Back to announcement
20260428_GOTO_Laporan Informasi dan Fakta Material_32074824_lamp1.pdf
Other Text extracted GOTOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 18
Page 1
Nomor / Number: 032/GOTO/CS/JKT/IV/2026
Perihal: Laporan Informasi kepada Otoritas Subject: Report to the Financial Services
Jasa Keuangan sehubungan dengan Authority (Otoritas Jasa Keuangan) in
Informasi atau Fakta Material connection with a Material Information
or Facts
Kepada Yth. / To:
1. Otoritas Jasa Keuangan / Financial Services Authority (“OJK”)
Gedung Sumitro Djojohadikusumo Lantai 1
Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4
Jakarta 10710
U.p. / Attn: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon
/ Executive Chief of the Capital Market, Derivative Financial and Carbon Trading
Supervisory
2. PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) / Indonesia Stock Exchange (“IDX”)
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
U.p. / Attn: Direktur Penilaian Perusahaan / Director of Listing
Dengan hormat, Dear Sir / Madam,
Merujuk pada Peraturan OJK No. Referring to the OJK Regulation No.
31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas 31/POJK.04/2015 concerning Disclosure
Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Information on Material Information or Facts by
Perusahaan Publik sebagaimana dicabut Issuers or Public Companies as partially revoked
sebagian berdasarkan Peraturan OJK No. 45 by the OJK Regulation No. 45 of 2024 concerning
Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Development and Reinforcement of Issuers and
Penguatan Emiten dan Perusahaan Publik dan Public Companies and the Decree of the Board of
Keputusan Direksi BEI No:Kep-00087/BEI/12- Directors of the IDX No: Kep-00087/BEI/12-2025
2025 tentang Peraturan Nomor I-E tentang regarding the Regulation No. I-E concerning the
Kewajiban Penyampaian Informasi, PT GoTo Obligation to Submit Information, PT GoTo Gojek
Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan”) dengan ini Tokopedia Tbk (“the Company”) hereby conveys
menyampaikan Keterbukaan Informasi dengan a Disclosure of Information for the purpose of
maksud untuk memberikan penjelasan sebagai providing an explanation to fulfill the relevant
pemenuhan ketentuan perundangan-undangan requirements under the applicable laws and
pada Lampiran I. regulations on Attachment I.
Sehubungan dengan hal di atas, bersama ini In connection with the foregoing, we hereby, for
kami untuk dan atas nama Perseroan and on behalf of the Company, convey a
menyampaikan Keterbukaan Informasi Disclosure of Information in connection with
sehubungan dengan informasi atau fakta material information or facts as follows:
material sebagai berikut:
1
Page 2
Nama Emiten/Name of the Issuer : PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan”)/
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Company”)
Alamat/Address : Gedung Pasaraya Blok M, 6-7/F, Jl. Iskandarsyah
II No. 2, Jakarta 12160
Bidang Usaha/Business Line : Perusahaan induk dan penyedia platform digital
yang mengintegrasikan on-demand services, e-
commerce dan produk digital, serta financial
technology services secara langsung maupun
tidak langsung melalui entitas-entitas di dalam
Perusahaan. /
Holding company and digital platform provider
integrating on-demand services, e-commerce and
digital products and financial technology services,
directly or indirectly through entities within the
Company.
Telepon/Phone : (021) 2910 1072
Faksimili/Fax : (021) 2709 7877
Email : corpsecretary@gotocompany.com
Website : www.gotocompany.com
1. Tanggal Kejadian 1. Date of the Event
Selasa, 28 April 2026 Tuesday, April 28, 2026
2. Jenis Informasi 2. Information Type
Informasi atau Fakta Material Lainnya Other Material Facts or Information
3. Uraian Informasi 3. Description of Information
Pada hari ini, Perseroan telah menerbitkan The Company today released its unaudited
laporan keuangan konsolidasian interim and unreviewed interim consolidated financial
yang tidak diaudit dan tidak direviu pada statements as of and for the three-month
tanggal dan untuk periode tiga bulan yang period then ended on March 31, 2026, through
berakhir pada 31 Maret 2026, melalui surat its letter No. 030/GOTO/CS/JKT/IV/2026,
Perseroan No. 030/GOTO/CS/JKT/IV/2026, dated April 28, 2026.
tanggal 28 April 2026.
Perseroan, ekosistem digital terbesar di The Company, the largest digital ecosystem
Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja in Indonesia, today announced its first-quarter
keuangan kuartal pertama 2026. Perseroan 2026 financial results. The Company
mencatatkan laba bersih untuk pertama kali achieved net profit for the first time, at Rp171
sebesar Rp171 miliar, dibandingkan dengan
2
Page 3
rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang billion, as compared to a net loss of Rp367
sama tahun sebelumnya. billion in the same period last year.
Perseroan terus meningkatkan skala seiring The Company continues to scale as Group
dengan pertumbuhan Pengguna Annual Transacting Users (ATU) rose 22%
Bertransaksi Tahunan Grup (ATU) sebesar YoY to 69 million.
22% YoY menjadi 69 juta.
Pendapatan bersih tumbuh 26% YoY Net revenue grew 26% YoY to Rp5.3 trillion
menjadi Rp5,3 triliun seiring dengan as Group core GTV grew 65% YoY to Rp138
pertumbuhan GTV inti Grup sebesar 65% trillion, with total GTV climbing to Rp236
YoY menjadi Rp138 triliun, dengan total trillion, up 63% YoY.
GTV naik menjadi Rp236 triliun, meningkat
63% YoY.
EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Group adjusted EBITDA reached Rp907
Rp907 miliar, naik 131% YoY, menunjukkan billion, an improvement of 131% YoY,
awal yang kuat menuju pedoman kinerja representing a strong start toward delivering
EBITDA Grup yang disesuaikan setahun full-year adjusted EBITDA guidance of Rp3.2-
penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. 3.4 trillion.
Perseroan juga mencatatkan arus kas The Company achieved positive adjusted free
bebas disesuaikan positif sebesar Rp1,3 cash flow amounting to Rp1.3 trillion,
triliun, menunjukkan perbaikan fundamental demonstrating improved business
bisnis, profitabilitas dan disiplin biaya. fundamentals, profitability and cost discipline.
Imbalan jasa e-commerce Perseroan dari The Company's e-commerce service fee
PT Tokopedia mencapai Rp288 miliar. from PT Tokopedia reached Rp288 billion.
Perseroan terus meningkatkan kemampuan The Company continues to enhance its tech
teknologinya, memperkenalkan program capabilities, introducing a new AI program
AI baru yang menyatukan semua inisiatif that brings all AI initiatives together under a
AI di bawah satu strategi yang single customer-focused strategy that will
berfokus pada pelanggan, yang akan lower cost to serve and increase engagement
menurunkan biaya layanan,meningkatkan and conversion.
interaksi dan konversi pengguna.
Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU) Fintech Monthly Transacting Users (MTUs)
Fintech meningkat sebesar 33% YoY rose 33% YoY to 27.5 million driving over two
menjadi 27,5 juta, mendorong lebih dari dua billion transactions in 1Q26, an increase of
miliar transaksi pada Kuartal 1 2026, naik 84% YoY. Core GTV grew 72% YoY to Rp131
84% YoY. GTV inti tumbuh 72% YoY trillion, driven by continued strength in
menjadi Rp131 triliun, didorong oleh consumer payments and strong growth in
peningkatan berkelanjutan pada segmen users and transactions. Net revenue grew
pembayaran konsumen serta pertumbuhan 58% YoY to Rp1.9 trillion, driven by robust
yang solid pada jumlah pengguna dan user acquisition, strong growth in the
transaksi. Pendapatan bersih tumbuh 58% payments business, and continued expansion
YoY menjadi Rp1,9 triliun, didorong oleh of the loan book. Adjusted EBITDA grew
akuisisi pengguna yang solid, pertumbuhan 674% YoY to a record Rp364 billion, marking
yang kuat di segmen bisnis pembayaran, the sixth consecutive quarter of profitability,
dan nilai buku pinjaman yang tumbuh driven by strong revenue growth and
berkelanjutan. EBITDA yang disesuaikan operating leverage. The GoPay app
tumbuh 674% YoY mencapai rekor Rp364 continues to drive growth in loans outstanding
miliar. Hal ini mencerminkan keberhasilan principal, which reached Rp9.9 trillion, an
3
Page 4
mempertahankan profitabilitas selama increase of 59% YoY. Credit quality has
enam kuartal berturut-turut, yang didorong remained consistent, demonstrating that
oleh pertumbuhan pendapatan dan GoTo’s data-driven risk management
operating leverage. Aplikasi GoPay terus capability can support rapid growth without
mendorong pertumbuhan nilai buku compromising credit risk.
pinjaman yang mencapai Rp9,9 triliun,
meningkat 59% YoY. Di sisi lain, kualitas
kredit tetap konsisten, menunjukkan tata
kelola risiko GoTo yang berbasis data
mampu mendukung pertumbuhan sambil
memastikan risiko kredit tetap terjaga.
GTV On-Demand Services tumbuh 4% YoY On-Demand Services GTV grew 4% YoY to
menjadi Rp16,3 triliun, sedangkan Rp16.3 trillion, while net revenue increased
pendapatan bersih tumbuh 12% YoY, 12% YoY, reaching Rp3.4 trillion, driven by
mencapai Rp3,4 triliun, didorong oleh product mix changes and rationalization of
perubahan bauran produk dan rasionalisasi incentive spending. Adjusted EBITDA
belanja insentif. EBITDA yang disesuaikan increased 40% YoY to a record Rp439 billion,
naik 40% YoY mencapai rekor Rp439 miliar, the seventh consecutive quarter of positive
yang menandai perbaikan EBITDA yang adjusted EBITDA improvement. The
disesuaikan positif selama tujuh kuartal Company continues to progress in the affluent
berturut-turut. Perseroan terus segment, with its ‘Very High Spending’ cohort
menunjukkan kemajuan di segmen growing 18% YoY. The Company remains
menengah atas (affluent), dengan kelompok committed to accelerating growth, with new
‘Pengguna dengan Pengeluaran Sangat capabilities in the mass market segment
Tinggi’ yang tumbuh 18% YoY. Perseroan under development. Driver-partner wellbeing
tetap berkomitmen untuk mengakselerasi remains a key priority and fundamental to
pertumbuhan melalui kemampuan baru di business resilience. The Company distributed
segmen mass market yang tengah approximately Rp110 billion in Bonus Hari
dikembangkan. Kesejahteraan mitra Raya (BHR) payments to eligible driver-
pengemudi tetap menjadi prioritas utama partners, and began providing health and
dan fundamental bagi ketahanan bisnis. employment social security (BPJS
Perseroan mendistribusikan pembayaran Ketenagakerjaan and BPJS Kesehatan) to
Bonus Hari Raya (BHR) kurang lebih Rp110 eligible driver-partners from 1 February.
miliar kepada mitra pengemudi yang
memenuhi syarat, dan mulai menyediakan
jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan
(BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS
Kesehatan) kepada mitra pengemudi yang
memenuhi syarat sejak 1 Februari.
Perseroan terus berkomitmen pada The Company continued to focus on
keberlanjutan, inklusi, dan pengembangan sustainability,inclusion and community
komunitas. Laporan Keberlanjutan tahunan development. The Company’s annual
Perseroan, yang menguraikan inisiatif dan Sustainability Report outlining its initiatives
kemajuan ESG untuk tahun 2025, kini and progress in ESG for 2025 is now
tersedia bersama Laporan Tahunan available alongside its 2025 Corporate
Perseroan 2025. Keduanya dapat dilihat di Annual Report. Both can be viewed on the
situs web Perseroan. Perkembangan lain Company’s website. Other highlights from
dari kuartal 1 2026 mencakup peningkatan 1Q26 include an improved MSCI ESG
Peringkat ESG MSCI menjadi ‘AA’, yang Rating of ‘AA’, reflecting continued progress
mencerminkan kemajuan berkelanjutan in the Company’s ESG performance.
dalam kinerja ESG Perseroan.
4
Page 5
Penjelasan lebih lanjut tersedia pada siaran pers Further explanation is available on the press
pada Lampiran I. release in Attachment I.
4. Dampak Kejadian Informasi 4. Impact of the Information
Informasi tersebut tidak berdampak This information does not have a detrimental
merugikan terhadap kegiatan operasional, effect on the operational activities, legal,
hukum, kondisi keuangan, atau financial condition or business continuity of the
kelangsungan usaha Perseroan. Company.
5. Keterangan Lain-Lain 5. Other Information
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kinerja For more detailed information on the first
keuangan dan operasional Perseroan untuk quarter of 2026’s financial and operational
kuartal pertama 2026 termasuk kinerja dari performance of the Company including the
masing-masing segmen operasi Perseroan, performance of each segment, kindly refer to
mohon merujuk pada siaran pers yang kami the press release attached as Attachment 1 of
lampirkan pada Lampiran 1 surat ini. this letter.
Demikian Keterbukaan Informasi kami We hereby convey this Disclosure Information,
sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan and we thank you for your attention.
terima kasih.
Jakarta, 28 April 2026 / April 28, 2026
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
R A Koesoemohadiani
Direktur - Sekretaris Perusahaan /
Director - Corporate Secretary
Tembusan / Carbon Copied:
1. Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa, PT Bursa Efek Indonesia
2. Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1, Otoritas Jasa Keuangan
3. Deputi Direktur Pemantauan Perusahaan Sektor Jasa, Otoritas Jasa Keuangan
5
Page 6
GoTo Laporkan Kinerja Kuartal Pertama 2026,
Cetak Laba Bersih untuk Pertama Kali
Ikhtisar Kinerja
● Tonggak sejarah baru tercapainya laba bersih
○ Laba bersih: GoTo mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar,
sebagai hasil dari transformasi yang berlangsung selama bertahun-tahun. Pencapaian ini
dapat terwujud berkat fokus GoTo pada pelanggan dan dengan tetap menjaga disiplin
keuangan.
○ EBITDA yang disesuaikan2: EBITDA yang disesuaikan2 naik 131% YoY menjadi Rp907 miliar
yang mencerminkan langkah signifikan menuju pedoman EBITDA yang disesuaikan2
Rp3,2-3,4 triliun.
○ Arus kas bebas yang disesuaikan7: Arus kas bebas yang disesuaikan7 mencapai Rp1,3
triliun.
● Pertumbuhan pendapatan yang signifikan, di mana 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia
bertransaksi di ekosistem dalam 12 bulan terakhir
○ Pengguna bertransaksi tahunan (ATU): ATU9 Grup tumbuh 22% YoY menjadi 69 juta
setara dengan sepertiga10 populasi dewasa Indonesia.
○ GTV inti4: GTV inti4 sebesar Rp138 triliun, naik 65% YoY.
○ Pendapatan bersih: Pendapatan bersih naik 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun.
● Rekor EBITDA yang disesuaikan2,3 di Fintech dan On-demand Services
○ Fintech: EBITDA yang disesuaikan2,3 tumbuh 674% YoY menjadi Rp 364 miliar, sejalan
dengan pengguna bertransaksi bulanan (MTU)8 yang naik 33%. Nilai buku pinjaman5
tumbuh 59% mencapai Rp9,9 triliun, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna
layanan pembayaran.
○ On-demand Services: EBITDA yang disesuaikan2,3 tumbuh 40% YoY menjadi Rp439 miliar,
didukung dengan peningkatan penggunaan produk premium di kalangan pengguna
menengah atas (affluent).
—---------------------------------------------------------
Jakarta, Indonesia, 28 April 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI:
GOTO), ekosistem digital terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama.
Perseroan mencatatkan laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp171 miliar, dibandingkan dengan rugi
bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan: “Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya
dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama
bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan
Page 7
menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha. Perjalanan
kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan
produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis
yang akan membantu kami mewujudkan hal ini. Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi
situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan
masyarakat Indonesia.”
Hans menambahkan, “GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia.
Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat
berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver.”
Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menambahkan: “Pencapaian ini mencerminkan operating
leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis kami. Pertumbuhan pendapatan melebihi
pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On-demand Services. Biaya layanan
kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami
yang mulai membuahkan hasil. Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan7
positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan2 untuk
setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun”
Ikhtisar Kinerja Grup
(dalam miliar Rupiah ) Periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret
Perubahan
2026 2025
YoY%
Indikator operasional
GTV inti4 137.685 83.221 65%
1
GTV 236.316 144.560 63%
Indikator keuangan
Pendapatan bersih 5.341 4.231 26%
2
EBITDA yang disesuaikan 907 393 131%
Laba/(rugi) bersih periode 171 (367) n.a
berjalan
Perseroan mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar, menunjukkan peningkatan
Rp538 miliar YoY dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp367 miliar pada kuartal 1 2025.
Perseroan terus meningkatkan skala seiring dengan pertumbuhan Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup
(ATU)9 sebesar 22% YoY menjadi 69 juta.
Pendapatan bersih tumbuh 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan GTV inti4 Grup
sebesar 65% YoY menjadi Rp138 triliun, dengan total GTV1 naik menjadi Rp236 triliun, meningkat 63% YoY.
EBITDA Grup yang disesuaikan2 mencapai Rp907 miliar, naik 131% YoY, menunjukkan awal yang kuat
menuju pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan2 setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.
Page 8
Perseroan juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan7 positif sebesar Rp1,3 triliun, menunjukkan
perbaikan fundamental bisnis, profitabilitas dan disiplin biaya.
Imbalan jasa e-commerce GoTo dari PT Tokopedia mencapai Rp288 miliar.
GoTo terus meningkatkan kemampuan teknologinya, memperkenalkan program AI baru yang menyatukan
semua inisiatif AI di bawah satu strategi yang berfokus pada pelanggan, yang akan menurunkan biaya
layanan, meningkatkan interaksi dan konversi pengguna.
Financial Technology
(dalam miliar Rupiah
Periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret
kecuali dinyatakan lain)
2026 2025 Perubahan
YoY %
Indikator operasional
GTV inti4 130.636 76.148 72%
GTV1 230.212 138.404 66%
5
Nilai buku pinjaman 9.893 6.203 59%
Pengguna bertransaksi
bulanan (MTUs, dalam
jutaan)8 27,5 20,6 33%
Indikator keuangan
Pendapatan bersih 1.909 1.206 58%
EBITDA yang 364 47 674%
disesuaikan2,3
● Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU)8 Fintech meningkat sebesar 33% YoY menjadi 27,5 juta,
mendorong lebih dari dua miliar transaksi pada kuartal 1 2026, naik 84% YoY.
● GTV inti4 tumbuh 72% YoY menjadi Rp131 triliun, didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada
segmen pembayaran konsumen serta pertumbuhan yang solid pada jumlah pengguna dan
transaksi.
● Pendapatan bersih tumbuh 58% YoY menjadi Rp1,9 triliun, didorong oleh akuisisi pengguna yang
solid, pertumbuhan yang kuat di segmen bisnis pembayaran, dan nilai buku pinjaman yang tumbuh
berkelanjutan.
● EBITDA yang disesuaikan2,3 tumbuh 674% YoY mencapai rekor Rp364 miliar. Hal ini mencerminkan
keberhasilan mempertahankan profitabilitas selama enam kuartal berturut-turut yang didorong
oleh pertumbuhan pendapatan dan operating leverage.
● Aplikasi GoPay terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman5 yang mencapai Rp9,9 triliun,
meningkat 59% YoY. Di sisi lain, kualitas kredit tetap konsisten, menunjukkan tata kelola risiko GoTo
yang berbasis data mampu mendukung pertumbuhan sambil memastikan risiko kredit tetap
terjaga.
Page 9
On-demand Services
(dalam miliar Rupiah)
Periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret
2026 2025 Perubahan
YoY %
Indikator operasional
GTV1 16.344 15.710 4%
1,6
Mobility 5.713 5.899 -3%
1,6
Delivery 10.631 9.811 8%
Indikator keuangan
Pendapatan bersih 3.360 3.007 12%
Mobility6 815 752 8%
6
Delivery 2.545 2.255 13%
EBITDA yang 439 314 40%
disesuaikan2,3
Mobility2,3,6 280 222 26%
2,3,6
Delivery 203 133 53%
Biaya korporasi Grup (44) (41) -7%
yang dialokasikan
● GTV1,6 On-demand Services tumbuh 4% YoY menjadi Rp16,3 triliun, sedangkan pendapatan bersih
tumbuh 12% YoY, mencapai Rp3,4 triliun, didorong oleh perubahan bauran produk dan rasionalisasi
belanja insentif.
● EBITDA yang disesuaikan2,3 naik 40% YoY mencapai rekor Rp439 miliar, yang menandai perbaikan
EBITDA yang disesuaikan2,3 positif selama tujuh kuartal berturut-turut.
● Perseroan terus menunjukkan kemajuan di segmen menengah atas (affluent), dengan kelompok
‘Pengguna dengan Pengeluaran Sangat Tinggi’ yang tumbuh 18% YoY.
● Perseroan tetap berkomitmen untuk mengakselerasi pertumbuhan, melalui kemampuan baru di
segmen mass market yang tengah dikembangkan.
● Kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi prioritas utama dan fundamental bagi ketahanan
bisnis. Perseroan mendistribusikan pembayaran Bonus Hari Raya (BHR) kurang lebih Rp110 miliar
kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat, dan mulai menyediakan jaminan kesehatan dan
ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan) kepada mitra pengemudi yang
memenuhi syarat sejak 1 Februari.
● Mobility:
○ GTV1,6 Mobility turun 3% YoY menjadi Rp5,7 triliun dikarenakan faktor musiman yang
mempengaruhi volume permintaan.
○ Pendapatan bersih6 naik 8% YoY, mencapai Rp815 miliar.
○ EBITDA yang disesuaikan2,3,6 tumbuh 26% YoY menjadi Rp280 miliar.
● Delivery:
○ GTV1,6 Delivery tumbuh 8% YoY menjadi Rp10,6 triliun.
Page 10
○ Pendapatan bersih6 naik 13% YoY, mencapai Rp2,5 triliun.
○ EBITDA yang disesuaikan2,3,6 tumbuh 53% YoY, mencapai Rp203 miliar.
Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG)
GoTo terus berkomitmen fokus pada keberlanjutan, inklusi, dan pengembangan komunitas. Laporan
Keberlanjutan tahunan Perseroan, yang menguraikan inisiatif dan kemajuan ESG untuk tahun 2025, kini
tersedia bersama dengan Laporan Tahunan Perseroan 2025. Keduanya dapat dilihat di situs web
Perseroan. Perkembangan lain dari kuartal 1 2026 mencakup peningkatan Peringkat ESG MSCI menjadi
‘AA’, yang mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam kinerja ESG Perseroan.
Pedoman Kinerja 2026
GoTo tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan2 untuk setahun penuh di angka
Rp3,2-3,4 triliun, meskipun mencatatkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama tahun 2026. Hal tersebut
mempertimbangkan ketidakpastian makroekonomi global yang terjadi saat ini.
Proyeksi ini mencerminkan estimasi awal Perusahaan, yang seluruhnya masih bergantung pada berbagai
risiko, termasuk meningkatnya persaingan pasar, inflasi biaya, dan ketidakpastian makroekonomi serta
variabel lainnya.
- SELESAI -
Tentang Grup GoTo
GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah 'mendorong kemajuan' dengan
menyediakan infrastruktur teknologi dan solusi yang membantu semua orang untuk mengakses dan
berkembang dalam ekonomi digital. Ekosistem GoTo menawarkan berbagai layanan, termasuk mobilitas,
pengantaran, pembayaran, layanan keuangan, dan solusi teknologi untuk para pedagang. Selain itu,
ekosistem ini juga menyediakan layanan e-commerce melalui Tokopedia dan layanan perbankan melalui
kemitraannya dengan Bank Jago.
Pernyataan Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statement)
Informasi ini mungkin memuat informasi berwawasan ke depan (forward-looking information) atau pernyataan berwawasan ke depan,
termasuk, namun tidak terbatas pada, diskusi mengenai strategi, rencana di masa depan, dan kinerja keuangan indikatif (secara
kolektif, "informasi berwawasan ke depan"). Informasi berwawasan ke depan didasarkan pada ekspektasi, estimasi, proyeksi, dan
asumsi manajemen saat ini. Meskipun dianggap wajar, hal-hal tersebut tunduk pada risiko dan ketidakpastian yang signifikan,
termasuk faktor bisnis, ekonomi, kompetitif, dan faktor-faktor lainnya. Informasi berwawasan ke depan bukan merupakan jaminan
kinerja di masa depan, dan ketergantungan yang tidak semestinya tidak boleh ditempatkan pada informasi tersebut sebagai dasar
untuk membuat keputusan investasi apa pun karena informasi tersebut melibatkan risiko, ketidakpastian, dan faktor-faktor lain yang
diketahui maupun tidak diketahui, yang dapat menyebabkan hasil aktual atau hasil di masa depan berbeda secara material dari yang
diungkapkan atau tersirat oleh informasi berwawasan ke depan tersebut. Faktor-faktor tersebut mencakup, namun tidak terbatas
pada, peningkatan persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi makroekonomi, dan variabel lainnya. Setiap estimasi, strategi investasi, atau
pandangan yang diungkapkan dalam dokumen ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini, dan/atau data serta informasi yang
disediakan oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi, dan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Grup GoTo belum memverifikasi secara
independen informasi apa pun yang diperoleh dari sumber pihak ketiga, yang dapat memengaruhi keakuratan asumsi yang dibuat
dan kesimpulan yang ditarik. Kecuali sebagaimana diwajibkan oleh hukum, Grup GoTo melepaskan kewajiban apa pun untuk
memperbarui atau merevisi informasi berwawasan ke depan, baik sebagai akibat dari informasi baru, peristiwa, atau hal lainnya.
Pembaca diperingatkan untuk tidak menaruh ketergantungan yang tidak semestinya pada informasi berwawasan ke depan ini, yang
tidak boleh dipandang, dengan sendirinya, sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun.
Page 11
Pengukuran Non-PSAK
Grup GoTo menggunakan sejumlah ukuran keuangan non-Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK), termasuk EBITDA yang
disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan, untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional inti GoTo Group. Namun,
definisi ukuran keuangan non-SAK Grup GoTo mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan lain, dan oleh karena itu,
mungkin tidak dapat dibandingkan. Lebih lanjut, ukuran keuangan non-SAK ini memiliki keterbatasan tertentu karena tidak mencakup
dampak dari pengeluaran tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi Grup GoTo yang diperlukan untuk
menjalankan bisnis Grup GoTo. Dengan demikian, ukuran keuangan non-SAK ini harus dipertimbangkan sebagai tambahan, bukan
sebagai pengganti, atau terpisah dari, ukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.
Pengukuran non-SAK tidak dimaksudkan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo sesuai dengan PSAK. Sebaliknya,
Grup GoTo percaya bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan memberikan informasi
tambahan kepada investor untuk memfasilitasi perbandingan hasil masa lalu dan sekarang, tidak termasuk item-item yang menurut
Grup GoTo tidak menunjukkan operasi berkelanjutan Grup GoTo karena ukuran dan/atau sifatnya. EBITDA yang disesuaikan dan arus
kas bebas yang disesuaikan yang disajikan di sini mungkin tidak dapat dibandingkan dengan ukuran serupa yang disajikan oleh
perusahaan lain, yang mungkin menggunakan dan mendefinisikan ukuran ini secara berbeda. Oleh karena itu, ukuran non-SAK ini
tidak boleh dibandingkan dengan ukuran yang disajikan oleh perusahaan lain.
Informasi Keuangan Konsolidasian
Grup GoTo telah menyampaikan kinerja keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30
September 2025, 30 Juni 2025, dan 31 Maret 2025, yang telah disusun dan menjadi tanggung jawab manajemen. Informasi
keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, 30
Juni 2025, dan 31 Maret 2025, belum diaudit, ditinjau, diperiksa, atau dikenakan prosedur apapun. Oleh karena itu, tidak ada opini
atau bentuk jaminan lain yang dinyatakan sehubungan dengan semua informasi keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, 30 Juni 2025, dan 31 Maret 2025, yang
disajikan dalam dokumen ini.
1
Nilai Transaksi Bruto (GTV) merupakan ukuran operasional yang mencakup:
a. Jumlah nilai transaksi dari On-Demand Services dan biaya tambahan apa pun seperti tol dan tip.
b. Jumlah nilai produk dan layanan yang tercatat di platform E-commerce kami yang tersisa, tidak termasuk Tokopedia.
c. Jumlah total volume pembayaran, atau TPV yang diproses melalui platform Teknologi Keuangan GoTo.
d. Pengecualian transaksi antar Perusahaan antara entitas di dalam Perusahaan yang dihilangkan setelah konsolidasi.
2
Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, yang merupakan pengukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan laba (rugi)
sebelum pajak penghasilan dan disesuaikan dengan: (i) beban penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii) biaya
bunga; (iv) kerugian penurunan nilai aset atas kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v) kerugian penurunan nilai investasi
pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian atas penurunan nilai goodwill; (vii) penyesuaian nilai wajar instrumen
keuangan; (viii) rugi penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix) biaya kompensasi berbasis saham; (x) keuntungan
selisih kurs, bersih; (xi) bagian (keuntungan)/kerugian bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (xii) keuntungan atas
divestasi dan dilusi investasi, bersih; (xiii) pendapatan dividen; dan (xiv) pos-pos yang tidak berulang (non-recurring items).
3
EBITDA yang disesuaikan segmen spesifik mencerminkan EBITDA yang disesuaikan setiap segmen dan mencakup seluruh
pendapatan serta biaya yang diatribusikan secara langsung kepada segmen tersebut dan biaya korporasi yang dialokasikan.
4
GTV inti adalah GTV dengan mengecualikan GTV dari gerbang pembayaran mitra pedagang (merchant payment gateway) untuk
segmen Financial Technology.
5
Nilai buku pinjaman, atau portofolio pinjaman, mencakup saldo pokok pinjaman yang belum dilunasi baik yang tercatat maupun
yang tidak tercatat dalam neraca. Pinjaman yang tidak tercatat dalam neraca mewakili pinjaman yang berasal dari segmen
Teknologi Keuangan GoTo tetapi didanai melalui pengaturan penyaluran pinjaman dengan mitra penyalur. Nilai buku pinjaman
mencakup pinjaman konsumen dan pinjaman untuk mitra usaha.
6
Di unit bisnis On-demand Services, Mobility mencakup bisnis transportasi online kendaraan roda dua dan roda empat. Delivery
mencakup jasa pengantaran makanan online, logistik on-demand, dan bisnis quick commerce.
7
Arus kas bebas yang disesuaikan adalah arus kas operasi setelah disesuaikan dengan pembiayaan dan pinjaman yang
disalurkan kepada pengguna, serta penerimaan dari pengguna dikurangi pembayaran kepada pedagang, penyedia jasa, dan
pemberi pinjaman, dan dikurangi dengan arus kas yang terkait dengan belanja modal.
8
Financial Technology MTU berarti rata-rata Pengguna yang Bertransaksi Bulanan yang menggunakan Layanan Teknologi
Keuangan, di dalam platform atau di luar platform, selama periode yang disebutkan.
9
Pengguna Bertransaksi Tahunan (Annual Transacting Users/ATU) berarti jumlah pengguna unik yang menggunakan produk
On-Demand Services atau layanan Financial Technology, baik di dalam platform maupun di luar platform, selama dua belas bulan
terakhir hingga akhir periode yang dinyatakan.
Page 12
10
Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia, populasi dewasa Indonesia (berusia 20 tahun ke atas) diperkirakan
mencapai sekitar 198,4 juta jiwa per Februari 2026.
Kontak:
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
Page 13
GoTo Delivers Net Profit for the First Time as it Reports
2026 First Quarter Earnings
Key Highlights
● Net profit milestone reached
○ Net profit: GoTo achieved its first net profit, amounting to Rp 171 billion – the result of a
multi-year effort to transform GoTo into a profitable business characterized by customer
focus and financial discipline.
○ Adjusted EBITDA2: Adjusted EBITDA2 increased 131% YoY to Rp907 billion – a significant
step towards the Company’s adjusted EBITDA2 guidance of Rp3.2-3.4 trillion.
○ Adjusted free cash flow7: Adjusted free cash flow7 reached Rp1.3 trillion.
● Strong topline growth, with around one in three adult Indonesians completing a transaction
over the past 12 months
○ Annual Transacting Users (ATUs): Group ATUs9 increased 22% YoY to 69 million
amounting to approximately one-third10 of Indonesia’s adult population.
○ Core GTV4: Core GTV4 grew to Rp138 trillion, up 65% YoY.
○ Net revenue: Net revenue increased 26% YoY to Rp5.3 trillion.
● Record adjusted EBITDA2,3 in both Fintech and On-demand Services
○ Fintech: Adjusted EBITDA2,3 up 674% YoY to Rp364 billion, as Monthly Transacting Users
(MTUs)8 grew 33%. Payments users increasingly accessing financial services as loan book5
grows 59% to Rp9.9 trillion.
○ On-demand Services: Adjusted EBITDA2,3 up 40% YoY to Rp439 billion as premium
products drive progress among affluent users.
---------------------------------------------------------
Jakarta, Indonesia, 28 April 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO, “GoTo Group” or the
“Company”), the largest digital ecosystem in Indonesia, today announced its first-quarter financial results.
The Company achieved net profit for the first time, at Rp171 billion, as compared to a net loss of Rp367
billion in the same period last year.
Hans Patuwo, GoTo Group CEO, said: “Achieving net profit for the first time in our history is a big moment
for GoTo. It reflects years of work from our teams to drive topline growth and cost discipline, while creating
real value for our customers – consumers, driver-partners and merchants. Now the journey continues as
we accelerate growth by developing products that solve customer problems, while investing sustainably in
the business capabilities that will help us do this. We are well-positioned to navigate the current global
environment, and confident in what GoTo can deliver for the millions of Indonesians we serve.”
Page 14
Simon Ho, GoTo Group CFO, said: “These results reflect operating leverage that is now structurally
embedded in our business. Revenue growth significantly outpaced cost growth across both Fintech and
On-demand Services, and our cost to serve is falling as our tech and AI strategy takes hold. We enter the
rest of the year with positive adjusted free cash flow7 and a strong balance sheet, as we reaffirm our
full-year adjusted EBITDA2 guidance of 3.2 to 3.4 trillion Rupiah.”
Group Highlights
(in billions of Rupiah) Three-month period ended March 31
YoY %
2026 2025
change
Operational metrics
Core GTV4 137,685 83,221 65%
1
GTV 236,316 144,560 63%
Financial metrics
Net revenue 5,341 4,231 26%
2
Adjusted EBITDA 907 393 131%
Net profit/(loss) for the 171 (367) n.a
period
The Company recorded a net profit for the first time at Rp171 billion, an improvement of Rp538 billion YoY
as compared to a net loss of Rp367 billion in 1Q25.
The Company continues to scale as Group Annual Transacting Users (ATU)9 rose 22% YoY to 69 million.
Net revenue grew 26% YoY to Rp5.3 trillion as Group core GTV4 grew 65% YoY to Rp138 trillion, with total
GTV1 climbing to Rp236 trillion, up 63% YoY.
Group adjusted EBITDA2 reached Rp907 billion, an improvement of 131% YoY, representing a strong start
toward delivering full-year adjusted EBITDA2 guidance of Rp3.2-3.4 trillion.
The Company achieved positive adjusted free cash flow7 amounting to Rp1.3 trillion, demonstrating
improved business fundamentals, profitability and cost discipline.
GoTo’s e-commerce service fee from PT Tokopedia reached Rp288 billion.
The Company continues to enhance its tech capabilities, introducing a new AI program that brings all AI
initiatives together under a single customer-focused strategy that will lower cost to serve and increase
engagement and conversion.
Page 15
Financial Technology
(in billions of Rupiah, unless Three-month period ended March 31
otherwise stated)
2026 2025 YoY %
change
Operational metrics
Core GTV4 130,636 76,148 72%
1
GTV 230,212 138,404 66%
5
Loans outstanding principal 9,893 6,203 59%
8
MTUs (in millions)
27.5 20.6 33%
Financial metrics
Net revenue 1,909 1,206 58%
Adjusted EBITDA2,3 364 47 674%
● Fintech Monthly Transacting Users (MTUs)8 rose 33% YoY to 27.5 million driving over two billion
transactions in 1Q26, an increase of 84% YoY.
● Core GTV4 grew 72% YoY to Rp131 trillion, driven by continued strength in consumer payments and
strong growth in users and transactions.
● Net revenue grew 58% YoY to Rp1.9 trillion, driven by robust user acquisition, strong growth in the
payments business, and continued expansion of the loan book.
● Adjusted EBITDA2,3 grew 674% YoY to a record Rp364 billion, marking the sixth consecutive quarter
of profitability, driven by strong revenue growth and operating leverage.
● The GoPay app continues to drive growth in loans outstanding principal5, which reached Rp9.9
trillion, an increase of 59% YoY. Credit quality has remained consistent, demonstrating that GoTo’s
data-driven risk management capability can support rapid growth without compromising credit risk.
Page 16
On-demand Services
(in billions of Rupiah) Three-month period ended March 31
2026 2025 YoY %
change
Operational metrics
GTV1 16,344 15,710 4%
Mobility1,6 5,713 5,899 -3%
Delivery1,6 10,631 9,811 8%
Financial metrics
Net revenue 3,360 3,007 12%
6
Mobility 815 752 8%
6
Delivery 2,545 2,255 13%
Adjusted EBITDA2,3 439 314 40%
2,3,6
Mobility 280 222 26%
Delivery2,3,6 203 133 53%
Group allocated corporate (44) (41) -7%
costs
● On-demand Services GTV1,6 grew 4% YoY to Rp16.3 trillion, while net revenue increased 12% YoY,
reaching Rp3.4 trillion, driven by product mix changes and rationalization of incentive spending.
● Adjusted EBITDA2,3 increased 40% YoY to a record Rp439 billion, the seventh consecutive quarter
of positive adjusted EBITDA2,3 improvement.
● The Company continues to progress in the affluent segment, with its ‘Very High Spending’ cohort
growing 18% YoY.
● The Company remains committed to accelerating growth, with new capabilities in the mass market
segment under development.
● Driver-partner wellbeing remains a key priority and fundamental to business resilience. The
Company distributed approximately Rp110 billion in Bonus Hari Raya (BHR) payments to eligible
driver-partners, and began providing health and employment social security (BPJS
Ketenagakerjaan and BPJS Kesehatan) to eligible driver-partners from 1 February.
● Mobility:
○ Mobility GTV1,6 declined by 3% YoY to Rp5.7 trillion as seasonal factors weighed on
volumes.
○ Net revenue6 increased by 8% YoY, reaching Rp815 billion.
○ Adjusted EBITDA2,3,6 improved by 26% YoY to Rp280 billion.
● Delivery:
○ Delivery GTV1,6 grew by 8% YoY to Rp10.6 trillion.
○ Net revenue6 increased by 13% YoY, reaching Rp2.5 trillion.
○ Adjusted EBITDA2,3,6 improved by 53% YoY, reaching Rp203 billion.
Page 17
Environmental, Social and Governance (ESG)
GoTo continued to focus on sustainability, inclusion and community development. The Company’s annual
Sustainability Report outlining its initiatives and progress in ESG for 2025 is now available alongside its
2025 Corporate Annual Report. Both can be viewed on the Company’s website. Other highlights from
1Q26 include an improved MSCI ESG Rating of ‘AA’, reflecting continued progress in the Company’s ESG
performance.
2026 Company Outlook
Despite strong performance in 1Q26, GoTo is maintaining its full-year adjusted EBITDA2 guidance of
Rp3.2-3.4 trillion, due to recent global macroeconomic uncertainty.
This outlook reflects the Company's preliminary estimates, which are all subject to various risks including
increasing market competition and cost inflation in addition to macroeconomic uncertainty and other
variables.
- END -
About GoTo Group
GoTo is the largest digital ecosystem in Indonesia. GoTo's mission is to 'empower progress' by offering
technology infrastructure and solutions that help everyone to access and thrive in the digital economy. The
GoTo ecosystem provides a wide range of services, including mobility, delivery, payments, financial
services, and technology solutions for merchants. The ecosystem also provides e-commerce services
through Tokopedia and banking services through its partnership with Bank Jago.
Forward-Looking Statements
This document may contain forward-looking information or forward-looking statements including, but not limited to discussions of
strategy, future plans and indicative financial performance (collectively, “forward-looking information”). Forward-looking information is
based on the management’s current expectations, estimates, projections, and assumptions. While considered reasonable, these are
subject to significant risks and uncertainties, including business, economic, competitive and other factors. Forward-looking information
is not a guarantee of future performance, and undue reliance should not be placed on them as a basis for making any investment
decision as they involve known and unknown risks, uncertainties and other factors (including the risks and uncertainties in GoTo’s
consolidated financial statements and Management’s Discussion and Analysis available on the GoTo website), that may cause the
actual or future results to differ materially from those expressed or implied by such forward-looking information. Any estimates,
investment strategies or views expressed in this document are based upon current market conditions, and/or data and information
provided by unaffiliated third parties, and are subject to change without notice. GoTo Group has not independently verified any
information obtained from third-party sources, which may impact the accuracy of the assumptions made and conclusions drawn.
Except as required by law, GoTo Group disclaims any obligation to update or revise any forward-looking information, whether as a
result of new information, events or otherwise. Readers are cautioned not to put undue reliance on this forward-looking information,
which should not be viewed, in and of itself, as any basis for making any investment decision.
Non-IFAS Financial Measures
GoTo Group uses a number of non-Indonesian Financial Accounting Standards (IFAS) financial measures including adjusted EBITDA
and adjusted free cash flow, to understand and evaluate GoTo Group’s core operating performance. However, the definitions of GoTo
Group’s non-IFAS financial measures may be different from those used by other companies, and therefore, may not be comparable.
Furthermore, these non-IFAS financial measures have certain limitations in that they do not include the impact of certain expenses that
are reflected in GoTo Group’s consolidated financial statements that are necessary to run GoTo Group’s business. Thus, these
non-IFAS financial measures should be considered in addition to, not as substitutes for, or in isolation from, measures prepared in
accordance with IFAS.
Non-IFAS measurements are not intended to replace the presentation of GoTo Group’s financial results in accordance with IFAS.
Rather, GoTo Group believes that the presentation of adjusted EBITDA and adjusted free cash flow provide additional information to
Page 18
investors to facilitate the comparison of past and present results, excluding those items that GoTo Group does not believe are
indicative of GoTo Group’s ongoing operations due to their size and/or nature. Adjusted EBITDA and adjusted free cash flow
presented herein may not be comparable to similarly entitled measures presented by other companies, who may use and define this
measure differently. Accordingly, these non-IFAS measures should not be compared to those presented by other companies.
Consolidated Financial Information
GoTo Group has furnished the results of the three months ended March 31, 2026, December 31, 2025, September 30, 2025, June 30,
2025 and March 31, 2025, which have been prepared by and are the responsibility of management. The consolidated financial
information for the three months ended March 31, 2026, December 31, 2025, September 30, 2025, June 30, 2025 and March 31,
2025, have not been audited, reviewed, examined, or had any procedures applied. Accordingly, there are no opinions or any other
form of assurance expressed with respect to any and all consolidated financial information for the three months ended March 31,
2026, December 31, 2025, September 30, 2025, June 30, 2025 and March 31, 2025, presented in this document.
1
GTV means gross transaction value, an operating measure representing:
a. the sum of the value of the transactions from On-demand Services and any additional fees such as tolls and tips.
b. the sum of the value of the product and services recorded on our remaining E-commerce platforms, excluding Tokopedia.
c. the sum of the total payments volume, or TPV processed through GoTo’s Financial Technology platform.
d. the exclusion of inter-Company transactions between entities within the Company that are eliminated upon consolidation.
2
GoTo Group calculates the adjusted EBITDA, a non-IFAS financial measure, beginning with profit/(loss) before income tax and
adjusting for (i) depreciation and amortization expenses; (ii) finance income; (iii) interest expenses; (iv) loss on impairment of assets
of disposal group classified as held for sale; (v) loss on impairment of investment in associates and joint ventures; (vi) loss on
goodwill; (vii) fair value adjustment of financial instruments; (viii) loss on impairment of intangible and fixed assets; (ix) share-based
compensation cost; (x) foreign exchange gain, net; (xi) share of net (gain)/losses in associates and joint ventures; (xii) gain on
divestment and dilution of investments, net (xiii) dividend income; and (xiv) non-recurring items.
3
Segment-specific adjusted EBITDA represents adjusted EBITDA for each segment and includes all revenue and costs directly
attributable to the segment and allocated corporate cost.
4
Core GTV means GTV excluding merchant payment gateway GTV in Financial Technology.
5
Loans outstanding principal, or Loan book, includes both on and off balance sheet loans outstanding principal. Off-balance sheet
loans represent loans originated by GoTo’s Financial Technology segment but funded through loan channelling arrangements with
channelling partners. Loans outstanding principal includes both consumer and merchant lending book.
6
Within On-demand Services, Mobility includes the Company’s two-wheel and four-wheel online transportation businesses. Delivery
includes online food delivery, on-demand logistics, and quick commerce businesses.
7
Adjusted free cash flow is calculated starting with net cash generated from operating activities after adjusting for net financing and
lending disbursed to users, and proceeds from users net-off with payments to merchants, service providers and lenders, and less
cash flows related to capital expenditures.
8
Financial Technology MTU means average Monthly Transacting Users who are using Financial Technology Services, on-platform or
off-platform, over the stated period.
9
Annual Transacting Users (ATU) means the number of unique users who are using On-demand Services products, or Financial
Technology Services, on-platform or off-platform, over the past twelve months as of the end of stated period.
10
Based on data from BPS-Statistics Indonesia, Indonesia’s adult population (aged 20 and above) is estimated at approximately
198.4 million as of February 2026.
Contacts:
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Financial Services Authority
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
org
PT GoTo
p.1
unresolved
org
Departemen Pengawas Pasar Modal
p.5
unresolved
org
Bank Jago. Pernyataan Berwawasan
p.10
unresolved
org
Pusat Statistik
p.12
unresolved
org
Bank Jago. Forward-Looking Statements This
p.17
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.