Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 157
Page 1
Page 2
Untuk Dicermati
Disclaimer
Untuk Dicermati
Disclaimer
Dokumen ini merupakan Laporan Keberlanjutan This document constitutes the Sustainability
PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (Perseroan) yang Report of PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (the
menyajikan informasi secara komprehensif mengenai “Company”), presenting a comprehensive overview
kinerja dan pencapaian keberlanjutan sepanjang tahun of its sustainability performance and achievements
2025. Laporan ini disusun sebagai bentuk transparansi throughout 2025. This Report is prepared as part of
kepada seluruh pemangku kepentingan atas upaya the Company’s commitment to transparency, providing
Perseroan dalam mengelola aspek lingkungan, sosial, stakeholders with insights into how environmental,
dan tata kelola. social, and governance (ESG) aspects are managed.
Informasi yang disajikan dalam Laporan ini didasarkan The information presented in this Report is based on
pada hasil analisis internal, didukung oleh data yang internal analysis, supported by verified data, and derived
telah diverifikasi, serta mengacu pada berbagai sumber from relevant and reliable sources and documentation.
dan dokumen yang relevan dan dapat dipercaya. The reporting scope covers the Company’s operations,
Cakupan pelaporan mencakup kegiatan operasional including its subsidiary PT Panca Amara Utama (PAU),
Perseroan, termasuk entitas anak PT Panca Amara which operates the Banggai Ammonia Plant (BAP)
Utama (PAU) yang mengoperasikan Pabrik Amoniak in Banggai, Central Sulawesi, as well as the Liquefied
Banggai (BAP) di Banggai, Sulawesi Tengah, serta unit Petroleum Gas (LPG) Plant in Palembang operated by
operasional Liquefied Petroleum Gas (LPG) Plant di the Company (EII).
Palembang yang dikelola oleh Perseroan (EII).
Dalam Laporan ini, istilah “ESSA”, “Perseroan”, atau Throughout this Report, the terms “ESSA”, the
“Kami” digunakan secara bergantian untuk merujuk “Company”, or “we” are used interchangeably to refer
pada PT ESSA Industries Indonesia Tbk. beserta entitas to PT ESSA Industries Indonesia Tbk. and its controlled
yang berada dalam kendali operasionalnya, kecuali operations, unless otherwise stated.
dinyatakan lain.
Laporan ini juga memuat pernyataan yang bersifat This Report also contains forward-looking statements
pandangan ke depan (forward-looking statements), that reflect the Company’s expectations and plans for
yang mencerminkan ekspektasi dan rencana Perseroan future developments. These statements are subject to
terhadap perkembangan di masa mendatang. various assumptions, risks, and uncertainties, including
Pernyataan tersebut mengandung berbagai asumsi yang but not limited to market dynamics, climate change, and
dipengaruhi oleh risiko dan ketidakpastian, termasuk social and geopolitical conditions. Accordingly, actual
namun tidak terbatas pada dinamika pasar, perubahan results may differ from those expressed or implied in
iklim, serta kondisi sosial dan geopolitik. Oleh karena such statements.
itu, hasil aktual di masa depan dapat berbeda dari
proyeksi yang disampaikan dalam Laporan ini.
Seluruh data numerik dalam Laporan ini, baik All numerical data presented in this Report, whether
yang disajikan dalam bentuk tabel maupun grafik, in tables or charts, follow the standard numerical
menggunakan standar penulisan angka yang berlaku di formatting conventions applied in Indonesia.
Indonesia.
1 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 3
Daftar Isi
Table of Contents
Daftar Isi
Table of Contents
Untuk Dicermati | Disclaimer 1 Pengelolaan Sumber Daya Manusia
80
Human Resources Management
Daftar Isi | Table of Contents 2
Pendekatan Pengelolaan SDM
Penjelasan Tema | Theme Description 3 81
Human Resources Management Approach
Where Purpose Takes Root Profil Karyawan Kami | Our Employees Profile 84
4
Where Purspose Takes Root
Manajemen Talenta dan Retensi
Sambutan CEO | Message from the CEO 13 86
Talent Management and Retention
Tentang ESSA Pengembangan Kompetensi dan Manajemen Kinerja
17
About ESSA Competency Development and Performance 89
Management
Profil Perusahaan | Company Identity 18
Remunerasi, Kesejahteraan, dan Kesetaraan
Nilai, Visi, dan Misi Perusahaan 92
20 Remuneration, Welfare, and Equality
Company Values, Vision, and Mission
Praktik Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial
Komposisi Pemegang Saham dan Struktur 96
21 Labor Practices and Industrial Relations
Shareholdings Composition and Corporate
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Kegiatan Usaha dan Produk Utama 97
22 Occupational Health and Safety (OHS)
Business Activities and Key Products
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Kinerja Bisnis | Business Performance 25 101
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Kontribusi Ekonomi | Economic Contribution 28 Pendekatan Pengembangan Masyarakat
102
Sertifikasi, Penghargaan, dan Keanggotaan dalam Community Development Approach
Asosiasi 30 Kinerja Program Pengembangan Masyarakat
Certification, Awards, and Memberships in Associations 104
Community Development Program Performance
Manajemen Keberlanjutan | Sustainability Highlights 35
Praktik Sosial pada Pemasok
117
Kerangka Pengelolaan Berkelanjutan Social Practices in the Supply Chain
36
Sustainability Management Framework Tata Kelola Perusahaan yang Baik
119
Tata Kelola dan Pengawasan Keberlanjutan Good Corporate Governance
38
Sustainability Governance Structure and Overnight Tata Kelola Perusahaan yang Baik
120
Arah Strategi Keberlanjutan Good Corporate Governance
40
Sustainability Strategic Direction Etika Bisnis | Business Ethics 124
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
41 Tentang Laporan Ini | About This Report 130
Stakeholder Engagement
Standar dan Prinsip Pelaporan
Penilaian Materialitas | Materiality Assesment 42 131
Reporting Standards and Principles
Topik Material | Material Topics 44
Ruang Lingkup dan Batasan Laporan
132
Pengelolaan Risiko Keberlanjutan Report Scope and Boundaries
47
Sustainability Risk Management
Topik Material dan Referensi Pengungkapan
133
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Material Topics and Disclosure References
Berkelanjutan 48 Penyusunan dan Tinjauan Laporan
Contribution to Sustainable Development Goals 135
Report Preparation and Review
Perjalanan Keberlanjutan ESSA
49 Umpan Balik dan Kontak | Feedback and Contact 136
Our Sustainability Journey
Lampiran
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
50 Appendix
Environmental Stewardship
Pendekatan Pengelolaan Lingkungan ESSA Tabel Data | Data Table 138
51
Environment Management Service Indeks POJK | POJK Index 156
Manajemen Emisi dan Energi
52 Indeks GRI | GRI Index 160
Emission and Energy Management
Formulir Umpan Balik | Feedback Form 167
Pengelolaan Limbah | Waste Management 64
Keanekaragaman Hayati | Biodiversity 76
2 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 4
Penjelasan Tema
Theme Description
Where Purpose Takes Root
Tema tahun 2025, “Where Purpose Takes Root”,
mencerminkan fase penguatan fondasi keberlanjutan
ESSA. Fokus tahun ini diarahkan pada penataan tata
kelola, penyempurnaan sistem internal, dan penegasan
arah strategis yang mendukung keberlanjutan jangka
panjang.
Sepanjang periode pelaporan, Perseroan melakukan
pembaruan kebijakan dan kode etik tingkat grup,
melanjutkan pengembangan sistem digital untuk
mendukung pengelolaan data dan efisiensi operasional,
serta melakukan kajian teknis atas inisiatif energi rendah
karbon. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari
proses bertahap untuk memperkuat kesiapan organisasi
dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan
sosial ke dalam pengambilan keputusan.
Perseroan menyadari bahwa implementasi keberlanjutan
memerlukan waktu dan konsistensi. Melalui penguatan
struktur dan sistem yang mendasar, ESSA membangun
arah yang lebih terstruktur menuju praktik bisnis yang
bertanggung jawab dan berkelanjutan.
The 2025 theme, “Where Purpose Takes Root,” reflects a
phase of strengthening ESSA’s sustainability foundation.
This year’s focus is directed toward reinforcing governance
structures, refining internal systems, and sharpening the
strategic direction to support long-term sustainability.
Throughout the reporting period, the Company updated
its group-level policies and code of conduct, continued
the development of digital systems to enhance data
management and operational efficiency, and conducted
technical assessments of low-carbon energy initiatives.
These efforts form part of a gradual process to strengthen
organizational readiness in integrating economic,
environmental, and social considerations into decision-
making.
The Company recognizes that sustainability
implementation requires time and consistency. By
reinforcing its foundational structures and systems, ESSA
is building a more structured pathway toward responsible
and sustainable business practices.
3 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 5
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Kinerja Bisnis [POJK-B.1]
Business Performance
Total Produksi
Total Production
LPG Kondensat | Condensate Amoniak | Ammonia
64.591 MT 138.858 bbl 748.274 MT
3,37% 5,99% 1,46%
dibandingkan 2024 dibandingkan 2024 dibandingkan 2024
compared to 2024 compared to 2024 compared to 2024
Total Penjualan
Total Sales
LPG Kondensat | Condensate Amoniak | Ammonia
64.811 MT 138.422 bbl 756.368 MT
12,19% 3,92% 0,35%
dibandingkan 2024 dibandingkan 2024 dibandingkan 2024
compared to 2024 compared to 2024 compared to 2024
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan
Economic Value Generated
Pendapatan | Revenue Laba Bersih Tahun Berjalan | Net Profit for the Year
295.014.929 USD 55.066.895 USD
2,12% dibandingkan 2024
compared to 2024
8,96% dibandingkan 2024
compared to 2024
Pasar Ekspor | Export Market Pasar Domestik | Domestic Market
255.428.074 USD 39.586.855 USD
0,35% dibandingkan 2024
compared to 2024
12,19% dibandingkan 2024
compared to 2024
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Economic Value Distributed
Kontribusi ke Negara melalui Pajak
Investasi Sosial | Social Investment
Contribution to the State through Taxes
1.935.585 USD IDR 5.667.223.682
4 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 6
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Kinerja Lingkungan [POJK-B.2]
Environmental Performance
PROPER
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam The Corporate Performance Rating Program in Environmental
Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang diselenggarakan Management (PROPER) organized by the Ministry of
oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Environment.
PROPER Biru untuk Palembang LPG Plan PROPER Hijau untuk Banggai Ammonia Plant*
PROPER Blue for Palembang LPG Plantt PROPER Green for Banggai Ammonia Plant*
Perolehan peringkat yang menunjukkan Perolehan peringkat yang menunjukkan kinerja pengelolaan
kepatuhan terhadap seluruh regulasi lingkungan yang melampaui kepatuhan terhadap regulasi yang
lingkungan yang berlaku. berlaku, termasuk penerapan sistem pengelolaan lingkungan
A rating that indicates full compliance yang efektif dan upaya efisiensi sumber daya secara
with all applicable environmental berkelanjutan.
regulations. A rating that indicates environmental management
performance beyond regulatory compliance, including the
implementation of effective environmental management
systems and continuous resource efficiency efforts.
* Pengumuman pada April 2026 untuk periode penilaian 2024-2025
Announcement in April 2026 for the assessment period 2024-2025
Pengelolaan Energi dan Emisi
Energy and Emissions Management
Konsumsi Energi Konsolidasi 6.111.253,96 GJ
Consolidated Energy Consumption relatif stabil dibandingkan 2024
relatively stable compared to 2024
Konsumsi Energi | Energy Consumption
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
628.770,22 GJ 5.482.483,74 GJ
2,18% dibandingkan 2024
compared to 2024
0,96% dibandingkan 2024
compared to 2024
Intensitas Energi
Energy Intensity
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
7,90 GJ/MT 7,35 GJ/MT
produk LPG dan Kondensat produk amoniak
of LPG and condensate products of ammonia products
3,5% dibandingkan 2024
compared to 2024
relatif stabil dibandingkan 2024
relatively stable compared to 2024
Laporan Keberlanjutan 20
5 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 7
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Efisiensi Energi
Energy Efficiency
Banggai Ammonia Plant Dihasilkan dari 19 implementasi inisiatif efisiensi energi utama
1.082.869,12 GJ
Generated from the implementation of 19 key energy
efficiency initiatives
Emisi GRK
GHG Emissions
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
35.284,71 ton tCO₂e 1.233.814,51 ton CO₂e
2,19% dibandingkan 2024
compared to 2024
stabil dibandingkan 2024
relatively stable compared to 2024
99,85% Emisi Cakupan 1
Scope 1 Emissions 99,98% Emisi Cakupan 1
Scope 1 Emissions
0,15% Emisi Cakupan 3
Scope 3 Emissions 0,02% Emisi Cakupan 3
Scope 3 Emissions
Intensitas Emisi GRK
GHG Emissions Intensity
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
0,44 ton CO₂e 1,65 ton CO₂e
2,33% dibandingkan 2024
compared to 2024
1,20% dibandingkan 2024
compared to 2024
Pengurangan Emisi GRK
GHG Emissions Reduction
Banggai Ammonia Plant 95,44% 4,56%
75.662,89 ton CO₂e Emisi Cakupan 1
Scope 1 Emissions
Emisi Cakupan 3
Scope 3 Emissions
19 implementasi inisiatif efisiensi energi di Banggai Ammonia Plant
19 energy efficiency initiative implementations at Banggai Ammonia Plant
Emisi Non-GRK
Non-GHG Emissions
Beban Pencemar Udara Non-GRK | Non-GHG Air Pollutant Load
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
54,01 Ton | tons 297,97 Ton | tons
Tidak terdapat ketidakpatuhan terhadap baku mutu kualitas udara di 2025
No non-compliance with ambient air quality standards was recorded in 2025
6 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 8
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Transisi Iklim
Climate Transition
Progres Pengembangan Produk Blue Ammonia dan Sustainable Aviation Fuel (SAF)
Progress on the Development of Blue Ammonia and Sustainable Aviation Fuel (SAF) Products
Blue Ammonia SAF
Kajian transformasi fasilitas amoniak eksisting Fase awal: penetapan teknologi HEFA
Assessment of transformation of existing Early development phase: selection of HEFA
ammonia facilities technology
Potensi penerapan Carbon Capture and Storage Rencana kapasitas: ±200.000 MT/tahun
(CCS) Planned capacity: ±200,000 MT/year
Potential implementation of Carbon Capture and
Storage (CCS) Potensi penurunan emisi hingga 80% dalam
perspektif siklus hidup
Penyelesaian studi kelayakan awal dan Potential emissions reduction of up to 80%
pengukuran emisi GRK on a life-cycle basis
Completion of preliminary feasibility study and
GHG emissions assessment
Potensi penangkapan emisi: ±0,9 juta ton
CO₂/tahun
Potential emissions capture: ±0.9 million tons of
CO₂/year
Pengelolaan Air dan Efluen
Water and Effluent Management
Konsumsi Air
Water Consumption
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
10,0 1.040,74
megaliter konsumsi air untuk non proses di 2025 megaliter konsumsi air proses dan non proses
megalitres of water consumption for non-process di 2025
use in 2025 megalitres of water consumption for process and
non-process use in 2025
76,06% dibandingkan 2024
compared to 2024
2,4% dibandingkan 2024
compared to 2024
Pelepasan Efluen
Effluent Discharge
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
0,32 ML 172.984,82 ML
11,11% dibandingkan 2024
compared to 2024
2,9% dibandingkan 2024
compared to 2024
Tidak terdapat insiden tumpahan dan ketidakpatuhan terhadap baku mutu parameter kualitas air limbah di 2025
No spill incidents or non-compliance with wastewater quality standards were recorded in 2025
Laporan Keberlanjutan 20
7 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 9
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Pengelolaan Limbah
Waste Management
Limbah B3
Hazardous Waste (B3)
Timbulan Limbah B3 | Hazardous Waste (B3) Generated
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
27,00 ton | tons 104,43 ton | tons
5,92% dibandingkan 2024
compared to 2024
35,79% dibandingkan 2024
compared to 2024
85,2% merupakan oli bekas
comprised used oil
59,4% berasal dari limbah proses
produksi dan utilitas
originated from production
process and utilities waste
Sampah Domestik (Non-B3)
Domestic Waste (Non-B3)
Timbulan Sampah Domestik (Non-B3) | Domestic Waste (Non-B3) Generated
Banggai Ammonia Plant
138,44 ton | tons 4,88 dibandingkan 2024
compared to 2024
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity
2.400 46
batang mangrove ditanam melalui Burung Maleo dilepasliarkan
Program MORO (Mangrove untuk di tahun 2025
Restorasi Oseanik) Maleo Bird released in 2025
mangrove seedlings planted through
the MORO Program (Mangrove for
Ocean Restoration)
8 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 10
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Kinerja Sosial [POJK-B.3]
Social Performance
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resources Management
Jumlah Karyawan
Total Employees
479 448 laki-laki
male 31 perempuan
female
(93,53%) (6,47%)
Permanen Kontrak
Permanent (PKWTT*) Contract (PKWT*)
412 karyawan
employees
5,53% 67 karyawan
employees
15,19%
dibandingkan 2024 dibandingkan 2024
compared to 2024 compared to 2024
*Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu *Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Indefinite-Term Employment Agreement Fixed-Term Employment Agreement
Tingkat Pergantian Karyawan
Employee Turnover Rate
8% 2% dibandingkan 2024
compared to 2024
Total Jam Pelatihan Total karyawan yang Mengikuti Pelatihan Rata-rata jam pelatihan per karyawan
Total Training Hours Total Employees Trained Average Training Hours per Employee
6.173 jam
hours 243 karyawan
employees 77,3 jam
hours
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Occupational Health and Safety
NIHIL Kecelakaan Kerja
ZERO Workplace Accidents (Zero Accident)
Jumlah Jam Kerja Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
Aman
Safe Working
Hours
6.300.000 jam
hours
1.589.130 jam
hours
Hak Asasi Manusia
Human Rights
NIHIL kasus pelanggaran HAM sepanjang 2025
ZERO human rights violation cases throughout 2025
Laporan Keberlanjutan 20
9 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 11
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Hubungan Masyarakat
Community Relations
Investasi Sosial melalui Program Pengembangan
Masyarakat (PPM) oleh Banggai Ammonia Plant
Social Investment through the Community Development IDR 5.667.223.682
Program (PPM) by Banggai Ammonia Plant
Dukungan Infrastruktur
Infrastructure Support IDR 1,7 miliar untuk perbaikan jalan 3,1 km
billion for the improvement of 3.1 km of roads
Ekonomi | Economic Impact
10 291
BUMDes didampingi dalam peserta mengikuti lokakarya
pengembangan usaha berbasis komoditas lokal penguatan kapasitas kelembagaan
village-owned enterprises (BUMDes) supported participants attended institutional
in developing local commodity-based businesses capacity-building workshops
15% 10
peningkatan pendapatan bagi ±70% biaya usaha pertanian melalui subsidi
anggota kelompok tani pupuk organik
increase in income for approximately reduction in agricultural operating costs
70% of farmer group members through organic fertilizer subsidies
Pendidikan | Education
96 200
siswa mendapatkan dukungan guru mengikuti program pelatihan
transportasi sekolah harian dan peningkatan kapasitas
students received daily school teachers participated in training and
transportation support capacity-building programs
160 9
siswa dijangkau melalui Program institusi pendidikan terlibat dalam
Sahabat Mengajar program edukasi
students reached through the educational institutions participated in
Sahabat Mengajar Program education programs
10 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 12
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Kesehatan | Health
80 56
kader kesehatan mendapatkan pelatihan balita menerima intervensi gizi (PMT)
community health cadres received children under five received
training nutritional intervention (PMT)
IDR 70 juta | million
dukungan alat dan layanan kesehatan masyarakat
in support for community health equipment and services
Lingkungan berbasis Masyarakat | Community-Based Environmental Programs
IDR 220 juta | million
dukungan pengelolaan lingkungan masyarakat
in support for community environmental management
2.374 ton | tons 2.500
limbah dimanfaatkan melalui Program mangrove ditanam di wilayah pesisir
TUKAR mangroves planted in coastal areas
of waste utilized through the TUKAR Program
Bantuan Sosial dan Keagamaan | Social and Religious Support
IDR 346,5 juta
million
255
total dukungan sosial & keagamaan paket sembako disalurkan
in total social and religious support primary needs packages distributed
9 4
fasilitas ibadah didukung kegiatan budaya difasilitasi
places of worship supported cultural activities facilitated
Rantai Pasok
Supply Chain
Total Pemasok Lokal | Total Local Suppliers
PT EII (PT ESSA Industries Indonesia - PT PAU (PT Panca Amara Utama -
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant)
83,5% 264 dari total jumlah pemasok
out of the total number 85% 418 dari total jumlah pemasok
out of the total number
of suppliers of suppliers
pemasok local pemasok local
local suppliers local suppliers
Laporan Keberlanjutan 20
11 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 13
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 2025
2025 Sustainability Performance Highlights
Kinerja Tata Kelola
Governance Performance
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
17% (1(1 orang)
individual)
representasi Perempuan dalam susunan Dewan Komisaris
female representation on the Board of Commissioners
Etika Bisnis dan Kepatuhan
Business Ethics and Compliance
Kode Etik secara resmi
disahkan dan diimplementasikan
25
Code of Conduct formally Batch Pelatihan terkait Etika
established and implemented Ethics Training Batches Conducted
0 0
Insiden Korupsi Pelanggaran Etika
Corruption Incidents Ethics Violations
Transformasi Digital
Digital Transformation
Sistem Informasi Darwinbox dan Darwinbox Information System and
Learning Management System Docebo Docebo Learning Management System
diluncurkan pada 2025 sebagai launched in 2025 as part of ESSA’s
transformasi ESSA ke sistem digital transformation toward an integrated
terintegrasi digital system
Laporan Keberlanjutan 20
12 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 14
Sambutan CEO
Message from the CEO
Sambutan CEO [POJK-D.1][GRI 2-22]
Message from The CEO
KANISHK LAROYA
Presiden Direktur & CEO
President Director & CEO
13 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 15
“
Sambutan CEO
Message from the CEO
“Bagi ESSA, keberlanjutan tidak terpisah dari kinerja
bisnis. Hal ini tercermin dalam cara kami membangun
ketahanan melalui penetapan prioritas yang jelas,
pelaksanaan yang disiplin, dan pertumbuhan yang
bertanggung jawab.”
“For ESSA, sustainability is not separate from business performance. It
is reflected in how we build resilience through clear priorities, disciplined
execution, and responsible growth.”
Laporan Keberlanjutan ESSA tahun 2025 mengusung tema This year, ESSA’s Sustainability Report is presented under
Where Purpose Takes Root yang mencerminkan keyakinan the theme Where Purpose Takes Root—reflecting our
kami bahwa ketahanan jangka panjang dibangun belief that long-term resilience is built through clear
melalui arah yang jelas, disiplin dalam pelaksanaan, dan priorities, disciplined execution, and responsible growth.
pertumbuhan yang bertanggung jawab.
Di tengah ketidakpastian global, volatilitas pasar energi, Amid global uncertainty, energy market volatility, and
serta meningkatnya ekspektasi terhadap tata kelola dan rising expectations around governance and sustainability,
keberlanjutan, ESSA tetap memusatkan perhatian pada ESSA remained focused on maintaining operational
keandalan operasional, penguatan disiplin internal, reliability, strengthening internal discipline, and building a
dan pembangunan bisnis yang semakin tangguh. more resilient business. These priorities also shaped how
Fokus tersebut juga membentuk cara kami merespons we responded to evolving regulatory expectations and
perkembangan regulasi sekaligus memperkuat integrasi laid the groundwork for a more structured integration of
keberlanjutan secara lebih terstruktur di seluruh sustainability across the organization.
organisasi.
Bagi ESSA, keberlanjutan bukanlah agenda yang At ESSA, sustainability is closely linked to how we
berdiri sendiri. Keberlanjutan melekat pada cara kami manage the business for the long term. For a company
mengelola bisnis jangka panjang. Sebagai perusahaan operating in a capital-intensive and highly regulated
yang beroperasi di industri padat modal dan dikawal dan industry, sustainable performance depends not only on
diawasi dengan sangat oleh regulasi, kami memahami business results, but also on the strength of the systems,
bahwa kinerja berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh accountability, and operational discipline that support
hasil usaha, tetapi juga oleh kekuatan sistem, akuntabilitas, them. In this context, our sustainability implementation is
dan disiplin operasional yang mendukungnya. Dalam reflected in the growing integration of ESG considerations
konteks tersebut, penerapan keberlanjutan tercermin into decision-making and business management.
dari semakin terintegrasinya pertimbangan ESG dalam
pengambilan keputusan dan pengelolaan bisnis.
Sepanjang 2025, kami terus memperkuat fondasi tersebut Throughout 2025, we continued to strengthen these
di seluruh organisasi. Kami menjaga stabilitas dan efisiensi foundations across the organization. We maintained
operasional, sekaligus meningkatkan disiplin proses, focus on operational stability and efficiency, while
memperjelas akuntabilitas, dan memperkuat konsistensi improving process discipline, clarifying accountability, and
pelaksanaan di seluruh lini bisnis. Langkah ini menjadi reinforcing consistency in execution across the business.
semakin penting ketika ESSA menghadapi lingkungan These efforts were especially important as ESSA navigated
eksternal yang makin kompleks, sambil mempersiapkan a more complex external environment while preparing for
diri memasuki fase berikutnya dalam perjalanan the next phase of its sustainability journey.
keberlanjutan perusahaan.
2
Laporan Keberlanjutan 20
14 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 16
Sambutan CEO
Message from the CEO
Sambutan CEO
Message from The CEO
Kinerja ESSA pada 2025 menunjukkan resiliensi bisnis inti Our performance in 2025 reflected both the resilience of
kami, sekaligus menggambarkan tantangan lingkungan our core business and the more challenging operating
usaha yang lebih dinamis sepanjang tahun. Pada 2025, environment we faced during the year. In 2025, ESSA
ESSA membukukan pendapatan sebesar USD 295 juta recorded revenue of USD 295 million, profit before
juta, laba sebelum pajak penghasilan sebesar USD 70,6 income tax of USD 70.6 million, and net profit for the
juta, dan laba bersih tahun berjalan sebesar USD 55,1 juta. year of USD 55.1 million. Although the achievement was
Meskipun capaian tersebut lebih rendah dibandingkan lower compared to the previous period, the Company’s
periode sebelumnya, kinerja Perseroan tetap terjaga performance remained resilient. ESSA ended the year with
dengan baik. ESSA menutup tahun dengan struktur a stronger balance sheet. Total equity rose by 5.4% to USD
neraca yang lebih kuat. Total ekuitas meningkat 5,4% 583.6 million in 2025, while total liabilities fell sharply by
menjadi USD 583,6 juta pada 2025, sementara total 55% to USD 62.9 million from USD in comparison with the
liabilitas turun signifikan 55% menjadi hanya 62,9 juta previous year.
USD dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, segmen amoniak tetap menjadi Operationally, the ammonia segment remained the
kontributor utama pendapatan Grup dengan porsi Group’s main revenue contributor, accounting for
sekitar 86,6% dari total pendapatan tahun 2025 atau approximately 86.6% of total revenue in 2025 with
sebesar USD 255,4 juta, relatif sejalan dengan tahun USD 255.4 million, broadly in line with the previous
sebelumnya. Sementara itu, segmen LPG dan processing year. Meanwhile, the LPG and processing fee segment
fee menyumbang USD 39,6 juta atau sekitar 13,4% dari contributed USD 39.6 million, representing 13.4% of total
total pendapatan, turun 12,2% secara tahunan. revenue and declining by 12.2% year-on-year.
Di luar kinerja bisnis, ESSA juga terus memperkuat Beyond business performance, ESSA also continued
komitmennya pada aspek lingkungan, sosial, dan to advance its environmental, social, and governance
tata kelola. Dari sisi sosial, program pengembangan commitments during the year. On the social front, our
masyarakat kami berfokus pada pemberdayaan ekonomi, community development programs focused on economic
pendidikan, kesehatan, dukungan infrastruktur, serta empowerment, education, health, infrastructure support,
inisiatif lingkungan berbasis masyarakat. Program and community-based environmental initiatives, reaching
ini menjangkau kelompok-kelompok utama seperti key groups such as local economic institutions, farmer
kelembagaan ekonomi lokal, kelompok tani, guru, pelajar, groups, teachers, students, and health volunteers.
dan kader kesehatan. Yang tidak kalah penting, sepanjang Importantly, there were no material community grievances
2025 tidak terdapat keluhan masyarakat yang bersifat or social disruptions affecting Company’s business
material maupun gangguan sosial yang memengaruhi continuity in 2025.
keberlangsungan operasional Perseroan.
Dari sisi lingkungan, ESSA terus memperkuat pengelolaan
lingkungan yang bertanggung jawab melalui pendekatan On the environmental front, ESSA continued to strengthen
terintegrasi yang menghubungkan tata kelola, kepatuhan responsible environmental management through an
terhadap regulasi, dan pengendalian operasional. integrated approach that links governance, regulatory
Sepanjang 2025, Perseroan tetap fokus pada upaya compliance, and operational control. Throughout 2025,
efisiensi energi, pengelolaan emisi, pengelolaan air, the Company maintained its focus on energy efficiency,
dan pengendalian limbah. Pada saat yang sama, kami emissions management, water stewardship, and waste
terus meningkatkan sistem pemantauan serta disiplin control, while continuing to improve monitoring systems
operasional di seluruh lokasi. Upaya ini diperkuat oleh and operational discipline across its sites. These efforts
19 inisiatif efisiensi energi di Banggai Ammonia Plant were supported by 19 energy efficiency initiatives at
yang berkontribusi pada penurunan emisi GRK sebesar Banggai Ammonia Plant, contributing to total GHG
15 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 17
Sambutan CEO
Message from the CEO
75.662,89 tCO₂e selama tahun berjalan, disertai dengan year, alongside continued compliance with applicable air
kepatuhan yang berkelanjutan terhadap standar emisi emissions and wastewater quality standards.
udara dan kualitas air limbah yang berlaku.
ESSA juga terus menempatkan perlindungan ESSA also continued to uphold biodiversity as part of
keanekaragaman hayati sebagai bagian dari tanggung its broader environmental responsibility. In 2025, the
jawab lingkungan perusahaan. Pada 2025, Perseroan Company advanced its conservation efforts through
melanjutkan upaya konservasi melalui pelepasliaran 46 the release of 46 Maleo birds and supported coastal
burung Maleo serta mendukung rehabilitasi ekosistem ecosystem rehabilitation in Banggai through the planting
pesisir di Banggai melalui penanaman 2.400 pohon of 2,400 mangrove trees.
mangrove.
Dari sisi tata kelola, ESSA terus memperkuat akuntabilitas, From a governance perspective, ESSA continued
disiplin proses, dan kesadaran risiko di tingkat organisasi. to strengthen accountability, process discipline,
Pelaksanaan keberlanjutan didukung oleh ESG Task and organizational risk awareness. Sustainability
Force dan fungsi Sustainability yang telah dibentuk sejak implementation was supported by the ESG Task Force
2024. Selain itu, ESSA melakukan rangkaian asesmen and the Sustainability function established since 2024,
materialitas yang diselesaikan pada 2025 untuk membantu while a materiality assessment completed in 2025 helped
mempertajam prioritas keberlanjutan perusahaan sharpen the Company’s sustainability priorities and inform
sekaligus menjadi dasar dalam pengembangan ESG the development of its ESG roadmap. Together, these
roadmap. Seluruh upaya tersebut memberi landasan efforts provided a stronger foundation for integrating
yang lebih kuat untuk mengintegrasikan pertimbangan ESG considerations more systematically into business
ESG secara lebih sistematis ke dalam proses bisnis dan processes and decision-making.
pengambilan keputusan.
Dengan kerangka tata kelola keberlanjutan yang semakin With an increasingly structured sustainability governance
terstruktur, Perseroan memahami bahwa keberhasilan framework in place, the Company recognizes that the
implementasi ESG pada sangat ditentukan oleh disiplin successful implementation of ESG is largely determined by
dan komitmen yang dijalankan di seluruh organisasi. discipline and commitment across the organization. This
Karena itu, ESSA terus menempatkan integritas, remains an important part of how ESSA continues to grow
kolaborasi, serta pengelolaan risiko dan peluang secara and evolve, and why we continue to place importance on
proaktif sebagai bagian penting dari perjalanan kami integrity, collaboration, and proactive management of
untuk tumbuh dan berkembang. risk and opportunity.
Ke depan, ESSA akan terus memperkuat praktik tata kelola, Looking ahead, ESSA will continue to strengthen its
meningkatkan keunggulan operasional, dan mendorong governance practices, enhance operational excellence,
integrasi prinsip ESG ke dalam cara kami mengelola and advance the integration of ESG principles into the way
dan mengembangkan bisnis. Kami tetap berkomitmen we manage and grow the business. We remain committed
membangun perusahaan yang tangguh, bertanggung to building a company that is resilient, responsible, and
jawab, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi capable of creating sustainable value for all stakeholders.
seluruh pemangku kepentingan.
Atas nama manajemen, Saya menyampaikan apresiasi On behalf of the management team, I would like to
yang tulus kepada seluruh karyawan, pemegang saham, express my sincere appreciation to our employees,
pelanggan, mitra usaha, masyarakat, dan seluruh shareholders, customers, business partners, communities,
pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan and all stakeholders for their continued trust and support.
yang terus diberikan. Kolaborasi Anda merupakan bagian Their collaboration remains integral to our journey and
penting dari perjalanan kami dan terus mendorong kami continues to inspire us to move forward with discipline,
untuk melangkah maju dengan disiplin, tujuan yang jelas, purpose, and a long-term perspective.
dan perspektif jangka panjang.
4
Laporan Keberlanjutan 20
16 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 18
Tentang ESSA
About ESSA
1
Laporan Keberlanjutan 20
17 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 19
Tentang ESSA
About ESSA
Profil Perseroan [GRI 2-1]
Company Profile
Sekilas Tentang Kami
About Us
PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (sebelumnya dikenal sebagai PT Surya Esa Perkasa Tbk.), atau disingkat ESSA, adalah
entitas publik yang beroperasi di sektor energi dan kimia. Kegiatan usaha Perseroan berfokus pada pengolahan
Liquefied Petroleum Gas (LPG), produksi kondensat, serta produksi amoniak melalui entitas anak.[GRI 2-6]
Dalam perkembangannya, ESSA terus memperkuat portofolio usaha melalui pengembangan bisnis energi dan
kimia yang terintegrasi, termasuk penguatan kapasitas produksi amoniak serta penjajakan inisiatif bisnis baru yang
mendukung transisi energi. Perubahan nama Perseroan dari PT Surya Esa Perkasa Tbk. menjadi PT ESSA Industries
Indonesia TBK mencerminkan arah pengembangan usaha yang semakin luas dan berorientasi jangka panjang.
Kantor pusat Perseroan berlokasi di Jakarta, sedangkan fasilitas operasional utama berada di Palembang, Sumatera
Selatan (fasilitas LPG dan kondensat) dan Luwuk/Banggai, Sulawesi Tengah (pabrik amoniak melalui entitas anak).
PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (formerly known as PT Surya Esa Perkasa Tbk.), or ESSA, is a publicly listed company
operating in the energy and chemical sectors. The Company’s core business activities focus on the processing of
Liquefied Petroleum Gas (LPG), condensate production, and ammonia production through its subsidiaries. [GRI 2-6]
Over time, ESSA has continued to strengthen its business portfolio through the development of integrated energy
and chemical businesses, including expanding ammonia production capacity and exploring new business initiatives
that support the energy transition including the development of sustainable aviation fuel (SAF) and other low-carbon
initiatives. The Company’s name changes from PT Surya Esa Perkasa Tbk. to PT ESSA Industries Indonesia Tbk. reflects
its broader and long-term business development direction.
The Company’s head office is located in Jakarta, while its main operational facilities are located in Palembang, South
Sumatra (LPG and condensate facilities) and Luwuk/Banggai, Central Sulawesi (ammonia plant operated through a
subsidiary).
18 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 20
Tentang ESSA
About ESSA
Identitas Perseroan
Company Identity
Nama Perseroan
Company Identity
PT ESSA Industries Indonesia Tbk.
(d.h. PT Surya Esa Perkasa Tbk.)
(previously known as PT Surya Esa Perkasa Tbk.)
Bentuk Badan Hukum dan Kepemilikan Pemilik Manfaat Akhir
Legal Form and Ownership Ultimate Beneficial Owner
Perusahaan Terbatas TBK Chander Vinod Laroya dan Garibaldi Thohir
Limited Liability Company (TBK) Chander Vinod Laroya and Garibaldi Thohir
Nomor Induk Berusaha (NIB) Alamat Kantor Pusat [POJK-C.2]
Business Identification Number Head Office Address
DBS Bank Tower 18th Floor Ciputra World 1 Jakarta
ID 8120217170366 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Jakarta 12940, Indonesia
Wilayah Operasi [POJK-C.3] Kontak Perseroan
Operational Area Company Contact
ESSA beroperasi di Indonesia dan melayani Telepon +62 21 2988 5600 / 5700
Phone
pasar internasional untuk amoniak biru.
Lokasi pabrik kami berada di Banggai dan Faksimili
+62 21 2988 5601 / 5701
Palembang Sumatera Selatan. Facsimile
ESSA operates in Indonesia and serves the Alamat Surat
international market for blue ammonia. Our Elektronik corpsec.eii@essa.id
Email Address
production facilities are located in Banggai
and Palembang, South Sumatra. Alamat Situs
Website
www.essa.id
3
Laporan Keberlanjutan 20
19 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 21
Tentang ESSA
About ESSA
Visi, Misi, dan Nilai Perseroan [POJK-C.1]
Vision, Mission, and Corporate Values
Memimpin upaya Indonesia untuk mewujudkan
industrialisasi kelas dunia.
To Lead Indonesia’s drive to world class
industrialization.
Menambah nilai sumber daya Indonesia dengan
berinvestasi di sektor riil, mengembangkan sumber
daya manusia, dan menciptakan peluang untuk
pertumbuhan di masa yang akan datang.
Add value to Indonesia’s resources by investing in teh
real sector, developing human capital and creating
opportunities for further growth.
Visi dan misi tersebut menjadi arah strategis Perseroan This vision and mission serve as the Company’s strategic
dalam menjalankan kegiatan usaha dan pengembangan direction in conducting its business activities and long-
jangka panjang. term development.
Nilai Perseroan (EPIC)
Corporate Values (EPIC)
Nilai-nilai ini mendukung penerapan kebijakan internal These values support the implementation of internal
serta menjadi acuan dalam praktik tata kelola perusahaan, policies and serve as a reference for the Company’s
sekaligus memperkuat komitmen Perseroan terhadap corporate governance practices and also underpin the
keberlanjutan, khususnya dalam aspek keselamatan, Company’s commitment to sustainability, particularly
pengelolaan lingkungan, dan tata kelola yang in safety, environmental stewardship, and responsible
bertanggung jawab. governance.
20 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 22
Tentang ESSA
About ESSA
Komposisi Pemegang Saham dan Struktur
Korporasi [GRI 2-1]
Shareholdings Composition and Corporate Structure
Komposisi Pemegang Saham Shareholding Composition
ESSA adalah Perseroan terbuka yang tercatat di Bursa ESSA is a publicly listed company on the Indonesia Stock
Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ESSA sejak Exchange (IDX) under the ticker symbol ESSA since
2012. Struktur kepemilikan saham Perseroan mencakup 2012. The Company’s shareholding structure comprises
pemegang saham pengendali, pemegang saham publik, controlling shareholders, public shareholders, as well as
serta investor institusi dan ritel. institutional and retail investors.
Adapun pemegang saham ESSA adalah sebagai berikut: [GRI 2-6]
The shareholding composition of ESSA is as follows: [GRI 2-6]
Pemegang Saham Persentase
Shareholders Percentage
Chander Vinod Laroya 16,38%
Garibaldi Thohir 14,55%
PT Akraya International 7,84%
Theodore P Rachmat 7,16%
Publik 54,07%
Struktur Entitas Anak Perusahaan [GRI 2-2]
Subsidiary Entity Structure [GRI 2-2]
Entitas Kepemilikan Kegiatan Utama Status
Entity Ownership Main Activity Status
70% (tidak langsung) Produksi Amoniak Operasional
PT Panca Amara Utama
70% (indirect) Ammonia Production Operational
Entitas holding Aktif
PT ESSA Chemicals Indonesia 99,9%
Holding Company Active
Tidak operasional
PT Ogspiras Basya Pratama 99,9% - Non-operational
Pengembangan SAF
PT ESSA Sustainable Tahap pengembangan
99,9% Sustainable Aviation Fuel (SAF)
Indonesia Development stage
Development
Pengembangan SAF
Tahap pengembangan
PT ESSA SAF Makmur 62% Sustainable Aviation Fuel (SAF)
Development stage
Development
Catatan: Persentase kepemilikan dan status operasional disajikan per 31 Desember 2025
Note: Ownership percentages and operational status are presented as at 31 December 2025
5
Laporan Keberlanjutan 20
21 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 23
Tentang ESSA
About ESSA
Kegiatan Usaha dan Produk Utama [POJK-C.4][GRI 2-6]
Business Activities and Key Products
Portofolio produk ESSA mencakup Liquefied Petroleum ESSA’s product portfolio includes Liquefied Petroleum
Gas (LPG), kondensat, dan amoniak yang dihasilkan Gas (LPG), condensate, and ammonia, which are
melalui fasilitas operasional Perseroan dan entitas anak. produced through the Company’s operational facilities
Produk-produk ini memainkan peran penting dalam and subsidiaries. These products play an important role in
mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus supporting domestic energy needs while also providing
menyediakan bahan baku bagi berbagai industri strategis. feedstock for various strategic industries.
LPG dan Kondensat LPG and Condensate
Perseroan memproduksi LPG dan kondensat melalui The Company produces LPG and condensate through
pengolahan gas alam di fasilitas yang berlokasi di natural gas processing at its facility located in Palembang,
Palembang, Sumatera Selatan. Fasilitas ini memiliki South Sumatra. The facility has an installed production
kapasitas produksi terpasang sekitar 174 ton LPG per hari. capacity of approximately 174 tons of LPG per day. Natural
Gas alam dari beberapa sumber pasokan diolah melalui gas sourced from several supply points is processed
proses pemisahan dan pemurnian untuk menghasilkan through separation and purification processes to produce
LPG sebagai produk utama dan kondensat sebagai LPG as the main product and condensate as a valuable
produk sampingan yang memiliki nilai ekonomis, dengan by-product, while part of the lean gas is returned to the
sebagian lean gas dikembalikan ke sistem. system.
Produk LPG dipasarkan untuk mendukung kebutuhan LPG products are marketed to support national energy
energi nasional, baik bagi sektor rumah tangga maupun needs, serving both household and industrial sectors.
industri. Sementara itu, kondensat dimanfaatkan sebagai Meanwhile, condensate is utilized as an industrial
bahan baku industri dan campuran bahan bakar. Melalui feedstock and fuel blend component. Through these
kegiatan ini, Perseroan mengoptimalkan pemanfaatan operations, the Company optimizes the utilization of
gas alam sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap natural gas resources while strengthening its contribution
pasokan energi dan kebutuhan industri. to energy supply and industrial demand.
Gambaran Umum Bisnis LPG
LPG Business Overview
Konsumsi Gas 6 MMSCFD
Gas Consumption 6 MMSCFD
Gas Lembak 37
MMSCFD
Pemampatan & Ekspansi Turbo +
Simpang Y Header Penyaring Dehidrasi Pendinginan Fraksionasi
192 MMSCFD Scrubber Pressurizer & Turbo Expansion + Fractionation
Dehydration Cooling
Gas Cambai
155 MMSCFD
LPG
Fraksionasi Kondensat
70% Propana/Propane
Catatan/Note : Fractionation Condensate
MMSCFD: singkatan dari million standard
30% Butana/Butane
cubic feet per day (satuan pengukuran).
MMSCFD stands for million standard
cubic feet per day (unit of measurement).
Lean Gas Kembali 60 MMSCFD
Lean Gas Returned 60 MMSCFD
22 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 24
Tentang ESSA
About ESSA
Amoniak (NH₃) Ammonia (NH₃)
Amoniak diproduksi melalui serangkaian proses Ammonia is produced through a series of natural gas
pengolahan gas alam di fasilitas PT Panca Amara Utama di processing stages at the facility operated by PT Panca
Banggai, Sulawesi Tengah. Fasilitas ini memiliki kapasitas Amara Utama in Banggai, Central Sulawesi. The facility
produksi terpasang sekitar 1.900 ton amoniak per hari. has an installed production capacity of approximately
Secara umum, proses ini mencakup tahap pemurnian 1,900 tons of ammonia per day. In general, the process
bahan baku, pengolahan gas untuk membentuk senyawa includes feedstock purification, gas processing to form
antara yang dibutuhkan, hingga sintesis amoniak sebagai the required intermediate compounds, and ammonia
produk akhir. Seluruh rangkaian proses tersebut didukung synthesis as the final product. These processes are
oleh utilitas penunjang dan sistem keselamatan, untuk supported by utility systems and safety mechanisms to
menjaga keandalan operasi serta kualitas produk. maintain operational reliability and product quality.
Sebagai bahan baku penting bagi industri pupuk dan As a key raw material for the fertilizer industry and various
berbagai produk kimia turunan, produk ini memiliki peran downstream chemical products, ammonia plays a strategic
strategis dalam mendukung sektor pertanian dan industri. role in supporting the agricultural and industrial sectors.
Melalui produksi dan pemasaran amoniak, Perseroan Through the production and marketing of ammonia, the
juga memperkuat portofolio bisnis hilir berbasis gas alam Company strengthens its natural gas-based downstream
sekaligus menciptakan nilai tambah dari pemanfaatan business portfolio while creating added value from
sumber daya tersebut. resource utilization.
Gambaran Umum Bisnis Amoniak
Ammonia Business Overview
Gas Alam Umpan
Natural Gas Feed
Penghapusan
Merkuri
Mercury Removal
Umpan
Feed Unit Air Pendingin Air Laut
Desulfurisasi (Sekali lewat)
Bahan Bakar Uap Tekanan Sedang Desulphurization Sea Water Cooling Water
Fuel Medium Pressure Steam Unit (Once Through)
Ketel Uap
Boiler
Unit Air Pendingin Bersih
Reformer Primer (Loop Tertutup)
Primary Reformer Sweet Cooling Water Unit
(Closed Loop)
Bahan Bakar Tenaga Listrik
Fuel Electric Power
Generator Mesin Gas
Gas Engine Generator Reformer Sekunder
Secondary Reformer
Unit Udara Instrumen
Air Laut Instrument Air Unit
Sea Water
Sea Water Reverse Reformer Penukar
Osmosis (SWRO) Reformer Exchanger
Unit Udara Pabrik
Plant Air Unit
Brackish Water
Penggeseran CO
Reverse Osmosis
CO Shift
(BWRO)
Kondensat Uap
Unit Gas Inert
Steam Condensate Inert Gas Unit
Kondensat Proses Penghapusan CO₂
CO₂
Process Condensate CO₂ Removal
Unit Penggosok
Polisher Unit Polished Water
(Boiled Feed Water)
Air yang Dipoles Metanasi Sistem Blow Down
(Air Umpan Rebus) Methanation Blow Down System
Air Minum/Potable Water
Air Kebakaran/Fire Water
Pengeringan Sistem Flare
Air Layanan/Service Water Drying Flare System
Minyak Diesel Tenaga Listrik
Diesel Oil Electric Power
Generator Darurat
Pembersih
Emergency Generator
Purifier
Produk Amoniak
Kapasitas Terpasang 1.900
MTPD Desain 2.090 MTPD
Sintesis Amoniak Penyimpanan Amoniak
Ammonia Synthesis Ammonia Storage
Ammonia Product
Name Plate 1.900 MTPD
Design 2.090 MTPD
7
Laporan Keberlanjutan 20
23 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 25
Tentang ESSA
About ESSA
Pasar dan Distribusi Produk [GRI 2-6] Product Markets and Distribution [GRI 2-6]
ESSA memasarkan produk LPG, kondensat, dan amoniak ESSA markets its LPG, condensate, and ammonia products
ke pasar domestik maupun internasional, sesuai dengan to both domestic and international markets, in accordance
karakteristik masing-masing produk, kebutuhan industri, with the characteristics of each product, industry needs,
serta dinamika permintaan pasar. and market demand dynamics.
Untuk pasar domestik, LPG dan kondensat terutama For the domestic market, LPG and condensate are primarily
dipasarkan guna mendukung kebutuhan energi nasional. marketed to support national energy needs. Distribution
Distribusi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku melalui is carried out in accordance with applicable regulations
badan usaha milik negara, yaitu PT Pertamina Patra through state-owned enterprises, namely PT Pertamina
Niaga dan PT Pertamina EP, sehingga turut mendukung Patra Niaga and PT Pertamina EP, thereby contributing to
keandalan dan stabilitas pasokan energi di dalam negeri. the reliability and stability of energy supply in Indonesia.
Sementara itu, sebagian kecil volume amoniak juga Meanwhile, a small portion of ammonia production is also
dipasarkan ke dalam negeri, dengan memperhatikan sold domestically, taking into account the needs of local
kebutuhan industri domestik. [POJK-F.17] industries. [POJK-F.17]
Di sisi lain, pemasaran amoniak yang diproduksi oleh On the other hand, the ammonia produced by PT
PT Panca Amara Utama terutama diarahkan ke pasar Panca Amara Utama is primarily directed toward export
ekspor. Hal ini sejalan dengan kondisi pasar domestik, di markets. This aligns with the conditions of the domestic
mana kebutuhan amoniak dalam negeri pada umumnya market, where ammonia demand is generally fulfilled by
telah dipenuhi oleh produsen lain. Sekitar 95% dari total other producers. Approximately 95% of total ammonia
produksi amoniak dialokasikan untuk pasar internasional, production is allocated to international markets, with
dengan penjualan yang dilakukan melalui mitra strategis sales conducted through strategic partners in open and
di pasar terbuka dan kompetitif sesuai mekanisme competitive markets in accordance with international
perdagangan internasional. [POJK-F.17] trade mechanisms. [POJK-F.17]
Dari sisi kontribusi terhadap pendapatan Perseroan, In terms of contribution to the Company’s revenue,
amoniak menyumbang sekitar 85% dari total pendapatan, ammonia accounts for approximately 85% of total revenue,
sementara LPG berkontribusi sekitar 15%. Komposisi while LPG contributes around 15%. This composition
ini menunjukkan bahwa segmen amoniak merupakan indicates that the ammonia segment serves as the primary
penopang utama kinerja usaha Perseroan, baik dari driver of the Company’s business performance, both in
sisi volume penjualan maupun kontribusi terhadap terms of sales volume and revenue contribution.
pendapatan.
Pengelolaan potensi dampak produk dilakukan melalui Potential product impacts are managed through quality
pengendalian mutu, pengujian laboratorium, serta control, laboratory testing, and compliance with technical
pemenuhan spesifikasi teknis dan standar keselamatan specifications and safety standards prior to distribution.
sebelum distribusi. Produk yang dihasilkan, termasuk Products, including LPG, condensate, and ammonia,
LPG, kondensat, dan amoniak, telah melalui pemeriksaan undergo inspection to ensure compliance with applicable
untuk memastikan kesesuaian dengan standar kualitas quality standards. During the reporting period, there
yang berlaku. Selama periode pelaporan, tidak terdapat were no product recalls, as all products met the required
penarikan produk karena seluruh produk telah memenuhi specifications. [POJK-F.27, F.28, F.29]
spesifikasi yang ditetapkan. [POJK-F.27, F.28, F.29]
Kepuasan pelanggan dijaga melalui komunikasi dan Customer satisfaction is maintained through regular
koordinasi rutin dengan pelanggan utama. Melalui diskusi communication and coordination with key customers.
dan evaluasi berkala, pelanggan dapat menyampaikan Through periodic discussions and evaluations, customers
umpan balik terkait kualitas produk, keandalan pasokan, provide feedback on product quality, supply reliability, and
dan layanan, yang menjadi bagian dari evaluasi services, which is incorporated into internal evaluations to
internal untuk mendorong peningkatan kinerja secara support continuous performance improvement. [POJK-F.30]
berkelanjutan. [POJK-F.30]
24 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 26
Tentang ESSA
About ESSA
Kinerja Bisnis [POJK-B.1][GRI 2-6]
Business Performance
Kinerja Operasional Operational Performance
Skala produksi dan kompleksitas operasi Perseroan di The scale of the Company’s production and the
sektor energi dan kimia menempatkan kinerja operasional complexity of its operations in the energy and chemical
dan finansial sebagai indikator penting dalam menilai sectors position operational and financial performance
ketahanan usaha. Capaian kinerja Perseroan dipengaruhi as key indicators in assessing business resilience. The
oleh beberapa faktor utama, antara lain tingkat utilisasi Company’s performance achievements are influenced
fasilitas produksi, keandalan operasi, dinamika harga by several main factors, including the utilization rate of
energi global, serta efektivitas pengendalian biaya production facilities, operational reliability, global energy
operasional dan pengelolaan risiko. price dynamics, as well as the effectiveness of operational
cost control and risk management.
Volume Produksi
Production Volume
Amoniak Kondensat
Ammonia LPG Condensate
MT (Metric Ton) MT (Metric Ton) bbl (billion barrels)
800.000 80.000 200.000
739.220 737.502 748.274 72.941
68.704
600.000 60.000 64.591 150.000
152.354
143.710 138.858
400.000 40.000 100.000
200.000 20.000 50.000
0 0 0
2023 2024 2025 2023 2024 2025 2023 2024 2025
(Catatan: LPG (Liquified Petroleum Gas), MT (Metrik Ton), bbl (billion barrels)
Notes: LPG (Liquified Petroleum Gas), MT (Metric Ton), bbl (billion barrels)
Kinerja Finansial Financial Performance
Kinerja keuangan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. The financial performance of PT ESSA Industries
sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang Indonesia Tbk. in 2025 reflects dynamics influenced by
dipengaruhi oleh kondisi pasar serta kinerja operasional market conditions as well as the Company’s operational
Perseroan. Pada tahun 2025, ESSA membukukan performance. In 2025, ESSA recorded revenue of USD
pendapatan sebesar USD 295.014.929, menurun sekitar 295,014,929, representing a decrease of approximately
2,1% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 2.1% compared to 2024, when revenue reached USD
301.401.837. 301,401,837.
9
Laporan Keberlanjutan 20
25 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 27
Tentang ESSA
About ESSA
Laba tahun berjalan pada tahun 2025 tercatat sebesar Profit for the year in 2025 amounted to USD 55,066,895,
USD 55.066.895, mengalami penurunan sekitar 9,0% reflecting a decline of around 9.0% compared to the 2024
dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar USD figure of USD 60,488,161. This change was influenced
60.488.161. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai by various operational factors and market dynamics
faktor operasional dan dinamika pasar yang memengaruhi affecting the Company’s business performance during the
kinerja usaha Perseroan selama periode pelaporan. reporting period.
Sementara itu, total aset Perseroan pada tahun 2025 Meanwhile, the Company’s total assets in 2025 were
tercatat sebesar USD 375.067.989. Nilai ini menurun recorded at USD 375,067,989. This represents a decrease
sekitar 45,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang of approximately 45.9% compared to the previous year,
tercatat sebesar USD 693.675.660, seiring dengan which stood at USD 693,675,660, in line with changes in
dinamika struktur aset dan pengelolaan portofolio bisnis the asset structure and the management of the Company’s
Perseroan selama periode pelaporan. business portfolio during the reporting period.
Sejalan dengan strategi operasional yang dijalankan In line with its operational strategy throughout the year,
sepanjang tahun, ESSA tetap menjaga stabilitas usaha ESSA maintained business stability amid dynamic market
di tengah kondisi pasar yang dinamis. Pada tahun 2025, conditions. In 2025, ESSA recorded revenue of USD
ESSA membukukan pendapatan sebesar USD 295.014.929 295,014,929 and net profit for the year of USD 55,066,895,
dan laba tahun berjalan sebesar USD 55.066.895, lebih lower than the previous year due to market conditions and
rendah dibandingkan tahun sebelumnya akibat kondisi operational factors during the reporting period. [POJK-F.2]
pasar dan faktor operasional selama periode pelaporan.
[POJK-F.2]
Sementara itu, total aset Perseroan pada tahun 2025 Meanwhile, the Company’s total assets in 2025
tercatat sebesar USD 375.067.989, menurun sekitar amounted to USD 375,067,989, representing a decrease
45,9% dari USD 693.675.660 pada tahun sebelumnya, of approximately 45.9% from USD 693,675,660 in the
seiring dengan dinamika struktur aset dan pengelolaan previous year, in line with changes in asset structure and
portofolio bisnis Perseroan. the management of the Company’s business portfolio.
Pendapatan (USD)
Revenue (USD)
2025
295.014.929 USD
2023 2024
344.961.625 USD 301.401.837 USD 2023 2024 2025
Laporan Keberlanjutan
26 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report
Page 28
Tentang ESSA
About ESSA
Laba Bersih Tahun Berjalan (USD)
Net Profit for the Year (USD)
2025
2023
55.066.895 2024
USD
103.176.937 USD 60.488.161 USD 2023 2024 2025
Total Aset (USD)
Total Assets (USD)
2025
2023
375.067.989 2024
USD
695.442.247 USD 693.675.660 USD 2023 2024 2025
Kinerja Penjualan
Sales Performance
Penjualan Produk | Product Sales
Amoniak Kondensat
Ammonia LPG Condensate
2025 2025 2025
255.428.074 MT
N 39.586.855 MT 40.829.522 bbl
H
H
2024 2024 2024
256.318.647 MT 45.083.190 MT 9.523.269 bbl
H
(Catatan: LPG (Liquified Petroleum Gas), MT (Metrik Ton), bbl (billion barrels)
Notes: LPG (Liquified Petroleum Gas), MT (Metric Ton), bbl (billion barrels)
Penjualan berdasarkan Pasar | Sales by Market
Pasar Ekspor Pasar Domestik
Export Market Domestic Market
2025 2025
255.428.074 USD 39.586.855 USD
2024 2023 2024 2023
256.318.647 USD 299.683.273 USD 45.083.190 USD 45.278.352 USD
11
Laporan Keberlanjutan 20
27 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 29
Tentang ESSA
About ESSA
Kontribusi Ekonomi [POJK-B.1][GRI 2-6]
Economic Contribution
Bagian ini menyajikan kontribusi ekonomi ESSA kepada This section presents ESSA’s economic contributions
negara dan masyarakat yang difokuskan pada pembayaran to the state and society, focusing on tax payments and
pajak serta pelaksanaan investasi sosial selama periode social investments during the reporting period. Through
pelaporan. Melalui pembayaran pajak, royalti, dan PNBP, the payment of taxes, royalties, and non-tax state
Perseroan berperan dalam mendukung penerimaan revenue (PNBP), the Company contributes to government
negara yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan revenues that support national development financing,
nasional, termasuk penyediaan infrastruktur dan layanan including infrastructure and public services.
publik.
Di sisi lain, ESSA juga menyalurkan investasi sosial sebagai At the same time, ESSA channels social investments as
bagian dari komitmen untuk menciptakan nilai tambah part of its commitment to creating sustainable value for
yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah communities surrounding its operational areas. These
operasional. Investasi ini diwujudkan melalui berbagai investments are implemented through various programs
program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, focused on economic empowerment, improving access to
peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan quality education, and strengthening community capacity.
kapasitas sosial masyarakat. Kedua aspek tersebut Together, these two aspects reflect the Company’s
mencerminkan pendekatan Perseroan dalam menciptakan approach to generating economic impact that extends
dampak ekonomi yang tidak hanya terbatas pada kinerja beyond business performance, contributing to inclusive
bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan and sustainable development.
yang inklusif dan berkelanjutan.
Rincian kontribusi tersebut disajikan sebagai berikut: Details of these contributions are presented as follows:
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Economic Value Distributed
Kontribusi ke Negara melalui Pajak Investasi Sosial (Dana CSR)
Contributions to the State through Taxes Investment (CSR Fund)
2025
1.935.585 USD $ 2025
2024 Rp5.667.223.682
2.530.895 USD
28 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 30
Tentang ESSA
About ESSA
Informasi lengkap mengenai kinerja ekonomi Grup, Comprehensive information on the Group’s economic
termasuk detail alokasi dan distribusi nilai ekonomi, performance, including details on the allocation and
dimuat dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan distribution of economic value, is presented in the Annual
yang telah diaudit. Report and the audited Financial Statements.
Kontribusi Pajak dan PNBP [GRI 207-1, 207-2, 207-3 207-4] Tax and Non-Tax State Revenue (PNBP)
Contributions [GRI 207-1, 207-2, 207-3 207-4]
Selain nilai ekonomi langsung, kontribusi Perseroan In addition to direct economic value, the Company’s
terhadap penerimaan negara juga tercermin melalui contribution to state revenues is also reflected through
pembayaran pajak dan PNBP. Pada tahun pelaporan 2025, the payment of taxes and Non-Tax State Revenue (PNBP).
ESSA mencatat tidak ada pelanggaran atas kewajiban During the 2025 reporting period, ESSA recorded no
perpajakan. Seluruh kewajiban pajak dan PNBP dipenuhi violations related to its tax obligations. All tax and PNBP
sesuai peraturan perundang-undangan melalui proses obligations were fulfilled in accordance with applicable
pelaporan dan audit yang transparan sebagai bagian dari laws and regulations through transparent reporting
tata kelola yang bertanggung jawab. and audit processes as part of responsible governance
practices.
Kontribusi pajak dan PNBP disalurkan kepada pemerintah Tax and PNBP contributions are distributed to central,
pusat, provinsi, dan kabupaten, sejalan dengan lokasi provincial, and district governments, in line with the
operasional Perseroan yang sepenuhnya berada di Company’s operational locations, which are entirely
Indonesia. within Indonesia.
Total kontribusi pajak dan PNBP pada 2025 mencapai Total contributions to the state through taxes and non-
USD 1.935.585, dengan penurunan sebesar sekitar tax state revenue (PNBP) in 2025 amounted to USD
23,5% dibandingkan 2024 yang tercatat USD 2.530.895, 1,935,585, representing a decrease of approximately
dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas dan volume 23.5% compared to 2024, which was recorded at USD
produksi selama tahun pelaporan. 2,530,895, influenced by fluctuations in commodity prices
and production volumes during the reporting year.
13
Laporan Keberlanjutan 20
29 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 31
Tentang ESSA
About ESSA
Sertifikasi, Penghargaan, dan
Keanggotaan dalam Asosiasi
Certifications, Awards, and Membership in Associations
Sertifikasi Certification
Sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasional As part of its efforts to maintain operational reliability
dan standar keselamatan yang tinggi, ESSA menerapkan and high safety standards, ESSA implements several
sejumlah sistem manajemen dan memperoleh sertifikasi management systems and has obtained certifications
dari lembaga independen. Sertifikasi ini mendukung from independent institutions. These certifications
pengelolaan lingkungan, keselamatan proses, serta mutu support environmental management, process safety, and
pengujian laboratorium yang selaras dengan standar laboratory testing quality in line with industry standards.
industri.
ISO 14001:2015 ISO 14001:2015
Environmental Management System Environmental Management System
TÜV NORD Indonesia ExxonMobil / OSHA Standard
Sertifikasi sistem manajemen Penerapan standar manajemen
lingkungan untuk kegiatan keselamatan proses untuk
pemurnian dan pengolahan gas pengelolaan bahan kimia
bumi berbahaya
Environmental management Implementation of process safety
system certification for natural management standards for the
gas purification and processing handling of hazardous chemicals
activities
30 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 32
Tentang ESSA
About ESSA
Sistem Informasi SNI ISO/IEC 17025:2017
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SIK3) Testing Laboratory Accreditation
Sistem internal K3 Komite Akreditasi Nasional
(KAN)
Sistem informasi untuk
Akreditasi laboratorium
mendukung pengelolaan
pengujian untuk memastikan
kesehatan dan keselamatan
kompetensi dan keandalan hasil
kerja
uji
Laboratory accreditation to
An information system to
ensure the competence and
support occupational health and
reliability of test results
safety management
LPG Proficiency
Test Participation Certificate
Pertamina
Sertifikat partisipasi dalam uji
banding LPG tahun 2025
Certificate of Participation in the
2025 LPG Comparative Test
15
Laporan Keberlanjutan 20
31 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 33
Tentang ESSA
About ESSA
Penghargaan Awards
Sepanjang periode pelaporan, ESSA menerima sejumlah During the reporting period, ESSA received various
pengakuan dari lembaga pemerintah, mitra industri, recognitions from government institutions, industry
maupun organisasi profesional atas kinerja Perseroan partners, and professional organizations for its
dalam aspek keselamatan kerja, kepatuhan regulasi, performance in occupational safety, regulatory
pengelolaan lingkungan, serta inovasi operasional. compliance, environmental management, and operational
Pengakuan ini menjadi refleksi atas upaya berkelanjutan innovation. These recognitions reflect the Company’s
Perseroan dalam menjaga standar operasional yang andal ongoing commitment to maintaining reliable and
dan bertanggung jawab. responsible operational standards.
Penghargaan PT Ell
PT Ell Awards
2025 2025 2024
SAP Kementerian
Prosper B
Southeast Asia Lingkungan Hidup
Ministry of Environment
SAP Customer Excellence Notable Enterprise in
Awards Accelerate to Regulatory Compliance – PROPER Peringkat Biru
Innovate Oil & Gas (Upstream & PROPER Blue Rating
Downstream)
2025 2025 2025
Pemerintah Kabupaten Kementerian ESDM
Ogan Ilir Ministry of Energy and Pertamina Lubricants
Ogan Ilir Regency Mineral Resources
Government
Partisipasi Penanggulangan Partisipasi Penanggulangan
Kebakaran Hutan dan Lahan Kebakaran Hutan dan Lahan Customer Day Appreciation
Kabupaten Ogan Ilir Kabupaten Ogan Ilir
Participation in Forest and Participation in Forest and
Land Fire Mitigation in Ogan Land Fire Mitigation in Ogan
Ilir Regency Ilir Regency
32 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 34
Tentang ESSA
About ESSA
Penghargaan PT PAU
PT PAU Awards
Kementerian
Lingkungan Hidup
Ministry of Environment
2025 2025
EcoTouch
PROPER Peringkat Hijau Program
EcoTouch Land Certification
Penilaian Peringkat Kinerja
Certificate of Appreciation
Perusahaan
PROPER Green Rating Corporate
Performance Rating Program in
Environmental Management
Dinas Lingkungan
Hidup Provinsi
CISC Indonesia Sulawesi Tengah
Cancer Information & Support
Center (CISC) Second Home
for Cancer Survivors
2025 2025 Environmental Agency of
South Sulawesi Province
Environmental Fest 2025 Partisipasi
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Participation in World Environment Day
Indonesia Morowali PT SUCOFINDO /
Industrial Park (IMIP)
2025 2025
IDSURVEY
Juara 3 Lomba First Aid (Bulan ENSIA 2025 Platinum Award
K3 Nasional) for Energy Efficiency
3rd Place – First Aid Competition Innovation
(National K3 Month)
Indonesia Morowali
Industrial Park (IMIP)
2025
Pertamina Hulu
Juara 2 Lomba Full Body
Harness (Bulan K3 Nasional) 2025 Energi
Customer Day Appreciation
2nd Place – Full Body Harness
Competition (National K3 Month)
Keanggotaan dalam Asosiasi [POJK-C.5][GRI 2-28] Membership of Association [POJK-C.5][GRI 2-28]
ESSA berpartisipasi dalam sejumlah asosiasi profesional ESSA participates in several professional and industry
dan industri sebagai bagian dari upaya memperkuat associations as part of its efforts to strengthen good
praktik tata kelola perusahaan yang baik serta mengikuti corporate governance practices and to stay informed
perkembangan regulasi dan praktik terbaik di sektor on regulatory developments and best practices in the
pasar modal dan korporasi. Melalui keanggotaan ini, capital market and corporate sectors. Through these
Perseroan juga memperoleh ruang kolaborasi dan memberships, the Company also gains opportunities for
pertukaran pengetahuan dengan para pelaku industri, collaboration and knowledge exchange with industry
sekaligus mendukung pengembangan praktik bisnis yang peers while supporting the advancement of responsible
bertanggung jawab dan berkelanjutan. and sustainable business practices.
Keanggotaan asosiasi yang diikuti ESSA antara lain The associations in which ESSA holds membership include:
sebagai berikut: • Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)
• Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) • Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)
• Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) • Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA)
• Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA)
17
Laporan Keberlanjutan 20
33 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 35
Tentang ESSA
About ESSA
Anggota Asosiasi Emiten Indonesia Anggota Indonesia Corporate Secretary
(AEI). Association (ICSA).
Member of the Indonesian Stock Issuers Member of the Indonesia Corporate
Association (AEI). Secretary Association (ICSA).
Anggota Perkumpulan Penasihat
Hukum Internal Perusahaan (ICCA).
Member of The Indonesian Corporate
Counsel Association.
34 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 36
Manajemen
Keberlanjutan
Sustainability Management
1
Laporan Keberlanjutan 20
35 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 37
Pengelolaan dan
Perlindungan
Lingkungan
Environmental Stewardship
1
Laporan Keberlanjutan 20
36 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 38
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Pendekatan Pengelolaan Lingkungan ESSA
[GRI 3-3]
Environment Management Approach
Pengelolaan lingkungan di ESSA dilaksanakan melalui Environmental management at ESSA is implemented
pendekatan terintegrasi yang menghubungkan tata through an integrated approach that links corporate
kelola perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, dan governance, regulatory compliance, and operational
pengendalian operasional. Pendekatan ini memastikan control. This approach ensures that all operational
bahwa setiap aktivitas operasional dikelola secara activities are managed systematically to minimize
sistematis untuk meminimalkan dampak lingkungan environmental impacts while maintaining sustainable
sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja bisnis. business performance.
Sebagai landasan utama, Perseroan memiliki Kebijakan As a primary foundation, the Company has established
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) an Occupational Health, Safety, and Environment
yang menjadi pedoman dalam pengelolaan aspek (HSE) Policy, which serves as a guideline for managing
lingkungan dan operasional. Kebijakan ini mencerminkan environmental and operational aspects. This policy
komitmen Perseroan terhadap perlindungan lingkungan, reflects the Company’s commitment to environmental
penerapan praktik keselamatan dan kesehatan kerja, protection, the implementation of occupational health
serta pengelolaan sumber daya, termasuk energi, air, dan and safety practices, and the responsible management of
limbah, secara bertanggung jawab. resources, including energy, water, and waste.
Implementasi kebijakan tersebut diperkuat melalui The implementation of this policy is strengthened through
penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO the adoption of the ISO 14001:2015 Environmental
14001:2015. Sistem ini menjadi kerangka kerja dalam Management System. This system provides a structured
mengidentifikasi aspek dan dampak lingkungan, framework for identifying environmental aspects and
mengelola risiko operasional, serta memastikan impacts, managing operational risks, and ensuring that
pemantauan kinerja lingkungan dilakukan secara berkala environmental performance is monitored regularly and in
dan terukur. a measurable manner.
Kinerja pengelolaan lingkungan Perseroan juga dievaluasi The Company’s environmental management performance
melalui mekanisme eksternal, antara lain Program Penilaian is also evaluated through external mechanisms, including
Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) oleh Kementerian the Corporate Performance Rating Program (PROPER)
Lingkungan Hidup, serta melalui evaluasi teknis internal conducted by the Ministry of Environment, as well
secara berkala untuk memastikan efektivitas pengelolaan as through periodic internal technical evaluations to
sumber daya dan pengendalian dampak lingkungan. ensure the effectiveness of resource management and
environmental impact control.
Pada tahun 2025, ESSA telah melaksanakan re- In 2025, ESSA completed a re-assessment of its Life Cycle
assessment Life Cycle Assessment (LCA) yang mencakup Assessment (LCA), covering the full product life cycle from
seluruh tahapan siklus hidup produk, dari produksi production to end use. The results serve as a basis for
hingga penggunaan. Hasil kajian ini menjadi dasar dalam identifying opportunities to improve resource efficiency
mengidentifikasi peluang efisiensi sumber daya dan and reduce environmental footprint.
pengurangan jejak lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, Perseroan merencanakan registrasi Building on this, the Company plans to pursue
Environmental Product Declaration (EPD) untuk produk Environmental Product Declaration (EPD) registration
amonia guna meningkatkan transparansi kinerja for its ammonia product to enhance environmental
lingkungan serta memenuhi ekspektasi pasar global transparency and meet evolving global sustainability
terkait keberlanjutan. expectations.
37 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 39
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Manajemen Energi dan Emisi [POJK-F.6, F.11][GRI 3-3]
Energy and Emission Management
Pengelolaan Energi [POJK-F.6][GRI 302] Energy Management [POJK-F.6][GRI 302]
ESSA mengelola energi melalui pengukuran konsumsi ESSA manages energy through the measurement of
pada sumber utama serta penggunaan di seluruh consumption at primary sources as well as across all
proses produksi dan fasilitas pendukung. Pendekatan production processes and supporting facilities. This
ini memberikan visibilitas atas profil konsumsi energi approach provides visibility into the overall energy
dan menjadi dasar dalam mengidentifikasi area dengan consumption profile and serves as a basis for identifying
intensitas penggunaan tertinggi. areas with the highest intensity of use.
Pengukuran dilakukan secara langsung menggunakan Measurements are conducted directly using flow meters
flow meter yang dikalibrasi secara berkala, dengan data that are periodically calibrated, with data converted
yang dikonversi ke satuan energi yang seragam untuk into standardized energy units to ensure consistency in
memastikan konsistensi pemantauan dan analisis. monitoring and analysis.
Pengelolaan energi dan emisi diterapkan sebagai sistem Energy and emissions management are implemented
terpadu yang terintegrasi dengan kinerja operasional dan as an integrated system aligned with operational
efisiensi biaya. Hal ini didukung oleh kebijakan internal, performance and cost efficiency. This is supported by
termasuk target konservasi energi sebesar 1% dalam lima internal policies, including an energy conservation target
tahun untuk unit pabrik amoniak, serta inisiatif mitigasi of 1% over five years for the ammonia plant, as well as
emisi yang selaras dengan arah transisi energi nasional emissions mitigation initiatives aligned with the national
menuju Net Zero Emission. energy transition toward Net Zero Emissions.
Pendekatan berbasis data diperkuat melalui integrasi This data-driven approach is further strengthened
Distributed Control System (DCS) yang memungkinkan through the integration of a Distributed Control System
pemantauan parameter energi dan emisi secara real-time. (DCS), which enables real-time monitoring of energy
Sistem ini meningkatkan akuntabilitas internal sekaligus and emissions parameters. The system enhances internal
mendukung kepatuhan pelaporan melalui platform accountability while supporting regulatory compliance
SIMPEL Kementerian Lingkungan Hidup sehingga setiap through reporting on the Ministry of Environment’s
pengelolaan energi dapat ditelusuri dampaknya terhadap SIMPEL platform, allowing energy management practices
kinerja lingkungan dan operasional. to be traced in relation to both environmental and
operational performance.
3
Laporan Keberlanjutan 20
38 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 40
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Kinerja Energi di 2025
Energy Performance in 2025
Total Konsumsi Energi Konsolidasi
Total Consolidated Energy Consumption
6.111.253,96 GJ
0,96% dibandingkan 2024 | 0.96% compared to 2024
2023 5.258.896,99 636.155,25
2024 5.430.619,41 642.818,86
2025 5.482.483,74 628.770,22
0 2.000.000 4.000.000 6.000.000
Banggai Ammonia Plant Palembang LPG Plant
Total Konsumsi Energi - Palembang LPG Plant Total Konsumsi Energi - Banggai Ammonia Plant
Total Energy Consumption - Palembang LPG Plant Total Energy Consumption - Banggai Ammonia Plant
628.770,22 GJ 5.482.483,74 GJ
2,18% dari 2024 0,96% dari 2024
2.18% compared to 2024 0.96% compared to 2024
0,12% Energi terbarukan (Biosolar B40) 0,19% Energi terbarukan (Biosolar B40)
0.12% Renewable energy (B40 Biodiesel) 0.19% Renewable energy (B40 Biodiesel)
99,88% Energi tidak terbarukan (Gas Alam) 99,81% Energi tidak terbarukan (Gas Alam)
99.88% Non-renewable energy (Natural Gas) 99.81% Non-renewable energy (Natural Gas)
Seiring peningkatan kematangan operasional, fokus pen- As operational maturity increases, the focus of energy
gelolaan energi bergeser dari menjaga keandalan fasilitas management has evolved from maintaining facility
menuju optimalisasi kinerja yang lebih presisi, dengan reliability to achieving more precise performance
penekanan pada efisiensi melalui pengaturan operasi dan optimization, with an emphasis on efficiency through
peningkatan performa peralatan. operational adjustments and improved equipment
performance.
4
39 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 41
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Konsumsi Energi [GRI 302-1][GRI 302-2] Energy Management [GRI 302-1][GRI 302-2]
Pada 2025, total konsumsi energi konsolidasian In 2025, the total consolidated energy consumption of
Palembang LPG Plant dan Banggai Ammonia Plant Palembang LPG Plant and Banggai Ammonia Plant was
tercatat sebesar 6.111.253,96 GJ, sedikit meningkat recorded at 6,111,253.96 GJ, representing a slight increase
sekitar 0,62% dibandingkan 6.073.438,27 GJ pada 2024. of approximately 0.62% compared to 6,073,438.27
Total konsumsi energi tersebut masih didominasi oleh GJ in 2024. This total energy consumption remained
energi tidak terbarukan berupa gas alam sebesar sekitar predominantly composed of non-renewable energy in
99,82% dari total konsumsi energi, sedangkan sisanya the form of natural gas, accounting for approximately
sekitar 0,18% merupakan energi terbarukan yang berasal 99.82% of total energy use, while the remaining 0.18%
dari biosolar B40. [GRI 302-2] was derived from renewable energy sources, specifically
B40 biodiesel. [GRI 302-2]
Di tingkat fasilitas, unit Palembang LPG Plant mencatat At the facility level, the Palembang LPG Plant recorded
total konsumsi energi sebesar 628.770,22 GJ pada total energy consumption of 628,770.22 GJ in 2025,
2025 atau menurun sekitar 2,18% dibandingkan 2024. reflecting a decrease of approximately 2.18% compared
Sementara itu, unit Banggai Ammonia Plant mencatat total to 2024. Meanwhile, the Banggai Ammonia Plant
konsumsi energi sebesar 5.482.483,74 GJ dan relatif stabil recorded total energy consumption of 5,482,483.74 GJ,
dibandingkan 5.430.619,41 GJ pada tahun sebelumnya. remaining relatively stable compared to 5,430,619.41
Pada kedua fasilitas, konsumsi energi masih didominasi GJ in the previous year. At both facilities, energy
oleh gas alam yang menyumbang lebih dari 99% dari total consumption continued to be dominated by natural gas,
konsumsi energi, sementara sisanya berasal dari biosolar contributing more than 99% of total energy use, with the
B40 yang digunakan secara terbatas sebagai bahan bakar remainder sourced from B40 biodiesel, which is used on
untuk pembangkit listrik (power plant generator) dan a limited basis as fuel for power plant generators and the
kendaraan operasional perusahaan. [GRI 302-1] Company’s operational vehicles. [GRI 302-1]
Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan belum As of the end of the reporting period, the Company has
melakukan penghitungan konsumsi energi di luar not yet undertaken a comprehensive assessment of energy
organisasi secara menyeluruh. Namun demikian, consumption outside the organization. Nevertheless,
Perseroan telah mulai mengidentifikasi sumber konsumsi initial efforts have been made to identify material sources
energi tidak langsung yang material, khususnya dari of indirect energy consumption, particularly those
aktivitas logistik dan perjalanan bisnis, sebagai dasar associated with logistics activities and business travel,
pembentukan baseline. Ke depan, cakupan pengukuran to serve as a basis for establishing a baseline. Going
akan diperluas melalui pengembangan metodologi yang forward, the scope of measurement will be progressively
lebih terstruktur dan mencakup rantai nilai secara lebih expanded through the development of a more structured
komprehensif. [GRI 302-2] methodology, with broader coverage across the value
chain. [GRI 302-2]
Intensitas Energi Energy Intensity
Di Palembang LPG Plant, intensitas konsumsi energi pada At the Palembang LPG Plant, energy consumption intensity
2025 tercatat sebesar 7,90 GJ/MT, meningkat sekitar 3,5% in 2025 was recorded at 7.90 GJ/MT, representing an
dibandingkan 7,63 GJ/MT pada 2024. Peningkatan ini increase of approximately 3.5% compared to 7.63 GJ/MT
antara lain dipengaruhi oleh variasi karakteristik gas alam in 2024. This increase was partly influenced by variations in
yang digunakan sebagai bahan baku, yang berdampak the characteristics of natural gas used as feedstock, which
pada capaian produksi dan kebutuhan energi selama affected production output and energy requirements
periode pelaporan. during the reporting period.
Sementara itu, intensitas konsumsi energi di Banggai Meanwhile, energy consumption intensity at the Banggai
Ammonia Plant pada 2025 tercatat sebesar 7,35 GJ/MT, Ammonia Plant in 2025 was recorded at 7.35 GJ/MT,
relatif stabil dibandingkan 7,41 GJ/MT pada 2024. Kondisi remaining relatively stable compared to 7.41 GJ/MT in
ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi pada 2024. This indicates that the increase in production during
5
Laporan Keberlanjutan 20
40 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 42
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
tahun pelaporan dapat diimbangi dengan penggunaan the reporting year was effectively balanced by controlled
energi yang tetap terkendali, sehingga intensitas energi energy use, maintaining stable energy intensity per unit
per unit produk tetap terjaga. of product.
Intensitas Energi Intensitas Energi
Palembang LPG Plant (GJ/MT produk) Banggai Ammonia Plant (GJ/MT produk)
8 8
7,63 7,90
7,11 7,14 7,41 7,35
6 6
4 4
2 2
0 0
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Efisiensi Energi [POJK F.6, F.7][GRI 302-3, 302-4] Energy Efficiency [POJK F.6, F.7][GRI 302-3, 302-4]
Efisiensi energi dilakukan melalui pemantauan konsumsi Energy efficiency is pursued through the monitoring of
energi dan identifikasi perubahan penggunaan energi energy consumption and the identification of changes
pada unit produksi dan utilitas. Pendekatan ini digunakan in energy use across production and utility units.
untuk melihat pergerakan konsumsi energi serta faktor This approach enables the Company to track energy
operasional yang mempengaruhinya. consumption trends and understand the operational
factors influencing them.
Pada 2025, Banggai Ammonia Plant mencatat efisiensi In 2025, PT PAU recorded energy savings of 1,082,869.12
penggunaan energi sebesar 1.082.869,12 GJ, yang GJ, with approximately 99.39% derived from reduced
hampir seluruhnya berasal dari efisiensi penggunaan gas natural gas consumption and the remaining 0.61% from
alam sebesar sekitar 99,39%, sedangkan sisanya sekitar decreased use of B40 biodiesel. This achievement was
0,61% berasal dari pengurangan penggunaan Biosolar driven by 19 key efficiency initiatives, including process
B40. Capaian ini diperoleh melalui 19 inisiatif efisiensi and utility optimization, improvements in equipment and
utama yang mencakup optimasi proses dan utilitas, catalyst performance, cooling water system optimization,
peningkatan kinerja peralatan dan katalis, optimasi electrical efficiency measures, and operational transport
sistem air pendingin, efisiensi kelistrikan, serta efisiensi efficiency. Energy reductions were calculated by
transportasi operasional. Perhitungan pengurangan comparing consumption levels before and after program
energi dilakukan dengan membandingkan konsumsi implementation, ensuring that the reported savings
energi sebelum dan setelah implementasi program, reflect the outcomes of the Company’s efficiency efforts
sehingga nilai pengurangan tersebut mencerminkan hasil during the reporting period.
dari upaya efisiensi yang dijalankan Perseroan selama
periode pelaporan.
Sementara itu, Palembang LPG Plant telah Meanwhile, PT EII has implemented best-in-class recovery
mengimplementasikan teknologi dengan tingkat technology, demonstrating a high level of efficiency
recovery terbaik di kelasnya, yang menunjukkan tingginya in extracting LPG from gas feedstock. In line with its
keberhasilan ekstraksi LPG dari feedstock (bahan baku commitment to continuous efficiency improvement, the
gas). Sejalan dengan komitmen terhadap efisiensi Company continues to optimize operations across various
berkelanjutan, Perseroan terus melakukan optimalisasi areas. One of the key initiatives includes enhancing the
operasional di berbagai area. Salah satu inisiatif utama performance of cooling units (turbo expander), which
yang dijalankan adalah peningkatan kinerja unit pendingin supports increased LPG recovery and generates additional
(turbo expander), yang mendukung peningkatan recovery production of approximately 0.7–0.9 MT per day.
LPG dan menghasilkan tambahan produksi sekitar 0,7–0,9
MT per hari.
41 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 43
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Total Efisiensi Energi di Banggai Ammonia Plant 2025
Total Energy Efficiency at the Banggai Ammonia Plant in 2025
1.082.869,12 GJ
dari 19 inisiatif utama | from 19 key initiatives
INISIATIF EFISIENSI ENERGI 2025 - Banggai Ammonia Plant
2025 Energy Efficiency Initiatives – Banggai Ammonia Plant
Program Efisiensi Energi pada Unit Produksi
Energy Efficiency Program in Production Units
• Optimasi pemurnian saat start-up | Start-up purification optimization
• Pengurangan aliran regenerasi dryer | Dryer regeneration flow reduction
• Tuning engine | Engine tuning
• Evaluasi kinerja secondary reformer | Secondary reformer performance evaluation
• Evaluasi kinerja katalis KRES | KRES catalyst performance evaluation
• Evaluasi kinerja katalis HTS | High Temperature Shift (HTS) catalyst performance evaluation
• Implementasi katalis hemat energi | Implementation of energy-efficient catalyst
• Optimalisasi katalis primary reformer | Primary reformer catalyst optimization
Program Efisiensi Energi pada Unit Utilitas
Energy Efficiency Program in Utility Units
• Optimasi operasi boiler | Boiler operation optimization
• Pemanfaatan export steam | Export steam utilization
• Optimasi mode operasi engine dan STG | Engine and steam turbine generator (STG) operation
optimization
• Penggantian katalis desulphurizer | Desulphurizer catalyst replacement
• Penambahan pipa air laut ke trash rake | Installation of additional seawater piping to trash rake
• Optimasi laju alir air laut | Seawater flow rate optimization
Program Efisiensi Energi pada Unit Utilitas
Energy Efficiency Program in Utility Units
• Penggantian lampu konvensional menjadi LED | Replacement of conventional lamps with LED
lighting
• Pemasangan sensor cahaya otomatis | Installation of automatic light sensors
• Optimasi jadwal crew change | Optimization of crew change schedules
• Penggunaan kendaraan listrik untuk maintenance | Use of electric vehicles for maintenance
activities
• Implementasi bus karyawan | Implementation of employee bus transportation system
7
Laporan Keberlanjutan 20
42 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 44
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Total Efisiensi Energi (GJ) - Banggai Ammonia Plant
Total Energy Efficiency (GJ) - Banggai Ammonia Plant
TOTAL
2023 5.258.896,99 6.646,56
2025:
2024 1.637.026,46 6.646,56
1.643.673,02
2024:
2025 1.076.222,56 6.646,56 1.643.673,02
0 500.000 1.000.000 1.500.000 2023:
1.706.522,06
Gas Alam | Natural Gas Biosolar B40 | Biodiesel B40
Manajemen Emisi Gas Rumah Greenhouse Gas and Air Emissions
Kaca dan Udara [GRI 305-1, 305-2, 305-3] Management [GRI 305-1, 305-2, 305-3]
Manajemen emisi dilakukan untuk mengendalikan Emissions management is carried out to control the
dampak operasional Perseroan terhadap kualitas Company’s operational impact on air quality and climate
udara dan perubahan iklim. Pendekatan ini mencakup change. This approach includes the identification
identifikasi sumber emisi, pemantauan secara berkala, of emission sources, periodic monitoring, and the
serta pengelolaan emisi yang dihasilkan dari proses management of emissions generated from production
produksi dan kegiatan pendukung. processes as well as supporting activities
Pengelolaan Emisi GRK Greenhouse Gas (GHG) Emissions Management
Emisi gas rumah kaca (GRK) Perseroan berasal terutama The Company’s greenhouse gas (GHG) emissions primarily
dari aktivitas produksi dan penggunaan bahan bakar originate from production activities and fuel consumption
dalam operasional. Pemantauan dilakukan berdasarkan in operations. Monitoring is conducted based on direct
kategori emisi langsung (Cakupan 1) dan tidak langsung emissions (Scope 1) and indirect emissions (Scope 3), in
(Cakupan 3), sesuai dengan sumber emisi yang relevan di accordance with the relevant emission sources at each
masing-masing lokasi. location.
Pada 2025, Palembang LPG Plant mencatat total emi- In 2025, the Palembang LPG Plant recorded total emissions
si sebesar 35.284,71 ton CO2e, menurun sekitar 2,19% of 35,284.71 tons of CO₂e, representing a decrease of
dibandingkan 2024. Emisi di fasilitas ini didominasi oleh approximately 2.19% compared to 2024. Emissions at
Cakupan 1 dari proses produksi sebesar 99,85%, semen- this facility are predominantly Scope 1 emissions from
tara sisanya merupakan Cakupan 3 dari sumber emisi production processes, accounting for 99.85%, while the
pendukung produksi. Penurunan ini sejalan dengan di- remainder consists of Scope 3 emissions from supporting
namika operasional selama periode pelaporan, termasuk production sources. This decrease aligns with operational
perubahan pada konsumsi energi dan volume produksi. dynamics during the reporting period, including changes
in energy consumption and production volumes.
Sementara itu, total emisi di Banggai Ammonia Plant Meanwhile, total emissions at the Banggai Ammonia
pada 2025 tercatat sebesar 1.233.814,51 ton CO2eq, rela- Plant in 2025 reached 1,233,814.51 tons of CO₂e,
tif stabil dibandingkan 2024. Emisi di fasilitas ini hampir remaining relatively stable compared to 2024. Emissions
seluruhnya berasal dari Scope 1 yang terkait dengan at this facility are almost entirely derived from Scope 1
aktivitas produksi utama, yaitu sebesar 1.233.619,06 ton associated with core production activities, amounting to
CO2e atau sekitar 99,98% dari total emisi. 1,233,619.06 tons of CO₂e or approximately 99.98% of
total emissions.
43 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 45
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Emisi Gas Rumah Kaca 2025
GHG Emissions 2025
Total Emisi GRK Konsolidasi
Total Consolidated GHG Emissions
1.269.099,22 tCO₂e
0,67% dibandingkan 2024 | 0,67% compared to 2024
2023 1.199.258,56 35.699,43
2024 1.224.585,75 36.074,04
2025 1.233.814,51 35.284,71
0 300.000 600.000 900.000 1.200.000
Banggai Ammonia Plant Palembang LPG Plant
Total Emisi GRK - Palembang LPG Plant Total Emisi GRK - Banggai Ammonia Plant
Total GHG Emissions - Palembang LPG Plant Total GHG Emissions - Banggai Ammonia Plant
35.284,71 tCO₂e 1.233.814,51 tCO₂e
2,19% dibandingkan 2024 Stabil dibandingkan 2024
2.19% compared to 2024 Stable compared to 2024
99,85% Emisi Cakupan 1 | 0,15% Emisi Cakupan 3 99,98% Emisi Cakupan 1 | 0,02% Emisi Cakupan 3
99.85% Scope 1 Emissions | 0.15% Scope 3 Emissions 99.98% Scope 1 Emissions | 0.02% Scope 3
9
Laporan Keberlanjutan 20
44 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 46
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Intensitas Emisi GRK [POJK-F.11][GRI 305-1, 305-2, 305-3, 305-4] GHG Emissions Intensity [POJK-F.11][GRI 305-1, 305-2, 305-3,
305-4]
Intensitas Emisi Gas Rumah Kaca di 2025
GHG Emissions Intensity in 2025
Palembang LPG Plant
Palembang LPG Plant 0,44 ton CO₂e
Banggai Ammonia Plant
Banggai Ammonia Plant 1,65 ton CO₂e
Untuk produk amoniak, intensitas emisi gas rumah kaca For ammonia products, the greenhouse gas emission
pada 2025 tercatat sebesar 1,65 tCO2e/ton produk, intensity in 2025 was recorded at 1.65 tCO₂e per ton
relatif stabil dibandingkan 1,67 tCO2e/ton produk pada of product, remaining relatively stable compared to
2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun volume 1.67 tCO₂e per ton in 2024. This indicates that although
produksi meningkat selama periode pelaporan, emisi per production volume increased during the reporting period,
ton produk amoniak tetap dapat dijaga pada tingkat yang emissions per ton of ammonia product were maintained
relatif terkendali. at a relatively controlled level.
Sedangkan intensitas emisi untuk produk LPG dan Meanwhile, the emission intensity for LPG and condensate
kondensat tercatat sebesar 0,443 ton CO2e per ton produk products was recorded at 0.443 tCO₂e per ton of product
pada 2025, meningkat sekitar 3,50% dibandingkan 2024. in 2025, representing an increase of approximately 3.50%
Selama periode pelaporan, intensitas emisi mengalami compared to 2024. During the reporting period, emission
peningkatan yang terutama disebabkan oleh penurunan intensity increased primarily as a result of lower production
volume produksi sebagai bagian dari dinamika volume driven by operational dynamics. This resulted in a
operasional. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya higher emissions intensity per unit of production, despite
rasio emisi terhadap unit produksi, meskipun upaya the Company’s continued implementation of consistent
pengendalian emisi tetap dijalankan secara konsisten. emission control measures.
Upaya Pengurangan Emisi GRK [POJK-F.12][GRI 305-5] GHG Emission Reduction Efforts [POJK-F.12][GRI 305-5]
Upaya pengurangan emisi GRK dilakukan melalui berb- GHG emissions reduction efforts are implemented through
agai inisiatif yang selaras dengan program efisiensi energi a range of initiatives aligned with the Company’s energy
Perseroan, yang mencakup optimasi proses dan utilitas, efficiency programs. These include process and utility
peningkatan kinerja peralatan dan katalis, optimasi sistem optimization, improvements in equipment and catalyst
air pendingin, efisiensi kelistrikan, serta efisiensi transpor- performance, optimization of cooling water systems,
tasi operasional. Melalui rangkaian inisiatif tersebut, Per- electrical efficiency measures, and operational transport
seroan berupaya menurunkan konsumsi energi pada unit efficiency. Through these initiatives, the Company seeks
proses, utilitas, dan fasilitas pendukung, sehingga turut to reduce energy consumption across process units,
berkontribusi pada penurunan emisi GRK. utilities, and supporting facilities, thereby contributing to
the reduction of GHG emissions.
45 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 47
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Di Banggai Ammonia Plant, pengurangan emisi GRK At Banggai Ammonia Plant, GHG emissions reductions
menunjukkan tren menurun, dari 107.645,96 tCO2eq have shown a declining trend, from 107,645.96 tCO₂eq
pada 2023 menjadi 75.662,89 tCO2eq pada 2025. Pe- in 2023 to 75,662.89 tCO₂eq in 2025. This reduction is
nurunan ini sejalan dengan dinamika tingkat operasi serta in line with operational dynamics and the effectiveness
efektivitas implementasi inisiatif efisiensi energi selama of energy efficiency initiatives implemented during the
periode pelaporan. Kontribusi pengurangan emisi teruta- reporting period. Emissions reductions were primarily
ma berasal dari inisiatif pada area optimasi proses dan driven by initiatives in process and utility optimization,
utilitas, peningkatan kinerja peralatan dan katalis, serta improvements in equipment and catalyst performance,
optimasi sistem pendukung operasional. Sejumlah inisia- and optimization of supporting operational systems.
tif yang mulai diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya Several initiatives introduced in previous years have also
juga menunjukkan kontribusi yang semakin nyata pada demonstrated increasingly tangible contributions in 2025,
2025, mencerminkan upaya berkelanjutan Perseroan da- reflecting the Company’s ongoing efforts to enhance
lam meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi energy efficiency and reduce emissions from operational
dari kegiatan operasional. Secara umum, pengurangan activities. Overall, emissions reductions continue to be
emisi masih didominasi oleh Cakupan 1, dengan kontri- dominated by Scope 1, with more limited contributions
busi yang lebih terbatas dari aktivitas pendukung pada from supporting activities under Scope 3. Further details
Cakupan 3. Rincian lebih lanjut mengenai inisiatif efisiensi on energy efficiency initiatives are presented on page [xx].
energi disajikan pada halaman [xx].
Untuk mendukung akurasi dan transparansi pelaporan, To support accuracy and transparency in reporting,
ESSA menggunakan metodologi berbasis data ESSA applies a methodology based on actual energy
konsumsi energi aktual dengan membandingkan peng- consumption data by comparing energy use before
gunaan energi sebelum dan sesudah implementasi pada and after implementation at each operational unit.
masing-masing unit operasi. Pengurangan emisi pada Emissions reductions from process equipment and
peralatan proses dan pembangkit dihitung berdasarkan power generation units are calculated based on reduced
penurunan konsumsi gas alam, sedangkan pada perala- natural gas consumption, while reductions from mobile
tan bergerak dihitung berdasarkan penurunan penggu- equipment are based on decreased use of B40 biodiesel.
naan biodiesel B40. Seluruh konversi ke CO2eq mengacu All conversions to CO₂eq refer to the IPCC 2006 emission
pada faktor emisi IPCC 2006, sehingga hasil yang dilapor- factors, ensuring that the reported results reliably reflect
kan merepresentasikan kondisi operasional secara andal operational conditions and are traceable.
dan dapat ditelusuri.
Total Pengurangan Emisi GRK 2025 di Banggai Ammonia Plant
2025 Total GHG Emissions Reduction in Banggai Ammonia Plant
75.662,89 ton CO₂eq
95,44% Cakupan 1, 4,56% Cakupan 3 | 95.44% Scope 1, 4.56% Scope 3
29,3% lebih rendah dari 2024
29.3% lower than 2024
Tercapai melalui 19 implementasi inisiatif efisiensi energi
Achieved through 19 energy efficiency initiatives
11
Laporan Keberlanjutan 20
46 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 48
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Mendorong Transisi Iklim melalui Blue Ammonia dan Sustainable Aviation Fuel [POJK-F.3] [POJK-F.26]
Advancing the Climate Transition through Blue Ammonia and Sustainable Aviation Fuel [POJK-F.3] [POJK-F.26]
Seiring dengan berkembangnya transisi iklim dan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap solusi energi yang lebih
rendah karbon, ESSA mulai mengarahkan pertumbuhan jangka panjangnya tidak hanya pada peningkatan efisiensi
operasional, tetapi juga pada pengembangan portofolio bisnis yang relevan dengan arah perubahan tersebut. Dalam
konteks ini, ESSA mengembangkan inisiatif strategis pada Blue (Low Carbon) Ammonia dan Sustainable Aviation Fuel
sebagai bagian dari langkah perusahaan untuk memperluas kontribusinya terhadap dekarbonisasi sektor industri dan
transportasi.
Pada pengembangan Blue (Low Carbon) Ammonia, ESSA menyiapkan transformasi fasilitas amoniak eksisting melalui
pendekatan carbon capture and storage (CCS). Hingga saat ini, Perseroan telah menyelesaikan sejumlah tahapan awal
dan melanjutkan pengembangan proyek melalui studi teknis, perizinan, serta persiapan implementasi. Berdasarkan
pengungkapan Perseroan, proyek ini diarahkan untuk menangkap sekitar 0,9 juta ton CO2 per tahun, sehingga
mendukung kesiapan ESSA untuk memasuki pasar amoniak rendah emisi.
ESSA juga mengembangkan bisnis Sustainable Aviation Fuel (SAF) melalui PT ESSA SAF Makmur. SAF merupakan bahan
bakar penerbangan berkelanjutan dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar aviasi konvensional.
Dalam pengembangan ini, ESSA merencanakan pembangunan fasilitas di Jawa Tengah dengan kapasitas hingga
sekitar ±200.000 MT per tahun, dengan target operasi komersial sekitar Q1 2028. Saat ini, proyek tersebut telah
memasuki tahap pengembangan awal, termasuk penetapan teknologi dan persiapan rantai pasok bahan baku, dan
akan dilanjutkan secara bertahap hingga tahap implementasi. Pengembangan SAF dipandang sebagai salah satu solusi
utama dekarbonisasi sektor penerbangan, dengan potensi penurunan emisi CO2 hingga 80% dalam perspektif siklus
hidup.
As the climate transition accelerates and market demand for lower-carbon energy solutions continues to grow, ESSA is
directing its long-term growth not only toward improving operational efficiency but also toward developing a business
portfolio aligned with these evolving trends. In this context, ESSA is advancing strategic initiatives in Blue (Low-Carbon)
Ammonia and Sustainable Aviation Fuel (SAF) as part of its efforts to expand its contribution to the decarbonization of
the industrial and transportation sectors.
In developing Blue (Low-Carbon) Ammonia, ESSA is preparing to transform its existing ammonia facilities through a
carbon capture and storage (CCS) approach. To date, the Company has completed several initial stages and continues
to advance the project through technical studies, permitting processes, and implementation planning. Based on the
Company’s disclosures, the project is designed to capture approximately 0.9 million tons of CO₂ per year, supporting
ESSA’s readiness to enter the low-emission ammonia market.
ESSA is also developing its Sustainable Aviation Fuel (SAF) business through PT ESSA SAF Makmur. SAF is a more
sustainable aviation fuel with lower emissions compared to conventional aviation fuels. As part of this initiative, ESSA
plans to develop a facility in Central Java with a capacity of up to approximately 200,000 MT per year, targeting
commercial operations around Q1 2028. The project has currently entered its early development phase, including
technology selection and feedstock supply chain preparation, and will be progressed in stages toward implementation.
SAF development is considered one of the key solutions for decarbonizing the aviation sector, with the potential to
reduce CO₂ emissions by up to 80% on a lifecycle basis.
47 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 49
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Pengelolaan Emisi Non-GRK [GRI 305-7] Non-GHG Emission Management [GRI 305-7]
Emisi udara non-GRK Perseroan dipantau melalui param- Non-GHG air emissions of the Company are monitored
eter utama, yaitu partikulat (PM), sulfur oksida (SOx), ni- through key parameters, namely particulate matter (PM),
trogen oksida (NOx), dan karbon monoksida (CO) yang sulfur oxides (SOx), nitrogen oxides (NOx), and carbon
dihasilkan dari proses produksi dan penggunaan bahan monoxide (CO), which are generated from production
bakar. Pemantauan dilakukan secara berkala melalui pen- processes and fuel use. Monitoring is conducted
gujian laboratorium dan/atau sistem pemantauan yang periodically through laboratory testing and/or relevant
relevan untuk memastikan konsentrasi masing-masing monitoring systems to ensure that the concentration
parameter tetap memenuhi baku mutu emisi yang berla- of each parameter complies with applicable emission
ku. Sementara itu, total emisi yang disajikan dalam satuan standards. Meanwhile, total emissions presented in tons
ton merepresentasikan beban pencemar yang dilepaskan represent the pollutant load released into the air during
ke udara selama periode pelaporan. Pada 2025, tidak ter- the reporting period. In 2025, there were no instances of
dapat ketidakpatuhan terhadap baku mutu kualitas udara non-compliance with air quality standards across all of
di seluruh entitas operasional Perseroan. the Company’s operational entities.
Total beban emisi udara pada 2025 untuk pabrik Bang- Total air emission loads at the Banggai Ammonia
gai Ammonia Plant menunjukkan tren menurun dib- Plant in 2025 showed a decreasing trend compared
andingkan periode pelaporan sebelumnya. Perubahan to the previous reporting period. This change reflects
ini mencerminkan dinamika operasional selama periode operational dynamics during the reporting period as well
pelaporan serta perbaikan dalam proses pengukuran dan as improvements in emission measurement processes
pengelolaan data emisi. Perseroan terus meningkatkan and data management. The Company continues to
konsistensi pendekatan pemantauan agar keterbandin- enhance the consistency of its monitoring approach to
gan data antarperiode semakin andal. ensure greater reliability and comparability of data across
periods.
Sementara itu, total beban emisi udara di Palembang LPG Meanwhile, total air emission loads at the Palembang LPG
Plant di 2025 relatif stabil dibandingkan tahun sebelum- Plant in 2025 remained relatively stable compared to the
nya, dengan nilai yang tetap berada pada kisaran 54 ton. previous year, with values consistently around 54 tons.
Total Beban Pencemar Udara Non-GRK di 2025
Total Non-GHG Air Pollutant Load in 2025
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
↓54,01 Ton / tons ↓297,97 Ton / tons
Beban Pencemar Udara Non GRK Beban Pencemar Udara Non GRK
Palembang LPG Plant (Ton) Banggai Ammonia Plant (Ton)
40 1.500
36,6 1.399,07
33,87
1.234,4
1.200
30 1.070,42
24,74
900
20
600
10,45 10,14 387,22
10
5,77 6,36 6,39 300
5,37 199,76
4,51
3,63 112,56
2,71
65,96 53,89
25,37 28,25 13,51 30,82
0 0
PM SOx NOx CO PM SOx NOx CO
2023 2024 2025 2023 2024 2025
13
Laporan Keberlanjutan 20
48 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 50
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Emisi Zat Perusak Ozon (ODS) [GRI 305-6]
Ozone-Depleting Substances (ODS) Emissions [GRI 305-6]
ESSA berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian lapisan ozon sebagai bagian dari upaya perlindungan atmosfer
global. Selama periode pelaporan, Perseroan tidak menghasilkan maupun menggunakan zat perusak ozon (ODS) da-
lam seluruh kegiatan operasionalnya. Kami memastikan bahwa seluruh bahan kimia industri, terutama bahan pendin-
gin (refrigerant) yang digunakan pada fasilitas pendingin ruangan maupun unit proses, telah memenuhi regulasi ling-
kungan yang berlaku dan memiliki Potensi Penipisan Ozon (ODP) nol. Langkah ini merupakan bagian dari operasional
ramah lingkungan untuk memastikan ESSA tidak berkontribusi terhadap kerusakan lapisan ozon.
ESSA is fully committed to preserving the ozone layer as part of its efforts to protect the global atmosphere. During
the reporting period, the Company did not produce or use any ozone-depleting substances (ODS) in its operations.
ESSA ensures that all industrial chemicals, particularly refrigerants used in air conditioning systems and process units,
comply with applicable environmental regulations and have zero Ozone Depletion Potential (ODP). This approach
forms part of the Company’s environmentally responsible operations, ensuring that ESSA does not contribute to ozone
layer depletion.
49 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 51
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Pengelolaan Air dan Efluen [POJK51 F.8][GRI 303]
Management of Water and Effluent
ESSA mengelola air dan efluen melalui pendekatan ESSA manages water and effluents through an integrated
operasional yang terintegrasi, mulai dari pengambilan, operational approach, covering water abstraction, usage,
penggunaan, pengolahan, hingga pelepasan kembali ke treatment, and discharge back to the environment. This
lingkungan. Pengelolaan ini mengacu pada regulasi na- management refers to applicable national regulations
sional yang berlaku serta kebijakan internal perusahaan, as well as internal company policies, including the Water
termasuk Kebijakan Efisiensi Air dan Pengendalian Beban Efficiency and Water Pollution Load Control Policy.
Pencemar Air. Melalui pendekatan tersebut, Perseroan Through this approach, the Company aims to support
berupaya mendukung efisiensi operasional sekaligus operational efficiency while maintaining environmental
menjaga kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasin- quality in its surrounding operational areas.
ya.
Pada 2025, sumber dan pola penggunaan air di mas- In 2025, water sources and usage patterns at each
ing-masing fasilitas tetap disesuaikan dengan karakteris- facility continued to reflect their respective operational
tik operasionalnya. Di Palembang LPG Plant (PLP), air yang characteristics. At the Palembang LPG Plant (PLP), water
digunakan berasal dari air tanah yang terlebih dahulu is sourced from groundwater, which undergoes treatment
melalui proses pengolahan sebelum dimanfaatkan untuk prior to being used for operational activities. Meanwhile,
kegiatan operasional. Sementara itu, di Banggai Ammonia at the Banggai Ammonia Plant (BAP), water demand is
Plant (BAP), kebutuhan air dipenuhi dari air laut, yang di- met through seawater, primarily used for cooling systems
gunakan terutama untuk sistem pendinginan serta diolah and further processed through desalination to produce
melalui proses desalinasi untuk menghasilkan air bersih clean water for both process and non-process needs. [GRI
bagi kebutuhan proses dan non-proses. [GRI 303-3] 303-3]
Air limbah proses dan domestik di masing-masing fasil- Process and domestic wastewater at each facility are
itas diolah terlebih dahulu melalui fasilitas pengolahan treated through available treatment facilities before being
yang tersedia sebelum dilepaskan ke badan air penerima. discharged into receiving water bodies. As of the end of
Hingga akhir periode pelaporan, tidak terdapat insiden the reporting period, there were no incidents of non-
ketidakpatuhan terhadap baku mutu air limbah yang ber- compliance with applicable wastewater quality standards.
laku. [GRI 303-4, 307-1] [GRI 303-4, 307-1]
Pengambilan dan Konsumsi Air [GRI 303-3, 303-5] Water Withdrawal and Consumption [GRI 303-3, 303-5]
Pengelolaan pengambilan dan penggunaan air dengan Water abstraction and usage are managed with
mempertimbangkan karakteristik sumber daya air di consideration of the characteristics of water resources
masing-masing wilayah operasional, sehingga kebutuhan in each operational area, ensuring that water needs for
air untuk kegiatan produksi dapat dipenuhi tanpa men- production activities are met without placing excessive
imbulkan tekanan berlebih terhadap ketersediaan air di pressure on local water availability. This management
lingkungan sekitar. Pengelolaan ini didukung oleh pe- is supported by an integrated operational monitoring
mantauan operasional terintegrasi yang memungkinkan system that enables periodic recording of water volumes
pencatatan debit air secara berkala serta evaluasi efisiensi and evaluation of water use efficiency. In addition, the
penggunaan air. Selain itu, Perseroan melaksanakan au- Company conducts independent water audits every three
dit air independen setiap tiga tahun sebagai bagian dari years as part of its water management evaluation, with
evaluasi pengelolaan air, dengan audit terakhir dilakukan the most recent audit conducted in 2023 and the next
pada 2023 dan audit berikutnya direncanakan pada 2026. scheduled for 2026.
Pengelolaan air di masing-masing fasilitas disesuaikan Water management at each facility is tailored to its
dengan karakteristik operasionalnya. Di unit Palembang operational characteristics. At the Palembang LPG Plant,
15
Laporan Keberlanjutan 20
50 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 52
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
LPG Plant, air diperoleh seluruhnya dari air tanah yang all water is sourced from groundwater, which undergoes
telah melalui proses pengolahan dan digunakan untuk treatment prior to use and is utilized for non-process
kebutuhan non-proses. Pada 2025, konsumsi air di fasili- purposes. In 2025, water consumption at this facility was
tas ini tercatat sebesar 10,00 megaliter, meningkat sekitar recorded at 10.00 megaliters, representing an increase
76,1% dibandingkan 5,68 megaliter pada 2024. Pening- of approximately 76.1% compared to 5.68 megaliters in
katan ini terutama dipengaruhi oleh adanya kebutuhan 2024. This increase was primarily driven by additional
operasional tambahan, termasuk pekerjaan pembersihan operational needs, including cleaning and maintenance
dan pemeliharaan fasilitas pendukung selama periode activities for supporting facilities during the reporting
pelaporan. [GRI 303-3, 303-5] period. [GRI 303-3, 303-5]
Sementara itu, di unit Banggai Ammonia Plant, 100% Meanwhile, at the Banggai Ammonia Plant, 100% of
pengambilan air berasal dari air laut yang dimanfaatkan water abstraction is sourced from seawater, which is
untuk kebutuhan pendinginan dalam proses serta diolah used for cooling purposes and further processed through
melalui desalinasi untuk menghasilkan air tawar. Pada desalination to produce freshwater. In 2025, total water
2025, total pengambilan air tercatat sebesar 176.912,27 abstraction was recorded at 176,912.27 megalitres, a
megaliter, menurun 2,9% dibandingkan 2024. Dari jumlah decrease of 2.9% compared to 2024. Of this amount,
tersebut, sekitar 99,4% atau 175.871,54 megaliter digu- approximately 99.4% or 175,871.54 megaliters was used
nakan untuk pendinginan, sedangkan sekitar 0,6% atau for cooling, while around 0.6% or 1,040.74 megaliters
1.040,74 megaliter diolah melalui proses desalinasi men- was processed through desalination into clean water.
jadi air bersih. Air bersih tersebut selanjutnya digunakan This freshwater was subsequently used for process needs
untuk kebutuhan proses sebesar 879,28 megaliter dan amounting to 879.28 megalitres and non-process needs
non-proses sebesar 161,46 megaliter. Dibandingkan ta- of 161.46 megalitres. Compared to the previous year,
hun sebelumnya, total konsumsi air bersih hasil desalinasi total consumption of desalinated freshwater decreased
menurun 2,4% dari 1.065,92 megaliter pada 2024 menjadi by 2.4%, from 1,065.92 megalitres in 2024 to 1,040.74
1.040,74 megaliter pada 2025. [GRI 303-3, 303-5] megalitres in 2025. [GRI 303-3, 303-5]
Pengambilan dan Konsumsi Air
Water Withdrawal and Consumption
100% sumber pengambilan air unit
100% sumber pengambilan air unit Banggai Ammonia Plant dari air laut
Palembang LPG Plant dari air tanah 100% of the water source for the Banggai
100% of the water source for the Palembang LPG Ammonia Plant unit is seawater.
Plant unit is groundwater.
1.040,74% konsumsi air proses dan non
proses di 2025
1,040.74% of processed and non-process water
consumption in 2025.
10,0 ML konsumsi air untuk non
proses di 2025
10.0 ML of non-process water
consumption in 2025. 99,4% Proses Pendinginan | Cooling Process
0,06% Proses Desalinasi | Desalination Process
51 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 53
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Dari Air Laut Menjadi Air Operasional [GRI 303-1, 303-3][POJK-F.5]
From Seawater to Operational Water [[GRI 303-1, 303-3][POJK-F.5]
Beroperasi di wilayah pesisir Kabupaten Banggai, Banggai Ammonia Plant memanfaatkan air laut sebagai sumber uta-
ma air operasional. Pendekatan ini memungkinkan fasilitas memenuhi kebutuhan air untuk proses produksi dan utilitas
tanpa bergantung pada sumber air tawar di sekitar wilayah operasi.
Air laut diambil melalui fasilitas sea water intake dan dimanfaatkan dalam dua alur utama. Sebagian besar diguna-
kan dalam sistem pendinginan untuk mendukung stabilitas operasi peralatan produksi, sedangkan sebagian lainnya
melalui proses desalinasi di unit Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk menghasilkan air bersih yang selanjutnya
digunakan untuk kebutuhan proses, utilitas, dan domestik.
Melalui pendekatan ini, pemanfaatan air di fasilitas dilakukan secara terencana sesuai kebutuhan operasional, sekaligus
mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih bertanggung jawab di wilayah sekitar
Located in the coastal area of Banggai Regency, the Banggai Ammonia Plant utilizes seawater as its primary source of
operational water. This approach enables the facility to meet water requirements for production processes and utilities
without relying on local freshwater resources.
Seawater is abstracted through a seawater intake facility and utilized through two main streams. The majority is used
in the cooling system to maintain the stability of production equipment operations, while the remaining portion
undergoes desalination through the Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) unit to produce clean water. This treated
water is then used for process, utility, and domestic purposes.
Through this approach, water utilization at the facility is carefully planned in accordance with operational needs, while
also supporting more responsible water resource management in the surrounding area.
Alur Air di Operasi Unit Banggai Ammonia Plant
Water Flow in Banggai Ammonia Plant Operations
Untuk Air Pendingin
Cooling Water
Air Laut Pendinginan Sea Water Outfall
Seawater Cooling Process Sea Water Outfall
Untuk Proses Desalinasi
Desalination Process
Air Laut Sea Water Reverse Osmosis Penggunaan Proses Sewage Treatment Plant (STP)/ Pembuangan
Seawater (SWRO) dan Non-Proses Final Check Basin (FCB) Discharge
Sea Water Reverse Osmosis Process and Non-Process Sewage Treatment Plant (STP) / Final
(SWRO) Check Basin (FCB)
17
Laporan Keberlanjutan 20
52 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 54
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Pembuangan dan Kualitas Efluen [POJK-F.13] [GRI 303- Effluent Discharge and Quality [POJK-F.13] [GRI 303-2, 303-4,
2, 303-4, 307-1] 307-1]
Di unit Banggai Ammonia Plant, total pelepasan eflu- At the Banggai Ammonia Plant, total effluent discharge in
en pada 2025 tercatat sebesar 172.984,82 megaliter, 2025 was recorded at 172,984.82 megaliters, representing
menurun 2,9% dibandingkan 2024. Dari total tersebut, a decrease of 2.9% compared to 2024. Of this total,
sekitar 99,87% atau 172.754,83 megaliter dilepaskan ke approximately 99.87% or 172,754.83 megaliters was
laut dan berasal dari air sirkulasi pendinginan, sedang- discharged into the sea and originated from cooling water
kan sekitar 0,13% atau 229,99 megaliter dilepaskan ke circulation, while around 0.13% or 229.99 megaliters
Sungai Musolang. Untuk memastikan kualitas air limbah was discharged into the Musolang River. To ensure that
memenuhi baku mutu yang berlaku, Perseroan melaku- wastewater quality meets applicable standards, the
kan pengolahan dan pemantauan efluen secara berkala Company conducts regular treatment and monitoring
melalui Sewage Treatment Plant (STP) dan Final Check through the Sewage Treatment Plant (STP) and Final
Basin (FCB), dengan parameter yang dipantau meliputi Check Basin (FCB), with monitored parameters including
BOD, COD, TSS, minyak dan lemak, serta amoniak. Pada BOD, COD, TSS, oil and grease, and ammonia. In 2025, the
2025, total beban pencemaran efluen di Banggai Ammo- total effluent pollution load at Banggai Ammonia Plant
nia Plant tercatat sebesar 10,80 ton, relatif stabil diband- was recorded at 10.80 tons, relatively stable compared to
ingkan 11,81 ton pada 2024. 11.81 tons in 2024.
Di samping itu, kualitas pelepasan air sirkulasi pendin- In addition, the quality of cooling water discharged into
ginan ke laut juga dipantau melalui sea water outlet pit the sea is monitored through the seawater outlet pit, with
dengan parameter utama yang meliputi pH, salinitas, key parameters including pH, salinity, temperature, free
suhu, klorin bebas (Cl₂), dan debit, sesuai dengan keten- chlorine (Cl₂), and flow rate, in accordance with applicable
tuan baku mutu yang berlaku. Secara keseluruhan, pen- regulatory standards. Overall, effluent management at
gelolaan efluen di fasilitas ini tetap terkendali, dan hingga this facility remained well-controlled, and as of the end
akhir periode pelaporan tidak terdapat insiden ketidak- of the reporting period, there were no incidents of non-
patuhan terhadap baku mutu air limbah yang berlaku. compliance with applicable wastewater quality standards.
Unit Palembang LPG Plant tidak menggunakan air dalam The Palembang LPG Plant does not use water in its
proses produksi sehingga tidak menghasilkan air limbah production processes and therefore does not generate
proses yang signifikan. Air buangan yang dikelola di fasili- significant process wastewater. Wastewater managed at
tas ini terutama berasal dari penangkap minyak (oil catch- this facility primarily originates from the oil catcher, with
er), dengan total pelepasan ke badan air di sekitar pabrik total discharge to surrounding water bodies recorded at
sebesar 0,32 ML pada 2025, turun 12,29% dibandingkan 317.5 megaliters in 2025, a decrease of 12.29% compared
2024. Sebelum dilepaskan, air tersebut dipantau untuk to 2024. Prior to discharge, the water is monitored to
memastikan kualitasnya memenuhi ketentuan dan baku ensure compliance with applicable quality standards. In
mutu yang berlaku. Di 2025, pengelolaan air buangan 2025, wastewater management at this facility remained
di fasilitas ini tetap terkendali dan sesuai dengan pers- well-controlled and in accordance with established
yaratan yang ditetapkan. requirements.
Pada tahun 2025, tidak terdapat kejadian tumpahan signifikan dalam seluruh kegiatan operasional. [POJK-F.15][GRI 306-3]
In 2025, there were no significant spill incidents across all operational activities. [POJK-F.15][GRI 306-3]
53 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 55
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Total Pelepasan Efluen ke Badan Air di 2025
Total Effluent Discharge to Water Bodies in 2025
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
0,32 ML 172.984,82 ML
11,11% dibandingkan 2024 2,9% dibanding 2024
11.11% compared to 2024 2.9% compared to 2024
99,87% Air laut
99.87% Seawater
100% anak sungai (drainase) sekitar pabrik
100% of the river body around the factory
0,13% Sungai Musolang
0.13% Musolang River
Pengelolaan Limbah [POJK-F.13, F.14][GRI 306] Waste Management [POJK-F.13, F.14][GRI 306]
ESSA mengelola limbah sebagai bagian dari pengenda- ESSA manages waste as part of its efforts to control
lian dampak lingkungan sekaligus efisiensi operasional. environmental impacts while enhancing operational
Limbah yang dihasilkan mencakup proses produksi dan efficiency. Waste generated from production processes
aktivitas pendukung, sehingga pengelolaan dilakukan and supporting activities is managed through an
melalui pendekatan terintegrasi dengan mengedepankan integrated approach that prioritizes the waste hierarchy
prinsip waste hierarchy (reduce, reuse, recycle/3R) sebe- principles (reduce, reuse, recycle/3R) prior to final disposal.
lum penanganan akhir.
Pendekatan ini bertujuan meminimalkan timbulan limbah This approach aims to minimize waste generation at
dari sumbernya, mengoptimalkan pemanfaatan kemba- the source, optimize the reuse of materials, and ensure
li material, serta memastikan limbah yang tidak dapat that waste which cannot be recovered is handled safely
dimanfaatkan dikelola secara aman melalui pihak berizin by licensed third parties in accordance with applicable
sesuai ketentuan regulasi. regulatory requirements.
Pada 2025, Perseroan menyesuaikan pengelompokan In 2025, the Company adjusted the classification of waste
limbah dalam pelaporan agar selaras dengan ketentuan in its reporting to align with regulatory requirements, by
regulator, dengan memperjelas perbedaan antara sam- clarifying the distinction between domestic waste and
pah domestik dan limbah non-B3 sesuai klasifikasi yang non-hazardous waste in accordance with the applicable
berlaku. classification standards.
19
Laporan Keberlanjutan 20
54 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 56
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Klasifikasi dan Pendekatan Pengelolaan Limbah ESSA
Waste Classification and Management Approach
Limbah B3 (Berbahaya)
Hazardous Waste
1
Limbah Proses & • Katalis bekas | Spent catalyst
• Sludge IPAL | Wastewater sludge
Utilitas • Residu proses | Process residue
Process & Utility Waste • Refraktori bekas | Spent refractory
2
Limbah Operasional • Minyak pelumas bekas | Used oil
& Pemeliharaan • Kemasan terkontaminasi B3 |
Contaminated packaging
Operational & • Kain majun bekas | Contaminated rags
Maintenance Waste • Filter bekas | Used filter
3
Limbah Elektronik &
Peralatan • Aki/baterai bekas | Used batteries
• Lampu bekas | Used lamps
Electronic & • Peralatan elektronik | E-waste
Equipment Waste
4
Limbah
Laboratorium & • Bahan kimia kedaluwarsa | Expired
Bahan Kimia
chemicals
• Limbah laboratorium | Laboratory waste
Laboratory & Chemical • Produk farmasi / Pharmaceutical waste
Waste
Alur Pengelolaan
Management Flow
Disimpan dan ditangani di fasilitas terkontrol Diserahkan ke pihak ketiga berizin Pengolahan/pemusnahan sesuai regulasi
Stored and Handled in controlled facilities Handled by licensed third parties Regulated treatment/disposal
55 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 57
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Klasifikasi dan Pendekatan Pengelolaan Limbah ESSA
Waste Classification and Management Approach
Sampah Domestik (Non-B3)
Domestic Waste (Non-hazardous)
1 Pendekatan Pengelolaan
Organik/Organic Management Approach
• Sisa makanan | Food waste Pengomposan | Composting
• Sampah taman | Garden Waste
Dimanfaatkan kembali sebagai
nutrisi tanah | Reused as soil
nutrients
2 Pendekatan Pengelolaan
Anorganik/Inorganic Management Approach
• Kertas | Paper Reduce (digitalisasi)
• Plastik | Plastic
• Kemasan | Packaging Reuse | recycle
Residu → TPA | Residuals to Landfill
3 Pendekatan Pengelolaan
Recycle Management Approach
• Botol air mineral | mineral water Pengumpulan terpilah | Segregat-
bottles ed collection
Penyerahan ke pihak ketiga |
Collected by third parties
Daur ulang | Recycled into new
materials
Pendekatan Pengelolaan
4
Inert Management Approach
• Kayu | wood Pemanfaatan kembali (khusus
• Batu | stones kayu) | Reused (primarily wood)
• Tanah | soil
21
Laporan Keberlanjutan 20
56 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 58
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Di Banggai Ammonia Plant, total timbulan limbah pada At the Banggai Ammonia Plant, total waste generation
2025 tercatat sebesar 242,87 ton, menurun sekitar 17,56% in 2025 was recorded at 242.87 tons, representing a
dibandingkan 2024. Penurunan ini terutama dipengaru- decrease of approximately 17.56% compared to 2024.
hi oleh berkurangnya timbulan limbah B3 sebesar 35,8%, This decline was primarily driven by a 35.8% reduction in
menjadi 104,43 ton. Sementara itu, timbulan sampah do- hazardous waste (B3), which decreased to 104.43 tons.
mestik (non-B3) meningkat sekitar 4,9% menjadi 138,44 Meanwhile, domestic (non-hazardous) waste increased
ton pada 2025. by approximately 4.9% to 138.44 tons in 2025.
Adapun di Palembang LPG Plant, total timbulan limbah At the Palembang LPG Plant, total waste generation in
pada 2025 tercatat sebesar 27,00 ton, yang seluruhnya 2025 was recorded at 27.00 tons, all of which consisted
berupa limbah B3. Sementara itu, data timbulan sampah of hazardous waste (B3). Meanwhile, data on domestic
domestik (non-B3) tahun 2025 belum disajikan, mengin- (non-hazardous) waste generation for 2025 has not been
gat pencatatan administrasi baru dimulai pada Juni 2025, presented, as administrative recording only commenced
meskipun kegiatan pengelolaan telah dilakukan sejak in June 2025, despite waste management practices having
lama. been implemented for a long time.
Timbulan Limbah PT PAU - Banggai Ammonia Plant [GRI 306-1][GRI 306-3]
Waste Generated PT PAU - Banggai Ammonia Plant [GRI 306-1][GRI 306-3]
Total Timbulan Limbah (B3 dan Non-B3) 2025
Total Waste Generation (Hazardous and Non-Hazardous) 2025
242,87 ton
242.87 tons
17,56% dari 2024 (294,63 ton) | 17.56% compared to 2024 (294.63 tons)
Persentase Timbulan Limbah (B3 dan Non-B3) 2025
Waste Generation Composition (Hazardous and Non-Hazardous) 2025
Sampah Domestik (Non-B3) Limbah B3
Domestic Waste (Non-hazardous) Hazardous Waste
57,0% 43,0%
57 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 59
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Limbah B3 [GRI 306-1][GRI 306-3]
Hazardous Waste [GRI 306-1][GRI 306-3]
Timbulan Limbah B3 2025 [GRI 306-1][GRI 306-3]
Hazardous Waste Generation 2025 [GRI 306-1][GRI 306-3]
Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
27,00 ton | 27.00 tons 104,43 ton | 104.43 tons
5,92% dibandingkan 2024 (28,70 ton) 35,79% dibandingkan 2024 (162,63 ton)
5.92% compared to 2024 (28.70 tons) 35.79% compared to 2024 (162.63 tons)
Mayoritas limbah B3 (85,2%) adalah oli Mayoritas limbah B3 (59,4%) berasal dari
bekas limbah proses produksi dan utilitas
The majority of hazardous waste (85.2%) consists The majority of hazardous waste (59.4%) originates
of used oil from production process and utilities waste
Limbah B3 2025 Limbah B3 2025
Palembang LPG Plant (Ton) Banggai Ammonia Plant (Ton)
6,9%
59,6%
5,0% 2,3% 1,1%
0,5%
2,9%
0,1%
85,2%
36,4%
Oli Bekas | Used Oil Aki/ Baterai Bekas Limbah Proses produksi dan utilitas | Production and utility waste
Used Batteries
Kemasan Bekas B3 | Used Hazardous Limbah Oprasional dan pemeliharaan | Operational
Lampu Bekas
and Toxic Packaging and maintenance waste
Used Lamps
Kain Majun Bekas | Used Majun Cloth Limbah Elektronik dan Peralatan | Electronic waste and equipment
Filter Bekas | Used Filter Limbah laboratorium, medis, dan bahan kimia | Laboratory, medical,
and chemical waste
Timbulan Limbah B3 Sesuai Jenis Limbah [GRI 306-1][GRI 306-3]
Hazardous Waste (B3) Generated by Waste Type [GRI 306-1][GRI 306-3]
Palembang LPG Plant (Ton) Banggai Ammonia Plant (Ton)
2023 2024 2025 2023 2024 2025
400
Aki/ Baterai Bekas 0,29 0,16 0,14
Used Batteries
Kemasan Bekas B3 300 62,03
2,99 2,83 1,85
Used Hazardous and
Toxic Packaging 121,25
Oli Bekas 48,90 23,60 23,00 200
Used Oil
37,82
Lampu Bekas 0,02 0,01 0,03 232,32
Used Lamps
100 32,33
Kain Majun Bekas 1,32 1,50 1,35 41,53
3 1,16
Used Majun Cloth 0 5,45 3,6
Filter Bekas 0,83 0,60 0,63
1,11 0,37
Used Filter
0 20 40 60 80 Limbah proses Limbah operasional Limbah elektronik Limbah laboratorium,
produksi dan utilitas dan pemeliharaan dan peralatan medis, dan bahan kimia
Production Operational and Electronic waste Laboratory, medical,
and utility waste maintenance waste and equipment and chemical waste
23
Laporan Keberlanjutan 20
58 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 60
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Timbulan limbah B3 dihasilkan dari berbagai aktivitas Hazardous waste (B3) is generated from various
operasional, yang mencakup proses produksi dan utili- operational activities, including production and utility
tas, kegiatan operasional dan pemeliharaan, penggunaan processes, operations and maintenance activities, the
peralatan dan komponen elektronik, serta aktivitas lab- use of equipment and electronic components, as well
oratorium dan penanganan bahan kimia. Dengan karak- as laboratory activities and chemical handling. Given the
teristik sumber yang berbeda di tiap fasilitas, komposisi differing characteristics of sources at each facility, the
limbah B3 yang dihasilkan juga mencerminkan kebutu- composition of hazardous waste generated also reflects
han operasional masing-masing unit. Seluruh limbah B3 the specific operational needs of each unit. All hazardous
dikelola melalui pihak ketiga berizin untuk memastikan waste is managed through licensed third parties to
penanganan yang aman dan sesuai dengan ketentuan ensure safe handling and compliance with regulatory
regulasi. requirements.
Di Palembang LPG Plant, timbulan limbah B3 pada 2025 At the Palembang LPG Plant, hazardous waste generation
tercatat sebesar 27,00 ton, menurun tipis dibandingkan in 2025 was recorded at 27.00 tons, slightly decreasing
2024. Timbulan limbah B3 di fasilitas ini masih didominasi compared to 2024. The hazardous waste generated at
oleh oli bekas (85,2%), sementara sisanya terutama terdiri this facility is still dominated by used oil (85.2%), while the
atas kemasan bekas B3 (6,9%), kain majun bekas (5,0%), remainder mainly consists of hazardous waste packaging
serta jenis limbah B3 lainnya dalam proporsi yang rela- (6.9%), used rags (5.0%), and other types of hazardous
tif kecil, seperti filter bekas, aki/baterai bekas, dan lampu waste in relatively small proportions, such as used filters,
bekas. Komposisi ini menunjukkan bahwa limbah B3 yang used batteries, and used lamps. This composition indicates
dihasilkan terutama berasal dari kegiatan operasional dan that the hazardous waste generated primarily originates
pemeliharaan fasilitas. from operational and maintenance activities.
Sementara itu, timbulan limbah B3 di Banggai Ammonia Meanwhile, hazardous waste generation at the Banggai
Plant pada 2025 tercatat sebesar 104,43 ton, menurun se- Ammonia Plant in 2025 was recorded at 104.43 tons,
kitar 35,8% dibandingkan 2024. Penurunan ini terutama representing a decrease of approximately 35.8% compared
dipengaruhi oleh berkurangnya limbah dari proses pro- to 2024. This decline was mainly driven by a reduction in
duksi dan utilitas sebesar 48,84%, dari 121,25 ton men- waste from production and utility processes by 48.84%,
jadi 62,03 ton. Kelompok ini tetap menjadi kontributor from 121.25 tons to 62.03 tons. This category remains the
terbesar, dengan porsi sekitar 59,4% dari total limbah B3, largest contributor, accounting for approximately 59.4%
diikuti oleh limbah operasional dan pemeliharaan sebesar of total hazardous waste, followed by operational and
37,82 ton atau sekitar 36,2%. Adapun limbah dari elek- maintenance waste at 37.82 tons or around 36.2%. Waste
tronik dan peralatan serta laboratorium, medis, dan ba- from electronics and equipment, as well as laboratory,
han kimia tercatat dalam jumlah yang relatif kecil. medical, and chemical sources, was recorded in relatively
small amounts.
Seluruh timbulan limbah B3 yang dihasilkan selama tahun All hazardous waste generated during the reporting
pelaporan, baik di Palembang LPG Plant maupun Banggai year, both at the Palembang LPG Plant and the Banggai
Ammonia Plant, diserahkan kepada pihak ketiga berizin Ammonia Plant, was handed over to licensed third
untuk dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku. parties for management in accordance with applicable
regulations.
59 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 61
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Sampah Domestik (Non-B3) [GRI 306-1][GRI 306-3] [GRI 306-4][GRI 306-5]
Domestic Waste (Non-hazardous) [GRI 306-1][GRI 306-3] [GRI 306-4][GRI 306-5]
Timbulan Sampah Domestik 2025 - Banggai Ammonia Plant
Domestic Waste Generation in 2025 – Banggai Ammonia Plant
138,44 ton
4,88 dibandingkan 2024 | 4,88 compared to 2024
300
275
200
132 138
100
0
2023 2024 2025
Timbulan Sampah Domestik (Non-B3) Sesuai Jenis Limbah)
Non-hazardous Waste Generated by Waste Type
Organik Anorganik
Organic Inorganic
43
ton | tons
92,98 ton | tons
Recycle Inert
0
ton | tons
2,46
ton | tons
Sampah domestik di Banggai Ammonia Plant terutama Domestic waste at the Banggai Ammonia Plant primarily
berasal dari aktivitas perkantoran, fasilitas pendukung, originates from office activities, supporting facilities, and
dan kegiatan operasional sehari-hari. Pengelolaannya daily operational activities. Its management follows the
mengacu pada prinsip hierarki limbah (3R: Reduce, Re- waste hierarchy principles (3R: Reduce, Reuse, Recycle),
use, Recycle) dengan mengedepankan upaya penguran- prioritizing waste reduction at the source, material reuse,
gan dari sumber, pemanfaatan kembali, serta pengalihan and diversion from disposal wherever possible. [GRI 306-4]
sampah dari pembuangan apabila memungkinkan. [GRI
306-4]
Pada 2025, total timbulan sampah domestik di Banggai In 2025, total domestic waste generation at the Banggai
25
Laporan Keberlanjutan 20
60 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 62
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Ammonia Plant tercatat sebesar 138,44 ton, meningkat Ammonia Plant was recorded at 138.44 tons, representing
4,88% dibandingkan 2024. Komposisinya masih did- an increase of 4.88% compared to 2024. The composition
ominasi oleh sampah anorganik sebesar 92,98 ton atau remained dominated by inorganic waste at 92.98 tons,
sekitar 67,2% dari total timbulan sampah domestik, dii- accounting for approximately 67.2% of total domestic
kuti oleh sampah organik sebesar 43,00 ton atau sekitar waste, followed by organic waste at 43.00 tons or around
31,1%, sementara sampah inert hanya menyumbang porsi 31.1%, while inert waste contributed a relatively small
yang relatif kecil, yaitu sekitar 1,8%. Dibandingkan tahun share of approximately 1.8%. Compared to the previous
sebelumnya, peningkatan total timbulan terutama dipen- year, the increase in total waste generation was primarily
garuhi oleh kenaikan sampah organik, sedangkan sam- driven by higher organic waste, while inorganic and inert
pah anorganik dan inert menunjukkan penurunan. waste showed a declining trend.
Pada saat yang sama, jumlah sampah yang dialihkan dari At the same time, the volume of waste diverted from
pembuangan meningkat signifikan dari 13 ton pada 2024 disposal increased significantly from 13 tons in 2024
menjadi 30,18 ton pada 2025. Peningkatan ini terutama to 30.18 tons in 2025. This improvement was mainly
didukung oleh pengelolaan sampah organik melalui pen- supported by the management of organic waste through
gomposan, serta pemanfaatan sebagian sampah inert, composting, as well as the reuse of certain inert waste,
khususnya kayu, untuk penggunaan kembali pada ke- particularly wood, for supporting operational needs.
butuhan pendukung operasional. Adapun sampah yang Waste that could not be further utilized was managed
tidak dapat dimanfaatkan lebih lanjut dikelola melalui through disposal mechanisms in accordance with
mekanisme pembuangan sesuai ketentuan operasional operational procedures and applicable environmental
dan persyaratan pengelolaan lingkungan yang berlaku. management requirements. [GRI 306-4][GRI 306-5]
[GRI 306-4][GRI 306-5]
Sementara itu, pengungkapan data sampah domestik un- Meanwhile, the disclosure of domestic waste data for the
tuk Palembang LPG Plant belum disajikan pada periode Palembang LPG Plant is not yet presented for the 2025
pelaporan 2025 karena pencatatan baru mulai dilaku- reporting period, as data recording only commenced
kan pada tahun tersebut. Perseroan menargetkan pen- during that year. The Company aims to provide more
gungkapan yang lebih lengkap pada periode pelaporan comprehensive disclosure in future reporting periods
mendatang seiring dengan tersedianya data yang telah once the data reflects a full reporting cycle.
merepresentasikan satu periode pencatatan penuh.
61 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 63
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Keanekaragaman Hayati [POJK-F.9]
Biodiversity
ESSA memandang perlindungan keanekaragaman ESSA views biodiversity protection as an integral part of
hayati sebagai bagian dari komitmen lingkungan its environmental commitment. Although the Company’s
perusahaan. Meskipun kegiatan operasional Perseroan operations are not located within protected areas
tidak berlokasi di kawasan lindung atau area dengan nilai or regions with high biodiversity value, ESSA adopts
keanekaragaman hayati tinggi, ESSA tetap menerapkan a precautionary approach by identifying potential
pendekatan kehati-hatian melalui identifikasi potensi interactions with the surrounding environment and
interaksi dengan lingkungan sekitar dan pemantauan conducting regular ecosystem monitoring. As part of its
berkala terhadap kondisi ekosistem. Sebagai bagian broader environmental sustainability commitment, the
dari komitmen yang lebih luas terhadap keberlanjutan Company also implements various conservation initiatives
lingkungan, Perseroan juga menjalankan sejumlah inisiatif in areas surrounding its operations. [GRI 101-4][GRI 101-7]
konservasi di sekitar wilayah operasional. [GRI 101-4][GRI 101-7]
Konservasi Keanekaragaman Hayati [POJK-F.10] Biodiversity Conservation [POJK-F.10]
ESSA menjalankan berbagai inisiatif konservasi di sekitar ESSA carries out a range of conservation initiatives
wilayah operasional yang mencakup perlindungan in areas around its operations, covering both species
spesies dan pemulihan ekosistem. Pendekatan konservasi protection and ecosystem restoration. Its conservation
yang diterapkan mengintegrasikan aspek perlindungan approach integrates habitat protection, ecosystem
habitat, penguatan fungsi ekosistem, serta keterlibatan function enhancement, and stakeholder engagement.
pemangku kepentingan. ESSA memastikan bahwa setiap ESSA ensures that all initiatives are tailored to local
inisiatif yang dijalankan berbasis pada kondisi lingkungan environmental conditions, enabling interventions to
setempat, sehingga intervensi yang dilakukan relevan dan remain relevant and deliver optimal impact.
memberikan dampak yang optimal.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan konservasi dilakukan In implementation, conservation activities are conducted
melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk through collaboration with various stakeholders,
instansi pemerintah, lembaga teknis, serta masyarakat including government agencies, technical institutions,
lokal. Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci dalam and local communities. This collaborative approach
memastikan keberlanjutan program, mengingat is essential to ensuring program sustainability, as
pengelolaan keanekaragaman hayati tidak dapat biodiversity management cannot be separated from the
dilakukan secara terpisah dari konteks sosial dan ekonomi social and economic context of communities surrounding
masyarakat di sekitar wilayah operasional. operational areas.
Selain itu, ESSA juga menekankan pentingnya penguatan In addition, ESSA emphasizes strengthening local capacity
kapasitas lokal sebagai bagian dari strategi konservasi as part of its long-term conservation strategy. By actively
jangka panjang. Melalui pelibatan masyarakat involving communities in conservation activities, the
dalam kegiatan konservasi, perusahaan mendorong Company fosters environmental awareness and shared
terbentuknya kesadaran dan kepemilikan bersama ownership, ensuring that conservation efforts are
terhadap upaya pelestarian lingkungan, sehingga sustained over time rather than temporary.
program yang dijalankan tidak bersifat sementara,
melainkan berkelanjutan.
27
Laporan Keberlanjutan 20
62 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 64
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Konservasi Burung Maleo
Maleo Bird Conservation
430 Burung Maleo 46 Burung Maleo
dilepasliarkan/ sepanjang dilepasliarkan di tahun 2025
tahun 2016-2025 Maleo Bird released in 2025
Maleo Bird released (2026-2025)
ESSA berkontribusi pada pelestarian burung Maleo ESSA contributes to the conservation of the Maleo bird
(Macrocephalon maleo), salah satu spesies endemik (Macrocephalon maleo), an endemic and protected
Sulawesi yang dilindungi, melalui program konserva- species of Sulawesi, through an ex-situ conservation
si ex-situ yang mencakup penangkaran, pemantauan, program that includes breeding, monitoring, and release
dan pelepasliaran ke habitat alaminya. Program ini di- into its natural habitat. This program is implemented
jalankan secara kolaboratif bersama institusi akademik collaboratively with academic institutions and relevant
dan pemangku kepentingan terkait sebagai bagian stakeholders as part of the Company’s support for
dari dukungan Perseroan terhadap pelestarian keane- biodiversity conservation and the achievement of the
karagaman hayati dan pencapaian Tujuan Pemban- Sustainable Development Goals, particularly Goal 15:
gunan Berkelanjutan, khususnya Tujuan 15: Ekosistem Life on Land. [GRI 101-2]
Daratan. [GRI 101-2]
Sejak 2016 hingga 2025, program ini telah berhasil me- From 2016 to 2025, the program has successfully
lepasliarkan 430 individu burung Maleo ke habitat ala- released 430 Maleo birds into the wild. In 2025 alone,
minya. Pada 2025, Perseroan melepasliarkan 46 individu the Company released 46 individuals, reflecting the
Maleo, yang mencerminkan keberlanjutan pelaksanaan continuity of the program and improvements in
program serta pengelolaan konservasi yang semakin conservation management. The initiative focuses
baik. Fokus inisiatif ini tidak hanya pada jumlah individu not only on the number of birds released but also
yang dilepasliarkan, tetapi juga pada kualitas proses on the quality of the conservation process, including
konservasi, termasuk kesiapan satwa untuk beradaptasi the animals’ readiness to readapt to the wild and the
kembali di alam dan keberhasilan siklus penangkaran, success of captive breeding cycles. [GRI 101-7]
yang merupakan bagian dari pemantauan perubahan
kondisi keanekaragaman hayati. [GRI 101-7]
These efforts are further strengthened through
Upaya tersebut turut diperkuat melalui kegiatan pen-
awareness-raising activities. On March 27, 2025,
yadartahuan kepada masyarakat. Pada 27 Maret 2025,
the Company conducted a Maleo conservation
Perseroan menyelenggarakan sosialisasi konservasi
outreach program at a university to enhance youth
Maleo di lingkungan perguruan tinggi untuk mening-
understanding of environmental conservation. This
katkan pemahaman generasi muda mengenai pent-
initiative is expected to encourage participants to take
ingnya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini diharapkan
an active role in promoting environmental awareness
dapat mendorong peran aktif peserta dalam menum-
within their communities.
buhkan kesadaran lingkungan di masyarakat.
In addition, the Company supports innovation in ex-
Selain itu, Perseroan juga mendukung pengembangan
situ Maleo conservation methods, which has received
inovasi dalam metode pemeliharaan ex-situ burung
a simple patent certificate from the Ministry of Law
Maleo yang telah memperoleh sertifikat paten seder-
and Human Rights of the Republic of Indonesia. This
hana dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
recognition highlights ESSA’s contribution to advancing
Republik Indonesia. Pengakuan ini menunjukkan kon-
more standardized and sustainable conservation
tribusi ESSA dalam mendorong praktik konservasi yang
practices.
lebih terstandarisasi dan berkelanjutan.
63 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 65
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Perlindungan dan Pemulihan Ekosistem Coastal Ecosystem Protection and Restoration
Pesisir
ESSA menyadari bahwa kegiatan operasionalnya memiliki ESSA recognizes that its operations interact with aquatic
interaksi dengan ekosistem perairan, baik laut maupun ecosystems, including marine and surface water bodies,
badan air permukaan, khususnya melalui penggunaan air particularly through the use of seawater for operational
laut untuk utilitas operasional dan pelepasan air limbah utilities and the discharge of treated wastewater. [GRI 101-4]
hasil olahan. [GRI 101-4]
Meskipun seluruh pelepasan air telah melalui proses Although all discharged water undergoes treatment,
pengolahan dan memenuhi baku mutu yang ditetapkan complies with applicable quality standards, and contains
serta tidak mengandung bahan kimia tambahan, ESSA no additional chemical substances, ESSA considers it
tetap memandang penting untuk mengelola potensi essential to responsibly manage potential environmental
dampak tersebut secara bertanggung jawab. Pendekatan impacts. This approach reflects the Company’s
ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk tidak commitment not only to regulatory compliance but
hanya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga menjaga also to maintaining the balance of coastal and marine
keseimbangan ekosistem pesisir dan laut di sekitar ecosystems surrounding its operational areas. [GRI 101-2]
wilayah operasional. [GRI 101-2]
Sebagai bagian dari upaya tersebut, ESSA mengembangkan As part of this effort, ESSA develops nature-based
inisiatif berbasis alam (nature-based solutions) yang solutions focused on coastal ecosystem restoration. One
berfokus pada pemulihan ekosistem pesisir. Salah satu of its key initiatives is mangrove rehabilitation through
program yang dijalankan adalah rehabilitasi mangrove the MORO Program (Mangrove for Oceanic Restoration),
melalui Program MORO (Mangrove untuk Restorasi which aims to strengthen the ecological function of
Oseanik), yang bertujuan memperkuat fungsi ekologis coastal areas while also delivering social benefits to local
kawasan pesisir sekaligus memberikan manfaat sosial communities.
bagi masyarakat setempat.
29
Laporan Keberlanjutan 20
64 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 66
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
Program MORO
(Mangrove untuk Restorasi Oseanik)
Lokasi Kegiatan: Kabupaten Banggai, Sulawesi Selatan
Location: Banggai Regency, South Sulawesi
Program MORO (Mangrove untuk Restorasi Oseanik) merupakan wujud pendekatan berbasis alam yang dikembangkan
ESSA dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, sekaligus menciptakan nilai bersama bagi masyarakat sekitar.
Capaian Ekologis
• Penanaman 2.400 batang mangrove
• Mendukung pemulihan ekosistem pesisir
• Meningkatkan keanekaragaman hayati di wilayah sekitar
Capaian Sosial
• Pembentukan kelompok masyarakat pesisir
• Pengembangan kegiatan pembibitan mangrove secara mandiri
• Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan
Melalui program ini, ESSA tidak hanya berkontribusi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan
aktif masyarakat, sehingga upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan berbasis lokal.
The MORO Program represents ESSA’s nature-based approach to strengthening coastal ecosystem resilience while
creating shared value for surrounding communities.
Ecological Achievements
• Planting of 2,400 mangrove trees
• Supporting coastal ecosystem restoration
• Enhancing biodiversity in surrounding areas
.
Social Achievements
• Establishment of coastal community groups
• Development of independent mangrove nurseries
• Collaboration with multiple stakeholders
Through this program, ESSA not only contributes to environmental restoration but also promotes active community
involvement, ensuring that conservation efforts are locally driven and sustainable.
65 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 67
Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Environmental Stewardship
31
Laporan Keberlanjutan 20
66 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 68
Pengelolaan Sumber
Daya Manusia
Human Resource Management
1
Laporan Keberlanjutan 20
67 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 69
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Pendekatan Pengelolaan SDM [GRI 3-3, 2-23, 2-24]
Human Resources Management Approach
Sumber daya manusia merupakan fondasi penting Human resources are a vital foundation for the operational
bagi keberlangsungan operasional ESSA, khususnya continuity of ESSA, particularly in maintaining operational
untuk menjaga keandalan operasi, keselamatan kerja, reliability, occupational health and safety, compliance, and
kepatuhan, dan pencapaian kinerja Perseroan secara the achievement of sustainable corporate performance.
berkelanjutan. Karena itu, pengelolaan SDM dilakukan Therefore, human resource management is conducted in
secara terstruktur untuk memastikan kesiapan organisasi a structured manner to ensure organizational readiness
dan pengembangan kompetensi yang selaras dengan and competency development aligned with evolving
kebutuhan bisnis yang terus berkembang. business needs.
Pengelolaan SDM ESSA dilaksanakan berdasarkan ESSA’s human resource management is implemented
kerangka tata kelola berjenjang yang mencakup Akta based on a tiered governance framework that includes
Perusahaan, Kode Etik, Peraturan Perusahaan (PP) 2024– the Deed of Incorporation, Group Code of Conduct (CoC),
2026, Kebijakan tingkat Grup & Perusahaan, serta Standar Company Regulations 2024–2026, Group & Company
Prosedur Operasional (SOP). Selain itu, nilai-nilai EPIC Policies, and Standard Operating Procedures (SOPs).
(Excellence, Perseverance, Integrity, Care) terus menjadi Furthermore, the EPIC values (Excellence, Perseverance,
landasan perilaku dan budaya kerja di seluruh lapisan Integrity, Care) continue to serve as the foundation
organisasi, sehingga pengelolaan SDM tidak hanya for behavior and work culture across all levels of the
bertumpu pada kebijakan formal, tetapi juga pada nilai organization, ensuring that HR management relies not
yang diterapkan dalam praktik kerja sehari-hari. only on formal policies but also on values applied in daily
work practices.
Selama periode 2023-2025, fokus penguatan sistem During the 2023-2025 period, the focus of strengthening
SDM bergerak dari konsolidasi struktur organisasi the HR system progressed from organizational structure
(2023), peningkatan kapasitas dan rekrutmen signifikan consolidation (2023) and significant capacity building
(2024), menuju stabilisasi dan digitalisasi sistem (2025). and recruitment (2024), toward system stabilization and
Pada 2025, Perseroan menyelesaikan finalisasi Kode Etik digitalization (2025). In 2025, the Company finalized
tingkat Grup serta memperluas implementasi Human the Group-level Code of Conduct and expanded the
Resource Information System (HRIS) Darwinbox dan implementation of the Darwinbox Human Resource
Learning Management System (LMS) Docebo. Kebijakan Information System (HRIS) and the Docebo Learning
ini memperkuat transparansi administrasi, konsistensi Management System (LMS). These initiatives strengthen
pengelolaan kinerja, serta akses pembelajaran lintas administrative transparency, consistency in performance
lokasi. management, and access to learning across locations.
Pendekatan ini memastikan bahwa pengelolaan SDM This approach ensures that HR management is not only
tidak hanya responsif terhadap kebutuhan operasional, responsive to operational needs but also aligned with the
tetapi juga selaras dengan strategi keberlanjutan dan Company’s sustainability strategy and ESG integration.
integrasi ESG Perseroan.
Sejalan dengan peningkatan kebijakan dan pengelolaan In line with the enhancement of ESSA’s human resource
sumber daya manusia ESSA, kami menjamin pemenuhan policies and management, we guarantee the fulfillment
hak-hak asasi manusia dengan memastikan tidak adanya of human rights by ensuring the absence of forced labor
praktik kerja paksa maupun pekerja anak di seluruh and child labor practices throughout our operational
wilayah operasi kami, serta menjunjung tinggi kebebasan areas, as well as upholding the freedom of association in
berserikat sesuai peraturan perundang-undangan yang accordance with prevailing laws and regulations. [POJK-F.19]
berlaku. [POJK-F.19] [GRI 2-30, 408-1, 409-1] [GRI 2-30, 408-1, 409-1]
68 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 70
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Komitmen terhadap Hak Asasi Manusia dan Commitment to Human Rights and Responsible
Praktik Ketenagakerjaan yang Bertanggung Labor Practices [GRI 2-23, 2-24]
Jawab [GRI 2-23, 2-24]
ESSA menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap ESSA upholds the principles of respect for Human Rights
Hak Asasi Manusia (HAM) dalam seluruh praktik in all labor practices. This commitment is enshrined in
ketenagakerjaan. Komitmen ini tertuang dalam Kode Etik the Code of Conduct and Company Regulations, which
dan Peraturan Perusahaan yang secara eksplisit melarang: explicitly prohibit:
• Praktik kerja paksa • Forced labor practices
• Pekerja anak • Child labor
• Diskriminasi dalam proses rekrutmen maupun • Discrimination in recruitment processes and
hubungan kerja employment relationships
• Pembatasan hak kebebasan berserikat • Restrictions on the right to freedom of association
Seluruh operasional Perseroan dijalankan sesuai dengan All Company operations are conducted in accordance
peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang with prevailing labor laws and regulations in Indonesia.
berlaku di Indonesia.
Pada Periode Pelaporan 2025
During the 2025 Reporting Period
01 Tidak terdapat insiden pekerja anak yang teridentifikasi
There were no identified incidents of child labor [GRI 408-1]
02
Tidak terdapat praktik kerja paksa dalam seluruh unit operasi
There were no forced labor practices within all operational units
[GRI 409-1]
03
Tidak terdapat pembatasan terhadap kebebasan berserikat
There were no restrictions on freedom of association [407-1]
Prinsip non-diskriminasi juga diintegrasikan dalam proses The principle of non-discrimination is also integrated
rekrutmen dan promosi jabatan sebagaimana diatur into recruitment and promotion processes as stipulated
dalam Kebijakan Rektrutmen dan Kode Etik. Penguatan in the Group Recruitment Policy and Code of Conduct.
kebijakan pada 2025 menandai transisi dari pendekatan The policy strengthening in 2025 marks a transition from
berbasis kepatuhan menuju pengelolaan SDM yang lebih a compliance-based approach toward a more systematic
sistematis dan terintegrasi dengan agenda keberlanjutan human resource management that is integrated with the
Perseroan. Company’s sustainability agenda.
3
Laporan Keberlanjutan 20
69 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 71
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Integrasi Pengelolaan SDM dengan Strategi Integration of Human Resource Management
Keberlanjutan with Sustainability Strategy
Seiring dengan penguatan agenda keberlanjutan In line with the strengthening of the Company’s
Perseroan, pengelolaan SDM di ESSA mulai diintegrasikan sustainability agenda, human resource management at
dengan indikator lingkungan, sosial, dan tata kelola ESSA has begun to be integrated with Environmental,
(ESG), termasuk dalam sistem penilaian kinerja dan Social, and Governance (ESG) indicators, including within
pengembangan kompetensi. Pendekatan ini sejalan the performance appraisal system and competency
dengan pengungkapan mengenai pengelolaan topik development. This approach is consistent with the
material serta komitmen kebijakan keberlanjutan yang disclosures on the management of material topics and
ditetapkan Perseroan. [GRI 3-3, 2-23] the sustainability policy commitments established by the
Company. [GRI 3-3, 2-23]
Integrasi tersebut diwujudkan melalui [GRI 2-24] [POJK-F.1] : This integration is manifested through. [GRI 2-24] [POJK-F.1] :
• Penyelarasan Key Performance Indicators (KPI) • Alignment of departmental Key Performance Indicators
departemen dengan target keselamatan kerja dan (KPIs) with occupational safety and resource efficiency
efisiensi sumber daya. targets.
• Peningkatan transparansi dan akurasi data melalui • Enhancement of data transparency and accuracy
digitalisasi sistem pengelolaan SDM untuk mendukung through the digitalization of HR management systems
praktik ketenagakerjaan yang terdokumentasi secara to support systematically documented labor practices.
sistematis. • Strengthening of the culture of compliance and ethics
• Penguatan budaya kepatuhan dan etika melalui through the internalization of the Code of Conduct,
internalisasi Kode Etik, termasuk sosialisasi nilai dan including the socialization of values and behavioral
standar perilaku yang berlaku di seluruh unit kerja. standards applicable across all work units.
Secara keseluruhan, pendekatan ini menandai transisi dari Overall, this approach marks a transition from HR
pengelolaan dan pengembangan SDM yang berfokus management and development focused on administrative
pada kepatuhan administratif menuju pengelolaan yang compliance toward management that is integrated with
terintegrasi dengan tata kelola Perseroan dan keberlanju- corporate governance and long-term sustainability.
tan jangka panjang.
70 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 72
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Profil Karyawan Kami
Our Employee’s Profile
Komposisi dan Keberagaman Tenaga Kerja Workforce Composition and Diversity [POJK-C.3b],
[POJK-C.3b], [GRI 2-7, 2-8, 405-1] [GRI 2-7, 2-8, 405-1]
Hingga 31 Desember 2025, ESSA mempekerjakan 479 As of December 31, 2025, ESSA employed 479 employees
karyawan yang tersebar di kantor pusat dan lokasi distributed across the head office and operational sites.
operasional. Struktur ini mencerminkan kapasitas This structure reflects a relatively stable organizational
organisasi yang relatif stabil dalam mendukung keandalan capacity in supporting operational reliability and business
operasional serta kesinambungan fungsi bisnis. continuity.
Dari status hubungan kerja, komposisi tenaga kerja In terms of employment status, the workforce
didominasi oleh karyawan tetap (Perjanjian Kerja Waktu composition is consist primarily of permanent employees
Tidak Tertentu/PKWTT) sebanyak 412 orang atau 86% dari (Indefinite-Term Employment Agreement), totaling
total karyawan. Komposisi ini menunjukkan preferensi 412 individuals or 86% of the total workforce. This
Perseroan terhadap hubungan kerja jangka panjang composition demonstrates the Company’s preference for
sebagai dasar penguatan kompetensi dan konsistensi long-term employment relationships as a foundation for
penerapan standar dan keandalan operasional. Selain strengthening competencies and maintaining consistency
karyawan langsung, kegiatan operasional juga didukung in the application of standards and operational reliability.
oleh tenaga magang, paruh waktu, dan alih daya sesuai In addition to direct employees, operational activities
kebutuhan bisnis. are also supported by interns, part-time workers, and
outsourced personnel according to business needs.
Dari sisi demografi, 74% karyawan berada pada rentang Regarding demographics, 74% of employees fall within
usia 30–50 tahun, yang mencerminkan dominasi tenaga the 30–50 age range, reflecting a workforce dominated by
kerja pada usia produktif dengan pengalaman teknis yang productive age groups with mature technical experience.
matang. Sementara itu, 11% karyawan berusia di bawah Meanwhile, 11% of employees are under the age of
30 tahun, menunjukkan proses regenerasi talenta yang 30, indicating a gradual talent regeneration process.
berjalan secara bertahap. Struktur usia ini menghadirkan This age structure provides a balance between stability
keseimbangan antara stabilitas pengalaman dan of experience and the continuity of future leadership
kesinambungan kapasitas kepemimpinan di masa capacity.
mendatang.
Komposisi tenaga kerja ESSA masih didominasi oleh laki- ESSA’s workforce composition remains male-dominated,
laki, sejalan dengan karakteristik industri energi dan kimia. in line with the characteristics of the energy and chemical
Meski demikian, pada tahun 2025 partisipasi perempuan industries. Nevertheless, in 2025, female participation
mencapai 16% dari total karyawan dan tetap hadir pada reached 16% of the total workforce and remains present
berbagai jenjang jabatan, termasuk tingkat manajerial dan across various job levels, including managerial positions
Dewan Komisaris. Keterwakilan ini mencerminkan upaya and the Board of Commissioners. This representation
Perseroan dalam menjaga kesempatan yang setara dalam reflects the Company’s efforts to maintain equal
rekrutmen, pengembangan karier, dan kepemimpinan, opportunities in recruitment, career development, and
termasuk dalam fungsi pengawasan dan penguatan leadership, including in oversight functions and the
agenda ESG. strengthening of the ESG agenda.
Distribusi penempatan karyawan menunjukkan The distribution of employee placement shows a
konsentrasi tenaga kerja di lokasi operasional, sementara concentration of the workforce at operational sites, while
kantor pusat memiliki proporsi partisipasi perempuan the head office has a relatively higher proportion of
yang relatif lebih tinggi. Pada kelompok usia yang lebih female participation. Among the younger age groups,
5
Laporan Keberlanjutan 20
71 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 73
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
muda, keterwakilan perempuan juga cenderung lebih female representation also tends to be more visible,
terlihat, yang menunjukkan dinamika regenerasi talenta indicating evolving talent regeneration dynamics.
yang mulai berkembang.
Secara keseluruhan, komposisi tenaga kerja ESSA Overall, ESSA’s workforce composition demonstrates
menunjukkan struktur yang terkendali, stabil, dan a controlled, stable structure oriented toward the
berorientasi pada keberlanjutan kapasitas organisasi. sustainability of organizational capacity. This structure
Struktur ini menjadi dasar bagi Perseroan dalam serves as the basis for the Company in managing
mengelola rekrutmen, pergerakan karyawan, dan strategi recruitment, employee movement, and retention
retensi secara berkelanjutan. strategies on an ongoing basis.
Statistik Karyawan per 31 Desember 2025
Employee Statistics as of December 31, 2025
Berdasarkan Jenis Kelamin
By Gender
15,9%
Perempuan
Female
Laki-Laki
Male
83,1%
Berdasarkan Kelompok Usia Berdasarkan Lokasi Penempatan
By Gender 14% (68) 11% (55) Based on Placement Location 30% (144)
18-30 Tahun I Years Old
Jakarta
30-50 Tahun I Years Old
Lainnya
Others
>50 Tahun I Years Old
70% (335)
74% (356)
Berdasarkan Tingkat Jabatan Berdasarkan Status Karyawan
By Job Level 3% (13) By Employment Status 2% (14)
8% (67)
9% (43) 41% (339)
Top Management Alih Daya
Top Management Outsource
Middle Management Permanent (PKWTT)
Middle Management Permanent (PKWTT)
First Line Management Kontrak (PKWT)
First Line Management Contract (PKWT)
46% (225)
Staf 43% (211) Magang/ Paruh Waktu 49% (412)
Staff Internship/ Part Time
72 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 74
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Manajemen Talenta dan Retensi [GRI 401-1]
Talent Management and Retention
Rekrutmen [GRI 401-1, 404-2] Recruitment [GRI 401-1, 404-2]
Kebutuhan kompetensi operasional dan penguasaan The need for operational competence and specific
teknologi proses yang spesifik menjadikan pemenuhan process technology mastery makes talent fulfillment at
talenta di ESSA sebagai tantangan tersendiri. Untuk ESSA a distinct challenge. To address this, ESSA utilizes
menjawab hal tersebut, ESSA memanfaatkan rujukan employee referrals as well as recruitment consultants
karyawan serta konsultan rekrutmen (pihak ketiga) untuk (third parties) for specific positions. Open recruitment is
posisi tertentu. Rekrutmen terbuka juga dilakukan dengan also conducted by applying the principles of equality and
menerapkan prinsip kesetaraan dan inklusivitas, tanpa inclusivity, without discrimination.
diskriminasi.
Selain itu, ESSA melakukan penguatan talent pool Furthermore, ESSA strengthens its talent pool through
melalui Employee Training Program bekerja sama dengan the Employee Training Program in collaboration with
sejumlah universitas, berupa on-the-job training dan several universities, in the form of on-the-job training and
pendampingan bagi mahasiswa. [GRI 404-2] mentoring for students. [GRI 404-2]
Pada tahun 2025, ESSA merekrut 64 karyawan baru untuk In 2025, ESSA recruited 64 new employees to support
mendukung kebutuhan kompetensi pada fungsi-fungsi competency requirements in the Company’s core
utama Perseroan, sejalan dengan prioritas Perseroan functions, in line with the company’s priority in
dalam menjaga efektivitas operasional dan penguatan maintaining operational effectiveness and strengthening
kapasitas organisasi. organizational capacity.
Total Karyawan Baru
Total New Employees
44 Karyawan
44 Employees
2023
67 Karyawan
67 Employees
64 Karyawan
64 Employees
2024
2025 Di 2025, 64 Karyawan Baru,
83% (53) adalah lokal
(Indonesia)
In 2025, 64 new employees
0 10 20 30 40 50 60 70 80 were hired, of whom 83%
(53) were local (Indonesia)
7
Laporan Keberlanjutan 20
73 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 75
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Pergantian Karyawan [GRI 401-1] Employee Turnover [GRI 401-1]
ESSA memantau tingkat pergantian karyawan (turnover) ESSA consistently monitors employee turnover rate to
secara konsisten untuk menilai stabilitas organisasi assess organizational stability and the effectiveness of its
dan efektivitas strategi retensi, sekaligus menjaga retention strategies, while also ensuring the continuity of
kesinambungan kompetensi, produktivitas, dan budaya competencies, productivity, and workplace culture.
kerja.
Tingkat Pergantian Karyawan
Turnover Rate
8%
Tingkat Pergantian Karyawan di 2025
Employee Turnover Rate in 2025
2%
Dibandingkan 2024
Compared to 2024
Pada 2025, tercatat 39 karyawan meninggalkan In 2025, it was recorded that 39 employees left the
Perseroan lebih rendah sekitar 23% dibandingkan tahun Company, approximately 23% lower than the previous
sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan perbaikan year. This decrease indicates an improvement in the
tingkat retensi, seiring penguatan program retensi yang retention rate, alongside the strengthening of the
dijalankan Perseroan. retention programs implemented by the Company.
Untuk menjaga tingkat retensi, ESSA menerapkan To maintain the retention rate, ESSA implements several
sejumlah langkah strategis, antara lain: strategic measures, including:
• Remunerasi dan kesejahteraan yang kompetitif, • Competitive remuneration and employee welfare,
termasuk insentif berbasis kinerja dan penguatan including performance-based incentives and the
keseimbangan kerja dan kehidupan. [GRI 401-2] strengthening of work-life balance. [GRI 401-2]
• Pengembangan karier dan kepemimpinan melalui • Career and leadership development through a
sistem manajemen kinerja yang terdigitalisasi serta digitalized performance management system and
akses pembelajaran yang merata melalui LMS Docebo. equitable access to learning via the Docebo LMS.
[POJK-F.22] [GRI 404-2] [POJK-F.22] [GRI 404-2]
• Lingkungan kerja inklusif dan tanpa diskriminasi. • An inclusive and non-discriminatory work environment.
[POJK-F.18] [POJK-F.18]
• Dialog internal berkelanjutan melalui Lembaga Kerja • Ongoing internal dialogue through the Bipartite
Sama (LKS) Bipartit, kegiatan Town Hall, dan kegiatan Cooperation Institution (LKS), Town Hall meetings, and
pelibatan karyawan lainnya. [GRI 2-30] other employee engagement activities. [GRI 2-30]
• Digitalisasi tata kelola SDM melalui sistem informasi • Digitalization of HR governance through the Darwinbox
Darwinbox untuk meningkatkan transparansi dan information system to enhance administrative
efisiensi administrasi. [GRI 2-24] transparency and efficiency. [GRI 2-24]
74 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 76
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Total Karyawan Keluar
Total Employees Leaving
18 Karyawan
18 Employees
2023
51 Karyawan
51 Employees
39 Karyawan
39 Employees
2024
2025
Di 2025,
39 karyawan keluar
↓ 24% dibandingkan 2024
In 2025,
0 10 20 30 40 50 60 39 employees left
↓ 24% compared to 2024
Budaya ESSA [GRI 2-23, 2-24, 404-2] [POJK-F.1] ESSA Culture [GRI 2-23, 2-24, 404-2] [POJK-F.1]
ESSA terus memperkuat budaya organisasi sebagai ESSA continues to strengthen its organizational culture
fondasi utama keberlanjutan melalui internalisasi nilai- as a primary foundation for sustainability through the
nilai EPIC (Excellence, Perseverance, Integrity, Care) secara systematic and measurable internalization of EPIC values
sistematis dan terukur sepanjang tahun 2025. Perseroan (Excellence, Perseverance, Integrity, Care) throughout
menyelenggarakan 25 batch Foundation Training yang 2025. The Company conducted 25 batches of Foundation
melibatkan sekitar 403 karyawan, termasuk Direksi, Training involving approximately 403 employees, including
guna membangun pemahaman yang selaras mengenai the Board of Directors, to build a shared understanding of
penerapan nilai inti dalam perilaku kerja sehari-hari. applying core values in daily work behavior. Each value
Setiap nilai diterjemahkan ke dalam indikator perilaku is translated into measurable behavioral indicators to
yang terukur untuk memastikan kontribusi individu ensure that individual contributions are directly linked
terhubung secara langsung dengan strategi bisnis jangka to long-term business strategy. This program is further
panjang. Program ini turut diperkaya melalui inisiatif enriched through the EPICTalks initiative, which presents
EPICTalks yang menghadirkan perspektif kepemimpinan inspiring leadership perspectives and encourages critical
inspiratif serta mendorong refleksi kritis terhadap praktik reflection on professional practices with integrity.
profesional yang berintegritas.
Untuk memastikan akses yang inklusif dan berkelanjutan, To ensure inclusive and sustainable access, ESSA utilizes
ESSA memanfaatkan platform digital seperti Darwinbox digital platforms such as Darwinbox and the Docebo
dan LMS Docebo dalam mendemokratisasi pembelajaran LMS to democratize corporate culture learning across all
budaya Perseroan di seluruh level organisasi. Pendekatan levels of the organization. This approach enables every
ini memungkinkan setiap insan ESSA, termasuk pekerja ESSA member, including operational workers, to access
operasional, untuk mengakses materi secara mandiri materials independently anytime and anywhere. As part of
kapan saja dan di mana saja. Sebagai bagian dari strengthening individual accountability, participants also
penguatan akuntabilitas individu, peserta juga menyusun formulate personal commitments that serve as the basis
komitmen pribadi yang menjadi dasar penguatan etika for reinforcing work ethics and professional responsibility.
kerja dan tanggung jawab profesional. Melalui kombinasi Through a combination of capacity building, technological
pengembangan kapasitas, pemanfaatan teknologi, dan utilization, and continuous feedback mechanisms, ESSA
mekanisme umpan balik berkelanjutan, ESSA memastikan ensures that the corporate culture grows organically and
bahwa budaya Perseroan tumbuh secara organik dan consistently in supporting sustainable performance.
konsisten dalam mendukung kinerja berkelanjutan.
9
Laporan Keberlanjutan 20
75 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 77
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Pengembangan Kompetensi
dan Manajemen Kinerja [POJK-F.22][GRI 3-3, 401-1, 401-2, 401-3]
Competency Development and Performance Management
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Employee Training and Development [POJK-F.22]
[POJK-F.22][GRI 3-3, 404-1, 404-2] [GRI 3-3, 404-1, 404-2]
Pada 2025, Perseroan memperkuat sistem pembelajaran In 2025, the Company strengthened its learning system
melalui implementasi Learning Management System (LMS) through the implementation of the Docebo Learning
Docebo yang memungkinkan akses pelatihan secara Management System (LMS), which enables self-paced
mandiri dan fleksibel bagi karyawan di seluruh lokasi and flexible training access for employees across all work
kerja. [GRI 404-2] locations. [GRI 404-2]
Program pelatihan difokuskan pada tiga area utama: Training programs are focused on three core areas:
• Kepatuhan (Compliance): Pelatihan wajib terkait • Compliance: Mandatory training related to regulations,
regulasi, etika, dan keselamatan kerja. ethics, and occupational safety.
• Pengembangan Teknis (Technical Development): • Technical Development: Enhancement of operational
Peningkatan kompetensi operasional dan teknis sesuai and technical competencies according to the needs of
kebutuhan unit kerja. each work unit.
• Pengembangan Soft Skills: Penguatan kepemimpinan, • Soft Skills Development: Strengthening of leadership,
komunikasi, dan efektivitas kerja tim. communication, and teamwork effectiveness.
Selain itu, sepanjang Februari hingga Agustus 2025, Furthermore, from February to August 2025, the
Perseroan menyelenggarakan workshop internal untuk Company conducted internal workshops to strengthen
memperkuat pemahaman nilai perilaku kerja dan standar understanding of workplace behavioral values and the
profesional yang diharapkan di seluruh level organisasi. professional standards expected at all levels of the
organization.
Kinerja pelatihan tahun 2025 menunjukkan tingkat The 2025 training performance demonstrates a strong
partisipasi yang baik di seluruh kategori karyawan. participation rate across all employee categories. The
Rata-rata jam pelatihan untuk karyawan tetap (PKWTT) average training hours for permanent employees
tercatat sebesar 41,4 jam per karyawan, sementara untuk (Indefinite-Term Employment Agreement/PKWTT) were
karyawan kontrak (PKWT) sebesar 35,8 jam per karyawan. recorded at 41.4 hours per employee, while for contract
employees (Fixed-Term Employment Agreement/PKWT),
it was 35.8 hours per employee.
Capaian ini mencerminkan upaya Perseroan dalam
menyediakan akses pengembangan kompetensi yang This achievement reflects the Company’s efforts to
merata serta konsistensi dalam mendukung peningkatan provide equitable access to competency development
kapasitas profesional secara berkelanjutan. [GRI 404-1] and consistency in supporting continuous professional
capacity building. [GRI 404-1]
76 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 78
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Pelatihan Karyawan di 2025
Employee Training 2025
6.173
Total Jam Pelatihan Karyawan
243
Total Peserta Pelatihan
77,2
Jam Pelatihan/Orang
Total Employee Training Hours Total Numbers of Training Training Hours as per person
Participants
Karyawan PKWTT (Tetap) Karyawan PKWT (Kontrak)
Permanent Employees Contract Employees
(Indefinite-Term Employment Agreement) (Fixed-Term Employment Agreement)
Total Jam Pelatihan Jam Pelatihan/Orang Peserta Pelatihan Total Jam Pelatihan Jam Pelatihan/Orang Peserta Pelatihan
Total Training Hours Training Hours as per person Training Participants Total Training Hours Training Hours as per person Training Participants
5.600 41,4 227 573 35,8 16
Digitalisasi SDM: Dari Administratif ke Strategis [GRI 3-3, 2-24, 404-2]
HR Digitalization: From Administrative to Strategic [GRI 3-3, 2-24, 404-2]
Transformasi pengelolaan SDM pada 2025 ditandai dengan penguatan sistem digital terintegrasi melalui implementasi
Sistem Informasi Darwinbox dan Learning Management System Docebo.
Digitalisasi ini tidak hanya menyederhanakan administrasi kepegawaian, tetapi juga meningkatkan transparansi
pengelolaan kinerja, akses pembelajaran lintas lokasi, serta konsistensi data dalam pengambilan keputusan.
Melalui platform pembelajaran digital, karyawan di lokasi operasional maupun kantor pusat memiliki akses yang setara
terhadap materi pelatihan, pengembangan kepemimpinan, serta program kepatuhan. Sementara itu, integrasi sistem
manajemen kinerja memungkinkan evaluasi yang lebih objektif dan terdokumentasi.
Pendekatan ini memperkuat akuntabilitas tata kelola SDM dan mendukung kesiapan organisasi dalam menghadapi
dinamika industri yang semakin berbasis data.
The transformation of human resource management in 2025 was marked by the strengthening of an integrated digital
system through the implementation of the Darwinbox Information System and the Docebo Learning Management
System.
This digitalization not only simplifies employee administration but also enhances performance management
transparency, cross-location learning access, and data consistency in decision-making.
Through the digital learning platform, employees at both operational sites and the head office have equitable access to
training materials, leadership development, and compliance programs. Meanwhile, the integration of the performance
management system allows for more objective and documented evaluations.
This approach strengthens accountability of HR governance and supports organizational readiness in facing increasingly
data-driven industry dynamics.
11
Laporan Keberlanjutan 20
77 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 79
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karir Performance Appraisal and Career Developmen
[GRI 404-3] [GRI 404-3]
Sistem penilaian kinerja dirancang untuk memastikan The performance appraisal system is designed to ensure
kontribusi individu selaras dengan target organisasi individual contributions are aligned with organizational
sekaligus mendukung pengembangan kompetensi. targets while supporting competency development.
Evaluasi dilakukan secara transparan melalui kombinasi Evaluations are conducted transparently through
penilaian mandiri dan dialog one-on-one antara karyawan a combination of self-assessment and one-on-one
dan atasan sehingga kebutuhan pelatihan, kesiapan dialogues between employees and their supervisors,
promosi, dan perencanaan karier dapat diidentifikasi enabling the structured identification of training needs,
secara lebih terstruktur. promotion readiness, and career planning.
Sejak 2025, indikator kinerja di tingkat departemen Since 2025, department-level performance indicators
mulai memasukkan parameter ESG sebagai bagian have begun incorporating ESG parameters as part of
dari penguatan tata kelola dan akuntabilitas. Evaluasi strengthening governance and accountability. Evaluations
mencakup aspek keselamatan kerja (termasuk target cover occupational safety aspects (including zero-accident
nihil kecelakaan), efisiensi sumber daya—misalnya targets), resource efficiency—such as a 50% reduction in
pengurangan penggunaan kertas hingga 50% di tingkat paper usage at the corporate level—and regular business
korporat—serta perbaikan proses bisnis secara berkala. process improvements. This integration reinforces the
Integrasi ini menegaskan keterkaitan antara kinerja link between operational performance and sustainability
operasional dan komitmen keberlanjutan dalam sistem commitments within the Company’s management system.
manajemen Perseroan.
Pada 2025, ESSA juga memulai proyek pembaruan In 2025, ESSA also initiated a project to update the
Performance Management System yang ditargetkan Performance Management System, targeted for
terimplementasi penuh pada 2026. Pemanfaatan full implementation in 2026. The utilization of the
platform Darwinbox memperkuat konsistensi Darwinbox platform strengthens documentation
dokumentasi, ketertelusuran penilaian, dan integrasi consistency, assessment traceability, and the integration
data SDM lintas unit. Hasil evaluasi digunakan sebagai of HR data across units. Evaluation results serve as the
dasar keputusan promosi serta penyusunan program basis for promotion decisions and the formulation
pengembangan lanjutan melalui Learning Management of advanced development programs through the
System. Pelaksanaan tinjauan kinerja tahunan pada 2025 Learning Management System. The execution of annual
menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun performance reviews in 2025 showed an improvement
sebelumnya di seluruh kategori karyawan dan gender. compared to previous years across all employee categories
Pada tahun 2025, persentase karyawan yang menerima and genders. In 2025, the percentage of employees
tinjauan kinerja tahunan mencapai 98,51% untuk receiving annual performance reviews reached 98.51%
karyawan tetap laki-laki, 97,40% untuk karyawan tetap for permanent male employees, 97.40% for permanent
perempuan, 96,83% untuk karyawan kontrak laki-laki, female employees, 96.83% for male contract employees,
dan 100% untuk karyawan kontrak perempuan. Rincian and 100% for female contract employees. Further details
selengkapnya disajikan pada halaman XX. are presented on page XX.
78 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 80
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Remunerasi, Kesejahteraan, dan
Kesetaraan
Remuneration, Welfare, and Equality
Remunerasi Karyawan [POJK-F.20] [GRI 202-1, 405-2] Employee Remuneration [POJK-F.20] [GRI 202-1, 405-2]
Perseroan menerapkan kebijakan remunerasi yang The Company implements competitive and fair
kompetitif dan adil sebagai bagian dari pengelolaan remuneration policies as part of its long-term talent
talenta jangka panjang. Seluruh karyawan menerima upah management. All employees receive a base wage above the
pokok di atas standar Upah Minimum Provinsi (UMP) prevailing Provincial Minimum Wage (UMP) or Regional
atau Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku di Minimum Wage (UMR) standards in their respective
wilayah operasional masing-masing. Ringkasan besaran operational areas. A summary of the applicable minimum
upah minimum yang berlaku di wilayah tersebut selama wage levels in these regions during the reporting period
periode pelaporan disajikan pada tabel berikut. is presented in the following table.
Upah Minimum
Minimum Wages
Rata-rata di atas Catatan :
1. Untuk wilayah Jakarta, besaran upah minimum mengacu pada Upah
ketentuan upah minimum Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.
+30%
2. Untuk wilayah Banggai (BAP), Perseroan mengacu pada Upah Minimum
Kabupaten (UMK) Banggai dengan nominal yang setara dengan UMP
Sulawesi Tengah.
3. Untuk wilayah Palembang (PLP), Perseroan mengacu pada Upah Minimum
Kota (UMK) Palembang.
Notes :
1. For the Jakarta area, the minimum wage amount refers to the Provincial
Minimum Wage (UMP) of DKI Jakarta.
2. For the Banggai (BAP) area, the Company refers to the Banggai Regency
Minimum Wage (UMK), with a nominal value equivalent to the Central
Sulawesi Provincial Minimum Wage (UMP).
3. For the Palembang (PLP) area, the Company refers to the Palembang City
Minimum Wage (UMK).
Secara rata-rata, total kompensasi minimum, termasuk On average, the total minimum compensation, including
tunjangan tetap, berada sekitar 30% di atas ketentuan fixed allowances, is approximately 30% above government
regulasi pemerintah. Pendekatan ini mendukung daya regulatory requirements. This approach supports the
saing Perseroan dalam menarik dan mempertahankan Company’s competitiveness in attracting and retaining
talenta, sekaligus memperkuat kesejahteraan serta talent, while simultaneously strengthening employee
produktivitas karyawan. welfare and productivity.
Perseroan juga menerapkan prinsip kesetaraan remunerasi The Company also applies the principle of equal pay for
untuk pekerjaan dan jabatan yang setara (equal pay for equal work. The salary structure is determined based on
equal work). Struktur gaji ditetapkan berdasarkan jabatan, position, competency level, and performance, rather than
tingkat kompetensi, dan kinerja, bukan berdasarkan gender, as part of the commitment to non-discrimination
gender, sebagai bagian dari komitmen and equal opportunity. Any remuneration differences that
13
Laporan Keberlanjutan 20
79 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 81
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
non-diskriminasi dan kesetaraan kesempatan. Perbedaan appear at the aggregate level may be influenced by the
remunerasi yang muncul pada level agregat dapat distribution of roles, job levels, and job characteristics
dipengaruhi oleh distribusi peran, tingkat jabatan, dan within each function. [GRI 405-2]
karakteristik pekerjaan di masing-masing fungsi. [GRI 405-2]
Rincian tingkat upah terendah dibandingkan upah Details of the lowest wage level compared to the minimum
minimum serta rasio remunerasi berdasarkan gender wage, as well as the remuneration ratio by gender, can be
dapat dilihat pada halaman xx. found on page XX
Fasilitas dan Tunjangan Karyawan [GRI 401-2] Employee Facilities and Benefits [GRI 401-2]
Perseroan menyediakan fasilitas dan tunjangan karyawan The Company provides employee facilities and benefits
sebagai bagian dari dukungan kesejahteraan, kesehatan, as part of its support for welfare, health, and work
dan produktivitas kerja. Fasilitas dan tunjangan tersebut productivity. These facilities and benefits are provided to
diberikan kepada karyawan tetap maupun kontrak sesuai both permanent and contract employees in accordance
ketentuan Perseroan dan peraturan perundang-undangan with Company provisions and prevailing laws and
yang berlaku, termasuk pemenuhan perlindungan dasar regulations, including the fulfillment of basic protection
melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan through BPJS Kesehatan (Health Social Security) and
serta manfaat kesehatan lainnya. Selain itu, Perseroan BPJS Ketenagakerjaan (Employment Social Security), as
menyediakan berbagai fasilitas penunjang pekerjaan dan well as other health benefits. Additionally, the Company
kenyamanan karyawan, antara lain fasilitas komunikasi provides work-related and comfort facilities, including
untuk jabatan tertentu, program kepemilikan mobil, serta communication allowances for certain positions and a car
penyediaan fasilitas hunian (mess/camp) bagi karyawan ownership program. Details of the benefit facilities can be
di area operasional. found below.
Ketersediaan fasilitas dan tunjangan disesuaikan dengan The availability of facilities and benefits is adjusted to
kebutuhan operasional dan karakteristik lokasi kerja baik operational needs and the characteristics of the work
di kantor pusat maupun pabrik serta mempertimbangkan location both at the head office and the plant while
peran/jabatan, kondisi kerja, dan ketentuan Perseroan considering roles/positions, working conditions, and
yang berlaku. applicable company regulations.
80 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 82
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Fasilitas dan Tunjangan Karyawan Kantor Pusat Pabrik/Site
Employee Facilities and Benefits Head Office Factory/Site
Tunjangan Hari Raya
Religious Holiday Allowance
BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Hari Tua,
Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan
Pensiun)
National Health & Employment Insurance (Old Age Security,
Work Accident Insurance, Death Benefit, and Pension Insurance)
Tunjangan kesehatan (Rawat Jalan, Rawat Gigi, Kacamata, dan
Persalinan) serta Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Health Benefits (Outpatient, Dental, Glasses, Maternity) and
Routine Medical Check-up
Asuransi kesehatan (Medical Scheme - Inpatient)
Health Insurance (Medical Scheme - Inpatient) -
Program Kepemilikan Mobil
Car Ownership Program
Fasilitas Kebugaran
Fitness Facilities -
Fasilitas Makan Siang dan Malam bagi Karyawan
Lunch and Dinner Facilities for Employees -
Perayaan Ulang Tahun untuk Karyawan Setiap Bulan
Monthly Employee Birthday Celebration
Fasilitas transportasi berupa bus karyawan
Employee Bus Transportation Facility -
Mess untuk Karyawan Plant/Site
Dormitory for Plant/Site Employees -
Fasilitas Komunikasi berupa Telepon Genggam dan Pulsa untuk
Jabatan Tertentu
Communication Facility (Mobile Phone and Allowance for Certain
Positions)
15
Laporan Keberlanjutan 20
81 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 83
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Cuti Orang Tua [GRI 401-3] Parental Leave [GRI 401-3]
Perseroan menyediakan hak cuti orang tua sebagai bagian The Company provides parental leave entitlements as part
dari dukungan terhadap kesejahteraan karyawan dan of its support for employee welfare and work-life balance,
keseimbangan kerja–kehidupan, serta untuk memastikan as well as to ensure protection for employees during
perlindungan bagi karyawan pada fase penting keluarga. significant family phases. This policy is implemented in
Kebijakan ini diterapkan sesuai ketentuan peraturan accordance with prevailing laws and regulations, providing
perundang-undangan yang berlaku, yaitu 90 hari 90 days of maternity leave for female employees and 2
cuti melahirkan bagi karyawan perempuan dan 2 hari days of paternity leave for male employees. Employees
cuti pendampingan kelahiran bagi karyawan laki-laki. who exercise their leave entitlements are guaranteed the
Karyawan yang mengambil hak cuti dijamin dapat kembali right to return to their original positions without negative
ke posisi semula tanpa dampak negatif terhadap status impact on their status or career development.
maupun perkembangan karier.
Pada 2025, sebanyak 361 karyawan laki-laki dan 52 In 2025, a total of 361 male employees and 52 female
karyawan perempuan tercatat berhak atas cuti orang tua. employees were recorded as entitled to parental leave. Of
Dari jumlah tersebut, 22 karyawan laki-laki dan 2 karyawan that number, 22 male employees and 2 female employees
perempuan menggunakan hak cutinya. Tingkat kembali exercised their leave entitlements. The return-to-work
bekerja pada 2025 tercatat sebesar 50%, dengan satu rate in 2025 was recorded at 50%, with one employee
karyawan yang kembali bekerja setelah cuti. Sementara returning to work after leave. Meanwhile, the 12-month
itu, tingkat retensi 12 bulan setelah kembali bekerja retention rate after returning to work was recorded at
tercatat sebesar 100%. 100%.
Kinerja Cuti Orang Tua (2025)
Parental Leave Performance (2025)
Karyawan Berhak atas Cuti Orang Tua Karyawan yang Mengambil Cuti
Employees Entitled to Parental Leave Employees Who Took Parental Leave
361 22
Laki-laki / Male Laki-laki / Male
52 2
Perempuan / Female Perempuan / Female
Tingkat Retensi 12 Bulan Tingkat Kembali Bekerja
12-Month Retention Rate Return to Work Rate
100% 100%
Laki-laki / Male Laki-laki / Male
100% 50%
Perempuan / Female Perempuan / Female
82 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 84
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Praktik Ketenagakerjaan dan Hubungan
Industrial [POJK-F.19][GRI 2-23, 2-26, 2-30, 406-1, 407-1, 408-1, 409-1]
Labor Practices and Industrial Relations
Pengelolaan hubungan industrial merupakan bagian The management of industrial relations is an integral part
dari tata kelola ketenagakerjaan untuk menjaga of labor governance to maintain operational stability and
stabilitas operasional serta kepastian hak dan kewajiban the certainty of rights and obligations for all parties. Labor
para pihak. Praktik ketenagakerjaan dijalankan sesuai practices are conducted in accordance with prevailing
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip laws and regulations and the principles of respect for
penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia. Human Rights.
Perseroan memastikan tidak terdapat praktik pekerja anak The Company ensures that there are no practices of child
maupun kerja paksa dalam seluruh kegiatan operasional. labor or forced labor across all operational activities.
Kebebasan berserikat dijamin sesuai ketentuan hukum Freedom of association is guaranteed in accordance with
yang berlaku, meskipun pada periode pelaporan belum prevailing legal provisions, although during the reporting
terdapat serikat pekerja di lingkungan Perseroan. [POJK-F.19] period, there were no labor unions within the Company
[GRI 407-1, 408-1, 409-1] environment. [POJK-F.19] [GRI 407-1, 408-1, 409-1]
Hubungan kerja diatur melalui Peraturan Perusahaan Employment relationships are governed by the Company
periode 2024–2026 yang memuat ketentuan hak dan Regulations for the 2024–2026 period, which contain
kewajiban karyawan, kondisi kerja, serta tata tertib. Pada provisions on employee rights and obligations, working
2025, Kode Etik tingkat Grup disahkan sebagai pedoman conditions, and workplace rules. In 2025, the Group-level
etika yang mengatur standar perilaku profesional, Code of Conduct was ratified as an ethical guideline
pengelolaan benturan kepentingan, dan integritas di governing professional behavioral standards, conflict of
tempat kerja, berlaku bagi seluruh karyawan untuk interest management, and workplace integrity, applicable
memperkuat konsistensi penerapan kepatuhan. [GRI 2-23] to all employees to strengthen consistent compliance. [GRI
2-23]
Sebagai ruang dialog formal, Perseroan membentuk As a formal dialogue forum, the Company established
Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit yang mempertemukan the Bipartite Cooperation Institution (LKS), which brings
manajemen dan perwakilan karyawan untuk membahas together management and employee representatives
isu ketenagakerjaan secara berkala. Komunikasi juga to discuss labor issues periodically. Communication is
difasilitasi melalui Town Hall Meeting dan forum internal also facilitated through Town Hall Meetings and internal
di lokasi operasional. Mekanisme penanganan keluhan forums at operational sites. The grievance mechanism
tengah diperbarui agar terintegrasi dengan sistem is currently being updated to be integrated with the
pelaporan pelanggaran guna memastikan setiap laporan whistleblowing system, ensuring that every report is
ditangani secara independen dan menjaga kerahasiaan handled independently while maintaining whistleblower
pelapor. [GRI 2-26, 2-30] confidentiality. [GRI 2-26, 2-30]
Sepanjang 2025, tidak terdapat insiden diskriminasi yang Throughout 2025, there were no reported incidents
dilaporkan. Seluruh dinamika ketenagakerjaan dapat of discrimination. All labor dynamics were managed
dikelola melalui mekanisme internal tanpa eskalasi ke through internal mechanisms without escalation to legal
proses hukum. [GRI 406-1] proceedings. [GRI 406-1]
17
Laporan Keberlanjutan 20
83 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 85
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
[POJK-F.21][GRI 3-3]
Occupational Health and Safety (OHS)
Dalam industri energi dan kimia, pengelolaan kesehatan In the energy and chemical industry, occupational health
dan keselamatan kerja merupakan bagian yang and safety management is an integral part of operational
tidak terpisahkan dari keandalan operasional. ESSA reliability. ESSA implements a system-based prevention
menerapkan pendekatan pencegahan berbasis sistem, approach, regulatory compliance, and continuous
kepatuhan terhadap regulasi, serta pemantauan kinerja performance monitoring to create a safe, reliable, and
secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan kerja conducive working environment for all employees and
yang aman, andal, dan kondusif bagi seluruh karyawan other parties within the operational areas.
maupun pihak lain yang berada di area operasional.
Sistem Manajemen dan Pengendalian Risiko Management System and Risk Control [403-1, 403-2,
[403-1, 403-2, 403-4, 403-7, 403-8] 403-4, 403-7, 403-8]
ESSA menerapkan pengelolaan keselamatan dan ESSA implements integrated occupational health and
kesehatan kerja (K3) secara terintegrasi di seluruh unit safety (OHS) management across all operational units,
operasional, terutama pada aktivitas dengan tingkat risiko particularly for high-risk activities. This management
tinggi. Kerangka pengelolaan ini mengacu pada Sistem framework refers to the National Occupational Health and
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Safety Management System (SMK3) as per Government
Nasional sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Regulation No. 50 of 2012, as well as global standards
serta standar global Occupational Safety and Health from the Occupational Safety and Health Administration
Administration (OSHA 1910.119) mengenai Process Safety (OSHA 1910.119) regarding Process Safety Management
Management (PSM). [GRI 403-1] (PSM). [GRI 403-1]
Penerapannya didukung oleh pemanfaatan Sistem Its implementation is supported by the use of the
Informasi K3 (SIK3) sebagai platform digital untuk OHS Information System (SIK3) as a digital platform to
memantau indikator keselamatan dan mengelola monitor safety indicators and manage OHS programs in
program K3 secara lebih terstruktur dan real-time. Dalam a more structured and real-time manner. In controlling
pengendalian risiko operasional, ESSA juga menerapkan operational risks, ESSA also routinely applies the HIRADC
metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining
and Determining Control) secara rutin sebelum pekerjaan Control) method before work is executed, ensuring that
dilaksanakan, guna memastikan setiap potensi bahaya every potential hazard can be adequately identified,
dapat diidentifikasi, dinilai, dan dikendalikan secara assessed, and controlled. [GRI 403-2]
memadai. [GRI 403-2]
Selain memperkuat sistem dan pengendalian, Perseroan In addition to strengthening systems and controls,
juga membangun budaya pelaporan yang bersifat non- the Company fosters a non-punitive reporting culture.
punitif. Melalui pendekatan ini, karyawan didorong Through this approach, employees are encouraged to
untuk melaporkan kondisi tidak aman maupun kejadian openly report unsafe conditions and near-miss events.
near-miss secara terbuka. Praktik tersebut menjadi This practice is a vital part of incident prevention efforts
bagian penting dari upaya pencegahan insiden sekaligus and the strengthening of transparency in the workplace.
penguatan transparansi di lingkungan kerja. [GRI 403-4] [GRI 403-4] [POJK-F.1]
[POJK-F.1]
In 2025, the Company, through its subsidiary PAU,
Pada tahun 2025, Perseroan melalui entitas anak, PAU, continued to strengthen safety management through the
84 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 86
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
melalui resertifikasi ISO 45001 Occupational Health and ISO 45001 Occupational Health and Safety Management
Safety Management System serta penyusunan Dokumen System recertification and the preparation of the Major
Pengendalian Bahaya Besar (DPPB) sesuai ketentuan Hazard Control Document (DPPB) in accordance with
kementerian terkait. relevant ministerial regulations.
Penerapan standar K3 di ESSA dan entitas anak mencakup The implementation of OHS standards at ESSA and its
karyawan, kontraktor, serta tamu yang memasuki area subsidiaries covers employees, contractors, and guests
operasional. Setiap personel wajib mematuhi ketentuan entering operational areas. Every person is required
keselamatan dan mengikuti prosedur keamanan yang to comply with safety provisions and follow applicable
berlaku. Hingga akhir tahun 2025, 100% karyawan security procedures. By the end of 2025, 100% of
Perseroan telah tercakup dalam sistem manajemen K3. the Company’s employees were covered by the OHS
[GRI 403-8] management system. [GRI 403-8]
ESSA berupaya mencegah dan memitigasi dampak negatif ESSA strives to prevent and mitigate negative occupational
keselamatan dan kesehatan kerja yang terkait langsung health and safety impacts directly linked to its operational
dengan kegiatan operasionalnya melalui hubungan activities through business relationships, particularly with
bisnis, terutama dengan kontraktor dan penyedia jasa contractors and service providers working within the
yang bekerja di area operasional Perseroan. Risiko yang Company’s operational areas. Risks managed include
dikelola mencakup antara lain pekerjaan dengan potensi high-hazard activities such as hot work, working at
bahaya tinggi, seperti hot work, kerja di ketinggian, heights, confined spaces, the use of work equipment, and
confined space, penggunaan peralatan kerja, penggunaan exposure to hazardous materials or working conditions.
peralatan kerja, serta paparan bahan atau kondisi kerja To control these risks, the Company implements OHS
berbahaya. Untuk mengendalikan risiko tersebut, requirements in the procurement and contract execution
Perseroan menerapkan persyaratan K3 dalam proses processes, mandates safety inductions and compliance
pengadaan dan pelaksanaan kontrak, mewajibkan induksi with safe work procedures, and applies risk assessments
keselamatan dan kepatuhan terhadap prosedur kerja and work permit (Permit to Work) mechanisms before
aman, serta menerapkan penilaian risiko dan mekanisme tasks are carried out. The implementation of these
izin kerja sebelum pekerjaan dilaksanakan. Penerapan controls is supported by the HSE Index (Health, Safety,
pengendalian ini didukung oleh HSE Index (Health, and Environment Index), which includes guidelines for the
Safety, and Environment Index) yang memuat panduan use of Personal Protective Equipment (PPE), work permit
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), mekanisme izin mechanisms, and other safety protocols as references for
kerja, dan protokol keselamatan lainnya sebagai acuan safe work in the operational environment. The Company
kerja aman di lingkungan operasional. Perseroan juga also conducts periodic supervision and evaluation of
melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap partner compliance and may request corrective actions
kepatuhan mitra kerja serta dapat meminta tindakan or stop-work based on the risk level and materiality of
perbaikan hingga menghentikan pekerjaan sesuai findings if non-compliance is identified. [GRI 403-7]
tingkat risiko dan materialitas temuan apabila ditemukan
ketidaksesuaian. [GRI 403-7]
Pengembangan Kompetensi [GRI 403-5] [POJK-F.1] Competence Development [GRI 403-5] [POJK-F.1]
Sebagai bagian dari pengendalian risiko operasional dan As part of operational risk control and strengthening
penguatan budaya keselamatan, ESSA terus memperkuat the safety culture, ESSA continues to enhance the
kompetensi teknis karyawan di bidang K3. Sepanjang technical competence of its employees in the field of
tahun 2025, Perseroan menyelenggarakan 22 program OHS. Throughout 2025, the Company organized 22 OHS
pengembangan kompetensi K3 yang diikuti oleh 118 competency development programs attended by 118
karyawan dan difokuskan pada aspek-aspek kritikal employees, focusing on the following critical aspects:
sebagai berikut: • Advanced General Fire Management and emergency
• Advanced General Fire Management dan sistem response systems.
tanggap darurat. • Root Cause Analysis (RCA) to improve the effectiveness
• Root Cause Analysis (RCA) untuk meningkatkan of incident investigations.
efektivitas investigasi insiden . • Level 2 Instrumentation Technician Certification to
strengthen operational technical competence.
19
Laporan Keberlanjutan 20
85 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 87
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
• Sertifikasi Teknisi Instrumentasi Tingkat 2 untuk • HAZOP Leader Certification to prepare personnel
memperkuat kompetensi teknis operasional. capable of leading risk assessment processes.
• Sertifikasi HAZOP Leader guna menyiapkan personel • Management of Change (MOC) and Analysis of Safety
yang mampu memimpin proses penilaian risiko. and Operability (ASOB) to support risk management
• Management of Change (MOC) dan Analysis of Safety for every production process change.
and Operability (ASOB) untuk mendukung pengelolaan
risiko atas setiap perubahan proses produksi.
Sebagai bagian dari pendekatan terintegrasi untuk As part of an integrated approach to ensuring emergency
memastikan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, preparedness, during the reporting year, the Banggai
selama tahun pelaporan unit Banggai Ammonia Plant Ammonia Plant unit owned by the subsidiary PAU
milik entitas PAU melaksanakan 10 simulasi darurat yang conducted 10 emergency simulations, consisting of 6
terdiri atas 6 table top exercise dan 4 physical drill. Selain tabletop exercises and 4 physical drills. Additionally, ESSA
itu, ESSA juga melakukan sinkronisasi program dengan coordinated its programs with external parties, including
pihak eksternal, termasuk melalui kolaborasi dengan collaboration with representatives from local health
narasumber dari dinas kesehatan setempat dan institusi offices and other relevant institutions, to update OHS
terkait lainnya, guna memperbarui program K3 agar tetap programs to remain aligned with government standards.
selaras dengan standar pemerintah.
Kesehatan Karyawan dan Layanan Medis [GRI Employee Health and Medical Services [GRI 403-3,
403-3, 403-6] 403-6]
ESSA berupaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan ESSA strives to maintain the health and well-being of
karyawan melalui penyediaan layanan medis serta its employees through the provision of medical services
program promotif dan preventif yang dijalankan as well as consistently implemented promotive and
secara konsisten. Pada tahun 2025, seluruh karyawan preventive programs. In 2025, all employees had access
memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, yang to health services, supported by regular medical check-
didukung oleh pelaksanaan medical check-up (MCU) ups (MCU), health education, and referral mechanisms for
berkala, edukasi kesehatan, serta mekanisme rujukan bagi workers requiring further treatment.
pekerja yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Key initiatives implemented include:
Inisiatif utama yang dijalankan meliputi: • Medical Services and Health Facilities: ESSA provides
• Layanan medis dan fasilitas kesehatan: ESSA health services through internal medical facilities
menyediakan layanan kesehatan melalui fasilitas supported by healthcare professionals to serve
medis internal yang didukung tenaga kesehatan untuk employees, including providing consultations and
melayani karyawan, termasuk pemberian konsultasi medical follow-ups as needed.
dan tindak lanjut medis sesuai kebutuhan. • Periodic Health Examinations: All employees
• Pemeriksaan kesehatan berkala: Seluruh karyawan participated in MCUs during the reporting year.
mengikuti MCU selama tahun pelaporan. Hasil The examination results served as a basis for health
pemeriksaan digunakan sebagai dasar pemberian consultations, including the understanding of specific
konsultasi kesehatan, termasuk pemahaman atas medical conditions such as lipid and triglyceride levels
kondisi medis tertentu seperti kadar lipid dan requiring further attention.
trigliserida yang memerlukan perhatian lebih lanjut. • Health Promotion and Education: ESSA organized
• Promosi dan edukasi kesehatan: ESSA Health Talks through Toolbox Talk (TBT) sessions within
menyelenggarakan Health Talk melalui sesi Toolbox departments, regular distribution of health education
Talk (TBT) di departemen, distribusi materi edukasi materials, and knowledge-sharing sessions on specific
kesehatan secara berkala, serta sesi berbagi health issues, including the prevention of HIV/AIDS
pengetahuan mengenai isu kesehatan tertentu, and Tuberculosis (TB).
termasuk pencegahan HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TB). • Referrals for High-Risk Cases: For employees with
• Rujukan untuk kasus berisiko tinggi: Bagi karyawan indications of health conditions requiring further
dengan indikasi kondisi kesehatan yang memerlukan management, the Company provides a referral
penanganan lanjutan, Perseroan menyediakan mechanism to more appropriate healthcare facilities in
mekanisme rujukan ke fasilitas layanan kesehatan yang accordance with medical needs.
lebih memadai sesuai kebutuhan medis.
86 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 88
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
Melalui pendekatan tersebut, ESSA berupaya tidak Through this approach, ESSA seeks not only to provide
hanya menyediakan layanan kesehatan dasar, tetapi juga basic health services but also to increase workers’
meningkatkan pemahaman pekerja terhadap faktor risiko understanding of their health risk factors so that
kesehatannya sehingga penanganan dapat dilakukan interventions can be carried out earlier and more
lebih dini dan tepat. accurately.
Kinerja K3 ESSA (2023-2025) [POJK-F.21][GRI 403-9]
ESSA OHS Performance (2023–2025) [POJK-F.21][GRI 403-9]
0
Tingkat Total Insiden Tercatat
0Fatalitas
0
Cedera yang mengakibatkan
Total Recordable Injury Rate Fatality hilang waktu kerja
Lost Time Injury
6.300.000
Jam kerja aman untuk unit PLP
1.589.130
Jam kerja aman untuk unit BAP
(Palembang LPG Plant) (Banggai Ammonia Plant)
Safe working hours for PLP Safe working hours for BAP unit
(Palembang LPG Plant)unit (Banggai Ammonia Plant)
Selama periode 2023–2025, ESSA mempertahankan During the 2023–2025 period, ESSA maintained a strong
kinerja keselamatan kerja yang baik, tercermin dari occupational safety performance, reflected in a Total
Tingkat Total Insiden Tercatat (TRIR) sebesar 0 serta nihil Recordable Injury Rate (TRIR) of 0, with zero work-related
fatalitas akibat kerja dan cedera yang mengakibatkan fatalities and Lost Time Injuries (LTI). In line with this
hilang waktu kerja (LTI). Sejalan dengan capaian tersebut, achievement, by the end of 2025, the Palembang LPG
hingga akhir tahun 2025 unit Palembang LPG Plant (PLP) Plant (PLP) unit recorded 6,300,000 safe man-hours, and
mencatatkan 6.300.000 jam kerja aman dan unit Banggai the Banggai Ammonia Plant (BAP) unit recorded 1,589,130
Ammonia Plant (BAP) mencatatkan 1.589.130 jam kerja safe working hours. These achievements demonstrate the
aman. Capaian ini menunjukkan konsistensi Perseroan Company’s consistency in maintaining safety risk controls
dalam menjaga pengendalian risiko keselamatan di across all operational units.
seluruh unit operasional.
Keandalan penerapan aspek keselamatan dan kepatuhan The reliability of ESSA’s safety implementation and
operasional ESSA juga tercermin dari sejumlah apresiasi operational compliance is also reflected in several
yang diterima sepanjang 2025. ESSA meraih Gold Award accolades received throughout 2025. ESSA earned the
pada Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) Gold Award at the Indonesia Regulatory Compliance
2025 sebagai Notable Enterprise in Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2025 as a Notable Enterprise in Regulatory
di sektor minyak dan gas. Selain itu, unit operasional PAU Compliance in the oil and gas sector. Furthermore, the PAU
menerima penghargaan Patra Nirbhaya Karya Pratama operational unit received the 2025 Patra Nirbhaya Karya
2025 dari Kementerian ESDM atas capaian jam kerja Pratama Award from the Ministry of Energy and Mineral
aman, serta Piagam Penghargaan dari Bupati Ogan Ilir Resources (ESDM) for its safe man-hours achievement, as
atas partisipasi aktif Perseroan dalam penanggulangan well as a Certificate of Appreciation from the Regent of
kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berbagai apresiasi Ogan Ilir for the Company’s active participation in forest
tersebut memperlihatkan pengakuan eksternal atas and land fire (karhutla) management. These accolades
komitmen ESSA dalam menjaga keselamatan kerja, demonstrate external recognition of ESSA’s commitment
kepatuhan operasional, dan kontribusi terhadap to maintaining occupational safety, operational
keselamatan lingkungan sekitar. compliance, and contributions to environmental safety.
21
Laporan Keberlanjutan 20
87 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 89
Keterlibatan dan
Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and
Development
1
Laporan Keberlanjutan 20
88 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 90
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Pendekatan Pengembangan Masyarakat
[POJK-F.23, F.25][GRI 3-3, 413-1, 413-2]
Community Development Approach
ESSA menyadari bahwa keberlanjutan operasional ESSA recognizes that the company’s operational
Perseroan tidak terlepas dari hubungan yang harmonis sustainability is inseparable from harmonious relationships
dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional. with the communities surrounding its operational
Oleh karena itu, Perseroan menjalankan program areas. Therefore, the Company implements community
pengembangan masyarakat sebagai bagian dari tanggung development programs as part of its corporate social
jawab sosial perusahaan sekaligus komitmen terhadap responsibility and its commitment to responsible business
praktik bisnis yang bertanggung jawab. Program-program practices. These programs are developed based on initial
tersebut disusun berdasarkan pemetaan awal dan mapping and participatory communication with local
komunikasi partisipatif dengan pemangku kepentingan stakeholders, ensuring that their implementation remains
lokal sehingga pelaksanaannya diupayakan tetap relevan relevant to community needs and the operational context.
dengan kebutuhan masyarakat dan konteks wilayah [GRI 3-3, 413-1]
operasi. [GRI 3-3, 413-1]
Seiring dengan penguatan pendekatan tersebut, kegiatan In line with the strengthening of this approach, community
pengembangan masyarakat masih berkembang secara development activities continue to evolve gradually
bertahap, melalui kombinasi antara dukungan sosial through a combination of direct social support and
langsung dan inisiatif pemberdayaan ekonomi. Wilayah economic empowerment initiatives. ESSA’s fostered areas
binaan ESSA mencakup komunitas di sekitar area include communities around its operational sites, such as
operasional, antara lain Desa Sungai Rambutan dan Desa Sungai Rambutan Village and Talang Pangeran Ilir Village
Talang Pangeran Ilir di Provinsi Sumatera Selatan serta in South Sumatra Province, as well as operational areas
wilayah operasional di Kabupaten Banggai Luwuk, Provinsi in Banggai Luwuk Regency, Central Sulawesi Province. In
Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaannya, Perseroan its implementation, the Company coordinates with local
berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku governments and stakeholders, including supporting
kepentingan lokal, termasuk dalam mendukung kegiatan community social activities and addressing specific issues
sosial kemasyarakatan dan penanganan isu tertentu yang relevant to the local population.
relevan bagi masyarakat sekitar.
Secara tata kelola, komitmen tanggung jawab In terms of governance, the Company’s social
sosial Perseroan tercantum dalam Kode Etik dan responsibility commitment is enshrined in the Code of
dikoordinasikan melalui Gugus Tugas ESG serta Fungsi Conduct and coordinated through the ESG Task Force
Keberlanjutan yang dibentuk sejak 2023. Pelaksanaan and the Sustainability function established in 2023.
program CSR dikelola oleh penanggung jawab The implementation of CSR programs is managed by
yang ditunjuk pada masing-masing unit operasional untuk designated officers at each operational unit to ensure that
memastikan implementasi berjalan sesuai kebutuhan dan implementation aligns with the needs and characteristics
karakteristik wilayah masing-masing. of their respective regions.
ESSA juga memahami bahwa kegiatan operasional ESSA also understands that the company’s operational
Perseroan memiliki potensi dampak sosial, terutama activities have potential social impacts, particularly
yang berkaitan dengan interaksi dengan masyarakat regarding interactions with surrounding communities. To
sekitar. Untuk itu, Perseroan mengedepankan komunikasi this end, the Company prioritizes open communication
terbuka dan pendekatan persuasif sebagai bagian and persuasive approaches as part of its social risk
dari upaya mitigasi risiko sosial. Pada tahun 2024 dan mitigation efforts. In 2024 and 2025, there were no
2025, tidak terdapat keluhan masyarakat yang bersifat material community grievances or social disruptions that
material maupun gangguan sosial yang memengaruhi affected the company’s business continuity. [POJK-F.23][GRI
kelangsungan operasional perusahaan. [POJK-F.23][GRI 413-2] 413-2]
89 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 91
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan As part of its commitment to community safety and the
masyarakat dan ketahanan wilayah sekitar operasi, ESSA resilience of areas surrounding its operations, ESSA also
juga berpartisipasi dalam penanggulangan kebakaran participates in forest and land fire management (karhutla).
hutan dan lahan (karhutla). Pada tahun 2025, partisipasi In 2025, this participation received appreciation from the
ini memperoleh apresiasi dari Pemerintah Daerah yang Local Government, reflecting the Company’s contribution
mencerminkan kontribusi Perseroan dalam mendukung to supporting community resilience against environmental
ketahanan komunitas terhadap risiko lingkungan. Selain risks. Furthermore, the Company is also in the process of
itu, Perseroan juga tengah memperbarui mekanisme updating its grievance mechanism as part of its efforts
pengaduan sebagai bagian dari upaya memperkuat to strengthen open dialogue with communities and to
keterbukaan dialog dengan masyarakat serta memastikan ensure that all feedback can be addressed in a structured
setiap masukan dapat ditindaklanjuti secara terstruktur and accountable manner. Throughout 2025, there were
dan akuntabel. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat no significant community grievances reported, including
pengaduan masyarakat yang bersifat signifikan, termasuk those related to environmental aspects in the areas
yang berkaitan dengan aspek lingkungan hidup di sekitar surrounding the Company’s operations. [POJK-F.24]
wilayah operasional Perseroan. [POJK-F.24]
Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan berfokus In line with these efforts, the Company is focused on
menggeser paradigma dari sekadar bantuan sosial shifting its paradigm from merely providing social
menjadi pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi assistance to fostering community empowerment that
dengan rencana pembangunan pemerintah daerah. is integrated with local government development plans.
Melalui penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Through the signing of several Cooperation Agreements
Sama (PKS) dengan berbagai Organisasi Perangkat (PKS) with various Regional Government Agencies (OPD)
Daerah (OPD) Kabupaten Banggai pada 2025, ESSA of Banggai Regency in 2025, ESSA aligns its CSR programs
menyinkronkan program CSR agar lebih tepat sasaran, to ensure they are more targeted, measurable, and
terukur, dan berkelanjutan. Sinergi ini juga mencakup sustainable. This synergy also includes joint monitoring
mekanisme monitoring bersama untuk mencegah mechanisms to prevent any overlap in the use of regional
terjadinya tumpang tindih penggunaan dana APBD dan budget (APBD) funds and CSR funds.
dana CSR.
3
Laporan Keberlanjutan 20
90 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 92
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Kinerja Program Pengembangan
Masyarakat [POJK-F.25][GRI 413-1]
Community Development Program Performance
Program pengembangan masyarakat ESSA pada tahun ESSA’s community development programs in 2025 were
2025 dilaksanakan melalui entitas anak perusahaan, yaitu implemented through its subsidiary entities, namely PT
PT Panca Amara Utama (PAU) di Kabupaten Banggai Panca Amara Utama (PAU) in Banggai Regency and the
dan Palembang LPG Plant (PLP) di Kabupaten Ogan Palembang LPG Plant (PLP) in Ogan Ilir Regency. The
Ilir. Pelaksanaan program diarahkan untuk menjawab program implementation is directed toward addressing
kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional the needs of communities surrounding operational areas
secara lebih terstruktur dengan fokus pada penguatan in a more structured manner, focusing on strengthening
kemandirian ekonomi, peningkatan kualitas kesehatan economic independence, improving the quality of health
dan pendidikan, dukungan sosial, serta pemberdayaan and education, social support, and environment-based
berbasis lingkungan. Pada 2025, PAU merealisasikan empowerment. In 2025, PAU realized a social investment
investasi sosial sebesar Rp5.667.223.682, yang dikelola of Rp5,667,223,682, managed as part of the effort to
sebagai bagian dari upaya menciptakan dampak sosial create a more tangible and measurable social impact.
yang lebih nyata dan terukur.
Pemberdayaan Ekonomi [GRI 203-2] Economic Empowerment [GRI 203-2]
Mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui penguatan Encouraging local economic independence through the
kelembagaan ekonomi desa serta pengembangan usaha strengthening of village economic institutions, as well as
masyarakat di bidang pertanian, peternakan, perikanan, the development of community businesses in the fields
dan kegiatan usaha produktif lainnya. of agriculture, animal husbandry, fisheries, and other
productive business activities.
Penguatan Kelembagaan Bidang Peternakan Bidang Perikanan Bidang Pertanian
Ekonomi Desa Animal Husbandry Fishery Sector Agriculture Sectors
Strengthening of Village Sector
Economic Institutions
Untuk mendorong transformasi ekonomi desa, ESSA To drive rural economic transformation, ESSA strengthens
memperkuat kapasitas BUMDes sebagai penggerak the capacity of Village-Owned Enterprises (BUMDes)
ekonomi lokal. Program ini memungkinkan masyarakat as engines of the local economy. The program enables
mengelola komoditas unggulan secara mandiri dan communities to independently manage leading
membangun unit usaha yang kompetitif di pasar global, commodities and build globally competitive business
sehingga tercipta kemandirian ekonomi berkelanjutan units, fostering sustainable economic independence
yang melampaui ketergantungan pada sektor industri. beyond reliance on the industrial sector.
91 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 93
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
PT Panca Amara Utama - Banggai Ammonia Plant
Penguatan Kelembagaan Ekonomi Desa
Strengthening of Village Economic Institutions
ESSA mendukung penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi lokal di wilayah
operasional PT PAU. Dukungan ini tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan sarana usaha, tetapi juga melalui
peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan tata kelola bisnis, serta pendampingan pengembangan unit usaha
berbasis potensi desa. Fokus pengembangan diarahkan pada komoditas kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan
relevan dengan mata pencaharian masyarakat setempat.
Sepanjang 2025, dukungan tersebut diwujudkan melalui beberapa program, yaitu penyediaan modal kerja berupa
mesin pembuat kopra dan tungku arang batok kelapa bagi BUMDes di Desa Kayu Tanyo dan Uling, pelaksanaan
lokakarya dan bimbingan teknis bagi direktur BUMDes, studi banding bagi BUMDes berprestasi, pendampingan tata
kelola manajemen bisnis dan pengembangan unit usaha kelapa bagi 10 BUMDes.
Melalui rangkaian kegiatan ini, ESSA mendorong transformasi BUMDes dari sekadar penerima bantuan menjadi
lembaga usaha desa yang lebih mandiri, profesional, dan mampu membangun kolaborasi antarwilayah. Program ini
turut membuka peluang penguatan rantai nilai kelapa di tingkat desa. BUMDes didorong tidak hanya menjadi penyalur
hasil tani, tetapi juga mengembangkan usaha pengolahan dan diversifikasi produk turunan, seperti kopra putih dan
arang batok kelapa, termasuk pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk bernilai tambah.
ESSA supports the strengthening of Village-Owned Enterprises (BUMDes) as drivers of the local economy within PT
PAU’s operational areas. This support is provided not only through the provision of business facilities but also through
institutional capacity building, strengthening business governance, and mentoring the development of business units
based on village potential. The development focus is directed toward coconut commodities, which hold high economic
value and are relevant to the local community’s livelihoods.
Throughout 2025, this support was realized through several programs, namely the provision of working capital in the
form of copra processing machines and coconut shell charcoal kilns for BUMDes in Kayu Tanyo and Uling Villages, the
implementation of workshops and technical guidance for BUMDes directors, comparative studies for high-achieving
BUMDes, and business management governance mentoring for 10 BUMDes.
Through this series of activities, ESSA encourages the transformation of BUMDes from aid recipients into more
independent and professional village business institutions capable of building cross-regional collaborations. This
program also opens opportunities to strengthen the coconut value chain at the village level. BUMDes are encouraged
not only to act as distributors of agricultural products but also to develop processing businesses and diversify derivative
products, such as white copra and coconut shell charcoal, including the utilization of coconut waste into value-added
products.
2025
Program Highlights
1 2 3
2 10 291
BUMDes menerima dukungan BUMDes didampingi dalam Peserta mengikuti lokakarya
sarana usaha pengolahan kelapa pengembangan unit usaha direktur BUMDes
berbasis kelapa
BUMDes received support for BUMDes were mentored in Participants attended
coconut processing business developing coconut-based BUMDes directors' workshops.
business units.
4 5
10 & 10 20
Pengelola BUMDes dan kepala Pendamping desa mendapat
desa mengikuti pendampingan peningkatan kapasitas
teknis
BUMDes managers and village Village assistants received
heads participated in technical capacity building.
mentoring.
5
Laporan Keberlanjutan 20
92 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 94
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
1 2 3
2 Community Involvement and Development 10 291
BUMDes menerima dukungan BUMDes didampingi dalam Peserta mengikuti lokakarya
sarana usaha pengolahan kelapa pengembangan unit usaha direktur BUMDes
berbasis kelapa
BUMDes received support for BUMDes were mentored in Participants attended
coconut processing business developing coconut-based BUMDes directors' workshops.
business units.
4 5
30
10 & 10 20
Pengelola BUMDes dan kepala Pendamping desa mendapat
desa mengikuti pendampingan peningkatan kapasitas
teknis
BUMDes managers and village Village assistants received
heads participated in technical capacity building.
mentoring.
PT Panca Amara Utama - Banggai Ammonia Plant
Pengembangan Usaha Pertanian untuk Meningkatkan Produktivitas Masyarakat
Agricultural Business Development to Enhance Community Productivity
Program pertanian diarahkan untuk mendukung kelompok tani agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus
mengelola usaha tani secara lebih efisien, terencana, dan bernilai tambah. Sepanjang 2025, PT PAU merealisasikan
berbagai dukungan, antara lain penghargaan modal kerja bagi kelompok berprestasi, bantuan bahan baku dan alat
pengolahan pupuk organik, penyaluran sarana produksi pertanian, insentif bagi kelompok tani dan penyuluh pertanian,
serta kegiatan monitoring dan bimbingan teknis. Program ini turut mendukung penguatan aktivitas ekonomi kelompok
tani melalui peningkatan produktivitas, pengembangan usaha berbasis hasil pertanian, serta pemanfaatan potensi
lokal secara lebih terpadu.
The agricultural program is directed toward supporting farmer groups to increase productivity while managing farming
businesses more efficiently, systematically, and with higher added value. Throughout 2025, PT PAU realized various
forms of support, including working capital awards for high-achieving groups, assistance with raw materials and
organic fertilizer processing equipment, distribution of agricultural production facilities, incentives for farmer groups
and agricultural extension officers, as well as monitoring and technical guidance activities. This program also supports
the strengthening of farmer groups’ economic activities through productivity enhancement, the development of
businesses based on agricultural yields, and more integrated utilization of local potential.
2025
Program Highlights
1 2 3
10 32 ↑15%
Kelompok tani diperkuat melalui Penyuluh dan koordinator Peningkatan pendapatan dari
program mengikuti pelatihan sekitar 70% anggota kelompok
tani
Farmer groups were Extension officers and Increase in income for
strengthened through the coordinators participated in approximately 70% of farmer
program.facilities. training. group members.
4
↓10%
Penurunan biaya pengelolaan usaha berbasis pertanian karena subsidi pupuk organik
Reduction in agricultural business management costs due to organic fertilizer subsidies.
93 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 95
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
PT Panca Amara Utama - Banggai Ammonia Plant
Peningkatan Usaha Perikanan Masyarakat
Enhancement of Community Fisheries Businesses
Sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat PT PAU, ESSA menjalankan inisiatif penguatan usaha
perikanan di wilayah Kabupaten Banggai, termasuk di kawasan Pantai Pinus Moilong. Program ini diarahkan untuk
mendukung diversifikasi mata pencaharian masyarakat melalui pengembangan budidaya dan pengolahan hasil
perikanan, sekaligus memperkuat kapasitas kelompok nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal.
Pada tahun 2025, Perseroan menyalurkan bantuan sarana budidaya perikanan darat kepada 10 anggota Kelompok
Nelayan Pantai Pinus Moilong, menyediakan sarana pengolahan hasil perikanan bagi 4 kelompok penerima manfaat
di Kecamatan Nambo, Kintom, Toili, dan Toili Barat, serta menyelenggarakan bimbingan teknis pengelolaan usaha
perikanan bagi 60 peserta. Dukungan ini ditujukan untuk mendorong usaha perikanan yang lebih produktif, bernilai
tambah, dan dikelola secara lebih terukur.
As part of PT PAU’s community development program, ESSA implements initiatives to strengthen fisheries businesses in
the Banggai Regency area, including the Pantai Pinus Moilong coastal area. This program is directed toward supporting
the diversification of community livelihoods through the development of aquaculture and fishery product processing,
while simultaneously strengthening the capacity of local fisherman groups and fisheries entrepreneurs.
In 2025, the Company distributed inland aquaculture facility assistance to 10 members of the Pantai Pinus Moilong
Fisherman Group, provided fishery product processing facilities for 4 beneficiary groups in Nambo, Kintom, Toili, and
West Toili Districts, and organized technical guidance on fisheries business management for 60 participants. This
support is intended to encourage more productive, value-added, and managed in a more measurable manner.
2025
Program Highlights
1 2 3
10 4 60
Anggota kelompok nelayan Kelompok (40 orang) menerima Peserta mengikuti bimbingan
menerima bantuan sarana sarana pengolahan hasil teknis dan menerima sertifikat
budidaya perikanan darat perikanan Cara Pembenihan Ikan yang Baik
(CPIB)
Fisherman group members Groups (40 people) received Participants attended technical
received inland aquaculture fishery product processing guidance and received Good Fish
facility assistance. facilities. Hatchery Practice (CPIB)
certificates.
7
Laporan Keberlanjutan 20
94 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 96
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
PT Panca Amara Utama - Banggai Ammonia Plant
Dukungan pada Usaha Peternakan Masyarakat
Support for Community Animal Husbandry Businesses
Program peternakan diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha ternak masyarakat melalui bantuan sarana
usaha, pengolahan produk, serta peningkatan kapasitas kelompok. Dukungan ini mencakup pengembangan ternak
ayam, itik, dan kambing, bantuan peralatan pengolahan hasil peternakan, serta bimbingan teknis bagi kelompok ternak.
Pada 2025, program ini mendukung kelompok ternak agar mampu mengelola usaha secara lebih produktif dan bernilai
tambah. Selain meningkatkan hasil produksi utama, inisiatif ini juga mendorong pemanfaatan hasil samping ternak dan
penguatan keterampilan kelompok dalam pengelolaan usaha.
PT PAU supports the improvement of learning quality and the expansion of access to education within its operational
areas through various initiatives targeting students, educators, and learning facilities.
The animal husbandry program is directed toward supporting the development of community livestock businesses
through business facility assistance, product processing, and group capacity building. This support includes the
development of poultry (chicken and duck) and goat livestock, assistance with livestock product processing equipment,
and technical guidance for livestock groups.
In 2025, this program supported livestock groups to manage their businesses more productively and with higher
added value. In addition to increasing primary production yields, this initiative also encouraged the utilization of
livestock by-products and the strengthening of group skills in business management.
2025
Program Highlights
1 2
4 40
UMKM menerima bantuan Peserta mengikuti pelatihan
pengolahan produk. usaha ternak.
MSMEs received product Participants attended livestock
processing assistance. business training.
95 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 97
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Program Pendidikan [GRI 203-2] Education Program [GRI 203-2]
Perseroan berupaya meningkatkan akses pendidikan dan The Company strives to improve access to education and
kualitas sumber daya manusia di wilayah operasional the quality of human resources in its operational areas
melalui dukungan terhadap proses pembelajaran, through support for the learning process, strengthening
penguatan sarana pendidikan, peningkatan kapasitas educational facilities, enhancing the capacity of educators,
tenaga pendidik, serta pemberian bantuan pendidikan and providing educational assistance for students.
bagi peserta didik.
PT ESSA Industries Indonesia Tbk - Palembang LPG Plant
Akses Pendidikan dan Penguatan Kualitas Pembelajaran
Access to Education and Strengthening Learning Quality
PT PAU mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus perluasan akses pendidikan di wilayah operasional
melalui berbagai inisiatif yang menyasar peserta didik, tenaga pendidik, dan sarana belajar.
Pada tahun 2025, Perseroan menjalankan sejumlah program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan
secara holistik. Untuk meningkatkan akses pendidikan, Perseroan menyediakan dukungan transportasi sekolah di
Kecamatan Kintom dan desa sekitar melalui pengoperasian lima unit angkutan yang melayani 96 siswa setiap hari.
Inisiatif ini membantu memastikan akses ke sekolah yang lebih aman dan teratur sekaligus mengurangi beban biaya
harian orang tua.
Di sisi peningkatan kualitas pembelajaran, Perseroan memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui pelatihan yang
mencakup pembelajaran mendalam, pengelolaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta Pendidikan Holistik Berbasis
Karakter (PHBK). Selain itu, dukungan terhadap sarana pendidikan juga diberikan melalui penyediaan fasilitas PAUD
dan mebel sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan kondusif.
PT PAU juga mendorong keterlibatan langsung karyawan dalam dunia pendidikan melalui Program Sahabat Mengajar,
di mana karyawan ESSA berperan sebagai relawan pengajar untuk berbagi pengalaman dan wawasan industri kepada
siswa dan tenaga pendidik. Program ini menjangkau sembilan institusi pendidikan setara SMP dan SMA di wilayah
operasional serta berkontribusi dalam memperkenalkan dunia kerja sejak dini dan memperkaya proses pembelajaran
dengan perspektif praktis dari industri.
Secara keseluruhan, rangkaian inisiatif ini menunjukkan bahwa ESSA tidak hanya berfokus pada peningkatan akses,
tetapi juga kualitas dan relevansi pendidikan sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang terhadap pengembangan
sumber daya manusia di wilayah operasional.
PT PAU supports the improvement of learning quality and the expansion of access to education within its operational
areas through various initiatives targeting students, educators, and learning facilities.
In 2025, the Company implemented a number of programs designed to address educational needs in a holistic
manner. To improve access to education, the Company provided school transportation support in Kintom District and
surrounding villages by operating five transport units serving 96 students daily. This initiative helps ensure safer and
more reliable access to schools while also reducing the daily financial burden on parents.
In terms of enhancing learning quality, the Company strengthened the capacity of educators through training programs
covering deep learning methodologies, School Health Unit (UKS) management, and Holistic Character-Based Education
(PHBK). In addition, support for educational infrastructure was provided through the development of early childhood
education (PAUD) facilities and the provision of school furniture, creating a more conducive and appropriate learning
environment.
9
Laporan Keberlanjutan 20
96 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 98
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
PT PAU also promotes direct employee engagement in education through the Sahabat Mengajar (Teaching
Companions) Program, where ESSA employees serve as volunteer educators, sharing their knowledge and industry
experience with students and teachers. The program has reached nine junior and senior secondary-level institutions
within the operational area, contributing to early exposure to the world of work and enriching the learning process
with practical industry insights.
Overall, these initiatives demonstrate that ESSA’s commitment extends beyond improving access to education,
encompassing the quality and relevance of learning as part of its long-term contribution to human capital development
in its operational areas.
2025
Program Highlights
1 2 3
96 200 9
Siswa terlayani transportasi Guru mengikuti Institusi pendidikan dalam
sekolah setiap hari program pelatihan Program Sahabat Mengajar
Students supported with daily Teachers participated in Educational institutions
school transportation. training programs. participated in the Teaching.
4 5 4
6
3 160 ESSA
Batch pengajaran Sahabat Siswa dijangkau melalui Sahabat Karyawan ESSA sebagai
Mengajar Mengajar relawan pengajar
Teaching batches conducted Students reached through the ESSA employees engaged as
under the Teaching Volunteers Teaching Volunteers Program. volunteer teachers.
Program.
Rp100 Juta / IDR million 7 30 8
30 9
Dukungan sarana pendidikan Guru dan siswa menerima Mahasiswa dalam kegiatan
(PAUD & mebel sekolah) penghargaan KKN
Support for early childhood Teachers and students received University students participated
facilities and school furniture. awards. in the community service
program (KKN).
10
20
Siswa mendapatkan pelatihan welder di Balai Latihan Kerja
Students received welding training at the Job Training Center.
97 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 99
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
PT ESSA Industries Indonesia Tbk - Palembang LPG Plant
Dukungan Beasiswa untuk Keberlanjutan Pendidikan
Scholarship Support for Education Continuity
Di wilayah operasional Palembang LPG Plant, ESSA melanjutkan program beasiswa pendidikan yang telah berjalan
secara rutin sejak 2020. Program ini ditujukan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan bagi siswa berprestasi dari
keluarga pra-sejahtera di sekitar wilayah operasional.
Pada 2025, beasiswa diberikan kepada 8 siswa dari jenjang SD hingga SMK yang berasal dari Desa Sungai Rambutan dan
Talang Pangeran Ilir. Melalui program ini, Perseroan berupaya membantu penerima manfaat untuk tetap melanjutkan
pendidikan sekaligus mendorong semangat belajar dan pengembangan potensi generasi muda di sekitar wilayah
operasional.
In the Palembang LPG Plant operational area, ESSA continued its educational scholarship program, which has been
running consistently since 2020. This program is aimed at supporting educational continuity for high-achieving
students from underprivileged families surrounding the operational area.
In 2025, scholarships were awarded to 8 students ranging from elementary to vocational high school levels (SD to
SMK) from Sungai Rambutan and Talang Pangeran Ilir Villages. Through this program, the Company strives to assist
beneficiaries in continuing their education while fostering a spirit of learning and the development of the younger
generation’s potential in the vicinity of its operations.
2025
Program Highlights
1
8
Siswa jenjang SD hingga SMK menerima beasiswa
Students from elementary to vocational high school levels received scholarships.
11
Laporan Keberlanjutan 20
98 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 100
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Investasi Karakter untuk Generasi Masa Depan
Character Investment for Future Generations
Pelatihan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) yang didukung ESSA memberikan dampak nyata bagi tenaga
pendidik di Banggai. Salah satu penerima manfaat menyampaikan:
ESSA’s Holistic Character-Based Education (PHBK) training has created tangible impact for educators in Banggai.
One beneficiary shared:
“Alhamdulillah kami diberi kesempatan mengikuti “Alhamdulillah, we were given the opportunity to
pelatihan mengenai metode pengajaran holistik join a training on holistic, character-based teaching
berbasis karakter yang belum pernah kami methods that we had never received before. We
dapatkan sebelumnya. Ilmu ini akan kami transfer will pass this knowledge on to other teachers, so
ke guru-guru lain, agar generasi penerus kami our future generations can have stronger character
memiliki karakter dan motivasi yang lebih kuat di and motivation,” said Hujaima A. Samsudin, a
masa depan,” ujar Hujaima A. Samsudin, Guru TK kindergarten teacher at Al Khairat, Tolando Village,
Al Khairat Kelurahan Tolando, Kecamatan Batui. Batui District.
99 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 101
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Program Kesehatan Health Program
Program kesehatan berfokus pada peningkatan kualitas Health programs focus on improving community
kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, intervensi health quality through preventive efforts, nutritional
gizi, dan kolaborasi dengan otoritas kesehatan setempat. interventions, and collaboration with local health
authorities.
PT Panca Amara Utama - Banggai Ammonia Plant
Layanan dan Intervensi Kesehatan Masyarakat
Community Health Services and Interventions
Pada 2025, PAU melaksanakan berbagai inisiatif untuk mendukung kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional,
mulai dari pembangunan jamban di dua desa, pelatihan bagi 80 kader kesehatan dan kader posyandu, hingga
penyediaan alat medis dan bahan medis habis pakai (BMHP) untuk penanganan tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, balita
dan ibu hamil. Upaya ini juga mencakup intervensi peningkatan gizi bagi balita di wilayah prioritas melalui pemberian
makanan tambahan (PMT), pemeriksaan ibu hamil, hingga penyaluran insentif bagi tenaga medis di salah satu desa
untuk mendukung layanan kesehatan di tingkat komunitas.
In 2025, PAU implemented various initiatives to support community health around its operational areas, ranging from
the construction of latrines in two villages and training for 80 health and Posyandu (Integrated Healthcare Center)
volunteers, to the provision of medical equipment and disposable medical supplies (BMHP) for the management
of tuberculosis (TB), HIV/AIDS, toddlers, and pregnant women. These efforts also included nutritional enhancement
interventions for toddlers in priority areas through supplementary feeding (PMT), prenatal check-ups for pregnant
women, and the distribution of incentives for medical personnel in one of the villages to support community-level
health services.
2025
Program Highlights
1 2 3
80 56 Rp70 Juta / IDR million
Kader kesehatan mengikuti Balita menerima PMT Dukungan BMHP dan alat medis
pelatihan sebesar Rp 70jt untuk penanganan
isu kesehatan prioritas
Health volunteers participated Toddlers received supplementary Rp70 million in support for
in training. feeding (PMT). medical supplies and equipment
for priority health issues.
100 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 102
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
PT Panca Amara Utama - Banggai Ammonia Plant
Dukungan Layanan Kesehatan Dasar melalui Posyandu
Support for Basic Health Services through Posyandu
Sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat di wilayah operasional Palembang LPG Plant, ESSA memfasilitasi
kegiatan di 2 Posyandu di Desa Sungai Rambutan pada 2025 untuk mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan dasar, khususnya bagi ibu dan anak. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat
fungsi posyandu sebagai pelayanan kesehatan komunitas yang berperan dalam pemantauan kesehatan rutin dan
upaya promotif-preventif di sekitar wilayah operasional.
As part of the community health program in the Palembang LPG Plant operational area, ESSA facilitated activities at
two Integrated Healthcare Centers (Posyandu) in Sungai Rambutan Village in 2025 to support community access to
basic health services, particularly for mothers and children. This support is part of the Company’s efforts to strengthen
the function of Posyandu as a community health service that plays a role in routine health monitoring and promotive-
preventive efforts around the operational area.
Dukungan Infrastruktur [GRI 203-1, 413-1] Infrastructure Support [GRI 203-1, 413-1]
Perseroan turut mendukung pembangunan infrastruktur The Company supports infrastructure development for
bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional guna communities surrounding its operational areas to improve
meningkatkan konektivitas wilayah, kelancaran regional connectivity, transportation flow, and road user
transportasi, dan keselamatan pengguna jalan. Pada 2025, safety. In 2025, this support was realized through the
dukungan tersebut dilakukan melalui perbaikan jalan repair of a 3.1 km provincial road in Kompangan Hamlet,
provinsi sepanjang 3,1 km di Dusun Kompangan, Desa Uso, Uso Village, Batui District, located near PAU’s operational
Kecamatan Batui, yang berada di sekitar area operasional area. The work included compaction, embankment,
PAU. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemadatan, asphalt paving, and the construction of drainage systems,
penimbunan, pengaspalan, dan pembangunan saluran with a total assistance value of approximately IDR 1.7
drainase, dengan nilai bantuan sekitar Rp1,7 miliar. billion.
14
Laporan Keberlanjutan 20
101 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 103
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Bantuan Sosial dan Keagamaan Social and Religious Assistance
ESSA menyalurkan berbagai dukungan sosial ESSA distributes various forms of community social
kemasyarakatan di sekitar wilayah operasional, meliputi support around its operational areas, covering social and
bantuan sosial dan kebencanaan, bantuan sarana ibadah, disaster relief, assistance for houses of worship, cultural
kegiatan budaya, kepemudaan, peringatan hari nasional, activities, youth empowerment, national day celebrations,
serta kegiatan keagamaan. Inisiatif ini merupakan bagian and religious events. These initiatives are part of the
dari upaya Perseroan dalam menjaga hubungan yang Company’s efforts to maintain harmonious relationships
harmonis dengan masyarakat dan mendukung kegiatan with the community and support social activities in the
sosial kemasyarakatan di sekitar wilayah operasional. vicinity of its operations.
PT Panca Amara Utama
Banggai Ammonia Plant
Rp50 juta donasi gempa Palu Rp263,5 juta total dukungan kegiatan keagamaan dan sarana ibadah
Rp50 million in donations for the Palu earthquake relief. Rp263.5 million in total support for religious activities and houses of
worship.
9 masjid menerima bantuan sarana ibadah Rp180 juta bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu melalui
9 mosques received assistance for worship facilities. Yayasan Alwahdah
Rp180 million in educational assistance for underprivileged children
through the Alwahdah Foundation.
4 kegiatan budaya dan expo didukung di tingkat kecamatan dan Rp90 juta dukungan kegiatan kepemudaan dan peringatan Hari
provinsi Kemerdekaan
4 cultural activities and expos supported at the district and provincial Rp90 million in support for youth activities and Independence Day
levels. celebrations.
PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Palembang LPG Plant
255 paket sembako
255 basic food packages (sembako) distributed.
102 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 104
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Environment-Based Community Empowerment
Lingkungan [GRI 413-1] [GRI 413-1]
ESSA menjalankan berbagai inisiatif lingkungan berbasis ESSA implements various community-based environmental
masyarakat di sekitar wilayah operasional untuk initiatives around its operational areas to encourage
mendorong partisipasi warga dalam menjaga kualitas citizen participation in maintaining environmental quality
lingkungan sekaligus menciptakan manfaat sosial dan while creating social and economic benefits. This program
ekonomi. Program ini mencakup edukasi lingkungan, includes environmental education, the utilization of
pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan eco-friendly technologies, waste management, and the
sampah, serta rehabilitasi ekosistem pesisir sebagai rehabilitation of coastal ecosystems as part of efforts to
bagian dari upaya membangun praktik pengelolaan build more participatory and sustainable environmental
lingkungan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. management practices.
PT Panca Amara Utama - Banggai Ammonia Plant
Program TUKAR Pengelolaan Sampah dan Rehabilitasi
TUKAR Program Lingkungan
Waste Management and Environmental
Melalui Program TUKAR (Transformasi Karya untuk Ramah Melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Lingkungan), PAU memanfaatkan 2.374 ton sampah anorganik Banggai, PAU melaksanakan berbagai inisiatif pengelolaan
industri menjadi infrastruktur produktif bagi Kelompok Wanita Tani lingkungan, termasuk penanaman mangrove di Pantai Makakata,
Jaya Mendono. Program ini menghasilkan efisiensi biaya pengadaan Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, serta pengelolaan sampah
sebesar Rp53 Juta serta menghindari potensi dampak lingkungan rumah tangga melalui budidaya maggot di Desa Babang Buyange,
setara 11.862,21 kg CO2-eq. Kecamatan Kintom. Perseroan juga menyediakan sarana angkut
sampah guna mendukung sistem pengelolaan lingkungan yang
lebih tertata dan partisipatif.
Through the TUKAR Program, PAU utilized 2.374 tons of industrial In collaboration with the Banggai Regency Environmental Agency, PAU
inorganic waste into productive infrastructure for the Jaya Mendono implemented various environmental management initiatives,
Women Farmer Group. This program resulted in procurement cost including mangrove planting at Makakata Beach in Sisipan Subdistrict,
efficiencies of IDR 53 million and avoided potential environmental Batui District, as well as household waste management through
impacts equivalent to 11,862.21 kg CO2-eq. maggot cultivation in Babang Buyange Village, Kintom District. The
Company also provided waste transportation facilities to support a
more structured and participatory environmental management
system.
Rp 100.000.000 Rp 80.000.000
Dukungan untuk penanaman mangrove, dengan Dukungan pengelolaan sampah rumah tangga
total 2.500 bibit yang ditanam di Pantai Makakata, melalui maggot
Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui.
In support for mangrove planting, with a total of In support for household waste management through
2,500 seedlings planted at Makakata Beach, Sisipan maggot cultivation.
Subdistrict, Batui District.
Rp 40.000.000 2.374 ton
Bantuan sarana angkut sampah Sampah anorganik industri dimanfaatkan melalui
Program TUKAR
In assistance for waste transport facilities Tons of industrial inorganic waste utilized through the
TUKAR Program.
16
Laporan Keberlanjutan 20
103 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 105
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
Praktik Sosial pada Pemasok [GRI 2-6, 3-3, 204-1, 414-1, 414-2]
Social Practices in the Supply Chain
ESSA mengelola pemasok sebagai bagian dari tata ESSA manages its suppliers as part of sustainable
kelola operasional yang berkelanjutan untuk mendukung operational governance to support the smooth
kelancaran produksi LPG dan amoniak, termasuk production of LPG and ammonia, including fulfilling
pemenuhan kebutuhan barang, jasa teknis, logistik, the needs for goods, technical services, logistics, and
dan layanan operasional pendukung lainnya. Dalam other supporting operational services. In supply chain
pengelolaan rantai pasok, Perseroan menempatkan management, the Company views suppliers not only as
pemasok tidak hanya sebagai mitra operasional, tetapi operational partners but also as essential components in
juga sebagai bagian penting dalam menjaga keandalan maintaining operational reliability, production continuity,
operasi, kesinambungan produksi, dan penciptaan nilai and economic value creation. [GRI 2-6, 3-3]
ekonomi. [GRI 2-6, 3-3]
Perseroan memprioritaskan kemitraan dengan pemasok The Company prioritizes partnerships with local suppliers,
lokal, yaitu pemasok yang berasal dari Indonesia, sebagai defined as suppliers based in Indonesia, as part of its
bagian dari kontribusi terhadap perekonomian domestik contribution to the domestic economy while supporting
sekaligus untuk mendukung ketahanan rantai pasok. supply chain resilience. In 2025, local suppliers accounted
Pada tahun 2025, pemasok lokal mencapai 84% dari total for 84% of the Company’s total vendor base, reflecting
jumlah vendor Perseroan, mencerminkan komitmen ESSA ESSA’s commitment to strengthening the participation of
dalam memperkuat keterlibatan pelaku usaha Indonesia Indonesian businesses in its supply chain. This approach
dalam rantai pasok. Pendekatan ini sejalan dengan is aligned with national policy directions related to
arah kebijakan nasional terkait peningkatan Tingkat increasing Domestic Component Level (TKDN), which
Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mendorong promote greater local content in the energy and chemical
penguatan kandungan lokal dalam rantai pasok sektor sector supply chains. The engagement of local suppliers
energi dan kimia. Keterlibatan pemasok lokal juga also enables the Company to shorten distribution
membantu Perseroan memperpendek jalur distribusi, channels, reduce dependence on imported supplies, and
mengurangi ketergantungan pada pasokan impor, serta minimize potential disruptions from global logistics that
meminimalkan potensi gangguan logistik global yang could affect operational stability. [GRI 204-1]
dapat memengaruhi stabilitas operasional. [GRI 204-1]
Pembelian dari
Pemasok Lokal
2025
84,3% (682 vendor)
Procurement from
Local Suppliers 2024 88,9% 2023 84%
(601 vendor) (637 vendor)
Sejalan dengan itu, ESSA menerapkan proses pengadaan In line with this, ESSA implements procurement processes
yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, that prioritize the principles of transparency, accountability,
dan evaluasi kinerja pemasok secara terukur. Pemilihan and measurable supplier performance evaluation. The
dan pengelolaan pemasok dilakukan melalui proses selection and management of suppliers are conducted
seleksi berbasis kualifikasi dan kompetensi, evaluasi atas through a qualification- and competency-based selection
pelaksanaan kontrak, kepatuhan terhadap peraturan process, evaluation of contract performance, compliance
perundang-undangan yang berlaku, serta penerapan with prevailing laws and regulations, and the application
104 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 106
Keterlibatan dan Pengembangan Masyarakat
Community Involvement and Development
prinsip etika usaha yang mengacu pada Kode Etik. Melalui of business ethics principles referencing the Group’s
pendekatan ini, Perseroan berupaya memastikan bahwa Code of Conduct. Through this approach, the Company
pemasok tidak hanya memenuhi persyaratan teknis dan strives to ensure that suppliers not only meet technical
kualitas, tetapi juga menjalankan praktik usaha yang and quality requirements but also execute responsible
bertanggung jawab. business practices.
Sebagai bagian dari praktik pengadaan tersebut, As part of these procurement practices, ESSA also
ESSA juga mengintegrasikan pertimbangan sosial dan integrates social considerations and legal compliance into
kepatuhan hukum dalam proses evaluasi pemasok. the supplier evaluation process. This assessment covers
Penilaian ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi compliance with labor regulations, business legality
ketenagakerjaan, legalitas usaha dan perizinan, komitmen and licensing, commitment to occupational safety, and
terhadap keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap adherence to business ethics principles. [GRI 414-1]
prinsip etika usaha. [GRI 414-1]
Apabila ditemukan ketidaksesuaian terhadap persyaratan In the event of non-compliance with contractual
kontraktual atau regulasi yang berlaku, Perseroan requirements or prevailing regulations, the Company
melakukan tindak lanjut melalui mekanisme pengawasan takes follow-up actions through oversight mechanisms
dan tindakan korektif sebagai bagian dari fungsi audit and corrective actions as part of the internal audit function.
internal. Tindak lanjut tersebut dapat berupa klarifikasi These follow-up actions may include clarifications to the
kepada pemasok, permintaan perbaikan dalam jangka supplier, requests for improvements within a specified
waktu tertentu, pemantauan atas pelaksanaan perbaikan, timeframe, monitoring of the implementation of such
serta evaluasi ulang terhadap kelayakan kerja sama. improvements, and re-evaluation of cooperation eligibility.
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat penghentian Throughout 2025, there were no contract terminations
kontrak dengan pemasok akibat ketidakpatuhan terhadap with suppliers due to non-compliance with the social and
kriteria sosial dan kepatuhan yang ditetapkan Perseroan. compliance criteria established by the Company. [GRI 414-2]
[GRI 414-2]
18
Laporan Keberlanjutan 20
105 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 107
Tata Kelola Perusahaan
yang Baik
Good Corporate Governance
1
Laporan Keberlanjutan 20
106 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 108
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Good Corporate Governance
ESSA berkomitmen menerapkan tata kelola perusahaan ESSA is committed to implementing Good Corporate
yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai Governance (GCG) as the primary foundation for its
landasan utama dalam menjalankan kegiatan usaha. business activities. The implementation of GCG refers to
Penerapan tata kelola tersebut mengacu pada pedoman prevailing guidelines and standards, including the updated
dan standar yang berlaku, termasuk pembaruan Pedoman Indonesia Corporate Governance General Roadmap
Umum Tata Kelola Perusahaan Indonesia (PUGKI), yang (PUGKI), which emphasizes ethical behavior, responsibility,
menekankan perilaku etis, tanggung jawab, keterbukaan, transparency, and sustainability. In its implementation,
dan keberlanjutan. Dalam implementasinya, ESSA terus ESSA continues to strengthen the effective relationship
memperkuat hubungan yang efektif antara fungsi between management and oversight functions to ensure
pengelolaan dan pengawasan agar proses pengambilan an accountable and transparent decision-making process
keputusan berlangsung secara akuntabel, transparan, dan that aligns with the long-term interests of the Company
selaras dengan kepentingan jangka panjang Perseroan and its stakeholders. [GRI 2-23]
serta para pemangku kepentingan. [GRI 2-23]
Struktur Tata Kelola [GRI 2-9] Governance Structure [GRI 2-9]
Struktur tata kelola ESSA terdiri atas Rapat Umum ESSA’s governance structure consists of the General
Pemegang Saham (RUPS) sebagai organ tertinggi, Dewan Meeting of Shareholders (GMS) as the highest governing
Komisaris, dan Direksi. Dewan Komisaris menjalankan body, the Board of Commissioners, and the Board of
fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan kinerja Direksi, Directors. The Board of Commissioners performs the
sementara Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan oversight function over the Board of Directors’ policies and
operasional dan implementasi strategi bisnis. Dewan performance, while the Board of Directors is responsible
Komisaris dan Direksi secara berkala juga melakukan for operational management and the implementation of
pembahasan atas kinerja operasional, pengelolaan business strategies.
risiko, kepatuhan terhadap regulasi, serta perkembangan
implementasi inisiatif keberlanjutan.
Pada tahun 2025, ESSA juga memperkuat keberagaman In 2025, ESSA also strengthened diversity within its
dalam struktur tata kelola melalui pengangkatan Bafna governance structure through the appointment of Bafna
Laroya sebagai anggota Dewan Komisaris. Kehadiran Laroya as a member of the Board of Commissioners.
komisaris perempuan ini mencerminkan komitmen The presence of this female commissioner reflects the
Perseroan untuk mendorong tata kelola yang semakin Company’s commitment to promoting more inclusive
inklusif serta memperkaya perspektif dalam proses governance and enriching perspectives in the oversight
pengawasan dan pengambilan keputusan strategis. and strategic decision-making processes
107 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 109
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Sampai dengan akhir bulan Desember 2025, tercatat profil struktur tata kelola ESSA sebagai berikut:
As of the end of December 2025, the governance structure profile of ESSA is recorded as follows:
Jumlah Anggota Dewan Komisaris Independen: Jumlah Anggota Direksi:
Komisaris: 6 orang 2 orang 4 orang
Total Members of the Board Independent Commission- Total Members of the Board
of Commissioners: ers: 2 persons of Directors:
6 persons 4 persons
Dewan Komisaris
Direksi
Komisaris Indenpenden
Rincian terkait struktur dan
komposisi Dewan Komisaris dan
Komposisi Gender Dewan Komposisi Gender Direksi:
Komisaris: 16,7% Perem- 100% Laki-Laki Direksi dapat dilihat pada Laporan
puan, 83,3% Laki-Laki Gender Composition of the Tahunan 2025. [GRI 405-1]
Gender Composition of the Board of Directors: 100%
Board of Commissioners: Male Further details regarding the
16.7% Female, 83.3% Male
structure and composition of the
Board of Commissioners and the
Komposisi Komposisi Board of Directors can be found in
Gender Dewan Gender Direksi the 2025 Annual Report.
Nominasi, Remunerasi, dan Kinerja Badan Nomination, Remuneration, and Performance
Tata Kelola [GRI 2-10, 2-17, 2-18, 2-19, 2-20, 2-21] of the Governance Body [GRI 2-10, 2-17, 2-18, 2-19, 2-20, 2-21]
ESSA menerapkan fungsi nominasi dan remunerasi ESSA implements nomination and remuneration
bagi Dewan Komisaris dan Direksi sebagai bagian dari functions for the Board of Commissioners and Directors
tata kelola perusahaan yang baik. Pelaksanaan fungsi as an integral part of its good corporate governance.
tersebut dilakukan langsung oleh Dewan Komisaris tanpa These functions are carried out directly by the Board of
membentuk komite khusus, dengan mengacu pada Commissioners without forming a specific committee,
Pedoman Fungsi Nominasi dan Remunerasi. guided by the Nomination and Remuneration Function
Guidelines.
Dalam menjalankan fungsi nominasi, Dewan Komisaris In performing the nomination function, the Board
menetapkan kebijakan terkait komposisi, kriteria, dan of Commissioners establishes policies regarding the
proses nominasi bagi anggota Dewan Komisaris dan composition, criteria, and nomination process for
Direksi. Dewan Komisaris juga melakukan evaluasi kinerja members of the Board of Commissioners and Directors.
serta menyusun usulan calon yang akan disampaikan The Board of Commissioners also conducts performance
melalui mekanisme RUPS sesuai ketentuan yang berlaku. evaluations and prepares candidate proposals to be
presented through the GMS mechanism in accordance
with prevailing regulations.
Sementara itu, dalam fungsi remunerasi, ESSA menerapkan Meanwhile, regarding the remuneration function,
kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi ESSA implements remuneration policies for the Board
dengan mempertimbangkan kinerja, tanggung jawab, of Commissioners and Directors by considering the
serta kontribusi masing-masing anggota terhadap performance, responsibilities, and contributions of each
pencapaian tujuan Perseroan. Kebijakan ini dirancang member toward achieving the Company’s objectives. This
3
Laporan Keberlanjutan 20
108 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 110
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
untuk mendukung akuntabilitas kepemimpinan policy is designed to support leadership accountability
dan selaras dengan ketentuan yang berlaku. Dalam and align with applicable regulations. In this process,
prosesnya, Dewan Komisaris memberikan rekomendasi the Board of Commissioners provides recommendations
terkait remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi regarding the remuneration of the Board of
untuk selanjutnya diajukan melalui mekanisme RUPS. Commissioners and Directors, which are subsequently
Berdasarkan keputusan RUPS Tahunan, kewenangan submitted through the GMS mechanism. Based on the
untuk menetapkan gaji, honorarium, dan/atau tunjangan resolution of the Annual GMS, the authority to determine
bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi juga dapat salaries, honorarium, and/or allowances for members of
didelegasikan kepada Dewan Komisaris. the Board of Commissioners and the Board of Directors
may also be delegated to the Board of Commissioners.
Sebagai bagian dari tata kelola tersebut, Perseroan As part of this governance framework, the Company
menerapkan evaluasi kinerja secara berkala terhadap conducts periodic performance evaluations on the
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab badan tata execution of duties and responsibilities of the governance
kelola. Penilaian ini mencakup pencapaian kinerja, body. This assessment covers performance achievement,
tanggung jawab jabatan, kontribusi terhadap arah job responsibilities, contributions to the Company’s
strategis Perseroan, serta efektivitas kepemimpinan dalam strategic direction, and leadership effectiveness in
mengelola risiko, menjaga kepatuhan terhadap regulasi, managing risks, maintaining regulatory compliance, and
dan mendukung penerapan prinsip keberlanjutan. Dalam supporting the implementation of sustainability principles.
praktiknya, pemegang saham menilai pelaksanaan tugas In practice, shareholders assess the performance of the
dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi melalui duties and responsibilities of the Board of Commissioners
mekanisme RUPS, sementara Direksi juga melakukan and the Directors through the GMS mechanism, while
penilaian kinerja secara mandiri berdasarkan kriteria yang Directors also conduct self-performance assessments
disepakati secara kolektif. based on collectively agreed criteria.
Manajemen Risiko dan Pengendalian Internal Risk Management and Internal Control
[GRI 2-14, 2-25, 2-26] [POJK-E.3] [GRI 2-14, 2-25, 2-26] [POJK-E.3]
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, ESSA In conducting its operational activities, ESSA faces various
menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi risks that may affect the effectiveness of operational
efektivitas pengendalian operasional, keandalan controls, reporting reliability, and compliance with
pelaporan, serta kepatuhan terhadap peraturan yang prevailing regulations. To adress this, the Company
berlaku. Untuk itu, Perseroan menerapkan sistem implements a risk management system reinforced
manajemen risiko yang diperkuat oleh pengendalian by internal controls to identify, prevent, and mitigate
internal guna mengidentifikasi, mencegah, dan memitigasi potential risks in a structured manner.
potensi risiko secara terstruktur.
Oversight of risk management implementation is carried
Pengawasan atas penerapan manajemen risiko dilakukan out by the Board of Commissioners as the highest
oleh Dewan Komisaris sebagai badan tata kelola tertinggi, governance body, supported by committees under its
dengan dukungan komite-komite di bawahnya sesuai supervision in accordance with applicable provisions.
ketentuan yang berlaku. Dewan Komisaris memastikan The Board of Commissioners ensures that the Board
bahwa Direksi menerapkan sistem manajemen risiko yang of Directors implements an adequate and effective
memadai, efektif, dan selaras dengan profil risiko serta risk management system aligned with the Company’s
strategi jangka panjang Perseroan. Sementara itu, Direksi risk profile and long-term strategy. Meanwhile, the
bertanggung jawab atas implementasi manajemen risiko Board of Directors is responsible for implementing risk
dalam kegiatan operasional, termasuk pengintegrasian management in operational activities, including the
risiko ekonomi, lingkungan, sosial, serta risiko operasional integration of economic, environmental, and social risks,
dan pasar ke dalam proses perencanaan bisnis dan as well as operational and market risks, into business
pengambilan keputusan strategis. Pada tahun 2025, planning and strategic decision-making processes. In
Perseroan telah melakukan identifikasi awal atas berbagai 2025, the Company conducted an initial identification of
risiko tersebut. [GRI 2-12] these various risks. [GRI 2-12]
109 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 111
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Efektivitas sistem manajemen risiko dievaluasi secara The effectiveness of the risk management system is
berkala melalui laporan manajemen kepada Dewan periodically evaluated through management reports to
Komisaris, tinjauan atas hasil audit internal, serta the Board of Commissioners, reviews of internal audit
pembahasan risiko strategis dalam rapat Direksi dan results, and discussions of strategic risks in meetings of
Dewan Komisaris. Pendekatan ini menegaskan bahwa the Board of Directors and the Board of Commissioners.
risiko dikelola tidak secara reaktif, melainkan sebagai This approach confirms that risks are managed proactively
bagian dari tata kelola yang proaktif dan terstruktur. and structurally rather than reactively.
Dalam penerapannya, pengelolaan risiko dilakukan In its application, risk management is conducted through
melalui tiga tingkat. Pertama, unit kerja operasional three levels. First, operational business units identify
mengidentifikasi dan mengendalikan risiko dalam and control risks in daily activities. Second, the Legal,
aktivitas sehari-hari. Kedua, fungsi Legal, Compliance, dan Compliance, and relevant management functions provide
manajemen terkait memberikan panduan, melakukan guidance, conduct monitoring, and ensure compliance
pemantauan, serta memastikan kesesuaian dengan with regulations and internal policies. Third, Internal
regulasi dan kebijakan internal. Ketiga, Audit Internal Audit assesses the effectiveness of internal controls and
menilai efektivitas pengendalian internal dan manajemen risk management, reporting the results to the Board
risiko, serta melaporkan hasilnya kepada Direksi dan of Directors and the Board of Commissioners. Cross-
Dewan Komisaris. Koordinasi lintas fungsi, termasuk functional coordination, including with the ESG Task
dengan Gugus Tugas ESG, turut mendukung pengelolaan Force, further supports the integrated management of
risiko keberlanjutan secara terintegrasi. [GRI 2-13] sustainability risks. [GRI 2-13]
Sepanjang 2025, ESSA mulai memperkuat sistem Throughout 2025, ESSA began strengthening its internal
pengendalian internal melalui penguatan kontrol control system through enhanced operational controls and
operasional dan digitalisasi proses bisnis. Inisiatif the digitalization of business processes. This initiative is
ini diarahkan untuk mendukung pengelolaan risiko directed toward supporting operational risk management,
operasional, kepatuhan terhadap regulasi, serta keamanan regulatory compliance, as well as information security and
informasi dan perlindungan data. Penerapan sistem digital data protection. The implementation of digital systems
juga terus didorong guna meningkatkan transparansi, continues to be encouraged to improve transparency,
efisiensi, dan ketepatan pengambilan keputusan. [GRI 2-24] efficiency, and the accuracy of decision-making. [GRI 2-24]
5
Laporan Keberlanjutan 20
110 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 112
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Etika Bisnis
Business Ethics
Etika bisnis merupakan landasan penting bagi Perseroan Business ethics serve as a vital foundation for the Company
dalam menjalankan kegiatan usaha secara profesional, in conducting its business activities professionally, with
berintegritas, dan bertanggung jawab. Perseroan integrity, and responsibly. The Company implements a
menerapkan Kode Etik sebagai acuan bagi seluruh Code of Conduct as a reference for all corporate organs,
organ Perseroan, termasuk Dewan Komisaris, Direksi, including the Board of Commissioners, the Board of
manajemen, dan karyawan, dalam menjalankan aktivitas Directors, management, and employees, in carrying out
bisnis sesuai dengan nilai-nilai perusahaan serta prinsip business activities in accordance with corporate values
tata kelola yang baik. and good governance principles.
Penerapan etika bisnis dilakukan untuk memastikan The implementation of business ethics ensures that all
seluruh kegiatan usaha dilaksanakan secara etis, business activities are carried out ethically, transparently,
transparan, dan akuntabel, dengan tetap mematuhi and accountably, while remaining compliant with
peraturan perundang-undangan yang berlaku prevailing laws and regulations and considering the
serta memperhatikan kepentingan para pemangku interests of stakeholders. In this regard, the code of
kepentingan. Dalam hal ini, kode etik digunakan sebagai conduct is used as a guideline in building professional
pedoman dalam membangun hubungan profesional relationships with stakeholders.
dengan pemangku kepentingan.
Kode Etik [GRI 2-15] Code of Conduct [GRI 2-15]
Integritas merupakan pondasi utama dalam sistem tata Integrity is the primary foundation of ESSA’s governance
kelola ESSA. Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan system. The Company believes that business sustainability
usaha hanya dapat dijalankan secara konsisten apabila can only be consistently maintained if supported by
didukung oleh standar perilaku yang jelas, kepatuhan clear behavioral standards, legal compliance, and a work
terhadap hukum, serta budaya kerja yang menjunjung culture that upholds business ethics.
tinggi etika bisnis.
Komitmen etika bisnis ESSA dituangkan dalam Kode Etik ESSA’s commitment to business ethics is articulated
yang berlaku bagi Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh in the Code of Conduct, which applies to the Board of
karyawan di lingkungan Grup ESSA. Dokumen ini menjadi Commissioners, the Board of Directors, and all employees
rujukan utama dalam menjalankan aktivitas usaha sehari- within the ESSA Group. This document serves as the
hari, pengambilan keputusan, serta interaksi dengan primary reference for daily business activities, decision-
pemangku kepentingan. making, and interactions with stakeholders.
111 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 113
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Kode Etik [GRI 2-15]
Code of Conduct [GRI 2-15]
Internalisasi Nilai EPIC: 403 karyawan mengikuti program internalisasi nilai etika, termasuk jajaran Direksi.
Internalization of EPIC Values: 403 employees participated in the ethical values internalization program, including the
01
Board of Directors
Pelatihan Budaya & Etika: 25 batch pelatihan dilaksanakan sepanjang tahun.
Culture & Ethics Training: 25 training batches were conducted throughout the year.
02
Status Kode Etik: Disahkan pada akhir 2025 dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026.
Code of Conduct Status: Ratified in late 2025 and effective as of January 1, 2026.
03
Kepatuhan Kode Etik: 100% karyawan menandatangani pernyataan kepatuhan Kode Etik sebagai
komitmen tahunan EPICers.
Code of Conduct Compliance: 100% of employees signed the Code of Conduct compliance statement as an annual
commitment of "EPICers".
04
Whistleblowing System (WBS): Dalam tahap pengembangan sebagai kanal pelaporan pelanggaran yang
aman dan rahasia, dengan implementasi ditargetkan pada 2026.
Whistleblowing System (WBS): Under development as a secure and confidential violation reporting channel, with
implementation targeted for 2026.program, including the Board of Directors
05
Pengawasan Integritas: Dilaksanakan oleh Ethics & Compliance Committee (ECC) yang bertanggung
jawab langsung kepada Presiden Direktur & CEO.
Integrity Oversight: Carried out by the Ethics & Compliance Committee (ECC), which reports directly to the President
Director & CEO.
06
Penghargaan Kepatuhan: Gold Award pada Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2025.
Compliance Award: Gold Award at the 2025 Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA)
07
7
Laporan Keberlanjutan 20
112 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 114
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Pada tahun 2025, ESSA mengesahkan Kode Etik tingkat In 2025, ESSA ratified a Group-level Code of Conduct as
Grup sebagai kebijakan etika terpadu yang berlaku a unified ethical policy applicable across all subsidiaries.
di seluruh entitas anak. Penyelarasan ini bertujuan This alignment aims to ensure consistent standards of
memastikan standar perilaku dan kepatuhan yang behavior and compliance throughout all levels of the
konsisten di seluruh lini organisasi. organization
Kode Etik tersebut memuat prinsip-prinsip utama, antara The Code of Conduct encompasses several core principles,
lain: including:
• Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan • Compliance with prevailing laws and regulations
yang berlaku • Prevention of conflicts of interest
• Pencegahan benturan kepentingan • Prohibition of corruption, bribery, and gratification
• Larangan korupsi, suap, dan gratifikasi • Protection for whistleblowers (reporting of violations)
• Perlindungan atas pelaporan pelanggaran • Professionalism standards in employment and business
• Standar profesionalisme dalam hubungan kerja dan relationships
relasi bisnis
Kode Etik ini mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026, This Code of Conduct will become effective on January 1,
sementara sosialisasi dan implementasi penuh akan 2026, while full socialization and implementation will be
dilaksanakan secara bertahap pada tahun berikutnya. carried out progressively in the following year.
Internalisasi Nilai Perusahaan (EPIC)
Internalization of Corporate Values (EPIC)
Sepanjang Februari hingga Agustus 2025, Perseroan melaksanakan program internalisasi nilai EPIC melalui 25 batch
workshop internal yang diikuti oleh ±403 karyawan, termasuk jajaran manajemen. Program ini bertujuan menyelaraskan
ekspektasi perilaku dengan prinsip etika perusahaan serta memperkuat konsistensi penerapannya dalam aktivitas
operasional. Memanfaatkan momentum kehadiran 100% dari pegawai dan direksi ESSA, dalam pelatihan ini juga
disampaikan Komunikasi dan Pelatihan Antikorupsi. [GRI 205-2]
Untuk mendukung implementasi Kode Etik yang baru, Perseroan telah menyiapkan modul pembelajaran digital dan
mekanisme deklarasi kepatuhan tahunan yang akan diberlakukan efektif mulai 2026.
From February to August 2025, the Company conducted the EPIC values internalization program through 25 internal
workshop batches attended by approximately 403 employees, including management. This program aimed to align
behavioral expectations with corporate ethical principles and strengthen consistent implementation in operational
activities. Leveraging the 100% attendance of ESSA employees and directors, these sessions also included Anti-
Corruption Communication and Training. [GRI 205-2]
To support the implementation of the new Code of Conduct, the Company has prepared digital learning modules and
an annual compliance declaration mechanism to be effectively enforced starting in 2026.
Antikorupsi [GRI 2-27, 205-1, 205-2, 205-3] Anti-Corruption [GRI 2-27, 205-1, 205-2, 205-3]
ESSA menempatkan integritas sebagai landasan dalam ESSA places integrity as the cornerstone of its business
menjalankan kegiatan usaha. Komitmen pencegahan operations. The commitment to preventing corruption
korupsi dituangkan dalam Kode Etik yang disahkan pada is outlined in the Code of Conduct ratified in late 2025,
akhir 2025 dan berlaku bagi Dewan Komisaris, Direksi, applicable to the Board of Commissioners, Directors,
serta seluruh karyawan. Penerapan kebijakan ini didukung and all employees. The implementation of this policy
melalui pengawasan dan pengendalian internal untuk is supported by internal oversight and control to help
membantu memastikan kepatuhan yang konsisten. ensure consistent compliance.
113 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 115
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Melalui kebijakan tersebut, ESSA menerapkan prinsip Through this policy, ESSA applies a zero-tolerance principle
zero tolerance terhadap penyuapan dan praktik korupsi. toward bribery and corrupt practices. All employees are
Seluruh karyawan dilarang menawarkan, menjanjikan, prohibited from offering, promising, giving, or receiving
memberikan, atau menerima keuntungan yang tidak undue advantages to influence the decisions of other
semestinya untuk memengaruhi keputusan pihak lain, parties, including through third-party intermediaries or
termasuk melalui perantara pihak ketiga atau mitra usaha. business partners. This provision also applies to joint
Ketentuan ini juga berlaku bagi mitra joint venture yang venture partners acting on behalf of the company.
bertindak atas nama perusahaan.
ESSA juga mengatur pemberian dan penerimaan hadiah, ESSA also strictly regulates the giving and receiving of
jamuan, serta hiburan secara ketat untuk mencegah konflik gifts, hospitality, and entertainment to prevent conflicts
kepentingan dan persepsi penyuapan. Setiap pemberian of interest and the perception of bribery. Every gift-giving
harus memperoleh persetujuan sesuai Delegation of must obtain approval according to the Delegation of
Authority (DoA), sementara hadiah yang diterima wajib Authority (DoA), while received gifts must be recorded in
dicatat dalam gift register. the gift register.
Identifikasi dan Penilaian Risiko Korupsi Identification and Assessment of Corruption
[GRI 2-27, 205-1, 205-3] Risks [GRI 2-27, 205-1, 205-3]
Risiko korupsi diidentifikasi melalui proses manajemen Corruption risks are identified through the corporate risk
risiko perusahaan. Penilaian difokuskan pada fungsi management process. Assessments focus on functions
dan aktivitas yang memiliki tingkat interaksi eksternal and activities with high levels of external interaction,
tinggi, termasuk pengadaan barang dan jasa, transaksi including procurement of goods and services, financial
keuangan, serta proses perizinan dan kepatuhan regulasi. transactions, and licensing and regulatory compliance
processes.
Pada tahun 2025, penilaian risiko korupsi dilakukan pada In 2025, corruption risk assessments were conducted at
dua unit operasi utama, yaitu fasilitas Amoniak Banggai two main operational units: the Banggai Ammonia facility
dan LPG Palembang. Selain itu, fungsi yang memiliki and the Palembang LPG facility. Additionally, functions
paparan risiko lebih tinggi, seperti Procurement, Finance, with higher risk exposure, such as Procurement, Finance,
dan Legal, turut diperkuat melalui sistem pengendalian and Legal, are further strengthened through digital
digital, termasuk penerapan SAP S/4HANA dan sistem control systems, including the implementation of SAP
pemantauan legal internal. S/4HANA and internal legal monitoring systems.
Selama periode pelaporan 2025, Perseroan mencatat:
During the 2025 reporting period, the Company recorded:
Denda atau sanksi signifikan akibat
ketidakpatuhan regulasi: Nihil
Significant fines or sanctions due to
regulatory non-compliance: Nil
Insiden korupsi yang
terkonfirmasi: Nihil
Confirmed incidents of corruption: Nil
Kasus pelanggaran etika material: Nihil
Material ethical violation cases: Nil
9
Laporan Keberlanjutan 20
114 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 116
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Audit internal dilakukan secara berkala untuk Internal audits are conducted periodically to evaluate
mengevaluasi efektivitas pengendalian dan kepatuhan the effectiveness of controls and compliance with ethical
terhadap kebijakan etika. Setiap laporan yang diterima policies. Every report received is managed through
dikelola melalui mekanisme investigasi internal dan, an internal investigation mechanism and, if proven,
apabila terbukti, ditindak lanjuti sesuai ketentuan addressed in accordance with in accordance with
perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang company provisions and prevailing laws and regulations.
berlaku.
Pengelolaan Konflik Kepentingan [GRI 2-15] Conflict of Interest Management [GRI 2-15]
Perseroan berkomitmen menjaga integritas dalam setiap The Company is committed to maintaining integrity in
pengambilan keputusan dan hubungan usaha. Komitmen every decision-making process and business relationship.
ini diwujudkan melalui pengelolaan konflik kepentingan This commitment is relected through transparent conflict
secara transparan serta penerapan prinsip persaingan of interest management and the application of fair
usaha yang sehat di seluruh rantai nilai. business competition principles across the entire value
chain.
Konflik kepentingan dipahami sebagai situasi ketika Conflict of interest is defined as a situation where the
kepentingan pribadi Dewan Komisaris, Direksi, atau personal interests of the Board of Commissioners,
karyawan dapat memengaruhi objektivitas dalam the Directors, or employees may influence objectivity
pengambilan keputusan. Untuk mencegah hal tersebut, in decision-making. To prevent this, ESSA establishes
ESSA menetapkan ketentuan dalam Kode Etik dan provisions under in the Code of Conduct and Company
Peraturan Perusahaan, termasuk larangan atas pekerjaan Regulations, including prohibitions on other jobs or
atau usaha lain tanpa persetujuan manajemen, afiliasi businesses without management approval, affiliation with
dengan pemasok, pelanggan, atau pesaing yang dapat suppliers, customers, or competitors that could impair
mengganggu independensi, penerimaan hadiah atau independence, and the use of confidential information or
gratifikasi terkait keputusan bisnis, pemanfaatan informasi company assets for personal gain.
rahasia atau aset perusahaan untuk kepentingan pribadi,
serta investasi pribadi yang berpotensi menimbulkan
benturan kepentingan.
ESSA juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara ESSA also conducts periodic monitoring and evaluation
berkala terhadap potensi konflik kepentingan dan of potential conflicts of interest and compliance with fair
kepatuhan terhadap prinsip persaingan usaha yang business competition principles. Based on the monitoring
sehat. Berdasarkan hasil pemantauan selama 2025, tidak results throughout 2025, there were no material cases
terdapat kasus konflik kepentingan maupun pelanggaran of conflicts of interest or violations of fair business
persaingan usaha yang bersifat material. competition.
Mekanisme Pelaporan [GRI 2-16] Conflict of Interest Management [GRI 2-15]
Pada tahun 2025, penyampaian isu, kekhawatiran, atau In 2025, the reporting of issues, concerns, or potential
potensi pelanggaran yang dinilai penting dilakukan violations deemed significant was conducted through
melalui jalur pelaporan internal sesuai struktur tanggung internal reporting channels according to the prevailing
jawab dan kewenangan yang berlaku. Setiap karyawan structure of responsibility and authority. Every employee
didorong untuk segera menyampaikan potensi konflik is encouraged to immediately report potential conflicts of
kepentingan, pelanggaran etika, atau isu kepatuhan interest, ethical violations, or compliance issues to their
kepada atasan langsung dan/atau fungsi Human Capital direct supervisor and/or the Human Capital function for
untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Untuk isu tertentu, further follow-up. For certain cases, internal reviews are
penelaahan dilakukan secara internal dengan menjaga conducted while upholding principles of confidentiality
prinsip kerahasiaan dan kehati-hatian, serta hasil and due diligence, with the outcomes escalated to
evaluasinya dapat dieskalasikan kepada manajemen management based on the level of materiality and
sesuai tingkat materialitas dan dampaknya terhadap potential impact on the Company.
115 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 117
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Good Corporate Governance
Perseroan. Sepanjang periode pelaporan, tidak terdapat
laporan material yang memerlukan eskalasi kepada
manajemen atau organ tata kelola tertinggi.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, pada tahun As part of strengthening governance, in 2025 the
2025 Perseroan juga mulai menyusun mekanisme Company also began developing a more structured
pelaporan pelanggaran yang lebih terstruktur untuk whistleblowing reporting mechanism to support a more
mendukung penanganan laporan secara lebih sistematis, systematic handling of reports, which is planned to be
yang direncanakan mulai diterapkan pada tahun 2026. implemented starting in 2026.
11
Laporan Keberlanjutan 20
116 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 118
Tentang
Laporan Ini
About This Report
1
Laporan Keberlanjutan 20
117 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 119
Tentang Laporan Ini
About This Report
Standar dan Prinsip Pelaporan [POJK-G.4][GRI 2-23]
Reporting Standards and Principles
Laporan Keberlanjutan ESSA 2025 disusun sebagai wujud The 2025 Sustainability Report of ESSA is prepared as a
akuntabilitas dan transparansi Perseroan atas kinerja form of the Company’s accountability and transparency
ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola selama regarding its economic, environmental, social, and
tahun 2025. Melalui pengungkapan yang relevan, ESSA governance performance throughout 2025. Through
memberikan gambaran mengenai pengelolaan risiko, relevant disclosures, ESSA provides an overview of how the
peluang, serta tanggung jawab keberlanjutan Perseroan Company manages risks, opportunities, and sustainability
terhadap para pemangku kepentingan. responsibilities toward its stakeholders.
Penyusunan laporan ini mengacu pada Global Reporting This report is prepared “with reference” to the 2021
Standards (GRI) 2021 yang merupakan standar pelaporan Standards issued by the Global Reporting Initiative, which
global dengan pendekatan “with reference”. Sejalan serve as globally recognized sustainability reporting
dengan ketentuan regulator, laporan ini juga disusun standards. In line with regulatory requirements, the report
mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan also refers to the provisions set out by the Otoritas Jasa
(OJK) No. 51 tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Keuangan under OJK Regulation No. 51/POJK.03/2017 on
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Sustainable Finance Implementation for Financial Services
Perusahaan Publik, serta Surat Edaran OJK No. 16 tahun Institutions, Issuers, and Public Companies, as well as
2021 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Laporan OJK Circular Letter No. 16/SEOJK.04/2021 on Technical
Keberlanjutan. Guidelines for Sustainability Reports.
Dalam proses penyusunannya, ESSA menerapkan prinsip In preparing this report, ESSA applies the reporting
pelaporan GRI 2021 untuk menjaga kualitas, keandalan, principles of GRI 2021 to ensure the quality, reliability, and
dan kegunaan informasi. Informasi disajikan berdasarkan usefulness of the information presented. The information
data yang dapat ditelusuri, memuat pencapaian maupun is based on traceable data supported by operational
tantangan secara seimbang serta disusun secara sistematis monitoring systems and presents both achievements
agar mudah dipahami dan memungkinkan perbandingan and challenges in a balanced manner. It is structured
antar periode. Pengungkapan difokuskan pada topik systematically to facilitate understanding and enable
material yang relevan dengan dampak operasional comparability across reporting periods. Disclosures focus
Perseroan, disajikan dalam konteks keberlanjutan yang on material topics relevant to the Company’s operational
lebih luas, dan dilaporkan secara berkala untuk mendukung impacts, presented within a broader sustainability
pengambilan keputusan pemangku kepentingan. Seluruh context and reported periodically to support stakeholder
data dikumpulkan dengan metodologi yang konsisten, decision-making. All data is collected using consistent
kemudian ditelaah melalui proses verifikasi internal yang methodologies and subsequently reviewed through an
dapat ditelusuri. internal verification process that ensures traceability.
Untuk memudahkan penelusuran informasi, kode indeks To facilitate the navigation of information, the GRI and
GRI dan POJK dicantumkan pada bagian yang relevan POJK index codes are indicated in the relevant sections
dalam laporan ini. of this report
118 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 120
Tentang Laporan Ini
About This Report
Ruang Lingkup dan Batasan Laporan
[POJK-G.4][GRI 2-2, 2-3, 2-4, 2-14]
Report Scope and Boundaries
Laporan ini memuat pengungkapan kinerja ekonomi, This report presents disclosures on the Company’s
lingkungan, sosial, dan tata kelola atas topik-topik economic, environmental, social, and governance
material yang telah ditinjau dan disetujui oleh Direksi performance related to material topics that have been
untuk periode pelaporan 1 Januari–31 Desember 2025. reviewed and approved by the Board of Directors for the
reporting period from 1 January to 31 December 2025.
Informasi keuangan mencakup seluruh entitas dan selaras Financial information covers all entities and is aligned
dengan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 yang with the Company’s 2025 Consolidated Financial
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik independen. Statements, which have been audited by an independent
Sementara itu, data non-keuangan (termasuk data public accounting firm. Meanwhile, the non-financial data
lingkungan dan sosial) dalam laporan ini mencakup (including environmental and social data) presented in this
unit usaha yang telah beroperasi, yaitu fasilitas LPG dan report covers operating business units, namely the LPG
kondensat di Palembang, Sumatera Selatan serta pabrik and condensate facilities in Palembang, South Sumatra,
amoniak di Banggai, Sulawesi Tengah. and the ammonia plant in Banggai, Central Sulawesi.
Data dalam laporan ini disusun berdasarkan sistem The data presented in this report are compiled based on
pencatatan internal dan informasi yang tersedia pada saat internal recording systems and information available at
publikasi. Metodologi perhitungan, teknik pengukuran, the time of publication. The calculation methodologies,
dan asumsi yang digunakan dijelaskan pada topik terkait. measurement techniques, and assumptions used are
Untuk data yang bersumber dari pihak ketiga, Perseroan explained in the relevant sections. For data obtained from
melakukan verifikasi internal guna memastikan kewajaran third parties, the Company conducts internal verification
dan konsistensi. to ensure reasonableness and consistency.
Pada laporan tahun 2025 ini, Perseroan tidak melakukan In the 2025 report, the Company did not restate
penyajian kembali (restatement) atas informasi yang telah any information compared to the previous report.
disampaikan dibandingkan dengan laporan sebelumnya. All information is presented consistently with the
Seluruh informasi disajikan secara konsisten dengan methodology, scope, and reporting standards applied in
metodologi, cakupan, dan standar pelaporan yang the prior period. [GRI 2-2, 2-3, 2-4]
digunakan pada periode sebelumnya. [GRI 2-2, 2-3, 2-4]
3
Laporan Keberlanjutan 20
119 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 121
Tentang Laporan Ini
About This Report
Topik Material dan Referensi
Pengungkapan [GRI 3-2]
Material Topics and Disclosure References
Berdasarkan hasil penilaian materialitas tahun 2025, Based on the results of the 2025 materiality assessment,
ESSA menetapkan 13 topik material yang mencerminkan ESSA identified 13 material topics that reflect
dampak signifikan Perseroan terhadap ekonomi, the Company’s significant impacts on economic,
lingkungan, dan sosial, serta risiko dan peluang yang environmental, and social aspects, as well as the risks and
relevan dengan keberlanjutan bisnis. opportunities relevant to the sustainability of its business.
Topik-topik tersebut menjadi fokus pengelolaan dan These topics serve as the focus of management and
pengungkapan dalam laporan ini dengan mengacu pada disclosures in this report with reference to the GRI
GRI Standards yang diterbitkan oleh Global Reporting Standards issued by the Global Reporting Initiative, as
Initiative, sebagaimana tercantum pada tabel berikut. presented in the table below.
Manajemen Emisi dan Energi Manajemen Air dan Efluen
Emission and Energy Management Water and Effluent Management
Referensi GRI / GRI Reference : Referensi GRI / GRI Reference :
GRI 302 (Energi); GRI 305 (Emisi) GRI 303 (Air dan Efluen)
Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference: Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference:
Aspek Lingkungan – Energi & Emisi Aspek Lingkungan – Penggunaan Air
Manajemen Limbah Transisi Iklim
Waste Management Climate Transition
Referensi GRI / GRI Reference : Referensi GRI / GRI Reference :
GRI 306 (Limbah) GRI 302 (Energi); GRI 305 (Emisi); GRI 201
Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference: (Kinerja Ekonomi)
Aspek Lingkungan – Limbah Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference:
Aspek Lingkungan – Perubahan Iklim
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Keselamatan Operasional & Manajemen Risiko
Occupational Health and Safety Operational Safety and Risk Management
Referensi GRI / GRI Reference : Referensi GRI / GRI Reference :
GRI 403 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) GRI 403 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja);
Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference: GRI 2 (General Disclosure)
Aspek Sosial – Kesehatan & Keselamatan Kerja Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference:
Tata Kelola – Manajemen Risiko
Hubungan Komunitas Dampak Ekonomi
Community Relations Economic Impact
Referensi GRI / GRI Reference : Referensi GRI / GRI Reference :
GRI 413 (Komunitas Lokal) GRI 201 (Kinerja Ekonomi); GRI 203 (Dampak Ekonomi
Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference: Tidak Langsung); GRI 207 (Pajak)
Aspek Sosial – Pengembangan Masyarakat Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference:
Aspek Ekonomi – Kinerja Ekonomi
120 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 122
Tentang Laporan Ini
About This Report
Sumber Daya Manusia Hak Asasi Manusia
Human Capital Human Rights
Referensi GRI / GRI Reference : Referensi GRI / GRI Reference :
GRI 401 (Ketenagakerjaan); GRI 404 (Pelatihan GRI 406 (Non-Diskriminasi); GRI 408 (Tenaga Kerja
dan Pendidikan); GRI 405 (Keberagaman dan Anak); GRI 409 (Tenaga Kerja Paksa); GRI 412
Kesempatan yang Setara) (Penilaian Hak Asasi Manusia)
Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference: Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference:
Aspek Sosial – Ketenagakerjaan Aspek Sosial – Hak Asasi Manusia
Tata Kelola Korporasi Kepatuhan terhadap Hukum dan Regulasi
Corporate Governance Compliance to Law and Regulations
Referensi GRI / GRI Reference : Referensi GRI / GRI Reference :
GRI 2 (General Disclosure) GRI 2 (General Disclosure); GRI 205 (Anti-korupsi)
Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference: Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference:
Tata Kelola – Struktur & Pengawasan Tata Kelola – Kepatuhan & Etika
Transformasi Digital
Digital Transformation
Referensi GRI / GRI Reference :
GRI 2 (General Disclosure)
Referensi POJK 51/2017 / OJK Reference:
Tata Kelola – Sistem & Pengendalian Internal
5
Laporan Keberlanjutan 20
121 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 123
Tentang Laporan Ini
About This Report
Penyusunan dan Tinjauan Laporan [POJK-G.1][GRI 2-5, 2-14]
Report Preparation and Review
Penyusunan dan penelaahan Laporan Keberlanjutan The preparation and review of this Sustainability Report
dilakukan melalui proses pengumpulan, konsolidasi, were conducted through a process of data collection,
penelaahan, dan validasi internal oleh unit kerja terkait consolidation, internal review, and validation by the
untuk memastikan keakuratan data, kelengkapan relevant work units to ensure data accuracy, completeness
pengungkapan, serta kesesuaian dengan standar yang of disclosures, and alignment with applicable standards.
berlaku. Dalam proses tersebut, Direksi melakukan As part of this process, Directors reviewed and approved
peninjauan dan persetujuan atas laporan, sementara the report, while the Board of Commissioners provided
Dewan Komisaris memberikan masukan sebagai bagian input as part of its supervisory function.
dari pelaksanaan fungsi pengawasan.
Untuk periode pelaporan 2025, ESSA belum melakukan For the 2025 reporting period, ESSA has not yet
asurans eksternal secara formal atas laporan ini. undertaken formal external assurance for this report.
Meskipun demikian, Perseroan terus memperkuat kualitas Nevertheless, the Company continues to strengthen
pelaporan melalui mekanisme penelaahan internal dan ke the quality of its reporting through internal review
depan akan mempertimbangkan penerapan penjaminan mechanisms. Going forward, ESSA will consider the
eksternal secara bertahap guna mendukung penguatan gradual adoption of external assurance to further support
tata kelola dan kredibilitas pelaporan keberlanjutan. the strengthening of governance practices and the
credibility of its sustainability reporting, in line with the
reporting framework of the Global Reporting Initiative.
122 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 124
Tentang Laporan Ini
About This Report
Umpan Balik dan Kontak [POJK-C.2, G.2, G.3][GRI 2-3]
Feedback and Contact
ESSA membuka ruang dialog dengan para pemangku ESSA provides opportunities for dialogue with
kepentingan sebagai bagian dari upaya peningkatan stakeholders as part of its efforts to enhance the quality of
kualitas pelaporan dan kinerja keberlanjutan Perseroan. the Company’s sustainability reporting and performance.
Untuk Laporan Keberlanjutan ESSA tahun 2024, Perseroan For the 2024 ESSA Sustainability Report, the Company
tidak menerima umpan balik formal. Umpan balik dapat did not receive any formal feedback. Feedback may be
disampaikan melalui: submitted through the following channels:
• Lembar Umpan Balik pada halaman [___] • Feedback Form on page [___]
• Formulir daring: https://forms.gle/LPn9z1i9WZ4YLo2J8 • Online form: https://forms.gle/LPn9z1i9WZ4YLo2J8
Atau melalui kontak berikut: Or through the following contact details:
ESSA Industries Indonesia Tbk.
DBS Bank Tower 18th Floor Ciputra Telp.: +62 21 2988 5600
World 1 Jakarta Fax.: +62 21 2988 5601
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Jakarta
12940, Indonesia Email: corpsec.eii@essa.id
7
Laporan Keberlanjutan 20
123 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 125
Lampiran
Appendix
137
1
Laporan Keberlanjutan 20
124 PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 126
Lampiran
Appendix
Tabel Data
Data Table
Lingkungan
Environment
Konsumsi Energi Konsolidasi (Palembang LPG Plant dan Banggai Ammonia Plant) [GRI 302-1]
Energy Consumption Konsolidasi (Palembang LPG Plant and Banggai Ammonia Plant) [GRI 302-1]
Konsumsi Energi Konsolidasi (Palembang LPG Plant dan Banggai Ammonia Plant)
Consolidated Energy Consumption (Palembang LPG Plant and Banggai Ammonia Plant)
Jenis Energi
Energy Type 2023 2024 2025
GJ % GJ % GJ %
Energi terbarukan
Renewable energy 13.134,46 0,22% 11.682,45 0,19% 11.163,64 0,18%
(B40 biodiesel)
Energi tidak terbarukan
(Gas Alam)
5.881.917,78 99,78% 6.061.755,81 99,81% 6.100.090,32 99,82%
Non-renewable energy
(Natural gas)
Total Konsumsi Energi
5.895.052,24 100% 6.073.438,27 100% 6.111.253,96 100%
Total Energy Consumption
Rincian Konsumsi Energi [GRI 302-1]
Energy Consumption [GRI 302-1]
Konsumsi Energi (GJ)
Energy Consumption (GJ)
Tujuan
Jenis Energi Penggunaan Energi PT EII PT PAU
Energy Type Purpose of Energy Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
Use Produk: LPG dan Kondensat Produk: Amoniak
Product: LPG and Condensate Product: Ammonia
2023 2024 2025 2023 2024 2025
A. Energi Terbarukan | A. Renewable Energy
Sebagai bahan bakar
Biosolar B40
di unit Power Plant
(Cakupan 1)
Generator 71,54 87,59 50,13 9.419,06 7.770,93 7.675,29
B40 Biodiesel
As fuel for Power Plant
(Scope 1)
Generator units
Sebagai bahan bakar
Biosolar B40
kendaraan operasional
(Cakupan 3)
perusahaan 685,16 721,88 677,69 2.959 3.102 2.760,53
B40 Biodiesel
As fuel for company
(Scope 3)
operational vehicles
Total Energi Terbarukan
756,70 809,47 727,82 12.377,76 10.872,98 10.435,82
Total Renewable Energy
125 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 127
Lampiran
Appendix
Konsumsi Energi (GJ)
Energy Consumption (GJ)
Tujuan
Jenis Energi Penggunaan Energi PT EII PT PAU
Energy Type Purpose of Energy Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
Use Produk: LPG dan Kondensat Produk: Amoniak
Product: LPG and Condensate Product: Ammonia
2023 2024 2025 2023 2024 2025
B. Energi Tidak Terbarukan | B. Non-Renewable Energy
Sebagai bahan bakar
di unit proses produksi
Gas Alam dan unit pendukung
635.398,55 642.009,38 628.042,40 5.246.519,23 5.419.746,43 5.472.047,92
Natural Gas As fuel in the
production process and
supporting units
Total Energi Tidak Terbarukan
635.398,55 642.009,38 628.042,40 5.246.519,23 5.419.746,43 5.472.047,92
Total Non-Renewable Energy
Total Konsumsi Energi
636.155,25 642.818,86 628.770,22 5.258.896,99 5.430.619,41 5.482.483,74
Total Energy Consumption
Catatan: Note:
• Data energi diukur langsung menggunakan flowmeter yang dipasang di lapangan. • Energy data is measured directly using flow meters installed in the field. These
Flowmeter tersebut telah dilakukan kalibrasi secara periodik. flowmeters are periodically calibrated.
• Data dari lapangan tersebut kemudian dilakukan konversi ke Gigajoule dengan • The field data is then converted into Gigajoules using the following conversion
faktor konversi: factors:
• 1 MMBTU Gas Alam = 1.055056 GJ • 1 MMBTU Gas Alam = 1.055056 GJ / 1 MMBTU of Natural Gas = 1.055056 GJ
• 1 kL Biosolar B40 = 35.68 GJ • 1 kL Biosolar B40 = 35.68 GJ / 1 kL of B40 Biodiesel = 35.68 GJ
• Sumber: API-GHG Compendium 2021 • Source: API-GHG Compendium 2021
• Energi yang berasal dari Biosolar B40 digunakan sebagai bahan bakar di unit Power • Energy derived from B40 biodiesel is used as fuel in the Power Plant Generator units
Plant Generator (Dual Fuel Engine) dan kendaraan operasional. (Dual Fuel Engine) and operational vehicles.
• Energi yang berasal dari gas alam digunakan sebagai bahan bakar di unit proses • Energy derived from natural gas is used as fuel in the production process units,
produksi yaitu Primary Reformer, dan bahan bakar di unit pendukung yang meliputi specifically the Primary Reformer, as well as in supporting units, including the Power
unit Power Plant Generator, unit Boiler, Compressor Engine, dan Oil Heater. Plant Generator, Boiler, Compressor Engine, and Oil Heater.
Intensitas Energi [GRI 302-3]
Energy Intensity [GRI 302-3]
Intensitas Energi*
Energy Intensity*
Product PT EII PT PAU
Produk Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
Produk: LPG dan Kondensat Produk: Amoniak
Product: LPG and Condensate Product: Ammonia
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Konsumsi Energi (GJ)
636.155,25 642.818,86 628.770,22 5.258.896,99 5.430.619,41 5.482.483,74
Energy Consumption (GJ)
Total Produksi (MT)
89.413,37 84.241,92 79.604,71 736.687 732.656 745.559
Total Production (MT)
Intensitas Konsumsi Energi (GJ/MT)
7,11 7,63 7,90 7,14 7,41 7,35
Energy Consumption Intensity (GJ/MT)
Laporan Keberlanjutan 20
126 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 128
Lampiran
Appendix
Pengurangan Konsumsi Energi [GRI 302-4]
Energy Consumption Reduction [GRI 302-4]
Pengurangan Konsumsi Energi (GJ)
Energy Consumption Reduction (GJ)
Jenis Energi PT PAU
Energy Type Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
2023 2024 2025
Gas Alam
1.699.875,50 1.637.026,46 1.076.222,56
Natural Gas
Biosolar B40
6.646,56 6.646,56 6.646,56
Biodiesel B40
Total 1.706.522,06 1.643.673,02 1.082.869,12
Catatan: Note:
• Dalam melakukan perhitungan pengurangan energi, digunakan faktor konversi • In calculating energy reductions, the following conversion factors are applied:
sebagai berikut • 1 MMBTU Natural Gas = 1.055056 GJ
• 1 MMBTU Gas Alam = 1.055056 GJ • 1 kL Biosolar B40 = 35.68 GJ
• 1 kL Biosolar B40 = 35.68 GJ • Source: API-GHG Compendium 2021
• Sumber: API-GHG Compendium 2021
Emisi GRK Konsolidasi [GRI 305-1]
Consolidated GHG Emission [GRI 305-1]
Emisi GRK Konsolidasi (Palembang LPG Plant dan Banggai Ammonia Plant)
Consolidated GHG Emissions (Palembang LPG Plant and Banggai Ammonia Plant)
Kategori Emisi
Emission Category 2023 2024 2025
tCO₂e % tCO₂e % tCO₂e %
Cakupan 1
1.234.694,94 99,98% 1.260.382,85 99,98% 1.268.852,24 99,98%
Scope 1
Cakupan 3
263,05 0,02% 276,94 0,02% 246,98 0,02%
Scope 3
Total Emisi
1.234.957,99 100% 1.260.659,79 100% 1.269.099,22 100%
Total Emission
Emisi GRK - Palembang LPG Plant [GRI 305-1][GRI 305-3]
GHG Emission - Palembang LPG Plant [GRI 305-1][GRI 305-3]
Emisi GRK (tCO2e)
GHG Emissions (tCO₂e)
Cakupan
PT EII
Sumber Emisi Emisi
Palembang LPG Plant
Emission Source Emission
Produk: LPG dan Kondensat
Scope
Product: LPG and Condensate
2022 2023 2024
Penggunaan gas alam dalam proses produksi untuk fuel engine dan heater Cakupan 1
35.645,86 36.016,73 35.233,18
Use of natural gas in the production process for fuel engines and heaters Scope 1
Sumber emisi dari faktor pendukung produksi Cakupan 3
53,57 57,31 51,53
Emission sources from supporting production factors Scope 3
Total Emisi
35.699,43 36.074,04 35.284,71
Total Emissions
127 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 129
Lampiran
Appendix
Emisi GRK - Banggai Ammonia Plant [GRI 305-1][GRI 305-3]
GHG Emission - Banggai Ammonia Plant [GRI 305-1][GRI 305-3]
Emisi GRK (tCO2e)
GHG Emissions (tCO₂e)
Cakupan
PT PAU
Sumber Emisi Emisi
Banggai Ammonia Plant
Emission Source Emission
Produk: Amoniak
Scope
Product: Ammonia
2022 2023 2024
Penggunaan gas alam dalam proses produksi untuk dual fuel gas engine
generator Cakupan 1
1.198.382,21 1.223.815,94 1.233.075,65
Use of natural gas in the production process for dual fuel gas engine Scope 1
generators
Penggunaan biodiesel untuk dual fuel gas engine generator Cakupan 1
666,87 550,18 543,41
Use of biodiesel for dual fuel gas engine generators Scope 1
Penggunaan biodiesel untuk kendaraan operasional Cakupan 3
209,48 219,63 195,45
Use of biodiesel for operational vehicles Scope 3
Total Emisi
1.199.258,56 1.224.585,75 1.233.814,51
Total Emissions
Intensitas Emisi GRK [GRI 305-4]
GHG Emission Intensity [GRI 305-4]
Intensitas Emisi (tCO2e/ton produk)
Product Emissions Intensity (tCO2e/ton product)
Produk
2023 2024 2025
PT EII - Palembang LPG Plant
Produk: LPG & Kondensat | Product: LPG & Condensate
LPG dan Kondensat
0,40 0,43 0,44
LPG and Condensate
PT PAU - Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
Amoniak
1,63 1,67 1,65
Ammonia
Pengurangan Emisi GRK [GRI 305-5]
GHG Emission Reduction [GRI 305-5]
PT PAU - Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
Total pengurangan emisi GRK (tCO2e) Pengurangan Emisi
Inisiatif Efisiensi Energi Total GHG Emission reduction (tCO2e) pada Scope
Energy Efficiency Initiatives Emission Reduction on
2022 2023 2024 Scope
Optimasi operasi boiler Cakupan 1
1 39.385,45 39.345,01 39.859,77
Boiler operation optimization Scope 1
Pemanfaatan export steam Cakupan 1
2 26.513,13 15.766,67 4.090,78
Export steam utilization Scope 1
Optimasi pemurnian saat start-up Cakupan 1
3 2.000,46 4.892,06 2.053,45
Start-up purification optimization Scope 1
Pengurangan aliran regenerasi dryer Cakupan 1
4 - 70,45 831,74
Dryer regeneration flow reduction Scope 1
Laporan Keberlanjutan 20
128 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 130
Lampiran
Appendix
PT PAU - Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
Total pengurangan emisi GRK (tCO2e) Pengurangan Emisi
Inisiatif Efisiensi Energi Total GHG Emission reduction (tCO2e) pada Scope
Energy Efficiency Initiatives Emission Reduction on
2022 2023 2024 Scope
Penggantian katalis desulphurizer Cakupan 1
5 - 1.372,20 1.921,79
Desulphurizer catalyst replacement Scope 1
Evaluasi kinerja secondary reformer Cakupan 1
6 282,30 541,23 521,42
Secondary reformer performance evaluation Scope 1
Evaluasi kinerja katalis KRES Cakupan 1
7 1.266,73 661,92 323,36
KRES catalyst performance evaluation Scope 1
Evaluasi kinerja katalis HTS Cakupan 1
8 442,14 1.266,01 1.069,47
HTS catalyst performance evaluation Scope 1
Implementasi katalis hemat energi Cakupan 1
9 1.548,22 1.824,39 988,06
Energy-efficient catalyst implementation Scope 1
Optimalisasi kinerja katalis primary reformer Cakupan 1
10 24.491,38 27.411,92 9.951,51
Primary reformer catalyst optimization Scope 1
Penambahan pipa air laut ke trash rake Cakupan 1
11 270,00 270,00 270,00
Installation of additional seawater piping to trash rake Scope 1
Optimasi mode operasi engine dan STG Cakupan 1
12 7.438,94 7.438,94 7.438,94
Engine and STG operation optimization Scope 1
Optimasi laju alir air laut Cakupan 1
13 1.487,58 1.627,54 2.741,63
Seawater flow rate optimization Scope 1
Penggantian lampu konvensional dengan LED Cakupan 1
14 57,15 94,70 139,12
Replacement of conventional lamps with LED lighting Scope 1
Pemasangan sensor cahaya otomatis Cakupan 1
15 7,77 7,91 8,04
Installation of automatic light sensors Scope 1
Tuning engine Cakupan 1
16 2,20 380,30 0,99
Engine tuning Scope 1
Optimasi jadwal crew change Cakupan 1
17 - 1.549,62 1.000,32
Optimization of crew change schedules Scope 1
Penggunaan kendaraan listrik untuk maintenance Cakupan 1
18 0,23 0,23 0,23
Use of electric vehicles for maintenance activities Scope 1
Penggunaan bus karyawan Cakupan 1
19 2.452,28 2.452,28 2.452,28
Employee bus transportation system Scope 1
Cakupan 1
Total 107.645,96 106.973,37 75.662,89
Scope 1
129 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 131
Lampiran
Appendix
Beban Pencemar Udara Non-GRK [GRI 305-7]
Non-GHG Air Pollutant Load [GRI 305-7]
Beban Pencemar Udara Non-GRK (Ton)
Non-GHG Air Pollutant Load (Ton)
Emisi udara berdasarkan jenis PT EII PT PAU
partikulat Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
Air emissions by particulate type Produk: LPG dan Kondensat Produk: Amoniak
Product: LPG and Condensate Product: Ammonia
2023 2024 2025 2023 2024 2025
PM 5,37 2,71 3,63 25,37 28,25 13,51
SOx 5,77 4,51 6,36 112,56 1.070,42 30,82
NOx 24,74 36,60 33,87 1.399,07 387,22 199,76
CO 6,39 10,45 10,14 1.234,40 65,96 53,89
Total 42,27 54,29 54,01 2.771,40 1.551,84 297,97
Pengambilan Air [GRI 303-3]
Water Intake [GRI 303-3]
Pengambilan Air (Megaliter)
Water Intake (Megalitre)
Tujuan PT EII PT PAU
Sumber Air
Penggunaan Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
Water Sources
Purpose of Use Produk: LPG dan Kondensat Produk: Amoniak
Product: LPG and Condensate Product: Ammonia
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Air tanah Domestik/non proses
5,75 5,68 10,00
Groundwater Domestic/non-process
Pendingin untuk Proses
- - - 181.227,23 181.083,46 175.871,54
Air Laut Cooling for process
Sea Water Proses Desalinasi
- - - 1.020,98 1.065,92 1.040,74
Desalination process
Total 5,75 5,68 10,00 182.248,20 182.149,38 176.912,27
Konsumsi Air Proses dan Non Proses [GRI 303-5]
Process and Non-Process Water Consumption [GRI 303-5]
Konsumsi Air Proses dan Non Proses(Megaliter)
Process and Non-Process Water Consumption (Megalitre)
Konsumsi Air PT EII PT PAU
Water Consumption Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
Produk: LPG dan Kondensat Produk: Amoniak
Product: LPG and Condensate Product: Ammonia
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Konsumsi air bersih untuk keperluan proses
- - - 872,37 923,42 879,28
Clean water consumption for process purposes
Konsumsi air bersih untuk keperluan non proses
Clean water consumption for non-process 5,75 5,68 10,00 148,60 142,50 161,46
purposes
Total Konsumsi Air
5,75 5,68 10,00 1.020,98 1.065,92 1.040,74
Total Water Consumption
Laporan Keberlanjutan 20
130 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 132
Lampiran
Appendix
Pelepasan Efluen - Palembang LPG Plant [GRI 303-4]
Effluent Discharge - Palembang LPG Plant [GRI 303-4]
Volume Efluen yang Dilepaskan (ML)
Effluent Volume Discharged (ML)
Badan Air Tujuan Pelepasan PT EII
Water Body Discharge Destination Palembang LPG Plant
Produk: LPG dan Kondensat | Product: LPG and Condensate
2023 2024 2025
Badan air sekitar pabrik
0,47 0,36 0,32
Surrounding water bodies of the plant
Total 0,47 0,36 0,32
Pelepasan Efluen - Banggai Ammonia Plant [GRI 303-4]
Effluent Discharge - Banggai Ammonia Plant [GRI 303-4]
Volume Efluen yang Dilepaskan (ML)
Effluent Volume Discharged (ML)
Badan Air Tujuan Pelepasan PT PAU
Water Body Discharge Destination Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
2023 2024 2025
Sungai Musolang
236,92 236,79 229,99
Musolang River
Sirkulasi Pendinginan Air Laut Laut
177.965,37 177.868,87 172.754,83
Sea water cooking circulation
Total 178.202,29 178.105,66 172.984,82
Beban Pencemar Efluen berdasarkan Parameter Pemantauan - Banggai Ammonia Plant [GRI 303-4]
Pollution Load by Monitoring Parameters - Banggai Ammonia Plant [GRI 303-4]
Beban Pencemar Efluen (Ton)
Effluent Pollutant Load (Ton)
Parameter PT PAU
Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
2023 2024 2025
Sewage Treatment Plan
BOD 0,12 0,27 0,40
COD 0,32 0,85 1,23
TSS 0,14 0,19 0,30
Minyak & Lemak
0,03 0,03 0,04
Oil & Fat
Amoniak
0,05 0,05 0,07
Ammonia
131 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 133
Lampiran
Appendix
Beban Pencemar Efluen (Ton)
Effluent Pollutant Load (Ton)
Parameter PT PAU
Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
2023 2024 2025
Final Check Basin
COD 0,12 0,27 0,40
TSS 0,32 0,85 1,23
Minyak & Lemak
0,14 0,19 0,30
Oil & Fat
Amoniak
0,03 0,03 0,04
Ammonia
Total 10,70 11,81 10,80
Timbulan Limbah [GRI 303-5]
Waste Generation [GRI 303-5]
Timbulan Limbah (Ton)
Waste Generation (Tons)
Kategori Limbah PT EII PT PAU
Waste Category Palembang LPG Plant Banggai Ammonia Plant
Produk: LPG dan Kondensat Produk: Amoniak
Product: LPG and Condensate Product: Ammonia
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Limbah B3
54,35 28,70 27,00 275,62 162,63 104,43
Hazardous waste
Sampah domestik (Non B3)*
- - - 275 132 138,44
Domestic waste (non hazardous)
Jumlah Limbah yang Dihasilkan
54,35 28,70 27,00 550,62 294,63 242,87
Total Waste Generated
* Data timbulan sampah domestik (non-B3) tahun 2025 di Palembang LPG Plant *Data on domestic (non-hazardous) waste generation for 2025 in Palembang LPG Plant
belum disajikan, mengingat pengukuran baru dimulai pada Juni 2025 sehingga belum is not yet presented, as measurements were only initiated in June 2025 and do not yet
mencerminkan satu periode pengukuran penuh. represent a full measurement period.
Timbulan Limbah B3 - Palembang LPG Plant
Hazardous Waste (B3) Generation - Palembang LPG Plant
Timbulan Limbah (Ton)
B3 Waste Generation (Tons)
Jenis Limbah PT EII
Waste Type Palembang LPG Plant
Produk: LPG dan Kondensat | Product: LPG and Condensate
2023 2024 2025
Aki/baterai Bekas
0,29 0,16 0,14
Used Batteries
Kemasan Bekas B3
2,99 2,83 1,85
Used Hazardous and Toxic Packaging
Laporan Keberlanjutan 20
132 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 134
Lampiran
Appendix
Timbulan Limbah (Ton)
B3 Waste Generation (Tons)
Jenis Limbah PT EII
Waste Type Palembang LPG Plant
Produk: LPG dan Kondensat | Product: LPG and Condensate
2023 2024 2025
Oli Bekas
48,9 23,6 23
Used Oil
Lampu Bekas
0,02 0,01 0,03
Used Lamps
Kain Majun Bekas
1,32 1,5 1,35
Used Majun Cloth
Filter Bekas
0,83 0,6 0,63
Used Filter
Total 54,35 28,70 27,00
Timbulan Limbah B3 - Banggai Ammonia Plant
Hazardous Waste (B3) Generation - Banggai Ammonia Plant
Timbulan Limbah (Ton) | B3 Waste Generation (Tons)
PT PAU
Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
2023 2024 2025
Kelompok Dialihkan Dialihkan Dialihkan
Jenis Limbah yang
Limbah B3 dari tempat dari tempat dari tempat
Dicakup
Hazardous pembuangan pembuangan pembuangan
Type of Waste
Waste Type (Diserahkan (Diserahkan (Diserahkan
Produksi Produksi Produksi
ke Pihak ke Pihak ke Pihak
Limbah Limbah Limbah
Ketiga) Ketiga) Ketiga)
Waste Waste Waste
Diverted Diverted Diverted
Production Production Production
from Disposal from Disposal from Disposal
(Transferred (Transferred (Transferred
to Third to Third to Third
Parties) Parties) Parties)
A102d - Katalis bekas
Spent catalyst
B107d - Limbah resin/
penukar ion
Spent ion exchange resin
Limbah proses B110d - Refraktori bekas
produksi dan Spent refractory
utilitas
232,32 232,32 121,25 121,25 62,03 62,03
Production
and utility B409d - Sludge dari
waste Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL)
Wastewater treatment
Sludge
B409d - Residu proses
produksi
Production process residue
133 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 135
Lampiran
Appendix
Timbulan Limbah (Ton) | B3 Waste Generation (Tons)
PT PAU
Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
2023 2024 2025
Kelompok Dialihkan Dialihkan Dialihkan
Jenis Limbah yang
Limbah B3 dari tempat dari tempat dari tempat
Dicakup
Hazardous pembuangan pembuangan pembuangan
Type of Waste
Waste Type (Diserahkan (Diserahkan (Diserahkan
Produksi Produksi Produksi
ke Pihak ke Pihak ke Pihak
Limbah Limbah Limbah
Ketiga) Ketiga) Ketiga)
Waste Waste Waste
Diverted Diverted Diverted
Production Production Production
from Disposal from Disposal from Disposal
(Transferred (Transferred (Transferred
to Third to Third to Third
Parties) Parties) Parties)
B104d - Kemasan bekas
B3
Contaminated hazardous
packaging
Limbah
operasional B105d - Minyak pelumas
dan bekas
pemeliharaan Used lubricating oil
41,53 41,53 32,33 32,33 37,82 37,82
Operational
B107d - Limbah
and
terkontaminasi B3
maintenance
B3-contaminated waste
waste
B110d - Kain majun
terkontaminasi
Contaminated rags
A102d - Aki/baterai bekas
Limbah Used batteries
elektronik dan
peralatan B105d - Refrigerant bekas
Used refrigerant 1,11 1,11 5,45 5,45 3 3
Electronic
waste and
equipment B107d - Limbah elektronik
Electronic waste (E-Waste)
A337-1 - Limbah klinis
infeksius
Infectious clinical waste
B104d - Kemasan produk
farmasi
Pharmaceutical packaging
Limbah
waste
laboratorium,
medis, dan B107d - Limbah
bahan kimia laboratorium mengandung
Laboratory, B3 0,37 0,37 3,60 3,60 1,16 1,16
medical, and Laboratory hazardous
chemical waste
waste B107d - Produk farmasi
kedaluwarsa
Expired pharmaceutical
products
B107d - Bahan kimia
kedaluwarsa
Expired chemicals
Total 275,33 275,33 162,63 162,63 104,43 104,43
Laporan Keberlanjutan 20
134 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 136
Lampiran
Appendix
Timbulan Sampah Domestik (Non-B3) - Banggai Ammonia Plant
Domestic Waste Generation (Non-hazardous) - Banggai Ammonia Plant
Timbulan Limbah (Ton) | B3 Waste Generation (Tons)
PT PAU
Banggai Ammonia Plant
Produk: Amoniak | Product: Ammonia
2023 2024 2025
Jenis Limbah
Waste Type
Dibuang Dibuang Dibuang
Dialihkan langsung Dialihkan langsung Dialihkan langsung
Produksi Produksi Produksi
dari tempat ke tempat dari tempat ke tempat dari tempat ke tempat
Limbah Limbah Limbah
pembuangan pembuangan pembuangan pembuangan pembuangan pembuangan
Waste Waste Waste
Diverted Directly Diverted Directly Diverted from Directly
Production Production Production
from Landfill Disposed of from Landfill Disposed of Landfill Disposed of to
to Landfill to Landfill Landfill
Organik (sisa
makanan, daun)
23,98 11,04 12,94 26,21 11,05 15,16 43,00 27,96 15,04
Organic (food
waste, leaves)
Anorganik
(kertas, karton,
plastik, pakaian
bekas, bungkus
makanan) 222,29 0,00 222,29 98,52 0,00 98,52 92,98 0,00 92,98
Inorganic (paper,
cardboard, plastic,
used clothing,
food packaging)
Recycle (botol air
mineral) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Mineral water
bottles
Inert (kayu, batu,
tanah, palet)
29,17 5,33 23,84 7,31 1,75 5,56 2,46 2,22 0,24
Wood, stones,
soil, pallets
Total 275 16 259,07 132 13 119 138,44 30,18 108,25
135 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 137
Lampiran
Appendix
Sumber Daya Manusia
Human Resource
2023 2024 2025
Kategori Umur
Age Category 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o
Status
Ketenagakerjaan L P L P L P L P L P L P L P L P L P
Employment M F M F M F M F M F M F M F M F M F
Status
PKWTT 24 6 265 60 54 3 33 14 272 62 52 4 23 19 265 53 58 7
PKWT 2 3 31 3 16 0 13 8 38 6 14 0 11 2 38 1 14 1
Total 26 9 296 63 70 3 46 22 310 68 66 4 34 21 303 54 72 8
Total per Tahun
467 516 492
Total by year
Karyawan berdasarkan Status Ketenagakerjaan, Wilayah, dan Jenis Kelamin [GRI 2-7, 401]
Employees by Employment Status, Region, and Gender [GRI 2-7, 401]
2023 2024 2025
Wilayah
Jakarta Site Jakarta Site Jakarta Site
Tipe tenaga Kerja/
L P L P L P L P L P L P
Employment Type
M F M F M F M F M F M F
PKWTT 66 42 277 27 79 51 278 29 70 47 276 32
PKWT 16 5 33 1 22 10 43 4 25 3 38 1
Total 82 47 310 28 101 61 321 33 95 50 314 33
Catatan: L: Laki-Laki, P: Perempuan, PKWTT: Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu • Note: M: Male, F: Female, PKWTT: Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu
(Indefinite-Term Employment Agreement); PKWT: Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Indefinite-Term Employment Agreement); PKWT: Perjanjian Kerja Waktu
(Fixed-Term Employment Agreement) Tertentu (Fixed-Term Employment Agreement)
Laporan Keberlanjutan 20
136 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 138
Lampiran
Appendix
Karyawan berdasarkan Jenjang Jabatan, Umur, dan Jenis Kelamin [GRI 405-1-a, 405-1-b]
Employees by Position Level, Age, and Gender [GRI 405-1-a, 405-1-b]
2023 2024 2025
Kategori
Umur
Age Cat- 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50
egory tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o
Kategori
Karyawan/ L P L P L P L P L P L P L P L P L P
Employee M F M F M F M F M F M F M F M F M F
Category
Top
Management/
0 0 2 1 10 0 0 0 2 1 10 0 0 0 1 0 10 2
Top
Management
Middle
Management/
1 0 20 6 17 0 0 0 22 6 15 0 0 0 20 5 16 2
Middle
Management
First Line
Management/
7 4 116 29 21 3 13 12 125 32 19 4 13 15 131 26 22 4
First Line
Management
Staf/ Staff 18 4 141 25 19 0 32 10 143 27 19 0 21 6 151 23 24 0
Pelaksana/
Operasional/
1 0 17 2 0 3 1 0 18 2 3 0 9 0 15 2 3 0
Executor/
Operational
Total 27 8 296 63 67 6 46 22 310 68 66 4 34 21 303 54 72 8
Total per
Tahun/ Total 467 516 492
by year
Catatan: L: Laki-Laki, P: Perempuan
• Note: M: Male, F: Female
137 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 139
Lampiran
Appendix
Pekerja yang Bukan Pekerja Langsung
Number of Non-Direct Workers
Jenis Pekerja Gambaran Umum tentang Pekerjaan
yang Dilakukan 2023 2024 2025
Type of Workers Overview of Work Performed
Membantu pekerjaan user berdasarkan project
Magang/ Paruh Waktu
tertentu 1 2 14
Internship/ Part Time
Assist user work based on specific projects
Total Karyawan Baru[GRI 401-1-a]
Total New Employee[GRI 401-1-a]
2023 2024 2025
Kategori Umur
Age Category 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o
Wilayah L P L P L P L P L P L P L P L P L P
Region M F M F M F M F M F M F M F M F M F
Jakarta 0 3 7 9 2 0 9 11 12 4 0 0 4 9 19 5 5 0
Lainnya
1 0 18 3 1 0 12 3 13 2 0 1 4 2 11 1 3 1
Others
Total 1 3 25 12 3 0 21 14 25 6 0 1 8 11 30 6 8 1
Total per Tahun
44 67 64
Total by year
Total Pergantian Karyawan [GRI 401-1-b]
Total Employee Turnover [GRI 401-1-b]
2023 2024 2025
Kategori Umur
Age Category 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o
Wilayah L P L P L P L P L P L P L P L P L P
Region M F M F M F M F M F M F M F M F M F
Jakarta 1 0 0 1 1 0 2 2 13 11 3 0 0 3 8 7 2 2
Lainnya
0 1 11 0 3 0 0 1 3 14 2 0 1 0 11 1 4 0
Others
Total 1 1 11 1 4 0 2 3 16 25 5 0 1 3 19 8 6 2
Total per Tahun
18 51 39
Total by year
Laporan Keberlanjutan 20
138 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 140
Lampiran
Appendix
Tingkat Pergantian Karyawan [GRI 401-1-b]
Employee Turnover Rate [GRI 401-1-b]
2023 2024 2025
Kategori
Umur
Age Cat- 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50 18-30 30-50 >50
egory tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o 18-30 y.o 30-50 y.o >50 y.o
Wilayah L P L P L P L P L P L P L P L P L P
Region M F M F M F M F M F M F M F M F M F
Jakarta 16,67% 0,00% 0,00% 2,56% 5,00% 0,00% 14,29% 11,76% 19,12% 26,19% 15,79% 0,00% 0,00% 20,00% 11,27% 22,58% 18,18% 50,00%
Lainnya 0,00% 33,33% 4,58% 0,00% 6,00% 0,00% 0,00% 20,00% 1,24% 53,85% 4,26% 0,00% 4,55% 0,00% 4,76% 4,35% 7,84% 0,00%
Others
Cuti Orang Tua [GRI 401-2]
Parental Leaves [GRI 401-2]
Indikator 2023 2024 2025
Karyawan Berhak Cuti (laki-laki)/
257 263 361
Employees Eligible for Leave (Male)
Karyawan Berhak Cuti (Perempuan)/
29 28 52
Employees Eligible for Leave (Female)
Karyawan Mengambil Cuti (laki-laki)/
15 12 22
Employees Who Took Leave (Male)
Karyawan Mengambil Cuti (perempuan)/
2 1 2
Employees Who Took Leave (Female)
Tingkat Kembali Bekerja (%)/
100% 100% (1 orang) 50%
Return-to-Work Rate (%)
87% (laki-laki) 100% (laki-laki) 100%
Tingkat Retensi 12 Bulan (%)/
12-Month Retention Rate (%)
100% (Perempuan) 100% (Perempuan) 100%
139 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 141
Lampiran
Appendix
Jumlah Total Karyawan yang Mengikuti Pelatihan[GRI 404-1]
Total Number of Employees Participating in the Training[GRI 404-1]
2024 2025
Kategori Kar-
yawan/ Unit/
Employment Unit
Category Jumlah/ Jumlah/
L/M P/F L/M P/F
Amount Amount
PKWTT
(Permanen)/ Total/Total 165 42 207 165 42 207
Permanent
PKWT (Kontrak,
Retiree)’ Total/Total 19 2 21 19 2 21
Contract/Retiree
Total 184 44 228 184 44 228
Jumlah Rata-rata Jam Pelatihan untuk Karyawan[GRI 404-1]
Average Training Hours per Employee[GRI 404-1]
2024 2025
Kategori Kar-
yawan/ Unit/
Employment Unit
Category Jumlah/ Jumlah/
L/M P/F L/M P/F
Amount Amount
PKWTT (Permanen) Jam/tahun 29.5 19.26 48.76 27.7 13.7 41.4
PKWT (Kontrak,
Jam/tahun 24.16 27 51.16 35.8 0 35.8
Retiree)
Total 53.65 46.26 99.92 63.5 13.7 77.2
Laporan Keberlanjutan 20
140 PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 142
Lampiran
Appendix
Rasio Gaji dan Kepatuhan Upah Minimum [GRI 405-2]
Wage Ratio and Minimum Wage Compliance [GRI 405-2]
Indikator 2023 2024 2025
Gaji Level Terendah (L) / Lowest Salary
Jakarta Rp4.901.798 Rp5.067.381 Rp7.732.000
Level (Male)
Site Rp2.566.281 Rp2.767.814 Rp4.605.000
Gaji Level Terendah (P) / Lowest Salary
Jakarta Rp4.901.798 Rp5.067.381 Rp7.187.000
Level (Female)
Site Rp2.566.281 Rp2.767.814 Rp4.988.000
Rasio Gaji L:P / Salary Ratio Male:Female Semua 1:01 1:01 1:01
Above UMR Percentage Semua >30% >30% >30%
Persentase total karyawan berdasarkan jenis kelamin dan berdasarkan kategori karyawan
yang menerima tinjauan rutin terhadap kinerja dan pengembangan karier selama periode
Wage Ratio and Minimum Wage Compliance [GRI 405-2]
2023 2024 2025
Kategori Kar-
yawan/ Unit/
Employment Unit
Category Jumlah/ Jumlah/
L/M P/F L/M P/F
Amount Amount
PWKTT /
Permanent % 85,13% 75,36% 88,52% 78,75% 98,51% 97,40%
Employees
PKWT / Contract
% 73,47% 16,67% 81,54% 35,71% 96,83% 100%
Employees
141 20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 143
Lampiran
Appendix
KETERLIBATAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
COMMUNITY INVOLMENT AND DEVELOPMENT
Proporsi Pengadaan dari Pemasok Lokal - PT EII (Palembang LPG Plant)/
Proportion of Procurement from Local Suppliers - PT EII (Palembang LPG Plant)
PT EII
(PT ESSA Industries Indonesia - Palembang LPG Plant)
Deskripsi/ Satuan/ Unit 2023 2024 2025
Description
Persentase / Persentase / Persentase /
Total Vendor Percentage Total Vendor Percentage Total Vendor Percentage
(%) (%) (%)
Pemasok Lokal/
Pemasok/ Supplier 185 98.9 177 98% 264 83.5
Local Supplier
Pemasok Impor/
Pemasok/ Supplier 2 1.1 3 2% 52 16,5%
Import Supplier
Proporsi Pengadaan dari Pemasok Lokal - PT PAU (Banggai Ammonia Plant)/
Proportion of Procurement from Local Suppliers - PT PAU (Banggai Ammonia Plant)
PT PAU
(PT Panca Amara Utama - Banggai Ammonia Plant)
Deskripsi/ Satuan/ Unit 2023 2024 2025
Description
Persentase / Persentase / Persentase /
Total Vendor Percentage Total Vendor Percentage Total Vendor Percentage
(%) (%) (%)
Pemasok Lokal/
Pemasok/ Supplier 452 84 424 85 418 85
Local Supplier
Pemasok Impor/
Pemasok/ Supplier 83 16 72 15 75 15
Import Supplier
Laporan Keberlanjutan 20
PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 144
Lampiran
Appendix
Referensi POJK No. 51/POJK/03/2017 dan
SEOJK No. 16/SEOJK/04/2021 [OJK G.4]
POJK No. 51/POJK/03/2017 and SEOJK No. 16/SEOJK/04/2021 References [OJK G.4]
Indicator Lokasi dalam Laporan
No
Indikator Report Location
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Penjelasan Strategi Keberlanjutan
A.1 36, 40, 47
Elaboration on Sustainability Strategy
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
Summary of Sustainability Aspect Performance
Aspek Ekonomi
B.1 4, 25, 28
Economic Aspects
Aspek Lingkungan Hidup
B.2 5
Environmental Aspect
Aspek Sosial
B.3 9
Social Aspects
Profil Perusahaan
Company Profile
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
C.1 20
Vision, Mission, and Values of Sustainability
Alamat Perusahaan
C.2 19, 136
Company’s Address
Skala Usaha
C.3 19, 84
Enterprise Scale
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
C.4 22
Products, Services, and Business Activities
Keanggotaan pada Asosiasi
C.5 33
Membership in Association
Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
C.6
Significant Changes in Issuers and Public Companies
Penjelasan Direksi
The Board of Director’s Explanation
Penjelasan Direksi
D.1 13, 48
The Board of Director’s Explanation
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.1 38
Responsible for Implementing Sustainable Finance
Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan
E.2 40
Competency Development Related to Sustainable Finance
Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.3 122
Risk Assessment of the Implementation of Sustainable Finance
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
E.4 41
Relation with Stakeholders
Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.5 47
Problems with the Implementation of Sustainable Finance
20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 145
Lampiran
Appendix
Indicator Lokasi dalam Laporan
No
Indikator Report Location
Kinerja Berkelanjutan
Sustainability Performance
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
F.1 83, 88, 97, 98
Sustainable Culture Development Activities
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan
dan Laba Rugi
F.2 27
Comparison of Targets to Performance of Production, Portfolio, Financing Targets, or Investments,
Revenues and Profit and Loss
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen
Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
F.3 61
Comparison of Target to Performance of Portfolio, Financing Target, or Investments In Financial
Instruments or Projects in Line with the Implementation of Sustainable Finance
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Aspek Umum
General Aspect
Biaya Lingkungan Hidup
F.4
Environment Cost
Aspek Material
Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
F.5 67
Environmentally Friendly Materials Usage
Aspek Energi
Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
F.6 52, 55
Amount and Intensity of Energy Used
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
F.7 55
Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy
Aspek Air
Water Aspect
Penggunaan Air
F.8 65
Water Usage
Aspek Keanekaragaman Hayati
Aspects of Biodiversity
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki
F.9 Keanekaragaman Hayati 76
Impacts from Operational Areas that are Near or Located in Conservation Areas or Have Biodiversity
Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
F.10 76
Biodiversity Conservation Effort
Aspek Emisi
Emission Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
F.11 52, 59
Total and Intensity of Emissions Generated by Type
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
F.12 59
Efforts and Achievements of Emission Reduction Made
Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspect
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
F.13 67, 68
Amount of Waste and Effluent Generated by Type
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.14 68
Waste and Effluent Management Mechanism
Laporan Keberlanjutan 20
PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 146
Lampiran
Appendix
Indicator Lokasi dalam Laporan
No
Indikator Report Location
Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
F.15 67
Occurring Spills (if any)
Aspek Pengaduan terkait Lingkungan Hidup
Complaint Aspects Related to the Environment
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
F.16 103
Number and Material of Environmental Complaints Received and Resolved
Kinerja Sosial
Social Performance
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
F.17 24
Commitment to Provide Services on Equal Products and/or Services to Consumers
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect
Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.18 87
Equal Employment Opportunity
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.19 81, 96
Child Labor and Forced Labor
Upah Minimum Regional
F.20 92
Regional Minimum Wage
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
F.21 97, 100
Decent and Safe Work Environment
Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
F.22 87, 89
Employee Capability Training and Development
Aspek Masyarakat
Community Aspect
Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar
F.23 102
Impact of Operations on Surrounding Communities
Pengaduan Masyarakat
F.24 103
Community Complaints
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
F.25 102, 104
Corporate Social Responsibility (CSR)
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service Development
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.26 61
Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
F.27 24
Products and Services that the Safety have been Evaluated for Customers
Dampak Produk/Jasa
F.28 24
Products/Services Impacts
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.29 24
The Number of Products Withdrawn
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.30 24
Customer Satisfaction Survey of Sustainable Finance Products and/or Services
20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 147
Lampiran
Appendix
Indicator Lokasi dalam Laporan
No
Indikator Report Location
Lain-lain
Others
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
G.1 135
Written Verification from Independent Parties (if any)
Lembar Umpan Balik
G.2 136
Feedback Form
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
G.3 136
Responses to Previous Year’s Sustainability Report Feedback
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
G.4 List of Disclosures According to Financial Services Authority Regulation Number 51/ POJK.03/2017 131, 132
concerning Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and
Public Companies
Laporan Keberlanjutan 20
PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 148
Lampiran
Appendix
Indeks GRI 2021
GRI Index 2021
ESSA telah melaporkan dengan merujuk pada Standar GRI untuk periode 1 Januari 2025 - 31
Pernyataan
Desember 2025.
Penggunaan
Pernyataan
ESSA has reported with reference to the GRI Standards for the period January 1, 2024 -
penggunaan
December 31, 2025.
GRI 1 yang digunakan GRI 1: Landasan 2021
GRI 1 used GRI 1 Foundation 2021
Standar GRI 2021 Indicator Lokasi dalam Laporan
GRI 2021 Standard Indikator Report Location
Pengungkapan Umum
General Disclosures
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
2-1 Rincian organisatoris
GRI 2: General Disclosures 18, 21
2-1 Organizational details
2-2 Entitas yang dicantumkan dalam pelaporan keberlanjutan organisasi
21, 132
2-2 Entities included in the sustainability report
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan
132, 136
2-3 Reporting period, frequency, and contact point
2-4 Penyajian kembali informasi
132
2-4 Restatements of information
2-5 Penjaminan eksternal
135
2-5 External assurance
2-6 Kegiatan, rantai nilai dan hubungan bisnis lain
18, 21, 22, 25, 28, 117
2-6 Activities, value chain and other business relationships)
2-7 Tenaga kerja
84
2-7 Employees
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung
84
2-8 Workers who are not employees
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola
38, 120
2-9 Governance structure and composition
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi
121
2-10 Nomination and selection of the highest governance body
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi
120
2-11 Chair of the highest governance body
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi manajemen dampak
2-12 Role of the highest governance body in overseeing the management of 39
impacts
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak
123
2-13 Delegation of responsibility for managing impacts
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan
39,122,132,135
2-14 Role of the highest governance body in sustainability reporting
2-15 Konflik kepentingan
124, 125, 128
2-15 Conflicts of interest
2-16 Komunikasi masalah penting
128
2-16 Communication of critical concerns
20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 149
Lampiran
Appendix
Standar GRI 2021 Indicator Lokasi dalam Laporan
GRI 2021 Standard Indikator Report Location
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi
121
2-17 Collective knowledge of the highest governance body
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
121
2-18 Evaluation of the performance of the highest governance body
2-19 Kebijakan remunerasi
121
2-19 Remuneration policies
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi
121
2-20 Process to determine remuneration
2-21 Rasio kompensasi total tahunan
121
2-21 Annual total compensation ratio
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan
13, 36, 40
2-22 Statement on sustainable development strategy
2-23 Komitmen kebijakan
81, 82, 83, 88, 96, 120, 131
2-23 Policy commitments
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan
81, 82, 83, 87, 88, 90, 123
2-24 Embedding policy commitments
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif
122
2-25 Processes to remediate negative impacts
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah
96, 122
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
37, 126, 127
2-27 Compliance with laws and regulations
2-28 Asosiasi keanggotaan
33
2-28 Membership associations
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan
41,43
2-29 Approach to stakeholder engagement
2-30 Perjanjian perundingan kolektif
81, 87, 96
2-30 Collective bargaining agreements
Topik Material
Material Topics
GRI 3: Topik Material 2021
3-1 Proses menentukan topik material
GRI 3: Material Topics 2021 42
3-1 Process for determining material topics
3-2 Daftar topik material
44, 133
3-2 List of material topics
3-3 Manajemen dampak dari topik material 44, 51, 52, 81, 83, 89, 90, 97,
3-3 Management of material topic impacts 102, 117
GRI 101: Keanekaragaman Hayati
2024 101-2 Manajemen dampak keanekaragaman hayati
77,78
GRI 101: Biodiversity 2024 101-2 Management of Biodiversity Impacts
101-4 Identifikasi dampak keanekaragaman hayati
76,78
101-4 Identification of biodiversity impacts
101-7 Perubahan kondisi keanekaragaman hayati
76,77
101-7 Changes to the state of biodiversity
Laporan Keberlanjutan 20
PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 150
Lampiran
Appendix
Standar GRI 2021 Indicator Lokasi dalam Laporan
GRI 2021 Standard Indikator Report Location
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
GRI 201: Economic Performance 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan
26,28
2016 201-1 Direct economic value generated and distributed
201-3 Kewajiban program imbalan pasti dan program pensiun lainnya
201-2 Financial implications and other risks and opportunities due to climate 95
change
GRI 202: Keberadaan Pasar 2016
202-1 Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan jenis kelamin terhadap
GRI 202: Market Presence 2016
upah minimum regional
92
202-1 Ratios of standard entry level wage by gender compared to local
minimum wage
203-1 Investasi dan layanan infrastruktur didukung
GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak 114
203-1 Infrastructure investments and services supported
Langsung 2016
GRI 203: Indirect Economic
Impacts 2016 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan
104
203-2 Significant indirect economic impacts
GRI 204: Praktik Pengadaan 2016
204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
GRI 204: Procurement Practices 117
204-1 Proportion of spending on local suppliers
2016
205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi
126, 127
205-1 Operations assessed for risks related to corruption
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur antikorupsi
GRI 205: Antikorupsi 2016
205-2 Communication and training about anti-corruption policies and 126
GRI 205: Anti-corruption 2016
procedures
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil
126,127
205-3 Confirmed incidents of corruption and actions taken
207-1 Pendekatan terhadap pajak
29
207-1 Approach to tax
207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan manajemen risiko pajak
29
207-2 Tax governance, control, and risk management
GRI 207: Pajak 2019
GRI 207: Tax 2019 207-3 Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan kepedulian yang
berkaitan dengan pajak 29
207-3 Stakeholder engagement and management of concerns related to tax
207-4 Laporan per negara
29
207-4 Country-by-country reporting
20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 151
Lampiran
Appendix
Standar GRI 2021 Indicator Lokasi dalam Laporan
GRI 2021 Standard Indikator Report Location
GRI 302: Energi 2016
GRI 302: Energy 2016 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi
54
302-1 Energy consumption within the organization
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi
54
302-2 Energy consumption outside of the organization
302-3 Intensitas energi
55
302-3 Energy intensity
302-4 Pengurangan konsumsi energi
55
302-4 Reduction of energy consumption
303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama
66
303-1 Interactions with water as a shared resource
303-2 Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air
67
303-2 Management of water discharge-related impacts
GRI 303: Air dan Efluen 2018 303-3 Pengambilan air
64,65,66
GRI 303: Water and Effluents 2018 303-3 Water withdrawal
303-4 Pembuangan air
64,67
303-4 Water discharge
303-5 Konsumsi air
64,65
303-5 Water consumption
305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung
57,59
305-1 Direct (Scope 1) GHG emissions
305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung
57,59
305-2 Energy indirect (Scope 2) GHG emissions
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
57,59
305-3 Other indirect (Scope 3) GHG emissions
305-4 Intensitas emisi GRK
GRI 305: Emisi 2016 59
305-4 GHG emissions intensity
GRI 305: Emissions 2016
305-5 Pengurangan emisi GRK
59
305-5 Reduction of GHG emissions
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS)
63
305-6 Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
305-7 Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), dan emisi udara signifikan
lainnya
62
305-7 Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant air
emissions
Laporan Keberlanjutan 20
PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 152
Lampiran
Appendix
Standar GRI 2021 Indicator Lokasi dalam Laporan
GRI 2021 Standard Indikator Report Location
GRI 306: Efluen dan Limbah 2016 306-3 Tumpahan yang signifikan
7
GRI 306: Effluents and Waste 206 306-3 Significant Spills
306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah
71-72, 74
306-1 Waste generation and significant waste-related impacts
306-2 Manajemen dampak signifikan terkait limbah
68
306-2 Management of significant waste-related impacts
GRI 306: Limbah 2020 306-3 Timbulan limbah
71-72, 74
GRI 306: Waste 2020 306-3 Waste generated
306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir
74-75
306-4 Waste diverted from disposal
306-5 Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir
74-75
306-5 Waste directed to disposal
GRI 307: Kepatuhan Lingkungan
307-1 Ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan tentang
2016
lingkungan hidup 64,67
GRI 307: Environmental
307-1 Non-compliance with environmental laws and regulations
Compliance 2016
401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan
87-88, 90
401-1 New employee hires and employee turnover
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan purna waktu yang tidak
diberikan kepada karyawan pada kurun waktu tertentu atau paruh waktu
GRI 401: Kepegawaian 2016 88, 90, 94
401-2 Benefits provided to full-time employees that are not provided to
GRI 401: Employment
temporary or part-time employees
401-3 Cuti melahirkan
90, 96
401-3 Parental leave
403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
98
403-1 Occupational health and safety management system
403-2 Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden
98
403-2 Hazard identification, risk assessment, and incident investigation
403-3 Layanan kesehatan kerja
100
403-3 Occupational health services
GRI 403: Kesehatan dan
Keselamatan Kerja 2018
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang kesehatan dan
GRI 403: Occupational Health and
keselamatan kerja
Safety 2018 98
403-4 Worker participation, consultation, and communication on occupational
health and safety
403-5 Pelatihan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja
99
403-5 Worker training on occupational health and safety
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan pekerja
100
403-6 Promotion of worker health
20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 153
Lampiran
Appendix
Standar GRI 2021 Indicator Lokasi dalam Laporan
GRI 2021 Standard Indikator Report Location
403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak kesehatan dan keselamatan
kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
98-99
403-7 Prevention and mitigation of occupational health and safety impacts
directly linked by business relationships
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja
98-99
403-8 Workers covered by an occupational health and safety management
system
403-9 Kecelakaan kerja
101
403-9 Work-related injuries
GRI 404: Pelatihan dan Pendidikan
2016 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan
90
GRI 404: Training and Education 404-1 Average hours of training per year per employee
2016
404-2 Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan program
bantuan peralihan
87-91
404-2 Programs for upgrading employee skills and transition assistance
programs
404-3 Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karier
92
404-3 Percentage of employees receiving regular performance and career
development reviews
GRI 405: Keanekaragaman dan
Peluang Setara 2016 405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan
85, 122
GRI 405: Diversity and Equal 405-1 Diversity of governance bodies and employees
Opportunity 2016
405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan laki-laki
93-94
405-2 Ratio of basic salary and remuneration of women to men
GRI 406: Nondiskriminasi
406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang diambil
2016 97
406-1 Incidents of discrimination and corrective actions taken
GRI 406: Non-discrimination 2016
GRI 407: Kebebasan Berserikat dan 407-1 Operasi dan pemasok yang berisiko terhadap pelaksanaan hak kebebasan
Perundingan Kolektif 2016 berserikat dan perundingan bersama
83-97
GRI 407: Freedom of Association 407-1 Operations and suppliers in which the right to freedom of association and
and Collective Bargaining 2016 collective bargaining may be at risk
408-1 Operasi dan pemasok yang memiliki risiko signifikan terhadap kejadian
GRI 408: Pekerja anak 2016
pekerja anak. 82-83, 97
GRI 408: Child Labor 2016
408-1 Operations and suppliers at significant risk for incidents of child
Laporan Keberlanjutan 20
PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
Sustainability Report 25
Page 154
Lampiran
Appendix
Standar GRI 2021 Indicator Lokasi dalam Laporan
GRI 2021 Standard Indikator Report Location
GRI 409: Kerja Paksa atau
409-1 Operasi dan pemasok yang memiliki risiko signifikan terhadap kejadian
Wajib Kerja 2016
kerja paksa atau kerja wajib 103, 105, 115, 117
GRI 409:
409-1 Forced or compulsory labour risks at operations and suppliers
Forced or Compulsory Labor 2016
413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian dampak, dan
GRI 413: Masyarakat Setempat
program pengembangan
2016 103, 105, 115, 117
413-1 Operations with local community engagement, impact assessments, and
GRI 413: Local Communities 2016
development programs
413-2 Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki dampak negatif
signifikan terhadap masyarakat setempat
103
413-2 Operations with significant actual and potential negative impacts on local
communities
20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
25 Sustainability Report
Page 155
Manajemen Keberlanjutan
Sustainability Management
FORMULIR UMPAN BALIK
FEEDBACK FORM
Formulir Umpan Balik Laporan Keberlanjutan ESSA Tahun 2025
ESSA Sustainability Report 2025 Feedback Form
Kami menghargai masukan Anda untuk meningkatkan kualitas dan relevansi Laporan Keberlanjutan PT ESSA. Mohon
luangkan waktu untuk mengisi formulir ini.
We appreciate your input to enhance the quality and relevance of PT ESSA’s Sustainability Report. Please take a moment to complete this
form.
1. Identitas Responden | Respondent Information
Nama | Name : .................................................................................................................................
Institusi/Organisasi | Institution/Organization : .................................................................................................................................
Email/Kontak | Email/Contact : .................................................................................................................................
Hubungan dengan ESSA/Relationship with ESSA :
☐ Karyawan | Employees ☐ Mitra Bisnis | Business Partners
☐ Investor | Investor ☐ LSM | NGO
☐ Pemangku Kepentingan Pemerintah ☐ Masyarakat Umum | Public
Government Stakeholder ☐ Lainnya | Others: .........................
2. Penilaian Laporan | Report Evaluation
Silakan beri tanda (✓) pada kolom yang sesuai. | Please place a check mark (✓) in the appropriate column.
Aspek Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat
Aspect Excellent Good Fair Poor Kurang
Very Poor
Keterbacaan dan kejelasan informasi
Readability and clarity of information ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
Kelengkapan topik yang dibahas
Coverage of discussed topics ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
Transparansi dan akurasi data ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
Transparency and data accuracy
Relevansi terhadap isu keberlanjutan
Relevance to sustainability issues ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
Desain dan tata letak laporan
☐ ☐ ☐ ☐ ☐
Report design and layout
3. Saran dan Masukan | Suggestions and Feedback
Apakah ada aspek yang perlu ditingkatkan dalam laporan ini? | Are there any aspects that need improvement in this
report?
...............................................................................................
Topik keberlanjutan apa yang ingin Anda lihat lebih banyak dalam laporan mendatang? | What sustainability topics
would you like to see more of in future reports?
...............................................................................................
Komentar atau saran lainnya | Other comments or suggestions
...............................................................................................
20 Laporan Keberlanjutan PT ESSA Industries Indonesia Tbk
25 Sustainability Report
Page 156
Manajemen Keberlanjutan
Sustainability Management
4. Apakah Anda ingin menerima laporan keberlanjutan ESSA di tahun mendatang? | Would you like to receive ESSA’s
sustainability report in the future?
☐ Ya | Yes, melalui email | via email
☐ Tidak | No ...............................................................................................
Terima kasih atas waktu dan masukan Anda | Thank you for your time and feedback!
Scan untuk Umpan Balik
Scan for Feedback
3
Laporan Keberlanjutan 20
PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Sustainability Report 25
Page 157
141
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Industries Indonesia Tbk.
p.2 ×113
unresolved
org
PT Panca Amara Utama
p.2 ×11
unresolved
org
PT Panca Amara
p.2
unresolved
org
PT ESSA Industries Indoneisa Tbk
p.5 ×10
unresolved
org
Industries Indoneisa Tbk
p.5 ×10
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup.
p.6 ×2
unresolved
org
PT EII
p.12 ×2
unresolved
org
PT PAU
p.12 ×13
unresolved
org
Surya Esa Perkasa Tbk.
p.19 ×12
unresolved
org
Kepemilikan
p.20
unresolved
org
Ultimate Beneficial Owner Perusahaan Terbatas TBK
p.20
unresolved
—
Theodore P Rachmat
p.22
unresolved
org
PT ESSA Chemicals
p.22
unresolved
org
PT ESSA Chemicals Indonesia
p.22
unresolved
org
PT Ogspiras Basya Pratama
p.22
unresolved
org
PT ESSA Sustainable
p.22
unresolved
org
PT ESSA SAF Makmur
p.22
unresolved
org
PT Panca Banggai
p.24
unresolved
org
PT Pertamina Patra
p.25
unresolved
org
PT Pertamina Niaga
p.25
unresolved
org
PT Pertamina EP
p.25 ×2
unresolved
org
PT ESSA Industries
p.26
unresolved
org
Indonesia Tbk.
p.26
unresolved
org
PT Ell
p.33
unresolved
org
PT Ell Awards
p.33
unresolved
org
Kementerian Prosper B Southeast Asia
p.33
unresolved
org
Ministry of Environment SAP Customer Excellence
p.33
unresolved
org
Kementerian ESDM Ogan Ilir
p.33
unresolved
org
Ministry of Energy
p.33
unresolved
org
PT PAU Awards Kementerian Lingkungan Hidup Ministry
p.34
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup Ministry of Environment
p.34
unresolved
org
PT SUCOFINDO
p.34
unresolved
—
AEI
· Corporate Secretary
p.35
unresolved
org
Ministry of Environment
p.38
unresolved
org
Ministry of Environment’s
p.39
unresolved
org
PT ESSA SAF Makmur. SAF
p.48 ×2
unresolved
org
Air
p.55
unresolved
org
Ministry of Law Maleo
p.64
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.64
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.88
unresolved
org
Ministry of Energy and Mineral
p.88
unresolved
org
Milik Desa
p.93
unresolved
org
PT PAU. Dukungan
p.93
unresolved
org
PT PAU’s
p.93 ×2
unresolved
person
Indenpenden
· Komisaris
p.109
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.