Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 162
Page 1
2025
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
Resilient Today,
Towards a Sustainable Future
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report i
Page 2
Laporan Keberlanjutan
2025 Sustainability Report
Resilient Today,
Towards a Sustainable Future
Tema Resilient Today, Towards a Sustainable Future, The theme Resilient Today, Towards a Sustainable
mencerminkan kinerja Indocement untuk membangun Future reflects Indocement’s performance in building
ketangguhan operasional di tengah tantangan industri operational resilience amidst the challenges of cement
semen dan perubahan iklim, sekaligus menegaskan industry and climate change, while also affirming the
arah Perseroan menuju pertumbuhan berkelanjutan. Company’s direction towards sustainable growth.
Perseroan meyakini untuk terus melanjutkan komitmen The Company believes in continuing its commitment
dan tujuan dalam melakukan usaha yang berwawasan and objectives to conducting business that is
lingkungan, sosial, serta didasari oleh tata kelola environmentally and socially conscious based on good
yang baik. Hal ini dilakukan Perseroan sebagai upaya governance. This is carried out by the Company as an
untuk memperkuat kinerja operasional. Perseroan effort to strengthen its operational performance. The
memastikan bahwa pertumbuhan saat ini, menjadi Company ensures that the current growth is one of the
salah satu langkah yang sejalan dengan strategi dalam steps in line with the strategy to achieve a sustainable
mencapai masa depan berkelanjutan. future.
ii Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 3
Pernyataan
Disclaimer
Laporan Keberlanjutan ini memuat pernyataan operasional, keuangan,
proyeksi dan rencana, penerapan strategi dan kebijakan, serta tujuan
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., atau selanjutnya disebut
“Indocement”, “Perseroan”, dan “Kami”, kecuali hal-hal yang bersifat historis.
Para pembaca perlu memahami bahwa laporan ini mengandung data dan
informasi yang bersifat pandangan ke depan (forward-looking statement).
Seluruh pernyataan yang mengandung pandangan ke depan memuat risiko
dan ketidakpastian atas hasil dan kejadian yang mungkin berbeda secara
material dari yang diperkirakan. Oleh karenanya, Indocement mengingatkan
kepada para pembaca, bahwa Indocement tidak dapat memastikan data
yang disajikan terkait pandangan ke depan adalah benar dan akurat.
Seluruh penulisan angka-angka pada seluruh tabel dan grafik dalam laporan
ini menggunakan notasi bahasa Indonesia, sementara pemaparan numerik
dalam teks menggunakan standar kaidah bahasa Inggris dan Indonesia,
sesuai konteksnya.
This Sustainability Report contains statements of operations and finance,
projections and plans, implementation of strategies and policies, as well as
objectives of PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., hereinafter referred
to as “Indocement”, “the Company”, and “We”, except for historical matters.
Readers should understand that this report contains data and information
that are forward-looking statements. All forward-looking statements involve
risks and uncertainties of results and events that may differ materially from
those anticipated. Therefore, Indocement reminds the readers that it cannot
guarantee the truth and accuracy of the data presented in this forward-
looking statements.
All figures in the tables and charts in this report are written in Indonesian
notation, while numerical presentations in the text use standard English and
Indonesian grammatical rules according to its respective context.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 1
Page 4
Page 5
Page 6
Daftar Isi
Table of Content
Resilient Today, Towards a Sustainable Future ii Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 6
Sustainability Performance Highlights
Pernyataan 1
Disclaimer Penghargaan 8
Awards
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris tentang 2
Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan 2025 Sertifikasi 10
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Certifications
Statement of Members of Board of Commissioners on the
Responsibility for the 2025 Sustainability Report of Sambutan Direktur Utama 12
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Message from the President Director
Surat Pernyataan Anggota Direksi tentang Tanggung Jawab 3 Strategi Keberlanjutan 18
atas Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indocement Tunggal Sustainability Strategy
Prakarsa Tbk. Tentang Indocement 22
Statement of Members of Board of Directors on the About Indocement
Responsibility for the 2025 Sustainability Report of
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Wilayah Operasi dan Jaringan Bisnis 28
Operational Areas and Business Network
Daftar Isi 4
Table of Content Tentang Laporan 34
About the Report
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Tata Kelola Keberlanjutan 44 Kinerja Ekonomi 62
Sustainability Governance Economic Performance
4 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 7
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) 70 Masyarakat yang Berdaya dan Sejahtera 88
Managing Human Capital (HC) Empowered and Prosperous Communities
Aman, Selamat, dan Sehat di Tempat Bekerja 81
Safe, Secure, and Healthy in the Workplace
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Pengelolaan Energi 109 Pengelolaan Air Limbah (Efluen) 130
Energy Management Effluent Management
Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 115 Material Ramah Lingkungan 133
Greenhouse Gas (GHG) Emission Management Environmentally Friendly Materials
Pengendalian Emisi Debu dan Gas Konvensional 120 Menerapkan Ekonomi Sirkular 134
Dust and Conventional Gas Emission Control Implementing Circular Economy
Pengelolaan Air 125 Melindungi Keanekaragaman Hayati 141
Water Management Protecting Biodiversity
Referensi POJK No. 51/POJK.03/2017 & SEOJK No. 16/ 147 Lembar Umpan Balik 157
SEOJK.04/2021, serta Indeks Isi Standar GRI 2021 dan Feedback Form
SASB: Construction Material Sector Disclosure
Reference POJK No. 51/POJK.03/2017 & SEOJK No. 16/
SEOJK.04/2021, and GRI Standards 2021 and SASB:
Construction Material Sector Disclosure Content Index
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 5
Page 8
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Kinerja Ekonomi yang Berkelanjutan [B.1]
Sustainable Economic Performance
Volume Penjualan Ribu Ton 19.941 20.496 19.345
Sales Volume Thousand Tons
Pendapatan Neto 17.731 18.549 17.950
Net Revenues
Miliar Rupiah
Billion Rupiah
Laba Tahun Berjalan 2.249 2.008 1.950
Profit for the Year
Produksi Semen Ramah Lingkungan (PCC, PPC, Slag, dan Hidraulis) Juta Ton 14,31 15,04 14,36
Green Cement Production (PCC, PPC, Slag, and Hydraulic) Million Tons
Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Orang 2.752 3.378 3.202
Use of Local Workforce People
Solusi bagi Lingkungan [B.2]
Environment Solution
Intensitas Emisi dari Proses Kalsinasi dan Pembakaran (Neto) 0,512 0,533 0,546
Emission Intensity from Calcination and Burning Process (Net)
Ton CO2e/Ton
Intensitas Emisi dari Proses Kalsinasi dan Pembakaran (Bruto) Semen Ekuivalen 0,530 0,547 0,559
Emission Intensity from Calcination and Burning Process (Gross) Ton CO2e/Ton
Equivalent Cement
Intensitas Emisi* (Bruto) 0,530 0,550 0,567
Emission Intensity* (Gross)
Pengurangan Emisi (Baseline 1990) 37,6 35,1 33,5
%
Emission Reduction (Baseline 1990)
Emisi Cakupan 1 (Neto) 10,23 11,00 10,64
Scope 1 Emissions (Net)
Juta Ton CO2e
Million Tons CO2e
Emisi Cakupan 2 (Neto) 1,75 1,74 1,45
Scope 2 Emissions (Net)
Penggunaan Energi 53.033.404 53.776.863 51.403.660
GJ
Energy Consumption
Intensitas Energi GJ/Ton Semen Ekuivalen 2,64 2,62 2,64
Energy Intensity GJ/Ton Equivalent Cement
Efisiensi Penggunaan Energi (Baseline 2013) 11,2 12,0 11,3
%
Energy Use Efficiency (Baseline 2013)
Rehabilitasi Lahan Terganggu Batang Pohon 88.646 26.087 67.356
Disrupted Land Rehabilitation Trees
Penggunaan Air 3.098.049 3.441.582 4.231.085
m3
Water Consumption
Intensitas Penggunaan Air 0,24 0,25 0,32
m3/Ton Clinker
Water Use Intensity
Efisiensi Penggunaan Air (Baseline 2015) 19,1 13,9 (10,2)
%
Water Use Efficiency (Baseline 2015)
Timbulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Ton 59.824** 26.297 22.103
Hazardous and Toxic Waste Generated Tons
6 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 9
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Pemanfaatan Limbah B3 sebagai Bahan Bakar dan Bahan Baku 99 97 99
Alternatif %
Utilization of Hazardous Waste as Alternative Fuel and Raw Material
Total Pengurangan Limbah B3 (33.527)** (4.194) (3.785)
Total Hazardous Waste Reduction
Ton
Tons
Timbulan Limbah Non-B3 939,77** 1.125 1.145
Non-Hazardous Waste Generated
Pemanfaatan Limbah Non-B3 sebagai Kompos dan Bahan Bakar 78 92 99
Alternatif %
Utilization of Non-Hazardous Waste as Compost and Alternative Fuel
Total Pengurangan Limbah Non-B3 Ton 185 20 (488)
Total Non-Hazardous Reduction Tons
Keterangan | Note:
* Intensitas emisi tidak termasuk yang bersumber dari penjualan maupun pembelian produk klinker.
Emission intensity does not include those generated from clinker product sales or purchases.
** Peningkatan pada 2025 terjadi karena adanya penambahan cakupan perhitungan, yakni penambahan data dari Kompleks Pabrik Grobogan dan
Kompleks Pabrik Maros.
The increase in 2025 was due to an expansion in the scope of calculations, namely the addition of data from the Grobogan Factory and the Maros
Factory.
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Melindungi Karyawan Kami dan Komunitas [B.3]
Protecting Our Employees and Communities
Jumlah Kecelakaan Kerja Perseroan dan Kontraktor Kejadian 1 7 12
Number of Occupational Accidents at the Company and Contractors Cases
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan Jam/Orang 70,7 68,7 53,3
Average Employee Training Hours Hours/Person
Realisasi Dana Pengembangan Masyarakat 12,6 12,6 13,3
Realization of Community Development Fund
Miliar Rupiah
Billion Rupiah
Realisasi Biaya Lingkungan Hidup 281 286 212
Realization of Environmental Cost
Jumlah Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kegiatan 1.557 1.741 1.407
Number of Community Empowerment Activities Activities
Jumlah Local Hero Orang 52 53 60
Number of Local Heroes People
Tata Kelola Perseroan
Corporate Governance
Hasil Penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)* 106,58 102,37 84,04
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Assessment
Results
Keterangan | Note:
* Hasil penilaian ACGS merupakan hasil self-assessment.
The ACGS assessment results are based on self-assessment.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 7
Page 10
Penghargaan Awards 8 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 11
Nama Penghargaan Tanggal Penghargaan Lembaga yang Memberikan
Name of Award Date of Award Awarding Institution
• PROPER Emas-Kompleks Pabrik Cirebon
Gold PROPER - Cirebon Factory
• PROPER Hijau-Kompleks Pabrik Citeureup 24 Februari 2025 Kementerian Lingkungan Hidup
Green PROPER - Citeureup Factory 24 February 2025 Ministry of Environment
• PROPER Hijau-Kompleks Pabrik Tarjun
Green PROPER - Tarjun Factory
PRIA Awards:
• Gold Winner: Kategori Laporan Tahunan Sub Kategori Sustainability
Report
Gold Winner: Category of Annual Report, Sub Category of Sustainability
26 Februari 2025
Report PR Indonesia
26 February 2025
• Silver Winner: Kategori Program Komunikasi Social Responsibility Sub
Kategori Community Based Development
Silver Winner: Category of Social Responsibility Communication
Program, Sub Category of Community-Based Development
The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2025
29 April 2025 Investortrust
Public Company with Diamond Achievement in Emission Transparency
Circular Economy & Sustainability Awards (CESA) 2025
• Penghargaan Platinum Program Efisiensi Energi (Circular Energy
Transformation)
Platinum Award of Energy Efficiency (Circular Energy Transformation) 18 Juli 2025 Corporate Forum for CSR
Program 18 July 2025 Development (CFCD)
• Penghargaan Platinum Perempuan Berbakti 2025 (Indocement Peduli
Sehat)
Platinum Award of Devoted Women 2025 (Indocement Cares for Health)
Indonesia Green & Sustainable Company Award (IGSCA) 2025
10 September 2025 SWA Network
Best Innovation in Circular Implementation
ASEAN Mineral Awards
4 Oktober 2025
Best Practices in Sustainable Mineral Development (Mineral Distribution- ASEAN
4 October 2025
Non-Metallic)
Platinum Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 & Platinum Indonesian SDGs 17 Desember 2025
CFCD
Awards (ISDA) 2025 17 December 2025
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 9
Page 12
Sertifikasi
Certifications
Sertifikasi Lembaga Pemberi Lingkup Sertifikasi Masa Berlaku
Certification Awarding Institution Scope of Certification Validity Period
ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu
ISO 9001:2015 Quality Management 23 April 2023–11 April 2026
System
PT SGS Indonesia
ISO 14001:2015 Sistem Manajemen
Lingkungan 28 Agustus 2023–28 Agustus 2026
Seluruh Lokasi
ISO 14001:2015 Environmental 28 August 2023–28 August 2026
All Location
Management System
ISO 45001:2018 Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja 13 Maret 2023–8 Januari 2026
PT SUCOFINDO
ISO 45001:2018 Occupational Health and 13 March 2023–8 January 2026
Safety Management System
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kementerian 1. Kompleks Pabrik Citeureup
Kesehatan Kerja Peraturan Pemerintah Ketenagakerjaan 2. Kompleks Pabrik Cirebon
(SMK3) Republik Indonesia 3. Kompleks Pabrik Tarjun 6 Oktober 2025–6 Oktober 2028
Occupational Health and Safety Ministry of Manpower 1. Citeureup Factory 6 October 2025–6 October 2028
Management System, Government of the Republic of 2. Cirebon Factory
Regulation (OHSMS) Indonesia 3. Tarjun Factory
ISO 28000:2007 CTP-Persyaratan Sistem
1. Kompleks Pabrik Citeureup 1. 13 Februari 2025–29 November 2027
Manajemen Keamanan Rantai Pasokan
2. Kompleks Pabrik Cirebon 2. 22 April 2025–21 April 2028
ISO 28000:2007 CTP-Supply Chain PT SUCOFINDO
1. Citeureup Factory 1. 13 February 2025–29 November 2027
Security Management System
2. Cirebon Factory 2. 22 April 2025–21 April 2028
Requirements
SNI ISO/IEC 17025:2017 CTP-Persyaratan
1. Kompleks Pabrik Citeureup 1. 27 Oktober 2021–24 Oktober 2026
Umum untuk Kompetensi Laboratorium
Komite Akreditasi 2. Kompleks Pabrik Cirebon 2. 29 Agustus 2024–21 Agustus 2029
Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi
Nasional 3. Kompleks Pabrik Tarjun 3. 27 Februari 2023–26 Februari 2028
SNI ISO/IEC 17025:2017 CTP-General
National Accreditation 1. Citeureup Factory 1. 27 October 2021–24 October 2026
Requirements for the Competency of
Committee 2. Cirebon Factory 2. 29 August 2024–29 August 2029
Testing Laboratories and Calibration
3. Tarjun Factory 3. 27 February 2023–26 February 2028
Laboratories
American Petroleum Institute (API) Spec
10A (Semen Sumur Minyak Kelas G Jenis
American Petroleum Kompleks Pabrik Citeureup 8 Maret 2023–8 Maret 2026
HSR)
Institute Citeureup Factory 8 March 2023–8 March 2026
American Petroleum Institute (API) Spec
10A (Oil Well Cement Class G Type HSR)
Lembaga Sertifikasi
Industri Hijau Balai 1. Kompleks Pabrik Citeureup 1. 13 November 2025–22 Desember 2029
Standar Industri Hijau-No. SIH Besar Bahan dan 2. Kompleks Pabrik Cirebon 2. 13 November 2023–12 November 2027
23941.1:2018 Barang Teknik 3. Kompleks Pabrik Tarjun 3. 13 November 2023–12 November 2027
Green Industry Standard-No. SIH Green Industry 1. Citeureup Factory 1. 13 November 2021–22 December 2029
23941.1:2018 Certification Institution 2. Cirebon Factory 2. 13 November 2023–12 November 2027
of Center for Materials 3. Tarjun Factory 3. 13 November 2023–12 November 2027
and Technical Goods
10 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 13
Sertifikasi Lembaga Pemberi Lingkup Sertifikasi Masa Berlaku
Certification Awarding Institution Scope of Certification Validity Period
Green Label Indonesia Peringkat Platinum
untuk Semen Tiga Roda Tipe PCC dan
Semen Hidraulis Kompleks Pabrik Citeureup
Green Label Indonesia Platinum Rating for Citeureup Factory
Semen Tiga Roda Type PCC and Hydraulic
Cement
Green Product Council
1 November 2025–1 November 2026
Indonesia
Green Label Indonesia Peringkat Gold
untuk Semen Tiga Roda dan Semen 1. Kompleks Pabrik Cirebon
Rajawali Tipe PCC 2. Kompleks Pabrik Tarjun
Green Label Indonesia Gold Rating for 1. Cirebon Factory
Type PCC of Semen Tiga Roda and Semen 2. Tarjun Factory
Rajawali
Environmental Product Declaration untuk
Produk Semen Rajawali tipe Semen
Portland Pozzolan Kompleks Pabrik Cirebon 11 Oktober 2023–11 Oktober 2028
EPD International AB
Environmental Product Declaration for Cirebon Factory 11 October 2023–11 October 2028
Semen Rajawali type Portland Pozzolan
Cement
Informasi lebih lanjut mengenai penghargaan dan
sertifikasi produk 2025 dapat dilihat pada Laporan
Tahunan 2025 dan situs web:
https://www.indocement.co.id/id/company/about-us/
penghargaan-dan-sertifikasi.
Further information regarding awards and product certifications in 2025 can
be seen on Annual Report 2025 and Company’s website
https://www.indocement.co.id/en/company/about-us/awards-and-
certifications.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 11
Page 14
Sambutan Direktur Utama [D.1][2-22] Message from the President Director Christian Kartawijaya Direktur Utama President Director 12 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 15
“
Perseroan Para Pemangku Kepentingan yang terhormat,
menerapkan Dear Honorable Stakeholders,
Komitmen Kami menyampaikan apresiasi We would like to express our
kepada seluruh pemangku appreciation to all stakeholders
Keberlanjutan 2030 kepentingan atas dukungan yang for their support to Indocement
untuk mendukung diberikan kepada Indocement throughout 2025. Our efforts to
pengurangan selama 2025. Upaya kami dalam support a brighter future have
mendukung masa depan yang resulted in various important
emisi dan dampak lebih cerah telah menghasilkan achievements and added values for
negatif perubahan berbagai pencapaian penting stakeholders. We, at Indocement,
iklim yang semakin dan nilai tambah bagi pemangku always improve our sustainability
kepentingan. Kami, di Indocement performance with the support of
terasa, salah senantiasa meningkatkan kinerja all the stakeholders.
satunya melalui keberlanjutan dengan dukungan
penurunan bahan semua pemangku kepentingan.
bakar fosil hingga
42%.
Kebijakan untuk Merespons Tantangan
The Company implements a Policies to Respond to Challenges
Sustainability Commitment
2030 to help reduce Sepanjang 2025, industri semen Throughout 2025, the cement
emissions and mitigate the menghadapi dinamika permintaan, industry encountered dynamic
increasingly significant tekanan biaya energi, serta demand, energy cost pressures,
negative impacts of climate percepatan transisi menuju and accelerated transition to
change, one of which is by ekonomi rendah karbon. Di saat a low-carbon economy. At the
reducing fossil fuel use of up yang sama, ketidakpastian same time, global uncertainty and
“
to 42%. global dan perubahan iklim turut climate change affected industry
memengaruhi stabilitas industri, stability and increased stakeholder
serta meningkatkan ekspektasi expectations on environmental,
pemangku kepentingan terhadap social, and governance (ESG)
praktik lingkungan, sosial, dan practices. All of these conditions
tata kelola (LST). Semua kondisi ini presented both challenges and
merupakan tantangan, sekaligus opportunities for the Company to
peluang bagi Perseroan untuk strengthen its business resilience,
memperkuat ketahanan usaha, implement various production
melakukan berbagai inovasi proses process innovations, and increase
produksi, dan meningkatkan strategic effectiveness.
efektivitas strategi.
Indocement menyadari bahwa Indocement realizes that cement
industri semen menghadapi industry encounters significant
tantangan signifikan dalam challenges in managing carbon
pengelolaan emisi karbon. Melalui emissions. Through energy
efisiensi energi, peningkatan efficiency, increased use of
penggunaan bahan bakar alternative fuels, emission and dust
alternatif, pengendalian emisi control, and low-carbon product
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 13
Page 16
dan debu, serta pengembangan produk rendah development, the Company strives to consistently karbon, Perseroan berusaha untuk konsisten dalam implement its established Sustainability Commitment menjalankan Komitmen Keberlanjutan 2030 yang telah 2030. The development of green cement and ditetapkan. Pengembangan semen hijau dan produk substitute material-based products is also part of the berbasis material substitusi juga menjadi bagian dari strategies to reduce carbon footprint while increasing strategi guna mengurangi jejak karbon, sekaligus competitiveness. This step supports the creation of a meningkatkan daya saing. Langkah ini mendukung positive impact on the environment and society. terciptanya dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Komitmen Keberlanjutan 2030 menetapkan sasaran The Sustainability Commitment 2030 sets a pengurangan intensitas emisi Cakupan 1 hingga target of reducing Scope 1 emissions intensity to 490 kg CO2e/ton semen ekuivalen dan peningkatan 490 kg CO2e/tons of cement equivalent and increasing substitusi bahan bakar alternatif hingga 42%. alternative fuel substitution by up to 42%. The Company Perseroan juga mengembangkan portofolio produk also develops a portfolio of low-carbon products, rendah karbon, termasuk Semen Tiga Roda Portland including Semen Tiga Roda Portland Composite (PCC), Komposit (PCC), semen slag (Duracem) dan semen slag cement (Duracem), and hydraulic cement (green hidraulis (semen hijau). Selain itu, Indocement telah cement). Furthermore, Indocement has been controlling melakukan pengendalian emisi debu sejak 2015 dengan dust emissions since 2015 by replacing electrostatic mengganti electrostatic precipitators menjadi bag filter precipitators with bag filters in its production facilities. pada fasilitas produksi. Hingga akhir 2025, emisi debu Until the end of 2025, the average dust emissions were yang dikeluarkan rata-rata hanya 14,6 mg/Nm3, jauh di only 14.6 mg/Nm3, far below the standard set by the bawah standar yang ditetapkan pemerintah sebesar government of 60 mg/Nm3. 60 mg/Nm3. Strategi Pencapaian Keberlanjutan Strategy to Achieve Sustainability Sepanjang 2025, kelebihan kapasitas masih menjadi Throughout 2025, overcapacity remained a major tantangan utama industri semen di Indonesia dan challenge for Indonesia’s cement industry and drove mendorong persaingan usaha yang semakin ketat. the increasingly fierce competition. The weakening Melemahnya daya beli masyarakat juga memengaruhi purchasing power also impacted cement demand, permintaan semen, khususnya pada segmen ritel. particularly in retail segment. Nevertheless, the Meskipun demikian, perpanjangan insentif pajak extension of the government-borne value-added tax pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN (PPN DTP) incentive of up to 100% for certain home DTP) hingga 100% untuk pembelian rumah tertentu, purchases, potential for interest rate reductions, and peluang penurunan suku bunga, serta program government programs in housing sector still offer pemerintah di sektor perumahan, masih memberikan prospects for improving cement demand in the future. prospek perbaikan permintaan semen di masa depan. Guna merespon kondisi tersebut, Indocement To respond to these conditions, Indocement strengthens memperkuat pemasaran semen hidraulis sebagai the marketing of hydraulic cement as a substitute for substitusi Ordinary Portland Cement (OPC) serta Ordinary Portland Cement (OPC) and increases the meningkatkan efektivitas distribusi nasional. effectiveness of national distribution. Penerapan Kinerja Keberlanjutan Sustainability Performance Implementation Kinerja Operasional Operational Performance Selama 2025, Perseroan mencatat total volume During 2025, the Company recorded a penjualan semen dan klinker sebesar 19.941 ribu ton. total cement and clinker sales volume of Perseroan juga meningkatkan efisiensi biaya melalui 19,941 thousand tons. The Company also improved kenaikan rasio penggunaan bahan bakar alternatif cost efficiency by increasing the alternative fuel use hingga 42%. ratio up to 42%. 14 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 17
Implementasi ini telah mencakup Kompleks Pabrik This implementation has included Maros Factory
Maros dan Kompleks Pabrik Grobogan melalui and Grobogan Factory through the development
pembangunan infrastruktur pendukung dan of supporting infrastructure and optimization of
optimalisasi pasokan bahan bakar alternatif. Upaya alternative fuel supply. Such efforts were part
tersebut menjadi bagian dari proses dekarbonisasi dan of the decarbonization process and increased
peningkatan efisiensi energi yang merupakan salah energy efficiency, a strategy to reduce emissions.
satu strategi pengurangan emisi.
Selain itu, optimalisasi operasional Semen Grobogan Furthermore, the operational optimization of Semen
memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya Grobogan provides a positive impact on logistics cost
logistik dan penguatan pangsa pasar di Jawa Tengah. efficiency and strengthens market share in Central
Selain itu, penggunaan big bag serta akuisisi Terminal Java. Moreover, the use of big bag and the acquisition
Siawung di Sulawesi Selatan juga memperkuat efisiensi of Siawung Terminal in South Sulawesi also help
rantai pasok dan memperluas jangkauan distribusi ke strengthen supply chain efficiency and expand
Indonesia bagian timur. distribution reach to eastern Indonesia.
Kinerja Lingkungan Environmental Performance
Perseroan berhasil menurunkan intensitas emisi The Company successfully reduced net greenhouse
gas rumah kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 sebesar 3% gas (GHG) emissions intensity from Scopes 1 and 2
atau 0,02 ton CO2e/ton semen ekuivalen sepanjang by 3% or 0.02 tons of CO2e/tons of cement equivalent
2025, dibandingkan 2024. Sementara, kontribusi throughout 2025, compared to 2024. Meanwhile,
semen hidraulis sebagai substitusi OPC mencapai hydraulic cement's contribution as an OPC substitute
27,3% dari total permintaan, meningkat dari 26,7% reached 27.3% of the total demand, rose from 26.7%
pada 2024. Dengan kandungan klinker yang lebih in 2024. With a lower clinker content, this product
rendah, produk ini menghasilkan emisi CO2 yang lebih produces lower CO2 emissions. Such increase reflects
kecil. Peningkatan tersebut mencerminkan upaya the Company's efforts to expand its low-carbon product
Perseroan dalam memperluas portofolio produk rendah portfolio. The Company also expanded the use of
karbon. Perseroan juga memperluas pemanfaatan renewable energy through the installation of solar
energi terbarukan melalui pemasangan pembangkit power plants at its production facilities. Solar panels
listrik tenaga surya di fasilitas produksi. Panel surya have been installed and are operating at Citeureup
telah terpasang dan beroperasi di Kompleks Pabrik Factory with a total capacity of 40.7 MWp, at Cirebon
Citeureup, dengan kapasitas total 40,7 MWp, pada Factory with a capacity of 6.5 MWp, and at Tarjun
Kompleks Pabrik Cirebon dengan kapasitas 6,5 MWp, Factory with a total capacity of 24.79 MWp.
dan di Kompleks Pabrik Tarjun dengan kapasitas total
24,79 MWp.
Perseroan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar The Company increases the use of alternative fuels,
alternatif, termasuk refuse-derived fuel (RDF) dari including refuse-derived fuel (RDF) from household
pengolahan sampah rumah tangga untuk menggantikan waste processing to partially replace coal consumption.
sebagian konsumsi batu bara. Hingga 2025, rasio Until 2025, the alternative fuel ratio increased from
bahan bakar alternatif meningkat dari 2,3% pada 2015 2.3% in 2015 to 29%, in line with the reduction in fossil
menjadi 29%, seiring penurunan bahan bakar fosil dari fuel use from 97.7% to 71%, with coal's LCV content
97,7% menjadi 71%, dengan kandungan LCV batu bara reaching 90%–98% to improve energy efficiency and
mencapai 90%–98% untuk meningkatkan efisiensi control emissions.
energi dan pengendalian emisi.
Sejak 2025, Perseroan juga menjalin kemitraan dengan Since 2025, the Company has also partnered with
UPST Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan the Integrated Waste Management Unit (UPST) of the
TPS Reuse-Reduce-Recycle (3R) KSM Lestari Martapura DKI Jakarta Provincial Environmental Agency and the
Kabupaten Banjar, serta berinvestasi Rp353 miliar Reuse-Reduce-Recycle Waste Management Site (TPS
dalam pembangunan fasilitas RDF. 3R) of KSM Lestari Martapura in Banjar Regency, and
invested Rp353 billion in the construction of RDF facility.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 15
Page 18
Selain itu, lebih dari 1 juta ton limbah biomassa, seperti Furthermore, more than 1 million tons of biomass waste, bonggol jagung, sekam padi, dan cangkang kopi, serta such as corn cobs, rice husks, and coffee shells, as well limbah lain seperti ban bekas, plastik, dan tekstil as other waste such as used tires, plastic, and textiles, dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu are utilized as a substitute fuel for coal. bara. Dalam aspek keanekaragaman hayati, Perseroan In terms of biodiversity, the Company continuously terus memperkuat upaya reklamasi dan konservasi di strengthens reclamation and conservation efforts area operasional. Hingga akhir 2025, area budidaya in its operational areas. As of the end of 2025, the di tambang batu kapur dan tanah mencapai 26 ha di cultivation areas in limestone and clay quarries reached Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, 26 hectares in Citeureup Factories, Cirebon Factories, dan Kompleks Pabrik Tarjun yang juga dimanfaatkan and Tarjun Factories, which also served as the Center sebagai Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pemberdayaan for Research, Training, and Community Empowerment Masyarakat (P4M). Perseroan menanam 88.646 pohon (P4M). The Company plants 88,646 trees of various dari berbagai spesies dengan indeks keanekaragaman species, with a flora diversity index in the post-mining flora di lahan pascatambang berada pada kategori land falling into the moderate and high category. This sedang hingga tinggi. Upaya ini dilengkapi dengan effort is complemented by the development of Cirebon pengembangan Kebun Koleksi Pohon Endemik Cirebon, Endemic Tree Collection Garden, mangrove planting in penanaman bakau di Tarjun, serta penyulaman tanaman Tarjun, and replanting in Citeureup reclamation area. In di area reklamasi Citeureup. Atas komitmen tersebut, recognition of this commitment, the Company receives Perseroan memperoleh PROPER Emas di Kompleks a Gold PROPER rating for Cirebon Factory and a Green Pabrik Cirebon serta PROPER Hijau di Kompleks Pabrik PROPER rating in Citeureup Factory and Tarjun Factory. Citeureup dan Kompleks Pabrik Tarjun. Kinerja Sosial Social Performance Audit dan evaluasi keselamatan dan kesehatan kerja Occupational health and safety (OHS) audit and (K3) pada 2025 menunjukkan peningkatan kinerja evaluation in 2025 showed a significant improvement yang signifikan, ditandai dengan penurunan tingkat in performance, marked by an 86% reduction kecelakaan kerja sebesar 86% dibandingkan tahun in occupational accident rate compared to that sebelumnya. Pencapaian tersebut merupakan hasil of the previous year. Such achievement was the penguatan budaya keselamatan melalui implementasi result of strengthening safety culture through the berbagai program keselamatan kerja. Perseroan juga implementation of various safety programs. The menginvestasikan Rp5,3 miliar untuk pelatihan dan Company also invested Rp5.3 billion in training and pengembangan, dengan rata-rata 70,7 jam pelatihan development, with an average of 70.7 training hours per per karyawan. employee. Di bidang sosial, Perseroan melaksanakan 1.557 In social sector, the Company implemented 1,557 program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) corporate social responsibility (CSR) programs with dengan realisasi anggaran Rp12,6 miliar. Program a realized budget of Rp12.6 billion. These programs tersebut difokuskan pada penguatan pendidikan, focused on strengthening education, economy, health, ekonomi, kesehatan, sosial, agama, budaya, dan social welfare, religion, culture, and security, as well as keamanan, serta pembangunan di wilayah operasional. developing operational areas. The impact measurement Pengukuran dampak melalui metode social return on by using social return on investment (SROI) method investment (SROI) menunjukkan nilai 2,25–5,81 pada showed values ranging from 2.25 to 5.81 for several beberapa program, yang mencerminkan bahwa setiap programs, reflecting that each program investment investasi program memberikan manfaat sosial yang provided significantly greater social benefits to the jauh lebih besar bagi masyarakat. community. 16 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 19
Page 20
Strategi Keberlanjutan [A.1][2-22]
Sustainability Strategy
Indocement memiliki strategi keberlanjutan, komitmen, Indocement has sustainability strategies, commitments,
dan sasaran jangka panjang yang sejalan dengan and long-term goals that are in line with the Heidelberg
Heidelberg Materials Sustainability Commitments Materials Sustainability Commitments 2030 (SC
2030 (SC 2030). Indocement telah menyusun pemetaan 2030). Indocement has prepared a material issue
isu material berdasarkan kebutuhan para pemangku mapping based on stakeholder needs and approach
kepentingan serta pendekatan dalam mengelola to managing risks, changes, and opportunities related
risiko, perubahan, dan peluang yang terkait dengan to environmental, social, and governance issues.
masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola. Selain itu, Furthermore, Indocement has also integrated material
Indocement juga telah mengintegrasikan prioritas isu issue priorities and contributions into the SDGs.
material dan kontribusi terhadap TPB.
Membangun Masa Depan Nol
Building a Net Zero Future
Energi dan Emisi
Energy and Emission
Kami berkomitmen untuk memenuhi bagian dari tanggung jawab global untuk menjaga kenaikan suhu di bawah 2°C, dan
kami akan terus mengurangi dampak pada udara, darat, dan air.
We are committed to fulfilling our part of the global responsibility to keep temperature rise below 2°C, and we will
continue to reduce our impact on air, land, and water.
Strategi Pencapaian Target
Strategies to Achieve Targets
1. Investasi dalam teknologi pemanfaatan karbon. 1. Investment in carbon utilization technology.
2. Optimasi penggunaan bahan baku dan bahan aditif untuk 2. Optimization of raw material and additive use to reduce clinker ratio.
mengurangi rasio klinker. 3. Increased cement production with lower clinker content.
3. Peningkatan produksi semen dengan kadar klinker lebih rendah. 4. Periodic monitoring and evaluation of CO2 emission reduction
4. Pengawasan dan evaluasi peta jalan pengurangan emisi CO2 secara roadmap.
periodik. 5. Continuous monitoring of SOx, NOx, and particle emissions.
5. Pemantauan emisi SOx, NOx, dan partikel secara berkelanjutan. 6. Measuring metal and volatile organic compound (VOC) footprint on
6. Pengukuran jejak logam dan senyawa organik volatil (VOC) setiap an annual basis.
tahun. 7. Utilizing renewable energy for electrical usage in the factory.
7. Pemanfaatan energi terbarukan untuk penggunaan listrik di pabrik. 8. Transition of dust emission control technology with bag filter. [EM-
8. Peralihan teknologi pengendalian emisi debu dengan bag filter. [EM- CM-110a.2]
CM-110a.2]
18 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 21
Membangun Masa Depan yang Aman dan Inklusif
Building a Safe and Inclusive Future
Hak Asasi Manusia, Pengelolaan Bakat dan Kinerja, serta Tata Kelola Keberlanjutan
Human Rights, Talent and Performance Management, and Sustainability Governance
Kami mematuhi hak asasi manusia (HAM) internasional, antikorupsi, dan standar tenaga kerja, serta bekerja sama secara
proaktif, terbuka, dan transparan dengan seluruh pemangku kepentingan.
We adhere to international human rights, anti-corruption, and labor standards, and proactively collaborate with all
stakeholders in a transparent and open manner.
Strategi Pencapaian Target
Strategies to Achieve Targets
1. Pelatihan wajib berkala terkait HAM, antikorupsi, dan 1. Regular mandatory training on human rights, anti-corruption, and
ketenagakerjaan. labor.
2. Pengelolaan kepatuhan pemasok berdasarkan standar rantai 2. Management of supplier compliance based on sustainable supply
pasokan berkelanjutan. chain standards.
3. Sistem pelaporan insiden secara anonim. 3. Anonymous incident reporting system.
4. Partisipasi aktif dalam inisiatif keberlanjutan global. 4. Active participation in global sustainability initiatives.
5. Pengembangan jejaring dengan organisasi nirlaba dan Lembaga 5. Networking with non-profit organizations and Non-Governmental
Swadaya Masyarakat (LSM). Organizations (NGOs).
6. Kolaborasi dengan organisasi advokasi industri. 6. Collaboration with industry advocacy organizations.
7. Transparansi dalam proses rekrutmen dan prosedur operasional 7. Transparency in recruitment processes and standard operating
standar. procedures.
8. Kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. 8. Policies on sustainable human capital development.
9. Reorganisasi terhadap Komite HAM sebagai pengawas pelaksanaan 9. Reorganization of Human Rights Committee as a supervisor of human
HAM. rights implementation.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Occupational Health and Safety (OHS)
Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kondisi K3 karyawan, kontraktor, dan pihak ketiga.
We are committed to continuously improving the OHS conditions of our employees, contractors, and third parties.
Strategi Pencapaian Target
Strategies to Achieve Targets
1. Melaksanakan pelatihan berkala mengenai K3 untuk semua 1. Conducting regular training on OHS for all employees and
karyawan serta kontraktor. contractors.
2. Menerapkan kebijakan K3 yang wajib diikuti oleh setiap individu yang 2. Implementing OHS Policy that must be followed by every individual
berada di lokasi operasional. at the operational location.
3. Menyusun dan mengimplementasikan rencana induk K3 yang 3. Preparing and implementing OHS master plan that includes
mencakup persyaratan organisasi, program pelatihan, area fokus, organizational requirements, training programs, focus areas, and
dan sasaran untuk peningkatan kinerja. targets for performance improvement.
4. Membangun sistem pencatatan dan pelaporan K3 yang efektif dan 4. Building an effective and sustainable OHS recording and reporting
berkelanjutan. system.
5. Melaksanakan Bulan K3 dan Safety Week. 5. Implementing OHS Month and Safety Week.
6. Melakukan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan pekerja 6. Carrying out improvements to create a safe work environment and
kompeten melalui Group Action 2025. competent workers through Group Action 2025.
Tetangga yang Baik
Good Neighbor
Kami berkomitmen untuk mendukung pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar dan memastikan komunikasi
yang transparan dengan semua pemangku kepentingan.
We are committed to support the social and economic development of the surrounding communities and ensure transparent
communication with all stakeholders.
Strategi Pencapaian Target
Strategies to Achieve Targets
1. Mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan 1. Implementing training and capacity building programs based on
kapasitas berbasis pada keahlian karyawan dan kebutuhan employee skills and community needs.
masyarakat. 2. Continuing cooperation with community leaders in Community
2. Melanjutkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat dalam program Development program, strengthening MSMEs through economic
bina lingkungan, memperkuat UMKM melalui inisiatif pemberdayaan empowerment initiatives, increasing environmental awareness
ekonomi, meningkatkan kesadaran lingkungan melalui program daur through waste recycling programs, and developing local heroes to
ulang sampah, dan mengembangkan local hero untuk mendorong drive social change in surrounding communities.
perubahan sosial di komunitas sekitar. 3. Building employee volunteering system.
3. Membangun sistem employee volunteering.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 19
Page 22
Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan dan Tangguh
Building a Circular and Resilient Future
Ekonomi Sirkular
Circular Economy
Kami melakukan konservasi cadangan sumber daya alam dengan terus meningkatkan penggunaan sumber daya alternatif
sebagai pengganti bahan baku alternatif.
We engage in natural resource conservation by continuously increasing the utilization of alternative resources as
substitutes for natural materials.
Strategi Pencapaian Target
Strategies to Achieve Targets
1. Pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber 1. Utilization of technology to optimize the use of alternative resources.
daya alternatif. 2. Preparing a strategic plan to identify and utilize available alternative
2. Menyusun rencana strategis untuk mengidentifikasi dan raw materials.
memanfaatkan bahan baku alternatif yang tersedia. 3. Cooperating and partnering in a feasibility study on the use of
3. Melakukan kolaborasi dan kemitraan dalam studi kelayakan alternative fuel and alternative materials (AFAM).
pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif (AFAM). 4. Internalizing the value of circular economy to all Indocement
4. Internalisasi nilai ekonomi sirkular kepada seluruh karyawan employees through waste charity program at Harmony Corner and
Indocement melalui program sedekah sampah di Harmony Corner waste recycling involving the community.
dan daur ulang sampah melibatkan masyarakat. 5. Obtaining new SNI 2022.
5. Perolehan SNI baru 2022.
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Kami akan memastikan profitabilitas yang berkelanjutan melalui manajemen yang efektif dari semua proses dan sumber
daya, serta inovasi produk dan layanan yang berkelanjutan.
We will ensure sustainable profitability through effective management of all processes and resources, as well as
sustainable product and service innovation.
Strategi Pencapaian Target
Strategies to Achieve Targets
1. Efisiensi biaya melalui peningkatan rasio bahan bakar alternatif, 1. Cost efficiency through increasing the ratio of alternative fuels,
utilisasi aset transportasi, dan efisiensi biaya distribusi melalui utilization of transportation assets, and distribution cost efficiency
perluasan footprint. through footprint expansion.
2. Evaluasi kinerja bisnis berdasarkan unit bisnis terpadu. 2. Evaluation of business performance based on integrated business units.
3. Implementasi indikator kinerja utama (KPI) dan sistem insentif 3. Implementation of key performance indicators (KPIs) and
berbasis kinerja. performance-based incentive systems.
20 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 23
Membangun Masa Depan Alam yang Positif
Building a Nature Positive Future
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity
Kami berkomitmen agar operasi pabrik sesuai dengan rencana yang disetujui otoritas dan kebutuhan masyarakat, serta
mengupayakan dampak positif pada nilai keanekaragaman hayati di seluruh lokasi tambang.
We are committed to operate our factories in accordance with approved authority plans and community needs, as well as
striving for positive impacts on biodiversity values at all mining locations.
Strategi Pencapaian Target
Strategies to Achieve Targets
1. Meningkatkan kualitas kawasan yang berfungsi sebagai 1. Improving the quality of areas serving as protection for biodiversity.
perlindungan bagi keanekaragaman hayati. 2. Increasing ecological and economic value of post-mining and post-
2. Meningkatkan nilai ekologis dan ekonomi pada lahan pascatambang operational land to support biodiversity conservation.
dan pascaoperasional pabrik untuk mendukung pelestarian 3. Developing understanding and awareness of the importance of
keanekaragaman hayati. biodiversity protection, both among employees and the general
3. Mengembangkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya public.
perlindungan keanekaragaman hayati, baik di kalangan karyawan 4. Developing policy on sustainable mining land use to provide positive
maupun masyarakat secara umum. benefits to the environment and society.
4. Menyusun kebijakan penggunaan lahan tambang secara 5. Referring to the norms and principles of biodiversity protection in
berkelanjutan untuk memberikan manfaat positif bagi lingkungan implementing reclamation plan.
dan masyarakat.
5. Mengacu pada norma dan prinsip perlindungan keanekaragaman
hayati dalam pelaksanaan rencana reklamasi.
Melestarikan Sumber Daya Air
Preserving Water Resources
Kami berkomitmen terhadap ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak.
We are committed to ensure access to clean water and adequate sanitation.
Strategi Pencapaian Target
Strategies to Achieve Targets
1. Melaksanakan program konservasi air berdasarkan Rencana 1. Implementing water conservation program based on Water
Pengelolaan Air yang ditetapkan untuk setiap pabrik, dengan fokus Management Plan established for each factory, with a special focus
khusus pada lokasi yang menghadapi kelangkaan air (water scarcity). on locations facing water scarcity.
2. Mengikuti dan mendukung pencapaian tujuan dalam Rencana 2. Following and supporting in achieving goals in the Global Strategic
Strategis Global Pengurangan Konsumsi Air Tahun 2030. Plan for Reducing Water Consumption by 2030.
3. Mengoptimalkan efisiensi penggunaan air di seluruh lini operasi. 3. Optimizing water use efficiency across all lines of operations.
4. Menerapkan komitmen WASH Pledge dari World Business Council 4. Implementing WASH Pledge commitment from the World Business
for Sustainable Development untuk memastikan akses terhadap air Council for Sustainable Development to ensure access to clean
bersih, sanitasi yang layak, dan fasilitas kebersihan di seluruh lokasi water, adequate sanitation, and hygiene facilities at all production
produksi. sites.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 21
Page 24
Tentang Indocement About Indocement Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan Perseroan [C.1] The Company’s Vision, Mission, and Values of Sustainability Sebagai perwujudan dari nilai Material to Build Our As a manifestation of the purpose of Material to Build Future, Indocement menetapkan arah strategis periode Our Future, Indocement has set its strategic direction 2026–2028 sebagai kerangka Perseroan dalam for the 2026–2028 period as the Company's framework menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di for maintaining sustainable business growth amid tengah perubahan lanskap industri. Melalui rencana changes in the industrial landscape. Through this ini, Indocement terus berupaya untuk menghadirkan plan, Indocement continues to strive to deliver quality produk dan solusi bahan bangunan yang berkualitas building materials and solutions by further integrating dengan semakin mengintegrasikan prinsip LST dalam ESG principles into its operations and business decision- operasional dan pengambilan keputusan bisnis. making. Supported by improved operational excellence, Didukung peningkatan keunggulan operasional, strengthened business strategies, and the utilization penguatan strategi bisnis, serta pemanfaatan of digitalization, this strategic direction reflects the digitalisasi, arah strategis ini mencerminkan upaya Company's efforts to build an adaptive, value-added Perseroan dalam membangun fondasi usaha yang business foundation that is relevant to the future needs adaptif, bernilai tambah, dan relevan bagi kebutuhan of its stakeholders. pemangku kepentingan di masa depan. 22 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 25
Visi Vision
Semen Cement
Produsen Semen Paling Terkemuka dan The Most Prominent and Trusted Cement Producer
Terpercaya di Indonesia; in Indonesia;
Beton Siap-Pakai RMC
Pemain RMC Terkemuka dan Terpercaya di Jawa A Prominent and Trusted RMC Player in Java, and
dan Memiliki Jaringan di Kalimantan, Bali, dan Footprints in Kalimantan, Bali, and South Sulawesi;
Sulawesi Selatan;
Agregat Aggregates
Pemain Agregat Terpercaya di Jabodetabek The Trusted Aggregates Player in Jabodetabek
dengan Jaringan di Jawa Tengah dan Sulawesi; and Footprints in Central Java and Sulawesi;
Mortar Mortar
Pemain Mortar yang Terdepan di Jawa dan The Reputable Mortar Player in Java and Southern
Sumatra Bagian Selatan (mortar putih). Sumatra (white mortar).
Misi Mission
Kami berkecimpung dalam bisnis penyediaan semen
ramah lingkungan dan bahan bangunan bermutu tinggi
yang mengutamakan solusi untuk pelanggan dengan cara
yang mendorong peningkatan profitabilitas sekaligus
mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola
(LST) serta digitalisasi.
We are in the business of providing quality green cement
and building materials with customer centric solutions
in a way that drives improving profitability whilst leading
environment, social, and governance (ESG) and digitalization.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 23
Page 26
Nilai-nilai Perusahaan
Corporate Values
A Accountability
S Strive for Excellence
I Integrity
S Service-Mindedness
T Teamwork
Gaya Kepemimpinan Baru
New Leadership Style
• We Centric
• Care
• Open Communications
• Process-Driven Performance
Oriented
• Agile and Decisiveness
• Customer Centric
Informasi lebih lanjut mengenai nilai Perseroan dapat dilihat di Laporan Tahunan 2025.
Further information on the Company’s values can be found in the 2025 Annual Report.
24 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 27
Sekilas Indocement [2-1]
Indocement at a Glance
Nama Perseroan
Company Name
Bidang Usaha Kantor Pusat [C.2] Hubungan Investor
Line of Business Head Office Investor Relations
Industri Semen Wisma Indocement Telepon | Telephone: +62-21-8752-812 ext. 1117
Cement Industry Lantai 13 | 13th Floor Surel | E-mail: investor.relations@indocement.co.id
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70–71
Jakarta 12910, Indonesia
Telepon | Phone: 021-8752812 ext. 3808
Surel | E-mail: corpsec@indocement.co.id
Situs Web | Website: www.indocement.co.id
Layanan Pelanggan Bentuk Legal
Customer Services Legal Form
Wisma Indocement Perseroan Terbuka
Lantai 4 | 4th Floor Public Company
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70–71
Jakarta 12910, Indonesia
Telepon | Telephone: +62 800-10-376-32 (Bebas Pulsa | Toll Free)
+62-21-2553-3555 (Tarif Normal | Normal Tarif)
Faksimili | Facsimile: +62-21-522-3782
Surel | E-mail: customercare@indocement.co.id
SMS dan WhatsApp | SMS and WhatsApp: +62 812-128-3000
Landasan Hukum
Legal Basis
Akta Pendirian Nomor 227 tanggal 16 Januari 1985, Notaris Ridwan Suselo, S.H., dengan perubahan terakhir atas Anggaran Dasar dalam
Akta Notaris Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn. Nomor 09 tanggal 21 Mei 2025, dan telah mendapatkan Surat Keputusan Menteri Hukum
Republik Indonesia Nomor AHU- 0047927.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 22 Juli 2025.
Deed of Incorporation Number 227 dated 16 January 1985, Notary Ridwan Suselo, S.H., with the latest amendment to the Articles of
Association in the Deed of Notary Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn. Number 09 dated 21 May 2025, and has obtained the Decree of Minister of
Law of the Republic of Indonesia Number AHU- 0047927.AH.01.02.TAHUN 2025 dated 22 July 2025.
Kepemilikan Saham [C.3]
Share Ownership
40,61%
Heidelberg Materials AG
53,40%
Saham Treasury
Treasury Shares
Masyarakat
Public
5,99%
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 25
Page 28
Skala Usaha [C.3][2-6]
Business Scale
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Jumlah Karyawan Segmen Semen Orang 3.032(1) 3.391(1) 3.217
Total Employees of Cement Segment People
Jumlah Penjualan Semen Ribu Ton 19.941 20.496 19.345
Total Sales of Cement Thousand Tons
Produksi Semen (2) 18,5 19,6 18,0
Cement Production
Produksi Beton Siap-Pakai Juta Ton 1,5 1,9 1,8
Ready-Mix Concrete Production Million Tons
Produksi Agregat 2,2 2,3 2,3
Aggregate Production
Jumlah Lingkup Operasi
Total Scope of Operations
Jumlah Pabrik (2) Pabrik 17 17 17
Number of Plants Plant
Fasilitas Terminal dan Land Silo Terminal 12 13 14
Terminals and Land Silo Facility Terminals
Posisi Keuangan
Financial Position
Jumlah Aset 31.725 30.420 29.650
Total Assets
Pendapatan Neto 17.731 18.549 17.950
Net Revenues
Jumlah Liabilitas Miliar Rupiah 8.522 8.306 8.680
Total Liabilities Billion Rupiah
Jumlah Ekuitas 23.203 22.114 20.970
Total Equity
Jumlah Kapitalisasi Pasar Saham 26.279 27.241 32.252
Total Stock Market Capitalization
Keterangan | Notes:
(1) Data karyawan mencakup PT Semen Grobogan.
Employee data included PT Semen Grobogan.
(2) Termasuk Data Kompleks Pabrik Grobogan, Kompleks Pabrik Maros, dan Unit Penggilingan Semen Banyuwangi.
Including Data of Grobogan Factory, Maros Factory, and Banyuwangi Cement Grinding Unit.
Aktivitas Bisnis dan Rantai Pasok [C.4][2-6]
Business Activities and Supply Chain
Indocement melakukan kegiatan operasional di empat Indocement carries out operational activities in four
kompleks pabrik yang dimiliki sendiri, yakni Kompleks owned factories, namely Citeureup Factory, Cirebon
Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, Kompleks Factory, Tarjun Factory, and Grobogan Factory. The
Pabrik Tarjun, dan Kompleks Pabrik Grobogan. Company also leases one factory, Maros Factory, and
Perseroan juga menyewa satu kompleks pabrik, yaitu a cement grinding unit in Banyuwangi. Indocement
Kompleks Pabrik Maros, serta satu unit penggilingan manages its own mining areas in these five factories
semen di Banyuwangi. Indocement mengelola with a total area of 8,720 ha. In 2025, the total installed
sendiri area pertambangan di kelima kompleks production capacity reached 33.5 million tons of
pabrik tersebut dengan luas total sebesar 8.720 ha. cement.
Pada 2025, total kapasitas produksi terpasang
mencapai 33,5 juta ton semen.
26 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 29
Lokasi Pabrik dan Kapasitas Terpasang 2025
Factory Locations and Installed Capacity in 2025
Lokasi Kompleks Pabrik Jumlah Pabrik Kapasitas Terpasang (Juta Ton/Tahun)
Factory Location Number of Plant Installed Capacity (Million Tons/Year)
Citeureup, Bogor 10 18,4
Jawa Barat | West Java
Palimanan, Cirebon 2 4,3
Jawa Barat | West Java
Tarjun, Kotabaru 1 2,8
Kalimantan Selatan | South Kalimantan
Tanggungharjo, Grobogan 1 2,7
Jawa Tengah | Central Java
Skema Perjanjian Induk Sewa dan Penggunaan Aset
Scheme of Master Lease Agreement and Use of Asset
Maros 2 3,5
Sulawesi Selatan | South Sulawesi
Banyuwangi* 1 1,8
Jawa Timur | East Java
Keterangan | Notes:
* Unit Penggilingan Semen.
Cement Grinding Unit.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Sekda Provinsi Jawa Barat menanam 50 pohon
di TPPAS Lulut Nambo dalam rangka acara HUT ke-50 Indocement.
The Deputy Minister of Environment and the West Java Provincial Secretary
planted 50 trees at TPPAS Lulut Nambo as part of Indocement’s 50th Anniversary.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 27
Page 30
Wilayah Operasi dan Jaringan Bisnis
[C.3][C.4][2-6]
Operational Areas and Business Network
Terminal Semen Lampung, Terminal Semen Apung Terminal Semen Samarinda, Terminal Semen Barru, Kompleks Pabrik Maros,
Lampung Pontianak, Kalimantan Barat Kalimantan Timur Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan
Lampung Cement Terminal, Pontianak Floating Cement Samarinda Cement Terminal, Barru Cement Terminal, Maros Factory,
Lampung Terminal, West Kalimantan East Kalimantan South Sulawesi South Sulawesi
Terminal Semen Apung Kuala
Tanjung, Sumatra Utara
Kuala Tanjung Floating Cement
Terminal, North Sumatra
Terminal Semen Terminal Semen Palembang,
Tanjung Priok, Jakarta Sumatra Selatan
Tanjung Priok Cement Terminal, Palembang Cement
Jakarta Terminal, South Sumatra
Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, Kompleks Pabrik Tarjun, Kompleks Pabrik Grobogan, Unit Penggilingan Semen
Bogor, Jawa Barat Cirebon, Jawa Barat Kotabaru, Kalimantan Selatan Jawa Tengah Banyuwangi, Jawa Timur
Citeureup Factory, Cirebon Factory, Tarjun Factory, Grobogan Factory, Banyuwangi Cement
Bogor, West Java Cirebon, West Java Kotabaru, South Kalimantan Central Java Grinding Unit, East Java
28 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 31
Indocement memiliki 16 Gudang Semen, 3 Gudang Palet, 2 Container Yard, yaitu:
Indocement owns 16 Cement Warehouses, 3 Palette Warehouses, 2 Container Yards, namely:
1. Gudang Sunda Kelapa 8. Gudang Pemalang 15. Gudang Kalianak, Surabaya
2. Gudang Cisauk 9. Gudang Magelang 16. Gudang Pandeglang, Banten
3. Gudang Sukabumi 10. Gudang Pati 17. Gudang Palet Citeureup
4. Gudang Serang 11. Gudang Wonogiri 18. Gudang Palet Palimanan
5. Gudang Cimareme 12. Gudang Puncak 19. Gudang Palet Grobogan
6. Gudang Garut 13. Gudang Tasikmalaya 20. Container Yard Kompleks Pabrik Citeureup
7. Gudang Majalengka 14. Gudang Brebes 21. Container Yard Kompleks Pabrik Tarjun
1. Sunda Kelapa Warehouse 8. Pemalang Warehouse 15. Kalianak Warehouse, Surabaya
2. Cisauk Warehouse 9. Magelang Warehouse 16. Pandeglang Warehouse, Banten
3. Sukabumi Warehouse 10. Pati Warehouse 17. Citeureup Pallet Warehouse
4. Serang Warehouse 11. Wonogiri Warehouse 18. Palimanan Pallet Warehouse
5. Cimareme Warehouse 12. Puncak Warehouse 19. Grobogan Pallet Warehouse
6. Garut Warehouse 13. Tasikmalaya Warehouse 20. Container Yard of Citeureup Factory
7. Majalengka Warehouse 14. Brebes Warehouse 21. Container Yard of Tarjun Factory
Kompleks Pabrik Terminal Semen Aset yang Disewa
Factories Cement Terminals Leased Assets
Terminal Semen Lembar 1, Terminal Semen Lembar 2,
Lombok Barat, Lombok Barat,
Terminal Semen Makassar, Land Silo Dawuan, Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat Terminal Semen Apung
Sulawesi Selatan Karawang, Jawa Barat Lembar Cement Terminal 1, Lembar Cement Terminal 2, Kupang, Nusa Tenggara Timur
Makassar Cement Terminal, Dawuan Land Silo, West Lombok, West Lombok, Kupang Floating Cement
South Sulawesi Karawang, West Java West Nusa Tenggara West Nusa Tenggara Terminal, East Nusa Tenggara
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 29
Page 32
Pasar Terlayani [C.4][2-6]
Market Served
Hingga akhir periode pelaporan, Indocement berhasil Until the end of the reporting period, Indocement
memenuhi permintaan pasar domestik sebesar 29,1% managed to meet domestic market demand of 29.1%
atau 19.390 ribu ton. Perseroan juga mencatatkan or 19,390 thousand ton. The Company also recorded
pangsa pasar di beberapa negara Asia, seperti market share in several Asian countries, such as
Taiwan, Vietnam, Bangladesh, Malaysia, Filipina, serta Taiwan, Vietnam, Bangladesh, Malaysia, Philippines, as
Australia, Afrika Barat, Kamerun dan Ghana. Maka well as Australia, West Africa, Cameroon, and Ghana.
dari itu, Perseroan berhasil melakukan ekspor semen Accordingly, the Company managed to export 551
dan klinker mencapai 551 ribu ton atau setara dengan thousand tons of cement and clinker or equivalent to
2,8% dari total penjualan. 2.8% of the total sales.
Pertambangan dan Produksi Distribusi dan Logistik Pelanggan
Mining and Production Distribution and Logistics Customers
Indocement memiliki dan mengoperasikan sendiri penambangan di Indocement memastikan distribusi dan logistik yang memadai
lima lokasi kompleks pabrik, Indocement juga memproduksi agregat dengan menyediakan fasilitas terminal, land silo, gudang semen,
dan beton siap-pakai melalui entitas anak. gudang palet, dan gudang peti kemas.
Indocement owns and operates its mines at five factories' locations, Indocement ensures satisfactory distribution and logistics by
Indocement also produces aggregates and ready-mix concrete providing terminal, land silo, cement warehouse, pallet warehouse,
through its subsidiaries. and container yard facilities.
Bahan Baku Tambang Produksi Semen Semen kantong dan Pemerintah (sektor publik),
Mining Raw Materials Cement Production semen curah perusahaan (sektor komersial),
Bag cement and bulk cement dan masyarakat (pelanggan
pribadi)
The government (public
sector), companies
(commercial sector), and
public (individual customers)
Batu Kapur, Tanah Liat, Semen
Limy-Marl dan Trass Cement
Limestone, Clay, Limy-
Marl and Trass
Memastikan Pemenuhan Kriteria Kode Etik serta Peraturan yang Disyaratkan kepada
Semua Pemasok Barang dan Jasa di Sepanjang Rantai Pasokan.
Ensuring the Fulfillment of Code of Conduct Criteria as well as Compliance with the
Regulations Applied to All Suppliers of Goods and Services along the Supply Chain.
30 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 33
Inovasi dan Pencapaian 2025 [F.26]
Innovation and Achievement of 2025
Pemasangan Panel Surya 2025: Efektivitas Pallet
1. Kompleks Pabrik Citeureup, dengan kapasitas 40,7 Management and
MWp, terdiri dari 32,5 MWp ground-mounted solar Monitoring System (PMMS)
panel dan 8,2 MWp rooftop solar panel. meningkat mencapai Rp16
2. Kompleks Pabrik Cirebon, dengan kapasitas 6,5 MWp. miliar sejak PMMS mulai Kampanye pemasaran yang sangat
3. Kompleks Pabrik Tarjun, terdiri dari 20 MWp ground- beroperasi pada bulan Juni aktif melalui kanal media sosial
mounted solar panel dan 5,14 MWp rooftop solar panel. 2020 dengan perputaran (Instagram, Facebook, TikTok,
Installation of Solar Panel in 2025: sebanyak kurang lebih Threads, YouTube).
1. Citeureup Factory, with a capacity of 40.7 MWp, 250.000 palet per bulan. Highly active marketing campaigns
consists of 32.5 MWp ground-mounted solar panels The effectiveness of through social media channels
and 8.2 MWp rooftop solar panel. Pallet Management (Instagram, Facebook, TikTok,
2. Cirebon Factory, with a capacity of 6.5 MWp. and Monitoring System Threads, YouTube).
3. Tarjun Factory, consists of 20 MWp ground-mounted (PMMS) has increased to
solar panel and 5.14 MWp rooftop solar panel. Rp16 billion since PMMS
began operating in June
2020 with a turnover of
27,3% 6,6% approximately 250,000
pallets per month.
Semen Rajawali produksi Kompleks
Pabrik Cirebon telah memiliki
Persentase produksi Persentase Environmental Product Declaration.
semen hidraulis untuk penggunaan RDF Semen Rajawali, produced by Cirebon
menggantikan OPC RDF utilization Mengoptimalkan Factory, obtained an Environmental
mengalami kenaikan percentage aplikasi Logistic Digital Product Declaration.
menjadi 27,3% Transformation untuk
dibandingkan 26,7% memudahkan proses
pada 2024. pesanan secara daring,
The percentage of pengecekan barang
hydraulic cement di gudang, dan proses
production replacing Menggunakan 2,2% fly ash dan 2,5%
pengiriman.
OPC increased to 27.3% Granulated Blast Furnace Slag (GBFS)
Optimizing the Logistic
compared to 26.7% sebagai bahan baku alternatif semen.
Digital Transformation
in 2024. Using 2.2% fly ash and 2.5%
application to ease the
Granulated Blast Furnace Slag (GBFS)
process of online order,
as alternative materials for cement.
stocktaking in warehouses,
and delivery process.
2,7% 20 ton per hari
56
tons per day
Pengurangan emisi CO2 Rp miliar
Pengambilan RDF dari hasil
cakupan 1 dan 2 billion
Reduction of CO2 Efisiensi biaya transportasi uji coba Plant Rorotan dengan
emissions scope 1 and 2 Transportation cost efficiency total 1.639 ton, serta 500 ton/
hari pengiriman RDF dari TPST
Bantargebang dengan total
96.738 ton.
29% Pembangunan dan pengoperasian
rice husk feeding facility di
Collection of RDF from the
Rorotan Plant trial with a total
Bahan bakar alternatif Kompleks Pabrik Grobogan dan
of 1,639 tons, as well as 500
98 % untuk mengurangi
penggunaan batu bara
Kompleks Pabrik Maros.
The construction and operation
tons/day of RDF delivery from
the Bantargebang TPST with a
Penggunaan batu bara Alternative fuels to of rice husk feeding facilities at
total of 96,738 tons.
rendah kalori reduce coal use the Grobogan Factory and Maros
Low CV Coal utilization Factory.
Kapasitas fasilitas bahan bakar alternatif Indocement yang terpasang saat ini 6.100 ton per hari.
Indocement telah berhasil mengonsumsi 917 ribu ton biomassa dan 162 ribu ton RDF di 2025.
Indocement's current installed capacity of alternative fuel facilities is 6,100 tons per day.
Indocement successfully consumed 917 thousand tons of biomass and 162 thousand tons of RDF in 2025.
Diraihnya Penghargaan PROPER Emas untuk Kompleks Pabrik Cirebon serta PROPER Hijau untuk Kompleks
Pabrik Citeureup dan Kompleks Pabrik Tarjun.
Achieving Gold PROPER for Cirebon Factory and Green PROPER for Citeureup Factory and Tarjun Factory.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 31
Page 34
Keanggotaan Asosiasi [C.5][2-28]
Association Membership
Nama Asosiasi Posisi
Association Name Position
Nasional | National
Dewan Produk Hijau Indonesia Pendiri
Green Product Council Indonesia (GPCI) Founder
Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI)
Association of Indonesian Cement Companies
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)
Indonesian Employers Association
Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)
Anggota
Indonesian Issuers Companies Association
Member
Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)
Indonesian Chamber of Commerce and Industry
Internasional | International
Anggota
Global Cement and Concrete Association (GCCA)*
Member
Keterangan | Notes:
* Keanggotaan tidak langsung karena Indocement merupakan bagian dari Heidelberg Materials yang tercatat sebagai anggota organisasi tersebut.
Indirect membership due to Indocement is part of Heidelberg Materials, which is listed as a member of the organization.
32 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 35
Perubahan Signifikan [C.6]
Significant Changes
Terdapat beberapa perubahan signifikan yang terjadi There were several significant changes that occurred in
selama 2025, antara lain: 2025, including:
1. Berdasarkan RUPS Tahunan yang diselenggarakan 1. Based on the Annual GMS held on 21 May 2025, the
pada 21 Mei 2025, Perseroan menyetujui Company approved the resignation of Kevin Gerard
pengunduran diri Kevin Gerard Gluskie sebagai Gluskie as the Commissioner and appointed Suharso
Komisaris dan mengangkat Suharso Monoarfa Monoarfa as the replacement for the remaining
sebagai penggantinya untuk sisa masa term of office, and approved the reappointment of
jabatan, serta menyetujui penunjukan kembali Sunnira Ly as the Director. Therefore, the composition
Sunnira Ly sebagai Direktur. Dengan demikian, of the Company’s Board of Commissioners and
susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan Board of Directors is effective as of the closing of
berlaku sejak penutupan RUPS Tahunan tersebut the Annual GMS until the closing of the Annual GMS
hingga penutupan RUPS Tahunan tahun buku 2026 for the 2026 fiscal year to be held in 2027, with the
yang akan diselenggarakan pada 2027, dengan exception of Roberto Callieri’s term of office, which
pengecualian masa jabatan Roberto Callieri yang ends at the closing of the Annual GMS for the 2025
berakhir pada penutupan RUPS Tahunan tahun held in 2026 financial year, and Sunnira Ly’s term of
buku 2025 yang diadakan pada tahun 2026 dan office, which ends at the closing of the Annual GMS
Sunnira Ly yang berakhir pada penutupan RUPS for the 2027 held in 2028 financial year;
Tahunan tahun buku 2027 yang diadakan pada 2. The Extraordinary GMS that was held on 21 May 2025
tahun 2028; approved the partial withdraws shares buyback in
2. RUPS Luar Biasa yang diselenggarakan pada the 2021 and 2022 through a reduction in issued and
21 Mei 2025 menyetujui penarikan kembali sebagian paid-up capital of 165,628,900 shares or equivalent
saham hasil pembelian kembali saham tahun 2021 to Rp82,814,450,000. With such resolution,
dan 2022 melalui pengurangan modal ditempatkan the Company’s issued and paid-up capital was
dan disetor sebanyak 165.628.900 saham atau Rp1,757,801,399,500, divided into 3,515,602,799
setara Rp82.814.450.000. Dengan keputusan shares with a nominal value of Rp500;
tersebut, modal ditempatkan dan disetor Perseroan 3. The changes to the Company's vision and mission
menjadi Rp1.757.801.399.500 yang terbagi atas are the result of an evaluation conducted by Top
3.515.602.799 saham dengan nilai nominal Rp500; Management during a routine Executive Retreat.
3. Perubahan pada visi dan misi Perseroan merupakan
hasil evaluasi yang dilakukan oleh Manajemen
Puncak dalam agenda rutin Executive Retreat.
Informasi lebih lanjut mengenai perubahan signifikan yang terjadi di 2025 dapat dilihat pada
Laporan Tahunan Indocement 2025.
Further information regarding significant changes that occurred in 2025 can be seen in the
2025 Annual Report of Indocement.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 33
Page 36
Tentang Laporan
About the Report
Laporan Keberlanjutan Indocement diterbitkan setiap Indocement’s Sustainability Report is published as
tahun sebagai bentuk transparansi kepada seluruh an effort to provide transparent information to all
pemangku kepentingan terkait kinerja Perseroan. stakeholders regarding the Company’s performance.
Laporan ini mencakup periode 1 Januari–31 Desember Indocement’s Sustainability Report is published
2025, sementara Laporan Keberlanjutan 2024 telah annually for the period of 1 January–31 December 2025.
dipublikasikan di situs web Perseroan pada April The 2024 Sustainability Report was published on the
2025. Data yang disajikan meliputi kinerja ekonomi, Company’s website in April 2025. The data presented in
lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang this report covers economic performance, employment,
mencakup kantor pusat, empat kompleks pabrik as well as environmental, social, and governance (ESG)
Indocement (Citeureup, Cirebon, Tarjun, dan Grobogan), that significantly impact Indocement’s head office
Kompleks Pabrik Maros, serta unit penggilingan semen and four factories, namely Citeureup Factory, Cirebon
Banyuwangi dengan status sewa. Data keuangan Factory, Tarjun Factory, and Grobogan Factory, as well
disajikan secara konsolidasi yang mencakup seluruh as one leased factory in Maros and the leased cement
kompleks pabrik, 25 entitas anak, dan 6 entitas asosiasi grinding unit in Banyuwangi. The consolidated financial
Perseroan. [2-2][2-3] data covers the performance of all factories, 25
subsidiaries, and 6 associated entities. [2-2][2-3]
Laporan ini disusun dengan mengacu pada Peraturan This report is compiled according to Financial Services
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017 Authority Regulation (POJK) No. 51/POJK.03/2017 on
tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Implementation of Sustainable Finance for Financial
Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Services Institutions, Issuers, and Public Companies, as
Publik serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan well as Financial Services Authority Circular (SEOJK) No. 16/
(SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi SEOJK.04/2021 on the Form and Content of Annual Reports,
Laporan Tahunan, serta sesuai dengan Standar Global and in accordance to the Global Reporting Initiative (GRI
Reporting Initiative (GRI 2021), Sustainability Accounting 2021) Standards, the Sustainability Accounting Standards
Standard Board (SASB) kategori Construction Material, Board (SASB) for Construction Material category, and
serta melakukan persiapan penerapan IFRS S1 dan S2 prepared for the implementation of IFRS S1 and S2
melalui pengungkapan kinerja terkait iklim. through climate-related performance disclosures.
Menindaklanjuti penerbitan Pernyataan Standar Following the issuance of Sustainability Disclosure
Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2, Standards (PSPK) 1 and PSPK 2, the Company
Perseroan terus mencermati perkembangan kebijakan continues to monitor developments in policies and
serta regulasi terkait implementasi standar tersebut. regulations related to the implementation of these
Saat ini, PSPK dipandang sebagai kerangka pelaporan standards. Currently, PSPK is viewed as a reporting
yang akan diimplementasikan secara bertahap. framework that will be implemented gradually. Thus,
Dengan demikian, pengungkapan dalam Laporan the disclosures in this Sustainability Report are yet not
Keberlanjutan ini belum dimaksudkan sebagai bentuk intended as an application or statement of compliance
penerapan maupun pernyataan kepatuhan terhadap with PSPK. Going forward, the Company will gradually
PSPK. Ke depan, Perseroan berupaya untuk melakukan adjust its policies, process, and internal system in line
penyesuaian secara bertahap terhadap kebijakan, with the organization's readiness and developments in
proses, serta sistem internal seiring dengan kesiapan regulatory requirements.
organisasi dan perkembangan ketentuan dari regulator.
Terdapat beberapa informasi dan data yang dinyatakan Certain information and data have been restated from
kembali dari laporan periode sebelumnya ditandai the previous reporting period, as indicated by the marker
dengan indikator [2-4], termasuk untuk alasan [2-4], including the reasons for their restatement.
penyajian kembalinya. Laporan Keberlanjutan ini belum This Sustainability Report has not been verified by an
diverifikasi oleh pihak ketiga independen, namun independent third party, however, the Company ensures
demikian, Perseroan memastikan bahwa seluruh data that all data is accurate.
dapat dipastikan kebenarannya.
34 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 37
Sebagai upaya pemenuhan IFRS S1 terkait “reliability In compliance with IFRS S1 regarding the “reliability
of public claims”, kami memastikan bahwa data yang of public claims,” we ensure that all sustainability
disampaikan, termasuk lingkungan, telah didukung claims submitted, including those related to the
oleh bukti teknis dan proses verifikasi yang memadai. environment, are supported by technical evidence
Data kinerja ekonomi Perseroan juga diambil Laporan and adequate verification process. The Company’s
Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan economic performance data is also taken from the
Publik (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan (firma audited Financial Statements of Public Accounting
anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers/ Firm (KAP) Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan (member
PwC). Penyusunan laporan melibatkan tim internal dan firm of PricewaterhouseCoopers/PwC global network).
telah memperoleh persetujuan Direksi atas isi laporan, The report is prepared by involving an internal team
termasuk topik material dan batasannya, dengan and has obtained approval from the Board of Directors
pengawasan serta peninjauan oleh Direktur Utama for the contents that include material topics and their
sebelum disampaikan kepada Dewan Komisaris. [G.1] limitations, as well as has been supervised and reviewed
[2-4][2-5][2-14] by the President Director before submitted to the Board
of Commissioners. [G.1][2-4][2-5][2-14]
Laporan Keberlanjutan 2025 ini tersedia dalam versi
digital melalui situs web:
https://www.indocement.co.id/id/investor/reports-
presentations/laporankeberlanjutan.
The 2025 Sustainability Report is available digitally on the website:
https://www.indocement.co.id/en/investor/repor t s-presentations/
sustainability-report.
Tanggapan Umpan Balik Laporan Sebelumnya [G.3]
Response to Feedback on Previous Reports
Indocement menerima beberapa kritik dan masukan Indocement received several criticisms and input on
atas Laporan Keberlanjutan 2024, antara lain untuk the 2024 Sustainability Report, including suggestions
menyampaikan informasi yang lebih lengkap dan for providing more complete and comprehensive
komprehensif. Seluruh kritik, masukan, maupun saran information. All criticisms, input, and suggestions
atas laporan periode sebelumnya telah ditindaklanjuti regarding previous period’s report have been followed
dan disampaikan dalam Laporan ini. Kami juga up and presented in this report. We also welcome
menerima kritik, saran, ataupun masukan atas Laporan any criticisms, suggestions, and input on the 2025
Keberlanjutan 2025 yang dapat disampaikan melalui Sustainability Report, which can be submitted through
lembar umpan balik pada bagian akhir laporan maupun the feedback form at the end of the report or through:
melalui:
Kontak terkait Laporan Keberlanjutan [2-3]
Contacts related to the Sustainability Report
Dani Handajani Gadang Wardono Wisma Indocement
Lantai 13 | 13th Floor
Corporate Secretary Corporate Social
Jl. Jenderal Sudirman Kav 70–71
Responsibility
Jakarta 12910, Indonesia
Division Manager
Telepon | Telephone: +62-21-8752-812 ext. 3808
Surel| E-mail: corpsec@indocement.co.id
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 35
Page 38
Topik Material dan Dukungan terhadap TPB [3-1][3-2]
Material Topics and Supports for SDGs
Indocement meninjau topik material setiap tahunnya Indocement reviews material topics annually to ensure
untuk memastikan prospek bisnis, strategi, dan that business prospects, strategies, and sustainability
inisiatif keberlanjutan tetap relevan dengan initiatives remain relevant to the dynamics of
dinamika ekspektasi pemangku kepentingan. Pada stakeholder expectations. In 2025, Indocement
2025, Indocement memperluas proses penilaian expanded its materiality assessment process by
materialitas dengan menerapkan pendekatan double implementing double materiality assessment (DMA)
materiality assessment (DMA) yang mencakup dua approach that covers two main aspects, namely impact
aspek utama, yaitu materialitas dampak, yang menilai materiality, which assesses the impact of the Company's
dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan activities on the environment and society (inside-out),
dan sosial (inside-out), serta materialitas finansial, and financial materiality, which assesses the impact of
yang menilai dampak isu material terhadap kondisi material issues on the Company's financial
keuangan dan kinerja bisnis perusahaan (outside-in). condition and business performance (outside-in).
Topik material dirumuskan ulang melalui Material topics were reformulated through focus group
penyelenggaraan focus group discussion (FGD) yang discussions (FGDs) guided by a team of independent
dipandu oleh tim ahli selaku pihak independen dan experts and attended by representatives from various
dihadiri perwakilan fungsi-fungsi di Indocement. Sesuai functions at Indocement. Based on the FGD results,
hasil FGD, Laporan Keberlanjutan ini mengungkapkan this Sustainability Report reveals 10 material topics as
10 topik material sebagai prioritas, yang mencerminkan priorities, reflecting changes from the previous period
perubahan dari periode sebelumnya seiring perbedaan in line with differences in the determination method and
metode penentuan serta perkembangan isu developments in sustainability issues in 2025.
keberlanjutan pada 2025.
Materialitas Materialitas
Topik Material Pemangku Kepentingan Terdampak
No. Dampak Finansial
Material Topics Impacted Stakeholders
Impact Materiality Financial Materiality
Energi
1 Pemegang Saham, Karyawan, •••• ••••
Energy
Masyarakat Lokal, Pemerintah
Shareholders, Employees, Local
Emisi Communities, Government
2 •••• ••••
Emission
Karyawan, Masyarakat Lokal,
Sirkular Ekonomi Pemerintah
3 •••• ••••
Circular Economy Employees, Local Communities,
Government
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Karyawan, Pemerintah
4 •••• ••••
Occupational Health and Safety (OHS) Employees, Government
Melestarikan Sumber Daya Air
5 •••• ••••
Preserving Water Resources
Karyawan, Masyarakat Lokal,
Tetangga yang Baik Pemerintah
6 •••• ••••
Good Neighbor Employees, Local Communities,
Government
Kenakeragaman Hayati
7 •••• ••••
Biodiversity
Ketangguhan Perusahaan dan Tata Pemegang Saham, Karyawan,
Kelola Keberlanjutan Media, Pemerintah
8 •••• ••••
Corporate Resilience and Sustainable Shareholders, Employees, Media,
Governance Government
36 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 39
Materialitas Materialitas
Topik Material Pemangku Kepentingan Terdampak
No. Dampak Finansial
Material Topics Impacted Stakeholders
Impact Materiality Financial Materiality
Pemegang Saham, Karyawan,
Pemerintah, Pemasok, Masyarakat
Hak Asasi Manusia Lokal
9 •••• ••••
Human Rights Shareholders, Employees,
Government, Suppliers, Local
Communities
Karyawan, Masyarakat Lokal,
Pengelolaan Bakat dan Kinerja Pemerintah
10 •••• ••••
Talent and Performance Management Employees, Local Communities,
Government
• Lingkungan | Environmental • Pemangku Kepentingan Internal | Internal Stakeholders
• Sosial | Social • Pemangku Kepentingan Eksternal | External Stakeholders
• Tata Kelola | Governance
•••• = 1 (Sangat Rendah | Very Low)
Skala 1-4 •••• = 2 (Rendah | Low)
Scale 1-4 •••• = 3 (Tinggi | High)
•••• = 4 (Sangat Tinggi | Very High)
Dukungan pada TPB Supports for SDGs
Berdasarkan topik material tersebut, Perseroan Based on these material topics, the Company has re-
kembali mengidentifikasi prioritas dukungan terhadap identified its priority support for SDG by referring to
TPB dengan mengacu pada Metadata Indikator TPB the SDG Indicator Metadata of the Ministry of National
Kementerian PPN/Bappenas serta pendekatan SDG Development Planning/Bappenas and the SDG
Compass. Pengungkapan ini mencakup capaian Compass approach. This disclosure covers the 2025
2025 dan target 2026 sebagai kontribusi terhadap achievements and 2026 targets as contributions to the
pencapaian TPB nasional pada 2030. Perseroan achievement of national SDGs in 2030. The Company
juga memetakan area dampak utama yang relevan also maps the main areas of impact relevant to its
dengan kegiatan usaha dan menerjemahkannya ke business activities and translates them into measurable
dalam indikator kinerja utama (KPI) yang terukur dan key performance indicators (KPIs) that are integrated
terintegrasi dalam pengelolaan kinerja, khususnya into performance management, particularly in the
pada aspek energi terbarukan, pemanfaatan bahan aspects of renewable energy, use of alternative fuels
bakar dan bahan baku alternatif dalam pengelolaan and raw materials in waste management, and climate
limbah, serta aksi mitigasi perubahan iklim yang selaras change mitigation actions that are in line with priority
dengan target TPB prioritas. SDG targets.
Pemetaan TPB
SDGs Mapping
Target Nasional/Global KPI Indocement Satuan
SDGs 2025 Alignment
National/Global Target KPI of Indocement Unit
7.2 Renewable Energy % renewable energy % 25,51 Strong
12.5 Waste Reduction AFR/TSR % 29 Strong
13.2 Climate Action Scope 1 Juta Ton CO2e 10,65 Strong
Scope 2 Million Tons of CO2e 1,75
Scope 3 0,35
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 37
Page 40
Perbandingan Target SC 2030 dan Indikator Metadata SDGs Bappenas
Comparison of SC 2030 Targets and Bappenas SDGs Metadata Indicators
Topik Material Target SC 2030
No
Material Topics SC 2030 Target
1. Energi 1. Mengurangi emisi bersih Cakupan 1 hingga 400 kg CO2/ton cementitious.
Energy 2. Mengurangi total CO2 footprint sebesar:
a. Cakupan 1 gross 24% dibandingkan baseline 2020.
b. Cakupan 2 gross 65% dibandingkan baseline 2020.
3. Mengurangi emisi sulfur dan nitrogen oksida (SOx dan NOx) masing-
masing sebesar 40% dibandingkan baseline 2020.
2. Emisi 1. Reducing net emissions of Scope 1 to 400 kg CO2/ton cementitious.
Emission 2. Reducing total CO2 footprint by:
a. Scope 1 gross by 24% compared to baseline 2020.
b. Scope 2 gross by 65% compared to baseline 2020.
3. Reducing sulfur and nitrogen oxide (SOx and NOx) emissions by 40%
each compared to baseline 2020.
3. Ekonomi Sirkular Menawarkan alternatif sirkular untuk 50% produk beton yang bertujuan
Circular Economy untuk cakupan penuh.
Offering circular alternatives for 50% of concrete products aiming for full
coverage.
4. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mencapai nihil fatalitas dan mengurangi tingkat kehilangan waktu kerja
Occupational Health and Safety (OHS) akibat kecelakaan kerja (LTIFR) hingga 50% dibandingkan 2020.
Achieving zero fatalities and reducing the lost time injury frequency rate
(LTIFR) by 50% compared to 2020.
5. Melestarikan Sumber Daya Air 100% lokasi di area yang berisiko terhadap air menerapkan:
Preserving Water Resources • AGG: rencana pengelolaan air sistem daur ulang air.
• CEM: rencana pengelolaan air sistem daur ulang air.
100% of locations in areas at risk of water implement it:
• AGG: water management plan of water recycling system.
• CEM: water management plan of water recycling system.
38 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 41
Indikator SDGs Pencapaian ITP 2025
SDGs indicators 2025 ITP Achievements
Tujuan | Goals 7 1. Mengurangi emisi bersih Cakupan 1 hingga 527 kg CO2/ton
1. 7.2.1(a) Bauran energi terbarukan (dari energi primer) cementitious.
2. 7.3.1* Intensitas energi primer 2. Pengurangan emisi Cakupan 1 gross sebesar 15% dibandingkan
1. 7.2.1(a) Renewable energy mix (from primary energy) baseline 2020.
2. 7.3.1* Primary energy intensity 3. Emisi sulfur oksida (SOx) turun 33% dibandingkan baseline 2020.
4. Rasio penggunaan bahan bakar alternatif sebesar 29%.
Tujuan | Goals 13 5. Pengurangan intensitas energi sebesar 0,8% dan intensitas emisi
1. 13.2.2* Jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) per tahun sebesar 3%.
2. 13.2.2.[a] Potensi Penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) 6. Total kapasitas terpasang untuk solar panel rooftop dan ground
3. 13.2.2.[b] Potensi Penurunan intensitas emisi gas rumah kaca mounted sebesar 72 MW.
(GRK) 1. Reduced net Scope 1 emissions by 527 kg CO2/ton cementitious.
1. 13.2.2* Total greenhouse gas (GHG) emissions per year 2. Reduced gross Scope 1 emissions by 15% compared to the 2020
2. 13.2.2.[a] Potential reduction of greenhouse gas (GHG) baseline.
emissions 3. Reduced sulfur oxide (SOx) emissions by 33% compared to the
3. 13.2.2.[b] Potential reduction of greenhouse gas (GHG) emission 2020 baseline.
intensity 4. Reduced alternative fuel usage ratio of 29%.
5. Reduced energy intensity by 0.8% and emission intensity by 3%.
6. Total installed capacity of rooftop and ground mounted solar panel
are 72 MW.
Tujuan | Goals 11 1. Menggunakan 2,2% fly ash dan 2,5% GBFS sebagai bahan baku
1. 11.6.1.(a) Persentase rumah tangga dengan layanan penuh alternatif semen.
pengumpulan sampah 2. Persentase produksi semen hidraulis untuk menggantikan OPC
2. 11.6.1.(b) Persentase timbulan sampah terolah di fasilitas mengalami kenaikan menjadi 27,3% dibandingkan 26,7% pada
pengolahan sampah 2025.
1. 11.6.1.(a) Percentage of households with full waste collection 3. Rasio substitusi energi termal (thermal substitution rate/TSR)
services mencapai 29%.
2. 11.6.1.(b) Percentage of waste generated processed at waste 1. Using 2.2% fly ash and 2.5% GBFS as alternative cement raw
processing facilities materials.
2. The percentage of hydraulic cement production replacing OPC
Tujuan | Goals 12 increased to 27.3% compared to 26.7% in 2025.
1. 12.4.2* (a) Limbah B3 yang dihasilkan per kapita; (b) 3. The thermal substitution rate (TSR) reached 29%.
Jumlah limbah B3 yang ditangani/diolah berdasarkan jenis
penanganannya/pengolahannya
2. 12.5.1.(a) Persentase timbulan sampah yang didaur ulang
1. 12.4.2* (a) Hazardous waste generated per capita; (b) Amount
of hazardous waste handled/processed based on the type of
handling/processing
2. 12.5.1.(a) Percentage of waste generated that is recycled
Tujuan | Goals 3 1. Mencapai nihil fatalitas dan tingkat kehilangan waktu kerja akibat
1. 3.6.1 Kematian akibat kecelakaan kerja kecelakaan kerja (LTIFR) adalah 0.
2. 3.7.2 Total Fatality Rate 2. Partisipasi karyawan dalam pelatihan K3 sebanyak 2.387 orang.
3. 3.8.2 Cakupan karyawan ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional 1. Achieving zero fatalities and the lost time rate due to occupational
1. 3.6.1 Deaths due to Occupational Accidents accidents (LTIFR) are 0.
2. 3.7.2 Total Fatality Rate 2. Employee participation in OHS training 2,387 people.
3. 3.8.2 Employee coverage under National Health Insurance
Tujuan | Goals 4
4.2.2 Tingkat partisipasi karyawan dalam pelatihan yang diberikan
4.2.2 Level of employee participation in the training provided
Tujuan | Goals 6 1. Seluruh Kompleks Pabrik telah menjalankan konservasi air sesuai
1. 6.2.1* Persentase rumah tangga yang menggunakan layanan dengan Rencana Pengelolaan Air.
sanitasi yang dikelola secara aman, termasuk fasilitas cuci 2. Intensitas pemakaian air untuk proses produksi semen pada 2025
tangan dengan air dan sabun. mencapai 0,24 m3/ton klinker.
2. 6.3.1.(a) Persentase limbah cair industri yang dikelola secara 1. The Company’s entire factories has implemented water
aman conservation in line with the Water Management Plan.
1. 6.2.1* Percentage of households using safely managed 2. The intensity of water use for cement production process in 2025
sanitation services, including handwashing facilities with water reached 0.24 m3/ton clinker.
and soap.
2. 6.3.1.(a) Percentage of safely managed industrial wastewater
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 39
Page 42
Topik Material Target SC 2030
No
Material Topics SC 2030 Target
6 Tetangga yang Baik 1. Target Employee Volunteering 5.000 jam/tahun.
Good Neighbor 2. Semua karyawan ditawari cuti berbayar selama satu hari per tahun
untuk kerja bakti sukarela.
1. Employee Volunteering target 5,000 hours/year.
2. All employees are offered one day of paid leave per year for volunteer
work.
7 Keanekaragaman Hayati 100% tambang aktif berkontribusi pada tujuan global alam yang positif,
Biodiversity dengan 15% ruang untuk alam.
100% of active mines contribute to the global goal of positive nature, with
15% space for nature.
8 Ketangguhan Korporasi dan Tata Kelola Berkelanjutan Mencapai 50% dari pendapatan total kami yang berasal dari produk
Corporate Resilience and Sustainable Governance berkelanjutan yang bersifat rendah karbon atau sirkular.
Achieve 50% of our gross revenue from sustainable products that are
either low-carbon or circular.
9 Hak Asasi Manusia Memastikan 25% posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan.
Human Rights Ensuring 25% of leadership positions are filled by female.
10 Pengelolaan Bakat dan Kinerja
Talent and Performance Management
40 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 43
Indikator SDGs Pencapaian ITP 2025
SDGs indicators 2025 ITP Achievements
Tujuan | Goals 8 1. Keikutsertaan karyawan pada program Employee Volunteering
1. 8.2.1* Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja/Tingkat sebesar 6.984 jam.
pertumbuhan PDB riil per orang bekerja per tahun 2. Terlaksananya 1.557 program pemberdayaan masyarakat dan
2. 8.3.1* Proporsi lapangan kerja informal, berdasarkan sektor dan UMKM di 100% area operasi.
jenis kelamin 3. Adanya 52 local hero.
3. 8.3.1.[a] Proporsi UMKM yang mengakses kredit lembaga 1. Participation of employees in Employee Volunteering programs:
keuangan formal 6,984 hours.
4. 8.8.2 Peningkatan kepatuhan atas hak-hak pekerja (kebebasan 2. 1,557 programs of community and MSME empowerment are
berserikat dan perundingan kolektif) berdasarkan sumber implemented at 100% of operational areas.
tekstual ILO dan peraturan perundang-undangan negara terkait 3. The existence of 52 local heroes.
1. 8.2.1* GDP growth rate per worker/Real GDP growth rate per
employed person per year
2. 8.3.1* Proportion of informal employment, by sector and gender
3. 8.3.1.[a] Proportion of MSMEs accessing credit from formal
financial institutions
4. 8.8.2 Improved compliance with workers' rights (freedom of
association and collective bargaining) based on ILO textual
sources and relevant country laws and regulations
Tujuan | Goals 13 1. Penyerapan total CO2 sebesar 581 ton/ha di area konservasi dan
13.2.2.[a] Potensi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) reklamasi pascatambang Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks
13.2.2.[a] Potential reduction in greenhouse gas (GHG) emissions Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun.
2. Peningkatan nilai indeks keanekaragaman (H’) dibandingkan tahun
Tujuan | Goals 15 sebelumnya.
15.1.1* Proporsi tutupan hutan terhadap luas daratan 3. Pemulihan lahan pascatambang sebesar 159 ha atau 72% dari
15.1.1* Proportion of forest cover to land area luas total lahan pascatambang di Kompleks Pabrik Citeureup,
Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Tarjun.
4. Implementasi Proyek Quarry Life Award untuk kategori Riset di
Kompleks Pabrik Citeureup dan kategori Komunitas di Kompleks
Pabrik Cirebon.
1. A total 581 tons/ha CO2 absorption in the post-mining conservation
and reclamation areas of Citeureup Factory, Cirebon Factory, and
Tarjun Factory.
2. Increase in diversity index value (H’) compared to that of the
previous year.
3. Post-mining land recovery of 159 ha or 72% of the total area of
post-mining land in Citeureup Factory, Cirebon Factory, and Tarjun
Factory.
4. Quarry Life Award project implementation for Research category
in Citeureup Factory and Community category in Cirebon Factory.
Tujuan | Goals 9 1. Sustainable revenue sebesar 69,64% dari total revenue.
9.4.1.[a] Penurunan emisi gas rumah kaca sektor industri 2. Nihil kasus korupsi.
9.4.1.[a] Reduction of greenhouse gas emissions in the industrial 1. Sustainable revenue of 69.64% of total revenue.
sector 2. Zero corruption case.
Tujuan | Goals 16
16.5.1.(a) Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK)
16.5.1.(a) Anti-Corruption Behavior Index
Tujuan | Goals 5 1. Persentase wanita yang menjabat sebagai senior manajemen
5.5.2* Proporsi perempuan yang berada di posisi managerial sebesar 10% dari total 39 senior manajemen.
5.5.2* Proportion of women in managerial positions 2. 100% kepatuhan pemasok terhadap Kode Etik Pemasok.
1. Percentage of women serving in senior management positions was
Tujuan | Goals 16 10% of total 39 senior management.
1. 16.7.2.(c) Indeks Aspek Kesetaraan 2. 100% of suppliers’ compliance with the Supplier Code of Conduct.
2. 16.10.1(b) Jumlah penanganan pengaduan pelanggaran Hak
Asasi Manusia (HAM)
1. 16.7.2.(c) Equality Aspect Index
2. 16.10.1(b) Number of complaints handled regarding Human
Rights (HAM) violations
Tujuan | Goals 4 Tercapainya jam pelatihan karyawan hingga 194.960 jam.
4.2.2 Tingkat partisipasi karyawan dalam pelatihan yang diberikan Achieving employee training hours up to 194,960 hours.
4.2.2 Level of employee participation in the training provided
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 41
Page 44
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience 01 Bab | Chapter 42 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 45
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 43
Page 46
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
“
Struktur tata
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance Structure
Berdasarkan UU No. 40 Tahun Based on Law No. 40 of 2007
kelola dirancang 2007 tentang Perseroan Terbatas, on Limited Liability Companies,
untuk memberikan organ perusahaan tertinggi yaitu the highest level of company's
pengawasan Rapat Umum Pemegang Saham organ is the General Meeting
strategis, mendorong (RUPS), Direksi sebagai pengelola of Shareholders (GMS). The
seluruh kegiatan operasional, Board of Directors manages all
integrasi aspek
dan Dewan Komisaris sebagai operational activities, and Board
LST ke dalam pengawas serta memberi arahan of Commissioners supervises and
proses bisnis, strategis kepada Direksi. Direktur provides strategic direction to the
serta mendukung memegang peran sebagai Board of Directors. The Director
akuntabilitas atas pemangku jabatan manajerial holds the highest managerial
kinerja keberlanjutan tertinggi. Adapun Nominasi dan position. The Board of Directors
pengangkatan Direksi serta Dewan and Board of Commissioners’
Perseroan.
Komisaris, Remunerasi Direksi dan nomination and appointment, as
The governance Dewan Komisaris disahkan dan well as their remuneration, are
structure is designed ditetapkan dalam RUPS melalui ratified and determined at the
to provide strategic pertimbangan pemegang saham GMS through the shareholders’
oversight, encourage selaku pemangku kepentingan. [2- consideration as stakeholders. [2-
the integration of ESG 10][2-11] 10][2-11]
aspects into business
processes, and support Kinerja Dewan Komisaris dan The Board of Commissioners and
accountability for the Direksi dievaluasi oleh pemegang Board of Directors’ performance
Company’s sustainability saham dalam RUPS, setelah is evaluated by shareholders
“
performance. sebelumnya Dewan Komisaris
dan Direksi melakukan penilaian
at the GMS, after the Board of
Commissioners and Board of
mandiri (self-assessment) Directors conduct self-assessment
berdasarkan pelaksanaan tugas, based on the implementation
tanggung jawab, dan kewajiban of their assigned duties,
yang telah ditetapkan. Penilaian responsibilities, and obligations.
mandiri yang dilakukan oleh Self-assessment conducted by the
Direksi akan dievaluasi oleh Dewan Board of Directors will be evaluated
Komisaris untuk mendapatkan by the Board of Commissioners for
persetujuan, dengan dukungan approval, with the support of the
Komite Nominasi dan Remunerasi, Nomination and Remuneration
sebelum akhirnya dilaporkan Committee, before being reported
kepada pemegang saham di RUPS. to shareholders at the GMS.
Lebih lanjut, upaya Perseroan Furthermore, the Company’s
dalam mendukung pencapaian TPB efforts to support the achievement
menjadi tanggung jawab Direktur of SDGs are the responsibility
Utama dan Manajemen Puncak. of the President Director and
Pengawasan Dewan Komisaris dan Top Management. Oversight by
Direksi juga telah mencakup aspek the Board of Commissioners and
risiko keberlanjutan dan risiko Board of Directors also covers
iklim. [2-18] sustainability and climate risk
aspects. [2-18]
44 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 47
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Sebagai bagian dari penerapan tata kelola As part of implementing sustainable governance,
keberlanjutan, Direksi melibatkan pemangku the Board of Directors involves stakeholders in
kepentingan dalam pengelolaan aspek LST melalui managing ESG aspects through direct consultations,
konsultasi yang dilakukan langsung oleh anggota either with the Board of Directors' members or with
Direksi atau pejabat yang ditunjuk sesuai isu yang officers appointed according to the issues. In the
dibahas. Untuk pelaksanaan konsultasi program context of CSR program consultations, the CSR Division
CSR, kewenangan komunikasi dengan pemangku is granted authority to communicate with stakeholders.
kepentingan diberikan kepada Divisi CSR. Pada 2025, In 2025, the composition of the Company’s Board of
komposisi Dewan Komisaris Perseroan mengalami Commissioners underwent changes in accordance
perubahan sesuai dengan keputusan RUPS Tahunan with the Annual GMS resolutions dated 21 May 2025,
pada 21 Mei 2025 yang mengangkat Suharso Monoarfa which appointed Suharso Monoarfa to replace Kevin
menggantikan Kevin Gerard Gluskie sebagai Komisaris Gerard Gluskie as the Commissioner of the Company.
Perseroan. Selain itu, Sunnira Ly ditunjuk kembali Furthermore, Sunnira Ly was reappointed as the
sebagai Direktur Perseroan. [C.6][E.1][2-12][2-13] Director of the Company. [C.6][E.1][2-12][2-13]
Struktur Tata Kelola Perseroan [2-9]
Company’s Governance Structure
Rapat Umum
Pemegang Saham
General Meeting of
Shareholders
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Direksi
Board of Directors
Komite
Sekretaris Komite Hak Komite Nominasi dan
Komite ESG Komite Etika Komite Audit
Perusahaan Audit Internal Asasi Manusia Keselamatan Remunerasi
ESG Ethics Audit
Corporate Internal Audit Human Rights Safety Nomination and
Committee Committee Committee
Secretary Committee Committee Remuneration
Committee
Komite Environmental, Social, and Governance (ESG)
Environmental, Social, and Governance (ESG) Committee
Sejak 2021, Indocement membentuk Komite ESG di Since 2021, Indocement has established ESG Committee
bawah pengawasan Direktur Utama dan Manajemen under the supervision of the President Director and
Puncak sebagai Dewan Pengarah. Komite ESG memiliki Top Management as the Steering Committee. The ESG
tanggung jawab untuk merumuskan strategi, kebijakan, Committee is responsible for formulating strategies,
dan rencana aksi terkait kinerja lingkungan, sosial, policies, and action plans related to environmental,
dan tata kelola (LST), serta menyelaraskan tujuan dan social, and governance (ESG) performance, as well as
targetnya. aligning its objectives and targets.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 45
Page 48
Secara berkala, Komite ESG menilai efektivitas The ESG Committee periodically assesses ESG
program LST, mengidentifikasi peluang perbaikan, programs’ effectiveness, identifies opportunities
dan melaporkan hasil kerja serta rekomendasi kepada for improvement, and reports work results and
Direksi setiap akhir tahun pelaporan. Dalam konteks recommendations to the Board of Directors at the end
penerapan IFRS S1 dan IFRS S2, Komite ESG berperan of each reporting year. In the context of implementing
sebagai struktur utama dalam pengawasan risiko dan IFRS S1 and IFRS S2, ESG Committee serves as the
peluang keberlanjutan, termasuk risiko dan peluang primary structure for overseeing sustainability risks and
terkait perubahan iklim. Penilaian kinerja Komite ESG opportunities, including risks and opportunities related
dilakukan melalui rapat Direksi. [E.1][2-12][2-14][2-16][2- to climate change. The ESG Committee’s performance
18] is assessed through the Board of Directors’ meetings.
[E.1][2-12][2-14][2-16][2-18]
Anggota dan Susunan Komite ESG
Members and Composition of the ESG Committee
Dewan Pengarah Anggota EXCOM
Supervisory Board EXCOM member
Koordinator Pejabat yang ditunjuk oleh Direktur Utama
Coordinator Officials appointed by President Director
Sekretaris
Investor Relations Officer
Secretary
Pejabat yang memiliki kompetensi dalam bidang CO2 Roadmap – yang ditunjuk oleh
CO2 Roadmap Direktur Utama
Officials with competencies in CO2 Roadmap – appointed by President Director
• Direktur Komersial
Produk Berkelanjutan • Direktur yang membawahi bidang teknik PT Pionirbeton Industri
Sustainable Products • Commercial Director
• Director in charge of technical at PT Pionirbeton Industri
Lingkungan, Air, dan Keselamatan
Corporate SHE Division Manager
Environment, Water, and Safety
Land Use dan Keanekaragaman Hayati Staf Mining Division
Land Use and Biodiversity Staff of Mining Division
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
Corporate Social Responsibility Division
Corporate Social Responsibility (CSR)
• Direktur Utama PT Pionirbeton Industri
• Direktur yang membawahi bidang Teknik PT Pionirbeton Industri atau pejabat yang
Beton Siap-Pakai ditunjuk oleh Direktur Utama PT Pionirbeton Industri
Ready-Mix Concrete • President Director of PT Pionirbeton Industri
• Director in Charge of Engineering at PT Pionirbeton Industri or officials appointed by
President Director of PT Pionirbeton Industri
Agregat Direktur Utama PT Mandiri Sejahtera Sentra dan PT Tarabatuh Manunggal
Aggregate President Director of PT Mandiri Sejahtera Sentra and PT Tarabatuh Manunggal
Tata Kelola
Corporate Secretary
Governance
Pejabat yang ditunjuk oleh Direktur Utama
Overall Support
Officials appointed by President Director
46 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 49
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Komite Hak Asasi Manusia (HAM)
Human Rights Committee
Pada 2023, Indocement membentuk Komite Hak In 2023, Indocement established Human Rights
Asasi Manusia (HAM) yang bekerja sama dengan Committee that cooperated with Internal Audit to
Internal Audit untuk memastikan penerapan prinsip ensure the implementation of human rights principles
hak asasi manusia di seluruh aktivitas operasional across all of the Company’s operational activities. The
Perseroan. Komite HAM mengawasi implementasi Human Rights Committee oversees the implementation
sistem manajemen kepatuhan HAM serta pelaksanaan of Human Rights Compliance Management System
Human Rights Risk Assessment (HRRA) sebagai and Human Rights Risk Assessment (HRRA) as
bagian dari proses due diligence Perseroan. part of the Company’s due diligence process.
HRRA dilakukan melalui wawancara dan penilaian HRRA is conducted through interviews and risk
risiko terhadap karyawan dari berbagai unit kerja, assessments of employees from various work units,
dengan cakupan isu ketenagakerjaan, keselamatan dan covering issues related to employment, occupational
kesehatan kerja (K3), kesetaraan dan non-diskriminasi, health and safety (OHS), equality and non-
kebebasan berserikat, serta aspek keamanan kerja. discrimination, freedom of association, and job security.
Hasil HRRA digunakan sebagai dasar penyempurnaan HRRA results are used as the basis for improving
kebijakan internal, penguatan pengendalian risiko, dan internal policies, strengthening risk controls, and
peningkatan program sosialisasi serta pelatihan terkait enhancing dissemination and training programs related
penghormatan HAM. to respect for human rights.
Management Technology Team (MTT) [E.1]
Sebagai upaya dalam merumuskan strategi dan As an effort to formulate strategies and policies and
kebijakan, serta mendukung kinerja keberlanjutan, support sustainability performance, Indocement
Indocement membentuk Management Technology establishes the Management Technology Team (MTT),
Team (MTT) yang dipimpin langsung oleh Direktur chaired directly by President Director and coordinated
Utama dan dikoordinasikan secara operasional oleh operationally by Human Capital Director. MTT members,
Direktur Human Capital. Adapun anggota dari MTT which include General Managers and Plant/Division
terdiri dari General Manager serta Plant/Division Managers, are responsible for evaluating ongoing
Manager yang bertanggung jawab untuk melakukan projects or programs, proposing strategic steps, and
evaluasi proyek atau program yang sedang berjalan, designing future projects, including those related to
mengusulkan langkah strategis, serta merancang ESG.
proyek masa depan, termasuk yang terkait LST.
Secara berkala, Plant/Division Manager dan Department On a regular basis, the Plant/Division Managers and
Head melakukan komunikasi melalui Executive Retreat, Department Heads communicate through Executive
Executive Strategic Forum, dan Quantum Challenge Retreat, Executive Strategic Forum, and Quantum
Briefing, serta melakukan monitoring dan evaluasi Challenge Briefing, and conduct monitoring and
melalui rapat bulanan dengan MTT. Rekomendasi evaluation through monthly meetings with MTT.
yang dihasilkan oleh MTT menjadi salah satu dasar Recommendations generated by the MTT serve as
penyusunan strategi dekarbonisasi, ekonomi sirkular, the basis for preparing decarbonization, circular
serta efisiensi energi sebagaimana diuraikan dalam economy, and energy efficiency strategies, as outlined
bagian "Pengelolaan Energi" laporan ini. Adapun in the "Energy Management" section of this report.
rekomendasi dari MTT dapat dijadikan sebagai salah Recommendations from the MTT can be used as the
satu dasar penyusunan target dan strategi jangka basis for preparing the Company’s short-term and long-
pendek dan jangka panjang Perseroan, kemudian term targets and strategies, which are then submitted
disampaikan kepada Dewan Komisaris dan Komite Audit to the Board of Commissioners and Audit Committee for
untuk mendapatkan persetujuan sebelum disampaikan approval before being submitted to shareholders. [2-16]
kepada pemegang saham. [2-16]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 47
Page 50
Kebijakan Remunerasi dan Benturan Kepentingan
Remuneration Policy and Conflict of Interest
RUPS Tahunan Perseroan yang diadakan pada The Company’s Annual GMS, held on 21 May 2025,
21 Mei 2025 memutuskan untuk melimpahkan resolved to delegate authority to the Board of
wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menentukan Commissioners to determine the remuneration amount,
besaran remunerasi, termasuk gaji dan tunjangan including salaries and other allowances, for members
lainnya bagi anggota Direksi Perseroan untuk tahun of the Company’s Board of Directors for the 2025 fiscal
buku 2025. RUPS juga memutuskan dan menetapkan year. The GMS also resolved and determined that the
honorarium tahunan Dewan Komisaris pada 2025 akan annual honorarium for the Board of Commissioners in
sama dengan honorarium yang dibayarkan pada 2024, 2025 would be the same as the honorarium paid in 2024
serta tidak melebihi 8% dari total remunerasi Direksi. and would not exceed 8% of the total remuneration
Aspek keberlanjutan telah dimasukkan ke dalam of the Board of Directors. Sustainability aspects have
penilaian KPI dan menjadi mekanisme kompensasi bagi been incorporated into the KPI assessment and serve
seluruh jajaran Manajemen Puncak. [2-19][2-20][2-21] as a compensation mechanism for all levels of Top
Management. [2-19][2-20][2-21]
Selama 2025, Perseroan tidak mendapatkan sanksi Throughout 2025, there were no fines or other legal
denda atau sanksi hukum lainnya oleh lembaga yang sanctions imposed on the Company by institutions
berwenang dalam pengelolaan industri manufaktur authorized in managing manufacturing industry or
maupun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa by Financial Services Authority (OJK) and Indonesia
Efek Indonesia (BEI). Perseroan juga meyakini tidak Stock Exchange (IDX). The Company also believes
ada hubungan semenda antara anggota Direksi dan that there is no relationship between members of the
Dewan Komisaris, maupun antar anggota tersebut yang Board of Directors and the Board of Commissioners, nor
dapat menimbulkan konflik kepentingan, sesuai Code of among members that may cause conflict of interest,
Business Conduct Heidelberg Materials. Selama periode in accordance with Heidelberg Materials’ Code of
pelaporan, tidak ditemukan indikasi adanya benturan Business Conduct. During the reporting period, there
kepentingan dalam setiap keputusan yang diambil oleh were no indications of conflict of interest in every
Indocement. [2-15][2-27] decision made by Indocement. [2-15][2-27]
Detail informasi mengenai RUPS, struktur dan komposisi Dewan Komisaris, Direksi, beserta fungsi-fungsi di bawahnya,
proses nominasi dan seleksi, rasio dan besaran remunerasi, tugas dan tanggung jawab, kebijakan dan remunerasi, serta
evaluasi kinerja terdapat di dalam Laporan Tahunan 2025 Indocement. [2-9][2-10][2-18][2-19][2-20][2-21]
Detailed information regarding the GMS, structure and composition of the Board of Commissioners, the Board of Directors,
along with their subordinate functions, nomination and selection process, remuneration ratio and amount, duties and
responsibilities, policies and remuneration, and performance evaluation are set out in Indocement’s 2025 Annual Report.
[2-9][2-10][2-18][2-19][2-20][2-21]
Pengelolaan Risiko Keberlanjutan [E.3][2-25]
Sustainability Risk Management
Sebagai acuan dalam mengelola dan memitigasi risiko, As a reference for managing and mitigating risk, the
Perseroan memiliki Kebijakan Manajemen Risiko yang Company has the Risk Management Policy, adjusted
telah disesuaikan dengan standar ISO 31000:2018 to the ISO 31000:2018 standard for Risk Management,
terkait Manajemen Risiko yang berlaku di seluruh unit which applies to all Company work units. All members
kerja Perseroan. Seluruh anggota Dewan Komisaris, of the Board of Commissioners, Board of Directors,
Direksi, Komite Audit, Audit Internal, Audit Eksternal, Audit Committee, Internal Audit, External Audit,
hingga karyawan di level operasional bertanggung and employees at operational level are responsible
jawab dalam pengawasan dan pengelolaan risiko. for overseeing and managing risk. Periodically, the
Secara berkala, Direksi dan Dewan Komisaris melakukan Board of Directors and Board of Commissioners
pertemuan guna membahas efektivitas pengelolaan convene meetings to discuss the effectiveness of risk
risiko dan penerapan keberlanjutan. [2-16] management and sustainability implementation. [2-16]
48 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 51
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Sebagai upaya dalam memitigasi dampak negatif As an effort to mitigate the negative impacts of
dari kegiatan operasional, Perseroan melakukan due operational activities, the Company conducts due
diligence pada setiap aspek rantai nilai. Due diligence diligence on every aspect of the value chain. Due
dilaksanakan termasuk pada pemasok, input (bahan diligence is also conducted on suppliers, inputs
baku, tenaga kerja, uang, waktu, pengetahuan, dan (raw materials, labor, money, time, knowledge, and
kompetensi), proses (fungsi manajemen, kondisi competence), process (management function, physical
fisik pabrik, dan kantor), produk (barang dan jasa), condition of factories and offices), products (goods
serta konsumen. Secara berkala, Perseroan juga and services), and consumers. The Company also
terus mengembangkan dan memperbaiki kerangka periodically develops and improves the risk management
sistem pengelolaan risiko, serta meningkatkan system framework, as well as improves an integrated
struktur pengendalian internal yang terintegrasi dan and comprehensive internal control structure. The
komprehensif. Adapun melalui penerapan sistem implementation of an effective risk management system
pengelolaan risiko yang efektif, dapat memberikan provides early information regarding potential risks
informasi awal terkait potensi risiko yang memengaruhi that affect the Company, and this information serves as
Perseroan dan menjadi dasar untuk menentukan the basis for determining the appropriate measures to
langkah-langkah yang tepat untuk mengidentifikasi identify and reduce the risk’s impact.
dan mengurangi dampak risiko.
Indocement memetakan risiko dan peluang dalam tiga Indocement maps the risks and opportunities in three
jangka waktu, yaitu: time frames, which are:
Jangka Pendek (2025-2026) Jangka Menengah (2027-2030) Jangka Panjang (pasca-2030)
Short-term (2025-2026) Medium-term (2027-2030) Long-term (post-2030)
Risiko operasional harian, fluktuasi Perubahan kebijakan pemerintah, Risiko perubahan iklim jangka
harga bahan baku dan energi, perkembangan teknologi, perubahan panjang, pergeseran preferensi
gangguan rantai pasokan, serta tren pasar, serta tantangan dalam konsumen terhadap produk yang
kepatuhan terhadap peraturan dan peningkatan efisiensi produksi dan lebih ramah lingkungan, transformasi
perizinan yang berlaku. distribusi dalam rangka pencapaian industri semen, serta ketahanan dan
Daily operational risks, fluctuations in target Sustainability Commitment (SC) keberlanjutan model bisnis Perseroan
raw material and energy prices, supply 2030. dalam menghadapi disrupsi ekonomi
chain disruptions, and compliance with Amendments to government policies, dan teknologi.
applicable regulations and licensing. technological developments, changing Long-term climate change risks,
market trends, and challenges in shifting consumer preferences
improving production and distribution towards more eco-friendly products,
efficiency in order to achieve the transformation of the cement industry,
2030 Sustainability Commitment (SC) and the resilience and sustainability
targets. of the Company's business model in
facing economic and technological
disruption.
Risiko Keberlanjutan Utama 2025 Key Sustainability Risks in 2025
Risiko keberlanjutan utama diidentifikasi melalui proses Key sustainability risks are identified through the
manajemen risiko Perseroan yang mengacu pada Company’s risk management process, which refers
kerangka ISO 31000 dan prinsip IFRS S1, mencakup to ISO 31000 framework and IFRS S1 principles,
identifikasi, evaluasi, mitigasi, serta pemantauan covering the identification, assessment, mitigation, and
risiko material yang berdampak pada kinerja ekonomi, monitoring of material risks that may impact economic,
lingkungan, dan sosial. Risiko tersebut menjadi environmental, and social performance. These risks
pertimbangan penting dalam perumusan strategi bisnis, constitute an important consideration in formulating
perencanaan operasional, dan pengambilan keputusan business strategy, planning operations, and decision-
manajemen, serta dikelola secara terintegrasi melalui making by management, and are managed in an
penyesuaian kebijakan, penguatan pengendalian integrated manner by adjusting policies, strengthening
internal, dan alokasi sumber daya yang memadai. internal control, and allocating adequate resources.
Dalam konteks perubahan iklim, risiko transisi dan fisik In the context of climate change, both transition and
dipertimbangkan dalam perencanaan jangka pendek, physical risks are taken into account in short-, medium-,
menengah, dan panjang untuk menjaga ketahanan dan and long-term planning to safeguard the Company’s
keberlanjutan bisnis Perseroan. resilience and business sustainability.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 49
Page 52
Peristiwa Risiko Dampak terhadap Perseroan Pengelolaan Risiko
Risk Event Impact on the Company Risk Management
Aspek Lingkungan | Environmental Aspect
Timbulan emisi debu dan Dampak Operasional • Terus menerapkan dan
kebisingan dari kegiatan • Keluhan masyarakat yang berdampak pada terganggunya mengembangkan teknologi tepat guna
operasional (risiko kelancaran operasional. untuk menurunkan emisi debu dan
lingkungan, kepatuhan/ • Potensi penghentian sementara kegiatan operasional akibat kebisingan.
regulasi) tekanan sosial atau keluhan masyarakat. • Menindaklanjuti seluruh keluhan
Dust and noise emissions Dampak Keuangan dari masyarakat dan meningkatkan
generated from operational • Penambahan belanja modal untuk pengadaan teknologi koordinasi dengan bagian operasional
activities (environmental, pengendalian debu dan kebisingan. terhadap keluhan masyarakat.
regulatory/compliance risk) • Potensi denda atau penalti dari regulator jika standar emisi tidak • Continues to implement and develop
dipenuhi. appropriate technology to reduce dust
• Biaya tambahan untuk penanganan keluhan masyarakat atau and noise emissions.
kompensasi kepada pihak terdampak. • Follows up on all complaints from the
Operational Impact community and improves coordination
• Community complaints that may disrupt smooth operational with the operational division regarding
activities. community complaints.
• Potential temporary suspension of operations due to social
pressure or public complaints.
Financial Impact
• Additional capital expenditure for the procurement of dust and
noise control technologies.
• Potential fines or penalties from regulators if emission standards
are not met.
• Additional costs for addressing community complaints or
providing compensation to affected parties.
Aspek Sosial | Social Aspect
Kebutuhan masyarakat Dampak Operasional Pengelolaan masyarakat melalui program
terhadap ketersediaan • Berpengaruh pada social license to operate Perseroan, yaitu lima pilar dan SDP, serta mengadakan
lapangan kerja penerimaan sosial dari masyarakat sekitar yang memengaruhi pelatihan untuk meningkatkan
Community’s needs for kelancaran aktivitas operasional. pengetahuan dan keterampilan
employment opportunities • Potensi gangguan atau protes sosial jika Perseroan dianggap tidak masyarakat, seperti pelatihan terkait
memberikan kontribusi yang cukup terhadap penciptaan lapangan UMKM, garmen, pertanian, perikanan, dan
kerja lokal. peternakan.
Dampak Keuangan Community management through the
• Biaya tambahan untuk program TJSL, khususnya yang five pillars and SDP programs, as well as
berhubungan dengan peningkatan lapangan kerja lokal. training programs to improve community
• Potensi peningkatan pengeluaran operasional akibat tekanan knowledge and skills, such as training
untuk merekrut tenaga kerja lokal dalam jumlah lebih besar. related to MSMEs, garments, agriculture,
• Risiko finansial terkait gangguan atau penundaan operasional fisheries, and animal husbandry.
akibat penolakan atau protes dari masyarakat lokal.
Operational Impact
• Impacts the Company's social license to operate, referring to the
social acceptance from surrounding communities that influences
the smooth running of operational activities.
• Potential disruptions or social protests if the Company is perceived
as not contributing sufficiently to local job creation.
Financial Impact
• Additional costs for CSR programs, particularly those related to
enhancing local employment opportunities.
• Potential increase in operational expenses due to pressure to hire
a larger number of local workers.
• Financial risks related to operational disruptions or delays caused
by rejection or protests from the local community.
50 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 53
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Peristiwa Risiko Dampak terhadap Perseroan Pengelolaan Risiko
Risk Event Impact on the Company Risk Management
Pelanggaran HAM dalam Dampak Operasional • Pembentukan Komite HAM yang
operasional Perseroan • Munculnya tuntutan atas pelanggaran HAM, serta aksi protes atau bertugas untuk memberi arahan terkait
Violation of Human Rights penolakan yang bisa mengganggu kelancaran operasional. implementasi HAM di Perseroan.
within the Company’s • Penurunan reputasi Perseroan yang menghambat hubungan • Sosialisasi penghormatan HAM kepada
operations baik dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan Insan Perseroan.
pemerintah. • Pernyataan penghormatan HAM
• Potensi penghentian sementara kegiatan Perseroan jika kasus kepada Mitra Bisnis Perseroan.
HAM meluas. • Melakukan risk assessment atas
Dampak Keuangan penerapan HAM dalam operasional
• Kerugian finansial akibat tuntutan ganti rugi atas pelanggaran Perseroan.
HAM. • Pelatihan tenaga keamanan Perseroan
• Biaya tambahan terkait penyelesaian hukum atau negosiasi untuk mengedepankan pendekatan
dengan pihak terdampak. HAM.
• Kehilangan pendapatan akibat gangguan operasional atau boikot • E-Learning terkait Implementasi HAM
konsumen/investor akibat pelanggaran HAM. dalam pelaksanaan bisnis Perseroan.
• Penurunan kepercayaan investor, yang dapat memengaruhi harga • Establishment of the Human Rights
saham atau pendanaan. Committee that is in charge of
Operational Impact providing direction on human rights
• Emergence of human rights violation claims, as well as protests implementation in the Company.
and rejections that may disrupt operational continuity. • Dissemination of respect for human
• Damage to the Company’s reputation, hindering good relationships rights to the Company’s Personnel.
with stakeholders, including the community and government. • Statement of respect for human rights
• Potential temporary suspension of Company operations if human to the Company’s Business Partners.
rights issues escalate. • Conducting risk assessment on human
Financial Impact rights implementation within the
• Financial losses due to compensation claims related to human Company’s operations.
rights violations. • Training of the Company’s security
• Additional costs related to legal settlements or negotiations with personnel to prioritize human rights
affected parties. approach.
• Loss of revenue due to operational disruptions or consumer/ • E-Learning related to Human Rights
investor boycotts resulting from human rights violations. Implementation in the Company’s
• Decline in investor confidence, which may affect stock prices or business implementation.
access to funding.
Kerugian reputasi, Dampak Operasional • Pembentukan Komite ESG dan Komite
hukum, dan sosial akibat • Tuntutan dari masyarakat atau pemangku kepentingan terkait CSR.
tidak memenuhi standar peningkatan kontribusi TJSL yang dapat memengaruhi kelancaran • Pelaksanaan program TJSL setiap
lingkungan, regulasi, atau operasional Perseroan. tahunnya untuk berbagai aspek,
harapan masyarakat sekitar • Tekanan sosial yang mungkin menuntut perubahan proses termasuk aspek lingkungan dan sosial.
Reputational, legal, and produksi atau operasional demi memenuhi standar lingkungan dan • Diskusi tentang materi Pertumbuhan
social damage if it fails sosial. Berkelanjutan melalui Tata Kelola
to meet environmental Dampak Keuangan (Sustainable Growth through Legal
standards, regulations, or • Penambahan biaya operasional akibat kewajiban Perseroan dalam Governance) dengan pakar governance
the expectations of the menjalankan program-program TJSL. melalui LCC Week.
surrounding community • Pengeluaran tambahan untuk investasi di bidang sosial dan • Establishment of ESG Committee and
lingkungan. CSR Committee.
• Potensi biaya akibat denda atau kompensasi apabila Perseroan • Implementation for CSR programs
gagal memenuhi kewajiban atau standar yang ditetapkan every year for various aspects,
regulator maupun harapan publik. including environmental and social
Operational Impact aspects.
• Demands from the community or stakeholders for increased • Discussion on Sustainable Growth
CSR contributions, which may affect the Company's operational through Legal Governance with
continuity. governance experts through LCC Week.
• Social pressure that may require changes to production or
operational processes to meet environmental and social
standards.
Financial Impact
• Increased operational costs due to the Company’s obligations in
implementing CSR programs.
• Additional expenditures for investments in social and
environmental initiatives.
• Potential costs from fines or compensation if the Company fails to
meet regulatory requirements or public expectations.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 51
Page 54
Pengelolaan Risiko terkait Perubahan Iklim [E.3][201-2] Climate Change Risk Management [E.3][201-2]
Perseroan mengidentifikasi risiko perubahan iklim The Company has identified climate change risks that
yang berpotensi berdampak terhadap kinerja may potentially affect its operational and financial
operasional dan keuangan, serta melakukan performance and has undertaken mitigation and
langkah mitigasi dan adaptasi secara bertahap. adaptation measures on a phased basis. The Board
Direksi, melalui pendelegasian kepada Koordinator of Directors, through delegation to ESG Committee
Komite ESG, bertanggung jawab atas pengawasan Coordinator, is responsible for overseeing climate-
risiko dan peluang terkait perubahan iklim, termasuk related risks and opportunities, including monitoring
pemantauan peningkatan penggunaan bahan bakar the increased use of alternative fuels, energy efficiency
alternatif, efisiensi energi, dan pengurangan intensitas initiatives, and reduction of carbon emission intensity.
emisi karbon. Dalam mendukung upaya adaptasi dan In support of climate change adaptation and mitigation
mitigasi perubahan iklim, Perseroan terus melakukan efforts, the Company continues to pursue ongoing
perbaikan dan pengembangan infrastruktur secara improvements and development of its infrastructure in
berkelanjutan sesuai dengan perencanaan jangka line with its medium- and long-term planning. In 2025,
menengah dan panjang. Pada 2025, Perseroan telah the Company has allocated a budget of Rp133.6 billion
mengalokasikan anggaran untuk kegiatan mitigasi for climate change mitigation activity. [F.3]
perubahan iklim sebesar Rp133,6 miliar. [F.3]
Selama 2025, Perseroan belum menentukan nilai Throughout 2025, the Company did not yet determine
besaran implikasi finansial atas risiko iklim, namun the financial implications of climate risks. Nevertheless,
demikian, Perseroan telah memetakan peluang terkait the Company mapped the opportunities related to ESG
LST dan perubahan iklim, di antaranya: and climate change, including:
1. Efisiensi biaya melalui pengurangan penggunaan 1. Cost efficiency through reducing fossil fuel use and
bahan bakar fosil dan peningkatan pemanfaatan increasing the use of alternative fuels.
bahan bakar alternatif. 2. Increasing the use of alternative materials
2. Meningkatkan penggunaan bahan baku dan bahan and alternative fuels to support GHG emission
bakar alternatif untuk mendukung pengurangan reductions.
emisi GRK. 3. Implementation of SNI 7064:2022 regarding
3. Penerapan SNI 7064:2022 terkait spesifikasi teknis technical specifications and testing methods for
dan metode pengujian semen portland komposit, composite portland cement, which supports the
yang mendukung pengembangan produk yang lebih development of more environmentally friendly
ramah lingkungan serta perluasan pasar. products and market expansion.
4. Pemanfaatan kapal milik sendiri sebagai upaya 4. Utilization of the Company’s vessels as an effort to
efisiensi biaya transportasi logistik. increase logistics transportation cost efficiency.
5. Optimalisasi distribusi melalui skema shifted 5. Distribution optimization through shifted volume
volume dengan produk Semen Grobogan untuk scheme with Semen Grobogan products to improve
meningkatkan efisiensi logistik serta memperluas logistics efficiency and expand market penetration
penetrasi pasar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa in Central and East Java.
Timur. 6. Development and operation of solar power plants
6. Pengembangan dan pengoperasian PLTS di (PLTS) at the Citeureup Factory (40.7 MWp), Cirebon
Kompleks Pabrik Citeureup (40,7 MWp), Kompleks Factory (6.5 MWp), and Tarjun Factory (24.79 MWp)
Pabrik Cirebon (6,5 MWp), dan Kompleks to reduce dependence on fossil-based energy and
Pabrik Tarjun (24,79 MWp) untuk mengurangi improve energy cost efficiency.
ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan
efisiensi biaya energi.
52 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 55
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Risiko Iklim Climate Risk
Risiko iklim yang dihadapi Perseroan dikelompokkan ke The climate risks encountered by the Company are
dalam risiko transisi dan risiko fisik dengan mengacu grouped into transition risks and physical risks, based
pada kerangka klasifikasi risiko iklim dalam IFRS S2. on the climate risk classification framework in IFRS S2.
Peristiwa Risiko Dampak terhadap Perseroan [201-2] Pengelolaan Risiko
Risk Event Impact on the Company Risk Management
Risiko Transisi | Transition Risk
Penerapan pajak karbon di Dampak Operasional Meningkatkan penggunaan bahan bakar
Indonesia • Kenaikan biaya operasional akibat pajak atas emisi karbon yang alternatif, mengurangi kandungan klinker,
Implementation of carbon tax dihasilkan oleh aktivitas industri. serta meningkatkan ekonomi sirkular
in Indonesia • Kebutuhan untuk mengadopsi teknologi yang lebih ramah yang secara tidak langsung berdampak
lingkungan guna mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). pada efisiensi biaya produksi, operasi,
• Adaptasi terhadap proses produksi yang lebih efisien dan ramah dan distribusi. Perseroan memperkuat
lingkungan. posisi semen hidraulis di pasar seiring
• Potensi gangguan operasional selama masa transisi penerapan peningkatan preferensi pasar terhadap
teknologi baru. bahan bangunan dengan harga dan jejak
Dampak Keuangan lingkungan yang lebih rendah.
• Peningkatan biaya produksi yang berpotensi mengurangi laba Increasing the use of alternative fuels,
Perseroan. reducing clinker ratios, and enhancing
• Investasi tambahan untuk implementasi teknologi hijau dan circular economy practices indirectly
pengurangan emisi karbon. improve cost efficiency in production,
• Risiko finansial berupa denda atau penalti jika Perseroan gagal operations, and distribution. The Company
memenuhi kewajiban pajak karbon. strengthens its position in the hydraulic
• Peningkatan pengeluaran modal (capital expenditure/CAPEX) cement market as market preferences
untuk investasi teknologi rendah emisi. shift towards building materials with lower
• Tambahan biaya rutin dari pajak karbon, meningkatkan biaya prices and environmental footprints.
produksi secara keseluruhan.
• Potensi penurunan profitabilitas jangka pendek akibat
peningkatan biaya operasional.
Operational Impact
• Increased operational costs due to carbon emission taxes resulting
from industrial activities.
• The need to adopt more environmentally friendly technologies to
reduce greenhouse gas (GHG) emissions.
• Adaptation to more efficient and environmentally friendly
production processes.
• Potential operational disruptions during the transition to new
technologies.
Financial Impact
• Increased production costs that may potentially reduce the
Company’s profit.
• Additional investment required for the implementation of green
technology and carbon emission reduction.
• Financial risks in the form of fines or penalties if the Company fails
to meet carbon tax obligations.
• Increased capital expenditure (CAPEX) for investment in low-
emission technologies.
• Additional recurring costs from carbon taxes, raising overall
production costs.
• Potential short-term decrease in profitability due to increased
operational costs.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 53
Page 56
Peristiwa Risiko Dampak terhadap Perseroan [201-2] Pengelolaan Risiko
Risk Event Impact on the Company Risk Management
Risiko Kompetitif: Jika Dampak Operasional: • Memperkuat posisi semen hidraulis di
perusahaan tidak mampu • Penyesuaian proses produksi untuk memenuhi standar produk pasar seiring peningkatan preferensi
beradaptasi dengan tren ramah lingkungan. konsumen terhadap bahan bangunan
produk ramah lingkungan • Investasi dalam pengembangan produk dan inovasi teknologi dengan harga dan jejak lingkungan
maka akan tertinggal. ramah lingkungan. yang lebih rendah.
Risiko Pasar: Kehilangan • Perlunya pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya • Peningkatan CAPEX untuk pengadaan
pelanggan yang memilih manusia agar mampu mengelola teknologi baru tersebut. teknologi ramah lingkungan.
produk dari perusahaan yang Dampak Keuangan: • Pelatihan dan peningkatan kompetensi
lebih ramah lingkungan. • Peningkatan belanja modal (CAPEX) untuk investasi teknologi karyawan.
Competitive Risk: The ramah lingkungan. • Strengthens market position of
company may leave behind • Potensi peningkatan biaya produksi dalam jangka pendek karena hydraulic cement along with the
competitors if it fails to investasi dalam riset dan pengembangan produk. increasing consumer preference for
adapt to the growing demand • Peluang peningkatan pendapatan dan pangsa pasar dalam jangka building materials with lower prices and
for environmentally friendly panjang seiring bertambahnya minat konsumen terhadap produk environmental footprints.
products. ramah lingkungan. • Increased CAPEX for the procurement
Market Risk: There is a Operational Impact: of environmentally friendly technology.
potential loss of customers • Adjustment of production processes to meet environmentally • Employee training and competency
who prefer products offered friendly product standards. development.
by companies with stronger • Investment in the development of environmentally friendly
environmental commitments. products and technological innovations.
• A need to train and upskill human resources to effectively manage
new technologies.
Financial Impact:
• Increase of capital expenditure (CAPEX) for investment in
environmentally friendly technologies.
• Potential short-term rise in production costs due to investments in
product research and development.
• Long-term opportunities for increased revenue and market share
as consumer interest in environmentally friendly products grows.
Risiko Fisik | Physical Aspect
Risiko Akut: Perubahan pola Dampak Operasional • Membangun fasilitas dengan sistem
cuaca ekstrem dan bencana • Gangguan dalam jadwal operasional, seperti keterlambatan drainase yang baik, fondasi kuat, dan
alam (banjir, longsor, badai) produksi atau distribusi. proteksi terhadap banjir dan suhu
Acute Risk: Changes in • Perlunya adaptasi operasional, seperti modifikasi proses produksi tinggi.
extreme weather patterns atau peningkatan pemeliharaan fasilitas agar tahan terhadap • Menggunakan sistem peringatan
and natural disasters (floods, cuaca ekstrem. dini dan prakiraan cuaca untuk
landslides, storms) • Tertundanya pengiriman bahan baku atau produk jadi karena mengantisipasi gangguan produksi atau
akses jalan atau pelabuhan terganggu. logistik.
• Penurunan efisiensi produksi, terutama pada proses pengeringan • Menyiapkan jalur alternatif pengiriman
bahan baku (raw meal) jika kelembaban tinggi. bahan dan produk jika jalur utama
• Kerusakan peralatan atau infrastruktur akibat banjir atau petir. terganggu.
• Gangguan pada tenaga kerja (absensi meningkat karena bencana • Menyesuaikan jadwal operasi pada
atau gangguan akses ke lokasi kerja). musim ekstrem agar proses tetap
Dampak Keuangan efisien dan aman.
• Peningkatan biaya operasional dan pemeliharaan akibat kerusakan • Meningkatkan kesiapan karyawan
atau gangguan operasional. dalam menghadapi gangguan cuaca,
• Kerugian pendapatan karena keterlambatan atau gangguan termasuk evakuasi dan perlindungan
produksi dan distribusi. alat.
• Biaya tambahan untuk asuransi atau mitigasi risiko cuaca. • Melindungi aset penting dan risiko
• Potensi kerugian pendapatan jika pabrik harus berhenti beroperasi operasional akibat cuaca ekstrem
sementara waktu. dengan asuransi.
• Efisiensi energi dan transisi ke
teknologi rendah karbon.
54 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 57
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Peristiwa Risiko Dampak terhadap Perseroan [201-2] Pengelolaan Risiko
Risk Event Impact on the Company Risk Management
Operational Impact • Building facilities with proper drainage
• Disruptions in operational schedules, such as delays in production systems, strong foundations, and
or distribution. protection against flooding and high
• The need for operational adaptation, such as modifying production temperatures.
processes or enhancing facility maintenance to withstand extreme • Using early warning systems and
weather conditions. weather forecasts to anticipate
• Delays in the delivery of raw materials or finished goods due to production or logistics disruptions.
disrupted access to roads or ports. • Preparing alternative routes for
• Reduced production efficiency, particularly in the drying process delivering raw materials and finished
of raw meal when humidity levels are high. products in case the main routes are
• Damage to equipment or infrastructure caused by flooding or disrupted.
lightning strikes. • Adjusting operations during extreme
• Disruptions in the workforce, such as increased absenteeism due weather seasons to maintain efficiency
to natural disasters or limited access to the workplace. and safety.
Financial Impact • Enhancing employee readiness to
• Increased operational and maintenance costs due to damage or handle weather-related disruptions,
operational disruptions. including evacuation procedures and
• Loss of revenue caused by delays or disruptions in production and equipment protection.
distribution. • Protecting critical assets and mitigating
• Additional costs for insurance or weather risk mitigation. operational risks due to extreme
• Potential revenue loss if the plant must temporarily cease weather through comprehensive
operations. insurance coverage.
• Energy efficiency and transition to low-
carbon technologies.
Risiko Kronis: Kekeringan Dampak Operasional • Efisiensi air melalui implementasi
dan panas ekstrem • Gangguan operasional akibat keterbatasan pasokan air. sistem tertutup.
Chronic Risk: Extreme heat • Penurunan performa peralatan akibat suhu tinggi dan kelembaban • Menggunakan ulang air bekas
and drought rendah. pendinginan mesin.
• Meningkatnya keluhan dari masyarakat sekitar. • Pemantauan iklim dan sistem
• Potensi konflik dengan masyarakat sekitar karena perebutan peringatan dini untuk perencanaan
sumber daya, sehingga dapat menghambat proses produksi. produksi dan penyediaan pasokan air.
• Potensi sanksi atau pembatasan izin operasi jika dianggap • Investasi pada teknologi yang ramah air
mengeksploitasi sumber air saat krisis. dan energi.
Dampak Finansial • Berkolaborasi dengan masyarakat
• Biaya tambahan untuk memperoleh atau mengolah air (misalnya lokal dan pemerintah untuk menjaga
dari air hujan). keberlanjutan sumber daya air.
• Penurunan produktivitas yang berujung pada penurunan • Membuat skenario penyesuaian
pendapatan. operasional jika terjadi kekeringan
• Pengeluaran tak terduga untuk mitigasi darurat, seperti tangki air ekstrem.
tambahan atau teknologi pendinginan alternatif. • Water efficiency by implementing
Operational Impact closed-loop systems.
• Operational disruptions due to limited water supply. • Reusing water used for machine
• Reduced equipment performance caused by high temperatures cooling.
and low humidity. • Climate monitoring and early warning
• Increased complaints from surrounding communities. systems for production planning and
• Potential conflicts with local communities over resource water supply provision.
competition, which could hinder the production process. • Investing in water- and energy-efficient
• Potential sanctions or operational permit restrictions if the technologies.
company is deemed to exploit water resources during a crisis. • Collaborating with local communities
Financial Impact and governments to ensure sustainable
• Additional costs for obtaining or treating water (e.g., from water resource management.
rainwater). • Developing operational adjustment
• Reduced productivity leading to a decline in revenue. scenarios in the event of extreme
• Unexpected expenses for emergency mitigation, such as drought.
additional water tanks or alternative cooling technologies.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 55
Page 58
Tantangan dan Pengaruh terhadap Kinerja Keberlanjutan [E.5] Challenges and Impacts on Sustainability Performance Industri semen nasional kembali menghadapi The national cement industry again faced challenges in tantangan pada 2025 akibat melemahnya permintaan 2025 due to the weakening demand in various regions, di berbagai wilayah, terutama sebagai dampak cuaca particularly as a result of extreme weather, tropical ekstrem, siklon tropis yang memengaruhi aktivitas cyclones, which affected logistics and construction logistik dan konstruksi di beberapa wilayah Indonesia. activities in several parts of Indonesia. The largest market Pasar terbesar di Pulau Jawa mencatatkan penurunan in Java recorded a 7.3% decline in delivery, followed by pengiriman sebesar 7,3%, diikuti penurunan 8,7% di a 8.7% decline in Sulawesi, 20.5% in Kalimantan, and Sulawesi, 20,5% di Kalimantan, serta 8,1% di wilayah 8.1% in Maluku-Papua region. This condition drives Maluku–Papua. Kondisi ini mendorong Indocement Indocement to strengthen its operational efficiency untuk memperkuat efisiensi operasional melalui by increasing the use of alternative fuels, optimizing peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif, production assets, and accelerating digitalization to optimalisasi aset produksi, serta percepatan digitalisasi ensure a more effective distribution and production guna memastikan proses distribusi dan produksi lebih process. efektif. Lebih lanjut, adanya kelebihan pasokan juga membuka Furthermore, the excess supply also provides peluang bagi Indocement untuk meningkatkan porsi Indocement an opportunity to increase production produksi semen rendah karbon, sekaligus mengurangi portion of low-carbon cement, while reducing ketergantungan pada batu bara. Optimalisasi logistik dependence on coal. Optimizing logistics through melalui Kompleks Pabrik Grobogan dan Kompleks Grobogan Factory and Maros Factory also helped in Pabrik Maros turut mendukung penguatan pasar Jawa strengthening markets in Central Java, East Java, and Tengah, Jawa Timur, dan Indonesia Timur. Eastern Indonesia. Dalam menjaga efisiensi lintas pabrik, kami melanjutkan To maintain efficiency across our plants, we continue program penyesuaian proses di Kompleks Pabrik our process adjustment program at Grobogan Factory Grobogan dan Kompleks Pabrik Maros, termasuk and Maros Factory, including reducing clinker factors, pengurangan faktor klinker, implementasi Maintenance implementing Maintenance Management System Management System (MAXIMO dan MIRO), serta (MAXIMO and MIRO), and increasing the use of peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif alternative fuels by 29%. The Company also continues to sebesar 29%. Perseroan juga terus meningkatkan improve human resource competencies through various kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai training programs to support the transition to lower- program pelatihan guna mendukung transisi menuju emission and environmentally friendly operations, while operasional yang lebih rendah emisi dan berwawasan accelerating the internalization of corporate values and lingkungan, sekaligus mempercepat internalisasi formation of a sustainable work culture. On the other nilai perusahaan dan pembentukan budaya kerja hand, to maintain its position as the market leader in berkelanjutan. Di sisi lain, untuk mempertahankan cement products that support sustainable development posisi sebagai pemimpin pasar produk semen yang practices, the Company continues to innovate according mendukung praktik pembangunan berkelanjutan, to customer needs and strengthen the presence of all Perseroan terus berinovasi sesuai kebutuhan pelanggan brands through a more integrated digital marketing serta memperkuat kehadiran seluruh merek melalui strategy and social media communications to increase strategi pemasaran digital dan komunikasi media sosial awareness of the advantages of environmentally yang lebih terintegrasi guna meningkatkan awareness friendly products. [F.1] terhadap keunggulan produk ramah lingkungan. [F.1] 56 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 59
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Kepatuhan dan Etika Bisnis
Compliance and Business Ethics
Sejak 7 Desember 2022, Indocement menjadi perusahaan swasta pertama yang
berhasil mendaftarkan Program Kepatuhannya dengan nomor penetapan 02/
KPPU-PKP/2022 kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui
sidang penetapan. Adapun program kepatuhan ini berlaku selama 5 tahun. Selama
periode pelaporan, telah terlaksana recurrence Sosialisasi Indocement Code of
Conduct yang dilaksanakan oleh masing-masing Plant/Divisi.
Since 7 December 2022, Indocement has become the first private company to
successfully register its Compliance Program under Decree No. 02/KPPU-PKP/2022
to the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) through a hearing.
This compliance program is valid for 5 years. Throughout the reporting period, the
recurrence of Indocement Code of Conduct Dissemination was carried out by each
Plant/Division.
Implementasi Kode Etik Perseroan dan Pemasok Implementation of the Company and Supplier Code of
[F.1][2-23][2-24] Conduct [F.1][2-23][2-24]
Perseroan mengimplementasikan Pedoman Etika The Company implements Indocement Code of Conduct
Indocement sebagai pedoman utama yang mengatur as the principal guideline governing the conduct of all
perilaku seluruh karyawan, termasuk Dewan Komisaris, employees, including the Board of Commissioners,
Direksi, dan Manajemen, dalam menjalankan kegiatan the Board of Directors, and Management, in carrying
bisnis dan operasional. Pedoman ini mencakup out business and operational activities. This Code is
dua pilar utama, yaitu etika bisnis dalam hubungan founded on two main pillars: business ethics in regard
dengan pemangku kepentingan serta etika kerja yang to relationship with stakeholders, and work ethics that
menekankan nilai-nilai seperti terciptanya lingkungan emphasise values such as creating a safe, sound, and
kerja yang aman, sehat, dan berwawasan lingkungan. environmentally responsible working environment. The
Pedoman Etika disosialisasikan secara berkala kepada Code of Conduct is disseminated periodically to all
seluruh karyawan yang kemudian menandatangani employees, who are then required to sign a statement of
pernyataan kepatuhan. Selain itu, Indocement compliance. In addition, Indocement ensures that third
memastikan pihak ketiga, termasuk pemasok, parties, including suppliers, adhere to ethical business
mematuhi prinsip bisnis beretika melalui Kode Etik principles through the Partner Code of Conduct, which
Rekanan yang mengacu pada Kode Etik Pemasok refers to the Heidelberg Materials Supplier Code of
Heidelberg Materials serta standar internasional Conduct, international standards such as SA8000,
seperti SA8000, ISO 14001, dan pedoman ILO terkait ISO 14001, and relevant ILO guidelines on responsible
rantai pasok yang bertanggung jawab. supply chains.
Praktik Antikorupsi [205-1][205-2][205-3] Anti-Corruption Practices [205-1][205-2][205-3]
Pedoman Etika Indocement mengatur komitmen Indocement Code of Conduct sets out the Company’s
Perseroan terhadap persaingan usaha yang sehat dan commitment to fair competition and anti-corruption
prinsip antikorupsi. Perseroan menerapkan kebijakan principles. The Company adopts a zero-tolerance policy
zero toleransi terhadap korupsi dan praktik usaha towards corruption and unethical business practices
tidak etis serta secara konsisten memperkuat budaya and consistently reinforces an anti-corruption culture
antikorupsi melalui pelatihan dan sosialisasi berkala. through regular training and periodic awareness
programs.
Lebih lanjut, sebanyak 1.705 karyawan telah mengikuti Furthermore, 1,705 employees participated in trainings
pelatihan melalui platform Workday dan 847 karyawan through Workday platform, and 847 employees
mengikuti kegiatan Compliance Town Hall Meeting. participated in the Compliance Town Hall Meeting
Pelatihan ini diwajibkan bagi seluruh karyawan untuk activity. This training is mandatory for all employees
meningkatkan pemahaman karyawan tentang kebijakan to enhance their understanding of anti-corruption
antikorupsi. Seluruh peserta pelatihan berhasil policies. All participants successfully passed
mencapai kelulusan dengan tingkat partisipasi 100%. the training, achieving a 100% participation rate.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 57
Page 60
Perseroan juga secara berkala memberikan pelatihan The Company also periodically provides training and
serta penyegaran mengenai aspek hukum lainnya yang refresher courses on other legal aspects related to
terkait dengan operasional dan tugas karyawan. operations and employee duties.
Hingga akhir periode pelaporan, Perseroan tidak menerima pengaduan maupun
menghadapi kasus hukum terkait dugaan pelanggaran antikorupsi, antipersaingan,
antikolusi, atau monopoli yang melibatkan karyawan maupun mitra kerja, serta
tidak dikenakan denda atau sanksi non-moneter atas ketidakpatuhan terhadap
peraturan di bidang sosial dan ekonomi. [205-3][206-1][419-1]
Until the end of the reporting period, the Company had not received any complaints
nor faced any legal proceedings related to alleged violations of anti-corruption, anti-
competition, anti-collusion, or anti-monopoly regulations involving employees or
business partners, nor had the Company been subjected to any fines or non-monetary
sanctions for non-compliance with applicable social and economic regulations. [205-3]
[206-1][419-1]
Penerapan Sistem Pelaporan Pelanggan melalui Implementation of Customer Reporting System
Whistleblowing System (WBS) [2-25][2-26] through Whistleblowing System (WBS) [2-25][2-26]
Untuk memperkuat mekanisme pengaduan yang To strengthen the transparency in grievance
transparan, Perseroan menyediakan sistem pelaporan mechanism, the Company established SpeakUp
pelanggaran SpeakUp yang dapat diakses melalui whistleblowing system, accessible at https://
situs web https://heidelbergmaterials.speakup.report/ heidelbergmaterials.speakup.report/en-GB/speakup/
id/speakup/home atau saluran telepon khusus di tiap home or through dedicated country-specific telephone
negara. Sistem ini disosialisasikan lines. This system is regularly promoted
melalui banner di area strategis dan by placing banners in strategic locations
media digital Perseroan. SpeakUp and the Company’s digital media.
menjadi saluran bagi karyawan dan SpeakUp serves as a channel for
pemangku kepentingan eksternal untuk employees and external stakeholders
melaporkan dugaan pelanggaran hukum to report suspected violations of laws
maupun Pedoman Etika, sehingga or the Code of Conduct, enabling the
Perseroan dapat memantau dan Company to monitor and follow up on
menindaklanjuti potensi risiko finansial, potential financial, operational, and
operasional, maupun reputasional. reputational risks.
Pelaksanaan dan pengawasan SpeakUp The implementation and oversight of
dikelola oleh Manajemen Perseroan dan bekerja sama SpeakUp is managed by the Company’s Management
dengan Heidelberg Materials. Pelaporan yang diterima in collaboration with Heidelberg Materials. Reports
melalui SpeakUp akan diterima oleh Compliance submitted through SpeakUp are received by the
Director Heidelberg Materials, kemudian dipilih Compliance Director Heidelberg Materials, who then
laporan mana saja yang perlu ditindaklanjuti dan selects those that require follow-up and sends to
dikirimkan ke Country Compliance Officer Indonesia Country Compliance Officer Indonesia. All reports
untuk ditindaklanjuti. Seluruh laporan yang diterima received through SpeakUp are followed up based on
melalui SpeakUp ditindaklanjuti berdasarkan prosedur the Company’s violation handling procedures, while
penanganan pelanggaran Perseroan, dengan tetap maintaining the confidentiality of the whistleblower
menjaga kerahasiaan identitas pelapor (anonimitas (whistleblower anonymity). In 2025, there were 28
whistleblower). Pada 2025, terdapat 28 laporan masuk reports received, all were followed up, an increase of 12
yang seluruhnya telah ditindaklanjuti, meningkat reports compared to that of 2024. The reports submitted
dibandingkan 2024 sebesar 12 laporan. Adapun laporan through SpeakUp mainly about employee relations.
yang masuk melalui SpeakUp sebagian besar mengenai
relasi antar karyawan.
58 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 61
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Mekanisme Pengaduan "SpeakUp"
"SpeakUp" Whistleblowing Mechanism
Pelaporan Pengaduan Pelaporan Pengaduan Pelaporan Pengaduan Pelaporan Pengaduan
Complaint Reporting Complaint Reporting Complaint Reporting Complaint Reporting
SpeakUp yang dapat Investigasi dan • Pertemuan yang • Peninjauan secara
diakses melalui https:// pengumpulan bukti melalui dilaksanakan oleh pihak internal oleh unit terkait
heidelbergmaterials. klarifikasi dan verifikasi. terkait. dan menyampaikan
speakup.report/id/speakup/ Investigation and evidence • Pengambilan keputusan laporan perbaikan.
home atau saluran telepon collection through berdasarkan Pedoman • Memperbaiki proses di
khusus untuk setiap negara. clarification and verification. Etika Perseroan. internal dan meninjau
SpeakUp can be • Melaporkan secara kembali atau merevisi
accessed via https:// berkala kepada kebijakan.
heidelbergmaterials. Direksi mengenai hasil • Memperkuat internal
speakup.report/en-GB/ penyidikan dan tindakan melalui sosialisasi
speakup/home or telephone yang diambil. atau pelatihan agar
line specifically for each • The meeting by related pelanggaran tersebut
country. parties. tidak terjadi kembali.
• Decision making based • Internal review by
on the Guidelines related units and convey
Company Ethics. corrective report.
• Periodic report to Board • Improve internal
of Directors regarding processes and review or
results of investigations revise policy.
and actions taken. • Internal strengthening
through socialization
or training in order to
avoid the recurring of
violation.
Pelibatan Pemangku Kepentingan [E.4][2-29]
Stakeholders’ Engagement
Metode Pendekatan dan Pengelolaan
Approach and Management Methods
Pemangku
Sarana Pelibatan dan Respons Kebutuhan Pemangku Kepentingan
Kepentingan Topik Signifikan dan Kebutuhan
Frekuensi Responses to Stakeholder Needs
Stakeholders Pemangku Kepentingan
Facilities for
Significant Topics and
Engagement and
Stakeholder Needs
Frequency
Internal
Pemegang 1. Rapat Umum 1. Peningkatan nilai investasi 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar
Saham Pemegang Saham dan dividen Biasa yang diadakan pada 21 Mei 2025
Shareholders (RUPS) secara berkala 2. Keterbukaan informasi dan 2. Paparan Publik yang dilakukan pada 25 Maret 2025
minimal satu tahun pelaporan kinerja 3. Publikasi Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan setiap
sekali atau insidental 3. Kinerja Perseroan yang baik tahunnya
2. Diskusi secara berkala 1. Increase in the value of 4. Publikasi Laporan Keuangan Perseroan untuk periode triwulan I
sesuai kebutuhan investment and dividend dan III, tengah tahun dan tahunan
1. General Meeting 2. Information disclosure and 5. Penyampaian siaran pers
of Shareholders performance reporting 6. Pertemuan yang dilakukan secara daring dan fisik dengan analis
(GMS), periodically, at 3. Good performance of the sebanyak 93 kali
least once a year or Company 7. Investor visit plant site sebanyak lima kali
incidental 8. Pengungkapan kinerja melalui beragam kanal media (situs web,
2. Regular discussions media sosial, pengumuman, dan laporan)
as needed 1. Annual General Meeting of Shareholders (GMS) and
Extraordinary GMS, held on
21 May 2025
2. Public Expose, held on 25 March 2025
3. Annual publication of the Annual Report and Sustainability
Report
4. Publication of the Company’s Financial Statements for the
quarter I and III, mid-year, and year-end periods
5. Delivery of press releases
6. Online and in-person meetings with analysts, held 93 times
7. Investor visits to plant sites, held five times
8. Performance disclosure through various media channels
(website, social media, announcements, and reports)
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 59
Page 62
Metode Pendekatan dan Pengelolaan
Approach and Management Methods
Pemangku
Sarana Pelibatan dan Respons Kebutuhan Pemangku Kepentingan
Kepentingan Topik Signifikan dan Kebutuhan
Frekuensi Responses to Stakeholder Needs
Stakeholders Pemangku Kepentingan
Facilities for
Significant Topics and
Engagement and
Stakeholder Needs
Frequency
Karyawan 1. Menciptakan 1. Pemenuhan hak-hak dan 1. Pertemuan berkala
Employees hubungan industrial kesejahteraan karyawan 2. Diskusi dengan manajemen dalam program pengembangan
yang harmonis 2. Kesetaraan kesempatan karyawan
serta membangun berkarier, remunerasi, dan 3. Pelibatan aktif dalam kegiatan Perseroan, seperti sedekah
komunikasi yang fasilitas kerja sampah dan donor darah
baik dengan 3. Penerapan K3 4. Penganugerahan karyawan terbaik kepada sepuluh karyawan
serikat pekerja, 4. Keterlibatan dalam kinerja Perseroan
antara lain dengan ekonomi, lingkungan, dan 5. Sosialisasi investasi saham dalam LCC Week, kerja sama dengan
menyelenggarakan sosial yang unggul PT Bursa Efek Indonesia
forum bipartit/rapat 1. Fulfillment of employees’ 6. Mengadakan Perayaan Bulan K3 dan Safety Week secara rutin
koordinasi sebulan rights and welfare setiap tahunnya
sekali atau sewaktu- 2. Equal career opportunities, 7. Mengadakan Culture Week untuk kebersamaan karyawan di unit
waktu jika diperlukan remuneration, and work kerja masing-masing
2. Pemberian berbagai facilities 8. Penyelenggaraan pekan olahraga dan seni (Porseni) yang
penghargaan kepada 3. OHS Implementation melibatkan karyawan
karyawan setiap 4. Involvement in excellent 9. Mendukung kelompok olahraga karyawan seperti Indocement
tahun economic, environmental, and Runner dan program Cuma Pengen Sehat (CPS)
3. Pemberian social performance 1. Periodic meetings
manfaat kesehatan 2. Discussion with management in employee development
pascapensiun yang programs
berlaku selama lima 3. Active involvement in Company activities, such as waste
tahun setelah tanggal donation and blood donation
pensiun 4. Awarding of the Best Employee to ten employees of the
1. Creating harmonious Company
industrial relations 5. Dissemination of stock investment in LCC Week, collaborating
and establishing with Indonesia Stock Exchange
effective 6. Organizing OHS Month Celebration and Safety Week
communication periodically every year
with labor unions, 7. Organizing Culture Week for employee togetherness in their
including by respective work units
conducting monthly 8. Organizing a sports and arts week (Porseni) involving employees
bipartite forums/ 9. Supporting employees' sports groups such as Indocement
coordination meeting Runner and Cuma Pengen Sehat/CPS (Just Want to Be Healthy)
or anytime as required program
2. Provision of various
annual awards for
employees
3. Provision of post-
retirement health
benefits valid for
five years after the
retirement date
Eksternal | External
Pelanggan Pertemuan secara 1. Harga kompetitif dengan 1. Diskusi dengan pelanggan sesuai kebutuhan
Customers berkala sesuai jaminan kualitas produk dan 2. Sekolah Tukang Semen Tiga Roda
kebutuhan, atau minimal pasokan 3. Survei kepuasan pelanggan
satu tahun sekali 2. Penerapan standar produk 4. Memberikan produk berkualitas
Regular meetings as dan informasi yang lengkap 5. Layanan pelanggan
necessary, or at least 3. Pelayanan keluhan 6. Program ‘Toko Care’
once a year 4. Menghasilkan produk ramah 7. Melaksanakan program Pembangunan Rumah Tukang dalam
lingkungan rangka peringatan
1. Competitive price with quality 50 tahun Indocement
assurance and guaranteed 1. Discussions with customers as needed
supply 2. Sekolah Tukang Semen Tiga Roda
2. Application of product 3. Customer satisfaction survey
standards and complete 4. Providing quality products
information 5. Customer service
3. Complaint services 6. ‘Toko Care’ program
4. Manufacturing 7. Implementing the Rumah Tukang Development Program in
environmentally friendly commemoration of Indocement’s 50th anniversary
products
60 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 63
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Metode Pendekatan dan Pengelolaan
Approach and Management Methods
Pemangku
Sarana Pelibatan dan Respons Kebutuhan Pemangku Kepentingan
Kepentingan Topik Signifikan dan Kebutuhan
Frekuensi Responses to Stakeholder Needs
Stakeholders Pemangku Kepentingan
Facilities for
Significant Topics and
Engagement and
Stakeholder Needs
Frequency
Pemerintah 1. Pertemuan Forum 1. Kepatuhan terhadap 1. Mematuhi peraturan dan kewajiban pajak
Government Tripartit dan perundang-undangan dan 2. Penerapan program TJSL
kunjungan kerja peraturan yang berlaku 3. Menyelenggarakan Quarry Life Award
sesuai dengan 2. Tata kelola yang baik 1. Complying with tax regulations and obligations
kebutuhan 3. Pelaksanaan TJSL dan 2. CSR programs implementation
2. Kerja sama pelaporan berkala 3. Organize the Quarry Life Award
kegiatan TJSL yang 4. Pembayaran pajak
dilaksanakan sesuai 5. Mengendalikan emisi dan
kebutuhan polutan
1. Tripartite Forum 6. Menjaga keanekaragaman
meetings and working hayati
visits as needed 7. Meningkatkan efisiensi energi
2. Collaboration on CSR 8. Pengelolaan limbah
activities carried out 9. Mengembangkan budaya
as needed keselamatan
1. Compliance with the
applicable laws and
regulations
2. Good corporate governance
3. Implementation of CSR and
periodic reporting
4. Payment of taxes
5. Controlling emissions and
pollutants
6. Safeguarding biodiversity
7. Improving energy efficiency
8. Waste management
9. Developing a culture of safety
Masyarakat 1. Pelaksanaan 1. Kemitraan dan pemberdayaan 1. Penerapan program TJSL di desa mitra
Lokal kegiatan TJSL sesuai masyarakat 2. Mendukung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan bank
Local kebutuhan 2. Tingkat kesejahteraan sampah dalam pemanfaatan sampah
Communities 2. Pertemuan bilikom 3. Pengendalian emisi dan 1. Implementing CSR programs in partner villages
minimal empat bulan polutan 2. Supporting Village-Owned Enterprises (BUMDes) and waste
sekali setiap desa 4. Menjaga keanekaragaman banks in waste utilization
1. CSR activities to be hayati
performed as needed 5. Meningkatkan efisiensi energi
2. Bilikom meetings 1. Partnership and community
at least every four empowerment
months in each village 2. Prosperity level
3. Controlling emissions and
pollutants
4. Safeguarding biodiversity
5. Improving energy efficiency
Media 1. Menjalin komunikasi 1. Keterbukaan informasi 1. Publikasi
intensif melalui 2. Kerja sama pelaksanaan 2. Media gathering yang dilakukan tujuh kali pada 2025
pertemuan rutin program 1. Publication
sesuai kebutuhan 1. Information disclosure 2. Media gatherings, held seven times in 2025
2. Pemasangan iklan 2. Collaboration in program
produk sesuai implementation
kebutuhan
1. Establishing intensive
communication
through regular
meetings as needed
2. Product advertising as
needed
Pemasok Menjalin komunikasi Kepatuhan pemasok atas Sosialisasi Kode Etik Pemasok Perseroan
Supplier dengan pemasok penghormatan kepada HAM Dissemination of the Company’s Supplier Code of Conduct
Establishing Suppliers’ compliance on
communication with respect for human rights
suppliers
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 61
Page 64
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Signifikansi Topik
Significance of the Topic
Stabilitas kinerja ekonomi menjadi fondasi Perseroan dalam menjaga keberlanjutan operasional agar tetap mampu
memberikan manfaat serta memenuhi tanggung jawab kepada pemangku kepentingan di tengah dinamika ekonomi.
Berbagai risiko, peluang, dan perubahan kondisi ekonomi mendorong Perseroan untuk melakukan penyesuaian strategi
secara adaptif.
The stability of economic performance is the foundation for the Company to maintain operational sustainability, ensuring
continuous provision of benefits and fulfillment of responsibilities to stakeholders amidst economic dynamics. Various
risks, opportunities, and shifts in economic conditions encourage the Company to adapt its strategy.
Komitmen dan Kebijakan
Commitments and Policies
• Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials • Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030
• Rencana Kerja Anggaran Belanja (RKAB) • Work Plan and Budget (RKAB)
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51 Tahun 2017 • Financial Services Authority Regulation No. 51 of 2017 on the
tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Implementation of Sustainable Finance for Financial Services
Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik Institutions, Issuers, and Public Companies
• Pedoman Etika Indocement • Indocement Code of Conduct
• Kepatuhan Hukum dan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang • Legal Compliance and Good Corporate Governance
Baik Implementation
• Surat Keputusan Direksi Nomor 011/Kpts/Dir/ITP/VIII/2021 • Board of Directors’ Decision Letter No. 011/Kpts/Dir/ITP/VIII/2021
tanggal 31 Agustus 2021 tentang Kebijakan Program Kepatuhan dated 31 August 2021 on Legal Compliance Program Policies and
Hukum dan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Implementation
Target 2030
2030 Target
Rp
6,2 triliun
trillion
Investasi teknologi untuk produksi ramah lingkungan
Investment in technology for environmentally friendly production
Pencapaian 2025
2025 Achievement
30,6%
Peningkatan Kas dan Setara Kas
80,7%
Penjualan Klinker Ekspor
Increase in Cash and Cash Equivalents Export Clinker Sales
12,0%
Peningkatan Laba Tahun Berjalan
Rp
1,5 triliun
trillion
Investasi teknologi untuk produksi ramah lingkungan hingga 2025 [F.3]
Increase in Profit for the Year Investment in technology for environmentally friendly production until 2025
62 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 65
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Strategi Pencapaian Kinerja 2025
2025 Performance Achievement Strategies
• Penerapan sistem KPI pada aspek LST yang mendorong individu • Implementing KPI systems for ESG aspects to drive individuals
memiliki kinerja keberlanjutan. towards sustainable performance.
• Mengembangkan sistem manajemen keberlanjutan yang • Developing integrated sustainability management systems at
terintegrasi di setiap pabrik. each plant.
• Meningkatkan sosialisasi dan mendorong penggunaan semen • Increasing awareness and promoting the use of green cement,
ramah lingkungan, yaitu PCC, semen slag, dan semen hidraulis including PCC, slag cement and hydraulic cement is available, to
kepada seluruh pelanggan (proyek infrastruktur dan komersial). all customers (infrastructure and commercial projects).
• Memaksimalkan pemakaian bahan bakar dan bahan baku alternatif. • Maximizing the use of alternative fuels and alternative materials.
• Memanfaatkan energi listrik dari sumber terbarukan seperti • Utilizing electricity from renewable sources such as rooftop and
panel surya atap dan ground-mounted. ground-mounted solar panels.
• Berfokus pada perluasan strategi keberlanjutan, saluran • Focusing on expanding sustainability strategies, distribution
distribusi, dan digitalisasi atau automasi proses, termasuk channels, and process digitalization or automation, including
memanfaatkan peluang untuk peningkatan pangsa pasar. leveraging opportunities for increased market share.
• Menerapkan expert system yang telah terbukti meningkatkan • Implementing proven expert systems that enhance cost efficiency.
efisiensi dalam biaya produksi.
Evaluasi yang Dilakukan
Evaluation Conducted
Pengelolaan kinerja ekonomi dijalankan melalui mekanisme Economic performance management is carried out through an
pemantauan terintegrasi yang dimulai dari proses pengadaan integrated monitoring mechanism starting from the procurement
dengan dukungan internal control system dan pengawasan Komite process, supported by an internal control system and oversight by the
Audit. Hasil kinerja ekonomi kemudian dilaporkan secara transparan Audit Committee. The economic performance results are then reported
melalui Laporan Keuangan yang mematuhi Standar Akuntansi transparently through Financial Statements that comply with Financial
Keuangan (SAK). Sementara itu, Direktur Komersial dan Direktur Accounting Standards (SAK). Meanwhile, the Commercial Director and
Teknik bertanggung jawab memastikan penerapan manajemen Technical Director are responsible for ensuring the implementation of
mutu serta konsistensi kualitas layanan pelanggan sebagai bagian quality management and consistent customer service as part of the
dari komitmen Perseroan terhadap praktik usaha berkelanjutan. Company’s commitment to sustainable business practices.
Direktur yang Bertanggung Jawab
Responsible Director
Direktur Komersial dan Direktur Teknik
Commercial Director and Technical Director
Nilai Ekonomi Dihasilkan dan Didistribusikan
Economic Value Generated and Distributed
Kinerja industri semen nasional masih menghadapi The national cement industry remained under
tekanan akibat penurunan harga pasar dan melemahnya pressure, driven by declining market prices and softer
penjualan ritel, di tengah kelebihan pasokan dengan retail demand, alongside a continued oversupply,
kesenjangan antara permintaan domestik sekitar as reflected in the disparity between domestic
63,9 juta ton dan kapasitas produksi nasional demand of approximately 63.9 million tons and
119,3 juta ton. Meski demikian, Perseroan tetap national production capacity of 119.3 million tons.
mencatat kinerja ekonomi positif dengan menjaga Notwithstanding these conditions, the Company
margin melalui langkah efisiensi komprehensif, delivered a positive economic performance by
termasuk program operational excellence, rasionalisasi preserving margins through comprehensive efficiency
biaya tetap, optimalisasi kinerja kiln, strategi harga initiatives, including operational excellence programs,
kompetitif, serta percepatan adopsi teknologi digital. fixed cost rationalization, enhanced kiln performance,
Laporan keuangan Perseroan telah diaudit oleh adoption of competitive pricing strategies, and
Kantor Akuntan Publik independen, dengan seluruh accelerated implementation of digital technologies.
pendapatan berasal dari penjualan semen, beton siap- The Company’s financial statements have been audited
pakai, dan agregat, serta tanpa menerima bantuan by an independent public accounting firm. All revenues
finansial, insentif pajak, maupun dukungan lainnya dari were generated from the sale of cement, ready-mix
Pemerintah selama 2025. [201-4] concrete, and aggregates. The Company did not receive
any financial assistance, tax incentives, or other forms
of government support throughout 2025. [201-4]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 63
Page 66
Perseroan memandang pajak sebagai kontribusi The Company views tax as a strategic contribution to
strategis bagi pembangunan ekonomi dan sosial. economic and social development. Its tax approach is
Pendekatan perpajakan dijalankan berdasarkan based on the principles of compliance, transparency,
prinsip kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas and accountability, ensuring adherence to all applicable
dengan memastikan pemenuhan seluruh regulasi regulations, and is managed under the responsibility
yang berlaku, serta dikelola di bawah tanggung jawab of the Finance Director. The Company maintains
Direktur Keuangan. Perseroan menjalin komunikasi open communication with tax authorities and the
terbuka dengan otoritas pajak dan pemerintah, serta government, and leverages stakeholder input to
memanfaatkan masukan pemangku kepentingan untuk enhance transparency and responsible tax practices
meningkatkan transparansi dan praktik perpajakan on an ongoing basis. Tax compliance is also reflected
secara berkelanjutan. Kepatuhan pajak juga tercermin in the consistent recognition received as a compliant
dari penghargaan yang diterima secara konsisten taxpayer. [207-1][207-2][207-3]
sebagai wajib pajak patuh. [207-1][207-2][207-3]
Informasi lebih rinci mengenai target dan realisasi kinerja ekonomi, serta informasi mengenai pembayaran pajak dapat
ditemukan dalam Bab "Analisis dan Pembahasan Manajemen" pada Laporan Tahunan 2025 dan Laporan Keuangan
Audited 2025 Indocement. [207-4]
More detailed information regarding economic performance targets and realization, as well as tax payments, can be
seen in the “Management Discussion and Analysis” chapter of the 2025 Annual Report and the 2025 Audited Financial
Statements of Indocement. [207-4]
Target dan Realisasi [F.2][F.3]
Target and Realization
Uraian Satuan Target 2025 Realisasi 2025
Description Unit 2025 Target Realization in 2025
Produksi Semen 20-21 19
Cement Production Juta Ton
Volume Penjualan Bisnis Semen Million Tons 20.946 19.941
Cement Business Sales Volume
Pendapatan Neto 20.651 17.731
Net Revenues
Laba Tahun Berjalan 1.811 2.249
Profit for the Year
Aset Rp Miliar 32.088 31.725
Assets Rp Billion
Liabilitas 8.758 8.522
Liabilities
Ekuitas 23.330 23.203
Equity
Nilai Ekonomi Dihasilkan dan Didistribusikan (Miliar Rupiah) [201-1]
Economic Value Generated and Distributed (Billion Rupiah)
Uraian
2025 2024 2023
Description
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan | Economic Values Generated (A)
Pendapatan | Revenues
• Pendapatan Neto
Net Revenues
• Pendapatan Keuangan
Finance Income 18.554 18.858 18.188
• Bagian atas Laba Bersih Entitas Asosiasi – Neto
Share of Net Profit of Associates – Net
• Penghasilan Lain
Other Income
64 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 67
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Uraian
2025 2024 2023
Description
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan | Economic Values Distributed (B)
Biaya Operasi
12.476 12.982 12.519
Operating Cost
Gaji, Upah, dan Kesejahteraan Karyawan
1.712 1.680 1.619
Salary, Wages, and Employee Benefits
Pembayaran kepada Penyandang Dana
Funding Payments
• Pembayaran Dividen Kas
1.040 488 1.077
Cash Dividend Payments
• Pembayaran Beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya
Interest Expense and Other Financial Charges Payments
Pembayaran kepada Pemerintah
Payments to the State
• Pembayaran Pajak Penghasilan Badan
1.444 1.538 1.578
Income Tax Payments
• Pembayaran Pajak Lainnya
Other Tax Payments
Investasi untuk Pengembangan Komunitas
13 13 13
Investment for Community Development
Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
16.685 16.701 16.736
Total Economic Values Distributed
Nilai Ekonomi yang Ditahan (A-B)
1.869 2.157 1.452
Economic Values Retained (A-B)
Keterangan | Notes:
• Kinerja ekonomi Perseroan disampaikan secara konsolidasi sesuai laporan keuangan yang diaudit, tidak disampaikan berdasar wilayah, area, atau
produk.
The Company’s economic performance is reported in a consolidated manner according to the audited financial statements. It is not reported based
on the region, area, or product.
• Penghitungan nilai ekonomi yang disajikan pada Laporan Keberlanjutan menggunakan metode cash basis sesuai yang disarankan Standar GRI,
sehingga angka yang disajikan dapat saja berbeda dengan Laporan Keuangan yang diaudit.
The calculation of economic values presented in the Sustainability Report used the cash basis method as recommended by the GRI Standards, and
therefore the numbers presented may differ from the Audited Financial Statements.
Tanggung Jawab Indocement terhadap Produk dan Pelanggan [F.17][F.28]
Indocement’s Responsibility to Products and Customers
SNI 7064:2014 SNI 8363:2017 & SNI 8912:2020
Untuk semen bag dan curah yang diproduksi di Untuk semen curah yang diproduksi di
Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Kompleks Pabrik Citeureup.
Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun. For bulk cement produced in Citeureup
For bag and bulk cements produced in Factory.
Citeureup, Cirebon, and Tarjun Factory.
Perseroan senantiasa memberikan layanan yang setara The Company consistently provides equal service to all
bagi seluruh pelanggan melalui penyediaan produk customers by delivering safe and high-quality products
dan jasa yang aman serta berkualitas. Seluruh (100%) and services. All (100%) products marketed have
produk yang dipasarkan telah memenuhi persyaratan complied with customer safety and health requirements
keselamatan dan kesehatan pelanggan sesuai Undang- in accordance with Law No. 8 of 1999 on Consumer
Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Protection and have obtained SNI certification from
Konsumen serta memperoleh Sertifikat SNI dari the Center for Materials and Technical Products
Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T-LSPr). (B4T-LSPr). To maintain consistent quality, the Company
Untuk menjaga konsistensi mutu, Perseroan implements strict quality control at every stage of
menerapkan pengendalian kualitas yang ketat pada production and ensures that all (100%) products
setiap tahapan produksi dan memastikan seluruh have undergone safety evaluations. [F.27][416-2][417-2]
(100%) produk telah dievaluasi keamanannya. [F.27] [417-3]
[416-2][417-2][417-3]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 65
Page 68
Pengendalian mutu dilakukan di setiap tahapan proses Quality control is carried out at every stage of the
produksi guna memastikan kesesuaian kualitas secara production process to ensure consistent product
berkelanjutan. Seluruh kemasan produk juga dilengkapi quality. All product packaging is also equipped with
informasi yang jelas, termasuk identitas produk, nomor clear information, including product identity, SNI
SNI, petunjuk penggunaan, serta layanan konsumen number, usage instructions, and customer service
sebagai sarana penanganan keluhan dan pengelolaan contact details as a channel for handling complaints
risiko bagi pelanggan. Seluruh upaya yang telah and managing customer risks. As a result of these
dilakukan selama 2025, berhasil membuat Perseroan efforts throughout 2025, the Company recorded no
tidak mencatat adanya pelanggaran, keluhan signifikan, violations, significant complaints, or product recalls
maupun penarikan produk dari pasar. [F.28][F.29][416-1] from the market. [F.28][F.29][416-1][417-1]
[417-1]
Inovasi dan Pengembangan Produk [F.26][F.28] Product Innovation and Development [F.26][F.28]
Perseroan memperkuat portofolio produknya The Company has strengthened its product portfolio
melalui Semen Jempolan yang menawarkan harga through Semen Jempolan, which offers competitive
kompetitif dengan tetap menjaga standar kualitas, pricing while maintaining quality standards, aiming
guna memperluas jangkauan pasar dan memenuhi to expand market reach and meet customer demand
kebutuhan konsumen akan semen berkualitas yang for more affordable, high-quality cement. Throughout
lebih terjangkau. Selama 2025, Perseroan telah 2025, the Company leveraged artificial intelligence
memanfaatkan penggunaan teknologi kecerdasan (AI) technologies as part of its digital transformation
buatan (AI) sebagai upaya transformasi digital, di initiatives, among others:
antaranya: 1. Deployment of a robotic radar system to ensure
1. Penggunaan robotic radar system yang berguna worker safety during operations and production
untuk menjamin keselamatan pekerja pada saat process;
operasional dan proses produksi; 2. Utilization of AI at Grobogan Factory for camera
2. Penggunaan AI di Kompleks Pabrik Grobogan control system, designed to regulate the speed of
untuk camera control system yang berguna untuk all trucks entering the operational area;
membatasi kecepatan seluruh truk yang memasuki 3. Utilization of AI that is installed on heavy equipment
area operasional; at Citeureup Factory, serving as a reminder system
3. Penggunaan AI yang terpasang di alat berat pada to ensure that workers use seat belts.
Kompleks Pabrik Citeureup. Upaya ini digunakan
sebagai penanda pengingat bagi pekerja agar
menggunakan seat belt.
Memberikan Kepuasan bagi Pelanggan [F.30] Providing Customer Satisfaction [F.30]
Kami meyakini bahwa kepuasan pelanggan merupakan The Company believes that customer satisfaction is
faktor penting bagi keberlanjutan bisnis, sehingga a key factor in sustaining its business, and therefore
Perseroan terus memperkuat layanan dan menjaga continues to strengthen its service quality and maintain
kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan its product standards in line with customer needs and
dan harapan konsumen. Hal ini didukung melalui expectations. This is supported by cross-functional
koordinasi lintas unit untuk memastikan produk coordination to ensure that the products comply with
memenuhi ketentuan kontrak dan spesifikasi contractual requirements and customer specifications.
pelanggan. Pada 2025, Indocement melakukan In 2025, Indocement conducted a customer satisfaction
survei kepuasan pelanggan melalui wawancara tatap survey through face-to-face interviews and achieved
muka dan memperoleh skor 82,90 (Pulau Jawa), yang a score of 82.90 (Java), indicating that customers’
menunjukkan penilaian pelanggan terhadap kualitas assessment of product quality, pricing, and service was
produk, harga, dan layanan sudah cukup baik. generally favourable.
66 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 69
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Layanan Pengaduan Pelanggan Customer Complaint Service
Sebagai upaya untuk meningkatkan mutu layanan As an effort to improve the quality of customer service,
kepada pelanggan, Indocement menyediakan berbagai Indocement provides various complaint channels
kanal pengaduan dan pusat informasi yang dapat and information center accessible by phone, email,
diakses pelanggan melalui telepon, surel, SMS, SMS, WhatsApp, and direct visits by sales team.
aplikasi WhatsApp, serta kunjungan langsung oleh During 2025, the Company received 5,783 reports
tim penjualan. Selama 2025, Perseroan menerima related to information requests, complaints, and other
5.783 laporan terkait permintaan informasi, pengaduan, inquiries, all of which (100%) were resolved.
maupun permintaan dan pertanyaan lainnya yang
seluruhnya (100%) telah diselesaikan.
Perseroan juga memberikan layanan komunikasi dua The Company also provides two-way communication
arah melalui: through:
1. Situs web sebagai wadah informasi utama bagi 1. Website as the main channel to disseminate
pelanggan mengenai produk dan jaringan distribusi information to customers about the Company’s
Perseroan; products and distribution networks;
2. Akun media sosial Perseroan dengan nama akun 2. The Company’s social media accounts under the
@SemenTigaRoda dan @Harmoni3Roda (Facebook, username @SemenTigaRoda and @Harmoni3Roda
Instagram, Threads, Twitter (X), Youtube, dan (Facebook, Instagram, Threads, Twitter (X), YouTube,
TikTok); and TikTok);
3. Program Mitra Semen Tiga Roda yang terdiri dari 3. Mitra Semen Tiga Roda program, consisting of
pelanggan toko bangunan, pelanggan kontraktor building material store customers, contractor
dan pengembang; customers, and developers;
4. Program SETARA dan komunitas Alumni SETARA 4. SETARA program and SETARA Alumni communities
untuk meningkatkan kualitas dari pekerja bangunan to improve the quality of construction workers to
agar menghasilkan pekerjaan yang lebih baik bagi produce better work for their customers;
pelanggan-pelanggan mereka; 5. Tukang Pro application and masterumah.id as media
5. Aplikasi Tukang Pro dan masterumah.id sebagai to assist masons, contractors, homeowners, and
media yang membantu tukang, kontraktor, pemilik construction actors in carrying out their roles in
rumah dan pelaku konstruksi dalam melaksanakan construction;
peran masing-masing dalam konstruksi; 6. Technical support services to assist customers in
6. Layanan dukungan teknis untuk membantu using cement in the field; and
pelanggan dalam menggunakan semen di lapangan; 7. Routine visits from sales team to provide the best
dan service for customer’s needs.
7. Kunjungan rutin tenaga penjualan untuk memberikan
pelayanan terbaik atas kebutuhan pelanggan.
Jumlah Pengaduan yang Diterima
Number of Complaints Received
2025
Kategori Laporan
2024 2023
Report Category Jumlah
%
Total
Informasi
4.964 86 4.184 2.709
Information
Pengaduan
165 3 210 176
Complaint
Permintaan atau Pertanyaan
654 11 691 488
Request or Question
Jumlah
5.783 100 5.058 3.373
Total
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 67
Page 70
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community 02 Bab | Chapter 68 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 71
Menguatkan Tata Kelola dan Kinerja Ekonomi untuk Ketangguhan Korporasi
Strengthening Governance and Economic Performance for Corporate Resilience
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 69
Page 72
Mengelola Sumber Daya Manusia (SDM)
Managing Human Capital (HC)
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Pengelolaan sumber daya manusia merupakan faktor Human capital management is a key factor in
kunci dalam mendukung keberlanjutan operasional supporting the Company’s operational sustainability
dan daya saing Perseroan. Indocement berkomitmen and competitiveness. Indocement is committed to
membangun kapabilitas karyawan yang adaptif, developing employee capabilities that are adaptive,
berintegritas, dan selaras dengan strategi keberlanjutan integrity-driven, and aligned with the Company’s
serta transformasi bisnis Perseroan. sustainability strategy and business transformation.
Pengelolaan Bakat dan Kinerja
Talent and Performance Management
Signifikansi Topik Pengembangan kompetensi dan pengelolaan talenta karyawan menjadi aspek penting dalam mendukung
Significance of the Topic keberlanjutan kinerja Perseroan. Upaya ini berperan mendorong inovasi, penguatan sinergi dengan pemangku
kepentingan, serta peningkatan efektivitas operasional dan kualitas produk. Perseroan secara berkelanjutan
melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas, antara lain melalui talent development program, agent of
change, serta pemberian penghargaan berbasis kinerja.
Employees' competency development and talent management are crucial aspects in supporting the Company's
sustainable performance. These efforts contribute to driving innovation, strengthening synergies with
stakeholders, and improving operational effectiveness and product quality. The Company constantly implements
various capacity-building programs, including talent development programs, agent of change programs, and
performance-based awards.
Komitmen dan Kebijakan • Pedoman Etika Indocement
Commitments and Policies • Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) Indocement
• Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
• Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
• Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Manajemen Perseroan dengan Serikat Pekerja [2-30]
• Peraturan Tata Tertib Staf Manajemen Indocement (PTSMI)
• Indocement Code of Conduct
• Human Rights Policy at Indocement
• Law No. 13 of 2003 on Manpower
• Law No. 6 of 2023 on the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 2022 on Job Creation as
Law
• Collective Labor Agreement (CLA) between the Company’s Management and the Labor Union [2-30]
• Indocement Management Staff Code (PTSMI)
Target Kinerja Pengelolaan • 177.132 jumlah jam pelatihan per tahun
SDM 2025 • 64,0 jam/orang rata-rata jam pelatihan per tahun
HC Management • 177,132 total training hours per year
Performance Target in 2025 • 64.0 hours/employee average training hours per year
Strategi Pencapaian Kinerja • Penguatan budaya dan gaya kepemimpinan Perseroan melalui Culture Week 2025 yang mengangkat tema
2025 [403-7] Together We Thrive – Collaboration to Build Caring Culture
Performance Achievement • Penambahan modul pada platform Workday, yang merupakan sistem HC terintegrasi dengan Heidelberg Materials
Strategy in 2025 • Secara aktif mendukung pengembangan diri dan peningkatan kompetensi karyawan sejalan dengan strategi Perseroan.
• Optimalisasi e-learning dan pelatihan yang dilakukan secara daring, yang menjangkau seluruh kompleks pabrik.
• Menjalankan program pelatihan lintas negara di Asia (Cement Academy) yang melibatkan karyawan di bidang teknik.
• Menyelenggarakan pelatihan di luar negeri, baik yang diselenggarakan oleh Heidelberg Materials maupun oleh
pihak ketiga.
• Perampingan organisasi di beberapa fungsi.
• Memelihara hubungan industrial yang harmonis.
• Pelaksanaan program Employee of The Year 2025.
• Melanjutkan program vokasi.
• Memperbaiki pelatihan K3 di anak usaha Perseroan.
• Strengthening the Company’s culture and leadership style through Culture Week 2025 with the theme
“Together We Thrive – Collaboration to Build a Caring Culture”
• Adding new modules on the Workday platform, an integrated HC system with Heidelberg Materials
• Actively supporting employee self-development and competency enhancement in alignment with the Company’s
strategy.
• Optimizing e-learning and online training programs that reach all factories.
• Executing cross-country training programs in Asia (Cement Academy) involving technical employees.
70 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 73
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
• Organizing international training programs, both by Heidelberg Materials and third parties.
• Streamlining the organization in several functions.
• Maintaining harmonious industrial relation.
• Implementing Employee of the Year 2025 program.
• Continuing vocational program.
• Improving OHS training in Company's subsidiaries.
Pencapaian Kinerja • 195.284 jumlah jam pelatihan per tahun
Pengelolaan SDM 2025 • 70,7 jam/orang rata-rata jam pelatihan per tahun
Performance Achievement • 195,284 total training hours per year
of HC Management in 2025 • 70.7 hours/employee average training hours per year
Evaluasi yang Dilakukan Evaluasi terhadap program pelatihan dilakukan melalui berbagai pendekatan, di antaranya:
Evaluation Conducted • Post-test setelah pelatihan.
• Melakukan evaluasi oleh atasan setelah tiga bulan pelatihan.
• Pemberian penugasan setelah pelatihan ke luar bagi karyawan.
Hasil dari evaluasi kemudian menjadi pertimbangan bagi CHCD untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam
hal pengelolaan sumber daya manusia, termasuk pelatihan karyawan.
Training programs are evaluated through multiple methods, including:
• Post-training assessments.
• Conducting supervisor evaluations three months after training.
• Assignment of external tasks to employees who have completed the training.
The outcomes of these evaluations serve as a foundation for CHCD to pursue continuous improvements in human
capital management, particularly in the area of employee development.
Divisi yang Bertanggung Corporate Human Capital Division (CHCD) yang berada di bawah pengawasan langsung Direktur Human Capital.
Jawab The Corporate Human Capital Division (CHCD) under direct supervision of the Human Capital Director.
Responsible Division
Karyawan Indocement
Indocement Employees
Sepanjang 2025, Perseroan memiliki 4.115 karyawan Throughout 2025, the Company had 4,115 employees,
sedangkan total jumlah karyawan segmen bisnis semen while the total employees in cement business
(Indocement dan Grobogan) mencapai 3.032 yang terdiri segment (Indocement and Grobogan) reached
dari 2.825 karyawan laki-laki (93%) dan 207 karyawan 3,032, consisting of 2,825 male employees (93%)
perempuan (7%). Ketidakseimbangan representasi and 207 female employees (7%). The imbalance in
gender mencerminkan karakteristik industri semen gender representation reflect the nature of cement
yang lebih diminati oleh laki-laki, bukan akibat praktik industry, which is more attractive to men, rather than
diskriminatif. Data karyawan bersumber dari pusat data a result of discriminatory practices. Employee data is
CHCD yang mencakup Kantor Pusat serta Kompleks sourced from CHCD database, which covers the Head
Pabrik Citeureup, Cirebon, Tarjun, dan Grobogan, Office and Citeureup, Cirebon, Tarjun, and Grobogan
sementara Kompleks Pabrik Maros tidak termasuk Factories. Meanwhile, Maros Factory is excluded due to
karena berstatus pabrik sewa. Selain karyawan its status as a leased facility. In addition to Indocement
Indocement, terdapat pekerja lain bukan karyawan employees, there are other non-employee (outsourced)
(alih daya), antara lain pekerja kontraktor, rekanan, workers, including contractors, vendors, and suppliers
dan pemasok yang bekerja berdasarkan kontrak, who work based on agreed contracts, however, their
namun jumlahnya belum dilaporkan karena sifatnya number is not reported due to its dynamic nature. The
yang dinamis. Adapun Perseroan juga mempekerjakan Company also employed 329 interns in 2025. [2-7][2-8]
329 karyawan magang selama 2025. [2-7][2-8]
Indocement berpartisipasi dalam Program Magang Nasional Kementerian
Ketenagakerjaan Republik Indonesia Batch I, dimulai pada bulan Oktober 2025
yang akan berlangsung selama 6 bulan. Perseroan menerima 19 fresh graduates
dari berbagai latar belakang jurusan dan universitas di seluruh Indonesia.
Indocement participated in Batch I of the Ministry of Manpower's National Internship
Program, which began in October 2025 and lasted for 6 months. The Company accepted
19 fresh graduates from various majors and universities across Indonesia.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 71
Page 74
Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
Employee Composition Based on Employment Status
2025 2024 2023
Status Ketenagakerjaan
Employment Status Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah
Male Female Total Male Female Total Male Female Total
Karyawan Tetap 2.624 183 2.807 2.917 216 3.133 2.789 184 2.973
Permanent Employee
Karyawan Kontrak 201 24 225 239 19 258 226 18 244
Contract Employee
Jumlah 2.825 207 3.032 3.156 235 3.391 3.015 202 3.217
Total
Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Wilayah Penempatan
Permanent Employee Composition Based on Placement Area
2025 2024 2023
Wilayah Jenis Kelamin
Area Gender Jumlah Jumlah Jumlah
% % %
Total Total Total
Laki-laki 476 80 582 80 526 80
Male
Kantor Pusat
Head Office 117 20 142 20 132 20
Perempuan
Female
Jumlah 593 100 724 100 658 100
Total
Laki-laki 1.299 97 1.454 97 1.572 97
Male
Citeureup
Perempuan 44 3 45 3 47 3
Female
Jumlah 1.343 100 1.489 100 1.619 100
Total
Laki-laki 358 98 382 98 403 98
Male
Cirebon
Perempuan 6 2 7 2 7 2
Female
Jumlah 364 100 389 100 410 100
Total
Laki-laki 449 97 485 97 514 97
Male
Tarjun
Perempuan 15 3 15 3 18 3
Female
Jumlah 464 100 500 100 530 100
Total
Laki-laki 243 91 253 91
Male
Grobogan
Perempuan 25 9 26 9
Female
Jumlah 268 100 279 100
Total
72 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 75
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Komposisi Karyawan Kontrak Berdasarkan Wilayah Penempatan Tahun 2025
Contract Employee Composition Based on Placement Area in 2025
Jenis Kelamin
Wilayah Gender
Area Laki-laki Perempuan Jumlah
% % %
Male Female Total
Kantor Pusat 58 82 13 18 71 100
Head Office
Citeureup 80 92 7 8 87 100
Cirebon 20 100 0 0 20 100
Tarjun 29 97 1 3 30 100
Grobogan 14 82 3 18 17 100
Komposisi Karyawan Berdasarkan Jabatan [405-1]
Employee Composition Based on Position
2025 2024 2023
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Jabatan
Male Female Male Female Male Female
Position
Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
% % % % % %
Total Total Total Total Total Total
Entry-level 1.822 70,24 43 23,63 2.285 72,26 79 33,47 2.210 73,15 57 28,08
(Eselon | Echelon 5–6)
Mid-level 632 24,35 119 65,38 732 23,15 137 58,05 673 22,28 126 62,07
(Eselon | Echelon 3–4)
Senior-level 128 4,93 19 10,44 133 4,21 19 8,05 126 4,17 19 9,36
(Eselon | Echelon 1–2)
Executive-level 12 0,46 1 0,55 12 0,38 1 0,42 12 0,40 1 0,49
(Direksi dan General
Manager | Board of
Directors and General
Manager)
Jumlah 2.594 100,00 182 100,00 3.162 100,00 236 100,00 3.021 100,00 203 100,00
Total
Keterangan | Note:
• Data mencakup 7 anggota Direksi.
• Data Komposisi Karyawan Berdasarkan Jabatan tidak termasuk data dari Kompleks Pabrik Grobogan.
• The data includes 7 members of the Board of Directors.
• The Employee Composition Data based on Position does not include data from Grobogan Factory.
Komposisi Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia* [405-1]
Employee Composition Based on Age Group*
Kelompok 2025 2024 2023
Usia
Entry-level Mid-level Senior-level Executive-level
(Tahun) Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Age Group Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Male Female Male Female Male Female
(Years) Male Female Male Female Male Female Male Female
18-25 0 0 14 0 0 0 0 0 14 0 88 16 17 4
25-35 434 10 135 33 3 0 0 0 572 43 872 78 756 64
35-45 210 5 208 47 39 5 0 0 457 57 488 48 535 38
45-55 1.104 25 253 35 46 11 6 0 1.409 71 1.663 89 1.676 94
>55 74 3 22 4 40 3 6 1 140 13 52 4 31 2
Jumlah 1.865 751 147 13 2.592 184 3.163 235 3.015 202
Total
Keterangan | Note:
* Data Komposisi Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia tidak termasuk data dari Kompleks Pabrik Grobogan.
The Employee Composition Data based on Age Group does not include data from Grobogan Factory.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 73
Page 76
Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan*
Employee Composition Based on Education Level*
2025 2024 2023
Tingkat Pendidikan
Education Level Jumlah Jumlah Jumlah
% % %
Total Total Total
Doktoral 2 0,07 2 0,06 1 0,03
Doctoral
Pascasarjana 61 2,21 74 2,18 58 1,80
Post-graduate
Sarjana 568 20,55 782 23,06 475 14,77
Bachelor
Diploma 94 3,40 185 5,46 76 2,36
SMP/SMA 2.039 73,77 2.348 69,24 2.607 81,04
Middle/High School
Jumlah 2.764 100,00 3.391 100,00 3.217 100,00
Total
Keterangan | Note:
* Data Komposisi Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia tidak termasuk data dari Kompleks Pabrik Grobogan.
The Employee Composition Data based on Age Group does not include data from Grobogan Factory.
Rekrutmen dan Perputaran Pekerja [401-1] Recruitment and Employee Turnover [401-1]
Dalam proses perekrutan karyawan, Perseroan juga In the employee recruitment process, the Company
memberikan kesempatan setara bagi masyarakat lokal also provides equal opportunities for local communities
dan masyarakat adat setempat. Persentase manajemen and indigenous peoples. The percentage of senior
senior yang direkrut dari komunitas lokal yaitu 12,9%, management recruited from the local community
yang berasal dari area sekitar ketiga unit operasi. is 12.9%, originating from surrounding three
Selama 2025, Perseroan merekrut tujuh karyawan operational units. Throughout 2025, the Company
baru, terdiri dari enam karyawan laki-laki dan satu recruited seven new employees, consisting of six
karyawan perempuan. Terdapat 292 karyawan yang male employees and one female employee. There
meninggalkan Perseroan yang disebabkan karena were 292 employees who left the Company due to
pensiun, mengundurkan diri, ataupun diberhentikan. retirement, resignation, or termination. The employee
Tingkat perputaran karyawan di 2025 tercatat sebesar turnover rate in 2025 was recorded at 9.46%. More
9,46%. Informasi lebih lengkap mengenai jumlah detailed information on the number of employees
karyawan masuk dan keluar berdasarkan jenis kelamin joining and leaving based on gender and education
dan tingkat pendidikan, jabatan, dan usia dapat dilihat level, position, and age can refer to the Appendix.
pada Lampiran. [202-2] [202-2]
Jumlah Karyawan Masuk Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Number of Employees Joining Based on Age and Gender
2025 2024 2023
Usia (Tahun)
Age (Years) Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah
Male Female Total Male Female Total Male Female Total
<26 2 0 2 32 7 39 3 0 3
26 ≤ x < 36 4 1 5 7 2 9 10 1 11
36 ≤ x < 46 0 0 0 2 0 2 4 0 4
46 ≤ x < 51 0 0 0 0 0 0 0 0 0
51 ≤ x < 55 0 0 0 0 0 0 0 0 0
≥55 0 0 0 0 0 0 1 0 1
Jumlah 6 1 7 41 9 50 18 1 19
Total
74 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 77
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Jumlah Karyawan Masuk Berdasarkan Wilayah Penempatan
Number of Employees Joining Based on Placement Area
2025 2024 2023
Wilayah
Area Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah
Male Female Total Male Female Total Male Female Total
Kantor Pusat 6 0 6 39 8 47 18 1 19
Head Office
Citeureup 0 1 1 0 1 1 0 0 0
Citeureup 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Tarjun 0 0 0 2 0 2 0 0 0
Grobogan 0 3 3 0 0 0 0 0 0
Jumlah 6 4 10 41 9 50 18 1 19
Total
Jumlah Karyawan Keluar Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Number of Employees Leaving Based on Age and Gender
2025 2024 2023
Usia (Tahun)
Age (Years) Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah
Male Female Total Male Female Total Male Female Total
<26 3 1 4 1 0 1 0 0 0
26 ≤ x < 36 10 2 12 8 2 10 1 1 2
36 ≤ x < 46 6 1 7 6 2 8 2 1 3
46 ≤ x < 51 27 0 27 9 0 9 10 0 10
51 ≤ x < 55 55 4 59 12 0 12 10 0 10
≥55 174 9 183 168 9 177 122 4 126
Jumlah 275 17 292 204 13 217 145 6 151
Total
Jumlah Karyawan Keluar Berdasarkan Wilayah
Number of Employees Leaving Based on Area
2025 2024 2023
Wilayah
Area Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah
Male Female Total Male Female Total Male Female Total
Kantor Pusat 44 12 56 33 10 43 18 3 21
Head Office
Citeureup 159 5 164 120 3 123 79 1 80
Cirebon 30 0 30 20 0 20 10 1 11
Tarjun 42 0 42 31 0 31 38 1 39
Grobogan 14 0 14 17 3 20 20 7 27
Jumlah 289 17 306 221 16 217 165 13 178
Total
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 75
Page 78
Keberagaman dan Kesempatan Setara [F.18] Diversity and Equal Opportunity Kehadiran Generasi Z dalam angkatan kerja The presence of Generation Z in the workforce presents menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi both challenges and opportunities for Indocement to Indocement untuk memperkuat transformasi menuju strengthen its transformation towards more sustainable operasional yang lebih berkelanjutan. Perseroan terus operations. The Company continuously drives innovation mendorong inovasi di bidang keberlanjutan, sirkularitas, in sustainability, circularity, and digitalization by dan digitalisasi dengan menanamkan budaya kerja instilling a work culture in line with the core values yang selaras dengan nilai inti Accountability, Strive of Accountability, Strive for Excellence, Integrity, for Excellence, Integrity, Service Mindedness, dan Service-Mindedness, and Teamwork (ASIST), as well Teamwork (ASIST) serta nilai kepemimpinan seperti as leadership values such as We Centric, Care, Open We Centric, Care, Open Communication, Process Driven Communication, Process-Driven and Performance- and Performance Oriented, Agile and Decisiveness, serta Oriented, Agile and Decisiveness, and Customer Centric. Customer Centric. Indocement juga menerapkan prinsip kesetaraan Indocement also implements the principle of equality in dalam rekrutmen dan kesempatan kerja, termasuk bagi recruitment and employment opportunities, including penyandang disabilitas melalui penyediaan lingkungan for people with disabilities, by providing an inclusive kerja yang inklusif. Komitmen ini diatur dalam Peraturan work environment. This commitment is set forth in Kerja Bersama (PKB) 2025–2028 antara Perseroan the 2025–2028 Collective Labor Agreement (CLA) dengan Serikat Pekerja, diperkuat dengan penerapan between the Company and Labor Union, reinforced by prinsip non-diskriminasi serta upaya pemberdayaan the implementation of non-discrimination principles karyawan melalui remunerasi yang adil, perlindungan and efforts to empower employees through fair sosial, dan kesempatan pengembangan karier yang remuneration, social protection, and equal career setara kepada setiap individu. development opportunities for all individuals. Hak Asasi Manusia Human Rights Perseroan menjunjung tinggi penerapan Hak Asasi The Company upholds the implementation of human Manusia (HAM) melalui Kebijakan HAM yang berlaku rights through its Human Rights Policy, which applies bagi seluruh karyawan, tenaga keamanan, mitra usaha, to all employees, security personnel, business partners, serta masyarakat di sekitar wilayah operasional. and communities surrounding its operational areas. This Kebijakan ini mencakup larangan kerja paksa dan policy includes prohibition on forced and child labor, pekerja anak, kebebasan berserikat, pencegahan freedom of association, prevention of discrimination, diskriminasi, perlindungan K3, penghormatan terhadap protection of OHS, respect for indigenous communities masyarakat adat dan mitra, pengelolaan dampak and partners, management of the environmental impact lingkungan operasional, serta peningkatan kesadaran of operations, and raising human rights awareness HAM bagi tenaga keamanan. Komitmen tersebut among security personnel. This commitment is also juga diperkuat melalui Pedoman Etika Indocement, reinforced through the Indocement Code of Conduct, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2025–2026 Collective Labor Agreement (CLA) period 2025–2026 yang mencakup seluruh unit kerja, serta Tata Tertib covering all work units, and Indocement Management Staf Manajemen Indocement (PTSMI). Seluruh (100%) Staff Code (PTSMI). All (100%) permanent employees karyawan tetap telah tercakup dalam PKB dan PTSMI. are covered by the CLA and PTSMI. [F.19][2-30][406-1] [F.19][2-30][406-1][407-1][408-1][409-1] [407-1][408-1][409-1] 76 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 79
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Pada 2025, Perseroan memperbarui PKB dengan In 2025, the Company renewed the CLA with the
persetujuan tiga serikat pekerja di Kompleks Pabrik approval of three labor unions at Citeureup Factory,
Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Cirebon Factory, and Tarjun Factory. CLA updates are
Pabrik Tarjun. Pembaruan PKB terutama dilakukan pada mainly carried out on the aspect of period or validity
aspek periode atau masa berlaku PKB. Perseroan juga period of CLA. The Company also supports freedom of
mendukung kebebasan berserikat melalui keberadaan association through the presence of labor unions across
serikat pekerja di seluruh kompleks pabrik. Pada all factories. In 2025, the Company also conducted
2025, Perseroan juga melaksanakan proses negosiasi wage negotiations with labor unions, resulting in an
upah bersama serikat pekerja yang menghasilkan agreement acceptable to both parties.
kesepakatan yang diterima oleh kedua belah pihak.
Remunerasi dan Tunjangan Karyawan [F.20][202-1][405-2]
Employee Remuneration and Allowances
Remunerasi dan manfaat karyawan diberikan sesuai Employee remuneration and benefits are provided in
dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku, accordance with applicable regulations and policies,
dengan berpedoman pada asas keadilan serta daya on the basis of fairness and competitiveness within
saing terhadap industri atau segmen bisnis sejenis. similar industries or business segments. Remuneration
Remunerasi bagi karyawan pemula, baik laki-laki for entry-level employees, both male and female, is
maupun perempuan, ditetapkan sesuai standar determined according to applicable standards without
yang berlaku tanpa diskriminasi gender. Perseroan gender discrimination. The Company implements a
menerapkan rasio gaji pokok dan remunerasi laki-laki 1:1 ratio of basic salary and remuneration for male to
terhadap perempuan sebesar 1:1, yang mencerminkan female, reflecting equal rewards for all employees at
kesetaraan imbalan bagi seluruh karyawan pada setiap all levels and qualifications. Furthermore, the Company
jenjang jabatan dan kualifikasi. Selain itu, Perseroan ensures that the outsourced workers’ remuneration is
memastikan remunerasi pekerja alih daya berada di above the applicable Provincial Minimum Wage (UMP).
atas Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku.
Manfaat dan Fasilitas yang Diterima Karyawan [401-2]
Employee Benefits and Facilities
Uraian Karyawan Tetap Karyawan Tidak Tetap
Description Permanent Employees Non-Permanent Employees
Dana Pensiun Ada Tidak Ada
Pension Fund Yes No
Persiapan Masa Pensiun Ada Tidak Ada
Retirement Preparation Yes No
Cuti Melahirkan Ada Ada
Maternity Leave Yes Yes
BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Ada Ada
Social Security Agency for Health and Yes Yes
Employment
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 77
Page 80
Cuti Melahirkan [401-3] Maternity Leave [401-3] Indocement memberikan hak cuti melahirkan kepada Indocement provides maternity leave to female karyawan perempuan selama 1,5 bulan sebelum employees for 1.5 months before giving birth and melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Sementara 1.5 months after giving birth. Meanwhile, male karyawan laki-laki diberikan izin meninggalkan employees are given permission to take two days off pekerjaan selama dua hari kerja dengan tetap menerima work with continued pay when their wife gives birth. upah apabila istrinya melahirkan. Sepanjang 2025, Throughout 2025, there were 4 female employees terdapat 4 karyawan perempuan yang mengambil cuti who took maternity leave, all of whom (100%) returned melahirkan, seluruhnya (100%) telah kembali bekerja. to work. Program Pensiun [201-3][404-2] Retirement Program [201-3][404-2] Perseroan menerapkan kebijakan pensiun bagi seluruh The Company implements a retirement policy for karyawan yang mencapai usia 55 tahun. Pada 2025, all employees who reach the age of 55. In 2025, sebanyak 32 karyawan telah memasuki usia pensiun. 32 employees reached retirement age. Pension Kewajiban pensiun dipenuhi melalui Dana Pensiun obligations were met through Indocement Pension Indocement, dengan kontribusi sebesar 5% dari Fund, with contributions of 5% from employees karyawan dan 10% dari Perseroan. Sebagai bagian and 10% from the Company. As part of efforts to dari upaya pencapaian keberlanjutan sosial dan achieve social sustainability and employee welfare, kesejahteraan karyawan, Indocement juga menyediakan Indocement also provides a Retirement Preparation Program Masa Persiapan Pensiun (MPP) bagi karyawan Program (MPP) for employees approaching retirement yang mendekati purnakarya (usia 53 tahun), yang (age 53), which includes training and mentoring related mencakup pelatihan dan pendampingan terkait aspek to aspects of psychology, motivation, health, family psikologi, motivasi, kesehatan, pengelolaan keuangan financial management, and preparation for small-scale keluarga, serta persiapan kewirausahaan skala kecil. entrepreneurship. Evaluasi Kinerja Karyawan [F.22][404-3] Employee Performance Evaluation Indocement memberikan penilaian kinerja kepada Indocement provides performance assessment to all seluruh (100%) karyawan berdasarkan penilaian KPI, (100%) employees based on KPI assessment, including termasuk KPI kinerja LST yang disesuaikan dengan ESG performance's KPI tailored to each division. divisi masing-masing. Penilaian karyawan juga menjadi Employee's assessment also serves as the basis dasar pertimbangan bagi jenjang karier karyawan, yang for career path consideration, including promotion, meliputi promosi, rotasi, atau demosi. Berdasarkan rotation, or demotion. Based on the assessment results, hasil penilaian, pada 2025, sebanyak 156 karyawan in 2025, 156 employees, or 5.64% of the total, received atau 5,64% dari total karyawan mendapatkan promosi. promotions. The promoted employees consisted Karyawan yang dipromosikan terdiri dari 14 karyawan of 14 female employees and 142 male employees. wanita dan 142 karyawan pria. Jenjang jabatan The employee levels receiving these benefits comprised karyawan yang menerima manfaat ini terdiri dari 48.7% staff, 50.7% non-staff, and 0.64% managers. 48,7% staf, 50,7% non-staf, dan 0,64% manajer. Survei Kepuasan Karyawan Employee Satisfaction Survey Secara berkala, Perseroan melakukan survei kepuasan The Company periodically conducts employee karyawan guna mengetahui tingkat kepuasan dan juga satisfaction survey to determine employee satisfaction pengalaman karyawan (employee experience) atas level and experience across three environments: tiga kategori environment yaitu culture, space, dan culture, space, and technology. In 2025, the employee technology environment. Selama 2025, tingkat kepuasan satisfaction rate reached 80%, meeting the expected karyawan mencapai 80% atau sesuai dari target yang target. This achievement was inseparable from the diharapkan. Tercapainya tingkat kepuasan karyawan ini Company's efforts to provide appropriate remuneration, tidak lepas dari upaya Perseroan dalam memberikan allowances, and other benefits, create a healthy and remunerasi, tunjangan, maupun manfaat lain yang sesuai, safe work environment, and build employee careers and menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, competencies. serta membangun karier dan kompetensi bagi karyawan. 78 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 81
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Indocement mendapatkan penghargaan Indonesia Best Employee Engagement
Award 2025 dengan predikat Very Good dari Majalah SWA dan Business Digest.
Penghargaan ini diberikan karena Indocement dinilai berhasil menciptakan
lingkungan kerja yang mendukung keterlibatan dan kesejahteraan karyawan.
Indocement received the Indonesia Best Employee Engagement Award 2025 with
a Very Good rating from SWA Magazine and Business Digest. This award was given
for Indocement’s success in creating a work environment that supports employee
engagement and well-being.
Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi Karyawan [F.22]
Employee Education and Competence Development
CHCD di bawah pengawasan Direktur Human The CHCD, under the supervision of Human Capital
Capital bertanggung jawab atas pengelolaan dan Director, is responsible for the management and
evaluasi ketenagakerjaan serta program pelatihan evaluation of manpower, as well as training and
dan pengembangan. Berdasarkan hasil evaluasi development programs. The post-evaluation of
program pelatihan dan pengembangan karyawan (post employee training and development programs
evaluation) 2025 menunjukan adanya peningkatan. in 2025 showed an increase. Throughout 2025,
Selama 2025, Perseroan telah merealisasikan the Company realized Rp5.3 billion for employee
Rp5,3 miliar untuk biaya pelatihan dan peningkatan training and competence development. A total of
kompetensi karyawan. Sebanyak 30.213 peserta telah 30,213 participants already completed 195,284 training
mengikuti 195.284 jam pelatihan dengan rata-rata jam hours, with an average of 70.7 hours per employee. The
pelatihan per karyawan mencapai 70,7 jam/karyawan. increase in training hours was driven by improvements
Peningkatan jam pelatihan didorong oleh peningkatan in the group's HSE standards and employee technical
standarisasi HSE dari grup dan kompetensi teknikal competencies, as well as the implementation of digital
karyawan, serta penerapan digitalisasi pelatihan yang training, which has expanded access to learning.
memperluas akses pembelajaran.
Peserta dan Jam Pelatihan 2025 [404-1]
Participants and Training Hours of 2025
Karyawan Jam Pelatihan Rata-rata Jam Pelatihan Setiap Peserta
Wilayah
No Employees Training Hours Average Training Hour per Participant
Area
(orang | people) (jam | hours) (jam/orang | hours/people)
1 Kantor Pusat 593 26.341 44,41
Head Office
2 Citeureup 1.343 65.970 49,12
3 Cirebon 364 57.566 158,14
4 Tarjun 464 45.407 97,85
Jumlah 2.764 195.284 70,65
Total
Pengembangan Kompetensi Terkait Keberlanjutan Competency Development Related to Sustainability
[E.2][2-17] [E.2][2-17]
Pada 2025, dalam rangka meningkatkan pemahaman In 2025, to enhance their understanding of sustainability
terhadap aspek keberlanjutan, Direksi dan Dewan aspects, the Company’s Board of Directors and Board
Komisaris Perseroan mengikuti berbagai pelatihan of Commissioners attended various sustainability
keberlanjutan yang diselenggarakan baik secara training programs held both internally and externally.
internal maupun oleh pihak eksternal. Pelatihan internal The internal training programs attended were the 2026
yang diikuti antara lain Pelatihan internal yang diikuti Outlook Socialization and Socialization: Macroeconomic
antara lain Sosialisasi Outlook 2026 serta Sosialisasi: Conditions and Government Policy Directions, while
Ekonomi Makro dan Arahan Kebijakan Pemerintah, the external training program included a PwC Seminar
sementara pelatihan eksternal mencakup Seminar on the latest ESG issues, trends, and regulations.
PwC mengenai tren, isu, dan regulasi LST terkini.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 79
Page 82
Selain itu, Perseroan mengikutsertakan 985 karyawan Furthermore, the Company has engaged 985 employees dalam sejumlah program pelatihan keberlanjutan in a number of internal sustainability training programs, internal dengan total jam pelatihan sebesar totaling 11,467 hours of training. The training materials 11.467 jam. Materi pelatihan meliputi inovasi lingkungan, included environmental innovation, certification sertifikasi pendukung kegiatan berkelanjutan, serta supporting sustainable activities, and seminars related seminar-seminar yang berkaitan dengan kesehatan to occupational health and safety. As a continuing effort dan keselamatan kerja. Sebagai upaya lanjutan untuk to improve skills and competencies in monitoring and meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam managing climate-related risks and opportunities, the pengawasan serta pengelolaan risiko dan peluang Company also held 14 climate-related training sessions, terkait iklim, Perseroan juga menyelenggarakan attended by 119 participants. 14 pelatihan terkait iklim yang diikuti oleh 119 peserta. Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Internship Program for University Graduates Pada 2025, Indocement bekerja sama dengan Pemerintah In 2025, Indocement cooperated with the Government dalam Program Pemagangan Lulusan Perguruan in the Internship Program for University Graduates Tinggi untuk meningkatkan kesiapan kerja generasi to improve job readiness of the younger generation muda dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. and encourage inclusive economic growth. Program ini memberikan pengalaman kerja nyata dan This program provides real-world work experience pengembangan kompetensi yang relevan dengan and competency development relevant to industry kebutuhan industri, dengan dukungan pemerintah berupa needs, with government support in the form of tunjangan peserta, sementara Indocement menyediakan participant allowances, while Indocement provides fasilitas kerja, pendampingan mentor, pelatihan, serta working facilities, mentoring, training, and additional kompensasi tambahan. Inisiatif ini turut membantu compensation. This initiative helps reduce the gap mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan between education and industry and supports the industri serta mendukung pengembangan sumber daya development of competitive human capital. manusia yang berdaya saing. Program Vokasi Industri Industrial Vocational Program Kompleks Pabrik Tarjun melanjutkan dukungan terhadap Tarjun Factory continues its support for industrial vokasi industri melalui penandatanganan periode kedua vocational programs by signing a second five-year Program Vokasi Industri untuk masa kerja lima tahun Industrial Vocational Program agreement with four bersama empat SMK di Kabupaten Kotabaru dan Tanah vocational high schools in Kotabaru and Tanah Bumbu Bumbu, yakni SMK Negeri 1 Kotabaru, SMK Negeri 2 Regencies, namely SMK Negeri 1 Kotabaru, SMK Kotabaru, SMK Negeri 1 Simpang Empat, SMKS Kodeco Negeri 2 Kotabaru, SMK Negeri 1 Simpang Empat, and Simpang Empat. Selain itu, pada 2025, Indocement SMKS Kodeco Simpang Empat. Furthermore, in 2025, meresmikan Program Pemagangan Angkatan ke-4 di Indocement launched its 4th Internship Program at Kompleks Pabrik Citeureup yang diikuti 30 lulusan SMK Citeureup Factory, attended by 30 vocational high school dari SMK Tunggal Prakarsa dan SMKN 1 Gunung Putri. graduates from SMK Tunggal Prakarsa and SMKN 1 Para peserta menjalani pelatihan selama sekitar sembilan Gunung Putri. The participants underwent approximately bulan hingga 30 Juni 2026, yang mencakup bidang K3, nine months of training until 30 June 2026, covering pengembangan soft competency, pelatihan teknis, serta OHS, soft competency development, technical training, on the job training di lingkungan kerja Indocement. and on-the-job training within Indocement workplace. Indocement Agent of Change Indocement Agent of Change Sejak 2021, Perseroan memiliki program Indocement Since 2021, the Company has implemented the Agent of Change. Program ini merupakan pengembangan Indocement Agent of Change program. This program kemampuan manajerial dan kepemimpinan bagi karyawan provides managerial and leadership skills development Indocement yang terpilih selama 2 tahun. Program ini for selected Indocement employees for 2 years. bertajuk ‘Agent of Change RECONNECT’ dengan fokus This program, titled ‘Agent of Change RECONNECT,’ mencapai tujuan bisnis di masa krisis. Selain itu, di dalam focuses on achieving business goals during crisis. program ini ditambahkan mengenai ‘Design Thinking’ guna Furthermore, the program incorporates ‘Design mampu mengakselerasi pertumbuhan dan keberlanjutan Thinking’ to accelerate Indocement’s business growth bisnis Indocement. Selama 2025, sebanyak 4 orang and sustainability. Throughout 2025, a total of 4 perwakilan Agent of Change yang sudah lulus di 2025 dan representatives of Agent of Change who graduated in membagikan pengalaman selama mengikuti kegiatan ini 2025 shared their experiences during this activity in the dalam ‘OK Podcast’ yang diadakan oleh Perseroan. ‘OK Podcast’ held by the Company. 80 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 83
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Aman, Selamat, dan Sehat
di Tempat Bekerja [F.21]
Safe, Secure, and Healthy in the Workplace
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Pengelolaan sumber daya manusia merupakan faktor Human capital management is a key factor in
kunci dalam mendukung keberlanjutan operasional supporting the Company’s operational sustainability
dan daya saing Perseroan. Indocement berkomitmen and competitiveness. Indocement is committed to
membangun kapabilitas karyawan yang adaptif, developing employee capabilities that are adaptive,
berintegritas, dan selaras dengan strategi keberlanjutan integrity-driven, and aligned with the Company’s
serta transformasi bisnis Perseroan. sustainability strategy and business transformation.
Signifikansi Topik Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi salah satu prioritas utama Perseroan dalam menciptakan
Significance of the Topic lingkungan kerja yang aman, sehat, dan ramah lingkungan. Perseroan berupaya meminimalkan risiko K3 bagi
karyawan melalui penerapan prinsip-prinsip pengelolaan K3 yang baik serta sistem manajemen K3 bagi seluruh
karyawan dan kontraktor yang selaras dengan peraturan yang berlaku.
Occupational health and safety (OHS) is one of the Company's top priorities in creating a safe, healthy, and
environmentally friendly work environment. The Company strives to minimize OHS risks for employees by
implementing sound OHS management principles and an OHS management system for all employees and
contractors, in accordance with applicable regulations.
Komitmen dan Kebijakan • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials
Commitments and Policies • Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Indocement yang ditetapkan pada 9 September 2019 oleh
Direktur Utama Perseroan
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
• Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan
Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik
• Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan SMK3 [403-1]
• ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
• Pedoman Global Cement and Concrete Association (GCCA)
• Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030
• Indocement’s Occupational Health and Safety (OHS) Policy as stipulated on 9 September 2019 by the Company’s
President Director
• Law of the Republic of Indonesia No. 1 of 1970 on Occupational Safety
• Decision of Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827K/30/MEM/2018 on Guidelines for the
Implementation of Good Mining Techniques
• Regulation of the Minister of Manpower No. 5 of 1996 on Occupational Health and Safety Management System
and Government Regulation (PP) No. 50 of 2012 on Guidelines for the Implementation of Occupational Health and
Safety Management System (OHSMS) [403-1]
• ISO 45001:2018 Occupational Health and Safety Management System (OHSMS)
• Global Cement and Concrete Association (GCCA) Guidelines
Target Kinerja K3 • Zero Fatality
OHS Performance Target • Lost Time Injury (LTI): 0,5
• Employee Lost Time Injury: tiga kasus | three cases
• Non-Effective Rates-Injury (NER-I): 0,09
• Occupational Disease: 0 kasus | case
Strategi Pencapaian • Melakukan tindak lanjut dini atas insiden fatalitas yang terjadi di negara lain agar tidak terjadi di Indocement.
Kinerja 2025 [403-7] • Memenuhi target Group Safety Action 2025: Safety Conversation & Near Hit, Safety Competencies dan High Risk
Performance Achievement Operational Training for Contractors.
Strategy in 2025 • Meningkatkan keselamatan pada pekerjaan di ketinggian (safe platforms, walkways, vertical ladder, dan lainnya)
serta peralatan berputar (machine safeguarding, emergency stop).
• Memenuhi standar keselamatan pada Electrical Safety (dielectrically floor dan PPE) serta LOTOTO Personal Lock.
• Memastikan operator/driver truck dalam kondisi fit to work melalui pemeriksaan kelelahan/fatigue test.
• Conducting early follow-up on fatal incidents that have occurred in other countries to prevent similar occurrence
at Indocement.
• Achieving the 2025 Group Safety Action targets: Including Safety Conversation & Near Hit, Safety
Competencies, and High-Risk Operational Training for Contractors.
• Improving safety for working at heights (safe platforms, walkways, vertical ladders, etc.) and rotating equipment
(machine safeguarding, emergency stop).
• Meeting safety standards for electrical safety (dielectrically floor and PPE) and LOTOTO Personal Lock.
• Ensuring truck operators/drivers are fit for work through fatigue tests.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 81
Page 84
Pencapaian 2025 • Zero Fatality
Achievements in 2025 • Zero Lost Time Injury (LTI), Employee Lost Time Injury, Non-Effective Rates-Injury (NER-I)
• 193 modul pelatihan dan sertifikasi K3.
• 5,7 jam rata-rata pelatihan K3 per peserta secara luring maupun daring.
• Zero Fatality
• Zero Lost Time Injury (LTI), Employee Lost Time Injury, Non-Effective Rates-Injury (NER-I)
• 193 modules of OHS training and certification.
• 5.7 average hours of OHS training per participant, both offline and online.
Evaluasi yang Dilakukan Audit Sistem SMK3 Perseroan dilakukan secara internal dan eksternal, serta telah mencakup 100% karyawan pada
[403-8] setiap unit operasi.
Evaluation Conducted The Company’s OHSMS audit is carried out internally and externally, and has covered 100% of employees in each
operating unit.
Divisi yang Bertanggung Pengelolaan dan evaluasi kinerja K3 merupakan tanggung jawab masing-masing pimpinan unit operasi, dibantu
Jawab oleh Unit Safety dengan koordinasi Corporate SHE Division serta diawasi langsung oleh Direktur Utama dan
Responsible Division Direktur Teknis.
OHS management and evaluation are under the responsibility of each operating unit head, assisted by the Safety
Unit in coordination with the Corporate SHE Division, and directly supervised by the President Director and
Technical Director.
Indocement meyakini bahwa keselamatan dan Indocement believes that occupational health and safety
kesehatan kerja merupakan fondasi utama is the main foundation of operational sustainability. In
keberlanjutan operasional. Pada 2025, Perseroan 2025, the Company strengthened the implementation
memperkuat penerapan pendekatan Health, Safety, of its Health, Safety, Security, and Environment (HSSE)
Security, and Environment (HSSE) melalui peningkatan approach by improving safety standards, digitizing
standar keselamatan, digitalisasi pemantauan risiko, risk monitoring, and implementing stricter operational
dan pengawasan operasional yang lebih ketat untuk oversight to prevent occupational accident and support
mencegah insiden kerja serta mendukung target zero accident target. The OHSMS is included in the CLA
zero accident. SMK3 tercakup dalam PKB serta and is applied to all (100%) employees, non-employee
diterapkan kepada seluruh (100%) karyawan, pekerja workers, contractors, visitors, and business partners.
non-karyawan, kontraktor, pengunjung, dan mitra kerja. [403-8]
[403-8]
Penerapan SMK3 Indocement telah mengikuti ketentuan nasional, di antaranya:
[403-1]
1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 1996 tentang Manajemen
Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012 tentang pedoman Penerapan
SMK3.
3. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/
MEM/2028 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang
Baik.
4. ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3).
Indocement’s OHSMS implementation complies with national regulations, including:
[403-1]
1. Minister of Manpower Regulation No. 5 of 1996 on Occupational Health and Safety
Management.
2. Government Regulation (PP) No. 50 of 2012 on Guidelines for the Implementation
of OHSMS.
3. Decision of Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827 K/30/MEM/2028 on
Guidelines for the Implementation of Good Mining Techniques
4. ISO 45001:2018 on the Occupational Health and Safety Management System
(OHSMS).
82 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 85
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Indocement membentuk Panitia Pembina Keselamatan Indocement establishes an Occupational Health and
dan Kesehatan Kerja (P2K3) di setiap kompleks pabrik Safety Supervisory Committee (P2K3) in each factory
serta sub-P2K3 di setiap divisi/plant untuk memastikan and a sub-P2K3 in each division/plant to ensure
pengawasan dan pengendalian risiko K3 dilakukan consistent supervision and control of OHS risks. The
secara konsisten. Komposisi P2K3 mencerminkan composition of P2K3 reflects balanced representation
keterwakilan seimbang antara manajemen (50%) between management (50%) and employees (50%),
dan karyawan (50%) yang diwakili serikat pekerja. represented by labor unions. Through the SHE on
Melalui platform SHE on My Hand, karyawan dilibatkan My Hand platform, employees are involved in risk
dalam pemantauan risiko dan pelaporan potensi monitoring and reporting potential occupational
kecelakaan kerja, sekaligus memperoleh informasi accidents, while also receiving the latest information on
terkini terkait implementasi K3. Sepanjang 2025, OHS implementation. Throughout 2025, the Company
Perseroan juga menjalankan program inspeksi seperti also implemented inspection programs such as Joint
Join SHE Inspection dan Managing High Risk guna SHE Inspection and Managing High Risk to ensure
memastikan area kerja aman dan sesuai standar working areas were safe and complied with safety
keselamatan. [403-4] standards. [403-4]
Identifikasi dan Pengelolaan Risiko K3
Identification and Management of OHS Risks
Untuk memperkuat pengelolaan keselamatan, To strengthen safety management, the Company
Perseroan melakukan pemetaan pekerjaan berisiko maps high-risk jobs and ensures the implementation
tinggi serta memastikan penerapan mitigasi oleh of mitigation measures by management, employees,
manajemen, karyawan, perusahaan mitra dan kontraktor, partner companies and contractors, and other
maupun pemangku kepentingan lainnya. Pemetaan stakeholders. Mapping and audits are conducted every
dan audit dilakukan setiap dua tahun sesuai ketentuan two years in accordance with OHSMS and Life Saving
SMK3 dan Life Saving Rules (LSR). Indocement juga Rules (LSR) provisions. Indocement also implements
menerapkan enam kategori keselamatan dalam six safety categories within LSR and gives workers
LSR serta memberikan hak kepada pekerja untuk the rights to stop work if there is a potential hazard,
menghentikan pekerjaan apabila terdapat potensi in accordance with safety procedures. [403-2][403-4]
bahaya sesuai prosedur keselamatan. [403-2][403-4]
Risiko Pengelolaan
Risk Management
Standar Alat APD Standar yang dipersyaratkan dan wajib digunakan secara benar dan tepat, sebelum memasuki area Indocement atau
Pelindung Diri (APD) selama berada di zona wajib APD, adalah:
Standard Personal 1. Safety helmet yang dilengkapi chin strap.
Protective Equipment 2. Safety shoes.
(PPE) Standards 3. Pakaian kerja lapangan dan safety vest mudah terlihat dilengkapi dua strip pemantul cahaya.
4. Safety glass dan respirator debu (khusus area berdebu).
5. APD khusus/tambahan yang ditentukan berdasarkan manajemen risiko atau sesuai prosedur keselamatan yang
berlaku.
The required standard PPE that must be used correctly and appropriately before entering Indocement areas or while in
PPE-mandated zones is:
1. Safety helmet equipped with chin strap.
2. Safety shoes.
3. High-visibility wear pack and safety vest with two reflective strips.
4. Safety glasses and dust respirator (for dusty areas).
5. Special/additional PPE as determined by risk management or in accordance with applicable safety procedures.
Keselamatan Bekerja 1. Permit To Work-Work At Height (PTW-WAH) yang sah dan telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.
di Ketinggian 2. Pekerja kompeten untuk melakukan pekerjaan di ketinggian.
Work at Height 3. Memakai perangkat pengaman jatuh yang telah dilakukan pemeriksaan sebelum digunakan (pre-use check).
Safety 4. Penggunaan perancah sesuai peraturan perundangan dan standar yang berlaku.
5. Pengawasan kegiatan bekerja di ketinggian.
1. Valid Permit To Work-Work at height (PTW-WAH) and already complied with all safety requirement.
2. Competent worker to do work at height.
3. Require fall protection equipment that is inspected before use (pre-use check).
4. Use of scaffolding in accordance with applicable laws, regulations and standards.
5. Supervision activities of work at height by job giver or area responsibility.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 83
Page 86
Risiko Pengelolaan
Risk Management
Keselamatan 1. Permit To Work-Confined Space Entry (PTW-CSE) yang sah dan telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.
Memasuki Ruang 2. Pekerja kompeten untuk memasuki atau bekerja di Ruang Terbatas.
Terbatas 3. Pemeriksaan atau pengujian atmosfer sebelum memasuki ruang terbatas dan secara berkala.
Safety of Confined 4. Pengawasan kegiatan memasuki atau bekerja di ruang terbatas oleh petugas kompeten dan pemberi kerja atau
Space Entry penanggung jawab lokasi.
1. Valid Permit To Work-Entry Confined Space (PTW-CSE) and already complied with all safety requirement.
2. Competent worker to entry or work in confined space.
3. Atmosphere inspection or test before entering confined space and periodically.
4. Supervision of activities entry or work in confined space by competent worker and job giver or area responsibility.
Keselamatan Bekerja 1. Permit To Work-Working at Heat Area (PTW-WHA) yang sah dan telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.
di Area Panas 2. Pekerja kompeten untuk melakukan pekerjaan di area panas.
Safety of Work at Hot 3. Dilarang melakukan pekerjaan secara paralel atau bersamaan pada saat penanganan material tersumbat (clogging) di
Area area panas.
4. Pengawasan kegiatan pekerjaan di area panas oleh pemberi kerja atau penanggung jawab lokasi.
1. Valid Permit To Work-Working at Heat Area (PTW-WHA) and already complied with all safety requirement.
2. Competent worker to do work at hot area.
3. Prohibited do the parallel or simultaneously work when handling clogged material at hot area.
4. Supervision of activities work at hot area by job giver or area responsibility.
Keselamatan 1. Permit To Work-Heat Work (PTW-HW) yang sah dan telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan.
Pekerjaan Panas 2. Pekerja kompeten untuk melakukan pekerjaan panas.
Hot Work Safety 3. Pastikan area pekerjaan panas bersih dari bahan mudah terbakar/meledak.
4. Penggunaan peralatan pekerjaan panas sesuai standar dan pemeriksaan sebelum digunakan (pre-use check).
5. Pengawasan kegiatan pekerjaan panas oleh pemberi kerja atau penanggung jawab lokasi dan pengamatan percikan api
di sekitar area pekerjaan panas oleh pengawas api (fire watcher).
1. Valid Permit To Work-Heat work (PTW-HW) and already complied with all safety requirement.
2. Competent worker to do hot work.
3. Ensure the area of hot work is clean of flammable/explosive materials.
4. Ensure the welding equipment already undergoes periodical maintenance and inspection before use (pre-use check).
5. Supervision of activities hot work by job giver or area responsibility and observation of sparks at around the hot work
area by fire watcher.
Isolasi Energi-Lock Menerapkan langkah aman isolasi energi (LOTOTO), yaitu:
Out, Tag Out, Try Out 1. Identifikasi sumber energi.
(LOTOTO) 2. Beritahukan pihak-pihak terkait.
Energy Isolation-Lock 3. Matikan mesin/alat atau isolasi sumber energi.
Out, Tag Out, Try Out 4. Terapkan penguncian (Lock Out), penandaan (Tag Out), dan melakukan uji coba (Try Out).
(LOTOTO) 5. Periksa dan mengembalikan seperti semula.
Implementing safe energy isolation (LOTOTO) steps, which include:
1. Identify energy sources.
2. Notify to related parties.
3. Turn off machines/tools or isolation energy sources.
4. Implement locking (Lock Out), tagging (Tag Out), and trials (Try Out).
5. Check and restore to normal.
Keselamatan 1. Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai kendaraan yang dikemudikan.
Mengemudi 2. Wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Driving Safety 3. Pastikan kondisi fit untuk mengemudi.
4. Memakai sabuk keselamatan (pengemudi dan penumpang).
5. Periksa kendaraan sebelum dioperasikan (pre-start check).
6. Dilarang meninggalkan kendaraan dalam kondisi mesin menyala atau tanpa pengawasan.
7. Dilarang menggunakan telepon genggam selama berkendara.
1. Having a valid Driving License (SIM) appropriate for the vehicle being driven.
2. Obligatory to comply with traffic signs.
3. Ensure fit condition to drive.
4. Wear seat belts (driver and passengers).
5. Vehicle inspection before operation (pre-start check).
6. Vehicle on running engine condition, it is prohibited to be left or unsupervised.
7. Prohibited mobile phone use while driving.
Pelindung Mesin 1. Pastikan seluruh pelindung mesin harus terpasang sesuai standar dan peralatan proteksi berfungsi sebelum peralatan
Machine berputar dioperasikan.
Safeguarding 2. Dilarang menyentuh/membersihkan/memperbaiki peralatan berputar yang sedang beroperasi.
1. Ensure all safeguarding must be installed and function of protection equipment before rotating machinery operate.
2. Prohibited to cleaning/repairing rotating machinery while running.
Investigasi Semua insiden kecelakaan kerja wajib dilaporkan dan dilakukan investigasi untuk mengidentifikasi akar penyebab,
Kecelakaan Kerja menetapkan tindakan perbaikan dan mendapatkan pembelajaran.
Incident Investigation All occupational incidents are reported and investigated to identify the root causes and to set up corrective actions and
lessons learned.
84 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 87
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Pelatihan dan Budaya K3 [403-5]
OHS Training and Culture
Secara berkala, Perseroan meningkatkan pemahaman The Company periodically enhances the understanding
budaya K3 yang mencakup prinsip, panduan, of OHS culture, which includes occupational health,
serta prosedur keselamatan, kesehatan kerja, dan safety, and environmental (OHS) principles, guidelines,
lingkungan (K3L) kepada seluruh karyawan, termasuk and procedures, for all employees, including Board
Direksi dan Plant/Division Manager, serta kontraktor. of Directors and Plant/Division Managers, as well as
Untuk mendukung upaya tersebut, Perseroan memiliki contractors. To support these efforts, the Company has
I-SHELTER yang berfungsi sebagai pusat pelatihan I-SHELTER, which serves as an OHS and environmental
K3 dan lingkungan di seluruh kompleks pabrik. training center throughout the factories. This facility is
Fasilitas ini dilengkapi sarana pendukung seperti equipped with supporting facilities such as personal
simulasi alat pelindung diri, simulasi kiln dan protective equipment (PPE) simulations, kiln and driving
berkendara, serta berbagai program pelatihan kerja simulations, and various other job training programs to
lainnya guna mengoptimalkan pelaksanaan pelatihan. optimize training implementation. Throughout 2025,
Sepanjang 2025, sebanyak 15 judul pelatihan a total of 15 training topics were held at I-SHELTER,
diselenggarakan di I-SHELTER dan diikuti oleh attended by 2,337 participants. Furthermore, the
2.337 peserta. Selain itu, Perseroan juga Company also held certification training, attended by
menyelenggarakan pelatihan sertifikasi yang diikuti 184 employees and implemented 193 OHS training
oleh 184 karyawan, serta melaksanakan 193 modul modules with 2,491 participants.
pelatihan K3 yang diikuti oleh 2.491 peserta.
Lebih lanjut, Perseroan juga memberikan pelatihan Moreover, the Company provides health training and
dan penyuluhan kesehatan terkait ergonomi, paparan counseling related to ergonomics, noise exposure, dust,
kebisingan, debu, penanganan gawat darurat, dan emergency management, and medical crisis response
respons krisis medis melalui platform daring dan via online platforms and face-to-face classes conducted
kelas tatap muka oleh Corporate People Development by the Corporate People Development Department
Department (CPDD). Selain itu pelaksanaan penyuluhan (CPDD). Furthermore, health dissemination is conducted
kesehatan juga dilakukan setiap bulan melalui rapat every month through P2K3/Sub P2K3 meetings at
P2K3/Sub P2K3 di Plant/Divisi serta menyebabkan Plant/Division, and information is disseminated through
informasi melalui intranet, papan informasi dan spanduk intranet, information boards, and health banners.
kesehatan. Perseroan juga melaksanakan aktivitas The Company also implements strategic activities to
strategis untuk meningkatkan budaya K3 bagi seluruh improve OHS culture for all employees and contractors
karyawan dan kontraktor dengan menyebarluaskan by distributing banners and posters related to Dynamic
spanduk dan poster terkait Dynamic Risk Assessment Risk Assessment (DRA) and revising the Life Saving
(DRA) serta merevisi Life Saving Rules. [F.1][403-7] Rules. [F.1][403-7]
Hasil Evaluasi K3 Kontraktor
OHS Evaluation Results of Contractor
Indocement memastikan bahwa standar K3 diterapkan Indocement ensures that OHS standards are
oleh secara konsisten oleh seluruh kontraktor melalui consistently implemented by all contractors through the
mekanisme Contractor Safety Management System Contractor Safety Management System (CSMS). The
(CSMS). Penerapan CSMS menjadi bahan perhitungan implementation of CSMS serves as Indocement’s initial
awal Indocement guna menilai kinerja K3 kontraktor calculation to assess contractor OHS performance in
sesuai dengan standar SMK3 yang ada pada accordance with OHSMS standards stipulated in laws
perundang-undangan maupun standar internasional and regulations and the international standard of ISO
ISO 45001:2018. Setiap tahun Perseroan melakukan 45001:2018. The Company conducts annual evaluations
evaluasi kepada seluruh kontraktor dan hasilnya of all contractors, and the results are used as the
digunakan sebagai dasar penilaian kinerja dan kontrak basis for assessing performance and work contracts.
kerja. Selama 2025, terdapat 461 kontraktor yang Throughout 2025, there were 461 contractors assessed
dinilai CSMS dengan hasil lulus. by CSMS who passed the assessment.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 85
Page 88
Jaminan Kesehatan Kerja dan Fasilitas K3 [403-3][403-6]
Occupational Health Insurance and OHS Facilities
Perseroan memitigasi risiko penyakit akibat kerja, The Company mitigates the risk of occupational disease,
penyakit degeneratif, dan infeksi, termasuk identifikasi degenerative disease, and infection, including identifying
penyakit akibat kerja (PAK) melalui Medical Check Up occupational diseases (PAK) through an annual Medical
(MCU) tahunan yang wajib diikuti seluruh karyawan. Check-Up (MCU) that is mandatory for all employees.
Pada 2025, sebanyak 1.356 karyawan telah mengikuti In 2025, a total of 1,356 employees participated in the
MCU dengan hasil 99,34. Perseroan juga menyediakan MCU with a score of 99.34. The Company also provides
fasilitas kesehatan berupa klinik umum, gigi, ibu health facilities such as general, dental, and maternal
dan anak, apotek, serta layanan darurat 24 jam yang and child clinics, pharmacies, and 24-hour emergency
dilengkapi dua unit ambulans yang dapat diakses service equipped with two ambulances accessible to
karyawan, mitra kerja, dan masyarakat sekitar. employees, business partners, and the surrounding
Selain itu, Perseroan memberikan jaminan kesehatan community. Furthermore, the Company provides health
bagi karyawan dan keluarganya sesuai ketentuan yang insurance for employees and their families in accordance
berlaku. with applicable regulations.
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 12.344 kunjungan Throughout 2025, a total of 12,344 healthcare visits
layanan kesehatan, termasuk kunjungan mitra were recorded, including visits from business partners,
kerja, yang mengalami penurunan sebesar 12,24% a 12.24% decrease compared to 14,065 visits in 2024.
dibandingkan 14.065 kunjungan pada 2024. Keluhan The most common health complaints included upper
kesehatan terbanyak meliputi infeksi saluran respiratory tract infections (ISPA), muscle, bone, and
pernapasan atas (ISPA), gangguan otot, tulang, dan joint disorders, and degenerative diseases such as
sendi, serta penyakit degeneratif seperti hipertensi, hypertension, diabetes, and coronary heart disease.
diabetes, dan jantung koroner. Guna memitigasi kondisi To mitigate these conditions, Indocement implements
tersebut, Indocement melakukan berbagai upaya, antara various efforts, including health education through
lain penyuluhan kesehatan melalui poster, spanduk, posters, banners, and intranet, health training to raise
dan intranet, pelatihan kesehatan untuk meningkatkan awareness of disease risks, joint sports activities, and
kesadaran risiko penyakit, kegiatan olahraga bersama, the “Cuman Pengen Sehat” (Just Want to Be Healthy)
serta program “Cuman Pengen Sehat”. program.
Kinerja K3 [403-9][403-10]
OHS Performance
Selama 2025, hasil evaluasi audit K3 Perseroan Throughout 2025, the Company’s OHS audit evaluation
menunjukkan kinerja keselamatan yang baik, yang results demonstrated good safety performance, as
terbukti dengan tidak adanya fatalitas. Adapun jumlah evidenced by the absence of fatalities. The number of
kecelakaan kerja menurun menjadi satu kasus atau occupational accidents decreased to one case, or 86%,
86% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak compared to 7 cases the previous year. Furthermore,
7 kasus. Lebih lanjut selama 2025, tidak terdapat kasus throughout 2025, there were no fatalities, deaths, or
fatal atau kematian maupun penyakit akibat kerja (PAK). occupational diseases (PAK).
Jumlah Kecelakaan Kerja di Operasi Perseroan dan Kontraktor Rekanan
Number of Work Accident at Own Operation and Partner Contractors
2025 2024 2023
Tingkat Kecelakaan Kerja
Injury Rate Perseroan Kontraktor Perseroan Kontraktor Perseroan Kontraktor
Company Contractor Company Contractor Company Contractor
Ringan 0 0 6 0 5 0
Minor
Sedang dan Serius 0 1 1 0 0 5
Medium and Serious
Fatal 0 0 0 0 1 1
Jumlah 0 1 7 0 6 6
Total
86 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 89
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Jumlah Jam Kerja Hilang Karena Kecelakaan Kerja
Number of Lost Working Days Due to Work Accidents
Kompleks Pabrik
2025 2024 2023
Factory
Citeureup 0 0 0
Cirebon 0 3 0
Tarjun 0 0 0
Maros 0 0 0
Grobogan 0 0 0
Jam Kerja Hilang 0 3 0
Lost Working Hour
Jumlah Jam Kerja Selamat 8.527.582,0 6.518.640,0 6.071.823,5
Number of Safe Working Hours
Tingkat Kecelakaan Kerja Berdasarkan Kompleks Pabrik [EM-CM-320a.1]
Work Accident Rate Based on Factory
Citeureup Cirebon Tarjun Maros Grobogan
Uraian
Description
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Operasi Perseroan
Company Operation
Frequency Rate 0 0 0 0 1,20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Severity Rate 0 0 0 0 3,61 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Lost Time Injury (LTI) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Lost Working Days (LWD) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Medical Treatment Injury 0 4 4 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0
(MTI)
Kontraktor Rekanan
Partner Contractors
Lost Time Injury (LTI) 1 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Keterangan | Notes:
Nilai Tingkat Keparahan, NLTI, LTI, dan LDR dicatat berdasarkan 1 juta jam kerja mengacu pada Health and Safety Report Guidelines Version 14
Tahun 2017 di Heidelberg Materials Group sesuai rujukan WBCSD-CSI.
Severity Level, NLTI, LTI, and LDR recorded per 1 million working hours refers to Health and Safety Report Guidance Version 14 of 2017 from
Heidelberg Materials Group based on WBCSD-CSI reference.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 87
Page 90
Masyarakat yang Berdaya dan
Sejahtera [F.23][F.25][413-1][413-2]
Empowered and Prosperous Communities
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Signifikansi Topik Melalui program pemberdayaan masyarakat, Indocement berperan aktif menjadikan komunitas lokal sebagai mitra
Significance of the Topic strategis dalam upaya pembangunan berkelanjutan serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian
di wilayah sekitar operasionalnya.
Through the community empowerment program, Indocement plays an active role in making local community a
strategic partner in sustainable development efforts and encouraging increased welfare and self-reliance around
the operational areas.
Komitmen dan Kebijakan • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials.
Commitments and Policies • Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) Indocement.
• Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan PP Nomor 47 Tahun 2012 tentang
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
• ISO 26000: Guidance on Social Responsibility.
• UN Sustainable Development Goals (SDGs).
• Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030.
• Human Rights Policy in Indocement.
• Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies and Government Regulation No. 47 of 2012 on Social and
Environmental Responsibility.
• ISO 26000: Guidance on Social Responsibility.
• UN Sustainable Development Goals (SDGs).
Target Program • 100% kegiatan Bilikom terlaksana di wilayah sekitar tiga kompleks pabrik.
Pemberdayaan Masyarakat • >1 pengukuran Social Return on Investment (SROI).
2030 • Rp12,6 miliar Program Pemberdayaan Masyarakat.
2030 Community • 100% of Bilikom activities implemented around three factories.
Empowerment Program • >1 Social Return on Investment (SROI) Measurement.
Target • Rp12.6 billion for Community Empowerment Programs.
Strategi Pencapaian • Realisasi pembiayaan program pemberdayaan masyarakat sebesar Rp12,6 miliar atau 100% dari anggaran 2025.
Kinerja 2025 • Continuous improvement melalui due diligence berbasis ISO 26000 dalam pengelolaan program pemberdayaan
Performance Achievement masyarakat.
Strategy in 2025 • Pembaruan data pemetaan sosial 2025 di wilayah Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan
Kompleks Pabrik Tarjun.
• Pemberdayaan masyarakat melalui kontraktor dari lingkungan senilai Rp145 miliar.
• Peningkatan empati karyawan melalui employee volunteering dengan keikutsertaan mencapai 6.984 jam dari
target di 2025 sebesar 5.000 jam/tahun.
• Pemberdayaan 52 orang local hero untuk memperbaiki karakter masyarakat.
• Membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan.
• The realization of community empowerment program funding amounted to Rp12.6 billion, or 100% of the 2025
budget.
• Continuous improvement through ISO 26000-based due diligence in the management of community
empowerment programs.
• Updated 2025 social mapping data for Citeureup Factory, Cirebon Factory, and Tarjun Factory.
• Community empowerment through contractors from the local environment, totaling Rp145 billion.
• Enhancing employee empathy through employee volunteering, with a total participation of 6,984 hours,
surpassing the 2025 target of 5,000 hours/year.
• Empowering 52 local heroes to improve community character.
• Building collaboration with stakeholders.
Pencapaian Program • 100% kegiatan Bilikom terlaksana di wilayah sekitar tiga kompleks pabrik.
Pemberdayaan Masyarakat • Hasil pengukuran Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,25-5,81 pada beberapa program.
2025 • Rp12,6 miliar Program Pemberdayaan Masyarakat (local sourcing/local contractor engagement).
Achievements of the 2025 • 100% of Bilikom activities were implemented around three factories.
Community Empowerment • Social Return on Investment (SROI) measurements ranged from 2.25 to 5.81 across several programs.
Program • Rp12.6 billion for the Community Empowerment Program (local sourcing/local contractor engagement).
Evaluasi yang Dilakukan Pelaporan dan dokumentasi rutin pelaksanaan program pemberdayaan dilakukan setiap bulan secara internal dan
Evaluation Conducted eksternal kepada pemerintah melalui laporan pelaksanaan RKL dan RPL serta laporan keberlanjutan.
Routine reporting and documentation of the empowerment program implementation are conducted every
month, internally and externally, to the government through reports on the implementation of RKL and RPL and
sustainability reports.
88 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 91
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Divisi yang Bertanggung CSR Division berada di bawah Corporate Secretary dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.
Jawab Masing-masing program dijalankan di bawah tanggung jawab CSR Officer yang menjadi pendamping selama
Responsible Division pelaksanaan. Seluruh CSR Officer merupakan karyawan internal Perseroan.
The CSR Division is under the Corporate Secretary and reports directly to the President Director. Every program is
carried out under the responsibility of CSR Officer, the assistant during the implementation. All CSR Officers are
internal employees of the Company.
Visi, Misi, dan Tujuan CSR [C.1]
CSR Vision, Mission, and Objectives
Perseroan mengintegrasikan strategi keberlanjutan The Company integrates sustainability strategies
dengan praktik tanggung jawab sosial untuk with social responsibility practices to support the
mendukung pencapaian TPB. Melalui pendekatan achievement of SDGs. Through this approach, the
ini, Perseroan berupaya menjalankan operasi yang Company strives to conduct sustainable operations
berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan while improving community welfare and environmental
masyarakat dan kelestarian lingkungan. Adapun fokus sustainability. The Company’s main focus is to empower
utama Perseroan adalah memberdayakan masyarakat communities to establish self-reliance by referring to
untuk menciptakan kemandirian dengan mengacu pada the Vision, Mission, and general CSR Objectives derived
Visi, Misi, dan Tujuan umum CSR yang diturunkan dari from the Company’s Vision and Mission.
Visi dan Misi Perseroan.
Visi CSR | CSR Vision
Visi CSR Indocement adalah mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan sejalan
dengan SC 2030 melalui peningkatan kemandirian masyarakat dan upaya menjaga kelestarian
lingkungan, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Indocement’s CSR vision is to support the achievement of sustainable development in line with SC
2030 by enhancing community self-reliance and efforts to preserve the environment, thus creating
harmonious relationships with the community.
Misi CSR | CSR Mission
Dengan bersungguh-sungguh menjalankan By sincerely carrying out harmonious and
kegiatan tanggung jawab sosial yang synergistic social responsibility activities with
harmonis dan bersinergi dengan pemangku stakeholders to:
kepentingan untuk:
1. Meningkatkan pemberdayaan 1. Increase community empowerment
masyarakat yang mendorong inisiatif that encourages collective community
kolektif masyarakat untuk memanfaatkan initiatives to utilize local potential and
potensi dan sumber daya lokal. resources.
2. Meningkatkan pengelolaan keberlanjutan 2. Increase environmental sustainability
lingkungan hidup yang berkelanjutan management on an ongoing basis together
bersama dengan masyarakat. with the community.
3. Mendukung tercapainya keberlanjutan 3. Support the achievement of the Company’s
bisnis Perusahaan. business sustainability.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 89
Page 92
Filosofi CSR Indocement
CSR Philosophy of Indocement
Perseroan menerapkan filosofi CSR yang berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui
pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta kemitraan strategis dengan pemangku
kepentingan. Perseroan meyakini bahwa kemandirian masyarakat, pemanfaatan sumber daya lokal
secara bijak, dan pelestarian lingkungan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan. Melalui
kolaborasi yang berkelanjutan, Perseroan berkomitmen menciptakan nilai bersama, memperkuat
ketahanan terhadap perubahan iklim, serta meningkatkan kesejahteraan sosial dengan mendorong
kapasitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi.
The Company implements CSR philosophy based on the principles of sustainable development
through community empowerment, environmental management, and strategic partnerships with
stakeholders. The Company believes that community self-reliance, wise use of local resources,
and environmental preservation are important foundations for sustainability. Through ongoing
collaboration, the Company is committed to creating shared value, strengthening resilience to
climate change, and improving social welfare by encouraging community capacity and local
economic growth in the areas where it operates.
Tujuan | Objectives
Tujuan umum CSR adalah mengelola risiko The general objective of CSR are to manage
sosial dan reputasi, serta mengoptimalkan social and reputational risks and optimize
dampak positif kegiatan operasional melalui the positive impact of operational activities
cara-cara berikut: through the following means:
1. Memberikan advokasi kepada masyarakat 1. Providing community advocacy in activities
dalam kegiatan yang dapat menciptakan that can create value and increase
nilai (value creation) dan meningkatkan community economic independence.
kemandirian ekonomi masyarakat. 2. Improving human capital in the
2. Meningkatkan sumber daya manusia community through activities for capacity
di masyarakat melalui kegiatan untuk development and accessibility.
pengembangan kapasitas dan aksesibilitas. 3. Optimizing local potential to increase
3. Mengoptimalkan potensi lokal untuk opportunities that encourage community
meningkatkan peluang yang mendorong welfare.
kesejahteraan masyarakat. 4. Developing environmental governance
4. Mengembangkan tata kelola lingkungan that contributes to reducing the impact of
yang berkontribusi pada pengurangan climate change.
dampak perubahan iklim. 5. Increasing public awareness to carry out
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat sustainable environmental management.
untuk melakukan pengelolaan lingkungan 6. Establishing collaboration and increasing
yang berkelanjutan. cooperation with other communities to
6. Membangun kolaborasi dan meningkatkan ensure that the effectiveness or efficiency
kerja sama dengan komunitas lain dalam of activities are achieved.
rangka menjamin tercapainya efektivitas 7. Improving and maintaining positive
atau efisiensi kegiatan. reputation as the Company with high
7. Meningkatkan dan menjaga reputasi commitment to society, communities, and
positif sebagai Perusahaan yang memiliki environment.
komitmen tinggi terhadap masyarakat,
komunitas, dan lingkungan.
90 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 93
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Struktur Divisi CSR
CSR Division Structure
Direktur Utama
President Director
Corporate Secretary
Corporate Social
Responsibility Division
Unit CSR Cirebon, Tarjun,
Sustainable Development Community Development dan Grobogan
Department Department CSR Unit Cirebon, Tarjun,
and Grobogan
Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat
Community Empowerment Management
Indocement melaksanakan program pemberdayaan Indocement implements community empowerment
masyarakat berdasarkan Rencana Strategis CSR programs based on the 2020–2030 CSR Strategic Plan,
2020–2030 yang selaras dengan prinsip tanggung which aligns with the principles of social responsibility
jawab sosial dalam ISO 26000:2010 Guidance on Social in ISO 26000:2010 Guidance on Social Responsibility.
Responsibility. Perencanaan dan pelaksanaan program Program planning and implementation are carried
dilakukan melalui tahapan yang mempertimbangkan out through stages that consider input, process,
input, proses, output, serta outcome dan KPI output, outcomes, and KPIs for each department.
masing-masing departemen. Pendekatan yang The approach used combines bottom-up mechanisms,
digunakan memadukan mekanisme bottom-up, dengan with due observance of the community needs and
memperhatikan kebutuhan masyarakat dan konteks local context, and top-down mechanisms through the
lokal, serta top-down melalui penetapan prioritas establishment of program priorities, target indicators,
program, indikator sasaran, dan persetujuan anggaran, and budget approvals, ensuring the program is carried
sehingga program dapat berjalan seimbang dan out in balance and in line with the Company’s internal
selaras dengan kebijakan internal Perseroan. Dalam policies. In evaluating community empowerment
mengevaluasi kegiatan pemberdayaan masyarakat, activities, Indocement considers program alignment
Indocement mempertimbangkan keselarasan with (Rembangdes, Workforce Development Plan, and
program dengan Rencana Pembangunan, Rencana Musrenbang, and cooperates with partner village teams
Pengembangan Tenaga Kerja, dan Musyawarah in the monitoring and evaluation processes.
Perencanaan Pembangunan, serta bekerja sama
dengan tim desa mitra dalam proses monitoring dan
evaluasi.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 91
Page 94
Perencanaan Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi
Planning Implementation Monitoring and Evaluation
1. Komunikasi dengan pemangku 1. Tahapan pelaksanaan program: 1. Kesesuaian dengan indikator kinerja
kepentingan, yang meliputi hasil • Tahap I: Giving program dalam Rencana Strategis
pertemuan atau diskusi dengan desa • Tahap II: Sharing and Involving 2020–2030, yaitu:
dalam forum Bilikom, Musyawarah • Tahap III: Independent • Zero conflict.
Desa (Musrembangdes), serta forum Pelaksanaan program TJSL • Sustainability Commitment 2030.
formal dan informal lainnya. mempertimbangkan peran Perseroan • Kesesuaian dengan perencanaan
2. Hasil monitoring dan evaluasi program dalam setiap tahapan program. Dari input, proses, output, outcome, dan
secara historis, yang telah berjalan tahun ke tahun, keterlibatan Perseroan impact.
selama maksimal tiga tahun terakhir, semakin berkurang, sejalan dengan • Publikasi positif terkait TJSL.
serta hasil pemetaan sosial dan analisis semakin meningkatnya kemandirian • Pencapaian TPB.
potensi dan kebutuhan desa. masyarakat. 2. Melaksanakan penghitungan SROI.
3. Kebijakan Perseroan mengenai TJSL 2. Penetapan keterlibatan masyarakat
dan kebijakan lain yang terkait sebagai melalui: 1. Compliance with program performance
fondasi pelaksanaan program. • Sosialisasi dan edukasi. indicators in the 2020–2030 Strategic
4. Hasil riset dan pengembangan. • Partisipasi aktif sebagai penerima Plan, namely:
manfaat. • Zero conflict.
1. Communication with stakeholders, • Peningkatan kompetensi. • Sustainability Commitment 2030.
including the results of meetings • Compliance with input, process,
or discussions with villages in 1. Program implementation stages: output, outcome, and impact
Bilikom forum, Village Deliberation • Stage I: Giving planning.
(Musrembangdes), and other formal • Stage II: Sharing and Involving • Positive publications related to CSR.
and informal forums. • Stage III: Independent • SDGs achievement.
2. Historical results of program The implementation of the CSR 2. Implementing SROI calculations.
monitoring and evaluation, which have program considers the Company’s
been carried out within the past three role in every stage of the program.
years at most, as well as the results of From year to year, the Company’s
social mapping and analysis of village involvement has decreased, in line
potential and needs. with the increasing community’s self-
3. Company policies on CSR and other reliance.
related policies as the basis for 2. Determination of community
program implementation. involvement through:
4. Results of research and development. • Dissemination and education.
• Active participation as beneficiaries.
• Increasing competence.
92 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 95
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Evaluasi | Evaluation
• Rencana Pembangunan (Rembangdes)
Village Development Plan (Rembangdes) Direktur Utama
• Rencana Pembangunan Tahunan Kecamatan (RPTK) President Director
Sub District Annual Development Plan (RPTK)
• Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang)
Planning Deliberation (Musrembang)
Program Desa Mitra Tim Desa Mitra Tim Indocement Evaluasi Program
Partner Village Program Partner Village Team Indocement Team Program Evaluation
Program 5 Pilar & Program
Pembangunan Berkelanjutan
5 Pillars Program & Sustainable
Development Program (SDP)
• Pendidikan | Education
• Kesehatan | Health
• Ekonomi | Economy
• Sosial, Agama, Olahraga, dan Infrastruktur
Social, Culture, Religion, Sport, and Infrastructure
• Keamanan | Security
• SDP
Pemberdayaan/Pengembangan
Infrastruktur Fasilitas Sosial
Masyarakat
Social Facility Infrastructure
Community Empowerment/Development
Program Pemberdayaan Masyarakat [F.23][F.25][413-1][413-2]
Community Empowerment Program
Perseroan memiliki lima pilar kegiatan CSR yaitu The Company has five pillars of CSR activities, namely
Pendidikan; Kesehatan; Ekonomi; Keamanan; Education; Health; Economy; Security; Social, Culture,
Sosial, Budaya, Agama, Olahraga dan Infrastruktur Religion, Sports and Infrastructure (Sosbudagor); and
(Sosbudagor); dan Keamanan. Rencana program Security. The plans of CSR program are prepared by
CSR disusun dengan melibatkan masyarakat dan involving the community and the Village Government
Pemerintahan Desa melalui Bilikom. Program CSR dan through Bilikom. CSR and community empowerment
pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di wilayah programs are implemented in areas around Citeureup
sekitar Kompleks Pabrik Citeureup (Kecamatan Factory (Citeureup, Klapanunggal, and Gunung Putri
Citeureup, Klapanunggal, dan Gunung Putri), Kompleks Districts), Cirebon Factory (Gempol and Ciwaringin
Pabrik Cirebon (Kecamatan Gempol dan Ciwaringin), Districts), and Tarjun Factory (Kelumpang Hilir and
serta Kompleks Pabrik Tarjun (Kecamatan Kelumpang Kelumpang Hulu Districts). The achievement of
Hilir dan Kelumpang Hulu). Ketercapaian program- community empowerment programs is closely related
program pemberdayaan masyarakat tidak lepas dari to the presence of local heroes, who act as drivers
hadirnya local heroes, sebagai penggerak dan penguat and reinforcers of community motivation to cooperate
motivasi masyarakat untuk bekerja sama dalam in achieving Indocement’s CSR Vision and Mission.
mencapai Visi dan Misi CSR Indocement. Indocement Indocement carries out CSR programs divided into:
menjalankan Program CSR yang terbagi menjadi:
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 93
Page 96
1. Program Pengembangan Masyarakat (Community 1. Community Development (CD) Program
Development/CD) CD Program is carried out to mitigate risks and
Program CD dilakukan untuk memitigasi risiko dan capture the expectation of communities in 29
menangkap harapan masyarakat yang ada di 29 villages in all of the Company’s operational areas.
desa di seluruh wilayah operasional Perseroan. 2. Sustainable Development Program (SDP)
2. Sustainable Development Program (SDP) This program is expected to be implemented
Program yang diharapkan dapat berjalan terus continuously until the community becomes self-
menerus hingga mencapai kemandirian di reliant. SDP is expected to build an independent
masyarakat. SDP diharapkan dapat membangun community and provide a better quality of life.
masyarakat mandiri dan memberikan kualitas
kehidupan yang lebih baik.
Pencapaian Program TJSL Berdasarkan 5 Pilar
CSR Program Achievements Based on 5 Pillars
Kompleks Pabrik | Factory
Pilar
Citeureup Cirebon Tarjun
Pillars
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Pendidikan 100% 100% 100% 78% 111% 120% 132% 122% 140%
Education
Kesehatan 101% 125% 104% 84% 107% 84% 145% 107% 133%
Health
Ekonomi 100% 111% 100% 104% 150% 150% 129% 131% 119%
Economy
Sosial, Budaya, Agama, dan Olahraga 145% 122% 111% 95% 109% 131% 113% 114% 127%
Social, Cultural, Religious, and Sports
Keamanan 100% 100% 100% 0% 0% 0% 114% 111% 110%
Security
Sustainable Development Program (SDP) 100% 101% 102% 114% 102% 112% 100% 100% 100%
Rerata 107,67% 110% 103% 97% 116% 116% 111% 114% 121%
Average
Kontribusi Pilar CSR terhadap TPB
CSR Pillars Contribution towards SDGs
Pilar Program CSR Jumlah Program
Pillars CSR Programs Total Programs
Pendidikan Bantuan renovasi sarana prasarana sekolah, dukungan bagi siswa kurang mampu tingkat SD, 45
Education penyuluhan dan lomba antar sekolah, Program Sekolah Magang Indocement, tutorial Bahasa Inggris
dan IPA tingkat SD, serta pembinaan kesenian tradisional, olahraga, pondok pesantren, dan madrasah.
Assistance in renovating school infrastructure, supporting underprivileged elementary school students,
providing dissemination and inter-school competitions, Indocement Internship School Program,
providing English and science tutorials for elementary school students, and providing training in
traditional arts, sports, Islamic boarding schools, and Islamic schools.
Kesehatan Program pembinaan kesehatan berbasis sekolah/madrasah, layanan puskesmas keliling, pelatihan 1.245
Health kader kesehatan, pemberian makanan tambahan, kelas ibu hamil dan lansia, sosialisasi perilaku
bersih dan hidup sehat (PHBS), serta penguatan layanan Posyandu dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
termasuk edukasi dan pencegahan stunting.
School/islamic school-based health development programs, mobile community health center services,
training for health cadres, provision of supplementary feeding, provision of classes for pregnant women and
the elderly, promoting clean and healthy living behaviors (PHBS), and strengthening Posyandu (Integrated
Health Post) and School Health Unit (UKS) services, including education and stunting prevention.
Ekonomi Program meliputi betonisasi dan pembangunan booth pedagang di Rest Area Pasir Mukti, pengembangan 32
Economy ternak lele untuk ketahanan pangan di Desa Gunung Putri, serta pendampingan kelompok UMKM.
This program includes concreting and construction of vendor booths at Pasir Mukti Rest Area,
development of catfish farming for food security in Gunung Putri Village, and mentoring MSME groups.
94 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 97
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Pilar Program CSR Jumlah Program
Pillars CSR Programs Total Programs
Sosial, Budaya, Program meliputi pembangunan dan perbaikan fasilitas umum serta infrastruktur (jalan, jembatan, 201
Agama, dan Olahraga posyandu, rumah ibadah, dan sekolah), dukungan kegiatan olahraga, keagamaan, seni budaya, dan hari
Social, Cultural, besar nasional, serta bantuan sosial seperti perbaikan rumah tidak layak huni dan program “Jabar Caang”.
Religious, and Sports The program includes the construction and repair of public facilities and infrastructure (roads, bridges,
integrated health posts (Posyandu), places of worship, and schools), support for sports, religious
activities, arts and culture, and national holidays, as well as social assistance such as the repair of
uninhabitable houses and the “Jabar Caang” program.
Keamanan Penyediaan perlengkapan dan pelatihan bagi perlindungan masyarakat (Linmas), pembangunan pos 10
Security kamling, serta kegiatan tanggap darurat bencana.
Provision of equipment and training for community protection (Linmas), construction of neighborhood
security posts, and disaster emergency response activities.
Sustainable Pengembangan kampung berwawasan lingkungan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, 24
Development pengembangan sekolah berwawasan lingkungan/Adiwiyata, peningkatan ekonomi melalui UMKM
Program (SDP) dan koperasi, pengembangan kelompok tani, serta kegiatan seni budaya dan pusat pelatihan serta
pemberdayaan masyarakat.
Development of environmentally sound villages, community-based waste management, development of
environmentally sound schools (Adiwiyata), economic development through MSMEs and cooperatives,
development of farmer groups, and arts and cultural activities, training centers, and community
empowerment.
Jumlah 1.557
Total
Program Unggulan Pemberdayaan Masyarakat
Featured Community Empowerment Programs
Kompleks Pabrik Citeureup
Citeureup Factory
Program Tiro Sehat
Tiro Sehat Program
Merupakan program kesehatan yang mencakup tiga inisiatif di desa mitra Kompleks Pabrik
Citeureup, yaitu Gelas Tiga Roda (Posbindu Lansia), Kapsul Tiga Roda (Kelas Ibu), dan Liga
Tokcer Tiga Roda (PMT-Penyuluhan). Kegiatan meliputi edukasi kesehatan promotif dan
preventif, pemeriksaan kesehatan dasar, kelas ibu, pemantauan balita, PMT, dan edukasi PHBS
bekerja sama dengan Puskesmas dan pemerintah desa. Sepanjang 2025, program ini melibatkan
90 kader kesehatan desa.
This health program encompasses three initiatives in partner villages of Citeureup Factory: Gelas
Tiga Roda (Posbindu Lansia), Kapsul Tiga Roda (Mother’s Class), and Liga Tokcer Tiga Roda
(PMT-Dissemination). Activities include promotive and preventive health education, basic medical
check-up, mother’s classes, toddler monitoring, PMT, and PHBS education in collaboration with
the Community Health Center and village government. Throughout 2025, this program involved 90
village health cadres.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Meningkatkan kapasitas kader kesehatan 1. Improving the capacity of health cadres and
55.263 orang serta kualitas layanan Posbindu dan Kelas the quality of Posbindu and Mother’s Class
55,263 people Ibu. services.
2. Mendorong pencegahan dan deteksi dini 2. Encouraging the prevention and early
penyakit tidak menular pada lansia dan detection of non-communicable diseases
pra-lansia. in the elderly and pre-elderly.
3. Mendukung peningkatan gizi ibu hamil dan 3. Improving the nutrition of pregnant women
balita melalui edukasi dan PMT. and toddlers through education and PMT.
4. Meningkatkan kesadaran PHBS. 4. Increasing awareness of PHBS.
5. Mendukung pencegahan stunting dan 5. Supporting stunting prevention and
peningkatan kesehatan masyarakat desa improving the health of partner village
mitra. communities.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 95
Page 98
Program Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M)
Community Training and Empowerment Center (P4M) Program
Indocement menyelenggarakan pelatihan berbasis potensi lokal di bidang peternakan, perikanan,
dan pertanian. Pada 2025, pelatihan budidaya jangkrik menjadi yang paling diminati dengan
24 kali pelaksanaan dan 548 peserta. Selain itu, program edukasi lingkungan Tiga Roda
EduGreen Park mencatat 2.366 kunjungan sepanjang tahun.
Indocement provides training based on local potential in animal husbandry, fisheries, and
agriculture. In 2025, cricket cultivation training was the most popular, with 24 sessions and
548 participants. Furthermore the Tiga Roda EduGreen Park environmental education program
recorded 2,366 visits throughout the year.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Meningkatkan keterampilan, kapasitas 1. Improving skills, business capacity, and
2.914 orang usaha, serta literasi dan partisipasi community environmental literacy and
2,914 people lingkungan masyarakat. participation.
2. Mendorong kemandirian ekonomi berbasis 2. Encouraging economic independence
potensi lokal. based on local potential.
3. Mengembangkan wirausaha baru dan 3. Developing new entrepreneurs and
memperkuat usaha mikro. strengthening micro-enterprises.
4. Memperluas akses pelatihan dan 4. Expanding access to training and
pendampingan bagi masyarakat sekitar. mentoring for the surrounding community.
Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Community-Based Waste Management Program
Program dilakukan melalui pembinaan Bank Sampah dan Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) di
desa mitra untuk mendorong pemilahan sampah bernilai ekonomi serta pemanfaatannya sebagai
bahan baku alternatif, termasuk RDF. Pada 2025, terdapat 44 unit Bank Sampah di 12 desa mitra
yang mengumpulkan 12.402 kg sampah dengan nilai ekonomi Rp28.432.025 bagi masyarakat.
The program is implemented through the development of Waste Banks and Sanitation
Implementation Units (UPK) in partner villages to encourage the sorting of economically
valuable waste and its use as alternative raw materials, including RDF. In 2025, there were
44 Waste Bank units in 12 partner villages, collecting 12,402 kg of waste with an economic value
of Rp28,432,025 for the community.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Mengurangi timbulan sampah desa 1. Reducing village waste generation through
2.625 orang melalui pengelolaan berbasis masyarakat. community-based management.
2,625 people 2. Meningkatkan nilai ekonomi sampah 2. Increasing the economic value of inorganic
anorganik. waste.
3. Mendukung ekonomi sirkular melalui 3. Supporting a circular economy by utilizing
pemanfaatan sampah sebagai bahan waste as an alternative material.
alternatif. 4. Increasing community participation and
4. Meningkatkan partisipasi dan kesadaran environmental awareness.
masyarakat terhadap lingkungan.
96 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 99
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Program Pendampingan UMKM
MSME Mentoring Program
Program dilakukan melalui pengembangan UMKM dan koperasi desa mitra.
Pada 2025, sebanyak 82 UMKM mencatat omzet Rp821 juta per bulan.
Produk mereka juga telah dipasarkan di ritel modern serta pusat oleh-oleh regional.
The program is implemented through the development of MSMEs and partner village
cooperatives. In 2025, a total of 82 MSMEs recorded monthly turnover of Rp821 million.
Their products are also marketed in modern retailers and regional souvenir centers.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Meningkatkan kapasitas dan produktivitas 1. Increasing the capacity and productivity
82 UMKM KRL. of KRL.
82 MSMEs 2. Mengembangkan kegiatan unggulan 2. Developing leading activities based on
berbasis potensi lokal. local potential.
3. Mendorong kemandirian kelompok KRL. 3. Encouraging the independence of KRL
4. Memperkuat partisipasi masyarakat dalam groups.
program lingkungan. 4. Strengthening community participation in
5. Mendukung adaptasi dan mitigasi environmental programs.
perubahan iklim di tingkat desa. 5. Supporting climate change adaptation and
mitigation at the village level.
Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL)
Environmentally-Friendly Village (KRL) Program
Merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat di 12 desa mitra yang berfokus pada adaptasi dan
mitigasi lingkungan melalui kegiatan ekonomi dan lingkungan berbasis komunitas. Hingga akhir
2025, Indocement mendampingi 42 kelompok KRL untuk memperkuat kapasitas kelembagaan
dan keberlanjutan program.
A community empowerment initiative in 12 partner villages that focuses on environmental
adaptation and mitigation through community-based economic and environmental activities.
As of the end of 2025, mentored 42 KRL groups to strengthen institutional capacity and program
sustainability.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Meningkatkan kapasitas dan produktivitas 1. Increasing the capacity and productivity of
44.214 orang kelompok KRL. KRL groups.
44,214 people 2. Mendorong terbentuknya kegiatan 2. Encouraging the development of leading
unggulan berbasis potensi lokal. activities based on local potential.
3. Meningkatkan level kinerja dan 3. Improving the performance and
kemandirian kelompok KRL. independence of KRL groups.
4. Memperkuat partisipasi masyarakat 4. Strengthening community participation
untuk mendukung adaptasi dan mitigasi to support climate change adaptation and
perubahan iklim di tingkat desa. mitigation at the village level.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 97
Page 100
Program Jangkrik BOS
Jangkrik BOS Program
Pengelolaan lahan pascatambang di Desa Nambo, Desa Lulut, dan Desa Gunung Putri melalui
pengembangan budidaya jangkrik oleh kelompok tani di lahan bekas tambang batu kapur.
Program ini memadukan rehabilitasi ekologis melalui penanaman vegetasi serangga dengan
penciptaan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat keanekaragaman hayati dan mendorong
ekonomi sirkular di area reklamasi. Melalui program ini, kelompok rentan seperti lansia,
penyandang disabilitas, dan masyarakat berpenghasilan rendah turut memperoleh manfaat
langsung dari budidaya jangkrik.
Managing post-mining land in Nambo Village, Lulut Village, and Gunung Putri Village through
the development of cricket cultivation by farmer groups on former limestone mines. This
program combines ecological rehabilitation through the planting of insect-rich vegetation with
the creation of economic value, while simultaneously strengthening biodiversity and promoting
circular economy in reclamation areas. Through this program, vulnerable groups such as the
elderly, people with disabilities, and low-income communities directly benefit from cricket
cultivation.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Meningkatkan pendapatan dan stabilitas 1. Increasing the income and economic
21 petani ekonomi kelompok tani. stability of farmer groups.
21 farmers 2. Memperkuat kapasitas teknis dan 2. Strengthening the technical and
kewirausahaan anggota kelompok. entrepreneurial capacity of group
3. Mendorong kemandirian kelompok melalui members.
sistem budidaya terintegrasi. 3. Encouraging group independence through
4. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan an integrated cultivation system.
pascatambang secara produktif. 4. Optimizing the productive use of post-
5. Meningkatkan keanekaragaman hayati di mining land.
area reklamasi. 5. Enhancing biodiversity in reclamation
areas.
Kompleks Pabrik Cirebon
Cirebon Factory
Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi di Kompleks Pabrik Cirebon
Waste-to-Energy Program at Cirebon Factory
Program dilaksanakan melalui kemitraan dengan UPS Bumdes Palimanan untuk mengolah
sampah rumah tangga dan internal Perseroan menjadi produk bernilai guna, seperti RDF sebagai
bahan bakar alternatif kiln semen dan kompos untuk pertanian, sekaligus mendorong ekonomi
sirkular serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
The program is implemented in partnership with UPS Bumdes Palimanan to process household
and internal waste into valuable products, such as RDF as an alternative fuel for cement kilns and
compost for agriculture, while simultaneously promoting a circular economy and community-
based waste management.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Mengurangi timbulan sampah melalui 1. Reducing waste generation through
Sebesar 2.061 ton pengolahan terpadu berbasis masyarakat. integrated, community-based processing.
sampah dimanfaatkan 2. Meningkatkan pemanfaatan sampah 2. Increasing the use of waste as alternative
kembali sebagai sebagai energi alternatif dan produk energy and value-added products.
energi alternatif di bernilai tambah. 3. Supporting a circular economy in the
area pabrik. 3. Mendukung ekonomi sirkular di wilayah Company’s operational areas.
2,061 tons of waste operasional Perseroan. 4. Encouraging community participation in
were reused as 4. Mendorong partisipasi masyarakat dalam sustainable environmental management.
alternative energy in pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
the factory area.
98 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 101
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Program Indobatik Ciwaringin
Indobatik Ciwaringin Program
Merupakan inisiatif pemberdayaan pengrajin batik anggota Koperasi Anugerah Batik Ciwaringin
di Desa Ciwaringin, Cirebon. Program dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, penguatan
kelembagaan koperasi, dan penggunaan pewarna alami ramah lingkungan. Hingga 2025, seluruh
perajin telah beralih ke pewarna alami, Batik Ciwaringin memperoleh sertifikasi ekolabel KLH
(2020–2026), enam motif memiliki hak cipta, serta diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
An initiative to empower batik artisans who are members of Anugerah Batik Ciwaringin
Cooperative in Ciwaringin Village, Cirebon. The program is implemented by improving product
quality, strengthening cooperative institutions, and using environmentally friendly natural dyes.
As of 2025, all artisans switched to natural dyes. Batik Ciwaringin received ecolabel certification
from the Ministry of Environment (KLH) (2020–2026), six motifs were copyrighted, and were
recognized as an Intangible Cultural Heritage.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Meningkatkan kualitas, daya 1. Improving the quality,
1. 80 pengrajin batik. saing, serta penjualan daring competitiveness, and
2. 2.675 helai produksi batik tulis pewarna alami dan luring batik tulis pewarna online and offline sales of
berekolabel. alami berekolabel. ecolabeled hand-drawn batik
3. Enam motif batik khas Ciwaringin telah 2. Memperkuat kelembagaan using natural dyes.
memperoleh hak cipta. perajin melalui Koperasi 2. Strengthening artisan
1. 80 batik artisans. Anugerah Batik Ciwaringin. institutions through
2. 2,675 pieces of eco-labeled hand-drawn batik. 3. Mengembangkan Ciwaringin Anugerah Batik Ciwaringin
3. Six distinctive Ciwaringin batik motifs were sebagai sentra batik ramah Cooperative.
copyrighted. lingkungan serta melindungi 3. Developing Ciwaringin as an
motif khasnya. environmentally friendly batik
center and protecting its
distinctive motifs.
Program Cegah Stunting
Stunting Prevention Program
Program dilaksanakan melalui edukasi gizi kepada orang tua dan pemberian makanan tambahan
(PMT) bagi balita dengan berat badan tidak naik selama 14 hari, bekerja sama dengan Puskesmas
Gempol, Winong, dan Ciwaringin guna mendukung penurunan stunting serta meningkatkan
status gizi dan pemahaman pola makan anak di wilayah sekitar operasional.
The program is implemented through nutrition education for parents and provision of
supplementary feeding (PMT) for toddlers who have not gained weight for 14 days. This program
collaborates with Gempol, Winong, and Ciwaringin Community Health Centers to support
stunting reduction and improve nutritional status and understanding of children’s eating patterns
around the operational areas.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries Meningkatkan kualitas gizi balita Improving nutritional quality
25 balita menerima PMT selama 14 hari melalui intervensi PMT dan of toddlers through PMT
berturut-turut dengan kenaikan berat badan edukasi gizi kepada orang tua. interventions and nutrition
rata-rata 0,3 kg. education for parents.
25 toddlers received PMT for 14 consecutive
days with an average weight gain of 0.3 kg.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 99
Page 102
Kompleks Pabrik Tarjun
Tarjun Factory
Program Kesehatan
Health Program
Program dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, peningkatan kapasitas kader posyandu,
dan edukasi kesehatan di sekolah, termasuk penyuluhan kanker serviks, GERMAS, kesehatan
gigi, edukasi stunting, serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak sekolah.
The program is implemented through health education, capacity building of integrated health
post (Posyandu) cadres, and health education in schools, including cervical cancer education,
GERMAS programs, dental health, stunting education, and supplementary feeding (PMT) for
schoolchildren.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries Meningkatkan kapasitas kader kesehatan Increasing the capacity of partner village
68 kader posyandu desa mitra. health cadres.
dan 2.600 jiwa
68 Posyandu cadres
and 2,600 residents
Program TIRO Pintar
TIRO Pintar Program
Merupakan kegiatan voluntary teaching oleh karyawan Indocement di Kompleks Pabrik Tarjun
untuk mendukung sekolah yang kekurangan tenaga pengajar, khususnya di wilayah terpencil,
melalui pendampingan belajar dan motivasi bagi siswa.
Voluntary teaching activities by Indocement employees at Tarjun Factory to support schools with
teacher shortages, particularly in remote areas, through learning assistance and motivation for
students.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Meningkatkan kualitas pembelajaran 1. Improving the quality of learning in partner
120 siswa di SDN sekolah desa mitra. village schools.
2 Tarjun, SMP, dan 2. Meningkatkan motivasi dan semangat 2. Increasing student motivation and
SMA Terbuka Desa belajar siswa. enthusiasm for learning.
Langadai 3. Mendukung sekolah yang mengalami 3. Supporting schools experiencing teacher
120 students at keterbatasan tenaga pengajar. shortages.
Elementary School 2
Tarjun, Open Middle
and High Schools at
Langadai Village
100 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 103
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Program Pengembangan Desa Wisata
Tourism Village Development Program
Program dilaksanakan bersama pemerintah desa dan BUMDes untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan wisata alam dan ekowisata, penguatan
kelembagaan BUMDes, serta integrasi dengan program Desa Proklim berbasis potensi lokal.
The program is implemented in collaboration with Village-Owned Enterprises (BUMDes) to
improve community welfare through the development of nature tourism and ecotourism,
strengthening BUMDes institutions, and integrating with Proklim Village program based on local
potential.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Meningkatkan pendapatan 1. Increasing income and
1. Terbentuk dua desa wisata: Desa Tegalrejo dan peluang usaha business opportunities for
(Wisata Alam Gowa Lowo) dan Desa Langadai masyarakat desa. village communities.
(Eco Wisata Mangrove). 2. Mendukung pengembangan 2. Supporting the development
2. Wisata Alam Gowa Lowo memberikan manfaat desa wisata sesuai visi of tourism villages in
langsung bagi 42 KK dan tidak langsung pemerintah daerah. accordance with the local
bagi 542 KK, dengan total transaksi melalui 3. Memperkuat pengelolaan government’s vision.
BUMDesa Pesona Rego Joyo sekitar usaha melalui BUMDes. 3. Strengthening business
Rp1,2 miliar per tahun. 4. Mendorong praktik ekonomi management through
3. Eco Wisata Mangrove memberi manfaat sirkular dan pelestarian BUMDes.
langsung bagi 10 KK dan tidak langsung bagi lingkungan desa. 4. Promoting circular economic
500 KK, menciptakan 11 UMKM, menjaga 9,7 practices and village
ha bakau, serta mencatat nilai SROI sebesar environmental conservation.
4,38.
1. Two tourism villages were established:
Tegalrejo Village (Gowa Lowo Nature Tourism)
and Langadai Village (Mangrove Ecotourism).
2. Gowa Lowo Nature Tourism provides direct
benefits to 42 families and indirect benefits to
542 families, with total transactions through
Pesona Rego Joyo Village-Owned Enterprises
(Bumdesa Pesona Rego Joyo) of approximately
Rp1.2 billion per year.
3. Mangrove Ecotourism provides direct benefits
to 10 families and indirect benefits to 500
families, creates 11 MSMEs, protects 9.7 ha of
mangroves, and records the SROI of 4.38.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 101
Page 104
Program Bersama Indocement Realisasikan Desa Inovatif Kembangkan Aksi Ramah
Lingkungan (BERDIKARI)
Joint Program with Indocement: Realizing Innovative Villages Developing Environmentally
Friendly Actions (BERDIKARI)
Merupakan inisiatif pengembangan ekosistem sosial-ekonomi berkelanjutan berbasis green
economy di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan yang mengintegrasikan pengelolaan
sampah, pemanfaatan RDF, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam implementasinya,
Perseroan telah menandatangani Nota Kesepahaman pemanfaatan sampah dan RDF di tiga
kabupaten, dengan Indocement sebagai offtaker pertama RDF di Kalimantan Selatan.
An initiative to develop a sustainable socio-economic ecosystem based on a green economy
in Kotabaru Regency, South Kalimantan, integrating waste management, RDF utilization,
and community economic empowerment. In its implementation, the Company has signed a
Memorandum of Understanding (MoU) on waste and RDF utilization in three districts, with
Indocement as the first RDF offtaker in South Kalimantan.
Penerima Manfaat Target
Beneficiaries 1. Mengurangi timbulan sampah 1. Reducing waste generation
1. Pengurangan timbulan sampah sebesar ±500 melalui pengolahan terpadu. through integrated
ton per tahun. 2. Mendorong pemanfaatan processing.
2. Pemanfaatan RDF sebanyak 40 ton sebagai RDF sebagai substitusi energi 2. Encouraging the use of RDF
substitusi batu bara. fosil. as a substitute for fossil
3. Penurunan emisi lebih dari 70 ton CO2e per 3. Meningkatkan pendapatan fuels.
tahun. masyarakat melalui ekonomi 3. Increasing community income
4. Terbentuk 6 kelompok UMKM dengan sirkular berbasis BUMDes/ through a circular economy
peningkatan pendapatan ±Rp7 juta per bulan. kelompok usaha. based on BUMDes/business
5. Terjalin 3 kemitraan publik-swasta melalui groups.
MoU.
6. Nilai SROI Program BERDIKARI sebesar 5,81.
1. Reducing waste generation by approximately
500 tons per year.
2. Utilizing 40 tons of RDF as a coal substitute.
3. Emissions reduction by more than 70 tons of
CO2e per year.
4. 6 MSME groups are formed, with revenue
increasing by approximately Rp7 million per
month.
5. 3 public-private partnerships are established
through MoUs.
6. BERDIKARI Program’s SROI score is 5.81.
102 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 105
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
Indocement mendapatkan penghargaan dari TOP CSR Awards 2025 dari 3
kategori, yaitu Top Leader on CSR Commitment 2025, Top CSR 2025 - Predikat Star
5 (Excellence), dan Platinum Star Trophy - Pemenang TOP CSR Awards Predikat
Star 5 selama 5 tahun berturut-turut. Melalui penghargaan ini menjadi bukti
nyata pengakuan atas komitmen perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam
mengintegrasikan program CSR sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis
yang berkelanjutan.
Indocement received awards from the TOP CSR Awards 2025 in 3 categories: Top
Leader on CSR Commitment 2025, Top CSR 2025 - 5-Star (Excellence) Predicate, and
Platinum Star Trophy - Winner of the TOP CSR Awards 5-Star Predicate for 5 consecutive
years. These awards serve as concrete recognition of the commitment of Indonesian
companies to integrating CSR programs as part of their sustainable business growth
strategies.
Sustainable Development Program (SDP): Koperasi Sustainable Development Program (SDP): Sawargi
Sawargi Sadaya Empat Lima (SS45) [F.23][F.25][413-1] Sadaya Empat Lima (SS45) Cooperative [F.23][F.25]
[413-2] [413-1][413-2]
Permasalahan timbulan sampah di wilayah sekitar The problem of waste generation in the areas surrounding
operasional Indocement, khususnya di Kecamatan Indocement’s operations, particularly in Citeureup,
Citeureup, Klapanunggal, dan Gunung Putri, terus Klapanunggal, and Gunung Putri Districts, continues to
meningkat seiring tingginya volume sampah, rendahnya increase due to high waste volumes, low awareness of
kesadaran pemilahan dari sumber, serta keterbatasan waste sorting at source, and limited landfill capacity.
kapasitas tempat pembuangan akhir. Menanggapi To address such challenges, the Company develops
tantangan tersebut, Perseroan mengembangkan CERDAS Program as a circular economy-based waste
Program CERDAS sebagai solusi pengelolaan sampah management solution by processing inorganic waste
berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah sampah and residue into RDF, used as a coal substitute in cement
anorganik dan residu menjadi RDF yang dimanfaatkan production process. CERDAS Program is a circular
sebagai substitusi batu bara dalam proses produksi economy-based waste management initiative that
semen. Program CERDAS merupakan inisiatif encourages behavioral change, energy transformation,
pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang and community empowerment. This program not
mendorong perubahan perilaku, transformasi energi, only reduces waste generation but also supports CO2
dan pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya emissions and reduces the Company’s dependence on
mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendukung fossil fuels.
penurunan emisi CO2 serta mengurangi ketergantungan
Perseroan pada bahan bakar fosil.
Implementasi CERDAS didukung oleh model kolaboratif The implementation of CERDAS is supported by a
yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan collaborative model involving various stakeholders
melalui skema kemitraan Business to Community dengan through a Business-to-Community partnership
Koperasi SS45 dan BUMDes Mitra Maju Sejahtera, scheme with SS45 Cooperative and Mitra Maju
Business to Government dengan DLH DKI Jakarta, Sejahtera BUMDes, Business-to-Government with DKI
Business to Employee melalui "Harmony Corner", serta Jakarta Environmental Agency (DLH), Business-to-
Business to Business dengan mitra industri penyedia Employee through "Harmony Corner", and Business-
bahan baku RDF. Kolaborasi ini mencakup kerja sama to-Business with industrial partners providing RDF
dengan koperasi dan BUMDes dalam pengumpulan dan raw materials. This collaboration includes cooperation
pengolahan sampah, kemitraan dengan pemerintah with cooperatives and BUMDes in waste collection and
daerah dalam pemanfaatan RDF, partisipasi karyawan processing, partnerships with local governments in RDF
melalui program pemilahan sampah internal, serta utilization, employee participation through an internal
dukungan mitra industri dalam rantai pasok bahan baku waste sorting program, and support from industrial
RDF. partners in the RDF raw material supply chain.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 103
Page 106
Hingga 2025, program ini telah melibatkan puluhan As of 2025, this program involved dozens of partners
mitra dan kelompok masyarakat, sekaligus membuka and community groups, while also opening up new
peluang ekonomi baru di sektor pengelolaan sampah economic opportunities in waste management and
dan daur ulang. Hasil pengukuran Social Return on recycling sectors. The Social Return on Investment
Investment (SROI) pada 2025 menunjukkan rasio 1:5,8, (SROI) measurement results for 2025 showed a ratio
yang berarti setiap Rp1 investasi sosial Perseroan of 1:5.8, meaning that every Rp1 of the Company’s
menghasilkan Rp5,8 nilai manfaat sosial, ekonomi, dan social investment generated Rp5.8 in social, economic,
lingkungan, sekaligus memperkuat kontribusi program and environmental benefits, while strengthening
terhadap pencapaian Sustainability Commitment 2030 the program’s contribution to achieving the 2030
serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya Sustainability Commitment and the Sustainable
Tujuan 7, 12, dan 13. Development Goals, particularly Goals 7, 12, and 13.
Selama 2025, Perseroan melakukan pengukuran Social Return on Investment
(SROI) pada beberapa program pemberdayaan masyarakat dalam kerangka
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan hasil pengukuran
berkisar 2,25–5,81, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi sosial
Perseroan memberikan manfaat sosial yang lebih besar bagi masyarakat.
Throughout 2025, the Company conducted Social Return on Investment (SROI)
measurements for several community empowerment programs under the Corporate
Social Responsibility (CSR), with results ranging from 2.25 to 5.81, indicating that
every Rp1 of the Company’s social investment generates greater social value for the
community.
Forum Bina Lingkungan Komunikasi (Bilikom) [F.16][F.24][2-26]
Communication Community Development Forum (Bilikom)
Indocement membentuk Forum Bina Lingkungan Indocement establishes the Communication
Komunikasi (Bilikom) sebagai sarana perencanaan Community Development Forum (Bilikom) as
program yang partisipatif untuk menampung a participatory program planning platform to
isu, pengaduan, serta masukan dari pemangku accommodate issues, complaints, and input from
kepentingan. Forum ini melibatkan unsur pemerintah, stakeholders. This forum involves government
masyarakat, serta perwakilan perusahaan seperti CSR officials, community, and company representatives
Division, Security Department, dan karyawan lainnya. such as the CSR Division, Security Department,
Selain melalui forum tersebut, masyarakat juga dapat and other employees. In addition to these forums,
menyampaikan keluhan langsung kepada petugas the community can also submit complaints directly
CSR untuk diteruskan ke unit terkait sesuai SOP. to CSR officers, who will then forward them
Sepanjang 2025, Perseroan menerima enam keluhan to the relevant units in accordance with SOPs.
yang seluruhnya (100%) telah ditindaklanjuti oleh Throughout 2025, the Company received six complaints,
fungsi terkait sesuai SOP yang berlaku. all of which (100%) were followed up by the relevant
functions in accordance with applicable SOPs.
104 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 107
Menguatkan Kolaborasi Bersama Karyawan dan Masyarakat Sekitar
Strengthening Collaboration with Employees and the Surrounding Community
SOP Penanganan Keluhan
SOP for Complaint Mechanism
Pemberitahuan disampaikan Laporan keluhan segera
Pengaduan diterima kepada pelapor bahwa akan disampaikan kepada Plant/Divisi
Petugas CSR segera ditindaklanjuti terkait untuk segera diselesaikan
Complaint is received Notification to the reporter that Complaint shall submit to the
by CSR Officer the report will be followed up relevant Plant/Division and to be
immediately resolved immediately
Menyampaikan kepada pelapor
Plant/Divisi menyampaikan
Divisi CSR melakukan verifikasi atau yang mewakili bahwa
laporan perbaikan dan
penyelesaian keluhan keluhan sudah diselesaikan
pencegahan
The CSR Division verifies the Convey to the reporter or
Plant/Division delivers report
complaint settlement representative that complaint
for improvement and prevention
has been resolved
Rincian Pengaduan
Complaint Details
Jenis Keluhan
2025 2024 2023
Complaint Type
1 0 0
Debu
Dust
0 3 0
Bau tidak sedap
Bad odor
1 0 0
Getar
Vibration
4 0 5
Lingkungan
Environment
Jumlah 6 3 5
Total
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 105
Page 108
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment 03 Bab | Chapter 106 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 109
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 107
Page 110
“
Indocement
Pengelolaan Sistem Manajemen
Lingkungan (SML) Perseroan
dilaksanakan oleh Quality System
Management Representative Office
The Company’s Environmental
Management System (EMS) is
managed by the Quality System
Management Representative
menyadari potensi yang bertanggung jawab langsung Office, which reports directly
dampak lingkungan kepada Direktur Bidang Teknik, to Technical Director. The
dari kegiatan dengan cakupan pengelolaan management covers energy,
operasionalnya. Oleh energi, emisi, limbah, air dan efluen, emissions, waste, water and
karena itu, Perseroan serta pelestarian keanekaragaman effluent management, and
hayati. Perseroan juga melakukan biodiversity conservation. The
secara konsisten
evaluasi kinerja lingkungan secara Company also regularly evaluates
menerapkan rutin melalui penilaian internal dan its environmental performance
Sistem Manajemen eksternal, termasuk PROPER, audit through internal and external
Lingkungan (SML) lingkungan, dan sertifikasi ISO assessments, including PROPER,
yang terstruktur, 14001:2015. Evaluasi ini bertujuan environmental audits, and ISO
terukur, dan memastikan kepatuhan terhadap 14001:2015 certification. These
peraturan serta mendukung evaluations aim to ensure
berkelanjutan
perbaikan berkelanjutan yang regulatory compliance and support
sesuai standar ISO sejalan dengan SC2030 Heidelberg continuous improvement in line
14001:2015, yang Materials dan target dekarbonisasi with Heidelberg Materials’ SC2030
telah diverifikasi oleh Perseroan dalam menciptakan nilai and the Company’s decarbonization
auditor independen, jangka panjang bagi pemangku targets to create long-term value
Societe Generale de kepentingan. for stakeholders.
Surveillance (SGS).
Selama 2025, Indocement Throughout 2025, Indocement
Indocement realizes the mengalokasikan dana pengelolaan allocated Rp281 billion for
potential environmental lingkungan sebesar Rp281 miliar, environmental management,
impacts of its operational menurun 1,75% dibandingkan a 1.75% decrease compared
activities. Therefore, the tahun sebelumnya sebesar Rp286 to Rp286 billion the previous
Company consistently miliar. Dana tersebut digunakan year. These funds were used to
implements a structured, untuk mendukung pemenuhan support regulatory compliance,
measurable, and regulasi, pengembangan proyek sustainability project development,
sustainable Environmental keberlanjutan, serta pemanfaatan and the use of more environmentally
Management System bahan alternatif yang lebih ramah friendly alternative materials.
(EMS) in accordance with lingkungan. Sepanjang periode Throughout the reporting period,
ISO 14001:2015 standard, pelaporan, penerapan sistem the consistent and integrated
verified by an independent pengelolaan lingkungan yang implementation of environmental
auditor, Société Generale konsisten dan terintegrasi tersebut management system resulted in
“
de Surveillance (SGS). menghasilkan kinerja kepatuhan
yang baik, yang tercermin
strong compliance performance,
as reflected in the absence
dari tidak adanya pengaduan of significant environmental
lingkungan yang signifikan, serta complaints and the absence of fines
tidak adanya denda maupun sanksi or legal sanctions for violations of
hukum atas pelanggaran peraturan environmental regulations. [F.4]
lingkungan. [F.4]
108 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 111
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Pengelolaan Energi
Energy Management
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Signifikansi Topik Pengelolaan energi menjadi aspek material karena industri semen bersifat intensif energi. Upaya efisiensi dan
Significance of the Topic diversifikasi energi berkontribusi langsung terhadap pengendalian biaya, penurunan emisi karbon, serta pencapaian
target dekarbonisasi Perseroan.
Energy management is a material aspect due to the energy-intensive nature of the cement industry. Energy
efficiency and diversification efforts directly contribute to cost control, carbon emission reduction, and the
achievement of the Company’s decarbonization targets.
Komitmen dan Kebijakan • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials, diaplikasikan melalui Master Plan Development for
Commitments and Policies SC2030 Actions in Indocement.
• PP Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi.
• Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Energi.
• Kebijakan Efisiensi Energi yang ditetapkan oleh Direktur Utama Perseroan pada 9 September 2019.
• Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030, applied through the Master Plan Development for
SC2030 Actions in Indocement.
• Government Regulation No. 70 of 2009 on Energy Conservation.
• Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 14 of 2012 on Energy Management.
• Policy on Energy Efficiency established by the Company’s President Director on 9 September 2019.
Target • Menurunkan konsumsi panas spesifik (specific heat consumption) per kilogram klinker sebesar 0,5% per tahun.
• Menurunkan konsumsi listrik spesifik (specific power consumption) per ton semen ekuivalen sebesar 0,5% per
tahun.
• Menurunkan konsumsi listrik fasilitas pendukung sebesar 1% per tahun.
• Meningkatkan tingkat substitusi energi termal di kiln semen melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif hingga
mencapai 42% dari total kebutuhan panas kiln pada 2030.
• Reducing specific heat consumption per kilogram of clinker by 0.5% per year.
• Reducing specific power consumption per ton of cement equivalent by 0.5% per year.
• Reducing electricity consumption in supporting facilities by 1% per year.
• Increasing the substitution rate for thermal energy in cement kilns through the use of alternative fuels to reach
42% of total kiln heat requirements by 2030.
Strategi Pencapaian • Pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber bahan bakar fosil.
Achievement Strategies • Memanfaatkan RDF sampah dan limbah domestik di TPST Bantargebang sebagai energi alternatif.
• Memanfaatkan energi surya di Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Tarjun, serta Kompleks Pabrik
Cirebon (sejak November 2025).
• Meningkatkan penggunaan bahan baku alternatif untuk mengurangi kandungan klinker.
• Utilizing renewable energy to reduce dependence on fossil fuel sources.
• Utilizing RDF waste and domestic waste at TPST Bantargebang as alternative energy.
• Utilizing solar energy at Citeureup Factory, Tarjun Factory, and Cirebon Factory (since November 2025).
• Increasing the use of alternative materials to reduce clinker content.
Pencapaian 2025 • Rasio penggunaan bahan bakar alternatif sebesar 29%.
Achievements in 2025 • Pengurangan intensitas energi sebesar 0,8% dan intensitas emisi sebesar 3%.
• Total kapasitas terpasang untuk solar panel rooftop dan ground mounted sebesar 72 MW.
• Alternative fuel usage ratio of 29%.
• Reduced energy intensity by 0.8% and emission intensity by 3%.
• Total installed capacity of rooftop and ground mounted solar panel are 72 MW.
Evaluasi yang Dilakukan • Audit energi internal yang dilaksanakan setiap tahun oleh Tim Manajemen Energi yang terdiri dari manajer dan
[G.1][2-5] auditor energi bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Evaluation Conducted • Audit energi eksternal yang dilakukan setiap tiga tahun dengan melibatkan Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM).
• Hasil audit energi menjadi dasar identifikasi peluang efisiensi dan perbaikan berkelanjutan, sekaligus memenuhi
kewajiban pelaporan melalui Pelaporan Online Manajemen Energi (POME).
• Internal energy audit, conducted annually by the Energy Management Team which consists of managers and
energy auditors certified by the National Board of Professional Certification (BNSP).
• External energy audit, conducted every three years by involving the Ministry of Energy and Mineral Resources
(ESDM).
• The results of energy audit serve as the basis for identifying opportunities for efficiency and continuous
improvement, while also fulfilling reporting obligations through the Energy Management Online Reporting
(POME).
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 109
Page 112
Divisi yang Bertanggung • Pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif dilaksanakan
Jawab oleh Fungsi Procurement & Alternative Fuel and Alternative Material (Procurement & AFAM) yang dipimpin oleh
Responsible Division General Manager.
• Pengelolaan energi operasional berada di bawah tanggung jawab plant yang diawasi langsung oleh manajemen
puncak.
• Utilization of resources and management of the use of alternative fuels and raw materials are carried out by the
Procurement & Alternative Fuel and Alternative Material (Procurement & AFAM) function, led by the General
Manager.
• Operational energy management falls under the responsibility of the plant, directly supervised by the top
management.
Sebagai industri yang menggunakan energi termal As an industry that uses thermal and electrical energy
dan listrik dalam proses produksi, pengelolaan energi in production processes, energy management is a
merupakan aspek strategis bagi Indocement untuk strategic aspect for Indocement to improve operational
meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya efficiency, reduce production costs, and mitigate
produksi, serta mengurangi dampak lingkungan. environmental impact. Energy efficiency also serves as
Efisiensi energi juga menjadi fondasi transisi menuju the foundation for the transition to more sustainable
operasi yang lebih berkelanjutan dan rendah and low-carbon operations. Indocement’s energy
karbon. Pendekatan pengelolaan energi Indocement management approach is integrated with operational
terintegrasi dengan perencanaan operasional, investasi planning, medium-term and long-term investments, and
jangka menengah dan panjang, strategi keberlanjutan, sustainability strategies, and is part of the “Building a
serta menjadi bagian dari pilar “Building a Net Zero Net Zero Future” pillar within Heidelberg Materials’
Future” dalam kerangka SC2030 Heidelberg Materials. SC2030 framework.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan efisiensi The main focus is directed at improving thermal
energi termal dan listrik, diversifikasi bahan bakar and electrical energy efficiency, diversifying
alternatif, serta pemanfaatan energi terbarukan. alternative fuels, and utilizing renewable energy.
Dalam implementasinya, Perseroan dihadapkan dengan In its implementation, the Company faces various
berbagai tantangan seperti keterbatasan pasokan RDF, challenges such as limited RDF supply, unscheduled
unscheduled stops pada kiln, serta variasi spesifikasi stops at kilns, RDF and varying waste specifications
limbah yang memengaruhi proses pembakaran. Untuk that impact the combustion process. To address these
mengatasi tantangan tersebut, kami melakukan challenges, we diversify fuels, invest in technologies
diversifikasi bahan bakar, investasi teknologi seperti such as hot-disc facilities, and strengthen alternative
fasilitas hotdisc, serta penguatan pengelolaan dan fuel supply management and partnerships.
kemitraan pasokan bahan bakar alternatif.
Fokus Strategis Efisiensi Energi
Strategic Focus on Energy Efficiency
Optimalisasi Efisiensi Energi Operasional
Optimizing Operational Energy Efficiency
Indocement secara berkelanjutan melakukan Indocement continuously improves energy
peningkatan efisiensi energi melalui optimalisasi efficiency through optimizing production process,
proses produksi, peningkatan keandalan enhancing equipment reliability, and modernizing
peralatan, serta modernisasi teknologi. Upaya ini technology. These efforts include reducing
mencakup pengurangan konsumsi energi termal thermal energy consumption per ton of clinker and
per ton klinker dan konsumsi listrik per ton semen, electricity consumption per ton of cement, thereby
sehingga dapat menekan intensitas energi secara reducing the overall energy intensity.
keseluruhan.
110 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 113
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Diversifikasi dan Ketahanan Sumber Energi
Energy Source Diversification and Security
Untuk meningkatkan ketahanan dan efisiensi To enhance energy security and efficiency,
energi, Indocement menerapkan strategi Indocement implements the strategy of
diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan diversifying energy sources by utilizing alternative
bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan fuels as a substitute for fossil fuels, while
bakar fosil, sekaligus memperkuat ketahanan simultaneously strengthening the resilience of its
pasokan energi operasional. Rasio penggunaan operational energy supply. The ratio of alternative
bahan bakar alternatif mengalami peningkatan fuel use increased from 2.3% in 2015 to 29%
dari 2,3% pada 2015 menjadi 29% pada 2025, in 2025, in line with the decline in proportion of
seiring dengan penurunan proporsi bahan bakar fossil fuels, while fossil fuel use decreased from
fosil, sementara penggunaan bahan bakar fosil 97.7% to 71% over the same period. Conversely,
menurun dari 97,7% menjadi 71% pada periode the LCV coal content in coal mix also continued to
yang sama. Di sisi lain, LCV coal content dalam increase and reached around 98%. As part of its
bauran batu bara juga terus meningkat dan telah medium-term decarbonization and energy
mencapai kisaran 98%. Sebagai bagian dari efficiency strategy, the Company targets to
strategi dekarbonisasi dan efisiensi energi jangka increase the use of alternative fuels to 42%
menengah, Perseroan menargetkan peningkatan by 2030.
penggunaan bahan bakar alternatif hingga 42%
pada 2030.
Tingkat Konsumsi Bahan Bakar (%)
Fuel Consumption Rate (%)
2,3 3,4 3,2 5,8 7,4 9,3 12,2 18,1 18,3 21,4 29,0 42
97,7 96,6 96,8 94,2 92,6 90,7 87,8 81,9 81,7 78,6 71,9 58
8% 12% 35% 45% 69% 80% 88% 92% 90% 94% 98% ~90%
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2030E
Bahan Bakar Fosil | Fossil Fuels Bahan Bakar Alternatif | Alternative Fuels Kandungan Batu Bara LCV | LCV Coal Content
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 111
Page 114
Pemanfaatan Energi Terbarukan
Utilization of Renewable Energy
Indocement secara bertahap meningkatkan Indocement gradually increased the utilization
pemanfaatan energi terbarukan melalui of renewable energy through the installation
pemasangan pembangkit listrik tenaga surya of rooftop and ground-mounted solar power
(PLTS) rooftop dan ground-mounted di beberapa plants (PLTS) at several factories. This utilization
kompleks pabrik. Pemanfaatan energi terbarukan of renewable energy contributes to reducing
ini berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi electricity consumption from conventional
listrik dari sumber konvensional sekaligus sources while supporting the transition to a
mendukung transisi menuju bauran energi yang more sustainable energy mix. The Company
lebih berkelanjutan. Perseroan juga menerapkan also implements supporting technology at its
teknologi pendukung pada fasilitas produksi production facilities to improve the efficiency of
untuk meningkatkan efisiensi penggunaan electricity use, including by installing electricity
energi listrik, termasuk pemasangan perangkat consumption control and monitoring devices to
pengendali dan pemantauan konsumsi listrik guna optimize energy usage patterns more effectively.
mengoptimalkan pola penggunaan energi secara
lebih efektif.
Instalasi Panel Surya
Solar Panel Installation
Lokasi Tipe Kapasitas (MW) Output Potensi Pengurangan CO2 (Ton/Tahun)
Status
Location Type Capacity (MW) (GWh/Year) Potential CO2 Saving (Tons/Year)
Citeureup Ground Mounted Beroperasi | Operating 32,50 45,00 39.150
Rooftop Beroperasi | Operating 8,21 10,45 9.095
Tarjun Ground Mounted Beroperasi | Operating 19,65 26,00 33.280
Rooftop Beroperasi | Operating 5,14 6,38 8.165
Cirebon Rooftop Beroperasi | Operating 6,50 8,07 7.017
Grobogan Rooftop Direncanakan | Planning 6,20 7,71 6.705
Konsumsi Energi
Energy Consumption
Perseroan menggunakan berbagai sumber energi, The Company uses various energy sources, including
antara lain memanfaatkan BBM yang dicampur biodiesel blended fuel, in accordance with government
biodiesel sesuai arahan Pemerintah untuk memperkuat directives to strengthen energy security, reduce
ketahanan energi, mengurangi impor, dan menghemat imports, and conserve foreign exchange. This biodiesel
devisa negara. Penggunaan biodiesel ini terutama use is mainly intended for production processes and
ditujukan untuk proses produksi dan fasilitas supporting facilities, which are supplied by electricity
penunjang dipenuhi melalui pasokan listrik dari PLN. from PLN. The Company also operates a gas-powered
Perseroan juga memiliki pembangkit listrik berbasis power plant at Citeureup Factory with an installed
gas di Kompleks Pabrik Citeureup dengan kapasitas capacity of 72 MW, which serves as backup for
terpasang sebesar 72 MW yang berfungsi sebagai operational electricity. The Company also gradually
cadangan/back-up listrik operasional. Perseroan juga reduces the use of coal as a thermal energy source for
secara bertahap mengurangi penggunaan batu bara cement production by utilizing waste as an alternative
sebagai sumber energi termal untuk produksi semen fuel, as permitted. In 2025, the Company’s energy
melalui pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar consumption intensity increased compared to the
alternatif sesuai perizinan. Pada 2025, intensitas previous year, due to the decrease of total production.
konsumsi energi Perseroan mengalami kenaikan
dibandingkan tahun sebelumnya, dipengaruhi oleh
penurunan jumlah produksi.
112 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 115
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Penggunaan Energi Berdasarkan Sumber [F.6][302-1][302-2][302-3][EM-CM-130a.1]
Energy Consumption Based on Source
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Energi Terbarukan
Renewable Energy
Kegiatan Produksi dan Pendukung
Production and Supporting Activities
Bahan Bakar Alternatif 13.379.752 9.957.782 8.102.139
Alternative Fuel
GJ
Solar PV 145.483 5.621 0
Energi Tidak Terbarukan
Non-Renewable Energy
Kegiatan Penambangan, Produksi, dan Pendukung
Mining, Production, and Supporting Activities
Batu Bara 32.782.008 36.280.713 36.322.710
Coal
Listrik dari PLN 6.702.923 6.726.028 5.538.903
Electricity from PLN
GJ
Minyak dan Gas 23.080 806.719 1.439.908
Oil and Gas
Jumlah Penggunaan Energi 53.033.245 53.776.863 51.403.660
Total Energy Consumption
Intensitas Pemakaian Energi
Energy Consumption Intensity
Jumlah Produksi Juta Ton 18,5 19,6 18,0
Energy Consumption Intensity Million Tons
Intensitas Pemakaian Energi GJ/Ton Semen Ekuivalen 2,64 2,62 2,64
Energy Consumption Intensity GJ/Tons of Cement Equivalent
Keterangan | Note:
* Baru digunakan pada 2025.
Newly used in 2025.
Penggunaan Energi Berdasarkan Kompleks Pabrik (GJ) [F.6][302-1][302-2][302-3]
Energy Consumption Based on Factory (GJ)
Kompleks Pabrik
2025 2024 2023
Factory
Citeureup 25.692.632 26.720.174 28.420.107
Cirebon 8.156.971 7.953.058 9.436.779
Tarjun 5.966.270 6.761.004 6.999.810
Maros dan Banyuwangi 5.775.625 5.426.525 6.080.590
Maros and Banyuwangi
Grobogan 7.439.905 6.916.103 466.373
Jumlah 53.033.404 53.776.863 51.403.660
Total
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 113
Page 116
Target dan Pencapaian Program Konservasi Energi 2025
Targets and Achievements of Energy Conservation Program in 2025
Indikator Utama Satuan
Target 2025 2024 2023
Key Indicator Unit
Penurunan 0,5% per tahun 838,72 811,70 808,38
Specific Heat Consumption kCal/kg clinker
0.5% decrease per year
kWh/Ton Semen Ekuivalen Penurunan 0,5% per tahun 94,32 94,59 95,90
Specific Power Consumption
kWh/Tons of Cement Equivalent 0.5% decrease per year
Konsumsi Listrik Fasilitas 73,4 77,9 67,9
Pendukung Penurunan 1% per tahun
GWh
Electricity Consumption of 1% decrease per year
Supporting Facilities
Mengganti 42% dari total konsumsi 29,0 21,4 18,3
Substitusi Energi Termal di Kiln
panas di kiln semen dengan bahan
Semen dengan Bahan Bakar
bakar alternatif pada 2030
Alternatif %
Replacing 42% of the total heat
Thermal Substitution Rate in
consumption in the cement kiln
Cement Kiln by Alternative Fuel
with alternative fuels in 2030
Keterangan | Note:
Specific power consumption merupakan energi listrik per ton semen ekuivalen yang dipakai di fasilitas produksi semen dari proses penambangan
hingga pengepakan.
Specific power consumption is the electrical energy per tons of cement equivalent used in cement production facilities from mining to packaging
process.
Efisiensi Energi
Energy Efficiency
Pada 2025, Perseroan menjalankan beberapa program In 2025, the Company implemented several programs
untuk mengurangi penggunaan energi, meliputi: [F.7] to reduce energy consumption, including: [F.7][302-4]
[302-4][302-5] [302-5]
Program dan Kegiatan Efisiensi Peluang Penghematan Energi
Efficiency Programs and Activities Potential Saving of Energy
Elektrifikasi 60 unit motor operasional di Kompleks Penghematan energi sebesar 208,98 GJ dan efisiensi biaya sekitar Rp13,66 juta, serta
Pabrik Citeureup mendukung target penurunan emisi operasional.
Electrification of 60 units of operational motorbike Energy savings of 208.98 GJ and cost savings of approximately Rp13.66 million, while
at Citeureup Factory supporting the targets of operational emission reduction.
114 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 117
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
Greenhouse Gas (GHG) Emission Management
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Signifikansi Topik Emisi GRK menjadi isu material karena berkaitan langsung dengan proses produksi klinker yang intensif karbon.
Significance of the Topic Pengelolaannya menjadi prioritas strategis untuk mendukung target dekarbonisasi, menjaga daya saing, serta
memenuhi ekspektasi regulator dan pemangku kepentingan.
GHG emissions become a material issue as they are directly related to the carbon-intensive clinker production
process. Their management is a strategic priority to support decarbonization targets, maintain competitiveness, and
meet regulatory and stakeholder expectations.
Komitmen dan Kebijakan • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials, diaplikasikan melalui Master Plan Development for
Commitments and Policies SC2030 Actions in Indocement.
• Document Code Q-POL-INCEM yang ditetapkan oleh Direktur Utama pada 9 September 2019 mengenai
Pengelolaan Emisi.
• Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 mengenai Rencana Aksi Nasional Menurunkan Emisi GRK dan Kondisi
Operasional Pabrik.
• Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target
Kontribusi yang Diterapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan
Nasional.
• Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.19/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 tentang Baku
Mutu Emisi bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Semen.
• Peta jalan Pengurangan Emisi GRK dan Bahan Bakar Alternatif 2030.
• Komitmen terhadap Science Based Targets initiative (SBTi) melalui Heidelberg Materials.
• Heidelberg Materials’ Sustainability Commitment 2030, implemented through the Master Plan Development for
SC2030 Actions in Indocement.
• Document Code Q-POL-INCEM set by the President Director on 9 September 2019 on Emission Management.
• Presidential Regulation No. 61 of 2011 on the National Action Plan for Reducing GHG Emissions and Factory
Operational Conditions.
• Presidential Regulation No. 98 of 2021 on the National Implementation of Carbon Economy to Reach Contribution
Targets and Greenhouse Gas Emission Control in National Development.
• The Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.19/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 on Emission
Quality Standards for Businesses and/or Activities of the Cement Industry.
• The 2030 Roadmap for Reducing GHG Emissions and Alternative Fuels.
• Commitment to the Science-Based Targets initiative (SBTi) through Heidelberg Materials.
Target • Mengurangi emisi bersih Cakupan 1 hingga 490 kg CO2/ton semen.
• Menjaga tingkat emisi debu dan emisi konvensional di bawah baku mutu pemerintah.
• Reducing net emissions of Scope 1 to 490 kg CO2/tons cement.
• Maintaining dust and conventional emissions levels below government standards.
Strategi Pencapaian • Mengurangi penggunaan batu bara dengan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif.
Achievement Strategies • Implementasi teknologi dan peningkatan efisiensi operasional.
• Diversifikasi bahan bakar alternatif biomassa seperti sekam padi dan serbuk gergaji, serta limbah non-biomassa
seperti spent bleaching earth (SBE), limbah industri, wastewater sludge, dan kemasan bekas dengan spesifikasi
yang sesuai untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan pada RDF.
• Penggantian electrostatic precipitator dengan bag filter.
• Menjaga timbulan emisi konvensional jauh di bawah batas standar pemerintah.
• Reducing coal use by increasing the use of alternative fuels.
• Implementing technology and improving operational efficiency.
• Diversifying alternative biomass fuels, such as rice husks and sawdust, as well as non-biomass waste including
spent bleaching earth (SBE), industrial waste, wastewater sludge, and used packaging with specifications
tailored to gradually reduce dependence on RDF.
• Replacing electrostatic precipitator with bag filter.
• Maintaining conventional emissions far below government standards.
Pencapaian 2025 Mengurangi emisi bersih Cakupan 1 hingga 512 kg CO2/ton semen.
Achievements in 2025 Reducing net emissions of Scope 1 to 512 kg CO2/tons cement.
Evaluasi yang Dilakukan • Pemantauan dan verifikasi emisi dilakukan secara internal setiap enam bulan, serta dilaporkan kepada
Evaluation Conducted Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui RKL-RPL.
• Penetapan indikator kinerja utama (KPI) terkait pengurangan emisi bagi karyawan sebagai bagian dari budaya
keberlanjutan Perseroan.
• Emissions monitoring and verification are conducted internally every six months and reported to the Ministry of
Environment (KLH) through RKL-RPL.
• Establishment of key performance indicators (KPIs) related to emissions reduction for employees as part of the
Company’s sustainability culture.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 115
Page 118
Divisi yang Bertanggung Kinerja pengurangan emisi dipantau dan dievaluasi oleh Direksi, General Manager, dan Plant Manager melalui
Jawab sistem Monitoring and Reporting System Development for SC2030 Implementation.
Responsible Division Emission reduction performance is monitored and evaluated by the Board of Directors, General Manager, and Plant
Manager through the Monitoring and Reporting System Development for SC2030 Implementation.
Indocement memandang pengelolaan emisi GRK Indocement views GHG emission management and
dan efisiensi energi sebagai bagian dari strategi energy efficiency as part of its long-term sustainability
keberlanjutan jangka panjang, serta berkomitmen strategy and is committed to supporting the transition to
mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon a low-carbon economy in line with Paris Agreement and
sejalan dengan Paris Agreement dan komitmen iklim Heidelberg Materials’ climate commitments, which have
Heidelberg Materials yang telah divalidasi Science been validated by the Science-Based Targets initiative
Based Targets initiative (SBTi). Target pengurangan (SBTi). The Company’s emission reduction targets
emisi Perseroan telah diselaraskan dengan lintasan are aligned with the science-based decarbonization
dekarbonisasi industri semen global berbasis trajectory of the global cement industry to keep
sains untuk menjaga kenaikan suhu global tetap di global temperature rise below 2°C. This commitment
bawah 2°C. Komitmen ini diterjemahkan ke dalam is interpreted into emissions reduction and energy
strategi pengurangan emisi dan efisiensi energi yang efficiency strategy integrated with the Company’s
terintegrasi dengan perencanaan operasional, investasi, medium-term and long-term operational planning,
serta pengembangan kapabilitas jangka menengah dan investment, and capability development.
panjang Perseroan.
Target dan Arah Dekarbonisasi
Targets and Direction of Decarbonization
Indocement menetapkan target pengurangan Indocement sets GHG emission reduction targets based
emisi GRK berbasis intensitas emisi CO2 per ton on CO2 emission intensity per ton of cement equivalent,
semen ekuivalen dengan cakupan emisi langsung with the scope of direct emissions (Scope 1) and indirect
(Cakupan 1) dan emisi tidak langsung dari konsumsi emissions from electricity consumption (Scope 2). By
listrik (Cakupan 2). Dengan menggunakan baseline using a consistent historical baseline, the Company
historis yang konsisten, Perseroan menargetkan targets a reduction in Scope 1 GHG emission intensity
penurunan intensitas emisi GRK Cakupan 1 menjadi to 490 kg CO2/tons of cement equivalent by 2030, in
490 kg CO2/ton semen ekuivalen pada 2030, sejalan line with the Heidelberg Materials’ decarbonization
dengan jalur dekarbonisasi dan target global pathway and global targets, with due regards to the
Heidelberg Materials dengan mempertimbangkan Company’s production structure and historical baseline.
struktur produksi dan baseline historis Perseroan. [EM- [EM-CM-110a.2]
CM-110a.2]
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 - Neto
GHG Emissions Scope 1 Intensity - Net
(kg CO2/ton semen ekuivalen) | (kg CO2/tons of cement equivalent) Emisi GRK dihitung berdasarkan
standar pelaporan internasional yang
Penurunan sebesar
ditetapkan oleh World Business Council
29% dari 2010
for Sustainable Development (WBCSD)
29% reduction from Cement Sustainability Initiative.
693 2010 GHG emission is calculated based on the
international reporting standards defined
650 by World Business Council Sustainable
Development (WBCSD) Cement
Sustainability Initiative
585
573
558 Cakupan 1: Emisi dari operasi yang dimiliki
546
533 atau dikendalikan oleh perusahaan yang
512 melaporkan.
490 Scope 1: Emissions from operations that
are owned or controlled by the reporting
2010 2015 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2030E company
116 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 119
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Indocement memprioritaskan pengurangan emisi Indocement prioritizes emissions reduction through
melalui pendekatan peningkatan efisiensi energi, approaches such as increasing energy efficiency,
substitusi bahan bakar dan bahan baku, serta substituting fuels and raw materials, and optimizing
optimalisasi proses produksi. Mekanisme offset production processes. The carbon offset mechanism
karbon diposisikan sebagai opsi pelengkap jangka is positioned as a long-term complementary option
panjang setelah upaya pengurangan emisi operasional after operational emission reduction efforts are
dimaksimalkan, dengan menempatkan pengurangan maximized, with direct emission reduction (abatement)
emisi langsung (abatement) sebagai prioritas utama. a top priority. In the long term, Indocement establishes
Dalam jangka panjang, Indocement membangun its readiness for in-depth decarbonization through
kesiapan menuju dekarbonisasi mendalam melalui advanced technology studies, including readiness for
kajian teknologi lanjutan, termasuk kesiapan penerapan the implementation of carbon capture and utilization,
penangkapan dan pemanfaatan karbon, serta and strengthening collaboration with stakeholders and
penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan technology partners.
dan mitra teknologi.
Pendekatan Strategis Pengurangan Emisi dan Efisiensi Energi
Strategic Approach to Emission Reduction and Energy Efficiency
Pengurangan Emisi Proses melalui Peningkatan Efisiensi Energi dan
Substitusi Bahan Bakar Fosil Bahan Baku Alternatif Pemanfaatan Energi Terbarukan
Substitution of Fossil Fuels Process Emission Reduction Energy Efficiency Improvement and
through Alternative Materials Renewable Energy Utilization
Indocement mengimplementasikan Untuk menekan emisi proses dari produksi Indocement secara berkelanjutan
Peta Jalan Peningkatan Penggunaan klinker, Indocement meningkatkan meningkatkan efisiensi energi termal
Bahan Bakar Alternatif dengan target pemanfaatan bahan baku alternatif yang dan listrik melalui modernisasi peralatan,
peningkatan rasio hingga 42% pada 2030. dapat menurunkan faktor klinker. Strategi peningkatan keandalan operasi, serta
Bahan bakar alternatif yang digunakan ini mendukung produksi semen dengan penerapan praktik terbaik industri.
mencakup RDF, biomassa seperti sekam intensitas emisi yang lebih rendah tanpa Efisiensi energi diposisikan sebagai
padi, serbuk gergaji, dan bonggol mengurangi kualitas produk. fondasi utama strategi pengurangan
jagung, serta limbah non-biomassa To reduce process emissions from clinker emisi karena memberikan dampak
seperti spent bleaching earth (SBE), production, Indocement increases the use langsung terhadap penurunan emisi
limbah industri, wastewater sludge, dan of alternative materials that can reduce dan biaya operasional. Pemanfaatan
limbah kemasan sesuai dengan izin yang the clinker factor. This strategy supports energi terbarukan juga dilakukan
berlaku. Diversifikasi ini berkontribusi cement production with lower emissions melalui pemasangan PLTS di berbagai
signifikan terhadap penurunan emisi dari intensity without compromising product lokasi pabrik. Inisiatif ini mendukung
pembakaran bahan bakar fosil. quality. pengurangan emisi tidak langsung
Indocement implements the Roadmap (Cakupan 2) dan memperkuat bauran
for Increasing the Use of Alternative energi yang lebih berkelanjutan.
Fuels with a target of increasing the ratio Indocement continuously improves
to 42% by 2030. The alternative fuels thermal and electrical energy efficiency
used include RDF, biomass such as rice through equipment modernization,
husks, sawdust, and corn cobs, and non- increased operational reliability, and
biomass waste such as spent bleaching implementation of industry best practices.
earth (SBE), industrial waste, wastewater Energy efficiency is positioned as the
sludge, and packaging waste, in main foundation of emission reduction
accordance with applicable permits. This strategy as it directly impacts emissions
diversification significantly contributes and operational costs. Renewable energy
to reducing emissions from fossil fuel is also utilized through the installation
combustion. of solar power plants (PLTS) at various
factory locations. This initiative supports
the reduction of indirect emissions
(Scope 2) and strengthens a more
sustainable energy mix.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 117
Page 120
Melalui strategi yang terintegrasi, Indocement berhasil menurunkan intensitas
emisi GRK Cakupan 1 dari 693 kg CO₂/ton semen ekuivalen pada baseline 2010
menjadi 512 kg CO₂/ton semen ekuivalen pada 2025, atau turun 26% dibandingkan
tahun sebelumnya, sehingga tetap berada pada jalur pencapaian target 2030.
Through an integrated strategy, Indocement has successfully reduced its Scope 1 GHG
emissions intensity from 693 kg CO₂/tons of cement equivalent in the 2010 baseline
to 512 kg CO₂/tons of cement equivalent in 2025, a decrease of 26% compared to the
previous year, thus remaining on track to achieve the 2030 target.
Pengurangan Emisi GRK
GHG Emission Reduction
Indocement melakukan pemantauan dan perhitungan Indocement monitors and calculates GHG emissions
emisi GRK berdasarkan metode yang disesuaikan based on methods tailored to operational emission
dengan sumber emisi operasional dan mengacu pada sources and with reference to the international cement
standar internasional industri semen untuk memastikan industry standards to ensure data consistency and
konsistensi serta keterbandingan data. Jenis GRK yang comparability. The types of GHGs monitored include
dipantau meliputi CO2, CH4, N2O, HFCs, SF6, dan NF3 CO2, CH4, N2O, HFCs, SF6, and NF3 in accordance with
sesuai standar Cement Sustainability Initiative dari the Cement Sustainability Initiative standards of the
World Business Council for Sustainable Development World Business Council for Sustainable Development
(WBCSD). Emisi Cakupan 1 berasal dari kegiatan (WBCSD). Scope 1 emissions come from manufacturing
manufaktur seperti pembakaran bahan bakar pada activities such as fuel combustion in boilers and kilns,
boiler dan kiln, pembangkitan listrik internal, serta internal electricity generation, and cement production
emisi proses produksi semen; Cakupan 2 berasal dari process emissions; Scope 2 emissions come from
penggunaan listrik yang dipasok PLN; sedangkan the use of electricity supplied by PLN; while Scope
Cakupan 3 mencakup emisi tidak langsung dari aktivitas 3 emissions include indirect emissions from value
rantai nilai seperti transportasi, ekstraksi bahan baku, chain activities such as transportation, raw material
dan distribusi produk. Perseroan memantau dan extraction, and product distribution. The Company
melaporkan emisi secara terstruktur dan transparan monitors and reports emissions in a structured and
untuk mendukung pengelolaan internal serta transparent manner to support internal management
pemenuhan kewajiban kepada pemangku kepentingan. and fulfill its obligations to stakeholders.
Keandalan data keberlanjutan Indocement diperkuat The reliability of Indocement’s sustainability data is
melalui audit oleh Heidelberg Materials yang mencakup strengthened through audits by Heidelberg Materials
seluruh operasional Perseroan. Pada 2025, audit covering all of the Company’s operations. In 2025, audits
dilakukan terhadap indikator pengungkapan emisi were conducted on Scope 1 GHG emissions disclosure
GRK Cakupan 1 dan pendapatan berkelanjutan dengan indicators and sustainable income with reasonable
tingkat keyakinan memadai (reasonable assurance), assurance, as well as on Scope 2 emissions, water,
serta indikator emisi Cakupan 2, air, K3, dan OHS, and biodiversity indicators with limited assurance.
keanekaragaman hayati dengan keyakinan terbatas This process was supported by automated data
(limited assurance). Proses ini didukung melalui collection, ensuring the completeness, accuracy, and
pengumpulan data yang dilakukan secara terotomasi traceability of the information. The audit included data
dengan memastikan kelengkapan, keakuratan, dan verification and an evaluation of organizational roles
ketertelusuran informasi. Audit mencakup verifikasi and responsibilities, the effectiveness of processes,
data serta evaluasi peran dan tanggung jawab systems, and internal controls for sustainability data
organisasi, efektivitas proses, sistem, dan pengendalian management. Through such processes, Indocement
internal pengelolaan data keberlanjutan. Melalui proses successfully met the audit requirements at reasonable
tersebut, Indocement berhasil memenuhi persyaratan assurance. Until the end of 2025, the Company has not
audit pada tingkat keyakinan memadai. Sampai akhir calculated ozone-depleting substance emissions. [305-
2025, Perseroan belum melakukan perhitungan emisi 6]
zat perusak ozon. [305-6]
118 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 121
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Kinerja Aktual Emisi GRK Berdasarkan Sumber [F.11][305-1][305-2][305-3][305-4][EM-CM-110a.1]
Actual Performance of GHG Emission Based on Source
2025 2024 2023
Emisi GRK Satuan
GHG Emission Unit Bruto Neto Bruto Neto Bruto Neto
Gross Net Gross Net Gross Net
Total Emisi GRK Cakupan 1 10,65 10,29 11,29 11,00 11,05 10,64
Total GHG Emissions Scope 1
Total Emisi GRK Cakupan 2 1,75 1,75 1,74 1,74 1,45 1,45
Total GHG Emissions Scope 2
Juta Ton CO2e
Million Tons of CO2e
Total Emisi GRK Cakupan 3 0,35 0,35 0,30 0,30 0,33 0,33
Total GHG Emissions Scope 3
Total Emisi GRK Cakupan 1, 2, dan 3 12,75 12,39 13,33 13,04 12,83 12,42
Total GHG Emissions Scope 1, 2, and 3
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 0,530 0,512 0,550 0,533 0,567 0,546
GHG Emissions Scope 1 Intensity Ton CO2 e/Ton Semen Ekuivalen
Tons of CO2 e/Tons of Cement
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 Equivalent 0,617 0,599 0,634 0,620 0,641 0,627
GHG Emissions Scope 1 and 2 Intensity
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 0,545 0,527 0,588 0,544 0,581 0,567
GHG Emissions Scope 1 Intensity
Ton CO2e/Ton Cementitious
Material
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 0,634 0,616 0,644 0,629 0,657 0,643
GHG Emissions Scope 1 and 2 Intensity
Ton CO2e/Ton Semen Ekuivalen 0,02 0,02 0,01 0,01 0,02 0,02
Tons of CO2e/Tons of Cement
Intensitas Emisi GRK Cakupan 3 Equivalent
GHG Emissions Scope 3 Intensity
Ton CO2e/Ton Cementitious 0,02 0,02 0,01 0,01 0,02 0,02
Material
Hingga akhir 2025, Indocement menjalankan beberapa Until the end of 2025, Indocement carried out some
program lainnya untuk mengurangi emisi GRK, di other programs to reduce GHG emissions, including:
antaranya: [F.12][305-5] [F.12][305-5]
• Optimalisasi sistem feeding alternative fuel (RDF, • Optimization of alternative fuel feeding system
waste tyre, carbon rubber) melalui modifikasi (RDF, waste tyre, carbon rubber) through
teknis dan Six Sigma (TULTA) di Kompleks Pabrik technical modifications and Six Sigma (TULTA)
Citeureup, menghasilkan substitusi energi at Citeureup Factory, resulting in thermal energy
termal sebesar 301.814 Gcal/tahun, peningkatan substitution of 301,814 Gcal/year, an increase in
rasio AF hingga 17,8%, penurunan emisi AF ratio of up to 17.8%, a reduction in emissions of
75.008 ton CO2e/tahun, serta penghematan bersih 75,008 tonnes of CO2e/year, and net savings of
sekitar Rp19,9 miliar/tahun dengan payback period approximately Rp19.9 billion/year with payback
sekitar satu minggu. period of approximately one week.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 119
Page 122
Pengendalian Emisi Debu dan Gas
Konvensional
Dust and Conventional Gas Emission Control
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Signifikansi Topik Emisi debu serta gas seperti SO2 dan NOx berpotensi memengaruhi kualitas udara di sekitar operasional, sehingga
Significance of the Topic pengendaliannya dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap baku mutu yang berlaku.
Dust and gas emissions, such as SO2 and NOx, have the potential to impact air quality around operations, therefore,
their control is carried out to ensure compliance with applicable quality standards.
Komitmen dan Kebijakan • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials Group, diaplikasikan melalui Master Plan Development for
Commitments and Policies SC2030 Actions in Indocement.
• Document Code Q-POL-INCEM yang ditetapkan oleh Direktur Utama Perseroan pada 9 September 2019
mengenai Pengelolaan Emisi.
• ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan.
• Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.19/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 tentang Baku
Mutu Emisi bagi Usaha dan/atau Kegiatan Industri Semen.
• Roadmap Pengurangan Emisi Debu melalui Instalasi Bag Filters.
• Heidelberg Materials Group Sustainability Commitment 2030 applied through the Master Plan Development for
SC2030 Actions in Indocement.
• Document Code Q-POL-INCEM set by the Company’s President Director on 9 September 2019 on Emission
Management.
• ISO 14001:2015 Environmental Management System.
• The Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.19/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 on Emission
Quality Standards for Businesses and/or Activities of the Cement Industry.
• Roadmap for Reducing Dust Emission through Bag Filter Installation.
Target • Semua emisi ke udara secara permanen akan berada di bawah rata-rata industri secara kualitatif (sebagaimana
diidentifikasi oleh Cement Sustainability Initiative/CSI).
• Target rata-rata emisi debu 2025 yaitu: 17 mg/Nm3 bagi plant yang menggunakan bag filter dan 55 mg/Nm3 bagi
plant yang menggunakan electrostatic precipitator untuk tiga kompleks pabrik yaitu Kompleks Pabrik Citeureup,
Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun.
• All emissions to the air will permanently be below the qualitative industry average (as identified by the Cement
Sustainability Initiative/CSI).
• The average dust emission target in 2025 was: 17 mg/Nm3 for plants that use bag filter and 55 mg/Nm3 for plants
that use electrostatic precipitators at three factories, namely Citeureup Factory, Cirebon Factory, and Tarjun
Factory.
Strategi Pencapaian • Melaksanakan pemantauan berkelanjutan terhadap konsentrasi SOx, NOx, dan partikulat di seluruh kompleks
Achievement Strategies pabrik.
• Melakukan pengujian jejak logam serta emisi senyawa organik volatil (VOC) dan jejak logam (trace element)
di setiap fasilitas produksi klinker secara berkala, sekurang-kurangnya satu kali per semester, pada titik
pemantauan yang telah ditetapkan.
• Menerapkan proses kalibrasi eksternal Continuous Emission Monitoring System (CEMS) melalui metode Cylinder
Gas Audit (CGA), Response Correlation Audit (RCA), dan Relative Accuracy Test Audit (RATA) guna memastikan
keandalan dan akurasi hasil pengukuran.
• Memperluas penerapan teknologi pengendalian untuk menekan timbulan emisi gas konvensional, debu, serta
tingkat kebisingan dari aktivitas operasional.
• Mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif dalam proses produksi semen sebagai
bagian dari upaya penurunan emisi, termasuk emisi konvensional.
• Menjalankan seluruh kegiatan operasional secara konsisten sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (SOP)
yang berlaku.
• Meningkatkan kinerja dan pemanfaatan fasilitas hotdisc di Plant 11 guna mendukung pengelolaan emisi dan
efisiensi operasional.
• Carrying out continuous monitoring of SOx, NOx, and particulate concentrations throughout the factory.
• Conducting periodic testing for trace metals and volatile organic compound (VOC) and trace metal (trace
element) emissions at each clinker production facility, at least once per semester, at designated monitoring
points.
• Implementing external calibration process for the Continuous Emission Monitoring System (CEMS) by using
Cylinder Gas Audit (CGA), Response Correlation Audit (RCA), and Relative Accuracy Test Audit (RATA) methods
to ensure the reliability and accuracy of measurement results.
• Expanding the application of control technology to reduce conventional gas emissions, dust, and noise levels
from operational activities.
120 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 123
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
• Optimizing the use of alternative fuels and materials in cement production process as part of emission reduction
efforts, including conventional emissions.
• Consistently conducting all operational activities in accordance with applicable Standard Operating Procedures
(SOPs).
• Improving the performance and utilization of hotdisc facilities at Plant 11 to support emissions management and
operational efficiency.
Pencapaian 2025 Rata-rata emisi debu sebesar 10,17 mg/Nm3 pada plant yang menggunakan bag filter dan 39,65 mg/Nm3 pada plant
Achievements in 2025 yang menggunakan electrostatic precipitator.
The average dust emission was 10.17 mg/Nm3 for plants using bag filters and 39.65 mg/Nm3 for plants using
electrostatic precipitators.
Evaluasi yang Dilakukan Pemantauan emisi dilakukan secara transparan dan terintegrasi melalui penerapan Continuous Emission Monitoring
Evaluation Conducted System (CEMS) yang terhubung dengan Sistem Informasi Pemantauan Emisi Industri Kontinu (SISPEK) milik
Kementerian Lingkungan Hidup.
Emission is monitored transparently and in an integrated manner through the implementation of Continuous
Emission Monitoring System (CEMS), which is linked to the Ministry of Environment’s Continuous Industrial Emission
Monitoring Information System (SISPEK).
Divisi yang Bertanggung Environment Department
Jawab
Responsible Division
Pengelolaan emisi debu dan gas konvensional Conventional dust and gas emissions management
di Indocement dilaksanakan melalui kerangka at Indocement is implemented through an integrated
kebijakan dan standar yang terintegrasi, mengacu policy and standards framework, referring to Heidelberg
pada komitmen keberlanjutan Heidelberg Materials Materials Group’s 2030 sustainability commitment,
Group 2030, kebijakan internal Perseroan, penerapan the Company’s internal policies, the implementation
Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, serta of the ISO 14001:2015 Environmental Management
kepatuhan terhadap baku mutu emisi industri semen. System, and compliance with cement industry emission
Pengendalian emisi dilakukan melalui penerapan standards. Emission control is achieved through
teknologi yang andal, pemantauan berkelanjutan, dan the application of reliable technology, continuous
peningkatan sistem operasional, termasuk modernisasi monitoring, and operational system improvements,
filtrasi dengan penggantian electrostatic precipitator including filtration modernization by gradually replacing
menjadi bag filter secara bertahap yang terbukti electrostatic precipitators with bag filters, which has
menurunkan emisi debu secara signifikan. Selain itu, been proven to significantly reduce dust emissions.
emisi gas konvensional juga dikelola secara konsisten Furthermore conventional gas emissions are
agar tetap jauh di bawah ambang batas regulator consistently managed to remain well below regulatory
sebagai bagian dari dukungan Perseroan terhadap thresholds as part of the Company’s support for
pengelolaan kualitas udara yang bertanggung jawab. responsible air quality management.
Pengukuran | Measurement
Penggantian Electrostatic Precipitator ke Bag Filter
NOx & SO2
Electrostatic Precipitator to Bag Filter Replacement
2025
800 2015–2025 2026 2027
Nox
(mg/Nm3) 275 P14, P9, P10, P4, P8, P5, P11 P12 P7
Emisi Debu | Dust Emission: Target Emisi Debu
Dust Emission Target
2015 = 40 mg/Nm3
2025 = 14,6 mg/Nm3 = 10 mg/Nm3
SO2 650
(mg/Nm3) 232 Regulasi Pemerintah
• Pengukuran berdasarkan standar local (PermenLHK No. 19/2017)
• Emisi Debu (mg/m3) – (25°C, 1013 hPa) terkait 10% oksigen tentang Emisi Debu
Government Regulation
• The measurement refers to local standard (Permen LHK No. 19/2017)
Standar Pemerintah Indocement on Dust Emission =
• Dust Emission (mg/m3) - (25°C, 1013 hPa) related to 10% oxygen 60 mg/Nm3
Government Standard
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 121
Page 124
Transformasi electrostatic precipitator (EP) menjadi bag The transformation of electrostatic precipitators (EP)
filter di tujuh unit pabrik telah dilakukan secara bertahap into bag filters in seven factory units has been carried
sejak 2015. Penggantian electrostatic precipitator di out gradually since 2015. Replacing electrostatic
Plant 4, Plant 5, Plant 8, Plant 9, Plant 10, Plant 11, dan precipitators at Plant 4, Plant 5, Plant 8, Plant 9, Plant
Plant 14 telah berhasil menurunkan emisi debu dari 10, Plant 11, and Plant 14 succeeded in reducing dust
40 mg/Nm³ di 2015 menjadi 10,17 mg/Nm3 di 2025. emissions from 40 mg/Nm³ in 2015 to 10.17 mg/Nm³ in
2025.
Kinerja Pengendalian Emisi Debu dan Gas Konvensional
Dust and Conventional Gas Emission Control Performance
Metode Pemantauan Emisi Debu dan Gas Konvensional
Methods for Monitoring Dust and Conventional Gas Emissions
Jenis Emisi Metode Pemantauan
Type of Emission Monitoring Method
Debu • Alat pemantauan Continuous Particulate Monitoring (CPM)
Dust • Pengamatan secara visual melalui kamera CCTV
• Pemantauan grab sampling menggunakan metode gravimetric dan isokinetic
• Integrasi CEMS ke KLH (SISPEK)
• Continuous Particulate Monitoring (CPM) device
• Visual observation through CCTV cameras
• Grab sampling monitoring with gravimetric and isokinetic methods
• CEMS Integration to KLH (SISPEK)
SO2 & NO2 • Alat pemantauan Continuous Gas Monitoring (CGM)
• Integrasi CEMS ke KLH (SISPEK)
• Continuous Gas Monitoring (CGM) Device
• CEMS Integration to KLH (SISPEK)
Kebisingan Pengukuran dengan sound level meter (SLM)
Noise Measurement with sound level meter (SLM)
Emisi gas konvensional seperti SO2, NOx, dan partikulat Conventional gas emissions such as SO2, NOx, and
terutama berasal dari kegiatan produksi semen. particulate matter primarily originate from cement
Di sisi lain, potensi emisi debu juga dapat terjadi production activities. On the other hand, dust emission
pada tahap distribusi akibat kerusakan kemasan risks may also arise during the distribution stage due
selama pengangkutan. Untuk memitigasi risiko to packaging damage during transportation. To mitigate
debu, Indocement menerapkan Pallet Management dust-related risks, Indocement implements a Pallet
and Monitoring System (PMMS) dalam proses Management and Monitoring System (PMMS) in the
pengemasan guna meningkatkan ketahanan kemasan packaging process to enhance packaging durability
dan meminimalkan kerusakan selama transportasi. and minimize damage during transport. Until the end
Hingga akhir 2025, efektifitas PMMS mencapai of 2025, PMMS's effectiveness reached Rp31.5 billion
Rp31,5 miliar sejak beroperasi pada Juni 2020, dengan since its operation in June 2020, with a pallet turnover
perputaran pallet sebanyak lebih 40.000 per bulan. of over 40,000 per month. Furthermore the Company
Perseroan juga secara berkelanjutan melakukan continuously plants and maintains vegetation around
penanaman dan pemeliharaan vegetasi di sekitar area its factory areas to act as a natural barrier against
pabrik sebagai penghalang alami penyebaran debu dust spread, while providing additional benefits such
sekaligus memberikan manfaat tambahan berupa as carbon dioxide absorption, improved air quality, and
penyerapan karbon dioksida, peningkatan kualitas improved microclimate conditions in the operational
udara, dan perbaikan kondisi mikroklimat di lingkungan environment.
operasional.
122 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 125
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Pemantauan Emisi NOx, SO2, dan Partikulat (mg/m3) Berdasarkan Kompleks Pabrik [305-7][EM-CM-120a.1]
Monitoring of NOx, SO2, and Particulate Emissions (mg/m3) Based on Factory
Pencapaian
Kompleks Pabrik Baku Mutu Achievement
Parameter
Factory Quality Standard
2025 2024 2023
Citeureup NOx 800 301,1 217,1 249,2
SO2 650 238,8 257,3 291,9
Partikulat 75 5,84 5,5 6,6
Particulate
Cirebon NOx 800 220,98 161,5 183,2
SO2 650 265,43 161,1 243,3
Partikulat 75 14,49 7,9 8,5
Particulate
Tarjun NOx 800 119,26 133,34 113,2
SO2 650 105,03 123,02 230,5
Partikulat 75 39,65 31,73 40,7
Particulate
Maros NOx 800 383,3 233,0 N/A
SO2 650 239,6 223,2 N/A
Partikulat 75 21,8 15,5 40,1
Particulate
Grobogan NOx 800 315,4 268,4 N/A
SO2 650 198,4 2,0 N/A
Partikulat 75 16,5 22,0 N/A
Particulate
Keterangan | Note:
Nilai emisi SOX disajikan berdasarkan hasil pengukuran SO2 (sulfur dioksida), mengingat SO2 merupakan komponen dominan dalam kelompok oksida
sulfur yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil. Kontribusi bentuk oksida sulfur lainnya seperti SO3 dianggap tidak signifikan dan
tidak diukur secara terpisah.
SOX emissions are represented by measured SO2 (sulfur dioxide) values, as SO2 is the predominant form of sulfur oxides generated from fossil fuel
combustion. Other sulfur oxides, such as SO3, are considered negligible and are not measured separately.
Selain menggunakan bag filter, Perseroan juga In addition to using bag filters, the Company also
menerapkan inisiatif lain untuk menurunkan emisi debu implements other initiatives to reduce dust and
dan gas konvensional, seperti flue gas desulfurization conventional gas emissions, such as flue gas
pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara serta desulfurization at coal-fired power plants and the use
penggunaan water spray dan water mist di area produksi of water spray and mist in aggregate production areas
agregat dan lahan terbuka. [305-7] and open areas. [305-7]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 123
Page 126
Pemantauan Emisi NOx, SO2, dan Debu 2025 (mg/m3) [305-7]
Monitoring of NOx, SO2, and Dust Emissions in 2025 (mg/m3)
Baku Mutu Pemerintah* Hasil Pengukuran 2025
Parameter
The Government’s Quality Standard* 2025 Measurement Results
Kiln Dust Emission 75 mg/Nm3 19,99
Duration Out of Range 5,0%** 3,1
SO2 650 mg/Nm 3
203,1
NOx 850 mg/Nm 3
213,8
Keterangan | Note:
* Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.19/MENLHK/SETJEN/NUM.1/2/2017, tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan, atau
Kegiatan Industri Semen Lampiran 1, halaman 21.
** Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.19/MENLHK/SETJEN/NUM.1/2/2017, tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha dan, atau
Kegiatan Industri Semen Pasal 12, halaman 11.
* The Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.19/MENLHK/SETJEN/NUM.1/2/2017, on Emission Quality Standards for
Businesses and, or Activities of the Cement Industry, Appendix 1, page 21.
** The Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.19/MENLHK/SETJEN/NUM.1/2/2017, on Emission Quality Standards for
Businesses and, or Activities of the Cement Industry, Article 12, page 11.
Pemantauan Kualitas Udara Ambien
Ambient Air Quality Monitoring
Indocement secara berkala melakukan pemantauan Indocement regularly monitors ambient air quality in the
kualitas udara ambien di wilayah sekitar operasional areas around its factories and mining operations as part
pabrik dan area pertambangan sebagai bagian dari of its health and environmental risk management efforts.
upaya pengelolaan risiko terhadap kesehatan dan Monitoring is conducted at several representative
lingkungan. Pemantauan dilakukan di sejumlah titik locations in villages around the factories and mining
representatif di desa-desa sekitar kompleks pabrik lands to ensure that the Company’s operational
dan area tambang untuk memastikan bahwa aktivitas activities do not negatively impact air quality.
operasional Perseroan tidak menimbulkan dampak Ambient air quality measurements are conducted every
negatif terhadap kualitas udara. Pengukuran kualitas six months by an accredited environmental laboratory.
udara ambien dilaksanakan setiap enam bulan oleh Monitored parameters include the main pollutant gases,
laboratorium lingkungan yang telah terakreditasi. namely SO2, CO, NOX, O3, hydrocarbons (HC), and dust
Parameter yang dipantau mencakup gas pencemar particles in PM10 and PM2.5 sizes. The monitoring results
utama, yaitu SO2, CO, NOX, O3, hidrokarbon (HC), indicate that all mandatory on-site test parameters
serta partikel debu dengan ukuran PM10 dan PM2.5. meet ambient air quality standards.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa semua
parameter uji di lokasi yang wajib dipantau memenuhi
baku mutu udara ambien.
Pengendalian Emisi Suara
Noise Emission Control
Sumber kebisingan di lingkungan operasional Noise sources in Indocement’s operational
Indocement terutama berasal dari getaran peralatan environment mainly come from vibrations from
produksi, mesin pabrik, dan sistem belt conveyor untuk production equipment, factory machinery, and the
pengangkutan material. Untuk mengurangi tingkat belt conveyor system for material transportation. To
kebisingan, Perseroan menerapkan berbagai langkah reduce noise levels, the Company implements various
mitigasi teknis dan administratif, termasuk penggantian technical and administrative mitigation measures,
roller belt conveyor dengan green roller berbahan including gradual replacement of conveyor belt
teflon guna secara bertahap di beberapa kompleks rollers with Teflon-coated green rollers in several
pabrik. Pemantauan kebisingan dilakukan secara rutin factories. Noise monitoring is conducted routinely
menggunakan sound level meter serta pemeriksaan by using sound level meters and audiometric
audiometri bagi karyawan yang berisiko terpapar. examinations for employees at risk of exposure.
124 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 127
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Perseroan juga melindungi karyawan melalui The Company also protects employees through noise
pelatihan pengendalian kebisingan, pemasangan control training, installation of warning signs in noisy
rambu peringatan di area bising, serta penyediaan areas, and provision of personal protective equipment
alat pelindung diri seperti ear plug dan earmuff sesuai such as earplugs and earmuffs in accordance with
standar keselamatan kerja. occupational safety standards.
Rata-rata Tingkat Kebisingan di Kompleks Pabrik
Average Level of Noise in Factory
Kompleks Pabrik | Factory
Ambang Batas (dBA)*
Citeureup Cirebon Tarjun
Threshold (dBA)*
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
85 84,3 84,4 84,1 59,01 58,95 81,6 58,9 56,60 56,8
Keterangan | Note:
* Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja.
Based on the Regulation of the Minister of Manpower No. 5 of 2018 on OHS of Work Environment.
Pengelolaan Air
Water Management
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Signifikansi Topik Pengelolaan air menjadi aspek penting dalam operasional Perseroan, terutama untuk sistem pendinginan mesin dan
Significance of the Topic peralatan produksi. Perseroan menerapkan sistem sirkulasi tertutup (closed circuit) sehingga air dapat digunakan
kembali, sementara kebutuhan tambahan hanya untuk menggantikan kehilangan akibat penguapan. Pendekatan ini
mendukung efisiensi penggunaan air dan meminimalkan pengambilan dari sumber eksternal.
Water management becomes an important aspect of the Company’s operations, particularly for the cooling systems
of machinery and production equipment. The Company implements a closed-circuit system so that water can be
reused, while additional water is required only to replace water losses due to evaporation. This approach supports
efficient water use and minimizes withdrawals from external sources.
Komitmen dan Kebijakan • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials Group.
Commitments and Policies • The WBCSD Pledge for Access to Safe Water, Sanitation, and Hygiene (WASH).
• Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 26 Tahun 2018 tentang Standar Industri Hijau untuk Industri Semen
Portland.
• Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/MenLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku
Mutu Air Limbah Domestik.
• Heidelberg Materials Group Sustainability Commitment 2030.
• The WBCSD Pledge for Access to Safe Water, Sanitation, and Hygiene (WASH).
• Regulation of the Minister of Industry No. 26 of 2018 on Green Industry Standards for Portland Cement Industry.
• Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. P.68/MenLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 on Domestic
Wastewater Quality Standards.
Strategi Pencapaian • Menyusun rencana pengelolaan air yang mencakup seluruh kompleks pabrik.
[403-7] • Menjaga ketersediaan sumber air dengan membangun kolam pengendapan (embung) air hujan di sekitar lokasi
Achievement Strategies kompleks pabrik.
• Melakukan pemantauan secara rutin pelepasan efluen ke badan air.
• Implementasi WASH Pledge.
• Developing water management plan covering the entire factories.
• Maintaining water availability by constructing rainwater sediment ponds around the factories.
• Regularly monitoring effluent discharge into water bodies.
• Implementation of WASH Pledge.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 125
Page 128
Pencapaian 2025 • Penggunaan air daur ulang (recycled water) sebesar 26.390.535 m3 untuk proses produksi.
Achievements in 2025 • 4% efisiensi air pada kegiatan operasional dan domestik.
• 0,24 m3/ton klinker intensitas air.
• Using 26,390,535 m3 of recycled water for production processes.
• 4% water efficiency in operational and domestic activities.
• 0.24 m3/tons clinker water intensity.
Evaluasi yang Dilakukan • Evaluasi penggunaan air dilakukan melalui production meeting setiap minggu.
Evaluation Conducted • Pelaporan kinerja pengelolaan air secara berkala dilaporkan kepada Plant/Division Manager setiap bulan.
• Aspek pengelolaan dan efisiensi air di Indocement juga telah diaudit dengan level limited assurance sebagai
bagian dari Heidelberg Materials.
• Hasil evaluasi menjadi dasar dalam menjalankan continuous improvement pada aspek pengelolaan air.
• Water use is evaluated through production meetings every week.
• Periodic reporting of water management performance is submitted to the Plant/Division Manager every month.
• The water management and efficiency aspects at Indocement have also been audited with a limited assurance
level as part of the Heidelberg Materials.
• The evaluation results serve as the basis for implementing continuous improvement in water management
aspect.
Divisi yang Bertanggung Fungsi Utility Division yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Bidang Teknik.
Jawab Utility Division functions that directly report to the Director of Engineering.
Responsible Division
Perseroan menggunakan air untuk keperluan domestik, The Company uses water for domestic purposes,
proses produksi semen, dan pendinginan mesin produksi. cement production processes, and production machine
Pengelolaan air dilakukan secara terintegrasi di seluruh cooling. Water management is integrated throughout
kompleks pabrik melalui rencana pengelolaan yang the factories through a management plan that sets
menetapkan target berkelanjutan serta mendorong sustainable targets and encourages collaboration
kolaborasi dengan komunitas sekitar. Berdasarkan with surrounding communities. Based on risk mapping
pemetaan risiko menggunakan Aqueduct Water using the Aqueduct Water Risk Atlas from the World
Risk Atlas dari World Resources Institute, Perseroan Resources Institute, the Company identifies the level
mengidentifikasi tingkat risiko kekurangan air di setiap of risk of water shortages in each operational area as
wilayah operasional sebagai dasar penentuan prioritas the basis for determining management priorities. It also
pengelolaan, serta bekerja sama dengan pihak ketiga collaborates with independent third parties to conduct
independen untuk melakukan studi dan penilaian risiko risk studies and assessments to ensure responsible
guna memastikan pengambilan dan pembuangan water withdrawal and disposal. Furthermore, the
air dilakukan secara bertanggung jawab. Selain Company implements the World Business Council for
itu, Perseroan juga menerapkan WASH Pledge dari Sustainable Development (WBCSD) WASH Pledge as
World Business Council for Sustainable Development the commitment to supporting SDG 6: Clean Water
(WBCSD) sebagai komitmen mendukung TPB 6: Air and Sanitation, by providing access to clean water,
Bersih dan Sanitasi Layak, melalui penyediaan akses sanitation, and hygiene throughout the factories
air bersih, sanitasi, dan kebersihan di seluruh kompleks and mining area. This is monitored through annual
pabrik dan area tambang, yang dipantau melalui self-assessments and the use of WASH Pledge Tool.
penilaian mandiri tahunan dan penggunaan WASH [303-1]
Pledge Tool. [303-1]
126 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 129
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Selama 2025, total debit penarikan air mencapai In 2025, the total water withdrawals were 3,346,921 m3,
3.346.921 m3 yang berasal dari air permukaan, air tanah, sourced from surface water, groundwater, rainwater,
air hujan, dan PDAM. Guna memastikan pengambilan and the Regional Water Company (PDAM). To ensure
air tidak mengganggu kelestarian sumber air tanah that water withdrawals do not disrupt the sustainability
dan air permukaan, seluruh kompleks pabrik telah of groundwater and surface water sources, all factories
memiliki Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air have Water Withdrawal and Utilization Permits (SIPPA).
(SIPPA). Sebagai bagian dari upaya konservasi dan As part of conservation and efficiency efforts, the
efisiensi, Perseroan membangun kolam pengendapan Company builds rainwater sediment ponds around
(embung) air hujan di sekitar lokasi pabrik. Air hujan the factories. The collected rainwater is reused for
yang tertampung dimanfaatkan kembali untuk operational needs, particularly for cooling machinery
kebutuhan operasional, khususnya untuk pendinginan and power plant boilers. In 2025, the Company’s water
mesin dan boiler pembangkit listrik. Pada 2025, usage intensity was recorded at 0.24 m3/tons of clinker.
intensitas penggunaan air Perseroan tercatat sebesar [303-1]
0,24 m3/ton klinker. [303-1]
Intensitas Air (m3/ton klinker) Intensitas Air (m3/Miliar Rupiah)
Water Intensity (m3/tons of clinker) Water Intensity (m3/Billion Rupiah)
0,24 0,25 0,232 169,5 176,6 225,2
2025 2024 2023 2025 2024 2023
Jumlah Pemakaian Air (m3) [303-3][303-5][EM-CM-140a.1]
Table of Water Usage (m3)
Kompleks Pabrik Sumber Air
2025 2024 2023
Factory Water Source
Citeureup Air Permukaan 1.233.806 1.569.670 2.352.422
Surface Water
Air Tanah 22.239 19.703 8.414
Groundwater
Cirebon Air Permukaan 860.570 771.003 865.535
Surface Water
Air Hujan 20.240 24.527 33.752
Rainwater
Tarjun Air Permukaan 378.126 378.595 438.857
Surface Water
Maros Air Permukaan 290.548 438.045 503.000
Surface Water
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 127
Page 130
Kompleks Pabrik Sumber Air
2025 2024 2023
Factory Water Source
Grobogan Air Hujan 248.894 172.854 10.504
Rainwater
PDAM 23.754 48.527 159
Banyuwangi Air Tanah 16.500 16.877 15.435
Groundwater
PDAM 3.372 1.771 2.008
Jumlah | Total 3.098.049 3.441.582 4.231.085
Jumlah Penarikan Air (Megaliter) [303-3]
Total Water Withdrawals (Megaliters)
Debit Penarikan Air
2025 2024 2023
Water Withdrawal Volume
Penarikan Air Berdasarkan Sumber Penarikan
Water Withdrawal by Sources of Withdrawal
Air Permukaan
Surface Water
Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids) 3.032,16 3.270,74 4.023,4
Air Lainnya (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids) - - 33,7
Other Water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)
Air Tanah
Groundwater
Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids) 38,74 36,58 95,1
Air Lainnya (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids) - - -
Other Water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)
Air Terproduksi
Produced Water
Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids) - - -
Air Lainnya (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids) - - -
Other Water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)
Total Penarikan Air oleh Pihak Ketiga Berdasarkan Sumber Penarikan
Total Water Withdrawal by Third Parties by Withdrawal Sources
Total Penarikan Air 27,13 50,31 -
Total Water Withdrawal
Air Permukaan (Total) + Air Tanah (Total) + Air Terproduksi (Total) + Air Pihak Ketiga (Total) 3.346,92 3.703,33 4.152,2
Surface Water (Total) + Groundwater (Total) + Produced Water (Total) + Third-Party Water (Total)
128 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 131
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Jumlah Pelepasan Air (Megaliter) [303-4]
Total Water Discharge (Megaliters)
Debit Pelepasan Air
2025 2024 2023
Discharge Water Volume
Pelepasan Air Berdasarkan Tujuan
Water Discharge by Types of Destination
Air Permukaan 41,12 95,55 188,5
Surface Water
Air Tanah - - -
Groundwater
Air Laut - - -
Seawater
Air dari Pihak Ketiga - - 210,2
Third-party Water
Air dari Pihak Ketiga yang Dikirim untuk Digunakan Organisasi Lain 207,75 167,36 -
Third-Party Water Sent to be Used by Other Organizations
Total Pelepasan Air 248,87 262,90 384,5
Total Water Discharge
Pelepasan Air Berdasarkan Freshwater dan Air Lainnya
Water Discharge by Freshwater and Other Water
Freshwater (≤1,000 mg/L Total Dissolved Solids) - 232,52 188,5
Air Lainnya (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids) - 30,38 -
Other Water (>1,000 mg/L Total Dissolved Solids)
Konsumsi Air (Megaliter) [F.8][303-5]
Water Consumption (Megaliters)
2025 2024
3.098,00 3.441,58
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 129
Page 132
Pengelolaan Air Limbah (Efluen)
Effluent Management
“ Pada 2025, 2.100 kepala keluarga di sekitar kompleks
pabrik telah memanfaatkan air dari embung untuk
kegiatan rumah tangga sehari-hari. [303-1]
“
In 2025, a total of 2,100 households around the factories utilized the
sediment pond water for daily household activities.
Untuk memastikan pengelolaan efluen yang To ensure a responsible effluent management, the
bertanggung jawab, Perseroan memantau kualitas air Company regularly monitors wastewater quality and
limbah secara berkala serta mengelola limpasan guna manages runoff to prevent pollution and nutrient
mencegah pencemaran dan akumulasi nutrisi pada accumulation in surrounding water bodies. All
badan air sekitar. Seluruh efluen operasional diolah operational effluent is treated through a proprietary
melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Wastewater Treatment Plant (WWTP) and a wastewater
sendiri dan wastewater garden untuk efluen domestik garden for domestic effluent within the factories.
di kompleks pabrik. Kualitas efluen dipantau secara Effluent quality is strictly monitored through monthly
ketat melalui pengujian bulanan oleh laboratorium testing by an external laboratory accredited by the
eksternal terakreditasi Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Committee (KAN), which
(KAN) yang dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup is reported to the local Environmental Services
setempat di Kabupaten Bogor, Cirebon, dan Kotabaru. Offices in Bogor, Cirebon, and Kotabaru Regencies.
Pemantauan juga didukung pemantauan kualitas Monitoring is also supported by water quality monitoring
air di hulu dan hilir sungai penerima seperti Sungai in the upstream and downstream receiving rivers, such
Cileungsi, Sungai Kalen Jaya, dan Sungai Kali Asin. as Cileungsi River, Kalen Jaya River, and Kali Asin River.
Sepanjang 2025, total volume efluen yang dilepaskan Throughout 2025, the total volume of effluent released
dari Kompleks Pabrik Tarjun, Cirebon, dan Citeureup from Tarjun, Cirebon, and Citeureup Factories reached
mencapai 46,22 megaliter. [F.13][F.14][303-1][303-2] 46.22 megaliters. [F.13][F.14][303-1][303-2]
Pengukuran Kualitas Air Limbah Domestik
Domestic Wastewater Quality Measurement
Nilai Tertinggi
Baku Mutu
Satuan Highest Level
50,0 Parameter Quality
Unit
Standard
2025 2024 2023
Citeureup Derajat Keasaman pH 6–9 8,78 8,86 8,88
Acidity Degree
BOD mg/lt 30 25,29 24,79 25,2
COD mg/lt 100 90,3 64,9 94,8
TSS mg/lt 30 27 25 28
Minyak dan Lemak mg/lt 5 1,05 1,2 1,2
Oil and Grease
Ammonia (NH3-N) mg/lt 10 9,14 9,73 4,78
Total Coliform mg/lt 3.000 2.800 2.800 2.800
130 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 133
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Nilai Tertinggi
Baku Mutu
Satuan Highest Level
50,0 Parameter Quality
Unit
Standard
2025 2024 2023
Cirebon Derajat Keasaman pH 6–9 7,75 7,72 8,78
Acidity Degree
BOD mg/lt 30 11,9 22,1 20,1
COD mg/lt 100 55,13 62,72 61,28
TSS mg/lt 30 24 23 18,00
Minyak dan Lemak mg/lt 5 3 3 3
Oil and Grease
Ammonia (NH3-N) mg/lt 10 3,05 1,76 2,82
Total Coliform mg/lt 3.000 920 920 560
Tarjun Derajat Keasaman pH 6–9 7,8 7,25 8,8
Acidity Degree
BOD mg/lt 30 2,58 3,26 10,7
COD mg/lt 100 8,2 9,25 26,7
TSS mg/lt 30 8 7,25 13
Minyak dan Lemak mg/lt 5 0,24 0,15 1,4
Oil and Grease
Ammonia (NH3-N) mg/lt 10 0,013 0,04 0,15
Total Coliform mg/lt 3.000 2.400 574,42 1.700
Maros Derajat Keasaman pH 6–9 8,4 7 7,6
Acidity Degree
BOD mg/lt 30 16,1 14,3 13,4
COD mg/lt 100 71,3 50,0 41,7
TSS mg/lt 30 18 12 13
Minyak dan Lemak mg/lt 5 1 0,5 0,6
Oil and Grease
Ammonia (NH3-N) mg/lt 10 4,38 2,63 0,18
Total Coliform mg/lt 3.000 280 212 160
Grobogan Derajat Keasaman pH 6–9 8,43 7,58 N/A
Acidity Degree
BOD mg/lt 30 4 5 N/A
COD mg/lt 100 16 225 N/A
TSS mg/lt 30 13 16 N/A
Minyak dan Lemak mg/lt 5 4,99 2 N/A
Oil and Grease
Ammonia (NH3-N) mg/lt 10 0,04 3,93 N/A
Total Coliform mg/lt 3.000 2.801 2.250 N/A
Keterangan | Note:
Baku mutu kualitas air limbah domestik berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan
Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah untuk Air Limbah Domestik.
Domestic wastewater quality standards are based on Minister of Environment Regulation No. 11 of 2025 on Wastewater Quality Standards and
Wastewater Treatment Technology Standards for Domestic Wastewater.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 131
Page 134
Selama 2025, Perseroan menjalankan berbagai Throughout 2025, the Company implemented various
program efisiensi air, antara lain optimalisasi suhu water efficiency programs, including optimizing the
gas panas menuju raw mill di plant, pemanfaatan air temperature of hot gas flowing to the raw mill at the
buangan dari lumpur clarifier, optimalisasi glue mixer plant, utilizing wastewater from the clarifier sludge,
pada Divisi Paper Bag, serta pembersihan Telaga Remis. optimizing the glue mixer in Paper Bag Division, and
Selain itu, Perseroan juga menurunkan beban pencemar cleaning Telaga Remis. Furthermore, the Company also
melalui pemanfaatan limbah batu alam, mengurangi reduced pollution load by utilizing natural stone waste,
penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan air reducing surface water use by utilizing wastewater from
sisa proses produksi di Water Treatment Plant Cantung, Cantung Water Treatment Plant, modifying the clean
melakukan modifikasi pipeline proses pembuatan air water production pipeline, and utilizing the sediment
bersih, serta memanfaatkan embung waduk di Desa ponds in Langadai Village, Tarjun, South Kalimantan.
Langadai, Tarjun, Kalimantan Selatan.
Ketersediaan Air Tahun 2025 di Kompleks Pabrik melalui Kolam Endapan (m3)
Water Availability in 2025 at Factories through Sedimentation Ponds (m3)
Kompleks Pabrik Citeureup
Citeureup Factory
Kompleks Pabrik Cirebon Kompleks Pabrik Tarjun
Cirebon Factory Tarjun Factory
Tanah Liat Batu Kapur
Clay Limestone
223.800 479.100 220.000 64.644
Indocement menyelenggarakan Green Photo Hunting Challenge sebagai bagian dari perayaan
HUT ke-50, mengajak peserta mendokumentasikan keanekaragaman hayati area operasional.
Indocement is organizing the Green Photo Hunting Challenge as part of its 50th Anniversary celebration,
inviting participants to document biodiversity across its operational areas.
132 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 135
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Material Ramah Lingkungan [F.5]
Environmentally Friendly Materials
Indocement mengembangkan produk semen yang lebih Indocement develops more environmentally friendly
ramah lingkungan dengan menurunkan faktor klinker cement products by reducing clinker factor through
melalui pemanfaatan fly ash dan ground granulated blast the use of fly ash and ground granulated blast furnace
furnace slag (GBFS) sebagai bahan substitusi. Upaya slag (GBFS) as substitute materials. This effort reduces
ini mengurangi penggunaan material tidak terbarukan the use of non-renewable materials while lowering the
sekaligus menurunkan intensitas emisi karbon product’s carbon emission intensity. In line with this
produk. Sejalan dengan strategi tersebut, Perseroan strategy, the Company offers various types of low-
menghadirkan berbagai jenis semen rendah karbon, carbon cement, such as portland composite cement,
seperti portland composite cement yang memberikan which provides significant CO2 emission reductions
pengurangan emisi CO2 signifikan untuk proyek for large-scale construction projects, and hydraulic
konstruksi berskala besar, serta semen hidraulis yang cement, designed for heavy infrastructure needs with
dirancang untuk kebutuhan infrastruktur berat dengan excellent durability to support long-term sustainability.
daya tahan unggul guna mendukung keberlanjutan
jangka panjang.
Produk Ramah Lingkungan
Environmentally Friendly Products
Uraian Semen Portland Komposit Semen Slag Semen Hidraulis
Description Portland Composite Cement Slag Cement Hydraulic Cement
Rasio Klinker 61%–62%
Clinker Ratio dengan SNI terbaru mencapai 55% 45%–50% 75%–78%
with the latest SNI reaching 55%
Pengurangan CO2
30%–35% 50%–55% 10%–15%
CO2 Reduction
• Didistribusikan dalam curah. • Didistribusikan dalam curah.
• Hidrasi panas rendah, tahan sulfat, • Kekuatan lebih baik dibandingkan
ketahanan tinggi dan periode OPC dengan daya tahan luar biasa
pertumbuhan kompresi yang lebih dibandingkan OPC.
lama. • Untuk infrastruktur, gedung bertingkat,
• Cocok untuk proyek beton massa, dan industri precast.
bendungan dan dermaga. Saat ini • Distributed in bulk.
Karakteristik Didistribusikan dalam kantong digunakan dalam pengembangan • Excellent strength compared to OPC
Characteristics Distributed in bags Pelabuhan Patimban. with exceptional durability.
• Distributed in bulk. • For infrastructure, high-rise buildings,
• Low heat of hydration, sulfate and precast industry.
resistance, high durability, and a longer
compression growth period.
• Suitable for mass concrete projects,
dams, and docks. Currently used in the
development of Patimban Port.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 133
Page 136
Menerapkan Ekonomi Sirkular [F.14][306-1][306-2]
Implementing a Circular Economy
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Signifikansi Topik Penerapan ekonomi sirkular menjadi aspek material karena mendukung optimalisasi pemanfaatan limbah sebagai
Significance of the Topic bahan bakar dan bahan baku alternatif, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya tidak
terbarukan dan menurunkan emisi karbon.
The implementation of circular economy serves as a material aspect as it supports the optimization of waste
utilization as fuel and alternative raw materials, thereby reducing dependence on non-renewable resources and
lowering carbon emissions.
Komitmen dan Kebijakan • Sustainability Commitment 2030 Heidelberg Materials.
Commitments and Policies • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.
• ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan.
• Komitmen Pengelolaan Limbah melalui Kebijakan Pengelolaan Limbah yang ditetapkan oleh Direktur Utama
pada 9 September 2019.
• Izin Pengelolaan Limbah dari Kementerian Lingkungan Hidup.
• Heidelberg Materials Sustainability Commitment 2030.
• Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 101 of 2014 on Hazardous and Toxic Waste Management.
• ISO 14001:2015 Environmental Management System.
• Commitment to Waste Management through the Policy on Waste Management established by the President
Director on 9 September 2019.
• Permission on Waste Management from the Ministry of Environment.
Target Meningkatkan pemanfaatan limbah sebagai substitusi bahan bakar dan bahan baku alternatif secara bertahap
hingga mencapai target 2030 sebesar 42%, serta meminimalkan timbulan limbah yang tidak termanfaatkan.
Increasing the utilization of waste as a substitute for fuel and alternative raw materials gradually to reach the 2030
target of 42%, while minimizing the generation of unused waste.
Strategi Pencapaian • Mengoptimalkan pemanfaatan energi alternatif dari limbah dengan memanfaatkan sampah atau limbah domestik
Kinerja 2025 [403-7] sebagai RDF.
Performance Achievement • Mengoperasikan dan mengoptimalkan pemanfaatan energi surya di Kompleks Pabrik Citeureup dan Tarjun
Strategy in 2025 sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
• Menggunakan lebih banyak bahan baku alternatif sebagai pengganti klinker dalam proses produksi untuk
menjaga konservasi energi.
• Optimizing the use of alternative energy from waste by utilizing domestic waste as RDF.
• Operating and optimizing solar energy utilization at Citeureup and Tarjun Factories as part of energy efficiency
efforts and reducing dependence on fossil fuels.
• Using more alternative raw materials as a substitute for clinker in the production process to maintain energy
conservation.
Pencapaian 2025 • 99,3% pemanfaatan limbah B3 internal.
Achievements in 2025 • 4,7% bahan baku alternatif pengganti klinker di semen.
• 92,3% pemanfaatan limbah non-B3 internal.
• 29% pemanfaatan limbah untuk mensubstitusi kebutuhan bahan bakar.
• 2,2% pemanfaatan limbah mensubstitusi kebutuhan bahan baku alternatif.
• 99.3% utilization of internal hazardous and toxic waste.
• 4.7% of alternative raw materials as a substitute for clinker in cement.
• 92.3% utilization of internal non-hazardous and toxic waste.
• 29% utilization of waste to substitute fuel needs.
• 2.2% utilization of waste to substitute the need for alternative raw materials.
134 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 137
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Evaluasi yang Dilakukan • Pengawasan dan evaluasi rutin terhadap pengelolaan limbah, baik dari sumber internal maupun eksternal,
Evaluation Conducted dilakukan oleh Fungsi Procurement & AFAM yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi.
• Data terkait timbulan sampah dan hasil pemantauan disampaikan setiap bulan melalui Departemen Lingkungan
dan Departemen HRGA.
• Pelaporan eksternal mengenai pengelolaan limbah dilakukan melalui Sistem Pelaporan Elektronik (SISPEK)
milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Aspek pendapatan berkelanjutan yang dihasilkan dari pendekatan
sirkularitas dan produk rendah karbon telah melalui proses audit dengan tingkat reasonable assurance sebagai
bagian dari Heidelberg Materials.
• Periodic monitoring and evaluation of waste management, both from internal and external sources, are carried
out by the Procurement & AFAM Function, which reports directly to the Board of Directors.
• Data related to waste generation and monitoring results are submitted monthly through the Department of
Environment and the Department of HRGA.
• External reporting on waste management is carried out through the Electronic Reporting System (SISPEK)
owned by the Ministry of Environment (KLH). The aspect of sustainable income generated from circularity
approach and low-carbon products has gone through audit process with the level of reasonable assurance as
part of Heidelberg Materials.
Divisi yang Bertanggung Fungsi Procurement & AFAM dan Departemen Lingkungan dan Departemen HRGA.
Jawab The Procurement & AFAM Function, along with the Environmental Department and HRGA Department.
Responsible Division
Indocement menerapkan 5R, yaitu Reduce, Reuse, Indocement implements the 5Rs—Reduce, Reuse,
Recycle, Repair, dan Recovery, sebagai pendekatan Recycle, Repair, and Recovery—as its primary approach
utama dalam pengelolaan limbah pada setiap tahap to waste management at every stage of the production
proses produksi. Penerapan konsep ini bertujuan untuk process. This concept aims to minimize waste
meminimalkan timbulan limbah sejak dari sumbernya, generation at the source, increase material reuse, and
meningkatkan pemanfaatan kembali material, serta reduce waste residues that have the potential to pollute
mengurangi residu limbah yang berpotensi mencemari the environment.
lingkungan.
Praktik 5R Indocement
Indocement 5R Practice
Reduce Reuse Recycle Repair Recovery
Mengurangi jumlah Menggunakan kembali Mendaur ulang Memperbaiki hanya Memperoleh kembali
limbah B3 dan non-B3 limbah B3 dan non-B3 komponen-komponen pada bagian mesin atau komponen-komponen
dengan target setiap untuk fungsi yang yang bermanfaat motor listrik yang rusak. yang bermanfaat dari
tahun sebesar 2% dari sama atau lainnya dari limbah B3 dan Repair only the parts of limbah B3 dan non-B3.
tahun sebelumnya. tanpa melalui proses non-B3 melalui proses the engine or electric Recover useful
Reduce the amount tambahan secara kimia, tambahan secara kimia, motor that is damaged. components from
of hazardous and fisika, biologi, dan/atau fisika, biologi, dan/atau hazardous and non-
non-hazardous waste termal. termal menjadi benda hazardous waste.
with an annual target Reuse hazardous and lain.
of 2% compared to the non-hazardous waste Recycle useful
previous year. for the same or other components of
purposes, without any hazardous and non-
additional chemical, hazardous waste
physical, as well as through additional
biological processes, chemical, physical,
and/or thermal process. as well as biological
processes, and/or
thermal to become
other objects.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 135
Page 138
Pemanfaatan Limbah dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular pada Proses Produksi
Utilization of Waste with Circular Economy Approach in the Production Process
Penambangan Penggilingan dan Pembakaran
Mining Grinding and Burning
Raw Meal Silo
Sampah
Material Pencampuran CO2 - Neutral Domestik
Blending Biomass Domestic
Waste
RDF
Rotary Kiln
Raw Mill
Pengepakan Penggilingan Semen
Packing Cement Grinding
Silo Semen
Cement Silo
Fly-ash & Granulated blast
Distribusi Furnace Slag
Distribution
Cement Mill Clinker
Storage
Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan To reduce greenhouse gas emissions and improve
meningkatkan ketahanan energi operasional, operational energy resilience, Indocement optimizes
Indocement mengoptimalkan penggunaan bahan the use of raw materials and alternative fuels in its
baku dan bahan bakar alternatif dalam proses integrated production process through grinding at the
produksi secara terintegrasi melalui penggilingan di raw mill and cement mill. The Company also strengthens
raw mill dan cement mill. Perseroan juga memperkuat the energy transition by investing Rp353 billion in the
transisi energi melalui investasi Rp353 miliar untuk construction of RDF facilities that support the reduction
pembangunan fasilitas RDF yang mendukung of fossil fuel use and sustainable management of urban
pengurangan penggunaan bahan bakar fosil sekaligus waste. Throughout 2025, a total of 162.209 tons of RDF
pengelolaan sampah perkotaan secara berkelanjutan. were used as a coal substitute throughout the factories,
Selama 2025, sebanyak 162.209 ton RDF dimanfaatkan supported by infrastructure development such as
sebagai pengganti batu bara di seluruh kompleks factory access roads, an RDF feeding facility at Plant
pabrik, didukung pembangunan infrastruktur seperti 14, a shredder and mixing facility, and a hot disc facility
akses jalan ke pabrik, fasilitas feeding RDF di Plant 14, at Plant 11 to ensure safe, efficient, and sustainable
fasilitas shredder dan mixing, serta hotdisc facility di utilization.
Plant 11 untuk memastikan pemanfaatannya berjalan
aman, efisien, dan berkelanjutan.
Hingga 2025, Indocement telah memiliki nota Until 2025, Indocement had memorandums of
kesepahaman dan kontrak kerja sama pengadaan RDF understanding and cooperation contracts for RDF
dengan sejumlah pihak; 14 mitra utama di antaranya procurement with several parties; 14 of these key
berpotensi memasok hingga 1 juta ton RDF per tahun. partners have the potential to supply up to 1 million tons
of RDF per year.
136 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 139
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Pada Desember 2025, Indocement menandatangani Perjanjian Jual Beli RDF dengan
Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk
memanfaatkan RDF dari Plant Rorotan sebagai bahan bakar alternatif dalam produksi
semen, sekaligus mendukung pengelolaan sampah perkotaan secara berkelanjutan.
In December 2025, Indocement signed an RDF Sales and Purchase Agreement with the
Integrated Waste Management Unit (UPST) of the Jakarta Environmental Agency to utilize
RDF from Rorotan Plant as an alternative fuel in cement production, while simultaneously
supporting sustainable urban waste management.
Pada 2025, Indocement meraih Penghargaan Platinum kategori Efisiensi Energi pada
Circular Economy & Sustainability Awards (CESA) 2025 yang diselenggarakan Corporate
Forum for CSR Development (CFCD) melalui program Circular Energy Transformation,
yang dinilai unggul dalam penerapan ekonomi sirkular melalui efisiensi energi,
pengurangan emisi karbon, dan pemanfaatan bahan bakar alternatif.
In 2025, Indocement received the Platinum Award in the Energy Efficiency category at the
2025 Circular Economy & Sustainability Awards (CESA), held by the Corporate Forum for
CSR Development (CFCD) through its Circular Energy Transformation program, recognized
for its excellence in implementing a circular economy through energy efficiency, carbon
emission reduction, and the use of alternative fuels.
Sejak November 2025, Kompleks Pabrik Tarjun Indocement menerima pengiriman
perdana 10 ton RDF dari TPS 3R KSM Lestari Martapura, Kabupaten Banjar, sebagai
bagian dari kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemerintah Provinsi
Kalimantan Selatan, dan KLH/BPLH untuk mendorong pengelolaan sampah
berkelanjutan.
In November 2025, Indocement’s Tarjun Factory received its first shipment of 10 tons of
RDF from the Reuse-Reduce-Recycle Waste Management Site (TPS 3R) of KSM Lestari
Martapura, Banjar Regency, as part of a collaboration with Banjar Regency Government,
the South Kalimantan Provincial Government, and the Ministry of Environment/BPLH to
promote sustainable waste management.
Pengelolaan Limbah [F.14][3-3][306-1][306-2]
Waste Management
Indocement mengelola timbulan limbah secara Indocement manages waste generation in an integrated
terintegrasi melalui pengelolaan internal dan kerja sama manner through internal management and collaboration
dengan pihak ketiga yang berizin, yang dipantau secara with licensed third parties, which is regularly monitored
berkala oleh Fungsi Procurement & Asset and Facilities by the Procurement & Asset and Facilities Asset
Asset Management (AFAM). Pengelolaan limbah B3 dan Management (AFAM) Function. Internal management
non-B3 secara internal dilaksanakan sesuai izin dari of hazardous and non-hazardous waste is carried
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta out in accordance with permits from the Ministry of
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai Environment and Forestry and applicable laws and
bagian dari sistem pengendalian lingkungan, Perseroan regulations. As part of its environmental control system,
memiliki tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah the Company maintains a licensed Waste Management
B3 yang berizin. Seluruh tahapan pengelolaan limbah Site (TPS) for hazardous and non-hazardous waste.
B3, mulai dari penyimpanan hingga pengangkutan, All stages of hazardous and non-hazardous waste
dilakukan secara terstandar di seluruh kompleks management, from storage to transportation, are
pabrik, dengan pengolahan lanjutan oleh pihak ketiga standardized throughout the factories, with further
berizin bila diperlukan. processing by licensed third parties when necessary.
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 137
Page 140
Alur Pengelolaan Limbah
Waste Management Flow
Diserahkan ke Pihak
Ketiga Berizin
Hasil Produksi Handed to Licensed
Production Output Third Party
TPS Limbah B3 Dimanfaatkan sebagai
Limbah B3
Temporary Storage Bahan Baku Alternatif
Hazardous and
for Hazardous Utilized as an
Toxic Waste
Kegiatan Waste Alternative Material
Operasional
Operational Activity
Dimanfaatkan sebagai
Bahan Bakar Alternatif
Utilized as an
Alternative Fuel
Limbah
Waste
Gudang Scrap Dimanfaatkan sebagai
Scrap Yard Bahan Bakar Alternatif
Utilized as an
Limbah Non-B3 Alternative Fuel
Non-Hazardous and
Toxic Waste
Tempat Sampah
Limbah Non-B3
Trash Bin for Dimanfaatkan menjadi
Non-Hazardous Pupuk Kompos
Waste Utilized as an Compost
Pengelolaan Limbah Waste Management
Perseroan menyadari hasil dari kegiatan operasional The Company realizes that its operational activities
menghasilkan timbulan limbah padat dan limbah cair generate solid and liquid waste, classified as hazardous
yang tergolong sebagai limbah B3 dan limbah non-B3. and non-hazardous waste. Hazardous wastes, which
Limbah B3 yaitu minyak pelumas bekas, kain majun are used lubricating oil, used rags contaminated with
bekas yang terkontaminasi oli, kemasan bekas B3, oil, used hazardous packaging, WWTP sludge, used
sludge IPAL, refraktori bekas dan limbah elektronik refractories and electronic waste originate from factory
berasal dari aktivitas pemeliharaan mesin pabrik, machine maintenance activities, WWTP activities, as
aktivitas IPAL, serta insulasi dinding tanur putar dan well as rotary kiln wall insulation and factory lighting.
penerangan pabrik. Adapun limbah non-B3 berupa Non-hazardous waste consists of solid waste generated
timbulan padatan sampah yang berasal dari kegiatan. from these activities.
59.824 ton | tons 59.408,5 ton | tons 99,3%
Jumlah Limbah B3 Jumlah Limbah B3
Total Hazardous Waste Total Hazardous Waste
1.115,94 ton | tons Memanfaatkan Kembali
1.030,49 ton | tons 92,3%
Jumlah Limbah Non-B3 Jumlah Limbah Non-B3
Total Non-hazardous Waste Reusing Total Non-hazardous Waste
138 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 141
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Limbah B3 (Ton) [F.13][306-2][306-3][EM-CM-150a.1]
Hazardous and Toxic Waste (Tons)
Pengelolaan
Management
Jumlah Limbah Dihasilkan
Kompleks
Waste Generated Dimanfaatkan untuk Bahan
Pabrik Disimpan Diserahkan ke Pihak Ketiga
Bakar Alternatif
Factory Stored Transported to Third Party
Utilized as Alternative Fuel
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Citeureup 1.806 2.246 3.573 0 0 0 1.478 1.808 3.346 328 438 227
Cirebon 557,8 556 11.001 39,7 187 1 499,9 348 10.949 18,2 21,2 51
Tarjun 35.241 23.029 7.528 2,6 0 5 35.235 23.029 7.514 3,4 0 9
Maros 22.192 283 636 0,3 0 243 22.189 277 389 2,28 6 4
Grobogan 27,2 183 0 0 0 0 6,6 170 0 20,6 13 0
Jumlah 59.824 26.297 22.738 42,6 187 1.014 59.408,5 25.632 22.198 372,4 478 291
Total
Limbah Non-B3 (Ton) [F.13][306-3][306-4][306-5][EM-CM-150a.1]
Non-hazardous and Toxic Waste (Tons)
Pengelolaan
Management
Jumlah Limbah Dihasilkan Dimanfaatkan sebagai Pupuk
Kompleks
Waste Generated Kompos atau Bahan Bakar
Pabrik Disimpan Diserahkan ke Pihak Ketiga
Alternatif
Factory Stored Transported to Third Party
Utilized as Compost or
Alternative Fuel
2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023 2025 2024 2023
Citeureup 514,6 559 697 0 0 0 514,61 559 697 0 0 0
Cirebon 324,5 371 164,22 0 0 0 306,9 372 164,22 17,6 0 0
Tarjun 189,4 87 283,71 0 0 0 189,4 87 283,71 0 0 0
Maros 19,6 16 N/A 0 N/A N/A 19,6 16 N/A 0 0 N/A
Grobogan 67,8 91 N/A 0 N/A N/A 0 0 N/A 67,8 0 N/A
Jumlah 1.115,9 1.125 1.145 0 0 0 1.030,5 1.034 1.145 85,4 91 0
Total
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 139
Page 142
Pemanfaatan Limbah B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif (Ton) [F.13][306-4]
Utilization of Hazardous and Toxic Waste as Alternative Fuel (Tons)
Kompleks Pabrik
2025 2024 2023
Factory
Citeureup 33.753 39.198 47.236
Cirebon 0 0 290
Tarjun 12.042 13.144 3.609
Maros 29 35 2
Grobogan 0 0 0
Jumlah 45.824 51.574 51.138
Total
Keterangan | Note:
Limbah B3 meliputi Sludge Oil, Sloop Oil, Waste Fuel, Paint, dan High Carbon.
Hazardous and toxic (B3) wastes include Sludge Oil, Sloop Oil, Waste Fuel, Paint, and High Carbon.
Pemanfaatan Limbah Non-B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif (Ton) [F.13][306-4]
Utilization of Non-Hazardous and Toxic Waste as Alternative Fuels (Tons)
Sumber Limbah
2025 2024 2023
Sources of Waste
Bahan Bakar Alternatif dari Limbah Biomassa
Alternative Fuel from Biomass
Cangkang Kopi dan Kelapa Sawit 78 1.315 8.668
Coffee and Palm Kernel Shell
Sekam Padi 564.806 285.146 203.167
Rice Husk
Serbuk Kayu dan Gergaji 70.530 188.058 167.928
Saw Dust and Woods Chip
Kertas dan Karton 140 110 260
Paper dan Cardboard
Bonggol Jagung 26.914 13.636 1.018
Corn Cob
Biomassa 10.226 21.472 0
Biomass
Bahan Bakar Alternatif dari Limbah Lainnya
Alternative Fuel from Other Waste Sources
Ban Bekas 19.511 14.570 19.725
Scrap Tire
Plastik 35.456 27.454 36.798
Plastic
Tekstil 2.025 1.575 1.588
Textile
Sampah Rumah Tangga 162.209 69.204 15.080
Municipal Waste
Lainnya 141.094 139.191 165.387
Others
Jumlah 1.032.988 761.729 619.619
Total
Keterangan | Note:
Jumlah penggunaan limbah sebagai bahan bakar alternatif dilaporkan sebagai “as fired basis” atau dalam kondisi ketika diumpankan ke sistem
pembakaran.
The amount of waste used as an alternative fuel is reported “as fired basis” or in the condition when it is fed to the combustion system.
140 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 143
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Melindungi Keanekaragaman Hayati
Protecting Biodiversity
Pendekatan Manajemen [3-3]
Management Approach
Signifikansi Topik Kegiatan penambangan bahan baku semen berpotensi menurunkan nilai keanekaragaman hayati serta
Significance of the Topic mengubah karakteristik lanskap. Indocement melaksanakan rencana pasca-tambang yang telah disetujui
oleh pemerintah, dengan fokus pada pemulihan fungsi ekologis lahan serta peningkatan keanekaragaman
hayati di area bekas tambang.
Mining for cement raw materials has the potential to reduce biodiversity and alter landscape characteristics.
Indocement carries out a government-approved post-mining plan, focusing on restoring the ecological
function of the land and enhancing biodiversity in former mining areas.
Komitmen dan Kebijakan • Sustainability Commitment 2030 HeidelbergCement Group.
[101-1][101-3] • Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 dan Nomor 7 Tahun 2014.
Commitments and Policies • Dokumen Lingkungan, seperti AMDAL, RKL/RPL, dan RKAB.
• Dokumen Rencana Reklamasi.
• Kebijakan terkait Tata Guna Lahan dan Keanekaragaman Hayati Indocement (Dokumen Nomor P12/
GMOSML/08 dan secara efektif digunakan sejak 5 Juli 2017).
• HeidelbergCement Group Sustainability Commitment 2030.
• The Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 26 of 2018 and No. 7 of 2014.
• Environmental Documents, such as AMDAL, RKL/RPL, and RKAB.
• Reclamation Plan Documents.
• Policies related to Indocement’s Land Use and Biodiversity (Document No. P12/GMOSML/08 and effectively
enforced since 5 July 2017).
Target 2030 • 100% site telah memenuhi standar minimal reklamasi sesuai HC Quarry After-use Guideline, dengan
2030 Target persyaratan utama melampaui kepatuhan hukum Pemerintah dan telah mencakup langkah-langkah
mitigasi dan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi.
• 529,64 Ha luas area reklamasi dan buffer zone.
• 75% peruntukan lahan konservasi untuk perlindungan keanekaragaman hayati.
• >2,5 nilai indeks keanekaragaman hayati (Indeks Shannon-Wienner).
• 100% of sites have complied with the reclamation minimum standards according to HC Quarry After-
use Guideline, with the main requirements exceeding the Government legal compliance and covering
mitigation measures and management of areas with high biodiversity value.
• 529.64 hectares of reclamation and buffer zone area.
• 75% allocation of land conservation for biodiversity protection.
• >2.5 biodiversity index value (Shannon-Wienner Index).
Strategi Pencapaian Kinerja Pemutakhiran Dokumen Rencana Reklamasi Pascatambang (Reclamation Plan) serta Rencana Pengelolaan
Achievement Strategies Keanekaragaman Hayati (Biodiversity Management Plan) secara berkala.
Regularly updating the Post-Mining Reclamation Plan and Biodiversity Management Plan.
Pencapaian 2025 • Seluruh kompleks pabrik telah memiliki rencana reklamasi, rencana pascatambang, rencana pengelolaan,
Achievements in 2025 dan pemantauan lingkungan yang mempromosikan aspek keanekaragaman hayati.
• 159 Ha luas area reklamasi dan buffer zone.
• 63% peruntukan lahan konservasi untuk perlindungan keanekaragaman hayati.
• 3,92 nilai indeks keanekaragaman hayati (Indeks Shannon-Wienner).
• All factories have reclamation plans, post-mining plans, management plans, and environmental monitoring
that promote biodiversity aspects.
• 159 hectares of reclamation and buffer zone area.
• 63% allocation of land conservation for biodiversity protection
• 3.92 biodiversity index value (Shannon-Wienner Index).
Evaluasi yang Dilakukan • Aspek keanekaragaman hayati dikelola dan dievaluasi secara internal oleh Divisi Pertambangan dan Divisi
Evaluation Conducted Corporate Social Responsibility (CSR) yang secara langsung bertanggung jawab kepada Direksi.
• Pemantauan eksternal dilakukan melalui penyampaian laporan tahunan terkait kinerja keanekaragaman
hayati kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
• Audit terhadap aspek keanekaragaman hayati Perseroan telah dilakukan dengan tingkat limited assurance
sebagai bagian dari Heidelberg Materials.
• Biodiversity aspects are managed and evaluated internally by the Mining Division and Corporate Social
Responsibility (CSR) Division which directly answer to the Board of Directors.
• External monitoring is carried out through the submission of annual reports on biodiversity performance to
the Ministry of Environment (KLH).
• Audit of the Company’s biodiversity aspects has been carried out with the level of limited assurance as part
of Heidelberg Materials.
Divisi yang Bertanggung Jawab Divisi Pertambangan dan Divisi Corporate Social Responsibility (CSR)
Responsible Division Mining Division and Corporate Social Responsibility (CSR) Divisions
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 141
Page 144
Aktivitas Kami Dampak Kami [F.9][101-2][101-3][101-4][101-7]
Our Activities Our Impacts
Merawat area budidaya dengan melakukan Total luas area budidaya di tambang batu kapur dan tanah pada 2025 mencapai mencapai 26 ha di
pemupukan dan pembersihan terhadap Komplek Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun yang sekaligus
spesies invasif. menjadi Pusat Penelitian Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M). [101-5]
Maintaining the cultivation areas by The total cultivation area in the limestone and soil quarries in 2025 were 26 ha in Citeureup
fertilizing and cleaning invasive species. Factory, Cirebon Factory, and Tarjun Factory, which also serves as the Center for Research,
Training, and Community Empowerment (P4M). [101-5]
Mempromosikan nilai-nilai indeks • Nilai indeks keanekaragaman flora di lahan pascatambang berada pada kategori sedang sampai
keanekaragaman hayati melalui budidaya tinggi, yaitu antara 1,55-3,92.
pohon yang bisa menarik kehidupan liar dan • Reklamasi di tiga kompleks pabrik dengan menanam 88.646 pohon dari berbagai spesies untuk
menjaga habitatnya. memperbaiki lahan yang terdampak aktivitas penambangan. [101-6]
Promoting biodiversity index value by • Kompleks Pabrik Cirebon membangun Kebun Koleksi Pohon Endemik Cirebon (“Kebon Cirebon”),
planting trees that can attract wildlife and yang hingga 2025 telah menanam 830 pohon dari 16 spesies endemik.
preserve their habitat. • Melaksanakan penanaman 200 bibit pohon mangrove di area pabrik untuk menjaga habitat
spesies burung di Kompleks Pabrik Tarjun.
• Penanaman spesies 100 bibit Indigofera, 100 bibit cemara laut dan bibit pohon untuk
penyulaman area reklamasi pascatambang di Kompleks Pabrik Citeureup.
• The flora diversity index value in post-mining land is classified as moderate to high, ranging from
1.55 to 3.92.
• Reclamation at three factories by planting 88,646 trees of various species to restore areas
impacted by mining activities. [101-6]
• Cirebon Factory established the Cirebon Endemic Tree Collection Garden (“Kebon Cirebon”),
where up to 2025 planted 830 trees of 16 endemic species.
• A total of 200 mangrove saplings were planted in the factory area to preserve the bird species’
at Tarjun Factory.
• A total of 100 Indigofera saplings were planted, 100 sea pine trees and tree saplings for
replanting post-mining reclamation areas in Citeureup Factory.
Merawat dan mengawasi kualitas air dengan Keberadaan burung lahan basah, seperti Cekakak Jawa dan Cekakak Sungai di lahan basah dan
mengambil sampel di mata air dan Sungai ditemukannya burung pemangsa saat periode migrasi.
Cikukulu, Sungai Cikarang, dan Sungai The existence of wetland birds, such as Javan Kingfisher and Collared Kingfisher around wetlands
Cijere yang berada di area tambang batu areas, as well as raptors that are found during migration period.
kapur.
Maintaining and monitoring the quality of
water by taking samples from spring and
Cikululu River, Cikarang River, and Cijere
River located in the limestone quarries area.
Menjaga dan mengawasi kualitas tanah di Kualitas lingkungan yang secara umum berada dalam kondisi baik mengindikasikan bahwa
area budidaya. Indocement memenuhi baku mutu air dan tanah yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Maintaining and monitoring soil quality in Good environmental quality in general indicates that Indocement complies with the water and soil
the cultivation areas. quality standards set by the Government.
Pelatihan keanekaragaman hayati untuk Pelatihan keanekaragaman hayati untuk karyawan yang tidak berlatar belakang ilmu biologi atau
non-ahli biologi. ekologi untuk mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai keanekaragaman hayati.
Biodiversity training for non-biologists. Biodiversity training for employees who have no biological or ecological background to have better
understanding about biodiversity.
Pelibatan masyarakat dalam pelestarian • Kerja sama dengan Kelompok Tani dalam pengelolaan area budidaya di Tiga Roda Edu Green
lingkungan. Park dan Taman Serangga.
Community engagement in environmental • Menjadikan lokasi konservasi keanekaragaman hayati sebagai tempat penelitian bagi kalangan
conservation. akademisi dan masyarakat umum melalui Quarry Life Award Edisi ke-6 Periode 2024–2025.
• Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait penanaman pohon bakau di Desa Tanjung
Pangga.
• Melindungi spesies Monyet Ekor Panjang di area kuari Bukit Pencil.
• Collaborating with farmer groups to manage cultivation areas at the Tiga Roda Edu Green Park
and the Insect Garden.
• Transforming biodiversity conservation areas into research sites for academics and the public
through the Quarry Life Award, 6th Edition, for the 2024–2025 period.
• Partnering with the Environmental Agency to plant mangrove trees in Tanjung Pangga Village.
• Protecting the Long-tailed Macaque species in the Bukit Pencil quarry area.
Perseroan menyadari bahwa kegiatan operasional The Company realizes that operational activities such
seperti pembukaan lahan, penambangan batu kapur, as land clearing, limestone quarrying, and material
dan transportasi material berpotensi memengaruhi transportation may potentially impact the ecosystem,
ekosistem, meningkatkan emisi debu, erosi, serta increasing dust emissions and erosion, and degrading
menurunkan kualitas air. water quality.
142 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 145
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Untuk memitigasi dampak tersebut, Perseroan To mitigate such impacts, the Company carries
melaksanakan pelestarian dan pemantauan out biodiversity conservation and monitoring in its
keanekaragaman hayati di wilayah operasional bekerja operational areas in collaboration with the Bogor
sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Agricultural University (IPB), Kuningan University,
Kuningan, dan Universitas Lambung Mangkurat, and Lambung Mangkurat University, in accordance
sesuai ketentuan AMDAL dan rencana reklamasi with AMDAL and post-mining reclamation plan.
pascatambang. Perseroan memastikan seluruh The Company ensures that all mining operations
operasi pertambangan sesuai dengan izin pemerintah. comply with government permits. As of the end of
Hingga akhir 2025, luas konsesi Indocement mencapai 2025, Indocement’s concession area reached 8,720 ha
8.720 ha, yang sebagian besar berada di kawasan the majority of which was located in production forest
hutan produksi dan telah memiliki izin IPPKH dari areas and obtained an IPPKH permit from the Ministry
KLH. Perseroan juga tetap melakukan pemantauan of Environment. The Company also continued to monitor
keanekaragaman hayati, termasuk avifauna dengan biodiversity, including avifauna, with a biodiversity index
indeks keanekaragaman hayati sebesar 1,55 pada of 1.55 in 2025. [F.10][3-3][101-2][101-3[101-5][101-6]
2025. [F.10][3-3][101-2][101-3[101-5][101-6]
Informasi lebih lanjut mengenai proses dan hasil pemantauan
di setiap kompleks pabrik dan quarry dapat dilihat pada:
https://www.indocement.co.id/id/responsibility/kinerja-lingkungan.
Further information on the monitoring process and
results at each factory and quarry can be found at:
https://www.indocement.co.id/en/responsibility/environmental-performances.
Kegiatan Konservasi Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Conservation Activities
Sejak 2020, Indocement melaksanakan kegiatan Konservasi Hutan Teureup di
lahan bekas tambang sebagai bentuk perlindungan dan pengelolaan kawasan
hutan untuk menjaga fungsi ekologis, keanekaragaman hayati, serta mendukung
komitmen keberlanjutan jangka panjang.
Since 2020, Indocement has been implementing Teureup Forest Conservation activities
in ex-mining area as a form of protection and management of forest areas to maintain
ecological functions and biodiversity, and support the long-term commitment to
sustainability.
Sebagai bentuk komitmen terhadap konservasi, As the commitment for conservation, the Company
Perseroan memberikan perhatian khusus pada pays special attention to the protection of native
perlindungan satwa khas di setiap wilayah operasional, wildlife in each operational area, namely the Javan
yaitu Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris) di Kompleks Kingfisher (Halcyon cyanoventris) at Citeureup Factory,
Pabrik Citeureup, Gelatik Jawa (Padda oryzivora) di Javan Sparrow (Padda oryzivora) at Cirebon Factory,
Kompleks Pabrik Cirebon, dan Bekantan (Nasalis and Proboscis Monkey (Nasalis larvatus) at Tarjun
larvatus) di Kompleks Pabrik Tarjun. Guna mendukung Factory. To support such efforts, Indocement invested
upaya tersebut, Indocement menginvestasikan Rp8.91 billion throughout 2025. [F.10][101-4]
Rp8,91 miliar sepanjang 2025. [F.10][101-4]
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 143
Page 146
Nama dan Status Fauna yang Dilindungi di Indocement [101-4]
Name and Status of Protected Fauna in Indocement
Status Konservasi
Nama Lokal Nama Ilmiah Conservation Status
Local Name Scientific Name
P.106/2018 IUCN CITES
Kompleks Pabrik Citeureup
Citeureup Factory
Kipasan Belang Rhipidura javanica Dilindungi Risiko Rendah -
Sunda Pied Fantail Protected Least Concern
Palem Kuning Dypsis lutescens - Hampir Terancam -
Areca Palm Near Threatened
Kemiri Sunan Reutalis trisperma - -
Reutealis Trisperma
Mahoni Swietenia mahagoni - II
Mahogany
Perenjak Jawa Prinia familiaris - -
Bar-winged Prinia
Burung Kerak Kerbau Acridotheres javanicus - Rentan -
Javan Myna Vulnerable
Kupu-kupu Gagak Bergaris Euploea mulciber - -
Striped Blue Crow
Palem Putri Adonidia merrillii - -
Christmas Palm
Tapak Kepyar/Terompet Emas Handroanthus chrysanthus - II
Golden Trumpet
Eboni Diospyros celebica - -
Ebony
Mahoni Uganda Khaya anthotheca - II
Ugandan Mahogany
Monyet Ekor Panjang Macaca fascicularis - Terancam II
Long-tailed Macaque Endangered
Jati Tectona grandis - -
Teak
Mahoni Daun Besar Swietenia macrophylla - II
Big-leaf Mahogany
Kompleks Pabrik Cirebon
Cirebon Factory
Elang Ular Bido Spilornis cheela Dilindungi Risiko Rendah II
Crested Serpent Eagle Protected Least Concern
Alap-alap Sapi Falco moluccensis II
Spotted Kestrel
Alap-alap Kawah Falco peregrinus I
Peregrine Falcon
Perenjak Jawa Prinia familiaris - Hampir Terancam -
Bar-winged Prinia Near Threatened
Gelatik Jawa Padda oryzivora - Rentan II
Java Sparrow Vulnerable
Kerak Kerbau Acridotheres javanicus - -
Javan Myna
144 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 147
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Status Konservasi
Nama Lokal Nama Ilmiah Conservation Status
Local Name Scientific Name
P.106/2018 IUCN CITES
Kompleks Pabrik Tarjun
Tarjun Factory
Kangkareng Perut Putih Anthracoceros albirostris Dilindungi Risiko Rendah II
Oriental Pied Hornbill Protected Least Concern
Kipasan Belang Pidura javanica -
Pied Fantail
Lutung Kelabu Trachypithecus cristatus II
Silvery Langur
Elang Bondol Haliastur indus II
Brahminy Kite
Cipoh Jantung Aegithina viridissima - Hampir Terancam -
Green Iora Near Threatened
Monyet Ekor Panjang Macaca fascicularis - Terancam Punah II
Long-tailed Macaque Endangered
Indocement mengukur keanekaragaman hayati Indocement measures biodiversity by using the
menggunakan Indeks Shannon-Wiener (H’) untuk Shannon-Wiener Index (H’) to assess ecosystem
menilai kompleksitas ekosistem berdasarkan jumlah complexity based on the number and distribution of
dan distribusi spesies. Di Kompleks Pabrik Tarjun, species. At Tarjun Factory, the H’ value for woody plants
nilai H’ tumbuhan berkayu berkisar 0–2,53 (sangat was in the range of 0–2.53 (very low to moderate), while
rendah hingga sedang), sementara di Citeureup at Citeureup it was recorded at 3.92 in Quarry D 139
tercatat 3,92 di Quarry D 139 B, 3,65 di Quarry D 139 C, B, 3.65 in Quarry D 139 C, 3.91 in Tegal Panjang, and
3,91 di Tegal Panjang, dan 3,72 di Hambalang. Variasi ini 3.72 in Hambalang. This variation serves as the basis
menjadi dasar penentuan strategi pengayaan spesies, for determining strategies for species enrichment,
rehabilitasi habitat, dan peningkatan tutupan vegetasi. habitat rehabilitation, and increasing vegetation cover.
Selama 2025, Perseroan mereklamasi lahan di Throughout 2025, the Company reclaimed lands in
Citeureup, Cirebon, dan Tarjun dengan menanam 10.201 Citeureup, Cirebon, and Tarjun by planting 10,201 trees
pohon dari berbagai spesies seperti Mahoni, Kaliandra, of various species such as mahogany, calliandra, teak,
Jati, dan Mangrove untuk merevegetasi lahan bekas and mangroves to revegetate the former mining land
tambang serta meningkatkan serapan CO2. [101-3] and increase CO2 absorption. [101-3]
Data Revegetasi Indocement
Indocement Revegetation Data
Keterangan
2025 2024
Description
Estimasi Biomassa (ton/ha) 380.181 65,83
Biomass Estimation (tons/ha)
Stok Karbon (ton/ha) 183.861 30,93
Carbon Stock (tons/ha)
Sekuestrasi Karbon (ton/ha) 86.414,67 113,52
Carbon Sequestration (tons/ha)
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 145
Page 148
Indocement memantau keanekaragaman hayati Indocement monitors the biodiversity and carbon
dan cadangan karbon vegetasi di Kompleks Pabrik stocks of vegetation in Tarjun Factory in natural forest,
Tarjun pada ekosistem hutan alami, bakau, dan mangrove, and reclamation area ecosystems. Biomass
area reklamasi. Biomassa tercatat di kisaran was recorded in the range of 1,351–120,143 tons/ha
1,351–120,143 ton/ha dengan cadangan karbon with carbon stocks of up to 0.669–56,467 tons/ha.
hingga 0,669–56,467 ton/ha. Adapun area reklamasi The reclamation area contributed 50% of the total
menyumbang 50% dari total cadangan karbon, carbon stocks, followed by natural forest (39%) and
diikuti hutan alami (39%) dan bakau (11%). Perawatan mangrove (11%). Reclamation maintenance was carried
reklamasi dilakukan berkala, meningkatkan indeks out periodically, and thus, increasing the diversity
keanekaragaman flora (3,92) dan fauna (3,29), serta index of flora (3.92) and fauna (3.29) and involving
melibatkan masyarakat melalui Pusat Penelitian the community through the Center for Research,
Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M) dan Training, and Community Empowerment (P4M) and the
Gerakan Tani Mandiri. Hasil pemantauan menunjukkan Independent Farmers Movement. Monitoring results
bahwa strategi reklamasi dan pengelolaan vegetasi indicated that reclamation and vegetation management
berkontribusi dalam meningkatkan stok karbon strategies contribute to increasing carbon stocks
serta memperkuat fungsi ekosistem untuk mitigasi and strengthening ecosystem functions for climate
perubahan iklim. [101-7][101-8] change mitigation. [101-7][101-8]
Indocement menyelenggarakan Quarry Life Award (QLA) Edisi ke-6 (2024–2025)
sebagai kompetisi ilmiah dan edukasi yang melibatkan mahasiswa, peneliti, LSM,
dan masyarakat untuk menghadirkan solusi keberlanjutan di area tambang. Pada
edisi ini, Indocement membuka dua kuari sebagai lokasi penelitian di Kompleks
Pabrik Citeureup dan Cirebon. Salah satu pemenang nasional juga meraih
penghargaan internasional pada kategori Edukasi Keanekaragaman Hayati dengan
judul “Biodiversity Education through Birdwatching Students of Palimanan 1 State
Senior High School and PGRI Palimanan Senior High School in the Conservation
Area Indocement Palimanan, Cirebon”.
Indocement held the 6th edition of the Quarry Life Award (QLA) (2024–2025) as a
scientific and educational competition involving students, researchers, NGOs, and
the community to present sustainable solutions in mining areas. In this edition,
Indocement opened two quarries as research sites at Citeureup and Cirebon Factories.
One of the national winners also received an international award in the Biodiversity
Education category, entitled “Biodiversity Education through Birdwatching Students
of Palimanan 1 State Senior High School and PGRI Palimanan Senior High School in
the Indocement Palimanan Conservation Area, Cirebon.”
146 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 149
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Referensi POJK No. 51/POJK.03/2017 &
SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021, serta Indeks
Isi Standar GRI 2021 dan SASB: Construction
Material Sector Disclosure
Reference POJK No. 51/POJK.03/2017 & SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021, and GRI
Standards 2021 and SASB: Construction Material Sector Disclosure Content Index
Referensi POJK No. 51/POJK.03/2017 dan SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021 [G.4]
POJK No. 51/POJK.03/2017 and SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021 References
Indikator Halaman
No.
Indicators Page(s)
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Penjelasan Strategi Keberlanjutan
A.1 18-21
Elaboration on Sustainability Strategy
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
Summary of Sustainability Aspect Performance
Aspek Ekonomi
B.1 6
Economic Aspects
Aspek Lingkungan Hidup
B.2 6-7
Environmental Aspects
Aspek Sosial
B.3 7
Social Aspects
Profil Perusahaan
Company Profile
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
C.1 22-24, 89-90
Vision, Mission, and Values of Sustainability
Alamat Perusahaan
C.2 25
Company's Address
Skala Usaha
C.3 26
Enterprise Scale
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
C.4 26-30
Products, Services, and Business Activities
Keanggotaan pada Asosiasi
C.5 32
Membership in Association
Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
C.6 33
Significant Changes in Issuers and Public Companies
Penjelasan Direksi
The Board of Directors' Explanation
Penjelasan Direksi
D.1 12-17
The Board of Directors' Explanation
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Penanggung Jawab Penerapan Keberlanjutan
E.1 45-46
Responsible for Implementing Sustainability
Pengembangan Kompetensi Terkait Keberlanjutan
E.2 79-80
Competency Development Related to Sustainability
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 147
Page 150
Indikator Halaman
No.
Indicators Page(s)
Penilaian Risiko atas Penerapan Keberlanjutan
E.3 48-55
Risk Assessment of the Implementation of Sustainability
Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
E.4 79-80
Relations with Stakeholders
Permasalahan terhadap Penerapan Keberlanjutan
E.5 48-55
Problems with the Implementation of Sustainability
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
F.1 56, 57, 85
Sustainable Culture Development Activities
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
F.2 Comparison of Targets to Performance of Production, Portfolio, Financing Targets, or Investments, Revenue, as well as 64
Profit and Loss
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek
yang Sejalan dengan Keberlanjutan
F.3 64
Comparison of Target to Performance of Portfolio, Financing Target, or Investments in Financial Instruments or Projects
in line with the Implementation of Sustainability
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Aspek Umum
General Aspect
Biaya Lingkungan Hidup
F.4 108
Environmental Costs
Aspek Material
Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
F.5 133
Use of Environmentally Friendly Materials
Aspek Energi
Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
F.6 113
Amount and Intensity of Energy Used
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
F.7 114
Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy
Aspek Air
Water Aspect
Penggunaan Air
F.8 129
Water Usage
Aspek Keanekaragaman Hayati
Aspects of Biodiversity
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
F.9 142
Impacts from Operational Areas that are Near or Located in Conservation Areas or Have Biodiversity
Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
F.10 143-146
Biodiversity Conservation Efforts
Aspek Emisi
Emission Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
F.11 119
Total and Intensity of Emissions Generated by Type
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
F.12 119
Efforts and Achievements of Emission Reduction Made
148 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 151
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Indikator Halaman
No.
Indicators Page(s)
Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspects
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
F.13 130,139-140
Amount of Waste and Effluent Generated by Type
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.14 137-138
Waste and Effluent Management Mechanism
Tumpahan yang Terjadi (jika ada) Tidak Relevan
F.15
Occurring Spills (if any) Not Relevant
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Complaint Aspects Related to the Environment
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
F.16 104-105
Number and Material of Environmental Complaints Received and Resolved
Kinerja Sosial
Social Performance
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
F.17 65
Commitment to Provide Services on Equal Products and/or Services to Consumers
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect
Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.18 76
Equal Employment Opportunity
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.19 76
Child Labor and Forced Labor
Upah Minimum Regional
F.20 77
Regional Minimum Wage
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
F.21 81-87
Decent and Safe Work Environment
Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
F.22 78, 79-80
Employee Capability Training and Development
Aspek Masyarakat
Community Aspect
Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar
F.23 88-104
Impact of Operations on Surrounding Communities
Pengaduan Masyarakat
F.24 104-105
Community Complaints
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (CSR)
F.25 88-104
Corporate Social Responsibility (CSR)
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service Development
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26 31, 66
Innovation and Development of Sustainable Products/Services
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
F.27 65
Products/Services that Have Been Evaluated for Safety for Customers
Dampak Produk/Jasa
F.28 65-66
Product/Service Impact
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.29 66
Number of Product Recalls
Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.30 66
Customer Satisfaction Survey on Sustainable Financial Products and/or Services
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 149
Page 152
Indikator Halaman
No.
Indicators Page(s)
Lain-lain
Others
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
G.1 34-35, 109
Written Verification from Independent Party (if any)
Lembar Umpan Balik
G.2 157
Feedback Sheet
Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
G.3 35
Responses to Feedback on the Previous Year's Sustainability Report
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
G.4 147-150
List of Disclosures According to Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning
Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies
Indeks Isi Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021 dan SASB: Construction Material Sector Disclosure
Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021 and SASB: Construction Material Sector Disclosure Content Index
Pernyataan Penggunaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah melaporkan informasi yang terdapat dalam indeks konten GRI ini untuk
Statement of Use periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2025 sesuai dengan Standar GRI.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk has reported the information cited in this GRI content index for the period
1 January to 31 December 2025 in accordance to the GRI Standards.
GRI 1 yang Digunakan GRI 1: Fondasi 2021
GRI 1 Used GRI 1: Foundation 2021
Yang Tidak Dicantumkan
Omission
Lokasi
Standar GRI Indikator Pengungkapan (Halaman) Persyaratan
GRI Standards Indicators Disclosure Location yang Tidak
Alasan Penjelasan
(Pages) Dicantumkan
Reason Explanation
Requirement(s)
Omitted
GRI 2: Detail organisasi
2-1 25-29
Pengungkapan Organizational details
Umum 2021
Entitas yang tercakup dalam laporan keberlanjutan organisasi
General 2-2 34
Entities included in the organization’s sustainability reporting
Disclosures 2021
Periode laporan, frekuensi, dan kontak
2-3 34, 35
Reporting period, frequency, and contact point
Informasi yang dinyatakan kembali
2-4 35
Restatements of information
Penjaminan eksternal
2-5 35, 109
External assurance
Kegiatan, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya
2-6 26-30
Activities, value chain and other business relationships
Karyawan
2-7 71-74
Employees
Pekerja yang bukan karyawan
2-8 71-72
Workers who are not employees
Struktur dan komposisi tata kelola
2-9 45, 48
Governance structure and composition
Nominasi dan seleksi pejabat tata kelola tertinggi
2-10 44, 48
Nomination and selection of the highest governance body
150 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 153
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Yang Tidak Dicantumkan
Omission
Lokasi
Standar GRI Indikator Pengungkapan (Halaman) Persyaratan
GRI Standards Indicators Disclosure Location yang Tidak
Alasan Penjelasan
(Pages) Dicantumkan
Reason Explanation
Requirement(s)
Omitted
GRI 2: Ketua badan tata kelola tertinggi
2-11 44
Pengungkapan Chair of the highest governance body
Umum 2021
Peran pejabat tata kelola tertinggi dalam memantau dampak
General
manajemen
Disclosures 2021 2-12 45, 46
Role of the highest governance body in overseeing the
management of impacts
Delegasi tanggung jawab dalam mengelola dampak
2-13 45
Delegation of responsibility for managing impacts
Peran pejabat tata kelola tertinggi dalam pelaporan
2-14 keberlanjutan 35, 46
Role of the highest governance body in sustainability reporting
Benturan kepentingan
2-15 48
Conflicts of interest
Mengkomunikasikan hal-hal kritis
2-16 46, 47, 48
Communication of critical concerns
Pengetahuan kolektif pejabat tata kelola tertinggi
2-17 79
Collective knowledge of the highest governance body
Evaluasi kinerja pejabat tata kelola tertinggi
2-18 44, 46, 48
Evaluation of the performance of the highest governance body
Kebijakan remunerasi
2-19 48
Remuneration policies
Proses menentukan remunerasi
2-20 48
Process to determine remuneration
Rasio total kompensasi tahunan
2-21 48
Annual total compensation ratio
Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan
2-22 12-17, 18-21
Statement on sustainable development strategy
Komitmen kebijakan
2-23 57
Policy commitments
Menanamkan komitmen kebijakan
2-24 57
Embedding policy commitments
Proses untuk memulihkan dampak negatif 48-55,
2-25
Processes to remediate negative impacts 58-59
Mekanisme untuk mendapatkan saran dan meningkatkan isu 58-59,
2-26
Mechanisms for seeking advice and raising concerns 104-105
Kepatuhan dalam undang-undang dan peraturan
2-27 48
Compliance with laws and regulations
Keanggotaan asosiasi
2-28 32
Membership associations
Pendekatan terhadap keterlibatan pemangku kepentingan
2-29 59-61
Approach to stakeholder engagement
Perjanjian kerja bersama
2-30 70, 76
Collective bargaining agreements
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 151
Page 154
Yang Tidak Dicantumkan
Omission
Lokasi
Standar GRI Indikator Pengungkapan (Halaman) Persyaratan
GRI Standards Indicators Disclosure Location yang Tidak
Alasan Penjelasan
(Pages) Dicantumkan
Reason Explanation
Requirement(s)
Omitted
GRI 3: Proses menentukan topik material
3-1 36
Topik Material Process to determine material topics
2021
Daftar topik material
Material Topic 3-2 36-41
List of material topics
2021
62-63, 70-
71, 81-82,
88-89,
109-110,
Manajemen topik material 115-116,
3-3
Management of material topics 120-121,
125-126,
134-135,
137, 141-
142, 143
GRI 201: Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan
201-1 64-65
Kinerja Ekonomi Direct economic value generated and distributed
2016
Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat dari
Economic
perubahan iklim
Performance 2016 201-2 52-55
Financial implications and other risks and opportunities due to
climate change
Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan program
201-3 pensiun lainnya 78
Defined benefit plan obligations and other retirement plans
Bantuan finansial dari pemerintah
201-4 64
Financial assistance received from government
GRI 205: Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi
205-1 57
Antikorupsi 2016 Operations assessed for risks related to corruption
Anti-corruption
Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur
2016
antikorupsi
205-2 57
Communication and training about anti-corruption policies and
procedures
Kejadian korupsi dan tindakan yang diambil
205-3 58
Confirmed incidents of corruption and actions taken
GRI 206: Perilaku
Langkah-langkah hukum untuk perilaku antipersaingan,
Antipersaingan
praktik antipakat dan monopoli
2016 206-1 58
Legal actions for anti-competitive behavior, anti-trust, and
Anti-competitive
monopoly practices
Behavior 2016
GRI 207: Pendekatan terhadap pajak
207-1 64
Pajak 2019 Approach to tax
Tax 2019
Tata kelola, pengendalian, dan manajemen risiko pajak
207-2 64
Tax governance, control, and risk management
Keterlibatan pemangku kepentingan dan pengelolaan
kepedulian yang berkaitan dengan pajak
207-3 64
Stakeholder engagement and management of concerns
related to tax
Laporan per negara
207-4 64
Country-by-country reporting
152 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 155
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Yang Tidak Dicantumkan
Omission
Lokasi
Standar GRI Indikator Pengungkapan (Halaman) Persyaratan
GRI Standards Indicators Disclosure Location yang Tidak
Alasan Penjelasan
(Pages) Dicantumkan
Reason Explanation
Requirement(s)
Omitted
GRI 302: Konsumsi energi dalam organisasi
302-1 113
Energi 2016 Energy consumption within the organization
Energy 2016
Konsumsi energi di luar organisasi
302-2 113
Energy consumption outside of the organization
Intensitas energi
302-3 113
Energy intensity
Pengurangan konsumsi energi
302-4 114
Reduction of energy consumption
Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan
302-5 jasa 115
Reduction in energy requirements of products and services
GRI 303: Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama 126-127,
303-1
Air dan Efluen Interactions with water as a shared resource 130
2018
Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air
Water and 303-2 130
Management of water discharge-related impacts
Effluents 2018
Pengambilan air
303-3 127-128
Water withdrawal
Pembuangan air
303-4 129
Water discharge
Konsumsi air 127-128,
303-5
Water consumption 129
GRI 101: Kebijakan untuk menghentinkan dan mengembalikan
Keanekaragaman 101-1 hilangnya keanekaragaman hayati 141
Hayati 2024 Policies to halt and reserve biodiversity loss
Biodiversity 2024
Manajemen dampak keanekaragaman hayati
101-2 144, 145
Management of biodiversity impacts
Akses dan berbagi manfaat 143, 144,
101-3
Access and benefit-sharing 145, 147
Identifikasi dampak keanekaragaman hayati 144, 145,
101-4
Identification of biodiversity impacts 146
Lokasi yang memiliki dampak keanekaragaman hayati
101-5 144, 145
Locations with biodiversity impacts
Pemicu langsung hilangnya keanekaragaman hayati
101-6 144, 145
Direct drivers of biodiversity loss
Perubahan kondisi keanekaragaman hayati
101-7 144, 148
Changes to the state of biodiversity
Layanan ekosistem
101-8 148
Ecosystem services
GRI 305: Emisi GRK (Cakupan 1) langsung
305-1 118-119
Emisi 2016 Direct (Scope 1) GHG emissions
Emissions 2016
Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung
305-2 118-119
Energy indirect (Scope 2) GHG emissions
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
305-3 118-119
Other indirect (Scope 3) GHG emissions
Intensitas emisi GRK
305-4 119
GHG emissions intensity
Pengurangan emisi gas rumah kaca
305-5 119
Reduction of GHG emissions
Emisi zat perusak ozon (ODS)
305-6 118
Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
Nitrogen oksida (NOX), sulfur oksida (SOX), dan emisi udara
305-7 signifkan lainnya 123, 124
Nitrogen oxides (NOX), sulfur oxides (SOX), and other significant
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 153
Page 156
Yang Tidak Dicantumkan
Omission
Lokasi
Standar GRI Indikator Pengungkapan (Halaman) Persyaratan
GRI Standards Indicators Disclosure Location yang Tidak
Alasan Penjelasan
(Pages) Dicantumkan
Reason Explanation
Requirement(s)
Omitted
GRI 306: Timbulan limbah dan dampak yang signifikan terkait limbah
306-1 134-139
Limbah 2020 Waste generation and significant waste-related impacts
Waste 2020
Pengelolaan dampak yang signifikan terkait limbah
306-2 134-138
Management of significant waste-related impacts
Timbulan limbah
306-3 139
Waste generated
Pengangkutan limbah berbahaya
306-4 139-140
Waste diverted from disposal
Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir
306-5 139
Waste directed to disposal
GRI 401: Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan
401-1 74
Ketenagakerjaan New employee hires and employee turnover
2016
Tunjangan yang diberikan kepada karyawan tetap yang tidak
Employment 2016
diberikan kepada karyawan sementara atau paruh waktu
401-2 77
Benefits provided to full-time employees that are not provided
to temporary or part time employees
Cuti melahirkan
401-3 78
Parental leave
GRI 403: Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
403-1 81-82
Keselamatan dan Occupational health and safety management system
Kesehatan Kerja
Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi kecelakaan
2018
403-2 Hazard identification, risk assessment, and incident 83-84
Occupational
investigation
Health and Safety
2018 Upaya kesehatan kerja
403-3 86
Occupational health services
Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja terkait
keselamatan dan kesehatan kerja
403-4 83
Worker participation, consultation, and communication on
occupational health and safety
Pelatihan bagi pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan
403-5 kerja 85
Worker training on occupational health and safety
Peningkatan kualitas kesehatan pekerja
403-6 86
Promotion of worker health
Pencegahan dan mitigasi dampak dari keselamatan dan
kesehatan kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
403-7 70, 85
Prevention and mitigation of occupational health and safety
impacts directly linked by business relationships
Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen keselamatan
dan kesehatan kerja
403-8 82
Workers covered by an occupational health and safety
management system
Kecelakaan kerja
403-9 86-87
Work-related injuries
Penyakit akibat kerja
403-10 86-87
Work-related ill health
GRI 404: Rata-rata jam pelatihan pertahun per karyawan
404-1 79
Pelatihan dan Average hours of training per year per employee
Pendidikan 2016
Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan
Training and
program bantuan peralihan
Education 2016 404-2 78
Programs for upgrading employee skills and transition
assistance programs
Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap
kinerja dan pengembangan karier
404-3 78
Percentage of employees receiving regular performance and
career development reviews
154 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 157
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Yang Tidak Dicantumkan
Omission
Lokasi
Standar GRI Indikator Pengungkapan (Halaman) Persyaratan
GRI Standards Indicators Disclosure Location yang Tidak
Alasan Penjelasan
(Pages) Dicantumkan
Reason Explanation
Requirement(s)
Omitted
GRI 405: Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan
405-1 73
Keanekaragaman Diversity of governance bodies and employees
dan Peluang
Setara 2016
Diversity and Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan
405-2 77
Equal Opportunity Ratio of basic salary and remuneration of women to men
2016
GRI 406:
Nondiskriminasi
Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan
Non- 406-1 78
Incidents of discrimination and corrective actions taken
discrimination
2016
GRI 407:
Kebebasan
Berserikat dan
Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat
Perundingan
dan perundingan kolektif mungkin berisiko
Kolektif 2016 407-1 78
Operations and suppliers in which the right to freedom of
Freedom of
association and collective bargaining may be at risk
Association
and Collective
Bargaining 2016
GRI 408: Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden
Pekerja Anak pekerja anak
408-1 78
2016 Operations and suppliers at significant risk for incidents of
Child Labor 2016 child labor
GRI 409:
Kerja Paksa atau
Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden
Wajib Kerja 2016
kerja paksa atau wajib kerja
409-1 78
Operations and suppliers at significant risk for incidents of
Forced or
forced or compulsory labor
Compulsory Labor
2016
GRI 413: Operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal, penilaian
Komunitas Lokal dampak, dan program pembangunan 88-89, 93-
413-1
2016 Operations with local community engagement, impact 94, 103-104
Local assessments, and development programs
Communities
Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki
2016
dampak negatif signifikan terhadap masyarakat lokal 88-89, 93-
413-2
Operations with significant actual and potential negative 94, 103-104
impacts on local communities
GRI 416: Penilaian dampak kesehatan dan keselamatan dari berbagai
Keselamatan kategori produk dan jasa
416-1 66
dan Kesehatan Incidents of non-compliance concerning the health and safety
Pelanggan 2016 impacts of products and services
Customer Health
Insiden ketidakpatuhan sehubungan dengan dampak
and Safety 2016
416-2 kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa 65
Requirements for product and service information and labeling
GRI 417: Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa
417-1 66
Pemasaran dan Requirements for product and service information and labeling
Pelabelan 2016
Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan produk
Marketing and
dan jasa
Labeling 2016 417-2 65
Incidents of non-compliance concerning product and service
information and labeling
Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran
417-3 Incidents of non-compliance concerning marketing 65
communications
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 155
Page 158
Yang Tidak Dicantumkan
Omission
Lokasi
Standar GRI Indikator Pengungkapan (Halaman) Persyaratan
GRI Standards Indicators Disclosure Location yang Tidak
Alasan Penjelasan
(Pages) Dicantumkan
Reason Explanation
Requirement(s)
Omitted
SASB: Construction Materials Sector Disclosure
Greenhouse Gas EM-CM- Gross global Scope 1 emissions, percentage covered under
119
Emissions 110a.1 emissions-limiting regulations
Discussion of long-term and short-term strategy or plan to
EM-CM-
manage Scope 1 emissions, emissions reduction targets, and an 116
110a.2
analysis of performance against those targets
Air Quality Air emissions of the following pollutants: (1) NOX (excluding
EM-CM- N2O), (2) SOX, (3) particulate matter (PM10), (4) dioxins/furans,
123
120a.1 (5) volatile organic compounds (VOCs), (6) polycyclic aromatic
hydrocarbons (PAHs), and (7) heavy metals
Energy EM-CM- (1) Total energy consumed, (2) percentage grid electricity, (3)
113
Management 130a.1 percentage alternative, (4) percentage renewable
Water (1) Total fresh water withdrawn, (2) percentage recycled, (3)
EM-CM-
Management percentage in regions with High or Extremely High Baseline 127-128
140a.1
Water Stress
Waste EM-CM- Amount of waste generated, percentage hazardous,
139
Management 150a.1 percentage recycled
Workforce Health (1) Total recordable incident rate (TRIR) and (2) near miss
EM-CM-
& Safety frequency rate (NMFR) for (a) full-time employees and (b) 87
320a.1
contract employees
156 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 159
Menguatkan Kinerja Ramah Lingkungan Menuju Lingkungan Lestari
Strengthening Environmentally Friendly Performance Towards a Sustainable Environment
Lembar Umpan Balik [G.2]
Feedback Form
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk The 2025 Sustainability Report of PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
telah memberikan gambaran mengenai kinerja keberlanjutan Perseroan. has provided an overview of the Company's sustainability performance.
Kami mengharapkan masukan dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian atas We look forward to receiving inputs from you on this Sustainability
Laporan Keberlanjutan ini, baik melalui e-mail atau formulir ini. Report either by e-mail or on this form.
Profil Anda | Your Profile
Nama (bila berkenan) | Name (if you please) :
Institusi/Perusahaan | Institution/Company :
Surel | E-mail :
Golongan Pemangku Kepentingan | Stakeholders Group
Pemegang Saham | Shareholders Masyarakat Lokal | Local Communities
Karyawan | Employees Media
Pelanggan | Consumers Pemasok | Suppliers
Pemerintah | Government
Mohon pilih jawaban yang paling sesuai: | Please choose the most appropriate answer:
a. Laporan ini mudah dimengerti: | This report was easy to understand:
Tidak Setuju | Disagree Netral | Neutral Setuju | Agree
b. Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material yang sesuai dengan kegiatan usaha Perseroan:
The report describes the Company’s relevant material topics according to its business:
Tidak Setuju | Disagree Netral | Neutral Setuju | Agree
c. Mohon berikan penilaian untuk topik material yang paling penting menurut anda (nilai 1 = paling tidak penting s/d 5 = paling penting)
Please score the material topics you consider as important (score 1 = least important to 5 = most important)
• Energi | Energy []
• Emisi | Emission []
• Ekonomi Sirkular | Circular Economy []
• Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) | Occupational Health and Safety (OHS) []
• Melestarikan Sumber Daya Air | Preserving Water Resources []
• Tetangga yang Baik | Good Neighborhood []
• Keanekaragaman Hayati | Biodiversity []
• Ketangguhan Perusahaan dan Tata Kelola Keberlanjutan | Corporate Resilience and Sustainability Governance []
• Hak Asasi Manusia | Human Rights []
• Pengelolaan Bakat dan Kinerja | Talent and Performance Management []
d. Saran atau informasi terkait Laporan: | Other suggestions or information related to the Report:
Terima kasih atas masukan anda. Mohon lembar umpan balik dapat Thank you for your feedback. Please send the feedback form via e-mail
dikirim melalui surat elektronik kepada kontak yang tertera di Laporan to please kindly send this feedback form to the contact mentioned in
ini, atau langsung ke: this Report, or directly send to:
DANI HANDAJANI Wisma Indocement
Corporate Secretary Lantai 13 | 13th Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav 70-71, Jakarta 12910, Indonesia
GADANG WARDONO Telepon | Phone : +62-21-8752-812 ext. 3808
Corporate Social Responsibility Division Manager Surel | E-mail : corpsec@indocement.co.id
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 157
Page 160
Page 161
Page 162
2025
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report
www.indocement.co.id
Wisma Indocement
Lantai 13 | 13th Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70–71
Jakarta 12910, Indonesia
Telepon | Phone: +62-21-8754-343 ext. 3808
Fax:
160 +62-21-8794-1166 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Sambutan
· Direktur Utama
p.6 ×2
unresolved
org
PT Indocement Tunggal
p.6
unresolved
org
Sustainability Strategy Prakarsa Tbk.
p.6
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup Green PROPER
p.11
unresolved
org
Ministry of Environment
p.11 ×3
unresolved
org
PT SGS Indonesia ISO
p.12
unresolved
org
PT SUCOFINDO ISO
p.12
unresolved
org
Ministry of Manpower
p.12
unresolved
org
PT SUCOFINDO
p.12
unresolved
person
Akta Notaris Deni Thanur
p.27
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-
p.27
unresolved
person
Notary Ridwan Suselo
p.27 ×2
unresolved
person
Notary Deni Thanur
p.27
unresolved
org
Minister of Law
p.27
unresolved
org
PT Semen Grobogan. Employee
p.28
unresolved
org
PT Semen Grobogan.
p.28
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup dan Sekda Provinsi Jawa Barat
p.29
unresolved
org
Minister of Environment
p.29
unresolved
org
Financial Services Authority
p.36 ×3
unresolved
org
Rianto dan Rekan
p.37 ×2
unresolved
org
Ministry of National Kementerian PPN
p.39
unresolved
org
PT Pionirbeton Industri Sustainable Products
p.48
unresolved
org
PT Pionirbeton Industri Lingkungan
p.48
unresolved
org
PT Pionirbeton Industri
p.48 ×4
unresolved
org
PT Pionirbeton Industri Ready-Mix Concrete
p.48
unresolved
org
PT Pionirbeton Industri Agregat
p.48
unresolved
person
Agregat
· Direktur Utama
p.48
unresolved
org
PT Mandiri Sejahtera Sentra
p.48 ×2
unresolved
org
PT Tarabatuh Manunggal Aggregate
p.48
unresolved
org
PT Tarabatuh Manunggal Tata Kelola
p.48
unresolved
org
KPPU
p.59 ×4
unresolved
org
Komisi Pengawas Persaingan
p.59
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.62
unresolved
org
Milik Desa
p.63
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Batch I
p.73
unresolved
org
Ministry of Manpower's National Internship Program
p.73
unresolved
person
CHCD
· Direktur Human
p.81
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
p.83 ×2
unresolved
org
Menteri Tenaga Kerja
p.83 ×2
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources
p.83 ×2
unresolved
org
Minister of Manpower
p.83
unresolved
person
Responsible Division
· Direktur
p.84
unresolved
org
Minister of Manpower Regulation
p.84
unresolved
org
Departemen Lingkungan dan Departemen HRGA.
p.137
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup
p.137 ×2
unresolved
org
Departemen Lingkungan dan Departemen HRGA. Jawab
p.137
unresolved
org
Menteri ESDM
p.143
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources Regulation
p.143
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.