Back to announcement
20240327_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31620321_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 39
Page 1
Nomor : S-0826/DIR/SMF/III/2024 Jakarta, 27 Maret 2024 Lampiran : 1 set Kepada Yth. Otoritas Jasa Keuangan Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710 U.P : Direktur Pengelolaan Investasi Perihal : Laporan Keuangan Tahunan ( Audited) EBA-SP SMF-BTN06 Periode yang berakhir 31 Desember 2023 Merujuk Pasal 49 POJK.23/POJK.04/2014 tanggal 19 November 2014 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan, bersama ini kami sampaikan: 1. Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN06 periode yang berakhir 31 Desember 2023. 2. Copy bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN06 periode yang berakhir 31 Desember 2023 yang diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2024 di harian berskala nasional Investor Daily. Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh : Heliantopo Soraya Ramly Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Kepala Divisi Manajemen Kredit "Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System: Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
5 IKLAN
RABU, 27 MARET 2024
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK MANDIRI 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BMRI01) (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPoRAN KEUANGAN LAPoRAN KEUANGAN
LAPoRAN PoSISI KEUANGAN LAPoRAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KoMPREhENSIF LAIN LAPoRAN PoSISI KEUANGAN LAPoRAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KoMPREhENSIF LAIN
Untuk tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 Untuk tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2023 2022 2023 2022 2023 2022 2023 2022
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 9.847.007.015 11.712.967.439 Bunga 9.045.284.337 13.882.554.094 Kas dan Setara Kas 46.000.248.337 51.641.972.305 Pendapatan Bunga 44.810.641.474 60.670.431.278
Rekening Titipan 498.489.250 1.363.388.141 Denda Keterlambatan 90.007.525 102.128.212 Rekening Titipan 4.402.418.074 591.122.085 Pendapatan Denda Keterlambatan 698.483.378 666.331.172
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 53.026.609.046 86.658.084.243 Lain-lain - 1.677.636 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 249.936.468.539 350.436.180.733
Jumlah Pendapatan Investasi 45.509.124.852 61.336.762.450
Piutang Bunga - 1.102.296 Jumlah Pendapatan Investasi 9.135.291.862 13.986.359.942 Piutang Bunga - 47.073.973
Pajak Dibayar di Muka 296.799.844 277.323.433 Piutang Lain-lain 1.427.951.512 59.403.393 Beban Investasi
Beban Investasi Pajak Dibayar di Muka 546.569.577 - Beban Bunga Kelas A 17.516.765.722 25.181.813.667
Aset Pajak Tangguhan 63.858.748 22.619.602
Bunga EBA Kelas A 3.028.903.317 6.727.741.655 Aset Pajak Tangguhan 180.091.965 100.156.636
Jumlah Aset 63.732.763.903 100.035.485.154 Beban Jasa Penunjang 11.855.017.047 18.787.328.854
Beban Jasa Penunjang 1.383.425.710 1.605.360.879 Jumlah Aset 302.493.748.004 402.875.909.125
Liabilitas dan Aset Bersih Beban Penyisihan Piutang 363.342.404 340.009.732
Beban Lain-lain 807.200 1.555.915
Liabilitas Liabilitas dan Aset Bersih Lain-lain 12.864.000 14.083.500
Jumlah Beban Investasi 4.413.136.227 8.334.658.449
Utang Bunga 132.512.881 432.404.978 Liabilitas Jumlah Beban Investasi 29.747.989.173 44.323.235.753
Pendapatan/(Beban) Lain-lain Utang Bunga Kelas A 1.352.919.786 1.996.953.425
Utang Pajak 83.693.251 99.020.947
Penyisihan Piutang KPR (187.450.661) (41.826.566) Utang Pajak 317.778.046 897.586.880 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 15.761.135.679 17.013.526.697
Biaya yang Masih Harus Dibayar 255.789.897 297.288.882
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 15.418.434.792 50.312.150.042 Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (187.450.661) (41.826.566) Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.519.900.349 2.547.636.144
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Utang Lain-lain 614.678.512 1.432.322.405 Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 214.088.405.556 316.001.421.142
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 4.534.704.974 5.609.874.927 Pajak Kini (3.296.990.520) (3.813.336.560)
Utang Lain-lain 4.402.418.074 6.098.415.236
Jumlah Liabilitas 16.505.109.333 52.573.187.254 Jumlah Liabilitas 221.681.421.811 327.542.012.827 Pajak Tangguhan 79.935.329 74.802.141
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Aset Bersih Pajak Kini (753.502.256) (1.004.319.017) Aset Bersih Jumlah Beban Pajak Penghasilan (3.217.055.191) (3.738.534.419)
Sertifikat EBA-SP Kelas B 43.500.134.976 43.500.134.976 Pajak Tangguhan 41.239.145 9.201.845 Sertifikat EBA-SP Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015 Laba Tahun Berjalan 12.544.080.488 13.274.992.278
Saldo Laba 3.727.519.594 3.962.162.924 Laba Tahun Berjalan 3.822.441.863 4.614.757.755 Saldo Laba 26.545.783.178 21.067.353.283
Jumlah Aset Bersih 47.227.654.570 47.462.297.900 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Penghasilan Komprehensif Lain - - Jumlah Aset Bersih 80.812.326.193 75.333.896.298
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 63.732.763.903 100.035.485.154 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 3.822.441.863 4.614.757.755 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 302.493.748.004 402.875.909.125 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 12.544.080.488 13.274.992.278
LAPoRAN PERUBAhAN ASET BERSIh LAPoRAN ARUS KAS LAPoRAN PERUBAhAN ASET BERSIh LAPoRAN ARUS KAS
Untuk tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 Untuk tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2023 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
EBA - SP Saldo Laba Jumlah Aset Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset
2023 2022 2023 2022
Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas operasi Arus kas dari Aktivitas operasi
Saldo Per 1 Januari 2022 43.500.134.976 4.063.663.924 47.563.798.900 Saldo Per 1 Januari 2022 54.266.543.015 14.054.791.461 68.321.334.476
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 42.454.138.645 56.745.756.431 Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 100.136.369.790 124.527.667.733
Penyesuaian - 9.504.732 9.504.732 Penerimaan bunga dan denda keterlambatan 90.007.525 102.128.212 Dividen/Bunga Sertifikat Penerimaan bunga dan denda KPR 44.616.017.036 59.792.956.995
Saldo Per 1 Januari 2022 Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 940.181.788 850.331.083
Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 77.511.669 111.764.056 Kelas B (Catatan 12) - (6.262.430.456 ) (6.262.430.456 )
setelah penyesuaian 43.500.134.976 4.073.168.656 47.573.303.632 Penerimaan restitusi pajak (19.476.411 ) 577.171.585 Penerimaan lain-lain - 717.875.332
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 13.274.992.278 13.274.992.278
Setoran Sertifikat EBA-SP Kelas B Pembayaran jasa penunjang (1.424.924.695 ) (1.694.426.900) Pembayaran jasa penunjang (12.893.752.842 ) (18.438.934.263)
Pembayaran pajak (810.069.098 ) (1.321.974.657) Saldo Per 31 Desember 2022 54.266.543.015 21.067.353.283 75.333.896.298 Pembayaran pajak (4.423.368.931 ) (5.994.033.896)
Bunga Sertifikat
Pembayaran lain-lain (807.200 ) (1.555.915) Pembayaran lain-lain (1.381.412.119 ) (428.895.373)
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (4.725.763.486 ) (4.725.763.486 )
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 4.614.757.755 4.614.757.755 Saldo Per 1 Januari 2023 54.266.543.015 21.067.353.282 75.333.896.297 Aktivitas operasi 126.994.034.722 161.026.967.610
Aktivitas operasi 40.366.380.434 54.518.862.812
Saldo Per 31 Desember 2022 43.500.134.976 3.962.162.925 47.462.297.901 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Penyesuaian Beban - (11.000.000) (11.000.000)
Saldo Per 1 Januari 2023 43.500.134.976 3.962.162.925 47.462.297.901 Pembayaran pokok EBA-SP Kelas A (101.913.015.586 ) (126.233.127.565)
Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (34.893.715.250 ) (43.205.004.202) Saldo Per 1 Januari 2023 Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (18.160.799.361 ) (25.899.688.998)
Penyesuaian - (2.779.932 ) (2.779.932 ) Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (3.328.795.414 ) (7.099.064.664)
Setelah Penyesuaian 54.266.543.015 21.056.353.282 75.322.896.297 Pembayaran distribusi kepada pemegang
Saldo Per 1 Januari 2022 Pembayaran bunga EBA-SP Kelas B (4.057.085.194 ) (4.716.258.754)
EBA-SP Kelas B (7.054.650.592) (6.262.430.456)
setelah penyesuaian 43.500.134.976 3.959.382.993 47.459.517.969 Penerimaan/(pembayaran) utang lain-lain 47.254.999 (2.020.136.449) Dividen/Bunga Sertifikat
Pembayaran Utang Lain-lain (5.507.293.151 ) (1.497.295.891)
Setoran Sertifikat EBA-SP Kelas B Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kelas B (Catatan 12) - (7.054.650.592) (7.054.650.592) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Bunga Sertifikat Aktivitas Pendanaan (42.232.340.858 ) (57.040.464.069)
Aktivitas Pendanaan (132.635.758.690 ) (159.892.542.910)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 12.544.080.488 12.544.080.488
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (4.054.305.262 ) (4.054.305.262 ) Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.865.960.424 ) (2.521.601.257) (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas (5.641.723.968 ) (47.819.468)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 3.822.441.863 3.822.441.863 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 11.712.967.439 14.234.568.696 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 51.641.972.305 51.689.791.773
Saldo Per 31 Desember 2023 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 9.847.007.015 11.712.967.439 Saldo Per 31 Desember 2023 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 46.000.248.337 51.641.972.305
Kreditur Asal & Penyedia Jasa Kreditur Asal & Penyedia Jasa
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Mandiri Nomor 1 (“EBA-SP Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
SMF-BMRI01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BMRI01, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tanggal 31 Desember Nomor 06 (“EBA-SP SMF-BTN06”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN06, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
2023, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. tanggal 31 Desember 2023, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 27 Maret 2024 Jakarta, 27 Maret 2024
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
heliantopo Arie Sus Miyanti heliantopo Tjandraningrum
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Executive Vice President Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
EFEK BERAGUN ASET SYARIAh BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 07
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK SYARIAh INDoNESIA 01
(EBA-SP SMF-BTN07)
(EBAS-SP SMF-BRIS01)
LAPoRAN KEUANGAN
LAPoRAN KEUANGAN
LAPoRAN PoSISI KEUANGAN LAPoRAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KoMPREhENSIF LAIN LAPoRAN PoSISI KEUANGAN LAPoRAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KoMPREhENSIF LAIN
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2023 Per 31 Desember 2023 Untuk Periode Sejak 31 Mei 2023 (Tanggal Efektif)
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) Sampai Dengan 31 Desember 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2023 2022 2023 2022 2023 2023
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 17.495.781.465 29.059.176.829 Pendapatan Bunga 60.357.731.090 1.184.033.153 Kas dan Setara Kas 19.533.005.167 Pendapatan Imbal Hasil 20.141.461.371
Rekening Titipan 7.290.092.514 9.126.735.111 Pendapatan Denda Keterlambatan 446.624.049 10.691.914 Rekening Titipan 8.136.656.201
Piutang Pembiayaan Pemilikan Rumah 260.485.320.967 Jumlah Pendapatan Investasi 20.141.461.371
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 372.821.515.460 471.372.455.996 Jumlah Pendapatan Investasi 60.804.355.139 1.194.725.067
Piutang Lain-lain 1.019.120.496 763.243.658 Jumlah Aset 288.154.982.335 Beban Investasi
Aset Pajak Tangguhan 53.407.521 - Beban Investasi Liabilitas dan Aset Bersih Beban Imbal Hasil 11.111.137.919
Jumlah Aset 398.679.917.456 510.321.611.594 Beban Bunga 31.163.717.384 677.493.056 Liabilitas Beban Jasa Penunjang 5.365.298.457
Beban Jasa Penunjang 15.356.411.133 49.117.675 Utang Imbal Hasil 1.632.242.233
Liabilitas dan Aset Bersih Beban Lain-lain 11.538.836
Beban Penyisihan Piutang 242.761.458 - Utang Pajak 708.043.856
Liabilitas Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.782.150.050 Jumlah Beban Investasi 16.487.975.212
Beban Lain-lain 15.423.400 50.000
Utang Bunga 357.271.363 677.493.056 Utang Sertifikat EBAS-SP Kelas A 246.893.783.263
Jumlah Beban Investasi 46.778.313.375 726.660.731 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.653.486.159
Utang Pajak 3.077.743.680 51.480.660 Utang Lain-lain 8.136.656.201
Biaya yang Masih Harus Dibayar 834.177.682 49.117.675 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 14.026.041.764 468.064.336 Jumlah Liabilitas 259.152.875.603 Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 334.071.924.481 452.500.000.000 Aset Bersih Pajak Kini (708.043.856)
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Utang Lain-lain 7.726.092.514 9.126.935.111
Pajak Kini (3.112.064.120) 51.480.660 Sertifikat EBAS-SP Kelas B 27.300.884.636 Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan (708.043.856)
Jumlah Liabilitas 346.067.209.720 462.405.026.502 Saldo Laba 1.701.222.096
Pajak Tangguhan 53.407.521 - Laba Periode Berjalan 2.945.442.303
Jumlah Aset Bersih 29.002.106.732
Aset Bersih
Jumlah (Beban) Pajak Penghasilan (3.058.656.599) - Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 288.154.982.335 Laba Komprehensif Periode Berjalan 2.945.442.303
Sertifikat EBA-SP Kelas B 47.500.001.416 47.500.001.416
Saldo Laba 5.112.706.320 416.583.676 Laba Tahun Berjalan 10.967.385.165 416.583.676
Jumlah Aset Bersih 52.612.707.736 47.916.585.092 Penghasilan Komprehensif Lain - - LAPoRAN REKoNSILIASI PENDAPATAN DAN BAGI hASIL LAPoRAN PERUBAhAN ASET BERSIh
Untuk Periode Sejak 31 Mei 2023 (Tanggal Efektif) Untuk Periode Sejak 31 Mei 2023 (Tanggal Efektif)
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 398.679.917.456 510.321.611.594 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 10.967.385.165 416.583.676
Sampai Dengan 31 Desember 2023 Sampai Dengan 31 Desember 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
LAPoRAN PERUBAhAN ASET BERSIh LAPoRAN ARUS KAS Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset
2023
Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2023 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2023 EBA-SP Kelas B Bersih
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan Investasi
Saldo Per Tanggal Efektif - - -
Sertifikat Pendapatan Imbal Hasil 20.141.461.371 Setoran Sertifikat EBAS-SP Kelas B 27.300.884.636 - 27.300.884.636
Saldo Laba Jumlah Aset 2023 2022
EBA-SP Kelas B Bersih Jumlah Pendapatan Investasi 20.141.461.371 Distribusi EBA-SP Kelas B
(Catatan 11) - (1.244.220.207 ) (1.244.220.207 )
Arus kas dari Aktivitas operasi
Saldo Per Tanggal Efektif - - - Pengurangan Laba Komprehensif Periode Berjalan - 2.945.442.303 2.945.442.303
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 98.308.179.078 -
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 60.017.957.481 431.205.809 Pendapatan periode berjalan yang kas atau setara kasnya Saldo Per 31 Desember 2023 27.300.884.636 1.701.222.096 29.002.106.732
Setoran Sertifikat EBA-SP Kelas B 47.500.001.416 - 47.500.001.416
Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 530.520.820 275.600 belum diterima:
Laba Komprehensif Periode Berjalan - 416.583.676 416.583.676 Penerimaan Lain-lain - 9.126.885.111 LAPoRAN ARUS KAS
Pembayaran aset piutang KPR - (471.372.455.996) Pendapatan Imbal Hasil
Pembayaran Jasa Penunjang (16.211.363.509 ) - Untuk Periode Sejak 31 Mei 2023 (Tanggal Efektif)
Saldo Per 31 Desember 2022 47.500.001.416 416.583.676 47.916.585.092 Pendapatan Denda Keterlambatan -
Pembayaran Pajak (85.801.100 ) - Sampai Dengan 31 Desember 2023
Pembayaran Lain-lain (15.423.400 ) (9.126.735.111) Jumlah pendapatan periode berjalan yang kas atau (Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Per 1 Januari 2023 47.500.001.416 416.583.676 47.916.585.092
Arus Kas Bersih yang Diperoleh/(Digunakan) setara kasnya belum diterima: -
2023
Penyesuaian Pendapatan dan Beban - (1.640.012.383 ) (1.640.012.383 ) dari Aktivitas operasi 142.544.069.370 (470.940.824.587)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Penambahan
Arus kas dari Aktivitas operasi
Saldo Per 1 Januari 2023 (Pembayaran) Penerimaan Pokok EBA-SP Kelas A (118.428.075.519 ) 452.500.000.000 Pendapatan periode sebelumnya yang kas atau setara
(Pembayaran) Penerimaan Bunga EBA-SP Kelas B (31.483.939.077 ) 47.500.001.416 Penerimaan imbal hasil dan denda PPR 20.141.461.371
kasnya diterima pada periode berjalan:
Setelah penyesuaian 47.500.001.416 (1.223.428.707 ) 46.276.572.709 Pembayaran Distribusi kepada Pemegang Pembayaran jasa penunjang (3.583.148.407)
EBA-SP Kelas B (4.631.250.138 ) - Penerimaan Piutang Imbal Hasil - Penempatan dana pembiayaan pemilikan rumah (260.485.320.967)
Distribusi Kepada Pemegang EBA-SP Penerimaan dari Utang Lain-lain 435.800.000 - Penerimaan Denda Keterlambatan -
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Pembayaran lain-lain (11.538.836)
Kelas B - (4.631.250.138 ) (4.631.250.138 )
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (154.107.464.734 ) 500.000.001.416 Jumlah pendapatan periode sebelumnya yang kas atau
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas operasi (243.938.546.839)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 10.967.385.165 10.967.385.165 (Penurunan) Kenaikan Bersih setara kasnya diterima pada periode berjalan: -
Kas dan Setara Kas (11.563.395.364 ) 29.059.176.829 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pendapatan yang tersedia untuk bagi hasil 20.141.461.371
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 29.059.176.829 - Penerimaan pokok utang EBA-SP Kelas A 246.893.783.263
Saldo Per 31 Desember 2023 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 17.495.781.465 29.059.176.829 Hak bagi hasil milik Entitas
Penerimaan setoran EBA-SP Kelas B 27.300.884.636
hak pihak ketiga atas bagi hasil 20.141.461.371
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Kreditur Asal & Penyedia Jasa Dirinci atas: Aktivitas Pendanaan 263.471.552.006
Hak pemilik dana atas bagi hasil yang sudah didistribusikan
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas 19.533.005.167
Hak pemilik dana atas bagi hasil yang belum didistribusikan 20.141.461.371 Kas dan Setara Kas pada Awal Periode -
Jumlah 20.141.461.371 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 19.533.005.167
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Wali Amanat & Bank Kustodian
Penerbit, Pendukung Pembiayaan & Penata Sekuritisasi Pemberi Pembiayaan Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
7 (“EBA-SP SMF-BTN07) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN07, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tanggal
31 Desember 2023, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Syariah Indonesia Nomor 1
(“EBAS-SP SMF-BRIS01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBAS-SP SMF-BRIS01, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tanggal
31 Desember 2023, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 27 Maret 2024
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Jakarta, 27 Maret 2024
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
heliantopo Tjandraningrum heliantopo Arie Sus Miyanti
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Vice President Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Executive Vice President
Page 3
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BTN06)
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2023 dan 2022
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2023 dan 2022
Page 4
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2023 dan 2022
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2023 dan 2022
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan Atas Laporan Keuangan 5
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
Aset
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 2.g, 3, 19, 20 46.000.248.337 51.641.972.305
Rekening Titipan 2.c, 2.g, 4, 19, 20 4.402.418.074 591.122.085
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 2.c, 2.g, 5, 19, 20 249.936.468.539 350.436.180.733
Piutang Bunga 2.c, 2.g, 6, 19, 20 - 47.073.973
Piutang Lain-lain 2.c, 2.g, 7, 19 1.427.951.512 59.403.393
Pajak Dibayar di Muka 2.f,18.a 546.569.577 -
Aset Pajak Tangguhan 2.c, 2.f, 18.d 180.091.965 100.156.636
Jumlah Aset 302.493.748.004 402.875.909.125
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Utang Bunga Kelas A 2.c, 2.g, 8, 19, 20 1.352.919.786 1.996.953.425
Utang Pajak 2.c, 2.f, 18.b 317.778.046 897.586.880
Biaya yang Masih Harus Dibayar 2.c, 2.g, 9, 19, 20 1.519.900.349 2.547.636.144
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 2.c, 2.g, 10, 19, 20 214.088.405.556 316.001.421.142
Utang Lain-lain 2.c, 2.g, 11, 19, 20 4.402.418.074 6.098.415.236
Jumlah Liabilitas 221.681.421.811 327.542.012.827
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 2.c, 2.g, 12, 19 54.266.543.015 54.266.543.015
Saldo Laba 26.545.783.178 21.067.353.283
Jumlah Aset Bersih 80.812.326.193 75.333.896.298
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 302.493.748.004 402.875.909.125
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
1
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERM
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
Pendapatan Investasi
Pendapatan Bunga 2.e, 2.g, 13, 19 44.810.641.474 60.670.431.278
Pendapatan Denda Keterlambatan 2.e, 2.g, 13, 19 698.483.378 666.331.172
Jumlah Pendapatan Investasi 45.509.124.852 61.336.762.450
Beban Investasi
Beban Bunga Kelas A 2.e, 2.g, 14, 19 17.516.765.722 25.181.813.667
Beban Jasa Penunjang 2.e, 2.g, 15, 19 11.855.017.047 18.787.328.854
Beban Penyisihan Piutang 2.e, 2.h, 17, 19 363.342.404 340.009.732
Lain-lain 2.e, 2.g, 16, 19 12.864.000 14.083.500
Jumlah Beban Investasi 29.747.989.173 44.323.235.753
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 15.761.135.679 17.013.526.697
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.f, 18.c (3.296.990.520) (3.813.336.560)
Pajak Tangguhan 2.f, 18.d 79.935.329 74.802.141
Jumlah Beban Pajak Penghasilan (3.217.055.191) (3.738.534.419)
Laba Tahun Berjalan 12.544.080.488 13.274.992.278
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 12.544.080.488 13.274.992.278
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
2
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP Jumlah Aset
Kelas B Saldo Laba Bersih
Saldo Per 1 Januari 2022 54.266.543.015 14.054.791.461 68.321.334.476
Dividen/Bunga Sertifikat
Kelas B (Catatan 12) - (6.262.430.456) (6.262.430.456)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 13.274.992.278 13.274.992.278
Saldo Per 31 Desember 2022 54.266.543.015 21.067.353.283 75.333.896.298
Saldo Per 1 Januari 2023 54.266.543.015 21.067.353.282 75.333.896.297
Penyesuaian Beban - (11.000.000) (11.000.000)
Saldo Per 1 Januari 2023
Setelah Penyesuaian 54.266.543.015 21.056.353.282 75.322.896.297
Dividen/Bunga Sertifikat
Kelas B (Catatan 12) - (7.054.650.592) (7.054.650.592)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 12.544.080.488 12.544.080.488
Saldo Per 31 Desember 2023 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
3
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
Arus kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 100.136.369.790 124.527.667.733
Penerimaan bunga dan denda KPR 44.616.017.036 59.792.956.995
Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 940.181.788 850.331.083
Penerimaan lain-lain - 717.875.332
Pembayaran jasa penunjang (12.893.752.842) (18.438.934.263)
Pembayaran pajak (4.423.368.931) (5.994.033.896)
Pembayaran lain-lain (1.381.412.119) (428.895.373)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 126.994.034.722 161.026.967.610
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pokok EBA-SP Kelas A (101.913.015.586) (126.233.127.565)
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (18.160.799.361) (25.899.688.998)
Pembayaran distribusi kepada pemegang
EBA-SP Kelas B 12 (7.054.650.592) (6.262.430.456)
Pembayaran Utang Lain-lain (5.507.293.151) (1.497.295.891)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (132.635.758.690) (159.892.542.910)
(Penurunan) Bersih Kas dan
Setara Kas (5.641.723.968) (47.819.468)
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 51.641.972.305 51.689.791.773
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 46.000.248.337
97.642.220.641 51.641.972.305
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
4
Page 15
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan
Negara 06 (EBA-SP SMF-BTN06), yang selanjutnya disebut "Entitas", diterbitkan oleh Penerbit,
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (“SMF”), berdasarkan akta perjanjian penerbitan
EBA-SP SMF-BTN06 No. 62 tanggal 30 November 2020 antara PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta. EBA-SP SMF-BTN06 merupakan efek hasil
sekuritisasi atas kumpulan tagihan dari portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih
(Kumpulan Tagihan) yang dibeli dari Bank Tabungan Negara (Kreditur Asal) sejumlah
Rp631.000.543.015 (enam ratus tiga puluh satu miliar lima ratus empat puluh tiga ribu lima belas
Rupiah) yang bersama-sama diwakili oleh Wali Amanat dan Penerbit serta ditatausahakan oleh
Bank Kustodian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
EBA-SP SMF-BTN06 diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA-SP SM-BTN06 Kelas A dengan
total nilai nominal sebesar Rp576.734.000.000 (lima ratus tujuh puluh enam miliar tujuh ratus tiga
puluh empat juta Rupiah) mewakili nilai 91,40% (sembilan puluh satu koma empat nol persen) dari
keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final Holding
Period dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,50% (enam koma lima nol persen) per tahun dan
EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B dengan total nominal sebesar Rp54.266.543.015 (lima puluh empat
miliar dua ratus enam puluh enam juta lima ratus empat puluh tiga ribu lima belas Rupiah) mewakili
8,60% (delapan koma enam nol persen) dari keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan
Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final Holding Period. Tanggal Jatuh Tempo Final EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas A jatuh pada tanggal 7 Juli 2032, namun diperkirakan akan lunas lebih awal
karena Kumpulan Tagihan mempunyai rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted average life)
adalah 6,08 (enam koma nol delapan) tahun. Pemegang EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A berhak
untuk mendapatkan pembayaran bunga setiap 3 (tiga) bulan sekali pada Tanggal Pembayaran.
Bersamaan dengan itu dilakukan juga pembayaran pokok atas EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A
sesuai dengan Urutan Prioritas Pembayaran.
EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang berarus kas tetap,
sedangkan Kelas B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas tidak tetap. EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas A dan EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B dapat dipindahtangankan. Hanya EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas A yang akan ditawarkan kepada publik, dan dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia. EBA-SP SMF-BTN06 dikeluarkan dalam satuan nominal pokok terutang Rp1 (satu
Rupiah) sebagai bukti hak milik bersama secara proporsional yang tidak terbagi atas Kumpulan
Tagihan.
EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A telah mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Eksekutif OJK S-1328/PM.21/2020
tanggal 29 Desember 2020 untuk ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A
merupakan sertifikat tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo EBA Kelas A yang diterbitkan atas
nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti kepesertaan untuk kepentingan
pemegang EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan nomor 96.722.682.0-064.000.
5
Page 16
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2.a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), serta Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya dan ketentuan akuntansi
lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan Entitas disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar
akrual, kecuali laporan arus kas Entitas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam
penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu
yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-
masing akun tersebut.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi dan pendanaan. Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan
keuangan ini adalah Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Entitas.
2.c. Instrumen Keuangan
Entitas mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan , jika dan
hanya jika, Entitas menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut.
Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Entitas mengukur pada nilai
wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas
keuangan tersebut.
Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Aset keuangan Entitas diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas
perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan
nilainya.
Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui di
laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau
direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain
6
Page 17
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak
sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(”FVTOCI”)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely
payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui
dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan
keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi.
Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi
dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi
kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam
laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Entitas dapat menetapkan pilihan yang tidak
dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk
diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini
menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain,
kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak
melalui laba rugi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk derivatif
yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
b) Liabilitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
diterapkan.
c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga
dibawah pasar.
Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya mengukur kontrak
tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
1) Jumlah penyisihan kerugian; dan
2) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 72.
7
Page 18
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Saat pengakuan awal Entitas dapat membuat penetapan yang tak terbatalkan untuk mengukur
liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika
penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan
(kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset
atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan
dasar yang berbeda beda; atau
b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi
yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas kelompok
tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Entitas.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Entitas menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Entitas
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan
penilaian, Entitas membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan
pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan
pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang
tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu,
kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan
kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus tidak
kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis
yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Entitas
atau pihak lawan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas
yang berasal dari aset berakhir, atau Entitas mentransfer aset keuangan dan secara substansial
mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Entitas
tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Entitas mengakui keterlibatan
berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus
dibayar. Jika Entitas memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset
keuangan yang ditransfer, Entitas masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman
yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain pada keadaan yang
secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara substansial
telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian
pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai tercatat masing-
masing diakui dalam laba rugi.
8
Page 19
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan
metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang
relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran
atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih
tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Entitas mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, seperti
pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian
kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan
atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku
bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain.
Reklasifikasi
Entitas mereklasifikasi aset keuangan ketika Entitas mengubah tujuan model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan, maka Entitas menerapkan reklasifikasi secara
prospektif dari tanggal reklasifikasi. Entitas tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian
(termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan
atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai
wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Entitas melakukan reklasifikasi sebaliknya,
yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi
sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Suku
bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari
reklasifikasi. Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori
FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi
pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif
yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan
disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada
tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur
pada biaya perolehan diamortisasi. Penyesuaian ini mempengaruhi penghasilan komprehensif lain
tetapi tidak mempengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi.
Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat
dari reklasifikasi.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi
kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya,
ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori
pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian
9
Page 20
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke
laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Entitas saat ini
memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran
atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
keseluruhan pengukuran nilai wajar:
a) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1);
b) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2);
c) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Entitas sebisa mungkin menggunakan data pasar
yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara
langsung, Entitas menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Entitas pada akhir periode pelaporan
dimana perpindahan terjadi.
2.d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam
waktu tiga bulan atau kurang.
2.e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui secara
akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui pada
saat terjadinya secara akrual.
2.f. Pajak Penghasilan
EBA berbentuk surat partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan
yang diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak yang berlaku.
Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh Entitas. Sedangkan
10
Page 21
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA dengan arus kas tetap
merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan. Sementara
imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak tetap bukan
merupakan objek pajak.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh dikurangi
dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan pada periode yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan tidak diakui karena tidak terdapat perbedaan temporer yang berdampak terhadap
pengakuan aset atau liabilitas tangguhan.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan
laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak
diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda
dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer boleh
dikurangkan serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan atas
dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
2.g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai
adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 7 "Pengungkapan pihak-pihak berelasi".
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas
pelapor), yang meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
I. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
11
Page 22
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
II. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
III. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
I. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
II. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
III. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
IV. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.
V. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor
juga berelasi dengan entitas pelapor.
VI. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
VII. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat, serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali Amanat,
kecuali hubungan berelasi yang terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah,
baik langsung maupun tidak langsung.
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak yang
tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2.h. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan Entitas mengharuskan Penerbit dan Bank Kustodian untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir
periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Entitas mendasarkan asumsi
dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Asumsi utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama ketidakpastian estimasi
lain pada tanggal laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko signifikan menyebabkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku berikutnya.
1. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
12
Page 23
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik
penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal
dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa
diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian diperlukan untuk
menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan
masukan model seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan
tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar.
2. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi entitas yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan .
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan berdasarkan PSAK 71 yang sesuai dengan kebijakan akuntansi entitas
seperti diungkapkan pada Catatan 2.c.
3. Kas dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro yang terdapat di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dikelola oleh Bank Kustodian per 31 Desember 2023 dan
2022 dengan rincian sebagai berikut:
2023 2022
Bank
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening koleksi 12.532.382.285 14.370.040.114
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening pokok 6.967.142.201 632.593.602
Rekening bunga 26.500.723.851 1.139.338.589
46.000.248.337 16.141.972.305
Deposito Berjangka
PT Bank Tabungan Negara Syariah - 35.500.000.000
- 35.500.000.000
Jumlah 46.000.248.337 51.641.972.305
Tingkat bunga rata-rata tahunan atas deposito jangka waktu satu bulan dan dapat diperpanjang
otomatis (ARO) adalah sebagai berikut:
2023 2022
Deposito berjangka 1,50% - 3,00% 1,85% - 4,25%
Lihat Catatan 19, pihak berelasi
13
Page 24
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
4. Rekening Titipan
Akun ini merupakan rekening titipan yang terdapat di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dibentuk
oleh pihak Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Rekening titipan per 31 Desember 2023 dan 2022
adalah sebagai berikut:
2023 2022
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening dana cadangan 4.158.184.060 348.534.786
Rekening dana transisi penyedia jasa 244.234.014 242.587.299
Jumlah 4.402.418.074 591.122.085
Rekening dana cadangan adalah jumlah dana yang tersedia di dalam rekening koran. Apabila
terdapat perbedaan dengan nilai dana cadangan di utang lain-lain (Catatan 11), maka selisih
tersebut adalah pengelolaan dana cadangan yang ditempatkan di deposito.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah (Piutang KPR) merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang
dibeli dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan Akta Jual Beli No. 63 tanggal
30 November 2020 dan yang dibeli dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan
Akta Jual Beli No. 64 tanggal 30 November 2020.
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari
Kredit Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur. Saldo piutang kredit pemilikan rumah
per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Piutang kredit pemilikan rumah 250.755.068.380 350.891.438.170
Dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (818.599.841) (455.257.437)
Jumlah- Bersih 249.936.468.539 350.436.180.733
14
Page 25
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektibilitasnya yaitu:
2023 2022
Kolektabilitas 1 (lancar) 206.941.300.936 300.685.378.992
Kolektabilitas 2 (1-90 hari) 23.545.310.022 28.536.467.063
Kolektabilitas 3 (91-120 hari) 2.384.511.058 3.075.182.085
Kolektabilitas 4 (121-180 hari) 3.709.436.552 4.173.764.795
Kolektabilitas 5 (>180 hari) 14.174.509.812 14.420.645.235
250.755.068.380 350.891.438.170
Dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (818.599.841) (455.257.437)
Jumlah- Bersih 249.936.468.539 350.436.180.733
Rincian Piutang KPR berdasarkan jangka waktu dari tanggal cut-off KPR sampai dengan tanggal
jatuh tempo (remained term of maturity) KPR yaitu:
2023 2022
Hingga 1 tahun 8.457.759.125 12.120.860.108
1 - 2 tahun 13.045.486.889 21.191.094.032
2 - 3 tahun 20.660.904.148 23.246.617.642
3 - 4 tahun 70.481.275.640 31.351.799.420
4 - 5 tahun 119.485.762.386 59.805.122.559
Lebih dari 5 tahun 18.623.880.192 203.175.944.409
250.755.068.380 350.891.438.170
Dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (818.599.841) (455.257.437)
Jumlah- Bersih 249.936.468.539 350.436.180.733
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk telah
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang KPR.
Perubahan cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang kredit kepemilikan rumah pada tanggal
31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Saldo Awal 455.257.437 115.247.705
Penambahan 363.342.404 340.009.732
Saldo Akhir 818.599.841 455.257.437
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
15
Page 26
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
6. Piutang Bunga
Piutang Bunga per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Bunga Deposito - 47.073.973
Jumlah - 47.073.973
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
7. Piutang Lain-lain
Piutang Lain-lain merupakan piutang atas penerimaan pokok dan denda keterlambatan kredit
pemilikan rumah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, nominal piutang lain-lain per 31
Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp1.427.951.512 dan Rp59.403.393.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
8. Utang Bunga Kelas A
Utang bunga merupakan bunga terutang kepada Pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rp1.352.919.786 dan Rp1.996.953.425.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
9. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2023 dan 2022 dengan
rincian sebagai berikut:
2023 2022
Utang Biaya Penyedia Jasa 1.341.984.937 2.359.583.486
Utang Biaya Audit 110.000.000 100.000.000
Utang Pendukung Kredit 23.120.279 31.561.276
Utang Biaya Kustodian 17.375.983 23.720.574
Utang Biaya Penerbit 17.340.211 23.670.877
Utang Wali Amanat 9.023.226 7.991.617
Utang Biaya Agen Pembayar 1.055.713 1.108.315
Jumlah 1.519.900.349 2.547.636.144
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
16
Page 27
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
10. Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 06 kelas A merupakan instrumen keuangan bersifat liabilitas kepada pemegang
sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 06 kelas A. Utang ini dikenakan bunga sebesar 6,50% (enam koma lima nol
persen) per tahun untuk pemegang sertifikat kelas A. Rincian utang sertifikat EBA-SP SMF-BTN06
Kelas A per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
PT Sarana Multigriya Finansial 90.567.652.076 139.775.918.983
Aset BP Tapera S/A Modal Awal Operasional 37.120.822.695 54.791.536.678
Dana Pensiun BRI 37.120.822.695 54.791.536.678
DPLK Bank Rakyat Indonesia - Pendapatan Tetap 37.120.822.695 54.791.536.678
Dana Pensiun BTN 3.712.082.270 5.479.153.668
Perorangan 4.734.120.857 892.584.790
Yayasan Bina Sejahtera Warga Bulog 1.856.041.134 2.739.576.833
Dana Pensiun Pegadaian 1.856.041.134 2.739.576.834
Jumlah 214.088.405.556 316.001.421.142
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
11. Utang Lain-Lain
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari Pendukung
Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 31 Desember 2023 dan 2022
dengan rincian sebagai berikut:
2023 2022
Dana cadangan - pendukung kredit 4.158.184.060 5.855.827.937
Dana transisi - penyedia jasa 244.234.014 242.587.299
Jumlah 4.402.418.074 6.098.415.236
Apabila terdapat perbedaan dengan rekening dana cadangan (Catatan 4), maka selisih tersebut
adalah pengelolaan dana cadangan yang ditempatkan di deposito.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
12. Sertifikat EBA-SP Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen bersifat
ekuitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B,
dimana pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa
pendukung, imbalan jasa penyedia jasa, dan bunga EBA-SP SMF-BTN06 kelas A.
b. Pokok EBA-SP SMF-BTN06 kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sesuai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan.
17
Page 28
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian setoran Sertifikat EBA-SP SMF-BTN06 per 31 Desember 2023 dan 2022 sebagai berikut:
2023 2022
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk 54.266.543.015 54.266.543.015
Jumlah 54.266.543.015 54.266.543.015
Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B dibayarkan kepada pemegang
sertifikat B yang pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Pajak
b. Biaya-biaya senior
c. Imbalan jasa penyedia jasa
d. Bunga EBA-SP SMF-BTN06 kelas A
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan
f. Transfer ke rekening koleksi pokok dalam urutan prioritas berikut ini untuk menutup:
1) Tiap tagihan dalam kumpulan tagihan yang menjadi tagihan tertunggak selama 3 (tiga)
periode koleksi sebelumnya
2) Tiap tagihan tertunggak yang belum tergantikan
g. Menutup tagihan yang tertunggak selama 3 (tiga) periode dan tagihan tertunggak yang belum
tergantikan
h. Pembayaran Kembali ke dalam rekening koleksi pokok yang dibayarkan untuk menutup
kekurangan pembayaran bunga
i. Imbalan jasa pendukung kredit
j. Membayar ke rekening dana transisi penyedia jasa atas hasil investasi dana dalam rekening
dana transisi penyedia jasa
k. Membayar kepada pendukung kredit atas setiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening
cadangan karena melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan
l. Biaya-biaya junior yang dibayarkan secara pari passu dan pro-rata diantara mereka
m. Jumlah tersisa dibayarkan kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN06 kelas B
Pemegang EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B hanya berhak atas arus kas tersisa dari rekening Koleksi
Bunga sesuai dengan urutan prioritas pembayaran untuk setiap periode bunga. Bunga Efek
Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas B atau distribusi kepada pemegang EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas B untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
masing-masing adalah sebesar Rp7.054.650.592 dan Rp6.262.430.456.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
18
Page 29
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
13. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
sebagai berikut:
2023 2022
Pendapatan Bunga
Bunga KPR 43.917.533.658 59.820.100.194
Bunga Deposito 483.918.906 685.749.593
Bunga Jasa Giro-Rekening Koleksi 153.896.124 70.433.420
Bunga Jasa Giro-Rekening Bunga 255.292.786 94.148.070
44.810.641.474 60.670.431.278
Pendapatan Denda Keterlambatan KPR 698.483.378 666.331.172
Jumlah 45.509.124.852 61.336.762.450
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
14. Beban Bunga Kelas A
Beban bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar
Rp17.516.765.722 dan Rp25.181.813.667.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
15. Beban Jasa Penunjang
Beban jasa penunjang untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
adalah sebagai berikut:
2023 2022
Jasa Penyedia Jasa 7.257.995.928 11.015.912.650
Jasa Pemulihan Penyedia Jasa 3.324.861.296 6.228.282.038
Jasa Pendukung Kredit 288.503.313 392.034.846
Jasa Pemeringkat 166.500.000 166.500.000
Jasa Kustodian 216.377.236 294.026.385
Jasa Penerbit 216.377.565 294.026.052
Jasa Listing BEI 84.291.121 111.885.340
Jasa Wali Amanat 94.271.609 98.672.315
Jasa Audit 160.000.000 150.000.000
Jasa Registrar KSEI - 13.952.751
Jasa Iklan 34.653.312 22.036.478
Jasa Agen Pembayar 11.185.667 -
Jumlah 11.855.017.047 18.787.328.854
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
19
Page 30
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
16. Beban Investasi Lain-lain
Akun ini merupakan akun beban jasa giro untuk untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp12.864.000 dan Rp14.083.500.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
17. Penyisihan Piutang KPR
Akun ini merupakan penyisihan cadangan kerugian kredit ekspektasian atas piutang kredit
pemilikan rumah untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
masing-masing adalah sebesar Rp363.342.404 dan Rp340.009.732.
Lihat Catatan 19, pihak berelasi.
18. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka per 31 Desember 2023 dan 2022 sebagai berikut:
2023 2022
PPh Pasal 28A 546.569.577 -
Jumlah 546.569.577 -
b. Utang Pajak
Utang pajak per 31 Desember 2023 dan 2022 sebagai berikut:
2023 2022
PPh Pasal 29 - 569.734.319
PPh Pasal 25 317.778.046 327.852.561
Jumlah 317.778.046 897.586.880
20
Page 31
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Pajak Kini
Taksiran pajak penghasilan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
adalah sebagai berikut:
2023 2022
Laba bersih sebelum pajak penghasilan 15.761.135.679 10.678.582.079
Beda temporer:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian 363.342.404 182.472.007
Beda tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (893.107.816) -
Biaya mendapat, menagih, memelihara
penghasilan yang pajaknya bersifat final 589.279.584 257.063.116
Laba kena pajak 15.820.649.851 11.118.117.202
Laba kena pajak - dibulatkan 15.820.649.000 11.118.117.000
Beban pajak penghasilan
Dengan fasilitas 183.552.259 173.571.456
Tanpa fasilitas 3.113.438.261 2.361.683.599
3.296.990.520 2.535.255.055
Dikurangi kredit pajak penghasilan (3.843.560.097) (1.276.486.875)
Taksiran Kurang/(Lebih) Bayar Pajak Badan (546.569.577) 1.258.768.180
d. Aset Pajak Tangguhan
Aset Pajak Tangguhan per 31 Desember 2023 dan 2022 sebagai berikut:
2023
Dikreditkan ke
Laba Rugi
Saldo Awal Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 100.156.636 79.935.329 180.091.965
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 100.156.636 79.935.329 180.091.965
2022
Dikreditkan ke
Laba Rugi
Saldo Awal Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 25.354.495 74.802.141 100.156.636
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 25.354.495 74.802.141 100.156.636
21
Page 32
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
19. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : EBA-SP SMF-BTN06 berelasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk. Namun secara aktivitas operasional masing-masing pihak
bebas mandiri (independen)
Pemegang : PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara
Sertifikat EBA-SP (Persero) Tbk
SMF-BTN06 Kelas
A dan B
Jenis Transaksi : Pihak Berelasi Sifat Hubungan
PT Bank Tabungan Negara Sebagai penyedia jasa
(Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial Sebagai penerbit dan pendukung
(Persero) kredit
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sebagai wali amanat
Saldo akun-akun pada laporan posisi keuangan per 31 Desember 2023 dan 2022 dengan pihak
berelasi adalah sebagai berikut:
2023 2022
Laporan Posisi Keuangan
Kas dan setara kas 46.000.248.337 51.641.972.305
Rekening titipan 4.402.418.074 591.122.085
Piutang kredit pemilikan rumah 249.936.468.539 350.891.438.170
Piutang bunga - 47.073.973
Piutang lain-lain 1.427.951.512 59.403.393
Biaya yang masih harus dibayar 1.391.468.653 2.422.807.255
Utang bunga kelas A 572.337.246 887.908.038
Utang lain-lain 4.402.418.074 6.098.415.236
Utang sertifikat EBA-SP kelas A 139.775.918.983 140.504.129.162
Sertifikat EBA-SP kelas B 54.266.543.015 50.000.000.000
Dividen/Bunga Sertifikat EBA kelas B 7.054.650.592 6.262.430.455
22
Page 33
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah transaksi dengan pihak berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Pendapatan investasi - bunga 44.810.641.474 60.670.431.278
Pendapatan investasi - denda keterlambatan 698.483.378 666.331.172
Beban investasi - bunga EBA-SP kelas A 7.410.267.451 11.196.623.063
Beban investasi - jasa penunjang 10.977.797.519 17.756.938.327
Beban Investasi - Biaya lain-lain 1.764.000 14.083.500
Pembayaran Pokok Utang Sertifikat EBA Kelas A 49.208.266.907 56.127.202.201
Pembayaran Bunga Utang Sertifikat EBA Kelas A 6.837.930.205 10.308.715.025
Pembayaran Jasa Penunjang 12.369.266.172 17.748.778.394
20. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban pokok
dan bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP kelas A. Kumpulan Tagihan yang
disekuritisasi merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga terdapat potensi
kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur KPR. Dengan demikian
sumber utama dari risiko kredit adalah kemauan dan kemampuan dari debitur KPR untuk
memenuhi kewajibannya. Dalam hal telah terjadi tagihan macet maka terdapat potensi
kerugian yang mungkin timbul karena hasil likuidasi Properti Dibiayai tidak dapat memenuhi
sisa kewajiban terutang Debitur.
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila Properti Dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu. Apabila
daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang
menyebabkan penurunan nilai ekonomis dari Properti Dibiayai, maka terdapat potensi
kerugian apabila Debitur KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan Properti Dibiayai tidak
mencukupi sisa kewajiban terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP SMF-BTN06 kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko likuiditas
bagi Entitas adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus kas yang
cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
23
Page 34
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rasio Likuiditas Entitas per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 1.352.919.786 1.996.953.425
Utang Lain-Lain 4.402.418.074 6.098.415.236
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 214.088.405.556 316.001.421.142
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.519.900.349 2.547.636.144
221.363.643.765 326.644.425.947
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 46.000.248.337 51.641.972.305
Rekening Titipan 4.402.418.074 591.122.085
Piutang kredit pemilikan rumah 249.936.468.539 350.436.180.733
Piutang lain-lain 1.427.951.512 59.403.393
Pajak dibayar di muka 546.569.577 -
Piutang Bunga - 47.073.973
302.313.656.039 402.775.752.489
Surplus 80.950.012.274 76.131.326.542
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko pasar
direalisasikan pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A atau
pada periode penutupan tahun buku.
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment Risk)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena
pembayaran pokok yang dipercepat oleh debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up Call
oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek yuridis di
dalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN06,
termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam transaksi
sekuritisasi EBA-SP.
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun kesalahan
sistem dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN06 yang dilakukan
oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian dan Penyedia Jasa.
24
Page 35
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
21. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat per 31 Desember 2023 dan 2022 dengan rincian sebagai berikut:
2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 46.000.248.337 46.000.248.337
Rekening titipan 4.402.418.074 4.402.418.074
Piutang kredit pemilikan rumah 249.936.468.539 249.936.468.539
Liabilitas Keuangan
Utang bunga Kelas A 1.352.919.786 1.352.919.786
Biaya yang masih harus dibayar 1.519.900.349 1.519.900.349
Utang sertifikat EBA-SP kelas A 214.088.405.556 376.898.938.749
Utang lain-lain 4.402.418.074 4.402.418.074
2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 51.641.972.305 51.641.972.305
Rekening titipan 591.122.085 591.122.085
Piutang kredit pemilikan rumah 350.436.180.733 350.436.180.733
Piutang bunga 47.073.973 47.073.973
Piutang lain-lain 59.403.393 59.403.393
Liabilitas Keuangan
Utang bunga Kelas A 1.996.953.425 1.996.953.425
Biaya yang masih harus dibayar 2.547.636.144 2.547.636.144
Utang sertifikat EBA-SP kelas A 316.001.421.142 316.001.421.142
Utang lain-lain 6.098.415.236 6.098.415.236
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 3 (tiga) bulan atau kurang, sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang bunga merupakan piutang yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan
sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar dari aset
keuangan tersebut.
25
Page 36
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Piutang Bunga, Piutang Lain-lain
Piutang bunga dan piutang lain-lain merupakan piutang yang akan jatuh tempo dalam waktu
12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan nilai
wajar dari aset keuangan tersebut.
d. Utang Bunga, Biaya Yang Masih Harus Dibayar, Utang Lain-lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
e. Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A
Utang sertifikat efek beragun aset berbentuk surat partisipasi kelas A dinilai dengan
menggunakan model penilaian yang dilakukan oleh lembaga penilai surat berharga
independen, dengan harga bersih A adalah sebesar 99,34%.
22. Perjanjian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi Nomor: 182/PIS/EBA-SP-SMF-BTN06/XI/2020 dibuat pada
tanggal 30 November 2020, oleh dan antara:
1) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Kreditur Asal dan Penyedia Jasa,
2) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan Pendukung Kredit, serta
3) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian, selanjutnya
bersama-sama disebut Para Pihak.
EBA-SP SMF-BTN06 akan diterbitkan menurut Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN06
dalam bentuk satu Sertifikat Jumbo EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A dan Sertifikat EBA-SP
SMF-BTN06 Kelas B, pada Tanggal Penutupan, setelah syarat-syarat pendahuluan telah
dipenuhi. EBA-SP SMF-BTN06 Kelas A ditawarkan kepada umum melalui penawaran umum,
sedangkan EBA-SP SMF-BTN06 Kelas B tidak ditawarkan kepada umum.
b. Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN06 Nomor: 62 tanggal 30 November 2020
menerangkan penunjukan Wali Amanat dan Bank Kustodian kepada PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. Tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan pemegang EBA-SP
SMF-BTN06 berdasarkan perjanjian penerbitan EBA-SP SMF-BTN06 ini dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, dan tugas-tugas lainnya.
Tugas pokok Bank Kustodian adalah bertindak untuk kepentingan pemegang EBA-SP
MF-BTN06 sebagai pemilik Bersama atas Kumpulan Tagihan, menyimpan Hasil Koleksi, dan
mendistribusikan Hasil Koleksi berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN06 ini
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tugas-tugas lainnya.
c. Perjanjian Penyedia Jasa Nomor: 11/PKS/IBD/XI/2020 tanggal 30 November 2020 antara
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Wali Amanat dan PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk selaku Penyedia Jasa menerangkan bahwa peran PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk sebagai Penyedia Jasa dalam transaksi EBA-SP SMF-BTN06 antara lain:
1) Menyimpan dan memelihara Dokumentasi Kredit termasuk berkas Utang.
2) Mengatur atau mengurus penagihan harian dan akumulasi hasil koleksi, termasuk
menagih pembayaran yang telah lewat waktu dari Debitur, menurut prosedur penagihan
yang umum berlaku terhadap Penyedia Jasa.
3) Menyimpan hasil koleksi dalam suatu rekening pada Penyedia Jasa yang wajib dibuka
paling lambat pada tanggal cut-off final yang diberi nama Rekening EBA-SP
SMF-BTN06, terpisah dari semua dana milik Penyedia Jasa.
26
Page 37
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
4) Memindahkan hasil koleksi sejak tanggal cut-off final holding period sampai dengan
tanggal penutupan ke dalam Rekening EBA-SP SMF-BTN06, paling lambat 5 (lima) hari
kerja setelah tanggal penutupan.
5) Melaksanakan eksekusi Properti Dibiayai sesuai dengan prosedur umum Penyedia Jasa.
6) Memelihara catatan harian dari hasil koleksi dalam sistem komputer Penyedia Jasa
sehingga jumlah hasil koleksi dapat diidentifikasikan setiap waktu.
7) Sesudah tanggal cut-off final holding period, mentransfer hasil koleksi sampai dengan hari
terakhir dari tiap periode koleksi sebelumnya ke Rekening Koleksi yang dibuka atas nama
Wali Amanat untuk kepentingan para pemegang EBA-SP SMF-BTN06.
8) Memelihara kelangsungan polis asuransi kebakaran mengenai Properti Dibiayai dan
asuransi jiwa para Debitur.
9) Melakukan segala upaya terbaik yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit dari para
Debiturnya, dan
10) Tugas-tugas lain yang akan ditentukan di kemudian hari (bila ada) atas kesepakatan
bersama.
d. Perjanjian Pendukung Kredit Nomor: 183/PPK/EBA-SP-SMF-BTN06/XI/2020 pada tanggal
30 November 2020 antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat
atau Bank Kustodian, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bertindak sebagai
Pendukung Kredit menerangkan bahwa:
1) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersedia untuk menyediakan dana tidak kurang
dari jumlah Maksimum Ambang Batas Rekening Cadangan ke dalam Rekening Cadangan
sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN06.
2) Dana tidak kurang dari jumlah Maksimum Rekening Cadangan Tambahan ke dalam
Rekening Cadangan Tambahan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan
EBA-SP SMF-BTN06.
Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan paling
lambat pada Tanggal Penutupan. Kelebihan dana di atas Jumlah Maksimum Ambang Batas
Rekening Cadangan yang berubah sehubungan dengan pembayaran-pembayaran pada tiap
Tanggal Pembayaran wajib dikembalikan kepada Pendukung Kredit sesuai dengan Urutan
Prioritas Pembayaran. Pendukung Kredit menyadari dan memahami risiko tidak diterimanya
pengembalian secara penuh dari Bank Kustodian atas nama EBA-SP SMF-BTN06 atas dana
yang disetorkan Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan dalam hal terjadinya
kegagalan pembayaran oleh para Debitur atas Kumpulan Tagihan. Pendukung Kredit dengan
ini membebaskan Bank Kustodian dari segala tanggung jawab sehubungan dengan risiko
tersebut.
Perjanjian Pendaftaran EBA-SP SMF-BTN06 di KSEI Nomor: SP-001/EBASP/KSEI/0820
dibuat pada tanggal 20 November 2020 antara PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan
PT Sarana Multigriya Finansial sebagai Penerbit Efek yang selanjutnya disebut Para Pihak.
Para pihak menerangkan bahwa KSEI adalah perseroan yang menjalankan kegiatan usaha
sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam Undang-
Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Selanjutnya, Penerbit Efek bermaksud untuk
mendaftarkan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipan yang akan didaftarkan di KSEI.
e. Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: 39 tanggal 20 November 2020 antara PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Wali Amanat
menerangkan bahwa sesuai dengan Peraturan KSEI yang mengatur ketentuan layanan jasa
kustodian sentral ditetapkan bahwa pelaksanaan pembayaran penghasilan, bunga, pokok dan
hak-hak lain berupa dana dilaksanakan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran.
f. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Nomor: SP-001/PA-EBASP/KSEI/0820 tanggal
20 November 2020 antara PT Kustodian Sentral Efek dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
27
Page 38
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
selaku Bank Kustodian menerangkan bahwa Bank Kustodian ditunjuk untuk
mengadministrasikan EBA-SP SMF-BTN06 oleh Penerbit Efek, sehingga Bank Kustodian
wajib membuat perjanjian dengan KSEI terkait dengan pelaksanaan administrasi EBA-SP
SMF-BTN06 yang disimpan dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya sehubungan
dengan kewajiban Bank Kustodian antara lain untuk melakukan menyelenggarakan
administrasi dan pembukuan dalam rangka penitipan dan penatausahaan terkait EBA-SP
SMF-BTN06 yang terdaftar di KSEI, maka Bank Kustodian wajib memenuhi ketentuan,
persyaratan, dan prosedur yang ditetapkan oleh KSEI.
g. Perjanjian Pendahuluan Pencatatan EBA-SP SMF-BTN06 Nomor: SP-00004/BEI.PP3/11-
2020 tanggal 30 November 2020 antara PT Bursa Efek Indonesia dengan PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) menerangkan bahwa PT Sarana Multigriya Finansial bermaksud
untuk mencatatkan EBA-SP SMF-BTN06 di Bursa Efek Indonesia.
h. Perjanjian Pemberian Porsi Pemulihan Tagihan EBA-SP SMF-BTN06 Nomor: 184/PPT/EBA-
SP-SMF-BTN06/XI/2020 tanggal 30 November 2020 antara PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) sebagai Penerbit, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Penyedia Jasa. Penerbit, Wali Amanat dan
Penyedia Jasa menerangkan bahwa untuk mengapresiasi usaha dan prestasi Penyedia Jasa
dalam melakukan pembinaan, pengurusan dan pengelolaan Kumpulan Tagihan sehingga
mendukung diperolehnya imbal hasil yang diharapkan Pemegang EBA-SP SMF-BTN06 kelas
B, maka Pemegang EBA-SM SMF-BTN06 kelas B dalam hal ini diwakili oleh Wali Amanat dan
Penerbit sepakat untuk memberikan penghargaan (reward) bagi Penyedia Jasa berupa Porsi
Pemulihan Tagihan.
i. Akta Jual Beli Nomor: 63 tanggal 30 November 2020 menjelaskan bahwa PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penjual dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai
Bank Kustodian dan Wali Amanat yang bertindak untuk mewakili kepentingan para Pemegang
EBA-SP SMF-BTN06 untuk selanjutnya disebut Pembeli. Selanjutnya Penjual dan Pembeli
bersama-sama akan disebut Para Pihak. Para Pihak menerangkan bahwa:
1) Penjual membeli dan menerima pengalihan Kumpulan Tagihan dari PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk selaku Kreditur Asal melalui Akta Jual Beli (Tahap 1) tertanggal
27 Desember 2019 Nomor 64.
2) Kumpulan Tagihan termasuk dokumen-dokumen Surat Kuasa Membebankan Hak
Tanggungan (SKMHT), Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan Sertifikat Hak
Tanggungan (SHT) tidak diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan
pemeriksaan atas sejumlah sampel Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana dinyatakan
dalam Laporah Hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum tertanggal 30 November 2020.
3) Bahwa untuk melaksanakan jual beli atas Kumpulan Tagihan, para pihak telah sepakat
untuk menandatangani Akta Jual Beli ini.
j. Akta Jual Beli Nomor: 64 tanggal 30 November 2020 menjelaskan bahwa PT Bank Tabungan
Negara (Persero) sebagai Penjual, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai
Pembeli (selanjutnya Penjual dan Pembeli bersama-sama akan disebut Para Pihak) telah
dibuat Perjanjian KPR dalam bentuk standar perjanjian yang memenuhi Kriteria Seleksi.
28
Page 39
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 06 (EBA-SP SMF-BTN06)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2023 dan 2022
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Perjanjian Induk dan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN06, Penjual telah
sepakat menjual Kumpulan Tagihan kepada Pembeli sesuai dengan format Akta Jual Beli
yang dilampirkan pada Lampiran 3 Perjanjian Induk. Kumpulan Tagihan, termasuk dokumen-
dokumen SKMHT, Akta Pemberian Hak Tanggungan, dan Sertifikat Hak Tangguhan, tidak
diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan pemeriksaan atas sejumlah sampel
Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Hasil Uji Tuntas dari Segi
Hukum tertanggal 30 November 2020. Selanjutnya untuk melaksanakan jual beli atas
Kumpulan Tagihan, Para Pihak sepakat untuk menandatangani Akta Jual Beli ini.
23. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
24. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan
keuangan yang diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 22 Maret 2024.
29
Names mentioned 23 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.2 ×4
unresolved
org
Bank Tabungan Negara SMF-BMRI
p.2
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.2
unresolved
org
Bank Kustodian Penerbit
p.2
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.2
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.15 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.15
unresolved
org
PT Bank Tabungan Negara Syariah
p.23
unresolved
org
Dana Pensiun BTN
p.27
unresolved
org
Yayasan Bina Sejahtera Warga Bulog
p.27
unresolved
org
Dana Pensiun Pegadaian
p.27
unresolved
org
PT Bank Tabungan Negara Sertifikat EBA-SP
p.32
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.37 ×3
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek
p.37
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.