Back to announcement
20240319_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31607568_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 79
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
ATAS RENCANA TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM DANA
SEBAGAI AKIBAT DARI
NOVASI PIUTANG PEMEGANG SAHAM PT SUPREME ENERGY RANTAU DEDAP
OLEH
PT UNITED TRACTORS TBK
DAN
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
Page 2
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI i
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENILAIAN 1
Identifikasi Status Penilai 1
Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 2
Identifikasi Objek Penilaian 2
Jenis Mata Uang yang Digunakan 3
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 3
Ringkasan Rencana Transaksi 4
Maksud dan Tujuan Penilaian 5
Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 5
Tanggal Penilaian 6
Tingkat Kedalaman Investigasi 6
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 6
Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 7
Standar Penilaian 7
Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 8
Analisis Pendapat Kewajaran 8
Kesimpulan 11
INDEPENDENSI PENILAI 12
PENUTUP 12
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS 13
PERNYATAAN PENILAI 16
I. PENDAHULUAN 18
I.1 Dasar Penugasan 18
I.2 Identifikasi Status Penilai 18
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 19
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 19
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 19
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 20
Page 3
ii
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 20
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 22
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 22
I.10 Tanggal Penilaian 22
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 22
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 23
I.13 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 24
I.14 Standar Penilaian 24
I.15 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 24
Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent
I.16 25
Events)
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 26
Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
II.1 26
Terhadap Keuangan
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi 26
Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris
II.3 26
dan Direksi dari Pihak yang Bertransaksi
II.4 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi 29
II.5 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 30
II.6 Analisis Likuiditas 31
II.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 32
II.8 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 32
II.8.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 32
II.8.2 Analisis Industri dan Bisnis 36
II.8.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan 39
II.8.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 39
Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
II.8.5 40
Transaksi
II.8.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan 40
II.8.7 Analisis Dampak Likuiditas 41
Page 4
iii
Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
II.8.8 41
Mengalami Kegagalan
II.9 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 42
II.9.1 Penilaian Kinerja Historis 42
Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
II.9.2 45
Transaksi
Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
II.9.3 47
Transaksi
II.9.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan 48
Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
II.9.5 51
Rencana Transaksi
Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
II.9.6 55
Rencana Transaksi
II.9.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi 55
II.9.8 Analisis Inkremental 56
II.9.9 Analisis Sensitivitas 57
Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas
II.10 58
Transaksi Pinjam Meminjam Dana
II.10.1 Analisis Kelayakan Investasi 58
II.10.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang 58
II.10.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan 59
II.11 Analisis atas Jaminan 59
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 60
Kesimpulan 63
• INDEPENDENSI PENILAI 64
• PENUTUP 64
• LAMPIRAN
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
13
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa UNTR merupakan perusahaan yang berkelanjutan
usahanya di masa mendatang (going concern) dan dikelola oleh manajemen yang
profesional dan kompeten.
2. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi tersebut di jalankan seperti yang
telah dijelaskan oleh manajemen UNTR dan sesuai dengan kesepakatan serta
kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi tersebut yang diungkap oleh
pihak UNTR dalam Perjanjian Jual Beli tanggal 1 Maret 2024, draft Lampiran 9
Perjanjian Jual Beli, dan draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham yang
telah kami terima.
3. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan ini sampai dengan
tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan pendapat kewajaran ini.
4. Seluruh data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan sepenuhnya,
sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Seluruh pernyataan dan data yang terdapat di dalam laporan ini adalah relevan,
benar dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang
umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik.
6. Kami menggunakan proyeksi tambahan penjualan alat berat yang diperoleh dari
manajemen UNTR dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan
kewajaran proyeksi dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
7. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
tambahan penjualan alat berat.
8. Seluruh asumsi penilaian yang digunakan di dalam proses penelaahan proyeksi
tambahan penjualan alat berat didasarkan kepada dokumen pendukung yang
diterima dari manajemen UNTR.
9. Kami telah menelaah informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi
tugas.
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan atas tarif perpajakan atau
tingkat suku bunga yang didapat dari proyeksi tambahan penjualan alat berat
yang telah diberikan kepada kami.
11. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum di mana UNTR melakukan bisnisnya.
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan manajemen
UNTR maupun PAMA dan EPN.
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan hukum
yang berlaku di dalam negara di mana UNTR mempunyai bisnis usaha yang
mempengaruhi pendapatan UNTR.
Page 18
14
14. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap tenaga kerja dan
biaya lain-lain yang signifikan.
15. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan industrial
atau asosiasi tenaga kerja.
16. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan akuntansi
yang digunakan oleh manajemen UNTR.
17. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi industri
dan kompetisi pasar di negara di mana UNTR menjalankan bisnisnya.
18. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan kesimpulan nilai akhir.
Kondisi pembatas:
1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam
laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan dan atau dikutip untuk tujuan
lain tanpa adanya izin tertulis dari KJPP NDR.
3. Informasi yang telah diberikan oleh Pemberi Tugas kepada Penilai, seperti yang
disebutkan dalam laporan ini, dianggap layak dan dapat dipercaya, tetapi Penilai
tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa
menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan KJPP NDR terhadap
datadata yang ada, pemeriksaan atas dokumen, ataupun keterangan dari Instansi
pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas;
4. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
5. Penilaian yang KJPP NDR lakukan didasarkan pada data dan informasi yang
diberikan oleh manajemen. Mengingat hasil dari penilaian KJPP NDR sangat
tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya informasi baru
dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus ataupun dari
sumber-sumber lainnya dapat memberikan hasil yang berbeda dari hasil penilaian
KJPP NDR. Oleh karena itu, KJPP NDR sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi dari laporan ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara yang profesional, namun KJPP
NDR tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan terjadi perbedaan
kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan
dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Page 19
15
6. Nilai yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan
yang merupakan bagian dari objek yang dinilai, hanya berlaku sesuai dengan
maksud dan tujuan penilaian. Nilai yang digunakan dalam laporan ini tidak boleh
digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya
kesalahan.
7. Laporan ini disusun berdasarkan pertimbangan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan kondisi keuangan serta kondisi usaha UNTR. Analisis, pendapat serta
kesimpulan yang kami buat dalam laporan ini telah sesuai Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaain dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI edisi
VII-2018), serta peraturan perundangan yang berlaku.
8. Perubahan material atas kondisi-kondisi tertentu bisa memberikan dampak yang
tidak dapat diprediksi dan dapat berpengaruh terhadap pendapat kewajaran ini.
9. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi
penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan
(subsequent events).
10. KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan maupun para Penilai dan
karyawan lainnya sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap
nilai yang diperoleh.
11. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi
Apriyanti & Rekan, pada lembar tanda tangan penanggung jawab laporan.
Page 20
16
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Laporan ini disusun untuk kepentingan Direksi UNTR sehubungan dengan rencana
tersebut, dan tidak digunakan oleh pihak lain. Selanjutnya laporan ini tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham UNTR
untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut atau
mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah
dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari penilai.
3. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas yang diungkapkan di dalam laporan ini.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat dan
tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak
lain yang memiliki kepentingan terhadap objek penilaian.
5. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
6. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan ini sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaain dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta peraturan perundangan yang berlaku.
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penilaian yang dibuat.
9. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
ini serta dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai
dengan pemahaman terbaik dari penilai.
12. Kesimpulan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai akhir.
13. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.
Page 21
Page 22
18
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk untuk memberikan
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi Pinjam
Meminjam Dana Sebagai Akibat dari Novasi Piutang Pemegang Saham
PT Supreme Energy Rantau Dedap oleh PT United Tractors Tbk dan
PT Pamapersada Nusantara yang tertuang dalam:
• Surat Permohonan Penilaian No. LUT/011/9960/1/2024 tanggal 25 Januari
2024 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0061/NDR-SB/Prop/I/24 tanggal 26 Januari 2024 dari
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui oleh
PT United Tractors Tbk;
• Surat Penunjukan No. LUT/012/9960/1/2024 tanggal 29 Januari 2024 dari
PT United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 003/NDR-SB/SPK/II/24 tanggal 6 Februari 2024
antara PT United Tractors Tbk dengan KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi
Apriyanti & Rekan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan pengguna laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan di KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi
Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR”) dengan Izin Penilai No. B-1.23.00654 dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai telah terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pasar Modal
Republik Indonesia dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian yang objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan dan/atau potensi
benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 23
19
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Jakarta
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Email : inget@unitedtractors.com
Contact person : Ibu Inge Teja
Jabatan : Corporate Financial Planning Department Head
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas rencana transaksi pinjam meminjam dana sebagai akibat dari novasi
piutang pemegang saham PT Supreme Energy Rantau Dedap (“SERD”) oleh
PT United Tractors Tbk (“UNTR”) dan PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”).
UNTR dan PAMA berencana untuk melakukan novasi piutang pemegang saham
SERD dengan total 20,2% (dua puluh koma dua persen) dari seluruh piutang
pemegang saham SERD yang dimiliki oleh Inpex Geothermal, Ltd. (“IG”), Axia
Power Holdings B.V. (“AXIA”), dan Tohoku Power Investment Company B.V.
(“TPIC”). Berdasarkan draft Lampiran 9 Perjanjian Jual Beli jumlah piutang
pemegang saham SERD yang akan dinovasi adalah sebesar:
No. Nama Perusahaan Jumlah (USD)
1 Axia Power Holdings B.V. 9.700.696,09
2 Inpex Geothermal, Ltd. 9.700.696,09
3 Tohoku Power Investment Company B.V. 7.078.886,34
Total 26.480.278,52
Setelah rencana novasi piutang pemegang saham SERD tersebut dilakukan,
maka UNTR baik secara langsung maupun melalui PAMA akan memiliki dan
mencatat piutang dari SERD sebesar USD26.480.278,52 sehingga
mengakibatkan timbulnya transaksi pinjam meminjam dana antara pihak
terafiliasi.
Selanjutnya dalam laporan ini, rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan dengan menggunakan mata uang Dolar
Amerika Serikat (“USD”).
Page 24
20
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
SERD adalah perusahaan yang mulai beroperasi secara komersial pada
Desember 2021, bergerak di bidang pertambangan panas bumi (geothermal)
yang berlokasi di Rantau Dedap, Sumatera Selatan. SERD sahamnya dimiliki
secara langsung oleh PT Supreme Energy Sriwijaya (“SES”) sebesar 25,20%,
IG sebesar 27,40% dan Merit Power Holdings B.V. (“MERIT”) sebesar 47,40%.
AXIA dan TPIC merupakan pemegang saham secara tidak langsung dalam SERD
karena merupakan pemegang saham dari MERIT.
Pada 27 Desember 2023, EPN telah mengambil sebagian saham SES sebanyak
49,6% dari PT Supreme Energy (“SE”), sehingga secara tidak langsung EPN
memiliki 12,5% saham dalam SERD. Saat ini EPN berencana untuk membeli
saham SERD secara langsung dari para pemegang saham SERD. Berdasarkan
kesepakatan dengan pemegang saham SERD dan sebagai bagian dari transaksi
pembelian saham SERD secara langsung tersebut, EPN juga harus menovasi
piutang pemegang saham SERD sesuai dengan persentase kepemilikan yang
dibeli oleh EPN. Rencana Transaksi berupa novasi piutang pemegang saham
SERD akan dilakukan oleh UNTR dan PAMA sebagai pemegang saham dari EPN.
Pada tanggal 1 Maret 2024 Perjanjian Jual Beli mengenai pembelian saham
dan piutang pemegang saham SERD antara EPN dengan IG, MERIT, AXIA dan
TPIC (“Perjanjian Jual Beli”) sudah ditandatangani. Namun dalam
Perjanjian Jual Beli tersebut masih terdapat beberapa klausul yang harus
dipenuhi oleh EPN dan IG, MERIT, AXIA serta TPIC yang harus dipenuhi hingga
tanggal 15 Maret 2024.
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Dalam draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara UNTR dan
AXIA, UNTR dan TPIC, PAMA dan IG serta PAMA dan TPIC (“Novasi Perjanjian
Pinjaman Pemegang Saham”) yang diperoleh dari manajemen UNTR,
beberapa syarat dan ketentuan yang disepakati antara lain:
• Setelah tanggal efektif, UNTR dan PAMA akan memiliki hak, manfaat dan
kewajiban yang sama berdasarkan dalam Perjanjian Pinjaman Subordinasi
antara SERD dengan AXIA, IG dan TPIC;
• SERD menyetujui novasi piutang pemegang saham tersebut;
• Jumlah piutang yang akan dinovasi adalah saldo pokok, termasuk bunga
yang dikapitalisasi hingga 14 Januari 2024 serta bunga yang muncul setelah
tanggal 14 Januari 2024 sampai dengan tanggal efektif perjanjian
tersebut.
Page 25
21
Berdasarkan draft Lampiran 9 Perjanjian Jual Beli yang diberikan oleh
manajemen UNTR, jumlah piutang dari masing-masing pemegang saham
SERD yang akan dinovasi oleh UNTR dan PAMA adalah sebagai berikut:
1. Jumlah piutang pemegang saham SERD milik AXIA sebesar
USD9.700.696,09 akan dinovasi oleh UNTR;
2. Jumlah piutang pemegang saham SERD milik IG sebesar USD9.700.696,09
akan dinovasi oleh PAMA;
3. Jumlah piutang pemegang saham SERD milik TPIC sebesar
USD3.801.361,96 akan dinovasi oleh UNTR;
4. Jumlah piutang pemegang saham SERD milik TPIC sebesar
USD3.277.524,37 akan dinovasi oleh PAMA.
Sehingga komposisi kepemilikan piutang pemegang saham SERD setelah
Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
No. Nama Perusahaan Jumlah (USD) Persentase
1 Axia Power Holdings B.V. 26.224.909,11 20,01%
2 Inpex Geothermal, Ltd. 26.211.959,36 20,00%
3 Tohoku Power Investment Company B.V. 19.144.183,18 14,60%
4 PT Supreme Energy Sriwijaya 33.029.157,57 25,20%
5 PT United Tractors Tbk 13.502.058,06 10,30%
6 PT Pamapersada Nusantara 12.978.220,47 9,90%
Total 131.090.487,74 100,00%
Dalam draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham disebutkan bahwa
jumlah komitmen maksimum pemberi pinjaman dalam Perjanjian Pinjaman
Subordinasi antara SERD dengan AXIA, IG dan TPIC (“Perjanjian Pinjaman
Subordinasi”) sudah dicairkan semua oleh SERD. Selain itu dengan Rencana
Transaksi syarat dan ketentuan yang diatur di dalam Perjanjian Pinjaman
Subordinasi masih tetap berlaku. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur
di dalam Perjanjian Pinjaman Subordinasi antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas yang diberikan tidak akan melebihi jumlah maksimum
komitmen pemberi pinjaman dan akan dicairkan serta dibayarkan kembali
dalam USD;
• Setiap penarikan fasilitas akan dilakukan dengan minimal USD1.000.000
(Satu Juta Dolar Amerika Serikat);
• Suku bunga yang disepakati sebesar 8% per tahun;
• Periode bunga dibayarkan adalah setiap 6 bulan yang akan dibayarkan
setiap tanggal 14 Januari dan 14 Juli.
Page 26
22
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1
Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen UNTR, Rencana Transaksi
memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
termasuk transaksi material karena nilai Rencana Transaksi besarannya di
bawah 20% dari ekuitas UNTR per 31 Desember 2023.
Keterangan Jumlah
Nilai Rencana Transaksi (USD) 26.480.278,52
Kurs tengah Bank Indonesia
15.416
per 31 Desember 2023
Nilai Rencana Transaksi
408.220
(jutaan Rupiah)
Nilai buku ekuitas
84.035.563
per 31 Desember 2023 (jutaan Rupiah)
% nilai Rencana Transaksi thd nilai buku ekuitas 0,49%
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen UNTR, Rencana Transaksi tidak
terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal Penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2023
• Tanggal Laporan Penilaian adalah tanggal 7 Maret 2024
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan manajemen
UNTR serta melakukan penelaahan, perhitungan dan analisis dari data dan
informasi yang diperoleh dari manajemen UNTR maupun sumber-sumber
lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
• Ibu. Inge Teja sebagai Corporate Financial Planning Department Head UT;
• Bpk. Rendih sebagai Team Member Corporate Treasury UT.
Page 27
23
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen UNTR maupun sumber-sumber lainnya yang
relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1. Draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara AXIA dan
UNTR;
2. Draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara IG dan PAMA;
3. Draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara TPIC dan
UNTR;
4. Draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara TPIC dan
PAMA;
5. Perjanjian Jual Beli tanggal 1 Maret 2024 antara EPN dengan AXIA, IG,
TPIC dan MERIT;
6. Draft Lampiran 9 Perjanjian Jual Beli;
7. Perjanjian Pinjaman Subordinasi antara SERD dengan AXIA tanggal 28
Oktober 2022;
8. Perjanjian Pinjaman Suborinasi antara SERD dengan TPIC tanggal 28
Oktober 2022;
9. Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara SERD dengan Engie
Global Developments B.V dan IG tanggal 24 Oktober 2022;
10. Laporan Keuangan UNTR per tanggal 31 Desember 2018 sampai dengan
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam
semua hal yang material;
11. Proyeksi Keuangan UNTR sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
diperoleh dari manajemen UNTR;
12. Proforma keuangan UNTR dengan adanya Rencana Transaksi yang
diperoleh dari manajemen UNTR;
13. Dokumen legal UNTR, PAMA, EPN dan SERD seperti akta pendirian dan
akta perubahannya, SIUP, TDP, NPWP, SKDP serta dokumen-dokumen
penting lainnya;
14. Data dan informasi keuangan yang diperoleh dari Damodaran tanggal 1
Januari 2024 dan 5 Januari 2024;
15. Data dan informasi mengenai obligasi Pemerintah Republik Indonesia
dalam USD yang diperoleh dari Bondsupermart;
16. Data dan infomrasi mengenai tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero
dalam USD untuk bulan Desember 2023 yang diperoleh dari Bank
Indonesia;
Page 28
24
17. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economic Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan informasi
lainnya yang dipublikasikan secara umum;
18. Wawancara dengan manajemen UNTR sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
19. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
I.13 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
I.14 Standar Penilaian
Kami menyusun laporan ini sesuai dengan Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
I.15 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan;
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
• Analisis likuiditas;
• Analisis manfaat dan risiko;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
• Analisis atas jaminan.
Page 29
25
I.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember
2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang patut diketahui
setelah Tanggal Penilaian sampai dengan tanggal laporan dikeluarkan yang
tidak mempengaruhi hasil penilaian yaitu:
• Pada tanggal 1 Maret 2024 Perjanjian Jual Beli mengenai pembelian saham
dan piutang pemegang saham SERD antara EPN dengan IG, MERIT, AXIA
dan TPIC sudah ditandatangani.
Page 30
26
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana Terhadap
Keuangan
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari
manajemen UNTR, kami melakukan perbandingan analisis rasio keuangan
antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil analisis
menunjukkan bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan namun tidak
signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak
mengalami perubahan.
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham, pihak-pihak
yang terlibat dalam transaksi adalah:
• UNTR dan PAMA sebagai pihak pemilik piutang baru;
• SERD sebagai pihak yang berhutang.
II.3 Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
dari Pihak yang Bertransaksi
Uraian Singkat PT United Tractors Tbk
Susunan pemegang saham UNTR per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Nilai (Jutaan Persentase
Nama Perusahaan Jumlah Saham
Rupiah) Kepemilikan
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,50%
Masyrakat 1.412.491.778 353.123 37,86%
Jumal saham beredar 3.631.809.136 907.952 97,36%
Saham tresuri 98.326.000 24.582 2,64%
Total 3.730.135.136 932.534 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Page 31
27
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi UNTR.
Uraian Singkat PT Pamapersada Nusantara
Susunan pemegang saham PAMA per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Nilai (Jutaan Persentase
Nama Perusahaan Jumlah Saham
Rupiah) Kepemilikan
PT United Tractors Tbk 10.114.950.800 5.057.475 99,9995%
PT United Tractors Pandu
49.200 25 0,0005%
Engineering
Total 10.115.000.000 5.057.500 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Direksi
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Chinthya Theresa Am
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Warsito Subagio Surjaatmadja
Direktur : Roberto Dwi Handoko
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA.
Page 32
28
Uraian Singkat PT Energia Prima Nusantara
Susunan pemegang saham EPN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Nilai (Jutaan Persentase
Nama Perusahaan Jumlah Saham
Rupiah) Kepemilikan
PT United Tractors Tbk 109.285 1.092.850 51,00%
PT Pamapersada Nusantara 104.999 1.049.990 49,00%
Total 214.284 2.142.840 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi EPN per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Loudy Irwanto Ellias
Komisaris : Iwan Hadiantoro
Komisaris : Muliady Sutio
Komisaris : Hendra Hurahean
Direksi
Presiden Direktur : Chinthya Theresa Am
Direktur : Boy Gemino Kalauserang
Direktur : Eko Harry Ariadin
Direktur : Achmad Rizal Roesindrawan
Direktur : Asep Iwan Gunawan
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi EPN.
Uraian Singkat PT Supreme Energy Sriwijaya
Susunan pemegang saham SES per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Nilai (Jutaan Persentase
Nama Perusahaan Jumlah Saham
Rupiah) Kepemilikan
PT Supreme Energy 1.000.000 100.000.000 50,40%
PT Energia Prima Nusantara 984.127 98.418.700 49,60%
Total 1.984.127 198.418.700 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SES per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Supramu Santoso
Komisaris : Boy Gemino Kalauserang
Direksi
Direktur Utama : Nisriyanto
Direktur : Yudistira
Page 33
29
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SES.
Uraian Singkat PT Supreme Energy Rantau Dedap
Susunan pemegang saham SERD per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Persentase
Nama Perusahaan Jumlah Saham Nilai (USD)
Kepemilikan
PT Supreme Energy Sriwijaya 321.174 27.205.048 25,20%
Inpex Geothermal, Ltd. 349.213 29.580.092 27,40%
Merit Power Holdings B.V. 604.113 51.171.396 47,40%
Total 1.274.500 107.956.536 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SERD per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Supramu Santoso
Komisaris : Akihiko Kinoshita
Komisaris : Hisashiro Takeuchi
Komisaris : Kiyoshi Marumo
Komisaris : Seiji Kawamura
Komisaris : Junya Fujiwara
Komisaris : Akira Mizobe
Komisaris : Ruli Tanio
Direksi
Direktur Utama : Nisriyanto
Direktur : Shuichiro Ikeda
Direktur : Takashi Yoshihara
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SERD.
II.4 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi serta berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen
UNTR, terdapat hubungan afiliasi antara pihak yang bertransaksi berupa
hubungan kepemilikan yang disebabkan oleh:
• UNTR dan PAMA merupakan pemegang saham dari EPN di mana UNTR
memiliki 51,00% saham EPN dan PAMA memiliki 49,00% saham EPN;
• Pada 27 Desember 2023, EPN telah mengambil sebagian saham SES
sebanyak 49,6% dari SE, sehingga secara tidak langsung EPN memiliki 12,5%
saham SERD.
Page 34
30
II.5 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Dalam draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham yang diperoleh
dari manajemen UNTR, beberapa syarat dan ketentuan yang disepakati
antara lain:
• Setelah tanggal efektif, UNTR dan PAMA akan memiliki hak, manfaat dan
kewajiban yang sama berdasarkan dalam Perjanjian Pinjaman Subordinasi
antara SERD dengan AXIA, IG dan TPIC;
• SERD menyetujui novasi piutang pemegang saham tersebut;
• Jumlah piutang yang akan dinovasi adalah saldo pokok, termasuk bunga
yang dikapitalisasi hingga 14 Januari 2024 serta bunga yang muncul setelah
tanggal 14 Januari 2024 sampai dengan tanggal efektif perjanjian
tersebut.
Berdasarkan draft Lampiran 9 Perjanjian Jual Beli yang diberikan oleh
manajemen UNTR, jumlah piutang dari masing-masing pemegang saham
SERD yang akan dinovasi oleh UNTR dan PAMA adalah sebagai berikut:
1. Jumlah piutang pemegang saham SERD milik AXIA sebesar
USD9.700.696,09 akan dinovasi oleh UNTR;
2. Jumlah piutang pemegang saham SERD milik IG sebesar USD9.700.696,09
akan dinovasi oleh PAMA;
3. Jumlah piutang pemegang saham SERD milik TPIC sebesar
USD3.801.361,96 akan dinovasi oleh UNTR;
4. Jumlah piutang pemegang saham SERD milik TPIC sebesar
USD3.277.524,37 akan dinovasi oleh PAMA.
Sehingga komposisi kepemilikan piutang pemegang saham SERD setelah
Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
No. Nama Perusahaan Jumlah (USD) Persentase
1 Axia Power Holdings B.V. 26.224.909,11 20,01%
2 Inpex Geothermal, Ltd. 26.211.959,36 20,00%
Tohoku Power Investment Company
3 19.144.183,18 14,60%
B.V.
4 PT Supreme Energy Sriwijaya 33.029.157,57 25,20%
5 PT United Tractors Tbk 13.502.058,06 10,30%
6 PT Pamapersada Nusantara 12.978.220,47 9,90%
Total 131.090.487,74 100,00%
Page 35
31
Dalam draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham disebutkan bahwa
jumlah komitmen maksimum pemberi pinjaman dalam Perjanjian Pinjaman
Subordinasi antara SERD dengan AXIA, IG dan TPIC (“Perjanjian Pinjaman
Subordinasi”) sudah dicairkan semua oleh SERD. Selain itu dengan Rencana
Transaksi syarat dan ketentuan yang diatur di dalam Perjanjian Pinjaman
Subordinasi masih tetap berlaku. Beberapa syarat dan ketentuan yang diatur
di dalam Perjanjian Pinjaman Subordinasi antara lain sebagai berikut:
• Jumlah fasilitas yang diberikan tidak akan melebihi jumlah maksimum
komitmen pemberi pinjaman dan akan dicairkan serta dibayarkan kembali
dalam USD;
• Setiap penarikan fasilitas akan dilakukan dengan minimal USD1.000.000
(Satu Juta Dolar Amerika Serikat);
• Suku bunga yang disepakati sebesar 8% per tahun;
• Periode bunga dibayarkan adalah setiap 6 bulan yang akan dibayarkan
setiap tanggal 14 Januari dan 14 Juli.
II.6 Analisis Likuiditas
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas UNTR akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan oleh UNTR dan
PAMA merupakan dana internal perusahaan namun perubahannya tidak
signifikan.
Berdasarkan Laporan Keuangan UNTR per 31 Desember 2023 jumlah kas dan
setara kas adalah sebesar Rp18.596.609 Juta. Dalam proforma keuangan
UNTR per 31 Desember 2023, Manajemen UNTR melakukan estimasi apabila
rencana pembelian saham SERD dan Rencana Transaksi sudah dilaksanakan
maka jumlah kas dan setara kas adalah sebesar Rp16.944.446 Juta.
Dengan penurunan jumlah kas dan setara kas maka berikut merupakan hasil
perbandingan rasio likuiditas antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi:
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Transaksi Transaksi
Analisis rasio Penyesuaian
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio lancar 1,46 1,42 -2,64%
Rasio cepat 1,06 1,02 -3,63%
Rasio kas 0,43 0,39 -8,88%
Page 36
32
II.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR dan PAMA secara standalone berpotensi mendapatkan
tambahan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi
dari suku pasar dan internal rate of return (“IRR”) pasar. Tingkat suku
bunga pasar berdasarkan yield obligasi Pemerintah Republik Indonesia
dalam USD per 31 Desember 2023 untuk jangka waktu 20 tahun adalah
sebesar 4,99% dan untuk IRR pasar adalah sebesar 7,91%;
• Dengan memberikan pinjaman subordinasi pemegang saham kepada SERD,
maka UNTR dan PAMA dapat mengharapkan peningkatan potensi usaha
SERD kedepannya.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR dan PAMA akan menanggung risiko gagal bayar baik pokok
pinjaman dan bunga pinjaman.
II.8 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.8.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
UNTR didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8 tanggal
6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 31,
Tambahan No. 281 tanggal 7 April 1973. Anggaran Dasar UNTR telah
mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan Anggaran Dasar
terakhir dan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar UNTR sebagaimana
dituangkan dalam akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat di hadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta, yang telah mendapat
Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar UNTR Terbatas
PT United Tractors Tbk dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU-
0028206.AH.01.02.TAHUN 2022.
Page 37
33 Ruang lingkup kegiatan utama UNTR dan entitas anak meliputi penjualan dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual, penambangan dan kontraktor penambangan, rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan komponen mesin, alat, peralatan dan alat berat, pembuatan kapal serta jasa perbaikannya, penyewaan kapal dan angkutan pelayaran, industri konstruksi, pembangkit listrik, dan industri perikanan. UNTR mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. UNTR berkedudukan di Jakarta, Indonesia. UNTR dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd, perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda. PT Pamapersada Nusantara PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni 1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989, Tambahan No. 2099. Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 29 tertanggal 10 April 2023 oleh Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta terkait dengan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. AHU- AH.01.09-0108148 tanggal 10 April 2023. PAMA dan entitas anak bergerak di bidang kontraktor pertambangan batubara dan batu kapur, pertambangan batubara di area konsesi pertambangan milik sendiri, perdagangan batubara, perawatan jalan, pengoperasian pelabuhan, penyewaan peralatan berat, dan penjualan peralatan berat terpakai. PAMA memulai aktivitas komersialnya pada bulan September 1993. PAMA merupakan entitas anak UNTR.
Page 38
34 PT Energia Prima Nusantara EPN didirikan berdasarkan Akta No.17 pada tanggal 28 Februari 2014 yang dibuat dihadapan Notaris Marianne Vincentia Hamdani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- 00282.40.10.2014 tanggal 14 Maret 2014. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Marianne Vincentia Hamdani, SH, No. 34 tanggal 28 April 2022 mengenai perubahan Anggaran Dasar pasal 3 dan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan AHUAH.01.09-0013759 tahun 2022. Ruang lingkup kegiatan utama EPN dan entitas anak antara lain adalah berusaha dalam bidang industri pembangkit tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan, penjualan, penyaluran, usaha jasa penunjang tenaga listrik dan usaha-usaha lain yang terkait dalam ketenagalistrikan serta usaha-usaha lain yang mendukung kegiatan usaha perusahaan seperti perdagangan peralatan pembangkit listrik dan usaha-usaha lain yang terkait dalam ketenagalistrikan. EPN mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2018. EPN berkedudukan di Jalan Rawa Gelam I No. 9, Kawasan Industri Pulogadung, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Pada tanggal 29 Desember 2015, EPN memperoleh Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah No. 188.44/774/2015 dengan daya terpasang 2x15 MW, di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Pada tanggal 10 Juli 2018, Perusahaan memperoleh IUPTL perubahan yang dikeluarkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah berdasarkan Surat Keputusan No. 570/21/ESDM-IO/VII-2018 yang berlaku selama 30 tahun. EPN juga telah mendapatkan Sertifikasi Badan Usaha untuk kegiatan Pembangunan dan Pemasangan, dan Pemeliharaan Instalasi Listrik, serta Konsultansi Perencanaan dan Konsultansi Pengawasan, dari lembaga Sertifikasi Akmei yang berlaku selama 5 tahun sejak Oktober 2021. Perusahaan telah memperoleh Penetapan Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik yang diterbitkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan Surat Keputusan No. 2/1/PWUPTL/2015 pada tanggal 31 Juli 2015. Luas wilayah usaha perusahaan berdasarkan Penetapan Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik adalah 113.718,56 hektar.
Page 39
35 EPN merupakan entitas anak UNTR, yang dikendalikan oleh PT Astra International Tbk. PT Supreme Energy Sriwijaya SES didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 22 Desember 2010 oleh Muhammad Hanafi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-01158.AH.01.01 Tahun 2011, tanggal 10 Januari 2011. Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir telah ditetapkan dalam Akta Notaris Angela Meilany Basiroen, S.H., No. 16, tanggal 10 Maret 2021 tentang Pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, serta perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03.0205481 tanggal 31 Maret 2021. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasarnya, maksud dan tujuan SES adalah menjalankan usaha dalam bidang usaha panas bumi, pembangkit listrik, pertambangan gas bumi, distribusi dan kegiatan penunjangnya, pertambangan minyak mentah dan kegiatan penunjangnya, perdagangan bahan bakar, jasa penunjang kelistrikan, perdagangan mesin dan peralatan lainnya, jasa konsultasi teknik dan teknik serta kegiatan konsultan manajemen lainnya. PT Supreme Energy Rantau Dedap PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) didirikan pada tanggal 1 Juli 2008 berdasarkan Akta Notaris No. 2 tertanggal 1 Juli 2008, yang dibuat di hadapan Irwan Santosa, S.H., notaris di Jakarta, yang disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Keputusan No. AHU- 67528.AH.01.01.Tahun 2008 tertanggal 22 September 2008. SERD memperoleh persetujuan status modal investasi asingnya dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dengan Surat Keputusan No. 00584/1/PPM/PMA/2011, tanggal 28 Februari 2011. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris Keputusan Pemegang Saham No. 126, yang dibuat oleh Letisia Albina Pia, S.H., M.Kn sebagai pengganti Angela Meilany Basiroen, S.H., Notaris di Jakarta, tanggal 22 Desember 2022, mengenai perubahan komposisi Dewan Direksi.
Page 40
36
Perubahan ini diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam surat penerimaan No. AHU-AH.01.09-0006777,
tertanggal 9 Januari 2023. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasarnya, tujuan
dan maksud SERD adalah bergerak di sektor energi, perdagangan, dan jasa.
SERD memulai operasi komersialnya pada bulan Desember 2021. Pada tanggal
29 Desember 2010, berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No.
917/KPTS/DISPERTAMBEN/2010, tanggal 29 Desember 2010, SERD diberikan
hak usaha pertambangan selama 35 tahun ("Izin Usaha Pertambangan" atau
"IUP") untuk pertambangan panas bumi yang berlokasi di Rantau Dedap,
Sumatera Selatan dengan luas konsesi 35.460 hektar. IUP tersebut,
berdasarkan Undang-Undang Panas Bumi baru No. 21 tahun 2014 dan
Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2953
K/30/MEM/2015, tertanggal 19 Mei 2015, dikonversi menjadi Izin Panas Bumi
atau IPB. Kantor pusat Perusahaan terletak di Menara Sentraya, Lantai 23,
Jl. Iskandarsyah Raya No. 1A, Kebayoran Baru, Jakarta 12160.
II.8.2 Analisis Industri dan Bisnis
Kinerja Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
mulai mereda. Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi
global tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada 2024.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds
Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun masih akan
bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian pula yield
obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam
kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan
premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan
fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara
maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan
global. Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk
dan menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market,
termasuk Indonesia. Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan
ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya
ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk
Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield
obligasi di negara maju.
Page 41
37
Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan
domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan
keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis
Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator
utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan
eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu,
kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan
beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan
Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan
Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi. BI memprakirakan
pertumbuhan ekonomi 2023 berada dalam kisaran 4,5-5,3%. Pada 2024,
kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi
diprakirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat
yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan
pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan perkembangan
tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran
4,7-5,5%. Ke depan, BI akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal
Pemerintah dengan stimulus makroprudensial BI untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.
Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK November 2023
terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan
berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti
yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan
suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI. Inflasi administered
prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok
volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor musiman yang
memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. BI akan terus
mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu terkendalinya inflasi,
terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk itu, BI tetap memperkuat
bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah
(Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai
daerah untuk memastikan inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada 2024.
Outlook Indonesia berdasarkan EIU per 9 Januari 2024 adalah:
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
GDP 5,10% 5,20% 5,10% 5,00% 5,20%
Inflasi 2,80% 2,70% 3,20% 3,20% 3,10%
Page 42
38 Industri Alat Berat Industri alat berat saat ini menghadapi tekanan akibat penurunan harga komoditas pertambangan. Pelaku industri ini telah menetapkan target kinerja yang realistis untuk tahun 2024. Produksi alat berat nasional pada tahun 2023 mencapai 8.066 mengalami penurunan signifikan sebesar 8,61% dibandingkan tahun sebelumnya unit dari total produksi pada tahun 2022 adalah 8.826. Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan harga komoditas pertambangan. Sektor pertambangan diperkirakan masih menjadi kontributor utama penjualan alat berat nasional. Terlepas dari turunnya harga komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya tetap berjalan. Kebutuhan terhadap alat berat baru di sektor tambang tetap ada, meski belum tentu setinggi periode sebelumnya. Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) menargetkan produksi tahun 2024 sebanyak 8.000 unit. Sektor pertambangan masih diprediksi akan menjadi kontributor utama penjualan alat berat di tingkat nasional. Meskipun harga komoditas turun, produksi masih berlanjut, karena kebutuhan akan alat berat baru tetap ada, meskipun mungkin tidak sebesar periode sebelumnya. Salah satu masalah di industri alat berat adalah keterbatasan unit yang di produksi sehingga banyak pembeli alat berat harus menuggu (Indent). Di lain sisi tren pergeseran teknologi dari bahan bakar fosil menjadi energi yang dapat di perbarui (renewable energy) pada industri alat berat masih dalam proses penelitian dan belum dirasakan layaknya industri mobil saat ini. Penggunaan alat berat berteknologi ramah lingkungan di harapkan akan semakin meningkat di masa mendatang. Secara keseluruhan industri alat berat masih prospektif di masa depan dengan salah satu tantangannya adalah pergantian dari alat berat energi fosil menjadi energi terbarukan yang masih dalam tahap penelitian. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif pada mesin yang berbasis Internal Combustion Engine (ICE) masih menjadi andalan sebelum perubahan itu datang.
Page 43
39
II.8.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Pendapatan UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan 2023 mengalami
pertumbuhan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%. Walaupun pendapatan
sempat mengalami penurunan di tahun 2020 dan 2021 yang disebabkan oleh
pandemi Covid-19, namun di tahun 2022 dengan adanya peningkatan harga
jual batubara, pendapatan UNTR dapat mengalami pertumbuhan yang cukup
signifikan.
UNTR saat ini mulai mempertimbangkan untuk melakukan strategi
pengembangan usaha perusahaan di sektor energi yang ramah lingkungan
(green energy business). Hal ini sejalan dengan pembelian saham perusahaan
panas bumi (geothermal) yaitu SES dan SERD yang akan dilakukan oleh salah
satu anak perusahaan UNTR dan PAMA yaitu EPN.
Panas bumi mempunyai peluang yang baik untuk dikembangkan di Indonesia
karena sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Tenaga panas bumi
memberikan kombinasi atribut yang menarik dibandingkan dengan jenis
teknologi pembangkit listrik lainnya karena rendah karbon, hemat biaya, dan
dapat diandalkan. Dibandingkan dengan energi terbarukan yang bersifat
intermiten seperti tenaga angin dan matahari, energi ini dapat menyediakan
daya beban dasar yang stabil dan memerlukan penggunaan yang lebih kecil.
Dikombinasikan dengan potensi sumber daya yang besar di Indonesia,
pertumbuhan permintaan listrik yang pesat dan dukungan kebijakan
terhadap energi terbarukan, panas bumi mempunyai keunggulan
dibandingkan pilihan pembangkit listrik lainnya.
II.8.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
SERD adalah perusahaan yang mulai beroperasi secara komersial pada
Desember 2021, bergerak di bidang pertambangan panas bumi (geothermal)
yang berlokasi di Rantau Dedap, Sumatera Selatan. SERD sahamnya dimiliki
secara langsung oleh SES sebesar 25,20%, IG sebesar 27,40% dan MERIT
sebesar 47,40%. AXIA dan TPIC merupakan pemegang saham secara tidak
langsung dalam SERD karena merupakan pemegang saham dari MERIT.
Page 44
40
Pada 27 Desember 2023, EPN telah mengambil sebagian saham SES sebanyak
49,6% dari SE, sehingga secara tidak langsung EPN memiliki 12,5% saham
dalam SERD. Saat ini EPN berencana untuk membeli saham SERD secara
langsung dari para pemegang saham SERD. Berdasarkan kesepakatan dengan
pemegang saham SERD dan sebagai bagian dari transaksi pembelian saham
SERD secara langsung tersebut, EPN juga harus menovasi piutang pemegang
saham SERD sesuai dengan persentase kepemilikan yang dibeli oleh EPN.
Rencana Transaksi berupa novasi piutang pemegang saham SERD akan
dilakukan oleh UNTR dan PAMA sebagai pemegang saham dari EPN.
Pada tanggal 1 Maret 2024 Perjanjian Jual Beli sudah ditandatangani. Namun
dalam Perjanjian Jual Beli tersebut masih terdapat beberapa klausul yang
harus dipenuhi oleh EPN dan IG, MERIT, AXIA serta TPIC yang harus dipenuhi
hingga tanggal 15 Maret 2024.
II.8.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR dan PAMA, mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi
dibandingkan tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR dan PAMA, piutang pemegang saham SERD adalah investasi
jangka panjang yang pokok pinjamannya baru akan dikembalikan pada
22 September 2038.
II.8.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio solvabilitas tidak akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan EPN untuk
melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal perusahaan.
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Transaksi Transaksi
Analisis rasio Penyesuaian
31-Dec-23 31-Dec-23
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to
0,21 0,21 0,00%
equity ratio
Debt to total assets
0,12 0,12 0,00%
ratio
Page 45
41
Kami juga melakukan perbandingan debt to equity ratio UNTR dengan debt
to equity ratio industri berdasarkan data Damodaran selama 5 tahun
terakhir. Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Debt to equity ratio
Periode
Industri UT
2019 53.52% 23.06%
2020 57.71% 19.77%
2021 44.55% 12.79%
2022 26.08% 3.35%
2023 21.80% 22.46%
Minimum 21.80% 3.35%
Maksimum 57.71% 23.06%
Median 44.55% 19.77%
Mean 40.73% 16.29%
Dari tabel di atas diperoleh rata-rata debt to equity ratio UNTR selama
5 tahun terakhir adalah sebesar 16,29% dan per 31 Desember 2023 adalah
sebesar 22,46%. Berdasarkan data Damodaran untuk Coal & Related Energy
untuk negara berkembang rata-rata rasio utang terhadap ekuitas selama 5
tahun terakhir adalah sebesar 40,73% dan per 31 Desember 2022 adalah
sebesar 21,80%.
Maka dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir dan per
31 Desember 2023, posisi leverage UNTR masih lebih baik dibandingkan
industri. Selain itu Rencana Transaksi tidak mempengaruhi leverage UNTR
karena dana yang digunakan merupakan dana internal UNTR.
II.8.7 Analisis Dampak Likuiditas
Seperti yang ditunjukkan dalam tabel dalam bab II.6 bahwa dengan
dilakukannya Rencana Transaksi rasio likuiditas UNTR akan mengalami
perubahan yang disebabkan oleh sumber dana yang digunakan oleh UNTR dan
PAMA untuk melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal
perusahaan namun perubahannya tidak signifikan.
II.8.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai Mengalami
Kegagalan
Berdasarkan analisis rasio keuangan sesudah Rencana Transaksi menunjukkan
bahwa rasio likuiditas UNTR tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Sehingga apabila SERD mengalami gagal bayar untuk mengembalikan
kewajibannya kepada UNTR dan PAMA, maka UNTR tetap dapat memenuhi
kewajiban jangka pendeknya.
Page 46
42
II.9 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.9.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan UNTR per 31 Desember 2019
sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh dari manajemen
UNTR, kondisi keuangan UNTR adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Jumlah aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Jumlah liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Jumlah aset UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate (“CAGR”)
sebesar 8,36%.
Jumlah liabilitas UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.
Jumlah ekuitas UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Page 47
43
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan bersih 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
Laba/(rugi) bruto 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Beban penjualan (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan
Beban lain-lain - bersih 188.560 (824.035) (980.291) (560.803) (885.424)
Penghasilan keuangan 616.712 758.513 871.973 998.148 1.126.994
Biaya keuangan (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 400.367 322.638 449.108 635.915 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Jumlah pendapatan UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.
Jumlah laba bruto UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.
Jumlah laba tahun berjalan UNTR sejak tahun 2019 sampai dengan tahun
2023 mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.
Performa UNTR secara keseluruhan mengalami peningkatan namun pada
tahun 2020 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Pada tahun 2021
sudah mulai menunjukkan pemulihan dari Covid-19 bahkan pada 2022 UNTR
sudah melebihi kinerja sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
Page 48
44
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas investasi (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas pendanaan (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961)
Kas dan setara kas pada awal tahun 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 aktivitas operasi UNTR secara
keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan investasi dan
memenuhi dalam kegiatan pendanaan, pada tahun 2023 UNTR banyak
melakukan perolehan aset tetap berupa alat berat.
Analisis Rasio
Analisis rasio 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuditas
Rasio lancar 1.56 2.11 1.99 1.88 1.46
Rasio cepat 1.22 1.73 1.68 1.51 1.06
Rasio kas 0.37 0.98 1.09 0.91 0.43
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0.23 0.20 0.13 0.03 0.22
Long term debt to equity ratio 0.17 0.13 0.04 0.01 0.21
Debt to total assets ratio 0.03 0.04 0.06 0.01 0.01
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25.15% 21.52% 24.75% 28.12% 27.83%
Net profit margin 13.40% 9.95% 12.94% 16.99% 16.03%
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami penurunan dari 1,56 pada tahun 2019 menjadi 1,46
pada tahun 2023. Rasio cepat mengalami penurunan dari 1,22 pada tahun
2019 menjadi 1,06 pada tahun 2023. Rasio kas mengalami peningkatan dari
0,37 pada tahun 2019 menjadi 0,43 pada tahun 2023.
Page 49
45
Sejak tahun 2019 sampai 2023 aset lancar secara keseluruhan UNTR mampu
memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena rasio likuiditas secara
keseluruhan berada di atas 1.
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 0,23 pada tahun 2018
menjadi 0,22 pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mengalami
peningkatan dari 0,17 pada tahun 2019 menjadi 0,21 pada tahun 2023.
Debt to total assets ratio mengalami penurunan dari 0,13 pada tahun 2018
menjadi 0,12 pada tahun 2023.
Mulai dari tahun 2020, UNTR secara bertahap mengurangi jumlah utang yang
dimilikinya, terutama pada tahun 2021. Keputusan ini diambil karena UNTR
memiliki posisi kas yang mencukupi. Pada tahun 2023 menambah utang bank
jangka panjang karena merupakan salah satu cara pendanaan untuk
melakukan kegiatan investasi terutama kegiatan akusisi dan kebutuhan
modal kerja.
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin mengalami peningkatan dari 25,15% pada tahun 2019
menjadi 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin mengalami peningkatan
dari 13,40% pada tahun 2019 menjadi 16,03% pada tahun 2023.
II.9.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan proforma keuangan yang diberikan oleh manajemen UNTR,
dengan asumsi:
• Rencana pembelian saham SERD secara langsung dan Rencana Transaksi
sudah dilakukan;
• Asumsi kurs yang digunakan adalah kurs Tengah Bank Indonesia per
29 Desember 2023 di mana USD1 setara dengan Rp15.416;
• Dana yang digunakan dalam Rencana Transaksi adalah dana internal
perusahaan;
• Nilai rencana transaksi pembelian saham SERD adalah sebesar
USD80.691.690 atau setara dengan Rp1.243.943 juta;
• Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD26.480.278,52 atau setara
dengan Rp408.220 Juta.
maka pengaruh Rencana Transaksi terhadap posisi keuangan dan kinerja
UNTR adalah sebagai berikut:
Page 50
46
Proforma Posisi Keuangan
Disajikan dalam Jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Penyesuaian
Transaksi Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18.596.609 (1.652.163) 16.944.446
Jumlah aset lancar 62.667.105 (1.652.163) 61.014.942
Aset tidak lancar
Pihak ketiga 311.702 311.702
Pihak berelasi 2.867.712 408.220 3.275.932
Piutang non usaha 3.179.414 408.220 3.587.634
Investasi pada entitas asosiasi
& ventura bersama 14.853.244 1.243.943 16.097.187
Jumlah aset tidak lancar 91.361.143 1.652.163 93.013.306
Jumlah aset 154.028.248 0 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 43.038.299 0 43.038.299
0
Liabilitas jangka panjang 0
0
Jumlah liabilitas jangka panjang 26.954.386 0 26.954.386
Jumlah liabilitas 69.992.685 0 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 84.035.563 0 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 154.028.248 0 154.028.248
Proforma posisi keuangan mengenai pengaruh Rencana Transaksi
menunjukkan perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
pada tanggal 31 Desember 2023 yang disebabkan oleh:
• Jumlah kas & setara kas berkurang sebesar Rp1.652.163 Juta yang
disebabkan pembayaran kas untuk rencana pembelian saham SERD dan
Rencana Transaksi:
• Jumlah piutang non usaha bertambah sebesar Rp408.220 Juta yang
disebabkan pencatatan piutang pemegang saham SERD;
• Jumlah investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bertambah
sebesar Rp1.243.943 Juta yang disebabkan pencatatan investasi pada
SERD.
Page 51
47
Proforma Laba Rugi
Disajikan dalam Jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Penyesuaian
Transaksi Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Pendapatan bersih 128.583.264 128.583.264
Beban pokok pendapatan (92.797.027) (92.797.027)
Laba/(rugi) bruto 35.786.237 0 35.786.237
Beban penjualan (1.321.419) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (4.741.675) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan
Penghasilan lain-lain 0 0
Beban lain-lain (885.424) (885.424)
Penghasilan keuangan 1.126.994 1.126.994
Biaya keuangan (1.879.411) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 635.038 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 28.720.340 0 28.720.340
Beban pajak penghasilan (6.590.244) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 22.130.096 0 22.130.096
Proforma laba rugi mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
tidak adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada
tanggal 31 Desember 2023.
II.9.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis rasio Transaksi Transaksi Penyesuaian
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuditas
Rasio lancar 1,46 1,42 -2,64%
Rasio cepat 1,06 1,02 -3,63%
Rasio kas 0,43 0,39 -8,88%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0,22 0,22 0,00%
Long term debt to equity ratio 0,21 0,21 0,00%
Debt to total assets ratio 0,12 0,12 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 0,28 0,28 0,00%
Net profit margin 0,16 0,16 0,00%
Page 52
48
Dari tabel di atas, dapat diperoleh informasi bahwa per 31 Desember 2023,
dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka:
• Rasio likuiditas mengalami perubahan yang disebabkan oleh sumber dana
yang digunakan UNTR dan PAMA untuk melakukan Rencana Transaksi
merupakan dana internal perusahaan namun perubahannya tidak
signifikan;
• Rasio solvabilitas tidak mengalami perubahan karena sumber dana yang
digunakan UNTR dan PAMA untuk melakukan Rencana Transaksi
merupakan dana internal perusahaan;
• Rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan karena Rencana Transaksi
tidak memengaruhi laba rugi UNTR pada 31 Desember 2023.
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi akan memengaruhi
rasio likuiditas UNTR, namun perubahannya tidak signifikan. Sedangkan
untuk rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.9.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Kami melakukan perbandingan atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi yang sudah disiapkan oleh manajemen UNTR. Asumsi
utama yang digunakan adalah bahwa:
• Dalam proyeksi keuangan sebelum Rencana Transaksi diasumsikan rencana
pembelian SERD dan Rencana Transaksi tidak dilakukan;
• Dalam proyeksi keuangan sesudah Rencana Transaksi, diasumsikan
rencana akuisis SERD dan Rencana Transaksi dilakukan;
Page 53
49
Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Analisis Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi 116.115.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Sesudah Rencana Transaksi 116.115.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Selisih 0 0 0 0 0
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba Kotor
Sebelum Rencana Transaksi 26.581.498 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Sesudah Rencana Transaksi 26.581.498 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Selisih 0 0 0 0 0
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba Operasi
Sebelum Rencana Transaksi 20.263.440 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Sesudah Rencana Transaksi 20.263.440 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Selisih 0 0 0 0 0
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak
Sebelum Rencana Transaksi 19.082.150 18.844.728 20.164.455 20.694.246 21.256.867
Sesudah Rencana Transaksi 19.100.588 18.923.708 20.250.900 20.793.350 21.398.579
Selisih 18.438 78.980 86.445 99.104 141.712
Selisih % 0,10% 0,42% 0,43% 0,48% 0,66%
Laba/(Rugi) Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 15.014.802 14.739.434 15.809.972 16.227.934 16.675.847
Sesudah Rencana Transaksi 15.026.596 14.811.769 15.890.104 16.321.721 16.813.572
Selisih 11.793 72.335 80.132 93.788 137.725
Selisih % 0,08% 0,49% 0,50% 0,57% 0,82%
Dari perbandingan proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
menunjukkan bahwa sesudah Rencana Transaksi profitabilitas UNTR akan
lebih tinggi dibandingkan sebelum Rencana Transaksi yang disebabkan oleh:
• Tambahan pendapatan bunga yang diterima oleh UNTR dan PAMA, serta
equity income /(loss) dari SERD.
Page 54
50
Analisis Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Aset
Sebelum Rencana Transaksi 164.856.627 171.274.623 173.962.800 178.465.744 183.114.038
Sesudah Rencana Transaksi 164.868.420 171.358.752 174.127.061 178.723.793 183.509.811
Selisih 11.793 84.129 164.261 258.049 395.774
Selisih % 0,01% 0,05% 0,09% 0,14% 0,22%
Liabilitas
Sebelum Rencana Transaksi 73.879.821 71.225.929 63.890.743 65.535.104 67.221.786
Sesudah Rencana Transaksi 73.879.821 71.225.929 63.890.743 65.535.104 67.221.786
Selisih 0 0 0 0 0
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi 90.976.806 100.048.694 110.072.057 112.930.641 115.892.252
Sesudah Rencana Transaksi 90.988.599 100.132.823 110.236.318 113.188.689 116.288.026
Selisih 11.793 84.129 164.261 258.049 395.774
Selisih % 0,01% 0,08% 0,15% 0,23% 0,34%
Dari perbandingan proyeksi posisi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi menunjukkan bahwa perbedaan muncul yang disebabkan oleh:
• Pembayaran kas untuk pembelian saham SERD dan Rencana Transaksi;
• Tambahan pendapatan bunga yang diterima oleh UNTR dan PAMA, serta
equity income /(loss) dari SERD.
Page 55
51
II.9.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Rencana
Transaksi
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan SERD per 31 Desember 2019
sampai dengan per 31 Desember 2022 dan Laporan Keuangan Interim SERD
per 31 Desember 2023 yang kami peroleh dari manajemen UNTR, kondisi
keuangan SERD adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam USD
Audit Audit Audit Audit Unaudit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
ASET
Aset Lancar
Jumlah Aset Lancar 55.413.002 53.572.611 25.263.354 59.397.264 45.886.623
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar 484.123.432 625.134.897 723.431.243 724.422.300 701.815.314
Jumlah Aset 539.536.434 678.707.508 748.694.597 783.819.564 747.701.937
LIABILITAS dan EKUITAS
Liabilitas Lancar
Jumlah Liabilitas Lancar 169.634.942 142.125.035 52.357.289 53.021.614 52.158.813
Liabilitas Tidak Lancar
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 354.478.350 551.180.893 639.778.330 626.515.741 627.404.794
Jumlah Liabilitas 524.113.292 693.305.928 692.135.619 679.537.355 679.563.607
Ekuitas
Jumlah Ekuitas 15.423.142 (14.598.420) 56.558.978 104.282.209 68.138.330
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 539.536.434 678.707.508 748.694.597 783.819.564 747.701.937
Jumlah aset SERD sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
penurunan rata-rata tahunan CAGR sebesar 146,19%.
Jumlah liabilitas SERD sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami penurunan rata-rata tahunan CAGR sebesar 143,22%.
Jumlah ekuitas SERD sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
penurunan rata-rata tahunan CAGR sebesar 247,26%.
Page 56
52
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam USD
Audit Audit Audit Audit Unaudit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan 0 0 476.858.417 105.015.178 65.982.919
Beban Pendapatan 0 0 (475.655.787) (55.196.051) (37.783.771)
Laba Kotor 0 0 1.202.630 49.819.127 28.199.148
Pendapatan keuangan 138.300 22.157 920 165.043 759.077
Beban keuangan (50.544) (41.498) (523.819) (34.414.423) (37.565.406)
Beban operasi - - (135.502) (16.525.356) (14.231.471)
Pendapatan (beban) lainnya (582.145) (223.504) (58.126) 503.994 (217.103)
Laba (Rugi) sebelum Pajak (494.389) (242.845) 486.103 (451.615) (23.055.755)
Beban pajak (746.998) 206.200 (2.533.774) (12.730.226) (12.695.577)
Laba (Rugi) tahun berjalan (1.241.387) (36.645) (2.047.671) (13.181.841) (35.751.332)
SERD mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2021 dan sejak tahun
2021 sampai dengan 2023 masih mengalami rugi usaha.
Page 57
53
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam USD
Audit Audit Audit Audit Unaudit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (135.183.526) (158.530.266) (95.284.388) 12.388.212 13.805.777
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi 0 0 0 (23.733) -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan 136.658.828 168.755.160 67.299.335 9.541.740 (25.114.482)
Peningkatan (Penurunan) Kas dan Setara Kas 1.475.302 10.224.894 (27.985.053) 21.906.219 (11.308.705)
Kas dan Setara Kas - Awal Tahun 29.489.650 30.964.952 41.189.846 13.204.793 35.111.012
Kas dan Setara Kas - Akhir Tahun 30.964.952 41.189.846 13.204.793 35.111.012 23.802.307
SERD mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2021. Sehingga untuk
memenuhi aktivitas operasinya sejak tahun 2019 sampai dengan 2022, SERD
menggunakan kas yang diterima dari pinjaman pemegang saham dan
tambahan modal disetor.
Analisis Rasio
Analisis Rasio 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio Likuiditas
Rasio lancar 0,33 0,38 0,48 1,12 0,88
Rasio cepat 0,29 0,34 0,39 1,03 0,76
Rasio kas 0,18 0,29 0,25 0,66 0,46
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio 27,22 -40,17 10,78 5,99 8,97
Debt to total assets ratio 0,78 0,86 0,81 0,80 0,82
Long term debt to equity ratio 20,15 -32,27 10,24 5,69 8,48
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin 0,00% 0,00% 0,25% 47,44% 42,74%
Net profit margin 0,00% 0,00% -0,43% -12,55% -54,18%
Rasio likuiditas
Secara keseluruhan rasio likuiditas SERD berada di bawah 1 yang disebabkan
oleh SERD baru beroperasi secara komersial pada Desember 2021.
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas mengalami peningkatan karena untuk untuk memenuhi
kebutuhan pengembangan serta operasional dari tahun 2019 sampai dengan
2023, SERD menggunakan pinjaman pemegang saham.
Rasio Profitabilitas
SERD mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2021 dan sejak tahun
2021 sampai dengan 2023 masih mengalami rugi usaha.
Page 58
54
Sampai dengan 31 Desember 2023 SERD masih mengalami kerugian. Namun
SERD memiliki potensi untuk mengalami pertumbuhan kedepannya karena
panas bumi mempunyai peluang yang baik untuk dikembangkan di Indonesia
karena sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Tenaga panas bumi
memberikan kombinasi atribut yang menarik dibandingkan dengan jenis
teknologi pembangkit listrik lainnya karena rendah karbon, hemat biaya, dan
dapat diandalkan.
Hal ini sejalan dengan proyeksi keuangan SERD yang kami terima dari
manajemen UNTR di mana sejak tahun 2023 sampai dengan tahun 2028,
pendapatan SERD akan mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR
sebesar 11,28%. Dari proyeksi keuangan tersebut juga diharapkan bahwa
sejak tahun 2025, SERD mulai mencatatkan laba tahun berjalan dan mulai
tahun 2026 dapat mulai membayar sebagian utangnya.
Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan USD
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan bersih 87,8 105,5 107,6 110,1 112,6
Beban pokok pendapatan (19,6) (19,4) (20,7) (20,6) (21,7)
EBITDA 68,2 86,1 86,9 89,5 90,9
Beban penyusutan & amortisasi (37,6) (37,7) (37,7) (37,8) (27,3)
Laba Operasi 30,6 48,4 49,2 51,8 63,6
Laba tahun berjalan (3,7) 15,4 18,2 23,6 39,0
Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan USD
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Kas & setara kas 50,5 70,9 85,6 89,6 91,4
Piutang usaha 12,0 14,5 14,7 15,1 15,4
Persediaan 1,6 1,6 1,7 1,7 1,8
Aset tetap 699,0 661,5 623,9 588,6 570,0
Beban tangguhan 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
Aset lainnya 20,0 19,2 18,3 17,4 16,6
Jumlah aset 783,2 767,6 744,2 712,4 695,1
Liabilitas
Utang usaha 2,4 2,4 2,6 2,5 2,7
Pinjaman 574,3 544,9 504,6 450,7 395,8
Liabilitas lainnya 34,4 33,0 31,5 30,0 28,5
Jumlah liabilitas 611,2 580,2 538,6 483,2 426,9
Ekuitas
Modal saham 192,0 192,0 192,0 192,0 192,0
Laba / (rugi) ditahan (20,0) (4,6) 13,6 37,2 76,2
Jumlah ekuitas 172,0 187,4 205,6 229,2 268,2
Jumlah liabilitas & ekuitas 783,2 767,6 744,2 712,4 695,1
Page 59
55
II.9.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana
Transaksi
Berdasarkan analisis rasio likuditas sesudah Rencana Transaksi menunjukkan
bahwa, rasio lancar UNTR tidak mengalami perubahan yang signifikan dan
berada di atas 1. Sehingga apabila SERD sebagai pihak penerima pinjaman
mengalami gagal bayar untuk mengembalikan kewajibannya kepada UNTR,
maka UNTR tetap dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
II.9.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi
Sesuai dengan draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham bahwa
syarat dan ketentuan yang diatur di dalam Perjanjian Pinjaman Subordinasi
masih tetap berlaku maka suku bunga Rencana Transaksi yang disepakati
adalah sebesar 8% dan pembayaran bunga akan dibayarkan setiap 6 bulanan.
Kami melakukan analisis dengan membandingkan tingkat suku bunga Rencana
Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar. Tingkat suku bunga
pasar berdasarkan yield obligasi Pemerintah Republik Indonesia dalam USD
per 31 Desember 2023 untuk jangka waktu 20 tahun adalah sebesar 4,99%
dan untuk IRR pasar adalah sebesar 7,91%.
IRR pasar dihitung dengan menggunakan Weighted Average Cost of Capital
untuk industri batubara dan energi terkait. Hasil perhitungan adalah sebagai
berikut:
Indikator Jumlah Sumber
Levered Beta Unlevered beta 0,65 Damodaran 5 Januari 2024
Rasio hutang terhadap ekuitas 21,80% Damodaran 5 Januari 2024
Pajak 22,00%
Beta 0,76
Biaya Ekuitas Beta 0,76
Risk Free 4,96% INDON 2053
Risk Premium 7,38% Damodaran 1 Januari 2024
Default Spread 2,07% Damodaran 1 Januari 2024
Biaya Ekuitas (Ke) 8,48%
Biaya Utang Pinjaman Investasi 6,73% SEKI BI Desember 2023
Tarif Pajak 22,00%
Biaya Hutang (Kd) 5,25%
IRR Biaya Ekuitas (Ke) 8,48%
Biaya Hutang (Kd) 5,25%
Porsi Ekuitas (We) 82,10%
Porsi Hutang (Wd) 17,90%
IRR 7,91% WACC = (Ke x We) + (Kd x Wd)
Page 60
56
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga Rencana Transaksi
dengan tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar dapat disimpulkan bahwa
tingkat suku bunga dalam Rencana Transaksi lebih tinggi dibandingkan
tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar.
II.9.8 Analisis Inkremental
Kontribusi Nilai Tambah
Dalam analisis ini kami melakukan membandingkan pendapatan bunga yang
akan diperoleh dari suku bunga Rencana Transaksi dengan pendapatan bunga
yang akan diperoleh apabila UNTR menempatkan dana yang tersedia di
obligasi Pemerintah Republik Indonesia dalam USD per 31 Desember 2023.
Berikut merupakan analisis perbandingan pendapatan bunga selama periode
pinjaman yang diperoleh dengan suku bunga Rencana Transaksi dan tingkat
suku bunga pasar:
Disajikan dalam USD
Pendapatan Bunga
Suku Bunga
Suku Bunga Pasar
Rencana Transaksi
Jumlah pinjaman (USD) 26.480.278,52 26.480.278,52
Suku bunga 8,00% 4,99%
Pembayaran bunga 6 Bulanan 6 Bulanan
Periode pinjaman (tahun) 20 20
Total pendapatan bunga selama
27.034.764 15.666.752
periode pinjaman
Selisih 11.368.013
% Selisih 42,05%
Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan tingkat
suku bunga Rencana Transaksi lebih tinggi 42,05% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pasar.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih menguntungkan
dibandingkan apabila UNTR menempatkan dana yang tersedia di obligasi
Pemerintah Republik Indonesia dalam USD.
Page 61
57
Biaya Atau Pendapatan yang Relevan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Laba/(Rugi) Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 15.014.802 14.739.434 15.809.972 16.227.934 16.675.847
Sesudah Rencana Transaksi 15.026.596 14.811.769 15.890.104 16.321.721 16.813.572
Lembar saham 3.698.414.000
EPS (dalam rupiah penuh)
Sebelum Rencana Transaksi 4.060 3.985 4.275 4.388 4.509
Sesudah Rencana Transaksi 4.063 4.005 4.296 4.413 4.546
Selisih 3 20 22 25 37
Selisih % 0,08% 0,49% 0,50% 0,57% 0,82%
Berdasarkan proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi yang
diperolah dari manajemen UNTR menunjukkan bahwa laba per saham
sesudah Rencana Transaksi akan lebih tinggi dibandingkan sebelum Rencana
Transaksi yang disebabkan oleh Tambahan pendapatan bunga yang diterima
oleh UNTR dan PAMA, serta equity income /(loss) dari SERD.
Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan data yang diperoleh dari manajemen UNTR, kami tidak
menemukan adanya informasi non keuangan material lainnya yang relevan
atas Rencana Transaksi selain dari informasi yang sudah kami sampaikan
dalam laporan ini.
II.9.9 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat pengaruh perubahan tingkat
suku bunga pasar terhadap selisih antara total pendapatan bunga selama
periode pinjaman dengan tingkat suku bunga Rencana Transaksi dengan total
pendapatan bunga selama periode pinjaman dengan tingkat suku bunga
pasar. Dalam analisis ini kami mengasumsikan bahwa tingkat suku bunga
pasar akan mengalami kenaikan dan penurunan sebesar 10% dan 20%. Hasil
analisis adalah sebagai berikut:
Pendapatan Bunga
Suku Bunga
Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar Suku Bunga Pasar
Rencana Suku Bunga Pasar
Naik 10% Naik 20% Turun 10% Turun 20%
Transaksi
Jumlah pinjaman (USD) 26.480.279 26.480.279 26.480.279 26.480.279 26.480.279 26.480.279
Suku bunga 8,00% 4,99% 5,49% 5,98% 4,49% 3,99%
Pembayaran bunga 6 Bulanan 6 Bulanan 6 Bulanan 6 Bulanan 6 Bulanan 6 Bulanan
Periode pinjaman (tahun) 20 20 20 20 20 20
Total pendapatan bunga selama
27.034.764 15.666.752 17.456.485 19.283.732 13.915.416 12.203.317
periode pinjaman
Selisih dengan pendapatan bunga
(11.368.013) (9.578.279) (7.751.032) (13.119.348) (14.831.448)
Rencana Transaksi
% Selisih -42,05% -35,43% -28,67% -48,53% -54,86%
% Selisih terhadap selisih awal -15,74% -31,82% 15,41% 30,47%
Page 62
58
Dari analisis di atas diperoleh informasi bahwa:
• Apabila tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 10% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh lebih rendah
35,43% dibandingkan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi. Perubahan ini setara dengan peningkatan sebesar
15,74% dibandingkan dari selisih awal pendapatan bunga;
• Apabila tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 20% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh lebih rendah
28,67% dibandingkan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi. Perubahan ini setara dengan peningkatan sebesar
31,82% dibandingkan dari selisih awal pendapatan bunga;
• Apabila tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 10% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh lebih rendah
48,53% dibandingkan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi. Perubahan ini setara dengan penurunan sebesar
15,41% dibandingkan dari selisih awal pendapatan bunga;
• Apabila tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 20% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh lebih rendah
54,86% dibandingkan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
Rencana Transaksi. Perubahan ini setara dengan penurunan sebesar
30,47% dibandingkan dari selisih awal pendapatan bunga.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi sensitif terhadap
perubahan tingkat suku bunga pasar.
II.10 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
Meminjam Dana
II.10.1 Analisis Kelayakan Investasi
Bagi UNTR dan PAMA, mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi
dibandingkan tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar.
II.10.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Sesuai dengan proyeksi keuangan SERD yang diperoleh dari manajemen
UNTR, SERD diharapkan dapat melunasi seluruh pokok pinjaman dan bunga
terutang kepada para pemegang sahamnya pada akhir masa pinjaman. Dalam
proyeksi keuangan SERD, diharapkan SERD dapat mulai membayar sebagian
utangnya sejak tahun 2026.
Page 63
59
II.10.3 Analisis atas Faktor-Faktor lain yang Relevan
Dengan pertimbangan bahwa Rencana Transaksi akan dilakukan seperti yang
dijelaskan oleh manajemen UNTR dan tidak ada lagi perubahan dari draft
Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham sampai dengan tanggal
efektifnya Rencana Transaksi, maka kami berkesimpulan tidak terdapat
faktor-faktor lain yang relevan.
II.11 Analisis atas Jaminan
Dalam Perjanjian Pinjaman Subordinasi tidak diatur mengenai jaminan.
Namun untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, berdasarkan penjelasan
manajemen UNTR dan sesuai dengan ketentuan yang terdapat di dalam
Amandemen Ketiga dan Penyajian Kembali Perjanjian Pemegang Saham
antara MERIT, SES, INPEX dan EPN, EPN berhak untuk menetapkan Wakil
Presiden Direktur dan Wakil Presiden Komisaris di SERD selama memiliki
minimal 20% saham. Selain itu EPN juga secara tidak langsung melalui SES
berhak untuk menentukan Presiden Direktur dan Presiden Komisaris di SERD
selama SES memiliki minimal 20% saham karena EPN memiliki 49,6% saham
SES. Sehingga hal ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam mengawasi
kinerja SERD untuk menghindari risiko gagal bayar pokok pinjaman dan bunga
terutang.
Page 64
60
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan:
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diperoleh dari
manajemen UNTR, kami melakukan perbandingan analisis rasio keuangan
antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil analisis
menunjukkan bahwa rasio likuiditas mengalami perubahan namun tidak
signifikan. Sedangkan rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak
mengalami perubahan.
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
a. Berdasarkan draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham,
pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah:
• UNTR dan PAMA sebagai pihak pemilik piutang baru;
• SERD sebagai pihak yang berhutang.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi serta berdasarkan informasi yang diperoleh dari
manajemen UNTR, terdapat hubungan afiliasi antara pihak yang
bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang disebabkan oleh:
• UNTR dan PAMA merupakan pemegang saham dari EPN di mana
UNTR memiliki 51,00% saham EPN dan PAMA memiliki 49,00% saham
EPN;
• Pada 27 Desember 2023, EPN telah mengambil sebagian saham SES
sebanyak 49,6% dari SE, sehingga secara tidak langsung EPN
memiliki 12,5% saham SERD.
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
Dalam draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham yang diperoleh
dari manajemen UNTR, beberapa syarat dan ketentuan yang disepakati
antara lain:
• Setelah tanggal efektif, UNTR dan PAMA akan memiliki hak, manfaat
dan kewajiban yang sama berdasarkan dalam Perjanjian Pinjaman
Subordinasi antara SERD dengan AXIA, IG dan TPIC;
• SERD menyetujui novasi piutang pemegang saham tersebut;
• Jumlah piutang yang akan dinovasi adalah saldo pokok, termasuk bunga
yang dikapitalisasi hingga 14 Januari 2024 serta bunga yang muncul
setelah tanggal 14 Januari 2024 sampai dengan tanggal efektif
perjanjian tersebut.
Page 65
61
Dalam draft Novasi Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham disebutkan
bahwa jumlah komitmen maksimum pemberi pinjaman dalam Perjanjian
Pinjaman Subordinasi sudah dicairkan semua oleh SERD. Selain itu dengan
Rencana Transaksi syarat dan ketentuan yang diatur di dalam Perjanjian
Pinjaman Subordinasi masih tetap berlaku.
• Analisis likuiditas:
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas UNTR akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan oleh UNTR dan
PAMA merupakan dana internal perusahaan namun perubahannya tidak
signifikan.
• Analisis manfaat dan risiko:
a. Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR dan PAMA secara standalone berpotensi mendapatkan
tambahan pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga yang lebih
tinggi dari suku pasar dan internal rate of return (“IRR”) pasar.
Tingkat suku bunga pasar berdasarkan yield obligasi Pemerintah
Republik Indonesia dalam USD per 31 Desember 2023 untuk jangka
waktu 20 tahun adalah sebesar 4,99% dan untuk IRR pasar adalah
sebesar 7,91%;
• Dengan memberikan pinjaman subordinasi pemegang saham kepada
SERD, maka UNTR dan PAMA dapat mengharapkan peningkatan
potensi usaha SERD kedepannya.
b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR dan PAMA akan menanggung risiko gagal bayar baik pokok
pinjaman dan bunga pinjaman.
• Analisis kualitatif:
a. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR dan PAMA, mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih
tinggi dibandingkan tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar.
b. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Bagi UNTR dan PAMA, piutang pemegang saham SERD adalah
investasi jangka panjang yang pokok pinjamannya baru akan
dikembalikan pada 22 September 2038.
Page 66
62
• Analisis kuantitatif:
a. Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi akan
memengaruhi rasio likuiditas UNTR, namun perubahannya tidak
signifikan. Sedangkan untuk rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas
tidak mengalami perubahan;
b. Dari perbandingan proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi menunjukkan bahwa sesudah Rencana Transaksi
profitabilitas UNTR akan lebih tinggi dibandingkan sebelum Rencana
Transaksi yang disebabkan oleh:
• Tambahan pendapatan bunga yang diterima oleh UNTR dan PAMA,
serta equity income /(loss) dari SERD.
c. Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga Rencana
Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar dapat
disimpulkan bahwa tingkat suku bunga dalam Rencana Transaksi lebih
tinggi dibandingkan tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar;
d. Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan
tingkat suku bunga Rencana Transaksi lebih tinggi 42,05%
dibandingkan total pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga
pasar.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih
menguntungkan dibandingkan apabila UNTR menempatkan dana yang
tersedia di obligasi Pemerintah Republik Indonesia dalam USD.
Disajikan dalam USD
Pendapatan Bunga
Suku Bunga
Suku Bunga Pasar
Rencana Transaksi
Jumlah pinjaman (USD) 26.480.278,52 26.480.278,52
Suku bunga 8,00% 4,99%
Pembayaran bunga 6 Bulanan 6 Bulanan
Periode pinjaman (tahun) 20 20
Total pendapatan bunga selama
27.034.764 15.666.752
periode pinjaman
Selisih 11.368.013
% Selisih 42,05%
Page 67
63
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
a. Bagi UNTR dan PAMA, mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih
tinggi dibandingkan tingkat suku bunga pasar dan IRR pasar;
b. Sesuai dengan proyeksi keuangan SERD yang diperoleh dari
manajemen UNTR, SERD diharapkan dapat melunasi seluruh pokok
pinjaman dan bunga terutang kepada para pemegang sahamnya pada
akhir masa pinjaman. Dalam proyeksi keuangan SERD, diharapkan
SERD dapat mulai membayar sebagian utangnya sejak tahun 2026.
• Analisis atas jaminan:
Dalam Perjanjian Pinjaman Subordinasi tidak diatur mengenai jaminan.
Namun untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, berdasarkan penjelasan
manajemen UNTR dan sesuai dengan ketentuan yang terdapat di dalam
Amandemen Ketiga dan Penyajian Kembali Perjanjian Pemegang Saham
antara MERIT, SES, INPEX dan EPN, EPN berhak untuk menetapkan Wakil
Presiden Direktur dan Wakil Presiden Komisaris di SERD selama memiliki
minimal 20% saham. Selain itu EPN juga secara tidak langsung melalui SES
berhak untuk menentukan Presiden Direktur dan Presiden Komisaris di
SERD selama SES memiliki minimal 20% saham karena EPN memiliki 49,6%
saham SES. Sehingga hal ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam
mengawasi kinerja SERD untuk menghindari risiko gagal bayar pokok
pinjaman dan bunga terutang.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana
Transaksi, maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Pinjam
Meminjam Dana Sebagai Akibat dari Novasi Piutang Pemegang Saham
PT Supreme Energy Rantau Dedap oleh PT United Tractors Tbk dan
PT Pamapersada Nusantara sebesar USD26.480.278,52 adalah Wajar
Page 68
Page 69
Lampiran 1-1
PT United Tractors Tbk
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Disajikan dalam
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Pihak ketiga 19.534.993 9.691.946 11.639.657 17.118.329 18.953.089
Pihak berelasi 145.710 332.271 511.896 515.058 1.321.493
Piutang usaha 19.680.703 10.024.217 12.151.553 17.633.387 20.274.582
Pihak ketiga 1.112.120 846.931 904.352 1.042.030 833.144
Pihak berelasi 1.163.516 1.134.861 963.549 973.304 1.207.575
Piutang non usaha 2.275.636 1.981.792 1.867.901 2.015.334 2.040.719
Persediaan 11.014.020 8.002.357 9.454.035 15.390.277 17.184.208
Pihak ketiga 225.958 48.693 58.891 36.530 111.259
Pihak berelasi 513 0 316 336 0
Proyek dalam pelaksanaan 226.471 48.693 59.207 36.866 111.259
PPh badan 639.489 1.152.305 1.144.505 806.305 910.334
Pajak lain-lain 3.275.517 1.510.678 1.753.064 3.411.700 2.196.826
Pajak dibayar dimuka 3.915.006 2.662.983 2.897.569 4.218.005 3.107.160
Uang muka & biaya dibayar dimuka 1.309.540 890.151 774.964 1.255.532 1.103.109
Aset lancar lain-lain 314.918 87.015 77.098 99.134 249.459
Investasi lain-lain 0 0 0 0 0
Jumlah aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar
Kas & deposito berjangka yg
dibatasi penggunaannya 1.315.255 1.063.233 775.513 519.151 561.219
Pihak ketiga 168.425 108.252 55.834 155 107.565
Pihak berelasi 10.202 5.830 0 0 16.514
Piutang usaha 178.627 114.082 55.834 155 124.079
Pihak ketiga 515.265 430.394 384.933 457.815 311.702
Pihak berelasi 1.563.185 1.665.341 2.086.759 2.810.653 2.867.712
Piutang non usaha 2.078.450 2.095.735 2.471.692 3.268.468 3.179.414
Persediaan 175.274 194.714 206.054 254.602 82.497
Pajak dibayar dimuka 537.247 232.170 240.880 274.919 1.807.372
Uang muka 95.113 190.030 109.052 568.581 1.298.672
Investasi pada entitas asosiasi
& ventura bersama 1.811.087 1.375.360 2.517.340 5.145.851 14.853.244
Investasi jangka panjang 243.292 624.526 764.202 1.114.257 1.243.018
Aset tetap 27.469.005 24.319.373 20.456.694 23.677.857 36.001.559
Properti pertambangan 13.830.762 12.960.139 11.925.276 11.904.934 17.845.848
Properti investasi 212.344 216.688 221.662 221.760 228.097
Beban eksplorasi & pengembangan
tangguhan 1.972.134 1.912.824 2.161.831 2.389.396 2.374.321
Aset tambang berproduksi 4.700.284 4.712.973 4.456.300 4.836.058 4.488.727
Beban tangguhan 1.514.603 1.269.189 917.403 1.715.271 1.448.506
Aset pajak tangguhan 1.930.468 2.504.650 2.427.501 2.980.689 3.537.279
Goodwill 2.822.475 1.819.495 2.250.054 2.676.223 2.287.291
Jumlah aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Jumlah aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Page 70
Lampiran 1-2
PT United Tractors Tbk
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Pihak ketiga 20.697.532 10.087.733 14.299.387 24.590.710 28.882.990
Pihak berelasi 211.602 184.915 218.600 258.041 227.583
Utang usaha 20.909.134 10.272.648 14.517.987 24.848.751 29.110.573
Pihak ketiga 382.178 445.983 388.899 507.604 603.536
Pihak berelasi 54.832 37.490 51.073 75.823 52.238
Utang non usaha 437.010 483.473 439.972 583.427 655.774
PPh badan 553.413 198.501 1.868.197 2.939.510 2.390.009
Pajak lain-lain 618.938 307.529 377.988 641.512 779.048
Utang pajak 1.172.351 506.030 2.246.185 3.581.022 3.169.057
Akrual 4.350.772 3.829.219 5.188.309 8.855.532 6.568.531
Pihak ketiga 710.112 471.780 774.245 783.525 690.586
Pihak berelasi 47.660 58.439 11.461 110.677 53.252
Uang muka pelanggan 757.772 530.219 785.706 894.202 743.838
Pendapatan tangguhan 438.126 414.096 440.017 599.989 705.214
Liabilitas imbalan pasca kerja 506.238 602.531 633.186 658.136 790.869
Pinjaman bank jangka pendek 817.923 696.447 174.672 1.028.860 294.160
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman bank 2.432.677 2.468.375 5.350.875 0 7.705
Liabilitas sewa pembiayaan 153.724 827.726 650.631 939.653 989.237
Pinjaman lain-lain 74.272 52.720 29.237 18.819 3.341
Liabilitas keuangan jangka
Panjang lain-lain 535.530 260.340 32.441 29.011 0
Jumlah liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Utang non usaha 0 0 0 0 0
Liabilitas pajak tangguhan 4.071.332 3.256.671 3.164.840 3.241.216 4.462.054
Provisi rehabilitasi, reklamasi &
penutupan tambang 552.379 612.262 633.681 793.667 864.662
Liabilitas imbalan pasca kerja 2.531.565 3.155.268 3.315.595 3.708.113 4.047.337
Pinjaman bank 10.078.232 7.757.750 2.497.075 0 16.573.354
Liabilitas sewa pembiayaan 429.503 626.906 462.306 897.411 842.082
Pinjaman lain-lain 104.117 51.397 22.160 117.424 164.897
Pendapatan tangguhan 0 0 0 0 0
Liabilitas keuangan jangka
Panjang lain-lain 250.644 249.745 153.724 169.162 0
Jumlah liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Jumlah liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Ekuitas
Modal saham 932.534 932.534 932.534 932.534 932.534
Tambahan modal disetor 9.703.937 9.703.937 9.703.937 9.703.937 9.703.937
Saham tresuri (3.191.273) (3.191.273)
Dicadangkan 186.507 186.507 186.507 186.507 186.507
Belum dicadangkan 46.873.391 49.305.938 56.486.521 71.137.018 66.684.839
Saldo laba 47.059.898 49.492.445 56.673.028 71.323.525 66.871.346
Selisih kurs dari penjabaran
laporan keuangan 1.890.417 2.186.712 2.712.298 5.961.583 5.188.248
Cadangan penyesuaian nilai wajar
investasi 180.216 0 0 0 0
Cadangan lindung nilai (1.223.553) (1.659.603) (817.807) 611.631 549.498
Cadangan penyesuaian nilai wajar
aset tetap 16.930 18.957 20.003 20.254 20.254
Selilish transaksi akuisisi kepemilikan
non pengendali pd entitas anak (348.323) (388.599) (664.070) (664.070) (823.992)
Kepentingan non pengendali 2.898.018 2.860.757 3.262.834 4.815.704 4.785.011
Jumlah ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Page 71
Lampiran 1-3
PT United Tractors Tbk
Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Dinyatakan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan bersih 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
Laba/(rugi) bruto 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Beban penjualan (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (4.741.675)
Kerugian penurunan nilai
properti pertambangan
Penghasilan lain-lain 501.446 560.219 0 0 0
Beban lain-lain (312.886) (1.384.254) (980.291) (560.803) (885.424)
Penghasilan keuangan 616.712 758.513 871.973 998.148 1.126.994
Biaya keuangan (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas
asosiasi & ventura bersama 400.367 322.638 449.108 635.915 635.038
Laba sebelum pajak penghasilan 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Page 72
Lampiran 1-4
PT United Tractors Tbk
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan dari pelanggan 85.793.545 68.715.870 77.190.959 118.488.134 125.717.483
Pembayaran kepada pemasok
dan lain-lain (60.002.545) (39.740.583) (43.653.095) (70.639.129) (79.769.361)
Pembayaran kepada karyawan (8.770.442) (7.721.185) (8.374.994) (9.307.351) (10.880.592)
Kas yang dihasilkan dari operasi 17.020.558 21.254.102 25.162.870 38.541.654 35.067.530
Pembayaran biaya keuangan (2.019.457) (1.342.062) (752.847) (723.611) (2.098.038)
Penerimaan bunga 576.561 706.131 747.473 822.428 951.599
Pembayaran pajak
penghasilan badan (6.842.083) (3.347.588) (2.826.391) (6.559.745) (8.886.440)
Penerimaan dari kelebihan
pembayaran pajak lain-lain 692.518 1.244.545 748.812 288.002 1.126.322
Penerimaan dari kelebihan
pembayaran pajak
penghasilan badan 7.888 41.960 204.937 522.857 185.875
Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
Arus kas dari aktivitas investasi
Perolehan aset tetap (8.663.420) (2.493.706) (2.653.897) (7.767.587) (18.012.102)
Pembayaran beban eksplorasi dan
pengembangan tangguhan (359.706) (327.013) (406.788) (397.389) (331.182)
Pembayaran aset tambang
berproduksi (338.454) (274.116) (315.204) (434.614) (326.693)
Pembayaran beban tangguhan (559.417) (151.666) (50.342) (1.151.420) (84.869)
Pembayaran liabilitas keuangan
jangka panjang lain-lain 0 0 0 0 0
Uang muka perolehan aset tetap (219.430) (110.462) (78.500) (686.473) (475.742)
Penambahan investasi pada entitas
asosiasi dan ventura bersama (267.298) (200) (420) (264.381) (9.377.381)
Penambahan atas aset keuangan
tersedia untuk dijual 0 0 0 0 0
Akuisisi entitas anak 0 (1.838) 0 0 0
Akuisisi entitas anak, dikurangi
kas yang diperoleh 0 0 0 0 (4.330.584)
Pembayaran atas sisa harga
perolehan dari akuisisi entitas anak 0 0 0 0 0
Penerimaan dari penjualan aset tetap 226.366 344.845 280.093 341.151 142.984
Pembelian investasi dimiliki hingga
jatuh tempo 0 0 (114.175) 0 0
Pembayaran uang muka pembelian
saham 0 0 0 0 (804.008)
Penerimaan dari investasi dimiliki
hingga jatuh tempo 0 (3.230) 0 0 0
Penambahan pinjaman kepada
pihak berelasi (1.577.815) (1.160.592) (1.179.338) (1.335.869) (1.532.888)
Penambahan pinjaman kepada
pihak ketiga (392.177) (434.092) (492.464) (503.173) (430.109)
Penerimaan dari pinjaman kepada
pihak berelasi 860.482 1.061.953 1.054.959 931.563 1.415.362
Penerimaan dari pinjaman kepada
pihak ketiga 534.305 569.877 486.045 426.534 434.161
Penempatan kas dan deposito pada
bank yang dibatasi
penggunaannya 0 0 0 0 0
Penarikan kas dan depostio pada
bank yang dibatasi
penggunaannya 831.745 285.203 271.581 316.630 0
Penerimaan dividen 167.278 100.709 39.453 123.736 273.278
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas investasi (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773)
Page 73
Lampiran 1-5
PT United Tractors Tbk
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penerimaan pinjaman bank
jangka pendek 3.505.900 2.208.666 480.500 888.024 162.000
Penerimaan pinjaman bank
jangka panjang 9.975.170 0 0 0 19.629.600
Pembayaran pinjaman bank
jangka pendek (9.544.619) (2.306.840) (1.006.534) (90.252) (259.860)
Pembayaran pinjaman bank
jangka panjang 0 (2.706.813) (2.508.363) (8.216.350) (3.650.000)
Pembayaran pokok sewa pembiayaan (138.042) (1.626.640) (1.060.107) (961.941) (1.106.295)
Penerimaan dari transaksi
jual dan sewa kembali 0 0 0 0 0
Penerimaan dari pinjaman lain-lain 161.040 0 0 114.083 50.814
Pembayaran pinjaman lain-lain (100.061) (74.272) (52.720) (29.237) (18.819)
Penambahan modal dari kepentingan
non pengendali 208.958 509.282 0 17.607 37.439
Penerimaan dari pelepasan
kepentingan pada entitas anak 0 0 0 0 14.792
Akuisisi kepentingan nonpengendali
pada entitas anak 0 0 (20.250) 0 (50.735)
Pembayaran untuk pembelian
saham tresuri 0 0 0 (3.191.273) 0
Pembayaran dividen kepada:
Pemilik entitas induk (4.609.064) (3.639.490) (3.013.150) (6.365.326) (25.001.255)
Kepentingan nonpengendali (289.972) (198.147) (239.214) (818.614) (2.037.717)
Arus kas bersih diperoleh dari /
(digunakan untuk)
aktivitas pendanaan (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036)
Kenaikan / (penurunan) bersih
kas & setara kas (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961)
Kas dan setara kas pada awal tahun 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Dampak perubahan selisih kurs
terhadap kas dan setara kas (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Page 74
Lampiran 2-1
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Sebelum Rencana Transaksi Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 20.408.220 20.427.587 21.975.124 22.451.279 22.940.234
Piutang usaha 19.430.762 20.510.528 21.529.298 22.083.399 22.651.761
Persediaan 17.167.851 19.612.429 22.084.765 22.653.162 23.236.188
Uang muka 1.271.007 1.257.202 1.240.147 1.272.065 1.304.804
Biaya dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Aset lancar lain-lain 4.115.974 4.427.202 4.919.878 5.067.194 5.218.302
Jumlah aset lancar 62.393.815 66.234.948 71.749.212 73.527.099 75.351.289
Aset tidak lancar
Due from shareholder 846.305 876.488 912.226 997.164 1.113.200
Investasi 18.681.537 19.813.650 20.716.880 21.282.989 21.863.668
Aset tetap 69.037.561 70.935.833 67.476.526 69.213.175 70.994.520
Properti pertambangan 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 3.286.359 3.341.900 3.403.926 3.491.533 3.581.395
Coal exploration & development costs 6.052.445 5.506.482 5.150.273 5.282.826 5.418.791
Goodwill 2.393.696 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495
Aset tidak lancar lain-lain 2.164.909 2.171.625 2.160.062 2.215.655 2.272.680
Jumlah aset tidak lancar 102.462.812 105.039.675 102.213.588 104.938.645 107.762.748
Jumlah aset 164.856.627 171.274.623 173.962.800 178.465.744 183.114.038
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha & non usaha 23.056.457 22.577.769 23.360.837 23.962.076 24.578.790
Akrual 8.476.712 10.401.596 10.694.395 10.969.637 11.251.964
Utang pajak 1.555.488 1.774.015 1.725.846 1.770.265 1.815.826
Liabilitas jangka pendek lainnya 11.220.420 11.168.383 9.548.447 9.794.196 10.046.270
Jumlah liabilitas jangka pendek 44.309.077 45.921.764 45.329.525 46.496.175 47.692.850
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.623.751 3.351.206 3.071.085 3.150.126 3.231.201
Pinjaman jangka panjang 18.946.407 14.989.407 8.619.907 8.841.758 9.069.319
Liabilitas imbalan pasca kerja 6.070.007 6.157.108 6.200.986 6.360.581 6.524.284
Liabilitas jangka panjang lainnya 930.580 806.443 669.239 686.463 704.131
Jumlah liabilitas jangka panjang 29.570.744 25.304.164 18.561.218 19.038.929 19.528.935
Jumlah liabilitas 73.879.821 71.225.929 63.890.743 65.535.104 67.221.786
Ekuitas
Ekuitas untuk pemilik entitas induk 86.716.664 95.498.417 105.292.817 108.028.397 110.863.839
Kepentingan non pengendali 4.260.142 4.550.277 4.779.240 4.902.243 5.028.413
Jumlah ekuitas 90.976.806 100.048.694 110.072.057 112.930.641 115.892.252
Jumlah liabilitas & ekuitas 164.856.627 171.274.623 173.962.800 178.465.744 183.114.038
Page 75
Lampiran 2-2
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Sebelum Rencana Transaksi Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan bersih 116.115.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Beban pokok pendapatan (89.534.298) (95.577.033) (96.135.741) (98.609.994) (101.147.927)
Laba/(rugi) bruto 26.581.498 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Total beban operasi (6.318.058) (6.562.411) (6.830.564) (7.006.362) (7.186.686)
Laba operasi 20.263.440 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Untung / (rugi) selisih kurs 0 0 0 0 0
Pendapatan / (beban) keuangan - bersih (2.068.040) (2.341.071) (2.027.832) (2.078.922) (2.131.327)
Pendapatan / (beban) lainnya 886.750 841.170 911.381 944.554 997.776
Laba sebelum pajak penghasilan 19.082.150 18.844.728 20.164.455 20.694.246 21.256.867
Beban pajak penghasilan (4.067.347) (4.105.294) (4.354.483) (4.466.313) (4.581.020)
Laba tahun berjalan 15.014.802 14.739.434 15.809.972 16.227.934 16.675.847
Page 76
Lampiran 3-1
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Sesudah Rencana Transaksi Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18.749.180 18.792.105 20.399.779 20.970.292 21.548.893
Piutang usaha 19.430.762 20.510.528 21.529.298 22.083.399 22.651.761
Persediaan 17.167.851 19.612.429 22.084.765 22.653.162 23.236.188
Uang muka 1.271.007 1.257.202 1.240.147 1.272.065 1.304.804
Biaya dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Aset lancar lain-lain 4.115.974 4.427.202 4.919.878 5.067.194 5.218.302
Jumlah aset lancar 60.734.774 64.599.467 70.173.867 72.046.112 73.959.948
Aset tidak lancar
Due from shareholder 1.269.326 1.269.326 1.231.571 1.194.626 1.158.672
Investasi 19.929.350 21.140.422 22.137.140 22.824.564 23.605.311
Aset tetap 69.037.561 70.935.833 67.476.526 69.213.175 70.994.520
Properti pertambangan 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 3.286.359 3.341.900 3.403.926 3.491.533 3.581.395
Coal exploration & development costs 6.052.445 5.506.482 5.150.273 5.282.826 5.418.791
Goodwill 2.393.696 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495
Aset tidak lancar lain-lain 2.164.909 2.171.625 2.160.062 2.215.655 2.272.680
Jumlah aset tidak lancar 104.133.646 106.759.285 103.953.194 106.677.681 109.549.863
Jumlah aset 164.868.420 171.358.752 174.127.061 178.723.793 183.509.811
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha & non usaha 23.056.457 22.577.769 23.360.837 23.962.076 24.578.790
Akrual 8.476.712 10.401.596 10.694.395 10.969.637 11.251.964
Utang pajak 1.555.488 1.774.015 1.725.846 1.770.265 1.815.826
Liabilitas jangka pendek lainnya 11.220.420 11.168.383 9.548.447 9.794.196 10.046.270
Jumlah liabilitas jangka pendek 44.309.077 45.921.764 45.329.525 46.496.175 47.692.850
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan 3.623.751 3.351.206 3.071.085 3.150.126 3.231.201
Pinjaman jangka panjang 18.946.407 14.989.407 8.619.907 8.841.758 9.069.319
Liabilitas imbalan pasca kerja 6.070.007 6.157.108 6.200.986 6.360.581 6.524.284
Liabilitas jangka panjang lainnya 930.580 806.443 669.239 686.463 704.131
Jumlah liabilitas jangka panjang 29.570.744 25.304.164 18.561.218 19.038.929 19.528.935
Jumlah liabilitas 73.879.821 71.225.929 63.890.743 65.535.104 67.221.786
Ekuitas
Ekuitas untuk pemilik entitas induk 86.728.457 95.582.546 105.457.079 108.286.446 111.259.613
Kepentingan non pengendali 4.260.142 4.550.277 4.779.240 4.902.243 5.028.413
Jumlah ekuitas 90.988.599 100.132.823 110.236.318 113.188.689 116.288.026
Jumlah liabilitas & ekuitas 164.868.420 171.358.752 174.127.061 178.723.793 183.509.811
Page 77
Lampiran 3-2
PT United Tractors Tbk
Proyeksi Sesudah Rencana Transaksi Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan bersih 116.115.796 122.484.073 124.247.210 127.444.970 130.725.031
Beban pokok pendapatan (89.534.298) (95.577.033) (96.135.741) (98.609.994) (101.147.927)
Laba/(rugi) bruto 26.581.498 26.907.040 28.111.469 28.834.976 29.577.104
Total beban operasi (6.318.058) (6.562.411) (6.830.564) (7.006.362) (7.186.686)
Laba operasi 20.263.440 20.344.629 21.280.906 21.828.614 22.390.419
Untung / (rugi) selisih kurs 0 0 0 0 0
Pendapatan / (beban) keuangan - bersih (2.037.835) (2.310.867) (1.999.138) (2.054.759) (2.113.205)
Pendapatan / (beban) lainnya 874.984 889.946 969.132 1.019.495 1.121.365
Laba sebelum pajak penghasilan 19.100.588 18.923.708 20.250.900 20.793.350 21.398.579
Beban pajak penghasilan (4.073.992) (4.111.939) (4.360.796) (4.471.628) (4.585.007)
Laba tahun berjalan 15.026.596 14.811.769 15.890.104 16.321.721 16.813.572
Page 78
Lampiran 4-1
PT United Tractors Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Penarikan pinjaman 26.480.278,52
Tingkat bunga 8,00%
Pembayaran pinjaman 6 Bulanan
Tenor 20 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
1-Jan-24 26.480.279
1 26.201.614 1.337.876 278.665 1.059.211
2 25.911.802 1.337.876 289.812 1.048.065
3 25.610.398 1.337.876 301.404 1.036.472
4 25.296.938 1.337.876 313.460 1.024.416
5 24.970.939 1.337.876 325.999 1.011.878
6 24.631.901 1.337.876 339.038 998.838
7 24.279.301 1.337.876 352.600 985.276
8 23.912.597 1.337.876 366.704 971.172
9 23.531.225 1.337.876 381.372 956.504
10 23.134.598 1.337.876 396.627 941.249
11 22.722.105 1.337.876 412.492 925.384
12 22.293.114 1.337.876 428.992 908.884
13 21.846.962 1.337.876 446.152 891.725
14 21.382.964 1.337.876 463.998 873.878
15 20.900.407 1.337.876 482.557 855.319
16 20.398.547 1.337.876 501.860 836.016
17 19.876.613 1.337.876 521.934 815.942
18 19.333.801 1.337.876 542.812 795.065
19 18.769.277 1.337.876 564.524 773.352
20 18.182.172 1.337.876 587.105 750.771
21 17.571.583 1.337.876 610.589 727.287
22 16.936.570 1.337.876 635.013 702.863
23 16.276.157 1.337.876 660.413 677.463
24 15.589.327 1.337.876 686.830 651.046
25 14.875.024 1.337.876 714.303 623.573
26 14.132.149 1.337.876 742.875 595.001
27 13.359.559 1.337.876 772.590 565.286
28 12.556.066 1.337.876 803.494 534.382
29 11.720.432 1.337.876 835.633 502.243
30 10.851.373 1.337.876 869.059 468.817
31 9.947.552 1.337.876 903.821 434.055
32 9.007.578 1.337.876 939.974 397.902
33 8.030.005 1.337.876 977.573 360.303
34 7.013.329 1.337.876 1.016.676 321.200
35 5.955.987 1.337.876 1.057.343 280.533
36 4.856.350 1.337.876 1.099.637 238.239
37 3.712.728 1.337.876 1.143.622 194.254
38 2.523.361 1.337.876 1.189.367 148.509
39 1.286.419 1.337.876 1.236.942 100.934
40 0 1.337.876 1.286.419 51.457
53.515.043 26.480.279 27.034.764
Page 79
Lampiran 4-2
PT United Tractors Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Pasar
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Penarikan pinjaman 26.480.278,52
Tingkat bunga 4,99%
Pembayaran pinjaman 6 Bulanan
Tenor 20 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
1-Jan-24 26.480.279
1 26.086.822 1.053.676 393.456 660.220
2 25.683.556 1.053.676 403.266 650.410
3 25.270.236 1.053.676 413.320 640.355
4 24.846.610 1.053.676 423.626 630.050
5 24.412.423 1.053.676 434.188 619.488
6 23.967.409 1.053.676 445.013 608.663
7 23.511.301 1.053.676 456.108 597.567
8 23.043.821 1.053.676 467.480 586.196
9 22.564.685 1.053.676 479.136 574.540
10 22.073.604 1.053.676 491.082 562.594
11 21.570.278 1.053.676 503.326 550.350
12 21.054.403 1.053.676 515.875 537.801
13 20.525.666 1.053.676 528.737 524.939
14 19.983.747 1.053.676 541.920 511.756
15 19.428.316 1.053.676 555.431 498.245
16 18.859.036 1.053.676 569.279 484.396
17 18.275.564 1.053.676 583.473 470.203
18 17.677.543 1.053.676 598.020 455.655
19 17.064.613 1.053.676 612.930 440.745
20 16.436.401 1.053.676 628.212 425.463
21 15.792.525 1.053.676 643.875 409.801
22 15.132.597 1.053.676 659.929 393.747
23 14.456.214 1.053.676 676.382 377.293
24 13.762.968 1.053.676 693.246 360.430
25 13.052.438 1.053.676 710.531 343.145
26 12.324.192 1.053.676 728.246 325.430
27 11.577.789 1.053.676 746.403 307.273
28 10.812.777 1.053.676 765.013 288.663
29 10.028.690 1.053.676 784.086 269.590
30 9.225.055 1.053.676 803.635 250.040
31 8.401.383 1.053.676 823.672 230.004
32 7.557.175 1.053.676 844.208 209.467
33 6.691.918 1.053.676 865.256 188.419
34 5.805.089 1.053.676 886.830 166.846
35 4.896.148 1.053.676 908.940 144.735
36 3.964.546 1.053.676 931.603 122.073
37 3.009.716 1.053.676 954.830 98.846
38 2.031.080 1.053.676 978.636 75.040
39 1.028.044 1.053.676 1.003.036 50.640
40 0 1.053.676 1.028.044 25.632
42.147.030 26.480.279 15.666.752
Names mentioned 68 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT SUPREME ENERGY RANTAU DEDAP OLEH
p.1
unresolved
org
KJPP NDR.
p.18 ×8
unresolved
org
KJPP NDR. Oleh
p.18
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.19 ×5
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.19 ×5
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.22
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.22
unresolved
—
Telepon/Faks
p.23
unresolved
person
Inge Teja
p.23
unresolved
org
Axia Power Holdings B.V.
p.23 ×4
unresolved
org
Tohoku Power Investment Company B.V.
p.23 ×3
unresolved
org
Merit Power Holdings B.V.
p.24 ×2
unresolved
org
PT Supreme Energy
p.24 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.26 ×5
unresolved
person
Rendih
p.26
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.27
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.27
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.31 ×2
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara Susunan
p.31
unresolved
org
PT United Tractors Pandu
p.31
unresolved
org
PT Energia Prima Nusantara Susunan
p.32
unresolved
org
PT Supreme Energy Sriwijaya Susunan
p.32
unresolved
org
PT Supreme Energy Rantau Dedap Susunan
p.33
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.36
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.36
unresolved
person
H. Akta Pendirian
p.36
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.36 ×2
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.36 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.36 ×7
unresolved
org
Carriage Ltd
p.37 ×2
unresolved
org
Jardine Matheson Hodings Ltd.
p.37
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara PAMA
p.37
unresolved
person
Rukmasanti Hardjasatya
· Notaris
p.37
unresolved
org
PT Energia Prima Nusantara EPN
p.38
unresolved
person
Akta Notaris Marianne Vincentia Hamdani
· Notaris
p.38 ×2
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.38
unresolved
org
PT Supreme Energy Sriwijaya SES
p.39
unresolved
person
Muhammad Hanafi
· Notaris
p.39
unresolved
person
Akta Notaris Angela Meilany Basiroen
p.39 ×2
unresolved
person
Irwan Santosa
p.39
unresolved
org
Koordinasi
p.39
unresolved
person
Letisia Albina Pia
p.39
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.40
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
p.40
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
8097 ms
12 Sep 2026 23:06
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}