Back to announcement
20240401_PLAN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31621932_lamp2.pdf
Other Text extracted PLANSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 42
Page 1
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk Laporan Keuangan 31 Desember 2023 Dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut Dan Laporan Auditor Independen
Page 2
Daftar Isi
Halaman / Pages
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3
Laporan Perubahan Ekuitas 4
Laporan Arus Kas 5
Catatan Atas Laporan Keuangan 6 - 36
Page 3
Page 4
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Laporan No. 00372/2.0459/AU.1/03/1664-1/1/III/2024 Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi PT Planet Properindo Jaya Tbk Opini Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Planet Properindo Jaya Tbk (“Perusahaan”), yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2023, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan. Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2023, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Basis Opini Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami. Ketidakpastian Material Tentang Kelangsungan Usaha Kami membawa perhatian ke Catatan 28 atas laporan keuangan terlampir yang menjelaskan tentang jumlah liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar pada tanggal 31 Desember 2023. Kondisi tersebut mengindikasi adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Perusahaan telah mengambil kebijakan dan langkah-langkah bisnis untuk mengatasi kondisi tersebut. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang berasal dari kondisi tersebut dan disusun dengan anggapan bahwa Perusahaan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Opini kami tidak dimodifikasi sehubungan dengan hal-hal tersebut. Hal Audit Utama Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut. Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut: Pengakuan Aset Dalam Penyelesaian Bangunan hotel dalam penyelesaian merupakan hotel yang berlokasi di CITI HUB Kelapa Gading, dimana Perusahaan mengadakan perjanjian kerja atas pekerjaan pembangunan Hotel 3 lantai di CITI HUB Kelapa Gading dengan nilai kontrak sebesar Rp 23.999.969.280. Pada 31 Desember 2023 progres penyelesaian pekerjaan di CITI HUB Kelapa Gading telah mencapai 80% dan akan di selesaikan paling lambat pada Agustus 2024.
Page 5
Hal Audit Utama (lanjutan)
Kami menarik perhatian pada kejadian tersebut karena pada realisasinya pekerjaan pembangunan hotel tersebut
mengalami kemunduran dari target penyeleseaian yang di tentukan sebelumnya, yang terutama disebabkan
karena adanya perubahan design sehingga menimbulkan pekerjaan tambah yang dilakukan oleh kontraktor.
Pengungkapan Perusahaan mengenai aset dalam penyelesaian ini dijelaskan dalam Catatan 9 atas laporan
keuangan.
Respon kami atas Hal Audit Utama:
Kami memperoleh pemahaman atas apa yang mendasari keterlambatan tersebut dan melaksanakan
prosedur pemeriksaan terhadap bukti dan realisasi di lapangan;
Kami mengevaluasi keakuratan progres pekerjaan dengan apa yang di sampaikan oleh manajemen;
Kami menilai ketepatan pengungkapan terkait aset dalam penyelesaian tersebut dan alasan yang mendasari
tertundanya pekerjaan pembangunan hotel tersebut.
Hal Lain
Laporan keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2022 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
diaudit oleh auditor independen lain yang menyatakan opini tanpa modifikasian atas laporan keuangan tersebut
pada tanggal 26 Juni 2023.
Informasi Lainnya
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2023 (“Laporan Tahunan”). Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah
tanggal laporan auditor independen ini.
Opini audit kami atas laporan keuangan terlampir tidak mencakup Laporan Tahunan, dan oleh karena itu, kami
tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.
Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan terlampir, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan dan, dalam pelaksanaannya, mempertimbangkan apakah Laporan Tahunan mengandung
ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan terlampir atau pemahaman yang kami peroleh selama
audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundangundangan yang
berlaku.
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen
untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan Perusahaan
dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang
berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali
manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki
alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan
Perusahaan.
Page 6
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut. Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga: Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal. Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan. Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen. Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha. Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar. Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit. KANTOR AKUNTAN PUBLIK HELIANTONO & REKAN Andiek Nugroho., SE., Ak., M.Ak., CA., CPA Registrasi Akuntan Publik No. AP. 1664 25 Maret 2024
Page 7
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2023 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2,4,26,27 539.516.597 1.100.026.237
Piutang usaha 2,5,26,27 768.870.154 380.652.096
Piutang lain-lain 2,6,26,27 11.999.000 12.972.392
Pajak dibayar dimuka 2,13a - 76.346.919
Persediaan 2,7 502.576.341 476.940.487
Beban dibayar di muka 2,8 416.666.668 -
Total Aset Lancar 2.239.628.760 2.046.938.131
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan 2,7 945.122.559 937.757.326
Aset tetap 2,9 83.453.394.997 84.852.689.522
Aset Hak - Guna 2,10 375.000.000 390.000.000
Total Aset Tidak Lancar 84.773.517.556 86.180.446.848
TOTAL ASET 87.013.146.316 88.227.384.979
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 8
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2023 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Lain-lain Kepada Pihak ketiga 11,24,26 1.902.319.982 1.329.136.234
Deposit tamu - 43.837.100
Beban akrual 12 384.523.541 573.642.576
Utang pajak 2,13b 696.497.554 949.358.311
Utang bank 14 22.277.000.000 22.277.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 25.260.341.077 25.172.974.221
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pemegang Saham 11,24 1.511.029.474 1.755.137.112
Liabilitas imbalan pascakerja 15 291.426.730 330.816.407
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.802.456.204 2.085.953.519
TOTAL LIABILITAS 27.062.797.281 27.258.927.740
EKUITAS
Modal Saham – nilai nominal Rp 80,-
Pada Tanggal 31 desember 2023 dan 2022
Modal Dasar – 1.875.000.000 Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
896.709.596 Saham dan 892.863.180
saham masing-masing pada 31
Desember 2023 dan 2022 16 71.736.767.680 71.429.054.400
Tambahan modal disetor - bersih 17 6.711.738.981 6.711.738.981
Penghasilan komprehensif lain 43.244.652 40.196.171
Akumulasi rugi (18.541.402.278 ) (17.212.532.313)
TOTAL EKUITAS 59.950.349.035 60.968.457.239
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 87.013.146.316 88.227.384.979
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 9
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2023 2022
PENDAPATAN USAHA 2,18 12.368.445.625 10.893.008.748
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2,19 (10.089.742.369 ) (8.981.738.262 )
LABA BRUTO 2.278.703.256 1.911.270.486
Beban umum dan administrasi 2,20 (1.851.216.871 ) (2.105.010.291 )
Pandapatan Lain-Lain - Bersih 2,21 429.688.006 303.489.210
Jumlah Beban Usaha (1.421.528.865 ) (1.801.521.081)
LABA USAHA 857.174.391 109.749.405
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban bunga dan keuangan (2.186.044.356 ) (2.285.362.528 )
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (1.328.869.965 ) (2.175.613.123 )
Beban pajak penghasilan 2 - -
RUGI TAHUN BERJALAN (1.328.869.965 ) (2.175.613.123 )
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 15 3.048.481 (8.169.413 )
RUGI KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN (1.325.821.484 ) (2.183.782.536 )
RUGI PER SAHAM 23 (1,48 ) (2,44 )
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 10
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tambahan Modal Pengukuran Kembali
Modal Saham Disetor Program Imbalan Pasti Akumulasi Rugi Jumlah Ekuitas
Saldo 1 Januari 2022 71.428.544.000 6.711.419.981 48.365.584 (15.036.919.190 ) 63.151.410.375
Rugi tahun berjalan - - - (2.175.613.123 ) (2.175.613.123)
Pelaksanaan Waran 510.400 - - - 510.400
Penerimaan Agio Saham Sehubungan
Dengan Pelaksanaan Waran - 319.000 - - 319.000
Penghasilan komprehensif lain - - (8.169.413) - (8.169.413)
Saldo 31 Desember 2022 71.429.054.400 6.711.738.981 40.196.171 (17.212.532.313 ) 60.968.457.239
Rugi tahun berjalan - - - (1.328.869.965 ) (1.328.869.965 )
Pelaksanaan Waran 307.713.280 - - - 307.713.280
Penghasilan komprehensif lain - - 3.048.481 - 3.048.481
Saldo 31 Desember 2023 71.736.767.680 6.711.738.981 43.244.652 (18.541.402.278 ) 59.950.349.035
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 11
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2023 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 18 11.980.227.567 10.499.384.260
Pembayaran kas kepada karyawan 12,19,20 (3.140.513.446 ) (1.456.241.187 )
Pembayaran kas kepada pemasok 7,11,19 (4.418.291.685 ) (4.820.782.120 )
Pembayaran beban operasional lainnya (2.306.257.778 ) (1.324.428.236 )
Pembayaran beban bunga dan keuangan 22 (2.186.044.356 ) (2.285.362.528 )
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (70.879.698 ) 612.570.189
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 9 (553.235.582 ) (181.420.763 )
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (553.235.582 ) (181.420.763 )
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang lain-lain dari pihak berelasi 11,26 (244.107.640 ) 555.137.112
Pelaksanaan waran 307.713.280 510.400
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 63.605.640 555.647.512
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK (560.509.640 ) 987.115.938
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 4 1.100.026.237 112.910.299
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 4 539.516.597 1.100.026.237
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 12
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Pendirian Perusahaan dan Kegiatan Bisnis Perusahaan
PT Planet Properindo Jaya Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Bandung berdasarkan akta No. 1 tanggal 7 Juni
2003 dibuat di hadapan Lili Sugianto, S.H. Notaris di Bandung. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-22912
HT.01.01.TH.2003. Tahun 2003, tanggal 26 September 2003. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir Akta No. 23 tanggal 09 Juni 2023 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di
Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
Surat Keputusan No. AHU-0128111.AH.01.11. TAHUN.2023 tanggal 09 Juli 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan didirikannya Perusahaan adalah
berusaha di bidang perhotelan. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang penyediaan
kamar tempat menginap, penyediaan tempat dan pelayanan makan dan minum, pelayanan pencucian/binatu,
penyediaan fasilitas akomodasi dan pelayanan lain yang diperlukan bagi penyelenggaraan kegiatan usaha
hotel.
Perusahaan adalah pemilik Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di Bandung dengan kantor
beralamat di Jl. Otto Iskandar Dinata No. 3 Babakan Ciamis Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa
Barat.
Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perhotelan yaitu
mengelola dan menyewakan Hotel Vue Palace, Artotel Curated di Bandung.
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Wahana Tata Bangun, dengan PT Sosial Integrasi
Internasional sebagai pemegang saham utama dan Tn. Antonyo Hartono Tanujaya sebagai pengendali
terakhir.
Perusahaan memiliki 7 dan 35 karyawan tetap masing-masing pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Komisaris
Komisaris Utama : Seto Andry Wibowo
Komisaris : Hannar Yogia
Direksi
Direktur Utama : Antonyo Hartono Tanujaya
Direktur : Emilia Marlina Kiuk
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Planet Properindo Jaya
Tbk No. 09 tanggal 09 Juni 2023, Perusahaan mengangkat Emilia Marlina Kiuk sebagai Direktur Perseroan,
efektif sejak tanggal Surat Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tersebut.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Planet Properindo Jaya Tbk No. 009/IX/2021 tanggal 3 Septermber
2021, Perusahaan mengangkat Komite Audit sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Hannar Yogia
Anggota Komite Audit : Asen Julianto
Anggota Komite Audit : Defi Desmiati
6
Page 13
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 31 Agustus 2020, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif No S-238/D.04/2020 dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak
267.856.800 saham atau sebanyak 30% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
nominal Rp 80 setiap saham dengan harga penawaran Rp 112 setiap saham disertai dengan penerbitan
Waran Seri I sebanyak 212.053.300 yang diberikan secara cuma-cuma dengan nilai nominal Rp 80 per
saham dengan harga pelaksanaan Rp 130 per saham. Selisih lebih antara harga penawaran per saham
dengan nilai nominal per saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi
saham, yang disajikan pada bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan. Masa pelaksanaan waran yaitu
mulai tanggal 15 Maret 2021 sampai dengan 15 September 2023. Setiap pemegang 1 (satu) saham baru
Perusahaan berhak membeli 1 (satu) waran. Bila waran tidak dilaksanakan sampai masa berlakunya habis,
maka waran tersebut menjadi kedaluwarsa.
Pada tanggal 31 Desember 2023 seluruh saham Perusahaan sejumlah 896.709.596 saham telah tercatat
pada Bursa Efek Indonesia.
Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 25 Maret 2024.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian kecuali
bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2023, yaitu
sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali
laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical
cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah (“Rp”) yang juga
merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
7
Page 14
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, pihak dianggap berelasi jika salah satu
pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak
langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan
operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 26 atas laporan
keuangan.
d. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan
pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah
semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:
• Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
• Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset keuangan
lainnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika
tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang
ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
yang belum dibayar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi
atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR
dicatat dalam laba rugi. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.
Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan
menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok
dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
8
Page 15
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI (lanjutan)
Instrumen utang (lanjutan)
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi
selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung
dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan
nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi. Perusahaan tidak memiliki
instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
OCI.
Perusahaan tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada OCI.
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya
secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui
OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk
diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen.
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi.
Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah
ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan
sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah dicatat dalam
OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian
penurunan nilai.
Perusahaan tidak memiliki instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang
efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga
diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas
dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi
atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada
nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara
signifikan mengurangi, ketidak sesuaian akuntansi.
9
Page 16
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (lanjutan)
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi.
Perusahaan memiliki aset keuangan lainnya, yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Liabilitas keuangan
Perusahaan meliputi utang lain-lain, deposit tamu, beban akrual, dan utang bank. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas
jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan
bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya
keuangan dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
kedaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi.
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
10
Page 17
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan
pengakuan kerugian penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko
kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah ECL. Dalam melakukan
penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan
pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur ECL tersebut terhadap piutang
usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
f. Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
menguntungkan dimana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.
Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik
penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak
yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai wajar
terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model
penilaian lain.
g. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi
penggunaannya.
h. Dana Cadangan Untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel
Pemasukan yang diperoleh dari hasil pengelolaan hotel harus diambil sebagian terlebih dahulu untuk
dimasukkan sebagai Dana Cadangan yang diperlukan untuk penggantian, penambahan perabotan dan
semua perlengkapan yang tidak dapat digunakan lagi dalam pengelolaan hotel.
Besar Dana Cadangan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Tahun buku pertama sebesar 1% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
b. Tahun buku kedua sebesar 1,5% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
c. Tahun buku ketiga dan seterusnya sebesar 3% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
Dana Cadangan yang tidak digunakan dalam tahun-tahun yang bersangkutan dapat digunakan pada
tahun-tahun berikutnya.
Sampai dengan 31 Desember 2023 belum dibentuk dana cadangan untuk penggantian perabotan dan
perlengkapan hotel.
11
Page 18
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
i. Persediaan Hotel
Persediaan hotel merupakan makanan dan minuman, perlengkapan hotel lainnya, peralatan operasional
dan barang dagangan yang dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana
yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average
method). Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dari persediaan dikurangi seluruh biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
j. Beban Dibayar di Muka
Beban dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
dengan menggunakan metode garis lurus.
k. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
tidak disusutkan.
Sesuai dengan ISAK No. 36, Perusahaan menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis
hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai
(“HP”) dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak
atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan,
melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan
akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah
secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Perusahaan menerapkan PSAK 16 “Aset tetap”.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun dimana pada saat
penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan
laba rugi.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan
selama estimasi manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan Prasarana 40
Mebel dan Perlatan 4-8
Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun keuangan
atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi yang berlaku prospektif.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun
aset tersebut dihentikan pengakuannya.
12
Page 19
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
l. Sewa
Perusahaan sebagai Penyewa
Pada insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu
kontrak adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang
identifikasian, Perusahaan menilai apakah:
- Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan; dan
- Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki
hak ini ketika Perusahaan memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk
mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
2. Perusahaan telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan
sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.
Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan
imbalan dalam kontrak untuk setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri relatif dan harga
tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Akan tetapi, untuk sewa perbaikan di mana Perusahaan
adalah penyewa, Perusahaan telah memilih untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat
komponen sewa dan nonsewa sebagai komponen sewa tunggal.
Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna. Aset hak guna awalnya diukur pada
harga perolehan, yang terdiri dari jumlah awal yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang
dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal yang timbul dan
estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar ke
kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur aset hak guna dengan menggunakan model biaya
yang berkaitan aset tetap sesuai PSAK 16.
Berdasarkan model biaya, aset hak guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Perusahaan
pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak guna mencerminkan bahwa penyewa akan
mengeksekusi opsi beli, Perusahaan mendepresiasi hak guna sejak tanggal permulaan hingga akhir
umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, Perusahaan mendepresiasi aset hak guna dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa
sewa.
Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang terutang selama masa
sewa, didiskontokan pada suku bunga implisit dalam sewa jika hal itu dapat segera ditentukan. Jika suku
bunga implisit tersebut tidak dapat segera ditentukan, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:
• Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi dikurangi piutang insentif sewa;
• Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, awalnya diukur
menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
• Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Perusahaan dalam jaminan nilai residual;
• Harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Perusahaan akan mengeksekusi; dan
• Pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal kecuali Perusahaan cukup pasti untuk tidak
menghentikan kontrak lebih awal.
13
Page 20
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
l. Sewa (lanjutan)
Perusahaan sebagai Penyewa (lanjutan)
Liabilitas sewa selanjutnya diukur kembali untuk mencerminkan perubahan dalam:
• Masa sewa (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
• Penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
• Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual (menggunakan tingkat
diskonto yang tidak berubah); atau
• Pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau suku bunga yang
digunakan untuk menentukan pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto yang tidak
berubah).
Sewa jangka pendek
Perusahaan memutuskan untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka
pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Perusahaan mengakui pembayaran sewa atas
sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 72, Perusahaan mengakui
pendapatan pada saat dan sejauh pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan akan mencerminkan
jumlah yang diharapkan akan diterima Perusahaan dalam pertukaran untuk barang atau jasa tersebut.
Dalam menerapkan Standar ini, Perusahaan mempertimbangkan syarat-syarat kontrak dan semua fakta
dan keadaan yang relevan. Pendapatan diakui menggunakan penilaian 5 langkah:
1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban yang
dapat dipaksakan.
2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanan dalam Kontrak
Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau
sekumpulan barang atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa
bersifat dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama
kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat dipisahkan, atau dapat diidentifikasi
secara terpisah.
3. Penetapan Harga Transaksi
Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Perusahaan dalam
pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang
ditagih atas nama pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan yang dijanjikan
dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Perusahaan mengestimasi jumlah imbalan yang
diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan
kepada pelanggan dikurangi estimasi jumlah variabel yang akan dibayar selama kontrak.
4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan
Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif perlu diestimasi.
14
Page 21
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 72, Perusahaan mengakui
pendapatan pada saat dan sejauh pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan akan mencerminkan
jumlah yang diharapkan akan diterima Perusahaan dalam pertukaran untuk barang atau jasa tersebut.
Dalam menerapkan Standar ini, Perusahaan mempertimbangkan syarat-syarat kontrak dan semua fakta
dan keadaan yang relevan. Pendapatan diakui menggunakan penilaian 5 langkah (lanjutan):
5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanan Dipenuhi
Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan
jumlah yang secara tepat mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk menerima imbalan
sebagai imbalan atas barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan pendapatan tergantung pada
apakah pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada waktu tertentu. Pengalihan kendali
diperhitungkan.
Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, pendapatan diakui dengan
mengukur kemajuan penyelesaian kewajiban pelaksanaan tersebut berdasarkan pengukuran kemajuan
yang tepat baik “Metode Keluaran” atau “Metode Masukan”.
Biaya Mendapatkan Kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Perusahaan
mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul
untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak
berhasil diperoleh.
Biaya Pemenuhan Kontrak
Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi
semua kriteria berikut:
a) biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat
diidentifikasi oleh Perusahaan;
b) biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan untuk
memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
c) biaya diharapkan dapat dipulihkan.
d) biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat
diidentifikasi oleh Perusahaan;
e) biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan untuk
memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
f) biaya diharapkan dapat dipulihkan.
Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang
timbul dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya
tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
15
Page 22
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
n. Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.
Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode berjalan,
kecuali pajak yang timbul dari transaksi atau kejadian yang diakui di luar laba rugi. Pajak terkait dengan
pos yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di ekuitas, diakui langsung di ekuitas.
Pajak kini
Pajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Laba kena pajak berbeda dari laba
yang dilaporkan dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain perusahaan
dalam Perusahaan karena tidak termasuk pos-pos dari pendapatan atau beban yang dapat dikenakan
pajak atau dikurangkan di tahun-tahun lainnya dan selanjutnya tidak termasuk pos-pos yang tidak dapat
dikenakan pajak atau dikurangkan dari pajak.
Liabilitas pajak kini masing-masing perusahaan di dalam Perusahaan dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan.
Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan
Tahunan (“SPT”) terkait dengan keadaan dimana peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi
dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah yang mungkin timbul.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode
pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak.
Nilai tercatat dari aset dan liabilitas pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Aset pajak
tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan diakui sepanjang
kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan memungkinkan aset pajak tangguhan untuk
dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan
tersebut terkait dengan Perusahaan kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.
o. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 56, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih
yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang
beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham biasa yang dibeli
kembali.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari
semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.
16
Page 23
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas,
dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai
pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai
tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.
Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan
pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada
saat terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan
akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
Menentukan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi.
Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling memengaruhi pendapatan dan harga pokok
penjualan dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling sesuai mewakili dampak ekonomi
yang mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.
Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti
diungkapkan pada Catatan 3 pada laporan keuangan.
Menentukan Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan
bunga (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Perusahaan menentukan model bisnis pada
tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan
bisnis tertentu.
Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana
kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana
pengelolaannya. Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk
memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset
tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Perusahaan tentang apakah model
bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi
perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset
keuangan tersebut.
17
Page 24
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
ECL diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL
sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah
meningkat secara signifikan, Perusahaan mempertimbangkan informasi berwawasan ke depan yang wajar
dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
Ketika mengukur ECL, Perusahaan menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat
didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai pendorong ekonomi
dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.
Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan
pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima pemberi
pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.
Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Default adalah estimasi kemungkinan
default selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis, asumsi, dan
ekspektasi kondisi masa depan.
Menentukan Apakah Suatu Pengaturan adalah atau Mengandung Sewa
Penentuan apakah suatu pengaturan merupakan atau mengandung sewa memerlukan pertimbangan yang
cermat untuk menilai apakah pengaturan tersebut memberikan hak untuk memperoleh secara substansial
semua manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan dan hak untuk mengarahkan
penggunaan aset, bahkan jika pengaturan tersebut hak tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan.
Penentuan Opsi Masa Sewa
Masa sewa merupakan komponen signifikan dalam pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Pertimbangan dilakukan dalam menentukan apakah terdapat opsi untuk memperpanjang sewa atau membeli
aset pendasar cukup pasti akan dieksekusi, atau opsi untuk mengakhiri sewa tidak akan dieksekusi, ketika
memastikan periode yang akan disertakan dalam masa sewa. Dalam menentukan masa sewa, semua fakta
dan keadaan yang menciptakan insentif ekonomik untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak untuk
menggunakan opsi penghentian, dipertimbangkan pada tanggal insepsi sewa.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat mencakup pentingnya aset untuk operasi Perusahaan;
perbandingan syarat dan ketentuan dengan harga pasar yang berlaku; timbulnya penalti yang signifikan;
adanya perbaikan hak penyewaan yang signifikan; dan biaya serta masalah gangguan untuk mengganti
aset. Perusahaan menilai kembali apakah cukup pasti untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, atau tidak
mengeksekusi opsi penghentian, jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang signifikan.
Menentukan Suku Bunga Pinjaman Inkremental
Jika suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan, suku bunga pinjaman inkremental
diestimasi untuk mendiskontokan pembayaran sewa di masa mendatang untuk mengukur nilai kini liabilitas
sewa pada tanggal permulaaan sewa. Suku bunga tersebut didasarkan pada estimasi Perusahaan yang
harus dibayarkan oleh Perusahaan kepada pihak ketiga untuk meminjam dana yang diperlukan untuk
memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak-guna, dengan persyaratan, keamanan, dan
lingkungan ekonomi yang serupa.
18
Page 25
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan membentuk
penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat, dengan
mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan berdasarkan pada harga jual dan kondisi pasar saat
ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan keuangan.
Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang
diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar.
Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek
industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara.
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai
dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
menjalankan bisnisnya. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan keuangan.
Menentukan Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah
akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan
menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan
yang harus diakui sesuai dengan PSAK 57 (Revisi 2009) “Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi”
dan ISAK 34 “Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan”. Perusahaan membuat analisis untuk
semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat
pajak yang belum diakui harus diakui.
Perusahaan menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat
sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau
seluruh aset pajak tangguhan. Perusahaan juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas
pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai. Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13 atas laporan keuangan.
19
Page 26
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK
2023 2022
Kas 6.726.950 1.576.351
Bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 414.450.738 687.966.573
PT Bank Central Asia Tbk 33.158.792 370.985.627
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
dan Banten Tbk 73.230.602 29.142.762
PT Bank KEB Hana Indonesia 11.949.515 10.354.924
Total 539.516.597 1.100.026.237
5. PIUTANG USAHA
Berdasarkan Pelanggan:
2023 2022
Agen Wisata 298.028.768 265.773.494
Instansi Pemerintahan 252.375.425 9.010.800
PT Rumah Karya Entertaiment 114.388.556 43.649.050
Kartu Kredit 83.208.587 51.249.002
Korporasi 20.868.818 10.969.750
Jumlah 768.870.154 380.652.096
Berdasarkan Umur:
2023 2022
Belum jatuh tempo dan tidak Mengalami penurunan nilai:
Kurang dari 30 hari 488.943.829 283.712.027
31 - 60 hari - 68.475.419
61 - 90 hari 252.375.425 -
Lebih dari 90 hari 27.550.900 28.464.650
Jumlah 768.870.154 380.652.096
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Rumah Karya Entertaiment (Conclave Bar)
sehubungan dengan pembukaan restoran dan bar yang berada di properti milik perusahaan. (Catatan 25).
Seluruh piutang usaha dari pihak ketiga didenominasi dalam mata uang rupiah.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha dapat ditagih, sehingga, tidak ada penurunan nilai
yang diakui.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, akun ini merupakan pinjaman karyawan perusahaan yang
dilakukan tanpa bunga dan berjangka waktu kurang dari 12 bulan dengan nilai masing-masing sebesar
Rp 11.999.000 dan Rp 12.972.392.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat ditagih, sehingga, tidak ada penurunan nilai
yang diakui.
20
Page 27
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
2023 2022
Aset Lancar
Bahan Baku 328.795.665 309.102.008
Perlengkapan 173.780.676 167.838.479
Sub Jumlah 502.576.341 476.940.487
Aset Tidak Lancar
Perlengkapan Operasional Hotel 945.122.559 937.757.326
Sub Jumlah 945.122.559 937.757.326
Jumlah 1.447.698.900 1.414.697.813
Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua jenis
persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.
8. BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA
Pada tanggal 31 Desember 2023, akun ini merupakan biaya digital marketing yang telah dibayar dimuka
dengan nilai sebesar Rp 416.666.668.
9. ASET TETAP
2023
Saldo Awal Penambahan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya perolehan
Tanah 14.000.000.000 - - 14.000.000.000
Bangunan dan Prasarana 66.461.880.767 66.485.500 - 66.528.366.267
Mebel dan Peralatan 5.674.961.187 486.750.082 - 6.161.711.269
Sub Jumlah 86.136.841.954 553.235.582 - 86.690.077.536
Aset dalam Penyelesaian
Bangunan Hotel 23.999.969.280 - - 23.999.969.280
Jumlah 110.136.811.234 553.235.582 - 110.690.046.816
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan Prasarana 20.383.739.279 1.687.722.444 - 22.071.461.723
Mebel dan Peralatan 4.900.382.433 264.807.663 - 5.165.190.096
Jumlah 25.284.121.712 1.952.530.107 - 27.236.651.819
Nilai buku neto 84.852.689.522 83.453.394.997
2022
Saldo Awal Penambahan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya perolehan
Tanah 14.000.000.000 - - 14.000.000.000
Bangunan dan Prasarana 66.461.880.767 - - 66.461.880.767
Mebel dan Peralatan 5.493.540.424 181.420.763 - 5.674.961.187
Sub Jumlah 85.955.421.191 181.420.763 - 86.136.841.954
Aset dalam Penyelesaian
Bangunan Hotel 23.999.969.280 - - 23.999.969.280
Jumlah 109.955.390.471 181.420.763 - 110.136.811.234
21
Page 28
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
2022 (lanjutan)
Saldo Awal Penambahan Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan Prasarana 18.370.645.690 2.013.093.589 - 20.383.739.279
Mebel dan Peralatan 4.427.716.162 472.666.271 - 4.900.382.433
Jumlah 22.798.361.852 2.485.759.860 - 25.284.121.712
Nilai buku neto 87.157.028.619 84.852.689.522
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2023 2022
Beban Pokok Pendapatan (Catatan 19) 1.687.722.444 2.013.093.589
Beban umum dan administrasi (Catatan 20) 264.807.663 472.666.271
Jumlah 1.952.530.107 2.485.759.860
Bangunan dan Prasarana merupakan Bangunan Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di
Jl. Otto Iskandardinata no.3 Bandung, dengan luas bangunan 7.408m2.
Bangunan hotel dalam penyelesaian merupakan hotel yang berlokasi di CITI HUB Kelapa Gading sesuai
dengan Surat Perintah Kerja No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020. Perusahaan mengadakan
perjanjian kerja dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, atas pekerjaan pembangunan Hotel 3 lantai di CITI
HUB Kelapa Gading dengan nilai kontrak sebesar Rp 23.999.969.280. Pada 31 Desember 2023 progres
penyelesaian pekerjaan di CITI HUB Kelapa Gading telah mencapai 80%, dan akan di selesaikan paling
lambat pada Desember 2023 (Catatan 25).
Perusahaan memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 224 tanggal 20
Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara. Tanah seluas 17.370 m 2
yang terletak di Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa
Barat. Hak kepemilikan berupa Sertifikat Hak Milik Nomor: 116/Bojong Koneng. Penurunan Hak Milik yang
sedang dalam proses penurunan hak menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan.
Perusahaan juga memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 225 tanggal
20 Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara, dengan tanah total
seluas 13.010 m2 yang terletak di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten
Bogor, Provinsi Jawa Barat atas beberapa Sertifikat Hak Milik Nomor: 315/Karang Tengah seluas 3.270 m2,
Nomor: 316/Karang Tengah seluas 3.265 m2, Nomor: 317/Karang Tengah seluas 3.240 m2, Nomor:
318/Karang Tengah seluas 3.235 m2. Penurunan Hak Milik menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan sedang
dalam proses.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Bangunan dan tanah Perusahaan berupa hotel dengan nilai
sebesar Rp 48.000.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 25).
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, aset tetap tertentu, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap
risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 47.634.000.000.
Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin
timbul atas aset tersebut.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
22
Page 29
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET HAK - GUNA
2023 2022
Tanah 450.000.000 450.000.000
Akumulasi penyusutan (75.000.000 ) (60.000.000 )
Jumlah 375.000.000 390.000.000
Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang tanah
Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas 3.020 m2. yang kemudian didirikan sebuah bangunan
Hotel dengan nama Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang beralamat di Jl. Otto Iskandardinata no.3
Bandung. Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai beroperasional dengan harga sewa Rp
450.000.000. harga sewa Rp 450.000.000. Beban amortisasi sebesar Rp 15.000.000 untuk tahun 2023 dan
2022 dicatat pada Beban Pokok Pendapatan (Catatan 19).
11. UTANG LAIN-LAIN
2023 2022
Pihak Ketiga
PT Artotel Indonesia 798.627.234 695.926.410
PT Falco Security 150.106.080 65.193.480
Berkah Putra Lestari 136.689.150 142.653.475
CV Sun Prima 49.232.863 49.232.863
Bina Artha Loundry VP 45.982.985 87.261.800
Ootigo 62.071.750 -
Global Food 53.570.300 -
PT Calmic Indonesia 2.176.487 40.939.248
Lain-lain 603.863.133 247.928.958
Sub Jumlah 1.902.319.982 1.329.136.234
Pihak berelasi
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya 1.511.029.474 1.755.137.112
Sub Jumlah 1.511.029.474 1.755.137.112
Jumlah 3.413.349.456 3.084.273.346
Utang lain-lain kepada Tn. Antonyo Hartono Tanujaya pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.511.029.474
dan tidak dikenakan bunga berdasarkan surat perjanjian Pinjaman nomor 003/PPJ/II/2023 tanggal
16 Februari 2023.
Utang lain-lain ke Pihak Ketiga merupakan utang atas pinjaman yang diberikan Artotel Group kepada
Perusahaan untuk pengelolaan Hotel berdasarkan standar yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Utang kepada Artotel Group merupakan utang tagihan Manajemen Artotel Group kepada Perusahaan
sehubungan dengan biaya jasa manajemen.
Utang kepada Berkah Putra Lestari merupakan utang untuk pembelian bahan baku makanan oleh
Perusahaan pada bulan Desember 2023.
Utang kepada Bina Artha Laundry VP merupakan tagihan utang jasa pakaian kepada Perusahaan dari bulan
Desember 2023.
23
Page 30
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. BEBAN AKRUAL
2023 2022
Service Charge 172.316.005 166.538.510
Biaya Utilitas 128.139.009 121.393.638
Jasa Profesional 65.400.000 94.950.000
Gaji dan Tunjangan 18.668.527 190.760.428
Jumlah 384.523.541 573.642.576
13. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
2023 2022
Pajak Pertambahan Nilai - 76.346.919
Jumlah - 76.346.919
b. Utang Pajak
2023 2022
Pajak Penghasilan
Pasal 21 2.460.026 16.824.784
Pasal 23 22.352.697 4.379.040
Pasal 25 2.151.031 2.151.031
Pajak Hotel dan Restoran 669.533.800 816.975.656
Pajak Bumi dan Bangunan - 109.027.800
Jumlah 696.497.554 949.358.311
c. Pajak Penghasilan Badan
2023 2022
Rugi sebelum pajak penghasilan (1.328.869.965 ) (2.176.441.284 )
Beda Temporer:
Tunjangan Pensiun Karyawan (36.341.196 ) 123.407.579
Lain-lain 76.660.337 90.128.082
Jumlah Beda Temporer 40.319.141 213.535.661
Beda Permanen:
Beban yang Tidak Dapat
Dikurangkan Secara Pajak - -
Jumlah Beda Permanen - -
Laba Kena Pajak (Rugi Fiskal) (1.288.550.824 ) (1.962.905.623 )
Akumulasi Rugi Fiskal
2022 (1.962.905.623 ) -
2021 (658.344.675 ) (658.344.675 )
2020 - 603.879.511
2019 - 870.169.917
2018 - (1.373.455.278 )
Total Akumulasi Rugi Fiskal (3.909.801.122 ) (2.520.656.148 )
24
Page 31
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK
Rincian utang pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Bank KEB Hana Indonesia 22.277.000.000 22.277.000.000
Jumlah 22.277.000.000 22.277.000.000
Bank KEB Hana Indonesia
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan utang Nomor 17 tanggal 8 Maret 2013 yang dibuat
dihadapan Hariyanti Poerbiantari, S.H, Notaris di Jakarta Utara, Perusahaan memperoleh Kredit Investasi
dari Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Perpanjangan Fasilitas Pembiayaan antara Perusahaan
dengan PT Bank KEB Hana Indonesia No.44/MK/VII/2023 tanggal 18 Juli 2023 sebagai berikut:
1. Fasilitas Kredit
Jenis Kredit : Fixed Loan (FL)-Investasi
Tujuan Kredit Refinancing Pembelian dan Renovasi Hotel yang berlokasi di Jl. Otto
: Iskandardinata - No.3, Kel.Babakan-Ciamis, Kec.Sumur Bandung,
Jawa Barat.
Plafon Kredit : Rp 22.277.000.000
Jangka Waktu : 25 Juli 2023 s/d 25 Januari 2024.
Suku Bunga 9,5% p.a (sembilan koma lima persen per annum), efektif,
:
mengambang (floating).
Suku Bunga Dasar Kredit : 7,5% p.a (Tujuh koma lima persen per annum), Efektif.
Provisi 0,25% p.a (nol koma dua lima persen per annum), dari Plafon Kredit,
:
dibayar dimuka.
Biaya Administrasi : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah), dibayar dimuka.
Biaya Custody : Rp 250.000,- (Dua ratus Llima puluh Rupiah), dibayar dimuka.
Pembayaran Kewajiban Kewajiban Perusahaan per bulannya hanya bunga yang dibayarkan
pada tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulannya. Seluruh pokok
:
pinjaman akan dibayarkan oleh Perusahaan sekaligus pada akhir
jangka waktu Fasilitas Kredit.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan Jaminan Berjalan 1 (satu) unit Tanah dan Bangunan berupa
Hotel, yang terletak di Jl. Otto Iskandardinata No. 3, Kelurahan Babakan Ciamis Kecamatan Sumur
Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sesuai dengan SHM No.481/Babakan-Ciamis terdaftar atas
nama Tn. Hartono Tanujaya.
2. Perjanjian pinjaman ini juga mencakup persyaratan tertentu untuk melakukan hal-hal berikut:
• Wajib memberikan laporan secara tertulis apabila memperoleh fasilitas kredit / pinjaman dari
pihak lain atau kreditur lain kepada Bank.
• Memberi kuasa kepada Bank untuk mendebet secara otomatis rekening giro atau tabungan atas
nama Perusahaan untuk pembayaran angsuran Perusahaan untuk pembayaran angsuran pada
tanggal yang telah ditentukan setiap bulannya dan biaya-biaya lain yang berhubungan dengan
fasilitas kredit sebagaimana tercantum dalam SPPK ini.
• Wajib menerima petugas Bank yang melaksanakan kunjungan untuk penilaian aktivitas usaha.
• Wajib menyalurkan aktivitas keuangan usaha melalui rekening di Bank.
• Wajib menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan penggunaan kredit.
• Wajib menjaga saldo rekening koran / tabungan pada Bank untuk pembebanan bunga/ angsuran
minimum sejumlah 1 (satu) bulan.
• Wajib memberitahukan kepada Bank apabila melakukan perubahan Anggaran Dasar.
• Tidak melakukan penurunan modal dan perubahan pemegang saham mayoritas tanpa
persetujuan terlebih dahulu dari Bank.
25
Page 32
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK (lanjutan)
Bank KEB Hana Indonesia (lanjutan)
3. Pembiayaan Kewajiban
Perusahaan wajib melakukan pembayaran selisih suku bunga sebesar 4,0% (empat persen), efektif,
fixed, ditambah dengan suku bunga yang berjalan normal pada saat itu yang akan dibayarkan pada bulan
Januari 2023 berturut - turut sampai dengan bulan Agustus 2023, yang dibayarkan pada tanggal 25 (dua
puluh lima) setiap bulannya.
Seluruh pokok pinjaman akan dibayarkan oleh Perusahaan sekaligus pada akhir jangka waktu per
pencairan fasilitas kredit (dalam hal fasilitas tersebut memiliki tenor atau jangka waktu per pencairan).
Atas keterlambatan pembayaran kewajiban kepada Bank, Perusahaan dikenakan denda sebesar 36,0%
(tiga puluh enam persen) p.a.
Syarat - syarat khusus:
1. Terhadap Selisih suku bunga Fasilitas Kredit FL lnvestasi milik Perusahaan, sisanya sebesar
4,0% p.a (Empat Persen Per Annum), efektif fixed, akan dibebankan kembali pada bulan Januari
2022 berturut - turut sampai dengan Agustus 2023 ditambah dengan bunga berjalan normal pada
saat itu.
2. Jaminan wajib dinilai oleh appraisal intemal Bank dan appraisal independen dengan nilai yang
dapat diterima oleh Bank. Appraisal internal Bank wajib dilakukan sebelum penandatanganan
Perjanjian Kredit dan Jaminan, sedangkan untuk appraisal independen wajib dilampirkan
selambat-lambatnya pada bulan Desember 2023.
15. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Perusahaan menghitung dan membukukan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan
Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut
adalah 7 dan 35 orang pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Risiko Tingkat Bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Harapan Hidup
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas peserta
program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program akan
meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan
demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program.
Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
2023 2022
Biaya Jasa:
Biaya Jasa Kini 62.734.726 125.692.641
Biaya Bunga 23.900.493 14.176.084
Biaya Jasa Lalu - (16.461.146 )
Dampak Kurtaimen (122.976.415 ) -
Komponen dari biaya imbalan pasti yang diakui
dalam laba rugi (36.341.196 ) 123.407.579
26
Page 33
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
2023 2022
Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain (3.048.481 ) 8.169.413
Jumlah (39.389.677 ) 131.576.992
Beban Imbalan Pascakerja sebesar Rp 36.341.196 dan Rp 123.407.579 masing-masing untuk tahun 2023
dan 2022 dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 20).
2023 2022
Kewajiban Imbalan Pasti – Awal 330.816.407 199.239.415
Biaya Jasa Kini 62.734.726 109.231.495
Biaya Bunga 23.900.493 14.176.084
Kurtailmen-Penyelesaian (122.976.415 ) -
Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain (3.048.481 ) 8.169.413
Kewajiban Imbalan Pasti – Akhir 291.426.730 330.816.407
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Tubagus
Syafrial & Amran Nangasan untuk tanggal 31 Desember 2023 dengan nomor laporan 2939/PSAK-
TBA.AN/III-2024 tanggal laporan 14 Maret 2024 dan untuk 31 Desember 2022 dengan nomor laporan
2117/PSAK-TBA.AN/III-2023 tanggal laporan 27 Maret 2023. Asumsi utama yang digunakan dalam
menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto per tahun 6,67% 7,22%
Tingkat kenaikan gaji per tahun 8,00% 8,00%
Tingkat pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tabel Amortisasi TMI-2019 TMI-2019
(Average) (Average)
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto, kenaikan
gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-
masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain
konstan.
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan kerja
dan biaya jasa kini:
2023 2022
Kenaikan 1%:
Nilai kini 271.638.421 302.719.035
Biaya jasa kini 58.345.746 114.293.090
Penurunan 1%:
Nilai kini 313.191.555 362.509.370
Biaya jasa kini 67.562.147 138.663.993
27
Page 34
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan
kerja dan biaya jasa kini:
2023 2022
Kenaikan 1%:
Nilai kini 310.895.239 360.093.522
Biaya jasa kini 67.052.060 137.787.250
Penurunan 1%:
Nilai kini 273.278.463 304.243.412
Biaya jasa kini 58.710.174 114.814.759
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung
dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang
diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas
dari tahun sebelumnya.
16. MODAL SAHAM
2023
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan (%) Disetor
PT Wahana Tata Bangun 599.462.500 66,85% 47.957.000.000
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya 25.537.500 2,85% 2.043.000.000
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) 271.709.596 30,30% 21.736.767.680
Jumlah 896.709.596 100% 71.736.767.680
Berdasarkan surat No.LB-01/PLAN/012024 pada tanggal 5 Januari 2024 terdapat penerbitan saham baru
hasil dari exercise waran seri I sebanyak 3.846.101 lembar saham dengan nominal Rp 80. Pelaksanaan
Waran tersebut dilakukan dengan perbandingan 1:2 yaitu setiap pemegang 1 saham mendapatkan 2 waran.
2022
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan (%) Disetor
PT Wahana Tata Bangun 599.462.500 67,14% 47.957.000.000
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya 25.537.500 2,86% 2.043.000.000
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) 267.863.180 30,00% 21.429.054.400
Jumlah 892.863.180 100% 71.429.054.400
Informasi mengenai susunan pemegang saham dan kepemilikan saham Perusahaan per 31 Desember 2023
adalah berdasarkan laporan dari PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek Perusahaan.
Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham biasa yang memberikan hak satu suara per saham dan
berpartisipasi dalam dividen.
28
Page 35
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. TAMBAHAN MODAL DISETOR-BERSIH
2023 2022
Tambahan modal disetor dari Initial
Public Offering (IPO) Penawaran
Perdana Saham Sebesar 271.709.596 saham
dengan nilai nominal Rp 80 yang ditawarkan Rp 130 8.571.417.600 8.571.417.600
Pelaksanaan Waran 319.000 319.000
Dikurangi dengan biaya emisi saham (1.859.997.619 ) (1.859.997.619 )
Jumlah 6.711.738.981 6.711.738.981
18. PENDAPATAN USAHA
2023 2022
Hotel 12.368.445.625 10.893.008.748
Jumlah 12.368.445.625 10.893.008.748
Pendapatan usaha perusahaan merupakan pendapatan atas sewa kamar hotel, penjualan makanan,
minuman dan lain-lain.
19. BEBAN POKOK PENDAPATAN
2023 2022
Gaji dan Tunjangan 2.968.421.545 2.944.016.585
Penyusutan Bangunan (Catatan 9) 1.687.722.444 2.013.093.589
Listrik dan Air 1.338.625.416 1.053.538.265
Operasional Hotel 1.498.247.884 760.005.034
Makanan dan Minuman 950.878.151 658.958.988
Biaya Layanan Manajemen 746.561.190 976.928.222
Keamanan dan Kebersihan 490.900.326 367.682.744
Perlengkapan Hotel 267.222.494 121.291.625
Telepon dan Internet 126.162.919 71.223.210
Amortisasi Aset Hak-Guna (Catatan 10) 15.000.000 15.000.000
Jumlah 10.089.742.369 8.981.738.262
20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2023 2022
Penyusutan (Catatan 9) 264.807.663 472.666.271
Jasa Profesional 216.994.811 356.816.050
Perbaikan dan Pemeliharaan 675.857.104 192.621.035
Pemasaran 192.743.567 106.151.439
Pajak Hotel dan Restoran 127.179.891 134.094.443
Biaya Sewa 89.090.230 65.300.356
Transportasi dan Perjalanan 42.655.943 82.411.878
Biaya Asuransi 22.232.184 24.510.232
Imbalan Pascakerja (Catatan 15) (36.341.196 ) 123.407.579
Lain-lain 255.996.674 547.031.008
Jumlah 1.851.216.871 2.105.010.291
29
Page 36
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PENDAPATAN LAIN-LAIN BERSIH
2023 2022
Pendapatan Sewa 66.666.667 88.888.888
Pendapatan Jasa Giro 805.344 164.873
Pendapatan Lain-lain 362.215.996 214.435.449
Jumlah 429.688.007 303.489.210
Pendapatan sewa pada tahun 2023 dan 2022 merupakan pendapatan atas sewa Tower Pemancar dari
PT XL Axiata Tbk sebesar Rp 66.666.667 dan Rp 88.888.888 (Catatan 21).
22. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
2023 2022
Bunga Pinjaman Bank 2.173.890.669 2.214.093.734
Provisi dan Administrasi Bank 12.153.687 71.268.794
Jumlah 2.186.044.356 2.285.362.528
23. LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
2023 2022
Rugi untuk Perhitungan
Rugi Per Saham (1.328.869.965 ) (2.175.613.123 )
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah rata-rata
Tertimbang saham untuk Perhitungan
Laba Bersih Per Saham 896.709.596 892.862.277
Rugi per saham Dasar (Rupiah Penuh) (1,48 ) (2,44 )
24. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Perusahaan melakukan transaksi usaha kepada pihak-pihak berelasi dimana menurut manajemen dilakukan
dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana hal nya bila dilakukan dengan pihak ketiga.
Saldo dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2023 2022
Utang Lain-lain
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya (Catatan 11) 1.511.029.474 1.755.137.112
Jumlah 1.511.029.474 1.755.137.112
30
Page 37
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI (lanjutan)
Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Direksi masing-masing untuk periode 31 Desember
2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Dewan Direksi 600.000.000 799.500.000
Jumlah 600.000.000 799.500.000
Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya Pemegang Saham Utang Lain-lain
25. IKATAN
• Berdasarkan Surat Perjanjian Pengelolaan antara Perusahaan dengan PT Artotel Indonesia No.150/SU-
MA/DIR/X/2021 tanggal 14 Oktober 2021, bahwa Perusahaan dan PT Artotel Indonesia telah melakukan
perjanjian kerjasama pengelolaan dengan PT Artotel Indonesia dengan jangka waktu selama 10 tahun
dengan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Selama Jangka Waktu Perjanjian, Hotel akan menggunakan Merek “VUE PALACE, ARTOTEL
CURATED”.
2. Pemilik wajib melakukan perancangan, kontruksi, furnishing dan melengkapi di atas lahan, sebuah
Hotel yang sesuai dengan brand Standart ARTOTEL dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Memiliki sedikitnya 102 (seratus dua) kamar;
b. Adanya ruang pertemuan;
c. Lobby;
d. Back-of-house facility; dan
e. Fasilitas lain yang terkait.
3. Pemilik harus membayar tiap bulan kepada operator atas jasa yang telah diberikan berdasarkan
Perjanjian ini termasuk seluruh imbalan jasa intensif selama masa perjanjian berlaku. Jumlah
pembayaran Imbalan Kerja Manajemen sebesar 2% (Dua Persen) dihitung dari Gross Operating
Revenue (GOR) dan Perusahaan harus membayar Imbalan Jasa Intensif sebesar 5% (lima persen)
dihitung dari Gross Operating Profit (GOP). Pembayaran Imbalan Jasa insentif dan Imbalan Jasa
Manajemen dilakukan setiap bulan.
Perjanjian ini efektif sejak 1 Januari 2022, dan akan mulai mengakui pendapatan bersama pada periode
buku 2022.
• Pada tanggal 25 April 2022, Perusahaan mengadakan perjanjian Kerja Sama tempat ruang usaha dengan
PT Rumah Karya Entertaiment selaku Pengelola Conclave Bar dengan jangka waktu 10 tahun terhitung
sejak tanggal ditandatanganinya dan dapat diperpanjang selama 5 tahun sebagai hak prioritas sesuai
kesepakatan tertulis. Perusahaan berhak mendapatkan service tata kelola yang layak serta berasaskan
ketertiban dan keamanan di dalam maupun luar Hotel Bar. Keuntungan didapat sebesar 2,5% dari omset
apabila total Omset per bulan di bawah Rp 1,7 Miliar dan 3% dari omset apabila total Omset per bulan di
atas Rp 1,7 Miliar.
• Pada tanggal 11 November 2021, The Peak Vue palace hotel membuat rincian anggaran dalam
pembuatan design 3D kurang lebih 30 hari kerja setelah Commitment Fee ditransfer ke rekening BCA,
kerja kurang lebih 30 hari setelah design 3D disetujui oleh pihak klien. Proses produksi dan pengerjaan
interior dilakukan setelah gambar kerja dan RAB disetujui dan uang muka tahap 1 diterima oleh pihak
kontraktor.
31
Page 38
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. IKATAN (lanjutan)
• Pada tanggal 23 September 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan
Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang tanah Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas 3.020
m2 yang terletak di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung, Jawa Barat.
Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai beroperasional dengan harga sewa Rp
450.000.000. Perjanjian ini memiliki opsi perpanjangan masa sewa. Sampai dengan saat ini,
Perusahaan menggunakan tanah ini sebagai lokasi Hotel Vue Palace milik Perusahaan. Hotel mulai
beroperasi secara komersial tahun 2019. Beban sewa tanah sebesar Rp. 15.000.000.000 dicatat pada
beban pokok pendapatan (catatan 19).
• Pada tanggal 18 Juli 2018, berdasarkan surat perpanjangan perjanjian Sewa-Menyewa
No. 219/XL-LM/VII/2018 Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT XL Axiata, Tbk bahwa
Perusahaan menyediakan tempat pada area gedung yang akan digunakan untuk memasang peralatan
telekomunikasi milik PT XL Axiata, Tbk yang digunakan untuk pengembangan areal jasa pelayanan GSM
didalam gedung dan sebagai fasilitas jasa telekomunikasi lainnya. Jangka waktu sewa selama 5 (lima)
tahun yang mulai berlaku efektif sejak tanggal 1 Oktober 2018 sampai dengan 30 September 2023,
dengan harga sewa Rp 444.444.445.
• Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan utang Nomor 17 tanggal 8 Maret 2013 yang dibuat
dihadapan Hariyanti Poerbiantari, S.H, Notaris di Jakarta Utara, Perusahaan memperoleh Kredit
Investasi dari Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Perpanjangan Fasilitas Pembiayaan
antara Perusahaan dengan PT Bank KEB Hana Indonesia No. 44/MK/VII/2023 tanggal 18 Juli 2023
sebagai berikut:
Fasilitas Kredit
Jenis Kredit : Fixed Loan (FL)-Investasi
Tujuan Kredit : Refinancing Pembelian dan Renovasi Hotel yang berlokasi di
Jl. Otto Iskandardinata - No.3, Kel.Babakan-Ciamis, Kec.Sumur
Bandung, Jawa Barat.
Plafon Kredit : Rp 22.277.000.000
Jangka Waktu : 25 Juli 2023 s/d 25 Januari 2024.
Suku Bunga : 9,5% p.a (Sembilan koma lima persen per annum), efektif,
mengambang (floating).
Suku Bunga Dasar Kredit : 7,5% p.a (Tujuh koma lima persen per annum), Efektif.
Provisi : 0,25% p.a (nol koma dua lima persen per annum), dari
Plafon Kredit, dibayar dimuka.
Biaya Administrasi : Rp.5.000.000,- (Lima Juta Rupiah), dibayar dimuka.
Biaya Custody : Rp 250.000,- (Dua ratus Llima puluh Rupiah), dibayar dimuka.
Pembayaran Kewajiban : Kewajiban Perusahaan per bulannya hanya bunga yang
dibayarkan pada tanggal 25 (dua puluh tima) setiap bulannya.
Seluruh pokok pinjaman akan dibayarkan oleh Perusahaan
sekaligus pada akhir jangka waktu Fasilitas Kredit.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan Jaminan Berjalan 1 (satu) unit Tanah dan Bangunan berupa
Hotel, yang terletak di Jl. Otto Iskandardinata No. 3, Keluarahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur
Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sesuai dengan SHM No.481/Babakan-Ciamis terdaftar atas
nama Tn. Hartono Tanujaya.
32
Page 39
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. IKATAN (lanjutan)
• Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Investasi Perusahaan dengan PT Wahana Makmur Jaya
(WMJ) No: 001/WMJ-PPJ/V/2020 tanggal 14 Mei 2020, bahwa Perusahaan dan WMJ telah membuat
dan menyetujui perjanjian kerjasama investasi dalam kegiatan pembangunan infrastruktur dan interior
hotel serta penyediaan modal kerja hotel oleh pihak Perusahaan di gedung CITI HUB milik WMJ dengan
nilai investasi sebesar Rp 21.400.000.000. Obyek dalam perjanjian ini adalah area di lantai 9, 10 dan 11
gedung CITI HUB seluas +/- 3.105 m2 yang terletak di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav No. 3
Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Perusahaan dapat melakukan pembangunan infrastruktur dan
interior hotel dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Perjanjian ini berlaku efektif sampai dengan 10 tahun berikut seluruh
perubahan-perubahan dan perpanjangan-perpanjangan serta pembaharuannya, dan akan diperpanjang
secara otomatis berdasarkan kesepakatan Perusahaan dan WMJ, kecuali disepakati lain oleh Para
pihak secara tertulis.
• Bedasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020 antara
Perusahaan dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, dengan ini Perusahaan telah memberikan perintah
kerja untuk melakukan pekerjaan pembangunan hotel 3 (tiga) lantai di CITI HUB kelapa gading yang
berlokasi di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav No. 3 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara dengan
nilai kontrak sebesar Rp 23.999.969.280.
26. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN
Pinjaman yang
Diberikan dan
Piutang
31 Desember 2023
Aset Keuangan Lancar
Kas di Bank 532.789.647
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 768.870.154
Piutang Lain-lain Pihak dari Ketiga 11.999.000
Jumlah Aset Keuangan 1.313.658.801
Liabilitas pada
Biaya Perolehan
Diamortisasi
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Lain-lain :
Pihak Berelasi 1.511.029.474
Pihak Ketiga 1.902.319.982
Beban Akrual 384.523.541
Utang Bank 22.277.000.000
Jumlah Liabilitas Keuangan 26.074.872.997
33
Page 40
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Pinjaman yang
Diberikan dan
Piutang
31 Desember 2022
Aset Keuangan Lancar
Kas di Bank 1.098.449.886
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 337.003.046
Piutang Lain-lain Pihak dari Ketiga 12.972.392
Jumlah Aset Keuangan 1.448.425.324
Liabilitas pada
Biaya Perolehan
Diamortisasi
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Lain-lain :
Pihak Berelasi 1.755.137.112
Pihak Ketiga 1.329.136.234
Beban Akrual 574.470.737
Utang Bank 22.277.000.000
Jumlah Liabilitas Keuangan 25.935.744.083
27. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a. Manajemen Risiko Modal
Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan
keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi
saldo utang dan ekuitas.
Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan bank dan ekuitas yang terdiri dari modal ditempatkan dan
disetor. Direksi Perusahaan secara berkala akan melakukan reviu struktur permodalan Perusahaan.
Sebagai bagian dari reviu ini, Direksi akan mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang
berhubungan.
Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa sumber
daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola
risiko kredit Perusahaan beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
b. Manajemen Risiko Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah membentuk
kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen likuiditas dan
pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan. Perusahaan mengelola risiko
likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus
menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas
keuangan.
34
Page 41
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)
Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan periode
pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tidak
didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Perusahaan dapat diminta
untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok. Sepanjang arus bunga tingkat
mengambang jumlah tidak didiskontokan berasal dari kurva suku bunga pada akhir periode pelaporan.
Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal dimana Perusahaan mungkin akan diminta untuk
membayar.
31 Desember 2023
Kurang dari Lebih dari
1 Tahun 1 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Beban Akrual 384.523.541 - 384.523.541
Utang Lain-lain kepada
Pihak Berelasi 1.511.029.474 - 1.511.029.474
Pihak Ketiga 1.902.319.982 - 1.902.319.982
Dengan Bunga
Utang Bank 22.277.000.000 - 22.277.000.000
Jumlah 26.074.872.997 - 26.074.872.997
31 Desember 2022
Kurang dari Lebih dari
1 Tahun 1 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Beban Akrual 573.642.576 - 573.642.576
Utang Lain-lain kepada
Pihak Berelasi 1.755.137.112 - 1.755.137.112
Pihak Ketiga 1.329.136.234 - 1.329.136.234
Dengan Bunga
Utang Bank 22.277.000.000 - 22.277.000.000
Jumlah 25.934.915.922 - 25.934.915.922
c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam laporan
keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat
bunga pasar.
35
Page 42
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. KELANGSUNGAN USAHA
Liabilitas Jangka Pendek Melebihi Aset Lancar
Jumlah liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Dalam menghadapi kondisi ini, manajemen Perusahaan telah mengambil kebijakan dan Langkah-Langkah
sebagai berikut:
1. Melakukan restrukturisasi utang bank kepada PT Bank KEB Hana Indonesia (Catatan 14). Pihak Bank
telah menyetujui perpanjangan jatuh tempo dari yang semula tanggal 25 Juli 2023, diperpanjang 6 bulan
menjadi tanggal 25 Januari 2024.
2. Melakukan efisiensi beban operasional hotel dengan cara mengelola sendiri hotel Vue Palace milik
Perusahaan.
Manajemen berkeyakinan bahwa kebijakan dan langkah-langkah yang telah diambil Perusahaan saat ini dan
yang akan dikerjakan di masa mendatang dapat memperkuat Perusahaan dalam melanjutkan operasinya
sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya
29. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Berdasarkan surat No.LB-01/PLAN/012024 pada tanggal 5 Januari 2024 terdapat penerbitan saham baru
hasil dari exercise waran seri I sebanyak 3.846.101 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 80.
Pelaksanaan Waran tersebut dilakukan dengan perbandingan 1:2 yaitu setiap pemegang 1 saham
mendapatkan 2 waran.
36
Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KANTOR AKUNTAN PUBLIK HELIANTONO & REKAN
p.6
unresolved
org
REKAN Andiek Nugroho.
p.6
unresolved
person
Lili Sugianto
· Notaris
p.12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×2
unresolved
person
Rahayu Ningsih
p.12
unresolved
org
PT Sosial Integrasi Internasional
p.12
unresolved
person
Antonyo Hartono Tanujaya
p.12 ×20
unresolved
—
Emilia Marlina Kiuk
· Direktur
p.12
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.13
unresolved
org
Bapepam-LK
p.13 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.26
unresolved
org
Banten Tbk
p.26
unresolved
org
PT Rumah Karya Entertaiment
p.26 ×3
unresolved
org
PT Wahana Sugiharto Makmur
p.28 ×2
unresolved
person
Yunita Aristina
· Notaris
p.28 ×3
unresolved
org
PT Artotel Indonesia
p.29 ×4
unresolved
org
PT Falco Security
p.29
unresolved
org
PT Calmic Indonesia
p.29
unresolved
org
Bank KEB Hana Indonesia Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit
p.31
unresolved
person
Hariyanti Poerbiantari
· Notaris
p.31 ×3
unresolved
org
Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian
p.31 ×2
unresolved
—
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%)
p.34 ×2
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.34
unresolved
org
PT Wahana Makmur Jaya
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.