Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 72
Page 1
PT Radiant Utama Interinsco Tbk dan Entitas Anaknya Laporan keuangan konsolidasian interim tanggal 31 Maret 2026 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Tidak diaudit) FINANCIAL STATEMENTS
Page 2
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2026 dan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-63
Informasi Keuangan Tambahan (i)-(vii)
Page 3
Page 4
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4,32,33 158.648.985.854 147.699.876.584
Piutang usaha, neto 5,32,33 851.026.186.861 830.002.018.723
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 6.299.486.301 9.120.014.047
Pihak berelasi 4.165.906.470 4.874.613.545
Aset keuangan lancar lain-lain 7,33 20.090.214.965 15.371.613.879
Persediaan 8 10.849.730.533 11.137.447.379
Pajak dibayar di muka 10.a 41.746.617.296 18.534.351.689
Biaya dibayar di muka 11 23.850.346.377 16.751.557.829
Uang muka 9 37.479.636.442 9.209.286.169
TOTAL ASET LANCAR 1.154.157.111.099 1.062.700.779.844
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan, neto 10.d 23.982.644.831 23.982.644.842
Estimasi tagihan pajak 10.b 2.267.375.074 13.410.904.666
Aset hak guna, neto 13 3.045.072.826 4.776.834.746
Aset tetap, neto 12 154.524.363.138 164.475.893.444
Aset tidak berwujud 684.062.500 746.250.000
Aset keuangan tidak lancar lainnya 14, 33 2.290.063.438 2.393.512.427
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 186.793.581.807 209.786.040.125
TOTAL ASET 1.340.950.692.906 1.272.486.819.969
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
1
Page 5
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 15, 32, 33 508.992.566.367 483.290.155.172
Utang usaha - pihak ketiga 16, 32, 33 124.417.807.093 94.738.763.180
Beban akrual 17, 32, 33 60.772.261.203 61.978.078.488
Utang pajak 10.c 20.473.012.452 6.680.907.314
Pendapatan diterima di muka 362.995.493 222.162.899
Bagian lancar atas:
Liabilitas sewa 13, 32, 33 5.318.158.523 8.003.452.614
Utang pembiayaan konsumen 18, 32, 33 945.972.890 927.061.610
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 721.282.774.021 655.840.581.277
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setelah dikurangi bagian lancar:
Liabilitas sewa 13,32, 33 5.592.737.815 5.752.186.874
Utang pembiayaan konsumen 18, 32, 33 1.551.734.270 1.813.951.360
Liabilitas imbalan kerja 19 47.539.242.427 47.282.850.565
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 54.683.714.512 54.848.988.799
TOTAL LIABILITAS 775.966.488.533 710.689.570.076
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 2.400.000.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor - 770.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham 20 77.000.000.000 77.000.000.000
Tambahan modal disetor 22 30.971.619.947 30.971.619.947
Penghasilan komprehensif lain 3.720.492.790 3.720.492.790
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 27 15.400.000.000 15.400.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 27 437.860.604.068 434.674.125.021
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk 564.952.716.805 561.766.237.758
Kepentingan non-pengendali 21 31.487.568 31.012.135
TOTAL EKUITAS 564.984.204.373 561.797.249.893
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.340.950.692.906 1.272.486.819.969
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
2
Page 6
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2026 2025
PENDAPATAN 23 492.407.202.025 440.026.382.058
BEBAN LANGSUNG 24 (444.490.541.716) (389.669.352.186)
LABA KOTOR 47.916.660.309 50.357.029.872
Beban umum dan administrasi 25 (31.735.418.336) (29.894.239.380)
Beban penjualan 25 (363.718.126) (830.139.753)
Laba (rugi) penjualan aset tetap 12 -- (6.654.167)
Laba selisih kurs 32 1.084.924.298 1.143.627.462
Pendapatan lain-lain, bersih 527.591.296 389.025.666
LABA USAHA 17.430.039.441 21.158.649.700
Beban bunga dan keuangan (13.371.103.183) (14.673.909.045)
Pendapatan bunga 1.400.996.229 346.369.951
LABA SEBELUM PAJAK 5.459.932.487 6.831.110.606
BEBAN PAJAK
Beban pajak penghasilan (2.272.978.007) (2.800.755.348)
LABA PERIODE BERJALAN 3.186.954.480 4.030.355.258
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Item yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
periode berikutnya
Perubahan nilai wajar aset keuangan pada nilai wajar - 1.278.000.000
Pajak terkait - (219.304.800)
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - 1.058.695.200
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 3.186.954.480 5.089.050.458
LABA PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 3.186.479.047 4.029.965.657
Kepentingan non-pengendali 21 475.433 389.601
TOTAL 3.186.954.480 4.030.355.258
TOTAL LABA KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 3.186.479.047 5.088.619.339
Kepentingan non-pengendali 21 475.433 431.119
TOTAL 3.186.954.480 5.089.050.458
LABA PER SAHAM DASAR 28 4,14 5,23
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
3
Page 7
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo laba Ekuitas yang dapat
Tambahan Ditentukan Belum ditentukan Penghasilan Komponen ekuitas diatribusikan kepada Kepentingan
Catatan Modal disetor modal disetor penggunaannya penggunaannya komprehensif lain/ lain Pemilik Entitas Induk non-pengendali Total ekuitas
Saldo 31 Desember 2024 77.000.000.000 30.971.619.947 15.400.000.000 383.269.234.349 12.628.896.727 35.986.090.012 555.255.841.035 29.308.214 555.285.149.249
Laba tahun berjalan 28 - - - 4.029.965.657 (777.504.709,00) -- 3.252.460.948 359.110 3.252.820.058
Saldo 31 Maret 2025 77.000.000.000 30.971.619.947 15.400.000.000 387.299.200.006 11.851.392.018 35.986.090.012 558.508.301.983 29.667.324 558.537.969.307
Saldo 31 Desember 2025 77.000.000.000 30.971.619.947 15.400.000.000 434.674.125.021 3.720.492.790 -- 561.766.237.758 31.012.135 561.797.249.893
Laba periode berjalan 28 - - - 3.186.479.047 - - 3.186.479.047 475.433 3.186.954.480
Saldo 31 Maret 2026 77.000.000.000 30.971.619.947 15.400.000.000 437.860.604.068 3.720.492.790 - 564.952.716.805 31.487.568 564.984.204.373
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
4
Page 8
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2026 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 471.383.033.887 506.152.599.198
Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan
dan lainnya (449.825.147.792) (446.925.999.413)
Pembayaran bunga dan beban keuangan (16.141.145.834) (13.874.351.233)
Pembayaran pajak penghasilan (2.272.978.007) (3.005.503.445)
Penerimaan restitusi pajak pertambahan nilai -- 9.538.469.045
Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 3.143.762.254 51.885.214.152
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 1.400.996.229 346.369.951
Perolehan aset tetap (6.843.711.307) (1.302.393.113)
Hasil penjualan aset tetap - 1.193.000.000
Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (5.442.715.078) 236.976.838
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penurunan (penambahan) piutang pihak berelasi 708.707.075 (1.063.837.085)
Penurunan (penambahan) aset keuangan lancar lainnya (4.718.601.086) (2.942.003.939)
Penurunan (penambahan) aset keuangan tidak lancar lainnya 103.448.989 1.018.107.212
Penambahan utang bank jangka pendek 539.223.970.559 539.119.021.014
Pembayaran utang bank jangka pendek (513.457.960.942) (571.740.163.814)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (243.305.810) (364.967.392)
Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan (10.098.402.122) (5.415.660.802)
Kas bersih diperoleh (digunakan untuk) dari aktivitas pendanaan 11.517.856.663 (41.389.504.806)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 9.218.903.839 10.732.686.184
Pengaruh selisih kurs mata uang asing 1.730.205.431 (1.340.371.633)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 147.699.876.584 103.890.935.212
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 158.648.985.854 99.268.540.699
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
5
Page 9
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Radiant Utama Interinsco Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta notaris No.41 tanggal
22 Agustus 1984 dari Hadi Moentoro, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No.C2-574-HT.01.01.TH.85 tanggal
11 Pebruari 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.49 tanggal 18 Juni 1985,
Tambahan No.860. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan akta notaris No. 3 tanggal 3 Juni 2008 dari P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H., notaris di Jakarta,
untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. Akta ini
telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. AHU-44233.AH. 01.02.TH.2008 tanggal 24 Juli 2008 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 99 tanggal 9 Desember 2008, Tambahan No. 267148.
Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Jalan Kapten Tendean No.24
Mampang Prapatan, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1984.
Pemegang saham pendiri Perusahaan adalah PT Radiant Nusa Investama.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
meliputi:
a. Jasa teknik instalasi dan rekayasa bidang minyak, gas bumi, dan energi.
b. Jasa sertifikasi mutu.
c. Jasa survei bidang minyak, gas bumi, dan energi.
d. Perdagangan besar (distributor) peralatan dan material bidang minyak dan gas bumi.
e. Jasa penyewa peralatan pertambangan minyak dan gas bumi.
f. Jasa perbaikan dan perawatan instalasi pertambangan minyak dan gas bumi.
g. Eksplorasi dan eksploitasi dan pengembangan bidang minyak dan gas bumi.
h. Penyediaan fasilitas-fasilitas produksi bidang minyak, gas bumi, dan energi.
i. Jasa-jasa penunjang bidang migas, pertambangan umum, dan energi.
j. Menyediakan dan memasok bahan-bahan, peralatan, kendaraan serta alat apung/ kapal/ tongkang
yang khusus digunakan untuk migas baik di darat maupun lepas pantai maupun pertambangan umum.
k. Distributor, agen, dan perwakilan dari badan-badan usaha baik dalam negeri maupun luar negeri.
l. Jasa penyedia/outsourcing dan management Sumber Daya Manusia.
m. Jasa marine/survey marine atau konsultansi bidang marine.
n. Jasa konsultansi lingkungan dan pemetaan.
o. Jasa konsultansi kontruksi dan non kontruksi.
p. Jasa konsultan keamanan.
q. Jasa penerapan peralatan keamanan.
r. Jasa pelatihan keamanan
s. Jasa penyedian tenaga keamanan
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Jumlah karyawan tetap Perusahaan rata-rata 238 dan 281 karyawan masing-masing untuk per tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Susunan Dewan komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Amira Ganis Amira Ganis
Komisaris Misyal Abdullah Bahwal Misyal Abdullah Bahwal
Komisaris Independen Nino Fediawan Kusmedi Nino Fediawan Kusmedi
6
Page 10
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (Lanjutan)
Direksi
Direktur Utama Aby Abdullah Ganis Aby Abdullah Ganis
Direktur Soeharto Nurcahyono Soeharto Nurcahyono
Direktur Zaki Maulana Zaki Maulana
Berdasarkan akta notaris Aulia Taufani, SH, No. 122 tanggal 26 Juni 2025 terkait perubahan direksi dan
komisaris, memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan Muhammad Hamid sebagai Komisaris, Winarno
Zain sebagai Komisaris Independen, Bibin Busono sebagai Direktur, serta menyetujui untuk mengangkat
Misyal Abdullah Bahwal sebagai Komisaris, Nino Fediawan Kusmedi sebagai Komisaris Independen, dan
Zaki Maulana sebagai Direktur.
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Nino Fediawan Kusmedi Nino Fediawan Kusmedi
Anggota Asep Hikmat Asep Hikmat
Tjahjo Dahono Tjahjo Dahono
Pembentukan Departemen Audit Internal Perusahaan berdasarkan keputusan Ketua Bapepam-LK
No.KEP-496/BL/2008 tentang Pembentukan dan Pedoman dan Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
Perusahaan mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PT Radiant Utama Interinsco Tbk. (SKD
No.0018.RUI/Kep.Dir/II/2020).
Audit Internal Erwin Arianto Erwin Arianto
Untuk memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.14 dan Peraturan BEI No.I-A tentang Pembentukan
Sekretaris Perusahaan, Perusahaan mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PT Radiant Utama Interinsco
Tbk. No.116/SK/RUI/VIII/2016 tanggal 8 Agustus 2016.
Sekretaris Perusahaan Mona Nazaruddin Mona Nazaruddin
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Saham
Pada tanggal 30 Juni 2006, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal/Bapepam (sekarang menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan-
Bapepam-LK) dengan suratnya No. S-824/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum kepada
masyarakat atas 170.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga penawaran Rp250
per saham.
Pada tanggal 12 Juli 2006 dilakukan pencatatan 600.000.000 saham Perusahaan milik pemegang saham
pendiri pada Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia).
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah
770,000,000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Obligasi
Pada tanggal 29 Juni 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan
suratnya No.S-3214/BL/2007 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Radiant Utama Interinsco I
tahun 2007 dengan jumlah pokok sebesar Rp100.000.000.000, tingkat bunga tetap 11,5% per tahun dan
berjangka waktu 4 tahun. Pada tahun 2010, obligasi ini telah dilunasi.
7
Page 11
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
d. Struktur Entitas Anak
Perusahaan memiliki baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% saham Entitas Anak pada
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, sebagai berikut:
Tahun
Persentase Operasi Jumlah Aset Jumlah Aset
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha Pemilikan Komersial 31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Supraco Indonesia ("SI") Jakarta Jasa penyediaan alat-alat 99,996% 1980 904.334.265.000 843.460.671.024
dan Entitas Anak eksplorasi
PT Supraco Daya Wisesa Jakarta Jasa penyediaan alat-alat 99,99% 2008 32.524.332.039 28.284.356.000
("SDW") eksplorasi
PT Supraco Lines ("SPL") Jakarta Jasa pelayaran dalam negeri 99,99% 2008 172.679.694.075 166.751.051.706
Perubahan dalam Entitas Anak selama tahun berjalan sebagai berikut:
Restrukturisasi dalam Grup
Pada tanggal 31 Maret 2021, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUI) menjual dan menyerahkan
kepemilikannya atas PT Supraco Lines (“SPL”) kepada PT Supraco Indonesia (“SI”) dengan biaya akuisisi
sebesar Rp 65.750.000.000. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan RUI di SPL menurun dari 98,75%
menjadi 47,97%. Lebih lanjut SPL menjadi entitas anak langsung dari SI.
Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan entitas anak secara bersama-sama disebut
sebagai “Grup”.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK-IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7
tentang pedoman penyajian laporan keuangan, keputusan Ketua Bapepam-LK
No. KEP-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan
publik.
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta
atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut.
8
Page 12
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah
(Rp) yang merupakan mata uang fungsional Grup. Setiap entitas di dalam Grup menetapkan mata uang
fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata
uang fungsional tersebut.
c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
Standar akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan dan relevan untuk Grup berlaku efektif sejak
tanggal 1 Januari 2026.
Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan”
PSAK No. 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan
PSAK No. 338 (Revisi 2025), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Standar akuntansi revisian berikut berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2027, tetapi tidak memiliki
pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan Grup:
PSAK No. 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan“. PSAK ini akan
menggantikan PSAK 201:“Penyajian Laporan Keuangan“
Amendemen PSAK No. 119, “Entitas Anak tanpa Akuntabilitas Publik“: Pengungkapan.
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian, Grup sedang mempertimbangkan implikasi
dari penerapan standar-standar tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anaknya seperti
disebutkan pada Catatan 1.d.
Pengendalian diperoleh ketika Grup terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut
melalui kekuasaannya atas investee. Secara khusus, Perusahaan mengendalikan investee jika, dan hanya
jika, Perusahaan memiliki seluruh hal berikut ini:
a. Kekuasaan atas investee (misalnya adanya hak yang memberikan Grup kemampuan saat ini untuk
mengarahkan aktivitas investee yang relevan);
b. Exposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatan Grup dengan investee; dan
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil Grup.
9
Page 13
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
Grup menilai kembali apakah masih mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
bahwa terdapat perubahan dalam satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas entitas
anak dimulai sejak tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir ketika
kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain (“OCI”) diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan kepentingan non pengendali (“KNP”), meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki
saldo defisit.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk
transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Jika anggota Grup menggunakan kebijakan
akuntansi yang berbeda untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan yang serupa, maka penyesuaian
dilakukan atas laporan keuangannya dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang signifikan antar Perusahaan dengan Entitas Anak telah dieliminasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka entitas induk:
Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, jika ada;
Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi;
dan
Mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai penghasilan
komprehensif ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba, sebagaimana
mestinya.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Entitas-entitas Anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada entitas induk yang masing-masing disajikan
dalam laporan laba rugi konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
e. Kombinasi Bisnis dan Goodwill
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah
setiap kepentingan non-pengendali (“KNP”) pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis,
Grup memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada
proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya
akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam “Beban Umum dan Administrasi”.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan
yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi
ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
10
Page 14
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
e. Kombinasi Bisnis dan Goodwill (Lanjutan)
Imbalan kontinjensi yang akan dibayarkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan
sebagai aset atau liabilitas, akan diakui pada laporan laba rugi berjalan atau sebagai penghasilan
komprehensif lain sesuai dengan PSAK No. 109. Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan
kontinjensinya tidak diukur kembali sampai penyelesaian terakhir dalam ekuitas.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang
diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi
dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat
dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh
dan liabilitas yang diambil alih.
Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui
sebagai laba atau rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen
melakukan penilaian atas identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
dan dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan
nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Grup yang diharapkan akan
bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang
diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK, dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka
goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat
operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan
tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.
f. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan kenaikan nilai aset keuangan dari satu entitas
dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas dari entitas lainnya.
Grup melakukan penerapan PSAK No. 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Dengan demikian, kebijakan akuntansi yang berlaku untuk periode pelaporan kini adalah sebagai berikut:
i) Aset Keuangan
Klasifikasi, pengakuan, dan pengukuran
Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut:
11
Page 15
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Klasifikasi, pengakuan, dan pengukuran (Lanjutan)
(i) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortasi; dan
(ii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif
lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis dan persyartan kontraktual arus kas – apakah penentuan
arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan
perubahan setelah penerapan awal tersebut.
(i) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortasi
Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis dimiliki untuk
mendapatkan arus kas dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata-mata dari
pembayaran pokok dan bunga”.
Pada pengakuan awal, piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan,
diakui sebesar harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai wajar
dikurangi biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya
perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian pada
penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diakui
pada laba rugi.
(ii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut. Dalam semua kasus, biaya transaksi
dibebankan pada laba rugi.
- Instrumen utang yang tidak memiliki kriteria biaya perolehan diamortasi atau nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya akan dicatat
pada laba rugi.
- Inventasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan atau dimana pilihan penghasilan
komprehensif lain tidak berlaku. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dan penghasilan deviden
terkait diakui pada laba rugi.
- Derivatif yang bukan merupakan instrumen lindung nilai. Keuntungan atau kerugian nilai wajar
selanjutnya diakui pada laba rugi.
- Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat
menentukan apakah arus kasnya semata-mata merupakan pembayaran pokok dan bunga.
(iii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut:
- Instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual dan di mana arus
kasnya memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”.
- Investasi ekuitas di mana Grup telah memilih secara tak terbatalkan untuk menyajkan
keuntungan dan kerugian nilai wajar dari revaluasi pada penghasilan komprehensif lain.
12
Page 16
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Klasifikasi, pengakuan, dan pengukuran (Lanjutan)
Pilihan dapat didasarkan pada investasi individu, namun, tidak berlaku pada investasi ekuitas yang
dimiliki untuk diperdagangkan. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dari revaluasi investasi ekuitas,
termasuk komponen selisih kurs, diakui pada penghasilan komprehensif lain.
Ketika investasi ekuitas dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi pada laba rugi. Dividen
diakui dalam laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut
telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset.
Penurunan nilai aset keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan
perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan dari pada
perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian.
Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan yang terjadi pada saat pengakuan awal dan
mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi yang tersedia pada saat tanggal
pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di
masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh saldo piutang
usaha dan piutang lain-lain dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan dan
pendekatan umum untuk aset keuangan lainnya. Pendekatan umum termasuk penelahaan perubahan
signifikan risiko kredit sejak terjadinya.
Penelaahan kerugian kredit ekspektasian termasuk asumsi mengenai risiko gagal bayar dan Tingkat
kerugian ekspektasian. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha telah
dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan jatuh tempo yang serupa.
ii) Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba atau rugi, liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi atau derivatif yang telah
ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Grup menentukan klasifikasi liabilitas
keuangan pada saat pengakuan awal.
Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung.
Liabilitas keuangan utama Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain,
beban akrual, liabilitas sewa, dan utang pembiayaan konsumen.
13
Page 17
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
(ii) Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan
tingkat bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat liabilitas dihentikan
pengakuannya atau diturunkan nilainya melalui proses amortisasi suku bunga efektif. Biaya
teramortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskon atau premium terhadap biaya jasa transaksi
yang merupakan satu kesatuan dari amortisasi suku bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang
sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas
liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai
penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai
tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba atau rugi.
iii) Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan berniat untuk menyelesaikan secara neto,
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan.
iv) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
- Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
- Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik
aset atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan
tertinggi dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana tersedia kecukupan data
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan
dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
14
Page 18
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
iv) Nilai Wajar Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dapat dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah
yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
- Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
indentik;
- Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana input level rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung;
- Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana input level rendah yang signifikan terhadap pengukuran yang
tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup
menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori
(berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir tahun
pelaporan.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan
sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas dan level hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
g. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di dalam Grup mencatat dengan menggunakan mata
uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang fungsional”). Mata uang
fungsional Perusahaan dan seluruh entitas anak adalah Rupiah.
Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas Grup pada tanggal laporan
dijabarkan menggunakan kurs penutup yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan, sedangkan
pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata. Selisih kurs yang dihasilkan diakui
dalam penghasilan komprehensif lain.
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot
antara Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, pos moneter dalam
mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs penutup, yaitu kurs tengah Bank
Indonesia pada 31 Maret 2026 dan 2025, serta 31 Desember 2025 sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025 31 Maret 2025
Mata Uang Asing Rp Rp Rp
Dolar Amerika Serikat 16.993 16.782 16.588
Dolar Singapura 13.182 13.069 12.406
Euro 19.538 19.753 17.893
Selisih kurs yang timbul dari penyelesaian pos moneter dan dari penjabaran pos moneter dalam mata uang
asing diakui dalam laba rugi.
h. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Grup menerapkan PSAK No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan
keuangan konsolidasian.
15
Page 19
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
h. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi (Lanjutan)
Dalam laporan keuangan konsolidasian, istilah pihak-pihak berelasi seperti yang diungkapkan dalam PSAK
No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
i. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan
atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan pinjaman serta tanpa
pembatasan penggunaan.
Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas di bank, dan deposito berjangka seperti
disebutkan di atas, dikurangi overdraft, jika ada.
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya
persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh
kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut.
Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto,
diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan
tersebut.
k. Uang Muka dan Biaya Dibayar Di muka
Uang muka adalah bagian dari kontrak yang dibayarkan atau diterima dimuka untuk barang atau jasa. Uang
muka dicatat sebagai aset pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap
biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar
aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh
atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk
memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak
disusutkan.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa
manfaat ekonomis aset sebagai berikut:
16
Page 20
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
l. Aset Tetap (Lanjutan)
Tahun
Bangunan 20
Peralatan proyek 3-16
Peralatan dan perlengkapan kantor 3-8
Kendaraan 4-6
Kapal 10-16
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 16
Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai “Aset dalam Konstruksi”
dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya pinjaman,yang terjadi
sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap
dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi tidak termasuk setiap laba internal, jumlah
tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber
daya lain.
Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.
Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat
lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar
selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi
pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Aset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat yang sama dengan aset yang
dimiliki atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan masa
manfaat.
Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu,
metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah
terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Grup menentukan jumlah
terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan
nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit
penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur.
Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset
diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera
diakui dalam laba rugi.
Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika,
dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah
terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.
17
Page 21
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
n. Investasi Jangka Panjang Lainnya
Merupakan investasi saham dengan kepemilikan kurang dari 20% atau tidak memiliki pengaruh signifikan
yang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi. Bukti terbaik dari nilai wajar
adalah harga kuotasi dipasar aktif.
Selanjutnya investasi saham yang tidak memiliki kuotasi harga dipasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara andal, diukur dengan biaya perolehan.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa suatu investasi
mengalami penurunan nilai.
o. Sewa
Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak
memberikan hak untuk mengendalikan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu sebagai imbalan
untuk imbalan.
Sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika
kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama
suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
Grup harus menilai apakah:
Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substantial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
aset indentifikasian; dan Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset indentifikasian. Grup memiliki hak ini ketika
Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
- Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
- Grup telah mendisain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa
aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa,
Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga
tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Namun, untuk
sewa penunjang dimana Grup bertindak sebagai penyewa, Grup memutuskan untuk tidak memisahkan
komponen non sewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan utang sewa. Aset hak-guna diukur pada
biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal utang sewa yang disesuaikan dengan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya
langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan
memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan
ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak
dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
18
Page 22
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
o. Sewa (Lanjutan)
Sebagai penyewa (Lanjutan)
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabiltas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
Harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
Pinalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih
awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan
pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan
atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset
hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Sewa jangka pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai
beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Modifikasi sewa
Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
Modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu aset
pendasar atau lebih; dan
Imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam
ruang lingkup dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan kondisi
kontrak tertentu.
Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa,
Grup:
- Mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
- Menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
- Mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan
tingkat diskonto revisian berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa dengan melakukan
penyesuaian terhadap aset hak-guna. Tingkat diskonto revisian ditentukan sebagai suku bunga
pinjaman incremental Grup pada tanggal efektif modifikasi;
- Menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau
sepenuhnya sewa untuk modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Grup mengakui dalam
laba rugi setiap laba rugi yang terkait dengan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa tersebut;
dan
- Membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi
atau sewa pembiayaan.
19
Page 23
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
o. Sewa (Lanjutan)
Modifikasi sewa (Lanjutan)
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah
sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan;
jika tidak maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan
beberapa indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.
Sebagai Pesewa
Apabila aset disewakan melalui sewa pembiayaan, nilai kini pembayaran sewa diakui sebagai piutang.
Selisih antara nilai piutang bruto dan nilai kini piutang tersebut diakui sebagai penghasilan sewa
pembiayaan tangguhan.
Penghasilan sewa diakui selama masa sewa dengan menggunakan metode investasi neto yang
mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan.
Penghasilan sewa diakui selama masa sewa dengan menggunakan metode investasi neto yang
mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan.
p. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan pasca kerja
Grup membukukan imbalan pasca kerja sesuai dengan Undang-Undang ketenagakerjaan dan peraturan
pelaksanaan terkait.
Liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah nilai kini liabilitas imbalan pasti pada
tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan terkait yang
berlaku, dikurangi dengan nilai wajar aset program pensiun, jika ada.
Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya dan penyesuaian atas
biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi.
Liabilitas imbalan pasti dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit
Credit. Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa
depan dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi Pemerintah.
Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan dalam laba rugi.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup melakukan penerapan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi
5 langkah analisa sebagai berikut:
1. Indentifikasi kontrak dengan pelanggan;
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variable.
20
Page 24
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan beban (Lanjutan)
Grup melakukan penerapan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus
memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
3. Maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima
atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah
jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama tahun kontrak;
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan
ditambah marjin; dan
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
(i) Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
(ii) Suatu tahun waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu tahun waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
pelaksanaan.
Pendapatan dari penjualan barang dan jasa dalam kegiatan bisnis normal diakui pada saat Grup memenuhi
kewajiban Pelaksanaan dengan mengalihkan kendali atas barang atau jasa yang dijanjikan kepada
pelanggan. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah harga transaksi yang dialokasikan pada
kewajiban pelaksanaan yang terpenuhi.
Pendapatan dapat diakui pada waktu tertentu atau sepanjang waktu mengikuti waktu pemenuhan
kewajiban pelaksanaan. Jika pemenuhan kewajiban pelaksanaan adalah dari sepanjang waktu,
pendapatan diakui berdasarkan persentase penyelesaian yang mencerminkan kemajuan menuju
pemenuhan kewajiban pelaksanaan tersebut secara penuh.
a) Pendapatan dari Jasa Penunjang Operasi, Kegiatan Lepas Pantai, dan Jasa Inspeksi
Pendapatan dari jasa pendukung operasi, kegiatan lepas pantai, dan jasa inspeksi diakui sepanjang
waktu.
Pendapatan dari pemberian jasa diakui atas kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi dari waktu
ke waktu, jika salah satu kriteria berikut terpenuhi:
i. Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan atas
pelaksanaan kinerja Grup pada saat dilakukan Grup;
ii. Kinerja Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat aset itu dibuat
atau ditingkatkan; atau
iii. Kinerja Grup tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan Grup memiliki
hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk kinerja yang diselesaikan hingga saat ini.
Jika kewajiban pelaksanaan tidak dipenuhi dari waktu ke waktu sesuai dengan kriteria di atas, Grup
memenuhi kewajiban pelaksanaan pada saat jasa diberikan atau pada suatu waktu.
21
Page 25
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan beban (Lanjutan)
a) Pendapatan dari Jasa Penunjang Operasi, Kegiatan Lepas Pantai, dan Jasa Inspeksi
Pendapatan dari jasa pendukung operasi, kegiatan lepas pantai, dan jasa inspeksi diakui sepanjang
waktu.
Pendapatan dari pemberian jasa diakui atas kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi dari waktu ke
waktu, jika salah satu kriteria berikut terpenuhi:
i. Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan atas
pelaksanaan kinerja Grup pada saat dilakukan Grup;
ii. Kinerja Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat aset itu dibuat
atau ditingkatkan; atau
iii. Kinerja Grup tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan Grup memiliki
hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk kinerja yang diselesaikan hingga saat ini.
Jika kewajiban pelaksanaan tidak dipenuhi dari waktu ke waktu sesuai dengan kriteria di atas, Grup
memenuhi kewajiban pelaksanaan pada saat jasa diberikan atau pada suatu waktu.
Dalam mengukur perkembangan kewajiban pelaksanaan dari waktu ke waktu, Grup menggunakan
metode output. Grup mengakui pendapatan berdasarkan pengukuran langsung atas nilai barang atau
jasa yang ditransfer hingga saat ini kepada pelanggan, terkait dengan sisa barang atau jasa yang
dijanjikan berdasarkan kontrak. Kemajuan diukur menggunakan survei kinerja yang diselesaikan hingga
saat ini. Kemajuan diukur menggunakan metode keluaran seperti jam kerja. Ini didasarkan pada laporan
waktu yang diselesaikan oleh Grup dan disepakati dengan pelanggan.
Grup memiliki hak untuk mendapatkan imbalan dari pelanggan dalam jumlah yang sesuai dengan nilai
terhadap pelanggan atas kinerja Grup yang diselesaikan hingga saat ini, oleh karena itu, Grup
mengakui pendapatan dalam jumlah yang menjadi haknya untuk ditagih.
Ketika usaha atau masukan Grup dikeluarkan secara merata selama periode pelaksanaan, Grup
mengakui pendapatan dengan dasar garis lurus.
b) Pendapatan dari Jasa Kontruksi
Grup mengakui pendapatan dari jasa penunjang konstruksi sepanjang waktu selama periode konstruksi
(atau menggunakan persentase penyelesaian) karena berdasarkan ketentuan kontrak dengan
pelanggannya, kinerja Grup tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif dan Grup memiliki
ketentuan yang dapat diberlakukan hak atas pembayaran atas pelaksanaan yang diselesaikan hingga
saat ini.
Grup mengakui pendapatan dari sepanjang waktu dengan menggunakan metode input, yang
didasarkan pada biaya yang terjadi, relatif terhadap total biaya yang diharapkan untuk pemenuhan
kewajiban pelaksanaan. Grup menetapkan bahwa metode input adalah metode terbaik dalam mengukur
kemajuan karena terdapat hubungan langsung antara biaya yang dikeluarkan dan pengalihan layanan
kepada pelanggan.
c) Pendapatan dari Jasa Agensi
Grup mengakui pendapatan dari jasa agensi pada suatu titik waktu (yaitu, ketika jasa terkait diberikan).
22
Page 26
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Pendapatan/ beban bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, pendapatan atau
biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”), yaitu suku bunga yang
secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang
selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat,
untuk nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pendapatan sewa
Pendapatan sewa yang timbul dari aset tetap dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa atas
sewa yang sedang berjalan.
Pengakuan beban
Beban diakui ketika jasa dari pihak lain telah diterima oleh Grup berdasarkan perjanjian atau kontrak.
Demikian pula, beban yang belum diketahui jumlahnya secara pasti sampai penutupan buku, dilakukan
penghitungan taksasi oleh unit teknis, dan diakui sebagai biaya yang masih harus dibayar.
r. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara pelaporan
komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan
temporer yang dapat dikurangan sepanjang tersedia laba kena pajak sehingga perbedaan temporer dapat
dimanfaatkan. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat aset
direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah
secara substantif telah diberlakukan pada tanggal pelaporan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan
untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh
perubahan tarif pajak, diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi tahun berjalan, kecuali untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah
tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
s. Pajak Final
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 40 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan
atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi adalah 2,65% final dari jumlah pembayaran tidak termasuk
Pajak Pertambahan Nilai dan dipotong oleh Pengguna Jasa dalam hal Pengguna Jasa merupakan
Pemotong Pajak.
Koreksi tehadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan
keberatan dan banding, pada saat keputusan atas keberatan dan banding tersebut telah ditetapkan.
Pajak penghasilan atas sewa dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tahun 2002 tanggal
23 Maret 2002 dan KMK-120/KMK.03/2002 tentang pajak penghasilan final atas penyewaan tanah
dan/atau bangunan.
23
Page 27
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
t. Laba Per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam
suatu periode.
Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrument berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
u. Segmen Operasi
Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil
keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang
dimilikinya. Segmetasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal didalam Grup.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan
v. Modal Saham
Grup mengklasifikasikan instrumen modal sebagai liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas berdasarkan
substansi dari kriteria yang disebutkan di dalam kontrak.
Grup mengklasifikasikan saham Grup sebagai modal ketika tidak terdapat kewajiban di dalam kontrak untuk
mentransfer kas atau aset keuangan lainnya.
w. Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi diungkapkan, kecuali jika arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomi kemungkinannya kecil (remote). Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian, tetapi diungkapkan jika terdapat kemungkinan besar (probable) arus masuk manfaat
ekonomi.
x. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki liabilitas kini (hukum atau konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa
lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai
jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasi terbaik manajemen atas pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan liabilitas kini pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto digunakan untuk menentukan
nilai kini dan risiko yang terkait dengan kewajiban. Peningkatan provisi seiring dengan berjalannya waktu
diakui sebagai beban bunga.
y. Dividen
Pembagian dividen final kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas ketika dividen
disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. Pembagian dividen interim kepada para pemegang
saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas ketika dividen disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi
dan sudah diumumkan kepada publik.
24
Page 28
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
z. Peristiwa setelah periode pelaporan
Peristiwa setelah akhir tahun yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan
konsolidasian Kelompok Usaha pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian), jika ada, dicerminkan
dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah periode pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika material.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban,
aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan Catatan 2, tidak terdapat pertimbangan
signifikan yang memiliki dampak material pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Pengakuan Pendapatan atas Penjualan Barang dan Jasa
Pengakuan pendapatan berdasarkan PSAK No. 115 mencakup penerapan penilaian dan estimasi
signifikan dalam:
(a) identifikasi kontrak pendapatan yang akan memenuhi persyaratan PSAK No. 115;
(b) penilaian kewajiban pelaksanaan dan probabilitas bahwa entitas akan mengumpulkan pertimbangan
dari pembeli;
(c) menentukan metode untuk memperkirakan pertimbangan variabel dan menilai kendala; dan
(d) pengakuan pendapatan karena Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan.
a) Keterjadian kontrak
Grup membuat kontrak dengan pelanggan melalui pesanan pembelian barang atau jasa yang disetujui
dan merupakan kontrak yang valid karena terdapat rincian spesifik seperti kuantitas, harga, syarat
kontrak dan kewajiban masing-masing diidentifikasi dengan jelas. Selain itu, bagian dari proses
penilaian Grup sebelum spengakuan pendapatan adalah untuk menilai kemungkinan bahwa Grup akan
mengumpulkan imbalan yang menjadi haknya untuk ditukar dengan jasa yang diserahkan kepada
pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan
Grup mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dengan mempertimbangkan apakah barang atau jasa
yang disepakati dalam kontrak merupakan barang atau jasa yang berbeda. Suatu barang atau jasa
menjadi berbeda ketika pelanggan dapat memperoleh keuntungan dari barang atau jasa itu sendiri atau
bersama dengan sumber daya lain yang tersedia bagi pelanggan dan kewajiban Grup untuk mentransfer
barang atau jasa tersebut kepada pelanggan dapat diidentifikasi secara terpisah dari kewajiban yang
lain dalam kontrak. Berdasarkan penilaian manajemen, setiap aliran pendapatan yang diidentifikasi
merupakan kewajiban pelaksanaan yang terpisah.
25
Page 29
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan (Lanjutan)
c) Pengakuan pendapatan ketika Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan
Grup mengakui pendapatan sepanjang waktu untuk pengaturan pendapatannya yang melibatkan jasa
penunjang operasi, kegiatan lepas pantai dan jasa inspeksi, dan jasa konstruksi.
Pendapatan dari jasa agensi diakui pada suatu waktu (yaitu, ketika jasa terkait diberikan).
Sewa
Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat
untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh
manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset
identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara eksplisit di perjanjian.
Karena Grup tidak dapat dengan mudah menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental Grup sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya
memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk
sampai pada tingkat diskonto akhir.
Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Grup mempertimbangkan faktor-faktor utama
berikut; risiko kredit korporat Grup, jangka waktu sewa, jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan
ekonomi, waktu di mana sewa dimasukkan, dan mata uang di mana pembayaran sewa ditentukan.
Dalam menentukan jangka waktu sewa, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi
penghentian. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian kontrak kerja) hanya termasuk
dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
Penilaian tersebut ditinjau jika terjadi peristiwa signifikan atau perubahan signifikan dalam situasi yang
mempengaruhi penilaian ini dan berada dalam kendali Grup.
Grup awalnya mengestimasi dan mengakui jumlah yang diharapkan akan dibayarkan dengan jaminan nilai
residu sebagai bagian dari liabilitas sewa. Jumlah tersebut ditinjau, dan disesuaikan jika perlu, pada akhir
setiap periode pelaporan.
Grup mempunyai beberapa perjanjian sewa di mana Grup bertindak sebagai penyewa atau pesewa untuk
beberapa aset tetap tertentu. Grup mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat kepemilikan yang
signifikan dari aset sewa yang dialihkan kepada lessee atau tetap ada pada Grup berdasarkan PSAK No.
116 yang mensyaratkan Grup untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan
manfaat terkait dengan kepemilikan aset yang disewa.
Manfaat Karyawan dan Pensiun
Grup menentukan tingkat diskonto yang tepat dan kenaikan gaji di masa depan pada setiap akhir periode
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini
estimasi arus kas masa depan diharapkan yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban pensiun. Dalam
menentukan tingkat diskonto yang sesuai.
Grup mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah dalam mata uang di mana imbalan
tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang mendekati ketentuan kewajiban pensiun
yang bersangkutan.
Untuk tingkat kenaikan gaji di masa depan, Perusahaan mengumpulkan semua data historis yang
berkaitan dengan perubahan gaji pokok dan menyesuaikan untuk rencana bisnis masa depan.
26
Page 30
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan (Lanjutan)
Beban dari program pensiun iuran pasti dan nilai kini dari kewajiban pensiun Perusahaan dihitung
berdasarkan penilaian aktuaris dengan menggunakan asumsi-asumsi tersebut diantaranya tingkat diskonto,
tingkat pengembalian dana yang diharapkan, tingkat kenaikan kompensasi dan tingkat kematian. Kewajiban
iuran pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi. Nilai tercatat liabilitas telah diungkapkan dalam
Catatan 20.
Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana Grup beroperasi.
Grup mempertimbangkan beberapa faktor dalam menentukan mata uang fungsionalnya, antara lain, mata
uang yang paling mempengaruhi pendapatan, biaya dan pendanaan, dan mata uang di mana penerimaan
dari aktivitas operasi biasanya dipakai.
Berdasarkan substansi ekonomi yang mendasari keadaan yang relevan terhadap Grup, mata uang
fungsional yang telah ditentukan Rupiah.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada
parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Situasi dan asumsi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi diluar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 109 dipenuhi. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti diungkapkan pada
Catatan 2f.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang
tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penilaian Ekspektasi Kerugian Kredit (ECL - Expected Credit Loss) pada Piutang Usaha
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam penghitungan ECL, awalnya menggunakan
matriks provisi berdasarkan tarif default historis untuk piutang usaha. Matriks provisi menentukan tingkat
provisi tergantung pada jumlah hari piutang usaha telah lewat jatuh tempo. Grup juga menggunakan
pengelompokan yang tepat jika historis pengalaman kerugian kredit menunjukkan pola kerugian yang
berbeda secara signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda. Grup kemudian menyesuaikan historis
pengalaman kerugian kredit dengan informasi berwawasan ke depan berdasarkan data yang dapat
diobservasi saat ini yang mempengaruhi setiap segmen pelanggan untuk mencerminkan pengaruh kondisi
ekonomi saat ini dan yang diperkirakan.
27
Page 31
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Grup menyesuaikan tarif default historis ke tarif default berwawasan ke depan dengan menentukan faktor
ekonomi terkait yang memengaruhi setiap segmen pelanggan. Grup secara teratur meninjau metodologi
dan asumsi yang digunakan untuk memperkirakan ECL untuk mengurangi perbedaan antara estimasi dan
pengalaman kerugian kredit yang sebenarnya.
Penentuan hubungan antara tingkat gagal bayar historis dan kondisi ekonomi yang diperkirakan
merupakan estimasi akuntansi yang signifikan. Oleh karena itu, ketentuan ECL pada piutang usaha sensitif
terhadap perubahan asumsi tentang prakiraan kondisi ekonomi.
Penilaian ECL atas Aset Keuangan Lainnya pada Biaya Amortisasi
Grup menentukan penyisihan ECL menggunakan pendekatan umum berdasarkan estimasi tertimbang
probabilitas dari nilai sekarang dari semua kekurangan kas selama perkiraan umur aset keuangan dengan
biaya perolehan diamortisasi. ECL diberikan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh kemungkinan
peristiwa gagal bayar dalam 12 bulan ke depan kecuali ada peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit
sejak pengakuan awal di mana dalam hal ini ECL diberikan berdasarkan ECL seumur hidup.
Ketika menentukan apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan, Grup mempertimbangkan
informasi yang wajar dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang tidak semestinya dan
yang relevan untuk instrumen keuangan tertentu yang sedang dinilai seperti, tetapi tidak terbatas pada,
faktor-faktor berikut:
Penurunan peringkat kredit eksternal dan internal aktual atau yang diharapkan;
Perubahan merugikan yang ada atau yang diperkirakan terjadi dalam bisnis, keuangan atau kondisi
ekonomi; dan,
Perubahan merugikan signifikan yang aktual atau yang diharapkan dalam hasil operasi peminjam.
Grup juga menganggap aset keuangan yang telah lewat lebih dari 90 hari sebagai titik terakhir di mana
ECL seumur hidup harus diakui kecuali dapat menunjukkan bahwa hal ini tidak mewakili risiko yang
signifikan dalam risiko kredit seperti ketika non-pembayaran adalah administrasi. pengawasan daripada
akibat kesulitan keuangan peminjam.
Grup telah menilai bahwa ECL atas aset keuangan lainnya kas di bank dan setara kas pada biaya perolehan
diamortisasi tidak material karena transaksi yang berkaitan dengan aset keuangan ini dilakukan oleh Grup
hanya dengan bank dan perusahaan terkemuka dengan reputasi kredit yang baik dan relatif. risiko gagal
bayar yang rendah.
Oleh karena itu, tidak ada penyisihan untuk ECL atas aset keuangan lainnya sebesar biaya perolehan
diamortisasi yang diakui pada 31 Maret 2026.
Estimasi Nilai Persediaan Yang Dapat Direalisasikan
Dalam menentukan nilai realisasi bersih (NRV) persediaan, Grup mempertimbangkan persediaan usang,
kerusakan, kerusakan fisik, perubahan tingkat harga, perubahan kebutuhan konsumen, atau penyebab
lainnya untuk mengidentifikasi persediaan yang harus diturunkan ke NRV. Grup menyesuaikan biaya
persediaan ke jumlah terpulihkan pada tingkat yang dianggap cukup untuk mencerminkan penurunan
pasar dalam nilai persediaan.
Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Grup mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan
dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset
tetap adalah berdasarkan penelaahan Grup terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan
pengalaman untuk aset yang setara.
28
Page 32
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap (Lanjutan)
Estimasi masa manfaat ditelaah minimal setiap akhir periode pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi
berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis
atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset. Tetapi, adalah mungkin, hasil
di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi
yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas.
Grup mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 3 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur
yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset,
dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha
normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat
tambahan pajak penghasilan badan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi
fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal neraca dan nilai tercatat aset pajak
tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba fiskal yang
memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat
aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang
telah secara substantif telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan. Pengaruh pajak terkait dengan
penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk
pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Beban Pajak Penghasilan - Neto” dan termasuk dalam
laba atau rugi neto tahun berjalan, kecuali untuk transaksitransaksi yang sebelumnya telah langsung
dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika Grup
mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan.
Untuk setiap entitas yang, pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan akumulasi rugi pajak, yang
masing-masing dapat berupa aset atau liabilitas, disajikan dalam jumlah neto untuk masing-masing entitas
tersebut.
Grup mencatat bunga dan denda untuk kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada,
sebagai bagian dari “Beban Pajak Penghasilan - Neto” dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
Penurunan nilai aset non-keuangan
Jumlah terpulihkan persediaan dan aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai
prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan
mengenai pendapatan masa depan.
Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran
jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah
dibukukan.
29
Page 33
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Kas 759.787.381 772.000.000
Bank
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 21.390.705.738 12.933.304.369
PT Bank CIMB Niaga Tbk 15.600.028.730 14.297.073.987
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 14.807.567.376 14.504.798.521
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 8.063.113.424 8.739.300.539
PT Bank UOB Indonesia 4.112.795.074 3.643.372.757
Lain-lain (masing-masing
kurang dari Rp1.000.000.000) 2.420.332.591 1.957.282.427
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk 27.696.383.629 28.986.728.463
PT Bank DBS Indonesia 2.321.356.905 2.729.432.368
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 604.107.267 2.288.253.391
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 277.324.403 274.215.530
PT Bank HSBC Indonesia 25.252.788 25.442.687
Lain-lain 198.481.037 147.611.787
Dolar Singapura
PT Bank CIMB Niaga Tbk 5.249.767 5.792.644
Euro
PT Bank DBS Indonesia 10.094.744 10.206.114
Sub-total 97.532.793.473 90.542.815.584
Deposito Berjangka
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 15.750.125.000 15.750.125.000
PT Bank DBS Indonesia 11.300.000.000 11.300.000.000
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk 29.015.742.500 25.262.686.000
PT Bank DBS Indonesia 4.290.537.500 4.072.250.000
Jumlah 158.648.985.854 147.699.876.584
Tingkat Suku Bunga Kontraktual
Deposito Berjangka per Tahun
Rupiah 2,25% - 2,50% 2,25% - 2,50%
Dolar Amerika Serikat 2,00% - 3,36% 2.00% - 3.36%
Jatuh Tempo 1 - 3 bulan 1 - 3 bulan
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak ada penempatan kas dan setara kas pada pihak
berelasi.
30
Page 34
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
b. Berdasarkan pelanggan
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak Ketiga
Sarulla Operations, Ltd. 121.826.486.478 68.228.097.540
PT Pertamina E&P Asset 95.965.397.006 94.913.211.346
PT Pertamina Hulu Rokan 70.809.268.290 96.205.489.927
PT Schlumberger Geophysic Nusantara 63.793.813.238 72.239.961.479
PetroChina International Jabung Ltd. 58.801.773.226 69.169.015.204
Medco Energi (Madura Offshore) Pty. Ltd. 37.423.413.354 38.265.589.739
PT Star Energy Geothermal Indonesia 30.103.386.204 53.633.644.540
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur 27.698.999.800 22.168.059.485
ExxonMobile Cepu Ltd 22.369.566.841 16.013.423.605
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga 21.971.234.274 24.092.534.542
Petrogas (Basin) Ltd 21.255.260.619 --
PT Pertamina Hulu Mahakam 21.250.492.670 22.030.211.848
PT Bumi Siak Pusako 17.543.211.679 16.430.881.597
PT Chandra Asri Pacific Tbk 14.713.918.595 8.663.059.090
PT Pertamina Hulu Energi 12.623.812.813 12.370.566.017
BP Berau Ltd 11.930.379.710 6.343.650.061
PT Wira Insani 11.719.462.709 10.012.520.351
PT Medco E&P Indonesia 10.678.624.397 13.232.434.808
CITIC Seram Energy Ltd. 9.551.372.346 10.403.393.362
Eni Muara Bakau B.V. 7.362.689.496 --
PT Pertamina Geothermal Energy 6.318.464.877 9.886.866.691
PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara 6.181.060.961 6.146.206.230
Husky-CNOOC Madura Ltd. 5.989.368.826 8.198.890.356
PT Expro Indonesia 4.437.016.273 5.514.051.081
PT ISS Indonesia 4.278.697.961 5.501.695.038
Premier Oil Andaman Ltd 8.439.223.812 10.828.989.600
PT Citra Tubindo 3.415.005.398 4.708.971.827
PT Kilang Pertamina Internasional 2.800.823.031 1.159.665.250
PT Wartsila Indonesia 1.833.869.524 1.186.931.639
PT Pertamina Drilling Services -- 6.814.818.353
Lain-lain 130.048.776.828 127.697.872.493
Sub-total 863.134.871.237 842.060.703.099
Cadangan kerugian penurunan nilai (12.108.684.376) (12.058.684.376)
Total pihak ketiga setelah
cadangan kerugian penurunan nilai 851.026.186.861 830.002.018.723
Jumlah 851.026.186.861 830.002.018.723
31
Page 35
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
c. Berdasarkan mata uang
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Berdasarkan mata uang
Rupiah 823.034.017.346 802.821.782.532
Dolar Amerika Serikat 40.100.853.891 39.238.920.567
Jumlah 863.134.871.237 842.060.703.099
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (12.108.684.376) (12.058.684.376)
Total piutang usaha, neto 851.026.186.861 830.002.018.723
d. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Saldo Awal 12.058.684.376 10.971.662.876
Penambahan 50.000.000 1.087.021.500
Saldo Akhir 12.108.684.376 12.058.684.376
e. Berdasarkan umur piutang
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Berdasarkan Umur piutang
1 - 30 Hari 852.381.101.628 818.535.396.479
31 - 60 Hari 2.094.000.420 13.681.857.696
61 - 90 Hari 2.801.357.281 2.863.225.788
Lebih dari 90 Hari 5.858.411.908 6.980.223.136
Jumlah 863.134.871.237 842.060.703.099
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (12.108.684.376) (12.058.684.376)
Total piutang usaha, neto 851.026.186.861 830.002.018.723
Grup membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai piutang berdasarkan pada estimasi nilai tidak
terpulihkan secara individual dan pengalaman Grup atas tertagihnya piutang di masa lalu.
Manajemen Grup berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha kepada
pihak ketiga adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang
tersebut, sedangkan terhadap piutang kepada pihak-pihak berelasi tidak diadakan penyisihan kerugian
penurunan nilai karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
Piutang usaha per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 dijadikan jaminan atas utang bank jangka
pendek (Catatan 15).
32
Page 36
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga 6.299.486.301 9.120.014.047
Pihak berelasi (Catatan 31b) 4.165.906.470 4.874.613.545
Jumlah 10.465.392.771 13.994.627.592
Berdasarkan hasil penelaahan atas penurunan nilai pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa
tidak terdapat indikasi penurunan nilai piutang lain-lain sehingga tidak diperlukan pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai.
7. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rekening bank dibatasi penggunaannya
dan deposito berjangka 9.462.832.905 5.394.205.124
Lain-lain 10.627.382.060 9.977.408.755
Total 20.090.214.965 15.371.613.879
a. Rekening bank dibatasi penggunaannya dan deposito berjangka
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rekening bank dibatasi penggunaannya
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 4.358.908.612 290.280.831
Dollar Amerika Serikat
PT Bank HSBC Indonesia 323.516 515.267
Deposito Berjangka
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 5.103.924.293 5.103.924.293
Sub-total 9.463.156.421 5.394.720.391
Dikurangi bagian tidak lancar (Catatan 13) (323.516) (515.267)
Total 9.462.832.905 5.394.205.124
b. Lain-lain
Lain-lain terdiri dari transaksi lainnya sebesar uang yang disetorkan kepada bank yang dijadikan
jaminan atas penerbitan bid bond dan pinjaman bank jangka pendek oleh Grup, sebagai berikut
33
Page 37
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA (Lanjutan)
b. Lain-lain (Lanjutan)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
PT Bank CTBC 5.555.064.875 5.524.784.912
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3.564.302.471 3.539.273.898
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.289.739.922 1.632.067.716
Lain-lain 1.508.014.714 772.629.183
Sub-jumlah 12.917.121.982 11.468.755.709
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 772.629.183 760.929.444
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - 140.720.762
Sub-jumlah 772.629.183 901.650.206
Dikurangi bagian tidak lancar (Catatan 13) (2.289.739.922) (2.392.997.160)
Jumlah 10.627.382.060 9.977.408.755
8. PERSEDIAAN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Peralatan dan suku cadang 3.859.766.671 3.664.417.671
Material 3.645.750.056 3.466.815.786
Film 1.114.190.728 1.353.571.176
Isotope IR 192 700.903.002 915.136.002
Perlengkapan keselamatan kerja 543.800.136 626.730.313
Lain-lain 985.319.940 1.110.776.431
1.978.518.739
Jumlah 10.849.730.533 11.137.447.379
Berdasarkan penelaahan atas kondisi dan nilai persediaan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada
persediaan yang mengalami penurunan nilai.
9. UANG MUKA
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Uang muka operasi 36.510.457.062 8.791.276.076
Uang muka pembelian 969.179.380 418.010.093
Jumlah 37.479.636.442 9.209.286.169
34
Page 38
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 28 11.143.529.592 -
Pasal 21 - 914.945.256
Pasal 23 3.396.903.324 -
Pajak pertambahan nilai 18.120.390.426 14.830.290.387
Sub-jumlah 32.660.823.342 15.745.235.643
Entitas Anak
Pajak penghasilan -
Pasal 4 (2) 1.169.049.588 -
Pasal 15 11.260.172 -
Pasal 21 914.945.256 310.568.060
Pasal 23 1.305.627.831 -
Pasal 25 165.561.042 -
Pajak pertambahan nilai 5.519.350.065 2.478.547.986
Sub-jumlah 9.085.793.954 2.789.116.046
Jumlah 41.746.617.296 18.534.351.689
Perusahaan
Pada 25 Agustus 2025, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) No.00030
- 00035/407/24/081/25 atas pajak pertambahan nilai untuk periode Juli - Desember 2024 sebesar Rp
7.543.304.627.
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”)
No.00100 - 00105/407/23/081/24 atas pajak pertambahan nilai untuk periode Juli - Desember 2023
sebesar Rp 7.671.083.716.
Pada 27 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”)
No.00002 - 00007/407/24/081/24 atas pajak pertambahan nilai untuk periode Januari - Juni 2024
sebesar Rp 6.936.831.608.
b. Estimasi tagihan pajak
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pajak Penghasilan Badan:
Entitas anak
Tahun 2025 2.267.375.074 2.903.445.302
35
Page 39
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Utang pajak
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Estimasi liabilitas pajak kini periode berjalan 1.241.272.069 -
Pajak penghasilan
Pasal 21 3.975.537.258 -
Pasal 23 1.002.639.377 692.191.909
Pasal 25 - 107.026.664
Pasal 26 82.464.000 15.093.566
Pasal 4 (2) - 90.273.980
Sub-jumlah 6.301.912.704 904.586.119
Entitas Anak
Estimasi liabilitas pajak kini periode berjalan 4.877.482.738 -
Pajak penghasilan
Pasal 15 - 1.761.136
Pasal 21 5.191.062.421 780.111.233
Pasal 23 97.736.097 120.157.504
Pasal 25 42.198.444 42.198.444
Pasal 26 247.322.720 100.868.840
Pasal 29 - 3.845.776.788
Pasal 4 (2) 584.655.521 269.946.124
Pajak pertambahan nilai 3.130.641.807 615.501.126
Sub-jumlah 14.171.099.748 5.776.321.195
Total 20.473.012.452 6.680.907.314
d. Aset pajak tangguhan
Dikreditkan Dikreditkan
(dibebankan) ke ke penghasilan
31 Desember 2025 laba rugi komprehensif lain 31 Maret 2026
Aset pajak tangguhan, neto
Perusahaan:
Liabilitas imbalan kerja 9.350.164.769 -- -- 9.350.164.769
Cadangan kerugian penurunan nilai 2.417.510.563 -- -- 2.417.510.563
Aset tetap 3.094.253.112 -- -- 3.094.253.112
Aset hak guna 624.749.340 -- -- 624.749.340
Imbalan kerja 132.000.000 -- -- 132.000.000
Aset hak guna - sewa pembiayaan 388.535.279 -- -- 388.535.279
Sub-total 16.007.213.063 -- -- 16.007.213.063
Entitas Anak
Liabilitas Imbalan Kerja 1.052.062.354 -- -- 1.052.062.354
Aset Tetap 6.594.634.164 -- -- 6.594.634.164
Cadangan kerugian penurunan nilai 235.400.000 -- -- 235.400.000
Aset hak guna 93.335.261 -- -- 93.335.261
Sub-total 7.975.431.779 -- -- 7.975.431.779
Total 23.982.644.842 -- -- 23.982.644.842
36
Page 40
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Jasa instalasi proyek 10.844.145.357 5.356.789.466
Asuransi 6.087.918.806 5.692.934.903
Pemeliharaan 4.548.401.355 4.568.391.028
Lain-lain 2.369.880.859 1.133.442.432
Total 23.850.346.377 16.751.557.829
12. ASET TETAP
31 Maret 2026
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan :
Pemilikan Langsung
Tanah 22.483.952.959 - - - 22.483.952.959
Bangunan 19.948.109.189 - - 19.948.109.189
Peralatan Proyek 475.640.549.305 3.490.693.676 - - 479.131.242.981
Peralatan dan Perlengkapan Kantor 26.052.229.295 429.602.150 - - 26.481.831.445
Kendaraan 11.855.007.412 - - - 11.855.007.412
Kapal 168.809.318.740 - - - 168.809.318.740
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 320.300.046.480 - - - 320.300.046.480
Aset Sewa Pembiayaan
Peralatan Proyek 12.888.131.060 - - - 12.888.131.060
Kendaraan 9.969.083.792 - - - 9.969.083.792
Sub-total 1.067.946.428.232 3.920.295.826 - - 1.071.866.724.058
Aset dalam pembangunan - 2.923.415.481 - 2.923.415.481
Jumlah 1.067.946.428.232 6.843.711.307 - - 1.074.790.139.539
Akumulasi Penyusutan :
Pemilikan Langsung
Bangunan 12.274.769.313 208.191.962 - - 12.482.961.275
Peralatan Proyek 404.159.506.688 7.062.871.002 - - 411.222.377.690
Peralatan dan Perlengkapan Kantor 20.004.869.242 959.139.277 - - 20.964.008.519
Kendaraan 11.836.962.579 98.383.209 - - 11.935.345.788
Kapal 152.721.740.692 1.642.848.621 - - 154.364.589.313
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 277.765.338.194 5.395.231.614 - - 283.160.569.808
Aset Sewa Pembiayaan
Peralatan Proyek 19.182.795.518 805.508.191 - - 19.988.303.709
Kendaraan 5.524.552.562 623.067.737 - 6.147.620.299
Jumlah akumulasi penyusutan 903.470.534.788 16.795.241.613 - - 920.265.776.401
Jumlah Tercatat 164.475.893.444 154.524.363.138
37
Page 41
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP (Lanjutan)
31 Desember 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan :
Pemilikan Langsung
Tanah 22.483.952.959 - - - 22.483.952.959
Bangunan 17.308.311.622 2.639.797.567 - - 19.948.109.189
Peralatan Proyek 520.088.610.634 22.617.769.730 (87.256.937.002) 20.191.105.943 475.640.549.305
Peralatan dan Perlengkapan Kantor 25.043.921.221 3.170.838.760 (2.162.530.686) - 26.052.229.295
Kendaraan 14.486.230.836 - (2.631.223.424) - 11.855.007.412
Kapal 168.809.318.740 - - - 168.809.318.740
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 320.300.046.480 - - - 320.300.046.480
Aset Sewa Pembiayaan
Peralatan Proyek 25.867.940.206 - - (12.979.809.146) 12.888.131.060
Kendaraan 8.504.203.802 1.464.879.990 - - 9.969.083.792
Sub-total 1.122.892.536.500 29.893.286.047 (92.050.691.112) 7.211.296.797 1.067.946.428.232
Aset dalam pembangunan 7.211.296.797 - - (7.211.296.797) -
Jumlah 1.130.103.833.297 29.893.286.047 (92.050.691.112) - 1.067.946.428.232
Akumulasi Penyusutan :
Pemilikan Langsung
Bangunan 11.438.101.467 836.667.846 - - 12.274.769.313
Peralatan Proyek 460.676.750.217 30.596.733.534 (87.113.977.063) - 404.159.506.688
Peralatan dan Perlengkapan Kantor 18.955.080.834 3.146.838.834 (2.097.050.426) - 20.004.869.242
Kendaraan 14.145.756.380 322.429.623 (2.631.223.424) - 11.836.962.579
Kapal 146.018.115.064 6.703.625.628 - - 152.721.740.692
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 256.184.411.738 21.580.926.456 - - 277.765.338.194
Aset Sewa Pembiayaan
Peralatan Proyek 13.383.462.057 5.799.333.461 - - 19.182.795.518
Kendaraan 3.329.354.114 2.195.198.448 - - 5.524.552.562
Jumlah akumulasi penyusutan 924.131.031.871 71.181.753.830 (91.842.250.913) - 903.470.534.788
Jumlah Tercatat 205.972.801.426 164.475.893.444
Rincian laba atas penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2026 2025
Hasil penjualan - 1.193.000.000
Dikurangi: Nilai tercatat - (1.199.654.167)
Laba penjualan aset tetap - (6.654.167)
Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:
2026 2025
Pemilikan langsung :
Beban langsung (Catatan 24) 14.680.111.912 19.606.948.571
Beban usaha (Catatan 25) 686.553.773 194.331.571
Aset sewa pembiayaan :
Beban langsung (Catatan 24) 1.428.575.928 2.518.393.939
Total 16.795.241.613 22.319.674.081
Harga perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh tetapi masih digunakan pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 348.691.794.437 dan
Rp 304.456.303.211.
Grup memiliki lima bidang tanah di beberapa daerah dengan hak legal berupa HGB yang akan jatuh tempo
antara tahun 2028 sampai dengan tahun 2037. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan
perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
pemilikan yang memadai.
Aset tetap digunakan sebagai jaminan atas Utang Bank Jangka Pendek, Liabilitas Sewa Pembiayaan dan
Utang Pembiayaan Konsumen (Catatan 13, catatan 15, dan catatan 18).
38
Page 42
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP (Lanjutan)
Manajemen Grup berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh aset tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada
Asuransi Multi Artha Guna, BRI Insurance, Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Asuransi Bintang, Asuransi
Central Asia, Asuransi Ramayana, Asuransi Zurich, Asuransi Buana Independent, Asuransi Intra Asia,
Asuransi Cakrawala Proteksi, Asuransi Mitra Pelindung Mustika, dan Asuransi Jasa Raharja Putera
terhadap risiko kebakaran, dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 841.989.504.284 (31
Desember 2025: Rp 841.989.504.284).
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian atas aset
yang dipertanggungkan.
13. ASET HAK GUNA DAN LIABILITAS SEWA
31 Maret 2026
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Tanah & Bangunan 214.963.755 - - - 214.963.755
Kendaraan 26.482.903.670 - (34.607.602) - 26.448.296.068
Jumlah 26.697.867.425 - (34.607.602) - 26.663.259.823
Akumulasi Penyusutan:
Tanah & Bangunan 179.136.465 17.913.646 - - 197.050.111
Kendaraan 21.741.896.214 1.679.240.672 - - 23.421.136.886
Jumlah 21.921.032.679 1.697.154.318 - - 23.618.186.997
Jumlah Tercatat 4.776.834.746 3.045.072.826
31 Desember 2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Tanah & Bangunan 214.963.755 - - - 214.963.755
Kendaraan 29.949.236.536 - (3.466.332.866) - 26.482.903.670
Peralatan kantor 466.473.106 - (466.473.106) - -
Jumlah 30.630.673.397 - (3.932.805.972) - 26.697.867.425
Akumulasi Penyusutan:
Tanah & Bangunan 107.481.880 71.654.585 - - 179.136.465
Kendaraan 17.649.548.853 7.558.680.227 (3.466.332.866) - 21.741.896.214
Peralatan kantor 427.600.348 38.872.758 (466.473.106) - -
Jumlah 18.184.631.081 7.669.207.570 (3.932.805.972) - 21.921.032.679
Jumlah Tercatat 12.446.042.316 4.776.834.746
39
Page 43
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET HAK GUNA DAN LIABILITAS SEWA (Lanjutan)
Aset hak guna merupakan aset yang berasal hanya dari aktifitas sewa operasi, sedangkan aset hak guna
yang berasal dari aktifitas sewa pembiayaan disajikan sebagai bagian dari kelompok aset tetap (Catatan
12).
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2026 2025
Beban langsung (Catatan 24) 1.640.367.914 1.951.824.753
Beban usaha (Catatan 25) 56.786.404 112.998.424
Total 1.697.154.318 2.064.823.177
Liabilitas sewa terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Liabilitas sewa 10.910.896.338 13.755.639.488
Bagian jatuh tempo dalam satu tahun (5.318.158.523) (8.003.452.614)
Liabilitas sewa jangka panjang - bersih 5.592.737.815 5.752.186.874
Manajemen menetapkan kebijakan untuk membeli peralatan proyek dan kendaraan melalui sewa. Jangka
waktu sewa antara 2 sampai 3 tahun dengan suku bunga efektif antara 5% - 8% per tahun. Utang ini dijamin
dengan kendaraan bermotor dan peralatan proyek yang dibiayai.
14. ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Uang jaminan 2.289.739.922 2.392.997.160
Rekening bank dibatasi penggunaannya 323.516 515.267
Total 2.290.063.438 2.393.512.427
Uang jaminan merupakan uang yang disetorkan kepada bank yang dijadikan jaminan atas penerbitan
Performance Bond oleh Grup.
40
Page 44
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Rupiah
PT Bank DBS Indonesia 56.549.960.933 38.339.815.519
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 17.934.298.426 24.318.956.509
PT Bank CTBC Indonesia 8.716.105.937 12.160.721.587
PT Bank CIMB Niaga Tbk 5.000.000.000 4.960.261.013
Sub-jumlah 88.200.365.296 79.779.754.628
Dolar Amerika Serikat
PT Bank DBS Indonesia - 3.356.400.000
Sub-jumlah 88.200.365.296 83.136.154.628
Entitas Anak
Rupiah
PT Bank UOB Indonesia 179.249.222.501 164.860.158.693
PT Bank CIMB Niaga Tbk 106.975.667.630 108.723.745.815
PT Bank CTBC Indonesia 96.644.310.940 92.594.096.036
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 37.923.000.000 33.976.000.000
Sub-jumlah 420.792.201.071 400.154.000.544
Total 508.992.566.367 483.290.155.172
PT Bank DBS Indonesia
Perusahaan
Merupakan total fasilitas yang diperoleh Perusahaan dengan perincian sebagai berikut:
1. Uncommitted sales invoice facility dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp40.000.000.000
dengan tenor maksimum 3 bulan. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian, fasilitas ini akan
berakhir tanggal 28 Februari 2027.
2. Uncommitted sales invoice facility 2 dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp20.000.000.000
dengan tenor maksimum 90 hari, yang mana limitnya dapat digunakan untuk sub-sub fasilitas
perbankan berupa sublimit account payable financing, pembiayaan impor berupa L/C
(Usance/Sight/UPAS), jaminan bagi penerbit Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), fasilitas
trust receipt dan pembiayaan piutang. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian, fasilitas ini akan
berakhir tanggal 28 Februari 2027.
3. Uncommitted pre-shipment export financing facility dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum
Rp80.000.000.000 dengan tenor maksimum 150 hari. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian,
fasilitas ini diperbaharui dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp53.000.000.000 dengan tenor
maksimum 150 hari yang akan berakhir tanggal 28 Februari 2027.
4. Revolving credit facility merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja untuk kegiatan operasional MOPU
Meleo Producer Paltform, dengan jumlah maksimum AS$ 2.500.000. Fasilits ini akan berakhir pada
tanggal 28 Februari 2027.
41
Page 45
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank DBS Indonesia (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
5. Fasilitas berupa PCE FX Forward/Spot dengan tujuan utama untuk keperluan hedging valuta asing (FX).
Fasilitas ini diberikan dengan limit sebesar AS$ 300.000 dan memiliki jangka waktu maksimal hingga
12 bulan. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola risiko fluktuasi nilai tukar dalam
transaksi valas, baik melalui mekanisme forward maupun spot transaction, sesuai kebutuhan lindung
nilai terhadap eksposur mata uang asing.
Fasilitas 1-5 di atas dikenakan suku bunga sebesar 8,5% per tahun, untuk penarikan dalam mata uang
rupiah. Adapun penarikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dikenakan suku bunga 7,5% per tahun.
Fasilitas-fasilitas ini dijaminkan oleh piutang usaha (catatan 5).
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal penjualan dan penerbitan opsi, waran, dan hak untuk memperoleh saham anak Perusahan,
melakukan penambahan utang baru, melakukan reorganisasi, merger, akuisisi, dan penggabungan, selain
reorganisasi yang diizinkan, seperti IPO anak Perusahaan, melakukan penjualan aset dan melakukan
perubahan dalam bisnis Perusahaan.
Saldo utang dalam Rupiah untuk fasilitas ini per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
masing-masing sebesar Rp 56.549.960.933 dan Rp 38.339.815.519.
Saldo utang dalam Dolar Amerika Serikat untuk fasilitas ini pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025 adalah masing-masing sebesar nihil dan AS$ 200.000 (setara dengan Rp 3.356.400.000).
PT Bank UOB Indonesia
Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI):
Merupakan bagian dari total fasilitas gabungan sebesar Rp 280.000.000.000 untuk keperluan modal kerja
dan/atau investasi yang diterima oleh SI pada tanggal 23 Mei 2018, sebagai berikut:
1. Revolving Credit Facility 1 dengan batas penggunaan maksimum Rp50.000.000.000. Fasilitas ini
memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2027.
2. Revolving Credit Facility 2 dengan batas penggunaan maksimum Rp15.000.000.000. Fasilitas ini
memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2027.
3. Pre-Export Financing (PEF I) dengan batas penggunaan maksimum Rp50.000.000.000. Fasilitas ini
memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2027.
4. Fasilitas Import Financing (sublimit Pre-Export Financing) dengan batas penggunaan maksimum
Rp50.000.000.000 dan memiliki jangka waktu 12 bulan, serta akan jatuh tempo pada tanggal
27 Januari 2027.
5. Pre-Export Financing 2 dengan batas penggunaan maksimum Rp.25.000.000.000. Fasilitas ini
dikhususkan untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan bidang konstruksi green energy,
dan memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027.
6. Fasilitas Invoice Financing 2 (sublimit Pre-Export Financing 2) dengan batas penggunaan maksimum
Rp.25.000.000.000. Fasilitas ini dikhususkan untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan
bidang konstruksi green energy dan memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal
27 Januari 2027.
7. Sublimit fasilitas Sight/Usance Letter of Credit/ SKBDN maksimum sebesar Rp.25.000.000.
8. Sublimit Fasilitas Trust Receipt (“TR”) dengan penggunaan batas maksimum sebesar Rp
25.000.000.000.
9. Pre-Export Financing 3 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp 25.000.000.000. Fasilitas
ini memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027.
10. Fasilitas Import Financing 3 (sublimit Pre-Export Financing 3) dengan batas penggunaan maksimum
sebesar Rp 25.000.000.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada
tanggal 27 Januari 2027.
42
Page 46
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank UOB Indonesia (Lanjutan)
Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI) (Lanjutan)
11. Pre-Export Financing 5 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp80.000.000.000. Fasilitas
ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027 untuk Project dari Sarulla Operations Ltd.
12. Import Financing 5 (Sublimit Pre-Export Financing 5) dengan batas penggunaan maksimum sebesar
Rp80.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027.
13. Pre-Export Financing 6 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp35.000.000.000. Fasilitas
ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027 untuk Project dari Star Energy.
14. Import Financing 6 (Sublimit Pre-Export Financing 6) dengan batas penggunaan maksimum sebesar
Rp35.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027.
Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan suku bunga berkisar 9,75% per tahun dan di jamin oleh tanah
dan bangunan yang dimiliki oleh SI dengan nilai penjaminan tidak kurang dari Rp 200.000.000.000.
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, SI diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan
tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain
dalam hal melakukan merger, akuisisi, dan konsolidasi, melakukan likuidasi, menerima pernyataan pailit
dan penundaan pembayaran utang, pengalihan, penjaminan dan penyewaan aset, memberikan hutang
kepada pihak lain, penjaminan utang pihak lain, mengalihkan utang kepada pihak lain, penyertaan modal
dan pengambilalihan saham di perusahaan lain, perubahan struktur kepemilikan, perubahan aktivitas
usaha, serta menggadaikan dan menerbitkan saham. Disamping itu SI juga diharuskan memelihara rasio-
rasio keuangan tertentu.
SI telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 179.249.222.501 dan Rp 164.860.158.693.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI) :
Merupakan fasilitas kredit modal kerja (KMK) dengan suku bunga mengambang dan fasilitas penerbitan
bank garansi untuk jaminan tender dan pelaksanaan jasa-jasa pendukung operasi perminyakan dan gas
bumi yang diperoleh SI pada tanggal 26 Maret 2007. Berdasarkan perpanjangan terakhir dari Fasilitas
pinjaman ini pada tanggal 23 Februari 2018, plafon fasilitas adalah sebesar Rp 38.000.000.000 (KMK) dan
Rp 20.000.000.000 (Bank Garansi). Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 26 Mei 2026
Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan suku bunga berkisar 10,75% per tahun dan diberikan jaminan
berupa tanah dan bangunan yang dimiliki oleh SI.
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, SI diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan
tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam
hal melakukan merger, akuisisi, dan konsolidasi, melakukan likuidasi, menerima pernyataan pailit dan
penundaan pembayaran utang, pelepasan dan penyewaan asset jaminan, memperoleh pinjaman bank
dan institusi keuangan lain, memberikan hutang kepada internal grup dan pihak lain, penjaminan utang
pihak lain, megalihkan utang kepada pihak lain, pengambilalihan dan penyertaan saham baru di
perusahaan lain, membagikan dan membayarkan dividen kepada pemegang saham, menggunakan dana
pinjaman untuk tujuan lain termasuk melunasi utang ke pemegang saham, perubahan anggaran dasar,
struktur kepemilikan, perubahan aktivitas usaha, menggadaikan dan menerbitkan saham, serta membuat
perjanjian dan transaksi tidak wajar.
43
Page 47
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)
Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI) (Lanjutan)
Disamping itu SI juga diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan berikut :
1. Current Ratio minimal 1,00 kali.
2. Debt Equity Ratio maksimal 2,50 kali
3. Debt Service Coverage minimal 100%
SI telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 37.923.000.000 dan Rp 33.976.000.000.
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
Perusahaan
Berdasarkan perjanjian kredit antara Perusahaan dengan PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (BDI) tanggal
17 Maret 2020, BDI setuju untuk memberikan fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas Omnibus Trade
Finance (Uncommitted, Revolving) dengan total plafon sebesar USD3.000.000 dalam bentuk L/C dan
SKBDN. Fasilitas ini merupakan pengambilalihan dari fasilitas yang sebelumnya diberikan oleh MUFG
Bank Ltd. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,75% per tahun dan Fasilitas ini berakhir pada
tanggal 17 Maret 2027.
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal melakukan perubahan kegiatan usaha. Disamping itu diharuskan memelihara rasio-
rasio keuangan tertentu. Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian
pinjaman tersebut.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 17.934.298.426 dan Rp 24.318.956.509.
PT Bank CTBC Indonesia
Perusahaan
Berdasarkan perjanjian kredit antara Perusahaan dengan PT Bank CTBC Indonesia tanggal 22 Maret
2022, PT Bank CTBC setuju untuk memberikan total fasilitas sebesar Rp 100.000.000.000 untuk keperluan
modal kerja sebagai berikut:
1. Fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas Omnibus Line (Short Term Loan 1, Short Term 2 dan
Surat Kredit) dengan total plafon Rp 50.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar
8,75% per tahun dan fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2026.
2. Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek kepada perusahaan dengan plafon sebesar Rp 50.000.000.000.
Fasilitas ini ditujukan untuk kebutuhan modal kerja dan pembiayaan proyek di bawah perjanjian
konsorsium dengan PT Supraco Indonesia. Tenor pinjaman adalah maksimal 4 bulan terhitung dari
tanggal pencairan, dengan bunga 8,75% per tahun
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal melakukan perubahan usaha dan melakukan pengalihan aset utama. Disamping itu
diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu.
Saldo utang untuk fasilitas ini pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 8.716.105.937 dan Rp 12.160.721.587.
44
Page 48
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank CTBC Indonesia (Lanjutan)
Entitas Anak – PT Supraco Indonesia (SI)
Berdasarkan perjanjian kredit antara SI dengan PT Bank CTBC Indonesia tanggal
21 Desember 2020, CTBC setuju untuk memberikan fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas
Omnibus Line (Short Term Loan 1, Short Term 2, Short Term 3 dan Bank Garansi) dengan total plafon
Rp 100.000.000.000 dan fasilitas Transaksi Valuta Asing dengan total plafon sebesar AS$ 500.000.
Pinjaman ini dikenakan suku tingkat bunga sebesar 8,75% per tahun dan fasilitas ini berakhir pada tanggal
21 Desember 2026.
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal melakukan perubahan usaha dan melakukan pengalihan aset utama. Disamping itu
diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. SI telah memenuhi batasan-batasan yang
diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 96.644.310.940 dan Rp 92.594.096.036.
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Perusahaan
Pada tanggal 2 Juni 2025 PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menyetujui pemberian fasilitas pembiayaan
Syariah kepada Perusahaan selaku debitur utama, dengan Co-Borrower terdiri dari PT Supraco Indonesia,
PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa. Fasilitas pembiayaan yang disepakati ini memiliki total
plafon sebesar Rp 115.000.000.000 dan bertujuan utama untuk pembiayaan modal kerja melalui skema
Musyarakah dan Hawalah, dengan struktur pembiayaan sebagai berikut:
1. Fasilitas Pembiayaan Rekening Koran iB / Musyarakah dengan nilai plafon sebesar Rp 5.000.000.000
yang digunakan secara eksklusif oleh Perusahaan. Fasilitas ini bersifat uncommitted.
2. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus iB Musyarakah (PTK iB) dengan plafon sebesar
Rp 110.000.000.000, diberikan kepada Perusahaan dan PT Supraco Indonesia dan PT Supraco Daya
Wisesa. Fasilitas ini bersifat revolving dan digunakan khusus untuk membayar gaji tenaga kerja.
3. Sub Fasilitas PTK Trade AP iB senilai Rp 110.000.000.000 yang menggunakan akad Hawalah.
Fasilitas ini juga bersifat revolving dan digunakan untuk membayar kewajiban atas dasar invoice dari
pemasok terkait pembelian barang dan jasa. Fasilitas diberikan kepada Perusahaan dengan Co-
Borrower terdiri dari PT Supraco Indonesia, PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa.
4. Sub Fasilitas BG iB atau Bank Guarantee / SBLC iB senilai Rp 110.000.000.000, yang ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan garansi proyek (termasuk Bid Bond, Performance Bond, Maintenance Bond).
Akad yang digunakan adalah Kafalah bil Ujrah, dengan tenor maksimal satu tahun atau disesuaikan
dengan masa berlaku dokumen kontrak. Fasilitas diberikan kepada Perusahaan dengan Co-Borrower
terdiri dari PT Supraco Indonesia, PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa.
Fasilitas pinjaman atas point 1-4 di atas berjangka waktu 1 tahun dan dikenakan suku bunga sebesar
8,25% per tahun dan seluruh fasilitas ini dijamin dengan piutang sebesar IDR 115.000.000.000 dan aset
tetap berupa kapal atas nama PT Supraco Lines.
Perusahaan beserta seluruh anak perusahaan dalam hal ini telah memenuhi kewajiban atas Rasio
keuangan yang mencakup current ratio, DER, dan DSCR untuk konsolidasi Perusahaan serta
Debt/EBITDA untuk PT Supraco Indonesia. Selain itu, pembatasan dalam perjanjian mensyaratkan
persetujuan tertulis bank sebelum melakukan merger, akuisisi, perubahan struktur kepemilikan, pengalihan
atau penggadaian aset, pembagian dividen lebih dari 10% dari retained earnings untuk anak perusahaan,
dan tindakan korporasi lainnya yang berpengaruh signifikan terhadap struktur atau kelangsungan bisnis
perusahaan.
45
Page 49
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
Perusahaan beserta seluruh anak Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam
perjanjian pinjaman tersebut.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah
sebesar Rp 5.002.353.831 dan Rp 4.960.261.013.
Entitas Anak – PT Supraco Indonesia (SI)
Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 110.000.000.000.
Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8,25% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni
2026.
Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing
sebesar Rp 99.801.835.726 dan Rp 103.736.346.232.
Entitas Anak – PT Supraco Lines (SPL)
Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 110.000.000.000.
Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8,25% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni
2026.
Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing
sebesar nihil.
Entitas Anak – PT Supraco Daya Wisesa (SDW)
Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 110.000.000.000.
Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8,25% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni
2026.
Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing
sebesar Rp 7.173.831.904 dan Rp 4.987.399.538.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Perusahaan
Merupakan fasilitas kredit modal kerja dengan plafon maksimum sebesar Rp5.000.000.000 dan penerbitan
bank garansi dengan plafon sebesar Rp80.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan suku tingkat bunga
sebesar 10,00% per tahun dan fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 22 Desember 2026. Pinjaman ini
dijamin oleh dengan deposito, piutang usaha, dan bangunan (Catatan 4, Catatan 5, dan Catatan 11).
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal melakukan merger dan akuisisi, mengajukan permohonan pailit dan penundaan pembayaran
utang, pelepasan dan pengalihan aset, memperoleh pinjaman baru dari pihak lain kecuali subordinate loan,
memberikan pinjaman kepada internal grup dan pihak lain, penjaminan utang pihak lain, pengambilalihan
dan penyertaan saham baru di perusahaan lain, membayar bunga dan melunasi utang ke pemegang
saham, dan melakukan transaksi dengan harga tidak wajar. Disamping itu Perusahaan juga diharuskan
memelihara rasio keuangan tertentu.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
nihil.
46
Page 50
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG USAHA
a. Berdasarkan pemasok
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak Ketiga
PT Energia Petromitra Indonesia 6.780.973.958 -
PT Arshaka Rantau Persada 6.734.632.505 -
PT Astrindo Travel Services 6.327.858.284 4.397.681.472
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia 5.330.086.158 260.320.085
PT Sasco Global Indonesia 4.654.489.732 5.183.541.439
PT Gamma Energy Indonesia 4.625.617.550 259.230.000
PT Pratita Prama Nugraha 3.964.440.380 3.768.888.575
PT Metalindo Artha Utama Sarana 2.954.063.614 -
PT Prima Jaya Sentosa Energi 2.498.053.408 -
PT PAN Maritime Wira Prawitra 2.467.433.654 2.470.788.597
PT Berkah Mitra Abadi Bersama 2.049.121.000 2.834.282.500
PT AA Pialang Asuransi 1.666.009.014 3.290.644.768
PT Industech Energi Indonesia 1.594.626.365 -
PT Leo Anugerah Sukses 1.560.607.500 -
PT Promatcon Tepatguna 1.365.966.000 -
PT Maju Teknik Sejahtera 1.071.462.000 -
PT Hakiki Wiramandiri 478.266.325 2.804.866.019
Koperasi Karyawan Sehati 410.534.811 1.130.615.349
Lain-lain 67.883.564.834 68.337.904.376
Total 124.417.807.093 94.738.763.180
b. Berdasarkan mata uang
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Berdasarkan mata uang
Rupiah 119.948.250.457 88.886.182.962
Dolar Amerika Serikat 4.469.556.636 5.852.580.218
Total 124.417.807.093 94.738.763.180
Jangka waktu utang usaha berkisar antara 30 sampai 90 hari.
17. BEBAN AKRUAL
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Subkontraktor 44.206.832.196 29.079.618.859
Gaji dan tunjangan 11.886.243.221 19.096.407.761
Bunga 822.010.847 3.592.053.498
Lain-lain 3.857.174.939 10.209.998.370
Total 60.772.261.203 61.978.078.488
Beban akrual lain-lain terutama merupakan utang Perusahaan dan entitas anak atas transaksi pembelian
barang dan jasa yang telah diterima atau dipasok, tetapi belum dibayar, ditagih atau secara formal
disepakati dengan para pemasok.
47
Page 51
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Mandiri Tunas Finance 2.497.707.160 2.741.012.970
Dikurangi: Bagian lancar (945.972.890) (927.061.610)
Bagian jangka panjang 1.551.734.270 1.813.951.360
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Grup menghitung liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Grup mencatat
liabilitas imbalan kerja berdasarkan hasil perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh Kantor Konsultan
Aktuaria Steven & Mourits, aktuaris independen, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 dalam laporannya tanggal 27 Januari 2026, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Penghitungan liabilitas imbalan pasca kerja dihitung sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan yang
berlaku.
Asumsi-asumsi yang digunakan sebagai berikut:
Tingkat diskonto 7,25% 6,3% - 6,6%
Tingkat kenaikan upah 5,00% 6,00%
Tingkat mortalitas TMI 4 TMI 4
Tingkat cacat 5% TMI 4 5% TMI 4
Tingkat perputaran pekerja 2.5% per tahun (linear)
Usia pensiun normal 56 tahun 56 tahun
Liabilitas imbalan pasca kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian, sebagai berikut
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo Awal 47.282.850.565 36.507.937.051
Beban Periode Berjalan (Catatan 25) 256.391.862 8.244.435.237
Pembayaran Manfaat (2.696.244.788)
Rugi Komprehensif Lainnya - 5.226.723.065
Saldo Akhir 47.539.242.427 47.282.850.565
48
Page 52
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. MODAL SAHAM
Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan, PT
Adimitra Transferindo, susunan pemegang saham Perusahaan per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025,
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Saham Pemilikan Disetor
Pemegang Saham % Rp
Tn. Haiyanto 184.598.700 23,97 18.459.870.000
PT Radiant Nusa Investama 174.354.500 22,64 17.435.450.000
OCBC Securities PTE Ltd 106.448.200 13,82 10.644.820.000
Masyarakat Umum
(masing-masing dibawah 5%) 304.598.600 39,57 30.324.270.000
Total 770.000.000 100,00 76.864.410.000
31 Desember 2025
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Saham Pemilikan Disetor
Pemegang Saham % Rp
Tn. Haiyanto 184.598.700 23,97 18.459.870.000
PT Radiant Nusa Investama 174.354.500 22,64 17.435.450.000
OCBC Securities PTE Ltd 107.804.100 14,00 10.780.410.000
Masyarakat Umum
(masing-masing dibawah 5%) 303.242.700 39,39 30.324.270.000
Total 770.000.000 100,00 77.000.000.000
21. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Kepentingan Non Pengendali Kepentingan Non Pengendali
atas Aset Bersih atas Laba Bersih
31 Maret 2026 31 Desember 2025 31 Maret 2026 31 Maret 2025
SI dan Entitas Anak 31.487.568 31.012.135 475.433 431.119
Jumlah 31.487.568 31.012.135 475.433 431.119
49
Page 53
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Merupakan agio saham atas penawaran umum perdana saham Perusahaan pada tahun 2006 setelah
dikurangi dengan biaya emisi saham dengan perincian sebagai berikut:
31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025
Agio atas penerbitan saham sebanyak
170.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp100 per saham dengan
harga penawaran Rp250 per saham 25.500.000.000
Dikurangi: Biaya emisi saham (3.902.936.278)
Agio saham bersih 21.597.063.722
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 9.374.556.225
Jumlah 30.971.619.947
23. PENDAPATAN
2026 2025
Jasa pendukung operasi 361.316.669.628 318.019.799.159
Jasa inspeksi 65.516.113.024 60.274.886.699
Jasa kegiatan lepas pantai 65.386.292.223 61.567.383.894
Lain-lain 188.127.150 164.312.306
Total 492.407.202.025 440.026.382.058
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025, pendapatan lainnya terdiri atas
jasa manajemen gedung masing-masing sebesar Rp 188.127.150 dan Rp 164.312.306.
Berikut ini adalah rincian pendapatan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan masing-masing periode
tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025:
2026 2025
Medco Energi (Madura Offshore) Pty. Ltd 85.878.796.256 47.886.420.840
Sarulla Operations, Ltd. 69.880.459.818 -
Schlumberger Group 42.864.201.083 40.248.290.958
PT Pertamina Hulu Rokan 33.450.100.066 35.485.816.164
PT Pertamina E&P 30.773.296.062 63.966.746.030
Total 262.846.853.285 187.587.273.992
50
Page 54
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. BEBAN LANGSUNG
2026 2025
Gaji dan tunjangan 284.236.122.951 283.258.026.375
Peralatan dan perlengkapan 47.988.739.493 16.762.321.523
Subkontraktor 39.950.423.390 14.723.609.585
Penyusutan (Catatan 12) 16.108.687.840 22.125.342.510
Perjalanan dan akomodasi 14.707.944.016 14.657.097.336
Kendaraan 9.171.016.127 6.752.215.052
Material 6.593.853.756 6.278.367.374
Seragam dan perlengkapan keamanan 5.186.977.974 5.335.328.287
Sewa kapal 2.394.294.688 4.851.097.308
Penyusutan aset hak guna (Catatan 13) 1.640.367.914 1.951.824.753
Lain-lain 16.512.113.567 12.974.122.083
Jumlah 444.490.541.716 389.669.352.186
25. BEBAN USAHA
2026 2025
Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan tunjangan 20.848.123.552 20.933.319.566
Kantor 4.573.043.644 2.034.565.957
Tenaga ahli 1.909.678.874 784.473.518
Gedung 1.196.577.968 1.246.806.223
Kendaraan 802.638.510 648.644.099
Penyusutan (Catatan 12) 686.553.773 194.331.571
Perjalanan dinas dan akomodasi 626.068.724 667.201.312
Donasi 273.887.977 379.094.622
Imbalan kerja (Catatan 19) 256.391.862 1.947.960.000
Rekrutmen dan pelatihan 190.341.630 414.018.283
Penyusutan aset hak guna (Catatan 13) 56.786.404 112.998.424
Lain - lain 315.325.418 530.825.805
Total 31.735.418.336 29.894.239.380
Beban Penjualan 363.718.126 830.139.753
Total 363.718.126 830.139.753
26. BEBAN KEUANGAN
2026 2025
Beban bunga pinjaman 11.254.777.942 12.158.305.238
Biaya bank 1.951.669.736 1.977.373.831
Beban bunga liabilitas sewa 164.655.505 538.229.975
Total 13.371.103.183 14.673.909.045
51
Page 55
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. CADANGAN UMUM
Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya terdiri dari:
1. Akumulasi saldo laba merupakan akumulasi laba setelah dikurangi pembagian dividen dan
pembentukan dana cadangan sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
2. Penghasilan komprehensif lain yang berasal dari keuntungan atau kerugian aktuarial merupakan
saldo laba yang berasal dari pengukuran kembali program imbalan pasti.
Cadangan Umum
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar
20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Tambahan total laba yang telah ditentukan
penggunaannya akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam
rapat tahunan berikutnya.
28. LABA PER SAHAM DASAR
2026 2025
Laba yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 3.186.954.480 4.030.355.258
Rata-rata tertimbang saham beredar 770.000.000 770.000.000
Laba per saham dasar 4,14 5,23
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasi, Grup tidak memiliki efek yang berpotensi saham biasa
yang dilutif.
29. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi
Pihak Berelasi Hubungan Transaksi
PT Radiant Guna Persada Dibawah pengendalian yang sama Piutang lain-lain
PT Guna Mandiri Paripurna Dibawah pengendalian yang sama Piutang lain-lain
b. Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi
Piutang lain-lain
31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Radiant Guna Persada (RGP) 3.275.258.275 3.282.750.234
PT Guna Mandiri Paripurna - 850.000.000
Lain-lain
(masing-masing di bawah Rp 500.000.000) 890.648.195 741.863.311
Jumlah 4.165.906.470 4.874.613.545
52
Page 56
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. INFORMASI SEGMEN
Segmen Operasi
Grup pada saat ini melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:
1. Jasa pendukung operasi meliputi: jasa penyediaan sumber daya manusia, jasa agency, jasa
konstruksi, pelatihan, pemeliharaan dan perbaikan, sewa kendaraan serta penyediaan dan
pengelolaan terintegrasi untuk basis lapangan minyak dan gas.
2. Jasa inspeksi meliputi: jasa voluntary inspection, statutory inspection, non destructive testing services
dan oil country tubular goods, dan analisis dampak lingkungan.
3. Jasa kegiatan lepas pantai meliputi penyediaan jasa untuk kegiatan lepas pantai termasuk
pengoperasian mobile offshore production unit, dan jasa pelayaran dalam negeri.
4. Jasa lain-lain meliputi: jasa manajemen gedung dan lain-lainnya.
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
2026
Jasa Pendukung Jasa Kegiatan
Operasi Jasa Inspeksi Lepas Pantai Lain-lain Konsolidasian
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif Lain
Pendapatan 361.316.669.628 65.516.113.024 75.142.292.223 1.424.817.150 503.399.892.025
Pendapatan antar segmen - - (9.756.000.000) (1.236.690.000) (10.992.690.000)
Beban langsung 340.994.359.076 58.435.938.214 52.625.667.804 1.185.040.603 453.241.005.697
Beban antar segmen - - (8.750.463.981) - (8.750.463.981)
Total laba kotor 20.322.310.552 7.080.174.810 21.511.088.400 (996.913.453) 47.916.660.309
Laba usaha 5,6% 10,8% 28,6% -70,0% 17.430.039.441
Laba sebelum pajak 8,1% 1,9% 32,0% -29,8% 5.459.932.486
Informasi lainnya
Aset segmen yang tidak
dapat dialokasikan 1.340.950.692.906
Liabilitas segmen yang
tidak dapat dialokasikan 775.966.488.533
53
Page 57
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)
Segmen operasi (Lanjutan)
2025
Jasa Pendukung Jasa Kegiatan
Operasi Jasa Inspeksi Lepas Pantai Lain-lain Konsolidasian
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif Lain
Pendapatan 318.019.799.159 61.567.383.894 70.030.886.699 1.431.485.534 451.049.555.286
Pendapatan antar segmen - - (9.756.000.000) (1.267.173.228) (11.023.173.228)
Beban langsung 282.063.166.434 59.502.456.924 55.062.168.662 1.792.024.147 398.419.816.167
Beban antar segmen - - (8.750.463.981) - (8.750.463.981)
Total laba kotor 35.956.632.725 2.064.926.970 13.963.182.018 (1.627.711.841) 50.357.029.872
Laba usaha 11,3% 3,4% 19,9% -113,7% 21.158.649.700
Laba sebelum pajak 6.831.110.606
Informasi Lainnya
Aset segmen yang tidak
dapat dialokasikan
31 Desember 2025 1.272.486.819.969
Liabilitas segmen yang
tidak dapat dialokasikan
31 Desember 2025 710.689.570.076
Operasi Grup berlokasi di wilayah Indonesia yang memiliki risiko dan imbalan relatif sama. Pendapatan
berdasarkan lokasi geografis:
2026 2025
Jawa 359.371.338.806 273.085.869.075
Sumatera 69.112.699.169 100.981.765.621
Kalimantan 63.923.164.050 65.958.747.362
Jumlah 492.407.202.025 440.026.382.058
31. KOMITMEN
Perusahaan
a. Pada tanggal 1 Januari 2026, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Exxonmobil
Cepu Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. 4034437 mengenai Maintenance & Engineering Services.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 30 Juni 2028, dengan nilai kontrak sebesar Rp 48.651.999.095.
b. Pada tanggal 1 Desember 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan JOB
Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi yang tertuang dalam kontrak No. 7204250122 mengenai
Manpower Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 3 Desember 2027, dengan nilai kontrak sebesar
Rp 246.498.819.922.
c. Pada tanggal 1 Desember 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Mahakam yang tertuang dalam kontrak No. SX14048332A mengenai Inspection Services. Kontrak ini
berlaku sampai dengan 30 November 2028, dengan nilai kontrak sebesar Rp 48.380.200.390.
54
Page 58
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
d. Pada tanggal 20 Agustus 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Sanga Sanga mengenai Inspection Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 31 Januari 2028
dengan nilai kontrak sebesar Rp 41.762.852.000.
e. Pada tanggal 1 Mei 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP
Zona 10 yang tertuang dalam kontrak No. SA 16053119A mengenai Inspection Services. Kontrak ini
berlaku sampai dengan 14 Juli 2028 dengan nilai kontrak sebesar Rp 24.989.730.000.
f. Pada tanggal 1 April 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP
yang tertuang dalam kontrak No. SA 15046889A mengenai Inspection Services. Kontrak ini berlaku sampai
dengan 30 Juni 2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 39.604.330.000.
g. Pada tanggal 18 Januari 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00788A mengenai Inspection Services. Kontrak ini
berlaku sampai dengan 17 April 2028 dengan nilai kontrak sebesar Rp 84.102.253.240.
h. Pada tanggal 1 November 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Sanga Sanga mengenai Manpower Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 31 Juli 2027 dengan
nilai kontrak sebesar Rp 229.534.676.094.
i. Pada tanggal 8 Juli 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Premier Oil
Andaman Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. 24630006-OB mengenai Manpower Services. Kontrak ini
berlaku sampai dengan 7 Juli 2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 230.195.183.258.
j. Pada tanggal 18 Juni 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00722A mengenai jasa inspeksi audit keselamatan dan
kepatuhan drilling & workover WK Rokan. Kontrak ini berlaku sampai dengan 31 Oktober 2029 dengan
nilai kontrak sebesar Rp 83.525.479.080.
k. Pada tanggal 18 Juni 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00735A mengenai jasa inspeksi Long Range Ultrasonic
Testing. Kontrak ini berlaku sampai dengan 30 September 2027 dengan nilai kontrak sebesar
Rp 36.112.933.758.
l. Pada tanggal 18 Maret 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Energi Offshore Northwest Java yang tertuang dalam kontrak No. 4710008112 mengenai jasa
Integrated Statutory Inspection & Certification Services (Paket B). Kontrak ini berlaku sampai dengan 30
April 2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 25.793.403.000.
m. Pada tanggal 1 Maret 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP
Zona 7 yang tertuang dalam kontrak No. SA13029332A mengenai Manpower Services. Kontrak ini berlaku
sampai dengan 28 Februari 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 44.945.966.165.
n. Pada tanggal 1 Maret 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT REA Kaltim
Plantations yang tertuang dalam kontrak No. RKP.LO-2424/XII/2023 mengenai Manpower Services.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 31 Mei 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 34.007.601.879
o. Pada tanggal 6 Desember 2023, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Kalimantan Timur yang tertuang dalam kontrak No. SA16022541A/XI/2023/ S-12 mengenai NDT
Inspection Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 30 Juni 2027 dengan nilai kontrak sebesar
Rp 20.070.500.000.
55
Page 59
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
p. Pada tanggal 23 Oktober 2023, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan JOB
Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi yang tertuang dalam kontrak No. S230011R/JOBT/SPE mengenai
Jasa Third Party Inspection. Kontrak ini berlaku sampai dengan 22 Januari 2026 dengan nilai kontrak
sebesar Rp 34.519.325.000.
q. Pada tanggal 1 Juli 2022, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00129A mengenai Operation Maintenance Services.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 7 Agustus 2026 dengan nilai kontrak Rp 232.921.643.994.
r. Pada tanggal 1 Juli 2022, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00126A mengenai Operation Maintenance Services.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 7 Agustus 2027 dengan nilai kontrak Rp 159.474.281.506.
s. Pada tanggal 5 Januari 2022, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Dwi Mitra
Rekayasa Teknik yang tertuang dalam kontrak No. 0201221DRT mengenai Non-Destructive Testing.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 3 Januari 2027 dengan nilai kontrak Rp25.082.500.000.
t. Pada tanggal 7 Oktober 2021, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Energi ONWJ LTD yang tertuang dalam kontrak No. 4710005441 mengenai Lifting Management
Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 7 Desember 2026 dengan nilai kontrak Rp22.609.906.500.
u. Pada tanggal 20 Agustus 2021, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Energi OSES yang tertuang dalam kontrak No. 4710004728 mengenai Certification Services. Kontrak
ini berlaku sampai dengan 20 Oktober 2026 dengan nilai kontrak Rp15.910.200.000.
v. Berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, tanggal 21 Februari 2019 dari P.
Sutrisno A. Tampubolon, SH., notaris di Jakarta.
Pemegang saham telah memberikan persetujuan kepada Direksi Perseroan untuk menjaminkan sebagian
besar atau seluruh kekayaan Entitas Induk Perseroan dan/atau Entitas Anak Perseroan baik yang telah
ada maupun yang akan ada, dalam rangka kaitannya dengan fasilitas pinjaman dan/ atau pembiayaan
yang akan diperoleh Entitas Induk Perseroan dan/ atau Entitas Anak Perseroan baik dari Perbankan dan
atau perusahaan modal ventura, perusahaan pembiayaan atau perusahaan pembiayaan infrastruktur baik
dalam negeri maupun luar negeri termasuk perpanjangan, perubahan, pergantian, dan pembaharuannya
dari waktu ke waktu serta memberikan persetujuan dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk
menentukan skema pemberian jaminannya. Pemegang saham juga memberikan wewenang kepada
Direksi Perseroan untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu sehubungan dengan pemberian
jaminan tersebut.
w. Pada tanggal 27 April 2006, Perusahaan menandatangani perjanjian Maleo Development dengan Santos
(Madura Offshore) Pty. Ltd., yang tertuang dalam perjanjian No.900252 mengenai Mobile Offshore Project
Unit (MOPU) Operating Services yang berlaku sampai 28 September 2010 dengan nilai kontrak sebesar
AS$ 110,081,000.
Pada tanggal 8 Juni 2010, Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd., mengadakan adendum dengan Perusahaan
atas perjanjian di atas dengan Ref No.013/MDO/LEG/III/10 diperpanjang dengan jangka waktu perjanjian
untuk periode 5 tahun.
Berdasarkan addendum perjanjian tanggal 31 Oktober 2011, Perusahaan dan Santos sepakat untuk
memperpanjang perjanjian tersebut diatas dimulai dari periode 1 Agustus 2011 hingga 21 Juli 2016. Santos
memiliki hak untuk memperpanjang secara otomatis perjanjian tersebut setelah tanggal 31 Juli 2016 untuk
periode 1 Agustus 2016 hingga 20 April 2018.
Pada tanggal 27 Desember 2017, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Santos
(Madura Offshore) Pty Ltd yang merupakan kelanjutan dari kontrak No.903941 dan tertuang dalam kontrak
MD000310317DA mengenai Maleo Producer Platform (MPP) Rental, Operations and Maintenance
56
Page 60
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 27 Desember 2021 dengan nilai kontrak AS$ 62,236,170 atau
setara dengan Rp840.188.295.000.
Pada tanggal 27 Februari 2019, Perusahaan menerima Surat Penunjukan Pemenang dari Santos
(Sampang) Pty Ltd, mengenai perpanjangan perjanjian kerja sama terkait Maleo Producer Platform (MPP)
Lease, Operation and Maintenance Services, Contract No. 904199 sebeasar AS$ 90.291.480. Untuk
periode 5 tahun dan 8 bulan yang terdiri dari 13 bulan (fase konversi) dan 3 tahun periode pasti ditambah
1 tahun dan 7 bulan periode Opsi (fase operasi dan pemeliharaan). Di periode yang sama pula terjadi
perubahan kepemilikan kontrak dari sebelumnya Santos (Sampang) Pty Ltd menjadi Ophir Indonesia
(Madura Offshore) Pty Ltd dan selanjutnya menjadi Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd.
Berdasarkan kontrak seluruh biaya yang terjadi selama fase konversi ditagihkan kepada klien dalam bentuk
unit rate selama 3-4 tahun fase operasi.
Berdasarkan addendum perjanjian tanggal 1 November 2023, Perusahaan dan Medco Energi Madura
Offshore Pty Ltd. sepakat untuk melakukan perubahan jangka waktu periode pasti dari mulai 1 November
2023 sampai dengan 31 Oktober 2025 dan penambahan nilai kontrak menjadi AS$ 96,117,425.
Pada tanggal 1 November 2025, Perusahaan dan Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd. sepakat untuk
melakukan fase pengoperasian dengan jangka waktu operasi dari mulai 1 November 2025 hingga 28
Februari 2026, dengan nilai kontrak sebesar AS$ 4.639.470.
Pada tanggal 27 Februari 2026, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Medco Energi
Madura Offshore Pty, Ltd., yang tertuang dalam kontrak No. CS80183 mengenai Maleo Producer Platform,
Lease, Operations, and Maintenance. dengan nilai kontrak sebesar Rp 72.520.218.238.
Entitas anak - PT Supraco Indonesia:
a. Pada tanggal 1 Februari 2026, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Kalimantan Timur mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku sampai 31 Juli 2026, sebesar Rp
29.427.474.173.
b. Pada tanggal 1 Januari 2026, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Citic Seram Energy, Ltd.
yang tertuang dalam kontrak No. 15248 HRA25 mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku
sampai 31 Desember 2026, sebesar Rp 52.715.357.062.
c. Pada tanggal 1 Oktober 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan BP Berau yang tertuang
dalam kontrak No. PCJ3788-CA mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku sampai 30 September
2027, sebesar Rp 35.485.909.430.
d. Pada tanggal 1 Oktober 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan BP Berau yang tertuang
dalam kontrak No. PCJ3789-CA mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku sampai 30 September
2027, sebesar Rp 32.837.406.998.
e. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan BP Berau yang tertuang
dalam kontrak No. 4420004017 mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku sampai 31 Agustus
2027 sebesar Rp 46.472.519.136.
f. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3782-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 31 Agustus 2027 sebesar Rp 44.926.964.621.
g. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3781-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 31 Agustus 2027 sebesar Rp 43.774.321.798.
57
Page 61
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Entitas anak - PT Supraco Indonesia (Lanjutan)
h. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3780-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 31 Agustus 2027 sebesar Rp 42.120.358.665.
i. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Mahakam yang tertuang dalam kontrak No. SX14047575A mengenai Maintenance & Engineering Services,
yang berlaku sampai 31 Oktober 2030 sebesar Rp 40.449.417.878.
j. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3783-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 31 Agustus 2027 sebesar Rp 37.496.179.054.
k. Pada tanggal 9 Agustus 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Bumi Siak Pusako
yang tertuang dalam kontrak No. 016-25-OPS-BSP mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku
sampai 8 Agustus 2027 sebesar Rp 33.569.325.241.
l. Pada tanggal 9 Mei 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT PLN Mandau Cipta Tenaga
Nusantara yang tertuang dalam kontrak No. K1880783-R mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 8 Mei 2028 sebesar Rp 45.683.603.533.
m. Pada tanggal 1 Mei 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP Cepu yang
tertuang dalam kontrak No. 4650000301 mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku sampai
30 April 2028 sebesar Rp 45.174.437.950.
n. Pada tanggal 17 Maret 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Sarulla Operations, Ltd.
yang tertuang dalam kontrak No. SOL-AGR II-1758 R00 mengenai Engineering, Procurement and
Construcition for WJR-1 Steamfield Above Ground System (SAGS), yang berlaku sampai 17 Juni 2026
sebesar Rp 280.926.000.000.
o. Pada tanggal 6 Januari 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Star Energy Geothermal
Salak, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. SCM/PS/2024/00551 mengenai Construction Services, yang
berlaku sampai 5 Juli 2027 sebesar Rp 42.770.000.000.
p. Pada tanggal 1 Januari 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Premier Oil Natuna Sea
B.V. yang tertuang dalam kontrak No. 24130092-OB mengenai Provision of Technical Support Services for
Facility Engineering, Modification, Reliability and Integrity, yang berlaku sampai 31 Desember 2027 sebesar
Rp 41.473.161.158.
q. Pada tanggal 6 Januari 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Star Energy Geothermal
Salak, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. SCM/PS/2024/00551 mengenai Construction Services, yang
berlaku sampai 5 Juli 2027 sebesar Rp 42.770.000.000.
r. Pada tanggal 1 Agustus 2023, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. WARTSILA
INDONESIA, yang tertuang dalam kontrak No. 024/DAU/GA/WID/VIII/2017 mengenai Manpower Serivice
yang berlaku sampai 31 Juli 2026 dengan nilai Rp 20.938.694.957.
s. Pada tanggal 1 Mei 2023, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu Rokan,
yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00521A mengenai Perbaikan Perawatan Gedung - SMO yang
berlaku sampai 30 April 2026 dengan sebesar nilai Rp 72.655.181.604.
t. Pada tanggal 9 Agustus 2022, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu Rokan
yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00136A mengenai Jasa - Jasa Pendukung Pengoperasian dan
Perawatan Fasilitas Oil Wharves - Paket 2 yang berlaku sampai 8 Agustus 2026 dengan nilai sebesar
Rp 43.537.453.700.
58
Page 62
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Entitas anak - PT Supraco Lines
Pada tanggal 31 Oktober 2023, SL menandatangani kontrak dengan PT Pertamina Hulu Mahakam yang
tertuang dalam kontrak No. 4710007618 mengenai Provision of Dredging and Associated Services
Package 1 - 4 yang berlaku sampai dengan tanggal 31 Oktober 2027 dengan nilai kontrak sebesar
Rp 96.325.000.000.
Entitas anak - PT Supraco Daya Wisesa
a. Pada tanggal 1 Oktober 2025, SDW menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Wira Insani, yang
tertuang dalam kontrak No. WFT/PROC/AGR/IX/2025/027 mengenai Manpower Supply Services yang
berlaku sampai 30 September 2027, dengan nilai kontrak sebesar Rp 71.364.014.572.
b. Pada tanggal 17 Agustus 2025, SDW menandatangani perjanjian kerjasama dengan PetroChina
International Jabung Ltd., yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3817- CA mengenai Manpower Supply
Services yang berlaku sampai 30 September 2027, dengan nilai kontrak sebesar Rp 22.219.611.531.
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Manajemen risiko kredit
Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko kredit, risiko nilai tukar, risiko
suku bunga dan risiko likuiditas. Manajemen menelaah dan mengeluarkan kebijakan untuk mengelola
masing-masing risiko. Grup menerapkan kebijakan manajemen risiko yang bertujuan untuk meminimalkan
pengaruh ketidakpastian pasar terhadap kinerja keuangan Grup. Berikut ini ringkasan kebijakan dan
pengelolaan manajemen risiko tersebut:
Grup bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan meminimalkan
kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Risiko kredit timbul dari risiko kegagalan dari
counterpart atas liabilitas kontraktual yang dapat mengakibatkan kerugian keuangan kepada Grup. Grup
meminimalkan eksposur risiko kredit yang timbul dari piutang usaha dengan kebijakan untuk memastikan
bahwa transaksi dilakukan dengan pelanggan dengan riwayat catatan kredit yang baik. Untuk aset
keuangan lainnya seperti kas dan setara kas, Grup meminimalkan risiko kredit dengan melakukan
penempatan pada pihak-pihak yang bereputasi.
Piutang usaha Grup terdiri dari beberapa pelanggan dan tersebar dalam wilayah geografis Indonesia.
Konsentrasi atas risiko kredit terbatas karena para pelanggan tidak terkait. Grup tidak memiliki eksposur
risiko kredit yang signifikan kepada satu pihak atau group yang memiliki karakteristik yang sama.
59
Page 63
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan)
Manajemen risiko kredit (Lanjutan)
31 Maret 2026
Suku Bunga Tiga bulan Satu Tahun Diatas Satu Tahun Jumlah
%
Aset Keuangan
Tanpa dikenakan bunga -- 858.036.246.710 1.731.258.121 14.398.747.814 874.166.252.645
Instrumen dengan tingkat
suku bunga tetap 2,00% - 3,36% 157.889.198.473 -- 10.465.392.771 168.354.591.244
Jumlah 1.015.925.445.183 1.731.258.121 24.864.140.585 1.042.520.843.889
Liabilitas Keuangan
Tanpa dikenakan bunga -- 185.190.068.296 -- -- 185.190.068.296
Instrumen dengan tingkat
suku bunga tetap 5% - 12.5% 1.566.032.853 4.698.098.560 7.144.472.085 13.408.603.498
Instrumen dengan tingkat
suku bunga mengambang 4%-11.75% 508.992.566.367 -- -- 508.992.566.367
Jumlah 695.748.667.516 4.698.098.560 7.144.472.085 707.591.238.161
31 Desember 2025
Suku Bunga Tiga bulan Satu Tahun Diatas Satu Tahun Jumlah
%
Aset Keuangan
Tanpa dikenakan bunga -- 926.395.295.547 7.125.171.562 14.452.196.803 947.972.663.912
Instrumen dengan tingkat
suku bunga tetap 2,00% - 3,36% 61.488.985.293 -- -- 61.488.985.293
Jumlah 987.884.280.840 7.125.171.562 14.452.196.803 1.009.461.649.205
Liabilitas Keuangan
Tanpa dikenakan bunga -- 156.716.841.668 -- -- 156.716.841.668
Instrumen dengan tingkat
suku bunga tetap 5% - 12.5% 2.232.628.556 6.697.885.668 7.566.138.234 16.496.652.458
Instrumen dengan tingkat
suku bunga mengambang 4%-11.75% 483.290.155.172 -- -- 483.290.155.172
Jumlah 642.239.625.396 6.697.885.668 7.566.138.234 656.503.649.298
60
Page 64
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Manajemen risiko nilai tukar mata uang asing
Grup memiliki eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar yang timbul dari transaksi dengan pelanggan maupun
pemasok yang didenominasi dalam mata uang USD. Pada tanggal laporan posisi keuangan per
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset dan liabilitas moneter Grup adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Mata uang asing Setara Rp Mata uang asing Setara Rp
ASET
Kas dan setara kas AS$ 1.831.513 31.122.906.029 2.052.895 34.451.684.226
SG$ 398 5.249.767 443 5.792.644
EUR 517 10.094.744 517 10.206.114
Piutang usaha AS$ 2.359.845 40.100.853.891 2.338.155 39.238.920.567
Jumlah aset 71.239.104.431 73.706.603.551
LIABILITAS
Utang bank jangka pendek AS$ -- -- 200.000 3.356.400.000
Utang usaha AS$ 263.023 4.469.556.636 348.742 5.852.580.218
Jumlah liabilitas 4.469.556.636 9.208.980.218
Aset neto 66.769.547.795 64.497.623.333
Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, mengakibatkan Grup mengalami keuntungan dan
kerugian kurs mata uang asing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025
masing-masing sebesar Rp 1.084.924.298 dan Rp 1.143.627.462.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi dalam nilai tukar mata
uang Dolar Amerika Serikat pada denominasi aset dan liabilitas Grup dalam Rupiah dengan semua variabel
lainnya dianggap tetap ada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
Perubahan Pengaruh Terhadap
Periode terhadap Rupiah Perubahan Sensitivitas
Rupiah 31 Maret 2026 + 100 Poin 392.923.838
- 100 Poin (392.923.838)
31 Desember 2025 + 100 Poin 221.484.597
- 100 Poin (221.484.597)
Risiko suku bunga adalah risiko dimana arus kas atau nilai wajar di masa datang atas instrumen keuangan
Grup akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar.
Eksposur risiko arus kas Grup terutama timbul dari deposito berjangka, maupun utang bank jangka pendek
(PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk,
PT Bank UOB Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank CTBC Indonesia, dan PT Bank CIMB
Niaga, Tbk) yang menggunakan suku bunga mengambang.
Eksposur risiko nilai wajar terutama timbul dari utang bank jangka pendek, sewa pembiayaan dan
pembelian kendaraan yang menggunakan suku bunga tetap. Grup memonitor perubahan suku bunga
pasar untuk memastikan suku bunga Grup sesuai dengan pasar.
Per 31 Maret 2026 Grup telah melakukan analisa untuk mengukur sensitivitas atas risiko fluktuasi suku
bunga. Berdasarkan hasil analisa tersebut setiap kenaikan atau penurunan 1% suku bunga akan
meningkatkan atau menurunkan beban bunga Grup Rp 5.089.925.664.
61
Page 65
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Manajemen risiko likuiditas
Risiko likuiditas muncul terutama dari pendanaan umum atas operasi Grup. Grup memiliki kebijakan untuk
mengelola likuiditas secara hati-hati dengan memelihara kecukupan saldo kas dan ketersediaan modal
kerja. Pemeliharaan tersebut dilakukan dengan cara mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas
perbankan, dengan terus memantau rencana dan realisasi arus kas dengan cara pencocokkan profil jatuh
tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Tabel berikut merupakan analisis liabilitas keuangan Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025 berdasarkan jatuh tempo dari tanggal laporan posisi keuangan sampai dengan tanggal jatuh tempo.
Jumlah yang diungkapkan dalam tabel adalah berdasarkan jatuh tempo kontraktual aset dan liabilitas
keuangan yang tidak didiskontokan termasuk bunga yang dapat atau akan diakru, kecuali apabila Grup
berhak dan berkeinginan mengklaim atau membayar aset atau liabilitas sebelum jatuh tempo.
31 M aret 2026
≤ 1 Tahun > 1 Tahun Nilai tercatat
Liabilitas
Utang bank jangka pendek 508.992.566.367 - 508.992.566.367
Utang usaha 124.417.807.093 - 124.417.807.093
Beban akrual 60.772.261.203 - 60.772.261.203
Utang lain-lain - -- --
Liabilitas sewa 5.318.158.523 5.592.737.815 10.910.896.338
Utang pem biayaan konsum en 945.972.890 1.551.734.270 2.497.707.160
Total 700.446.766.076 7.144.472.085 707.591.238.161
31 Desember 2025
≤ 1 Tahun > 1 Tahun Nilai tercatat
Liabilitas
Utang bank jangka pendek 483.290.155.172 - 483.290.155.172
Utang usaha 94.738.763.180 - 94.738.763.180
Beban akrual 63.577.046.329 - 63.577.046.329
Liabilitas sewa 8.003.452.614 5.752.186.874 13.755.639.488
Utang pem biayaan konsum en 927.061.610 1.813.951.360 2.741.012.970
Total 650.536.478.905 7.566.138.234 658.102.617.139
Manajemen Permodalan
Tujuan dari Grup dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan entitas dalam
mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan hasil bagi pemegang
saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya, dan untuk memberikan imbal hasil yang memadai
kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan dengan tingkat risiko.
Grup menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. Grup memonitor modal dengan dasar
rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. Rasio ini dihitung sebagai berikut: utang neto dibagi modal.
Utang neto merupakan total utang (sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian)
dikurangi kas dan setara kas. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh komponen ekuitas (meliputi modal
saham, selisih kurs penjabaran laporan keuangan konsolidasian dalam valuta asing dan saldo laba).
Selama periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, strategi Grup tidak berubah yaitu
mempertahankan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan.
Rasio utang terhadap modal pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Total liabilitas 775.966.488.533 710.689.570.076
Total ekuitas 564.984.204.373 561.797.249.893
Rasio utang terhadap modal 1,37 1,27
62
Page 66
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. INSTRUMEN KEUANGAN
Grup menggunakan hirarki berikut ini untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan:
Tabel berikut menyajikan nilai wajar, yang mendekati nilai tercatat, atas aset keuangan dan liabilitas
keuangan Grup.
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 158.648.985.854 147.699.876.584
Piutang usaha 851.026.186.861 830.002.018.723
Aset keuangan lancar lain-lain 20.090.214.965 15.371.613.879
Piutang lain-lain 10.465.392.771 13.994.627.592
Aset keuangan tidak lancar lain-lain 2.290.063.438 2.393.512.427
Total 1.042.520.843.889 1.009.461.649.205
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Liabilitas Keuangan
Utang bank jangka pendek 508.992.566.367 483.290.155.172
Utang usaha - pihak ketiga 124.417.807.093 94.738.763.180
Beban akrual 60.772.261.203 61.978.078.488
Utang pembiayaan konsumen 2.497.707.160 2.741.012.970
Liabilitas Sewa 10.910.896.338 13.755.639.488
Total 707.591.238.161 656.503.649.298
Nilai wajar atas sebagian besar aset dan liabilitas keuangan mendekati nilai tercatat karena dampak
pendiskontoan yang tidak signifikan.
Tidak terdapat pengalihan antara tingkat 1 dan 2 selama periode berjalan.
34. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Kegiatan investasi dan pendanaan signifikan yang tidak mempengaruhi arus kas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Aktivitas Pendanaan
Penambahan (penurunan) aset yang berasal dari :
Liabilitas sewa 7.253.658.972 8.159.096.050
Total 7.253.658.972 8.159.096.050
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas arus kas konsolidasian adalah sebagai berikut
Perubahan non kas
Saldo awal Arus kas, neto Selisih kurs Lain-lain Saldo akhir
Utang bank jangka pendek 483.290.155.172 25.766.009.617 (63.598.422) -- 508.992.566.367
Liabilitas sewa 13.755.639.488 (10.098.402.122) -- 7.253.658.972 10.910.896.338
Utang pembiayaan konsumen 2.741.012.970 (243.305.810) -- -- 2.497.707.160
Total 499.786.807.630 15.424.301.685 (63.598.422) 7.253.658.972 522.401.169.865
35. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan konsolidasian telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi
pada tanggal 28 April 2026.
63
Page 67
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM - ENTITAS INDUK
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 83,953,402,747 82,435,260,466
Piutang usaha
Pihak ketiga 377,805,199,376 372,461,305,998
Pihak berelasi 6,450,840,238 -
Piutang lain-Lain
Pihak ketiga - 5,801,534,252
Pihak berelasi 11,164,175,785 5,271,170,449
Aset keuangan lancar lainnya 1,471,217,028 908,062,279
Persediaan 8,632,305,933 8,848,863,965
Pajak dibayar dimuka dan aset pajak kini 22,432,239,006 15,745,235,640
Biaya dibayar dimuka 14,760,995,298 8,526,591,276
Uang muka 12,491,225,792 6,766,185,747
JUMLAH ASET LANCAR 539,161,601,203 506,764,210,072
ASET TIDAK LANCAR
Estimasi tagihan pajak 11,143,529,593 11,143,529,593
Aset pajak tangguhan 16,007,213,062 16,007,213,062
Investasi pada entitas anak 86,899,000,000 86,899,000,000
Aset hak guna, netto 33,452,154,219 44,647,695,541
Aset tetap, netto 65,136,080,774 66,296,196,276
Aset tidak berwujud 684,062,500 746,250,000
Aset keuangan tidak lancar lainnya 2,289,739,924 2,392,997,162
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 215,611,780,073 228,132,881,634
TOTAL ASET 754,773,381,276 734,897,091,706
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Entitas Induk adalah sama dengan kebijakan akuntansi yang
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk penyertaan pada Entitas Anak yang dicatat dengan
menggunakan metode biaya perolehan.
i
Page 68
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM – ENTITAS INDUK (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 88,200,365,296 83,136,154,628
Utang Usaha
Pihak Ketiga 62,544,784,916 51,810,488,609
Pihak - Pihak Berelasi 79,381,935,282 73,992,592,828
Biaya Masih Harus Dibayar 19,222,335,637 22,713,427,955
Utang Pajak dan Liabilitas Pajak Kini 6,301,912,705 904,586,119
Pendapatan Diterima Dimuka 329,992,193 189,159,599
Utang Jangka Panjang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Liabilitas Kontrak Sewa 37,590,171,418 50,130,537,447
Utang Pembiayaan Konsumen 2,261,503,636 927,061,610
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 295,833,001,082 283,804,008,794
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Hutang Pihak Berelasi 110,466,490,194 103,983,942,548
Utang Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun
Liablitas Sewa 2,217,062,541 5,752,186,874
Utang Pembiayaan Konsumen 1,551,734,270 1,813,951,360
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 42,500,748,956 42,500,748,956
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 160,111,711,234 154,050,829,737
TOTAL LIABILITAS 455,944,712,316 437,854,838,532
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik
Entitas Induk
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 100 per Saham
Modal Dasar - 2.400.000.000 Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor -
770.000.000 Saham 77,000,000,000 77,000,000,000
Tambahan Modal Disetor 22,347,063,722 22,347,063,722
Penghasilan Komprehensif Lain 4,867,667,800 (559,449,957)
Saldo laba
Telah Ditentukan Penggunaannya 15,400,000,000 15,400,000,000
Belum Ditentukan Penggunaannya 179,213,937,439 182,854,639,409
Jumlah Equitas yang dapat diatribusikan ke NCI
JUMLAH EKUITAS 298,828,668,960 297,042,253,174
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 754,773,381,276 734,897,091,706
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Entitas Induk adalah sama dengan kebijakan akuntansi yang
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk penyertaan pada Entitas Anak yang dicatat dengan
menggunakan metode biaya perolehan.
ii
Page 69
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM-ENTITAS INDUK
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2026 31 Maret 2025
PENDAPATAN 217,060,847,915 236,345,342,217
BEBAN LANGSUNG (179,224,694,257) (202,278,002,751)
LABA KOTOR 37,836,153,659 34,067,339,466
17.43% 14.41%
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi (32,161,129,420) (25,430,744,030)
Beban penjualan (138,304,636) (601,116,835)
Keuntungan penjualan aset tetap - (6,654,167)
Kerugian kurs mata uang asing 717,233,393 1,247,296,972
Pendapatan (beban) lain-lain, netto 214,568,011 394,954,751
(31,367,632,652) (24,396,263,309)
LABA USAHA 6,468,521,006 9,671,076,157
Beban keuangan (3,845,447,250) (6,936,088,928)
Penghasilan keuangan 404,614,098 264,546,095
(3,440,833,151) (6,671,542,832)
LABA SEBELUM PAJAK 3,027,687,855 2,999,533,325
BEBAN PAJAK
Beban Pajak Penghasilan (1,241,272,070) (1,229,808,662)
LABA TAHUN BERJALAN 1,786,415,785 1,769,724,663
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 1,786,415,785 1,769,724,663
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Entitas Induk adalah sama dengan kebijakan akuntansi yang
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk penyertaan pada Entitas Anak yang dicatat dengan
menggunakan metode biaya perolehan.
iii
Page 70
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba Penghasilan
Ditentukan Belum Ditentukan
Modal Disetor Tambahan Komprehensif Jumlah Ekuitas
Penggunaannya Penggunaannya
Modal Disetor Lain
Saldo Per 1 Januari 2025 77,000,000,000 22,347,063,722 15,400,000,000 176,249,565,870 3,616,938,726 294,613,568,318
- - -
Laba Tahun Berjalan 1,769,724,663 1,769,724,663
Saldo Per 31 Maret 2025 77,000,000,000 22,347,063,722 15,400,000,000 178,019,290,533 3,616,938,726 296,383,292,980
Saldo Per 1 Januari 2026 77,000,000,000 22,347,063,722 15,400,000,000 182,854,639,408 (559,449,957) 297,042,253,174
Laba Tahun Berjalan - - - 1,786,415,786 1,786,415,786
Saldo Per 31 Maret 2026 77,000,000,000 22,347,063,722 15,400,000,000 184,641,055,194 (559,449,957) 298,828,668,960
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Entitas Induk adalah sama dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali
untuk penyertaan pada Entitas Anak yang dicatat dengan menggunakan metode biaya perolehan.
iv
Page 71
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Rp Rp
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 217,060,847,915 236,345,342,217
Pembayaran Kas Kepada Pemasok,
Pihak Ketiga dan Lainnya (196,228,449,627) (141,000,155,139)
Penerimaan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai - 14,607,715,324
Pembayaran pajak penghasilan - (277,123,584)
Pembayaran Bunga dan Beban Keuangan (2,099,010,851) (4,208,990,513)
Kas yang diperoleh dari kegiatan operasi 18,733,387,438 105,466,788,305
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Penerimaan Bunga 427,454,247 301,603,467
Perolehan aset tetap (29,055,117,616) (2,258,042,616)
Hasil Penjualan aset tetap - (6,654,167)
Kas yang digunakan
untuk kegiatan investasi (28,627,663,368) (1,963,093,316)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penambahan/(Pembayaran) Piutang Pihak Berelasi 103,257,235 (5,835,829,873)
Penambahan Utang Pihak Berelasi 5,386,968,863 5,695,802,069
Penambahan Utang Bank Jangka Pendek 170,006,832,464 178,450,696,595
Pembayaran Utang Bank Jangka Pendek (164,942,621,796) (273,999,045,516)
Pembayaran Utang Pembiayaan Konsumen (262,217,090) (364,967,392)
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan (626,011,858) (1,722,567,314)
Kas yang digunakan
untuk kegiatan pendanaan 9,666,207,818 (97,775,911,431)
KENAIKAN BERSIH KAS
DAN SETARA KAS (228,068,112) 5,727,783,558
Pengaruh Selisih Kurs Mata Uang Asing 1,746,210,393 (829,601,775)
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN 82,435,260,466 80,737,937,400
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN 83,953,402,747 85,636,119,183
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Entitas Induk adalah sama dengan kebijakan akuntansi yang
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk penyertaan pada Entitas Anak yang dicatat dengan
menggunakan metode biaya perolehan.
v
Page 72
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2026 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas
dan laporan arus kas Entitas Induk adalah laporan keuangan tersendiri yang merupakan informasi
tambahan atas laporan keuangan konsolidasian.
2. INVESTASI PADA ANAK
Informasi mengenai Entitas Anak yang dimiliki Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 1d atas laporan
keuangan konsolidasian.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Entitas Induk memiliki penyertaan saham langsung
atau tidak langsung pada Entitas Anak berikut:
Tahun
Persentase Operasi Jumlah Aset Jumlah Aset
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha Pemilikan Komersial 31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Supraco Indonesia ("SI") Jakarta Jasa penyediaan alat-alat 99,996% 1980 904.334.265.000 843.460.671.024
dan Entitas Anak eksplorasi
PT Supraco Daya Wisesa Jakarta Jasa penyediaan alat-alat 99,99% 2008 32.524.332.039 28.284.356.000
("SDW") eksplorasi
PT Supraco Lines ("SPL")* Jakarta Jasa pelayaran dalam negeri 99,99% 2008 172.679.694.075 166.751.051.706
vii
Names mentioned 129 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hadi Moentoro
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
P. Sutrisno A. Tampubolon
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
PT Radiant Nusa Investama. Sesuai
p.9
unresolved
person
Misyal Abdullah Bahwal
· Komisaris
p.9 ×5
unresolved
person
Aulia Taufani
p.10
unresolved
org
Departemen Audit Internal Perusahaan
p.10
unresolved
org
Bapepam-LK
· Ketua
p.10 ×12
unresolved
person
Mona Nazaruddin
· Sekretaris Perusahaan
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.10
unresolved
org
Bapepam
p.10 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan-Bapepam-LK
p.10
unresolved
org
PT Supraco Indonesia
p.11 ×15
unresolved
org
PT Supraco Daya Wisesa
p.11 ×5
unresolved
org
PT Supraco Lines
p.11 ×8
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Rokan
p.34 ×9
unresolved
org
PT Schlumberger Geophysic Nusantara
p.34
unresolved
org
PetroChina International Jabung Ltd.
p.34 ×2
unresolved
org
Pty. Ltd.
p.34 ×8
unresolved
org
PT Star Energy Geothermal Indonesia
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur
p.34 ×3
unresolved
org
ExxonMobile Cepu Ltd
p.34
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga
p.34 ×3
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Mahakam
p.34 ×4
unresolved
org
PT Bumi Siak Pusako
p.34 ×2
unresolved
org
BP Berau Ltd
p.34
unresolved
org
PT Wira Insani
p.34 ×2
unresolved
org
PT Medco E
p.34
unresolved
org
CITIC Seram Energy Ltd.
p.34
unresolved
org
Eni Muara Bakau B.V.
p.34
unresolved
org
PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara
p.34
unresolved
org
Husky-CNOOC Madura Ltd.
p.34
unresolved
org
PT Expro Indonesia
p.34
unresolved
org
PT ISS Indonesia
p.34
unresolved
org
Premier Oil Andaman Ltd
p.34 ×2
unresolved
org
PT Kilang Pertamina Internasional
p.34
unresolved
org
PT Wartsila Indonesia
p.34 ×2
unresolved
org
PT Pertamina Drilling Services
p.34
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia
p.44 ×6
unresolved
org
PT Bank DBS Indonesia Perusahaan Merupakan
p.44
unresolved
org
PT Bank UOB Indonesia Entitas Anak
p.45
unresolved
org
Sarulla Operations Ltd.
p.46
unresolved
org
Bank Garansi
p.46 ×2
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia Perusahaan
p.47
unresolved
org
PT Supraco Indonesia. Tenor
p.47
unresolved
org
PT Supraco Daya Wisesa. Fasilitas
p.48 ×3
unresolved
org
PT Supraco Lines. Perusahaan
p.48
unresolved
org
PT Supraco Indonesia. Selain
p.48
unresolved
org
PT Energia Petromitra Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Arshaka Rantau Persada
p.50
unresolved
org
PT Astrindo Travel Services
p.50
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Sasco Global Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Gamma Energy Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Pratita Prama Nugraha
p.50
unresolved
org
PT Metalindo Artha Utama Sarana
p.50
unresolved
org
PT Prima Jaya Sentosa Energi
p.50
unresolved
org
PT PAN Maritime Wira Prawitra
p.50
unresolved
org
PT Berkah Mitra Abadi Bersama
p.50
unresolved
org
PT AA Pialang Asuransi
p.50
unresolved
org
PT Industech Energi Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Leo Anugerah Sukses
p.50
unresolved
org
PT Promatcon Tepatguna
p.50
unresolved
org
PT Maju Teknik Sejahtera
p.50
unresolved
org
PT Hakiki Wiramandiri
p.50
unresolved
org
Koperasi Karyawan Sehati
p.50
unresolved
org
PT Adimitra Transferindo
p.52
unresolved
org
PT Radiant Guna Persada
p.55 ×2
unresolved
org
PT Guna Mandiri Paripurna
p.55 ×2
unresolved
org
Exxonmobil Cepu Ltd.
p.57
unresolved
org
PT Pertamina EP Zona
p.58 ×2
unresolved
org
PT Pertamina EP
p.58
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java
p.58
unresolved
org
PT REA Kaltim Plantations
p.58
unresolved
org
PT Dwi Mitra Rekayasa Teknik
p.59
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Energi ONWJ LTD
p.59
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Energi OSES
p.59
unresolved
org
Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd.
p.60 ×3
unresolved
org
PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara
p.61
unresolved
org
PT Pertamina EP Cepu
p.61
unresolved
org
Premier Oil Natuna Sea B.V.
p.61
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 6
FinancialStatement-2026-I-RUIS.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
SPD RUIS Q1 2026.pdf
done