Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ASET
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2g, 4 4.457.991.423 5.257.129.310
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2h, 5 503.554.298 534.480.314
Piutang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 2h, 6 87.842.185 108.393.374
- Pihak Berelasi 6, 12b 41.625.000.000 2.970.000
Persediaan 2i, 7 574.887.379 462.009.136
Perlengkapan 2i, 8 1.730.898.310 1.737.354.207
Pajak Dibayar Di Muka 2r, 16a 2.517.437.639 4.833.757.189
Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka 9 1.319.302.069 706.516.501
Jumlah Aset Lancar 52.816.913.303 13.642.610.031
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 2l, 10 362.827.119.642 398.279.049.950
Aset Pajak Tangguhan 2r, 16d 2.080.369.512 2.080.369.512
Aset Lain-lain 11 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 366.107.489.154 401.559.419.462
JUMLAH ASET 418.924.402.457 415.202.029.493
CTRL 418.924.402.457 415.202.029.493
- -
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
1
Page 3
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2n, 13a 842.536.020 328.789.289
Utang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 14 259.787.815 142.261.465
- Pihak Berelasi 2f, 12c 16.401.155.170 10.638.397.670
Utang Pajak 16b 700.313.835 719.052.724
Beban Akrual 15 1.292.879.741 1.822.531.541
Jaminan Pelanggan 20 198.134.599 400.525.986
Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
tempo dalam Waktu Satu Tahun:
- Utang Bank 17 10.569.797.533 10.116.517.299
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2s, 18 5.056.400 21.980.000
Jumlah Liabiltas Jangka Pendek 30.269.661.113 24.190.055.974
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12b, 14 116.830.124.956 116.830.124.956
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
Satu Tahun:
- Utang Bank 17 36.583.417.941 39.564.927.798
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2r, 18 - -
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2t, 19 1.760.091.605 1.760.091.605
Liabilitas Pajak Tangguhan 49.854.400.748 53.577.599.558
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 205.028.035.250 211.732.743.917
Jumlah Liabilitas 235.297.696.363 235.922.799.891
CTRL 235.297.696.363 235.922.799.891
- -
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 4
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
-1.000.003.979 lembar saham pada 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024 21 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.491.453.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 170.674.642.513 183.875.074.658
Pendapatan Komprehensif Lainnya 1.625.023.528 1.625.023.528
Saldo Laba Ditahan (112.852.126.581) (130.374.575.393)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 173.939.391.230 169.617.374.563
Kepentingan Non Pengendali 23 9.687.314.864 9.661.855.039
Jumlah Ekuitas 183.626.706.094 179.279.229.602
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 418.924.402.457 415.202.029.493
CTRL 418.924.402.457 415.202.029.493
- -
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 5
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Maret 2025
PENDAPATAN
Hotel 4.886.764.790 4.418.696.409
Spa 33.289.256 31.867.149
Jumlah Pendapatan 2q, 24 4.920.054.046 4.450.563.558
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Hotel (2.127.976.137) (1.649.917.683)
Spa (21.738.435) (17.654.699)
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 2q, 25 (2.149.714.572) (1.667.572.382)
LABA KOTOR 2.770.339.474 2.782.991.176
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 2q, 26 (296.576.593) (232.849.430)
Beban Umum dan Administrasi 2q, 27 (5.782.162.457) (5.373.135.952)
Jumlah Beban Usaha (6.078.739.050) (5.605.985.382)
RUGI USAHA (3.308.399.576) (2.822.994.206)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga 9.984.085 9.130.995
Beban Keuangan 28 (1.189.337.893) (1.408.108.946)
Lain-Lain - Bersih 5.113.121.752 200.445.438
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain 3.933.767.944 (1.198.532.513)
LABA SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK 625.368.368 (4.021.526.719)
PENGHASILAN
Pajak Final - -
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 625.368.368 (4.021.526.719)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Tangguhan - -
LABA TAHUN BERJALAN 625.368.368 (4.021.526.719)
CTRL (3.097.830.443,00) (4.021.526.719)
3.723.198.811,00 -
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 6
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Maret 2025
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
Laba Rugi:
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait 3.723.198.810 -
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan 3.723.198.810 -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 4.348.567.178 (4.021.526.719)
LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 674.340.720 (3.970.606.583)
Kepentingan Non-Pengendali (48.972.352) (50.920.136)
Jumlah 625.368.368 (4.021.526.719)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 4.397.539.530 (3.970.606.583)
Kepentingan Non-Pengendali (48.972.352) (50.920.136)
Jumlah 4.348.567.178 (4.021.526.719)
LABA PER SAHAM DASAR 32 0,63 (4,02)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 7
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Ekuitas Saldo Laba Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Lainnya (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
SALDO PER 31 DESEMBER 2024 100.000.397.900,00 14.491.453.870,00 183.875.074.658,00 1.630.418.401,00 (114.862.484.236,00) 185.134.860.593,00 9.852.844.416,00 194.987.705.009,00
Penyesuaian Tahun Sebelumnya - - - - - - - -
Rugi Tahun Berjalan - - - - - - - -
Pengukuran Kembali Liabilitas -
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
SALDO PER 31 MARET 2025 100.000.397.900,00 14.491.453.870,00 183.875.074.658,00 1.630.418.401,00 (114.862.484.236,00) 185.134.860.593,00 9.852.844.416,00 194.987.705.009,00
Penyesuaian Tahun Sebelumnya - - - - (76.804.325,00) (76.804.325,00) - (76.804.325,00)
Rugi Tahun Berjalan - - - - (15.435.286.832,00) (15.435.286.832,00) (191.669.423,00) (15.626.956.255,00)
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - (5.394.873,00) - (5.394.873,00) 680.046,00 (4.714.827,00)
SALDO PER 31 DESEMBER 2025 100.000.397.900,00 14.491.453.870,00 183.875.074.658,00 1.625.023.528,00 (130.374.575.393,00) 169.617.374.563,00 9.661.855.039,00 179.279.229.602,00
Penyesuaian Tahun Sebelumnya - - - - (75.522.863,00) (75.522.863,00) 74.432.177,00 (1.090.686,00)
Rugi Tahun Berjalan - - - - 674.340.720,00 674.340.720,00 (48.972.352,00) 625.368.368,00
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan
Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Surplus Revaluasi Aset Tetap - - (13.200.432.145,00) - 16.923.630.955,00 3.723.198.810,00 - 3.723.198.810,00
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - -
SALDO PER 31 MARET 2026 100.000.397.900,00 14.491.453.870,00 170.674.642.513,00 1.625.023.528,00 (112.852.126.581,00) 173.939.391.230,00 9.687.314.864,00 183.626.706.094,00
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2026 DAN 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Maret 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 4.610.777.189 4.356.273.810
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (5.690.833.332) (3.357.473.663)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (3.623.957.088) (2.952.840.321)
Kas yang dihasilkan dari operasi (4.704.013.231) (1.954.040.174)
Penerimaan (Pembayaran):
Penerimaan Bunga 9.984.085 9.130.995
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya 6.230.269.636 (146.108.033)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi 1.536.240.490 (2.091.017.212)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 10 (227.524.890) (14.039.000)
Aset Tetap dalam Pembangunan 10 (5.064.002) (137.432.224)
Penjualan Aset Tetap 37.500.000.000 191.351.351
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi 37.267.411.108 39.880.127
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
(Peningkatan) Penurunan Piutang Pihak Berelasi (41.622.030.000) -
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 (5.056.400) (16.485.000)
Pembayaran Utang Bank 17 (2.550.000.000) (2.250.000.000)
Peningkatan (Penurunan) Utang Pihak Berelasi 5.762.757.500 4.768.054.726
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan 17, 18, 28 (1.188.460.585) (1.407.000.646)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (39.602.789.485) 1.094.569.080
PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (799.137.887) (956.568.005)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE 2g, 4 5.257.129.310 5.722.483.612
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE 2g, 4 4.457.991.423 4.765.915.607
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 9
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo,
SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April
2005. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
dilakukan berdasarkan Akta Notaris No.167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H.,
M.Hum., M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”),
antara lain tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan
menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum
kepada masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember 2024.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas perusahaan
holding , dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai pengumuman
laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni 2023. Perubahan
dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27
Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018 tanggal
28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal
sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp165 per
saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-171/D.04/2018,
Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah
yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam
akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan
22). Pada tanggal 10 Desember 2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
8
Page 10
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum (Lanjutan)
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000
yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran
Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut.
Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023
dengan mengisi tabel sebagai berikut:
Nama Waran Tanggal Lembar Saham Nilai Nominal Harga Jumlah (Rp) (lembar
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3100 100 600 1.860.000
Jumlah 3979 2.387.400
Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember 2023)
dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.
c. Entitas Anak
Pertanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak
berikut ini:
Persentase Tahun
Entitas anak Kedudukan Jenis Usaha kepemilikan operasi Jumlah aset sebelum eleminasi
efektif komersial
31 Desember
31 Maret 2026
2025
Kepemilikan langsung oleh Perusahaan Rp. 000 Rp. 000
PT Tanjung Karoso Permai Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 136.606.763 136.657.582
("TKP")
PT Dwimukti Mitra Wisata Jakarta Perhotelan 99,00 2013 62.038.415 13.649.028
("DMW")
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW") dari
Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham (atau
sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49% kepemilikan dalam
DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut adalah sebesar 50% dan
sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 25%. Nilai
buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada
Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
9
Page 11
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (Lanjutan)
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari Herman
Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau sebesar 25%
kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan dalam DMW)
dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar Rp2.450.000.000. Setelah
pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh
Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara nilai perolehan investasi dengan
proporsi nilai buku aset bersih entitas anak sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai
Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian
Ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025 (catatan 22).
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Floreta Tane Floreta Tane
Direktur Sorta Delima Rosida Sorta Delima Rosida
Elisabeth Cesilia Purba Elisabeth Cesilia Purba
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 November 2024, para pemegang saham
menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Utama dan Sorta Delima Rosida Elisabeth
Cesilia selaku Direktur Perusahaan terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini diaktakan dengan akta
notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.167 tanggal 20 November 2024 dan telah dicatatkan
oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-
0285089 tanggal 6 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Margaretha R.W. Tanaji Margaretha R.W. Tanaji
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
Pada tanggal 28 Agustus 2024 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan surat
keputusan Direksi Perusahaan No.126/SMK-Dir/SK/VIII/2024 tentang pengangkatan sekretaris Perusahaan,
mengangkat Margaretha R.W. Tanaji sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan Yovita. Pengangkatan
Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat
No.Ref.:126/SMK-Dir/SK/VIII/2024.
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp1.460.537.700
dan Rp2.255.668.100.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan
masing-masing 11 karyawan tetap.
10
Page 12
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di jalan
Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan luas
lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak,
kawasan pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah
diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2026.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan (Historical
Cost ), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam masing-masing
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area
yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan
estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ), kecuali
Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode
Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah Rupiah
yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
11
Page 13
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 namun tidak berdampak material terhadap laporan
keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
• Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang Kekurangan Ketertukaran.
• PSAK 117 “Kontrak Asuransi”.
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan
dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan adalah
sebagai berikut:
Efektif 1 Januari 2026
• Amendemen PSAK 109 “Instrumen Keuangan” terkait Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan,
serta Mengklarifikasi Penilaian Karakteristik Arus Kas untuk Aset Keuangan dengan fitur ESG-linked
Aset Keuangan dengan Fitur non-resources dan Instrumen yang Terikat Secara Kontraktual seperti
Tranche .
• PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan” terkait Persyaratan Pengungkapan Investasi pada Instrumen Ekuitas yang Diukur pada Nilai
Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain dan Menambah Ketentuan terkait Instrumen Keuangan
dengan Persyaratan Kontraktual yang Mengubah Waktu atau Jumlah Arus Kas Kontraktual.
Efektif 1 Januari 2027
• PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” merujuk pada pengaturan dalam
IFRS 18 “Presentation and Disclosure in Financial Statements ”, kecuali:
1. PSAK 118 paragraf 02a tentang ruang lingkup menambahkan pengaturan bahwa PSAK 118 tidak
berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 401
“Penyajian Laporan Keuangan Syariah”.
2. PSAK 118 Lampiran A tentang definisi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dengan
mengakomodir peran Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”) dan
Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI sebagai penyusun Standar Akuntansi Keuangan, serta
regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.
• Penyesuaian tahunan PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan”, PSAK 109 “Instrumen Keuangan” dan PSAK 207 ”Laporan Arus
Kas”.
Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mempelajari dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan
keuangan konsolidasian Perusahaan.
c. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki pengendalian.
Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian
yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan
secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak
dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup kehilangan pengendalian.
12
Page 14
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(i) Entitas anak (Lanjutan)
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi. Kerugian
yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh entitas anak telah
diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh Grup.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338 “Kombinasi
Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan nilai tercatat aset
neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di ekuitas.
Berdasarkan PSAK 338 tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari entitas yang
bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode
komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal
periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada entitas
asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya diakui pada
nilai perolehan.
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan, atau
liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan selisih lebih dari nilai
perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi
dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup atas nilai wajar aset neto
teridentifikasi entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus pembelian diskon, selisih
tersebut diakui pada laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 111, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari
pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan pengaturan
tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas, setelah
pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba rugi
dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada penghasilan
komprehensif lainnya.
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau ventura
bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian yang belum
direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang
dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah diubah jika diperlukan
untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh Grup.
13
Page 15
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(iv) Metode ekuitas (Lanjutan)
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau melebihi
kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan, Grup
menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau melakukan
pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi
penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian, maka nilai
tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan
kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2m.
d. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”).
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut ke
dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian.
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup. Keuntungan dan
kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari
penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada
akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 31 Maret 2026 dalam nilai penuh adalah Rp16.993 (31
Desember 2025: Rp16.782).
e. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang diatur
dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga
bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi
penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
14
Page 16
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang diberikan
dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak ketiga atau pihak
yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau
kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang tersebut dikelompokkan
sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan provisi
atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan ketika
terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai terutang
sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat
menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak
didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-lain,
neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang rugi
penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut
dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas
piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “(beban)/pendapatan lain-lain, neto”
pada laba rugi.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan metode
Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan
ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
i. Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum dimanfaatkan.
Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka pembelian merupakan
pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan beban lainnya. Pembayaran
dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan
laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari
12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan
sebagai aset tidak lancar.
15
Page 17
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah antara
jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada melalui
pemakaian berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan
berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi. Manajemen
harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi ketentuan
pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.
k. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
PSAK 216, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode Garis
Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Bangunan Semi Permanen 10
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut,
sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan
dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah (kapitalisasi) pada
jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan disesuaikan
jika perlu.
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset tersebut
selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.
16
Page 18
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup menerapkan PSAK 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi
dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset keuangan
berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan arus kas
kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis
atas aset keuangan tersebut.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat pengakuan
awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis
atas aset keuangan tersebut.
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan pengakuannya
ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah kedaluwarsa atau dialihkan
dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam hal
aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan pada
nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
17
Page 19
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (Lanjutan)
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
mengklasifikan instrumen utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual, dimana
arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan
menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan
diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam keuntungan/ (kerugian) lainnya
bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs. Penurunan nilai aset keuangan disajikan
terpisah dalam laba rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas
kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan pembayaran
pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Mutasi dalam
jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pengakuan
keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan dan kerugian
selisih kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya,
akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif
lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga
dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga
efektif. Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan
penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba rugi.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup telah
memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada
penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian dari
nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi tersebut terus
diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran
ditetapkan. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai wajarnya.
Pada 31 Desember 2025, Grup telah memilih untuk mengukur seluruh aset keuangan instrumen
ekuitas pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Perubahan nilai wajar aset keuangan
tersebut dicatat pada akun penghasilan komprehensif lain di bagian ekuitas pada neraca dan tidak
akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat dihentikan pengakuannya.
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut
telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian nilai wajar
yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
18
Page 20
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara
bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau
kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
m. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”)
yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo
piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian terhadap
instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan
nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan.
n. Utang usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok dalam
kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila pembayaran
jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
o. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah
setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP
pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto
yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada
tahun berjalan.
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk
KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai goodwill. Jika
imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka selisihnya diakui dalam
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan perubahan
pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak menimbulkan laba rugi bagi
seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut. Selisih antara harga
pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada
tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.
19
Page 21
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak
untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak
entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika
pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah
imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan
kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama
masa kontrak.
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri
relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat
diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian
ditambah margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa
yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa
tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang sesuai
untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa
sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan ke jumlah
tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
20
Page 22
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba rugi,
kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam ekuitas atau
dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam ekuitas
atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
posisi keuangan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan tarif pajak
yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang diharapkan akan
diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas pajak
tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa
mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan
liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas
kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo
tersebut secara neto.
r. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa aset tetap tertentu
dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan
nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-
guna atau masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang
disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke
laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
21
Page 23
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
s. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu ditentukan
dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit ” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang
memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung
diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi
pada saat terjadinya.
t. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 370 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak". PSAK ini
mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan
Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah pengakuan
awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara
kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode Surat
Keterangan disampaikan.
u. Informasi Segmen
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi
sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal
di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
- yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
- yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.
22
Page 24
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak
diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
w. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai dampak dari
ketidakpastian tersebut.
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan situasi
akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perusahaan. Dalam
keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi dan
dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda
dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang dilaporkan
dalam periode mendatang.
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi
penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif
bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk
memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi
perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi (capital
allowance ) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas perhitungan beban
pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan melibatkan
penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya transaksi dan perhitungan yang
dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak selama bisnis normal.
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan, dapat
berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat perbedaan
perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak tersebut dibuat.
23
Page 25
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pajak penghasilan dan pajak lainnya (Lanjutan)
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance , dan perbedaan temporer
lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat diterima kembali,
dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan. Sama seperti
“penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat dihasilkan sangat
dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga komoditas, dan lain-lain; yang
mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan perubahan keadaan akan mengubah
proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial
berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan) pensiun neto
mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi ini akan
mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas
estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan pascakerja.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi
pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang
serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji
dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai. Penentuan
nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan
asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga komoditas (mempertimbangkan
harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait), cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’),
biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal di masa depan. Estimasi dan asumsi ini
terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah
proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu,
sebagian atau seluruh nilai tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi
pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.
24
Page 26
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Kas 93.919.463 74.561.700
Kas di bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 1.693.087.475 1.988.577.189
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.405.131.658 1.903.767.359
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 241.108.754 264.989.278
PT Bank Pan Indonesia Tbk 15.252.053 15.344.915
PT Bank Bukopin Tbk 7.497.499 7.587.499
3.362.077.439 4.180.266.240
Deposito Berjangka
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Capital 501.994.521 502.301.370
PT Bank MNC 500.000.000 500.000.000
1.001.994.521 1.002.301.370
Jumlah 4.457.991.423 5.257.129.310
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 6,50% - 7,25%
per tahun pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan
seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang lainnya
dengan rincian per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pelanggan yang telah check out:
MG BedBank 177.568.000 205.822.000
Pelanggan sektor pemerintahan 140.216.350 97.523.600
Online Travel Agent 62.989.063 17.253.000
Klik N Book 34.070.000 27.016.000
Terang Wisata Jakarta 20.670.000 -
PT Petrosea Tbk 13.800.000 -
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 10.000.000) 9.106.294 112.714.818
Sub Jumlah 458.419.707 460.329.418
Pelanggan yang belum check out 37.411.568 75.829.938
Kartu Debit 13.949.765 315.000
Kartu Kredit 587.300 4.820.000
510.368.340 541.294.356
Provisi atas penurunan nilai (6.814.042) (6.814.042)
Jumlah 503.554.298 534.480.314
25
Page 27
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
0 - 30 hari 493.838.340 365.799.050
31 - 60 hari 16.030.000 143.179.320
61 - 90 hari 500.000 23.793.334
> 90 hari - 8.522.652
510.368.340 541.294.356
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 519.017.306 534.480.314
Penjualan 4.920.054.046 20.728.192.009
Kolektibilitas Piutang 9 hari 9 hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta
tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 6.814.042 4.161.434
Penambahan (pemulihan) Penyisihan - 2.652.608
Saldo akhir 6.814.042 6.814.042
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi kerugian
dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Karyawan 86.224.800 106.775.000
Piutang Bunga 1.617.385 1.618.374
Sub Jumlah 87.842.185 108.393.374
Pihak berelasi (Catatan 12b) 41.625.000.000 2.970.000
41.712.842.185 111.363.374
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 41.712.842.185 111.363.374
Seluruh piutang lain-lain dalam mata uang Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan cadangan
kerugian penurunan nilai.
26
Page 28
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Makanan 176.847.849 107.724.497
Minuman 102.943.232 64.710.910
Lain-lain 295.096.298 289.573.729
Jumlah 574.887.379 462.009.136
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp254.868.877 dan Rp356.454.718 untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu
dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh persediaan
dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian,
kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan persediaan
yang tidak diasuransikan.
8. PERLENGKAPAN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Linen 1.278.025.235 1.285.802.292
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 172.978.563 168.766.713
Barang Pecah Belah 164.331.790 157.757.265
Perangkat Makan Perak 34.555.278 29.795.276
Seragam 25.274.393 29.840.810
Lain-lain 55.733.051 65.391.851
Jumlah 1.730.898.310 1.737.354.207
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Uang muka:
Uang muka pembelian 186.238.151 181.551.173
Uang muka karyawan 3.000.000 3.000.000
Biaya Dibayar di Muka:
Beban Tangguhan 632.986.339 311.322.356
Perijinan 298.764.708 69.724.525
Asuransi 141.322.234 50.684.052
Kontrak Service 56.990.637 19.252.673
Lain-lain - 70.981.722
Jumlah 1.319.302.069 706.516.501
Bagian lancar 1.319.302.069 706.516.501
Bagian tidak lancar - -
1.319.302.069 706.516.501
27
Page 29
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP
31 Maret 2026
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 332.483.700.000 - 18.761.600.000 - 313.722.100.000
Bangunan 73.789.700.000 - 17.608.500.000 - 56.181.200.000
Kendaraan 8.104.140.022 - - - 8.104.140.022
Perabot dan peralatan 17.175.816.895 227.524.890 - - 17.403.341.785
-
Jumlah Pemilikan
Langsung 431.553.356.917 227.524.890 36.370.100.000 - 395.410.781.807
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 170.413.010 5.064.002 - - 175.477.012
-
Jumlah 432.006.369.927 232.588.892 36.370.100.000 - 395.868.858.819
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 11.105.293.846 1.301.845.554 2.244.220.588 - 10.162.918.812
Kendaraan 8.035.815.744 31.261.600 - - 8.067.077.344
Perabot dan peralatan 14.492.010.387 225.532.634 - - 14.717.543.021
-
Jumlah Pemilikan Langsung 33.633.119.977 1.558.639.788 2.244.220.588 - 32.947.539.177
--
Aset Hak Guna
Kendaraan 94.200.000 - - - 94.200.000
Nilai buku - bersih 398.279.049.950 362.827.119.642
31 Desember 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - 269.200.000,00 - 8.104.140.022
Perabot dan peralatan 16.249.974.135 627.713.833 85.490.337 383.619.264 17.175.816.895
-
Jumlah Pemilikan Langsung 430.896.714.157 627.713.833 354.690.337 383.619.264 431.553.356.917
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 201.795.000 352.237.274 - (383.619.264) 170.413.010
-
Jumlah 431.381.109.157 979.951.107 354.690.337 - 432.006.369.927
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 5.552.646.923 5.552.646.923 - - 11.105.293.846
Kendaraan 8.080.561.309 224.454.435 269.200.000 - 8.035.815.744
Perabot dan peralatan 13.844.502.894 732.997.830 85.490.337 - 14.492.010.387
-
Jumlah Pemilikan Langsung 27.477.711.126 6.510.099.188 354.690.337 - 33.633.119.977
--
Aset Hak Guna
Kendaraan 58.875.000 35.325.000 - - 94.200.000
Nilai buku - bersih 403.844.523.031 398.279.049.950
28
Page 30
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat (Pejompongan),
Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso) dan Bali (Canggu)
dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31 Desember 2025 dan 2024.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai, Jakarta
Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu) digunakan oleh PT
Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan. Pada tahun 2025 dan 2024,
tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman bank
yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tertanggal
8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas 1.500 m2 yang
berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp15.800.000.000. Aset tersebut telah
diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan PT Setia utama Island.
Aset tanah dan bangunan villa di Kepulauan Seribut sedang dalam proses penjualan dengan cara pengalihan
PPJB oleh Perusahaan kepada pihak berelasi (Catatan 37).
Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani Kesepakatan
Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual, mengalihkan,
memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan bangunan Villa di
Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat tetap, belum termasuk
pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses penjualan ini.
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel yang masih dalam tahap
penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 1.558.639.788 1.633.879.325
Jumlah 1.558.639.788 1.633.879.325
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp19.783.172.151 dan
Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam, kebakaran
dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp94.111.473.182 pada 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025. Manajemen akan meningkatkan nilai pertanggungan tersebut untuk
menutupi kerugian yang mungkin terjadi.
Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Harga jual 37.500.000.000 191.351.352
Nilai buku 34.125.879.412 -
Laba atas penjualan aset tetap 3.374.120.588 191.351.352
29
Page 31
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No. 00068/2.0004-
14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan yang ditandatangani oleh
Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang wajar dan Peraturan
Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian properti di pasar modal.
Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember 2023 hanya untuk tujuan akuntansi sesuai
dengan PSAK No. 216 tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan pajak. Penentuan nilai wajar
dilakukan dengan metode pendekatan biaya.
31 Desember 2023
No. Lokasi Alamat Aset Jenis Aset Nilai Wajar Metode Pendekatan
1. Jakarta Jl. Falatehan I No. 21-22 Tanah (523 m2) 36.262.200.000 Pendekatan Biaya
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Bangunan (3.020 m2) 21.744.000.000 dan Pendapatan
2. Jakarta Jl. Penjernihan Bendungan Tanah (501 m2) 29.904.700.000 Pendekatan Biaya
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat Bangunan (2.974 m2) 19.925.800.000 dan Pendapatan
3. Jakarta Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok Pinang Tanah (3.027 m2) 60.181.200.000 Pendekatan Pasar
Kec. Kebayoran Lama Jakarta Selatan
4. Jakarta Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu Raya No. Bangunan - Apartemen 2.020.600.000 Pendekatan Pasar
12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan Lexington (68 m2)
Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu Raya No. Bangunan - Apartemen 2.279.400.000 Pendekatan Pasar
12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan Lexington (76 m2)
5. Jakarta Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau Seribu Tanah (1.500 m2) 18.761.600.000 Pendekatan Biaya dan
Selatan, Kep. Seribu Pendapatan
Bangunan (1.677 m2) 17.608.500.000
6. Sumba Barat Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab. Sumba Tanah (1.162.282 m2) 135.615.700.000 Pendekatan
Daya, Nusa Barat Nusa Tenggara Timur Pendapatan
Tenggara
Timur
7. Canggu, Bali Jalan Raya Kayutulang, Tanah (7.230 m2) 51.758.300.000 Pendekatan Biaya
Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bali Bangunan (1.674 m2) 10.211.400.000 dan Pendapatan
Jumlah 406.273.400.000
11. ASET LAIN-LAIN
Rincian per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 1.200.000.000 1.200.000.000
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi BNI, yang
dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
30
Page 32
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan pihak-
pihak berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No. Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas Anak
2. PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang sama Piutang lain-lain; Utang lain-
dengan Perusahaan dan Entitas lain
Anak
3. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang sama Piutang lain-lain; Utang lain-
dengan Perusahaan dan Entitas lain
Anak
4. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang sama Piutang lain-lain; Utang lain-
dengan Perusahaan dan Entitas lain
Anak
5. PT Sungai Mas Konstruksi Di bawah pengendali yang sama Piutang lain-lain
dengan Perusahaan dan Entitas
Anak
b. Piutang lain-lain
31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Sungai Mas Konstruksi 41.625.000.000 2.970.000
PT Sotis Hotel Manajemen - 2.970.000
41.625.000.000 5.940.000
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 41.625.000.000 5.940.000
Bagian lancar 41.625.000.000 2.970.000
Bagian tidak lancar - 2.970.000
Jumlah 41.625.000.000 5.940.000
Persentase terhadap jumlah aset 0,10 0,00
c. Utang lain-lain
31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Dwimukti Graha Elektrindo 111.202.426.473 111.202.426.473
PT Dwimukti Inti Boga 14.901.924.170 9.113.366.670
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 5.627.698.483
PT Sotis Hotel Manajemen 1.499.231.000 1.525.031.000
Jumlah 133.231.280.126 127.468.522.626
Bagian lancar 16.401.155.170 10.638.397.670
Bagian tidak lancar 116.830.124.956 116.830.124.956
Jumlah 133.231.280.126 127.468.522.626
Persentase terhadap jumlah liabilitas 0,57 0,54
31
Page 33
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
c. Utang lain-lain (lanjutan)
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo utang per 31 Maret 2026 menjadi sebesar
Rp111.202.426.473 terdiri dari saldo utang PT SMK sebesar Rp87.371.486.634, PT DMW sebesar
Rp19.594.205.811 dan saldo utang PT TKP sebesar Rp 4.236.734.028.
a. SMK
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman
Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang tersebut telah
dinyatakan dalam Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari waktu ke
waktu sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-DGE/PH/XII/2024
sebesar Rp9.585.483.185.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
DGE. Hasil Novasi tersebut mengakibatkan Perusahaan mempunyai kewajiban pembayaran hutang
kepada DGE sebesar Rp86.436.286.635
Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari DGE berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 005A/SMK-
DGE/PP/I/2025 tertanggal 2 Januari 2025. Pinjaman tersebut diberikan sampai dengan paling banyak
sebesar Rp940.000.000, berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan
Perjanjian dan akan berakhir tanggal 2 Januari 2027, bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap ataupun seluruhnya
secara sekaligus, sesuai dengan kemampuan kondisi keuangan Perusahaan.
Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut diatas, saldo utang SMK kepada DGE sebesar
Rp87.371.486.634
b. DMW
DMW melakukan transaksi dengan pihak berelasi DGE yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang,
serta pembayaran terlebih dahulu beban-beban usaha dan transaksi lainnya.
Atas transaksi tersebut Perusahaan dan DGE tersebut telah terikat hubungan hutang piutang
berdasarkan:
1) Nota Kesepahaman tertanggal 29 Desember 2017 juncto Addendum Nota Kesepahaman tertangal
31 Desember 2018 juncto Penegasan Kedua Nota Kesepahaman tertanggal 30 Desember 2022
2) Perjanjian Penegasan Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 191a/PPHS/XII/2021 tertanggal 31
Desember 2021 juncto Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.282/PPPS/XII/2022 tertanggal 30
Desember 2022 juncto Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023
tertanggal 29 Desember 2023 juncto Addendum III Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 213/DGE-
DMW/PHP/XII/2024 tertanggal 30 Desember 2024 juncto Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang
Nomor : 260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025.
32
Page 34
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
c. Utang lain-lain (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE
untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk mengubah
ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh
DMW kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal
30 Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan
Perjanjian, tetap berlaku sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW kepada
DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat sisa
pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan
dalam Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow DMW.
DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar Rp88.425.009.260.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pengalihan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
Nomor:225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
DGE sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.811.
Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025
tertanggal 30 Desember 2025 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp19.594.205.811.
33
Page 35
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
c. TKP
TKP memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") berdasarkan Perjanjian
Hutang Piutang No. 190a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 untuk keperluan operasional.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow TKP.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
2022 TKP mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548. Pinjaman tersebut
diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
cash flow TKP.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 tertanggal 31
Desember 2024 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp3.457.556.303.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.355/TKP-DGE/PHP-Addendum/XII/2025
tertanggal 31 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp4.236.734.028.
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal 5 Januari 2015 antara
DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk memberikan pinjaman
sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara bertahap. Atas
pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
1. Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW mengakui utang
kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2016
adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
2. Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW mengakui utang
kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2017
adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
3. Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Mei
2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
4. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per
31 Desember 2018 sebesar Rp6.627.698.483.
5. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang
DMW per 31 Desember 2021 sebesar Rp6.627.698.483.
34
Page 36
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA") (Lanjutan)
a. DMW (Lanjutan)
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
6. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per
31 Desember 2022 sebesar Rp6.627.698.483.
7. Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember
2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo
utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
8. Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
Desember 2025 dan 2024 sebesar Rp5.627.698.483
Pada tahun 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari Herman Hery Adranacus
sebesar Rp5.627.698.483 berdasarkan surat Pengakuan Hutang No. 357/DMW-HH/PPH/XII/2025
tertanggal 30 Desember 2025. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan Perusahaan.
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas Anak
bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari SHM. Atas
perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari incentive management
fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib
mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit ) hotel setiap bulannya sebagai cadangan untuk
penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel. Dalam tahun 2025
dan 2024, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada SHM masing-masing sebesar Rp1.800.000.000
yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27).
Pada tahun 2025, biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis
Hotel sebesar Rp987.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) ini tidak dikenakan
biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum dilakukan oleh
Perusahaan.
Perusahaan melakukan transaksi dengan SHM yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang yang
diperuntukan bagi keperluan operasional usaha. Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang Nomor 177/DMW-
SHM/XII/2018 tertanggal 31 Desember 2018 dan Addendum V Perjanjian Hutang Piutang No.358/DMW-
HH/PHP-Addendum/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman
dari DGE sebesar Rp538.031.000. Pinjaman diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya
Total Utang DMW kepada SHM sebesar Rp1.499.231.000 dan Rp1.525.031.000 pada 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025.
35
Page 37
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (lanjutan)
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
Per 31 Maret 2026, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp14.901.924.170 terdiri
dari saldo utang SMK sebesar Rp4.084.320.881, DMW sebesar Rp9.693.861.619 dan TKP sebesar
Rp1.123.741.670.
a. SMK
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 253/DIB-SMK/PHP/VIII/2025 tertanggal 24 Agustus 2025
SMK mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp2.802.193.381. Pinjaman tersebut
diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp3.000.000.000,
bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow
Perusahaan.
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 209/DIB-DMW/PHP/VII/2025 tertanggal 21 Juli 2025 DMW
mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp5.471.431.619. Pinjaman tersebut diberikan
untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp8.500.000.000, bunga 0% (nol
persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
c. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 195/DIB-TKP/PHP/VII/2025 tertanggal 8 Juli 2025
Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp839.741.670. Pinjaman diberikan
dengan plafond sebesar Rp1.000.000.000, tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
PT Sungai Mas Konstruksi ("SMKonstruksi")
Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani
Kesepakatan Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual,
mengalihkan, memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah
dan bangunan Villa di Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000.
Penjualan Aset non Operasional tersebut belum dilunasi sampai tanggal 31 Maret 2026, tetapi per
tanggal 1 April 2026 sudah dilunasi.
36
Page 38
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA
a. Berdasarkan pemasok
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Rupiah
Lapak Bawang Setiawan Pamungkas 150.571.350 41.309.650
Sari Alam Supplier 50.749.225 37.061.375
Makmur Stand Buah 46.235.370 15.878.700
Jasa Boga Niaga 41.172.700 -
UD Brojo Mulyo 36.957.780 22.993.360
PT Rumah Duta Pangan 35.321.625 -
Beauty Laundry 33.523.227 -
Jeng Rince Kitchen 29.910.000 -
PT Seiga Plus Energy 28.800.000 -
PT Dipa Pratama Adhikara 25.302.800 -
Toko Maju Bersama 25.025.950 10.658.700
PT Fitra Food International 22.847.592 10.002.494
Karya Cipta Prima 19.796.000 -
Juragan Beku 16.845.000 -
CHY Consulting 16.740.000 -
Ayamku 14.849.000 -
PT Yuza Graha Gemilang Raya 14.676.000 -
Rico Toko Plastik 14.550.000 -
Huma Fresh 13.983.090 -
Mulia Ditama Jaya 12.550.700 -
CV Wahana Sukses Makmur 12.158.000 -
Bintang Jaya 11.499.500 -
CV Jasa Boga Niaga - 24.898.400
Setya Laundry & Clean - 23.077.702
Snack Bites - 16.976.850
PT Sentralsari Primasentosa - 11.747.000
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000.000) 168.471.111 114.185.058
Jumlah 842.536.020 328.789.289
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
0 - 30 hari 769.313.284 180.934.681
31 - 60 hari 25.323.736 98.823.138
61 - 90 hari 16.761.000 13.993.620
> 90 hari 31.138.000 35.037.850
Jumlah 842.536.020 328.789.289
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari dan tanpa
jaminan.
37
Page 39
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG LAIN-LAIN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Lainnya 259.787.815 142.261.465
259.787.815 142.261.465
Pihak berelasi (catatan 12c) 133.231.280.126 127.468.522.626
Jumlah 133.491.067.941 127.610.784.091
Bagian lancar 16.660.942.985 10.780.659.135
Bagian tidak lancar 116.830.124.956 116.830.124.956
Jumlah 133.491.067.941 127.610.784.091
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh tempo
sewaktu-waktu.
15. BEBAN AKRUAL
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Jasa Pelayanan 513.182.330 574.011.153
Kerusakan dan Penggantian 379.731.938 410.769.493
Utilitas 134.204.329 78.546.790
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 85.268.906 119.845.196
Komisi 68.941.900 86.312.563
Gaji dan Tunjangan 61.012.788 263.228.831
Jasa Profesional - 135.000.000
Lain-lain 50.537.550 154.817.515
Jumlah 1.292.879.741 1.822.531.541
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 2.469.243.436 4.792.311.436
Entitas anak
Pasal 21 - 3.676.393
Pasal 25/29 - -
Pasal 23 48.194.203 37.769.360
Jumlah 2.517.437.639 4.833.757.189
38
Page 40
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
b. Utang pajak
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Pasal 21 77.839.533 45.498.930
Pasal 23 266.880 5.270.941
Entitas anak
Pajak penghasilan badan - -
Pajak pembangunan 1 435.388.105 495.979.595
Pasal 21 88.677.422 26.902.146
Pasal 23 4.606.454 6.089.715
Pasal 4(2) 44.000.000 -
Pasal 25/29 49.535.441 95.311.397
Pasal lainnya - 44.000.000
Jumlah 700.313.835 719.052.724
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Kini
Anak - 324.191.177
Penyesuaian Tahun Lalu - -
Tangguhan
Perusahaan - (28.341.565)
Anak - (80.281.123)
Jumlah - 215.568.489
Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rugi sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian 625.368.368 (15.411.387.766)
Rugi sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak 2.050.019.045 5.936.184.750
Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan 2.675.387.413 (9.475.203.016)
Beda waktu:
Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal - -
Beban Imbalan Kerja - 128.825.295
- 128.825.295
Beda tetap:
Jasa giro - (1.754)
Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain - 587.348.045
- 587.346.291
Taksiran Rugi Fiskal 2.675.387.413 (8.759.031.430)
Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
Tahun 2020 - (8.273.978.141)
Tahun 2021 (8.912.287.273) (8.912.287.273)
Tahun 2022 (9.302.166.990) (9.302.166.990)
Tahun 2023 (8.167.893.601) (8.167.893.601)
Tahun 2024 (8.280.936.546) (8.280.936.546)
Tahun 2025 (7.978.932.234) -
Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal (39.966.829.231) (51.696.293.981)
39
Page 41
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak akan
memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan sebelum
tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal
Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan
liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
31 Maret 2026
Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) ke
(dibebankan) ke penghasilan
1 Januari 2026 laporan laba rugi komprehensif lain 31 Maret 2026
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - 3.723.198.810 (22.541.156.501)
Imbalan kerja 234.306.553 - - 234.306.553
Jumlah (26.030.048.758) - 3.723.198.810 (22.306.849.948)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap 1.974.039.026 - - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 1.499.667 - - 1.499.667
Imbalan kerja 152.913.271 - - 152.913.271
Amortisasi (48.082.452) - - (48.082.452)
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 2.080.369.512 - - 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 2.080.369.512 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (26.030.048.758) (22.306.849.948)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) (27.547.550.800)
(53.577.599.558) (49.854.400.748)
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan - 3.723.198.810
40
Page 42
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
31 Desember 2025
Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) ke
(dibebankan) ke penghasilan
1 Januari 2025 laporan laba rugi komprehensif lain 31 Desember 2025
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 185.454.337 48.852.216 - 234.306.553
Jumlah (26.078.900.974) 48.852.216 - (26.030.048.758)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap 1.974.039.026 - - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 915.735 583.932 - 1.499.667
Imbalan kerja 157.676.049 14.418.050 (19.180.828) 152.913.271
Amortisasi (113.361.593) 65.279.141 - (48.082.452)
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 2.019.269.217 80.281.123 (19.180.828) 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 2.019.269.217 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (26.078.900.974) (26.030.048.758)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) (27.547.550.800)
(53.626.451.774) (53.577.599.558)
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan 129.133.339 (19.180.828)
41
Page 43
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
e. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan
pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak
(SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016 sampai dengan 31 Maret
2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah
sebagai berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan
Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
f. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2025, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis pajak
tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar Rp
2.784.599. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak pada laba
atau rugi tahun 2025.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Februari 2021 00022/101/21/054/25 249.513
PPH Maret 2021 00023/101/21/054/25 257.523
PPH April 2021 00024/101/21/054/25 254.868
PPH Mei 2021 00025/101/21/054/25 252.213
PPH Juni 2021 00026/101/21/054/25 252.213
PPH Juli 2021 00027/101/21/054/25 252.213
PPH Agustus 2021 00028/101/21/054/25 249.558
PPH September 2021 00029/101/21/054/25 246.903
PPH Oktober 2021 00030/101/21/054/25 246.903
PPH November 2021 00031/101/21/054/25 244.248
PPH Desember 2021 00032/101/21/054/25 249.671
PPH Desember 2024 00180/101/24/054/25 28.773
TOTAL 2.784.599
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
42
Page 44
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
f. Ketetapan Pajak (Lanjutan)
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20% untuk
tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020. Kebijakan ini
mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti Undang-Undang
tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan sehubungan dengan
Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi ancaman yang akan
membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perppu tersebut telah
diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei 2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun
2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif pajak
penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya.
17. UTANG BANK
31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 47.350.000.000 49.900.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (196.784.526) (218.554.903)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (10.569.797.533) (10.116.517.299)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 36.583.417.941 39.564.927.798
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti Mitra
Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan Fasilitas Kredit
Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk keperluan refinancing pembiayaan Hotel
Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan 14
Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas angsuran
pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu
kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2025 dan 2024 adalah sebesar 12% per tahun.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22, Jakarta
Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp2.550.000.000 dan Rp9.000.000.000 untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Saldo utang pinjaman per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp47.153.215.474 dan
Rp49.681.445.097.
43
Page 45
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (Lanjutan)
Entitas Anak (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham Entitas
Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction ;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada pihak
lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
Per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Current Ratio 0,33 kali 0,42 kali
Debt to Equity Ratio -1,18 kali -1,19 kali
Debt Service Coverage -38,54% 1,99%
Per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan Rasio Lancar
sebesar minimal 1 kali, dan atas syarat Debt Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage (DSCR).
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait batasan
yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan surat
tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih memenuhi
financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal efektif
pembayaran dividen.
44
Page 46
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Jumlah utang sewa guna usaha 70.996.400 87.920.000
Pembayaran (65.940.000) (65.940.000)
5.056.400 21.980.000
Dikurangi:
Bagian jangka pendek 5.056.400 21.980.000
Bagian jangka panjang - -
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh entitas
anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3 tahun dengan
bunga 2,66% setiap tahunnya
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam laporannya
tertanggal 29 Januari 2026 dan 12 Maret 2025 untuk perhitungan per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai berikut :
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Usia pensiun normal - 59 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) - 5,56% - 6,65%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) - 10,00%
Tingkat kematian - TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian - 10% dari TMI IV
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Biaya jasa lalu - -
Biaya jasa kini - 186.488.260
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto - 109.175.010
Biaya terminasi - -
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - -
Jumlah - 295.663.270
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 1.760.091.605 1.559.685.070
Beban yang diakui di laporan laba rugi - 295.663.270
Pembayaran tahun berjalan - (101.301.385)
Kurtailmen - -
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu - 6.044.650
Jumlah 1.760.091.605 1.760.091.605
45
Page 47
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas imbalan
pasca kerja adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.760.091.605 1.760.091.605
Jumlah 1.760.091.605 1.760.091.605
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Maret 2026 adalah sebagai
berikut:
Pengaruh atas nilai kini liabilitas
Pemegang saham Persentase imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.633.354.836
Penurunan 1,00% 1.902.800.809
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.890.175.602
Penurunan 1,00% 1.641.679.804
20. JAMINAN PELANGGAN
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga 198.134.599 400.525.986
Jumlah 198.134.599 400.525.986
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan sebelum
menggunakan jasa hotel.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar Rp10.000.000.000
yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi atas 60.000 saham.
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan menerbitkan saham baru dalam
simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, seluruhnya diambil
bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 8 Mei 2018.
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari semula sebesar Rp
1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 14 Mei 2018.
46
Page 48
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan telah
menyetujui untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan ditawarkan/dijual
ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya 150.000.000 saham baru
menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar
Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar
Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau
diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang
berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia
serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan Kustodian
Sentral Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta Hibah
Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para pemegang
saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman Herry Adranacus
kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No.
AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 141.895.700 14,19 14.189.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 250.140.679 25,01 25.014.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
31 Desember 2025
Jumlah saham
Pemegang saham ditempatkan dan Persentase
disetor penuh kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 143.375.700 14,33 14.337.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 248.660.679 24,87 24.866.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
47
Page 49
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Maret 2026, jumlah saham yang telah dikeluarkan oleh
Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Maret 2026, adalah sebanyak 3.979
(tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga
ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan
oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan)
saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh
tujuh ribu sembilan ratus rupiah).
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 1.989.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas
Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 14.491.453.870 14.491.453.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas peningkatan
modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan dilakukan melalui
pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar
saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini,
timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada saat pembelian
sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Vonny Kristiani 9.687.314.864 9.661.855.039
Jumlah 9.687.314.864 9.661.855.039
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Vonny Kristiani (48.972.352) (191.669.423)
Jumlah (48.972.352) (191.669.423)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 9.661.855.039 9.852.844.416
Rugi Tahun Berjalan (48.972.352) (191.669.423)
Penyesuaian 74.432.177 -
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah
Pajak - 680.046
Jumlah 9.687.314.864 9.661.855.039
3
48
Page 50
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PENDAPATAN USAHA
Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Pendapatan Hotel
Kamar 2.850.617.383 2.920.654.608
Makanan dan Minuman 2.016.819.240 1.481.602.985
Lain-lain 19.328.167 16.438.816
4.886.764.790 4.418.696.409
Pendapatan Spa 33.289.256 31.867.149
Jumlah 4.920.054.046 4.450.563.558
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel Sotis
Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total nilai
pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025.
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Makanan dan Minuman 773.609.855 445.221.968
Gaji dan Tunjangan 828.512.663 781.458.502
Perlengkapan Kantor dan Rumah 128.928.309 108.561.638
Internet dan TV Kabel 126.144.441 68.416.597
Pemeliharaan 93.531.689 71.158.397
Reservasi 61.433.431 113.227.515
Bahan Bakar 55.293.503 33.820.395
Penyisihan Perlengkapan dan Alat 14.952.755 11.719.753
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000.000) 45.569.491 16.332.918
Jumlah 2.127.976.137 1.649.917.683
Beban Operasional Spa 21.738.435 17.654.699
Jumlah 2.149.714.572 1.667.572.382
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, tidak terdapat transaksi
dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari jumlah beban
konsolidasian.
49
Page 51
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN PENJUALAN
Beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Gaji dan tunjangan 189.787.332 156.146.761
Komisi 36.000.000 20.000.000
Iklan dan Promosi 27.718.250 18.184.018
Transportasi dan Perjalanan Dinas 15.929.090 17.951.580
Perjamuan 10.182.099 -
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000.000) 16.959.822 20.567.071
Jumlah 296.576.593 232.849.430
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Gaji dan Tunjangan 2.025.767.192 1.936.837.255
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 1.558.639.788 1.633.879.325
Jasa Manajemen 540.000.000 450.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 393.198.690 352.014.551
Keamanan 322.082.400 206.264.400
Jasa Profesional 321.595.000 56.847.000
Perbaikan dan Pemeliharaan 185.175.480 191.025.986
Perijinan dan Legalitas 105.027.708 210.865.625
Asuransi 53.590.003 55.618.476
Transportasi dan Perjalanan Dinas 46.519.280 49.424.594
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 31.811.707 34.100.114
Administrasi Bank 22.455.783 23.351.777
Sumbangan dan Hadiah 10.300.000 -
Perlengkapan Kantor dan Rumah - 21.820.340
Lainnya dibawah Rp50.000.000 165.999.426 151.086.509
Jumlah 5.782.162.457 5.373.135.952
28. BEBAN KEUANGAN
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Beban Bunga Pinjaman Bank 1.187.380.793 1.405.684.846
Denda -
Administrasi Bank 1.079.792 1.108.300
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan 877.200 1.315.800
Jumlah 1.189.337.785 1.408.108.946
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan
dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya,
piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen
keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.
50
Page 52
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025.
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 4.457.991.423 4.457.991.423 5.257.129.310 5.257.129.310
Piutang usaha 503.554.298 503.554.298 534.480.314 534.480.314
Piutang lain-lain 41.712.842.185 41.712.842.185 111.363.374 111.363.374
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 47.874.387.906 47.874.387.906 7.102.972.998 7.102.972.998
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 842.536.020 842.536.020 328.789.289 328.789.289
Utang lain-lain 16.660.942.985 16.660.942.985 127.610.784.091 127.610.784.091
Beban akrual 1.292.879.741 1.292.879.741 1.822.531.541 1.822.531.541
Jaminan pelanggan 198.134.599 198.134.599 400.525.986 400.525.986
Pinjaman bank 47.153.215.474 47.153.215.474 66.700.000.000 66.180.745.121
Liabilitas sewa 5.056.400 5.056.400 21.980.000 21.980.000
Jumlah 66.152.765.219 66.152.765.219 196.884.610.907 196.365.356.028
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
b.
Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau
dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
51
Page 53
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
PSAK 107, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar
dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga)
(tingkat 2), dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang
tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai
pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik
penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia, dan
seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi,
instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan 2).
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap golongan
instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain. Untuk
aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan tersebut dianggap
telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga
pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan risiko
suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas melalui
pendekatan manajemen risiko.
(i) Risiko kredit
Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya
dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di bank
dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun
tersebut.
Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih.
Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu,
sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi (catatan 4, 5, 6 dan 12).
52
Page 54
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Kas dan setara kas 4.457.991.423 5.257.129.310
Piutang usaha 503.554.298 534.480.314
Piutang lain-lain 41.712.842.185 111.363.374
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 47.874.387.906 7.102.972.998
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat
masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
(i) Risiko kredit (lanjutan)
Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
31 Maret 2026
Jatuh Tempo
Jumlah
Belum Jatuh Tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan setara kas 4.457.991.423 - - - 4.457.991.423
Piutang usaha 493.838.340 16.030.000 16.530.000 - 526.398.340
Piutang Lain-lain 41.712.842.185 - - - 41.712.842.185
Aset lain-lain 1.200.000.000 - - - 1.200.000.000
Jumlah 47.864.671.948 16.030.000 16.530.000 - 47.897.231.948
31 Desember 2025
Jatuh Tempo
Jumlah
Belum Jatuh Tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan setara kas 5.722.483.612 - - - 5.722.483.612
Piutang usaha 487.712.967 - 112.436.865 - 600.149.832
Piutang Lain-lain 54.224.551 - - - 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 - - - 1.200.000.000
Jumlah 7.464.421.130 - 112.436.865 - 7.576.857.995
(ii) Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh dana
untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
Liabilitas keuangan terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Utang usaha 842.536.020 328.789.289
Beban akrual 1.292.879.741 1.822.531.541
Liabilitas sewa 5.056.400 21.980.000
Utang lain-lain 16.660.942.985 127.610.784.091
Pinjaman bank 47.153.215.474 66.700.000.000
Jumlah 65.954.630.620 196.484.084.921
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan Grup
dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan pengawasan
proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan
liabilitas keuangan.
53
Page 55
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar
nilai mata uang asing.
Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah transaksi
penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke mata uang asing,
terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata uang asing pada saat
jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat dapat
memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.
Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang
secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko mata uang.
(iv) Risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga
pasar.
Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan terhadap
dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Utang bank 47.153.215.474 49.681.445.097
Liabilitas sewa 5.056.400 21.980.000
Jumlah 47.158.271.874 49.703.425.097
(v) Risiko harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau
penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.
Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara
berkelanjutan.
31. PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak 2007,
untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana
cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipertimbangkan
oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan
pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
54
Page 56
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENGELOLAAN MODAL (Lanjutan)
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang berdampak
bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari perusahaan
terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang rasional. Termasuk
dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap.
Rasio pengungkit pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Utang bank 47.153.215.474 49.681.445.097
Liabilitas sewa 5.056.400 21.980.000
Dikurangi: Kas dan setara kas (4.457.991.423) (5.257.129.310)
Utang Bersih 42.700.280.451 44.446.295.787
Jumlah Ekuitas 183.626.706.094 179.279.229.602
Rasio pengungkit 23,25% 24,79%
32. RUGI PER SAHAM DASAR
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham 625.368.368 (15.626.956.255)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.996.021
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.003.979
Rugi per saham:
- Dasar 0,63 (15,63)
33. KELANGSUNGAN USAHA
Dalam mempertimbangkan asumsi kelangsungan usaha, Manajemen telah mengevaluasi kondisi keuangan dan
kinerja operasional Perusahaan serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi industri perhotelan selama
tahun 2025 dan proyeksi tahun 2026. Berdasarkan evaluasi tersebut, Manajemen berkeyakinan bahwa
Perusahaan memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Manajemen telah dan akan terus melaksanakan langkah-langkah berikut:
1. Penguatan pengendalian internal dan manajemen risiko keuangan
Perusahaan menerapkan kebijakan pengendalian biaya yang lebih ketat, peningkatan monitoring
operasional, serta penggunaan asumsi pendapatan yang konservatif dalam perencanaan bisnis guna
menjaga likuiditas dan stabilitas keuangan.
2. Optimalisasi kinerja hotel yang beroperasi
Manajemen berupaya mempertahankan tingkat okupansi dan meningkatkan rata-rata tarif kamar (Average
Room Rate ) melalui strategi segmentasi pasar, pengelolaan harga (yield management ), serta peningkatan
kualitas layanan.
3. Diversifikasi sumber pendapatan
Untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan kamar, Perusahaan mengembangkan lini usaha Food
& Beverage , acara sosial, dan kegiatan komunitas guna meningkatkan stabilitas arus kas dan mengurangi
volatilitas pendapatan.
55
Page 57
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. KELANGSUNGAN USAHA (Lanjutan)
Sehubungan dengan hal tersebut, Manajemen telah dan akan terus melaksanakan langkah-langkah berikut:
4. Pemeliharaan dan revitalisasi aset tetap hotel
Perusahaan melaksanakan program pemeliharaan dan penyegaran kamar serta fasilitas hotel secara
terencana dan terkendali dalam batas anggaran yang disetujui, guna menjaga nilai ekonomis aset dan daya
saing jangka panjang.
5. Peningkatan efisiensi operasional
Pada unit usaha yang terdampak penurunan permintaan, Manajemen menerapkan strategi operasional yang
berfokus pada efisiensi biaya, pengendalian anggaran, dan perlindungan margin operasional.
6. Penguatan pendapatan non-kamar
Perusahaan meningkatkan kontribusi pendapatan non-kamar melalui pengembangan konsep lifestyle
pengalaman tamu, serta inovasi produk dan layanan bernilai tambah.
7. Pengelolaan aset strategis jangka panjang (Tanjung Karoso Permai, Sumba)
Aset tersebut diklasifikasikan sebagai investasi strategis jangka panjang. Perusahaan menerapkan
pendekatan kemitraan selektif untuk potensi pengembangan hotel ultra-luxury , guna memitigasi risiko
kebutuhan modal dan menjaga fleksibilitas keuangan. Aset ini tidak diandalkan sebagai sumber arus kas
jangka pendek.
8. Pengembangan segmen MICE dan acara sosial
Perusahaan memperluas pemasaran ke segmen swasta, termasuk wedding , acara korporasi, dan kegiatan
MICE , untuk mengurangi ketergantungan pada proyek pemerintah.
9. Pengembangan lini usaha berisiko rendah
Manajemen merencanakan kerja sama exclusive outside catering untuk ballroom di Jakarta guna
menambah sumber pendapatan tanpa menimbulkan kebutuhan belanja modal yang signifikan.
10. Perencanaan usaha tahun 2026 berbasis risiko
Mengingat potensi ketidakpastian pasar, Perusahaan menyusun rencana bisnis 2026 dengan menekankan
diversifikasi pendapatan, efisiensi biaya, dan kehati-hatian dalam investasi guna mendukung keberlanjutan
usaha.
Berdasarkan langkah-langkah di atas serta proyeksi keuangan yang telah disusun, Manajemen menilai bahwa
Perusahaan memiliki kemampuan untuk melanjutkan usahanya sebagai entitas yang berkelanjutan (going
concern ).
34. PERISTIWA SIGNIFIKAN
a. Perjanjian sewa
Hotel Sotis Falatehan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22, Melawai,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
Sotis Villa Canggu
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar Kayu
Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
56
Page 58
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. PERISTIWA SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Sotis Residence Penjernihan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal 30
Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B, Bendungan
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
b. Peristiwa Kontinjensi
Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber
daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.
c. Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani Kesepakatan
Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual, mengalihkan,
memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan bangunan Villa di
Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat tetap, belum
termasuk pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses penjualan ini.
35. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
Menurut manajemen, terdapat kejadian penting yaitu rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan:
1. Perseroan berencana untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi berupa
Penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) serta perubahan
anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Proses yang sudah dilakukan sampai laporan ini terbit adalah
Pengumuman RUPSLB kepada Publik.
57
Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×6
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.10 ×4
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.10 ×10
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur Utama
p.11 ×2
unresolved
—
Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia
· Direktur
p.11 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.11
unresolved
person
Margaretha
· Sekretaris Perusahaan
p.11 ×2
unresolved
org
bank Indonesia
p.15
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.24 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.26 ×2
unresolved
org
PT Bank MNC
p.26
unresolved
org
PT Setia
p.30 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
p.31
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain
p.31
unresolved
person
Ir. Aguson Rosano. MAPPI
p.31
unresolved
org
Bapepam-LK
p.31 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo
p.32 ×10
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.32 ×3
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.32 ×5
unresolved
org
PT SMK
p.33
unresolved
org
PT DMW
p.33
unresolved
org
PT TKP
p.33
unresolved
org
PT Satria Mega Kencana. Perjanjian
p.33 ×2
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.38
unresolved
org
PT Seiga Plus Energy
p.38
unresolved
org
PT Dipa Pratama Adhikara
p.38
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.38
unresolved
org
PT Yuza Graha Gemilang Raya
p.38
unresolved
org
PT Sentralsari Primasentosa
p.38
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.47 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.48
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.48
unresolved
—
Cindy Angelina Adranacus
p.48
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.