Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-INTP-att3.pdf

Other Text extracted INTP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 162

Page 1
2025
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report




           Resilient Today,
     Towards a Sustainable Future




                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report   i
Page 2
                 Laporan Keberlanjutan
     2025        Sustainability Report

 Resilient Today,
 Towards a Sustainable Future




 Tema Resilient Today, Towards a Sustainable Future,        The theme Resilient Today, Towards a Sustainable
 mencerminkan kinerja Indocement untuk membangun            Future reflects Indocement’s performance in building
 ketangguhan operasional di tengah tantangan industri       operational resilience amidst the challenges of cement
 semen dan perubahan iklim, sekaligus menegaskan            industry and climate change, while also affirming the
 arah Perseroan menuju pertumbuhan berkelanjutan.           Company’s direction towards sustainable growth.
 Perseroan meyakini untuk terus melanjutkan komitmen        The Company believes in continuing its commitment
 dan tujuan dalam melakukan usaha yang berwawasan           and objectives to conducting business that is
 lingkungan, sosial, serta didasari oleh tata kelola        environmentally and socially conscious based on good
 yang baik. Hal ini dilakukan Perseroan sebagai upaya       governance. This is carried out by the Company as an
 untuk memperkuat kinerja operasional. Perseroan            effort to strengthen its operational performance. The
 memastikan bahwa pertumbuhan saat ini, menjadi             Company ensures that the current growth is one of the
 salah satu langkah yang sejalan dengan strategi dalam      steps in line with the strategy to achieve a sustainable
 mencapai masa depan berkelanjutan.                         future.




ii                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 3
Pernyataan
Disclaimer




                        Laporan Keberlanjutan ini memuat pernyataan operasional, keuangan,
                        proyeksi dan rencana, penerapan strategi dan kebijakan, serta tujuan
                        PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., atau selanjutnya disebut
                        “Indocement”, “Perseroan”, dan “Kami”, kecuali hal-hal yang bersifat historis.
                        Para pembaca perlu memahami bahwa laporan ini mengandung data dan
                        informasi yang bersifat pandangan ke depan (forward-looking statement).
                        Seluruh pernyataan yang mengandung pandangan ke depan memuat risiko
                        dan ketidakpastian atas hasil dan kejadian yang mungkin berbeda secara
                        material dari yang diperkirakan. Oleh karenanya, Indocement mengingatkan
                        kepada para pembaca, bahwa Indocement tidak dapat memastikan data
                        yang disajikan terkait pandangan ke depan adalah benar dan akurat.

                        Seluruh penulisan angka-angka pada seluruh tabel dan grafik dalam laporan
                        ini menggunakan notasi bahasa Indonesia, sementara pemaparan numerik
                        dalam teks menggunakan standar kaidah bahasa Inggris dan Indonesia,
                        sesuai konteksnya.


                        This Sustainability Report contains statements of operations and finance,
                        projections and plans, implementation of strategies and policies, as well as
                        objectives of PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., hereinafter referred
                        to as “Indocement”, “the Company”, and “We”, except for historical matters.
                        Readers should understand that this report contains data and information
                        that are forward-looking statements. All forward-looking statements involve
                        risks and uncertainties of results and events that may differ materially from
                        those anticipated. Therefore, Indocement reminds the readers that it cannot
                        guarantee the truth and accuracy of the data presented in this forward-
                        looking statements.

                        All figures in the tables and charts in this report are written in Indonesian
                        notation, while numerical presentations in the text use standard English and
                        Indonesian grammatical rules according to its respective context.




             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                            1
Page 4

          
Page 5

          
Page 6
Daftar Isi
Table of Content




    Resilient Today, Towards a Sustainable Future              ii         Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan            6
                                                                          Sustainability Performance Highlights
    Pernyataan                                                  1
    Disclaimer                                                            Penghargaan                              8
                                                                          Awards
    Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris tentang           2
    Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan 2025                        Sertifikasi                              10
    PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.                                   Certifications
    Statement of Members of Board of Commissioners on the
    Responsibility for the 2025 Sustainability Report of                  Sambutan Direktur Utama                  12
    PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.                                   Message from the President Director

    Surat Pernyataan Anggota Direksi tentang Tanggung Jawab    3          Strategi Keberlanjutan                   18
    atas Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indocement Tunggal                 Sustainability Strategy
    Prakarsa Tbk.                                                         Tentang Indocement                       22
    Statement of Members of Board of Directors on the                     About Indocement
    Responsibility for the 2025 Sustainability Report of
    PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.                                   Wilayah Operasi dan Jaringan Bisnis      28
                                                                          Operational Areas and Business Network
    Daftar Isi                                                 4
    Table of Content                                                      Tentang Laporan                          34
                                                                          About the Report




            Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
            Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience


    Tata Kelola Keberlanjutan                                 44          Kinerja Ekonomi                          62
    Sustainability Governance                                             Economic Performance




4                                                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 7
        Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
        Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community


Mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)                             70          Masyarakat yang Berdaya dan Sejahtera   88
Managing Human Capital (HC)                                                 Empowered and Prosperous Communities

Aman, Selamat, dan Sehat di Tempat Bekerja                      81
Safe, Secure, and Healthy in the Workplace




        Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
        Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment


Pengelolaan Energi                                             109          Pengelolaan Air Limbah (Efluen)         130
Energy Management                                                           Effluent Management

Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)                         115          Material Ramah Lingkungan               133
Greenhouse Gas (GHG) Emission Management                                    Environmentally Friendly Materials

Pengendalian Emisi Debu dan Gas Konvensional                   120          Menerapkan Ekonomi Sirkular             134
Dust and Conventional Gas Emission Control                                  Implementing Circular Economy

Pengelolaan Air                                                125          Melindungi Keanekaragaman Hayati        141
Water Management                                                            Protecting Biodiversity




Referensi POJK No. 51/POJK.03/2017 & SEOJK No. 16/             147          Lembar Umpan Balik                      157
SEOJK.04/2021, serta Indeks Isi Standar GRI 2021 dan                        Feedback Form
SASB: Construction Material Sector Disclosure
Reference POJK No. 51/POJK.03/2017 & SEOJK No. 16/
SEOJK.04/2021, and GRI Standards 2021 and SASB:
Construction Material Sector Disclosure Content Index




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                           5
Page 8
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights

                                    Uraian                                          Satuan
                                                                                                           2025             2024        2023
                                  Description                                        Unit

    Kinerja Ekonomi yang Berkelanjutan [B.1]
    Sustainable Economic Performance

    Volume Penjualan                                                               Ribu Ton                  19.941         20.496       19.345
    Sales Volume                                                                Thousand Tons

    Pendapatan Neto                                                                                          17.731          18.549       17.950
    Net Revenues
                                                                                 Miliar Rupiah
                                                                                 Billion Rupiah
    Laba Tahun Berjalan                                                                                      2.249            2.008        1.950
    Profit for the Year

    Produksi Semen Ramah Lingkungan (PCC, PPC, Slag, dan Hidraulis)                Juta Ton                   14,31           15,04        14,36
    Green Cement Production (PCC, PPC, Slag, and Hydraulic)                       Million Tons

    Penyerapan Tenaga Kerja Lokal                                                   Orang                     2.752          3.378        3.202
    Use of Local Workforce                                                          People

    Solusi bagi Lingkungan [B.2]
    Environment Solution

    Intensitas Emisi dari Proses Kalsinasi dan Pembakaran (Neto)                                              0,512          0,533        0,546
    Emission Intensity from Calcination and Burning Process (Net)
                                                                                 Ton CO2e/Ton
    Intensitas Emisi dari Proses Kalsinasi dan Pembakaran (Bruto)               Semen Ekuivalen              0,530           0,547        0,559
    Emission Intensity from Calcination and Burning Process (Gross)              Ton CO2e/Ton
                                                                               Equivalent Cement
    Intensitas Emisi* (Bruto)                                                                                0,530           0,550        0,567
    Emission Intensity* (Gross)

    Pengurangan Emisi (Baseline 1990)                                                                          37,6            35,1        33,5
                                                                                       %
    Emission Reduction (Baseline 1990)

    Emisi Cakupan 1 (Neto)                                                                                    10,23           11,00        10,64
    Scope 1 Emissions (Net)
                                                                                Juta Ton CO2e
                                                                               Million Tons CO2e
    Emisi Cakupan 2 (Neto)                                                                                     1,75            1,74         1,45
    Scope 2 Emissions (Net)

    Penggunaan Energi                                                                                   53.033.404       53.776.863   51.403.660
                                                                                       GJ
    Energy Consumption

    Intensitas Energi                                                       GJ/Ton Semen Ekuivalen             2,64            2,62        2,64
    Energy Intensity                                                       GJ/Ton Equivalent Cement

    Efisiensi Penggunaan Energi (Baseline 2013)                                                                 11,2           12,0         11,3
                                                                                       %
    Energy Use Efficiency (Baseline 2013)

    Rehabilitasi Lahan Terganggu                                                 Batang Pohon               88.646          26.087       67.356
    Disrupted Land Rehabilitation                                                    Trees

    Penggunaan Air                                                                                       3.098.049        3.441.582    4.231.085
                                                                                      m3
    Water Consumption

    Intensitas Penggunaan Air                                                                                  0,24            0,25         0,32
                                                                                 m3/Ton Clinker
    Water Use Intensity

    Efisiensi Penggunaan Air (Baseline 2015)                                                                    19,1           13,9        (10,2)
                                                                                       %
    Water Use Efficiency (Baseline 2015)

    Timbulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)                                  Ton                 59.824**          26.297        22.103
    Hazardous and Toxic Waste Generated                                               Tons




6                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 9
                               Uraian                                          Satuan
                                                                                                      2025            2024            2023
                             Description                                        Unit

 Pemanfaatan Limbah B3 sebagai Bahan Bakar dan Bahan Baku                                                  99              97              99
 Alternatif                                                                         %
 Utilization of Hazardous Waste as Alternative Fuel and Raw Material

 Total Pengurangan Limbah B3                                                                        (33.527)**         (4.194)         (3.785)
 Total Hazardous Waste Reduction
                                                                                   Ton
                                                                                   Tons
 Timbulan Limbah Non-B3                                                                              939,77**            1.125           1.145
 Non-Hazardous Waste Generated

 Pemanfaatan Limbah Non-B3 sebagai Kompos dan Bahan Bakar                                                  78              92              99
 Alternatif                                                                         %
 Utilization of Non-Hazardous Waste as Compost and Alternative Fuel

 Total Pengurangan Limbah Non-B3                                                   Ton                    185              20           (488)
 Total Non-Hazardous Reduction                                                     Tons


Keterangan | Note:
* Intensitas emisi tidak termasuk yang bersumber dari penjualan maupun pembelian produk klinker.
   Emission intensity does not include those generated from clinker product sales or purchases.
** Peningkatan pada 2025 terjadi karena adanya penambahan cakupan perhitungan, yakni penambahan data dari Kompleks Pabrik Grobogan dan
   Kompleks Pabrik Maros.
   The increase in 2025 was due to an expansion in the scope of calculations, namely the addition of data from the Grobogan Factory and the Maros
   Factory.



                               Uraian                                          Satuan
                                                                                                      2025            2024            2023
                             Description                                        Unit

 Melindungi Karyawan Kami dan Komunitas [B.3]
 Protecting Our Employees and Communities

 Jumlah Kecelakaan Kerja Perseroan dan Kontraktor                             Kejadian                           1               7            12
 Number of Occupational Accidents at the Company and Contractors               Cases

 Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan                                            Jam/Orang                     70,7            68,7            53,3
 Average Employee Training Hours                                            Hours/Person

 Realisasi Dana Pengembangan Masyarakat                                                                      12,6            12,6            13,3
 Realization of Community Development Fund
                                                                            Miliar Rupiah
                                                                            Billion Rupiah
 Realisasi Biaya Lingkungan Hidup                                                                            281             286             212
 Realization of Environmental Cost

 Jumlah Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat                                      Kegiatan                    1.557            1.741          1.407
 Number of Community Empowerment Activities                                   Activities

 Jumlah Local Hero                                                             Orang                          52              53              60
 Number of Local Heroes                                                        People

 Tata Kelola Perseroan
 Corporate Governance

 Hasil Penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)*                                            106,58          102,37          84,04
 ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Assessment
 Results


Keterangan | Note:
* Hasil penilaian ACGS merupakan hasil self-assessment.
  The ACGS assessment results are based on self-assessment.




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                    7
Page 10
Penghargaan
Awards




8             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 11
                           Nama Penghargaan                                       Tanggal Penghargaan    Lembaga yang Memberikan
                             Name of Award                                           Date of Award          Awarding Institution

• PROPER Emas-Kompleks Pabrik Cirebon
  Gold PROPER - Cirebon Factory
• PROPER Hijau-Kompleks Pabrik Citeureup                                           24 Februari 2025     Kementerian Lingkungan Hidup
  Green PROPER - Citeureup Factory                                                 24 February 2025        Ministry of Environment
• PROPER Hijau-Kompleks Pabrik Tarjun
  Green PROPER - Tarjun Factory

PRIA Awards:
• Gold Winner: Kategori Laporan Tahunan Sub Kategori Sustainability
  Report
  Gold Winner: Category of Annual Report, Sub Category of Sustainability
                                                                                   26 Februari 2025
  Report                                                                                                        PR Indonesia
                                                                                   26 February 2025
• Silver Winner: Kategori Program Komunikasi Social Responsibility Sub
  Kategori Community Based Development
  Silver Winner: Category of Social Responsibility Communication
  Program, Sub Category of Community-Based Development

The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2025
                                                                                     29 April 2025              Investortrust
Public Company with Diamond Achievement in Emission Transparency

Circular Economy & Sustainability Awards (CESA) 2025
• Penghargaan Platinum Program Efisiensi Energi (Circular Energy
   Transformation)
   Platinum Award of Energy Efficiency (Circular Energy Transformation)               18 Juli 2025        Corporate Forum for CSR
   Program                                                                            18 July 2025          Development (CFCD)
• Penghargaan Platinum Perempuan Berbakti 2025 (Indocement Peduli
   Sehat)
   Platinum Award of Devoted Women 2025 (Indocement Cares for Health)

Indonesia Green & Sustainable Company Award (IGSCA) 2025
                                                                                   10 September 2025           SWA Network
Best Innovation in Circular Implementation

ASEAN Mineral Awards
                                                                                    4 Oktober 2025
Best Practices in Sustainable Mineral Development (Mineral Distribution-                                          ASEAN
                                                                                    4 October 2025
Non-Metallic)

Platinum Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 & Platinum Indonesian SDGs               17 Desember 2025
                                                                                                                   CFCD
Awards (ISDA) 2025                                                                 17 December 2025




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                        9
Page 12
 Sertifikasi
 Certifications

                Sertifikasi                  Lembaga Pemberi               Lingkup Sertifikasi                     Masa Berlaku
               Certification                Awarding Institution          Scope of Certification                   Validity Period

 ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu
 ISO 9001:2015 Quality Management                                                                     23 April 2023–11 April 2026
 System
                                           PT SGS Indonesia
 ISO 14001:2015 Sistem Manajemen
 Lingkungan                                                                                           28 Agustus 2023–28 Agustus 2026
                                                                              Seluruh Lokasi
 ISO 14001:2015 Environmental                                                                         28 August 2023–28 August 2026
                                                                               All Location
 Management System

 ISO 45001:2018 Sistem Manajemen
 Keselamatan dan Kesehatan Kerja                                                                      13 Maret 2023–8 Januari 2026
                                           PT SUCOFINDO
 ISO 45001:2018 Occupational Health and                                                               13 March 2023–8 January 2026
 Safety Management System

 Sistem Manajemen Keselamatan dan          Kementerian                 1. Kompleks Pabrik Citeureup
 Kesehatan Kerja Peraturan Pemerintah      Ketenagakerjaan             2. Kompleks Pabrik Cirebon
 (SMK3)                                    Republik Indonesia          3. Kompleks Pabrik Tarjun      6 Oktober 2025–6 Oktober 2028
 Occupational Health and Safety            Ministry of Manpower        1. Citeureup Factory           6 October 2025–6 October 2028
 Management System, Government             of the Republic of          2. Cirebon Factory
 Regulation (OHSMS)                        Indonesia                   3. Tarjun Factory

 ISO 28000:2007 CTP-Persyaratan Sistem
                                                                       1. Kompleks Pabrik Citeureup   1. 13 Februari 2025–29 November 2027
 Manajemen Keamanan Rantai Pasokan
                                                                       2. Kompleks Pabrik Cirebon     2. 22 April 2025–21 April 2028
 ISO 28000:2007 CTP-Supply Chain           PT SUCOFINDO
                                                                       1. Citeureup Factory           1. 13 February 2025–29 November 2027
 Security Management System
                                                                       2. Cirebon Factory             2. 22 April 2025–21 April 2028
 Requirements

 SNI ISO/IEC 17025:2017 CTP-Persyaratan
                                                                       1. Kompleks Pabrik Citeureup   1. 27 Oktober 2021–24 Oktober 2026
 Umum untuk Kompetensi Laboratorium
                                           Komite Akreditasi           2. Kompleks Pabrik Cirebon     2. 29 Agustus 2024–21 Agustus 2029
 Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi
                                           Nasional                    3. Kompleks Pabrik Tarjun      3. 27 Februari 2023–26 Februari 2028
 SNI ISO/IEC 17025:2017 CTP-General
                                           National Accreditation      1. Citeureup Factory           1. 27 October 2021–24 October 2026
 Requirements for the Competency of
                                           Committee                   2. Cirebon Factory             2. 29 August 2024–29 August 2029
 Testing Laboratories and Calibration
                                                                       3. Tarjun Factory              3. 27 February 2023–26 February 2028
 Laboratories

 American Petroleum Institute (API) Spec
 10A (Semen Sumur Minyak Kelas G Jenis
                                           American Petroleum          Kompleks Pabrik Citeureup      8 Maret 2023–8 Maret 2026
 HSR)
                                           Institute                   Citeureup Factory              8 March 2023–8 March 2026
 American Petroleum Institute (API) Spec
 10A (Oil Well Cement Class G Type HSR)

                                           Lembaga Sertifikasi
                                           Industri Hijau Balai        1. Kompleks Pabrik Citeureup   1. 13 November 2025–22 Desember 2029
 Standar Industri Hijau-No. SIH            Besar Bahan dan             2. Kompleks Pabrik Cirebon     2. 13 November 2023–12 November 2027
 23941.1:2018                              Barang Teknik               3. Kompleks Pabrik Tarjun      3. 13 November 2023–12 November 2027
 Green Industry Standard-No. SIH           Green Industry              1. Citeureup Factory           1. 13 November 2021–22 December 2029
 23941.1:2018                              Certification Institution   2. Cirebon Factory             2. 13 November 2023–12 November 2027
                                           of Center for Materials     3. Tarjun Factory              3. 13 November 2023–12 November 2027
                                           and Technical Goods




10                                                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 13
               Sertifikasi                    Lembaga Pemberi            Lingkup Sertifikasi                  Masa Berlaku
              Certification                  Awarding Institution       Scope of Certification                Validity Period

Green Label Indonesia Peringkat Platinum
untuk Semen Tiga Roda Tipe PCC dan
Semen Hidraulis                                                      Kompleks Pabrik Citeureup
Green Label Indonesia Platinum Rating for                            Citeureup Factory
Semen Tiga Roda Type PCC and Hydraulic
Cement
                                            Green Product Council
                                                                                                  1 November 2025–1 November 2026
                                            Indonesia
Green Label Indonesia Peringkat Gold
untuk Semen Tiga Roda dan Semen                                      1. Kompleks Pabrik Cirebon
Rajawali Tipe PCC                                                    2. Kompleks Pabrik Tarjun
Green Label Indonesia Gold Rating for                                1. Cirebon Factory
Type PCC of Semen Tiga Roda and Semen                                2. Tarjun Factory
Rajawali

Environmental Product Declaration untuk
Produk Semen Rajawali tipe Semen
Portland Pozzolan                                                    Kompleks Pabrik Cirebon      11 Oktober 2023–11 Oktober 2028
                                            EPD International AB
Environmental Product Declaration for                                Cirebon Factory              11 October 2023–11 October 2028
Semen Rajawali type Portland Pozzolan
Cement




                                    Informasi lebih lanjut mengenai penghargaan dan
                                    sertifikasi produk 2025 dapat dilihat pada Laporan
                                    Tahunan 2025 dan situs web:
                                    https://www.indocement.co.id/id/company/about-us/
                                    penghargaan-dan-sertifikasi.
                                    Further information regarding awards and product certifications in 2025 can
                                    be seen on Annual Report 2025 and Company’s website
                                    https://www.indocement.co.id/en/company/about-us/awards-and-
                                    certifications.




                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                      11
Page 14
 Sambutan Direktur Utama [D.1][2-22]
 Message from the President Director




 Christian
 Kartawijaya
 Direktur Utama
 President Director




12                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 15
“
Perseroan                               Para Pemangku Kepentingan yang terhormat,
menerapkan                              Dear Honorable Stakeholders,

Komitmen                                Kami menyampaikan apresiasi            We would like to express our
                                        kepada      seluruh     pemangku       appreciation to all stakeholders
Keberlanjutan 2030                      kepentingan atas dukungan yang         for their support to Indocement
untuk mendukung                         diberikan kepada Indocement            throughout 2025. Our efforts to
pengurangan                             selama 2025. Upaya kami dalam          support a brighter future have
                                        mendukung masa depan yang              resulted in various important
emisi dan dampak                        lebih cerah telah menghasilkan         achievements and added values for
negatif perubahan                       berbagai    pencapaian    penting      stakeholders. We, at Indocement,
iklim yang semakin                      dan nilai tambah bagi pemangku         always improve our sustainability
                                        kepentingan. Kami, di Indocement       performance with the support of
terasa, salah                           senantiasa meningkatkan kinerja        all the stakeholders.
satunya melalui                         keberlanjutan dengan dukungan
penurunan bahan                         semua pemangku kepentingan.

bakar fosil hingga
42%.
                                        Kebijakan untuk Merespons Tantangan
The Company implements a                Policies to Respond to Challenges
Sustainability Commitment
2030 to help reduce                     Sepanjang 2025, industri semen         Throughout 2025, the cement
emissions and mitigate the              menghadapi dinamika permintaan,        industry encountered dynamic
increasingly significant                tekanan biaya energi, serta            demand, energy cost pressures,
negative impacts of climate             percepatan       transisi    menuju    and accelerated transition to
change, one of which is by              ekonomi rendah karbon. Di saat         a low-carbon economy. At the
reducing fossil fuel use of up          yang      sama,       ketidakpastian   same time, global uncertainty and
“
to 42%.                                 global dan perubahan iklim turut       climate change affected industry
                                        memengaruhi stabilitas industri,       stability and increased stakeholder
                                        serta meningkatkan ekspektasi          expectations on environmental,
                                        pemangku kepentingan terhadap          social, and governance (ESG)
                                        praktik lingkungan, sosial, dan        practices. All of these conditions
                                        tata kelola (LST). Semua kondisi ini   presented both challenges and
                                        merupakan tantangan, sekaligus         opportunities for the Company to
                                        peluang bagi Perseroan untuk           strengthen its business resilience,
                                        memperkuat ketahanan usaha,            implement various production
                                        melakukan berbagai inovasi proses      process innovations, and increase
                                        produksi,     dan     meningkatkan     strategic effectiveness.
                                        efektivitas strategi.

                                        Indocement menyadari bahwa             Indocement realizes that cement
                                        industri    semen     menghadapi       industry encounters significant
                                        tantangan     signifikan    dalam      challenges in managing carbon
                                        pengelolaan emisi karbon. Melalui      emissions.      Through      energy
                                        efisiensi   energi,   peningkatan      efficiency, increased use of
                                        penggunaan       bahan      bakar      alternative fuels, emission and dust
                                        alternatif, pengendalian emisi         control, and low-carbon product




                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                           13
Page 16
 dan debu, serta pengembangan produk rendah                    development, the Company strives to consistently
 karbon, Perseroan berusaha untuk konsisten dalam              implement its established Sustainability Commitment
 menjalankan Komitmen Keberlanjutan 2030 yang telah            2030. The development of green cement and
 ditetapkan. Pengembangan semen hijau dan produk               substitute material-based products is also part of the
 berbasis material substitusi juga menjadi bagian dari         strategies to reduce carbon footprint while increasing
 strategi guna mengurangi jejak karbon, sekaligus              competitiveness. This step supports the creation of a
 meningkatkan daya saing. Langkah ini mendukung                positive impact on the environment and society.
 terciptanya dampak positif bagi lingkungan dan
 masyarakat.

 Komitmen Keberlanjutan 2030 menetapkan sasaran                The Sustainability Commitment 2030 sets a
 pengurangan intensitas emisi Cakupan 1 hingga                 target of reducing Scope 1 emissions intensity to
 490 kg CO2e/ton semen ekuivalen dan peningkatan               490 kg CO2e/tons of cement equivalent and increasing
 substitusi bahan bakar alternatif hingga 42%.                 alternative fuel substitution by up to 42%. The Company
 Perseroan juga mengembangkan portofolio produk                also develops a portfolio of low-carbon products,
 rendah karbon, termasuk Semen Tiga Roda Portland              including Semen Tiga Roda Portland Composite (PCC),
 Komposit (PCC), semen slag (Duracem) dan semen                slag cement (Duracem), and hydraulic cement (green
 hidraulis (semen hijau). Selain itu, Indocement telah         cement). Furthermore, Indocement has been controlling
 melakukan pengendalian emisi debu sejak 2015 dengan           dust emissions since 2015 by replacing electrostatic
 mengganti electrostatic precipitators menjadi bag filter      precipitators with bag filters in its production facilities.
 pada fasilitas produksi. Hingga akhir 2025, emisi debu        Until the end of 2025, the average dust emissions were
 yang dikeluarkan rata-rata hanya 14,6 mg/Nm3, jauh di         only 14.6 mg/Nm3, far below the standard set by the
 bawah standar yang ditetapkan pemerintah sebesar              government of 60 mg/Nm3.
 60 mg/Nm3.


 Strategi Pencapaian Keberlanjutan
 Strategy to Achieve Sustainability

 Sepanjang 2025, kelebihan kapasitas masih menjadi             Throughout 2025, overcapacity remained a major
 tantangan utama industri semen di Indonesia dan               challenge for Indonesia’s cement industry and drove
 mendorong persaingan usaha yang semakin ketat.                the increasingly fierce competition. The weakening
 Melemahnya daya beli masyarakat juga memengaruhi              purchasing power also impacted cement demand,
 permintaan semen, khususnya pada segmen ritel.                particularly in retail segment. Nevertheless, the
 Meskipun demikian, perpanjangan insentif pajak                extension of the government-borne value-added tax
 pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN             (PPN DTP) incentive of up to 100% for certain home
 DTP) hingga 100% untuk pembelian rumah tertentu,              purchases, potential for interest rate reductions, and
 peluang penurunan suku bunga, serta program                   government programs in housing sector still offer
 pemerintah di sektor perumahan, masih memberikan              prospects for improving cement demand in the future.
 prospek perbaikan permintaan semen di masa depan.

 Guna merespon kondisi tersebut, Indocement                    To respond to these conditions, Indocement strengthens
 memperkuat pemasaran semen hidraulis sebagai                  the marketing of hydraulic cement as a substitute for
 substitusi Ordinary Portland Cement (OPC) serta               Ordinary Portland Cement (OPC) and increases the
 meningkatkan efektivitas distribusi nasional.                 effectiveness of national distribution.


 Penerapan Kinerja Keberlanjutan
 Sustainability Performance Implementation

 Kinerja Operasional                                           Operational Performance
 Selama 2025, Perseroan mencatat total volume                  During      2025,   the    Company      recorded     a
 penjualan semen dan klinker sebesar 19.941 ribu ton.          total cement and clinker sales volume of
 Perseroan juga meningkatkan efisiensi biaya melalui           19,941 thousand tons. The Company also improved
 kenaikan rasio penggunaan bahan bakar alternatif              cost efficiency by increasing the alternative fuel use
 hingga 42%.                                                   ratio up to 42%.




14                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 17
Implementasi ini telah mencakup Kompleks Pabrik                     This implementation has included Maros Factory
Maros dan Kompleks Pabrik Grobogan melalui                          and Grobogan Factory through the development
pembangunan       infrastruktur   pendukung       dan               of supporting infrastructure and optimization of
optimalisasi pasokan bahan bakar alternatif. Upaya                  alternative fuel supply. Such efforts were part
tersebut menjadi bagian dari proses dekarbonisasi dan               of the decarbonization process and increased
peningkatan efisiensi energi yang merupakan salah                   energy efficiency, a strategy to reduce emissions.
satu strategi pengurangan emisi.

Selain itu, optimalisasi operasional Semen Grobogan                 Furthermore, the operational optimization of Semen
memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya                  Grobogan provides a positive impact on logistics cost
logistik dan penguatan pangsa pasar di Jawa Tengah.                 efficiency and strengthens market share in Central
Selain itu, penggunaan big bag serta akuisisi Terminal              Java. Moreover, the use of big bag and the acquisition
Siawung di Sulawesi Selatan juga memperkuat efisiensi               of Siawung Terminal in South Sulawesi also help
rantai pasok dan memperluas jangkauan distribusi ke                 strengthen supply chain efficiency and expand
Indonesia bagian timur.                                             distribution reach to eastern Indonesia.

Kinerja Lingkungan                                                  Environmental Performance
Perseroan berhasil menurunkan intensitas emisi                      The Company successfully reduced net greenhouse
gas rumah kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 sebesar 3%                     gas (GHG) emissions intensity from Scopes 1 and 2
atau 0,02 ton CO2e/ton semen ekuivalen sepanjang                    by 3% or 0.02 tons of CO2e/tons of cement equivalent
2025, dibandingkan 2024. Sementara, kontribusi                      throughout 2025, compared to 2024. Meanwhile,
semen hidraulis sebagai substitusi OPC mencapai                     hydraulic cement's contribution as an OPC substitute
27,3% dari total permintaan, meningkat dari 26,7%                   reached 27.3% of the total demand, rose from 26.7%
pada 2024. Dengan kandungan klinker yang lebih                      in 2024. With a lower clinker content, this product
rendah, produk ini menghasilkan emisi CO2 yang lebih                produces lower CO2 emissions. Such increase reflects
kecil. Peningkatan tersebut mencerminkan upaya                      the Company's efforts to expand its low-carbon product
Perseroan dalam memperluas portofolio produk rendah                 portfolio. The Company also expanded the use of
karbon. Perseroan juga memperluas pemanfaatan                       renewable energy through the installation of solar
energi terbarukan melalui pemasangan pembangkit                     power plants at its production facilities. Solar panels
listrik tenaga surya di fasilitas produksi. Panel surya             have been installed and are operating at Citeureup
telah terpasang dan beroperasi di Kompleks Pabrik                   Factory with a total capacity of 40.7 MWp, at Cirebon
Citeureup, dengan kapasitas total 40,7 MWp, pada                    Factory with a capacity of 6.5 MWp, and at Tarjun
Kompleks Pabrik Cirebon dengan kapasitas 6,5 MWp,                   Factory with a total capacity of 24.79 MWp.
dan di Kompleks Pabrik Tarjun dengan kapasitas total
24,79 MWp.

Perseroan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar                      The Company increases the use of alternative fuels,
alternatif, termasuk refuse-derived fuel (RDF) dari                 including refuse-derived fuel (RDF) from household
pengolahan sampah rumah tangga untuk menggantikan                   waste processing to partially replace coal consumption.
sebagian konsumsi batu bara. Hingga 2025, rasio                     Until 2025, the alternative fuel ratio increased from
bahan bakar alternatif meningkat dari 2,3% pada 2015                2.3% in 2015 to 29%, in line with the reduction in fossil
menjadi 29%, seiring penurunan bahan bakar fosil dari               fuel use from 97.7% to 71%, with coal's LCV content
97,7% menjadi 71%, dengan kandungan LCV batu bara                   reaching 90%–98% to improve energy efficiency and
mencapai 90%–98% untuk meningkatkan efisiensi                       control emissions.
energi dan pengendalian emisi.

Sejak 2025, Perseroan juga menjalin kemitraan dengan                Since 2025, the Company has also partnered with
UPST Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan                the Integrated Waste Management Unit (UPST) of the
TPS Reuse-Reduce-Recycle (3R) KSM Lestari Martapura                 DKI Jakarta Provincial Environmental Agency and the
Kabupaten Banjar, serta berinvestasi Rp353 miliar                   Reuse-Reduce-Recycle Waste Management Site (TPS
dalam pembangunan fasilitas RDF.                                    3R) of KSM Lestari Martapura in Banjar Regency, and
                                                                    invested Rp353 billion in the construction of RDF facility.




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                    15
Page 18
 Selain itu, lebih dari 1 juta ton limbah biomassa, seperti      Furthermore, more than 1 million tons of biomass waste,
 bonggol jagung, sekam padi, dan cangkang kopi, serta            such as corn cobs, rice husks, and coffee shells, as well
 limbah lain seperti ban bekas, plastik, dan tekstil             as other waste such as used tires, plastic, and textiles,
 dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu                 are utilized as a substitute fuel for coal.
 bara.

 Dalam aspek keanekaragaman hayati, Perseroan                    In terms of biodiversity, the Company continuously
 terus memperkuat upaya reklamasi dan konservasi di              strengthens reclamation and conservation efforts
 area operasional. Hingga akhir 2025, area budidaya              in its operational areas. As of the end of 2025, the
 di tambang batu kapur dan tanah mencapai 26 ha di               cultivation areas in limestone and clay quarries reached
 Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon,             26 hectares in Citeureup Factories, Cirebon Factories,
 dan Kompleks Pabrik Tarjun yang juga dimanfaatkan               and Tarjun Factories, which also served as the Center
 sebagai Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan           for Research, Training, and Community Empowerment
 Masyarakat (P4M). Perseroan menanam 88.646 pohon                (P4M). The Company plants 88,646 trees of various
 dari berbagai spesies dengan indeks keanekaragaman              species, with a flora diversity index in the post-mining
 flora di lahan pascatambang berada pada kategori                land falling into the moderate and high category. This
 sedang hingga tinggi. Upaya ini dilengkapi dengan               effort is complemented by the development of Cirebon
 pengembangan Kebun Koleksi Pohon Endemik Cirebon,               Endemic Tree Collection Garden, mangrove planting in
 penanaman bakau di Tarjun, serta penyulaman tanaman             Tarjun, and replanting in Citeureup reclamation area. In
 di area reklamasi Citeureup. Atas komitmen tersebut,            recognition of this commitment, the Company receives
 Perseroan memperoleh PROPER Emas di Kompleks                    a Gold PROPER rating for Cirebon Factory and a Green
 Pabrik Cirebon serta PROPER Hijau di Kompleks Pabrik            PROPER rating in Citeureup Factory and Tarjun Factory.
 Citeureup dan Kompleks Pabrik Tarjun.

 Kinerja Sosial                                                  Social Performance
 Audit dan evaluasi keselamatan dan kesehatan kerja              Occupational health and safety (OHS) audit and
 (K3) pada 2025 menunjukkan peningkatan kinerja                  evaluation in 2025 showed a significant improvement
 yang signifikan, ditandai dengan penurunan tingkat              in performance, marked by an 86% reduction
 kecelakaan kerja sebesar 86% dibandingkan tahun                 in occupational accident rate compared to that
 sebelumnya. Pencapaian tersebut merupakan hasil                 of the previous year. Such achievement was the
 penguatan budaya keselamatan melalui implementasi               result of strengthening safety culture through the
 berbagai program keselamatan kerja. Perseroan juga              implementation of various safety programs. The
 menginvestasikan Rp5,3 miliar untuk pelatihan dan               Company also invested Rp5.3 billion in training and
 pengembangan, dengan rata-rata 70,7 jam pelatihan               development, with an average of 70.7 training hours per
 per karyawan.                                                   employee.

 Di bidang sosial, Perseroan melaksanakan 1.557                  In social sector, the Company implemented 1,557
 program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL)             corporate social responsibility (CSR) programs with
 dengan realisasi anggaran Rp12,6 miliar. Program                a realized budget of Rp12.6 billion. These programs
 tersebut difokuskan pada penguatan pendidikan,                  focused on strengthening education, economy, health,
 ekonomi, kesehatan, sosial, agama, budaya, dan                  social welfare, religion, culture, and security, as well as
 keamanan, serta pembangunan di wilayah operasional.             developing operational areas. The impact measurement
 Pengukuran dampak melalui metode social return on               by using social return on investment (SROI) method
 investment (SROI) menunjukkan nilai 2,25–5,81 pada              showed values ranging from 2.25 to 5.81 for several
 beberapa program, yang mencerminkan bahwa setiap                programs, reflecting that each program investment
 investasi program memberikan manfaat sosial yang                provided significantly greater social benefits to the
 jauh lebih besar bagi masyarakat.                               community.




16                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 19

          
Page 20
 Strategi Keberlanjutan [A.1][2-22]
 Sustainability Strategy

 Indocement memiliki strategi keberlanjutan, komitmen,                      Indocement has sustainability strategies, commitments,
 dan sasaran jangka panjang yang sejalan dengan                             and long-term goals that are in line with the Heidelberg
 Heidelberg Materials Sustainability Commitments                            Materials Sustainability Commitments 2030 (SC
 2030 (SC 2030). Indocement telah menyusun pemetaan                         2030). Indocement has prepared a material issue
 isu material berdasarkan kebutuhan para pemangku                           mapping based on stakeholder needs and approach
 kepentingan serta pendekatan dalam mengelola                               to managing risks, changes, and opportunities related
 risiko, perubahan, dan peluang yang terkait dengan                         to environmental, social, and governance issues.
 masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola. Selain itu,                   Furthermore, Indocement has also integrated material
 Indocement juga telah mengintegrasikan prioritas isu                       issue priorities and contributions into the SDGs.
 material dan kontribusi terhadap TPB.


 Membangun Masa Depan Nol
 Building a Net Zero Future

                          Energi dan Emisi
                          Energy and Emission
                          Kami berkomitmen untuk memenuhi bagian dari tanggung jawab global untuk menjaga kenaikan suhu di bawah 2°C, dan
                          kami akan terus mengurangi dampak pada udara, darat, dan air.
                          We are committed to fulfilling our part of the global responsibility to keep temperature rise below 2°C, and we will
                          continue to reduce our impact on air, land, and water.

                                                           Strategi Pencapaian Target
                                                          Strategies to Achieve Targets

 1. Investasi dalam teknologi pemanfaatan karbon.                         1. Investment in carbon utilization technology.
 2. Optimasi penggunaan bahan baku dan bahan aditif untuk                 2. Optimization of raw material and additive use to reduce clinker ratio.
    mengurangi rasio klinker.                                             3. Increased cement production with lower clinker content.
 3. Peningkatan produksi semen dengan kadar klinker lebih rendah.         4. Periodic monitoring and evaluation of CO2 emission reduction
 4. Pengawasan dan evaluasi peta jalan pengurangan emisi CO2 secara          roadmap.
    periodik.                                                             5. Continuous monitoring of SOx, NOx, and particle emissions.
 5. Pemantauan emisi SOx, NOx, dan partikel secara berkelanjutan.         6. Measuring metal and volatile organic compound (VOC) footprint on
 6. Pengukuran jejak logam dan senyawa organik volatil (VOC) setiap          an annual basis.
    tahun.                                                                7. Utilizing renewable energy for electrical usage in the factory.
 7. Pemanfaatan energi terbarukan untuk penggunaan listrik di pabrik.     8. Transition of dust emission control technology with bag filter. [EM-
 8. Peralihan teknologi pengendalian emisi debu dengan bag filter. [EM-      CM-110a.2]
    CM-110a.2]




18                                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 21
Membangun Masa Depan yang Aman dan Inklusif
Building a Safe and Inclusive Future

                         Hak Asasi Manusia, Pengelolaan Bakat dan Kinerja, serta Tata Kelola Keberlanjutan
                         Human Rights, Talent and Performance Management, and Sustainability Governance
                         Kami mematuhi hak asasi manusia (HAM) internasional, antikorupsi, dan standar tenaga kerja, serta bekerja sama secara
                         proaktif, terbuka, dan transparan dengan seluruh pemangku kepentingan.
                         We adhere to international human rights, anti-corruption, and labor standards, and proactively collaborate with all
                         stakeholders in a transparent and open manner.

                                                          Strategi Pencapaian Target
                                                         Strategies to Achieve Targets

1. Pelatihan wajib berkala terkait HAM, antikorupsi, dan                  1. Regular mandatory training on human rights, anti-corruption, and
   ketenagakerjaan.                                                          labor.
2. Pengelolaan kepatuhan pemasok berdasarkan standar rantai               2. Management of supplier compliance based on sustainable supply
   pasokan berkelanjutan.                                                    chain standards.
3. Sistem pelaporan insiden secara anonim.                                3. Anonymous incident reporting system.
4. Partisipasi aktif dalam inisiatif keberlanjutan global.                4. Active participation in global sustainability initiatives.
5. Pengembangan jejaring dengan organisasi nirlaba dan Lembaga            5. Networking with non-profit organizations and Non-Governmental
   Swadaya Masyarakat (LSM).                                                 Organizations (NGOs).
6. Kolaborasi dengan organisasi advokasi industri.                        6. Collaboration with industry advocacy organizations.
7. Transparansi dalam proses rekrutmen dan prosedur operasional           7. Transparency in recruitment processes and standard operating
   standar.                                                                  procedures.
8. Kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.         8. Policies on sustainable human capital development.
9. Reorganisasi terhadap Komite HAM sebagai pengawas pelaksanaan          9. Reorganization of Human Rights Committee as a supervisor of human
   HAM.                                                                      rights implementation.




                         Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
                         Occupational Health and Safety (OHS)
                         Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kondisi K3 karyawan, kontraktor, dan pihak ketiga.
                         We are committed to continuously improving the OHS conditions of our employees, contractors, and third parties.

                                                          Strategi Pencapaian Target
                                                         Strategies to Achieve Targets

1. Melaksanakan pelatihan berkala mengenai K3 untuk semua                 1. Conducting regular training on OHS for all employees and
   karyawan serta kontraktor.                                                contractors.
2. Menerapkan kebijakan K3 yang wajib diikuti oleh setiap individu yang   2. Implementing OHS Policy that must be followed by every individual
   berada di lokasi operasional.                                             at the operational location.
3. Menyusun dan mengimplementasikan rencana induk K3 yang                 3. Preparing and implementing OHS master plan that includes
   mencakup persyaratan organisasi, program pelatihan, area fokus,           organizational requirements, training programs, focus areas, and
   dan sasaran untuk peningkatan kinerja.                                    targets for performance improvement.
4. Membangun sistem pencatatan dan pelaporan K3 yang efektif dan          4. Building an effective and sustainable OHS recording and reporting
   berkelanjutan.                                                            system.
5. Melaksanakan Bulan K3 dan Safety Week.                                 5. Implementing OHS Month and Safety Week.
6. Melakukan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan pekerja           6. Carrying out improvements to create a safe work environment and
   kompeten melalui Group Action 2025.                                       competent workers through Group Action 2025.




                         Tetangga yang Baik
                         Good Neighbor
                         Kami berkomitmen untuk mendukung pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar dan memastikan komunikasi
                         yang transparan dengan semua pemangku kepentingan.
                         We are committed to support the social and economic development of the surrounding communities and ensure transparent
                         communication with all stakeholders.

                                                          Strategi Pencapaian Target
                                                         Strategies to Achieve Targets

1. Mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan                 1. Implementing training and capacity building programs based on
   kapasitas berbasis pada keahlian karyawan dan kebutuhan                   employee skills and community needs.
   masyarakat.                                                            2. Continuing cooperation with community leaders in Community
2. Melanjutkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat dalam program              Development program, strengthening MSMEs through economic
   bina lingkungan, memperkuat UMKM melalui inisiatif pemberdayaan           empowerment initiatives, increasing environmental awareness
   ekonomi, meningkatkan kesadaran lingkungan melalui program daur           through waste recycling programs, and developing local heroes to
   ulang sampah, dan mengembangkan local hero untuk mendorong                drive social change in surrounding communities.
   perubahan sosial di komunitas sekitar.                                 3. Building employee volunteering system.
3. Membangun sistem employee volunteering.




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                  19
Page 22
Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan dan Tangguh
Building a Circular and Resilient Future

                           Ekonomi Sirkular
                           Circular Economy
                           Kami melakukan konservasi cadangan sumber daya alam dengan terus meningkatkan penggunaan sumber daya alternatif
                           sebagai pengganti bahan baku alternatif.
                           We engage in natural resource conservation by continuously increasing the utilization of alternative resources as
                           substitutes for natural materials.

                                                               Strategi Pencapaian Target
                                                              Strategies to Achieve Targets

 1. Pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber              1. Utilization of technology to optimize the use of alternative resources.
    daya alternatif.                                                          2. Preparing a strategic plan to identify and utilize available alternative
 2. Menyusun rencana strategis untuk mengidentifikasi dan                        raw materials.
    memanfaatkan bahan baku alternatif yang tersedia.                         3. Cooperating and partnering in a feasibility study on the use of
 3. Melakukan kolaborasi dan kemitraan dalam studi kelayakan                     alternative fuel and alternative materials (AFAM).
    pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif (AFAM).                 4. Internalizing the value of circular economy to all Indocement
 4. Internalisasi nilai ekonomi sirkular kepada seluruh karyawan                 employees through waste charity program at Harmony Corner and
    Indocement melalui program sedekah sampah di Harmony Corner                  waste recycling involving the community.
    dan daur ulang sampah melibatkan masyarakat.                              5. Obtaining new SNI 2022.
 5. Perolehan SNI baru 2022.




                           Kinerja Ekonomi
                           Economic Performance
                           Kami akan memastikan profitabilitas yang berkelanjutan melalui manajemen yang efektif dari semua proses dan sumber
                           daya, serta inovasi produk dan layanan yang berkelanjutan.
                           We will ensure sustainable profitability through effective management of all processes and resources, as well as
                           sustainable product and service innovation.

                                                               Strategi Pencapaian Target
                                                              Strategies to Achieve Targets

 1. Efisiensi biaya melalui peningkatan rasio bahan bakar alternatif,         1. Cost efficiency through increasing the ratio of alternative fuels,
    utilisasi aset transportasi, dan efisiensi biaya distribusi melalui          utilization of transportation assets, and distribution cost efficiency
    perluasan footprint.                                                         through footprint expansion.
 2. Evaluasi kinerja bisnis berdasarkan unit bisnis terpadu.                  2. Evaluation of business performance based on integrated business units.
 3. Implementasi indikator kinerja utama (KPI) dan sistem insentif            3. Implementation of key performance indicators (KPIs) and
    berbasis kinerja.                                                            performance-based incentive systems.




20                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 23
Membangun Masa Depan Alam yang Positif
Building a Nature Positive Future

                          Keanekaragaman Hayati
                          Biodiversity
                          Kami berkomitmen agar operasi pabrik sesuai dengan rencana yang disetujui otoritas dan kebutuhan masyarakat, serta
                          mengupayakan dampak positif pada nilai keanekaragaman hayati di seluruh lokasi tambang.
                          We are committed to operate our factories in accordance with approved authority plans and community needs, as well as
                          striving for positive impacts on biodiversity values at all mining locations.

                                                             Strategi Pencapaian Target
                                                            Strategies to Achieve Targets

1. Meningkatkan kualitas kawasan yang berfungsi sebagai                      1. Improving the quality of areas serving as protection for biodiversity.
   perlindungan bagi keanekaragaman hayati.                                  2. Increasing ecological and economic value of post-mining and post-
2. Meningkatkan nilai ekologis dan ekonomi pada lahan pascatambang              operational land to support biodiversity conservation.
   dan pascaoperasional pabrik untuk mendukung pelestarian                   3. Developing understanding and awareness of the importance of
   keanekaragaman hayati.                                                       biodiversity protection, both among employees and the general
3. Mengembangkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya                     public.
   perlindungan keanekaragaman hayati, baik di kalangan karyawan             4. Developing policy on sustainable mining land use to provide positive
   maupun masyarakat secara umum.                                               benefits to the environment and society.
4. Menyusun kebijakan penggunaan lahan tambang secara                        5. Referring to the norms and principles of biodiversity protection in
   berkelanjutan untuk memberikan manfaat positif bagi lingkungan               implementing reclamation plan.
   dan masyarakat.
5. Mengacu pada norma dan prinsip perlindungan keanekaragaman
   hayati dalam pelaksanaan rencana reklamasi.




                          Melestarikan Sumber Daya Air
                          Preserving Water Resources
                          Kami berkomitmen terhadap ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak.
                          We are committed to ensure access to clean water and adequate sanitation.

                                                             Strategi Pencapaian Target
                                                            Strategies to Achieve Targets

1. Melaksanakan program konservasi air berdasarkan Rencana                   1. Implementing water conservation program based on Water
   Pengelolaan Air yang ditetapkan untuk setiap pabrik, dengan fokus            Management Plan established for each factory, with a special focus
   khusus pada lokasi yang menghadapi kelangkaan air (water scarcity).          on locations facing water scarcity.
2. Mengikuti dan mendukung pencapaian tujuan dalam Rencana                   2. Following and supporting in achieving goals in the Global Strategic
   Strategis Global Pengurangan Konsumsi Air Tahun 2030.                        Plan for Reducing Water Consumption by 2030.
3. Mengoptimalkan efisiensi penggunaan air di seluruh lini operasi.          3. Optimizing water use efficiency across all lines of operations.
4. Menerapkan komitmen WASH Pledge dari World Business Council               4. Implementing WASH Pledge commitment from the World Business
   for Sustainable Development untuk memastikan akses terhadap air              Council for Sustainable Development to ensure access to clean
   bersih, sanitasi yang layak, dan fasilitas kebersihan di seluruh lokasi      water, adequate sanitation, and hygiene facilities at all production
   produksi.                                                                    sites.




                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                        21
Page 24
 Tentang Indocement
 About Indocement


 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan Perseroan [C.1]
 The Company’s Vision, Mission, and Values of Sustainability




 Sebagai perwujudan dari nilai Material to Build Our       As a manifestation of the purpose of Material to Build
 Future, Indocement menetapkan arah strategis periode      Our Future, Indocement has set its strategic direction
 2026–2028 sebagai kerangka Perseroan dalam                for the 2026–2028 period as the Company's framework
 menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di           for maintaining sustainable business growth amid
 tengah perubahan lanskap industri. Melalui rencana        changes in the industrial landscape. Through this
 ini, Indocement terus berupaya untuk menghadirkan         plan, Indocement continues to strive to deliver quality
 produk dan solusi bahan bangunan yang berkualitas         building materials and solutions by further integrating
 dengan semakin mengintegrasikan prinsip LST dalam         ESG principles into its operations and business decision-
 operasional dan pengambilan keputusan bisnis.             making. Supported by improved operational excellence,
 Didukung peningkatan keunggulan operasional,              strengthened business strategies, and the utilization
 penguatan strategi bisnis, serta pemanfaatan              of digitalization, this strategic direction reflects the
 digitalisasi, arah strategis ini mencerminkan upaya       Company's efforts to build an adaptive, value-added
 Perseroan dalam membangun fondasi usaha yang              business foundation that is relevant to the future needs
 adaptif, bernilai tambah, dan relevan bagi kebutuhan      of its stakeholders.
 pemangku kepentingan di masa depan.




22                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 25
               Visi Vision
Semen                                                           Cement
Produsen Semen Paling           Terkemuka           dan         The Most Prominent and Trusted Cement Producer
Terpercaya di Indonesia;                                        in Indonesia;

Beton Siap-Pakai                                                RMC
Pemain RMC Terkemuka dan Terpercaya di Jawa                     A Prominent and Trusted RMC Player in Java, and
dan Memiliki Jaringan di Kalimantan, Bali, dan                  Footprints in Kalimantan, Bali, and South Sulawesi;
Sulawesi Selatan;

Agregat                                                         Aggregates
Pemain Agregat Terpercaya di Jabodetabek                        The Trusted Aggregates Player in Jabodetabek
dengan Jaringan di Jawa Tengah dan Sulawesi;                    and Footprints in Central Java and Sulawesi;

Mortar                                                          Mortar
Pemain Mortar yang Terdepan di Jawa dan                         The Reputable Mortar Player in Java and Southern
Sumatra Bagian Selatan (mortar putih).                          Sumatra (white mortar).




                                                        Misi Mission
                                Kami berkecimpung dalam bisnis penyediaan semen
                                ramah lingkungan dan bahan bangunan bermutu tinggi
                                yang mengutamakan solusi untuk pelanggan dengan cara
                                yang mendorong peningkatan profitabilitas sekaligus
                                mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola
                                (LST) serta digitalisasi.
                                We are in the business of providing quality green cement
                                and building materials with customer centric solutions
                                in a way that drives improving profitability whilst leading
                                environment, social, and governance (ESG) and digitalization.




                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                            23
Page 26
 Nilai-nilai Perusahaan
 Corporate Values
                                                   A       Accountability


                                                          S          Strive for Excellence


                                                                 I        Integrity


                                                          S          Service-Mindedness


                                                   T       Teamwork




 Gaya Kepemimpinan Baru
 New Leadership Style


                                                              • We Centric

                                                              • Care

                                                              • Open Communications

                                                              • Process-Driven Performance
                                                                Oriented

                                                              • Agile and Decisiveness

                                                              • Customer Centric



                    Informasi lebih lanjut mengenai nilai Perseroan dapat dilihat di Laporan Tahunan 2025.
                    Further information on the Company’s values can be found in the 2025 Annual Report.




24                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 27
Sekilas Indocement [2-1]
Indocement at a Glance



                    Nama Perseroan
                    Company Name




  Bidang Usaha                     Kantor Pusat [C.2]                                   Hubungan Investor
  Line of Business                 Head Office                                          Investor Relations

  Industri Semen                   Wisma Indocement                                     Telepon | Telephone: +62-21-8752-812 ext. 1117
  Cement Industry                  Lantai 13 | 13th Floor                               Surel | E-mail: investor.relations@indocement.co.id
                                   Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70–71
                                   Jakarta 12910, Indonesia
                                   Telepon | Phone: 021-8752812 ext. 3808
                                   Surel | E-mail: corpsec@indocement.co.id
                                   Situs Web | Website: www.indocement.co.id




                    Layanan Pelanggan                                                                                     Bentuk Legal
                    Customer Services                                                                                     Legal Form
                    Wisma Indocement                                                                                      Perseroan Terbuka
                    Lantai 4 | 4th Floor                                                                                  Public Company
                    Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70–71
                    Jakarta 12910, Indonesia
                    Telepon | Telephone: +62 800-10-376-32 (Bebas Pulsa | Toll Free)
                    		                     +62-21-2553-3555 (Tarif Normal | Normal Tarif)
                    Faksimili | Facsimile: +62-21-522-3782
                    Surel | E-mail: customercare@indocement.co.id
                    SMS dan WhatsApp | SMS and WhatsApp: +62 812-128-3000


  Landasan Hukum
  Legal Basis

  Akta Pendirian Nomor 227 tanggal 16 Januari 1985, Notaris Ridwan Suselo, S.H., dengan perubahan terakhir atas Anggaran Dasar dalam
  Akta Notaris Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn. Nomor 09 tanggal 21 Mei 2025, dan telah mendapatkan Surat Keputusan Menteri Hukum
  Republik Indonesia Nomor AHU- 0047927.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 22 Juli 2025.
  Deed of Incorporation Number 227 dated 16 January 1985, Notary Ridwan Suselo, S.H., with the latest amendment to the Articles of
  Association in the Deed of Notary Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn. Number 09 dated 21 May 2025, and has obtained the Decree of Minister of
  Law of the Republic of Indonesia Number AHU- 0047927.AH.01.02.TAHUN 2025 dated 22 July 2025.




                    Kepemilikan Saham [C.3]
                    Share Ownership
                    40,61%
                                                                        Heidelberg Materials AG
                                                      53,40%
                                                                        Saham Treasury
                                                                        Treasury Shares
                                                                        Masyarakat
                                                                        Public



                    5,99%




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                               25
Page 28
 Skala Usaha [C.3][2-6]
 Business Scale

                                Uraian                                  Satuan
                                                                                            2025                 2024       2023
                              Description                                Unit

  Jumlah Karyawan Segmen Semen                                          Orang              3.032(1)              3.391(1)    3.217
  Total Employees of Cement Segment                                     People

  Jumlah Penjualan Semen                                               Ribu Ton             19.941               20.496     19.345
  Total Sales of Cement                                             Thousand Tons

  Produksi Semen (2)                                                                          18,5                  19,6      18,0
  Cement Production

  Produksi Beton Siap-Pakai                                           Juta Ton                  1,5                  1,9       1,8
  Ready-Mix Concrete Production                                      Million Tons

  Produksi Agregat                                                                             2,2                   2,3       2,3
  Aggregate Production

  Jumlah Lingkup Operasi
  Total Scope of Operations

  Jumlah Pabrik (2)                                                     Pabrik                  17                    17        17
  Number of Plants                                                      Plant

  Fasilitas Terminal dan Land Silo                                    Terminal                  12                    13        14
  Terminals and Land Silo Facility                                    Terminals

  Posisi Keuangan
  Financial Position

  Jumlah Aset                                                                               31.725               30.420     29.650
  Total Assets

  Pendapatan Neto                                                                            17.731              18.549     17.950
  Net Revenues

  Jumlah Liabilitas                                                 Miliar Rupiah            8.522                8.306      8.680
  Total Liabilities                                                 Billion Rupiah

  Jumlah Ekuitas                                                                           23.203                22.114     20.970
  Total Equity

  Jumlah Kapitalisasi Pasar Saham                                                          26.279                27.241     32.252
  Total Stock Market Capitalization


 Keterangan | Notes:
 (1) Data karyawan mencakup PT Semen Grobogan.
     Employee data included PT Semen Grobogan.
 (2) Termasuk Data Kompleks Pabrik Grobogan, Kompleks Pabrik Maros, dan Unit Penggilingan Semen Banyuwangi.
     Including Data of Grobogan Factory, Maros Factory, and Banyuwangi Cement Grinding Unit.



 Aktivitas Bisnis dan Rantai Pasok [C.4][2-6]
 Business Activities and Supply Chain

 Indocement melakukan kegiatan operasional di empat                     Indocement carries out operational activities in four
 kompleks pabrik yang dimiliki sendiri, yakni Kompleks                  owned factories, namely Citeureup Factory, Cirebon
 Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, Kompleks                    Factory, Tarjun Factory, and Grobogan Factory. The
 Pabrik Tarjun, dan Kompleks Pabrik Grobogan.                           Company also leases one factory, Maros Factory, and
 Perseroan juga menyewa satu kompleks pabrik, yaitu                     a cement grinding unit in Banyuwangi. Indocement
 Kompleks Pabrik Maros, serta satu unit penggilingan                    manages its own mining areas in these five factories
 semen di Banyuwangi. Indocement mengelola                              with a total area of 8,720 ha. In 2025, the total installed
 sendiri area pertambangan di kelima kompleks                           production capacity reached 33.5 million tons of
 pabrik tersebut dengan luas total sebesar 8.720 ha.                    cement.
 Pada 2025, total kapasitas produksi terpasang
 mencapai 33,5 juta ton semen.




26                                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 29
Lokasi Pabrik dan Kapasitas Terpasang 2025
Factory Locations and Installed Capacity in 2025

                      Lokasi Kompleks Pabrik                             Jumlah Pabrik    Kapasitas Terpasang (Juta Ton/Tahun)
                         Factory Location                               Number of Plant    Installed Capacity (Million Tons/Year)

 Citeureup, Bogor                                                                 10                       18,4
 Jawa Barat | West Java

 Palimanan, Cirebon                                                               2                        4,3
 Jawa Barat | West Java

 Tarjun, Kotabaru                                                                 1                        2,8
 Kalimantan Selatan | South Kalimantan

 Tanggungharjo, Grobogan                                                          1                         2,7
 Jawa Tengah | Central Java

 Skema Perjanjian Induk Sewa dan Penggunaan Aset
 Scheme of Master Lease Agreement and Use of Asset

 Maros                                                                            2                        3,5
 Sulawesi Selatan | South Sulawesi

 Banyuwangi*                                                                      1                         1,8
 Jawa Timur | East Java


Keterangan | Notes:
* Unit Penggilingan Semen.
  Cement Grinding Unit.




  Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Sekda Provinsi Jawa Barat menanam 50 pohon
  di TPPAS Lulut Nambo dalam rangka acara HUT ke-50 Indocement.
  The Deputy Minister of Environment and the West Java Provincial Secretary
  planted 50 trees at TPPAS Lulut Nambo as part of Indocement’s 50th Anniversary.




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     27
Page 30
 Wilayah Operasi dan Jaringan Bisnis
 [C.3][C.4][2-6]
 Operational Areas and Business Network
        Terminal Semen Lampung,            Terminal Semen Apung        Terminal Semen Samarinda,       Terminal Semen Barru,      Kompleks Pabrik Maros,
                Lampung                 Pontianak, Kalimantan Barat        Kalimantan Timur               Sulawesi Selatan           Sulawesi Selatan
        Lampung Cement Terminal,         Pontianak Floating Cement     Samarinda Cement Terminal,      Barru Cement Terminal,         Maros Factory,
                Lampung                  Terminal, West Kalimantan          East Kalimantan                South Sulawesi             South Sulawesi




        Terminal Semen Apung Kuala
           Tanjung, Sumatra Utara
       Kuala Tanjung Floating Cement
          Terminal, North Sumatra




              Terminal Semen            Terminal Semen Palembang,
           Tanjung Priok, Jakarta             Sumatra Selatan
       Tanjung Priok Cement Terminal,        Palembang Cement
                   Jakarta                Terminal, South Sumatra




        Kompleks Pabrik Citeureup,       Kompleks Pabrik Cirebon,       Kompleks Pabrik Tarjun,       Kompleks Pabrik Grobogan,    Unit Penggilingan Semen
           Bogor, Jawa Barat               Cirebon, Jawa Barat        Kotabaru, Kalimantan Selatan          Jawa Tengah            Banyuwangi, Jawa Timur
           Citeureup Factory,                Cirebon Factory,                Tarjun Factory,             Grobogan Factory,           Banyuwangi Cement
            Bogor, West Java                Cirebon, West Java         Kotabaru, South Kalimantan           Central Java           Grinding Unit, East Java




28                                                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 31
                  Indocement memiliki 16 Gudang Semen, 3 Gudang Palet, 2 Container Yard, yaitu:
                  Indocement owns 16 Cement Warehouses, 3 Palette Warehouses, 2 Container Yards, namely:


             1.   Gudang Sunda Kelapa                               8. Gudang Pemalang                        15. Gudang Kalianak, Surabaya
             2.   Gudang Cisauk                                     9. Gudang Magelang                        16. Gudang Pandeglang, Banten
             3.   Gudang Sukabumi                                   10. Gudang Pati                           17. Gudang Palet Citeureup
             4.   Gudang Serang                                     11. Gudang Wonogiri                       18. Gudang Palet Palimanan
             5.   Gudang Cimareme                                   12. Gudang Puncak                         19. Gudang Palet Grobogan
             6.   Gudang Garut                                      13. Gudang Tasikmalaya                    20. Container Yard Kompleks Pabrik Citeureup
             7.   Gudang Majalengka                                 14. Gudang Brebes                         21. Container Yard Kompleks Pabrik Tarjun
             1.   Sunda Kelapa Warehouse                            8.    Pemalang Warehouse                  15. Kalianak Warehouse, Surabaya
             2.   Cisauk Warehouse                                  9.    Magelang Warehouse                  16. Pandeglang Warehouse, Banten
             3.   Sukabumi Warehouse                                10.   Pati Warehouse                      17. Citeureup Pallet Warehouse
             4.   Serang Warehouse                                  11.   Wonogiri Warehouse                  18. Palimanan Pallet Warehouse
             5.   Cimareme Warehouse                                12.   Puncak Warehouse                    19. Grobogan Pallet Warehouse
             6.   Garut Warehouse                                   13.   Tasikmalaya Warehouse               20. Container Yard of Citeureup Factory
             7.   Majalengka Warehouse                              14.   Brebes Warehouse                    21. Container Yard of Tarjun Factory




                                                                          Kompleks Pabrik                Terminal Semen                 Aset yang Disewa
                                                                          Factories                      Cement Terminals               Leased Assets




                                                           Terminal Semen Lembar 1,         Terminal Semen Lembar 2,
                                                                Lombok Barat,                    Lombok Barat,
Terminal Semen Makassar,         Land Silo Dawuan,            Nusa Tenggara Barat              Nusa Tenggara Barat             Terminal Semen Apung
    Sulawesi Selatan           Karawang, Jawa Barat        Lembar Cement Terminal 1,        Lembar Cement Terminal 2,       Kupang, Nusa Tenggara Timur
Makassar Cement Terminal,        Dawuan Land Silo,              West Lombok,                     West Lombok,                 Kupang Floating Cement
     South Sulawesi             Karawang, West Java           West Nusa Tenggara               West Nusa Tenggara           Terminal, East Nusa Tenggara




                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                29
Page 32
 Pasar Terlayani [C.4][2-6]
 Market Served

 Hingga akhir periode pelaporan, Indocement berhasil                            Until the end of the reporting period, Indocement
 memenuhi permintaan pasar domestik sebesar 29,1%                               managed to meet domestic market demand of 29.1%
 atau 19.390 ribu ton. Perseroan juga mencatatkan                               or 19,390 thousand ton. The Company also recorded
 pangsa pasar di beberapa negara Asia, seperti                                  market share in several Asian countries, such as
 Taiwan, Vietnam, Bangladesh, Malaysia, Filipina, serta                         Taiwan, Vietnam, Bangladesh, Malaysia, Philippines, as
 Australia, Afrika Barat, Kamerun dan Ghana. Maka                               well as Australia, West Africa, Cameroon, and Ghana.
 dari itu, Perseroan berhasil melakukan ekspor semen                            Accordingly, the Company managed to export 551
 dan klinker mencapai 551 ribu ton atau setara dengan                           thousand tons of cement and clinker or equivalent to
 2,8% dari total penjualan.                                                     2.8% of the total sales.




                         Pertambangan dan Produksi                                 Distribusi dan Logistik                       Pelanggan
                            Mining and Production                                 Distribution and Logistics                     Customers



     Indocement memiliki dan mengoperasikan sendiri penambangan di              Indocement memastikan distribusi dan logistik yang memadai
     lima lokasi kompleks pabrik, Indocement juga memproduksi agregat           dengan menyediakan fasilitas terminal, land silo, gudang semen,
     dan beton siap-pakai melalui entitas anak.                                 gudang palet, dan gudang peti kemas.
     Indocement owns and operates its mines at five factories' locations,       Indocement ensures satisfactory distribution and logistics by
     Indocement also produces aggregates and ready-mix concrete                 providing terminal, land silo, cement warehouse, pallet warehouse,
     through its subsidiaries.                                                  and container yard facilities.




          Bahan Baku Tambang                     Produksi Semen                      Semen kantong dan                    Pemerintah (sektor publik),
          Mining Raw Materials                  Cement Production                       semen curah                     perusahaan (sektor komersial),
                                                                                 Bag cement and bulk cement              dan masyarakat (pelanggan
                                                                                                                                    pribadi)
                                                                                                                            The government (public
                                                                                                                              sector), companies
                                                                                                                           (commercial sector), and
                                                                                                                         public (individual customers)
         Batu Kapur, Tanah Liat,                     Semen
          Limy-Marl dan Trass                        Cement
         Limestone, Clay, Limy-
             Marl and Trass




                                   Memastikan Pemenuhan Kriteria Kode Etik serta Peraturan yang Disyaratkan kepada
                                             Semua Pemasok Barang dan Jasa di Sepanjang Rantai Pasokan.
                                    Ensuring the Fulfillment of Code of Conduct Criteria as well as Compliance with the
                                    Regulations Applied to All Suppliers of Goods and Services along the Supply Chain.




30                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 33
                                                    Inovasi dan Pencapaian 2025 [F.26]
                                                    Innovation and Achievement of 2025



Pemasangan Panel Surya 2025:                                     Efektivitas Pallet
1. Kompleks Pabrik Citeureup, dengan kapasitas 40,7              Management and
   MWp, terdiri dari 32,5 MWp ground-mounted solar               Monitoring System (PMMS)
   panel dan 8,2 MWp rooftop solar panel.                        meningkat mencapai Rp16
2. Kompleks Pabrik Cirebon, dengan kapasitas 6,5 MWp.            miliar sejak PMMS mulai              Kampanye pemasaran yang sangat
3. Kompleks Pabrik Tarjun, terdiri dari 20 MWp ground-           beroperasi pada bulan Juni           aktif melalui kanal media sosial
   mounted solar panel dan 5,14 MWp rooftop solar panel.         2020 dengan perputaran               (Instagram, Facebook, TikTok,
Installation of Solar Panel in 2025:                             sebanyak kurang lebih                Threads, YouTube).
1. Citeureup Factory, with a capacity of 40.7 MWp,               250.000 palet per bulan.             Highly active marketing campaigns
   consists of 32.5 MWp ground-mounted solar panels              The effectiveness of                 through social media channels
   and 8.2 MWp rooftop solar panel.                              Pallet Management                    (Instagram, Facebook, TikTok,
2. Cirebon Factory, with a capacity of 6.5 MWp.                  and Monitoring System                Threads, YouTube).
3. Tarjun Factory, consists of 20 MWp ground-mounted             (PMMS) has increased to
   solar panel and 5.14 MWp rooftop solar panel.                 Rp16 billion since PMMS
                                                                 began operating in June
                                                                 2020 with a turnover of

27,3%                            6,6%                            approximately 250,000
                                                                 pallets per month.
                                                                                                      Semen Rajawali produksi Kompleks
                                                                                                      Pabrik Cirebon telah memiliki
Persentase produksi              Persentase                                                           Environmental Product Declaration.
semen hidraulis untuk            penggunaan RDF                                                       Semen Rajawali, produced by Cirebon
menggantikan OPC                 RDF utilization                 Mengoptimalkan                       Factory, obtained an Environmental
mengalami kenaikan               percentage                      aplikasi Logistic Digital            Product Declaration.
menjadi 27,3%                                                    Transformation untuk
dibandingkan 26,7%                                               memudahkan proses
pada 2024.                                                       pesanan secara daring,
The percentage of                                                pengecekan barang
hydraulic cement                                                 di gudang, dan proses
production replacing                                                                                  Menggunakan 2,2% fly ash dan 2,5%
                                                                 pengiriman.
OPC increased to 27.3%                                                                                Granulated Blast Furnace Slag (GBFS)
                                                                 Optimizing the Logistic
compared to 26.7%                                                                                     sebagai bahan baku alternatif semen.
                                                                 Digital Transformation
in 2024.                                                                                              Using 2.2% fly ash and 2.5%
                                                                 application to ease the
                                                                                                      Granulated Blast Furnace Slag (GBFS)
                                                                 process of online order,
                                                                                                      as alternative materials for cement.
                                                                 stocktaking in warehouses,
                                                                 and delivery process.


                                 2,7%                                                                      20       ton per hari


                                                                      56
                                                                                                                    tons per day
                                 Pengurangan emisi CO2           Rp             miliar
                                                                                                           Pengambilan RDF dari hasil
                                 cakupan 1 dan 2                                billion
                                 Reduction of CO2                Efisiensi biaya transportasi              uji coba Plant Rorotan dengan
                                 emissions scope 1 and 2         Transportation cost efficiency            total 1.639 ton, serta 500 ton/
                                                                                                           hari pengiriman RDF dari TPST
                                                                                                           Bantargebang dengan total
                                                                                                           96.738 ton.
                                 29%                             Pembangunan dan pengoperasian
                                                                 rice husk feeding facility di
                                                                                                           Collection of RDF from the
                                                                                                           Rorotan Plant trial with a total
                                 Bahan bakar alternatif          Kompleks Pabrik Grobogan dan
                                                                                                           of 1,639 tons, as well as 500
98     %                         untuk mengurangi
                                 penggunaan batu bara
                                                                 Kompleks Pabrik Maros.
                                                                 The construction and operation
                                                                                                           tons/day of RDF delivery from
                                                                                                           the Bantargebang TPST with a
Penggunaan batu bara             Alternative fuels to            of rice husk feeding facilities at
                                                                                                           total of 96,738 tons.
rendah kalori                    reduce coal use                 the Grobogan Factory and Maros
Low CV Coal utilization                                          Factory.




Kapasitas fasilitas bahan bakar alternatif Indocement yang terpasang saat ini 6.100 ton per hari.
Indocement telah berhasil mengonsumsi 917 ribu ton biomassa dan 162 ribu ton RDF di 2025.
Indocement's current installed capacity of alternative fuel facilities is 6,100 tons per day.
Indocement successfully consumed 917 thousand tons of biomass and 162 thousand tons of RDF in 2025.




Diraihnya Penghargaan PROPER Emas untuk Kompleks Pabrik Cirebon serta PROPER Hijau untuk Kompleks
Pabrik Citeureup dan Kompleks Pabrik Tarjun.
Achieving Gold PROPER for Cirebon Factory and Green PROPER for Citeureup Factory and Tarjun Factory.




                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                 31
Page 34
 Keanggotaan Asosiasi [C.5][2-28]
 Association Membership

                                                Nama Asosiasi                                                             Posisi
                                               Association Name                                                          Position

  Nasional | National


                            Dewan Produk Hijau Indonesia                                                                  Pendiri
                            Green Product Council Indonesia (GPCI)                                                       Founder


                            Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI)
                            Association of Indonesian Cement Companies

                            Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)
                            Indonesian Employers Association

                            Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)
                                                                                                                         Anggota
                            Indonesian Issuers Companies Association
                                                                                                                         Member


                            Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)



                            Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)
                            Indonesian Chamber of Commerce and Industry


  Internasional | International


                                                                                                                         Anggota
                            Global Cement and Concrete Association (GCCA)*
                                                                                                                         Member



 Keterangan | Notes:
 * Keanggotaan tidak langsung karena Indocement merupakan bagian dari Heidelberg Materials yang tercatat sebagai anggota organisasi tersebut.
   Indirect membership due to Indocement is part of Heidelberg Materials, which is listed as a member of the organization.




32                                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 35
Perubahan Signifikan [C.6]
Significant Changes

Terdapat beberapa perubahan signifikan yang terjadi                There were several significant changes that occurred in
selama 2025, antara lain:                                          2025, including:
1. Berdasarkan RUPS Tahunan yang diselenggarakan                   1. Based on the Annual GMS held on 21 May 2025, the
   pada 21 Mei 2025, Perseroan menyetujui                             Company approved the resignation of Kevin Gerard
   pengunduran diri Kevin Gerard Gluskie sebagai                      Gluskie as the Commissioner and appointed Suharso
   Komisaris dan mengangkat Suharso Monoarfa                          Monoarfa as the replacement for the remaining
   sebagai    penggantinya     untuk    sisa    masa                  term of office, and approved the reappointment of
   jabatan, serta menyetujui penunjukan kembali                       Sunnira Ly as the Director. Therefore, the composition
   Sunnira Ly sebagai Direktur. Dengan demikian,                      of the Company’s Board of Commissioners and
   susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan                      Board of Directors is effective as of the closing of
   berlaku sejak penutupan RUPS Tahunan tersebut                      the Annual GMS until the closing of the Annual GMS
   hingga penutupan RUPS Tahunan tahun buku 2026                      for the 2026 fiscal year to be held in 2027, with the
   yang akan diselenggarakan pada 2027, dengan                        exception of Roberto Callieri’s term of office, which
   pengecualian masa jabatan Roberto Callieri yang                    ends at the closing of the Annual GMS for the 2025
   berakhir pada penutupan RUPS Tahunan tahun                         held in 2026 financial year, and Sunnira Ly’s term of
   buku 2025 yang diadakan pada tahun 2026 dan                        office, which ends at the closing of the Annual GMS
   Sunnira Ly yang berakhir pada penutupan RUPS                       for the 2027 held in 2028 financial year;
   Tahunan tahun buku 2027 yang diadakan pada                      2. The Extraordinary GMS that was held on 21 May 2025
   tahun 2028;                                                        approved the partial withdraws shares buyback in
2. RUPS Luar Biasa yang diselenggarakan pada                          the 2021 and 2022 through a reduction in issued and
   21 Mei 2025 menyetujui penarikan kembali sebagian                  paid-up capital of 165,628,900 shares or equivalent
   saham hasil pembelian kembali saham tahun 2021                     to Rp82,814,450,000. With such resolution,
   dan 2022 melalui pengurangan modal ditempatkan                     the Company’s issued and paid-up capital was
   dan disetor sebanyak 165.628.900 saham atau                        Rp1,757,801,399,500, divided into 3,515,602,799
   setara Rp82.814.450.000. Dengan keputusan                          shares with a nominal value of Rp500;
   tersebut, modal ditempatkan dan disetor Perseroan               3. The changes to the Company's vision and mission
   menjadi Rp1.757.801.399.500 yang terbagi atas                      are the result of an evaluation conducted by Top
   3.515.602.799 saham dengan nilai nominal Rp500;                    Management during a routine Executive Retreat.
3. Perubahan pada visi dan misi Perseroan merupakan
   hasil evaluasi yang dilakukan oleh Manajemen
   Puncak dalam agenda rutin Executive Retreat.



               Informasi lebih lanjut mengenai perubahan signifikan yang terjadi di 2025 dapat dilihat pada
               Laporan Tahunan Indocement 2025.
               Further information regarding significant changes that occurred in 2025 can be seen in the
               2025 Annual Report of Indocement.




                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                  33
Page 36
 Tentang Laporan
 About the Report

 Laporan Keberlanjutan Indocement diterbitkan setiap             Indocement’s Sustainability Report is published as
 tahun sebagai bentuk transparansi kepada seluruh                an effort to provide transparent information to all
 pemangku kepentingan terkait kinerja Perseroan.                 stakeholders regarding the Company’s performance.
 Laporan ini mencakup periode 1 Januari–31 Desember              Indocement’s Sustainability Report is published
 2025, sementara Laporan Keberlanjutan 2024 telah                annually for the period of 1 January–31 December 2025.
 dipublikasikan di situs web Perseroan pada April                The 2024 Sustainability Report was published on the
 2025. Data yang disajikan meliputi kinerja ekonomi,             Company’s website in April 2025. The data presented in
 lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang                  this report covers economic performance, employment,
 mencakup kantor pusat, empat kompleks pabrik                    as well as environmental, social, and governance (ESG)
 Indocement (Citeureup, Cirebon, Tarjun, dan Grobogan),          that significantly impact Indocement’s head office
 Kompleks Pabrik Maros, serta unit penggilingan semen            and four factories, namely Citeureup Factory, Cirebon
 Banyuwangi dengan status sewa. Data keuangan                    Factory, Tarjun Factory, and Grobogan Factory, as well
 disajikan secara konsolidasi yang mencakup seluruh              as one leased factory in Maros and the leased cement
 kompleks pabrik, 25 entitas anak, dan 6 entitas asosiasi        grinding unit in Banyuwangi. The consolidated financial
 Perseroan. [2-2][2-3]                                           data covers the performance of all factories, 25
                                                                 subsidiaries, and 6 associated entities. [2-2][2-3]

 Laporan ini disusun dengan mengacu pada Peraturan               This report is compiled according to Financial Services
 Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017               Authority Regulation (POJK) No. 51/POJK.03/2017 on
 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi                   Implementation of Sustainable Finance for Financial
 Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan                   Services Institutions, Issuers, and Public Companies, as
 Publik serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan                well as Financial Services Authority Circular (SEOJK) No. 16/
 (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi             SEOJK.04/2021 on the Form and Content of Annual Reports,
 Laporan Tahunan, serta sesuai dengan Standar Global             and in accordance to the Global Reporting Initiative (GRI
 Reporting Initiative (GRI 2021), Sustainability Accounting      2021) Standards, the Sustainability Accounting Standards
 Standard Board (SASB) kategori Construction Material,           Board (SASB) for Construction Material category, and
 serta melakukan persiapan penerapan IFRS S1 dan S2              prepared for the implementation of IFRS S1 and S2
 melalui pengungkapan kinerja terkait iklim.                     through climate-related performance disclosures.

 Menindaklanjuti penerbitan Pernyataan Standar                   Following the issuance of Sustainability Disclosure
 Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2,                    Standards (PSPK) 1 and PSPK 2, the Company
 Perseroan terus mencermati perkembangan kebijakan               continues to monitor developments in policies and
 serta regulasi terkait implementasi standar tersebut.           regulations related to the implementation of these
 Saat ini, PSPK dipandang sebagai kerangka pelaporan             standards. Currently, PSPK is viewed as a reporting
 yang akan diimplementasikan secara bertahap.                    framework that will be implemented gradually. Thus,
 Dengan demikian, pengungkapan dalam Laporan                     the disclosures in this Sustainability Report are yet not
 Keberlanjutan ini belum dimaksudkan sebagai bentuk              intended as an application or statement of compliance
 penerapan maupun pernyataan kepatuhan terhadap                  with PSPK. Going forward, the Company will gradually
 PSPK. Ke depan, Perseroan berupaya untuk melakukan              adjust its policies, process, and internal system in line
 penyesuaian secara bertahap terhadap kebijakan,                 with the organization's readiness and developments in
 proses, serta sistem internal seiring dengan kesiapan           regulatory requirements.
 organisasi dan perkembangan ketentuan dari regulator.

 Terdapat beberapa informasi dan data yang dinyatakan            Certain information and data have been restated from
 kembali dari laporan periode sebelumnya ditandai                the previous reporting period, as indicated by the marker
 dengan indikator [2-4], termasuk untuk alasan                   [2-4], including the reasons for their restatement.
 penyajian kembalinya. Laporan Keberlanjutan ini belum           This Sustainability Report has not been verified by an
 diverifikasi oleh pihak ketiga independen, namun                independent third party, however, the Company ensures
 demikian, Perseroan memastikan bahwa seluruh data               that all data is accurate.
 dapat dipastikan kebenarannya.




34                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 37
Sebagai upaya pemenuhan IFRS S1 terkait “reliability                In compliance with IFRS S1 regarding the “reliability
of public claims”, kami memastikan bahwa data yang                  of public claims,” ​​we ensure that all sustainability
disampaikan, termasuk lingkungan, telah didukung                    claims submitted, including those related to the
oleh bukti teknis dan proses verifikasi yang memadai.               environment, are supported by technical evidence
Data kinerja ekonomi Perseroan juga diambil Laporan                 and adequate verification process. The Company’s
Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan                     economic performance data is also taken from the
Publik (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan (firma                audited Financial Statements of Public Accounting
anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers/                     Firm (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan (member
PwC). Penyusunan laporan melibatkan tim internal dan                firm of PricewaterhouseCoopers/PwC global network).
telah memperoleh persetujuan Direksi atas isi laporan,              The report is prepared by involving an internal team
termasuk topik material dan batasannya, dengan                      and has obtained approval from the Board of Directors
pengawasan serta peninjauan oleh Direktur Utama                     for the contents that include material topics and their
sebelum disampaikan kepada Dewan Komisaris. [G.1]                   limitations, as well as has been supervised and reviewed
[2-4][2-5][2-14]                                                    by the President Director before submitted to the Board
                                                                    of Commissioners. [G.1][2-4][2-5][2-14]



                              Laporan Keberlanjutan 2025 ini tersedia dalam versi
                              digital melalui situs web:
                              https://www.indocement.co.id/id/investor/reports-
                              presentations/laporankeberlanjutan.
                              The 2025 Sustainability Report is available digitally on the website:
                              https://www.indocement.co.id/en/investor/repor t s-presentations/
                              sustainability-report.



Tanggapan Umpan Balik Laporan Sebelumnya [G.3]
Response to Feedback on Previous Reports

Indocement menerima beberapa kritik dan masukan                     Indocement received several criticisms and input on
atas Laporan Keberlanjutan 2024, antara lain untuk                  the 2024 Sustainability Report, including suggestions
menyampaikan informasi yang lebih lengkap dan                       for providing more complete and comprehensive
komprehensif. Seluruh kritik, masukan, maupun saran                 information. All criticisms, input, and suggestions
atas laporan periode sebelumnya telah ditindaklanjuti               regarding previous period’s report have been followed
dan disampaikan dalam Laporan ini. Kami juga                        up and presented in this report. We also welcome
menerima kritik, saran, ataupun masukan atas Laporan                any criticisms, suggestions, and input on the 2025
Keberlanjutan 2025 yang dapat disampaikan melalui                   Sustainability Report, which can be submitted through
lembar umpan balik pada bagian akhir laporan maupun                 the feedback form at the end of the report or through:
melalui:


Kontak terkait Laporan Keberlanjutan [2-3]
Contacts related to the Sustainability Report



        Dani Handajani               Gadang Wardono                   Wisma Indocement
                                                                      Lantai 13 | 13th Floor
     Corporate Secretary             Corporate Social
                                                                      Jl. Jenderal Sudirman Kav 70–71
                                     Responsibility
                                                                      Jakarta 12910, Indonesia
                                     Division Manager
                                                                      Telepon | Telephone: +62-21-8752-812 ext. 3808
                                                                      Surel| E-mail: corpsec@indocement.co.id




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                 35
Page 38
 Topik Material dan Dukungan terhadap TPB [3-1][3-2]
 Material Topics and Supports for SDGs

 Indocement meninjau topik material setiap tahunnya                 Indocement reviews material topics annually to ensure
 untuk memastikan prospek bisnis, strategi, dan                     that business prospects, strategies, and sustainability
 inisiatif  keberlanjutan     tetap     relevan  dengan             initiatives remain relevant to the dynamics of
 dinamika ekspektasi pemangku kepentingan. Pada                     stakeholder expectations. In 2025, Indocement
 2025, Indocement memperluas proses penilaian                       expanded its materiality assessment process by
 materialitas dengan menerapkan pendekatan double                   implementing double materiality assessment (DMA)
 materiality assessment (DMA) yang mencakup dua                     approach that covers two main aspects, namely impact
 aspek utama, yaitu materialitas dampak, yang menilai               materiality, which assesses the impact of the Company's
 dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan                    activities on the environment and society (inside-out),
 dan sosial (inside-out), serta materialitas finansial,             and financial materiality, which assesses the impact of
 yang menilai dampak isu material terhadap kondisi                  material issues on the Company's financial
 keuangan dan kinerja bisnis perusahaan (outside-in).               condition and business performance (outside-in).
 Topik     material    dirumuskan        ulang   melalui            Material topics were reformulated through focus group
 penyelenggaraan focus group discussion (FGD) yang                  discussions (FGDs) guided by a team of independent
 dipandu oleh tim ahli selaku pihak independen dan                  experts and attended by representatives from various
 dihadiri perwakilan fungsi-fungsi di Indocement. Sesuai            functions at Indocement. Based on the FGD results,
 hasil FGD, Laporan Keberlanjutan ini mengungkapkan                 this Sustainability Report reveals 10 material topics as
 10 topik material sebagai prioritas, yang mencerminkan             priorities, reflecting changes from the previous period
 perubahan dari periode sebelumnya seiring perbedaan                in line with differences in the determination method and
 metode      penentuan    serta     perkembangan     isu            developments in sustainability issues in 2025.
 keberlanjutan pada 2025.



                                                                                                  Materialitas           Materialitas
                      Topik Material                     Pemangku Kepentingan Terdampak
  No.                                                                                               Dampak                Finansial
                      Material Topics                         Impacted Stakeholders
                                                                                                Impact Materiality   Financial Materiality

                  Energi
     1                                                   Pemegang Saham, Karyawan,                    ••••                  ••••
                  Energy
                                                         Masyarakat Lokal, Pemerintah
                                                         Shareholders, Employees, Local
                  Emisi                                  Communities, Government
     2                                                                                                ••••                  ••••
                  Emission

                                                         Karyawan, Masyarakat Lokal,
                  Sirkular Ekonomi                       Pemerintah
     3                                                                                                ••••                  ••••
                  Circular Economy                       Employees, Local Communities,
                                                         Government

                  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)   Karyawan, Pemerintah
     4                                                                                                ••••                  ••••
                  Occupational Health and Safety (OHS)   Employees, Government

                  Melestarikan Sumber Daya Air
     5                                                                                                ••••                  ••••
                  Preserving Water Resources
                                                         Karyawan, Masyarakat Lokal,
                  Tetangga yang Baik                     Pemerintah
     6                                                                                                ••••                  ••••
                  Good Neighbor                          Employees, Local Communities,
                                                         Government
                  Kenakeragaman Hayati
     7                                                                                                ••••                  ••••
                  Biodiversity


                  Ketangguhan Perusahaan dan Tata        Pemegang Saham, Karyawan,
                  Kelola Keberlanjutan                   Media, Pemerintah
     8                                                                                                ••••                  ••••
                  Corporate Resilience and Sustainable   Shareholders, Employees, Media,
                  Governance                             Government




36                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 39
                                                                                                         Materialitas           Materialitas
                           Topik Material                          Pemangku Kepentingan Terdampak
 No.                                                                                                       Dampak                Finansial
                           Material Topics                              Impacted Stakeholders
                                                                                                       Impact Materiality   Financial Materiality

                                                                   Pemegang Saham, Karyawan,
                                                                   Pemerintah, Pemasok, Masyarakat
                       Hak Asasi Manusia                           Lokal
 9                                                                                                                ••••             ••••
                       Human Rights                                Shareholders, Employees,
                                                                   Government, Suppliers, Local
                                                                   Communities

                                                                   Karyawan, Masyarakat Lokal,
                       Pengelolaan Bakat dan Kinerja               Pemerintah
 10                                                                                                               ••••             ••••
                       Talent and Performance Management           Employees, Local Communities,
                                                                   Government


• Lingkungan | Environmental                      • Pemangku Kepentingan Internal | Internal Stakeholders
• Sosial | Social                                 • Pemangku Kepentingan Eksternal | External Stakeholders
• Tata Kelola | Governance

                                                  •••• = 1 (Sangat Rendah | Very Low)
Skala 1-4                                         •••• = 2 (Rendah | Low)
Scale 1-4                                         •••• = 3 (Tinggi | High)
                                                  •••• = 4 (Sangat Tinggi | Very High)



Dukungan pada TPB                                                             Supports for SDGs
Berdasarkan topik material tersebut, Perseroan                                Based on these material topics, the Company has re-
kembali mengidentifikasi prioritas dukungan terhadap                          identified its priority support for SDG by referring to
TPB dengan mengacu pada Metadata Indikator TPB                                the SDG Indicator Metadata of the Ministry of National
Kementerian PPN/Bappenas serta pendekatan SDG                                 Development Planning/Bappenas and the SDG
Compass. Pengungkapan ini mencakup capaian                                    Compass approach. This disclosure covers the 2025
2025 dan target 2026 sebagai kontribusi terhadap                              achievements and 2026 targets as contributions to the
pencapaian TPB nasional pada 2030. Perseroan                                  achievement of national SDGs in 2030. The Company
juga memetakan area dampak utama yang relevan                                 also maps the main areas of impact relevant to its
dengan kegiatan usaha dan menerjemahkannya ke                                 business activities and translates them into measurable
dalam indikator kinerja utama (KPI) yang terukur dan                          key performance indicators (KPIs) that are integrated
terintegrasi dalam pengelolaan kinerja, khususnya                             into performance management, particularly in the
pada aspek energi terbarukan, pemanfaatan bahan                               aspects of renewable energy, use of alternative fuels
bakar dan bahan baku alternatif dalam pengelolaan                             and raw materials in waste management, and climate
limbah, serta aksi mitigasi perubahan iklim yang selaras                      change mitigation actions that are in line with priority
dengan target TPB prioritas.                                                  SDG targets.


Pemetaan TPB
SDGs Mapping

              Target Nasional/Global            KPI Indocement                   Satuan
 SDGs                                                                                                    2025                  Alignment
              National/Global Target           KPI of Indocement                  Unit

            7.2 Renewable Energy             % renewable energy                       %                  25,51                   Strong



            12.5 Waste Reduction                    AFR/TSR                           %                      29                  Strong



            13.2 Climate Action                      Scope 1                  Juta Ton CO2e              10,65                   Strong
                                                     Scope 2               Million Tons of CO2e           1,75
                                                     Scope 3                                             0,35




                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                             37
Page 40
 Perbandingan Target SC 2030 dan Indikator Metadata SDGs Bappenas
 Comparison of SC 2030 Targets and Bappenas SDGs Metadata Indicators

                               Topik Material                                       Target SC 2030
     No
                               Material Topics                                      SC 2030 Target

     1.   Energi                                      1. Mengurangi emisi bersih Cakupan 1 hingga 400 kg CO2/ton cementitious.
          Energy                                      2. Mengurangi total CO2 footprint sebesar:
                                                         a. Cakupan 1 gross 24% dibandingkan baseline 2020.
                                                         b. Cakupan 2 gross 65% dibandingkan baseline 2020.
                                                      3. Mengurangi emisi sulfur dan nitrogen oksida (SOx dan NOx) masing-
                                                         masing sebesar 40% dibandingkan baseline 2020.
     2.   Emisi                                       1. Reducing net emissions of Scope 1 to 400 kg CO2/ton cementitious.
          Emission                                    2. Reducing total CO2 footprint by:
                                                         a. Scope 1 gross by 24% compared to baseline 2020.
                                                         b. Scope 2 gross by 65% compared to baseline 2020.
                                                      3. Reducing sulfur and nitrogen oxide (SOx and NOx) emissions by 40%
                                                         each compared to baseline 2020.




     3.   Ekonomi Sirkular                            Menawarkan alternatif sirkular untuk 50% produk beton yang bertujuan
          Circular Economy                            untuk cakupan penuh.
                                                      Offering circular alternatives for 50% of concrete products aiming for full
                                                      coverage.




     4.   Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)        Mencapai nihil fatalitas dan mengurangi tingkat kehilangan waktu kerja
          Occupational Health and Safety (OHS)        akibat kecelakaan kerja (LTIFR) hingga 50% dibandingkan 2020.
                                                      Achieving zero fatalities and reducing the lost time injury frequency rate
                                                      (LTIFR) by 50% compared to 2020.




     5.   Melestarikan Sumber Daya Air                100% lokasi di area yang berisiko terhadap air menerapkan:
          Preserving Water Resources                  • AGG: rencana pengelolaan air sistem daur ulang air.
                                                      • CEM: rencana pengelolaan air sistem daur ulang air.
                                                      100% of locations in areas at risk of water implement it:
                                                      • AGG: water management plan of water recycling system.
                                                      • CEM: water management plan of water recycling system.




38                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 41
                             Indikator SDGs                                                   Pencapaian ITP 2025
                             SDGs indicators                                                 2025 ITP Achievements

Tujuan | Goals 7                                                      1. Mengurangi emisi bersih Cakupan 1 hingga 527 kg CO2/ton
1. 7.2.1(a) Bauran energi terbarukan (dari energi primer)                cementitious.
2. 7.3.1* Intensitas energi primer                                    2. Pengurangan emisi Cakupan 1 gross sebesar 15% dibandingkan
1. 7.2.1(a) Renewable energy mix (from primary energy)                   baseline 2020.
2. 7.3.1* Primary energy intensity                                    3. Emisi sulfur oksida (SOx) turun 33% dibandingkan baseline 2020.
                                                                      4. Rasio penggunaan bahan bakar alternatif sebesar 29%.
Tujuan | Goals 13                                                     5. Pengurangan intensitas energi sebesar 0,8% dan intensitas emisi
1. 13.2.2* Jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) per tahun                   sebesar 3%.
2. 13.2.2.[a] Potensi Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK)            6. Total kapasitas terpasang untuk solar panel rooftop dan ground
3. 13.2.2.[b] Potensi Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca          mounted sebesar 72 MW.
   (GRK)                                                              1. Reduced net Scope 1 emissions by 527 kg CO2/ton cementitious.
1. 13.2.2* Total greenhouse gas (GHG) emissions per year              2. Reduced gross Scope 1 emissions by 15% compared to the 2020
2. 13.2.2.[a] Potential reduction of greenhouse gas (GHG)                baseline.
   emissions                                                          3. Reduced sulfur oxide (SOx) emissions by 33% compared to the
3. 13.2.2.[b] Potential reduction of greenhouse gas (GHG) emission       2020 baseline.
   intensity                                                          4. Reduced alternative fuel usage ratio of 29%.
                                                                      5. Reduced energy intensity by 0.8% and emission intensity by 3%.
                                                                      6. Total installed capacity of rooftop and ground mounted solar panel
                                                                         are 72 MW.

Tujuan | Goals 11                                                     1. Menggunakan 2,2% fly ash dan 2,5% GBFS sebagai bahan baku
1. 11.6.1.(a) Persentase rumah tangga dengan layanan penuh               alternatif semen.
   pengumpulan sampah                                                 2. Persentase produksi semen hidraulis untuk menggantikan OPC
2. 11.6.1.(b) Persentase timbulan sampah terolah di fasilitas            mengalami kenaikan menjadi 27,3% dibandingkan 26,7% pada
   pengolahan sampah                                                     2025.
1. 11.6.1.(a) Percentage of households with full waste collection     3. Rasio substitusi energi termal (thermal substitution rate/TSR)
   services                                                              mencapai 29%.
2. 11.6.1.(b) Percentage of waste generated processed at waste        1. Using 2.2% fly ash and 2.5% GBFS as alternative cement raw
   processing facilities                                                 materials.
                                                                      2. The percentage of hydraulic cement production replacing OPC
Tujuan | Goals 12                                                        increased to 27.3% compared to 26.7% in 2025.
1. 12.4.2* (a) Limbah B3 yang dihasilkan per kapita; (b)              3. The thermal substitution rate (TSR) reached 29%.
   Jumlah limbah B3 yang ditangani/diolah berdasarkan jenis
   penanganannya/pengolahannya
2. 12.5.1.(a) Persentase timbulan sampah yang didaur ulang
1. 12.4.2* (a) Hazardous waste generated per capita; (b) Amount
   of hazardous waste handled/processed based on the type of
   handling/processing
2. 12.5.1.(a) Percentage of waste generated that is recycled

Tujuan | Goals 3                                                      1. Mencapai nihil fatalitas dan tingkat kehilangan waktu kerja akibat
1. 3.6.1 Kematian akibat kecelakaan kerja                                kecelakaan kerja (LTIFR) adalah 0.
2. 3.7.2 Total Fatality Rate                                          2. Partisipasi karyawan dalam pelatihan K3 sebanyak 2.387 orang.
3. 3.8.2 Cakupan karyawan ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional         1. Achieving zero fatalities and the lost time rate due to occupational
1. 3.6.1 Deaths due to Occupational Accidents                            accidents (LTIFR) are 0.
2. 3.7.2 Total Fatality Rate                                          2. Employee participation in OHS training 2,387 people.
3. 3.8.2 Employee coverage under National Health Insurance

Tujuan | Goals 4
4.2.2 Tingkat partisipasi karyawan dalam pelatihan yang diberikan
4.2.2 Level of employee participation in the training provided

Tujuan | Goals 6                                                      1. Seluruh Kompleks Pabrik telah menjalankan konservasi air sesuai
1. 6.2.1* Persentase rumah tangga yang menggunakan layanan               dengan Rencana Pengelolaan Air.
   sanitasi yang dikelola secara aman, termasuk fasilitas cuci        2. Intensitas pemakaian air untuk proses produksi semen pada 2025
   tangan dengan air dan sabun.                                          mencapai 0,24 m3/ton klinker.
2. 6.3.1.(a) Persentase limbah cair industri yang dikelola secara     1. The Company’s entire factories has implemented water
   aman                                                                  conservation in line with the Water Management Plan.
1. 6.2.1* Percentage of households using safely managed               2. The intensity of water use for cement production process in 2025
   sanitation services, including handwashing facilities with water      reached 0.24 m3/ton clinker.
   and soap.
2. 6.3.1.(a) Percentage of safely managed industrial wastewater




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                       39
Page 42
                               Topik Material                                                      Target SC 2030
     No
                               Material Topics                                                     SC 2030 Target

     6    Tetangga yang Baik                                         1. Target Employee Volunteering 5.000 jam/tahun.
          Good Neighbor                                              2. Semua karyawan ditawari cuti berbayar selama satu hari per tahun
                                                                        untuk kerja bakti sukarela.
                                                                     1. Employee Volunteering target 5,000 hours/year.
                                                                     2. All employees are offered one day of paid leave per year for volunteer
                                                                        work.




     7    Keanekaragaman Hayati                                      100% tambang aktif berkontribusi pada tujuan global alam yang positif,
          Biodiversity                                               dengan 15% ruang untuk alam.
                                                                     100% of active mines contribute to the global goal of positive nature, with
                                                                     15% space for nature.




     8    Ketangguhan Korporasi dan Tata Kelola Berkelanjutan        Mencapai 50% dari pendapatan total kami yang berasal dari produk
          Corporate Resilience and Sustainable Governance            berkelanjutan yang bersifat rendah karbon atau sirkular.
                                                                     Achieve 50% of our gross revenue from sustainable products that are
                                                                     either low-carbon or circular.




     9    Hak Asasi Manusia                                          Memastikan 25% posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan.
          Human Rights                                               Ensuring 25% of leadership positions are filled by female.




     10   Pengelolaan Bakat dan Kinerja
          Talent and Performance Management




40                                                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 43
                              Indikator SDGs                                                Pencapaian ITP 2025
                              SDGs indicators                                              2025 ITP Achievements

Tujuan | Goals 8                                                     1. Keikutsertaan karyawan pada program Employee Volunteering
1. 8.2.1* Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja/Tingkat                 sebesar 6.984 jam.
   pertumbuhan PDB riil per orang bekerja per tahun                  2. Terlaksananya 1.557 program pemberdayaan masyarakat dan
2. 8.3.1* Proporsi lapangan kerja informal, berdasarkan sektor dan      UMKM di 100% area operasi.
   jenis kelamin                                                     3. Adanya 52 local hero.
3. 8.3.1.[a] Proporsi UMKM yang mengakses kredit lembaga             1. Participation of employees in Employee Volunteering programs:
   keuangan formal                                                      6,984 hours.
4. 8.8.2 Peningkatan kepatuhan atas hak-hak pekerja (kebebasan       2. 1,557 programs of community and MSME empowerment are
   berserikat dan perundingan kolektif) berdasarkan sumber              implemented at 100% of operational areas.
   tekstual ILO dan peraturan perundang-undangan negara terkait      3. The existence of 52 local heroes.
1. 8.2.1* GDP growth rate per worker/Real GDP growth rate per
   employed person per year
2. 8.3.1* Proportion of informal employment, by sector and gender
3. 8.3.1.[a] Proportion of MSMEs accessing credit from formal
   financial institutions
4. 8.8.2 Improved compliance with workers' rights (freedom of
   association and collective bargaining) based on ILO textual
   sources and relevant country laws and regulations

Tujuan | Goals 13                                                    1. Penyerapan total CO2 sebesar 581 ton/ha di area konservasi dan
13.2.2.[a] Potensi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK)                 reklamasi pascatambang Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks
13.2.2.[a] Potential reduction in greenhouse gas (GHG) emissions        Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun.
                                                                     2. Peningkatan nilai indeks keanekaragaman (H’) dibandingkan tahun
Tujuan | Goals 15                                                       sebelumnya.
15.1.1* Proporsi tutupan hutan terhadap luas daratan                 3. Pemulihan lahan pascatambang sebesar 159 ha atau 72% dari
15.1.1* Proportion of forest cover to land area                         luas total lahan pascatambang di Kompleks Pabrik Citeureup,
                                                                        Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Tarjun.
                                                                     4. Implementasi Proyek Quarry Life Award untuk kategori Riset di
                                                                        Kompleks Pabrik Citeureup dan kategori Komunitas di Kompleks
                                                                        Pabrik Cirebon.
                                                                     1. A total 581 tons/ha CO2 absorption in the post-mining conservation
                                                                        and reclamation areas of Citeureup Factory, Cirebon Factory, and
                                                                        Tarjun Factory.
                                                                     2. Increase in diversity index value (H’) compared to that of the
                                                                        previous year.
                                                                     3. Post-mining land recovery of 159 ha or 72% of the total area of
                                                                        post-mining land in Citeureup Factory, Cirebon Factory, and Tarjun
                                                                        Factory.
                                                                     4. Quarry Life Award project implementation for Research category
                                                                        in Citeureup Factory and Community category in Cirebon Factory.

Tujuan | Goals 9                                                     1. Sustainable revenue sebesar 69,64% dari total revenue.
9.4.1.[a] Penurunan emisi gas rumah kaca sektor industri             2. Nihil kasus korupsi.
9.4.1.[a] Reduction of greenhouse gas emissions in the industrial    1. Sustainable revenue of 69.64% of total revenue.
sector                                                               2. Zero corruption case.

Tujuan | Goals 16
16.5.1.(a) Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK)
16.5.1.(a) Anti-Corruption Behavior Index

Tujuan | Goals 5                                                     1. Persentase wanita yang menjabat sebagai senior manajemen
5.5.2* Proporsi perempuan yang berada di posisi managerial              sebesar 10% dari total 39 senior manajemen.
5.5.2* Proportion of women in managerial positions                   2. 100% kepatuhan pemasok terhadap Kode Etik Pemasok.
                                                                     1. Percentage of women serving in senior management positions was
Tujuan | Goals 16                                                       10% of total 39 senior management.
1. 16.7.2.(c) Indeks Aspek Kesetaraan                                2. 100% of suppliers’ compliance with the Supplier Code of Conduct.
2. 16.10.1(b) Jumlah penanganan pengaduan pelanggaran Hak
   Asasi Manusia (HAM)
1. 16.7.2.(c) Equality Aspect Index
2. 16.10.1(b) Number of complaints handled regarding Human
   Rights (HAM) violations

Tujuan | Goals 4                                                     Tercapainya jam pelatihan karyawan hingga 194.960 jam.
4.2.2 Tingkat partisipasi karyawan dalam pelatihan yang diberikan    Achieving employee training hours up to 194,960 hours.
4.2.2 Level of employee participation in the training provided




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                41
Page 44
 Menguatkan Tata Kelola
 dan Kinerja Ekonomi untuk
 Ketangguhan Korporasi
 Strengthening Governance and Economic
 Performance for Corporate Resilience




 01
 Bab | Chapter




42                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 45
      Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                             Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report


Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     43
Page 46
                            Tata Kelola Keberlanjutan
                            Sustainability Governance



 “
 Struktur tata
                            Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
                            Sustainability Governance Structure

                            Berdasarkan UU No. 40 Tahun                    Based on Law No. 40 of 2007
 kelola dirancang           2007 tentang Perseroan Terbatas,               on Limited Liability Companies,
 untuk memberikan           organ perusahaan tertinggi yaitu               the highest level of company's
 pengawasan                 Rapat Umum Pemegang Saham                      organ is the General Meeting
 strategis, mendorong       (RUPS), Direksi sebagai pengelola              of Shareholders (GMS). The
                            seluruh    kegiatan operasional,               Board of Directors manages all
 integrasi aspek
                            dan Dewan Komisaris sebagai                    operational activities, and Board
 LST ke dalam               pengawas serta memberi arahan                  of Commissioners supervises and
 proses bisnis,             strategis kepada Direksi. Direktur             provides strategic direction to the
 serta mendukung            memegang        peran     sebagai              Board of Directors. The Director
 akuntabilitas atas         pemangku jabatan manajerial                    holds the highest managerial
 kinerja keberlanjutan      tertinggi. Adapun Nominasi dan                 position. The Board of Directors
                            pengangkatan Direksi serta Dewan               and Board of Commissioners’
 Perseroan.
                            Komisaris, Remunerasi Direksi dan              nomination and appointment, as
 The governance             Dewan Komisaris disahkan dan                   well as their remuneration, are
 structure is designed      ditetapkan dalam RUPS melalui                  ratified and determined at the
 to provide strategic       pertimbangan pemegang saham                    GMS through the shareholders’
 oversight, encourage       selaku pemangku kepentingan. [2-               consideration as stakeholders. [2-
 the integration of ESG     10][2-11]                                      10][2-11]
 aspects into business
 processes, and support     Kinerja Dewan Komisaris dan                    The Board of Commissioners and
 accountability for the     Direksi dievaluasi oleh pemegang               Board of Directors’ performance
 Company’s sustainability   saham dalam RUPS, setelah                      is evaluated by shareholders
 “
 performance.               sebelumnya Dewan Komisaris
                            dan Direksi melakukan penilaian
                                                                           at the GMS, after the Board of
                                                                           Commissioners and Board of
                            mandiri            (self-assessment)           Directors conduct self-assessment
                            berdasarkan pelaksanaan tugas,                 based on the implementation
                            tanggung jawab, dan kewajiban                  of    their     assigned      duties,
                            yang telah ditetapkan. Penilaian               responsibilities, and obligations.
                            mandiri yang dilakukan oleh                    Self-assessment conducted by the
                            Direksi akan dievaluasi oleh Dewan             Board of Directors will be evaluated
                            Komisaris untuk mendapatkan                    by the Board of Commissioners for
                            persetujuan, dengan dukungan                   approval, with the support of the
                            Komite Nominasi dan Remunerasi,                Nomination and Remuneration
                            sebelum       akhirnya    dilaporkan           Committee, before being reported
                            kepada pemegang saham di RUPS.                 to shareholders at the GMS.
                            Lebih lanjut, upaya Perseroan                  Furthermore,      the    Company’s
                            dalam mendukung pencapaian TPB                 efforts to support the achievement
                            menjadi tanggung jawab Direktur                of SDGs are the responsibility
                            Utama dan Manajemen Puncak.                    of the President Director and
                            Pengawasan Dewan Komisaris dan                 Top Management. Oversight by
                            Direksi juga telah mencakup aspek              the Board of Commissioners and
                            risiko keberlanjutan dan risiko                Board of Directors also covers
                            iklim. [2-18]                                  sustainability and climate risk
                                                                           aspects. [2-18]




44                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 47
                                 Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                        Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




Sebagai bagian dari penerapan tata kelola                             As part of implementing sustainable governance,
keberlanjutan,    Direksi    melibatkan       pemangku                the Board of Directors involves stakeholders in
kepentingan dalam pengelolaan aspek LST melalui                       managing ESG aspects through direct consultations,
konsultasi yang dilakukan langsung oleh anggota                       either with the Board of Directors' members or with
Direksi atau pejabat yang ditunjuk sesuai isu yang                    officers appointed according to the issues. In the
dibahas. Untuk pelaksanaan konsultasi program                         context of CSR program consultations, the CSR Division
CSR, kewenangan komunikasi dengan pemangku                            is granted authority to communicate with stakeholders.
kepentingan diberikan kepada Divisi CSR. Pada 2025,                   In 2025, the composition of the Company’s Board of
komposisi Dewan Komisaris Perseroan mengalami                         Commissioners underwent changes in accordance
perubahan sesuai dengan keputusan RUPS Tahunan                        with the Annual GMS resolutions dated 21 May 2025,
pada 21 Mei 2025 yang mengangkat Suharso Monoarfa                     which appointed Suharso Monoarfa to replace Kevin
menggantikan Kevin Gerard Gluskie sebagai Komisaris                   Gerard Gluskie as the Commissioner of the Company.
Perseroan. Selain itu, Sunnira Ly ditunjuk kembali                    Furthermore, Sunnira Ly was reappointed as the
sebagai Direktur Perseroan. [C.6][E.1][2-12][2-13]                    Director of the Company. [C.6][E.1][2-12][2-13]



Struktur Tata Kelola Perseroan [2-9]
Company’s Governance Structure

                                                                                         Rapat Umum
                                                                                       Pemegang Saham
                                                                                       General Meeting of
                                                                                         Shareholders




                                                                                        Dewan Komisaris
                                                                                     Board of Commissioners




                                                                                            Direksi
                                                                                       Board of Directors




                                                                                                                Komite
 Sekretaris                      Komite Hak                                                Komite            Nominasi dan
                                                    Komite ESG        Komite Etika                                           Komite Audit
 Perusahaan    Audit Internal   Asasi Manusia                                            Keselamatan          Remunerasi
                                                       ESG               Ethics                                                 Audit
  Corporate    Internal Audit   Human Rights                                                Safety          Nomination and
                                                    Committee          Committee                                              Committee
  Secretary                      Committee                                                Committee          Remuneration
                                                                                                              Committee




Komite Environmental, Social, and Governance (ESG)
Environmental, Social, and Governance (ESG) Committee

Sejak 2021, Indocement membentuk Komite ESG di                        Since 2021, Indocement has established ESG Committee
bawah pengawasan Direktur Utama dan Manajemen                         under the supervision of the President Director and
Puncak sebagai Dewan Pengarah. Komite ESG memiliki                    Top Management as the Steering Committee. The ESG
tanggung jawab untuk merumuskan strategi, kebijakan,                  Committee is responsible for formulating strategies,
dan rencana aksi terkait kinerja lingkungan, sosial,                  policies, and action plans related to environmental,
dan tata kelola (LST), serta menyelaraskan tujuan dan                 social, and governance (ESG) performance, as well as
targetnya.                                                            aligning its objectives and targets.




                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                 45
Page 48
 Secara berkala, Komite ESG menilai efektivitas                      The ESG Committee periodically assesses ESG
 program LST, mengidentifikasi peluang perbaikan,                    programs’ effectiveness, identifies opportunities
 dan melaporkan hasil kerja serta rekomendasi kepada                 for improvement, and reports work results and
 Direksi setiap akhir tahun pelaporan. Dalam konteks                 recommendations to the Board of Directors at the end
 penerapan IFRS S1 dan IFRS S2, Komite ESG berperan                  of each reporting year. In the context of implementing
 sebagai struktur utama dalam pengawasan risiko dan                  IFRS S1 and IFRS S2, ESG Committee serves as the
 peluang keberlanjutan, termasuk risiko dan peluang                  primary structure for overseeing sustainability risks and
 terkait perubahan iklim. Penilaian kinerja Komite ESG               opportunities, including risks and opportunities related
 dilakukan melalui rapat Direksi. [E.1][2-12][2-14][2-16][2-         to climate change. The ESG Committee’s performance
 18]                                                                 is assessed through the Board of Directors’ meetings.
                                                                     [E.1][2-12][2-14][2-16][2-18]


 Anggota dan Susunan Komite ESG
 Members and Composition of the ESG Committee

  Dewan Pengarah                                  Anggota EXCOM
  Supervisory Board                               EXCOM member

  Koordinator                                     Pejabat yang ditunjuk oleh Direktur Utama
  Coordinator                                     Officials appointed by President Director

  Sekretaris
                                                  Investor Relations Officer
  Secretary

                                                  Pejabat yang memiliki kompetensi dalam bidang CO2 Roadmap – yang ditunjuk oleh
  CO2 Roadmap                                     Direktur Utama
                                                  Officials with competencies in CO2 Roadmap – appointed by President Director

                                                  •   Direktur Komersial
  Produk Berkelanjutan                            •   Direktur yang membawahi bidang teknik PT Pionirbeton Industri
  Sustainable Products                            •   Commercial Director
                                                  •   Director in charge of technical at PT Pionirbeton Industri

  Lingkungan, Air, dan Keselamatan
                                                  Corporate SHE Division Manager
  Environment, Water, and Safety

  Land Use dan Keanekaragaman Hayati              Staf Mining Division
  Land Use and Biodiversity                       Staff of Mining Division

  Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
                                                  Corporate Social Responsibility Division
  Corporate Social Responsibility (CSR)

                                                  • Direktur Utama PT Pionirbeton Industri
                                                  • Direktur yang membawahi bidang Teknik PT Pionirbeton Industri atau pejabat yang
  Beton Siap-Pakai                                  ditunjuk oleh Direktur Utama PT Pionirbeton Industri
  Ready-Mix Concrete                              • President Director of PT Pionirbeton Industri
                                                  • Director in Charge of Engineering at PT Pionirbeton Industri or officials appointed by
                                                    President Director of PT Pionirbeton Industri

  Agregat                                         Direktur Utama PT Mandiri Sejahtera Sentra dan PT Tarabatuh Manunggal
  Aggregate                                       President Director of PT Mandiri Sejahtera Sentra and PT Tarabatuh Manunggal

  Tata Kelola
                                                  Corporate Secretary
  Governance

                                                  Pejabat yang ditunjuk oleh Direktur Utama
  Overall Support
                                                  Officials appointed by President Director




46                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 49
                               Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                      Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




Komite Hak Asasi Manusia (HAM)
Human Rights Committee

Pada 2023, Indocement membentuk Komite Hak                          In 2023, Indocement established Human Rights
Asasi Manusia (HAM) yang bekerja sama dengan                        Committee that cooperated with Internal Audit to
Internal Audit untuk memastikan penerapan prinsip                   ensure the implementation of human rights principles
hak asasi manusia di seluruh aktivitas operasional                  across all of the Company’s operational activities. The
Perseroan. Komite HAM mengawasi implementasi                        Human Rights Committee oversees the implementation
sistem manajemen kepatuhan HAM serta pelaksanaan                    of Human Rights Compliance Management System
Human Rights Risk Assessment (HRRA) sebagai                         and Human Rights Risk Assessment (HRRA) as
bagian dari proses due diligence Perseroan.                         part of the Company’s due diligence process.
HRRA dilakukan melalui wawancara dan penilaian                      HRRA is conducted through interviews and risk
risiko terhadap karyawan dari berbagai unit kerja,                  assessments of employees from various work units,
dengan cakupan isu ketenagakerjaan, keselamatan dan                 covering issues related to employment, occupational
kesehatan kerja (K3), kesetaraan dan non-diskriminasi,              health and safety (OHS), equality and non-
kebebasan berserikat, serta aspek keamanan kerja.                   discrimination, freedom of association, and job security.
Hasil HRRA digunakan sebagai dasar penyempurnaan                    HRRA results are used as the basis for improving
kebijakan internal, penguatan pengendalian risiko, dan              internal policies, strengthening risk controls, and
peningkatan program sosialisasi serta pelatihan terkait             enhancing dissemination and training programs related
penghormatan HAM.                                                   to respect for human rights.


Management Technology Team (MTT) [E.1]
Sebagai upaya dalam merumuskan strategi dan                         As an effort to formulate strategies and policies and
kebijakan, serta mendukung kinerja keberlanjutan,                   support sustainability performance, Indocement
Indocement membentuk Management Technology                          establishes the Management Technology Team (MTT),
Team (MTT) yang dipimpin langsung oleh Direktur                     chaired directly by President Director and coordinated
Utama dan dikoordinasikan secara operasional oleh                   operationally by Human Capital Director. MTT members,
Direktur Human Capital. Adapun anggota dari MTT                     which include General Managers and Plant/Division
terdiri dari General Manager serta Plant/Division                   Managers, are responsible for evaluating ongoing
Manager yang bertanggung jawab untuk melakukan                      projects or programs, proposing strategic steps, and
evaluasi proyek atau program yang sedang berjalan,                  designing future projects, including those related to
mengusulkan langkah strategis, serta merancang                      ESG.
proyek masa depan, termasuk yang terkait LST.

Secara berkala, Plant/Division Manager dan Department               On a regular basis, the Plant/Division Managers and
Head melakukan komunikasi melalui Executive Retreat,                Department Heads communicate through Executive
Executive Strategic Forum, dan Quantum Challenge                    Retreat, Executive Strategic Forum, and Quantum
Briefing, serta melakukan monitoring dan evaluasi                   Challenge Briefing, and conduct monitoring and
melalui rapat bulanan dengan MTT. Rekomendasi                       evaluation through monthly meetings with MTT.
yang dihasilkan oleh MTT menjadi salah satu dasar                   Recommendations generated by the MTT serve as
penyusunan strategi dekarbonisasi, ekonomi sirkular,                the basis for preparing decarbonization, circular
serta efisiensi energi sebagaimana diuraikan dalam                  economy, and energy efficiency strategies, as outlined
bagian "Pengelolaan Energi" laporan ini. Adapun                     in the "Energy Management" section of this report.
rekomendasi dari MTT dapat dijadikan sebagai salah                  Recommendations from the MTT can be used as the
satu dasar penyusunan target dan strategi jangka                    basis for preparing the Company’s short-term and long-
pendek dan jangka panjang Perseroan, kemudian                       term targets and strategies, which are then submitted
disampaikan kepada Dewan Komisaris dan Komite Audit                 to the Board of Commissioners and Audit Committee for
untuk mendapatkan persetujuan sebelum disampaikan                   approval before being submitted to shareholders. [2-16]
kepada pemegang saham. [2-16]




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     47
Page 50
 Kebijakan Remunerasi dan Benturan Kepentingan
 Remuneration Policy and Conflict of Interest

 RUPS Tahunan Perseroan yang diadakan pada                              The Company’s Annual GMS, held on 21 May 2025,
 21 Mei 2025 memutuskan untuk melimpahkan                               resolved to delegate authority to the Board of
 wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menentukan                       Commissioners to determine the remuneration amount,
 besaran remunerasi, termasuk gaji dan tunjangan                        including salaries and other allowances, for members
 lainnya bagi anggota Direksi Perseroan untuk tahun                     of the Company’s Board of Directors for the 2025 fiscal
 buku 2025. RUPS juga memutuskan dan menetapkan                         year. The GMS also resolved and determined that the
 honorarium tahunan Dewan Komisaris pada 2025 akan                      annual honorarium for the Board of Commissioners in
 sama dengan honorarium yang dibayarkan pada 2024,                      2025 would be the same as the honorarium paid in 2024
 serta tidak melebihi 8% dari total remunerasi Direksi.                 and would not exceed 8% of the total remuneration
 Aspek keberlanjutan telah dimasukkan ke dalam                          of the Board of Directors. Sustainability aspects have
 penilaian KPI dan menjadi mekanisme kompensasi bagi                    been incorporated into the KPI assessment and serve
 seluruh jajaran Manajemen Puncak. [2-19][2-20][2-21]                   as a compensation mechanism for all levels of Top
                                                                        Management. [2-19][2-20][2-21]

 Selama 2025, Perseroan tidak mendapatkan sanksi                        Throughout 2025, there were no fines or other legal
 denda atau sanksi hukum lainnya oleh lembaga yang                      sanctions imposed on the Company by institutions
 berwenang dalam pengelolaan industri manufaktur                        authorized in managing manufacturing industry or
 maupun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa                     by Financial Services Authority (OJK) and Indonesia
 Efek Indonesia (BEI). Perseroan juga meyakini tidak                    Stock Exchange (IDX). The Company also believes
 ada hubungan semenda antara anggota Direksi dan                        that there is no relationship between members of the
 Dewan Komisaris, maupun antar anggota tersebut yang                    Board of Directors and the Board of Commissioners, nor
 dapat menimbulkan konflik kepentingan, sesuai Code of                  among members that may cause conflict of interest,
 Business Conduct Heidelberg Materials. Selama periode                  in accordance with Heidelberg Materials’ Code of
 pelaporan, tidak ditemukan indikasi adanya benturan                    Business Conduct. During the reporting period, there
 kepentingan dalam setiap keputusan yang diambil oleh                   were no indications of conflict of interest in every
 Indocement. [2-15][2-27]                                               decision made by Indocement. [2-15][2-27]



                 Detail informasi mengenai RUPS, struktur dan komposisi Dewan Komisaris, Direksi, beserta fungsi-fungsi di bawahnya,
                 proses nominasi dan seleksi, rasio dan besaran remunerasi, tugas dan tanggung jawab, kebijakan dan remunerasi, serta
                 evaluasi kinerja terdapat di dalam Laporan Tahunan 2025 Indocement. [2-9][2-10][2-18][2-19][2-20][2-21]
                 Detailed information regarding the GMS, structure and composition of the Board of Commissioners, the Board of Directors,
                 along with their subordinate functions, nomination and selection process, remuneration ratio and amount, duties and
                 responsibilities, policies and remuneration, and performance evaluation are set out in Indocement’s 2025 Annual Report.
                 [2-9][2-10][2-18][2-19][2-20][2-21]




 Pengelolaan Risiko Keberlanjutan [E.3][2-25]
 Sustainability Risk Management

 Sebagai acuan dalam mengelola dan memitigasi risiko,                   As a reference for managing and mitigating risk, the
 Perseroan memiliki Kebijakan Manajemen Risiko yang                     Company has the Risk Management Policy, adjusted
 telah disesuaikan dengan standar ISO 31000:2018                        to the ISO 31000:2018 standard for Risk Management,
 terkait Manajemen Risiko yang berlaku di seluruh unit                  which applies to all Company work units. All members
 kerja Perseroan. Seluruh anggota Dewan Komisaris,                      of the Board of Commissioners, Board of Directors,
 Direksi, Komite Audit, Audit Internal, Audit Eksternal,                Audit Committee, Internal Audit, External Audit,
 hingga karyawan di level operasional bertanggung                       and employees at operational level are responsible
 jawab dalam pengawasan dan pengelolaan risiko.                         for overseeing and managing risk. Periodically, the
 Secara berkala, Direksi dan Dewan Komisaris melakukan                  Board of Directors and Board of Commissioners
 pertemuan guna membahas efektivitas pengelolaan                        convene meetings to discuss the effectiveness of risk
 risiko dan penerapan keberlanjutan. [2-16]                             management and sustainability implementation. [2-16]




48                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 51
                                       Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                              Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




Sebagai upaya dalam memitigasi dampak negatif                               As an effort to mitigate the negative impacts of
dari kegiatan operasional, Perseroan melakukan due                          operational activities, the Company conducts due
diligence pada setiap aspek rantai nilai. Due diligence                     diligence on every aspect of the value chain. Due
dilaksanakan termasuk pada pemasok, input (bahan                            diligence is also conducted on suppliers, inputs
baku, tenaga kerja, uang, waktu, pengetahuan, dan                           (raw materials, labor, money, time, knowledge, and
kompetensi), proses (fungsi manajemen, kondisi                              competence), process (management function, physical
fisik pabrik, dan kantor), produk (barang dan jasa),                        condition of factories and offices), products (goods
serta konsumen. Secara berkala, Perseroan juga                              and services), and consumers. The Company also
terus mengembangkan dan memperbaiki kerangka                                periodically develops and improves the risk management
sistem pengelolaan risiko, serta meningkatkan                               system framework, as well as improves an integrated
struktur pengendalian internal yang terintegrasi dan                        and comprehensive internal control structure. The
komprehensif. Adapun melalui penerapan sistem                               implementation of an effective risk management system
pengelolaan risiko yang efektif, dapat memberikan                           provides early information regarding potential risks
informasi awal terkait potensi risiko yang memengaruhi                      that affect the Company, and this information serves as
Perseroan dan menjadi dasar untuk menentukan                                the basis for determining the appropriate measures to
langkah-langkah yang tepat untuk mengidentifikasi                           identify and reduce the risk’s impact.
dan mengurangi dampak risiko.

Indocement memetakan risiko dan peluang dalam tiga                          Indocement maps the risks and opportunities in three
jangka waktu, yaitu:                                                        time frames, which are:


      Jangka Pendek (2025-2026)                          Jangka Menengah (2027-2030)                   Jangka Panjang (pasca-2030)
        Short-term (2025-2026)                             Medium-term (2027-2030)                        Long-term (post-2030)


  Risiko operasional harian, fluktuasi                Perubahan kebijakan pemerintah,              Risiko    perubahan    iklim    jangka
  harga bahan baku dan energi,                        perkembangan teknologi, perubahan            panjang,     pergeseran      preferensi
  gangguan rantai pasokan, serta                      tren pasar, serta tantangan dalam            konsumen terhadap produk yang
  kepatuhan terhadap peraturan dan                    peningkatan efisiensi produksi dan           lebih ramah lingkungan, transformasi
  perizinan yang berlaku.                             distribusi dalam rangka pencapaian           industri semen, serta ketahanan dan
  Daily operational risks, fluctuations in            target Sustainability Commitment (SC)        keberlanjutan model bisnis Perseroan
  raw material and energy prices, supply              2030.                                        dalam menghadapi disrupsi ekonomi
  chain disruptions, and compliance with              Amendments to government policies,           dan teknologi.
  applicable regulations and licensing.               technological developments, changing         Long-term climate change risks,
                                                      market trends, and challenges in             shifting    consumer       preferences
                                                      improving production and distribution        towards more eco-friendly products,
                                                      efficiency in order to achieve the           transformation of the cement industry,
                                                      2030 Sustainability Commitment (SC)          and the resilience and sustainability
                                                      targets.                                     of the Company's business model in
                                                                                                   facing economic and technological
                                                                                                   disruption.




Risiko Keberlanjutan Utama 2025                                             Key Sustainability Risks in 2025
Risiko keberlanjutan utama diidentifikasi melalui proses                    Key sustainability risks are identified through the
manajemen risiko Perseroan yang mengacu pada                                Company’s risk management process, which refers
kerangka ISO 31000 dan prinsip IFRS S1, mencakup                            to ISO 31000 framework and IFRS S1 principles,
identifikasi, evaluasi, mitigasi, serta pemantauan                          covering the identification, assessment, mitigation, and
risiko material yang berdampak pada kinerja ekonomi,                        monitoring of material risks that may impact economic,
lingkungan, dan sosial. Risiko tersebut menjadi                             environmental, and social performance. These risks
pertimbangan penting dalam perumusan strategi bisnis,                       constitute an important consideration in formulating
perencanaan operasional, dan pengambilan keputusan                          business strategy, planning operations, and decision-
manajemen, serta dikelola secara terintegrasi melalui                       making by management, and are managed in an
penyesuaian kebijakan, penguatan pengendalian                               integrated manner by adjusting policies, strengthening
internal, dan alokasi sumber daya yang memadai.                             internal control, and allocating adequate resources.
Dalam konteks perubahan iklim, risiko transisi dan fisik                    In the context of climate change, both transition and
dipertimbangkan dalam perencanaan jangka pendek,                            physical risks are taken into account in short-, medium-,
menengah, dan panjang untuk menjaga ketahanan dan                           and long-term planning to safeguard the Company’s
keberlanjutan bisnis Perseroan.                                             resilience and business sustainability.




                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                            49
Page 52
       Peristiwa Risiko                             Dampak terhadap Perseroan                                       Pengelolaan Risiko
         Risk Event                                   Impact on the Company                                         Risk Management

 Aspek Lingkungan | Environmental Aspect

 Timbulan emisi debu dan        Dampak Operasional                                                       • Terus menerapkan dan
 kebisingan dari kegiatan       • Keluhan masyarakat yang berdampak pada terganggunya                      mengembangkan teknologi tepat guna
 operasional (risiko               kelancaran operasional.                                                 untuk menurunkan emisi debu dan
 lingkungan, kepatuhan/         • Potensi penghentian sementara kegiatan operasional akibat                kebisingan.
 regulasi)                         tekanan sosial atau keluhan masyarakat.                               • Menindaklanjuti seluruh keluhan
 Dust and noise emissions       Dampak Keuangan                                                            dari masyarakat dan meningkatkan
 generated from operational     • Penambahan belanja modal untuk pengadaan teknologi                       koordinasi dengan bagian operasional
 activities (environmental,        pengendalian debu dan kebisingan.                                       terhadap keluhan masyarakat.
 regulatory/compliance risk)    • Potensi denda atau penalti dari regulator jika standar emisi tidak     • Continues to implement and develop
                                   dipenuhi.                                                               appropriate technology to reduce dust
                                • Biaya tambahan untuk penanganan keluhan masyarakat atau                  and noise emissions.
                                   kompensasi kepada pihak terdampak.                                    • Follows up on all complaints from the
                                Operational Impact                                                         community and improves coordination
                                • Community complaints that may disrupt smooth operational                 with the operational division regarding
                                   activities.                                                             community complaints.
                                • Potential temporary suspension of operations due to social
                                   pressure or public complaints.
                                Financial Impact
                                • Additional capital expenditure for the procurement of dust and
                                   noise control technologies.
                                • Potential fines or penalties from regulators if emission standards
                                   are not met.
                                • Additional costs for addressing community complaints or
                                   providing compensation to affected parties.

 Aspek Sosial | Social Aspect

 Kebutuhan masyarakat           Dampak Operasional                                                       Pengelolaan masyarakat melalui program
 terhadap ketersediaan          • Berpengaruh pada social license to operate Perseroan, yaitu            lima pilar dan SDP, serta mengadakan
 lapangan kerja                    penerimaan sosial dari masyarakat sekitar yang memengaruhi            pelatihan untuk meningkatkan
 Community’s needs for             kelancaran aktivitas operasional.                                     pengetahuan dan keterampilan
 employment opportunities       • Potensi gangguan atau protes sosial jika Perseroan dianggap tidak      masyarakat, seperti pelatihan terkait
                                   memberikan kontribusi yang cukup terhadap penciptaan lapangan         UMKM, garmen, pertanian, perikanan, dan
                                   kerja lokal.                                                          peternakan.
                                Dampak Keuangan                                                          Community management through the
                                • Biaya tambahan untuk program TJSL, khususnya yang                      five pillars and SDP programs, as well as
                                   berhubungan dengan peningkatan lapangan kerja lokal.                  training programs to improve community
                                • Potensi peningkatan pengeluaran operasional akibat tekanan             knowledge and skills, such as training
                                   untuk merekrut tenaga kerja lokal dalam jumlah lebih besar.           related to MSMEs, garments, agriculture,
                                • Risiko finansial terkait gangguan atau penundaan operasional           fisheries, and animal husbandry.
                                   akibat penolakan atau protes dari masyarakat lokal.
                                Operational Impact
                                • Impacts the Company's social license to operate, referring to the
                                   social acceptance from surrounding communities that influences
                                   the smooth running of operational activities.
                                • Potential disruptions or social protests if the Company is perceived
                                   as not contributing sufficiently to local job creation.
                                Financial Impact
                                • Additional costs for CSR programs, particularly those related to
                                   enhancing local employment opportunities.
                                • Potential increase in operational expenses due to pressure to hire
                                   a larger number of local workers.
                                • Financial risks related to operational disruptions or delays caused
                                   by rejection or protests from the local community.




50                                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 53
                                   Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                          Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




      Peristiwa Risiko                          Dampak terhadap Perseroan                                     Pengelolaan Risiko
        Risk Event                                Impact on the Company                                       Risk Management

Pelanggaran HAM dalam        Dampak Operasional                                                     • Pembentukan Komite HAM yang
operasional Perseroan        • Munculnya tuntutan atas pelanggaran HAM, serta aksi protes atau        bertugas untuk memberi arahan terkait
Violation of Human Rights       penolakan yang bisa mengganggu kelancaran operasional.                implementasi HAM di Perseroan.
within the Company’s         • Penurunan reputasi Perseroan yang menghambat hubungan                • Sosialisasi penghormatan HAM kepada
operations                      baik dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan             Insan Perseroan.
                                pemerintah.                                                         • Pernyataan penghormatan HAM
                             • Potensi penghentian sementara kegiatan Perseroan jika kasus            kepada Mitra Bisnis Perseroan.
                                HAM meluas.                                                         • Melakukan risk assessment atas
                             Dampak Keuangan                                                          penerapan HAM dalam operasional
                             • Kerugian finansial akibat tuntutan ganti rugi atas pelanggaran         Perseroan.
                                HAM.                                                                • Pelatihan tenaga keamanan Perseroan
                             • Biaya tambahan terkait penyelesaian hukum atau negosiasi               untuk mengedepankan pendekatan
                                dengan pihak terdampak.                                               HAM.
                             • Kehilangan pendapatan akibat gangguan operasional atau boikot        • E-Learning terkait Implementasi HAM
                                konsumen/investor akibat pelanggaran HAM.                             dalam pelaksanaan bisnis Perseroan.
                             • Penurunan kepercayaan investor, yang dapat memengaruhi harga         • Establishment of the Human Rights
                                saham atau pendanaan.                                                 Committee that is in charge of
                             Operational Impact                                                       providing direction on human rights
                             • Emergence of human rights violation claims, as well as protests        implementation in the Company.
                                and rejections that may disrupt operational continuity.             • Dissemination of respect for human
                             • Damage to the Company’s reputation, hindering good relationships       rights to the Company’s Personnel.
                                with stakeholders, including the community and government.          • Statement of respect for human rights
                             • Potential temporary suspension of Company operations if human          to the Company’s Business Partners.
                                rights issues escalate.                                             • Conducting risk assessment on human
                             Financial Impact                                                         rights implementation within the
                             • Financial losses due to compensation claims related to human           Company’s operations.
                                rights violations.                                                  • Training of the Company’s security
                             • Additional costs related to legal settlements or negotiations with     personnel to prioritize human rights
                                affected parties.                                                     approach.
                             • Loss of revenue due to operational disruptions or consumer/          • E-Learning related to Human Rights
                                investor boycotts resulting from human rights violations.             Implementation in the Company’s
                             • Decline in investor confidence, which may affect stock prices or       business implementation.
                                access to funding.

Kerugian reputasi,           Dampak Operasional                                                     • Pembentukan Komite ESG dan Komite
hukum, dan sosial akibat     • Tuntutan dari masyarakat atau pemangku kepentingan terkait             CSR.
tidak memenuhi standar          peningkatan kontribusi TJSL yang dapat memengaruhi kelancaran       • Pelaksanaan program TJSL setiap
lingkungan, regulasi, atau      operasional Perseroan.                                                tahunnya untuk berbagai aspek,
harapan masyarakat sekitar   • Tekanan sosial yang mungkin menuntut perubahan proses                  termasuk aspek lingkungan dan sosial.
Reputational, legal, and        produksi atau operasional demi memenuhi standar lingkungan dan      • Diskusi tentang materi Pertumbuhan
social damage if it fails       sosial.                                                               Berkelanjutan melalui Tata Kelola
to meet environmental        Dampak Keuangan                                                          (Sustainable Growth through Legal
standards, regulations, or   • Penambahan biaya operasional akibat kewajiban Perseroan dalam          Governance) dengan pakar governance
the expectations of the         menjalankan program-program TJSL.                                     melalui LCC Week.
surrounding community        • Pengeluaran tambahan untuk investasi di bidang sosial dan            • Establishment of ESG Committee and
                                lingkungan.                                                           CSR Committee.
                             • Potensi biaya akibat denda atau kompensasi apabila Perseroan         • Implementation for CSR programs
                                gagal memenuhi kewajiban atau standar yang ditetapkan                 every year for various aspects,
                                regulator maupun harapan publik.                                      including environmental and social
                             Operational Impact                                                       aspects.
                             • Demands from the community or stakeholders for increased             • Discussion on Sustainable Growth
                                CSR contributions, which may affect the Company's operational         through Legal Governance with
                                continuity.                                                           governance experts through LCC Week.
                             • Social pressure that may require changes to production or
                                operational processes to meet environmental and social
                                standards.
                             Financial Impact
                             • Increased operational costs due to the Company’s obligations in
                                implementing CSR programs.
                             • Additional expenditures for investments in social and
                                environmental initiatives.
                             • Potential costs from fines or compensation if the Company fails to
                                meet regulatory requirements or public expectations.




                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                 51
Page 54
 Pengelolaan Risiko terkait Perubahan Iklim [E.3][201-2]       Climate Change Risk Management [E.3][201-2]
 Perseroan mengidentifikasi risiko perubahan iklim             The Company has identified climate change risks that
 yang berpotensi berdampak terhadap kinerja                    may potentially affect its operational and financial
 operasional      dan    keuangan,    serta   melakukan        performance and has undertaken mitigation and
 langkah mitigasi dan adaptasi secara bertahap.                adaptation measures on a phased basis. The Board
 Direksi, melalui pendelegasian kepada Koordinator             of Directors, through delegation to ESG Committee
 Komite ESG, bertanggung jawab atas pengawasan                 Coordinator, is responsible for overseeing climate-
 risiko dan peluang terkait perubahan iklim, termasuk          related risks and opportunities, including monitoring
 pemantauan peningkatan penggunaan bahan bakar                 the increased use of alternative fuels, energy efficiency
 alternatif, efisiensi energi, dan pengurangan intensitas      initiatives, and reduction of carbon emission intensity.
 emisi karbon. Dalam mendukung upaya adaptasi dan              In support of climate change adaptation and mitigation
 mitigasi perubahan iklim, Perseroan terus melakukan           efforts, the Company continues to pursue ongoing
 perbaikan dan pengembangan infrastruktur secara               improvements and development of its infrastructure in
 berkelanjutan sesuai dengan perencanaan jangka                line with its medium- and long-term planning. In 2025,
 menengah dan panjang. Pada 2025, Perseroan telah              the Company has allocated a budget of Rp133.6 billion
 mengalokasikan anggaran untuk kegiatan mitigasi               for climate change mitigation activity. [F.3]
 perubahan iklim sebesar Rp133,6 miliar. [F.3]

 Selama 2025, Perseroan belum menentukan nilai                 Throughout 2025, the Company did not yet determine
 besaran implikasi finansial atas risiko iklim, namun          the financial implications of climate risks. Nevertheless,
 demikian, Perseroan telah memetakan peluang terkait           the Company mapped the opportunities related to ESG
 LST dan perubahan iklim, di antaranya:                        and climate change, including:
 1. Efisiensi biaya melalui pengurangan penggunaan             1. Cost efficiency through reducing fossil fuel use and
    bahan bakar fosil dan peningkatan pemanfaatan                 increasing the use of alternative fuels.
    bahan bakar alternatif.                                    2. Increasing the use of alternative materials
 2. Meningkatkan penggunaan bahan baku dan bahan                  and alternative fuels to support GHG emission
    bakar alternatif untuk mendukung pengurangan                  reductions.
    emisi GRK.                                                 3. Implementation of SNI 7064:2022 regarding
 3. Penerapan SNI 7064:2022 terkait spesifikasi teknis            technical specifications and testing methods for
    dan metode pengujian semen portland komposit,                 composite portland cement, which supports the
    yang mendukung pengembangan produk yang lebih                 development of more environmentally friendly
    ramah lingkungan serta perluasan pasar.                       products and market expansion.
 4. Pemanfaatan kapal milik sendiri sebagai upaya              4. Utilization of the Company’s vessels as an effort to
    efisiensi biaya transportasi logistik.                        increase logistics transportation cost efficiency.
 5. Optimalisasi distribusi melalui skema shifted              5. Distribution optimization through shifted volume
    volume dengan produk Semen Grobogan untuk                     scheme with Semen Grobogan products to improve
    meningkatkan efisiensi logistik serta memperluas              logistics efficiency and expand market penetration
    penetrasi pasar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa               in Central and East Java.
    Timur.                                                     6. Development and operation of solar power plants
 6. Pengembangan dan pengoperasian PLTS di                        (PLTS) at the Citeureup Factory (40.7 MWp), Cirebon
    Kompleks Pabrik Citeureup (40,7 MWp), Kompleks                Factory (6.5 MWp), and Tarjun Factory (24.79 MWp)
    Pabrik Cirebon (6,5 MWp), dan Kompleks                        to reduce dependence on fossil-based energy and
    Pabrik Tarjun (24,79 MWp) untuk mengurangi                    improve energy cost efficiency.
    ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan
    efisiensi biaya energi.




52                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 55
                                          Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                                   Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




Risiko Iklim                                                                      Climate Risk
Risiko iklim yang dihadapi Perseroan dikelompokkan ke                             The climate risks encountered by the Company are
dalam risiko transisi dan risiko fisik dengan mengacu                             grouped into transition risks and physical risks, based
pada kerangka klasifikasi risiko iklim dalam IFRS S2.                             on the climate risk classification framework in IFRS S2.


      Peristiwa Risiko                              Dampak terhadap Perseroan [201-2]                                     Pengelolaan Risiko
        Risk Event                                      Impact on the Company                                             Risk Management

Risiko Transisi | Transition Risk

Penerapan pajak karbon di           Dampak Operasional                                                         Meningkatkan penggunaan bahan bakar
Indonesia                           • Kenaikan biaya operasional akibat pajak atas emisi karbon yang           alternatif, mengurangi kandungan klinker,
Implementation of carbon tax           dihasilkan oleh aktivitas industri.                                     serta meningkatkan ekonomi sirkular
in Indonesia                        • Kebutuhan untuk mengadopsi teknologi yang lebih ramah                    yang secara tidak langsung berdampak
                                       lingkungan guna mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).                  pada efisiensi biaya produksi, operasi,
                                    • Adaptasi terhadap proses produksi yang lebih efisien dan ramah           dan distribusi. Perseroan memperkuat
                                       lingkungan.                                                             posisi semen hidraulis di pasar seiring
                                    • Potensi gangguan operasional selama masa transisi penerapan              peningkatan preferensi pasar terhadap
                                       teknologi baru.                                                         bahan bangunan dengan harga dan jejak
                                    Dampak Keuangan                                                            lingkungan yang lebih rendah.
                                    • Peningkatan biaya produksi yang berpotensi mengurangi laba               Increasing the use of alternative fuels,
                                       Perseroan.                                                              reducing clinker ratios, and enhancing
                                    • Investasi tambahan untuk implementasi teknologi hijau dan                circular economy practices indirectly
                                       pengurangan emisi karbon.                                               improve cost efficiency in production,
                                    • Risiko finansial berupa denda atau penalti jika Perseroan gagal          operations, and distribution. The Company
                                       memenuhi kewajiban pajak karbon.                                        strengthens its position in the hydraulic
                                    • Peningkatan pengeluaran modal (capital expenditure/CAPEX)                cement market as market preferences
                                       untuk investasi teknologi rendah emisi.                                 shift towards building materials with lower
                                    • Tambahan biaya rutin dari pajak karbon, meningkatkan biaya               prices and environmental footprints.
                                       produksi secara keseluruhan.
                                    • Potensi penurunan profitabilitas jangka pendek akibat
                                       peningkatan biaya operasional.
                                    Operational Impact
                                    • Increased operational costs due to carbon emission taxes resulting
                                       from industrial activities.
                                    • The need to adopt more environmentally friendly technologies to
                                       reduce greenhouse gas (GHG) emissions.
                                    • Adaptation to more efficient and environmentally friendly
                                       production processes.
                                    • Potential operational disruptions during the transition to new
                                       technologies.
                                    Financial Impact
                                    • Increased production costs that may potentially reduce the
                                       Company’s profit.
                                    • Additional investment required for the implementation of green
                                       technology and carbon emission reduction.
                                    • Financial risks in the form of fines or penalties if the Company fails
                                       to meet carbon tax obligations.
                                    • Increased capital expenditure (CAPEX) for investment in low-
                                       emission technologies.
                                    • Additional recurring costs from carbon taxes, raising overall
                                       production costs.
                                    • Potential short-term decrease in profitability due to increased
                                       operational costs.




                                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                     53
Page 56
       Peristiwa Risiko                           Dampak terhadap Perseroan [201-2]                                   Pengelolaan Risiko
         Risk Event                                   Impact on the Company                                           Risk Management

 Risiko Kompetitif: Jika          Dampak Operasional:                                                     • Memperkuat posisi semen hidraulis di
 perusahaan tidak mampu           • Penyesuaian proses produksi untuk memenuhi standar produk               pasar seiring peningkatan preferensi
 beradaptasi dengan tren             ramah lingkungan.                                                      konsumen terhadap bahan bangunan
 produk ramah lingkungan          • Investasi dalam pengembangan produk dan inovasi teknologi               dengan harga dan jejak lingkungan
 maka akan tertinggal.               ramah lingkungan.                                                      yang lebih rendah.
 Risiko Pasar: Kehilangan         • Perlunya pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya             • Peningkatan CAPEX untuk pengadaan
 pelanggan yang memilih              manusia agar mampu mengelola teknologi baru tersebut.                  teknologi ramah lingkungan.
 produk dari perusahaan yang      Dampak Keuangan:                                                        • Pelatihan dan peningkatan kompetensi
 lebih ramah lingkungan.          • Peningkatan belanja modal (CAPEX) untuk investasi teknologi             karyawan.
 Competitive Risk: The               ramah lingkungan.                                                    • Strengthens market position of
 company may leave behind         • Potensi peningkatan biaya produksi dalam jangka pendek karena           hydraulic cement along with the
 competitors if it fails to          investasi dalam riset dan pengembangan produk.                         increasing consumer preference for
 adapt to the growing demand      • Peluang peningkatan pendapatan dan pangsa pasar dalam jangka            building materials with lower prices and
 for environmentally friendly        panjang seiring bertambahnya minat konsumen terhadap produk            environmental footprints.
 products.                           ramah lingkungan.                                                    • Increased CAPEX for the procurement
 Market Risk: There is a          Operational Impact:                                                       of environmentally friendly technology.
 potential loss of customers      • Adjustment of production processes to meet environmentally            • Employee training and competency
 who prefer products offered         friendly product standards.                                            development.
 by companies with stronger       • Investment in the development of environmentally friendly
 environmental commitments.          products and technological innovations.
                                  • A need to train and upskill human resources to effectively manage
                                     new technologies.
                                  Financial Impact:
                                  • Increase of capital expenditure (CAPEX) for investment in
                                     environmentally friendly technologies.
                                  • Potential short-term rise in production costs due to investments in
                                     product research and development.
                                  • Long-term opportunities for increased revenue and market share
                                     as consumer interest in environmentally friendly products grows.

 Risiko Fisik | Physical Aspect

 Risiko Akut: Perubahan pola      Dampak Operasional                                                      • Membangun fasilitas dengan sistem
 cuaca ekstrem dan bencana        • Gangguan dalam jadwal operasional, seperti keterlambatan                drainase yang baik, fondasi kuat, dan
 alam (banjir, longsor, badai)      produksi atau distribusi.                                               proteksi terhadap banjir dan suhu
 Acute Risk: Changes in           • Perlunya adaptasi operasional, seperti modifikasi proses produksi       tinggi.
 extreme weather patterns           atau peningkatan pemeliharaan fasilitas agar tahan terhadap           • Menggunakan sistem peringatan
 and natural disasters (floods,     cuaca ekstrem.                                                          dini dan prakiraan cuaca untuk
 landslides, storms)              • Tertundanya pengiriman bahan baku atau produk jadi karena               mengantisipasi gangguan produksi atau
                                    akses jalan atau pelabuhan terganggu.                                   logistik.
                                  • Penurunan efisiensi produksi, terutama pada proses pengeringan        • Menyiapkan jalur alternatif pengiriman
                                    bahan baku (raw meal) jika kelembaban tinggi.                           bahan dan produk jika jalur utama
                                  • Kerusakan peralatan atau infrastruktur akibat banjir atau petir.        terganggu.
                                  • Gangguan pada tenaga kerja (absensi meningkat karena bencana          • Menyesuaikan jadwal operasi pada
                                    atau gangguan akses ke lokasi kerja).                                   musim ekstrem agar proses tetap
                                  Dampak Keuangan                                                           efisien dan aman.
                                  • Peningkatan biaya operasional dan pemeliharaan akibat kerusakan       • Meningkatkan kesiapan karyawan
                                    atau gangguan operasional.                                              dalam menghadapi gangguan cuaca,
                                  • Kerugian pendapatan karena keterlambatan atau gangguan                  termasuk evakuasi dan perlindungan
                                    produksi dan distribusi.                                                alat.
                                  • Biaya tambahan untuk asuransi atau mitigasi risiko cuaca.             • Melindungi aset penting dan risiko
                                  • Potensi kerugian pendapatan jika pabrik harus berhenti beroperasi       operasional akibat cuaca ekstrem
                                    sementara waktu.                                                        dengan asuransi.
                                                                                                          • Efisiensi energi dan transisi ke
                                                                                                            teknologi rendah karbon.




54                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 57
                                   Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                          Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




      Peristiwa Risiko                       Dampak terhadap Perseroan [201-2]                                 Pengelolaan Risiko
        Risk Event                               Impact on the Company                                         Risk Management

                             Operational Impact                                                     • Building facilities with proper drainage
                             • Disruptions in operational schedules, such as delays in production     systems, strong foundations, and
                                or distribution.                                                      protection against flooding and high
                             • The need for operational adaptation, such as modifying production      temperatures.
                                processes or enhancing facility maintenance to withstand extreme    • Using early warning systems and
                                weather conditions.                                                   weather forecasts to anticipate
                             • Delays in the delivery of raw materials or finished goods due to       production or logistics disruptions.
                                disrupted access to roads or ports.                                 • Preparing alternative routes for
                             • Reduced production efficiency, particularly in the drying process      delivering raw materials and finished
                                of raw meal when humidity levels are high.                            products in case the main routes are
                             • Damage to equipment or infrastructure caused by flooding or            disrupted.
                                lightning strikes.                                                  • Adjusting operations during extreme
                             • Disruptions in the workforce, such as increased absenteeism due        weather seasons to maintain efficiency
                                to natural disasters or limited access to the workplace.              and safety.
                             Financial Impact                                                       • Enhancing employee readiness to
                             • Increased operational and maintenance costs due to damage or           handle weather-related disruptions,
                                operational disruptions.                                              including evacuation procedures and
                             • Loss of revenue caused by delays or disruptions in production and      equipment protection.
                                distribution.                                                       • Protecting critical assets and mitigating
                             • Additional costs for insurance or weather risk mitigation.             operational risks due to extreme
                             • Potential revenue loss if the plant must temporarily cease             weather through comprehensive
                                operations.                                                           insurance coverage.
                                                                                                    • Energy efficiency and transition to low-
                                                                                                      carbon technologies.

Risiko Kronis: Kekeringan    Dampak Operasional                                                     • Efisiensi air melalui implementasi
dan panas ekstrem            • Gangguan operasional akibat keterbatasan pasokan air.                  sistem tertutup.
Chronic Risk: Extreme heat   • Penurunan performa peralatan akibat suhu tinggi dan kelembaban       • Menggunakan ulang air bekas
and drought                     rendah.                                                               pendinginan mesin.
                             • Meningkatnya keluhan dari masyarakat sekitar.                        • Pemantauan iklim dan sistem
                             • Potensi konflik dengan masyarakat sekitar karena perebutan             peringatan dini untuk perencanaan
                                sumber daya, sehingga dapat menghambat proses produksi.               produksi dan penyediaan pasokan air.
                             • Potensi sanksi atau pembatasan izin operasi jika dianggap            • Investasi pada teknologi yang ramah air
                                mengeksploitasi sumber air saat krisis.                               dan energi.
                             Dampak Finansial                                                       • Berkolaborasi dengan masyarakat
                             • Biaya tambahan untuk memperoleh atau mengolah air (misalnya            lokal dan pemerintah untuk menjaga
                                dari air hujan).                                                      keberlanjutan sumber daya air.
                             • Penurunan produktivitas yang berujung pada penurunan                 • Membuat skenario penyesuaian
                                pendapatan.                                                           operasional jika terjadi kekeringan
                             • Pengeluaran tak terduga untuk mitigasi darurat, seperti tangki air     ekstrem.
                                tambahan atau teknologi pendinginan alternatif.                     • Water efficiency by implementing
                             Operational Impact                                                       closed-loop systems.
                             • Operational disruptions due to limited water supply.                 • Reusing water used for machine
                             • Reduced equipment performance caused by high temperatures              cooling.
                                and low humidity.                                                   • Climate monitoring and early warning
                             • Increased complaints from surrounding communities.                     systems for production planning and
                             • Potential conflicts with local communities over resource               water supply provision.
                                competition, which could hinder the production process.             • Investing in water- and energy-efficient
                             • Potential sanctions or operational permit restrictions if the          technologies.
                                company is deemed to exploit water resources during a crisis.       • Collaborating with local communities
                             Financial Impact                                                         and governments to ensure sustainable
                             • Additional costs for obtaining or treating water (e.g., from           water resource management.
                                rainwater).                                                         • Developing operational adjustment
                             • Reduced productivity leading to a decline in revenue.                  scenarios in the event of extreme
                             • Unexpected expenses for emergency mitigation, such as                  drought.
                                additional water tanks or alternative cooling technologies.




                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                    55
Page 58
 Tantangan dan Pengaruh terhadap Kinerja Keberlanjutan [E.5]
 Challenges and Impacts on Sustainability Performance

 Industri semen nasional kembali menghadapi                     The national cement industry again faced challenges in
 tantangan pada 2025 akibat melemahnya permintaan               2025 due to the weakening demand in various regions,
 di berbagai wilayah, terutama sebagai dampak cuaca             particularly as a result of extreme weather, tropical
 ekstrem, siklon tropis yang memengaruhi aktivitas              cyclones, which affected logistics and construction
 logistik dan konstruksi di beberapa wilayah Indonesia.         activities in several parts of Indonesia. The largest market
 Pasar terbesar di Pulau Jawa mencatatkan penurunan             in Java recorded a 7.3% decline in delivery, followed by
 pengiriman sebesar 7,3%, diikuti penurunan 8,7% di             a 8.7% decline in Sulawesi, 20.5% in Kalimantan, and
 Sulawesi, 20,5% di Kalimantan, serta 8,1% di wilayah           8.1% in Maluku-Papua region. This condition drives
 Maluku–Papua. Kondisi ini mendorong Indocement                 Indocement to strengthen its operational efficiency
 untuk memperkuat efisiensi operasional melalui                 by increasing the use of alternative fuels, optimizing
 peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif,                 production assets, and accelerating digitalization to
 optimalisasi aset produksi, serta percepatan digitalisasi      ensure a more effective distribution and production
 guna memastikan proses distribusi dan produksi lebih           process.
 efektif.

 Lebih lanjut, adanya kelebihan pasokan juga membuka            Furthermore, the excess supply also provides
 peluang bagi Indocement untuk meningkatkan porsi               Indocement an opportunity to increase production
 produksi semen rendah karbon, sekaligus mengurangi             portion of low-carbon cement, while reducing
 ketergantungan pada batu bara. Optimalisasi logistik           dependence on coal. Optimizing logistics through
 melalui Kompleks Pabrik Grobogan dan Kompleks                  Grobogan Factory and Maros Factory also helped in
 Pabrik Maros turut mendukung penguatan pasar Jawa              strengthening markets in Central Java, East Java, and
 Tengah, Jawa Timur, dan Indonesia Timur.                       Eastern Indonesia.

 Dalam menjaga efisiensi lintas pabrik, kami melanjutkan        To maintain efficiency across our plants, we continue
 program penyesuaian proses di Kompleks Pabrik                  our process adjustment program at Grobogan Factory
 Grobogan dan Kompleks Pabrik Maros, termasuk                   and Maros Factory, including reducing clinker factors,
 pengurangan faktor klinker, implementasi Maintenance           implementing Maintenance Management System
 Management System (MAXIMO dan MIRO), serta                     (MAXIMO and MIRO), and increasing the use of
 peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif                  alternative fuels by 29%. The Company also continues to
 sebesar 29%. Perseroan juga terus meningkatkan                 improve human resource competencies through various
 kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai                training programs to support the transition to lower-
 program pelatihan guna mendukung transisi menuju               emission and environmentally friendly operations, while
 operasional yang lebih rendah emisi dan berwawasan             accelerating the internalization of corporate values ​​and
 lingkungan, sekaligus mempercepat internalisasi                formation of a sustainable work culture. On the other
 nilai perusahaan dan pembentukan budaya kerja                  hand, to maintain its position as the market leader in
 berkelanjutan. Di sisi lain, untuk mempertahankan              cement products that support sustainable development
 posisi sebagai pemimpin pasar produk semen yang                practices, the Company continues to innovate according
 mendukung praktik pembangunan berkelanjutan,                   to customer needs and strengthen the presence of all
 Perseroan terus berinovasi sesuai kebutuhan pelanggan          brands through a more integrated digital marketing
 serta memperkuat kehadiran seluruh merek melalui               strategy and social media communications to increase
 strategi pemasaran digital dan komunikasi media sosial         awareness of the advantages of environmentally
 yang lebih terintegrasi guna meningkatkan awareness            friendly products. [F.1]
 terhadap keunggulan produk ramah lingkungan. [F.1]




56                                                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 59
                               Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                      Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




Kepatuhan dan Etika Bisnis
Compliance and Business Ethics


                     Sejak 7 Desember 2022, Indocement menjadi perusahaan swasta pertama yang
                     berhasil mendaftarkan Program Kepatuhannya dengan nomor penetapan 02/
                     KPPU-PKP/2022 kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui
                     sidang penetapan. Adapun program kepatuhan ini berlaku selama 5 tahun. Selama
                     periode pelaporan, telah terlaksana recurrence Sosialisasi Indocement Code of
                     Conduct yang dilaksanakan oleh masing-masing Plant/Divisi.
                     Since 7 December 2022, Indocement has become the first private company to
                     successfully register its Compliance Program under Decree No. 02/KPPU-PKP/2022
                     to the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) through a hearing.
                     This compliance program is valid for 5 years. Throughout the reporting period, the
                     recurrence of Indocement Code of Conduct Dissemination was carried out by each
                     Plant/Division.


Implementasi Kode Etik Perseroan dan Pemasok                        Implementation of the Company and Supplier Code of
[F.1][2-23][2-24]                                                   Conduct [F.1][2-23][2-24]
Perseroan mengimplementasikan Pedoman Etika                         The Company implements Indocement Code of Conduct
Indocement sebagai pedoman utama yang mengatur                      as the principal guideline governing the conduct of all
perilaku seluruh karyawan, termasuk Dewan Komisaris,                employees, including the Board of Commissioners,
Direksi, dan Manajemen, dalam menjalankan kegiatan                  the Board of Directors, and Management, in carrying
bisnis dan operasional. Pedoman ini mencakup                        out business and operational activities. This Code is
dua pilar utama, yaitu etika bisnis dalam hubungan                  founded on two main pillars: business ethics in regard
dengan pemangku kepentingan serta etika kerja yang                  to relationship with stakeholders, and work ethics that
menekankan nilai-nilai seperti terciptanya lingkungan               emphasise values such as creating a safe, sound, and
kerja yang aman, sehat, dan berwawasan lingkungan.                  environmentally responsible working environment. The
Pedoman Etika disosialisasikan secara berkala kepada                Code of Conduct is disseminated periodically to all
seluruh karyawan yang kemudian menandatangani                       employees, who are then required to sign a statement of
pernyataan kepatuhan. Selain itu, Indocement                        compliance. In addition, Indocement ensures that third
memastikan pihak ketiga, termasuk pemasok,                          parties, including suppliers, adhere to ethical business
mematuhi prinsip bisnis beretika melalui Kode Etik                  principles through the Partner Code of Conduct, which
Rekanan yang mengacu pada Kode Etik Pemasok                         refers to the Heidelberg Materials Supplier Code of
Heidelberg Materials serta standar internasional                    Conduct, international standards such as SA8000,
seperti SA8000, ISO 14001, dan pedoman ILO terkait                  ISO 14001, and relevant ILO guidelines on responsible
rantai pasok yang bertanggung jawab.                                supply chains.

Praktik Antikorupsi [205-1][205-2][205-3]                           Anti-Corruption Practices [205-1][205-2][205-3]
Pedoman Etika Indocement mengatur komitmen                          Indocement Code of Conduct sets out the Company’s
Perseroan terhadap persaingan usaha yang sehat dan                  commitment to fair competition and anti-corruption
prinsip antikorupsi. Perseroan menerapkan kebijakan                 principles. The Company adopts a zero-tolerance policy
zero toleransi terhadap korupsi dan praktik usaha                   towards corruption and unethical business practices
tidak etis serta secara konsisten memperkuat budaya                 and consistently reinforces an anti-corruption culture
antikorupsi melalui pelatihan dan sosialisasi berkala.              through regular training and periodic awareness
                                                                    programs.

Lebih lanjut, sebanyak 1.705 karyawan telah mengikuti               Furthermore, 1,705 employees participated in trainings
pelatihan melalui platform Workday dan 847 karyawan                 through Workday platform, and 847 employees
mengikuti kegiatan Compliance Town Hall Meeting.                    participated in the Compliance Town Hall Meeting
Pelatihan ini diwajibkan bagi seluruh karyawan untuk                activity. This training is mandatory for all employees
meningkatkan pemahaman karyawan tentang kebijakan                   to enhance their understanding of anti-corruption
antikorupsi. Seluruh peserta pelatihan berhasil                     policies. All participants successfully passed
mencapai kelulusan dengan tingkat partisipasi 100%.                 the training, achieving a 100% participation rate.




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     57
Page 60
 Perseroan juga secara berkala memberikan pelatihan         The Company also periodically provides training and
 serta penyegaran mengenai aspek hukum lainnya yang         refresher courses on other legal aspects related to
 terkait dengan operasional dan tugas karyawan.             operations and employee duties.



                     Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan tidak menerima pengaduan maupun
                     menghadapi kasus hukum terkait dugaan pelanggaran antikorupsi, antipersaingan,
                     antikolusi, atau monopoli yang melibatkan karyawan maupun mitra kerja, serta
                     tidak dikenakan denda atau sanksi non-moneter atas ketidakpatuhan terhadap
                     peraturan di bidang sosial dan ekonomi. [205-3][206-1][419-1]
                     Until the end of the reporting period, the Company had not received any complaints
                     nor faced any legal proceedings related to alleged violations of anti-corruption, anti-
                     competition, anti-collusion, or anti-monopoly regulations involving employees or
                     business partners, nor had the Company been subjected to any fines or non-monetary
                     sanctions for non-compliance with applicable social and economic regulations. [205-3]
                     [206-1][419-1]



 Penerapan Sistem Pelaporan Pelanggan melalui               Implementation of Customer Reporting System
 Whistleblowing System (WBS) [2-25][2-26]                   through Whistleblowing System (WBS) [2-25][2-26]
 Untuk memperkuat mekanisme pengaduan yang                  To strengthen the transparency in grievance
 transparan, Perseroan menyediakan sistem pelaporan         mechanism, the Company established SpeakUp
 pelanggaran SpeakUp yang dapat diakses melalui             whistleblowing system, accessible at https://
 situs web https://heidelbergmaterials.speakup.report/      heidelbergmaterials.speakup.report/en-GB/speakup/
 id/speakup/home atau saluran telepon khusus di tiap        home or through dedicated country-specific telephone
 negara. Sistem ini disosialisasikan                                      lines. This system is regularly promoted
 melalui banner di area strategis dan                                     by placing banners in strategic locations
 media digital Perseroan. SpeakUp                                         and the Company’s digital media.
 menjadi saluran bagi karyawan dan                                        SpeakUp serves as a channel for
 pemangku kepentingan eksternal untuk                                     employees and external stakeholders
 melaporkan dugaan pelanggaran hukum                                      to report suspected violations of laws
 maupun Pedoman Etika, sehingga                                           or the Code of Conduct, enabling the
 Perseroan    dapat    memantau      dan                                  Company to monitor and follow up on
 menindaklanjuti potensi risiko finansial,                                potential financial, operational, and
 operasional, maupun reputasional.                                        reputational risks.

 Pelaksanaan dan pengawasan SpeakUp                                        The implementation and oversight of
 dikelola oleh Manajemen Perseroan dan bekerja sama         SpeakUp is managed by the Company’s Management
 dengan Heidelberg Materials. Pelaporan yang diterima       in collaboration with Heidelberg Materials. Reports
 melalui SpeakUp akan diterima oleh Compliance              submitted through SpeakUp are received by the
 Director Heidelberg Materials, kemudian dipilih            Compliance Director Heidelberg Materials, who then
 laporan mana saja yang perlu ditindaklanjuti dan           selects those that require follow-up and sends to
 dikirimkan ke Country Compliance Officer Indonesia         Country Compliance Officer Indonesia. All reports
 untuk ditindaklanjuti. Seluruh laporan yang diterima       received through SpeakUp are followed up based on
 melalui SpeakUp ditindaklanjuti berdasarkan prosedur       the Company’s violation handling procedures, while
 penanganan pelanggaran Perseroan, dengan tetap             maintaining the confidentiality of the whistleblower
 menjaga kerahasiaan identitas pelapor (anonimitas          (whistleblower anonymity). In 2025, there were 28
 whistleblower). Pada 2025, terdapat 28 laporan masuk       reports received, all were followed up, an increase of 12
 yang seluruhnya telah ditindaklanjuti, meningkat           reports compared to that of 2024. The reports submitted
 dibandingkan 2024 sebesar 12 laporan. Adapun laporan       through SpeakUp mainly about employee relations.
 yang masuk melalui SpeakUp sebagian besar mengenai
 relasi antar karyawan.




58                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 61
                                      Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                                Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




Mekanisme Pengaduan "SpeakUp"
"SpeakUp" Whistleblowing Mechanism

    Pelaporan Pengaduan                      Pelaporan Pengaduan                 Pelaporan Pengaduan                  Pelaporan Pengaduan
     Complaint Reporting                      Complaint Reporting                 Complaint Reporting                  Complaint Reporting


  SpeakUp yang dapat                    Investigasi dan                        • Pertemuan yang                    • Peninjauan secara
  diakses melalui https://              pengumpulan bukti melalui                dilaksanakan oleh pihak             internal oleh unit terkait
  heidelbergmaterials.                  klarifikasi dan verifikasi.              terkait.                            dan menyampaikan
  speakup.report/id/speakup/            Investigation and evidence             • Pengambilan keputusan               laporan perbaikan.
  home atau saluran telepon             collection through                       berdasarkan Pedoman               • Memperbaiki proses di
  khusus untuk setiap negara.           clarification and verification.          Etika Perseroan.                    internal dan meninjau
  SpeakUp can be                                                               • Melaporkan secara                   kembali atau merevisi
  accessed via https://                                                          berkala kepada                      kebijakan.
  heidelbergmaterials.                                                           Direksi mengenai hasil            • Memperkuat internal
  speakup.report/en-GB/                                                          penyidikan dan tindakan             melalui sosialisasi
  speakup/home or telephone                                                      yang diambil.                       atau pelatihan agar
  line specifically for each                                                   • The meeting by related              pelanggaran tersebut
  country.                                                                       parties.                            tidak terjadi kembali.
                                                                               • Decision making based             • Internal review by
                                                                                 on the Guidelines                   related units and convey
                                                                                 Company Ethics.                     corrective report.
                                                                               • Periodic report to Board          • Improve internal
                                                                                 of Directors regarding              processes and review or
                                                                                 results of investigations           revise policy.
                                                                                 and actions taken.                • Internal strengthening
                                                                                                                     through socialization
                                                                                                                     or training in order to
                                                                                                                     avoid the recurring of
                                                                                                                     violation.




Pelibatan Pemangku Kepentingan [E.4][2-29]
Stakeholders’ Engagement

                           Metode Pendekatan dan Pengelolaan
                           Approach and Management Methods
  Pemangku
                 Sarana Pelibatan dan                                                     Respons Kebutuhan Pemangku Kepentingan
 Kepentingan                                  Topik Signifikan dan Kebutuhan
                      Frekuensi                                                                Responses to Stakeholder Needs
 Stakeholders                                    Pemangku Kepentingan
                     Facilities for
                                                   Significant Topics and
                   Engagement and
                                                    Stakeholder Needs
                      Frequency

Internal

Pemegang        1. Rapat Umum                 1. Peningkatan nilai investasi    1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar
Saham              Pemegang Saham                dan dividen                       Biasa yang diadakan pada 21 Mei 2025
Shareholders       (RUPS) secara berkala      2. Keterbukaan informasi dan      2. Paparan Publik yang dilakukan pada 25 Maret 2025
                   minimal satu tahun            pelaporan kinerja              3. Publikasi Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan setiap
                   sekali atau insidental     3. Kinerja Perseroan yang baik       tahunnya
                2. Diskusi secara berkala     1. Increase in the value of       4. Publikasi Laporan Keuangan Perseroan untuk periode triwulan I
                   sesuai kebutuhan              investment and dividend           dan III, tengah tahun dan tahunan
                1. General Meeting            2. Information disclosure and     5. Penyampaian siaran pers
                   of Shareholders               performance reporting          6. Pertemuan yang dilakukan secara daring dan fisik dengan analis
                   (GMS), periodically, at    3. Good performance of the           sebanyak 93 kali
                   least once a year or          Company                        7. Investor visit plant site sebanyak lima kali
                   incidental                                                   8. Pengungkapan kinerja melalui beragam kanal media (situs web,
                2. Regular discussions                                             media sosial, pengumuman, dan laporan)
                   as needed                                                    1. Annual General Meeting of Shareholders (GMS) and
                                                                                   Extraordinary GMS, held on
                                                                                   21 May 2025
                                                                                2. Public Expose, held on 25 March 2025
                                                                                3. Annual publication of the Annual Report and Sustainability
                                                                                   Report
                                                                                4. Publication of the Company’s Financial Statements for the
                                                                                   quarter I and III, mid-year, and year-end periods
                                                                                5. Delivery of press releases
                                                                                6. Online and in-person meetings with analysts, held 93 times
                                                                                7. Investor visits to plant sites, held five times
                                                                                8. Performance disclosure through various media channels
                                                                                   (website, social media, announcements, and reports)




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                  59
Page 62
                           Metode Pendekatan dan Pengelolaan
                           Approach and Management Methods
  Pemangku
                   Sarana Pelibatan dan                                                    Respons Kebutuhan Pemangku Kepentingan
 Kepentingan                                 Topik Signifikan dan Kebutuhan
                        Frekuensi                                                               Responses to Stakeholder Needs
 Stakeholders                                   Pemangku Kepentingan
                       Facilities for
                                                  Significant Topics and
                     Engagement and
                                                   Stakeholder Needs
                        Frequency

 Karyawan        1. Menciptakan              1. Pemenuhan hak-hak dan            1. Pertemuan berkala
 Employees          hubungan industrial         kesejahteraan karyawan           2. Diskusi dengan manajemen dalam program pengembangan
                    yang harmonis            2. Kesetaraan kesempatan               karyawan
                    serta membangun             berkarier, remunerasi, dan       3. Pelibatan aktif dalam kegiatan Perseroan, seperti sedekah
                    komunikasi yang             fasilitas kerja                     sampah dan donor darah
                    baik dengan              3. Penerapan K3                     4. Penganugerahan karyawan terbaik kepada sepuluh karyawan
                    serikat pekerja,         4. Keterlibatan dalam kinerja          Perseroan
                    antara lain dengan          ekonomi, lingkungan, dan         5. Sosialisasi investasi saham dalam LCC Week, kerja sama dengan
                    menyelenggarakan            sosial yang unggul                  PT Bursa Efek Indonesia
                    forum bipartit/rapat     1. Fulfillment of employees’        6. Mengadakan Perayaan Bulan K3 dan Safety Week secara rutin
                    koordinasi sebulan          rights and welfare                  setiap tahunnya
                    sekali atau sewaktu-     2. Equal career opportunities,      7. Mengadakan Culture Week untuk kebersamaan karyawan di unit
                    waktu jika diperlukan       remuneration, and work              kerja masing-masing
                 2. Pemberian berbagai          facilities                       8. Penyelenggaraan pekan olahraga dan seni (Porseni) yang
                    penghargaan kepada       3. OHS Implementation                  melibatkan karyawan
                    karyawan setiap          4. Involvement in excellent         9. Mendukung kelompok olahraga karyawan seperti Indocement
                    tahun                       economic, environmental, and        Runner dan program Cuma Pengen Sehat (CPS)
                 3. Pemberian                   social performance               1. Periodic meetings
                    manfaat kesehatan                                            2. Discussion with management in employee development
                    pascapensiun yang                                               programs
                    berlaku selama lima                                          3. Active involvement in Company activities, such as waste
                    tahun setelah tanggal                                           donation and blood donation
                    pensiun                                                      4. Awarding of the Best Employee to ten employees of the
                 1. Creating harmonious                                             Company
                    industrial relations                                         5. Dissemination of stock investment in LCC Week, collaborating
                    and establishing                                                with Indonesia Stock Exchange
                    effective                                                    6. Organizing OHS Month Celebration and Safety Week
                    communication                                                   periodically every year
                    with labor unions,                                           7. Organizing Culture Week for employee togetherness in their
                    including by                                                    respective work units
                    conducting monthly                                           8. Organizing a sports and arts week (Porseni) involving employees
                    bipartite forums/                                            9. Supporting employees' sports groups such as Indocement
                    coordination meeting                                            Runner and Cuma Pengen Sehat/CPS (Just Want to Be Healthy)
                    or anytime as required                                          program
                 2. Provision of various
                    annual awards for
                    employees
                 3. Provision of post-
                    retirement health
                    benefits valid for
                    five years after the
                    retirement date

 Eksternal | External

 Pelanggan       Pertemuan secara            1. Harga kompetitif dengan          1. Diskusi dengan pelanggan sesuai kebutuhan
 Customers       berkala sesuai                 jaminan kualitas produk dan      2. Sekolah Tukang Semen Tiga Roda
                 kebutuhan, atau minimal        pasokan                          3. Survei kepuasan pelanggan
                 satu tahun sekali           2. Penerapan standar produk         4. Memberikan produk berkualitas
                 Regular meetings as            dan informasi yang lengkap       5. Layanan pelanggan
                 necessary, or at least      3. Pelayanan keluhan                6. Program ‘Toko Care’
                 once a year                 4. Menghasilkan produk ramah        7. Melaksanakan program Pembangunan Rumah Tukang dalam
                                                lingkungan                          rangka peringatan
                                             1. Competitive price with quality      50 tahun Indocement
                                                assurance and guaranteed         1. Discussions with customers as needed
                                                supply                           2. Sekolah Tukang Semen Tiga Roda
                                             2. Application of product           3. Customer satisfaction survey
                                                standards and complete           4. Providing quality products
                                                information                      5. Customer service
                                             3. Complaint services               6. ‘Toko Care’ program
                                             4. Manufacturing                    7. Implementing the Rumah Tukang Development Program in
                                                environmentally friendly            commemoration of Indocement’s 50th anniversary
                                                products




60                                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 63
                                     Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                             Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




                          Metode Pendekatan dan Pengelolaan
                          Approach and Management Methods
 Pemangku
                Sarana Pelibatan dan                                                     Respons Kebutuhan Pemangku Kepentingan
Kepentingan                                Topik Signifikan dan Kebutuhan
                     Frekuensi                                                                Responses to Stakeholder Needs
Stakeholders                                  Pemangku Kepentingan
                    Facilities for
                                                Significant Topics and
                  Engagement and
                                                 Stakeholder Needs
                     Frequency

Pemerintah     1. Pertemuan Forum          1. Kepatuhan terhadap               1. Mematuhi peraturan dan kewajiban pajak
Government        Tripartit dan               perundang-undangan dan           2. Penerapan program TJSL
                  kunjungan kerja             peraturan yang berlaku           3. Menyelenggarakan Quarry Life Award
                  sesuai dengan            2. Tata kelola yang baik            1. Complying with tax regulations and obligations
                  kebutuhan                3. Pelaksanaan TJSL dan             2. CSR programs implementation
               2. Kerja sama                  pelaporan berkala                3. Organize the Quarry Life Award
                  kegiatan TJSL yang       4. Pembayaran pajak
                  dilaksanakan sesuai      5. Mengendalikan emisi dan
                  kebutuhan                   polutan
               1. Tripartite Forum         6. Menjaga keanekaragaman
                  meetings and working        hayati
                  visits as needed         7. Meningkatkan efisiensi energi
               2. Collaboration on CSR     8. Pengelolaan limbah
                  activities carried out   9. Mengembangkan budaya
                  as needed                   keselamatan
                                           1. Compliance with the
                                              applicable laws and
                                              regulations
                                           2. Good corporate governance
                                           3. Implementation of CSR and
                                              periodic reporting
                                           4. Payment of taxes
                                           5. Controlling emissions and
                                              pollutants
                                           6. Safeguarding biodiversity
                                           7. Improving energy efficiency
                                           8. Waste management
                                           9. Developing a culture of safety

Masyarakat     1. Pelaksanaan              1. Kemitraan dan pemberdayaan       1. Penerapan program TJSL di desa mitra
Lokal             kegiatan TJSL sesuai        masyarakat                       2. Mendukung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan bank
Local             kebutuhan                2. Tingkat kesejahteraan               sampah dalam pemanfaatan sampah
Communities    2. Pertemuan bilikom        3. Pengendalian emisi dan           1. Implementing CSR programs in partner villages
                  minimal empat bulan         polutan                          2. Supporting Village-Owned Enterprises (BUMDes) and waste
                  sekali setiap desa       4. Menjaga keanekaragaman              banks in waste utilization
               1. CSR activities to be        hayati
                  performed as needed      5. Meningkatkan efisiensi energi
               2. Bilikom meetings         1. Partnership and community
                  at least every four         empowerment
                  months in each village   2. Prosperity level
                                           3. Controlling emissions and
                                              pollutants
                                           4. Safeguarding biodiversity
                                           5. Improving energy efficiency

Media          1. Menjalin komunikasi      1. Keterbukaan informasi            1. Publikasi
                  intensif melalui         2. Kerja sama pelaksanaan           2. Media gathering yang dilakukan tujuh kali pada 2025
                  pertemuan rutin             program                          1. Publication
                  sesuai kebutuhan         1. Information disclosure           2. Media gatherings, held seven times in 2025
               2. Pemasangan iklan         2. Collaboration in program
                  produk sesuai               implementation
                  kebutuhan
               1. Establishing intensive
                  communication
                  through regular
                  meetings as needed
               2. Product advertising as
                  needed

Pemasok        Menjalin komunikasi         Kepatuhan pemasok atas              Sosialisasi Kode Etik Pemasok Perseroan
Supplier       dengan pemasok              penghormatan kepada HAM             Dissemination of the Company’s Supplier Code of Conduct
               Establishing                Suppliers’ compliance on
               communication with          respect for human rights
               suppliers




                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                              61
Page 64
Kinerja Ekonomi
Economic Performance


 Pendekatan Manajemen [3-3]
 Management Approach


                        Signifikansi Topik
                        Significance of the Topic
                        Stabilitas kinerja ekonomi menjadi fondasi Perseroan dalam menjaga keberlanjutan operasional agar tetap mampu
                        memberikan manfaat serta memenuhi tanggung jawab kepada pemangku kepentingan di tengah dinamika ekonomi.
                        Berbagai risiko, peluang, dan perubahan kondisi ekonomi mendorong Perseroan untuk melakukan penyesuaian strategi
                        secara adaptif.
                        The stability of economic performance is the foundation for the Company to maintain operational sustainability, ensuring
                        continuous provision of benefits and fulfillment of responsibilities to stakeholders amidst economic dynamics. Various
                        risks, opportunities, and shifts in economic conditions encourage the Company to adapt its strategy.


       Komitmen dan Kebijakan
       Commitments and Policies

     • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials                   • Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030
     • Rencana Kerja Anggaran Belanja (RKAB)                                 • Work Plan and Budget (RKAB)
     • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51 Tahun 2017                  • Financial Services Authority Regulation No. 51 of 2017 on the
       tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa              Implementation of Sustainable Finance for Financial Services
       Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik                                  Institutions, Issuers, and Public Companies
     • Pedoman Etika Indocement                                              • Indocement Code of Conduct
     • Kepatuhan Hukum dan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang           • Legal     Compliance      and    Good   Corporate     Governance
       Baik                                                                    Implementation
     • Surat Keputusan Direksi Nomor 011/Kpts/Dir/ITP/VIII/2021              • Board of Directors’ Decision Letter No. 011/Kpts/Dir/ITP/VIII/2021
       tanggal 31 Agustus 2021 tentang Kebijakan Program Kepatuhan             dated 31 August 2021 on Legal Compliance Program Policies and
       Hukum dan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik                  Good Corporate Governance Implementation



                        Target 2030
                        2030 Target

                        Rp
                              6,2        triliun
                                         trillion
                                                      Investasi teknologi untuk produksi ramah lingkungan
                                                      Investment in technology for environmentally friendly production


       Pencapaian 2025
       2025 Achievement



       30,6%
       Peningkatan Kas dan Setara Kas
                                                        80,7%
                                                        Penjualan Klinker Ekspor
       Increase in Cash and Cash Equivalents            Export Clinker Sales




       12,0%
       Peningkatan Laba Tahun Berjalan
                                                        Rp
                                                             1,5         triliun
                                                                         trillion
                                                        Investasi teknologi untuk produksi ramah lingkungan hingga 2025 [F.3]
       Increase in Profit for the Year                  Investment in technology for environmentally friendly production until 2025




62                                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 65
                                     Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                            Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




     Strategi Pencapaian Kinerja 2025
     2025 Performance Achievement Strategies

  • Penerapan sistem KPI pada aspek LST yang mendorong individu           • Implementing KPI systems for ESG aspects to drive individuals
    memiliki kinerja keberlanjutan.                                         towards sustainable performance.
  • Mengembangkan sistem manajemen keberlanjutan yang                     • Developing integrated sustainability management systems at
    terintegrasi di setiap pabrik.                                          each plant.
  • Meningkatkan sosialisasi dan mendorong penggunaan semen               • Increasing awareness and promoting the use of green cement,
    ramah lingkungan, yaitu PCC, semen slag, dan semen hidraulis            including PCC, slag cement and hydraulic cement is available, to
    kepada seluruh pelanggan (proyek infrastruktur dan komersial).          all customers (infrastructure and commercial projects).
  • Memaksimalkan pemakaian bahan bakar dan bahan baku alternatif.        • Maximizing the use of alternative fuels and alternative materials.
  • Memanfaatkan energi listrik dari sumber terbarukan seperti            • Utilizing electricity from renewable sources such as rooftop and
    panel surya atap dan ground-mounted.                                    ground-mounted solar panels.
  • Berfokus pada perluasan strategi keberlanjutan, saluran               • Focusing on expanding sustainability strategies, distribution
    distribusi, dan digitalisasi atau automasi proses, termasuk             channels, and process digitalization or automation, including
    memanfaatkan peluang untuk peningkatan pangsa pasar.                    leveraging opportunities for increased market share.
  • Menerapkan expert system yang telah terbukti meningkatkan             • Implementing proven expert systems that enhance cost efficiency.
    efisiensi dalam biaya produksi.


     Evaluasi yang Dilakukan
     Evaluation Conducted

  Pengelolaan kinerja ekonomi dijalankan melalui mekanisme                Economic performance management is carried out through an
  pemantauan terintegrasi yang dimulai dari proses pengadaan              integrated monitoring mechanism starting from the procurement
  dengan dukungan internal control system dan pengawasan Komite           process, supported by an internal control system and oversight by the
  Audit. Hasil kinerja ekonomi kemudian dilaporkan secara transparan      Audit Committee. The economic performance results are then reported
  melalui Laporan Keuangan yang mematuhi Standar Akuntansi                transparently through Financial Statements that comply with Financial
  Keuangan (SAK). Sementara itu, Direktur Komersial dan Direktur          Accounting Standards (SAK). Meanwhile, the Commercial Director and
  Teknik bertanggung jawab memastikan penerapan manajemen                 Technical Director are responsible for ensuring the implementation of
  mutu serta konsistensi kualitas layanan pelanggan sebagai bagian        quality management and consistent customer service as part of the
  dari komitmen Perseroan terhadap praktik usaha berkelanjutan.           Company’s commitment to sustainable business practices.



                      Direktur yang Bertanggung Jawab
                      Responsible Director

                      Direktur Komersial dan Direktur Teknik
                      Commercial Director and Technical Director




Nilai Ekonomi Dihasilkan dan Didistribusikan
Economic Value Generated and Distributed

Kinerja industri semen nasional masih menghadapi                          The national cement industry remained under
tekanan akibat penurunan harga pasar dan melemahnya                       pressure, driven by declining market prices and softer
penjualan ritel, di tengah kelebihan pasokan dengan                       retail demand, alongside a continued oversupply,
kesenjangan antara permintaan domestik sekitar                            as reflected in the disparity between domestic
63,9 juta ton dan kapasitas produksi nasional                             demand of approximately 63.9 million tons and
119,3 juta ton. Meski demikian, Perseroan tetap                           national production capacity of 119.3 million tons.
mencatat kinerja ekonomi positif dengan menjaga                           Notwithstanding these conditions, the Company
margin melalui langkah efisiensi komprehensif,                            delivered a positive economic performance by
termasuk program operational excellence, rasionalisasi                    preserving margins through comprehensive efficiency
biaya tetap, optimalisasi kinerja kiln, strategi harga                    initiatives, including operational excellence programs,
kompetitif, serta percepatan adopsi teknologi digital.                    fixed cost rationalization, enhanced kiln performance,
Laporan keuangan Perseroan telah diaudit oleh                             adoption of competitive pricing strategies, and
Kantor Akuntan Publik independen, dengan seluruh                          accelerated implementation of digital technologies.
pendapatan berasal dari penjualan semen, beton siap-                      The Company’s financial statements have been audited
pakai, dan agregat, serta tanpa menerima bantuan                          by an independent public accounting firm. All revenues
finansial, insentif pajak, maupun dukungan lainnya dari                   were generated from the sale of cement, ready-mix
Pemerintah selama 2025. [201-4]                                           concrete, and aggregates. The Company did not receive
                                                                          any financial assistance, tax incentives, or other forms
                                                                          of government support throughout 2025. [201-4]



                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                   63
Page 66
 Perseroan memandang pajak sebagai kontribusi                               The Company views tax as a strategic contribution to
 strategis bagi pembangunan ekonomi dan sosial.                             economic and social development. Its tax approach is
 Pendekatan perpajakan dijalankan berdasarkan                               based on the principles of compliance, transparency,
 prinsip kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas                         and accountability, ensuring adherence to all applicable
 dengan memastikan pemenuhan seluruh regulasi                               regulations, and is managed under the responsibility
 yang berlaku, serta dikelola di bawah tanggung jawab                       of the Finance Director. The Company maintains
 Direktur Keuangan. Perseroan menjalin komunikasi                           open communication with tax authorities and the
 terbuka dengan otoritas pajak dan pemerintah, serta                        government, and leverages stakeholder input to
 memanfaatkan masukan pemangku kepentingan untuk                            enhance transparency and responsible tax practices
 meningkatkan transparansi dan praktik perpajakan                           on an ongoing basis. Tax compliance is also reflected
 secara berkelanjutan. Kepatuhan pajak juga tercermin                       in the consistent recognition received as a compliant
 dari penghargaan yang diterima secara konsisten                            taxpayer. [207-1][207-2][207-3]
 sebagai wajib pajak patuh. [207-1][207-2][207-3]


                       Informasi lebih rinci mengenai target dan realisasi kinerja ekonomi, serta informasi mengenai pembayaran pajak dapat
                       ditemukan dalam Bab "Analisis dan Pembahasan Manajemen" pada Laporan Tahunan 2025 dan Laporan Keuangan
                       Audited 2025 Indocement. [207-4]
                       More detailed information regarding economic performance targets and realization, as well as tax payments, can be
                       seen in the “Management Discussion and Analysis” chapter of the 2025 Annual Report and the 2025 Audited Financial
                       Statements of Indocement. [207-4]




 Target dan Realisasi [F.2][F.3]
 Target and Realization

                                Uraian                                         Satuan                 Target 2025           Realisasi 2025
                              Description                                       Unit                  2025 Target          Realization in 2025

 Produksi Semen                                                                                          20-21                     19
 Cement Production                                                            Juta Ton
 Volume Penjualan Bisnis Semen                                               Million Tons               20.946                   19.941
 Cement Business Sales Volume

 Pendapatan Neto                                                                                         20.651                  17.731
 Net Revenues

 Laba Tahun Berjalan                                                                                      1.811                  2.249
 Profit for the Year

 Aset                                                                         Rp Miliar                 32.088                   31.725
 Assets                                                                       Rp Billion

 Liabilitas                                                                                              8.758                   8.522
 Liabilities

 Ekuitas                                                                                                23.330                   23.203
 Equity




 Nilai Ekonomi Dihasilkan dan Didistribusikan (Miliar Rupiah) [201-1]
 Economic Value Generated and Distributed (Billion Rupiah)

                                Uraian
                                                                                2025                     2024                    2023
                              Description

 Nilai Ekonomi yang Dihasilkan | Economic Values Generated (A)

 Pendapatan | Revenues
 • Pendapatan Neto
   Net Revenues
 • Pendapatan Keuangan
   Finance Income                                                              18.554                   18.858                   18.188
 • Bagian atas Laba Bersih Entitas Asosiasi – Neto
   Share of Net Profit of Associates – Net
 • Penghasilan Lain
   Other Income




64                                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 67
                                      Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                              Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




                              Uraian
                                                                               2025                     2024                     2023
                            Description

 Nilai Ekonomi yang Didistribusikan | Economic Values Distributed (B)

 Biaya Operasi
                                                                              12.476                   12.982                    12.519
 Operating Cost

 Gaji, Upah, dan Kesejahteraan Karyawan
                                                                                   1.712                 1.680                    1.619
 Salary, Wages, and Employee Benefits

 Pembayaran kepada Penyandang Dana
 Funding Payments
 • Pembayaran Dividen Kas
                                                                               1.040                      488                     1.077
   Cash Dividend Payments
 • Pembayaran Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya
   Interest Expense and Other Financial Charges Payments

 Pembayaran kepada Pemerintah
 Payments to the State
 • Pembayaran Pajak Penghasilan Badan
                                                                               1.444                     1.538                    1.578
   Income Tax Payments
 • Pembayaran Pajak Lainnya
   Other Tax Payments

 Investasi untuk Pengembangan Komunitas
                                                                                     13                     13                       13
 Investment for Community Development

 Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
                                                                              16.685                    16.701                   16.736
 Total Economic Values Distributed

 Nilai Ekonomi yang Ditahan (A-B)
                                                                               1.869                    2.157                     1.452
 Economic Values Retained (A-B)


Keterangan | Notes:
• Kinerja ekonomi Perseroan disampaikan secara konsolidasi sesuai laporan keuangan yang diaudit, tidak disampaikan berdasar wilayah, area, atau
  produk.
  The Company’s economic performance is reported in a consolidated manner according to the audited financial statements. It is not reported based
  on the region, area, or product.
• Penghitungan nilai ekonomi yang disajikan pada Laporan Keberlanjutan menggunakan metode cash basis sesuai yang disarankan Standar GRI,
  sehingga angka yang disajikan dapat saja berbeda dengan Laporan Keuangan yang diaudit.
  The calculation of economic values presented in the Sustainability Report used the cash basis method as recommended by the GRI Standards, and
  therefore the numbers presented may differ from the Audited Financial Statements.



Tanggung Jawab Indocement terhadap Produk dan Pelanggan [F.17][F.28]
Indocement’s Responsibility to Products and Customers


                    SNI 7064:2014                                                               SNI 8363:2017 & SNI 8912:2020

                    Untuk semen bag dan curah yang diproduksi di                                Untuk semen curah yang diproduksi di
                    Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik                                  Kompleks Pabrik Citeureup.
                    Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun.                                        For bulk cement produced in Citeureup
                    For bag and bulk cements produced in                                        Factory.
                    Citeureup, Cirebon, and Tarjun Factory.

Perseroan senantiasa memberikan layanan yang setara                        The Company consistently provides equal service to all
bagi seluruh pelanggan melalui penyediaan produk                           customers by delivering safe and high-quality products
dan jasa yang aman serta berkualitas. Seluruh (100%)                       and services. All (100%) products marketed have
produk yang dipasarkan telah memenuhi persyaratan                          complied with customer safety and health requirements
keselamatan dan kesehatan pelanggan sesuai Undang-                         in accordance with Law No. 8 of 1999 on Consumer
Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan                             Protection and have obtained SNI certification from
Konsumen serta memperoleh Sertifikat SNI dari                              the Center for Materials and Technical Products
Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T-LSPr).                            (B4T-LSPr). To maintain consistent quality, the Company
Untuk    menjaga      konsistensi mutu,    Perseroan                       implements strict quality control at every stage of
menerapkan pengendalian kualitas yang ketat pada                           production and ensures that all (100%) products
setiap tahapan produksi dan memastikan seluruh                             have undergone safety evaluations. [F.27][416-2][417-2]
(100%) produk telah dievaluasi keamanannya. [F.27]                         [417-3]
[416-2][417-2][417-3]



                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                               65
Page 68
 Pengendalian mutu dilakukan di setiap tahapan proses         Quality control is carried out at every stage of the
 produksi guna memastikan kesesuaian kualitas secara          production process to ensure consistent product
 berkelanjutan. Seluruh kemasan produk juga dilengkapi        quality. All product packaging is also equipped with
 informasi yang jelas, termasuk identitas produk, nomor       clear information, including product identity, SNI
 SNI, petunjuk penggunaan, serta layanan konsumen             number, usage instructions, and customer service
 sebagai sarana penanganan keluhan dan pengelolaan            contact details as a channel for handling complaints
 risiko bagi pelanggan. Seluruh upaya yang telah              and managing customer risks. As a result of these
 dilakukan selama 2025, berhasil membuat Perseroan            efforts throughout 2025, the Company recorded no
 tidak mencatat adanya pelanggaran, keluhan signifikan,       violations, significant complaints, or product recalls
 maupun penarikan produk dari pasar. [F.28][F.29][416-1]      from the market. [F.28][F.29][416-1][417-1]
 [417-1]

 Inovasi dan Pengembangan Produk [F.26][F.28]                 Product Innovation and Development [F.26][F.28]
 Perseroan     memperkuat      portofolio produknya           The Company has strengthened its product portfolio
 melalui Semen Jempolan yang menawarkan harga                 through Semen Jempolan, which offers competitive
 kompetitif dengan tetap menjaga standar kualitas,            pricing while maintaining quality standards, aiming
 guna memperluas jangkauan pasar dan memenuhi                 to expand market reach and meet customer demand
 kebutuhan konsumen akan semen berkualitas yang               for more affordable, high-quality cement. Throughout
 lebih terjangkau. Selama 2025, Perseroan telah               2025, the Company leveraged artificial intelligence
 memanfaatkan penggunaan teknologi kecerdasan                 (AI) technologies as part of its digital transformation
 buatan (AI) sebagai upaya transformasi digital, di           initiatives, among others:
 antaranya:                                                   1. Deployment of a robotic radar system to ensure
 1. Penggunaan robotic radar system yang berguna                  worker safety during operations and production
     untuk menjamin keselamatan pekerja pada saat                 process;
     operasional dan proses produksi;                         2. Utilization of AI at Grobogan Factory for camera
 2. Penggunaan AI di Kompleks Pabrik Grobogan                     control system, designed to regulate the speed of
     untuk camera control system yang berguna untuk               all trucks entering the operational area;
     membatasi kecepatan seluruh truk yang memasuki           3. Utilization of AI that is installed on heavy equipment
     area operasional;                                            at Citeureup Factory, serving as a reminder system
 3. Penggunaan AI yang terpasang di alat berat pada               to ensure that workers use seat belts.
     Kompleks Pabrik Citeureup. Upaya ini digunakan
     sebagai penanda pengingat bagi pekerja agar
     menggunakan seat belt.

 Memberikan Kepuasan bagi Pelanggan [F.30]                    Providing Customer Satisfaction [F.30]
 Kami meyakini bahwa kepuasan pelanggan merupakan             The Company believes that customer satisfaction is
 faktor penting bagi keberlanjutan bisnis, sehingga           a key factor in sustaining its business, and therefore
 Perseroan terus memperkuat layanan dan menjaga               continues to strengthen its service quality and maintain
 kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan                 its product standards in line with customer needs and
 dan harapan konsumen. Hal ini didukung melalui               expectations. This is supported by cross-functional
 koordinasi lintas unit untuk memastikan produk               coordination to ensure that the products comply with
 memenuhi ketentuan kontrak dan spesifikasi                   contractual requirements and customer specifications.
 pelanggan. Pada 2025, Indocement melakukan                   In 2025, Indocement conducted a customer satisfaction
 survei kepuasan pelanggan melalui wawancara tatap            survey through face-to-face interviews and achieved
 muka dan memperoleh skor 82,90 (Pulau Jawa), yang            a score of 82.90 (Java), indicating that customers’
 menunjukkan penilaian pelanggan terhadap kualitas            assessment of product quality, pricing, and service was
 produk, harga, dan layanan sudah cukup baik.                 generally favourable.




66                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 69
                                   Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                                                          Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




Layanan Pengaduan Pelanggan                                             Customer Complaint Service
Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu layanan                           As an effort to improve the quality of customer service,
kepada pelanggan, Indocement menyediakan berbagai                       Indocement provides various complaint channels
kanal pengaduan dan pusat informasi yang dapat                          and information center accessible by phone, email,
diakses pelanggan melalui telepon, surel, SMS,                          SMS, WhatsApp, and direct visits by sales team.
aplikasi WhatsApp, serta kunjungan langsung oleh                        During 2025, the Company received 5,783 reports
tim penjualan. Selama 2025, Perseroan menerima                          related to information requests, complaints, and other
5.783 laporan terkait permintaan informasi, pengaduan,                  inquiries, all of which (100%) were resolved.
maupun permintaan dan pertanyaan lainnya yang
seluruhnya (100%) telah diselesaikan.

Perseroan juga memberikan layanan komunikasi dua                        The Company also provides two-way communication
arah melalui:                                                           through:
1. Situs web sebagai wadah informasi utama bagi                         1. Website as the main channel to disseminate
   pelanggan mengenai produk dan jaringan distribusi                       information to customers about the Company’s
   Perseroan;                                                              products and distribution networks;
2. Akun media sosial Perseroan dengan nama akun                         2. The Company’s social media accounts under the
   @SemenTigaRoda dan @Harmoni3Roda (Facebook,                             username @SemenTigaRoda and @Harmoni3Roda
   Instagram, Threads, Twitter (X), Youtube, dan                           (Facebook, Instagram, Threads, Twitter (X), YouTube,
   TikTok);                                                                and TikTok);
3. Program Mitra Semen Tiga Roda yang terdiri dari                      3. Mitra Semen Tiga Roda program, consisting of
   pelanggan toko bangunan, pelanggan kontraktor                           building material store customers, contractor
   dan pengembang;                                                         customers, and developers;
4. Program SETARA dan komunitas Alumni SETARA                           4. SETARA program and SETARA Alumni communities
   untuk meningkatkan kualitas dari pekerja bangunan                       to improve the quality of construction workers to
   agar menghasilkan pekerjaan yang lebih baik bagi                        produce better work for their customers;
   pelanggan-pelanggan mereka;                                          5. Tukang Pro application and masterumah.id as media
5. Aplikasi Tukang Pro dan masterumah.id sebagai                           to assist masons, contractors, homeowners, and
   media yang membantu tukang, kontraktor, pemilik                         construction actors in carrying out their roles in
   rumah dan pelaku konstruksi dalam melaksanakan                          construction;
   peran masing-masing dalam konstruksi;                                6. Technical support services to assist customers in
6. Layanan dukungan teknis untuk membantu                                  using cement in the field; and
   pelanggan dalam menggunakan semen di lapangan;                       7. Routine visits from sales team to provide the best
   dan                                                                     service for customer’s needs.
7. Kunjungan rutin tenaga penjualan untuk memberikan
   pelayanan terbaik atas kebutuhan pelanggan.



Jumlah Pengaduan yang Diterima
Number of Complaints Received

                                                                                 2025
                       Kategori Laporan
                                                                                                        2024             2023
                       Report Category                                  Jumlah
                                                                                        %
                                                                         Total

Informasi
                                                                        4.964            86            4.184            2.709
Information

Pengaduan
                                                                          165               3            210              176
Complaint

Permintaan atau Pertanyaan
                                                                         654              11             691              488
Request or Question

Jumlah
                                                                       5.783            100            5.058            3.373
Total




                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     67
Page 70
 Menguatkan Kolaborasi
 Bersama Karyawan dan
 Masyarakat Sekitar
 Strengthening Collaboration with Employees
 and the Surrounding Community




02
Bab | Chapter




68                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 71
      Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
                             Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience




                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report


Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     69
Page 72
 Mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)
 Managing Human Capital (HC)


 Pendekatan Manajemen [3-3]
 Management Approach

 Pengelolaan sumber daya manusia merupakan faktor                           Human capital management is a key factor in
 kunci dalam mendukung keberlanjutan operasional                            supporting the Company’s operational sustainability
 dan daya saing Perseroan. Indocement berkomitmen                           and competitiveness. Indocement is committed to
 membangun kapabilitas karyawan yang adaptif,                               developing employee capabilities that are adaptive,
 berintegritas, dan selaras dengan strategi keberlanjutan                   integrity-driven, and aligned with the Company’s
 serta transformasi bisnis Perseroan.                                       sustainability strategy and business transformation.


 Pengelolaan Bakat dan Kinerja
 Talent and Performance Management

 Signifikansi Topik            Pengembangan kompetensi dan pengelolaan talenta karyawan menjadi aspek penting dalam mendukung
 Significance of the Topic     keberlanjutan kinerja Perseroan. Upaya ini berperan mendorong inovasi, penguatan sinergi dengan pemangku
                               kepentingan, serta peningkatan efektivitas operasional dan kualitas produk. Perseroan secara berkelanjutan
                               melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas, antara lain melalui talent development program, agent of
                               change, serta pemberian penghargaan berbasis kinerja.
                               Employees' competency development and talent management are crucial aspects in supporting the Company's
                               sustainable performance. These efforts contribute to driving innovation, strengthening synergies with
                               stakeholders, and improving operational effectiveness and product quality. The Company constantly implements
                               various capacity-building programs, including talent development programs, agent of change programs, and
                               performance-based awards.

 Komitmen dan Kebijakan        •   Pedoman Etika Indocement
 Commitments and Policies      •   Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) Indocement
                               •   Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
                               •   Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
                                   Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
                               •   Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Manajemen Perseroan dengan Serikat Pekerja [2-30]
                               •   Peraturan Tata Tertib Staf Manajemen Indocement (PTSMI)
                               •   Indocement Code of Conduct
                               •   Human Rights Policy at Indocement
                               •   Law No. 13 of 2003 on Manpower
                               •   Law No. 6 of 2023 on the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 2022 on Job Creation as
                                   Law
                               •   Collective Labor Agreement (CLA) between the Company’s Management and the Labor Union [2-30]
                               •   Indocement Management Staff Code (PTSMI)

 Target Kinerja Pengelolaan    •   177.132 jumlah jam pelatihan per tahun
 SDM 2025                      •   64,0 jam/orang rata-rata jam pelatihan per tahun
 HC Management                 •   177,132 total training hours per year
 Performance Target in 2025    •   64.0 hours/employee average training hours per year

 Strategi Pencapaian Kinerja   • Penguatan budaya dan gaya kepemimpinan Perseroan melalui Culture Week 2025 yang mengangkat tema
 2025 [403-7]                    Together We Thrive – Collaboration to Build Caring Culture
 Performance Achievement       • Penambahan modul pada platform Workday, yang merupakan sistem HC terintegrasi dengan Heidelberg Materials
 Strategy in 2025              • Secara aktif mendukung pengembangan diri dan peningkatan kompetensi karyawan sejalan dengan strategi Perseroan.
                               • Optimalisasi e-learning dan pelatihan yang dilakukan secara daring, yang menjangkau seluruh kompleks pabrik.
                               • Menjalankan program pelatihan lintas negara di Asia (Cement Academy) yang melibatkan karyawan di bidang teknik.
                               • Menyelenggarakan pelatihan di luar negeri, baik yang diselenggarakan oleh Heidelberg Materials maupun oleh
                                 pihak ketiga.
                               • Perampingan organisasi di beberapa fungsi.
                               • Memelihara hubungan industrial yang harmonis.
                               • Pelaksanaan program Employee of The Year 2025.
                               • Melanjutkan program vokasi.
                               • Memperbaiki pelatihan K3 di anak usaha Perseroan.
                               • Strengthening the Company’s culture and leadership style through Culture Week 2025 with the theme
                                 “Together We Thrive – Collaboration to Build a Caring Culture”
                               • Adding new modules on the Workday platform, an integrated HC system with Heidelberg Materials
                               • Actively supporting employee self-development and competency enhancement in alignment with the Company’s
                                 strategy.
                               • Optimizing e-learning and online training programs that reach all factories.
                               • Executing cross-country training programs in Asia (Cement Academy) involving technical employees.



70                                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 73
                                                Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                               Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




                             •   Organizing international training programs, both by Heidelberg Materials and third parties.
                             •   Streamlining the organization in several functions.
                             •   Maintaining harmonious industrial relation.
                             •   Implementing Employee of the Year 2025 program.
                             •   Continuing vocational program.
                             •   Improving OHS training in Company's subsidiaries.

Pencapaian Kinerja           •   195.284 jumlah jam pelatihan per tahun
Pengelolaan SDM 2025         •   70,7 jam/orang rata-rata jam pelatihan per tahun
Performance Achievement      •   195,284 total training hours per year
of HC Management in 2025     •   70.7 hours/employee average training hours per year

Evaluasi yang Dilakukan      Evaluasi terhadap program pelatihan dilakukan melalui berbagai pendekatan, di antaranya:
Evaluation Conducted         • Post-test setelah pelatihan.
                             • Melakukan evaluasi oleh atasan setelah tiga bulan pelatihan.
                             • Pemberian penugasan setelah pelatihan ke luar bagi karyawan.

                             Hasil dari evaluasi kemudian menjadi pertimbangan bagi CHCD untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam
                             hal pengelolaan sumber daya manusia, termasuk pelatihan karyawan.

                             Training programs are evaluated through multiple methods, including:
                             • Post-training assessments.
                             • Conducting supervisor evaluations three months after training.
                             • Assignment of external tasks to employees who have completed the training.

                             The outcomes of these evaluations serve as a foundation for CHCD to pursue continuous improvements in human
                             capital management, particularly in the area of employee development.

Divisi yang Bertanggung      Corporate Human Capital Division (CHCD) yang berada di bawah pengawasan langsung Direktur Human Capital.
Jawab                        The Corporate Human Capital Division (CHCD) under direct supervision of the Human Capital Director.
Responsible Division




Karyawan Indocement
Indocement Employees

Sepanjang 2025, Perseroan memiliki 4.115 karyawan                          Throughout 2025, the Company had 4,115 employees,
sedangkan total jumlah karyawan segmen bisnis semen                        while the total employees in cement business
(Indocement dan Grobogan) mencapai 3.032 yang terdiri                      segment (Indocement and Grobogan) reached
dari 2.825 karyawan laki-laki (93%) dan 207 karyawan                       3,032, consisting of 2,825 male employees (93%)
perempuan (7%). Ketidakseimbangan representasi                             and 207 female employees (7%). The imbalance in
gender mencerminkan karakteristik industri semen                           gender representation reflect the nature of cement
yang lebih diminati oleh laki-laki, bukan akibat praktik                   industry, which is more attractive to men, rather than
diskriminatif. Data karyawan bersumber dari pusat data                     a result of discriminatory practices. Employee data is
CHCD yang mencakup Kantor Pusat serta Kompleks                             sourced from CHCD database, which covers the Head
Pabrik Citeureup, Cirebon, Tarjun, dan Grobogan,                           Office and Citeureup, Cirebon, Tarjun, and Grobogan
sementara Kompleks Pabrik Maros tidak termasuk                             Factories. Meanwhile, Maros Factory is excluded due to
karena berstatus pabrik sewa. Selain karyawan                              its status as a leased facility. In addition to Indocement
Indocement, terdapat pekerja lain bukan karyawan                           employees, there are other non-employee (outsourced)
(alih daya), antara lain pekerja kontraktor, rekanan,                      workers, including contractors, vendors, and suppliers
dan pemasok yang bekerja berdasarkan kontrak,                              who work based on agreed contracts, however, their
namun jumlahnya belum dilaporkan karena sifatnya                           number is not reported due to its dynamic nature. The
yang dinamis. Adapun Perseroan juga mempekerjakan                          Company also employed 329 interns in 2025. [2-7][2-8]
329 karyawan magang selama 2025. [2-7][2-8]


                          Indocement berpartisipasi dalam Program Magang Nasional Kementerian
                          Ketenagakerjaan Republik Indonesia Batch I, dimulai pada bulan Oktober 2025
                          yang akan berlangsung selama 6 bulan. Perseroan menerima 19 fresh graduates
                          dari berbagai latar belakang jurusan dan universitas di seluruh Indonesia.
                          Indocement participated in Batch I of the Ministry of Manpower's National Internship
                          Program, which began in October 2025 and lasted for 6 months. The Company accepted
                          19 fresh graduates from various majors and universities across Indonesia.




                             Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                              71
Page 74
 Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
 Employee Composition Based on Employment Status

                                              2025                                           2024                                      2023
     Status Ketenagakerjaan
       Employment Status        Laki-laki   Perempuan       Jumlah        Laki-laki     Perempuan          Jumlah   Laki-laki        Perempuan    Jumlah
                                  Male        Female         Total          Male          Female            Total     Male             Female      Total

 Karyawan Tetap                  2.624         183          2.807           2.917             216          3.133     2.789              184       2.973
 Permanent Employee
 Karyawan Kontrak                 201          24            225             239               19           258       226               18           244
 Contract Employee
 Jumlah                          2.825        207           3.032           3.156             235          3.391     3.015             202        3.217
 Total



 Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Wilayah Penempatan
 Permanent Employee Composition Based on Placement Area

                                                     2025                                           2024                                2023
        Wilayah      Jenis Kelamin
         Area           Gender              Jumlah                                    Jumlah                                Jumlah
                                                                %                                            %                                   %
                                             Total                                     Total                                 Total

                    Laki-laki                476                80                     582                  80               526                 80
                    Male
 Kantor Pusat
 Head Office                                 117                20                     142                  20               132                 20
                    Perempuan
                    Female

 Jumlah                                      593               100                     724                  100              658                 100
 Total
                    Laki-laki               1.299               97                    1.454                 97               1.572               97
                    Male
 Citeureup
                    Perempuan                44                    3                   45                    3                  47               3
                    Female
 Jumlah                                     1.343              100                    1.489                 100              1.619               100
 Total
                    Laki-laki                358                98                     382                  98               403                 98
                    Male
 Cirebon
                    Perempuan                 6                    2                    7                    2                  7                2
                    Female
 Jumlah                                      364               100                     389                  100              410                 100
 Total
                    Laki-laki                449                97                     485                  97               514                 97
                    Male
 Tarjun
                    Perempuan                 15                   3                    15                   3                  18               3
                    Female
 Jumlah                                      464               100                     500                  100              530                 100
 Total

                    Laki-laki                243                91                     253                   91
                    Male
 Grobogan
                    Perempuan                25                    9                   26                    9
                    Female

 Jumlah                                      268               100                     279                  100
 Total




72                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 75
                                                                  Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                                                           Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Wilayah Penempatan Tahun 2025
Contract Employee Composition Based on Placement Area in 2025

                                                                                                           Jenis Kelamin
       Wilayah                                                                                                Gender
        Area                      Laki-laki                                                  Perempuan                                                 Jumlah
                                                                      %                                                          %                                                      %
                                    Male                                                       Female                                                   Total

 Kantor Pusat                        58                               82                            13                           18                        71                         100
 Head Office

 Citeureup                           80                               92                            7                            8                         87                         100
 Cirebon                             20                            100                              0                            0                         20                         100
 Tarjun                              29                               97                             1                           3                         30                         100
 Grobogan                             14                              82                            3                            18                        17                         100



Komposisi Karyawan Berdasarkan Jabatan [405-1]
Employee Composition Based on Position

                                                          2025                                                      2024                                                 2023
                                      Laki-laki                   Perempuan                     Laki-laki                   Perempuan                  Laki-laki                 Perempuan
          Jabatan
                                        Male                        Female                        Male                        Female                     Male                      Female
          Position
                                  Jumlah                        Jumlah                       Jumlah                     Jumlah                     Jumlah                   Jumlah
                                                    %                             %                             %                        %                          %                           %
                                   Total                         Total                        Total                      Total                      Total                    Total
 Entry-level                      1.822           70,24          43            23,63         2.285          72,26          79          33,47       2.210         73,15          57           28,08
 (Eselon | Echelon 5–6)

 Mid-level                         632            24,35          119           65,38          732           23,15          137         58,05        673         22,28           126          62,07
 (Eselon | Echelon 3–4)

 Senior-level                      128             4,93           19            10,44         133           4,21           19           8,05        126          4,17           19             9,36
 (Eselon | Echelon 1–2)
 Executive-level                     12            0,46           1             0,55           12           0,38            1           0,42         12          0,40            1             0,49
 (Direksi dan General
 Manager | Board of
 Directors and General
 Manager)
 Jumlah                           2.594          100,00          182           100,00        3.162         100,00          236         100,00      3.021        100,00          203         100,00
 Total

Keterangan | Note:
• Data mencakup 7 anggota Direksi.
• Data Komposisi Karyawan Berdasarkan Jabatan tidak termasuk data dari Kompleks Pabrik Grobogan.
• The data includes 7 members of the Board of Directors.
• The Employee Composition Data based on Position does not include data from Grobogan Factory.



Komposisi Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia* [405-1]
Employee Composition Based on Age Group*

Kelompok                                                                      2025                                                                           2024                       2023
   Usia
                  Entry-level                   Mid-level                  Senior-level             Executive-level
 (Tahun)                                                                                                                   Laki-laki   Perempuan    Laki-laki   Perempuan   Laki-laki       Perempuan
Age Group    Laki-laki   Perempuan    Laki-laki     Perempuan     Laki-laki      Perempuan     Laki-laki    Perempuan        Male        Female       Male        Female      Male            Female
  (Years)      Male        Female       Male          Female        Male           Female        Male         Female

 18-25          0            0             14               0          0               0            0               0           14        0           88            16           17             4
 25-35        434            10           135             33           3               0            0               0       572           43         872            78          756            64
 35-45         210           5            208             47           39              5            0               0       457           57         488            48          535            38
 45-55        1.104          25           253             35           46             11            6               0       1.409         71         1.663          89          1.676          94
 >55           74            3             22               4          40              3            6               1        140          13          52             4           31             2
 Jumlah              1.865                        751                         147                          13              2.592         184        3.163           235      3.015             202
 Total

Keterangan | Note:
* Data Komposisi Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia tidak termasuk data dari Kompleks Pabrik Grobogan.
  The Employee Composition Data based on Age Group does not include data from Grobogan Factory.




                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                                                           73
Page 76
 Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan*
 Employee Composition Based on Education Level*

                                                   2025                                  2024                                      2023
          Tingkat Pendidikan
            Education Level              Jumlah                                Jumlah                                   Jumlah
                                                             %                                        %                                     %
                                          Total                                 Total                                    Total

  Doktoral                                 2                0,07                  2                  0,06                 1                0,03
  Doctoral

  Pascasarjana                             61               2,21                 74                  2,18                58                1,80
  Post-graduate

  Sarjana                                 568              20,55                782                 23,06                475              14,77
  Bachelor

  Diploma                                 94                3,40                185                  5,46                76                2,36

  SMP/SMA                                2.039             73,77               2.348                69,24               2.607             81,04
  Middle/High School

  Jumlah                                 2.764             100,00              3.391             100,00                 3.217             100,00
  Total


 Keterangan | Note:
 * Data Komposisi Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia tidak termasuk data dari Kompleks Pabrik Grobogan.
   The Employee Composition Data based on Age Group does not include data from Grobogan Factory.



 Rekrutmen dan Perputaran Pekerja [401-1]                                    Recruitment and Employee Turnover [401-1]
 Dalam proses perekrutan karyawan, Perseroan juga                            In the employee recruitment process, the Company
 memberikan kesempatan setara bagi masyarakat lokal                          also provides equal opportunities for local communities
 dan masyarakat adat setempat. Persentase manajemen                          and indigenous peoples. The percentage of senior
 senior yang direkrut dari komunitas lokal yaitu 12,9%,                      management recruited from the local community
 yang berasal dari area sekitar ketiga unit operasi.                         is 12.9%, originating from surrounding three
 Selama 2025, Perseroan merekrut tujuh karyawan                              operational units. Throughout 2025, the Company
 baru, terdiri dari enam karyawan laki-laki dan satu                         recruited seven new employees, consisting of six
 karyawan perempuan. Terdapat 292 karyawan yang                              male employees and one female employee. There
 meninggalkan Perseroan yang disebabkan karena                               were 292 employees who left the Company due to
 pensiun, mengundurkan diri, ataupun diberhentikan.                          retirement, resignation, or termination. The employee
 Tingkat perputaran karyawan di 2025 tercatat sebesar                        turnover rate in 2025 was recorded at 9.46%. More
 9,46%. Informasi lebih lengkap mengenai jumlah                              detailed information on the number of employees
 karyawan masuk dan keluar berdasarkan jenis kelamin                         joining and leaving based on gender and education
 dan tingkat pendidikan, jabatan, dan usia dapat dilihat                     level, position, and age can refer to the Appendix.
 pada Lampiran. [202-2]                                                      [202-2]

 Jumlah Karyawan Masuk Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
 Number of Employees Joining Based on Age and Gender

                                   2025                                         2024                                             2023
     Usia (Tahun)
     Age (Years)     Laki-laki   Perempuan        Jumlah      Laki-laki      Perempuan       Jumlah         Laki-laki         Perempuan    Jumlah
                       Male        Female          Total        Male           Female         Total           Male              Female      Total

  <26                   2           0               2              32             7             39             3                  0             3

  26 ≤ x < 36           4            1              5               7             2             9              10                 1             11

  36 ≤ x < 46           0           0               0               2             0             2              4                  0             4

  46 ≤ x < 51           0           0               0               0             0             0              0                  0             0

  51 ≤ x < 55           0           0               0               0             0             0              0                  0             0

  ≥55                   0           0               0               0             0             0               1                 0             1

  Jumlah                6            1              7               41            9             50             18                 1          19
  Total




74                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 77
                                             Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                           Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Jumlah Karyawan Masuk Berdasarkan Wilayah Penempatan
Number of Employees Joining Based on Placement Area

                               2025                                       2024                               2023
   Wilayah
    Area        Laki-laki   Perempuan       Jumlah        Laki-laki    Perempuan   Jumlah      Laki-laki   Perempuan     Jumlah
                  Male        Female         Total          Male         Female     Total        Male        Female       Total

Kantor Pusat       6             0             6             39                8     47           18           1           19
Head Office

Citeureup          0             1             1              0                1      1           0            0            0

Citeureup          0             0             0              0                0      0           0            0            0

Tarjun             0             0             0              2                0      2           0            0            0

Grobogan           0             3             3              0                0      0           0            0            0

Jumlah             6             4             10            41                9     50           18           1           19
Total



Jumlah Karyawan Keluar Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Number of Employees Leaving Based on Age and Gender

                               2025                                       2024                               2023
 Usia (Tahun)
 Age (Years)    Laki-laki   Perempuan       Jumlah        Laki-laki    Perempuan   Jumlah      Laki-laki   Perempuan     Jumlah
                  Male        Female         Total          Male         Female     Total        Male        Female       Total

<26                3             1             4              1                0      1           0            0            0

26 ≤ x < 36        10            2             12             8                2     10            1           1            2

36 ≤ x < 46        6             1             7              6                2      8           2            1            3

46 ≤ x < 51        27            0             27             9                0      9           10           0           10

51 ≤ x < 55        55            4             59            12                0     12           10           0           10

≥55               174            9            183           168                9     177         122           4           126

Jumlah            275           17            292           204            13        217         145           6           151
Total



Jumlah Karyawan Keluar Berdasarkan Wilayah
Number of Employees Leaving Based on Area

                               2025                                       2024                               2023
   Wilayah
    Area        Laki-laki   Perempuan       Jumlah        Laki-laki    Perempuan   Jumlah      Laki-laki   Perempuan     Jumlah
                  Male        Female         Total          Male         Female     Total        Male        Female       Total

Kantor Pusat       44           12             56            33            10        43           18           3           21
Head Office

Citeureup         159            5            164            120               3     123          79           1           80

Cirebon            30            0             30            20                0     20           10           1           11

Tarjun             42            0             42            31                0     31           38           1           39

Grobogan           14            0             14            17                3     20           20           7           27

Jumlah            289           17            306           221            16        217         165           13          178
Total




                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                      75
Page 78
 Keberagaman dan Kesempatan Setara [F.18]
 Diversity and Equal Opportunity

 Kehadiran Generasi Z dalam angkatan kerja                     The presence of Generation Z in the workforce presents
 menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi                 both challenges and opportunities for Indocement to
 Indocement untuk memperkuat transformasi menuju               strengthen its transformation towards more sustainable
 operasional yang lebih berkelanjutan. Perseroan terus         operations. The Company continuously drives innovation
 mendorong inovasi di bidang keberlanjutan, sirkularitas,      in sustainability, circularity, and digitalization by
 dan digitalisasi dengan menanamkan budaya kerja               instilling a work culture in line with the core values
 yang selaras dengan nilai inti Accountability, Strive         of Accountability, Strive for Excellence, Integrity,
 for Excellence, Integrity, Service Mindedness, dan            Service-Mindedness, and Teamwork (ASIST), as well
 Teamwork (ASIST) serta nilai kepemimpinan seperti             as leadership values such as We Centric, Care, Open
 We Centric, Care, Open Communication, Process Driven          Communication, Process-Driven and Performance-
 and Performance Oriented, Agile and Decisiveness, serta       Oriented, Agile and Decisiveness, and Customer Centric.
 Customer Centric.

 Indocement juga menerapkan prinsip kesetaraan                 Indocement also implements the principle of equality in
 dalam rekrutmen dan kesempatan kerja, termasuk bagi           recruitment and employment opportunities, including
 penyandang disabilitas melalui penyediaan lingkungan          for people with disabilities, by providing an inclusive
 kerja yang inklusif. Komitmen ini diatur dalam Peraturan      work environment. This commitment is set forth in
 Kerja Bersama (PKB) 2025–2028 antara Perseroan                the 2025–2028 Collective Labor Agreement (CLA)
 dengan Serikat Pekerja, diperkuat dengan penerapan            between the Company and Labor Union, reinforced by
 prinsip non-diskriminasi serta upaya pemberdayaan             the implementation of non-discrimination principles
 karyawan melalui remunerasi yang adil, perlindungan           and efforts to empower employees through fair
 sosial, dan kesempatan pengembangan karier yang               remuneration, social protection, and equal career
 setara kepada setiap individu.                                development opportunities for all individuals.


 Hak Asasi Manusia
 Human Rights

 Perseroan menjunjung tinggi penerapan Hak Asasi               The Company upholds the implementation of human
 Manusia (HAM) melalui Kebijakan HAM yang berlaku              rights through its Human Rights Policy, which applies
 bagi seluruh karyawan, tenaga keamanan, mitra usaha,          to all employees, security personnel, business partners,
 serta masyarakat di sekitar wilayah operasional.              and communities surrounding its operational areas. This
 Kebijakan ini mencakup larangan kerja paksa dan               policy includes prohibition on forced and child labor,
 pekerja anak, kebebasan berserikat, pencegahan                freedom of association, prevention of discrimination,
 diskriminasi, perlindungan K3, penghormatan terhadap          protection of OHS, respect for indigenous communities
 masyarakat adat dan mitra, pengelolaan dampak                 and partners, management of the environmental impact
 lingkungan operasional, serta peningkatan kesadaran           of operations, and raising human rights awareness
 HAM bagi tenaga keamanan. Komitmen tersebut                   among security personnel. This commitment is also
 juga diperkuat melalui Pedoman Etika Indocement,              reinforced through the Indocement Code of Conduct,
 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2025–2026              Collective Labor Agreement (CLA) period 2025–2026
 yang mencakup seluruh unit kerja, serta Tata Tertib           covering all work units, and Indocement Management
 Staf Manajemen Indocement (PTSMI). Seluruh (100%)             Staff Code (PTSMI). All (100%) permanent employees
 karyawan tetap telah tercakup dalam PKB dan PTSMI.            are covered by the CLA and PTSMI. [F.19][2-30][406-1]
 [F.19][2-30][406-1][407-1][408-1][409-1]                      [407-1][408-1][409-1]




76                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 79
                                                 Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                               Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Pada 2025, Perseroan memperbarui PKB dengan                                 In 2025, the Company renewed the CLA with the
persetujuan tiga serikat pekerja di Kompleks Pabrik                         approval of three labor unions at Citeureup Factory,
Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks                            Cirebon Factory, and Tarjun Factory. CLA updates are
Pabrik Tarjun. Pembaruan PKB terutama dilakukan pada                        mainly carried out on the aspect of period or validity
aspek periode atau masa berlaku PKB. Perseroan juga                         period of CLA. The Company also supports freedom of
mendukung kebebasan berserikat melalui keberadaan                           association through the presence of labor unions across
serikat pekerja di seluruh kompleks pabrik. Pada                            all factories. In 2025, the Company also conducted
2025, Perseroan juga melaksanakan proses negosiasi                          wage negotiations with labor unions, resulting in an
upah bersama serikat pekerja yang menghasilkan                              agreement acceptable to both parties.
kesepakatan yang diterima oleh kedua belah pihak.


Remunerasi dan Tunjangan Karyawan [F.20][202-1][405-2]
Employee Remuneration and Allowances

Remunerasi dan manfaat karyawan diberikan sesuai                            Employee remuneration and benefits are provided in
dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku,                                accordance with applicable regulations and policies,
dengan berpedoman pada asas keadilan serta daya                             on the basis of fairness and competitiveness within
saing terhadap industri atau segmen bisnis sejenis.                         similar industries or business segments. Remuneration
Remunerasi bagi karyawan pemula, baik laki-laki                             for entry-level employees, both male and female, is
maupun perempuan, ditetapkan sesuai standar                                 determined according to applicable standards without
yang berlaku tanpa diskriminasi gender. Perseroan                           gender discrimination. The Company implements a
menerapkan rasio gaji pokok dan remunerasi laki-laki                        1:1 ratio of basic salary and remuneration for male to
terhadap perempuan sebesar 1:1, yang mencerminkan                           female, reflecting equal rewards for all employees at
kesetaraan imbalan bagi seluruh karyawan pada setiap                        all levels and qualifications. Furthermore, the Company
jenjang jabatan dan kualifikasi. Selain itu, Perseroan                      ensures that the outsourced workers’ remuneration is
memastikan remunerasi pekerja alih daya berada di                           above the applicable Provincial Minimum Wage (UMP).
atas Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku.


Manfaat dan Fasilitas yang Diterima Karyawan [401-2]
Employee Benefits and Facilities

                    Uraian                                      Karyawan Tetap                         Karyawan Tidak Tetap
                  Description                                Permanent Employees                     Non-Permanent Employees

Dana Pensiun                                                          Ada                                    Tidak Ada
Pension Fund                                                          Yes                                       No

Persiapan Masa Pensiun                                                Ada                                    Tidak Ada
Retirement Preparation                                                Yes                                       No

Cuti Melahirkan                                                       Ada                                      Ada
Maternity Leave                                                       Yes                                      Yes

BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan                                    Ada                                      Ada
Social Security Agency for Health and                                 Yes                                      Yes
Employment




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     77
Page 80
 Cuti Melahirkan [401-3]                                      Maternity Leave [401-3]
 Indocement memberikan hak cuti melahirkan kepada             Indocement provides maternity leave to female
 karyawan perempuan selama 1,5 bulan sebelum                  employees for 1.5 months before giving birth and
 melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Sementara       1.5 months after giving birth. Meanwhile, male
 karyawan laki-laki diberikan izin meninggalkan               employees are given permission to take two days off
 pekerjaan selama dua hari kerja dengan tetap menerima        work with continued pay when their wife gives birth.
 upah apabila istrinya melahirkan. Sepanjang 2025,            Throughout 2025, there were 4 female employees
 terdapat 4 karyawan perempuan yang mengambil cuti            who took maternity leave, all of whom (100%) returned
 melahirkan, seluruhnya (100%) telah kembali bekerja.         to work.

 Program Pensiun [201-3][404-2]                               Retirement Program [201-3][404-2]
 Perseroan menerapkan kebijakan pensiun bagi seluruh          The Company implements a retirement policy for
 karyawan yang mencapai usia 55 tahun. Pada 2025,             all employees who reach the age of 55. In 2025,
 sebanyak 32 karyawan telah memasuki usia pensiun.            32 employees reached retirement age. Pension
 Kewajiban pensiun dipenuhi melalui Dana Pensiun              obligations were met through Indocement Pension
 Indocement, dengan kontribusi sebesar 5% dari                Fund, with contributions of 5% from employees
 karyawan dan 10% dari Perseroan. Sebagai bagian              and 10% from the Company. As part of efforts to
 dari upaya pencapaian keberlanjutan sosial dan               achieve social sustainability and employee welfare,
 kesejahteraan karyawan, Indocement juga menyediakan          Indocement also provides a Retirement Preparation
 Program Masa Persiapan Pensiun (MPP) bagi karyawan           Program (MPP) for employees approaching retirement
 yang mendekati purnakarya (usia 53 tahun), yang              (age 53), which includes training and mentoring related
 mencakup pelatihan dan pendampingan terkait aspek            to aspects of psychology, motivation, health, family
 psikologi, motivasi, kesehatan, pengelolaan keuangan         financial management, and preparation for small-scale
 keluarga, serta persiapan kewirausahaan skala kecil.         entrepreneurship.


 Evaluasi Kinerja Karyawan [F.22][404-3]
 Employee Performance Evaluation

 Indocement memberikan penilaian kinerja kepada               Indocement provides performance assessment to all
 seluruh (100%) karyawan berdasarkan penilaian KPI,           (100%) employees based on KPI assessment, including
 termasuk KPI kinerja LST yang disesuaikan dengan             ESG performance's KPI tailored to each division.
 divisi masing-masing. Penilaian karyawan juga menjadi        Employee's assessment also serves as the basis
 dasar pertimbangan bagi jenjang karier karyawan, yang        for career path consideration, including promotion,
 meliputi promosi, rotasi, atau demosi. Berdasarkan           rotation, or demotion. Based on the assessment results,
 hasil penilaian, pada 2025, sebanyak 156 karyawan            in 2025, 156 employees, or 5.64% of the total, received
 atau 5,64% dari total karyawan mendapatkan promosi.          promotions. The promoted employees consisted
 Karyawan yang dipromosikan terdiri dari 14 karyawan          of 14 female employees and 142 male employees.
 wanita dan 142 karyawan pria. Jenjang jabatan                The employee levels receiving these benefits comprised
 karyawan yang menerima manfaat ini terdiri dari              48.7% staff, 50.7% non-staff, and 0.64% managers.
 48,7% staf, 50,7% non-staf, dan 0,64% manajer.


 Survei Kepuasan Karyawan
 Employee Satisfaction Survey

 Secara berkala, Perseroan melakukan survei kepuasan          The Company periodically conducts employee
 karyawan guna mengetahui tingkat kepuasan dan juga           satisfaction survey to determine employee satisfaction
 pengalaman karyawan (employee experience) atas               level and experience across three environments:
 tiga kategori environment yaitu culture, space, dan          culture, space, and technology. In 2025, the employee
 technology environment. Selama 2025, tingkat kepuasan        satisfaction rate reached 80%, meeting the expected
 karyawan mencapai 80% atau sesuai dari target yang           target. This achievement was inseparable from the
 diharapkan. Tercapainya tingkat kepuasan karyawan ini        Company's efforts to provide appropriate remuneration,
 tidak lepas dari upaya Perseroan dalam memberikan            allowances, and other benefits, create a healthy and
 remunerasi, tunjangan, maupun manfaat lain yang sesuai,      safe work environment, and build employee careers and
 menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman,            competencies.
 serta membangun karier dan kompetensi bagi karyawan.




78                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 81
                                                Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                               Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




                           Indocement mendapatkan penghargaan Indonesia Best Employee Engagement
                           Award 2025 dengan predikat Very Good dari Majalah SWA dan Business Digest.
                           Penghargaan ini diberikan karena Indocement dinilai berhasil menciptakan
                           lingkungan kerja yang mendukung keterlibatan dan kesejahteraan karyawan.
                           Indocement received the Indonesia Best Employee Engagement Award 2025 with
                           a Very Good rating from SWA Magazine and Business Digest. This award was given
                           for Indocement’s success in creating a work environment that supports employee
                           engagement and well-being.


Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi Karyawan [F.22]
Employee Education and Competence Development

CHCD di bawah pengawasan Direktur Human                                   The CHCD, under the supervision of Human Capital
Capital bertanggung jawab atas pengelolaan dan                            Director, is responsible for the management and
evaluasi ketenagakerjaan serta program pelatihan                          evaluation of manpower, as well as training and
dan pengembangan. Berdasarkan hasil evaluasi                              development programs. The post-evaluation of
program pelatihan dan pengembangan karyawan (post                         employee training and development programs
evaluation) 2025 menunjukan adanya peningkatan.                           in 2025 showed an increase. Throughout 2025,
Selama 2025, Perseroan telah merealisasikan                               the Company realized Rp5.3 billion for employee
Rp5,3 miliar untuk biaya pelatihan dan peningkatan                        training and competence development. A total of
kompetensi karyawan. Sebanyak 30.213 peserta telah                        30,213 participants already completed 195,284 training
mengikuti 195.284 jam pelatihan dengan rata-rata jam                      hours, with an average of 70.7 hours per employee. The
pelatihan per karyawan mencapai 70,7 jam/karyawan.                        increase in training hours was driven by improvements
Peningkatan jam pelatihan didorong oleh peningkatan                       in the group's HSE standards and employee technical
standarisasi HSE dari grup dan kompetensi teknikal                        competencies, as well as the implementation of digital
karyawan, serta penerapan digitalisasi pelatihan yang                     training, which has expanded access to learning.
memperluas akses pembelajaran.


Peserta dan Jam Pelatihan 2025 [404-1]
Participants and Training Hours of 2025

                                               Karyawan                    Jam Pelatihan        Rata-rata Jam Pelatihan Setiap Peserta
                     Wilayah
  No                                           Employees                   Training Hours        Average Training Hour per Participant
                      Area
                                            (orang | people)                (jam | hours)             (jam/orang | hours/people)
   1     Kantor Pusat                             593                             26.341                        44,41
         Head Office
  2      Citeureup                               1.343                            65.970                        49,12
  3      Cirebon                                  364                             57.566                       158,14
  4      Tarjun                                   464                             45.407                        97,85
Jumlah                                           2.764                        195.284                           70,65
Total


Pengembangan Kompetensi Terkait Keberlanjutan                             Competency Development Related to Sustainability
[E.2][2-17]                                                               [E.2][2-17]
Pada 2025, dalam rangka meningkatkan pemahaman                            In 2025, to enhance their understanding of sustainability
terhadap aspek keberlanjutan, Direksi dan Dewan                           aspects, the Company’s Board of Directors and Board
Komisaris Perseroan mengikuti berbagai pelatihan                          of Commissioners attended various sustainability
keberlanjutan yang diselenggarakan baik secara                            training programs held both internally and externally.
internal maupun oleh pihak eksternal. Pelatihan internal                  The internal training programs attended were the 2026
yang diikuti antara lain Pelatihan internal yang diikuti                  Outlook Socialization and Socialization: Macroeconomic
antara lain Sosialisasi Outlook 2026 serta Sosialisasi:                   Conditions and Government Policy Directions, while
Ekonomi Makro dan Arahan Kebijakan Pemerintah,                            the external training program included a PwC Seminar
sementara pelatihan eksternal mencakup Seminar                            on the latest ESG issues, trends, and regulations.
PwC mengenai tren, isu, dan regulasi LST terkini.




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                          79
Page 82
 Selain itu, Perseroan mengikutsertakan 985 karyawan              Furthermore, the Company has engaged 985 employees
 dalam sejumlah program pelatihan keberlanjutan                   in a number of internal sustainability training programs,
 internal dengan total jam pelatihan sebesar                      totaling 11,467 hours of training. The training materials
 11.467 jam. Materi pelatihan meliputi inovasi lingkungan,        included environmental innovation, certification
 sertifikasi pendukung kegiatan berkelanjutan, serta              supporting sustainable activities, and seminars related
 seminar-seminar yang berkaitan dengan kesehatan                  to occupational health and safety. As a continuing effort
 dan keselamatan kerja. Sebagai upaya lanjutan untuk              to improve skills and competencies in monitoring and
 meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam                   managing climate-related risks and opportunities, the
 pengawasan serta pengelolaan risiko dan peluang                  Company also held 14 climate-related training sessions,
 terkait iklim, Perseroan juga menyelenggarakan                   attended by 119 participants.
 14 pelatihan terkait iklim yang diikuti oleh 119 peserta.

 Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi                      Internship Program for University Graduates
 Pada 2025, Indocement bekerja sama dengan Pemerintah             In 2025, Indocement cooperated with the Government
 dalam Program Pemagangan Lulusan Perguruan                       in the Internship Program for University Graduates
 Tinggi untuk meningkatkan kesiapan kerja generasi                to improve job readiness of the younger generation
 muda dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.                 and     encourage     inclusive   economic     growth.
 Program ini memberikan pengalaman kerja nyata dan                This program provides real-world work experience
 pengembangan kompetensi yang relevan dengan                      and competency development relevant to industry
 kebutuhan industri, dengan dukungan pemerintah berupa            needs, with government support in the form of
 tunjangan peserta, sementara Indocement menyediakan              participant allowances, while Indocement provides
 fasilitas kerja, pendampingan mentor, pelatihan, serta           working facilities, mentoring, training, and additional
 kompensasi tambahan. Inisiatif ini turut membantu                compensation. This initiative helps reduce the gap
 mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan               between education and industry and supports the
 industri serta mendukung pengembangan sumber daya                development of competitive human capital.
 manusia yang berdaya saing.

 Program Vokasi Industri                                          Industrial Vocational Program
 Kompleks Pabrik Tarjun melanjutkan dukungan terhadap             Tarjun Factory continues its support for industrial
 vokasi industri melalui penandatanganan periode kedua            vocational programs by signing a second five-year
 Program Vokasi Industri untuk masa kerja lima tahun              Industrial Vocational Program agreement with four
 bersama empat SMK di Kabupaten Kotabaru dan Tanah                vocational high schools in Kotabaru and Tanah Bumbu
 Bumbu, yakni SMK Negeri 1 Kotabaru, SMK Negeri 2                 Regencies, namely SMK Negeri 1 Kotabaru, SMK
 Kotabaru, SMK Negeri 1 Simpang Empat, SMKS Kodeco                Negeri 2 Kotabaru, SMK Negeri 1 Simpang Empat, and
 Simpang Empat. Selain itu, pada 2025, Indocement                 SMKS Kodeco Simpang Empat. Furthermore, in 2025,
 meresmikan Program Pemagangan Angkatan ke-4 di                   Indocement launched its 4th Internship Program at
 Kompleks Pabrik Citeureup yang diikuti 30 lulusan SMK            Citeureup Factory, attended by 30 vocational high school
 dari SMK Tunggal Prakarsa dan SMKN 1 Gunung Putri.               graduates from SMK Tunggal Prakarsa and SMKN 1
 Para peserta menjalani pelatihan selama sekitar sembilan         Gunung Putri. The participants underwent approximately
 bulan hingga 30 Juni 2026, yang mencakup bidang K3,              nine months of training until 30 June 2026, covering
 pengembangan soft competency, pelatihan teknis, serta            OHS, soft competency development, technical training,
 on the job training di lingkungan kerja Indocement.              and on-the-job training within Indocement workplace.

 Indocement Agent of Change                                       Indocement Agent of Change
 Sejak 2021, Perseroan memiliki program Indocement                Since 2021, the Company has implemented the
 Agent of Change. Program ini merupakan pengembangan              Indocement Agent of Change program. This program
 kemampuan manajerial dan kepemimpinan bagi karyawan              provides managerial and leadership skills development
 Indocement yang terpilih selama 2 tahun. Program ini             for selected Indocement employees for 2 years.
 bertajuk ‘Agent of Change RECONNECT’ dengan fokus                This program, titled ‘Agent of Change RECONNECT,’
 mencapai tujuan bisnis di masa krisis. Selain itu, di dalam      focuses on achieving business goals during crisis.
 program ini ditambahkan mengenai ‘Design Thinking’ guna          Furthermore, the program incorporates ‘Design
 mampu mengakselerasi pertumbuhan dan keberlanjutan               Thinking’ to accelerate Indocement’s business growth
 bisnis Indocement. Selama 2025, sebanyak 4 orang                 and sustainability. Throughout 2025, a total of 4
 perwakilan Agent of Change yang sudah lulus di 2025 dan          representatives of Agent of Change who graduated in
 membagikan pengalaman selama mengikuti kegiatan ini              2025 shared their experiences during this activity in the
 dalam ‘OK Podcast’ yang diadakan oleh Perseroan.                 ‘OK Podcast’ held by the Company.



80                                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 83
                                                 Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                                Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Aman, Selamat, dan Sehat 				
di Tempat Bekerja [F.21]
Safe, Secure, and Healthy in the Workplace


Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach

Pengelolaan sumber daya manusia merupakan faktor                            Human capital management is a key factor in
kunci dalam mendukung keberlanjutan operasional                             supporting the Company’s operational sustainability
dan daya saing Perseroan. Indocement berkomitmen                            and competitiveness. Indocement is committed to
membangun kapabilitas karyawan yang adaptif,                                developing employee capabilities that are adaptive,
berintegritas, dan selaras dengan strategi keberlanjutan                    integrity-driven, and aligned with the Company’s
serta transformasi bisnis Perseroan.                                        sustainability strategy and business transformation.

Signifikansi Topik          Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi salah satu prioritas utama Perseroan dalam menciptakan
Significance of the Topic   lingkungan kerja yang aman, sehat, dan ramah lingkungan. Perseroan berupaya meminimalkan risiko K3 bagi
                            karyawan melalui penerapan prinsip-prinsip pengelolaan K3 yang baik serta sistem manajemen K3 bagi seluruh
                            karyawan dan kontraktor yang selaras dengan peraturan yang berlaku.
                            Occupational health and safety (OHS) is one of the Company's top priorities in creating a safe, healthy, and
                            environmentally friendly work environment. The Company strives to minimize OHS risks for employees by
                            implementing sound OHS management principles and an OHS management system for all employees and
                            contractors, in accordance with applicable regulations.

Komitmen dan Kebijakan      • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials
Commitments and Policies    • Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Indocement yang ditetapkan pada 9 September 2019 oleh
                              Direktur Utama Perseroan
                            • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
                            • Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan
                              Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik
                            • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
                              Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan SMK3 [403-1]
                            • ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
                            • Pedoman Global Cement and Concrete Association (GCCA)
                            • Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030
                            • Indocement’s Occupational Health and Safety (OHS) Policy as stipulated on 9 September 2019 by the Company’s
                              President Director
                            • Law of the Republic of Indonesia No. 1 of 1970 on Occupational Safety
                            • Decision of Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827K/30/MEM/2018 on Guidelines for the
                              Implementation of Good Mining Techniques
                            • Regulation of the Minister of Manpower No. 5 of 1996 on Occupational Health and Safety Management System
                              and Government Regulation (PP) No. 50 of 2012 on Guidelines for the Implementation of Occupational Health and
                              Safety Management System (OHSMS) [403-1]
                            • ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management System (OHSMS)
                            • Global Cement and Concrete Association (GCCA) Guidelines

Target Kinerja K3           •    Zero Fatality
OHS Performance Target      •    Lost Time Injury (LTI): 0,5
                            •    Employee Lost Time Injury: tiga kasus | three cases
                            •    Non-Effective Rates-Injury (NER-I): 0,09
                            •    Occupational Disease: 0 kasus | case

Strategi Pencapaian         • Melakukan tindak lanjut dini atas insiden fatalitas yang terjadi di negara lain agar tidak terjadi di Indocement.
Kinerja 2025 [403-7]        • Memenuhi target Group Safety Action 2025: Safety Conversation & Near Hit, Safety Competencies dan High Risk
Performance Achievement       Operational Training for Contractors.
Strategy in 2025            • Meningkatkan keselamatan pada pekerjaan di ketinggian (safe platforms, walkways, vertical ladder, dan lainnya)
                              serta peralatan berputar (machine safeguarding, emergency stop).
                            • Memenuhi standar keselamatan pada Electrical Safety (dielectrically floor dan PPE) serta LOTOTO Personal Lock.
                            • Memastikan operator/driver truck dalam kondisi fit to work melalui pemeriksaan kelelahan/fatigue test.
                            • Conducting early follow-up on fatal incidents that have occurred in other countries to prevent similar occurrence
                              at Indocement.
                            • Achieving the 2025 Group Safety Action targets: Including Safety Conversation & Near Hit, Safety
                              Competencies, and High-Risk Operational Training for Contractors.
                            • Improving safety for working at heights (safe platforms, walkways, vertical ladders, etc.) and rotating equipment
                              (machine safeguarding, emergency stop).
                            • Meeting safety standards for electrical safety (dielectrically floor and PPE) and LOTOTO Personal Lock.
                            • Ensuring truck operators/drivers are fit for work through fatigue tests.




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                  81
Page 84
 Pencapaian 2025             •   Zero Fatality
 Achievements in 2025        •   Zero Lost Time Injury (LTI), Employee Lost Time Injury, Non-Effective Rates-Injury (NER-I)
                             •   193 modul pelatihan dan sertifikasi K3.
                             •   5,7 jam rata-rata pelatihan K3 per peserta secara luring maupun daring.
                             •   Zero Fatality
                             •   Zero Lost Time Injury (LTI), Employee Lost Time Injury, Non-Effective Rates-Injury (NER-I)
                             •   193 modules of OHS training and certification.
                             •   5.7 average hours of OHS training per participant, both offline and online.

 Evaluasi yang Dilakukan     Audit Sistem SMK3 Perseroan dilakukan secara internal dan eksternal, serta telah mencakup 100% karyawan pada
 [403-8]                     setiap unit operasi.
 Evaluation Conducted        The Company’s OHSMS audit is carried out internally and externally, and has covered 100% of employees in each
                             operating unit.

 Divisi yang Bertanggung     Pengelolaan dan evaluasi kinerja K3 merupakan tanggung jawab masing-masing pimpinan unit operasi, dibantu
 Jawab                       oleh Unit Safety dengan koordinasi Corporate SHE Division serta diawasi langsung oleh Direktur Utama dan
 Responsible Division        Direktur Teknis.
                             OHS management and evaluation are under the responsibility of each operating unit head, assisted by the Safety
                             Unit in coordination with the Corporate SHE Division, and directly supervised by the President Director and
                             Technical Director.



 Indocement meyakini bahwa keselamatan dan                                   Indocement believes that occupational health and safety
 kesehatan     kerja   merupakan     fondasi    utama                        is the main foundation of operational sustainability. In
 keberlanjutan operasional. Pada 2025, Perseroan                             2025, the Company strengthened the implementation
 memperkuat penerapan pendekatan Health, Safety,                             of its Health, Safety, Security, and Environment (HSSE)
 Security, and Environment (HSSE) melalui peningkatan                        approach by improving safety standards, digitizing
 standar keselamatan, digitalisasi pemantauan risiko,                        risk monitoring, and implementing stricter operational
 dan pengawasan operasional yang lebih ketat untuk                           oversight to prevent occupational accident and support
 mencegah insiden kerja serta mendukung target                               zero accident target. The OHSMS is included in the CLA
 zero accident. SMK3 tercakup dalam PKB serta                                and is applied to all (100%) employees, non-employee
 diterapkan kepada seluruh (100%) karyawan, pekerja                          workers, contractors, visitors, and business partners.
 non-karyawan, kontraktor, pengunjung, dan mitra kerja.                      [403-8]
 [403-8]



                           Penerapan SMK3 Indocement telah mengikuti ketentuan nasional, di antaranya:
                           [403-1]
                           1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 1996 tentang Manajemen
                              Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
                           2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012 tentang pedoman Penerapan
                              SMK3.
                           3. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/
                              MEM/2028 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang
                              Baik.
                           4. ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
                              (K3).
                           Indocement’s OHSMS implementation complies with national regulations, including:
                           [403-1]
                           1. Minister of Manpower Regulation No. 5 of 1996 on Occupational Health and Safety
                              Management.
                           2. Government Regulation (PP) No. 50 of 2012 on Guidelines for the Implementation
                              of OHSMS.
                           3. Decision of Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827 K/30/MEM/2028 on
                              Guidelines for the Implementation of Good Mining Techniques
                           4. ISO 45001:2018 on the Occupational Health and Safety Management System
                              (OHSMS).




82                                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 85
                                               Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                             Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Indocement membentuk Panitia Pembina Keselamatan                         Indocement establishes an Occupational Health and
dan Kesehatan Kerja (P2K3) di setiap kompleks pabrik                     Safety Supervisory Committee (P2K3) in each factory
serta sub-P2K3 di setiap divisi/plant untuk memastikan                   and a sub-P2K3 in each division/plant to ensure
pengawasan dan pengendalian risiko K3 dilakukan                          consistent supervision and control of OHS risks. The
secara konsisten. Komposisi P2K3 mencerminkan                            composition of P2K3 reflects balanced representation
keterwakilan seimbang antara manajemen (50%)                             between management (50%) and employees (50%),
dan karyawan (50%) yang diwakili serikat pekerja.                        represented by labor unions. Through the SHE on
Melalui platform SHE on My Hand, karyawan dilibatkan                     My Hand platform, employees are involved in risk
dalam pemantauan risiko dan pelaporan potensi                            monitoring and reporting potential occupational
kecelakaan kerja, sekaligus memperoleh informasi                         accidents, while also receiving the latest information on
terkini terkait implementasi K3. Sepanjang 2025,                         OHS implementation. Throughout 2025, the Company
Perseroan juga menjalankan program inspeksi seperti                      also implemented inspection programs such as Joint
Join SHE Inspection dan Managing High Risk guna                          SHE Inspection and Managing High Risk to ensure
memastikan area kerja aman dan sesuai standar                            working areas were safe and complied with safety
keselamatan. [403-4]                                                     standards. [403-4]


Identifikasi dan Pengelolaan Risiko K3
Identification and Management of OHS Risks

Untuk    memperkuat      pengelolaan    keselamatan,                     To strengthen safety management, the Company
Perseroan melakukan pemetaan pekerjaan berisiko                          maps high-risk jobs and ensures the implementation
tinggi serta memastikan penerapan mitigasi oleh                          of mitigation measures by management, employees,
manajemen, karyawan, perusahaan mitra dan kontraktor,                    partner companies and contractors, and other
maupun pemangku kepentingan lainnya. Pemetaan                            stakeholders. Mapping and audits are conducted every
dan audit dilakukan setiap dua tahun sesuai ketentuan                    two years in accordance with OHSMS and Life Saving
SMK3 dan Life Saving Rules (LSR). Indocement juga                        Rules (LSR) provisions. Indocement also implements
menerapkan enam kategori keselamatan dalam                               six safety categories within LSR and gives workers
LSR serta memberikan hak kepada pekerja untuk                            the rights to stop work if there is a potential hazard,
menghentikan pekerjaan apabila terdapat potensi                          in accordance with safety procedures. [403-2][403-4]
bahaya sesuai prosedur keselamatan. [403-2][403-4]


       Risiko                                                              Pengelolaan
        Risk                                                               Management

Standar Alat           APD Standar yang dipersyaratkan dan wajib digunakan secara benar dan tepat, sebelum memasuki area Indocement atau
Pelindung Diri (APD)   selama berada di zona wajib APD, adalah:
Standard Personal      1. Safety helmet yang dilengkapi chin strap.
Protective Equipment   2. Safety shoes.
(PPE) Standards        3. Pakaian kerja lapangan dan safety vest mudah terlihat dilengkapi dua strip pemantul cahaya.
                       4. Safety glass dan respirator debu (khusus area berdebu).
                       5. APD khusus/tambahan yang ditentukan berdasarkan manajemen risiko atau sesuai prosedur keselamatan yang
                          berlaku.
                       The required standard PPE that must be used correctly and appropriately before entering Indocement areas or while in
                       PPE-mandated zones is:
                       1. Safety helmet equipped with chin strap.
                       2. Safety shoes.
                       3. High-visibility wear pack and safety vest with two reflective strips.
                       4. Safety glasses and dust respirator (for dusty areas).
                       5. Special/additional PPE as determined by risk management or in accordance with applicable safety procedures.

Keselamatan Bekerja    1. Permit To Work-Work At Height (PTW-WAH) yang sah dan telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.
di Ketinggian          2. Pekerja kompeten untuk melakukan pekerjaan di ketinggian.
Work at Height         3. Memakai perangkat pengaman jatuh yang telah dilakukan pemeriksaan sebelum digunakan (pre-use check).
Safety                 4. Penggunaan perancah sesuai peraturan perundangan dan standar yang berlaku.
                       5. Pengawasan kegiatan bekerja di ketinggian.
                       1. Valid Permit To Work-Work at height (PTW-WAH) and already complied with all safety requirement.
                       2. Competent worker to do work at height.
                       3. Require fall protection equipment that is inspected before use (pre-use check).
                       4. Use of scaffolding in accordance with applicable laws, regulations and standards.
                       5. Supervision activities of work at height by job giver or area responsibility.




                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                83
Page 86
         Risiko                                                                  Pengelolaan
          Risk                                                                   Management

 Keselamatan              1. Permit To Work-Confined Space Entry (PTW-CSE) yang sah dan telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.
 Memasuki Ruang           2. Pekerja kompeten untuk memasuki atau bekerja di Ruang Terbatas.
 Terbatas                 3. Pemeriksaan atau pengujian atmosfer sebelum memasuki ruang terbatas dan secara berkala.
 Safety of Confined       4. Pengawasan kegiatan memasuki atau bekerja di ruang terbatas oleh petugas kompeten dan pemberi kerja atau
 Space Entry                 penanggung jawab lokasi.
                          1. Valid Permit To Work-Entry Confined Space (PTW-CSE) and already complied with all safety requirement.
                          2. Competent worker to entry or work in confined space.
                          3. Atmosphere inspection or test before entering confined space and periodically.
                          4. Supervision of activities entry or work in confined space by competent worker and job giver or area responsibility.

 Keselamatan Bekerja      1. Permit To Work-Working at Heat Area (PTW-WHA) yang sah dan telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.
 di Area Panas            2. Pekerja kompeten untuk melakukan pekerjaan di area panas.
 Safety of Work at Hot    3. Dilarang melakukan pekerjaan secara paralel atau bersamaan pada saat penanganan material tersumbat (clogging) di
 Area                        area panas.
                          4. Pengawasan kegiatan pekerjaan di area panas oleh pemberi kerja atau penanggung jawab lokasi.
                          1. Valid Permit To Work-Working at Heat Area (PTW-WHA) and already complied with all safety requirement.
                          2. Competent worker to do work at hot area.
                          3. Prohibited do the parallel or simultaneously work when handling clogged material at hot area.
                          4. Supervision of activities work at hot area by job giver or area responsibility.

 Keselamatan              1. Permit To Work-Heat Work (PTW-HW) yang sah dan telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.
 Pekerjaan Panas          2. Pekerja kompeten untuk melakukan pekerjaan panas.
 Hot Work Safety          3. Pastikan area pekerjaan panas bersih dari bahan mudah terbakar/meledak.
                          4. Penggunaan peralatan pekerjaan panas sesuai standar dan pemeriksaan sebelum digunakan (pre-use check).
                          5. Pengawasan kegiatan pekerjaan panas oleh pemberi kerja atau penanggung jawab lokasi dan pengamatan percikan api
                             di sekitar area pekerjaan panas oleh pengawas api (fire watcher).
                          1. Valid Permit To Work-Heat work (PTW-HW) and already complied with all safety requirement.
                          2. Competent worker to do hot work.
                          3. Ensure the area of hot work is clean of flammable/explosive materials.
                          4. Ensure the welding equipment already undergoes periodical maintenance and inspection before use (pre-use check).
                          5. Supervision of activities hot work by job giver or area responsibility and observation of sparks at around the hot work
                             area by fire watcher.

 Isolasi Energi-Lock      Menerapkan langkah aman isolasi energi (LOTOTO), yaitu:
 Out, Tag Out, Try Out    1. Identifikasi sumber energi.
 (LOTOTO)                 2. Beritahukan pihak-pihak terkait.
 Energy Isolation-Lock    3. Matikan mesin/alat atau isolasi sumber energi.
 Out, Tag Out, Try Out    4. Terapkan penguncian (Lock Out), penandaan (Tag Out), dan melakukan uji coba (Try Out).
 (LOTOTO)                 5. Periksa dan mengembalikan seperti semula.
                          Implementing safe energy isolation (LOTOTO) steps, which include:
                          1. Identify energy sources.
                          2. Notify to related parties.
                          3. Turn off machines/tools or isolation energy sources.
                          4. Implement locking (Lock Out), tagging (Tag Out), and trials (Try Out).
                          5. Check and restore to normal.

 Keselamatan              1. Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai kendaraan yang dikemudikan.
 Mengemudi                2. Wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
 Driving Safety           3. Pastikan kondisi fit untuk mengemudi.
                          4. Memakai sabuk keselamatan (pengemudi dan penumpang).
                          5. Periksa kendaraan sebelum dioperasikan (pre-start check).
                          6. Dilarang meninggalkan kendaraan dalam kondisi mesin menyala atau tanpa pengawasan.
                          7. Dilarang menggunakan telepon genggam selama berkendara.
                          1. Having a valid Driving License (SIM) appropriate for the vehicle being driven.
                          2. Obligatory to comply with traffic signs.
                          3. Ensure fit condition to drive.
                          4. Wear seat belts (driver and passengers).
                          5. Vehicle inspection before operation (pre-start check).
                          6. Vehicle on running engine condition, it is prohibited to be left or unsupervised.
                          7. Prohibited mobile phone use while driving.

 Pelindung Mesin          1. Pastikan seluruh pelindung mesin harus terpasang sesuai standar dan peralatan proteksi berfungsi sebelum peralatan
 Machine                     berputar dioperasikan.
 Safeguarding             2. Dilarang menyentuh/membersihkan/memperbaiki peralatan berputar yang sedang beroperasi.
                          1. Ensure all safeguarding must be installed and function of protection equipment before rotating machinery operate.
                          2. Prohibited to cleaning/repairing rotating machinery while running.

 Investigasi              Semua insiden kecelakaan kerja wajib dilaporkan dan dilakukan investigasi untuk mengidentifikasi akar penyebab,
 Kecelakaan Kerja         menetapkan tindakan perbaikan dan mendapatkan pembelajaran.
 Incident Investigation   All occupational incidents are reported and investigated to identify the root causes and to set up corrective actions and
                          lessons learned.




84                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 87
                                          Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                        Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Pelatihan dan Budaya K3 [403-5]
OHS Training and Culture

Secara berkala, Perseroan meningkatkan pemahaman                    The Company periodically enhances the understanding
budaya K3 yang mencakup prinsip, panduan,                           of OHS culture, which includes occupational health,
serta prosedur keselamatan, kesehatan kerja, dan                    safety, and environmental (OHS) principles, guidelines,
lingkungan (K3L) kepada seluruh karyawan, termasuk                  and procedures, for all employees, including Board
Direksi dan Plant/Division Manager, serta kontraktor.               of Directors and Plant/Division Managers, as well as
Untuk mendukung upaya tersebut, Perseroan memiliki                  contractors. To support these efforts, the Company has
I-SHELTER yang berfungsi sebagai pusat pelatihan                    I-SHELTER, which serves as an OHS and environmental
K3 dan lingkungan di seluruh kompleks pabrik.                       training center throughout the factories. This facility is
Fasilitas ini dilengkapi sarana pendukung seperti                   equipped with supporting facilities such as personal
simulasi alat pelindung diri, simulasi kiln dan                     protective equipment (PPE) simulations, kiln and driving
berkendara, serta berbagai program pelatihan kerja                  simulations, and various other job training programs to
lainnya guna mengoptimalkan pelaksanaan pelatihan.                  optimize training implementation. Throughout 2025,
Sepanjang 2025, sebanyak 15 judul pelatihan                         a total of 15 training topics were held at I-SHELTER,
diselenggarakan di I-SHELTER dan diikuti oleh                       attended by 2,337 participants. Furthermore, the
2.337    peserta.   Selain     itu,   Perseroan juga                Company also held certification training, attended by
menyelenggarakan pelatihan sertifikasi yang diikuti                 184 employees and implemented 193 OHS training
oleh 184 karyawan, serta melaksanakan 193 modul                     modules with 2,491 participants.
pelatihan K3 yang diikuti oleh 2.491 peserta.

Lebih lanjut, Perseroan juga memberikan pelatihan                   Moreover, the Company provides health training and
dan penyuluhan kesehatan terkait ergonomi, paparan                  counseling related to ergonomics, noise exposure, dust,
kebisingan, debu, penanganan gawat darurat, dan                     emergency management, and medical crisis response
respons krisis medis melalui platform daring dan                    via online platforms and face-to-face classes conducted
kelas tatap muka oleh Corporate People Development                  by the Corporate People Development Department
Department (CPDD). Selain itu pelaksanaan penyuluhan                (CPDD). Furthermore, health dissemination is conducted
kesehatan juga dilakukan setiap bulan melalui rapat                 every month through P2K3/Sub P2K3 meetings at
P2K3/Sub P2K3 di Plant/Divisi serta menyebabkan                     Plant/Division, and information is disseminated through
informasi melalui intranet, papan informasi dan spanduk             intranet, information boards, and health banners.
kesehatan. Perseroan juga melaksanakan aktivitas                    The Company also implements strategic activities to
strategis untuk meningkatkan budaya K3 bagi seluruh                 improve OHS culture for all employees and contractors
karyawan dan kontraktor dengan menyebarluaskan                      by distributing banners and posters related to Dynamic
spanduk dan poster terkait Dynamic Risk Assessment                  Risk Assessment (DRA) and revising the Life Saving
(DRA) serta merevisi Life Saving Rules. [F.1][403-7]                Rules. [F.1][403-7]



Hasil Evaluasi K3 Kontraktor
OHS Evaluation Results of Contractor

Indocement memastikan bahwa standar K3 diterapkan                   Indocement ensures that OHS standards are
oleh secara konsisten oleh seluruh kontraktor melalui               consistently implemented by all contractors through the
mekanisme Contractor Safety Management System                       Contractor Safety Management System (CSMS). The
(CSMS). Penerapan CSMS menjadi bahan perhitungan                    implementation of CSMS serves as Indocement’s initial
awal Indocement guna menilai kinerja K3 kontraktor                  calculation to assess contractor OHS performance in
sesuai dengan standar SMK3 yang ada pada                            accordance with OHSMS standards stipulated in laws
perundang-undangan maupun standar internasional                     and regulations and the international standard of ISO
ISO 45001:2018. Setiap tahun Perseroan melakukan                    45001:2018. The Company conducts annual evaluations
evaluasi kepada seluruh kontraktor dan hasilnya                     of all contractors, and the results are used as the
digunakan sebagai dasar penilaian kinerja dan kontrak               basis for assessing performance and work contracts.
kerja. Selama 2025, terdapat 461 kontraktor yang                    Throughout 2025, there were 461 contractors assessed
dinilai CSMS dengan hasil lulus.                                    by CSMS who passed the assessment.




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     85
Page 88
 Jaminan Kesehatan Kerja dan Fasilitas K3 [403-3][403-6]
 Occupational Health Insurance and OHS Facilities

 Perseroan memitigasi risiko penyakit akibat kerja,                 The Company mitigates the risk of occupational disease,
 penyakit degeneratif, dan infeksi, termasuk identifikasi           degenerative disease, and infection, including identifying
 penyakit akibat kerja (PAK) melalui Medical Check Up               occupational diseases (PAK) through an annual Medical
 (MCU) tahunan yang wajib diikuti seluruh karyawan.                 Check-Up (MCU) that is mandatory for all employees.
 Pada 2025, sebanyak 1.356 karyawan telah mengikuti                 In 2025, a total of 1,356 employees participated in the
 MCU dengan hasil 99,34. Perseroan juga menyediakan                 MCU with a score of 99.34. The Company also provides
 fasilitas kesehatan berupa klinik umum, gigi, ibu                  health facilities such as general, dental, and maternal
 dan anak, apotek, serta layanan darurat 24 jam yang                and child clinics, pharmacies, and 24-hour emergency
 dilengkapi dua unit ambulans yang dapat diakses                    service equipped with two ambulances accessible to
 karyawan, mitra kerja, dan masyarakat sekitar.                     employees, business partners, and the surrounding
 Selain itu, Perseroan memberikan jaminan kesehatan                 community. Furthermore, the Company provides health
 bagi karyawan dan keluarganya sesuai ketentuan yang                insurance for employees and their families in accordance
 berlaku.                                                           with applicable regulations.

 Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 12.344 kunjungan                 Throughout 2025, a total of 12,344 healthcare visits
 layanan kesehatan, termasuk kunjungan mitra                        were recorded, including visits from business partners,
 kerja, yang mengalami penurunan sebesar 12,24%                     a 12.24% decrease compared to 14,065 visits in 2024.
 dibandingkan 14.065 kunjungan pada 2024. Keluhan                   The most common health complaints included upper
 kesehatan terbanyak meliputi infeksi saluran                       respiratory tract infections (ISPA), muscle, bone, and
 pernapasan atas (ISPA), gangguan otot, tulang, dan                 joint disorders, and degenerative diseases such as
 sendi, serta penyakit degeneratif seperti hipertensi,              hypertension, diabetes, and coronary heart disease.
 diabetes, dan jantung koroner. Guna memitigasi kondisi             To mitigate these conditions, Indocement implements
 tersebut, Indocement melakukan berbagai upaya, antara              various efforts, including health education through
 lain penyuluhan kesehatan melalui poster, spanduk,                 posters, banners, and intranet, health training to raise
 dan intranet, pelatihan kesehatan untuk meningkatkan               awareness of disease risks, joint sports activities, and
 kesadaran risiko penyakit, kegiatan olahraga bersama,              the “Cuman Pengen Sehat” (Just Want to Be Healthy)
 serta program “Cuman Pengen Sehat”.                                program.


 Kinerja K3 [403-9][403-10]
 OHS Performance

 Selama 2025, hasil evaluasi audit K3 Perseroan                     Throughout 2025, the Company’s OHS audit evaluation
 menunjukkan kinerja keselamatan yang baik, yang                    results demonstrated good safety performance, as
 terbukti dengan tidak adanya fatalitas. Adapun jumlah              evidenced by the absence of fatalities. The number of
 kecelakaan kerja menurun menjadi satu kasus atau                   occupational accidents decreased to one case, or 86%,
 86% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak                    compared to 7 cases the previous year. Furthermore,
 7 kasus. Lebih lanjut selama 2025, tidak terdapat kasus            throughout 2025, there were no fatalities, deaths, or
 fatal atau kematian maupun penyakit akibat kerja (PAK).            occupational diseases (PAK).


Jumlah Kecelakaan Kerja di Operasi Perseroan dan Kontraktor Rekanan
Number of Work Accident at Own Operation and Partner Contractors

                                                2025                                2024                                 2023
         Tingkat Kecelakaan Kerja
                Injury Rate         Perseroan          Kontraktor       Perseroan          Kontraktor        Perseroan          Kontraktor
                                    Company            Contractor       Company            Contractor        Company            Contractor

 Ringan                                 0                  0                6                  0                5                   0
 Minor

 Sedang dan Serius                      0                  1                1                  0                0                   5
 Medium and Serious

 Fatal                                  0                  0                0                  0                 1                  1

 Jumlah                                 0                  1                7                  0                6                   6
 Total




86                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 89
                                                     Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                                 Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Jumlah Jam Kerja Hilang Karena Kecelakaan Kerja
Number of Lost Working Days Due to Work Accidents

                  Kompleks Pabrik
                                                                 2025                              2024                              2023
                     Factory

 Citeureup                                                           0                                0                                0

 Cirebon                                                             0                                3                                0

 Tarjun                                                              0                                0                                0

 Maros                                                               0                                0                                0

 Grobogan                                                            0                                0                                0

 Jam Kerja Hilang                                                    0                                3                                0
 Lost Working Hour

 Jumlah Jam Kerja Selamat                                     8.527.582,0                       6.518.640,0                     6.071.823,5
 Number of Safe Working Hours



Tingkat Kecelakaan Kerja Berdasarkan Kompleks Pabrik [EM-CM-320a.1]
Work Accident Rate Based on Factory

                                     Citeureup                Cirebon                  Tarjun                    Maros                 Grobogan
             Uraian
           Description
                               2025    2024   2023     2025    2024      2023   2025   2024     2023      2025   2024    2023   2025       2024   2023

 Operasi Perseroan
 Company Operation

 Frequency Rate                  0       0       0       0      1,20      0      0       0        0        0      0       0      0          0      0

 Severity Rate                   0       0       0       0      3,61      0      0       0        0        0       0      0      0          0      0

 Lost Time Injury (LTI)          0       0       0       0       1        0      0       0        0        0       0      0      0          0      0

 Lost Working Days (LWD)         0       0       0       0       3        0      0       0        0        0       0      0      0          0      0

 Medical Treatment Injury        0       4       4       0       1        0      0       1        1        0       0      0      0          0      0
 (MTI)

 Kontraktor Rekanan
 Partner Contractors

 Lost Time Injury (LTI)          1       0       3       0       0        0      0       0        0        0       0      0      0          0      0


Keterangan | Notes:
Nilai Tingkat Keparahan, NLTI, LTI, dan LDR dicatat berdasarkan 1 juta jam kerja mengacu pada Health and Safety Report Guidelines Version 14
Tahun 2017 di Heidelberg Materials Group sesuai rujukan WBCSD-CSI.
Severity Level, NLTI, LTI, and LDR recorded per 1 million working hours refers to Health and Safety Report Guidance Version 14 of 2017 from
Heidelberg Materials Group based on WBCSD-CSI reference.




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                       87
Page 90
 Masyarakat yang Berdaya dan
 Sejahtera                          [F.23][F.25][413-1][413-2]

 Empowered and Prosperous Communities


 Pendekatan Manajemen [3-3]
 Management Approach

 Signifikansi Topik          Melalui program pemberdayaan masyarakat, Indocement berperan aktif menjadikan komunitas lokal sebagai mitra
 Significance of the Topic   strategis dalam upaya pembangunan berkelanjutan serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian
                             di wilayah sekitar operasionalnya.
                             Through the community empowerment program, Indocement plays an active role in making local community a
                             strategic partner in sustainable development efforts and encouraging increased welfare and self-reliance around
                             the operational areas.

 Komitmen dan Kebijakan      • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials.
 Commitments and Policies    • Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) Indocement.
                             • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan PP Nomor 47 Tahun 2012 tentang
                               Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
                             • ISO 26000: Guidance on Social Responsibility.
                             • UN Sustainable Development Goals (SDGs).
                             • Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030.
                             • Human Rights Policy in Indocement.
                             • Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies and Government Regulation No. 47 of 2012 on Social and
                               Environmental Responsibility.
                             • ISO 26000: Guidance on Social Responsibility.
                             • UN Sustainable Development Goals (SDGs).

 Target Program              •   100% kegiatan Bilikom terlaksana di wilayah sekitar tiga kompleks pabrik.
 Pemberdayaan Masyarakat     •   >1 pengukuran Social Return on Investment (SROI).
 2030                        •   Rp12,6 miliar Program Pemberdayaan Masyarakat.
 2030 Community              •   100% of Bilikom activities implemented around three factories.
 Empowerment Program         •   >1 Social Return on Investment (SROI) Measurement.
 Target                      •   Rp12.6 billion for Community Empowerment Programs.

 Strategi Pencapaian         • Realisasi pembiayaan program pemberdayaan masyarakat sebesar Rp12,6 miliar atau 100% dari anggaran 2025.
 Kinerja 2025                • Continuous improvement melalui due diligence berbasis ISO 26000 dalam pengelolaan program pemberdayaan
 Performance Achievement       masyarakat.
 Strategy in 2025            • Pembaruan data pemetaan sosial 2025 di wilayah Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan
                               Kompleks Pabrik Tarjun.
                             • Pemberdayaan masyarakat melalui kontraktor dari lingkungan senilai Rp145 miliar.
                             • Peningkatan empati karyawan melalui employee volunteering dengan keikutsertaan mencapai 6.984 jam dari
                               target di 2025 sebesar 5.000 jam/tahun.
                             • Pemberdayaan 52 orang local hero untuk memperbaiki karakter masyarakat.
                             • Membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan.
                             • The realization of community empowerment program funding amounted to Rp12.6 billion, or 100% of the 2025
                               budget.
                             • Continuous improvement through ISO 26000-based due diligence in the management of community
                               empowerment programs.
                             • Updated 2025 social mapping data for Citeureup Factory, Cirebon Factory, and Tarjun Factory.
                             • Community empowerment through contractors from the local environment, totaling Rp145 billion.
                             • Enhancing employee empathy through employee volunteering, with a total participation of 6,984 hours,
                               surpassing the 2025 target of 5,000 hours/year.
                             • Empowering 52 local heroes to improve community character.
                             • Building collaboration with stakeholders.

 Pencapaian Program          •   100% kegiatan Bilikom terlaksana di wilayah sekitar tiga kompleks pabrik.
 Pemberdayaan Masyarakat     •   Hasil pengukuran Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,25-5,81 pada beberapa program.
 2025                        •   Rp12,6 miliar Program Pemberdayaan Masyarakat (local sourcing/local contractor engagement).
 Achievements of the 2025    •   100% of Bilikom activities were implemented around three factories.
 Community Empowerment       •   Social Return on Investment (SROI) measurements ranged from 2.25 to 5.81 across several programs.
 Program                     •   Rp12.6 billion for the Community Empowerment Program (local sourcing/local contractor engagement).

 Evaluasi yang Dilakukan     Pelaporan dan dokumentasi rutin pelaksanaan program pemberdayaan dilakukan setiap bulan secara internal dan
 Evaluation Conducted        eksternal kepada pemerintah melalui laporan pelaksanaan RKL dan RPL serta laporan keberlanjutan.
                             Routine reporting and documentation of the empowerment program implementation are conducted every
                             month, internally and externally, to the government through reports on the implementation of RKL and RPL and
                             sustainability reports.




88                                                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 91
                                             Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                            Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Divisi yang Bertanggung   CSR Division berada di bawah Corporate Secretary dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.
Jawab                     Masing-masing program dijalankan di bawah tanggung jawab CSR Officer yang menjadi pendamping selama
Responsible Division      pelaksanaan. Seluruh CSR Officer merupakan karyawan internal Perseroan.
                          The CSR Division is under the Corporate Secretary and reports directly to the President Director. Every program is
                          carried out under the responsibility of CSR Officer, the assistant during the implementation. All CSR Officers are
                          internal employees of the Company.




Visi, Misi, dan Tujuan CSR [C.1]
CSR Vision, Mission, and Objectives

Perseroan mengintegrasikan strategi keberlanjutan                       The Company integrates sustainability strategies
dengan praktik tanggung jawab sosial untuk                              with social responsibility practices to support the
mendukung pencapaian TPB. Melalui pendekatan                            achievement of SDGs. Through this approach, the
ini, Perseroan berupaya menjalankan operasi yang                        Company strives to conduct sustainable operations
berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan                      while improving community welfare and environmental
masyarakat dan kelestarian lingkungan. Adapun fokus                     sustainability. The Company’s main focus is to empower
utama Perseroan adalah memberdayakan masyarakat                         communities to establish self-reliance by referring to
untuk menciptakan kemandirian dengan mengacu pada                       the Vision, Mission, and general CSR Objectives derived
Visi, Misi, dan Tujuan umum CSR yang diturunkan dari                    from the Company’s Vision and Mission.
Visi dan Misi Perseroan.




                Visi CSR | CSR Vision
                Visi CSR Indocement adalah mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan sejalan
                dengan SC 2030 melalui peningkatan kemandirian masyarakat dan upaya menjaga kelestarian
                lingkungan, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
                Indocement’s CSR vision is to support the achievement of sustainable development in line with SC
                2030 by enhancing community self-reliance and efforts to preserve the environment, thus creating
                harmonious relationships with the community.




                Misi CSR | CSR Mission
                Dengan bersungguh-sungguh menjalankan                            By sincerely carrying out harmonious and
                kegiatan tanggung jawab sosial yang                              synergistic social responsibility activities with
                harmonis dan bersinergi dengan pemangku                          stakeholders to:
                kepentingan untuk:
                1. Meningkatkan pemberdayaan                                     1.    Increase community empowerment
                    masyarakat yang mendorong inisiatif                                that encourages collective community
                    kolektif masyarakat untuk memanfaatkan                             initiatives to utilize local potential and
                    potensi dan sumber daya lokal.                                     resources.
                2. Meningkatkan pengelolaan keberlanjutan                        2.    Increase environmental sustainability
                    lingkungan hidup yang berkelanjutan                                management on an ongoing basis together
                    bersama dengan masyarakat.                                         with the community.
                3. Mendukung tercapainya keberlanjutan                           3.    Support the achievement of the Company’s
                    bisnis Perusahaan.                                                 business sustainability.




                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                    89
Page 92
     Filosofi CSR Indocement
     CSR Philosophy of Indocement
     Perseroan menerapkan filosofi CSR yang berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui
     pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta kemitraan strategis dengan pemangku
     kepentingan. Perseroan meyakini bahwa kemandirian masyarakat, pemanfaatan sumber daya lokal
     secara bijak, dan pelestarian lingkungan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan. Melalui
     kolaborasi yang berkelanjutan, Perseroan berkomitmen menciptakan nilai bersama, memperkuat
     ketahanan terhadap perubahan iklim, serta meningkatkan kesejahteraan sosial dengan mendorong
     kapasitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi.
     The Company implements CSR philosophy based on the principles of sustainable development
     through community empowerment, environmental management, and strategic partnerships with
     stakeholders. The Company believes that community self-reliance, wise use of local resources,
     and environmental preservation are important foundations for sustainability. Through ongoing
     collaboration, the Company is committed to creating shared value, strengthening resilience to
     climate change, and improving social welfare by encouraging community capacity and local
     economic growth in the areas where it operates.




     Tujuan | Objectives
     Tujuan umum CSR adalah mengelola risiko                The general objective of CSR are to manage
     sosial dan reputasi, serta mengoptimalkan              social and reputational risks and optimize
     dampak positif kegiatan operasional melalui            the positive impact of operational activities
     cara-cara berikut:                                     through the following means:
     1. Memberikan advokasi kepada masyarakat               1. Providing community advocacy in activities
        dalam kegiatan yang dapat menciptakan                   that can create value and increase
        nilai (value creation) dan meningkatkan                 community economic independence.
        kemandirian ekonomi masyarakat.                     2. Improving human capital in the
     2. Meningkatkan sumber daya manusia                        community through activities for capacity
        di masyarakat melalui kegiatan untuk                    development and accessibility.
        pengembangan kapasitas dan aksesibilitas.           3. Optimizing local potential to increase
     3. Mengoptimalkan potensi lokal untuk                      opportunities that encourage community
        meningkatkan peluang yang mendorong                     welfare.
        kesejahteraan masyarakat.                           4. Developing environmental governance
     4. Mengembangkan tata kelola lingkungan                    that contributes to reducing the impact of
        yang berkontribusi pada pengurangan                     climate change.
        dampak perubahan iklim.                             5. Increasing public awareness to carry out
     5. Meningkatkan kesadaran masyarakat                       sustainable environmental management.
        untuk melakukan pengelolaan lingkungan              6. Establishing collaboration and increasing
        yang berkelanjutan.                                     cooperation with other communities to
     6. Membangun kolaborasi dan meningkatkan                   ensure that the effectiveness or efficiency
        kerja sama dengan komunitas lain dalam                  of activities are achieved.
        rangka menjamin tercapainya efektivitas             7. Improving and maintaining positive
        atau efisiensi kegiatan.                                reputation as the Company with high
     7. Meningkatkan dan menjaga reputasi                       commitment to society, communities, and
        positif sebagai Perusahaan yang memiliki                environment.
        komitmen tinggi terhadap masyarakat,
        komunitas, dan lingkungan.




90                                      Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 93
                                          Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                        Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




Struktur Divisi CSR
CSR Division Structure



                                                      Direktur Utama
                                                     President Director




                                                    Corporate Secretary




                                                    Corporate Social
                                                  Responsibility Division




                                                                                             Unit CSR Cirebon, Tarjun,
    Sustainable Development                     Community Development                              dan Grobogan
          Department                                Department                               CSR Unit Cirebon, Tarjun,
                                                                                                   and Grobogan



Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat
Community Empowerment Management

Indocement melaksanakan program pemberdayaan                        Indocement implements community empowerment
masyarakat berdasarkan Rencana Strategis CSR                        programs based on the 2020–2030 CSR Strategic Plan,
2020–2030 yang selaras dengan prinsip tanggung                      which aligns with the principles of social responsibility
jawab sosial dalam ISO 26000:2010 Guidance on Social                in ISO 26000:2010 Guidance on Social Responsibility.
Responsibility. Perencanaan dan pelaksanaan program                 Program planning and implementation are carried
dilakukan melalui tahapan yang mempertimbangkan                     out through stages that consider input, process,
input, proses, output, serta outcome dan KPI                        output, outcomes, and KPIs for each department.
masing-masing      departemen.    Pendekatan     yang               The approach used combines bottom-up mechanisms,
digunakan memadukan mekanisme bottom-up, dengan                     with due observance of the community needs and
memperhatikan kebutuhan masyarakat dan konteks                      local context, and top-down mechanisms through the
lokal, serta top-down melalui penetapan prioritas                   establishment of program priorities, target indicators,
program, indikator sasaran, dan persetujuan anggaran,               and budget approvals, ensuring the program is carried
sehingga program dapat berjalan seimbang dan                        out in balance and in line with the Company’s internal
selaras dengan kebijakan internal Perseroan. Dalam                  policies. In evaluating community empowerment
mengevaluasi kegiatan pemberdayaan masyarakat,                      activities, Indocement considers program alignment
Indocement        mempertimbangkan        keselarasan               with (Rembangdes, Workforce Development Plan, and
program dengan Rencana Pembangunan, Rencana                         Musrenbang, and cooperates with partner village teams
Pengembangan Tenaga Kerja, dan Musyawarah                           in the monitoring and evaluation processes.
Perencanaan Pembangunan, serta bekerja sama
dengan tim desa mitra dalam proses monitoring dan
evaluasi.




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     91
Page 94
                Perencanaan                                  Pelaksanaan                                  Monitoring dan Evaluasi
                  Planning                                  Implementation                                Monitoring and Evaluation


 1. Komunikasi dengan pemangku                 1. Tahapan pelaksanaan program:                    1. Kesesuaian dengan indikator kinerja
    kepentingan, yang meliputi hasil              • Tahap I: Giving                                  program dalam Rencana Strategis
    pertemuan atau diskusi dengan desa            • Tahap II: Sharing and Involving                  2020–2030, yaitu:
    dalam forum Bilikom, Musyawarah               • Tahap III: Independent                           • Zero conflict.
    Desa (Musrembangdes), serta forum             Pelaksanaan program TJSL                           • Sustainability Commitment 2030.
    formal dan informal lainnya.                  mempertimbangkan peran Perseroan                   • Kesesuaian dengan perencanaan
 2. Hasil monitoring dan evaluasi program         dalam setiap tahapan program. Dari                   input, proses, output, outcome, dan
    secara historis, yang telah berjalan          tahun ke tahun, keterlibatan Perseroan               impact.
    selama maksimal tiga tahun terakhir,          semakin berkurang, sejalan dengan                  • Publikasi positif terkait TJSL.
    serta hasil pemetaan sosial dan analisis      semakin meningkatnya kemandirian                   • Pencapaian TPB.
    potensi dan kebutuhan desa.                   masyarakat.                                     2. Melaksanakan penghitungan SROI.
 3. Kebijakan Perseroan mengenai TJSL          2. Penetapan keterlibatan masyarakat
    dan kebijakan lain yang terkait sebagai       melalui:                                        1. Compliance with program performance
    fondasi pelaksanaan program.                  • Sosialisasi dan edukasi.                         indicators in the 2020–2030 Strategic
 4. Hasil riset dan pengembangan.                 • Partisipasi aktif sebagai penerima               Plan, namely:
                                                    manfaat.                                         • Zero conflict.
 1. Communication with stakeholders,              • Peningkatan kompetensi.                          • Sustainability Commitment 2030.
    including the results of meetings                                                                • Compliance with input, process,
    or discussions with villages in            1. Program implementation stages:                        output, outcome, and impact
    Bilikom forum, Village Deliberation           • Stage I: Giving                                     planning.
    (Musrembangdes), and other formal             • Stage II: Sharing and Involving                  • Positive publications related to CSR.
    and informal forums.                          • Stage III: Independent                           • SDGs achievement.
 2. Historical results of program                 The implementation of the CSR                   2. Implementing SROI calculations.
    monitoring and evaluation, which have         program considers the Company’s
    been carried out within the past three        role in every stage of the program.
    years at most, as well as the results of      From year to year, the Company’s
    social mapping and analysis of village        involvement has decreased, in line
    potential and needs.                          with the increasing community’s self-
 3. Company policies on CSR and other             reliance.
    related policies as the basis for          2. Determination of community
    program implementation.                       involvement through:
 4. Results of research and development.          • Dissemination and education.
                                                  • Active participation as beneficiaries.
                                                  • Increasing competence.




92                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 95
                                             Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                             Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




   Evaluasi | Evaluation
   • Rencana Pembangunan (Rembangdes)
     Village Development Plan (Rembangdes)                                                                           Direktur Utama
   • Rencana Pembangunan Tahunan Kecamatan (RPTK)                                                                   President Director
     Sub District Annual Development Plan (RPTK)
   • Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang)
     Planning Deliberation (Musrembang)




  Program Desa Mitra                    Tim Desa Mitra                           Tim Indocement                      Evaluasi Program
 Partner Village Program              Partner Village Team                      Indocement Team                     Program Evaluation




                                                      Program 5 Pilar & Program
                                                     Pembangunan Berkelanjutan
                                                    5 Pillars Program & Sustainable
                                                      Development Program (SDP)




                                      • Pendidikan | Education
                                      • Kesehatan | Health
                                      • Ekonomi | Economy
                                      • Sosial, Agama, Olahraga, dan Infrastruktur
                                        Social, Culture, Religion, Sport, and Infrastructure
                                      • Keamanan | Security
                                      • SDP




                          Pemberdayaan/Pengembangan
                                                                                  Infrastruktur Fasilitas Sosial
                                  Masyarakat
                                                                                   Social Facility Infrastructure
                       Community Empowerment/Development




Program Pemberdayaan Masyarakat [F.23][F.25][413-1][413-2]
Community Empowerment Program

Perseroan memiliki lima pilar kegiatan CSR yaitu                        The Company has five pillars of CSR activities, namely
Pendidikan;     Kesehatan;     Ekonomi;   Keamanan;                     Education; Health; Economy; Security; Social, Culture,
Sosial, Budaya, Agama, Olahraga dan Infrastruktur                       Religion, Sports and Infrastructure (Sosbudagor); and
(Sosbudagor); dan Keamanan. Rencana program                             Security. The plans of CSR program are prepared by
CSR disusun dengan melibatkan masyarakat dan                            involving the community and the Village Government
Pemerintahan Desa melalui Bilikom. Program CSR dan                      through Bilikom. CSR and community empowerment
pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di wilayah                         programs are implemented in areas around Citeureup
sekitar Kompleks Pabrik Citeureup (Kecamatan                            Factory (Citeureup, Klapanunggal, and Gunung Putri
Citeureup, Klapanunggal, dan Gunung Putri), Kompleks                    Districts), Cirebon Factory (Gempol and Ciwaringin
Pabrik Cirebon (Kecamatan Gempol dan Ciwaringin),                       Districts), and Tarjun Factory (Kelumpang Hilir and
serta Kompleks Pabrik Tarjun (Kecamatan Kelumpang                       Kelumpang Hulu Districts). The achievement of
Hilir dan Kelumpang Hulu). Ketercapaian program-                        community empowerment programs is closely related
program pemberdayaan masyarakat tidak lepas dari                        to the presence of local heroes, who act as drivers
hadirnya local heroes, sebagai penggerak dan penguat                    and reinforcers of community motivation to cooperate
motivasi masyarakat untuk bekerja sama dalam                            in achieving Indocement’s CSR Vision and Mission.
mencapai Visi dan Misi CSR Indocement. Indocement                       Indocement carries out CSR programs divided into:
menjalankan Program CSR yang terbagi menjadi:




                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                             93
Page 96
 1. Program Pengembangan Masyarakat (Community                                     1. Community Development (CD) Program
    Development/CD)                                                                   CD Program is carried out to mitigate risks and
    Program CD dilakukan untuk memitigasi risiko dan                                  capture the expectation of communities in 29
    menangkap harapan masyarakat yang ada di 29                                       villages in all of the Company’s operational areas.
    desa di seluruh wilayah operasional Perseroan.                                 2. Sustainable Development Program (SDP)
 2. Sustainable Development Program (SDP)                                             This program is expected to be implemented
    Program yang diharapkan dapat berjalan terus                                      continuously until the community becomes self-
    menerus hingga mencapai kemandirian di                                            reliant. SDP is expected to build an independent
    masyarakat. SDP diharapkan dapat membangun                                        community and provide a better quality of life.
    masyarakat mandiri dan memberikan kualitas
    kehidupan yang lebih baik.


 Pencapaian Program TJSL Berdasarkan 5 Pilar
 CSR Program Achievements Based on 5 Pillars

                                                                                        Kompleks Pabrik | Factory
                     Pilar
                                                             Citeureup                           Cirebon                                Tarjun
                    Pillars
                                                   2025        2024        2023        2025       2024        2023        2025          2024        2023

 Pendidikan                                        100%        100%        100%        78%         111%       120%        132%          122%        140%
 Education

 Kesehatan                                         101%        125%        104%        84%        107%        84%         145%          107%        133%
 Health

 Ekonomi                                           100%        111%        100%        104%       150%        150%        129%          131%        119%
 Economy

 Sosial, Budaya, Agama, dan Olahraga               145%        122%         111%       95%        109%        131%        113%          114%        127%
 Social, Cultural, Religious, and Sports

 Keamanan                                          100%        100%        100%         0%         0%          0%         114%          111%        110%
 Security

 Sustainable Development Program (SDP)             100%        101%        102%        114%       102%        112%        100%          100%        100%

 Rerata                                           107,67%      110%        103%        97%        116%        116%        111%          114%        121%
 Average



 Kontribusi Pilar CSR terhadap TPB
 CSR Pillars Contribution towards SDGs

         Pilar                                                           Program CSR                                                      Jumlah Program
        Pillars                                                          CSR Programs                                                      Total Programs

 Pendidikan               Bantuan renovasi sarana prasarana sekolah, dukungan bagi siswa kurang mampu tingkat SD,                                 45
 Education                penyuluhan dan lomba antar sekolah, Program Sekolah Magang Indocement, tutorial Bahasa Inggris
                          dan IPA tingkat SD, serta pembinaan kesenian tradisional, olahraga, pondok pesantren, dan madrasah.
                          Assistance in renovating school infrastructure, supporting underprivileged elementary school students,
                          providing dissemination and inter-school competitions, Indocement Internship School Program,
                          providing English and science tutorials for elementary school students, and providing training in
                          traditional arts, sports, Islamic boarding schools, and Islamic schools.

 Kesehatan                Program pembinaan kesehatan berbasis sekolah/madrasah, layanan puskesmas keliling, pelatihan                           1.245
 Health                   kader kesehatan, pemberian makanan tambahan, kelas ibu hamil dan lansia, sosialisasi perilaku
                          bersih dan hidup sehat (PHBS), serta penguatan layanan Posyandu dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
                          termasuk edukasi dan pencegahan stunting.
                          School/islamic school-based health development programs, mobile community health center services,
                          training for health cadres, provision of supplementary feeding, provision of classes for pregnant women and
                          the elderly, promoting clean and healthy living behaviors (PHBS), and strengthening Posyandu (Integrated
                          Health Post) and School Health Unit (UKS) services, including education and stunting prevention.

 Ekonomi                  Program meliputi betonisasi dan pembangunan booth pedagang di Rest Area Pasir Mukti, pengembangan                       32
 Economy                  ternak lele untuk ketahanan pangan di Desa Gunung Putri, serta pendampingan kelompok UMKM.
                          This program includes concreting and construction of vendor booths at Pasir Mukti Rest Area,
                          development of catfish farming for food security in Gunung Putri Village, and mentoring MSME groups.




94                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 97
                                                  Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                                 Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




          Pilar                                                      Program CSR                                                    Jumlah Program
         Pillars                                                     CSR Programs                                                    Total Programs

Sosial, Budaya,         Program meliputi pembangunan dan perbaikan fasilitas umum serta infrastruktur (jalan, jembatan,                  201
Agama, dan Olahraga     posyandu, rumah ibadah, dan sekolah), dukungan kegiatan olahraga, keagamaan, seni budaya, dan hari
Social, Cultural,       besar nasional, serta bantuan sosial seperti perbaikan rumah tidak layak huni dan program “Jabar Caang”.
Religious, and Sports   The program includes the construction and repair of public facilities and infrastructure (roads, bridges,
                        integrated health posts (Posyandu), places of worship, and schools), support for sports, religious
                        activities, arts and culture, and national holidays, as well as social assistance such as the repair of
                        uninhabitable houses and the “Jabar Caang” program.

Keamanan                Penyediaan perlengkapan dan pelatihan bagi perlindungan masyarakat (Linmas), pembangunan pos                      10
Security                kamling, serta kegiatan tanggap darurat bencana.
                        Provision of equipment and training for community protection (Linmas), construction of neighborhood
                        security posts, and disaster emergency response activities.


Sustainable             Pengembangan kampung berwawasan lingkungan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat,                               24
Development             pengembangan sekolah berwawasan lingkungan/Adiwiyata, peningkatan ekonomi melalui UMKM
Program (SDP)           dan koperasi, pengembangan kelompok tani, serta kegiatan seni budaya dan pusat pelatihan serta
                        pemberdayaan masyarakat.
                        Development of environmentally sound villages, community-based waste management, development of
                        environmentally sound schools (Adiwiyata), economic development through MSMEs and cooperatives,
                        development of farmer groups, and arts and cultural activities, training centers, and community
                        empowerment.

Jumlah                                                                                                                                  1.557
Total




Program Unggulan Pemberdayaan Masyarakat
Featured Community Empowerment Programs

Kompleks Pabrik Citeureup
Citeureup Factory


                                   Program Tiro Sehat
                                   Tiro Sehat Program
                                   Merupakan program kesehatan yang mencakup tiga inisiatif di desa mitra Kompleks Pabrik
                                   Citeureup, yaitu Gelas Tiga Roda (Posbindu Lansia), Kapsul Tiga Roda (Kelas Ibu), dan Liga
                                   Tokcer Tiga Roda (PMT-Penyuluhan). Kegiatan meliputi edukasi kesehatan promotif dan
                                   preventif, pemeriksaan kesehatan dasar, kelas ibu, pemantauan balita, PMT, dan edukasi PHBS
                                   bekerja sama dengan Puskesmas dan pemerintah desa. Sepanjang 2025, program ini melibatkan
                                   90 kader kesehatan desa.
                                   This health program encompasses three initiatives in partner villages of Citeureup Factory: Gelas
                                   Tiga Roda (Posbindu Lansia), Kapsul Tiga Roda (Mother’s Class), and Liga Tokcer Tiga Roda
                                   (PMT-Dissemination). Activities include promotive and preventive health education, basic medical
                                   check-up, mother’s classes, toddler monitoring, PMT, and PHBS education in collaboration with
                                   the Community Health Center and village government. Throughout 2025, this program involved 90
                                   village health cadres.



   Penerima Manfaat                Target
   Beneficiaries                   1. Meningkatkan kapasitas kader kesehatan    1. Improving the capacity of health cadres and
   55.263 orang                       serta kualitas layanan Posbindu dan Kelas    the quality of Posbindu and Mother’s Class
   55,263 people                      Ibu.                                         services.
                                   2. Mendorong pencegahan dan deteksi dini     2. Encouraging the prevention and early
                                      penyakit tidak menular pada lansia dan       detection of non-communicable diseases
                                      pra-lansia.                                  in the elderly and pre-elderly.
                                   3. Mendukung peningkatan gizi ibu hamil dan 3. Improving the nutrition of pregnant women
                                      balita melalui edukasi dan PMT.              and toddlers through education and PMT.
                                   4. Meningkatkan kesadaran PHBS.              4. Increasing awareness of PHBS.
                                   5. Mendukung pencegahan stunting dan         5. Supporting stunting prevention and
                                      peningkatan kesehatan masyarakat desa        improving the health of partner village
                                      mitra.                                       communities.




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                   95
Page 98
                        Program Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M)
                        Community Training and Empowerment Center (P4M) Program
                        Indocement menyelenggarakan pelatihan berbasis potensi lokal di bidang peternakan, perikanan,
                        dan pertanian. Pada 2025, pelatihan budidaya jangkrik menjadi yang paling diminati dengan
                        24 kali pelaksanaan dan 548 peserta. Selain itu, program edukasi lingkungan Tiga Roda
                        EduGreen Park mencatat 2.366 kunjungan sepanjang tahun.
                        Indocement provides training based on local potential in animal husbandry, fisheries, and
                        agriculture. In 2025, cricket cultivation training was the most popular, with 24 sessions and
                        548 participants. Furthermore the Tiga Roda EduGreen Park environmental education program
                        recorded 2,366 visits throughout the year.



     Penerima Manfaat   Target
     Beneficiaries      1. Meningkatkan keterampilan, kapasitas           1. Improving skills, business capacity, and
     2.914 orang           usaha, serta literasi dan partisipasi             community environmental literacy and
     2,914 people          lingkungan masyarakat.                            participation.
                        2. Mendorong kemandirian ekonomi berbasis         2. Encouraging economic independence
                           potensi lokal.                                    based on local potential.
                        3. Mengembangkan wirausaha baru dan               3. Developing new entrepreneurs and
                           memperkuat usaha mikro.                           strengthening micro-enterprises.
                        4. Memperluas akses pelatihan dan                 4. Expanding access to training and
                           pendampingan bagi masyarakat sekitar.             mentoring for the surrounding community.




                        Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
                        Community-Based Waste Management Program
                        Program dilakukan melalui pembinaan Bank Sampah dan Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) di
                        desa mitra untuk mendorong pemilahan sampah bernilai ekonomi serta pemanfaatannya sebagai
                        bahan baku alternatif, termasuk RDF. Pada 2025, terdapat 44 unit Bank Sampah di 12 desa mitra
                        yang mengumpulkan 12.402 kg sampah dengan nilai ekonomi Rp28.432.025 bagi masyarakat.
                        The program is implemented through the development of Waste Banks and Sanitation
                        Implementation Units (UPK) in partner villages to encourage the sorting of economically
                        valuable waste and its use as alternative raw materials, including RDF. In 2025, there were
                        44 Waste Bank units in 12 partner villages, collecting 12,402 kg of waste with an economic value
                        of Rp28,432,025 for the community.



     Penerima Manfaat   Target
     Beneficiaries      1. Mengurangi timbulan sampah desa                1. Reducing village waste generation through
     2.625 orang           melalui pengelolaan berbasis masyarakat.          community-based management.
     2,625 people       2. Meningkatkan nilai ekonomi sampah              2. Increasing the economic value of inorganic
                           anorganik.                                        waste.
                        3. Mendukung ekonomi sirkular melalui             3. Supporting a circular economy by utilizing
                           pemanfaatan sampah sebagai bahan                  waste as an alternative material.
                           alternatif.                                    4. Increasing community participation and
                        4. Meningkatkan partisipasi dan kesadaran            environmental awareness.
                           masyarakat terhadap lingkungan.




96                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 99
                                    Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                  Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




                      Program Pendampingan UMKM
                      MSME Mentoring Program
                      Program dilakukan melalui pengembangan UMKM dan koperasi desa mitra.
                      Pada 2025, sebanyak 82 UMKM mencatat omzet Rp821 juta per bulan.
                      Produk mereka juga telah dipasarkan di ritel modern serta pusat oleh-oleh regional.
                      The program is implemented through the development of MSMEs and partner village
                      cooperatives. In 2025, a total of 82 MSMEs recorded monthly turnover of Rp821 million.
                      Their products are also marketed in modern retailers and regional souvenir centers.




Penerima Manfaat      Target
Beneficiaries         1. Meningkatkan kapasitas dan produktivitas       1. Increasing the capacity and productivity
82 UMKM                  KRL.                                              of KRL.
82 MSMEs              2. Mengembangkan kegiatan unggulan                2. Developing leading activities based on
                         berbasis potensi lokal.                           local potential.
                      3. Mendorong kemandirian kelompok KRL.            3. Encouraging the independence of KRL
                      4. Memperkuat partisipasi masyarakat dalam           groups.
                         program lingkungan.                            4. Strengthening community participation in
                      5. Mendukung adaptasi dan mitigasi                   environmental programs.
                         perubahan iklim di tingkat desa.               5. Supporting climate change adaptation and
                                                                           mitigation at the village level.




                      Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL)
                      Environmentally-Friendly Village (KRL) Program
                      Merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat di 12 desa mitra yang berfokus pada adaptasi dan
                      mitigasi lingkungan melalui kegiatan ekonomi dan lingkungan berbasis komunitas. Hingga akhir
                      2025, Indocement mendampingi 42 kelompok KRL untuk memperkuat kapasitas kelembagaan
                      dan keberlanjutan program.
                      A community empowerment initiative in 12 partner villages that focuses on environmental
                      adaptation and mitigation through community-based economic and environmental activities.
                      As of the end of 2025, mentored 42 KRL groups to strengthen institutional capacity and program
                      sustainability.



Penerima Manfaat      Target
Beneficiaries         1. Meningkatkan kapasitas dan produktivitas       1. Increasing the capacity and productivity of
44.214 orang             kelompok KRL.                                     KRL groups.
44,214 people         2. Mendorong terbentuknya kegiatan                2. Encouraging the development of leading
                         unggulan berbasis potensi lokal.                  activities based on local potential.
                      3. Meningkatkan level kinerja dan                 3. Improving the performance and
                         kemandirian kelompok KRL.                         independence of KRL groups.
                      4. Memperkuat partisipasi masyarakat              4. Strengthening community participation
                         untuk mendukung adaptasi dan mitigasi             to support climate change adaptation and
                         perubahan iklim di tingkat desa.                  mitigation at the village level.




                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                      97
Page 100
                             Program Jangkrik BOS
                             Jangkrik BOS Program
                             Pengelolaan lahan pascatambang di Desa Nambo, Desa Lulut, dan Desa Gunung Putri melalui
                             pengembangan budidaya jangkrik oleh kelompok tani di lahan bekas tambang batu kapur.
                             Program ini memadukan rehabilitasi ekologis melalui penanaman vegetasi serangga dengan
                             penciptaan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat keanekaragaman hayati dan mendorong
                             ekonomi sirkular di area reklamasi. Melalui program ini, kelompok rentan seperti lansia,
                             penyandang disabilitas, dan masyarakat berpenghasilan rendah turut memperoleh manfaat
                             langsung dari budidaya jangkrik.
                             Managing post-mining land in Nambo Village, Lulut Village, and Gunung Putri Village through
                             the development of cricket cultivation by farmer groups on former limestone mines. This
                             program combines ecological rehabilitation through the planting of insect-rich vegetation with
                             the creation of economic value, while simultaneously strengthening biodiversity and promoting
                             circular economy in reclamation areas. Through this program, vulnerable groups such as the
                             elderly, people with disabilities, and low-income communities directly benefit from cricket
                             cultivation.



     Penerima Manfaat        Target
     Beneficiaries           1. Meningkatkan pendapatan dan stabilitas         1. Increasing the income and economic
     21 petani                  ekonomi kelompok tani.                            stability of farmer groups.
     21 farmers              2. Memperkuat kapasitas teknis dan                2. Strengthening the technical and
                                kewirausahaan anggota kelompok.                   entrepreneurial capacity of group
                             3. Mendorong kemandirian kelompok melalui            members.
                                sistem budidaya terintegrasi.                  3. Encouraging group independence through
                             4. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan                  an integrated cultivation system.
                                pascatambang secara produktif.                 4. Optimizing the productive use of post-
                             5. Meningkatkan keanekaragaman hayati di             mining land.
                                area reklamasi.                                5. Enhancing biodiversity in reclamation
                                                                                  areas.




 Kompleks Pabrik Cirebon
 Cirebon Factory


                             Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi di Kompleks Pabrik Cirebon
                             Waste-to-Energy Program at Cirebon Factory
                             Program dilaksanakan melalui kemitraan dengan UPS Bumdes Palimanan untuk mengolah
                             sampah rumah tangga dan internal Perseroan menjadi produk bernilai guna, seperti RDF sebagai
                             bahan bakar alternatif kiln semen dan kompos untuk pertanian, sekaligus mendorong ekonomi
                             sirkular serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
                             The program is implemented in partnership with UPS Bumdes Palimanan to process household
                             and internal waste into valuable products, such as RDF as an alternative fuel for cement kilns and
                             compost for agriculture, while simultaneously promoting a circular economy and community-
                             based waste management.



     Penerima Manfaat        Target
     Beneficiaries           1. Mengurangi timbulan sampah melalui             1. Reducing waste generation through
     Sebesar 2.061 ton          pengolahan terpadu berbasis masyarakat.           integrated, community-based processing.
     sampah dimanfaatkan     2. Meningkatkan pemanfaatan sampah                2. Increasing the use of waste as alternative
     kembali sebagai            sebagai energi alternatif dan produk              energy and value-added products.
     energi alternatif di       bernilai tambah.                               3. Supporting a circular economy in the
     area pabrik.            3. Mendukung ekonomi sirkular di wilayah             Company’s operational areas.
     2,061 tons of waste        operasional Perseroan.                         4. Encouraging community participation in
     were reused as          4. Mendorong partisipasi masyarakat dalam            sustainable environmental management.
     alternative energy in      pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
     the factory area.




98                                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 101
                                          Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                        Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




                            Program Indobatik Ciwaringin
                            Indobatik Ciwaringin Program
                            Merupakan inisiatif pemberdayaan pengrajin batik anggota Koperasi Anugerah Batik Ciwaringin
                            di Desa Ciwaringin, Cirebon. Program dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, penguatan
                            kelembagaan koperasi, dan penggunaan pewarna alami ramah lingkungan. Hingga 2025, seluruh
                            perajin telah beralih ke pewarna alami, Batik Ciwaringin memperoleh sertifikasi ekolabel KLH
                            (2020–2026), enam motif memiliki hak cipta, serta diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
                            An initiative to empower batik artisans who are members of Anugerah Batik Ciwaringin
                            Cooperative in Ciwaringin Village, Cirebon. The program is implemented by improving product
                            quality, strengthening cooperative institutions, and using environmentally friendly natural dyes.
                            As of 2025, all artisans switched to natural dyes. Batik Ciwaringin received ecolabel certification
                            from the Ministry of Environment (KLH) (2020–2026), six motifs were copyrighted, and were
                            recognized as an Intangible Cultural Heritage.



Penerima Manfaat                                         Target
Beneficiaries                                            1. Meningkatkan kualitas, daya       1. Improving the quality,
1. 80 pengrajin batik.                                      saing, serta penjualan daring        competitiveness, and
2. 2.675 helai produksi batik tulis pewarna alami           dan luring batik tulis pewarna       online and offline sales of
   berekolabel.                                             alami berekolabel.                   ecolabeled hand-drawn batik
3. Enam motif batik khas Ciwaringin telah                2. Memperkuat kelembagaan               using natural dyes.
   memperoleh hak cipta.                                    perajin melalui Koperasi          2. Strengthening artisan
1. 80 batik artisans.                                       Anugerah Batik Ciwaringin.           institutions through
2. 2,675 pieces of eco-labeled hand-drawn batik.         3. Mengembangkan Ciwaringin             Anugerah Batik Ciwaringin
3. Six distinctive Ciwaringin batik motifs were             sebagai sentra batik ramah           Cooperative.
   copyrighted.                                             lingkungan serta melindungi       3. Developing Ciwaringin as an
                                                            motif khasnya.                       environmentally friendly batik
                                                                                                 center and protecting its
                                                                                                 distinctive motifs.




                            Program Cegah Stunting
                            Stunting Prevention Program
                            Program dilaksanakan melalui edukasi gizi kepada orang tua dan pemberian makanan tambahan
                            (PMT) bagi balita dengan berat badan tidak naik selama 14 hari, bekerja sama dengan Puskesmas
                            Gempol, Winong, dan Ciwaringin guna mendukung penurunan stunting serta meningkatkan
                            status gizi dan pemahaman pola makan anak di wilayah sekitar operasional.
                            The program is implemented through nutrition education for parents and provision of
                            supplementary feeding (PMT) for toddlers who have not gained weight for 14 days. This program
                            collaborates with Gempol, Winong, and Ciwaringin Community Health Centers to support
                            stunting reduction and improve nutritional status and understanding of children’s eating patterns
                            around the operational areas.



Penerima Manfaat                                      Target
Beneficiaries                                         Meningkatkan kualitas gizi balita      Improving nutritional quality
25 balita menerima PMT selama 14 hari                 melalui intervensi PMT dan             of toddlers through PMT
berturut-turut dengan kenaikan berat badan            edukasi gizi kepada orang tua.         interventions and nutrition
rata-rata 0,3 kg.                                                                            education for parents.
25 toddlers received PMT for 14 consecutive
days with an average weight gain of 0.3 kg.




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                         99
Page 102
 Kompleks Pabrik Tarjun
 Tarjun Factory


                            Program Kesehatan
                            Health Program
                            Program dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, peningkatan kapasitas kader posyandu,
                            dan edukasi kesehatan di sekolah, termasuk penyuluhan kanker serviks, GERMAS, kesehatan
                            gigi, edukasi stunting, serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak sekolah.
                            The program is implemented through health education, capacity building of integrated health
                            post (Posyandu) cadres, and health education in schools, including cervical cancer education,
                            GERMAS programs, dental health, stunting education, and supplementary feeding (PMT) for
                            schoolchildren.



      Penerima Manfaat      Target
      Beneficiaries         Meningkatkan kapasitas kader kesehatan           Increasing the capacity of partner village
      68 kader posyandu     desa mitra.                                      health cadres.
      dan 2.600 jiwa
      68 Posyandu cadres
      and 2,600 residents




                            Program TIRO Pintar
                            TIRO Pintar Program
                            Merupakan kegiatan voluntary teaching oleh karyawan Indocement di Kompleks Pabrik Tarjun
                            untuk mendukung sekolah yang kekurangan tenaga pengajar, khususnya di wilayah terpencil,
                            melalui pendampingan belajar dan motivasi bagi siswa.
                            Voluntary teaching activities by Indocement employees at Tarjun Factory to support schools with
                            teacher shortages, particularly in remote areas, through learning assistance and motivation for
                            students.




      Penerima Manfaat      Target
      Beneficiaries         1. Meningkatkan kualitas pembelajaran            1. Improving the quality of learning in partner
      120 siswa di SDN         sekolah desa mitra.                              village schools.
      2 Tarjun, SMP, dan    2. Meningkatkan motivasi dan semangat            2. Increasing student motivation and
      SMA Terbuka Desa         belajar siswa.                                   enthusiasm for learning.
      Langadai              3. Mendukung sekolah yang mengalami              3. Supporting schools experiencing teacher
      120 students at          keterbatasan tenaga pengajar.                    shortages.
      Elementary School 2
      Tarjun, Open Middle
      and High Schools at
      Langadai Village




100                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 103
                                           Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                         Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




                             Program Pengembangan Desa Wisata
                             Tourism Village Development Program
                             Program dilaksanakan bersama pemerintah desa dan BUMDes untuk meningkatkan
                             kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan wisata alam dan ekowisata, penguatan
                             kelembagaan BUMDes, serta integrasi dengan program Desa Proklim berbasis potensi lokal.
                             The program is implemented in collaboration with Village-Owned Enterprises (BUMDes) to
                             improve community welfare through the development of nature tourism and ecotourism,
                             strengthening BUMDes institutions, and integrating with Proklim Village program based on local
                             potential.




Penerima Manfaat                                          Target
Beneficiaries                                             1. Meningkatkan pendapatan        1. Increasing income and
1. Terbentuk dua desa wisata: Desa Tegalrejo                 dan peluang usaha                 business opportunities for
   (Wisata Alam Gowa Lowo) dan Desa Langadai                 masyarakat desa.                  village communities.
   (Eco Wisata Mangrove).                                 2. Mendukung pengembangan         2. Supporting the development
2. Wisata Alam Gowa Lowo memberikan manfaat                  desa wisata sesuai visi           of tourism villages in
   langsung bagi 42 KK dan tidak langsung                    pemerintah daerah.                accordance with the local
   bagi 542 KK, dengan total transaksi melalui            3. Memperkuat pengelolaan            government’s vision.
   BUMDesa Pesona Rego Joyo sekitar                          usaha melalui BUMDes.          3. Strengthening business
   Rp1,2 miliar per tahun.                                4. Mendorong praktik ekonomi         management through
3. Eco Wisata Mangrove memberi manfaat                       sirkular dan pelestarian          BUMDes.
   langsung bagi 10 KK dan tidak langsung bagi               lingkungan desa.               4. Promoting circular economic
   500 KK, menciptakan 11 UMKM, menjaga 9,7                                                    practices and village
   ha bakau, serta mencatat nilai SROI sebesar                                                 environmental conservation.
   4,38.
1. Two tourism villages were established:
   Tegalrejo Village (Gowa Lowo Nature Tourism)
   and Langadai Village (Mangrove Ecotourism).
2. Gowa Lowo Nature Tourism provides direct
   benefits to 42 families and indirect benefits to
   542 families, with total transactions through
   Pesona Rego Joyo Village-Owned Enterprises
   (Bumdesa Pesona Rego Joyo) of approximately
   Rp1.2 billion per year.
3. Mangrove Ecotourism provides direct benefits
   to 10 families and indirect benefits to 500
   families, creates 11 MSMEs, protects 9.7 ha of
   mangroves, and records the SROI of 4.38.




                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     101
Page 104
                                  Program Bersama Indocement Realisasikan Desa Inovatif Kembangkan Aksi Ramah
                                  Lingkungan (BERDIKARI)
                                  Joint Program with Indocement: Realizing Innovative Villages Developing Environmentally
                                  Friendly Actions (BERDIKARI)
                                  Merupakan inisiatif pengembangan ekosistem sosial-ekonomi berkelanjutan berbasis green
                                  economy di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan yang mengintegrasikan pengelolaan
                                  sampah, pemanfaatan RDF, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam implementasinya,
                                  Perseroan telah menandatangani Nota Kesepahaman pemanfaatan sampah dan RDF di tiga
                                  kabupaten, dengan Indocement sebagai offtaker pertama RDF di Kalimantan Selatan.
                                  An initiative to develop a sustainable socio-economic ecosystem based on a green economy
                                  in Kotabaru Regency, South Kalimantan, integrating waste management, RDF utilization,
                                  and community economic empowerment. In its implementation, the Company has signed a
                                  Memorandum of Understanding (MoU) on waste and RDF utilization in three districts, with
                                  Indocement as the first RDF offtaker in South Kalimantan.



      Penerima Manfaat                                     Target
      Beneficiaries                                        1. Mengurangi timbulan sampah          1. Reducing waste generation
      1. Pengurangan timbulan sampah sebesar ±500             melalui pengolahan terpadu.            through integrated
         ton per tahun.                                    2. Mendorong pemanfaatan                  processing.
      2. Pemanfaatan RDF sebanyak 40 ton sebagai              RDF sebagai substitusi energi       2. Encouraging the use of RDF
         substitusi batu bara.                                fosil.                                 as a substitute for fossil
      3. Penurunan emisi lebih dari 70 ton CO2e per        3. Meningkatkan pendapatan                fuels.
         tahun.                                               masyarakat melalui ekonomi          3. Increasing community income
      4. Terbentuk 6 kelompok UMKM dengan                     sirkular berbasis BUMDes/              through a circular economy
         peningkatan pendapatan ±Rp7 juta per bulan.          kelompok usaha.                        based on BUMDes/business
      5. Terjalin 3 kemitraan publik-swasta melalui                                                  groups.
         MoU.
      6. Nilai SROI Program BERDIKARI sebesar 5,81.
      1. Reducing waste generation by approximately
         500 tons per year.
      2. Utilizing 40 tons of RDF as a coal substitute.
      3. Emissions reduction by more than 70 tons of
         CO2e per year.
      4. 6 MSME groups are formed, with revenue
         increasing by approximately Rp7 million per
         month.
      5. 3 public-private partnerships are established
         through MoUs.
      6. BERDIKARI Program’s SROI score is 5.81.




102                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 105
                                         Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                       Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




                    Indocement mendapatkan penghargaan dari TOP CSR Awards 2025 dari 3
                    kategori, yaitu Top Leader on CSR Commitment 2025, Top CSR 2025 - Predikat Star
                    5 (Excellence), dan Platinum Star Trophy - Pemenang TOP CSR Awards Predikat
                    Star 5 selama 5 tahun berturut-turut. Melalui penghargaan ini menjadi bukti
                    nyata pengakuan atas komitmen perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam
                    mengintegrasikan program CSR sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis
                    yang berkelanjutan.
                    Indocement received awards from the TOP CSR Awards 2025 in 3 categories: Top
                    Leader on CSR Commitment 2025, Top CSR 2025 - 5-Star (Excellence) Predicate, and
                    Platinum Star Trophy - Winner of the TOP CSR Awards 5-Star Predicate for 5 consecutive
                    years. These awards serve as concrete recognition of the commitment of Indonesian
                    companies to integrating CSR programs as part of their sustainable business growth
                    strategies.



Sustainable Development Program (SDP): Koperasi                    Sustainable Development Program (SDP): Sawargi
Sawargi Sadaya Empat Lima (SS45) [F.23][F.25][413-1]               Sadaya Empat Lima (SS45) Cooperative [F.23][F.25]
[413-2]                                                            [413-1][413-2]
Permasalahan timbulan sampah di wilayah sekitar                    The problem of waste generation in the areas surrounding
operasional Indocement, khususnya di Kecamatan                     Indocement’s operations, particularly in Citeureup,
Citeureup, Klapanunggal, dan Gunung Putri, terus                   Klapanunggal, and Gunung Putri Districts, continues to
meningkat seiring tingginya volume sampah, rendahnya               increase due to high waste volumes, low awareness of
kesadaran pemilahan dari sumber, serta keterbatasan                waste sorting at source, and limited landfill capacity.
kapasitas tempat pembuangan akhir. Menanggapi                      To address such challenges, the Company develops
tantangan tersebut, Perseroan mengembangkan                        CERDAS Program as a circular economy-based waste
Program CERDAS sebagai solusi pengelolaan sampah                   management solution by processing inorganic waste
berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah sampah                   and residue into RDF, used as a coal substitute in cement
anorganik dan residu menjadi RDF yang dimanfaatkan                 production process. CERDAS Program is a circular
sebagai substitusi batu bara dalam proses produksi                 economy-based waste management initiative that
semen. Program CERDAS merupakan inisiatif                          encourages behavioral change, energy transformation,
pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang                  and community empowerment. This program not
mendorong perubahan perilaku, transformasi energi,                 only reduces waste generation but also supports CO2
dan pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya               emissions and reduces the Company’s dependence on
mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendukung                  fossil fuels.
penurunan emisi CO2 serta mengurangi ketergantungan
Perseroan pada bahan bakar fosil.

Implementasi CERDAS didukung oleh model kolaboratif                The implementation of CERDAS is supported by a
yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan                      collaborative model involving various stakeholders
melalui skema kemitraan Business to Community dengan               through      a   Business-to-Community     partnership
Koperasi SS45 dan BUMDes Mitra Maju Sejahtera,                     scheme with SS45 Cooperative and Mitra Maju
Business to Government dengan DLH DKI Jakarta,                     Sejahtera BUMDes, Business-to-Government with DKI
Business to Employee melalui "Harmony Corner", serta               Jakarta Environmental Agency (DLH), Business-to-
Business to Business dengan mitra industri penyedia                Employee through "Harmony Corner", and Business-
bahan baku RDF. Kolaborasi ini mencakup kerja sama                 to-Business with industrial partners providing RDF
dengan koperasi dan BUMDes dalam pengumpulan dan                   raw materials. This collaboration includes cooperation
pengolahan sampah, kemitraan dengan pemerintah                     with cooperatives and BUMDes in waste collection and
daerah dalam pemanfaatan RDF, partisipasi karyawan                 processing, partnerships with local governments in RDF
melalui program pemilahan sampah internal, serta                   utilization, employee participation through an internal
dukungan mitra industri dalam rantai pasok bahan baku              waste sorting program, and support from industrial
RDF.                                                               partners in the RDF raw material supply chain.




                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     103
Page 106
 Hingga 2025, program ini telah melibatkan puluhan          As of 2025, this program involved dozens of partners
 mitra dan kelompok masyarakat, sekaligus membuka           and community groups, while also opening up new
 peluang ekonomi baru di sektor pengelolaan sampah          economic opportunities in waste management and
 dan daur ulang. Hasil pengukuran Social Return on          recycling sectors. The Social Return on Investment
 Investment (SROI) pada 2025 menunjukkan rasio 1:5,8,       (SROI) measurement results for 2025 showed a ratio
 yang berarti setiap Rp1 investasi sosial Perseroan         of 1:5.8, meaning that every Rp1 of the Company’s
 menghasilkan Rp5,8 nilai manfaat sosial, ekonomi, dan      social investment generated Rp5.8 in social, economic,
 lingkungan, sekaligus memperkuat kontribusi program        and environmental benefits, while strengthening
 terhadap pencapaian Sustainability Commitment 2030         the program’s contribution to achieving the 2030
 serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya          Sustainability Commitment and the Sustainable
 Tujuan 7, 12, dan 13.                                      Development Goals, particularly Goals 7, 12, and 13.



                     Selama 2025, Perseroan melakukan pengukuran Social Return on Investment
                     (SROI) pada beberapa program pemberdayaan masyarakat dalam kerangka
                     Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan hasil pengukuran
                     berkisar 2,25–5,81, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi sosial
                     Perseroan memberikan manfaat sosial yang lebih besar bagi masyarakat.
                     Throughout 2025, the Company conducted Social Return on Investment (SROI)
                     measurements for several community empowerment programs under the Corporate
                     Social Responsibility (CSR), with results ranging from 2.25 to 5.81, indicating that
                     every Rp1 of the Company’s social investment generates greater social value for the
                     community.



 Forum Bina Lingkungan Komunikasi (Bilikom) [F.16][F.24][2-26]
 Communication Community Development Forum (Bilikom)

 Indocement membentuk Forum Bina Lingkungan                 Indocement      establishes    the    Communication
 Komunikasi (Bilikom) sebagai sarana perencanaan            Community Development Forum (Bilikom) as
 program yang partisipatif untuk menampung                  a participatory program planning platform to
 isu, pengaduan, serta masukan dari pemangku                accommodate issues, complaints, and input from
 kepentingan. Forum ini melibatkan unsur pemerintah,        stakeholders. This forum involves government
 masyarakat, serta perwakilan perusahaan seperti CSR        officials, community, and company representatives
 Division, Security Department, dan karyawan lainnya.       such as the CSR Division, Security Department,
 Selain melalui forum tersebut, masyarakat juga dapat       and other employees. In addition to these forums,
 menyampaikan keluhan langsung kepada petugas               the community can also submit complaints directly
 CSR untuk diteruskan ke unit terkait sesuai SOP.           to CSR officers, who will then forward them
 Sepanjang 2025, Perseroan menerima enam keluhan            to the relevant units in accordance with SOPs.
 yang seluruhnya (100%) telah ditindaklanjuti oleh          Throughout 2025, the Company received six complaints,
 fungsi terkait sesuai SOP yang berlaku.                    all of which (100%) were followed up by the relevant
                                                            functions in accordance with applicable SOPs.




104                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 107
                                             Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
                                                           Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community




SOP Penanganan Keluhan
SOP for Complaint Mechanism


                                                 Pemberitahuan disampaikan                       Laporan keluhan segera
      Pengaduan diterima                          kepada pelapor bahwa akan                  disampaikan kepada Plant/Divisi
         Petugas CSR                                segera ditindaklanjuti                   terkait untuk segera diselesaikan
      Complaint is received                     Notification to the reporter that              Complaint shall submit to the
        by CSR Officer                           the report will be followed up              relevant Plant/Division and to be
                                                          immediately                              resolved immediately




                                                                                             Menyampaikan kepada pelapor
   Plant/Divisi menyampaikan
                                               Divisi CSR melakukan verifikasi                  atau yang mewakili bahwa
      laporan perbaikan dan
                                                    penyelesaian keluhan                       keluhan sudah diselesaikan
           pencegahan
                                                The CSR Division verifies the                    Convey to the reporter or
   Plant/Division delivers report
                                                     complaint settlement                     representative that complaint
 for improvement and prevention
                                                                                                    has been resolved



Rincian Pengaduan
Complaint Details

                        Jenis Keluhan
                                                                         2025                 2024                   2023
                       Complaint Type

                                                                               1                0                      0
              Debu
              Dust


                                                                               0                3                      0
              Bau tidak sedap
              Bad odor



                                                                               1                0                      0
              Getar
              Vibration



                                                                           4                    0                     5
              Lingkungan
              Environment



              Jumlah                                                       6                    3                     5
              Total




                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                    105
Page 108
 Menguatkan Kinerja
 Ramah Lingkungan Menuju
 Lingkungan Lestari
 Strengthening Environmentally Friendly
 Performance Towards a Sustainable Environment




 03
 Bab | Chapter




106                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 109
                  Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                   Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report


Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                    107
Page 110
 “
 Indocement
                              Pengelolaan Sistem Manajemen
                              Lingkungan       (SML)      Perseroan
                              dilaksanakan oleh Quality System
                              Management Representative Office
                                                                              The Company’s Environmental
                                                                              Management System (EMS) is
                                                                              managed by the Quality System
                                                                              Management           Representative
 menyadari potensi            yang bertanggung jawab langsung                 Office, which reports directly
 dampak lingkungan            kepada Direktur Bidang Teknik,                  to    Technical     Director.    The
 dari kegiatan                dengan cakupan           pengelolaan            management        covers      energy,
 operasionalnya. Oleh         energi, emisi, limbah, air dan efluen,          emissions, waste, water and
 karena itu, Perseroan        serta pelestarian keanekaragaman                effluent     management,         and
                              hayati. Perseroan juga melakukan                biodiversity conservation. The
 secara konsisten
                              evaluasi kinerja lingkungan secara              Company also regularly evaluates
 menerapkan                   rutin melalui penilaian internal dan            its environmental performance
 Sistem Manajemen             eksternal, termasuk PROPER, audit               through internal and external
 Lingkungan (SML)             lingkungan, dan sertifikasi ISO                 assessments, including PROPER,
 yang terstruktur,            14001:2015. Evaluasi ini bertujuan              environmental audits, and ISO
 terukur, dan                 memastikan kepatuhan terhadap                   14001:2015 certification. These
                              peraturan       serta    mendukung              evaluations    aim     to     ensure
 berkelanjutan
                              perbaikan berkelanjutan yang                    regulatory compliance and support
 sesuai standar ISO           sejalan dengan SC2030 Heidelberg                continuous improvement in line
 14001:2015, yang             Materials dan target dekarbonisasi              with Heidelberg Materials’ SC2030
 telah diverifikasi oleh      Perseroan dalam menciptakan nilai               and the Company’s decarbonization
 auditor independen,          jangka panjang bagi pemangku                    targets to create long-term value
 Societe Generale de          kepentingan.                                    for stakeholders.
 Surveillance (SGS).
                              Selama       2025,     Indocement               Throughout 2025, Indocement
 Indocement realizes the      mengalokasikan dana pengelolaan                 allocated    Rp281      billion  for
 potential environmental      lingkungan sebesar Rp281 miliar,                environmental          management,
 impacts of its operational   menurun 1,75% dibandingkan                      a 1.75% decrease compared
 activities. Therefore, the   tahun sebelumnya sebesar Rp286                  to Rp286 billion the previous
 Company consistently         miliar. Dana tersebut digunakan                 year. These funds were used to
 implements a structured,     untuk mendukung pemenuhan                       support regulatory compliance,
 measurable, and              regulasi, pengembangan proyek                   sustainability project development,
 sustainable Environmental    keberlanjutan, serta pemanfaatan                and the use of more environmentally
 Management System            bahan alternatif yang lebih ramah               friendly   alternative     materials.
 (EMS) in accordance with     lingkungan. Sepanjang periode                   Throughout the reporting period,
 ISO 14001:2015 standard,     pelaporan,     penerapan     sistem             the consistent and integrated
 verified by an independent   pengelolaan lingkungan yang                     implementation of environmental
 auditor, Société Generale    konsisten dan terintegrasi tersebut             management system resulted in
 “
 de Surveillance (SGS).       menghasilkan kinerja kepatuhan
                              yang     baik,    yang   tercermin
                                                                              strong compliance performance,
                                                                              as reflected in the absence
                              dari tidak adanya pengaduan                     of    significant     environmental
                              lingkungan yang signifikan, serta               complaints and the absence of fines
                              tidak adanya denda maupun sanksi                or legal sanctions for violations of
                              hukum atas pelanggaran peraturan                environmental regulations. [F.4]
                              lingkungan. [F.4]




108                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 111
                                                  Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                   Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Pengelolaan Energi
Energy Management


Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach

Signifikansi Topik          Pengelolaan energi menjadi aspek material karena industri semen bersifat intensif energi. Upaya efisiensi dan
Significance of the Topic   diversifikasi energi berkontribusi langsung terhadap pengendalian biaya, penurunan emisi karbon, serta pencapaian
                            target dekarbonisasi Perseroan.
                            Energy management is a material aspect due to the energy-intensive nature of the cement industry. Energy
                            efficiency and diversification efforts directly contribute to cost control, carbon emission reduction, and the
                            achievement of the Company’s decarbonization targets.

Komitmen dan Kebijakan      • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials, diaplikasikan melalui Master Plan Development for
Commitments and Policies      SC2030 Actions in Indocement.
                            • PP Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi.
                            • Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Energi.
                            • Kebijakan Efisiensi Energi yang ditetapkan oleh Direktur Utama Perseroan pada 9 September 2019.
                            • Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030, applied through the Master Plan Development for
                              SC2030 Actions in Indocement.
                            • Government Regulation No. 70 of 2009 on Energy Conservation.
                            • Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 14 of 2012 on Energy Management.
                            • Policy on Energy Efficiency established by the Company’s President Director on 9 September 2019.

Target                      • Menurunkan konsumsi panas spesifik (specific heat consumption) per kilogram klinker sebesar 0,5% per tahun.
                            • Menurunkan konsumsi listrik spesifik (specific power consumption) per ton semen ekuivalen sebesar 0,5% per
                              tahun.
                            • Menurunkan konsumsi listrik fasilitas pendukung sebesar 1% per tahun.
                            • Meningkatkan tingkat substitusi energi termal di kiln semen melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif hingga
                              mencapai 42% dari total kebutuhan panas kiln pada 2030.
                            • Reducing specific heat consumption per kilogram of clinker by 0.5% per year.
                            • Reducing specific power consumption per ton of cement equivalent by 0.5% per year.
                            • Reducing electricity consumption in supporting facilities by 1% per year.
                            • Increasing the substitution rate for thermal energy in cement kilns through the use of alternative fuels to reach
                              42% of total kiln heat requirements by 2030.

Strategi Pencapaian         • Pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber bahan bakar fosil.
Achievement Strategies      • Memanfaatkan RDF sampah dan limbah domestik di TPST Bantargebang sebagai energi alternatif.
                            • Memanfaatkan energi surya di Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Tarjun, serta Kompleks Pabrik
                              Cirebon (sejak November 2025).
                            • Meningkatkan penggunaan bahan baku alternatif untuk mengurangi kandungan klinker.
                            • Utilizing renewable energy to reduce dependence on fossil fuel sources.
                            • Utilizing RDF waste and domestic waste at TPST Bantargebang as alternative energy.
                            • Utilizing solar energy at Citeureup Factory, Tarjun Factory, and Cirebon Factory (since November 2025).
                            • Increasing the use of alternative materials to reduce clinker content.

Pencapaian 2025             •    Rasio penggunaan bahan bakar alternatif sebesar 29%.
Achievements in 2025        •    Pengurangan intensitas energi sebesar 0,8% dan intensitas emisi sebesar 3%.
                            •    Total kapasitas terpasang untuk solar panel rooftop dan ground mounted sebesar 72 MW.
                            •    Alternative fuel usage ratio of 29%.
                            •    Reduced energy intensity by 0.8% and emission intensity by 3%.
                            •    Total installed capacity of rooftop and ground mounted solar panel are 72 MW.

Evaluasi yang Dilakukan     • Audit energi internal yang dilaksanakan setiap tahun oleh Tim Manajemen Energi yang terdiri dari manajer dan
[G.1][2-5]                    auditor energi bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Evaluation Conducted        • Audit energi eksternal yang dilakukan setiap tiga tahun dengan melibatkan Kementerian Energi dan Sumber
                              Daya Mineral (ESDM).
                            • Hasil audit energi menjadi dasar identifikasi peluang efisiensi dan perbaikan berkelanjutan, sekaligus memenuhi
                              kewajiban pelaporan melalui Pelaporan Online Manajemen Energi (POME).
                            • Internal energy audit, conducted annually by the Energy Management Team which consists of managers and
                              energy auditors certified by the National Board of Professional Certification (BNSP).
                            • External energy audit, conducted every three years by involving the Ministry of Energy and Mineral Resources
                              (ESDM).
                            • The results of energy audit serve as the basis for identifying opportunities for efficiency and continuous
                              improvement, while also fulfilling reporting obligations through the Energy Management Online Reporting
                              (POME).




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                  109
Page 112
  Divisi yang Bertanggung   • Pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif dilaksanakan
  Jawab                       oleh Fungsi Procurement & Alternative Fuel and Alternative Material (Procurement & AFAM) yang dipimpin oleh
  Responsible Division        General Manager.
                            • Pengelolaan energi operasional berada di bawah tanggung jawab plant yang diawasi langsung oleh manajemen
                              puncak.
                            • Utilization of resources and management of the use of alternative fuels and raw materials are carried out by the
                              Procurement & Alternative Fuel and Alternative Material (Procurement & AFAM) function, led by the General
                              Manager.
                            • Operational energy management falls under the responsibility of the plant, directly supervised by the top
                              management.



 Sebagai industri yang menggunakan energi termal                          As an industry that uses thermal and electrical energy
 dan listrik dalam proses produksi, pengelolaan energi                    in production processes, energy management is a
 merupakan aspek strategis bagi Indocement untuk                          strategic aspect for Indocement to improve operational
 meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya                        efficiency, reduce production costs, and mitigate
 produksi, serta mengurangi dampak lingkungan.                            environmental impact. Energy efficiency also serves as
 Efisiensi energi juga menjadi fondasi transisi menuju                    the foundation for the transition to more sustainable
 operasi yang lebih berkelanjutan dan rendah                              and low-carbon operations. Indocement’s energy
 karbon. Pendekatan pengelolaan energi Indocement                         management approach is integrated with operational
 terintegrasi dengan perencanaan operasional, investasi                   planning, medium-term and long-term investments, and
 jangka menengah dan panjang, strategi keberlanjutan,                     sustainability strategies, and is part of the “Building a
 serta menjadi bagian dari pilar “Building a Net Zero                     Net Zero Future” pillar within Heidelberg Materials’
 Future” dalam kerangka SC2030 Heidelberg Materials.                      SC2030 framework.

 Fokus utama diarahkan pada peningkatan efisiensi                         The main focus is directed at improving thermal
 energi termal dan listrik, diversifikasi bahan bakar                     and    electrical  energy efficiency, diversifying
 alternatif, serta pemanfaatan energi terbarukan.                         alternative fuels, and utilizing renewable energy.
 Dalam implementasinya, Perseroan dihadapkan dengan                       In its implementation, the Company faces various
 berbagai tantangan seperti keterbatasan pasokan RDF,                     challenges such as limited RDF supply, unscheduled
 unscheduled stops pada kiln, serta variasi spesifikasi                   stops at kilns, RDF and varying waste specifications
 limbah yang memengaruhi proses pembakaran. Untuk                         that impact the combustion process. To address these
 mengatasi tantangan tersebut, kami melakukan                             challenges, we diversify fuels, invest in technologies
 diversifikasi bahan bakar, investasi teknologi seperti                   such as hot-disc facilities, and strengthen alternative
 fasilitas hotdisc, serta penguatan pengelolaan dan                       fuel supply management and partnerships.
 kemitraan pasokan bahan bakar alternatif.


 Fokus Strategis Efisiensi Energi
 Strategic Focus on Energy Efficiency

      Optimalisasi Efisiensi Energi Operasional
      Optimizing Operational Energy Efficiency

      Indocement secara berkelanjutan melakukan                           Indocement continuously improves energy
      peningkatan efisiensi energi melalui optimalisasi                   efficiency through optimizing production process,
      proses     produksi,    peningkatan       keandalan                 enhancing equipment reliability, and modernizing
      peralatan, serta modernisasi teknologi. Upaya ini                   technology. These efforts include reducing
      mencakup pengurangan konsumsi energi termal                         thermal energy consumption per ton of clinker and
      per ton klinker dan konsumsi listrik per ton semen,                 electricity consumption per ton of cement, thereby
      sehingga dapat menekan intensitas energi secara                     reducing the overall energy intensity.
      keseluruhan.




110                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 113
                                                       Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                        Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




    Diversifikasi dan Ketahanan Sumber Energi
    Energy Source Diversification and Security

    Untuk meningkatkan ketahanan dan efisiensi                                      To enhance energy security and efficiency,
    energi,    Indocement     menerapkan      strategi                              Indocement      implements      the strategy of
    diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan                                 diversifying energy sources by utilizing alternative
    bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan                                  fuels as a substitute for fossil fuels, while
    bakar fosil, sekaligus memperkuat ketahanan                                     simultaneously strengthening the resilience of its
    pasokan energi operasional. Rasio penggunaan                                    operational energy supply. The ratio of alternative
    bahan bakar alternatif mengalami peningkatan                                    fuel use increased from 2.3% in 2015 to 29%
    dari 2,3% pada 2015 menjadi 29% pada 2025,                                      in 2025, in line with the decline in proportion of
    seiring dengan penurunan proporsi bahan bakar                                   fossil fuels, while fossil fuel use decreased from
    fosil, sementara penggunaan bahan bakar fosil                                   97.7% to 71% over the same period. Conversely,
    menurun dari 97,7% menjadi 71% pada periode                                     the LCV coal content in coal mix also continued to
    yang sama. Di sisi lain, LCV coal content dalam                                 increase and reached around 98%. As part of its
    bauran batu bara juga terus meningkat dan telah                                 medium-term       decarbonization     and    energy
    mencapai kisaran 98%. Sebagai bagian dari                                       efficiency strategy, the Company targets to
    strategi dekarbonisasi dan efisiensi energi jangka                              increase the use of alternative fuels to 42%
    menengah, Perseroan menargetkan peningkatan                                     by 2030.
    penggunaan bahan bakar alternatif hingga 42%
    pada 2030.




Tingkat Konsumsi Bahan Bakar (%)
Fuel Consumption Rate (%)


     2,3            3,4        3,2          5,8       7,4        9,3         12,2        18,1     18,3         21,4      29,0                  42




     97,7          96,6        96,8        94,2       92,6       90,7        87,8       81,9      81,7         78,6      71,9                  58


     8%            12%         35%         45%        69%        80%        88%         92%       90%          94%       98%                  ~90%




     2015          2016        2017        2018       2019      2020        2021        2022      2023        2024       2025                 2030E


            Bahan Bakar Fosil | Fossil Fuels         Bahan Bakar Alternatif | Alternative Fuels          Kandungan Batu Bara LCV | LCV Coal Content




                                     Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                 111
Page 114
         Pemanfaatan Energi Terbarukan
         Utilization of Renewable Energy

         Indocement secara bertahap meningkatkan                        Indocement gradually increased the utilization
         pemanfaatan       energi    terbarukan   melalui               of renewable energy through the installation
         pemasangan pembangkit listrik tenaga surya                     of rooftop and ground-mounted solar power
         (PLTS) rooftop dan ground-mounted di beberapa                  plants (PLTS) at several factories. This utilization
         kompleks pabrik. Pemanfaatan energi terbarukan                 of renewable energy contributes to reducing
         ini berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi                electricity consumption       from     conventional
         listrik dari sumber konvensional sekaligus                     sources while supporting the transition to a
         mendukung transisi menuju bauran energi yang                   more sustainable energy mix. The Company
         lebih berkelanjutan. Perseroan juga menerapkan                 also implements supporting technology at its
         teknologi pendukung pada fasilitas produksi                    production facilities to improve the efficiency of
         untuk meningkatkan efisiensi penggunaan                        electricity use, including by installing electricity
         energi listrik, termasuk pemasangan perangkat                  consumption control and monitoring devices to
         pengendali dan pemantauan konsumsi listrik guna                optimize energy usage patterns more effectively.
         mengoptimalkan pola penggunaan energi secara
         lebih efektif.


 Instalasi Panel Surya
 Solar Panel Installation
       Lokasi        Tipe                                   Kapasitas (MW)          Output          Potensi Pengurangan CO2 (Ton/Tahun)
                                          Status
      Location       Type                                   Capacity (MW)         (GWh/Year)           Potential CO2 Saving (Tons/Year)

  Citeureup      Ground Mounted   Beroperasi | Operating        32,50                45,00                        39.150

                    Rooftop       Beroperasi | Operating         8,21                10,45                        9.095

  Tarjun         Ground Mounted   Beroperasi | Operating        19,65                26,00                        33.280

                    Rooftop       Beroperasi | Operating         5,14                 6,38                         8.165

  Cirebon           Rooftop       Beroperasi | Operating         6,50                 8,07                         7.017

  Grobogan          Rooftop       Direncanakan | Planning        6,20                 7,71                        6.705




 Konsumsi Energi
 Energy Consumption

 Perseroan menggunakan berbagai sumber energi,                          The Company uses various energy sources, including
 antara lain memanfaatkan BBM yang dicampur                             biodiesel blended fuel, in accordance with government
 biodiesel sesuai arahan Pemerintah untuk memperkuat                    directives to strengthen energy security, reduce
 ketahanan energi, mengurangi impor, dan menghemat                      imports, and conserve foreign exchange. This biodiesel
 devisa negara. Penggunaan biodiesel ini terutama                       use is mainly intended for production processes and
 ditujukan untuk proses produksi dan fasilitas                          supporting facilities, which are supplied by electricity
 penunjang dipenuhi melalui pasokan listrik dari PLN.                   from PLN. The Company also operates a gas-powered
 Perseroan juga memiliki pembangkit listrik berbasis                    power plant at Citeureup Factory with an installed
 gas di Kompleks Pabrik Citeureup dengan kapasitas                      capacity of 72 MW, which serves as backup for
 terpasang sebesar 72 MW yang berfungsi sebagai                         operational electricity. The Company also gradually
 cadangan/back-up listrik operasional. Perseroan juga                   reduces the use of coal as a thermal energy source for
 secara bertahap mengurangi penggunaan batu bara                        cement production by utilizing waste as an alternative
 sebagai sumber energi termal untuk produksi semen                      fuel, as permitted. In 2025, the Company’s energy
 melalui pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar                         consumption intensity increased compared to the
 alternatif sesuai perizinan. Pada 2025, intensitas                     previous year, due to the decrease of total production.
 konsumsi energi Perseroan mengalami kenaikan
 dibandingkan tahun sebelumnya, dipengaruhi oleh
 penurunan jumlah produksi.




112                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 115
                                                    Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                      Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Penggunaan Energi Berdasarkan Sumber [F.6][302-1][302-2][302-3][EM-CM-130a.1]
Energy Consumption Based on Source

               Uraian                             Satuan
                                                                               2025                   2024                    2023
             Description                           Unit

 Energi Terbarukan
 Renewable Energy

 Kegiatan Produksi dan Pendukung
 Production and Supporting Activities

 Bahan Bakar Alternatif                                                     13.379.752              9.957.782             8.102.139
 Alternative Fuel
                                                    GJ
 Solar PV                                                                    145.483                  5.621                    0

 Energi Tidak Terbarukan
 Non-Renewable Energy

 Kegiatan Penambangan, Produksi, dan Pendukung
 Mining, Production, and Supporting Activities

 Batu Bara                                                                  32.782.008              36.280.713           36.322.710
 Coal

 Listrik dari PLN                                                           6.702.923               6.726.028            5.538.903
 Electricity from PLN
                                                    GJ
 Minyak dan Gas                                                               23.080                 806.719              1.439.908
 Oil and Gas

 Jumlah Penggunaan Energi                                                  53.033.245               53.776.863           51.403.660
 Total Energy Consumption

 Intensitas Pemakaian Energi
 Energy Consumption Intensity

 Jumlah Produksi                                 Juta Ton                      18,5                    19,6                   18,0
 Energy Consumption Intensity                   Million Tons

 Intensitas Pemakaian Energi              GJ/Ton Semen Ekuivalen               2,64                    2,62                   2,64
 Energy Consumption Intensity           GJ/Tons of Cement Equivalent


Keterangan | Note:
* Baru digunakan pada 2025.
  Newly used in 2025.



Penggunaan Energi Berdasarkan Kompleks Pabrik (GJ) [F.6][302-1][302-2][302-3]
Energy Consumption Based on Factory (GJ)

           Kompleks Pabrik
                                                     2025                                2024                          2023
              Factory

 Citeureup                                         25.692.632                          26.720.174                   28.420.107

 Cirebon                                           8.156.971                           7.953.058                     9.436.779

 Tarjun                                            5.966.270                           6.761.004                     6.999.810

 Maros dan Banyuwangi                              5.775.625                           5.426.525                     6.080.590
 Maros and Banyuwangi

 Grobogan                                          7.439.905                           6.916.103                     466.373

 Jumlah                                           53.033.404                          53.776.863                    51.403.660
 Total




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                        113
Page 116
 Target dan Pencapaian Program Konservasi Energi 2025
 Targets and Achievements of Energy Conservation Program in 2025

          Indikator Utama                           Satuan
                                                                                           Target                    2025         2024         2023
            Key Indicator                            Unit

                                                                                 Penurunan 0,5% per tahun           838,72        811,70      808,38
  Specific Heat Consumption                     kCal/kg clinker
                                                                                  0.5% decrease per year

                                         kWh/Ton Semen Ekuivalen                 Penurunan 0,5% per tahun            94,32        94,59        95,90
  Specific Power Consumption
                                       kWh/Tons of Cement Equivalent              0.5% decrease per year

  Konsumsi Listrik Fasilitas                                                                                          73,4         77,9        67,9
  Pendukung                                                                        Penurunan 1% per tahun
                                                     GWh
  Electricity Consumption of                                                        1% decrease per year
  Supporting Facilities

                                                                             Mengganti 42% dari total konsumsi        29,0         21,4        18,3
  Substitusi Energi Termal di Kiln
                                                                             panas di kiln semen dengan bahan
  Semen dengan Bahan Bakar
                                                                                bakar alternatif pada 2030
  Alternatif                                             %
                                                                              Replacing 42% of the total heat
  Thermal Substitution Rate in
                                                                              consumption in the cement kiln
  Cement Kiln by Alternative Fuel
                                                                               with alternative fuels in 2030


 Keterangan | Note:
 Specific power consumption merupakan energi listrik per ton semen ekuivalen yang dipakai di fasilitas produksi semen dari proses penambangan
 hingga pengepakan.
 Specific power consumption is the electrical energy per tons of cement equivalent used in cement production facilities from mining to packaging
 process.



 Efisiensi Energi
 Energy Efficiency

 Pada 2025, Perseroan menjalankan beberapa program                                In 2025, the Company implemented several programs
 untuk mengurangi penggunaan energi, meliputi: [F.7]                              to reduce energy consumption, including: [F.7][302-4]
 [302-4][302-5]                                                                   [302-5]


           Program dan Kegiatan Efisiensi                                                  Peluang Penghematan Energi
          Efficiency Programs and Activities                                                Potential Saving of Energy

  Elektrifikasi 60 unit motor operasional di Kompleks        Penghematan energi sebesar 208,98 GJ dan efisiensi biaya sekitar Rp13,66 juta, serta
  Pabrik Citeureup                                           mendukung target penurunan emisi operasional.
  Electrification of 60 units of operational motorbike       Energy savings of 208.98 GJ and cost savings of approximately Rp13.66 million, while
  at Citeureup Factory                                       supporting the targets of operational emission reduction.




114                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 117
                                                  Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                   Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
Greenhouse Gas (GHG) Emission Management


Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach

Signifikansi Topik          Emisi GRK menjadi isu material karena berkaitan langsung dengan proses produksi klinker yang intensif karbon.
Significance of the Topic   Pengelolaannya menjadi prioritas strategis untuk mendukung target dekarbonisasi, menjaga daya saing, serta
                            memenuhi ekspektasi regulator dan pemangku kepentingan.
                            GHG emissions become a material issue as they are directly related to the carbon-intensive clinker production
                            process. Their management is a strategic priority to support decarbonization targets, maintain competitiveness, and
                            meet regulatory and stakeholder expectations.

Komitmen dan Kebijakan      • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials, diaplikasikan melalui Master Plan Development for
Commitments and Policies      SC2030 Actions in Indocement.
                            • Document Code Q-POL-INCEM yang ditetapkan oleh Direktur Utama pada 9 September 2019 mengenai
                              Pengelolaan Emisi.
                            • Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 mengenai Rencana Aksi Nasional Menurunkan Emisi GRK dan Kondisi
                              Operasional Pabrik.
                            • Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target
                              Kontribusi yang Diterapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan
                              Nasional.
                            • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.19/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 tentang Baku
                              Mutu Emisi bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Semen.
                            • Peta jalan Pengurangan Emisi GRK dan Bahan Bakar Alternatif 2030.
                            • Komitmen terhadap Science Based Targets initiative (SBTi) melalui Heidelberg Materials.
                            • Heidelberg Materials’ Sustainability Commitment 2030, implemented through the Master Plan Development for
                              SC2030 Actions in Indocement.
                            • Document Code Q-POL-INCEM set by the President Director on 9 September 2019 on Emission Management.
                            • Presidential Regulation No. 61 of 2011 on the National Action Plan for Reducing GHG Emissions and Factory
                              Operational Conditions.
                            • Presidential Regulation No. 98 of 2021 on the National Implementation of Carbon Economy to Reach Contribution
                              Targets and Greenhouse Gas Emission Control in National Development.
                            • The Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.19/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 on Emission
                              Quality Standards for Businesses and/or Activities of the Cement Industry.
                            • The 2030 Roadmap for Reducing GHG Emissions and Alternative Fuels.
                            • Commitment to the Science-Based Targets initiative (SBTi) through Heidelberg Materials.

Target                      •    Mengurangi emisi bersih Cakupan 1 hingga 490 kg CO2/ton semen.
                            •    Menjaga tingkat emisi debu dan emisi konvensional di bawah baku mutu pemerintah.
                            •    Reducing net emissions of Scope 1 to 490 kg CO2/tons cement.
                            •    Maintaining dust and conventional emissions levels below government standards.

Strategi Pencapaian         • Mengurangi penggunaan batu bara dengan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif.
Achievement Strategies      • Implementasi teknologi dan peningkatan efisiensi operasional.
                            • Diversifikasi bahan bakar alternatif biomassa seperti sekam padi dan serbuk gergaji, serta limbah non-biomassa
                              seperti spent bleaching earth (SBE), limbah industri, wastewater sludge, dan kemasan bekas dengan spesifikasi
                              yang sesuai untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan pada RDF.
                            • Penggantian electrostatic precipitator dengan bag filter.
                            • Menjaga timbulan emisi konvensional jauh di bawah batas standar pemerintah.
                            • Reducing coal use by increasing the use of alternative fuels.
                            • Implementing technology and improving operational efficiency.
                            • Diversifying alternative biomass fuels, such as rice husks and sawdust, as well as non-biomass waste including
                              spent bleaching earth (SBE), industrial waste, wastewater sludge, and used packaging with specifications
                              tailored to gradually reduce dependence on RDF.
                            • Replacing electrostatic precipitator with bag filter.
                            • Maintaining conventional emissions far below government standards.

Pencapaian 2025             Mengurangi emisi bersih Cakupan 1 hingga 512 kg CO2/ton semen.
Achievements in 2025        Reducing net emissions of Scope 1 to 512 kg CO2/tons cement.

Evaluasi yang Dilakukan     • Pemantauan dan verifikasi emisi dilakukan secara internal setiap enam bulan, serta dilaporkan kepada
Evaluation Conducted          Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui RKL-RPL.
                            • Penetapan indikator kinerja utama (KPI) terkait pengurangan emisi bagi karyawan sebagai bagian dari budaya
                              keberlanjutan Perseroan.
                            • Emissions monitoring and verification are conducted internally every six months and reported to the Ministry of
                              Environment (KLH) through RKL-RPL.
                            • Establishment of key performance indicators (KPIs) related to emissions reduction for employees as part of the
                              Company’s sustainability culture.




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                115
Page 118
  Divisi yang Bertanggung       Kinerja pengurangan emisi dipantau dan dievaluasi oleh Direksi, General Manager, dan Plant Manager melalui
  Jawab                         sistem Monitoring and Reporting System Development for SC2030 Implementation.
  Responsible Division          Emission reduction performance is monitored and evaluated by the Board of Directors, General Manager, and Plant
                                Manager through the Monitoring and Reporting System Development for SC2030 Implementation.



 Indocement memandang pengelolaan emisi GRK                                    Indocement views GHG emission management and
 dan efisiensi energi sebagai bagian dari strategi                             energy efficiency as part of its long-term sustainability
 keberlanjutan jangka panjang, serta berkomitmen                               strategy and is committed to supporting the transition to
 mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon                               a low-carbon economy in line with Paris Agreement and
 sejalan dengan Paris Agreement dan komitmen iklim                             Heidelberg Materials’ climate commitments, which have
 Heidelberg Materials yang telah divalidasi Science                            been validated by the Science-Based Targets initiative
 Based Targets initiative (SBTi). Target pengurangan                           (SBTi). The Company’s emission reduction targets
 emisi Perseroan telah diselaraskan dengan lintasan                            are aligned with the science-based decarbonization
 dekarbonisasi industri semen global berbasis                                  trajectory of the global cement industry to keep
 sains untuk menjaga kenaikan suhu global tetap di                             global temperature rise below 2°C. This commitment
 bawah 2°C. Komitmen ini diterjemahkan ke dalam                                is interpreted into emissions reduction and energy
 strategi pengurangan emisi dan efisiensi energi yang                          efficiency strategy integrated with the Company’s
 terintegrasi dengan perencanaan operasional, investasi,                       medium-term and long-term operational planning,
 serta pengembangan kapabilitas jangka menengah dan                            investment, and capability development.
 panjang Perseroan.


 Target dan Arah Dekarbonisasi
 Targets and Direction of Decarbonization

 Indocement     menetapkan       target    pengurangan                         Indocement sets GHG emission reduction targets based
 emisi GRK berbasis intensitas emisi CO2 per ton                               on CO2 emission intensity per ton of cement equivalent,
 semen ekuivalen dengan cakupan emisi langsung                                 with the scope of direct emissions (Scope 1) and indirect
 (Cakupan 1) dan emisi tidak langsung dari konsumsi                            emissions from electricity consumption (Scope 2). By
 listrik (Cakupan 2). Dengan menggunakan baseline                              using a consistent historical baseline, the Company
 historis yang konsisten, Perseroan menargetkan                                targets a reduction in Scope 1 GHG emission intensity
 penurunan intensitas emisi GRK Cakupan 1 menjadi                              to 490 kg CO2/tons of cement equivalent by 2030, in
 490 kg CO2/ton semen ekuivalen pada 2030, sejalan                             line with the Heidelberg Materials’ decarbonization
 dengan jalur dekarbonisasi dan target global                                  pathway and global targets, with due regards to the
 Heidelberg Materials dengan mempertimbangkan                                  Company’s production structure and historical baseline.
 struktur produksi dan baseline historis Perseroan. [EM-                       [EM-CM-110a.2]
 CM-110a.2]


 Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 - Neto
 GHG Emissions Scope 1 Intensity - Net

      (kg CO2/ton semen ekuivalen) | (kg CO2/tons of cement equivalent)                                  Emisi GRK dihitung berdasarkan
                                                                                                         standar pelaporan internasional yang
                                                                             Penurunan sebesar
                                                                                                         ditetapkan oleh World Business Council
                                                                             29% dari 2010
                                                                                                         for Sustainable Development (WBCSD)
                                                                             29% reduction from          Cement Sustainability Initiative.
      693                                                                    2010                        GHG emission is calculated based on the
                                                                                                         international reporting standards defined
                     650                                                                                 by World Business Council Sustainable
                                                                                                         Development (WBCSD) Cement
                                                                                                         Sustainability Initiative
                                      585
                                              573
                                                      558                                                Cakupan 1: Emisi dari operasi yang dimiliki
                                                              546
                                                                      533                                atau dikendalikan oleh perusahaan yang
                                                                              512                        melaporkan.
                                                                                             490         Scope 1: Emissions from operations that
                                                                                                         are owned or controlled by the reporting
      2010           2015            2020     2021   2022     2023    2024   2025           2030E        company




116                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 119
                                                  Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                   Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Indocement memprioritaskan pengurangan emisi                               Indocement prioritizes emissions reduction through
melalui pendekatan peningkatan efisiensi energi,                           approaches such as increasing energy efficiency,
substitusi bahan bakar dan bahan baku, serta                               substituting fuels and raw materials, and optimizing
optimalisasi proses produksi. Mekanisme offset                             production processes. The carbon offset mechanism
karbon diposisikan sebagai opsi pelengkap jangka                           is positioned as a long-term complementary option
panjang setelah upaya pengurangan emisi operasional                        after operational emission reduction efforts are
dimaksimalkan, dengan menempatkan pengurangan                              maximized, with direct emission reduction (abatement)
emisi langsung (abatement) sebagai prioritas utama.                        a top priority. In the long term, Indocement establishes
Dalam jangka panjang, Indocement membangun                                 its readiness for in-depth decarbonization through
kesiapan menuju dekarbonisasi mendalam melalui                             advanced technology studies, including readiness for
kajian teknologi lanjutan, termasuk kesiapan penerapan                     the implementation of carbon capture and utilization,
penangkapan dan pemanfaatan karbon, serta                                  and strengthening collaboration with stakeholders and
penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan                           technology partners.
dan mitra teknologi.


Pendekatan Strategis Pengurangan Emisi dan Efisiensi Energi
Strategic Approach to Emission Reduction and Energy Efficiency

                                                       Pengurangan Emisi Proses melalui             Peningkatan Efisiensi Energi dan
      Substitusi Bahan Bakar Fosil                          Bahan Baku Alternatif                   Pemanfaatan Energi Terbarukan
       Substitution of Fossil Fuels                       Process Emission Reduction               Energy Efficiency Improvement and
                                                         through Alternative Materials                Renewable Energy Utilization



Indocement mengimplementasikan                     Untuk menekan emisi proses dari produksi     Indocement secara berkelanjutan
Peta Jalan Peningkatan Penggunaan                  klinker, Indocement meningkatkan             meningkatkan efisiensi energi termal
Bahan Bakar Alternatif dengan target               pemanfaatan bahan baku alternatif yang       dan listrik melalui modernisasi peralatan,
peningkatan rasio hingga 42% pada 2030.            dapat menurunkan faktor klinker. Strategi    peningkatan keandalan operasi, serta
Bahan bakar alternatif yang digunakan              ini mendukung produksi semen dengan          penerapan praktik terbaik industri.
mencakup RDF, biomassa seperti sekam               intensitas emisi yang lebih rendah tanpa     Efisiensi energi diposisikan sebagai
padi, serbuk gergaji, dan bonggol                  mengurangi kualitas produk.                  fondasi utama strategi pengurangan
jagung, serta limbah non-biomassa                  To reduce process emissions from clinker     emisi karena memberikan dampak
seperti spent bleaching earth (SBE),               production, Indocement increases the use     langsung terhadap penurunan emisi
limbah industri, wastewater sludge, dan            of alternative materials that can reduce     dan biaya operasional. Pemanfaatan
limbah kemasan sesuai dengan izin yang             the clinker factor. This strategy supports   energi terbarukan juga dilakukan
berlaku. Diversifikasi ini berkontribusi           cement production with lower emissions       melalui pemasangan PLTS di berbagai
signifikan terhadap penurunan emisi dari           intensity without compromising product       lokasi pabrik. Inisiatif ini mendukung
pembakaran bahan bakar fosil.                      quality.                                     pengurangan emisi tidak langsung
Indocement implements the Roadmap                                                               (Cakupan 2) dan memperkuat bauran
for Increasing the Use of Alternative                                                           energi yang lebih berkelanjutan.
Fuels with a target of increasing the ratio                                                     Indocement continuously improves
to 42% by 2030. The alternative fuels                                                           thermal and electrical energy efficiency
used include RDF, biomass such as rice                                                          through equipment modernization,
husks, sawdust, and corn cobs, and non-                                                         increased operational reliability, and
biomass waste such as spent bleaching                                                           implementation of industry best practices.
earth (SBE), industrial waste, wastewater                                                       Energy efficiency is positioned as the
sludge, and packaging waste, in                                                                 main foundation of emission reduction
accordance with applicable permits. This                                                        strategy as it directly impacts emissions
diversification significantly contributes                                                       and operational costs. Renewable energy
to reducing emissions from fossil fuel                                                          is also utilized through the installation
combustion.                                                                                     of solar power plants (PLTS) at various
                                                                                                factory locations. This initiative supports
                                                                                                the reduction of indirect emissions
                                                                                                (Scope 2) and strengthens a more
                                                                                                sustainable energy mix.




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                          117
Page 120
                       Melalui strategi yang terintegrasi, Indocement berhasil menurunkan intensitas
                       emisi GRK Cakupan 1 dari 693 kg CO₂/ton semen ekuivalen pada baseline 2010
                       menjadi 512 kg CO₂/ton semen ekuivalen pada 2025, atau turun 26% dibandingkan
                       tahun sebelumnya, sehingga tetap berada pada jalur pencapaian target 2030.
                       Through an integrated strategy, Indocement has successfully reduced its Scope 1 GHG
                       emissions intensity from 693 kg CO₂/tons of cement equivalent in the 2010 baseline
                       to 512 kg CO₂/tons of cement equivalent in 2025, a decrease of 26% compared to the
                       previous year, thus remaining on track to achieve the 2030 target.



 Pengurangan Emisi GRK
 GHG Emission Reduction

 Indocement melakukan pemantauan dan perhitungan               Indocement monitors and calculates GHG emissions
 emisi GRK berdasarkan metode yang disesuaikan                 based on methods tailored to operational emission
 dengan sumber emisi operasional dan mengacu pada              sources and with reference to the international cement
 standar internasional industri semen untuk memastikan         industry standards to ensure data consistency and
 konsistensi serta keterbandingan data. Jenis GRK yang         comparability. The types of GHGs monitored include
 dipantau meliputi CO2, CH4, N2O, HFCs, SF6, dan NF3           CO2, CH4, N2O, HFCs, SF6, and NF3 in accordance with
 sesuai standar Cement Sustainability Initiative dari          the Cement Sustainability Initiative standards of the
 World Business Council for Sustainable Development            World Business Council for Sustainable Development
 (WBCSD). Emisi Cakupan 1 berasal dari kegiatan                (WBCSD). Scope 1 emissions come from manufacturing
 manufaktur seperti pembakaran bahan bakar pada                activities such as fuel combustion in boilers and kilns,
 boiler dan kiln, pembangkitan listrik internal, serta         internal electricity generation, and cement production
 emisi proses produksi semen; Cakupan 2 berasal dari           process emissions; Scope 2 emissions come from
 penggunaan listrik yang dipasok PLN; sedangkan                the use of electricity supplied by PLN; while Scope
 Cakupan 3 mencakup emisi tidak langsung dari aktivitas        3 emissions include indirect emissions from value
 rantai nilai seperti transportasi, ekstraksi bahan baku,      chain activities such as transportation, raw material
 dan distribusi produk. Perseroan memantau dan                 extraction, and product distribution. The Company
 melaporkan emisi secara terstruktur dan transparan            monitors and reports emissions in a structured and
 untuk mendukung pengelolaan internal serta                    transparent manner to support internal management
 pemenuhan kewajiban kepada pemangku kepentingan.              and fulfill its obligations to stakeholders.

 Keandalan data keberlanjutan Indocement diperkuat             The reliability of Indocement’s sustainability data is
 melalui audit oleh Heidelberg Materials yang mencakup         strengthened through audits by Heidelberg Materials
 seluruh operasional Perseroan. Pada 2025, audit               covering all of the Company’s operations. In 2025, audits
 dilakukan terhadap indikator pengungkapan emisi               were conducted on Scope 1 GHG emissions disclosure
 GRK Cakupan 1 dan pendapatan berkelanjutan dengan             indicators and sustainable income with reasonable
 tingkat keyakinan memadai (reasonable assurance),             assurance, as well as on Scope 2 emissions, water,
 serta indikator emisi Cakupan 2, air, K3, dan                 OHS, and biodiversity indicators with limited assurance.
 keanekaragaman hayati dengan keyakinan terbatas               This process was supported by automated data
 (limited assurance). Proses ini didukung melalui              collection, ensuring the completeness, accuracy, and
 pengumpulan data yang dilakukan secara terotomasi             traceability of the information. The audit included data
 dengan memastikan kelengkapan, keakuratan, dan                verification and an evaluation of organizational roles
 ketertelusuran informasi. Audit mencakup verifikasi           and responsibilities, the effectiveness of processes,
 data serta evaluasi peran dan tanggung jawab                  systems, and internal controls for sustainability data
 organisasi, efektivitas proses, sistem, dan pengendalian      management. Through such processes, Indocement
 internal pengelolaan data keberlanjutan. Melalui proses       successfully met the audit requirements at reasonable
 tersebut, Indocement berhasil memenuhi persyaratan            assurance. Until the end of 2025, the Company has not
 audit pada tingkat keyakinan memadai. Sampai akhir            calculated ozone-depleting substance emissions. [305-
 2025, Perseroan belum melakukan perhitungan emisi             6]
 zat perusak ozon. [305-6]




118                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 121
                                                Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                 Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Kinerja Aktual Emisi GRK Berdasarkan Sumber [F.11][305-1][305-2][305-3][305-4][EM-CM-110a.1]
Actual Performance of GHG Emission Based on Source

                                                                                         2025                   2024                   2023
             Emisi GRK                                Satuan
            GHG Emission                               Unit                      Bruto          Neto    Bruto          Neto    Bruto          Neto
                                                                                 Gross          Net     Gross          Net     Gross          Net

Total Emisi GRK Cakupan 1                                                        10,65          10,29   11,29          11,00   11,05          10,64
Total GHG Emissions Scope 1

Total Emisi GRK Cakupan 2                                                        1,75           1,75    1,74           1,74    1,45           1,45
Total GHG Emissions Scope 2
                                                   Juta Ton CO2e
                                                Million Tons of CO2e
Total Emisi GRK Cakupan 3                                                        0,35           0,35    0,30           0,30    0,33           0,33
Total GHG Emissions Scope 3

Total Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3                                              12,75          12,39   13,33          13,04   12,83          12,42
Total GHG Emissions Scope 1, 2, and 3

Intensitas Emisi GRK Cakupan 1                                                   0,530          0,512   0,550      0,533       0,567      0,546
GHG Emissions Scope 1 Intensity           Ton CO2 e/Ton Semen Ekuivalen
                                           Tons of CO2 e/Tons of Cement
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2                Equivalent                   0,617      0,599       0,634          0,620   0,641          0,627
GHG Emissions Scope 1 and 2 Intensity

Intensitas Emisi GRK Cakupan 1                                                   0,545      0,527       0,588      0,544       0,581      0,567
GHG Emissions Scope 1 Intensity
                                            Ton CO2e/Ton Cementitious
                                                    Material
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2                                             0,634          0,616   0,644      0,629       0,657      0,643
GHG Emissions Scope 1 and 2 Intensity

                                          Ton CO2e/Ton Semen Ekuivalen           0,02           0,02    0,01           0,01    0,02           0,02
                                           Tons of CO2e/Tons of Cement
Intensitas Emisi GRK Cakupan 3                      Equivalent
GHG Emissions Scope 3 Intensity
                                            Ton CO2e/Ton Cementitious            0,02           0,02    0,01           0,01    0,02           0,02
                                                    Material


Hingga akhir 2025, Indocement menjalankan beberapa                        Until the end of 2025, Indocement carried out some
program lainnya untuk mengurangi emisi GRK, di                            other programs to reduce GHG emissions, including:
antaranya: [F.12][305-5]                                                  [F.12][305-5]
• Optimalisasi sistem feeding alternative fuel (RDF,                      • Optimization of alternative fuel feeding system
   waste tyre, carbon rubber) melalui modifikasi                              (RDF, waste tyre, carbon rubber) through
   teknis dan Six Sigma (TULTA) di Kompleks Pabrik                            technical modifications and Six Sigma (TULTA)
   Citeureup,      menghasilkan   substitusi  energi                          at Citeureup Factory, resulting in thermal energy
   termal sebesar 301.814 Gcal/tahun, peningkatan                             substitution of 301,814 Gcal/year, an increase in
   rasio AF hingga 17,8%, penurunan emisi                                     AF ratio of up to 17.8%, a reduction in emissions of
   75.008 ton CO2e/tahun, serta penghematan bersih                            75,008 tonnes of CO2e/year, and net savings of
   sekitar Rp19,9 miliar/tahun dengan payback period                          approximately Rp19.9 billion/year with payback
   sekitar satu minggu.                                                       period of approximately one week.




                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                        119
Page 122
 Pengendalian Emisi Debu dan Gas
 Konvensional
 Dust and Conventional Gas Emission Control


 Pendekatan Manajemen [3-3]
 Management Approach

  Signifikansi Topik          Emisi debu serta gas seperti SO2 dan NOx berpotensi memengaruhi kualitas udara di sekitar operasional, sehingga
  Significance of the Topic   pengendaliannya dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap baku mutu yang berlaku.
                              Dust and gas emissions, such as SO2 and NOx, have the potential to impact air quality around operations, therefore,
                              their control is carried out to ensure compliance with applicable quality standards.

  Komitmen dan Kebijakan      • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials Group, diaplikasikan melalui Master Plan Development for
  Commitments and Policies      SC2030 Actions in Indocement.
                              • Document Code Q-POL-INCEM yang ditetapkan oleh Direktur Utama Perseroan pada 9 September 2019
                                mengenai Pengelolaan Emisi.
                              • ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan.
                              • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.19/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 tentang Baku
                                Mutu Emisi bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Semen.
                              • Roadmap Pengurangan Emisi Debu melalui Instalasi Bag Filters.
                              • Heidelberg Materials Group Sustainability Commitment 2030 applied through the Master Plan Development for
                                SC2030 Actions in Indocement.
                              • Document Code Q-POL-INCEM set by the Company’s President Director on 9 September 2019 on Emission
                                Management.
                              • ISO 14001:2015 Environmental Management System.
                              • The Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.19/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 on Emission
                                Quality Standards for Businesses and/or Activities of the Cement Industry.
                              • Roadmap for Reducing Dust Emission through Bag Filter Installation.

  Target                      • Semua emisi ke udara secara permanen akan berada di bawah rata-rata industri secara kualitatif (sebagaimana
                                diidentifikasi oleh Cement Sustainability Initiative/CSI).
                              • Target rata-rata emisi debu 2025 yaitu: 17 mg/Nm3 bagi plant yang menggunakan bag filter dan 55 mg/Nm3 bagi
                                plant yang menggunakan electrostatic precipitator untuk tiga kompleks pabrik yaitu Kompleks Pabrik Citeureup,
                                Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun.
                              • All emissions to the air will permanently be below the qualitative industry average (as identified by the Cement
                                Sustainability Initiative/CSI).
                              • The average dust emission target in 2025 was: 17 mg/Nm3 for plants that use bag filter and 55 mg/Nm3 for plants
                                that use electrostatic precipitators at three factories, namely Citeureup Factory, Cirebon Factory, and Tarjun
                                Factory.

  Strategi Pencapaian         • Melaksanakan pemantauan berkelanjutan terhadap konsentrasi SOx, NOx, dan partikulat di seluruh kompleks
  Achievement Strategies        pabrik.
                              • Melakukan pengujian jejak logam serta emisi senyawa organik volatil (VOC) dan jejak logam (trace element)
                                di setiap fasilitas produksi klinker secara berkala, sekurang-kurangnya satu kali per semester, pada titik
                                pemantauan yang telah ditetapkan.
                              • Menerapkan proses kalibrasi eksternal Continuous Emission Monitoring System (CEMS) melalui metode Cylinder
                                Gas Audit (CGA), Response Correlation Audit (RCA), dan Relative Accuracy Test Audit (RATA) guna memastikan
                                keandalan dan akurasi hasil pengukuran.
                              • Memperluas penerapan teknologi pengendalian untuk menekan timbulan emisi gas konvensional, debu, serta
                                tingkat kebisingan dari aktivitas operasional.
                              • Mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif dalam proses produksi semen sebagai
                                bagian dari upaya penurunan emisi, termasuk emisi konvensional.
                              • Menjalankan seluruh kegiatan operasional secara konsisten sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (SOP)
                                yang berlaku.
                              • Meningkatkan kinerja dan pemanfaatan fasilitas hotdisc di Plant 11 guna mendukung pengelolaan emisi dan
                                efisiensi operasional.
                              • Carrying out continuous monitoring of SOx, NOx, and particulate concentrations throughout the factory.
                              • Conducting periodic testing for trace metals and volatile organic compound (VOC) and trace metal (trace
                                element) emissions at each clinker production facility, at least once per semester, at designated monitoring
                                points.
                              • Implementing external calibration process for the Continuous Emission Monitoring System (CEMS) by using
                                Cylinder Gas Audit (CGA), Response Correlation Audit (RCA), and Relative Accuracy Test Audit (RATA) methods
                                to ensure the reliability and accuracy of measurement results.
                              • Expanding the application of control technology to reduce conventional gas emissions, dust, and noise levels
                                from operational activities.




120                                                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 123
                                             Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                               Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                          • Optimizing the use of alternative fuels and materials in cement production process as part of emission reduction
                            efforts, including conventional emissions.
                          • Consistently conducting all operational activities in accordance with applicable Standard Operating Procedures
                            (SOPs).
                          • Improving the performance and utilization of hotdisc facilities at Plant 11 to support emissions management and
                            operational efficiency.

Pencapaian 2025           Rata-rata emisi debu sebesar 10,17 mg/Nm3 pada plant yang menggunakan bag filter dan 39,65 mg/Nm3 pada plant
Achievements in 2025      yang menggunakan electrostatic precipitator.
                          The average dust emission was 10.17 mg/Nm3 for plants using bag filters and 39.65 mg/Nm3 for plants using
                          electrostatic precipitators.

Evaluasi yang Dilakukan   Pemantauan emisi dilakukan secara transparan dan terintegrasi melalui penerapan Continuous Emission Monitoring
Evaluation Conducted      System (CEMS) yang terhubung dengan Sistem Informasi Pemantauan Emisi Industri Kontinu (SISPEK) milik
                          Kementerian Lingkungan Hidup.
                          Emission is monitored transparently and in an integrated manner through the implementation of Continuous
                          Emission Monitoring System (CEMS), which is linked to the Ministry of Environment’s Continuous Industrial Emission
                          Monitoring Information System (SISPEK).

Divisi yang Bertanggung   Environment Department
Jawab
Responsible Division



Pengelolaan emisi debu dan gas konvensional                                Conventional dust and gas emissions management
di Indocement dilaksanakan melalui kerangka                                at Indocement is implemented through an integrated
kebijakan dan standar yang terintegrasi, mengacu                           policy and standards framework, referring to Heidelberg
pada komitmen keberlanjutan Heidelberg Materials                           Materials Group’s 2030 sustainability commitment,
Group 2030, kebijakan internal Perseroan, penerapan                        the Company’s internal policies, the implementation
Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, serta                          of the ISO 14001:2015 Environmental Management
kepatuhan terhadap baku mutu emisi industri semen.                         System, and compliance with cement industry emission
Pengendalian emisi dilakukan melalui penerapan                             standards. Emission control is achieved through
teknologi yang andal, pemantauan berkelanjutan, dan                        the application of reliable technology, continuous
peningkatan sistem operasional, termasuk modernisasi                       monitoring, and operational system improvements,
filtrasi dengan penggantian electrostatic precipitator                     including filtration modernization by gradually replacing
menjadi bag filter secara bertahap yang terbukti                           electrostatic precipitators with bag filters, which has
menurunkan emisi debu secara signifikan. Selain itu,                       been proven to significantly reduce dust emissions.
emisi gas konvensional juga dikelola secara konsisten                      Furthermore conventional         gas emissions        are
agar tetap jauh di bawah ambang batas regulator                            consistently managed to remain well below regulatory
sebagai bagian dari dukungan Perseroan terhadap                            thresholds as part of the Company’s support for
pengelolaan kualitas udara yang bertanggung jawab.                         responsible air quality management.


   Pengukuran | Measurement
                                                              Penggantian Electrostatic Precipitator ke Bag Filter
          NOx & SO2
                                                              Electrostatic Precipitator to Bag Filter Replacement
                 2025




                                800                             2015–2025                                   2026                   2027
  Nox
  (mg/Nm3)     275                                      P14, P9, P10, P4, P8, P5, P11                        P12                     P7
                                                        Emisi Debu | Dust Emission:                                            Target Emisi Debu
                                                                                                                               Dust Emission Target
                                                        2015 = 40 mg/Nm3
                                                        2025 = 14,6 mg/Nm3                                                     = 10 mg/Nm3
  SO2                     650
  (mg/Nm3)    232                                                                                                         Regulasi Pemerintah
                                                 •   Pengukuran berdasarkan standar local (PermenLHK No. 19/2017)
                                                 •   Emisi Debu (mg/m3) – (25°C, 1013 hPa) terkait 10% oksigen            tentang Emisi Debu
                                                                                                                         Government Regulation
                                                 •   The measurement refers to local standard (Permen LHK No. 19/2017)
   Standar Pemerintah     Indocement                                                                                       on Dust Emission =
                                                 •   Dust Emission (mg/m3) - (25°C, 1013 hPa) related to 10% oxygen           60 mg/Nm3
   Government Standard




                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                           121
Page 124
 Transformasi electrostatic precipitator (EP) menjadi bag             The transformation of electrostatic precipitators (EP)
 filter di tujuh unit pabrik telah dilakukan secara bertahap          into bag filters in seven factory units has been carried
 sejak 2015. Penggantian electrostatic precipitator di                out gradually since 2015. Replacing electrostatic
 Plant 4, Plant 5, Plant 8, Plant 9, Plant 10, Plant 11, dan          precipitators at Plant 4, Plant 5, Plant 8, Plant 9, Plant
 Plant 14 telah berhasil menurunkan emisi debu dari                   10, Plant 11, and Plant 14 succeeded in reducing dust
 40 mg/Nm³ di 2015 menjadi 10,17 mg/Nm3 di 2025.                      emissions from 40 mg/Nm³ in 2015 to 10.17 mg/Nm³ in
                                                                      2025.


 Kinerja Pengendalian Emisi Debu dan Gas Konvensional
 Dust and Conventional Gas Emission Control Performance


 Metode Pemantauan Emisi Debu dan Gas Konvensional
 Methods for Monitoring Dust and Conventional Gas Emissions

           Jenis Emisi                                                     Metode Pemantauan
         Type of Emission                                                   Monitoring Method

  Debu                         •   Alat pemantauan Continuous Particulate Monitoring (CPM)
  Dust                         •   Pengamatan secara visual melalui kamera CCTV
                               •   Pemantauan grab sampling menggunakan metode gravimetric dan isokinetic
                               •   Integrasi CEMS ke KLH (SISPEK)
                               •   Continuous Particulate Monitoring (CPM) device
                               •   Visual observation through CCTV cameras
                               •   Grab sampling monitoring with gravimetric and isokinetic methods
                               •   CEMS Integration to KLH (SISPEK)

  SO2 & NO2                    •   Alat pemantauan Continuous Gas Monitoring (CGM)
                               •   Integrasi CEMS ke KLH (SISPEK)
                               •   Continuous Gas Monitoring (CGM) Device
                               •   CEMS Integration to KLH (SISPEK)

  Kebisingan                   Pengukuran dengan sound level meter (SLM)
  Noise                        Measurement with sound level meter (SLM)



 Emisi gas konvensional seperti SO2, NOx, dan partikulat              Conventional gas emissions such as SO2, NOx, and
 terutama berasal dari kegiatan produksi semen.                       particulate matter primarily originate from cement
 Di sisi lain, potensi emisi debu juga dapat terjadi                  production activities. On the other hand, dust emission
 pada tahap distribusi akibat kerusakan kemasan                       risks may also arise during the distribution stage due
 selama pengangkutan. Untuk memitigasi risiko                         to packaging damage during transportation. To mitigate
 debu, Indocement menerapkan Pallet Management                        dust-related risks, Indocement implements a Pallet
 and Monitoring System (PMMS) dalam proses                            Management and Monitoring System (PMMS) in the
 pengemasan guna meningkatkan ketahanan kemasan                       packaging process to enhance packaging durability
 dan meminimalkan kerusakan selama transportasi.                      and minimize damage during transport. Until the end
 Hingga akhir 2025, efektifitas PMMS mencapai                         of 2025, PMMS's effectiveness reached Rp31.5 billion
 Rp31,5 miliar sejak beroperasi pada Juni 2020, dengan                since its operation in June 2020, with a pallet turnover
 perputaran pallet sebanyak lebih 40.000 per bulan.                   of over 40,000 per month. Furthermore the Company
 Perseroan juga secara berkelanjutan melakukan                        continuously plants and maintains vegetation around
 penanaman dan pemeliharaan vegetasi di sekitar area                  its factory areas to act as a natural barrier against
 pabrik sebagai penghalang alami penyebaran debu                      dust spread, while providing additional benefits such
 sekaligus memberikan manfaat tambahan berupa                         as carbon dioxide absorption, improved air quality, and
 penyerapan karbon dioksida, peningkatan kualitas                     improved microclimate conditions in the operational
 udara, dan perbaikan kondisi mikroklimat di lingkungan               environment.
 operasional.




122                                                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 125
                                                  Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                    Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Pemantauan Emisi NOx, SO2, dan Partikulat (mg/m3) Berdasarkan Kompleks Pabrik [305-7][EM-CM-120a.1]
Monitoring of NOx, SO2, and Particulate Emissions (mg/m3) Based on Factory

                                                                                                       Pencapaian
   Kompleks Pabrik                                    Baku Mutu                                        Achievement
                               Parameter
      Factory                                       Quality Standard
                                                                                   2025                    2024                    2023

 Citeureup               NOx                               800                     301,1                   217,1                   249,2

                         SO2                               650                     238,8                   257,3                   291,9

                         Partikulat                        75                       5,84                    5,5                     6,6
                         Particulate

 Cirebon                 NOx                               800                     220,98                  161,5                   183,2

                         SO2                               650                     265,43                  161,1                   243,3

                         Partikulat                        75                      14,49                    7,9                     8,5
                         Particulate

 Tarjun                  NOx                               800                     119,26                 133,34                    113,2

                         SO2                               650                     105,03                 123,02                   230,5

                         Partikulat                        75                      39,65                   31,73                    40,7
                         Particulate

 Maros                   NOx                               800                     383,3                   233,0                    N/A

                         SO2                               650                     239,6                   223,2                    N/A

                         Partikulat                        75                       21,8                    15,5                    40,1
                         Particulate

 Grobogan                NOx                               800                     315,4                   268,4                    N/A

                         SO2                               650                     198,4                    2,0                     N/A

                         Partikulat                        75                       16,5                   22,0                     N/A
                         Particulate


Keterangan | Note:
Nilai emisi SOX disajikan berdasarkan hasil pengukuran SO2 (sulfur dioksida), mengingat SO2 merupakan komponen dominan dalam kelompok oksida
sulfur yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil. Kontribusi bentuk oksida sulfur lainnya seperti SO3 dianggap tidak signifikan dan
tidak diukur secara terpisah.
SOX emissions are represented by measured SO2 (sulfur dioxide) values, as SO2 is the predominant form of sulfur oxides generated from fossil fuel
combustion. Other sulfur oxides, such as SO3, are considered negligible and are not measured separately.



Selain menggunakan bag filter, Perseroan juga                               In addition to using bag filters, the Company also
menerapkan inisiatif lain untuk menurunkan emisi debu                       implements other initiatives to reduce dust and
dan gas konvensional, seperti flue gas desulfurization                      conventional gas emissions, such as flue gas
pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara serta                      desulfurization at coal-fired power plants and the use
penggunaan water spray dan water mist di area produksi                      of water spray and mist in aggregate production areas
agregat dan lahan terbuka. [305-7]                                          and open areas. [305-7]




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                123
Page 126
 Pemantauan Emisi NOx, SO2, dan Debu 2025 (mg/m3) [305-7]
 Monitoring of NOx, SO2, and Dust Emissions in 2025 (mg/m3)

                                                         Baku Mutu Pemerintah*                          Hasil Pengukuran 2025
                   Parameter
                                                    The Government’s Quality Standard*                 2025 Measurement Results

  Kiln Dust Emission                                           75 mg/Nm3                                        19,99

  Duration Out of Range                                          5,0%**                                          3,1

  SO2                                                          650 mg/Nm   3
                                                                                                                203,1

  NOx                                                          850 mg/Nm   3
                                                                                                                213,8


 Keterangan | Note:
 * Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.19/MENLHK/SETJEN/NUM.1/2/2017, tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan, atau
    Kegiatan Industri Semen Lampiran 1, halaman 21.
 ** Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.19/MENLHK/SETJEN/NUM.1/2/2017, tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan, atau
    Kegiatan Industri Semen Pasal 12, halaman 11.
 * The Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.19/MENLHK/SETJEN/NUM.1/2/2017, on Emission Quality Standards for
    Businesses and, or Activities of the Cement Industry, Appendix 1, page 21.
 ** The Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.19/MENLHK/SETJEN/NUM.1/2/2017, on Emission Quality Standards for
    Businesses and, or Activities of the Cement Industry, Article 12, page 11.



 Pemantauan Kualitas Udara Ambien
 Ambient Air Quality Monitoring

 Indocement secara berkala melakukan pemantauan                           Indocement regularly monitors ambient air quality in the
 kualitas udara ambien di wilayah sekitar operasional                     areas around its factories and mining operations as part
 pabrik dan area pertambangan sebagai bagian dari                         of its health and environmental risk management efforts.
 upaya pengelolaan risiko terhadap kesehatan dan                          Monitoring is conducted at several representative
 lingkungan. Pemantauan dilakukan di sejumlah titik                       locations in villages around the factories and mining
 representatif di desa-desa sekitar kompleks pabrik                       lands to ensure that the Company’s operational
 dan area tambang untuk memastikan bahwa aktivitas                        activities do not negatively impact air quality.
 operasional Perseroan tidak menimbulkan dampak                           Ambient air quality measurements are conducted every
 negatif terhadap kualitas udara. Pengukuran kualitas                     six months by an accredited environmental laboratory.
 udara ambien dilaksanakan setiap enam bulan oleh                         Monitored parameters include the main pollutant gases,
 laboratorium lingkungan yang telah terakreditasi.                        namely SO2, CO, NOX, O3, hydrocarbons (HC), and dust
 Parameter yang dipantau mencakup gas pencemar                            particles in PM10 and PM2.5 sizes. The monitoring results
 utama, yaitu SO2, CO, NOX, O3, hidrokarbon (HC),                         indicate that all mandatory on-site test parameters
 serta partikel debu dengan ukuran PM10 dan PM2.5.                        meet ambient air quality standards.
 Hasil pemantauan menunjukkan bahwa semua
 parameter uji di lokasi yang wajib dipantau memenuhi
 baku mutu udara ambien.


 Pengendalian Emisi Suara
 Noise Emission Control

 Sumber kebisingan di lingkungan operasional                              Noise     sources    in   Indocement’s  operational
 Indocement terutama berasal dari getaran peralatan                       environment mainly come from vibrations from
 produksi, mesin pabrik, dan sistem belt conveyor untuk                   production equipment, factory machinery, and the
 pengangkutan material. Untuk mengurangi tingkat                          belt conveyor system for material transportation. To
 kebisingan, Perseroan menerapkan berbagai langkah                        reduce noise levels, the Company implements various
 mitigasi teknis dan administratif, termasuk penggantian                  technical and administrative mitigation measures,
 roller belt conveyor dengan green roller berbahan                        including gradual replacement of conveyor belt
 teflon guna secara bertahap di beberapa kompleks                         rollers with Teflon-coated green rollers in several
 pabrik. Pemantauan kebisingan dilakukan secara rutin                     factories. Noise monitoring is conducted routinely
 menggunakan sound level meter serta pemeriksaan                          by using sound level meters and audiometric
 audiometri bagi karyawan yang berisiko terpapar.                         examinations for employees at risk of exposure.




124                                                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 127
                                                  Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                    Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Perseroan juga melindungi karyawan melalui                                   The Company also protects employees through noise
pelatihan pengendalian kebisingan, pemasangan                                control training, installation of warning signs in noisy
rambu peringatan di area bising, serta penyediaan                            areas, and provision of personal protective equipment
alat pelindung diri seperti ear plug dan earmuff sesuai                      such as earplugs and earmuffs in accordance with
standar keselamatan kerja.                                                   occupational safety standards.


Rata-rata Tingkat Kebisingan di Kompleks Pabrik
Average Level of Noise in Factory

                                                                        Kompleks Pabrik | Factory
 Ambang Batas (dBA)*
                                        Citeureup                                  Cirebon                                Tarjun
   Threshold (dBA)*
                             2025         2024         2023          2025           2024       2023          2025         2024         2023

           85                84,3         84,4          84,1         59,01         58,95          81,6       58,9         56,60         56,8


Keterangan | Note:
* Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja.
  Based on the Regulation of the Minister of Manpower No. 5 of 2018 on OHS of Work Environment.




Pengelolaan Air
Water Management


Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach

 Signifikansi Topik           Pengelolaan air menjadi aspek penting dalam operasional Perseroan, terutama untuk sistem pendinginan mesin dan
 Significance of the Topic    peralatan produksi. Perseroan menerapkan sistem sirkulasi tertutup (closed circuit) sehingga air dapat digunakan
                              kembali, sementara kebutuhan tambahan hanya untuk menggantikan kehilangan akibat penguapan. Pendekatan ini
                              mendukung efisiensi penggunaan air dan meminimalkan pengambilan dari sumber eksternal.
                              Water management becomes an important aspect of the Company’s operations, particularly for the cooling systems
                              of machinery and production equipment. The Company implements a closed-circuit system so that water can be
                              reused, while additional water is required only to replace water losses due to evaporation. This approach supports
                              efficient water use and minimizes withdrawals from external sources.

 Komitmen dan Kebijakan       • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials Group.
 Commitments and Policies     • The WBCSD Pledge for Access to Safe Water, Sanitation, and Hygiene (WASH).
                              • Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 26 Tahun 2018 tentang Standar Industri Hijau untuk Industri Semen
                                Portland.
                              • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/MenLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku
                                Mutu Air Limbah Domestik.
                              • Heidelberg Materials Group Sustainability Commitment 2030.
                              • The WBCSD Pledge for Access to Safe Water, Sanitation, and Hygiene (WASH).
                              • Regulation of the Minister of Industry No. 26 of 2018 on Green Industry Standards for Portland Cement Industry.
                              • Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.68/MenLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 on Domestic
                                Wastewater Quality Standards.

 Strategi Pencapaian          • Menyusun rencana pengelolaan air yang mencakup seluruh kompleks pabrik.
 [403-7]                      • Menjaga ketersediaan sumber air dengan membangun kolam pengendapan (embung) air hujan di sekitar lokasi
 Achievement Strategies         kompleks pabrik.
                              • Melakukan pemantauan secara rutin pelepasan efluen ke badan air.
                              • Implementasi WASH Pledge.
                              • Developing water management plan covering the entire factories.
                              • Maintaining water availability by constructing rainwater sediment ponds around the factories.
                              • Regularly monitoring effluent discharge into water bodies.
                              • Implementation of WASH Pledge.




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                  125
Page 128
  Pencapaian 2025           •   Penggunaan air daur ulang (recycled water) sebesar 26.390.535 m3 untuk proses produksi.
  Achievements in 2025      •   4% efisiensi air pada kegiatan operasional dan domestik.
                            •   0,24 m3/ton klinker intensitas air.
                            •   Using 26,390,535 m3 of recycled water for production processes.
                            •   4% water efficiency in operational and domestic activities.
                            •   0.24 m3/tons clinker water intensity.

  Evaluasi yang Dilakukan   • Evaluasi penggunaan air dilakukan melalui production meeting setiap minggu.
  Evaluation Conducted      • Pelaporan kinerja pengelolaan air secara berkala dilaporkan kepada Plant/Division Manager setiap bulan.
                            • Aspek pengelolaan dan efisiensi air di Indocement juga telah diaudit dengan level limited assurance sebagai
                              bagian dari Heidelberg Materials.
                            • Hasil evaluasi menjadi dasar dalam menjalankan continuous improvement pada aspek pengelolaan air.
                            • Water use is evaluated through production meetings every week.
                            • Periodic reporting of water management performance is submitted to the Plant/Division Manager every month.
                            • The water management and efficiency aspects at Indocement have also been audited with a limited assurance
                              level as part of the Heidelberg Materials.
                            • The evaluation results serve as the basis for implementing continuous improvement in water management
                              aspect.

  Divisi yang Bertanggung   Fungsi Utility Division yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Bidang Teknik.
  Jawab                     Utility Division functions that directly report to the Director of Engineering.
  Responsible Division



 Perseroan menggunakan air untuk keperluan domestik,                     The Company uses water for domestic purposes,
 proses produksi semen, dan pendinginan mesin produksi.                  cement production processes, and production machine
 Pengelolaan air dilakukan secara terintegrasi di seluruh                cooling. Water management is integrated throughout
 kompleks pabrik melalui rencana pengelolaan yang                        the factories through a management plan that sets
 menetapkan target berkelanjutan serta mendorong                         sustainable targets and encourages collaboration
 kolaborasi dengan komunitas sekitar. Berdasarkan                        with surrounding communities. Based on risk mapping
 pemetaan risiko menggunakan Aqueduct Water                              using the Aqueduct Water Risk Atlas from the World
 Risk Atlas dari World Resources Institute, Perseroan                    Resources Institute, the Company identifies the level
 mengidentifikasi tingkat risiko kekurangan air di setiap                of risk of water shortages in each operational area as
 wilayah operasional sebagai dasar penentuan prioritas                   the basis for determining management priorities. It also
 pengelolaan, serta bekerja sama dengan pihak ketiga                     collaborates with independent third parties to conduct
 independen untuk melakukan studi dan penilaian risiko                   risk studies and assessments to ensure responsible
 guna memastikan pengambilan dan pembuangan                              water withdrawal and disposal. Furthermore, the
 air dilakukan secara bertanggung jawab. Selain                          Company implements the World Business Council for
 itu, Perseroan juga menerapkan WASH Pledge dari                         Sustainable Development (WBCSD) WASH Pledge as
 World Business Council for Sustainable Development                      the commitment to supporting SDG 6: Clean Water
 (WBCSD) sebagai komitmen mendukung TPB 6: Air                           and Sanitation, by providing access to clean water,
 Bersih dan Sanitasi Layak, melalui penyediaan akses                     sanitation, and hygiene throughout the factories
 air bersih, sanitasi, dan kebersihan di seluruh kompleks                and mining area. This is monitored through annual
 pabrik dan area tambang, yang dipantau melalui                          self-assessments and the use of WASH Pledge Tool.
 penilaian mandiri tahunan dan penggunaan WASH                           [303-1]
 Pledge Tool. [303-1]




126                                                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 129
                                                Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Selama 2025, total debit penarikan air mencapai                        In 2025, the total water withdrawals were 3,346,921 m3,
3.346.921 m3 yang berasal dari air permukaan, air tanah,               sourced from surface water, groundwater, rainwater,
air hujan, dan PDAM. Guna memastikan pengambilan                       and the Regional Water Company (PDAM). To ensure
air tidak mengganggu kelestarian sumber air tanah                      that water withdrawals do not disrupt the sustainability
dan air permukaan, seluruh kompleks pabrik telah                       of groundwater and surface water sources, all factories
memiliki Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air                    have Water Withdrawal and Utilization Permits (SIPPA).
(SIPPA). Sebagai bagian dari upaya konservasi dan                      As part of conservation and efficiency efforts, the
efisiensi, Perseroan membangun kolam pengendapan                       Company builds rainwater sediment ponds around
(embung) air hujan di sekitar lokasi pabrik. Air hujan                 the factories. The collected rainwater is reused for
yang tertampung dimanfaatkan kembali untuk                             operational needs, particularly for cooling machinery
kebutuhan operasional, khususnya untuk pendinginan                     and power plant boilers. In 2025, the Company’s water
mesin dan boiler pembangkit listrik. Pada 2025,                        usage intensity was recorded at 0.24 m3/tons of clinker.
intensitas penggunaan air Perseroan tercatat sebesar                   [303-1]
0,24 m3/ton klinker. [303-1]


Intensitas Air (m3/ton klinker)                                        Intensitas Air (m3/Miliar Rupiah)
Water Intensity (m3/tons of clinker)                                   Water Intensity (m3/Billion Rupiah)


            0,24          0,25                  0,232                            169,5               176,6         225,2




            2025          2024                  2023                             2025                2024          2023




Jumlah Pemakaian Air (m3) [303-3][303-5][EM-CM-140a.1]
Table of Water Usage (m3)

    Kompleks Pabrik               Sumber Air
                                                                2025                      2024                      2023
       Factory                   Water Source

Citeureup               Air Permukaan                         1.233.806                  1.569.670                2.352.422
                        Surface Water

                        Air Tanah                              22.239                     19.703                    8.414
                        Groundwater

 Cirebon                Air Permukaan                         860.570                    771.003                   865.535
                        Surface Water

                        Air Hujan                              20.240                     24.527                   33.752
                        Rainwater

Tarjun                  Air Permukaan                          378.126                   378.595                   438.857
                        Surface Water

Maros                   Air Permukaan                         290.548                    438.045                   503.000
                        Surface Water




                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                        127
Page 130
       Kompleks Pabrik                 Sumber Air
                                                                        2025                           2024                      2023
          Factory                     Water Source

  Grobogan                     Air Hujan                              248.894                         172.854                    10.504
                               Rainwater

                               PDAM                                    23.754                         48.527                      159

  Banyuwangi                   Air Tanah                               16.500                         16.877                     15.435
                               Groundwater

                               PDAM                                    3.372                           1.771                     2.008

  Jumlah | Total                                                     3.098.049                       3.441.582                 4.231.085



 Jumlah Penarikan Air (Megaliter) [303-3]
 Total Water Withdrawals (Megaliters)

                                        Debit Penarikan Air
                                                                                                           2025        2024               2023
                                      Water Withdrawal Volume

  Penarikan Air Berdasarkan Sumber Penarikan
  Water Withdrawal by Sources of Withdrawal

  Air Permukaan
  Surface Water

  Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                                         3.032,16    3.270,74           4.023,4

  Air Lainnya (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                                              -        -                33,7
  Other Water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)

  Air Tanah
  Groundwater

  Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                                          38,74       36,58              95,1

  Air Lainnya (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                                              -        -                  -
  Other Water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)

  Air Terproduksi
  Produced Water

  Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                                               -        -                  -

  Air Lainnya (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                                              -        -                  -
  Other Water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)

  Total Penarikan Air oleh Pihak Ketiga Berdasarkan Sumber Penarikan
  Total Water Withdrawal by Third Parties by Withdrawal Sources

  Total Penarikan Air                                                                                      27,13       50,31                -
  Total Water Withdrawal

  Air Permukaan (Total) + Air Tanah (Total) + Air Terproduksi (Total) + Air Pihak Ketiga (Total)         3.346,92     3.703,33           4.152,2
  Surface Water (Total) + Groundwater (Total) + Produced Water (Total) + Third-Party Water (Total)




128                                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 131
                                                   Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                    Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Jumlah Pelepasan Air (Megaliter) [303-4]
Total Water Discharge (Megaliters)

                           Debit Pelepasan Air
                                                                                   2025               2024                 2023
                         Discharge Water Volume

Pelepasan Air Berdasarkan Tujuan
Water Discharge by Types of Destination

Air Permukaan                                                                       41,12             95,55                188,5
Surface Water

Air Tanah                                                                             -                 -                    -
Groundwater

Air Laut                                                                              -                 -                    -
Seawater

Air dari Pihak Ketiga                                                                 -                 -                  210,2
Third-party Water

Air dari Pihak Ketiga yang Dikirim untuk Digunakan Organisasi Lain                 207,75             167,36                 -
Third-Party Water Sent to be Used by Other Organizations

Total Pelepasan Air                                                                248,87            262,90               384,5
Total Water Discharge

Pelepasan Air Berdasarkan Freshwater dan Air Lainnya
Water Discharge by Freshwater and Other Water

Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                       -              232,52                188,5

Air Lainnya (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)                                      -               30,38                  -
Other Water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)



Konsumsi Air (Megaliter) [F.8][303-5]
Water Consumption (Megaliters)




                                                   2025                                                 2024

                                      3.098,00                                                 3.441,58




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                      129
Page 132
 Pengelolaan Air Limbah (Efluen)
 Effluent Management




 “        Pada 2025, 2.100 kepala keluarga di sekitar kompleks
          pabrik telah memanfaatkan air dari embung untuk
          kegiatan rumah tangga sehari-hari. [303-1]
                                                                                            “
          In 2025, a total of 2,100 households around the factories utilized the
          sediment pond water for daily household activities.




 Untuk    memastikan      pengelolaan     efluen   yang      To ensure a responsible effluent management, the
 bertanggung jawab, Perseroan memantau kualitas air          Company regularly monitors wastewater quality and
 limbah secara berkala serta mengelola limpasan guna         manages runoff to prevent pollution and nutrient
 mencegah pencemaran dan akumulasi nutrisi pada              accumulation in surrounding water bodies. All
 badan air sekitar. Seluruh efluen operasional diolah        operational effluent is treated through a proprietary
 melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik        Wastewater Treatment Plant (WWTP) and a wastewater
 sendiri dan wastewater garden untuk efluen domestik         garden for domestic effluent within the factories.
 di kompleks pabrik. Kualitas efluen dipantau secara         Effluent quality is strictly monitored through monthly
 ketat melalui pengujian bulanan oleh laboratorium           testing by an external laboratory accredited by the
 eksternal terakreditasi Komite Akreditasi Nasional          National Accreditation Committee (KAN), which
 (KAN) yang dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup         is reported to the local Environmental Services
 setempat di Kabupaten Bogor, Cirebon, dan Kotabaru.         Offices in Bogor, Cirebon, and Kotabaru Regencies.
 Pemantauan juga didukung pemantauan kualitas                Monitoring is also supported by water quality monitoring
 air di hulu dan hilir sungai penerima seperti Sungai        in the upstream and downstream receiving rivers, such
 Cileungsi, Sungai Kalen Jaya, dan Sungai Kali Asin.         as Cileungsi River, Kalen Jaya River, and Kali Asin River.
 Sepanjang 2025, total volume efluen yang dilepaskan         Throughout 2025, the total volume of effluent released
 dari Kompleks Pabrik Tarjun, Cirebon, dan Citeureup         from Tarjun, Cirebon, and Citeureup Factories reached
 mencapai 46,22 megaliter. [F.13][F.14][303-1][303-2]        46.22 megaliters. [F.13][F.14][303-1][303-2]


 Pengukuran Kualitas Air Limbah Domestik
 Domestic Wastewater Quality Measurement

                                                                                                 Nilai Tertinggi
                                                                Baku Mutu
                                                 Satuan                                          Highest Level
              50,0             Parameter                          Quality
                                                  Unit
                                                                 Standard
                                                                                    2025              2024         2023

  Citeureup             Derajat Keasaman           pH              6–9               8,78             8,86         8,88
                        Acidity Degree

                        BOD                       mg/lt             30              25,29             24,79        25,2

                        COD                       mg/lt            100               90,3             64,9         94,8

                        TSS                       mg/lt             30                27               25           28

                        Minyak dan Lemak          mg/lt             5                1,05              1,2          1,2
                        Oil and Grease

                        Ammonia (NH3-N)           mg/lt             10               9,14             9,73         4,78

                        Total Coliform            mg/lt           3.000             2.800             2.800        2.800




130                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 133
                                                 Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                  Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                                                                                                           Nilai Tertinggi
                                                                             Baku Mutu
                                                             Satuan                                        Highest Level
            50,0                    Parameter                                  Quality
                                                              Unit
                                                                              Standard
                                                                                              2025             2024             2023

 Cirebon                    Derajat Keasaman                   pH                 6–9          7,75             7,72            8,78
                            Acidity Degree

                            BOD                               mg/lt                30          11,9             22,1            20,1

                            COD                               mg/lt               100         55,13            62,72            61,28

                            TSS                               mg/lt                30          24                23             18,00

                            Minyak dan Lemak                  mg/lt                5            3                3                3
                            Oil and Grease

                            Ammonia (NH3-N)                   mg/lt                10         3,05              1,76            2,82

                            Total Coliform                    mg/lt               3.000        920              920             560

 Tarjun                     Derajat Keasaman                   pH                 6–9          7,8              7,25             8,8
                            Acidity Degree

                            BOD                               mg/lt                30         2,58              3,26            10,7

                            COD                               mg/lt               100          8,2              9,25            26,7

                            TSS                               mg/lt                30           8               7,25             13

                            Minyak dan Lemak                  mg/lt                5          0,24              0,15             1,4
                            Oil and Grease

                            Ammonia (NH3-N)                   mg/lt                10         0,013             0,04            0,15

                            Total Coliform                    mg/lt               3.000       2.400           574,42            1.700

 Maros                      Derajat Keasaman                   pH                 6–9          8,4               7               7,6
                            Acidity Degree

                            BOD                               mg/lt                30          16,1             14,3            13,4

                            COD                               mg/lt               100          71,3             50,0            41,7

                            TSS                               mg/lt                30          18                12              13

                            Minyak dan Lemak                  mg/lt                5            1               0,5              0,6
                            Oil and Grease

                            Ammonia (NH3-N)                   mg/lt                10         4,38              2,63            0,18

                            Total Coliform                    mg/lt               3.000        280              212              160

 Grobogan                   Derajat Keasaman                   pH                 6–9         8,43              7,58            N/A
                            Acidity Degree

                            BOD                               mg/lt                30           4                5              N/A

                            COD                               mg/lt               100          16               225             N/A

                            TSS                               mg/lt                30          13                16             N/A

                            Minyak dan Lemak                  mg/lt                5          4,99               2              N/A
                            Oil and Grease

                            Ammonia (NH3-N)                   mg/lt                10         0,04              3,93            N/A

                            Total Coliform                    mg/lt               3.000       2.801            2.250            N/A


Keterangan | Note:
Baku mutu kualitas air limbah domestik berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan
Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah untuk Air Limbah Domestik.
Domestic wastewater quality standards are based on Minister of Environment Regulation No. 11 of 2025 on Wastewater Quality Standards and
Wastewater Treatment Technology Standards for Domestic Wastewater.




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                          131
Page 134
 Selama 2025, Perseroan menjalankan berbagai                            Throughout 2025, the Company implemented various
 program efisiensi air, antara lain optimalisasi suhu                   water efficiency programs, including optimizing the
 gas panas menuju raw mill di plant, pemanfaatan air                    temperature of hot gas flowing to the raw mill at the
 buangan dari lumpur clarifier, optimalisasi glue mixer                 plant, utilizing wastewater from the clarifier sludge,
 pada Divisi Paper Bag, serta pembersihan Telaga Remis.                 optimizing the glue mixer in Paper Bag Division, and
 Selain itu, Perseroan juga menurunkan beban pencemar                   cleaning Telaga Remis. Furthermore, the Company also
 melalui pemanfaatan limbah batu alam, mengurangi                       reduced pollution load by utilizing natural stone waste,
 penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan air                       reducing surface water use by utilizing wastewater from
 sisa proses produksi di Water Treatment Plant Cantung,                 Cantung Water Treatment Plant, modifying the clean
 melakukan modifikasi pipeline proses pembuatan air                     water production pipeline, and utilizing the sediment
 bersih, serta memanfaatkan embung waduk di Desa                        ponds in Langadai Village, Tarjun, South Kalimantan.
 Langadai, Tarjun, Kalimantan Selatan.


 Ketersediaan Air Tahun 2025 di Kompleks Pabrik melalui Kolam Endapan (m3)
 Water Availability in 2025 at Factories through Sedimentation Ponds (m3)

                      Kompleks Pabrik Citeureup
                         Citeureup Factory
                                                                           Kompleks Pabrik Cirebon               Kompleks Pabrik Tarjun
                                                                              Cirebon Factory                       Tarjun Factory
           Tanah Liat                         Batu Kapur
             Clay                             Limestone

            223.800                               479.100                          220.000                              64.644




                                       Indocement menyelenggarakan Green Photo Hunting Challenge sebagai bagian dari perayaan
                                      HUT ke-50, mengajak peserta mendokumentasikan keanekaragaman hayati area operasional.
                                Indocement is organizing the Green Photo Hunting Challenge as part of its 50th Anniversary celebration,
                                                             inviting participants to document biodiversity across its operational areas.




132                                                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 135
                                             Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                              Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Material Ramah Lingkungan                                                                                [F.5]

Environmentally Friendly Materials

Indocement mengembangkan produk semen yang lebih                       Indocement develops more environmentally friendly
ramah lingkungan dengan menurunkan faktor klinker                      cement products by reducing clinker factor through
melalui pemanfaatan fly ash dan ground granulated blast                the use of fly ash and ground granulated blast furnace
furnace slag (GBFS) sebagai bahan substitusi. Upaya                    slag (GBFS) as substitute materials. This effort reduces
ini mengurangi penggunaan material tidak terbarukan                    the use of non-renewable materials while lowering the
sekaligus menurunkan intensitas emisi karbon                           product’s carbon emission intensity. In line with this
produk. Sejalan dengan strategi tersebut, Perseroan                    strategy, the Company offers various types of low-
menghadirkan berbagai jenis semen rendah karbon,                       carbon cement, such as portland composite cement,
seperti portland composite cement yang memberikan                      which provides significant CO2 emission reductions
pengurangan emisi CO2 signifikan untuk proyek                          for large-scale construction projects, and hydraulic
konstruksi berskala besar, serta semen hidraulis yang                  cement, designed for heavy infrastructure needs with
dirancang untuk kebutuhan infrastruktur berat dengan                   excellent durability to support long-term sustainability.
daya tahan unggul guna mendukung keberlanjutan
jangka panjang.


Produk Ramah Lingkungan
Environmentally Friendly Products

      Uraian          Semen Portland Komposit                       Semen Slag                                   Semen Hidraulis
    Description      Portland Composite Cement                      Slag Cement                                  Hydraulic Cement

Rasio Klinker     61%–62%
Clinker Ratio     dengan SNI terbaru mencapai 55%                     45%–50%                                       75%–78%
                  with the latest SNI reaching 55%

Pengurangan CO2
                  30%–35%                                             50%–55%                                       10%–15%
CO2 Reduction

                                                      • Didistribusikan dalam curah.                • Didistribusikan dalam curah.
                                                      • Hidrasi panas rendah, tahan sulfat,         • Kekuatan lebih baik dibandingkan
                                                        ketahanan tinggi dan periode                  OPC dengan daya tahan luar biasa
                                                        pertumbuhan kompresi yang lebih               dibandingkan OPC.
                                                        lama.                                       • Untuk infrastruktur, gedung bertingkat,
                                                      • Cocok untuk proyek beton massa,               dan industri precast.
                                                        bendungan dan dermaga. Saat ini             • Distributed in bulk.
Karakteristik     Didistribusikan dalam kantong         digunakan dalam pengembangan                • Excellent strength compared to OPC
Characteristics   Distributed in bags                   Pelabuhan Patimban.                           with exceptional durability.
                                                      • Distributed in bulk.                        • For infrastructure, high-rise buildings,
                                                      • Low heat of hydration, sulfate                and precast industry.
                                                        resistance, high durability, and a longer
                                                        compression growth period.
                                                      • Suitable for mass concrete projects,
                                                        dams, and docks. Currently used in the
                                                        development of Patimban Port.




                           Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                  133
Page 136
 Menerapkan Ekonomi Sirkular                                                                                        [F.14][306-1][306-2]

 Implementing a Circular Economy


 Pendekatan Manajemen [3-3]
 Management Approach

  Signifikansi Topik          Penerapan ekonomi sirkular menjadi aspek material karena mendukung optimalisasi pemanfaatan limbah sebagai
  Significance of the Topic   bahan bakar dan bahan baku alternatif, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya tidak
                              terbarukan dan menurunkan emisi karbon.
                              The implementation of circular economy serves as a material aspect as it supports the optimization of waste
                              utilization as fuel and alternative raw materials, thereby reducing dependence on non-renewable resources and
                              lowering carbon emissions.

  Komitmen dan Kebijakan      •   Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials.
  Commitments and Policies    •   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.
                              •   ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan.
                              •   Komitmen Pengelolaan Limbah melalui Kebijakan Pengelolaan Limbah yang ditetapkan oleh Direktur Utama
                                  pada 9 September 2019.
                              •   Izin Pengelolaan Limbah dari Kementerian Lingkungan Hidup.
                              •   Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030.
                              •   Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 101 of 2014 on Hazardous and Toxic Waste Management.
                              •   ISO 14001:2015 Environmental Management System.
                              •   Commitment to Waste Management through the Policy on Waste Management established by the President
                                  Director on 9 September 2019.
                              •   Permission on Waste Management from the Ministry of Environment.

  Target                      Meningkatkan pemanfaatan limbah sebagai substitusi bahan bakar dan bahan baku alternatif secara bertahap
                              hingga mencapai target 2030 sebesar 42%, serta meminimalkan timbulan limbah yang tidak termanfaatkan.
                              Increasing the utilization of waste as a substitute for fuel and alternative raw materials gradually to reach the 2030
                              target of 42%, while minimizing the generation of unused waste.

  Strategi Pencapaian         • Mengoptimalkan pemanfaatan energi alternatif dari limbah dengan memanfaatkan sampah atau limbah domestik
  Kinerja 2025 [403-7]          sebagai RDF.
  Performance Achievement     • Mengoperasikan dan mengoptimalkan pemanfaatan energi surya di Kompleks Pabrik Citeureup dan Tarjun
  Strategy in 2025              sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
                              • Menggunakan lebih banyak bahan baku alternatif sebagai pengganti klinker dalam proses produksi untuk
                                menjaga konservasi energi.
                              • Optimizing the use of alternative energy from waste by utilizing domestic waste as RDF.
                              • Operating and optimizing solar energy utilization at Citeureup and Tarjun Factories as part of energy efficiency
                                efforts and reducing dependence on fossil fuels.
                              • Using more alternative raw materials as a substitute for clinker in the production process to maintain energy
                                conservation.

  Pencapaian 2025             •   99,3% pemanfaatan limbah B3 internal.
  Achievements in 2025        •   4,7% bahan baku alternatif pengganti klinker di semen.
                              •   92,3% pemanfaatan limbah non-B3 internal.
                              •   29% pemanfaatan limbah untuk mensubstitusi kebutuhan bahan bakar.
                              •   2,2% pemanfaatan limbah mensubstitusi kebutuhan bahan baku alternatif.
                              •   99.3% utilization of internal hazardous and toxic waste.
                              •   4.7% of alternative raw materials as a substitute for clinker in cement.
                              •   92.3% utilization of internal non-hazardous and toxic waste.
                              •   29% utilization of waste to substitute fuel needs.
                              •   2.2% utilization of waste to substitute the need for alternative raw materials.




134                                                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 137
                                               Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Evaluasi yang Dilakukan   • Pengawasan dan evaluasi rutin terhadap pengelolaan limbah, baik dari sumber internal maupun eksternal,
Evaluation Conducted        dilakukan oleh Fungsi Procurement & AFAM yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi.
                          • Data terkait timbulan sampah dan hasil pemantauan disampaikan setiap bulan melalui Departemen Lingkungan
                            dan Departemen HRGA.
                          • Pelaporan eksternal mengenai pengelolaan limbah dilakukan melalui Sistem Pelaporan Elektronik (SISPEK)
                            milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Aspek pendapatan berkelanjutan yang dihasilkan dari pendekatan
                            sirkularitas dan produk rendah karbon telah melalui proses audit dengan tingkat reasonable assurance sebagai
                            bagian dari Heidelberg Materials.
                          • Periodic monitoring and evaluation of waste management, both from internal and external sources, are carried
                            out by the Procurement & AFAM Function, which reports directly to the Board of Directors.
                          • Data related to waste generation and monitoring results are submitted monthly through the Department of
                            Environment and the Department of HRGA.
                          • External reporting on waste management is carried out through the Electronic Reporting System (SISPEK)
                            owned by the Ministry of Environment (KLH). The aspect of sustainable income generated from circularity
                            approach and low-carbon products has gone through audit process with the level of reasonable assurance as
                            part of Heidelberg Materials.

Divisi yang Bertanggung   Fungsi Procurement & AFAM dan Departemen Lingkungan dan Departemen HRGA.
Jawab                     The Procurement & AFAM Function, along with the Environmental Department and HRGA Department.
Responsible Division



Indocement menerapkan 5R, yaitu Reduce, Reuse,                          Indocement implements the 5Rs—Reduce, Reuse,
Recycle, Repair, dan Recovery, sebagai pendekatan                       Recycle, Repair, and Recovery—as its primary approach
utama dalam pengelolaan limbah pada setiap tahap                        to waste management at every stage of the production
proses produksi. Penerapan konsep ini bertujuan untuk                   process. This concept aims to minimize waste
meminimalkan timbulan limbah sejak dari sumbernya,                      generation at the source, increase material reuse, and
meningkatkan pemanfaatan kembali material, serta                        reduce waste residues that have the potential to pollute
mengurangi residu limbah yang berpotensi mencemari                      the environment.
lingkungan.


Praktik 5R Indocement
Indocement 5R Practice




     Reduce                      Reuse                        Recycle                       Repair                      Recovery
  Mengurangi jumlah        Menggunakan kembali               Mendaur ulang             Memperbaiki hanya             Memperoleh kembali
limbah B3 dan non-B3       limbah B3 dan non-B3          komponen-komponen           pada bagian mesin atau          komponen-komponen
 dengan target setiap         untuk fungsi yang             yang bermanfaat          motor listrik yang rusak.       yang bermanfaat dari
tahun sebesar 2% dari         sama atau lainnya            dari limbah B3 dan        Repair only the parts of       limbah B3 dan non-B3.
  tahun sebelumnya.         tanpa melalui proses         non-B3 melalui proses        the engine or electric            Recover useful
  Reduce the amount       tambahan secara kimia,        tambahan secara kimia,       motor that is damaged.            components from
   of hazardous and       fisika, biologi, dan/atau     fisika, biologi, dan/atau                                     hazardous and non-
 non-hazardous waste                termal.              termal menjadi benda                                          hazardous waste.
 with an annual target      Reuse hazardous and                    lain.
of 2% compared to the       non-hazardous waste              Recycle useful
     previous year.         for the same or other            components of
                           purposes, without any          hazardous and non-
                             additional chemical,           hazardous waste
                             physical, as well as          through additional
                            biological processes,          chemical, physical,
                          and/or thermal process.         as well as biological
                                                            processes, and/or
                                                           thermal to become
                                                              other objects.




                            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                               135
Page 138
 Pemanfaatan Limbah dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular pada Proses Produksi
 Utilization of Waste with Circular Economy Approach in the Production Process


      Penambangan                                            Penggilingan dan Pembakaran
      Mining                                                 Grinding and Burning
                                                                             Raw Meal Silo

                                                                                                                             Sampah
        Material                    Pencampuran                                                           CO2 - Neutral      Domestik
                                      Blending                                                             Biomass           Domestic
                                                                                                                              Waste



                                                                                                                               RDF
                                                                                                   Rotary Kiln
                                                                Raw Mill




      Pengepakan                                             Penggilingan Semen
      Packing                                                Cement Grinding
                                   Silo Semen
                                   Cement Silo
                                                                      Fly-ash & Granulated blast
         Distribusi                                                         Furnace Slag
        Distribution




                                                                             Cement Mill                           Clinker
                                                                                                                   Storage




 Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan                      To reduce greenhouse gas emissions and improve
 meningkatkan       ketahanan       energi   operasional,       operational energy resilience, Indocement optimizes
 Indocement mengoptimalkan penggunaan bahan                     the use of raw materials and alternative fuels in its
 baku dan bahan bakar alternatif dalam proses                   integrated production process through grinding at the
 produksi secara terintegrasi melalui penggilingan di           raw mill and cement mill. The Company also strengthens
 raw mill dan cement mill. Perseroan juga memperkuat            the energy transition by investing Rp353 billion in the
 transisi energi melalui investasi Rp353 miliar untuk           construction of RDF facilities that support the reduction
 pembangunan fasilitas RDF yang mendukung                       of fossil fuel use and sustainable management of urban
 pengurangan penggunaan bahan bakar fosil sekaligus             waste. Throughout 2025, a total of 162.209 tons of RDF
 pengelolaan sampah perkotaan secara berkelanjutan.             were used as a coal substitute throughout the factories,
 Selama 2025, sebanyak 162.209 ton RDF dimanfaatkan             supported by infrastructure development such as
 sebagai pengganti batu bara di seluruh kompleks                factory access roads, an RDF feeding facility at Plant
 pabrik, didukung pembangunan infrastruktur seperti             14, a shredder and mixing facility, and a hot disc facility
 akses jalan ke pabrik, fasilitas feeding RDF di Plant 14,      at Plant 11 to ensure safe, efficient, and sustainable
 fasilitas shredder dan mixing, serta hotdisc facility di       utilization.
 Plant 11 untuk memastikan pemanfaatannya berjalan
 aman, efisien, dan berkelanjutan.

 Hingga 2025, Indocement telah memiliki nota                    Until 2025, Indocement had memorandums of
 kesepahaman dan kontrak kerja sama pengadaan RDF               understanding and cooperation contracts for RDF
 dengan sejumlah pihak; 14 mitra utama di antaranya             procurement with several parties; 14 of these key
 berpotensi memasok hingga 1 juta ton RDF per tahun.            partners have the potential to supply up to 1 million tons
                                                                of RDF per year.




136                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 139
                                            Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                             Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                 Pada Desember 2025, Indocement menandatangani Perjanjian Jual Beli RDF dengan
                 Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk
                 memanfaatkan RDF dari Plant Rorotan sebagai bahan bakar alternatif dalam produksi
                 semen, sekaligus mendukung pengelolaan sampah perkotaan secara berkelanjutan.
                 In December 2025, Indocement signed an RDF Sales and Purchase Agreement with the
                 Integrated Waste Management Unit (UPST) of the Jakarta Environmental Agency to utilize
                 RDF from Rorotan Plant as an alternative fuel in cement production, while simultaneously
                 supporting sustainable urban waste management.



                 Pada 2025, Indocement meraih Penghargaan Platinum kategori Efisiensi Energi pada
                 Circular Economy & Sustainability Awards (CESA) 2025 yang diselenggarakan Corporate
                 Forum for CSR Development (CFCD) melalui program Circular Energy Transformation,
                 yang dinilai unggul dalam penerapan ekonomi sirkular melalui efisiensi energi,
                 pengurangan emisi karbon, dan pemanfaatan bahan bakar alternatif.
                 In 2025, Indocement received the Platinum Award in the Energy Efficiency category at the
                 2025 Circular Economy & Sustainability Awards (CESA), held by the Corporate Forum for
                 CSR Development (CFCD) through its Circular Energy Transformation program, recognized
                 for its excellence in implementing a circular economy through energy efficiency, carbon
                 emission reduction, and the use of alternative fuels.



                 Sejak November 2025, Kompleks Pabrik Tarjun Indocement menerima pengiriman
                 perdana 10 ton RDF dari TPS 3R KSM Lestari Martapura, Kabupaten Banjar, sebagai
                 bagian dari kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemerintah Provinsi
                 Kalimantan Selatan, dan KLH/BPLH untuk mendorong pengelolaan sampah
                 berkelanjutan.
                 In November 2025, Indocement’s Tarjun Factory received its first shipment of 10 tons of
                 RDF from the Reuse-Reduce-Recycle Waste Management Site (TPS 3R) of KSM Lestari
                 Martapura, Banjar Regency, as part of a collaboration with Banjar Regency Government,
                 the South Kalimantan Provincial Government, and the Ministry of Environment/BPLH to
                 promote sustainable waste management.



Pengelolaan Limbah [F.14][3-3][306-1][306-2]
Waste Management

Indocement mengelola timbulan limbah secara                          Indocement manages waste generation in an integrated
terintegrasi melalui pengelolaan internal dan kerja sama             manner through internal management and collaboration
dengan pihak ketiga yang berizin, yang dipantau secara               with licensed third parties, which is regularly monitored
berkala oleh Fungsi Procurement & Asset and Facilities               by the Procurement & Asset and Facilities Asset
Asset Management (AFAM). Pengelolaan limbah B3 dan                   Management (AFAM) Function. Internal management
non-B3 secara internal dilaksanakan sesuai izin dari                 of hazardous and non-hazardous waste is carried
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta                     out in accordance with permits from the Ministry of
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai                   Environment and Forestry and applicable laws and
bagian dari sistem pengendalian lingkungan, Perseroan                regulations. As part of its environmental control system,
memiliki tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah                   the Company maintains a licensed Waste Management
B3 yang berizin. Seluruh tahapan pengelolaan limbah                  Site (TPS) for hazardous and non-hazardous waste.
B3, mulai dari penyimpanan hingga pengangkutan,                      All stages of hazardous and non-hazardous waste
dilakukan secara terstandar di seluruh kompleks                      management, from storage to transportation, are
pabrik, dengan pengolahan lanjutan oleh pihak ketiga                 standardized throughout the factories, with further
berizin bila diperlukan.                                             processing by licensed third parties when necessary.




                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     137
Page 140
 Alur Pengelolaan Limbah
 Waste Management Flow



                                                                                                               Diserahkan ke Pihak
                                                                                                                  Ketiga Berizin
                                Hasil Produksi                                                                 Handed to Licensed
                              Production Output                                                                    Third Party



                                                                                       TPS Limbah B3          Dimanfaatkan sebagai
                                                           Limbah B3
                                                                                     Temporary Storage        Bahan Baku Alternatif
                                                          Hazardous and
                                                                                        for Hazardous             Utilized as an
                                                           Toxic Waste
      Kegiatan                                                                              Waste              Alternative Material
     Operasional
  Operational Activity

                                                                                                              Dimanfaatkan sebagai
                                                                                                              Bahan Bakar Alternatif
                                                                                                                  Utilized as an
                                                                                                                 Alternative Fuel
                                    Limbah
                                     Waste


                                                                                        Gudang Scrap          Dimanfaatkan sebagai
                                                                                         Scrap Yard           Bahan Bakar Alternatif
                                                                                                                  Utilized as an
                                                         Limbah Non-B3                                           Alternative Fuel
                                                        Non-Hazardous and
                                                           Toxic Waste
                                                                                       Tempat Sampah
                                                                                       Limbah Non-B3
                                                                                         Trash Bin for        Dimanfaatkan menjadi
                                                                                       Non-Hazardous              Pupuk Kompos
                                                                                            Waste             Utilized as an Compost




 Pengelolaan Limbah                                                  Waste Management
 Perseroan menyadari hasil dari kegiatan operasional                 The Company realizes that its operational activities
 menghasilkan timbulan limbah padat dan limbah cair                  generate solid and liquid waste, classified as hazardous
 yang tergolong sebagai limbah B3 dan limbah non-B3.                 and non-hazardous waste. Hazardous wastes, which
 Limbah B3 yaitu minyak pelumas bekas, kain majun                    are used lubricating oil, used rags contaminated with
 bekas yang terkontaminasi oli, kemasan bekas B3,                    oil, used hazardous packaging, WWTP sludge, used
 sludge IPAL, refraktori bekas dan limbah elektronik                 refractories and electronic waste originate from factory
 berasal dari aktivitas pemeliharaan mesin pabrik,                   machine maintenance activities, WWTP activities, as
 aktivitas IPAL, serta insulasi dinding tanur putar dan              well as rotary kiln wall insulation and factory lighting.
 penerangan pabrik. Adapun limbah non-B3 berupa                      Non-hazardous waste consists of solid waste generated
 timbulan padatan sampah yang berasal dari kegiatan.                 from these activities.




         59.824 ton | tons                                                   59.408,5 ton | tons                  99,3%
            Jumlah Limbah B3                                                       Jumlah Limbah B3
          Total Hazardous Waste                                                  Total Hazardous Waste


         1.115,94 ton | tons                 Memanfaatkan Kembali
                                                                              1.030,49 ton | tons                 92,3%
          Jumlah Limbah Non-B3                                                  Jumlah Limbah Non-B3
        Total Non-hazardous Waste                 Reusing                     Total Non-hazardous Waste




138                                                        Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 141
                                            Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                             Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Limbah B3 (Ton) [F.13][306-2][306-3][EM-CM-150a.1]
Hazardous and Toxic Waste (Tons)

                                                                                       Pengelolaan
                                                                                       Management
              Jumlah Limbah Dihasilkan
  Kompleks
                  Waste Generated                                             Dimanfaatkan untuk Bahan
   Pabrik                                            Disimpan                                                 Diserahkan ke Pihak Ketiga
                                                                                    Bakar Alternatif
   Factory                                            Stored                                                  Transported to Third Party
                                                                              Utilized as Alternative Fuel

             2025      2024      2023       2025       2024       2023        2025        2024       2023     2025      2024      2023

Citeureup    1.806     2.246     3.573        0          0          0         1.478       1.808      3.346    328        438       227

Cirebon      557,8      556      11.001     39,7        187         1         499,9       348        10.949   18,2       21,2       51

Tarjun       35.241    23.029    7.528       2,6         0          5         35.235     23.029      7.514     3,4        0         9

Maros        22.192     283       636        0,3         0        243         22.189      277         389     2,28        6         4

Grobogan      27,2      183        0          0          0          0          6,6         170         0      20,6       13         0

Jumlah       59.824    26.297   22.738      42,6        187       1.014      59.408,5    25.632      22.198   372,4      478       291
Total



Limbah Non-B3 (Ton) [F.13][306-3][306-4][306-5][EM-CM-150a.1]
Non-hazardous and Toxic Waste (Tons)

                                                                                       Pengelolaan
                                                                                       Management

              Jumlah Limbah Dihasilkan                                       Dimanfaatkan sebagai Pupuk
  Kompleks
                  Waste Generated                                             Kompos atau Bahan Bakar
   Pabrik                                            Disimpan                                                 Diserahkan ke Pihak Ketiga
                                                                                       Alternatif
   Factory                                            Stored                                                  Transported to Third Party
                                                                                Utilized as Compost or
                                                                                    Alternative Fuel

             2025      2024      2023       2025       2024       2023        2025        2024       2023     2025      2024      2023

Citeureup    514,6      559       697         0          0          0         514,61      559         697       0         0         0

Cirebon      324,5      371     164,22        0          0          0         306,9       372        164,22   17,6        0         0

Tarjun       189,4      87      283,71        0          0          0         189,4        87        283,71     0         0         0

Maros         19,6       16       N/A         0        N/A        N/A          19,6        16         N/A       0         0        N/A

Grobogan      67,8       91       N/A         0        N/A        N/A           0          0          N/A     67,8        0        N/A

Jumlah       1.115,9   1.125     1.145        0          0          0        1.030,5      1.034      1.145    85,4       91         0
Total




                          Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                 139
Page 142
 Pemanfaatan Limbah B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif (Ton) [F.13][306-4]
 Utilization of Hazardous and Toxic Waste as Alternative Fuel (Tons)

                Kompleks Pabrik
                                                              2025                               2024                         2023
                   Factory

  Citeureup                                                  33.753                             39.198                        47.236

  Cirebon                                                       0                                  0                           290

  Tarjun                                                      12.042                            13.144                        3.609

  Maros                                                         29                                35                            2

  Grobogan                                                      0                                  0                            0

  Jumlah                                                     45.824                             51.574                        51.138
  Total


 Keterangan | Note:
 Limbah B3 meliputi Sludge Oil, Sloop Oil, Waste Fuel, Paint, dan High Carbon.
 Hazardous and toxic (B3) wastes include Sludge Oil, Sloop Oil, Waste Fuel, Paint, and High Carbon.



 Pemanfaatan Limbah Non-B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif (Ton) [F.13][306-4]
 Utilization of Non-Hazardous and Toxic Waste as Alternative Fuels (Tons)

                           Sumber Limbah
                                                                                   2025                     2024                    2023
                           Sources of Waste

  Bahan Bakar Alternatif dari Limbah Biomassa
  Alternative Fuel from Biomass

  Cangkang Kopi dan Kelapa Sawit                                                    78                      1.315                   8.668
  Coffee and Palm Kernel Shell

  Sekam Padi                                                                     564.806                   285.146               203.167
  Rice Husk

  Serbuk Kayu dan Gergaji                                                         70.530                   188.058               167.928
  Saw Dust and Woods Chip

  Kertas dan Karton                                                                 140                      110                    260
  Paper dan Cardboard

  Bonggol Jagung                                                                  26.914                    13.636                  1.018
  Corn Cob

  Biomassa                                                                        10.226                    21.472                    0
  Biomass

  Bahan Bakar Alternatif dari Limbah Lainnya
  Alternative Fuel from Other Waste Sources

  Ban Bekas                                                                       19.511                    14.570               19.725
  Scrap Tire

  Plastik                                                                         35.456                    27.454               36.798
  Plastic

  Tekstil                                                                          2.025                    1.575                   1.588
  Textile

  Sampah Rumah Tangga                                                            162.209                   69.204                15.080
  Municipal Waste

  Lainnya                                                                         141.094                  139.191               165.387
  Others

  Jumlah                                                                        1.032.988                  761.729               619.619
  Total


 Keterangan | Note:
 Jumlah penggunaan limbah sebagai bahan bakar alternatif dilaporkan sebagai “as fired basis” atau dalam kondisi ketika diumpankan ke sistem
 pembakaran.
 The amount of waste used as an alternative fuel is reported “as fired basis” or in the condition when it is fed to the combustion system.




140                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 143
                                                  Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                    Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Melindungi Keanekaragaman Hayati
Protecting Biodiversity


Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach

Signifikansi Topik                  Kegiatan penambangan bahan baku semen berpotensi menurunkan nilai keanekaragaman hayati serta
Significance of the Topic           mengubah karakteristik lanskap. Indocement melaksanakan rencana pasca-tambang yang telah disetujui
                                    oleh pemerintah, dengan fokus pada pemulihan fungsi ekologis lahan serta peningkatan keanekaragaman
                                    hayati di area bekas tambang.
                                    Mining for cement raw materials has the potential to reduce biodiversity and alter landscape characteristics.
                                    Indocement carries out a government-approved post-mining plan, focusing on restoring the ecological
                                    function of the land and enhancing biodiversity in former mining areas.

Komitmen dan Kebijakan              •   Sustainability Commitment 2030 HeidelbergCement Group.
[101-1][101-3]                      •   Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 dan Nomor 7 Tahun 2014.
Commitments and Policies            •   Dokumen Lingkungan, seperti AMDAL, RKL/RPL, dan RKAB.
                                    •   Dokumen Rencana Reklamasi.
                                    •   Kebijakan terkait Tata Guna Lahan dan Keanekaragaman Hayati Indocement (Dokumen Nomor P12/
                                        GMOSML/08 dan secara efektif digunakan sejak 5 Juli 2017).
                                    •   HeidelbergCement Group Sustainability Commitment 2030.
                                    •   The Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 26 of 2018 and No. 7 of 2014.
                                    •   Environmental Documents, such as AMDAL, RKL/RPL, and RKAB.
                                    •   Reclamation Plan Documents.
                                    •   Policies related to Indocement’s Land Use and Biodiversity (Document No. P12/GMOSML/08 and effectively
                                        enforced since 5 July 2017).

Target 2030                         • 100% site telah memenuhi standar minimal reklamasi sesuai HC Quarry After-use Guideline, dengan
2030 Target                           persyaratan utama melampaui kepatuhan hukum Pemerintah dan telah mencakup langkah-langkah
                                      mitigasi dan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi.
                                    • 529,64 Ha luas area reklamasi dan buffer zone.
                                    • 75% peruntukan lahan konservasi untuk perlindungan keanekaragaman hayati.
                                    • >2,5 nilai indeks keanekaragaman hayati (Indeks Shannon-Wienner).
                                    • 100% of sites have complied with the reclamation minimum standards according to HC Quarry After-
                                      use Guideline, with the main requirements exceeding the Government legal compliance and covering
                                      mitigation measures and management of areas with high biodiversity value.
                                    • 529.64 hectares of reclamation and buffer zone area.
                                    • 75% allocation of land conservation for biodiversity protection.
                                    • >2.5 biodiversity index value (Shannon-Wienner Index).

Strategi Pencapaian Kinerja         Pemutakhiran Dokumen Rencana Reklamasi Pascatambang (Reclamation Plan) serta Rencana Pengelolaan
Achievement Strategies              Keanekaragaman Hayati (Biodiversity Management Plan) secara berkala.
                                    Regularly updating the Post-Mining Reclamation Plan and Biodiversity Management Plan.

Pencapaian 2025                     • Seluruh kompleks pabrik telah memiliki rencana reklamasi, rencana pascatambang, rencana pengelolaan,
Achievements in 2025                  dan pemantauan lingkungan yang mempromosikan aspek keanekaragaman hayati.
                                    • 159 Ha luas area reklamasi dan buffer zone.
                                    • 63% peruntukan lahan konservasi untuk perlindungan keanekaragaman hayati.
                                    • 3,92 nilai indeks keanekaragaman hayati (Indeks Shannon-Wienner).
                                    • All factories have reclamation plans, post-mining plans, management plans, and environmental monitoring
                                      that promote biodiversity aspects.
                                    • 159 hectares of reclamation and buffer zone area.
                                    • 63% allocation of land conservation for biodiversity protection
                                    • 3.92 biodiversity index value (Shannon-Wienner Index).

Evaluasi yang Dilakukan             • Aspek keanekaragaman hayati dikelola dan dievaluasi secara internal oleh Divisi Pertambangan dan Divisi
Evaluation Conducted                  Corporate Social Responsibility (CSR) yang secara langsung bertanggung jawab kepada Direksi.
                                    • Pemantauan eksternal dilakukan melalui penyampaian laporan tahunan terkait kinerja keanekaragaman
                                      hayati kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
                                    • Audit terhadap aspek keanekaragaman hayati Perseroan telah dilakukan dengan tingkat limited assurance
                                      sebagai bagian dari Heidelberg Materials.
                                    • Biodiversity aspects are managed and evaluated internally by the Mining Division and Corporate Social
                                      Responsibility (CSR) Division which directly answer to the Board of Directors.
                                    • External monitoring is carried out through the submission of annual reports on biodiversity performance to
                                      the Ministry of Environment (KLH).
                                    • Audit of the Company’s biodiversity aspects has been carried out with the level of limited assurance as part
                                      of Heidelberg Materials.

Divisi yang Bertanggung Jawab       Divisi Pertambangan dan Divisi Corporate Social Responsibility (CSR)
Responsible Division                Mining Division and Corporate Social Responsibility (CSR) Divisions




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                    141
Page 144
                 Aktivitas Kami                                             Dampak Kami [F.9][101-2][101-3][101-4][101-7]
                 Our Activities                                                            Our Impacts

  Merawat area budidaya dengan melakukan          Total luas area budidaya di tambang batu kapur dan tanah pada 2025 mencapai mencapai 26 ha di
  pemupukan dan pembersihan terhadap              Komplek Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun yang sekaligus
  spesies invasif.                                menjadi Pusat Penelitian Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M). [101-5]
  Maintaining the cultivation areas by            The total cultivation area in the limestone and soil quarries in 2025 were 26 ha in Citeureup
  fertilizing and cleaning invasive species.      Factory, Cirebon Factory, and Tarjun Factory, which also serves as the Center for Research,
                                                  Training, and Community Empowerment (P4M). [101-5]

  Mempromosikan nilai-nilai indeks                • Nilai indeks keanekaragaman flora di lahan pascatambang berada pada kategori sedang sampai
  keanekaragaman hayati melalui budidaya            tinggi, yaitu antara 1,55-3,92.
  pohon yang bisa menarik kehidupan liar dan      • Reklamasi di tiga kompleks pabrik dengan menanam 88.646 pohon dari berbagai spesies untuk
  menjaga habitatnya.                               memperbaiki lahan yang terdampak aktivitas penambangan. [101-6]
  Promoting biodiversity index value by           • Kompleks Pabrik Cirebon membangun Kebun Koleksi Pohon Endemik Cirebon (“Kebon Cirebon”),
  planting trees that can attract wildlife and      yang hingga 2025 telah menanam 830 pohon dari 16 spesies endemik.
  preserve their habitat.                         • Melaksanakan penanaman 200 bibit pohon mangrove di area pabrik untuk menjaga habitat
                                                    spesies burung di Kompleks Pabrik Tarjun.
                                                  • Penanaman spesies 100 bibit Indigofera, 100 bibit cemara laut dan bibit pohon untuk
                                                    penyulaman area reklamasi pascatambang di Kompleks Pabrik Citeureup.
                                                  • The flora diversity index value in post-mining land is classified as moderate to high, ranging from
                                                    1.55 to 3.92.
                                                  • Reclamation at three factories by planting 88,646 trees of various species to restore areas
                                                    impacted by mining activities. [101-6]
                                                  • Cirebon Factory established the Cirebon Endemic Tree Collection Garden (“Kebon Cirebon”),
                                                    where up to 2025 planted 830 trees of 16 endemic species.
                                                  • A total of 200 mangrove saplings were planted in the factory area to preserve the bird species’
                                                    at Tarjun Factory.
                                                  • A total of 100 Indigofera saplings were planted, 100 sea pine trees and tree saplings for
                                                    replanting post-mining reclamation areas in Citeureup Factory.

  Merawat dan mengawasi kualitas air dengan       Keberadaan burung lahan basah, seperti Cekakak Jawa dan Cekakak Sungai di lahan basah dan
  mengambil sampel di mata air dan Sungai         ditemukannya burung pemangsa saat periode migrasi.
  Cikukulu, Sungai Cikarang, dan Sungai           The existence of wetland birds, such as Javan Kingfisher and Collared Kingfisher around wetlands
  Cijere yang berada di area tambang batu         areas, as well as raptors that are found during migration period.
  kapur.
  Maintaining and monitoring the quality of
  water by taking samples from spring and
  Cikululu River, Cikarang River, and Cijere
  River located in the limestone quarries area.

  Menjaga dan mengawasi kualitas tanah di         Kualitas lingkungan yang secara umum berada dalam kondisi baik mengindikasikan bahwa
  area budidaya.                                  Indocement memenuhi baku mutu air dan tanah yang ditetapkan oleh Pemerintah.
  Maintaining and monitoring soil quality in      Good environmental quality in general indicates that Indocement complies with the water and soil
  the cultivation areas.                          quality standards set by the Government.

  Pelatihan keanekaragaman hayati untuk           Pelatihan keanekaragaman hayati untuk karyawan yang tidak berlatar belakang ilmu biologi atau
  non-ahli biologi.                               ekologi untuk mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai keanekaragaman hayati.
  Biodiversity training for non-biologists.       Biodiversity training for employees who have no biological or ecological background to have better
                                                  understanding about biodiversity.

  Pelibatan masyarakat dalam pelestarian          • Kerja sama dengan Kelompok Tani dalam pengelolaan area budidaya di Tiga Roda Edu Green
  lingkungan.                                       Park dan Taman Serangga.
  Community engagement in environmental           • Menjadikan lokasi konservasi keanekaragaman hayati sebagai tempat penelitian bagi kalangan
  conservation.                                     akademisi dan masyarakat umum melalui Quarry Life Award Edisi ke-6 Periode 2024–2025.
                                                  • Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait penanaman pohon bakau di Desa Tanjung
                                                    Pangga.
                                                  • Melindungi spesies Monyet Ekor Panjang di area kuari Bukit Pencil.
                                                  • Collaborating with farmer groups to manage cultivation areas at the Tiga Roda Edu Green Park
                                                    and the Insect Garden.
                                                  • Transforming biodiversity conservation areas into research sites for academics and the public
                                                    through the Quarry Life Award, 6th Edition, for the 2024–2025 period.
                                                  • Partnering with the Environmental Agency to plant mangrove trees in Tanjung Pangga Village.
                                                  • Protecting the Long-tailed Macaque species in the Bukit Pencil quarry area.



 Perseroan menyadari bahwa kegiatan operasional                                The Company realizes that operational activities such
 seperti pembukaan lahan, penambangan batu kapur,                              as land clearing, limestone quarrying, and material
 dan transportasi material berpotensi memengaruhi                              transportation may potentially impact the ecosystem,
 ekosistem, meningkatkan emisi debu, erosi, serta                              increasing dust emissions and erosion, and degrading
 menurunkan kualitas air.                                                      water quality.




142                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 145
                                           Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                            Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Untuk memitigasi dampak tersebut, Perseroan                         To mitigate such impacts, the Company carries
melaksanakan        pelestarian     dan      pemantauan             out biodiversity conservation and monitoring in its
keanekaragaman hayati di wilayah operasional bekerja                operational areas in collaboration with the Bogor
sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas             Agricultural University (IPB), Kuningan University,
Kuningan, dan Universitas Lambung Mangkurat,                        and Lambung Mangkurat University, in accordance
sesuai ketentuan AMDAL dan rencana reklamasi                        with AMDAL and post-mining reclamation plan.
pascatambang.       Perseroan     memastikan    seluruh             The Company ensures that all mining operations
operasi pertambangan sesuai dengan izin pemerintah.                 comply with government permits. As of the end of
Hingga akhir 2025, luas konsesi Indocement mencapai                 2025, Indocement’s concession area reached 8,720 ha
8.720 ha, yang sebagian besar berada di kawasan                     the majority of which was located in production forest
hutan produksi dan telah memiliki izin IPPKH dari                   areas and obtained an IPPKH permit from the Ministry
KLH. Perseroan juga tetap melakukan pemantauan                      of Environment. The Company also continued to monitor
keanekaragaman hayati, termasuk avifauna dengan                     biodiversity, including avifauna, with a biodiversity index
indeks keanekaragaman hayati sebesar 1,55 pada                      of 1.55 in 2025. [F.10][3-3][101-2][101-3[101-5][101-6]
2025. [F.10][3-3][101-2][101-3[101-5][101-6]



                     Informasi    lebih   lanjut   mengenai    proses     dan    hasil  pemantauan
                     di setiap kompleks pabrik dan quarry dapat dilihat pada:
                     https://www.indocement.co.id/id/responsibility/kinerja-lingkungan.
                     Further       information       on      the       monitoring    process                            and
                     results at each factory and quarry can be found at:
                     https://www.indocement.co.id/en/responsibility/environmental-performances.




Kegiatan Konservasi Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Conservation Activities


                     Sejak 2020, Indocement melaksanakan kegiatan Konservasi Hutan Teureup di
                     lahan bekas tambang sebagai bentuk perlindungan dan pengelolaan kawasan
                     hutan untuk menjaga fungsi ekologis, keanekaragaman hayati, serta mendukung
                     komitmen keberlanjutan jangka panjang.
                     Since 2020, Indocement has been implementing Teureup Forest Conservation activities
                     in ex-mining area as a form of protection and management of forest areas to maintain
                     ecological functions and biodiversity, and support the long-term commitment to
                     sustainability.



Sebagai bentuk komitmen terhadap konservasi,                        As the commitment for conservation, the Company
Perseroan memberikan perhatian khusus pada                          pays special attention to the protection of native
perlindungan satwa khas di setiap wilayah operasional,              wildlife in each operational area, namely the Javan
yaitu Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris) di Kompleks               Kingfisher (Halcyon cyanoventris) at Citeureup Factory,
Pabrik Citeureup, Gelatik Jawa (Padda oryzivora) di                 Javan Sparrow (Padda oryzivora) at Cirebon Factory,
Kompleks Pabrik Cirebon, dan Bekantan (Nasalis                      and Proboscis Monkey (Nasalis larvatus) at Tarjun
larvatus) di Kompleks Pabrik Tarjun. Guna mendukung                 Factory. To support such efforts, Indocement invested
upaya     tersebut,  Indocement       menginvestasikan              Rp8.91 billion throughout 2025. [F.10][101-4]
Rp8,91 miliar sepanjang 2025. [F.10][101-4]




                         Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     143
Page 146
 Nama dan Status Fauna yang Dilindungi di Indocement [101-4]
 Name and Status of Protected Fauna in Indocement

                                                                                          Status Konservasi
           Nama Lokal               Nama Ilmiah                                          Conservation Status
           Local Name              Scientific Name
                                                                    P.106/2018                   IUCN          CITES

  Kompleks Pabrik Citeureup
  Citeureup Factory

  Kipasan Belang                  Rhipidura javanica                 Dilindungi             Risiko Rendah        -
  Sunda Pied Fantail                                                 Protected              Least Concern

  Palem Kuning                     Dypsis lutescens                      -                 Hampir Terancam       -
  Areca Palm                                                                               Near Threatened

  Kemiri Sunan                    Reutalis trisperma                     -                                       -
  Reutealis Trisperma

  Mahoni                          Swietenia mahagoni                     -                                       II
  Mahogany

  Perenjak Jawa                     Prinia familiaris                    -                                       -
  Bar-winged Prinia

  Burung Kerak Kerbau           Acridotheres javanicus                   -                     Rentan            -
  Javan Myna                                                                                  Vulnerable

  Kupu-kupu Gagak Bergaris         Euploea mulciber                      -                                       -
  Striped Blue Crow

  Palem Putri                      Adonidia merrillii                    -                                       -
  Christmas Palm

  Tapak Kepyar/Terompet Emas   Handroanthus chrysanthus                  -                                       II
  Golden Trumpet

  Eboni                           Diospyros celebica                     -                                       -
  Ebony

  Mahoni Uganda                    Khaya anthotheca                      -                                       II
  Ugandan Mahogany

  Monyet Ekor Panjang             Macaca fascicularis                    -                    Terancam           II
  Long-tailed Macaque                                                                        Endangered

  Jati                             Tectona grandis                       -                                       -
  Teak

  Mahoni Daun Besar             Swietenia macrophylla                    -                                       II
  Big-leaf Mahogany

  Kompleks Pabrik Cirebon
  Cirebon Factory

  Elang Ular Bido                  Spilornis cheela                  Dilindungi             Risiko Rendah        II
  Crested Serpent Eagle                                              Protected              Least Concern

  Alap-alap Sapi                  Falco moluccensis                                                              II
  Spotted Kestrel

  Alap-alap Kawah                  Falco peregrinus                                                              I
  Peregrine Falcon

  Perenjak Jawa                     Prinia familiaris                    -                 Hampir Terancam       -
  Bar-winged Prinia                                                                        Near Threatened

  Gelatik Jawa                     Padda oryzivora                       -                     Rentan            II
  Java Sparrow                                                                                Vulnerable

  Kerak Kerbau                  Acridotheres javanicus                   -                                       -
  Javan Myna




144                                                       Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 147
                                                    Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                      Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                                                                                                Status Konservasi
          Nama Lokal                          Nama Ilmiah                                      Conservation Status
          Local Name                         Scientific Name
                                                                              P.106/2018             IUCN                     CITES

Kompleks Pabrik Tarjun
Tarjun Factory

Kangkareng Perut Putih                  Anthracoceros albirostris             Dilindungi         Risiko Rendah                  II
Oriental Pied Hornbill                                                        Protected          Least Concern

Kipasan Belang                               Pidura javanica                                                                    -
Pied Fantail

Lutung Kelabu                            Trachypithecus cristatus                                                               II
Silvery Langur

Elang Bondol                                 Haliastur indus                                                                    II
Brahminy Kite

Cipoh Jantung                              Aegithina viridissima                     -          Hampir Terancam                 -
Green Iora                                                                                      Near Threatened

Monyet Ekor Panjang                        Macaca fascicularis                       -          Terancam Punah                  II
Long-tailed Macaque                                                                               Endangered



Indocement      mengukur      keanekaragaman      hayati                      Indocement measures biodiversity by using the
menggunakan Indeks Shannon-Wiener (H’) untuk                                  Shannon-Wiener Index (H’) to assess ecosystem
menilai kompleksitas ekosistem berdasarkan jumlah                             complexity based on the number and distribution of
dan distribusi spesies. Di Kompleks Pabrik Tarjun,                            species. At Tarjun Factory, the H’ value for woody plants
nilai H’ tumbuhan berkayu berkisar 0–2,53 (sangat                             was in the range of 0–2.53 (very low to moderate), while
rendah hingga sedang), sementara di Citeureup                                 at Citeureup it was recorded at 3.92 in Quarry D 139
tercatat 3,92 di Quarry D 139 B, 3,65 di Quarry D 139 C,                      B, 3.65 in Quarry D 139 C, 3.91 in Tegal Panjang, and
3,91 di Tegal Panjang, dan 3,72 di Hambalang. Variasi ini                     3.72 in Hambalang. This variation serves as the basis
menjadi dasar penentuan strategi pengayaan spesies,                           for determining strategies for species enrichment,
rehabilitasi habitat, dan peningkatan tutupan vegetasi.                       habitat rehabilitation, and increasing vegetation cover.
Selama 2025, Perseroan mereklamasi lahan di                                   Throughout 2025, the Company reclaimed lands in
Citeureup, Cirebon, dan Tarjun dengan menanam 10.201                          Citeureup, Cirebon, and Tarjun by planting 10,201 trees
pohon dari berbagai spesies seperti Mahoni, Kaliandra,                        of various species such as mahogany, calliandra, teak,
Jati, dan Mangrove untuk merevegetasi lahan bekas                             and mangroves to revegetate the former mining land
tambang serta meningkatkan serapan CO2. [101-3]                               and increase CO2 absorption. [101-3]


Data Revegetasi Indocement
Indocement Revegetation Data

                 Keterangan
                                                                       2025                                          2024
                 Description

 Estimasi Biomassa (ton/ha)                                           380.181                                        65,83
 Biomass Estimation (tons/ha)

 Stok Karbon (ton/ha)                                                 183.861                                        30,93
 Carbon Stock (tons/ha)

 Sekuestrasi Karbon (ton/ha)                                         86.414,67                                       113,52
 Carbon Sequestration (tons/ha)




                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                     145
Page 148
 Indocement memantau keanekaragaman hayati                 Indocement monitors the biodiversity and carbon
 dan cadangan karbon vegetasi di Kompleks Pabrik           stocks of vegetation in Tarjun Factory in natural forest,
 Tarjun pada ekosistem hutan alami, bakau, dan             mangrove, and reclamation area ecosystems. Biomass
 area reklamasi. Biomassa tercatat di kisaran              was recorded in the range of 1,351–120,143 tons/ha
 1,351–120,143 ton/ha dengan cadangan karbon               with carbon stocks of up to 0.669–56,467 tons/ha.
 hingga 0,669–56,467 ton/ha. Adapun area reklamasi         The reclamation area contributed 50% of the total
 menyumbang 50% dari total cadangan karbon,                carbon stocks, followed by natural forest (39%) and
 diikuti hutan alami (39%) dan bakau (11%). Perawatan      mangrove (11%). Reclamation maintenance was carried
 reklamasi dilakukan berkala, meningkatkan indeks          out periodically, and thus, increasing the diversity
 keanekaragaman flora (3,92) dan fauna (3,29), serta       index of flora (3.92) and fauna (3.29) and involving
 melibatkan masyarakat melalui Pusat Penelitian            the community through the Center for Research,
 Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) dan           Training, and Community Empowerment (P4M) and the
 Gerakan Tani Mandiri. Hasil pemantauan menunjukkan        Independent Farmers Movement. Monitoring results
 bahwa strategi reklamasi dan pengelolaan vegetasi         indicated that reclamation and vegetation management
 berkontribusi dalam meningkatkan stok karbon              strategies contribute to increasing carbon stocks
 serta memperkuat fungsi ekosistem untuk mitigasi          and strengthening ecosystem functions for climate
 perubahan iklim. [101-7][101-8]                           change mitigation. [101-7][101-8]



                     Indocement menyelenggarakan Quarry Life Award (QLA) Edisi ke-6 (2024–2025)
                     sebagai kompetisi ilmiah dan edukasi yang melibatkan mahasiswa, peneliti, LSM,
                     dan masyarakat untuk menghadirkan solusi keberlanjutan di area tambang. Pada
                     edisi ini, Indocement membuka dua kuari sebagai lokasi penelitian di Kompleks
                     Pabrik Citeureup dan Cirebon. Salah satu pemenang nasional juga meraih
                     penghargaan internasional pada kategori Edukasi Keanekaragaman Hayati dengan
                     judul “Biodiversity Education through Birdwatching Students of Palimanan 1 State
                     Senior High School and PGRI Palimanan Senior High School in the Conservation
                     Area Indocement Palimanan, Cirebon”.
                     Indocement held the 6th edition of the Quarry Life Award (QLA) (2024–2025) as a
                     scientific and educational competition involving students, researchers, NGOs, and
                     the community to present sustainable solutions in mining areas. In this edition,
                     Indocement opened two quarries as research sites at Citeureup and Cirebon Factories.
                     One of the national winners also received an international award in the Biodiversity
                     Education category, entitled “Biodiversity Education through Birdwatching Students
                     of Palimanan 1 State Senior High School and PGRI Palimanan Senior High School in
                     the Indocement Palimanan Conservation Area, Cirebon.”




146                                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 149
                                                   Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                    Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Referensi POJK No. 51/POJK.03/2017 &
SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021, serta Indeks
Isi Standar GRI 2021 dan SASB: Construction
Material Sector Disclosure
Reference POJK No. 51/POJK.03/2017 & SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021, and GRI
Standards 2021 and SASB: Construction Material Sector Disclosure Content Index


Referensi POJK No. 51/POJK.03/2017 dan SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021 [G.4]
POJK No. 51/POJK.03/2017 and SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021 References

                                                               Indikator                                                    Halaman
 No.
                                                              Indicators                                                     Page(s)

Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy

        Penjelasan Strategi Keberlanjutan
 A.1                                                                                                                         18-21
        Elaboration on Sustainability Strategy

Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
Summary of Sustainability Aspect Performance

        Aspek Ekonomi
 B.1                                                                                                                           6
        Economic Aspects

        Aspek Lingkungan Hidup
 B.2                                                                                                                          6-7
        Environmental Aspects

        Aspek Sosial
 B.3                                                                                                                           7
        Social Aspects

Profil Perusahaan
Company Profile

        Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
 C.1                                                                                                                      22-24, 89-90
        Vision, Mission, and Values of Sustainability

        Alamat Perusahaan
 C.2                                                                                                                           25
        Company's Address

        Skala Usaha
 C.3                                                                                                                           26
        Enterprise Scale

        Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
 C.4                                                                                                                         26-30
        Products, Services, and Business Activities

        Keanggotaan pada Asosiasi
 C.5                                                                                                                           32
        Membership in Association

        Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
 C.6                                                                                                                           33
        Significant Changes in Issuers and Public Companies

Penjelasan Direksi
The Board of Directors' Explanation

        Penjelasan Direksi
 D.1                                                                                                                          12-17
        The Board of Directors' Explanation

Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance

        Penanggung Jawab Penerapan Keberlanjutan
 E.1                                                                                                                         45-46
        Responsible for Implementing Sustainability

        Pengembangan Kompetensi Terkait Keberlanjutan
 E.2                                                                                                                         79-80
        Competency Development Related to Sustainability




                               Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                        147
Page 150
                                                                    Indikator                                                         Halaman
      No.
                                                                   Indicators                                                          Page(s)

            Penilaian Risiko atas Penerapan Keberlanjutan
      E.3                                                                                                                              48-55
            Risk Assessment of the Implementation of Sustainability

            Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
      E.4                                                                                                                              79-80
            Relations with Stakeholders

            Permasalahan terhadap Penerapan Keberlanjutan
      E.5                                                                                                                              48-55
            Problems with the Implementation of Sustainability

  Kinerja Keberlanjutan
  Sustainability Performance

            Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
      F.1                                                                                                                             56, 57, 85
            Sustainable Culture Development Activities

  Kinerja Ekonomi
  Economic Performance

            Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
      F.2   Comparison of Targets to Performance of Production, Portfolio, Financing Targets, or Investments, Revenue, as well as        64
            Profit and Loss

            Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek
            yang Sejalan dengan Keberlanjutan
      F.3                                                                                                                                64
            Comparison of Target to Performance of Portfolio, Financing Target, or Investments in Financial Instruments or Projects
            in line with the Implementation of Sustainability

  Kinerja Lingkungan Hidup
  Environmental Performance

  Aspek Umum
  General Aspect

            Biaya Lingkungan Hidup
      F.4                                                                                                                                108
            Environmental Costs

  Aspek Material
  Material Aspect

            Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
      F.5                                                                                                                                133
            Use of Environmentally Friendly Materials

  Aspek Energi
  Energy Aspect

            Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
      F.6                                                                                                                                113
            Amount and Intensity of Energy Used

            Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
      F.7                                                                                                                                114
            Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy

  Aspek Air
  Water Aspect

            Penggunaan Air
      F.8                                                                                                                                129
            Water Usage

  Aspek Keanekaragaman Hayati
  Aspects of Biodiversity

            Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
      F.9                                                                                                                                142
            Impacts from Operational Areas that are Near or Located in Conservation Areas or Have Biodiversity

            Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
  F.10                                                                                                                                 143-146
            Biodiversity Conservation Efforts

  Aspek Emisi
  Emission Aspect

            Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
   F.11                                                                                                                                  119
            Total and Intensity of Emissions Generated by Type

            Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
   F.12                                                                                                                                  119
            Efforts and Achievements of Emission Reduction Made




148                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 151
                                                Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                   Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                                                              Indikator                                                    Halaman
 No.
                                                             Indicators                                                     Page(s)

Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspects

        Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
F.13                                                                                                                      130,139-140
        Amount of Waste and Effluent Generated by Type

        Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.14                                                                                                                       137-138
        Waste and Effluent Management Mechanism

        Tumpahan yang Terjadi (jika ada)                                                                                 Tidak Relevan
F.15
        Occurring Spills (if any)                                                                                        Not Relevant

Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Complaint Aspects Related to the Environment

        Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
F.16                                                                                                                       104-105
        Number and Material of Environmental Complaints Received and Resolved

Kinerja Sosial
Social Performance

        Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
F.17                                                                                                                          65
        Commitment to Provide Services on Equal Products and/or Services to Consumers

Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect

        Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.18                                                                                                                          76
        Equal Employment Opportunity

        Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.19                                                                                                                          76
        Child Labor and Forced Labor

        Upah Minimum Regional
F.20                                                                                                                          77
        Regional Minimum Wage

        Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
 F.21                                                                                                                       81-87
        Decent and Safe Work Environment

        Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
 F.22                                                                                                                     78, 79-80
        Employee Capability Training and Development

Aspek Masyarakat
Community Aspect

        Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar
F.23                                                                                                                        88-104
        Impact of Operations on Surrounding Communities

        Pengaduan Masyarakat
F.24                                                                                                                       104-105
        Community Complaints

        Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (CSR)
F.25                                                                                                                        88-104
        Corporate Social Responsibility (CSR)

Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service Development

        Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26                                                                                                                        31, 66
        Innovation and Development of Sustainable Products/Services

        Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
 F.27                                                                                                                         65
        Products/Services that Have Been Evaluated for Safety for Customers

        Dampak Produk/Jasa
F.28                                                                                                                        65-66
        Product/Service Impact

        Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.29                                                                                                                          66
        Number of Product Recalls

        Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.30                                                                                                                          66
        Customer Satisfaction Survey on Sustainable Financial Products and/or Services




                              Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                          149
Page 152
                                                                      Indikator                                                               Halaman
      No.
                                                                     Indicators                                                                Page(s)

  Lain-lain
  Others

            Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
      G.1                                                                                                                                     34-35, 109
            Written Verification from Independent Party (if any)

            Lembar Umpan Balik
      G.2                                                                                                                                        157
            Feedback Sheet

            Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
      G.3                                                                                                                                        35
            Responses to Feedback on the Previous Year's Sustainability Report

            Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
            Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
      G.4                                                                                                                                      147-150
            List of Disclosures According to Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning
            Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies



 Indeks Isi Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021 dan SASB: Construction Material Sector Disclosure
 Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021 and SASB: Construction Material Sector Disclosure Content Index

  Pernyataan Penggunaan             PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah melaporkan informasi yang terdapat dalam indeks konten GRI ini untuk
  Statement of Use                  periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2025 sesuai dengan Standar GRI.
                                    PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk has reported the information cited in this GRI content index for the period
                                    1 January to 31 December 2025 in accordance to the GRI Standards.

  GRI 1 yang Digunakan              GRI 1: Fondasi 2021
  GRI 1 Used                        GRI 1: Foundation 2021


                                                                                                                           Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                  Omission
                                                                                                           Lokasi
       Standar GRI      Indikator                             Pengungkapan                              (Halaman)    Persyaratan
      GRI Standards    Indicators                               Disclosure                               Location     yang Tidak
                                                                                                                                     Alasan     Penjelasan
                                                                                                          (Pages)    Dicantumkan
                                                                                                                                     Reason     Explanation
                                                                                                                    Requirement(s)
                                                                                                                        Omitted

  GRI 2:                             Detail organisasi
                           2-1                                                                           25-29
  Pengungkapan                       Organizational details
  Umum 2021
                                     Entitas yang tercakup dalam laporan keberlanjutan organisasi
  General                  2-2                                                                             34
                                     Entities included in the organization’s sustainability reporting
  Disclosures 2021
                                     Periode laporan, frekuensi, dan kontak
                           2-3                                                                           34, 35
                                     Reporting period, frequency, and contact point
                                     Informasi yang dinyatakan kembali
                           2-4                                                                             35
                                     Restatements of information
                                     Penjaminan eksternal
                           2-5                                                                           35, 109
                                     External assurance
                                     Kegiatan, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya
                           2-6                                                                           26-30
                                     Activities, value chain and other business relationships
                                     Karyawan
                           2-7                                                                            71-74
                                     Employees
                                     Pekerja yang bukan karyawan
                           2-8                                                                            71-72
                                     Workers who are not employees
                                     Struktur dan komposisi tata kelola
                           2-9                                                                           45, 48
                                     Governance structure and composition
                                     Nominasi dan seleksi pejabat tata kelola tertinggi
                          2-10                                                                           44, 48
                                     Nomination and selection of the highest governance body




150                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 153
                                                  Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                   Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                                                                                                                        Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                               Omission
                                                                                                     Lokasi
  Standar GRI       Indikator                           Pengungkapan                              (Halaman)       Persyaratan
 GRI Standards     Indicators                             Disclosure                               Location        yang Tidak
                                                                                                                                  Alasan   Penjelasan
                                                                                                    (Pages)       Dicantumkan
                                                                                                                                  Reason   Explanation
                                                                                                                 Requirement(s)
                                                                                                                     Omitted

GRI 2:                          Ketua badan tata kelola tertinggi
                     2-11                                                                             44
Pengungkapan                    Chair of the highest governance body
Umum 2021
                                Peran pejabat tata kelola tertinggi dalam memantau dampak
General
                                manajemen
Disclosures 2021     2-12                                                                           45, 46
                                Role of the highest governance body in overseeing the
                                management of impacts
                                Delegasi tanggung jawab dalam mengelola dampak
                     2-13                                                                             45
                                Delegation of responsibility for managing impacts
                                Peran pejabat tata kelola tertinggi dalam pelaporan
                     2-14       keberlanjutan                                                       35, 46
                                Role of the highest governance body in sustainability reporting
                                Benturan kepentingan
                     2-15                                                                             48
                                Conflicts of interest
                                Mengkomunikasikan hal-hal kritis
                     2-16                                                                         46, 47, 48
                                Communication of critical concerns
                                Pengetahuan kolektif pejabat tata kelola tertinggi
                     2-17                                                                             79
                                Collective knowledge of the highest governance body
                                Evaluasi kinerja pejabat tata kelola tertinggi
                     2-18                                                                         44, 46, 48
                                Evaluation of the performance of the highest governance body
                                Kebijakan remunerasi
                     2-19                                                                             48
                                Remuneration policies
                                Proses menentukan remunerasi
                     2-20                                                                             48
                                Process to determine remuneration
                                Rasio total kompensasi tahunan
                     2-21                                                                             48
                                Annual total compensation ratio
                                Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan
                     2-22                                                                         12-17, 18-21
                                Statement on sustainable development strategy
                                Komitmen kebijakan
                     2-23                                                                             57
                                Policy commitments
                                Menanamkan komitmen kebijakan
                     2-24                                                                             57
                                Embedding policy commitments
                                Proses untuk memulihkan dampak negatif                              48-55,
                     2-25
                                Processes to remediate negative impacts                             58-59
                                Mekanisme untuk mendapatkan saran dan meningkatkan isu              58-59,
                     2-26
                                Mechanisms for seeking advice and raising concerns                 104-105
                                Kepatuhan dalam undang-undang dan peraturan
                     2-27                                                                             48
                                Compliance with laws and regulations
                                Keanggotaan asosiasi
                     2-28                                                                             32
                                Membership associations
                                Pendekatan terhadap keterlibatan pemangku kepentingan
                     2-29                                                                           59-61
                                Approach to stakeholder engagement
                                Perjanjian kerja bersama
                     2-30                                                                           70, 76
                                Collective bargaining agreements




                                Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                     151
Page 154
                                                                                                                         Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                Omission
                                                                                                        Lokasi
       Standar GRI     Indikator                             Pengungkapan                            (Halaman)     Persyaratan
      GRI Standards   Indicators                               Disclosure                             Location      yang Tidak
                                                                                                                                   Alasan   Penjelasan
                                                                                                       (Pages)     Dicantumkan
                                                                                                                                   Reason   Explanation
                                                                                                                  Requirement(s)
                                                                                                                      Omitted

  GRI 3:                           Proses menentukan topik material
                         3-1                                                                             36
  Topik Material                   Process to determine material topics
  2021
                                   Daftar topik material
  Material Topic         3-2                                                                            36-41
                                   List of material topics
  2021
                                                                                                     62-63, 70-
                                                                                                     71, 81-82,
                                                                                                       88-89,
                                                                                                      109-110,
                                   Manajemen topik material                                            115-116,
                         3-3
                                   Management of material topics                                      120-121,
                                                                                                      125-126,
                                                                                                      134-135,
                                                                                                      137, 141-
                                                                                                      142, 143
  GRI 201:                         Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan
                        201-1                                                                          64-65
  Kinerja Ekonomi                  Direct economic value generated and distributed
  2016
                                   Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat dari
  Economic
                                   perubahan iklim
  Performance 2016      201-2                                                                          52-55
                                   Financial implications and other risks and opportunities due to
                                   climate change
                                   Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program
                       201-3       pensiun lainnya                                                       78
                                   Defined benefit plan obligations and other retirement plans
                                   Bantuan finansial dari pemerintah
                       201-4                                                                             64
                                   Financial assistance received from government
  GRI 205:                         Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi
                       205-1                                                                             57
  Antikorupsi 2016                 Operations assessed for risks related to corruption
  Anti-corruption
                                   Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur
  2016
                                   antikorupsi
                       205-2                                                                             57
                                   Communication and training about anti-corruption policies and
                                   procedures
                                   Kejadian korupsi dan tindakan yang diambil
                       205-3                                                                             58
                                   Confirmed incidents of corruption and actions taken
  GRI 206: Perilaku
                                   Langkah-langkah hukum untuk perilaku antipersaingan,
  Antipersaingan
                                   praktik antipakat dan monopoli
  2016                 206-1                                                                             58
                                   Legal actions for anti-competitive behavior, anti-trust, and
  Anti-competitive
                                   monopoly practices
  Behavior 2016
  GRI 207:                         Pendekatan terhadap pajak
                        207-1                                                                            64
  Pajak 2019                       Approach to tax
  Tax 2019
                                   Tata kelola, pengendalian, dan manajemen risiko pajak
                        207-2                                                                            64
                                   Tax governance, control, and risk management
                                   Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan
                                   kepedulian yang berkaitan dengan pajak
                       207-3                                                                             64
                                   Stakeholder engagement and management of concerns
                                   related to tax
                                   Laporan per negara
                       207-4                                                                             64
                                   Country-by-country reporting




152                                                                   Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 155
                                                     Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                     Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                                                                                                                        Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                               Omission
                                                                                                        Lokasi
  Standar GRI        Indikator                           Pengungkapan                                (Halaman)    Persyaratan
 GRI Standards      Indicators                             Disclosure                                 Location     yang Tidak
                                                                                                                                  Alasan   Penjelasan
                                                                                                       (Pages)    Dicantumkan
                                                                                                                                  Reason   Explanation
                                                                                                                 Requirement(s)
                                                                                                                     Omitted

GRI 302:                         Konsumsi energi dalam organisasi
                     302-1                                                                              113
Energi 2016                      Energy consumption within the organization
Energy 2016
                                 Konsumsi energi di luar organisasi
                     302-2                                                                              113
                                 Energy consumption outside of the organization
                                 Intensitas energi
                     302-3                                                                              113
                                 Energy intensity
                                 Pengurangan konsumsi energi
                     302-4                                                                              114
                                 Reduction of energy consumption
                                 Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan
                     302-5       jasa                                                                   115
                                 Reduction in energy requirements of products and services
GRI 303:                         Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama                     126-127,
                     303-1
Air dan Efluen                   Interactions with water as a shared resource                           130
2018
                                 Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air
Water and            303-2                                                                              130
                                 Management of water discharge-related impacts
Effluents 2018
                                 Pengambilan air
                     303-3                                                                            127-128
                                 Water withdrawal
                                 Pembuangan air
                     303-4                                                                              129
                                 Water discharge
                                 Konsumsi air                                                         127-128,
                     303-5
                                 Water consumption                                                      129
GRI 101:                         Kebijakan untuk menghentinkan dan mengembalikan
Keanekaragaman       101-1       hilangnya keanekaragaman hayati                                        141
Hayati 2024                      Policies to halt and reserve biodiversity loss
Biodiversity 2024
                                 Manajemen dampak keanekaragaman hayati
                      101-2                                                                           144, 145
                                 Management of biodiversity impacts
                                 Akses dan berbagi manfaat                                           143, 144,
                     101-3
                                 Access and benefit-sharing                                          145, 147
                                 Identifikasi dampak keanekaragaman hayati                           144, 145,
                     101-4
                                 Identification of biodiversity impacts                                146
                                 Lokasi yang memiliki dampak keanekaragaman hayati
                     101-5                                                                            144, 145
                                 Locations with biodiversity impacts
                                 Pemicu langsung hilangnya keanekaragaman hayati
                     101-6                                                                            144, 145
                                 Direct drivers of biodiversity loss
                                 Perubahan kondisi keanekaragaman hayati
                      101-7                                                                           144, 148
                                 Changes to the state of biodiversity
                                 Layanan ekosistem
                     101-8                                                                              148
                                 Ecosystem services
GRI 305:                         Emisi GRK (Cakupan 1) langsung
                     305-1                                                                            118-119
Emisi 2016                       Direct (Scope 1) GHG emissions
Emissions 2016
                                 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung
                     305-2                                                                            118-119
                                 Energy indirect (Scope 2) GHG emissions
                                 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
                     305-3                                                                            118-119
                                 Other indirect (Scope 3) GHG emissions
                                 Intensitas emisi GRK
                     305-4                                                                              119
                                 GHG emissions intensity
                                 Pengurangan emisi gas rumah kaca
                     305-5                                                                              119
                                 Reduction of GHG emissions
                                 Emisi zat perusak ozon (ODS)
                     305-6                                                                              118
                                 Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
                                 Nitrogen oksida (NOX), sulfur oksida (SOX), dan emisi udara
                     305-7       signifkan lainnya                                                    123, 124
                                 Nitrogen oxides (NOX), sulfur oxides (SOX), and other significant




                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                    153
Page 156
                                                                                                                          Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                 Omission
                                                                                                          Lokasi
       Standar GRI     Indikator                             Pengungkapan                              (Halaman)    Persyaratan
      GRI Standards   Indicators                               Disclosure                               Location     yang Tidak
                                                                                                                                    Alasan   Penjelasan
                                                                                                         (Pages)    Dicantumkan
                                                                                                                                    Reason   Explanation
                                                                                                                   Requirement(s)
                                                                                                                       Omitted

  GRI 306:                         Timbulan limbah dan dampak yang signifikan terkait limbah
                       306-1                                                                            134-139
  Limbah 2020                      Waste generation and significant waste-related impacts
  Waste 2020
                                   Pengelolaan dampak yang signifikan terkait limbah
                       306-2                                                                            134-138
                                   Management of significant waste-related impacts
                                   Timbulan limbah
                       306-3                                                                             139
                                   Waste generated
                                   Pengangkutan limbah berbahaya
                       306-4                                                                            139-140
                                   Waste diverted from disposal
                                   Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir
                       306-5                                                                             139
                                   Waste directed to disposal
  GRI 401:                         Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan
                       401-1                                                                              74
  Ketenagakerjaan                  New employee hires and employee turnover
  2016
                                   Tunjangan yang diberikan kepada karyawan tetap yang tidak
  Employment 2016
                                   diberikan kepada karyawan sementara atau paruh waktu
                       401-2                                                                              77
                                   Benefits provided to full-time employees that are not provided
                                   to temporary or part time employees
                                   Cuti melahirkan
                       401-3                                                                              78
                                   Parental leave
  GRI 403:                         Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
                       403-1                                                                             81-82
  Keselamatan dan                  Occupational health and safety management system
  Kesehatan Kerja
                                   Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi kecelakaan
  2018
                       403-2       Hazard identification, risk assessment, and incident                 83-84
  Occupational
                                   investigation
  Health and Safety
  2018                             Upaya kesehatan kerja
                       403-3                                                                              86
                                   Occupational health services
                                   Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja terkait
                                   keselamatan dan kesehatan kerja
                       403-4                                                                              83
                                   Worker participation, consultation, and communication on
                                   occupational health and safety
                                   Pelatihan bagi pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan
                       403-5       kerja                                                                  85
                                   Worker training on occupational health and safety
                                   Peningkatan kualitas kesehatan pekerja
                       403-6                                                                              86
                                   Promotion of worker health
                                   Pencegahan dan mitigasi dampak dari keselamatan dan
                                   kesehatan kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
                       403-7                                                                            70, 85
                                   Prevention and mitigation of occupational health and safety
                                   impacts directly linked by business relationships
                                   Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen keselamatan
                                   dan kesehatan kerja
                       403-8                                                                              82
                                   Workers covered by an occupational health and safety
                                   management system
                                   Kecelakaan kerja
                       403-9                                                                            86-87
                                   Work-related injuries
                                   Penyakit akibat kerja
                       403-10                                                                           86-87
                                   Work-related ill health
  GRI 404:                         Rata-rata jam pelatihan pertahun per karyawan
                       404-1                                                                              79
  Pelatihan dan                    Average hours of training per year per employee
  Pendidikan 2016
                                   Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan
  Training and
                                   program bantuan peralihan
  Education 2016       404-2                                                                              78
                                   Programs for upgrading employee skills and transition
                                   assistance programs
                                   Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap
                                   kinerja dan pengembangan karier
                       404-3                                                                              78
                                   Percentage of employees receiving regular performance and
                                   career development reviews




154                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 157
                                                   Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                    Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




                                                                                                                      Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                             Omission
                                                                                                    Lokasi
  Standar GRI        Indikator                          Pengungkapan                             (Halaman)      Persyaratan
 GRI Standards      Indicators                            Disclosure                              Location       yang Tidak
                                                                                                                                Alasan   Penjelasan
                                                                                                   (Pages)      Dicantumkan
                                                                                                                                Reason   Explanation
                                                                                                               Requirement(s)
                                                                                                                   Omitted

GRI 405:                         Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan
                     405-1                                                                           73
Keanekaragaman                   Diversity of governance bodies and employees
dan Peluang
Setara 2016
Diversity and                    Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan
                     405-2                                                                           77
Equal Opportunity                Ratio of basic salary and remuneration of women to men
2016
GRI 406:
Nondiskriminasi
                                 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan
Non-                 406-1                                                                           78
                                 Incidents of discrimination and corrective actions taken
discrimination
2016
GRI 407:
Kebebasan
Berserikat dan
                                 Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat
Perundingan
                                 dan perundingan kolektif mungkin berisiko
Kolektif 2016        407-1                                                                           78
                                 Operations and suppliers in which the right to freedom of
Freedom of
                                 association and collective bargaining may be at risk
Association
and Collective
Bargaining 2016
GRI 408:                         Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden
Pekerja Anak                     pekerja anak
                     408-1                                                                           78
2016                             Operations and suppliers at significant risk for incidents of
Child Labor 2016                 child labor
GRI 409:
Kerja Paksa atau
                                 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden
Wajib Kerja 2016
                                 kerja paksa atau wajib kerja
                     409-1                                                                           78
                                 Operations and suppliers at significant risk for incidents of
Forced or
                                 forced or compulsory labor
Compulsory Labor
2016
GRI 413:                         Operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal, penilaian
Komunitas Lokal                  dampak, dan program pembangunan                                 88-89, 93-
                     413-1
2016                             Operations with local community engagement, impact              94, 103-104
Local                            assessments, and development programs
Communities
                                 Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki
2016
                                 dampak negatif signifikan terhadap masyarakat lokal             88-89, 93-
                     413-2
                                 Operations with significant actual and potential negative       94, 103-104
                                 impacts on local communities
GRI 416:                         Penilaian dampak kesehatan dan keselamatan dari berbagai
Keselamatan                      kategori produk dan jasa
                     416-1                                                                           66
dan Kesehatan                    Incidents of non-compliance concerning the health and safety
Pelanggan 2016                   impacts of products and services
Customer Health
                                 Insiden ketidakpatuhan sehubungan dengan dampak
and Safety 2016
                      416-2      kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa                      65
                                 Requirements for product and service information and labeling
GRI 417:                         Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa
                      417-1                                                                          66
Pemasaran dan                    Requirements for product and service information and labeling
Pelabelan 2016
                                 Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk
Marketing and
                                 dan jasa
Labeling 2016         417-2                                                                          65
                                 Incidents of non-compliance concerning product and service
                                 information and labeling
                                 Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran
                     417-3       Incidents of non-compliance concerning marketing                    65
                                 communications




                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                 155
Page 158
                                                                                                                          Yang Tidak Dicantumkan
                                                                                                                                 Omission
                                                                                                          Lokasi
       Standar GRI     Indikator                            Pengungkapan                               (Halaman)    Persyaratan
      GRI Standards   Indicators                              Disclosure                                Location     yang Tidak
                                                                                                                                    Alasan   Penjelasan
                                                                                                         (Pages)    Dicantumkan
                                                                                                                                    Reason   Explanation
                                                                                                                   Requirement(s)
                                                                                                                       Omitted

  SASB: Construction Materials Sector Disclosure
  Greenhouse Gas      EM-CM-       Gross global Scope 1 emissions, percentage covered under
                                                                                                          119
  Emissions            110a.1      emissions-limiting regulations
                                   Discussion of long-term and short-term strategy or plan to
                      EM-CM-
                                   manage Scope 1 emissions, emissions reduction targets, and an          116
                       110a.2
                                   analysis of performance against those targets
  Air Quality                      Air emissions of the following pollutants: (1) NOX (excluding
                      EM-CM-       N2O), (2) SOX, (3) particulate matter (PM10), (4) dioxins/furans,
                                                                                                          123
                       120a.1      (5) volatile organic compounds (VOCs), (6) polycyclic aromatic
                                   hydrocarbons (PAHs), and (7) heavy metals
  Energy              EM-CM-       (1) Total energy consumed, (2) percentage grid electricity, (3)
                                                                                                          113
  Management           130a.1      percentage alternative, (4) percentage renewable
  Water                            (1) Total fresh water withdrawn, (2) percentage recycled, (3)
                      EM-CM-
  Management                       percentage in regions with High or Extremely High Baseline           127-128
                      140a.1
                                   Water Stress
  Waste               EM-CM-       Amount of waste generated, percentage hazardous,
                                                                                                          139
  Management           150a.1      percentage recycled
  Workforce Health                 (1) Total recordable incident rate (TRIR) and (2) near miss
                      EM-CM-
  & Safety                         frequency rate (NMFR) for (a) full-time employees and (b)              87
                       320a.1
                                   contract employees




156                                                                  Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 159
                                                    Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
                                                     Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment




Lembar Umpan Balik                                                                  [G.2]

Feedback Form

Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk                 The 2025 Sustainability Report of PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
telah memberikan gambaran mengenai kinerja keberlanjutan Perseroan.           has provided an overview of the Company's sustainability performance.
Kami mengharapkan masukan dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian atas                We look forward to receiving inputs from you on this Sustainability
Laporan Keberlanjutan ini, baik melalui e-mail atau formulir ini.             Report either by e-mail or on this form.

Profil Anda | Your Profile
Nama (bila berkenan) | Name (if you please)    :

Institusi/Perusahaan | Institution/Company     :

Surel | E-mail                                 :


Golongan Pemangku Kepentingan | Stakeholders Group
    Pemegang Saham | Shareholders                                Masyarakat Lokal | Local Communities

    Karyawan | Employees                                         Media

    Pelanggan | Consumers                                        Pemasok | Suppliers

    Pemerintah | Government

Mohon pilih jawaban yang paling sesuai: | Please choose the most appropriate answer:
a. Laporan ini mudah dimengerti: | This report was easy to understand:
       Tidak Setuju | Disagree    Netral | Neutral		                  Setuju | Agree

b. Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material yang sesuai dengan kegiatan usaha Perseroan:
   The report describes the Company’s relevant material topics according to its business:
       Tidak Setuju | Disagree    Netral | Neutral		                  Setuju | Agree

c. Mohon berikan penilaian untuk topik material yang paling penting menurut anda (nilai 1 = paling tidak penting s/d 5 = paling penting)
   Please score the material topics you consider as important (score 1 = least important to 5 = most important)
   • Energi | Energy										                                                                                             []
   • Emisi | Emission										                                                                                            []
   • Ekonomi Sirkular | Circular Economy								                                                                           []
   • Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) | Occupational Health and Safety (OHS)				                                       []
   • Melestarikan Sumber Daya Air | Preserving Water Resources						                                                       []
   • Tetangga yang Baik | Good Neighborhood							                                                                         []
   • Keanekaragaman Hayati | Biodiversity								                                                                          []
   • Ketangguhan Perusahaan dan Tata Kelola Keberlanjutan | Corporate Resilience and Sustainability Governance             []
   • Hak Asasi Manusia | Human Rights								                                                                              []
   • Pengelolaan Bakat dan Kinerja | Talent and Performance Management 				                                                []

d. Saran atau informasi terkait Laporan: | Other suggestions or information related to the Report:




Terima kasih atas masukan anda. Mohon lembar umpan balik dapat                Thank you for your feedback. Please send the feedback form via e-mail
dikirim melalui surat elektronik kepada kontak yang tertera di Laporan        to please kindly send this feedback form to the contact mentioned in
ini, atau langsung ke:                                                        this Report, or directly send to:



                       DANI HANDAJANI                                                  Wisma Indocement
                       Corporate Secretary                                             Lantai 13 | 13th Floor
                                                                                       Jl. Jenderal Sudirman Kav 70-71, Jakarta 12910, Indonesia
                       GADANG WARDONO                                                  Telepon | Phone : +62-21-8752-812 ext. 3808
                       Corporate Social Responsibility Division Manager                Surel | E-mail      : corpsec@indocement.co.id




                                 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report                                                                  157
Page 160

          
Page 161

          
Page 162
                         2025
                         Laporan Keberlanjutan
                         Sustainability Report
  www.indocement.co.id




  Wisma Indocement
  Lantai 13 | 13th Floor
  Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70–71
  Jakarta 12910, Indonesia
  Telepon | Phone:       +62-21-8754-343 ext. 3808
  Fax:		
160                      +62-21-8794-1166            Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

File

File Open PDF
Source IDX
Size9.76 MB
Published29 Apr 2026
Pages162
Characters722,705
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. p.3 ×14
linked person Christian Kartawijaya p.14
linked — Heidelberg Materials p.20 ×32
linked person Kevin Gerard Gluskie · Komisaris p.35 ×3
linked person Suharso Monoarfa p.35 ×3
linked person Sunnira Ly · Direktur p.35 ×5
linked person Roberto Callieri p.35
linked org Mandiri Sejahtera p.48 ×2
linked org Dana Pensiun p.79 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.36 ×4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.62
unresolved person Sambutan · Direktur Utama p.6 ×2
unresolved org PT Indocement Tunggal p.6
unresolved org Sustainability Strategy Prakarsa Tbk. p.6
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup Green PROPER p.11
unresolved org Ministry of Environment p.11 ×3
unresolved org PT SGS Indonesia ISO p.12
unresolved org PT SUCOFINDO ISO p.12
unresolved org Ministry of Manpower p.12
unresolved org PT SUCOFINDO p.12
unresolved person Akta Notaris Deni Thanur p.27
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU- p.27
unresolved person Notary Ridwan Suselo p.27 ×2
unresolved person Notary Deni Thanur p.27
unresolved org Minister of Law p.27
unresolved org PT Semen Grobogan. Employee p.28
unresolved org PT Semen Grobogan. p.28
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup dan Sekda Provinsi Jawa Barat p.29
unresolved org Minister of Environment p.29
unresolved org Financial Services Authority p.36 ×3
unresolved org Rianto dan Rekan p.37 ×2
unresolved org Ministry of National Kementerian PPN p.39
unresolved org PT Pionirbeton Industri Sustainable Products p.48
unresolved org PT Pionirbeton Industri Lingkungan p.48
unresolved org PT Pionirbeton Industri p.48 ×4
unresolved org PT Pionirbeton Industri Ready-Mix Concrete p.48
unresolved org PT Pionirbeton Industri Agregat p.48
unresolved person Agregat · Direktur Utama p.48
unresolved org PT Mandiri Sejahtera Sentra p.48 ×2
unresolved org PT Tarabatuh Manunggal Aggregate p.48
unresolved org PT Tarabatuh Manunggal Tata Kelola p.48
unresolved org KPPU p.59 ×4
unresolved org Komisi Pengawas Persaingan p.59
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.62
unresolved org Milik Desa p.63
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Batch I p.73
unresolved org Ministry of Manpower's National Internship Program p.73
unresolved person CHCD · Direktur Human p.81
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.83 ×2
unresolved org Menteri Tenaga Kerja p.83 ×2
unresolved org Minister of Energy and Mineral Resources p.83 ×2
unresolved org Minister of Manpower p.83
unresolved person Responsible Division · Direktur p.84
unresolved org Minister of Manpower Regulation p.84
unresolved org Departemen Lingkungan dan Departemen HRGA. p.137
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup p.137 ×2
unresolved org Departemen Lingkungan dan Departemen HRGA. Jawab p.137
unresolved org Menteri ESDM p.143
unresolved org Minister of Energy and Mineral Resources Regulation p.143

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 3

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result