Back to announcement
20260428_DGNS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32074875_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review DGNSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 47
Page 1
LAPORAN
00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026
STUDI KELAYAKAN
RENCANA
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT DIAGNOS LABORATORIUM UTAMA TBK
Oleh
KJPP Felix Sutandar dan Rekan
Certi fied Business and Assets Appraiser
Page 2
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 Jakarta, 27 April 2026 Kepada Yth, Direksi PT DIAGNOS LABORATORIUM UTAMA TBK Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11A, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat Perihal: Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Dengan Hormat, Menunjuk Surat Kesepakatan Penugasan No. 0090/FSR/Spn/FS/2601/2026 tanggal 26 Januari 2026 yang telah disetujui pada tanggal 24 Februari 2026 oleh Manajemen PT.Diagnos Laboratorium Tbk (“DGNS” atau disebut juga “Perseroan”), perihal penyusunan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan, maka bersama ini kami sampaikan laporan mengenai hal tersebut. Latar Belakang Dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan usaha serta meningkatkan nilai tambah layanan Perseroan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan, Perseroan berencana untuk melakukan penambahan kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 71202 – Jasa Pengujian Laboratorium ke dalam maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan. Saat ini Perseroan telah menjalankan kegiatan usaha utama di bidang laboratorium klinik dan layanan diagnostik kesehatan, yang meliputi berbagai pemeriksaan laboratorium medis bagi individu, fasilitas kesehatan, serta institusi lainnya. Namun, tanpa memiliki KBLI 71202, Perseroan seringkali tidak dapat berpartisipasi dalam proyek pengadaan elektronik (e-procurement) mengingat sebagian besar proyek tersebut mensyaratkan kepemilikan KBLI 71202. Akibatnya, Perseroan saat ini hanya dapat berperan sebagai subkontraktor bagi laboratorium atau klinik yang memenangkan proyek e-procurement, sehingga potensi pendapatan yang diperoleh belum optimal. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan, meningkatkan daya saing Perseroan di industri layanan laboratorium, serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, teknologi, dan sumber daya manusia yang dimiliki Perseroan. Selain itu, penambahan KBLI ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk menyesuaikan kegiatan usahanya dengan ketentuan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single Submission (OSS), serta peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Perusahaan Terbuka di bidang pasar modal.
Page 3
Obyek Studi Kelayakan Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan Usaha terkait dengan KBLI 71202 tentang Jasa Pengujian Laboratorium. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/ POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Tanggal Studi Kelayakan Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2025. Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang ada dan ketersediaan data. Pendekatan dan Metodologi Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan. Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, diharapkan dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan potensi pasar, serta memperbesar potensi nilai pasar Perseroan. Hal ini karena Perseroan dapat berpartisipasi secara langsung dalam proyek e-procurement, sehingga berpotensi mengoptimalkan pendapatan Perseroan. Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya penambahan KBLI, maka ke depannya, perizinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain itu, dengan penambahan KBLI, maka kegiatan operasional Perseroan tidak mengalami perubahan. Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana penambahan KBLI ini hanya merupakan penyesuaian legalitas atas kegiatan usaha yang telah dijalankan saat ini, agar Perseroan dapat berpartisipasi secara langsung dalam proyek e-procurement, sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan Perseroan. Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana penambahan KBLI ini hanya merupakan penyesuaian legalitas atas kegiatan usaha yang telah dijalankan saat ini, agar Perseroan dapat berpartisipasi secara langsung dalam proyek e-procurement, sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan Perseroan. Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih sebesar Rp3,47 miliar pada tahun 2026 hingga sebesar Rp12,59 miliar pada tahun 2030 dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 ii
Page 4
Dampak Keuangan
Dengan adanya penambahan KBLI, maka dampak terhadap keuangan Perseroan ke
depannya adalah berupa penambahan pendapatan melalui partisipasi e-procurement
secara langsung, yang mengakibatkan penambahan atas laba bersih Perseroan, yaitu
sebagai berikut:
Dalam Rp 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan transaksi 7.393.056.837 14.529.722.351 18.076.100.403 22.446.294.678 25.673.569.682
Tanpa transaksi 3.918.512.566 6.488.375.090 8.666.123.842 11.108.116.481 13.078.735.067
Perbedaan 3.474.544.271 8.041.347.261 9.409.976.561 11.338.178.197 12.594.834.615
Kesimpulan
Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk dimaksud
adalah “LAYAK”.
Hormat kami,
KJPP Felix Sutandar & Rekan
Felix Sutandar, MSc
Pemimpin Rekan
Kualifikasi : Penilai Properti dan Bisnis
Ijin Penilai : PB-1.08.00022
STTD : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI : 81-S-00017
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 iii
Page 5
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... . vii
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................. viii
1. PENDAHULUAN............................................................................................ 1
1.1. Identifikasi Status Penilai ....................................................................... 1
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................... 1
1.3. Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.4. Obyek Studi Kelayakan .......................................................................... 2
1.5. Maksud dan Tujuan ............................................................................... 2
1.6. Tanggal Studi Kelayakan ........................................................................ 2
1.7. Ruang Lingkup ...................................................................................... 2
1.8. Prosedur yang Digunakan ...................................................................... 2
1.9. Pedoman Studi Kelayakan ...................................................................... 3
1.10. Sumber Data ....................................................................................... 3
1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................... 4
1.12. Independensi Penilai ............................................................................ 4
1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ............................................. 4
2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN ..................................................................... 5
2.1. Pendirian Perusahaan ............................................................................ 5
2.2. Perizinan .............................................................................................. 5
2.3. Permodalan .......................................................................................... 5
2.4. Susunan Komisaris dan Direksi ............................................................... 5
2.5. Kegiatan Usaha ..................................................................................... 7
2.6. Produk yang Dihasilkan .......................................................................... 7
2.7. Pola Bisnis............................................................................................ 8
2.8. Struktur Organisasi Perseroan ................................................................ 9
2.9. Sumber Daya Manusia ..........................................................................10
2.10. Aspek Lingkungan ...............................................................................10
2.11. Kinerja Keuangan ...............................................................................10
2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ...............................................14
3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR ..........................................................................15
3.1. Tinjauan Ekonomi Dunia .......................................................................15
3.2. Tinjauan Ekonomi Indonesia ..................................................................15
3.5. Analisis Industri Kesehatan ...................................................................18
3.6. Prospek Usaha .....................................................................................19
3.7. Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk ........................................20
3.8. Pesaing Usaha .....................................................................................20
3.9. Target Pasar ........................................................................................20
3.10. Strategi Pemasaran .............................................................................21
4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS ........................................................................22
4.1. Jangkauan Pemasaran ..........................................................................22
4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Profesional ...................22
4.3. Proses Penjualan ..................................................................................22
5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................24
5.1. Keunggulan Kompetitif..........................................................................24
5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ..............................................24
5.3. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai .....................................................24
6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .......................................................26
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ....................................................................26
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 iv
Page 6
6.2. Manajemen kekayaan Intelektual ...........................................................26
6.3. Manajemen Risiko ................................................................................26
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ..................................................27
6.5. Struktur Organisasi ..............................................................................28
7. KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ...................................................................29
7.1. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan
Usaha .................................................................................................29
7.2. Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ..........31
7.3. Dampak Keuangan ...............................................................................36
7.4. Manfaat ..............................................................................................36
7.5. Kesimpulan .........................................................................................36
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 v
Page 7
DAFTAR TABEL Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan ........................................................ 5 Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan ..........................................................10 Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2021 - 2025..................................11 Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 .....................................12 Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2021 - 2025 ...................................12 Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 .....................................13 Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ......29 Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan ......30 Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................31 Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..............32 Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................33 Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI .........................33 Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ................34 Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ...........................35 Tabel 15 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..........................35 Tabel 16 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ....................36 Tabel 17 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ....................36 Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 vi
Page 8
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan .................................................. 9 Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................15 Gambar 3 : PMI Global ......................................................................................15 Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan .....................16 Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia ..........................................................16 Gambar 6 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan ..................17 Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi ..........................................................................18 Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 vii
Page 9
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI
Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan dibawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Studi Kelayakan ini,
sebatas kemampuan kami adalah benar.
2. Analisis, opini dan kesimpulan yang dinyatakan dalam Laporan ini dibatasi oleh
asumsi dan syarat-syarat pembatas yang diungkapkan dalam laporan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau dimasa yang akan datang
terhadap perusahaan yang distudi.
4. Penunjukan terhadap pekerjaan Studi Kelayakan ini tidak berhubungan dengan
Opini yang diberikan.
5. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan
dan/atau bidang usaha perusahaan yang distudi.
7. Studi Kelayakan ini telah dilaksanakan dengan ruang lingkup sebagai berikut:
• Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi.
• Data yang perlu diteliti.
• Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan
hasil penilaian.
8. Tak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan, telah memberikan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan ini.
9. Penilai bertanggungjawab atas hasil Studi kelayakan Usaha.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 viii
Page 10
Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:
Keterangan Tanda Tangan
Penilai Berijin
Nama : Felix Sutandar, Msc
Kualifikasi : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai : PB-1.08.00022
STTD : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
No. MAPPI : 81-S-00017
No. Register : RMK-2017.00022
Reviewer
Nama : Natalia Goysal, SE
No MAPPI : 10-S-02509
No. RMK : RMK-2017.00307
Pelaksana Penilai
Nama : Symphony Sonata
No. MAPPI : 16-T-07047
No. RMK : RMK-2019.03050
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 ix
Page 11
1. PENDAHULUAN 1.1. Identifikasi Status Penilai Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar dan Rekan. Buku Laporan Studi Kelayakan ini ditandatangani oleh: 1. Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB- 31/PM.2/2018; RMK-2017-00022) sebagai Penilai Berizin. 2. Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; No. RMK-2017.00307) sebagai Reviewer. 3. Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; RMK-2019.03050) sebagai Pelaksana Penilai. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai menjunjung tinggi integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi. Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini dan menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh. 1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah: Nama : PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk Bidang usaha : Pelayanan penunjang kesehatan Alamat : Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat Website : www.diagnos.co.id Telepon : 021 – 3193 1833 1.3. Latar Belakang Dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan usaha serta meningkatkan nilai tambah layanan Perseroan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan, Perseroan berencana untuk melakukan penambahan kegiatan usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 71202 – Jasa Pengujian Laboratorium ke dalam maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan. Saat ini Perseroan telah menjalankan kegiatan usaha utama di bidang laboratorium klinik dan layanan diagnostik kesehatan, yang meliputi berbagai pemeriksaan laboratorium medis bagi individu, fasilitas kesehatan, serta institusi lainnya. Namun, tanpa memiliki KBLI 71202, Perseroan seringkali tidak dapat berpartisipasi dalam proyek pengadaan elektronik (e-procurement) mengingat sebagian besar proyek tersebut mensyaratkan kepemilikan KBLI 71202. Akibatnya, Perseroan saat ini hanya dapat berperan sebagai subkontraktor bagi laboratorium atau klinik yang memenangkan proyek e-procurement, sehingga potensi pendapatan yang diperoleh belum optimal. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan, meningkatkan daya saing Perseroan di industri layanan laboratorium, serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, teknologi, dan Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 1
Page 12
sumber daya manusia yang dimiliki Perseroan. Selain itu, penambahan KBLI ini
merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk menyesuaikan kegiatan usahanya
dengan ketentuan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem Online Single
Submission (OSS), serta peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Perusahaan
Terbuka di bidang pasar modal.
1.4. Obyek Studi Kelayakan
Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan
Usaha terkait dengan KBLI 71202 tentang Jasa Pengujian Laboratorium.
1.5. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/
POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
1.6. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2025.
Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang
ada dan ketersediaan data.
1.7. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Studi Kelayakan ini meliputi:
1. Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi
Analisa dan pengkajian mengenai alasan dan latar belakang dilakukannya
Penambahan Kegiatan usaha oleh Perseroan.
2. Data yang perlu diteliti
Analisa dan pengkajian mengenai kondisi internal Perseroan, meliputi legalitas
usaha, permodalan, bidang usaha, produk yang dihasilkan, fasilitas produksi, pasar
dan pemasaran serta perkembangan kinerja keuangan selama lima tahun terakhir.
3. Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan hasil
penilaian
Analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan, dilihat dari aspek-aspek terkait, meliputi legalitas usaha, pasar, teknis,
pola bisnis, model manajemen dan keuangan baik secara kualitatif dan kuantitatif.
1.8. Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, prosedur yang digunakan adalah analisis
mencakup kajian tentang:
1. Kelayakan Pasar,
2. Kelayakan Teknis,
3. Kelayakan Pola Bisnis,
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 2
Page 13
4. Kelayakan Model Manajemen, dan 5. Kelayakan Keuangan. 1.9. Pedoman Studi Kelayakan Dalam melakukan penyusunan Studi Kelayakan ini kami berpedoman kepada: 1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 tahun 2020; 2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal; 3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. 1.10. Sumber Data Dalam membuat Studi Kelayakan ini kami telah melaksanakan prosedur yang mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data dan informasi berikut: 1. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Susanto Bong dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor 00042/3.0423/AU.1/10/1042-4/1/III/2026 tanggal 30 Maret 2026 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 2. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Susanto Bong dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor 00031/3.0423/AU.1/10/1042-3/1/III/2025 tanggal 27 Maret 2025 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 3. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Susanto Bong dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor 00008/3.0423/AU.1/10/1042-2/1/III/2024 tanggal 27 Febuari 2024 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 4. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Maradona Manurung dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor 00030/3.0423/AU.1/10/1836-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 5. Laporan Keuangan DGNS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Susanto Bong dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dalam Laporan Nomor 00032/3.0423/AU.1/10/1042-1/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 6. Proyeksi keuangan Perseroan selama 5 tahun ke depan dalam kondisi Dengan dan Tanpa dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha. 7. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh Bapak Fergus Richard, selaku Direktur Utama Perseroan beserta tim mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 3
Page 14
8. Copy akta dan perizinan Perseroan. 9. Informasi dari pihak/instansi lain, termasuk data-data mengenai kondisi ekonomi, perkembangan industri pasar modal dan lain-lain. 1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Studi Kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut: 1. Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion. 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan. 3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. 4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. 5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan. 6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Akhir. 8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas. 1.12. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang dihasilkan. 1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian yang dapat mempengaruhi hasil penilaian. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 4
Page 15
2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN
2.1. Pendirian Perseroan
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 29
Agustus 2007 dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6
Tahun 1968 berdasarkan Akta No. 17 tanggal 29 Agustus 2007, dari Martinef, S.H.,
M.Si., Notaris di Bekasi. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-02387 HT.01.01-
TH.2007 Tahun 2007 tanggal 6 November 2007.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta No. 02 tanggal 14 Mei 2025 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di
Jakarta Selatan, tentang Pernyataan Keputusan Rapat. Perubahan ini telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-
AH.01.09-0248981 tanggal 20 Mei 2025.
2.2. Perizinan
Perizinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) dengan No. 8120210193803 yang diterbitkan oleh
sistem Online Single Submission (OSS) Pemerintah Republik Indonesia.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 02.492.628.9-076.000.
2.3. Permodalan
Susunan pemegang saham Perseroan pada 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Jumlah Nilai
No Keterangan %
Saham Nominal (Rp)
1. PT Bundamedik Tbk 515.000.000 41,20 12.875.000.000
2. PT Bunda Investama Indonesia 485.000.000 38,80 12.125.000.000
3. Masyarakat 250.000.000 20,00 6.250.000.000
Jumlah 1.250.000.000 100,00 31.250.000.000
2.4. Susunan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan Akta Notaris No. 26 tanggal 5 Juni 2024, susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 5
Page 16
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ivan Rizal Sini
Komisaris Independen : Martinus Eliatulo Zega
Komisaris : Agus Heru Darjono
Direksi
Direktur Utama : Fergus Richard
Direktur : Mesha Rizal Sini
Direktur : Rito Alam Rizal Sini
Direktur : Anthony Subagia
Ivan Rizal Sini
Komisaris Utama
Warga Negara Indonesia. Meraih gelar doktor pada bidang Kedokteran di Universitas
Indonesia, gelar Master pada bidang Minimally Invasive Surgery (MMIS) di Universitas
of Adelaide Australia. Menjabat sebagai Komisaris Utama PT Diagnos Laboratorium
Utama Tbk sejak tahun 2020, Sebelumnya memiliki pengalaman kerja antara lain:
Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, Komisaris Utama PT CRM Bangun Husada,
Komisaris Utama PT Bunda Global Pharma, Komisaris Utama PT Daima Citra Prima,
Direktur Utama PT Morula Indonesia, Direktur Utama PT Bunda Investama Indonesia,
Direktur Utama PT Bunda Medika Wisesa.
Martinus Eliatulo Zega
Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia. Meraih gelar Sarjana pada bidang Kedokteran di Universitas
Indonesia pada tahun 1996. Menjabat sebagai Komisaris Independen PT Diagnos
Laboratorium Utama Tbk sejak tahun 2023, Sebelumnya memiliki pengalaman kerja
antara lain: Komisaris pada Oryza Pharma, Direktur pada Yanti Pharma, GM Product
pada Novell Pharmaceutical, dan Senior Product Manager pada PT Kalbe Farma Tbk.
Agus Heru Darjono
Komisaris
Warga Negara Indonesia. Meraih gelar doctor pada bidang Bisnis di Universitas
Pertanian Bogor, gelar Magister Management di PPM School of Management Jakarta.
Menjabat sebagai Komisaris PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk sejak tahun 2024,
Sebelumnya memiliki pengalaman kerja antara lain: Direktur Utama pada
PT.Bundamedik Tbk, Direktur Utama pada PT Indofarma (Persero) Tbk, Corporate
Strategy Director pada PT Darya Varia Laboratories, Vice President pada PT Bernofarm
Group.
Fergus Richard
Direktur Utama
Warga Negara Indonesia. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Pelita Harapan,
Magister Management dari Universitas Prasetiya Mulya, dan saat ini sedang menempuh
program Doktoral di Universitas Pelita Harapan. Memulai karir di PT Diagnos
Laboratorium Utama sebagai General Manager Keuangan dan IT pada tahun 2020, saat
ini menjabat sebagai Presiden Direktur sejak Mei 2025 berdasarkan keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan. Sebelumnya pernah menjabat di berbagai
posisi strategis, antara lain sebagai Marketing Manager di PT Tiga Sekawan Sukses
Ekspress, Finance Manager di PT Kece Transport Indonesia.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 6
Page 17
Mesha Rizal Sini
Direktur
Warga Negara Indonesia. Meraih gelar Sarjana pada bidang Engineering Science dari
University of South Wales Australia. Menjabat sebagai Direktur Utama PT Diagnos
Laboratorium Utama Tbk sejak tahun 2020, Sebelumnya memiliki pengalaman kerja
antara lain: Direktur Utama pada PT Bundamedik Tbk, Direktur Utama pada PT Bunda
Global Pharma, Komisaris pada PT Bunda Investama Indonesia, Komisaris pada PT CRM
Bangun Persada, Komisaris Utama pada PT BMHS Diklat, dan Direktur Utama pada
PT.Daima Citra Prima.
Rito Alam Rizal Sini
Direktur
Warga Negara Indonesia. Meraih gelar Sarjana pada bidang Management dari
Universitas Trisakti. Menjabat sebagai Direktur setelah mendapat persetujuan dari
RUPSLB PT Diagnos Laboratorium Utama tbk tahun 2025, sebelumnya memiliki
pengalaman kerja antara lain: Komisaris pada PT Bundamedik Tbk, Komisaris pada
PT.Bunda Investama Indonesia, Direktur pada PT CRM Bangun Persada.
Antony Subagia
Direktur
Warga Negara Indonesia. Meraih gelar Master pada bidang Business System dari
Monash University dan Bachelor Engineering dari Universitas of Melbourne. Memulai
karir sebagai Direktur Operasional Pada PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk sejak
tahun 2024. Sebelumnya memiliki pengalaman kerja antara lain: Chief Operating Officer
pada PT ASA REN Global Nusantara, Direktur Operasional pada PT SUM HING Indonesia,
Head Division Engineering pada PT Multistrada Arah Sarana Tbk, Direktur Operasional
pada PT Alcar Chemco Indonesia.
2.5. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
bergerak dalam menyediakan pelayanan penunjang kesehatan seperti laboratorium
kesehatan, pusat gambar diagnosis lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang
farmasi, bank mata, bank darah, bank sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan
penunjang medik lainnya. Serta sejak bulan Juli 2022, Perusahaan juga bergerak dalam
menyediakan aktivitas klinik swasta.
2.6. Produk yang Dihasilkan
Produk dan layanan Perseroan mencakup:
1. Tes Laboratorium Klinik
Pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan sampel darah, urine atau cairan
tubuh lainnya yang dapat dimanfaatkan, antara lain untuk tujuan skrining,
membantu diagnosis penyakit, memantau perjalanan penyakit dan menentukan
prognosis. Jenis pemeriksaan utama meliputi hematologi, hemostasis, urinalisis,
imunologi, mikrobiologi, patologi anatomi, dan lainnya.
2. Genomik - DNAnswer
DNAnswer adalah layanan dari Diagnos Genomics yang dirancang untuk mendeteksi
perubahan gen dan kromosom dalam tubuh. Dengan teknologi terkini dan standar
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 7
Page 18
kualitas tinggi, kami berkomitmen memberikan hasil pemeriksaan genetik yang
akurat, terpercaya, dan dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan
kesehatan secara lebih personal dan tepat sasaran.
3. Homecare service
Pengambilan sampel langsung ke rumah pasien. Memudahkan pasien tanpa harus
datang ke laboratorium
4. Paket Pemeriksaan
Memberikan berbagai tes kesehatan yang lengkap dan terintegrasi, memudahkan
pasien untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi tubuh dan
deteksi dini berbagai penyakit.
5. Konsultasi Dokter
Perseroan membuat layanan aplikasi yang bertujuan memberikan pengalaman
yang lebih baik bagi Dokter untuk menunjang layanan kesehatan yang diberikan
kepada pasien.
6. Layanan Klinik
Pengembangan Layanan dari Perseroan berbasis profesionalisme yang dilakukan
oleh tenaga medis untuk menunjang layanan kesehatan dan menghadirkan
pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pasien. Beberapa contoh layanan
seperti injeksi vitamin, vaksinasi, dan personal medical check-up.
7. Layanan Kesehatan Korporasi
Perseroan menyediakan solusi kesehatan komprehensif bagi perusahaan, dengan
layanan medis yang disesuaikan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan
mendukung produktivitas di tempat kerja.
2.7. Pola Bisnis
Berdasarkan produk dan layanan Perseroan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan
bahwa pola bisnis Perseroan memiliki dua segmen utama yaitu B2C (Business to
Consumer) dan B2B (Business to Business). Perseroan menyediakan layanan langsung
bagi perorangan dan menjalankan kerjasama dengan rumah sakit, klinik dan
perusahaan. Perseroan juga terus mengembangkan bisnis dengan mengekspansi
jaringan dengan menambah kemitraan, cabang dan outlet di berbagai wilayah di
Indonesia.
Dengan rencana penambahan KBLI, maka akan mendukung pola bisnis Perseroan saat
ini karena Perseroan akan mampu berpartisipasi dalam e-procurement. Hal ini akan
memperluas jaringan kemitraan Perseroan melalui perolehan proyek-proyek baru
secara langsung.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 8
Page 19
2.8. Struktur Organisasi Perseroan
Struktur Organisasi Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 9
Page 20
2.9. Sumber Daya Manusia
Per 31 Desember 2025, tenaga kerja Perseroan berjumlah 523 orang, dengan rincian
sebagai berikut:
Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan
Keterangan Jumlah
Direksi 7
Senior Manajer 8
Manajer 29
Supervisor 85
Administrasi 359
Dokter 35
Jumlah 523
2.10. Aspek Lingkungan
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di industri kesehatan terbesar di
Indonesia, Perusahaan berkomitmen dalam menciptakan perubahan positif dengan
mengkampanyekan hidup sehat dan berkelanjutan dengan menyelaraskan aktivitas
bisnis dan operasionalnya melalui aspek Environmental, Social dan Government (ESG)
sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan. Dalam
setiap aktivitas operasionalnya, Perusahaan telah mempertimbangkan keseimbangan
antara lingkungan dan kepentingan masyarakat. Perusahaan juga terus meningkatkan
keterlibatan seluruh karyawan melalui berbagai kampanye budaya dan penerapan
keberlanjutan di lingkungan Perusahaan guna meningkatkan kesadaran karyawan
terhadap pencapaian keberlanjutan.
Perusahaan juga aktif dalam melakukan sosialisasi terhadap pemahaman Keuangan
Berkelanjutan baik dalam aspek lingkungan maupun sosial. Pada tahun 2024, dalam
aspek lingkungan Perusahaan telah mengimplementasikan program pengurangan
limbah dan efisiensi energi di seluruh aktivitas operasional. Strategi lainnya adalah
penerapan teknologi hijau diiringi dengan peningkatan manajemen sumber daya alam
untuk meminimalkan dampak lingkungan.
Pada aspek sosial, Perusahaan terus membangun hubungan yang baik dengan
pemangku kepentingan maupun masyarakat sekitar serta terlibat dalam berbagai
kegiatan sosial yang bermanfaat melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
(CSR) yang dilakukan sepanjang tahun 2024. Bentuk kepedulian terhadap masyarakat
berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional.
2.11. Kinerja Keuangan
Laba Rugi
Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk periode 2021 - 2025 adalah seperti disajikan
di bawah ini.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 10
Page 21
Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2021 - 2025 Dalam Rp 2021 2022 2023 2024 2025 Penjualan 302.181.508.781 192.886.350.752 145.696.015.882 163.072.125.101 166.623.563.742 Beban Pokok Penjualan (151.681.328.238) (97.880.737.611) (85.898.754.075) (90.237.869.942) (87.855.901.730) Laba Kotor 150.500.180.543 95.005.613.141 59.797.261.807 72.834.255.159 78.767.662.012 Beban Usaha (69.071.626.595) (79.567.052.225) (73.905.300.967) (70.873.889.499) (73.468.653.013) Laba Usaha 81.428.553.948 15.438.560.916 (14.108.039.160) 1.960.365.660 5.299.008.999 Pendapatan (Beban) Lain-lain 1.850.317.916 1.894.909.302 535.237.366 (1.096.601.576) 107.283.648 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 83.278.871.864 17.333.470.218 (13.572.801.794) 863.764.084 5.406.292.647 Pajak Penghasilan (18.975.366.321) (4.668.579.990) (83.003.989) (116.321.310) (2.469.197.824) Laba Bersih 64.303.505.543 12.664.890.228 (13.655.805.783) 747.442.774 2.937.094.823 a. Penjualan Penjualan Perseroan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp302,2 miliar kemudian terus menurun signifikan pada tahun 2022 dan 2023 menjadi sebesar Rp192,9 miliar dan Rp145,7 miliar. Penurunan ini terjadi seiring berakhirnya masa pandemi COVID-19 (situasi tidak normal). Pada tahun 2024 dan 2025 Perseroan mencatat penjualan yang stabil yaitu berturut-turut sebesar Rp163,1 miliar dan Rp166,6 miliar. b. Beban Pokok Penjualan Beban pokok penjualan Perseroan meningkat atau menurun mengikuti penjualan. Pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp151,7 miliar kemudian menurun pada tahun 2022 dan 2023 menjadi sebesar Rp192,9 miliar dan Rp145,7 miliar. Pada tahun 2024 beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp90,2 miliar, lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp87,9 miliar. Hal ini disebabkan oleh beban penyusutan tahun 2024 yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. c. Beban Usaha Beban usaha Perseroan cenderung stabil selama tahun 2021-2025 yaitu berada pada kisaran Rp69,1 miliar hingga 79,6 miliar. d. Laba Tahun Berjalan Perolehan laba Perseroan pada tahun 2021 tercatat sangat tinggi akibat pandemi COVID-19 yaitu sebesar Rp64,3 miliar. Pada tahun 2022 laba Perseroan menurun seiring menurunnya penjualan, yaitu menjadi sebesar Rp12,7 miliar. Pada tahun 2023, perseroan mencatat kerugian sebesar Rp13,6 miliar disebabkan oleh penurunan penjualan yang cukup signifikan. Pada tahun 2024 dan 2025 Perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp747,4 juta dan Rp2,9 miliar. Posisi Keuangan Posisi keuangan Perseroan untuk periode periode 2021 - 2025 adalah seperti terlihat berikut ini. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 11
Page 22
Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025
Dalam Rp 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 153.863.946.450 118.372.510.689 87.805.447.262 78.608.288.414 91.197.764.340
Aset Tidak Lancar 88.118.847.396 121.563.383.619 183.669.688.724 221.413.968.926 227.474.341.415
Jumlah Aset 241.982.793.846 239.935.894.308 271.475.135.986 300.022.257.340 318.672.105.755
Liabilitas Jangka Pendek 26.628.338.548 10.491.641.344 14.444.206.959 21.606.298.878 27.615.384.254
Liabilitas Jangka Panjang 13.554.004.877 19.016.075.680 61.440.509.115 82.283.716.856 87.066.558.128
Jumlah Liabilitas 40.182.343.425 29.507.717.024 75.884.716.074 103.890.015.734 114.681.942.382
Ekuitas 201.800.450.421 210.428.177.284 195.590.419.912 196.132.241.606 203.990.163.373
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 241.982.793.846 239.935.894.308 271.475.135.986 300.022.257.340 318.672.105.755
a. Aset
Secara keseluruhan, total aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 31
Desember 2021 - 31 Desember 2025. Total aset pada tahun 2021 tercatat sebesar
Rp242,0 miliar kemudian mengalami sedikit penurunan menjadi sebesar Rp240,0
miliar. Pada tahun 2023, total aset Perseroan meningkat signifikan menjadi berturut-
turut sebesar Rp183,7 miliar, Rp221,4 miliar dan Rp227,5 miliar. Peningkatan tahun
2023-2025 terutama disebabkan oleh penambahan aset tetap.
b. Liabilitas
Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan mengalami peningkatan selama periode
2020-2023. Pada tahun 2021 total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp40,2 miliar
kemudian meningkat hingga Rp114,7 miliar pada tahun 2025. Peningkatan terutama
disebabkan oleh peningkatan utang usaha, uang muka pelanggan, utang liabilitas sewa
dan utang bank.
c. Ekuitas
Secara keseluruhan, total ekuitas Perseroan cenderung stabil selama tahun 2021-2025,
yaitu berturut-turut sebesar Rp201,8 miliar, Rp210,4 miliar, Rp192,6 miliar, Rp196,1
miliar, dan Rp204,0 miliar.
Arus Kas
Gambaran arus kas Perseroan untuk periode 2021 - 2025 adalah seperti berikut:
Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2021 - 2025
Dalam Rp 2021 2022 2023 2024 2025
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi 58.874.908.484 (6.015.922.514) 13.183.572.963 27.298.505.983 10.657.907.140
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi (75.567.561.680) (17.550.184.225) (42.388.769.311) (44.180.796.101) (8.588.282.877)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan 44.874.238.941 6.856.929.676 11.439.423.709 10.846.493.642 2.195.882.881
Kenaikan (penurunan) kas dan bank 28.181.585.745 (16.709.177.063) (17.765.772.639) (6.035.796.476) 4.265.507.144
Kas dan bank pada awal tahun 16.538.270.350 44.719.856.095 28.010.679.032 10.244.906.393 4.209.109.917
Kas dan bank pada akhir tahun 44.719.856.095 28.010.679.032 10.244.906.393 4.209.109.917 8.474.617.061
a. Aktivitas Operasi
Pada tahun 2020 arus kas diperoleh dari aktivitas operasional Perseroan tercatat
sebesar Rp58,9 miliar, kemudian sempat bersaldo negatif pada tahun 2022 yaitu
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 12
Page 23
sebesar negatif Rp6,0 miliar terutama disebabkan oleh penurunan penjualan dan
pembayaran pajak penghasilan. Pada tahun 2023-2025 arus kas Perseroan Kembali
positif yaitu sebesar Rp13,2 miliar, Rp27,3 miliar dan Rp10,7 miliar.
b. Aktivitas Investasi
Selama periode 2021 – 2025, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi dimana sebagian besar digunakan untuk perolehan aset tetap.
c. Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2021, Perseroan membagikan dividen sebesar Rp6,0 miliar dan menerbitkan
modal saham sebesar Rp6,25 miliar serta menerima hasil penerbitan saham pada
penawaran umum perdana saham sebesar Rp43,2 miliar. Selama periode 2022 - 2024,
Perseroan mencatat adanya penerimaan pinjaman bank.
Rasio-rasio Keuangan
Gambaran rasio keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 adalah seperti disajikan
berikut ini.
Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025
RASIO 2021 2022 2023 2024 2025
Profitability
GPM % 49,80 49,25 41,04 44,66 47,27
OPM % 26,95 8,00 (9,68) 1,20 3,18
NPM % 21,28 6,57 (9,37) 0,46 1,76
ROA % 26,57 5,28 (5,03) 0,25 0,92
ROE % 31,86 6,02 (6,98) 0,38 1,44
Liquidity
Current ratio x 5,78 11,28 6,08 3,64 3,30
Activity
Perputaran aset x 1,25 0,80 0,57 0,57 0,56
Perputaran piutang x 1,63 1,15 0,90 1,02 0,95
Solvability
DER % 19,91 14,02 38,80 52,97 56,22
DAR % 16,61 12,30 27,95 34,63 35,99
Rasio Profitabilitas
Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih secara
keseluruhan mengalami peningkatan yaitu sebesar 49,8% pada tahun 2021 kemudian
meningkat menjadi sebesar 47,3% pada tahun 2025. Marjin laba bersih terhadap
pendapatan bersih Perseroan adalah sebesar 21,3% pada tahun 2021 kemudian
meningkat menjadi sebesar 1,8% pada tahun 2025.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current Ratio).
Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar dengan jumlah
liabilitas jangka pendek. Pada periode 2021 - 2025, rasio lancar Perseroan berturut-
turut sebesar 5,8 kali, 11,3 kali, 6,1 kali, 3,6 kali dan 3,3 kali. Secara keseluruhan, rasio
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 13
Page 24
lancar Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya dengan baik. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total aset (Perputaran Aset), dan total penjualan terhadap total piutang usaha (Perputaran Piutang). Perputaran aset Perseroan adalah sebesar 1,3 kali pada tahun 2021 dan sebesar 0,6 pada tahun 2025. Perputaran piutang usaha Perseroan adalah sebesar 1,6 kali pada tahun 2021 dan sebesar 1,0 kali pada tahun 2025. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset dan ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas dengan total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas terhadap total aset (DAR, Debt to Asset Ratio). Pada tahun 2021, DAR Perseroan adalah sebesar 16,6% kemudian turun menjadi sebesar 36,0% pada tahun 2025. Sedangkan DER adalah sebesar 19,9% pada tahun 2021 kemudian menurun menjadi sebesar 56,2% pada tahun 2025. Hal ini menunjukan bahwa pembiayaan Perseroan sebagian besar berasal dari ekuitas. 2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial Struktur permodalan Perseroan terdiri dari modal saham dan saham publik dengan komposisi sesuai ketentuan OJK, liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang dengan rasio utang terhadap modal 44%-56%. Modal Kerja Perseroan berasal dari hasil operasi dan liabilitas jangka panjang. Strategi keuangan Perseroan mengandalkan arus kas hasil operasi. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 14
Page 25
3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR
3.1. Tinjauan Ekonomi Dunia
Prospek perekonomian global dalam jangka pendek menunjukkan perbaikan, meskipun
ketidakpastian masih tinggi dan perlu terus dicermati. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 lebih baik menjadi di sekitar 3,2%. Prakiraan ini
dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah
tangga dan stimulus fiskal, prospek ekonomi kawasan Eropa yang tetap baik ditopang
konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan, di tengah perlambatan
ekonomi AS dan Tiongkok. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan
melemah menjadi 3,0% dipengaruhi dampak lanjutan tarif resiprokal AS dan
kerentanan rantai pasok global. Ke depan, ketidakpastian perekonomian global
diprakirakan tetap tinggi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih
lemah. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan
untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta
mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia Gambar 3 : PMI Global
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
3.2. Tinjauan Ekonomi Indonesia
Dari domestik, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus
didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2025
diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat menjadi 4,9–5,7% pada
2026. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi yang lebih tinggi, dengan tetap menjaga stabilitas. Dalam kaitan ini, Bank
Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan
moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan
stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih
tinggi dan berdaya tahan.
Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diprakirakan tetap terjaga baik. NPI pada 2025
diprakirakan tetap berdaya tahan, dengan transaksi berjalan berada pada kisaran
surplus 0,1% sampai dengan defisit 0,7% dari PDB. Pada 2026, NPI diprakirakan
berlanjut membaik ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang semakin baik
sejalan dengan prospek ekonomi Indonesia yang positif serta defisit transaksi berjalan
yang tetap rendah dalam kisaran 1,0–0,2% PDB.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 15
Page 26
Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan
Pengeluaran
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan didukung ketahanan eksternal.
Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar 2,4 miliar dolar AS
didukung oleh kinerja ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti batu bara
serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur seperti besi dan
baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada triwulan IV 2025
(hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar 5,0 miliar dolar AS ditopang
oleh pembelian dolar SBN oleh Pemerintah dan inflows investor asing pada instrumen
saham dan SRBI. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025
meningkat menjadi sebesar 150,1 miliar dolar AS setara dengan pembiayaan 6,2 bulan
impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada
di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 16
Page 27
Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan
dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan
dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat
menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan
ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik
di offshore maupun onshore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar
sekunder serta aliran masuk modal asing pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan
pasokan valas ke Rupiah juga didorong oleh penerapan kebijakan Devisa Hasil Ekspor
Sumber Daya Alam (DHE SDA), yang membantu menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.
Nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung oleh imbal hasil yang menarik,
inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank
Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah termasuk melalui
intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF dan pasar spot, serta penyerapan SBN di
pasar sekunder sehingga dapat mendukung pencapaian sasaran inflasi.
Gambar 6 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan
Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
Inflasi
Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada
November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti
yang tetap terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di
bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran yang ditetapkan
pemerintah.
Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy).
Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48%
(yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang merah dan pasokan yang terbatas
akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 17
Page 28
Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam
sasaran 2,5±1%. Inflasi inti diprakirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang
terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang
terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Sementara itu, inflasi VF diprakirakan
tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi
Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan
Nasional.
Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi melalui penurunan tetap menjaga stabilitas. Kebijakan suku bunga BI-Rate,
stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
BI-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps
secara bertahap hingga November 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun
2022. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar
domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Ekspansi
likuiditas moneter juga ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari
Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp735,67 triliun pada 16 Desember
2025. Bank Indonesia membeli SBN sebesar bentuk sinergi erat antara kebijakan
moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Desember 2025 mencapai Rp347,15
triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder dan program debt switching Pemerintah
sebesar Rp241,99 triliun. Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan secara konsisten
untuk menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredit dan
menjaga momentum pertumbuhan.
3.3. Analisis Industri Kesehatan
Industri kesehatan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan
berkelanjutan, didorong oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan. Hal ini tercermin dari keberhasilan program
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 18
Page 29
Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 70 juta masyarakat hingga akhir 2025, dengan tingkat kehadiran sekitar 96% dari total pendaftar. Program ini dilaksanakan secara luas di 38 provinsi, lebih dari 500 kabupaten/kota, serta lebih dari 10.000 fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan sekolah. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat menuju layanan kesehatan yang lebih preventif, yang ke depan akan menjadi fondasi penguatan layanan promotif dan preventif, termasuk melalui tindak lanjut medis yang lebih terintegrasi. Dari sisi pasar, sektor kesehatan juga mencatat kinerja yang sangat positif sepanjang 2025, didorong oleh ekspektasi terhadap pertumbuhan jangka panjang. Namun, memasuki 2026, pertumbuhan diperkirakan menjadi lebih moderat dan selektif, sehingga pelaku usaha dituntut untuk menunjukkan kinerja fundamental yang kuat, efisiensi operasional, serta kemampuan menjaga profitabilitas. Sejalan dengan hal tersebut, pelaku industri mulai mengadopsi strategi yang lebih terarah, termasuk peningkatan kualitas layanan, penguatan ekosistem kesehatan terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, memperluas akses layanan, dan mengoptimalkan pengalaman pasien. Secara keseluruhan, industri kesehatan, termasuk klinik dan laboratorium, memiliki prospek yang kuat dengan karakteristik defensif dan berbasis kebutuhan dasar. Namun, ke depan pertumbuhan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengeksekusi strategi secara efektif serta mengonversi peningkatan kesadaran masyarakat menjadi permintaan layanan yang berkelanjutan. Sumber: • https://investasi.kontan.co.id/news/indeks-sektor-kesehatan-sepanjang-2025-naik-4378-begini- prospek-di-tahun-2026 • https://kemkes.go.id/id/ckg-tembus-70-juta-peserta-kemenkes-apresiasi-partisipasi-masyarakat-dan- dedikasi-nakes 3.4. Prospek Usaha Prospek usaha di sektor kesehatan, termasuk klinik dan laboratorium, dinilai positif dan berkelanjutan, didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini. Keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau puluhan juta masyarakat semakin memperkuat potensi pertumbuhan permintaan layanan diagnostik, baik dalam jangka menengah maupun panjang. Dalam konteks tersebut, Perseroan memiliki posisi yang strategis untuk memanfaatkan tren tersebut melalui jaringan layanan yang terus berkembang, model bisnis yang mencakup segmen individu dan korporasi, serta dukungan ekosistem layanan kesehatan dari grupnya. Perseroan juga memiliki peluang untuk bekerjasama dalam program kesehatan yang dijalankan Pemerintah. Selain itu, peningkatan kebutuhan layanan preventif dan diagnostik juga membuka peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan volume pemeriksaan sekaligus mengembangkan layanan bernilai tambah. Namun demikian, pertumbuhan ke depan diperkirakan akan menjadi lebih selektif, sehingga keberhasilan Perseroan akan sangat bergantung pada kemampuan dalam menjaga efisiensi operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta mengonversi peningkatan kesadaran masyarakat menjadi permintaan layanan yang berkelanjutan. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 19
Page 30
3.5. Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk Perseroan memiliki potensi yang kuat, didukung oleh tren peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan serta pergeseran menuju layanan preventif dan diagnostik. Program pemerintah seperti skrining kesehatan massal juga memperkuat basis permintaan yang lebih luas dan berulang, sehingga mendukung stabilitas volume layanan. Layanan diagnostik memiliki prospek yang menarik dan terus berkembang, mengingat tingkat penetrasi pemeriksaan kesehatan di Indonesia masih relatif rendah dan didukung oleh pertumbuhan populasi, peningkatan prevalensi penyakit kronis, serta ekspansi layanan kesehatan. Hal ini membuka peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan volume pemeriksaan sekaligus mengembangkan layanan bernilai tambah seperti tes molekuler dan genomik dengan margin yang lebih tinggi. Namun demikian, realisasi potensi tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan Perseroan dalam memperluas jaringan layanan, meningkatkan utilisasi kapasitas, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan volume dan profitabilitas. 3.6. Pesaing Usaha Pesaing usaha Perseroan pada dasarnya berasal dari perusahaan yang bergerak di laboratorium klinik dan layanan diagnostik kesehatan di Indonesia. Industri ini cukup kompetitif karena terdiri dari pemain besar nasional, jaringan rumah sakit, hingga laboratorium spesialis. Beberapa pesaing Perseroan di Indonesia, antara lain: Prodia Prodia merupakan market leader laboratorium klinik di Indonesia yang memiliki jaringan yang luas dan brand yang sangat kuat. Didirikan pada tahun 1973 dan saat ini sudah memiliki lebih dari 150 cabang di seluruh Indonesia. Kimia Farma Diagnostika Kimia Farma Diagnostika adalah anak perusahaan dari Kimia Farma yang bergerak di bidang layanan laboratorium dan diagnostik kesehatan. Perusahaan ini berperan penting dalam jaringan layanan kesehatan terpadu Kimia Farma, menyediakan pemeriksaan medis bagi masyarakat dan korporasi di seluruh Indonesia. Didirikan pada tahun 2003 dan saat ini sudah memiliki lebih dari 400 jaringan klinik dan laboratorium di seluruh Indonesia. Grup Rumah Sakit (Siloam, Mitra Keluarga, Hermina) Grup rumah sakit besar telah memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki laboratorium sebagai bagian dari ekosistem rumah sakit mereka. 3.7. Target Pasar Berdasarkan kegiatan usaha yang dijalankan saat ini, target pasar Perseroan meliputi pelanggan individu dan korporasi yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Brebes, Surabaya, Bali, Makassar, Batam, Padang, Pekanbaru, dan Palembang. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 20
Page 31
Dalam rangka memperluas jangkauan pasar, Perseroan telah menerapkan berbagai
inisiatif strategis, antara lain melalui ekspansi jaringan layanan di berbagai wilayah.
Ekspansi tersebut dilakukan baik melalui pendirian cabang dan outlet secara mandiri,
maupun melalui kerja sama dengan rumah sakit sebagai bagian dari fasilitas layanan
kesehatan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pelanggan,
termasuk melalui rujukan dari rumah sakit ke klinik laboratorium Perseroan terdekat.
Dengan adanya penambahan KBLI, Perseroan diharapkan dapat semakin memperluas
target pasar, khususnya dengan berpartisipasi secara langsung dalam proyek e-
procurement. Tanpa penambahan KBLI tersebut, Perseroan hanya dapat berpartisipasi
secara tidak langsung sebagai subkontraktor bagi klinik atau laboratorium lain.
Pendapatan yang berasal dari proyek e-procurement memiliki karakteristik yang
cenderung berulang, lebih stabil, dan lebih mudah diprediksi. Oleh karena itu, partisipasi
langsung dalam proyek e-procurement diharapkan dapat mengoptimalkan pendapatan
Perseroan serta menyeimbangkan komposisi pendapatan antara yang berbasis proyek
dan yang bersifat layanan berkelanjutan.
3.8. Strategi Pemasaran
Dalam rangka mendukung pencapaian target yang telah ditentukan, Perusahaan
melakukan salah satu strategi yaitu memperluas jaringan pemasaran melalui
pembukaan cabang dan outlet berupa laboratorium mandiri maupun outlet rumah sakit.
Adapun penerapan strategi pemasaran Perseroan antara lain sebagai berikut:
1. Melakukan aktivitas pemasaran above the line seperti melaksanakan publikasi
informasi mengenai layanan yang diberikan, lokasi cabang dan outlet, kegiatan
edukasi kesehatan dan lain-lain pada sosial media Perusahaan sehingga
meningkatkan awareness masyarakat terhadap Perusahaan
2. Meningkatkan konversi pelanggan dengan menggunakan aktivitas pemasaran
below the line, seperti pemberian promo, diskon, maupun paket baik dalam bentuk
voucher maupun pemberian cashback
3. Menerapkan online dan offline touchpoint untuk memberikan kemudahan akses bagi
setiap pasien/pelanggan yang membutuhkan informasi maupun melakukan
pemesanan layanan kesehatan Perusahaan
4. Melakukan aktivitas direct selling untuk pelanggan korporasi, fasilitas kesehatan
termasuk dokter (B2B/Business to Business) untuk membentuk kerja sama yang
saling menguntungkan antara Perusahaan dengan penyedia fasilitas layanan
kesehatan
5. Menerapkan customer loyalty program yang berlandaskan pada big data analytics
untuk memastikan churn rate pelanggan tetap berada pada level rendah sekaligus
memperpanjang umur berlangganan setiap pelanggan.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 21
Page 32
4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS
4.1. Jangkauan Pemasaran
Hingga 31 Desember 2024, Perusahaan telah membangun 36 laboratorium yang
tersebar di wilayah Jadetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Pulau
Sumatera dan Sulawesi.
4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Profesional
Perusahaan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia melalui
program pelatihan dan pengembangan kompetensi kepada para karyawan. Perusahaan
juga menerapkan prinsip kesetaraan dengan memberikan kesempatan yang sama baik
dalam hal rekrutmen, pengembangan karir maupun pemberian remunerasi dan manfaat
kepada seluruh karyawan Perusahaan tanpa membedakan suku, ras, agama dan
gender, sekaligus menghormati hak-hak pekerja untuk mencapai produktivitas yang
lebih optimal.
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam KBLI 71202,
Perseroan menyatakan telah memiliki kapasitas dan kesiapan sumber daya yang
memadai, yang antara lain meliputi:
❖ Ketersediaan Infrastruktur dan Fasilitas
Perseroan telah memiliki fasilitas laboratorium, peralatan pengujian, serta sistem
operasional yang relevan dan memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk
pelaksanaan kegiatan pengujian dan analisis teknis.
❖ Ketersediaan Tenaga Profesional dan Kompeten
Perseroan didukung oleh tenaga ahli dan profesional yang memiliki kompetensi,
pengalaman, dan kualifikasi yang sesuai di bidang pengujian dan analisis teknis.
❖ Kapasitas Operasional yang Memadai
Dengan sumber daya yang telah dimiliki, Perseroan memiliki kapasitas untuk
melaksanakan kegiatan usaha tambahan dimaksud tanpa memerlukan investasi
awal yang material.
❖ Kesiapan Implementasi
Perseroan telah berada dalam kondisi siap operasional, baik dari sisi infrastruktur
maupun sumber daya manusia, sehingga pelaksanaan kegiatan usaha berdasarkan
KBLI 71202 dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
4.3. Proses Penjualan
Alur proses penjualan pada segmen individu (B2C)
1. Pelanggan diperoleh melalui walk-in di outlet, rujukan dari dokter/rumah sakit,
maupun pemesanan layanan secara online.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 22
Page 33
2. Pelanggan memilih jenis pemeriksaan atau paket medical check-up sesuai
kebutuhan.
3. Pengambilan sampel yang dilakukan di outlet, fasilitas kesehatan mitra, atau di
lokasi pelanggan (home service).
4. Pembayaran oleh pelanggan.
5. Analisis sampel di laboratorium Perseroan, baik di cabang maupun laboratorium
pusat.
6. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada pelanggan secara langsung atau melalui
platform digital.
Alur proses penjualan pada segmen Korporasi (B2B)
1. Pelanggan diperoleh dengan melakukan pemasaran kepada perusahaan, rumah
sakit, klinik, maupun instansi pemerintah.
2. Perseroan melakukan penawaran dan negosiasi Kerjasama.
3. Penandatanganan kontrak Kerjasama apabila negosiasi mencapai kesepakatan.
4. Pelaksanaan pelayanan.
5. Penagihan secara berkala sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.
Alur proses penjualan pada segmen Korporasi (B2B)
1. Perseroan berpartisipasi dalam tender, mengikuti proses pengadaan sesuai
ketentuan yang berlaku.
2. Evaluasi dan penetapan pemenang.
3. Apabila ditetapkan sebagai pemenang, maka selanjutnya Perseroan menyediakan
layanan sesuai kontrak pengadaan.
4. Penagihan secara berkala sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 23
Page 34
5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1. Keunggulan Kompetitif
Perseroan percaya bahwa kekuatan berikut memberi Perseroan keunggulan kompetitif
di pasar Perseroan:
❖ Perseroan merupakan bagian dari Bundamedik Healthcare System (Bunda Group),
yang dikenal sebagai salah satu jaringan layanan kesehatan di Indonesia,
khususnya dalam layanan rumah sakit ibu dan anak. Sehingga Perseroan tidak
hanya berdiri sendiri tetapi terintegrasi dengan rumah sakit dalam jaringan Bunda
Group. Integrasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan dalam grup
memungkinkan adanya aliran pasien melalui sistem rujukan serta menciptakan
peluang cross-selling layanan. Selain itu, afiliasi ini juga meningkatkan kredibilitas
Perseroan dalam menjalin kerja sama dengan korporasi maupun institusi, sekaligus
mendukung ekspansi pasar dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
❖ Perseroan memiliki jaringan cabang dan outlet yang tersebar di berbagai kota di
Indonesia, serta terus melakukan ekspansi ke wilayah baru. Hal ini meningkatkan
aksesibilitas layanan bagi pelanggan dan memperkuat penetrasi pasar.
❖ Perseroan menjalin kerja sama dengan rumah sakit dan klinik, baik sebagai
penyedia layanan laboratorium internal maupun sebagai mitra rujukan.
❖ Perseroan menyediakan berbagai jenis pemeriksaan, mulai dari tes laboratorium
dasar hingga pemeriksaan lanjutan seperti molekuler dan genomik. Kemampuan
dalam pemeriksaan biomolekuler dan genomik menjadi nilai tambah.
5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk dan layanan Perseroan pada dasarnya cukup
tinggi untuk layanan dasar, namun lebih terbatas untuk layanan lanjutan dan model
bisnis terintegrasi. Layanan laboratorium umum seperti pemeriksaan darah rutin,
urinalisis, dan paket medical check-up relatif mudah ditiru karena teknologi, peralatan,
dan standar operasionalnya sudah umum di industri.
Namun demikian, untuk layanan yang lebih kompleks seperti diagnostik molekuler dan
genomik, dibutuhkan investasi yang besar, tenaga ahli yang spesifik, serta sistem
quality control yang ketat, sehingga menjadi hambatan bagi pemain yang lebih kecil.
Selain itu, model bisnis Perseroan yang terintegrasi dengan jaringan rumah sakit dalam
Bundamedik Healthcare System juga tidak mudah direplikasi dalam jangka pendek,
karena memerlukan waktu, skala, dan hubungan kemitraan yang kuat.
5.3. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai didukung oleh penyediaan layanan
laboratorium yang komprehensif, jaringan layanan yang luas, serta kemitraan dengan
fasilitas kesehatan, termasuk dalam jaringan Bundamedik Healthcare System.
Perseroan juga memanfaatkan model bisnis hybrid (B2C dan B2B) untuk menghasilkan
pendapatan yang beragam dan lebih stabil. Selain itu, pengembangan layanan bernilai
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 24
Page 35
tinggi seperti diagnostik molekuler dan genomik, serta pemanfaatan layanan digital dan home service, turut meningkatkan nilai tambah dan memperluas jangkauan pasar Perseroan. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 25
Page 36
6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN 6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja Per 31 Desember 2025, tenaga kerja Perseroan berjumlah sebanyak 523 orang, dengan tingkat perputaran (turnover) karyawan yang cenderung rendah. Tingkat turnover menunjukkan kondisi lingkungan kerja di sebuah perusahaan, di mana apabila tersedia lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan aman maka tingkat perputaran karyawan relatif rendah. Perusahaan mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan program pelatihan pelatihan baik berupa pelatihan hard skill maupun soft skill dengan jumlah atau nominal yang ditentukan berdasarkan kebutuhan karyawan, dan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan Perusahaan. Setiap tahunnya, Perusahaan melakukan evaluasi kinerja secara berkala kepada semua lini jabatan. Tujuannya tidak lain untuk mengukur kinerja selama tahun berjalan. Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai dasar pengembangan karyawan, termasuk pelatihan karyawan, promosi jabatan maupun pembinaan karyawan. Perusahaan juga telah menerapkan sistem penilaian kinerja dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI) sebagai penilaian yang objektif. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka Perseroan tidak akan melakukan penambahan karyawan, Perusahaan menilai jumlah maupun kualitas SDM yang dimiliki saat ini masih memadai untuk penambahan kegiatan usaha tersebut 6.2. Manajemen kekayaan Intelektual Perseroan tidak memiliki HAKI. HAKI adalah milik perusahaan yang menciptakan produk-produk yang dijual oleh Perseroan. 6.3. Manajemen Risiko Dalam melakukan kegiatan usahanya, Perseroan menanggung beberapa risiko. Berikut risiko dan upaya Perseroan dalam memitigasi atau mengatasi risiko-risiko tersebut : Risiko utama Persaingan usaha dalam industri pelayanan kesehatan tergantung pada jaringan layanan, dikarenakan pihak dokter yang akan merekomendasikan atau merujuk pasiennya kepada pihak Perseroan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan. Pada saat ini segmen pasar terbesar Perseroan bergantung pada jaringan layanan tersebut. Perseroan mengantisipasi hal tersebut dengan terus mengembangkan jejaring outlet laboratorium Perseroan di seluruh Indonesia sehingga dapat meningkatkan peluang menjadi pemain utama dalam industri laboratorium. Selain dengan membuka jejaring outlet laboratorium mandiri, Perseroan juga terus melakukan kerjasama dengan klinik dan rumah sakit yang belum memiliki fasilitas laboratorium. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 26
Page 37
Risiko usaha Risiko ketergantungan Perseroan terhadap pihak ketiga sebagai penyedia peralatan pemeriksaan laboratorium dan bahan baku reagen. Reagen merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh Perseroan, disertai dengan bahan kimia lainnya yang digunakan untuk proses pemeriksaan. Bahan pendukung lainnya adalah bahan dan alat medis habis pakai yang digunakan untuk pengambilan spesimen dalam proses pemeriksaan seperti tube, sarung tangan, jarum, dan lain-lain Perseroan akan melakukan kontrak dengan pihak distributor dan pemasok dalam jangka waktu tertentu dan dalam jumlah tertentu, sehingga selain dapat mengamankan stok bahan baku dan peralatan, Perseroan juga dapat menghindari resiko jika di pertengahan kontrak terdapat perubahan kurs yang signifikan karena sebagian peralatan dan bahan baku reagen merupakan impor dari luar negeri. Risiko umum Risiko perubahan kondisi perekonomian makro dan mikro adalah suatu hal yang lazim dalam dinamika perekonomian global maupun nasional. Perekonomian suatu negara memiliki kecenderungan tren siklus naik turun di mana ada masa pertumbuhan dan penurunan ekonomi. Selain itu, tidak terdapat jaminan bahwa kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan yang pernah terjadi di Indonesia dan Asia tidak akan terulang di masa mendatang. Kehilangan kepercayaan para investor pada sistem keuangan di negara berkembang dan pasar lainnya dapat mengakibatkan kenaikan volatilitas di pasar keuangan Indonesia dan internasional, serta dapat menghambat perkembangan ekonomi Indonesia dan ekonomi global. Perseroan berusaha untuk menjaga kondisi keuangan Perseroan tetap dalam kondisi yang sehat, sehingga apabila terjadi perubahan kondisi ekonomi, Perseroan akan siap menghadapi hal tersebut dengan kondisi keuangan Perseroan yang sehat. Risiko saham perusahaan Harga saham Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana dapat berfluktuasi secara tajam, dikarenakan berbagai faktor diantaranya: persepsi atas prospek usaha Perseroan dan industri layanan kesehatan secara umum, perubahan kondisi ekonomi dan politik, perbedaan kinerja keuangan dan operasional Perusahaan secara aktual dengan ekspektasi investor dan analis, perubahan rekomendasi atau persepsi para analisis terhadap Perseroan atau Pasar Modal, dan lain sebagainya. Di masa yang akan datang, Perseroan dapat melakukan transaksi dengan entitas yang dikendalikan oleh pemegang saham pengendali dan pihak terkait lainnya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Tidak ada jaminan bahwa transaksi tersebut akan dilakukan pada syarat dan ketentuan yang menguntungkan bagi Perseroan, namun setiap transaksi benturan kepentingan (sebagaimana didefinisikan dalam peraturan OJK) yang dilakukan Perseroan dengan pihak terafiliasi setelah Penawaran Umum Perdana wajib memperoleh persetujuan pemegang saham independen sesuai dengan peraturan OJK sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020. 6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Dengan penambahan kegiatan usaha tersebut, tidak terdapat perubahan pada kapasitas maupun kemampuan manajemen Perseroan. Penambahan KBLI ini hanya merupakan Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 27
Page 38
penyesuaian legalitas atas kegiatan usaha yang telah dijalankan saat ini, agar Perseroan dapat berpartisipasi secara langsung dalam proyek e-procurement, sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan Perseroan. 6.5. Struktur Organisasi Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka tidak ada perubahan pada struktur organisasi Perseroan. Penambahan KBLI ini hanya merupakan penyesuaian legalitas atas kegiatan usaha yang telah dijalankan saat ini, agar Perseroan dapat berpartisipasi secara langsung dalam proyek e-procurement, sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan Perseroan. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 28
Page 39
7. KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN
7.1. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan
Kegiatan Usaha
Berikut ini adalah gambaran laba rugi dan posisi keuangan Perseroan sebelum dan
setelah Penambahan Kegiatan Usaha. Laba rugi dan posisi keuangan sebelum
penambahan KBLI adalah laporan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit sedangkan
posisi keuangan dan laba rugi setelah perubahan adalah proforma posisi keuangan
Perseroan, yang disiapkan oleh manajemen.
Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Per 31 Desember 2025
Dalam Rp Sebelum Setelah Penambahan
Penyesuaian
Penambahan KBLI KBLI
PENDAPATAN NETO 166.623.563.742 - 166.623.563.742
BEBAN POKOK PENDAPATAN (87.855.901.730) - (87.855.901.730)
LABA BRUTO 78.767.662.012 - 78.767.662.012
Beban penjualan dan pemasaran (9.754.521.105) - (9.754.521.105)
Beban umum dan administrasi (63.714.131.908) - (63.714.131.908)
(Beban) pendapatan lain-lain 107.283.648 - 107.283.648
LABA SEBELUM PAJAK 5.406.292.647 - 5.406.292.647
Pajak kini (2.326.865.236) - (2.326.865.236)
Pajak tangguhan (142.332.588) - (142.332.588)
Jumlah beban pajak (2.469.197.824) - (2.469.197.824)
LABA TAHUN BERJALAN 2.937.094.823 - 2.937.094.823
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 29
Page 40
Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan
Per 31 Desember 2025
Dalam Rp Sebelum Setelah Penambahan
Penyesuaian
Penambahan KBLI KBLI
ASET LANCAR
Kas dan bank 8.474.617.061 - 8.474.617.061
Investasi jangka pendek 1.458.176.648 - 1.458.176.648
Piutang usaha -
Pihak berelasi - Neto 32.395.288.846 - 32.395.288.846
Pihak ketiga - Neto 13.880.844.576 - 13.880.844.576
Piutang lain-lain -
Pihak berelasi 10.288.683.684 - 10.288.683.684
Pihak ketiga 138.191.761 - 138.191.761
Persediaan 6.079.431.721 - 6.079.431.721
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 16.190.204.955 - 16.190.204.955
Pajak dibayar di muka 2.292.325.088 - 2.292.325.088
Jumlah Aset Lancar 91.197.764.340 - 91.197.764.340
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 697.718.391 - 697.718.391
Investasi jangka panjang 12.950.500.000 - 12.950.500.000
Aset tetap - Neto 187.101.524.828 - 187.101.524.828
Aset takberwujud - Neto 1.670.340.461 - 1.670.340.461
Aset hak guna usaha - setelah 22.318.620.668 - 22.318.620.668
Aset tidak lancar lainnya 2.735.637.067 - 2.735.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar 227.474.341.415 - 227.474.341.415
JUMLAH ASET 318.672.105.755 - 318.672.105.755
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi 1.412.136.608 - 1.412.136.608
Pihak ketiga 7.509.361.644 - 7.509.361.644
Utang lain-lain 9.289.017 - 9.289.017
Utang pajak 153.705.760 - 153.705.760
Beban akrual 6.445.693.156 - 6.445.693.156
Uang muka
Pinjaman penjualan
jangka pendek jatuh tempo satu 4.778.099.854 - 4.778.099.854
tahun
Utang pembelian aset tetap 301.048.130 - 301.048.130
Liabilitas sewa 4.393.676.807 - 4.393.676.807
Utang bank 2.612.373.278 - 2.612.373.278
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 27.615.384.254 - 27.615.384.254
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain Pihak berelasi 6.775.741.210 - 6.775.741.210
Uang muka pelanggan 6.800.000.000 - 6.800.000.000
Pinjaman jangka panjang - dikurangi JT 1
Utang pembelian aset tetap 1.802.020.194 - 1.802.020.194
Liabilitas sewa 20.631.995.074 - 20.631.995.074
Utang bank 49.508.333.331 - 49.508.333.331
Liabilitas imbalan pasca-kerja 1.548.468.319 - 1.548.468.319
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 87.066.558.128 - 87.066.558.128
JUMLAH LIABILITAS 114.681.942.382 - 114.681.942.382
EKUITAS
Modal Saham 31.250.000.000 - 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 36.706.723.099 - 36.706.723.099
Penghasilan komprehensif lain 831.258.664 - 831.258.664
Saldo laba 135.202.181.610 - 135.202.181.610
JUMLAH EKUITAS 203.990.163.373 - 203.990.163.373
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 318.672.105.755 - 318.672.105.755
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 30
Page 41
Sebagaimana diperlihatkan pada tabel di atas, tidak terdapat perubahan antara laba
rugi dan posisi keuangan Perseroan sebelum dan setelah dilakukannya penambahan
KBLI.
7.2. Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar sebagai berikut:
Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
DENGAN PENAMBAHAN KBLI
Dalam Rp
2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN 212.104.689.838 271.995.986.276 318.289.432.438 383.510.232.959 426.016.232.361
BEBAN POKOK PENDAPATAN (110.918.654.298) (137.593.236.698) (159.635.271.506) (191.492.070.947) (211.767.889.518)
LABA BRUTO 101.186.035.540 134.402.749.578 158.654.160.932 192.018.162.013 214.248.342.843
Beban penjualan dan pemasaran (12.057.873.245) (15.462.614.844) (18.094.336.501) (21.802.053.413) (24.218.463.693)
Beban gaji dan tunjangan (47.449.419.509) (60.847.554.419) (71.203.747.623) (85.794.132.810) (95.303.045.596)
Beban umum dan administrasi (19.255.122.877) (24.692.127.938) (28.894.703.538) (34.815.527.491) (38.674.274.047)
OPEX- Depresiasi (10.980.531.448) (14.081.067.624) (16.477.651.320) (19.854.092.698) (22.054.602.566)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto (1.078.530.186) (691.535.585) (809.234.254) (975.054.732) (1.083.124.014)
LABA SEBELUM PAJAK 10.364.558.277 18.627.849.168 23.174.487.696 28.777.300.870 32.914.832.926
Pajak Penghasilan (2.971.501.440) (4.098.126.817) (5.098.387.293) (6.331.006.191) (7.241.263.244)
LABA TAHUN BERJALAN 7.393.056.837 14.529.722.351 18.076.100.403 22.446.294.678 25.673.569.682
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 31
Page 42
Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
DENGAN PENAMBAHAN KBLI
Dalam Rp
2026 2027 2028 2029 2030
ASET LANCAR
Kas dan bank 12.610.242.276 35.204.227.290 70.519.758.678 87.456.567.387 144.710.472.794
Investasi jangka pendek 1.458.176.648 1.458.176.648 1.458.176.648 1.458.176.648 1.458.176.648
Piutang Usaha 60.247.427.451 69.165.244.441 73.860.080.974 98.472.614.614 87.330.031.532
Piutang Lain - Lain Pihak berelasi 10.288.683.684 10.288.683.684 10.288.683.684 10.288.683.684 10.288.683.684
Piutang Lain - Lain Pihak ketiga 138.191.761 138.191.761 138.191.761 138.191.761 138.191.761
Persediaan 8.286.581.949 10.135.915.262 11.422.072.640 14.553.370.211 14.301.036.650
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 16.190.204.955 16.190.204.955 16.190.204.955 16.190.204.955 16.190.204.955
Pajak dibayar di muka 2.292.325.088 2.292.325.088 2.292.325.088 2.292.325.088 2.292.325.088
Jumlah Aset Lancar 111.511.833.812 144.872.969.129 186.169.494.427 230.850.134.348 276.709.123.112
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 697.718.391 697.718.391 697.718.391 697.718.391 697.718.391
Investasi jangka panjang 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000
Aset tetap - Neto 178.812.640.089 159.390.607.766 138.039.162.011 113.166.704.609 86.485.558.285
Aset takberwujud - Neto 2.338.058.765 2.338.058.765 2.338.058.765 2.338.058.765 2.338.058.765
Aset hak guna usaha - setelah 23.068.620.668 23.068.620.668 23.068.620.668 23.068.620.668 23.068.620.668
Aset tidak lancar lainnya 2.735.637.067 2.735.637.067 2.735.637.067 2.735.637.067 2.735.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar 220.603.174.980 201.181.142.657 179.829.696.902 154.957.239.500 128.276.093.176
JUMLAH ASET 332.115.008.792 346.054.111.787 365.999.191.329 385.807.373.849 404.985.216.288
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 15.279.677.786 15.368.225.096 20.149.704.236 23.269.925.410 23.490.864.834
Utang lain-lain 9.289.017 9.289.017 9.289.017 9.289.017 9.289.017
Utang pajak 153.705.760 153.705.760 153.705.760 153.705.760 153.705.760
Beban akrual 6.445.693.156 6.445.693.156 6.445.693.156 6.445.693.156 6.445.693.156
Uang muka penjualan 4.778.099.854 4.778.099.854 4.778.099.854 4.778.099.854 4.778.099.854
Utang bank 2.612.373.278 2.612.373.278 2.612.373.278 2.612.373.278 2.612.373.278
Utang pembelian aset tetap 301.048.130 301.048.130 301.048.130 301.048.130 301.048.130
Liabilitas sewa 4.393.676.807 4.393.676.807 4.393.676.807 4.393.676.807 4.393.676.807
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 33.973.563.788 34.062.111.098 38.843.590.238 41.963.811.412 42.184.750.836
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain - pihak berelasi 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210
Uang muka pelanggan 6.800.000.000 6.800.000.000 6.800.000.000 6.800.000.000 6.800.000.000
Utang bank 49.199.999.998 48.520.833.331 45.608.333.331 39.849.999.998 33.133.333.331
Utang pembelian aset tetap 1.802.020.194 1.802.020.194 1.802.020.194 1.802.020.194 1.802.020.194
Liabilitas sewa 20.631.995.074 20.631.995.074 20.631.995.074 20.631.995.074 20.631.995.074
Liabilitas imbalan pasca-kerja 1.548.468.319 1.548.468.319 1.548.468.319 1.548.468.319 1.548.468.319
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 86.758.224.795 86.079.058.128 83.166.558.128 77.408.224.795 70.691.558.128
JUMLAH LIABILITAS 120.731.788.583 120.141.169.226 122.010.148.366 119.372.036.207 112.876.308.964
EKUITAS
Modal Saham 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099
Penghasilan komprehensif lain 831.258.664 831.258.664 831.258.664 831.258.664 831.258.664
Saldo laba 142.595.238.447 157.124.960.798 175.201.061.201 197.647.355.879 223.320.925.561
JUMLAH EKUITAS 211.383.220.210 225.912.942.561 243.989.042.964 266.435.337.642 292.108.907.324
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 332.115.008.793 346.054.111.787 365.999.191.330 385.807.373.849 404.985.216.288
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 32
Page 43
Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI
DENGAN PENAMBAHAN KBLI
Dalam Rp
2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 198.133.395.809 263.078.169.286 313.594.595.906 358.897.699.319 437.158.815.443
Pembayaran kas kepada pemasok (97.815.623.094) (132.519.423.202) (149.518.305.352) (184.378.780.129) (204.328.653.437)
Pembayaran kas kepada karyawan (79.927.164.236) (102.495.932.001) (119.940.637.619) (144.517.716.226) (160.535.202.674)
Penerimaan (pembayaran) bunga (1.078.530.186) (691.535.585) (809.234.254) (975.054.732) (1.083.124.014)
Kas yang dihasilkan dari operasi 19.312.078.292 27.371.278.498 43.326.418.681 29.026.148.234 71.211.835.317
Pembayaran Pajak (2.971.501.440) (4.098.126.817) (5.098.387.293) (6.331.006.191) (7.241.263.244)
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi 16.340.576.852 23.273.151.681 38.228.031.388 22.695.142.042 63.970.572.074
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (10.478.900.000) - - - -
Penambahan Aset Hak Guna (750.000.000) - - - -
Perolehan aset takberwujud (667.718.304) - - - -
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi (11.896.618.304) - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman bank (308.333.333) (679.166.667) (2.912.500.000) (5.758.333.333) (6.716.666.667)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan (308.333.333) (679.166.667) (2.912.500.000) (5.758.333.333) (6.716.666.667)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH DALAM KAS DAN BANK 4.135.625.215 22.593.985.014 35.315.531.388 16.936.808.709 57.253.905.407
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE 8.474.617.061 12.610.242.276 35.204.227.290 70.519.758.678 87.456.567.387
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE 12.610.242.276 35.204.227.290 70.519.758.678 87.456.567.387 144.710.472.794
Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
TANPA PENAMBAHAN KBLI
Dalam Rp
2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN 192.063.537.564 246.295.880.432 288.215.194.157 347.273.471.843 385.763.203.584
BEBAN POKOK PENDAPATAN (99.082.637.181) (129.229.610.655) (149.848.164.635) (179.699.484.534) (198.668.282.776)
LABA BRUTO 92.980.900.383 117.066.269.777 138.367.029.522 167.573.987.309 187.094.920.807
Beban penjualan dan pemasaran (11.483.688.804) (12.508.872.815) (14.637.870.519) (17.637.321.760) (19.592.137.886)
Beban gaji dan tunjangan (45.189.923.341) (57.950.051.828) (67.813.092.974) (81.708.697.914) (90.764.805.330)
Beban umum dan administrasi (18.338.212.263) (23.516.312.322) (27.518.765.274) (33.157.645.230) (36.832.641.950)
OPEX- Depresiasi (10.980.531.448) (14.081.067.624) (16.477.651.320) (19.854.092.698) (22.054.602.566)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto (1.078.530.186) (691.535.585) (809.234.254) (975.054.732) (1.083.124.014)
LABA SEBELUM PAJAK 5.910.014.340 8.318.429.603 11.110.415.182 14.241.174.976 16.767.609.061
Pajak Penghasilan (1.991.501.774) (1.830.054.513) (2.444.291.340) (3.133.058.495) (3.688.873.993)
LABA TAHUN BERJALAN 3.918.512.566 6.488.375.090 8.666.123.842 11.108.116.481 13.078.735.067
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 33
Page 44
Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
TANPA PENAMBAHAN KBLI
Dalam Rp
2026 2027 2028 2029 2030
ASET LANCAR
Kas dan bank 12.794.030.677 31.269.915.431 53.697.740.358 61.232.942.040 104.015.635.465
Investasi jangka pendek 1.458.176.648 1.458.176.648 1.458.176.648 1.458.176.648 1.458.176.648
Piutang Usaha 55.259.088.597 61.925.758.133 67.585.522.271 93.053.651.219 80.291.430.656
Piutang Lain - Lain Pihak berelasi 10.288.683.684 10.288.683.684 10.288.683.684 10.288.683.684 10.288.683.684
Piutang Lain - Lain Pihak ketiga 138.191.761 138.191.761 138.191.761 138.191.761 138.191.761
Persediaan 6.980.580.706 9.460.369.875 9.778.814.133 13.402.677.896 12.348.113.206
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 16.190.204.955 16.190.204.955 16.190.204.955 16.190.204.955 16.190.204.955
Pajak dibayar di muka 2.292.325.088 2.292.325.088 2.292.325.088 2.292.325.088 2.292.325.088
Jumlah Aset Lancar 105.401.282.116 133.023.625.575 161.429.658.897 198.056.853.290 227.022.761.463
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 697.718.391 697.718.391 697.718.391 697.718.391 697.718.391
Investasi jangka panjang 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000 12.950.500.000
Aset tetap - Neto 178.812.640.089 159.390.607.766 138.039.162.011 113.166.704.609 86.485.558.285
Aset takberwujud - Neto 2.338.058.765 2.338.058.765 2.338.058.765 2.338.058.765 2.338.058.765
Aset hak guna usaha - setelah 23.068.620.668 23.068.620.668 23.068.620.668 23.068.620.668 23.068.620.668
Aset tidak lancar lainnya 2.735.637.067 2.735.637.067 2.735.637.067 2.735.637.067 2.735.637.067
Jumlah Aset Tidak Lancar 220.603.174.980 201.181.142.657 179.829.696.902 154.957.239.500 128.276.093.176
JUMLAH ASET 326.004.457.096 334.204.768.232 341.259.355.799 353.014.092.791 355.298.854.639
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 12.643.670.361 15.034.773.073 16.335.736.798 22.740.690.642 18.663.384.089
Utang lain-lain 9.289.017 9.289.017 9.289.017 9.289.017 9.289.017
Utang pajak 153.705.760 153.705.760 153.705.760 153.705.760 153.705.760
Beban akrual 6.445.693.156 6.445.693.156 6.445.693.156 6.445.693.156 6.445.693.156
Uang muka penjualan 4.778.099.854 4.778.099.854 4.778.099.854 4.778.099.854 4.778.099.854
Utang bank 2.612.373.278 2.612.373.278 2.612.373.278 2.612.373.278 2.612.373.278
Utang pembelian aset tetap 301.048.130 301.048.130 301.048.130 301.048.130 301.048.130
Liabilitas sewa 4.393.676.807 4.393.676.807 4.393.676.807 4.393.676.807 4.393.676.807
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 31.337.556.363 33.728.659.075 35.029.622.800 41.434.576.644 37.357.270.091
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain - pihak berelasi 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210 6.775.741.210
Uang muka pelanggan 6.800.000.000 6.800.000.000 6.800.000.000 6.800.000.000 6.800.000.000
Utang bank 49.199.999.998 48.520.833.331 45.608.333.331 39.849.999.998 33.133.333.331
Utang pembelian aset tetap 1.802.020.194 1.802.020.194 1.802.020.194 1.802.020.194 1.802.020.194
Liabilitas sewa 20.631.995.074 20.631.995.074 20.631.995.074 20.631.995.074 20.631.995.074
Liabilitas imbalan pasca-kerja 1.548.468.319 1.548.468.319 1.548.468.319 1.548.468.319 1.548.468.319
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 86.758.224.795 86.079.058.128 83.166.558.128 77.408.224.795 70.691.558.128
JUMLAH LIABILITAS 118.095.781.158 119.807.717.203 118.196.180.928 118.842.801.439 108.048.828.219
EKUITAS
Modal Saham 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099 36.706.723.099
Penghasilan komprehensif lain 831.258.664 831.258.664 831.258.664 831.258.664 831.258.664
Saldo laba 139.120.694.176 145.609.069.266 154.275.193.108 165.383.309.589 178.462.044.657
JUMLAH EKUITAS 207.908.675.939 214.397.051.029 223.063.174.871 234.171.291.352 247.250.026.420
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 326.004.457.097 334.204.768.233 341.259.355.799 353.014.092.791 355.298.854.639
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 34
Page 45
Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
TANPA PENAMBAHAN KBLI
Dalam Rp
2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 183.080.582.389 239.629.210.896 282.555.430.020 321.805.342.895 398.525.424.146
Pembayaran kas kepada pemasok (91.231.474.561) (125.295.536.231) (145.534.411.528) (173.758.677.226) (199.129.129.819)
Pembayaran kas kepada karyawan (72.254.710.615) (92.657.033.146) (108.427.167.971) (130.645.017.427) (145.124.936.228)
Penerimaan (pembayaran) bunga (1.078.530.186) (691.535.585) (809.234.254) (975.054.732) (1.083.124.014)
Kas yang dihasilkan dari operasi 18.515.867.027 20.985.105.933 27.784.616.267 16.426.593.510 53.188.234.085
Pembayaran Pajak (1.991.501.774) (1.830.054.513) (2.444.291.340) (3.133.058.495) (3.688.873.993)
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi 16.524.365.254 19.155.051.421 25.340.324.927 13.293.535.016 49.499.360.091
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (10.478.900.000) - - - -
Penambahan Aset Hak Guna (750.000.000) - - - -
Perolehan aset takberwujud (667.718.304) - - - -
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi (11.896.618.304) - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN - - - - -
Pembayaran pinjaman bank (308.333.333) (679.166.667) (2.912.500.000) (5.758.333.333) (6.716.666.667)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan (308.333.333) (679.166.667) (2.912.500.000) (5.758.333.333) (6.716.666.667)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH DALAM KAS DAN BANK 4.319.413.617 18.475.884.754 22.427.824.927 7.535.201.683 42.782.693.424
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE 8.474.617.061 12.794.030.677 31.269.915.431 53.697.740.358 61.232.942.040
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE 12.794.030.677 31.269.915.431 53.697.740.358 61.232.942.040 104.015.635.465
Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dan Tanpa dilakukannya Penambahan KBLI yaitu sebagai berikut:
Posisi Keuangan:
Dengan adanya penambahan KBLI maka ekuitas Perseroan lebih tinggi dibandingkan
tanpa penambahan KBLI karena adanya tambahan perolehan laba bersih melalui
pendapatan hasil partisipasi dalam e-procurement secara langsung.
Tabel 15 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam Rp 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan transaksi 211.383.220.210 225.912.942.561 243.989.042.964 266.435.337.642 292.108.907.324
Tanpa transaksi 207.908.675.939 214.397.051.029 223.063.174.871 234.171.291.352 247.250.026.420
Perbedaan 3.474.544.271 11.515.891.532 20.925.868.093 32.264.046.290 44.858.880.905
Selain itu, akun lainnya pada posisi keuangan mengalami perbedaan akibat dari
perubahan perputaran modal kerja yang diakibatkan oleh perbedaan jumlah
pendapatan, beban langsung, beban usaha dan perolehan laba bersih antara Dengan
dilakukannya penambahan KBLI dan Tanpa dilakukannya penambahan KBLI.
Laba Rugi:
Dengan adanya penambahan KBLI, maka diproyeksikan bahwa Perseroan akan
memperoleh tambahan pendapatan karena dapat berpartisipasi dalam e-procurement
secara langsung.
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 35
Page 46
Tabel 16 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam Rp 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan transaksi 212.104.689.838 271.995.986.276 318.289.432.438 383.510.232.959 426.016.232.361
Tanpa transaksi 192.063.537.564 246.295.880.432 288.215.194.157 347.273.471.843 385.763.203.584
Perbedaan 20.041.152.274 25.700.105.844 30.074.238.281 36.236.761.117 40.253.028.778
7.3. Dampak Keuangan
Dengan adanya penambahan KBLI, maka dampak terhadap keuangan Perseroan ke
depannya adalah berupa penambahan pendapatan melalui partisipasi e-procurement
secara langsung, yang mengakibatkan penambahan atas laba bersih Perseroan, yaitu
sebagai berikut:
Tabel 17 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam Rp 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan transaksi 7.393.056.837 14.529.722.351 18.076.100.403 22.446.294.678 25.673.569.682
Tanpa transaksi 3.918.512.566 6.488.375.090 8.666.123.842 11.108.116.481 13.078.735.067
Perbedaan 3.474.544.271 8.041.347.261 9.409.976.561 11.338.178.197 12.594.834.615
7.4. Manfaat
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan ini akan memberikan manfaat kepada
Perseroan maupun Pemegang Saham Perseroan, antara lain:
❖ Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan laba bersih Perseroan untuk tahun
2026-2030 diproyeksikan bertambah sebesar Rp3,75 miliar hingga Rp11,01 miliar
dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.
❖ Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan ekuitas Perseroan untuk tahun
2026–2030 diproyeksikan bertambah sebesar Rp3,47 miliar hingga Rp44,89 miliar
dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.
7.5. Kesimpulan
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan
Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan
teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.
Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, diharapkan dapat
memperluas pangsa pasar, meningkatkan potensi pasar, serta memperbesar potensi
nilai pasar Perseroan. Hal ini karena Perseroan dapat berpartisipasi secara langsung
dalam proyek e-procurement, sehingga berpotensi mengoptimalkan pendapatan
Perseroan.
Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya
penambahan KBLI, maka ke depannya, perizinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang
dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain
itu, dengan penambahan KBLI, maka kegiatan operasional Perseroan tidak mengalami
perubahan.
Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan
kegiatan usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena
rencana penambahan KBLI ini hanya merupakan penyesuaian legalitas atas kegiatan
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 36
Page 47
usaha yang telah dijalankan saat ini, agar Perseroan dapat berpartisipasi secara langsung dalam proyek e-procurement, sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan Perseroan. Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana penambahan KBLI ini hanya merupakan penyesuaian legalitas atas kegiatan usaha yang telah dijalankan saat ini, agar Perseroan dapat berpartisipasi secara langsung dalam proyek e-procurement, sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan Perseroan. Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih sebesar Rp3,47 miliar pada tahun 2026 hingga sebesar Rp12,59 miliar pada tahun 2030 dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI. Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk dimaksud adalah “LAYAK”. Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026 37
Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
LABORATORIUM UTAMA TBK
p.1
unresolved
org
Diagnos Laboratorium Tbk
p.2
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar & Rekan
p.4
unresolved
person
Felix Sutandar, MSc
· Pemimpin Rekan
p.4 ×2
unresolved
—
Kualifikasi
p.10
unresolved
—
Ijin Penilai
p.10
unresolved
—
STTD
p.10
unresolved
—
MAPPI
p.10 ×3
unresolved
person
Natalia Goysal
p.10
unresolved
—
RMK
p.10 ×2
unresolved
—
Ref. No.: 00268/2.0072-00/BS/10/0022/1/IV/2026
p.10
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar dan Rekan
p.11
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.13 ×5
unresolved
person
Fergus Richard
· Direktur Utama
p.13
unresolved
person
Martinef
p.15
unresolved
org
Menteri
p.15
unresolved
person
Rahayu Ningsih
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
person
Martinus Eliatulo Zega
· Komisaris Independen
p.16
unresolved
—
Adelaide Australia. Menjabat
· Komisaris Utama
p.16
unresolved
org
PT CRM Bangun Husada
p.16
unresolved
org
PT Bunda Global Pharma
p.16 ×2
unresolved
org
PT Daima Citra Prima
p.16
unresolved
org
PT Morula Indonesia
p.16
unresolved
org
PT Bunda Medika Wisesa. Martinus Eliatulo Zega
p.16
unresolved
org
PT Darya Varia Laboratories
p.16
unresolved
org
PT Bernofarm Group. Fergus Richard
p.16
unresolved
org
PT Tiga Sekawan Sukses Ekspress
p.16
unresolved
org
PT Kece Transport Indonesia. Ref.
p.16
unresolved
—
South Wales Australia. Menjabat
· Direktur Utama
p.17
unresolved
org
PT CRM Bangun Persada
p.17
unresolved
org
PT BMHS Diklat
p.17
unresolved
—
Universitas Trisakti. Menjabat
· Direktur
p.17
unresolved
org
PT CRM Bangun Persada. Antony Subagia
p.17
unresolved
org
PT ASA REN Global Nusantara
p.17
unresolved
org
PT SUM HING Indonesia
p.17
unresolved
org
PT Alcar Chemco Indonesia.
p.17
unresolved
org
Bank Indonesia
p.25 ×14
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.26
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.26
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi
p.27
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
3986 ms
12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}