Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 197
Page 1
PT WAHANA PRONATURAL Tbk LAPORAN TAHUNAN & LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025 _____________________________________ ANNUAL REPORT & SUSTAINABILITY REPORT 2025
Page 2
Daftar Isi
halaman
Informasi Perseroan 3
Laporan Dewan Komisaris 4
Laporan Dewan Direksi 6
Profil Perseroan 8
Visi dan Misi Perseroan 9
Ikhtisar Data Keuangan 10
Ikhtisar Saham 11
Struktur Perseroan 14
Analisa dan Pembahasan Manajemen 20
Prospek Usaha Perseroan 24
Tata Kelola Perseroan 27
Risiko Usaha 43
Tanggung Jawab Sosial dan Perkara yang sedang Dihadapi 46
Pendahuluan Keberlanjutan 49
Makna dan Manfaat Laporan Keberlanjutan 49
Prinsip Keuangan Keberlanjutan 49
Strategi Keberlanjutan 51
Bentuk dan Isi Laporan Keberlanjutan 51
Ikhtisar Keberlanjutan 53
Topik Material 55
Pelibatan Pemangku Kepentingan 56
Tata Kelola Keberlanjutan 62
Lembar Umpan Balik 67
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 2
Page 3
INFORMASI PERSEROAN
TANGGAL PENAWARAN UMUM : 22 Juni 2001
KANTOR PUSAT : Gedung Japfa Indoland Center
Tower II Lt.9 R.907, Jl. Panglima Sudirman 66-68
Surabaya Indonesia, 60271
Telp: 031-5352705
Website: www.wapo.co.id
Email:
wapo.sby@gmail.com
iws.id2000@gmail.com
iws@wapo.co.id
PABRIK : Jl. Narogong Km.14, Desa Limus Nunggal
Kec. Cileungsi, Kabupaten Bogor
Propinsi Jawa Barat
DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Komisaris Utama/Independen : Hendra Widjaya
Komisaris : Chenny
Direktur Utama : Artha Lovie A
Direktur : Iwan Setiawan
KOMITE AUDIT : Hendra Widjaya (Ketua)
Anita Rosalia Gunawan (Anggota)
Sarah Cahya Prawira (Anggota)
SEKRETARIS PERSEROAN : Iwan Setiawan
AKUNTAN PUBLIK : KAP. SUPOYO, SUTJAHJO, SUBYANTARA &
Rekan
Jl. Taman Rivera Regency B 04, Kel. Medokan Ayu
Kec. Rungkut, Surabaya 60295
PENDAFTAR SAHAM : PT. Kustodian Sentral Efek Jakarta
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190
Telp : 021-52991099 / Fax : 021-52991199
BURSA PENCATATAN SAHAM : PT. Bursa Efek Indonesia
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
Pencatatan saham tanggal 22 Juni 2001 dengan kode
WAPO
BIRO ADMINISTRASI EFEK : PT Sinartama Gunita
Jl. MH Thamrin Kav 22 No. 51
Menteng Jakarta
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
PROFIL PERSEROAN
Sejarah Pendirian
PT Wahana Pronatural Tbk (Perseroan), didirikan di Surabaya Indonesia tahun 1993 dengan nama PT
Golden Phoenix. Saat itu bidang usahanya adalah perdagangan hasil bumi dan hasil laut antar pulau,
kemudian berkembang hingga bisa melakukan ekspor ke luar negeri. Usaha ini dilanjutkan dengan
pembangunan pabrik pengolahan kacang mete tahun 1989 di kota Mataram Nusa Tenggara Barat. PT
Golden Phoenix mengalami perubahan nama beberapa kali. Tahun 1996 menjadi PT Wahana Yuda Mandiri
dan di tahun 2000 berubah nama menjadi PT Wahana Phonix Mandiri.
Pada tanggal 22 Juni 2001 Perseroan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa
Efek Jakarta) dengan melakukan penawaran umum saham sebanyak 200.000.000 (dua ratus juta) lembar
dengan nominal Rp 100 (seratus rupiah) per saham. Harga penawaran saat itu Rp 175 (seratus tujuh puluh
lima rupiah) per lembar.
Pada akhir tahun 2011, Perseroan melakukan restrukturisasi usaha dengan membeli pabrik pengolahan
permen di Bogor Jawa Barat. Pada saat yang sama, Perseroan melakukan penjualan (divestasi) anak usaha
yaitu PT Phonix Mas Persada untuk memperbaiki struktur keuangan. Perseroan berdomisili di Surabaya,
berkantor pusat di Gedung Japfa Indoland Center Tower II Lt.9 R.907 Jl.Panglima Sudirman 66–68
Surabaya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham tahun 2012 Perseroan berubah nama menjadi PT Wahana
Pronatural Tbk berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 2 tanggal 2
Juni 2012 oleh Wachid Hasyim SH., Notaris di Surabaya. Akta ini telah mendapat pengesahan dari
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.41594.AH.01.02.Tahun 2012
tanggal 1 Agustus 2012.
Bidang Usaha
Perseroan bergerak di bidang perdagangan dan industri. Produk utama adalah komoditas biji Kopi, Rumput
Laut Kering, minuman rasa dan air mineral. Distribusi saat ini secara nasional mencakup pulau Jawa,
Sumatera, Bali, Sulawesi dan Kalimantan. Di awal tahun 2024 Perseroan melakukan distribusi perdana dua
produk baru yaitu Sunkist Water C dengan varian rasa lemon dan orange. Produk ini merupakan minuman
tinggi vitamin C. Selanjutnya adalah air minum dalam kemasan (AMDK) merek “AirAlam”.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 8
Page 9
VISI DAN MISI PERSEROAN
Visi Perseroan:
Menjadi perusahaan agroindustri terkemuka dalam mengolah hasil alam Indonesia.
Misi Perseroan:
1. Membangun integrasi usaha industri pengolahan Rumput Laut dan hasil pertanian berdaya saing
internasional;
2. Menjadi industri pengolahan makanan dan minuman yang sehat dan berkarakter;
3. Membantu Pemerintah menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan kesejahteraan
masyarakat terutama petani dan nelayan;
4. Tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan besar dan maju sehingga dapat menciptakan lapangan
kerja baru bagi mayarakat.
Strategi Perseroan:
1. Meningkatkan kapasitas produksi dengan pendekatan yang baik kepada masyarakat di sentra budidaya
pertanian dan hasil laut;
2. Mengelola tingkat perputaran persediaan, melakukan pembelian bahan baku dengan harga yang wajar
tanpa menurunkan kualitas;
3. Menghimpun modal usaha dan investasi dari masyarakat dengan membangun kepercayaan investor,
perbankan dan lembaga keuangan lainnya;
4. Menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan kemanfaatan tinggi (semua bahan baku dan
limbahnya);
5. Bekerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga lainnya untuk peningkatan sarana dan prasarana
produksi;
6. Meningkatkan etos kerja dan profesionalisme jajaran personel Perseroan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 9
Page 10
IKHTISAR DATA KEUANGAN
Ikhtisar data keuangan PT Wahana Pronatural Tbk untuk 3 (tiga) tahun terakhir adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali disebutkan lain)
2023 2024 2025
Disajikan Kembali
HASIL USAHA
Penjualan Bersih 420.954 2.122.330 1.436.059
Laba Kotor 11.898 24.648 20.244
Laba (Rugi) Usaha (359) 518 (15.089)
Laba (Rugi) Komprehensif 236 784 (11.738)
POSISI KEUANGAN
Modal Kerja Bersih 25.868 25.868 16.333
Jumlah Aset Lancar 85.785 39.582 44.860
Jumlah Aset Tidak Lancar 46.150 47.004 45.047
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 59.917 13.714 28.527
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 766 835 1.081
Jumlah Ekuitas 71.252 72.036 60.298
RASIO USAHA (%)
Laba Kotor / Penjualan Bersih
2.83 1.16 1.41
(Gross Profit Margin)
Laba (Rugi) Usaha / Penjualan Bersih
(0.09) 0.02 (1.05)
(Operating Profit Margin)
Laba (Rugi) Komprehensif / Penjualan
Bersih 0.06 0.04 (0.82)
(Net Profit Margin)
Laba (Rugi) Komprehensif / Jumlah Aset
0.18 0.91 (13.06)
(Return On Assets)
Laba (Rugi) Komprehensif / Jumlah Ekuitas
0.33 1.09 (19.47)
(Return On Equity)
RASIO KEUANGAN (%)
Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek
(Current ratio) 143.17 288.62 157.25
Liabilitas / Ekuitas
(Debt to Equity) 85.17 20.20 347.62
Liabilitas / Aset
(Debt to Assets) 45.99 16.80 233.14
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 10
Page 11
IKHTISAR SAHAM
Komposisi Pemegang Saham Perseroan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp 100 Per Saham
Pemegang Saham Jumlah saham % Jumlah (Rp)
ditempatkan dan Kepemilikan
disetor penuh
PT. Hijau Sari 447.562.500 36.07 44.756.250.000
PT. Mitra Niaga Sakti 402.562.500 32.44 40.256.250.000
PT. Surya Pelangi Mandiri 100.000.000 8.06 10.000.000.000
PT. Pesona Bangun Mandiri 55.000.000 4.43 5.500.000.000
Masyarakat (dibawah 5%) 235.798.111 19.00 23.579.811.100
Jumlah 1.240.923.111 100.00 124.092.311.100
Informasi Harga Saham
Perkembangan harga saham Perseroan selama tahun 2025 serta perbandingan dengan tahun 2024:
2024
PERIODE HARGA (Rp.) VOLUME PEREDARAN JUMLAH SAHAM KAPITALISASI VOLUME
TTG TRD AKHIR SAHAM (Unit) TERCATAT PASAR PERDAGANGAN
TRIWULAN I 160 84 131 355.857.900 1.240.923.111 423.154.780.851 -
TRIWULAN II 142 102 133 13.053.300 1.240.923.111 466.587.089.736 -
TRIWULAN III 140 95 96 79.964.000 1.240.923.111 403.300.011.075 -
TRIWULAN IV 136 88 136 361.747.100 1.240.923.111 410.745.549.741 -
2025
PERIODE HARGA (Rp.) VOLUME PEREDARAN JUMLAH SAHAM KAPITALISASI VOLUME
TTG TRD AKHIR SAHAM (Unit) TERCATAT PASAR PERDAGANGAN
TRIWULAN I 195 103 120 967.243.900 1.240.923.111 498.851.090.622 15.002.900
TRIWULAN II 230 101 144 578.385.400 1.240.923.111 557.174.476.839 -
TRIWULAN III 242 136 166 750.731.100 1.240.923.111 626.666.171.055 26.000
TRIWULAN IV 364 161 180 1.072.180.700 1.240.923.111 671.339.403.051 -
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 11
Page 12
Kronologi Pencatatan Saham dan Penambahan Jumlah Saham
Tanggal 22 Juni 2001 Perseroan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek
Jakarta) dengan melakukan penawaran umum saham sebanyak 200.000.000 (dua ratus juta) lembar dengan
nominal Rp 100 (seratus rupiah) per saham. Harga penawaran saat itu Rp 175 (seratus tujuh puluh lima
rupiah) per lembar. Kemudian di tahun 2011 Perseroan melakukan penambahan modal dasar dari
1.000.000.000 (satu miliar) lembar menjadi 2.000.000.000 (dua miliar) lembar saham.
Perseroan melakukan penambahan modal disetor dari semula Rp 52.000.000.000 (lima puluh dua miliar
rupiah) menjadi Rp 124.092.311.100 (seratus dua puluh empat miliar sembilan puluh dua juta tiga ratus
sebelas ribu seratus rupiah) pada tanggal 12 November 2019. Penambahan modal ditempatkan dan disetor
tersebut dilakukan setelah pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas pertama (PUT I) dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Saat itu Perseroan mengeluarkan 720.923.111 (tujuh ratus dua puluh juta
sembilan ratus dua puluh tiga ribu seratus sebelas) saham dengan nilai nominal Rp 100 (seratus rupiah)
seluruhnya dengan nilai nominal sebesar Rp72.092.311.100 (tujuh puluh dua miliar sembilan puluh dua
juta tiga ratus sebelas ribu seratus rupiah).
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 12
Page 13
Struktur pemegang saham utama dan pengendali
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 13
Page 14
STRUKTUR PERSEROAN
Dewan Komisaris
Komite Audit Dewan Direksi
Corporate Secretary
Manajer Produksi & Manajer Finance Manajer Sales & Corporate Legal
Supply Chain Accounting Marketing
Logistik Keuangan Manufacturing Hukum
Umum Akuntansi Trading Perizinan
Susunan Pengurus
Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Akta Notaris Sonya Natalia, S.H. Nomor
18 tanggal 26 September 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
• Komisaris Utama (Ind) : Hendra Widjaya
• Komisaris : Chenny
Dewan Direksi:
• Direktur Utama : Artha Lovie Aprillailie
• Direktur : Iwan Setiawan
Komite Audit:
• Ketua : Hendra Widjaya
• Anggota : Anita Rosalia Gunawan
• Anggota : Sarah Cahya Prawira
Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan, masa jabatan dewan komisaris dan direksi adalah 5
(lima) tahun dan dapat diangkat kembali melalui mekanisme yang berlaku.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 14
Page 15
Profil Pengurus Perseroan
DEWAN KOMISARIS:
Hendra Widjaya
Komisaris Utama
Warga Negara Indonesia, lahir di Juwana pada tanggal 7 Juni 1950 (75 tahun). Beliau menyelesaikan
pendidikan S1 di Universitas Indonesia bergelar Sarjana Ekonomi dan S2 di Indonesian Institute of
Management (in cooperation with Pittsburg state University Kansas, USA) bergelar Magister Manajemen
Marketing. Awal karir beliau dimulai Tahun 1975 di SC Jhonson & Son Indonesia dan pernah menjabat
sebagai Direktur Marketing di PT Monysaga Prima pada tahun 1998 dan di PT Adventura Prokreasi pada
tahun 2004 sampai dengan 2012. Saat ini beliau aktif sebagai Direktur di PT Indadi Setia. Pada bulan Juli
2022 Bapak Hendra diangkat sebagai komisaris utama (Independen) Perseroan sampai sekarang.
Chenny
Komisaris
Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta pada tanggal 19 Juli 1978 (47 tahun). Beliau merupakan lulusan
akuntansi di Universitas Tarumanegara Jakarta. Mengawali karir sebagai Finance Manager di PT. Pelayaran
Masittah Latief tahun 2001. Beliau juga pernah bekerja di PT Indadi Utama pada tahun 2020 sebagai
Finance Manager. Kemudian pernah menjabat sebagai Finance Manager di PT Anadana Global Multi
Finance 2022. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham bulan September 2024 beliau ditunjuk sebagai
komisaris Perseroan sampai sekarang.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 15
Page 16
DIREKSI :
Artha Lovie Aprillailie
Direktur Utama
Warga Negara Indonesia, lahir di Surabaya pada tanggal 31 Maret 1977 (49 tahun). Beliau merupakan
lulusan Universitas Wijaya Kusuma bidang Akutansi baik untuk program sarjana (S1) maupun magister
(S2).
Karir beliau bermula sejak bergabung dengan PT Wahana Pronatural Tbk sebagai Manager Accounting
tahun 2000-2018. Sejak Juni 2019, Ibu Artha Lovie Aprillailie diangkat menjadi Direktur Perseroan,
kemudian pada bulan Februari 2020 beliau diangkat menjadi Direktur Utama PT Wahana Pronatural Tbk
sampai sekarang.
Iwan Setiawan
Direktur
Warga Negara Indonesia, lahir di Sidoarjo Jawa Timur 1974 (51 tahun), lulusan S2 Hukum dari Universitas
Bhayangkara Surabaya tahun 2017. Memiliki kompetensi dan pengalaman sebagai Corporate Secretary
lebih dari 18 tahun. Sebelum bergabung dengan Perseroan pernah bekerja sebagai Head of PPIC di PT
Kalimas Putra Makmur Sidoarjo tahun 2001. Pada tahun 2002 sampai 2008 bekerja di PT Siantar Top Tbk
Sidoarjo dengan jabatan terakhir sebagai Finance Supervisor. Di tahun 2008 sampai dengan 2010 pernah
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 16
Page 17
menjabat sebagai Direktur Perseroan, dan sejak tahun 2017 hingga sekarang diangkat kembali sebagai
Direktur PT Wahana Pronatural Tbk.
Penunjukan Komisaris dan Direksi tertuang di dalam Akta Notaris Sonya Natalia, S.H. Nomor 18 tanggal
26 September 2025, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 26 Juni 2025.
Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Komisaris dan Direksi
tidak memiliki saham di Perseroan.
SUMBER DAYA MANUSIA
Perseroan menyadari pentingnya peran sumber daya manusia sebagai salah satu faktor pendukung
keberhasilan kegiatan usaha. Dalam upaya meningkatkan mutu tenaga kerja, Perseroan memberikan
kesempatan bagi karyawannya untuk berpartisipasi dalam program pelatihan. Perseroan pada tahun 2025
memiliki 11 orang karyawan terdiri dari berbagai tingkat jabatan, pendidikan, umur, dan disiplin ilmu.
Dalam pengelolaan sumber daya manusia, Perseroan meletakkan prinsip dasar yang menjadi pedoman tiap
pimpinan unit organisasi. Prinsip dasar itu menjadi supervisi bagi karyawan yang berada di bawah tanggung
jawabnya, sehingga setiap karyawan dapat menerima nilai-nilai Perseroan sebagai nilai pribadi masing-
masing.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 17
Page 18
SUMBER DAYA MANUSIA
Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas karyawan, Perseroan melakukan upaya antara lain :
a. Perbaikan Sistem Pengupahan atau Penggajian
Perseroan memiliki standar upah minimum. Besarnya upah/gaji memperhatikan standar yang
ditetapkan pemerintah. Standart upah/gaji karyawan Perseroan di atas upah minimum yang ditetapkan
pemerintah. Dengan upah/gaji yang memenuhi kebutuhan dasar hidup layak, karyawan diharapkan
dapat bekerja dengan baik.
b. Menyediakan Tunjangan dan Fasilitas
Tunjangan dan fasilitas yang disediakan Perseroan mengacu pada peraturan Undang-undang Cipta
Kerja No.11 tahun 2020. Perseroan memberikan tunjangan dan fasilitas kesehatan, asuransi kesehatan
termasuk keikutsertaan dalam program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Perseroan juga
memberikan tunjangan uang makan, transportasi serta fasilitas komunikasi. Dengan tunjangan dan
fasilitas tersebut diharapkan setiap pekerjaan dapat dilakukan dengan baik.
c. Latihan dan Pengembangan
Pelatihan didasarkan pada tiga kategori, yaitu: pelatihan untuk meningkatkan produktivitas dan
kualitas organisasi, pelatihan untuk meningkatkan kepemimpinan dan profesionalisme kerja serta
membangun sikap mental positif dan mengembangkan daya intelektual pribadi. Pelatihan yang pernah
diikuti diantaranya cara memproduksi barang yang baik dan benar atau Good Manufacturing Practices
(GMP), Penerapan Sistem HACCP dalam memproduksi barang serta Health Certificate (HC).
Disamping itu sosialisasi tentang perkembangan pasar modal. Perseroan juga aktif di kegiatan Asosiasi
Emiten Indonesia (AEI) dan Indonesian Corporate Secretary Association (ICSA).
Perseroan memberikan kebebasan bagi para karyawan untuk berkumpul dan berserikat untuk
kesejahteraan sosial karyawan serta sebagai forum komunikasi antara karyawan dengan Manajemen.
Rincian karyawan dalam tabel berdasarkan tingkat jabatan, pendidikan, umur dan disiplin ilmu beserta
jumlah karyawannya adalah sebagai berikut :
Menurut Jenjang Pendidikan:
Keterangan Jumlah Karyawan %
Sarjana S.2 2 18,18
Sarjana S.1 7 63,63
SLTA sederajat 2 18,18
Jumlah 11 100,00
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 18
Page 19
SUMBER DAYA MANUSIA
Menurut Jenjang Jabatan :
Keterangan Jumlah Karyawan %
Direksi & Komisaris 2 18,18
Manager/Spv 3 27,27
Staf 6 54,54
Jumlah 11 100,00
Menurut Jenjang Usia :
Keterangan Jumlah Karyawan %
40 tahun keatas 2 18,18
30 – 40 tahun 3 27,27
18 – 30 tahun 6 54,54
Jumlah 11 100,00
Jumlah karyawan Perseroan sebanyak 11 orang. Di kantor pusat terdapat 2 orang direksi dan 9 orang staf
administrasi, meski demikian operasional Perseroan dapat berjalan dengan efektif. Karyawan bertanggung
jawab terhadap tugas dan kewajibannya. Untuk pekerjaan yang memerlukan bantuan tenaga lebih banyak,
Perseroan merekrut karyawan harian lepas sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan pengelolaan pabrik
permen di Bogor Jawa Barat disewakan kepada pihak ketiga.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 19
Page 20
ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
Dalam laporan ini disampaikan uraian dan analisa laporan keuangan dan informasi penting lainnya dengan
penekanan pada perubahan material yang terjadi.
Produksi dan Penjualan
Selama kurun waktu tahun 2025, Perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1,4 triliun, terdiri dari
produk Biji Kopi, Rumput Laut Kering, Sunkist Water dan AirMineral. Kontribusi penjualan terbesar
disumbang komoditas Biji Kopi sebesar 91% (Rp 1,3 triliun), disusul Rumput Laut kering sebesar 5% (Rp
68 miliar), Air Mineral sebesar 3% (Rp 42 miliar), dan sisanya Sunkist Water C sebesar 8 miliar (0,5%).
Permintaan pasar terhadap komoditas Biji Kopi mengalami penurunan yang disebabkan oleh kenaikan
harga lebih dari 3 kali. Biji kopi memberi kontribusi terbesar yaitu 91% dari total penjualan tahun 2025
dengan volume sebesar 20.200 ton. Volume penjualan Rumput Laut Kering sebesar 4.800 ton. Sementara
itu produk Air Mineral tumbuh cukup baik di tahun 2025 yaitu 85% dari tahum sebelumnya. Perseroan
berupaya meningkatkan distribusi produk Sunkist secara nasional. Perseroan menargetkan pertumbuhan
10%.
Prospek usaha Biji Kopi cukup baik. Selain kebutuhan bahan baku untuk industri, Biji Kopi banyak
dibutuhkan oleh usaha kecil menengah. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya usaha berkonsep kemitraan
yang tumbuh pesat di Indonesia. Gerai atau kedai minuman berbahan dasar kopi dengan memanfaatkan
marketing online menjadi trend. Peluang usaha komoditas Rumput Laut juga sangat baik. Permintaan pasar
internasional cukup tinggi dengan kisaran harga antara Rp 16.000/kg sampai dengan Rp 20.000/kg (Rumput
Laut Kering jenis cottoni dengan kadar air 35%). Rumput Laut banyak digunakan oleh industri farmasi
sebagai bahan baku obat-obatan. Selain itu juga bahan makanan dan minuman.
Pasca pandemi pola hidup masyarakat berubah menjadi lebih sehat. Belajar dari pandemi Covid-19 dimana
kebutuhan akan minuman sehat dan bervitamin sangat tinggi, Perseroan memasarkan produk ”Sunkist
Water C” varian Lemon dan Orange. Ini merupakan produk minuman tinggi vitamin C. Disamping itu
Perseoran juga mendistribusikan produk air mineral ”AirAlam” berbagai varian kemasan.
Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
Aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp 3 miliar (4%) dari Rp.87 miliar menjadi Rp.90 miliar.
Hal ini disebabkan karena peningkatan piutang usaha pihak ketiga.
Liabilitas
Total kewajiban mengalami peningkatan sebesar Rp 15 miliar (104%). Jumlah kewajiban tahun 2024
sebesar Rp 14 miliar sedangkan tahun 2025 sebesar Rp 29 miliar. Peningkatan ini disebabkan karena
peredaran hutang yang belum dibayarkan Perseroan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 20
Page 21
Posisi Keuangan (Neraca)
Ekuitas
Jumlah ekuitas mengalami penurunan sebesar Rp 12 miliar (16%). Jumlah ekuitas tahun 2024 sebesar Rp
72 miliar sedangkan tahun 2025 sebesar Rp 60 miliar. Penurunan ini disebabkan karena peningkatan defisit
tahun berjalan. Tahun 2019, Perseroan melakukan penambahan modal sebesar Rp 72 miliar melalui Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu dan penurunan komponen ekuitas utang konversi saham sebesar Rp 69,5
miliar. Jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh tahun 2025 sebesar 1.240.923.111 lembar
saham.
Penjualan dan Profitabilitas
Penjualan
Penjualan Perseroan tahun 2025 mengalami penurunan 33% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan
ini disebabkan menurunnya penjualan biji kopi lebih dari Rp 600 miliar. Sedangkan penjualan produk air
mineral meningkat hampir dua kali lipat sebesar Rp 43 miliar. Selama kurun waktu tahun 2025 Perseroan
mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1.4 triliun.
Perseroan melakukan distribusi produk minuman tinggi vitamin C merek “Sunkist” dan air mineral merek
“AirAlam” tahun 2021. Area distribusi nasional dan diharapkan menjadi produk unggulan bagi Perseroan.
Target pasar di modern market maupun tradisional market. Didistribusi air mineral saat ini mencakup
wilayah pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Kedepannya, Perseroan mentargetkan distribusi secara nasional.
Distribusi perdana kedua produk ini sesuai dengan rencana Perseroan yang ingin menambah klasifikasi
produk. Diharapkan kedua produk ini dapat diterima oleh masyarakat dan meningkatkan pendapatan bagi
Perseroan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 21
Page 22
Penjualan dan Profitabilitas
Perkembangan penjualan digambarkan pada grafis dibawah ini:
Penjualan
2.500.000
2.000.000
1.500.000
Penjualan
1.000.000
500.000
-
2025 2024 2023 2022 2021
Laba Kotor
Laba kotor untuk periode yang berakhir tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 20.2 miliar dan
Rp 24.6 miliar. Rasio laba kotor tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar 1.4% dan 1.2%. Laba kotor
dipengaruhi oleh selisih antara pendapatan penjualan bersih dan Harga Pokok Penjualan. Faktor yang
mempengaruhi meliputi harga jual produk, volume/kuantitas barang yang terjual, serta efisiensi biaya
produksi (bahan baku dan tenaga kerja langsung).
Laba (Rugi) Usaha
Tahun 2025 Perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 15 miliar. Sebelumnya Perseroan mencatat laba
usaha sebesar Rp 519 juta. Laba usaha (laba operasional) merupakan selisih antara pendapatan usaha
dengan beban operasional perusahaan
Arus Kas, Likuiditas, Solvabilitas, dan Perputaran Piutang
Arus kas Perseroan di akhir periode tahun 2025 sebesar Rp 10,7 miliar, sedangkan tahun 2024 sebesar Rp
9,6 miliar. Penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 1,4 triliun digunakan untuk pembayaran kepada
supplier.
Likuiditas diukur dengan menggunakan rasio lancar. Perseroan mempunyai rasio lancar pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar 1,57 kali dan 2,88 kali.
Solvabilitas diukur dengan membandingkan jumlah kewajiban dengan jumlah ekuitas. Rasio Solvabilitas
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah 49,1% dan 20,2%.
Rasio perputaran piutang diukur dengan membandingkan penjualan bersih dengan piutang rata-rata. Rasio
perputaran piutang untuk tahun 2025 dan 2024 masing-masing 103 kali dan 400 kali. Hal ini menunjukkan
perputaran piutang sangat baik. Tidak ada perubahan dalam kebijakan penjualan kredit.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 22
Page 23
Struktur Permodalan
Struktur modal Perseroan pada 2025 terdiri dari kewajiban jangka pendek sebesar 31%, kewajiban jangka
panjang sebesar 1% dan ekuitas 67%. Struktur modal Perseroan berada pada kategori baik.
Kebijakan Manajemen atas struktur modal:
- Perseroan menggunakan laba ditahan untuk operasional dan pengembangan usaha.
- Uang muka penjualan digunakan untuk pembelian persediaan.
- Jika laba ditahan tidak mencukupi untuk membiayai operasional, maka Perseroan mencari pendanaan
dari pihak ketiga.
Perseroan menekankan pada kombinasi optimal antara utang dan ekuitas dengan tujuan menurunkan biaya
modal.
Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal Laporan Akuntan
Tidak terdapat informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan serta tidak terdapat
perubahan kebijakan akuntasi, alasan, dan dampaknya terhadap laporan keuangan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 23
Page 24
PROSPEK USAHA PERSEROAN
Usaha Produk Agrobisnis
Komoditas pertanian, perkebunan dan kelautan banyak digunakan untuk kebutuhan industri makanan, obat-
obatan dan konsumsi lainnya. Indonesia dikenal dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Hal ini
dibuktikan dengan keanekaragaman hayati yang dimiliki. Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris dan
maritim karena kekayaan sumber daya alamnya. Selain itu, kondisi geografis yang strategis dan beriklim
tropis menjadikan potensi alam yang lebih unggul dibandingkan negara lain. Potensi ini dapat dimanfaatkan
secara optimal oleh sektor industri.
Pertanian dan perkebunan merupakan roda penggerak perekonomian nasional. Dari sisi produksi, sektor
pertanian dan perkebunan Indonesia merupakan sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan
ekonomi nasional setelah industri pengolahan.
Hingga awal dekade ini diakui bahwa sektor pertanian dan perkebunan masih memegang peranan penting
karena alasan-alasan:
1. Menyumbang sekitar 15% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
2. Menyediakan sekitar 40% dari angkatan kerja usia produktif.
3. Menyediakan keragaman menu pangan, oleh karena itu sektor pertanian berpengaruh terhadap
konsumsi dan gizi masyarakat.
4. Mendukung sektor industri, baik industri hulu maupun industri hilir.
5. Ekspor pertanian dan perkebunan menyumbangkan devisa negara yang cukup besar.
6. Mampu bertahan dari terpaan badai krisis moneter dan ekonomi global.
A. Prospek Usaha Produk Kopi Biji (Green Bean)
Produk Biji Kopi merupakan komoditas perdagangan yang banyak diminati dan diperdagangkan di
dunia setelah minyak bumi dan gas. Kopi juga salah satu komoditas unggulan Indonesia di pasar
internasional. Indonesia menjadi negara eksportir kopi ketiga terbesar di dunia setelah Brasil dan
Vietnam. Produksi nasional tahun 2025 lebih dari 850.000 ton dengan tingkat konsumsi nasional
sebesar 350.000 ton. Sementara volume ekspor kopi Indonesia di kisaran 500.000 ton.
Sektor Industri merupakan sektor terbesar dalam penyerapan bahan baku kopi. Selain itu Biji Kopi juga
banyak dibutuhkan oleh usaha kecil menengah. Hal ini terlihat dari banyaknya usaha berkonsep
kemitraan yang tumbuh pesat di Indonesia. Gerai atau kedai minuman berbahan dasar kopi yang
memanfaatkan marketing online menjadi trend saat ini. Usia remaja yang senang terhadap gaya hidup
modern cenderung konsumtif bakal mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dari komoditas kopi.
Ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan bisnis kedai kopi di Indonesia yaitu:
1. Kebiasaan (budaya) nongkrong sambil ngopi
2. Meningkatnya daya beli konsumen, tumbuhnya kelas menengah, dan harga RTD Coffee di kedai
modern yang lebih terjangkau.
3. Dominasi populasi anak muda Indonesia (Generasi Y dan Z) yang menciptakan gaya hidup baru
dalam mengonsumsi kopi.
4. Kehadiran media sosial yang memudahkan pebisnis kedai kopi melakukan aktivitas marketing dan
promosi.
Melihat perkembangan faktor-faktor pendorong tersebut, bisnis kedai kopi di Indonesia pada tahun
depan diperkirakan masih positif.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 24
Page 25
B. Prospek Usaha Rumput Laut Kering (Dried Seaweed)
Indonesia adalah salah satu penghasil Rumput Laut terbesar dunia. Jenis Rumput Laut yang banyak
dikembangkan adalah Gracillaria, Eucheuma Cottoni, Eucheuma Spinosum. Berdasarkan data
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2025 produksi Rumput Laut nasional mencapai
lebih dari 8,2 juta ton. Selama ini Rumput Laut masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 60%
dari total produksi perikanan budidaya nasional.
Indonesia merupakan produsen terbesar kedua di dunia setelah China, khususnya untuk jenis
eucheuma cottoni dan menguasai lebih dari 80% pangsa pasar dengan tujuan ekspor ke China. Namun
demikian, hampir 80% masih didominasi bahan baku mentah, hanya 20% yang diserap untuk
kebutuhan industri dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen mendorong industrialisasi Rumput Laut nasional salah satunya dengan
menyiapkan peta jalan industrialisasi Rumput Laut nasional melalui Peraturan Presiden (Perpres)
Nomor 33 tahun 2019 tentang Roadmap Industrialisasi Rumput Laut Nasional. Hal itu untuk
memastikan bahwa ketersediaan bahan baku dan kualitas Rumput Laut terus terjaga baik untuk ekspor
maupun untuk kebutuhan dalam negeri.
Menurut data Asosiasi Rumput Laut Indonesai (ARLI), Indonesia termasuk di dalam wilayah Coral
Triangle yang merupakan tempat yang cocok untuk membudidayakan Rumput Laut di wilayah pesisir.
Prospek olahan Rumput Laut dalam negeri pun masih besar karena banyak industri membutuhkan hasil
olahan agar-agar dan karagenan sebagai bahan pengenyal, pengemulsi, pengental, dan penjernih bahan
pencampur alami, juga untuk pupuk. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, juga untuk
industri farmasi serta obat dan kosmetik.
C. Minuman Isotonik dan Air Minum Dalam Kemasan
Perseroan melakukan distribusi perdana produk minuman tinggi vitamin C merek “Sunkist” dan air
minum dalam kemasan (AMDK) merek “AirAlam” tahun 2021. Area distribusi nasional dan
diharapkan menjadi produk unggulan bagi Perseroan. Target pasar di modern market maupun
tradisional market. Distribusi AirAlam saat ini mencakup wilayah pulau Jawa, Bali dan Sumatera.
Perseroan mentargetkan distribusi produk ini secara nasional. Distribusi perdana kedua produk ini
sesuai dengan rencana Perseroan yang ingin menambah klasifikasi produk. Air minum merupakan
kebutuhan utama manusia sehingga kedua produk ini diharapkan dapat diterima oleh masyarakat dan
meningkatkan pendapatan bagi Perseroan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 25
Page 26
Perbandingan Target dan Proyeksi
Perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 10% di tahun 2026. Produk air mineral dan minuman
bervitamin diharapkan dapat menyumbang pertumbuhan penjualan di tahun 2026. Penjualan komoditas biji
kopi diharapkan dapat tumbuh kembali sehingga mampu menambah pendapatan. Perseroan menerapkan
kebijakan yang ketat dan hati-hati dalam menjalankan usaha. Hal utama yang dilakukan yaitu mengontrol
biaya operasional sesuai peruntukannya, kemudian mengevaluasi kebijakan keuangan yang berhubungan
dengan proyek-proyek baru.
Aspek Pemasaran
Strategi pemasaran dan pangsa pasar:
- Mencari pelanggan baru dengan rating dan kolektibilitas yang baik.
- Konsisten menjaga kualitas produk untuk menjaga reputasi Perseroan.
- Meningkatkan penetrasi pasar domestik dan internasional.
- Menjalankan distribusi produk secara efektif dan efisien.
Kebijakan Dividen
Kebijakan dividen ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Tahun buku 2025 Perseroan
mengalami kerugian. Dalam hal pembagian dividen, Perseroan berpedoman pada anggaran dasar serta
peraturan pasar modal.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 26
Page 27
TATA KELOLA PERSEROAN
Umum
Perseroan menyadari pentingnya penerapan Tata Kelola Perusahaan atau Good Corporate Governance
(GCG). Penerapan GCG sesuai prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, bertanggung jawab,
kemandirian, kewajaran dan kesetaraan, merupakan faktor pendukung bagi kemajuan Perseroan di masa
depan.
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.32/POJK.04/2015 tentang Pedoman Tata
Kelola Perusahaan Terbuka, Perseroan secara konsisten menerapkan GCG atas dasar kesadaran sendiri
dengan menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
Prinsip Transparansi
▪ Prinsip keterbukaan informasi harus diumumkan ke publik, misalnya apabila ada corporate action
yang berkaitan dengan transaksi material atau peristiwa/kejadian penting yang berdampak kepada
Perseroan wajib disampaikan kepada publik melalui website dan diberitahukan ke Otoritas Jasa
Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.
▪ Keterbukaan informasi bagi pemegang saham tertentu, misalnya pengungkapan perubahan struktur
kepemilikan Perseroan dan pemegang saham mayoritas disampaikan kepada publik melalui website
Perseroan.
▪ Penyampaian laporan keuangan yang diaudit oleh kantor akuntan publik dilaporkan secara berkala ke
OJK dan BEI serta website Perseroan.
Prinsip Akuntabilitas
▪ Menerapkan prinsip akuntabilitas yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggungjawaban
elemen perusahaan.
▪ Membentuk komite audit dan menunjuk komisaris independen.
▪ Secara berkala minimal satu tahun sekali, Perseroan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham.
Prinsip Pertanggungjawaban
Bentuk pertanggungjawaban Perseroan adalah kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku diantaranya
tentang perpajakan, hubungan industrial, kesehatan dan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan hidup,
memelihara lingkungan bisnis yang kondusif bersama masyarakat dan sebagainya. Dengan menerapkan
prinsip ini, Perseroan mempunyai peran untuk bertanggung jawab kepada pemegang saham dan mayarakat
sekitar.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 27
Page 28
Sistem Pengendalian Internal
Sistem pengendalian internal meliputi kebijakan dan prosedur pengendalian yang diterapkan oleh Direksi
guna memberikan keyakinan terhadap pelaksanaan operasional, laporan keuangan yang akurat dan dapat
diandalkan serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Direksi bertanggung jawab atas sistem
pengendalian internal Perseroan.
Pengendalian internal Perseroan meliputi elemen-elemen sebagai berikut :
• Lingkungan Kerja, dimana Perseroan menciptakan budaya serta perilaku yang mendukung nilai dasar
dan kode etik Perseroan;
• Penilaian Risiko, dimana Perseroan menerapkan kerangka kerja dalam mengidentifikasi, mengukur
dan mengelola risiko yang berpotensi menghambat pencapaian sasaran usaha;
• Aktivitas Pengendalian, dimana Perseroan menetapkan prosedur kerja sebagai pedoman kegiatan
operasional, pelaporan keuangan dan kepatuhan;
• Informasi dan Komunikasi, dimana Perseroan menerapkan sistem informasi untuk mendukung
kegiatan operasional, pelaporan keuangan dan pelaporan manajemen;
Secara umum, sistem pengendalian internal di tahun 2025 dapat dilakukan dengan baik. Sistem
pengendalian internal, termasuk sistem manajemen risiko, ditelaah dari waktu ke waktu dan dipandang
memadai dalam memberikan keyakinan yang wajar atas pelaksanaan kegiatan operasional yang efektif dan
efisien.
Dewan Komisaris
Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, Dewan Komisaris memiliki pedoman sebagaimana peraturan
Otoritas Jasa Keuangan.
Untuk meningkatkan GCG, Perseroan membentuk:
▪ Komisaris Independen;
▪ Komite Audit;
▪ Sekretaris Perseroan.
Tugas Dewan Komisaris adalah:
• Melakukan pengawasan jalannya pengurusan Perseroan yang dilakukan oleh Direksi;
• Memberikan pengarahan kepada Direksi dalam penyusunan, pelaksanaan dan pencapaian rencana
kerja tahunan;
• Menetapkan remunerasi Direksi serta pembagian tugas dan wewenang anggota direksi;
• Mengawasi keputusan-keputusan yang diambil manajemen;
• Memantau pelaksanaan pengelolaan risiko;
• Memeriksa hasil audit eksternal dan internal serta menindaklanjuti temuan audit;
• Memantau dan mendorong implementasi tata kelola perusahaan.
Pada tahun 2025, Dewan Komisaris melakukan rapat berkala tiap dua bulan dengan tingkat kehadiran
100%. Dewan Komisaris juga melaksanakan rapat bersama Direksi setiap kuartal dengan tingkat kehadiran
100%.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 28
Page 29
Dewan Komisaris
Perseroan memiliki seorang Komisaris Independen. Pembentukan Komisaris Independen merupakan upaya
penerapan prinsip GCG serta pemenuhan persyaratan yang ditetapkan pasar modal serta untuk membawa
aspirasi pemegang saham minoritas.
Gaji dan Remunerasi Anggota Komisaris
Dalam menjalankan tugasnya setiap anggota Komisaris mendapatkan fasilitas yang ditentukan oleh RUPS.
Penetapan besarnya gaji dan remunerasi anggota Dewan Komisaris ditentukan melalui rapat Komisaris
untuk menentukan uang jasa dan tunjangan lainnya.
Rapat Dewan Komisaris
• Dewan Komisaris wajib mengadakan rapat paling sedikit sekali dalam 2 (dua) bulan;
• Rapat Dewan Komisaris dapat dilangsungkan apabila dihadiri atau diwakili mayoritas dari seluruh
anggota Dewan Komisaris;
• Dewan Komisaris wajib mengadakan rapat bersama Direksi secara berkala minimal sekali dalam 6
(enam) bulan;
• Pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat dan jika diperlukan dapat dilakukan
dengan pengambilan suara terbanyak.
Frekuensi Rapat Dewan Komisaris
Selama tahun 2025 telah diadakan 6 kali rapat Dewan Komisaris dengan kehadiran:
Nama Jabatan Rapat Kehadiran
Hendra Widjaya Komisaris Utama 6 6
Chenny Komisaris 6 6
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris
Perseroan melakukan evaluasi kinerja Dewan Komisaris baik secara kolegial maupun individu melalui
mekanisme mandiri berdasarkan tingkat pencapaian dibandingkan dengan target (Key Performance
Indicator). Evaluasi kinerja Dewan Komisaris juga dilakukan dengan mempertimbangkan tugas dan
tanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar Perseroan.
Proses Pelaksanaan Evaluasi Kinerja
1. Evaluasi secara Kolegial
Evaluasi kinerja Dewan Komisaris secara kolegial meliputi:
- Struktur dan komposisi Dewan Komisaris.
- Pencapaian Kinerja Perseroan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
- Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan Perseroan.
- Komitmen dalam memajukan kepentingan Perseroan.
- Pelaksanaan pengawasan dan pengelolaan Perusahaan.
- Penerapan Good Corporate Governance di Perusahaan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 29
Page 30
2. Evaluasi secara individu
Evaluasi dilakukan oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris, dengan kriteria antara lain:
- Tingkat kehadiran masing-masing dalam rapat internal maupun rapat gabungan Dewan Komisaris
dengan Direksi, serta rapat dengan Komite-Komite Pendukung di bawah Dewan Komisaris.
- Kontribusi dalam proses pengawasan dan pemberian nasihat terhadap Jajaran Manajemen.
Hasil evaluasi kinerja Dewan Komisaris tersebut disampaikan kepada Komisaris Utama sebagai bahan
pertimbangan memberikan arahan kinerja Dewan Komisaris. Hasil evaluasi juga bertujuan untuk
memberikan rekomendasi mengangkat kembali anggota Dewan Komisaris dan menyusun struktur
remunerasi Dewan Komisaris. Selain itu, evaluasi kinerja Dewan Komisaris disampaikan secara umum
sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pada saat RUPS Tahunan dan
laporan tahunan Perseroan.
Dewan Direksi
Direksi berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan. Tahun 2025 Perseroan
mempunyai dua orang Direksi yang terdiri dari seorang Direktur Utama dan satu orang Direktur. Direksi
bertanggung jawab atas kepentingan dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan sesuai anggaran dasar.
Direksi bertanggung jawab dalam hal:
• Pengelolaan Perseroan melalui tata kelola risiko dan pelaksanaan tata kelola perusahaan;
• Penerapan struktur pengendalian internal, pelaksanaan fungsi audit internal dan tindakan berdasarkan
temuan-temuan audit internal sesuai arahan komisaris;
• Penyusunan strategi bisnis, termasuk rencana kerja dan anggaran;
• Pelaksanaan praktek akuntansi dan pembukuan sesuai ketentuan perusahaan publik.
Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, Direksi telah memiliki pedoman. Secara teknis tugas masing-
masing direksi adalah sebagai berikut :
Direktur Utama:
• Bertanggung jawab terhadap seluruh kepengurusan Perseroan.
• Pengelolaan Perseroan melalui tata kelola risiko dan tata kelola perusahaan.
• Pelaksanaan praktek akuntansi dan pembukuan sesuai standart akuntansi yang berlaku.
• Penyusunan strategi bisnis, anggaran dan pelaksanaan fungsi audit internal.
Direktur:
• Pelaksanaan operasional Perseroan, penjualan, pembelian termasuk rencana kerja proyek.
• Pelaksanaan pengendalian intern dan keuangan.
• Pelaksanaan struktur pengendalian intern harian dan pengambilan tindakan yang bersifat teknis
operasional.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 30
Page 31
Gaji dan Remunerasi Anggota Direksi
Berdasarkan hasil RUPS tahun 2025, gaji dan remunerasi Direksi ditetapkan melalui rapat Dewan
Komisaris. Dewan Komisaris melakukan evaluasi kinerja Perseroan untuk penentuan besaran remunerasi.
Selama tahun 2025, Direksi mengadakan rapat rutin setiap bulan dengan tingkat kehadiran 100%. Besaran
gaji dan remunerasi anggota Direksi tahun 2025 adalah Rp 549.311.082
Untuk meningkatkan kompetensi Direksi, dilakukan pelatihan sesuai keahlian masing-masing anggota
Direksi. Perseoan mengikuti Pelatihan yang diadakan oleh instansi atau lembaga pemerintah di antaranya
pelatihan Uji Cita Rasa Kopi di Jember Jawa Timur, Seaweed International Bussiness Forum and
Exhebition (Seabfex) di Lombok dan di Jogjakarta, dan The 5th Indonesia Speciality Coffee Contest di Bali
dan MBA Course. Selain itu Direksi aktif dalam kegiatan Asosiasi Emiten Indonesai (AEI).
Rapat Direksi
• Direksi wajib mengadakan rapat berkala paling sedikit sekali dalam setiap bulan;
• Rapat Direksi dapat berlangsung apabila diwakili mayoritas dari seluruh anggota Direksi;
• Direksi wajib mengadakan rapat bersama Dewan Komisaris secara berkala minimal sekali dalam 6
(enam) bulan;
• Pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat dan jika diperlukan dapat dilakukan
dengan pengambilan suara terbanyak.
Frekuensi Rapat Direksi
Selama tahun 2025 diadakan 12 kali rapat Direksi dengan kehadiran sebagai berikut:
Nama Jabatan Rapat Kehadiran
Artha Lovie A Direktur Utama 12 12
Iwan Setiawan Direktur 12 12
Selain pertemuan masing-masing Dewan Komisaris dan Direksi, juga dilakukan rapat bersama antara
Komisaris dan Direksi. Rapat tersebut dapat dilakukan pada saat rapat Komisaris atau dengan jadwal
tersendiri.
Frekuensi Pertemuan Komisaris dan Direksi
Selama tahun 2025 diadakan 3 kali rapat Komisaris dengan kehadiran seperti di bawah ini :
Nama Jabatan Rapat Kehadiran
Hendra Widjaya Komisaris Utama 3 3
Chenny Komisaris 3 3
Artha Lovie A Direktur Utama 3 3
Iwan Setiawan Direktur 3 3
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 31
Page 32
Pedoman Kerja dan Kode Etik
Direksi dan Komisaris memiliki pedoman kerja dan menjadi acuan dalam pelaksanaan pengurusan dan
pengawasan Perseroan.
Selain itu Direksi dan Komisaris memiliki kode etik yang berlaku untuk seluruh Direksi dan Komisaris,
karyawan serta organ pendukung lain sebagai berikut :
• Tugas Direksi, Dewan Komisaris dan/atau seluruh karyawan dilaksanakan dengan itikad baik, kehati-
hatian, dan penuh tanggung jawab;
• Dalam hal Direksi, Dewan Komisaris dan/atau karyawan terdapat benturan kepentingan dengan
Perseroan maka harus mengedepankan prinsip professional, mengutamakan kepentingan Perseroan
diatas kepentingan pribadi dan golongan.
Penilaian Kinerja Dewan Direksi
Perseroan melakukan evaluasi kinerja Direksi secara kolegial maupun individu melalui mekanisme
mandiri berdasarkan tingkat pencapaian dibandingkan dengan target (Key Performance Indicators).
Evaluasi kinerja Direksi juga dilakukan dengan mempertimbangkan tugas dan tanggung jawab Direksi
sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar Perseroan.
Proses Pelaksanaan Evaluasi Kinerja
1. Evaluasi secara kolegial
Evaluasi secara kolegial dilakukan berdasarkan pencapaian secara keseluruhan, mencakup kriteria:
- Keuangan dan Operasional;
- Fokus Pelanggan;
- Efektivitas Produk dan Proses;
- Fokus Tenaga Kerja;
- Kepemimpinan, Tata Kelola dan Tanggung Jawab Kemasyarakatan.
2. Evaluasi secara individu
Penilaian kinerja dilakukan oleh masing-masing anggota Direksi, dengan kriteria target kinerja yang
dituangkan dalam kertas kerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota
Direksi. Evaluasi Direktur Utama telah tercermin dalam penilaian kinerja Direksi secara kolegial.
Hasil evaluasi kinerja Direksi disampaikan kepada Dewan Komisaris. Hasil evaluasi akhir dilakukan oleh
Komisaris Utama dan menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan arahan untuk meningkatkan kinerja
Direksi. Selain itu hasil evaluasi merupakan salah satu dasar pertimbangan bagi Dewan Komisaris untuk
mengangkat kembali anggota Direksi serta untuk menyusun struktur remunerasi Direksi. Penilaian kinerja
Direksi disampaikan secara umum sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan tanggung
jawab pada saat RUPS Tahunan dan Laporan Tahunan Perseroan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 32
Page 33
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS merupakan forum bagi pemegang saham untuk memperoleh keterangan tentang kinerja Perseroan
dari Dewan Komisaris dan/atau Direksi. RUPS mempunyai wewenang yang tidak dapat diberikan kepada
Dewan Komisaris atau Direksi, dalam batasan yang ditentukan dalam peraturan yang berlaku di bidang
pasar modal dan/atau anggaran dasar.
A. RUPS Tahun 2023
A.1. RUPS Tahunan dan Luar Biasa
Diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2023 di Marketing Gallery, Gedung Japfa Indoland Center
(ex. Bumi Mandiri) Tower 2 lantai 4 Jl. Panglima Sudirman 66-68 Surabaya. Dihadiri oleh
pemegang saham dan/atau kuasanya sebanyak 1.015.041.900 saham (81,80%) saham Perseroan
dengan hak suara yang sah. Dengan demikian, sebagaimana dinyatakan dalam Anggaran Dasar
Perseroan, ketentuan korum RUPS telah terpenuhi dan berwenang untuk mengambil keputusan
yang mengikat secara hukum.
RUPS Tahunan menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
1. Menerima Laporan Direksi mengenai kegiatan Perseroan pada tahun 2022 termasuk
pengesahan neraca serta laporan rugi laba Perseroan untuk tahun buku 2022 yang telah
diaudit oleh Akuntan Publik dan menyetujui pemberian pembebasan tanggung jawab kepada
Anggota Direksi dan Komisaris atas tindakan pengurusan dan tindakan pengawasan dalam
tahun buku 2022 (acquit et de charge).
2. Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Rapat Dewan Komisaris untuk
menentukan uang jasa dan tunjangan lainnya bagi Anggota Dewan Komisaris dan selanjutnya
menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk
menentukan honorarium Direksi Perseroan untuk tahun buku 2023.
3. Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk
menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk
tahun buku 2023, termasuk untuk menentukan honorarium yang akan diberikan kepada
Kantor Akuntan Publik dimaksud.
4. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi menyatakannya dalam
suatu akta notariil tersendiri.
RUPS Luar Biasa menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
1. Menolak/Menunda rencana Perseroan menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) di Anggaran Dasar Perseroan. Penambahan KBLI akan dilaksanakan jika Perseoran
telah siap untuk menjalankan kegiatan usaha dimaksud.
2. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi menyatakannya dalam
suatu akta notariil tersendiri.
A.2. RUPS Luar Biasa
Diselenggarakan pada tanggal 6 September 2023 di Marketing Gallery, Gedung Japfa Indoland
Center (ex. Bumi Mandiri) Tower 2 lantai 4 Jl. Panglima Sudirman 66-68 Surabaya. Dihadiri oleh
pemegang saham dan/atau kuasanya sebanyak 1.014.877.800 saham (81,78%) saham Perseroan
dengan hak suara yang sah. Dengan demikian, sebagaimana dinyatakan dalam Anggaran Dasar
Perseroan, ketentuan korum RUPS telah terpenuhi dan berwenang untuk mengambil keputusan
yang mengikat secara hukum.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 33
Page 34
RUPS Luar Biasa menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
1. Memberhentikan seluruh Dewan Komisaris Perseroan sebagai berikut:
- Komisaris Utama : Bapak Hendra Widjaya
- Komisaris : Ibu Junia Linardi
Kemudian mengangkat Dewan Komisaris yang baru periode 2023 sampai dengan 2028
sebagai berikut:
- Komisaris Utama (Independen) : Bapak Hendra Widjaya
- Komisaris : Ibu Chenny
Selanjutnya Susunan Pengurus Perseroan tertulis sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama (Independen) : Bapak Hendra Widjaya
- Komisaris : Ibu Chenny
Direksi:
- Direktur Utama : Ibu Artha Lovie Aprillailie
- Direktur : Bapak Iwan Setiawan
2. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi menyatakannya dalam
suatu akta notariil tersendiri.
Seluruh keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa tahun 2023
ini telah direalisasikan pada tahun buku dan tidak terdapat keputusan yang belum
direalisasikan.
B. RUPS Tahun 2024
Diselenggarakan pada tanggal 26 Juni 2024 di Ruang Meeting VIP, Gedung Japfa lndoland Center
Tower l, Lantai 4 Jl. Basuki Rahmat No.129-137, Surabaya. Dihadiri oleh pemegang saham dan/atau
kuasanya sebanyak 1.005.381.800 saham (81,01%) saham Perseroan dengan hak suara yang sah.
Dengan demikian, sebagaimana dinyatakan dalam Anggaran Dasar Perseroan, ketentuan korum RUPS
telah terpenuhi dan berwenang untuk mengambil keputusan yang mengikat secara hukum.
RUPS Tahunan menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
1. Menerima Laporan Direksi mengenai kegiatan Perseroan pada tahun 2023 termasuk pengesahan
neraca serta laporan rugi laba Perseroan untuk tahun buku 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan
Publik dan menyetujui pemberian pembebasan tanggung jawab kepada Anggota Direksi dan
Komisaris atas tindakan pengurusan dan tindakan pengawasan dalam tahun buku 2023 (acquit et
de charge).
2. Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Rapat Dewan Komisaris untuk menentukan
uang jasa dan tunjangan lainnya bagi Anggota Dewan Komisaris dan selanjutnya menyetujui
pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menentukan
honorarium Direksi Perseroan untuk tahun buku 2024.
3. Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk
menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk
tahun buku 2024, termasuk untuk menentukan honorarium yang akan diberikan kepada Kantor
Akuntan Publik dimaksud.
4. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi menyatakannya dalam suatu
akta notariil tersendiri.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 34
Page 35
C. RUPS Tahun 2025
Diselenggarakan pada tanggal 26 Juni 2025 di Ruang Meeting VIP Gedung Japfa Indoland Center
Tower I, Lantai 4. Jl. Basuki Rahmat No.129-137, Surabaya. Dihadiri oleh pemegang saham dan/atau
kuasanya sebanyak 1.005.127.900 saham (80,99%) saham Perseroan dengan hak suara yang sah.
Dengan demikian, sebagaimana dinyatakan dalam Anggaran Dasar Perseroan, ketentuan korum RUPS
telah terpenuhi dan berwenang untuk mengambil keputusan yang mengikat secara hukum.
RUPS Tahunan menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
1. Menerima Laporan Direksi mengenai kegiatan Perseroan pada tahun 2024 termasuk pengesahan
neraca serta laporan rugi laba Perseroan untuk tahun buku 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan
Publik dan menyetujui pemberian pembebasan tanggung jawab kepada Anggota Direksi dan
Komisaris atas tindakan pengurusan dan tindakan pengawasan dalam tahun buku 2024 (acquit et
de charge).
2. Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Rapat Dewan Komisaris untuk menentukan
uang jasa dan tunjangan lainnya bagi Anggota Dewan Komisaris dan selanjutnya menyetujui
pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menentukan
honorarium Direksi Perseroan untuk tahun buku 2025.
3. Menyetujui pemberian kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk
menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk
tahun buku 2025, termasuk untuk menentukan honorarium yang akan diberikan kepada Kantor
Akuntan Publik dimaksud.
4. Menyetujui Perpanjangan Masa Jabatan Direksi Perseroan Periode 2025 – 2030. Sehingga
Susunan Direksi Perseroan adalah:
- Artha Lovie Aprillailie (Direktur Utama)
- Iwan Setiawan (Direktur)
5. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi menyatakannya dalam suatu
akta notariil tersendiri.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 35
Page 36
Komite Audit
Peraturan OJK 55/POJK.04/2015 tentang pembentukan dan pedoman pelaksanaan kerja Komite Audit
disebutkan bahwa anggota Komite Audit yang merupakan Komisaris Independen bertindak sebagai ketua
Komite Audit. Perseroan telah memenuhi peraturan tersebut.
Susunan Komite Audit adalah sebagai berikut:
- Hendra Widjaya (Ketua)
- Anita Rosalia Gunawan (Anggota)
- Sarah Cahya Prawira (Anggota)
Riwayat Singkat Komite Audit
Hendra Widjaya
(Ketua Komite Audit)
Warga Negara Indonesia, lahir di Juwana pada tanggal 7 Juni 1950 (75 tahun). Beliau menyelesaikan
pendidikan S1 di Universitas Indonesia bergelar Sarjana Ekonomi dan S2 di Indonesian Institute of
Management (in cooperation with Pittsburg state University Kansas, USA) bergelar Magister Manajemen
Marketing. Awal karir beliau dimulai Tahun 1975 di SC Jhonson & Son Indonesia dan pernah menjabat
sebagai Direktur Marketing di PT Monysaga Prima pada tahun 1998 dan di PT Adventura Prokreasi pada
tahun 2004 sampai dengan 2012. Saat ini beliau aktif sebagai Direktur di PT Indadi Setia. Pada bulan Juli
2022 Bapak Hendra diangkat sebagai komisaris utama (Independen) Perseroan sampai sekarang.
Anita Rosalia Gunawan
(Anggota Komite Audit).
Warga Negara Indonesia, lahir di Surabaya tahun 1970 (56 tahun), mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi
(S1) Akuntansi di Universitas Surabaya. Memiliki pengalaman sebagai auditor dengan mengawali karir
sebagai analis di kantor akuntan publik Prasetio Utomo. Pada tahun 2009 sampai dengan 2011 beliau
bekerja sebagai auditor di PT Indadi Setia di Jakarta.
Sarah Cahya Prawira
(Anggota Komite Audit)
Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta pada tanggal 23 November 1991 (35 tahun). Beliau menyelesaikan
pendidikan S1 di Trisakti School of Management dengan gelar Sarjana Akuntansi. Memulai karir sebagai
penyusun pajak di PT Home Living Arts Indonesia pada tahun 2013 dan pernah menjabat sebagai Akuntan
di PT Lion Mentari Airlines pada tahun 2014. Saat ini beliau aktif menjabat sebagai Akuntan Pajak Senior
di Indadi Utama Grup.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 36
Page 37
Komite Audit
Komite Audit mengadakan rapat 4 (empat) kali dengan tingkat kehadiran 100%. Komite Audit juga
melakukan rapat dengan Komisaris sebanyak 4 (empat) kali dan tingkat kehadiran 100%. Komite Audit
menyatakan bahwa Perseroan telah mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan peraturan pasar
modal serta tidak ditemukan adanya penyimpangan.
Berdasarkan penelaahan terhadap kinerja Perseroan, Komite Audit menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
• Perseroan telah melaporkan kinerja usaha berupa laporan berkala tepat waktu kepada Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI);
• Semua informasi transaksi penting sudah diungkapkan kepada public sesuai ketentuan yang berlaku;
Rapat Komite Audit
• Komite Audit mengadakan rapat berkala minimal satu kali dalam 3 (tiga) bulan dan hanya dapat
dilaksanakan apabila dihadiri lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota.
• Komite Audit dapat mengundang pengurus untuk menyampaikan materi rapat;
• Keputusan rapat diambil berdasarkan musyawarah mufakat dan anggota komite diberi kebebasan untuk
menyampaikan pendapat dalam pembahasan agenda rapat tanpa intervensi siapapun;
Selama tahun 2025 diadakan 4 kali rapat Komite dengan kehadiran sebagai berikut:
Nama Jabatan Rapat Kehadiran
Hendra Widjaya Ketua 4 4
Anita Rosalia Gunawan Anggota 4 4
Sarah Cahya Prawira Anggota 4 4
Komite Nominasi & Komite Remunerasi
Dewan Komisaris tidak membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi. Tidak dibentuknya komite dan
prosedur kerjanya karena struktur organisasi Perseroan cukup kecil sehingga fungsi dan tugas komite ini
dirangkap oleh Dewan Komisaris.
Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan ditunjuk dan diangkat oleh Direksi, memiliki kedudukan setingkat manager dan
bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Saat menjalankan tugasnya Sekretaris Perusahaan harus
melakukan komunikasi dengan seluruh Direksi. Sekretaris Perusahaan dibentuk untuk memelihara dan
melindungi kepentingan Perseroan melalui komunikasi dan hubungan baik dengan segenap stakeholder.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 37
Page 38
Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Iwan Setiawan. Beliau lahir di Sidoarjo Jawa Timur 1974 (51 tahun),
lulusan S2 Hukum dari Universitas Bhayangkara Surabaya tahun 2017. Memiliki kompetensi dan
pengalaman sebagai Corporate Secretary lebih dari 18 tahun. Sebelum bergabung dengan Perseroan pernah
bekerja sebagai Head of PPIC di PT Kalimas Putra Makmur Sidoarjo tahun 2001. Pada tahun 2002 sampai
2008 bekerja di PT Siantar Top Tbk Sidoarjo dengan jabatan terakhir sebagai Financial Supervisor. Pada
tahun 2008 sampai dengan 2010 pernah menjabat sebagai Direktur Perseroan dan sejak tahun 2008 sampai
sekarang menjabat sebagai Direktur dan Corporate Secretary Perseroan.
Sesuai aturan OJK No.35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014, Sekretaris Perusahaan wajib memiliki
kompetensi yang baik agar dapat menjalankan fungsi dan tugasnya. Pelatihan yang pernah diikuti adalah:
1. GMP (Good Manufacturing Practices) Training yang diselenggarakan oleh PREMYSIS Consulting
tahun 2002 di Surabaya.
2. Quality Management System Training (ISO 9000:2000) dan Internal Quality Audit Training yang
diselenggarakan oleh PREMYSIS Consulting tahun 2003 di Surabaya.
3. Workshop Pasar Modal – Corporate Action diselenggarakan oleh GRANADA Law Firm & Investama
Capital tahun 2011 di Jakarta.
4. Seminar & Expo RETAIL EXTRAVAGANZA diselenggarakan oleh APRINDO Jawa Timur tahun
2011 di Surabaya.
5. Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) diselenggarakan oleh Badan Karantina Ikan,
Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2012
di Sidoarjo.
6. Workshop Pasar Modal – Dukungan Pemegang Saham - Aspek Hukum Pinjaman Pemegang Saham,
diselenggarakan oleh ICSA (Indonesian Corporate Secretary Association) tahun 2017 di Jakarta.
7. Berbagai kegiatan sosialisasi dan hearing tentang regulasi Pasar Modal yang diadakan oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) maupun oleh Bursa Efek Indonesia.
8. Aktif sebagai pengurus Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Jakarta dan Perwakilan Jawa Timur.
Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab Utama Sekretaris Perusahaan:
• Mengikuti perkembangan pasar modal dan memberi masukan kepada direksi tentang pentingnya
mematuhi peraturan tersebut.
• Memastikan kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan pasar modal, termasuk pelaksanaan RUPS, public
expose dan berbagai tindakan korporasi dengan berkoordinasi pihak-pihak terkait.;
• Penghubung antara Perseroan dengan OJK, Bursa Efek Indonesia dan masyarakat.
• Melaksanakan komitmen Perseroan terhadap terlaksananya keterbukaan informasi.
• Memelihara dan mengelola citra positif dan identitas Perseroan ke publik dengan menyelenggarakan
kegiatan social masyarakat serta pelaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial Perseroan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 38
Page 39
Unit Audit Internal dan Sistem Pengendalian Internal
Perseroan belum memiliki unit audit internal karena struktur organisasi Perseroan relatif kecil dan jumlah
sumber daya manusia tidak begitu besar. Pelaksanaan fungsi unit audit internal di bawah pengawasan
langsung oleh Direksi. Perseroan melaksanakan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko dengan
melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efektivitas kerja di semua departemen.
Setiap pengambilan kebijakan harus disampaikan terlebih dahulu kepada pimpinan. Saat ini pengendalian
internal berjalan dengan efektif karena setiap perencanaan dan realisasinya bisa diketahui dengan cepat.
Manajemen berusaha memenuhi ketentuan pasal 3 POJK Nomor 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan
dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
Akuntan Publik Dan Penunjang Pasar Modal
Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember
2025 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) SUPOYO, SUTJAHJO, SUBYANTARA & Rekan.
Besarnya uang jasa yang diberikan sebesar Rp 65.400.000,- (enam puluh lima juta empat ratus ribu rupiah).
Sedangkan besarnya fee yang diberikan kepada profesi penunjang pasar modal selama tahun 2025 adalah
sebagai berikut:
1. Annual Listing Fee (IDX) : Rp 93.795.000,-
2. Sinartama Gunita (BAE) : Rp 27.250.000
3. Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI) : Rp 11.100.000,-
4. Biaya Iuran OJK : Rp 45.600.000,-
Kode Etik
Kode Etik adalah panduan bertindak secara etis dan sesuai dengan peraturan yang berlaku saat kita
melakukan pekerjaan di manapun dan kapanpun.
Karyawan tetap maupun karyawan kontrak memiliki kewajiban untuk mengikuti Kode Etik dan mematuhi
semua kebijakan dan prosedur Perseroan. Kode Etik juga berlaku bagi Dewan Komisaris dan Direksi,
sehubungan dengan semua kegiatan yang mengatasnamakan Perseroan. Setiap konsultan dan mitra bisnis
yang bekerja atas nama Perseroan wajib menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam Kode Etik ini.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 39
Page 40
Pokok-Pokok Kebijakan Komunikasi dengan Pemegang Saham
TUJUAN
Kebijakan komunikasi bertujuan mengatur proses pemberian informasi kepada para pemegang saham dan
investor secara wajar dan tepat waktu mengenai Perseroan. Pemegang saham dapat melakukan penilaian
atas strategi, perkembangan, operasional dan kinerja Perseroan, serta memungkinkan pemegang saham dan
investor terlibat secara aktif dengan Perseroan. Kebijakan komunikasi dengan para pemegang saham
menunjukkan komitmen Perusahaan dalam melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan.
KEBIJAKAN UMUM
Perseroan membuka komunikasi antara Direksi dengan pemegang saham. Dialog yang informatif dan
konstruktif akan mendorong kualitas penerapan tata kelola perusahaan. Perseroan membuka diri
berkomunikasi secara terbuka, pengungkapan secara transparan dan wajar, perlakuan yang setara terhadap
para pemegang saham dan perlindungan atas kepentingan para pemegang saham, dengan menjunjung
integritas, ketepatan waktu dan relevansi informasi yang diberikan. Perseroan akan memastikan informasi
disampaikan secara akurat dan tidak ada infomasi yang menyesatkan di pasar modal. Komunikasi dengan
para pemegang saham dilakukan sesuai kebutuhan mereka.
MEDIA KOMUNIKASI
Komunikasi dengan pemegang saham dilakukan melalui cara-cara:
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS merupakan forum bagi para pemegang saham untuk bertukar pendapat dan memberi usulan ke
Direksi. Dewan Komisaris, Ketua Komite Audit dan Direksi wajib hadir untuk menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan oleh para pemegang saham. Perseroan wajib menyampaikan pemberitahuan
Rapat Umum Pemegang Saham disertai dengan dokumen yang jelas, ringkas serta memberikan waktu
yang memadai sebelum pelaksanaan rapat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan RUPS harus direncanakan dengan baik dan diatur sesuai ketentuan. RUPS wajib disiapkan
untuk memfasilitasi pemegang saham bisa berpartisipasi dalam RUPS. Pemegang saham yang tidak
dapat hadir dan memberikan suara saat RUPS difasilitasi dengan penunjukan kuasa atau perwakilan
untuk hadir dan memberikan suara. Tata tertib RUPS diinformasikan kepada pemegang saham pada saat
penyelenggaraan RUPS.
Ketentuan mengenai penyelenggaraan RUPS diatur oleh Undang-Undang No.40 tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas, Peraturan OJK No.10/POJK/04/2017 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, dan Anggaran Dasar Perseroan. Pemegang saham
diberikan kesempatan menyampaikan usulan agenda RUPS sesuai persyaratan sebagaimana ketentuan
Pasal 12 POJK.10/POJK.04/2017 dan Anggaran Dasar Perseroan. Selanjutnya ketentuan mengenai
penyelenggaraan RUPS diatur dalam POJK yang baru yaitu POJK 15/POJK.04/2020. Pemegang saham
dapat mengikuti RUPS secara daring (online) menggunakan system eASY.KSEI dan e-Voting. Bahan
mata acara RUPS tersedia dalam bentuk dokumen fisik dan juga dokumen elektronik yang dapat
diunduh di website Perusahaan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 40
Page 41
Paparan Publik (Public Expose)
Public Expose adalah media komunikasi antara Perseroan dengan pemegang saham. Ketentuan
mengenai penyelenggaraan Public Expose diatur dalam Peraturan Pencatatan No. I-E, Keputusan
Direksi Bursa Efek Jakarta Nomor: Kep-306/BEJ/07-2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.
Bahan presentasi Public Expose tersedia di kantor Perseroan serta dapat diunduh di situs web
Perusahaan. Peserta Public Expose diberikan kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan usul dan
saran. Public Expose dilakukan untuk memastikan bahwa penyebaran informasi telah disampaikan
secara merata. Dalam perkembangan saat ini pemegang saham dapat mengikuti paparan publik secara
online sehingga mempermudah dalam mengikuti perkembangan Perseroan.
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan mengupayakan pengungkapan informasi yang wajar, berimbang dan dapat dipahami
sehingga para pemegang saham dapat menilai posisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. Publikasi
kinerja keuangan dilakukan tepat waktu di website perseroan. Laporan Keuangan merupakan laporan
pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi tentang hasil kerja keuangan selama tahun berjalan.
Laporan keuangan terdiri dari Neraca, Laba Rugi, dan catatan atas laporan keuangan yang
mencerminkan kinerja Perusahaan selama periode laporan keuangan yang dimaksud. Penyampaian
laporan keuangan diatur di Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2022 Tentang Penyampaian Laporan
Keuangan Berkala Emiten Atau Perusahaan Publik.
Laporan Keberlanjutan
Laporan keberlanjutan (sustainability report) berfokus pada kinerja non-keuangan perusahaan yang
mencakup tiga poin utama, yaitu: Aspek Ekonomi (Profit), Aspek Lingkungan (Bumi) dan Aspek Sosial
(Masyarakat). Konsep ini dikenal sebagai triple bottom line, yang bertujuan mengomunikasikan dampak
organisasi terhadap masyarakat, lingkungan, dan keuntungan secara berkelanjutan.
1. Aspek Ekonomi (Profit/Economic)
Aspek ini mengukur kinerja keuangan dan dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung dari
operasional perusahaan terhadap pemangku kepentingan. Ini mencakup efisiensi pengelolaan, kinerja
finansial, investasi, dan kontribusi terhadap ekonomi lokal.
2. Aspek Lingkungan (Planet/Environmental)
Aspek ini menilai bagaimana perusahaan mengelola dampaknya terhadap planet, termasuk
penggunaan energi, pengelolaan limbah, emisi karbon, penggunaan air, dan aneka ragam hayati.
Aspek ini berfokus pada upaya pelestarian lingkungan.
3. Aspek Sosial (People/Social)
Aspek ini berfokus pada hubungan perusahaan dengan manusia dan masyarakat. Ini mencakup
kesehatan dan keselamatan kerja, hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan, kepatuhan sosial, dan
kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat local.
Ketentuan mengenai Laporan Keberlanjutan diatur di POJK 51 Tahun 2017 tentang kewajiban
penyampaian Laporan Keberlanjutan.
Komunikasi dengan Komunitas Investasi
Perseroan melakukan dialog dengan pemegang saham, investor dan para analis, baik secara individual
maupun berkelompok, untuk memfasilitasi komunikasi yang efektif antara Perseroan dengan komunitas
investasi. Semua informasi yang disampaikan pada komunitas investasi dilakukan dengan
memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku serta peraturan internal yang mengatur
mengenai informasi perusahaan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 41
Page 42
Website Perseroan
Website Perseroan memuat informasi mengenai profil umum, produk, dan kinerja keuangan yang
tercantum di dalam laporan tahunan maupun laporan berkala. Disampaikan secara terbuka untuk umum
dan menyediakan akses terhadap informasi Perseroan yang relevan bagi para pemegang saham. Pada
website juga disampaikan informasi penting lainnya apabila Perseroan memiliki kejadian penting yang
perlu diketahui publik. Informasi tersebut dicantumkan pada website setidaknya selama lima tahun dari
tanggal publikasi. Informasi pada situs web Perusahaan senantiasa dikaji dan diperbarui. Situs web
Perusahaan yaitu www.wapo.co.id.
Akses Email
Perseroan menyediakan akses bagi pemegang saham, investor dan masyarakat untuk berkomunikasi
melalui alamat email:
- iws.id2000@gmail.com
- iws@wapo.co.id
- wapo.sby@gmail.com
Kebijakan Komunikasi dikaji secara berkala sesuai dengan perkembangan Perseroan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 42
Page 43
RISIKO USAHA
1. Gambaran Umum
Risiko usaha adalah ketidakpastian yang mungkin terjadi dan dapat mengakibatkan kerugian. Untuk
memperkecil risiko yang mungkin timbul, Perseroan melakukan evaluasi secara rutin terhadap hasil
yang dicapai.
Gambaran umum mengenai sistem manajemen risiko Perseroan adalah sebagai berikut:
• Mengenali dengan baik para pemasok dan pelanggan Perseroan untuk meminimalisir risiko gagal
bayar dan gagal kirim.
• Menerapkan kebijakan dan prosedur operasional yang tepat termasuk asuransi aset Perseroan.
• Mengidentifikasi potensi kerugian dan membuat mitigasi risiko.
• Pertukaran informasi risiko melalui rapat-rapat rutin. Apabila ada risiko maka disampaikan kepada
pimpinan agar dapat diminimalisir.
2. Jenis Risiko dan Cara Pengelolaan
Risiko Usaha diidentifikasi sebagai berikut:
1. Risiko ketersediaan bahan baku dan kualitas tidak standart
2. Persaingan/Kompetisi
3. Fluktuasi harga
4. Risiko produksi dan distribusi
5. Risiko cuaca dan hama penyakit
A. Penjelasan terhadap Risiko Usaha
1. Risiko Ketersediaan Bahan Baku dan Kualitas Tidak Standart
- Bahan baku komoditas:
Perseroan memperoleh sebagian besar bahan baku berupa Rumput Laut, Biji Kopi dari petani
dan pemasok. Dalam hal ini kualitas bahan sangat dipengaruhi oleh hasil panen. Hasil panen
dapat berkurang karena faktor cuaca dan hama penyakit. Untuk menjaga kelangsungan pasokan
bahan baku, Perseroan menjaga hubungan baik dengan pemasok di berbagai daerah. Salah
satunya adalah mengadakan kunjungan dan pertemuan rutin dengan para petani dan pemasok.
- Bahan baku produk air mineral dan minuman vitamin:
Beberapa bahan baku harus diimport dari luar negeri. Persyaratan minimum order (MoQ) dan
waktu tiba yang tidak menentu bisa menyebabkan keterlambatan pasokan bahan baku. Untuk
mengurangi resiko ini Perseroan membuat perencanaan produksi yang baik dan pembelian
bahan baku jauh hari dengan jumlah yang tepat.
2. Persaingan/Kompetisi
Perdagangan komoditi memiliki tantangan cukup besar. Banyaknya pelaku usaha menciptakan
persaingan yang berakibat penurunan pendapatan Perseroan. Kompetitor berupaya memberikan
pelayanan yang baik kepada konsumen. Mereka juga meberikan harga yang kompetitif dengan
program promo menarik. Untuk mengurangi resiko ini Perseroan berusaha menjaga kualitas
produk dan memberikan berbagai kemudahan kepada konsumen seperti distribusi langsung dan
harga yang bersaing.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 43
Page 44
3. Risiko Fluktuasi Harga.
- Harga produk komoditas:
Produk Komoditi memiliki fluktuasi harga yang tinggi dan dipengaruhi oleh kebutuhan pasar
global. Ketersediaan baku baku tergantung pada banyak faktor seperti cuaca, hama penyakit,
produksi, tingkat konsumsi dunia, tingkat penawaran dan permintaannya. Banyaknya pelaku
usaha sejenis membuat harga barang berfluktuasi dengan cepat. Kondisi geopolitik yang tidak
stabil membuat harga bahan baku naik tinggi. Menghadapi kondisi ini Perseroan harus berhati-
hati menentukan struktur harga agar tetap mampu bersaing.
- Harga produk minuman vitamin:
Harga bahan baku import menggunakan mata uang asing. Stabilitas mata uang sangat penting
untuk menjaga harga bahan baku tetap stabil. Kondisi geopolitik yang tidak stabil membuat
harga bahan baku naik tinggi. Menghadapi kondisi ini Perseroan harus berhati-hati menentukan
struktur harga agar tetap mampu bersaing. Resiko mata uang asing lebih sulit untuk
dikendalikan. Perseroan berharap kondisi stabilitas politik nasional dan global tetap terjaga di
masa recovery setelah pandemi.
4. Risiko Produksi dan Distribusi.
- Produk komoditi:
Usaha perdagangan memiliki resiko produksi dan distribusi lebih kecil dibandingkan usaha
industri pengolahan. Sebagian besar komoditas Biji Kopi dan Rumput Laut dikirim langsung
(direct shipment) dari pemasok ke konsumen. Resiko terjadi ketika pengiriman jarak jauh dari
sentra budidaya menyebabkan barang rusak di jalan. Untuk memperkecil resiko ini Perseroan
melakukan distribusi dari sentra budidaya terdekat.
- Produk minuman vitamin dan air mineral:
Produk Sunkist dan AirAlam diproduksi di pabrik modern dan berstandar SNI. Tetapi resiko
kegagalan produksi tetap ada, termasuk kualitas produk tidak standar. Untuk memperkecil
resiko ini Perseroan membuat perencanaan produksi secara cermat. Fasilitas produksi
dilakukan pengecekan dan perawatan berkala. Biaya distribusi yang tinggi juga menjadi resiko
tersendiri. Perseroan bekerjasama dengan beberapa ekspedisi untuk menekan biaya distribusi.
5. Risiko Cuaca dan Hama Penyakit
Komoditas pertanian dan perkebunan sangat rentan terhadap cuaca dan hama penyakit. Curah
hujan yang tinggi dan terus menerus akan mempengaruhi pertumbuhan Biji Kopi dan Rumput
Laut sehingga mengakibatkan pasokan bahan baku terganggu. Masalah ini biasanya terjadi pada
bulan November sampai dengan Maret. Selain itu pengeringan yang tidak sempurna akan
menurunkan kualitas bahan baku dan mempengaruhi volumen produksi.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 44
Page 45
B. Review Efektivitas Sistem Manajemen Risiko
Keberhasilan penerapan manajemen risiko ditunjukkan dengan adanya identifikasi dan analisis
risiko sesuai tingkat kepentingannya. Risiko dimitigasi, dilacak, dan dikendalikan secara efektif.
Permasalahan dicegah sebelum terjadi dan semua pihak secara sadar fokus pada apa yang akan
mempengaruhi pencapaian tujuan.
Perseroan memiliki pengalaman cukup panjang sehingga mampu meminimalisir risiko. Sejauh ini
sistem manajemen risiko berjalan dengan efektif karena menerapkan langkah langkah berikut:
1. Mengidentifikasi Risiko
2. Menganalisis Risiko
3. Mengevaluasi Risiko
4. Mengantisipasi Risiko
5. Memantau dan Meninjau Risiko.
Langkah ini dapat menghasilkan solusi yang sederhana tetapi efektif untuk mempertahankan usaha
pasca pandemic.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 45
Page 46
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Perseroan menyadari tujuan kegiatannya tidak hanya ditujukan untuk menciptakan nilai bagi pemegang
saham, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial, Perseroan berupaya
menumbuhkan kerjasama dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat. Tahun 2024
Perseroan membuat program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menjadi mitra bagi petani kopi
dan Rumput Laut di daerah sentra budidaya.
Jenis program terkait aspek lingkungan hidup dan tanggung jawab produk adalah sebagai berikut:
1. Tahun 2025, Perseoran bekerjasama dengan yayasan sosial KAPPI turut mendukung kegiatan pelatihan
membuat aneka kue bagi kelompok tani kopi di beberapa daerah.
2. Tahun 2025, Perseroan memberikan bantuan peralatan dan bibit serta berpartisipasi dalam kegiatan
pencegahan narkotika dilingkungan sekolah.
3. Melakukan penyuluhan tentang cara budidaya yang baik serta perlakuan produk pasca panen.
4. Membantu petani dalam hal kesehatan dan kesejahteraan seperti sumbangan kepada masyarakat yang
sedang membangun rumah sederhana.
5. Perseroan mengajak para petani Rumput Laut untuk melakukan budidaya dengan sistem yang baik serta
melakukan sosialisasi tentang pencemaran air laut.
Tanggung Jawab Produk
Perseroan berkomitmen menyediakan bahan baku yang berkualitas. Proses produksi dilakukan dengan
penuh tanggung jawab dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Untuk memastikan bahwa
produksi telah dilakukan dengan baik, Perseroan memiliki sertifikat kelayakan produksi seperti Sertifikat
Kelayakan Pengolahan (SKP) atau Good Manufacturing Practices, Hazard Analyst Critycal Control Poin
(HACCP), ISO Managemen Mutu dan Managemen Produksi dan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Khusus untuk produk minuman, proses produksi dilakukan di pabrik berstandart modern, prosesnya
higienis dan terjamin kebersihannya. Ini sebagai wujud tanggung jawab perseroan kepada masyarakat.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 46
Page 47
PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI
Tanggal 23 Mei 2018, Perseroan mengajukan gugatan wanprestasi kepada Koperasi Garudayaksa
Nusantara (KGN). Gugatan ini dilakukan karena KGN gagal memenuhi kewajibannya atas transaksi
pembelian Gula Kristal Putih sejumlah 5.774 karung (288.700 kg) senilai Rp 3.089.000.000. Selain itu 250
karung (12.500 kg) senilai Rp 133.750.000 tidak sesuai dengan standar kualitas yang telah disepakati. KGN
juga tidak memberikan bukti pembayaran Pajak atas transaksi ini.
Tidak ada itikad baik dari Koperasi Garudayaksa Nusantara untuk menyelesaikan permasalahan ini
sehingga Perseroan mengajukan Somasi I dan II. Hingga batas waktu yang telah ditetapkan Koperasi
Garudayaksa Nusantara tidak melakukan tindakan sebagaimana tertera dalam surat somasi.
Putusan pengadilan tingkat I dan tingkat II (banding) dimenangkan oleh Perseroan. Demikian pula ditingkat
kasasi, Mahkamah Agung menolak pengajuan kasasi KGN sehingga Perseroan kembali memenangkan
perkara ini. Perseroan mengajukan aanmaaning untuk melakukan sita jaminan. Saat ini pihak KGN
melakukan gugatan perlawanan terhadap permohonan aanmaning tersebut.
Di dalam proses gugatan perlawanan terhadap pelaksanaan aanmaning perseroan terjadi perdamaian antara
perseroan, KGN & Junieka. Hasil perdamaiannya disepakati pihak Junieka akan membayar utang kepada
pihak perseroan dan KGN dengan asset yang dimilikinya melalui mekanisme kepailitan sehingga assetnya
akan dilelang oleh kurator yang ditunjuk. Bahwa dilakukan mekanisme lelang melalui kepailitan karena
asset milik Junieka tercatat atas nama orang lain (Mustafa), kepemilikan Junieka didasarkan pada PPJB
lunas saja, oleh karena untuk menghindari permasalahan hukum baru maka proses mekanisme kepailitan
dipilih untuk menyelesaikan utang Junieka kepada perseroan dan KGN.
Tahun 2025, Perseroan mengajukan proses PKPU dan Kepailitan terhadap Junieka, saat ini Junieka telah
dinyatakan pailit dengan segala akibat hukumnya, kemudian telah ditunjuk kurator atas nama Budy
Supriady SH MH, selaku kurator untuk membereskan boedel pailit Junieka agar dilakukan lelang secara
umum maupun di bawah tangan, yang selanjutnya hasil lelang boedel pailit diperuntukkan membayar utang
ke perseroan dan KGN.
Proses kepailitan saat ini sudah dalam tahap pengajuan lelang boedel pailit Junieka ke KPKNL (lelang
umum), selanjutnya apabila tidak berhasil melalui lelang umum, maka kurator akan mencari pembeli yang
berminat untuk melakukan jual beli boedel pailit secara di bawah tangan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 47
Page 48
LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025
PT WAHANA PRONATURAL TBK
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 48
Page 49
PENDAHULUAN
Sebagai perusahaan yang berdiri lebih dari 20 tahun, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) berkomitmen
tumbuh bersama masyarakat, saling memberi manfaat, serta berpartisipasi menciptakan kesejahteraan di
sekitar lokasi operasional Perusahaan. Selain berorientasi menghasilkan profit, kami juga berupaya
memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat serta turut berkontribusi aktif dalam
menciptakan kelestarian lingkungan dan sosial. Kami percaya akan mampu memenuhi harapan masyarakat.
Makna dan Manfaat Laporan Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan ini kami sampaikan kepada pemangku kepentingan tentang kinerja berkelanjutan
yang terdiri dari tiga pilar yaitu ekonomi, lingkungan dan sosial. Dalam konteks Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development), Laporan ini juga sebagai media yang menyajikan informasi
terkait kontribusi Perseroan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/TBP (Sustainable
Development Goals/SDGs).
Melalui Laporan ini kami berharap dapat diperoleh berbagai manfaat baik internal maupun eksternal.
Manfaat internal antara lain:
• Penajaman visi dan strategi dalam aspek keberlanjutan
• Penguatan sistem manajemen terkait manajemen keberlanjutan
• Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keberlanjutan
• Menganalisis kelemahan dan kekuatan perusahaan
• Meningkatkan motivasi pekerja yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat
Sedangkan manfaat eksternal antara lain:
• Meningkatkan citra dan reputasi perseroan serta kepercayaan publik
• Memudahkan akses mendapatkan dana investor
• Meningkatkan hubungan dengan pemangku kepentingan
• Meningkatkan daya saing
Prinsip Keuangan Keberlanjutan
Untuk menghasilkan penerapan Keuangan Keberlanjutan yang efektif, Perseroan memperhatikan 8
(delapan) prinsip sebagai berikut:
1. Prinsip Investasi Bertanggung Jawab
Investasi bertanggung jawab (responsible investment) adalah pendekatan investasi yang
mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, lingkungan hidup, dan tata kelola dalam keputusan
investasi yang bertujuan agar dapat mengelola risiko secara lebih baik. Usaha yang dilakukan di bidang
perdagangan Biji Kopi dan Rumput Laut senantiasa mementingkan pelestarian lingkungan. Petani dan
nelayan memanfaatkan lingkungan yang baik untuk menunmbuhkan kembali tanamannya agar
menghasilkan produk yang baik.
2. Prinsip Strategi dan Praktik Bisnis Keberlanjutan
Menetapkan dan menerapkan strategi dan praktik bisnis berkelanjutan di setiap pengambilan keputusan
dengan menekankan pencapaian tujuan jangka panjang dan penetapan strategi jangka pendek yang
merupakan bagian dari upaya pencapaian tujuan jangka panjang. Perseroan memiliki visi, misi, struktur
organisasi, rencana strategis, standar prosedur operasional, program kerja sampai pada penetapan faktor
risiko dalam manajemen risiko.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 49
Page 50
3. Prinsip Pengelolaan Risiko Sosial dan Lingkungan Hidup
Memiliki prinsip kehati-hatian dalam mengukur risiko sosial dan lingkungan hidup dari aktivitas
operasi perusahaan. Risiko sosial dan lingkungan hidup mencakup dampak sosial dan lingkungan hidup
yang bersifat negatif dari kegiatan operasi.
4. Prinsip Tata Kelola
Menerapkan tata kelola berkelanjutan (ekonomi, lingkungan, dan sosial) yang dibangun berdasarkan
prinsip-prinsip transparansi, akuntabel, bertanggung jawab, independen, profesional, setara, dan wajar.
5. Prinsip Komunikasi yang Informatif
Menyiapkan dan menyediakan laporan yang informatif mencakup strategi, tata kelola, kinerja, dan
prospek perusahaan. Laporan ini dapat dipertanggungjawabkan dan disampaikan melalui media
website Perseroan agar mudah dijangkau oleh seluruh pemangku kepentingan.
6. Prinsip Inklusif
Berupaya untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan produk sehingga dapat diakses oleh
konsumen.
7. Prinsip Pengembangan Sektor Unggulan Prioritas
Mempertimbangkan sektor-sektor unggulan prioritas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui
Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jangka Panjang (RPJMN dan RPJP). Hal ini dilakukan
untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk penanganan perubahan
iklim.
8. Prinsip Koordinasi dan Kolaborasi
Dalam rangka menyelaraskan strategi/kebijakan, peluang bisnis, dan inovasi produk dengan
kepentingan nasional, Perseroan aktif dalam forum Asosiasi Emiten Indonesia dan kegiatan lainnya
terkait Bisnis Berkelanjutan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 50
Page 51
Strategi Keberlanjutan
Perseroan menilai bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya berasal dari keuntungan secara
ekonomi, tetapi juga dari kontribusi Perseroan dalam memberdayakan masyarakat sekitar lokasi usaha,
individu yang bekerja di Perseroan serta lingkungan sekitar. Keberlanjutan ini juga disertai dengan strategi
dalam melaksanakan tanggung jawab sosial serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Keberlanjutan.
Perseroan berusaha memberikan manfaat dan kontribusi positif terhadap masyarakat sekitar. Perseroan
melakukan evaluasi dan pengukuran dampak semua kegiatannya untuk memastikan lingkungan yang bersih
dan sehat, baik untuk lingkungan kerja maupun lingkungan sekitarnya. Pengungkapan informasi kinerja
keberlanjutan dalam Laporan Keberlanjutan didasarkan pada topik-topik material yang telah ditetapkan
dengan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap masing-masing pemangku kepentingan.
Bentuk dan Isi Laporan Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2025 mengungkapkan informasi kinerja keberlanjutan Perseroan periode 1 Januari
sampai dengan 31 Desember 2025. Laporan ini disusun berdasarkan POJK No.51/OJK.03/2017 dan
diterbitkan setiap tahun bersama Laporan Tahunan.
Alokasi Dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) untuk Mendukung Penerapan
Keuangan Keberlanjutan
Perseroan merencanakan alokasi sebagian dana TJSL untuk mendukung kegiatan penerapan Keuangan
Keberlanjutan. Rencana tersebut berupa pemberian produk untuk kegiatan pelatihan dan kegiatan sosial
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar usaha. Laporan penggunaan dana TJSL tersebut
dituangkan dalam Laporan Keberlanjutan.
Penyesuaian-Penyesuaian (Alignment)
Dalam mengimplementasikan Keuangan Keberlanjutan, Perseroan melakukan pengembangan kapasitas
intern dan penyesuaian organisasi sehingga sasaran bisnis berkelanjutan dapat diwujudkan, yaitu
terciptanya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta berjalannya kegiatan usaha yang peduli terhadap
aspek lingkungan dan aspek sosial.
Hal utama yang dilakukan adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memahami dan mampu
menerapkan praktik berkelanjutan serta diarahkan untuk mendorong adanya inovasi atau pengembangan
berbagai produk berkelanjutan.
Dalam rangka penerapan POJK 51/POJK.03/2017, Perseroan secara bertahap sesuai kondisi keuangan,
struktur, dan kompleksitas berupaya untuk melakukan penyesuaian organisasi, manajemen risiko, tata
kelola, dan/atau standar prosedur operasional (SPO) sebagai respon terhadap kebutuhan pasar, dan
mendukung kebijakan pemerintah terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) /Sustainable
Development Goals (SDGs) dan Perubahan Iklim.
Penyesuaian organisasi dengan prinsip-prinsip Keuangan Keberlanjutan dilakukan antara lain terhadap visi,
misi, rencana strategis, struktur organisasi, serta tugas pokok dan fungsi keberlanjutan. Proses penyesuaian
dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas perusahaan. Penyesuaian struktur organisasi dilakukan
dengan menambah fungsi keberlanjutan pada unit yang sudah ada.
Salah satu prinsip keberlanjutan adalah penerapan tata kelola keberlanjutan. Perseroan melakukan
penyesuaian terhadap tata kelola yang sudah ada dengan menambahkan aspek keberlanjutan dalam struktur
tata kelola perusahaan sehingga mampu mendukung pencapaian tujuan Bisnis Keberlanjutan. Fungsi
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 51
Page 52
tersebut saat ini dirangkap oleh unit kerja yang sudah ada dengan mengkoordinasikan mulai dari
perencanaan sampai pada pemantauan dan evaluasi atas berbagai kebijakan, program, dan praktik
keberlanjutan.
Penerapan prinsip keberlanjutan juga memerlukan penyesuaian prinsip, system, dan analisis manajemen
risiko dengan menambahkan komponen sosial, lingkungan hidup, sebagai komponen baru dalam sistem
manajemen risiko sesuai dengan karakteristik Perseroan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 52
Page 53
IKHTISAR KEBERLANJUTAN
Aspek Ekonomi
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Pendapatan Bersih Rp Miliar 1,436 2,122 421
Laba Bruto Rp Miliar 20,2 26,6 11,9
Laba Usaha Rp Miliar (15,1) 0,5 (0,4)
Laba tahun berjalan Rp Miliar (11,6) 0,7 0,2
Return on Average Asset (ROAA) % (0,13) 5,6 0,5
Return on Average Equity (ROAE) % (0,18) 3,9 0,5
Net Profit Margin (NPM) % (0,81) 0,03 0,01
Aspek Lingkungan
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Intensitas Pemakaian Listrik kWh/m2 - - -
3
Penggunaan Kembali Air Limbah Olahan m - - -
Aspek Sosial
Uraian Satuan 2025 2024 2023
Karyawan Wanita % 72 55 50
jumlah Jam Kerja/Hari Jam 8 8 8
Jumlah Jam Pelatihan Jam 24 24 24
Rata-Rata Jam Pelatihan per Karyawan per Tahun Jam 24 24 24
Tenaga Kerja Lokal (Indonesia) % 11 9 6
Biaya untuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Rp Juta 85 - -
Indeks Keterikatan Karyawan % 90 - -
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 53
Page 54
Profil Laporan
Laporan Keberlanjutan PT Wahana Pronatural Tbk (Perseroan) 2025 ini merupakan penyajian
berkesinambungan dari Laporan Tahunan yang selama ini telah disampaikan kepada Publik. Laporan ini
mengacu pada POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Keberlanjutan bagi Lembaga
Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik (Keuangan Keberlanjutan). Informasi lain yang
diungkapkan, mengacu pada standar internasional yaitu Global Reporting Initiative (GRI). Isi laporan ini
mencakup informasi satu tahun dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2025, yang disertai data numerik
dengan komparasi data tiga tahun sebelumnya. Isi laporan meliputi informasi kinerja, dampak, respon, dan
aksi perusahaan dalam menanggapi isu-isu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pada aspek ekonomi,
Perseroan menyampaikan iktisar data keuangan selama tahun 2025. Dalam menyusun Laporan
Keberlanjutan, Perseroan memperhatikan prinsip-prinsip penentuan isi laporan yang mencakup
materialitas, konteks keberlanjutan, keterlibatan pemangku kepentingan dan kelengkapan. Kami
mempertimbangkan aspek keseimbangan, komparabilitas, akurasi, dan kejelasan untuk mengukur kualitas
laporan. Sementara itu, data keuangan yang dilaporkan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Rekan.
Tanggapan Umpan Balik
Perseroan menyediakan ruang kepada publik untuk menyampaikan masukan sebagai umpan balik untuk
perbaikan kedepannya. Secara keseluruhan, Perseroan telah mengungkapkan kinerja aspek ekonomi, sosial,
dan lingkungan secara seimbang. Namun demikian, manajemen perlu terus meningkatkan pengungkapan
terutama kinerja aspek lingkungan. Di tahun selanjutnya, Perseroan lebih mempersiapkan diri untuk
meningkatkan kinerja di aspek lingkungan.
Produk Ramah Lingkungan, Limbah dan Efluen, Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Perseroan memiliki dua produk komoditi yaitu Biji Kopi dan Rumput Laut. Keduanya merupakan bahan
baku yang harus diolah kembali agar dapat dikonsumsi. Biji Kopi dihasilkan dari pohon yang dipetik
(panen) langsung dalam usia tertentu. Kemudian dikupas dan dikeringkan untuk mendapatkan kualitas Biji
Kopi yang baik lalu dikemas kedalam karung dan siap untuk dijual. Limbah yang dihasilkan berupa kulit
kopi yang dapat diolah kembali menjadi minuman dan bumbu. Budidaya tanaman kopi berada di daerah
perkebunan dan dikelola secara berkesinambungan. Pengelolaan lahan dilakukan dengan memperhatikan
lingkungan sekitar sehingga tidak mengganggu keanekaragaman hayati.
Rumput Laut sebagian besar dihasilkan dari budidaya, dipanen di usia tertentu kemudian dikeringkan secara
manual dengan sinar matahari. Rumput Laut yang telah kering kemudian dikemas kedalam karung dan siap
untuk dijual. Limbah yang dihasilkan berupa pasir garam yang dapat dijadikan pupuk untuk tanaman.
Budidaya tanaman Rumput Laut berada di pesisir pantai yang bersih dan jauh dari limbah. Dikelola secara
baik dan berkesinambungan. Lingkungan pesisir pantai harus terjaga kebersihannya untuk menjaga
kelestarian keanekaragaman hayati, juga agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen
yang maksimal.
Produk lainnya adalah Sunkist Water C (minuman tingi vitamin c) dan air mineral merek AirAlam.
Keduanya merupakan produk maklon melalui mekanisme kerjasama dengan pihak ketiga. Produksi
dilakukan di pabrik yang memiliki standart SNI, tata cara produksi yang baik dan bersertifkat halal. Apabila
terdapat retur karena tidak terjual, maka limbah yang dihasilkan adalah botol plastik. Perseroan melakukan
pemusnahan limbah plastik dengan cara pengolahan kembali menggunakan vendor yang berpengalaman.
Pelaksanaan pemusnahan memperhatikan lingkungan sekitar sehingga tidak mengganggu masyarakat dan
lingkungan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 54
Page 55
Energi dan Emisi
Usaha Perseroan bergerak di bidang Perdagangan hasil bumi dan kelautan dimana produk dari pemasok
(supplier) langsung dikirm ke gudang pembeli (buyer). Harga jual sudah termasuk semua komponen biaya
(menjadi beban pembeli) sehingga energy dan emisi yang dihasilkan nol. Produk lainnya adalah Sunkist
Water C (minuman tinggi vitamin c) dan air mineral merek AirAlam. Keduanya merupakan produk maklon
melalui mekanisme kerjasama dengan pihak ketiga. Dalam melakukan distribusi, Perseroan menggunakan
jasa pihak ketiga, termasuk jasa bongkar muat. Energi dan emisi menjadi beban pihak ketiga.
Topik Material
Laporan Keberlanjutan ini kami sampaikan dengan fokus pada tiga aspek yaitu ekonomi, lingkungan dan
sosial. Dalam konteks Pembangunan Keberlanjutan (Sustainable Development), Laporan ini juga sebagai
media yang menyajikan informasi terkait kontribusi Perseroan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan / TBP (Sustainable Development Goals /SDGs).
Dampak Kinerja Ekonomi bagi Perseroan dan Pemangku Kepentingan
Kinerja keuangan dan ekonomi yang baik akan berdampak positif bagi perusahaan dan pemangku
kepentingan (manfaat bagi pegawai, pelanggan, masyarakat melalui kegiatan tanggung jawab sosial, dan
pendapatan pajak bagi pemerintah). Tahun 2025 Perseroan mengalami kerugian karena kebijakan promosi
dan distribusi untuk meningkatkan branding produk.
Upaya Perseroan dalam Pengelolaan Dampak
• Menyusun target-target keuangan;
• Menyusun strategi bisnis;
• Membuat laporan Keuangan;
• Melakukan audit eksternal atas kinerja keuangan perusahaan.
Dampak Ketenagakerjaan bagi Perseroan dan Pemangku Kepentingan
Keberlangsungan usaha perusahaan dipengaruhi oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang
bertanggung jawab dan kompeten. Oleh sebab itu manajemen ketenagakerjaan yang kuat menjadi topik
penting.
Upaya Perseroan dalam Pengelolaan Dampak
• Rekrutmen yang adil;
• Mengadakan pelatihan bagi karyawan;
• Manajemen SDM yang memadai;
• Memberikan gaji dan tunjangan sesuai peraturan yang berlaku;
• Memberikan waktu untuk cuti;
• Penilaian kinerja dan jenjang karir.
Dampak Pelatihan dan Pendidikan bagi Perseroan dan Pemangku Kepentingan
Program pelatihan dan pendidikan menjadi salah satu strategi perusahaan dalam meningkatkan kompetensi
dan kapasitas karyawan. Adanya karyawan yang kompeten akan memperlancar kegiatan usaha perusahaan.
Upaya Perseroan dalam Pengelolaan Dampak
• Menyusun program-program pelatihan dan pendidikan;
• Mengidentifikasi kebutuhan karyawan terkait skill, pengetahuan dan lainnya sehingga dapat menyediakan
program pelatihan yang efektif.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 55
Page 56
Dampak Anti Korupsi bagi Perseroan dan Pemangku Kepentingan
Perseroan berkomitmen menegakkan integritas anti korupsi dan menjaga lingkungan operasional yang
sehat. Karyawan perlu diedukasi tentang integritas sehingga menjauhi korupsi dan fraud lainnya.
Upaya Perseroan dalam Pengelolaan Dampak
• Sosialisasi kebijakan kode etik, nilai-nilai perusahaan, dan anti korupsi;
• Menyediakan saluran pengaduan atau whistleblowing system;
• Memberikan sanksi yang tegas bagi karyawan yang melakukan korupsi;
• Melakukan stock opname secara berkala dan melakukan audit kinerja dan ketaatan internal secara rutin.
Dampak Keberagaman dan Kesetaraan bagi Perseroan dan Pemangku Kepentingan
Perseroan memiliki komitmen untuk mendukung keberagaman dan kesempatan yang setara dalam
lingkungan kerja berlandaskan rasa saling percaya, hormat dan tanpa diskriminasi. Praktik keberagaman
dan kesetaraan diterapkan dalam proses rekrutmen dan jenjang karir.
Upaya Perseroan dalam Pengelolaan Dampak
• Adanya kebijakan terkait keberagaman dan kesetaraan;
• Tidak ada diskriminasi dalam praktik perekrutan karyawan;
• Seluruh karyawan berhak atas jenjang karir yang lebih tinggi.
Pelibatan Pemangku Kepentingan
Melibatkan pemangku kepentingan sangat penting karena peran mereka mempengaruhi perkembangan dan
keberlanjutan perusahaan. Pemangku kepentingan juga memberikan pengaruh dalam kebijakan,
pengambilan keputusan, dan kegiatan operasional perusahaan. Pemangku kepentingan terdiri dari
bermacam kelompok, termasuk pihak lokal yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dalam
proses usaha perusahaan. Interaksi dengan pemangku kepentingan dikelola oleh Sekretaris Perusahaan.
Hubungan yang profesional dengan pemangku kepentingan dibangun untuk mendapatkan masukan dan
saran demi meningkatkan kinerja operasional. Pendekatan pada pemangku kepentingan diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman perusahaan terhadap kebutuhan pemangku kepentingan untuk meningkatkan
kinerja berkelanjutan.
Keanggotaan pada Asosiasi
Perseroan aktif terlibat di beberapa asosiasi yang relevan dengan kegiatan usahanya. Keanggotaan asosiasi
berguna untuk menjaga kemitraan strategis. Asosiasi yang diikuti oleh Perseroan adalah:
• Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)
• Asosiasi Eksportir Kopi Indonesai (AEKI)
• Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 56
Page 57
Pelibatan Pemangku Kepentingan
Metode Pendekatan dan Pengelolaannya
Jenis Pemangku Topik Signifikan dan
Bentuk Pelibatan dan Respon Perseroan
Kepentingan Kebutuhan Pemangku
Frekuensinya
Kepentingan
● Rapat Umum Pemegang ● Laporan dan Evaluasi ● Menyelenggarakan RUPS Tahunan
Saham (RUPS) setahun kinerja dan RUPS LB
sekali
● Penetapan penggunaan ● Melaporkan kinerja operasional,
Pemegang Saham
laba bersih dan dividen keuangan, dan lainnya
● Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa (RUPS LB) ● Penetapan remunerasi ● Menjaga kinerja untuk mencapai
jika diperlukan Dewan Komisaris target secara maksimal
● Mengadakan pelatihan
● Pelatihan ● Mengadakan evaluasi kerja dan
Pertemuan formal dan ● Kesejahteraan karyawan kesempatan jenjang karir
Karyawan
informal sesuai kebutuhan ● Acara keakrapan lainnya
● Menjamin keamanan dan hak-hak
karyawan sesuai dengan Peraturan
Perusahaan (PP)
● Komunikasi pelanggan
sesuai kebutuhan
● Website, sesuai ● Kebutuhan Produk ● Memberikan pelayanan kepada
Pelanggan
kebutuhan ● Kontrak Jual Beli setiap pelanggan sesuai kebutuhan
● Media sosial, sesuai
kebutuhan
● Komunikasi pelanggan ● Pengadaan, Pembelian
sesuai kebutuhan barang
Mitra ● Kontrak kerja yang adil ● Memberikan update informasi
Kerja/Pemasok ● Undangan melihat dan telah disepakati kedua tentang kualitas dan harga produk,
proses produksi, sesuai belah pihak sesuai kebutuhan
kebutuhan
● Pembayaran tepat waktu
● Laporan Berkala ● Keamanan produk ● Memberikan Laporan Tahunan dan
(Triwulan dan Tahunan) ● Kepatuhan terhadap Laporan Keberlanjutan
Pemerintah
● Pertemuan khusus peraturan ● Laporan ke regulator
sesuai kebutuhan ● Program-program CSR ● Pembayaran pajak
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 57
Page 58
Proses Usaha Perseroan
A. Perdagangan Komoditi
Menerima Melakukan Menyiapkan
pesanan dari pemesanan ke barang sesuai Mengirim barang
pembeli pemasok pesanan pembeli ke pembeli
B. Distribusi Produk Minuman
Forecast Sales Forecast
& Marketing Produksi Produksi Distribusi
Lapangan Kerja dan Inklusi Keuangan
Tahun 2025 pendapatan Perseroan mengalami penurunan. Selama kurun waktu tahun 2025, Perseroan
mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1,4 triliun, terdiri dari produk biji kopi, rumput laut kering, Sunkist
Water dan air mineral. Kontribusi penjualan terbesar disumbang komoditas Biji Kopi sebesar 91% (Rp 1.3
triliun), disusul Rumput Laut Kering sebesar 5% (Rp 68 miliar) Air Mineral sebesar 3% (Rp 43 miliar),
selebihnya Sunkist Water C sebesar 8 miliar (0.5%).
Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, Perseroan melakukan pemberdayaan para petani dan nelayam
di daerah. Perseroan memiliki program rekanan yang dibuka bagi para petani dan nelayan untuk kemudahan
mendapatkan pasokan barang dengan harga yang wajar. Ini sebagai bentuk peran Perseroan dalam
meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan serta upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan
meningkatnya penjualan, maka penyerapan terhadap hasil bumi dan kelautan semakin besar, secara tidak
langsung mendukung inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia. Produk Sunkist Water C di distribusi
sebagai upaya ikut membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
Perekrutan dan Pergantian Karyawan
Kesempatan bekerja di Perseroan terbuka bagi siapapun tanpa membedakan latar belakang social. Kami
membuka kesempatan kerja bagi masyarakat luas melalui rekrutmen yang terbuka. Kami memastikan tidak
ada tenaga kerja anak di bawah umur. Usia minimum karyawan adalah 20 tahun. Perseroan mengupayakan
atmosfer kerja yang baik untuk menjaga keterikatan dan kinerja karyawan, sehingga tingkat rata-rata turn
over sangat rendah. Sebagian besar karyawan merasa nyaman dan merasa ikut memiliki.
Keberagaman dan Kesempatan yang Setara
Perseroan menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan, memastikan tidak ada diskriminasi di lingkungan
usaha. Tidak hanya diterapkan pada proses rekrutmen namun juga pada kesempatan jenjang karir dan
pemberian remunerasi. Perseroan tidak membedakan gaji dan tunjangan bagi setiap karyawan pria dan
wanita. Hal yang menjadi pembeda adalah masa kerja masing-masing karyawan, jenjang jabatan, kualitas
dan pengalaman kerja.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 58
Page 59
Remunerasi dan Kesejahteraan Karyawan
Hak karyawan diatur serta dijamin dalam Peraturan Perusahaan (PP), salah satunya mengatur tentang
pemberian remunerasi. Perseroan menjunjung tinggi kepatuhan pada peraturan perundangan mengenai
ketenagakerjaan. Standar upah karyawan untuk pria maupun wanita telah memenuhi aturan upah minimum
regional (UMR).
Untuk memastikan bahwa gaji karyawan senantiasa kompetitif, kami menyediakan tunjangan lainnya untuk
mendorong setiap karyawan agar berprestasi. Selain gaji pokok, karyawan juga mendapatkan tunjangan
uang makan, kesehatan, transportasi, dan komunikasi. Tunjangan ini merupakan penghargaan terhadap
pengalaman, keterampilan, dan kemampuan setiap karyawan. Selain itu, Perseroan juga memberikan hak
cuti tahunan selama 12 hari kalender dan cuti melahirkan selama 90 hari kalender. Secara berkala kami
melakukan evaluasi dan memastikan bahwa gaji karyawan senantiasa kompetitif.
Pengembangan Kompetensi Karyawan
Perseroan mendorong karyawan mengembangkan kompetensinya untuk mendukung jenjang karir mereka.
Beberapa pelatihan baik di dalam maupun di luar perusahaan telah diikuti untuk mengembangkan
kompetensi serta produktivitas kerja seluruh karyawan.
Pemahaman Anti Korupsi
Kami menerapkan kebijakan anti korupsi sebagai bagian dari budaya kerja yang berlaku bagi seluruh
karyawan. Hal ini disampaikan kepada karyawan saat menandatangani perjanjian kerja dan kesempatan
lainnya secara langsung kepada seluruh karyawan. Upaya penegakkan anti korupsi juga dilakukan dengan
cara keikutsertaan karyawan dalam sosialisasi yang diselenggarakan oleh pihak eksternal.
Kesejahteraan Karyawan Purna Karya
Kebijakan pensiun juga berlaku bagi karyawan yang usianya sudah mencapai umur 55 tahun. Bagi
karyawan yang telah memasuki masa purna karya, telah tersedia program masa pensiun. Tujuannya, agar
mereka dapat terus berkarya dan berdaya mandiri.
Penilaian Kinerja
Secara konsisten, dilakukan review dan penilaian kinerja kepada seluruh karyawan. Proses penilaian
dilaksanakan sesuai dengan standar Sistem Manajemen Kinerja. Metode yang digunakan untuk mengukur
kinerja karyawan yaitu melalui Penilaian Kinerja Berbasis Hasil (Result Base Performance/KPI) dan
Penilaian Kinerja Berbasis Perilaku (Behavioral Base Appraisal).
Perjanjian Perundingan Kolektif
Peraturan Perusahaan dibuat dengan mengacu kepada undang-undang. Ini diharapkan dapat mendukung
lingkungan kerja yang kondusif dan produktif bagi karyawan dan perusahaan. Peraturan Perusahaan ini
berlaku bagi seluruh karyawan baik di kantor pusat maupun cabang. Dalam Peraturan ini memuat topik-
topik seperti hubungan kerja, hak dan kewajiban, hari dan jam kerja serta lembur, hari libur cuti dan izin
meninggalkan pekerjaan, pengupahan dan penilaian hasil kerja, keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan
kerja, kode etik tata tertib dan disiplin kerja, sanksi dan peringatan, pemutusan hubungan kerja, serta
penyelesaian masalah.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 59
Page 60
Lingkungan Kerja yang Aman dan Layak
Perseroan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja. Penerapan keamanan,
keselamatan, dan kesehatan kerja berlaku bagi seluruh karyawan tanpa kecuali. Di lokasi kerja, tersedia
obat-obatan dan kotak P3K. Di area gedung dilengkapi dengan alat keamanan darurat seperti tangga darurat,
alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, sprinkle, dan alat deteksi asap.
Fasilitas yang Diterima Karyawan berdasarkan Status Kepegawaian
Bentuk Manfaat Karyawan Tetap Karyawan Kontrak
Upah (Gaji pokok dan tunjangan makan) √ √
BPJS Kesehatan √ √
BPJS Ketenagakerjaan √ √
Tunjangan Hari Raya Keagamaan √ √
Insentif √ √
Tunjangan Transport dan Komunikasi √ √
Cuti Tahunan dan Cuti Melahirkan √ √
Strategi Bertahan di Masa Pandemi
Dampak ekonomi selama masa pandemi tidak dapat dihindari. Begitu pula dengan jalannya usaha
Perseroan. Kebijakan pembatasan pemerintah yang ketat mempengaruhi kinerja Perseroan. Begitu pula
dengan kebijakan negera-negara tujuan ekspor. Banyak negara menghentikan permintaan barangnya
sehingga berpengaruh terhadap penjualan Perseroan. Untuk menyikapi permasalahan ini, Perseroan terus
menjalin komunikasi dengan customer dan pemasok. Hal ini bertujuan untuk mencari solusi agar dapat
bertahan bersama. Perseroan tetap menerapkan protokol kesehatan guna menjaga kesehatan karyawan.
Untuk menjaga kesehatan karyawan, dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh lingkungan kerja,
membagikan masker, pemberian vitamin, dan obat-obatan.
Tanggung Jawab Produk
Produk yang dihasilkan oleh Perseroan merupakan bahan baku yang sudah dipastikan keamanannya untuk
diolah kembali menjadi produk konsumsi maupun lainnya. Proses produksi telah mendapatkan sertifikat
Hazard Analist and Critical Control Poin (HACCP) dan sertifikat Good Manufactoring Praktisys (GMP).
Tidak ada laporan pengaduan terkait dampak produk terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat
selama tahun 2025. Di kemasan produk terdapat label code tanggal produksi dan asal barang untuk
mempermudah proses penelusuran.
Implementasi 3R: Reduce, Reuse, Recycle
Perseroan peduli terhadap pengelolaan lingkungan yang saat ini menjadi isu/topik global. Perseroan
berupaya mengurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan dengan melibatkan
masyarakat dan pemasok dari mulai pembibitan sampai dengan pengolahan. Perseoran memperhatikan
system produksi yang baik untuk meminimalisir dampak lingkungan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 60
Page 61
Bahan yang digunakan untuk mengemas biji kopi adalah karung goni yang mudah terurai. Kemasan produk
rumput laut adalah karung plastik yang dapat digunakan kembali (re-use). Sedangkan kemasan produk
minuman berupa botol PET juga dapat digunakan kembali dengan system daur ulang. Kami berupaya
memanfaatkan kembali kemasan berbahan plastik untuk mengurangi (reduce) limbah plastik. Jika kemasan
tidak dapat digunakan kembali maka akan dijual kepada pihak ketiga agar dapat dimanfaatkan kembali.
Kami yakin perubahan kecil akan membantu mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Pengelolaan Limbah yang Dihasilkan
Perdagangan komoditas hasil bumi dan kelautan memiliki sedikit limbah karena barang yang dijual tidak
melalui proses produksi di lingkungan Perseroan. Pengelolaan disesuaikan dengan jenisnya. Produk Sunkist
Water C (minuman tingi vitamin c) dan air mineral merek AirAlam merupakan produk maklon melalui
mekanisme kerjasama dengan pihak ketiga. Produksi dilakukan di pabrik yang memiliki standart SNI, tata
cara produksi yang baik dan bersertifkat halal. Perseroan melakukan pemusnahan limbah plastik hasil reject
dengan cara pengolahan kembali menggunakan vendor yang berpengalaman. Pelaksanaan pemusnahan
memperhatikan lingkungan sekitar sehingga tidak mengganggu masyarakat dan lingkungan.
Perseroan mengurangi pemakaian kertas di kantor dan lebih banyak menggunakan soft document. Jika
diperlukan kami menggunakan kembali sisi kosong kertas bekas, memaksimalkan penggunaan platform
digital sehingga mengurangi penggunaan kertas.
Pemakaian Energi, Intensitas Energi, dan Upaya Pengurangannya
Dalam menjalankan operasi perusahaan, sumber energi yang digunakan adalah listrik dan bahan bakar
minyak (BBM) untuk kendaraan operasional. Perhitungan energy kami laporkan berdasarkan data
pembelian BBM, sedangkan perhitungan listrik diperoleh dengan cara melakukan konversi biaya listrik
menjadi kWh.
Pemberdayaan Masyarakat
Salah satu peran yang akan dilakukan untuk mengembangkan potensi masyarakat adalah pengembangan
produksi. Pendampingan diberikan dengan cara memberikan pemahaman seputar cara memproduksi yang
baik dan benar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi dan daya saing produk sehingga bisa diterima
oleh pasar. Selain itu upaya ini membantu meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 61
Page 62
TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
Penanggung Jawab Penerapan Prinsip Keberlanjutan
Pengelolaan keberlanjutan dan dampak ekonomi, sosial, lingkungan dilaksanakan dengan melibatkan
seluruh fungsi. Perseroan telah memetakan delegasi dan tanggung jawab atas pengelolaan dampak
ekonomi, sosial, dan lingkungan.
• FAA bertanggung jawab terhadap aspek Ekonomi dan Keuangan
• Corporate Affair bertanggung jawab terhadap aspek Sosial dan Lingkungan
• Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab terhadap aspek Hubungan Msyarakat
Pengembangan Kompetensi Aspek Keberlanjutan
Guna meningkatkan kinerja keberlanjutan, diperlukan pemahaman yang sama terhadap prinsip-prinsip
keberlanjutan di lingkungan perusahaan. Perseroan mengupayakan setiap karyawan mendapatkan
pemahaman terkait aspek-aspek berkelanjutan, risiko, peluang, dan dampaknya. Adapun pemahaman yang
diberikan kepada karyawan adalah sebagai berikut:
• Penerapan Kode Etik
1. Menjalankan pekerjaan dengan kejujuran dan integritas;
2. Mengutamakan kepentingan perusahaan dengan taat dan menjunjung tinggi peraturan perusahaan;
3. Kewajiban menjaga kerahasiaan perusahaan.
• Pendekatan Manajemen terhadap Risiko Keberlanjutan
Pengelolaan risiko keberlanjutan mencakup pengelolaan risiko ekonomi, sosial, dan lingkungan yang
tidak hanya berdampak pada kelangsungan usaha perusahaan, namun juga dampaknya bagi lingkungan
dan kehidupan bagi generasi masa depan. Tetapi karena usaha Perseroan dapat dijalankan dengan efektif
maka resiko yang dihadapi tidak terlalu besar, kecuali biaya yang harus dicadangkan.
Terkait aspek lingkungan, Perseroan telah menjalankan inisiatif-inisiatif untuk mendukung kelestarian
lingkungan melalui efisiensi energi listrik dan air. Seluruh upaya dalam mengelola risiko keberlanjutan
yang dilakukan perusahaan, diharapkan dapat menjaga kelangsungan usaha serta mengantisipasi potensi
dampak negatif terhadap sosial dan lingkungan dimasa depan.
• Pendekatan Manajemen pada Topik Material
1. Kinerja Ekonomi
Signifikansi Topik:
Perseroan berkepentingan untuk menjaga pertumbuhan serta mempertahankan kinerja ekonomi yang
positif demi menjamin keberlanjutan operasi dan usaha.
Kebijakan:
Kebijakan terkait ekonomi adalah kesuksesan dalam meningkatkan pendapatan dan margin.
Target & Komitmen:
Perusahaan menetapkan target terkait kinerja keuangan dan akan dievaluasi di akhir tahun.
Capaian:
Telah disampaikan dalam iktisar keuangan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 62
Page 63
Inisiatif Khusus:
Di tahun 2025, perusahaan mengedepankan efisiensi dan produktivitas agar kinerja ekonomi tetap
tercapai.
Evaluasi:
• Pendapatan Perseroan secara keseluruhan turun karena kondisi perekonomian yang kurang baik.
Perseroan akan berupaya meningkatkan pendapatan dari produk ready to drink/RTD.
2. Ketenagakerjaan
Signifikansi Topik:
Manajemen ketenagakerjaan yang tepat dapat mendukung keterikatan antara karyawan dengan
perusahaan dan menciptakan iklim kerja yang baik, sehingga turut berkontribusi positif bagi kinerja
perusahaan.
Kebijakan:
Perseroan memiliki kebijakan untuk mempertahankan keharmonisan antara karyawan dengan
perusahaan agar meminimalisir tingkat perputaran karyawan.
Target & Komitmen:
• Kesejahteraan karyawan
• Rata-rata rasio perputaran karyawan rendah
Capaian:
• Rasio perputaran karyawan hanya 1%.
• Tidak ada karyawan yang diberhentikan (PHK) selama masa tahun 2025.
• Kesejahteraan karyawan terjaga, dengan tidak adanya pemotongan remunerasi pasca pandemi
COVID-19.
Inisiatif Khusus:
Perusahaan tidak melakukan pengurangan karyawan ataupun pengurangan gaji yang diterima oleh
karyawan meskipun pendapatan mengalami penurunan.
Evaluasi:
Perseroan menempatkan karyawan sesuai kebutuhan guna mendukung kinerja operasional. Rasio
perputaran karyawan di tahun 2025 sangat kecil, artinya loyalitas karyawan terhadap perusahaan
sangat tinggi.
3. Anti Korupsi
Signifikansi Topik:
Perseroan berkepentingan untuk menegakkan anti korupsi di lingkungan kerjanya tanpa terkecuali.
Manajemen terus meningkatkan kesadaran terhadap dampak korupsi dan upaya penegakan anti
korupsi.
Kebijakan:
Perusahaan membuat kode etik untuk meminimalisir fraud. Menjaga integritas dalam bekerja serta
menjaga rahasia perusahaan adalah salah satu kode etik yang harus dilakukan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 63
Page 64
Target & Komitmen:
Tidak ada fraud yang terjadi baik itu signifikan maupun tidak.
Capaian:
• Loyalitas kerja karyawan sangat tinggi, tidak ada fraud yang terjadi baik itu signifikan maupun
tidak.
• Pakta integritas berlaku mengikat kepada seluruh karyawan.
Inisiatif Khusus:
Melakukan sosialisasi kode etik kepada seluruh karyawan.
Evaluasi:
Untuk mencegah korupsi, Perseroan melakukan pengawasan keuangan dengan memakai system
aplikasi keuangan terpadu. Dalam upaya penegakan anti korupsi, berlaku sanksi/teguran/denda
hingga pemberhentian/pemecatan kepada setiap karyawan yang melakukan fraud dan korupsi.
4. Pelatihan dan Pendidikan
Signifikansi Topik:
Pelatihan dan pendidikan bagi karyawan sangat penting untuk peningkatan kompetensi mereka yang
pada akhirnya dapat mendukung kelancaran operasional perusahaan.
Kebijakan:
Seluruh karyawan baru ataupun karyawan lama diberikan pelatihan. Materi tersebut dibagi menjadi
pelatihan umum dan pelatihan khusus untuk departemen maupun jabatan tertentu.
Target & Komitmen:
Seluruh karyawan mendapatkan kesempatan untuk menempuh pelatihan dan pendidikan
Capaian:
Setiap undangan petihan diikuti oleh karyawan sesuai dengan kepentingan dan bidangnya.
Inisiatif Khusus:
Pada tahun 2025 pelatihan lebih banyak dilakukan secara online dari pihak eksternal tetapi tetap
memberikan manfaat yang besar.
Evaluasi:
Pelatihan dan pendidikan dilakukan secara online maupun offline. Materi pelatihan diberikan sesuai
kebutuhan dan diharapkan dapat menunjang kompetensi mereka dalam menjalankan pekerjaannya.
5. Keberagaman dan Kesetaraan
Signifikansi Topik:
Perseroan membuka kesempatan bagi siapa saja untuk bekerja sama tanpa memandang gender, suku,
agama, kebutuhan khusus, maupun perbedaan lainnya.
Kebijakan:
Perseroan memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk bekerja dan berkarir tanpa
melihat gender atau SARA.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 64
Page 65
Target & Komitmen:
• Kesempatan bagi siapa saja kaum penyandang disabilitas untuk diterima bekerja
• Kesempatan bagi kaum wanita untuk berkarya di perusahaan
Capaian:
Komposisi kaum wanita yang menjadi karyawan di tahun 2025 sebesar 70%.
Inisiatif Khusus:
Perseroan memiliki prinsip bahwa kualitas personal menjadi hal yang penting dan utama dalam
bekerja.
Evaluasi:
Persoan memberikan kesempatan yang sama bagi kaum penyandang disabilitas untuk berkarya.
Selain itu, juga mendukung hak-hak wanita termasuk untuk mengakui kemampuannya untuk
menduduki jabatan manajerial. Hal ini merupakan bentuk dukungan pada capaian tujuan
pembangunan keberlanjutan pada kesetaraan gender dan mengurangi ketimpangan.
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 65
Page 66
Page 67
LEMBAR UMPAN BALIK
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Wahana Pronatural Tbk memberikan gambaran kinerja keuangan dan
keberlanjutan. Kami mengharapkan masukan, kritik dan saran dari Bapak/Ibu/Saudara sekalian melalui e-
mail atau formulir ini.
Mohon lembar umpan balik ini dikirimkan kembali kepada:
Iwan Setiawan
Corporate Secretary PT Wahana Pronatural Tbk
Gedung Japfa Indoland Center Tower 2, Lt.9 – R.907
Jl. Panglima Sudirman 66-68
SURABAYA
Email: iws.id2000@gmail.com / iws@wapo.co.id / wapo.sby@gmail.com
Telp/Hp: 031-5352705
Golongan Pemangku Kepentingan:
( ) Pemegang Saham/Investor ( ) Pelanggan( ) Karyawan ( ) Masyarakat umum ( ) Pemerintah
( ) Mitra Kerja/Pemasuk
1. Laporan ini mudah dimengerti.
( ) tidak setuju ( ) netral ( ) setuju
2. Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material Perusahaan, baik dari sisi positif dan
negatif.
( ) tidak setuju ( ) netral ( ) setuju
3. Topik material apa yang paling penting bagi anda: (nilai 1=paling penting s/d 4=paling tidak penting)
1. Kinerja Ekonomi
2. Ketenagakerjaan
3. Anti Korupsi
4. Pelatihan dan Pendidikan
5. Keberagaman dan Kesetaraan
6. Pemasaran dan Pelabelan
4. Mohon dapat memberikan saran/usul/komentar anda atas laporan ini ke alamat yang tertera diatas.
...............................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................
()
()
()
()
()
Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 67
Page 68
PT WAHANA PRONATURAL Tbk ANNUAL REPORT & SUSTAINABILITY REPORT 2025
Page 69
Contents
Pages
Company Information 3
Board of Commissioners Report 4
Board of Directors Report 6
Company Profile 8
Company Vision and Mission 9
Financial Data Highlights 10
Stock Highlights 11
Company Structure 14
Analysis and Management Review 20
Company Business Prospects 24
Good Corporate Governance 27
Business Risk 43
Corporate Social Responsibility and Company Lawsuit 46
Introduction of Sustainability 49
Meaning and Benefits of Sustainability Report 49
The Principles of Sustainable Finance 49
The Strategy of Sustainability 51
Form and Content of Sustainability Report 51
Sustainability Overview 53
Material Topics 55
Stakeholder Engagement 56
Sustainable Governance 62
Feedback Sheet 67
Financial Statement 68
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 2
Page 70
COMPANY INFORMATION
PUBLIC OFFER DATE : June 22nd, 2001
HEAD OFFICE : Japfa Indoland Center Building
Tower II 9th Floor R.907, Panglima Sudirman street
66 – 68, Surabaya Indonesia, 60271
Telp: 031-5352705
Website: www.wapo.co.id
Email:
wapo.sby@gmail.com
iws@wapo.co.id
iwansetiawan_se@yahoo.com
FACTORY : Narogong Street Km.14, Limus Nunggal
Cileungsi, Bogor
Province Jawa Barat
BOARD OF COMMISSIONERS AND DIRECTORS
President Commissioner/Independent : Hendra Widjaya
Commissioner : Chenny
President Director : Artha Lovie A
Director : Iwan Setiawan
AUDIT COMMITTEE : Hendra Widjaya (Chairman)
Anita Rosalia Gunawan (Member)
Sarah Cahya Prawira (Member)
CORPORATE SECRETARY : Iwan Setiawan
PUBLIC ACCOUNTANT : KAP. SUPOYO, SUTJAHJO, SUBYANTARA &
Rekan
Taman Rivera Regency B 04, Medokan Ayu
Kec. Rungkut, Surabaya 60295
SHARE REGISTER : PT. Kustodian Sentral Efek Jakarta
Jendral Sudirman Street Kav. 52-53, Jakarta 12190
Telp: 021-52991099 / Fax: 021-52991199
LISTING EXCHANGE : PT. Bursa Efek Indonesia
Jenderal Sudirman Street, Kav.52-53 Jakarta 12190
The stock listing date on June 22, 2001 with the code
WAPO
SECURITIES ADMINISTRATION BUREAU : PT Sinartama Gunita
MH Thamrin Street Kav 22 No. 51
Menteng Jakarta
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 3
Page 71
Page 72
Page 73
Page 74
Page 75
COMPANY PROFILE
History of Establishment
History of Establishment PT Wahana Pronatural Tbk (the Company) was established in Surabaya,
Indonesia in 1993 under the name PT Golden Phoenix. At that time, its business was trading agricultural
and marine products between islands, and it later developed to be able to export abroad. This business
continued with the establishment of a cashew processing factory in 1989 in Mataram, West Nusa Tenggara.
PT Golden Phoenix underwent several name changes. In 1996 it became PT Wahana Yuda Mandiri and in
2000 changed its name to PT Wahana Phonix Mandiri.
On June 22, 2001, the Company listed its shares on the Indonesia Stock Exchange (formerly Jakarta Stock
Exchange) by offering an initial public offering of 200,000,000 (two hundred million) shares at a nominal
value of Rp 100 (one hundred rupiah) per share at an offering price of Rp 175 (one hundred seventy-five
rupiah) per share.
At the end of 2011, the Company conducted a business restructuring by purchasing a candy processing
factory in Bogor, West Java. At the same time, the Company sold (divested) a subsidiary, namely PT Phonix
Mas Persada, to improve the financial structure. The Company is domiciled in Surabaya, with its head
office at Japfa Indoland Center Tower II, 9th Floor, Room 907, Jl. Panglima Sudirman 66–68, Surabaya.
In the 2012 General Meeting of Shareholders, the Company changed its name to PT Wahana Pronatural
Tbk based on the Deed of Statement of Resolution of the General Meeting of Shareholders No. 2 dated
June 2, 2012, by Wachid Hasyim SH., Notary in Surabaya. This deed has been approved by the Ministry
of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU.41594.AH.01.02.Year 2012 dated August
1, 2012.
Business Fields
The Company operates in the trade and industry sector. The main products are coffee bean commodities,
dried seaweed, flavored drinks, and mineral water. Current distribution nationwide covers the islands of
Java, Sumatra, Bali, Sulawesi, and Kalimantan. At the beginning of 2024, the Company launched the first
distribution of two new products, namely Sunkist Water C with lemon and orange flavors. This product
is a high vitamin C drink. The next product is bottled drinking water (AMDK) under the brand
"AirAlam".
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 8
Page 76
COMPANY VISION AND MISSION
Company Vision:
To be a leading agro-industry Company in processing Indonesia's superior natural products.
Company Mission:
1. Building business integration of seaweed and agricultural product processings that are internationally
competitive;
2. Being a healthy and distinctive food processing and healthy drinks industry;
3. Assisting the Government in increasing local revenue (PAD), and improving the community welfare,
especially local farmers and fishermen;
4. To grow and develop into a large and advanced company, thereby creating new job opportunities for
the community.
Company Strategies:
1. Increase production capacity with a good approach to communities in agricultural and marine product
cultivation centers;
2. Manage inventory turnover, purchase raw materials at reasonable prices without reducing quality;
3. Collect business capital and investment from the public by building trust with investors, banks, and
other financial institutions;
4. Create products that have high added value and benefits (all raw materials and their waste);
5. Cooperate with local governments and other institutions to improve production facilities and
infrastructure;
6. Enhance the work ethic and professionalism of the Company's personnel.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 9
Page 77
FINANCIAL DATA HIGHLIGHTS
The financial data highlights of PT Wahana Pronatural over the past 3 (three) years are as follows:
(in million Rupiah, unless otherwise stipulated)
2023 2024 2025
Represented
OPERATING RESULTS
Net Sales 420.954 2.122.330 1.436.059
Gross Profit 11.898 24.648 20.244
Business Profit (Loss) (359) 518 (15.089)
Comprehensive Profit (Loss) 236 784 (11.738)
FINANCIAL POSITION
Net Working Capital 25.868 25.868 16.333
Total Current Assets 85.785 39.582 44.860
Total Non-Current Assets 46.150 47.004 45.047
Total Short-Term Liabilities 59.917 13.714 28.527
Total Long-Term Liabilities 766 835 1.081
Total Equity 71.252 72.036 60.298
OPERATING RATIO (%)
Gross Profit Margin
2.83 1.16 1.41
Net Sales Operating Margin (Loss) (0.09) 0.02 (1.05)
Comprehensive Margin ( Loss) / Net Sales 0.06 0.04 (0.82)
Comprehensive Margin (Loss ) / Total Asset
0.18 0.91 (13.06)
(Return On Assets)
Comprehensive Margin ( Loss ) / Total Equity
0.33 1.09 (19.47)
(Return On Equity)
FINANCIAL RATIO (%)
Current Ratio / Short Term Liabilities
(Current Ratio) 143.17 288.62 157.25
Liabilities / Equity
(Debt to Equity) 85.17 20.20 347.62
Liabilities / Asset
(Debt to Assets) 45.99 16.80 233.14
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 10
Page 78
STOCK HIGHLIGHTS
The Composition of the Company’s Shareholders can be seen in the following table:
Nominal Value of Rp 100 Per Share
Shareholders The total of shares Percentage of Total (Rp)
issued and fully ownership
paid
PT. Hijau Sari 447.562.500 36.07 44.756.250.000
PT. Mitra Niaga Sakti 402.562.500 32.44 40.256.250.000
PT. Surya Pelangi Mandiri 100.000.000 8.06 10.000.000.000
PT. Pesona Bangun Mandiri 55.000.000 4.43 5.500.000.000
Public (under 5%) 235.798.111 19.00 23.579.811.100
Grand Total 1.240.923.111 100.00 124.092.311.100
Information on Stock Price
The progress of the Company's stock price in 2025 and the comparison with 2024:
2024
PERIOD PRICE (IDR) OUTSTANDING SHARE NUMBER OF MARKET TRADING
TTG TRD END VOLUME (Unit) LISTED SHARES CAPITALIZATION VOLUME
QUARTERLY I 160 84 131 355.857.900 1.240.923.111 423.154.780.851 -
QUARTERLY II 142 102 133 13.053.300 1.240.923.111 466.587.089.736 -
QUARTERLY III 140 95 96 79.964.000 1.240.923.111 403.300.011.075 -
QUARTERLY IV 136 88 136 361.747.100 1.240.923.111 410.745.549.741 -
2025
PERIOD PRICE (IDR) OUTSTANDING SHARE NUMBER OF MARKET TRADING
TTG TRD END VOLUME (Unit) LISTED SHARES CAPITALIZATION VOLUME
QUARTERLY I 195 103 120 967.243.900 1.240.923.111 498.851.090.622 15.002.900
QUARTERLY II 230 101 144 578.385.400 1.240.923.111 557.174.476.839 -
QUARTERLY III 242 136 166 750.731.100 1.240.923.111 626.666.171.055 26.000
QUARTERLY IV 364 161 180 1.072.180.700 1.240.923.111 671.339.403.051 -
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 11
Page 79
Chronology of Share Listing and Increase in Number of Shares
On June 22, 2001, the Company listed its initial shares on Indonesia Stock Exchange - IDX (formerly the
Jakarta Stock Exchange) by conducting a public offering of 200,000,000 (two hundred million) shares with
a nominal of IDR 100 (one hundred rupiahs) per share. The offering price at that time was IDR 175 (one
hundred and seventy-five rupiah) per share. Then in 2011, the Company increased the authorized capital
from 1,000,000,000 (one billion) shares to 2,000,000,000 (two billion) shares.
The Company increased the paid-up capital from IDR 52,000,000,000 (fifty-two billion rupiahs) to IDR
124,092,311,100 (one hundred twenty-four billion ninety-two million three hundred eleven thousand one
hundred rupiahs) on November 12, 2019. The additional issued and paid-up capital was carried out after
the implementation of the first Limited Public Offering (PUT I) with Preemptive Rights (HMETD). At that
time, the Company issued 720,923,111 (seven hundred twenty million nine hundred twenty three thousand
one hundred eleven) shares with a nominal value of Rp 100 (one hundred rupiah) or all with a nominal
value of Rp 72,092,311,100 (seventy two billion ninety two million three hundred eleven thousand one
hundred rupiah).
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 12
Page 80
Structure of Major and Controlling Shareholders
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 13
Page 81
COMPANY STRUCTURE
Board of
commissioners
Audit Comittee Board of Directors
Corporate Secretary
Finance
Production & Supply Accounting Sales & Marketing Corporate Legal
Chain Manager Manager Manager
Logistic Finance Manufacturing Legal
General Accounting Trading Licensing
Board of Management
The composition of the Company's Board of Commissioners and Directors based on the Notarial Deed of
Sonya Natalia, S.H. Number 18 dated September 26, 2025 is as follows:
Board of Commisioners:
• President Commissioner (Ind) : Hendra Widjaya
• Commissioner : Chenny
Board of Directors:
• President Director : Artha Lovie Aprillailie
• Director : Iwan Setiawan
Audit Committee:
• Chairman : Hendra Widjaya
• Member : Anita Rosalia Gunawan
• Member : Sarah Cahya Prawira
In accordance with the Company's articles of association, the term of office of the board of commissioners
and directors is 5 (five) years and may be reappointed through the applicable mechanism.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 14
Page 82
Company’s Management Profile
BOARD OF COMMISSIONERS:
Hendra Widjaya
President Commissioner
An Indonesian citizen, born in Juwana on June 7, 1950 (75 years old). He completed his undergraduate
education at the University of Indonesia with a degree in Economics and his master's degree at the
Indonesian Institute of Management (in cooperation with Pittsburg State University, Kansas, USA) with a
degree in Marketing Management. His career began in 1975 at SC Johnson & Son Indonesia and he served
as Marketing Director at PT Monysaga Prima in 1998 and at PT Adventura Prokreasi from 2004 until 2012.
He is currently active as a Director at PT Indadi Setia. In July 2022, Mr. Hendra was appointed as the
President Commissioner (Independent) of the Company up to the present.
Chenny
Commissioner
Indonesian citizen, born in Jakarta on July 19, 1978 (47 years old). He graduated in accounting from
Tarumanegara University, Jakarta. He began his career as a Finance Manager at PT. Pelayaran Masittah
Latief in 2001. He also worked at PT Indadi Utama in 2020 as a Finance Manager. Later, he served as
Finance Manager at PT Anadana Global Multi Finance in 2022. In the General Meeting of Shareholders in
September 2024, he was appointed as a commissioner of the company until now.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 15
Page 83
DIRECTORS :
Artha Lovie Aprillailie
President Director
Indonesian citizen, born in Surabaya on March 31, 1977 (49 years old). She is a graduate of Wijaya Kusuma
University in the field of Accounting, both for the undergraduate (Bachelor's) and master's (Master's)
programs.
Her career began when she joined PT Wahana Pronatural Tbk as Accounting Manager from 2000-2018.
Since June 2019, Mrs. Artha Lovie Aprillailie was appointed as the Company's Director, and then in
February 2020 she was appointed as President Director of PT Wahana Pronatural Tbk until now.
Iwan Setiawan
Director
Indonesian citizen, born in Sidoarjo, East Java in 1974 (51 years old), holds a Master's degree in Law from
Bhayangkara University Surabaya in 2017. Has competencies and experience as a Corporate Secretary for
more than 18 years. Before joining the Company, previously worked as Head of PPIC at PT Kalimas Putra
Makmur Sidoarjo in 2001. From 2002 to 2008 worked at PT Siantar Top Tbk Sidoarjo with the last position
as Finance Supervisor. In 2008 until 2010 served as Director of the Company, and since 2017 to the present
has been reappointed as Director of PT Wahana Pronatural Tbk.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 16
Page 84
The appointment of Commissioners and Directors is stipulated in the Notarial Deed of Sonya Natalia, S.H.
Number 18 dated September 26, 2025, based on the decision of the General Meeting of Shareholders (GMS)
on June 26, 2025. This deed has received approval from the Ministry of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia. The Commissioners and Directors do not own shares in the Company.
HUMAN RESOURCES
The Company realizes the importance of the role of human resources as one of the supporting factors for
the success of business activities. To improve the quality of its workforce, the Company provides
opportunities for its employees to participate in training programs. In 2025, the Company has 11 employees
consisting of various levels of positions, education, ages, and fields of expertise.
In managing human resources, the Company establishes basic principles that serve as guidelines for each
organizational unit leader. These basic principles act as supervision for employees under their
responsibility, so that each employee can internalize the Company's values as their personal values.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 17
Page 85
HUMAN RESOURCES
To improve the quality and productivity of each employee, the Company makes efforts among others:
a. Improvement on Wages or Payroll System
The Company has a minimum wage standard. The amount of wages/salaries pays attention to the
standards set by the government. The standard wages/salaries of the Company's employees are above
the minimum wage set by the government. With wages / salaries that meet the basic needs of decent
living, employees are expected to work well
b. Providing Allowance and Facilities
The benefits and facilities provided by the Company have referred to the regulations of the Job
Creation Law No.11 of 2020. The Company provides benefits and facilities to employees including
health benefits, health insurance including participation in the BPJS Health and BPJS Employment
programs. The Company also provides allowances for meals, transportation and communication
facilities. With these benefits and facilities, it is hoped that every job can be done properly and
effectively.
c. Training and Development
Training is based on three categories, namely: training to improve organizational productivity and
quality, training to enhance leadership and work professionalism as well as to build a positive mental
attitude and develop personal intellectual ability. The training previously attended includes how to
produce goods properly and correctly or Good Manufacturing Practices (GMP), implementation of the
HACCP system in producing goods, as well as Health Certificate (HC). In addition, there is
socialization about capital market developments. The company is also active in activities of the
Indonesian Issuers Association (AEI) and the Indonesian Corporate Secretary Association (ICSA).
The Company provides freedom for employees to gather and associate to improve the Company's
performance and employees' social welfare and is a communication forum between employees and the
Management.
The detail of employees based on levels of position, education, age, and discipline as well as total employees
are presented in the following tables:
Based on Education Level:
Description Total Employee %
Master’s Degree 2 18,18
Bachelor’s Degree 7 63,63
Equivalent 2 18,18
Total 11 100,00
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 18
Page 86
HUMAN RESOURCES
Based on Position Level:
Description Total Employee %
Directors and Commissioners 2 18,18
Manager/ Spv 3 27,27
Staff 6 54,54
Total 11 100,00
Based on Ages :
Description Total Employee %
40 years old and above 2 18,18
30 – 40 years old 3 27,27
18 – 30 years old 6 54,54
Total 11 100,00
The Company has a total of 11 employees. At the head office, there are 2 directors and 9 administrative
staff, however, the Company's operations can run effectively. Employees are responsible for their duties
and obligations. For work that requires additional manpower, the Company hires casual daily workers as
needed. Meanwhile, the management of the candy factory in Bogor, West Java, is leased to a third party.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 19
Page 87
ANALYSIS AND MANAGEMENT REVIEW
In this report, it is informed about the description and analysis of the Company's financial statements and
other important information with an emphasis on material changes that occurred.
Sales and Production
During the year 2025, the Company recorded net sales of IDR 1.4 trillion, consisting of Coffee Beans, Dried
Seaweed, Sunkist Water, and Mineral Water products. The largest sales contribution came from Coffee
Beans amounting to 91% (IDR 1.3 trillion), followed by Dried Seaweed at 4.8% (IDR 68 billion), Mineral
Water at 3% (IDR 42 billion), and the remainder from Sunkist Water C at IDR 8 billion (0.5%).
Market demand for Coffee Beans has declined due to a price increase of more than 3 times. Coffee beans
contribute the most, accounting for 91% of total sales in 2025 with a volume of 20,200 tons. The sales
volume of Dried Seaweed is 4,800 tons. Meanwhile, Mineral Water products grew quite well in 2025,
reaching 85% of the previous year's figure. The company is striving to increase the national distribution of
Sunkist products. The company is targeting a 10% growth.
The prospects for the Coffee Bean business are quite good. In addition to the need for raw materials for
industry, coffee beans are much needed by small and medium enterprises. We can see this with the many
partnership concept businesses that are growing rapidly in Indonesia. Coffee-based beverage outlets or
shops that utilize online marketing are becoming a trend. Seaweed commodity business opportunities are
also very good. International market demand is quite high with a price range between Rp 16,000/kg to Rp
20,000/kg (Dry Seaweed cottoni type with a moisture content of 35%). Seaweed is widely used by the
pharmaceutical industry as raw material for medicines. In addition, it is also a healthy food and beverage
ingredient.
After the pandemic, the lifestyle of the people has changed to be healthier. Learning from the Covid-19
pandemic where the need for healthy and vitamin drinks is very high, the Company markets the product
“Sunkist Water C” Lemon and Orange variants. This is a beverage product high in vitamin C. In addition,
the Company also distributes “AirAlam” mineral water products in various packaging variants.
Financial Position (Balance Sheet)
Assets
The Company's assets increased by IDR 3 billion (4%) from IDR 87 billion to IDR 90 billion. This was due
to an increase in accounts receivable from third parties.
Liability
Total liabilities increased by IDR 15 billion (104%). The amount of liabilities in 2024 was IDR 14 billion,
while in 2025 it amounted to IDR 29 billion. This increase was caused by the circulation of debts that have
not been paid by the Company.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 20
Page 88
Financial Position (Balance Sheet)
Equity
The total equity decreased by Rp 12 billion (16%). The total equity in 2024 was Rp 72 billion, while in
2025 it was Rp 60 billion. This decline is due to an increase in the current account deficit. In 2019, the
Company increased its capital by IDR 72 billion through Pre-emptive Rights and a decrease in the equity
component of convertible debt of IDR 69.5 billion. The total issued and fully paid-up share capital in 2025
amounted to 1,240,923,111 shares.
Sales and Profitability
Sales
The Company's sales in 2025 experienced a 33% decline compared to the previous year. This decrease was
caused by a drop in coffee bean sales of more than IDR 600 billion. Meanwhile, sales of mineral water
products increased almost twofold to IDR 43 billion. During the year 2025, the Company recorded net sales
of IDR 1.4 trillion.
The Company distributed vitamin C-rich beverage products under the brand "Sunkist" and mineral water
under the brand "AirAlam" in 2021. The national distribution area is expected to make these products the
Company's flagship products. The target market includes both modern and traditional markets. The current
distribution of mineral water covers the islands of Java, Bali, and Sumatra. Moving forward, the Company
aims for nationwide distribution. The initial distribution of these two products is in line with the Company's
plan to expand its product classifications. It is hoped that these two products will be well received by the
public and increase revenue for the Company.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 21
Page 89
Sales and Profitability
Sales growth is presented in the graph below:
Gross Profit
Gross profit for the periods ended 2025 and 2024 amounted to IDR 20.2 billion and IDR 24.6 billion,
respectively. The gross profit ratio for 2025 and 2024 was 1.4% and 1.2%, respectively. Gross profit is
influenced by the difference between net sales revenue and the Cost of Goods Sold. The factors that
influence it include product selling prices, the volume/quantity of goods sold, and production cost efficiency
(raw materials and direct labor).
Operating Profit (Loss)
In 2025, the Company experienced a loss of IDR 15 billion. Previously, the Company recorded an operating
profit of IDR 519 million. Operating profit is the difference between operating revenue and the company's
operating expenses.
Cashflow, Liquidity, Solvency Ratios, and Accounts Receivable Turnover
The Company's cash flow at the end of the 2025 period amounted to IDR 10.7 billion, while in 2024 it was
IDR 9.6 billion. Cash receipts from customers amounting to IDR 1.4 trillion were used to pay suppliers.
Liquidity is measured using the current ratio. The Company had a current ratio on December 31, 2025 and
2024 of 1.57 times and 2.88 times, respectively.
Solvency is measured by comparing total liabilities with total equity. The Solvency ratio on December 31,
2025 and 2024 was 49.1% and 20.2%, respectively.
The receivables turnover ratio is measured by comparing net sales with average receivables. The receivables
turnover ratio for 2025 and 2024 was 103 times and 400 times, respectively. This indicates a very good
receivables turnover. There has been no change in credit sales policy.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 22
Page 90
Capital Structure
The Company's capital structure in 2025 consists of short-term liabilities of 31%, long-term liabilities of
1%, and equity of 67%. The Company's capital structure falls into the good category.
The Management’s Policy on capital structure:
- The Company uses retained earnings to finance the Company’s operation and development.
- Sales advances are used to purchase inventory.
- If the retained earnings are not sufficient to finance its operations, the Company will seek funding from
third parties.
The Company emphasizes the optimal combination of debt and equity with the aim of lowering the cost of
capital.
Material Information and Facts after the Date of the Accountant’s Report
There are no material information and facts that occur after the date of the accountant’s report and there are
no changes in accounting policies, reasons, and impacts on the financial statements.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 23
Page 91
COMPANY BUSINESS PROSPECTS
Agribusiness Product Operation
Agricultural, plantation, and marine commodities are widely used for the needs of the food, pharmaceutical,
and other consumption industries. Indonesia is known for its abundant natural resources. This is evidenced
by the biodiversity it possesses. Indonesia is also known as an agrarian and maritime country due to its
wealth of natural resources. In addition, the strategic geographical conditions and tropical climate make its
natural potential superior compared to other countries. This potential can be optimally utilized by the
industrial sector.
Agriculture and plantations are the driving forces of the national economy. In terms of production,
Indonesia's agriculture and plantation sectors are the second most influential sectors on national economic
growth after the manufacturing industry.
Until the beginning of this decade, it is recognized that the agriculture and plantation sectors still play
important roles for the following reasons:
1. Contributes about 15% of the Gross Domestic Product (GDP).
2. Provide about 40% of the working-age workforce.
3. Provide food menu diversity, therefore the agricultural sector greatly affects people's consumption and
nutrition.
4. Support the industrial sector, both upstream and downstream industries.
5. Agricultural and plantation exports contribute considerable foreign exchange to the country.
6. Able to survive the storm of the global monetary and economic crisis.
A. Business Prospects of Coffee Beans Product (Green Bean)
Coffee beans are a trade commodity that is highly sought after and traded worldwide after crude oil and
gas. Coffee is also one of Indonesia's leading commodities in the international market. Indonesia is the
third-largest coffee exporter in the world after Brazil and Vietnam. National production in 2025 is more
than 850,000 tons with national consumption at 350,000 tons. Meanwhile, the volume of Indonesian
coffee exports is around 500,000 tons.
The industrial sector is the largest sector in absorbing coffee raw materials. In addition, coffee beans are
also in high demand by small and medium enterprises. This can be seen from the numerous partnership-
based businesses that are rapidly growing in Indonesia. Coffee-based beverage outlets or cafes that
utilize online marketing are currently a trend. Teenagers who enjoy a modern lifestyle and tend to be
consumptive will drive the growth of the creative economy from the coffee commodity.
There are several factors that boost the growth of the coffee shop business in Indonesia, namely:
1. The habit (culture) of hanging out while drinking coffee.
2. Increasing consumer purchasing power, growing middle class, and more affordable prices of RTD
Coffee in modern store.
3. The domination of the Indonesian young population (Generation Y and Z) which create a new
lifestyle in consuming coffee.
4. The presence of social media that makes it easier for coffee shop business people to carry out
marketing and promotional activities.
Having a look at the development of these driving factors, the coffee shop business in Indonesia next
year is is estimated to remain positive.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 24
Page 92
B. Business Prospects of Dried Seaweed
Indonesia is one of the largest seaweed producers in the world. The types of seaweed that are widely
cultivated are Gracillaria, Eucheuma Cottoni, Eucheuma Spinosum. Based on data from the Ministry
of Marine Affairs and Fisheries (KKP) in 2025, national seaweed production reached more than 8.2
million tons. So far, seaweed still dominates with a contribution of 60% of the total national aquaculture
production.
Indonesia is the second largest producer in the world after China, especially for the type Eucheuma
cottoni, and controls more than 80% of the market share with exports destined for China. However,
almost 80% is still dominated by raw materials, with only 20% absorbed for domestic industrial needs.
The government is committed to promoting the national Seaweed industrialization, one of which is by
preparing a roadmap for national Seaweed industrialization through Presidential Regulation (Perpres)
Number 33 of 2019 on the Roadmap for National Seaweed Industrialization. This is to ensure that the
availability of raw materials and the quality of Seaweed are continuously maintained, both for export
and domestic needs.
According to data from the Indonesian Seaweed Association (ARLI), Indonesia is included in the Coral
Triangle area, which is a suitable place for cultivating Seaweed in coastal regions. The prospects for
processed Seaweed in the country are still significant because many industries require processed agar
and carrageenan as gelling, emulsifying, thickening, and clarifying agents, as well as for fertilizers. In
addition to being used as food ingredients, they are also used in the pharmaceutical industry, as well
as in medicine and cosmetics.
C. Business Prospects of Isotonic Beverages and Bottled Water
The Company conducted the initial distribution of the high vitamin C beverage product brand
“Sunkist” and bottled drinking water (AMDK) brand “AirAlam” in 2021. The distribution area is
national and is expected to become a flagship product for the Company. The target market is both
modern markets and traditional markets. Currently, AirAlam distribution covers the regions of Java,
Bali, and Sumatra. The Company targets to distribute this product nationwide. The initial distribution
of these two products aligns with the Company's plan to expand product classifications. Drinking water
is a primary human need, so these two products are expected to be accepted by the public and increase
revenue for the Company.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 25
Page 93
Comparison between Target and Projection
The Company targets a growth of 10% in 2026. Mineral water and vitamin drinks are expected to contribute
to sales growth in 2026. Sales of coffee bean commodities are hoped to grow again, thereby increasing
revenue. The Company implements strict and careful policies in conducting its business. The main actions
taken are controlling operational costs according to their allocation, and then evaluating financial policies
related to new projects.
Marketing Aspects
Marketing strategy and market share:
- Looking for new customers with good ratings and collectibility.
- Consistently maintain product quality to maintain the Company's reputation.
- Increase domestic and international market penetration.
- Conduct effective and efficient product distribution.
Dividend Policy
The dividend policy is established through the General Meeting of Shareholders. In the 2025 financial year,
the Company experienced a loss. In terms of dividend distribution, the Company refers to the articles of
association and capital market regulations
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 26
Page 94
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
General
The Company recognizes the importance of implementing Corporate Governance or Good Corporate
Governance (GCG). The implementation of GCG in accordance with the principles of transparency,
accountability, responsibility, independence, fairness, and equality, is a supporting factor for the Company's
progress in the future.
In accordance with the Financial Services Authority (OJK) Regulation No.32/POJK.04/2015 concerning
Guidelines for Governance of Public Companies, the Company consistently implements GCG on the basis
of self-awareness by applying the following principles:
Principle of Transparency
▪ The principle of information disclosure that must be announced to the public, for example if there is a
corporate action related to material transactions or important events / events that have an impact on
the Company must be submitted to the public through the website and notified to the Financial Services
Authority and the Indonesia Stock Exchange.
▪ Information disclosure for certain shareholders, such as disclosure of changes in the Company's
ownership structure and majority shareholders, is submitted to the public through the Company's
website.
▪ Submission of financial statements audited by a public accounting firm is reported regularly to the
OJK and IDX as well as the Company's website.
Principle of Accountability
▪ The Company has implemented the principle of accountability, namely the clarity of functions,
structures, systems and accountability of company elements.
▪ The Company has established an audit committee and appointed an independent commissioner.
▪ Periodically at least once a year, the Company holds a General Meeting of Shareholders (GMS) to
seek approval from shareholders.
Principle of Responsibility
The Company's form of responsibility is compliance with applicable regulations including taxation,
industrial relations, occupational health and safety, environmental protection, maintaining a conducive
business environment with the community and so on. By applying this principle, the Company has a role
to be responsible to shareholders and the surrounding community.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 27
Page 95
Internal Control System
The internal control system includes various control policies and procedures implemented by the Board of
Directors and management to provide adequate assurance of effective and efficient operational
implementation, accurate and reliable financial statements and compliance with applicable regulations. The
Board of Directors is responsible for the Company's internal control system.
Internal control implemented by the Company includes the following elements:
• Control Environment, where the Company strives to create a culture and work environment as well as
behaviors that support the Company's basic values and code of ethics;
• Risk assessment, where the Company applies a framework in identifying, measuring, and managing
risks that have the potential to hamper the achievement of business targets;
• Control activity, where the Company establishes policies and procedures that function as guidelines for
operational activities, technology, financial reporting, and compliance;
• Information and communication, where the Company implements an information system to support
operational activities, financial reporting, and management reporting; and
In general, the internal control system in 2025 can be implemented well. The internal control system,
including the risk management system, is reviewed from time to time and is considered adequate in
providing reasonable assurance for the implementation of effective and efficient operational activities.
Board of Commissioners
In carrying out its functions and duties, the Board of Commissioners has guidelines as regulated by the
Financial Services Authority.
To improve Good Corporate Governance, the Company has formed:
• Independent Commissioner;
• Audit Committee;
• Corporate Secretary.
The duties of the Board of Commissioners include:
• Supervise the management of the Company carried out by the Board of Directors;
• Provide direction to the Board of Directors in the preparation, implementation and achievement of the
annual work plan;
• Determine the remuneration of the Board of Directors along with the distribution of duties and
authorities of members of the Board of Directors;
• Supervise decisions taken by management;
• Monitor the implementation of risk management;
• Examine the results of external and internal audits and follow up on audit findings;
• Monitor and encourage the implementation of corporate governance.
In 2025, the Board of Commissioners held regular meetings every two months with 100% attendance rate.
The Board of Commissioners also held meetings with the Company's Board of Directors every quarter with
100% attendance rate.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 28
Page 96
Board of Commissioners
The Company has an Independent Commissioner in the sense that it has no affiliation with the Board of
Directors or the Company's legal entity. The establishment of an Independent Commissioner is part of
efforts to implement GCG principles as well as to fulfill the requirements set in the capital market and to
carry the aspirations of minority shareholders.
Salary and Remuneration of the Board of Commissioners
In carrying out their duties, each member of the Board of Commissioners receives remuneration and other
facilities determined by the GMS. The determination of the amount of salary and remuneration for members
of the Board of Commissioners is determined through a meeting of Commissioners to determine service
fees and other benefits.
The Board of Commissioners Meeting
• The Board of Commissioners shall hold a meeting at least once in 2 (two) months;
• Meetings of the Board of Commissioners may be held in the event that a majority of all members of
the Board of Commissioners are attended or represented;
• The Board of Commissioners must hold meetings by inviting the Board of Directors periodically at
least once in 6 (six) months;
• Decision making is carried out by means of consensus deliberation and if necessary can be done by
majority vote.
Frequency of the Board of Commissioners Meeting
In 2025, there was six Board of Commissioners’ meetings with attendance as below:
Name Title Meeting Attendance
Hendra Widjaya President Commissioner 6 6
Chenny Commissioner 6 6
Board of Commissioners Performance Assessment
The Company evaluates the performance of the Board of Commissioners both collegially and individually
through an independent mechanism based on the Company's level of achievement compared to the agreed
target (Key Performance Indicator). The performance evaluation of the Board of Commissioners is also
carried out by considering its duties and responsibilities in accordance with laws and regulations and/or the
Company's Articles of Association.
Performance Evaluation Implementation Process
1. Collegial Evaluation
The performance evaluation of the Board of Commissioners is carried out based on a collegial
assessment criteria including:
- Structure and composition of the Board of Commissioners.
- Achievement of the Company's performance in accordance with the targets that have been set.
- Compliance with applicable laws and regulations and company policies.
- Commitment in advancing the interest of the Company.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 29
Page 97
- Implementation of supervision and management of the Company.
- Implementation of Good Corporate Governance in the Company.
2. Individual evaluation
The evaluation is carried out by each member of the Board of Commissioners, with criteria including:
- The level of attendance at each internal meeting and joint meeting of the Board of Commissioners
with the Board of Directors, as well as meetings with Supporting Committees under the Board of
Commissioners.
- Contribution in the process of supervision and advising to the Management
The results of the Board of Commissioners performance evaluation are submitted to the President
Commissioner as a consideration in providing direction for the performance of the Board of
Commissioners. The evaluation results are also to provide recommendations for reappointment of members
of the Board of Commissioners and preparing the remuneration structure of the Board of Commissioners.
In addition, the performance evaluation of the Board of Commissioners is presented in general as a form of
accountability for the implementation of duties and responsibilities at the Annual GMS and the Company's
annual report.
The Board of Directors
The Board of Directors has full authority and responsibility for the management of the Company. In 2025
the Company has two members of the Board of Directors consisting of a President Director and one
Director. The Board of Directors is fully responsible for the management of the Company for the interests
and purposes of the Company and represents the Company in accordance with the articles of association.
The board of directors is responsible for:
• Management of the Company through risk governance and implementation of corporate governance;
• Implementation of internal control structure, implementation of internal audit function and taking
action based on internal audit findings in accordance with the direction of the commissioner;
• Preparation of business strategies, including work plans and budgets;
• Implementation of accounting and bookkeeping practices in accordance with the provisions of public
companies.
In carrying out their functions and duties, the Board of Directors has guidelines. Technically, the duties of
each director are as follows:
President Director:
• Responsible for all management of the Company.
• Management of the Company through risk governance and corporate governance.
• Implementation of accounting and bookkeeping practices in accordance with the provisions of public
companies.
• Preparation of business strategy, budget and implementation of internal audit function.
Director:
• Implementation of the Company operations, sales, and purchases including project work plans.
• Implementation of internal and financial controls.
• Implementation of daily internal control structures and taking actions of an operational technical nature.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 30
Page 98
Salary and Remuneration of the Board of Directors
Based on the results of the GMS in 2025, the salary and remuneration of the Board of Directors are
determined through the Board of Commissioners meeting. In the meeting, the Company's performance is
evaluated in determining the amount of remuneration. During 2025, the Board of Directors held regular
meetings every month with 100% attendance rate. The amount of salary and remuneration for members of
the Board of Directors for 2025 amounted to Rp 549.311.082.
To improve the competence of the Board of Directors, training was conducted in accordance with the
expertise of each member of the Board of Directors. The Company participated in trainings held by
government agencies or institutions including Coffee Taste Test training held in Jember, East Java,
Seaweed International Business Forum, and Exhibition (Seabfex) in Lombok and in Jogjakarta, and The
5th Indonesia Specialty Coffee Contest in Bali and MBA Course. In addition, the Board of Directors is
active in the activities of the Association of Indonesian Issuers (AEI).
Board of Directors Meeting
• The Board of Directors must hold periodic meetings of the Board of Directors at least once every
month;
• Meetings of the Board of Directors can take place if represented by a majority of all members of the
Board of Directors;
• The Board of Directors must hold a meeting of the Board of Directors by inviting the Board of
Commissioners periodically at least once in 6 (six) months;
• Decision making is carried out by means of consensus deliberation and if necessary can be done by
majority vote.
Frequency of the Board of Directors meetings
During 2025, twelve meetings of the Board of Directors have been held with the following:
Name Title Meeting Attendance
Artha Lovie A President Director 12 12
Iwan Setiawan Director 12 12
In addition to the meetings conducted by each member of the Board of Commissioners and Board of
Directors, joint meetings were also held between the Commissioners and the Board of Directors. The
meeting can be held during the Commissioners' meeting or with a separate schedule.
Frequency of the Board of Directors Meeting
During 2025, there were 3 Board of Directors meetings with attendance as below
Name Title Meeting Attendance
Hendra Widjaya Komisaris Utama 3 3
Chenny Komisaris 3 3
Artha Lovie A Direktur Utama 3 3
Iwan Setiawan Direktur 3 3
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 31
Page 99
The Work Guidelines and the Code of Ethics
The Board of Directors and Board of Commissioners have a work guideline and properly serve as a
reference in the implementation of the Company's management and supervision.
In addition, the Board of Directors and Board of Commissioners have a code of ethics that applies to all
Directors and Board of Commissioners, employees and other supporting organs as follows:
• The duties of the Board of Directors, the Board of Commissioners, and/or all employees are carried
out in good faith, prudence, and full of responsibility;
• In case the Board of Directors, the Board of Commissioners, and/or employees have a conflict of
interest with the Company, they must prioritize a professional attitude by prioritizing the interests of
the Company above personal and group interests.
Board of Directors Performance Assessment
The Company evaluates the performance of the Board of Directors both collegially and individually through
mechanisms independent based on achievement level compared to target (Key Performance Indicators).
Performance evaluation of the Board of Directors is also carried out by considering the duties and
responsibilities of the Board of Directors in accordance with laws and regulations and/or the Company's
Articles of Association.
Performance Evaluation Implementation Process
1. Collegial evaluation
A collegial evaluation of the performance of the Board of Directors is carried out based on whole
achievements, including the following criteria:
- Financial and Operational;
- Customer Focus;
- Product and Process Effectiveness;
- Workforce Focus;
- Leadership, Governance, and Social Responsibility.
2. Individual evaluation
Performance appraisals are carried out by each member of the Board of Directors, with the performance
target criteria that stated in working papers in accordance with the duties and responsibilities of each
member of the Board of Directors. The evaluation of the President Director has been reflected in the
collegial performance appraisal of the Board of Directors mentioned earlier.
The results of the performance evaluation of the Board of Directors are submitted to the Board of
Commissioners and the final evaluation of the assessment is carried out by the President Commissioner.
The results of the performance appraisal of members of the Board of Directors are taken into consideration
in providing direction to improve the performance of the Board of Directors. In addition, the evaluation
results are one of the basis for consideration for the Board of Commissioners to reappoint members of the
Board of Directors and to compile a remuneration structure for the Board of Directors. The performance
appraisal of the Board of Directors is generally submitted as a form of accountability for the implementation
of duties and responsibilities at the Annual GMS and the Company's Annual Report.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 32
Page 100
General Meeting of Shareholders (GMS)
The General Meeting of Shareholders (GMS) is a forum for shareholders to obtain information about the
Company's business from the Board of Commissioners and/or Board of Directors. The GMS has authority
that cannot be granted to the Board of Commissioners or Board of Directors, within the limits specified in
the applicable regulations in the field of capital market and/or articles of association.
A. 2023 GMS
A.1. Annual and Extraordinary GMS
Hold on June 28, 2023 at MarketingGallery, Japfa Indoland Center Building (ex. Bumi Mandiri)
Tower 2, 4th floor, Jl. Panglima Sudirman 66-68 Surabaya. Attended by shareholders and/or their
proxies as many as 1,015,041,900 shares (81.80%) of the Company's shares with valid voting
rights. Thus, as stated in the Company's Articles of Association, the quorum provisions of the
GMS had been fulfilled and are authorized to take legally binding decisions.
The Annual GMS produces the following resolutions:
1. Receive the Board of Directors' Report on the Company's activities in 2022 including
ratification of the Company's balance sheet and profit and loss statement for the 2022 financial
year which had been audited by the Public Accountant and approve the granting of exemption
of responsibility to Members of the Board of Directors and Commissioners for management
actions and supervisory actions in the 2022 financial year (acquit et decharge).
2. Approve the granting of power and authority to the Board of Commissioners Meeting to
determine service fees and other benefits for Members of the Board of Commissioners and
further approve the granting of power and authority to the Board of Commissioners of the
Company to determine the honorarium of the Board of Directors of the Company for the fiscal
year 2023.
3. Approve the granting of power and authority to the Board of Commissioners of the Company
to appoint a Public Accountant Firm that will audit the Company's Financial Statements for
the 2023 financial year, including to determine the honorarium to be given to the Public
Accounting Firm.
4. Authorize the Board of Directors of the Company with the right of substitution to declare it in
a separate notarial deed.
Extraordinary GMS produced the following resolutions:
1. Reject/Postpone the Company's plan to add the Standard Classification of Indonesian Business
Fields (KBLI) in the Company's Articles of Association. The addition of KBLI will be carried
out if the Company is ready to carry out the business activities.
2. Authorize the Board of Directors of the Company with the right of substitution to declare it in
a separate notarial deed.
A.2. Extraordinary GMS
Held on September 6, 2023 at the Marketing Gallery, Japfa Indoland Center Building (ex. Bumi
Mandiri) Tower 2, 4th floor, Jl. Panglima Sudirman 66-68 Surabaya. Attended by shareholders
and/or their proxies as many as 1,014,877,800 shares (81.78%) of the Company's shares with
valid voting rights. Thus, as stated in the Company's Articles of Association, the quorum
provisions of the GMS have been fulfilled and are authorized to take legally binding decisions.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 33
Page 101
Extraordinary GMS produced the following resolutions:
1. Dismiss all the Company's Board of Commissioners as follows:
- President Commissioner : Mr. Hendra Widjaya
- Commissioner : Mrs. Junia Linardi
Then appoint a new Board of Commissioners for the period 2023 to 2028 as follows:
- President Commissioner (Independent) : Mr. Hendra Widjaya
- Commissioner : Mrs. Chenny
Furthermore, the composition of the Company's Management is written as follows:
Board of Commissioners:
- President Commissioner (Independent) : Mr. Hendra Widjaya
- Commissioner : Mrs. Chenny
Director:
- President Director : Mrs. Artha Lovie Aprillailie
- Director : Mr. Iwan Setiawan
2. Authorize the Board of Directors of the Company with the right of substitution to declare it in
a separate notarial deed.
All resolutions in the Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders for 2023 have
been realized in the financial year and there are no resolutions that have not been realized.
B. 2024 GMS
Held on June 26, 2024 at VIP Meeting Room, Japfa lndoland Center Tower l Building, 4th Floor Jl.
Basuki Rahmat No.129-137, Surabaya. Attended by shareholders and/or their proxies totaling
1,005,381,800 shares (81.01%) of the Company's shares with valid voting rights. Thus, as stated in the
Company's Articles of Association, the quorum requirement of the GMS has been fulfilled and
authorized to make legally binding decisions
The Annual GMS produces the following resolutions:
1. Received the Board of Directors' Report regarding the Company's activities in 2023, including the
ratification of the Company's balance sheet and profit and loss statement for the financial year 2023
audited by a Public Accountant and approved the granting of a release of responsibility to the
Members of the Board of Directors and Commissioners for their management and supervisory
actions in the financial year 2023 (acquit et de charge).
2. Approved the granting of power and authority to the Board of Commissioners Meeting to determine
the fees and other benefits for Members of the Board of Commissioners and further approved the
granting of power and authority to the Board of Commissioners to determine the honorarium of the
Company's Directors for the financial year 2024.
3. Approved the granting of power and authority to the Company's Board of Commissioners to appoint
a Public Accountant Firm to audit the Company's Financial Statements for the financial year 2024,
including to determine the honorarium to be paid to the Public Accountant Firm.
4. Authorize the Board of Directors of the Company with the right of substitution to state it in a
separate notarial deed.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 34
Page 102
C. 2025 GMS
Held on June 26, 2025, at the VIP Meeting Room, Japfa Indoland Center Tower I, 4th Floor, Jl. Basuki
Rahmat No.129-137, Surabaya. Attended by shareholders and/or their proxies holding 1,005,127,900
shares (80.99%) of the Company's shares with valid voting rights. Thus, as stated in the Company's
Articles of Association, the quorum requirements of the GMS have been met and it is authorized to
make legally binding decisions.
The Annual GMS produces the following resolutions:
1. Received the Board of Directors' Report regarding the Company's activities in 2024, including
the ratification of the Company's balance sheet and profit and loss statement for the financial year
2024 audited by a Public Accountant and approved the granting of a release of responsibility to
the Members of the Board of Directors and Commissioners for their management and supervisory
actions in the financial year 2024 (acquit et de charge).
2. Approved the granting of power and authority to the Board of Commissioners Meeting to
determine the fees and other benefits for Members of the Board of Commissioners and further
approved the granting of power and authority to the Board of Commissioners to determine the
honorarium of the Company's Directors for the financial year 2025.
3. Approved the granting of power and authority to the Company's Board of Commissioners to
appoint a Public Accountant Firm to audit the Company's Financial Statements for the financial
year 2025, including to determine the honorarium to be paid to the Public Accountant Firm.
4. Approved the Extension of the Term of Office of the Company's Board of Directors for the 2025
– 2030 Period. Thus, the Company's Board of Directors is composed of:
- Artha Lovie Aprillailie (President Director)
- Iwan Setiawan (Director)
5. Authorize the Board of Directors of the Company with the right of substitution to state it in a
separate notarial deed.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 35
Page 103
Audit Committee
In accordance with Regulation OJK 55/POJK.04/2015 concerning the establishment and implementation
guidelines of the Audit Committee, it is stated that members of the Audit Committee who are Independent
Commissioners act as chairmen of the Audit Committee. The Company has complied with these
regulations.
The composition of the Audit Committee is as follows:
- Hendra Widjaya (Chairman)
- Anita Rosalia Gunawan (Member)
- Sarah Cahya Prawira (Member)
Brief History of Audit Committee
Hendra Widjaya
(The Chairman of the Audit Committee)
An Indonesian citizen, born in Juwana on June 7, 1950 (75 years old). He completed his undergraduate
education at the University of Indonesia with a degree in Economics and his master's degree at the
Indonesian Institute of Management (in cooperation with Pittsburg State University, Kansas, USA) with a
degree in Marketing Management. His career began in 1975 at SC Johnson & Son Indonesia and he served
as Marketing Director at PT Monysaga Prima in 1998 and at PT Adventura Prokreasi from 2004 until 2012.
He is currently active as a Director at PT Indadi Setia. In July 2022, Mr. Hendra was appointed as the
President Commissioner (Independent) of the Company up to the present.
Anita Rosalia Gunawan
(The Member of the Audit Committee)
Indonesian citizen, born in Surabaya in 1970 (56 years old), obtained a Bachelor's degree in Economics
(S1) in Accounting from the University of Surabaya. Has experience as an auditor, starting his career as an
analyst at the public accounting firm Prasetio Utomo. From 2009 to 2011, he worked as an auditor at PT
Indadi Setia in Jakarta.
Sarah Cahya Prawira
(The Member of the Audit Committee)
Indonesian citizen, born in Jakarta on November 23, 1991 (35 years old). She completed her undergraduate
education at Trisakti School of Management with a Bachelor's degree in Accounting. She began her career
as a tax preparer at PT Home Living Arts Indonesia in 2013 and served as an accountant at PT Lion Mentari
Airlines in 2014. She is currently active as a Senior Tax Accountant at Indadi Utama Group.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 36
Page 104
Audit Committee
The Company's Audit Committee holds 4 (four) meetings with a 100% attendance rate. The Audit
Committee also holds 4 (four) meetings with the Board of Commissioners with a 100% attendance rate.
The Audit Committee states that the Company, in executing its activities, has complied with the standard
operating procedures (SOP) and capital market regulations, and there are no findings that affect the smooth
running of the Company.
Based on the review of the Company's performance, the Audit Committee conveyed the following:
• The Company has reported its business performance in the form of periodic reports in a timely manner
to the Financial Services Authority (OJK) and the Indonesia Stock Exchange (IDX);
• All information that is important information and the transactions have been reported and disclosed to
OJK and IDX.
Audit Committee Meeting
• The Audit Committee holds regular meetings at least once in 3 (three) months and can only be held if
attended by more than 1/2 (one-half) of the number of members.
• The Audit Committee may invite the management related to meeting materials;
• Meeting decisions are taken on the basis of deliberation for consensus and each committee member is
given the freedom to express his professional opinion in the discussion of each meeting agenda without
anyone's intervention;
During 2025, there were 4 Audit Committee meetings with attendance as below:
Name Title Meeting Attendance
Hendra Widjaya Chairman 4 4
Anita Rosalia Gunawan Member 4 4
Sarah Cahya Prawira Member 4 4
Nomination & Remuneration Committee
The Board of Commissioners does not form a Nomination and Remuneration Committee. The nomination
and remuneration committee and procedures are not formed because the Company's organizational structure
is fairly small so the functions and duties of the committee are concurrently held by the board of
commissioners.
Corporate Secretary
The Corporate Secretary is appointed and appointed by the Board of Directors, has a manager-level
position, and is responsible to the President Director. When carrying out his duties, the Corporate Secretary
must communicate with all members of the Board of Directors. The position of Corporate Secretary aims
to maintain the image and protect the Company's interests through the establishment of good
communication and relations with all stakeholders.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 37
Page 105
Corporate Secretary
The Corporate Secretary is held by Iwan Setiawan. He was born in Sidoarjo East Java in 1974 (51 years
old), graduated from Master of Law from Bhayangkara University Surabaya in 2017. He has competence
and experience as Corporate Secretary for more than 18 years. Prior to joining the Company, he worked as
Head of PPIC at PT Kalimas Putra Makmur Sidoarjo in 2001. From 2002 to 2008 he worked at PT Siantar
Top Tbk Sidoarjo with his last position as Financial Supervisor. From 2008 to 2010 he served as Director
of the Company and since 2008 until now he has served as Director and Corporate Secretary of the
Company.
In accordance with OJK regulation No.35/POJK.04/2014 dated December 8, 2014, the Corporate Secretary
must have good competence in order to carry out its functions and duties. The trainings that have been
attended are:
1. GMP (Good Manufacturing Practices) Training organized by PREMYSIS Consulting in the year 2002
in Surabaya.
2. Quality Management System Training (ISO 9000:2000) and Internal Quality Audit Training organized
by PREMYSIS Consulting in the year 2003 in Surabaya.
3. The Capital Market Workshop – Corporate Action was organized by GRANADA Law Firm &
Investama Capital in the year of 2011 in Jakarta
4. Seminar & Expo RETAIL EXTRAVAGANZA was held by APRINDO East Java in the year 2011 in
Surabaya.
5. Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) was organized by the Fish Quarantine, Quality
Control, and Fisheries Product Safety Agency, Ministry of Marine Affairs and Fisheries in the year of
2012 in Sidoarjo.
6. Capital Market Workshop – Shareholder Support - Legal Aspects of Shareholder Loans, organized by
ICSA (Indonesian Corporate Secretary Association) in the year 2017 in Jakarta.
7. Various socialization and hearing activities on Capital Market regulations are held by the Financial
Services Authority (OJK) and by the Indonesia Stock Exchange.
8. Active as a board member of the Indonesian Issuers Association (AEI) Jakarta and East Java
Representative.
Key Functions, Duties, and Responsibilities of the Corporate Secretary
• Monitoring developments in the capital market and providing input to the board of directors on the
importance of complying with these regulations.
• Ensuring the Company's compliance with capital market provisions, including the implementation of
the GMS, public expose, and various corporate actions by coordinating with relevant parties.
• Acting as a liaison between the Company and the OJK, the Indonesia Stock Exchange, and the public.
• Implementing the Company's commitment to the realization of information disclosure.
• Maintaining and managing the Company's positive image and identity to the public by organizing social
activities for the community and carrying out the Company's social responsibility activities.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 38
Page 106
Internal Audit Unit and Internal Control System
The Company does not yet have an internal audit unit because the Company's organizational structure is
relatively small and the number of human resources is not so large. The implementation of the functions of
the internal audit unit is carried out under surveillance directly by the Board of Directors. The Company
continues to carry out internal control and risk management system, which is conducting checks and
assessments of work effectiveness in all departments.
In implementing the work, every policy-making must be conveyed first to the leadership. Currently, internal
control can run effectively because every plan and realization can be known quickly. Management always
strives to fulfill the provisions of article 3 POJK Number 56/POJK.04/2015 concerning the Establishment
and Guidelines for the Preparation of internal audit unit charters.
Public Accountants and Capital Market Supports
The Company's Financial Statements for the years ended December 31, 2024 and December 31, 2025, have
been audited by the Public Accounting Firm (KAP) Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Patners.
The amount of service fee provided amounted to Rp 65.400.000, - (sixty five million four hundred thousand
rupiah). While the amount of fees given to capital market supporting professionals during 2025 is as
follows:
1. Annual Listing Fee (IDX) : IDR 93.795.000,-
2. Sinartama Gunita (BAE) : IDR 27.250.000
3. Indonesian Central Securities Depository (KSEI) : IDR 11.100.000,-
4. OJK Fee : IDR 45,600,000
Code of Ethics
The Code of Ethics is a guide for us to act ethically and in accordance with applicable regulations when we
do work anywhere and anytime.
All permanent employees or contract employees have an obligation to follow the Code of Ethics and comply
with all policies and procedures of the Company. The Code of Ethics also applies to the Board of
Commissioners and Board of Directors, in connection with all activities on behalf of the Company. Every
consultant and business partner who is working on behalf of the Company is expected to uphold the
principles in this Code of Ethics.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 39
Page 107
The Points of Communication Policy with Shareholders
PURPOSE
The communication policy aims to regulate the process of providing fair and timely information to
shareholders and investors reasonably and on time about the Company so as to assess the Company's
strategy, development, operations, and performance, as well as enable shareholders and investors to actively
engage with the Company. The communication policy with shareholders or the capital market community
demonstrates the Company's commitment to implementing the principles of corporate governance.
GENERAL POLICIES
The Company opens communication between the Board of Directors and the shareholders. Informative and
constructive dialogue will encourage the quality of corporate governance implementation. The Company is
open to communicating transparently, making disclosures in a transparent and fair manner, treating
shareholders equally and protecting the interests of shareholders, upholding integrity, timeliness, and the
relevance of the information provided. The Company will ensure that information is conveyed accurately
and that there is no misleading information in the capital market. Communication with shareholders is
conducted according to their needs.
COMMUNICATION MEDIA
Communication with shareholders is carried out in the following ways:
General Meeting of Shareholders (GMS)
The GMS is a forum for shareholders to exchange opinions and make proposals with the Board of
Directors. The Board of Commissioners, the Chairman of the Audit Committee and the Board of
Directors must be present to answer questions raised by shareholders. The Company must submit a
notice of the General Meeting of Shareholders accompanied by clear and concise documents and provide
adequate time between the notice and the implementation of the meeting in accordance with applicable
regulations.
The implementation of the General Meeting of Shareholders (GMS) must be well planned and organized
in accordance with regulations. The GMS must be prepared to facilitate shareholders in participating in
the meeting. Shareholders who cannot attend and vote at the GMS are facilitated through the
appointment of a proxy or representative to attend and vote. The rules of procedure for the GMS are
communicated to shareholders at the time of the meeting.
Provisions regarding the holding of the GMS are governed by Law No. 40 of 2007 concerning Limited
Liability Companies, OJK Regulation No. 10/POJK.04/2017 concerning the Plan and Implementation
of General Meetings of Shareholders of Public Companies, and the Company's Articles of Association.
Shareholders are given the opportunity to submit proposals for the GMS agenda in accordance with the
requirements as stipulated in Article 12 of POJK 10/POJK.04/2017 and the Company's Articles of
Association. Furthermore, provisions regarding the holding of the GMS are regulated in the new POJK,
namely POJK 15/POJK.04/2020. Shareholders can participate in the GMS online (virtually) using the
eASY.KSEI and e-Voting systems. The GMS agenda materials are available in the form of physical
documents as well as electronic documents that can be downloaded from the Company's website.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 40
Page 108
Public Expose
Public Expose is a medium of communication between the Company and shareholders. Provisions
regarding the implementation of Public Expose are regulated in Listing Regulation No. I-E, Decree of
the Board of Directors of the Jakarta Stock Exchange Number: Kep-306/BEJ/07-2004 concerning
Information Submission Obligations. Public Expose presentation materials are available at the
Company's office and can be downloaded on the Company's website. Public Expose participants are
given the opportunity to ask questions and submit suggestions. Public Expose is carried out to ensure
that the dissemination of information has been conveyed evenly. In the current development,
shareholders can follow the public expose online, making it easier to follow the Company's
development.
Financial Reports
The Financial Statements strive to provide fair, balanced, and understandable information so that
shareholders can assess the Company's financial position and business prospects. The publication of
financial performance is carried out promptly on the company's website. The Financial Statements are
accountability reports of the Board of Commissioners and Directors regarding the financial results
during the year. The financial statements consist of the Balance Sheet, Income Statement, and notes to
the financial statements that reflect the Company's performance during the relevant financial reporting
period. The submission of financial statements is regulated in OJK Regulation No. 14/POJK.04/2022
concerning the Submission of Periodic Financial Statements of Issuers or Public Companies.
Sustainability Report
Sustainability reports focus on a company's non-financial performance, covering three main points,
namely: Economic Aspect (Profit), Environmental Aspect (Planet), and Social Aspect (People). This
concept is known as the triple bottom line, which aims to communicate the organization's impact on
society, the environment, and profit in a sustainable manner.
1. Economic Aspect (Profit/Economic)
This aspect measures financial performance and the direct and indirect economic impact of the
company's operations on stakeholders. It includes management efficiency, financial performance,
investment, and contribution to the local economy.
2. Environmental Aspect (Planet/Environmental)
This aspect assesses how the company manages its impact on the planet, including energy use,
waste management, carbon emissions, water usage, and biodiversity. This aspect focuses on
environmental preservation efforts
3. Social Aspect (People/Social)
This aspect focuses on the company's relationship with people and society. It includes occupational
health and safety, human rights, labor practices, social compliance, and contributions to the welfare
of the local community.
Provisions regarding Sustainability Reports are regulated in POJK 51 of 2017 concerning the obligation
to submit Sustainability Reports.
Communication with the Investment Community
The Company conducts dialogues with shareholders, investors, and analysts, both individually and in
groups, to facilitate effective communication between the Company and the investment community. All
information conveyed to the investment community is carried out with regard to compliance with
applicable regulations as well as internal regulations governing company information.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 41
Page 109
Company website
The Company's website contains information regarding the general profile, products, and financial
performance listed in the annual report as well as periodic reports. It is presented openly to the public
and provides access to relevant Company information for shareholders. The website also provides other
important information if the Company has significant events that need to be known by the public. This
information is published on the website for at least five years from the date of publication. The
information on the Company's website is continuously reviewed and updated. The Company's website
is www.wapo.co.id.
Email Access
The Company provides access for shareholders, investors, and the public to communicate via email
address:
- iws.id2000@gmail.com
- iws@wapo.co.id
- wapo.sby@gmail.com
The Communication Policy is reviewed regularly in accordance with the Company's developments.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 42
Page 110
BUSINESS RISK
1. General Overview
Business risk is uncertainty that may occur and can result in losses. To minimize the risks that may
arise, the Company conducts regular evaluations of the results achieved.
We can explain the general description of the Company's risk management system as follows:
• Recognize well the Company's suppliers and customers to minimize the risk of default and fail to
deliver.
• Implement policies and procedures in the Company's operations including insurance of the
Company's assets.
• Control risk by identifying potential losses and mitigating risks.
• The exchange of information on risks is conveyed through regular meetings. If there is a risk, it is
conveyed to the leader so that it can be minimized.
2. Types of Risks and Its Management
The Company's Business Risks are identified as follows:
1. Risk of Raw Materials Availability and Non-Standard Raw Materials
2. Competition
3. Risk of Price Fluctuation
4. Risk of Production and Distribution
5. Risk of Weather and Pest Diseases
A. Explanation of Business Risks
1. Risk of Raw Materials Availability and Non-Standard Raw Materials
- Commodity raw materials:
The Company obtains most of its raw materials such as Seaweed, Coffee Beans from
farmers and suppliers which are highly influenced by the harvest. Reduced yields due to
weather factors and pests and diseases can lead to reduced supply. To maintain the
continuity of raw material supply, the Company maintains good relationships with
suppliers in various regions. One of them is to hold regular visits and meetings with farmers
and suppliers.
- Raw materials for vitamin drink products:
Some raw materials must be imported from overseas. Minimum order requirements (MoQ)
and long arrival times may cause raw materials to be unavailable. To mitigate this risk, the
Company should plan the purchase of raw materials in advance and in sufficient quantities.
2. Competition
The trading business in which the Company conducts its activities is very open to new entrants
(competitors). Increased competition may result in a decrease in the Company's revenue.
Competitors strive to provide good service to consumers. They also provide competitive prices
with attractive promo programs. To minimize this risk, the Company tries to maintain product
quality and provide various conveniences to consumers such as direct distribution and
competitive prices.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 43
Page 111
3. Risk of Price Fluctuation
- Price of Commodity product:
Commodity products have high price fluctuations and are influenced by the international
market. The availability of raw materials depends on many factors such as weather, pests
and diseases, production levels, world consumption levels, supply and demand levels. The
number of similar businesses makes the price of goods fluctuate rapidly. This situation
causes an increase in the price of goods. For this reason, the Company also conducts
cultivation with a cluster system to ensure supply and price stability.
- Price of vitamin drink products:
Imported raw materials are priced in foreign currency. Currency stability is very important
to keep raw material prices stable. An increase in raw material prices results in an increase
in the price of the finished good. Foreign currency risk is more difficult to control. The
Company hopes that national and global political stability will be maintained during the
recovery period after the pandemic.
4. Risk of Production and Distribution
- Commodity products:
Trading businesses have less production and distribution risk than industrial processing
businesses. Most Coffee Bean and Seaweed commodities are shipped directly from
suppliers to consumers. Risks occur when long distance delivery from the cultivation center
causes goods to be damaged on the road. To minimize this risk, the Company distributes
from the nearest cultivation center.
- Vitamin and mineral water beverage products:
Sunkist and AirAlam products are produced in modern factories with international
standards. However, the risk of production failure remains, including non-standard
products. To minimize this risk, the Company makes careful production planning.
Production facilities are checked and maintained regularly. High distribution cost is also a
risk. The Company cooperates with several expeditions to reduce distribution costs.
5. Risk of Weather and Pest Diseases
Agricultural commodities and plantations are highly vulnerable to weather and pests and
diseases. High and prolonged rainfall can disrupt the supply of raw materials. This problem
usually occurs from November to March. High and continuous rainfall will affect the growth
of coffee beans and seaweed. In addition, incomplete drying will reduce the quality of raw
materials which ultimately affects the Company's production and sales volume.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 44
Page 112
B. Review of the Effectiveness of Risk Management Systems
The implementation of successful risk management is demonstrated by the identification and
analysis of risks according to their level of importance. Risks are effectively mitigated, tracked
and controlled. Problems are prevented before they occur and all parties consciously focus on
what will affect the achievement of goals.
The Company has long experience so that it is able to minimize risks. So far, the risk management
system can run effectively because it implements the following steps:
1. Identifying Risks
2. Analyzing Risk
3. Evaluating Risk
4. Anticipating Risk
5. Monitor and Review Risks.
This step can result in a simple but effective solution to sustain business post-pandemic.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 45
Page 113
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
The Company realizes that the purpose of its activities is not only aimed at creating value for shareholders,
but also at providing benefits to the community. Through social activities, the Company strives to foster
cooperation and harmonious relationships with the local community. In 2024, the Company implemented
a Corporate Social Responsibility (CSR) program by partnering with coffee and seaweed farmers in
cultivation center areas.
Types of programs related to environmental aspects and product responsibility are as follows:
1. In 2025, the Company will collaborate with the social foundation KAPPI to support training activities
for making various cakes for coffee farmer groups in several regions.
2. In 2025, the Company will provide equipment and seeds assistance as well as participate in narcotics
prevention activities in school environments.
3. Providing counseling on good cultivation practices as well as post-harvest product handling.
4. Assisting farmers in terms of health and welfare such as donations to communities building simple
houses.
5. The Company encourages seaweed farmers to cultivate using good systems and to engage in
socialization about marine water pollution.
Product Responsibility
The Company is committed to providing high-quality raw materials. The production process is carried out
responsibly using quality materials. To ensure that production has been carried out properly, the Company
holds production feasibility certificates such as the Processing Feasibility Certificate (SKP) or Good
Manufacturing Practices, Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP), Quality and Production
Management ISO, and Indonesian National Standards (SNI). Specifically for beverage products, the
production process is conducted in a modern-standard factory, where the process is hygienic and its
cleanliness is guaranteed. This is a form of the company's responsibility to the public.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 46
Page 114
COMPANY LAWSUIT
On May 23, 2018, the Company filed a lawsuit for default to Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN). The
case underlying this lawsuit originated from the purchase transaction of White Crystal Sugar where KGN
could not fulfill a total of 5,774 sacks (288,700 kg) worth Rp 3,089,000,000. In addition, 250 sacks (12,500
kg) worth Rp 133,750,000 were not in accordance with the quality standards agreed by both parties. KGN
also did not provide proof of tax payment for this transaction.
There was no good intention from Koperasi Garudayaksa Nusantara to resolve this issue so the Company
filed Somasi I and II. Until the deadline that has been set, Koperasi Garudayaksa Nusantara did not take
action as stated in the Somasi letter.
The first and second-level court decisions (appeal) were won by the Company. Likewise, at the cassation
level, the Supreme Court rejected KGN's cassation submission, so the Company once again won this case.
The Company submitted an aanmaning to carry out a security seizure. Currently, KGN is filing an
opposition lawsuit against the aanmaning request.
In the process of filing a lawsuit opposing the execution of the company's aanmaning, a settlement occurred
between the company, KGN, and Junieka. The result of the settlement agreed that Junieka would pay the
debt to the company and KGN with the assets they owned through a bankruptcy mechanism so that the
assets would be auctioned by an appointed curator. The auction mechanism through bankruptcy was carried
out because Junieka's assets were registered under another person's name (Mustafa), and Junieka's
ownership was only based on a fully paid PPJB; therefore, to avoid new legal problems, the bankruptcy
mechanism process was chosen to settle Junieka's debt to the company and KGN.
In 2025, the Company filed for PKPU and Bankruptcy proceedings against Junieka. Junieka has now been
declared bankrupt with all its legal consequences, and a curator has been appointed in the name of Budy
Supriady SH MH, as the curator to manage Junieka's bankrupt estate for public or private auction, after
which the proceeds from the auction of the bankrupt estate will be used to pay debts to the company and
KGN.
The bankruptcy process is currently at the stage of submitting Junieka's bankrupt estate for auction to
KPKNL (public auction). If the public auction is unsuccessful, the curator will seek buyers interested in
purchasing the bankrupt estate through a private sale.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 47
Page 115
SUSTAINABILITY REPORT 2025
PT WAHANA PRONATURAL TBK
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 48
Page 116
INTRODUCTION
As a company that has been established for more than 20 years, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) is
committed to growing with the community, benefiting each other, as well as participating in creating
welfare around the company’s operational location area. In addition to being profit-oriented, we also strive
to pay attention and be involved in the fulfillment of community welfare and actively contribute to creating
environmental and social sustainability. We believe that we will be able to fulfill the expectations of society.
Meaning and Benefits of Sustainability Report
In this Sustainability Report, we convey to stakeholders about sustainability performance consists of three
pillars, there are economic, environmental, and social. In the context of Sustainable Development, this
report is also a medium that presents information related to the Company's contribution to the achievement
of the Sustainable Development Goals /TBP (SDGs).
Through this report, we hope to obtain various benefits both internally and externally. The Internal benefits
include:
• Sharpening of a vision and strategy in the sustainability aspects
• Strengthening management systems related to sustainability management
• Increasing the transparency and accountability in sustainability governance
• Analyzing the weaknesses and strengths of the Company
• Increasing the motivation of workers who care about the environment and society
Meanwhile, the external benefits include:
• Improving the image and reputation of Issuers and Public Companies and public trust
• Facilitating access to get funds/investors
• Improving relationships with stakeholders
• Increasing competitiveness
The Principles of Sustainable Finance
To produce an effective implementation of Sustainable Finance, the Company pays attention to the
following 8 (eight) principles:
1. The Principles of a Responsible Investment
Responsible investment is an investment approach that considers economic, social, environmental, and
governance factors in investment decisions aimed at better managing risk. The business carried out in
the field of Coffee Beans and seaweed trading always attaches importance to environmental
preservation. The Farmers and fishermen take advantage of a good environment to rebuild their crops
to produce good production.
2. The Principles of the Sustainable Business Strategy and Practice
Establish and implement sustainable business strategies and practices in every decision-making by
emphasizing the achievement of long-term goals and the establishment of short-term strategies that are
part of efforts to achieve long-term goals. The Company has a vision, mission, organizational structure,
strategic plan, standard operating procedures, work programs to the determination in risk factors in risk
management.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 49
Page 117
3. Principles of Social and Environmental Risk Management
Have a precautionary principle in measuring the social and environmental risks of the Company's
operating activities. Social and environmental risks include the negative social and environmental
impacts of operating activities.
4. Principles of Governance
Implement sustainable governance (economic, environmental, and social) that is built on the principles
of transparency, accountability, responsibility, independence, professionalism, equality, and fairness.
5. Principles of Informative Communication
Prepare and provide informative reports covering the Company's strategy, governance, performance,
and prospects. This report can be accounted for and submitted through the Company's website media so
that it is easily accessible to all stakeholders.
6. Inclusive Principle
Strive to ensure the availability and affordability of products so that they can be accessed by consumers.
7. Principles of the Priority Leading Sector Development
Considering the priority leading sectors that have been set by the Government through the Medium-
Term and Long-Term Development Plans (RPJMN and RPJP). This is conducted to support the
achievement of sustainable development goals, including tackling climate change.
8. Principles of Coordination and Collaboration
In order to align strategies/policies, business opportunities, and product innovations with the national
interest, the Company is active in the Forum of the Association of Indonesian Issuers and other activities
related to Sustainable Business.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 50
Page 118
The Strategy of Sustainability
The Company considers that sustainable growth does not only come from economic benefits, but also from
the Company's contribution to empowering the community around the business location, the individuals
who work in the Company, and the surrounding environment. This sustainability is also accompanied by
strategies for carrying out social responsibility and support for the Sustainable Development Goals. The
Company strives to provide benefits and positive contributions to the surrounding community. The
Company evaluates and measures the impact on all its activities to ensure a clean and healthy environment,
both for the work environment and the surrounding environment. The disclosure of sustainability
performance information in the Sustainability Report is based on determined material topics taking into
account their impact on each stakeholder.
Form and Content of Sustainability Report
The 2025 Sustainability Report reveals information on the Company's sustainability performance for the
period from January 1 to December 31, 2025. This report is prepared based on POJK No.51/OJK.03/2017
and is published annually together with the Annual Report.
Allocation of Environmental Social Responsibility Fund (TJSL) to Support the Implementation of
the Sustainable Finance
The Company has planned to allocate part of TJSL funds to support sustainable finance implementation
activities. The plan is in the form of building facilities and infrastructure to improve the quality of life of
the community around the business. The report on the use of TJSL funds is set forth in the Sustainability
Report.
Adjustments (Alignment)
In implementing Sustainable Finance, the Company seeks to develop internal capacity and organizational
adjustments so that the sustainable business targets can be realized, that is the creation of sustainable
economic growth and the running of business activities that care about environmental aspects and social
aspects.
The main thing to do is to prepare human resources (HR) who understand and are able to implement the
sustainability practices and be directed to encourage the innovation or development of various sustainable
products.
In order to implement POJK 51/POJK.03/2017, the Company gradually and in accordance with financial
conditions, structure, and complexity strives to make organizational adjustments, risk management,
governance, and/or standard operating procedures (SPO) in response to market needs, and support
government policies related to the Sustainable Development Goals (SDGs) and Climate Change.
Adjustment of the organization to the principles of Sustainable Finance is conducted, among others to the
vision, mission, strategic plan, organizational structure, as well as the main tasks and functions of
sustainability. The adjustment process is performed in accordance with the needs and priorities of the
Company. Adjustments of the organizational structure carried out by adding sustainability functions to
existing units.
One of the principles of Sustainability is the implementation of sustainability governance. The Company
seeks to make adjustments to existing governance by adding sustainability aspects to the corporate
governance structure so as to support the achievement of sustainable business goals. This function is
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 51
Page 119
currently covered by existing work units by coordinating from planning to monitoring and evaluating
various sustainability policies, programs, and practices.
The application of sustainability principles also requires adjustment of principles, systems, and risk
management analysis by adding social, and environmental components as new components in the risk
management system in accordance with the characteristics of the Company.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 52
Page 120
SUSTAINABILITY OVERVIEW
Economic Aspect
Descriptions Units 2025 2024 2023
Net Revenue Rp Billion 1.436 2.122 421
Gross Profit Rp Billion 20.2 26.6 11.9
Income from Operations Rp Billion (15.1) 0.5 (0.4)
Income for the year attributable Rp Billion (11.6) 0.7 0.2
Return on Average Asset (ROAA) % (0.13) 5.6 0.5
Return on Average Equity (ROAE) % (0.18) 3.9 0.5
Net Profit Margin (NPM) % (0.81) 0.03 0.01
Enviromental Aspect
Descriptions Units 2025 2024 2023
2
Electricity Usage Intensity kWh/m - - -
The Reuse of Treated Wastewater m3 - - -
Social Aspect
Descriptions Units 2025 2024 2023
Women Employee % 72 55 50
Total of Working Hours/Day Hours 8 8 8
Total of Training Hours Hours 24 24 24
Training Hour Average per Employee per Year Hours 24 24 24
Local Employee (indonesia) % 11 9 6
Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Rp Million 85 - -
Employee Engagement Index 90 - -
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 53
Page 121
Report Profile
The 2025 Sustainability Report of PT Wahana Pronatural Tbk (the Company) is a continuous presentation
of the Annual Report that has previously been submitted to the Public. This report refers to POJK Number
51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Service Institutions,
Issuers, and Public Companies (Sustainable Finance). Other disclosed information refers to international
standards, namely the Global Reporting Initiative (GRI). The contents of this report cover one year of
information from January 1 to December 31, 2025, accompanied by numerical data with comparisons to
the previous three years. The report contents include information on company performance, impacts,
responses, and actions in addressing economic, social, and environmental issues. In the economic aspect,
the Company provides a summary of financial data for the year 2025. In preparing the Sustainability Report,
the Company pays attention to the principles of determining the content of the report, including materiality,
sustainability context, , stakeholder involvement, and completeness. We consider aspects of balance,
comparability, accuracy, and clarity to measure the quality of the report. Meanwhile, the reported financial
data has been audited by the Public Accounting Firm (KAP) Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Partner.
Response of Feedback
The Company provides space for the public to submit input as feedback for future improvement. Overall,
the Company has disclosed the performance of economic, social, and environmental aspects in a balanced
manner. However, management needs to continue to improve disclosure, especially the performance of
environmental aspects. In the next year, the Company is better prepared to continue to improve performance
in environmental aspects.
Eco-Friendly Products, Waste, and Effluents, Biodiversity Conservation
The Company has two products, there are Coffee Beans and seaweed. Both of them are raw materials that
must be reprocessed so that they can be consumed. Coffee Beans are produced from trees that are picked
(harvested) directly at a certain age. Then it is peeled and dried to get good quality Coffee Beans then
packed into sacks and ready to be sold. The waste produced is in the form of coffee husks which can be
reprocessed into drinks and spices. Coffee cultivation is in the plantation areas and is managed
continuously. Land management is carried out by paying attention to the surrounding environment so as
not to disturb biodiversity.
Seaweed is mostly produced from cultivation, harvested at a certain age then dried manually with sunlight.
The Dried Seaweed is then packed into sacks and ready for sale. The waste produced is in the form of salt
sand which can be used as fertilizer for plants. The Seaweed plant cultivation is on a clean coastline and
away from waste. That is managed properly and sustainably. The coastal environment must be kept clean
to maintain the preservation of biodiversity, as well as that the plants can grow well and produce the
maximum harvests.
Other products are Sunkist Water C (high vitamin c drink) and AirAlam brand mineral water. Both of these
products are made in cooperation with third parties. Production is carried out in a factory that has SNI
standards, good production procedures and halal certification. If there is a return because it is not sold, the
waste generated is plastic bottles. The Company disposes of plastic waste by reprocessing using
experienced vendors. The implementation of destruction pays attention to the surrounding environment so
as not to harm the community and the environment.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 54
Page 122
Energy and Emissions
The Company's business is engaged in the trade of agricultural and marine products, where products from
suppliers are delivered directly to the buyer's warehouse. The selling price already includes all cost
components (borne by the buyer), so the energy and emissions generated are zero. Other products are
Sunkist Water C (a high vitamin C drink) and AirAlam mineral water. Both are private label products
through cooperation with third parties. In distribution, the Company uses third-party services, including
loading and unloading services. Energy and emissions are borne by the third parties.
Material Topics
We present this Sustainability Report with a focus on three aspects, namely economic, environmental, and
social. In the context of Sustainable Development, this Report also serves as a medium that provides
information related to the Company's contribution to achieving the Sustainable Development Goals / SDGs.
The Impact of Economic Performance on the Company and Stakeholders
Good financial and economic performance will have a positive impact on the company and stakeholders
(benefits for employees, customers, the community through social responsibility activities, and tax revenue
for the government). In 2025, the Company experienced a loss due to promotion and distribution policies
aimed at enhancing product branding.
The Company's Involvement in Impact Management
• Setting financial targets;
• Developing business strategies;
• Preparing financial reports;
• Conducting external audits of the company's financial performance
The Impact of Employment on the Company and Stakeholders
The sustainability of a company's business is influenced by the quality of Human Resources (HR) who are
responsible and competent. Therefore, strong labor management becomes an important topic.
The Company's Involvement in Impact Management
• Fair recruitment;
• Conduct the training for employees;
• Adequate HR management;
• Provide the salaries and benefits in accordance with applicable policies;
• Allow time for the leave;
• Performance appraisal and career path.
The Impact of Training and Education on the Company and Stakeholders
The training and education programs are one of the Company's strategies for improving the competence
and capacity of employees. The presence of competent employees will facilitate the Company's business.
The Company's Involvement in Impact Management
• Develop training and education programs;
• Identify employee needs related to skills, knowledge, and others so that they can provide effective training
programs.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 55
Page 123
The Impact of Anti-Corruption on the Company and Stakeholders
The Company is committed to upholding anti-corruption and maintaining a healthy operational
environment. Employees need to be educated about integrity so as to stay away from corruption and other
fraud.
The Company's Involvement in Impact Management
• Socialize code of ethics policies, corporate values, and anti-corruption;
• Provide a whistleblowing system;
• Provide strict sanctions for employees who commit corruption;
• Conduct periodic stock opname and perform routine audits of performance and internal compliance
The Impact of Diversity and Equality on the Company and Stakeholders
The Company is committed to supporting diversity and equal opportunities in a work environment based
on mutual trust, respect, and without discrimination. Diversity and equality practices are applied in the
recruitment process and career progression.
The Company's Implementation of Impact Management
• Existence of policies related to diversity and equality;
• No discrimination in employee recruitment practices;
• All employees have the right to higher career levels.
Stakeholder Engagement
Involving stakeholders is very important because their roles influence the development and sustainability
of the company. Stakeholders also exert influence on policies, decision-making, and the company's
operational activities. Stakeholders consist of various groups, including local parties who are directly or
indirectly involved in the company's business processes. Interaction with stakeholders is managed by the
Corporate Secretary. Professional relationships with stakeholders are built to obtain input and advice to
improve operational performance. The approach to stakeholders is expected to enhance the company's
understanding of stakeholders' needs to improve sustainable performance.
The Membership in the Association
The Company actively involves itself in several associations relevant to its business activities. Membership
in the association is useful for maintaining strategic partnerships. The associations followed by the
Company are:
- Association of Indonesian Issuers (AEI)
- Association of Indonesian Coffee Exporters (AEKI)
- Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 56
Page 124
Stakeholder Engagement
Approach Methods and Its Management
Company Responses on
Stakeholder Type Meeting/Engagement Significant Topics and Stakeholders' Needs
Media and Its Frequency Stakeholders' Needs
● Performance report and ● Organize the Annual GMS and
● Annual GMS assessment Extraordinary GMS
● Determine usage of net ● Report operational, financial, and
Shareholder income and dividends other performances
● Extraordinary Annual ● Determine remuneration
GMS (if needed) ● Maintain the performance to
for Board of
achieve maximum target
Commissioners
● Conduct trainings
● Carry out the work assessment
Formal and informal ● Training and provide career opportunity
Employee
meeting as needed ● Employees welfare ● Ensure the safety and employee's
● Gathering rights in accordance with the
Company's Regulation (PP)
● Customer
communication, as needed ● Product needs
● Provide services to each customer
● Customer service, as ● Buying and selling as needed
Customer
needed contract
● Website, as needed
● Customer ● procurement, purchase
communication, as needed of goods
● Provide information updates
● Mutual work agreement
Principle (Supplier) ● invitation to see the about product quality and price, as
and agreed by both parties
production process, as needed
needed ● on-time payment
● Periodic Report ● Product safety ● Provide Annual Report and
(quarterly and annual) Sustainability Report
Government ● Regulation compliances
● Special meeting, as ● Report to the regulators
needed ● CSR programs ● Tax payment
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 57
Page 125
Company’s Business Process
A. Commodity Trading
Receives orders Makes orders to Prepare the goods
from Buyer the cooperative according to the Deliver the goods
farmers buyer’s order to the buyer
B. Beverage Product Distribution
Forecast Sales Forecast
& Marketing Produksi Production Distribution
Employment and Financial Inclusion
In 2025, the Company's revenue experienced a decline. During the year 2025, the Company recorded net
sales of IDR 1.4 trillion, consisting of coffee beans, dried seaweed, Sunkist Water, and mineral water
products. The largest sales contribution came from the Coffee Beans commodity at 91% (IDR 1.3 trillion),
followed by Dried Seaweed at 5% (IDR 68 billion), Mineral Water at 3% (IDR 43 billion), and the
remainder from Sunkist Water C at IDR 8 billion (0.5%).
To improve the community's economy, the Company empowers farmers and fishermen in the regions. The
Company has a partnership program open to farmers and fishermen to facilitate obtaining supplies at
reasonable prices. This is a form of the Company's role in improving the welfare of farmers and fishermen
as well as efforts to enhance public health. With increased sales, the absorption of agricultural and marine
products grows, indirectly supporting financial inclusion across Indonesia. Sunkist Water C products are
distributed as an effort to help improve public health.
Recruitment and Turnover of Employees
Opportunities to work at the Company are open to anyone regardless of social background. We provide job
opportunities to the wider community through open recruitment. We ensure that there is no child labor
employed under the minimum age. The minimum employee age is 20 years old. The Company strives to
create a good work atmosphere to maintain employee engagement and performance, resulting in a very low
average turnover rate. Most employees feel comfortable and feel a sense of ownership.
Diversity and Equal Opportunity
The Company upholds justice and equality, ensuring that there is no discrimination in the business
environment. This is applied not only to the recruitment process but also to career advancement
opportunities and remuneration. The Company does not differentiate salaries and benefits for male and
female employees. What differentiates is the length of service of each employee, job level, quality, and
work experience.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 58
Page 126
Remuneration and Employee Welfare
Employee rights are regulated and guaranteed in Company Regulations (PP) and one of them regulates the
provision of remuneration. The Company upholds compliance with laws and regulations regarding
manpower. Employee wage standards for both men and women have met the Regional Minimum Wage
(UMR) rules.
To ensure that employee salaries remain competitive, we provide additional allowances to encourage every
employee to excel. In addition to the basic salary, employees also receive meal, health, transportation, and
communication allowances. These allowances are a reward for the experience, skills, and abilities of each
employee. Furthermore, the Company also provides 12 calendar days of annual leave and 90 calendar days
of maternity leave. Periodically, we conduct evaluations and ensure that employee salaries remain
competitive.
Employee Competency Development
The Company encourages employees to develop their competencies to support their career paths. Several
trainings both internal and external of the company have been attended to develop the competence and work
productivity of all employees.
Understanding of Anti-Corruption
We implement an anti-corruption policy as part of a work culture that applies to all employees. This is
conveyed to employees when signing an employment agreement and is also conveyed on various occasions
and communicated directly to all employees. Anti-corruption enforcement efforts are also carried out by
sending employees to participate in socialization organized by external parties.
Welfare for Retiring Employees
The pension policy also applies to employees whose age has reached 55 years old. For employees who have
entered their retirement period, there is a Retirement plan available. The goal is that they can continue to
work and be empowered independently.
Performance Appraisal
Performance reviews and appraisals are consistently conducted for all employees. The performance
appraisal process is carried out in accordance with the standards of the Performance Management System.
The methods used to measure employee performance are Result Base Performance (KPI) and Behavioral
Base Appraisal.
Collective Bargaining Agreement
Company Regulation (PP) is made by the Company with reference to the law. This is expected to support
a conducive and productive work environment for employees and the Company. This Company Regulation
applies to all employees both at the head office and at the branch office. This regulation contains topics
such as labor relations, rights, and obligations, days and hours of work and overtime, holidays of leave and
permission to leave work, remuneration, and assessment of work results, safety, occupational health and
welfare, code of ethics of labor discipline and discipline, sanctions and warnings, termination of
employment, and problems solving.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 59
Page 127
Safe and Decent Working Environment
The Company pays attention to security, safety, and health in the workplace. The application of security,
safety, and health is valid for all employees without exception. At the office location, medicine and first aid
kits are available. The head office building, it is equipped with emergency security tools such as emergency
stairs, light fire extinguishers (APAR), hydrant, sprinkles, and smoke detector.
Employee's Benefits based on Employment Status
Benefit Types Permanent Employees Contract Employees
Wages (Basic salary dan meal allowance) √ √
BPJS Kesehatan √ √
BPJS Ketenagakerjaan √ √
Religious Allowance √ √
Incentive √ √
Transport and Communication Allowance √ √
Annual and Maternity Leave √ √
Strategies for Surviving in the Pandemic
The economic impact during the pandemic is unavoidable. The company's operations are no exception.
Strict government restrictions affect the company's performance, as well as the policies of export destination
countries. Many countries have halted their demand for goods, which impacts the company's sales. To
address this issue, the company maintains ongoing communication with customers and suppliers. This aims
to find solutions to survive together. The company continues to implement health protocols to protect
employee health. To safeguard employee health, disinfectant spraying is carried out throughout the work
environment, masks are distributed, and vitamins and medicines are provided.
Product Responsibility
The products produced by the Company are raw materials that have been ensured safe for further processing
into consumer products or other uses. The production process has obtained Hazard Analysis and Critical
Control Point (HACCP) certification and Good Manufacturing Practices (GMP) certification. There were
no reports of complaints regarding the impact of the products on public health and safety throughout 2025.
The product packaging contains a label with the production date code and the source of the goods to
facilitate the tracing process.
3R Implementation: Reduce, Reuse, Recycle
The company cares about environmental management, which is currently a global issue/topic. The company
seeks to reduce the use of materials that can pollute the environment by involving the community and
suppliers from seedling to processing. The company pays attention to a good production system to minimize
environmental impact.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 60
Page 128
The material used to package coffee beans is easily biodegradable burlap sacks. The packaging for seaweed
products is plastic sacks that can be reused. Meanwhile, the packaging for beverage products in PET bottles
can also be reused through a recycling system. We strive to reuse plastic packaging to reduce plastic waste.
If the packaging cannot be reused, it will be sold to third parties so it can be reused. We believe that small
changes will help create a clean and healthy environment.
Management of Waste Generated
The trade of agricultural and marine commodities generates little waste because the goods sold do not go
through a production process within the Company. Management is adjusted according to the type. Sunkist
Water C (a high vitamin C drink) and AirAlam mineral water are contract-manufactured products through
cooperation mechanisms with third parties. Production is carried out in factories that have SNI standards,
good manufacturing practices, and halal certification. The Company destroys plastic waste from rejects by
reprocessing it through experienced vendors. The implementation of destruction takes the surrounding
environment into account so as not to disturb the community and the environment.
The Company reduces paper usage in the office and uses more soft documents. If necessary, we reuse the
blank sides of used paper, maximally use digital platforms, thereby reducing paper usage.
Energy Consumption, Energy Intensity, and Efforts to Reduce It
In carrying out company operations, the energy sources used are electricity and fuel oil (BBM) for
operational vehicles. The company’s report energy calculations based on data on fuel purchases, while
electricity calculations are obtained by converting electricity costs into kWh.
Community Empowerment
One of the roles that will be carried out to develop the potential of the community is production
development. Assistance is provided by providing an understanding of how to produce well and correctly.
This aims to increase the potential and competitiveness of the product so that it can be accepted by the
market. In addition, this effort helps improve the welfare of farmers and fishermen.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 61
Page 129
SUSTAINABLE GOVERNANCE
Person in Charge of Implementing Sustainability Principles
The management of sustainability and economic, social, and environmental impacts is carried out by
involving all functions. The Company has mapped out delegations and responsibilities for managing
economic, social, and environmental impacts.
• The FAA is responsible for the Economic and Financial aspects
• Corporate Affairs responsible for Social and Environmental aspects
• The Corporate Secretary is responsible for aspects of Public Relations
Competency Development Sustainability Aspects
In order to improve sustainability performance, a common understanding of sustainability principles in the
Company environment is needed. The Company strives for every employee to gain an understanding of
aspects of sustainability, risks, opportunities, and impacts. The understanding given to employees is as
follows:
• Application of the Code of Ethics
1. Carry out work with honesty and integrity;
2. Prioritize the interests of the Company by obeying and upholding Company regulations;
3. Obligation to maintain Company confidentiality.
• Management Approach to Sustainability Risk
Sustainability risk management includes the management of economic, social, and environmental risks
that not only have an impact on the Company's business continuity but also their impact on the
environment and life of future generations. However, because the Company's business can be run
effectively, the risks faced are not too great, except for the costs that must be reserved.
Regarding environmental aspects, the Company had applied the principle of prudence so that operational
activities do not pollute the environment. The Company has implemented initiatives to support
environmental sustainability through electrical and water-energy efficiency. All efforts in managing
sustainability risks carried out by the Company are expected to maintain business continuity and
anticipate potential negative impacts on social and environmental in the future.
• Management Approach to Material Topics
1. Economic Performance
Significance of the Topic:
The Company has an interest in maintaining growth and maintaining positive economic
performance in order to ensure the sustainability of operations and businesses.
Policy:
Economic-related policies are successes in increasing income and margins.
Targets & Commitments:
The Company sets targets related to financial performance which will be evaluated at the end of
the year.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 62
Page 130
Achievements:
It has been conveyed in the financial highlight.
Special Initiatives:
In 2025, the Company prioritized efficiency and productivity so that economic performance is still
achieved.
Evaluation:
• The Company's overall revenue decreased due to the poor economic conditions. The Company
will strive to increase revenue from ready-to-drink/RTD products.
2. Employment
Significance of the Topic:
Proper employment management can support the attachment between employees and the Company
and create a good work climate, thus contributing positively to the Company's performance.
Policy:
The Company has a policy to maintain harmony between employees and the Company in order to
minimize the level of employee turnover.
Targets & Commitments:
• Employee walfare
• Average low employee turnover ratio
Achievements:
• The employee turnover ratio is only 1%.
• No employees have been laid off during the year 2025.
• Employee welfare is maintained, with no deductions in remuneration during the COVID-19
pandemic.
Special Initiatives:
The company does not reduce employees or the salaries received by employees even though
revenue has declined.
Evaluation:
The company places employees according to needs to support operational performance. The
employee turnover ratio in 2025 is very small, meaning that employee loyalty to the company is
very high.
3. Anti-Corruption
Significance of the Topic:
The Company has an interest in enforcing anti-corruption in its work environment without
exception. Management continued to raise awareness of the impact of corruption and anti-
corruption enforcement efforts.
Policy:
The Company creates a Code of Ethics to minimize fraud. Maintaining integrity in work and
maintaining Company secrets is one of the codes of ethics that must be done.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 63
Page 131
Targets & Commitments:
No fraud occurred whether it is significant or not.
Achievements:
• Employee work loyalty is very high, and no fraud occurs whether it was significant or not.
• The integrity pact applied bindingly to all employees.
Special Initiatives:
Socialized the Code of Ethics to all employees.
Evaluation:
To prevent corruption, the Company conducts financial supervision using financial applications. In
an effort to enforce anti-corruption, sanctions/reprimands/fines up to termination/dismissal apply
to any employee who commits fraud and corruption.
4. Training and Education
Significance of the Topic:
Training and education for employees are very important for the improvement of their
competencies which in turn can support the smooth operation of the Company.
Policy:
All employees, be they new employees or old employees, are given training. The material was
divided into general training materials and special training materials for specific departments and
positions.
Targets & Commitments:
All employees get the opportunity to take training and education
Achievements:
Each training invitation is attended by employees according to their interests and fields.
Special Initiatives:
In 2025, more training will be conducted online by external parties but still provide significant
benefits.
Evaluation:
Training and education are conducted online. Management ensured COVID-19 protocols were
working properly. The training materials provided to employees are expected to support their
competence in carrying out their work.
5. Diversity and Equality
Significance of the Topic:
The Company opens the opportunities for anyone to work together regardless of gender, ethnicity,
religion, special needs, or other differences.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 64
Page 132
Policy:
The Company provides opportunities for all employees to work and have a career regardless of
gender or SARA.
Targets & Commitments:
• Opportunity for anyone with a disability to be accepted to work.
• Opportunities for women to work in the Company.
Achievements:
The composition of women who became employees in 2025 was 70%.
Special Initiatives:
The Company had the principle that personal quality is important and the main thing in working.
Evaluation:
The Company provides equal opportunities for people with disabilities to work. In addition, it also
supports women's rights including recognizing her ability to occupy managerial posts. This is a
form of support for the achievement of the sustainable development goals on gender equality and
reducing inequality.
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 65
Page 133
Page 134
FEEDBACK SHEET
PT Wahana Pronatural Tbk's 2025 Sustainability Report provides an overview of financial performance
and sustainability. We expected the input, criticism, and suggestions from you all via e-mail or this form.
Please send this feedback sheet back to:
Iwan Setiawan
Corporate Secretary PT Wahana Pronatural Tbk
Building of Japfa Indoland Center, 9th Floor – R.907
Panglima Sudirman Street, No. 66-68
SURABAYA
Email: iws.id2000@gmail.com / iws@wapo.co.id / wapo.sby@gmail.com
Phone/Mobile: 031-5352705
Stakeholder Groups:
( ) Shareholders / Investors ( ) Customers ( ) Employees ( ) General public ( ) Government
( ) Partners/Suppliers
1. This report is easy to understand.
( ) disagree ( ) neutral ( ) agree
2. This report already describes the information on the material aspects of the Company, both from the
positive and negative sides.
( ) disagree ( ) neutral ( ) agree
3. What material topics are most important to you: (value 1 = most important to 4 = least important)
1. Economic Performance
2. Employment
3. Anti-Corruption
4. Training and Education
5. Diversity and Equality
6. Marketing and Labeling
4. Please be able to provide your suggestions/suggestions/comments on this report
.....................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
()
()
()
()
()
()
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 67
Page 135
PT WAHANA PRONATURAL TBK
FINANCIAL STATEMENT
DATED DECEMBER 31st 2025 AND 2024
AND FOR YEARS
ENDED ON THE DATE
AND
INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT
Annual Report and Sustainability Report 2025, PT Wahana Pronatural Tbk 68
Page 136
PT WAHANA PRONATURAL, TBK
)
LAPORAN KEUANGAN / FINANCIAL STATEMENTS
7
7 UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
7 31 DESEMBER 2025 DAN 2024 /
FOR THE YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2025 AND 2024
7 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN /
7 AND INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT
Page 137
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS
Halaman
/ Page
SURAT PERNYATAAN DIREKSI BOARD OF DIRECTOR’S STATEMENT
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT
LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal For the year ended at December 31,
31 Desember 2025 dan 2024 2025 and 2024
Laporan Posisi Keuangan 1 Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan 3 Statements of Profit or Loss and
Komprehensif Lain Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas 4 Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas 5 Statements of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan 6 Notes to the Financial Statements
Page 138
Page 139
Page 140
Page 141
Page 142
Page 143
Page 144
PT WAHANA PRONATURAL Tbk PT WAHANA PRONATURAL Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER 31, 2025 AND 2024
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
Catatan/ December 31, December 31,
Notes 2025 2024
Rp Rp
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 4 3.383.896.531 8.574.202.140 Cash and cash equivalents
Kas yang dibatasi penggunaannya 5 2.279.099.180 2.200.000.000 Restricted cash
Piutang usaha 6 Accounts receivables
Pihak berelasi 8.470.489.014 - Related parties
Pihak ketiga Third parties
neto setelah dikurangi net provision
cadangan penurunan nilai for declining in value
sebesar Rp. 230.724.964 amounted to Rp. 230,724,964
pada 31 Desember 2025 dan 2024 5.098.689.670 4.717.750.426 December 31, 2025 and 2024
Piutang lain-lain 7 Other receivables
Pihak berelasi 2.317.736.366 167.760.000 Related parties
Pihak ketiga 2.415.731.561 10.563.658.296 Third parties
Persediaan 8 15.776.146.680 11.253.036.393 Inventories
Pajak dibayar dimuka 27a 3.825.806.305 330.122.140 Prepaid taxes
Uang muka 9 15.000.000 - Advance payments
Beban dibayar dimuka 10 1.278.296.510 1.775.764.420 Prepaid expenses
Jumlah Aset Lancar 44.860.891.817 39.582.293.815 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON CURRENT ASSETS
Properti investasi setelah dikurangi 11 Investment properties-net off
akumulasi penyusutan sebesar accumulated depreciation of,
Rp 15.051.294.448 pada Rp 15,051,294,448 in
31 Desember 2025 dan December 31, 2025 and
Rp 13.988.364.448 pada Rp 13,988,364,448 in
31 Desember 2024 36.627.305.552 37.690.235.552 December 31, 2024
Aset tetap-setelah dikurangi 12 Fixed assets-net of
akumulasi penyusutan sebesar accumulated depreciation of,
Rp 21.821.682.468 pada Rp 21,821,682,468 in
31 Desember 2025 dan December 31, 2024 and
Rp 21.484.079.961 pada Rp 21,484,079,961 in
31 Desember 2024 6.169.947.710 7.363.256.760 December 31, 2024
Aset hak guna 13 161.101.606 140.169.307 Right of use assets
Aset pajak tangguhan 27d 1.967.889.849 1.741.576.266 Deferred tax asset
Aset lain-lain 14 121.310.000 69.310.000 Other assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 45.047.554.717 47.004.547.885 Total Non Current Assets
JUMLAH ASET 89.908.446.534 86.586.841.700 TOTAL ASSETS
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan which are an integral part of the financial statements
1
Page 145
PT WAHANA PRONATURAL Tbk PT WAHANA PRONATURAL Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 (Lanjutan) DECEMBER 31, 2025 AND 2024 (Continued)
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
Catatan/ December 31, December 31,
Notes 2025 2024
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK SHORT TERM LIABILITIES
Utang usaha - Pihak ketiga 15 22.713.027.383 13.488.877.272 Trade account payable - Third parties
Utang lain-lain 16 5.328.110 2.658.462 Others account payable
Utang pajak 27b 213.916.982 190.221.604 Tax payables
Uang muka penjualan 17 5.563.200.000 - Advance payments
Liabilitas sewa jangka pendek 18 32.336.453 32.336.453 Current maturities of ease liabilites
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 28.527.808.928 13.714.093.791 Total Short Term Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG LONG TERM LIABILITIES
Liabilitas sewa jangka panjang 18 - 62.668.367 Non current lease liabilities
Liabilitas imbalan kerja 19 1.081.836.106 773.273.132 Employee benefits obligation
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.081.836.106 835.941.499 Total Long Term Liabilities
Jumlah Liabilitas 29.609.645.034 14.550.035.290 Total Liabilities
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Capital Stock - Par Value
Rp 100 per lembar saham Rp 100 of per share
Modal dasar 2.000.000.000 lembar Authorized 2,000,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor Subscribed and paid-up capital
penuh - 1.240.923.111 saham 20 124.092.311.100 124.092.311.100 1,240,923,111 shares
Tambahan modal disetor 21 12.554.405.615 12.554.405.615 Additional paid-in capital
Penghasilan komprehensif lain 22 941.510.568 1.062.739.967 Other comprehensive income
Defisit (77.289.425.783) (65.672.650.272) Deficit
Jumlah Ekuitas 60.298.801.500 72.036.806.410 Total Equity
TOTAL LIABILITIES
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 89.908.446.534 86.586.841.700 AND EQUITY
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan which are an integral part of the financial statements
2
Page 146
PT WAHANA PRONATURAL Tbk PT WAHANA PRONATURAL Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS THEN ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER 31, 2025 AND 2024
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
Catatan/ December 31, December 31,
Notes 2025 2024
Rp Rp
PENJUALAN BERSIH 23 1.436.059.286.479 2.122.330.244.473 NET SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN 24 (1.415.814.324.585) (2.097.681.521.460) COST OF GOODS SOLD
LABA KOTOR 20.244.961.894 24.648.723.013 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Beban penjualan 25 (1.052.336.450) (55.950.200) Selling expenses
Beban umum dan General and
administrasi 25 (34.282.256.758) (24.073.628.217) administrative expenses
LABA (RUGI) USAHA (15.089.631.314) 519.144.596 GAIN (LOSS) FROM OPERATIONS
PENDAPATAN LAIN-LAIN OTHER INCOME
PENDAPATAN LAIN-LAIN
BERSIH 26 3.988.685.513 4.934.520.630 OTHER INCOME - NET
BEBAN KEUANGAN BERSIH 26 (707.950.386) (620.779.090) FINANCIAL EXPENSES - NET
Jumlah pendapatan Total other income - net
lain-lain bersih 3.280.735.127 4.313.741.540
LABA (RUGI) SEBELUM GAIN (LOSS) BEFORE
PAJAK PENGHASILAN (11.808.896.187) 4.832.886.136 INCOME TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 27c 192.120.676 (4.113.956.911) INCOME TAX EXPENSES
LABA (RUGI) BERSIH (11.616.775.511) 718.929.225 NET PROFIT GAIN (LOSS)
PENGHASILAN (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS)
Pengukuran kembali atas Remeasurement of defined
imbalan pasca kerja (155.422.306) 84.443.104 benefit obligation
Manfaat (beban) pajak terkait Income tax benefit (expense)
pos-pos yang tidak akan items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi 34.192.907 (18.577.483) reclassified to profit or loss
JUMLAH LABA (RUGI) TOTAL COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF (11.738.004.910) 784.794.846 PROFIT (LOSS)
LABA (RUGI) PER LEMBAR SAHAM (9,45909) 0,63243 PROFIT (LOSS) PER SHARE
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan which are an integral part of the financial statements
3
Page 147
PT WAHANA PRONATURAL Tbk PT WAHANA PRONATURAL Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024 FOR THE YEARS THEN ENDED DECEMBER 31, 2025 AND 2024
Penghasilan komprehensif lain/
Other comprehensive income
Pengukuran kembali
atas liabilitas
Modal Saham imbalan kerja - neto/
Ditempatkan dan Remeasurement of
Disetor/Subscribed Tambahan liabilities for
and Paid-up modal disetor/ employee benefits - Pajak yang terkait/ Defisit/ Jumlah ekuitas/
Capital Stock Paid in Capital net Related tax Deficit Total equity
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo 1 Januari 2024 124.092.311.100 12.554.405.615 1.332.496.226 (335.621.880) (66.391.579.497) 71.252.011.564 Balance as of January 1, 2024
Penyesuaian yang timbul Adjustment of implementations
dari penerapan PSAK 219 - - 84.443.104 (18.577.483) - 65.865.621 PSAK 219
Laba tahun berjalan - - - - 718.929.225 718.929.225 Current year net income
Saldo 31 Desember 2024 124.092.311.100 12.554.405.615 1.416.939.330 (354.199.363) (65.672.650.272) 72.036.806.410 Balance as of December 31, 2024
Penyesuaian yang timbul Adjustment of implementations
dari penerapan PSAK 219 - - (155.422.306) 34.192.907 - (121.229.399) PSAK 219
Laba tahun berjalan - - - - (11.616.775.511) (11.616.775.511) Current year net income
Saldo 31 Desember 2025 124.092.311.100 12.554.405.615 1.261.517.024 (320.006.456) (77.289.425.783) 60.298.801.500 Balance as of December 31, 2025
Lihat catatan atas laporan keuangan yang See accompanying notes to financial statements
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan which are an integral part of the financial statements
4
Page 148
PT WAHANA PRONATURAL Tbk PT WAHANA PRONATURAL Tbk
LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOW
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEARS THEN ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 31 DECEMBER 2025 DAN 2024
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, December 31,
2025 2024
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING
ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 1.437.216.776.374 2.172.052.318.083 Cash received from customers
Pembayaran kepada pemasok (1.409.415.238.275) (2.145.694.667.410) Cash payments to suppliers
Pembayaran beban usaha (34.543.562.324) (22.720.501.721) Cash payments operating expenses
Pembayaran pajak penghasilan (3.279.868.111) (4.585.644.015) Payment of income tax
Penerimaan bunga dan keuangan 253.947.198 192.832.026 Interest and financial received
Penerimaan lainnya 2.905.558.529 4.186.775.135 Other received
Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by
aktivitas operasi (6.862.386.609) 3.431.112.098 operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
Penjualan aset tetap 1.777.000.000 - Sale of fixed assets
Perolehan aset tetap (25.819.820) (2.332.330.700) Acquisition of fixed assets
Kas bersih digunakan untuk Net cash used in investing
aktivitas investasi 1.751.180.180 (2.332.330.700) activities
Kenaikan (penurunan) kas dan Increase (Decrease) in cash and
setara kas (5.111.206.429) 1.098.781.398 cash equivalents
Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas awal periode 10.774.202.140 9.675.420.742 beginning of period
Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas pada akhir periode 5.662.995.711 10.774.202.140 end of period
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan which are an integral part of the financial statements
5
Page 149
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
1. UMUM 1. GENERAL
Pendirian Perusahaan The Company Establishment
PT Wahana Pronatural Tbk (d.h. PT Wahana Phonix PT Wahana Pronatural Tbk (d.h. PT Wahana Phonix
Mandiri - Perusahaan) didirikan di Indonesia, pada Mandiri - the Company) established in Indonesia,
mulanya dengan nama PT Golden Phoenix initially under the name of PT Golden Phoenix based
berdasarkan Akta Notaris Wahyudi Suyanto, S.H., on notarial deed from notary Wahyudi Suyanto, S.H.,
No. 96 tanggal 7 Agustus 1993 dan kemudian diubah No. 96 dated August 7, 1993 and then rename to PT
namanya menjadi PT Wahana Yuda Mandiri Wahana Yuda Mandiri based on notarial deed from the
berdasarkan akta notaris yang sama No. 451 same notary No. 451 dated May 30, 1996. The
tanggal 30 Mei 1996. Akta pendirian dan perubahan changes of the deed of establishment was approved
tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2- in his Decision Letter No. C2-8528.HT.01.01.Th.97
8528.HT.01.01.Th.97 tanggal 27 Agustus 1997 dan dated August 27, 1997 and was published in State
telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Gazette No. 37 Supplement No. 2912 dated May 8,
Republik Indonesia No. 37 Tambahan No. 2912 2000. The Company name then changed to
tanggal 8 Mei 2000. Nama Perusahaan kemudian PT Wahana Phonix Mandiri based on notarial deed
diubah menjadi PT Wahana Phonix Mandiri from notary Yonsah Minanda, S.H., No 44 dated
berdasarkan Akta Notaris Yonsah Minanda, S.H., January 31, 2000 and was approved by the Minister of
No 44 tanggal 31 Januari 2000 dan telah Justice of the Republic of Indonesia in his Decision
mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Letter No. C-22109.HT.01.04.Th.2000 dated
Perundang-undangan Republik Indonesia dalam October 9, 2000 and was published in State Gazette
Surat Keputusan No. C-22109.HT.01.04.Th.2000 of the Republic of Indonesia No. 28 Supplement No.
tanggal 9 Oktober 2000 dan telah diumumkan dalam 2187 dated April 6, 2001. The Company name re-
Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 28 change to PT Wahana Pronatural Tbk based on
Tambahan No. 2187 tanggal 6 April 2001. Nama notarial deed about the statement of extraordinary
Perusahaan kembali diubah menjadi PT Wahana shareholder meeting No. 2 dated June 2, 2012 by
Pronatural Tbk berdasarkan Akta Pernyataan Wachid Hasyim, Notary in Surabaya. The changes of
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar articles of association was approved by Minister of
Biasa No. 2 tanggal 2 Juni 2012 oleh Wachid Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
Hasyim, Notaris di Surabaya. Perubahan anggaran No. AHU.41594.AH.01.02. Year 2012 dated August 1,
dasar ini telah mendapatkan persetujuan dari 2012.
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU.41594.AH.01.02.
Tahun 2012 tanggal 1 Agustus 2012.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, In accordance with Article 3 of the Company's Article
ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah dalam of Association, the scope of its activities is mainly to
bidang perdagangan, pembangunan, peindustrian, engaged in trading, construction, industrial,
pertanian, pengangkutan, penyewaan dan sewa agricultural, transportation, rental and leasing without
guna usaha tanpa hak opsi dan jasa lainnya. option right and other services. The Company mainly
Kegiatan utama Perusahaan sejak beroperasi activities since commercial activities are trading of
secara komersial meliputi bidang perdagangan hasil agricultural and marine products and wholesale trade
pertanian dan kelautan serta perdagangan besar in non-alcoholic non-milk. The Company is domiciled
minuman non alkohol bukan susu. Perusahaan in Surabaya, head office is located in Gedung Bumi
berdomisili di Surabaya, dengan kantor pusat Mandiri Tower II Floor 9 R. 907, Panglima Sudirman
Gedung Bumi Mandiri Tower II Lantai 9 R. 907, Jalan Street 66-68 Surabaya.
Panglima Sudirman 66-68 Surabaya.
Perusahaan memulai kegiatan komersial pada The Company commenced commercial activities at
tanggal 7 Agustus 1993. August 7, 1993.
6
Page 150
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Board of Commissioners, Directors and
Employees
Berdasarkan akta No. 18 tanggal 26 Juni 2025 Based on deed No. 18 dated June 26, 2025 notarized
notaris Sonya Natalia S.H., di Surabaya susunan by Sonya Natalia, S.H., in Surabaya the composition
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada of the Company's Board of Commissioners and
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai Directors as of December 31, 2025 and 2024 is as
berikut: follows:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Komisaris Utama President Commissioner
(Independen) : Hendra Widjaya Hendra Widjaya : (Independent)
Komisaris : Chenny Chenny : Commissioner
Direktur Utama : Artha Lovie Aprillailie Artha Lovie Aprillailie : President Director
Direktur : Iwan Setiawan Iwan Setiawan : Director
Susunan komite audit pada tanggal 31 Desember The composition of the audit comitte as of
2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: December 31, 2025 and 2024 consist of the following:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Ketua : Hendra Widjaya Hendra Widjaya : Chairman
Anggota : Anita Rosalia Gunawan Anita Rosalia Gunawan : Members
Anggota : Sarah Cahya Prawira Sarah Cahya Prawira : Members
Jumlah gaji dan kompensasi lainnya yang diberikan Total salary and other compensation for the
kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan Company's Commissioner and Director in
masing-masing sebesar Rp 549.311.082 dan December 31, 2025 and December 31, 2024
Rp 557.266.116 pada 31 Desember 2025 dan amounting to Rp 549,311,082 and Rp 557,266,166,
31 Desember 2024. respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 31 Desember At December 31, 2025 and December 31, 2024, the
2024, Perusahaan memiliki masing-masing 11 dan 9 Company has total number of employees of 11 and 9,
orang karyawan. respectively.
Penawaran Umun Efek Intial Public Offering
Pada tanggal 22 Juni 2001, Perusahaan melakukan At June 22, 2001, the Company conducted its initial
Penawaran Umum perdana sahamnya melalui public offering through PT Bursa Efek Indonesia
PT Bursa Efek Indonesia (Persero) (dahulu bernama (Persero) (before PT Bursa Efek Jakarta) amounting
PT Bursa Efek Jakarta) sejumlah 200.000.000 to 200,000,000 shares with nominal value Rp 100 with
lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 is offering price Rp 175. The public offering
dengan harga penawaran Rp 175. Penawaran accompanied by issued Warrant Series I amounting to
umum perdana ini juga disertai dengan penerbitan 50,000,000 shares. This Warrant has a term of
50.000.000 lembar Waran seri I. Waran tersebut implementation for 3 years and can implemented since
memiliki jangka waktu pelaksanaan selama 3 tahun Desember 21, 2001 until June 21, 2004. Until due of
dan dapat dilaksanakan (exercised) mulai tanggal implementation date June 21, 2004, there is no
21 Desember 2001 sampai dengan 21 Juni 2004. warrant converted to shares (Notes 21).
Sampai dengan tanggal batas waktu pelaksanaan
(exercise) tanggal 21 Juni 2004, tidak ada waran
yang telah dikonversi menjadi saham (Catatan 21).
7
Page 151
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN POLICIES
a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Laporan keuangan disusun dan disajikan sesuai The financial statement prepared and presented in
dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) di accordance with Financial Accounting Standard in
Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Indonesia which comprise Indonesian Financial
Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di Indonesia dan Accounting Standards (“PSAK”) and Interpretation
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan of Financial Accounting Standards (“ISAK”) in
(“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Indonesia was issued by Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia
(DSAK-IAI) dan Peraturan Badan Pengawas (DSAK-IAI) and rule of the Capital Market and
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Financial Institution Supervisory Agency
(Bapepam-LK) No.VIII.G.7 tentang “Penyajian (Bapepam-LK) No.VIII.G.7 about “Presentation
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten and Disclosure Financial Statement for Public
atau Perusahaan Publik” yang terdapat dalam Company” stated in attachment of Decision
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Chairman Bapepam-LK No. KEP 347/BL/2012
KEP 347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. dated June 25, 2012.
b. Dasar Pengukuran dan Penyajian Laporan b. The Basis Measurement and Presentation of
Keuangan Financial Statements
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan The basis measurement in preparing the financial
keuangan ini adalah konsep biaya perolehan statements is historical cost, except for certain
(historical cost), kecuali beberapa akun tertentu accounts which are measured based on another
disusun berdasarkan pengukuran lain basis decribed in the related accounting policies for
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan those accounts. The financial statements are
akuntansi masing-masing akun tersebut. prepared based on the going concern assumption
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi and accrual basis except for the statement of cash
kelangsungan usaha serta atas dasar akrual flows.
kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan The statement of cash flows are prepared using
metode langsung dan menyajikan sumber dan direct method and presenting sources and usage
penggunaan kas dan setara kas dengan cash and cash equivalents with classification of
mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan cash flows into operating, investing and financing
operasi, investasi, dan pendanaan. activities.
Mata uang fungsional dan penyajian yang The functional and presentation currency used un
digunakan dalam penyusunan laporan keuangan the preparation of the financial statements is the
ini adalah Rupiah (Rp). Indonesian Rupiah (Rp).
c. Standar, Amendemen/Penyesuaian, dan c. Standards, Amendments, and Interpretations
Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif of Standards that are Effective in the Current
pada Periode Berjalan Period
Standar baru dan amandemen atas standar yang New standards and amendments to standards
berlaku efektif untuk periode yang dimulai atau effective for periods beginning on or after January
setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini 1, 2025, with early adoption permitted, are:
diperkenankan yaitu:
- Amandemen PSAK 221: Pengaruh - Amendment of PSAK 221: The Effect of
Perubahan Kurs Valuta Asing tentang Changes in Foreign Exchange Rates on the
Kekurangan Ketertukaran; Lack of Exchangeability;
- PSAK No. 117, “Kontrak Asuransi”; dan - PSAK No. 117, “Insurance Contract”; and
- Amandemen PSAK No. 117, "Kontrak - Amendment to PSAK No. 117, "Insurance
Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK Contracts on Initial Application of PSAK No. 117
No. 117 dan PSAK No. 109 – Informasi and PSAK No. 109 – Comparative Information";
Komparatif"; dan and
8
Page 152
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Beberapa PSAK juga diamendemen yang Several PSAK were also amended which were
merupakan amandemen konsekuensial karena consequential amendments due to the enactment
berlakunya PSAK 117: Kontrak Asuransi, yaitu: of PSAK 117: Insurance Contract, as follows:
- PSAK 103: Kombinasi Bisnis; - PSAK 103: Business Combinations;
- PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai - PSAK 105: Non-current Assets Held for Sale
untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan; and Discontinued Operation;
- PSAK 107: Instrumen Keuangan; - PSAK 107: Financial Instruments;
- PSAK 109: Instrumen Keuangan; - PSAK 109: Financial Instruments;
- PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan - PSAK 115: Income from Contracts with
Pelanggan; Customers;
- PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan; - PSAK 201: Presentation of Financial
Statements;
- PSAK 207: Laporan Arus Kas; - PSAK 207: Statement of Cash Flows;
- PSAK 216: Aset Tetap; - PSAK 216: Fixed Assets;
- PSAK 219: Imbalan Kerja; - PSAK 219: Employee Benefits;
- PSAK 228: Investasi pada Entitas Asosiasi - PSAK 228: Investment in Associated Entities
dan Ventura Bersama; and Joint Venture;
- PSAK 232: Instrumen Keuangan: Penyajian; - PSAK 232: Financial Instruments: Presentation;
- PSAK 236: Penurunan Nilai Aset; - PSAK 236: Impairment of Assets;
- PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan - PSAK 237: Provisions, Contingent Liabilities
Aset Kontinjensi; and Contingent Assets;
- PSAK 238: Aset Takberwujud; dan - PSAK 238: Intangible Assets; and
- PSAK 240: Properti Investasi. - PSAK 240: Investment Property.
Standar baru dan amandemen atas standar yang New standards and amendments to standards
berlaku efektif untuk periode yang dimulai effective for periods beginning on January 1, 2026
1 Januari 2026 dan 2027 yaitu: and 2027, as follows:
- PSAK 107 – Amandemen 2024: Instrumen - PSAK 107 – 2024 Amendment: Financial
Keuangan; Instruments;
- PSAK 109 – Amandemen 2024: Instrumen - PSAK 109 – 2024 Amendment: Financial
Keuangan; Instruments;
- PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan - PSAK 118: Presentation and Disclosure in
dalam Laporan Keuangan Financial Statements
Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Until the date of the financial statements is
Perusahaan masih melakukan evaluasi atas authorized, the Company is still evaluating the
dampak potensial dari penerapan standar baru potential impact of the implementation those new
dan amandemen atas standar tersebut. standard and amendments to standards.
d. Transaksi dengan Pihak Berelasi d. Transactions with Related Parties
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas Related parties are persons or entities that are
yang terkait dengan entitas pelapor: related to the reporting entity:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya a. A person or a close member of that person’s
mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika family is related to a reporting entity if that
orang tersebut: person:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian i. Has control or joint control over the
bersama atas entitas pelapor; reporting entity;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas ii. Has significant influence over the reporting
pelapor; atau entity; or
iii. Personil manajemen kunci entitias iii. Is a member of the key management
pelapor atau induk entitas pelapor. personnel of the reporting entity or a parent
of the reporting entity.
9
Page 153
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor b. An entity is related to a reporting entity if any
jika memenuhi salah satu hal berikut: of the following conditions apply:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah i. The entity and the reporting entity are
anggota dari kelompok usaha yang sama members of the same business group
(artinya induk, entitas anak, dan entitas (meaning that the parent, subsidiary and
anak berikutnya saling berelasi dengan subsequent subsidiary are related to each
entitas lain). other).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ii. One entity is an associate or joint venture
ventura bersama dari entitas lain (atau of the other entity (or an associate or joint
entitas asosiasi atau ventura bersama venture of a member of a business group of
yang merupakan anggota suatu which the other entity is a member).
kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura iii. Both entities are joint ventures of the same
bersama dari pihak ketiga yang sama. third party.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari iv. One entity is a joint venture of a third entity
entitas ketiga dan entitas yang lain adalah and the other entity is an associate of the
entitas asosiasi dari entitas ketiga. third entity.
v. Entitas tersebut adalah suatu program v. The entity is a post-employment benefit
imbalan pascakerja untuk imbalan kerja plan for employee benefits of one of the
dari salah satu entitas pelapor atau reporting entities or an entity related to the
entitas yang terkait dengan entitas reporting entity. If the reporting entity
pelapor. Jika entitas pelapor adalah administers the plan, the sponsoring entity
entitas yang menyelenggarakan program is also related to the reporting entity.
tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau vi. The entity is controlled or jointly controlled
dikendalikan bersama oleh orang yang by a person identified in (a); or
diidentifikasi dalam huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf vii. The person identified in (a)(i) has significant
(a)(i) memiliki pengaruh signifkan atas influence over the entity or is a member of
entitas atau personil manajemen kunci the entity’s key management personnel
entitas (atas entitas induk dari entitas). (over a parent of the entity).
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan Significant transactions with related parties,
pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan whether conducted under the same terms and
kondisi dan pada persyaratan yang sama conditions as those with third parties but not
dengan pihak ketiga namun tidak diungkapkan disclosed in the financial statements.
pada laporan keuangan.
e. Instrumen Keuangan e. Financial Instrument
Pengakuan dan Pengukuran Awal Initial Recognition and Remeasurement
Perusahaan mengakui aset keuangan atau The Company recognize a financial assets or a
liabilitas keuangan dalam laporan posisi financial liabilities in the statement of financial
keuangan jika, Perusahaan menjadi salah satu position when, the Company becomes a party to
pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen the contractual provisions of the instrument. At
tersebut. Pada saat pengakuan awal aset initial recognition, the Company measure all
keuangan atau liabilitas keuangan, Perusahaan financial assets and financial liabilities at its fair
mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset value. In the case of a financial asset or financial
keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur liability not at fair value through profit or loss, fair
pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar value plus or minus with the transaction costs that
tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya are directly attributable to the acquisition or issue
transaksi yang dapat diatribusikan secara of the financial asset or financial liability.
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset Transaction costs incurred on acquisition of a
keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. financial asset and issue of a financial liability
Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan classified at fair value through profit or loss are
dengan perolehan aset keuangan dan expensed immediately.
penerbitan liabilitas keuangan yang
diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi
dibebankan segera.
10
Page 154
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Pengukuran selanjutnya aset keuangan Subsequent measurement of financial assets
Klasifikasi Classification
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan The Company classifies its financial assets in the
dalam kategori pengukuran berikut: following measurement categories:
a) Aset keuangan yang diukur pada biaya a) Financial assets measured at amortized cost.
perolehan diamortisasi.
b) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar b) Financial assets measured at fair value through
melalui penghasilan komprehensif lain other comprehensive income.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets measured at fair value through
melalui laba rugi (“FVTPL”). profit or loss (“FVTPL”).
Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis The classification depends on the Company’s
Perusahaan untuk mengelola aset keuangan dan business model for managing the financial assets
persyaratan kontraktual arus kas-nya apakah and the contractual terms of the cash flows
semata dari pembayaran pokok dan bunga. whether solely payments of principal and interest.
Aset keuangan dengan derivatif melekat Financial assets with embedded derivatives are
dipertimbangkan secara keseluruhan saat considered in their entirety when determining
menentukan apakah arus kas-nya hanya whether their cash flows are solely payment of
merupakan pembayaran pokok dan bunga. principal and interest.
Untuk aset yang diukur pada nilai wajar, For assets measured at fair value, gains and
keuntungan dan kerugian akan dicatat dalam losses will either be recorded in profit or loss or
laba rugi atau penghasilan komprehensif lain. other comprehensive income. For investments in
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang equity instruments that are not held for trading, this
tidak dimiliki untuk diperdagangkan, hal ini akan will depend on whether the Company has made an
tergantung pada apakah Perusahaan telah irrevocable election at the time of initial recognition
melakukan pemilihan tak terbatalkan pada saat to account for the equity investment at fair value
pengakuan awal untuk mencatat investasi through other comprehensive income.
ekuitas pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Pengukuran Measurement
Pada pengakuan awal, Perusahaan mengukur At initial recognition, the Company measures a
aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, financial asset at its fair value plus, in the case of a
dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai financial asset not at fair value through profit or
wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang loss, transaction costs that are directly attributable
dapat diatribusikan secara langsung dengan to the acquisition of the financial asset. Transaction
perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari costs of financial assets carried at fair value
aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar through profit or loss are expensed in profit or loss.
melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
Kebijakan akuntansi atas pengukuran The accounting policies for the subsequent
selanjutnya atas aset keuangan Perusahaan measurement of the Company’s financial assets
dibedakan berdasarkan jenis instrumen are differentiated based on the types of financial
keuangan sebagai berikut: instruments as follows:
11
Page 155
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
a) Instrumen utang a) Debt instrument
Pengukuran selanjutnya instrumen utang Subsequent measurement of debt instruments
bergantung pada model bisnis Perusahaan depends on the Company’s business model for
dalam mengelola aset dan karakteristik arus managing the asset and the cash flow
kas dari aset tersebut. characteristics of the asset.
i. Biaya perolehan diamortisasi i. Amortized cost
Aset yang dimiliki untuk mengumpulkan Assets that are held for collection of
arus kas kontraktual dimana arus kas contractual cash flows where those cash
tersebut hanya mewakili pembayaran flows represent solely payments of principal
pokok dan bunga diukur dengan biaya and interest are measured at amortized
perolehan diamortisasi. Keuntungan atau cost. A gain or loss on a debt investment
kerugian dari investasi utang yang that is subsequently measured at amortized
selanjutnya diukur pada biaya perolehan cost and is not part of a hedging relationship
diamortisasi dan bukan merupakan is recognized in profit or loss when the asset
bagian dari hubungan lindung nilai, diakui is derecognized or impaired. Interest
dalam laba rugi pada saat aset tersebut income from these financial assets is
dihentikan pengakuannya atau included in finance income using the
mengalami penurunan nilai. Pendapatan effective interest rate method.
bunga dari aset keuangan tersebut
dimasukkan ke dalam pendapatan
keuangan dengan menggunakan metode
suku bunga efektif.
ii. Nilai wajar melalui penghasilan ii. Fair value through other comprehensive
komprehensif lain Income
Aset yang dimiliki untuk mendapatkan Assets that are held for collection of
arus kas kontraktual dan untuk menjual contractual cash flows and for selling the
aset keuangan, di mana arus kas aset financial assets, where the assets’ cash
tersebut hanya atas pembayaran pokok flows represent solely payments of principal
dan bunga, diukur pada nilai wajar melalui and interest, are measured at fair value
penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”). through other comprehensive income
(“FVOCI”).
Perubahan nilai tercatat dilakukan melalui Movements in the carrying amount are
penghasilan komprehensif lain (“OCI”), taken through other comprehensive income
kecuali untuk pengakuan keuntungan (“OCI”), except for the recognition of
atau kerugian penurunan nilai, impairment gains or losses, interest
pendapatan bunga dan keuntungan dan revenue and foreign exchange gains and
kerugian selisih kurs yang diakui dalam losses which are recognized in profit or loss.
laba rugi.
Ketika aset keuangan dihentikan When the financial asset is derecognized,
pengakuannya, keuntungan atau kerugian the cumulative gain or loss previously
kumulatif yang sebelumnya diakui di OCI recognized in OCI is reclassified from equity
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi dan to profit or loss and recognized in “other
diakui dalam “beban lain-lain neto”. expenses net”. Interest income from these
Pendapatan bunga dari aset keuangan financial assets is included in finance
tersebut dimasukkan ke dalam income using the effective interest rate
pendapatan keuangan dengan method. Foreign exchange gains/losses
menggunakan metode suku bunga efektif. and impairment expenses are presented in
Keuntungan/kerugian selisih kurs dan “other expenses, net”.
beban penurunan nilai disajikan dalam
“beban lain-lain, neto”.
12
Page 156
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
iii. Nilai wajar melalui laba rugi iii. Fair value through profit or loss
Aset yang tidak memenuhi kriteria untuk Assets that do not meet the criteria for
biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI amortized cost or FVOCI are measured at
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. fair value through profit or loss.
Keuntungan atau kerugian dari investasi A gain or loss on a debt investment that is
utang yang selanjutnya diukur pada nilai subsequently measured at fair value
wajar melalui laba rugi, dan bukan through profit or loss, and is not part of a
merupakan bagian dari hubungan lindung hedging relationship, is recognized in profit
nilai, diakui di laba rugi dalam “beban lain- or loss within “other expenses net” in the
lain neto” dalam periode kemunculannya. period in which it arises.
b) Instrumen ekuitas b) Equity instrument
Perusahaan selanjutnya mengukur semua The Company subsequently measures all
investasi ekuitas pada nilai wajar. Jika equity investments at fair value. Where the
manajemen Perusahaan telah memilih untuk Company’s management has elected to
menyajikan keuntungan dan kerugian nilai present fair value gains and losses on equity
wajar atas investasi ekuitas dalam investments in other comprehensive income,
penghasilan komprehensif lain, tidak ada there is no subsequent reclassification of fair
reklasifikasi keuntungan dan kerugian nilai value gains and losses to profit or loss following
wajar ke laba rugi setelah penghentian the derecognition of the investment. Dividends
pengakuan investasi tersebut. Dividen dari from such investments continue to be
investasi semacam itu tetap diakui dalam recognized in profit or loss as other income
laba rugi sebagai pendapatan lainnya ketika when the Company’s right to receive payments
hak Perusahaan untuk menerima is established.
pembayaran ditetapkan.
Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan Subsequent measurement of financial
liabilities
Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba Financial liabilities at fair value through profit loss
rugi FVTPL diukur pada nilai wajar, dengan FVTPL are measured at fair value, with any gains
keuntungan atau kerugian yang timbul atas or losses arising on changes in fair value
perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba recognized in profit or loss to the extent that they
rugi sepanjang hal tersebut tidak menjadi bagian are not part of a designated hedging relationship
dari hubungan lindung nilai yang ditentukan (lihat (see hedge accounting policy). The net gain or loss
kebijakan akuntansi lindung nilai). Keuntungan recognized in profit or loss incorporates any
atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi interest paid on the financial liability and is included
menggabungkan setiap bunga yang dibayarkan in the “other gains and losses” line item in profit or
atas liabilitas keuangan dan termasuk dalam loss.
bagian “keuntungan dan kerugian lain-lain”
dalam laporan laba rugi.
Namun, untuk liabilitas keuangan yang However, for financial liabilities that are designated
ditetapkan pada FVTPL, jumlah perubahan nilai as at FVTPL, the amount of change in the fair
wajar liabilitas keuangan yang dapat value of the financial liability that is attributable to
diatribusikan pada perubahan risiko kredit changes in the credit risk of that liability is
liabilitas diakui dalam penghasilan komprehensif recognized in other comprehensive income, unless
lain, kecuali jika pengakuan dampak risiko kredit the recognition of the effects of changes in the
di penghasilan komprehensif lain akan liability’s credit risk in other comprehensive income
menciptakan atau memperbesar inkonsistensi would create or enlarge an accounting mismatch in
akuntansi dalam laba rugi. Sisa perubahan dari profit or loss. The remaining amount of change in
nilai wajar atas liabilitas diakui dalam laba rugi. the fair value of liability is recognized in profit or
Perubahan nilai wajar yang dapat diatribusikan loss. Changes in fair value attributable to a
pada risiko kredit liabilitas keuangan yang diakui financial liability’s credit risk that are recognized in
dalam penghasilan komprehensif lain tidak akan other comprehensive income are not subsequently
direklasifikasi ke laba rugi; sebaliknya, reclassified to profit or loss; instead, they are
perubahan tersebut dipindahkan ke saldo laba transferred to retained earnings upon
pada saat penghentian pengakuan liabilitas derecognition of the financial liability.
keuangan.
13
Page 157
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan Financial liabilities at amortized cost
diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan Financial liabilities at aquitition cost amortized
diamortisasi meliputi utang usaha dan utang lain- include trade and other payables, bonds payable,
lain, utang obligasi, utang bank jangka pendek short-term and long-term bank loans and lease
dan Panjang, dan utang sewa pembiayaan, pada financing payables, which are initially measured at
awalnya diukur pada nilai wajar, setelah fair value, net of transaction costs, and
dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur subsequently measured at amortized cost using
pada biaya perolehan yang diamortisasi the effective interest method.
menggunakan metode suku bunga efektif.
Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets
Pada tanggal akhir periode pelaporan, At the end of the reporting period, the Company
Perusahaan mengevaluasi kerugian kredit assesses the expected credit losses with
ekspektasian dengan mempertimbangkan considering the forward-looking information
informasi yang bersifat forward-looking terhadap associated with investments which measured at
investasi yang diukur pada nilai wajar melalui fair value through other comprehensive income
penghasilan komprehensif lain dan biaya and amortized cost. The investments are impaired
perolehan diamortisasi. Investasi tersebut when one or more events that have a detrimental
mengalami penurunan nilai ketika satu atau lebih impact on the estimated future cash flows have
peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas occurred. Any impairment is recognized in profit or
estimasi arus kas masa depan telah terjadi. loss.
Penurunan nilai tersebut diakui dalam laba rugi.
Pengukuran nilai wajar Fair value measurement
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima Fair value is the price that would be received to sell
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan an asset or paid to transfer a liability in an orderly
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaction between market participants at the
transaksi teratur antara pelaku pasar pada measurement date.
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan The fair value of financial asset and financial
diestimasi untuk keperluan pengakuan dan liabilities must be estimated for recognition and
pengukuran atau untuk keperluan measurement or for disclosure purposes.
pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang Fair values are categorized into different levels in
berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar a fair values hierarchy based on the degree to
berdasarkan pada apakah input suatu which the inputs to the measurement are
pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi observable and the significance of the inputs to the
input terhadap keseluruhan pengukuran nilai fair value measurement in its entirety:
wajar:
i. Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar i. Quoted prices (unadjusted) in active markets for
aktif untuk aset atau liabilitas yang identik identical assets or liabilities that can be
yang dapat diakses pada tanggal pengukuran accessed at the measurement date (Level 1)
(Level 1)
ii. Input selain harga kuotasian yang termasuk ii. Inputs other than quoted prices included in
dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk Level 1 that are observable for the assets or
aset atau liabilitas, baik secara langsung liabilities, either directly or indirectly (Level 2)
maupun tidak langsung (Level 2)
iii. Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset iii. Unobservable inputs for the assets or liabilities
atau liabilitas (Level 3) (Level 3)
14
Page 158
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, When measuring the fair value of an asset or a
Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data liability, the Company uses market observable data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar to the extent possible. If the fair value of an asset
aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara or a liability is not directly observable, the
langsung, Perusahaan menggunakan Teknik Company uses valuation techniques that
penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan appropriate in the circumstances and maximizes
memaksimalkan penggunaan input yang tidak the use of relevant observable inputs and
dapat diobservasi. minimizes the use of unobservable inputs.
Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Transfers between levels of the fair value hierarchy
Perusahaan pada akhir periode pelaporan are recognized by the Company at the end of the
Dimana perpindahan terjadi. reporting period during which the change occurred.
f. Kas dan Setara Kas f. Cash and Cash Equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan Cash and cash equivalents consist of cash on
semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu hand, in banks and all investments with maturities
tiga bulan atau kurang dari tanggal of three months or less from the date of placement
penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta and are not pledged as collateral and not
tidak dibatasi penggunaannya. restricted.
g. Piutang Usaha g. Trade Receivables
Pada saat pengakuan awal piutang diukur At initial recognition, receivables are measured at
sebesar nilai wajar dan setelah pengakuan awal fair value and after initial recognition are measured
diukur pada biaya perolehan diamortisasi at amortized cost using the effective interest
dengan menggunakan metode suku bunga method, less allowance for impairment losses.
efektif, dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai.
Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk An allowance for impairment losses is provided
ketika terdapat informasi berwawasan masa when there is forward-looking information that the
depan bahwa Perusahaan tidak akan dapat Company will not be able to collect all receivables
menagih semua piutang sesuai dengan in accordance with the original terms of the
persyaratan awal piutang. Kesulitan keuangan receivables. Significant financial difficulties of the
yang signifikan pada debitur, probabilitas bahwa debtor, the probability that the debtor will be
debitur akan dinyatakan pailit atau reorganisasi declared bankrupt or financial reorganization, and
keuangan, dan wanprestasi atau tunggakan default or arrears in payments are considered as
dalam pembayaran dianggap sebagai indikator indicators that the receivables have been impaired.
bahwa piutang telah turun nilainya. Jumlah The amount of the reserve is the difference
cadangan tersebut adalah selisih antara nilai between the asset's carrying amount and the
tercatat aset dengan niliai kini estimasi arus kas present value of the estimated future cash flows,
masa depan, yang didiskontokan pada suku discounted at the original effective interest rate.
bunga efektif awal.
Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui The carrying amount of the asset is reduced
penggunaan akun penyisihan, dan jumlah through the use of an allowance account, and the
kerugian yang terjadi diakui dalam laba rugi amount of the loss is recognized in comprehensive
komprehensif. Ketika piutang usaha tidak dapat income. When trade receivables are uncollectible,
ditagih piutang tersebut dihapuskan terhadap they are written off against the allowance for
akun cadangan kerugian penurunan nilai. impairment losses account. Subsequent receipts
Penerimaan kemudian atas jumlah yang of amounts previously written off are credited
sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan against the financial statements of profit or loss
terhadap laporan keuangan laba rugi dan and other comprehensive income.
penghasilan komprehensif lainnya.
h. Piutang Lain-lain h. Other Receivables
Pada saat pengakuan awal piutang diukur At initial recognition receivables are measure at fair
sebesar nilai wajar dan setelah pengakuan awal value and after initial recognition are measured at
diukur pada biaya perolehan diamortisasi amortized cost using the effective interest method,
dengan menggunakan metode suku bunga less allowance for decline in value.
efektif, dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai.
15
Page 159
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
i. Persediaan i. Inventories
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih Inventories are stated at the lower of cost or net
rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi realizable value. Cost is determined using the
bersih (the lower of cost or net realizable value). weighted-average method.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-
rata tertimbang (weighted-average method).
j. Biaya Dibayar Dimuka j. Prepaid Expenses
Biaya dibayar di muka diamortisasi dengan Prepaid expenses amortized using straight line
menggunakan metode garis lurus. method.
k. Properti Investasi k. Investment Properties
Properti investasi, kecuali tanah, diukur sebesar Investment properties, except land, are measured
biaya perolehan, termasuk biaya transaksi, at cost including transaction costs, less
setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan accumulated depreciation and any impairment
dan kerugian penurunan nilai, jika ada. Jumlah loss. Land is not depreciated and is stated at cost
tercatat termasuk biaya penggantian untuk less any impairment in value. The carrying amount
bagian tertentu dari properti investasi yang telah includes the cost of replacing part of an existing
ada pada saat beban terjadi, jika kriteria investment property at the time that cost is incurred
pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya if the recognition criteria are met, and excludes the
perawatan sehari-hari properti investasi. costs of day-to-day servicing of an investment
property.
l. Aset Tetap l. Fixed Assets
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya Fixed assets are initially recognized at cost, which
perolehan yang meliputi harga perolehannya dan includes their acquisition price and any costs
setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung directly attributable to bringing the asset to the
untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang location and condition necessary for it to be
diinginkan agar aset siap digunakan sesuai capable of operating in the manner intended by
intensi manajemen. management.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali After initial recognition, fixed assets, except land,
tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan are stated at cost less accumulated depreciation
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi and any accumulated impairment losses. Land is
rugi penurunan nilai. Tanah diakui sebesar biaya recognized at cost and is not depreciated.
perolehannya dan tidak disusutkan.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset Depreciation of fixed assets commences when the
tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud asset is ready for its intended use and is calculated
penggunaannya dan dihitung dengan using the straight-line method based on the
menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimated useful lives of the assets as follows:
estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai
berikut:
Tahun/Years
Bangunan dan prasarana 20 Building and land improvement
Mesin dan peralatan 5 dan 10 Machinery
Inventaris kantor 5 Office equipment
Kendaraan 5 Motor vehicle
16
Page 160
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Biaya-biaya setelah perolehan awal diakui After initial acquisition expense are recognized as
sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau part of carrying amount or assets it is likely that the
sebagai aset yang terpisah hanya apabila Company will gain future economic benefit with
kemungkinan besar Perusahaan akan respect to the asset and the cost of the asset can
mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan be measured reliably. Total recorded replaced
berkenaan dengan aset tersebut dan biaya parts are no longer recognized. The cost of
perolehan aset dapat diukur dengan andal. maintenance and repairs is charged to operations
Jumlah tercatat komponen yang diganti tidak lagi as incurred.
diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan
dibebankan ke dalam laporan laba rugi.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar Construction in progress is stated at cost and
biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian presented as part of fixed assets, the accumulated
dari aset tetap, akumulasi biaya perolehan akan acquisition costs will be reclassified to each related
direklasifikasi ke masing-masing aset tetap yang fixed asset when the asset is completed and ready
bersangkutan pada saat aset tersebut selesai for use.
dikerjakan dan siap untuk digunakan.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau If fixed assets not used or sold, carrying amount
dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi and accumulated depreciation are removed from
penyusutannya dikeluarkan dari laporan financial statement. Any resulting gain or loss is
keuangan. Keuntungan dan kerugian yang reflected in statement of profit or loss and other
dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi dan comprehensive income.
penghasilan komprehensif lain.
m. Sewa m. Lease
Pengakuan dan Pengukuran Awal Initial Recognition and Measurement
Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan The determination of whether an arrangement
atau mengandung, sewa dibuat berdasarkan constitutes, or contains, a lease is made based on
substansi perjanjian itu sendiri dan penilaian the substance of the arrangement itself and an
apakah pemenuhan atas perjanjian bergantung assessment of whether fulfillment of the
dari penggunaan aset tertentu atau aset, dan arrangement is contingent on the use of a
apakah perjanjian memberikan hak untuk particular asset or asset, and whether the
menggunakan aset. arrangement grants the right to use the asset.
Perusahaan menyewa aset tetap tertentu. Sewa The Company lease certain fixed assets. Lease of
aset tetap dimana Perusahaan, sebagai lessee, property, plant and equipment in which the
memiliki sebagian besar risiko dan manfaat Company, as the lessee, retains most of the risk
kepemilikan diklasifikasikan sebagai sewa and reward of ownership, are classified as finance
pembiayaan. Sewa pembiayaan dikapitalisasi leases. A finance lease is capitalized at the
pada awal masa sewa sebesar yang lebih beginning of the lease term at the lower of the fair
rendah antara nilai wajar aset sewaan dan nilai value of the leased asset and the present value of
kini pembayaran sewa minimum. the minimal lease payments.
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban Operating lease payments are recognized as an
dengan dasar garis lurus (straight – line basis) expense on a straight-line basis over the lease
selama masa sewa. term.
17
Page 161
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Pengukuran Selanjutnya Next Measurement
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Perusahan On the date of inception of a contract, the
menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau Company assesses whether a contract is, or
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, contains, a lease. A contract is, or contains, a lease
atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut if it provides the right to control the use of an
memberikan hak untuk mengendalikan identified asset for a period of time in exchange for
penggunaan suatu aset identifikasian selama consideration. To assess whether a contract
suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan provides the right to control an identified asset, the
imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak Company assess whether:
memberikan hak untuk mengendalikan suatu
aset identifikasian, Perusahaan menilai apakah:
- Kontrak melibatkan penggunaan satu aset - Contracts involve the use of one identifiable
identifikasian – ini dapat ditentukan secara asset-this may be specified explicitly or implicitly
eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat and be physically distinguishable or represent
dibedakan atau mewakili secara susbstansial substantially the entire capacity of a physically
seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat distinguishable asset. If the supplier has
dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substantive substitution rights, the asset is not
subsitusi substansif, maka aset tersebut tidak identified;
teridentifikasi;
- Perusahaan memiliki hak untuk memperoleh - The Company has the right to obtain
secara substansial seluruh manfaat ekonomik substantially all of the economic benefits from
dari penggunaan aset selama periode the use of the assets during the period of use;
penggunaan; dan and
- Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan - The Company has the right to direct the use of
penggunaan aset identifikasian. Perusahaan the identified assets. The Company has this
memiliki hak ini ketika hak pengambilan right when the decision-making rights are most
keputusan yang paling relevan untuk relevant to change how and for what purpose
mengubah bagaimana dan untuk tujuan apa the asset is used. In certain circumstances
aset tersebut digunakan. Dalam kondisi where all decisions about how and
tertentu dimana semua keputusan tentang for what purposes the assets are used have
bagaimana dan untuk tujuan apa aset been predetermined, the Company has the right
digunakan telah ditentukan sebelumnya, to direct the use of the assets if:
Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan
penggunaan aset tersebut jika:
- Perusahaan memiliki hak untuk - The Company has the right to operate the
mengoperasikan aset; atau assets; or
- Perusahaan mendesain aset dengan cara - The Company designs assets by determining in
menetapkan sebelumnya bagaimana dan advance how and for what purposes the assets
untuk tujuan apa aset akan digunakan. will be used.
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian At the date of inception or at the time of revaluation
kembali suatu kontrak yang mengandung suatu of a contract containing a lease component, the
komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan Company allocates the consideration in the
imbalan dalam kontrak ke masing-masing contract to each of the lease components based on
komponen sewa berdasarkan harga tersendiri the relative stand-alone prices of the lease
relatif dari komponen sewa. components.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam Rental payments included in the measurement of
pengukuran liabilitas sewa meliputi: lease liabilities include:
- Pembayaran tetap, termasuk pembayaran - Fixed payments, including fixed payments in
tetap secara substansi; substance;
- Pembayaran sewa variabel yang bergantung - Variable lease payments that depend on an
pada suatu indeks atau suku bunga, yang index or interest rate, which are initially
pada awalnya diukur denga menggunakan measured using an index or interest rate at the
indeks atau suku bunga pada tanggal commencement date;
permulaan;
- Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan - The amount expected to be paid in the residual
dalam jaminan nilai residual; dan value guarantee; and
Harga eksekusi opsi beli dimana Perusahaan The call option exercise price at which the
cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut, Company is reasonably certain to exercise the
pembayaran sewa dalam periode perpanjangan option, lease payments within the optional renewal
18
Page 162
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
opsional jika Perusahaan cukup pasti untuk period if the Company is reasonably certain to
mengeksekusi opsi perpanjangan, dan penalti exercise the extension option, and penalties for
untuk penghentian dini dari sewa kecuali jika early termination of the lease unless the Company
Perusahaan cukup pasti untuk tidak mengakhiri is reasonably certain not to terminate early.
lebih dini.
Perusahaan mengakui aset hak guna dan The Company recognizes right-of-use assets and
liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. lease liabilities at the commencement date of the
Aset hak guna awalnya diukur pada biaya lease. Right-of-use assets are initially measured at
perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran cost, which consists of the initial measurement
awal dari liabilitas sewa disesuaikan dengan amount of the lease liability adjusted for lease
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau payments made on or before the commoncement
sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan date. Plus the initial direct costs incurred, and the
biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan estimated costs to dismantle and remove the
estimasi biaya untuk membongkar dan underlying asset or to restore it. The underlying
memindahkan aset pendasar atau untuk asset or the place where the asset originates, less
merestorasi aset pendasar atau tempat dimana any rental incentives received.
aset berasal, dikurangi insentif sewa yang
diterima.
Setelah tanggal permulaan, aset hak guna diukur After inception date, right-of-use assets are
dengan model biaya. Aset hak guna selanjutnya measured using the cost model. The right-of-use
disusutkan dengan menggunakan metode garis- assets are subsequently depreciated using the
lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal straight-line method from the commencement date
yang lebih awal antara akhir masa manfaat aset to the earlier of the end of the useful life of the right-
hak guna atau akhir masa sewa. Selain itu aset of-use asset or the end of the lease term. In
hak guna secara berkala dikurangi dengan addition, right-of-use assets are periodically
kerugian penurunan nilai jika ada dan reduced by impairment losses if any and adjusted
disesuaikan dengan pengukuran kembali for remeasurement of the lease liability.
liabilitas sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini The lease liability is initially measured at the
atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada present value of the lease payments that have not
tanggal permulaan, didiskontokan menggunakan been paid at the commencement date, discounted
suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku using the interest rate implicit in the lease or if the
bunga tersebut tidak dapat ditentikan, digunakan interest rate cannot be determined, the Company’s
suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan. incremental borrowing rate is used. Generally, the
Umumnya, Perusahaan menggunakan suku Company uses the incremental loan interest rate
bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga as the deposit rate.
deposito.
Liabilitas sewa diukur pada biaya perolehan Lease liabilities are measured at amortized cost
diamortisasi menggunakan metode suku bunga using the effective interest method. Lease liabilities
efektif. Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada are remeasured when there is a change in future
perubahan pembayaran sewa masa depan yang lease payments arising from changes in index or
timbul dari perubahan indeks atau suku bunga, interest rates, if there is a change in the Company’s
jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas estimate of the amount expected to be paid in the
jumlah yang diperkirakan akan dibayar dalam residual value guarantee or if the Company
jaminan nilai residual atau jika Perusahaan changes its assessment of whether to exercise the
mengubah penilaian apakah akan mengeksekusi call, extension or termination options.
opsi beli, perpanjangan atau penghentian.
Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara When the lease liability is remeasured in this way,
ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap a related adjustment is made to the carrying
jumlah tercatat aset hak guna atau dicatat dalam amount of the right-of-use asset or recorded in
laba rugi jika jumlah tercatat aset hak guna telah profit or loss if the carrying amount of the right-of-
berkurang menjadi nol. use asset has decreased to zero.
19
Page 163
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
n. Utang Usaha n. Trade Accounts Payable
Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai Initially trade accounts payable recognized at fair
wajar dan selanjutnya diukur pada biaya value and the at amortized cost using effective
perolehan diamortisasi dengan menggunakan interest rate method, except discount effect is not
metode bunga efektif, kecuali efek diskontonya significant.
tidak material.
o. Provisi o. Provisions
Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki Provisions are recognized when the Company has
kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun a present obligation (legal or constructive) as a
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, result of past event, it is probable that the Company
kemungkinan besar Perusahaan diharuskan will be required to settle the obligation, and a
menyelesaikan kewajiban, dan estimasi andal reliable estimate made of the amount of the
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat obligation.
dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan The amount recognized as a provision is the best
estimasi terbaik dari pertimbangan yang estimate of the consideration required to settle the
diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini present obligation at the end of the reporting
pada akhir periode pelaporan, dengan period, taking into account the risks and
mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian uncertainties surrounding the obligation. When a
yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provision is measured using the estimated cash
provisi diukur menggunakan arus kas yang flows to settle the present obligation, its carrying
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban amount is the present value of those cash flows.
kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari
arus kas.
p. Pengakuan Pendapatan dan Beban p. Recognition of Revenue and Expenses
Pendapatan Revenue
Perusahaan menerapkan PSAK 115 Company implemented PSAK 115 "Revenue from
“Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, Contracts with Customers", which requires
yang mensyaratkan pengakuan pendapatan revenue recognition to fulfill the following
untuk memenuhi 5 langkah analisis sebagai 5 analysis steps:
berikut:
- Identifikasi kontrak dengan pelanggan. - Identify the contract with the customer.
- Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam - Identify the performance obligations in the
kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji contract. Performance obligations are
dalam kontrak untuk mentransfer barang promises in the contract to transfer distinct
atau jasa yang berbeda kepada pelanggan. goods or services to the customer.
- Tentukan harga transaksi. Harga transaksi - Determine the transaction price. The
adalah jumlah imbalan yang diharapkan transaction price is the amount of consideration
menjadi hak entitas sebagai imbalan untuk to which the entity expects to be entitled in
mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan return for transferring the promised goods or
kepada pelanggan. Jika pertimbangan yang services to the customer. If the consideration
dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah promised in the contract includes a variable
variabel, Perusahaan memperkirakan jumlah amount, the Company estimates the amount of
imbalan yang diharapkan berhak sebagai consideration to which it expects to be entitled
imbalan atas pengalihan barang atau jasa in return for transferring the promised goods or
yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi services to the customer less the estimated
perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan amount of the service level guarantee that will
yang akan dibayarkan selama masa kontrak. be paid over the life of the contract.
- Alokasikan harga transaksi untuk setiap - Allocate the transaction price to each
kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual performance obligation on the basis of the
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau relative stand-alone selling prices of each
jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. distinct good or service promised in the
Jika hal ini tidak dapat diamati secara contract. If this cannot be directly observed, the
langsung, harga jual diestimasi berdiri sendiri stand-alone selling price is estimated based on
berdasarkan relatif biaya ekspektasian the relative expected costs plus a margin.
ditambah marjin.
20
Page 164
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
- Mengakui pendapatan ketika kewajiban - Recognize revenue when the performance
pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer obligation is satisfied by transferring the
barang atau jasa yang dijanjikan kepada promised good or service to the customer (i.e.
pelanggan (yaitu ketika pelanggan when the customer obtains control of the good
memperoleh kendali atas barang atau jasa or service).
tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam Performance obligations can be satisfied in the
kondisi sebagai berikut: following ways:
- Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji - At a specified time (usually for promises to
dalam memindahkan barang ke pelanggan); transfer goods to the customer); or
atau
- Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam - Over time (usually for promises to provide
memberikan layanan pada pelanggan). services to the customer). For performance
Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi obligations that are satisfied over time, the
sepanjang waktu, Perusahaan memilih Company selects an appropriate progress
ukuran kemajuan yang sesuai untuk measure to determine the amount of revenue
menentukan jumlah pendapatan yang harus to be recognized when the performance
diakui ketika kewajiban pelaksanaan obligation is satisfied.
dipenuhi.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk The transaction price payment is different for each
setiap kontrak. Aset kontrak diakui setelah contract. A contract asset is recognized when the
imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan kurang consideration paid by the customer is less than the
dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah balance of the performance obligation that has
dipenuhi. Liabilitas kontrak diakui setelah been satisfied. A contract liability is recognized
imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan lebih when the consideration paid by the customer is
dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah more than the performance obligation that has
dipenuhi. been satisfied.
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan For sales of goods, performance obligations are
umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, generally satisfied, and revenue is recognized,
pada saat pengendalian atas barang telah when control of the goods has transferred to the
berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik customer (at a point in time)
waktu)
Beban Expenses
Beban diakui dengan menggunakan metode Expenses are recognized using the accrual basis.
akrual (accrual basis).
q. Pajak Penghasilan q. Income Tax
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan Current tax expense is determined based on the
taksiran laba kena pajak dalam periode/tahun estimated taxable income in the current period/
yang berjalan. Penghasilan kena pajak berbeda year. Taxable income is different from profit
dengan laba yang dilaporkan dalam laporan laba reported in the statement of comprehensive
rugi komprehensif karena penghasilan kena income because taxable income does not include
pajak tidak termasuk item-item penghasilan atau items of income or expenses that are taxed or
beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan di deducted in other years and excludes items that
tahun-tahun lainnya dan tidak termasuk item- have never been taxed or deducted.
item yang tidak pernah dikenakan pajak atau
dikurangkan.
Pajak penghasilan badan kini yang terutang Corporate income tax currently payable is
dihitung dengan menggunakan tarif pajak calculated using tax rates based on tax laws that
berdasarkan peraturan perpajakan yang telah have been established or are substantially set at
ditetapkan atau secara substansial ditetapkan the end of the reporting period.
pada akhir periode pelaporan.
Pajak tangguhan dicatat dengan menggunakan Deferred tax is accounted for using the liability
metode liabilitas untuk semua perbedaan method for all temporary differences arising
temporer yang timbul antara aset dan liabilitas between fiscal-based assets and liabilities and
berbasis fiskal dengan nilai tercatatnya menurut their carrying amounts according to financial
21
Page 165
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
laporan keuangan. Pajak tangguhan dihitung statements. Deferred tax is calculated using tax
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku rates that have been enacted or substantially
atau secara substansial telah berlaku pada akhir enacted at the end of the reporting period.
periode pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset Changes in the carrying amount of deferred tax
dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan assets and liabilities due to changes in tax rates
oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada laba are charged to current income, except for
rugi berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi transactions that have been directly charged or
yang sebelumnya telah langsung dibebankan credited to equity.
atau dikreditkan ke ekuitas.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak Deferred tax assets and deferred tax liabilities can
tangguhan dapat saling menghapuskan jika mutually cancel each other if legally eliminated
secara legal dapat saling menghapuskan antara between current tax assets against current tax
aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan liabilities and deferred tax assets for deferred tax
aset pajak tangguhan terhadap liabilitas pajak liabilities related to the same entity, or the
tangguhan yang berkaitan untuk entitas yang Company intends to settle current assets and
sama, atau Perusahaan bermaksud untuk liabilities based on the amount net.
menyelesaikan aset dan liabilitas lancar
berdasarkan jumlah neto.
r. Imbalan Pasca Kerja r. Post-employment Benefit Liabilities
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja The entity recognizes a liability for employee
sesuai dengan PSAK No. 219 Imbalan Kerja benefits in accordance with PSAK No. 219
sesuai dengan Undang-Undang No 11 tahun Employee Benefits in accordance with Law No. 11
2020. year 2020.
Keuntungan dan kerugian atas pengukuran Gains and losses on remeasurement arising from
kembali yang timbul dari penyesuaian dan adjustments and changes in actuarial assumptions
perubahan dalam penyesuaian dan perubahan are recognized immediately in other
dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui comprehensive income when they arise. These
seluruhnya melalui pendapatan komprehensif gains and losses are included in retained earnings
lainnya pada saat terjadinya. Keuntungan dan in the statement of changes in equity and in the
kerugian ini termasuk didalam saldo laba pada statement of financial position.
laporan perubahan ekuitas dan pada laporan
posisi keuangan.
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan The amount recognized as a defined benefit
pasti di laporan posisi keuangan merupakan nilai liability in the statement of financial position is the
kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan present value of the defined benefit liability
keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum adjusted for unrecognized actuarial gains and
diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui. losses and unrecognized past service cost.
s. Laba Per Saham s. Earning Per Share
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi Basic earning per share is computed by dividing
laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata net income current year with the weighted average
tertimbang saham yang beredar dalam tahun number of shares outstanding during the year.
yang bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan Diluted earning per share is computed by dividing
membagi laba dengan rata-rata tertimbang net income with the weighted average number of
saham yang beredar ditambah dengan rata-rata shares outstanding as adjusted the effects of all
tertimbang saham yang akan diterbitkan atas dilutive potential ordinary shares.
konversi efek berpotensi saham yang bersifat
dilutive.
t. Pelaporan Segmen t. Segments Information
Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang Operating segment reported consistent with
konsisten dengan pelaporan internal yang internal report given to decision maker of main
diberikan kepada pengambil keputusan operasi operation. The decision maker of main operation,
utama. Pengambil keputusan operasi utama, have responsibility to allocated resource and
yang bertanggung jawab mengalokasikan
22
Page 166
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
sumber daya dan menilai kinerja segmen assessment of performance, have been identified
operasi, telah diidentifikasi sebagai komite as committee strategic decision maker.
pengarah yang mengambil keputusan strategis.
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN DAN 3. KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY
PERTIMBANGAN AND CONSIDERATION
Penyusunan laporan keuangan mengharuskan The preparation of the financial statements requires
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi management to make judgments, estimates and
dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang assumptions that affect the total reported of revenues,
dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan expenses, assets and liabilities, at the end of the
liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas reporting period. Uncertainty about assumptions and
kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. estimates may result in material adjustments to the
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi carrying amount of assets and liabilities in the
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian subsequent reporting period.
material terhadap nilai tercatat pada aset dan
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama The principal assumptions of the future and other key
estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan sources of estimation of other uncertainties at the
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian reporting date which have significant risks for material
yang material terhadap nilai tercatat aset dan adjustments to the carrying amount of assets and
liabilitas untuk periode/tahun berikutnya liabilities for subsequent period/years are disclosed
diungkapkan di bawah ini. Perusahaan below. The Company based its assumptions and
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter estimates on the parameters available at the time the
yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. financial statements are prepared. Assumptions and
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa conditions in the future may be changed caused by
depan mungkin berubah akibat perubahan pasar market changes or condition outside in the Company.
atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan This changes reflected in the related assumptions
tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada when is incurred.
saat terjadinya.
i. Estimasi akuntansi yang penting i. Important accounting estimates
Estimasi umur manfaat aset tetap Estimates useful lives of fixed assets
Perusahaan melakukan penelahaan berkala atas The Company reviews periodically of the use full
masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan lives of the fixed assets based on factors such as
faktor-faktor seperti kondisi teknis (estimasi daya technical conditions (estimated useability,
pakai, pengoperasi, pemeliharaan) dan operation, maintenance) and future technology
perkembangan teknologi di masa depan. Hasil development. Future result of operation will be
operasi di masa depan akan dipengaruhi secara materially affected by changes in these estimates
material atas perubahan estimasi ini yang resulting from changes in the factors mentioned
diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah above.
disebutkan di atas.
Liabilitas imbalan kerja Employee benefit obligation
Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja dan biaya The present value of post-employment benefit
dana pensiun yang masih harus dibayar obligation and the accrued pension cost depend on
tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan several assumptions. The assumptions used to
dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa determine the net pension cost (benefit) include the
asumsi. Asumsi yang digunakan untuk discount rate. Changes in this assumption will affect
menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto the total recorded post-employment benefits and
mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini pension funds.
akan mempengaruhi jumlah tercatat imbalan
pasca kerja dan dana pensiun.
Imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu Benefit will be paid and have a time period similar
yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang to period of the related liability.
terkait.
23
Page 167
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Asumsi kunci liabilitas imbalan pasca kerja The key assumptions of post-employment benefits
sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar obligation are partly determined based on current
saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada market conditions. Additional information is
Catatan 19. disclosed on Notes 19.
Cadangan kerugian penurunan nilai persediaan Allowance for decline in value and inventory
dan cadangan persediaan usang Obsolescence
Perusahaan membentuk cadangan kerugian The Company provides allowance for decline in
penurunan nilai persediaan berdasarkan value of inventories based on its estimation that
estimiasi bahwa tidak terdapat penggunaan masa there will be no future usage of such inventories or
depan dari persediaan tersebut, atau terdapat such inventories will be slow moving in the future.
kemungkinan persediaan tersebut menjadi While it is believed that the assumption used in the
usang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi- estimation of the allowance for decline in the value
asumsi yang digunakan dalam estimasi of inventories reflected in the financial statements
cadangan kerugian penurunan nilai persediaan are appropriate and reasonable, significant
dalam laporan keuangan adalah tepat dan wajar, changes in these assumptions may materially affect
namun demikian, perubahan signifikan dalam the assessment of the carrying value of the
asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak inventories and provision for decline in value of
signifikan terhadap nilai tercatat persediaan dan inventories, which ultimately impact the result of the
jumlah beban kerugian penurunan nilai Company’s operations.
persediaan, yang akhirnya akan berdampak pada
hasil operasi Perusahaan.
Berdasarkan penelaahan manajemen, jumlah Based on the assessment of management, the
cadangan kerugian penurunan nilai persediaan allowance for decline in value and inventory
dan cadangan persediaan usang masing-masing obsolescence of Rp 4,497,443,895 as of
sebesar Rp 4.497.443.895 pada 31 Desember December 31, 2025 and Rp 6,318,523,730 as of
2025 dan Rp 6.318.523.730 pada tanggal December 31, 2024 is adequate.
31 Desember 2024 adalah memadai.
ii. Pertimbangan penting dalam penentuan ii. Significant judgements in applying accounting
kebijakan akuntansi policies
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen The following consideration made by management
dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi in context of implementing the Company's
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling accounting policies that have significant impact to
signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan the financial statements.
keuangan.
Klasifikasi aset keuangan, liabilitas keuangan dan Classification financial assets, financial liabilities
instrumen ekuitas and equity instrument
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset, The Company classified assets, liabilities and
liabilitas dan instrumen tertentu sebagai aset spesific instrument as financial assets, financial
keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen liabilities and equity instrument with consideration
ekuitas dengan mempertimbangkan bila definisi when definition define by PSAK No. 109 fulfilled.
yang ditetapkan PSAK No. 109 dipenuhi. Dengan Therefore, financial assets, financial liabilities and
demikian, aset keuangan, liabilitas keuangan dan equity instrument recognized as the Company
instrumen ekuitas diakui sesuai dengan kebijakan policy stated in Notes 2e.
akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada
Catatan 2e.
24
Page 168
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Kas - Rupiah 13.654.762 24.635.423 Cash - Rupiah
Bank - Rupiah Bank - Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2.184.308.622 6.187.219.360 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Permata Tbk. 728.669.127 1.237.030.024 PT Bank Permata Tbk.
PT Bank Central Asia Tbk. 428.796.404 1.118.784.747 PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank KB Indonesia Tbk. 23.376.832 6.532.586 PT Bank KB Indonesia Tbk.
PT Bank Danamon PT Bank Danamon
Indonesia Tbk. 5.090.784 - Indonesia Tbk.
Jumlah 3.383.896.531 8.574.202.140 Total
Penempatan bank dilakukan pada pihak ketiga dan The placement of cash in bank carried on a third
tidak digunakan sebagai jaminan. Bunga giro pada parties and are not used as collaterals. Current
tahun 2025 dan 2024 masing-masing sebesar account interest on 2025 and 2024 are 0.25%-0.75%
0,25%-0,75% dan 0,4%-5,7%. and 0.4%-5.7%, respectively.
Tidak terdapat kas dan setara kas kepada pihak There are no cash and cash equivalents balance
berelasi pada 31 Desember 2025 dan 2024. placed to a related party on December 31, 2025 and
2024.
5. KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA 5. RESTRICTED CASH
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
PT Bank Permata Tbk. 1.779.099.180 1.700.000.000 PT Bank Permata Tbk.
PT Bank KB Indonesia Tbk. 500.000.000 500.000.000 PT Bank KB Indonesia Tbk.
Jumlah 2.279.099.180 2.200.000.000 Total
Kas yang dibatasi penggunaannya digunakan Restricted cash is used as collateral for cooperation in
sebagai jaminan untuk kerjasama produksi Air the production of Packaged Drinking Water (AMDK).
Minum Dalam Kemasan (AMDK).
25
Page 169
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
6. PIUTANG USAHA 6. ACCOUNTS RECEIVABLE
a. Berdasarkan Pelanggan a. Based on Customers
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Pihak berelasi (Catatan 29) Related party (Note 29)
PT Asia Sejahtera Mina, Tbk 8.260.921.014 - PT Asia Sejahtera Mina, Tbk
PT Sumber Kurnia Alam 209.568.000 - PT Sumber Kurnia Alam
Jumlah piutang pihak berelasi 8.470.489.014 - Total related party receivables
Pihak ketiga Third parties
PT Fastrata Buana 4.298.279.153 4.543.737.825 PT Fastrata Buana
Lain-lain di bawah Rp 500 juta 1.031.135.481 404.737.565 Others bellow Rp 500 millions
Sub jumlah 5.329.414.634 4.948.475.390 Sub total
Cadangan kerugian penurunan nilai (230.724.964) (230.724.964) Allowance for impairment losses
Jumlah piutang pihak ketiga 5.098.689.670 4.717.750.426 Total third parties receivables
Jumlah 13.569.178.684 4.717.750.426 Total
b. Berdasarkan Umur Piutang b. Based on Aging
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Rincian piutang usaha Aging schedule of
berdasarkan umur : trade receivable:
Belum jatuh tempo 13.259.429.912 4.895.276.189 Not due yet
Lewat jatuh tempo Past due
1-30 hari 386.977.170 50.018.133 1-30 days
31-60 hari 111.988.238 1.838.076 31-60 days
61-90 hari 36.251.423 117.799 61-90 days
91-120 hari 367.000 1.225.193 91-120 days
> 120 hari 4.889.905 - > 120 days
Jumlah 13.799.903.648 4.948.475.390 Total
Cadangan kerugian penurunan nilai (230.724.964) (230.724.964) Allowance for impairment losses
Piutang bersih 13.569.178.684 4.717.750.426 Net trade receivables
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai Movements in the allowance for impairment losses
sebagai berikut: are as follows:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Saldo awal 230.724.964 158.809.286 Balance at the beginning of the year
Mutasi cadangan kerugian Movement in allowance for
penurunan nilai (Catatan 25) - 71.915.678 impairment losses (Note 25)
Jumlah 230.724.964 230.724.964 Total
26
Page 170
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang Based on a review of the status of the individual
masing-masing pelanggan pada akhir periode receivables at the end of the reporting period,
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa management believes that the allowance for
penyisihan penurunan nilai telah memadai untuk impairment losses is adequate to cover possible
menutup kemungkinan kerugian atas tidak losses on uncollectible trade receivables.
tertagihnya piutang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 tidak As of December 31, 2025 and 2024, there are no trade
terdapat piutang usaha yang dijaminkan. receivables that are pledged as collateral.
7. PIUTANG LAIN-LAIN 7. OTHER RECEIVABLES
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Pihak berelasi (Catatan 29) Related party (Note 29)
PT Inasentra Unisatya 2.317.736.366 167.760.000 PT Inasentra Unisatya
Jumlah piutang pihak berelasi 2.317.736.366 167.760.000 Total related party receivables
Pihak ketiga Third parties
Koperasi Garudayaksa Koperasi Garudayaksa
Nusantara 2.951.740.991 2.951.740.991 Nusantara
PT Invicta Karya Niaga - 6.149.580.396 PT Invicta Karya Niaga
PT Mitraguna Karsa Optima - 966.881.646 PT Mitraguna Karsa Optima
PT Solindo Hutama Abadi - 845.239.307 PT Solindo Hutama Abadi
Lain-lain 7.548.000 - Others
Sub jumlah 2.959.288.991 10.913.442.340 Sub total
Cadangan kerugian Allowance for
penurunan nilai (543.557.430) (349.784.044) impairment losses
Jumlah piutang pihak ketiga 2.415.731.561 10.563.658.296 Total third parties receivables
Jumlah piutang persih 4.733.467.927 10.731.418.296 Net trade other receivable
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai sebagai Movements in the allowance for impairment losses are
berikut: as follows:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Saldo awal 349.784.044 289.902.003 Balance at the beginning of the year
Mutasi cadangan kerugian Movement in allowance for
penurunan nilai (Catatan 25) 193.773.386 59.882.041 impairment losses (Note 25)
Jumlah 543.557.430 349.784.044 Total
Catatan 33 menjelaskan proses tuntutan Note 33 describe the Company’s claim/law suit against
Perusahaan kepada Koperasi Garudayaksa Koperasi Garudayaksa Nusantara.
Nusantara.
27
Page 171
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
8. PERSEDIAAN 8. INVENTORIES
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Persediaan barang dagangan 6.066.547.591 421.687.519 Inventories
Persediaan barang produksi Production goods inventory
Bahan kemasan 7.069.086.360 9.797.953.842 Packaging material
Bahan baku 823.214.041 1.560.824.633 Raw material
Barang pembantu Indirect material
suku cadang 657.121.240 818.044.165 sparepart
Barang jadi 5.657.621.343 4.973.049.964 Finished goods
Sub jumlah 20.273.590.575 17.571.560.123 Sub total
Penurunan nilai persediaan (4.497.443.895) (6.318.523.730) Decrease in values of inventories
Jumlah 15.776.146.680 11.253.036.393 Total
Berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan Based on review of inventory at the end of the period,
persediaan pada akhir periode, manajemen the Company’s management reserve allowance for
Perusahaan membentuk penyisihan untuk impairment at December 31, 2025 and 2024
penurunan nilai persediaan pada tanggal amounted Rp 4,497,443,895 and Rp 6,318,523,730,
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing respectively.
sebesar Rp 4.497.443.895 dan Rp 6.318.523.730.
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Saldo awal 6.318.523.730 5.643.523.730 Balance at the beginning of the year
Penambahan penurunan nilai Addition of inventories
persediaan (Catatan 25) 486.004.077 675.000.000 write-down (Note 25)
Pemusnahan persediaan (2.307.083.912) - Inventory destruction
Jumlah 4.497.443.895 6.318.523.730 Total
Berdasarkan Berita Acara Pemusnahan Persediaan Based on the Minutes of Inventory Desturction No.
No. 538/WAPO.CS/XII/2025 tanggal 1 Desember 538/WAPO.CS/XII/2025 dated December 1, 2025,
2025, manajemen melakukan pemusnahan management destroyed inventory amounting to
persediaan sebesar Rp 2.307.083.912. Rp 2,307,083,912.
Pada 31 Desember 2025 dan 2024, tidak terdapat As of December 31, 2025 and 2024, there are no
persediaan yang dijadikan sebagai jaminan. inventories pledged as collateral.
9. UANG MUKA 9. ADVANCE PAYMENTS
Akun ini merupakan uang muka pembelian pada This account representation advance payment for
31 Desember 2025 sebesar Rp 15.000.000. purchases at December 31, 2025 amounting to
Rp 15,000,000.
28
Page 172
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
10. BEBAN DIBAYAR DIMUKA 10. PREPAID EXPENSE
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Sewa 1.071.366.486 1.604.910.511 Rent
Asuransi 25.362.367 21.029.929 Insurance
Lain-lain 181.567.657 149.823.980 Other
Jumlah 1.278.296.510 1.775.764.420 Total
11. PROPERTI INVESTASI 11. INVESTMENT PROPERTIES
1 Januari 2025/ Penambahan/ 31 Desember 2025/
January 1, 2025 Additions December 31, 2025
Rp Rp Rp
Biaya Perolehan Acquisition Cost
Tanah 30.420.000.000 - 30.420.000.000 Land
Bangunan 21.258.600.000 - 21.258.600.000 Building
Sub jumlah 51.678.600.000 - 51.678.600.000 Sub total
Akumulasi Accumulated
Penyusutan Depreciation
Bangunan 13.988.364.448 1.062.930.000 15.051.294.448 Building
Sub jumlah 13.988.364.448 1.062.930.000 15.051.294.448 Sub total
Nilai buku 37.690.235.552 36.627.305.552 Book Value
1 Januari 2024/ Penambahan/ 31 Desember 2024/
January 1, 2024 Additions December 31, 2024
Rp Rp Rp
Biaya Perolehan Acquisition Cost
Tanah 30.420.000.000 - 30.420.000.000 Land
Bangunan 21.258.600.000 - 21.258.600.000 Building
Sub jumlah 51.678.600.000 - 51.678.600.000 Sub total
Akumulasi Accumulated
Penyusutan Depreciation
Bangunan 12.925.434.448 1.062.930.000 13.988.364.448 Building
Sub jumlah 12.925.434.448 1.062.930.000 13.988.364.448 Sub total
Nilai buku 38.753.165.552 37.690.235.552 Book Value
Beban penyusutan pada 31 Desember 2025 dan The depreciation expense in December 31, 2025 and
2024 dialokasikan ke beban umum dan administrasi 2024 is allocated to general and administration
sebesar Rp 1.062.930.000 (Catatan 25). expenses in the amount of Rp 1,062,930,000
(Note 25).
Pada 31 Desember 2025 dan 2024, properti As of December 31, 2025 and 2024
investasi telah diasuransikan dengan nilai investment properties were insured coverage of
pertanggungan sebesar Rp 52.927.545.000 pada Rp 52,927,545,000 to PT Lippo General Insurance
PT Lippo General Insurance Tbk. Tbk.
Manajemen berpendapat bahwa nilai Management believes that the sum insured is
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi sufficient to cover possible losses arising from suck
kerugian atas resiko tersebut. risk.
29
Page 173
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
12. ASET TETAP 12. FIXED ASSETS
2025
1 Januari 2025/ Penambahan / Pengurangan / 31 Desember 2025/
January 1, 2025 Additions Deductions December 31, 2025
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan: Acquisition cost:
Tanah 2.606.115.063 - 436.623.383 2.169.491.680 Land
Bangunan 889.534.937 - 313.376.616 576.158.321 Building
Mesin dan Machine and
peralatan 24.107.543.330 - - 24.107.543.330 equipment
Kendaraan 937.773.391 25.819.820 131.526.364 832.066.847 Vehicle
Inventaris kantor 301.120.000 - - 301.120.000 Office equipment
Hak atas tanah 5.250.000 - - 5.250.000 Land right
Sub jumlah 28.847.336.721 25.819.820 881.526.363 27.991.630.178 Sub total
Akumulasi Accumulated
penyusutan: depreciation:
Bangunan 889.534.937 - 313.376.616 576.158.321 Building
Mesin dan Machine and
peralatan 19.465.989.706 749.545.125 - 20.215.534.831 equipment
Kendaraan 822.185.318 18.502.379 117.068.381 723.619.316 Vehicle
Inventaris kantor 301.120.000 - - 301.120.000 Office equipment
Hak atas tanah 5.250.000 - - 5.250.000 Land right
Sub jumlah 21.484.079.961 768.047.504 430.444.997 21.821.682.468 Sub total
Nilai Buku 7.363.256.760 6.169.947.710 Net book value
2024
1 Januari 2024/ Penambahan / Pengurangan / 31 Desember 2024/
January 1, 2024 Additions Deductions December 31, 2024
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan: Acquisition cost:
Tanah 2.606.115.063 - - 2.606.115.063 Land
Bangunan 889.534.937 - - 889.534.937 Building
Mesin dan Machine and
peralatan 21.784.212.630 2.323.330.700 - 24.107.543.330 equipment
Kendaraan 928.773.391 9.000.000 - 937.773.391 Vehicle
Inventaris kantor 301.120.000 - - 301.120.000 Office equipment
Hak atas tanah 5.250.000 - - 5.250.000 Land right
Sub jumlah 26.515.006.021 2.332.330.700 - 28.847.336.721 Sub total
Akumulasi Accumulated
penyusutan: depreciation:
Bangunan 889.534.937 - - 889.534.937 Building
Mesin dan Machine and
peralatan 18.900.954.029 565.035.677 - 19.465.989.706 equipment
Kendaraan 803.533.644 18.651.674 - 822.185.318 Vehicle
Inventaris kantor 301.120.000 - - 301.120.000 Office equipment
Hak atas tanah 5.250.000 - - 5.250.000 Land right
Sub jumlah 20.900.392.610 583.687.351 - 21.484.079.961 Sub total
Nilai Buku 5.614.613.411 7.363.256.760 Net book value
30
Page 174
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Alokasi beban penyusutan pada laporan laba rugi Allocation of depreciation in the statements of profit
dan penghasilan komprehensif lain per loss and other comprehensive income in
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai December 31, 2025 and 2024 are as follows:
berikut:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Beban umum dan administrasi General and administration expense
(Catatan 25) 768.047.504 583.687.351 (Note 25)
Jumlah 768.047.504 583.687.351 Total
Berdasarkan evaluasi mengenai nilai aset tetap Based on evaluation value of fixed assets at
pada 31 Desember 2025 dan 2024, manajemen December 31, 2025 and 2024, management believe
berpendapat bahwa tidak terdapat perubahan there is no changes that indication impairment of fixed
keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan assets.
nilai aset tetap.
Pada 31 Desember 2025 dan 2024, aset tetap As of December 31, 2025 and 2024, fixed asset of
berupa mesin dan kendaraan telah diasuransikan vehicle and machine were insured coverage of
dengan nilai pertanggungan masing-masing Rp 2,860,000,000 and Rp 2,966,045,000,
sebesar Rp 2.860.000.000 dan Rp 2.966.045.000. respectively.
Pada 31 Desember 2025, terdapat penjualan aset As December 31, 2025, there was sale of fixed assets
tetap dengan rincian sebagai berikut: with the following details:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Harga perolehan 881.526.363 - Acquisition cost
Akumulasi penyusutan (430.444.997) - Accumulated depreciation
Nilai buku 451.081.366 - Net book values
Penerimaan dari penjualan aset (1.777.000.000) - Proceeds from the sale of assets
Keuntungan penjualan Gain on sale of
aset tetap (Catatan 26) (1.325.918.633) - fixed asset (Note 26)
Manajemen berpendapat bahwa nilai Management believes that the sum insured is
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi sufficient to cover possible losses arising from suck
kerugian atas resiko tersebut. risk.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak As of December 31, 2025 and 2024 there are no fixed
terdapat aset tetap yang dijadikan sebagai jaminan. assets pledged as collateral.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, aset As at 31 December 2025 and 2024, fixed assets in the
tetap berupa kendaraan telah diasuransikan dengan form of vehicles are insured with a total coverage
nilai pertanggungan sebesar Rp 85.000.000 pada amounting to Rp 85,000,000 under an insurance
PT Asuransi Multi Artha Dana Tbk. policy with PT Asuransi Multi Artha Dana Tbk.
31
Page 175
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
13. ASET HAK GUNA 13. RIGHT-OF-USE ASSETS
2025
1 Januari 2025/ Penambahan / Pengurangan / 31 Desember 2025/
January 1, 2025 Additions Deductions December 31, 2025
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan: Acquisition cost:
Bangunan 341.868.002 175.000.000 - 516.868.002 Building
Sub jumlah 341.868.002 175.000.000 - 516.868.002 Sub total
Akumulasi Accumulated
penyusutan: depreciation:
Bangunan 201.698.695 154.067.701 - 355.766.396 Building
Sub jumlah 201.698.695 154.067.701 - 355.766.396 Sub total
Nilai Buku 140.169.307 161.101.606 Net book value
2024
1 Januari 2024/ Penambahan / Pengurangan / 31 Desember 2024/
January 1, 2024 Additions Deductions December 31, 2024
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan: Acquisition cost:
Bangunan 230.438.182 111.429.820 - 341.868.002 Building
Sub jumlah 230.438.182 111.429.820 - 341.868.002 Sub total
Akumulasi Accumulated
penyusutan: depreciation:
Bangunan 72.404.798 129.293.897 - 201.698.695 Building
Sub jumlah 72.404.798 129.293.897 - 201.698.695 Sub total
Nilai Buku 158.033.384 140.169.307 Net book value
Beban penyusutan pada 31 Desember 2025 dan The depreciation expense in December 31, 2025 and
2024 dialokasikan ke beban umum dan administrasi 2024 is allocated to general and administration
masing-masing sebesar Rp 154.067.701 dan expenses amounting to Rp 154,067,701 and
Rp 129.293.897 (Catatan 25). Rp 129,293,897, respectively (Note 25).
14. ASET LAIN-LAIN 14. OTHER ASSETS
Aset lain-lain merupakan uang jaminan sewa Other assets representation guarantee of rental
penempatan vending machine dan sewa gedung space for vending machine and office rent at
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 December 31, 2025 and 2024 was Rp 121,310,000
masing-masing sebesar Rp 121.310.000 dan and Rp 69,310,000, respectively.
Rp 69.310.000.
15. UTANG USAHA – PIHAK KETIGA 15. TRADE ACCOUNT PAYABLE – THIRD PARTIES
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
PT Fastrata Buana 18.321.729.245 7.552.768.815 PT Fastrata Buana
CV. Tirta Astro 1.071.699.812 2.165.158.233 CV. Tirta Astro
Lain-lain dibawah Rp 1 miliar 3.319.598.326 3.770.950.224 Others below Rp 1 billion
Jumlah 22.713.027.383 13.488.877.272 Total
32
Page 176
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Rincian utang usaha berdasarkan umur: Aging schedule of trade account payable are as
follows:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Belum jatuh tempo 6.696.250.132 8.818.083.696 Not yet due
Telah jatuh tempo Past due
1 - 30 hari 373.743.775 1.388.830.443 1 - 30 days
31 - 60 hari 500.190.889 616.778.176 31 - 60 days
61 - 90 hari 961.416.673 1.014.826.362 61 - 90 days
91 - 120 hari 1.229.273.388 66.616.262 91 - 120 days
> 120 hari 12.952.152.526 1.583.742.333 > 120 days
Jumlah 22.713.027.383 13.488.877.272 Total
16. UTANG LAIN-LAIN 16. OTHER ACCOUNT PAYABLE
Akun ini merupakan utang lain-lain pada tanggal This account represents other account payable at
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing December 31, 2025 and 2024 amounting to
sebesar Rp 5.328.110 dan Rp 2.658.462. Rp 5,328,110 and Rp 2,658,462, respectively.
17. UANG MUKA PENJUALAN 17. SALES ADVANCES
Akun ini merupakan uang muka penjualan This account represents sales advances at
pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar December 31, 2025 amounting to Rp 5,563,200,000.
Rp 5.563.200.000.
18. LIABILITAS SEWA 18. LEASE LIABILITIES
Berikut adalah pembayaran sewa minimum masa The following are the future minimum lease payments
yang akan datang (future minimum lease payment) based on the lease agreement between the Company
berdasarkan perjanjian sewa antara Perusahaan and PT Japfa Indoland:
dan PT Japfa Indoland:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Pembayaran yang jatuh tempo Payment due
pada tahun: in:
2025 - 32.336.453 2025
2026 32.336.453 62.668.367 2026
Jumlah 32.336.453 95.004.820 Total
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA 19. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
Perusahaan menghitung dan membukukan The Company calculated and recorded employee
penyisihan untuk hak karyawan sesuai dengan benefit obligation based on the Labor Law of the
Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Republic of Indonesia No. 11 year 2020 concerning
Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun Job Creation and Government Regulation No. 35 year
2021. Berdasarkan Undang-Undang tersebut 2021. Based on this law the Company is obliged to pay
Perusahaan diharuskan untuk membayar uang severance, gratituty and compensation pay to
pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang employees if the requirements specified in the law are
pengganti hak kepada karyawan apabila fulfilled. There is no funding set aside by the Company
persyaratan yang ditentukan pada undang-undang in regarding of the estimated liability. The main
33
Page 177
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
tersebut terpenuhi. Tidak terdapat pendanaan yang assumptions used to calculate the estimated costs and
disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan liabilities are as follows:
estimasi liabilitas tersebut. Asumsi utama yang
digunakan untuk menghitung estimasi biaya dan
liabilitas tersebut adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Jumlah karyawan 11 9 Total employee
Tingkat moralita TM-IV 2019 TM-IV 2019 Morality rate
Usia pensiun normal 55 tahun 55 tahun Normal retirement age
Tingkat cacat 5% 5% Disabled rate
Tingkat kenaikan upah/gaji 7,00% 7,00% Wages or salaries increasement rate
Tingkat diskonto 6,12% 7,09% Discount rate
Tingkat pengunduran diri 4% menurun 4% menurun Resignation rate
Pada tahun 2025 dan 2024, nilai kewajiban manfaat On 2025 and 2024, the employee benefit liabilities is
karyawan dihitung oleh aktuaris independen, KKA calculated by independent actuary, KKA V.
V. Agus Basuki. Agus Basuki.
Beban imbalan pasca kerja kerja yang diakui di laba Amounts recognized in comprehensive income
rugi komprehensif sebagai berikut: respect of the defined benefits plan are as follows:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Biaya jasa kini 99.004.971 64.080.618 Current service cost
Biaya bunga 54.135.697 48.383.255 Interest expense
Jumlah 153.140.668 112.463.873 Total
Liabilitas imbalan pasca kerja sebagai berikut: Employee benefits obligations are as follows:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Nilai kini kewajiban Present value of
imbalan pasti 773.273.132 745.252.363 the defined benefit obligation
Beban tahun berjalan (Catatan 25) 153.140.668 112.463.873 Employee benefit expense (Note 25)
Penghasilan komprehensif lain 155.422.306 (84.443.104) Other comprehensive income
Jumlah 1.081.836.106 773.273.132 Total
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Dampak penyesuaian pengalaman 155.422.306 (84.443.104) Effect of adjustment in experience
Jumlah 155.422.306 (84.443.104) Total
34
Page 178
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Beban / (Penghasilan) Expense / (Income) of other
Komprehensif lain awal tahun (1.416.939.330) (1.332.496.226) Comprehensive at beginning year
Tahun berjalan 155.422.306 (84.443.104) Expense of current period
Jumlah (1.261.517.024) (1.416.939.330) Total
Perubahan satu poin presentasi asumsi tingkat gaji Change one point presentation of assumption salary
akan memiliki efek sebagai berikut: rate will be effect are as follows:
Kenaikan/ Penurunan/
Increase Decrease
Pengaruh kewajiban imbalan kerja 1.137.217.418 1.029.221.462 Change employee benefit obligation
Persentase 5,12% -4,86% Percentage
Informasi historis mengenai nilai kini kewajiban Historical information about the present value of the
imbalan pasti, defisit pada program dan defined benefit obligation, the deficit in the program
penyesuaian yang timbul pada liabilitas program and the adjustments arising on the program liabilities
adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Nilai kini atas kewajiban imbalan pasti 773.273.132 745.252.363 Present value of the benefit obligation
Penyesuaian nilai kini kewajiban Adjustment present value of
imbalan pasti 155.422.306 (84.443.104) the define benefit obligation
Presentase penyesuaian 20% -11% Adjustment percentage
20. MODAL SAHAM 20. CAPITAL STOCK
31 Desember 2025 / 31 Desember 2024
December 31, 2025 / December 31, 2024
Jumlah saham/ Kepemilikan/ Modal disetor/
Number of Shares Ownership Paid capital
Nama pemegang saham Name of shareholders
PT Hijau Sari 447.562.500 36,07% 44.756.250.000 PT Hijau Sari
PT Mitra Niaga Sakti 402.562.500 32,44% 40.256.250.000 PT Mitra Niaga Sakti
PT Surya Pelangi Mandiri 100.000.000 8,06% 10.000.000.000 PT Surya Pelangi Mandiri
Masyarakat masing-masing Public for each
dibawah 5% 290.798.111 23,43% 29.079.811.100 below 5%
Jumlah 1.240.923.111 100% 124.092.311.100 Total
35
Page 179
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Berdasarkan akta no. 43 tanggal 12 November Based on notarial deed no. 43 dated November 12,
2019, dari Stephanie Wilamarta, SH, notaris di 2019, from Stephanie Wilamarta, SH, notary in
Jakarta, telah dilakukan peningkatan modal disetor Jakarta, already done share capital increase through
dengan dilaksanakan Penawaran Umum Terbatas First Limited Public Offering (PUT I) with Pre-Emptive
Pertama (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Rights Issuance by PT Hijau Sari amounted
Terlebih Dahulu (HMETD) disetor oleh PT Hijau Sari 447,562,500 (Four hundred forty seven million and five
sebanyak 447.562.500 (empat ratus empat puluh hundred sixty two thousand and five hundred rupiah)
tujuh juta lima ratus enam puluh dua ribu lima ratus) share with value Rp 100 (one hundred rupiah),
lembar saham dengan harga sebesar Rp 100 PT Mitra Niaga Sari amounting to 402,562,500 (four
(seratus rupiah), PT Mitra Niaga Sakti sebanyak hundred two million and five hundred sixty two
402.562.500 (empat ratus dua juta lima ratus enam thousand and five hundred) share with value Rp 100
puluh dua ribu lima ratus) lembar saham dengan (one hundred rupiah) and public amounting to
harga sebesar Rp 100 (seratus rupiah), dan 290,798,111 (two hundred ninety million and seven
Masyarakat sebanyak 290.798.111 (dua ratus hundred ninety eight thousand and one hundred
sembilan puluh juta tujuh ratus sembilan puluh eleven) share with value Rp 100 (one hundred rupiah).
delapan ribu seratus sebelas) lembar saham
dengan harga sebesar Rp 100 (seratus rupiah).
Berdasarkan akta no. 4 tanggal 6 April 2011, dari Based on notarial deed no. 4 dated April 6, 2011, from
Afriwandi, SH, Mkn, notaris di Tangerang, telah Afriwandi, SH, Mkn, notary in Tangerang, already
dilakukan jual beli saham milik PT Lombok Mandiri done sales and purchase share own by PT Lombok
Investama sebanyak 100.000.000 (seratus juta) Mandiri Investama amounted to 100,000,000 (one
lembar saham dengan harga sebesar Rp 37,5 (tiga hundred million) shares with value Rp 37,5 (thirty
puluh tujuh koma lima rupiah) kepada PT Hijau Sari. seven point five rupiah) to PT Hijau Sari.
Berdasarkan akta no 100 tanggal 8 April 2011, dari Based on notarial deed no. 100 dated April 8, 2011,
H. Feby Rubein Hidayat, SH, notaris di Tangerang, from H. Feby Rubein Hidayat, SH, notary in Jakarta,
telah dilakukan jual beli saham milik PT Lombok already done sales and purchase shares own by
Mandiri Investama sebanyak 55.000.000 (lima puluh PT Lombok Mandiri Investama amounting to
lima juta) lembar saham dengan harga sebesar 55,000,000 (fifty five million) shares with value
Rp 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima rupiah) kepada amounting to Rp 37.5 (thirty seven point five rupiah) to
PT Pesona Bangun Mandiri. PT Pesona Bangun Mandiri.
Berdasarkan akta no. 3 tanggal 8 April 2011, dari Based on notarial deed no. 3 dated April 8, 2011, from
Afriwandi, SH, Mkn, notaris di Tangerang, telah Afriwandi, SH, Mkn, notary in Tangerang, already
dilakukan jual beli saham milik PT Lombok Mandiri done sales and purchase share own by PT Lombok
Investama sebanyak 108.800.000 (seratus delapan Mandiri Investama amounting to 108,800,000 (one
juta delapan ratus ribu) lembar saham dengan harga hundred and eight million eight hundred thousand)
sebesar Rp 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima rupiah) shares with value amouting to Rp 37.5 (thirty seven
kepada PT Surya Pelangi Mandiri. point five rupiah) to PT Surya Pelangi Mandiri.
Berdasarkan akta no. 101 tanggal 8 April 2011, dari Based on notarial deed no. 101 dated April 8, 2011,
H. Feby Rubein Hidayat, SH, notaris di Jakarta, from H. Feby Rubein Hidayat, SH, notary in Jakarta,
telah dilakukan jual beli saham milik PT Lombok already done sales and purchase share own by
Mandiri Investama sebanyak 55.000.000 (lima puluh PT Lombok Mandiri Investama amounting to
lima juta) lembar saham dengan harga sebesar 55,000,000 (fifty five million) shares with value
Rp 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima rupiah) kepada amounting to Rp 37.5 (thirty seven point five rupiah) to
PT Mitra Niaga Sakti. PT Mitra Niaga Sakti.
36
Page 180
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR 21. ADDITIONAL PAID IN CAPITAL
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Agio saham - penawaran umum Additional paid in capital-
perdana 4.379.310.345 4.379.310.345 initial offering
Penerbitan waran 10.620.689.655 10.620.689.655 Issued warrant
Biaya emisi efek ekuitas (2.545.594.385) (2.545.594.385) Cost of issuing equity securities
Selisih pengampunan pajak 100.000.000 100.000.000 Difference tax amnesty
Jumlah 12.554.405.615 12.554.405.615 Total
Perusahaan telah mencatatkan sejumlah The Company already recorded 200,000,000 shares
200.000.000 sahamnya di Bursa Efek Indonesia d/h in the Indonesia Stock Exchange d/h Jakarta Stock
Bursa Efek Jakarta pada tahun 2001, disertai Exchange in 2001, accompanied with issuance of
penerbitan 50.000.000 lembar Waran Seri I, yang 50.000,000 shares warrant Series I, which is separate
merupakan waran pisah, yang memberikan hak warant, giving to the shareholder the right to buy 1 new
kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru share with a nominal value Rp 100 per share with
dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan excercise price Rp 175 per share. The Warant have a
harga pelaksanaan sebesar Rp 175 per saham. term of implementation for 3 years and implemented
Waran tersebut memiliki jangka waktu pelaksanaan since December 21, 2001 until June 21, 2004. At
selama 3 tahun dan dapat dilaksanakan (exercised) June 22, 2001, the Company's shares and warrant
mulai tanggal 21.Desember 2001 sampai dengan began to be traded. As of the date of implementation
21 Juni 2004. Pada tanggal 22 Juni 2001, saham of June 21, 2004, there is no warrant have been
dan waran Perusahaan mulai diperdagangkan. converted into shares.
Sampai dengan tanggal batas waktu pelaksanaan
(exercise) tanggal 21 Juni 2004, tidak ada waran
yang telah dikonversi menjadi saham.
22. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 22. OTHER COMPREHENSIVE INCOME
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Dalam Rupiah In Rupiah
Saldo awal 1.062.739.967 996.874.346 Beginning balance
Penyesuaian atas penerapan Adjustment of implementation
PSAK No. 219 (155.422.306) 84.443.104 PSAK No. 219
Pajak terkait 34.192.907 (18.577.483) Related Tax
Saldo akhir 941.510.568 1.062.739.967 Ending balance
23. PENJUALAN BERSIH 23. NET SALES
2025 2024
Rp Rp
Penjualan produk agribisnis 1.383.284.626.334 2.078.721.894.224 Agricultural product sales
Penjualan air minum 52.774.660.145 43.608.350.249 Drinking water product
Jumlah 1.436.059.286.479 2.122.330.244.473 Total
37
Page 181
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Penjualan yang melebihi nilai 10% adalah sebagai Sales more than 10% of total sales are as follows:
berikut:
2025 2024
Rp Rp
Pihak ketiga Third party
PT Santos Jaya Abadi 1.309.569.867.452 1.796.235.194.645 PT Santos Jaya Abadi
Pihak berelasi (Catatan 29) Related party (Note 29)
PT Sumber Kurnia Alam - 154.075.101.611 PT Sumber Kurnia Alam
Jumlah 1.309.569.867.452 1.950.310.296.256 Total
24. BEBAN POKOK PENJUALAN 24. COST OF GOODS SOLD
2025 2024
Rp Rp
Persediaan barang dagangan Inventories
Persediaan awal 421.687.519 170.650.756 Beginning balance
Pembeliaan 1.422.143.756.036 2.097.668.606.539 Purchase
Persediaan akhir (6.066.547.591) (421.687.519) Ending balance
Beban pokok penjualan Cost of goods sold
barang dagangan 1.416.498.895.964 2.097.417.569.776 inventories
Persediaan barang jadi Finished goods
Persediaan awal 4.973.049.964 5.237.001.648 Beginning balance
Persediaan akhir (5.657.621.343) (4.973.049.964) Ending balance
Beban pokok penjualan Cost of goods sold
barang jadi (684.571.379) 263.951.684 finished goods
Jumlah beban pokok penjualan 1.415.814.324.585 2.097.681.521.460 Cost of goods sold
Pembelian yang melebihi nilai 10% adalah sebagai Purchases more than 10% of total purchases are as
berikut: follows:
2025 2024
Rp Rp
Pihak berelasi (Catatan 29) Related party (Note 29)
PT Sumber Kurnia Alam 1.303.401.545.803 1.905.210.692.785 PT Sumber Kurnia Alam
Jumlah 1.303.401.545.803 1.905.210.692.785 Total
38
Page 182
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
25. BEBAN USAHA 25. OPERATING EXPENSE
2025 2024
Rp Rp
Beban penjualan: Selling expense:
Beban royalti 922.125.000 - Royalty expense
Beban pengepakan/kemasan 130.211.450 55.950.200 Packaging expense
Jumlah beban penjualan 1.052.336.450 55.950.200 Total selling expense
Beban umum dan General and administration
administrasi: expense:
Beban klaim EDC sunkist 6.947.764.861 4.162.486.204 Claim EDC sunkist expenses
Beban iklan 6.294.537.788 4.367.154.378 Advertising expense
Beban Ekspedisi 6.124.549.772 5.057.520.878 Expedition expenses
Beban sewa 4.311.621.318 2.883.195.919 Rental expense
Beban AMDK 2.265.311.813 749.450.501 AMDK expense
Penyusutan (Catatan 11 dan 12) 1.830.977.504 1.646.617.351 Depreciation (Note 11 and 12)
Gaji dan kesejahteraan karyawan 1.713.192.670 1.446.385.442 Salary and employee welfare
Beban sunkist 1.191.480.092 449.532.148 Sunkist expense
Cadangan kerugian penurunan Allowance for impairment
nilai persediaan (Catatan 8) 486.004.077 675.000.000 loss in inventories (Note 8)
Beban claim diskon MT/MM 440.183.882 - MT/MM discount claim expense
Cadangan kerugian penurunan Allowance for impairment loss in
nilai piutang (Catatan 6 dan 7) 193.773.386 131.797.719 account receivable (Note 6 dan 7)
Beban pajak 190.024.433 1.080.668.647 Tax expense
Beban tunjangan kesehatan 188.757.220 84.246.348 Health care expense
Beban claim diskon GT/TM 184.612.831 - GT/TM discount claim expense
Beban registrasi saham 175.904.922 137.146.352 Share registration
Beban sampling 155.757.393 - Sampling expense
Penyusutan aset Depreciation
hak guna (Catatan 13) 154.067.701 129.293.897 right-of-use (Note 13)
Beban Imbalan pasca Employee benefit
kerja (Catatan 19) 153.140.668 112.463.873 obligation (Note 18)
Beban transportasi dan Transportation and
perjalanan dinas 140.568.635 100.846.056 business traveling
Beban konsultan 119.000.000 110.272.522 Professional fee
Beban branding 75.191.414 - Branding expense
Beban asuransi 63.585.984 46.548.064 Insurance expense
Beban alat tulis kantor 41.159.064 21.754.344 Office expense
Beban poles/selep beras 21.276.225 - Rice polishing expense
Resi gudang 19.500.000 45.525.000 Warehouse receipt
Beban pelatihan 4.285.000 - Training expense
Beban lain-lain 796.028.105 635.722.574 Other expense
Jumlah beban umum Total general and
dan administrasi 34.282.256.758 24.073.628.217 administration expense
Jumlah beban usaha 35.334.593.208 24.129.578.417 Total operating expense
39
Page 183
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
26. PENDAPATAN LAIN-LAIN – BERSIH 26. OTHER INCOME – NET
2025 2024
Rp Rp
Pendapatan lain-lain - bersih Others income - net
Sewa 1.882.500.000 1.474.550.000 Rental
Keuntungan penjualan Gain on sale of
aset tetap (Catatan 12) 1.325.918.633 - fixed asset (Note 12)
Keuntungan penjualan aset lain-lain - 2.295.154.351 Gain on sale of other asset
Karung goni - 528.256.000 Sack
Lain-lain 780.266.880 636.560.279 Others
Jumlah pendapatan Total others income
lain-lain - bersih 3.988.685.513 4.934.520.630 - net
Beban keuangan - bersih Financial expenses - net
Pendapatan bunga 253.947.198 192.832.026 Current account services
Administrasi bank (50.356.332) (48.624.555) Bank administration
Pajak jasa giro (24.420.643) (20.774.113) Current account services tax
Beban gain loss (9.293.480) (11.860.672) Gain loss expense
Beban lain-lain (877.827.129) (732.351.776) Other expense
Jumlah beban Total financial
keuangan - bersih (707.950.386) (620.779.090) expense - net
Jumlah pendapatan Total other
lain-lain - bersih 3.280.735.127 4.313.741.540 income - net
27. PERPAJAKAN 27. TAXATION
a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Pajak penghasilan pasal 28A 3.493.169.316 - Income tax article 28A
Pajak pertambahan nilai 304.098.796 330.122.140 Value added tax
Deposit 28.538.193 - Deposit
Jumlah 3.825.806.305 330.122.140 Total
b. Utang pajak b. Tax payable
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Pajak penghasilan pasal 22 194.156.225 83.930.811 Income tax article 22
Pajak penghasilan pasal 23 12.543.356 72.073.087 Income tax article 23
Pajak penghasilan pasal 4 (2) 4.130.670 15.705.709 Income tax article 4 (2)
Pajak penghasilan pasal 21 2.510.731 4.150.133 Income tax article 21
Pajak penghasilan pasal 15 576.000 - Income tax article 15
Pajak penghasilan pasal 29 - 12.830.145 Income tax article 29
Pajak penghasilan pasal 25 - 1.531.719 Income tax article 25
Jumlah 213.916.982 190.221.604 Total
40
Page 184
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
c. Beban pajak c. Income tax expenses
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Pajak tangguhan 192.120.676 222.442.189 Deffered tax
Beban pajak - kini - (4.336.399.100) Current - tax expense
Jumlah 192.120.676 (4.113.956.911) Total
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak Reconciliation between income before tax, as
penghasilan, seperti dinyatakan pada laporan stated in statement of profit loss and other
laba rugi dan komprehensif lain dan taksiran comprehensive income and the Company’s
penghasilan kena pajak Perusahaan untuk tahun estimated taxable income as of December 31, 2025
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 and 2024 are as follows:
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rp Rp
Laba (rugi) sebelum pajak (11.808.896.187) 4.832.886.136 Gain (loss) before tax
Beda temporer Temporary difference
Cadangan kerugian penurunan Allowance of impairment loss
nilai persediaan 486.004.077 675.000.000 inventory
Aset hak guna 40.357.667 91.839.268 Right-of-use assets
Cadangan imbalan pasca Post-employment benefits
kerja 153.140.669 112.463.873 obligation
Cadangan kerugian penurunan Allowance of impairment loss
nilai piutang lain-lain 193.773.386 59.882.041 other receivable
Cadangan kerugian penurunan Allowance of impairment loss
nilai piutang - 71.915.678 account receivable
Jumlah 873.275.799 1.011.100.860 Total
\
Beda tetap Permanent difference
Beban promosi 6.293.704.452 4.367.154.378 Promotion expenses
Beban operasional 1.183.272.045 Operational expenses
Beban penyusutan gedung Accumulated building and
dan kendaraan 975.978.834 499.345.099 vehicle expenses
Beban penghapusan persediaan 227.939.063 Inventory destruction expenses
Beban pajak 182.887.915 1.080.668.647 Tax expenses
Kegiatan perusahaan 43.124.000 42.214.559 Company expenses
Pajak jasa giro 24.420.643 20.774.113 Interest income tax
Pendapatan jasa giro - (89.051.622) Interest income
Pendapatan bunga deposito - (103.780.404) Deposit interest income
Perlengkapan kantor - 42.289.788 Retribution and donation
Ekspedisi dan meterai - 3.924.448.878 Expedition and postage
Beban AMDK - 10.924.575 AMDK expenses
Beban klaim EDC - 1.866.000.266 EDC claim expenses
Biaya Listing - 554.085.627 Listing expenses
Pendapatan sewa (150.000.000) (120.000.000) Rent revenue
Beban lainnya 873.955.101 1.771.844.110 Others expenses
Jumlah 9.655.282.054 13.866.918.012 Total
Taksiran penghasilan kena pajak (1.280.338.334) 19.710.905.008 Taxable income
Taksiran penghasilan Taxable income
kena pajak pembulatan (1.280.338.334) 19.710.905.000 rounded
41
Page 185
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
2025 2024
Rp Rp
Tarif pajak : Taxable rate
31 Desember 2025 December 31, 2025
22% x Rp 0 - - 22% x Rp 0
31 Desember 2024 December 31, 2024
22% x Rp 19.710.905.000 - 4.336.399.100 22% x Rp 19,710.905.000
Jumlah beban pajak penghasilan - 4.336.399.100 Total income tax expense
Dikurangi: Deducted:
Pajak penghasilan pasal 22 3.444.755.563 4.287.972.411 Income tax article 22
Pajak penghasilan pasal 23 34.272.812 29.300.000 Income tax article 23
Pajak penghasilan pasal 25 14.140.941 6.296.544 Income tax article 25
Jumlah pajak dibayar dimuka 3.493.169.316 4.323.568.955 Total prepaid tax
Pajak terutang Total tax payable
(Pajak penghasilan pasal 28A) (3.493.169.316) 12.830.145 (Income tax article 28A)
Rekonsiliasi antara jumlah beban pajak dan hasil Reconciliation between total tax expense and the
perkalian laba akuntansi sebelum pajak final amount computed by applying the applicable tax
adalah sebagai berikut: rate to accounting profit before final tax are as
follows:
2025 2024
Rp Rp
Rekonsiliasi pajak: Tax reconciliation:
Laba (rugi) sebelum pajak menurut Profit (loss) income tax according to
laba rugi dan penghasilan profit loss and other
komprehensif lain (11.808.896.187) 4.832.886.136 comprehensif income
Tarif yang berlaku 2.597.957.161 (1.063.234.950) Taxable rate
Pengaruh pajak atas (beban) Tax effect of (expenses) income
penghasilan yang tidak dapat that can not be accounted
diperhitungkan menurut fiskal: by fiscal:
Beda tetap (2.124.162.052) (3.050.721.961) Permanent difference
Jumlah beban pajak penghasilan 473.795.109 (4.113.956.911) Total income tax expense
Penyesuaian pajak tangguhan (281.674.433) - Deferred tax reconciliation
Beban pajak penghasilan 192.120.676 (4.113.956.911) Income tax expenses
42
Page 186
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
d. Pajak tangguhan d. Deferred tax
Perhitungan manfaat (beban) pajak tangguhan Calculation benefit (expense) deferred tax for the
Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada years ended December 31, 2025 and 2024 are as
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah follows:
sebagai berikut:
Dibebankan ke
pendapatan
Dibebankan ke komprehensif lain/
Laporan laba rugi/ credited to
1 Januari 2025/ credited to others 31 Desember 2025/
January 1, 2025 income statements comprehensive income December 31, 2025
Rp Rp Rp Rp
Imbalan pasca kerja 170.120.089 33.690.947 34.192.907 238.003.943 Post empolyee benefits
Penurunan nilai 1.517.787.203 149.551.042 - 1.667.338.245 Impairment
Aset hak guna 53.668.974 8.878.687 - 62.547.661 Right-of-use assets
Jumlah 1.741.576.266 192.120.676 34.192.907 1.967.889.849 Total
Dibebankan ke
pendapatan
Dibebankan ke komprehensif lain/
Laporan laba rugi/ credited to
1 Januari 2024/ credited to others 31 Desember 2024/
January 1, 2024 income statements comprehensive income December 31, 2024
Rp Rp Rp Rp
Imbalan pasca kerja 163.955.520 24.742.052 (18.577.483) 170.120.089 Post empolyee benefits
Penurunan nilai 1.340.291.705 177.495.498 - 1.517.787.203 Impairment
Aset hak guna 33.464.335 20.204.639 - 53.668.974 Right-of-use assets
Jumlah 1.537.711.560 222.442.189 (18.577.483) 1.741.576.266 Total
28. INFORMASI SEGMEN 28. SEGMENT INFORMATION
Perusahaan mengklasifikasikan usahanya menjadi The Company classified their business into two
dua segmen usaha yaitu penjualan produk segment, namely sales agrobisnis product and
agrobisnis dan air minum. Informasi mengenai drinking water. Information about the Company
segmen usaha Perusahaan adalah sebagai berikut: segment are as follows:
2025
Produk Air Minum/
Produk Agrobisnis/ Drinking Water Jumlah/
Agricultural Product Product Total
Pendapatan 1.383.284.626.334 52.774.660.145 1.436.059.286.479 Sales
Beban pokok pendapatan (1.378.215.001.270) (37.599.323.315) (1.415.814.324.585) Cost of goods solds
Laba kotor 5.069.625.064 15.175.336.830 20.244.961.894 Gross profit
Beban usaha (6.954.242.854) (28.380.350.354) (35.334.593.208) Operating expenses
Laba (rugi) usaha (1.884.617.790) (13.205.013.524) (15.089.631.314) Profit (loss) from operation
Lain-lain bersih 2.500.468.247 - 2.500.468.247 Other net
Pendapatan keuangan 780.266.880 - 780.266.880 Financial income
Laba (rugi) usaha Profit (loss)
sebelum pajak 1.396.117.337 (13.205.013.524) (11.808.896.187) before tax
43
Page 187
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
2024
Produk Air Minum/
Produk Agrobisnis/ Drinking Water Jumlah/
Agricultural Product Product Total
Pendapatan 2.078.709.104.874 43.621.139.599 2.122.330.244.473 Sales
Beban pokok pendapatan (2.066.007.118.580) (31.674.402.880) (2.097.681.521.460) Cost of goods solds
Laba kotor 12.701.986.294 11.946.736.719 24.648.723.013 Gross profit
Beban usaha (5.588.408.862) (18.541.169.555) (24.129.578.417) Operating expenses
Laba (rugi) usaha 7.113.577.432 (6.594.432.836) 519.144.596 Profit (loss) from operation
Lain-lain bersih 853.770.910 - 853.770.910 Other net
Pendapatan keuangan 3.459.970.630 - 3.459.970.630 Financial income
Laba (rugi) usaha Profit (loss)
sebelum pajak 11.427.318.972 (6.594.432.836) 4.832.886.136 before tax
29. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 29. NATURE OF RELATIONSHIP AND
BERELASI TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
Sifat hubungan relasi: Nature of relationship:
a. PT Hijau Sari adalah merupakan pemegang a. PT Hijau Sari is the shareholder of the Company.
saham Perusahaan.
b. PT Mitra Niaga Sakti adalah merupakan b. PT Mitra Niaga Sakti is the shareholder of the
pemegang saham Perusahaan. Company.
c. PT Surya Pelangi Mandiri adalah merupakan c. PT Surya Pelangi Mandiri is the shareholder of the
pemegang saham Perusahaan. Company.
d. PT Inasentra Unisatya memiliki transaksi atas d. PT Inasentra Unisatya have transactions on trade
piutang usaha kepada Perusahaan. account receivables to the Company.
e. PT Asia Sejahtera Mina Tbk memiliki transaksi e. PT Asia Sejahtera Mina Tbk have transactions on
atas piutang usaha kepada Perusahaan. trade account receivables to the Company.
f. PT Sumber Kurnia Alam memiliki transaksi atas f. PT Sumber Kurnia Alam have transactions on trade
piutang usaha kepada Perusahaan. account receivables to the Company.
Transaksi dengan pihak berelasi Transactions with related parties
PT Inasentra Unisatya PT Inasentra Unisatya
Perusahaan menyewakan bangunan pabrik kepada The Company rents the factory building to related
pihak berelasi pada tahun 2021 dan telah parties in 2021 and has extended until 2028, the
diperpanjang hingga tahun 2028, saldo yang timbul balance arising from these sales transactions is
dari transaksi penjualan tersebut disajikan sebagai presented as “trade receivables – related party” in the
akun “piutang usaha – pihak berelasi” dalam laporan financial statements (Note 7).
keuangan (Catatan 7).
PT Asia Sejahtera Mina, Tbk PT Asia Sejahtera Mina, Tbk
Perusahaan menjual persediaan rumput laut kepada The Company sold seaweed inventory to PT Asia
PT Asia Sejahtera Mina, Tbk masing-masing pada Sejahtera Mina, Tbk in 2025 and 2024, respectively.
tahun 2025 dan 2024. Saldo piutang usaha dari The balance of trade receivables from these
transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 transactions as of December 31, 2025 and 2024 is
dan 2024 disajikan sebagai akun “Piutang usaha – presented as “Trade receivables – Related parties”
Pihak berelasi” dalam laporan posisi keuangan account in the statement of financial position (Note 6).
(Catatan 6).
44
Page 188
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
PT Sumber Kurnia Alam PT Sumber Kurnia Alam
Perusahaan menjual persediaan kopi kepada The Company sold seaweed inventory to PT Sumber
PT Sumber Kurnia Alam masing-masing pada tahun Kurnia Alam in 2025 and 2024, respectively. The
2025 dan 2024. Saldo piutang usaha dari transaksi balance of trade receivables from these transactions as
tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 of December 31, 2025 and 2024 is presented as “Trade
disajikan sebagai akun “Piutang usaha – Pihak receivables – Related parties” account in the statement
berelasi” dalam laporan posisi keuangan of financial position (Note 6).
(Catatan 6).
30. KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN 30. GOING CONCERN
Perusahaan memiliki saldo akumulasi defisit The Company has an accumulated losses as of
pada 31 Desember 2025 dan 2024 masing- December 31, 2025 and 2024, of Rp 77,289,425,783
masing sebesar Rp 77.289.425.783 dan and Rp 65,672,650,272, respectively. In order to
Rp 65.672.650.272 Untuk meningkatkan kinerja improve its financial performance the management
keuangan manajemen telah mengambil beberapa has taken various measures and will be continuing,
langkah dan akan melanjutkan usaha sebagai among others:
berikut:
- Menyusun dan mengendalikan anggaran - Prepare and control the Company’s operational
operasional Perusahaan agar penggunaan dana budget so that the use of funds is more efficient and
lebih efesien dan terkendali. controlled.
- Mencari sumber pendanaan tambahan, baik - Seek additional funding sources, both through
melalui investor maupun sumber pembiayaan investors and others financing sources, to support
lainnya untuk mendukung operasional the Company’s operations.
Perusahaan.
- Meningkatkan efesiensi dan pengendalian biaya - Improve operational efficiency and cost control tk
operasional agar kegiatan usaha dapat berjalan ensure effective and sustainable business
secara efektif dan berkelanjutan. operations.
31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN 31. FINANCIAL RISK MANAGEMENT AND FINANCIAL
INSTRUMEN KEUANGAN INSTRUMENT
Dalam menjalankan aktivitas operasi, investasi dan In performing operating, investing and financing
pendanaan, Perusahaan menghadapi risiko activities, the Company has financial risks of currency
keuangan yaitu risiko mata uang, risiko harga, risiko risk, price risk, credit risk, liquidity risk and market risk
kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar dan and defines are as folows:
mendefinisikan risiko-risiko sebagai berikut:
a. Risiko mata uang a. Foreign currency risk
Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi atas Currency risk is the risk of fluctuations in the fair
nilai wajar atau arus kas dari instrumen value or cash flows of financial instruments due to
keuangan yang disebabkan perubahan nilai changes in foreign currency exchange rates.
tukar mata uang asing.
Aktivitas operasional Perusahaan sebagian The Company's operating activities are mostly
besar dilakukan dalam mata uang Rupiah dan conducted in Rupiah and for balancing the cash
untuk menyeimbangkan arus kas, Perusahaan flows, the Company is funding the activities in the
melakukan aktivitas pendanaan dalam mata same currency.
uang yang sama.
b. Risiko suku bunga b. Interest risk
Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi atas Interest rate risk is fluctuation risk in the fair value
nilai wajar atau arus kas dari instrumen or cash flows from financial instrument due to
keuangan yang disebabkan perubahan suku changes in the market interest risk.
bunga pasar.
45
Page 189
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
c. Risiko harga c. Price risk
Risiko harga adalah risiko fluktuasi atas nilai Price risk is the risk of fluctuations in the fair value
wajar atau arus kas dari instrumen keuangan or cash flows of financial instruments due to
yang disebabkan perubahan harga pasar, baik changes in market prices, either caused by the
yang disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari specific factors of the individual instrument or the
instrumen individual atau faktor-faktor yang factors affecting all the instruments traded in the
mempengaruhi seluruh instrumen yang market.
diperdagangkan di pasar.
Perusahaan mengelola risiko harga dengan The Company managed price risk by evaluated
secara rutin melakukan evaluasi terhadap financial performance and market price of
kinerja keuangan dan harga pasar atas investment, also always monitor global market.
investasinya, serta selalu memantau
perkembangan pasar global.
d. Risiko kredit d. Credit risk
Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu Credit risk is the risk that one of the parties fail to
pihak atas instrumen keuangan akan gagal meet its liability and cause the other party loss.
memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak
lain mengalami kerugian keuangan.
Risiko kredit adalah risiko dimana Perusahaan Credit risk is a risk that the Company will incur
akan mengalami kerugian yang timbul dari losses arising from customer, client or other party
pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal fail to meet their contractual obligations. The
memenuhi liabilitas kontraktual mereka. Company's financial instrument that have potential
Instrumen keuangan Perusahaan yang for credit risk consist of cash and cash equivalents
mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari and trade accounts receivable. Total maximum
kas dan setara kas dan piutang usaha. Jumlah credit risk exposure is equal to the carrying amount
eksposur risiko kredit maksimum sama dengan of the accounts.
nilai tercatat atas akun-akun tersebut.
Eksposur maksimum Perusahaan atas risiko The Company's maximum exposure for credit risk
kredit adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember 2025/ 31 Desember 2024/
December 31, 2025 December 31, 2024
Rp Rp
Kas dan setara kas 3.383.896.531 8.574.202.140 Cash and cash equivalents
Kas yang dibatasi penggunaannya 2.279.099.180 2.200.000.000 Restricted cash
Piutang usaha 13.569.178.684 4.717.750.426 Accounts receivables
Piutang lain-lain 4.733.467.927 10.731.418.296 Other accounts receivables
Jumlah 23.965.642.322 26.223.370.862 Total
Perusahaan mengelola risiko kredit dengan The Company managed credit risk by setting limits
menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat on the total acceptable risks for each customer and
diterima untuk masing-masing pelanggan dan more selective in the selection of banks and
lebih selektif dalam pemilihan bank dan institusi financial institution, only well known and well
keuangan, yaitu hanya bank-bank dan institusi selected banks and financial institution are
keuangan ternama dan yang berpredikat baik selected.
yang dipilih.
e. Risiko likuiditas e. Liquidity risk
Risiko likuiditas adalah risiko dimana entitas Liquidity risk is risk where is the Company will have
akan mengalami kesulitan dalam memperoleh difficulty in obtaining funds to meets its
dana untuk memenuhi komitmennya terkait commitments related to financial instrument.
dengan instrumen keuangan.
46
Page 190
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan The Company managed liquidity risk by
mempertahankan kas dan setara kas yang maintaining adequate cash and cash equivalents
mencukupi untuk memungkinkan Perusahaan to enable the Company to fulfill the Company
dalam memenuhi komitmen perusahaan untuk commitments to its normal operation. Beside that
operasi normal perusahaan. Selain itu the Company also monitoring projection and actual
Perusahaan juga melakukan pengawasan cash flows, also monitor due date financial assets
proyeksi dan arus kas aktual secara terus and liabilities.
menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo
aset dan liabilitas keuangan.
Perusahaan berencana dapat membayar semua The Company plans to pay all liabilities in the next
liabilitas dalam periode mendatang. Untuk period. To meet the commitment, the Company
memenuhi komitmen kas, Perusahaan berharap expects it operation to generate sufficient cash
kegiatan operasinya dapat menghasilkan arus inflow. The Company has liquid financial assets
kas masuk yang cukup. Selain itu, Perusahaan and is available to meet liquidity needs.
memiliki aset keuangan yang likuid dan tersedia
untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.
f. Risiko permodalan f. Equity risk
Perusahaan mengelola risiko permodalan untuk The Company manage equity risk to make sure
memastikan Perusahaan mampu melanjutkan that the Company is able to continue its going
kelangsungan usaha sehingga memaksimalkan concern as to maximize return on shareholders
imbal hasil pada pemegang saham dan and stakeholder as well as maintain optimization of
pemangku kepentingan serta memelihara debt and equity balance.
optimalisasi saldo utang dan ekuitas.
Struktur permodalan Perusahaan seluruhnya All the Company equity structure from equity and
berasal dari ekuitas dan pinjaman pemasok. loan from supplier. There is no other loan received
Tidak terdapat pinjaman lain yang dilakukan by the Company to strengthen its capital structure.
oleh Perusahaan untuk memperkuat struktur
permodalannya.
g. Instrumen keuangan g. Financial instrument
Nilai tercatat dan nilai wajar pada instrumen Carrying value and fair value financial instrument
keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 dan at December 31, 2025 and 2024 are as follows:
2024 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 / December 31, 2025
Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/
Carrying Value Fair Value
Rp Rp
Aset keuangan lancar Current financial assets
Kas dan setara kas 3.383.896.531 3.383.896.531 Cash and cash equivalent
Kas yang dibatasi penggunaannya 2.279.099.180 2.279.099.180 Restricted cash
Piutang usaha 13.569.178.684 13.569.178.684 Trade account receivable
Piutang lain-lain 4.733.467.927 4.733.467.927 Other accounts receivable
Jumlah aset keuangan 23.965.642.322 23.965.642.322 Total financial assets
Liabilitas keuangan Short term financial
jangka pendek liabilities
Utang usaha 22.713.027.383 22.713.027.383 Trade accounts payable
Utang lain-lain 5.328.110 5.328.110 Other accounts payable
Utang pajak 213.916.982 213.916.982 Tax payable
Liabilitas sewa 32.336.453 32.336.453 Lease liabilities
Jumlah liabilitas keuangan 22.964.608.928 22.964.608.928 Total financial liability
47
Page 191
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
31 Desember 2024 / December 31, 2024
Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/
Carrying Value Fair Value
Rp Rp
Aset keuangan lancar Current financial assets
Kas dan setara kas 8.574.202.140 8.574.202.140 Cash and cash equivalent
Kas yang dibatasi penggunaannya 2.200.000.000 2.200.000.000 Restricted cash
Piutang usaha 4.717.750.426 4.717.750.426 Trade account receivable
Piutang lain-lain 10.731.418.296 10.731.418.296 Other accounts receivable
Jumlah aset keuangan 26.223.370.862 26.223.370.862 Total financial assets
Liabilitas keuangan Short term financial
jangka pendek liabilities
Utang usaha 13.488.877.272 13.488.877.272 Trade accounts payable
Utang lain-lain 2.658.462 2.658.462 Other accounts payable
Utang pajak 190.221.604 190.221.604 Tax payable
Liabilitas sewa 95.004.820 95.004.820 Lease liabilities
Jumlah liabilitas keuangan 13.776.762.158 13.776.762.158 Total financial liability
Dalam rangka untuk mengelola risiko diatas In order to manage these risk effectively, the Board
secara efektif, Dewan Direksi telah menyetujui of Director has approved saveral strategies to
beberapa strategi untuk pengelolaan risiko managing financial risk, which are in line with the
keuangan, yang sejalan dengan tujuan Company's objectives. These guidelines establish
perusahaan. Pedoman ini menetapkan tujuan the objectives and actions to be taken in order to
dan tindakan yang harus diambil dalam rangka manage the financial risk.
mengelola risiko keuangan yang dihadapi
Perusahaan.
Pedoman utama dari kebijakan ini antara lain, The main guidelines from this policy, are as
adalah sebagai berikut: follows:
- Meminimalkan risiko fluktuasi tingkat suku - Minimization risk of interest rate, currency and
bunga, mata uang dan risiko pasar untuk market risk for every transaction.
semua jenis transaksi.
- Memaksimalkan penggunaan "lindung nilai - Maximization used "natural hedge" that benefit
alamiah" yang menguntungkan sebanyak as much as possible off-setting natural between
mungkin off-setting alami antara penjualan sales and expense and accounts payable and
dan biaya dan utang dan piutang dalam mata accounts receivable in same currency. The
uang yang sama. Strategi yang sama same strategy is taken in relation to interest rate.
ditempuh sehubungan dengan risiko suku
bunga.
- Semua kegiatan manajemen risiko keuangan - Monitoring and doing all activities of financial
dilakukan dan dipantau. risk management.
Semua kegiatan manajemen risiko keuangan All financial risk management activities are
dilakukan secara bijaksana dan konsisten dan conducted wisely and consistently and follow best
mengikuti praktek pasar terbaik. market practices.
48
Page 192
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
32. IKATAN-IKATAN DAN KONTIJENSI YANG 32. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND
SIGNIFIKAN CONTINGENCIES
PT Inasentra Unisatya PT Inasentra Unisatya
Berdasarkan Addendum III Perjanjian Based on Addendum III of the Asset Lease Agreement
Sewa-Menyewa Aset antara PT Wahana between PT Wahana Pronatural Tbk and PT Inasentra
Pronatural Tbk dengan PT Inasentra Unisatya No. Unisatya No. 203/LGL-IUG/WAPO-INA/PKS/X/2025
203/LGL-IUG/WAPO-INA/PKS/X/2025 menjelaskan explains that from March 1, 2023 to February 28, 2028,
bahwa sejak tanggal 1 Maret 2023 hingga 23 PT Inasentra Unisatya leases land and factory
Februari 2028, PT Inasentra Unisatya menyewa buildings as referred to in the lease agreement.
tanah dan bangunan Pabrik sebagaimana disebut
pada perjanjian sewa menyewa.
Adapun rincian tanah dan bangunan Pabrik yang Here is the details of the land and building of the
disewa: factory being rented:
a. Tanah a. Land
Luas tanah kurang lebih 39.000 m². Total land area of about 39,000 m².
b. Bangunan b. Building
Bangunan seluas kurang lebih 13.401,60 m² The building covers and area of approximately
terdiri dari bangunan kantor, bangunan produksi, 13,401.60 m2 and consists of an office building,
gudang barang jadi, ruang rotary, bangunan- production building, finished goods werehouse,
bangunan pendukung, ruang rotary room, supporting buildings,
boiler/pembakaran, rumah pompa, bengkel, boiler.combustion room, pump houae, workshop,
genset, dan pos jaga. generator, and guard post.
c. Mesin dan peralatan c. Machinery and equipment
Mesin line (line 1, 2, dan 3), wrapping hard Lines machines (line 1, 2, and 3), wrapping hard
candy, soft candy, depositing candy dan candy, soft candy, depositing candy and chewing,
chewing, packing, peralatan laboratorium, dan packing, laboratory equipment, and other
utilitas pendukung lainnya. supporting utilities.
d. Kendaraan d. Vehicle
Kendaraan roda dua dan roda empat berbagai Vehicle two-wheeled and four-wheeled vehicles of
merek yang digunakan operasional Perusahaan. various brands used by the Company’s operations.
e. Inventaris kantor e. Office inventory
Komputer, meja, kursi, telepon, dan Computers, tables, chairs, telephones, and other
perlengkapan lain berbagai merek yang equipment of various brands used in the
digunakan operasional Perusahaan. Company’s operations.
Terkait dengan biaya sewa terbagi menjadi dua: Related to the rental costs are divided into two:
a. Biaya sewa tanah dan bangunan a. Land and building rental fees
Biaya sewa tanah dan bangunan: Sewa tanah Land and building rental fees: Rental of land and
dan bangunan setiap bulan sebesar buildings every month amounting to
Rp 75.000.000 dikenakan PPh pasal 4 ayat 2 Rp 75,000,000, subject to 10% of income tax
sebesar 10% serta PPN sebesar 11%. article 4 (2) and 11% value added tax.
Biaya sewa tanah dan bangunan : Sewa tanah Land and building rental fees: Rental of land and
dan bangunan setiap bulan dengan PT Satya buildings every month with PT Satya Utama Boga
Utama Boga setiap bulan sebesar Rp amounting to Rp 50,000,000, subject to 10% of
50.000.000 dikenakan PPh pasal 4 ayat 2 income tax article 4 (2) and 11% value added tax.
sebesar 10% serta PPN sebesar 11%.
49
Page 193
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
b. Biaya sewa non tanah dan bangunan b. Non-land and building rental fees
Biaya sewa non tanah dan bangunan: Sewa non Non-land and building rental fees: Non-land and
tanah dan bangunan setiap bulan sebesar building leases every month amounting to
Rp 175.000.000 dikenakan PPh pasal 23 Rp 175,000,000, subject to 2% of income tax
sebesar 2% serta PPN sebesar 11%. article 23 and 11% value added tax.
PT Fastrata Buana PT Fastrata Buana
Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pembelian dan Based on the Purchase Cooperation Agreement and
Layanan Rental Vending Machine untuk Penjualan Rental Services for Vending Machines for the Sale of
Produk Bonteh dan Gizzi antara PT Wahana Bonteh and Gizzi Products between PT Wahana
Pronatural Tbk dengan PT Fastrata Buana Pronatural Tbk and PT Fastrata Buana
No. PKS-098/LGL/WAPO-FB/IV/2025 menjelaskan No. PKS-098/LGL/WAPO-FB/IV/2025, it is explained
bahwa sejak tanggal 4 April 2025 hingga 3 April that from April 4, 2025 to April 3, 2026, PT Fastrata
2026, PT Fastrata Buana menyewa rak vending Buana rented vending machine racks as stated in the
machine sebagaimana disebut pada perjanjian cooperation agreement.
kerjasama.
Objek sewa merupakan 80 unit vending machine The rental objects are 80 vending machine units
yang tersebar di kawasan mall dan perkantoran, spread across mall and office areas, university areas
kawasan perguruan tinggi (baik perguruan tinggi (both state and private universities), Indonesian
negeri maupun perguruan tinggi swasta), Railway Station emplacements, apartment residential
emplasemen Stasiun Kereta Api Indonesia, areas and hospitals spread across and located in,
kawasan hunian apartemen dan rumah sakit yang among others, Greater Jakarta, West Java, Central
tersebar dan terletak antara lain di Jabodetabek, Java and East Java.
Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Biaya sewa untuk 80 unit vending machine selama The rental fee for 80 vending machines for one year is
1 tahun sebesar Rp 1.200.000.000 belum termasuk Rp 1,200,000,000, excluding 11% value added tax
PPN sebesar 11% dan PPh pasal 23 sebesar 2%. and 2% of income tax article 23. The rental fee is paid
Biaya sewa tersebut dibayar dimuka secara in advance in three installments over a one-year
bertahap sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 1 period.
tahun.
50
Page 194
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
33. KONTIJENSI 33. CONTIGENCIES
Tuntutan kepada koperasi Garudayaksa Claim to koperasi Garudayaksa Nusantara
Nusantara
Pada bulan Mei 2018 Perusahaan mengajukan In May 2018 the Company filed a lawsuit against the
gugatan kepada Koperasi Garudayaksa Nusantara Garudayaksa Nusantara Cooperative based on a
yang didasarkan pada surat gugatan wanprestasi claim dated May 23, 2018. The cases of the lawsuit
tertanggal 23 Mei 2018. Perkara-perkara yang originated from the return / return of sugar of PTPN X
medasari gugatan tersebut berawal dari totaling 5,774 sacks, equivalent to 288,700 kg amount
pengembalian / retur gula PTPN X sejumlah 5.774 of Rp 3,089,000,000, - and 250 sacks, equivalent to
karung atau setara dengan 288.700 kg senilai 12,500 kg amount of Rp 133,750,000 from the
Rp.3.089.000.000 dan 250 karung atau setara Company to the Garudayaksa Nusantara Cooperative
dengan 12.500 kg senilai Rp 133.750.000 dari which was caused by the goods not suittable with the
Perusahaan kepada Koperasi Garudayaksa criteria that agreed by both parties. However, there
Nusantara yang disebabkan barang tidak sesuai was no good faith from the Garudayaksa Nusantara
dengan kriteria yang disepakati oleh kedua belah Cooperative to resolve that problem, because of that,
pihak. Namun, tidak terdapat itikad baik dari the Company submitted subordinates I and II with the
Koperasi Garudayaksa Nusantara untuk intention of requesting a refund of goods that were not
menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga in accordance with the agreement along with tax
pada akhirnya Perusahaan mengajukan Somasi I payments for the sale and purchase transaction of
dan II dengan maksud untuk meminta sugar worth Rp 972,727,272 which apparently was not
pengembalian dana atas barang yang tidak sesuai taxed but was paid by the Company. Until the deadline
dengan kesepakatan tersebut beserta uang set by the Garudayaksa Nusantara Cooperative does
pembayaran pajak atas transaksi jual-beli gula not take the actions stated in the subpoena.
senilai Rp 972.727.272 yang ternyata tidak
dikenakan pajak namun telah dibayarkan oleh
Perusahaan. Hingga batas waktu yang telah
ditetapkan Koperasi Garudayaksa Nusantara tidak
melakukan tindakan sebagaimana tertera dalam
surat somasi tersebut.
Atas gugatan Perusahaan, pada tanggal According to the company a lawsuit, in September 25,
25 September 2020 Koperasi Garudayaksa 2020, Koperasi Garudayaksa Nusantara filed an
Nusantara melakukan banding sebagaimana tertera appeal of lawsuit as stated on the appeal deed
dalam Akta Permohonan Banding Nomor Number 129/SRT.PDT.BDG/2020/PN JKT PST
129/SRT.PDT.BDG/2020/PN JKT PST Nomor Number 301/Pdt.G/2018/PN JKT PST.
301/Pdt.G/2018/PN JKT PST.
Putusan banding Nomor 406/PDT/2020/PT DKI Appeal decisions number 406/PDT/2020/PT DKI
menerima permohonan banding dari Koperasi accepted the appeal of Koperasi Garudayaksa
Garudayaksa Nusantara, dan menguatkan Putusan Nusantara and strengthen deed about the decisions
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor of Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (District court of
301/Pdt.G/2018/PN JKT PST tanggal 17 September central Jakarta) Number 301/Pdt.G/2018/PN JKT PST
2020. Menghukum Koperasi Garudayaksa at September 17, 2020, Sentenced Koperasi Koperasi
Nusantara membayar biaya perkara di kedua tingkat Garudayaksa Nusantara to paid a court fees at both
pengadilan, yang untuk tingkat banding sejumlah levels of court, which is an appeal amounted to
Rp 150.000. Rp 150,000 (One hundred and fifty thousand rupiah).
Telah digelar sidang tanggal 22 November 2021 di On November 22, 2021, a trial was held at the South
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghadirkan Jakarta District Court to present the Company’s
sanksi-sanksi dari Perusahaan dan pihak terlapor sanction, and the reported party participated in an
mengikuti sidang secara online dari Rutan. online trial from the Detention Center.
Berdasarkan putusan No. 975/Pid.B/2021/PN Based in decision No. 975/Pid.B/2021/PN JKT.SEL
JKT.SEL tanggal 7 Februari 2022, Pengadilan dated February 7, 2022, the Court determined that
menetapkan Junieka Custikasari Siregar telah Junieka Custikasari Siregar has been legally and
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah convicingly proven guilty of committing a crime of
melakukan tindak pidana penipuan, pidana penjara fraud, imprisonment for 2 years and 6 months.
selama 2 tahun 6 bulan.
Berdasarkan putusan No. 230/Pdt.Bth/22023/PN Based in decision No. 230/Pdt.Bth/2023/PN JKT.Pst
Jkt.Pst tanggal 3 Agustus 2023, para pihak sepakat dated August 3, 2023, the parties agreed to end the
untuk mengakhiri sengketa. Aset milik Junieka dispute. The asset belonging to Junieka Custikasari
51
Page 195
PT WAHANA PRONATURAL, Tbk PT WAHANA PRONATURAL, Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 SERTA UNTUK TAHUN- DECEMBER 31, 2025 AND 2024
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEARS THEN ENDED
(Lanjutan) (Continued)
Custikasari Siregar (terdakwah) akan dijual untuk Siregar (the preacher) will be sold to pay off debts to
melunasi utang ke Perusahaan. the Company.
34. REKLASIFIKASI AKUN 34. ACCOUNT RECLASSIFICATION
Beberapa akun pada laporan keuangan tahun 2024 Several accounts in the 2024 financial statements
direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan laporan were reclassified to conform to the 2025 financial
keuangan tahun 2025. Ringkasan sebelum dan statements. The before and after summary is as
sesudah adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember 2024/ December 31, 2024
Sebelum reklasifikasi/ Reklasifikasi/ Sesudah reklasifikasi/
Before reclassification Reclassification After reclassification
Rp Rp Rp
ASET ASSETS
Piutang usaha Accounts receivable
Pihak berelasi Related parties
PT Inasentra Unisatya 167.760.000 (167.760.000) - PT Inasentra Unisatya
Piutang Lain-lain Other receivables
Pihak berelasi Related parties
PT Inasentra Unisatya - 167.760.000 167.760.000 PT Inasentra Unisatya
35. TANGGAL PENYELESAIAN LAPORAN 36. COMPLETING FINANCIAL STATEMENTS
KEUANGAN
Laporan keuangan dari halaman 1 sampai dengan The financial statements from pages 1 to 52 have been
52 telah disetujui oleh Dewan Direksi untuk approved by The Board of Directors for publication on
diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026. March 31, 2026.
******
52
Page 196
Page 197
^/
/ ^/
.,
t
(
\
\
I \
Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
SUBYANTARA & Rekan
p.3 ×4
unresolved
org
PT. Kustodian Sentral Efek
p.3
unresolved
org
PT Golden Phoenix. Saat
p.8
unresolved
org
PT Golden Phoenix
p.8 ×4
unresolved
org
PT Wahana Yuda Mandiri
p.8 ×3
unresolved
org
PT Wahana Phonix Mandiri.
p.8 ×4
unresolved
org
PT Phonix Mas Persada
p.8 ×2
unresolved
person
Wachid Hasyim SH.
· Notaris
p.8 ×2
unresolved
org
PT. Surya Pelangi Mandiri
p.11 ×3
unresolved
org
PT. Pesona Bangun Mandiri
p.11 ×3
unresolved
person
Akta Notaris Sonya Natalia
p.14 ×5
unresolved
—
Ind
· Komisaris Utama
p.14 ×2
unresolved
org
PT Monysaga Prima
p.15 ×4
unresolved
org
PT Adventura Prokreasi
p.15 ×4
unresolved
org
PT Indadi Setia.
p.15 ×4
unresolved
org
PT. Pelayaran Masittah Latief
p.15 ×2
unresolved
org
PT Indadi Utama
p.15 ×2
unresolved
org
PT Anadana Global Multi Finance
p.15 ×2
unresolved
person
Artha Lovie Aprillailie
p.16 ×4
unresolved
org
PT Kalimas Putra Makmur Sidoarjo
p.16 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan HAM RI.
p.17
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan
p.25 ×2
unresolved
person
Frekuensi
· Komisaris
p.29
unresolved
person
Chenny
· Komisaris
p.29 ×7
unresolved
person
Artha Lovie A
· Direktur Utama
p.31 ×6
unresolved
person
Frekuensi Pertemuan
· Komisaris
p.31
unresolved
person
Junia Linardi Kemudian
p.34
unresolved
person
Chenny Selanjutnya Susunan Pengurus
p.34
unresolved
org
PT Home Living Arts Indonesia
p.36 ×2
unresolved
org
PT Lion Mentari Airlines
p.36 ×2
unresolved
—
Anita Rosalia Gunawan
· Anggota
p.37 ×2
unresolved
—
Sarah Cahya Prawira
· Anggota
p.37 ×2
unresolved
org
Karantina Ikan
p.38
unresolved
org
Koperasi Garudayaksa Nusantara
p.47 ×6
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.47
unresolved
org
PT. Kustodian Sentral Efek Jakarta Jendral Sudirman Street
p.70
unresolved
org
PT. Bursa Efek Indonesia Jenderal Sudirman Street
p.70
unresolved
org
PT Sinartama Gunita MH Thamrin Street
p.70
unresolved
org
PT Golden Phoenix. At
p.75
unresolved
org
PT Wahana Phonix Mandiri. On
p.75
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.75 ×6
unresolved
—
Grand Total
p.78
unresolved
org
PT Indadi Setia. In
p.82 ×2
unresolved
org
Ministry of Law and Human Rights
p.84
unresolved
org
Financial Services Authority
p.94 ×5
unresolved
person
Junia Linardi Then
p.101
unresolved
person
Chenny Furthermore
p.101
unresolved
org
Ministry of Marine Affairs and Fisheries
p.105
unresolved
org
PT Wahana Pronatural Tbk's
p.134
unresolved
org
PT Wahana Phonix
p.149
unresolved
person
Akta Notaris Wahyudi Suyanto
p.149 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.149
unresolved
org
Minister of Justice
p.149
unresolved
person
Akta Notaris Yonsah Minanda
p.149 ×2
unresolved
org
Minister
p.149 ×2
unresolved
org
Menteri
p.149
unresolved
org
PT Wahana
p.149
unresolved
org
Pronatural Tbk
p.149
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.
p.149
unresolved
org
Pengawas
p.151
unresolved
org
Bapepam-LK
p.151 ×8
unresolved
org
PT Inasentra Unisatya
p.195 ×3
unresolved
org
PT Inasentra Unisatya Piutang Lain-lain
p.195
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.