Skip to content
Back to announcement

20260826_BAUT_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_32132626_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review BAUT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 47

Page 1
                 LAPORAN
  00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026


     PENDAPAT KEWAJARAN
    ATAS RENCANA TRANSAKSI
        PINJAMAN DANA

                 OLEH
    PT MITRA ANGKASA SEJAHTERA TBK




                        Oleh


KJPP FELIX SUTANDAR DAN REKAN
       Certified Business and Assets Appraisers

Page 2
Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                    Jakarta, 26 Mei 2026

Kepada Yth.
Direksi
PT MITRA ANGKASA SEJAHTERA TBK
Jl. Raya Tanjung Pasir Kp. Pondok Bahagia No. 18
Kel. Tegal Angus, Kec. Teluk Naga
Tangerang


Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjaman Dana dari
          Pemegang Saham Utama kepada PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk

Dengan Hormat,

Merujuk pada Surat Penugasan No. 0418/FSR/Spn/FS/3004/2026 tanggal 30 April 2026
yang telah disetujui oleh manajemen PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“MAS” atau
“Perseroan”) perihal Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjaman dari
Pemegang Saham Utama (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), maka
bersama ini kami sampaikan laporan mengenai Pendapat Kewajaran tersebut
(“Laporan”).


Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh Penilai Independen dengan kualifikasi sebagai
berikut:
Kualifikasi    :   Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   :   PB-1.08.00022
STTD           :   KEP- 174/KS.13/2026
MAPPI          :   81-S-00017
No. Register   :   RMK-2017.00022

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama                 : PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk
Bidang usaha         : Perdagangan
Alamat               : Jl. Raya Tanjung Pasir Kp. Pondok Bahagia No. 18
                       Tangerang, Banten
Website              : www.masworkspace.com
Telepon              : 021 – 2229 3554

Page 3
Proses Penugasan

Proses penugasan meliputi:
1. Identifikasi masalah,
2. Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi,
3. Analisis data dan informasi yang diperoleh,
4. Analisis kewajaran Rencana Transaksi,
5. Penulisan laporan.


Ruang Lingkup

Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi atas Rencana Transaksi sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1.   Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.   Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
     dalam proses penilaian.
3.   Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
     keakuratannya.
4.   Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
     proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
     pencapaiannya.
5.   Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran
     proyeksi keuangan.
6.   Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
     yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7.   Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
     Akhir.
8.   Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
     Kewajaran dari Pemberi Tugas.


Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“MAS” atau “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan
yang bergerak dalam perdagangan mur dan baut. Saat ini Perseroan memiliki
kesempatan untuk memanfaatkan pinjaman dari pemegang saham utama Perseroan
yaitu NA Fasteners Pte Ltd (”NAF”). Rencana transaksi melalui mekanisme Pinjaman

Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                      ii

Page 4
Pemegang Saham (shareholder loan) dilakukan untuk mendukung kebutuhan modal
kerja PT.Rantai Jaringan Sukses (”RJS”, anak perusahaan MAS) melalui Perseroan
seiring strategi ekspansi dan penetrasi pasar yang lebih agresif. Skema ini
memungkinkan dana yang dihimpun di tingkat holding disalurkan secara efektif kepada
unit operasional di Indonesia guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi
para pemangku kepentingan.

Melalui pinjaman dari NAF, Perseroan memperoleh akses pendanaan tanpa biaya bunga
serta fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan pinjaman perbankan. Dana tersebut
akan digunakan untuk mendukung pengadaan inventori dalam skala besar,
pengembangan infrastruktur ritel, serta peningkatan kapasitas distribusi Perseroan.

Perseroan memilih skema ini karena proses pencairan dana yang lebih cepat,
persyaratan agunan yang lebih ringan, serta struktur pinjaman yang lebih fleksibel
sesuai dengan proyeksi pendapatan Perseroan. Selain itu, transaksi ini juga bertujuan
menjaga stabilitas arus kas grup, meningkatkan likuiditas, serta memperbaiki struktur
keuangan Perseroan dengan mengurangi ketergantungan pada utang jangka pendek
berbunga tinggi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Perseroan berkeyakinan bahwa pinjaman dari NAF
merupakan pilihan yang efisien dan menguntungkan secara strategis untuk mendukung
pertumbuhan berkelanjutan dari Perseroan.


Obyek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran pada Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah Rencana
Transaksi Pinjaman Dana dari Pemegang Saham Utama (“Pinjaman”) yaitu NAF kepada
MAS sebesar USD2.500.000.


Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) dari Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2025
(“Tanggal Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran
Rencana Transaksi dimaksud.


Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
terhadap objek Penilaian dan pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen
Perseroan yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang
dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Rencana Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran.


Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                      iii

Page 5
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan maupun tulisan melalui komunikasi
    dengan manajemen.
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,
mengingat kemungkinan terdapat informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.


Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310,
   SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
   Indonesia (MAPPI);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisa
sebagai berikut:
1.   Analisis Transaksi;
2.   Analisis kualitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana;
3.   Analisis kuantitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana; dan
4.   Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam
     dana.


Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

a.   Analisis Transaksi

Rencana Transaksi adalah pinjaman dana dari pemegang saham utama Perseroan yaitu
NAF dengan jumlah sebesar USD2.500.000 (dua juta lima ratus ribu Dollar Amerika
Serikat). Fasilitas pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa jaminan.


Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                      iv

Page 6
Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Rencana Transaksi juga merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah Perseroan memperoleh tambahan modal kerja yang dapat
digunakan untuk pembelian persediaan sehingga dapat mendukung kelancaran
operasional perusahaan. Selain itu, dana pinjaman tersebut memungkinkan Perseroan
untuk meningkatkan kapasitas distribusi dan memperluas aktivitas penjualan guna
mendukung pencapaian target pertumbuhan usaha. Struktur pendanaan yang lebih
stabil dari pihak afiliasi juga memberikan fleksibilitas yang lebih baik bagi Perseroan
dalam mengelola kebutuhan operasional maupun rencana ekspansi usaha di masa
mendatang, di mana pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga sehingga tidak
membebani keuangan Perseroan.

Rencana Transaksi merupakan pinjaman tanpa jaminan dan dalam Perjanjian
disebutkan bahwa pinjaman memiliki jangka waktu 4 tahun dan dapat diperpanjang,
namun Rencana Transaksi memiliki risiko, yaitu jika pinjaman harus dilunasi seketika
setelah 4 tahun atau pinjaman dapat menjadi jatuh tempo dan wajib dilunasi lebih awal
dari jadwal yang ditetapkan apabila terjadi kondisi-kondisi tertentu sebagaimana diatur
dalam Perjanjian, antara lain tidak terpenuhinya target kinerja operasional Perseroan,
terjadinya wanprestasi, maupun penyampaian Exit Notice oleh Investor. Hal tersebut
berpotensi memberikan tekanan terhadap likuiditas.

b. Analisis Kualitatif

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk didirikan pada tahun 2012 dan mulai beroperasi secara
komersial sejak tahun 2016. MAS adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang
perdagangan besar logam untuk bahan konstruksi.

Perseroan memperoleh fasilitas pendanaan tanpa bunga dari pihak afiliasi sehingga
memberikan struktur pembiayaan yang lebih efisien dan mendukung pengelolaan arus
kas perusahaan secara lebih optimal. Selain itu, dengan meningkatnya kapasitas
distribusi serta ketersediaan persediaan, Perseroan memiliki peluang untuk
meningkatkan penjualan dan mendukung pertumbuhan usaha. Pendanaan dari pihak
afiliasi juga memberikan fleksibilitas yang lebih baik dibandingkan pendanaan dari pihak
eksternal, sehingga Perseroan dapat lebih leluasa dalam mengelola kebutuhan
operasional dan pengembangan usaha. Tidak ada kerugian dalam Rencana Transaksi
Pinjaman ini, karena transaksi pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa jaminan.

c. Analisis Kuantitatif

Berdasarkan analisis terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi, diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan yaitu adanya
penambahan laba bersih.

d. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana

Pemberian pinjaman ditujukan untuk kelancaran operasional kegiatan usaha MAS agar
dengan tambahan modal kerja yang dapat digunakan untuk pembelian persediaan,

Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                         v

Page 7
Perseroan mampu memaksimumkan produktivitas perusahaan sehingga dapat
meningkatkan pertumbuhan dan memberikan kontribusi yang positif bagi kinerja
Perseroan.

e. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

Pinjaman yang diberikan oleh NAF memiliki jangka waktu 4 tahun namun dapat
diperpanjang dan tidak terdapat kewajiban untuk mencicil pinjaman kepada NAF.

Pinjaman diperoleh dari NAF selaku Pemegang Saham Utama, di mana sumber dana
NAF berasal dari investasi yang ditempatkan oleh Investor melalui mekanisme
pemesanan saham baru yang diterbitkan oleh NAF sebesar USD2.500.000, yang
selanjutnya disalurkan kepada Perseroan dalam bentuk pinjaman tanpa bunga untuk
mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan.

Rencana Transaksi merupakan transaksi material dan afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha serta POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
kepentingan.


Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman Dana dari
Pemegang Saham Utama kepada PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk adalah wajar.


Hormat kami,
KJPP Felix Sutandar dan Rekan




Felix Sutandar, MSc
Pemimpin Rekan

Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : KEP- 174/KS.13/2026
MAPPI          : 81-S-00017
No. Register   : RMK-2017.00022

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi, tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat Kewajaran
ini hanya merupakan salah satu bahan pertimbangan kepada pemegang saham untuk
mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran ini harus
dipandang sebagai satu kesatuan, penggunaan sebagian dari analisis dan informasi,
tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat
Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan
yang berwenang dan stempel dari KJPP Felix Sutandar dan Rekan.

Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                     vi

Page 8
 DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI..................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... x
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................... xi
1. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
   1.1 Identifikasi Status Penilai .......................................................................... 1
   1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................... 1
   1.3 Maksud dan Tujuan .................................................................................. 1
   1.4 Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................... 1
   1.5 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................. 2
   1.6 Obyek Pendapat Kewajaran ....................................................................... 2
   1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran .................................................................... 2
   1.8 Mata Uang yang Digunakan....................................................................... 3
   1.9 Tingkat Kedalaman Investigasi .................................................................. 3
   1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................... 3
   1.11 Persetujuan Publikasi ............................................................................. 3
   1.12 Pedoman dan Standar Penilaian ............................................................... 3
   1.13 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan ......................... 4
   1.14 Para Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi .............................................. 4
   1.15 Dampak Keuangan ................................................................................. 4
   1.16 Sumber Data ......................................................................................... 4
   1.17 Pendekatan dan Prosedur Penilaian .......................................................... 5
   1.18 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian .......................................................... 5
2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI ............................................ 6
   2.1 Pihak-pihak yang terkait dengan transaksi .................................................. 6
   2.2 PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“MAS” atau “Perseroan”) ........................... 6
     2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum.............................................................. 6
     2.2.2 Susunan Manajemen ............................................................................ 6
     2.2.3 Pemegang Saham ................................................................................ 6
     2.2.4 Kegiatan Usaha ................................................................................... 7
     2.2.5 Perijinan ............................................................................................. 7
   2.3 NA Fasteners Pte Ltd (“NAF”) .................................................................... 7
     2.3.1 Pemegang Saham ................................................................................ 7
3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN ............................................................ 8
   3.1 Analisis Transaksi .................................................................................... 8
     3.1.1 Transaksi Material ................................................................................ 8
     3.1.2 Transaksi Afiliasi .................................................................................. 8
     3.1.3 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ....... 9
     3.1.4 Analisis Likuiditas dari Rencana Transaksi ............................................. 11
   3.2 Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan ..... 11
   3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................. 11
     3.3.1 Analisis Industri ................................................................................. 11
     3.3.2 Analisis Operasional dan Prospek Usaha ............................................... 12
     3.3.3 Persaingan Usaha .............................................................................. 13
     3.3.4 Strategi Bisnis ................................................................................... 14
     3.3.5 Pemasaran ........................................................................................ 14
     3.3.6 Sumber Daya Manusia ........................................................................ 15
     3.3.7 Struktur Organisasi ............................................................................ 16
   3.4 Analisis SWOT ....................................................................................... 17
     3.4.1 Prospek Usaha ................................................................................... 18
     3.4.2 Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi ................... 18
Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                                     vii

Page 9
   3.4.3 Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan di Masa Mendatang ............ 18
   3.4.4 Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan ...................................... 19
   3.4.5 Dampak Keuangan Perusahaan Jika Proyek Mengalami Kegagalan ........... 19
   3.4.6 Dampak Keuangan Jika Rencana Transaksi Tidak Terlaksana ................... 20
  3.5 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................... 20
   3.5.1 Penilaian Kinerja Historis .................................................................... 20
   3.5.2 Rasio-rasio Keuangan ......................................................................... 23
   3.5.3 Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .................... 24
   3.5.4 Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ....................... 25
   3.5.5 Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ............................... 26
   3.5.6 Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi ...................... 26
   3.5.7 Analisis Kemampuan Perusahaan untuk Melunasi Pinjaman ..................... 31
   3.5.8 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi 32
   3.5.9 Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi ......................................... 32
   3.5.10 Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................... 32
  3.6 Informasi Non Keuangan yang Relevan .................................................... 32
  3.7 Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain ...... 32
  3.8 Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi .......................................... 33
  3.9 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ...................................................... 33
  3.10 Kesimpulan ......................................................................................... 35




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                             viii

Page 10
 DAFTAR TABEL


Tabel   1 : Daftar Pemegang Saham MAS .............................................................. 7
Tabel   2 : Daftar Pemegang Saham NAF ............................................................... 7
Tabel   3 : Hubungan Afiliasi MAS dengan NAF Berdasarkan Jabatan ......................... 9
Tabel   4 : Rasio Likuiditas MAS Sebelum dan Setelah Transaksi .............................. 11
Tabel   5 : Sumber Daya Manusia MAS ................................................................. 15
Tabel   6 : Leverage Perusahaan Pembanding ....................................................... 18
Tabel   7 : Proyeksi Leverage MAS Dengan Transaksi ............................................. 18
Tabel   8 : Rasio Likuiditas Historis ...................................................................... 19
Tabel   9 : Rasio Likuiditas Dengan Transaksi Pinjaman .......................................... 19
Tabel   10 : Laporan Laba-Rugi Perseroan tahun 2021-2025 ................................... 20
Tabel   11 : Posisi Keuangan Perseroan tahun 2021-2025 ....................................... 21
Tabel   12 : Laporan Arus Kas Perseroan tahun 2021-2025 ..................................... 22
Tabel   13 : Rasio Keuangan MAS ........................................................................ 23
Tabel   14 : Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ..................... 25
Tabel   15 : Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .............................. 26
Tabel   16 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............. 27
Tabel   17 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi...................... 27
Tabel   18 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi ....................... 28
Tabel   19 : Proyeksi Rasio Perseroan Dengan Rencana Transaksi ............................ 28
Tabel   20 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ............... 29
Tabel   21 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ........................ 29
Tabel   22 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi ......................... 30
Tabel   23 : Proyeksi Rasio Perseroan Tanpa Rencana Transaksi .............................. 30
Tabel   24 : Proyeksi Penjualan ........................................................................... 31
Tabel   25 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi .................. 31
Tabel   26 : Proyeksi Kontribusi Nilai Tambah Rencana Transaksi ............................. 32




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                               ix

Page 11
 DAFTAR GAMBAR


Gambar 1 : Hubungan Afiliasi MAS dengan NAF Berdasarkan Kepemilikan Saham.... 9
Gambar 2 : Produk Perseroan .......................................................................... 13
Gambar 3 : Struktur Organisasi Perseroan ......................................................... 16




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                          x

Page 12
 PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI


Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan dibawah ini menyatakan bahwa :

1.    Dalam melakukan Penilaian Pendapat Kewajaran ini, Penilai telah bertindak secara
      independen, tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan
      datang terhadap Perseroan.
2.    Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah
      dilakukan dengan benar.
3.    Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini.


Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:



                         Keterangan                           Tanda Tangan
     Penilai Berijin
     Nama           : Felix Sutandar, M.Sc
     Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
     Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
     STTD           : KEP- 174/KS.13/2026
     No. MAPPI      : 81-S-00017
     No. Register   : RMK-2017.00022
     Reviewer
     Nama           : Natalia Goysal, SE
     No. MAPPI      : 10-S-02509
     No. Register   : RMK-2017.00307
     Pelaksana Penilai
     Nama           : Symphony Sonata, SE
     No. MAPPI      : 16-T-07047
     No. Register   : RMK-2019.03050




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                       xi

Page 13
1. PENDAHULUAN


1.1    Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Pendapat Kewajaran ini ditandatangani oleh:
-     Felix   Sutandar,  MSc    (MAPPI   No.   81-S-00017;   PB-1.08.00022;   KEP-
      174/KS.13/2026; No. RMK-2017-00022) sebagai Penilai Berizin.
-     Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; No. RMK-2017.00307) sebagai Reviewer.
-     Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; Register No. RMK-2019.03050) sebagai
      Pelaksana Penilai.

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


1.2    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama                : PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk
Bidang usaha        : Perdagangan
Alamat              : Jl. Raya Tanjung Pasir Kp. Pondok Bahagia No. 18
                      Tangerang, Banten
Website             : www.masworkspace.com
Telepon             : 021 - 2229 3554


1.3    Maksud dan Tujuan

Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Rencana Transaksi. Sedangkan tujuan Pendapat Kewajaran sesuai dengan
penugasan yang diterima adalah untuk dipergunakan sebagai salah satu bahan dalam
rangka keterbukaan informasi atas Rencana Transaksi sebagaimana diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha serta untuk memenuhi POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.


1.4    Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.

Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                      1

Page 14
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
   yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Pendapat
   Kewajaran dari Pemberi Tugas.


1.5   Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“MAS” atau “Perseroan”) adalah sebuah perusahaan
yang bergerak dalam perdagangan mur dan baut. Saat ini Perseroan memiliki
kesempatan untuk memanfaatkan pinjaman dari pemegang saham utama Perseroan
yaitu NA Fasteners Pte Ltd (“NAF”). Rencana transaksi melalui Pinjaman Pemegang
Saham (shareholder loan) dilakukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja PT
Rantai Jaringan Sukses (”RJS”, anak perusahaan MAS) melalui Perseroan seiring strategi
ekspansi dan penetrasi pasar yang lebih agresif. Skema ini memungkinkan dana yang
dihimpun di tingkat holding disalurkan secara efektif kepada unit operasional di
Indonesia guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku
kepentingan.

Melalui pinjaman dari NAF, Perseroan memperoleh akses pendanaan tanpa biaya bunga
serta fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan pinjaman perbankan. Dana tersebut
akan digunakan untuk mendukung pengadaan inventori dalam skala besar,
pengembangan infrastruktur ritel, serta peningkatan kapasitas distribusi Perseroan.

Perseroan memilih skema ini karena proses pencairan dana yang lebih cepat,
persyaratan agunan yang lebih ringan, serta struktur pinjaman yang lebih fleksibel
sesuai dengan proyeksi pendapatan Perseroan. Selain itu, transaksi ini juga bertujuan
menjaga stabilitas arus kas grup, meningkatkan likuiditas, serta memperbaiki struktur
keuangan Perseroan dengan mengurangi ketergantungan pada utang jangka pendek
berbunga tinggi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Perseroan berkeyakinan bahwa pinjaman dari NAF
merupakan pilihan yang efisien dan menguntungkan secara strategis untuk mendukung
pertumbuhan berkelanjutan dari Perseroan.


1.6   Obyek Pendapat Kewajaran

Obyek Pendapat Kewajaran pada Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah Rencana
Transaksi Pinjaman Dana dari Pemegang Saham Utama (“Pinjaman”) yaitu NAF kepada
MAS sebesar USD2.500.000.


1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran

Tanggal (cut-off date) Pendapat Kewajaran ini adalah 31 Desember 2025 (“Tanggal
Pendapat Kewajaran”). Tanggal Pendapat Kewajaran dipilih atas dasar pertimbangan


Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                       2

Page 15
kepentingan dan ketersediaan data dalam rangka analisa kewajaran Rencana Transaksi
dimaksud.


1.8    Mata Uang yang Digunakan

Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan Penilaian ini adalah Rupiah.


1.9    Tingkat Kedalaman Investigasi

Pemberian Pendapat Kewajaran dilakukan dengan investigasi yang meliputi inspeksi
terhadap objek Penilaian dan pengumpulan data dan informasi dari pihak Manajemen
Perseroan yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang
dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara.

Investigasi dilakukan dengan berkomunikasi melalui pertemuan, telepon, rapat online
atau e-mail dengan Bapak Foong Tak Hoy selaku Direktur Utama Perseroan beserta tim
untuk memperoleh informasi yang lebih dalam terkait data, dokumen dan informasi
yang dibutuhkan.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
a. Analisis dampak pajak untuk para pihak terkait Rencana Transaksi;
b. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis kewajaran


1.10 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi yang diperoleh berupa:
- Data dan dokumen dari Manajemen Perseroan.
- Data dan keterangan yang diperoleh secara lisan melalui komunikasi dengan
    manajemen
- Berbagai data dan publikasi yang tersedia secara umum baik berdasarkan media
    cetak maupun elektronik, seperti website Damodaran, Kontan, Bank Indonesia,
    website Pemerintah maupun Asosiasi yang relevan dengan penugasan penilaian.

Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami
anggap merupakan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya dan tidak
mengandung unsur-unsur yang dengan sengaja disembunyikan.


1.11 Persetujuan Publikasi

Laporan ini terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian atau
keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan,
mengingat kemungkinan terdapat informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi operasional Perseroan.


1.12 Pedoman dan Standar Penilaian

Dasar pedoman pelaksanaan dan standar penilaian yang Penilai gunakan adalah:

1.    Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
      Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310,
Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                         3

Page 16
     SPI 320, SPI 330 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
     Indonesia (MAPPI);
2.   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
     Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3.   Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


1.13 Keterangan Rencana Transaksi dan Benturan Kepentingan

Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/POJK.04/2020 karena bila diperhitungkan maka pinjaman mencapai 24,4% dari
nilai buku ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan yang telah diaudit per 31
Desember 2025.

Rencana Transaksi juga merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan


1.14 Para Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“MAS” atau “Perseroan”) sebuah perusahaan
   publik yang berkedudukan di Tangerang, yang dalam Rencana Transaksi ini
   bertindak sebagai Pihak Penerima Pinjaman.
2. NA Fasteners Pte Ltd (”NAF”) sebuah perusahaan yang berkedudukan di Singapura,
   merupakan Pemegang Saham Utama MAS, yang dalam Rencana Transaksi ini
   bertindak sebagai Pihak Pemberi Pinjaman.


1.15 Dampak Keuangan

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, dampak keuangan adalah sebagai berikut:
1.   Penambahan kas dan setara kas sebesar Rp41.955.000.000 yang diperoleh dari
     pinjaman pemegang saham utama (pihak berelasi) yaitu NAF.
2.   Penambahan utang jangka panjang pihak berelasi sebesar Rp41.955.000.000.


1.16 Sumber Data

Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami telah melaksanakan prosedur yang
mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data
dan informasi berikut:
1.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2025 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Deswal dari Kantor
      Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan dalam Laporan Nomor
      00019/2.1524/AU.1/05/1959-1/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 dengan opini
      wajar, tanpa modifikasian.
2.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Raynold Nainggolan dari
Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                    4

Page 17
      Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan dalam Laporan Nomor
      00058/2.0927/AU.1/05/1317-5/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025 dengan opini
      wajar, tanpa modifikasian.
3.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Raynold Nainggolan dari
      Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi Sukimto & Rekan dalam Laporan Nomor
      00010/2.0927/AU.1/05/1317-4/1/III/2024 tanggal 19 Maret 2024 dengan opini
      wajar, tanpa modifikasian.

4.    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
      Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Raynold
      Nainggolan dari Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Ardi Sukimto & Rekan dalam
      Laporan Nomor 00013/2.0927/AU.1/05/1317-3/1/III/2023 tanggal 1 Maret 2023
      dengan opini wajar, tanpa modifikasian.
5.    Proyeksi keuangan Perseroan untuk tahun 2025-2030 Dengan dan Tanpa
      dilakukannya Rencana Transaksi yang disiapkan oleh Manajemen Perseroan.
6.    Salinan Akta pendirian, perubahan dan perizinan yang terkait Perseroan.
7.    Draft Perjanjian Multipihak terkait Pinjam-Meminjam berikut terjemahannya.
8.    Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan
      oleh Bapak Foong Tak Hoy, selaku Direktur Utama Perseroan beserta tim
      mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana
      Transaksi.
9.    Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan
      dalam rangka penugasan ini.


1.17 Pendekatan dan Prosedur Penilaian

Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis
sebagai berikut:
1.   Analisis Transaksi;
2.   Analisis kualitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana;
3.   Analisis kuantitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana; dan
4.   Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam meminjam
     dana.


1.18 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian

Setelah Tanggal Penilaian sampai dengan diterbitkannya buku Laporan ini, tidak ada
kejadian penting yang dapat mempengaruhi kesimpulan Pendapat Kewajaran.




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                      5

Page 18
 2. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN TRANSAKSI


2.1   Pihak-pihak yang terkait dengan transaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“MAS” atau “Perseroan”) sebuah perusahaan
   publik yang berkedudukan di Tangerang, yang dalam Rencana Transaksi ini
   bertindak sebagai Pihak Penerima Pinjaman.
2. NA Fasteners Pte Ltd (”NAF”) sebuah perusahaan yang berkedudukan di Singapura,
   merupakan Pemegang Saham Utama MAS, yang dalam Rencana Transaksi ini
   bertindak sebagai Pihak Pemberi Pinjaman.


2.2   PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“MAS” atau “Perseroan”)

2.2.1 Pendirian dan Informasi Umum

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta Notaris No.
63 tanggal 19 November 2012 dari Doktorandus Wijanto Suwongso, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta Pendirian Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
60751.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 29 November 2012.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 26 tanggal 16 Mei 2025 dari Rini Yulianti, S.H., Notaris di
Jakarta Timur, sehubungan dengan perubahan Direksi dan Komisaris. Perubahan
tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.09-0250245 tanggal 20 Mei 2025.


2.2.2 Susunan Manajemen

Pada 31 Desember 2025, susunan Dewan Komisaris Utama dan Direksi Perseroan
adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
   Komisaris Utama          : Indriani Suhartono
   Komisaris Independen     : Sihol Siagian

Direksi
    Direktur Utama          : Foong Tak Hoy
    Direktur                : Simon Hendiawan


2.2.3 Pemegang Saham

Per 31 Desember 2025, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                         6

Page 19
                           Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham MAS

                                              Jumlah                    Jumlah Nilai
 No             Keterangan                                    %
                                              Saham                     Nominal (Rp)
 1.   NA Fasteners Pte Ltd                  2.600.000.000     54,16     26.000.000.000
 2.   PT FAS Bersama Investama                 749.900.000    15,62      7.499.000.000
 3.   Simon Hendiawan                            4.430.000     0,09         44.300.000
 4.   Indriani Suhartono                           400.000     0,01          4.000.000
 5.   Masyarakat (@>5%)                     1.445.452.969     30,11     14.454.529.690
      Jumlah                               4.800.182.969     100,00    48.001.829.690



2.2.4 Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar perusahaan, kegiatan usaha Perseroan adalah
menjalankan usaha dalam bidang perdagangan besar logam untuk bahan konstruksi.
Saat ini, kegiatan utama Perseroan adalah perdagangan mur dan baut. Perusahaan
memulai kegiatan komersialnya sejak tahun 2016.


2.2.5 Perijinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Perizinan Berusaha Berbasis                     Risiko   No.
   8120001801749 yang diterbitkan tanggal 14 Agustus 2018.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 03.262.438.9-037.000.


2.3   NA Fasteners Pte Ltd (“NAF”)

NA Fasteners Pte. Ltd. adalah perusahaan asal Singapura yang bergerak di bidang
perdagangan hardware dan fasteners, terutama baut, mur, sekrup, soket, dan
komponen pengikat industri lainnya. Berdiri sejak tahun 2003 dengan status “Live
Company” di registrasi perusahaan Singapore (ACRA).


2.3.1 Pemegang Saham

Per 31 Desember 2025, susunan pemegang saham NAF adalah sebagai berikut:

                           Tabel 2 : Daftar Pemegang Saham NAF

                                                Jumlah                  Jumlah Nilai
 No               Keterangan                                  %
                                                Saham                  Nominal (SGD)
 1.   Indriani Suhartono                           880.000    80,00            880.000
 2.   Simon Hendiawan                              110.000    10,00            110.000
 3.   Foong Tak Hoy                                110.000    10,00            110.000
      Jumlah                                    1.100.000    100,00         1.100.000




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                           7

Page 20
 3. ANALISIS DAN PENDAPAT KEWAJARAN


3.1   Analisis Transaksi

3.1.1 Transaksi Material

Berdasarkan POJK 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Transaksi Material adalah setiap transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai:
1. suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
   dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
2. Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi
   dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
   a) Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
   b) Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20%;
   c) Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka
      nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
   d) Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan
      Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
3. Dalam hal transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan
   oleh Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan
   sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari
   total aset Perusahaan Terbuka.

Dalam hal Rencana Transaksi lebih dari 50%, maka Perusahaan Terbuka yang akan
melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS.

Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Deswal dari Kantor Akuntan Publik Jonnardi,
Jamaludin, Sukimto & Rekan dalam Laporan Nomor 00019/2.1524/AU.1/05/1959-
1/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 tercatat sebesar Rp171.768.030.147 sedangkan
Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD2.500.000 atau setara dengan
Rp41.955.000.000 (kurs tengah BI per 31 Desember 2025 = Rp16.782) sehingga
pinjaman tersebut adalah sebesar 24,4% dari ekuitas Perseroan. Dengan demikian
Rencana Transaksi termasuk Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK
17/POJK.04/2020.


3.1.2 Transaksi Afiliasi

Berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan;
• Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
  perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
  terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
  saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
  dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan
  Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
  komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                         8

Page 21
• Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
  terbuka atau perusahaan terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi maupun
  pihak selain Afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan struktur kepemilikan saham Perseroan dapat dilihat bahwa terdapat
hubungan afiliasi antara MAS dengan NAF, dimana NAF adalah pemegang saham utama
dari MAS dengan kepemilikan saham sebesar 54,16%. Selain itu, pemegang saham NAF
merupakan komisaris, direktur dan pemegang saham pada MAS, yaitu sebagai berikut:

  Gambar 1 : Hubungan Afiliasi MAS dengan NAF Berdasarkan Kepemilikan Saham




          Tabel 3 : Hubungan Afiliasi MAS dengan NAF Berdasarkan Jabatan

            Nama                          MAS                       NAF
                                  Komisaris Utama dan           Direktur dan
 Indriani Suhartono
                                pemegang 0,01% saham        pemegang 80% saham
 Foong Tak Hoy                      Direktur Utama          Pemegang 10% saham
                                     Direktur dan
 Simon Hendiawan                                            Pemegang 10% saham
                                Pemegang 0,09% saham



3.1.3 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi

Sesuai dengan draft perjanjian pinjam meminjam / shareholder loan agreement antara
NA Fasteners Pte Ltd ("Pemberi Pinjaman") dan PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk
("Penerima Pinjaman"), pokok-pokok perjanjian adalah sebagai berikut :

Identifikasi Para Pihak yang Bertransaksi

Para pihak yang terlibat Rencana Transaksi adalah:
1. PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“MAS” atau “Perseroan”) sebuah perusahaan
   publik yang berkedudukan di Tangerang, yang dalam Rencana Transaksi ini
   bertindak sebagai Pihak Penerima Pinjaman.


Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                      9

Page 22
2. NA Fasteners Pte Ltd (”NAF”) sebuah perusahaan yang berkedudukan di Singapura,
   merupakan Pemegang Saham Utama MAS, yang dalam Rencana Transaksi ini
   bertindak sebagai Pihak Pemberi Pinjaman.

Objek Perjanjian

Obyek Pendapat Kewajaran pada Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah Rencana
Transaksi Pinjaman Dana dari Pemegang Saham Utama (“Pinjaman”) yaitu NAF kepada
MAS sebesar USD2.500.000. Pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Penyaluran Dana

Pinjaman tersebut akan diberikan oleh NAF kepada MAS dalam waktu selambat-
lambatnya 60 Hari Kerja setelah NAF menerima Nilai Investasi dari Investor.

Jangka Waktu Pinjaman

Pinjaman tersebut wajib dilunasi oleh MAS kepada NAF pada tanggal paling awal dari:

❖   Tanggal yang jatuh empat (4) tahun setelah Tanggal Penyelesaian, dengan
    ketentuan bahwa sebelum tanggal jatuh tempo tersebut, Pinjaman tersebut dapat
    ditinjau kembali dan jangka waktu Pinjaman dapat diperpanjang atas kebijakan
    penuh NAF (“Tanggal Jatuh Tempo”); atau
❖   Tanggal terjadinya kejadian wanprestasi; dan
❖   Tanggal yang jatuh tiga puluh (30) Hari Kerja setelah Investor menyampaikan
    Pemberitahuan Keluar.

Penggunaan Dana Pinjaman Pemegang Saham

MAS wajib menggunakan dana pinjaman tersebut semata-mata dan secara eksklusif
untuk tujuan berikut:
❖   untuk pembelian persediaan produk mur dan baut untuk operasional RJS
❖   untuk mengusahakan agar RJS membuka Toko Baru (New Stores).

RJS adalah singkatan dari PT Rantai Jaringan Sukses, yang merupakan anak perusahaan
langsung MAS dengan kepemilikan saham 99%, yang sudah memiliki outlet di berbagai
kota di Indonesia.

Informasi Lainnya Terkait Perjanjian dan Persyaratan Transaksi
•   Penggunaan dana Pinjaman untuk tujuan selain Tujuan yang Diizinkan, atau
    penggunaan apapun tanpa memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
    Investor apabila persetujuan tersebut diwajibkan berdasarkan Penggunaan Dana
    Pinjaman ini, akan dianggap sebagai pelanggaran material terhadap Perjanjian ini
    dan merupakan Kejadian Wanprestasi secara langsung.
•   MAS dapat melunasi Pinjaman secara keseluruhan atau sebagian kapan saja
    sebelum Tanggal Jatuh Tempo tanpa penalti. Setiap pelunasan dipercepat tersebut
    pertama-tama akan digunakan untuk mengurangi jumlah pokok Pinjaman yang
    masih terutang.
•   MAS wajib membayar seluruh jumlah yang terutang berdasarkan Pinjaman tanpa
    perjumpaan utang, tuntutan balik (counterclaim), pemotongan, atau penahanan
    apa pun, kecuali diwajibkan oleh hukum.


Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                    10

Page 23
•     Investor dapat melaksanakan Put Option dengan menyampaikan pemberitahuan
      tertulis (“Exit Notice”) kepada NAF dan Para Penjamin kapan saja setelah Investor
      mengetahui terjadinya Trigger Event, dan paling lambat dalam waktu enam (6)
      bulan setelah diterbitkannya Sertifikat Kinerja.
•     Suatu “Trigger Event” akan terjadi apabila kondisi kinerja tidak terpenuhi; atau
      kondisi kinerja toko baru tidak terpenuhi.


3.1.4 Analisis Likuiditas dari Rencana Transaksi

Dengan dilaksanakan Rencana Transaksi akan meningkatkan likuiditas Perseroan, yang
dapat dilihat pada tabel berikut:

             Tabel 4 : Rasio Likuiditas MAS Sebelum dan Setelah Transaksi

                                                  31 Des 2025
          Rasio
                                     Sebelum Transaksi    Setelah Transaksi
          Current Ratio                          375%                 452%
          Quick Ratio                            128%                 205%
          Cash Ratio                               1%                   78%


Berdasarkan rasio likuiditas di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi meningkatkan
likuiditas Perseroan secara signifikan.


3.2    Analisis Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi yang Akan Dilakukan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:
1.    Perseroan memperoleh tambahan modal kerja yang dapat digunakan untuk
      pembelian persediaan, sehingga mendukung kelancaran operasional perusahaan.
2.    Dana pinjaman memungkinkan Perseroan meningkatkan kapasitas distribusi dan
      memperluas aktivitas penjualan, sehingga mendukung pencapaian target
      pertumbuhan usaha.
3.    Struktur pendanaan yang lebih stabil dari pihak afiliasi memberikan fleksibilitas
      yang lebih baik bagi Perseroan dalam mengelola kebutuhan operasional dan
      ekspansi usaha

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu:
Pinjaman dapat menjadi jatuh tempo dan wajib dilunasi lebih awal dari jadwal yang
ditetapkan apabila terjadi kondisi-kondisi tertentu sebagaimana diatur dalam Perjanjian,
antara lain tidak terpenuhinya target kinerja operasional Perseroan, terjadinya
wanprestasi, maupun penyampaian Exit Notice oleh Investor. Hal tersebut berpotensi
memberikan tekanan terhadap likuiditas.


3.3    Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

3.3.1 Analisis Industri

Prospek industri fastener di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang positif
seiring meningkatnya aktivitas sektor konstruksi, manufaktur, otomotif, dan

Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                        11

Page 24
infrastruktur. Pasar fastener Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR sekitar 5%-
7,7% dalam beberapa tahun ke depan, didukung oleh pertumbuhan kebutuhan industri
dan pembangunan nasional.

Meskipun industri menghadapi persaingan yang tinggi, margin yang relatif ketat, serta
fluktuasi harga baja sebagai bahan baku utama, peluang pasar masih terbuka luas
mengingat tingginya kebutuhan domestik dan ketergantungan terhadap produk impor.
Selain itu, segmen fastener dengan spesifikasi khusus dan kualitas tinggi dinilai memiliki
potensi pertumbuhan yang lebih menarik. Secara keseluruhan, industri fastener di
Indonesia masih memiliki prospek yang cukup baik dengan permintaan yang relatif
stabil, terutama bagi perusahaan yang mampu menjaga kualitas produk, efisiensi biaya,
dan daya saing usaha.

Sumber:
•  https://www.grandviewresearch.com/horizon/outlook/industrial-fasteners-market/indonesia
•  https://mobilityforesights.com/product/indonesia-industrial-fasteners-market



3.3.2 Analisis Operasional dan Prospek Usaha

Secara operasional, Perseroan bergerak dalam distribusi dan penjualan mur dan baut
untuk mendukung kebutuhan sektor konstruksi, manufaktur, properti, dan
infrastruktur. Perseroan mengembangkan model bisnis distribusi melalui jaringan
waralaba RJ Steel sejak tahun 2016 dan kemitraan RJ Steel Mitra sejak tahun 2020,
yang berfungsi sebagai pusat distribusi berbagai merek fastener yang dipasarkan
Perseroan.

Seiring dengan pelaksanaan IPO pada tahun 2022, Perseroan terus memperluas
jaringan operasionalnya dengan memiliki 22 outlet serta jaringan waralaba dan
kemitraan di berbagai kota besar di Indonesia hingga akhir tahun 2025. Selain melayani
pasar retail, Perseroan juga aktif pada segmen Business-to-Business (B2B) dengan
memasok produk mur dan baut untuk kebutuhan industri dan proyek, sehingga
mendukung diversifikasi pasar dan penguatan operasional usaha secara berkelanjutan.

Secara operasional, Perseroan memasarkan produk mur, baut, dan produk terkait
lainnya melalui entitas anak RJ Steel dengan berbagai merek, seperti Fastfix, THE, BDS,
TMS, dan Unison. Produk yang dipasarkan berasal dari kombinasi impor dan pemasok
lokal, sehingga memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu,
Perseroan juga melayani permintaan produk custom-made yang diproduksi oleh pabrik
lokal pihak ketiga sesuai spesifikasi pelanggan.




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                          12

Page 25
                            Gambar 2 : Produk Perseroan




3.3.3 Persaingan Usaha

Beberapa perusahan-perusahaan yang menjadi pesaing-pesaing Perseroan antara lain:

❖ PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT)
  Produsen dan pemasok fastener terbesar di Indonesia, terutama untuk otomotif dan
  industri. Sering dianggap pembanding utama di sektor fastener publik.

❖ PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
  Perusahaan ritel dengan ratusan gerai yang tersebar di lebih dari 70 kota di Indonesia
  di bawah naungan Kawan Lama Group yang bergerak di bidang penyediaan
  perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup dengan berbagai merek utama antara
  lain Azko, Toys Kingdom, Ataru, Pendopo dan Neka.




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                        13

Page 26
❖ PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP)
  Distributor independen dan ritel modern terbesar untuk bahan bangunan, kimia, dan
  barang konsumsi. Perusahaan ini menaungi jaringan ritel terkenal seperti Mitra10
  dan Atria.

❖ PT Hasil Fastindo
  Distributor dan wholesaler fastener industri.

❖ PT Ginsa Baja Jayaindo
  Distributor baut dan mur baja.

❖ PT Tribaja Karya Sejahtera
  Pemasok baut dan mur untuk sektor konstruksi dan industri.

❖ PT Timur Megah Steel
  Manufaktur fastener dan pemasok industri.

Perseroan optimis bahwa keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan, dapat
membuat Perseroan tetap kompetitif dalam menghadapi pesaing-pesaingnya.


3.3.4 Strategi Bisnis

Kondisi ekonomi dan industri yang menantang sepanjang tahun 2025 berdampak pada
penurunan pendapatan dan kinerja keuangan Perseroan yang masih mencatatkan
kerugian. Namun demikian, Perseroan berhasil menunjukkan pemulihan dengan
menurunkan tingkat kerugian dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan memandang
tahun 2025 sebagai titik balik penting untuk membangun struktur usaha yang lebih
sehat dan berkelanjutan. Dalam mendukung pemulihan tersebut, Perseroan
menerapkan sejumlah strategi utama, yaitu:

❖   Penguatan Fokus Pelanggan
    Perseroan menerapkan strategi distribusi yang lebih berorientasi pada kebutuhan
    pelanggan (user-centric distribution) guna memperkuat posisi sebagai perusahaan
    mur dan baut yang unggul di pasar.

❖   Program Right Sizing dan Efisiensi Biaya
    Perseroan melakukan penyesuaian struktur operasional dan tenaga kerja secara
    selektif untuk meningkatkan efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas layanan dan
    operasional.

❖   Pemulihan Marjin dan Disiplin Keuangan
    Perseroan mengoptimalkan rantai pasok melalui peningkatan pengadaan impor,
    pengendalian biaya yang lebih ketat, serta penguatan disiplin keuangan untuk
    memperbaiki marjin dan kinerja usaha.


3.3.5    Pemasaran

Di tengah kondisi ekonomi dan industri yang dinamis, Perseroan berupaya untuk terus
beradaptasi guna mendukung pertumbuhan kinerja di tengah tantangan. Untuk
memanfaatkan hal ini, Perseroan senantiasa mengoptimalkan peluang yang ada untuk
mendorong kelangsungan usaha ke depan melalui strategi pemasaran yang adaptif dan
memperhatikan prinsip kehati-hatian.


Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                     14

Page 27
❖ Penguatan Fokus Pasar & Pendekatan Pelanggan
  Perseroan memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui pendekatan yang lebih
  tersegmentasi, termasuk peningkatan layanan penjualan langsung, guna menjaga
  dan memperluas basis pelanggan.

❖ Manajemen Jaringan Outlet yang Adaptif
  Dalam rangka meningkatkan efisiensi operasional dan struktur usaha yang
  berkelanjutan, Perseroan melakukan penyesuaian jaringan outlet anak perusahaan,
  dengan menutup operasional di lokasi yang kurang optimal dan mengarahkan
  sumber daya ke cabang dengan performa lebih kuat.

❖ Optimalisasi Teknologi & Proses Bisnis
  Perseroan mengintensifkan pemanfaatan teknologi digital dalam semua kanal
  pemasaran dan distribusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.


3.3.6 Sumber Daya Manusia

Per 31 Desember 2025, tenaga kerja MAS berjumlah 186 orang dengan rincian sebagai
berikut:

                        Tabel 5 : Sumber Daya Manusia MAS

                     Posisi                                 Jumlah
        Direksi dan Dewan Komisaris                             6
        Manajer                                                13
        Pengawas                                                8
        Staf                                                  159
          Jumlah                                             186
                              Sumber: Manajemen Perseroan




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                    15

Page 28
3.3.7 Struktur Organisasi

Per 31 Desember 2025, struktur organisasi Perseroan adalah sebagai berikut:

                                                         Gambar 3 : Struktur Organisasi Perseroan


                                                                              RUPS



                                                                         Dewan Komisaris


                                        Komite Nominasi dan
                                                                                                     Komite Audit
                                            Remunerasi




                                              Direktur                                              Direktur Utama




                           Sekretaris Perseroan            Investor                                                 Auditor
                                dan Legal                  Relation                                                 Internal


                                                           Business
                                                         Development




              Information Technology    Human          Sales       Logistik        Logistik   Inventory                                   Sales     Sales Customer
  Marketing                                                                                                   FATC        Purchasing
                  & General Affairs    Resources     (Jakarta)   (Surabaya)       (Jakarta)    Control                                 (Surabaya)       Service




    Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                                                                                    16

Page 29
3.4    Analisis SWOT

Kekuatan (Strength)

❖ Perseroan memiliki jaringan distribusi yang telah mapan serta didukung oleh jaringan
  kemitraan RJ Steel, yang memberikan keuntungan dalam mempercepat penetrasi
  pasar di daerah, meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat brand awareness,
  serta menjangkau kontraktor kecil dan menengah yang sulit dijangkau oleh
  distributor besar.
❖ Produk yang dipasarkan Perseroan merupakan komponen standar yang digunakan
  pada sektor konstruksi, manufaktur, furnitur, otomotif, dan maintenance, sehingga
  memiliki karakteristik permintaan berulang (recurring demand) yang relatif lebih
  stabil dibandingkan produk yang bersifat sekali beli.
❖ Perseroan menerapkan model bisnis yang menggabungkan distribusi dan retail,
  sehingga tidak hanya berfokus sebagai produsen dan distributor, tetapi juga memiliki
  jaringan outlet yang lebih dekat dengan end-user, sekaligus tetap melayani pasar
  proyek dan industri. Diversifikasi model bisnis ini mengurangi ketergantungan pada
  satu segmen pelanggan serta memperluas jangkauan pasar Perseroan.


Kelemahan (Weakness)
❖     Kegiatan usaha Perseroan memiliki ketergantungan terhadap modal kerja yang
      cukup tinggi, terutama untuk pengadaan persediaan dalam jumlah besar.
❖     Terdapat jeda waktu antara pembayaran kepada pemasok dan penerimaan dari
      pelanggan yang menyebabkan kebutuhan likuiditas yang berkelanjutan.
❖     Fluktuasi harga bahan baku logam dapat mempengaruhi margin dan kebutuhan
      dana operasional


Peluang (Opportunities)
❖ Pertumbuhan sektor konstruksi dan infrastruktur di Indonesia yang terus berlanjut
  menjadi pendorong utama permintaan produk mur dan baut.
❖ Perkembangan sektor manufaktur seperti otomotif, elektronik,          dan   furnitur
  meningkatkan kebutuhan komponen pengikat (fastening system).
❖ Peningkatan aktivitas industrialisasi nasional membuka peluang ekspansi pasar bagi
  Perseroan.


Ancaman (Threats)
❖ Volatilitas harga komoditas logam global dapat mempengaruhi biaya pembelian dan
  stabilitas margin.
❖ Persaingan yang ketat dalam industri distribusi mur dan baut, termasuk tekanan
  harga dari pemain lokal maupun impor.
❖ Risiko perlambatan sektor konstruksi yang dapat berdampak pada penurunan
  permintaan.




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                      17

Page 30
3.4.1 Prospek Usaha

Prospek Perseroan ke depan dinilai masih cukup baik seiring dengan pertumbuhan
sektor konstruksi, manufaktur, otomotif, dan infrastruktur yang menjadi pasar utama
produk fastener. Perseroan juga memiliki peluang pertumbuhan melalui pengembangan
jaringan distribusi dan kemitraan RJ Steel serta model bisnis yang menggabungkan
distribusi, retail, dan penjualan B2B.

Meski demikian, Perseroan masih menghadapi tantangan berupa persaingan harga yang
ketat, tekanan margin, serta fluktuasi harga bahan baku dan produk impor. Oleh karena
itu, keberhasilan Perseroan akan bergantung pada kemampuan menjaga efisiensi
operasional, memperkuat jaringan distribusi, dan meningkatkan daya saing produk
serta layanan.


3.4.2 Keuntungan dan Kerugian Kualitatif atas Rencana Transaksi

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan kualitatif bagi
Perseroan yaitu:
1.   Perseroan memperoleh sumber pendanaan tanpa bunga sehingga dapat
     mengurangi tekanan terhadap arus kas dan memberikan efisiensi dalam
     pengelolaan pembiayaan perusahaan.
2.   Dengan meningkatnya kapasitas distribusi dan ketersediaan inventaris, Perseroan
     berpotensi meningkatkan penjualan dan profitabilitas usaha.
3.   Pendanaan dari afiliasi berpotensi memberikan skema pembiayaan yang lebih
     fleksibel dibandingkan pendanaan dari pihak eksternal.

Tidak ada kerugian kualitatif atas Rencana Transaksi.


3.4.3 Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan di Masa Mendatang

Berikut perbandingan historikal Leverage Keuangan Perseroan dengan informasi
leverage industri yang sebanding.

                           Tabel 6 : Leverage Perusahaan Pembanding

               Perusahaan pembanding                           DER           DAR
               PT Garuda Metalindo Tbk                         54%           35%
               PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk                 29%           23%
               PT Catur Sentosa Adiprana Tbk                  220%           69%
                 Rata-rata                                    101%           42%
               MAS                                            34%            25%
                   Sumber: Laporan Keuangan Masing-Masing Emiten per 31 Desember 2025



Leverage keuangan Perseroan dimasa mendatang berdasarkan proyeksi keuangan
Perseroan yang kami peroleh adalah sebagai berikut:

                       Tabel 7 : Proyeksi Leverage MAS Dengan Transaksi

           Rasio             2026          2027           2028           2029           2030
     DER                     61%           60%            60%            58%            57%
     DAR                     38%           37%            37%            37%            36%


Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                  18

Page 31
Berdasarkan data historis, tingkat Leverage MAS jauh lebih rendah dibandingkan rata-
rata perusahaan pembanding yang sejenis.


3.4.4 Dampak Likuiditas pada Keuangan Perusahaan

Berikut adalah kinerja likuiditas keuangan Perseroan secara historis yang dideskripsikan
melalui rasio likuiditas:

                           Tabel 8 : Rasio Likuiditas Historis

 Ratio               2021           2022          2023           2024          2025
 Current Ratio         164%           467%          423%           489%          375%
 Quick Ratio            48%           203%          175%           177%          128%
 Cash Ratio               1%             1%            1%          0,4%             1%


Sementara itu rasio likuiditas Perseroan di masa yang akan datang terkait dengan
Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

                 Tabel 9 : Rasio Likuiditas Dengan Transaksi Pinjaman

 Ratio               2026           2027          2028           2029          2030
 Current Ratio         398%           384%          377%           384%          390%
 Quick Ratio           155%           129%          119%           124%          128%
 Cash Ratio             38%            29%           27%            33%           39%


Berdasarkan hasil proyeksi rasio likuiditas Perseroan di atas dapat dilihat bahwa rasio
likuiditas pada proyeksi lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi historisnya karena
peningkatan persediaan. Semakin tinggi rasio likuiditas suatu perusahaan
menggambarkan semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban
jangka pendeknya. Likuiditas Perseroan baik historis maupun Dengan Transaksi
Pinjaman sama-sama tergolong sangat baik.


3.4.5 Dampak Keuangan Perusahaan Jika Proyek Mengalami Kegagalan

Pinjaman ini akan digunakan untuk operasional perusahaan dan dikhususkan untuk
pengadaan persediaan dalam skala besar, pengembangan infrastruktur ritel, serta
peningkatan kapasitas distribusi Perseroan. Pinjaman merupakan pinjaman tanpa bunga
dan tanpa jaminan sehingga tidak memberikan dampak pada beban keuangan.

Hal yang dapat menyebabkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang akan dijalankan
dalam rangka penggunaan dana pinjaman adalah:
•   Volatilitas harga komoditas logam global dapat mempengaruhi biaya pembelian dan
    stabilitas marjin.
•   Persaingan yang ketat dalam industri distribusi mur dan baut, termasuk tekanan
    harga dari pemain lokal maupun impor.
•   Risiko perlambatan sektor konstruksi yang dapat berdampak pada penurunan
    permintaan.

Dampak keuangan yang dapat ditimbulkan dari hal di atas adalah penurunan marjin
laba yang mempengaruhi kinerja Perseroan maupun kemampuan bayar Perseroan,
selain adanya kemungkinan kredit macet dari utang usaha.
Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                               19

Page 32
3.4.6       Dampak Keuangan Jika Rencana Transaksi Tidak Terlaksana

Apabila Rencana Transaksi tidak dapat terlaksana, maka untuk mendukung
kelangsungan usaha Perseroan, Perseroan perlu untuk mencari sumber pendanaan yang
lain dengan opsi yaitu: i) pinjaman bank dengan persetujuan dari bank sindikasi yang
merupakan kreditur saat ini atau (ii) pinjaman dari pihak ketiga, di mana apabila
pendanaan diberikan oleh bank maupun pihak ketiga, maka pasti akan dikenakan bunga
yang harus dibayarkan dan bunga tersebut akan memberatkan keuangan Perseroan.


3.5     Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

3.5.1 Penilaian Kinerja Historis

Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk tahun 2021-2025 adalah seperti disajikan di
bawah ini.

                   Tabel 10 : Laporan Laba-Rugi Perseroan tahun 2021-2025

 Dalam Rp                              2021              2022              2023              2024              2025
 Penjualan                        120.026.231.380 180.921.964.656 193.286.854.098 152.956.334.212 136.329.182.359
 Beban Pokok Penjualan            (98.327.862.400) (142.798.232.833) (149.797.311.926) (119.868.341.546) (107.339.967.574)
 Laba Kotor                        21.698.368.980    38.123.731.823    43.489.542.172    33.087.992.666    28.989.214.785
 Beban Usaha                      (20.601.947.234) (25.425.006.934) (35.353.648.569) (41.398.326.529) (38.798.696.380)
 Laba Usaha                         1.096.421.746    12.698.724.889     8.135.893.603    (8.310.333.863)   (9.809.481.595)
 Pendapatan (Beban) Lain-lain       4.549.559.738    (3.790.120.448)   (1.551.111.856)   (6.055.261.298)   (2.114.320.556)
 Laba Sebelum Pajak Penghasilan     5.645.981.484     8.908.604.441     6.584.781.747 (14.365.595.161) (11.923.802.151)
 Pajak Penghasilan                   (869.633.692)   (2.466.473.611)   (1.453.607.950)      904.608.528        71.840.477
 Laba Bersih                        4.776.347.792     6.442.130.830     5.131.173.797 (13.460.986.633) (11.851.961.674)




a. Penjualan

Penjualan Perseroan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp120 miliar kemudian terus
meningkat pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp181 miliar dan tahun 2023 menjadi
sebesar Rp193 miliar. Pada tahun 2024, Penjualan Perseroan mengalami penurunan
menjadi sebesar Rp153 miliar dan kembali menurun pada tahun 2025 menjadi sebesar
Rp136 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh adanya penurunan permintaan di berbagai
sektor inti Perseroan, terutama konstruksi.

b. Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan Perseroan meningkat dan menurun mengikuti peningkatan dan
penurunan penjualan. Pada tahun 2021-2025, beban pokok penjualan tercatat berturut-
turut sebesar Rp98 miliar, Rp143 miliar, Rp150 miliar, Rp120 miliar, dan Rp107 miliar.

c. Beban Usaha

Pada tahun 2021-2025, beban usaha tercatat berturut-turut sebesar Rp21 miliar, Rp25
miliar, Rp35 miliar, Rp41 miliar, dan Rp39 miliar.




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                                         20

Page 33
d. Laba Tahun Berjalan

Perseroan mencatat perolehan laba pada tahun 2021 sebesar Rp4,8 miliar kemudian
meningkat pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp6,4 miliar. Pada tahun 2023 laba
Perseroan mengalami sedikit penurunan menjadi sebesar Rp5,1 miliar terutama
diakibatkan oleh beban gaji dan tunjangan karyawan yang meningkat sebesar Rp7,4
miliar. Pada tahun 2024 Perseroan mencatat kerugian sebesar Rp13,5 miliar terutama
diakibatkan oleh penjualan yang menurun namun beban usaha tetap meningkat. Pada
tahun 2025, Perseroan mencatat kerugian sebesar Rp11,9 miliar.


Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk tahun 2021-2025 adalah seperti terlihat berikut ini.

                      Tabel 11 : Posisi Keuangan Perseroan tahun 2021-2025

 Dalam Rp                           2021              2022               2023             2024               2025
 Aset Lancar                     74.558.103.962   219.440.995.260   229.299.092.669   199.989.380.335   203.756.531.383
 Aset Tidak Lancar               18.781.889.309    25.786.194.617    27.316.459.016    28.067.588.674    25.659.668.577
 Jumlah Aset                     93.339.993.271   245.227.189.877   256.615.551.685   228.056.969.009   229.416.199.960

 Liabilitas Jangka Pendek        45.461.521.552    47.019.635.741    54.165.973.832    40.936.367.215    54.357.795.901
 Liabilitas Jangka Panjang        1.881.219.061     4.136.706.300     4.585.586.778     3.479.151.170     3.290.373.912
 Jumlah Liabilitas               47.342.740.613    51.156.342.041    58.751.560.610    44.415.518.385    57.648.169.813

 Ekuitas                         45.997.252.658   194.070.847.836   197.863.991.075   183.641.450.624   171.768.030.147
 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas   93.339.993.271   245.227.189.877   256.615.551.685   228.056.969.009   229.416.199.960




Aset

Secara keseluruhan aset Perseroan rata-rata mengalami peningkatan sebesar 25% per
tahun periode 2021-2025, yaitu dari Rp93 miliar pada tahun 2021 dan mencapai Rp229
miliar pada tahun 2025.

Aset Lancar

Pada tahun 2021, aset lancar Perseroan tercatat sebesar Rp75 miliar, kemudian
meningkat signifikan menjadi Rp219 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan
peningkatan persediaan. Pada tahun 2023, aset lancar Perseroan kembali meningkat
menjadi sebesar Rp229 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan piutang usaha dan
persediaan. Pada tahun 2024, aset lancar Perseroan mengalami penurunan menjadi
sebesar Rp200 miliar terutama disebabkan oleh penurunan piutang usaha dan
persediaan. Pada tahun 2025, aset lancar Perseroan kembali meningkat menjadi
sebesar Rp204 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan piutang usaha dan
persediaan.

Aset Tidak Lancar

Pada tahun 2021, aset tidak lancar Perseroan tercatat sebesar Rp19 miliar, kemudian
meningkat menjadi Rp26 miliar pada tahun 2022, terutama disebabkan adanya aset
hak guna. Pada tahun 2023, aset tidak lancar Perseroan kembali meningkat menjadi
sebesar Rp27 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap. Pada tahun
2024, aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp28 miliar
terutama disebabkan oleh peningkatan aset hak guna dan aset pajak tangguhan. Pada
Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                    21

Page 34
tahun 2025, aset tidak lancar Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar Rp26
miliar terutama disebabkan oleh penurunan aset tetap dan aset hak guna.


Liabilitas

Secara keseluruhan liabilitas Perseroan rata-rata mengalami peningkatan sebesar 5%
per tahun periode 2021-2025, yaitu dari Rp47 miliar pada tahun 2021 dan mencapai
Rp58 miliar pada tahun 2025.

Liabilitas Jangka Pendek

Pada tahun 2021-2025, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami fluktuasi yaitu
berturut-turut sebesar Rp45 miliar, Rp47 miliar, Rp54 miliar, Rp41 miliar, dan Rp54
miliar. Kenaikan dan penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan dan penurunan
utang usaha dan utang bank jangka pendek.

Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas jangka panjang Perseroan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp2 miliar
kemudian meningkat menjadi sebesar Rp4 miliar pada tahun 2022 terutama disebabkan
oleh peningkatan pembiayaan konsumen. Kemudian pada tahun 2023-2025, liabilitas
jangka panjang Perseroan tercatat berturut-turut sebesar Rp5 miliar, Rp3 miliar, dan
Rp3 miliar. Pergerakan liabilitas jangka panjang Perseroan terutama disebabkan oleh
peningkatan dan penurunan pembiayaan konsumen dan utang bank dan lembaga
keuangan.


Ekuitas

Pergerakan ekuitas Perseroan sejalan dengan pergerakan penjualannya. Pada tahun
2021 ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp46 miliar kemudian meningkat pada tahun
2022 dan 2023 menjadi sebesar Rp194 miliar dan Rp198 miliar. Pada tahun 2024 dan
2025 ekuitas Perseroan mengalami penurunan berturut-turut menjadi sebesar Rp184
miliar dan Rp172 miliar.


Arus Kas

Gambaran arus kas Perseroan untuk tahun 2021-2025 adalah seperti berikut:

                       Tabel 12 : Laporan Arus Kas Perseroan tahun 2021-2025

 Dalam Rp                                        2021                2022               2023               2024               2025
 Arus kas bersih untuk aktivitas operasi     (17.525.361.456)   (138.840.792.666)       849.276.900      7.379.453.716      4.881.637.801
 Arus kas bersih untuk aktivitas investasi    18.919.487.483      (1.352.821.852)    (1.734.784.927)    (1.438.626.771)      (887.375.301)
 Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan     (2.725.501.512)    139.605.658.852       (104.166.596)    (6.349.084.327)    (1.149.053.522)

 Kenaikan (penurunan) kas dan bank            (1.331.375.485)       (587.955.666)      (989.674.623)      (408.257.382)     2.845.208.978
 Kas dan bank pada awal tahun                (10.376.611.145)    (11.707.986.630)   (12.295.942.296)   (13.285.616.919)   (13.693.874.301)
 Kas dan bank pada akhir tahun               (11.707.986.630)    (12.295.942.296)   (13.285.616.919)   (13.693.874.301)   (10.848.665.323)

 Kas dan bank pada awal tahun                    241.086.275         313.116.680        568.743.995        157.203.163        347.414.303
 Cerukan                                     (11.949.072.905)    (12.609.058.976)   (13.854.360.914)   (13.851.077.464)   (11.196.079.626)
 Kas dan bank pada akhir tahun               (11.707.986.630)    (12.295.942.296)   (13.285.616.919)   (13.693.874.301)   (10.848.665.323)




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                                                         22

Page 35
a. Aktivitas Operasi

Arus kas neto diperoleh dari aktivitas operasi selama periode 2021 dan 2022 berada
pada posisi minus diakibatkan oleh tingginya pembayaran kepada pemasok. Pada tahun
2023 hingga 2025 arus kas operasi Perseroan berada pada posisi positif.

b. Aktivitas Investasi

Selama tahun 2021-2025, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi. Setiap tahun Perseroan mencatat penambahan aset tetap.

c. Aktivitas Pendanaan

Pada tahun 2022 Perseroan memperoleh dana dari penawaran umum perdana. Setiap
tahun Perseroan tercatat memperoleh dan membayar utang bank jangka pendek dan
jangka panjang.


3.5.2 Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan tahun 2021-2025 adalah seperti disajikan berikut
ini.

                           Tabel 13 : Rasio Keuangan MAS

 RASIO                            2021      2022        2023     2024      2025
 Profitability
   GPM                      %       18,08       21,07    22,50    21,63      21,26
   OPM                      %        0,91        7,02     4,21    (5,43)     (7,20)
   NPM                      %        3,98        3,56     2,65    (8,80)     (8,69)
   ROA                      %        5,12        2,63     2,00    (5,90)     (5,17)
   ROE                      %       10,38        3,32     2,59    (7,33)     (6,90)
 Liquidity
   Current ratio            x        1,64        4,67     4,23     4,89       3,75
 Activity
   Perputaran aset          x        1,29        1,07     0,77     0,63       0,56
   Perputaran piutang       x        7,02        8,58     6,40     5,67       6,56
 Solvability
   DER                      %      102,93       26,36    29,69    24,19      33,56
   DAR                      %       50,72       20,86    22,89    19,48      25,13


Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:
❖ Marjin laba bersih (Net Profit Margin, NPM) berada pada posisi positif pada tahun
  2021-2023 namun menjadi negatif pada tahun 2024 dan 2025 disebabkan oleh
  penurunan penjualan.
❖ Berdasarkan rasio likuiditas yang digambarkan dengan Current Ratio, kemampuan
  Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tergolong baik, dengan
  rasio lancar berada di atas 1 kali.
❖ Berdasarkan rasio aktivitas, tingkat perputaran aset Perseroan cenderung menurun,
  yang menunjukkan efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan pendapatan
  mengalami penurunan. Sementara itu, perputaran piutang relatif fluktuatif namun
  masih menunjukkan kemampuan penagihan piutang yang cukup baik.

Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                     23

Page 36
❖ Struktur permodalan Perseroan yang tercermin dari Debt to Equity Ratio (DER) dan
  Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan bahwa sumber pendanaan Perseroan masih
  relatif didominasi oleh modal sendiri, meskipun terdapat peningkatan penggunaan
  liabilitas pada tahun 2025.


3.5.3 Analisis Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

Posisi Keuangan dan Laba Rugi sebelum Rencana Transaksi diperoleh dari laporan
keuangan per tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Deswal
dari Kantor Akuntan Publik Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan, sedangkan Posisi
Keuangan dan Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi merupakan perkiraan yang
didasarkan atas kemungkinan perubahan pada akun-akun yang terkait dengan Rencana
Transaksi yang diberikan oleh Manajemen.

Untuk memberikan gambaran secara lebih jelas, berikut ini disajikan tabel Posisi
Keuangan dan Laba Rugi sebelum dan setelah Rencana Transaksi.




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                   24

Page 37
3.5.4 Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

           Tabel 14 : Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                                        31 Desember 2025
 Dalam Rupiah
                                                        Audit              Penyesuaian         Proforma

 ASET LANCAR
  Kas dan Bank                                           347.414.303       41.955.000.000     42.302.414.303
  Piutang Usaha - Bersih                              22.928.691.683                  -       22.928.691.683
  Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                        54.000.000                  -           54.000.000
  Persediaan - Bersih                                134.054.135.920                  -      134.054.135.920
  Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka                  46.372.289.477                  -       46.372.289.477
 Total Aset Lancar                                  203.756.531.383       41.955.000.000    245.711.531.383

 ASET TIDAK LANCAR
  Properti investasi                                  16.243.800.000                  -       16.243.800.000
  Aset Pajak Tangguhan - Bersih                        1.883.294.114                  -        1.883.294.114
  Aset Tetap - Bersih                                  4.151.160.346                  -        4.151.160.346
  Uang Muka Pembelian - Aset Tetap                        13.500.000                  -           13.500.000
  Aset Hak Guna - Bersih                               3.021.282.288                  -        3.021.282.288
  Aset Tidak Lancar Lain-Lain                            346.631.829                             346.631.829
 Total Aset Tidak Lancar                             25.659.668.577                  -       25.659.668.577

 TOTAL ASET                                         229.416.199.960       41.955.000.000    271.371.199.960

 LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank jangka pendek                            17.745.929.776                  -       17.745.929.776
  Utang Usaha                                         33.060.156.233                  -       33.060.156.233
  Biaya masih harus dibayar                              847.474.542                  -          847.474.542
  Utang Pajak                                             64.253.122                  -           64.253.122
  Uang muka pelanggan                                  1.001.409.010                           1.001.409.010
  Utang jangka panjang jatuh tempo 1 tahun:
    Utang bank                                           322.519.657                 -           322.519.657
    Pembiayaan konsumen                                  618.324.552                 -           618.324.552
    Liabilitas sewa                                      697.729.009                 -           697.729.009
 Total Liabilitas Jangka Pendek                      54.357.795.901                  -       54.357.795.901

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang jangka panjang
    Utang bank                                            17.990.892                  -           17.990.892
    Pembiayaan konsumen                                  191.283.897                  -          191.283.897
  Utang lain-lain - Pihak Berelasi                               -         41.955.000.000     41.955.000.000
  Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan      3.081.099.123                  -        3.081.099.123
 Total Liabilitas Jangka Panjang                      3.290.373.912       41.955.000.000     45.245.373.912

 TOTAL LIABILITAS                                    57.648.169.813       41.955.000.000     99.603.169.813

 EKUITAS
  Modal                                               48.001.429.290                  -       48.001.429.290
  Tambahan modal disetor                             127.097.441.835                  -      127.097.441.835
  Saldo Laba                                          (3.020.083.143)                 -       (3.020.083.143)
  Kerugian komprehensif lain                            (319.177.975)                 -         (319.177.975)
  Kepentingan nonpengendali                                8.420.140                               8.420.140
 Total Ekuitas                                      171.768.030.147                  -      171.768.030.147

 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                       229.416.199.960       41.955.000.000    271.371.199.960



Dari tabel Posisi Keuangan, terlihat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman memberikan
pengaruh terhadap posisi keuangan. Penyesuaian posisi keuangan Sebelum dan Setelah
Rencana Transaksi Pinjaman dilakukan adalah sebagai berikut:



Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                             25

Page 38
Kas dan Setara Kas
Penambahan kas dan setara kas sebesar Rp41.955.000.000 yang diperoleh dari
pinjaman dari pemegang saham utama (pihak berelasi) yaitu NAF.

Liabilitas Jangka Panjang
Penambahan utang jangka panjang pihak berelasi sebesar Rp41.955.000.000.


3.5.5 Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                Tabel 15 : Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi

                                                             31 Desember 2025
 Dalam Rupiah
                                             Audit              Penyesuaian         Proforma
 PENJUALAN                               136.329.182.359                  -     136.329.182.359

 BEBAN POKOK PENJUALAN                  (107.339.967.574)                 -     (107.339.967.574)

 LABA BRUTO                               28.989.214.785                  -      28.989.214.785

 Beban penjualan                           (3.876.019.585)                -        (3.876.019.585)
 Beban umum dan administrasi              (34.922.676.795)                -       (34.922.676.795)
 Penghasilan (beban) lain-lain - neto          75.814.126                 -            75.814.126
 Penghasilan keuangan                           1.665.923                 -             1.665.923
 Beban keuangan                            (2.191.800.605)                -        (2.191.800.605)

 RUGI SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN    (11.923.802.151)                 -      (11.923.802.151)

 Manfaat pajak penghasilan - neto             71.840.477                  -            71.840.477

 RUGI NETO TAHUN BERJALAN                (11.851.961.674)                 -      (11.851.961.674)



Tidak ada perubahan Sebelum dan Setelah dilakukannya Rencana Transaksi karena
Rencana Transaksi adalah untuk modal kerja Perseroan ke depannya.


3.5.6 Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar sebagai berikut:




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                  26

Page 39
        Tabel 16 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                                  DENGAN TRANSAKSI
 Dalam Ribuan Rp
                                        2026            2027            2028            2029            2030

 ASET LANCAR
  Kas / Bank                          27.541.914      26.136.064      26.848.003       33.798.869      41.562.836
  Piutang dagang                      38.650.378      42.612.042      44.333.569       46.124.645      47.988.081
  Piutang non-usaha                       49.500          49.500          49.500           49.500          49.500
  Piutang Lainnya/Uang Muka           47.092.444      47.092.444      47.092.444       47.092.444      47.092.444
  Persediaan                         177.791.741     228.684.627     258.316.927      268.752.931     279.610.550
  Aset Pajak tangguhan                   148.711         148.711         148.711          148.711         148.711
  Biaya dibayar dimuka                   117.873         117.873         117.873          117.873         117.873
 Jumlah aset lancar                 291.392.561     344.841.261     376.907.027      396.084.973     416.569.994

 ASET TIDAK LANCAR
  Aset Tetap Neto                     20.915.453      16.028.421      11.141.389        6.254.357       1.367.325
  Aset lainnya
 Jumlah aset tidak lancar            20.915.453      16.028.421       11.141.389       6.254.357       1.367.325

 JUMLAH ASET                        312.308.015     360.869.682     388.048.416      402.339.331     417.937.319

 LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang Bank                           9.801.050       9.720.920        9.953.057       9.653.548       9.927.470
  Utang Dagang                        58.561.180      75.324.317       85.084.627      88.522.046      92.098.337
  Kewajiban Yang harus dibayar         1.399.146       1.399.146        1.399.146       1.399.146       1.399.146
  Pajak yg. hrs dibayar                1.646.126       1.646.126        1.646.126       1.646.126       1.646.126
  Utang Lain-Lain                        975.497         975.497          975.497         975.497         975.497
  Uang Muka Penjualan                    823.646         823.646          823.646         823.646         823.646
 Jumlah liabilitas jangka pendek     73.206.644      89.889.652       99.882.099     103.020.009     106.870.222

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang Pemegang Saham                41.955.000      41.955.000       41.955.000      41.955.000      41.955.000
  Utang Jangka Panjang                   154.825         154.825          154.825         154.825         154.825
  Cadangan Upah Buruh & Pensiun        3.081.099       3.081.099        3.081.099       3.081.099       3.081.099
 Jumlah liabilitas jangka panjang    45.190.924      45.190.924       45.190.924      45.190.924      45.190.924

 JUMLAH LIABILITAS                  118.397.569     135.080.576     145.073.024      148.210.932     152.061.145

 EKUITAS
  Modal Saham                         48.001.830      48.001.830      48.001.830       48.001.830      48.001.830
  Tambahan Modal Disetor             127.097.041     127.097.041     127.097.041      127.097.041     127.097.041
  Laba Ditahan                        (3.330.842)     18.811.575      50.690.235       67.876.521      79.029.527
  Laba berjalan                       22.142.417      31.878.660      17.186.287       11.153.006      11.747.776
 Jumlah ekuitas                     193.910.446     225.789.106     242.975.393      254.128.398     265.876.174

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS      312.308.015     360.869.682     388.048.416      402.339.331     417.937.319




            Tabel 17 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                                DENGAN TRANSAKSI
 Dalam Ribuan Rp
                                       2026            2027           2028              2029            2030

 Penjualan Bersih                    208.506.718     302.527.053     319.264.916      332.163.219     345.582.613
 HPP                                (136.415.939)   (204.390.229)   (233.158.220)    (252.444.046)   (262.642.786)

 LABA KOTOR                          72.090.779      98.136.825      86.106.696       79.719.172      82.939.827

 Biaya usaha                         (36.585.118)    (46.928.587)    (55.871.360)     (58.128.563)    (60.476.957)
 Biaya penyusutan                     (4.887.032)     (4.887.032)     (4.887.032)      (4.887.032)     (4.887.032)

 LABA USAHA                          30.618.629      46.321.206      25.348.304       16.703.577      17.575.838

 Pendapatan (Beban) Lain-lain            (13.432)              -               -                -               -
 Beban bunga                          (1.081.975)       (830.263)       (846.466)        (820.712)       (843.301)

 LABA SEBELUM PAJAK                  29.523.222      45.490.943      24.501.838       15.882.865      16.732.537

 Pajak Penghasilan                    (7.380.806)    (13.612.283)     (7.315.551)      (4.729.860)     (4.984.761)

 LABA BERSIH                         22.142.417      31.878.660      17.186.287       11.153.006      11.747.776




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                                  27

Page 40
             Tabel 18 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Rencana Transaksi

                                                                                  DENGAN TRANSAKSI
 Dalam Ribuan Rp
                                                     2026              2027             2028              2029            2030
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan dari konsumen                        192.928.689         298.565.390        317.543.390     330.372.142     343.719.177
 Pembayaran beban usaha dan karyawan            (183.897.104)       (280.561.532)      (304.014.539)   (312.684.162)   (325.514.039)
 Pembayaran bunga                                 (1.081.975)           (830.263)          (846.466)       (820.712)       (843.301)
 Pembayaran pajak                                 (5.798.933)        (13.612.283)        (7.315.551)     (4.729.860)     (4.984.761)
 Kas bersih dari aktivitas operasi                2.150.678           3.561.312          5.366.833      12.137.409      12.377.076

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Perolehan Aset Tetap                                (7.273.274)      (4.887.032)        (4.887.032)     (4.887.032)     (4.887.032)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Pinjaman dari pemegang saham                     41.955.000                      -               -               -               -
 Pinjaman dari bank                               (9.637.903)               (80.129)        232.137        (299.510)        273.922
 Kas bersih dari aktivitas pendanaan             32.317.097                (80.129)        232.137        (299.510)        273.922

 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS         27.194.501          (1.405.849)           711.939       6.950.867       7.763.967
 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                      347.414          27.541.914         26.136.064      26.848.003      33.798.869
 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                   27.541.914          26.136.064         26.848.002      33.798.869      41.562.836




                   Tabel 19 : Proyeksi Rasio Perseroan Dengan Rencana Transaksi

 RASIO                                                                 DENGAN TRANSAKSI
                                       2026                 2027             2028                      2029             2030
 Profitability
   GPM                         %          34,57                    32,44               26,97              24,00              24,00
   OPM                         %          17,03                    16,93                9,47               6,50               6,50
   NPM                         %          12,96                    12,15                6,91               4,83               4,81
   ROA                         %           8,65                    10,19                5,69               3,99               3,98
   ROE                         %          13,94                    16,28                9,08               6,31               6,26
 Liquidity
   Current ratio               x              3,98                  3,84                 3,77                 3,84             3,90
 Activity
   Perputaran aset             x              0,67                  0,90                 0,85                 0,84             0,86
   Perputaran piutang          x              5,39                  1,86                 1,84                 1,84             1,84
 Solvability
   DER                         %          61,06                    59,83               59,71              58,32              57,19
   DAR                         %          37,91                    37,43               37,39              36,84              36,38




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                                                    28

Page 41
         Tabel 20 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                    TANPA TRANSAKSI
 Dalam Ribuan Rp
                                       2026             2027             2028             2029            2030

 ASET LANCAR
  Kas / Bank                           5.427.111        4.803.108        5.150.489        5.493.758       5.896.089
  Piutang dagang                      24.508.938       27.036.545       29.128.050       31.939.021      34.213.079
  Piutang non-usaha                       49.500           49.500           49.500           49.500          49.500
  Piutang Lainnya/Uang Muka           47.092.444       47.092.444       47.092.444       47.092.444      47.092.444
  Persediaan                         142.103.803      153.503.960      165.855.573      177.384.409     191.707.509
  Aset Pajak tangguhan                   148.711          148.711          148.711          148.711         148.711
  Biaya dibayar dimuka                   117.873          117.873          117.873          117.873         117.873
 Jumlah aset lancar                 219.448.381      232.752.141      247.542.640      262.225.716     279.225.205

 ASET TIDAK LANCAR
  Aset Tetap Neto                     20.915.453       16.028.421       11.141.389        6.254.357       1.367.325
  Aset lainnya
 Jumlah aset tidak lancar            20.915.453       16.028.421       11.141.389        6.254.357       1.367.325

 JUMLAH ASET                        240.363.834      248.780.562      258.684.029      268.480.073     280.592.530

 LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang Bank                           9.801.050        9.720.920        9.953.057        9.653.548       9.927.470
  Utang Dagang                        50.484.246       54.391.167       58.829.486       63.018.145      68.160.426
  Kewajiban Yang harus dibayar         1.399.146        1.399.146        1.399.146        1.399.146       1.399.146
  Pajak yg. hrs dibayar                1.646.126        1.646.126        1.646.126        1.646.126       1.646.126
  Utang Lain-Lain                        975.497          975.497          975.497          975.497         975.497
  Uang Muka Penjualan                    823.646          823.646          823.646          823.646         823.646
 Jumlah liabilitas jangka pendek     65.129.711       68.956.502       73.626.958       77.516.108      82.932.311

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang Pemegang Saham                         -                -                 -               -               -
  Utang Jangka Panjang                   154.825          154.825           154.825         154.825         154.825
  Cadangan Upah Buruh & Pensiun        3.081.099        3.081.099         3.081.099       3.081.099       3.081.099
 Jumlah liabilitas jangka panjang     3.235.924        3.235.924         3.235.924       3.235.924       3.235.924

 JUMLAH LIABILITAS                   68.365.635       72.192.426       76.862.882       80.752.032      86.168.235

 EKUITAS
  Modal Saham                         48.001.830       48.001.830       48.001.830       48.001.830      48.001.830
  Tambahan Modal Disetor             127.097.041      127.097.041      127.097.041      127.097.041     127.097.041
  Laba Ditahan                        (3.330.842)      (3.100.672)       1.489.265        6.722.276      12.629.170
  Laba berjalan                          230.170        4.589.937        5.233.011        5.906.894       6.696.255
 Jumlah ekuitas                     171.998.200      176.588.136      181.821.147      187.728.041     194.424.296

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS      240.363.834      248.780.562      258.684.029      268.480.073     280.592.530




              Tabel 21 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                     TANPA TRANSAKSI
 Dalam Ribuan Rp
                                        2026             2027              2028           2029            2030

 Penjualan Bersih                     156.192.065      188.066.886      202.449.648     216.864.063     234.560.171
 HPP                                 (119.400.169)    (142.930.833)    (153.861.733)   (164.816.688)   (178.265.730)

 LABA KOTOR                           36.791.896       45.136.053       48.587.916      52.047.375      56.294.441

 Biaya usaha                          (30.502.563)     (32.911.705)     (35.428.688)    (37.951.211)    (41.048.030)
 Biaya penyusutan                      (4.887.032)      (4.887.032)      (4.887.032)     (4.887.032)     (4.887.032)

 LABA USAHA                            1.402.300        7.337.316        8.272.195       9.209.132      10.359.379

 Pendapatan (Beban) Lain-lain             (13.432)               -                -               -               -
 Beban bunga                           (1.081.975)        (830.263)        (846.466)       (820.712)       (843.301)

 LABA SEBELUM PAJAK                      306.893        6.507.053        7.425.729       8.388.420       9.516.078

 Pajak Penghasilan                        (76.723)      (1.917.116)      (2.192.719)     (2.481.526)     (2.819.823)

 LABA BERSIH                             230.170        4.589.937        5.233.011       5.906.894       6.696.255




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                                    29

Page 42
              Tabel 22 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

                                                                                   TANPA TRANSAKSI
 Dalam Ribuan Rp
                                                     2026              2027              2028             2029             2030
 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan dari konsumen                        154.755.476         185.539.279        200.358.143     214.053.092      232.286.112
 Pembayaran beban usaha dan karyawan            (133.187.775)       (178.448.741)      (192.316.683)   (205.221.044)    (223.607.547)
 Pembayaran bunga                                 (1.081.975)           (830.263)          (846.466)       (820.712)        (843.301)
 Pembayaran pajak                                  1.505.150          (1.917.116)        (2.192.719)     (2.481.526)      (2.819.823)
 Kas bersih dari aktivitas operasi               21.990.876           4.343.159          5.002.276       5.529.810        5.015.441

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Perolehan Aset Tetap                                (7.273.274)      (4.887.032)        (4.887.032)     (4.887.032)      (4.887.032)

 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Pinjaman dari pemegang saham                              -                      -               -               -                -
 Pinjaman dari bank                               (9.637.903)               (80.129)        232.137        (299.510)         273.922
 Kas bersih dari aktivitas pendanaan             (9.637.903)               (80.129)        232.137        (299.510)         273.922

 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS             5.079.698         (624.003)           347.381         343.268          402.331
 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                         347.414        5.427.111          4.803.108       5.150.489        5.493.758
 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                       5.427.111        4.803.108          5.150.489       5.493.758        5.896.089




                   Tabel 23 : Proyeksi Rasio Perseroan Tanpa Rencana Transaksi

 RASIO                                                                     TANPA TRANSAKSI
                                       2026                 2027                 2028                  2029              2030
 Profitability
   GPM                         %          23,56                    24,00               24,00              24,00               24,00
   OPM                         %           4,03                     6,50                6,50               6,50                6,50
   NPM                         %           3,28                     5,04                5,00               4,98                4,94
   ROA                         %           2,13                     3,81                3,91               4,02                4,13
   ROE                         %           2,98                     5,37                5,57               5,75                5,96
 Liquidity
   Current ratio               x              3,37                  3,38                 3,36                 3,38              3,37
 Activity
   Perputaran aset             x              0,65                  0,77                 0,80                 0,82              0,87
   Perputaran piutang          x              6,37                  1,82                 1,80                 1,78              1,77
 Solvability
   DER                         %          39,75                    40,88               42,27              43,02               44,32
   DAR                         %          28,44                    29,02               29,71              30,08               30,71




Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi yaitu sebagai berikut:


Posisi Keuangan

❖ Persediaan
  Perbedaan pada akun persediaan karena adanya                                                   pembelian             persediaan
  menggunakan pinjaman dari pemegang saham utama.

❖ Liabilitas jangka panjang
  Perbedaan pada akun utang pemegang saham karena adanya pinjaman dari NAF.

Perbedaan pada akun kas dan setara kas, piutang dagang, utang dagang dan saldo laba
disebabkan oleh peningkatan penjualan yang dapat dilakukan oleh Perseroan dengan
adanya utang yang diberikan oleh pemegang saham utama.




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                                                     30

Page 43
Laba Rugi

❖ Penjualan
  Dengan Transaksi, penjualan Perseroan akan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
  dilaksanakannya Rencana Transaksi. Perbandingan dapat dilihat pada tabel berikut:

                           Tabel 24 : Proyeksi Penjualan
                        Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

     Dalam Ribuan Rp       2026          2027          2028          2029          2030
     Dengan transaksi    208.506.718   302.527.053   319.264.916   332.163.219   345.582.613
     Tanpa transaksi     156.192.065   188.066.886   202.449.648   216.864.063   234.560.171
     Perbedaan            52.314.654   114.460.168   116.815.268   115.299.156   111.022.442

❖ Laba bersih
  Dengan Transaksi, laba bersih Perseroan akan meningkat dibandingkan Tanpa
  dilaksanakannya Rencana Transaksi. Perbandingan dapat dilihat pada tabel berikut:

       Tabel 25 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi

     Dalam Ribuan Rp       2026          2027          2028          2029          2030
     Dengan transaksi     22.142.417    31.878.660    17.186.287    11.153.006    11.747.776
     Tanpa transaksi         230.170     4.589.937     5.233.011     5.906.894     6.696.255
     Perbedaan            21.912.246    27.288.723    11.953.276     5.246.112     5.051.521



Arus Kas:

❖ Aktivitas Operasi
  Perbedaan pada arus kas aktivitas operasi antara Dengan dan Tanpa Rencana
  Transaksi terutama karena peningkatan penjualan.

❖ Aktivitas Pendanaan
  Dengan Transaksi, Perseroan diasumsikan akan menerima pinjaman pada tahun
  2026.


Rasio Keuangan:

❖   Dengan Transaksi, marjin laba bersih Perseroan lebih tinggi dibandingkan Tanpa
    Transaksi karena adanya peningkatan penjualan sehingga beban-beban lebih
    efisien.
❖   Dengan Transaksi, rasio likuiditas Perseroan tetap tergolong baik.
❖   Dengan Transaksi, rasio leverage yang dapat dilihat dari DER dan DAR mengalami
    peningkatan akibat bertambahnya utang dari NAF.


3.5.7 Analisis Kemampuan Perusahaan untuk Melunasi Pinjaman

Berdasarkan analisis proyeksi keuangan, Perseroan diperkirakan dapat melunasi seluruh
pinjaman dari NAF secara bertahap apabila dibutuhkan untuk melakukan pelunasan.
Namun jika saat jatuh tempo pada tahun ke-4 dan harus dibayar sekaligus, Perseroan
dapat memperpanjang jangka waktu Perjanjian.



Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                             31

Page 44
3.5.8 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana
      Transaksi

Cash Management

Pinjaman yang akan diperoleh Perseroan adalah sebesar USD2.500.000 yang akan
diterima dalam bentuk kas.

Financial Covenant

Berdasarkan perjanjian pinjaman antara MAS dengan NAF tidak terdapat financial
covenant di dalamnya.


3.5.9 Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi, diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan yaitu adanya
penambahan penjualan dan laba bersih.

             Tabel 26 : Proyeksi Kontribusi Nilai Tambah Rencana Transaksi

 Dalam Ribuan Rp                            2026         2027         2028         2029         2030
 Peningkatan Pendapatan                   52.314.654 114.460.168 116.815.268 115.299.156 111.022.442
 Penghematan (peningkatan) beban pokok   (17.015.771) (61.459.396) (79.296.487) (87.627.358) (84.377.056)
 Penghematan (peningkatan) beban usaha    (6.082.555) (14.016.882) (20.442.672) (20.177.352) (19.428.927)
 Kontribusi nilai tambah                  29.216.329 38.983.890 17.076.109        7.494.445    7.216.459



3.5.10 Biaya atau Pendapatan yang Relevan

Rencana Transaksi tidak memberikan dampak secara langsung terhadap biaya ataupun
pendapatan Perseroan, karena Transaksi Pinjaman merupakan pinjaman tanpa bunga
sehingga tidak memberikan tambahan beban keuangan bagi Perseroan.


3.6   Informasi Non Keuangan yang Relevan

Pinjaman yang akan diberikan adalah pinjaman tanpa bunga dan jaminan sehingga tidak
merugikan Perseroan.

Pinjaman diperoleh dari NAF selaku Pemegang Saham Utama, di mana sumber dana
NAF berasal dari investasi yang ditempatkan oleh Investor melalui mekanisme
pemesanan saham baru yang diterbitkan oleh NAF sebesar USD2.500.000, yang
selanjutnya disalurkan kepada Perseroan dalam bentuk pinjaman tanpa bunga untuk
mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan.


3.7   Prosedur Pengambilan Keputusan dengan Memperhatikan Alternatif Lain

Berdasarkan keterangan Manajemen Perseroan, keputusan untuk menerima pinjaman
dari NAF dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan.
Pertimbangan utama atas penerimaan pinjaman tersebut adalah karena fasilitas
pinjaman diberikan tanpa bunga, sehingga dapat mendukung kebutuhan modal kerja
Perseroan secara lebih efisien.

Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                                         32

Page 45
Dana pinjaman tersebut direncanakan untuk mendukung pengadaan persediaan dalam
skala besar, pengembangan infrastruktur ritel, serta peningkatan kapasitas distribusi
Perseroan yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha dan peningkatan
profitabilitas Perseroan.

Apabila Rencana Transaksi tersebut tidak direalisasikan, maka Perseroan dapat tetap
menjalankan kegiatan usahanya dengan menggunakan modal kerja yang tersedia saat
ini, namun ruang untuk melakukan ekspansi usaha menjadi lebih terbatas.

Alternatif lain jika Rencana Transaksi tidak dapat terlaksana, maka untuk mendukung
kelangsungan usaha Perseroan, Perseroan perlu untuk mencari sumber pendanaan yang
lain dengan opsi yaitu: i) pinjaman bank dengan persetujuan dari bank sindikasi yang
merupakan kreditur saat ini atau (ii) pinjaman dari pihak ketiga, di mana apabila
pendanaan diberikan oleh bank maupun pihak ketiga, maka pasti akan dikenakan bunga
yang harus dibayarkan dan bunga tersebut akan memberatkan keuangan Perseroan.


3.8    Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah:
1.    Perseroan memperoleh tambahan modal kerja yang dapat digunakan untuk
      pembelian persediaan, sehingga mendukung kelancaran operasional perusahaan.
2.    Dana pinjaman memungkinkan Perseroan meningkatkan kapasitas distribusi dan
      memperluas aktivitas penjualan, sehingga mendukung pencapaian target
      pertumbuhan usaha.
3.    Struktur pendanaan yang lebih stabil dari pihak afiliasi memberikan fleksibilitas
      yang lebih baik bagi Perseroan dalam mengelola kebutuhan operasional dan
      ekspansi usaha

Sementara itu, juga terdapat risiko akibat dari Rencana Transaksi, yaitu:
Pinjaman dapat menjadi jatuh tempo dan wajib dilunasi lebih awal dari jadwal yang
ditetapkan apabila terjadi kondisi-kondisi tertentu sebagaimana diatur dalam Perjanjian,
antara lain tidak terpenuhinya target kinerja operasional Perseroan, terjadinya
wanprestasi, maupun penyampaian Exit Notice oleh Investor. Hal tersebut berpotensi
memberikan tekanan terhadap likuiditas.


3.9    Analisis Kewajaran Rencana Transaksi


a. Analisis Transaksi

Rencana Transaksi adalah pinjaman dana dari pemegang saham utama Perseroan yaitu
NAF dengan jumlah sebesar USD2.500.000 (dua juta lima ratus ribu Dollar Amerika
Serikat). Fasilitas pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Rencana Transaksi juga merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan, Rencana


Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                        33

Page 46
Transaksi dimaksud        bukan   merupakan   transaksi   yang   mengandung   benturan
kepentingan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
Rencana Transaksi adalah Perseroan memperoleh tambahan modal kerja yang dapat
digunakan untuk pembelian persediaan, sehingga dapat mendukung kelancaran
operasional perusahaan. Selain itu, dana pinjaman tersebut memungkinkan Perseroan
untuk meningkatkan kapasitas distribusi dan memperluas aktivitas penjualan guna
mendukung pencapaian target pertumbuhan usaha. Struktur pendanaan yang lebih
stabil dari pihak afiliasi juga memberikan fleksibilitas yang lebih baik bagi Perseroan
dalam mengelola kebutuhan operasional maupun rencana ekspansi usaha di masa
mendatang, di mana pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga sehingga tidak
membebani keuangan Perseroan.

Rencana Transaksi merupakan pinjaman tanpa jaminan dan dalam Perjanjian
disebutkan bahwa pinjaman memiliki jangka waktu 4 tahun dan dapat diperpanjang,
namun Rencana Transaksi tetap memiliki risiko jika pinjaman harus dilunasi setelah 4
tahun atau pinjaman dapat menjadi jatuh tempo dan wajib dilunasi lebih awal dari
jadwal yang ditetapkan apabila terjadi kondisi-kondisi tertentu sebagaimana diatur
dalam Perjanjian, antara lain tidak terpenuhinya target kinerja operasional Perseroan,
terjadinya wanprestasi, maupun penyampaian Exit Notice oleh Investor. Hal tersebut
berpotensi memberikan tekanan terhadap likuiditas.


b. Analisis Kualitatif

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk didirikan pada tahun 2012 dan mulai beroperasi secara
komersial sejak tahun 2016. MAS adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang
perdagangan besar logam untuk bahan konstruksi.

Perseroan memperoleh fasilitas pendanaan tanpa bunga dari pihak afiliasi sehingga
memberikan struktur pembiayaan yang lebih efisien dan mendukung pengelolaan arus
kas perusahaan secara lebih optimal. Selain itu, dengan meningkatnya kapasitas
distribusi serta ketersediaan persediaan, Perseroan memiliki peluang untuk
meningkatkan penjualan dan mendukung pertumbuhan usaha. Pendanaan dari pihak
afiliasi juga memberikan fleksibilitas yang lebih baik dibandingkan pendanaan dari pihak
eksternal, sehingga Perseroan dapat lebih leluasa dalam mengelola kebutuhan
operasional dan pengembangan usaha. Tidak ada kerugian dalam Rencana Transaksi
Pinjaman ini, karena transaksi pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa jaminan


c. Analisis Kuantitatif

Berdasarkan analisis terhadap proyeksi Dengan dan Tanpa dilakukannya Rencana
Transaksi, diperoleh kontribusi nilai tambah terhadap Perseroan yaitu adanya
penambahan laba bersih.


d. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana

Pemberian pinjaman ditujukan untuk kelancaran operasional kegiatan usaha MAS agar
dengan tambahan modal kerja yang dapat digunakan untuk pembelian persediaan,
sehingga Perseroan mampu memaksimumkan produktivitas perusahaan yang dapat
meningkatkan pertumbuhan dan memberikan kontribusi yang positif bagi kinerja
Perseroan.
Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                        34

Page 47
e. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan

Pinjaman memiliki jangka waktu 4 tahun namun dapat diperpanjang dan tidak terdapat
kewajiban untuk mencicil pinjaman kepada NAF.

Pinjaman diperoleh dari NAF selaku Pemegang Saham Utama, di mana sumber dana
NAF berasal dari investasi yang ditempatkan oleh Investor melalui mekanisme
pemesanan saham baru yang diterbitkan oleh NAF sebesar USD2.500.000, yang
selanjutnya disalurkan kepada Perseroan dalam bentuk pinjaman tanpa bunga untuk
mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan.

Rencana Transaksi merupakan transaksi material dan afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha serta POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan. Namun sesuai dengan Surat Pernyataan Manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
kepentingan.


3.10 Kesimpulan

Berdasarkan analisis kewajaran Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan dalam
laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pinjaman Dana dari
Pemegang Saham Utama kepada PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk adalah wajar.




Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026                                  35


File

File Open PDF
Source IDX
Size1.12 MB
Published26 Aug 2026
Pages47
Characters122,955
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org NA Fasteners Pte Ltd p.3 ×19
linked person Indriani Suhartono p.18 ×4
linked person Simon Hendiawan p.18 ×4
linked org FAS Bersama p.19
linked org Garuda Metalindo Tbk p.25 ×5
linked org Aspirasi Hidup Indonesia Tbk p.25 ×5
linked org Kawan Lama p.25
linked org Catur Sentosa Adiprana Tbk p.26 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×6
possible person Sihol Siagian p.18
unresolved org MITRA ANGKASA SEJAHTERA TBK p.1 ×38
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×2
unresolved — NAF · Pemegang Saham p.7 ×3
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.7 ×3
unresolved person Felix Sutandar, MSc · Pemimpin Rekan p.7 ×3
unresolved — Kualifikasi p.12
unresolved — Ijin Penilai p.12
unresolved — STTD p.12
unresolved — MAPPI p.12 ×3
unresolved person Natalia Goysal p.12
unresolved person Symphony Sonata p.12
unresolved — Ref. No.: 00359/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2026 p.12 ×2
unresolved org PT Rantai Jaringan Sukses p.14 ×2
unresolved person Foong Tak Hoy · Direktur Utama p.15 ×4
unresolved org Sukimto & Rekan p.16 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jamaludin p.17 ×3
unresolved org Ardi Sukimto & Rekan p.17 ×2
unresolved person Doktorandus Wijanto Suwongso p.18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved person Rini Yulianti p.18
unresolved org Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved org PT FAS Bersama Investama p.19
unresolved person Drs. Deswal p.20
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jonnardi p.20 ×2
unresolved org PT Hasil Fastindo Distributor p.26
unresolved org PT Ginsa Baja Jayaindo Distributor p.26
unresolved org PT Tribaja Karya Sejahtera Pemasok p.26
unresolved org PT Timur Megah Steel Manufaktur p.26

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 5722 ms 12 Sep 2026 21:41
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result