Skip to content
Back to announcement

SRTG Berita Pers December 2023.pdf

Financial statement Text extracted SRTG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                                        BERITA PERS

                                                                      Dapat Diterbitkan Segera


 Raih Rekor Pendapatan Dividen Di Tahun 2023, NAV Saratoga Capai Rp 48,9 Triliun


Jakarta, 18 Maret 2024 - Selama tahun 2023, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga,
kode saham: SRTG) berhasil mengoptimalkan kinerja perusahaan-perusahaan portofolionya
melalui capaian dividen dan hasil divestasi yang menguntungkan. Hal ini tercermin dari arus kas
dividen dan divestasi Saratoga di akhir tahun yang mencapai level tertinggi yaitu sebesar Rp 3,9
triliun.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan mengatakan, tahun 2023 merupakan momentum
penting bagi Saratoga dalam menjalankan strateginya sebagai perusahaan investasi. Selain
mendorong peningkatan dividen di tengah kondisi pasar yang dinamis, Saratoga juga berhasil
melakukan divestasi dan monetisasi terhadap portofolio yang sudah matang dan menghasilkan
return maksimal bagi perusahaan.

“Kami bersyukur pada tahun 2023 Saratoga mampu mencapai rekor pendapatan dividen tertinggi
dari perusahaan portofolio, sehingga menjadikan likuiditas perusahaan sangat kuat. Dengan dana
kas tersebut, kami mempunyai kapasitas yang luas untuk melakukan berbagai inisiatif strategi
investasi, baik di tahun 2023 maupun pada tahun-tahun yang akan datang,” kata Devin melalui
keterangan resmi di Jakarta, Senin, 18 Maret 2024.

Dengan dukungan neraca yang kuat, pada tahun 2023 Saratoga juga telah menjalankan strategi
investasinya dengan meningkatkan kepemilikan di PT MGM Bosco Logistik (MBL) sehingga
menjadi pemegang saham mayoritas.

Devin juga menyampaikan bahwa di tahun 2023 lalu Saratoga mencatat Nilai Aset Bersih (Net
Asset Value/NAV) sebesar Rp 48,9 triliun. NAV tersebut mengalami penurunan 20 persen
dibandingkan tahun 2022. “Gejolak harga komoditas sepanjang tahun 2023 telah berdampak
terhadap harga saham-saham perusahaan portofolio utama Saratoga yaitu PT Adaro Energy
Indonesia Tbk. (kode saham: ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (kode saham: MDKA).
Fluktuasi harga saham tersebut ikut berdampak terhadap NAV Saratoga pada akhir tahun lalu,”
jelas Devin.

Devin berkeyakinan bahwa dengan fundamental baik yang dimiliki, perusahaan portofolio seperti
ADRO dan MDKA akan mampu mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan
menguntungkan. Apalagi dua entitas perusahaan tersebut berada di sektor strategis, yaitu
komoditas batubara, emas, nikel dan juga bisnis hilirisasi komoditas, yang berdampak langsung
terhadap perekonomian global maupun domestik.

Direktur Keuangan Saratoga Lany D. Wong mengungkapkan, Saratoga berhasil dalam
memperkuat likuiditas internal pada tahun 2023. Hal ini terlihat dari penurunan posisi utang yang
juga berdampak pada terpangkasnya biaya bunga hingga 49 persen di tahun 2023. Keberhasilan
ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mengelola modal secara hati-hati ditengah masih
berlangsungnya iklim suku bunga dunia yang tinggi.

“Berdasarkan posisi 31 Desember 2023, kami menurunkan utang bersih Saratoga hingga 62
persen menjadi Rp 263 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 688 miliar. Kami juga
berhasil menjaga rasio biaya dan utang tetap berada pada tingkat yang sehat. Biaya operasional
Page 2
terhadap NAV masing-masing sebesar 0,5 persen dan loan to value menjadi 0,4 persen dari
sebelumnya 1,1 persen pada tahun 2022,” ungkap Lany.

Lany menyatakan, tahun ini Saratoga akan terus aktif dalam menjalankan strategi investasinya.
Langkah ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif.
Berakhirnya proses pemilihan umum secara damai pada Februari lalu juga menjadi modal yang
baik bagi pelaku usaha untuk terus berinvestasi dan mengembangkan bisnis mereka.

“Kami akan tetap fokus meningkatkan investasi di sektor ekonomi yang memberikan kontribusi
besar terhadap ekonomi Indonesia. Salah satu strateginya adalah memperkuat investasi di
portofolio yang sudah ada atau menambah portofolio baru yang memiliki prospek pertumbuhan
bisnis yang baik dalam jangka panjang,” tutup Lany.


Update Perusahaan Portofolio Saratoga

Perusahaan Terbuka

  1. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (kode saham: ADRO)

     Pada tahun 2023 ADRO berhasil melanjutkan kinerja positif dengan mencatat volume
     produksi batubara sebesar 65,9 juta ton, tumbuh 5 persen secara year on year (yoy) dengan
     volume penjualan naik 7 persen yoy menjadi sebesar 65,7 juta ton. Pencapaian tersebut di
     atas target tahun 2023 sebesar 62-64 juta ton.

     ADRO membukukan pendapatan pada tahun 2023 sebesar USD 6,5 miliar, turun 20 persen
     yoy dengan EBITDA operasional mencapai USD 2,6 miliar, menurun 49 persen yoy. Hal ini
     disebabkan oleh penurunan harga rata-rata penjualan batubara sebesar 26 persen yoy di
     tahun 2023.

     Walaupun demikian, neraca ADRO tetap terjaga di tingkat yang sehat dengan posisi kas
     bersih sebesar USD 1,9 miliar pada tahun 2023.

     Sepanjang tahun lalu, ADRO berhasil menjalankan sejumlah aksi korporasi, diantaranya;
     pada bulan Maret 2023 telah dilakukan groundbreaking proyek PLTA Mentarang Induk di
     Kalimantan Utara. Pembangkit listrik tersebut akan menghasilkan listrik sebesar 1.375 MW
     dengan estimasi investasi sebesar USD 2,6 miliar dan dioperasikan di bawah PT Kayan
     Hydropower Nusantara (KHN), yang dimiliki oleh ADRO (50 persen), Sarawak Energy
     Berhad (25 persen), dan PT Kayan Patria Pratama (25 persen).

     Selanjutnya, pada bulan Mei 2023 memperoleh pinjaman sebesar USD 1,6 miliar dan Rp
     2,5 triliun untuk pembangunan smelter aluminium.

  2. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (kode saham: MDKA)

     Pada tahun 2023, MDKA mencatat peningkatan produksi emas menjadi 138.666 ounce (oz),
     naik 11 persen secara tahunan. Sementara harga rata-rata penjualan emas juga meningkat
     8 persen yoy di level USD 1,939/oz. Produksi tembaga turun 35 persen yoy menjadi 12.706
     ton akibat adanya penundaan sementara dalam pengiriman bahan peledak. Produksi
     tembaga sudah menunjukkan pemulihan pada 4Q23.

     Pada komoditas nikel, tahun 2023 produksi nikel matte mencapai 30.333 ton sementara
     produksi NPI meningkat 68 persen yoy menjadi 65.117 ton sebagai dampak dari mulai
     beroperasinya smelter PT Zhao Hui Nickel (ZHN). Tambang Sulawesi Cahaya Mineral
Page 3
   (SCM) akan memasok sekitar setengah dari kebutuhan bijih nikel dari smelter yang dimiliki
   MBMA pada tahun 2024, sehingga mengurangi dampak dari fluktuasi harga nikel dunia.

   Pengiriman bijih Tambang SCM melonjak dari 43.989 ton pada kuartal III 2023 menjadi 2,9
   juta ton pada kuartal 4 2023. SCM menargetkan penjualan bijih nikel sebesar 15 juta ton
   pada tahun 2024 (4 juta ton safrolit dan 11 juta ton limonit).

   Pada bulan April 2023, salah satu anak perusahaan MDKA yakni PT Merdeka Battery
   Materials Tbk. (kode saham: MBMA) berhasil menyelesaikan Penawaran Umum Perdana
   (IPO) di Bursa Efek Indonesia (IDX). Dengan harga Rp 795 per lembar saham, IPO tersebut
   mendapat dukungan kuat dari investor domestik dan asing, dana kekayaan negara regional
   dan investor strategis. Penawaran tersebut melibatkan penerbitan 11,6 miliar saham baru,
   dengan total modal baru sebesar Rp 9,2 triliun, setara dengan 10,7 persen dari total saham
   yang beredar.

   Serangkaian aksi korporasi berhasil dijalankan oleh MBMA:

   MBMA telah mengumumkan rencana mengembangkan pabrik High-Pressure Acid Leaching
   (HPAL) di Kawasan Industri Konawe Indonesia di Sulawesi, Indonesia. Proyek HPAL ini
   akan menghasilkan total setara nikel 120 ribu ton per tahun yang dibagi menjadi dua tahap.
   Untuk tahap pertama, MBMA telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU)
   dengan Ningbo Brunp Contemporary Amperex Co. Ltd., afiliasi dari Brunp CATL.

   Pada bulan Juni 2023, MBMA telah mengakuisisi 60 persen saham (40 persen Tsingshan)
   di PT Huaneng Metal Industry (HNMI) senilai USD 75 juta, sebuah fasilitas konversi nikel
   bermutu tinggi matte (HGNM) yang berlokasi di dalam Indonesia Morowali Industrial Park
   (IMIP). HNMI mengolah nikel matte kadar rendah (LGNM) menjadi HGNM yang
   mengandung 70 persen nikel. Kapasitas produksi tahunan adalah 50 ribu ton per tahun.

   Pada bulan September 2023, MBMA telah menandatangani perjanjian definitif dengan GEM
   untuk membangun pabrik HPAL dengan kapasitas 30 ribu ton nikel yang terkandung dalam
   Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun.

   Pabrik HPAL akan dibangun di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan dioperasikan
   di bawah PT ESG New Energy Material (joint venture MBMA dan GEM) dengan target
   commissioning pada akhir tahun 2024 untuk tahap 1 dan pertengahan tahun 2025 untuk
   tahap 2. Pabrik ini juga akan membeli dan memproses bijih nikel laterit dari Tambang SCM
   MBMA berdasarkan perjanjian pasokan selama 20 tahun.

3. PT Samator Indo Gas Tbk. (kode saham: AGII)

   Pada bulan Maret 2023, CVC Capital Partners melalui Matrix Company Limited telah
   mengakuisisi saham minoritas yang signifikan (32,3 persen) di AGII dari pemegang saham
   yang ada sekitar USD 155 juta. Memanfaatkan jaringan dan pengalaman global CVC,
   investasi ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi AGII, termasuk transfer
   pengetahuan global dan berbagi praktik terbaik.

   AGII telah mengadakan peletakan batu pertama proyek pabrik barunya di Kawasan Industri
   Terpadu Batang (KITB) - Jawa Tengah. Pabrik tersebut akan menjadi pabrik ke-56 milik AGII
   dan dijadwalkan commissioning pada kuartal 4 2024. AGII juga telah menandatangani
   perjanjian jual beli dengan KCC Glass Corporation dari Korea Selatan pada November 2022.

   KCC juga sedang membangun pabrik di KITB yang diproyeksikan menjadi salah satu pabrik
   terbesar di Asia Tenggara.
Page 4
Perusahaan Non-Terbuka

 4. MGM Bosco Logistik (MBL)

    MBL merupakan penyedia layanan logistik rantai pendingin end-to-end mulai dari solusi
    pergudangan, pengiriman dan logistik dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri ini.
    Saat ini MBL memiliki dan mengelola empat fasilitas cold storage dengan total kapasitas
    lebih dari 35 ribu posisi palet. Lokasinya tersebar di Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa
    Timur, dan Sulawesi Selatan.

    Sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan logistik rantai dingin end-to-end terbesar
    di Indonesia, MBL mengoperasikan hampir 1.000 truk berpendingin yang dilengkapi dengan
    thermo-logger dan GPS. Fasilitas tersebut memungkinkan pelanggan memantau status
    pengiriman dan konfigurasi suhu produk.

    Sejalan dengan komitmen Saratoga untuk meningkatkan kapasitas bisnis MBL, pada tahun
    2023 Saratoga meningkatkan kepemilikan sahamnya di perusahaan ini menjadi pemegang
    saham mayoritas.

 5. Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA)

    Pada tahun 2023 telah meluncurkan Bersama Digital Data Centers (BDDC) sebagai bagian
    dari BDIA, yang memiliki dan mengoperasikan pusat data operator netral dalam kota di
    beberapa lokasi strategis yang terhubung di wilayah Jakarta.

    BDDC telah mengakuisisi 2 lokasi: PT Rumah Data Kita (Jakarta Selatan) yang masih dalam
    tahap konstruksi dan PT PCDC Propco One AtriaDC (Jakarta Barat) yang sudah beroperasi.
    BDDC memiliki total kapasitas desain hingga 60MW dan menempati area ruang data
    melebihi 20,000 meter persegi, dengan potensi menampung lebih dari 9,000 rak.

 6. Xurya Daya Indonesia (Xurya)

    Xurya merupakan pengembang proyek tenaga surya (solar developer) yang telah dipercaya
    oleh lebih dari 100 perusahaan untuk memasang dan mengoperasikan pembangkit listrik
    tenaga surya atap di gedung mereka. Jumlah PLTS Atap yang sudah beroperasi mencapai
    150 proyek dan tersebar di 11 provinsi di Indonesia. Xurya diakui dalam Forbes Asia “100 to
    Watch List”.

    Xurya telah menjalin kerjasama strategis dengan PLN Icon Plus dan PLN UID Jawa Barat.
    Bersama PLN, Xurya akan membuat rencana kolaborasi bisnis pemanfaatan EBT,
    penyediaan sistem fotovoltaik, sistem manajemen energi, manajemen karbon, dan
    sertifikasi energi terbarukan.

    Pada tahun 2023, Xurya berhasil melipatgandakan kapasitas energi mereka dan
    diperkirakan melakukan carbon offset setidaknya sebesar 54.000 ton CO2 pada bulan
    Januari hingga Desember 2023.

    Sepanjang 2023, Xurya telah menyelesaikan konstruksi dan mengoperasikan 58 proyek
    baru di sejumlah lokasi seperti Grup Trans Shopping Mall, Plaza Indonesia, PT Sariguna
    Primatirta (CLEO), PT Serena Indopangan Industri (Khong Guan Group) dan Rumah Sakit
    Islam Surabaya Jemursari.

                                      ***SELESAI***
Page 5
Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk.
Didirikan pada tahun 1997, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG)
adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola
perusahaan investee dan berinvestasi di perusahaan yang inovatif serta memiliki potensi pertumbuhan
yang tinggi di Asia Tenggara. Perusahaan memiliki rekam jejak yang kuat dalam mengidentifikasi,
mengembangkan serta menciptakan nilai tambah dari perusahaan-perusahaan dimana kami
berinvestasi.

Strategi investasi Saratoga terus disempurnakan seiring dengan perubahan jaman, berkembang dari
fokus awal kami pada sektor-sektor sumberdaya alam, infrastruktur dan produk konsumer hingga
keikutsertaan kami di berbagai sektor pertumbuhan baru, termasuk di bidang teknologi digital,
pelayanan kesehatan, dan energi terbarukan yang kini berkembang pesat dan semakin menjadi unsur
penting dalam pertumbuhan perekonomian nasional yang berkelanjutan.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif kelas dunia dan menjadi mitra
pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi
Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

Contact:
General:                                               Financials:
Corporate Secretary                                    InvestorRelations
corporate.secretary@saratoga-investama.com             investor.relations@saratoga-investama.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.26 MB
Published18 Mar 2024
Pages5
Characters14,185
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result