Back to announcement
20240401_BBLD_Penyampaian Bukti Iklan_31621463_lamp1.pdf
Other Text extracted BBLDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 1
Page 1
4 SENIN, 01 APRIL 2024 POLEMIK
Agar Kerja Kami Kasus LPEI di Kejaksaan Agung
Tanggal pelaporan: 18 Maret 2024
Keterangan:
Pada 2022 Kejaksaan Agung pernah menetapkan terdakwa
kasus dugaan korupsi pembiayaan ekspor nasional oleh LPEI
Nilai yang Berubah
tidak Mubazir di KPK
Pelapor: Menteri Keuangan Sri Mulyani selama periode 2013-2019.
Dugaan: Ada 24 perusahaan atau eksportir yang diduga Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun yang
bermasalah. berasal dari kredit macet delapan grup usaha yang terdiri
Status: Masih dipelajari atas 27 perusahaan. Salah satu terdakwa ialah Direktur PT
Bangunan perkara: Mount Dreams Indonesia Johan Darsono, divonis 5 tahun
BISA Anda jelaskan lini masa pengusutan kasus Empat perusahaan terindikasi fraud atau melakukan penjara. APAKAH Anda melihat ada upaya tarik-menarik antara
dugaan korupsi di LPEI oleh KPK? penyelewengan terkait dengan korupsi pembiayaan KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dengan
ekspor yang difasilitasi LPEI sejak 2019-2023, yaitu: Kasus LPEI di KPK
KPK sudah menerima laporan dugaan terjadinya ko- penyidikan dugaan korupsi di LPEI?
PT RII: Rp1,8 triliun Laporan masuk: 10 Mei 2023
rupsi di LPEI pada Mei tahun lalu. Kami sudah lakukan Analisisnya sih begitu, karena kalau lihat dari hanya sehari,
PT SMS: Rp216 miliar Naik penyidikan: 19 Maret 2024
telaah, kami sudah PT SPV: Rp144 miliar
kemudian teman-te-
Tersangka: Belum ditetapkan
lakukan klarifikasi PT PRS: Rp305 miliar Dugaan kerugian negara: Rp766 miliar. man di KPK memberi
kepada pihak ter Total kerugian negara: Rp2,5 triliun Indikasi: respons, yang juga
lapor dan pihak ter- Terjadi penyimpangan dalam penyaluran kredit yang mereka menjelaskan
Keterangan:
diberikan oleh LPEI kepada debitur berinisial PT PE.
kait serta beberapa Perusahaan tersebut bergerak di bidang kelapa sawit, batu kalau KPK itu kan pe-
PT PE ialah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi
dokumen sudah bara, nikel, dan perkapalan. Mereka diduga melakukan nyelenggara negara,
BBM dan bahan bakar lainnya.
praktik kecurangan (fraud ) dalam pembiayaan ekspor.
kami kumpulkan. Bangunan perkara: berarti ada penyeleng-
Enam eksportir lainnya masih ditangani tim gabungan
Hasil telaahan itu dalam rangka penagihan. Nilai kredit mencapai Rp3 triliun PT PE menerima fasilitas modal kerja ekspor dari LPEI garanya. Sementara
menunjukkan betul dan Rp85 miliar. sebanyak tiga kali, yakni pada 2015, 2016, dan 2017. itu, kejaksaan itu bi-
Kasus dugaan tindak pidana umum ini ditangani Mabes Polri. KPK menduga pemberian modal kerja terhadap PT PE
ada dugaan tindak dilakukan secara serampangan. Komite pembiayaan LPEI
asanya mereka fokus
pidana korupsi dan diduga mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam menyalur- di swastanya.
Tim yang Bekerja Sama dalam Penyelesaian Kasus
itu dilimpahkan ke kan kredit ke PT PE. Katakan kalau Men-
Direktorat Penye Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Lembaga antirasuah sebenarnya menerima enam laporan teri Keuangan Sri
(Jamdatun) terkait dugaan korupsi dalam kredit bermasalah di LPEI.
MI/ SUSANTO
lidikan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Baru tiga laporan yang sudah ditelaah, salah satunya yang
Muly ani datang ke MI/ SUSANTO
Alexander Marwata Sprinlindik terbit melibatkan PT PE. Dugaannya ialah korupsi penyaluran kejaksaan untuk ke- Saut Situmorang
Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan pada 13 Februari kredit ekspor dengan jumlah total Rp3,451 triliun. mudian either menye Mantan Wakil Ketua Komisi
Korupsi (KPK) lebih kurang sebu- Penyebab Terjadinya Fraud di LPEI Selain PT PE, KPK sedang menyelidiki dugaan korupsi lesaikan swastanya Pemberantasan Korupsi (KPK)
(Menurut Ekonom Indef, Eko Listiyanto) penyaluran kredit ekspor yang melibatkan PT RII senilai
lan yang lalu untuk Rp1,6 triliun dan PT SMJL senilai Rp1,051 triliun.
atau yang lain, apa-
pendalaman lebih lanjut. Kemudian, beberapa waktu Tata kelola yang buruk. Penyelewengan dari SDM. lagi kemarin dia menyebutnya ada beberapa dua grup case.
Sumber: Kejagung/Kemenkeu/KPK/Litbang MI
yang lalu Menteri Keuangan melaporkan hasil audit Kalau saya bisa simpulkan, kita melihat bahwa di KPK itu me-
Sprindik Kosong Ajang
ke Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dengan dugaan reka sudah lebih awal kelihatannya karena responsnya cepat.
fraud juga. Kalau kita balik ke MoU (nota kesepahaman), kalau KPK
Menyikapi hal itu karena kami sudah lakukan lidik dan sudah melakukan proses, yang lain menghentikan atau
ada potensi korupsi serta agar kerja kami tidak mubazir, menyerahkan. Bahkan, Undang-Undang (tentang KPK) juga
kami declare, kami ekspose bagaimana pengembangan menyebutkan begitu. Kalau sudah dimulai proses oleh KPK,
Jual Beli Perkara
penyelidikannya dan di dalam forum ekspose yang di- yang lain menghentikan penyelidikan atau penyidikannya.
hadiri jajaran penindakan, penyelidik, penyidik, penuntut Itu terlihat bahwa memang per hari itu mereka ekspose, ko-
umum, dan pimpinan menyepakati bahwa perkara naik ordinasi antara KPK dan Kejagung ada satu tarik-menarik.
ke penyidikan meski tidak kita sebut tersangkanya.
KPK langsung menyatakan sedang menyidik kasus di
Apa saja yang tergambar dari proses penyidikan LPEI sehari setelah Sri Mulyani melaporkan ke Kejagung.
tersebut? Lalu, bagaimana koordinasi KPK dengan Bukankah itu menunjukkan KPK tidak ingin kehilangan
Kejagung? Kontroversi ini harus menjadi perhatian dan evaluasi ke depan bagi momentum?
Itu sudah tergambarkan peran setiap pihak. Terkait
dengan koordinasi bersama Kejagung pasti kita lakukan
cara kerja KPK. Sprindik kosong sangat berpotensi untuk menjadi Kalau saya lihat, kita sama-sama ingin memberantas ko-
rupsi. Yang harus kita perhatikan sebenarnya dua institusi
karena LPEI itu memberikan menyalurkan kredit ke subjek jual beli perkara atau bancakan korupsi. ini bisa menyelesaikan case ini dengan baik, saling tukar
perusahaan-perusahaan banyak, enggak hanya satu (informasi). Mau nanti ditindaklanjuti KPK atau kejaksaan,
perusahaan. Kemarin yang kami paparkan baru satu, Dinda Shabrina menjelaskan secara rinci perihal Divisi Hukum dan Monitoring di KPK juga penuntut umumnya ialah jaksa dari Kejagung.
tapi ada enam perusahaan itu curang. dinda@mediaindonesia.com pemberitahuan status kasus LPEI Peradilan Indonesia Corruption Menurut saya, KPK harus segera memahami prinsip me-
A
yang disebut telah naik ke tahap Watch (ICW) Diky Anandya juga reka dalam organisasi, yakni integritas, sinergi, kepemimpin
Ada kesan yang timbul di masyarakat bahwa KPK DA kesan kompetisi penyidikan. Menurut dia, penyi- turut mengkritisi langgam KPK an, profesionalisme, dan keadilan. Itu mereka harus leading.
dan Kejagung saling rebutan perkara LPEI. Bagai- atau saling rebut kasus dikan secara resmi dimulai apa- yang tak biasa, yakni menge- Apakah itu ialah buah dari confuse-nya kerja sama? Bisa
mana Anda menyikapinya? antara Kejaksaan Agung bila sudah keluar sprindik secara luarkan sprindik kosong tanpa jadi. Karena Undang-Undang KPK sudah begitu lemahnya
Bukan saling merebut. Kemarin sudah saya sampai- (Kejagung) dan Komisi resmi dan formal. tersangka. sekarang. Jadi, sisi lain dari perubahan Undang-Undang KPK
kan supaya tidak terjadi duplikasi dalam penanganan Pemberantasan Korupsi (KPK) “Kalau baru diumumkan, arti- Kontroversi yang timbul akibat kayak beginilah.
perkara. Saya sampaikan, KPK sudah menangani dalam kasus dugaan korupsi di nya baru gelar yang disetujuinya. langkah KPK itu harus menjadi Kalau dulu dia kan KPK tetap independen. Kita tinggal
perkara lebih kurang setahun yang lalu. Proses itu Lembaga Pembiayaan Ekspor Jadi belum ada tersangkanya. perhatian dan evaluasi ke depan panggil jaksa di KPK, (dan mengatakan), “Kasih tahu sama
sudah kami lakukan di tingkat penyelidikan, sudah. Indonesia (LPEI). Hal itu terbaca Baru gelar doang. Gelar perkara bagi cara kerja KPK. Menurut Diky, temanmu di sana (kejaksaan) kita sudah memulai nih (penyi-
Supaya hasil penyelidikan dan telaah terhadap laporan ketika KPK mengumumkan pi- disetujui, naik ke penyidikan. sprindik kosong sangat berpotensi dikan), yang sana setop saja dulu.” Kan itu akhirnya orang
masyarakat dan ini juga menyangkut kepercayaan ma- haknya telah memulai penyidikan Setelah itu, baru bisa keluar lah untuk menjadi subjek jual beli melihatnya bagaimana sih? Kesannya jadi rebutan.
syarakat ke KPK. kasus LPEI pada Selasa (19/3) surat perintah penyidikan (sprin- perkara atau bancakan korupsi. Yang menjadi unik sebenarnya, kalau memang KPK sudah
Mereka melaporkan ke KPK terus tindakan KPK se- lalu. Tepatnya, satu hari setelah dik), ditujukan kepada tersangka. Jika dilihat secara mekanisme melakukan penyidikan, Sri Mulyani harusnya tahu bahwa
perti apa, jangan sampai cuma didiamkan. Makanya Kejagung menerima laporan dari Itu pasti disebut. Anda disangka formal yang selama ini dilakukan timnya pernah ditanya-tanya saat penyelidikan di KPK. Arti-
kemarin staf di Kedeputian Penindakan melakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani. melanggar pasal sekian atas la- KPK, penyelidikan KPK berbeda nya, ngapain juga Sri Mulyani mesti ke Kejagung.
ekspose, menyampaikan ke pimpinan supaya dipapar- Koordinator Masyarakat Anti poran dari si A. Saya kira yang dengan penyelidikan yang ada
kan. Mereka paparkan dan kami semua penyelidik, Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin diumumkan itu baru hasil gelar. dalam Kitab Undang-Undang Hu- Lalu, apa makna konferensi pers oleh KPK sehari sete-
penyidik, dan penuntut umum sepakat telah terdapat Saiman mengatakan memang ada Nanti kalau sudah dimulai penyi- kum Acara Pidana (KUHAP). KPK lah Sri Mulyani ke Kejagung?
cukup bukti tindak pidana korupsi sehingga naik ke kesan yang ingin disampaikan KPK dikannya, baru tersangkanya tahu seharusnya mengacu pada Pasal Sudah jelas itu pasti respons KPK terhadap kejadian ter-
tahap penyidikan. bahwa lembaga antirasuah itu si A, B, atau C,” jelas Romli. 44 UU KPK, yang menyebutkan, jika sebut bahwa “Hei! Kami juga lagi nanganin lo ya. Kami le-
masih bisa diandalkan untuk me- Romli juga mengingatkan, da- perkara masuk penyelidikan, maka bih dulu, ya.” Itu memberi warning. Makanya, Sri Mulyani
Apakah artinya kasus yang disidik KPK sama de- nangani kasus korupsi, walaupun di- lam kasus LPEI, sesungguhnya di tahap penyelidikan itu mereka kenapa mesti ke kejaksaan? Itu satu sisi bagaimana kurang-
ngan yang dilaporkan Sri Mulyani ke Kejagung? sadari bahwa pemberitahuan terkait Kejagung yang lebih dulu mena- sudah mencari alat bukti dengan nya koordinasi karena memang ada nilai yang berubah di
Makanya perlu dicek lagi apakah perusahaannya dengan status penyidikan itu belum ngani. Kejagung juga telah memi- bukti permulaan yang cukup. organisasi KPK.
sama. Kan saya bilang, yang menerima pendanaan itu sepenuhnya memenuhi syarat. liki daftar tersangka. Maka, Romli “Tentu kita berharapnya ke de-
bukan hanya satu dua perusahaan. “Ya memang bahasaku kebakaran meminta KPK agar tidak lagi me- pan dalam penanganan korupsi Bagaimana koordinasi KPK dulu berhadapan dengan
jenggot saja. Bu Sri Mulyani datang nangani kasus LPEI dan melaku- yang ditangani KPK dengan alasan aparat hukum lain saat menangani kasus yang sama?
Kerugian Rp3 triliun itu sudah keseluruhan? ke Kejagung. Karena sebelumnya kan koordinasi dengan Kejagung. tadi, bahwa sebetulnya Pasal 44 Itu sudah disyaratkan Undang-Undang KPK dan KPK juga
Itu perlu dikoordinasikan di kejaksaan. Namun, kalau KPK sudah menangani kasus ini satu “Berarti Kejagung yang duluan. UU KPK itu sudah memberikan sudah punya MoU dengan polisi dan kejaksaan. Bila sudah
terkait dengan LPEI-nya kita enggak akan bisa lepaskan tahun lalu, tetapi tidak ada perkem- Salah sendiri (KPK). Masalahnya keistimewaan kepada KPK dalam dimulai, yang lain berkoordinasi. Simpel, karena KPK-nya
karena dalam memberikan kredit itu ada peran-peran bangannya. Barangkali Bu Menkeu sekarang Kejagung sudah mela- tahap penyelidikan itu sebagai sebagai leading sector, vocal point, koordinasinya jadi baik. Di
dari LPEI, manajemen LPEI, bagaimana yang bersang- lebih percaya kepada Kejagung. Ke- kukan koordinasi sesuai Pasal 50 langkah yang pro justicia. Se- periode yang lalu hal ini menjadi lebih sederhana. Biasanya
kutan menganalisis layak atau tidaknya perusahaan mudian agar tidak semakin terhina, UU KPK, belum? Saya kira tidak, hingga, mengeluarkan sprindik kalau dari penyelidikan, kalau ada irisan dengan instansi
itu mendapatkan kredit ekspor, risiko keuangannya, maka KPK cepat-cepat penyidikan,” sehingga terjadi dispute, main kosong tidak diperlukan, bahkan lain itu gampang untuk dikoordinasikan.
tata kelolanya, pasti itu kan menjadi pertimbangan kata Boyamin kepada Media Indone- dulu-duluan siapa,” ujar Romli. cenderung berbahaya untuk pe- Kita jadi bertanya-tanya, niatnya Sri Mulyani apa sebenar-
dari manajemen LPEI ketika akan menyalurkan kredit. sia, Kamis (28/3). negakan hukum tindak pidana nya? Apalagi, dari awal KPK sudah lebih dulu mengusutnya
Itu hal yang lazimlah di dalam dunia perbankan atau Pakar hukum pidana Romli Bancakan korupsi korupsi yang dilakukan KPK,” jelas sehingga sudah bertanya-tanya ke pihak LPEI. Oleh karena
pembiayaan itu. (Tri/P-3) Atmasasmita meminta KPK untuk Dalam kesempatan lain, anggota Diky. (P-3) itu, enggak mungkin Sri Mulyani enggak tahu. (Tri/P-3)
Kantor Pusat : Kantor Cabang :
PT BUANA FINANCE Tbk
Tokopedia Tower (Ciputra World 2) Lt.38 • Jakarta • Makassar • Banjarmasin • Bekasi
Jl. Prof.Dr.Satrio Kav.11 Jakarta 12950 • Surabaya • Pekanbaru • Manado • Pontianak
Telp : (021) 50806969 • Medan • Jambi • Samarinda • Palangkaraya
Fax : (021) 50806996 • Semarang • Balikpapan • Denpasar • Bandung
Website : http://www.buanafinance.co.id • Palembang • Bandar Lampung • Serpong
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN ARUS KAS
KOMPREHENSIF LAIN Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
31 Desember 2023 dan 2022 Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2023 2022 2023 2022 2023 2022 2023 2022
ASET LIABILITAS DAN EKUITAS Pendapatan Arus kas dari aktivitas operasi
Pendapatan sewa pembiayaan 144.558 135.228 Penerimaan dari transaksi :
Kas dan setara kas LIABILITAS Pendapatan pembiayaan konsumen 458.099 360.096 Sewa pembiayaan 808.661 786.646
Pihak ketiga 337.880 514.134 Pendapatan anjak piutang 2.580 400
Pembiayaan konsumen 2.111.187 1.900.787
Cadangan kerugian penurunan nilai (1) (69) Pinjaman bank dan non-bank 4.245.201 3.153.900 Pendapatan bunga dan denda 52.473 44.470
Anjak piutang 150.954 29.990
Beban akrual 8.400 7.337 Pendapatan lain-lain 68.066 59.685
Total pendapatan 725.776 599.879 Bunga 20.997 8.783
Kas dan setara kas - neto 337.879 514.065 Utang pajak Pembayaran kas untuk transaksi :
Pajak penghasilan badan 10.648 15.615 Beban Sewa pembiayaan (793.149) (867.863)
Piutang sewa pembiayaan Beban keuangan 281.066 210.975 Pembiayaan konsumen (2.841.862) (2.051.236)
Pihak ketiga 993.936 1.003.141 Pajak lainnya 2.568 1.878
Beban umum dan administrasi 233.719 203.856 Anjak piutang (151.554) (48.350)
Cadangan kerugian penurunan nilai (11.281) (16.921) Utang dividen 398 377 Beban penyisihan kerugian penurunan nilai 61.661 57.315 Pembayaran beban usaha (210.398) (177.176)
Utang lain-lain 110.541 121.135 Beban pemasaran 5.229 5.076
Beban lain-lain 11.961 9.715 Pembayaran bunga dan biaya keuangan lainnya (282.406) (214.930)
Piutang sewa pembiayaan - neto 982.655 986.220 Uang muka 1.999 1.431 Pembayaran pajak penghasilan (33.433) (18.225)
Total beban 593.636 486.937
Liabilitas derivatif 4.981 4.369 Kas neto digunakan untuk aktivitas operasi (1.221.003) (651.574)
Piutang pembiayaan konsumen Laba sebelum pajak penghasilan 132.140 112.942
Pihak ketiga 4.267.353 2.990.988 Liabilitas imbalan pasca kerja 10.145 8.167
Beban pajak penghasilan (27.127) (25.482) Arus kas dari aktivitas investasi
Cadangan kerugian penurunan nilai (43.055) (27.833) Pembelian aset tetap (11.508) (5.257)
TOTAL LIABILITAS 4.394.881 3.314.209 Laba neto tahun berjalan 105.013 87.460
Penghasilan (rugi) komprehensif lain Pembelian aset takberwujud (4.587) (10)
Piutang pembiayaan konsumen - neto 4.224.298 2.963.155 Hasil penjualan aset tetap 597 315
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Tagihan anjak piutang EKUITAS Pengukuran kembali atas instrumen Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (15.498) (4.952)
derivatif untuk lindung nilai arus kas 156 (6.499)
Pihak ketiga 53.045 7.630 Pajak penghasilan terkait (34) 1.430 Arus kas dari aktivitas pendanaan
Cadangan kerugian penurunan nilai (17) (1) Modal saham - nilai nominal Rp 250 (nilai penuh) Neto 122 (5.069) Penerimaan dari utang bank dan non-bank 2.642.457 2.823.503
per saham
Tagihan anjak piutang - neto 53.028 7.629 Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi: Pembayaran kembali utang bank dan non-bank (1.550.715) (1.867.412)
Modal dasar - 4.800.000.000 saham Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan Pembayaran liabilitas sewa (5.184) (3.278)
Modal ditempatkan dan disetor - pasca kerja (9) (508) Pembayaran dividen tunai (26.312) (9.867)
Surat berharga - 180 1.645.796.054 saham 411.449 411.449 Pajak penghasilan terkait 2 112
Kas neto diperoleh dari aktivitas
Neto (7) (396)
Piutang lain-lain 54.883 31.722 Tambahan modal disetor 457 457 pendanaan 1.060.246 942.946
Aset derivatif 2.839 110 Rugi komprehensif lain - neto (2.957 ) (3.072) Penghasilan (rugi) komprehensif lain - Kenaikan (penurunan) neto kas dan setara kas (176.255) 286.420
Saldo laba neto setelah pajak 115 (5.465)
Uang muka, biaya dibayar dimuka dan lainnya 36.852 34.580 Efek dari perubahan kurs mata uang asing 1 6.963
Telah ditentukan penggunaannya 23.000 22.000 Total penghasilan komperhensif tahun berjalan 105.128 81.995
Aset tetap - neto 72.462 71.207 Kas dan setara kas awal tahun 514.134 220.751
Belum ditentukan penggunaannya 962.787 885.107 Laba per saham - Dasar dan Dilusian
Aset takberwujud - neto 8.464 9.031 (dalam Rupiah penuh) 63,81 53,14 Kas dan setara kas akhir tahun 337.880 514.134
TOTAL EKUITAS 1.394.736 1.315.941
Aset hak-guna - neto 7.053 4.354
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Aset pajak tangguhan - neto 9.204 7.897 Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
TOTAL ASET 5.789.617 4.630.150 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 5.789.617 4.630.150
Penghasilan (rugi) Saldo Laba
Catatan : Tambahan komprehensif lain Telah ditentukan Belum ditentukan Total
Modal saham modal disetor - neto penggunaannya penggunaannya ekuitas
- Informasi keuangan di atas pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 diambil dari laporan keuangan Saldo 1 Januari 2022 411.449 457 2.393 21.000 808.522 1.243.821
PT Buana Finance Tbk (“Perusahaan”), yang disusun manajemen Perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia, yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan, anggota jaringan Laba bersih tahun berjalan - - - - 87.460 87.460
firma PKF Global (rekan penanggung jawab adalah Darmenta Pinem, S.E, CPA), auditor independen, berdasarkan Standar Rugi komprehensif lain - neto setelah pajak :
Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia dengan opini audit wajar tanpa modifikasian, sebagaimana Jakarta, 1 April 2024 Perubahan nilai wajar instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas-neto - - (5.069) - - (5.069)
tercantum dalam laporannya tanggal 26 Maret 2024. Sedangkan informasi keuangan pada tanggal dan tahun yang berakhir Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja - neto - - (396) - - (396)
PT Buana Finance Tbk Alokasi cadangan umum - - - 1.000 (1.000) -
31 Desember 2022 diambil dari laporan keuangan PT Buana Finance Tbk (“Perusahaan”), yang disusun oleh manajemen
Perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah diaudit oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Pembagian dividen tunai - (9.875) (9.875)
Mulyadi, Tjahjo & Rekan, anggota jaringan firma Crowe Global (rekan penanggung jawab adalah Riva Utama Winata, Direksi
CPA), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, dengan opini Saldo per 31 Desember 2022 411.449 457 (3.072) 22.000 885.107 1.315.941
audit wajar tanpa modifikasian sebagaimana tercantum dalam laporannya tanggal 30 Maret 2023. Laba bersih tahun berjalan - - - - 105.013 105.013
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto setelah pajak :
- Karena informasi keuangan di atas diambil dari laporan keuangan, dengan demikian informasi tersebut bukan merupakan Perubahan nilai wajar instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas-neto - - 122 - - 122
penyajian yang lengkap dari laporan keuangan. Informasi lainnya seperti catatan atas laporan keuangan tidak termasuk Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja - neto - - (7) - - (7)
dalam informasi yang disajikan di atas. Alokasi cadangan umum - - - 1.000 (1.000) -
- Kurs yang berlaku pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing adalah 1 USD = Rp 15.416 (dalam Rupiah Pembagian dividen tunai - - - - (26.333) (26.333)
penuh) dan Rp 15.731 (dalam Rupiah penuh). Saldo per 31 Desember 2023 411.449 457 (2.957) 23.000 962.787 1.394.736
Media Indonesia (7kolom x 170mmkl)
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan Sri Mulyani
p.1 ×2
unresolved
org
PT RII
p.1 ×2
unresolved
org
PT SMS
p.1
unresolved
org
PT SPV
p.1
unresolved
org
PT PRS
p.1
unresolved
org
PT PE.
p.1 ×6
unresolved
org
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
p.1
unresolved
org
PT PE. Dugaannya
p.1
unresolved
org
Kementerian Keuangan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan
p.1
unresolved
org
PT SMJL
p.1
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.1
unresolved
org
BUANA FINANCE Tbk
p.1 ×8
unresolved
org
Paul Hadiwinata
p.1
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.1
unresolved
person
Darmenta Pinem
p.1
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.