaan air dilakukan secara terpadu mulai dari konservasi,                 management is conducted in an integrated manner, ranging from
pemanfaatan, hingga pengendalian pencemaran, termasuk                           conservation, utilization, to pollution control, including the application
penggunaan teknologi seperti biopori dan sistem daur ulang air.                 of technologies such as biopore systems and water recycling systems.
Limbah, termasuk limbah B3, dikelola secara ketat melalui proses                Waste, including hazardous and toxic materials (B3) waste, is strictly
identifikasi, penyimpanan, pengolahan, hingga pelaporan sesuai                  managed through identification, storage, treatment, and reporting



         PT Hutama Karya (Persero)
 136     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
                                                                                                                 Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                            Sustainability Performance




regulasi, serta didukung sistem tanggap darurat untuk mencegah       processes in accordance with applicable regulations, supported by
dampak lingkungan. Di sisi lain, pengendalian udara dan emisi        emergency response systems to mitigate environmental impacts.
gas rumah kaca dilakukan melalui efisiensi energi, penggunaan        Meanwhile, air quality and greenhouse gas emission control are carried
teknologi ramah lingkungan, serta inventarisasi dan pelaporan        out through energy efficiency initiatives, the use of environmentally
emisi berbasis standar internasional. Melalui pendekatan             friendly technologies, and emission inventory and reporting based on
yang terintegrasi ini, Hutama Karya tidak hanya memastikan           international standards. Through this integrated approach, Hutama
kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperkuat kinerja          Karya not only ensures regulatory compliance but also strengthens
ESG dan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur yang           its ESG performance and contribution to sustainable infrastructure
berkelanjutan.                                                       development.

KEBIJAKAN KEBERLANJUTAN                                              SUSTAINABILITY POLICY
Hutama Karya telah merumuskan kebijakan perlindungan                 Hutama Karya has established an environmental protection policy
lingkungan hidup yang tercantum dalam Kebijakan Perseroan.           as set forth in the Company Policy. This policy encompasses the
Kebijakan ini mencakup berbagai aspek sebagai berikut:               following aspects:
1. Menetapkan, menerapkan, dan menjaga sistem pencegahan             1. Establishing, implementing, and maintaining a system to
    terhadap kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta               prevent occupational accidents, occupational diseases, as well
    pencemaran lingkungan beserta dampaknya dalam setiap                  as environmental pollution and its impacts in all operational
    kegiatan operasional Perseroan sesuai dengan ketentuan dan            activities of the Company in accordance with prevailing laws
    peraturan yang berlaku.                                               and regulations;
2. Menetapkan, menerapkan, dan menjaga sistem manajemen              2. Establishing, implementing, and maintaining a risk
    pengelolaan risiko dalam setiap kegiatan operasional                  management system in all operational activities of the
    Perseroan.                                                            Company;
3. Menetapkan, menerapkan, dan menjaga sistem kerja yang             3. Establishing, implementing, and maintaining a working
    berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan           system oriented toward enhancing productivity, efficiency,
    inovasi, dengan mempertimbangkan perbaikan kualitas dan               and innovation, while considering quality improvement and
    konservasi sumber daya alam.                                          conservation of natural resources;
4. Perbaikan berkesinambungan atas proses, infrastruktur,            4. Continuously improving processes, infrastructure, technology,
    teknologi dan kompetensi sumber daya manusia sesuai                   and human capital competencies in line with the requirements
    dengan tuntutan standar manajemen mutu, lingkungan, serta             of quality management, environmental, and occupational
    keselamatan dan kesehatan kerja.                                      health and safety standards;
5. Meningkatkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari            5. Enhancing environmental awareness as part of the Company’s
    tanggung jawab sosial Perseroan.                                      social responsibility; and
6. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap          6. Implementing good corporate governance in all operational
    kegiatan operasional Perseroan.                                       activities of the Company.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hutama Karya telah               To realize this commitment, Hutama Karya has undertaken concrete
mengambil langkah konkret dalam mengimplementasikan kebijakan        measures to implement its environmental protection policy
perlindungan lingkungan hidup melalui berbagai program yang          through various programs that support environmental preservation
mendukung kelestarian alam dan keberlanjutan operasional             and sustainable business operations. The following are several
perusahaan. Berikut ini adalah beberapa program yang telah           programs implemented as part of such policy:
diterapkan sebagai bentuk implementasi dari kebijakan tersebut:
1. Program penerapan Konstruksi Berkelanjutan oleh PUPR, serta       1.  Implementation of Sustainable Construction programs by the
     penerbitan Letter of Compliance Green Construction;                 Ministry of Public Works and Housing, as well as the issuance of
                                                                         the Letter of Compliance Green Construction;
2.   Pengukuran emisi gas buang dari kendaraan operasional, alat     2. Measurement of exhaust emissions from operational vehicles,
     berat, dan mesin status (genset);                                   heavy equipment, and stationary engines (Genset);
3.   Audit Resertifikasi ISO 14001:2015;                             3. ISO 14001:2015 Recertification Audit;
4.   Kepatuhan terhadap regulasi terkait sistem manajemen            4. Compliance with regulations related to environmental
     lingkungan;                                                         management systems;
5.   Mencegah tumpahan dari material B3 dan limbah B3;               5. Prevention of spills from hazardous and toxic materials (B3)
                                                                         and B3 waste;
6. Penghijauan;                                                      6. Greening initiatives;
7. Penerapan Green Building di HK Tower;                             7. Implementation of Green Building at HK Tower;
8. Pelaporan dokumen AMDAL, RKL/RPL secara berkala;                  8. Periodic reporting of AMDAL and RKL/RPL documents;
9. Mengembangkan E-OBU (E-On Board Unit);                            9. Development of E-OBU (E-On Board Unit);
10. Konstruksi jalan akses bagi gajah di Jalan Tol Trans Sumatera;   10. Construction of elephant access roads on the Trans Sumatra
                                                                         Toll Road;
11. Pemanfaatan teknologi biotank untuk pengendalian limbah          11. Utilization of Biotank technology for domestic waste control;
    domestik;
12. Menjaga kelestarian flora fauna dan berkoordinasi dengan         12. Preservation of flora and fauna in coordination with relevant
    pihak terkait;                                                       stakeholders;
13. Pengukuran kualitas lingkungan rutin setiap enam bulan;          13. Environmental quality measurement conducted every six
                                                                         months;
14. Pengendalian material dan limbah B3 Diet plastik.                14. Control of hazardous materials and B3 waste; and Plastic
                                                                         reduction initiatives.

                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                          2025 Sustainability Report   137
Page 138
    Kinerja Ekonomi
    Economic Performance


Perbandingan Target dan Kinerja                                           Comparison of Target and Performance of
Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan,                                  Production, Portfolio, Financing Targets,
atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi                                  or Investments, Revenue, and Profit or
[OJK F.2]                                                                 Loss [OJK F.2]

Perseroan telah menetapkan target yang hendak dicapai dalam               The Company has set the targets to be achieved in the Company
Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) Tahun 2025 yang               Work Plan and Budget (RKAP) for 2025, which have been adjusted to
telah disesuaikan dengan kondisi industri dan ekonomi.                    the industry and economic conditions.


                                                                                                 2025

                  Uraian                       Satuan
                Description                     Unit                                            Pencapaian Realisasi terhadap Target
                                                                                Realisasi
                                                               Target                          Achievement of Realization Against Target
                                                                               Realization
                                                                                                                (%)

 Produksi/ Kontrak yang dihadapi         Dalam Miliar Rupiah
                                                                52.826             59.773                          113
 Production / Contract Backlog           In Billion Rupiah

 Persentase Tender yang Dimenangkan
                                         %                          60                50                            84
 Percentage of Won Tenders

 Kontrak Baru                            Dalam Miliar Rupiah
                                                                20.075             18.373                           92
 New Contracts                           In Billion Rupiah

 Pendapatan                              Dalam Miliar Rupiah
                                                                26.987             25.133                           93
 Revenue                                 In Billion Rupiah

 EBITDA                                  Dalam Miliar Rupiah
                                                                 3.909              4.410                          113
 EBITDA                                  In Billion Rupiah

 Total Aset                              Dalam Miliar Rupiah
                                                               198.235            189.098                           95
 Total Assets                            In Billion Rupiah

 Panjang Tol yang Terbangun
                                         Km                         93               83,5                           90
 Length of Built Toll Roads

 Laba (rugi) tahun berjalan              Dalam Miliar Rupiah
                                                                   808              3.089                          382
 Profit (Loss) for the Year              In Billion Rupiah

 Pembiayaan/ Investasi
                                                                18.735             11.008                           59
 Financing / Investment



                                                                                                 2024

                  Uraian                       Satuan
                Description                     Unit                                            Pencapaian Realisasi terhadap Target
                                                               Target           Realisasi
                                                                                               Achievement of Realization Against Target
                                                                               Realization
                                                                                                                (%)

 Produksi/ Kontrak yang dihadapi         Dalam Miliar Rupiah
                                                                60.606             70.032                           115,55
 Production / Contract Backlog           In Billion Rupiah

 Persentase Tender yang Dimenangkan
                                         %                        41,21             64,97                           157,64
 Percentage of Won Tenders

 Kontrak Baru                            Dalam Miliar Rupiah
                                                                 28.915            34.839                           120,49
 New Contracts                           In Billion Rupiah

 Pendapatan                              Dalam Miliar Rupiah
                                                                 26.566            30.252                           113,87
 Revenue                                 In Billion Rupiah

 EBITDA                                  Dalam Miliar Rupiah
                                                                  4.227             4.288                           101,44
 EBITDA                                  In Billion Rupiah




            PT Hutama Karya (Persero)
 138        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
                                                                                                                    Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                               Sustainability Performance




                                                                                                  2024

                  Uraian                    Satuan
                Description                  Unit                                                Pencapaian Realisasi terhadap Target
                                                             Target              Realisasi
                                                                                                Achievement of Realization Against Target
                                                                                Realization
                                                                                                                 (%)

 Total Aset                           Dalam Miliar Rupiah
                                                              183.820              196.042                             106,65
 Total Assets                         In Billion Rupiah

 Panjang Tol yang Terbangun
                                      Km                            88,3                91                             103,06
 Length of Built Toll Roads

 Laba (rugi) tahun berjalan           Dalam Miliar Rupiah
                                                                    249              2.767                              1.110
 Profit (Loss) for the Year           In Billion Rupiah

 Pembiayaan/ Investasi                Dalam Miliar Rupiah
                                                               40.424               23.755                              58,76
 Financing / Investment               In Billion Rupiah




                                                                                                  2023

                  Uraian                    Satuan
                Description                  Unit                                                Pencapaian Realisasi terhadap Target
                                                             Target              Realisasi
                                                                                                Achievement of Realization Against Target
                                                                                Realization
                                                                                                                 (%)

 Produksi/ Kontrak yang dihadapi      Dalam Miliar Rupiah
                                                              57.414               59.858                           104,26
 Production / Contract Backlog        In Billion Rupiah

 Persentase Tender yang Dimenangkan
                                      %                        38,03                48,60                           127,79
 Percentage of Won Tenders

 Kontrak Baru                         Dalam Miliar Rupiah
                                                              30.496               30.876                           101,25
 New Contracts                        In Billion Rupiah

 Pendapatan                           Dalam Miliar Rupiah
                                                              35.821               26.926                            75,17
 Revenue                              In Billion Rupiah

 EBITDA                               Dalam Miliar Rupiah
                                                               3.541                7.196                           203,22
 EBITDA                               In Billion Rupiah

 Total Aset                           Dalam Miliar Rupiah
                                                             165.485              169.739                           102,63
 Total Assets                         In Billion Rupiah

 Panjang Tol yang Terbangun
                                      Km                            99              86,49                            87,36
 Length of Built Toll Roads

 Laba (rugi) tahun berjalan           Dalam Miliar Rupiah
                                                                   -894             1.873                           410,00
 Profit (Loss) for the Year           In Billion Rupiah

 Pembiayaan/ Investasi                Dalam Miliar Rupiah
                                                              25.348               17.565                            69,30
 Financing / Investment               In Billion Rupiah




Perbandingan Target dan Kinerja                                            Comparison of Target and Performance
Portofolio, Target Pembiayaan, atau                                        of Portfolio, Financing Targets, or
Investasi Pada Instrumen Keuangan                                          Investments In Financial Instruments
atau Proyek yang Sejalan Dengan                                            or Projects Aligned with Sustainable
Pembangunan Berkelanjutan [OJK F.3, IF-EN-                                 Development [OJK F.3, IF-EN-410a.2]
410a.2]


Perseroan juga melakukan investasi pada proyek yang sejalan                The Company also invests in projects aligned with the Sustainable
dengan TPB, yaitu pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera.                    Development Goals (SDGs), namely the development of the
Pembangunan tol tersebut memegang peran kunci bagi                         Trans-Sumatra Toll Road. The toll road development plays a
pembangunan di Pulau Sumatera dengan menghubungkan                         key role in the development of Sumatra Island by connecting
Lampung dan Aceh melalui 24 ruas jalan berbeda. Perseroan                  Lampung and Aceh through 24 different road sections. The
berhasil merealisasikan 75,4% pencapaian dari target proyek 100%           Company achieved 75.4% realization of the 100% project target
pada tahun 2025. Adapun target dan realisasi dari proyek pada              in 2025. The targets and realizations of the project in 2025 are
tahun 2025 dapat dilihat pada tabel berikut:                               presented in the following table:




                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                              2025 Sustainability Report   139
Page 140
     Keterangan                   Satuan
                                                         2025                           2024                              2023
     Description                   Unit

 Target                   Dalam Miliar Rupiah
                                                       17.065.019                       18.472.300                       22.892.000
 Target                   In Billion Rupiah

 Realisasi                Dalam Miliar Rupiah
                                                       12.874.123                       14.721.400                       14.804.074
 Realization              In Billion Rupiah

 Pencapaian
                          %                                  75,4                             79,7                              64,7
 Achievement

Keterangan/Notes:
*)Disajikan kembali/ Restated




Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan                                  Direct Economic Value Generated and
dan Didistribusikan [GRI 201-1]                                         Distributed [GRI 201-1]

Pada tahun 2025, Perseroan berhasil membukukan kinerja ekonomi          In 2025, the Company successfully recorded stronger and more
yang semakin kuat dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari             sustainable economic performance. This is reflected in the
peningkatan nilai ekonomi yang ditahan (laba) sebesar 11,64%,           increase in retained economic value (profit) by 11.64%, from
dari Rp2,77 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp3,09 triliun.       IDR2.77 trillion in the previous year to IDR3.09 trillion. This
Pencapaian ini didorong oleh keberhasilan Perseroan dalam               achievement was driven by the Company’s success in optimizing
mengoptimalkan pengelolaan sumber daya serta menjalankan                resource management and implementing adaptive and well-
strategi bisnis yang adaptif dan tepat sasaran sepanjang periode        targeted business strategies throughout the reporting period. This
pelaporan. Kinerja positif ini menegaskan komitmen Perseroan            positive performance underscores the Company’s commitment
dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus             to creating sustainable added value while strengthening the
memperkuat fondasi pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi               foundation for growth amid evolving economic dynamics. In
yang terus berkembang. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan           line with this, the Company also continues to ensure the optimal
juga terus memastikan distribusi nilai ekonomi yang optimal             distribution of economic value to all stakeholders. The details of
kepada seluruh pemangku kepentingan. Adapun rincian nilai               the economic value generated and distributed by the Company
ekonomi yang diterima dan didistribusikan oleh Perseroan selama         during 2025 are presented as follows:
tahun 2025 disajikan sebagai berikut:


Tabel Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
Table of Economic Value Generated and Distributed                                                          (Dalam Jutaan Rupiah/In Million Rupiah)


                           Uraian
                                                                 2025                        2024                           2023
                         Description

 Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
 Economic Value Generated
    Pendapatan Operasi
                                                                25.132.919                   30.252.293                    26.926.321
    Operating Revenue
    Pendapatan Keuangan
                                                                 2.180.923                    2.621.234                     4.625.998
    Financial Income
 Jumlah Nilai Ekonomi Dihasilkan
                                                                27.313.842                  32.873.527                    31.552.319
 Total Economic Value Generated
 Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
 Economic Value Distributed
    Beban Pokok Pendapatan
                                                                21.271.951                   25.978.271                    24.568.527
    Cost of Revenue
    Pembayaran ke Pemerintah
                                                                    880.231                    881.709                        754.391
    Payments to Government
    Investasi kepada Masyarakat
                                                                     17.440                      24.842                         28.519
    Community Investments
    Gaji dan Remunerasi Karyawan
                                                                    497.261                    510.987                        448.715
    Salaries and Employee Remuneration
    Biaya Operasional
                                                                 1.558.376                    2.711.197                     3.879.611
    Operating Expenses
 Jumlah Nilai Ekonomi Didistribusikan
                                                                24.225.259                  30.107.005                    29.679.763
 Total Economic Value Distributed
 Nilai Ekonomi yang Ditahan
                                                                 3.088.583                   2.766.522                      1.872.556
 Economic Value Retained




          PT Hutama Karya (Persero)
 140      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
                                                                                                                Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                           Sustainability Performance




Kewajiban Program Pensiun Manfaat Pasti                             Obligations of Defined Benefit Pension
dan Program Pensiun Lainnya [GRI 201-3]                             Plans and Other Retirement Plans [GRI 201-3]

Komitmen Hutama Karya terhadap program pensiun berakar pada         Hutama Karya’s commitment to pension programs is based on
pemahaman bahwa stabilitas keuangan selama masa pensiun             the understanding that financial stability during retirement is a
adalah aspek mendasar dari kesejahteraan karyawan secara            fundamental aspect of overall employee welfare. Accordingly, the
menyeluruh. Untuk itu, Perseroan memberikan imbalan pascakerja      Company provides post-employment benefits through Dana Pensiun
yaitu Dana Pensiun Hutama Karya (DAPEN HK) untuk peserta            Hutama Karya (DAPEN HK) for employees participating in the Defined
karyawan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan IFG Life untuk    Benefit Pension Plan (PPMP) and IFG Life for participants of both the
peserta PPMP dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Peserta        PPMP and Defined Contribution Pension Plan (PPIP). PPMP participants
PPMP merupakan karyawan yang diangkat sebagai karyawan tetap        are employees appointed as permanent employees before December
sebelum 1 Desember 2016 dan PPIP diangkat setelah 1 Desember        1, 2016, while PPIP participants are those appointed after December 1,
2016. Selain itu, Perseroan juga mengikutsertakan seluruh           2016. In addition, the Company also enrolls all employees in the BPJS
karyawan dalam BPJS Jaminan Hari Tua (JHT).                         Old Age Security (JHT) program.


Jumlah Karyawan yang Diikutsertakan dalam Program Pensiun
Number of Employees Enrolled in Pension Programs

                            Program
                                                                    2025                      2024                          2023
                            Program

 Program Pensiun Manfaat Pasti
                                                                     494                        526                           615
 Defined Benefit Pension Plan (PPMP)

 Program Pensiun Iuran Pasti
                                                                     626                        572                           507
 Defined Contribution Pension Plan (PPIP)

 Program Jaminan Hari Tua
                                                                    1.120                     1.098                         1.122
 Old Age Security Program (JHT)




           Keterangan                        Lembaga Pengelola              Tenaga Kerja                         Perusahaan
           Description                       Managing Institution             Employee                            Company

 Tabungan Pensiun Hutama Karya         Dapen                                    5%                                   17,16%
 Hutama Karya Pension Savings          IFG                                      5%                                   17,16%

 Jaminan Hari Tua
                                       BPJS TK                                  2%                                   3,74%
 Old Age Security (JHT)

 Jaminan Pensiun
                                       BPJS TK                                  1%                                     2%
 Pension Program




Bantuan Finansial dari Pemerintah [GRI 201-4]                       Government Financial Assistance [GRI 201-4]

Di tahun 2025, Perseroan tidak menerima bantuan dalam bentuk        In 2025, the Company did not receive any form of assistance from
apapun dari Pemerintah.                                             the Government.



Keberadaan Pasar                                                    Market Presence

Perseroan memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk         The Company provides opportunities for local communities to
berkontribusi dan berdedikasi bersama Hutama Karya. Seluruh         contribute and dedicate themselves alongside Hutama Karya. All
karyawan lokal yang diterima telah memenuhi kualifikasi yang        local employees recruited have met the required qualifications to
ditentukan guna menjaga kinerja perusahaan. Selain itu, upaya ini   maintain the Company’s performance. In addition, this initiative
menjadi salah satu kontribusi Perseroan terhadap pertumbuhan        serves as one of the Company’s contributions to local economic
ekonomi lokal. Pada tahun 2025, 2,17% EVP atau setingkat dan        growth. In 2025, 2.17% of EVP-level employees or equivalent and
13,16% karyawan merupakan karyawan lokal yang berasal dari DKI      13.16% of employees are local employees originating from DKI
Jakarta.                                                            Jakarta.




                                                                                                       PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                         2025 Sustainability Report   141
Page 142
Dampak Ekonomi Tidak Langsung                                                          Indirect Economic Impacts

Investasi Infrastruktur dan Dukungan                                                   Infrastructure Investment and Service
Layanan                                                                                Support

PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Core Indonesia pada                               PT Hutama Karya (Persero), together with PT Core Indonesia,
tahun 2024 menyusun kajian mengenai Dampak Ekonomi Jalan                               conducted a study in 2024 on the Economic Impact of the Trans-
Tol Trans Sumatera. Tujuan dari dilakukannya kajian ini adalah                         Sumatra Toll Road. The objective of this study is to understand the
mengetahui situasi dampak manfaat dan nilai yang dihasilkan oleh                       impact, benefits, and value generated by the development of the
pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, serta mengidentifikasi                           Trans-Sumatra Toll Road, as well as to identify the potential value
nilai yang berpotensi diperoleh pemerintah pusat maupun                                that may be obtained by the central and regional governments from
pemerintah daerah dari nilai dampak manfaat pembangunan yang                           the economic benefits generated by the project. Detailed economic
dibangkitkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera. Detail dampak                            and fiscal impacts for each Trans-Sumatra Toll Road section, once
ekonomi dan dampak fiskal pada masing-masing ruas Jalan Tol                            fully connected, are presented below:
Trans Sumatera apabila semua ruas telah tersambung adalah
sebagai berikut:


Tabel 2.8 Dampak Ekonomi dan Dampak Fiskal Jalan Tol Trans Sumatera
Table 2.8 Economic and Fiscal Impact of the Trans-Sumatra Toll Road

                                                                      Peningkatan          Peningkatan
                                                                                                                                ENPV             EIRR
                                                   Peningkatan        Pajak Pusat          Penerimaan
                                                                                                                           Mikro + Makro     Mikro + Makro
                                                   Nilai Tambah        (Rp Miliar)            Daerah        BCR Mikro +
   Nama Ruas JTTS                                                                                                            (Rp Miliar)          (%)
                                 Jarak (Km)          (Rp Miliar)         Increase           (Rp Miliar)       Makro
 Name of JTTS Toll Road                                                                                                          ENPV            EIRR
                                Distance (Km)        Increase in        in Central          Increase in     BCR Micro +
       Section                                                                                                             Micro + Macro     Micro + Macro
                                                    Value Added       Government             Regional         Macro
                                                                                                                           (Billion Rupia)        (%)
                                                  (Billion Rupiah)    Tax Revenue            Revenue
                                                                     (Billion Rupia)      (Billion Rupia)

 Tahap I
 Stage I
 Medan-Binjai                             17,43        5.446,32             565,87             2.744,96            7,31        38.480,94           25,58

 Palembang-Sp. Indralaya                  22,00        6.772,42             698,47             3.700,29            3,97        18.483,49           16,35

 Pekanbaru-Dumai                         132,03       41.266,74           4.287,59           13.530,01             7,52      183.527,42            21,25
 Bakauheni-Terbanggi
                                         141,00       26.826,76           2.787,26           15.761,83             4,29      107.993,84            17,88
 Besar
 TBPPKA                                  189,00       44.929,18           4.668,12           25.523,65             6,13        206.392,0           26,18

 Binjai-Pangkalan Brandan                 57,50       17.966,75           1.866,73             9.055,41            3,92        58.657,22           17,35

 Sigli-Banda Aceh                         74,20       23.346,31           2.425,68           23.450,77             3,42         47.205,3           15,25

 Sp. Indralaya-Prabumulih                 64,50       19.708,94           2.047,75           10.848,59             3,34        45.529,11           13,45

 Bengkulu-Taba Penanjung                  16,70        8.571,23             890,56             6.910,71            2,66        12.090,04           12,66

 Pekanbaru-Koto Kampar                    64,70       20.222,37           2.101,12             6.630,22            4,10        50.762,11           14,01

 Kisaran-Indrapura                        48,00       14.998,32           1.558,34             7.559,33            6,83        75.724,53           28,29
 Kuala Tanjung-Pematang
                                          93,00       29.059,21           3.019,25            14.646,15            4,22        69.968,89           16,62
 Siantar
 Sicincin-Padang                          36,60       23.182,52           2.408,67            15.580,83            2,29        17.100,38           11,11
 Tahap II
 Stage II
 Betung-Jambi                            170,00       55.385,37           5.754,50            29.836,07            2,71        82.913,25           15,67

 Jambi-Rengat                            198,00       67.112,63           6.973,01            29.754,24            2,13        72.669,54           11,83

 Rengat-Pekanbaru                        207,00       64.699,05           6.722,25            21.212,65            1,29        16.902,27            7,63
 Pelabuhan Panjang-
                                          11,20        2.132,80             221,61             1.253,14            7,22        31.665,25           20,66
 Lematang
 Kapal Betung Seksi 2B
                                          69,19          21.291           2.277,62            10.395,40            3,83        93.364,44           16,55
 dan 3




            PT Hutama Karya (Persero)
 142        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 143
                                                                                                                                   Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                              Sustainability Performance




                                                                    Peningkatan           Peningkatan
                                                                                                                                  ENPV              EIRR
                                               Peningkatan          Pajak Pusat           Penerimaan
                                                                                                                             Mikro + Makro      Mikro + Makro
                                               Nilai Tambah          (Rp Miliar)             Daerah         BCR Mikro +
   Nama Ruas JTTS                                                                                                              (Rp Miliar)           (%)
                              Jarak (Km)         (Rp Miliar)           Increase            (Rp Miliar)        Makro
 Name of JTTS Toll Road                                                                                                            ENPV             EIRR
                             Distance (Km)       Increase in          in Central           Increase in      BCR Micro +
       Section                                                                                                               Micro + Macro      Micro + Macro
                                                Value Added         Government              Regional          Macro
                                                                                                                             (Billion Rupia)         (%)
                                              (Billion Rupiah)      Tax Revenue             Revenue
                                                                   (Billion Rupia)       (Billion Rupia)

 Tahap III
 Stage III
 Pangkalan Brandan-
                                    73,50         23.076,94             2.397,69            19.646,65              2,36          31.534,34                13,24
 Langsa
 Dumai-Rantauprapat                181,00         56.568,60             5.877,51            20.968,62              3,68         151.584,01                16,12

 Langsa-Lhokseumawe                134,00         42.161,84             4.380,62            42.350,38              8,20         310.289,46                20,03

 Lhokseumawe-Sigli                 157,00         49.398,61             5.132,49            49.619,44              5,10         229.901,03                16,29

 Rantauprapat-Kisaran              111,50         34.839,86             3.619,86            17.559,56               5,37        155.154,82                18,69
 Tahap IV
 Stage IV
 Pematang Siantar-
                                    50,00         15.623,23             1.623,25              7.874,33              7,40         27.670,20                40.17
 Parapat*
 Prabumulih-Muara Enim              56,00         17.111,65             1.777,92              9.418,91              3,53         48.387,65                17,53
 Muara Enim-Lubuk
                                   112,00         34.223,33             3.555,79            18.837,91               3,92            93.318,               13.72
 Linggau
 Lubuk Linggau-Taba
                                    80,00         40.343,21             4.191,67            32.257,84               2,51         58.612,31                10,58
 Penanjung
 Koto Kampar-Sicincin              154,00         97.543,88           10.134,84             65.558,75               1,57         30.316,78                 9,78

 Parapat-Sibolga                   120,00         31.871,44             3.311,44            16.063,56               5,91         209.816,2                17,91

 Batu Ampar-Hang Nadim              20,00          9.590,82               996,49              3.291,50              1,92            7.137,4               11,58

*belum menyertakan biaya investasi                                                   *Investment cost not included
Sumber: Kajian Dampak Ekonomi & Sosial JTTS, Core Indonesia 2024                     Source: Economic & Social Impact Study of JTTS, Core Indonesia 2024



Manfaat dari Jalan Tol Trans Sumatera bukan hanya ketika telah                       The benefits of the Trans-Sumatra Toll Road are not only realized
terbangun dan beroperasi, namun juga ketika masa konstruksi                          once it is completed and operational, but also during the
atau pembangunan. Pembangunan proyek dengan biaya investasi                          construction phase. The development of large-scale infrastructure
besar akan memacu roda perekonomian di daerah tersebut. Hal ini                      projects stimulates economic activity in the surrounding regions.
disebabkan karena meningkatnya uang yang beredar, akan memicu                        This is driven by an increase in money circulation, which leads
peningkatan konsumsi masyarakat. Ketika konsumsi meningkat,                          to higher household consumption. As consumption rises, the
lapangan kerja akan membutuhkan tambahan pekerja baru.                               labor market requires additional workers, thereby creating new
                                                                                     employment opportunities.


Dampak Ekonomi Tidak Langsung yang                                                   Significant Indirect Economic Impacts
Signifikan

Melalui program TJSL, Hutama Karya berupaya menciptakan                              Through its Corporate Social and Environmental Responsibility
hubungan simbiosis yang tidak hanya meningkatkan reputasi                            (TJSL) program, Hutama Karya seeks to create a symbiotic
Perseroan, tetapi juga menghasilkan nilai bersama bagi Perseroan                     relationship that not only enhances the Company’s reputation
dan masyarakat yang terlibat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai                   but also generates shared value for both the Company and the
pilar, yakni sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola                     communities involved. This effort is carried out through various
serta berfokus pada bidang prioritas, yaitu bidang pendidikan,                       pillars, namely social, economic, environmental, legal, and
lingkungan, dan pengembangan usaha mikro dan usaha kecil                             governance, and focuses on priority areas such as education, the
(UMK). Perseroan berdedikasi untuk memberikan dampak positif                         environment, and micro and small enterprise (MSE) development.
secara berkesinambungan. Dengan demikian, peran Perseroan                            The Company is committed to delivering sustainable positive
sebagai warga korporasi yang bertanggung jawab pun makin kuat.                       impacts. In this way, the Company’s role as a responsible corporate
                                                                                     citizen is further strengthened.




                                                                                                                           PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                             2025 Sustainability Report    143
Page 144
                          Tujuan
                      Pembangunan              Pemangku
                      Berkelanjutan        Kepentingan yang                                          Signifikansi Dampak
    Program
                        Sustainable            Terdampak                                              Impact Significance
                       Development        Affected Stakeholders
                           Goals

Sentra Kriya Ogan    TPB 4, TPB 8, TPB   Lokasi pelaksanaan             Berdasarkan perolehan data di lapangan diketahui program Sentra Kriya Ogan
Ilir                 9, TPB 11, TPB 17   program ini berada di          Iliryang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) menciptakan manfaat
                     SDGs 4, SDGs 8,     Kabupaten Ogan Ilir,           yang dapat dikategorikan ke dalam manfaat secara ekonomi dan sosial, dengan
                     SDGs 9, SDGs 11,    Sumatera Selatan sebagai       dampak signifikan bagi penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal.
                     SDGs 17             salah satu daerah yang
                                         termasuk ke dalam ring         Hasil perhitungan Social Return on Investment (SROI) dengan total investasi
                                         1 poros Jalan Tol Trans        sebesar Rp597 juta menghasilkan manfaat terukur sebesar Rp1,5 miliar dengan
                                         Sumatera.                      nilai SROI 2,40. Artinya setiap Rp1 yang diinvestasikan memberikan nilai manfaat
                                                                        sosial dan ekonomi sebesar Rp2,40 dan waktu pengembalian investasi (payback
                                         67 penerima manfaat            period) selama 11 bulan 8 hari. Nilai ini menunjukan efektivitas dan efisiensi
                                         langsung:                      program dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
                                         - 2 kelompok binaan
                                         - Anggota Kelompok Usaha       Program ini memberikan kontribusi penting pada dua pilar utama yaitu ekonomi
                                            Bersama (KUB) Usang         dan sosial. Pada pilar ekonomi, manfaat terbesar berasal dari peningkatan
                                            Sungging 30 orang           pendapatan langsung para pengrajin serta efisiensi biaya investasi melalui
                                         - Anggota Koperasi Gebeng      pengadaan peralatan produksi modern seperti mesin CNC dan alat press logam.
                                            Maju Berjaya 35 orang       Dukungan ini berhasil mengeliminasi beban modal awal sehingga kelompok
                                                                        binaan dapat mengalokasikan sumber daya finansial mereka untuk memperkuat
                                         7 penerima manfaat tidak       stok bahan baku dan pengembangan usaha secara mandiri.
                                            langsung:
                                         - Pemateri pelatihan 4         Pada pilar sosial, program ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kompetensi
                                            orang                       pegrajin melalui rangkaian pelatihan teknis yang intensif. Selain itu, ketersediaan
                                         - Dinas Perindustrian,         fasilitas produksi kolektif telah memperkuat kohesi sosial dan kolaborasi
                                            Perdagangan, Koperasi,      antar anggota kelompok yang kini memiliki jadwal rutin untuk berkumpul dan
                                            dan UKM Kabupaten           berinovasi bersama. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh para pengrajin di
                                            Ogan Ilir                   KUB Usang Sungging dan Koperasi Gebeng Maju Berjaya, tetapi juga memberikan
                                         - Mitra implementator          nilai tambah bagi instansi pemerintah dan mitra strategis yang terlibat dalam
                                            lapangan                    ekosistem pengembangan produk lokal.
                                         - PT Hutama Karya
                                            (Persero)                   Di samping itu, Kabupaten Ogan Ilir adalah area yang dilintasi langsung oleh Jalan
                                         The program is                 Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Indralaya dan Indralaya-Prabumulih.
                                         implemented in Ogan Ilir       Dengan adanya program ini, menggambarkan kepedulian PT Hutama Karya
                                         Regency, South Sumatra, as     (Persero) terhadap pemberdayaan ekonomi lokal yang berdampak pada
                                         one of the areas included in   peningkatan nilai tambah positif perusahaan di masyarakat.
                                         Ring 1 of the Trans Sumatra    Based on field data, the Sentra Kriya Ogan Ilir program implemented by
                                         Toll Road corridor.            PT Hutama Karya (Persero) generates benefits categorized into economic and
                                                                        social impacts, with significant contributions to strengthening the creative
                                         67 direct beneficiaries:       economy and preserving local culture.
                                         - 2 beneficiary groups
                                         - Members of Joint             The Social Return on Investment (SROI) calculation, with a total investment of
                                            Business Group (KUB)        IDR597 million, generated measurable benefits of IDR1.5 billion, resulting in an
                                            Usang Sungging: 30          SROI value of 2.40. This means that every IDR1 invested generates IDR2.40 in social
                                            people                      and economic value, with a payback period of 11 months and 8 days. This result
                                         - Members of Gebeng Maju       demonstrates the program’s effectiveness and efficiency in creating sustainable
                                            Berjaya Cooperative: 35     community impact.
                                            people
                                                                        The program provides significant contributions to two main pillars: economic
                                         7 indirect beneficiaries:      and social. On the economic pillar, the greatest benefits come from increased
                                         - Training instructors: 4      income for artisans and cost efficiency through investment in modern production
                                            people                      equipment such as CNC machines and metal pressing tools. This support
                                         - Department of Industry,      eliminates initial capital burdens, allowing beneficiary groups to allocate financial
                                            Trade, Cooperatives, and    resources toward strengthening raw material inventory and independent business
                                            SMEs of Ogan Ilir Regency   development.
                                         - Field implementing
                                            partners                    On the social pillar, the program enhances artisans’ capacity and competencies
                                         - PT Hutama Karya              through intensive technical training. In addition, shared production facilities
                                            (Persero)                   strengthen social cohesion and collaboration among members, who now regularly
                                                                        gather and innovate together. These impacts are not only felt by members of
                                                                        KUB Usang Sungging and Gebeng Maju Berjaya Cooperative, but also add value
                                                                        to government institutions and strategic partners involved in the local product
                                                                        development ecosystem.


                                                                        Furthermore, Ogan Ilir Regency is directly traversed by the Trans Sumatra Toll
                                                                        Road (JTTS) corridors of Palembang–Indralaya and Indralaya–Prabumulih.
                                                                        Through this program, PT Hutama Karya (Persero) demonstrates its commitment
                                                                        to local economic empowerment, contributing positively to the Company’s social
                                                                        value creation within the community.




        PT Hutama Karya (Persero)
144     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 145
                                                                                                                                Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                           Sustainability Performance




                         Tujuan
                     Pembangunan               Pemangku
                     Berkelanjutan         Kepentingan yang                                           Signifikansi Dampak
     Program
                       Sustainable             Terdampak                                               Impact Significance
                      Development         Affected Stakeholders
                          Goals

 HK Urban           TPB 3, TPB 5, TPB    Lokasi pelaksanaan              Program HK Urban HabitSphere: Revitalisasi Ekosistem Lokal untuk Pengembangan
 HabitSphere        6, TPB 11, TPB 12,   program ini yaitu di Cibubur,   Kawasan Berkelanjutan secara aktif berkontribusi pada pencapaian Tujuan
                    TPB 13, TPB 17       Jakarta Timur.                  Pembangunan Berkelanjutan dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas
                    SDGs 3, SDGs 5,                                      hidup masyarakat. Program ini mengintegrasikan berbagai aspek penting,
                    SDGs 6, SDGs 11,     Stakeholder:                    termasuk kesetaraan gender, akses terhadap air bersih dan sanitasi, pengelolaan
                    SDGs 12, SDGs 13,    - PT Hutama Karya               kota dan pemukiman yang layak, serta pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
                    SDGs 17                 (Persero)
                                         - 40 orang karyawan             Selain itu, program ini mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui
                                            PT Hutama Karya              pendekatan edukatif dan partisipatif yang secara bersamaan meningkatkan
                                            (Persero)                    kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan
                                         - 25 BPS RW 05 Cibubur          pendekatan yang holistic, program ini tidak hanya menciptakan manfaat langsung
                                         - 450 orang Warga RW 05         bagi masyarakat tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk keberlanjutan
                                            Cibubur                      ekosistem lokal di masa depan.
                                         - Warga RW 12 Malaka Jaya
                                         - 9 orang Narasumber            Berdasarkan hasil perhitungan SROI diperoleh angka sebesar 9,32 untuk program
                                            Sosialisasi                  ini, artinya setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan dampak sosial senilai
                                         - 2 orang Narasumber            Rp9,32. Rasio SROI ini mengindikasikan bahwa manfaat yang diterima oleh
                                            Pelatihan                    masyarakat dan lingkungan jauh melebihi biaya investasi yang dikeluarkan.
                                         Lokasi The program is           Dengan total dampak sosial sebesar Rp2,63 miliar dari nilai investasi sebesar
                                         implemented in Cibubur,         Rp282 juta. Hal ini menegaskan bahwa program ini berhasil menciptakan manfaat
                                         East Jakarta.                   sosial yang signifikan dan menjadikannya salah satu langkah strategis yang efektif
                                                                         untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
                                         Stakeholders:                   The HK Urban HabitSphere Program: Revitalization of Local Ecosystems for
                                         - PT Hutama Karya               Sustainable Area Development actively contributes to the achievement of the
                                            (Persero)                    Sustainable Development Goals by emphasizing improvements in community
                                         - 40 employees of               quality of life. The program integrates various key aspects, including gender
                                            PT Hutama Karya              equality, access to clean water and sanitation, sustainable cities and communities,
                                            (Persero)                    and environmental conservation.
                                         - 25 BPS RW 05 Cibubur
                                         - 450 residents of RW 05        In addition, the program encourages behavioral change within the community
                                            Cibubur                      through an educational and participatory approach that simultaneously increases
                                         - Residents of RW 12            collective awareness of the importance of environmental preservation. With a
                                            Malaka Jaya                  holistic approach, the program not only creates direct benefits for the community
                                         - 9 socialization resource      but also builds a strong foundation for the long-term sustainability of the local
                                            persons                      ecosystem.
                                         - 2 training resource
                                            persons                      Based on the SROI calculation, the program achieved a value of 9.32, meaning
                                                                         that every IDR1 invested generates IDR9.32 in social impact. This SROI ratio
                                                                         indicates that the benefits received by the community and the environment far
                                                                         exceed the investment costs incurred. With a total social impact of IDR2.63 billion
                                                                         from an investment value of IDR282 million, this confirms that the program has
                                                                         successfully created significant social benefits and serves as an effective strategic
                                                                         initiative to promote sustainable development.




Praktik Pengadaan Barang dan Jasa [GRI 204-1]                                  Procurement Practices for Goods and
                                                                               Services [GRI 204-1]

Perseroan menerapkan standar, kebijakan, dan prosedur pemilihan                The Company implements structured and transparent supplier/
pemasok/kontraktor yang terstruktur dan transparan. Proses                     contractor selection standards, policies, and procedures. The
seleksi dilakukan melalui evaluasi komprehensif yang meliputi                  selection process is carried out through a comprehensive
aspek administratif, teknis, komersial, serta kepatuhan terhadap               evaluation covering administrative, technical, commercial aspects,
regulasi dan prinsip keberlanjutan (Environmental, Social, and                 as well as compliance with regulations and Environmental, Social,
Governance/ESG). Melalui mekanisme ini, perusahaan memastikan                  and Governance (ESG) principles. Through this mechanism, the
bahwa pemasok/kontraktor yang terpilih tidak hanya memenuhi                    Company ensures that selected suppliers/contractors not only meet
kualifikasi yang dipersyaratkan, tetapi juga memiliki komitmen                 the required qualifications but also demonstrate commitment to
terhadap praktik usaha yang beretika, bertanggung jawab, dan                   ethical, responsible, and sustainable business practices.
berkelanjutan.




                                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                          2025 Sustainability Report    145
Page 146
Perseroan menempatkan pemasok sebagai mitra kerja untuk               The Company positions suppliers as business partners for mutual
tumbuh bersama. Menjalin kemitraan dan turut mengembangkan            growth. Establishing partnerships and developing the competencies
kompetensi pemasok lokal merupakan program kerja keberlanjutan        of local suppliers is part of Hutama Karya’s sustainability program.
Hutama Karya. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan          This initiative aims to increase real income and create employment
pendapatan riil dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi               opportunities for surrounding communities.
masyarakat sekitar.


Upaya perseroan untuk memastikan bahwa rantai nilainya                The Company’s efforts to ensure that its value chain is
ramah lingkungan atau selaras dengan upaya mempromosikan              environmentally friendly and aligned with the promotion of
pembangunan berkelanjutan Perusahaan berkomitmen untuk                sustainable development reflect its commitment to ensuring that
memastikan bahwa seluruh rantai nilai berjalan selaras dengan         all value chain activities operate in accordance with sustainability
prinsip pembangunan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan           principles. These efforts are implemented through the adoption of
melalui penerapan kebijakan dan prosedur yang mengintegrasikan        policies and procedures that integrate Environmental, Social, and
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social,     Governance (ESG) aspects across all stages of operations, including
and Governance/ESG) dalam setiap tahapan kegiatan, termasuk           in the procurement of goods and services. The Company promotes
dalam proses pengadaan barang/jasa. Perseroan mendorong               the use of environmentally friendly materials and products, efficient
penggunaan material dan produk yang ramah lingkungan, efisiensi       utilization of resources, and compliance with applicable laws and
penggunaan sumber daya, serta kepatuhan terhadap peraturan            regulations. In addition, the Company conducts the selection and
perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, perseroan juga           evaluation of suppliers and contractors by taking into account
melakukan seleksi dan evaluasi terhadap pemasok/kontraktor            sustainability performance, including environmental management
dengan mempertimbangkan kinerja keberlanjutan, termasuk               and social responsibility aspects. Through this approach, the
aspek pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Melalui       Company seeks to establish a value chain that not only supports
pendekatan ini, perseroan berupaya membangun rantai nilai             operational performance but also delivers positive and sustainable
yang tidak hanya mendukung kinerja operasional, tetapi juga           impacts on the environment and society.
memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat
secara berkelanjutan.


Sepanjang 2025, Perseroan melibatkan 754 pemasok lokal telah          Throughout 2025, the Company engaged 754 local suppliers as
menjadi bagian rantai pasok Hutama Karya, atau 100% dari              part of Hutama Karya’s supply chain, representing 100% of the
total jumlah pemasok. Pemasok lokal diartikan sebagai entitas         total number of suppliers. Local suppliers are defined as business
usaha yang terdaftar dan berdomisili di wilayah hukum Republik        entities registered and domiciled within the jurisdiction of the
Indonesia.                                                            Republic of Indonesia.


Pemasok Barang dan Jasa Tahun 2023-2025
Goods and Services Suppliers 2023–2025

                                                 Jumlah Pemasok                     Nilai Kontrak Pekerjaan (dalam Jutaan Rupiah)
            Keterangan                          Number of Suppliers                         Contract Value (in Million Rupiah)
            Description
                                         2025          2024           2023              2025               2024               2023

 Barang
                                          135           135             97             2.186.697           3.308.142          1.742.713
 Goods

 Jasa
                                          622           235            122            21.125.638          29.258.528         12.464.441
 Services

 Total                                    757           370            219            23.312.335         32.566.670         14.207.154



Penilaian Lingkungan dan Sosial Pemasok                               Environmental and Social Assessment of
                                                                      Suppliers

Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip tata kelola perusahaan         To ensure that the principles of Good Corporate Governance (GCG)
yang baik (GCG) diterapkan di seluruh rantai pasokan Perseroan,       are implemented throughout the Company’s supply chain, the
Perseroan telah mengembangkan Pedoman Pengadaan Barang                Company has developed the Procurement Guidelines for Goods
dan Jasa di Lingkungan Hutama Karya sesuai Peraturan Direksi          and Services within Hutama Karya in accordance with the Board
PT Hutama Karya (Persero) NOMOR PER-10/HK/IX/2025 Tentang             of Directors Regulation of PT Hutama Karya (Persero) Number PER-
Pedoman Pengadaan Barang/Jasa PT Hutama Karya (Persero).              10/HK/IX/2025 concerning the Procurement Guidelines for Goods/




            PT Hutama Karya (Persero)
146         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 147
                                                                                                                 Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                            Sustainability Performance




Kebijakan ini mengatur kriteria terkait aspek-aspek LST yang harus   Services of PT Hutama Karya (Persero). This policy stipulates criteria
dipenuhi oleh pemasok.                                               related to Environmental, Social, and Governance (ESG) aspects
                                                                     that must be fulfilled by suppliers.


Dalam rangka mendorong pertumbuhan industri dalam negeri,            In supporting the growth of domestic industries, Hutama Karya is
Hutama Karya berkomitmen untuk mengupayakan pendayagunaan            committed to promoting the utilization of domestically produced
Barang/Jasa hasil produksi dalam Negeri serta UMKM. Hal ini          goods/services as well as Micro, Small, and Medium Enterprises
ditunjukan dengan pembentukan Tim Peningkatan Penggunaan             (MSMEs). This commitment is demonstrated through the
Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui Surat Keputusan Direksi           establishment of the Domestic Product Utilization Improvement
Perusahaan guna memonitor dan memastikan penggunaan                  Team (P3DN) based on a Board of Directors Decree to monitor and
komponen dalam negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa.                   ensure the use of domestic components in the procurement of
                                                                     goods and services.


Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang transparan,            In an effort to create a transparent, accountable, and highly
akuntabel dan beretika tinggi sejalan dengan penerapan Good          ethical work environment in line with the implementation of good
Corporate Governance (GCG) guna menjaga integritas, keandalan        corporate governance, and to maintain integrity, reliability of
pelaporan keuangan, dan reputasi perusahaan, maka perusahaan         financial reporting, and the Company’s reputation, the Company
berkomitmen untuk menerapkan Anti-Fraud dalam pelaksanaan            is committed to implementing Anti-Fraud practices in its business
bisnisnya, oleh karena itu seluruh calon rekanan harus menyerahkan   activities. Therefore, all prospective business partners are required
Surat Komitmen Penerapan Anti Suap/Pakta Integritas.                 to submit an Anti-Bribery Commitment Letter/Integrity Pact.


Sesuai Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa Nomor CBP/                 In accordance with the Goods and Services Procurement Procedure
SCM/P/001, telah diatur kriteria LST yang harus dipenuhi oleh        Number CBP/SCM/P/001, ESG-related criteria that must be fulfilled
pemasok, antara lain: Persyaratan terkait Keselamatan, Kesehatan     by suppliers have been established, including requirements related
Kerja dan Lingkungan (K3L/HSE) dan Persyaratan terkait Mutu          to Occupational Health, Safety, and Environment (HSE/OHS) and
(Quality), selain itu beberapa syarat teknis yang harus dipenuhi     Quality requirements. In addition, several technical requirements
dalam rangka mendorong pengadaan dengan prinsip keberlanjutan        are applied to promote sustainable procurement principles by
yaitu dengan memprioritaskan penggunaan:                             prioritizing the use of:
• Produk Dalam Negeri; atau                                          • Domestic Products; or
• Produk bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI); atau        • Products certified with the Indonesian National Standard (SNI); or
• Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dari hasil            • Products from Micro Enterprises, Small Enterprises, and
    produk dalam negeri; atau                                             Cooperatives based on domestic production; or
• Produk Ramah Lingkungan Hidup.                                     • Environmentally Friendly Products


Pemenuhan kriteria-kriteria di atas menjadi bagian dalam proses      Compliance with the above criteria forms part of the supplier
seleksi dan evaluasi kinerja pemasok.                                selection and performance evaluation process.


Seleksi dan evaluasi dilakukan dengan penilaian berdasarkan          Selection and evaluation are conducted based on predetermined
kriteria serta bobot yang telah ditentukan untuk mengukur risiko     criteria and weighting to measure potential risks that may arise.
yang kemungkinan dapat timbul. Pemasok harus memenuhi nilai          Suppliers are required to meet the established minimum score to be
yang telah ditentukan untuk dapat bekerja sama dengan Perseroan.     eligible to collaborate with the Company. The minimum threshold
Nilai minimumnya, yaitu 70, atau minimal masuk kategori “BAIK”.      is 70, or at least within the “GOOD” category. To ensure supplier
Untuk memastikan kinerja keberlanjutan pemasok, Perseroan            sustainability performance, the Company conducts evaluations on
melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali.                         a quarterly basis.


Rekanan bisnis Perseroan mencakup kontraktor dan pemasok             The Company’s business partners include contractors and
di berbagai bidang, termasuk pemasok bahan bangunan,                 suppliers across various sectors, including suppliers of construction
teknologi, dan perangkat lunak; konsultan sipil, perencanaan, dan    materials, technology, and software; civil, planning, and supervision
pengawasan; kontraktor pelaksanaan pekerja, alat, dan peralatan      consultants; contractors for workforce execution, equipment, and
konstruksi serta pengerah jasa tenaga kerja dan lain-lain.           construction tools; as well as labor service providers and others.


Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah mengevaluasi seluruh           Throughout 2025, the Company has evaluated all (100%) new
(100%) pemasok dan mitra kerja baru. Berdasarkan evaluasi yang       suppliers and business partners. Based on the evaluations
dilakukan, tidak ada pemutusan kontrak kerja dengan pemasok          conducted, there were no terminations of contracts with suppliers
dan mitra kerja akibat pelanggaran dalam pengelolaan LST sesuai      and business partners due to violations in ESG management
regulasi maupun standar Perseroan.                                   in accordance with applicable regulations and the Company’s
                                                                     standards.




                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                          2025 Sustainability Report   147
Page 148
                 Keterangan                                Total Pemasok                  Pemasok yang Telah Dinilai Terkait Aspek LST
                 Description                               Total Suppliers                     Suppliers Assessed on ESG Aspects

 2025                                                            754                                           754 (100%)

 2024                                                            370                                           370 (100%)

 2023                                                            219                                           219 (100%)




Anti Korupsi                                                             Anti-Corruption

Operasi-Operasi yang Dinilai Memiliki Risiko                             Operations Assessed as Having Corruption-
Terkait Korupsi [GRI 205-1, IF-EN-510a.1, IF-EN-510a.3]                  Related Risks [GRI 205-1, IF-EN-510a.1, IF-EN-510a.3]

Sejalan dengan penerapan antikorupsi, Perseroan telah tersertifikasi     In line with the implementation of anti-corruption principles, the
ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) untuk              Company has obtained ISO 37001:2016 Anti-Bribery Management
mendorong aktivitas bisnis yang lebih transparan, akuntabel, dan         System (ABMS) certification to promote more transparent and
meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Perseroan                 accountable business activities and to enhance stakeholder trust. The
menerapkan zero tolerance terhadap segala bentuk korupsi, termasuk       Company applies zero tolerance toward all forms of corruption, including
penyuapan. Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi yang ketat.          bribery. Any violation will be subject to strict sanctions. The Company’s
Komitmen Perseroan terhadap antikorupsi diuraikan dalam kode etik,       commitment to anti-corruption is outlined in its Code of Conduct, anti-
kebijakan antikorupsi, dan kebijakan antisuap. Kebijakan ini berlaku     corruption policy, and anti-bribery policy. These policies apply to all
bagi seluruh insan Hutama Karya, mitra kerja, dan kontraktor.            Hutama Karya personnel, business partners, and contractors.


Untuk mengintegrasikan komitmen Perseroan terhadap antikorupsi           To integrate the Company’s commitment to anti-corruption and
dan penyuapan, Perseroan secara rutin melakukan pelatihan                anti-bribery, regular refresher training is conducted for employees,
penyegaran kepada karyawan, mitra kerja, dan kontraktor. Selama          business partners, and contractors. During 2025, the Company
tahun 2025, Perseroan melakukan komunikasi dan sosialisasi               carried out anti-corruption communication and socialization
antikorupsi melalui Whatsapp Broadcast, Pemutaran Video SMAP             through WhatsApp broadcasts, SMAP video screenings during
setiap Rapat Koordinasi dan HK Academy, serta penandatanganan            coordination meetings and HK Academy sessions, as well as the
pakta integritas oleh seluruh karyawan dan calon mitra bisnis. Bagi      signing of integrity pacts by all employees and prospective business
karyawan yang bertugas di lokasi proyek, sosialisasi dilakukan           partners. For employees working at project sites, socialization is
ketika tinjauan manajemen kepada seluruh manajer proyek                  conducted during management reviews with project managers
per wilayah. Kemudian, manajer proyek bertugas meneruskan                across regions, who then disseminate the information within their
sosialisasi di lokasi masing-masing.                                     respective sites.


Perseroan menyadari adanya potensi tindak korupsi pada setiap            The Company recognizes the potential for corruption risks across
fungsi (100%). Oleh sebab itu, Perseroan melakukan identifikasi          all functions. Therefore, it identifies functions with high corruption
pada fungsi-fungsi yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap          risk across business units/divisions and subsidiaries using the Risk
korupsi pada setiap unit bisnis/divisi dan anak perusahaan.              Management System (RMS) tools managed by the Risk Management
Identifikasi tersebut dilakukan menggunakan Risk Management              Division. Based on this identification, the Company has identified
System (RMS) tools yang dikelola oleh Divisi Pengelolaan Risiko.         significant risks in the procurement of strategic materials in projects.
Melalui hasil identifikasi tersebut, Perseroan menemukan potensi         Nevertheless, the Company has implemented a comprehensive
risiko signifikan pada pengadaan material barang strategis               procurement system using HK Circle to mitigate these risks. In
di proyek. Meskipun demikian, Perseroan telah menjalankan                addition, prospective suppliers are required to participate in SMAP
sistem pengadaan yang komprehensif menggunakan HK Circle                 socialization sessions and sign anti-bribery commitments and/or
untuk mitigasi potensi risiko tersebut. Selain itu, Perseroan            integrity pacts.
mewajibkan calon pemasok untuk mengikuti sosialisasi SMAP
serta menandatangani komitmen anti penyuapan dan/atau pakta
integritas. Selain itu, sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak
memiliki wilayah operasional yang berada di negara dengan tingkat
risiko korupsi tinggi, sebagaimana tercermin dalam daftar 20
peringkat terendah pada Transparancy International’s Corruption
Perception Index (CPI).




         PT Hutama Karya (Persero)
148      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 149
                                                                                                                          Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                     Sustainability Performance




Komunikasi dan Pelatihan Tentang Kebijakan                                      Communication and Training On Anti-
dan Prosedur Anti-Korupsi [GRI 205-2]                                           Corruption Policies and Procedures [GRI 205-2]

Perseroan secara berkelanjutan melaksanakan komunikasi dan                      The Company continuously conducts communication and training
pelatihan terkait kebijakan dan prosedur anti-korupsi sebagai                   related to anti-corruption policies and procedures as part of its
upaya untuk memperkuat pemahaman dan penerapan prinsip                          efforts to strengthen understanding and implementation of integrity
integritas di seluruh lini organisasi. Perseroan juga telah melakukan           principles across all levels of the organization. The Company has
soasialisasi terkait anti korupsi kepada mitra bisnis sebagai bentuk            also conducted socialization on anti-corruption to its business
pencegahan tindakan korupsi dari sisi proses pengadaan barang                   partners as a preventive measure against corrupt practices,
dan jasa.                                                                       particularly within the goods and services procurement process.


Tabel Jumlah Dewan Komisaris, Direksi dan BOD-1 yang telah mengikuti sosialisasi tentang Kebijakan dan Prosedur
Anti-Korupsi
Table of Number of Board of Commissioners, Board of Directors, and BOD-1 Members Who Have Attended Socialization
on Anti-Corruption Policies and Procedures

                      Wilayah                                       Jumlah                                            Persentase
                      Region                                        Number                                            Percentage

 Kantor Pusat
                                                                         65                                               100%
 Head Office




Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Karyawan
Table of Anti-Corruption Policy Socialization for Employees

                Kategori Karyawan                            Jumlah Karyawan                                          Persentase
                Employee Category                           Number of Employees                                       Percentage

 Karyawan Tetap
                                                                        1.383                                              66%
 Permanent Employees
 Karyawan Kontrak
                                                                         714                                               34%
 Contract Employees
 Jumlah
                                                                        2.097                                             100%
 Total



Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Berdasarkan Wilayah Kerja
Table of Anti-Corruption Policy Socialization for Employees

                  Wilayah Kerja                              Jumlah Karyawan                                          Persentase
                   Work Area                                Number of Employees                                       Percentage

 Kantor
                                                                         1.234                                            58,8%
 Office
 Proyek
                                                                          679                                             32,4%
 Project
 Regional
                                                                              84                                            4,0%
 Regional
 Ruas Jalan Tol
                                                                          100                                               4,8%
 Toll Road Sections
 Jumlah
                                                                        2.097                                              100%
 Total



Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Mitra Kerja
Table of Anti-Corruption Policy Socialization for Business Partners

                Relasi Bisnis                                       Jumlah                                            Persentase
            Business Relationship                                   Number                                            Percentage

 Penyedia Barang & Jasa
                                                                        754                                               100%
 Goods and Services Providers




                                                                                                                  PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                    2025 Sustainability Report   149
Page 150
Tabel Sosialisasi Kebijakan Anti Korupsi Bagi Mitra Kerja Berdasarkan Wilayah Kerja
Table of Anti-Corruption Policy Socialization for Business Partners by Work Area

                Wilayah Kerja                                     Jumlah                                            Persentase
                 Work Area                                        Number                                            Percentage

 Kantor Pusat
                                                                      754                                              100%
 Head Office


Insiden Korupsi yang Terbukti dan Tindakan                                  Confirmed Corruption Incidents and Actions
yang Diambil [GRI 205-3, IF-EN-510a.2]                                      Taken [GRI 205-3]

Selama periode pelaporan, Perseroan tidak menerima pengaduan                During the reporting period, the Company did not receive any
terkait dugaan pelanggaran antikorupsi, baik yang dilakukan                 complaints related to alleged violations of anti-corruption policies,
karyawan maupun mitra kerja, sehingga tidak terdapat kerugian               either involving employees or business partners. The Company also
finansial sebagai akibat dari proses hukum terkait korupsi.                 did not face any public legal cases related to alleged corruption
Perseroan juga tidak dihadapkan pada kasus hukum publik terkait             involving the Company.
dugaan korupsi yang melibatkan Perseroan.



Pajak                                                                       Tax

Pendekatan Pajak                                                            Tax Approach

Hutama Karya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang                    Hutama Karya is a State-Owned Enterprise (SOE) whose shares are
sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Republik                       wholly owned by the Government of the Republic of Indonesia and
Indonesia dan memiliki aktivitas utama Jasa Konstruksi termasuk             has core business activities in construction services, including toll
pembangunan dan pemeliharaan jalan tol, konstruksi gedung, serta            road development and maintenance, building construction, as well
pembangunan jembatan dan bendungan, dan lainnya. Hutama                     as bridge and dam construction, among others. Hutama Karya is
Karya berkomitmen untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara                committed to fulfilling its tax obligations effectively and efficiently
efektif dan efisien sesuai dengan regulasi pajak yang berlaku.              in accordance with applicable tax regulations.


Perseroan secara konsisten berkontribusi kepada negara melalui              The Company consistently contributes to the state through
pemenuhan kewajiban perpajakan, baik sebagai wajib pajak                    compliance with its tax obligations, both as a taxpayer and as a tax
maupun pemotong dan pemungut pajak. Kontribusi ini mencakup                 withholder and collector. This contribution covers various types of
berbagai jenis pajak seperti PPh, PPN dan PPnBM, bea dan cukai,             taxes such as Corporate Income Tax (PPh), Value Added Tax (VAT)
serta pajak lainnya. Perseroan juga taat terhadap kewajiban pajak           and Luxury Goods Sales Tax (PPnBM), customs and excise duties,
daerah dan retribusi daerah. Selain kontribusi pajak, Perseroan             and other taxes. The Company also complies with regional tax
turut menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).                     obligations and local levies. In addition to tax contributions, the
Hal ini selaras dengan strategi perpajakan Perseroan mengacu                Company also remits Non-Tax State Revenue (PNBP). This is aligned
pada ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan                      with the Company’s tax strategy, which refers to applicable tax laws
yang berlaku di wilayah operasi Hutama Karya, yaitu Indonesia.              and regulations within Hutama Karya’s operational jurisdiction,
Kebijakan, pengelolaan, dan pengawasan pajak menjadi tanggung               namely Indonesia. Tax policies, management, and supervision are
jawab Divisi Akuntansi & Keuangan serta ditinjau dan disetujui oleh         the responsibility of the Accounting & Finance Division and are
Direktur Keuangan secara berkala.                                           periodically reviewed and approved by the Finance Director.


Tata Kelola, Kontrol, dan Risiko Pengelolaan                                Governance, Control, and Tax Risk
Pajak                                                                       Management

Untuk menjaga kepatuhannya, Perseroan memiliki prosedur untuk               To ensure compliance, the Company has procedures to identify,
mengidentifikasi, mengelola, dan memantau risiko operasional,               manage, and monitor operational risks, including tax risks. The
termasuk risiko pajak. Perseroan menetapkan pertahanan lini                 Company implements a three lines of defense model, each with
pertama, lini kedua, dan lini ketiga, yang memiliki peran masing-           distinct roles in tax-related matters. The first line of defense
masing dalam permasalahan perpajakan. Lini pertahanan pertama               ensures the implementation of tax governance procedures,
memastikan penerapan prosedur pelaksanaan tata kelola pajak,                while the second and third lines of defense periodically evaluate
sedangkan lini pertahanan kedua dan ketiga mengevaluasi                     compliance with tax governance and its controls. In addition,
kepatuhan terhadap tata kelola pajak dan pengontrolannya secara             the Company coordinates and consults with local tax offices to




         PT Hutama Karya (Persero)
150      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 151
                                                                                                                 Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                            Sustainability Performance




berkala. Selain itu, kami berkoordinasi dan berkonsultasi dengan     ensure compliance with tax obligations for both corporate and
kantor pelayanan pajak setempat untuk memastikan tingkat             individual taxpayers.
kepatuhan wajib pajak, baik badan maupun perorangan.


Hutama Karya juga menentukan kebijakan pajak serta pelaksanaan       Hutama Karya also defines tax policies and the implementation
kewajiban perpajakan sesuai dengan Key Performance Indicator         of tax obligations in accordance with Key Performance Indicators
(“KPI”) yang disetujui oleh Direktur Keuangan seperti PPh Pasal      (KPIs) approved by the Finance Director, including Article 21 Income
21, PPh Final Pasal 4 ayat (2), Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”),     Tax, Final Income Tax Article 4(2), Value Added Tax (VAT), Corporate
PPh Badan, serta Pajak Lainnya. Pada praktiknya Hutama Karya         Income Tax, and other taxes. In practice, Hutama Karya fulfills its tax
memenuhi kewajiban perpajakan berdasarkan perencanaan dan            obligations based on tax planning and management monitored at
pengelolaan perpajakan yang dimonitor melalui Kantor Pusat           the Head Office level through several measures, as follows:
melalui beberapa langkah, sebagai berikut:
1. Perhitungan, Pelaporan, dan Penentuan Keputusan kewajiban         1.   Calculation, reporting, and decision-making on tax obligations
    perpajakan melalui persetujuan dan tanggung jawab Direktur            are subject to approval and responsibility of the Finance
    Keuangan.                                                             Director.
2. Hutama Karya menerbitkan Surat Edaran dalam hal terdapat          2.   The Company issues circular letters in the event of new tax
    Regulasi Pajak baru dari Pemerintah, yang diterbitkan oleh            regulations from the Government, issued by the Head Office and
    Kantor Pusat untuk disampaikan kepada Divisi Operasi,                 communicated to operational divisions, project requirements,
    Kebutuhan Proyek, Anak Perusahaan, serta KSO.                         subsidiaries, and joint operations (KSO).
3. Hutama Karya menerbitkan Nota Dinas dalam hal terdapat            3.   The Company issues internal directives (memorandum) in the
    Arahan dengan bentuk Instruksi pada pelaksanaan kewajiban             form of instructions for the implementation of tax obligations
    perpajakan seluruh Insan Hutama Karya baik Kantor Pusat,              across all Hutama Karya personnel, including Head Office,
    Divisi Operasi, Kebutuhan Proyek, Anak Perusahaan, serta KSO.         operational divisions, project units, subsidiaries, and KSO.


Keterlibatan Pemangku Kepentingan dalam                              Stakeholder Engagement In Addressing Tax-
Mengatasi Permasalahan Terkait Pajak                                 Related Issues

Pemangku kepentingan utama dalam aspek perpajakan yaitu              The main stakeholder in taxation is the Tax Authority. The Company
Otoritas Pajak. Perseroan senantiasa melakukan pendekatan yang       consistently adopts a proactive, open, and transparent approach
proaktif, terbuka, dan transparan dengan otoritas perpajakan dalam   with tax authorities in exercising its rights and fulfilling its
pelaksanaan hak dan kewajibannya. Hutama Karya senantiasa            obligations. Hutama Karya maintains constructive communication
menjaga komunikasi yang baik dengan otoritas perpajakan dalam        with tax authorities, including receiving the latest updates on
konteks yang konstruktif. Hal ini dilakukan melalui penerimaan       tax regulations and participating in tax socialization activities
informasi terkini terkait regulasi perpajakan, partisipasi dalam     organized by tax office representatives. This effort also aligns with
kegiatan sosialisasi pajak yang diselenggarakan oleh perwakilan      the Company’s commitment to supporting government programs
kantor pajak. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Perseroan       in taxation and contributing to the optimization of state revenue
dalam mendukung program pemerintah di bidang perpajakan serta        for the sustainable development of Indonesia. These efforts are
berkontribusi dalam mengoptimalkan penerimaan negara demi            supported by the implementation of internal policies, strategies,
keberlanjutan pembangunan nasional negara Indonesia. Langkah         and tax practices, as well as consideration of feedback from external
ini didukung dengan penerapan kebijakan internal, strategi, dan      stakeholders.
praktik perpajakan, serta memperhatikan umpan balik dari para
pemangku kepentingan eksternal.


Meski demikian, dalam interaksinya dengan Otoritas Pajak,            However, in its interactions with the Tax Authority, the Company
Perseroan tidak memiliki pendekatan advokasi terkait perpajakan.     does not adopt any tax advocacy approach.


Pelaporan Pajak                                                      Tax Reporting

Hutama Karya senantiasa memberikan kontribusi kepada negara          Hutama Karya consistently contributes to the state, among others,
diantaranya berupa pemenuhan kewajiban Perseroan sebagai             through the fulfillment of its obligations as a taxpayer and as a
wajib pajak dan sebagai pemotong/pemungut pajak. Pemenuhan           tax withholder/collector. The fulfillment of these tax obligations
kewajiban pajak memberikan kontribusi besar senilai Rp2,9 triliun    contributed significantly, amounting to IDR2.9 trillion in 2025.
di tahun 2025. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan, posisi,    Further information regarding Hutama Karya’s tax policies, position,
dan kinerja perpajakan Hutama Karya disajikan secara rinci dalam     and performance is presented in detail in the Annual Report and
Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan konsolidasian, yang             Consolidated Financial Statements, which are published separately
diterbitkan terpisah dari laporan ini. Hutama Karya melaporkan       from this report. The Company reported no non-compliance in
tidak terdapat ketidakpatuhan Perseroan dalam kewajiban              fulfilling its tax payment obligations or any NIL status.
membayar pajak atau dengan status NIHIL.



                                                                                                         PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                           2025 Sustainability Report   151
Page 152
Selama periode pelaporan, Hutama Karya tidak mencatat adanya                   During the reporting period, Hutama Karya recorded no instances
ketidakpatuhan terkait kewajiban perpajakan. Adapun rincian                    of tax-related non-compliance. The detailed tax payments are
pembayaran pajak sebagai berikut.                                              presented as follows.


                                      Jenis Pajak
 No.                                                                                   2025                  2024                  2023
                                      Type of Tax

  A     Pajak
        Taxation

  1.    Pajak Penghasilan (PPh)
                                                                                       823.672               875.394               610.565
        Income Tax (PPh)

  2.    Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
        (PPnBM)                                                                      1.871.194              2.977.761             1.749.794
        Value Added Tax (VAT) and Luxury Goods Sales Tax (PPnBM)

  3.    Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai
        Import/Export Duties, Customs and Excise, Stamp Duty                               164                   420                      46


  4.    PBB P3 (Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan)
        Land and Building Tax for Plantation, Forestry, and Mining (PBB P3)                   0                     0              136.347


  5.    Pajak Pemerintah Pusat Lainnya (misalnya Pajak Karbon)
        Other Central Government Taxes (e.g., Carbon Tax)                                  994                   209                  9.083


  6.    Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), termasuk PBB P2 (Perkotaan
        dan Pedesaan)
                                                                                       299.948               238.075                   388
        Regional Taxes and Regional Levies (PDRD), including Urban and Rural
        Land and Building Tax (PBB P2)

        Total Kontribusi Pajak (Total A)
                                                                                     2.971.415             4.091.858             2.506.172
        Total Tax Contribution (Total A)

  B     Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
        Non-Tax State Revenue (PNBP)

  1.    Dividen
                                                                                              -                     -                      -
        Dividends

  2.    PNBP Lainnya
                                                                                              -                  838                       -
        Other PNBP

        Total Kontribusi PNBP (Total B)
                                                                                              -                     -                      -
        Total PNBP Contribution (Total B)

        Total Kontribusi kepada Negara (Total A dan B)
        Total Contribution to the State (Total A and B)                              2.971.415             4.092.696             2.506.172




       Kinerja Lingkungan Hidup
       Environmental Performance

Sistem Manajemen Lingkungan                                                    Environmental Management System

Sistem Manajemen Lingkungan Hutama Karya dirancang untuk                       Hutama Karya’s Environmental Management System is designed to
mengelola dampak lingkungan secara menyeluruh dan efektif                      comprehensively and effectively manage environmental impacts
melalui beberapa tahapan yang saling terkait. Proses dimulai dengan            through several interrelated stages. The process begins with the
identifikasi aspek dan dampak lingkungan yang mungkin timbul                   identification of environmental aspects and impacts that may arise
dari setiap aktivitas operasional Perseroan. Setelah itu, Perseroan            from each of the Company’s operational activities. The Company
memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dilaksanakan sesuai              then ensures that all operations are carried out in compliance
dengan regulasi dan peraturan lingkungan yang berlaku, yang menjadi            with applicable environmental laws and regulations, which serve
landasan utama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perseroan                 as the primary foundation for environmental preservation. The
juga telah merumuskan target dan program pengelolaan lingkungan                Company has also formulated environmental management targets
yang mengacu pada Peta Jalan Transformasi Lingkungan, dengan                   and programs aligned with the Environmental Transformation



         PT Hutama Karya (Persero)
 152     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 153
                                                                                                                               Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                          Sustainability Performance




fokus pada pengurangan dampak negatif serta peningkatan efisiensi              Roadmap, focusing on reducing negative impacts and improving
pengelolaan sumber daya alam.                                                  the efficiency of natural resource management.


Saat ini, Perseroan berfokus pada pelaksanaan dan penguatan                    Currently, the Company focuses on strengthening the
implementasi Sistem Manajemen Lingkungan sesuai dengan Peta                    implementation of its Environmental Management System in
Jalan Transformasi Lingkungan Hutama Karya. Implementasi tersebut              accordance with the Hutama Karya Environmental Transformation
didukung oleh pemanfaatan HK SHIELD, yaitu aplikasi internal                   Roadmap. This implementation is supported by HK SHIELD, an
Perseroan yang dikembangkan untuk mendukung pelaporan dan                      internal application developed to support integrated reporting and
pemantauan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment            monitoring of Quality, Health, Safety, Security, and Environment
(QHSSE) secara terintegrasi. Melalui HK SHIELD, seluruh proyek dapat           (QHSSE) aspects. Through HK SHIELD, all projects can report
melaporkan kinerja lingkungan dan kejadian terkait QHSSE secara                environmental performance and QHSSE-related incidents digitally,
daring, sehingga Perseroan dapat melakukan pemantauan, analisis,               enabling the Company to conduct real-time monitoring, analysis,
dan tindak lanjut secara lebih efektif dan real time. Sebagai bagian dari      and follow-up actions more effectively. As part of the monitoring and
proses pemantauan dan evaluasi, Perseroan melakukan pemeriksaan                evaluation process, the Company conducts regular inspections to
berkala untuk memastikan bahwa target dan program lingkungan                   ensure that environmental targets and programs are implemented
yang telah ditetapkan berjalan sesuai rencana, serta melakukan                 as planned, with adjustments made where necessary. In addition,
penyesuaian apabila diperlukan. Selain itu, Perseroan melaksanakan             internal and external audits are conducted regularly to assess
audit internal dan audit eksternal secara rutin untuk menilai efektivitas      the effectiveness of the Environmental Management System and
penerapan Sistem Manajemen Lingkungan dan mengidentifikasi                     identify opportunities for continuous improvement. The Company
peluang perbaikan berkelanjutan. Perseroan telah memiliki sertifikasi          has maintained ISO 14001:2015 certification for more than 20 years,
ISO 14001:2015 dan secara konsisten mempertahankannya selama                   reflecting its long-term commitment to internationally standardized
lebih dari 20 tahun, yang mencerminkan komitmen jangka panjang                 environmental management practices.
Perseroan dalam menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang
sistematis dan berstandar internasional.


Keseluruhan proses dalam Sistem Manajemen Lingkungan ini                       The entire Environmental Management System is guided by the
berpedoman pada Peta Jalan Transformasi Lingkungan Hutama                      Hutama Karya Environmental Transformation Roadmap, which
Karya, yang menjadi acuan strategis dalam menyelaraskan tujuan                 serves as a strategic reference in aligning sustainability objectives
keberlanjutan dengan pencapaian kinerja bisnis Perseroan. Peta                 with the Company’s business performance. The roadmap emphasizes
jalan ini menitikberatkan pada fokus implementasi bertahap,                    phased implementation, including emissions management, energy
termasuk pengelolaan emisi, peningkatan efisiensi energi,                      efficiency improvement, environmental impact control of projects,
pengendalian dampak lingkungan proyek, serta perlindungan                      and ecosystem protection and preservation. Its implementation
dan pelestarian ekosistem. Penerapan peta jalan tersebut telah                 has helped the Company systematically prioritize and direct
membantu Perseroan dalam mengarahkan dan memprioritaskan                       environmental management efforts in a structured and sustainable
upaya pengelolaan lingkungan secara terstruktur dan berkelanjutan.             manner.


                    Pencapaian
                                                                    2025                             2024                              2023
                   Achievement

 Peringkat utama Konstruksi berkelanjutan               Tidak Dilakukan                  Tidak Dilakukan                  87,4%
 Main Construction Sustainability Ratingn               Not Conducted                    Not Conducted                    Green Construction

                                                        Platinum HK Tower                Platinum HK Tower                Platinum HK Tower
 Peringkat utama Green Building
                                                        Greenship                        Greenship                        Greenship
 Main Green Building Rating
                                                        Platinum HK Tower (Greenship)    Platinum HK Tower (Greenship)    Platinum HK Tower (Greenship)

                                                        HK Tower dan Ruas Jalan          HK Tower dan Ruas Jalan          HK Tower dan Ruas Jalan
                                                        Tol Trans Sumatra: 100%          Tol Trans Sumatra: 100%          Tol Trans Sumatra: 100%
                                                        Jasa konstruksi                  Jasa konstruksi                  Jasa konstruksi
                                                        menyesuaikan pasal               menyesuaikan pasal               menyesuaikan pasal
 Implementasi AMDAL atau UKL-UPL dan kelengkapan
                                                        kontrak terkait kewajiban        kontrak terkait kewajiban        kontrak terkait kewajiban
 izin lingkungan
                                                        kontraktor                       kontraktor                       kontraktor
 Implementation of AMDAL or UKL-UPL and
                                                        HK Tower and Trans Sumatra       HK Tower and Trans Sumatra       HK Tower and Trans Sumatra
 completeness of environmental permits
                                                        Toll Road sections: 100%         Toll Road sections: 100%         Toll Road sections: 100%
                                                        Construction services comply     Construction services comply     Construction services comply
                                                        with contractual environmental   with contractual environmental   with contractual environmental
                                                        obligations                      obligations                      obligations

 Tercapainya kepatuhan pada peraturan terkait
 lingkungan                                             98,37%                           98,30%                           98,57%
 Compliance with environmental regulations

 Tidak ada pencemaran lingkungan
                                                        100%                             100%                             90%
 No environmental pollution incidents




                                                                                                                     PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                       2025 Sustainability Report   153
Page 154
Aspek Umum                                                               General Aspect

Biaya Lingkungan Hidup [OJK F.4]                                         Environmental Costs [OJK F.4]

Perseroan menyadari bahwa aktivitas operasionalnya berdampak             The Company recognizes that its operational activities have a direct
langsung terhadap lingkungan hidup, oleh karena itu Perseroan            impact on the environment; therefore, the Company is committed
berkomitmen untuk melakukan upaya dan tindakan pencegahan                to undertaking preventive and remedial measures to address
serta pemulihan atas dampak lingkungan yang dihasilkan.                  the environmental impacts generated. The Company routinely
Perseroan secara rutin menganggarkan biaya untuk kelancaran              allocates a budget to ensure the effective implementation of various
pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilakukan untuk mendukung             initiatives aimed at supporting environmental sustainability. The
kelestarian lingkungan. Berikut merupakan rincian biaya lingkungan       following presents the details of environmental expenditures
hidup yang dikeluarkan oleh Perseroan:                                   incurred by the Company:


Tabel Rincian Biaya Lingkungan
Table of Environmental Costs Details                                                                              (Dalam Rupiah Penuh/In Full Rupiah)


                                             Keterangan Program                                                             Biaya
 No
                                             Program Description                                                            Cost

  1    Penyediaan Air Bersih                             Clean Water Provision                                              140.641.760

  2    Pengolahan Sampah                                 Waste Management                                                   221.610.000

  3    Penanaman Pohon                                   Tree Planting                                                    4.279.456.400

  4    Konservasi Satwa (Gajah Sumatra)                  Wildlife Conservation (Sumatran Elephant)                          150.000.000

       Total                                                                                                             4.791.708.160




Aspek Material                                                           Material Aspect

Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                Use of Environmentally Friendly Materials
[OJK F.5]                                                                [OJK F.5]


Hutama Karya berfokus pada penerapan prinsip keberlanjutan               Hutama Karya focuses on implementing sustainability principles
dalam setiap aspek operasionalnya, dengan tujuan utama untuk             in every aspect of its operations, with the main objective of
menjaga keseimbangan antara pencapaian bisnis yang efisien               maintaining a balance between efficient business performance and
dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Keberlanjutan             delivering positive environmental impacts. Sustainability is applied
ini diterapkan dalam beberapa aspek, mulai dari tahap konstruksi         across various stages, from construction to toll road operations,
hingga operasional jalan tol, dengan menempatkan keselamatan             with safety and environmental protection as top priorities. The
dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama. Berbagai            Company undertakes various efforts to improve its performance
upaya dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam              in using environmentally friendly materials, reduce negative
menggunakan bahan yang ramah lingkungan, mengurangi dampak               environmental impacts, and introduce technological innovations
negatif terhadap lingkungan, dan memperkenalkan inovasi                  that support sustainability.
teknologi yang mendukung keberlanjutan.


Perseroan juga memastikan bahwa seluruh tahapan dalam proses             The Company also ensures that all stages of its business
bisnis, seperti pemilihan material, penggunaan sumber daya, dan          processes, such as material selection, resource utilization, and
pengelolaan limbah, dilakukan dengan memperhatikan dampak                waste management, are carried out with minimal environmental
lingkungan yang minimal. Komitmen Perseroan untuk berinovasi             impact considerations. The Company’s commitment to innovation
dalam teknologi dan praktik terbaik di sektor konstruksi dan             in technology and best practices in the construction and toll
jalan tol bertujuan memastikan bahwa kegiatan operasionalnya             road sectors aims to ensure that operational activities not only
tidak hanya mengutamakan efisiensi dan keuntungan, tetapi juga           prioritize efficiency and profitability but also actively contribute to
berperan aktif dalam melestarikan lingkungan dan memastikan              environmental preservation and public safety.
keselamatan publik.


Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan, Hutama           As part of its sustainability commitment, Hutama Karya prioritizes
Karya memprioritaskan penggunaan material ramah lingkungan               the use of environmentally friendly materials at every stage of
dalam setiap tahap konstruksi, seperti mortar, cat, dan plafon           construction, such as mortar, paint, and ceiling materials certified




            PT Hutama Karya (Persero)
154         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 155
                                                                                                                                     Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                                Sustainability Performance




yang tersertifikasi Green Label, untuk mengurangi dampak negatif             with the Green Label, to reduce environmental impacts while
terhadap lingkungan serta meningkatkan kualitas dan daya                     improving infrastructure quality and durability. The Company also
tahan infrastruktur. Perseroan juga mengoptimalkan penggunaan                optimizes the use of local materials to reduce the carbon footprint
material lokal untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan                 generated from material transportation and applies the principles
dari transportasi bahan, serta menerapkan prinsip reduce, reuse,             of reduce, reuse, and recycle (3R) in its construction processes to
dan recycle dalam proses konstruksinya guna meminimalkan                     minimize waste. Currently, the Company also implements various
limbah. Saat ini, Perseroan juga menjalankan berbagai program                recycling-based Social and Environmental Responsibility (TJSL)
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis daur ulang              programs initiated and executed directly by each project as a form of
yang diinisiasi dan dilaksanakan langsung oleh masing-masing                 innovation and environmental stewardship in waste management
proyek, sebagai bentuk inovasi dan kepedulian proyek terhadap                and community empowerment. Through these measures, Hutama
pengelolaan limbah dan pemberdayaan lingkungan sekitar.                      Karya strives to make a tangible contribution to environmental
Dengan langkah-langkah ini, Hutama Karya berupaya memberikan                 preservation and support climate change mitigation efforts.
kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan dan mendukung upaya
mitigasi perubahan iklim.


                      Keterangan
                                                               Satuan     2025*                               2024                                  2023
                      Description

 Penggunaan Besi (billet, tali baja, paku dll)
                                                                ton     1.696.760,32                           22.906,8                             17.016,3
 Use of Steel (billet, wire rope, nails, etc.)

 Penggunaan Beton
                                                                 m3           3.072                         166.819,99                            115.339,88
 Use of Concrete

 Bahan Kimia (Solar, Oli, Cat, Nalco dll)
                                                                ton          144,96                                     -                                   -
 Chemicals (diesel, oil, paint, Nalco, etc.)

 Andesit
                                                                ton          20.458                                     -                                   -
 Andesite

 Tanah Merah
                                                                 m3      483.189,97                                     -                                   -
 Red soil

 Pasir
                                                                 m3         2.734,99                                    -                                   -
 Sand

 Granular
                                                                 m3         2.240,74                                    -                                   -
 Granular material

 Brangkal
                                                                 m3       14.441,92                                     -                                   -
 Crushed stone

 Limestone
                                                                 m3          709,63                                     -                                   -
 Limestone

 Nahtu
                                                                 m3        58.591.,3                                    -                                   -
 Nahtu

 Batu belah
                                                                 m3           52,12                                     -                                   -
 Split stone

 Besi Beton
                                                                 kg         332.680                                     -                                   -
 Reinforcing steel (rebar)

 Kayu
                                                                 m3             49,9                                    -                                   -
 Wood

 Hollow                                                         ton            0,96                                     -                                   -

 Bambu
                                                                 m3               27                                    -                                   -
 Wood

 Paku & Sekrup
                                                                ton            0,58                                     -                                   -
 Nails & Screws

 Baja Ringan
                                                                 m3             7,56                                    -                                   -
 Light Steel

 Seng
                                                                ton            0,64                                     -                                   -
 Zinc Sheets

Keterangan:                                                                  Notes:
*) Tahun 2025 hanya penggunaan beton dari Divisi Sipil Umum.                 *) In 2025, only concrete usage from the General Civil Division is included.




                                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                              2025 Sustainability Report        155
Page 156
Aspek Energi                                                            Energy Aspect

Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                             Total and Energy Intensity Consumption
[OJK F.6, 302-1, 302-2, 302-3]                                          [OJK F.6, 302-1, 302-2, 302-3]


Penggunaan energi oleh Hutama Karya dijelaskan secara                   Energy consumption by Hutama Karya is reported separately,
terpisah, mengingat karakteristik perusahaan yang bergerak di           considering the characteristics of the Company as a construction
sektor konstruksi. Dalam hal ini, Perseroan mencatat secara rinci       sector entity. In this regard, the Company records in detail electricity
penggunaan energi listrik yang diperoleh dari Perusahaan Listrik        consumption obtained from the State Electricity Company (PLN),
Negara (PLN), sedangkan konsumsi energi lainnya, seperti bahan          while other energy consumption such as fuel and gas is recorded
bakar dan gas, tercatat dalam perjanjian sewa gedung dengan             under building lease agreements with building management where
pengelola gedung yang digunakan oleh Perseroan. Pengukuran              the Company operates. Reported energy usage is calculated using
penggunaan energi terlapor diperoleh dengan menggunakan                 a method that multiplies energy (physical units) by density and
metode dengan mengalikan energi (satuan fisik) dengan masa jenis        calorific value.
dan nilai kalor.


Hutama Karya menyadari bahwa sumber daya energi, seperti listrik,       Hutama Karya recognizes that energy resources such as electricity,
solar, dan elpiji, makin terbatas dan makin sulit didapatkan. Oleh      diesel, and liquefied petroleum gas (LPG) are increasingly limited
karena itu, Perseroan berusaha untuk menggunakan energi tersebut        and more difficult to obtain. Therefore, the Company strives to use
secara efisien dan bijaksana, salah satunya dengan melakukan            these energy sources efficiently and responsibly, including through
upaya penghematan energi di berbagai aspek operasionalnya.              energy-saving initiatives across its operational activities. As part of
Sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak terhadap                    efforts to reduce environmental impact, the Company has begun
lingkungan, Perseroan telah mulai mengadopsi penggunaan                 adopting renewable energy in several operational activities. The
energi terbarukan (renewable energy) dalam beberapa kegiatan            utilization of renewable energy aligns with the Company’s vision
operasionalnya. Pemanfaatan energi terbarukan ini sejalan dengan        to support a cleaner energy transition and reduce dependence on
visi Perseroan untuk mendukung transisi energi yang lebih ramah         fossil fuels.
lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.


Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menggunakan pemanas,              Throughout 2025, the Company did not utilize heating, cooling, or
pendingin, dan uap, serta tidak menjual energi listrik. Metode          steam, nor did it engage in the sale of electricity. The data collection
pengumpulan data terkait penggunaan energi yaitu melalui                method for energy consumption was conducted through data
permintaan data ke seluruh wilayah operasional Perseroan serta          requests to all operational areas of the Company, as well as through
memanfaatkan aplikasi in-house HK SHIELD. Adapun rincian                the utilization of the in-house application HK SHIELD. The details of
penggunaan energi Perseroan sebagai berikut.                            the Company’s energy consumption are presented as follows.


Tabel Penggunaan Energi
Table of Energy Consumption

                Jenis Energi
                                                    Satuan              2025                       2024                        2023
               Type of Energy

 Listrik
                                           Gigajoule                  590.311,05                  203.728,42                  182.923,82
 Electricity

 BBM
                                           Gigajoule                 1.193.507,13                 974.668,99                1.053.765,48
 Fuel

 Total                                     Gigajoule                 1.783.818,18              1.178.397,41                1.236.689,30

                                           Dalam Jutaan Rupiah
 Pendapatan                                                           25.132.919                 30.252.293                  26.926.321
                                           In Million Rupiah

 Jumlah Karyawan                           Orang
                                                                           2.097                       2.141                       2.075
 Number of employees                       Person

 Produksi/ Kontrak yang dihadapi           Dalam Miliar Rupiah
                                                                          59.773                      70.032                      59.858
 Production/Contracts Secured              In Billion Rupiah

 Intensitas Pemakaian Energi/Juta Rupiah   Gigajoules /Juta Rupiah
 Energy Consumption Intensity/Million      Gigajoules / Million             0,07                        0,04                        0,05
 Rupiah                                    Rupiah

 Intensitas Pemakaian Energi/orang         Gigajoule/ karyawan
                                                                          850,65                      550,40                     595,99
 Energy Consumption Intensity/person       Gigajoule/employee




           PT Hutama Karya (Persero)
156        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 157
                                                                                                                          Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                     Sustainability Performance




              Jenis Energi
                                                     Satuan                  2025                      2024                           2023
             Type of Energy

                                             Gigajoules /Juta Rupiah
 Intensitas Pemakaian Energi/Produksi
                                             Gigajoules / Billion               29,84                     16,83                           20,66
 Energy Consumption Intensity/Production
                                             Rupiah




Tabel Penggunaan Energi Terbarukan
Table of Renewable Energy Consumption

              Jenis Energi
                                                     Satuan                  2025                      2024                           2023
             Type of Energy

 Solar PV HK Tower                           Gigajoule                       104,53                    110,26                          74,20




Di tahun 2025, Hutama Karya telah melakukan pengukuran energi di             In 2025, Hutama Karya conducted measurement of energy
luar organisasi. Pada pengukuran energi di luar organisasi, dihitung         consumption outside the organization. This external energy
dari perjalanan dinas yang dilakukan oleh karyawan Hutama                    measurement is calculated based on business travel undertaken by
Karya di Kantor Pusat dengan pesawat terbang sesuai dengan                   employees at the Head Office using air transportation, in accordance
standar ICAO (International Civil Aviation Organization). Pengukuran         with International Civil Aviation Organization (ICAO) standards. The
dilakukan 3 berasal dari jarak antara bandara keberangkatan                  calculation is based on the distance between departure and arrival
dengan bandara kedatangan.                                                   airports.


Tabel Penggunaan Energi di luar Organisasi
Table of Energy Consumption Outside the Organization

                               Keterangan                                       Satuan
                                                                                                                        2025
                               Description                                       Unit

 Perjalanan Dinas dengan Pesawat Terbang                               Perjalanan
                                                                                                                          1.277
 Business Travel by Airplane                                           Trips

                                                                       Ton                                              15.960
 Bahan Bakar Pesawat
 Aircraft Fuel
                                                                       Gigajoule                                        66.777

 Pegawai                                                               Orang
                                                                                                                          2.097
 Employees                                                             Person

 Intensitas Energi di Luar Organisasi                                  Gigajoule/ Orang
                                                                                                                          31,84
 Energy Intensity Outside the Organization                             Gigajoule/ Person



Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan                                    Efforts and Achievements in Energy Efficiency
Penggunaan Energi Terbarukan [OJK F.7, F.12, GRI                             and Use of Renewable Energy [OJK F.7, F.12, GRI
302-4, 302-5]                                                                302-4, 302-5]


Hutama Karya telah memperkuat komitmennya dalam menghemat                    Hutama Karya has strengthened its commitment to energy
energi, yang bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi              conservation, which aims not only to improve operational efficiency
operasional dan memperbaiki kondisi ekonomi perusahaan pasca                 and enhance the Company’s post-pandemic economic condition
pandemi, tetapi juga untuk mendukung kelestarian lingkungan.                 but also to support environmental sustainability. In addition, these
Selain itu, upaya penghematan energi ini membuka peluang bagi                energy-saving initiatives create opportunities for the Company to
Perseroan untuk menghasilkan produk yang lebih kompetitif di                 produce more competitive products in the market. The commitment
pasar. Komitmen terhadap efisiensi energi tercermin dari kesadaran           to energy efficiency is reflected in the high awareness demonstrated
tinggi yang dimiliki oleh seluruh staf dan karyawan, yang secara             by all staff and employees, who actively participate in energy-saving
aktif berpartisipasi dalam inisiatif penghematan energi.                     initiatives.


Program penghematan energi yang diterapkan mencakup                          The implemented energy-saving programs include continuous and
sosialisasi intensif yang berkelanjutan kepada seluruh karyawan              intensive socialization to all employees regarding the importance
tentang pentingnya praktik efisiensi energi. Program ini juga                of energy efficiency practices. The program also encourages
mendorong inovasi dalam cara-cara penggunaan energi yang                     innovation in improving energy usage methods. Internal evaluations




                                                                                                                  PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                    2025 Sustainability Report    157
Page 158
lebih baik. Evaluasi internal yang dilakukan secara berkala demi     are conducted periodically to ensure continuous improvement in
memastikan adanya perbaikan berkelanjutan dalam upaya                energy-saving efforts.
penghematan energi.


Meskipun tidak dilaksanakan melalui mekanisme formal, Hutama         Although not conducted through a formal mechanism, Hutama
Karya juga melakukan Audit Energi secara internal untuk menggali     Karya also carries out internal energy audits to further explore
lebih dalam potensi penghematan energi yang bisa diterapkan. Saat    potential energy-saving opportunities. The Company currently
ini, Perseroan tengah fokus mencari peluang-peluang baru untuk       focuses on identifying new opportunities to improve energy
meningkatkan efisiensi energi, terutama dalam penghematan            efficiency, particularly in reducing energy consumption for space
energi untuk pengkondisian ruang proses dan pengoperasian            conditioning and the operation of production equipment that
peralatan produksi yang mengonsumsi energi dalam jumlah besar.       consumes significant energy. In addition, energy conservation is
Di samping itu, penghematan energi juga dilakukan di berbagai area   implemented across various other operational areas to ensure
lain untuk memastikan bahwa seluruh operasional perusahaan           that all Company activities are more environmentally friendly and
lebih ramah lingkungan dan hemat energi.                             energy efficient.


Beberapa langkah konkret yang telah diambil oleh Hutama Karya        Several concrete measures undertaken by Hutama Karya in energy
dalam upaya konservasi energi, antara lain:                          conservation efforts include:
• Setiap peralatan pemanfaat energi yang digunakan memenuhi          • Each energy-utilizing equipment in use complies with the
    Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan memiliki Label             Minimum Energy Performance Standards (MEPS) and is affixed
    Tanda Hemat Energi (LTHE)                                            with an Energy Efficiency Label (EEL).
• Integrasi sistem kelistrikan;                                      • Integration of electrical systems;
• Pengelolaan utilitas yang lebih efisien;                           • More efficient utility management;
• Pengaturan peralatan elektronik, seperti pengaturan printer        • Control of electronic equipment usage, such as setting printers
    untuk mencetak dua sisi, pengaturan pengaturan jam                   to double-sided printing and regulating usage schedules of
    penggunaan elektronik                                                electronic devices;
• Penggunaan peralatan hemat energi, seperti lampu, komputer,        • Use of energy-efficient equipment such as lamps, computers,
    printer, mesin fotokopi, hingga peralatan audio-visual;              printers, photocopiers, and audiovisual equipment;
• Penggunaan sensor cahaya dan timer untuk lampu taman,              • Use of light sensors and timers for garden lights, corridors, and
    koridor, serta ruang publik lainnya membantu memastikan              other public areas to ensure lighting is only used when needed;
    lampu hanya menyala saat dibutuhkan;
• Pengaturan pencahayaan berdasarkan fungsi ruangan;                 •   Lighting settings based on room function;
• Pengaturan suhu pada lemari es dan dispenser dan ditempatkan       •   Temperature regulation of refrigerators and water dispensers,
    secara strategis untuk mencegah konsumsi energi berlebih;            and strategic placement to avoid excessive energy consumption;
• Perbaikan hal sistem tata udara dengan menggunakan                 •   Improvements in air conditioning systems using inverter
    pendingin ruangan (AC) berteknologi inverter serta refrigeran        technology and environmentally friendly refrigerants,
    ramah lingkungan, penempatan unit kompresor di lokasi teduh,         compressor placement in shaded areas, temperature settings
    pengaturan suhu sesuai standar nasional, pengaturan jadwal           in accordance with national standards, scheduling of AC
    operasional AC, hingga perawatan rutin seperti pembersihan           operation, and routine maintenance such as filter cleaning
    filter dan pemeriksaan komponen listrik juga menjadi bagian          and electrical component inspection to ensure optimal
    dari prosedur standar untuk memastikan kinerja sistem tetap          performance and energy efficiency;
    optimal dan tidak boros energi.
• Menggunakan pendingin ruangan non-cfc                              •   Use of non-CFC air conditioning systems;
• Penggantian recuperator sebesar 2.952 tCO2e                        •   Replacement of recuperators resulting in emission reduction of
                                                                         2,952 tCO2e;
•    Penanaman Pohon sebagai carbon offset sebesar 100 tCO2e         •   Tree planting as carbon offset totaling 100 tCO2e;
•    Pembuatan Lubang Biopori sebanyak 10 lubang                     •   Construction of 10 biopore infiltration holes


Di tahun 2025 tidak terdapat penurunan penggunaan energi             In 2025, there was no reduction in energy consumption compared
dibandingkan dengan tahun 2024. Namun demikian, Perseroan            to 2024. However, the Company continues to strive to improve
terus berupaya untuk melakukan efisiensi penggunaan energi.          energy efficiency.


Perseroan telah menetapkan baseyear 2025 untuk mengukur              The Company has established 2025 as the base year to measure
efisiensi penggunaan energi di tahun-tahun selanjutnya. Adapun       energy efficiency in subsequent years. The established baseline
baseline yang ditetapkan yaitu sebesar 1.783.818,18 Gigajoule.       is 1,783,818.18 Gigajoules. The selection of 2025 as the base year
Pemilihan tahun dasar (base year) 2025 dilakukan karena data         was made because the Company’s data for that year is more
pada tahun tersebut merupakan data Perseroan yang telah disusun      comprehensive, measurable, well-documented, and consistently
secara lebih komprehensif, terukur, terdokumentasi dengan baik,      presented. Under these conditions, the 2025 data is considered




          PT Hutama Karya (Persero)
    158   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 159
                                                                                                                  Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                             Sustainability Performance




serta disajikan secara konsisten. Dengan kondisi tersebut, data        more representative as a reference baseline for monitoring,
tahun 2025 dinilai lebih representatif untuk dijadikan sebagai acuan   evaluating, and comparing performance in subsequent periods.
dasar dalam melakukan pemantauan, evaluasi, serta perbandingan
kinerja pada periode-periode berikutnya.



Aspek Air                                                              Water Aspect

Penggunaan Air [OJK F.8, GRI 303-1, 303-3, GRI 303-5]                  Water Consumption [OJK F.8, GRI 303-1, 303-3, GRI
                                                                       303-5]


Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi dan              As a company operating in the construction and infrastructure
infrastruktur, Hutama Karya menyadari bahwa air merupakan              sector, Hutama Karya recognizes that water constitutes a critical
sumber daya penting yang mendukung kelangsungan operasional            resource supporting the continuity of project operations.
proyek. Oleh karena itu, manajemen air menjadi bagian krusial          Accordingly, water management forms an integral part of the
dalam kebijakan keberlanjutan perusahaan. Hutama Karya                 Company’s sustainability policy. Hutama Karya adopts an integrated
menerapkan pendekatan terpadu dalam pengelolaan air,                   approach to water management, encompassing rainwater, surface
mencakup air hujan, air permukaan, dan air tanah. Pendekatan           water, and groundwater. This approach is implemented in a specific
ini dilakukan secara spesifik dan disesuaikan dengan karakteristik     manner and tailored to the characteristics of each operational area,
daerah operasional, mengingat kebijakan pemanfaatan air tanah          considering that groundwater utilization policies are decentralized
bersifat desentralisasi dan ditentukan oleh wilayah cekungan air       and determined based on the respective groundwater basin (CAT)
tanah (CAT) setempat.                                                  regions.


Pengelolaan air dalam kegiatan konstruksi dan operasi jalan tol        Water management in toll road construction and operational
dilakukan oleh Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga             activities is carried out by the Company as part of its efforts to
efisiensi penggunaan sumber daya dan meminimalkan dampak               ensure efficient resource utilization and to minimize environmental
terhadap lingkungan. Interaksi Perseroan dengan air mencakup           impacts. The Company’s interaction with water includes the
proses pengambilan, penggunaan, dan pembuangan air pada                abstraction, usage, and discharge of water in operational activities,
aktivitas operasional, termasuk penggunaan air untuk kebutuhan         including water utilization for construction purposes, operational
konstruksi, fasilitas operasional, serta kegiatan pendukung lainnya.   facilities, and other supporting activities. Potential water-related
Potensi dampak terkait air yang muncul dari aktivitas tersebut         impacts arising from such activities include changes in water
meliputi perubahan kualitas air akibat limpasan permukaan,             quality due to surface runoff, sedimentation from earthworks, and
sedimentasi dari kegiatan tanah, serta risiko pencemaran dari air      the risk of pollution from operational wastewater. The Company
limbah operasional. Perseroan juga mempertimbangkan dampak             also considers indirect impacts that may arise through the
yang dapat timbul secara tidak langsung melalui aktivitas mitra        activities of business partners within the supply chain and project
kerja dalam rantai pasok dan pelaksanaan proyek.                       implementation.


Dalam mengidentifikasi dampak terkait air, Perseroan menerapkan        In identifying water-related impacts, the Company applies an
pendekatan berbasis pemantauan operasional dan kepatuhan               approach based on operational monitoring and compliance with
terhadap ketentuan lingkungan yang berlaku. Ruang lingkup              applicable environmental regulations. The scope of management
pengelolaan mencakup seluruh area proyek konstruksi dan                covers all construction project areas and toll road operations, with
operasional jalan tol, dengan pemantauan dilakukan secara berkala      monitoring conducted periodically throughout the reporting year.
sepanjang tahun berjalan. Metodologi yang digunakan meliputi           The methodologies applied include the measurement of water
pengukuran volume penggunaan air dari sumber PDAM berdasarkan          consumption volumes sourced from PDAM based on monthly
tagihan bulanan, serta pemantauan penggunaan air tanah melalui         billing, as well as the monitoring of groundwater usage through flow
pencatatan flow meter pada titik-titik yang ditetapkan. Selain itu,    meter recordings at designated points. In addition, water quality is
kualitas air dipantau melalui pengujian berkala untuk memastikan       monitored through periodic testing to ensure compliance with the
kesesuaian dengan baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan.            required environmental quality standards.


Dampak terkait air dikelola melalui implementasi sistem                Water-related impacts are managed through the implementation of
pengendalian lingkungan yang mencakup pengelolaan limpasan             environmental control systems, including runoff and sedimentation
dan sedimentasi, penerapan sistem drainase, serta pengolahan air       management, the application of proper drainage systems, and
limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Perseroan juga melakukan         wastewater treatment prior to discharge into the environment. The
pemantauan kualitas dan volume penggunaan air sebagai bagian           Company also conducts monitoring of water quality and consumption
dari evaluasi kinerja lingkungan. Pengelolaan ini dilakukan secara     volumes as part of its environmental performance evaluation. This
terintegrasi dengan kebijakan QHSSEMS dan melibatkan koordinasi        management approach is implemented in an integrated manner
dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan                   with the QHSSEMS policy and involves coordination with relevant
kepatuhan terhadap regulasi.                                           stakeholders to ensure compliance with applicable regulations.



                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   159
Page 160
Hutama Karya terus berupaya mengelola sumber daya alam                Hutama Karya continues to strive for efficient management of
secara efisien, termasuk dalam penggunaan air. Dalam upaya            natural resources, including water usage. In this effort, the Company
tersebut, Perseroan memantau dengan cermat penggunaan air             closely monitors water consumption annually. Hutama Karya has
setiap tahunnya. Hutama Karya telah menetapkan standar dan            established the following standards and methodologies for water
metodologi pengukuran pemakaian air sebagai berikut:                  usage measurement:
1. Sumber air PDAM                                                    1. PDAM water source
     Perhitungan pemakaian air (m3) berdasarkan besarnya tagihan          Water consumption (m³) is calculated based on monthly PDAM
     PDAM setiap bulan.                                                   billing amounts.
2. Sumber air bawah tanah                                             2. Groundwater source
     Perhitungan pemakaian air (m3) dilakukan dengan memantau             Water consumption (m³) is measured by directly monitoring the
     langsung angka yang tercatat pada alat flow meter yang               readings from flow meters installed at each generator set. The
     terpasang di setiap genset. Angka yang tercatat pada flow            recorded flow meter values represent the amount of water used
     meter tersebut menggambarkan jumlah air yang digunakan               each month.
     setiap bulan.


Hutama Karya juga menekankan integrasi antara pemanfaatan             Hutama Karya also emphasizes the integration between
dan konservasi air tanah melalui pendekatan berbasis risiko dan       groundwater utilization and conservation through a risk-based and
keberlanjutan, dengan memastikan setiap tahapan—mulai dari            sustainability approach, by ensuring that each stage—ranging from
identifikasi cekungan air tanah (CAT), perizinan, hingga pemantauan   the identification of groundwater basins (CAT), permitting, to usage
penggunaan—dilaksanakan secara terukur dan terdokumentasi.            monitoring—is carried out in a measurable and well-documented
Perusahaan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan              manner. The Company not only focuses on fulfilling operational
operasional, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem melalui       needs but also maintains ecosystem balance through the
perlindungan area resapan, penerapan teknologi seperti biopori,       protection of recharge areas, the application of technologies such
serta pengendalian potensi pencemaran dan kerusakan sumber            as biopore systems, as well as the control of potential pollution and
daya air. Pengawasan berkala terhadap kualitas dan kuantitas          degradation of water resources. Periodic monitoring of groundwater
air tanah, disertai pemeliharaan infrastruktur dan penguatan          quality and quantity, supported by infrastructure maintenance
kapasitas karyawan melalui edukasi, menjadi bagian penting            and the strengthening of employee capacity through continuous
dalam memastikan efektivitas implementasi. Dengan demikian,           education, constitutes an essential component in ensuring effective
pengelolaan air tanah tidak hanya berfungsi sebagai dukungan          implementation. Accordingly, groundwater management serves
operasional, tetapi juga sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam    not only as operational support but also as a tangible contribution
menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan sumber daya         by the Company in preserving environmental sustainability and
air bagi masa depan.                                                  ensuring the long-term availability of water resources.


Pada tahun 2025, cakupan pengukuran penggunaan air diperluas          In 2025, the scope of water consumption measurement was
sebagai bagian dari peningkatan sistem pemantauan, sehingga           expanded as part of enhancements to the monitoring system;
data tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan tahun            therefore, the data is not directly comparable with the previous year,
sebelumnya, namun digunakan sebagai dasar penguatan                   but serves as a basis for strengthening future management practices.
pengelolaan ke depan. Saat ini, Perseroan belum menetapkan target     Currently, the Company has not established specific quantitative
kuantitatif spesifik terkait penggunaan air, namun pengelolaan        targets related to water usage; however, water management is
dilakukan secara berkelanjutan dengan mengacu pada prinsip            carried out on an ongoing basis, guided by principles of efficiency
efisiensi dan kepatuhan terhadap konteks lokal serta ketentuan        and compliance with local context and applicable regulations in
yang berlaku di masing-masing wilayah operasi. Sedangkan tahun        each operational area. In contrast, in 2024 and 2023, the scope of
2024 dan 2023 lingkup pengukuran penggunaan air hanya di              water consumption measurement was limited to the Hutama Karya
lingkup kantor Hutama Karya.                                          office environment.


Sepanjang tahun 2025 Perseroan menggunakan air sebanyak               Throughout 2025, the Company used 90,092,217.26 m³ of water.
90.092.217,26 m3 atas air yang digunakan sebesar 975.217,78 m3        Of the total water used, 975,217.78 m³ was discharged into water
dilepas ke badan air. Berikut disajikan data penggunaan air dari      bodies. The following presents water consumption data from all of
seluruh wilayah operasional Perseroan.                                the Company’s operational areas.




         PT Hutama Karya (Persero)
 160     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 161
                                                                                                     Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                Sustainability Performance




Tabel Pengambilan Air
Table of Water Withdrawal

                                              Pemakaian Air (m3)
                                            Water Consumption (m³)

                     Sumber
                                              2025                     2024                                   2023
                      Source

 Air Permukaan
                                               65.848,00                  199.999                                    0,00
 Surface Water

 Air dari Pihak Ketiga
                                               68.807,52             2.696.594,60                              34.834,60
 Water from Third Parties

 Air Tanah
                                           89.949.069,58               381.292,89                             606.153,13
 Groundwater

 Air Laut
                                                8.492,16                        -                                       -
 Sea Water

 Jumlah
                                           90.092.217,26             3.277.886,49                            640.987,73
 Total



Tabel Konsumsi Air
Table of Water Consumption

                                              Pemakaian Air (m3)
                                            Water Consumption (m³)

                     Sumber
                                              2025                     2024                                   2023
                      Source

 Air Permukaan
                                              65.848,00                   199.999                                    0,00
 Surface Water

 Air dari Pihak Ketiga
                                              68.706,00              2.696.594,60                              34.834,60
 Water from Third Parties

 Air Tanah
                                           88.982.445,48               381.292,89                             606.153,13
 Groundwater

 Air Laut
                                                       -                        -                                       -
 Sea Water

 Jumlah
                                           89.116.999,48             3.277.886,49                            640.987,73
 Total

 Jumlah Karyawan (orang)
                                                  2.097                    2.141                                   2.075
 Number of Employees (persons)

 Intensitas Penggunaan Air (M3/Orang)
                                              42.497,38                  1.531,01                                 308,91
 Water Consumption Intensity (M3/PERSON)




Tabel Pelepasan Air ke Badan Air
Table of Water Discharge to Water Bodies

                                              Pemakaian Air (m3)
                                            Water Consumption (m³)

                                 Sumber
                                                                                      2025
                                  Source

 Air dari Pihak Ketiga
                                                                                     101,52
 Water from Third Parties
 Air Laut
                                                                                    8.492,16
 Sea Water
 Air Bawah Tanah
                                                                              966.624,10
 Groundwater
 Jumlah
                                                                              975.217,78
 Total



                                                                                             PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                               2025 Sustainability Report   161
Page 162
Oleh karena adanya perbedaan ruang lingkup pengukuran air,           Due to differences in the scope of water measurement, water
maka penggunaan air di tahun 2025 tidak dapat dibandingkan           consumption in 2025 is not comparable with 2024.
dengan tahun 2024.


Pembuangan Air [GRI 303-2, 303-4]                                    Water Discharge [GRI 303-2, 303-4]

Hutama Karya telah menetapkan prosedur standar yang                  Hutama Karya has established comprehensive standard procedures
komprehensif dalam pengelolaan limbah cair untuk meminimalkan        for wastewater management to minimize negative environmental
dampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari upaya        impacts. As part of these efforts, the Company strictly avoids direct
tersebut, Perseroan secara tegas menghindari pembuangan limbah       discharge of wastewater into the environment, ensuring that all
cair langsung ke lingkungan, memastikan bahwa semua proses           discharge processes are carried out in an environmentally friendly
pembuangan dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan dan           manner and in compliance with applicable regulations.
sesuai dengan regulasi yang berlaku.


Hutama Karya berkomitmen untuk mengelola sumber daya air             Hutama Karya is committed to managing water resources efficiently
secara efisien dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya          and sustainably. As part of this commitment, the Company has
tersebut, Perseroan telah memasang Instalasi Pengolahan Air          installed Wastewater Treatment Plants (IPAL) at HK Tower and
Limbah (IPAL) di HK Tower dan Biotank di setiap lokasi proyek yang   biotank systems at project sites where required, and effectively
dibutuhkan, serta mengolah seluruh air yang digunakan dalam          treats all water used in production processes. Wastewater
proses produksi secara efektif. Proses pemisahan, pengolahan,        separation, treatment, and quality monitoring are conducted
dan pemantauan kualitas air limbah dilakukan secara berkala          regularly to ensure compliance with the standards set under the
untuk memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan memenuhi           Minister of Environment and Forestry Regulation No. 68 of 2016.
baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan          Parameters monitored include pH, BOD, and COD to maintain
Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016.          water quality in receiving water bodies and support environmental
Parameter yang dipantau meliputi pH, BOD, dan COD, guna menjaga      preservation. The Company continuously improves treatment
kualitas air di badan air dan mendukung kelestarian lingkungan.      technology, enhances monitoring systems, and implements more
Perseroan terus melakukan peningkatan teknologi pengolahan,          effective and efficient procedures.
sistem pemantauan yang lebih canggih, serta penerapan prosedur
yang lebih efektif dan efisien.


Seluruh air limbah yang dihasilkan dari kegiatan konstruksi,         All wastewater generated from construction activities, office
perkantoran, dan aktivitas pendukung lainnya dikelola melalui        operations, and other supporting activities is managed through
sistem terstruktur yang mengacu pada peraturan lingkungan            a structured system that refers to environmental regulations,
hidup, diawali dengan identifikasi sumber potensi pencemaran         commencing with the identification of potential pollution sources
serta penilaian risiko dari penggunaan bahan kimia dan limbah        and risk assessment of chemical usage and liquid waste. The
cair. Perusahaan menerapkan standar ketat dalam penyimpanan          Company applies stringent standards in the storage of hazardous
bahan berbahaya di area tertutup dan aman, dilengkapi sistem         materials within secure and enclosed areas, supported by
tanggap darurat serta tenaga kerja terlatih, guna mencegah           emergency response systems and trained personnel, in order to
kebocoran dan kontaminasi. Dalam praktiknya, limbah cair tidak       prevent leakage and contamination. In practice, wastewater is
dibuang langsung ke lingkungan, melainkan ditampung dan diolah       not directly discharged into the environment, but is first collected
terlebih dahulu, termasuk melalui pemisahan aliran air bersih        and treated, including through the separation of clean water and
dan limbah serta pengaturan drainase permukaan. Hutama Karya         wastewater streams as well as the regulation of surface drainage
juga mengoperasikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk     systems. Hutama Karya also operates wastewater treatment
memastikan kualitas air buangan memenuhi standar, dengan             plants (IPAL) to ensure that discharged water quality complies with
pemantauan rutin terhadap parameter penting seperti pH, BOD,         applicable standards, with routine monitoring of key parameters
dan COD. Upaya ini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi            such as pH, BOD, and COD. These efforts are further strengthened
ramah lingkungan, seperti daur ulang air untuk kebutuhan non-        by the utilization of environmentally friendly technologies, such as
kritis, serta peningkatan kesadaran karyawan melalui pelatihan dan   water recycling for non-critical uses, as well as the enhancement of
simulasi darurat. Selain itu, perusahaan mendorong transparansi      employee awareness through training and emergency simulations.
melalui sistem pelaporan internal dan komunikasi aktif dengan        In addition, the Company promotes transparency through internal
pemangku kepentingan, sehingga seluruh rangkaian pengelolaan         reporting systems and active communication with stakeholders,
air limbah dapat berjalan efektif, akuntabel, dan selaras dengan     ensuring that the overall wastewater management process
tujuan pembangunan berkelanjutan.                                    is conducted effectively, accountably, and in alignment with
                                                                     sustainable development objectives.


Dalam upaya mendukung transparansi dan akuntabilitas, Hutama         To support transparency and accountability, Hutama Karya also
Karya juga menyediakan prosedur pelaporan internal bagi              provides internal reporting procedures for employees to report
karyawan untuk melaporkan kejadian yang dapat berdampak pada         incidents that may affect water quality. Open communication



         PT Hutama Karya (Persero)
 162     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 163
                                                                                                                   Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                              Sustainability Performance




kualitas air. Komunikasi terbuka dengan pemangku kepentingan,          with stakeholders, including communities and environmental
termasuk masyarakat dan otoritas lingkungan, dilakukan melalui         authorities, is maintained through periodic monitoring reports
laporan pemantauan berkala serta partisipasi dalam forum publik,       and participation in public forums to ensure transparent and
guna memastikan adanya pengelolaan yang transparan dan                 responsible environmental management.
bertanggung jawab terhadap lingkungan.


Tabel Pelepasan Ke Badan Air (m3)
Table of Water Discharge to Water Bodies (m³)

               Sumber
                                                   2025                            2024                                  2023
               Source

 Air Permukaan
                                                          -                               -                                -
 Surface Water
 Air dari Pihak Ketiga
                                                     101,52                               -                                -
 Water from Third Parties
 Air Tanah
                                                 966.624,10                               -                                -
 Groundwater
 Air Laut
                                                   8.492,16                               -                                -
 Sea Water
 Jumlah
                                                 975.217,78                        30.716                                  -
 Total



Seluruh air yang diambil digunakan sampai habis, dan apabila air       All abstracted water is fully utilized, and where such water remains
tersebut masih layak untuk disiram ke proyek (daily) mengurangi        suitable, it is reused for routine project spraying (daily) to reduce
debu proyek                                                            dust at project sites.




                                                       INISIATIF EFISIENSI AIR
                                                     WATER EFFICIENCY INITIATIVES


       Fokus utama Hutama Karya dalam pelestarian sumber daya          Hutama Karya’s main focus in water resource conservation
       air adalah dengan mengoptimalkan efisiensi penggunaan air       is optimizing water use efficiency through the following
       melalui inisiatif-inisiatif berikut:                            initiatives:
       1. Menerapkan langkah-langkah sistematis pemanfaatan            1. Implementing systematic groundwater utilization
            air tanah, dimulai dari identifikasi lokasi cekungan air        measures, starting from the identification of
            tanah (CAT), mempertimbangkan perubahan muka air,               Groundwater Basin (CAT) areas, considering changes in
            kondisi lingkungan, serta ketersediaan sumber air lain.         groundwater levels, environmental conditions, and the
                                                                            availability of other water sources.
       2.    Memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal melalui      2. Ensuring compliance with local regulations through
             koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait,             coordination with government authorities and related
             serta mengajukan izin sesuai prosedur yang berlaku             agencies, as well as obtaining permits in accordance
             setelah perencanaan yang rinci dan efisien disusun.            with applicable procedures after detailed and efficient
                                                                            planning.
       3.    Memelihara fungsi resapan air dengan melalui              3. Maintaining water catchment functions through
             pengaturan daerah sempadan sumber air, rehabilitasi            regulation of buffer zones around water sources, forest
             hutan, dan mengembangkan dan membangun sumur                   rehabilitation, and the development of infiltration wells
             resapan dan lubang biopori. Pembangunan sumur                  and biopore holes. The construction of infiltration wells
             resapan dilakukan dengan memperhatikan standar                 is carried out in accordance with strict safety standards,
             keamanan yang ketat, seperti menjaga jarak minimum             such as maintaining a minimum distance of five
             lima meter dari septic tank dan satu meter dari pondasi        meters from septic tanks and one meter from building
             bangunan.                                                      foundations.
       4.    Pemanenan air hujan (rainwater harvesting) sesuai         4. Rainwater harvesting in accordance with needs and
             dengan kebutuhan dan ketersediaan teknologi yang               available technology.
             ada.
       5.    Penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti            5.   Use of environmentally friendly technologies, such as
             penggunaan kran air otomatis dan toilet hemat air.             automatic water taps and water-saving toilets.
       6.    Sosialisasi dan edukasi rutin untuk meningkatkan          6.   Regular socialization and education to raise employee
             kesadaran karyawan dalam menerapkan perilaku                   awareness in implementing water-efficient behaviors.
             efisien dalam penggunaan air.
       7.    Pengaturan pelampung otomatis dan sub-metering.           7.   Implementation of automatic float systems and sub-
                                                                            metering.




                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   163
Page 164
      8.  Memperhatikan pemeliharaan pipa distribusi air guna       8.   Maintenance of water distribution pipelines to prevent
          mencegah kebocoran yang dapat mengakibatkan                    leaks that may lead to resource waste and losses.
          pemborosan dan kerugian sumber daya.
      9. Mengurangi konsumsi air bersih dengan memaksimalkan        9.  Reducing clean water consumption by maximizing the
          pemanfaatan kembali air buangan.                              reuse of wastewater.
      10. Pendayagunaan sumber daya air dengan melalui              10. Utilization of water resources through inventory of water
          inventarisasi potensi air, proses perizinan yang sesuai       potential, proper licensing processes, and water quality
          prosedur, serta uji kelayakan kualitas air sebelum            feasibility testing prior to use.
          digunakan.




Aspek Keanekaragaman Hayati                                         Biodiversity Aspect

Dampak dari Wilayah Operasional yang                                Impacts from Operational Areas Located
Dekat atau Berada Di Daerah Konservasi atau                         Near or Within Conservation Areas or Areas
Memiliki Keanekaragaman Hayati dan Usaha                            with High Biodiversity, and Biodiversity
Konservasi Keanekaragaman Hayati [OJK F.9,                          Conservation Efforts [OJK F.9, F.10, GRI 101-1, 101-2,
F.10, GRI 101-1, 101-2, 101-3, 101-4, 101-5, 101-6, 101-7, 101-8]   101-3, 101-4, 101-5, 101-6, 101-7, 101-8]


Hutama Karya menyadari bahwa upaya menjaga serta melindungi         Hutama Karya recognizes that efforts to preserve and protect
keanekaragaman hayati merupakan bagian yang tidak terpisahkan       biodiversity constitute an integral part of the sustainability of
dari keberlanjutan kegiatan usaha. Keanekaragaman hayati tidak      its business activities. Biodiversity plays a critical role not only in
hanya berperan dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan             maintaining ecosystem balance and health but also in supporting
ekosistem, tetapi juga mendukung ketersediaan sumber daya alam      the availability of natural resources required to sustain the
yang diperlukan untuk menunjang keberlangsungan operasional         Company’s future operations. In this regard, Hutama Karya has
Perseroan di masa mendatang. Sehubungan dengan hal tersebut,        undertaken various initiatives and concrete measures to protect
Hutama Karya telah melaksanakan berbagai inisiatif dan langkah      and conserve biodiversity, although to date the Company has not
nyata dalam rangka perlindungan dan pelestarian keanekaragaman      conducted a formal biodiversity baseline assessment.
hayati, meskipun hingga saat ini Perseroan belum melakukan kajian
baseline terkait keanekaragaman hayati.


Di tahun 2025, terdapat 3 (tiga) area yang dilaporkan tersebut      In 2025, there were 3 (three) reported areas identified as wildlife
menjadi jalur untuk hewan melintas seperti gajah, reptil dan        crossing corridors for elephants, reptiles, and other primates, as
primata lainnya sesuai dengan yang dilaporkan oleh Dinas            reported by the Environmental and Forestry Agency. Accordingly,
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Oleh karenanya, tim membuat         the Company adjusted infrastructure designs to accommodate
dan menyesuaikan desain agar menjadi jalur khusus untuk hewan-      dedicated wildlife crossings. The Company constructed 2 (two)
hewan tersebut. Perseroan membuat 2 (dua) Jembatan Primata,         primate bridges, 1 (one) reptile box crossing, and modified
1 (satu) Box Reptil dan desain jembatan menyesuaikan untuk          bridge designs to facilitate elephant crossings. Other biodiversity
menjadi jalur gajah. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati        conservation efforts include reforestation through the planting of
lainnya yaitu dengan melakukan reboisasi dengan cara penanaman      tree seedlings in disposal areas to maintain forest sustainability,
bibit-bibit pohon pada area disposal guna menjaga kelestarian       as well as fish and bird release programs in several locations. The
hutan serta program pelepasan ikan & burung pada beberapa           Company has identified several key factors that may potentially
area. Perseroan mengidentifikasi beberapa faktor utama yang         lead to biodiversity loss in its operations, including:
berpotensi menyebabkan kehilangan biodiversitas dalam kegiatan
operasional, antara lain:
1. Perubahan penggunaan lahan akibat pembangunan                    1.   Land use changes resulting from infrastructure development;
     infrastruktur
2. Aktivitas konstruksi yang berpotensi mengganggu habitat          2.   Construction activities that may disrupt natural habitats; and
3. Perubahan morfologi lahan dan sistem drainase                    3.   Changes in land morphology and drainage systems.


Identifikasi faktor-faktor ini menjadi dasar dalam penyusunan       The identification of these factors forms the basis for the
langkah mitigasi yang lebih efektif dan terarah.                    development of more effective and targeted mitigation measures.




           PT Hutama Karya (Persero)
164        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 165
                                                                                                                  Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                             Sustainability Performance




Sebagai komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati,              As part of its commitment to biodiversity protection, the Company
Perseroan menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan sumber           implements various sustainable natural resource management
daya alam yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak                  initiatives to reduce adverse impacts on ecosystems. This
negatif terhadap ekosistem. Hal ini tercermin dalam kebijakan         commitment is reflected in Hutama Karya’s policies supporting
Hutama Karya yang mendukung kelestarian lingkungan, seperti           environmental preservation, as outlined in the QHSSE MS Policy,
yang tercantum dalam Kebijakan QHSSEMS, Kebijakan Khusus              Specific QHSSE MS Policy, and RTS Policy as stipulated in Board of
QHSSEMS, dan Kebijakan RTS yang disahkan dalam Keputusan              Directors Decree No. 2021/KPTS/66/VII/2024.
Direksi No. 2021/KPTS/66/VII/2024.


Perseroan juga memiliki komitmen untuk mengelola dampak               The Company is also committed to managing biodiversity impacts
terhadap keanekaragaman hayati melalui penerapan prinsip              through the application of the mitigation hierarchy (avoid,
mitigation hierarchy (avoid, minimize, restore). Komitmen ini         minimize, restore). This commitment forms part of the Company’s
merupakan bagian dari kebijakan lingkungan perusahaan serta           environmental policy and core values, as reflected in the Golden
nilai inti perusahaan yang tercermin dalam Golden Rules, salah satu   Rules, one of which emphasizes “zero environmental damage.”
prinsip utamanya adalah “zero environmental damage”. Komitmen         This commitment is implemented through the execution of
tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan studi AMDAL pada              Environmental Impact Assessment (AMDAL) studies for all projects,
seluruh proyek, prosedur konstruksi keberlanjutan beserta instruksi   sustainable construction procedures, work instructions related to
kerja terkait rencana manajemen habitat serta integrasi aspek         habitat management plans, and the integration of environmental
perlindungan lingkungan dalam perencanaan dan pelaksanaan             protection aspects into project planning and execution, particularly
konstruksi, khususnya pada proyek yang berada di area dengan          for projects located in ecologically sensitive areas. At the initial
sensitivitas ekologis tinggi. Pada tahap awal, perusahaan             stage, the Company identifies potential impacts through AMDAL
mengidentifikasi potensi dampak melalui kajian AMDAL, termasuk        studies, including analyses of natural habitats and wildlife crossing
analisis terhadap habitat alami dan potensi perlintasan satwa liar.   potential. All project development activities refer to AMDAL
Seluruh kegiatan Pembangunan Proyek mengacu pada AMDAL,               requirements, including biodiversity programs such as reforestation
salah satu program keanekaragaman hayati yang dilakukan yaitu         through tree planting in disposal and TIP areas, as well as fish and
melakukan reboisasi dengan cara penanaman bibit-bibit pohon           bird release programs in several locations.
pada area disposal dan lokasi TIP guna menjaga kelestarian hutan
serta program pelepasan ikan & burung pada beberapa area.


Sebagai bagian dari upaya mitigasi, perusahaan telah                  As part of mitigation efforts, the Company has implemented various
mengimplementasikan berbagai solusi berbasis desain                   environmentally friendly infrastructure design solutions. One
infrastruktur yang ramah lingkungan. Salah satu contoh nyata          notable example is the Pekanbaru–Dumai Toll Road project, which
adalah pada proyek Jalan Tol Pekanbaru–Dumai yang melintasi           passes through an elephant corridor, as well as the construction of
koridor gajah, serta pembangunan fasilitas perlintasan satwa pada     wildlife crossing facilities on the Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Toll
Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Padang Tidji–Seulimeum),     Road Section 1 (Padang Tidji–Seulimeum), which include:
yang mencakup:
1. Jembatan khusus gajah (elephant crossing)                          1.   Dedicated elephant crossing bridges;
2. Struktur beton pracetak untuk perlintasan reptil                   2.   Precast concrete structures for reptile crossings; and
3. Jembatan kanopi berbasis kabel untuk pergerakan primata            3.   Cable-based canopy bridges for primate movement.


Selain itu, pada tahap konstruksi, perusahaan menerapkan              In addition, during the construction phase, the Company
pengendalian dampak lingkungan melalui:                               implements environmental impact control measures through:
1. Program revegetasi dan penanaman ulang                             1. Revegetation and replanting programs;
2. Pengendalian erosi                                                 2. Erosion control; and
3. Perlindungan lereng melalui slope protection, safety net, dan      3. Slope protection through slope protection systems, safety nets,
    scaling                                                               and scaling


Selain itu, Perseroan berkomitmen untuk mengedepankan prinsip         Furthermore, the Company is committed to prioritizing sustainability
keberlanjutan dalam setiap aspek operasional dan terus memantau       principles in all aspects of its operations and continuously
serta mengevaluasi potensi risiko terhadap keanekaragaman hayati      monitoring and evaluating potential risks to biodiversity in the
pada masa depan. Hutama Karya mendukung berbagai upaya                future. Hutama Karya supports various biodiversity conservation
konservasi keanekaragaman hayati di luar area operasionalnya.         efforts beyond its operational areas, including tree relocation
Upaya tersebut meliputi kegiatan tebang pindah untuk tanaman          (transplanting of large plants) and mock-up hydroseeding activities
ukuran besar serta kegiatan mock up hydroseeding untuk                for slope stabilization and soil erosion prevention.
penanganan lereng dan pencegahan erosi tanah.




                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   165
Page 166
Dalam upaya pengelolaan keanekaragaman hayati, Perseroan                In managing biodiversity, the Company consistently involves
senantiasa melibatkan pemangku kepentingan terkait, khususnya           relevant stakeholders, particularly in the preparation of
dalam proses penyusunan AMDAL dan koordinasi dengan instansi            Environmental Impact Assessments (AMDAL) and coordination with
lingkungan hidup. Keterlibatan ini bertujuan untuk memastikan           environmental authorities. This engagement aims to ensure that all
bahwa seluruh potensi dampak terhadap ekosistem dan satwa liar          potential impacts on ecosystems and wildlife are properly identified
dapat diidentifikasi dan dikelola secara tepat. Selain itu, Perseroan   and managed. In addition, the Company also considers impacts
juga mempertimbangkan dampak dari rantai pasokan, termasuk              arising from its supply chain, including the sourcing of construction
sumber material konstruksi dan aktivitas pemasok yang berpotensi        materials and supplier activities that may affect biodiversity. Based
memengaruhi keanekaragaman hayati. Berdasarkan proses                   on this process, the Company identifies locations and activities with
tersebut, Perseroan menentukan lokasi dan aktivitas dengan              the most significant impacts, such as road corridor development
dampak paling signifikan, seperti pembangunan koridor jalan yang        that may lead to habitat fragmentation, disruption of wildlife
berpotensi menyebabkan fragmentasi habitat, gangguan jalur              movement, and changes in land cover and vegetation.
pergerakan satwa, serta perubahan tutupan lahan dan vegetasi.


Perseroan senantiasa melakukan pemantauan terhadap potensi              The Company continuously monitors potential environmental
dampak lingkungan melalui sistem evaluasi kinerja lingkungan            impacts through its environmental performance evaluation system,
perusahaan (environmental performance), yang menjadi bagian             which forms part of the QHSSE function. This monitoring includes
dari fungsi QHSSE. Pemantauan ini mencakup identifikasi potensi         the identification of potential environmental degradation as well
kerusakan lingkungan serta evaluasi efektivitas langkah mitigasi        as the evaluation of the effectiveness of implemented mitigation
yang telah diterapkan.                                                  measures.


Hasil pemantauan digunakan sebagai dasar untuk peningkatan              The results of such monitoring serve as the basis for continuous
berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan, serta untuk                 improvement in environmental management and to ensure
memastikan bahwa kegiatan operasional tetap selaras dengan              that operational activities remain aligned with the Company’s
komitmen perusahaan terhadap prinsip zero environmental                 commitment to the principle of zero environmental damage.
damage.


Upaya pemulihan dilakukan melalui program revegetasi dan                Restoration efforts are carried out through revegetation and land
rehabilitasi lahan pada area terdampak kegiatan konstruksi.             rehabilitation programs in areas affected by construction activities.
Program ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan,        These programs aim to restore ecological functions, improve soil
meningkatkan stabilitas tanah, serta mendukung pemulihan habitat        stability, and support the recovery of natural habitats. Revegetation
alami. Kegiatan revegetasi dilakukan dengan mempertimbangkan            activities are conducted by considering local conditions and
kondisi lokal dan karakteristik vegetasi setempat untuk                 vegetation characteristics to ensure ecosystem sustainability. In
memastikan keberlanjutan ekosistem. Selain itu, Perseroan juga          addition, the Company integrates infrastructure design-based
mengintegrasikan pendekatan berbasis desain infrastruktur untuk         approaches to support biodiversity sustainability. These initiatives
mendukung keberlanjutan biodiversitas. Inisiatif ini bertujuan          aim to maintain habitat connectivity and minimize ecosystem
untuk menjaga konektivitas habitat dan meminimalkan dampak              fragmentation resulting from toll road development.
fragmentasi ekosistem akibat pembangunan jalan tol.


Dalam mendukung keberlanjutan jangka panjang, perusahaan                To support long-term sustainability, the Company also implements
juga menerapkan langkah-langkah pengendalian dampak seperti             impact control measures such as erosion control, slope protection,
pengendalian erosi, perlindungan lereng melalui slope protection,       and environmental condition monitoring through its environmental
serta pemantauan kondisi lingkungan melalui sistem evaluasi             performance evaluation system. These efforts function not only as
kinerja lingkungan. Upaya ini tidak hanya berfungsi sebagai             mitigation measures but also as part of the restoration process and
mitigasi, tetapi juga sebagai bagian dari proses pemulihan dan          environmental quality improvement in project areas.
peningkatan kualitas lingkungan di sekitar proyek.


Ke depan, Perseroan melihat potensi untuk mengembangkan                 Going forward, the Company sees the potential to develop a
pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk penerapan konsep           more integrated approach, including the implementation of the
koridor hijau (green corridor) pada infrastruktur jalan tol, yang       green corridor concept in toll road infrastructure, which integrates
menggabungkan fungsi transportasi, energi, dan konservasi               transportation, energy, and environmental conservation functions
lingkungan dalam satu sistem yang berkelanjutan.                        into a sustainable system.




         PT Hutama Karya (Persero)
 166     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 167
                                                                                                          Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                     Sustainability Performance




                            REALISASI UPAYA PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI
                              REALIZATION OF BIODIVERSITY CONSERVATION EFFORTS


Hutama Karya menyadari bahwa upaya menjaga dan                 Hutama Karya recognizes that efforts to preserve and protect
melindung keanekaragaman hayati merupakan bagian               biodiversity are an integral part of sustainable business
yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan kegiatan             practices. Biodiversity plays a crucial role in maintaining
usaha. Keanekaragaman hayati tidak hanya berperan              ecosystem balance and health. In this regard, Hutama Karya
dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem.            has implemented various initiatives and concrete actions to
Sehubungan dengan hal tersebut, Hutama Karya telah             support the protection and conservation of biodiversity.
melaksanakan berbagai inisiatif dan langkah nyata dalam
rangka perlindungan dan pelestarian keanekaragaman
hayati.

Dukungan Konservasi Satwa                                      Wildlife Conservation Support
Sejalan dengan komitmen Hutama Karya dalam                     In line with Hutama Karya’s commitment to developing
menghadirkan jalan tol yang berkelanjutan dan ramah            sustainable and wildlife-friendly toll roads, the Company
terhadap satwa, tidak terlepas dari ketersinggungan            acknowledges the intersection between its operations and
operasional dengan ekosistem alam. Pembangunan jalan tol       natural ecosystems. The construction of toll roads, buildings,
maupun konstruksi gedung dan lainnya dilengkapi dengan         and other infrastructure is supported by Environmental
dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)            Impact Assessment (AMDAL) documents to ensure that
untuk memastikan setiap proyek dijalankan dengan               each project is carried out with careful consideration of its
memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan                environmental and biodiversity impacts.
keanekaragaman hayati.

Mengacu kepada AMDAL, salah satu program yang                  Referring to the AMDAL, one of the programs implemented
dilaksanakan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman          to preserve biodiversity is the development of an Elephant
hayati adalah menghadirkan Underpass Perlintasan Gajah         Underpass (UPG) on the Pekanbaru–Dumai toll road section.
(UPG) di ruas tol Pekanbaru – Dumai. Ruas tol ini melintasi    This toll road directly passes through the Balai Raja Wildlife
langsung Taman Suaka Margasatwa Balai Raja yang                Reserve, which serves as a habitat for the endangered
hidup di dalamnya habitat Gajah Sumatera. Terobosan ini        Sumatran elephants. This breakthrough is not merely an
bukan sekadar solusi infrastruktur, melainkan bukti nyata      infrastructure solution, but a tangible demonstration of the
komitmen menjaga harmonisasi pembangunan dengan                Company’s commitment to harmonizing development with
konservasi sarwa langka Indonesia.                             the conservation of Indonesia’s endangered wildlife.

Inovasi UPG yang dilakukan Hutama Karya memungkinkan           The UPG innovation enables endemic Sumatran elephants
mamalia endemik Gajah Sumatera berpindah antarhabitat          to move between habitats without obstruction. The tunnel
tanpa hambatan. Desain terowongan dirancang berbasis           design is based on data regarding elephant movement
data perjalan dan perilaku gajah, didukung dengan teknologi    patterns and behavior, supported by GPS collar technology
GPS Collar untuk memantau pergerakn, perilaku dan              to monitor movement, behavior, and location in real
keberadaan gajah secara real-time melalui perangkat yang       time through devices attached to the elephants’ necks.
dipasang di leher gajah, sehingga aktivitas tetap alami dan    This ensures that their activities remain natural and their
populasi tetap lestari. Dengan demikian, kehadiran jalan tol   population is preserved. Thus, the presence of the toll
tidak lagi menjadi ancaman, melainkan dapat memperkuat         road no longer poses a threat, but instead strengthens the
ekosistem dan keberlanjutan Gajah Sumatera di Riau.            ecosystem and supports the sustainability of Sumatran
                                                               elephants in Riau.

Selain itu, berkolaborasi dengan Balai Besar Konservasi        In addition, in collaboration with the Natural Resources
Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau dan Rimba Satwa         Conservation Agency (BKSDA) of Riau Province and the Rimba
Foundation (RSF), Hutama Karya melakukan penguatan             Satwa Foundation (RSF), Hutama Karya has strengthened
program Konservasi Gajah dengan penanaman pohon                its elephant conservation program by planting 1,220 trees
sebanyak 1.220 bibit di sekitar UPG dan ruas tol. Pengkayaan   around the underpass and toll road areas. This initiative
pakan bagi satwa di sekitar area konservasi ini adalah untuk   enriches food sources for wildlife in the conservation
tetap menjaga kelestarian ekosistem dan variasi pakan          area, helping to maintain ecosystem sustainability and
satwa.                                                         biodiversity.

Penanaman Pohon                                                Tree Planting
Mendukung kebijakan dekarbonisasi perusahaan dan               To support the Company’s decarbonization policy and its
tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan pasca           responsibility toward environmental sustainability following
konstruksi dan pengoperasian jalan tol maupun pekerjaan        construction and toll road operations, Hutama Karya
konstruksi lainnya, Hutama Karya terus berupaya                continues to create green spaces to mitigate climate change
menghadirkan ruang hijau untuk memitigasi perubahan            and reduce greenhouse gas emissions through regular tree-
iklim dan mengurangi kontribusi gas rumah kaca ke              planting initiatives. These activities are carried out both
atmosfer dengan rutin melakukan penanaman pohon.               within the Company’s operational areas and in surrounding
Penanaman pohon ini dilakukan baik di sekitar aktivitas        communities.
bisnis perusahaan maupun kepada masyarakat.




                                                                                                  PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                    2025 Sustainability Report   167
Page 168
      Selama tahun 2025, Unit Tanggung Jawab Sosial dan              Throughout 2025, the Corporate Social and Environmental
      Lingkungan Perusahaan melakukan penanaman pohon                Responsibility Unit planted 1,600 productive trees within
      produktif di masyarakat dan mendukung konservasi pantai        communities and supported coastal conservation through
      dengan menanam mangrove, total pohon yang tertanam             mangrove planting. In addition, the Operations Division,
      sebanyak 1.600 pohon. Selain itu, Divisi Operasi selaku        both as project owner and contractor, actively carried out
      owner maupun kontraktor proyek juga aktif melakukan            tree planting and maintenance activities.
      penanaman dan pemeliharaan pohon.

      Pengolahan Sampah di Rest Area                                 Waste Management at Rest Areas
      Jalan tol berkelanjutan dan ramah lingkungan adalah salah      Sustainable and environmentally friendly toll roads are part
      satu agenda perusahaan dalam menghadirkan bisnis yang          of the Company’s agenda in delivering environmentally
      peduli akan kelestarian keanekaragaman hayati. Hutama          responsible business operations. Hutama Karya strives to
      Karya berupaya melakukan optimalisasi pengelolaan limbah       optimize organic waste management by utilizing the Black
      sampah organik dengan menggunakan metode Black Solder          Soldier Fly (BSF) method, or maggot cultivation, at Rest
      Fly (BSF) atau magggot di Rest Area Km 215 dan 277 pada        Areas Km 215 and 277 on the Terbanggi Besar–Pematang
      ruas tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung      Panggang–Kayu Agung (TERPEKA) toll road.
      (TERPEKA).

      Optimalisasi pengelolaan dan pengolahan sampah                 This optimization of organic waste management also
      organik ini juga sebagai upaya Perseroan dalam efisiensi       supports the Company’s efforts to improve efficiency in
      pengangkutan sampah organik di rest area ke Tempat             transporting organic waste from rest areas to landfills (TPA).
      Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus diharapkan menjadi            At the same time, it is expected to become an eco-tourism
      salah satu destinasi eco-wisata bagi pengguna jalan tol yang   attraction for toll road users stopping at these rest areas,
      singgah di rest area Km 215 dan 277 dalam memanfaatkan         showcasing how organic waste can be transformed into
      sampah organik menjadi barang daur ulang yang bernilai         valuable recycled products.
      ekonomis.

      Fasilitas yang disediakan dalam pengolahan sampah organik      Facilities provided for organic waste management include
      adalah dengan membentuk Unit Pengelolaan Sampah                the establishment of an Integrated Waste Management
      Terpadu (UPST) di rest area dilengkapi dengan Rumah            Unit (UPST) at rest areas, equipped with a Maggot House
      Maggot yang difungsikan untuk budidaya maggot. Dengan          used for maggot cultivation. Through this facility, processed
      adanya Rumah Maggot ini, hasil pengolahan sampah organik       organic waste can be utilized for planting vegetables and
      dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam berupa sayuran         other vegetation in rest areas, as well as for maggot-based
      dan vegetasi lainnya di rest area, serta pemanfaatan maggot    supplementary feed in fish farming.
      sebagai pakan tambahan budidaya ikan.

      Budidaya ikan dilakukan dengan menyediakan kolam               Fish farming is conducted using brick ponds lined with
      tipe bata berlapis terpal yang dipadukan dengan                tarpaulin, integrated with aquaculture vegetation. The
      budidaya vegetasi aquakultur. Hasil kebun dan kolam dari       outputs from these gardens and ponds generate economic
      pemanfaatan maggot ini dapat menghasilan nilai ekonomis        value, supporting food supply needs for MSME tenants in the
      untuk kebutuhan bahan baku makanan bagi tenan UMKM di          rest areas.
      rest area.

      Selain fasilitas pengolahan sampah organik, Hutama Karya       In addition to organic waste processing facilities,
      juga memfasilitasi pengelolaan sampah organik yang             Hutama Karya also provides facilities for inorganic waste
      dilengkapi dengan mesin pencacah plastik dan mesin             management, including plastic shredding machines and
      press. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan           pressing machines. Inorganic waste such as plastic and
      sejenisnya dikelola untuk dijual kepada pihak ketiga. Hasil    paper is processed and sold to third parties, with proceeds
      penjualan tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk biaya       reinvested to support UPST operational costs.
      operasional UPST.

      Dari semua fasilitas yang disediakan, ditinjau dari jumlah     Based on the number and size of bioponds, the Maggot
      dan luas biopond, kapasitas pengolahan sampah organik          House has the capacity to process up to 50 kg of organic
      di Rumah Maggot mampu mengolah 50 kg sampah per hari           waste per day at each rest area equipped with UPST facilities.
      di setiap rest area yang terdapat UPST. Sedangkan, untuk       Meanwhile, inorganic waste management generates
      pengelolaan sampah anorganik menghasilkan kurang lebih         approximately 65 kg of waste per day across all rest areas.
      65 kg sampah per hari di seluruh rest area.




        PT Hutama Karya (Persero)
168     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 169
                                                                                                              Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                         Sustainability Performance




HARI GAJAH INTERNASIONAL: PERSEMBAHAN HUTAMA KARYA UNTUK PERJALANAN CINTA GAJAH DI SEKITAR JALAN
TOL TRANS SUMATERA / INTERNATIONAL ELEPHANT DAY: HUTAMA KARYA’S CONTRIBUTION TO THE “JOURNEY OF LOVE”
                          OF ELEPHANTS AROUND THE TRANS-SUMATRA TOLL ROAD




   Hari Gajah Internasional pada 12 Agustus menjadi momen          International Elephant Day on August 12 serves as an
   penting bagi perjalanan pelestarian Gajah Sumatra.              important milestone in the conservation journey of the
   Sosok seperti “Getar” dan “Codet” kini dapat menjelajahi        Sumatran elephant. Elephants such as “Getar” and “Codet”
   alam Riau dengan lebih aman, berkat inovasi Perseroan           are now able to traverse the natural landscape of Riau
   dalam membangun Underpass Perlintasan Gajah (UPG) di            more safely, supported by the Company’s innovation in
   sejumlah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Terobosan ini         developing Elephant Crossing Underpasses (UPG) across
   bukan sekadar solusi infrastruktur, melainkan bukti nyata       several sections of the Trans-Sumatra Toll Road (JTTS).
   komitmen menjaga harmonisasi pembangunan dengan                 This initiative represents not only an infrastructure solution
   konservasi satwa langka Indonesia.                              but also tangible evidence of the Company’s commitment
                                                                   to harmonizing development with the conservation of
                                                                   Indonesia’s endangered wildlife.

   Inovasi UPG yang dilakukan Hutama Karya memungkinkan            The UPG innovation implemented by Hutama Karya enables
   mamalia endemik ini berpindah antarhabitat tanpa                these endemic mammals to move between habitats
   hambatan. Desain terowongan dirancang berbasis data             without obstruction. The tunnel design is developed
   perjalanan dan perilaku gajah, didukung teknologi GPS collar    based on data related to elephant movement patterns and
   untuk memantau pergerakan, perilaku dan perilaku dan            behavior, supported by GPS collar technology that monitors
   keberadaan gajah secara real-time melalui perangkat yang        movement, behavior, and location in real time through
   dipasang di leher Gajah, sehingga aktivitas gajah tetap alami   devices installed on the elephants. This approach ensures
   dan populasi tetap lestari. Dengan demikian, kehadiran jalan    that elephant activities remain natural while supporting
   tol tak lagi menjadi ancaman, melainkan justru memperkuat       population sustainability. Accordingly, the presence of toll
   ekosistem dan keberlanjutan Gajah Sumatra di Riau.              roads no longer poses a threat but instead contributes to
                                                                   strengthening ecosystems and supporting the sustainability
                                                                   of Sumatran elephants in Riau.

   Perseroan menjadi pionir dalam aksi nyata perlindungan          The Company has taken a pioneering role in the protection
   satwa dilindungi di tanah air dengan menyediakan enam           of endangered wildlife in Indonesia by providing six UPG
   UPG di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) sepanjang             facilities along the Pekanbaru–Dumai (Permai) Toll Road,
   131,5 km. “Teknologi GPS collar yang dipasang membantu          spanning 131.5 km. The GPS collar technology facilitates
   memahami pola perjalanan gajah antara dua kantong               a deeper understanding of elephant movement patterns
   habitat utama untuk tujuan perkawinan, sehingga desain          between two primary habitat clusters for mating purposes,
   terowongan dapat optimal. Data menunjukkan bahwa                thereby enabling optimal tunnel design. Data from the 2024
   program konservasi tahun 2024 memberikan hasil nyata            conservation program demonstrates tangible outcomes in
   bagi kelestarian gajah Sumatra. Upaya ini menjadi contoh        supporting the preservation of Sumatran elephants. This
   harmonisasi pembangunan dan pelestarian, menginspirasi          initiative serves as an example of harmonizing infrastructure
   proyek infrastruktur ramah lingkungan di masa depan.            development with conservation efforts and provides a
                                                                   reference for environmentally friendly infrastructure projects
                                                                   in the future.




                                                                                                      PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                        2025 Sustainability Report   169
Page 170
      Teknologi GPS collar telah membantu mengidentifikasi                            The GPS collar technology has identified migration patterns,
      pola migrasi gajah, di mana periode September hingga                            indicating that the period from September to November
      November merupakan masa paling aktif pergerakan gajah                           represents the peak activity for male elephant movements.
      jantan. Berdasarkan informasi ini, Hutama Karya dapat                           Based on this information, the Company is able to schedule
      mengatur jadwal perawatan terowongan dan meningkatkan                           tunnel maintenance and enhance monitoring preparedness
      kewaspadaan tim monitoring di lapangan. Data GPS collar                         in the field. Data also indicates that male elephants from
      juga menunjukkan bahwa gajah-gajah jantan dari kantong                          the Balai Raja habitat cluster regularly travel to the Giam
      Balai Raja rutin melakukan perjalanan ke kantong Giam                           Siak Kecil cluster for mating purposes. This “journey of
      Siak Kecil untuk mencari pasangan. “Perjalanan cinta ini                        love,” spanning tens of kilometers, forms the basis for the
      mencakup jarak puluhan kilometer dan menjadi dasar                              construction of underpasses at kilometers 12, 61, 69, 71, 73,
      pembangunan underpass di kilometer 12, 61, 69, 71, 73,                          and 76. These underpasses have a height of 5.1 meters and a
      dan 76. Terowongan ini memiliki tinggi 5,1 meter dan lebar                      width of up to 45 meters, facilitating natural movement while
      hingga 45 meter, memfasilitasi pergerakan alami sekaligus                       ensuring the safety of the elephants.
      melindungi keselamatan gajah,” imbuh Adjib.

      Monitoring intensif selama lima tahun menunjukkan migrasi                       Intensive monitoring over a five-year period has
      rutin antar kantong dengan pola yang dapat diprediksi.                          demonstrated consistent migration patterns between habitat
      Sistem pembersihan terowongan dari genangan air hujan                           clusters. Regular tunnel maintenance, including the removal
      dilakukan secara berkala, dan pemasangan kamera trap di                         of rainwater accumulation, is conducted periodically, while
      setiap underpass memberikan data akurat tentang perilaku                        the installation of camera traps at each underpass provides
      dan frekuensi penggunaan oleh gajah.                                            accurate data on behavior and frequency of use by elephants.

      Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau                           The Riau Natural Resources Conservation Agency (BBKSDA)
      bersama Rimba Satwa Foundation (RSF) mengonfirmasi                              and the Rimba Satwa Foundation (RSF) have confirmed
      bahwa pergerakan ini merupakan perilaku alami yang                              that such movements constitute natural behavior essential
      penting untuk menjaga keragaman genetik populasi.                               for maintaining genetic diversity within the population.
      “Gajah seperti Codet yang berusia 70 tahun dan Getar yang                       Elephants such as Codet (70 years old) and Getar (35
      berusia 35 tahun adalah contoh nyata bagaimana satwa                            years old) illustrate the importance of safe corridors for
      ini bergantung pada koridor aman untuk keberlangsungan                          their survival. The SMART Patrol system enables real-time
      hidup mereka,” kata Genman S. Hasibuan, Kepala BBKSDA                           monitoring of vegetation growth and elephant movement
      Riau. Sistem SMART Patrol memungkinkan monitoring real-                         through satellite and artificial intelligence technologies. Each
      time pertumbuhan vegetasi pakan dan pergerakan gajah                            elephant equipped with a GPS collar can be tracked every 30
      menggunakan teknologi satelit dan artificial intelligence.                      minutes, allowing field teams to conduct early mitigation
      Setiap gajah yang dipasangi GPS collar dapat dipantau                           measures when elephants approach residential areas.
      lokasinya setiap 30 menit, memungkinkan tim lapangan
      melakukan mitigasi dini jika gajah mendekati area
      permukiman.

      Sejak dilakukan implementasi program monitoring gajah,                          Since the implementation of the elephant monitoring
      tingkat kecelakaan akibat konflik dengan satwa liar turun                       program, the rate of accidents resulting from human–wildlife
      hingga nol persen. Sistem early warning yang terintegrasi                       conflict has declined to zero percent. An integrated early
      memungkinkan Hutama Karya memberikan informasi                                  warning system enables the Company to provide real-time
      real-time kepada pengguna Jalan Tol Permai melalui VMS                          information to toll road users via Variable Message Signs
      (Variable Message Sign) dan aplikasi mobile.                                    (VMS) and mobile applications.

      “Keberhasilan program ini terukur melalui data lapangan                         The success of this program is evidenced by comprehensive
      yang komprehensif: tidak ada lagi insiden gajah menyeberang                     field data, indicating that no incidents of elephants crossing
      jalan tol secara berbahaya sejak optimalisasi underpass                         toll roads in a hazardous manner have occurred since the
      tahun 2023,” terang Adjib Populasi gajah di kantong Balai                       optimization of the underpasses in 2023. The elephant
      Raja dan Giam Siak Kecil terpantau stabil dengan indikasi                       populations within the Balai Raja and Giam Siak Kecil habitat
      reproduksi yang sehat. Tercatat tiga kelahiran anak gajah                       clusters have remained stable, with indications of healthy
      dalam dua tahun terakhir, menandakan kesuksesan program                         reproduction. Notably, three elephant calves have been
      konservasi.                                                                     recorded over the past two years, reflecting the effectiveness
                                                                                      of the conservation program.

      Pengembangan program konservasi akan diperluas dengan                           The development of conservation programs will be further
      pembangunan nursery permanen untuk pembibitan                                   expanded through the establishment of permanent nurseries
      tanaman pakan, pusat edukasi konservasi gajah, dan                              for forage plants, elephant conservation education centers,
      kemitraan riset dengan pemerhari gajah. Hutama Karya juga                       and research partnerships with conservation stakeholders.
      berencana menerapkan konsep serupa di proyek jalan tol                          The Company also plans to replicate similar approaches
      lainnya yang melintasi habitat satwa dilindungi, termasuk                       in other toll road projects intersecting protected wildlife
      Tol Sigli-Banda Aceh.                                                           habitats, including the Sigli–Banda Aceh Toll Road.

      Sumber: https://www.hutamakarya.com/hari-gajah-internasional-persembahan-       Source: Hari Gajah Internasional: Persembahan Hutama Karya untuk Perjalanan
      hutama-karya-untuk-perjalanan-cinta-gajah-di-sekitar-jalan-tol-trans-sumatera   Cinta Gajah di Sekitar Jalan Tol Trans Sumatera




        PT Hutama Karya (Persero)
170     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 171
                                                                                                                Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                           Sustainability Performance




Aspek Emisi                                                          Emissions Aspect

Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan                          Total Emissions and Emission Intensity by
Berdasarkan Jenisnya [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2,                    Type [OJK F.11, GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-4]
305-3, 305-4]


Sejalan dengan komitmen Perseroan untuk mengurangi risiko            In line with the Company’s commitment to reducing climate change
perubahan iklim, Hutama Karya memantau dan mengelola emisi           risks, Hutama Karya monitors and manages greenhouse gas (GHG)
gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh kegiatan operasional.      emissions generated from its operational activities. The Company
Perseroan mengidentifikasi tiga cakupan emisi: (a) Cakupan 1 yang    identifies three emission scopes: (a) Scope 1, which originates from
berasal dari sumber-sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh      sources owned or controlled by the Company (e.g., production
Perseroan (misalnya, proses produksi); (b) Cakupan 2 yang terkait    processes); (b) Scope 2, which is related to electricity consumption
dengan konsumsi energi listrik dari PLN atau pihak ketiga, (c)       from PLN or other third parties; and (c) Scope 3, which is related to
Cakupan 3 yang terkait dengan emisi dari produk yang dikonsumsi      emissions from products consumed by the Company, such as waste
oleh perusahaan, seperti emisi limbah, emisi dari pelayanan jalan    emissions, emissions from toll road operations, and others.
tol, dan lain-lain.


Untuk mendukung komitmen Perseroan dalam mengurangi emisi,           To support the Company’s commitment to emission reduction,
Hutama Karya telah menyusun peta jalan penurunan emisi karbon        Hutama Karya has developed a carbon emission reduction roadmap
hingga tahun 2030, yang tercantum dalam Kebijakan QHSSE dan          up to 2030, as outlined in the QHSSE Policy and RTS Policy. In 2024,
Kebijakan RTS. Pada tahun 2024, Perseroan memulai pilot project      the Company initiated a pilot project for emissions measurement at
pengukuran emisi di HK Tower dan Cabang Tol JORR-S, dengan           HK Tower and the JORR-S Toll Branch, focusing on Scope 1, Scope
fokus pada perhitungan Cakupan 1, Cakupan 2, dan Cakupan 3.          2, and Scope 3 calculations. This measurement has been verified by
Pengukuran ini telah diverifikasi oleh badan verifikasi independen   an independent verification body and represents a concrete step to
dan menjadi langkah nyata untuk mengurangi dampak lingkungan         reduce environmental impact and support future carbon emission
dan mendukung pencapaian target penurunan emisi karbon pada          reduction targets.
masa depan.


Pentingnya pemantauan ini juga sejalan dengan ketentuan              The importance of this monitoring is also aligned with national
peraturan nasional seperti Permen LHK No. 21 Tahun 2022 tentang      regulatory requirements such as Minister of Environment and
Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon. Dalam praktiknya,       Forestry Regulation No. 21 of 2022 concerning Procedures for
Perseroan menetapkan tahun dasar sebagai acuan pelacakan emisi       the Implementation of Carbon Economic Value. In practice, the
jangka panjang, dan bersiap melakukan perhitungan ulang apabila      Company establishes a base year as a reference for long-term
terdapat perubahan signifikan terhadap struktur organisasi,          emission tracking and is prepared to recalculate emissions in the
metode penghitungan, atau temuan kesalahan material dalam data       event of significant changes in organizational structure, calculation
sebelumnya.                                                          methodology, or material errors in previous data.


Data emisi yang dihasilkan disajikan dengan mempertimbangkan         The emission data presented considers all operational activities
seluruh kegiatan operasional yang dilakukan oleh Perseroan,          carried out by the Company, with the following calculation
dengan pendekatan perhitungan sebagai berikut:                       approach:
1. Emisi Langsung (Cakupan 1): Penghitungan ini mencakup             1. Direct Emissions (Scope 1): This calculation covers
    emisi gas rumah kaca yang berasal langsung dari sumber-               greenhouse gas emissions that originate directly from sources
    sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh Perseroan. Emisi          owned or controlled by the Company. These emissions include
    ini meliputi gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), metana            gases such as carbon dioxide (CO₂), methane (CH₄), and nitrous
    (CH4), dan dinitrogen monoksida (N2O), yang dihasilkan                oxide (N₂O), which are generated during operational processes
    selama proses operasional seperti pembakaran bahan bakar              such as fuel combustion or other industrial activities. Scope
    atau aktivitas industri lainnya. Sumber emisi cakupan 1 yaitu         1 emission sources include fuel consumption (BBM), fugitive
    berasal dari penggunaan BBM, fugitive, dan pembakaran                 emissions, and stationary combustion.
    stasioner.
2. Emisi Tidak Langsung (Cakupan 2): Penghitungan ini                2.   Indirect Emissions (Scope 2): This calculation covers
    mencakup emisi gas rumah kaca yang berasal dari konsumsi              greenhouse gas emissions arising from electricity consumption
    energi listrik yang disuplai oleh PLN.                                supplied by PLN.
3. Emisi Tidak Langsung (Cakupan 3): Penghitungan ini                3.   Indirect Emissions (Scope 3): This calculation covers
    mencakup emisi gas rumah kaca yang berasal dari limbah dan            greenhouse gas emissions originating from waste and the use
    penggunaan produk lainnya.                                            of other products.




                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                          2025 Sustainability Report   171
Page 172
4.   Metode Penghitungan: Penghitungan emisi dilakukan                4.    Calculation Method: Emission calculations are conducted
     dengan cara mengukur langsung bahan baku yang digunakan                by directly measuring raw materials used in the production
     dalam proses produksi menggunakan alat ukur yang telah                 process using standardized measuring instruments. This
     distandarisasi. Metode penghitungan ini mengacu pada ISO               calculation method refers to the ISO 14064 Series and IPCC
     14064 Series dan standar IPCC dan mengikuti pedoman teknis             standards and follows technical guidelines established by the
     yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian, yang             Ministry of Industry, which regulate greenhouse gas emission
     mengatur cara-cara pengukuran emisi gas rumah kaca di                  measurement methods in the manufacturing sector. This
     sektor industri manufaktur. Pilihan tersebut bertujuan untuk           approach aims to ensure the accuracy and reliability of the
     memastikan akurasi dan keandalan data emisi yang dihasilkan,           resulting emission data, as well as compliance with applicable
     serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.                             regulations.


Pemantauan emisi yang dilakukan Hutama Karya selaras dengan           Emission monitoring conducted by Hutama Karya is aligned
regulasi nasional seperti Permen LHK No. 21 Tahun 2022, dengan        with national regulations, including Minister of Environment and
menetapkan tahun dasar sebagai acuan pelacakan dan melakukan          Forestry Regulation Number 21 of 2022, by establishing a base year
penyesuaian jika terjadi perubahan signifikan dalam data atau         as a reference for tracking and performing adjustments in the event
metode. Perusahaan juga menerapkan strategi pengurangan emisi         of significant changes in data or methodology. The Company also
berbasis efisiensi biaya melalui pendekatan Marginal Abatement        implements emission reduction strategies based on cost efficiency
Cost Curve (MACC), serta melakukan evaluasi berkala untuk             through the Marginal Abatement Cost Curve (MACC) approach, as
mendukung pencapaian target net-zero. Didukung sistem informasi       well as conducting periodic evaluations to support the achievement
terintegrasi, teknologi sensor, dan otomatisasi, pengelolaan data     of net-zero targets. Supported by integrated information systems,
emisi dilakukan secara akurat dan transparan. Melalui langkah         sensor technology, and automation, emission data management is
ini, Hutama Karya tidak hanya memenuhi kewajiban pelaporan,           carried out in an accurate and transparent manner. Through these
tetapi juga berkontribusi aktif dalam upaya global penanggulangan     measures, Hutama Karya not only fulfills its reporting obligations
perubahan iklim secara berkelanjutan.                                 but also actively contributes to global efforts in addressing climate
                                                                      change in a sustainable manner.


Tabel Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2 dan 3
Table of GHG Emission Intensity Scope 1, 2, and 3

          Sumber Emisi GRK                     Satuan
                                                                     2025                       2024                      2023*
         GHG Emission Source                    Unit

 Cakupan 1
 Scope 1

 Pembakaran Bahan Bakar
                                       tCO2e                         83.321,45                  62.619,30                   193,95
 Fuel Combustion

 Emisi Fugitif
                                       tCO2e                          2.614,66                   1.375,29                   128,09
 Fugitive Emissions

 Pembakaran Stasioner
                                       tCO2e                          3.171,13                   8.559,70                    21,08
 Stationary Combustion

 Total Cakupan 1
                                       tCO2e                         89.107,24                 72.554,29                    343,12
 Total Scope 1

 Cakupan 2
 Scope 2

 Listrik yang Dibeli
                                       tCO2e                        145.931,07                     56.591                  4.956,17
 Purchased Electricity

 Total Cakupan 2
                                       tCO2e                        145.931,07                    56.591                  4.956,17
 Total Scope 2

 Cakupan 3
 Scope 3

 Emisi Limbah
                                       tCO2e                                  -                     55,72                    49,71
 Waste Emissions

 Emisi Penggunaan Produk lainnya
                                       tCO2e                                  -                    299,77                   395,27
 Other Product Use Emissions

 Perjalanan Dinas
                                       tCO2e                           233,84
 Business Travel




          PT Hutama Karya (Persero)
 172      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 173
                                                                                                                          Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                     Sustainability Performance




           Sumber Emisi GRK                        Satuan
                                                                      2025                           2024                            2023*
          GHG Emission Source                       Unit

 Total Cakupan 3
                                           tCO2e                        233,84                          355,49                          444,99
 Total Scope 3

 Jumlah Emisi GRK Cakupan 1 dan 2
                                           tCO2e                     235.038,31                     129.145,29                        5.299,29
 Total GHG Emissions Scope 1 and 2

 Jumlah Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3
                                           tCO2e                     235.272,15                     129.500,78                        5.744,28
 Total GHG Emissions Scope 1, 2, and 3

 Produksi/Kontrak yang dihadapi            Dalam Miliar Rupiah
                                                                        59.773                           70.032                         59.858
 Production/Contracts Secured              In Billion Rupiah

 Pendapatan                                Dalam Jutaan Rupiah
                                                                     25.132.919                     30.252.293                     26.926.321
 Revenue                                   In Million Rupiah

 Jumlah Karyawan                           Orang
                                                                          2.097                           2.141                          2.075
 Number of Employees                       Persons

 Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2/
 Produksi                                  tCO2e/ Miliar Rupiah
                                                                           3,93                            1,84                           0,09
 GHG Emissions Intensity Scope 1 and 2/    tCO2e/ Billion Rupiah
 Production

 Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2/
 Pendapatan                                tCO2e/ Miliar Rupiah
                                                                       0,00935                         0,00427                        0,00021
 GHG Emissions Intensity Scope 1 and 2/    tCO2e/ Billion Rupiah
 Revenue

 Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2/
 Karyawan                                  tCO2e/ Orang
                                                                        112,08                            60,32                           2,55
 GHG Emissions Intensity Scope 1 and 2/    tCO2e/ Person
 Employees

 Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan
 3/Produksi                                tCO2e/ Miliar Rupiah
                                                                           3,94                            1,85                           0,10
 GHG Emissions Intensity Scope 1, 2, and   tCO2e/ Billion Rupiah
 3/Production

 Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan
 3/Pendapatan                              tCO2e/ Miliar Rupiah
                                                                           0,01                            0,00                           0,00
 GHG Emissions Intensity Scope 1, 2, and   tCO2e/ Billion Rupiah
 3/Revenue

 Intensitas Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan
 3/Karyawan                                tCO2e/ Orang
                                                                        112,19                            60,49                           2,77
 GHG Emissions Intensity Scope 1, 2, and   tCO2e/ Person
 3/Employees

Keterangan:                                                            Description:
*) Data berasal dari HK Tower dan JORR-S                               *) Data sourced from HK Tower and JORR-S



Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi                                 Efforts and Achievements In Emission
yang Dilakukan [OJK F.12, GRI 305-5]                                   Reduction [OJK F.12, GRI 305-5]

Hutama Karya terus berkomitmen untuk mengurangi emisi yang              Hutama Karya remains committed to reducing emissions generated
dihasilkan baik dari kegiatan utama maupun aktivitas lain yang          both from its core activities and other operational activities of the
berhubungan dengan operasional Perseroan. Untuk memastikan              Company. To ensure that emissions do not exceed the established
emisi yang dihasilkan tidak melebihi batas yang ditetapkan, setiap      limits, all emission-generating equipment is routinely monitored
peralatan yang memproduksi emisi dipantau secara rutin sesuai           in accordance with applicable emission standards. Through this
dengan baku mutu yang berlaku. Dengan pendekatan ini, Perseroan         approach, the Company seeks to reduce negative environmental
berusaha untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan            impacts and support climate change mitigation efforts.
dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.


Sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi yang lebih               As part of a more comprehensive emission reduction strategy, the
komprehensif, Perseroan juga mengidentifikasi peluang cost-             Company also identifies cost-effective opportunities through the
effective melalui analisis Marginal Abatement Cost Curve (MACC),        application of the Marginal Abatement Cost Curve (MACC) analysis,
yang mendorong efisiensi energi dan transisi ke sumber energi           which promotes energy efficiency and the transition to low-carbon
rendah karbon. Evaluasi berkala dilakukan untuk meninjau                energy sources. Periodic evaluations are conducted to assess the
efektivitas strategi yang telah diterapkan dan memberikan dasar         effectiveness of implemented strategies and to serve as a basis for
bagi pengembangan roadmap menuju target net-zero.                       developing a roadmap toward net-zero targets.




                                                                                                                  PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                    2025 Sustainability Report   173
Page 174
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Perseroan melaksanakan               As part of these efforts, the Company implements several initiatives,
berbagai inisiatif, antara lain:                                         including:
1. Penyusunan dan pelaksanaan dokumen AMDAL serta RKL/RPL                1. Preparation and implementation of Environmental Impact
    sebagai bagian dari kewajiban untuk meminimalkan dampak                  Assessment (AMDAL) documents and Environmental Management
    lingkungan dari kegiatan operasional.                                    and Monitoring Plans (RKL/RPL) as part of obligations to minimize
                                                                             environmental impacts from operational activities.
2.   Melaksanakan program penghijauan yang bertujuan untuk               2. Implementation of reforestation programs aimed at improving
     memperbaiki kualitas udara dan menjaga kelestarian                      air quality and preserving the environment.
     lingkungan.
3.   Pemeliharaan rutin alat berat dan kendaraan operasional             3.   Routine maintenance of heavy equipment and operational
     guna memastikan efisiensi energi dan mengurangi emisi yang               vehicles to ensure energy efficiency and reduce emissions
     dihasilkan dari penggunaan alat tersebut.                                generated from equipment usage.
4.   Pengukuran emisi gas buang secara berkala untuk memantau            4.   Periodic measurement of exhaust emissions to monitor
     dampak operasional terhadap kualitas udara dan memastikan                operational impacts on air quality and ensure emissions remain
     emisi yang dihasilkan berada dalam batas yang diizinkan.                 within permissible limits.
5.   Seleksi vendor alat berat dengan mensyaratkan memiliki nilai        5.   Selection of heavy equipment vendors by requiring compliance
     ambang batas tidak lebih dari delapan tahun.                             with a maximum age threshold of no more than eight years.


Aspek penting lain dalam upaya ini adalah manajemen informasi.           Another important aspect of this effort is information management.
Hutama Karya membangun sistem informasi internal yang                    Hutama Karya has developed an integrated internal information
terintegrasi dengan manajemen risiko, memungkinkan proses audit          system linked to risk management, enabling greenhouse gas (GHG)
terhadap data GRK. Penggunaan teknologi baru seperti sensor              data auditing processes. The use of new technologies such as digital
digital dan sistem otomatisasi menjadi bagian dari strategi jangka       sensors and automation systems is part of the Company’s long-term
panjang perusahaan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi              strategy to improve the accuracy and efficiency of emission data
dalam pengumpulan dan pengelolaan data emisi.                            collection and management.


Proses ini bukan hanya sekadar pelaporan emisi, tetapi juga              This process is not merely emission reporting, but also reflects
merupakan bagian dari tanggung jawab Perseroan untuk berkontribusi       the Company’s responsibility to contribute to the global climate
dalam agenda global penanggulangan perubahan iklim. Dengan               change mitigation agenda. By ensuring consistency, accuracy,
memastikan konsistensi, akurasi, dan transparansi data GRK, Hutama       and transparency of GHG data, Hutama Karya demonstrates that
Karya menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur yang tangguh           resilient and modern infrastructure development can be aligned
dan modern dapat selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.        with environmental sustainability principles.


Perseroan telah menetapkan baseyear 2025 sebagai dasar dalam             The Company has established 2025 as the base year for measuring
mengukur reduksi emisi di tahun-tahun selanjutnya. Adapun baseline       emission reductions in subsequent years, with a baseline of
yang ditetapkan yaitu sebesar 235.272, 15 tCO2e. Pemilihan tahun dasar   235,272.15 tCO₂e. The selection of 2025 as the base year was made
(base year) 2025 dilakukan karena data pada tahun tersebut merupakan     because the data for that year is more comprehensive, measurable,
data Perseroan yang telah disusun secara lebih komprehensif, terukur,    well-documented, and consistently presented. Under these
terdokumentasi dengan baik, serta disajikan secara konsisten. Dengan     conditions, the 2025 data is considered more representative as a
kondisi tersebut, data tahun 2025 dinilai lebih representatif untuk      reference for monitoring, evaluation, and performance comparison
dijadikan sebagai acuan dasar dalam melakukan pemantauan,                in subsequent periods.
evaluasi, serta perbandingan kinerja pada periode-periode berikutnya.


Atas upaya yang dilakukan, di tahun 2025 terdapat penurunan              As a result of these efforts, in 2025 Scope 3 GHG emissions decreased
emisi GRK cakupan 3 menjadi sebesar 233,84 tCO2e menurun                 to 233.84 tCO₂e, down from 355.49 tCO₂e in 2024.
dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar 355,49 tCO2e.


Strategi Penanganan Perubahan Iklim                                      Climate Change Mitigation Strategy

PT Hutama Karya (Persero) telah menyusun dokumen Peta Jalan              PT Hutama Karya (Persero) has developed a Greenhouse Gas
(Roadmap) Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang memuat               (GHG) Emission Reduction Roadmap document which includes
pernyataan target penurunan emisi GRK sebagai berikut: “Peta             a statement of GHG emission reduction targets as follows: “This
jalan ini dibuat untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang             roadmap is designed to identify steps that can be taken to enable
dapat diambil untuk memungkinkan transisi perusahaan menuju              the Company’s transition toward efficient and resilient zero-
bangunan dan konstruksi tanpa emisi yang efisien dan tangguh             emission buildings and construction in line with the Net Zero
selaras dengan target Net Zero Emission di 2060”. Target penurunan       Emission target by 2060.” The GHG emission reduction targets have
emisi GRK tersebut juga telah dituangkan dalam periode jangka            also been defined for the short-term, medium-term, and long-term
pendek, menengah, dan panjang sebagai berikut:                           periods as follows:



         PT Hutama Karya (Persero)
 174     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 175
                                                                                                        Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                   Sustainability Performance




                  Peta Jalan (Roadmap) Penurunan Emisi GRK PT Hutama Karya (Persero)
                       PT Hutama Karya (Persero)'s GHG Emission Reduction Roadmap


                           Jangka Pendek (2025)           Jangka Menengah (2030)            Jangka Panjang (2050)
                                Short-Term                     Medium-Term                       Long-Term




                          •   Perubahan Perilaku          •   Penggunaan Building           •      Peningkatan penggunaan
                              (Behavioral Change)             Energy Management                    Energi Terbarukan (on-site
      Bangunan            •   Pelatihan Manajemen             System (BEMS)                        dan off-site)
       Building               Energi                      •   Utilization of the Building   •      Increase in the utilization
     (HK Tower)           •   Behavioral Change               Energy Management                    of renewable energy (on-
                          •   Energy Management               System (BEMS)                        site and off-site)
                              Training




                          •   Perubahan Perilaku          •   Penggunaa Energi              •      Peningkatan penggunaan
                              (Behavioral Change) dalam       Terbarukan (Solar PV)                Energi Terbarukan (off-site)
Operasional Jalan Tol         efisiensi penggunaan        •   Utilization of Renewable      •      Increase in the utilization
                              energi                          Energy (Solar PV)                    of renewable energy (off-
 Toll Road Operations
                          •   Behavioral Change in                                                 site)
                              energy use efficiency




                          •   Implementasi Gerakan        •   Penggunaa Alat Berat          •      Penggunaan material
                              Penanaman Pohon Satu            dengan usia alat <5 Tahun            konstruksi rendah karbon
Operasional Jalan Tol         Orang Satu Pohon (One       •   Utilization of Heavy                 dan berkelanjutan
                              Man One Tree)                   Equipment with an age of      •      Utilization of low-
 Toll Road Operations
                          •   Implementation of the           less than 5 years                    carbon and sustainable
                              One Man One Tree tree-                                               construction materials
                              planting initiative




                                                                                                PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                  2025 Sustainability Report      175
Page 176
Pengendalian Emisi Penipis Lapisan Ozon                                    Control of Ozone Depleting Substance
[GRI 305-6]                                                                Emissions [GRI 305-6]

Sebagai perusahaan konstruksi dan infrastruktur berskala nasional,         As a national-scale construction and infrastructure company,
Hutama Karya menyadari bahwa aktivitas operasional tidak terlepas          Hutama Karya recognizes that its operational activities are
dari potensi menghasilkan emisi udara, termasuk emisi yang                 inseparable from the potential generation of air emissions, including
mengandung bahan perusak ozon (Ozone Depleting Substances/                 emissions containing ozone-depleting substances (ODS) as well as
ODS) maupun emisi udara signifikan lainnya. Komitmen Hutama                other significant air pollutants. Hutama Karya’s commitment to
Karya dalam mengurangi pencemaran udara tercermin dalam                    reducing air pollution is reflected in the Company’s policies.
kebijakan Perseroan.


Hutama Karya senantiasa mengendalikan emisi udara dan                      Hutama Karya consistently controls air emissions and
bahan perusak ozon (ODS) melalui penggunaan teknologi ramah                ozone-depleting substances (ODS) through the utilization of
lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan operasional                environmentally friendly technologies, energy efficiency measures,
yang terintegrasi. Upaya ini mencakup penggantian refrigeran               and integrated operational management. These efforts include
berbahaya dengan alternatif yang lebih aman, pemeliharaan rutin            the substitution of hazardous refrigerants with safer alternatives,
peralatan dan kendaraan untuk menekan emisi, serta pembatasan              routine maintenance of equipment and vehicles to reduce
penggunaan sumber polusi seperti genset. Di tingkat proyek,                emissions, and the limitation of pollution sources such as gensets.
perusahaan juga menerapkan pengendalian debu, menjaga                      At the project level, the Company also implements dust control
kualitas ventilasi, dan menyediakan alat pelindung diri bagi               measures, maintains ventilation quality, and provides personal
pekerja. Selain itu, pemantauan kualitas udara dan inventarisasi           protective equipment for workers. In addition, air quality monitoring
emisi dilakukan secara berkala untuk memastikan pengendalian               and emission inventory are conducted on a regular basis to ensure
berjalan efektif. Melalui langkah-langkah ini, Hutama Karya                the effectiveness of control measures. Through these initiatives,
berkomitmen mendukung lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan             Hutama Karya is committed to supporting a cleaner, healthier, and
berkelanjutan.                                                             more sustainable environment.


Data Emisi Zat Perusak Ozon HFCs dari Sistem AC (R22)
Data on Ozone-Depleting Substances Emissions (HFCs from Air Conditioning Systems – R22)

          Volume/Kuantitas dalam 1 tahun                         Potensi Pemanasan Global                     Emisi yang Dihasilkan
              Volume/Quantity per year                            Global Warming Potential                     Emissions Generated
                (SF6 = kg; HFCs = kg)                                 (ton CO2eq/kg)                             (ton CO2eq/kg)

                          299,5                                           1.810,00                                     542,10



Hutama Karya juga melakukan berbagai inisiatif untuk penurunan             Hutama Karya also implements various initiatives to reduce ODS
emisi ODS dan emisi udara signifikan lainnya, seperti:                     emissions and other significant air emissions, such as:
• Melakukan pendekatan berbasis substitusi, efisiensi, dan                 • Applying        substitution-based     approaches,      efficiency
    perawatan berkala terhadap peralatan pendingin. Perseroan                  improvements, and regular maintenance of cooling equipment.
    telah beralih menggunakan pendingin berjenis hidrokarbon                   The Company has transitioned to using hydrocarbon-
    yang tidak mengandung CFC maupun HCFC, pada unit AC di                     based cooling systems that do not contain CFCs or HCFCs
    kantor maupun di lapangan. Selain itu, AC hemat energi dengan              in air conditioning units at both office and field locations. In
    teknologi inverter menjadi pilihan utama untuk menekan emisi               addition, energy-efficient inverter air conditioners are the
    tidak hanya dari sisi konsumsi listrik, tetapi juga dari refrigeran        preferred choice to reduce emissions not only from electricity
    yang digunakan.                                                            consumption but also from the refrigerants used.
• Melakukan perawatan kendaraan operasional dan alat                       • Conducting regular maintenance of operational vehicles and
    berat secara berkala, termasuk dengan memastikan sistem                    heavy equipment, including ensuring optimal combustion
    pembakaran bekerja optimal dan tidak menghasilkan gas                      system performance to prevent excessive exhaust emissions.
    buang yang berlebihan. Emisi kendaraan juga diuji secara                   Vehicle emissions are also periodically tested in accordance
    berkala dengan mengacu pada standar nasional dan                           with national and international standards.
    internasional.
• Menetapkan ketinggian cerobong minimum pada sumber emisi                 •    Establishing minimum stack height requirements for stationary
    tidak bergerak dan melakukan pengukuran parameter emisi                     emission sources and conducting emission parameter
    sesuai dengan kapasitas unit yang digunakan.                                measurements in accordance with the capacity of the
                                                                                equipment used.
•    Membatasi penggunaan genset, hanya dapat digunakan pada               •    Limiting the use of generators, which are only permitted for
     kondisi darurat atau penggunaan terbatas.                                  emergency conditions or limited usage.




          PT Hutama Karya (Persero)
    176   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 177
                                                                                                                      Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                 Sustainability Performance




•        Melakukan pengendalian debu dan gas melalui penyemprotan           •   Implementing dust and gas control measures through water
         air, penjadwalan aktivitas saat kondisi angin memungkinkan,            spraying, scheduling activities based on favorable wind
         hingga edukasi kepada pengemudi untuk mengurangi                       conditions, and educating drivers to reduce vehicle speed.
         kecepatan kendaraan.
•        Memanfaatkan alat pemantau kualitas udara yang memberikan          •   Utilizing air quality monitoring devices that provide real-time
         data secara real time.                                                 data.
•        Inventarisasi melalui pencatatan, pengukuran, dan evaluasi         •   Conducting inventory through recording, measurement, and
         emisi dari berbagai sumber.                                            evaluation of emissions from various sources.


Komitmen Hutama Karya dalam mengendalikan ODS dan polusi                    Hutama Karya’s commitment to controlling ODS and air pollution
udara adalah bagian dari peran aktif perusahaan dalam mendukung             is part of the Company’s active role in supporting Indonesia’s
target Indonesia menuju pembangunan rendah karbon. Melalui                  low-carbon development targets. Through the integration of
integrasi praktik ramah lingkungan ke dalam setiap lini kerja,              environmentally friendly practices into all operational lines,
Hutama Karya tidak hanya menciptakan dampak positif terhadap                Hutama Karya not only creates positive environmental impacts but
lingkungan hidup, tetapi juga memastikan terciptanya ruang kerja            also ensures the establishment of a safe, healthy, and sustainable
yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh karyawan dan               working environment for all employees and surrounding
masyarakat sekitar.                                                         communities.


Beban Emisi Non GRK [GRI 305-7]                                             Non-Greenhouse Gas Emissions [GRI 305-7]

Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap manajemen                    In line with increasing awareness of environmental management,
lingkungan, Hutama Karya melakukan pengukuran emisi udara                   Hutama Karya measures air emissions from operational vehicles,
dari kendaraan operasional, alat berat, dan mesin statis (genset),          heavy equipment, and stationary machinery (generators), with
dengan fokus pada emisi particulate matter (PM10) dan karbon                a focus on particulate matter (PM10) and carbon monoxide (CO)
monoksida (CO). Perseroan menyadari bahwa aktivitas operasional             emissions. The Company recognizes that its operational activities
menghasilkan emisi PM10 dan CO. Oleh karena itu, Hutama Karya               generate PM10 and CO emissions. Therefore, Hutama Karya is
berkomitmen melakukan pemantauan kualitas emisi secara                      committed to conducting regular emission quality monitoring. This
rutin. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa emisi                monitoring aims to ensure that the emissions generated do not
yang dihasilkan tidak melebihi baku mutu yang telah ditetapkan.             exceed the established quality standards. PM10 and CO emission
Pemantauan emisi PM10 dan CO dilakukan pada sumber emisi                    monitoring is conducted for both mobile and stationary emission
bergerak dan tidak bergerak, dengan hasil yang menunjukkan                  sources, with results indicating that emission levels remain
bahwa tingkat emisi berada di bawah baku mutu yang berlaku.                 below the applicable regulatory thresholds. The following are the
Berikut ini adalah hasil pemantauan yang telah dilakukan oleh               monitoring results conducted by the Company:
Perseroan:


                                       Satuan
            Parameter                                              2025                          2024                           2023
                                        Unit

    PM10                       μg/m³                                   25                            47                           85,78

    CO                         μg/m³                               <1.000                        <1.000                          1.145,2




Aspek Limbah dan Efluen                                                     Waste and Effluent Aspect

Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan                                    Total Waste and Effluent Generated by Type
Berdasarkan Jenis [OJK F.13]                                                [OJK F.13]


Kegiatan operasional Hutama Karya menghasilkan limbah sebagai               Operational activities of Hutama Karya generate waste as a
konsekuensi dari pelaksanaan proses konstruksi. Dampak aktual               consequence of construction processes. Significant actual and
dan potensial terkait limbah yang signifikan pada Perusahaan                potential waste impacts for the Company mainly arise from
terutama berasal dari kegiatan operasional yang melibatkan                  operational activities involving the use of raw materials and
penggunaan bahan baku, dan material pendukung. Masukan                      supporting construction materials. Inputs in the form of materials
berupa material dan bahan bangunan yang digunakan dalam                     and construction supplies used in operational activities generate
aktivitas operasional, yang dalam pelaksanaannya menghasilkan               outputs in the form of non-hazardous waste (non-B3) and hazardous
keluaran berupa limbah non-B3 dan limbah B3. Apabila tidak                  waste (B3). If not properly managed, these wastes may cause
dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi menimbulkan                environmental impacts such as soil and water pollution, as well as




                                                                                                              PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                2025 Sustainability Report   177
Page 178
dampak terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air,          health and safety risks. Waste-related impacts may also arise across
serta risiko terhadap kesehatan dan keselamatan. Potensi dampak        the value chain, both upstream through supplier and contractor
terkait limbah juga dapat muncul dalam rantai nilai, baik pada         activities, and downstream in the transportation, treatment, and
tahap hulu melalui aktivitas pemasok dan kontraktor, maupun            disposal processes handled by third parties.
pada tahap hilir dalam proses pengangkutan, pengolahan, dan
pemusnahan limbah oleh pihak ketiga.


Hutama Karya berupaya untuk mencegah timbulan limbah serta             Hutama Karya seeks to prevent waste generation and manage
mengelola dampak signifikan dari limbah yang dihasilkan dalam          significant impacts arising from its operational activities. These
kegiatan operasionalnya. Upaya tersebut dilakukan melalui              efforts are carried out through the implementation of waste
penerapan prinsip pengelolaan limbah yang mengutamakan                 management principles that prioritize prevention, reduction,
pencegahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang           reuse, and recycling (3R) as part of a circular economy approach.
(3R), sebagai bagian dari pendekatan sirkularitas. Hutama Karya        The Company has implemented segregation of both B3 and non-B3
telah melakukan pemilahan limbah B3 dan non B3 yang dihasilkan         waste generated from its operational activities.
dari aktivitas operasionalnya.


Hutama Karya senantiasa memastikan bahwa seluruh limbah yang           The Company ensures that all waste generated, both non-B3 and
dihasilkan, baik limbah non-B3 maupun limbah B3, telah melalui         B3 waste, is properly managed and treated in accordance with
proses pengelolaan dan pengolahan yang sesuai dengan ketentuan         applicable regulations, thereby meeting government-established
yang berlaku, sehingga memenuhi standar kualitas lingkungan            environmental quality standards.
yang ditetapkan oleh pemerintah.


Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan dan perlindungan         As a manifestation of its commitment to sustainability and
lingkungan, Hutama Karya menerapkan sistem pengelolaan limbah          environmental protection, Hutama Karya implements an integrated,
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang terintegrasi, ketat, dan         stringent, and regulatory-compliant management system for
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan           Hazardous and Toxic Waste (B3), aimed at minimizing pollution risks
tujuan meminimalkan risiko pencemaran sekaligus menjamin               while ensuring occupational health and safety. The management
keselamatan dan kesehatan kerja. Pengelolaan diawali dengan            process begins with the identification and classification of chemical
identifikasi serta klasifikasi bahan kimia berdasarkan karakteristik   substances based on their hazardous characteristics, followed by
bahayanya, yang kemudian diikuti dengan pencatatan rinci,              detailed recording, standardized labeling, the provision of safety
pelabelan sesuai standar, serta penyediaan dokumen keselamatan         documentation such as Material Safety Data Sheets (MSDS), and
seperti MSDS dan fasilitas penyimpanan khusus yang aman. Limbah        the establishment of secure dedicated storage facilities. Hazardous
B3 yang dihasilkan dikelola melalui tahapan sistematis, mulai dari     and Toxic Waste (B3) generated is managed through systematic
identifikasi, pengemasan, penyimpanan sementara sesuai batas           stages, including identification, packaging, temporary storage in
waktu yang ditetapkan, hingga pengangkutan dan pengolahan              accordance with the stipulated time limits, as well as transportation
oleh pihak berizin resmi dengan dukungan sistem manifest dan           and treatment by duly licensed entities, supported by a manifest
pelaporan digital. Selain itu, perusahaan memastikan pengawasan        system and digital reporting. In addition, the Company ensures strict
ketat melalui pencatatan logbook, neraca limbah, serta pelaporan       supervision through logbook recording, waste balance tracking, and
berkala kepada otoritas terkait, didukung fasilitas penyimpanan        periodic reporting to the relevant authorities, supported by storage
yang memenuhi aspek keselamatan dan tanggap darurat. Hutama            facilities that meet safety and emergency response requirements.
Karya juga memperluas tanggung jawab ini kepada mitra kerja            Hutama Karya also extends this responsibility to its business
dan subkontraktor dengan memastikan adanya pengelolaan                 partners and subcontractors by ensuring the implementation
limbah yang sesuai standar. Melalui pendekatan menyeluruh ini,         of waste management practices in accordance with established
perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga        standards. Through this comprehensive approach, the Company
memperkuat budaya kerja yang aman, bertanggung jawab, dan              not only fulfills its regulatory obligations but also strengthens
berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.                            a work culture that is safe, responsible, and oriented toward
                                                                       environmental sustainability.


Hutama Karya telah mengukur besaran limbah yang dihasilkan dari        Hutama Karya has measured the amount of waste generated from
kegiatan operasionalnya. Metode Hutama Karya dalam mengukur            its operational activities. The Company’s method for measuring
dan memantau jumlah limbah yang dihasilkan yaitu dengan                and monitoring waste generation includes providing temporary
membuat tempat penampungan sementara limbah non B3 dibuat              storage facilities for non-B3 waste with standardized dimensions.
dengan ukuran tertentu. Limbah non-b3 atau domestik yaitu              Non-B3 or domestic waste includes food waste and wood waste,
sampah makanan dan sampah kayu serta limbah b3 cair dan padat.         while B3 waste includes both liquid and solid hazardous waste.
Pengumpulan limbah non B3 yang ada di setiap area dikumpulkan          Non-B3 waste collected from each area is stored in temporary
pada penampungan sementara limbah non B3. Selanjutnya, limbah          waste collection points. Subsequently, non-B3 waste is periodically
non-B3 dibuang secara berkala dengan ditimbang terlebih dahulu,        disposed of after being weighed, before being collected by licensed
sebelum diambil oleh pihak ke-3 yang berijin dari DKRTH. Hutama        third-party waste management providers approved by DKRTH. The



         PT Hutama Karya (Persero)
 178     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 179
                                                                                                                     Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                Sustainability Performance




Karya melakukan perhitungan jumlah limbah non-b3 dengan                  Company estimates non-B3 waste quantities using truck volume
menggunakan estimasi volume bak truk pengangkut. Limbah                  capacity calculations. Non-B3 waste is then sent to waste banks
non B3 yang dihasilkan nantinya akan dikirim ke bank sampah              for sorting and partially disposed of at licensed final disposal sites
untuk dipilah terlebih dahulu dan sebagian langsung dibuang ke           (TPAS Bagendung). Waste segregation is supported by a four-color
TPAS berizin (Bagendung). Pemilahan limbah dilakukan dengan              waste sorting system for domestic waste and collaboration with
menggunakan tempat sampah 4 warna untuk pemilahan sampah                 waste bank programs.
domestik dan bekerja sama dengan Bank Sampah.


Terkait dengan limbah B3, upaya Hutama Karya dalam                       For B3 waste, Hutama Karya collects and monitors all hazardous
mengumpulkan dan memantau limbah B3 yaitu dengan melakukan               waste generated by recording it monthly before being stored in
pencatatan semua limbah B3 yang dihasilkan sebelum masuk ke              B3 temporary storage facilities (TPS), if any waste is generated.
TPS limbah B3 setiap bulannya (jika ada limbah yang di hasilkan).        B3 waste is managed by third-party licensed operators, with
Limbah B3 dikelola oleh pihak ketiga, dalam proses penentuannya,         recommendations obtained from local Environmental Agencies
meminta saran dari DLH setempat, rekomendasi perusahaan                  (DLH) in determining the appropriate waste management
pengelola limbah B3.                                                     companies.


Upaya Hutama Karya dalam mengurangi jumlah limbah yang                   The Company’s efforts to reduce waste generation include limiting
dihasilkan di antaranya dengan membatasi pemakaian plastik,              plastic usage, recycling plastic waste at BTB Rest Areas (in sorting
melakukan daur ulang sampah plastik di Rest Area BTB (dalam              process), reusing scrap iron into new products, and eliminating
proses pemilahan), memanfaatkan scrap atau besi tua menjadi              single-use bottled mineral water in operational activities, replacing
produk baru, tidak menggunakan mineral kemasan untuk kegiatan            them with glasses and tumblers. The data presented in 2025
oprasional di kantor, diganti menggunakan dengan gelas dan               represents consolidated waste data, including the Company’s
tumbler. Data yang disajikan di tahun 2025 merupakan data limbah         subsidiaries, whereas the data for 2024 and 2023 only represents
secara konsolidasi dengan melibatkan entitas anak, sedangkan di          Hutama Karya’s standalone operations. The total waste generated
tahun 2024 dan 2023 merupakan data yang berasal dari Hutama              by Hutama Karya and all subsidiaries is as follows:
Karya saja. Adapun total limbah yang dihasilkan dari Hutama Karya
dan seluruh entitas anak sebagai berikut:


Tabel Total Limbah
Table of Total Waste

                  Jenis Limbah
                                             Satuan                   2025                       2024                           2023
                  Type of Waste

 Limbah domestik (cair)
                                                m3                  127.975,39
 Domestic Waste (Liquid)

 Limbah konstruksi
                                               ton                     711,78
 Construction Waste

 Limbah domestik (Padat)
                                               ton              1.277.709,96
 Domestic Waste (Solid)

 Limbah Manufaktur (Scrap Besi)
                                               ton                    2.502,00
 Manufacturing Waste (Scrap Iron)

 Total Limbah Tidak Berbahaya
                                               Ton              1.408.899,13                     1.111,00                      492,21
 Total Non-Hazardous Waste

 Limbah (cair)
                                               Liter                  3.029,29
 Waste (Liquid)

 Limbah konstruksi
                                               ton                    2.687,97
 Construction Waste

 Limbah (Padat)
                                               ton                    3.813,86
 Waste (Solid)

 Limbah Manufaktur
                                               ton                           -
 Manufacturing Waste

 Total Limbah Berbahaya
                                               Ton                    9.531,17                     190,12                        5,01
 Total Hazardous Waste

 Efluen
                                                M3                    5.396,82
 Effluent

 Total Limbah yang Dihasilkan
                                               Ton              1.472.453,00                     1.301,11                      497,21
 Total Waste Generated




                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                              2025 Sustainability Report   179
Page 180
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen                             Waste and Effluent Management Mechanism
[OJK F.14, 303-2]                                                   [OJK F.14, 303-2]


Pengelolaan limbah dilakukan oleh karyawan yang memiliki            Waste management is carried out by employees with specialized
sertifikasi khusus di bidang lingkungan, guna memastikan seluruh    environmental certifications to ensure that all types of waste are
jenis limbah ditangani secara tepat dan aman bagi lingkungan.       handled properly and safely for the environment. As part of its
Sebagai bentuk komitmen dalam mencegah terjadinya pencemaran        commitment to preventing environmental pollution, Hutama Karya
lingkungan, Hutama Karya menerapkan berbagai inisiatif untuk        implements various initiatives to reduce waste generation, both
mengurangi timbulan limbah, baik limbah domestik atau non-B3        non-hazardous (non-B3) and hazardous and toxic waste (B3). All
maupun limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Seluruh proses      waste collection and management processes within the Company
pengumpulan dan pengelolaan limbah di lingkungan perusahaan         are conducted in accordance with applicable laws and regulations,
dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan peraturan             including:
perundang-undangan yang berlaku, antara lain:
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021        1.   Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 22 of
     tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan                2021 concerning Environmental Protection and Management.
     Lingkungan Hidup.
2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 tentang       2.   Law of the Republic of Indonesia No. 18 of 2008 concerning
     Pengelolaan Sampah.                                                 Waste Management.


Sebagai wujud komitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,      As part of its commitment to environmental sustainability, Hutama
Hutama Karya secara konsisten melakukan pengelolaan limbah yang     Karya consistently manages waste generated from all operational
dihasilkan dari seluruh aktivitas operasional secara bertanggung    activities in a responsible manner. Each stage of waste management
jawab. Setiap tahapan pengelolaan limbah tersebut dilaksanakan      is carried out through regular monitoring and evaluation to ensure
melalui proses pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara        effective implementation. The results of these evaluations serve as a
berkala guna memastikan efektivitas pelaksanaannya. Hasil dari      basis for continuous improvement and strengthening the Company’s
proses evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam melakukan    environmental management performance. The following presents
perbaikan berkelanjutan serta memperkuat kinerja Perseroan          the Company’s waste management performance.
dalam pengelolaan lingkungan. Berikut disajikan informasi terkait
kinerja pengelolaan limbah yang telah dilaksanakan oleh Hutama
Karya.


Pengelolaan limbah yang efektif tidak hanya bertujuan untuk         Effective waste management not only aims to minimize negative
meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga        environmental impacts but also supports natural resource
mendukung upaya konservasi sumber daya alam dan pencegahan          conservation and pollution prevention. To achieve this, the
pencemaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, Perseroan               Company implements various initiatives ranging from waste
menerapkan berbagai inisiatif, mulai dari pengurangan timbulan      reduction to reuse and recycling of recoverable materials. As part
limbah hingga pemanfaatan kembali limbah yang dapat didaur          of its commitment to environmental preservation, the Company
ulang. Sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga kelestarian    actively reduces non-B3 waste generation through several
lingkungan, Perseroan juga berperan aktif dalam mengurangi          measures, including:
timbulan limbah non-B3. Beberapa langkah konkret yang telah
diambil, antara lain:
1. Menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).                  1.   Implementation of the 3R principles (reduce, reuse, recycle).
2. Mengolah limbah organik melalui pengomposan dan budidaya         2.   Processing organic waste through composting and Black
    maggot BSF.                                                          Soldier Fly (BSF) maggot cultivation.
3. Penggunaan teknologi informasi dengan menerapkan                 3.   Use of information technology systems such as E-Office, SAP,
    sistem E-Office, SAP, dan HK SHIELD untuk mengelola data             and HK SHIELD to digitize data management, reduce paper
    secara digital, mengurangi ketergantungan pada kertas, dan           usage, and improve operational efficiency.
    meningkatkan efisiensi operasional.
4. Mengimplementasikan kebijakan penggunaan kertas dua sisi         4.   Implementation of a two-sided printing policy to reduce paper
    untuk menghemat penggunaan kertas.                                   consumption.
5. Mengelola sampah kertas dengan mendaur ulangnya melalui          5.   Recycling paper waste through collaboration with waste
    kerja sama dengan mitra pengelolaan limbah dan daur ulang.           management and recycling partners.
6. Pembuatan perabotan menggunakan sisa konstruksi.                 6.   Production of furniture using construction waste materials.
7. Mendaur ulang sampah kertas dan sampah non organik lainnya       7.   Recycling paper and other non-organic waste and sending non-
    serta menyalurkan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan               recoverable waste to licensed final disposal sites (TPA).
    kembali ke tempat pembuangan akhir (TPA).
8. Pemanfaatan ulang limbah besi untuk perbaikan struktur.          8.   Reuse of scrap iron for structural repair purposes.




         PT Hutama Karya (Persero)
180      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 181
                                                                                                                   Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                              Sustainability Performance




Dalam rangka mengelola limbah B3, Perseroan menerapkan                  In managing hazardous waste (B3), the Company implements
prosedur dan langkah-langkah yang sesuai dengan peraturan yang          procedures and measures in accordance with applicable regulations
berlaku untuk memastikan limbah tersebut dikelola dengan aman           to ensure safe and effective handling, including:
dan efektif, seperti:
1. Melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan Peraturan              1.   Managing hazardous waste in accordance with Minister
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia                of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021
    Nomor 6 Tahun 2021 tentang Tata Cara dan Persyaratan                     concerning Procedures and Requirements for Hazardous Waste
    Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.                          Management.
2. Melakukan klasifikasi berdasarkan sifat bahayanya, seperti:          2.   Classification based on hazard characteristics, such as
    mudah meledak, mudah terbakar, toksik, korosif, iritan, hingga           explosive, flammable, toxic, corrosive, irritant, carcinogenic,
    karsinogenik, teratogenik, atau mutagenik.                               teratogenic, or mutagenic properties.
3. Melakukan modifikasi untuk pengurangan timbulan limbah.              3.   Process modifications to reduce waste generation.
4. Mengganti material dengan jenis yang memiliki siklus hidup           4.   Substitution with materials that have longer life cycles.
    lebih panjang.
5. Memperpanjang masa pakai katalis.                                    5.   Extension of catalyst service life.
6. Daur ulang limbah B3 untuk dijadikan substitusi bahan baku           6.   Recycling hazardous waste as substitute raw materials.
    produksi.
7. Menjalin kerja sama dengan pihak ketiga yang bersertifikat           7.   Cooperation with certified third-party waste management
    untuk mengolah limbah.                                                   providers.


Data yang disajikan di tahun 2025 merupakan data limbah secara          The data presented in 2025 represents consolidated waste data,
konsolidasi dengan melibatkan entitas anak, sedangkan di tahun          including subsidiaries, whereas the data in 2024 and 2023 reflects
2024 dan 2023 merupakan data yang berasal dari Hutama Karya             waste data derived solely from Hutama Karya. The total waste
saja. Adapun total limbah yang dihasilkan dari Hutama Karya dan         generated by Hutama Karya and all subsidiaries is presented as
seluruh entitas anak sebagai berikut:                                   follows:


Tabel Total Limbah
Table of Total Waste                                                                                                            (dalam Ton/in Tons)


                  Jenis Limbah
                                                          2025                            2024                              2023
                  Type of Waste

 Limbah Tidak Berbahaya
 Non-Hazardous Waste
   Dimanfaatkan Kembali
                                                               38,30                        24,93                              0,00
   Reused
   Didaur Ulang
                                                               76,58                        51,59                            65,71
   Recycled
   Dibuang ke TPA
                                                            2.293,59                       860,85                           425,85
   Sent to Landfill (TPA)
   Dikirim ke Pihak Ketiga
                                                        1.279.018,20                       173,62                              0,65
   Sent to Third Parties
 Total Limbah Tidak Berbahaya
                                                        1.281.426,67                     1.111,00                           492,21
 Total Non-Hazardous Waste
 Limbah Berbahaya
 Hazardous Waste
   Dimanfaatkan Kembali
                                                                 0,55                        0,00                              0,00
   Reused
   Didaur Ulang
                                                                 0.00                        0.00                              0.00
   Recycled
   Dikirim ke Pihak Ketiga
                                                           15.397,20                       190,12                              5,01
   Sent to Third Parties
 Total Limbah Berbahaya
                                                             15.399                        190,12                             5,01
 Total Hazardous Waste
 Total Limbah yang Dihasilkan
                                                        1.296.825,66                     1.301,11                           497,21
 Total Waste Generated
 Total Limbah yang Menggunakan 3R
 Total Waste Managed Using 3R (Reduce, Reuse,                115,43                         76,52                            65,71
 Recycle)




                                                                                                           PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                             2025 Sustainability Report    181
Page 182
Hutama Karya bersama entitas anak telah menerapkan berbagai          Hutama Karya, together with its subsidiaries, has implemented
langkah strategis dalam rangka mengurangi serta memanfaatkan         various strategic measures to reduce and utilize hazardous and
limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Upaya tersebut              toxic waste (B3). These efforts are carried out by minimizing
dilakukan dengan menekan timbulan limbah sejak tahap awal pada       waste generation at the source during the initial stages, thereby
sumbernya, sehingga dapat mencegah terjadinya akumulasi limbah       preventing the accumulation of waste that could potentially harm
yang berpotensi membahayakan lingkungan. Selain itu, Perseroan       the environment. In addition, the Company also promotes the reuse
juga mengupayakan pemanfaatan kembali serta daur ulang limbah        and recycling of B3 waste wherever possible, including reusing
B3 sepanjang memungkinkan, termasuk penggunaan kembali               materials for other purposes, in order to reduce the volume of waste
material tersebut untuk keperluan lain, guna mengurangi volume       that must be disposed of or further treated.
limbah yang harus dibuang atau diolah lebih lanjut.


Di samping itu, Hutama Karya turut melakukan pengelolaan             Furthermore, Hutama Karya also manages B3 waste generated
terhadap limbah B3 yang dihasilkan oleh pemasok atau                 by suppliers or subcontractors, particularly those who do not
subkontraktor, khususnya bagi pihak-pihak yang belum memiliki        yet have their own waste management systems. Through the
sistem pengelolaan limbah sendiri. Melalui penerapan langkah-        implementation of these measures, the Company is committed to
langkah tersebut, Perseroan berkomitmen untuk meminimalkan           minimizing negative environmental impacts and promoting more
dampak negatif terhadap lingkungan serta mendorong pengelolaan       sustainable waste management practices. Further information
limbah yang lebih berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai     regarding effluent management is presented in the Water Aspect
pengelolaan efluen disajikan pada bagian Aspek Air dalam Laporan     section of this Sustainability Report.
Keberlanjutan ini.


Tumpahan yang Terjadi [OJK F.15]                                     Spill Incidents that Occurred [OJK F.15]

Hutama Karya secara aktif meninjau seluruh aktivitas yang            Hutama Karya actively reviews all activities involving chemicals or
melibatkan bahan kimia atau zat berbahaya yang dapat mencemari       hazardous substances that may contaminate water channels, and
saluran air, serta menilai risiko dari limbah cair yang dihasilkan   assesses the risks of wastewater generated during work processes.
selama proses kerja. Potensi kebocoran dari sistem penyimpanan       Potential leaks from storage systems and operational activities
dan kegiatan operasional ditinjau secara berkala untuk mencegah      are regularly reviewed to prevent contamination of surface water
kontaminasi terhadap air permukaan dan saluran pembuangan.           and drainage systems. The Company also sets high standards for
Perseroan juga menetapkan standar tinggi dalam penyimpanan           the storage of chemicals and hazardous liquids. All substances are
bahan kimia dan cairan berbahaya. Semua bahan disimpan di area       stored in sealed, leak-proof areas, clearly labeled, and kept away
tertutup yang tahan bocor, diberi label yang jelas, dan dijauhkan    from water sources. Security systems and emergency response
dari sumber air. Sistem pengamanan dan fasilitas tanggap darurat     facilities are provided near storage areas to anticipate spill or
disediakan di dekat area penyimpanan untuk mengantisipasi            leakage incidents. Personnel responsible for handling chemicals are
kejadian tumpahan atau kebocoran. Petugas yang bertanggung           equipped with specialized training to ensure safe handling.
jawab atas bahan kimia telah dibekali pelatihan khusus untuk
memastikan penanganan dilakukan secara aman.


Komitmen Hutama Karya terhadap pengelolaan limbah cair ini           Hutama Karya’s commitment to wastewater management is
tercermin dalam program pelatihan dan penyuluhan kepada              reflected in employee training and awareness programs. Employees
karyawan. Karyawan dibekali pengetahuan mengenai pentingnya          are provided with knowledge on the importance of wastewater
pengelolaan air limbah, prosedur penanganan bahan cair               management, procedures for handling hazardous liquids, and the
berbahaya, serta dampak pencemaran air terhadap kesehatan            environmental and health impacts of water pollution. Emergency
dan lingkungan. Latihan darurat dilakukan secara berkala untuk       drills are conducted regularly to ensure readiness in responding to
memastikan kesiapan menghadapi potensi insiden yang berkaitan        potential wastewater-related incidents, particularly spills.
dengan air limbah, terutama tumpahan.


Meskipun tumpahan tidak dapat sepenuhnya dihindari, risiko           Although spills cannot be fully avoided, risks can be minimized
tersebut dapat diminimalisasi dengan sistem manajemen yang           through a well-established management system and high
matang dan kesiapsiagaan yang tinggi. Oleh karena itu, Perseroan     levels of preparedness. Therefore, the Company has developed
telah mengembangkan kebijakan dan prosedur penanganan                comprehensive spill response policies and procedures integrated
tumpahan yang komprehensif yang terintegrasi dalam sistem            into the QHSSE system.
QHSSE.


Seluruh unit operasional Hutama Karya dilengkapi dengan peralatan    All Hutama Karya operational units are equipped with emergency
tanggap darurat, seperti spill kit, APAR/APAB, dan alat pelindung    response tools such as spill kits, APAR/APAB, and personal protective
diri. Tim tanggap darurat di setiap proyek dan lokasi kerja juga     equipment (PPE). Emergency response teams at each project site




         PT Hutama Karya (Persero)
 182     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 183
                                                                                                                       Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                  Sustainability Performance




dilatih secara rutin untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi            are also regularly trained to ensure readiness in handling spill
insiden tumpahan. Selain itu, potensi tumpahan dipetakan secara            incidents. In addition, spill risks are proactively mapped in critical
proaktif di area kritis seperti gudang bahan bakar, lokasi proyek          areas such as fuel storage facilities, heavy construction sites, and
berat, dan jalur transportasi logistik, serta dilakukan pemeriksaan        logistics transport routes, and routine inspections are conducted
berkala terhadap kendaraan, tangki penyimpanan, dan peralatan              on vehicles, storage tanks, and equipment to detect potential leaks
untuk mendeteksi kebocoran atau potensi tumpahan.                          or spill risks.


Saat tumpahan terjadi, respons cepat sangat penting. Tim lapangan          In the event of a spill, rapid response is critical. Field teams
akan segera mengisolasi area, mengidentifikasi jenis bahan yang            immediately isolate the area, identify the type of spilled substance,
tumpah, dan menggunakan perlengkapan pelindung diri yang                   and use appropriate protective equipment. Spilled liquids are
sesuai. Bahan cair yang tumpah akan diserap dengan pasir, serbuk           absorbed using sand, sawdust, or other suitable sorbents, then
gergaji, atau sorbent lain yang sesuai, kemudian dimasukkan ke             placed into sealed containers for further treatment. The primary
wadah tertutup untuk diproses lebih lanjut. Fokus utama adalah             focus is to prevent the spread of waste into water channels, drainage
mencegah penyebaran limbah ke saluran air, drainase, atau                  systems, or surrounding environments.
lingkungan sekitar.


Hutama Karya juga mengaplikasikan sistem tanggap tumpahan di               Hutama Karya also applies spill response systems in toll road areas
area jalan tol dan wilayah perairan. Di ruas tol, personel dilatih untuk   and maritime environments. On toll road sections, personnel are
menangani tumpahan dari kendaraan, termasuk yang membawa                   trained to handle spills from vehicles, including those transporting
bahan berbahaya dan beracun (B3) atau bahan radioaktif. Di                 hazardous and toxic materials (B3) or radioactive substances. At
laut, teknologi seperti oil boom dan skimmer digunakan, serta              sea, technologies such as oil booms and skimmers are used, and
mempertimbangkan metode in-situ burning atau bioremediasi jika             in-situ burning or bioremediation methods are considered when
diperlukan.                                                                necessary.


Selama tahun 2025, tidak terdapat tumpahan bahan kimia, minyak,            During 2025, there were no chemical, oil, or fuel spill incidents,
dan bahan bakar, di antara zat-zat lainnya yang dapat berpotensi           among other substances that could potentially impact soil, water,
memengaruhi tanah, air, udara, keragaman hayati, dan kesehatan             air, biodiversity, and human health.
manusia.



Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan                                         Environmental Complaints Aspect
Hidup

Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan                                     Number and Substance of Environmental
Hidup yang Diterima dan Diselesaikan [OJK F.16]                            Complaints Received and Resolved [OJK F.16]

Perseroan menyediakan sarana pengaduan yang dapat                          The Company provides a grievance mechanism that can be
dimanfaatkan untuk melaporkan pelanggaran terkait aspek                    used to report violations related to environmental aspects. Such
lingkungan. Pengaduan tersebut dapat disampaikan secara                    complaints may be submitted directly to project teams, branch
langsung kepada tim proyek, kantor cabang, atau pengelola ruas             offices, or relevant toll road operators, as well as through the
terkait, serta melalui kanal Corporate Communication yang telah            Corporate Communication channel provided to ensure prompt
disediakan guna memastikan proses penanganan berjalan secara               and effective handling. During the reporting period, there were
cepat dan efektif. Selama periode pelaporan, tidak terdapat                no violations related to applicable environmental regulations.
pelanggaran yang berkaitan dengan ketentuan regulasi lingkungan            Hutama Karya consistently strives to ensure full compliance with
yang berlaku. Hutama Karya senantiasa berupaya untuk memastikan            all regulations set by regulators, while maintaining its commitment
kepatuhan penuh terhadap seluruh peraturan yang ditetapkan                 to making positive contributions to environmental preservation.
oleh regulator, sekaligus mempertahankan komitmen dalam                    This is implemented through structured management processes
memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan.             and continuous environmental monitoring activities. In addition,
Hal ini diwujudkan melalui penerapan proses pengelolaan yang               the Company proactively undertakes various necessary measures
terstruktur serta kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan            to minimize negative environmental impacts while optimizing the
secara berkesinambungan. Selain itu, Perseroan secara proaktif             positive impacts generated from its operational activities.
mengambil berbagai langkah yang diperlukan untuk meminimalkan
dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus mengoptimalkan
dampak positif yang dihasilkan dari setiap aktivitas operasionalnya.


Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima pengaduan                   Throughout 2025, the Company did not receive any environmental-
terkait lingkungan hidup                                                   related complaints




                                                                                                              PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                2025 Sustainability Report   183
Page 184
    Kinerja Sosial
    Social Performance


Komitmen untuk Memberikan Layanan                                      Commitment to Providing Equal Service
atas Produk dan/atau Jasa yang Setara                                  for Products and/or Services to Customers
Kepada Konsumen [OJK F.17]                                             [OJK F.17]


Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan perusahaan, Perseroan           In its efforts to enhance corporate sustainability, the Company
menyadari bahwa pelanggan adalah pemangku kepentingan yang             recognizes that customers are key stakeholders who play a vital
memainkan peran penting. Perseroan merealisasikan tanggung             role. The Company fulfills its responsibilities to customers and
jawab kepada pelanggan dan pemangku kepentingan dengan                 stakeholders by ensuring that the products and services delivered
menjamin produk dan jasa yang diberikan berkualitas dan sesuai         are of high quality and in accordance with agreed specifications.
dengan spesifikasi yang telah disepakati. Produk Hutama Karya          Hutama Karya’s products have undergone a series of processes
telah melewati serangkaian proses untuk menjamin mutu dan              to ensure quality and compliance with applicable regulations
kepatuhan terhadap regulasi serta standar yang berlaku, misalnya       and standards, including occupational health and safety and
keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup.                environmental requirements.


Sesuai Prosedur Serah Terima Pekerjaan dan Penutupan Kontrak           In accordance with the Work Handover and Project Contract
Proyek BUJK Nomor SP/MANKON/P/006 Rev.1 Tanggal 06 Desember            Closure Procedure for BUJK Number SP/MANKON/P/006 Rev.1
2024 Hutama Karya bersama dengan pengguna jasa melakukan               dated December 06, 2024, Hutama Karya, together with the service
evaluasi bersama untuk memastikan bahwa Pekerjaan telah selesai        users, conducts joint evaluations to ensure that the work has been
dan sesuai secara subtansial sebelum diserahterimakan. Hal ini         completed and is substantially compliant prior to handover. This
menunjukkan komitmen Perseroan untuk memberikan layanan                demonstrates the Company’s commitment to delivering products
atas produk dan jasa yang setara sesuai dengan kesepakatan dalam       and services that meet contractual agreements for all service users.
kontrak kepada seluruh pengguna jasa.


Perseroan juga menunjukan komitmennya dalam memberikan                 The Company also demonstrates its commitment to providing
pelayanan terbaiknya kepada seluruh pelanggan jalan tol                the best services to all toll road users in an equitable manner in
secara setara sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM)            accordance with the Minimum Service Standards (SPM) for Toll
Jalan Tol sebagaimana tertuang dalam Prosedur Pengendalian             Roads as stipulated in the Quality Control Procedure for Toll
Mutu Pengoperasian dan Pemeliharaan Jalan Tol Nomor OPT/               Road Operation and Maintenance Number OPT/QHSSE/P/001. In
QHSSE/P/001. Selain itu, Perseroan juga berkomitmen untuk              addition, the Company is committed to providing equal service in
untuk memberikan pelayanan yang setara dalam merespon,                 responding to, handling, and resolving complaints from toll road
menganggapi dan menyelesaikan keluhan pengguna jalan tol               users by prioritizing service aspects, as regulated in the Toll Road
dengan mengutamakan factor pelayanan sebagaimana diatur                Traffic Service Procedure Number OPT/OJT/P/001 Rev.2.
dalam Prosedur Layanan Lalu Lintas Jalan Tol Nomor OPT/
OJT/P/001 Rev.2.


Perseroan selalu menyampaikan informasi terkait produk dan             The Company consistently provides information related to its
kualitas layanan secara jelas, transparan, dan objektif. Selain itu,   products and service quality in a clear, transparent, and objective
Perseroan selalu menerima saran dan masukan terkait peningkatan        manner. Furthermore, the Company welcomes suggestions and
mutu serta memperhatikan dan menanggapi dengan baik keluhan            feedback for quality improvement and ensures that customer
pelanggan sesuai dengan pedoman. Hal ini bertujuan untuk               complaints are properly addressed in accordance with established
memberikan jaminan kualitas dan pelayanan yang setara serta            guidelines. This aims to ensure consistent quality and service
memenuhi harapan pelanggan. Melalui upaya tersebut, selama             standards while meeting customer expectations. Through these
periode pelaporan, Perseroan tidak melakukan pelanggaran               efforts, during the reporting period, the Company did not record
terhadap informasi produk dan pelabelan.                               any violations related to product information and labeling.



Aspek Ketenagakerjaan                                                  Employment Aspect

Kesetaraan Kesempatan Bekerja [OJK F.18]                               Equal Employment Opportunities [OJK F.18]

PT Hutama Karya (Persero) berkomitmen untuk menjunjung                 PT Hutama Karya (Persero) is committed to upholding the principle
tinggi prinsip kesetaraan kesempatan kerja sebagai bagian dari         of equal employment opportunities as part of the implementation



         PT Hutama Karya (Persero)
184      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 185
                                                                                                                     Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                Sustainability Performance




penerapan tata kelola berkelanjutan dan nilai keadilan dalam            of sustainable governance and fairness in human resource
pengelolaan sumber daya manusia. Kebijakan Perusahaan                   management. The Company’s policy ensures that every individual is
menjamin bahwa setiap individu memperoleh kesempatan yang               provided with equal opportunities without discrimination based on
setara tanpa membedakan jenis kelamin, golongan jabatan, latar          gender, position level, social background, ethnicity, race, religion,
belakang sosial, suku, ras, agama, maupun kondisi fisik, sepanjang      or physical condition, as long as they meet the qualifications and
memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang ditetapkan berdasarkan        requirements set based on job needs and competencies.
kebutuhan jabatan dan kompetensi.
                                                                        As a tangible manifestation of its commitment to inclusion and
Sebagai wujud nyata komitmen terhadap inklusi dan keberagaman,          diversity, Hutama Karya also provides employment opportunities
Hutama Karya juga membuka kesempatan kerja bagi penyandang              for persons with disabilities. Recruitment of employees with
disabilitas. Rekrutmen Karyawan Disabilitas dilakukan secara            disabilities is conducted in a structured and transparent manner
terstruktur dan transparan melalui program Rekrutmen Bersama            through the Joint Recruitment Program of State-Owned Enterprises
BUMN, dengan tetap mengedepankan prinsip kesesuaian                     (BUMN), while still prioritizing competency suitability, occupational
kompetensi, keselamatan kerja, serta dukungan lingkungan kerja          safety, and a supportive working environment.
yang layak.


Tabel Keberagaman Manajemen dan Karyawan 2025
Table of Management and Employee Diversity 2025                                                                             (Dalam Orang/in Persons)


                                      Jenis Kelamin                                                Kelompok Usia
                                         Gender                                                      Age Group
   Level Jabatan
     Job Level
                        Pria               Wanita
                                  %                      %      Total   <30         %       31-50        %          >51          %          Total
                        Male               Female

 EVP & Setingkat
                          56    88,89%            7   11,11%       63         0    0,00%          25   39,68%         38       60,32%            63
 EVP & Equivalent

 VP & Setingkat
                         126    90,65%        13        9,35%     139         0    0,00%          98   70,50%         41       29,50%         139
 VP & Equivalent

 Manajer & Setingkat
 Manager &               332    91,97%        29        8,03%     361         3    0,83%       298     82,55%         60       16,62%         361
 Equivalent

 Asisten Manajer &
 Setingkat
                         506    80,57%       122      19,43%      628     87      13,85%       495     78,82%         46        7,32%         628
 Assistant Manager &
 Equivalent

 Officer
                         599    66,11%       307      33,89%      906    448      49,45%       422     46,58%         36        3,97%         906
 Officer

 Personel Inti Proyek
 Core Project            415    96,06%        17        3,94%     432     21       4,86%       350     81,02%         61       14,12%         432
 Personnel

 Jumlah
                        1.619   77,21%       478      22,79%    2.097    538      25,66%     1.338     63,81%        221       10,54%        2.097
 Total




Komposisi Karyawan Penyandang Disabilitas 2025
Composition of Employees with Disabilities 2025                                                                             (Dalam Orang/in Persons)


                                        Jenis Kelamin                                             Kelompok Usia
       Jenis                               Gender                                                   Age Group
   Penyandang
    Disabilitas
 Type of Disability     Pria               Wanita
                                  %                      %      Total   <30         %       31-50        %          >51          %          Total
                        Male               Female

 Tuna Daksa
                          2     50,00%        2       50,00%      4       3       75,00%      1        25,00%        0        0,00%          4
 Physical disability

 Tuna Netra
                          0     0,00%         1       100,00%     1       1       100,00%     0        0,00%         0        0,00%          1
 Visual impairment

 Tuna Rungu
                          2     100,00%       0         0,00%     2       1       50,00%      1        50,00%        0        0,00%          2
 Hearing impairment




                                                                                                             PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                               2025 Sustainability Report    185
Page 186
                                                      Jenis Kelamin                                                Kelompok Usia
        Jenis                                            Gender                                                      Age Group
    Penyandang
     Disabilitas
  Type of Disability             Pria                    Wanita
                                               %                       %      Total     <30         %       31-50        %         >51       %         Total
                                 Male                    Female

 Tuna Wicara
                                  0           0,00%         0         0,00%    0          0       0,00%        0       0,00%        0      0,00%          0
 Speech impairment

 Jumlah
                                  4       57,14%            3     42,86%       7          5      71,43%        2       28,57%       0      0,00%          7
 Total




Perseroan menyadari pentingnya membangun budaya inklusif                                The Company recognizes the importance of fostering an inclusive
yang menjunjung tinggi kesetaraan dan menghargai keberagaman                            culture that upholds equality and values diversity within the
di lingkungan perusahaan. Oleh sebab itu, dalam mengelola SDM,                          workplace. Therefore, in managing human resources, we
kami senantiasa memberikan perlakuan dan kesempatan yang                                consistently provide equal treatment and opportunities to all
setara bagi seluruh karyawan tanpa terkecuali. Melalui berbagai                         employees without exception. Through these efforts, there were no
upaya tersebut, tidak terdapat laporan insiden diskriminasi yang                        reported incidents of discrimination during the reporting year.
terjadi selama tahun pelaporan.


Rekrutmen dan Perputaran Karyawan [GRI 401-1]                                           Employee Recruitment and Turnover [GRI 401-1]

Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, Hutama                                   In line with the Company’s business development, Hutama Karya is
Karya berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan SDM melalui                                  committed to meeting its human resource needs through a fair and
program rekrutmen yang adil dan berbasis kompetensi. Perseroan                          competency-based recruitment program. The Company conducts
melakukan penerimaan pekerja secara selektif dan objektif agar                          employee recruitment in a selective and objective manner to
dapat menyaring tenaga kerja yang berkualitas, terampil, sehat                          ensure the selection of a qualified, skilled workforce, medically fit,
secara medis, dan memenuhi batas usia yang ditentukan (usia                             and meeting the minimum age requirement (at least 18 years old).
minimal 18 tahun). Proses seleksi ini tidak terpengaruh oleh latar                      The selection process is not influenced by social, economic, racial,
belakang sosial, ekonomi, ras, jenis kelamin, suku, dan agama.                          gender, ethnic, or religious backgrounds.


Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Kelompok Usia
New Employee Recruitment by Age Group                                                                                                    (Dalam Orang/in Persons)


                        Kelompok Usia
                                                                               2025                          2024*                         2023*
                          Age Group

 >55 tahun                            >55 years                                    1                               1                           0

 50-54 tahun                          50-54 years                                  0                               0                           0

 45-49 tahun                          45-49 years                                  1                               1                           1

 40-44 tahun                          40-44 years                                  1                               3                           2

 35-39 tahun                          35-39 years                                  1                               4                           3

 30-34 tahun                          30-34 years                                  6                               9                         10

 25-29 tahun                          25-29 years                                17                            37                            21

 20-24 tahun                          20-24 years                                32                            48                            25

 Total                                Total                                     59                            103                            62

Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated



Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Pendidikan
New Employee Recruitment by Educational Background                                                                                       (Dalam Orang/in Persons)


                  Berdasarkan Pendidikan
                                                                               2025                          2024*                         2023*
                  Educational Background

 Pascasarjana                         Postgraduate                                  5                          12                              6

 Sarjana                              Undergraduate                                51                          74                             51




            PT Hutama Karya (Persero)
 186        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 187
                                                                                                               Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                          Sustainability Performance




                  Berdasarkan Pendidikan
                                                                      2025              2024*                            2023*
                  Educational Background

 Diploma                             Diploma                               3                 17                              5

 Non Akademik                        Non-Academic                          0                  0                              0

 Total                               Total                             59                   103                            62

Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated




Komposisi Karyawan Baru Berdasarkan Jenis Kelamin
Composition of New Employees by Gender                                                                                (Dalam Orang/in Persons)


                             Uraian
                                                                      2025              2024*                            2023*
                           Descipriton

 Pria                                Male                              36                    70                            35

 Wanita                              Female                            23                    33                            27

 Total                               Total                             59                   103                            62

Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated




Rekrutmen Karyawan Baru Berdasarkan Wilayah Kerja
New Employee Recruitment by Work Area                                                                                 (Dalam Orang/in Persons)


                             Wilayah
                                                                      2025                  2024                         2023
                            Work Area

 Kantor                              Office                            50                    66                            51

 Cabang                              Branch                                2                  5                              3

 Proyek                              Project                               7                 28                              7

 Ruas Jalan Tol                      Toll Road Section                     0                  4                              1

 Total                               Total                             59                   103                            62



Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Turnover Composition by Gender                                                                               (Dalam Orang/in Persons)


                                                              2025                  2024*                             2023*
                      Uraian
                    Description
                                                         KT          PKWT      KT            PKWT              KT                PKWT

 Pria                        Male                        30          125       46                 82           45                     56

 Wanita                      Female                       7           43        4                 19            9                     25

 Total                       Total                       37          168       50             101              54                 81

Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated




Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Kelompok Usia
Composition of Employees Leaving the Company by Age Group                                                             (Dalam Orang/in Persons)


                                                              2025                  2024*                              2023*
                 Kelompok Usia
                   Age Group
                                                         KT          PKWT      KT            PKWT              KT                PKWT

 >55 tahun                   >55 years                   29           38       41                 36           41                      9




                                                                                                       PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                         2025 Sustainability Report        187
Page 188
                                                      2025                 2024*                   2023*
                 Kelompok Usia
                   Age Group
                                                 KT          PKWT     KT            PKWT      KT             PKWT

 50-54 tahun                 50-54 years          1           11       1                  4    3                6

 45-49 tahun                 45-49 years          -               7    1                  9    -                6

 40-44 tahun                 40-44 years          1               4    -                  7    2                6

 35-39 tahun                 35-39 years          1           16       2                 13    -                4

 30-34 tahun                 30-34 years          4           43       1                 11    2               14

 25-29 tahun                 25-29 years          1           36       4                 16    6               33

 20-24 tahun                 20-24 years          -           13       -                  5    -                 3

 Total                       Total               37           168     50                101   54               81

Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated



Komposisi Karyawan Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah Kerja
Composition of Employees Leaving the Company by Work Area                                          (Dalam Orang/in Persons)


                                                      2025                 2024*                   2023*
                      Wilayah
                     Work Area
                                                 KT          PKWT     KT            PKWT      KT             PKWT

 Kantor                      Office              11           94      25                 55   29               21

 Cabang                      Branch               1            4       2                  9    4               20

 Proyek                      Project             23           53      20                 22   21               11

 Ruas Jalan Tol              Toll Road Section    2           17       3                 15    -               29

 Total                       Total               37          168      50                101   54               81

Keterangan/ Notes:
*) Disajikan Kembali/ Restated



Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Usia
Employee Turnover by Age Group

                         Keterangan
                                                             2025             2024                   2023
                         Description

 >55 tahun                        >55 years                   29                   41                   41

 50-54 tahun                      50-54 years                  1                    1                    3

 45-49 tahun                      45-49 years                  0                    1                    0

 40-44 tahun                      40-44 years                  1                    0                    2

 35-39 tahun                      35-39 years                  1                    2                    1

 30-34 tahun                      30-34 years                  4                    1                    2

 25-29 tahun                      25-29 years                  1                    4                    5

 20-24 tahun                      20-24 years                  0                    0                    0

 Total                            Total                       37                   50                   54



Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Turnover by Gender

                         Keterangan
                                                             2025             2024                   2023
                         Description

 Pria                             Male                       30                    46                  44




            PT Hutama Karya (Persero)
 188        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 189
                                                                                                  Kinerja Keberlanjutan
                                                                                             Sustainability Performance




                       Keterangan
                                                           2025            2024                             2023
                       Description

 Wanita                      Female                         7                   4                             10

 Total                       Total                         37                  50                            54



Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Jenis Kelamin
Employee Turnover of Employees Leaving the Company by Gender

                                                    2025                2024                              2023
         Keterangan                Satuan
         Description                Unit
                                               KT          PKWT   KT            PKWT              KT                PKWT

Sukarela
Voluntary

   Pria                            Orang
                                               30           10    44                  4           44                      4
   Male                            Person

   Wanita                          Orang
                                                7            3      4                 4           10                      2
   Female                          Person

   Sub-Total                       Orang
                                               37           13    48                 8            44                     6
   Sub-Total                       Person

Non-Sukarela
Involuntary

   Pria                            Orang
                                                0          121      2                78            0                     52
   Male                            Person

   Wanita                          Orang
                                                0           34      0                15            0                     23
   Female                          Person

   Sub-Total                       Orang
                                                0          155      2               93             0                     75
   Sub-Total                       Person

Total                              Orang
                                               37          168    50                101           54                     81
Total                              Person

Turnover                              Rate




Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Pendidikan
Employee Turnover by Educational Background                                                              (Dalam Orang/in Persons)


                                                    2025                2024                              2023
           Berdasarkan Pendidikan
           Educational Background
                                               KT          PKWT   KT            PKWT              KT                PKWT

 Pascasarjana            Postgraduate           0           16    10                 18           10                      4

 Sarjana                 Undergraduate         22           116   23                 54           28                     51

 Diploma                 Diploma                4            22     7                11            3                     12

 Non Akademik            Non-Academic          11            19   10                 18           13                     14

 Total                   Total                 37           173   50                101           54                     81



Turnover Karyawan yang Berhenti Bekerja Berdasarkan Wilayah
Employee Turnover by Work Area

                       Keterangan
                                                           2025            2024                             2023
                       Description

 Kantor                      Office                         11                 25                              29

 Cabang (OPT)                Branch (OPT)                    1                  2                               4

 Proyek (Jakon)              Project (Jakon)                23                 20                              21




                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                            2025 Sustainability Report        189
Page 190
                        Keterangan
                                                                 2025                              2024                            2023
                        Description

 Ruas Jalan Tol (PJT)         Toll Road Section (PJT)               2                                    3                            0

 Total                        Total                                37                                 50                             54


Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi                                         Training and Competency Development
[OJK F.22, GRI 404-1, GRI 404-2]                                              [OJK F.22, GRI 404-1, GRI 404-2]


Perseroan secara berkelanjutan menerapkan pengembangan                        The Company consistently implements employee competency
kompetensi karyawan bagi karyawan permanen maupun kontrak.                    development programs for both permanent and contract
Perseroan mengembangkan program pelatihan yang terdiri dari                   employees. The Company develops training programs comprising
empat modul pembelajaran, yaitu modul manajerial & wawasan                    four learning modules, namely managerial and business insight
bisnis, modul kepemimpinan, dan modul keterampilan teknis. Pada               modules, leadership modules, and technical skills modules. In
tahun 2025, total durasi pelatihan Perseroan mencapai 87.572 jam              2025, the total duration of the Company’s training reached 87,572
dengan rata-rata 10,33 jam pelatihan karyawan perempuan dan                   hours, with an average of 10.33 training hours per female employee
11,53 jam pelatihan karyawan laki-laki (per orang).                           and 11.53 training hours per male employee (per person).


Hutama Karya secara rutin mengadakan survei untuk mengukur                    Hutama Karya regularly conducts surveys to measure employee
tingkat keterikatan karyawan (employee engagement survey/                     engagement levels (employee engagement survey/EES) based on
EES) berdasarkan berbagai dimensi. Hasil survei ini menjadi                   various dimensions. The results of this survey serve as a reference
acuan perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan                      for the Company in undertaking continuous improvements in
dalam manajemen SDM. Perseroan bekerja sama dengan pihak                      human capital management. The Company collaborates with
ketiga terakreditasi dalam pelaksanaan EES. Pelaksanaan survei                accredited third parties in the implementation of the EES. The
dilakukan melalui platform Employee Experience (EMX) dengan                   survey is conducted through the Employee Experience (EMX)
tingkat partisipasi karyawan mencapai 96,06%. Berdasarkan hasil               platform, with an employee participation rate reaching 96.06%.
Survei Keterikatan Karyawan pada 2025, beberapa subdimensi yang               Based on the results of the 2025 Employee Engagement Survey,
tercatat menempati posisi tertinggi, di antaranya task challenge, my          several sub-dimensions recorded the highest scores, including task
competence, dan collaborative climate.                                        challenge, my competence, and collaborative climate.


Perseroan juga memberikan pelatihan bagi karyawan yang                        The Company also provides training for employees approaching
akan memasuki usia purnabakti. Melalui program pelatihan ini                  retirement age. Through this training program, employees are
diharapkan karyawan mampu menjalani hari tua yang produktif                   expected to maintain productivity and well-being in their post-
dan sejahtera.                                                                employment period.


Tabel Pelatihan dan Pendidikan
Table of Training and Education

           Jenis Pelatihan dan Pendidikan                  Jumlah Karyawan (orang)                             Penyelenggara
           Type of Training and Education                 Number of Employees (person)                           Organizer

 Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP)
                                                                        29                   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/ WIKASATRIAN
 Pre-Retirement Preparation Program (MPP)

 Total                                                                  29



Selama tahun 2025, Perseroan telah memberikan pelatihan kepada                During 2025, the Company has provided training to all employees
seluruh karyawan (100%) Perseroan dengan rincian sebagai berikut.             (100%) of the Company, with details as follows.


Tabel Rata-Rata Jam Pelatihan Karyawan [OJK F.22, GRI 404-1]
Table of Average Employee Training Hours

                            Jumlah Karyawan yang Memperoleh                                                    Rata-rata Jam Pelatihan Setiap
                                                                            Jam Pelatihan (Jam)
       Uraian                       Pelatihan (Orang)                                                             Karyawan (Jam/Orang)
     Description
                             2025          2024         2023       2025            2024           2023        2025          2024          2023

 Keseluruhan
                              8.259          7.200      6.829      87.572          83.321         81.450       10,93         14,08        12,29
 Overall




          PT Hutama Karya (Persero)
 190      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 191
                                                                                                                                           Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                                      Sustainability Performance




                             Jumlah Karyawan yang Memperoleh                                                                Rata-rata Jam Pelatihan Setiap
                                                                                     Jam Pelatihan (Jam)
           Uraian                    Pelatihan (Orang)                                                                         Karyawan (Jam/Orang)
         Description
                              2025           2024            2023           2025            2024           2023            2025             2024               2023

 Berdasarkan Jenis Kelamin
 By Gender

 Pria
                               6.359           5.544          5.258         65.679          52.309         61.088          10,33              9,44             11,62
 Male

 Wanita
                               1.900           1.656          1.571         21.893          31.012         20.363          11,53             18,73             12,96
 Female

 Berdasarkan Kategori Jabatan yang Mengikuti Pelatihan
 By Position Category Participating in Training

 BOD, BOC, EVP &
 Setingkat
                                206             180            171           1.444           1.955         11.877          10,94             11,85             27,43
 BOD, BOC, EVP &
 Equivalent

 VP, Manajger/Sr. Anakyst
 & Setingkat
                               2.065           1.800          1.707         13.216          14.564         15.159          13,32             34,03             83,39
 VP, Manager/Sr. Analyst &
 Equivalent

 Analyst & Setingkat
                               2.023           1.764          1.673         13.035          15.521         15.300              5,77           8,40             74,51
 Analyst & Equivalent

 Office/Staf
                               2.313           2.016          1.912         43.761          33.475         18.914              6,40           6,70              8,88
 Office/Staff

 Personel Inti Proyek
                               1.652           1.440          1.366         16.116          22.250         20.200              6,44           8,36              9,14
 Core Project Personnel

 Total                         8.259          7.200           6.829         87.572          87.495         81.450          18,92             15,61              9,89




Pelatihan Berdasarkan Jenis
Training by Type                                                                                                                               (Dalam Orang/in Persons)


                                Keterangan
                                                                                          2025                        2024                           2023
                                Description

 Kompetensi                              Competency                                       2.891                        2.932                          2.166

 Sertifikasi                             Certification                                      661                         560                            412

 Manajerial                              Managerial                                         413                         298                            302

 Knowledge Sharing                       Knowledge Sharing                                3.717                        3.167                          2.532

 Pengembangan Kepemimpinan               Leadership and Character
                                                                                            578                         343                            555
 dan Karakter                            Development



Komitmen Hutama Karya terhadap program pensiun berakar pada                            Hutama Karya’s commitment to retirement programs is grounded
pemahaman bahwa stabilitas keuangan selama masa pensiun                                in the understanding that financial stability during retirement is a
adalah aspek mendasar dari kesejahteraan karyawan secara                               fundamental aspect of overall employee well-being. The Company
menyeluruh. Perseroan telah memberikan pelatihan bagi karyawan                         has provided training programs for employees approaching
yang akan memasuki usia purnabakti. Melalui program pelatihan                          retirement age. Through these training programs, employees are
ini diharapkan karyawan mampu menjalani hari tua yang produktif                        expected to maintain productivity and achieve a prosperous and
dan sejahtera.                                                                         well-prepared retirement life.


Tabel Program Peningkatan Keerampilan dan Bantun Peralihan Karyawan
Table of Employee Skill Enhancement and Transition Assistance Programs

                                                                                                  Objektif
                Program
                                                                                                  Objective

 Pelatihan Masa Persiapan Pensiun         Memberikan gambaran dan pembekalan secara EQ serta potensi bisnis/ aktivitas lain non-korporasi yang bermanfaat
 Pre-Retirement Preparation Training      atas rencana selanjutnya bagi karyawan yang akan/telah memasuki masa pensiun
                                          To provide an overview and equip employees with emotional intelligence (EQ) as well as potential business
                                          opportunities/other non-corporate activities that are beneficial for their future plans upon entering or after retirement




                                                                                                                                PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                  2025 Sustainability Report      191
Page 192
PENILAIAN KINERJA [GRI 404-3]                                                  PERFORMANCE ASSESMENT [GRI 404-3]


Hutama Karya melakukan penilaian kinerja karyawan dengan                       Hutama Karya conducts employee performance appraisals using
indikator penilaian yang telah ditetapkan setiap setahun sekali.               predetermined assessment indicators on an annual basis. This
Proses ini mencakup tinjauan kinerja secara berkala dengan                     process includes periodic performance reviews by providing
memberikan umpan balik secara objektif kepada setiap karyawan                  objective feedback to each employee on their achievements within
atas pencapaian mereka dalam periode tertentu. Hasil penilaian                 a certain period. The results of the performance appraisal are
kinerja digunakan untuk masukan dalam proses pengembangan                      utilized as input for employee development and subsequent career
karyawan dan pengembangan karier selanjutnya. Adapun indikator                 development processes. The assessment indicators established in
penilaian yang telah ditetapkan pada Tahun 2025 adalah sebagai                 2025 are as follows:
berikut:



                                                               Indikator Penilaian
                                                               Evaluation Indicators




                     Indikator Kinerja Utama (KPI) Individu                                   Hasil Asesmen
                     Personal Key Performance Indicator                                       Assessment Results
                     Penilaian Behaviour Kinerja 360                                          Penilaian Potensi 360
                     360 Performance Behavior Assessment                                      360 Potential Assessment
                     Nilai Kepatuhan                                                          Penilaian AKHLAK 360
                     Compliance Score                                                         360 AKHLAK Assessment
                                                                                              Learning Agility
                                                                                              Learning Agility




Seluruh karyawan (100%) Hutama Karya telah menerima penilaian                  All employees (100%) of Hutama Karya have received performance
kinerja melalui laporan hasil klasifikasi Karyawan/Employee                    appraisals through the Employee Mapping/Classification Report in
Mapping Tahun 2025 atas Kinerja 2024.                                          2025 for the 2024 performance period.


                                                               2025                           2024                              2023
           Keterangan
                                        Satuan
           Description
                                                        Pria          Wanita          Pria           Wanita              Pria          Wanita

 EVP & Setingkat
                                          %            100%           100%            100%             100%              100%           100%
 EVP & Equivalent

 VP & Setingkat
                                          %            100%           100%            100%             100%              100%           100%
 VP & Equivalent

 Manajer & Setingkat
                                          %            100%           100%            100%             100%              100%           100%
 Manager & Equivalent

 Asisten Manajer & Setingkat
                                          %            100%           100%            100%             100%              100%           100%
 Assistant Manager & Equivalent

 Office/Staf
                                          %            100%           100%            100%             100%              100%           100%
 Office/Staff

 Personel Inti Proyek
                                          %            100%           100%            100%             100%              100%           100%
 Core Project Personnel




           PT Hutama Karya (Persero)
 192       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 193
                                                                                                                   Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                              Sustainability Performance




Hasil penilaian tersebut akan mengelompokkan setiap karyawan ke           The results of the assessment categorize each employee into the 9
dalam 9 Box Matrix-Talent sebagai berikut:                                Box Talent Matrix as follows:



                       4          Solid Contributor      7            Promotable                 9            Promotable

                      Tipe : Hidden Star               Tipe : Emerging Star                    Tipe : HK Star
            High




                      Kriteria:                        Kriteria:                               Kriteria:
                      1. Kinerja : Below               1. Kinerja : Average                    1. Kinerja : Above
                      2. Kapasitas : High              2. Kapasitas : High                     2. Kapasitas : High



                       2       Middle Contributor        6        Solid Contributor              8            Promotable
KAPASITAS
            Medium




                      Tipe : Quenstionable Performer   Tipe : Solid Citizen Performer          Tipe : Emerging Star
                      Kriteria:                        Kriteria:                               Kriteria:
                      1. Kinerja : Below               1. Kinerja : Average                    1. Kinerja : Above
                      2. Kapasitas : Medium            2. Kapasitas : Medium                   2. Kapasitas : Medium



                       1             Unfit               3       Middle Contributor              5        Solid Contributor

                      Tipe : Low performance           Tipe : Study Performer                  Tipe : Trusted Profesional
            Low




                      Kriteria:                        Kriteria:                               Kriteria:
                      1. Kinerja : Below               1. Kinerja : Average                    1. Kinerja : Above
                      2. Kapasitas : Low               2. Kapasitas : Low                      2. Kapasitas : Low



                                    Below                           Average                                   Above
                                                                    KINERJA

Pada Tahun 2025, telah dilaksanakan Employee Mapping Tahun                In 2025, the Employee Mapping for the 2024 performance period
2025 atas Kinerja 2024 dengan hasil sebagai berikut:                      has been conducted with the following results:




                     Top Talent                                                   12,30%



                 Promotable                                                       61,58%



            Solid Contributor                                                     23,41%

            Middle Contributor
                                                                                          1,17%



                       Unfit                                                              0,19%




                                                                                                           PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                             2025 Sustainability Report   193
Page 194
PELIBATAN KARYAWAN                                                  EMPLOYEE ENGAGEMENT


Hutama Karya secara rutin mengadakan survei untuk mengukur          Hutama Karya regularly conducts surveys to measure employee
tingkat keterikatan karyawan (employee engagement survey/           engagement levels through an Employee Engagement Survey
EES) berdasarkan berbagai dimensi. Hasil survei ini menjadi         (EES) based on various dimensions. The results of this survey
acuan perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan            serve as a reference for the Company in implementing continuous
dalam manajemen SDM. Perseroan bekerja sama dengan pihak            improvements in human resource management. The Company
ketiga terakreditasi dalam pelaksanaan EES. Pelaksanaan survei      collaborates with an accredited third party in conducting the EES.
dilakukan melalui platform Employee Experience (EMX) dengan         The survey is conducted through the Employee Experience (EMX)
tingkat partisipasi karyawan mencapai 96,06%.                       platform, with an employee participation rate of 96.06%.


                                                     Dimensi yang Diukur
                                                     Measured Dimensions

                                                                                                           Mental Health &
              Climate & Culture                            Self-Awareness
                                                                                                           Well-being




             HR
                                               Team Harmony                     Job & Impact                           Leader Energy
             Empowerment




                                  Uraian
                                                                        2025                     2024                      2023
                                Description

 Tingkat Keterikatan Karyawan
                                                                        82,42                    81,67                     80,19
 Employee Engagement Level


Mekanisme pengukuran tingkat keterikatan karyawan dilaksanakan      The mechanism for measuring employee engagement levels is
secara digital dan terintegrasi dimana survei dikirim secara        implemented through a digital and integrated system, whereby
otomatis kepada karyawan melalui email blast Bang Tama. Data        surveys are automatically distributed to employees via Bang Tama
yang diperoleh akan diolah secara real-time dan ditampilkan         email blasts. The data obtained are processed in real time and
dalam dashboard berbasis web dengan cakupan analisis pada           presented in a web-based dashboard with analytical coverage
level organisasi, departemen, dan individu. Hasil pengukuran        at the organizational, departmental, and individual levels. The
tersebut selanjutnya dianalisis dan dilaporkan oleh konsultan       measurement results are subsequently analyzed and reported by
dan dikirimkan kepada Divisi Human Capital untuk kemudian           consultants and submitted to the Human Capital Division function
didistribusikan ke unit kerja.                                      for further distribution to respective work units.


Berdasarkan hasil Survei Keterikatan Karyawan pada 2025,            Based on the results of the 2025 Employee Engagement Survey,
beberapa subdimensi yang tercatat menempati posisi tertinggi,       several sub-dimensions recorded the highest scores, including task
di antaranya task challenge, my competence, dan collaborative       challenge, my competence, and collaborative climate.
climate.


Kebebasan Berserikat [GRI 2-30]                                     Freedom of Association [GRI 2-30]

Perseroan dan Serikat Karyawan telah membuat Perjanjian             The Company and the Employees’ Union have established a Collective
Kerja Bersama Periode Tahun 2026-2028 sesuai Peraturan              Labor Agreement (CLA) for the 2026–2028 period in accordance with the
Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 28 Tahun 2014 tentang Tata         Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia No.
Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan Serta            28 of 2014 concerning Procedures for the Preparation and Ratification of
Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. Perundingan     Company Regulations and the Preparation and Registration of Collective
Perjanjian Kerja Bersama diwakili dari Pihak Perusahaan sebanyak    Labor Agreements. The negotiation of the Collective Labor Agreement
9 (sembilan) orang dan Pihak Serikat Karyawan PT Hutama Karya       was represented by 9 (nine) representatives from the Company and 9
(Persero) sebanyak 9 (sembilan) orang. Perjanjian Kerja Bersama     (nine) representatives from the Employees’ Union of PT Hutama Karya
Periode Tahun 2026-2028 wajib dilaksanakan oleh Perseroan dan       (Persero). The 2026–2028 Collective Labor Agreement is mandatory for
seluruh Karyawan yang bekerja di Lingkungan Perseroan, dimana       implementation by the Company and all employees working within the
Perjanjian Kerja Bersama tersebut mengatur hak, kewajiban, dan      Company. The agreement governs the rights, obligations, and working
persyaratan kerja yang harus dilaksanakan masing-masing Pihak.      conditions that must be fulfilled by each party.



         PT Hutama Karya (Persero)
194      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 195
                                                                                                                       Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                  Sustainability Performance




Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                   Child Labor and Forced Labor
[OJK F.19]                                                                 [OJK F.19]


Dalam menjalankan aktivitas bisnis, Perseroan menerapkan kebijakan         In conducting its business activities, the Company implements a
tidak memberikan toleransi terhadap pekerja anak dan kerja paksa           zero-tolerance policy toward child labor and forced labor, which is
yang terintegrasi dalam kebijakan Sumber Daya Manusia. Kebijakan           integrated into its Human Resources policies. This policy is aligned
ini sejalan dengan standar internasional, di antaranya Konvensi ILO No     with international standards, including ILO Convention No. 138
: 138/1973 tentang Batas Usia Minimum untuk Bekerja (Minimum Age           concerning the Minimum Age for Admission to Employment, adopted
for Admission to Employment) dibuat pada tahun 1973 dan diratifikasi       in 1973 and ratified in 1999; ILO Convention No. 182 concerning
pada tahun 1999, Nomor 182 tentang Pelarangan dan Tindakan                 the Prohibition and Immediate Action for the Elimination of the
Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk                  Worst Forms of Child Labour; ILO Convention No. 29 concerning
Anak, Nomor 29 tentang Penghapusan Kerja Paksa, dan Nomor 105              the Elimination of Forced Labour; and ILO Convention No. 105
tentang Penghapusan Semua Bentuk Kerja Paksa, serta prinsip-prinsip        concerning the Abolition of All Forms of Forced Labour, as well as
panduan PBB tentang bisnis dan hak asasi manusia (UNGPs). Hal ini          the United Nations Guiding Principles on Business and Human
merupakan bentuk penghormatan dan kepatuhan Perseroan terhadap             Rights. This reflects the Company’s commitment to respecting and
HAM seluruh karyawan.                                                      complying with human rights for all employees.


Perseroan menetapkan bahwa standar rekrutmen bagi pekerja yaitu            The Company stipulates that the minimum recruitment qualification
Sarjana (Strata-1). Kebijakan Perseroan mendukung pelarangan               for employees is a Bachelor’s degree (Undergraduate/Strata-1). The
kerja paksa dan minimal jam kerja sesuai peraturan perundang-              Company’s policy supports the prohibition of forced labor and ensures
undangan telah ditetapkan dalam Perjanjian Kerja Bersama                   that working hours comply with applicable laws and regulations, as
Perseroan.                                                                 stipulated in the Company’s Collective Labor Agreement.


Perseroan juga memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa                   The Company also has policies to ensure that vendors/suppliers
vendor/pemasok yang bekerja sama dengan Perseroan tidak                    engaged with the Company are not involved in forced labor
terlibat dengan sistem kerja paksa dan memperkerjakan anak di              practices or the employment of underage workers. This is explicitly
bawah umur, hal tersebut dinyatakan dalam perjanjian kerja sama            stated in the cooperation agreements between the Company and its
antara Perseroan dengan vendor/pemasok tidak diperbolehkan                 vendors/suppliers, which must not contravene prevailing laws and
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.                          regulations.



Kebijakan Cuti Melahirkan dan Perjalanan                                   Maternity Leave and Hajj Pilgrimage Leave
Ibadah Haji [GRI 401-3]                                                    Policy [GRI 401-3]

Hutama Karya menyediakan hak cuti melahirkan kepada karyawan               Hutama Karya provides maternity leave entitlements for female
perempuan maupun cuti kelahiran anak bagi karyawan laki-laki.              employees as well as paternity leave for male employees. Female
Karyawan perempuan berhak mendapatkan cuti melahirkan selama               employees are entitled to maternity leave for a period of three
tiga bulan kalender dan karyawan laki-laki berhak mendapatkan              calendar months, while male employees are entitled to paternity
cuti kelahiran anak selama 2 hari kerja.                                   leave for a period of 2 working days.


Tabel Cuti Melahirkan
Table of Maternity Leave

                                                                  2025                           2024                            2023
                         Uraian
                       Description                       Wanita          Pria           Wanita          Pria          Wanita              Pria
                                                         Female          Male           Female          Male          Female              Male

 Jumlah karyawan yang berhak cuti
                                                            200           559             170            484               155                433
 Number of employees entitled to leave

 Jumlah karyawan yang mengambil hak cuti
                                                             23            62               9             20                 6                 15
 Number of employees who took leave

 Jumlah karyawan yang kembali bekerja setelah cuti
                                                             22            62               9             20                 6                 15
 Number of employees who returned to work after leave

 Jumlah karyawan yang tetap bekerja hingga 12 bulan
 setelah mengambil cuti
                                                             23            62               9             20                 6                 15
 Number of employees who remained employed 12
 months after taking leave

 Return to work rate                                       96%           100%            100%           100%            100%              100%

 Retention rate                                           100%           100%            100%           100%            100%              100%



                                                                                                               PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                 2025 Sustainability Report    195
Page 196
Upah Minimum Regional [OJK F.20, GRI 401-2]                              Regional Minimum Wage [OJK F.20, GRI 401-2]

Dalam memberikan penghargaan dan kompensasi, kesetaraan                  In providing rewards and compensation, equality is a fundamental
menjadi prinsip utama yang diwujudkan melalui penilaian yang             principle implemented through fair and transparent assessments.
adil dan transparan. Dengan adanya transparansi, Hutama Karya            Through such transparency, Hutama Karya ensures that every
memastikan bahwa setiap orang berhak atas upah, tunjangan, dan           individual is entitled to wages, benefits, and rewards in accordance
penghargaan sesuai dengan tingkat kontribusinya. Remunerasi              with their level of contribution. Employee remuneration and base
dan upah pokok karyawan tidak didasarkan pada jenis kelamin,             salary are not determined based on gender, but rather on job grade
melainkan berdasarkan pada jenjang jabatan dan struktur upah             and the Company’s salary structure. During the reporting year, the
perusahaan. Pada tahun pelaporan, rasio minimum upah pokok               ratio of the Company’s minimum base salary to the minimum wage
karyawan Hutama Karya terhadap upah minimum adalah 1:1.                  was 1:1.


                                                                                                                      Rasio Gaji Pokok
                                        Upah Minimum Provinsi   Imbal Jasa Karyawan Tetap
                                                                                                 Persentase       Perempuan Dibandingkan
  Unit Usaha        Provinsi/ Daerah             (Rp)              Tingkat Terendah (Rp)
                                                                                                 Percentage               Laki-Laki
 Unit Business      Province/Region       Provincial Minimum    Lowest Permanent Employee
                                                                                                    (%)           Female-to-Male Base Salary
                                              Wage (IDR)          Base Compensation (IDR)
                                                                                                                            Ratio

 Kantor           DKI Jakarta                Rp 5.729.876               Rp 6.000.000
                                                                                                   104,71%                   1:1
 Office           DKI Jakarta                IDR5,729,876               IDR6,000,000

 Cabang           DKI Jakarta                Rp 5.729.876               Rp 6.400.000
                                                                                                   111,70%                   1:1
 Branch           DKI Jakarta                IDR5,729,876               IDR6,400,000

 Proyek           DKI Jakarta                Rp 5.729.876               Rp 7.000.000
                                                                                                   122,17%                   1:1
 Project          DKI Jakarta                IDR5,729,876               IDR7,000,000

 Proyek           Jawa Barat                 Rp 2.317.601               Rp 6.500.000
                                                                                                   280,46%                   1:1
 Project          West Java                  IDR2,317,601               IDR6,500,000

 Proyek           Jawa Tengah                Rp 2.327.386               Rp 7.829.000
                                                                                                   336,39%                   1:1
 Project          Central Java               IDR2,327,386               IDR7,829,000

 Proyek           Jawa Timur                 Rp 2.446.880               Rp 9.948.000
                                                                                                   406,56%                   1:1
 Project          East Java                  IDR2,446,880               IDR9,948,000

 Proyek           Banten                     Rp 3.100.881               Rp 8.950.000
                                                                                                   288,63%                   1:1
 Project          Banten                     IDR3,100,881               IDR8,950,000

                  Yogyakarta
 Proyek                                      Rp 2.417.495              Rp 21.821.112
                  Special Region of                                                                902,63%                   1:1
 Project                                     IDR2,417,495              IDR21,821,112
                  Yogyakarta

 Proyek           Bali                       Rp 3.207.459               Rp 7.100.000
                                                                                                   221,36%                   1:1
 Project          Bali                       IDR3,207,459               IDR7,100,000

 Cabang           NAD Aceh                   Rp 3.685.516              Rp 16.121.323
                                                                                                   437,41%                   1:1
 Branch           Aceh                       IDR3,685,516              IDR16,121,323

 Proyek           NAD Aceh                   Rp 3.685.516               Rp 7.474.500
                                                                                                   202,80%                   1:1
 Project          Aceh                       IDR3,685,516               IDR7,474,500

 Ruas             NAD Aceh                   Rp 3.685.516              Rp 10.438.000
                                                                                                   283,21%                   1:1
 Section          Aceh                       IDR3,685,516              IDR10,438,000

 Cabang           Sumatra Utara              Rp 3.228.949               Rp 6.450.000
                                                                                                   199,76%                   1:1
 Branch           North Sumatra              IDR3,228,949               IDR6,450,000

 Proyek           Sumatra Utara              Rp 3.228.949               Rp 7.170.000
                                                                                                   222,05%                   1:1
 Project          North Sumatra              IDR3,228,949               IDR7,170,000

 Ruas             Sumatra Utara              Rp 3.228.949              Rp 18.550.410
                                                                                                   574,50%                   1:1
 Section          North Sumatra              IDR3,228,949              IDR18,550,410

 Cabang           Sumatra Barat              Rp 3.182.955               Rp 6.750.000
                                                                                                   212,07%                   1:1
 Branch           West Sumatra               IDR3,182,955               IDR6,750,000

 Proyek           Sumatra Barat              Rp 3.182.955              Rp 11.325.000
                                                                                                   355,80%                   1:1
 Project          West Sumatra               IDR3,182,955              IDR11,325,000

 Ruas             Sumatra Barat              Rp 3.182.955               Rp 7.135.000
                                                                                                   225,73%                   1:1
 Section          West Sumatra               IDR3,182,955               IDR7,135,000

 Cabang           Sumatra Selatan            Rp 3.942.963               Rp 6.935.000
                                                                                                   175,88%                   1:1
 Branch           South Sumatra              IDR3,942,963               IDR6,935,000




           PT Hutama Karya (Persero)
196        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 197
                                                                                                               Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                          Sustainability Performance




                                                                                                                  Rasio Gaji Pokok
                                      Upah Minimum Provinsi   Imbal Jasa Karyawan Tetap
                                                                                          Persentase          Perempuan Dibandingkan
 Unit Usaha      Provinsi/ Daerah              (Rp)              Tingkat Terendah (Rp)
                                                                                          Percentage                  Laki-Laki
Unit Business    Province/Region        Provincial Minimum    Lowest Permanent Employee
                                                                                             (%)              Female-to-Male Base Salary
                                            Wage (IDR)          Base Compensation (IDR)
                                                                                                                        Ratio

Proyek          Sumatra Selatan            Rp 3.942.963              Rp 10.050.000
                                                                                            254,88%                        1:1
Project         South Sumatra              IDR3,942,963              IDR10,050,000

Ruas            Sumatra Selatan            Rp 3.942.963               Rp 7.400.000
                                                                                            187,68%                        1:1
Section         South Sumatra              IDR3,942,963               IDR7,400,000

Cabang          Riau                       Rp 3.780.495               Rp 6.850.000
                                                                                            181,19%                        1:1
Branch          Riau                       IDR3,780,495               IDR6,850,000

Proyek          Riau                       Rp 3.780.495               Rp 7.400.000
                                                                                            195,74%                        1:1
Project         Riau                       IDR3,780,495               IDR7,400,000

Ruas            Riau                       Rp 3.780.495              Rp 12.519.490
                                                                                            331,16%                        1:1
Section         Riau                       IDR3,780,495              IDR12,519,490

Cabang          Bengkulu                   Rp 2.827.251              Rp 15.744.490
                                                                                            556,88%                        1:1
Branch          Bengkulu                   IDR2,827,251              IDR15,744,490

Proyek          Bengkulu                   Rp 2.827.251               Rp 7.400.000
                                                                                            261,74%                        1:1
Project         Bengkulu                   IDR2,827,251               IDR7,400,000

Cabang          Jambi                      Rp 3.471.497               Rp 7.829.000
                                                                                            225,52%                        1:1
Branch          Jambi                      IDR3,471,497               IDR7,829,000

Proyek          Jambi                      Rp 3.471.497               Rp 9.948.000
                                                                                            286,56%                        1:1
Project         Jambi                      IDR3,471,497               IDR9,948,000

Ruas            Jambi                      Rp 3.471.497               Rp 7.300.000
                                                                                            210,28%                        1:1
Section         Jambi                      IDR3,471,497               IDR7,300,000

Cabang          Lampung                    Rp 3.047.734               Rp 7.829.000
                                                                                            256,88%                        1:1
Branch          Lampung                    IDR3,047,734               IDR7,829,000

Proyek          Lampung                    Rp 3.047.734              Rp 28.702.370
                                                                                            941,76%                        1:1
Project         Lampung                    IDR3,047,734              IDR28,702,370

Proyek          Sulawesi Utara             Rp 4.002.630               Rp 7.829.000
                                                                                            195,60%                        1:1
Project         North Sulawesi             IDR4,002,630               IDR7,829,000

Proyek          Nusa Tenggara Barat        Rp 2.573.861               Rp 6.310.000
                                                                                            235,99%                        1:1
Project         West Nusa Tenggara         IDR2,573,861               IDR6,310,000

Proyek          Nusa Tenggara Timur        Rp 2.455.898              Rp 14.346.976
                                                                                            584,18%                        1:1
Project         East Nusa Tenggara         IDR2,455,898              IDR14,346,976

Proyek          Kalimantan Selatan         Rp 3.725.000               Rp 7.903.000
                                                                                            212,16%                        1:1
Project         South Kalimantan           IDR3,725,000               IDR7,903,000

Proyek          Kalimantan Timur           Rp 3.762.431               Rp 6.500.000
                                                                                            172,76%                        1:1
Project         East Kalimantan            IDR3,762,431               IDR6,500,000

Proyek          Gorontalo                  Rp 3.405.144               Rp 9.948.000
                                                                                            292,15%                        1:1
Project         Gorontalo                  IDR3,405,144               IDR9,948,000

Proyek          Maluku                     Rp 3.334.490              Rp 16.371.296
                                                                                            490,97%                        1:1
Project         Maluku                     IDR3,334,490              IDR16,371,296

Proyek          Maluku Utara               Rp 3.408.000               Rp 7.400.000
                                                                                            217,14%                        1:1
Project         North Maluku               IDR3,408,000               IDR7,400,000

Proyek          Papua                      Rp 4.436.283               Rp 7.829.000
                                                                                            176,48%                        1:1
Project         Papua                      IDR4,436,283               IDR7,829,000

Proyek          Papua Barat Daya           Rp 3.766.000              Rp 15.391.490
                                                                                            408,70%                        1:1
Project         Southwest Papua            IDR3,766,000              IDR15,391,490

Proyek          Papua Pegunungan           Rp 4.285.847              Rp 10.790.000
                                                                                            251,76%                        1:1
Project         Highland Papua             IDR4,285,847              IDR10,790,000

Proyek          Papua Selatan              Rp 4.508.100               Rp 9.386.000
                                                                                            208,20%                        1:1
Project         South Papua                IDR4,508,100               IDR9,386,000




                                                                                                       PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                         2025 Sustainability Report   197
Page 198
Guna meningkatkan kesejahteraan dan menghargai dedikasi                           In order to improve employee welfare and recognize employees’
karyawan terhadap Perseroan, Hutama Karya memberikan upah,                        dedication to the Company, Hutama Karya provides wages,
remunerasi, dan berbagai tunjangan yang diterima oleh karyawan                    remuneration, and various allowances for both permanent and
baik karyawan tetap dan kontrak di seluruh lokasi operasional                     contract employees across all operational locations of the Company,
Perseroan dengan rincian sebagai berikut.                                         with details as follows.


                              Bentuk Manfaat                                       Karyawan Tetap                                Karyawan Kontrak
                              Type of Benefits                                   Permanent Employees                             Contract Employees

 Asuransi Jiwa
                                                                                             V                                                V
 Life Insurance

 Asuransi Kesehatan
                                                                                             V                                                V
 Health Insurance

 Tanggugan Kecacatan dan ketidakmampuan
                                                                                             V                                                V
 Disability and Incapacity Coverage

 Jaminan Kehilangan Pekerjaan
                                                                                             V                                                V
 Unemployment Insurance

 Cuti
                                                                                             V                                                V
 Leave Entitlements

 Persiapan Pensiun
                                                                                             V                                                -
 Retirement Preparation

 Biaya Training dan Sertifikasi
                                                                                             V                                                V
 Training and Certification Costs

 Program Pemeriksaan Kesehatan tahunan (MCU)
                                                                                             V                                                V
 Annual Medical Check-Up (MCU) Program

 Bantuan Makan siang berupa Natura
                                                                                             V                                                V
 Lunch Allowance in the Form of In-Kind Benefits

 Biasiswa Pendidikan Lanjutan
                                                                                             V
 Higher Education Scholarship Support

Keterangan:                                                                       Notes:
*Training dan sertifikasi yang diikuti sesuai dengan bidang pekerjaan karyawan    *Training and certification programs undertaken are in accordance with the employee’s
                                                                                  respective job field



Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                                            Safe and Decent Working Environment
[OJK F.21]                                                                        [OJK F.21]


Perseroan secara berkelanjutan berupaya menciptakan lingkungan                    The Company continuously strives to create a safe, healthy,
kerja yang aman, sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh                  inclusive, and sustainable working environment for all employees.
karyawan. Upaya ini merupakan wujud tanggung jawab sosial                         These efforts reflect the Company’s social responsibility to improve
Perseroan dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja                           employee welfare while supporting long-term productivity. In
sekaligus mendukung produktivitas jangka panjang. Dalam                           supporting the social aspect, the Company provides healthcare
mendukung aspek Sosial Perseroan menyediakan fasilitas                            facilities accessible to all employees through its in-house clinic,
kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh karyawan melalui klinik                 which is equipped with general practitioners and dental services. In
perseroan yang dilengkapi dengan layanan dokter umum dan                          addition, the Company provides health protection through health
dokter gigi. Selain itu, Perseroan juga memberikan perlindungan                   insurance programs as a form of employee and family welfare
kesehatan melalui program asuransi kesehatan sebagai bentuk                       assurance.
jaminan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.


Perseroan turut memperhatikan kebutuhan karyawan perempuan                        The Company also pays attention to the needs of female employees
dan keluarga dengan menyediakan fasilitas ruang menyusui                          and families by providing breastfeeding rooms that are safe,
yang aman, nyaman, dan memenuhi standar kesehatan. Sebagai                        comfortable, and compliant with health standards. As part of its
bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang ramah                         family-friendly workplace initiatives, the Company provides daycare
keluarga. Perseroan juga menyediakan fasilitas daycare bagi                       facilities for employees to leave their children during working
karyawan untuk menitipkan anak selama jam kerja. Fasilitas ini                    hours. These facilities are expected to help employees maintain
diharapkan dapat membantu karyawan menjaga keseimbangan                           work–life balance while improving focus and productivity. In terms
antara kehidupan kerja dan keluarga, sekaligus meningkatkan                       of Occupational Health and Safety (OHS), the Company ensures
fokus dan produktivitas kerja. Dalam aspek Kesehatan dan                          the availability of adequate safety and emergency preparedness
Keselamatan Kerja (K3), Perseroan memastikan tersedianya sistem                   systems, including fire extinguishers (APAR), smoke detection



            PT Hutama Karya (Persero)
 198        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 199
                                                                                                                  Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                             Sustainability Performance




keselamatan dan kesiapsiagaan darurat yang memadai, termasuk          systems, and the implementation of building safety standards based
penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sistem deteksi asap,       on green building concepts. The application of environmentally
serta penerapan standar keselamatan gedung berbasis konsep            friendly building concepts also reflects the Company’s commitment
green building. Penerapan konsep bangunan ramah lingkungan            to environmental aspects, particularly in managing an efficient and
ini juga mencerminkan komitmen Perseroan terhadap aspek               sustainable working environment.
Environmental, khususnya dalam pengelolaan lingkungan kerja
yang efisien dan berkelanjutan.


Selain itu, Perseroan menyediakan fasilitas tempat ibadah yang        In addition, the Company provides proper prayer facilities for
layak bagi karyawan sebagai bentuk penghormatan terhadap              employees as a form of respect for diversity and fulfillment
keberagaman dan pemenuhan kebutuhan spiritual di lingkungan           of spiritual needs in the workplace. All facilities are managed
kerja. Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara berkelanjutan dan   sustainably and reviewed periodically to ensure compliance with
dievaluasi secara berkala guna memastikan kepatuhan terhadap          applicable regulations and the implementation of good corporate
regulasi yang berlaku serta penerapan tata kelola perusahaan yang     governance. Through the provision of comprehensive facilities, the
baik. Melalui penyediaan fasilitas yang komprehensif, perseroan       Company is committed to creating a safe, inclusive, and sustainable
berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman,             working environment as a foundation for supporting operational
inklusif, dan berkelanjutan sebagai fondasi dalam mendukung           performance and responsible business growth.
kinerja operasional serta pertumbuhan usaha yang bertanggung
jawab.


Code of Conduct mengatur penerapan prinsip Quality, Health,           The Code of Conduct governs the implementation of the Quality,
Safety, Security & Environment (QHSSE) serta Road Traffic Safety      Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) and Road Traffic
(RTS) sebagai pedoman bagi seluruh insan Perusahaan. Melalui          Safety (RTS) principles as guidelines for all Company personnel.
pedoman ini, setiap individu bertanggung jawab menjaga aspek          Through this guideline, each individual is responsible for maintaining
keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan kerja, serta         occupational safety, health, security, and environmental aspects,
mengutamakan langkah pencegahan risiko dalam setiap aktivitas         while prioritizing risk prevention measures in every activity to
guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.         establish a safe and sustainable working environment.


Keselamatan Kerja                                                     Occupational Safety

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI [GRI 403-1, 403-2, 403-7, 403-8]           POLICY AND IMPLEMENTATION [GRI 403-1, 403-2, 403-7, 403-8]


Hutama Karya menyelenggarakan pengelolaan Keselamatan                 Hutama Karya implements Occupational Health and Safety (OHS)
dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mengacu pada ketentuan                management in accordance with applicable laws and regulations,
peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu melalui              through the implementation of the Occupational Health and Safety
penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan                  Management System (OHSMS/SMK3) as stipulated in Government
Kerja (SMK3) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah            Regulation No. 50 of 2012 concerning the Implementation of
Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen                Occupational Health and Safety Management Systems, as well
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta standar internasional          as the international standard ISO 45001:2018 on Occupational
ISO 45001:2018 mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan              Health and Safety Management Systems based on the Plan–Do–
Kesehatan Kerja yang berbasis pada siklus Plan, Do, Check, Act        Check–Act (PDCA) cycle. In addition, in efforts to create a healthy
(PDCA). Selain itu, dalam upaya menciptakan lingkungan kerja          working environment, the Company also implements the Quality,
yang sehat, Perseroan juga mengimplementasikan Quality,               Health, Safety, Security, and Environmental Management System
Health, Safety, Security, and Environmental Management System         (QHSSEMS) in the construction sector, the Respectful Workplace
(QHSSEMS) di sektor konstruksi, kebijakan Respectful Workplace,       policy, and the Road Traffic Safety Management System (RTSMS)
serta Road Traffic Safety Management System (RTSMS) yang              which refers to ISO 39001:2012. The implementation of OHS covers
mengacu pada standar ISO 39001:2012. Penerapan K3 tersebut            all employees without exception (100%), including workers from
mencakup seluruh karyawan tanpa terkecuali (100%), termasuk           contractors and vendors operating within the Company’s working
pekerja dari pihak kontraktor maupun vendor yang beroperasi di        environment.
lingkungan kerja Perseroan.


Perseroan telah menyusun sebuah manual yang mengatur                  The Company has developed a manual governing Occupational
tentang Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).           Health, Safety, and Environment (OHSE). This guideline applies
Pedoman tersebut diberlakukan bagi seluruh (100%) entitas             to all (100%) business entities, employees, business partners,
bisnis, karyawan, mitra usaha, kontraktor, pengunjung, serta          contractors, visitors, and other stakeholders. The preparation of this
para pemangku kepentingan lainnya. Penyusunan panduan ini             guideline aims to create a safe and healthy working environment,
dimaksudkan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan           prevent workplace accidents, occupational diseases, and other
sehat, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit       hazardous incidents, as well as foster a sense of responsibility



                                                                                                         PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                           2025 Sustainability Report   199
Page 200
akibat kerja, maupun insiden berbahaya lainnya, serta mendorong       among all parties regarding occupational safety and health aspects.
terciptanya rasa tanggung jawab dari seluruh pihak terhadap aspek
keselamatan dan kesehatan kerja.


                                                     Sistem Manajemen K3L
                                                    OHS&E Management System




                                                              PERENCANAAN
                                                                PLANNING



                                                             PELAKSANAAN
                                                            IMPLEMENTATION




                                                              PEMANTAUAN
                                                              MONITORING




                                              TINDAKAN PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN
                                                  CONTINUOS IMPROVEMENT ACTIONS




Dalam rangka memastikan implementasi SMK3 dan Manual K3L              To ensure that the implementation of SMK3 and the OHSE Manual
berjalan secara efektif, Perseroan membentuk Divisi QHSSE yang        runs effectively, the Company has established the QHSSE Division,
didukung oleh personel QHSSE baik di Kantor Pusat maupun              supported by QHSSE personnel at both the Head Office and within
pada setiap Divisi Operasi dan Proyek. Selain itu, di setiap proyek   each Operational Division and Project. In addition, each project and
dan Divisi Operasi juga dibentuk Panitia Pembina K3 (P2K3) yang       Operational Division has also established the Occupational Health
berperan sebagai penghubung antara manajemen dan pekerja              and Safety Committee (P2K3), which serves as a liaison between
dalam mendorong kerja sama serta partisipasi yang efektif dalam       management and workers in promoting effective collaboration and
penerapan K3. P2K3 secara berkala menyelenggarakan pertemuan          participation in the implementation of OHS. The P2K3 periodically
untuk membahas kinerja K3, insiden kecelakaan kerja, tindak lanjut    holds meetings to discuss OHS performance, workplace accidents,
perbaikan, serta berbagai temuan di lapangan. Perseroan juga          corrective actions, and various field findings. The Company also
melaksanakan evaluasi melalui audit internal dan eksternal secara     conducts regular internal and external audits to ensure that the
rutin guna memastikan bahwa sistem K3 yang diterapkan tetap           implemented OHS system remains aligned with the latest standards.
selaras dengan standar terbaru.


Perseroan juga melakukan evaluasi melalui audit internal dan          The Company has also carried out regular internal and external
eksternal secara rutin untuk memastikan sistem K3 Hutama              audits to ensure that Hutama Karya’s OHS system complies with
Karya sesuai dengan standar terkini. Sejak tahun 2019, Perseroan      the latest standards. Since 2019, the Company has obtained
telah memperoleh sertifikasi ISO 45001:2018 mengenai Sistem           ISO 45001:2018 certification on Occupational Health and Safety
Manajemen K3, dan hingga tahun 2024, Perseroan berhasil               Management Systems, and up to 2024, the Company has
mempertahankan sertifikasi tersebut melalui proses audit              successfully maintained this certification through a re-certification
resertifikasi oleh PT SGS Indonesia.                                  audit conducted by PT SGS Indonesia.


Sejalan dengan penerapan K3L di lingkup perusahaan, Perseroan         In line with the implementation of OHSE at the Company level,
juga menerapkan K3L kepada pekerja yang bekerja di lokasi operasi     Hutama Karya also applies OHSE management to workers
Perseroan melalui Contractor Safety Management System (CSMS).         operating at Company project sites through the Contractor Safety
CSMS berguna untuk memastikan kepatuhan kontraktor terhadap           Management System (CSMS). CSMS is used to ensure contractor




         PT Hutama Karya (Persero)
200      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 201
                                                                                                                  Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                             Sustainability Performance




aspek keamanan dan keselamatan kerja. baik ketika proses              compliance with occupational health and safety aspects, both
penentuan kontraktor maupun setelah menjadi mitra bisnis.             during the contractor selection process and after becoming a
                                                                      business partner.


Ketika suatu kontraktor telah terpilih sebagai mitra bisnis,          Once a contractor has been selected as a business partner, the
Perseroan melibatkan partisipasi mereka untuk mematuhi dan            Company engages their participation to comply with and implement
melaksanakan SMK3 Hutama Karya. Kegiatan partisipasi ini dapat        Hutama Karya’s OHS Management System (SMK3). This participation
melalui rapat operasi, rapat koordinasi, serta kegiatan sharing       is carried out through operational meetings, coordination meetings,
seperti kegiatan sharing dalam Komunitas Praktisi Hutama Karya,       and knowledge-sharing activities, including sessions within the
Sub-forum Diskusi aktif efektif bareng QHSSE (KOPI DAEBAQ),           Hutama Karya Community of Practice, the active and effective QHSSE
dan Share to Learn. Kegiatan ini sebagai salah satu wadah bagi        discussion sub-forum (KOPI DAEBAQ), and Share to Learn initiatives.
kontraktor maupun karyawan untuk menyampaikan pendapat,               These activities serve as a platform for both contractors and employees
saran, dan masukan terkait K3.                                        to express opinions, suggestions, and feedback related to occupational
                                                                      health and safety (OHS).


Seluruh (100%) karyawan dan pekerja yang bukan karyawan               All employees (100%) and non-employee workers are covered
tercakup dalam sistem manajemen K3 Perseroan, termasuk yang           under the Company’s OHS management system, including those
diaudit secara internal maupun oleh pihak eksternal.                  subject to both internal and external audits.


Dalam pelaksanaan aktivitas operasional Hutama Karya, baik            In Hutama Karya’s operational activities, both at the Division
pada tingkat Divisi maupun Proyek, seluruh proses kerja telah         and Project levels, all work processes have undergone Hazard
melalui tahapan identifikasi bahaya dan penilaian risiko serta        Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC/IBPRP).
peluang (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Penentuan         The results of the IBPRP serve as the basis for preparing the QHSSE
Pengendalian/IBPRP). Hasil IBPRP tersebut menjadi dasar dalam         Plan for each Division and Project, which aims to control and
penyusunan QHSSE Plan pada masing-masing Divisi dan Proyek,           mitigate occupational health and safety (OHS) risks and ensure that
yang bertujuan untuk mengendalikan dan memitigasi risiko              all work activities are carried out safely and under control. As part
K3 serta memastikan seluruh aktivitas pekerjaan dilaksanakan          of operational control, the Company implements a Work Permit
secara aman dan terkendali. Sebagai bagian dari pengendalian          system and Contractor Safety Analysis (CSA) to ensure that every
operasional, Perseroan menerapkan sistem Work Permit dan              task, particularly high-risk work, has undergone a safety evaluation
Contractor Safety Analysis (CSA) untuk memastikan bahwa setiap        process prior to execution. This mechanism is consistently applied
pekerjaan, khususnya pekerjaan berisiko tinggi, telah melalui         across all Divisions and Projects to create a safe, healthy, and
proses evaluasi keselamatan sebelum dilaksanakan. Penerapan           hazard-free working environment.
mekanisme ini berlaku secara konsisten di seluruh Divisi dan Proyek
guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bebas
dari potensi bahaya.


Dalam kegiatan operasional sehari-hari, pada kegiatan proyek          In daily operations, project activities actively conduct OHS
secara aktif melaksanakan inspeksi dan observasi K3 untuk             inspections and observations to identify and report Unsafe Actions
mengidentifikasi serta melaporkan Unsafe Action dan Unsafe            and Unsafe Conditions as preventive measures against hazards and
Condition sebagai langkah pencegahan terjadinya bahaya maupun         workplace accidents. All findings, reports, and follow-up actions
kecelakaan kerja. Seluruh temuan, laporan, dan tindak lanjut          are integrated into the HK SHIELD digital platform, enabling fast,
pengendalian tersebut telah terintegrasi dalam platform digital HK    accurate, and real-time reporting across all operational areas of
SHIELD, yang memungkinkan pelaporan secara cepat, akurat, dan         the Company. Hutama Karya has established mechanisms that
realtime di seluruh wilayah operasional Perseroan. Hutama Karya       allow employees and workers to report potentially hazardous
telah menetapkan mekanisme yang memungkinkan karyawan                 working conditions, including workplace accidents. Reports can
maupun pekerja untuk melaporkan kondisi kerja yang berpotensi         be submitted directly to field officers or through the real-time HK
membahayakan keselamatan dan kesehatan, termasuk pelaporan            SHIELD platform. In addition, the Company has specific procedures
kecelakaan kerja. Karyawan dapat menyampaikan laporan secara          governing workplace accident investigations and emergency
langsung kepada petugas di lapangan maupun melalui platform           response handling.
HK SHIELD yang beroperasi secara real-time. Selain itu, Perseroan
juga memiliki prosedur khusus yang mengatur tata cara investigasi
kecelakaan kerja serta prosedur penanganan keadaan darurat.


Selain itu, Perseroan telah menetapkan prosedur khusus terkait        Furthermore, the Company has established dedicated procedures
investigasi kecelakaan kerja dan prosedur tanggap darurat yang        for accident investigation and emergency response, implemented
diterapkan secara menyeluruh di tingkat Divisi dan Proyek. Prosedur   comprehensively at both Division and Project levels. These
tersebut bertujuan untuk memastikan penanganan kejadian               procedures aim to ensure that incident handling is carried out
dilakukan secara cepat, tepat, dan sistematis, serta sebagai bagian   quickly, accurately, and systematically, as well as to support



                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   201
Page 202
dari upaya perbaikan berkelanjutan dalam penerapan sistem                      continuous improvement in the implementation of the OHS
manajemen K3.                                                                  management system.



                                         Langkah-Langkah Investigasi Kecelakaan Kerja
                                             Steps for Investigating Work Accidents


     Karyawan melaporkan insiden                Analisis dokumen terkait, seperti             Menilai risiko dan menentukan
     menggunakan formulir standar                standar operasional prosedur                       tindakan korektif
    Employee reports incident using               (SOP) dan laporan inspeksi                   Evaluate risks and determine
           a standard form                      Analyze relevant documents such                     corrective actions
                                                 as SOPs and inspection reports

                  1                                            3                                            5




                                         2                                            4                                          6

                               Fokus pada identifikasi                       Menilai bahaya fisik,                    Pelaporan dokumentasi dan
                             akar penyebab dan langkah                     prosedural, dan manusia                           pemantauan
                                    pencegahan                         Assess physical, procedural, and            Document and monitor reporting
                          Focus on identifying root causes                     human hazards
                               and preventive steps




Setiap potensi bahaya dikelola oleh masing-masing Divisi Operasi               Each potential hazard is managed by the respective Operational
dan Unit Kerja seta melakukan mitigasi sesuai dengan potensi                   Division and Work Unit, which also carry out mitigation measures
bahaya yang ditemukan. Divisi QHSSE berperan untuk memantau                    in accordance with the identified risks. The QHSSE Division is
sistem QHSSE Hutama Karya berjalan dengan baik.                                responsible for monitoring and ensuring that Hutama Karya’s
                                                                               QHSSE system is properly implemented and functioning effectively.


Dalam rangka mengidentifikasi serta meminimalkan potensi risiko                In order to identify and minimize potential operational risks,
operasional, Perseroan melaksanakan pengelolaan risiko secara                  the Company implements continuous risk management
berkelanjutan melalui proses identifikasi bahaya, penilaian tingkat            through regular hazard identification, risk assessment, and the
risiko, serta penetapan langkah-langkah pengendalian K3 secara                 establishment of occupational health and safety (OHS) control
rutin. Perseroan juga melakukan inspeksi berkala di lokasi proyek,             measures. The Company also conducts periodic inspections at
khususnya pada proyek yang masih dalam tahap pembangunan.                      project sites, particularly those still under construction. These
Kegiatan inspeksi tersebut meliputi penilaian terhadap berbagai                inspections include assessments of various potential hazards,
potensi bahaya, baik yang bersifat fisik, kimia, biologis, maupun              including physical, chemical, biological, and ergonomic risks in
ergonomis di lingkungan kerja. Selain itu, Perseroan menyediakan               the workplace. In addition, the Company provides risk maps that
peta risiko yang menggambarkan area-area berbahaya, seperti                    identify hazardous areas, such as zones with fall hazards or chemical
zona dengan potensi risiko jatuh atau paparan bahan kimia, serta               exposure risks, and installs warning signage in high-risk work
memasang rambu-rambu pada lokasi kerja dengan tingkat risiko                   locations. Furthermore, the Company provides personal protective
tinggi. Di samping itu, Perseroan juga menyediakan alat pelindung              equipment (PPE) to employees to ensure that work activities can be
diri (APD) bagi karyawan guna memastikan pekerjaan dapat                       carried out safely.
dilaksanakan secara aman.


INSIDEN [GRI 403-9, 403-10, IF-EN-320a.1]                                      INCIDENTS [GRI 403-9, 403-10, IF-EN-320a.1]


Untuk mengurangi prevalensi kecelakaan, Perseroan memantau                     To reduce the incidence of accidents, the Company closely monitors
dengan cermat insiden yang melibatkan karyawan dan kontraktor                  incidents involving both employees and third-party contractors
pihak ketiga yang bekerja di lokasi operasi kami. Perseroan                    working at its operational sites. The Company classifies workplace
mengklasifikasikan kecelakaan kerja menjadi tiga kelompok,                     accidents into three categories, namely first aid, medical treatment,
yaitu first aid, medical treatment, dan fatality. Setiap kelompok              and fatality. Each category of accident has its own definition and
kecelakaan memiliki penjelasan dan batasan sebagai berikut.                    criteria as follows. Through various preventive and proactive
Melalui berbagai program preventif dan proaktif, Hutama Karya                  programs, Hutama Karya successfully reduced its Total Recordable
berhasil TRIR menjadi sebesar 0,002 menurun dibandingkan                       Injury Rate (TRIR) to 0.002, compared to 0.015 in 2024. A total of 29
2024 yang sebesar 0,015. 29 kasus first aid dan 16 kasus medical               first aid cases and 16 medical treatment cases were recorded. In



         PT Hutama Karya (Persero)
202      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 203
                                                                                                                                        Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                                   Sustainability Performance




treatment. Selain itu, tidak ditemukan kasus penyakit akibat                       addition, no occupational disease cases were identified throughout
kerja sepanjang tahun 2025. Perseroan percaya kinerja positif ini                  2025. The Company believes that this positive performance is the
merupakan hasil dari perbaikan berkelanjutan dan kolaborasi                        result of continuous improvement and collaboration among the
antara perusahaan, karyawan, dan pekerja.                                          Company, employees, and workers.


Seluruh insiden dan kecelakaan kerja yang terjadi wajib dilaporkan dan             All incidents and workplace accidents are required to be reported
dicatat dalam platform digital HK SHIELD, sehingga memungkinkan                    and recorded in the HK SHIELD digital platform, enabling integrated
pemantauan, analisis, dan tindak lanjut secara terintegrasi dan                    and real-time monitoring, analysis, and follow-up. The data recorded
realtime. Data yang terekam dalam sistem tersebut menjadi dasar bagi               in the system serves as the basis for the Company in evaluating OHS
Perseroan dalam melakukan evaluasi kinerja K3 serta penyusunan                     performance as well as in developing continuous improvement
langkah perbaikan dan pencegahan berkelanjutan. Dalam proses                       and preventive measures. In this monitoring process, the Company
pemantauan tersebut, Perseroan mengklasifikasikan kecelakaan kerja                 classifies workplace accidents into three categories, namely first
ke dalam tiga kategori, yaitu first aid, medical treatment, dan fatality,          aid, medical treatment, and fatality, to ensure appropriate handling
untuk memastikan penanganan yang tepat serta pengendalian risiko                   and more effective risk control in accordance with the severity of
yang lebih efektif sesuai tingkat keparahan kejadian.                              each incident.


Sepanjang 2025, Hutama Karya juga tidak mengalami penambahan                       During 2025, Hutama Karya also did not incur any additional costs
biaya dan kerugian finansial yang diakibatkan pengerjaan ulang                     or financial losses resulting from rework or legal actions related to
dan tindakan hukum yang berkaitan dengan insiden kecelakaan di                     workplace accidents at project sites.
lokasi proyek.


Tabel Jam Kerja Selamat
Table of Safe Working Hours

             Keterangan
                                                           2025                                  2024                                          2023
             Description

 Total Jam Kerja Karyawan
                                                        102.006.418                           177.271.510                                   183.651.752
 Total Employee Working Hours




Tabel Jumlah Kecelakaan Kerja
Table of Work-Related Injuries

                                   Kategori
                                                                                       2025                           2024                            2023
                                   Category

 Nearmiss                                Nearmiss                                        11                              -                                -

 Lost Time Injury (LTI)                  Lost Time Injury (LTI)                          0                               0                                0

 Ringan                                  Minor Injury                                    29                              -                                -

 Sementara Tidak Mampu Bekerja           Temporary Incapacity to Work                    0                               -                                -

 Berat/Fatal                             Serious/Fatal Injury                            0                               0                                0

Keterangan:                                                                        Note:
Di tahun 2024 dan 2023, data terkait Nearmiss, dan Sementara tidak mampu bekerja   In 2024 and 2023, data related to near miss incidents and temporary disability were not
belum tersedia                                                                     yet available




Tabel LTI Rate
Table of LTI Rate

                      Kategori
                                                                      2025                               2024                                     2023
                      Category

 Severity Rate                                                        58,82                              33,85                                    32,67

 LTI Rate                                                              0,01                               0,00                                     0,01

 Lost Time Injury Frequency Rate                                      0,010                               0,00                                     0,00

 Total Recordable Injury Rate                                         0,002                              0,015                                    0,011




                                                                                                                               PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                                 2025 Sustainability Report      203
Page 204
Sepanjang 2025, Hutama Karya juga tidak mengalami penambahan          Throughout 2025, Hutama Karya did not incur any additional costs
biaya dan kerugian finansial yang diakibatkan pengerjaan ulang        or financial losses resulting from rework or legal actions related to
dan tindakan hukum yang berkaitan dengan insiden kecelakaan di        accident incidents at project sites.
lokasi proyek.


Kesehatan                                                             Health

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI [GRI 403-3, 403-6, 403-10]                 POLICY AND IMPLEMENTATION [GRI 403-3, 403-6, 403-10]


Untuk menjaga kesehatan karyawan, Perseroan memastikan                To maintain employee health, the Company ensures the
pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan risiko kerja bagi     implementation of medical examinations in accordance with
seluruh karyawan. Dalam upaya mengidentifikasi dan mencegah           occupational risk levels for all employees. In an effort to identify and
potensi penyakit akibat kerja, Hutama Karya memberikan fasilitas      prevent potential occupational diseases, Hutama Karya provides
medical check-up (MCU) setiap satu tahun sekali. Hutama Karya         annual medical check-ups (MCU). The Company also ensures that
memastikan bahwa informasi tentang kesehatan yang merupakan           health-related information, which is a right of every employee, is
hak bagi setiap karyawan dijaga kerahasiaannya.                       kept confidential.


Perseroan mengadakan program peningkatan kesadaran terkait            The Company conducts health awareness programs through
kesehatan melalui berbagai webinar. Beberapa topik yang pernah        various webinars. Topics covered include HIV/AIDS, drug abuse, and
diangkat, antara lain HIV/ AIDS, penyalahgunaan NAPZA, dan            mental health. The Company also has several sports communities
kesehatan mental. Kami juga memiliki beberapa komunitas               that promote healthy lifestyles, including HK Runners, Hutama
olahraga yang menunjang kebiasaan hidup sehat, di antaranya           Karya Badminton, and group exercise and meditation activities. In
HK Runners, Badminton Hutama Karya, dan kegiatan olahraga             addition, to support inclusivity within Hutama Karya’s workplace,
bersama meditasi. Selain itu, guna menunjang inklusivitas di lokasi   the Company has established a women-focused sports community
Hutama Karya, Perseroan menginisiasi komunitas olahraga yang          called Srikandi Hutama Karya, offering activities such as poundfit,
dikhususkan bagi karyawan perempuan, yaitu Srikandi Hutama            aerobics, and yoga.
Karya dengan program poundfit, senam, dan yoga.


Di samping itu, kantor pusat HK Tower dilengkapi dengan fasilitas     Furthermore, the HK Tower head office is equipped with a clinic
klinik dan fasilitas dokter umum. Secara khusus, di setiap lokasi     and general practitioner services. At project sites, the Company
proyek, Perseroan menyediakan paramedis dan bekerja sama              provides paramedics and collaborates with nearby hospitals.
dengan rumah sakit di sekitar lokasi proyek tersebut. Melalui         Through various employee health improvement programs, the
berbagai program peningkatan kesehatan karyawan, Perseroan            Company aims to prevent and mitigate occupational health and
berharap mampu mencegah dan memitigasi dampak kesehatan               safety impacts, as well as reduce the risk of work-related illnesses.
dan keselamatan kerja serta memitigasi penyakit yang dapat
muncul akibat kerja.


INSIDEN [GRI 403-10]                                                  INCIDENTS [GRI 403-10]


Sampai dengan 31 Desember 2025, tidak terdapat kasus penyakit         As of 31 December 2025, there were no reported cases of
akibat kerja yang dilaporkan kepada Perseroan dan kasus kematian      occupational diseases or work-related fatalities involving the
akibat kerja pada pegawai Perseroan, kontraktor, subkontraktor,       Company’s employees, contractors, subcontractors, or business
dan mitra kerja.                                                      partners.


Pelibatan Karyawan dan Protokol Komunikasi K3                         Employee Engagement and OHS Communication
[GRI 403-4, 403-5]                                                    Protocol [GRI 403-4, 403-5]

Pelibatan karyawan dan pekerja dalam penerapan dilakukan melalui      Employee and worker engagement in the implementation of
pelatihan, termasuk sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi.        Occupational Health and Safety (OHS) is carried out through training
Sepanjang tahun 2025, Hutama Karya telah mengadakan pelatihan         programs, including certification, aimed at improving competency.
K3 dengan rincian sebagai berikut.                                    Throughout 2025, Hutama Karya conducted OHS training with the
                                                                      following details.




         PT Hutama Karya (Persero)
204      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 205
                                                                                                                         Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                    Sustainability Performance




                                                 Nama Pelatihan                                                         Jumlah Peserta
                                                 Training Name                                                        Number of Participants

 Ahli K3 Konstruksi                                      Construction OHS Expert                                                  18

 Ahli Keselamatan Konstruksi                             Construction Safety Expert                                               12

 Ahli Keselamatan Jalan                                  Road Safety Expert                                                        2

 Sertifikasi Investigasi Kecelakaan Kerja                Occupational Accident Investigation Certification                         9

 Petugas Pemadam Kebakaran Kelas C                       Class C Firefighting Officer                                             11

 Supervisi K3 Scaffolding                                Scaffolding OHS Supervisor                                               10




                                     Uraian
                                                                                        2025                 2024                      2023
                                   Description

 Karyawan yang Tersertifikasi
                                                                                         68                   63                        30
 Certified Employees


Perseroan juga melakukan sharing knowledge yang dilaksanakan                  The Company also conducts regular knowledge sharing sessions
secara rutin untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya                     to enhance awareness of the importance of personal safety. These
keselamatan diri. Sharing knowledge tersebut dilakukan melalui                sessions are carried out through KOPI Daebaq (Komunitas Praktisi
KOPI Daebaq (Komunitas Praktisi Diskusi Aktif Efektif Bareng                  Diskusi Aktif Efektif Bareng QHSSE), covering various QHSSE-related
QHSSE) dengan materi seputar QHSSE beberapa diantaranya                       topics, including lifting and respectful workplace practices. The
terkait lifting dan respectfull workplace. Kegiatan ini menghadirkan          program features both internal and external speakers who share
narasumber internal maupun eksternal untuk sharing pengetahuan                knowledge and experience in the field of QHSSE.
dan pengalaman di bidang QHSSE.



Aspek Masyarakat                                                              Community Aspect

Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar                                    Impact of Operations on Surrounding
[OJK F.23]                                                                    Communities [OJK F.23]

Pelaksanaan program TJSL berorientasi pada pencapaian TPB.                    The implementation of the Corporate Social and Environmental
Dalam mengidentifikasi isu-isu yang terjadi, Perseroan melibatkan             Responsibility (TJSL) program is oriented toward the achievement
masyarakat untuk memberikan pandangan sehingga program                        of the Sustainable Development Goals (SDGs). In identifying
TJSL yang dilaksanakan tepat sasaran dan mampu menjadi solusi                 emerging issues, the Company engages communities to provide
terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat. Guna memberikan                  insights, ensuring that TJSL programs are accurately targeted and
dampak secara maksimal kepada masyarakat, Perseroan                           serve as solutions to community challenges. To maximize impact on
melaksanakan agenda sebagai berikut:                                          society, the Company implements the following agenda:
1. Melaksanakan penilaian dan pemetaan sosial untuk mengetahui                1. Conducting social assessment and mapping to identify priority
    skala prioritas kebutuhan masyarakat dan penerima manfaat                      needs of communities and program beneficiaries. Social
    program. Pemetaan sosial menghasilkan gambaran kondisi                         mapping provides an overview of community conditions,
    masyarakat mulai dari kebiasaan, adat istiadat, nilai-nilai                    including habits, customs, values, and other socio-cultural
    dan lainnya yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan                       aspects, which serve as the basis for designing targeted
    program yang tepat sasaran. Penilaian dilakukan melalui                        programs. The assessment is conducted through various
    berbagai metode meliputi survei, wawancara, dan Focus Group                    methods, including surveys, interviews, and focus group
    Discussion (FGD).                                                              discussions (FGD).
2. Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk terlibat pada                    2. Enhancing community participation in the implementation of
    proses pelaksanaan program TJSL.                                               TJSL programs.
3. Menjalin kemitraan dengan para pemangku kepentingan                        3. Establishing partnerships with internal and external
    internal dan eksternal dalam pelaksanaan program TJSL.                         stakeholders in the implementation of TJSL programs.




                                                                                                                PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                  2025 Sustainability Report   205
Page 206
4.   Mengevaluasi kinerja pelaksanaan program TJSL secara                  4.   Periodically evaluating TJSL program performance to assess
     periodik untuk menilai efisiensi dan pencapaian program.                   efficiency and achievement of program objectives.
5.   Melakukan audit dana TJSL bersamaan dengan audit laporan              5.   Conducting audits of TJSL funds in conjunction with financial
     keuangan untuk meningkatkan akuntabilitas penggunaan                       statement audits to enhance accountability in fund utilization.
     dana. Di samping itu, unit kerja terkait juga menyusun laporan             In addition, relevant units prepare annual reports submitted to
     tahunan yang disampaikan kepada manajemen Perseroan.                       Company management.


Melalui program TJSL, Hutama Karya berupaya menciptakan                    Through its TJSL programs, Hutama Karya seeks to create a
hubungan simbiosis yang tidak hanya meningkatkan reputasi                  symbiotic relationship that not only enhances the Company’s
Perseroan, tetapi juga menghasilkan nilai bersama bagi Perseroan           reputation but also generates shared value for both the Company
dan masyarakat yang terlibat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai         and the communities involved. This effort is carried out through
pilar, yakni sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola           various pillars, namely social, economic, environmental, legal,
serta berfokus pada bidang prioritas, yaitu bidang pendidikan,             and governance, with a focus on priority areas such as education,
lingkungan, dan pengembangan usaha mikro dan usaha kecil                   environment, and micro and small enterprise (MSME) development.
(UMK). Perseroan berdedikasi untuk memberikan dampak positif               The Company is committed to delivering sustainable positive
secara berkesinambungan. Dengan demikian, peran Perseroan                  impacts. In this way, the Company’s role as a responsible corporate
sebagai warga korporasi yang bertanggung jawab pun makin kuat.             citizen is further strengthened.


Desa dan Program Pemberdayaan Masyarakat
Villages and Community Empowerment Programs

       Keterangan                        Satuan
                                                                    2025                        2024                         2023
       Description                        Unit

 Desa yang Terlibat           Desa
                                                                     29                           13                           7
 Villages Involved            Villages

 Program yang Dijalankan      Program
                                                                     15                           20                           16
 Programs Implemented         Programs



Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat masyarakat yang terkena               Throughout 2025, there were no community members affected by
penggusuran akibat adanya proyek yang dikerjakan oleh Perseroan.           land acquisition or displacement as a result of projects undertaken
Selain itu, tidak terdapat orang yang dimukimkan kembali yang              by the Company. In addition, no individuals were subject to
ditimbulkan dari kegiatan operasional Perseroan.                           resettlement arising from the Company’s operational activities.


Kepatuhan Terhadap Hukum dan Peraturan                                     Compliance with Laws and Regulations
[GRI 2-27, IF-EN-160a.1]                                                   [GRI 2-27, IF-EN-160a.1]


Hutama Karya berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip                  Hutama Karya is committed to implementing Good Corporate
GCG pada level terbaik, hal ini terlihat dari Pembentukan Divisi Legal     Governance (GCG) principles at the highest level, as reflected
di bawah Direktur Human Capital & Legal serta Divisi Pengendalian          in the establishment of the Legal Division under the Director of
Risiko, Sistem & Kepatuhan di bawah Direktur Manajemen Risiko              Human Capital & Legal and the Risk Control, System & Compliance
sebagai Advisory & Advocate internal Perusahaan. Komitmen ini juga         Division under the Director of Risk Management, serving as internal
diperkuat dengan pemberlakuan berbagai komitmen kebijakan                  advisors and advocates of the Company. This commitment is
yang mengatur tentang perilaku bisnis yang bertanggung jawab,              further reinforced through the implementation of various policy
perilaku bisnis yang menghormati hak asasi manusia dan kebijakan           commitments governing responsible business conduct, business
operasional hubungan bisnis dengan pemangku kepentingan.                   practices that respect human rights, and operational policies
                                                                           governing relationships with stakeholders.


Sampai dengan akhir Desember 2025, tidak terdapat insiden                  As of the end of December 2025, there were no incidents of non-
ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-                     compliance with laws and regulations, including environmental
undangan termasuk ketidakpatuhan terhadap lingkungan. Oleh                 non-compliance. Accordingly, the Company did not incur any fines.
karenanya, tidak terdapat denda yang dikeluarkan Perseroan.




          PT Hutama Karya (Persero)
206       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 207
                                                                                                                  Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                             Sustainability Performance




Pengaduan Masyarakat [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26]                     Community Complaints [OJK F.24, GRI 2-16, GRI 2-26]

Untuk mendukung penerapan kode etik, Perseroan menyediakan              To support the implementation of the Code of Ethics, Hutama Karya
saluran pelaporan pelanggaran melalui Whistleblowing System             provides a whistleblowing system (WBS) reporting channel that can
(WBS) yang dapat diakses oleh karyawan, pemasok, pelanggan              be accessed by employees, suppliers, customers, and other third
maupun pihak ketiga lainnya. Penerapan sistem ini mengacu pada          parties. The implementation of this system refers to the Regulation
ketentuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor              of the Minister of State-Owned Enterprises (SOE) Number PER-2/
PER-2/MBU/03/2023 Tahun 2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan            MBU/03/2023 concerning Guidelines for Governance and Significant
Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara. Pelapor         Corporate Activities of State-Owned Enterprises. Reporters may
dapat melapor melalui sistem jika ia menemukan indikasi adanya          submit complaints through the system upon identifying indications
pelanggaran dengan menyertakan informasi lengkap dan bukti              of violations, accompanied by complete information and supporting
berupa foto atau dokumen.                                               evidence such as photographs or documents.


WBS Perseroan dikelola secara internal oleh Sekretaris Perusahaan,      The Company’s WBS is managed internally by the Corporate
tetapi, Perseroan menjamin kerahasiaan dan netralitas dalam             Secretary function; however, the Company ensures confidentiality
penanganan, penyelidikan, dan penyimpanan informasi yang                and neutrality in the handling, investigation, and storage of all
diterima.                                                               received information.




                                                                 Fraud


                    Korupsi                                          Pemerasan                            Gratifikasi
                    Corruption                                       Extortion                            Gratuities

                    Suap                                             Perbuatan Curang
                    Bribery                                          Deception

                    Penggelapan dalam Jabatan                        Benturan Kepentingan
                    Embezzlement                                     Conflict of Interest




                                                              Non-Fraud

                    Tindakan yang dapat menurunkan reputasi                   Pelecehan
                    dan/atau nama baik Perusahaan;                            Harassment;
                    Actions that could damage the Company's
                    reputation and/or good name;
                                                                              Penggunaan Narkoba
                                                                              Drug use;
                    Perbuatan asusila di dalam dan di luar
                    Perusahaan;
                    Unethical conduct, both inside and outside                Terlibat dalam kegiatan masyarakat yang
                    the Company;                                              dilarang.
                                                                              Participation in prohibited community activities.



                                                            Out of Scope



Perseroan telah mengatur cara penyampaian laporan pelanggaran           The Company has established procedures for submitting violation
yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak, tidak terbatas pada pihak      reports that are accessible to all parties, not limited to internal
internal saja akan tetapi juga untuk pihak eksternal. Perseroan         stakeholders but also external parties. The Company provides
memiliki beberapa media yang dapat digunakan untuk melaporkan           several channels that may be used to report alleged violations:
pelanggaran:




                                                                                                          PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                            2025 Sustainability Report   207
Page 208
1.   Pelapor menyampaikan secara tertulis tentang dugaan                 1.   Reporters may submit written complaints regarding alleged
     pelanggaran yang dilakukan oleh Insan Hutama kepada Tim                  violations committed by Company personnel to the WBS
     Pengelola WBS dengan alamat Tim Pengelola WBS PT Hutama                  Management Team at the following address: WBS Management
     Karya (Persero) Jl. Letjen MT Haryono Kav. 8, Cawang, Jakarta            Team PT Hutama Karya (Persero), Jl. Letjen MT Haryono Kav. 8,
     Timur 13340                                                              Cawang, East Jakarta 13340
2.   Pelapor dapat menyampaikan laporan dugaan pelanggaran               2.   Reporters may also submit reports of alleged violations to the
     kepada Tim Pengelola WBS PT Hutama Karya (Persero) melalui               WBS Management Team of PT Hutama Karya (Persero) through
     saluran yang telah disediakan:                                           the available reporting channels:




     (021) 8196107                 wbs@hutamakarya.com                   wbs.hutamakarya.com                          QR Code


3.   Pelapor dapat melengkapi laporan dugaan pelanggaran                 3.   Reporters may complete their submissions either by including
     dengan menyertakan identitas pelapor maupun secara                       their identity or anonymously, accompanied by a contact
     anonim, disertai nomor telepon yang dapat dihubungi.                     telephone number.
4.   Terhadap laporan dugaan pelanggaran yang tidak memenuhi             4.   For reports that do not meet the required criteria, the WBS
     syarat, Tim Pengelola WBS menyimpan dokumen laporan                      Management Team will archive the complaint documents.
     dugaan pelanggaran tersebut. Namun, apabila laporan dugaan               However, for reports that meet the 4W1H criteria (What, Where,
     pelanggaran yang telah memenuhi syarat 4W1H (What, Where,                When, Who, and How) but are submitted without the reporter’s
     When, Who dan How) namun tanpa identitas pelapor maka                    identity, the WBS Management Team will escalate the report to
     Tim Pengelola WBS menyampaikan laporan tersebut kepada                   the WBS Steering Committee for approval on whether further
     Pengarah WBS untuk mendapat persetujuan atau tidaknya                    follow-up action will be taken.
     dilakukan proses tindak lanjut.


Perseroan sepenuhnya menjamin tidak akan ada pelanggaran                 The Company fully guarantees that there will be no breach of
terhadap kerahasiaan, intimidasi, atau pembalasan kepada                 confidentiality, intimidation, or retaliation against reporters and
pelapor dan pihak yang terlibat dalam investigasi. Perseroan juga        parties involved in investigations. The Company also enforces
tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan               a strict zero-tolerance policy toward any form of retaliation. All
pembalasan. Seluruh karyawan diimbau untuk melaporkan setiap             employees are encouraged to report any cases of retaliation. During
kasus pembalasan. Selama tahun 2025, Perseroan menerima                  2025, the Company received complaints through the WBS channel
pengaduan melalui kanal WBS sebagai berikut:                             as follows:


      Keterangan                        Jumlah Pengaduan yang Diterima
                                                                                                           Status
      Description                        Number of Complaints Received

 Fraud                                                0

 Non Fraud                                            1                                                     Selesai

 Lainnya
                                                      4                                                     Selesai
 Others

 Total                                                5



Hutama Karya mengembangkan mekanisme pengaduan bagi                      Hutama Karya has developed a complaint handling mechanism for
masyarakat yang juga mencakup isu sosial dan lingkungan di               the public, which also covers social and environmental issues within
wilayah operasi Perseroan. Mekanisme pengaduan tersebut                  its operational areas. This grievance mechanism is made available
disediakan melalui whistleblowing system dan SP4N LAPOR.                 through the whistleblowing system (WBS) and SP4N LAPOR. All
Seluruh masyarakat memiliki akses ke mekanisme pengaduan                 members of the public have access to these mechanisms to ensure
tersebut yang tersedia guna memastikan kekhawatiran mereka               that their concerns are formally documented and addressed. During
didokumentasikan dan ditangani secara resmi. Sepanjang tahun             2025, the Company received 3 public complaints related to toll road
2025, Perseroan menerima 3 keluhan dari masyarakat mengenai              facilities, and 100% of the complaints received were fully resolved.
fasilitas jalan tol dan seluruh (100%) keluhan yang diterima oleh
Perseroan telah selesai ditangani.




           PT Hutama Karya (Persero)
208        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 209
                                                                                                                               Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                          Sustainability Performance




Tabel Jumlah dan Unit Usaha yang Menerima Pengaduan Masyarakat Tahun 2025
Table of Number and Business Units Receiving Public Complaints in 2025

      Unit Usaha               Jumlah Pengaduan yang Diterima                      Jenis Pengaduan
                                                                                                                                             Status
     Business Unit              Number of Complaints Received                      Type of Complaint

                                                                 Gaji Pekerja
 KSO HK-TS                                          1                                                                                     Selesai/Done
                                                                 Employee Salary

                                                                 Keluhan pelanggan
 Tol Lampung                                        1                                                                                     Selesai/Done
                                                                 Customer Complaint

 Proyek MBG Aceh                                                 Dugaan ijazah palsu
                                                    1                                                                                     Selesai/Done
 MBG Aceh Project                                                Alleged Fake Diploma

 Total                                              3




Tabel Jumlah Pengaduan Melalui Email
Table of Complaints Received via Email

                          Jenis Pengaduan                             Jumlah Pengaduan
                                                                                                                                 Status
                         Type of Complaint                           Number of Complaints

 Out of Scope                                                                      5                                          Selesai/Done

 Lain-lain
                                                                                   0                                                 -
 Others

 Total

Keterangan:                                                                Notes:
*) data pengaduan yang masuk lewat email WBS                               *) Data on complaints received through the Whistleblowing System (WBS) email



Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan                                  Corporate Social and Environmental
(TJSL) [OJK F.25]                                                          Responsibility (TJSL) Activities [OJK F.25]

Perseroan secara konsisten melaksanakan kegiatan Tanggung                  The Company consistently implements Social and Environmental
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk komitmen                 Responsibility (TJSL) programs as a form of its commitment to
terhadap pembangunan berkelanjutan dan kontribusi kepada                   sustainable development and contributions to society. The TJSL
masyarakat. Kegiatan TJSL selama tahun 2025 dilaksanakan                   activities carried out throughout 2025 are as follows.
sebagai berikut.


             Keterangan                        Satuan
                                                                   2025                               2024                                  2023
             Description                        Unit

 Investasi
 Investment

    Pilar Sosial                          Dalam Rupiah
                                                                11.174.447.768                     14.261.576.588                         18.138.423.146
    Social Pillar                         In Rupiah

    Pilar Ekonomi                         Dalam Rupiah
                                                                  789.229.368                       5.176.226.575                          4.892.016.509
    Economic Pillar                       In Rupiah

    Pilar Lingkungan                      Dalam Rupiah
                                                                 5.301.802.160                      5.216.672.432                          5.444.006.633
    Environmental Pillar                  In Rupiah

    Pilar Hukum dan Tata Kelola           Dalam Rupiah
                                                                              -                       187.835.000                            44.955.000
    Legal and Governance Pillar           In Rupiah

    Total                                                       17.440.479.296                   24.842.310.595                          28.519.401.288

 Penerima Manfaat
 Beneficiaries

    Pilar Sosial                          Orang
                                                                          6.181                             12.638                                 9.644
    Social Pillar                         Persons

    Pilar Ekonomi                         Orang
                                                                           366                                 422                                  968
    Economic Pillar                       Persons




                                                                                                                      PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                        2025 Sustainability Report         209
Page 210
             Keterangan                       Satuan
                                                                          2025                             2024                                 2023
             Description                       Unit

    Pilar Lingkungan                     Orang
                                                                                 1.622                               3.538                                  17
    Environmental Pillar                 Persons

    Pilar Hukum dan Tata Kelola          Orang
                                                                                       -                                  126                               42
    Legal and Governance Pillar          Persons

    Total                                                                        8.169                              16.598                           10.629



Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Program TJSL
Company Work Plan and Budget (RKAP) for TJSL Program                                                                             (dalam Juta Rupiah/in million Rupiah)


                           Keterangan                                                                      Realisasi                       Pencapaian
                                                                            RKAP
                           Description                                                                    Realization                      Achievement

 Pilar Sosial
                                                                              5.500                          11.174                            203,16%
 Social Pillar

 Pilar Ekonomi
                                                                              6.125                            1.214                             19,82%
 Economic Pillar

 Pilar Lingkungan
                                                                              7.790                            5.302                             68,06%
 Environmental Pillar

 Pilar Hukum dan Tata Kelola
                                                                                   -                                  -                                 -
 Legal and Governance Pillar

 Total                                                                      19.415                           17.690                             91,12%



Tabel Kegiatan TJSL dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Table of TJSL Activities and Sustainable Development Goals (SDGs)

                                   Tujuan
             Jenis             Pembangunan
         Kegiatan TJSL         Berkelanjutan                               Penjelasan                                                Capaian
  No
          TJSL Activity          Sustainable                               Description                                             Achievement
             Type               Development
                                    Goals

 PILAR SOSIAL
 SOCIAL PILLAR

   1     HK Berbagi                                Mendukung peningkatan kondisi sosial masyarakat                    Sebanyak 5.803 paket sembako dan 229
         HK Sharing                                utamanya dalam pemenuhan kebutuhan pangan, Hutama                  hewan kurban sudah disalurkan kepada
                                                   Karya aktif menyalurkan dukungan sembako dan kontribusi            masyarakat yang membutuhkan.
                                                   berbagai sembako dalam aksi cepat tanggap bencana alam             A total of 5,803 staple food packages
                                                   di beberapa wilayah.                                               and 229 sacrificial animals have been
                                                   To support improvements in community social conditions,            distributed to communities in need.
                                                   particularly in fulfilling food needs, Hutama Karya actively
                                                   distributes staple food assistance and contributes various
                                                   food packages in rapid response to natural disasters in
                                                   several regions.

   2     HK Peduli                                 Mendukung program percepatan Penghapusan Kemiskinan                Program ini dilakukan dalam rangka
         Kesehatan                                 Ekstrem (PKE) dan penanganan stunting, Hutama Karya                mendukung Asta Cita yang berfokus pada
         HK Health Care                            melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan pemberdayaan              peningkatan akses makanan bergizi dan
                                                   masyarakat dan pengecekan kesehatan kepada anak balita,            membangun generasi Indonesia yang
                                                   ibu hamil, dan remaja putri di Desa Banyumas, kec. Stabat,         berkualitas, dengan penerima manfaat
                                                   kab. Langkat, Sumatera Utara.                                      langsung sebanyak 95 orang.
                                                   o support the acceleration program for Extreme Poverty             The program supports the Asta Cita agenda
                                                   Alleviation (PKE) and stunting management, Hutama Karya            focusing on improving access to nutritious
                                                   conducts a series of community empowerment activities              food and building a quality Indonesian
                                                   and health check-ups for toddlers, pregnant women, and             generation, with 95 direct beneficiaries.
                                                   adolescent girls in Banyumas Village, Stabat District, Langkat
                                                   Regency, North Sumatra.

   3     HK Peduli                                 Hutama Karya senantiasa berupaya untuk mewujudkan                  Sebanyak 24 sekolah dan 1 perguruan
         Pendidikan                                pendidikan yang berkualitas bagi seluruh pihak yang                tinggi yang telah dibantu di wilayah
         HK Education                              berkepentingan dengan memfasilitasi lembaga pendidikan             Sumatera dan Jawa untuk memenuhi
         Care                                      untuk mendapatkan akses yang layak dalam proses belajar            kebutuhan infrastruktur pendidikan yang
                                                   mengajar.                                                          memadai.




            PT Hutama Karya (Persero)
210         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 211
                                                                                                                         Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                    Sustainability Performance




                            Tujuan
         Jenis          Pembangunan
     Kegiatan TJSL      Berkelanjutan                           Penjelasan                                               Capaian
No
      TJSL Activity       Sustainable                           Description                                            Achievement
         Type            Development
                             Goals

                                        Hutama Karya continuously strives to realize quality             Selain itu, Hutama Karya juga berkolaborasi
                                        education for all stakeholders by facilitating educational       aktif dengan penggerak literasi di Lampung
                                        institutions to obtain proper infrastructure for teaching        Selatan dengan memfasilitasi sarana
                                        and learning processes. In addition, Hutama Karya actively       Perahu Pustaka, paket bacaan, peralatan
                                        collaborates with literacy activists in South Lampung by         sekolah berupa sepatu, alat tulis, tas
                                        providing Library Boat facilities, reading materials, school     sekolah, dan laptop, serta edukasi literasi
                                        supplies (shoes, stationery, bags, and laptops), as well as      bagi masyarakat pesisir pantai untuk
                                        literacy education for coastal communities.                      membaca.
                                                                                                         A total of 24 schools and 1 university
                                                                                                         have been supported across Sumatra
                                                                                                         and Java to meet adequate educational
                                                                                                         infrastructure needs.

                                                                                                         In addition, Hutama Karya actively
                                                                                                         collaborates with literacy activists in
                                                                                                         South Lampung by providing Library Boat
                                                                                                         facilities, reading materials, school supplies
                                                                                                         such as shoes, stationery, school bags, and
                                                                                                         laptops, as well as literacy education for
                                                                                                         coastal communities to promote reading
                                                                                                         habits.




 1   HK Peduli                          Upaya Hutama Karya dalam mendukung Usaha Mikro dan               Hutama Karya telah mendampingi
     Kreatif                            Usaha Kecil (UMK) naik kelas utamanya di area operasional        160 UMK Binaan dalam memberikan
     HK Creative Care                   terdekat dengan berfokus pada kegiatan pelatihan,                pelatihan untuk peningkatan keterampilan
                                        pendanaan, dan promosi usaha.                                    kewirausahaan dan pengelolaan bisnis,
                                        Hutama Karya supports the upgrading of Micro and                 serta memberikan dukungan promosi
                                        Small Enterprises (MSMEs), particularly in areas close to        untuk produk unggulan dari UMK Binaan
                                        operational locations, by focusing on training, financing, and   yang didampingi.
                                        business promotion activities.                                   The Company has assisted 160 MSME
                                                                                                         beneficiaries by providing training to
                                                                                                         enhance entrepreneurship and business
                                                                                                         management skills, as well as promoting
                                                                                                         flagship MSME products supported by the
                                                                                                         Company.

 2   Pendanaan                          Salah satu fokus kegiatan Hutama Karya dalam                     Sebanyak 84 pelaku usaha mikro dan usaha
     Usaha Mikro                        mengembangkan UMK adalah dengan pendanaan atau                   kecil yang menerima pinjaman PUMK.
     dan Usaha Kecil                    pinjaman lunak bagi UMK. Program ini dilaksanakan                A total of 84 micro and small business
     (PUMK)                             berkolaborasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)          actors received PUMK financing.
     Micro and                          tbk (“BRI”) sebagai mitra penyalur pinjaman PUMK kepada
     Small Business                     para pelaku usaha yang membutuhkan.
     Funding (PUMK)                     One of Hutama Karya’s key initiatives in MSME development is
                                        providing soft loans for MSMEs. This program is implemented
                                        in collaboration with PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
                                        (BRI) as the loan distribution partner for business actors in
                                        need.

 3   Infrastruktur                      Dukungan dalam pembangunan dan perbaikan sarana                  Hutama Karya mendukung perbaikan
     Masuk Desa                         prasarana umum untuk menunjang berbagai aktivitas sosial         sarana prasarana ibadah di 3 rumah
     Village                            masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.            ibadah.
     Infrastructure                     Support for the development and improvement of public            Hutama Karya supported the improvement
     Program                            infrastructure to enhance various social activities of           of worship facility infrastructure in 3 houses
                                        communities around the Company’s operational areas.              of worship.

PILAR LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL PILLAR

 1   Penyediaan Air                     Mendukung sarana sanitasi yang layak bagi masyarakat,            Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) dan 3
     Bersih                             Hutama Karya menghadirkan akses dan fasilitas air bersih         (tiga) lokasi menerima dukungan sarana
     Clean Water                        berupa sumur, filter air, sarana prasarana, dan pendampingan     air bersih di Wilayah Jagalan Kotagede, DI
     Provision                          pemeliharaan air.                                                Yogyakarta.
                                        Support proper sanitation facilities for communities, Hutama     A total of 22 households and 3 locations
                                        Karya provides access to clean water facilities in the form of   received clean water support in the Jagalan
                                        wells, water filters, supporting infrastructure, and water       Kotagede area, Yogyakarta Special Region.
                                        maintenance assistance.




                                                                                                                PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                  2025 Sustainability Report     211
Page 212
                              Tujuan
          Jenis           Pembangunan
      Kegiatan TJSL       Berkelanjutan                            Penjelasan                                                   Capaian
No
       TJSL Activity        Sustainable                            Description                                                Achievement
          Type             Development
                               Goals

 2    Mudik Bersama                       Fasilitas mudik bersama yang diselenggarakan oleh BUMN               478 orang pemudik dan 12 bus yang
      BUMN                                bertujuan untuk membantu masyarakat kembali ke kampung               berpartisipasi dalam agenda ini.
      BUMN Joint                          halaman pada momen Hari Raya Idul Fitri, tujuannya adalah            A total of 478 travelers and 12 buses
      Homecoming                          untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas dengan             participated in this program.
      Program                             pengalihan penggunaan sepeda motor ke bus, kereta api, dan
                                          kapal laut.
                                          The BUMN-organized joint homecoming facility aims to assist
                                          the public in returning to their hometowns during Eid al-Fitr,
                                          while minimizing traffic accident risks by shifting transportation
                                          usage from motorcycles to buses, trains, and ships.

 3    Pengolahan                          Sejalan dengan komitmen Hutama Karya dalam menghadirkan              Selama tahun 2025 total sampah yang
      Sampah                              jalan tol yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, Hutama            berhasil di data adalah ± 16 ton sampah
      Waste                               Karya berupaya melakukan optimalisasi pengelolaan limbah             organik dan anorganik yang sudah dikelola
      Management                          sampah organik di rest area JTTS dengan menggunakan                  dan diolah, dengan jumlah masing-masing
                                          metode Black Soldier Fly (BSF). Program sudah dilaksanakan           sampah organik 15 ton dan 1 ton sampah
                                          di Rest Area KM 215B dan 277A pada ruas tol Terbanggi Besar-         anorganik di 2 (dua) rest area.
                                          Pematang Panggang-Kayu Agung.                                        In 2025, approximately 16 tons of waste were
                                          In line with Hutama Karya’s commitment to developing                 recorded and processed, consisting of 15 tons
                                          sustainable and environmentally friendly toll roads, the             of organic waste and 1 ton of inorganic waste
                                          Company optimizes organic waste management at JTTS rest              across 2 rest areas.
                                          areas using the Black Soldier Fly (BSF) method. The program
                                          has been implemented at KM 215B and 277A rest areas along
                                          the Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung toll road
                                          section.

 4    Penanaman                           Dalam rangka mendukung gerakan dekarbonisasi perusahaan              Melalui penggunaan dana dari TJSL
      Pohon                               untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, Hutama Karya                  sebanyak 4.485 pohon sudah ditanam
      Tree Planting                       aktif melakukan penanaman pohon di sekitar aktivitas bisnis          untuk mendukung pelestarian lingkungan
                                          perusahaan termasuk pada masyarakat sekitar perusahaan.              dan pemberdayaan masyarakat dengan
                                          In support of corporate decarbonization efforts to reduce            menanam pohon produktif.
                                          greenhouse gas emissions, Hutama Karya actively conducts tree        A total of 4,485 trees were planted using TJSL
                                          planting around its business operations, including surrounding       funds to support environmental preservation
                                          communities.                                                         and community empowerment through
                                                                                                               productive tree planting.

 5    Konservasi                          Kolaborasi Hutama Karya dengan Balai Besar Konservasi                1.220 pohon yang sudah ditanam dengan
      Satwa                               SDA Riau dan Rimba Satwa Foundation (RSF), Hutama                    rincian, 200 bibit jeruk, 1.000 bibit rumpu
      Wildlife                            Karya melakukan penguatan program konservasi gajah dan               odot, dan 20 bibit durian premium di sekitar
      Conservation                        penanaman pohon.                                                     Underpass Perlintasan Gajah (UPG) di tol
                                          Collaboration between Hutama Karya, the Riau Natural                 Pekanbaru – Dumai.
                                          Resources Conservation Agency, and the Rimba Satwa
                                          Foundation (RSF) focuses on strengthening elephant                   Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen
                                          conservation programs and tree planting initiatives.                 Hutama        Karya     untuk     melestarikan
                                                                                                               keberadaan Gajah Sumatra sekaligus
                                                                                                               memberikan rasa aman kepada pengguna
                                                                                                               jalan tol.
                                                                                                               A total of 1,220 trees were planted, consisting
                                                                                                               of 200 citrus seedlings, 1,000 odot grass
                                                                                                               seedlings, and 20 premium durian seedlings
                                                                                                               around the Elephant Crossing Underpass
                                                                                                               (UPG) on the Pekanbaru–Dumai toll road.

                                                                                                               These initiatives reflect Hutama Karya’s
                                                                                                               commitment to environmental sustainability,
                                                                                                               biodiversity conservation, and the creation of
                                                                                                               eco-friendly infrastructure while ensuring
                                                                                                               user safety on toll roads.

PILAR HUKUM & TATA KELOLA
LEGAL & GOVERNANCE PILLAR

 1    Penerapan                           Dalam rangka memastikan seluruh kegiatan sosial perusahaan           Sebanyak 79 instansi/perorangan yang
      Sistem                              berjalan bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus                melakukan        penandatanganan        pakta
      Manajemen                           melindungi perusahaan dari risiko hukum dan reputasi, Hutama         integritas anti penyuapan dengan rincian
      Anti Penyuapan                      Karya secara aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat          yaitu 35 rekanan dan 44 penerima manfaat
      (SMAP)                              utamanya kepada penerima manfaat mengenai komitmen                   A total of 79 institutions/individuals signed
      Implementation                      anti penyuapan dan penandatanganan pakta integritas. Tidak           anti-bribery integrity pacts, consisting of 35
      of Anti-Bribery                     hanya dengan penerima manfaat, namun juga untuk rekanan              partners and 44 beneficiaries.
      Management                          dan mitra kerja TJSL di lapangan.
      System (ABMS/                       In order to ensure that all corporate social activities are
      SMAP)                               conducted in a clean, transparent, and accountable manner,
                                          as well as to protect the Company from legal and reputational
                                          risks, Hutama Karya actively provides socialization to the
                                          community, particularly beneficiaries, regarding its anti-bribery
                                          commitment and the signing of integrity pacts. This initiative is
                                          also extended to partners and field TJSL collaborators.




       PT Hutama Karya (Persero)
212    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 213
                                                                                                                 Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                            Sustainability Performance




    Tanggung Jawab Pengembangan Produk dan/atau
    Jasa Keberlanjutan
    Product and/or Service Responsibility for Sustainability


Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa                                 Innovation and Development of
Pembangunan Berkelanjutan [OJK F.26]                                 Sustainable Construction Products/
                                                                     Services [OJK F.26]

Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik serta menghasilkan          In an effort to deliver the best service and produce high-quality
produk yang berkualitas, Hutama Karya terus berinovasi               products, Hutama Karya continues to innovate in the development
dalam mengembangkan produk dan layanannya. Perseroan                 of its products and services. The Company has developed a
mengembangkan sistem digital “HK SHIELD”, sebuah platform yang       digital system called “HK SHIELD,” a platform that ensures the
memastikan pengelolaan aspek mutu, kesehatan, keselamatan,           management of Quality, Health, Safety, Security, and Environment
keamanan, dan lingkungan (QHSSE) secara akurat dan langsung          (QHSSE) aspects in an accurate and real-time manner. This
(real-time). Teknologi ini memungkinkan pengawasan proyek            technology enables more effective project supervision, ensures
yang lebih efektif, menjamin hasil kerja berkualitas tinggi, serta   high-quality work outcomes, and minimizes environmental impacts
meminimalkan dampak lingkungan melalui program dekarbonisasi.        through decarbonization programs. In addition, the Company also
Selain itu, Perseroan juga menerapkan green construction untuk       implements green construction to reduce negative environmental
mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, seperti               impacts, such as the use of environmentally friendly materials,
penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi dan air,      energy and water efficiency, and design approaches that consider
serta desain yang memperhatikan keseimbangan ekosistem.              ecosystem balance.


Di tahun 2025, Hutama Karya menerapkan inovasi keberlanjutan         In 2025, Hutama Karya implemented sustainability innovations
pada proyek Ruas Sigli–Banda Aceh dengan mengadopsi                  in the Sigli–Banda Aceh Section project by adopting the green
konsep green construction, yaitu metode pembangunan yang             construction concept, a development approach that takes
memperhatikan aspek lingkungan. Penerapan konsep ini dilakukan       environmental aspects into account. The application of this
dengan memanfaatkan material yang tersedia di sekitar area           concept was carried out by utilizing materials available in the
pekerjaan, sehingga dapat mengurangi penggunaan material             surrounding project area, thereby reducing the use of materials
dari luar area, menekan emisi akibat transportasi, meningkatkan      sourced externally, lowering transportation-related emissions,
efisiensi biaya, serta meminimalkan dampak lingkungan selama         improving cost efficiency, and minimizing environmental impacts
proses konstruksi. Selanjutnya, PT Bhirawa Steel telah menerapkan    during the construction process. Furthermore, PT Bhirawa Steel
tahapan Green Industry dan saat ini berada pada klasifikasi          has implemented the Green Industry framework and is currently
“Transformasi menuju Industri Hijau”, yang menunjukkan               classified under “Transformation Towards Green Industry,”
bahwa perusahaan sedang berada dalam proses peralihan dari           indicating that the company is in the process of transitioning
praktik industri konvensional menuju penerapan prinsip-prinsip       from conventional industrial practices to the adoption of more
industri yang lebih ramah lingkungan. Namun demikian, selama         environmentally friendly industrial principles. However, during
periode pelaporan, Perseroan belum memiliki proyek yang telah        the reporting period, the Company did not have any projects that
memperoleh sertifikasi keberlanjutan dari pihak ketiga maupun        had obtained sustainability certification from third parties, nor
proyek yang sedang dalam proses memperoleh sertifikasi tersebut.     projects that were in the process of obtaining such certification. The
Penilaian kategori Green Construction dan Bangunan Gedung Hijau      assessment of Green Construction and Green Building categories
merupakan hasil penilaian oleh Perseroan.                            represents the Company’s internal evaluation.


Di samping itu, sistem manajemen lingkungan yang diterapkan          In addition, the Company’s environmental management system
Perseroan didasarkan pada Peta Jalan Transformasi Lingkungan         is based on the Hutama Karya Environmental Transformation
Hutama Karya, yang berfungsi sebagai pedoman dan arah dalam          Roadmap, which serves as a guideline and direction for achieving
mencapai tujuan bisnis yang berkelanjutan. Peta jalan ini tidak      sustainable business objectives. This roadmap not only focuses on
hanya berfokus pada aspek keberlanjutan bisnis, tetapi juga          business sustainability aspects but also on broader environmental
pada pencapaian target lingkungan yang lebih luas, mencakup          targets, including emissions management, energy efficiency, and
pengelolaan emisi, efisiensi energi, dan pelestarian ekosistem.      ecosystem preservation. The implementation of this roadmap
Penerapan Peta Jalan Transformasi Lingkungan ini telah membantu      has supported the Company in achieving various established
Perseroan untuk mencapai berbagai target lingkungan yang telah       environmental targets, including:
ditetapkan, antara lain:




                                                                                                        PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                          2025 Sustainability Report   213
Page 214
Pencapaian Green Construction (Kriteria Hutama Karya)
Green Construction Achievement (Hutama Karya Criteria)                                                                      (Dalam %/in %)


                                  Keterangan
                                                                            2025                   2024                   2023
                                  Description

 Gedung BRI Ragunan
                                                                               100                  48,75                    -
 BRI Ragunan Building
 RSUP RD Kandou
                                                                               100                       -                   -
 RSUP RD Kandou
 RSUP Nias
                                                                               100                       -                   -
 RSUP Nias
 RSUD Sanana
                                                                             97,92                       -                   -
 RSUD Sanana
 Pembangunan Gedung CMU RS Sardjito
                                                                             62,50                       -                   -
 CMU Building Construction – RS Sardjito
 Proyek Gedung dan Kawasan Lembaga MPR IKN
                                                                               100                       -                   -
 MPR Institution Building and Area Project (IKN)
 Proyek Gedung dan Kawasan Lembaga MA dan Plaza Keadilan
                                                                               100                       -                   -
 Supreme Court Building and Justice Plaza Area Project
 Pembangunan Sekolah Rakyat Maluku Utara
                                                                                67                       -                   -
 Maluku Utara People's School Construction
 Pembangunan Sekolah Rakyat Sulawesi Barat
                                                                                65                       -                   -
 Sulawesi Barat People's School Construction




Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi                                   Products/Services with Evaluated
Keamanannya Bagi Pelanggan [OJK F.27,                               Customer Safety [OJK F.27, IF-EN-250a.1, IF-EN-250a.2,
IF-EN-250a.1, IF-EN-250a.2, IF-EN-410a.1]                           IF-EN-410a.1]


Perseroan memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan serta        The Company has a strong commitment to implementing and
menjaga sistem manajemen mutu dan keselamatan dan kesehatan         maintaining quality management systems and occupational health
kerja (K3) melalui penerapan standar ISO 9001:2015 dan ISO          and safety (OHS) through the application of ISO 9001:2015 and ISO
45001:2018 pada seluruh proyek yang dilaksanakan oleh Hutama        45001:2018 standards across all projects carried out by Hutama
Karya. Dalam setiap pelaksanaan proyek, Perseroan memastikan        Karya. In every project implementation, the Company ensures
bahwa seluruh kegiatan telah melalui berbagai tahapan proses        that all activities have undergone various process stages designed
yang dirancang untuk menjamin kesesuaian dengan standar             to guarantee compliance with applicable safety standards,
keselamatan, ketentuan, serta regulasi yang berlaku. Seluruh        requirements, and regulations. All (100%) of the Company’s
(100%) produk dan jasa Perseroan telah dievaluasi keamanannya       products and services have been evaluated for safety for customers.
bagi pelanggan.


Selain dari segi teknis, Perseroan mengimplementasikan panduan,     In addition to technical aspects, the Company implements carefully
prosedur, dan pemeriksaan dengan cermat. Pendekatan ini             developed guidelines, procedures, and inspections. This approach
memastikan bahwa Perseroan menghasilkan produk berstandar           ensures that the Company produces high-standard outputs and
tinggi dan mencapai tingkat keamanan serta kualitas yang optimal.   achieves optimal levels of safety and quality. Various preventive and
Berbagai langkah pencegahan dan kontrol diintegrasikan dalam        control measures are integrated into every aspect of operations,
setiap aspek operasional, di antaranya:                             including:




          PT Hutama Karya (Persero)
 214      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 215
                                                                                                                     Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                                Sustainability Performance




                     1                                               2                                                   3
         Kesesuaian layanan dengan                 Kesesuaian produk dan layanan dengan                       Mempertimbangkan isu
         visi dan misi Hutama Karya.               kebutuhan dan kemampuan pelanggan.                         lingkungan dan sosial.
      Alignment of services with Hutama             Conformity of products and services to                Consideration of environmental
          Karya’s vision and mission.                 customer needs and capabilities.                          and social issues.




                     4                                               5                                                   6
         Menyampaikan informasi                    Memastikan setiap produk telah melalui               Memastikan bahwa seluruh produk
       berdasarkan asas transparansi.                   pemeriksaan yang cermat.                       telah mendapatkan persetujuan dari
       Communication of information                   Ensuring every product undergoes                           pihak terkait.
      based on transparency principles.                     thorough inspection.                      Ensuring that all products have received
                                                                                                          approval from relevant parties.



Atas komitmen Perseroan dalam mengevaluasi produk dan jasa,               As a result of the Company’s commitment to evaluating its products
sehingga di tahun 2025 tidak terdapat biaya pekerjaan ulang               and services, in 2025 there were no rework costs arising from
(rework) yang disebabkan oleh cacat pekerjaan maupun insiden              defective work or safety incidents during the reporting period, and
keselamatan selama periode pelaporan, serta tidak terdapat                no financial losses were incurred as a result of legal proceedings
kerugian finansial yang timbul akibat proses hukum yang berkaitan         related to such defective work or safety incidents.
dengan insiden cacat pekerjaan maupun keselamatan.


Pemasaran dan Pelabelan Produk dan Jasa                                   Marketing and Labeling of Products and
                                                                          Services

Produk Hutama Karya telah melewati serangkaian proses untuk               Hutama Karya’s products have undergone a series of processes
menjamin mutu dan kepatuhan terhadap regulasi serta standar               to ensure quality assurance and compliance with applicable
yang berlaku, misalnya keselamatan dan kesehatan kerja serta              regulations and standards, including occupational health and
lingkungan hidup. Perseroan selalu menyampaikan informasi                 safety and environmental requirements. The Company consistently
terkait produk dan kualitas layanan secara jelas, transparan, dan         communicates product and service quality information in
objektif. Selain itu, Perseroan selalu menerima saran dan masukan         a clear, transparent, and objective manner. In addition, the
terkait peningkatan mutu serta memperhatikan dan menanggapi               Company welcomes suggestions and feedback related to quality
dengan baik keluhan pelanggan sesuai dengan pedoman. Hal ini              improvement and appropriately addresses customer complaints
bertujuan untuk memberikan jaminan kualitas dan pelayanan yang            in accordance with established guidelines. These measures aim to
setara serta memenuhi harapan pelanggan. Melalui upaya tersebut,          ensure consistent quality assurance and service delivery that meet
selama periode pelaporan, Perseroan tidak melakukan pelanggaran           customer expectations. During the reporting period, the Company
terhadap informasi produk dan pelabelan.                                  recorded no violations related to product information and labeling.


Keamanan dan Kerahasiaan Data Pelanggan                                   Customer Data Security and Confidentiality

PT Hutama Karya (Persero) telah menerapkan kebijakan dan                  Hutama Karya has implemented Personal Data Protection (PDP)
pengendalian Pelindungan Data Pribadi (PDP) sesuai dengan                 policies and controls in accordance with applicable regulations.
ketentuan yang berlaku. Sepanjang tahun 2025, Perusahaan tidak            During 2025, the Company did not receive any substantiated
menerima pengaduan yang terbukti terkait pelanggaran privasi              complaints related to customer privacy violations, whether from
pelanggan, baik yang berasal dari pihak luar maupun dari badan            external parties or supervisory authorities, and there were no
pengawas, serta tidak terdapat kejadian kebocoran, pencurian,             incidents of data breaches, theft, or loss of customer data.
atau kehilangan data pelanggan.


Guna memastikan kepuasan pelanggan terhadap produk dan jasa               To ensure customer satisfaction with its products and services, the
perusahaan, Perseroan secara aktif melakukan survei yang digunakan        Company actively conducts surveys that serve as indicators for
sebagai indikator dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Melalui          evaluating corporate performance. Through customer surveys and
survei dan masukan pelanggan yang diterima, Perseroan berusaha            feedback received, the Company continuously seeks to improve its
memperbaiki proses dan kebijakan untuk memastikan bahwa setiap            processes and policies to ensure that each action taken maintains
langkah yang diambil dapat menjaga kepuasan dan kelangsungan              customer satisfaction and supports long-term relationship
hubungan dengan pelanggan pada masa depan. Selama periode                 continuity. During the reporting period, there were no violations of
pelaporan, tidak terdapat pelanggaran terhadap privasi pelanggan          customer privacy nor any incidents of data breaches or data loss.
maupun kebocoran dan kehilangan data pelanggan.




                                                                                                             PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                               2025 Sustainability Report   215
Page 216
Dampak Produk/Jasa [OJK F.28]                                        Impact of Products/Services [OJK F.28]

Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan menyadari bahwa          In conducting its business activities, the Company recognizes that
produk dan/atau jasa yang dijalankan serta proses distribusinya      the products and/or services it delivers, along with their distribution
dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif. Adapun              processes, may generate both positive and negative impacts. The
dampak positif yang dimiliki meliputi:                               positive impacts include the following:
a. Peningkatan Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi                  a. Improvement of Connectivity and Economic Growth
    Pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya meningkatkan         The development of toll roads and other infrastructure enhances
    konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan         interregional connectivity, accelerates the distribution of
    jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan               goods and services, and promotes both regional and national
    nasional.                                                            economic growth.
b. Efisiensi Waktu dan Biaya Transportasi                            b. Efficiency in Time and Transportation Costs
    Infrastruktur yang dibangun memberikan efisiensi waktu               The infrastructure developed provides travel time efficiency
    tempuh serta pengurangan biaya logistik, yang berdampak              and reduces logistics costs, thereby contributing to increased
    pada peningkatan produktivitas masyarakat dan dunia usaha.           productivity for both communities and businesses.
c. Penciptaan Lapangan Kerja                                         c. Job Creation
    Proyek konstruksi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,          Construction projects absorb a significant workforce, both
    baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk bagi            directly and indirectly, including local communities surrounding
    masyarakat lokal di sekitar wilayah proyek.                          the project areas.
d. Peningkatan Aksesibilitas Wilayah Terpencil                       d. Improvement of Accessibility to Remote Areas
    Pembangunan infrastruktur membuka akses ke daerah                    Infrastructure development opens access to previously hard-to-
    yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga meningkatkan               reach areas, thereby supporting equitable development.
    pemerataan pembangunan.
e. Peningkatan Nilai Sosial dan Investasi                            e. Enhancement of Social Value and Investment
    Infrastruktur yang memadai meningkatkan nilai ekonomi suatu         Adequate infrastructure increases the economic value
    wilayah serta menarik investasi baru, termasuk pengembangan         of a region and attracts new investments, including the
    kawasan industri dan pariwisata.                                    development of industrial and tourism areas.


Namun demikian, produk dan jasa Perseroan tidak terlepas dari        However, the Company’s products and services are not without
adanya dampak negatif. Dampak yang ditimbulkan yaitu:                negative impacts. The potential adverse impacts include the
                                                                     following:
a. Dampak Lingkungan                                                 a. Environmental Impact
   Kegiatan konstruksi berpotensi menimbulkan kerusakan                   Construction activities may result in environmental
   lingkungan seperti deforestasi, penurunan kualitas udara,              degradation, such as deforestation, deterioration of air quality,
   kebisingan, serta gangguan terhadap ekosistem.                         noise pollution, and disruption to ecosystems.
b. Penggunaan Sumber Daya Alam                                       b. Natural Resource Utilization
   Proyek konstruksi membutuhkan material dalam jumlah besar              Construction projects require substantial quantities of
   (pasir, batu, air, energi) yang dapat meningkatkan tekanan             materials (sand, aggregates, water, and energy), which may
   terhadap sumber daya alam.                                             increase pressure on natural resources.
c. Dampak Sosial Masyarakat                                          c. Social Impact on Communities
   Proyek infrastruktur dapat menyebabkan relokasi masyarakat,            Infrastructure projects may lead to community relocation,
   perubahan mata pencaharian, serta potensi konflik sosial               changes in livelihoods, and potential social conflicts if not
   apabila tidak dikelola dengan baik.                                    properly managed.
d. Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)                       d. Occupational Health and Safety (OHS) Risks
   Aktivitas konstruksi memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan        Construction activities carry high risks of workplace accidents if
   kerja jika tidak dikelola dengan sistem keselamatan yang               not managed with adequate safety systems.
   memadai.
e. Emisi Karbon dan Perubahan Iklim                                  e. Carbon Emissions and Climate Change
   Kegiatan konstruksi dan operasional infrastruktur berkontribusi      Construction and infrastructure operations contribute to
   terhadap emisi gas rumah kaca.                                       greenhouse gas emissions.


Atas dampak negatif yang ditimbulkan, Perseroan telah menetapkan     In response to the negative impacts identified, the Company has
upaya mitigasinya sebagai berikut.                                   established the following mitigation measures.
a. Pengelolaan Lingkungan                                            a. Environmental Management
    • Melaksanakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan                    • Conducting Environmental Impact Assessments (AMDAL)
        (AMDAL) pada setiap proyek                                            for each project
    • Menerapkan praktik konstruksi ramah lingkungan (green               • Implementing environmentally friendly construction
        construction)                                                         practices (Green Construction)



         PT Hutama Karya (Persero)
 216     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 217
                                                                                                                    Kinerja Keberlanjutan
                                                                                                               Sustainability Performance




    •    Melakukan rehabilitasi dan revegetasi area terdampak                 • Undertaking rehabilitation and revegetation of affected
                                                                                areas
b. Efisiensi Sumber Daya                                                 b. Resource Efficiency
   • Mengoptimalkan penggunaan material dan energi                          • Optimizing the use of materials and energy
   • Mendorong penggunaan material ramah lingkungan dan                     • Promoting the use of environmentally friendly materials
        teknologi inovatif                                                      and innovative technologies
c. Pengelolaan Dampak Sosial                                             c. Social Impact Management
   • Melakukan konsultasi publik dan pelibatan masyarakat                   • Conducting public consultations and stakeholder
        (stakeholder engagement)                                                engagement
   • Memberikan kompensasi yang adil serta program                          • Providing       fair   compensation    and     community
        pemberdayaan masyarakat                                                 empowerment programs
   • Menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan                          • Implementing Corporate Social and Environmental
        Lingkungan (TJSL)                                                       Responsibility (TJSL) programs
d. Penerapan Sistem K3 dan QHSSE                                         d. Implementation of OHS and QHSSE Systems
   • Menerapkan sistem manajemen keselamatan dan                            • Implementing strict occupational health and safety
        kesehatan kerja secara ketat                                            management systems
   • Melakukan pelatihan rutin dan pengawasan di lapangan                   • Conducting regular training and on-site supervision
   • Mengimplementasikan budaya keselamatan (safety                         • Promoting the implementation of a safety culture
        culture)
e. Pengurangan Emisi dan Adaptasi Iklim                                  e.   Emission Reduction and Climate Adaptation
   • Mengadopsi teknologi konstruksi rendah emisi                             • Adopting low-emission construction technologies
   • Melakukan pengukuran dan pelaporan emisi karbon                          • Conducting carbon emission measurement and reporting
   • Mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan                            • Supporting sustainable development initiatives



Jumlah Produk yang Ditarik Kembali [OJK F.29]                            Total Number of Products Recalled [OJK F.29]

Sampai dengan akhir tahun 2025, tidak terdapat produk yang               As of the end of 2025, there were no product recalls.
ditarik kembali.



Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap                                       Customer Satisfaction Survey on Products
Produk dan/atau Jasa [OJK F.30]                                          and/or Services [OJK F.30]

Pada tahun 2025, Perseroan telah melakukan survey kepuasan               In 2025, the Company conducted a customer satisfaction survey,
pelanggan yang menunjukkan hasil Indeks Kepuasan Pelanggan               which indicated that the Customer Satisfaction Index increased to
meningkat sebesar 92,37% dibandingkan dengan tahun 2024 yang             92.37%, compared to 92.07% in 2024.
sebesar 92,07%.


Dalam pengukuran tingkat opini pelanggan terhadap jasa,                  In measuring the level of customer perception regarding services,
perusahaan berusaha memperoleh persepsi pelanggan terhadap               the Company seeks to obtain customers’ perceptions of the
pentingnya dimensi pelayanan, serta kinerja pelayanan yang               importance of service dimensions, as well as perceived service
dirasakan dan harga yang telah dikeluarkan pelanggan. Untuk              performance and the price incurred by customers. To measure
mengukur opini pelanggan dilakukan dalam bentuk pengisian form           customer opinions, a customer feedback form is completed for
opini pelanggan terhadap proyek yang mencapai progress 50%               projects reaching 50% and 100% progress, which is filled in by the
dan 100% diisi oleh Owner/Pengguna Jasa/Pemilik Proyek serta             Owner/User of Services/Project Owner and conducting annual toll
melakukan pengukuran kepuasan pengguna jalan tol setiap tahun            road user satisfaction surveys in collaboration with Sucofindo.
yang bekerjasama dengan Sucofindo.


                      Uraian
                                                            2025                            2024                              2023
                    Description

 Indeks Kepuasan Pelanggan Kontruksi
                                                            92,37%                          92,07%                           90,17%
 Construction Customer Satisfaction Index

 Indeks Kepuasan Pelanggan Jalan Tol (Sucofindo)
                                                         4,72 (94,50%)                   4,86 (97,12%)                    4,64 (92,80%)
 Toll Road Customer Satisfaction Index (Sucofindo)




                                                                                                            PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                              2025 Sustainability Report   217
Page 218
    Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen [OJK G.1, GRI 2-5]
    Written Verification from An Independent Party


Laporan Keberlanjutan PT Hutama Karya (Persero) Tahun 2025 saat      The Sustainability Report of PT Hutama Karya (Persero) for 2025 is
ini sedang dalam proses untuk verifikasi oleh pihak independen       currently undergoing a procurement process for verification by an
yang kompeten di bidangnya. Perseroan memastikan bahwa tidak         independent party with relevant expertise. The Company ensures
terdapat benturan kepentingan dalam proses verifikasi laporan ini.   that no conflict of interest exists in the verification process of this
                                                                     report.




         PT Hutama Karya (Persero)
 218     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 219
    Lembar Umpan Balik [OJK G.2 GRI 2-26]
    Feedback Form


Setelah membaca Laporan Keberlanjutan PT Hutama Karya                      After reading the 2025 Sustainability Report of PT Hutama Karya
(Persero) Tahun 2025, kami mohon kesediaan para pemangku                   (Persero), we kindly request stakeholders’ willingness to provide
kepentingan untuk memberikan umpan balik dengan mengirim                   feedback by sending an email or submitting this form via fax/mail.
email atau mengirim formulir ini melalui fax/pos.


1. Mohon beri tanda ceklis (√) pada kolom setuju atau tidak setuju
   Please tick (√) the box in the “Agree” or “Disagree” column.

                                                                               1                   2                 3                 4
                               Pertanyaan
                                                                    (Sangat Tidak Setuju)   (Tidak Setuju)       (Setuju)       (Sangat Setuju)
                                Questions
                                                                      (Strongly Disagree)     (Disagree)          (Agree)       (Strongly Agree)

     Laporan ini telah memberikan informasi yang bermanfaat
     mengenai kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perusahaan.
     This report has provided useful information regarding the
     Company’s economic, social, and environmental performance.

     Data dan informasi yang diungkapkan mudah dipahami, lengkap,
     transparan, dan berimbang.
     The data and information disclosed are easy to understand,
     complete, transparent, and balanced.

     Data dan informasi yang disajikan berguna dalam pengambilan
     keputusan.
     The data and information presented are useful for decision-
     making.

     Laporan ini menarik dan mudah dibaca.
     This report is attractive and easy to read.


2. Mohon berikan nilai mengenai topik material yang terdapat dalam laporan Keberlanjutan ini (nilai 1 = sangat tidak penting,
   2 = tidak penting, 3 = penting, 4 = sangat penting).
   Please assign a score to the material topics presented in this Sustainability Report (Score 1 = very unimportant, 2 = not important,
   3 = important, 4 = very important).


               Kesehatan dan dan Keselamatan Kerja                                   Praktik Pengadaan
      (…..)                                                                  (…..)
               Occupational Health and Safety                                        Procurement Practices

               Anti Korupsi                                                          Kepegawaian
      (…..)                                                                  (…..)
               Anti-Corruption                                                       Employment

               Kepuasan Pelanggan                                                    Keanekaragaman Hayati
      (…..)                                                                  (…..)
               Customer Satisfaction                                                 Biodiversity

               Kinerja Ekonomi                                                       Pelatihan dan Pendidikan
      (…..)                                                                  (…..)
               Economic Performance                                                  Training and Education

               Pengelolaan Emisi dan Energi                                          Pengelolaan Air
      (…..)                                                                  (…..)
               Emissions and Energy Management                                       Water Management



3. Mohon berikan komentar/saran/usulan bagi laporan ini.
   Please provide comments, suggestions, and/or recommendations for this report.




                                                                                                                PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                  2025 Sustainability Report   219
Page 220
Identitas Pemangku Kepentingan
Stakeholder Identification


Nama
                              :
Name
Pekerjaan
                              :
Occupation
Institusi/Perusahaan
                              :
Institution/Company
Kontak (telepon, email)
                           :
Contact (telephone, email)


Kategori Pemangku Kepentingan                               Stakeholder Categories
o Pemegang Saham                                            o Shareholders
o Karyawan                                                  o Employees
o Pemberi Kerja                                             o Employers
o Mitra Kerja                                               o Business Partners
o Kreditur                                                  o Creditors
o Masyarakat                                                o Communities
o Regulator                                                 o Regulators
o Media                                                     o Media
o Lainnya..................                                 o Others..................


Saran dan tanggapan yang Anda berikan atas informasi yang   Suggestions and feedback provided regarding the information
disajikan dalam laporan ini mohon dikirimkan kepada:        presented in this report may be submitted to:


Sekretaris Perusahaan                                       Corporate Secretary
PT HUTAMA KARYA (Persero)                                   PT HUTAMA KARYA (Persero)
Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8, RT. 12 RW. 11               Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8, RT. 12 RW. 11
Cawang, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur            Cawang, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13340                         Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13340
Telp : (021) 8193708                                        Tel : (021) 8193708
Email : pthk@hutamakarya.com                                Email : pthk@hutamakarya.com
Situs web www.hutamakarya.com                               Website www.hutamakarya.com




         PT Hutama Karya (Persero)
220      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 221
   Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
   Keberlanjutan Tahun 2024 [OJK G.3]
   Response to Sustainability Report Feedback for 2024


Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima umpan balik atas   Throughout 2025, the Company did not receive any feedback on
Laporan Keberlanjutan tahun 2024 dari pemangku kepentingan.       the 2024 Sustainability Report from stakeholders. Accordingly, the
Oleh karenanya, Perseroan tidak memiliki tanggapan dari umpan     Company has no response to such feedback.
balik.




                                                                                                   PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                     2025 Sustainability Report   221
Page 222
  Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas
  Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 [OJK G.4]
  List of Disclosures In Accordance with Financial Services
  Authority Regulation No. 51/POJK.03/2017



No Indeks                                                       Nama Indeks
                                                                                Halaman
Index No                                                         Index Name

              STRATEGI KEBERLANJUTAN
   A
              SUSTAINABILITY STRATEGY

              Penjelasan Strategi Keberlanjutan
   A.1                                                                           26-29
              Description of Sustainability Strategy

              IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
   B
              SUSTAINABILITY PERFORMANCE OVERVIEW

              Aspek Ekonomi
   B.1                                                                           66-67
              Economic Aspect

              Aspek Lingkungan Hidup
   B.2                                                                            68
              Environmental Aspect

              Aspek Sosial
   B.3                                                                            69
              Social Aspect

              PROFIL PERUSAHAAN
   C
              COMPANY PROFILE

              Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
   C.1                                                                           72-73
              Vision, Mission, and Sustainability Values

              Alamat Perusahaan
   C.2                                                                           74-75
              Company Address

              Skala Usaha
   C.3                                                                           75-83
              Business Scale

              Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
   C.4                                                                           84-89
              Products, Services, and Business Activities Conducted

              Keanggotaan Asosiasi
   C.5                                                                            90
              Association Memberships

              Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
   C.6                                                                            89
              Material Changes in Issuer and Public Company

              PENJELASAN DIREKSI
   D
              BOARD OF DIRECTORS’ EXPLANATION

              Penjelasan Direksi
   D.1                                                                           92-101
              Board of Directors’ Explanation

              TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
   E
              SUSTAINABILITY GOVERNANCE

              Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
   E.1                                                                          120-124
              Person Responsible for Implementation of Sustainable Finance

              Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan
   E.2                                                                          124-127
              Competency Development Related to Sustainable Finance

              Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
   E.3                                                                          128-131
              Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation

              Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
   E.4                                                                          131-133
              Stakeholder Engagement

              Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
   E.5                                                                            133
              Issues Related to Implementation of Sustainable Finance




         PT Hutama Karya (Persero)
222      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 223
No Indeks                                                      Nama Indeks
                                                                                                                                          Halaman
Index No                                                        Index Name

            KINERJA KEBERLANJUTAN
   F
            SUSTAINABILITY PERFORMANCE

            Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
   F.1                                                                                                                                     136-137
            Activities to Build a Sustainability Culture

            KINERJA EKONOMI
            ECONOMIC PERFORMANCE

            Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
   F.2      Comparison of Targets and Performance of Production, Portfolio, Financing Targets or Investment, Revenue, and Profit           138-139
            or Loss

            Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek
   F.3      yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan                                                                                     139-140
            Comparison of Targets and Performance of Portfolio/Financing/Investment in Sustainable Finance Projects

            KINERJA LINGKUNGAN HIDUP
            ENVIRONMENTAL PERFORMANCE

            Aspek Umum
            General Aspect

            Biaya Lingkungan Hidup
   F.4                                                                                                                                        154
            Environmental Costs

            Aspek Material
            Material Aspect

            Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
   F.5                                                                                                                                     154-155
            Use of Environmentally Friendly Materials

            Aspek Energi
            Energy Aspect

            Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
   F.6                                                                                                                                     156-157
            Total and Intensity of Energy Consumption

            Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
   F.7                                                                                                                                     157-159
            Energy Efficiency and Renewable Energy Use

            Aspek Air
            Water Aspect

            Penggunaan Air
   F.8                                                                                                                                     159-162
            Water Consumption

            Aspek Keanekaragaman Hayati
            Biodiversity Aspect

            Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
   F.9                                                                                                                                     164-168
            Impacts in or near Conservation Areas

            Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
  F.10                                                                                                                                     164-168
            Biodiversity Conservation Efforts

            Aspek Emisi
            Emissions Aspect

            Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
  F.11                                                                                                                                     171-173
            Total and Intensity of Emissions by Type

            Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
  F.12                                                                                                                                     173-175
            Emission Reduction Efforts

            Aspek Limbah dan Efluen
            Waste and Effluent Aspect

            Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
  F.13                                                                                                                                     177-179
            Total Waste and Effluent by Type

            Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
  F.14                                                                                                                                     180-182
            Waste and Effluent Management Mechanism

            Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
  F.15                                                                                                                                     182-183
            Spills Occurred (if any)




                                                                                                                     PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                       2025 Sustainability Report    223
Page 224
  No Indeks                                                               Nama Indeks
                                                                                                                                  Halaman
  Index No                                                                 Index Name

                   Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
                   Environmental Complaint Aspect

                   Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
      F.16                                                                                                                          183
                   Environmental Complaints Received and Resolved

                   KINERJA SOSIAL
                   SOCIAL PERFORMANCE

                   Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
      F.17                                                                                                                          184
                   Equal Service Commitment

                   Aspek Ketenagakerjaan
                   Employment Aspect

                   Kesetaraan Kesempatan Bekerja
      F.18                                                                                                                        184-190
                   Equal Employment Opportunity

                   Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
      F.19                                                                                                                          195
                   Child and Forced Labor

                   Upah Minimum Regional
      F.20                                                                                                                        196-198
                   Regional Minimum Wage

                   Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
      F.21                                                                                                                        198-199
                   Safe and Decent Working Environment

                   Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
      F.22                                                                                                                        190-191
                   Training and Employee Development

                   Aspek Masyarakat
                   Community Aspect

                   Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
      F.23                                                                                                                        205-206
                   Impact on Surrounding Communities

                   Pengaduan Masyarakat
      F.24                                                                                                                        207-209
                   Community Complaints

                   Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
      F.25                                                                                                                        209-212
                   ESR Activities

                   TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN PRODUK/JASA BERKELANJUTAN
                   SUSTAINABLE PRODUCT/SERVICE DEVELOPMENT RESPONSIBILITY

                   Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
      F.26                                                                                                                        213-214
                   Innovation of Sustainable Products/Services

                   Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
      F.27                                                                                                                        214-216
                   Product/Service Safety Evaluation

                   Dampak Produk/Jasa
      F.28                                                                                                                        216-217
                   Product/Service Impacts

                   Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
      F.29                                                                                                                          217
                   Product Recall

                   Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
      F.30                                                                                                                          217
                   Customer Satisfaction Survey

                   LAIN-LAIN:
        G
                   OTHERS

                   Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
       G.1                                                                                                                          218
                   Independent Party Written Verification (if any)

                   Lembar Umpan Balik
       G.2                                                                                                                        219-220
                   Feedback Form

                   Tanggapan Terhada Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
       G.3                                                                                                                          221
                   Response to Previous Year Sustainability Report Feedback

                   Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
       G.4         Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.                                         222
                   Disclosure Index in Accordance with OJK Regulation No. 51/POJK.03/2017

*) N/A : Not Applicable




             PT Hutama Karya (Persero)
 224         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 225
  Indeks Isi Consolidated Set of GRI Standard
  GRI Standards Consolidated Content Index


                                                                                            YANG TIDAK DICANTUMKAN                           NO.
                                                                                              OMITTED INFORMATION                         RUJUKAN
                                                                                                                                          STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI                                                                                                                     SEKTOR
                                       PENGUNGKAPAN                     HAL       PERSYARATAN
   GRI STANDARDS                                                                                                                             GRI
                                         DISCLOSURE                     PAGE       YANG TIDAK
   CONTENT INDEX                                                                                        ALASAN       PENJELASAN          REFERENCE
                                                                                  DICANTUMKAN                                              NO. GRI
                                                                                                        REASON       EXPLANATION
                                                                                  REQUIREMENTS                                             SECTOR
                                                                                  NOT DISCLOSED                                          STANDARD

PERNYATAAN               PT Hutama Karya (Persero) Tbk telah melaporkan informasi yang dikutip dalam indeks konten GRI untuk periode 1 Januari 2025
PENGGUNAAN               hingga 31 Desember 2025 sesuai (“in accordance”) dengan Consolidated GRI Standard.
STATEMENT OF USE         PT Hutama Karya (Persero) Tbk has reported the information cited in the GRI content index for the period January 1, 2025 to
                         December 31, 2025 in accordance with the Consolidated GRI Standards.

GRI                      GRI 1: LANDASAN 2021
                         GRI 1: FOUNDATION 2021

GRI 2: PENGUNGKAPAN      Organisasi dan Praktik Pelaporan
UMUM 2021                Organization and Reporting Practices
GRI 2: GENERAL
DISCLOSURES 2021         GRI 2-1       Detail organisasi                74-75,
                                       Organization Details             82-83

                         GRI 2-2       Entitas yang termasuk dalam
                                       pelaporan keberlanjutan
                                                                         6-8
                                       Entities included in
                                       sustainability reporting

                         GRI 2-3       Periode pelaporan, frekuensi
                                       dan titik kontak
                                                                         6-8
                                       Reporting period, frequency,
                                       and contact point

                         GRI 2-4       Informasi tentang penyajian
                                       kembali                           6-8
                                       Restatement information

                         GRI 2-5       Jaminan Eksternal
                                                                         218
                                       External assurance

                         Aktivitas dan Pekerja
                         Activities and Workers

                         GRI 2-6       Aktivitas, rantai pasok, dan
                                       relasi bisnis lainnya            74-75,
                                       Activities, supply chain, and    82-89
                                       other business relationships

                         GRI 2-7       Karyawan
                                                                        76-81
                                       Employees

                         GRI 2-8       Pekerja yang bukan karyawan
                                                                        76-81
                                       Non-employee workers

                         Tata Kelola
                         Governance

                         GRI 2-9       Struktur dan komposisi tata       106-
                                       kelola                            107,
                                       Governance structure and          120-
                                       composition                       121

                         GRI 2-10      Nominasi dan pemilihan badan
                                       tata kelola tertinggi             112-
                                       Nomination and selection of       113
                                       the highest governance body




                                                                                                                  PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                    2025 Sustainability Report   225
Page 226
                                                                                           YANG TIDAK DICANTUMKAN               NO.
                                                                                             OMITTED INFORMATION             RUJUKAN
                                                                                                                             STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI                                                                                                        SEKTOR
                                       PENGUNGKAPAN                        HAL      PERSYARATAN
   GRI STANDARDS                                                                                                                GRI
                                         DISCLOSURE                        PAGE      YANG TIDAK
   CONTENT INDEX                                                                                    ALASAN    PENJELASAN    REFERENCE
                                                                                    DICANTUMKAN                               NO. GRI
                                                                                                    REASON    EXPLANATION
                                                                                    REQUIREMENTS                              SECTOR
                                                                                    NOT DISCLOSED                           STANDARD

                          GRI 2-11      Ketua badan tata kelola
                                        tertinggi                          106-
                                        Chair of the highest               107
                                        governance body

                          GRI 2-12      Peran badan tata kelola
                                        tertinggi dalam mengawasi
                                        pengelolaan dampak                 120-
                                        Role of the highest governance     121
                                        body in overseeing impact
                                        management

                          GRI 2-13      Pendelegasian tanggung jawab
                                        untuk mengelola dampak             121-
                                        Delegation of responsibility for   124
                                        impact management

                          GRI 2-14      Peran badan tata kelola            9-12,
                                        tertinggi dalan pelaporan          102-
                                        keberlanjutan                      103,
                                        Role of the highest governance     120-
                                        body in sustainability reporting    121

                          GRI 2-15      Benturan kepentingan               108-
                                        Conflicts of interest              111

                          GRI 2-16      Komunikasi hal-hal penting
                                                                           207-
                                        Communication of critical
                                                                           209
                                        concerns

                          GRI 2-17      Pengetahuan kolektif dari
                                        badan tata kelola tertinggi        124-
                                        Collective knowledge of the        127
                                        highest governance body

                          GRI 2-18      Evaluasi kinerja badan tata
                                        kelola tertinggi                   113-
                                        Evaluation of the performance      115
                                        of the highest governance body

                          GRI 2-19      Kebijakan remunerasi               115-
                                        Remuneration policies              119

                          GRI 2-20      Proses untuk menentukan
                                        remunerasi                         115-
                                        Process for determining            119
                                        remuneration

                          GRI 2-21      Rasio kompensasi total
                                        tahunan                            115-
                                        Total annual compensation          119
                                        ratio

                          Strategi, Kebijakan, dan Praktik
                          Strategy, Policies, and Practices

                          GRI 2-22      Pernyataan tentang strategi
                                                                           26-29,
                                        pembangunan berkelanjutan
                                                                            92-
                                        Statement on sustainable
                                                                            101
                                        development strategy

                          GRI 2-23      Komitmen kebijakan
                                                                           53-59
                                        Policy commitments

                          GRI 2-24      Menanamkan komitmen
                                        kebijakan
                                                                           53-59
                                        Embedding policy
                                        commitments




       PT Hutama Karya (Persero)
226    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 227
                                                                                     YANG TIDAK DICANTUMKAN                       NO.
                                                                                       OMITTED INFORMATION                     RUJUKAN
                                                                                                                               STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI                                                                                                          SEKTOR
                                     PENGUNGKAPAN                     HAL     PERSYARATAN
   GRI STANDARDS                                                                                                                  GRI
                                       DISCLOSURE                     PAGE     YANG TIDAK
   CONTENT INDEX                                                                              ALASAN     PENJELASAN           REFERENCE
                                                                              DICANTUMKAN                                       NO. GRI
                                                                                              REASON     EXPLANATION
                                                                              REQUIREMENTS                                      SECTOR
                                                                              NOT DISCLOSED                                   STANDARD

                         GRI 2-25    Proses untuk memulihkan
                                     dampak negatif
                                                                       60
                                     Process for remediating
                                     negative impacts

                         GRI 2-26    Mekanisme pemberian               61,
                                     umpan balik/saran dan            207-
                                     menyampaikan kekhawatiran        209,
                                     Mechanisms for feedback,         219-
                                     advice, and raising concerns     220

                         GRI 2-27    Kepatuhan terhadap hukum
                                     dan peraturan
                                                                      206
                                     Compliance with laws and
                                     regulations

                         GRI 2-28    Keanggotaan asosiasi
                                                                       90
                                     Association memberships

                         Keterlibatan Pemangku Kepentingan
                         Stakeholder Engagement

                         GRI 2-29    Pendekatan keterlibatan
                                     pemangku kepentingan             131-
                                     Approach to stakeholder          133
                                     engagement

                         GRI 2-30    Perjanjian kerja bersama
                                     Collective bargaining            194
                                     agreements

GRI 3: TOPIK MATERIAL    GRI 3-1     Proses menentukan topik
2021                                 material
                                                                      9-12
GRI 3: MATERIAL TOPICS               Process for determining
2021                                 material topics

                         GRI 3-2     Daftar topik material
                                                                      9-12
                                     List of material topics

                         GRI 3-3     Manajemen topik material
                                                                      13-22
                                     Management of material topics

TOPIK EKONOMI
ECONOMIC TOPICS

KINERJA EKONOMI
ECONOMIC PERFORMANCE

GRI 201: Kinerja         GRI 201-1   Nilai ekonomi langsung yang
Ekonomi 2016                         dihasilkan dan didistribusikan
                                                                      140
GRI 201: Economic                    Direct economic value
Performance 2016                     generated and distributed

                         GRI 201-2   Implikasi finansial serta
                                     risiko dan peluang lain akibat
                                     perubahan iklim
                                                                      30-49
                                     Financial implications and
                                     other risks and opportunities
                                     due to climate change

                         GRI 201-3   Kewajiban program pensiun
                                     manfaat pasti dan program
                                     pensiun lainnya
                                                                      141
                                     Defined benefit pension
                                     plan obligations and other
                                     retirement plans




                                                                                                       PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                         2025 Sustainability Report   227
Page 228
                                                                                         YANG TIDAK DICANTUMKAN               NO.
                                                                                           OMITTED INFORMATION             RUJUKAN
                                                                                                                           STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI                                                                                                      SEKTOR
                                         PENGUNGKAPAN                      HAL    PERSYARATAN
   GRI STANDARDS                                                                                                              GRI
                                           DISCLOSURE                      PAGE    YANG TIDAK
   CONTENT INDEX                                                                                  ALASAN    PENJELASAN    REFERENCE
                                                                                  DICANTUMKAN                               NO. GRI
                                                                                                  REASON    EXPLANATION
                                                                                  REQUIREMENTS                              SECTOR
                                                                                  NOT DISCLOSED                           STANDARD

                             GRI 201-4   Bantuan finansial yang
                                         diberikan dari pemerintah
                                                                           141
                                         Financial assistance received
                                         from government

PRAKTIK PENGADAAN
PROCUREMENT PRACTICES

GRI 204: Praktik             GRI 204-1   Proporsi pengeluaran untuk
Pengadaan 2016                           pemasok lokal                     145-
GRI 204: Procurement                     Proportion of spending on         148
Practices 2016                           local suppliers

ANTI KORUPSI
ANTI-CORRUPTION

GRI 205: Anti Korupsi 2016   GRI 205-1   Operasi-operasi yang dinilai
GRI 205: Anti-Corruption                 memiliki risiko terkait korupsi
                                                                           148
2016                                     Operations assessed for
                                         corruption-related risks

                             GRI 205-2   Komunikasi dan pelatihan
                                         tentang kebijakan dan
                                         prosedur anti korupsi             149-
                                         Communication and training        150
                                         on anti-corruption policies and
                                         procedures

                             GRI 205-3   Insiden korupsi yang terbukti
                                         dan tindakan yang diambil
                                                                           150
                                         Confirmed incidents of
                                         corruption and actions taken

TOPIK LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL

KEANEKARAGAMAN HAYATI
BIODIVERSITY

GRI 101:                     GRI 101-1   Kebijakan untuk menghentikan
Keanekaragaman Hayati                    dan mengembalikan hilangnya
                                                                           164-
2024                                     keanekaragaman hayati
                                                                           170
GRI 101: Biodiversity                    Policies to halt and reverse
2024                                     biodiversity loss

                             GRI 101-2   Manajemen dampak
                                         keanekaragaman hayati             164-
                                         Biodiversity impact               170
                                         management

                             GRI 101-3   Akses dan berbagi manfaat         164-
                                         Access and benefit sharing        170

                             GRI 101-4   Identifikasi dampak
                                         keanekaragaman hayati             164-
                                         Identification of biodiversity    170
                                         impacts

                             GRI 101-5   Lokasi yang memiliki dampak
                                         keanekaragaman hayati             164-
                                         Locations with biodiversity       170
                                         impacts

                             GRI 101-6   Pemicu langsung hilangnya
                                         keanekaragaman hayati             164-
                                         Direct drivers of biodiversity    170
                                         loss




         PT Hutama Karya (Persero)
228      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 229
                                                                                     YANG TIDAK DICANTUMKAN                       NO.
                                                                                       OMITTED INFORMATION                     RUJUKAN
                                                                                                                               STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI                                                                                                          SEKTOR
                                      PENGUNGKAPAN                     HAL    PERSYARATAN
   GRI STANDARDS                                                                                                                  GRI
                                        DISCLOSURE                     PAGE    YANG TIDAK
   CONTENT INDEX                                                                              ALASAN     PENJELASAN           REFERENCE
                                                                              DICANTUMKAN                                       NO. GRI
                                                                                              REASON     EXPLANATION
                                                                              REQUIREMENTS                                      SECTOR
                                                                              NOT DISCLOSED                                   STANDARD

                          GRI 101-7   Perubahan kondisi
                                      keanekaragaman hayati            164-
                                      Changes in the state of          170
                                      biodiversity

                          GRI 101-8   Layanan ekosistem                164-
                                      Ecosystem services               170

ENERGI
ENERGY

GRI 302: Energi 2016      GRI 302-1   Konsumsi energi di dalam
GRI 302: Energi 2016                  organisasi                       156-
                                      Energy consumption within the    157
                                      organization

                          GRI 302-2   Konsumsi energi di luar
                                      organisasi                       156-
                                      Energy consumption outside       157
                                      the organization

                          GRI 302-3   Intensitas energi                156-
                                      Energy intensity                 157

                          GRI 302-4   Reduksi konsumsi energi
                                                                       157-
                                      Reduction of energy
                                                                       159
                                      consumption

                          GRI 302-5   Pengurangan kebutuhan
                                      energi dari produk dan jasa
                                                                       157-
                                      Reduction of energy
                                                                       159
                                      requirements of products and
                                      services

AIR DAN EFLUEN
WATER AND EFFLUENTS

GRI 303: Air dan Efluen   GRI 303-1   Interaksi dengan air sebagai
2018                                  sumber daya bersama              159-
GRI 303: Water and                    Interactions with water as a     162
Effluents 2018                        shared resource

                          GRI 303-2   Pengelolaan dampak terkait       162-
                                      pelepasan air                    164,
                                      Management of water              180-
                                      discharge-related impacts        182

                          GRI 303-3   Penarikan air                    159-
                                      Water withdrawal                 162

                          GRI 303-4   Debit air                        162-
                                      Water discharge                  164

                          GRI 303-5   Konsumsi air                     159-
                                      Water consumption                162

EMISI
EMISSIONS

GRI 305: Emisi 2016       GRI 305-1   Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                       171-
GRI 305: Emissions 2016               Direct greenhouse gas (GHG)
                                                                       173
                                      emissions (Scope 1)

                          GRI 305-2   Energi tidak langsung
                                      (Cakupan 2) Emisi GRK            171-
                                      Energy indirect (Scope 2)        173
                                      greenhouse gas emissions




                                                                                                       PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                         2025 Sustainability Report   229
Page 230
                                                                                       YANG TIDAK DICANTUMKAN               NO.
                                                                                         OMITTED INFORMATION             RUJUKAN
                                                                                                                         STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI                                                                                                    SEKTOR
                                       PENGUNGKAPAN                      HAL    PERSYARATAN
   GRI STANDARDS                                                                                                            GRI
                                         DISCLOSURE                      PAGE    YANG TIDAK
   CONTENT INDEX                                                                                ALASAN    PENJELASAN    REFERENCE
                                                                                DICANTUMKAN                               NO. GRI
                                                                                                REASON    EXPLANATION
                                                                                REQUIREMENTS                              SECTOR
                                                                                NOT DISCLOSED                           STANDARD

                           GRI 305-3   Emisi GRK (Cakupan 3) tidak
                                       langsung lainnya                  171-
                                       Other indirect (Scope 3)          173
                                       greenhouse gas emissions

                           GRI 305-4   Intensitas Emisi GRK              171-
                                       GHG emissions intensity           173

                           GRI 305-5   Pengurangan emisi GRK             173-
                                       Reduction of GHG emissions        175

                           GRI 305-6   Emisi zat perusak ozon (BPO)
                                                                         176-
                                       Ozone-depleting substance
                                                                         177
                                       (ODS) emissions

                           GRI 305-7   Nitrogen oksida (NOx), sulfur
                                       oksida (SOx), dan emisi udara
                                       signifikan lainnya
                                                                         177
                                       Nitrogen oxides (NOx), sulfur
                                       oxides (SOx), and other
                                       significant air emissions

TOPIK SOSIAL
SOCIAL TOPICS

KEPEGAWAIAN
EMPLOYMENT

GRI 401: Kepegawaian       GRI 401-1   Perekrutan karyawan baru dan
2016                                   perputaran karyawan               186-
GRI 401: Employment                    Employee recruitment and          190
2016                                   employee turnover

                           GRI 401-2   Tunjangan yang diberikan
                                       kepada karyawan tetap
                                       yang tidak diberikan kepada
                                       karyawan sementara atau
                                                                         196-
                                       paruh waktu
                                                                         198
                                       Benefits provided to
                                       permanent employees that are
                                       not provided to temporary or
                                       part-time employees

                           GRI 401-3   Cuti Melahirkan
                                                                         195
                                       Maternity leave

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY

GRI 403: Kesehatan dan     GRI 403-1   Sistem manajemen kesehatan
Keselamatan Kerja 2018                 dan keselamatan kerja             199-
GRI 403: Occupational                  Occupational health and safety    202
Health and Safety 2018                 management system

                           GRI 403-2   Identifikasi bahaya, penilaian
                                       risiko, dan investigasi insiden
                                                                         199-
                                       Hazard identification, risk
                                                                         202
                                       assessment, and incident
                                       investigation

                           GRI 403-3   Layanan kesehatan kerja
                                                                         204
                                       Occupational health services




        PT Hutama Karya (Persero)
230     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 231
                                                                                       YANG TIDAK DICANTUMKAN                       NO.
                                                                                         OMITTED INFORMATION                     RUJUKAN
                                                                                                                                 STANDAR
INDEKS ISI STANDAR GRI                                                                                                            SEKTOR
                                      PENGUNGKAPAN                       HAL    PERSYARATAN
   GRI STANDARDS                                                                                                                    GRI
                                        DISCLOSURE                       PAGE    YANG TIDAK
   CONTENT INDEX                                                                                ALASAN     PENJELASAN           REFERENCE
                                                                                DICANTUMKAN                                       NO. GRI
                                                                                                REASON     EXPLANATION
                                                                                REQUIREMENTS                                      SECTOR
                                                                                NOT DISCLOSED                                   STANDARD

                         GRI 403-4    Partisipasi pekerja, konsultasi,
                                      dan komunikasi tentang
                                      kesehatan dan keselamatan
                                      kerja                              204-
                                      Worker participation,              205
                                      consultation, and
                                      communication on
                                      occupational health and safety

                         GRI 403-5    Pelatihan pekerja tentang
                                      kesehatan dan keselamatan
                                                                         204-
                                      kerja
                                                                         205
                                      Worker training on
                                      occupational health and safety

                         GRI 403-6    Peningkatan kualitas
                                      kesehatan kerja
                                                                         204
                                      Improvement of occupational
                                      health quality

                         GRI 403-7    Pencegahan dan mitigasi
                                      dampak-dampak keselamatan
                                      dan kesehatan kerja yang
                                      secara langsung terkait dengan
                                                                         199-
                                      hubungan bisnis
                                                                         202
                                      Prevention and mitigation of
                                      occupational health and safety
                                      impacts directly linked to
                                      business relationships

                         GRI 403-8    Pekerja yang tercakup
                                      dalam sistem manajemen
                                      keselamatan dan kesehatan
                                                                         199-
                                      kerja
                                                                         202
                                      Workers covered by the
                                      occupational health and safety
                                      management system

                         GRI 403-9    Kecelakaan kerja                   202-
                                      Work-related accidents             204

                         GRI 403-10   Penyakit akibat kerja              202-
                                      Occupational diseases              204

PELATIHAN DAN PENDIDIKAN
TRAINING AND EDUCATION

GRI 404: Pelatihan dan   GRI 404-1    Rata-rata jam pelatihan per
Pendidikan 2016                       tahun per karyawan                 190-
GRI 404: Training and                 Average training hours per year    191
Education 2016                        per employee

                         GRI 404-2    Program untuk meningkatkan
                                      keterampilan karyawan dan
                                      program bantuan peralihan          190-
                                      Programs for upgrading             191
                                      employee skills and transition
                                      assistance programs

                         GRI 404-3    Persentase karyawan
                                      yang menerima tinjauan
                                      rutin terhadap kinerja dan
                                      pengembangan karir                 192-
                                      Percentage of employees            194
                                      receiving regular performance
                                      and career development
                                      reviews




                                                                                                         PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                           2025 Sustainability Report   231
Page 232
   Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
   Standards Engineering & Construction Services


                                                                                                 JAWABAN                               HALAMAN
     TOPIC                         METRIC                         INDEX
                                                                                                  ANSWER                                 PAGE

Environmental        Number of incidents of non-            IF-EN-160a.1   Selama periode pelaporan, tercatat tidak ada
Impacts              compliance with environmental                         pelanggaran yang terkait dengan regulasi lingkungan
of Project           permits, standards and regulations                    yang berlaku                                                  206
Development                                                                During the reporting period, no violations related to
                                                                           applicable environmental regulations were recorded

                     Discussion of processes to assess      IF-EN-160a.2   Telah dijelaskan pada bagian Manajemen Risiko Atas
                     and manage environmental risks                        Penerapan Pembangunan Berkelanjutan.
                                                                                                                                        128-131
                     associated with design, siting and                    This has been explained in the Risk Management section
                     construction                                          on the Implementation of Sustainable Development.

Structural           Amount of defect- and safety-related   IF-EN-250a.1   Atas komitmen Perseroan dalam mengevaluasi produk
Integrity & Safety   rework costs                                          dan jasa, sehingga di tahun 2025 tidak terdapat biaya
                                                                           pekerjaan ulang (rework) yang disebabkan oleh cacat
                                                                           pekerjaan maupun insiden keselamatan selama periode
                                                                           pelaporan, serta tidak terdapat kerugian finansial yang
                                                                           timbul akibat proses hukum yang berkaitan dengan
                                                                           insiden cacat pekerjaan maupun keselamatan.                  214-216
                                                                           As a result of the Company’s commitment to evaluating
                                                                           its products and services, in 2025 there were no rework
                                                                           costs arising from defective work or safety incidents
                                                                           during the reporting period, and no financial losses
                                                                           were incurred as a result of legal proceedings related to
                                                                           such defective work or safety incidents.

                     Total amount of monetary losses        IF-EN-250a.2   Atas komitmen Perseroan dalam mengevaluasi produk
                     as a result of legal proceedings                      dan jasa, sehingga di tahun 2025 tidak terdapat biaya
                     associated with defect- and safety-                   pekerjaan ulang (rework) yang disebabkan oleh cacat
                     related incidents                                     pekerjaan maupun insiden keselamatan selama periode
                                                                           pelaporan, serta tidak terdapat kerugian finansial yang
                                                                           timbul akibat proses hukum yang berkaitan dengan
                                                                           insiden cacat pekerjaan maupun keselamatan.                  214-216
                                                                           As a result of the Company’s commitment to evaluating
                                                                           its products and services, in 2025 there were no rework
                                                                           costs arising from defective work or safety incidents
                                                                           during the reporting period, and no financial losses
                                                                           were incurred as a result of legal proceedings related to
                                                                           such defective work or safety incidents.

Workforce            (1) Total recordable incident rate     IF-EN-320a.1   TRIR: 0,002
Health & Safety      (TRIR) and (2) fatality rate for (a)                  Terkait fatality telah dijelaskan pada bagian Insiden
                                                                                                                                        202-204
                     direct employees and (b) contract                     TRIR: 0.002
                     employees                                             Fatality has been explained in the Incidents section

Lifecycle Impacts    Number of (1) commissioned projects    IF-EN-410a.1   Selama periode pelaporan, Perseroan belum memiliki
of Buildings &       certified to a third-party multi-                     proyek yang telah memperoleh sertifikasi keberlanjutan
Infrastructure       attribute sustainability standard                     dari pihak ketiga maupun proyek yang sedang dalam
                     and (2) active projects seeking such                  proses memperoleh sertifikasi tersebut. Penilaian
                     certification                                         kategori Green Construction dan Bangunan Gedung
                                                                           Hijau merupakan hasil penilaian oleh Perseroan.
                                                                           During the reporting period, the Company did not             214-216
                                                                           have any projects that have obtained sustainability
                                                                           certification from third parties, nor any projects
                                                                           currently in the process of obtaining such certification.
                                                                           The assessment of Green Construction and Green
                                                                           Building categories is conducted internally by Hutama
                                                                           Karya.




          PT Hutama Karya (Persero)
232       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 233
                                                                                                  JAWABAN                                HALAMAN
     TOPIC                        METRIC                         INDEX
                                                                                                   ANSWER                                  PAGE

                  Discussion of process to incorporate     IF-EN-410a.2   Hutama Karya menerapkan inovasi keberlanjutan pada
                  operational-phase energy and water                      proyek Ruas Sigli–Banda Aceh dengan mengadopsi
                  efficiency considerations into project                  konsep green construction, yaitu metode pembangunan
                  planning and design                                     yang memperhatikan aspek lingkungan. Penerapan
                                                                          konsep ini dilakukan dengan memanfaatkan material
                                                                          yang tersedia di sekitar area pekerjaan, sehingga
                                                                          dapat mengurangi penggunaan material dari luar area,
                                                                          menekan emisi akibat transportasi, meningkatkan
                                                                          efisiensi biaya, serta meminimalkan dampak lingkungan
                                                                          selama proses konstruksi
                                                                                                                                           139-140
                                                                          Hutama Karya applies sustainability innovation in
                                                                          the Sigli–Banda Aceh Section project by adopting the
                                                                          green construction concept, which is a construction
                                                                          method that considers environmental aspects. The
                                                                          implementation of this concept is carried out by utilizing
                                                                          materials available around the work area, thereby
                                                                          reducing the use of materials from outside the area,
                                                                          lowering transportation-related emissions, improving
                                                                          cost efficiency, and minimizing environmental impacts
                                                                          during the construction process

Climate Impacts   Amount of backlog for (1)                IF-EN-410b.1
of Business Mix   hydrocarbonrelated projects and (2)
                  renewable energy projects

                  Amount of backlog cancellations          IF-EN-410b.2
                  associated with hydrocarbon-related
                  projects

                  Amount of backlog for non-energy         IF-EN-410b.3
                  projects associated with climate
                  change mitigation

Business Ethics   (1) Number of active projects and        IF-EN-510a.1   Selain itu, sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak
                  (2) backlog in countries that have the                  memiliki wilayah operasional yang berada di negara
                  20 lowest rankings in Transparency                      dengan tingkat risiko korupsi tinggi, sebagaimana
                  International’s Corruption                              tercermin dalam daftar 20 peringkat terendah pada
                  Perception Index                                        Transparency International’s Corruption Perception
                                                                                                                                             148
                                                                          Index (CPI).
                                                                          In addition, throughout 2025, the Company did not
                                                                          operate in countries with high corruption risk levels,
                                                                          as reflected in the bottom 20 ranking of Transparency
                                                                          International’s Corruption Perception Index (CPI).

                  Total amount of monetary losses          IF-EN-510a.2   Selama periode pelaporan, Perseroan tidak menerima
                  as a result of legal proceedings                        pengaduan terkait dugaan pelanggaran antikorupsi,
                  associated with charges of (1)                          baik yang dilakukan karyawan maupun mitra kerja,
                  bribery or corruption and (2) anti-                     sehingga tidak terdapat kerugian finansial sebagai
                  competitive practices                                   akibat dari proses hukum terkait korupsi. Perseroan
                                                                          juga tidak dihadapkan pada kasus hukum publik terkait
                                                                          dugaan korupsi yang melibatkan Perseroan.
                                                                                                                                             150
                                                                          During the reporting period, the Company did not
                                                                          receive any complaints related to alleged anti-
                                                                          corruption violations, whether involving employees or
                                                                          business partners. Therefore, there were no financial
                                                                          losses resulting from legal proceedings related to
                                                                          corruption. The Company was also not involved in any
                                                                          public legal cases related to alleged corruption.

                  Description of policies and practices    IF-EN-510a.3   Telah disampaikan pada bagian Anti Korupsi
                  for prevention of (1) bribery and                       This has been disclosed in the Anti-Corruption section.
                  corruption, and (2) anti-competitive                                                                                       148
                  behaviour in the project bidding
                  processes

Activity Metric   Number of active projects                IF-EN-000.A    Rp91.700.719 juta
                                                                                                                                            66-67
                                                                          IDR91,700,719 million

                  Number of commissioned projects          IF-EN-000.B    Rpo30.020 Miliar
                                                                                                                                            66-67
                                                                          IDR30,020 billion

                  Total backlog                            IF-EN-000.C    Rp61.679.775 juta
                                                                                                                                            66-67
                                                                          IDR61,679,775 million




                                                                                                                  PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                    2025 Sustainability Report     233
Page 234
   Tautan Standar GRI Dengan TPB
   Linkage of GRI Standards with SDGs


Hutama Karya berkomitmen untuk terus berkontribusi pada                            Hutama Karya is committed to continuously contributing to the
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable                      achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). This
Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut tercermin melalui                      commitment is reflected through the mapping of the Company’s
pemetaan program dan kegiatan Perseroan terhadap GRI Standard                      programs and activities against the GRI Standards and the SDGs,
dan SDGs, yang disusun berdasarkan panduan SDG Compass yang                        which is prepared based on the SDG Compass guidelines issued
diterbitkan oleh GRI, United Nations Global Compact, dan World                     by the Global Reporting Initiative (GRI), the United Nations
Business Council for Sustainable Development (WBCSD), sebagai                      Global Compact, and the World Business Council for Sustainable
berikut:                                                                           Development (WBCSD), as follows:


                              Tujuan                       Relevansi GRI Standard                                       Judul Indikator
   Logo                                                                                      Disclosure
                               Goals                       GRI Standard Relevance                                        Indicator Title

              Mengakhiri kemiskinan dalam segala
              bentuk di mana pun.
              End poverty in all its forms everywhere.

              Mengakhiri kelaparan, mencapai
              ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi,
              dan mempromosikan pertanian yang
              berkelanjutan.
              End hunger, achieve food security,
              improve nutrition, and promote
              sustainable agriculture.

              Menjamin kehidupan yang sehat dan          GRI 401: Kepegawaian 2016                        Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
              mendorong kesejahteraan bagi semua         GRI 401: Employment 2016                         tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
              orang di segala usia.                                                                       sementara atau paruh waktu
                                                                                                401-2
              Ensure healthy lives and promote well-                                                      Benefits provided to permanent employees
              being for all at all ages.                                                                  that are not provided to temporary or part-
                                                                                                          time employees

                                                         GRI 403: Kesehatan dan                           Peningkatan kualitas kesehatan kerja
                                                                                                403-6
                                                         Keselamatan Kerja 2018                           Improvement of occupational health quality
                                                         GRI 403: Occupational Health and
                                                         Safety 2018                                      Kecelakaan kerja
                                                                                                403-9
                                                                                                          Work-related accidents

                                                                                                          Penyakit akibat kerja
                                                                                               403-10
                                                                                                          Occupational diseases

                                                         GRI 305: Emisi 2016                              Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                                305-1
                                                         GRI 305: Emissions 2016                          Direct GHG emissions (Scope 1)

                                                                                                          Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
                                                                                                305-2
                                                                                                          Indirect energy (Scope 2) GHG emissions

                                                                                                          Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
                                                                                                305-3
                                                                                                          Other indirect GHG emissions (Scope 3)

                                                                                                          Emisi zat perusak ozon (BPO)
                                                                                                305-6
                                                                                                          Ozone-depleting substances (ODS) emissions

                                                                                                          Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                                                                                                          dan emisi udara signifikan lainnya
                                                                                                305-7
                                                                                                          Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and
                                                                                                          other significant air emissions



              Menjamin kualitas pendidikan yang          GRI 404: Pelatihan dan                           Rata-rata jam pelatihan per tahun per
              inklusif dan merata serta meningkatkan     Pendidikan 2016                                  karyawan
              kesempatan belajar sepanjang hayat         GRI 404: Training and Education                  Average training hours per year per employee
              untuk semua pada tahun 2030.               2016                                   404-1
              Ensure inclusive and equitable quality
              education and promote lifelong learning
              opportunities for all by 2030.




          PT Hutama Karya (Persero)
234       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 235
                       Tujuan                       Relevansi GRI Standard                                       Judul Indikator
Logo                                                                                  Disclosure
                        Goals                       GRI Standard Relevance                                        Indicator Title

       Mencapai kesetaraan gender dan             GRI 2: Pengungkapan Umum                         Struktur dan komposisi tata kelola
                                                                                         2-9
       memberdayakan semua perempuan dan          2021                                             Governance structure and composition
       anak perempuan.                            GRI 2: General Disclosures 2021
       Achieve gender equality and empower all                                                     Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
       women and girls.                                                                            tertinggi
                                                                                         2-10
                                                                                                   Nomination and selection of the highest
                                                                                                   governance body

                                                  GRI 401: Kepegawaian 2016                        Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
                                                  GRI 401: Employment 2016                         tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
                                                                                                   sementara atau paruh waktu
                                                                                        401-2
                                                                                                   Benefits provided to permanent employees
                                                                                                   that are not provided to temporary or part-
                                                                                                   time employees

                                                                                                   Cuti Melahirkan
                                                                                        401-3
                                                                                                   Maternity leave

                                                  GRI 404: Pelatihan dan                           Persentase karyawan yang menerima tinjauan
                                                  Pendidikan 2016                                  rutin terhadap kinerja dan pengembangan
                                                  GRI 404: Training and Education       404-3      karir
                                                  2016                                             Percentage of employees receiving regular
                                                                                                   performance and career development reviews

       Memastikan masyarakat mencapai akses       GRI 303: Air dan Efluen 2018                     Interaksi dengan air sebagai sumber daya
       universal air bersih dan sanitasi.         GRI 303: Water and Effluents 2018     303-1      bersama
       Ensure universal access to clean water                                                      Interaction with water as a shared resource
       and sanitation.
                                                                                                   Pengelolaan dampak terkait pelepasan air
                                                                                        303-2      Management of water discharge-related
                                                                                                   impacts

                                                                                                   Debit air
                                                                                        303-4
                                                                                                   Water withdrawal

                                                                                                   Konsumsi air
                                                                                        303-5
                                                                                                   Water consumption

       Menjamin akses energi yang terjangkau,     GRI 302: Energi 2016                             Konsumsi energi di dalam organisasi
                                                                                        302-1
       andal, berkelanjutan, dan modern untuk     GRI 302: Energy 2016                             Energy consumption within the organization
       semua lapisan masyarakat.
       Ensure access to affordable, reliable,                                                      Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                                        302-2
       sustainable, and modern energy for all                                                      Energy consumption outside the organization
       segments of society.
                                                                                                   Intensitas energi
                                                                                        302-3
                                                                                                   Energy intensity

                                                                                                   Reduksi konsumsi energi
                                                                                        302-4
                                                                                                   Reduction of energy consumption

                                                                                                   Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                                                                                   dan jasa
                                                                                        302-5
                                                                                                   Reduction of energy requirements of products
                                                                                                   and services

       Berusaha meningkatkan pertumbuhan          GRI 2: Pengungkapan Umum                         Karyawan
                                                                                         2-7
       ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,   2021                                             Employees
       kesempatan kerja yang produktif dan        GRI 2: General Disclosures 2021
       menyeluruh serta pekerjaan yang layak                                                       Perjanjian kerja bersama
                                                                                         2-30
       untuk semua.                                                                                Collective bargaining agreements
       Promote sustained, inclusive, and
                                                  GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016                    Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
       sustainable economic growth, full and
                                                  GRI 201: Economic Performance                    didistribusikan
       productive employment, and decent                                                201-1
                                                  2016                                             Direct economic value generated and
       work for all.
                                                                                                   distributed

                                                  GRI 404: Pelatihan dan                           Rata-rata jam pelatihan per tahun per
                                                  Pendidikan 2016                       404-1      karyawan
                                                  GRI 404: Training and Education                  Average training hours per year per employee
                                                  2016
                                                                                                   Program untuk meningkatkan keterampilan
                                                                                                   karyawan dan program bantuan peralihan
                                                                                        404-2
                                                                                                   Programs for upgrading employee skills and
                                                                                                   transition assistance programs

                                                                                                   Persentase karyawan yang menerima tinjauan
                                                                                                   rutin terhadap kinerja dan pengembangan karir
                                                                                        404-3
                                                                                                   Percentage of employees receiving regular
                                                                                                   performance and career development reviews



                                                                                                             PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                               2025 Sustainability Report   235
Page 236
                            Tujuan     Relevansi GRI Standard                                      Judul Indikator
 Logo                                                                   Disclosure
                             Goals     GRI Standard Relevance                                       Indicator Title

                                     GRI 204: Praktik Pengadaan 2016                 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
                                     GRI 204: Procurement Practices       204-1      Proportion of spending on local suppliers
                                     2016

                                     GRI 302: Energi 2016                            Konsumsi energi di dalam organisasi
                                                                          302-1
                                     GRI 302: Energy 2016                            Energy consumption within the organization

                                                                                     Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                          302-2
                                                                                     Energy consumption outside the organization

                                                                                     Intensitas energi
                                                                          302-3
                                                                                     Energy intensity

                                                                                     Reduksi konsumsi energi
                                                                          302-4
                                                                                     Reduction of energy consumption

                                                                                     Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                                                                     dan jasa
                                                                          302-5
                                                                                     Reduction of energy requirements of products
                                                                                     and services

                                     GRI 401: Kepegawaian 2016                       Perekrutan karyawan baru dan perputaran
                                     GRI 401: Employment 2016             401-1      karyawan
                                                                                     Employee recruitment and employee turnover

                                                                                     Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
                                                                                     tetap yang tidak diberikan kepada karyawan
                                                                                     sementara atau paruh waktu
                                                                          401-2
                                                                                     Benefits provided to permanent employees
                                                                                     that are not provided to temporary or part-
                                                                                     time employees

                                                                                     Cuti Melahirkan
                                                                          401-3
                                                                                     Maternity leave

                                     GRI 405: Keberagaman dan                        Keberagaman badan tata kelola dan karyawan
                                                                          405-1
                                     Kesetaraan Kesempatan 2016                      Diversity of governance bodies and employees
                                     GRI 405: Diversity and Equal
                                     Opportunity 2016                                Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan
                                                                                     terhadap laki-laki
                                                                          405-2
                                                                                     Ratio of basic salary and remuneration of
                                                                                     women to men

                                     GRI 403: Kesehatan dan                          Sistem manajemen kesehatan dan
                                     Keselamatan Kerja 2018                          keselamatan kerja
                                                                          403-1
                                     GRI 403: Occupational Health and                Occupational health and safety management
                                     Safety 2018                                     system

                                                                                     Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan
                                                                                     investigasi insiden
                                                                          403-2
                                                                                     Hazard identification, risk assessment, and
                                                                                     incident investigation

                                                                                     Layanan kesehatan kerja
                                                                          403-3
                                                                                     Occupational health services

                                                                                     Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
                                                                                     komunikasi tentang kesehatan dan
                                                                                     keselamatan kerja
                                                                          403-4
                                                                                     Worker participation, consultation, and
                                                                                     communication on occupational health and
                                                                                     safety

                                                                                     Pelatihan pekerja tentang kesehatan dan
                                                                                     keselamatan kerja
                                                                          403-5
                                                                                     Worker training on occupational health and
                                                                                     safety

                                                                                     Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak
                                                                                     keselamatan dan kesehatan kerja yang secara
                                                                                     langsung terkait dengan hubungan bisnis
                                                                          403-7
                                                                                     Prevention and mitigation of occupational
                                                                                     health and safety impacts directly linked to
                                                                                     business relationships




        PT Hutama Karya (Persero)
236     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 237
                        Tujuan                         Relevansi GRI Standard                                       Judul Indikator
Logo                                                                                     Disclosure
                         Goals                         GRI Standard Relevance                                        Indicator Title

                                                                                                      Pekerja yang tercakup dalam sistem
                                                                                                      manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
                                                                                           403-8
                                                                                                      Workers covered by the occupational health
                                                                                                      and safety management system

                                                                                                      Kecelakaan kerja
                                                                                           403-9
                                                                                                      Work-related accidents

                                                                                                      Penyakit akibat kerja
                                                                                           403-10
                                                                                                      Occupational diseases

       Membangun infrastruktur yang tangguh,         GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016                    Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
       meningkatkan industri inklusif dan            GRI 201: Economic Performance                    didistribusikan
       berkelanjutan, serta mendorong inovasi.       2016                                             Direct economic value generated and
                                                                                           201-1
       Build resilient infrastructure,                                                                distributed
       promote inclusive and sustainable
       industrialization, and foster innovation.

       Mengurangi Kesenjangan Intra dan Antar        GRI 2: Pengungkapan Umum                         Karyawan
       Negara                                        2021                                   2-7       Employees
       Reduce inequality within and among            GRI 2: General Disclosures 2021
       countries
                                                     GRI 404: Pelatihan dan                           Rata-rata jam pelatihan per tahun per
                                                     Pendidikan 2016                       404-1      karyawan
                                                     GRI 404: Training and Education                  Average training hours per year per employee
                                                     2016
                                                                                                      Persentase karyawan yang menerima tinjauan
                                                                                                      rutin terhadap kinerja dan pengembangan
                                                                                           404-3      karir
                                                                                                      Percentage of employees receiving regular
                                                                                                      performance and career development reviews

       Menjadikan kota dan pemukiman inklusif,
       aman, tangguh dan berkelanjutan
       Make cities and human settlements
       inclusive, safe, resilient, and sustainable

       Menjamin pola produksi dan konsumsi           GRI 302: Energi 2016                             Konsumsi energi di dalam organisasi
                                                                                           302-1
       yang bertanggungjawab                         GRI 302: Energy 2016                             Energy consumption within the organization
       Ensure responsible consumption and
       production patterns                                                                            Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                                           302-2
                                                                                                      Energy consumption outside the organization

                                                                                                      Intensitas energi
                                                                                           302-3
                                                                                                      Energy intensity

                                                                                                      Reduksi konsumsi energi
                                                                                           302-4
                                                                                                      Reduction of energy consumption

                                                                                                      Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                                                                                      dan jasa
                                                                                           302-5
                                                                                                      Reduction of energy requirements of products
                                                                                                      and services

                                                     GRI 303: Air dan Efluen 2018                     Interaksi dengan air sebagai sumber daya
                                                     GRI 303: Water and Effluents 2018     303-1      bersama
                                                                                                      Interaction with water as a shared resource

                                                     GRI 305: Emisi 2016                              Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                           305-1
                                                     GRI 305: Emissions 2016                          Direct GHG emissions (Scope 1)

                                                                                                      Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
                                                                                           305-2
                                                                                                      Indirect energy (Scope 2) GHG emissions

                                                                                                      Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
                                                                                           305-3
                                                                                                      Other indirect GHG emissions (Scope 3)

                                                                                                      Emisi zat perusak ozon (BPO)
                                                                                           305-6
                                                                                                      Ozone-depleting substances (ODS) emissions

                                                                                                      Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                                                                                                      dan emisi udara signifikan lainnya
                                                                                           305-7
                                                                                                      Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and
                                                                                                      other significant air emissions




                                                                                                                PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                                  2025 Sustainability Report   237
Page 238
                             Tujuan                        Relevansi GRI Standard                                    Judul Indikator
 Logo                                                                                     Disclosure
                              Goals                        GRI Standard Relevance                                     Indicator Title

            Mengambil aksi segera untuk memerangi        GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016                 Implikasi finansial serta risiko dan peluang
            perubahan iklim dan dampaknya karena         GRI 201: Economic Performance                 lain akibat perubahan iklim
                                                                                            201-2
            perubahan iklim adalah tantangan global      2016                                          Financial implications and other risks and
            yang memengaruhi setiap orang.                                                             opportunities due to climate change
            Take urgent action to combat climate
            change and its impacts, as climate           GRI 302: Energi 2016                          Konsumsi energi di dalam organisasi
                                                                                            302-1
            change is a global challenge that affects    GRI 302: Energy 2016                          Energy consumption within the organization
            everyone.
                                                                                                       Konsumsi energi di luar organisasi
                                                                                            302-2
                                                                                                       Energy consumption outside the organization

                                                                                                       Intensitas energi
                                                                                            302-3
                                                                                                       Energy intensity

                                                                                                       Reduksi konsumsi energi
                                                                                            302-4
                                                                                                       Reduction of energy consumption

                                                                                                       Pengurangan kebutuhan energi dari produk
                                                                                                       dan jasa
                                                                                            302-5
                                                                                                       Reduction of energy requirements of products
                                                                                                       and services

                                                         GRI 305: Emisi 2016                           Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                            305-1
                                                         GRI 305: Emissions 2016                       Direct GHG emissions (Scope 1)

                                                                                                       Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
                                                                                            305-2
                                                                                                       Indirect energy (Scope 2) GHG emissions

                                                                                                       Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
                                                                                            305-3
                                                                                                       Other indirect GHG emissions (Scope 3)

                                                                                                       Intensitas Emisi GRK
                                                                                            305-4
                                                                                                       GHG emissions intensity

                                                                                                       Pengurangan emisi GRK
                                                                                            305-5
                                                                                                       Reduction of GHG emissions

            Melestarikan dan memanfaatkan secara         GRI 305: Emisi 2016                           Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                            305-1
            berkelanjutan sumber daya kelautan           GRI 305: Emissions 2016                       Direct GHG emissions (Scope 1)
            dan samudera untuk pembangunan
            berkelanjutan                                                                              Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
                                                                                            305-2
            Conserve and sustainably use the                                                           Indirect energy (Scope 2) GHG emissions
            oceans, seas, and marine resources for
                                                                                                       Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
            sustainable development                                                         305-3
                                                                                                       Other indirect GHG emissions (Scope 3)

                                                                                                       Intensitas Emisi GRK
                                                                                            305-4
                                                                                                       GHG emissions intensity

                                                                                                       Pengurangan emisi GRK
                                                                                            305-5
                                                                                                       Reduction of GHG emissions

                                                                                                       Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                                                                                                       dan emisi udara signifikan lainnya
                                                                                            305-7
                                                                                                       Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and
                                                                                                       other significant air emissions

            Melindungi, Merestorasi dan                  GRI 101: Keanekaragaman Hayati                Kebijakan untuk menghentikan dan
            Meningkatkan Pemanfaatan                     GRI 101: Biodiversity                         mengembalikan hilangnya keanekaragaman
                                                                                            101-1
            Berkelanjutan Ekosistem Daratan,                                                           hayati
            Mengelola Hutan Secara Lestari,                                                            Policies to halt and reverse biodiversity loss
            Menghentikan Penggurunan,
            Memulihkan Degradasi lahan,                                                                Manajemen dampak keanekaragaman hayati
                                                                                            101-2
            serta Menghentikan Kehilangan                                                              Biodiversity impact management
            Keanekaragaman Hayati
                                                                                                       Akses dan berbagi manfaat
            Protect, restore, and promote the                                               101-3
                                                                                                       Access and benefit sharing
            sustainable use of terrestrial ecosystems,
            sustainably manage forests, combat                                                         Identifikasi dampak keanekaragaman hayati
            desertification, restore degraded land,                                         101-4
                                                                                                       Identification of biodiversity impacts
            and halt biodiversity loss
                                                                                                       Lokasi yang memiliki dampak
                                                                                            101-5      keanekaragaman hayati
                                                                                                       Locations with biodiversity impacts

                                                                                                       Pemicu langsung hilangnya keanekaragaman
                                                                                            101-6      hayati
                                                                                                       Direct drivers of biodiversity loss




        PT Hutama Karya (Persero)
238     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 239
                       Tujuan                        Relevansi GRI Standard                                      Judul Indikator
Logo                                                                                  Disclosure
                        Goals                        GRI Standard Relevance                                       Indicator Title

                                                                                                   Perubahan kondisi keanekaragaman hayati
                                                                                        101-7
                                                                                                   Changes in the state of biodiversity

                                                                                                   Layanan ekosistem
                                                                                        101-8
                                                                                                   Ecosystem services

                                                   GRI 305: Emisi 2016                             Emisi GRK Langsung (Cakupan 1)
                                                                                        305-1
                                                   GRI 305: Emissions 2016                         Direct GHG emissions (Scope 1)

                                                                                                   Energi tidak langsung (Cakupan 2) Emisi GRK
                                                                                        305-2
                                                                                                   Indirect energy (Scope 2) GHG emissions

                                                                                                   Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
                                                                                        305-3
                                                                                                   Other indirect GHG emissions (Scope 3)

                                                                                                   Intensitas Emisi GRK
                                                                                        305-4
                                                                                                   GHG emissions intensity

                                                                                                   Pengurangan emisi GRK
                                                                                        305-5
                                                                                                   Reduction of GHG emissions

                                                                                                   Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx),
                                                                                                   dan emisi udara signifikan lainnya
                                                                                        305-7
                                                                                                   Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and
                                                                                                   other significant air emissions

       Menguatkan Masyarakat yang Inklusif         GRI 2: Pengungkapan Umum                        Nominasi dan pemilihan badan tata kelola
       dan Damai untuk Pembangunan                 2021                                            tertinggi
                                                                                         2-10
       Berkelanjutan, Menyediakan Akses            GRI 2: General Disclosures 2021                 Nomination and selection of the highest
       Keadilan untuk Semua, dan Membangun                                                         governance body
       Kelembagaan yang Efektif, Akuntabel,
       dan Inklusif di Semua Tingkatan                                                   2-11      Ketua badan tata kelola tertinggi
       Promote peaceful and inclusive societies                                                    Chair of the highest governance body
       for sustainable development, provide
       access to justice for all, and build                                                        Benturan kepentingan
                                                                                         2-15
       effective, accountable, and inclusive                                                       Conflicts of interest
       institutions at all levels
                                                                                                   Komunikasi hal-hal penting
                                                                                         2-16
                                                                                                   Communication of critical concerns

                                                                                                   Proses untuk memulihkan dampak negatif
                                                                                         2-25
                                                                                                   Processes to remediate negative impacts

                                                                                                   Pendekatan keterlibatan pemangku
                                                                                         2-29      kepentingan
                                                                                                   Stakeholder engagement approach

                                                   GRI 403: Kesehatan dan                          Partisipasi pekerja, konsultasi, dan
                                                   Keselamatan Kerja 2018                          komunikasi tentang kesehatan dan
                                                   GRI 403: Occupational Health and                keselamatan kerja
                                                                                        403-4
                                                   Safety 2018                                     Worker participation, consultation, and
                                                                                                   communication on occupational health and
                                                                                                   safety

                                                                                                   Kecelakaan kerja
                                                                                        403-9
                                                                                                   Work-related accidents

                                                                                                   Penyakit akibat kerja
                                                                                        403-10
                                                                                                   Occupational diseases

                                                   GRI 205: Anti Korupsi 2016                      Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko
                                                   GRI 205: Anti-corruption 2016                   terkait korupsi
                                                                                        205-1
                                                                                                   Operations assessed for risks related to
                                                                                                   corruption

                                                                                                   Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan
                                                                                                   dan prosedur anti korupsi
                                                                                        205-2
                                                                                                   Communication and training on anti-
                                                                                                   corruption policies and procedures

                                                                                                   Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan
                                                                                                   yang diambil
                                                                                        205-3
                                                                                                   Confirmed incidents of corruption and actions
                                                                                                   taken

       Menguatkan Sarana Pelaksanaan dan
       Merevitalisasi Kemitraan Global untuk
       Pembangunan Berkelanjutan
       Strengthen the means of implementation
       and revitalize the global partnership for
       sustainable development




                                                                                                             PT Hutama Karya (Persero)
                                                                                                               2025 Sustainability Report   239
Page 240
                                          2025
                                 Laporan Keberlanjutan
                                   Sustainability Report




PT HUTAMA KARYA (Persero)

Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8
Cawang, Jakarta Timur 13340
Telp : (021) 8193708
Email : pthk@hutamakarya.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.61 MB
Published30 Apr 2026
Pages240
Characters1,372,690
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 41 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Hutama Karya (Persero) p.3 ×380
linked person R. Wahyu Muryadi p.103
linked person Siti Jamaliah Lubis p.103
linked person Mudanto Hatta p.103
linked person Essy Asiah p.103
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.82 ×2
unresolved org Tata Kelola Tertinggi p.5
unresolved org Financial Services Authority p.5 ×2
unresolved — Proportion of procurement spending on p.11
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.20
unresolved org Milik Negara Law p.54 ×2
unresolved org Yayasan Law p.55
unresolved org Penyelenggara Jaminan Sosial Law p.56
unresolved org KPPU p.58
unresolved org PT Hutama p.58
unresolved org Ministry of Public Works and Housing p.61
unresolved org Kementerian PU p.64 ×4
unresolved org Ministry of Public Works p.64 ×6
unresolved org Kementerian PU SOE Partner Contributing p.64
unresolved org Milik Negara p.95 ×4
unresolved — APS · Pemegang Saham p.101
unresolved person Auditor Eksternal · Sekretaris Perusahaan p.107
unresolved person Organ · Komisaris p.110
unresolved org Government of the Republic of Indonesia p.111
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises Regulation No. PER- p.112
unresolved org Menteri BUMN Nomor PER- p.112 ×2
unresolved org Kementerian BUMN p.112 ×2
unresolved org Ministry of SOE BUMN p.112
unresolved org Minister of SOEs p.112 ×2
unresolved org Menteri BUMN p.112 ×2
unresolved org Menteri BUMN No. PER- p.113 ×2
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises Regulation p.113
unresolved org Milik p.113
unresolved org Minister of SOE p.113
unresolved org Ministry of SOE Letter No. S- p.113
unresolved org Ministry of SOEs. Penilaian p.114
unresolved org Minister of State-Owned Enterprises PER- p.114
unresolved org Menteri Badan Usaha Milik Negara p.115
unresolved org Minister of Nomor PER- p.115
unresolved person Yudo · Komisaris p.117

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 3

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result