Skip to content
Back to announcement

LK Konsol PT SMK 31.03.26.pdf

Financial statement Text extracted SOTS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 58

Page 1

          
Page 2
                            PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                               LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                PER 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                     ASET

                                                       Catatan         31 Maret 2026          31 Desember 2025
ASET LANCAR
  Kas dan Setara Kas                                     2g, 4              4.457.991.423         5.257.129.310
  Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih                  2h, 5                503.554.298           534.480.314
  Piutang Lain-Lain:
  - Pihak Ketiga                                         2h, 6                 87.842.185           108.393.374
  - Pihak Berelasi                                      6, 12b             41.625.000.000             2.970.000
  Persediaan                                             2i, 7                574.887.379           462.009.136
  Perlengkapan                                           2i, 8              1.730.898.310         1.737.354.207
  Pajak Dibayar Di Muka                                 2r, 16a             2.517.437.639         4.833.757.189
  Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka                      9                1.319.302.069           706.516.501

     Jumlah Aset Lancar                                                    52.816.913.303        13.642.610.031

ASET TIDAK LANCAR
  Aset Tetap                                             2l, 10           362.827.119.642       398.279.049.950
  Aset Pajak Tangguhan                                  2r, 16d             2.080.369.512         2.080.369.512
  Aset Lain-lain                                           11               1.200.000.000         1.200.000.000

     Jumlah Aset Tidak Lancar                                             366.107.489.154       401.559.419.462

JUMLAH ASET                                                               418.924.402.457       415.202.029.493



                                                        CTRL              418.924.402.457       415.202.029.493
                                                                                      -                     -




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                       1
Page 3
                              PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                  PER 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


                                              LIABILITAS DAN EKUITAS

                                                          Catatan         31 Maret 2026          31 Desember 2025
LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih                   2n, 13a                842.536.020           328.789.289
   Utang Lain-Lain:
    - Pihak Ketiga                                           14                  259.787.815           142.261.465
    - Pihak Berelasi                                       2f, 12c            16.401.155.170        10.638.397.670
   Utang Pajak                                              16b                  700.313.835           719.052.724
   Beban Akrual                                              15                1.292.879.741         1.822.531.541
   Jaminan Pelanggan                                         20                  198.134.599           400.525.986
   Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
      tempo dalam Waktu Satu Tahun:
   - Utang Bank                                              17               10.569.797.533        10.116.517.299
    - Liabilitas Sewa Pembiayaan                           2s, 18                  5.056.400            21.980.000

     Jumlah Liabiltas Jangka Pendek                                           30.269.661.113        24.190.055.974

LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang Pihak Berelasi                                   12b, 14            116.830.124.956       116.830.124.956
   Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
      Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
      Satu Tahun:
    - Utang Bank                                             17               36.583.417.941        39.564.927.798
    - Liabilitas Sewa Pembiayaan                           2r, 18                        -                     -
   Liabilitas Imbalan Pascakerja                           2t, 19              1.760.091.605         1.760.091.605
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                                 49.854.400.748        53.577.599.558
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                       205.028.035.250       211.732.743.917

     Jumlah Liabilitas                                                       235.297.696.363       235.922.799.891

                                                           CTRL              235.297.696.363       235.922.799.891
                                                                                         -                     -




                          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                         bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                          2
Page 4
                            PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                               LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                PER 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                       Catatan         31 Maret 2026          31 Desember 2025
EKUITAS
  Modal Saham
    Modal Dasar 2.400.000.000 saham
      dengan nilai nominal Rp 100 per saham
    Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
    -1.000.003.979 lembar saham pada 31 Maret 2025
    dan 31 Desember 2024                                   21             100.000.397.900        100.000.397.900
  Tambahan Modal Disetor                                   22              14.491.453.870         14.491.453.870
  Surplus Revaluasi Aset Tetap                                            170.674.642.513        183.875.074.658
  Pendapatan Komprehensif Lainnya                                           1.625.023.528          1.625.023.528
  Saldo Laba Ditahan                                                     (112.852.126.581)      (130.374.575.393)

    Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
      kepada Pemilik Entitas Induk                                        173.939.391.230       169.617.374.563
        Kepentingan Non Pengendali                         23               9.687.314.864         9.661.855.039
  Jumlah Ekuitas                                                          183.626.706.094       179.279.229.602

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             418.924.402.457       415.202.029.493

                                                        CTRL              418.924.402.457       415.202.029.493
                                                                                      -                     -




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                       3
Page 5
                         PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
              LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
                                      31 MARET 2026 DAN 2025
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                      Catatan         31 Maret 2026            31 Maret 2025
PENDAPATAN
  Hotel                                                                    4.886.764.790           4.418.696.409
  Spa                                                                         33.289.256              31.867.149
    Jumlah Pendapatan                                  2q, 24              4.920.054.046           4.450.563.558

BEBAN POKOK PENDAPATAN
  Hotel                                                                   (2.127.976.137)         (1.649.917.683)
  Spa                                                                        (21.738.435)            (17.654.699)
    Jumlah Beban Pokok Pendapatan                      2q, 25             (2.149.714.572)         (1.667.572.382)

LABA KOTOR                                                                 2.770.339.474           2.782.991.176

BEBAN USAHA
Beban Penjualan                                        2q, 26               (296.576.593)           (232.849.430)
Beban Umum dan Administrasi                            2q, 27             (5.782.162.457)         (5.373.135.952)
    Jumlah Beban Usaha                                                    (6.078.739.050)         (5.605.985.382)

RUGI USAHA                                                                (3.308.399.576)         (2.822.994.206)

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga                                                               9.984.085               9.130.995
Beban Keuangan                                           28               (1.189.337.893)         (1.408.108.946)
Lain-Lain - Bersih                                                         5.113.121.752             200.445.438
      Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain                                  3.933.767.944          (1.198.532.513)


LABA SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK                                           625.368.368          (4.021.526.719)
  PENGHASILAN
Pajak Final                                                                           -                        -

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                               625.368.368          (4.021.526.719)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Tangguhan                                          -                       -

LABA TAHUN BERJALAN                                                          625.368.368          (4.021.526.719)

                                                    CTRL               (3.097.830.443,00)         (4.021.526.719)
                                                                        3.723.198.811,00                     -




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                        4
Page 6
                        PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
         LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
                                     31 MARET 2026 DAN 2025
                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                      Catatan         31 Maret 2026            31 Maret 2025
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
  Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
    Laba Rugi:
    Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait                              3.723.198.810                       -

  Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan                             3.723.198.810                       -

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                    4.348.567.178          (4.021.526.719)

LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
    Pemilik Entitas Induk                                                    674.340.720          (3.970.606.583)
    Kepentingan Non-Pengendali                                               (48.972.352)            (50.920.136)

     Jumlah                                                                  625.368.368          (4.021.526.719)

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
    Pemilik Entitas Induk                                                  4.397.539.530          (3.970.606.583)
    Kepentingan Non-Pengendali                                               (48.972.352)            (50.920.136)

     Jumlah                                                                4.348.567.178          (4.021.526.719)

LABA PER SAHAM DASAR                                     32                           0,63                 (4,02)




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                        5
Page 7
                                                                               PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                                LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                             UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
                                                                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                           Surplus
                                                                 Tambahan                 Revaluasi           Komponen Ekuitas             Saldo Laba                                 Kepentingan
                           Catatan      Modal Saham             Modal Disetor             Aset Tetap              Lainnya                    (Rugi)                Jumlah            Non-Pengendali       Jumlah Ekuitas

SALDO PER 31 DESEMBER 2024              100.000.397.900,00     14.491.453.870,00        183.875.074.658,00        1.630.418.401,00      (114.862.484.236,00)   185.134.860.593,00     9.852.844.416,00    194.987.705.009,00
Penyesuaian Tahun Sebelumnya                           -                     -                         -                       -                        -                     -                    -                     -
Rugi Tahun Berjalan                                    -                     -                         -                       -                        -                     -                    -                     -
Pengukuran Kembali Liabilitas                                                                                                                                                 -
     Imbalan Kerja, Setelah Pajak                      -                     -                          -                      -                        -                     -                    -                     -

SALDO PER 31 MARET 2025                 100.000.397.900,00     14.491.453.870,00       183.875.074.658,00         1.630.418.401,00      (114.862.484.236,00)   185.134.860.593,00     9.852.844.416,00    194.987.705.009,00
Penyesuaian Tahun Sebelumnya                           -                     -                          -                      -             (76.804.325,00)       (76.804.325,00)                 -          (76.804.325,00)
Rugi Tahun Berjalan                                    -                     -                          -                      -         (15.435.286.832,00)   (15.435.286.832,00)     (191.669.423,00)   (15.626.956.255,00)
Pengukuran Kembali Liabilitas
     Imbalan Kerja, Setelah Pajak                      -                     -                        -              (5.394.873,00)                     -           (5.394.873,00)          680.046,00         (4.714.827,00)
SALDO PER 31 DESEMBER 2025              100.000.397.900,00     14.491.453.870,00       183.875.074.658,00         1.625.023.528,00      (130.374.575.393,00)   169.617.374.563,00     9.661.855.039,00    179.279.229.602,00
Penyesuaian Tahun Sebelumnya                           -                     -                          -                      -             (75.522.863,00)       (75.522.863,00)       74.432.177,00         (1.090.686,00)
Rugi Tahun Berjalan                                    -                     -                          -                      -             674.340.720,00        674.340.720,00       (48.972.352,00)       625.368.368,00
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan
     Kerja, Setelah Pajak                              -                     -                         -                       -                        -                     -                    -                     -
Surplus Revaluasi Aset Tetap                           -                     -          (13.200.432.145,00)                    -          16.923.630.955,00      3.723.198.810,00                  -        3.723.198.810,00
Transaksi Ekuitas Lainnya                              -                     -                                                 -                                              -                    -                     -
SALDO PER 31 MARET 2026                 100.000.397.900,00     14.491.453.870,00       170.674.642.513,00         1.625.023.528,00      (112.852.126.581,00)   173.939.391.230,00     9.687.314.864,00    183.626.706.094,00




                                                                                 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                                                                                bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                                                                                 6
Page 8
                               PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                      LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                           UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
                                              31 MARET 2026 DAN 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                              Catatan       31 Maret 2026         31 Maret 2025


ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Kas yang Diperoleh dari Pelanggan                                             4.610.777.189        4.356.273.810
  Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok                                           (5.690.833.332)      (3.357.473.663)
  Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan                                          (3.623.957.088)      (2.952.840.321)
  Kas yang dihasilkan dari operasi                                             (4.704.013.231)      (1.954.040.174)
  Penerimaan (Pembayaran):
    Penerimaan Bunga                                                                9.984.085            9.130.995
    Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya                                        6.230.269.636         (146.108.033)
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                                1.536.240.490       (2.091.017.212)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Tetap                                          10               (227.524.890)         (14.039.000)
  Aset Tetap dalam Pembangunan                                  10                  (5.064.002)       (137.432.224)
  Penjualan Aset Tetap                                                         37.500.000.000         191.351.351
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                             37.267.411.108          39.880.127


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  (Peningkatan) Penurunan Piutang Pihak Berelasi                              (41.622.030.000)                 -
  Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan                         18                  (5.056.400)        (16.485.000)
  Pembayaran Utang Bank                                         17             (2.550.000.000)      (2.250.000.000)
  Peningkatan (Penurunan) Utang Pihak Berelasi                                  5.762.757.500        4.768.054.726
  Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan                17, 18, 28          (1.188.460.585)      (1.407.000.646)
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                            (39.602.789.485)       1.094.569.080


PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                            (799.137.887)        (956.568.005)


KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE                               2g, 4            5.257.129.310        5.722.483.612


KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE                              2g, 4            4.457.991.423        4.765.915.607




                         Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                         bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                          7
Page 9
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM

     a.   Pendirian dan Informasi Umum

          PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo,
          SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
          Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April
          2005. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
          dilakukan berdasarkan Akta Notaris No.167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H.,
          M.Hum., M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”),
          antara lain tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan
          menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum
          kepada masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember 2024.



          Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
          kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
          pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas perusahaan
          holding , dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai pengumuman
          laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni 2023. Perubahan
          dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27
          Juni 2023.


          Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
          melakukan investasi saham pada Entitas Anak.

          Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
          Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

          Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.

          Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.

     b.   Penawaran Umum

          Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
          DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018 tanggal
          28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal
          sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp165 per
          saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-171/D.04/2018,
          Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah
          yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam
          akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan
          22). Pada tanggal 10 Desember 2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.




                                                          8
Page 10
                                        PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                        Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                        Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                            31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                       (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1.   UMUM (lanjutan)

     b.   Penawaran Umum (Lanjutan)

          Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000
          yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran
          Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut.
          Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023
          dengan mengisi tabel sebagai berikut:


               Nama Waran             Tanggal        Lembar Saham        Nilai Nominal            Harga         Jumlah (Rp) (lembar
               Waran Seri I          11-07-2019            5                   100                 600                         3.000
               Waran Seri I          04-11-2020           10                   100                 600                         6.000
               Waran Seri I          11-02-2021           50                   100                 600                       30.000
               Waran Seri I          05-07-2021           10                   100                 600                         6.000
               Waran Seri I          30-11-2023            4                   100                 600                         2.400
               Waran Seri I          06-12-2023          800                   100                 600                     480.000
               Waran Seri I          07-12-2023          3100                  100                 600                   1.860.000
                 Jumlah                                  3979                                                            2.387.400

          Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember 2023)
          dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.

     c.   Entitas Anak

          Pertanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak
          berikut ini:

                                                                            Persentase     Tahun
                   Entitas anak          Kedudukan         Jenis Usaha      kepemilikan    operasi         Jumlah aset sebelum eleminasi
                                                                              efektif     komersial
                                                                                                                            31 Desember
                                                                                                          31 Maret 2026
                                                                                                                                2025

          Kepemilikan langsung oleh Perusahaan                                                               Rp. 000           Rp. 000
          PT Tanjung Karoso Permai      Jakarta       Belum beroperasi         90,00          -              136.606.763       136.657.582
          ("TKP")
          PT Dwimukti Mitra Wisata      Jakarta       Perhotelan               99,00        2013              62.038.415        13.649.028
          ("DMW")


          i.     Pendirian Entitas Anak
                 Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
                 Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.

          ii.    Pembelian Saham Entitas Anak
                 Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW") dari
                 Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham (atau
                 sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49% kepemilikan dalam
                 DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut adalah sebesar 50% dan
                 sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 25%. Nilai
                 buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada
                 Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.




                                                                    9
Page 11
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)
     c.   Entitas Anak (Lanjutan)
              Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari Herman
              Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau sebesar 25%
              kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan dalam DMW)
              dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar Rp2.450.000.000. Setelah
              pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh
              Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara nilai perolehan investasi dengan
              proporsi nilai buku aset bersih entitas anak sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai
              Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian
              Ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025 (catatan 22).



     d.   Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

          Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
          adalah sebagai berikut:

                                                      31 Maret 2026                      31 Desember 2025
          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama                   Stevano Rizki Adranacus              Stevano Rizki Adranacus
          Komisaris Independen              Husni Heron                          Husni Heron

          Direksi
          Direktur Utama                    Floreta Tane                         Floreta Tane
          Direktur                          Sorta Delima Rosida                  Sorta Delima Rosida
                                            Elisabeth Cesilia Purba              Elisabeth Cesilia Purba
          Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 November 2024, para pemegang saham
          menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Utama dan Sorta Delima Rosida Elisabeth
          Cesilia selaku Direktur Perusahaan terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini diaktakan dengan akta
          notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.167 tanggal 20 November 2024 dan telah dicatatkan
          oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-
          0285089 tanggal 6 Desember 2024.

          Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
          berikut:

                                                      31 Maret 2026                      31 Desember 2025
          Ketua                             Husni Heron                          Husni Heron
          Anggota                           Maskanah                             Maskanah
                                            Aryo Kusumo Wibowo                   Aryo Kusumo Wibowo
          Sekretaris Perusahaan             Margaretha R.W. Tanaji               Margaretha R.W. Tanaji
          Kepala Audit Internal             Anne Rahardja                        Anne Rahardja
          Pada tanggal 28 Agustus 2024 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan surat
          keputusan Direksi Perusahaan No.126/SMK-Dir/SK/VIII/2024 tentang pengangkatan sekretaris Perusahaan,
          mengangkat Margaretha R.W. Tanaji sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan Yovita. Pengangkatan
          Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat
          No.Ref.:126/SMK-Dir/SK/VIII/2024.

          Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp1.460.537.700
          dan Rp2.255.668.100.

          Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan
          masing-masing 11 karyawan tetap.




                                                        10
Page 12
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     e.   Izin Usaha Kawasan Industri

          Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di jalan
          Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan luas
          lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak,
          kawasan pariwisata dan kawasan industri.

     f.   Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

          Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah
          diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2026.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

     a.   Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
          Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan
          di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
          Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
          Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
          2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
          yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


          Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan (Historical
          Cost ), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam masing-masing
          Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.

          Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
          mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
          membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area
          yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan
          estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.


          Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ), kecuali
          Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode
          Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan
          pendanaan.


          Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah Rupiah
          yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.




                                                       11
Page 13
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                      Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     b.   Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
          Akuntansi Keuangan (“ISAK”)

          Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku yang
          dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 namun tidak berdampak material terhadap laporan
          keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
          • Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang Kekurangan Ketertukaran.

          •     PSAK 117 “Kontrak Asuransi”.

          Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan
          dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.


          Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan adalah
          sebagai berikut:

          Efektif 1 Januari 2026
          • Amendemen PSAK 109 “Instrumen Keuangan” terkait Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan,
             serta Mengklarifikasi Penilaian Karakteristik Arus Kas untuk Aset Keuangan dengan fitur ESG-linked
             Aset Keuangan dengan Fitur non-resources dan Instrumen yang Terikat Secara Kontraktual seperti
             Tranche .

          •     PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
                Keuangan” terkait Persyaratan Pengungkapan Investasi pada Instrumen Ekuitas yang Diukur pada Nilai
                Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain dan Menambah Ketentuan terkait Instrumen Keuangan
                dengan Persyaratan Kontraktual yang Mengubah Waktu atau Jumlah Arus Kas Kontraktual.


          Efektif 1 Januari 2027
          • PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” merujuk pada pengaturan dalam
             IFRS 18 “Presentation and Disclosure in Financial Statements ”, kecuali:
                1.     PSAK 118 paragraf 02a tentang ruang lingkup menambahkan pengaturan bahwa PSAK 118 tidak
                       berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 401
                       “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”.
                2.     PSAK 118 Lampiran A tentang definisi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dengan
                       mengakomodir peran Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”) dan
                       Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI sebagai penyusun Standar Akuntansi Keuangan, serta
                       regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.

          •     Penyesuaian tahunan PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
                Pengukuran Instrumen Keuangan”, PSAK 109 “Instrumen Keuangan” dan PSAK 207 ”Laporan Arus
                Kas”.

          Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mempelajari dampak
          yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan
          keuangan konsolidasian Perusahaan.

     c.   Prinsip-prinsip konsolidasian

          (i)        Entitas anak

                     Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki pengendalian.
                     Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian
                     yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
                     pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan
                     secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak
                     dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup kehilangan pengendalian.




                                                             12
Page 14
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
     c.   Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
          (i)     Entitas anak (Lanjutan)
                  Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi. Kerugian
                  yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh entitas anak telah
                  diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh Grup.


                  Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338 “Kombinasi
                  Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan nilai tercatat aset
                  neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di ekuitas.


                  Berdasarkan PSAK 338 tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari entitas yang
                  bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode
                  komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal
                  periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.

          (ii)    Entitas asosiasi

                  Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
                  pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada entitas
                  asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya diakui pada
                  nilai perolehan.

                  Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan, atau
                  liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
                  langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan selisih lebih dari nilai
                  perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi
                  dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup atas nilai wajar aset neto
                  teridentifikasi entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus pembelian diskon, selisih
                  tersebut diakui pada laba rugi.


          (iii)   Pengaturan bersama

                  Menurut PSAK 111, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
                  bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari
                  pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan pengaturan
                  tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas, setelah
                  pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

          (iv)    Metode ekuitas

                  Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
                  disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba rugi
                  dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada penghasilan
                  komprehensif lainnya.

                  Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau ventura
                  bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian yang belum
                  direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang
                  dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah diubah jika diperlukan
                  untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh Grup.




                                                           13
Page 15
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
     c.   Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
          (iv)   Metode ekuitas (Lanjutan)
                 Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau melebihi
                 kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan, Grup
                 menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau melakukan
                 pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.

                 Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi
                 penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian, maka nilai
                 tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan
                 kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2m.

     d.   Penjabaran mata uang asing
          (i)    Mata uang fungsional dan penyajian
                 Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
                 Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
                 konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
                 ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”).

                 Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut ke
                 dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam laporan
                 posisi keuangan konsolidasian.

          (ii)   Transaksi dan saldo
                 Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs yang
                 berlaku pada tanggal transaksi.

                 Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
                 ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup. Keuntungan dan
                 kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari
                 penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada
                 akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.

                 Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
                 diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 31 Maret 2026 dalam nilai penuh adalah Rp16.993 (31
                 Desember 2025: Rp16.782).

     e.   Transaksi dengan Pihak Berelasi
          Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang diatur
          dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".

          Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
          keuangan konsolidasian.

     f.   Kas dan Setara Kas
          Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga
          bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi
          penggunaannya.

          Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
          penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                          14
Page 16
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
     g.   Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
          Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang diberikan
          dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak ketiga atau pihak
          yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau
          kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang tersebut dikelompokkan
          sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar.

          Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
          biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan provisi
          atas penurunan nilai.

          Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
          tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan ketika
          terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai terutang
          sesuai dengan persyaratan awal piutang.

          Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
          keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat
          menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak
          didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.

          Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-lain,
          neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang rugi
          penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut
          dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas
          piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “(beban)/pendapatan lain-lain, neto”
          pada laba rugi.

     h.   Persediaan
          Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
          lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan metode
          Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan
          ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.

          Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
          taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

     i.   Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka

          Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum dimanfaatkan.
          Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka pembelian merupakan
          pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan beban lainnya. Pembayaran
          dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan
          laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari
          12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan
          sebagai aset tidak lancar.




                                                        15
Page 17
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     j.   Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan

          Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah antara
          jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.

          Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki
          untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada melalui
          pemakaian berlanjut.

          Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan
          berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi. Manajemen
          harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi ketentuan
          pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.

     k.   Aset Tetap dan Penyusutan

          Pemilikan Langsung

          Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
          akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
          suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
          pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
          pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
          116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
          PSAK 216, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.



          Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
          penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode Garis
          Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:

                                                                                                         Tahun
          Bangunan Permanen                                                                                20
          Bangunan Semi Permanen                                                                           10
          Kendaraan                                                                                       4-8
          Perabotan dan Peralatan                                                                         4-8
          Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut,
          sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan
          dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah (kapitalisasi) pada
          jumlah tercatat aset yang bersangkutan.

          Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
          ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
          dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
          jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut dihentikan
          pengakuannya.

          Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan disesuaikan
          jika perlu.

          Aset Tetap dalam Pembangunan

          Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
          tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset tersebut
          selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.




                                                        16
Page 18
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     l.   Aset keuangan

          (i)   Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran

                Grup menerapkan PSAK 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi
                dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.


                Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset keuangan
                berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan arus kas
                kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

                Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
                a)    Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
                b)    Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                      komprehensif lain.

                Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
                penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.

                Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.

                Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis
                atas aset keuangan tersebut.

                Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
                tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat pengakuan
                awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.


                Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis
                atas aset keuangan tersebut.

                Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
                berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan pengakuannya
                ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah kedaluwarsa atau dialihkan
                dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat atas kepemilikan.


                Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam hal
                aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
                diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan pada
                nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.




                                                       17
Page 19
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     l.   Aset keuangan (lanjutan)
          (i)    Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (Lanjutan)
                 Instrumen utang
                 Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
                 mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
                 mengklasifikan instrumen utang:
                 •   Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual, dimana
                     arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya perolehan
                     diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan
                     menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan
                     diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam keuntungan/ (kerugian) lainnya
                     bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs. Penurunan nilai aset keuangan disajikan
                     terpisah dalam laba rugi.

                 •   Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas
                     kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan pembayaran
                     pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Mutasi dalam
                     jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pengakuan
                     keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan dan kerugian
                     selisih kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya,
                     akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif
                     lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga
                     dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga
                     efektif. Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan
                     penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba rugi.



                 Instrumen ekuitas
                 Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup telah
                 memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada
                 penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian dari
                 nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi tersebut terus
                 diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran
                 ditetapkan. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
                 penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai wajarnya.


                 Pada 31 Desember 2025, Grup telah memilih untuk mengukur seluruh aset keuangan instrumen
                 ekuitas pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Perubahan nilai wajar aset keuangan
                 tersebut dicatat pada akun penghasilan komprehensif lain di bagian ekuitas pada neraca dan tidak
                 akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat dihentikan pengakuannya.

          (ii)   Penghentian pengakuan

                 Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut
                 telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
                 dan manfaat atas kepemilikan aset.

                 Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar
                 melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian nilai wajar
                 yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.




                                                          18
Page 20
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
     l.   Aset keuangan (lanjutan)
          (iii)   Saling hapus antar instrumen

                  Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
                  keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
                  saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara
                  bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.



                  Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
                  dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau
                  kebangkrutan Grup atau pihak lawan.

     m.   Penurunan nilai dari aset keuangan

          Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”)
          yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo
          piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk mengukur KKE.


          Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian terhadap
          instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan
          nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan.



     n.   Utang usaha
          Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok dalam
          kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila pembayaran
          jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut disajikan sebagai
          liabilitas jangka panjang.

          Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
          diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.

     o.   Kombinasi Bisnis
          Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
          diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah
          setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP
          pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto
          yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada
          tahun berjalan.


          Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk
          KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai goodwill. Jika
          imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka selisihnya diakui dalam
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.

          Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
          Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
          rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan perubahan
          pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak menimbulkan laba rugi bagi
          seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut. Selisih antara harga
          pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada
          tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.




                                                          19
Page 21
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
     p.   Pendapatan dan beban

          Pendapatan

          Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
          a)  Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
          b)  Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak
              untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
          c)   Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak
               entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika
               pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah
               imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan
               kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama
               masa kontrak.

          d)   Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri
               relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat
               diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian
               ditambah margin.
          e)   Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa
               yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa
               tersebut).

          Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
          a)  Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
          b)   Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
               kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang sesuai
               untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.



          Pendapatan Sewa

          Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa
          sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan ke jumlah
          tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.

          Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
          akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.

          Pendapatan Hotel
          Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
          diserahkan.

          Pendapatan Spa
          Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
          Beban
          Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
          Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.




                                                       20
Page 22
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
     q.   Pajak penghasilan kini dan tangguhan
          Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba rugi,
          kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam ekuitas atau
          dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam ekuitas
          atau penghasilan komprehensif lain.

          Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
          posisi keuangan.

          Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas
          aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan tarif pajak
          yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang diharapkan akan
          diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas pajak
          tangguhan diselesaikan.

          Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa
          mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak
          tangguhan tersebut.

          Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan
          hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan
          liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas
          kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo
          tersebut secara neto.

     r.   Sewa
          Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
          aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa aset tetap tertentu
          dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.

          Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan
          nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-
          guna atau masa sewa.

          Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
          dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
          liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang
          disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
          selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.

          Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
          -   Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
          -   Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke
              laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.




                                                        21
Page 23
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     s.   Liabilitas manfaat karyawan

          Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
          Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu ditentukan
          dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit ” .

          Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
          dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
          dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang
          memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.

          Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung
          diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.

          Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi
          pada saat terjadinya.

     t.   Aset dan liabilitas pengampunan pajak

          Grup telah menerapkan PSAK 370 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak". PSAK ini
          mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan
          Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

          Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
          merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah pengakuan
          awal.

          Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara
          kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.


          Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
          tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode Surat
          Keterangan disampaikan.

     u.   Informasi Segmen

          Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
          digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi
          sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal
          di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.

          Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
          -  yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
             pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);


          -   yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
              membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
              kinerjanya; dan
          -   yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.




                                                         22
Page 24
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     v.   Provisi

          Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
          konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak
          diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.


          Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
          menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
          ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
          diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.

     w.   Laba Per Saham Dasar
          Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
          saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

          Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
          diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
          beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

3.   ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
     Asumsi kelangsungan usaha
     Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
     keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai dampak dari
     ketidakpastian tersebut.

     Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan situasi
     akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perusahaan. Dalam
     keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.

     Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi dan
     dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda
     dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang dilaporkan
     dalam periode mendatang.

     Rugi penurunan nilai piutang

     Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi
     penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif
     bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk
     memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi
     perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.

     Pajak penghasilan dan pajak lainnya

     Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi (capital
     allowance ) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas perhitungan beban
     pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan melibatkan
     penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya transaksi dan perhitungan yang
     dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak selama bisnis normal.



     Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
     dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
     ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan, dapat
     berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat perbedaan
     perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
     penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak tersebut dibuat.




                                                       23
Page 25
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
     Pajak penghasilan dan pajak lainnya (Lanjutan)

     Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance , dan perbedaan temporer
     lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat diterima kembali,
     dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan. Sama seperti
     “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat dihasilkan sangat
     dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga komoditas, dan lain-lain; yang
     mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan perubahan keadaan akan mengubah
     proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.


     Kewajiban imbalan pascakerja

     Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial
     berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan) pensiun neto
     mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi ini akan
     mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.

     Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
     pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas
     estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan pascakerja.
     Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi
     pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang
     serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.


     Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji
     dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.

     Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap

     Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
     berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai. Penentuan
     nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan
     asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga komoditas (mempertimbangkan
     harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait), cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’),
     biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal di masa depan. Estimasi dan asumsi ini
     terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah
     proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu,
     sebagian atau seluruh nilai tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi
     pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.




                                                        24
Page 26
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4.   KAS DAN SETARA KAS
     Kas dan setara kas terdiri dari:
                                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Kas                                                                          93.919.463           74.561.700
     Kas di bank
     Pihak ketiga
       Rupiah
         PT Bank Central Asia Tbk                                             1.693.087.475          1.988.577.189
         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                               1.405.131.658          1.903.767.359
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                          241.108.754            264.989.278
         PT Bank Pan Indonesia Tbk                                               15.252.053             15.344.915
         PT Bank Bukopin Tbk                                                      7.497.499              7.587.499
                                                                              3.362.077.439          4.180.266.240
     Deposito Berjangka
     Pihak ketiga
       Rupiah
         PT Bank Capital                                                        501.994.521           502.301.370
         PT Bank MNC                                                            500.000.000           500.000.000
                                                                              1.001.994.521          1.002.301.370
     Jumlah                                                                   4.457.991.423          5.257.129.310

     Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 6,50% - 7,25%
     per tahun pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan
     seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.

5.   PIUTANG USAHA
     Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang lainnya
     dengan rincian per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:

     a.    Berdasarkan pelanggan
                                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025
           Pelanggan yang telah check out:
            MG BedBank                                                          177.568.000           205.822.000
            Pelanggan sektor pemerintahan                                       140.216.350            97.523.600
            Online Travel Agent                                                  62.989.063            17.253.000
            Klik N Book                                                          34.070.000            27.016.000
            Terang Wisata Jakarta                                                20.670.000                   -
            PT Petrosea Tbk                                                      13.800.000                   -
            Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 10.000.000)                      9.106.294           112.714.818
             Sub Jumlah                                                         458.419.707           460.329.418
           Pelanggan yang belum check out                                        37.411.568            75.829.938
           Kartu Debit                                                           13.949.765               315.000
           Kartu Kredit                                                             587.300             4.820.000
                                                                                510.368.340           541.294.356
           Provisi atas penurunan nilai                                           (6.814.042)           (6.814.042)
           Jumlah                                                               503.554.298           534.480.314




                                                          25
Page 27
                                     PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                     Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.   PIUTANG USAHA (Lanjutan)
     b.    Berdasarkan umur
           Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:
                                                                            31 Maret 2026        31 Desember 2025
           0 - 30 hari                                                            493.838.340          365.799.050
           31 - 60 hari                                                            16.030.000          143.179.320
           61 - 90 hari                                                               500.000           23.793.334
           > 90 hari                                                                      -              8.522.652
                                                                                  510.368.340          541.294.356

     Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
                                                                            31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Rata-rata Piutang usaha - Bersih                                              519.017.306         534.480.314
     Penjualan                                                                   4.920.054.046      20.728.192.009
     Kolektibilitas Piutang                                                      9 hari               9 hari

     Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta
     tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
     Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
                                                                            31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Saldo awal                                                                      6.814.042           4.161.434
     Penambahan (pemulihan) Penyisihan                                                       -           2.652.608
     Saldo akhir                                                                     6.814.042           6.814.042

     Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi kerugian
     dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.

6.   PIUTANG LAIN-LAIN
                                                                            31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Pihak ketiga
       Karyawan                                                                    86.224.800          106.775.000
       Piutang Bunga                                                                1.617.385            1.618.374
          Sub Jumlah                                                               87.842.185          108.393.374
     Pihak berelasi (Catatan 12b)                                               41.625.000.000           2.970.000
                                                                                41.712.842.185         111.363.374
     Provisi atas penurunan nilai                                                           -                  -
     Jumlah                                                                     41.712.842.185         111.363.374

     Seluruh piutang lain-lain dalam mata uang Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga.
     Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan cadangan
     kerugian penurunan nilai.




                                                           26
Page 28
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.   PERSEDIAAN

                                                                        31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Makanan                                                                 176.847.849             107.724.497
     Minuman                                                                 102.943.232              64.710.910
     Lain-lain                                                               295.096.298             289.573.729
     Jumlah                                                                  574.887.379             462.009.136

     Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp254.868.877 dan Rp356.454.718 untuk
     tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025.

     Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu
     dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh persediaan
     dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.


     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian,
     kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan persediaan
     yang tidak diasuransikan.

8.   PERLENGKAPAN
                                                                        31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Linen                                                                 1.278.025.235           1.285.802.292
     Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply                                  172.978.563             168.766.713
     Barang Pecah Belah                                                      164.331.790             157.757.265
     Perangkat Makan Perak                                                    34.555.278              29.795.276
     Seragam                                                                  25.274.393              29.840.810
     Lain-lain                                                                55.733.051              65.391.851
     Jumlah                                                                1.730.898.310           1.737.354.207

9.   UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

                                                                        31 Maret 2026        31 Desember 2025
     Uang muka:
       Uang muka pembelian                                                   186.238.151             181.551.173
       Uang muka karyawan                                                      3.000.000               3.000.000
     Biaya Dibayar di Muka:
       Beban Tangguhan                                                       632.986.339             311.322.356
       Perijinan                                                             298.764.708              69.724.525
       Asuransi                                                              141.322.234              50.684.052
       Kontrak Service                                                        56.990.637              19.252.673
       Lain-lain                                                                     -                70.981.722
     Jumlah                                                                1.319.302.069             706.516.501

     Bagian lancar                                                         1.319.302.069             706.516.501
     Bagian tidak lancar                                                             -                       -
                                                                           1.319.302.069             706.516.501




                                                       27
Page 29
                                     PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                     Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


10.   ASET TETAP

                                                                         31 Maret 2026

                                   Saldo Awal        Penambahan           Pengurangan        Reklasifikasi       Saldo Akhir

      Biaya Perolehan:
       Pemilikan Langsung
         Tanah                     332.483.700.000                -         18.761.600.000                   -   313.722.100.000
         Bangunan                   73.789.700.000                -         17.608.500.000                   -    56.181.200.000
         Kendaraan                   8.104.140.022                -                      -                   -     8.104.140.022
         Perabot dan peralatan      17.175.816.895       227.524.890                     -                   -    17.403.341.785
                                                                                                                             -
       Jumlah Pemilikan
        Langsung                   431.553.356.917       227.524.890        36.370.100.000                   -   395.410.781.807
       Aset Hak Guna
         Kendaraan                    282.600.000                 -                      -                   -       282.600.000

       Aset Tetap dalam                                                                                                        -
         Pembangunan                  170.413.010          5.064.002                     -                   -       175.477.012
                                                                                                                             -

       Jumlah                      432.006.369.927       232.588.892        36.370.100.000                   -   395.868.858.819

      Akumulasi Penyusutan:
       Pemilikan Langsung
         Bangunan                   11.105.293.846      1.301.845.554        2.244.220.588                   -    10.162.918.812
         Kendaraan                   8.035.815.744        31.261.600                     -                   -     8.067.077.344
         Perabot dan peralatan      14.492.010.387       225.532.634                     -                   -    14.717.543.021
                                                                                                                             -

       Jumlah Pemilikan Langsung    33.633.119.977      1.558.639.788        2.244.220.588                   -    32.947.539.177
                                                                                                                             --

       Aset Hak Guna
         Kendaraan                      94.200.000                -                      -                   -        94.200.000

      Nilai buku - bersih          398.279.049.950                                                               362.827.119.642


                                                                        31 Desember 2025

                                   Saldo Awal        Penambahan           Pengurangan        Reklasifikasi       Saldo Akhir

      Biaya Perolehan:
       Pemilikan Langsung
       Tanah                       332.483.700.000                -                      -                   -   332.483.700.000
       Bangunan                     73.789.700.000                -                      -                   -    73.789.700.000
       Kendaraan                     8.373.340.022                -         269.200.000,00                   -     8.104.140.022
       Perabot dan peralatan        16.249.974.135       627.713.833            85.490.337       383.619.264      17.175.816.895
                                                                                                                             -

       Jumlah Pemilikan Langsung   430.896.714.157       627.713.833           354.690.337       383.619.264     431.553.356.917
       Aset Hak Guna
         Kendaraan                    282.600.000                 -                      -                   -       282.600.000

       Aset Tetap dalam                                                                                                        -
         Pembangunan                  201.795.000        352.237.274                     -       (383.619.264)       170.413.010
                                                                                                                             -

       Jumlah                      431.381.109.157       979.951.107           354.690.337                   -   432.006.369.927

      Akumulasi Penyusutan:
       Pemilikan Langsung
       Bangunan                      5.552.646.923      5.552.646.923                    -                   -    11.105.293.846
       Kendaraan                     8.080.561.309       224.454.435           269.200.000                   -     8.035.815.744
       Perabot dan peralatan        13.844.502.894       732.997.830            85.490.337                   -    14.492.010.387
                                                                                                                             -

       Jumlah Pemilikan Langsung    27.477.711.126      6.510.099.188          354.690.337                   -    33.633.119.977
                                                                                                                             --
       Aset Hak Guna
         Kendaraan                      58.875.000        35.325.000                     -                   -        94.200.000

      Nilai buku - bersih          403.844.523.031                                                               398.279.049.950




                                                             28
Page 30
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


10.   ASET TETAP (lanjutan)
      Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat (Pejompongan),
      Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso) dan Bali (Canggu)
      dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31 Desember 2025 dan 2024.

      Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai, Jakarta
      Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu) digunakan oleh PT
      Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan. Pada tahun 2025 dan 2024,
      tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman bank
      yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).


      Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tertanggal
      8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas 1.500 m2 yang
      berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp15.800.000.000. Aset tersebut telah
      diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan PT Setia utama Island.


      Aset tanah dan bangunan villa di Kepulauan Seribut sedang dalam proses penjualan dengan cara pengalihan
      PPJB oleh Perusahaan kepada pihak berelasi (Catatan 37).

      Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani Kesepakatan
      Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual, mengalihkan,
      memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan bangunan Villa di
      Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat tetap, belum termasuk
      pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses penjualan ini.

      Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel yang masih dalam tahap
      penyelesaian.

      Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
                                                                              31 Maret 2026         31 Maret 2025
      Beban umum dan administrasi (Catatan 27)                                    1.558.639.788         1.633.879.325
      Jumlah                                                                      1.558.639.788         1.633.879.325

      Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp19.783.172.151 dan
      Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.


      Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam, kebakaran
      dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp94.111.473.182 pada 31
      Maret 2026 dan 31 Desember 2025. Manajemen akan meningkatkan nilai pertanggungan tersebut untuk
      menutupi kerugian yang mungkin terjadi.

      Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                              31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Harga jual                                                                 37.500.000.000          191.351.352
      Nilai buku                                                                 34.125.879.412                  -
      Laba atas penjualan aset tetap                                              3.374.120.588          191.351.352




                                                            29
Page 31
                                          PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                          Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                          Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                              31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10.   ASET TETAP (lanjutan)
      Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No. 00068/2.0004-
      14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan yang ditandatangani oleh
      Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian
      Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang wajar dan Peraturan
      Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian properti di pasar modal.
      Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember 2023 hanya untuk tujuan akuntansi sesuai
      dengan PSAK No. 216 tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan pajak. Penentuan nilai wajar
      dilakukan dengan metode pendekatan biaya.


                                                                       31 Desember 2023

      No.       Lokasi                        Alamat Aset                                Jenis Aset             Nilai Wajar        Metode Pendekatan

       1.   Jakarta        Jl. Falatehan I No. 21-22                             Tanah (523 m2)                  36.262.200.000   Pendekatan Biaya
                           Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan              Bangunan (3.020 m2)             21.744.000.000   dan Pendapatan

       2.   Jakarta        Jl. Penjernihan Bendungan                             Tanah (501 m2)                  29.904.700.000   Pendekatan Biaya
                           Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat                     Bangunan (2.974 m2)             19.925.800.000   dan Pendapatan
       3.   Jakarta        Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok Pinang        Tanah (3.027 m2)                60.181.200.000   Pendekatan Pasar
                           Kec. Kebayoran Lama Jakarta Selatan

       4.   Jakarta        Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu Raya No.    Bangunan - Apartemen             2.020.600.000   Pendekatan Pasar
                           12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan              Lexington (68 m2)


                           Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu Raya No.    Bangunan - Apartemen             2.279.400.000   Pendekatan Pasar
                           12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan              Lexington (76 m2)

       5.   Jakarta        Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau Seribu        Tanah (1.500 m2)                18.761.600.000   Pendekatan Biaya dan
                           Selatan, Kep. Seribu                                                                                   Pendapatan
                                                                                 Bangunan (1.677 m2)             17.608.500.000
       6.   Sumba Barat    Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab. Sumba            Tanah (1.162.282 m2)           135.615.700.000   Pendekatan
            Daya, Nusa     Barat Nusa Tenggara Timur                                                                              Pendapatan
            Tenggara
            Timur
       7.   Canggu, Bali   Jalan Raya Kayutulang,                                Tanah (7.230 m2)                51.758.300.000   Pendekatan Biaya
                           Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bali       Bangunan (1.674 m2)             10.211.400.000   dan Pendapatan


                                                                                   Jumlah                       406.273.400.000


11.   ASET LAIN-LAIN

      Rincian per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                    31 Maret 2026             31 Desember 2025
      Kas yang dibatasi penggunaannya                                                                   1.200.000.000              1.200.000.000
      Jumlah                                                                                            1.200.000.000              1.200.000.000

      Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi BNI, yang
      dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.




                                                                            30
Page 32
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12.   TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI

      a.   Sifat hubungan dengan pihak berelasi
           Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan pihak-
           pihak berelasi.

           Sifat Pihak Berelasi
           Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

            No.              Pihak Berelasi                     Hubungan                   Sifat Saldo Akun/Transaksi
             1.     Herman Herry Adranacus              Pemegang Saham dan              Utang lain-lain
                                                     Komisaris Utama di Entitas Anak

             2.     PT Dwimukti Graha Elektrindo     Di bawah pengendali yang sama      Piutang lain-lain; Utang lain-
                                                     dengan Perusahaan dan Entitas      lain
                                                                 Anak
             3.     PT Dwimukti Inti Boga            Di bawah pengendali yang sama      Piutang lain-lain; Utang lain-
                                                     dengan Perusahaan dan Entitas      lain
                                                                 Anak
             4.     PT Sotis Hotel Manajemen         Di bawah pengendali yang sama      Piutang lain-lain; Utang lain-
                                                     dengan Perusahaan dan Entitas      lain
                                                                 Anak
             5.     PT Sungai Mas Konstruksi         Di bawah pengendali yang sama      Piutang lain-lain
                                                     dengan Perusahaan dan Entitas
                                                                 Anak

      b.   Piutang lain-lain
                                                                           31 Maret 2026          31 Desember 2025
           PT Sungai Mas Konstruksi                                          41.625.000.000                  2.970.000
           PT Sotis Hotel Manajemen                                                     -                    2.970.000
                                                                             41.625.000.000                  5.940.000
           Provisi atas penurunan nilai                                                    -                         -
           Jumlah                                                            41.625.000.000                  5.940.000

           Bagian lancar                                                     41.625.000.000                  2.970.000
           Bagian tidak lancar                                                          -                    2.970.000
           Jumlah                                                            41.625.000.000                  5.940.000
           Persentase terhadap jumlah aset                                              0,10                       0,00

      c.   Utang lain-lain

                                                                           31 Maret 2026          31 Desember 2025
           PT Dwimukti Graha Elektrindo                                     111.202.426.473           111.202.426.473
           PT Dwimukti Inti Boga                                             14.901.924.170             9.113.366.670
           Herman Herry Adranacus                                             5.627.698.483             5.627.698.483
           PT Sotis Hotel Manajemen                                           1.499.231.000             1.525.031.000
           Jumlah                                                           133.231.280.126           127.468.522.626

           Bagian lancar                                                     16.401.155.170            10.638.397.670
           Bagian tidak lancar                                              116.830.124.956           116.830.124.956
           Jumlah                                                           133.231.280.126           127.468.522.626
           Persentase terhadap jumlah liabilitas                                        0,57                       0,54




                                                          31
Page 33
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12.   TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI

      c.   Utang lain-lain (lanjutan)

           Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

           PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")

           Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo utang per 31 Maret 2026 menjadi sebesar
           Rp111.202.426.473 terdiri dari saldo utang PT SMK sebesar Rp87.371.486.634, PT DMW sebesar
           Rp19.594.205.811 dan saldo utang PT TKP sebesar Rp 4.236.734.028.

           a.   SMK

                Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
                atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman
                Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang tersebut telah
                dinyatakan dalam Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
                2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
                tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
                nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.

                Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari waktu ke
                waktu sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-DGE/PH/XII/2024
                sebesar Rp9.585.483.185.

                Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
                Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
                Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
                seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
                DGE. Hasil Novasi tersebut mengakibatkan Perusahaan mempunyai kewajiban pembayaran hutang
                kepada DGE sebesar Rp86.436.286.635


                Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari DGE berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 005A/SMK-
                DGE/PP/I/2025 tertanggal 2 Januari 2025. Pinjaman tersebut diberikan sampai dengan paling banyak
                sebesar Rp940.000.000, berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan
                Perjanjian dan akan berakhir tanggal 2 Januari 2027, bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
                biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap ataupun seluruhnya
                secara sekaligus, sesuai dengan kemampuan kondisi keuangan Perusahaan.


                Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut diatas, saldo utang SMK kepada DGE sebesar
                Rp87.371.486.634

           b.   DMW

                DMW melakukan transaksi dengan pihak berelasi DGE yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang,
                serta pembayaran terlebih dahulu beban-beban usaha dan transaksi lainnya.

                Atas transaksi tersebut Perusahaan dan DGE tersebut telah terikat hubungan hutang piutang
                berdasarkan:
                1)   Nota Kesepahaman tertanggal 29 Desember 2017 juncto Addendum Nota Kesepahaman tertangal
                     31 Desember 2018 juncto Penegasan Kedua Nota Kesepahaman tertanggal 30 Desember 2022

                2)   Perjanjian Penegasan Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 191a/PPHS/XII/2021 tertanggal 31
                     Desember 2021 juncto Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.282/PPPS/XII/2022 tertanggal 30
                     Desember 2022 juncto Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023
                     tertanggal 29 Desember 2023 juncto Addendum III Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 213/DGE-
                     DMW/PHP/XII/2024 tertanggal 30 Desember 2024 juncto Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang
                     Nomor : 260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025.




                                                          32
Page 34
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12.   TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI

      c.   Utang lain-lain (lanjutan)

           PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)

           b.   DMW (lanjutan)

                Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE
                untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk mengubah
                ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:

                1.    Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh
                      DMW kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
                2.    Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal
                      30 Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
                3.    Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
                      Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan
                      Perjanjian, tetap berlaku sebagaimana adanya.

                Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
                adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW kepada
                DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat sisa
                pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.

                DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
                pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
                kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan
                dalam Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
                Desember 2023. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
                biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
                nominal yang disesuaikan dengan cash flow DMW.


                DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
                Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar Rp88.425.009.260.
                Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
                lainnya.

                Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pengalihan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
                Nomor:225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
                Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
                seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
                DGE sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.811.

                Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025
                tertanggal 30 Desember 2025 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
                Rp19.594.205.811.




                                                         33
Page 35
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12.   TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
      c.   Utang lain-lain (lanjutan)
           PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
           c.   TKP

                TKP memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") berdasarkan Perjanjian
                Hutang Piutang No. 190a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 untuk keperluan operasional.
                Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
                lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
                disesuaikan dengan cash flow TKP.

                Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
                2022 TKP mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548. Pinjaman tersebut
                diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
                pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
                cash flow TKP.

                Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 tertanggal 31
                Desember 2024 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp3.457.556.303.
                Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
                lainnya.

                Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.355/TKP-DGE/PHP-Addendum/XII/2025
                tertanggal 31 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
                Rp4.236.734.028.

           Herman Herry Adranacus ("HHA")

           a.   DMW
                Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal 5 Januari 2015 antara
                DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk memberikan pinjaman
                sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara bertahap. Atas
                pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal
                yang disesuaikan dengan keuangan DMW.

                Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
                1.   Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW mengakui utang
                     kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2016
                     adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
                2.    Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW mengakui utang
                      kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2017
                      adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
                3.    Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018, dimana DMW
                      mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Mei
                      2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
                4.    Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018, dimana
                      DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per
                      31 Desember 2018 sebesar Rp6.627.698.483.

                5.    Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021,
                      dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang
                      DMW per 31 Desember 2021 sebesar Rp6.627.698.483.




                                                         34
Page 36
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12.   TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
      c.   Utang lain-lain (lanjutan)
           Herman Herry Adranacus ("HHA") (Lanjutan)
           a.   DMW (Lanjutan)
                Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
                6.   Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana
                     DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per
                     31 Desember 2022 sebesar Rp6.627.698.483.
                7.    Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember
                      2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo
                      utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.

                8.    Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024, dimana DMW
                      mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
                      Desember 2025 dan 2024 sebesar Rp5.627.698.483

                Pada tahun 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari Herman Hery Adranacus
                sebesar Rp5.627.698.483 berdasarkan surat Pengakuan Hutang No. 357/DMW-HH/PPH/XII/2025
                tertanggal 30 Desember 2025. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali
                setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan Perusahaan.

           PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")

           Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
           Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas Anak
           bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari SHM. Atas
           perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari incentive management
           fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib
           mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit ) hotel setiap bulannya sebagai cadangan untuk
           penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel. Dalam tahun 2025
           dan 2024, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada SHM masing-masing sebesar Rp1.800.000.000
           yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27).



           Pada tahun 2025, biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis
           Hotel sebesar Rp987.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) ini tidak dikenakan
           biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum dilakukan oleh
           Perusahaan.

           Perusahaan melakukan transaksi dengan SHM yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang yang
           diperuntukan bagi keperluan operasional usaha. Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang Nomor 177/DMW-
           SHM/XII/2018 tertanggal 31 Desember 2018 dan Addendum V Perjanjian Hutang Piutang No.358/DMW-
           HH/PHP-Addendum/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman
           dari DGE sebesar Rp538.031.000. Pinjaman diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
           tanpa biaya tambahan lainnya

           Total Utang DMW kepada SHM sebesar Rp1.499.231.000 dan Rp1.525.031.000 pada 31 Maret 2026 dan
           31 Desember 2025.




                                                         35
Page 37
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12.   TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)

      c.   Utang lain-lain (lanjutan)

           PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")

           Per 31 Maret 2026, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp14.901.924.170 terdiri
           dari saldo utang SMK sebesar Rp4.084.320.881, DMW sebesar Rp9.693.861.619 dan TKP sebesar
           Rp1.123.741.670.

           a.   SMK

                Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 253/DIB-SMK/PHP/VIII/2025 tertanggal 24 Agustus 2025
                SMK mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp2.802.193.381. Pinjaman tersebut
                diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp3.000.000.000,
                bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman
                dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow
                Perusahaan.

           b.   DMW

                Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 209/DIB-DMW/PHP/VII/2025 tertanggal 21 Juli 2025 DMW
                mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp5.471.431.619. Pinjaman tersebut diberikan
                untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp8.500.000.000, bunga 0% (nol
                persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
                bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.


           c.   TKP
                Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 195/DIB-TKP/PHP/VII/2025 tertanggal 8 Juli 2025
                Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp839.741.670. Pinjaman diberikan
                dengan plafond sebesar Rp1.000.000.000, tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya tambahan lainnya.
                Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
                disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.

           PT Sungai Mas Konstruksi ("SMKonstruksi")
                Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani
                Kesepakatan Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual,
                mengalihkan, memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah
                dan bangunan Villa di Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000.
                Penjualan Aset non Operasional tersebut belum dilunasi sampai tanggal 31 Maret 2026, tetapi per
                tanggal 1 April 2026 sudah dilunasi.




                                                         36
Page 38
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13.   UTANG USAHA

      a.   Berdasarkan pemasok

                                                                           31 Maret 2026         31 Desember 2025
           Pihak ketiga
             Rupiah
               Lapak Bawang Setiawan Pamungkas                                  150.571.350             41.309.650
               Sari Alam Supplier                                                50.749.225             37.061.375
               Makmur Stand Buah                                                 46.235.370             15.878.700
               Jasa Boga Niaga                                                   41.172.700                    -
               UD Brojo Mulyo                                                    36.957.780             22.993.360
               PT Rumah Duta Pangan                                              35.321.625                    -
               Beauty Laundry                                                    33.523.227                    -
               Jeng Rince Kitchen                                                29.910.000                    -
               PT Seiga Plus Energy                                              28.800.000                    -
               PT Dipa Pratama Adhikara                                          25.302.800                    -
               Toko Maju Bersama                                                 25.025.950             10.658.700
               PT Fitra Food International                                       22.847.592             10.002.494
               Karya Cipta Prima                                                 19.796.000                    -
               Juragan Beku                                                      16.845.000                    -
               CHY Consulting                                                    16.740.000                    -
               Ayamku                                                            14.849.000                    -
               PT Yuza Graha Gemilang Raya                                       14.676.000                    -
               Rico Toko Plastik                                                 14.550.000                    -
               Huma Fresh                                                        13.983.090                    -
               Mulia Ditama Jaya                                                 12.550.700                    -
               CV Wahana Sukses Makmur                                           12.158.000                    -
               Bintang Jaya                                                      11.499.500                    -
               CV Jasa Boga Niaga                                                       -               24.898.400
               Setya Laundry & Clean                                                    -               23.077.702
               Snack Bites                                                              -               16.976.850
               PT Sentralsari Primasentosa                                              -               11.747.000
               Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000.000)                   168.471.111            114.185.058
           Jumlah                                                               842.536.020            328.789.289

      b.   Berdasarkan umur
           Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :

                                                                           31 Maret 2026         31 Desember 2025
           0 - 30 hari                                                          769.313.284            180.934.681
           31 - 60 hari                                                          25.323.736             98.823.138
           61 - 90 hari                                                          16.761.000             13.993.620
           > 90 hari                                                             31.138.000             35.037.850
           Jumlah                                                               842.536.020            328.789.289

      Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per 31
      Maret 2026 dan 31 Desember 2025. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari dan tanpa
      jaminan.




                                                          37
Page 39
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                      Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14.   UTANG LAIN-LAIN
                                                                             31 Maret 2026       31 Desember 2025
      Pihak ketiga
        Lainnya                                                                   259.787.815          142.261.465
                                                                                  259.787.815          142.261.465

      Pihak berelasi (catatan 12c)                                            133.231.280.126      127.468.522.626
      Jumlah                                                                  133.491.067.941      127.610.784.091

      Bagian lancar                                                            16.660.942.985       10.780.659.135
      Bagian tidak lancar                                                     116.830.124.956      116.830.124.956
      Jumlah                                                                  133.491.067.941      127.610.784.091

      Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh tempo
      sewaktu-waktu.


15.   BEBAN AKRUAL

                                                                             31 Maret 2026       31 Desember 2025
      Jasa Pelayanan                                                              513.182.330          574.011.153
      Kerusakan dan Penggantian                                                   379.731.938          410.769.493
      Utilitas                                                                    134.204.329           78.546.790
      Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel                           85.268.906          119.845.196
      Komisi                                                                       68.941.900           86.312.563
      Gaji dan Tunjangan                                                           61.012.788          263.228.831
      Jasa Profesional                                                                      -          135.000.000
      Lain-lain                                                                    50.537.550          154.817.515
      Jumlah                                                                    1.292.879.741         1.822.531.541

16.   PERPAJAKAN
      a.   Pajak dibayar dimuka
                                                                             31 Maret 2026       31 Desember 2025
           Perusahaan
             Pajak Pertambahan Nilai                                            2.469.243.436         4.792.311.436
           Entitas anak
             Pasal 21                                                                      -             3.676.393
             Pasal 25/29                                                                   -                   -
             Pasal 23                                                               48.194.203          37.769.360
           Jumlah                                                               2.517.437.639         4.833.757.189




                                                            38
Page 40
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16.   PERPAJAKAN (Lanjutan)
      b.   Utang pajak
                                                                         31 Maret 2026           31 Desember 2025
           Perusahaan
             Pasal 21                                                           77.839.533              45.498.930
             Pasal 23                                                              266.880               5.270.941
           Entitas anak
             Pajak penghasilan badan                                                  -                        -
             Pajak pembangunan 1                                              435.388.105              495.979.595
             Pasal 21                                                          88.677.422               26.902.146
             Pasal 23                                                           4.606.454                6.089.715
             Pasal 4(2)                                                        44.000.000                      -
             Pasal 25/29                                                       49.535.441               95.311.397
             Pasal lainnya                                                            -                 44.000.000
           Jumlah                                                             700.313.835              719.052.724

      c.   Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
                                                                         31 Maret 2026           31 Desember 2025
           Kini
             Anak                                                                            -         324.191.177
             Penyesuaian Tahun Lalu                                                          -                   -
           Tangguhan
             Perusahaan                                                                      -          (28.341.565)
             Anak                                                                            -          (80.281.123)
           Jumlah                                                                            -         215.568.489

           Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
           komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31
           Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                         31 Maret 2026           31 Desember 2025
           Rugi sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian                       625.368.368           (15.411.387.766)
           Rugi sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak                    2.050.019.045             5.936.184.750

           Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan                        2.675.387.413            (9.475.203.016)

           Beda waktu:
           Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal                            -                     -
           Beban Imbalan Kerja                                                           -             128.825.295
                                                                                         -             128.825.295
           Beda tetap:
           Jasa giro                                                                     -                  (1.754)
           Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain                                  -             587.348.045
                                                                                         -             587.346.291

           Taksiran Rugi Fiskal                                             2.675.387.413            (8.759.031.430)
           Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
             Tahun 2020                                                                -             (8.273.978.141)
             Tahun 2021                                                     (8.912.287.273)          (8.912.287.273)
             Tahun 2022                                                     (9.302.166.990)          (9.302.166.990)
             Tahun 2023                                                     (8.167.893.601)          (8.167.893.601)
             Tahun 2024                                                     (8.280.936.546)          (8.280.936.546)
             Tahun 2025                                                     (7.978.932.234)                     -
           Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal                                 (39.966.829.231)          (51.696.293.981)




                                                          39
Page 41
                                         PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                         Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                             31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16.   PERPAJAKAN (Lanjutan)
      c.   Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
           Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
           mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak akan
           memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan sebelum
           tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.

           Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal
           Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.

           Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan
           liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

                                                                                       31 Maret 2026
                                                                                                   Dikreditkan
                                                                               Dikreditkan      (dibebankan) ke
                                                                            (dibebankan) ke       penghasilan
                                                       1 Januari 2026      laporan laba rugi   komprehensif lain   31 Maret 2026

           Perusahaan
           Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
           Aset Tetap                                   (26.264.355.311)                   -       3.723.198.810   (22.541.156.501)
           Imbalan kerja                                   234.306.553                     -                   -      234.306.553

           Jumlah                                       (26.030.048.758)                   -       3.723.198.810   (22.306.849.948)

           Entitas Anak
           Aset Pajak Tangguhan - Bersih
           Aset Tetap                                    1.974.039.026                     -                   -     1.974.039.026
           Cadangan penurunan piutang                        1.499.667                     -                   -        1.499.667
           Imbalan kerja                                   152.913.271                     -                   -      152.913.271
           Amortisasi                                       (48.082.452)                   -                   -       (48.082.452)

           Jumlah Aset Pajak Tangguhan                   2.080.369.512                     -                   -     2.080.369.512

           Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
           Aset Tetap                                   (27.547.550.800)                   -                   -   (27.547.550.800)

           Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan            (27.547.550.800)                   -                   -   (27.547.550.800)



           Konsolidasian

           Aset Pajak Tangguhan
            Entitas Anak :
             PT Dwimukti Mitra Wisata                    2.080.369.512                                               2.080.369.512

           Liabilitas Pajak Tangguhan
            Perusahaan                                  (26.030.048.758)                                           (22.306.849.948)
            Entitas Anak :
             PT Tanjung Karoso Permai                   (27.547.550.800)                                           (27.547.550.800)

                                                        (53.577.599.558)                                           (49.854.400.748)

           Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan                                                 -       3.723.198.810




                                                                 40
Page 42
                                         PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                         Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                             31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16.   PERPAJAKAN (Lanjutan)

      c.   Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
                                                                                     31 Desember 2025
                                                                                                   Dikreditkan
                                                                               Dikreditkan      (dibebankan) ke
                                                                            (dibebankan) ke       penghasilan
                                                       1 Januari 2025      laporan laba rugi   komprehensif lain    31 Desember 2025

           Perusahaan
           Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
           Aset Tetap                                   (26.264.355.311)                   -                   -      (26.264.355.311)
           Imbalan kerja                                   185.454.337           48.852.216                    -         234.306.553

           Jumlah                                       (26.078.900.974)         48.852.216                    -      (26.030.048.758)

           Entitas Anak
           Aset Pajak Tangguhan - Bersih
           Aset Tetap                                    1.974.039.026                     -                   -       1.974.039.026
           Cadangan penurunan piutang                          915.735              583.932                    -           1.499.667
           Imbalan kerja                                   157.676.049           14.418.050          (19.180.828)        152.913.271
           Amortisasi                                     (113.361.593)          65.279.141                    -          (48.082.452)

           Jumlah Aset Pajak Tangguhan                   2.019.269.217           80.281.123          (19.180.828)      2.080.369.512

           Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
           Aset Tetap                                   (27.547.550.800)                   -                   -      (27.547.550.800)

           Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan            (27.547.550.800)                   -                   -      (27.547.550.800)

           Konsolidasian

           Aset Pajak Tangguhan
            Entitas Anak :
             PT Dwimukti Mitra Wisata                    2.019.269.217                                                 2.080.369.512

           Liabilitas Pajak Tangguhan
            Perusahaan                                  (26.078.900.974)                                              (26.030.048.758)
            Entitas Anak :
             PT Tanjung Karoso Permai                   (27.547.550.800)                                              (27.547.550.800)

                                                        (53.626.451.774)                                              (53.577.599.558)

           Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan                                      129.133.339          (19.180.828)




                                                                 41
Page 43
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16.   PERPAJAKAN (Lanjutan)

      e.   Pengampunan Pajak
           Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan
           pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak
           (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016 sampai dengan 31 Maret
           2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah
           sebagai berikut:

                                         Jenis Aset/Liabilitas                                      Jumlah

           Kas                                                                                    22.205.650.000
           Bank                                                                                       16.857.636
           Investasi dalam saham                                                                   2.500.000.000
           Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan                             4.950.000.000
           Tanah                                                                                  41.899.430.000
           Bangunan                                                                                4.176.000.000
           Kendaraan                                                                               1.798.600.000
           Utang Bank                                                                               (516.930.801)
           Utang Lain-lain                                                                       (11.850.000.000)
           Liabilitas Sewa Pembiayaan                                                                (80.846.577)
                                                                                                  65.098.760.258

           Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan
           Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam Pernyataan
           Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.

           Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
           dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.

      f.   Ketetapan Pajak

           Pada 31 Desember 2025, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis pajak
           tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar Rp
           2.784.599. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak pada laba
           atau rugi tahun 2025.

            Jenis Pajak         Periode Pajak                         No. SKP                       Jumlah SKP
               PPH              Februari 2021                    00022/101/21/054/25                      249.513
               PPH               Maret 2021                      00023/101/21/054/25                      257.523
               PPH               April 2021                      00024/101/21/054/25                      254.868
               PPH                Mei 2021                       00025/101/21/054/25                      252.213
               PPH                Juni 2021                      00026/101/21/054/25                      252.213
               PPH                Juli 2021                      00027/101/21/054/25                      252.213
               PPH              Agustus 2021                     00028/101/21/054/25                      249.558
               PPH             September 2021                    00029/101/21/054/25                      246.903
               PPH              Oktober 2021                     00030/101/21/054/25                      246.903
               PPH             November 2021                     00031/101/21/054/25                      244.248
               PPH             Desember 2021                     00032/101/21/054/25                      249.671
               PPH             Desember 2024                     00180/101/24/054/25                       28.773
                                                                       TOTAL                            2.784.599


           Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
           menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
           peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
           terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.




                                                       42
Page 44
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16.   PERPAJAKAN (Lanjutan)

      f.    Ketetapan Pajak (Lanjutan)
            Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20% untuk
            tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020. Kebijakan ini
            mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti Undang-Undang
            tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan sehubungan dengan
            Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi ancaman yang akan
            membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perppu tersebut telah
            diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei 2020.



            Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun
            2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif pajak
            penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya.



17.   UTANG BANK

                                                                         31 Maret 2026       31 Desember 2025
      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                               47.350.000.000         49.900.000.000
      Dikurangi:
        Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
          Diamortisasi                                                       (196.784.526)          (218.554.903)
      Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun                      (10.569.797.533)       (10.116.517.299)
      Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun                        36.583.417.941         39.564.927.798

      Entitas Anak
      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

      Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti Mitra
      Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan Fasilitas Kredit
      Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk keperluan refinancing pembiayaan Hotel
      Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana prasarana, mesin dan perlengkapan.


      Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan 14
      Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas angsuran
      pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu
      kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2025 dan 2024 adalah sebesar 12% per tahun.


      Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
      -   Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22, Jakarta
          Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
      -    Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
           Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
      -    Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
      -    Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.

      Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp2.550.000.000 dan Rp9.000.000.000 untuk
      tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

      Saldo utang pinjaman per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp47.153.215.474 dan
      Rp49.681.445.097.




                                                        43
Page 45
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17.   UTANG BANK (Lanjutan)

      Entitas Anak (Lanjutan)
      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)
      Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
      yaitu:
      a.   Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham Entitas
           Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
      b.   Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
      c.   Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
      d.   Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
      e.   Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
      f.   Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
      g.   Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
      h.   Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction ;
      i.   Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
      j.   Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
      k.   Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
      l.   Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada pihak
           lain;
      m.   Membayar dividen;
      n.   Melakukan likuidasi;
      o.   Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
      p.   Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
      q.   Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
           - Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
           - Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
           - Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang wajar.


      Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
      a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
      b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
      c. Debt Service Coverage minimal 100%.

      Per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:

                                                                        31 Maret 2026            31 Desember 2025
      Current Ratio                                                        0,33 kali                   0,42 kali
      Debt to Equity Ratio                                                 -1,18 kali                  -1,19 kali
      Debt Service Coverage                                                -38,54%                      1,99%

      Per tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan Rasio Lancar
      sebesar minimal 1 kali, dan atas syarat Debt Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage (DSCR).



      Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait batasan
      yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan surat
      tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih memenuhi
      financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal efektif
      pembayaran dividen.




                                                           44
Page 46
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18.   LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN

                                                                          31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Jumlah utang sewa guna usaha                                               70.996.400             87.920.000
      Pembayaran                                                                (65.940.000)           (65.940.000)
                                                                                  5.056.400             21.980.000
      Dikurangi:
        Bagian jangka pendek                                                      5.056.400             21.980.000
      Bagian jangka panjang                                                                -                      -

      Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh entitas
      anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3 tahun dengan
      bunga 2,66% setiap tahunnya


19.   LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
      Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
      berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam laporannya
      tertanggal 29 Januari 2026 dan 12 Maret 2025 untuk perhitungan per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
      dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai berikut :


                                                                      31 Maret 2026            31 Desember 2025
      Usia pensiun normal                                                              -            59 tahun
      Tingkat bunga diskonto (per tahun)                                               -         5,56% - 6,65%
      Tingkat kenaikan gaji (per tahun)                                                -            10,00%
      Tingkat kematian                                                                 -             TMI IV
      Tingkat cacat dari tingkat kematian                                              -        10% dari TMI IV

      Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                          31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Biaya jasa lalu                                                                      -                    -
      Biaya jasa kini                                                                      -          186.488.260
      Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto                                           -          109.175.010
      Biaya terminasi                                                                      -                    -
      Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested                                    -                    -
      Jumlah                                                                               -          295.663.270

      Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:

                                                                          31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Saldo awal                                                             1.760.091.605           1.559.685.070
      Beban yang diakui di laporan laba rugi                                             -             295.663.270
      Pembayaran tahun berjalan                                                          -            (101.301.385)
      Kurtailmen                                                                         -                       -
      Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu                              -               6.044.650
      Jumlah                                                                 1.760.091.605           1.760.091.605




                                                          45
Page 47
                                       PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                       Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                       Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                           31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                      (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19.   LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
      Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas imbalan
      pasca kerja adalah sebagai berikut:
                                                                              31 Maret 2026         31 Desember 2025
      Nilai kini liabilitas imbalan pasti                                        1.760.091.605            1.760.091.605
      Jumlah                                                                     1.760.091.605            1.760.091.605

      Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Maret 2026 adalah sebagai
      berikut:

                                                                                      Pengaruh atas nilai kini liabilitas
                        Pemegang saham                             Persentase              imbalan pasca kerja
      Tingkat diskonto
        Kenaikan                                                      1,00%                               1.633.354.836
        Penurunan                                                     1,00%                               1.902.800.809
      Kenaikan gaji di masa depan
        Kenaikan                                                      1,00%                               1.890.175.602
        Penurunan                                                     1,00%                               1.641.679.804


20.   JAMINAN PELANGGAN

                                                                              31 Maret 2026         31 Desember 2025
      Pihak ketiga                                                                 198.134.599              400.525.986
      Jumlah                                                                       198.134.599              400.525.986

      Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan sebelum
      menggunakan jasa hotel.

21.   MODAL SAHAM
      Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para pemegang
      saham Perusahaan telah menyetujui untuk:

      -    Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
           240.000.000.000.
      -    Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar Rp10.000.000.000
           yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi atas 60.000 saham.
           Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan menerbitkan saham baru dalam
           simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, seluruhnya diambil
           bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.

      Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
      Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 8 Mei 2018.


      Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para pemegang
      saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari semula sebesar Rp
      1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.

      Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
      Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 14 Mei 2018.




                                                             46
Page 48
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21.   MODAL SAHAM (Lanjutan)

      Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
      Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan telah
      menyetujui untuk:
      1.   Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan ditawarkan/dijual
           ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya 150.000.000 saham baru
           menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar
           Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar
           Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.

      2.   Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
           masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau
           diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-
           undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang
           berlaku.
      3.   Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia
           serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan Kustodian
           Sentral Efek Indonesia.

      Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta Hibah
      Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para pemegang
      saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman Herry Adranacus
      kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.


      Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
      Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No.
      AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.

      Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per 31
      Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                              31 Maret 2026

                                                        Jumlah saham
                                                       ditempatkan dan         Persentase
                    Pemegang saham                      disetor penuh          kepemilikan        Jumlah
      Herman Herry Adranacus                                  260.000.000              26,00     26.000.000.000
      Stevano Rizki Adranacus                                 247.967.600              24,80     24.796.760.000
      Indjun                                                  141.895.700              14,19     14.189.570.000
      Vonny Kristiani                                          99.000.000               9,90      9.900.000.000
      Cindy Angelina Adranacus                                  1.000.000               0,10        100.000.000
      Masyarakat                                              250.140.679              25,01     25.014.067.900
      Jumlah                                                 1.000.003.979            100,00    100.000.397.900

                                                                             31 Desember 2025

                                                        Jumlah saham
                    Pemegang saham                     ditempatkan dan         Persentase
                                                        disetor penuh          kepemilikan        Jumlah
      Herman Herry Adranacus                                  260.000.000              26,00     26.000.000.000
      Stevano Rizki Adranacus                                 247.967.600              24,80     24.796.760.000
      Indjun                                                  143.375.700              14,33     14.337.570.000
      Vonny Kristiani                                          99.000.000               9,90      9.900.000.000
      Cindy Angelina Adranacus                                  1.000.000               0,10        100.000.000
      Masyarakat                                              248.660.679              24,87     24.866.067.900
      Jumlah                                                 1.000.003.979            100,00    100.000.397.900




                                                        47
Page 49
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21.   MODAL SAHAM (lanjutan)
      Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Maret 2026, jumlah saham yang telah dikeluarkan oleh
      Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Maret 2026, adalah sebanyak 3.979
      (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga
      ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan
      oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan)
      saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh
      tujuh ribu sembilan ratus rupiah).


22.   TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Agio Saham - Penawaran Umum Perdana                                    26.000.000.000         26.000.000.000
      Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana                             (4.700.865.166)        (4.700.865.166)
                                                                             21.299.134.834         21.299.134.834
      Agio Saham - Saham Waran                                                    1.989.500              1.989.500
      Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas
        Sepengendali                                                          (6.809.670.464)        (6.809.670.464)
      Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun                          14.491.453.870         14.491.453.870

      Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas peningkatan
      modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan dilakukan melalui
      pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar
      saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini,
      timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada saat pembelian
      sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.



23.   KEPENTINGAN NON PENGENDALI
      Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
      sebagai berikut:

                                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Vonny Kristiani                                                         9.687.314.864           9.661.855.039
      Jumlah                                                                  9.687.314.864           9.661.855.039

      Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:

                                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Vonny Kristiani                                                            (48.972.352)          (191.669.423)
      Jumlah                                                                     (48.972.352)          (191.669.423)

      Mutasi kepentingan non pengendali adalah:

                                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Saldo awal                                                              9.661.855.039           9.852.844.416
      Rugi Tahun Berjalan                                                       (48.972.352)           (191.669.423)
      Penyesuaian                                                                74.432.177                       -
      Penghasilan Komprehensif Lain:
        Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah
         Pajak                                                                             -                680.046
      Jumlah                                                                  9.687.314.864           9.661.855.039
                                                                                 3




                                                          48
Page 50
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


24.   PENDAPATAN USAHA
      Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025 adalah sebagai
      berikut:

                                                                           31 Maret 2026             31 Maret 2025
      Pendapatan Hotel
       Kamar                                                                   2.850.617.383             2.920.654.608
       Makanan dan Minuman                                                     2.016.819.240             1.481.602.985
       Lain-lain                                                                  19.328.167                16.438.816
                                                                               4.886.764.790             4.418.696.409
      Pendapatan Spa                                                              33.289.256                31.867.149
      Jumlah                                                                   4.920.054.046             4.450.563.558

      Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
      Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.

      Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel Sotis
      Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.

      Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
      Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total nilai
      pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025.


25.   BEBAN POKOK PENDAPATAN
      Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 adalah
      sebagai berikut:
                                                                       31 Maret 2026           31 Maret 2025
      Makanan dan Minuman                                                        773.609.855              445.221.968
      Gaji dan Tunjangan                                                         828.512.663              781.458.502
      Perlengkapan Kantor dan Rumah                                              128.928.309              108.561.638
      Internet dan TV Kabel                                                      126.144.441               68.416.597
      Pemeliharaan                                                                93.531.689               71.158.397
      Reservasi                                                                   61.433.431              113.227.515
      Bahan Bakar                                                                 55.293.503               33.820.395
      Penyisihan Perlengkapan dan Alat                                            14.952.755               11.719.753
      Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000.000)                              45.569.491               16.332.918
      Jumlah                                                                   2.127.976.137             1.649.917.683
      Beban Operasional Spa                                                       21.738.435                17.654.699
      Jumlah                                                                   2.149.714.572             1.667.572.382

      Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, tidak terdapat transaksi
      dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari jumlah beban
      konsolidasian.




                                                          49
Page 51
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26.   BEBAN PENJUALAN
      Beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 adalah sebagai
      berikut:
                                                                        31 Maret 2026          31 Maret 2025
      Gaji dan tunjangan                                                      189.787.332              156.146.761
      Komisi                                                                   36.000.000               20.000.000
      Iklan dan Promosi                                                        27.718.250               18.184.018
      Transportasi dan Perjalanan Dinas                                        15.929.090               17.951.580
      Perjamuan                                                                10.182.099                        -
      Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000.000)                           16.959.822               20.567.071
      Jumlah                                                                  296.576.593              232.849.430


27.   BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
      Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 adalah
      sebagai berikut:
                                                                       31 Maret 2026           31 Maret 2025
      Gaji dan Tunjangan                                                    2.025.767.192            1.936.837.255
      Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10)                                1.558.639.788            1.633.879.325
      Jasa Manajemen                                                          540.000.000              450.000.000
      Listrik, Air dan Telekomunikasi                                         393.198.690              352.014.551
      Keamanan                                                                322.082.400              206.264.400
      Jasa Profesional                                                        321.595.000               56.847.000
      Perbaikan dan Pemeliharaan                                              185.175.480              191.025.986
      Perijinan dan Legalitas                                                 105.027.708              210.865.625
      Asuransi                                                                 53.590.003               55.618.476
      Transportasi dan Perjalanan Dinas                                        46.519.280               49.424.594
      Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel                       31.811.707               34.100.114
      Administrasi Bank                                                        22.455.783               23.351.777
      Sumbangan dan Hadiah                                                     10.300.000                        -
      Perlengkapan Kantor dan Rumah                                                   -                 21.820.340
      Lainnya dibawah Rp50.000.000                                            165.999.426              151.086.509
      Jumlah                                                                5.782.162.457            5.373.135.952


28.   BEBAN KEUANGAN
                                                                         31 Maret 2026           31 Maret 2025
      Beban Bunga Pinjaman Bank                                             1.187.380.793            1.405.684.846
      Denda                                                                                                      -
      Administrasi Bank                                                          1.079.792               1.108.300
      Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan                                  877.200               1.315.800
      Jumlah                                                                1.189.337.785            1.408.108.946


29.   NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN

      Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan
      dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai
      wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

      Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya,
      piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
      dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen
      keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.




                                                        50
Page 52
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                      Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29.   NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
      Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
      2025.
                                                            31 Maret 2026                            31 Desember 2025
                                                 Nilai Tercatat          Nilai Wajar        Nilai Tercatat        Nilai Wajar

      Aset Keuangan
       Kas dan Setara Kas                           4.457.991.423           4.457.991.423     5.257.129.310        5.257.129.310
       Piutang usaha                                 503.554.298             503.554.298        534.480.314          534.480.314
       Piutang lain-lain                           41.712.842.185        41.712.842.185         111.363.374          111.363.374
       Aset lain-lain                               1.200.000.000           1.200.000.000     1.200.000.000        1.200.000.000

      Jumlah                                       47.874.387.906        47.874.387.906       7.102.972.998        7.102.972.998

      Liabilitas Keuangan
       Utang Usaha                                   842.536.020             842.536.020        328.789.289          328.789.289
       Utang lain-lain                             16.660.942.985        16.660.942.985     127.610.784.091      127.610.784.091
       Beban akrual                                 1.292.879.741           1.292.879.741     1.822.531.541        1.822.531.541
       Jaminan pelanggan                             198.134.599             198.134.599        400.525.986          400.525.986
       Pinjaman bank                               47.153.215.474        47.153.215.474      66.700.000.000       66.180.745.121
       Liabilitas sewa                                  5.056.400              5.056.400         21.980.000             21.980.000

      Jumlah                                       66.152.765.219        66.152.765.219     196.884.610.907      196.365.356.028

      Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
      mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
      nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:

      a.       Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
      b.
               Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

      Grup harus memiliki akses ke pasar utama.

      Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
      harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
      terbaiknya.

      Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
      menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau
      dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan terbaik.


      Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
      mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir
      penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.




                                                                  51
Page 53
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                      Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29.   NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)

      PSAK 107, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar
      dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
      (i)       Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);
      (ii)      Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
                liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga)
                (tingkat 2), dan;
      (iii)     Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang
                tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).

      Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai
      pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
      Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik
      penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia, dan
      seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi,
      instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.

      Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
      tersebut masuk ke dalam tingkat 3.

      Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan 2).
      Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap golongan
      instrumen keuangan Entitas:

      1.      Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain. Untuk
              aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan tersebut dianggap
              telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
      2.      Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
              Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
              sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
      3.      Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
              Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga
              pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.


30.   MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
      Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan risiko
      suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas melalui
      pendekatan manajemen risiko.

      (i)      Risiko kredit
               Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya
               dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.

               Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di bank
               dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun
               tersebut.

               Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih.
               Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu,
               sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi (catatan 4, 5, 6 dan 12).




                                                              52
Page 54
                                         PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                         Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                             31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30.   MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
                                                                                     31 Maret 2026             31 Desember 2025
             Kas dan setara kas                                                           4.457.991.423              5.257.129.310
             Piutang usaha                                                                  503.554.298                534.480.314
             Piutang lain-lain                                                           41.712.842.185                111.363.374
             Aset lain-lain                                                               1.200.000.000              1.200.000.000
             Jumlah                                                                      47.874.387.906              7.102.972.998

             Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat
             masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.

      (i)    Risiko kredit (lanjutan)

             Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
                                                                            31 Maret 2026

                                                                             Jatuh Tempo
                                                                                                                        Jumlah
                                  Belum Jatuh Tempo       < 30 hari            30 - 90 hari        > 90 hari

             Kas dan setara kas          4.457.991.423                 -                      -                -         4.457.991.423
             Piutang usaha                493.838.340         16.030.000            16.530.000                 -          526.398.340
             Piutang Lain-lain          41.712.842.185                 -                      -                -        41.712.842.185
             Aset lain-lain              1.200.000.000                 -                      -                -         1.200.000.000

             Jumlah                     47.864.671.948        16.030.000            16.530.000                 -        47.897.231.948


                                                                           31 Desember 2025

                                                                             Jatuh Tempo
                                                                                                                        Jumlah
                                  Belum Jatuh Tempo       < 30 hari            30 - 90 hari        > 90 hari

             Kas dan setara kas          5.722.483.612                 -                      -                -         5.722.483.612
             Piutang usaha                487.712.967                  -           112.436.865                 -          600.149.832
             Piutang Lain-lain             54.224.551                  -                      -                -           54.224.551
             Aset lain-lain              1.200.000.000                 -                      -                -         1.200.000.000

             Jumlah                      7.464.421.130                 -           112.436.865                 -         7.576.857.995



      (ii)   Risiko likuiditas

             Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh dana
             untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.

             Liabilitas keuangan terdiri dari:

                                                                                     31 Maret 2026             31 Desember 2025
             Utang usaha                                                                    842.536.020                328.789.289
             Beban akrual                                                                 1.292.879.741              1.822.531.541
             Liabilitas sewa                                                                  5.056.400                 21.980.000
             Utang lain-lain                                                             16.660.942.985            127.610.784.091
             Pinjaman bank                                                               47.153.215.474             66.700.000.000
             Jumlah                                                                      65.954.630.620            196.484.084.921

             Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan Grup
             dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan pengawasan
             proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan
             liabilitas keuangan.




                                                                 53
Page 55
                                     PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                     Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30.   MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

      (iii)   Risiko nilai tukar mata uang asing

              Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar
              nilai mata uang asing.

              Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah transaksi
              penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke mata uang asing,
              terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata uang asing pada saat
              jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat dapat
              memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.


              Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang
              secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko mata uang.


      (iv)    Risiko suku bunga

              Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga
              pasar.

              Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan terhadap
              dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.


              Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
                                                                              31 Maret 2026       31 Desember 2025
              Utang bank                                                       47.153.215.474         49.681.445.097
              Liabilitas sewa                                                       5.056.400             21.980.000
              Jumlah                                                           47.158.271.874         49.703.425.097

      (v)     Risiko harga
              Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
              terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau
              penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.


              Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara
              berkelanjutan.

31.   PENGELOLAAN MODAL
      Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
      mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

      Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak 2007,
      untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana
      cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipertimbangkan
      oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.


      Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan
      kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan
      pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun yang
      berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.




                                                           54
Page 56
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31.   PENGELOLAAN MODAL (Lanjutan)
      Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang berdampak
      bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari perusahaan
      terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang rasional. Termasuk
      dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap.


      Rasio pengungkit pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
                                                                           31 Maret 2026      31 Desember 2025
      Utang bank                                                            47.153.215.474        49.681.445.097
      Liabilitas sewa                                                            5.056.400            21.980.000
      Dikurangi: Kas dan setara kas                                         (4.457.991.423)       (5.257.129.310)
      Utang Bersih                                                          42.700.280.451        44.446.295.787
      Jumlah Ekuitas                                                       183.626.706.094       179.279.229.602
      Rasio pengungkit                                                        23,25%                24,79%


32.   RUGI PER SAHAM DASAR

                                                                         31 Maret 2026        31 Desember 2025
      Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham                            625.368.368        (15.626.956.255)

      Jumlah Lembar Saham
      Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
       untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar                        1.000.000.000          1.000.000.000
      Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
       Waran                                                                  199.996.021            199.996.021
      Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
       Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian                             800.003.979            800.003.979
      Rugi per saham:
      - Dasar                                                                          0,63                (15,63)

33.   KELANGSUNGAN USAHA

      Dalam mempertimbangkan asumsi kelangsungan usaha, Manajemen telah mengevaluasi kondisi keuangan dan
      kinerja operasional Perusahaan serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi industri perhotelan selama
      tahun 2025 dan proyeksi tahun 2026. Berdasarkan evaluasi tersebut, Manajemen berkeyakinan bahwa
      Perusahaan memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

      Sehubungan dengan hal tersebut, Manajemen telah dan akan terus melaksanakan langkah-langkah berikut:
      1.   Penguatan pengendalian internal dan manajemen risiko keuangan
           Perusahaan menerapkan kebijakan pengendalian biaya yang lebih ketat, peningkatan monitoring
           operasional, serta penggunaan asumsi pendapatan yang konservatif dalam perencanaan bisnis guna
           menjaga likuiditas dan stabilitas keuangan.
      2.   Optimalisasi kinerja hotel yang beroperasi
           Manajemen berupaya mempertahankan tingkat okupansi dan meningkatkan rata-rata tarif kamar (Average
           Room Rate ) melalui strategi segmentasi pasar, pengelolaan harga (yield management ), serta peningkatan
           kualitas layanan.
      3.   Diversifikasi sumber pendapatan
           Untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan kamar, Perusahaan mengembangkan lini usaha Food
           & Beverage , acara sosial, dan kegiatan komunitas guna meningkatkan stabilitas arus kas dan mengurangi
           volatilitas pendapatan.




                                                        55
Page 57
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

33.   KELANGSUNGAN USAHA (Lanjutan)

      Sehubungan dengan hal tersebut, Manajemen telah dan akan terus melaksanakan langkah-langkah berikut:
      4.   Pemeliharaan dan revitalisasi aset tetap hotel
           Perusahaan melaksanakan program pemeliharaan dan penyegaran kamar serta fasilitas hotel secara
           terencana dan terkendali dalam batas anggaran yang disetujui, guna menjaga nilai ekonomis aset dan daya
           saing jangka panjang.
      5.   Peningkatan efisiensi operasional
           Pada unit usaha yang terdampak penurunan permintaan, Manajemen menerapkan strategi operasional yang
           berfokus pada efisiensi biaya, pengendalian anggaran, dan perlindungan margin operasional.
      6.   Penguatan pendapatan non-kamar
           Perusahaan meningkatkan kontribusi pendapatan non-kamar melalui pengembangan konsep lifestyle
           pengalaman tamu, serta inovasi produk dan layanan bernilai tambah.
      7.   Pengelolaan aset strategis jangka panjang (Tanjung Karoso Permai, Sumba)
           Aset tersebut diklasifikasikan sebagai investasi strategis jangka panjang. Perusahaan menerapkan
           pendekatan kemitraan selektif untuk potensi pengembangan hotel ultra-luxury , guna memitigasi risiko
           kebutuhan modal dan menjaga fleksibilitas keuangan. Aset ini tidak diandalkan sebagai sumber arus kas
           jangka pendek.
      8.   Pengembangan segmen MICE dan acara sosial
           Perusahaan memperluas pemasaran ke segmen swasta, termasuk wedding , acara korporasi, dan kegiatan
           MICE , untuk mengurangi ketergantungan pada proyek pemerintah.
      9.   Pengembangan lini usaha berisiko rendah
           Manajemen merencanakan kerja sama exclusive outside catering untuk ballroom di Jakarta guna
           menambah sumber pendapatan tanpa menimbulkan kebutuhan belanja modal yang signifikan.
      10. Perencanaan usaha tahun 2026 berbasis risiko
          Mengingat potensi ketidakpastian pasar, Perusahaan menyusun rencana bisnis 2026 dengan menekankan
          diversifikasi pendapatan, efisiensi biaya, dan kehati-hatian dalam investasi guna mendukung keberlanjutan
          usaha.

      Berdasarkan langkah-langkah di atas serta proyeksi keuangan yang telah disusun, Manajemen menilai bahwa
      Perusahaan memiliki kemampuan untuk melanjutkan usahanya sebagai entitas yang berkelanjutan (going
      concern ).


34.   PERISTIWA SIGNIFIKAN
      a.   Perjanjian sewa
           Hotel Sotis Falatehan
           Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
           Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22, Melawai,
           Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.


           Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
           Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
           setiap tahun berikutnya.

           Sotis Villa Canggu
           Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
           Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar Kayu
           Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.

           Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
           Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
           setiap tahun berikutnya.




                                                        56
Page 58
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34.   PERISTIWA SIGNIFIKAN (Lanjutan)
           Sotis Residence Penjernihan
           Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal 30
           Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B, Bendungan
           Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.

           Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
           Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
           setiap tahun berikutnya.

      b.   Peristiwa Kontinjensi
           Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
           keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber
           daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.

      c.   Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani Kesepakatan
           Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual, mengalihkan,
           memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan bangunan Villa di
           Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat tetap, belum
           termasuk pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses penjualan ini.


35.   KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN

      Menurut manajemen, terdapat kejadian penting yaitu rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan:


      1.   Perseroan berencana untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi berupa
           Penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) serta perubahan
           anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Proses yang sudah dilakukan sampai laporan ini terbit adalah
           Pengumuman RUPSLB kepada Publik.




                                                          57

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.09 MB
Published30 Apr 2026
Pages58
Characters232,567
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT SATRIA MEGA KENCANA p.2 ×172
linked — Herman Herry Adranacus. p.9 ×13
linked — Vonny Kristiani p.10 ×10
linked person Stevano Rizki Adranacus · Komisaris Utama p.11 ×5
linked person Husni Heron · Komisaris Independen p.11 ×5
linked org Bank Central Asia Tbk p.26 ×4
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.26 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.26 ×2
linked org PT Asuransi Central Asia p.30
linked org Sukses Makmur p.38
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.26 ×12
possible org Petrosea Tbk p.26 ×2
possible org PT Sungai Mas Konstruksi p.30 ×6
possible — Indjun p.48
unresolved person Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×6
unresolved org PT Tanjung Karoso Permai p.10 ×4
unresolved org PT Dwimukti Mitra Wisata p.10 ×10
unresolved person Floreta Tane · Direktur Utama p.11 ×2
unresolved — Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia · Direktur p.11 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11
unresolved person Maskanah · Anggota p.11
unresolved person Margaretha · Sekretaris Perusahaan p.11 ×2
unresolved org bank Indonesia p.15
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.24 ×2
unresolved org Bank Bukopin Tbk p.26 ×2
unresolved org PT Bank MNC p.26
unresolved org PT Setia p.30 ×2
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan p.31
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain p.31
unresolved person Ir. Aguson Rosano. MAPPI p.31
unresolved org Bapepam-LK p.31 ×2
unresolved org PT Dwimukti Graha Elektrindo p.32 ×10
unresolved org PT Dwimukti Inti Boga p.32 ×3
unresolved org PT Sotis Hotel Manajemen p.32 ×5
unresolved org PT SMK p.33
unresolved org PT DMW p.33
unresolved org PT TKP p.33
unresolved org PT Satria Mega Kencana. Perjanjian p.33 ×2
unresolved org PT Rumah Duta Pangan p.38
unresolved org PT Seiga Plus Energy p.38
unresolved org PT Dipa Pratama Adhikara p.38
unresolved org PT Fitra Food International p.38
unresolved org PT Yuza Graha Gemilang Raya p.38
unresolved org PT Sentralsari Primasentosa p.38
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.47 ×6
unresolved org Sentral Efek Indonesia p.48
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.48
unresolved — Cindy Angelina Adranacus p.48

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2026-I-SOTS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result