Back to announcement
20240401_SOTS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31621439_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted SOTSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 69
Page 1
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk & ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2023 dan 2022
Beserta
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
HALAMAN
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
- LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI 1-3
PER 31 DESEMBER 2023 DAN 2022
- LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 4-5
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2023 DAN 2022
- LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI 6
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2023 DAN 2022
- LAPORAN ARUS KAS KONSOLISASIAN 7
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2023 DAN 2022
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 8 - 62
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 11.887.905.520 11.831.391.813
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 5 396.263.229 292.955.084
Piutang Lain-lain
- Pihak Ketiga 6 58.384.387 101.438.067
- Pihak Berelasi 6,12b - 770.148.841
Persediaan 7 385.873.463 334.370.499
Perlengkapan 8 1.518.124.897 1.370.102.235
Pajak Dibayar Dimuka 16a 4.777.827.539 4.763.313.702
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 9 670.735.530 280.231.894
Jumlah Aset Lancar 19.695.114.565 19.743.952.135
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 6,12b 2.008.239.877 3.306.465.972
Biaya Dibayar Dimuka 9 11.702.952 6.152.762
Aset Tetap 10 371.212.822.456 374.792.277.037
Aset Pajak Tangguhan 16d 3.012.052.958 3.101.360.020
Aset Lain-lain 11,12c 1.200.000.000 4.066.434.141
Jumlah Aset Tidak lancar 377.444.818.243 385.272.689.932
JUMLAH ASET 397.139.932.808 405.016.642.067
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
1
Page 9
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - Pihak Ketiga 13 492.188.083 570.324.403
Utang Lain-lain
- Pihak ketiga 14 157.627.012 1.772.500
- Pihak berelasi 12d 1.740.457.000 2.476.356.174
Utang Pajak 16b 935.493.435 1.123.789.106
Beban Akrual 15 1.844.386.627 1.973.473.479
Jaminan Pelanggan 20 702.173.759 455.051.735
Liabilitas Jangka Panjang - Bagian yang
Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun
- Utang Bank 17 7.698.700.925 7.094.726.012
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 60.445.000 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 13.631.471.841 13.695.493.409
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12d,14 95.277.499.168 81.824.966.409
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Waktu
Satu Tahun
- Utang Bank 17 58.587.318.184 66.286.019.109
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 93.415.000 -
Liabililtas Imbalan Pasca Kerja 19 1.515.385.440 1.440.231.155
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 155.473.617.792 149.551.216.673
JUMLAH LIABILITAS 169.105.089.633 163.246.710.082
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 10
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
EKUITAS
Modal saham
Modal Dasar - 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh - 1.000.003.979 lembar saham
pada tahun 2023 dan 1.000.000.075
lembar saham pada tahun 2022 21 100.000.397.900 100.000.007.500
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.489.466.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 198.532.390.144 198.532.390.144
Komponen Ekuitas Lainnya 1.643.304.861 1.705.037.444
Saldo Laba (Rugi) (98.485.316.929) (84.871.097.518)
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik Induk 216.182.229.846 229.855.804.440
Kepentingan Non-Pengendali 23 11.852.613.329 11.914.127.545
Jumlah Ekuitas 228.034.843.175 241.769.931.985
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 397.139.932.808 405.016.642.067
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 11
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
PENDAPATAN USAHA 24 22.585.256.898 19.396.218.333
BEBAN POKOK PENDAPATAN 25 (7.774.656.754) (6.616.368.438)
LABA BRUTO 14.810.600.144 12.779.849.895
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 26 (1.012.577.807) (953.020.176)
Beban Umum dan Administrasi 27 (20.059.007.059) (22.078.524.437)
Jumlah Beban Usaha (21.071.584.866) (23.031.544.613)
RUGI USAHA (6.260.984.722) (10.251.694.718)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga 169.565.409 106.825.953
Beban Keuangan 28 (7.673.358.860) (7.955.645.882)
Beban Pajak (444.749.923) (709.335.607)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha -
Pihak Ketiga 206.734.889 21.118.597
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 10 113.120.000 -
Lain-lain - Bersih 163.527.017 2.002.996.859
Beban lain-lain, Bersih (7.465.161.468) (6.534.040.080)
RUGI SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (13.726.146.190) (16.785.734.798)
BEBAN (MANFAAT)
PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini 16c 565.315.181 722.446.560
Penyesuaian Tahun Lalu (722.446.560) -
Pajak Tangguhan 106.718.816 (989.257.354)
Pajak Final - -
Beban Pajak Penghasilan - Bersih (50.412.563) (266.810.794)
RUGI TAHUN BERJALAN (13.675.733.627) (16.518.924.004)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 12
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja (79.144.337) 296.213.261
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait 17.411.754 (65.166.934)
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan (61.732.583) 231.046.327
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF (13.737.466.210) (16.287.877.677)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (13.614.219.411) (16.435.931.076)
Kepentingan Non-Pengendali 23 (61.514.216) (82.992.928)
(13.675.733.627) (16.518.924.004)
RUGI KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (13.675.951.994) (16.204.884.749)
Kepentingan Non-Pengendali 23 (61.514.216) (82.992.928)
(13.737.466.210) (16.287.877.677)
RUGI PER SAHAM DASAR 33 (13,68) (16,52)
RUGI PER SAHAM DILUSIAN (17,09) (20,65)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 13
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Saldo Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Ekuitas Lainnya Laba (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2022 21 100.000.007.500 14.489.466.870 198.532.390.144 1.473.991.117 (68.435.166.457) 246.060.689.174 11.997.120.473 258.057.809.647
Rugi Tahun Berjalan - - - - (16.435.931.076) (16.435.931.076) (82.992.928) (16.518.924.004)
Penyesuaian - - - - 15 15 - 15
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - 231.046.327 - 231.046.327 - 231.046.327
Saldo per 31 Desember 2022 100.000.007.500 14.489.466.870 198.532.390.144 1.705.037.444 (84.871.097.518) 229.855.804.440 11.914.127.545 241.769.931.985
Rugi Tahun Berjalan - - - - (13.614.219.411) (13.614.219.411) (61.514.216) (13.675.733.627)
Penyesuaian - - - - - - - -
Setoran modal 390.400 1.987.000 - - - 2.377.400 - 2.377.400
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - (61.732.583) - (61.732.583) - (61.732.583)
Saldo per 31 Desember 2023 100.000.397.900 14.491.453.870 198.532.390.144 1.643.304.861 (98.485.316.929) 216.182.229.846 11.852.613.329 228.034.843.175
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 14
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 22.668.364.458 19.624.832.186
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (7.811.904.847) (6.104.990.812)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (10.814.439.333) (11.205.007.942)
Kas yang dihasilkan dari operasi 4.042.020.278 2.314.833.432
Penerimaan (pembayaran) pajak - (661.757.602)
Penerimaan Bunga 169.565.409 106.825.953
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya (2.326.504.995) (5.095.301.089)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Operasi 1.885.080.692 (3.335.399.306)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset hak guna (282.600.000) -
Perolehan aset tetap (1.108.403.310) (703.566.636)
Aset tetap dalam pembangunan (427.207.136) 79.002.000
Penerimaan Penjualan aset tetap 113.120.000 -
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (1.705.090.446) (624.564.636)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Bank (7.200.000.000) (6.600.000.000)
Peningkatan (Penurunan) Utang Lain-lain
- Pihak Berelasi 13.582.277.905 15.712.125.695
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan (43.960.000) (1.216.899.300)
(Peningkatan) Penurunan Piutang Lain-lain
- Pihak Berelasi 1.203.630.616 298.870.805
Pembayaran Bunga (7.667.802.460) (7.855.986.454)
Peningkatan Modal Disetor 2.377.400 -
Kas Bersih Diperoleh Dari
Aktivitas Pendanaan (123.476.539) 338.110.746
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN SETARA KAS 56.513.707 (3.621.853.196)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 11.831.391.813 15.453.245.009
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 2f,4 11.887.905.520 11.831.391.813
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 15
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit
Supatmo, SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-
10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan berdasarkan Akta Notaris No.231 tanggal 20
Desember 2023 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara lain tentang persetujuan pengeluaran saham
dalam simpanan/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari
portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan
dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-AH.01.03-
0160442 tertanggal 21 Desember 2023.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas
perusahaan holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai
pengumuman laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni
2023. Perubahan dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN
2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018
tanggal 28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui
pasar modal sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga
penawaran Rp165 per saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa
Keuangan No.S-171/D.04/2018, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif
Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai
nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” setelah
dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan 22). Pada tanggal 10 Desember 2018,
seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
8
Page 16
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum (lanjutan)
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya
200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam
Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham
baru tersebut. Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31
Desember 2023 dengan mengisi tabel sebagai berikut:
Harga Jumlah (Rp) (lembar
Lembar Nilai Nominal Pelaksanaan saham x harga
Nama Waran Tanggal Konversi Saham (Rp) (Rp) pelaksanaan)
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3100 100 600 1.860.000
Jumlah 3979 2.387.400
c. Entitas Anak
Pertanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak berikut
ini:
Persentase Tahun
kepemilikan operasi
Entitas anak Kedudukan Jenis Usaha efektif komersial Jumlah aset sebelum eleminasi
31 Desember 31 Desember
2023 2022
Kepemilikan langsung oleh Perusahaan Rp. 000 Rp. 000
PT Tanjung Karoso Permai Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 128.313.312 128.053.070
("TKP")
PT Dwimukti Mitra Wisata Jakarta Perhotelan 99,00 2013 92.259.086 89.818.004
("DMW")
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW")
dari Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham
(atau sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49%
kepemilikan dalam DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut
adalah sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-
masing sebesar 25%. Nilai buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah sebesar
Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang
dicatat terkait transaksi pembelian ini.
9
Page 17
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak
ii. Pembelian Saham Entitas Anak (lanjutan)
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari
Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau
sebesar 25% kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan
dalam DMW) dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar
Rp2.450.000.000. Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah 99%
dan sisanya dimiliki oleh Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara nilai
perolehan investasi dengan proporsi nilai buku aset bersih entitas anak sebesar Rp6.809.670.464
yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun
Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per
31 Desember 2023 (catatan 22).
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah
sebagai berikut:
2023 2022
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Herman Herry Adranacus
Komisaris Independen Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Martinelly Stevano Rizki Adranacus
Direktur Floreta Tane Floreta Tane
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 7 Juni 2023, para pemegang saham menyetujui
pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Perusahaan dan Husni Heron selaku Komisaris
Independen Perusahaan, serta mengangkat Martinelly selaku Direktur Utama Perusahaan dan Stevano
Rizki Adranacus selaku Komisaris Utama Perusahaan, terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini
diaktakan dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.74 tanggal 7 Juni 2023 dan
telah dicatatkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat No.AHU-AH.01.09-0132187 tanggal 27 Juni 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
2023 2022
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Yovita Julia P. S. Daoriwoe
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
Pada tanggal 4 Juli 2023 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan surat
keputusan Direksi Perusahaan no.168/SMK-Dir/SK/VII/2023 tentang pengangkatan sekretaris
Perusahaan, mengangkat Yovita sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan Julia P.S. Daoriwoe.
Pengangkatan Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) melalui surat No.Ref.:169/SMK-Dir/VII/2023.
10
Page 18
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (lanjutan)
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rp2.034.354.000 dan Rp2.053.710.250.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan masing-
masing 14 dan 13 karyawan tetap.
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di
jalan Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan
luas lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee) atau
kontrak, kawasan pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang
telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2024.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.KEP-
347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan
(Historical Cost ), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam
masing-masing Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan
dan Entitas Anak. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau
area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan
Konsolidasian diungkapkan di Catatan 2w.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ), kecuali
Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan
metode Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi
dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah
Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
11
Page 19
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 namun tidak berdampak material terhadap
laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
• PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi”
• Amendemen PSAK No. 1, “Penyajian laporan keuangan konsolidasian - Klasifikasi Kewajiban Lancar
atau Tidak Lancar”
• Amendemen PSAK No. 1, Penyajian laporan keuangan konsolidasian - Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi”
• Amendemen PSAK No. 16, “Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan”
• Amendemen PSAK No. 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan -
Definisi Estimasi Akuntansi”
• Amendemen PSAK No. 46, “Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
Timbul dari Transaksi Tunggal”
• Revisi PSAK No. 107, “Akuntansi Ijarah”
• Amendemen PSAK 73 "Sewa“ tentang sewa jual dan sewa balik
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun
sebelumnya.
Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan adalah
sebagai berikut:
Efektif 1 Januari 2024
• Amendemen PSAK 101 “Penyajian laporan keuangan konsolidasian Syariah”
• Amendemen PSAK 109 "Zakat, Infak, dan Sedekah“ tentang akuntansi zakat, infak, dan sedekah
• Amendemen PSAK 1 "Penyajian laporan keuangan konsolidasian“ tentang liabilitas jangka panjang
dengan kovenan
Efektif 1 Januari 2025
• Amendemen PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No.
71 - Informasi Komparatif”
Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mempelajari
dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada
laporan keuangan konsolidasian Perusahaan.
c. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki
pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak
untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas
anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Grup.
Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup kehilangan pengendalian.
12
Page 20
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(i) Entitas anak (lanjutan)
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi.
Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh entitas
anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh Grup.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi
2012) “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar
dengan nilai tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal
disetor di ekuitas.
Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012) tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari
entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk
periode komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi
sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada
entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya
diakui pada nilai perolehan.
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan,
atau liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan
selisih lebih dari nilai perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto
teridentifikasi entitas asosiasi dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup atas
nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus
pembelian diskon, selisih tersebut diakui pada laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 66, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari
pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan
pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode
ekuitas, setelah pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba
rugi dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada
penghasilan komprehensif lainnya.
13
Page 21
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(iv) Metode ekuitas (lanjutan)
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau
ventura bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian
yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai
atas aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah diubah
jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh Grup.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau melebihi
kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan,
Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau
melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah
terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian,
maka nilai tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai
sesuai dengan kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2m.
Dividen yang diterima dan yang akan diterima dari entitas asosiasi atau ventura bersama diakui
sebagai pengurang jumlah tercatat investasi.
d. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”).
Untuk tujuan konsolidasi, untuk entitas anak Grup yang memiliki mata uang fungsional berbeda,
maka aset dan liabilitas entitas anak Grup ditranslasikan dengan kurs tengah Bank Indonesia pada
akhir periode pelaporan. Sementara itu, pendapatan dan beban ditranslasikan dengan kurs rata-
rata dari kurs tengah Bank Indonesia selama periode laporan laba rugi.
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut ke
dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang
asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs
yang berlaku pada akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2023 dalam nilai penuh adalah
Rp15.416 (2022: Rp15.731).
14
Page 22
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang
diatur dalam PSAK 7, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu
tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak
dibatasi penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
g. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang diberikan
dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak ketiga atau
pihak yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu
tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang tersebut
dikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan
provisi atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan
ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai
terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang
dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka
pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-
lain, neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang
rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut
dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas
piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “(beban)/pendapatan lain-lain,
neto” pada laba rugi.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan metode
Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan
ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
15
Page 23
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
i. Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum
dimanfaatkan. Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka
pembelian merupakan pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan
beban lainnya. Pembayaran dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke
akun yang sesuai dalam laporan laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan akan
terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai
aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
j. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah
antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada
melalui pemakaian berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset
lepasan berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi.
Manajemen harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi
ketentuan pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.
k. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan
tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak
mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk
menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai
sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian
tanah, maka Grup menerapkan PSAK 16, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga
perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode Garis
Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Bangunan Semi Permanen 10
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya
tersebut, sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara
signifikan dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah
(kapitalisasi) pada jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
16
Page 24
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
k. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan
disesuaikan jika perlu.
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset
tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.
l. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup menerapkan PSAK 71, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung
nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset
keuangan berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan
arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis
atas aset keuangan tersebut.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat
pengakuan awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis
atas aset keuangan tersebut.
17
Page 25
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan
pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah
kedaluwarsa atau dialihkan dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat
atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam
hal aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan
pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
mengklasifikan instrumen utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual,
dimana arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan
keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam
keuntungan/ (kerugian) lainnya bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs.
Penurunan nilai aset keuangan disajikan terpisah dalam laba rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus
kas kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan
pembayaran pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Mutasi dalam jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan dan
kerugian selisih kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan
pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada pendapatan/(beban)
lain-lain. Pendapatan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan
menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan pada
pendapatan/(beban) lain-lain, dan penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba
rugi.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup
telah memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada
penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian
dari nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi
tersebut terus diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk menerima
pembayaran ditetapkan. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai
wajarnya.
Pada 31 Desember 2023, Grup telah memilih untuk mengukur seluruh aset keuangan instrumen
ekuitas pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Perubahan nilai wajar aset
keuangan tersebut dicatat pada akun penghasilan komprehensif lain di bagian ekuitas pada
neraca dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat dihentikan pengakuannya.
18
Page 26
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi
tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian
nilai wajar yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk
menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara
hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan
atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
m. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian
(“KKE”) yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk
seluruh saldo piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk
mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian terhadap
instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode
penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara
signifikan.
n. Utang usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok
dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila
pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut
disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
o. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi
mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan
KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul
dibebankan langsung pada tahun berjalan.
19
Page 27
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
o. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui
untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai
goodwill. Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka
selisihnya diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak menimbulkan
laba rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut.
Selisih antara harga pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara
entitas sepengendali pada tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.
p. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam
kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak
entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.
Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan
jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan
dibayarkan selama masa kontrak.
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya
ekspektasian ditambah margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau
jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang
atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang
sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan
dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa
sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan ke
jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.
20
Page 28
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan Sewa (lanjutan)
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka
dan akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
Lain Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba
rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam
ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
posisi keuangan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan tarif
pajak yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang diharapkan
akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas
pajak tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada
masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset
pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan
apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama,
baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan
penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.
r. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa
aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan
nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-
guna atau masa sewa.
21
Page 29
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
r. Sewa (lanjutan)
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang
disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan
ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
s. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu
ditentukan dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit ” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan
yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial
langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba
rugi pada saat terjadinya.
t. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 70 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak". PSAK
ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan
Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah
pengakuan awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara
kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan
pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode
Surat Keterangan disampaikan.
22
Page 30
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Informasi Segmen
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan
alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi
entitas legal di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama);
- yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
- yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.
v. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak
diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
w. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai dampak
dari ketidakpastian tersebut.
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan
situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha
Perusahaan. Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi dan
dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda
dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang dilaporkan
dalam periode mendatang.
23
Page 31
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi
penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif
bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk
memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi
perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi
(capital allowance ) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas
perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan
Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya
transaksi dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak
selama bisnis normal.
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan, dapat
berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat perbedaan
perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak tersebut dibuat.
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance , dan perbedaan
temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat diterima
kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan. Sama
seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat dihasilkan
sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga komoditas, dan lain-
lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan perubahan keadaan
akan mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan)
pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi
ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini
atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan
pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat
suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki
jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji
dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
24
Page 32
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk membuat
estimasi dan asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga komoditas
(mempertimbangkan harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait), cadangan (lihat
‘Estimasi Cadangan’), biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal di masa depan.
Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat kemungkinan perubahan situasi
yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali.
Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai
lebih lanjut atau terjadi pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
2023 2022
Kas 1.191.185.291 1.823.778.023
Kas di bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 3.286.422.236 3.923.813.119
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.345.086.215 1.249.668.360
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 367.256.876 481.482.572
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 350.790.134 159.111.291
PT Bank CIMB Niaga Tbk 105.026.388 34.442
PT Bank Pan Indonesia Tbk 16.629.744 16.871.269
PT Bank Bukopin Tbk 15.983.088 -
5.487.194.681 5.830.981.053
Deposito Berjangka
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 3.130.000.000 -
PT Bank Capital 2.079.525.548 -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 3.130.000.000
PT Bank Mega Tbk - 1.046.632.737
5.209.525.548 4.176.632.737
Jumlah 11.887.905.520 11.831.391.813
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 4,25% -
4,85% per tahun di 2023.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan seluruh
bank ditempatkan pada pihak ketiga.
25
Page 33
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang
lainnya dengan rincian per 31 Desember 2023 dan 2022 sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
2023 2022
Pelanggan yang telah check out:
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan 51.053.945 4.945.000
PT Mitra Global Holiday 43.500.000 12.650.000
MG BedBank 42.350.000 -
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 10.500.000 -
Online Travel Agent 4.423.704 74.799.796
PT Global Systech Medika - 40.266.710
Rumah Sakit Pelni - 35.000.000
New Bali Tour & Travel - 12.802.000
Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000) 149.796.986 183.671.023
Sub Jumlah 301.624.635 364.134.529
Pelanggan yang belum check out 80.305.175 111.224.322
Kartu Kredit 15.801.790 19.167.473
Kartu Debit 3.849.550 10.481.570
401.581.150 505.007.894
Provisi atas penurunan nilai (5.317.921) (212.052.810)
Jumlah 396.263.229 292.955.084
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 31 Desember 2023 dan 2022 sebagai berikut:
2023 2022
0 - 30 hari 323.935.750 282.736.266
31 - 60 hari 62.246.682 11.750.000
61 - 90 hari 15.398.718 -
> 90 hari - 210.521.628
401.581.150 505.007.894
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 344.609.157 367.853.493
Penjualan 22.585.256.898 19.396.218.333
Kolektibilitas Piutang 6 hari 7 hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah
serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
2023 2022
Saldo awal 212.052.810 233.171.407
Penambahan (pemulihan) Penyisihan (206.734.889) (21.118.597)
Saldo akhir 5.317.921 212.052.810
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi
kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.
26
Page 34
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
2023 2022
Pihak ketiga
Karyawan 57.278.243 86.781.266
Piutang Bunga 1.106.144 795.595
Lain - lain - 13.861.206
Sub Jumlah 58.384.387 101.438.067
Pihak berelasi (Catatan 12b) 2.008.239.877 4.076.614.813
2.066.624.264 4.178.052.880
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 2.066.624.264 4.178.052.880
Bagian lancar 58.384.387 871.586.908
Bagian tidak lancar 2.008.239.877 3.306.465.972
Jumlah 2.066.624.264 4.178.052.880
Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak
dikenakan jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
cadangan kerugian penurunan nilai.
7. PERSEDIAAN
2023 2022
Makanan 61.929.424 72.721.525
Minuman 60.102.109 47.895.571
Lain-lain 263.841.930 213.753.403
Jumlah 385.873.463 334.370.499
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp2.089.876.413 dan
Rp1.675.763.394 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak
perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian, kebakaran
dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan persediaan yang
tidak diasuransikan.
27
Page 35
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERLENGKAPAN
2023 2022
Linen 1.134.506.918 1.028.213.068
Barang Pecah Belah 147.643.147 151.646.039
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 144.093.657 116.478.132
Perangkat Makan Perak 28.806.704 15.864.597
Seragam 9.350.919 8.904.047
Lain-lain 53.723.552 48.996.352
Jumlah 1.518.124.897 1.370.102.235
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2023 2022
Uang muka:
Uang muka pembelian 186.100.989 63.118.764
Uang muka karyawan 31.000.000 3.000.000
Uang Jaminan - 28.380.000
Lain-lain 9.656.300 -
Biaya Dibayar di Muka:
Asuransi 204.631.658 29.482.883
Perijinan 115.313.596 -
Sewa 71.362.820 6.453.179
Kontrak Service 48.294.102 52.882.453
Lain-lain 16.079.017 103.067.377
Jumlah 682.438.482 286.384.656
Bagian lancar 670.735.530 280.231.894
Bagian tidak lancar 11.702.952 6.152.762
682.438.482 286.384.656
10. ASET TETAP
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 307.798.580.933 - - - 307.798.580.933
Bangunan 84.623.631.725 472.290.000 - - 85.095.921.725
Kendaraan 8.535.840.022 - 162.500.000 - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 13.666.533.234 636.113.309 91.500.000 373.051.834 14.584.198.377
-
Jumlah Pemilikan
Langsung 414.624.585.914 1.108.403.309 254.000.000 373.051.834 415.852.041.057
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - 4.503.363.000 - -
Kendaraan - 282.600.000 - - 282.600.000
-
4.503.363.000 282.600.000 4.503.363.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 373.051.834 427.207.136 - (373.051.834) 427.207.136
-
Jumlah 419.501.000.748 1.818.210.445 4.757.363.000 - 416.561.848.193
28
Page 36
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 19.638.025.717 4.624.929.002 - - 24.262.954.719
Kendaraan 7.766.719.969 238.170.670 162.500.000 - 7.842.390.639
Perabot dan peralatan 12.800.615.025 511.015.354 91.500.000 - 13.220.130.379
-
Jumlah Pemilikan Langsung 40.205.360.711 5.374.115.026 254.000.000 - 45.325.475.737
--
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - 4.503.363.000 - -
Kendaraan - 23.550.000 - - 23.550.000
-
4.503.363.000 23.550.000 4.503.363.000 - 23.550.000
Penurunan Nilai - - - - -
Nilai buku - bersih 374.792.277.037 371.212.822.456
2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 307.798.580.933 - - - 307.798.580.933
Bangunan 84.623.631.725 - - - 84.623.631.725
Kendaraan 8.535.840.022 - - - 8.535.840.022
Perabot dan peralatan 13.336.018.432 330.514.802 - - 13.666.533.234
-
Jumlah Pemilikan Langsung 414.294.071.112 330.514.802 - - 414.624.585.914
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - - - 4.503.363.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 79.002.000 373.051.834 79.002.000 - 373.051.834
-
Jumlah 418.876.436.112 703.566.636 79.002.000 - 419.501.000.748
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 15.013.096.715 4.624.929.002 - - 19.638.025.717
Kendaraan 7.442.195.746 324.524.223 - - 7.766.719.969
Perabot dan peralatan 12.399.107.900 401.507.125 - - 12.800.615.025
-
Jumlah Pemilikan Langsung 34.854.400.361 5.350.960.350 - - 40.205.360.711
--
Aset Hak Guna
Bangunan 3.152.354.100 1.351.008.900 - - 4.503.363.000
Penyisihan -
Penurunan Nilai - - - -
Nilai buku - bersih 380.869.681.651 374.792.277.037
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat (Pejompongan),
Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso) dan Bali
(Canggu) dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31 Desember 2023 dan 2022.
29
Page 37
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas
1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp15.800.000.000.
Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan PT
Setia utama Island. Sampai saat ini, akta jual beli masih dalam proses karena harus menunggu proses
pemecahan sertifikat induk oleh penjual.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai,
Jakarta Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu)
digunakan oleh PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan.
Pada tahun 2023 dan 2022, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan
sehubungan dengan pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk (Catatan 17).
Penambahan aset bangunan sebesar Rp472.290.000 adalah pembangunan pagar pembatas untuk tanah
yang berlokasi NTT.
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel yang masih dalam
tahap penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
2023 2022
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 5.397.665.026 6.701.969.250
Jumlah 5.397.665.026 6.701.969.250
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp18.257.669.006
dan Rp22.967.683.211 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp75.608.702.676 pada Tahun 2023, dan sebesar Rp84.010.598.023 pada Tahun 2022. Manajemen akan
meningkatkan nilai pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.
Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2023 2022
Harga jual 113.120.000 -
Nilai buku - -
Laba atas penjualan aset tetap 113.120.000 -
11. ASET LAIN-LAIN
Rincian per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Uang Muka Pembelian Tanah - 2.866.434.141
Jumlah 1.200.000.000 4.066.434.141
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi BNI,
yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
30
Page 38
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET LAIN-LAIN (lanjutan)
Uang muka merupakan uang muka atas pembelian tanah Entitas Anak (DMW) yang terletak di Jalan Pinang
Kuningan I, Jakarta seluas 3.239 m2 kepada PT Dwimukti Graha Elektrindo. Pada tahun 2023, uang muka
dikompensasi dengan utang Entitas Anak kepada DGE berdasarkan 284/DGE-DMW/PHP/XII/2023.
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan
pihak-pihak berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No. Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas
Anak
2. Vonny Kristiani Pemegang Saham Piutang lain-lain
Perusahaan dan Entitas Anak
serta Komisaris Entitas Anak
3. Cindy Angelina Adranacus Pemegang Saham Piutang lain-lain; Utang lain-
Perusahaan lain
4. PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
sama dengan Perusahaan dan lain
Entitas Anak
5. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
sama dengan Perusahaan dan lain
Entitas Anak
6. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
sama dengan Perusahaan dan lain
Entitas Anak
7. PT Sungai Mas Propertindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
8. Stevano Rizki Adranacus Komisaris Utama Perusahaan Utang lain-lain
b. Piutang lain-lain
2023 2022
PT Sungai Mas Propertindo 1.595.447.266 1.595.447.266
PT Dwimukti Inti Boga 230.046.000 230.046.000
Vonny Kristiani 182.746.611 424.939.606
Herman Herry Adranacus - 1.000.000.000
PT Sotis Hotel Manajemen - 770.148.841
Cindy Angelina Adranacus - 50.000.000
PT Dwimukti Graha Elektrindo - 6.033.100
2.008.239.877 4.076.614.813
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 2.008.239.877 4.076.614.813
31
Page 39
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Piutang lain-lain (lanjutan)
2023 2022
Bagian lancar - 770.148.841
Bagian tidak lancar 2.008.239.877 3.306.465.972
Jumlah 2.008.239.877 4.076.614.813
Persentase terhadap jumlah aset 0,51 1,01
c. Uang Muka
2023 2022
PT Dwimukti Graha Elektrindo - 2.866.434.141
Jumlah - 2.866.434.141
d. Utang lain-lain
2023 2022
PT Dwimukti Graha Elektrindo 88.269.800.685 75.197.267.926
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 6.627.698.483
Stevano Rizki Adranacus 1.380.000.000 1.380.000.000
PT Sotis Hotel Manajemen 935.707.000 592.225.000
PT Dwimukti Inti Boga 804.750.000 190.900.000
Vonny Kristiani - 242.192.995
Cindy Angelina Adranacus - 71.038.179
Jumlah 97.017.956.168 84.301.322.583
Bagian lancar 1.740.457.000 2.476.356.174
Bagian tidak lancar 95.277.499.168 81.824.966.409
Jumlah 97.017.956.168 84.301.322.583
Persentase terhadap jumlah liabilitas 57,37 51,64
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tahun 2023, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk
operasional sehingga saldo utang per 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp88.269.800.685 terdiri dari
saldo utang PT SMK sebesar Rp10.441.864.479, PT DMW sebesar Rp75.717.419.658 dan saldo utang
PT TKP sebesar Rp 2.110.516.548.
32
Page 40
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
a. SMK
Berdasarkan perjanjian utang piutang Nomor 042/PHP/I/2015 tertanggal 5 Januari 2015 yang telah
mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir diubah berdasarkan Perubahan ke empat
Perjanjian Hutang Piutang Nomor 060/PPHP-IV/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018, Perusahaan
mengakui menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp16.072.774.169 sebagai tambahan
modal/modal kerja dan/atau keperluan operasional Perusahaan. Pinjaman tersebut tidak dikenakan
bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian yang pasti. Berdasarkan perjanjian, Perusahaan akan
membayar pinjaman tersebut secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan arus kas Perusahaan. Pada tanggal 29 Desember 2017, Perusahaan, DGE dan PT
Dwimukti Mitra Wisata (DMW) menandatangani perjanjian novasi (Catatan 11b) untuk mengalihkan
saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DGE sebesar Rp12.527.470.050 menjadi bagian dari
saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DMW. Setelah novasi tersebut, sisa saldo pinjaman
Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp3.545.304.119 per 31 Desember 2017.
Pada tanggal 31 Mei 2018 dan 28 Desember 2018, Perusahaan dan DGE menandatangani
Perubahan Keempat Perjanjian Utang Piutang No.082/PPHP-III/V/2018 dan
No.153/PPHPIV/XII/2018 dimana Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE per
tanggal perjanjian masing-masing sebesar Rp4.153.781.850 dan Rp32.894.177.830. Pada tanggal
31 Desember 2018, Perusahaan, DGE dan DMW menandatangani perjanjian novasi untuk
mengalihkan saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 menjadi
bagian dari saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DMW. Setelah saldo tersebut, sisa saldo
pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp4.153.781.850 per 31 Desember 2018.
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan
pembayaran atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo
pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang
tersebut telah dinyatakan dalam Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022
tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.147/PHP/XII/2016 antara DMW (Entitas Anak) dengan
DGE tanggal 28 Desember 2016, DGE setuju untuk memberikan pinjaman kepada DMW sebagai
tambahan modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DMW dengan nilai sebanyak-
banyaknya sebesar Rp11.000.000.000 yang dapat diterima secara sekaligus ataupun secara
bertahap. Atas pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
Perjanjian ini telah mengalami perubahan melalui Penegasan Perjanjian Utang Piutang
No.149/PPHP/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana DMW mengakui utang kepada DGE
sebesar Rp10.825.825.978.
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.150/PHP/XII/2017 antara DMW dengan DGE tanggal 28
Desember 2017, DMW setuju untuk memberikan pinjaman kepada DGE sebagai tambahan
modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DGE sebesar Rp66.693.458.803. Atas pinjaman
tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan keuangan DGE.
Atas kedua Perjanjian Utang Piutang di atas (No.149/PPHP/XII/2017 dan No.150/PHP/XII/2017),
DMW dan DGE membuat Perjanjian Perjumpaan Utang (Kompensasi) pada tanggal 28 Desember
2017, dimana kedua belah pihak setuju untuk melakukan perjumpaan utang/kompensasi antara
saldo utang DGE kepada DMW sebesar Rp66.693.458.803 dengan saldo utang DMW kepada DGE
sebesar Rp10.825.825.978 sehingga saldo akhir utang DGE kepada DMW menjadi sebesar
Rp55.867.632.824.
33
Page 41
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Sehubungan dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara Perusahaan, DMW dan DGE,
dimana DGE bermaksud melunasi sebagian utangnya kepada DMW dengan jalan Perusahaan
menyatakan mengakui utang kepada DMW sejumlah Rp12.527.470.050 maka atas novasi tersebut,
saldo utang DGE kepada DMW yang sebelumnya sebesar Rp55.867.632.824 setelah dikurangi nilai
utang di dalam novasi sebesar Rp12.527.470.050 maka akan menjadi sebesar Rp43.340.162.774.
Berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 29 Desember 2017 antara DMW dengan DGE, dimana
atas nilai sisa utang DGE kepada DMW sebesar Rp43.340.162.774 (“Sisa Utang”) akan dilunasi
oleh DGE dengan cara menjual kepada DMW sebidang tanah yang terletak di daerah Propinsi DKI
Jakarta, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kelurahan Pondok
Pinang yang dikenal sebagai Jalan Pinang Kuningan I sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak
Guna Bangunan No.09017/Pondok Pinang tertanggal 21 November 2017 seluas 3.239m2 yang
terdaftar atas nama DGE. Harga Jual Beli yang disepakati adalah sebesar Rp54.122.438.057 yang
pembayarannya dilakukan secara bertahap oleh DMW dengan cara sebagai berikut:
1. Sejumlah sisa utang diakui sebagai pembayaran uang muka oleh DMW kepada DGE atas
pembelian tanah pada saat tanggal penandatanganan Nota Kesepahaman.
2. Sebesar Rp10.782.275.282 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Desember
2018 yang akan diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
Atas nota kesepahaman di atas, DMW mencatat saldo masing-masing sebesar Rp43.340.162.774
sebagai Uang Muka Pembelian Tanah pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31
Desember 2017.
Pada tahun 2018, DMW memperoleh pinjaman dari DGE dengan total sebesar Rp11.733.332.653
per 31 Desember 2018 yang tertuang di dalam perubahan kedua Perjanjian Utang Piutang No.
166/PPHP-II/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018.
Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara
DGE, DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian utangnya
dengan DGE menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian utangnya kepada
DGE dengan memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sehingga jumlah
pinjaman adalah sebagai berikut:
1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi
utang kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah
sebesar Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember 2018
adalah sebesar Rp4.153.781.850.
2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774 diperhitungkan
dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan pengalihan atas utang
Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar Rp28.740.395.980 sehingga
saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang per 31 Desember 2018 yaitu sebesar
Rp2.866.434.141.
34
Page 42
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE
untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk
mengubah ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh
DMW kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada
tanggal 30 Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan
Perjanjian, tetap berlaku sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW
kepada DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat
sisa pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan
dalam Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DMW.
Saldo piutang lain-lain DGE per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp0 dan
Rp6.033.100 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi penjualan kendaraan Perusahaan kepada
DGE. Atas saldo sisa piutang tersebut telah dinyatakan dalam 284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29
Desember 2023. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan cash flow DGE.
c. TKP
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
2022 TKP (Entitas Anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow TKP.
35
Page 43
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Vonny Kristiani ("VK")
a. SMK
Saldo piutang lain-lain VK per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rp182.746.611 dan Rp424.939.606 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi pinjaman yang
diberikan dari waktu ke waktu. Atas saldo sisa pinjaman tersebut telah dinyatakan dalam Perjanjian
Pembaharuan Utang (Novasi) No.280/SMK-VK/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023.
Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
b. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Pemegang Saham No.183A/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember
2021 TKP mengakui dan menerima pinjaman dari VK sebesar Rp242.192.995. Pinjaman tersebut
diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. Berdasarkan Perjanjian Pembaharuan Utang
(Novasi) No.280/SMK-VK/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023, saldo utang VK adalah Rp0
(nol rupiah)
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal5 Januari 2015
antara DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk memberikan
pinjaman sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara
bertahap. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW. Saldo utang DMW per 31 Desember
2015 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
1. Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW mengakui
utang kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember
2016 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
2. Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW mengakui
utang kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember
2017 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
3. Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW
per 31 Mei 2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
4. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang
DMW per 31 Desember 2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
5. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang
DMW per 31 Desember 2021 sebesar Rp 6.627.698.483.
6. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang
DMW per 31 Desember 2022 sebesar Rp 6.627.698.483.
36
Page 44
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA") (lanjutan)
a. DMW (lanjutan)
7. Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29
Desember 2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar
Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
b. TKP
Berdasarkan perjanjian utang piutang tertanggal 31 Desember 2018, PT Tanjung Karoso Permai
(Entitas Anak) memberikan pinjaman kepada HHA sebesar Rp1.000.000.000. Pinjaman tersebut
tidak dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian yang pasti. Berdasarkan perjanjian,
pihak peminjam akan membayar pinjaman tersebut secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan arus kas pihak peminjam. Sisa piutang per 31 Desember 2022
adalah sebesar Rp1.000.000.000 yang dicatat sebagai bagian dari piutang lain-lain dan dinyatakan
dalam Penegasan Perjanjian Hutang Piutang No.184A/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021.
Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. Berdasarkan Perjanjian Pembaharuan Utang
(Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023, HHA telah melunasi
pinjamannya kepada TKP sehingga saldo Piutang per 31 Desember 2023 adalah Rp0 (nol rupiah)
Cindy Angelina Adranacus ("CAA")
a. SMK
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Kepada Pemegang Saham No.180A/PPPS/XII/2021 tertanggal 31
Desember 2021 CAA mengakui dan menerima pinjaman dari Perusahaan sebesar Rp50.000.000.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Piutang lain-lain dari CAA per 31 Desember 2022 sebesar Rp50.000.000 merupakan piutang atas
penjualan kelompok aset lepasan dalam PT Satria Mega Perkasa. Saldo utang per 31 Desember
2023 sebesar Rp0 (nol).
b. DMW
Berdasarkan Pernyataan Pengalihan dan Pengelolaan Sotis Villa Canggu tanggal 21 Mei 2018
antara Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan CAA, bahwa CAA akan menyerahkan
operasional atau pengelolaan Sotis Villa Canggu kepada Entitas Anak selambat-lambatnya tanggal
31 Mei 2018, termasuk dan tidak terbatas pada penyerahan segala sesuatu yang berkaitan dengan
kas, piutang usaha, jaminan, persediaan dan utang usaha sehingga terhitung sejak tanggal 1 Juni
2018, segala sesuatu yang timbul atas kegiatan pengelolaan/operasional baik keuntungan/kerugian
menjadi hak dan beban Entitas Anak.
37
Page 45
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Cindy Angelina Adranacus ("CAA") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.181A/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021
DMW mengakui dan menerima pinjaman dari CAA sebesar Rp71.038.179. Pinjaman tersebut
diberikan dengan bunga 0% (nol persen)per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya.Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. Saldo pinjaman per 31 Desember 2023 adalah Rp
0.
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Pada tahun 2022, saldo piutang kepada SHM sebesar Rp770.148.841 terdiri dari saldo utang PT SMK
sebesar Rp761.131.384 dan PT DMW sebesar Rp9.017.457, telah dilunasi seluruhnya sehingga Saldo
per 31 Desember 2023 adalah Rp 0.
a. SMK
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.283/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
2022 SHM mengakui dan menerima pinjaman dari Perusahaan sebesar Rp761.131.384. Pinjaman
tersebut diberikan untuk keperluan operasional SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.193a/PHP/XII/2012 tertanggal 31 Desember 2021 SHM
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan
operasional SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Sisa piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp9.017.457 yang dicatat sebagai bagian dari
piutang lain-lain
Berdasarkan Addendum III Perjanjian Hutang Piutang No.281/SHM-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal
29 Desember 2023 DMW telah menerima pinjaman dari SHM dari waktu ke waktu dan saat
perjanjian pada saat perjanjian ditandatangani total pinjaman adalah sebesar Rp935.707.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 385.707.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis
Hotel sebesar Rp550.057.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) ini tidak
dikenakan biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran
yang belum dilakukan oleh DMW.
38
Page 46
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018
antara Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa
Entitas Anak bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel
dari SHM. Jangka waktu perjanjian ini adalah selama periode 2 tahun mulai dari tanggal 1 Agustus
2018 sampai dengan 31 Juli 2020. Atas perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan
pekerjaan yang terdiri dari incentive management fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk
masing-masing hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating
Profit ) hotel setiap bulannya sebagai cadangan untuk penggantian, penambahan dan
penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel. Di tahun 2023 dan 2022, Entitas Anak
membayar jasa manajemen kepada SHM masing-masing sebesar Rp1.800.000.000 dan
Rp1.800.000.000 yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan
Administrasi (Catatan 27).
Stevano Rizki Adranacus ("SRA")
Per 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SRA sebesar
Rp1.380.000.000.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.194a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 DMW
mengakui dan menerima pinjaman dari SRA sebesar Rp1.380.000.000. Pinjaman tersebut diberikan
untuk keperluan operasional DMW dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
Per 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp804.750.000
terdiri dari saldo utang DMW sebesar Rp186.750.000 dan TKP sebesar Rp618.000.000.
a. DMW
Berdasarkan Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.282/DIB-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp186.750.000.
Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
b. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Pemegang Saham No. 291/DIB-TKP/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp618.000.000.
Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
cash flow pihak peminjam. Pinjaman berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan atau ketika
hutang tersebut dilunasi.
PT Sungai Mas Propertindo ("SMP")
Per 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SMP sebesar
Rp1.595.447.266.
39
Page 47
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Sungai Mas Propertindo ("SMP") (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.191a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 SMP
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW sebesar Rp1.100.000.000. Pinjaman tersebut diberikan
untuk keperluan operasional SMP dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.287/PHP/XII/2023 tertanggal 30 Desember 2022
SMP mengakui dan menerima pinjaman dari DMW sebesar Rp1.595.447.266. Pinjaman tersebut
diberikan untuk keperluan operasional SMP dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
d. Kompensasi manajemen kunci
2023 2022
Gaji dan imbalan jangka pendek lainnya untuk:
- Dewan Komisaris 686.419.000 955.722.300
- Direksi 1.347.935.000 1.097.987.950
Jumlah 2.034.354.000 2.053.710.250
Persentase terhadap jumlah
beban umum dan administrasi 10,14 9,30
13. UTANG USAHA
a. Berdasarkan pemasok
2023 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Sari Alam Supplier 115.621.350 104.534.475
Makmur Stand Buah 21.442.500 -
PT Rumah Duta Pangan 21.100.195 -
PT Sentral Sari Prima Sentosa 18.130.000 14.492.375
Mallio Pastry 14.284.830 14.284.830
CV Maju Bersama Meat Shop 14.064.450 -
Jeng Rince Kitchen 14.016.500 20.846.000
CV Jasa Boga Niaga 13.516.500 41.565.700
PT Fitra Food International 13.140.070 15.806.369
PT Sari Tirta Indonesia 13.000.000 -
Pratama Laundry & Dry Cleaning 11.603.300 13.693.800
Sukanda Djaya 9.562.100 10.908.677
PT Cikarang Primatex 6.014.240 48.707.865
Sumber Gizi Utama 5.920.350 12.273.350
Bintang Jaya 5.120.000 19.425.000
PT Eden Pangan Indonesia 3.362.675 10.307.050
Booking.com 3.282.614 14.942.383
Rico, Toko Plastik 1.970.000 10.326.000
PT Menara Andalan Mitra - 11.125.000
Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000) 187.036.409 207.085.529
Jumlah 492.188.083 570.324.403
40
Page 48
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA (lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
2023 2022
0 - 30 hari 268.274.983 320.454.700
31 - 60 hari 111.783.123 154.377.448
61 - 90 hari 30.654.100 21.786.077
> 90 hari 81.475.877 73.706.178
Jumlah 492.188.083 570.324.403
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per
31 Desember 2023 dan 2022. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari dan tanpa
jaminan.
14. UTANG LAIN-LAIN
2023 2022
Pihak ketiga
PT Asuransi Central Asia 155.418.514 -
Lainnya 2.208.498 1.772.500
157.627.012 1.772.500
Pihak berelasi (catatan 12d) 97.017.956.168 84.301.322.583
Jumlah 97.175.583.180 84.303.095.083
Bagian lancar 1.898.084.012 2.478.128.674
Bagian tidak lancar 95.277.499.168 81.824.966.409
Jumlah 97.175.583.180 84.303.095.083
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh
tempo sewaktu-waktu.
15. BEBAN AKRUAL
2023 2022
Jasa Pelayanan 561.280.204 626.085.228
Gaji dan Tunjangan 282.652.632 56.435.873
Kerusakan dan Penggantian 281.892.500 214.350.551
Jasa Profesional 95.000.000 95.000.000
Komisi 88.930.114 157.619.831
Listrik 86.743.442 118.561.033
Kontrak Service 39.391.621 26.488.355
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel - 199.087.418
Lain-lain 408.496.114 479.845.190
Jumlah 1.844.386.627 1.973.473.479
41
Page 49
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
2023 2022
Perusahaan
PPN 4.776.330.887 4.762.302.050
Entitas anak
Pasal 21 986.652 1.011.652
Pasal 23 510.000 -
Jumlah 4.777.827.539 4.763.313.702
b. Utang pajak
2023 2022
Perusahaan
Pajak penghasilan badan
Pasal 21 120.757.674 114.914.150
Pasal 23 823.524 6.953.783
Pasal 4 (2) 140.024 -
Denda 200.000 -
Entitas anak
Pajak penghasilan badan 551.751.481 722.446.560
Pajak pembangunan 1 237.802.028 253.956.629
Pasal 21 19.386.222 13.248.399
Pasal 23 4.632.482 12.269.585
Jumlah 935.493.435 1.123.789.106
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
2023 2022
Kini
Anak 565.315.181 722.446.560
Penyesuaian Tahun Lalu (722.446.560) -
Tangguhan
Perusahaan 11.344.198 (287.215.720)
Anak 95.374.618 (702.041.634)
Jumlah (50.412.563) (266.810.794)
Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Laba sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian (13.726.146.190) (16.785.734.798)
Laba sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak 3.079.582.269 5.163.766.891
Penyesuaian Tahun Lalu 722.446.560 -
Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan (9.924.117.361) (11.621.967.907)
42
Page 50
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (lanjutan)
2023 2022
Beda waktu:
Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal 558.462.804 1.192.853.570
Beban Imbalan Kerja 207.003.038 127.372.576
Realisasi Pembayaran Manfaat (30.000.000) (14.700.000)
735.465.842 1.305.526.146
Beda tetap:
Jasa giro (2.781.701) (4.690.089)
Pendapatan Lain-lain (30.000.000) (1.869.651.654)
Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Diakui oleh
Fiskal 366.770.300 2.758.421.014
Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain 686.769.319 130.195.500
1.020.757.918 1.014.274.771
Taksiran Rugi Fiskal (8.167.893.601) (9.302.166.990)
Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
Tahun 2017 - (2.199.672.739)
Tahun 2018 (7.326.216.715) (7.326.216.715)
Tahun 2019 (12.050.577.866) (12.050.577.866)
Tahun 2020 (8.273.978.141) (8.273.978.141)
Tahun 2021 (8.912.287.273) (8.912.287.273)
Tahun 2022 (9.302.166.990) -
Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal (54.033.120.586) (48.064.899.724)
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak
akan memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan
sebelum tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi
fiskal Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
d. Aset Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset
dan liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
2023
Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) ke
(dibebankan) ke penghasilan
1 Januari 2023 laporan laba rugi komprehensif lain 31 Desember 2023
Penyusutan fiskal 2.808.294.500 (39.720.486) - 2.768.574.014
Cadangan
penurunan piutang 46.651.440 (45.481.497) 1.169.943
Imbalan kerja 316.850.820 (877.777) 17.411.754 333.384.797
Amortisasi (114.235.880) 23.160.084 (91.075.796)
Cadangan FF&E 43.799.140 (43.799.140) -
Jumlah 3.101.360.020 (106.718.816) 17.411.754 3.012.052.958
43
Page 51
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
2022
Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) ke
(dibebankan) ke penghasilan
1 Januari 2022 laporan laba rugi komprehensif lain 31 Desember 2022
Penyusutan fiskal 1.911.760.840 896.533.660 2.808.294.500
Cadangan
penurunan piutang 51.297.620 (4.645.960) 46.651.660
Imbalan kerja 352.163.680 29.853.854 (65.166.934) 316.850.600
Amortisasi (137.952.540) 23.716.660 - 114.235.880
Cadangan FF&E - 43.799.140 43.799.140
Jumlah 2.177.269.600 989.257.354 (65.166.934) 3.101.360.020
e. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program
pengampunan pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk
Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016
sampai dengan 31 Maret 2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh
Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan
dan Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
f. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2023, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
pajak tahun fiskal 2019 dan 2020 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan
sebesar Rp 3.000.000. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban
pajak pada laba atau rugi tahun 2023.
44
Page 52
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
g. Administrasi
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20%
untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti
Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan
sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi ancaman
yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perppu
tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei 2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7
Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif
pajak penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
seterusnya.
17. UTANG BANK
2023 2022
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 66.700.000.000 73.900.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (413.980.891) (519.254.879)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (7.698.700.925) (7.094.726.012)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 58.587.318.184 66.286.019.109
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara
PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak
mendapatkan Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk
keperluan refinancing pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana
prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan
14 Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas
angsuran pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama
jangka waktu kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2023 dan 2022 adalah
sebesar 12% per tahun.
45
Page 53
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22,
Jakarta Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp7.200.000.000 dan Rp6.600.000.000
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Saldo utang pinjaman per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp 66.286.019.109 dan Rp
73.380.745.121.
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas
Anak yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham Entitas
Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction ;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada
pihak lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang
wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
46
Page 54
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Per tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:
2023 2022
Current Ratio 1,09 kali 0,78 kali
Debt to Equity Ratio -2,45 kali -2,49 kali
Debt Service Coverage 23,23% 15,84%
Per tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan dapat memenuhi batasan Rasio Lancar sebesar minimal 1 kali,
akan tetapi belum dapat memenuhi atas syarat Debt Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage
(DSCR).
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait batasan
yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan surat
tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih memenuhi
financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal
efektif pembayaran dividen.
18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
2023 2022
Jumlah utang sewa guna usaha 197.820.000 -
Pembayaran (43.960.000) -
153.860.000 -
Dikurangi:
Bagian jangka pendek 60.445.000 -
Bagian jangka panjang 93.415.000 -
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh
entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3 tahun
dengan bunga 2,66% setiap tahunnya
Pembayaran sewa minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum sewa pada
tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Kurang dari 1 tahun 71.203.200 -
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun 94.937.600 -
166.140.800 -
Dikurangi:
Bunga pembiayaan masa mendatang (12.280.800) -
Nilai kini liabilitas sewa 153.860.000 -
47
Page 55
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam
laporannya tertanggal 29 Februari 2024 dan 14 Maret 2023 untuk perhitungan per 31 Desember 2023 dan
2022 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai berikut :
2023 2022
Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) 6,47% - 6,73% 6,57% - 5,60%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) 10,00% 10,00%
Tingkat kematian TMI IV TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian 10% dari TMI IV 10% dari TMI IV
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk tahun 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Biaya jasa lalu - -
Biaya jasa kini 171.793.467 247.221.929
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto 91.304.607 95.866.242
Biaya terminasi (88.963.126) -
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - (192.688.309)
Jumlah 174.134.948 150.399.862
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
2023 2022
Saldo awal 1.440.231.155 1.600.744.554
Beban yang diakui di laporan laba rugi 174.134.948 150.399.862
Pembayaran tahun berjalan (178.125.000) (14.700.000)
Biaya terminasi - -
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu 79.144.337 (296.213.261)
Jumlah 1.515.385.440 1.440.231.155
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas
imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
2023 2022
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.515.385.440 1.440.231.155
Jumlah 1.515.385.440 1.440.231.155
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Pengaruh atas nilai kini
Pemegang saham Persentase liabilitas imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.419.495.039
Penurunan 1,00% 1.622.788.431
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.612.606.735
Penurunan 1,00% 1.426.470.897
48
Page 56
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. JAMINAN PELANGGAN
2023 2022
Pihak ketiga 702.173.759 455.051.735
Jumlah 702.173.759 455.051.735
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan
sebelum menggunakan jasa hotel.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar Rp10.000.000.000
yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi atas 60.000 saham.
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan menerbitkan saham baru
dalam simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, seluruhnya
diambil bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 8 Mei
2018.
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari semula
sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 14 Mei
2018.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan
telah menyetujui untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya
150.000.000 saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal
masing-masing saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau
diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang
berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia
serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan
Kustodian Sentral Efek Indonesia.
49
Page 57
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta
Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para
pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman
Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per
31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 143.375.700 14,34 14.337.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 248.660.679 24,86 24.866.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
2022
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 143.975.700 14,40 14.397.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 248.056.775 24,80 24.805.677.500
Jumlah 1.000.000.075 100,00 100.000.007.500
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham yang telah
dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember 2023,
adalah sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga jumlah
seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu
sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900
(seratus milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah).
50
Page 58
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
2023 2022
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 2.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas
Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 14.491.453.870 14.489.466.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas
peningkatan modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan
dilakukan melalui pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing
sebesar 1.250 lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar
Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas
bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai
Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai
berikut:
2023 2022
Vonny Kristiani 11.852.613.329 11.914.127.545
Jumlah 11.852.613.329 11.914.127.545
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
2023 2022
Vonny Kristiani (61.514.216) (82.992.928)
Jumlah (61.514.216) (82.992.928)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
2023 2022
Saldo awal 11.914.127.545 11.997.120.473
Rugi Tahun Berjalan (61.514.216) (82.992.928)
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah
Pajak - -
Jumlah 11.852.613.329 11.914.127.545
51
Page 59
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PENDAPATAN USAHA
Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai
berikut:
2023 2022
Pendapatan Hotel
Kamar 15.379.468.753 13.157.641.375
Makanan dan Minuman 6.965.966.337 5.952.963.316
Lain-lain 86.830.486 157.736.369
22.432.265.576 19.268.341.060
Pendapatan Spa 152.991.322 127.877.273
Jumlah 22.585.256.898 19.396.218.333
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel Sotis
Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total nilai
pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
2023 2022
Gaji dan Tunjangan 3.368.139.660 2.930.621.415
Makanan dan Minuman 2.089.876.413 1.612.250.091
Perlengkapan Kantor dan Rumah 673.683.342 589.186.108
Reservasi 491.577.364 361.609.093
Pemeliharaan 323.162.700 311.372.405
Internet dan TV Kabel 312.992.219 347.845.461
Bahan Bakar 146.804.200 120.478.500
Penyisihan Perlengkapan dan Alat 69.040.288 105.306.383
Transportasi dan Perjalanan Dinas 26.837.010 19.341.710
Lain-lain 196.247.445 154.843.969
Jumlah 7.698.360.641 6.552.855.135
Beban Operasional Spa 76.296.113 63.513.303
Jumlah 7.774.656.754 6.616.368.438
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, tidak terdapat
transaksi dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari
jumlah beban konsolidasian.
52
Page 60
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN PENJUALAN
2023 2022
Gaji dan tunjangan 525.581.178 476.609.426
Komisi 297.500.000 143.000.000
Sumbangan dan Hadiah 57.487.903 25.498.075
Transportasi dan Perjalanan Dinas 56.853.073 46.688.126
Iklan dan Promosi 41.777.873 32.192.391
Telepon, Teleks dan Telegram 21.543.527 14.293.809
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel - 199.087.415
Lain-lain 11.834.253 15.650.934
Jumlah 1.012.577.807 953.020.176
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2023 2022
Gaji dan Tunjangan 7.113.267.469 7.465.600.267
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 5.397.665.026 6.701.969.250
Perbaikan dan Pemeliharaan 2.037.346.857 1.260.734.476
Jasa Manajemen 1.800.000.000 1.800.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 1.485.354.064 1.340.308.724
Perijinan dan Legalitas 511.177.707 1.151.650.550
Jasa Profesional 317.080.000 611.362.246
Transportasi dan Perjalanan Dinas 284.729.679 284.530.606
Asuransi 225.797.743 232.152.045
Estimasi Imbalan Kerja 174.134.948 135.699.862
Keamanan 160.494.000 371.840.256
Administrasi Bank 73.567.197 47.237.046
Sumbangan dan Hadiah 55.940.250 72.835.742
Perlengkapan Kantor dan Rumah 28.352.670 88.563.288
Iklan dan Promosi 25.661.000 61.091.000
Lain-lain 368.438.449 452.949.079
Jumlah 20.059.007.059 22.078.524.437
28. BEBAN KEUANGAN
2023 2022
Beban Bunga Pinjaman Bank 7.669.849.995 7.955.645.882
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan 3.508.865 -
Jumlah 7.673.358.860 7.955.645.882
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau
karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya,
piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen
keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.
53
Page 61
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
2023 2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 11.887.905.520 11.887.905.520 11.831.391.813 11.831.391.813
Piutang usaha 396.263.229 396.263.229 292.955.084 292.955.084
Piutang lain-lain 2.066.624.264 2.066.624.264 4.178.052.880 4.178.052.880
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 4.066.434.141 4.066.434.141
Jumlah 15.550.793.013 15.550.793.013 20.368.833.918 20.368.833.918
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 492.188.083 492.188.083 570.324.403 570.324.403
Utang lain-lain 97.175.583.180 97.175.583.180 84.303.095.083 84.303.095.083
Beban akrual 1.844.386.627 1.844.386.627 1.973.473.479 1.973.473.479
Jaminan pelanggan 702.173.759 702.173.759 455.051.735 455.051.735
Pinjaman bank 66.700.000.000 66.286.019.109 73.900.000.000 73.380.745.121
Liabilitas sewa 153.860.000 153.860.000 - -
Jumlah 167.068.191.649 166.654.210.758 161.201.944.700 160.682.689.821
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi:
a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset
atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi
dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
PSAK 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar
dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari
harga) (tingkat 2), dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang
tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
54
Page 62
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi
nilai pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang
tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar
dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan
2). The Entity does not have financial asset and liability which is measured and recognized on fair value (level
1 and 2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap
golongan instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain. Untuk
aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan tersebut
dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku
bunga pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan
risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas
melalui pendekatan manajemen risiko.
(i) Risiko kredit
Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
liabilitasnya dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di
bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-
akun tersebut.
Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih.
Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu,
sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi (catatan 4, 5, 6 dan
12).
2023 2022
Kas dan setara kas 11.887.905.520 11.831.391.813
Piutang usaha 396.263.229 292.955.084
Piutang lain-lain 2.066.624.264 4.178.052.880
Aset lain-lain 1.200.000.000 4.066.434.141
Jumlah 15.550.793.013 20.368.833.918
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat
masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
55
Page 63
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
(i) Risiko kredit (lanjutan)
Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
2023
Jatuh Tempo
Jumlah
Belum Jatuh Tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan setara kas 11.887.905.520 - - - 11.887.905.520
Piutang usaha 323.935.750 - 77.645.400 - 401.581.150
Piutang Lain-lain 2.066.624.264 - - - 2.066.624.264
Aset lain-lain 1.200.000.000 - - - 1.200.000.000
Jumlah 15.478.465.534 - 77.645.400 - 15.556.110.934
2022
Jatuh Tempo
Jumlah
Belum Jatuh Tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan setara kas 11.831.391.813 - - - 11.831.391.813
Piutang usaha 282.736.266 - 11.750.000 210.521.628 505.007.894
Piutang Lain-lain 4.178.052.880 - - - 4.178.052.880
Aset lain-lain 4.066.434.141 - - - 4.066.434.141
Jumlah 20.358.615.100 - 11.750.000 210.521.628 20.580.886.728
(ii) Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh dana
untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
Liabilitas keuangan terdiri dari:
2023 2022
Utang usaha 492.188.083 570.324.403
Beban akrual 1.844.386.627 1.973.473.479
Liabilitas sewa 153.860.000 -
Utang lain-lain 97.175.583.180 84.303.095.083
Pinjaman bank 66.700.000.000 73.900.000.000
Jumlah 166.366.017.890 160.746.892.965
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan
Grup dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan
pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo
aset dan liabilitas keuangan.
56
Page 64
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai
tukar nilai mata uang asing.
Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah
transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke mata
uang asing, terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata uang
asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika
Serikat dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.
Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata
uang secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko
mata uang.
(iv) Risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku
bunga pasar.
Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan
terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
2023 2022
Utang bank 66.286.019.109 73.380.745.121
Liabilitas sewa 153.860.000 -
Jumlah 66.439.879.109 73.380.745.121
(v) Risiko harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau
penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.
Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara
berkelanjutan.
31. PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak
2007, untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam
dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah
dipertimbangkan oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan
pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
57
Page 65
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENGELOLAAN MODAL (lanjutan)
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran
dari perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang
rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian aset
tetap.
Rasio pengungkit pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Utang bank 66.286.019.109 73.380.745.121
Liabilitas sewa 153.860.000 -
Dikurangi: Kas dan setara kas (11.887.905.520) (11.831.391.813)
Utang Bersih 54.551.973.589 61.549.353.308
Jumlah Ekuitas 228.034.843.175 241.769.931.985
Rasio pengungkit 23,92% 25,46%
32. INFORMASI SEGMEN
Perusahaan dan Entitas Anak menggolongkan segmen usaha dalam dua segmen utama yaitu sewa operasi
dan perhotelan.
2023
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENDAPATAN
Kamar - 15.379.468.753 - - 15.379.468.753
Makanan dan minuman - 6.965.966.337 - - 6.965.966.337
Pendapatan operasional lainnya - 178.210.654 - - 178.210.654
Lain-lain - 61.611.154 - - 61.611.154
Jumlah pendapatan - 22.585.256.898 - - 22.585.256.898
BEBAN POKOK
Kamar - (3.608.997.211) - - (3.608.997.211)
Makanan dan minuman - (4.070.172.235) - - (4.070.172.235)
Pendapatan operasional lainnya - (82.556.813) - - (82.556.813)
Lain-lain - (12.930.495) - - (12.930.495)
Jumlah pokok - (7.774.656.754) - - (7.774.656.754)
- 14.810.600.144 - - 14.810.600.144
Beban Penjualan - (1.012.577.807) - - (1.012.577.807)
Beban Umum dan Administrasi (10.152.497.468) (10.344.067.428) (221.916.363) 660.000.000 (20.058.481.259)
Jasa Giro 2.781.701 166.783.708 - - 169.565.409
Beban Keuangan (2.047.535) (7.671.311.325) - - (7.673.358.860)
Beban Pajak (444.749.923) - - - (444.749.923)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang - 206.734.889 - - 206.734.889
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 6.350.000 106.770.000 - - 113.120.000
Lain-lain - Bersih 666.045.864 203.205.292 (46.249.939) (660.000.000) 163.001.217
RUGI SEBELUM PAJAK
FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN (9.924.117.361) (3.533.862.527) (268.166.302) - (13.726.146.190)
Penyesuaian Tahun Lalu - 722.446.560 - - 722.446.560
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (9.924.117.361) (2.811.415.967) (268.166.302) - (13.003.699.630)
Manfaat Pajak Penghasilan (11.344.198) (660.689.799) - - (672.033.997)
RUGI TAHUN BERJALAN (9.935.461.559) (3.472.105.766) (268.166.302) - (13.675.733.627)
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi:
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja (82.153.563) 3.009.226 - - (79.144.337)
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan Terkait 18.073.784 (662.030) - - 17.411.754
Penghasilan Komprehensif Lain
Tahun Berjalan (64.079.779) 2.347.196 - - (61.732.583)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (9.999.541.338) (3.469.758.570) (268.166.302) - (13.737.466.210)
58
Page 66
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2023
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
RUGI TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (9.935.461.559) (3.437.408.180) (241.349.672) - (13.614.219.411)
Kepentingan Non-Pengendali - (34.697.586) (26.816.630) - (61.514.216)
(9.935.461.559) (3.472.105.766) (268.166.302) - (13.675.733.627)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (9.999.541.338) (3.435.060.984) (232.621.633) - (13.667.223.955)
Kepentingan Non-Pengendali - (34.697.586) (35.544.669) - (70.242.255)
(9.999.541.338) (3.469.758.570) (268.166.302) - (13.737.466.210)
Jumlah Aset Konsolidasian 257.924.107.156 92.259.086.217 128.313.312.420 (81.356.572.985) 397.139.932.808
Jumlah Liabilitas Konsolidasian (85.100.945.346) (156.108.477.249) (3.402.240.023) 75.506.572.985 (169.105.089.633)
2022
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENDAPATAN
Kamar - 13.157.641.375 - - 13.157.641.375
Makanan dan minuman - 5.952.963.316 - - 5.952.963.316
Pendapatan operasional lainnya - 236.216.461 - - 236.216.461
Lain-lain - 49.397.181 - - 49.397.181
Jumlah pendapatan - 19.396.218.333 - - 19.396.218.333
BEBAN POKOK
Kamar - (3.216.774.086) - - (3.216.774.086)
Makanan dan minuman - (3.305.439.499) - - (3.305.439.499)
Pendapatan operasional lainnya - (93.495.853) - - (93.495.853)
Lain-lain - (659.000) - - (659.000)
Jumlah pokok - (6.616.368.438) - - (6.616.368.438)
- 12.779.849.895 - - 12.779.849.895
Beban Penjualan - (953.020.176) - - (953.020.176)
Beban Umum dan Administrasi (12.832.246.337) (9.521.720.751) (307.890.682) 583.333.333 (22.078.524.437)
Jasa Giro 4.690.089 102.113.868 21.996 - 106.825.953
Beban Keuangan (2.305.711) (7.953.340.171) - - (7.955.645.882)
Beban Pajak (661.757.602) - (47.578.005) - (709.335.607)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang - 21.118.597 - - 21.118.597
Lain-lain - Bersih 1.869.651.654 716.678.538 - (583.333.333) 2.002.996.859
RUGI SEBELUM PAJAK
FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN (11.621.967.907) (4.808.320.200) (355.446.691) - (16.785.734.798)
Pajak Final - - - - -
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (11.621.967.907) (4.808.320.200) (355.446.691) - (16.785.734.798)
Manfaat Pajak Penghasilan 287.215.574 (20.404.780) - - 266.810.794
RUGI TAHUN BERJALAN (11.334.752.333) (4.828.724.980) (355.446.691) - (16.518.924.004)
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi:
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja 188.650.337 107.562.924 - - 296.213.261
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan Terkait (41.503.074) (23.663.860) - - (65.166.934)
Penghasilan Komprehensif Lain
Tahun Berjalan 147.147.263 83.899.064 - - 231.046.327
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (11.187.605.070) (4.744.825.916) (355.446.691) - (16.287.877.677)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (11.334.752.333) (4.781.276.721) (319.902.022) - (16.435.931.076)
Kepentingan Non-Pengendali - (47.448.259) (35.544.669) - (82.992.928)
(11.334.752.333) (4.828.724.980) (355.446.691) - (16.518.924.004)
59
Page 67
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2022
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (11.187.605.070) (4.697.377.657) (319.902.022) - (16.204.884.749)
Kepentingan Non-Pengendali - (47.448.259) (35.544.669) - (82.992.928)
(11.187.605.070) (4.744.825.916) (355.446.691) - (16.287.877.677)
Jumlah Aset Konsolidasian 264.258.321.258 89.818.003.714 128.053.069.922 (77.112.752.827) 405.016.642.067
Jumlah Liabilitas Konsolidasian (81.437.995.510) (150.197.636.176) (2.858.531.223) 71.247.452.827 (163.246.710.082)
33. RUGI PER SAHAM DASAR
2023 2022
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (13.675.733.627) (16.518.924.004)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.999.925
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.000.075
Rugi per saham:
- Dasar (13,68) (16,52)
- Dilusian (17,09) (20,65)
34. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK TAMBAHAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
a. Aktivitas Non Kas yang Signifikan
2023 2022
Reklasifikasi Aset Tetap dalam Pembangunan ke Aset
Tetap Pemilikan Langsung 373.051.834 -
b. Perubahan Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan
2023
Perubahan Non Kas
Amortisasi Biaya
Transaksi Utang
2022 Arus Kas Sewa Guna Usaha Bank 2023
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 2.476.356.174 (1.858.356.174) - - 618.000.000
Utang Bank 73.380.745.121 (7.200.000.000) - 105.273.988 66.286.019.109
Liabilitas Sewa Pembiayaan - (43.960.000) 197.820.000 - 153.860.000
Jumlah Liabilitas dari Aktivitas
Pendanaan 75.857.101.295 (9.102.316.174) 197.820.000 105.273.988 67.057.879.109
60
Page 68
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK TAMBAHAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
b. Perubahan Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan (lanjutan)
2022
Perubahan Non Kas
Amortisasi Biaya
Transaksi Utang
2021 Arus Kas Sewa Guna Usaha Bank 2022
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 68.589.196.888 (66.112.840.714) - - 2.476.356.174
Utang Bank 79.872.942.578 (6.600.000.000) - 107.802.543 73.380.745.121
Liabilitas Sewa Pembiayaan 1.216.899.300 (1.216.899.300) - - -
Jumlah Liabilitas dari Aktivitas
Pendanaan 149.679.038.766 (73.929.740.014) - 107.802.543 75.857.101.295
35. KELANGSUNGAN USAHA
Mempertimbangkan adanya restorasi progresif, bahwa kondisi pandemi COVID 19, pasar dan ekonomi
secara bertahap menuju perbaikan, dan secara berlahan berdampak ke arah positif terhadap kinerja dan arus
kas Perusahaan, posisi neraca Perusahaan serta fasilitas hutang yang tersedia, Direksi meyakini bahwa
Perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan usahanya dan karenanya, laporan keuangan
telah disusun atas dasar kelangsungan usaha dan berdasarkan biaya historis, kecuali seperti yang
diungkapkan dalam kebijakan akuntansi.
Perusahaan tetap yakin dengan rencana strategis bisnisnya di masa depan dengan tetap berkomitmen terus
berupaya untuk menjalankan misinya yaitu mengembangkan industri pariwisata dan membentuk kawasan
pariwisata terpadu khususnya di Indonesia Timur. Perusahaan senantiasa berprioritas untuk menerapkan
bisnis strategis dalam memitigasi resiko, selaras dengan efektifitas biaya berkelanjutan dan bermodal sumber
daya manusia. Perusahaan meyakini dapat mengidentifikasi pilar utama pertumbuhan Perusahaan
selanjutnya yaitu pengembangan properti, investasi properti, pengelolaan dana dan pengelolaan perhotelan.
Perusahaan menjalankan kegiatan usahanya melalui Entitas Anak yaitu DMW dan TKP. DMW bekerjasama
dengan pemilik merk Sotis Hotel, yang merupakan operator dari 3 hotel yang dimiliki oleh Perusahaanya itu
Sotis Hotel Falatehan Jakarta, Sotis Residence Perjernihan Jakarta dan Sotis Villa Canggu Bali. TKP memiliki
aset tanah dan akan mengoperasikan kawasan di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya.
DMW sebagai pemegang kendali perhotelan akan terus mengembangkan perhotelan dari aset yang dimiliki
oleh Perusahaan di masa yang akan datang. Pencapaian dan rencana manajemen di dalam upaya
mengembangkan perhotelan, sebagai berikut:
1. Mengeksplorasi penawaran produk dan jasa yang inovatif, di luar produk kamar hotel, makanan dan
minuman melalui pengoptimalan lahan dan ruang yang dimiliki di seluruh properti dengan:
• Perluas varian produk dan jasa diluar kamar, makanan, dan minuman;
• Optimalisasi pemanfaatan ruang di seluruh aset;
• Berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk formulasi produk dan jasa baru.
2. Mengimplementasikan program peningkatan dan renovasi aset untuk meningkatkan kualitas aset properti
guna memperpanjang masa penggunaannya dengan:
• Renovasi aset (yang sedang berlangsung);
• Implementasi Rencana Pembaharuan dan Perbaikan Properti;
• Standarisasi desain dan interior;
TKP akan berfungsi untuk mewujudkan rencana strategis Perusahaan jangka waktu panjang dalam
meningkatkan zona pariwisata di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
61
Page 69
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2023 DAN 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. PERISTIWA SIGNIFIKAN
a. Perjanjian sewa
Hotel Sotis Falatehan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 337/LGL-SM/XII/2022 tanggal 30
Desember 2022., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22,
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 2 tahun sejak tanggal 1 Januari 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 dengan nilai sebesar Rp220.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
Sotis Villa Canggu
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 338/LGL-SM/XII/2022 tanggal 30
Desember 2022., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar Kayu
Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 2 tahun sejak tanggal 1 Januari 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 dengan nilai sebesar Rp220.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
Sotis Residence Penjernihan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 339/LGL-SM/XII/2022 tanggal 30
Desember 2022., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B,
Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 2 tahun sejak tanggal 1 Januari 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 dengan nilai sebesar Rp220.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
b. Peristiwa Kontinjensi
Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber
daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.
37. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tidak ada kejadian penting setelah tanggal Laporan Posisi Keuangan
38. LIABILITAS BERSYARAT
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas bersyarat pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan
2022.
62
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×6
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.16 ×3
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.16 ×8
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur
p.17 ×2
unresolved
person
Martinelly
· Direktur Utama
p.17 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.17
unresolved
person
Yovita
· Sekretaris Perusahaan
p.17 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.21 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.31 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.32 ×2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
p.33
unresolved
org
PT Mitra Global Holiday
p.33
unresolved
org
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
p.33
unresolved
org
PT Global Systech Medika
p.33
unresolved
org
PT Setia
p.37 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo.
p.38 ×11
unresolved
—
Di bawah pengendali
p.38 ×3
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.38 ×4
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.38 ×6
unresolved
org
PT Sungai Mas Propertindo
p.38 ×4
unresolved
org
PT SMK
p.39 ×2
unresolved
org
PT DMW
p.39 ×2
unresolved
org
PT TKP
p.39
unresolved
org
PT Satria Mega Perkasa. Saldo
p.44
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.47
unresolved
org
PT Sentral Sari Prima Sentosa
p.47
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.47
unresolved
org
PT Sari Tirta Indonesia
p.47
unresolved
org
PT Cikarang Primatex
p.47
unresolved
org
PT Eden Pangan Indonesia
p.47
unresolved
org
PT Menara Andalan Mitra
p.47
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.56 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.56
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.57
unresolved
—
Cindy Angelina Adranacus
p.57 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.