Back to announcement
20240319_GOTO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31607778_lamp1.pdf
Other Text extracted GOTOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 24
Page 1
Nomor/Number : 032/GOTO/CS/JKT/III/2024
Perihal : Laporan Informasi kepada Otoritas Re: Report to the Financial Services Authority
Jasa Keuangan sehubungan dengan (Otoritas Jasa Keuangan) in connection with a
Informasi atau Fakta Material Material Information or Facts
Kepada Yth. / To:
1. Otoritas Jasa Keuangan / Financial Services Authority
Gedung Sumitro Djojohadikusumo Lantai 1
Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4
Jakarta 10710
U.p. / Attn: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa
Karbon
2. PT Bursa Efek Indonesia / Indonesia Stock Exchange
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
U.p. / Attn: Direktur Penilaian Perusahaan
Dengan hormat,
Merujuk pada Peraturan OJK No. 31 We refer to the OJK Regulation No. 31
/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas /POJK.04/2015 concerning Disclosure
Informasi atau Fakta Material oleh Emiten Information on Material Information or Facts by
atau Perusahaan Publik, Direksi Perseroan the Issuer or Public Company, the Board of
(sebagaimana didefinisikan di bawah) (“POJK Directors of the Company (“POJK 31”) (as
31”) dan Keputusan Direksi PT Bursa Efek defined below) and the Decree of the Board of
Indonesia No:Kep-00066/BEI/09-2022 Directors of the Indonesia Stock Exchange No:
tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E Kep-00066/IDX/09-2022 on the Amendments
tentang Kewajiban Penyampaian Informasi to Regulation Number I-E concerning
(“Peraturan BEI I-E”), PT GoTo Gojek Information Submission Obligations ("IDX
Tokopedia Tbk (“Perseroan”) dengan ini Regulation I-E") PT GoTo Gojek Tokopedia
menyampaikan Keterbukaan Informasi Tbk (“the Company”) hereby conveys a
dengan maksud untuk memberikan Disclosure Information for the purpose of
penjelasan sebagai pemenuhan ketentuan providing an explanation to fulfill the relevant
perundangan-undangan yang berlaku. requirements under the applicable laws and
regulations.
Page 2
Sehubungan dengan hal di atas, bersama ini In connection with the foregoing, we hereby for
kami untuk dan atas nama Perseroan and on behalf of the Company convey a
menyampaikan Keterbukaan Informasi Disclosure Information in connection with
sehubungan dengan informasi atau fakta material information or facts as follows:
material sebagai berikut:
Nama Emiten/Name of the Issuer : PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
(“Perseroan”)/PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
(“Company”)
Alamat/Address : Gedung Pasaraya Blok M, 6-7/F, Jl.
Iskandarsyah II No. 2, Jakarta 12160
Bidang Usaha/Business Line : Perusahaan induk dan penyedia platform
digital yang mengintegrasikan on-demand
services, e-commerce dan produk digital, serta
financial technology services secara langsung
maupun tidak langsung melalui entitas-entitas
di dalam Perusahaan/
Holding company and digital platform provider
integrating on-demand services, e-commerce
and digital products and financial technology
services, directly or indirectly through entities
within the Company.
Telepon/Phone : (021) 2910 1072
Faksimili/Fax : (021) 2709 7877
Email : corpsecretary@gotocompany.com
Website : www.gotocompany.com
1. Tanggal Kejadian 1. Date of the Event
Selasa, 19 Maret 2024 Tuesday, March 19, 2024
2. Jenis Informasi 2. Information Type
Informasi atau Fakta Material Lainnya Other material facts or information
Page 3
3. Uraian Informasi 3. Description of Information
Pada hari ini, Perseroan telah menerbitkan The Company today released its audited
laporan keuangan konsolidasian pada tanggal consolidated financial statements as of and for
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal the year ended December 31, 2023 (with
31 Desember 2023 (dengan informasi
consolidated financial information as of and for
keuangan konsolidasian pada tanggal dan
untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember the year ended December 31, 2022 as
2022 yang disajikan sebagai komparatif) yang comparative) through its letter no.
telah diaudit melalui surat Perseroan 029/GOTO/CS-JKT/III/ 2024.
No.029/GOTO/CS-JKT/III/ 2024.
Perseroan juga mengumumkan juga The Company also announced its fourth
mengumumkan kinerja keuangan untuk quarter (“4Q23”) and full year 2023 (“FY23”)
kuartal keempat (“4Q23”) dan untuk tahun financial results, reporting 4Q23 Group
berakhir pada 2023 (“FY23”), dimana
Adjusted EBITDA turned positive to Rp 77
Perseroan melaporkan EBITDA Grup yang
disesuaikan kuartal keempat 2023 tercatat billion from -Rp 3.1 trillion in 4Q22 - the eighth
positif senilai Rp 77 miliar dari -Rp 3,1 triliun consecutive quarter of improvement, spurred
pada kuartal keempat 2022, - yang by product innovations that address broader
merupakan perbaikan delapan kuartal market segments as well as disciplined cost
berturut-turut, dimana hal ini didorong oleh management. The Company also maintained
inovasi produk yang menjangkau segmen (i) positive YoY gross revenue growth of 3% by
pasar lebih luas serta pengelolaan beban
addressing larger segments of the market, and
secara disiplin oleh manajemen. Perseroan
juga mempertahankan (i) pertumbuhan improving the consumer lending business; and
pendapatan bruto YoY sebesar 3% dengan (ii) a solid cash position and balance sheet. As
memperluas jangkauan pasar dan of December 31st, the Company had IDR 27.4
meningkatkan bisnis pinjaman konsumen; trillion or USD 1.8 billion in cash, cash
dan (ii) posisi kas dan posisi keuangan yang equivalents, and short-term time deposits.
solid. Pada tanggal 31 Desember 2023, kas,
setara kas, dan deposito jangka pendek
Perseroan adalah Rp27,4 triliun atau setara
dengan Rp27,4 triliun atau USD1,8 milyar.
Untuk hasil segmen, Perseroan juga For the segment’s result, the Company also
melaporkan bahwa peningkatan profitabilitas reported in the fourth quarter of 2023 there are
pada kuartal keempat tahun 2023 secara profitability improvements on the year-on-year
year-on-year. Hal ini tercermin dengan
indicated by the improvements of the Adjusted
adanya peningkatan pada EBITDA yang
disesuaikan pada semua segmen dengan EBITDA across segments with On-demand
EBITDA yang disesuaikan untuk On-Demand Services also reported positive operating
Services telah positif di 4Q23. segment profit in 4Q23.
Page 4
Selanjutnya, seiring perbaikan profitabilitas Additionally, as cash flow continues to improve,
dan arus kas, Perseroan akan the Company will optimize its capital usage in
mengoptimalisasi pemanfaatan modalnya line with a newly developed capital allocation
sejalan dengan rencana alokasi modal yang
plan, which may include a share buyback
baru disusun. Rencana ini mencakup inisiatif
pembelian kembali saham (share buyback) initiative of up to $200m, subject to regulatory
sebanyak-banyaknya US$200 juta, and shareholder approval at the upcoming
bergantung pada persetujuan regulator dan Annual General Meeting of Shareholders at the
pemegang saham pada Rapat Umum next Annual General Meeting of Shareholders
Pemegang Saham tahunan yang akan datang (AGMS). The Company’s Board of Directors
yang akan diajukan melalui Rapat Umum and Board of Commissioners will review the
Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
buyback program periodically, and may make
berikutnya. Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan akan melakukan peninjauan amendments on an ongoing basis. More details
berkala terhadap rencana pembelian kembali on this plan will be disclosed in accordance with
tersebut dan mungkin melakukan perubahan the regulatory process.
apabila diperlukan. Informasi lebih detail atas
rencana tersebut akan disampaikan sesuai
ketentuan yang berlaku.
Perseroan berharap dapat meningkatkan The Company also shared that it expects to
pertumbuhan pada basis demografi pengguna capture additional growth in broad user
yang lebih luas pada segmen inti bisnisnya demographics in its core segments more cost-
secara efisien di seluruh pasar Indonesia yang
effectively across the expansive Indonesian
luas dengan memanfaatkan ekosistemnya
yang unik yang menjangkau seluruh tingkat market by leveraging its unique ecosystem that
belanja dari konsumen. Perseroan spans the full range of consumer spending. The
menetapkan pedoman kinerja untuk Company currently expects to achieve Full-
mencapai EBITDA Grup yang disesuaikan year 2024 Group Adjusted EBITDA breakeven.
impas untuk keseluruhan tahun buku 2024. This outlook is based on current market
Pedoman di atas didasarkan pada kondisi conditions and reflects the Company’s
pasar saat ini dan mencerminkan perkiraan
preliminary estimates, which are all subject to
awal Perseroan, yang semua tergantung pada
ketidakpastian dan risiko. Hal ini termasuk various uncertainties and risks. These include
peningkatan kompetisi pasar, yang increasing market competition, which is
diperkirakan akan berlanjut di kuartal expected to continue over future quarters, as
mendatang, inflasi, serta faktor lainnya. well
. as cost inflation and other variables.
4. Dampak Kejadian Informasi 4. Impact of the Information
Informasi tersebut tidak berdampak This information does not have a detrimental
merugikan terhadap kegiatan operasional, effect on the operational activities, legal,
hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan financial condition or business continuity of the
usaha Perseroan Company.
Page 5
5. Keterangan Lain-Lain 5. Other Information Untuk informasi lebih lanjut mengenai kinerja For more detailed information on the fourth keuangan dan operasional Perseroan untuk quarter of and full year 2023’s financial and kuartal keempat dan tahun yang berakhir operational performance of the Company pada 2023 termasuk kinerja dari masing- including the performance of each segment, masing segmen operasi Perseroan, mohon kindly refer to the press release attached as merujuk pada siaran pers yang kami Attachment 1 of this letter. lampirkan pada Lampiran 1 surat ini. Demikian Keterbukaan Informasi kami We hereby convey this Disclosure Information, sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan and we thank you for your attention. terima kasih. Jakarta, 19 Maret 2024/ March 19, 2024 PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk R A Koesoemohadiani Sekretaris Perusahaan / Corporate Secretary Tembusan / Carbon Copied: 1. Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa, PT Bursa Efek Indonesia 2. Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1, Otoritas Jasa Keuangan 3. Deputi Direktur Pemantauan Perusahaan Sektor Jasa, Otoritas Jasa Keuangan
Page 6
Lampiran 1/ Attachment 1
Grup GoTo Catatkan EBITDA yang Disesuaikan Positif Pada Kuartal
Keempat, Serta Lampaui Pedoman Kinerja Tahun 2023
Poin-poin utama:
● EBITDA Grup yang disesuaikan1 kuartal keempat 2023 tercatat positif senilai Rp77 miliar dari -Rp3,1
triliun pada kuartal keempat 2022, yang merupakan perbaikan delapan kuartal berturut-turut
● EBITDA Grup yang disesuaikan1 tahun 2023, melampaui pedoman kinerja, seiring perbaikan rugi
sebesar 77%, senilai -Rp3,7 triliun.
● Pendapatan bruto2 kuartal keempat 2023 tumbuh 3% year-on-year dan 8% dibandingkan kuartal
sebelumnya mencapai Rp6,5 triliun
● GTV3 Grup kuartal keempat 2023 meningkat 8% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 1%
year-on-year senilai Rp163,0 triliun, menandakan pertumbuhan selama dua kuartal berturut-turut
● Insentif dan biaya pemasaran produk pada kuartal keempat 2023 menurun sebesar 33%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan 38% untuk keseluruhan tahun 2023 dibandingkan
tahun sebelumnya, dengan penghematan masing-masing sebesar Rp1,7 triliun dan Rp9,0 triliun.
● Perseroan menyampaikan rencana pembelian kembali saham (share buyback) sebanyak-banyaknya
US$200 juta, bergantung pada persetujuan regulator dan pemegang saham.
Jakarta, 19 Maret 2024 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan”, “Grup GoTo”, BEI: GOTO), ekosistem
digital terbesar Indonesia, pada hari ini mengumumkan kinerja keuangan dan operasionalnya untuk kuartal
keempat (4Q2023) serta tahun buku 2023. Perseroan melaporkan EBITDA Grup yang disesuaikan1 positif
untuk pertama kalinya sebesar Rp77 miliar pada kuartal keempat. Sedangkan di saat yang bersamaan, GTV3
Grup pada kuartal yang sama tumbuh 8% dibanding kuartal sebelumnya dan 1% dibandingkan tahun
sebelumnya, serta pendapatan bruto2 kuartal keempat tumbuh 8% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 3%
dibandingkan tahun sebelumnya mencapai Rp6,5 triliun. Perbaikan ini didorong oleh inovasi produk yang
menjangkau segmen pasar yang lebih luas serta pengelolaan beban secara disiplin.
Perseroan juga sebelumnya telah menyepakati kemitraan strategis dengan TikTok. Tokopedia dan bisnis
e-commerce TikTok di Indonesia telah bergabung di bawah entitas PT Tokopedia, yang kini dimiliki
bersama-sama oleh GoTo dan TikTok sebagai mitra strategis, dan TikTok akan memegang pengendalian atas
Tokopedia. Sebagai bagian dari kesepakatan yang telah diselesaikan pada Januari 2024, TikTok akan
menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar dalam waktu ke depan pada entitas Tokopedia yang telah
dikombinasikan dengan bisnis e-commerce TikTok, tanpa menyebabkan dilusi lebih lanjut pada kepemilikan
GoTo di Tokopedia. GoTo juga akan menerima arus pendapatan berkelanjutan dari Tokopedia yang selaras
dengan skala dan pertumbuhan Tokopedia.
Selanjutnya, seiring perbaikan profitabilitas dan arus kas, Perseroan akan mengoptimalisasi pemanfaatan
modalnya sejalan dengan rencana alokasi modal yang baru disusun. Rencana ini mencakup inisiatif
pembelian kembali saham Perseroan (share buyback) sebanyak-banyaknya US$200 juta, di mana
implementasi dan realisasi atas rencana ini akan bergantung pada diperolehnya persetujuan dari regulator
dan pemegang saham yang akan diajukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
berikutnya. Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan akan melakukan peninjauan secara berkala terhadap
rencana pembelian kembali tersebut dan mungkin melakukan perubahan atau penyesuaian apabila
diperlukan. Informasi lebih detail atas rencana pembelian saham kembali tersebut akan disampaikan kepada
seluruh pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, menjelaskan, “GoTo telah meletakkan landasan operasional yang
kuat dengan tercapainya EBITDA yang disesuaikan positif pada 4Q2023 dan terjalinnya kemitraan strategis
1
Page 7
dengan TikTok pada bisnis e-commerce yang akan berdampak luas kepada bisnis-bisnis Financial
Technology dan On-Demand Services. Ke depannya, fokus Perseroan adalah untuk memperkuat landasan ini
agar dapat mendorong pertumbuhan yang lebih cepat dan profitabel.”
“Kami akan melakukannya dengan berpegang teguh pada misi kami untuk memperkaya pengalaman
konsumen serta membuat produk dan layanan kami dapat menjangkau basis konsumen secara lebih luas.
Untuk mencapai hal ini, Perseroan mengedepankan inovasi produk dan keunggulan operasional, dengan
tujuan meningkatkan nilai yang Perseroan berikan pada konsumen eksisting, meningkatkan wallet share5,
serta menumbuhkan basis konsumen. Perseroan berkomitmen untuk melanjutkan strategi yang telah berjalan
dengan implementasi yang lebih kuat, seiring langkah menjajaki peluang bisnis inovatif baru, serta
menghentikan berbagai inisiatif yang tidak dapat diperluas skalanya.”
Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo, menjabarkan, “Perseroan mencatatkan peningkatan profitabilitas di
setiap unit bisnis pada kuartal keempat, dibandingkan tahun sebelumnya. Unit bisnis On-Demand Services
mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal tersebut, sementara itu, unit bisnis Financial
Technology terus berekspansi dengan tetap mempertahankan perbaikan EBITDA yang disesuaikan secara
year-on-year dan quarter-on-quarter. Bisnis E-Commerce juga mencapai EBITDA yang disesuaikan positif
untuk kuartal keempat meski berada di tengah kompetisi ketat. Lebih lanjut, bisnis tersebut akan
menguntungkan secara kas untuk Perseroan sebagai hasil dari perjanjian dengan TikTok. Perseroan berharap
dapat mencapai EBITDA yang disesuaikan impas (breakeven) secara Grup untuk keseluruhan tahun buku
2024, dan secara bersamaan menginvestasikan kembali pendapat yang diperoleh kepada kegiatan bisnis
Perseroan secara berkelanjutan, seiring upaya menuju pertumbuhan top line.”
Beban insentif secara Grup untuk 4Q2023 mengalami penurunan 33% dibandingkan dengan periode yang
sama pada tahun sebelumnya, di mana penurunan tersebut berkontribusi kepada penurunan sebesar 38%
untuk keseluruhan tahun 2023. Sedangkan biaya kas operasional rutin (cash recurring fixed costs) pada
4Q2023 tercatat menurun sebesar 39% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,
serta untuk keseluruhan tahun 2023 menurun sebesar 19% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga
berdampak pada perbaikan pada rugi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp12,3 triliun.
GoTo mempertahankan posisi kas dan posisi keuangan yang solid dengan kas, setara kas, dan deposito
jangka pendek senilai Rp27,4 triliun atau setara dengan US$ 1,8 miliar pada tanggal 31 Desember 2023.
Sehubungan dengan dekonsolidasi Tokopedia yang telah efektif pada tanggal 1 Februari 2024, posisi kas,
setara kas, dan deposito jangka pendek GoTo akan menjadi Rp23,0 triliun atau setara dengan US$ 1,5 miliar.
Perbedaan sebesar Rp4,4 triliun tersebut terutama disebabkan oleh perpindahan dana yang ditampung
sementara dalam rekening escrow yang berasal dari transaksi yang melibatkan pengguna Tokopedia. Jumlah
tersebut telah dipindahkan kepada Tokopedia sebagai bagian dari dekonsolidasi ini.
2
Page 8
Ikhtisar Kinerja Grup
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk tahun buku yang berakhir
dalam Rp miliar
31 Desember 31 Desember % perubahan 31 Desember 31 Desember % perubahan
2023 2022 YoY 2023 2022 YoY
Indikator Keuangan
Pendapatan bruto2 6.469 6.297 +3% 24.260 22.927 +6%
Pendapatan bersih 4.274 3.380 +26% 14.785 11.349 +30%
Margin kontribusi4 1.617 (583) N/A 4.433 (6.329) N/A
EBITDA yang disesuaikan1 77 (3.137) N/A (3.670) (16.012) +77%
Rugi periode/tahun berjalan (80.920) (19.496) -315% (90.519) (40.408) -124%
EBITDA Grup yang disesuaikan 4Q2023 mengalami perbaikan menjadi sebesar Rp77 miliar, atau 0,05% dari
GTV, dari -Rp942 miliar di 3Q2023 dan -Rp3,1 triliun di 4Q2022. EBITDA Grup yang disesuaikan juga
mengalami perbaikan untuk tahun buku 2023 menjadi -Rp3,7 triliun, melampaui batas atas pedoman kinerja
Perseroan pada rentang -Rp4,5 triliun hingga -Rp3,8 triliun yang sebelumnya diumumkan pada paparan
kinerja kuartal kedua tahun 2023, pada tanggal 15 Agustus 2023.
GTV Grup pada 4Q2023 tercatat sebesar Rp163,0 triliun, meningkat 8% dibandingkan kuartal sebelumnya dan
1% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, didorong tajamnya fokus Perseroan
pada segmen konsumen mass market. GTV Grup sedikit menurun yaitu sebesar 1% untuk keseluruhan tahun
buku 2023, sebagai dampak dari pengurangan insentif serta pemasaran produk di tahun tersebut.
Grup GoTo terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan bruto pada 4Q2023 sebesar 3% dibandingkan
dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, melalui perluasan jangkauan pasar dan meningkatkan
bisnis pinjaman konsumen. Take rate Grup secara keseluruhan stabil secara kuartalan di angka 4,0% di
4Q2023. Take rate Grup untuk tahun buku 2023 meningkat 26 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya
menjadi 4,0%. Pendapatan bersih di kuartal keempat 2023 adalah Rp4,3 triliun, peningkatan 18%
dibandingkan kuartal sebelumnya dan 26% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun
sebelumnya.
Beban insentif dan pemasaran produk pada 4Q2023 berkurang 33% dibandingkan dengan periode yang
sama pada tahun sebelumnya dan 38% untuk keseluruhan tahun buku 2023, sehingga membukukan
penghematan masing-masing Rp1,7 triliun dan Rp9,0 triliun. Biaya kas operasional rutin untuk kuartal tersebut
berkurang 18% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 39% dibandingkan tahun sebelumnya di kuartal
keempat, dan untuk satu tahun penuh turun 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Biaya kas rutin korporasi
(recurring cash corporate costs) di kuartal empat tercatat senilai Rp238 miliar, berkurang sebesar 12%
dibandingkan kuartal sebelumnya dan 42% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun
sebelumnya. Nilai tersebut termasuk rendah dalam industri ini, dan dengan potensi penghematan lebih jauh di
masa mendatang.
Biaya korporasi telah dialokasikan untuk diatribusikan langsung kepada setiap segmen bisnis. Pada kuartal
keempat, sekitar 60% dari biaya kas rutin korporasi, yaitu senilai Rp137 miliar, telah dialokasikan pada unit
bisnis yang relevan.
3
Page 9
Efisiensi operasional mendorong tercapainya perbaikan rugi operasional untuk tahun buku 2023 sebesar
66%, atau senilai -Rp10,3 triliun, dari -Rp30,3 triliun pada tahun sebelumnya. Sedangkan rugi operasional
untuk 4Q2023 adalah senilai -Rp1,5 triliun, membaik hingga 80% dari periode yang sama tahun 2022.
Grup GoTo mencatatkan rugi bersih -Rp90,5 triliun untuk keseluruhan tahun 2023. Hal ini dipicu oleh
pencatatan pembalikan nilai goodwill (goodwill reversal) senilai -Rp78,8 triliun sebagaimana diwajibkan oleh
standar akuntansi keuangan yang berlaku, yang merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok yang
mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap Tokopedia dimulai 1 Februari 2024. Rugi yang
diakibatkan pembalikan nilai goodwill tersebut bersifat tidak berulang (non-recurring), nonkas, dan tidak
berdampak kepada EBITDA yang disesuaikan maupun arus kas Perseroan.
On-Demand Services
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk tahun buku yang berakhir
dalam Rp miliar
31 Desember 31 Desember % perubahan 31 Desember 31 Desember % perubahan
2023 2022 YoY 2023 2022 YoY
Indikator Operasional
GTV3 13.956 15.529 -10% 54.336 59.656 -9%
Indikator Keuangan
Pendapatan bruto2 3.229 3.213 +1% 12.109 11.682 +4%
Margin kontribusi4 822 205 +301% 2.644 (1.105) N/A
EBITDA yang disesuaikan1 239 (699) N/A (219) (4.772) +95%
Perseroan terus menurunkan cost to serve unit bisnis On-Demand Services, serta terus memperluas
jangkauan produk unggulan ke berbagai kota. Hal ini dilakukan menjangkau pengguna secara masif
dengan tetap mempertahankan pendapatan mitra pengemudi. Langkah ini mendorong meningkatnya
jumlah pengguna baru serta reaktivasi pengguna nonaktif (dormant users).
● EBITDA yang disesuaikan untuk On-Demand Services telah positif di 4Q2023 senilai Rp239 miliar,
atau 1,71% dari GTV On-Demand Services. On-Demand Services juga melaporkan laba segmen
operasional di 4Q2023.
● Pendapatan bruto 4Q2023 meningkat 7,2% dibandingkan kuartal sebelumnya , mencapai sebesar
Rp3,2 triliun. Hal ini turut dipengaruhi oleh value-added service serta peningkatan pendapatan iklan,
yang mendorong take rate unit bisnis On-Demand Services sebesar 66 basis poin
quarter-on-quarter. Untuk keseluruhan 2023, pendapatan bruto meningkat 4% dibandingkan tahun
sebelumnya, seiring peningkatan take rate bisnis On-Demand Services sebesar 270 basis poin.
● Insentif dan pemasaran produk di unit bisnis ini pada 4Q2023 berkurang 21% dibandingkan tahun
sebelumnya, sementara beban kas operasional rutin pada kuartal yang sama berkurang 37%
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
● GTV unit bisnis On-Demand Service pada 4Q2023 meningkat 4% quarter-on-quarter menjadi Rp14,0
triliun. Pencapaian ini menandai peningkatan GTV selama dua kuartal berturut-turut, seiring unit bisnis
ini kembali kepada momentum pertumbuhan. Dibandingkan tahun sebelumnya, GTV untuk tahun
4
Page 10
buku 2023 mengalami penurunan 9% yang dipengaruhi berkurangnya pemberian insentif selama
2023.
● Opsi transportasi terjangkau diluncurkan di kota-kota baru, mendorong peningkatan GTV produk
tersebut sebesar 20% pada 4Q2023. Sekitar 40% pengguna dalam periode tersebut merupakan
pelanggan baru atau pelanggan yang sebelumnya nonaktif.
● Layanan langganan pesan antar makanan terus tumbuh. Hal ini ditandai dengan meningkatnya
belanja pengguna dan frekuensi penggunaan sekitar tiga kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan
pengguna yang tidak berlangganan layanan tersebut.
● Di tahun 2024, Perseroan akan terus memperluas pilihan produk value-added di lini On-Demand
Service.Hal ini seiring dengan upaya untuk terus meningkatkan wallet share bagi konsumen seraya
memperluas skala dan jangkauan untuk konsumen mass market.
E-Commerce
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk tahun buku yang berakhir
dalam Rp miliar
31 Desember 31 Desember % perubahan 31 Desember 31 Desember % perubahan
2023 2022 YoY 2023 2022 YoY
Indikator Operasional
GTV3 65.317 70.789 -8% 248.836 273.146 -9%
Indikator Keuangan
Pendapatan bruto2 2.399 2.191 +9% 9.123 8.228 +11%
Margin kontribusi4 591 (400) N/A 1.597 (3.178) N/A
EBITDA yang disesuaikan1 223 (1.221) N/A (751) (6.249) +88%
Pada bulan Desember 2023, GoTo dan TikTok mengumumkan kemitraan strategis yang menggabungkan
platform Tokopedia dan layanan e-commerce TikTok di Indonesia di bawah PT Tokopedia, dengan TikTok
sebagai pemegang saham pengendali di entitas tersebut. Sebagai bagian dari perjanjian yang telah
diselesaikan pada bulan Januari 2024, TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar pada
entitas baru tersebut secara bertahap, tanpa efek dilusi lanjutan bagi GoTo. GoTo juga akan menerima
pendapatan dari Tokopedia sejalan dengan skala dan pertumbuhan perusahaan tersebut.
● EBITDA yang disesuaikan untuk unit bisnis E-Commerce pada 4Q2023 tercatat positif dengan nilai
Rp223 miliar, atau 0,34% dari GTV E-Commerce. Hal ini didorong oleh value-added services, iklan,
dan optimisasi biaya, meski Perseroan meningkatkan pemasaran untuk menjangkau konsumen di
momen-momen penting, di tengah persaingan yang ketat.
● Tokopedia kembali melakukan kegiatan pemasaran dan promosi secara selektif untuk mendorong
pertumbuhan di kuartal empat. Sebagai hasilnya, GTV E-Commerce pada 4Q2023 mengalami
peningkatan 5% quarter-on-quarter, meski terdapat penurunan 8% dibandingkan periode yang sama
di tahun sebelumnya. GTV E-Commerce pada kuartal tersebut mencapai Rp65,3 triliun, didorong oleh
peningkatan penjualan produk digital (digital goods), mobil, dan sepeda motor. Core GTV pada
4Q2023, yang mengecualikan kategori-kategori tersebut, turun 26% year-on-year.
● Pada bulan Januari 2024, GoTo menyelesaikan transaksi dengan TikTok. Langkah ini
menggabungkan platform Tokopedia dengan layanan e-commerce TikTok. Bisnis ini menjadi sumber
5
Page 11
pendapatan bagi GoTo, dengan adanya biaya e-commerce yang akan diterima Perseroan setiap
kuartal, sejalan dengan skala dan pertumbuhan dari entitas Tokopedia baru tersebut.
● TikTok berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar bagi entitas tersebut secara
bertahap, tanpa efek dilusi lanjutan bagi GoTo.
● GoTo mempertahankan kerja sama dengan pemerintah dan TikTok untuk memastikan pemenuhan
terhadap kepatuhan serta transisi untuk pengalaman berbelanja yang nyaman bagi konsumen. Hal
tersebut sesuai dengan rencana penyelesaian dalam periode uji coba.
Financial Technology
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk tahun buku yang berakhir
dalam Rp miliar
31 Desember 31 Desember % perubahan 31 Desember 31 Desember % perubahan
2023 2022 YoY 2023 2022 YoY
Indikator Operasional
GTV3 103.224 98.583 +5% 379.739 360.447 +5%
Indikator Keuangan
Pendapatan bruto2 605 481 +26% 1.878 1.636 +15%
Margin kontribusi4 217 (169) N/A 309 (1.199) N/A
EBITDA yang disesuaikan1 (168) (744) +77% (1.580) (3.283) +52%
Unit bisnis Financial Technology mencatat pertumbuhan topline yang kuat, seiring dengan peluncuran
dan adopsi dari produk-produk baru, yang mampu menjaring pengguna di dalam dan di luar ekosistem
GoTo, termasuk di antaranya aplikasi GoPay yang telah memperoleh penghargaan, serta produk
simpanan. Bisnis pinjaman tetap menjadi prioritas. Produk ini pun tumbuh secara sehat, dengan
pembukuan pinjaman (loan book) pinjaman konsumen pada 4Q2023 meningkat 32% dibandingkan
kuartal sebelumnya.
● EBITDA yang disesuaikan untuk unit bisnis Financial Technology pada 4Q2023 mengalami perbaikan
77% year-on-year dan 57% quarter-on-quarter, menjadi -Rp168 miliar, atau 0,16% dari GTV3 unit bisnis
Financial Technology. Perbaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan pengurangan
insentif.
● Pendapatan bruto untuk Financial Technology pada 4Q2023 meningkat 26% year-on-year dan 34%
quarter-on-quarter mencapai Rp605 miliar, dipengaruhi pertumbuhan produk pinjaman dan
pembayaran.
● GTV3 Financial Technology pada 4Q2023 adalah sebesar Rp103,2 triliun, tumbuh 9%
quarter-on-quarter dan 5% year-on-year. GTV tersebut, apabila mengesampingkan bisnis merchant
payment gateway, tumbuh 18% quarter-on-quarter dan 8% year-on-year.
● Biaya kas rutin operasional pada 4Q2023 berkurang 19% quarter-on-quarter dan 35% year-on-year
didorong oleh optimisasi biaya. Seiring upaya GoTo mengembangkan produk pinjaman, biaya-biaya
tersebut diperkirakan akan mengalami fluktuasi.
● Jumlah pinjaman diberikan (outstanding loan) dari bisnis pinjaman konsumen GoTo, termasuk layanan
buy now pay later (BNPL) dan pinjaman tunai, pada 4Q2023 tumbuh 32% quarter-on-quarter menjadi
Rp1,9 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga baik dengan tingkat pinjaman bermasalah (non performing
6
Page 12
loan) lebih dari 90 hari setelah jatuh tempo pada 1,3% sebagai persentase dari keseluruhan
pembukuan pinjaman konsumen di bulan Desember.
● Lebih dari 70% dari pembukuan pinjaman merupakan penyaluran pinjaman (channeling) dari Bank
Jago di kuartal keempat, meningkat dari di bawah 60% pada kuartal sebelumnya. Kedua perusahaan
akan terus berkolaborasi untuk meningkatkan pertumbuhan pinjaman dalam ekosistem GoTo di 2024.
● Aplikasi GoPay, yang telah diunduh lebih dari sepuluh juta kali per akhir Desember 2023,6
memenangkan tiga penghargaan dari Google, yaitu Best App 2023, Best Everyday Essentials App,
dan Aplikasi Pilihan Pengguna di Indonesia.
Logistics
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk tahun buku yang berakhir
dalam Rp miliar
31 Desember 31 Desember % perubahan 31 Desember 31 Desember % perubahan
2023 2022 YoY 2023 2022 YoY
Indikator Keuangan
Pendapatan bruto2 518 747 -31% 2.190 2.357 -7%
EBITDA yang disesuaikan1 (114) (260) +56% (477) (1.065) +55%
GoTo Logistics terus mendorong biaya pengiriman menjadi lebih terjangkau untuk konsumen dan penjual.
GoTo Logistics dapat secara bertahap meningkatkan efisiensi dengan memanfaatkan pengiriman in-house
di daerah pengiriman yang padat dan memanfaatkan layanan pengiriman pihak ketiga berbiaya rendah
untuk daerah-daerah lainnya.
● EBITDA yang disesuaikan untuk 4Q2023 adalah -Rp114 miliar, cenderung stabil apabila dibandingkan
dengan kuartal sebelumnya.
● Pendapatan bruto pada 4Q2023 adalah Rp518 miliar, turun 2% dibandingkan kuartal sebelumnya,
disebabkan oleh volume pengiriman dari e-commerce yang lebih rendah karena rasionalisasi insentif.
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)
GoTo berkomitmen menjalankan praktik terbaik tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola. Sejumlah
upaya yang telah dilakukan Perseroan selama kuartal keempat tahun 2023 meliputi:
● Mendapatkan validasi target capaian nol bersih (net zero) dari Science Based Targets Initiative (SBTi),
dengan demikian menjadi perusahaan tercatat Indonesia pertama yang memiliki target yang
divalidasi oleh SBTi.
● Meningkatkan jumlah armada kendaraan listrik roda dua hingga empat kali lipat serta memperluas
jangkauan layanan GoRide Electric ke Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.
● Menjadi perusahaan pertama di industri yang meluncurkan fitur aksesibilitas kontras (kontras tinggi
dan moda gelap) pada ketiga aplikasi konsumen GoTo, dalam rangka mendukung konsumen yang
menyandang buta warna.
● Melakukan pemasangan mesin penghancur kertas pada seluruh gudang Dilayani Tokopedia (GoTo
Logistics) untuk meningkatkan penggunaan kembali limbah karton.
7
Page 13
Pedoman Kinerja
GoTo berharap dapat meningkatkan pertumbuhan pada basis demografi pengguna yang lebih luas pada
segmen inti bisnisnya secara efisien di seluruh pasar Indonesia yang luas dengan memanfaatkan
ekosistemnya yang unik yang menjangkau seluruh tingkat belanja dari konsumen.
Perseroan menetapkan pedoman kinerja sebagai berikut:
● EBITDA Grup yang disesuaikan1 impas untuk keseluruhan tahun buku 2024.
Pedoman di atas didasarkan pada kondisi pasar saat ini dan mencerminkan perkiraan awal Perseroan, yang
semua tergantung pada ketidakpastian dan risiko. Hal ini termasuk peningkatan kompetisi pasar, yang
diperkirakan akan berlanjut di kuartal mendatang, inflasi, serta faktor lainnya.
- SELESAI -
Tentang Grup GoTo
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Grup GoTo) adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah untuk
“mendorong kemajuan” melalui infrastruktur teknologi dan solusi bagi semua orang untuk mengakses dan dapat
berkembang di sektor ekonomi digital. Ekosistem GoTo menyediakan berbagai layanan termasuk mobilitas, pesan antar
makanan, dan logistik, serta pembayaran, layanan keuangan, hingga solusi teknologi untuk pedagang. Ekosistem GoTo
juga menghadirkan layanan e-commerce melalui Tokopedia dan serta layanan perbankan melalui kemitraan dengan Bank
Jago.
Informasi Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Information)
Dokumen ini dapat memuat informasi atau pernyataan yang berwawasan ke depan termasuk namun tidak terbatas pada
diskusi atas strategi, rencana ke depan dan kinerja keuangan indikatif di masa mendatang (selanjutnya secara
bersama-sama disebut "forward-looking information"). Seluruh informasi dalam dokumen ini yang secara jelas bukan
termasuk informasi historis atau yang harus bergantung pada kejadian di masa depan atau selanjutnya adalah
forward-looking information yang dipersiapkan sampai dengan tanggal dokumen ini didasarkan pada opini dan estimasi
manajemen serta informasi yang tersedia untuk manajemen sampai dengan tanggal dokumen ini. Dalam kasus tertentu,
forward-looking information dapat dikenali dengan penggunaan istilah berwawasan ke depan seperti "diharapkan",
"mungkin", "dapat", "akan", "harus", "bertekad", "mengantisipasi", "berpotensi", "mengajukan", "memperkirakan", dan
kata-kata, ekspresi, atau frasa serupa, termasuk juga variasi-variasinya dalam bentuk negatif atau tata bahasa tertentu,
atau pernyataan bahwa kejadian tertentu "dapat" atau "akan" terjadi, atau pada saat mendiskusikan strategi.
Forward-looking information didasarkan pada sejumlah ekspektasi internal, estimasi, proyeksi, dan asumsi saat ini, serta
keyakinan bahwa, sesuai pandangan wajar manajemen, secara inheren bergantung pada ketidakpastian dan kontinjensi
bisnis, ekonomi, kompetitif, atau lainnya. Forward-looking information bukan merupakan jaminan kinerja di masa yang
akan datang dan melibatkan risiko yang sudah dan belum diketahui, ketidakpastian, serta faktor-faktor lain (termasuk
risiko dan ketidakpastian yang terdapat dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Pembahasan dan Analisis
Manajemen yang tersedia melalui situs web Perseroan), yang mungkin mengakibatkan hasil, kinerja, atau pencapaian
aktual menjadi berbeda secara material dari hasil, kinerja, atau pencapaian masa depan yang dipaparkan atau tersirat
oleh forward-looking information tersebut. Segala estimasi, strategi investasi, atau pandangan yang dicantumkan di dalam
dokumen ini adalah berdasarkan kondisi pasar pada saat ini, dan/atau informasi yang disediakan oleh pihak ketiga yang
tidak terafiliasi, dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sepanjang informasi tertentu
dalam dokumen ini diperoleh dari sumber pihak ketiga, Perseroan belum melakukan verifikasi informasi tersebut secara
independen, dan terdapat risiko bahwa asumsi yang dibuat dan simpulan yang diambil oleh Perseroan berdasarkan
informasi tersebut tidak akurat. Kecuali diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, Perseroan menyangkal adanya
tanggung jawab apa pun untuk memperbarui informasi atau melakukan revisi terhadap forward-looking information apa
pun, baik sebagai akibat dari adanya informasi atau kejadian baru, atau lainnya. Pembaca diminta untuk berhati-hati
dengan tidak bergantung semata-mata pada forward-looking information tersebut dan tidak boleh dipandang sebagai
dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun dengan sendirinya
8
Page 14
Pengukuran Keuangan Non-PSAK
Grup GoTo menggunakan pengukuran keuangan non-PSAK berikut termasuk pendapatan bruto, margin kontribusi dan
EBITDA yang disesuaikan, untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional utama Grup GoTo. Namun, definisi
pengukuran keuangan non-PSAK Grup GoTo mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan lain,
dan karena itu, mungkin tidak dapat saling dibandingkan. Selanjutnya, pengukuran keuangan non-PSAK ini memiliki
keterbatasan tertentu karena tidak memasukkan dampak dari biaya-biaya tertentu yang tercermin dalam laporan
keuangan konsolidasian Grup GoTo yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usahanya. Dengan demikian,
pengukuran keuangan non-PSAK ini harus dipertimbangkan sebagai informasi tambahan, bukan sebagai pengganti, atau
terpisah dari, pengukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.
Pengukuran non-PSAK ini tidak ditujukan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo yang sesuai dengan
PSAK. Namun, Grup GoTo meyakini bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan memberikan informasi tambahan kepada
para investor untuk memudahkan perbandingan kinerja masa lalu dan kini, di luar item-item yang Grup GoTo yakini tidak
menjadi indikasi dari kegiatan operasional yang sedang berlangsung dikarenakan besaran dan/atau sifat dari item-item
tersebut. Margin kontribusi dan EBITDA yang disesuaikan yang disajikan berikut ini belum tentu dapat dibandingkan
dengan pengukuran dengan istilah serupa yang disajikan oleh perusahaan- perusahaan lain, yang mungkin menggunakan
dan menentukan pengukuran ini secara berbeda. Dikarenakan alasan tersebut, sebaiknya tidak membandingkan
pengukuran non-PSAK ini dengan pengukuran yang disajikan oleh perusahaan-perusahaan lain.
Informasi Keuangan Konsolidasian
Grup GoTo menyajikan hasil untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan 2022. Informasi keuangan untuk
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 (dengan informasi keuangan konsolidasian pada tanggal
dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 yang disajikan sebagai komparatif) yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia dengan opini tanpa
modifikasian dalam laporan yang diterbitkan tertanggal 18 Maret 2024.
Selanjutnya, dalam dokumen ini, Grup GoTo juga menyajikan informasi keuangan periode tiga bulan yang berakhir pada 31
Desember 2023, 30 September 2023, 30 Juni 2023, 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 yang disusun oleh dan
menjadi tanggung jawab manajemen. Informasi keuangan konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023, 30 September 2023, 30 Juni 2023, 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 ini tidak diaudit, ditelaah,
diperiksa, atau diterapkan prosedur apa pun. Oleh karena itu, tidak ada pendapat atau bentuk jaminan lainnya
diungkapkan sehubungan dengan setiap dan semua informasi keuangan konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023, 30 September 2023, 30 Juni 2023, 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022, yang
disajikan dalam dokumen ini.
—-----------------------------------------
1
Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, yang merupakan pengukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan
rugi sebelum pajak penghasilan, disesuaikan dengan (i) biaya penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii)
biaya bunga; (iv) kerugian penurunan nilai aset atas kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v) (pembalikan)/kerugian
atas penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian atas penurunan nilai goodwill; (vii)
penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan; (viii) kerugian penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix) biaya
kompensasi berbasis saham (termasuk program Gotong Royong); (x) (keuntungan)/kerugian selisih kurs belum terealisasi
dari pengukuran kembali kas; (xi) bagian kerugian bersih entitas asosiasi dan ventura bersama; (xii) (keuntungan)/kerugian
pelepasan investasi dan dilusi investasi atas entitas asosiasi dan ventura bersama; (xiii) pendapatan dividen; dan (xiv)
item-item yang non-recurring.
2
Pendapatan bruto merupakan nilai dalam rupiah yang dapat diatribusikan kepada Grup GoTo dari setiap transaksi, tanpa
ada penyesuaian untuk insentif yang dibayarkan kepada mitra pengemudi dan pedagang atau promosi kepada pengguna
akhir, sepanjang periode pengukuran. Untuk rekonsiliasi dari pendapatan bersih ke pendapatan bruto, silakan merujuk
pada bagian “Pengukuran Kinerja Keuangan Non-PSAK”
3
GTV adalah gross transaction value atau nilai transaksi bruto, sebuah representasi pengukuran operasional.
a. jumlah nilai waktu transaksi dari segmen on-demand services.
b. jumlah nilai produk dan layanan yang tercatat di segmen e-commerce kami.
c. jumlah nilai total volume pembayaran, atau TPV, yang diproses melalui platform financial technology kami.
d. dan di luar jumlah transaksi antarperusahaan di antara entitas di dalam perusahaan yang telah dieliminasi saat
konsolidasi.
9
Page 15
4
Margin kontribusi, yang merupakan ukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan pendapatan bersih dikurangi dengan
seluruh jumlah beban pokok pendapatan, sebagian dari beban penjualan dan pemasaran yang berkaitan dengan
kelebihan promosi dan pemasaran produk serta lain-lain yang sebagian besar terdiri pajak penghasilan terkait penjualan
dan pemasaran dan beban tidak signifikan lainnya.
5
Sumber: Data.ai.
Untuk Pertanyaan Lebih Lanjut
Media
Grup GoTo: corporate.affairs@gotocompany.com
Investor/analis
Grup GoTo: ir@gotocompany.com
The Piacente Group: goto@thepiacentegroup.com
10
Page 16
GoTo Group Turns Adjusted EBITDA Positive, Surpassing Full Year Guidance
as Company Reports 2023 Fourth Quarter and Full Year Results
Key Highlights
● 4Q23 Group Adjusted EBITDA1 turned positive to Rp 77 billion from -Rp 3.1 trillion in 4Q22 — the
eighth consecutive quarter of improvement
● Full year 2023 Group Adjusted EBITDA1 exceeded guidance as losses narrowed by 77% to -Rp 3.7
trillion
● 4Q23 gross revenue2 improved by 3% YoY and 8% QoQ to Rp 6.5 trillion
● Group GTV3 increased by 8% QoQ and 1% YoY, reaching Rp 163.0 trillion – the second consecutive
quarter of sequential growth
● Incentives and product marketing decreased by 33% YoY in 4Q23 and 38% for the full year, reflecting
savings of Rp 1.7 trillion and Rp 9.0 trillion, respectively
● Company plans share buyback initiative of up to US$200mn, subject to regulatory and shareholder
approval.
Jakarta, Indonesia, March 19, 2024 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO, “GoTo Group'' or the
“Company”), the largest digital ecosystem in Indonesia, today announced its 2023 fourth quarter and full year
financial results. Group Adjusted EBITDA1 turned positive for the first time at Rp 77 billion for the fourth quarter,
while Group GTV3 for the quarter grew at 8% QoQ and 1% YoY, with gross revenue2 increasing 8% QoQ and
3% YoY to Rp 6.5 trillion in 4Q23. These improvements were spurred by product innovations that address
broader market segments as well as disciplined cost management.
The company also agreed a strategic partnership with TikTok. Tokopedia and TikTok’s e-commerce
businesses have been combined under the PT Tokopedia entity, which is now jointly owned by GoTo and
TikTok as strategic partners in Indonesia, with TikTok holding a controlling stake. As part of the agreement,
which was completed in January 2024, TikTok will invest over US$1.5bn in the enlarged entity over time
without additional dilution to GoTo. GoTo will also receive an ongoing revenue stream from Tokopedia
commensurate with its scale and growth.
Furthermore, as cash flow continues to improve, the Company will optimize its capital usage in line with a
newly developed capital allocation plan, which may include a share buyback initiative of up to $200m subject
to regulatory and shareholder approval at the next Annual General Meeting of Shareholders (AGMS). The
Company’s Board of Directors and Board of Commissioners will review the buyback program periodically, and
may make amendments on an ongoing basis. More details on this plan will be disclosed in accordance with
the regulatory process.
Patrick Walujo, GoTo Group CEO, said: “GoTo has established a solid operational base, achieving adjusted
EBITDA profitability in Q4 2023 and forming a strategic partnership with TikTok in the e-commerce domain,
which will expand into Financial Technology and On Demand Services. Looking ahead, our focus is on
strengthening this base to foster accelerated, profitable growth.”
“We will do this by staying true to our mission, which extends to enriching our customers’ experience and
making our products and services accessible to a broader audience. Our approach is centered on continuous
product innovation and operational excellence, as we aim to increase the value we offer to existing
customers, expand our wallet share, and grow our customer base. We will double down on successful
1
Page 17
strategies that help us achieve this, while exploring innovative new ventures, and discontinuing any initiatives
that are non-scalable.”
Jacky Lo, GoTo Group CFO, said: “Profitability improved in each of our segments in the fourth quarter
year-on-year. On-demand Services was Adjusted EBITDA positive for the quarter, and our Financial
Technology business sustained its rapid expansion while still maintaining year on year and quarter on quarter
improvements in Adjusted EBITDA. E-commerce also achieved positive Adjusted EBITDA for the quarter amid
a challenging competitive environment, and is set to become a cash-accretive segment for the Company
through our agreement with TikTok. We expect to achieve Group Adjusted EBITDA breakeven for the full year
2024, while at the same time reinvesting profits upside back into the business in a sustainable manner as we
continue to drive top line growth.”
4Q23 Group incentive spend was reduced by 33% YoY, resulting in a 38% reduction for the full year, while
cash recurring fixed costs decreased by 39% YoY in the fourth quarter, and 19% for the year, as Group
Adjusted EBITDA losses for 2023 were reduced by 12.3 trillion Rupiah.
GoTo maintains a solid cash position and balance sheet. As of December 31st, the Company had IDR 27.4
trillion or USD 1.8 billion in cash, cash equivalents, and short-term time deposits. Following the
deconsolidation of Tokopedia effective on February 1st, these balances would amount to approximately IDR
23.0 trillion or USD 1.5 billion. The Rp4.4 trillion difference is predominantly due to cash in escrow accounts
that hold temporary funds from Tokopedia merchant transactions. These accounts were rightly transferred
back to Tokopedia as part of the deconsolidation.
Group Highlights
For the three-month period ended For the year ended
(in billions of Indonesian
rupiah) 31 December 31 December 31 December 31 December
YoY % change YoY % change
2023 2022 2023 2022
Financial Metrics
Gross revenue2 6,469 6,297 +3% 24,260 22,927 +6%
Net revenue 4,274 3,380 +26% 14,785 11,349 +30%
Contribution margin4 1,617 (583) N/A 4,433 (6,329) N/A
Adjusted EBITDA1 77 (3,137) N/A (3,670) (16,012) +77%
Loss for the period/year (80,920) (19,496) -315% (90,519) (40,408) -124%
4Q23 Group Adjusted EBITDA improved to Rp 77 billion, or 0.05% of GTV, from -Rp 942 billion in 3Q23 and
-Rp 3.1 trillion in 4Q22. Group Adjusted EBITDA also improved for the full year to -Rp 3.7 trillion, exceeding
the upper end of the Company’s guidance range of -Rp 4.5 to -Rp 3.8 trillion that was previously
announced on the 2Q23 earnings call on 15 August 2023.
Group GTV was Rp 163.0 trillion, an increase of 8% QoQ and 1% YoY, primarily driven by the Company’s
focus on the mass market segment. Group GTV declined by a modest 1% for the full year, attributable to
reduced incentives and product marketing in 2023.
2
Page 18
The Group maintained positive YoY gross revenue growth of 3% by addressing larger segments of the
market, and improving the consumer lending business. Overall take rate for the Group was stable QoQ at
4.0% in 4Q. Group take rate for the full year of 2023 increased by 26 basis points YoY to 4.0%. Net revenue
for 4Q23 was Rp 4.3 trillion, an increase of 18% QoQ and 26% YoY.
Incentives and product marketing spend was reduced by 33% YoY in 4Q23 and 38% for the full year,
reflecting savings of Rp 1.7 trillion and Rp 9.0 trillion, respectively. Cash recurring fixed costs decreased by
18% QoQ and 39% YoY in the fourth quarter, and 19% for the full year. Recurring cash corporate costs in the
fourth quarter were Rp 238 billion - a decrease of 12% QoQ and 42% YoY. These are among the lowest in
the industry, with potential for further savings going forward.
Corporate costs are allocated to each business segment, to be directly attributed. In the fourth quarter
approximately 60% of recurring cash headquarter corporate costs - equivalent to Rp 137 billion - were
allocated to the relevant business segments.
Business efficiencies have enabled the Group to book a 66% reduction in FY2023 operating loss, which
reached -Rp 10.3 trillion, compared to -Rp 30.3 trillion the previous year. Similarly, the operating loss for
4Q2023 was -Rp 1.5 trillion, a reduction of 80% from the same period in 2022.
The Group booked a net loss of -Rp 90.5 trillion for the full year. This was driven primarily by a Rp 78.8
trillion goodwill reversal as required by prevailing accounting standards, brought about by the Tokopedia
and TikTok transaction that resulted in loss of control of Tokopedia starting February 1, 2024. The loss due
to reversal of goodwill is non-recurring and non-cash in nature, and has no impact on the company’s
Adjusted EBITDA and cash flow.
On-Demand Services
For the three-month period ended For the year ended
(in billions of Indonesian
rupiah) 31 December 31 December 31 December 31 December
YoY % change YoY % change
2023 2022 2023 2022
Operating Metrics
GTV3 13,956 15,529 -10% 54,336 59,656 -9%
FInancial Metrics
Gross revenue2 3,229 3,213 +1% 12,109 11,682 +4%
Contribution margin4 822 205 +301% 2,644 (1,105) N/A
Adjusted EBITDA1 239 (699) N/A (219) (4,772) +95%
In On-demand Services, the Company continued to reduce the cost to serve, while expanding key
products to more cities in order to attract mass market users while maintaining driver-partners' income.
This strategy is generating an increase in new users, while also reactivating dormant users.
3
Page 19
● Adjusted EBITDA for On-demand Services turned positive in 4Q23 reaching Rp 239 billion, or 1.71% of
On-demand Services GTV. On-demand Services also reported positive operating segment profit in
4Q23.
● Gross revenue increased 7.2% QoQ in 4Q23 to Rp 3.2 trillion driven in part by value-added services
and increased advertising revenue, which increased On-demand Services take rate by 66 bps QoQ.
For the full year, gross revenue increased by 4% YoY, as On-demand Services increased its take rate
by 270 bps.
● Incentive and product marketing spend for On-demand Services declined by 21% YoY in 4Q23, while
Cash Recurring Operating Expenses were reduced by 37% YoY.
● On-demand Services GTV improved by 4% QoQ to Rp 14.0 trillion. This marks the second consecutive
quarter of GTV improvement, as On-demand Services regains growth momentum. Full year GTV
declined by 9% YoY due to reduced incentives in 2023.
● The Company’s affordable transport product was rolled out in more cities, increasing its GTV by 20%
in Q423. Approximately 40% of users during the period were new or previously inactive.
● The Company’s food subscription offering continues to grow, with user spending, and frequency
approximately three times higher for subscribers versus non-subscribers.
● The Company will further expand its value-added ODS products in 2024, to deepen wallet share,
while continuing to scale and broaden the reach of its offerings for mass market users.
E-Commerce
For the three-month period ended For the year ended
(in billions of Indonesian
rupiah) 31 December 31 December 31 December 31 December
YoY % change YoY % change
2023 2022 2023 2022
Operating Metrics
GTV3 65,317 70,789 -8% 248,836 273,146 -9%
FInancial Metrics
Gross revenue2 2,399 2,191 +9% 9,123 8,228 +11%
Contribution margin4 591 (400) N/A 1,597 (3,178) N/A
Adjusted EBITDA1 223 (1,221) N/A (751) (6,249) +88%
In December 2023, GoTo and TikTok announced a strategic partnership that would see the Tokopedia
platform and TikTok’s e-commerce offering in Indonesia combined under PT Tokopedia, with TikTok
holding a controlling stake. As part of the agreement, which was completed in January 2024, TikTok will
invest over US$1.5bn in the enlarged entity over time without additional dilution to GoTo. GoTo will also
receive an ongoing revenue stream from Tokopedia commensurate with its scale and growth.
● Adjusted EBITDA for E-commerce turned positive at Rp 223 billion, or 0.34% of E-commerce GTV,
driven by efforts in value-added services, advertising, and cost optimization, although the Company
increased marketing to capture seasonal opportunities amid a challenging competitive landscape.
● Tokopedia reactivated select marketing and promotions to drive growth in the fourth quarter.
E-commerce GTV therefore improved by 5% QoQ and declined 8% YoY in 4Q23, reaching Rp 65.3
4
Page 20
trillion, primarily driven by increased sales in digital goods, cars and motorcycles. Core GTV, which
excludes these verticals, declined by 26% YoY.
● In January 2024, GoTo completed its transaction with TikTok, merging the Tokopedia platform with
TikTok’s e-commerce offering. The business is now cash accretive for GoTo as a result of an
e-commerce fee the Company will receive each quarter, commensurate with the scale and growth of
the enlarged Tokopedia business.
● TikTok has committed to investing over US$1.5 billion in the enlarged entity over time without
additional dilution to GoTo.
● GoTo continues to work diligently with regulators and TikTok to achieve compliance while ensuring a
smooth transition that will allow consumers to continue to shop seamlessly. This is on track to be
completed within the trial period.
Financial Technology
For the three-month period ended For the year ended
(in billions of Indonesian
rupiah) 31 December 31 December 31 December 31 December
YoY % change YoY % change
2023 2022 2023 2022
Operating Metrics
GTV3 103,224 98,583 +5% 379,739 360,447 +5%
FInancial Metrics
Gross revenue2 605 481 +26% 1,878 1,636 +15%
Contribution margin4 217 (169) N/A 309 (1,199) N/A
Adjusted EBITDA1 (168) (744) +77% (1,580) (3,283) +52%
The Financial Technology business has seen strong topline growth driven by the introduction and rapid
adoption of new products that appeal to users inside and outside of the GoTo ecosystem. These include
the award-winning GoPay app and the newly-launched GoPay savings product. The lending business also
continues to be a priority, and is also growing at a healthy rate, with the consumer lending loan book
increasing by 32% QoQ.
● Adjusted EBITDA for Financial Technology improved by 77% YoY and 57% QoQ in 4Q23 to -Rp 168
billion, or -0.16% of Financial Technology GTV. The improvement was driven by revenue growth and a
reduction in incentives.
● Gross revenue for Financial Technology increased 26% YoY and 34% QoQ in 4Q23 to Rp 605 billion,
driven by growth in lending and consumer payments.
● Financial Technology GTV was Rp 103.2 trillion in 4Q23, increasing by 9% QoQ and 5% YoY. GTV
excluding merchant payment gateway grew at 18% QoQ and 8% YoY
● Recurring cash operating expenses decreased by 19% QoQ and 35% YoY in 4Q23 based on cost
optimization. As GoTo continues to scale its lending business, costs are expected to fluctuate.
● Outstanding loans generated from GoTo’s consumer lending business, consisting of its BNPL and
cash loan offerings, grew by 32% QoQ to Rp 1.9 trillion as of 4Q23. Credit quality remains healthy with
5
Page 21
NPL more than 90 days past due at 1.3% as a percentage of the total consumer loan book in
December.
● Over 70% of GoTo’s loan book was channeled by Bank Jago in the fourth quarter, increasing from
under 60% in the third quarter. The companies will continue to collaborate to scale GoTo’s loan
origination in 2024.
● The GoPay app, which had been downloaded over ten million times by the end of December5,
received three awards from Google Play - Best App in 2023, Best Everyday Essentials App and the
Users’ Choice App in Indonesia.
Logistics
For the three-month period ended For the year ended
(in billions of Indonesian
rupiah) 31 December 31 December 31 December 31 December
YoY % change YoY % change
2023 2022 2023 2022
FInancial Metrics
Gross revenue2 518 747 -31% 2,190 2,357 -7%
Adjusted EBITDA1 (114) (260) +56% (477) (1,065) +55%
GoTo Logistics continued to drive down delivery costs for consumers as well as sellers. Efficiency was
steadily increased by utilising in-house deliveries in densely populated areas and low-cost third-party
services elsewhere.
● Adjusted EBITDA was -Rp 114 billion, flat QoQ.
● Gross revenue was Rp 518 billion, a 2% QoQ decrease mainly driven by lower volumes from
E-commerce due to the rationalization of incentives.
Environmental, Social and Governance (ESG)
GoTo is committed to social responsibility and best practices in its ESG performance. Outcomes from the
Company’s efforts in 4Q23 include:
● Receiving validation of its net-zero targets from the Science Based Targets Initiative (SBTi), becoming
the first-public company in Indonesia to have targets validated by SBTi.
● Quadrupling the size of its two-wheel (2W) electric vehicle fleet and expanding the GoRide EV service
to parts of Central, West, and North Jakarta.
● Becoming the first in the industry to launch accessibility contrast (high-contrast and dark) modes in all
three of GoTo’s consumer apps, to support visually impaired users
● The installation of paper shredder machines in all Dilayani Tokopedia (GTL) warehouses to accelerate
repurposed waste carton initiatives.
6
Page 22
Company Outlook
GoTo expects to capture additional growth in broad user demographics in its core segments more
cost-effectively across the expansive Indonesian market by leveraging its unique ecosystem that spans the
full range of consumer spending.
The Company currently expects:
● Full-year 2024 Group Adjusted EBITDA1 breakeven.
The above outlook is based on current market conditions and reflects the Company’s preliminary estimates,
which are all subject to various uncertainties and risks. These include increasing market competition, which is
expected to continue over future quarters, as well as cost inflation and other variables.
- END -
About GoTo Group
GoTo is the largest digital ecosystem in Indonesia. GoTo's mission is to ‘empower progress' by offering
technology infrastructure and solutions that help everyone to access and thrive in the digital economy. The
GoTo ecosystem provides a wide range of services including mobility, food delivery, groceries and logistics,
as well as payments, financial services, and technology solutions for merchants. The ecosystem also
provides e-commerce services through Tokopedia and banking services through its partnership with Bank
Jago.
Forward-Looking Statements
This document may contain forward-looking information or forward-looking statements including, but not
limited to discussions of strategy, future plans and indicative financial performance (collectively,
“forward-looking information”). All information contained in this document that is not clearly historical in nature
or that necessarily depends on future or subsequent events is forward-looking information prepared as of the
date of this document is based upon the opinions and estimates of management as well as the information
available to management as of the date of this document. In some cases, forward-looking information can be
identified by the use of forward-looking terminology such as "expect", "likely", "may", "will", "should", "intend",
"anticipate", "potential", "proposed", "estimate" and other similar words, expressions and phrases, including
negative and grammatical variations thereof, or statements that certain events or conditions "may,” or "will"
happen, or by discussion of strategy.
Forward-looking information is based upon a number of current internal expectations, estimates, projections,
assumptions and beliefs that, while considered reasonable by management, are inherently subject to
significant business, economic, competitive and other uncertainties and contingencies. Forward-looking
information is not a guarantee of future performance and involves known and unknown risks, uncertainties
and other factors (including the risks and uncertainties in the Company’s consolidated financial statements
and Management’s Discussion & Analysis available on the Company’s website), that may cause actual results,
performance or achievements to be materially different from the future results, performance or achievements
expressed or implied by such forward-looking information. Any estimates, investment strategies or views
expressed in this document are based upon current market conditions, and/or data and information provided
by unaffiliated third parties, and are subject to change without notice. To the extent any information in this
document was obtained from third party sources, the Company has not independently verified that
information, and there is a risk that the assumptions made and conclusions drawn by the Company based on
such information are not accurate. Except as required by law, the Company disclaims any obligation to update
or revise any forward-looking information, whether as a result of new information, events or otherwise.
7
Page 23
Readers are cautioned not to put undue reliance on this forward-looking information and should not be
viewed, in and of itself, as any basis for making any investment decision.
Non-IFAS Financial Measures
GoTo Group uses the following non-Indonesian Financial Accounting Standards (IFAS) financial measures
including gross revenues, contribution margin and adjusted EBITDA, to understand and evaluate GoTo
Group’s core operating performance. However, the definitions of GoTo Group’s non-IFAS financial measures
may be different from those used by other companies, and therefore, may not be comparable. Furthermore,
these non-IFAS financial measures have certain limitations in that they do not include the impact of certain
expenses that are reflected in GoTo Group’s consolidated financial statements that are necessary to run GoTo
Group’s business. Thus, these non-IFAS financial measures should be considered in addition to, not as
substitutes for, or in isolation from, measures prepared in accordance with IFAS.
Non-IFAS measurements are not intended to replace the presentation of GoTo Group’s financial results in
accordance with IFAS. Rather, GoTo Group believes that the presentation of Adjusted EBITDA provides
additional information to investors to facilitate the comparison of past and present results, excluding those
items that GoTo Group does not believe are indicative of GoTo Group’s ongoing operations due to their size
and/ or nature. In addition, GoTo Group also presents the Contribution Margin, which may provide additional
information to investors in relation to the results excluding non-variable expenses and other
income/expenses. Contribution margin and adjusted EBITDA presented herein may not be comparable to
similarly entitled measures presented by other companies, who may use and define this measure differently.
Accordingly, you should not compare these non-IFAS measure to those presented by other companies.
Consolidated Financial Information
GoTo Group furnished the result for the year ended December 31, 2023 and 2022. The information for the
year ended December 31, 2023 is extracted from the consolidated financial statements of the Company as of
and for the year ended December 31, 2023 (with consolidated financial information as of and for the year
ended December 31, 2022as comparative) that has been audited by the Public Accountant in accordance
with the auditing standards established by Indonesian Financial Accounting Standards with an unmodified
opinion dated March 18, 2024.
Furthermore, in this document, GoTo Group also furnished the results of the three months ended December
31, 2023, September 30, 2023, June 30, 2023, March 31, 2023 and December 31, 2022 which have been
prepared by and are the responsibility of management. The consolidated financial information for the three
months ended December 31, 2023, September 30, 2023, June 30, 2023, March 31, 2023 and December 31,
2022 have not been audited, reviewed, examined, or applied any procedures on. Accordingly, there are no
opinions or any other form of assurance expressed with respect to any and all consolidated financial
information for the three months ended December 31, 2023, September 30, 2023, June 30, 2023, March 31,
2023 and December 31, 2022 presented in this document.
1
GoTo Group calculates the Adjusted EBITDA, a non-IFAS financial measure, beginning with loss before income tax and
adjusting for (i) depreciation and amortization expenses; (ii) finance income; (iii) interest expenses; (iv) loss on impairment of
assets of disposal group classified as held for sale; (v) (reversal)/loss on impairment of investment in associates and joint
ventures; (vi) loss on goodwill; (vii) fair value adjustment of financial instruments; (viii) loss on impairment of intangible and
fixed assets; (ix) share-based compensation cost (including for the Gotong Royong Program); (x) unrealised foreign exchange
(gain)/loss from cash remeasurement; (xi) share of net losses in associates and joint ventures; (xii) (gain)/loss on divestment
and dilution of investment in associates and joint ventures, net (xiii) dividend income; and (xiv) non-recurring items.
2
Gross revenue represents the total Rupiah value attributable to GoTo Group from each transaction, without any adjustments for
incentives paid to driver-partners and merchant partners or promotions to end-users, over the period of measurement. For a
reconciliation of net revenue to gross revenue, please refer to the section “Non-IFAS Financial Reconciliation.”
3
GTV means gross transaction value, an operating measure representing:
a. the sum of the time value of the transactions from On-demand Services.
8
Page 24
b. the sum of the value of the product and services recorded on our E-commerce Segment.
c. the sum of the total payments volume, or TPV processed through our platform of Financial Technology Services.
d. and excluding amounts from inter-Company transactions between entities within the Company that are eliminated
upon consolidation.
4
GoTo Group calculates the contribution margin, a non-IFAS measure, beginning with net revenue and deducting total cost of
revenues, a portion of sales and marketing expenses relating to the promotional excess and product marketing and others
consists of mainly withholding taxes related to sales and marketing expense and other insignificant expenses.
5
Source: Data.ai
Contacts:
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
Piacente Financial Communications: goto@thepiacentegroup.com
9
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Financial Services Authority
p.1 ×2
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1 ×2
unresolved
org
PT GoTo Gojek
p.1
unresolved
org
Departemen Pengawas Pasar Modal
p.5
unresolved
org
Bank Jago. Informasi Berwawasan
p.13
unresolved
org
Bank Jago. Forward-Looking Statements This
p.22
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.