Back to announcement
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN_ Des 2023.pdf
Financial statement Text extracted PALMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 86
Page 1
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan
Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan
Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi
Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi
persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom ‘Keterangan’
ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang
diharuskan maka tanda √) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’ dengan menambahkan
keterangan alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib
memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (√) diisi pada kolom ‘N/A’.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan
keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Provident Investasi Bersama Tbk
Bidang Usaha Investasi
Jenis penawaran Umum Saham
31 Desember 2023 31 Desember 2022
Nama Kantor Akuntan Publik KAP Tanubrata KAP Tanubrata
Sutanto Fahmi Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan Bambang & Rekan
Nama Partner E. Wisnu Susilo Nanda Priyatna
Broto, SE, Ak, Harahap, SE,
M.Ak, CPA, CA M.Ak., Ak, CA,
CPA, ASEAN CPA
Opini Akuntan Wajar tanpa Wajar tanpa
modifikasian modifikasian
Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang √
“Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan
Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang √
“Independensi Akuntan Yang Memberikan Jasa
Audit di Pasar Modal”
1
Page 2
Data Keuangan Penting
31 Desember 2023 31 Desember 2022
Periode laporan keuangan
(Ribuan) (Ribuan)
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan (Kerugian) (3,127,955,795) 288,248,643
Laba (rugi) bruto (3,304,710,651) 239,208,858
Laba (rugi) usaha/operasional (3,304,710,651) 239,208,858
EBITDA (3,185,131,960) 239,780,570
Laba (rugi) Bersih periode berjalan (3,304,267,412) 239,550,149
Laba komprehensif (3,304,308,389) 239,582,945
Laba (rugi) per saham (dasar) (466.85) Rp penuh 33,85 Rp penuh
Laba Per saham (dilusian) - -
Laporan Posisi keuangan
Jumlah Aset 8,805,987,569 5,765,399,044
Jumlah Aset Lancar - -
Jumlah Aset Tidak Lancar - -
Jumlah Liabilitas 6,345,570,319 2,406,663
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang - -
Jumlah Ekuitas 2,460,417,250 5,762,992,381
Modal Disetor 106,793,105 106,793,105
Saldo Laba 1,836,397,064 5,140,476,384
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) - -
ROA -37.52% 4.15%
ROE -134.30% 4.16%
Ebitda thd pendapatan (%) 101.83% 83.19%
disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan
seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan
pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib
menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri apabila
pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami
laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada
checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang Pedoman
Akuntansi Perusahaan Efek.
2
Page 3
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √ Ekshibit A
2 Laporan laba rugi komprehensif selama √ Ekshibit B
periode
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √ Ekshibit C
4 Laporan arus kas selama periode √ Ekshibit D
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode √
komparatif yang disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan akuntansi
secara retrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan atau
ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √ Ekshibit E
Ketentuan Umum
1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas
laporan keuangan dengan urutan sebagai
berikut:
a. gambaran umum Perusahaan; √ Catatan 1
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan √ Catatan 2
ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan
yang diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang
√ Catatan 2
disajikan dalam laporan posisi keuangan,
laporan laba rugi komprehensif, laporan
perubahan ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian laporan
dan penyajian masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain
meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh √ Catatan 4 sd 34
SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan;
dan
2) informasi yang tidak disajikan di √ Catatan 4 sd 34
bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetapi informasi tersebut
relevan untuk memahami laporan
keuangan.
2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk
nilai atau persentase untuk menjelaskan √ Catatan 4 sd 34
adanya bagian dari suatu jumlah, tidak
menggunakan kata “sebagian”.
3. Perusahaan wajib mengungkapkan dalam
penjelasan masing-masing pos mengenai
√
Aset yang dijaminkan, nama pihak yang
menerima jaminan, dan alasan dijaminkan.
4. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan,
wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang
diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup serta pendapat √ Catatan 8
manajemen atas kecukupan pertanggungan
asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
3
Page 4
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan
Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ Catatan 1a
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta √ Catatan 1a
perubahan terakhir, pengesahan dari instansi
yang berwenang, dan nomor serta tanggal
Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar √ Catatan 1a
Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada
periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi √ Catatan 1a
utama kegiatan usaha;
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan √ Catatan 1a
secara komersial. Dalam hal perusahaan
melakukan ekspansi atau perampingan usaha
secara signifikan pada periode laporan yang
disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya
operasi komersial dari ekspansi atau
perampingan usaha dan kapasitas
produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk √ Catatan 1d
terakhir dalam kelompok usaha (ultimate
parent of the group). Dalam hal tidak dapat
diungkapkan, wajib disebutkan alasannya.
7) Khusus Industri Media √
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang
dimiliki.
8) Khusus Industri Jalan Tol √
Peraturan perundangan atau keputusan
pemerintah yang mendasari penyelenggaraan
jalan tol tersebut.
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan √
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau
Otoritas yang berwenang.
10) Khusus untuk Industri Perbankan √
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank
devisa (jika ada), serta izin untuk
menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip
syariah (jika ada).
4
Page 5
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi
/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan
eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
Nama lokasi; √
Nama pemilik izin lokasi; √
Tanggal perolehan izin ekplorasi √
serta tanggal jatuh temponya;
√
Persentasi kepemilikan saham
Perseroan pada perusahaan pemilik
izin lokasi; dan
Jumlah biaya eksplorasi yang telah √
dibukukan sebagai Aset Minyak dan
Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi
Keuangan;
b) Area Eksploitasi / Pengembangan
meliputi:
Nama lokasi; √
Nama pemilik ijin lokasi; √
Tanggal perolehan ijin eksploitasi √
serta tanggal jatuh temponya;
Persentasi kepemilikan saham
Perseroan pada perusahaan pemilik √
ijin lokasi;
Jumlah Cadangan Terbukti (P1),
keterangan tentang pihak yang √
melakukan sertifikasi, dan tanggal
sertifikasi;
Jumlah produksi pada tahun √
berjalan; dan
Akumulasi jumlah produksi sejak
√
awal kegiatan eksploitasi /
pengembangan oleh Perseroan
hingga tanggal laporan posisi
keuangan.
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan
hutan;
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum
dikelola selama masa sisa manfaat HPH; √
dan
c) sisa umur HPH. √
b. Penawaran Umum Efek, yang harus
diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif √ Catatan 1b
penawaran umum, termasuk penawaran Efek
yang diterbitkan di luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √ Catatan 1b
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √ Catatan 1b
4) Tindakan perusahaan yang dapat √ Catatan 1b
mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan
(corporate action) sejak penawaran umum
perdana sampai dengan periode pelaporan
terakhir.
5
Page 6
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan
Entitas Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang √ Catatan 1d
dikendalikan baik secara langsung maupun
tidak langsung;
2) Tempat kedudukan; √ Catatan 1d
3) Jenis usaha; √ Catatan 1d
4) Tahun beroperasi secara komersial; √ Catatan 1d
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak √ Catatan 1d
suara (jika berbeda);
6) Total Aset; dan √ Catatan 1d
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan
entitas anak, apabila entitas induk tidak √
memiliki baik langsung maupun tidak
langsung melalui entitas anak, lebih dari
50% (lima puluh perseratus) hak suara
yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik √
langsung maupun tidak langsung lebih
dari 50% (lima puluh perseratus) hak
suara atau hak suara potensial atas
investee tidak diikuti dengan
pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan
keuangan entitas anak apabila laporan √
keuangan tersebut digunakan untuk
menyusun laporan keuangan
konsolidasian dan tanggal atau periode
berbeda dari tanggal laporan keuangan
entitas induk, dan alasan menggunakan
tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan
√
dalam kemampuan entitas anak untuk
mentransfer dana ke entitas induk dalam
bentuk dividen tunai, atau pembayaran
kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak
setiap perubahan bagian kepemilikan √
entitas induk pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya Pengendalian
atas ekuitas yang dapat diatribusikan
pada pemilik entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas
entitas anak, maka entitas induk harus
mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada)
yang diakui dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari √
keuntungan atau kerugian yang
dapat diatribusikan pada pengakuan
sisa investasi pada entitas anak
terdahulu dengan Nilai Wajar pada
tanggal hilangnya Pengendalian;
6
Page 7
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) jumlah persentase kepemilikan yang √
dilepaskan;
√
(3) jumlah harga yang diterima;
(4) bagian dari harga yang merupakan √
Kas dan Setara Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada √
entitas anak atau bisnis lainnya
dimana Pengendalian dilepaskan;
dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas √
dan Setara Kas pada entitas anak
atau bisnis lainnya dimana
Pengendalian dilepaskan, yang
diikhtisarkan berdasarkan kategori
utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan
komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing √ Catatan 1e
anggota direksi, dewan komisaris, dan
komite audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ Catatan 1e
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing √ Catatan 1e
akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan
tetap selama periode yang bersangkutan,
secara konsolidasi untuk Perusahaan dan
entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk √ Catatan 1f
terbit; dan
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi √ Pernyataan Direksi,
laporan keuangan. Catatan 1f
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal
sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK √ Catatan 2
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa
laporan keuangan telah disusun dan disajikan
sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan
laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu √ Catatan 2a
berdasarkan biaya historis (historical cost),
biaya perolehan kini (current cost), nilai
realisasi neto (net realizable value), Nilai
Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat
dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu √ Catatan 2a
dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang
penyajian yang digunakan, meliputi:
7
Page 8
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) mata uang fungsional Perusahaan dan √ Catatan 2a
entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan, apabila √
terdapat perubahan mata uang fungsional
Perusahaan maupun kegiatan usaha asing
yang signifikan; dan
√
c) alasan perubahan mata uang penyajian
(jika ada).
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika √
ada).
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi,
dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam √ Catatan 3
ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau
bagian lain dari catatan atas laporan
keuangan, pertimbangan yang telah dibuat
manajemen dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi dan memiliki dampak
yang paling signifikan terhadap jumlah yang
diakui dalam laporan keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi √ Catatan 3
tentang asumsi yang dibuat mengenai masa
depan, dan sumber utama dari estimasi
ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan, yang memiliki risiko signifikan
yang mengakibatkan penyesuaian material
terhadap jumlah tercatat Aset dan Liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas √ Catatan 4 sd 34
sebagaimana dimaksud dalam angka 2),
catatan atas laporan keuangan memasukkan
rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada
akhir periode pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan
kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan
dan relevan untuk memahami laporan
keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu
meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
√ Catatan 2a & 2d
a) ruang lingkup Laporan Keuangan
Konsolidasian, yang meliputi pos-pos
entitas induk dan entitas anak;
Catatan 2a & 2d
b) dasar dan kapan suatu entitas anak √
dikonsolidasikan ke dalam laporan
keuangan entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √ Catatan 2a & 2d
perubahan kepemilikan tanpa kehilangan
Pengendalian atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √ Catatan 2a & 2d
kehilangan Pengendalian atas entitas
anak;
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan √ Catatan 2a & 2d
pencatatan dan penyajian kepentingan
nonpengendali; dan
8
Page 9
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan
transaksi material antar entitas yang √ Catatan 2a & 2d
dikonsolidasi telah dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) metode yang digunakan dalam kombinasi Catatan 2d
bisnis, termasuk metode yang digunakan
untuk mengukur kepentingan
nonpengendali;
b) pengakuan awal untuk goodwill; √ Catatan 2d
c) pengukuran setelah pengakuan awal
untuk goodwill; dan √
Catatan 2d
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait
dengan kombinasi bisnis yang ada di
Perusahaan, antara lain:
Catatan 2d
(1) pembelian dengan diskon; √
√ Catatan 2d
(2) akuisisi secara bertahap; dan
√ Catatan 2d
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas;
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan √ Catatan 2e
dalam menentukan komponen kas dan setara
kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
√ Catatan 2f
(1) pengakuan awal instrumen
keuangan setiap kategori, termasuk
perlakuan atas biaya transaksi;
√
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Catatan 2f
instrumen keuangan setiap
kategori;
(3) ketentuan saling hapus dari √
Catatan 2f
instrumen keuangan;
(4) metode yang digunakan untuk √
menentukan Nilai Wajar instrumen Catatan 2f
keuangan;
(5) metode perhitungan yang
digunakan untuk menentukan √ Catatan 2f
penurunan nilai dari aset keuangan;
(6) ketentuan penghentian pengakuan √
Catatan 2f
instrumen keuangan;
(7) khusus instrumen keuangan
derivatif dan akuntansi lindung nilai,
selain penjelasan sebagaimana
dimaksud dalam angka (1), angka
(2), angka (3), angka (4), angka
(5), dan angka (6), wajib
ditambahkan penjelasan mengenai;
(a) ketentuan pemenuhan kriteria
akuntansi lindung nilai; √
(b) klasifikasi lindung nilai untuk
tujuan akuntansi lindung nilai √
atas instrumen keuangan
derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindung
nilai untuk tujuan akuntansi
lindung nilai.
9
Page 10
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Investasi pada Sukuk
√
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi
investasi pada Sukuk;
(2) pengakuan awal Sukuk;
√
(3) pengukuran setelah pengakuan
awal Sukuk;
√
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan
√
(5) penyajian amortisasi biaya
transaksi.
√
c) Sukuk yang diterbitkan
√
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk;
(2) pengukuran setelah pengakuan
awal Sukuk;
√
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk;
√
(4) posisi penyajian Sukuk; dan
(5) akad syariah yang digunakan.
√
√
√
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum
√
Yang harus dijelaskan antara lain
ketentuan mengenai jumlah giro wajib
minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank
Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian Giro pada Bank Indonesia dan
Bank Lain. √
c) Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain. √
6) Piutang Reverse Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur
Piutang Reverse Repo, metode pencatatan √
dan pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang
dimiliki; √
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk
setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi √
Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan
√
keuangan.
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
10
Page 11
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis √
kredit yang diberikan; √
(2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan
pelaksanaan pengendalian risiko
√
portofolio kredit;
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit
yang dibeli dari BPPN (jika ada); √
dan
(5) Kebijakan bank akan agunan
kredit.
b) Tagihan / Kewajiban Akseptasi √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian atas tagihan / kewajiban
akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
√
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
(1) Dasar penilaian dan penyajian;
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi
piutang / pembiayaan yang diberikan
dengan saldo piutang /
pembiayaan yang tidak dapat √
ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas
keuntungan (kerugian) dari
realisasi penjualan agunan.
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan
konsumen; dan √
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan
menarik kembali aset pembiayaan √
konsumen dari konsumennya.
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan √
recourse atau tanpa recourse);
b) Penyajian transaksi anjak piutang; √
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan √
antara harga pengalihan dan jumlah
bersih piutang dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas
tagihan anjak piutang(ditagihkan √
kembali ke klien atau ditanggung oleh
perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
√ Catatan 2j
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian
mengandung suatu sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa √
Catatan 2j
merupakan sewa pembiayaan atau sewa
operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan
√
bertindak sebagai lessee dan/atau lessor. Catatan 2j
12) Persediaan :
yang harus dijelaskan antara lain mengenai
kebijakan akuntansi yang digunakan dan
rumusan biaya yang digunakan.
11
Page 12
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan √
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara
lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke
biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis
tanaman sebagai persediaan, √
tanaman belum menghasilkan, atau
tanaman telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan pengukuran; √
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi
tanaman belum menghasilkan ke
tanaman telah menghasilkan; √
(4) Metode penyusutan dan masa
manfaat tanaman yang disusutkan; √
dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya √
pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(a) Metode penilaian;
√
(b) Metode amortisasi (deplesi);
√
dan
(c) Cadangan kematian atau
metode penghapusan √
langsung, jika ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan
(belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan
√
(b) Perkiraan waktu yang
dibutuhkan untuk dapat
berpindah menjadi hewan √
ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap; √ Catatan 2i
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset √ Catatan 2i
Tetap;
c) pengelompokan Aset Tetap; √ Catatan 2i
d) metode penyusutan yang digunakan;
√
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Catatan 2i
√
Aset Tetap; Catatan 2i
f) estimasi umur manfaat dan tarif
√
Catatan 2i
penyusutan;
g) penghentian pengakuan; √ Catatan 2i
h) nilai residu; dan √ Catatan 2i
i) pernyataan bahwa manajemen telah √ Catatan 2i
mengkaji ulang atas estimasi umur
12
Page 13
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
ekonomis, metode penyusutan, dan nilai
residu pada setiap akhir periode
pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode √
yang digunakan untuk mencatat investasi
pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura
Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode √
yang digunakan untuk mencatat bagian
partisipasi dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Kriteria dari bentuk kerjasama;
√
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis
aset dan liabilitas yang timbul; dan
c) Sistem pembagian hasil, jika ada. √
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Tak berwujud; √
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset √
Tak berwujud;
c) umur manfaat tidak terbatas atau √
terbatas, dan apabila umur manfaat
terbatas, diungkapkan tarif amortisasi
yang digunakan dan umur manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset Tak berwujud; √
e) metode amortisasi yang digunakan; √
f) penghentian pengakuan Aset Tak √
berwujud; dan
g) riset dan pengembangan (jika ada). √
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan
yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi √
suatu aset tidak lancar diklasifikasikan
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual;
dan
√
b) pengukuran aset tidak lancar atau
kelompok lepasan yang dimiliki untuk
dijual.
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi; √
b) pengukuran setelah pengakuan awal √
Properti Investasi;
c) metode penyusutan yang digunakan, √
khusus untuk model biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif
√
penyusutan untuk model biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti
Investasi. √
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
13
Page 14
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk
menentukan jumlah tercatat bruto; √
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan
nilai (impairment) dan penilaian kembali
aset (revaluasi); √
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang
digunakan; √
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan √
amortisasi yang digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi. √
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang √
mengindikasikan kemungkinan terjadinya
penurunan nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan √
penurunan nilai aset nonkeuangan dan
pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan √
b) Dasar penyajian dari masing-masing √
kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; √
dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain. √
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga
yang diterbitkan; dan √
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau
diskonto. √
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan √
b) dasar penentuan nilai provisi. √
24) Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur √
Utang Repo, metode pencatatan dan
pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
14
Page 15
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan
biaya PLH; √
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang
ditangguhkan; √
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang: √
(1) Lokasi penambangan; √
(2) Saldo awal untuk masing-masing
√
lokasi;
(3) Penambahan dan Pengurangan
untuk masing-masing lokasi
penambangan; dan √
(4) Saldo akhir untuk masing-masing
lokasi penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan
Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas
kegiatan eksplorasi yang masih berjalan √
dengan penjelasan mengenai jangka
waktu kontrak untuk Area of Interest
yang bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas
kegiatan eksplorasi yang sudah
menemukan adanya Cadangan Terbukti
√
dengan penjelasan bahwa amortisasinya
baru akan dilaksanakan pada saat
dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya
pengembangan dan kapitalisasi biaya
√
pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang
dipergunakan dengan penjelasan jangka
waktu perijinan penambangan, taksiran
umur ekonomis tambang dan dasar √
perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan √
biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang √
ditangguhkan; dan
c) Metode penyusutan prasarana PLH. √
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan √
pendapatan serta dasar pengukuran
yang digunakan berdasarkan jenis
pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi
hubungan keagenan, kebijakan √
pengakuan pendapatan dan
penjualan dari hubungan keagenan
serta beban terkait.
15
Page 16
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Pengakuan pendapatan dan Beban
dengan menggunakan metode
persentase penyelesaian
√
Yang harus dijelaskan antara lain metode
yang diterapkan untuk menentukan tahap
penyelesaian suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan
antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam
perhitungan premi yang belum √
merupakan pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi untuk
transaksi reasuransi prospektif √
dan retroaktif; dan
(c) Penyajian pendapatan premi √
dalam laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan
antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam
bentuk: klaim yang disetujui,
√
klaim dalam proses
penyelesaian, klaim yang
terjadi namun belum
dilaporkan dan beban
penyelesaian klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam √
laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya
proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke
proyek pengembangan Real Estat; √
(2) Unsur biaya yang dialokasikan √
sebagai beban proyek;
(3) Penyisihan atas realisasi
√
pendapatan pada masa mendatang
lebih rendah dari nilai tercatat
proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang telah √
dikapitalisasi ke setiap unit Real
Estat;
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi
akibat perubahan mendasar pada √
estimasi kini; dan
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai
beban pada saat terjadinya. √
28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan √
terkait program loyalitas pelanggan
29) Transaksi dan Saldo dalam mata uang
asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi √ Catatan 2r
dan saldo dalam mata uang asing;
16
Page 17
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang √ Catatan 2r
timbul dari penjabaran aset dan liabilitas
moneter; dan
√ Catatan 2r
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk
menjabarkan transaksi dan saldo dalam
mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; √ Catatan 2s
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi
dalam Laporan Keuangan; dan √
Catatan 2s
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan
akuntansi tentang metode penyajian dalam √
laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk
mengukur pajak kini dan pajak √ Catatan 2q
tangguhan;
b) ketentuan mengenai saling hapus; √ Catatan 2q
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak √
Catatan 2q
tangguhan; dan
d) metode yang digunakan dalam menilai
√ Catatan 2q
aset (liabilitas) pajak tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan √ Catatan 2k, 2l
kepada karyawan;
b) deskripsi umum mengenai jenis program √
Catatan 2k, 2l
imbalan pascakerja yang diselenggarakan
oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam
mengakui keuntungan dan kerugian
aktuarial; dan √
Catatan 2k, 2l
d) pengakuan keuntungan dan kerugian
untuk curtailment dan penyelesaian.
√ Catatan 2k, 2l
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode √ Catatan 2n
pengakuan dan pengukuran atas pembelian,
penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan
akuntansi untuk transaksi pembayaran √
berbasis saham yang diselesaikan melalui
instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan
melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi;
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan
√
Liabilitas; dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil
√
revaluasi Aset dan Liabilitas.
17
Page 18
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi
sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi
yang mengharuskan biaya pinjaman √
dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya
perolehan aset kualifikasian.
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang √ Catatan 2u
digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasikan Segmen Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar √ Catatan 2t
perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan
laba (rugi) per saham dilusian.
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan
Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak √ Catatan 4
berelasi dan pihak ketiga;
b) rincian jumlah penempatan di bank √ Catatan 4
berdasarkan nama bank serta jenis
mata uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari √ Catatan 4
Setara Kas selama periode pelaporan;
dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang √
signifikan yang tidak dapat digunakan
oleh kelompok usaha disertai pendapat
manajemen.
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas
Yang harus diungkapkan rincian jumlah √
kas berdasarkan jenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank √
Indonesia berdasarkan jenis mata
uang (nilai dalam mata uang
original); dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum √
(GWM) menurut BI dan posisi
GWM bank pada saat periode
pelaporan.
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain
berdasarkan jenis mata uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan √
nilai;
18
Page 19
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Perubahan penyisihan selama √
periode berjalan untuk masing-
masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank √
Lain berdasarkan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per √
tahun; dan
(5) Pendapat manajemen akan √
kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.
d) Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan √
berdasarkan jenis dan mata uang;
(2) Rincian penempatan berdasarkan √
yang mengalami penurunan nilai
(impaired) dan tidak mengalami
penurunan nilai (unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per √
kelompok);
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai √
dan mutasi selama periode
berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan √
berdasarkan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per √
tahun;
(7) Jumlah dana yang diblokir dan √
alasannya;
(8) Jumlah dana yang tidak dapat √
dicairkan pada bank bermasalah,
bank beku operasi atau likuidasi
termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut
berdasarkan informasi dari
otoritas yang berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan √
kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara √
pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur; √
c) jumlah piutang menurut mata uang; √
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan √
kerugian penurunan nilai;
e) jumlah cadangan kerugian penurunan √
nilai, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara individual dan
kolektif, dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan √
jumlah cadangan atau keyakinan
manajemen atas ketertagihan piutang
apabila tidak dibentuk cadangan;
19
Page 20
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak √
yang menerima jaminan, dan alasan
dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan √
menggunakan metode suku bunga
efektif; dan
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas
piutang yang ditransfer, meliputi:
√
(1) jumlah yang ditransfer, beban
bunga, retensi, jatuh tempo, dan
ikatan penting lain yang diatur
dalam perjanjian; dan
√
(2) jaminan yang diberikan (bila ada).
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan
tertanggung dan asuradur; √
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis √
asuransi; dan
(3) Jumlah piutang premi yang √
diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan √
(3) Jumlah piutang koasuransi yang √
diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan √
reasuradur;
(2) Jumlah piutang atau utang √
reasuransi yang disalinghapuskan;
dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang √
diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada √
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis √
investasi;
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; √
dan
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan √
dalam perhitungan solvabilitas.
Khusus Industri Pembiayaan
20
Page 21
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
5) a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis √
obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik,
rumah, dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran √
pembiyaan konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai √
bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerja
(4) sama pembiayaan bersama, √
penunjukan selaku pengelola
piutang, penerusan pinjaman dan
pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko tidak
tertagihnya piutang tersebut
dengan bank-bank dalam rangka
transaksi di atas;
(5) Pendapatan pembiayaan √
konsumen yang belum diakui;
(6) Nilai dan jenis jaminan yang √
diserahkan oleh pelanggan atas
piutang pembiayaan konsumen
yang diberikan berdasarkan objek
pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per √
tahun; dan
(8) Piutang pembiayaan konsumen √
yang dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang.
b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang √
tanpa recourse dan dengan
recourse, beserta jumlah utang
retensi anjak piutang dan
pendapatan anjak piutang (tanpa
recourse) serta pendapatan anjak
piutang tangguhan (dengan
recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat √
bunga, jatuh tempo dan jumlah
piutang yang diperoleh serta
ikatan penting yang diatur dalam
perjanjian anjak piutang.
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa
bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada
akhir periode pelaporan. Di
samping itu, lessor
mengungkapkan investasi sewa
bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada
21
Page 22
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
akhir periode pelaporan, untuk
setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun √
(b) lebih dari satu tahun sampai √
lima tahun
(c) lebih dari lima tahun √
(3) pendapatan keuangan yang belum √
diterima;
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang √
diakru sebagai manfaat lessor;
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak √
tertagih atas pembayaran sewa
minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui √
sebagai pendapatan dalam periode;
dan
(7) penjelasan umum isi perjanjian √
sewa lessor yang material.
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah agregat pembayaran sewa
minimum masa depan dalam sewa
operasi yang tidak dapat
dibatalkan untuk setiap periode
berikut;
(a) kurang dari satu tahun √
(b) lebih dari satu tahun sampai √
lima tahun
(c) lebih dari lima tahun √
(2) total rental kontinjen yang diakui √
sebagai pendapatan pada periode;
dan
(3) penjelasan umum isi perjanjian √
sewa lessor.
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing-masing √
kontrak konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen kemungkinan √
tertagihnya piutang retensi.
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara
lain tagihan bruto dari setiap kontrak
konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga
harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
22
Page 23
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) kerugian yang terjadi; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). √
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek √
yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya √
pembelian dan penjualan kembali Efek;
c) Nama pihak/counterparty; √
d) Lokasi Efek jaminan; √
e) Tingkat bunga piutang reverse repo; √
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika √
ada); dan
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan √
nilai (jika ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat √
diambilalih;
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas √
agunan yang diambilalih dengan saldo
piutang yang tidak tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk √
biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian √
jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, dan
dendakepada pihak lain.
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; √
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan √
Nilai (CKPN); dan
c) Pendapat manajemen atas kecukupan √
jumlah penyisihan.
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset
keuangan lainnya yang bersifat lancar
maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya √ Catatan 9
sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara
pihak ketiga dan pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk √ Catatan 9
setiap kelompok dan rincian
investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap √
kelompok aset keuangan
berdasarkan klasifikasi, baik yang
disajikan pada pos pendapatan
23
Page 24
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
komprehensif lainnya maupun yang
diakui sebagai laba atau rugi periode
berjalan;
(3) total pendapatan bunga yang √
dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif untuk aset keuangan
selain yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah √
premium dan diskonto yang belum
diamortisasi, untuk Efek dimiliki
hingga jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut nama √
pemeringkat (jika ada).
(6) uraian tentang alasan diambilnya √
keputusan menjual untuk aset
keuangan yang diklasifikasikan
dimiliki hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset
keuangan, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke √
dan dari setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan √
(c) sisa investasi dalam kelompok √
dimiliki hingga jatuh tempo
yang telah direklasifikasi dalam
kelompok tersedia untuk
dijual.
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang
dijaminkan sebagai agunan untuk √
Liabilitas atau liabilitas kontinjensi
serta syarat dan kondisi yang terkait
dengan penjaminan tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset √ Tidak ada penurunan
keuangan (jika ada), termasuk nilai aset keuangan
mutasinya, dipisahkan antara aset
keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan
yang tidak mengalami penurunan
nilai, serta dipisahkan antara
penurunan nilai yang dihitung
secara kolektif dan individual,
termasuk beban penurunan nilai
yang diakui dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan √
(kerugian) yang belum direalisasi
atas investasi yang tersedia untuk
dijual yang direklasifikasi menjadi
dimiliki hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak √ Catatan 4
ketiga dan pihak berelasi;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama √ Catatan 4
periode pelaporan;
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata √
uang asing; dan
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi √
kualitas pencairan deposito tersebut.
24
Page 25
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit √
dan akad syariah;
b) tujuan model usaha yang digunakan; √
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, √
jika ada, dan penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur √
pada biaya perolehan.
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar √
efek berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi √
pembayaran bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
dan
d) Informasi penting lainnya. √
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara
lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan √
Nilai Aset Bersih; dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan √
klasifikasi, baik yang disajikan pada pos
pendapatan komprehensif lainnya
maupun yang diakui sebagai laba atau
rugi periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara
lain, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga, √
jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian
tentang sifat dan asal terjadinya (dari
transaksi usaha atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi
√
Tambahan pengungkapan mengenai aset-
aset yang menjadi dana jaminan.
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian
berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata √
uang;
b) Tingkat suku bunga. √
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan √
jenis, mata uang, sektor ekonomi dan
jangka waktu serta kolektibilitas;
25
Page 26
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Jumlah cadangan kerugian √
penurunan nilai dan mutasi selama
periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan √
pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap √
jumlah kredit yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per √
tahun;
f) Rincian kredit bermasalah √
berdasarkan sektor dan jumlah
cadangan penghapusan menurut
ketentuan Bank Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah terhadap √
jumlah Aset keuangan dan rasio
jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai Aset keuangan yang
telah dibentuk terhadap jumlah
minimum cadangankerugian
penurunan nilai Aset keuangan sesuai
ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi √
berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank √
atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota
sindikasi;
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN √
berdasarkan periode pembelian, jika
ada;
k) Pendapat manajemen akan ketaatan √
bank terhadap Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) yang
ditetapkan oleh Bank Indonesia;
l) Pendapat manajemen akan √
kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai.
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas √
berdasarkan pihak, mata uang, dan
jatuh tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan √
kolektibilitas, jumlah cadangan
penghapusan dan mutasi selama
periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas √
berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan √
jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai tagihan akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan √
dan jumlah nilai tercatat menurut
26
Page 27
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
klasifikasi yang sesuai bagi
Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan yang √
dicatat dengan Nilai Wajar
dikurangi biaya untuk menjual;
(3) jumlah persediaan yang diakui √
sebagai beban selama periode
berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan nilai √
yang diakui sebagai pengurang
jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode
berjalan;
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari √
setiap penurunan nilai yang diakui
sebagai pengurang jumlah
persediaan yang diakui sebagai
beban dalam periode berjalan;
(6) kondisi atau peristiwa penyebab √
terjadinya pemulihan nilai
persediaan yang diturunkan;
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi
biaya pinjaman untuk persediaan
yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang √
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
(ii) tarif kapitalisasi yang √
digunakan untuk menentukan
jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
(8) persediaan yang dijaminkan, √
nama pihak yang menerima
jaminan, dan alasan dijaminkan;
dan
(9) jenis dan nilai persediaan yang √
diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat
persediaan menurut klasifikasi yang
harus diungkapkan antara lain:
(1) Makanan dan minuman; √
(2) Perlengkapan; dan √
(3) Barang Dagangan. √
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
27
Page 28
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Pengungkapan nilai tercatat
persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang; √
(b) Unit Bangunan; dan √
(c) Unit Bangunan dalam √
Penyelesaian.
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real √
Estat yang pengikatan jual belinya
telah berlaku namun penjualannya
belum diakui, termasuk jumlah
utang terkait yang akan dialihkan,
bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses √
perizinan;
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs √
yang dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan; dan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan √
jaminan utang.
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program : lokal, impor √
(media televisi);
(2) Buku, kertas koran, barang pra √
cetak (media cetak);
(3) Barang promosi dan barter (media √
cetak); dan
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai √
dengan industrinya.
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Obat-obatan; √
(2) Perlengkapan medis (disposable); √
dan
(3) Persediaan lainnya √
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan
nilai tercatat menurut klasifikasi
tertentu, seperti hewan ternak
menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk √
Dijual; dan
(b) Hewan Ternak dalam √
Pertumbuhan.
28
Page 29
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Hewan Ternak Produksi -
Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai √
tercatat menurut klasifikasi
hewan ternak telah
menghasilkan dan hewan
ternak belum menghasilkan;
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan √
akhir hewan ternak tiap
kelompok selama paling tidak
2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas √
hewan ternak telah
menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen atas √
kecukupan jumlah penyisihan
atau penghapusan persediaan
yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang √
diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi dan
risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk √
wabah penyakit, perlu dibuat
cadangan kematian atau
metode penghapusan
langsung;
(g) Pendapat manajemen atas √
kecukupan nilai
pertanggungan asuransi; dan
(h) Nilai hewan ternak yang √
dijaminkan dan nama pihak
yang menerima jaminan.
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah √ Catatan 12
masing-masing pajaknya; dan
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak √
yang diajukan dan statusnya.
24) Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain rincian √ Catatan 5
menurut jenis dan jumlah.
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan
yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk √
dijual atau kelompok lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari √
penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, serta cara
dan waktu pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau
√
keuntungan pemulihan penurunan nilai;
29
Page 30
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual
belum dapat direalisasikan dalam satu
tahun, diungkapkan peristiwa atau
√
keadaan yang dapat memperpanjang
periode penyelesaian penjualan
menjadi lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen
yang dilaporkan dari aset yang dimiliki
untuk dijual dan kelompok lepasan √
disajikan sesuai dengan SAK yang
berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual
atau kelompok lepasan dihentikan
pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai
yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut
sebelum aset atau kelompok
lepasan diklasifikasikan
√
sebagai dimiliki untuk dijual,
disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi atau
penilaian kembali yang telah
diakui apabila aset atau
kelompok lepasan tersebut
tidak diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat √
tanggal keputusan untuk tidak
menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang
√
mengarah kepada keputusan
tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi
√
untuk periode tersebut dan
periode sajian sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan
jumlah piutang; √
b) alasan dan dasar pembentukan
cadangan kerugianpenurunan nilai serta
penjelasan terjadinya piutang pihak √
berelasi tersebut;
c) jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai, beban cadangan kerugian √
penurunan nilai secara individual dan
kolektif, dan penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan
jumlah cadangan kerugian penurunan √
nilai; dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha
disajikan dalamaset lancar, hal tersebut √
harus dibuktikan serta diungkapkan
alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi; √
b) persentase kepemilikan dan penjelasan
adanya pengaruh signifikan, beserta
√
alasannya;
30
Page 31
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi
dalam entitas asosiasi yang kuotasi √
harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas
asosiasi termasuk jumlah agregat Aset, √
Liabilitas, pendapatan, dan laba atau
rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan
walaupun Perusahaan memiliki lebih dari
20% (dua puluh perseratus) hak suara √
atau hak suara potensial investee secara
langsung atau tidak langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan
keuangan entitas asosiasi, ketika laporan
keuangan tersebut digunakan dalam
menerapkan metode ekuitas dan tanggal √
atau periode yang berbeda dengan
Perusahaan, dan alasan menggunakan
tanggal atau periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan
signifikan atas kemampuan entitas
asosiasi untuk mentransfer dana kepada √
Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak
diakui dan alasannya, apabila
Perusahaan menghentikan pengakuan
bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik √
untuk periode terjadinya kerugian
tersebut maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas
asosiasi yang terjadi bersama-sama √
dengan investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena
investor berkewajiban bersama-sama √
untuk semua atau sebagian Liabilitas
entitas asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas
asosiasi, secara individual atau dalam
kelompok, yang tidak dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas termasuk √
total Aset, total Liabilitas, Pendapatan,
dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
√
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan
tersebut serta kontrak konstruksi yang
mensyaratkan adanya jaminan tersebut.
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupa biaya yang ditangguhkan dalam
pelaksanaan pembangunan HTI, yang
disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal; √
b) Penyisihan periode berjalan; √
√
c) Realisasi yang dilakukan selama periode
berjalan; dan
d) Saldo akhir. √
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan
harus mengungkapkan hal-hal berikut:
31
Page 32
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol; √
(b) Masa hak bagi hasil tol dan √
amortisasinya;
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama √
periode berjalan; dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi
√
dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol.
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi √
penyusutan menurut jenis tanaman;
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun
dan akhir tahun tanaman untuk √
setiap kelompok selama paling
sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk
menanam; √
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan
berdasarkan area/lokasi √
penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman belum
menghasilkan selama paling sedikit √
2 tahun; dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum
menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal √
i. Tambahan tahun berjalan √
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya
pinjaman, dan rugi kurs dalam
hal terjadi depresiasi luar biasa
√
i. Pengurangan tahun
berjalan
√
ii. Jumlah yang direklasifikasi
ke tanaman telah
menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya √
(d) Saldo akhir; √
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan
Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma
yang menjadi milik perusahaan √
(inti) dan tanaman yang bukan milik
perusahaan (perkebunan
rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin √
timbul pada plasma.
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi – Berumur
Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam √
pertumbuhan (belum menghasilkan) dan
hewan ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan
ternak tiap kelompok selama paling tidak
2 tahun terakhir; √
32
Page 33
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan
ternak telah menghasilkan; √
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok
berdasarkan lokasi/area peternakan; √
e) Kondisi hewan ternak; √
f) Persentase kematian selama tiga tahun
terakhir; √
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan,
√
nilai pertanggungan asuransi dan risiko
yang ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah
penyakit, perlu dibuat cadangan √
kematian atau metode penghapusan
langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung, jika ada; √
j) Pendapat manajemen atas kecukupan
nilai cadangan kematian, jika ada; dan √
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan
nama pihak yang menerima jaminan. √
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah √
pengakuan awal yang digunakan,
model Nilai Wajar atau model
biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan √
yang diterapkan dalam
menentukan Nilai Wajar dari
Properti Investasi;
(3) pernyataan bahwa penentuan
√
Nilai Wajar didukung oleh bukti
pasar atau lebih banyak
berdasarkan faktor lain karena
sifat properti tersebut dan
keterbatasan data pasar yang
dapat diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal penilaian,
dan tanggal laporan penilaian
√
terakhir;
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi
untuk:
(a) penghasilan sewa dari Properti √
Investasi;
(b) beban operasi langsung yang √
terjadi baik dari Properti
Investasi yang menghasilkan
maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan
sewa selama periode tersebut;
dan
(c) perubahan kumulatif dalam √
Nilai Wajar yang diakui dalam
laba rugi atas penjualan
Properti Investasi dari
sekelompok aset yang
menggunakan model biaya ke
kelompok aset yang
menggunakan model Nilai
Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah
pembatasan atas realisasi dari √
Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan dan hasil
pelepasan; dan
33
Page 34
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(7) kewajiban kontraktual untuk √
membeli, membangun atau
mengembangkan Properti
Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi yang
menggunakan model Nilai Wajar,
selain pengungkapan sebagaimana
dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah
tercatat Properti Investasi pada √
awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap
Properti Investasi disesuaikan
secara signifikan untuk tujuan
pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus
mengungkapkan rekonsiliasi
antara penilaian tersebut dan
penilaian yang telah disesuaikan
yang dilaporkan dalam laporan
keuangan, dengan menunjukkan
secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari
pengakuan kewajiban sewa √
yang telah ditambahkan
kembali; dan √
(b) penyesuaian signifikan lain.
c) Khusus untuk Properti Investasi yang
menggunakan model biaya, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
√
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto √
dan akumulasi penyusutan
Properti Investasi pada awal dan
akhir periode dengan
menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing- √
masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang √
diakui, dan jumlah pemulihan rugi
penurunan nilai, selama satu
periode sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan √
dan properti yang digunakan
sendiri; dan
√
(6) Nilai Wajar Properti Investasi.
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam
proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus
diungkapkan antara lain:
√
(1) rincian Properti Investasi dalam
proses pembangunan dan
pengembangan;
√
(2) persentase jumlah tercatat
terhadap nilai kontrak;
√
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan √
penyelesaian;
34
Page 35
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) jumlah pengeluaran yang diakui √
dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses
pembangunan dan
pengembangan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi
biaya pinjaman untuk properti
investasi yang memenuhi kriteria
aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
√
(a) jumlah biaya pinjaman yang
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang √
digunakan untuk menentukan
jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib √
Catatan 8
diungkapkan secara terpisah
berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset
pemilikan langsung dan/atau aset sewa
pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan
akumulasi penyusutan Aset Tetap pada √
Catatan 8
awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing
periode penyajian dan alokasi beban √ Catatan 8
penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang
√
dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi
dan ekuitas (jika ada);
e) jumlah komitmen kontraktual dalam
perolehan Aset Tetap; √
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga
untuk Aset Tetap yang mengalami √
penurunan nilai, hilang, atau dihentikan
yang dimasukkan dalam laba rugi,
apabila tidak diungkapkan secara
terpisah pada laporan laba rugi
komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada
jumlah revaluasian, yang harus
diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal
√
Penilaian);
(2) tanggal efektif persetujuan dari
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) √
apabila Aset Tetap untuk perhitungan
pajak menggunakan jumlah
revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal laporan
penilaian terakhir; √
(4) metode dan asumsi signifikan yang
digunakan dalam mengestimasi Nilai
Wajar aset; √
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset
Tetap seandainya aset tersebut
√
dicatat dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan
nilai, yang menunjukkan prubahan
selama periode dan pembatasan- √
35
Page 36
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pembatasan distribusi saldo surplus
kepada para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses
pembangunan, yang harus diungkapkan
antara lain: √
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam
pembangunan; √
(2) persentase jumlah tercatat terhadap
nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian; √
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian √
(jika ada);
(5) jumlah pengeluaran yang diakui √
dalam jumlah tercatat aset tetap
dalam pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk aset yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang √
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan
untuk menentukan jumlah biaya √
pinjaman yang layak
dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang
tidak dipakai sementara; √
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset
Tetap yang telah disusutkan penuh √
dan masih digunakan;
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang
dihentikan dari penggunaan aktif dan √
tidak diklasifikasikan sebagai tersedia
untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya digunakan,
Nilai Wajar Aset Tetap apabila √
berbeda secara material dari jumlah
tercatat;
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, √
keuntungan (kerugian) dari Aset Catatan 8
Tetap yang dihentikan
pengakuannya;
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang
berasal dari hibah, agar diungkapkan √
jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal
perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna
dan/atau metode penyusutan √
menurut jenis Aset Tetap;
(8) Kondisi atau peristiwa yang
menyebabkan terjadinya penurunan √
nilai atau pemulihan penurunan nilai;
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan
jaminan, nama pihak yang menerima
jaminan dan alasan penjaminan; dan √
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang
diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi, dan risiko yang ditutup,
serta pendapat manajemen atas √ Catatan 8
kecukupan pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan agar
diungkapkan alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
36
Page 37
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki
kegiatan hulu minyak dan gas bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti;
√
operated acreage, unoperated acreage,
sumur dan peralatan serta fasilitas yang
berhubungan, peralatan kantor,
kendaraan, sumur dan peralatan serta
fasilitas dalam pengerjaan;
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(a) Lokasi penambangan; √
(b) Saldo awal untuk masing-masing
lokasi; √
(c) Penambahan dan Pengurangan
untuk masing-masing lokasi √
penambangan; dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing √
lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas
Bumi tersebut mengandung hak tagih
√
kepada Regulator terkait, perlu
penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut
dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis
Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi √
amortisasi;
b) alokasi jumlah amortisasi Aset
√
Takberwujud ke dalam pos laporan laba
rugi komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan
akumulasi amortisasi Aset Takberwujud √
pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk aset yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka harus
diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang √
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan √
untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan
yang mendukung penentuan dan √
penilaiannya untuk Aset Takberwujud
yang dinilai dengan umur manfaat tidak
terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa
periode amortisasi dari setiap Aset
√
Takberwujud yang material terhadap
laporan keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui
Hibah Pemerintah dan awalnya diakui
pada Nilai Wajar sesuai SAK yang
berlaku, diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal √
atas aset-aset tersebut;
(2) jumlah tercatatnya; dan √
√
37
Page 38
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Aset tersebut diukur setelah
pengakuan awal dengan model
biaya atau model revaluasi; √
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset
Takberwujud yang kepemilikannya
dibatasi dan jumlah tercatat Aset
Takberwujud yang menjadi jaminan
untuk Liabilitas;
√
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi
Aset Takberwujud;
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah
revaluasian, diungkapkan: √
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal
Penilaian); √
(2) nama Penilai dan tanggal laporan
penilaian terakhir; √
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud
yang direvaluasi;
√
(4) metode dan asumsi signifikan yang
digunakan dalam mengestimasi Nilai
Wajar aset;
√
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset
Takberwujud seandainya Aset
tersebut dicatat dengan model
biaya; dan
√
(6) surplus revaluasi atau rugi
penurunan nilai, yang menunjukkan
perubahan selama periode dan
pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para
pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan
dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain
tabel yang memuat penjelasan
tentang :
(1) Saldo awal; √
(2) Penambahan dan pengurangan; √
√
(3) Saldo akhir.
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) rincian biaya perolehan aset √
eksplorasi dan evaluasi per area of
interest yang mencakup saldo
awal, penambahan dan
pengurangan, dan saldo akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan
dan beban, arus kas operasi, dan
arus kas investasi yang timbul dari √
eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi
Tangguhan: pengupasan tanah
tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:
38
Page 39
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan
dengan:
(a) Metode pembebanan biaya √
pengupasan tanah, dan
√
(b) Metode perhitungan Rasio
Rata-Rata Tanah Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah
yang Ditangguhkan yang terdiri
√
dari (1) biaya pengupasan awal,
(2) biaya pengupasan lanjutan
dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual
tanah menutup terhadap rasio
rata-ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata √
Tanah Penutup (bila ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang
Ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi,
meliputi penjelasan :
√
(a) Alasan terjadinya
penundaan;
√
(b) Amortisasi belum
diperhitungkan karena belum
dimulainya produksi, dan
(c) Jumlah penurunan (write
√
down) akibat dilakukannya
evaluasi (jika ada), terhadap
biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan
asumsi utama yang
dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai
tersebut.
d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan
Pengembangan Tangguhan selama
tahun berjalan dengan
menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan √
pengembangan;
(b) Saldo awal; √
√
(c) Penambahan/pengurangan;
(d) Amortisasi, dan √
(e) Saldo akhir. √
(2) Biaya pengembangan yang
ditangguhkan atas kegiatan √
pengembangan yang masih
berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi √
penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang
menurut penelaahan manajemen
tidak dapat dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan
pengembangan yang ditangguhkan
dimana terjadi penundaan masa
produksi, meliputi penjelasan:
√
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum
√
diperhitungkan karena belum
dinilainya produksi; dan
(c) Jumlah penurunan (write
down) akibat dilakukannya √
39
Page 40
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
evaluasi bila ada, terhadap
biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan
asumsi utama yang
dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai
tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area
of Interest, maka harus √
diungkapkan rincian dari Biaya
Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk
tiap-tiap Area of Interest.
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan √ Catatan 10
antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah utang usaha menurut mata uang;
√ Catatan 10
dan
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan
dengan menunjuk pos-pos yang √
berhubungan.
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku
untuk provisi jangka pendek dan provisi √
jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir
periode; √
(2) provisi tambahan dalam periode
bersangkutan; √
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan
pada provisi selama periode √
bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan selama
periode bersangkutan atas jumlah
√
yang belum digunakan;
(5) peningkatan selama periode yang
bersangkutan, dalam nilai kini, yang
terjadi karena berlalunya waktu dan √
dampak dari setiap perubahan
tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik
kewajiban dan perkiraan saat
√
terjadinya arus keluar sumber daya
ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau
jumlah arus keluar sebagaimana
dimaksud dalam angka(6). Dalam
hal diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi utama √
yang mendasari prakiraan peristiwa
masa depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang
akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk √
estimasi penggantian tersebut.
3) Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan
√ Catatan 11
jumlah dari unsur utama beban yang belum
jatuh tempo.
40
Page 41
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata √
uang; dan
b) Uraian mengenai sifat masing-masing √
kewajiban.
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek
√
yang dijual Perusahaan pada transaksi
repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya
pembelian dan penjualan kembali Efek. √
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara
lain liabilitas bruto dari setiap kontrak
konstruksi. Dalam penjelasan tagihan
tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk
tabel yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang dialami; dan
√
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
√
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian tiap jenis simpanan yang
mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan √
jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan √
berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per
√
tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun
√
berjalan untuk sertifikat deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah
√
berdasarkan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada
√
pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata √
uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan √
berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per √
tahun;
√
41
Page 42
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) Jumlah amortisasi pada tahun
berjalan untuk sertifikat deposito;
dan √
(5) Rincian simpanan bermasalah
berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan
Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa
Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program √
asuransi;
(2) Rincian berdasarkan jenis √
pertanggungan;
(3) Rincian berdasarkan mata uang; √
(4) Dasar perhitungan dan asumsi
aktuaris; dan √
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan
akhir periode yang √
memperlihatkan penambahan dan
pengurangan.
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim √
kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan
√
tertanggung;
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis √
asuransi; dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang. √
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi; √
(2) Jumlah menurut tertanggung; √
√
(3) Jumlah menurut mata uang; dan
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah √
terjadi namun belum dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut program √
asuransi;
(2) Jumlah menurut jenis √
pertanggungan;
(3) Pemisahan antara premi yang √
belum merupakan pendapatan
kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(4) Metode perhitungan yang
√
digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan
√
akhir periode yang
memperlihatkan penambahan dan
pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:
42
Page 43
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Pemisahan antara utang klaim √
kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
√
(3) Jumlah menurut jenis mata uang;
dan
√
(4) Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim √
kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur;
√
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; √
(4) Jumlah menurut umur utang; dan √
(5) Jumlah utang atau piutang
reasuransi yang disaling √
hapuskan.
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung √
dan asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; √
dan
(3) Jumlah menurut jenis asuransi. √
h) Titipan Premi
√
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian menurut jenis asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang
Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat √
pemegang saham;
(2) Dasar perhitungan; dan √
(3) Saldo menurut usia. √
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
√
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan
jumlahnya.
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya; dan √ Catatan 12
b) informasi mengenai ketetapan pajak. √ Catatan 12
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam √
rangka anjak piutang dengan recourse;
dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi
√
anjak piutang, dan jatuh tempo serta
ikatan penting lainnya yang diatur dalam
perjanjian anjak piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak
√
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah
uang muka kontrak yang diterima.
43
Page 44
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka
Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian √
lancar atas liabilitas jangka panjang sesuai
dengan pengungkapan utang bank dan
lembaga keuangan jangka panjang
sebagaimana diatur dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas √
keuangan lainnya berlaku untuk
liabilitas keuangan lainnya yang
bersifat jangka pendek dan
jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib
√
mengelompokkan sesuai
klasifikasi yang dipisahkan antara
pihak ketiga dan pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(a) nilai tercatat liabilitas √
keuangan untuk setiap
kategori;
(b) laba atau rugi neto pada √
setiap liabilitas keuangan;
dan
(c) kejadian penting lainnya
antara lain kepatuhan √
Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan
kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi
Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok
perubahan persyaratan dan √
penyelesaian utang;
(2) Jumlah keuntungan atas
restrukturisasi utang dan dampak
pajak penghasilan yang terkait; √
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian
bersih atas pengalihan aset yang √
diakui selama periode tersebut;
dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang
√
dimasukkan dalam nilai tercatat
utang yang telah direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian √
jenis dan jumlahnya.
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan
dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
jenis dan jumlahnya. √
44
Page 45
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas
terkait aset atau kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat √
digabung dengan pengungkapan aset tidak
lancar atau kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan √
jumlah utang;
b) jumlah utang menurut mata uang; dan √
c) jaminan yang diberikan dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan. √
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan
Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama
√
bank/lembaga keuangan dan jenis mata
uang;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama √
periode pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo; √
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo √
dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman
yang diperoleh, termasuk jumlah dan √
tujuan perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada
periode berjalan untuk masing-masing √
fasilitas pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Perusahaan dalam √
memenuhi persyaratan dan kondisi
utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default);
h) jaminan yang diberikan dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan; √
i) persyaratan lain yang penting, seperti
adanya pembatasan pembagian √
dividen, pembatasan rasio tertentu,
dan/atau pembatasan perolehan utang
baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan
dengan liabilitas berbunga jangka
panjang yang akan jatuh tempo dalam
jangka waktu 12 (dua belas) bulan
sejak tanggal laporan posisi keuangan
tetapi tetap diklasifikasikan sebagai
liabilitas jangka panjang, antara lain
adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan
jumlahnya; dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, √
yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu pinjaman, tanggal
jatuh tempo, dan persyaratan
√
penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
45
Page 46
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap √
kelompok aset dan pemberi sewa
(lessor) pada tanggal laporan posisi
keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran
sewa minimum di masa depan pada
tanggal laporan posisi keuangan,
dengan nilai kininya. Selain itu wajib
mengungkapkan total pembayaran sewa
minimum di masa depan pada tanggal
laporan posisi keuangan, dan nilai
kininya, untuk setiap periode berikut:
√
(1) sampai dengan satu tahun;
√
(2) lebih dari satu tahun sampai 5
(lima) tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun. √
c) pembayaran sewa kontinjen yang
√
diakui sebagai beban pada periode
tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut √
(sublease) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak
sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan
(non-cancellable sublease) pada tanggal
laporan posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang
√
ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan
dan penyewaan kembali (sale and
leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa
yang material, antara lain:
√
(1) dasar penentuan utang sewa
kontinjen;
√
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang
berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau pembelian dan
eskalasi beserta syarat-syaratnya;
dan
√
(3) pembatasan-pembatasan yang
ditetapkan dalam perjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata √
uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per √
tahun;
(4) Rincian berdasarkan peringkat
efek dan perusahaan √
pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada tahun √
berjalan;
(6) Ringkasan perjanjian yang √
meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tanggal
jatuh tempo, kewajiban yang
harus dipenuhi, dan persyaratan
penting lainnya (Debt
Covenance);
46
Page 47
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(7) Pendapat manajemen tentang √
pemenuhan Debt Covenanceatas
surat berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, √
dan mata uang;
√
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang
√
meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tingkat
bunga, tanggal jatuh tempo, nilai
Aset bank yang dijaminkan, dan
persyaratan penting lainnya(debt
covenance);
(4) Pendapat manajemen terkait √
pemenuhan debt covenance;
(5) Apabila bank menerima dana atau
fasilitas pinjaman dari pemerintah
atau pihak lain dengan tingkat √
imbalan yang lebih rendah dari
tingkat bunga pasar maka
manajemen mengungkapkan
mengenai fasilitas tersebut dan
dampaknya terhadap laba bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan
Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata √
uang, dan kolektibilitas;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak √
berelasi dan pihak ketiga;
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai √
dan mutasi selama periode
berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan
√
penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi
penyisihan penghapusan bank
pada saat periode pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah penyisihan √
penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun
berjalan dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal;
√
(2) Penyisihan yang dibentuk;
√
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan √
(4) Saldo akhir. √
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan
dan yang sedang berjalan; √
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan
PLH dan liabilitas bersyarat lainnya
sebagaimana diatur dalam standar √
akuntansi keuangan;
47
Page 48
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen
biaya yang sifatnya material, misalnya
beban penutupan tambang, maka √
perusahaan dapat menyajikannya dalam
pos yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan Pengurangan ; √
(3) Saldo akhir. √
√
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis
program. √ Catatan 15
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari
nilai kini kewajiban imbalan pasti
yang menunjukkan secara terpisah,
pengaruhnya selama periode
berjalan yang dapat diatribusikan ke
dalam:
(a) biaya jasa kini; √ Catatan 15
(b) biaya bunga; √ Catatan 15
(c) iuran oleh peserta program; √
√ Catatan 15
(d) keuntungan dan kerugian
aktuarial;
(e) perubahan kurs mata uang
asing pada program yang
diukur dengan mata uang yang
√
berbeda dengan mata uang
penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan;
√
(g) biaya jasa lalu; √
(h) kombinasi bisnis; √
(i) curtailment; dan √
√
(j) penyelesaian.
(3) analisis kewajiban imbalan pasti
√
terhadap jumlah yang dihasilkan
dari program yang seluruhnya tidak
didanai dan jumlah yang dihasilkan
dari program yang seluruhnya atau
sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari
Nilai Wajar aset program serta saldo
awal dan akhir dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai
Aset sesuai dengan SAK
menunjukkan secara terpisah,
dampak selama periode yang dapat
diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset
program; √
(b) keuntungan dan kerugian
aktuarial;
√
(c) perubahan kurs mata uang
asing pada program yang
diukur dengan mata uang yang
berbeda dengan mata uang
penyajian; √
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program; √
(f) imbalan yang dibayarkan; √
(g) kombinasi bisnis; dan √
48
Page 49
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(h) penyelesaian; √
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban √
imbalan pasti sebagaimana
dimaksud dalam butir (2) dan Nilai
Wajar aset program sebagaimana
dimaksud dalam butir (4) atas Aset
dan Liabilitas yang diakui dalam
laporan posisi keuangan, paling
kurang mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian √ Catatan 15
aktuarial neto yang tidak
diakui dalam laporan posisi
keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak √ Catatan 15
diakui dalam laporan posisi
keuangan;
√ Catatan 15
(c) setiap jumlah yang tidak diakui
sebagai Aset, dikarenakan
oleh batasan dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode
Catatan 15
pelaporan dari setiap hak √
penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan
SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui √ Catatan 15
dalam laporan posisi
keuangan;
(6) total beban yang diakui di laba rugi
untuk setiap hal-hal berikut dan
nama pos dimana hal tersebut
termasuk:
(a) biaya jasa kini; √ Catatan 15
(b) biaya bunga; Catatan 15
√
(c) hasil yang diharapkan dari aset
program; √ Catatan 15
(d) hasil yang diharapkan dari
setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset sesuai √
dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian
aktuarial, jika Perusahaan √
memilih metode koridor 10%
(sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu; √
(g) dampak dari curtailment
terutama terkait dengan √
penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan dalam
√
SAK;
(7) jumlah total yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain yang
akan diakui segera dalam saldo
laba, meliputi:
(a) keuntungan dan kerugian Catatan 15
aktuarial; dan √
(b) dampak dari batasan dalam
√
SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan
dan kerugian aktuarial yang diakui Catatan 15
√
pada pendapatan komprehensif lain,
dalam hal Perusahaan mengakui
keuntungan dan kerugian dalam
pendapatan komprehensif lain
sesuai dengan SAK;
(9) persentase atau jumlah setiap
kategori utama yang merupakan
Nilai Wajar total aset program, √
49
Page 50
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
untuk setiap kategori utama dari
aset program, yang mencakup,
namun tidak terbatas pada,
instrumen ekuitas, instrumen utang,
properti, dan seluruh aset lain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar
aset program untuk:
(a) setiap kategori instrumen √
keuangan milik Perusahaan;
dan
(b) setiap properti atau Aset lain √
yang digunakan oleh
Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang
digunakan untuk menentukan √
tingkat pengembalian yang
diharapkan atas Aset secara
keseluruhan, termasuk dampak
kategori utama dari aset program;
(12) imbal hasil aktual atas aset
program, serta imbal hasil aktual √
atas setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang
digunakan sampai pada akhir
periode pelaporan dan diungkapkan
dalam ukuran yang absolut dan
tidak hanya sebagai marjin antara
persentase dan variabel lainnya,
termasuk:
(a) tingkat diskonto; √ Catatan 15
(b) tingkat imbal hasil yang
diharapkan atas setiap aset √
program untuk periode yang
disajikan dalam laporan
keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang
diharapkan untuk periode yang √
disajikan dalam laporan
keuangan pada setiap hak
penggantian yang diakui
sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang
diharapkan (dan perubahan
dalam indeks atau variabel √ Catatan 15
tertentu lainnya dalam masa
program formal atau
konstruktif sebagai dasar
untuk kenaikan imbalan masa
depan);
(e) tingkat tren biaya kesehatan; √
dan
(f) asumsi material lain yang √ Catatan 15
digunakan dalam aktuaria;
(14) dampak kenaikan atau penurunan
satu angka persentase dalam
tingkat tren biaya kesehatan yang
diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan √
komponen biaya bunga dari
biaya kesehatan pascakerja
periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan √
pascakerja untuk biaya
kesehatan.
(c) Dalam hal program
dioperasikan dalam √
lingkungan inflasi yang tinggi,
50
Page 51
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
wajib diungkapkan dampak
persentase kenaikan atau
penurunan tingkat tren biaya
kesehatan yang diasumsikan
dari makna yang serupa
dengan satu angka persentase
dalam lingkungan inflasi yang
rendah.
(15) Jumlah periode tahunan saat ini
dan periode empat tahun
sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan √
pasti, Nilai Wajar aset program
dan surplus atau defisit pada
program; dan
(b) penyesuaian yang timbul
pada:
(i) liabilitas program √
dinyatakan sebagai
jumlah atau persentase
dari liabilitas program
pada akhir periode
pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan
√
sebagai jumlah atau
persentase dari aset
program pada akhir
periode pelaporan;
(16) estimasi terbaik pemberi kerja,
segera setelah dapat ditentukan √
secara andal, dari iuran yang
diharapkan akan dibayar dalam
program selama periode tahunan
dimulai setelah periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti
yang membagi risiko antar entitas
sepengendali, wajib diungkapkan
sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau √
kebijakan tertulis untuk
pembebanan biaya imbalan
pasti neto atau bukti bahwa
tidak ada kebijakan seperti itu;
(b) dalam hal Perusahaan
mencatat alokasi biaya
imbalan pasti neto sesuai SAK,
maka Perusahaan
mengungkapkan:
(i) informasi yang
memungkinkan pengguna √
laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat
program imbalan pasti dan
dampak keuangan atas
perubahan program selama
periode tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran
umum jenis program sesuai
dengan huruf a) butir (1)
√
mencakup penjelasan
praktik informal yang
menimbulkan kewajiban
konstruktif termasuk dalam
pengukuran kewajiban
imbalan pasti; dan
51
Page 52
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(iii) jika Perusahaan mencatat
iuran yang terutang untuk
√
periode sesuai SAK
informasi tentang program
secara keseluruhan
disyaratkan sesuai dengan
butir (1), butir (2), butir
(3), butir (4), butir (9),
butir (13), butir (14), dan
butir (16) serta butir ii.
b) Iuran Pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan √
program iuran pasti harus
mengungkapkan jumlah yang diakui
sebagai beban untuk program iuran
pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang
Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang
jenis dan jumlah imbalan kerja jangka √
Catatan 15
panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon √
pemutusan kontrak kerja; dan
(2) penjelasan mengenai liabilitas √
kontinjen (jika ada).
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan
nilai tercatat dalam rupiah dan mata √
Catatan 14
uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga, bursa
tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan
penerbitannya;
b) peringkat dan nama Perusahaan
√
Pemeringkat Efek; Catatan 14
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
√
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan
√ Catatan 14
usaha dengan Perusahaan;
e) jaminan serta pembentukan dana untuk Catatan 14
√
pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan,
jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam √ Catatan 14
Kontrak Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara lain √
kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi Catatan 14
persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default); dan
h) persyaratan penting lainnya. √
Catatan 14
25) Sukuk
52
Page 53
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Perusahaan wajib mengelompokkan √
Sukuk berdasarkan akad syariah yang
digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama
dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan √
skema transaksisyariah yang
digunakan;
√
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas
yang mendasari;
√
(c) nilai nominal;
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk √
ijarah);
(e) prinsip pembagian hasil usaha, √
dasar bagi hasil, dan besaran
nisbah bagi hasil (untuk Sukuk
mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara
√
pembagian dan/atau
pembayaran imbalan atau bagi
hasil;
(g) jangka waktu; √
√
(h) tujuan penerbitannya; dan √
(i) persyaratan penting lain;
(2) peringkat dan nama Perusahaan √
Pemeringkat Efek;
√
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan;
(4) jumlah bagian yang akan jatuh √
tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan;
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan √
usaha dengan Perusahaan;
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos √
yang berhubungan (jika ada);
(7) pembatasan yang dipersyaratkan √
dalam Kontrak Perwaliamanatan;
dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain √
kepatuhan Emiten atau Perusahaan
Publik dalam memenuhi persyaratan
dan kondisi Sukuk (misalnya
restrukturisasi Sukuk dan kondisi
default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka
waktu, jenis mata uang, dan kisaran √
suku bunga kontraktual selama periode
pelaporan
√
b) tujuan perolehannya;
c) persyaratan terkait dengan pelunasan √
utang subordinasi;
d) kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi √
persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam √
Kontrak Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya. √
53
Page 54
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan
nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, √
jadwal pembayaran bunga, suku bunga,
bursa tempat obligasi konversi
dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan
konversi, antara lain meliputi rasio √
konversi, harga pelaksanaan, hak
konversi sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi
dikonversikan, dengan memperhatikan √
tingkat konversi atau harga pelaksanaan
(exercise price) yang paling
menguntungkan dari sudut pandang
pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan √
dan dampak dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan √
Pemeringkat Efek;
√
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan
√
usaha dengan Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana untuk √
pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan
(jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain √
kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default);
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan
√
obligasi konversi tanpa melalui
penawaran umum, wajib diungkapkan
tujuan penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi
√
konversi;
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan √
m) persyaratan penting lainnya √
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar √
Catatan 16
pada awal dan akhir periode;
(2) Hak, keistimewaan, dan
pembatasan yang melekat pada
setiap jenis saham, termasuk √
pembatasan atas dividen dan
pembayaran kembali atas modal;
dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk
√
penerbitan dengan hak opsi dan
kontrak penjualan saham,
termasuk jumlah dan persyaratan;
54
Page 55
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan √
setiap pos cadangan dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham dengan
mengungkapkan jumlah lembar saham
dan persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki
√
5% (lima perseratus) atau lebih; Catatan 16
(2) Nama direktur dan komisaris yang
√ Catatan 16
memiliki saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya; √ Catatan 16
d) Dalam hal terjadi perubahan modal Masyarakat memiliki
saham dalam periode berjalan: saham dibawah 5%
(1) Keputusan yang berhubungan
dengan perubahan modal saham
tersebut, seperti pengesahan
Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, persetujuan dan/atau √
pemberitahuan Menteri terkait,
dan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal
saham, antara lain dari kapitalisasi
agio, saldo laba, penerbitan
saham baru dari Penawaran
√
Umum dengan dan/atau tanpa
Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (right issue dan private
placement), pelaksanaan waran,
serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal saham,
antara lain dalam rangka ekspansi,
√
penyelesaian pinjaman, atau
pemenuhan kecukupan modal;
e) Dalam hal hanya sebagian saham
Perusahaan yang dicatatkan di Bursa
Efek, agar disebutkan jumlah saham
√
yang dicatatkan dan yang tidak
dicatatkan pada Bursa Efek.
2) Tambahan Modal Disetor (Additional
Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor; √ Catatan 17
√
b) Uraian sumber agio saham; Catatan 17
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas
berdasarkan penerbitan Efek ekuitas; √
Catatan 17
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih √
kurs atas modal disetor;
e) Uraian mengenai sifat dan asal √ Catatan 17
tambahan modal disetor lainnya;
f) Pengungkapan untuk selisih nilai
transaksi dengan entitas sepengendali,
antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang
entitas atau bisnis yang √
Catatan 17
berkombinasi;
(2) Penjelasan mengenai hubungan
sepengendali dari entitas-entitas √ Catatan 17
yang bertransaksi dan bahwa
hubungan tersebut tidak bersifat
sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi; √ Catatan 17
55
Page 56
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang
telah diputuskan untuk dijual atau √
dihentikan akibat kombinasi bisnis
tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang
dialihkan serta jenis dan jumlah √ Catatan 17
imbalan yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang
√ Catatan 17
dikombinasikan atau dialihkan serta
selisih antara nilai tercatat tersebut
dengan jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan
keuangan yang memberikan
informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan
keuangan yang telah
√
dilaporkan sebelumnya untuk
periode yang disajikan
kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset
dan Liabilitas entitas atau √
bisnis yang dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian
kebijakan akuntansi; dan √
(d) Ikhtisar angka-angka laporan
keuangan setelah disajikan √
kembali.
3) Selisih Transaksi dengan Pihak
Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan
tanpa hilangnya Pengendalian yang
meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan √
persentase kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan √
√
(3) Nama pihak yang bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan
√
kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian; dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas
√
pelepasan investasi pada saat hilangnya
Pengendalian.
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali
saham, pelepasan, atau pengurangan √ Catatan 18
modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan serta
jumlah lembar dan nilai saham treasuri √ Catatan 18
yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri √ Catatan 18
yang digunakan sebagai pengurangan
modal disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri
yang dilepaskan kembali serta selisih √ Catatan 17 & 18
antara harga perolehan dengan harga
pelepasan saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai √ Catatan 18
saham treasuri.
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
56
Page 57
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode
yang lalu (jika ada); √
b) Perubahan saldo laba pada periode
bersangkutan dan persetujuan RUPS
yang terkait; dan √
c) Saldo laba yang ditentukan
penggunaannya, sifat, dan tujuan
setiap pos cadangan. √ Catatan 20
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari
√
masing-masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran; √
c) nilai waran yang belum dan tidak
dilaksanakan (kadaluwarsa); √
d) jumlah waran yang diterbitkan dan
√
beredar serta dampak dilusinya; dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan √
penerbitan waran.
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain √ Catatan 15
keterangan mengenai perubahan masing-
masing komponen pendapatan komprehensif
lainnya.
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian Catatan 21
√
bagian pemegang saham nonpengendali atas
ekuitas masing-masing entitas anak yang
tidak dapat diatribusikan secara langsung
atau tidak langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari
pendapatan yang diakui selama periode,
termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang; √
(2) Penjualan jasa; √
(3) Bunga; √
(4) Royalti; dan/atau √
√
(5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah
berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok √
produk/jasa utama;
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai √
penjualan yang melebihi 10% (sepuluh
perseratus) dari pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari
pertukaran barang atau jasa yang
√
tercakup dalam setiap kategori signifikan
dari pendapatan (jika ada), yang
diungkapkan terpisah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
57
Page 58
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) Khusus untuk kontrak konstruksi,
diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak
yang diakui sebagai √
pendapatan dalam periode
berjalan;
(b) Metode yang digunakan untuk √
menentukan pendapatan
kontrak yang diakui dalam
periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk
menentukan tahap
√
penyelesaian kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses
penyelesaian pada tanggal akhir
periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang
terjadi dan laba/rugi yang
diakui sampai tanggal √
pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang √
diterima; dan
(c) Jumlah retensi; √
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto
kepada pemberi kerja, masing- √
masing sebagai Aset dan Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi
hubungan keagenan, diungkapkan secara
terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari
hubungan keagenan;
√
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh
Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan
√
pendapatan lainnya; dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan
neto yang diperoleh Perusahaan
sebagai prinsipal dari transaksi
keagenan, yang antara lain terdiri
dari:
(a) Pendapatan bruto; √
(b) Retur/rabat/diskon terkait; √
dan
(c) Total pendapatan neto. √
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur
oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif; √
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan √
tarif;
c) Masa berlaku tarif; √
d) Besaran tarif; dan √
√
e) Perjanjian lain yang terkait.
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok
produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen; √
b) Pendapatan anjak piutang; dan √
√
c) Pendapatan sewa.
58
Page 59
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang
lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan
dan penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi;
√
b) Subsidi tidak mampu; dan
√
c) Selisih perhitungan klaim. √
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa
utama antara lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa
√
transportasi;
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa √
penyewaan alat transportasi;
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa √
ekspedisi;
√
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan;
dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai √
dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri,
tanker dan pesawat udara) dengan
ketentuan memisahkan atas dasar
kepemilikan armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain
√
pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi
yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan
pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
√
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
dan jumlah berdasarkan kelompok premi
bruto, premi reasuransi, dan penurunan
(kenaikan) premi yang belum merupakan
pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang
berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan √
jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa
lain, dan rincian pendapatan kerjasama
operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak √
penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setiap
ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.
59
Page 60
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari
dan tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah; √
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan √
untuk provisi dan komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan
√
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan √
Bank lain.
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur,
diungkapkan beban pokok produksi yang
dirinci:
(1) Biaya bahan baku;
(2) Biaya tenaga kerja; dan
√
(3) Biaya overhead
√
ditambah dan dikurangi saldo awal dan √
akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian
yang melebihi 10% (sepuluh perseratus)
dari pendapatan; dan √
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban
pokok berdasarkan pada jasa yang dijual.
√
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi / Beban
Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian
beban departementalisasi:
√
a) Beban bahan;
√
b) Beban jasa pelayanan;
√
c) Beban pegawai;
√
d) Beban penyusutan sarana medis;
√
e) Beban pemeliharaan sarana;
√
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa; √
h) Beban depresiasi. √
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain
√
rincian dan jumlah berdasarkan kelompok
klaim bruto, klaim reasuransi, dan
kenaikan (penurunan) estimasi klaim
retensi sendiri untuk setiap jenis
asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
Rincian dan jumlah beban menurut jenis
klaim dan manfaat, diantaranya : klaim
jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim
kematian.
c) Komisi Neto
60
Page 61
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara lain √
rincian dan jumlah berdasarkan kelompok
pendapatan komisi dan beban komisi
untuk setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain
√
rincian dan jumlah menurut jenis
investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban √
departementalisasi;
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan √
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban
departemen lainnya. √
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban
berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara
lain:
√
a) Beban penjualan;
√
b) Beban distribusi; dan
c) Beban umum dan administrasi. √
Catatan 23
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
√
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jumlah beban bunga berdasarkan
kelompok produk/jasa utama.
b) Beban Provisi dan Komisi
√
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jumlah beban beban provisi dan
komisi berdasarkan kelompok produk
/jasa utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan
Beban Kerugian Penurunan Nilai
√
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah
beban kerugian penurunan nilai untuk
masing-masing akun Piutang Pembiayaan
Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan
Piutang Sewa Pembiayaan.
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
√ Ekshibit B
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
√ Ekshibit B
b) rincian dan jumlah Beban lainnya.
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang dihitung
√
dengan menggunakan metode Ekshibit B
suku bunga efektif;
(b) beban keuangan dalam sewa
pembiayaan yang diakui sesuai √
SAK yang berlaku; dan Ekshibit B
(c) selisih kurs yang berasal dari
pinjaman dalam mata uang
61
Page 62
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
asing sepanjang selisih kurs √
tersebut diperlakukan sebagai
penyesuaian terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi
dari transaksi instrumen keuangan
meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari
kuotasi atas investasi tersedia
√
untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen
keuangan yang diakui pada √ Ekshibit B, Catatan 22
Nilai Wajar melalui laba rugi;
dan
(c) amortisasi premi/diskonto
kontrak berjangka yang
√
bertujuan untuk lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas
Asosiasi dan/atau Ventura Bersama
meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing
entitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama yang dicatat dengan √
menggunakan metode ekuitas; dan
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi
dari operasi yang dihentikan, yang
diungkapkan secara terpisah. √
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas
√
Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jumlah berdasarkan jenis aset
keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari
kenaikan (penurunan) nilai surat-
√
surat berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jumlah berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-
surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah √
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jumlah berdasarkan jenis.
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset
√
Tetap maupun Aset Takberwujud;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas
√ Catatan 15
program manfaat pasti;
c) selisih kurs karena penjabaran laporan
√
keuangan;
d) keuntungan (kerugian) dari aset √
keuangan tersedia untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan
kerugian instrumen lindung nilai dalam √
rangka lindung nilai arus kas; dan
f) bagian pendapatan komprehensif lain
dari entitas asosiasi dan/atau Ventura √
Bersama.
62
Page 63
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak
yang terdiri dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini; √ Catatan 12
(2) penyesuaian yang diakui pada
periode atas pajak kini yang √
berasal dari periode lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak
tangguhan yang berasal dari √ Catatan 12
perbedaan temporer dan
pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak
tangguhan terkait dengan
√ Catatan 12
perubahan tarif pajak atau
penerapan peraturan perpajakan
yang baru;
(5) jumlah manfaat yang berasal dari
rugi pajak yang tidak diakui
√
sebelumnya atau perbedaan
temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi
beban pajak kini dan beban pajak
tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang
disebabkan oleh penurunan atau
pembalikan penurunan √
sebelumnya atas aset pajak
tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan)
terkait dengan perubahan
kebijakan akuntansi dan
√
kesalahan yang diperhitungkan
dalam laporan laba rugi
komprehensif, dikarenakan tidak
dapat diperlakukan secara
retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan
terkait dengan transaksi yang
dibebankan atau dikreditkan langsung √
ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait
Catatan 12 & 15
dengan setiap komponen pendapatan
√
komprehensif lain, kecuali untuk bagian
pendapatan komprehensif lain dari
entitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban
(penghasilan) pajak dan laba akuntansi
dalam satu atau kedua bentuk berikut
ini:
(1) rekonsiliasi antara beban
(penghasilan) pajak dan hasil
Catatan 12
perkalian laba akuntansi dengan √
tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar
perhitungan tarif pajak yang
berlaku; atau
63
Page 64
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak
efektif rata-rata dan tarif pajak
yang berlaku, dengan √
mengungkapkan dasar
perhitungan tarif pajak yang
berlaku;
e) penjelasan mengenai perubahan tarif
pajak yang berlaku dan perbandingan
√
dengan tarif pajak yang berlaku pada
periode akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan,
jika ada) perbedaan temporer yang
dapat dikurangkan dan rugi pajak belum √
dikompensasi yang tidak diakui sebagai
aset pajak tangguhan dalam laporan
keuangan;
g) jumlah agregat perbedaan temporer
yang terkait dengan investasi pada
√
entitas anak, cabang, entitas asosiasi,
dan bagian partisipasi dalam Ventura
Bersama atas liabilitas pajak tangguhan
yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan
beban pajak kini dengan cara sebagai
berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut √ Catatan 12
akuntansi;
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif √ Catatan 12
atau negatif (dirinci); dan
(3) laba kena pajak; √ Catatan 12
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak
kini dengan menerapkan tarif pajak
sesuai dengan ketentuan perundang- Catatan 12
√
undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak
hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam
√ Catatan 12
pengisian SPT Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer dan
setiap jenis rugi pajak yang belum
dikompensasi:
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak
tangguhan yang diakui pada √ Catatan 12
laporan posisi keuangan untuk
periode sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak
tangguhan yang diakui dalam laba
rugi, apabila jumlah tersebut
tidak terlihat dari perubahan
jumlah aset atau liabilitas pajak √
tangguhan yang diakui dalam
laporan posisi keuangan;
l) beban pajak terkait dengan operasi
yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas √
penghentian; dan
(2) laba rugi dari kegiatan normal
atas operasi yang dihentikan
selama periode, bersama dengan √
jumlah terkait untuk setiap
periode sajian;
64
Page 65
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan
atas dividen kepada pemegang saham
Perusahaan yang diusulkan atau √
diumumkan sebelum Laporan
Keuangan Diotorisasi untuk Terbit
namun tidak diakui sebagai Liabilitas
dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah
pengakuan untuk aset pajak tangguhan √
praakuisisi apabila Perusahaan adalah
pihak pengakuisisi dalam suatu
kombinasi bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang
menyebabkan manfaat pajak
tangguhan wajib diakui apabila
manfaat pajak tangguhan yang
√
diperoleh dari kombinasi bisnis tidak
diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui
setelah tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan
atau bukti yang mendukung pengakuan
atas aset pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan
√
bergantung pada kondisi laba
kena pajak mendatang lebih besar
dari laba pembalikan perbedaan
temporer kena pajak yang telah
ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada
periode kini atau periode √
sebelumnya yang mengakibatkan
diakuinya aset pajak tangguhan
terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan
Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang
dalam penghitungan laba per saham dasar
√ Catatan 26
dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah
tersebut terhadap laba atau rugi yang
dapat diatribusikan kepada entitas induk
untuk periode tersebut. Rekonsiliasi
tersebut mencakup dampak individual dari
setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
yang digunakan sebagai penyebut dalam
penghitungan laba per saham dasar dan √ Catatan 26
dilusian, dan rekonsiliasi penyebut
tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup
dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba per
saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat
diterbitkan secara kontinjen) yang
√
berpotensi mendilusi laba per saham dasar
di masa depan, namun tidak dimasukkan
dalam penghitungan laba per saham
dilusian karena instrumen tersebut
bersifat antidilutif untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau
transaksi instrumen berpotensi saham
65
Page 66
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
biasa, selain yang dihitung sesuai dengan √
SAK yang berlaku, yang terjadi setelah
periode pelaporan dan akan secara
signifikan mengubah jumlah saham biasa
atau instrumen berpotensi saham biasa
yang beredar pada akhir periode tersebut
seandainya transaksi dimaksud terjadi
sebelum akhir periode pelaporan; dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk √
Catatan 26
operasi yang dihentikan. Perusahaan tidak
memiliki potensi
saham dilutif.
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau
saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 √
(satu miliar rupiah) untuk
transaksi dengan orang atau
anggota keluarga terdekat;
dan/atau
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima
√
perseratus) dari modal disetor
untuk transaksi dengan entitas
berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang √
atau anggota keluarga terdekat meliputi
nama, sifat dan hubungan dengan pihak
berelasi serta informasi tentang
transaksi dan saldo dengan pihak
dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas
berelasi meliputi sifat dan hubungan
dengan pihak-pihak berelasi serta
informasi mengenai transaksi dan saldo,
termasuk komitmen, yang diperlukan
untuk memahami potensi dampak
hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta
persentasenya terhadap total √
pendapatan dan beban terkait;
(2) jumlah saldo beserta
persentasenya terhadap total Aset
atau Liabilitas, termasuk
komitmen, dan:
(a) persyaratan dan
ketentuannya, termasuk √
apakah terdapat jaminan,
dan sifat imbalan yang akan
diberikan, untuk
penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang √
diberikan atau diterima;
(3) jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara √
individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait
dengan jumlah saldo piutang
66
Page 67
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
usaha dan piutang pihak berelasi
non-usaha; dan
(4) alasan dan dasar pembentukan
cadangan kerugian penurunan √
nilai, jika dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan
sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
dan b) dilakukan secara terpisah untuk
masing-masing kategori berikut:
(1) entitas induk; √
(2) entitas dengan pengendalian
bersama atau Pengaruh Signifikan √
terhadap entitas;
(3) entitas anak; √
(4) entitas asosiasi; √
(5) Ventura Bersama dimana entitas
√
merupakan venturer;
(6) personil manajemen kunci dari √ Catatan 32
entitas pelapor atau entitas
induknya; dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya. √
e) seluruh kompensasi yang diberikan
kepada masing-masing anggota atau
kelompok direksi, komisaris, pemegang
saham utama yang juga sebagai
karyawan, dan manajemen kunci
lainnya untuk masing-masing kategori
berikut:
(1) imbalan kerja jangka pendek; √ Catatan 32
(2) imbalan pascakerja; √ Catatan 32
(3) imbalan kerja jangka panjang
√ Catatan 32
lainnya;
(4) pesangon pemutusan kontrak √ Catatan 32
kerja; dan
(5) pembayaran berbasis saham. √
f) untuk entitas berelasi dengan
pemerintah :
(1) nama entitas berelasi dengan √
pemerintah dan sifat hubungannya
dengan Perusahaan;
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi
yang secara individual signifikan; √
dan
(3) untuk transaksi lainnya yang
secara kolektif, tetapi tidak secara √
individual, signifikan, indikasi
secara kuantitatif atau kualitatif
atas luasnya transaksi tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang
Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah
mata uang selain mata uang fungsional.
√ Catatan 29
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing serta √ Catatan 29
ekuivalennya dalam mata uang
fungsional;
67
Page 68
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas √ Catatan 29
moneter dalam mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta berjangka
dan ekuivalen dalam mata uang √
fungsional;
(4) jumlah selisih kurs yang diakui
dalam laba rugi, kecuali untuk
selisih kurs yang timbul pada √
instrumen keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi;
dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam
pendapatan komprehensif lain dan
diakumulasikan dalam komponen
ekuitas yang terpisah, serta √
rekonsiliasi selisih kurs tersebut
pada awal dan akhir periode.
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang
diakui atau dibalik selama periode
tertentu untuk suatu aset individual,
termasuk goodwill atau suatu unit
penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang
mengindikasikan pengakuan atau √
pembalikan rugi penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang
√
diakui dalam laba rugi selama
periode tersebut dan unsur laporan
laba rugi komprehensif yang
didalamnya tercakup rugi
penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan
√
nilai yang diakui dalam laba rugi
selama periode tersebut dan unsur
laporan laba rugi komprehensif yang
di dalamnya tercakup rugi
penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi √
penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas
√
aset revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain
selama periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan √
nilai atas aset revaluasian yang
diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama periode
tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud √
dalam angka (1) dilakukan untuk setiap
kelompok aset.
25) Perubahan Estimasi Akuntansi,
Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan
Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan √
estimasi akuntansi;
68
Page 69
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) jumlah perubahan estimasi yang
berdampak pada periode berjalan; √
dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada
periode mendatang. Dalam hal √
jumlah dampak pada periode
mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan √
akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan
akuntansi baru memberikan √
informasi yang andal dan relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk periode
berjalan dan setiap periode lalu
sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan √
yang terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan √
dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang terkait
√
dengan periode-periode sebelum
periode yang disajikan. Dalam hal
tidak praktis dilakukan, maka
diungkapkan alasannya; dan
(5) keadaan yang membuat
penerapan retrospektif tidak √
praktis untuk suatu periode
tertentu atau untuk periode-
periode sebelum periode-periode
tersebut disajikan dan tanggal
dimulainya perubahan kebijakan
akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari kesalahan periode lalu; √
(2) jumlah koreksi untuk setiap
periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan √
keuangan; dan
(b) laba per saham dasar dan √
dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal periode √
sajian paling awal; dan
(4) keadaan yang membuat
penerapan retrospketif tidak √
praktis dilakukan dan penjelasan
mengenai cara dan waktu
dilakukannya koreksi apabila
penyajian kembali retrospektif
tidak praktis.
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-
hal sebagai berikut untuk setiap
69
Page 70
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kombinasi bisnis yang terjadi selama
periode pelaporan, yaitu:
√ Catatan 1d & 17
(1) nama dan penjelasan tentang
pihak yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi; √ Catatan 1d & 17
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya
penerbitan Efek utang dan Efek Catatan 17
√
ekuitas, periode berjalan, dan
akumulasinya untuk masing-
masing kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas
√ Catatan 1d
berhak suara yang diperoleh;
(5) alasan utama untuk kombinasi
√
bisnis dan penjelasan tentang cara
pihak pengakuisisi memperoleh
Pengendalian atas pihak yang
diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang
faktor yang membentuk goodwill √
yang diakui;
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal
akuisisi atas total imbalan yang
√ Catatan 17
dialihkan dan Nilai Wajar tanggal
akuisisi untuk setiap kelompok
utama imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi
dan aset indemnifikasi:
√
(a) jumlah yang diakui pada
tanggal akuisisi;
(b) penjelasan tentang
kesepakatan dan dasar √
penentuan jumlah
pembayaran; dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak
didiskonto) atau, jika apabila
kisaran tidak dapat
diestimasikan maka fakta
√
dan alasan mengapa kisaran
tersebut tidak dapat
diestimasikan. Dalam hal
jumlah maksimum
pembayaran tidak terbatas,
maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan fakta
tersebut;
(9) Perusahaan harus
mengungkapkan piutang yang
diperoleh berdasarkan kelompok
utama piutang, misalnya pinjaman
yang diberikan, sewa pembiayaan
langsung, dan kelompok piutang
lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang; √
(b) jumlah piutang bruto
kontraktual; dan √
(c) estimasi terbaik pada tanggal
√
akuisisi atas jumlah arus kas
kontraktual yang
diperkirakan tidak tertagih;
70
Page 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(10) jumlah yang diakui pada tanggal
akuisisi untuk setiap kelompok √
utama Aset yang diperoleh dan
Liabilitas yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang
diakui pada Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai
karakteristik kewajiban dan
perkiraan saat arus keluar
sumber daya ekonomi √
terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian saat
atau jumlah arus keluar
tersebut. Dalam hal √
diperlukan, Perusahaan
harus mengungkapkan
asumsi utama yang
mendasari prakiraan
peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian
yang akan diterima dengan
√
menyebutkan jumlah Aset
yang telah diakui untuk
estimasi penggantian
tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi
tidak diakui karena Nilai Wajarnya
tidak dapat diukur secara andal,
maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana
dimaksud dalam angka 33 √
huruf b) angka (4) terkait
perikatan dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat
√
diukur secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan
diskon:
(a) jumlah keuntungan yang
diakui dan pos dalam laporan √
laba rugi komprehensif
dimana keuntungan tersebut
diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan
transaksi tersebut √
menghasilkan keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana
pihak pengakuisisi memiliki
kurang dari 100% (seratus
perseratus) dari kepentingan
ekuitas pihak yang diakuisisi pada
tanggal akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan
nonpengendali pada pihak √
yang diakuisisi, yang diakui
pada tanggal akuisisi dan
dasar pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input
model utama yang
digunakan dalam penentuan
71
Page 72
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
nilai tersebut, untuk setiap √
kepentingan nonpengendali
pada pihak yang diakuisisi
yang diukur pada Nilai Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis
yang dilakukan secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal
akuisisi atas kepentingan
ekuitas pihak yang diakuisisi
yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi segera sebelum √
tanggal akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau
kerugian yang diakui sebagai
hasil dari pengukuran
kembali Nilai Wajar dari
kepentingan ekuitas pada √
pihak yang diakuisisi yang
dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum
kombinasi bisnis dan pos
dalam laporan laba rugi
komprehensif untuk
mengakui keuntungan atau
kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba
atau rugi dari pihak yang
diakuisisi sejak tanggal
akuisisi yang dimasukkan
dalam laporan laba rugi
√
komprehensif pada periode
pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi
dari entitas hasil
penggabungan untuk periode
pelaporan berjalan seolah-
olah tanggal akuisisi untuk √
semua kombinasi bisnis yang
terjadi selama tahun berjalan
telah diperhitungkan sejak
awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi
pada periode sekarang dan periode
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi
pihak pengakuisisi wajib
mengungkapkan informasi berikut untuk
setiap kombinasi bisnis yang material
atau secara kolektif material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk
kombinasi bisnis belum selesai
untuk Aset, Liabilitas,
kepentingan nonpengendali
tertentu atau jenis imbalan dan
jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan kombinasi bisnis
sehingga ditentukan hanya
bersifat penyisihan, maka
diungkapkan:
72
Page 73
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) alasan akuntansi awal untuk √
kombinasi bisnis belum
selesai;
√
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan
ekuitas atau jenis imbalan
yang akuntansi awalnya
belum selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap √
penyesuaian periode
pengukuran yang diakui
selama periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah
tanggal akuisisi sampai dengan
Perusahaan mendapatkan,
menjual atau kehilangan hak atas
aset imbalan kontinjensi, atau
sampai dengan Perusahaan
menyelesaikan liabilitas imbalan
kontinjensi atau liabilitas tersebut
dibatalkan atau lewat waktu, maka
diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam
jumlah yang diakui, √
termasuk setiap perbedaan
yang timbul selama
penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam √
kisaran hasil (tidak
didiskonto) dan alasan
perubahan tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input √
model utama yang
digunakan untuk mengukur
imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui √
dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat
goodwill pada awal dan akhir √
periode pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap
keuntungan atau kerugian yang
diakui pada periode pelaporan
yang:
(a) terkait dengan aset √
teridentifikasi yang diperoleh
atau liabilitas yang diambil-
alih dalam kombinasi bisnis
pada periode pelaporan
berjalan atau periode
pelaporan sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau kejadian
relevan yang diungkapkan
untuk memahami laporan √
keuangan Perusahaan hasil
penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan
Bapepam dan LK dalam pelaksanaan
√
transaksi kombinasi bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-
hal berikut secara keseluruhan,
73
Page 74
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
sehubungan dengan perolehan atas
entitas anak dan unit bisnis lainnya
selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan;
√
(2) bagian dari harga yang merupakan
√
Kas dan Setara Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada
√
entitas anak atau bisnis lainnya
apabila Pengendalian diperoleh;
dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain
Kas dan Setara Kas pada entitas √
anak atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan kategori
utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan
√ Catatan 25
oleh manajemen untuk
mengidentifikasi segmen
dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang
menghasilkan pendapatan dari √
setiap segmen dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau rugi
segmen, termasuk pendapatan dan
beban tertentu, aset segmen, dan
liabilitas segmen dari segmen Catatan 25
√
dilaporkan, serta dasar
pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan
segmen, ukuran laba atau rugi
segmen dilaporkan, aset segmen, √
liabilitas segmen, dan unsur segmen
material lainnya terhadap jumlah
yang terkait dalam laporan
keuangan Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan
√
eksternal untuk setiap produk dan
jasa atau setiap kelompok produk
dan jasa yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan
eksternal yang diatribusikan
kepada:
i. negara domisili
Perusahaan; dan √
ii. semua negara asing secara
total dimana Perusahaan
memperoleh pendapatan.
Dalam hal pendapatan dari
√
suatu negara asing secara
individual jumlahnya
74
Page 75
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
material, pendapatan
tersebut diungkapkan
secara terpisah, termasuk
dasar pengatribusian
pendapatannya kepada
negara tersebut secara
individual.
(b) Aset tidak lancar selain
instrumen keuangan, aset
pajak yang ditangguhkan, aset
imbalan pascakerja, dan hak
yang terjadi akibat kontrak
asuransi yang berlokasi di:
i. negara domisili
Perusahaan; dan √
ii. semua negara asing secara
total dimana Perusahaan
memiliki aset. Dalam hal
aset dari suatu negara √
asing secara individual
jumlahnya material, maka
aset tersebut diungkapkan
secara terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari
transaksi dengan pelanggan
eksternal tunggal mencapai 10%
(sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan
harus mengungkapkan:
(a) fakta;
√
(b) total pendapatan dari setiap
pelanggan; dan √
(c) identitas segmen yang
melaporkan pendapatan √
tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang alasan operasi
√
dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari
√
penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang
diharapkan, cara, dan waktu
pelepasan dari aset dan liabilitas
operasi yang dihentikan; dan
(3) pengaruh dari operasi yang √
dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak lancar
atau kelompok lepasan disajikan
sesuai SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi
terkait dengan laba (rugi) operasi yang
dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang
disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba
atau rugi sebelum pajak dari √
operasi yang dihentikan dan
beban pajak penghasilan
yang terkait; dan
75
Page 76
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) laba atau rugi yang diakui
dalam pengukuran ke Nilai √
Wajar setelah dikurangi biaya
untuk menjual atau
pelepasan aset atau
kelompok lepasan yang
terkait dengan operasi yang
dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat
diatribusikan pada aktivitas √
operasi, investasi dan pendanaan
dari operasi yang dihentikan; dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi
yang dilanjutkan dan operasi yang
dihentikan yang dapat √
diatribusikan pada pemilik entitas
induk.
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif
Melekat
a) Perusahaan wajib mengelompokkan
instrumen derivatif sesuai dengan
tujuannya, yaitu untuk lindung nilai √
atau tujuan lainnya (non lindung nilai),
seperti untuk tujuan spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau
menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak
instrumen derivatif dalam kelompok
klasifikasi lindung nilai dan kelompok
non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi,
berupa transaksi berjangka dalam
√
bentuk valuta, bunga, komoditas
atau lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi √
(counterparties);
(3) tanggal jatuh tempo; √
(4) nilai keseluruhan kontrak dan
Nilai Wajar pada tanggal laporan √
posisi keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada √
periode pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang √
dilindung nilai; dan
(7) persyaratan penting lainnya. √
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk
memahami tujuan transaksi √
derivatif dan strategi untuk
mencapai tujuan tersebut;
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk
√
setiap klasifikasi lindung nilai,
termasuk penjelasan mengenai
Aset dan/atau Liabilitas dan jenis
transaksi yang dilindung nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak
dimaksudkan sebagai suatu √
lindung nilai, disebutkan
tujuannya.
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap
kelompok aset keuangan dan liabilitas
keuangan antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan √ Catatan 28
Liabilitas tersebut dengan cara yang
76
Page 77
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
memungkinkan untuk dapat
diperbandingkan dengan nilai tercatat
dalam laporan posisi keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan
√ Catatan 28
yang digunakan dalam menentukan Nilai
Wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan.
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham
√ Catatan 19
yang telah dideklarasikan dan dibayarkan
sebagai distribusi kepada pemilik pada
periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk:
(1) periode pelaporan, dan √
(2) periode sebelumnya; √
c) jumlah dividen dan dividen per saham
yang diusulkan atau dideklarasikan
√
setelah periode pelaporan tetapi sebelum
tanggal penyelesaian laporan keuangan
dan tidak diakui sebagai Liabilitas kepada
pemilik pada akhir periode pelaporan;
dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang
√
tidak diakui.
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura
Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas
√
kontinjensi dengan jumlah liabilitas
kontinjensi lainnya secara terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen modal
√
terkait dengan bagian partisipasinya
dalam Ventura Bersama secara
terpisah dari komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian
√
partisipasi dalam Ventura Bersama
yang signifikan dan bagian partisipasi
kepemilikan dalam pengendalian
bersama entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui
dalam pengendalian bersama entitas,
agar ditambahkan pengungkapan
tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk
√
mengakui bagian partisipasinya;
dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar,
√
aset tidak lancar, liabilitas jangka
pendek, liabilitas jangka panjang,
penghasilan dan beban yang
terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura
Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan
distribusi, bantuan manajemen
77
Page 78
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dan teknis, royalti, dan lisensi,
diungkapkan: √
i. pihak-pihak yang terkait
dalam perjanjian; √
ii. periode berlakunya
perikatan;
√
iii. dasar penentuan
kompensasi dan denda;
√
iv. jumlah beban atau
pendapatan pada periode
pelaporan; dan
√
v. pembatasan-pembatasan
lainnya;
(b) kontrak atau perjanjian yang
memerlukan penggunaan dana
di masa yang akan datang,
seperti: pembangunan pabrik,
perjanjian pembelian, ikatan
untuk investasi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait
√ Catatan 27
dalam perjanjian;
ii. periode berlakunya √
perikatan; Catatan 27
iii. nilai keseluruhan, mata
uang, dan bagian yang telah √ Catatan 27
direalisasi; dan
iv. sanksi-sanksi; √
(2) pemberian jaminan atau garansi,
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan √
yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak
berelasi dan pihak ketiga untuk
pihak yang dijamin; √
(b) latar belakang dikeluarkannya √
jaminan;
(c) periode berlakunya jaminan; √
dan
√
(d) nilai jaminan;
(3) fasilitas kredit yang belum
digunakan, misalnya fasilitas L/C, √
cerukan bank; dan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah
dan batasan-batasannya.
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum,
√
diungkapkan:
√
(a) pihak-pihak yang terkait;
(b) jumlah yang diperkarakan; √
(c) latar belakang, isi dan status
perkara dan pendapat hukum √
(legal opinion); dan
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang √
berdampak terhadap Perusahaan,
78
Page 79
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
misalnya masalah lingkungan
hidup, diungkapkan uraian singkat
tentang peraturan dan estimasi
dampak keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak
tambahan: √
(a) jenis ketetapan atau tagihan
pajak, jenis pajak, tahun pajak
serta jumlah pokok dan denda
atau bunganya; dan √
(b) sikap Perusahaan terhadap
ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang
diungkapkan antara lain: √
(a) karakteristik aset atau liabilitas
√
kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak
keuangannya; √
(c) indikasi tentang ketidakpastian
yang terkait dengan jumlah
atau waktu arus keluar sumber
√
daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh
pihak ketiga.
34) Khusus Industri Perkebunan
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma; √
b) Pihak-pihak yang terkait dalam
kerjasama; √
c) Lokasi aset dan jangka waktu
pengelolaan; √
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing
pihak dalam kerjasama; √
e) Ketentuan tentang perubahan perjanjian
√
kerjasama; dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada. √
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan
informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat dan luas risiko yang
timbul dari instrumen keuangan, serta
kebijakan dalam pengelolaan risiko,
termasuk, namun tidak terbatas pada
risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar
analisis umur aset keuangan yang
belum jatuh tempo atau tidak √ Catatan 29
mengalami penurunan nilai dan
yang lewat jatuh tempo pada akhir
periode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk
√ Catatan 29
liabilitas keuangan derivatif
dan nonderivatif yang
menunjukkan sisa jatuh tempo
kontraktual yang bertujuan
79
Page 80
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
untuk pemahaman terhadap
periode arus kas;
(b) deskripsi mengenai cara
Perusahaan mengelola risiko
likuiditas; √ Catatan 29
(3) risiko pasar, antara lain analisis
sensitivitas untuk setiap jenis risiko
pasar dimana entitas terdampak Catatan 29
√
pada akhir periode pelaporan, yang
menunjukkan dampak perubahan
pada variabel risiko yang relevan
pada tanggal tersebut terhadap laba
rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh √ Catatan 29
Perusahaan.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan
kualitatif dan pengungkapan kuantitatif
untuk setiap jenis risiko yang timbul dari √
Catatan 29
instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital
Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah √
rasio kecukupan modal pada tanggal
laporan posisi keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan √
peraturan Bank Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari √
perhitungan CAR.
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) Rincian perhitungan dan posisi
devisa neto menurut jenis mata
uang pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum √
berdasarkan peraturan Bank
Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari
√
perhitungan posisi devisa neto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas
Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar
√
hukum yang melandasi jaminan atas
dana pihak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain
uraian masing-masing aktivitas √
fiduciaryyang meliputi jasa kustodian,
wali amanat, pengelolaan investasi dan
reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian
mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi yang
meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi √
dalam laporan posisi keuangan dan
80
Page 81
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
jumlah tersebut disajikan selama tiga
tahun berurutan sejak kuasi-
reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan
rencana manajemen dan pemegang
saham setelah kuasi-reorganisasi yang
√
menggambarkan prospek usaha di masa
mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan
sebelum, pada saat dan sesudah kuasi-
reorganisasi;
√
d) Rincian dari jumlah yang membentuk
akun selisih penilaian Aset dan liabilitas
sebelum digunakan untuk mengeliminasi
defisit; dan √
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya
kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba
dalam laporan posisi keuangan untuk √
jangka waktu 10 tahun ke depan sejak
kuasi-reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan,
kebijakan, dan proses Perusahaan dalam
mengelola permodalannya, termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola √ Catatan 30
sebagai modal;
(2) sifat persyaratan dan Catatan 30
√
implementasinya dalam hal
Perusahaan diharuskan untuk
memenuhi persyaratan permodalan
yang disyaratkan oleh pihak
eksternal; dan
(3) cara Perusahaan memenuhi
√
tujuannya dalam mengelola Catatan 30
permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian √ Catatan 30
yang dikelola sebagai modal;
c) setiap perubahan pada angka a) dan √ Catatan 30
angka b) dari periode sebelumnya;
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap
√
setiap persyaratan permodalan dari pihak Catatan 30
eksternal (jika ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan √
persyaratan permodalan dari pihak
eksternal, apabila terjadi ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan √ Catatan 31
pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak
termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa √
perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan
saham, dan konversi utang menjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham
81
Page 82
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas
pembayaran berbasis saham baik untuk √
jangka pendek ataupun jangka
panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis
perjanjian pembayaran berbasis saham √
yang ada pada suatu periode, termasuk
syarat dan ketentuan umum setiap
perjanjian, seperti kondisi vesting,
jangka waktu maksimum atas opsi yang
diberikan, dan metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga
√
eksekusi opsi saham untuk setiap
kelompok opsi saham;
d) untuk opsi saham yang dieksekusi
√
selama periode, rata-rata tertimbang
harga saham pada tanggal eksekusi
atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata
tertimbang sisa umur kontrak untuk √
opsi saham yang beredar pada akhir
periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan
mengungkapkan paling kurang hal-hal
sebagai berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu
periode, rata-rata tertimbang Nilai
√
Wajar opsi tersebut pada tanggal
pengukuran dan informasi tentang
bagaimana Nilai Wajar tersebut
diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang
nilai wajar instrumen ekuitas √
tersebut pada tanggal
pengukuran, dan informasi
tentang pengukuran Nilai Wajar
tersebut untuk instrumen ekuitas
lain yang diberikan selama suatu
periode (yaitu selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis
saham terhadap laba rugi Perusahaan √
dalam suatu periode dan terhadap
posisi keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas
Tingkat Solvabilitas,
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan; √
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas; √
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus
dipenuhi; √
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai
√
(5) perusahaan per tanggal pelaporan;
dan √
(6) Jumlah investasi yang diperkenankan
dalam perhitungan solvabilitas. √
82
Page 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program
Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit √
Asuransi Syariah;
√
b) Jenis Akad Asuransi Syariah;
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, √
Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi
Syariah; dan
d) Zakat. √
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat,
jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi; √
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √
c) Rasio keuangan penting; √
d) Pendapatan, beban dan hasil
underwriting; dan √
e) Peristiwa atau keadaan yang
√
mempengaruhi kinerja atau
kelangsungan hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat √
(jenis kayu);
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara
seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran √
wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang
berhubungan dengan pelaksanaan √
penanaman kembali hutan alam (TPTI,
pembinaan dan perlindungan hutan,
penanaman tanah kosong dan usaha
lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan √
pelaksanaan Bina desa hutan dan
biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi √
anggaran dan penanaman pada periode
berjalan dan akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan pembangunan
sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan √
jembatan serta pemeliharaannya;
dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada
√
periode berjalan dan akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima
informasi setelah periode pelaporan √
tentang kondisi yang ada pada akhir
periode pelaporan, maka Perusahaan
memutakhirkan pengungkapan kondisi
tersebut sesuai dengan informasi
terkini; dan
83
Page 84
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
contoh peristiwa setelah periode
pelaporan yang mensyaratkan entitas
untuk menyesuaikan jumlah yang
diakui dalam laporan keuangannya,
atau untuk mengakui peristiwa yang
sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa
nonpenyesuai yang material setelah
periode pelaporan, maka Perusahaan
mengungkapkan uraian peristiwa,
misalnya:
√
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan √
(3) estimasi atas dampak keuangan,
√
atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat
dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar
Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang
Terkait dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan
suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait
dengan aktivitas Perusahaan, yang telah
diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang
harus diungkapkan antara lain:
a) judul SAK dan jenis peraturan baru
√ Catatan 2b
tersebut;
b) sifat dari perubahan yang belum
berlaku efektif atau perubahan √ Catatan 2b
kebijakan akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan √ Catatan 2b
baru tersebut disyaratkan; dan
d) pembahasan mengenai dampak
penerapan awal SAK dan peraturan
baru atas laporan keuangan atau √
pernyataan manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui atau
diestimasi secara wajar.
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah
penyajian atau pengklasifikasian pos-
pos dalam laporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:
(1) sifat reklasifikasi; √
(2) jumlah masing-masing pos atau
√
gabungan beberapa pos yang
direklasifikasi; dan
(3) alasan reklasifikasi. √
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif
tidak praktis untuk dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi
√
jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan
dilakukan jika jumlah tersebut
√
direklasifikasi.
84
Page 85
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima,
Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal
sebagai berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang √
diakui dalam laporan keuangan dan
indikasi bentuk lain dari bantuan
pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan
kontinjensi lain yang melekat atas
√
bantuan pemerintah yang telah diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar
Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan
yang menyusun laporan keuangan √
dengan menggunakan standar
akuntansi selain SAK untuk memenuhi
persyaratan otoritas pasar modal di
negara lain atau dalam rangka
penawaran Efek di negara lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK
dengan standar akuntansi di
√
negara lain;
(2) rekonsiliasi pos-pos yang
berbeda untuk laporan posisi
√
keuangan beserta
penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang
berbeda untuk laporan laba rugi
√
komprehensif beserta
penjelasannya.
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan
oleh otoritas pasar modal di negara lain
untuk melakukan pengungkapan
√
tambahan mengikuti ketentuan yang
berlaku di negara tersebut, maka
pengungkapan tersebut wajib
ditambahkan dalam laporan keuangan.
50) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat,
jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau √
keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja
perusahaan, seperti peristiwa/keadaan yang
mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan.
85
Page 86
Jakarta, 27 Maret 2024
Tri Boewono
Presiden Direktur
86
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Tanubrata
p.1
unresolved
org
Tanubrata Sutanto Fahmi
p.1
unresolved
org
Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.1
unresolved
org
Bambang & Rekan
p.1
unresolved
person
Nanda Priyatna Broto
p.1
unresolved
person
Harahap
p.1
unresolved
person
CPA
p.1
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×12
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.35
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.55
unresolved
org
Bapepam
p.73 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.