Skip to content
Back to announcement

20260428_MBAP_Pemanggilan RUPS_32074533_lamp2.pdf

RUPS notice Text extracted MBAP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
10           SELASA, 28 APRIL 2026                                     PENDIDIKAN TINGGI

Prodi tak Relevan Bakal Ditutup
• Kebijakan ini bagian dari transformasi pendidikan tinggi untuk meningkatkan
  kualitas, relevansi, dan kontribusi kampus terhadap pembangunan nasional.
• Menutup prodi karena lulusan mereka tidak terserap kerja, sementara
  industrinya tidak dibangun, menjadi sebuah kesalahan logika yang fatal.
• Pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, melainkan
  menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Despian Nurhidayat                    benar menjadi lompatan kemajuan        nutup prodi karena lulusan mereka




J
despian@mediaindonesia.com            menuju Indonesia emas 2045.            tidak terserap kerja, sementara in-
                                                                             dustrinya tidak dibangun, menjadi
      ELANG peringatan Hari Pen-      RISIKO BESAR                           sebuah kesalahan logika yang fatal.
      didikan Nasional (Hardiknas)      Pengamat pendidikan dari Vox
      pada 2 Mei 2026, pemerintah     Populi Institute Indonesia Indra       REDUKSI MAKNA
      melalui Kementerian Pendi-      Charismiadji menilai kebijakan itu     PENDIDIKAN
dikan Tinggi, Sains, dan Teknologi    menyimpan risiko besar jika tidak        Senada dengan Indra, Rektor
(Kemendikti-Saintek) dikabarkan       didasari nalar kebijakan yang utuh.    Universitas Paramadina Prof Di-
berencana menutup program studi       Secara teoretis, Indra mengakui        dik J Rachbini menilai rencana itu
(prodi) yang dianggap tidak relevan   penyelarasan antara kampus dan         mencerminkan visi jangka pendek
dengan kebutuhan pasar kerja.         dunia kerja ialah keniscayaan. Refe­   mengikuti kehendak pasar dan in-
  Kemendikti-Saintek menegas-         rensi global dari McKinsey Global      dustri. “Tidak salah karena industri
kan penataan prodi di perguruan       Institute dan World Economic Fo-       memang memerlukan tenaga kerja
tinggi dilakukan secara terukur,      rum menunjukkan disrupsi peker-        yang terampil dengan keahlian tek-
komprehensif, dan berbasis kajian     jaan tengah terjadi.                   nis tertentu, tetapi cenderung mere­
menyeluruh. Kebijakan itu merupa-       Namun, Indra menggugat basis         duksi makna pendidikan dalam arti
kan bagian dari transformasi pen-     pengambilan keputusan pemerin-         sebenarnya,” ungkapnya, kemarin.
didikan tinggi untuk meningkatkan     tah. “Pertanyaannya, apakah ada          “Artinya, pendidikan bukan seka-
kualitas, relevansi, dan kontribusi   kajian akademis yang transparan        dar mengisi ilmu di kepala dan
perguruan tinggi terhadap pemba-      untuk menentukan prodi mana yang       keterampilan fisik, melainkan juga
ngunan nasional.                      layak ditutup?” ungkapnya, kemarin.    membentuk manusia seutuhnya.
  “Kemendikti-Saintek menegas-          Ia khawatir kebijakan itu akan       Seorang manusia menjadi manusia
kan bahwa penutupan prodi bukan-      tergelincir menjadi instrumen          seutuhnya melalui proses berpikir,
lah pilihan utama. Penutupan hanya    persaingan tak sehat antarkampus       merasakan, memilih nilai, dan
menjadi opsi terakhir apabila suatu   dalam memperebutkan mahasiswa          menjadi manusia yang bertanggung
program studi berdasarkan evaluasi    ketimbang sebuah perbaikan mutu.       jawab. Pendidikan adalah ruang dan
menyeluruh tidak lagi memenuhi                                               proses pembentukan itu,” tegasnya.
standar mutu, tidak memiliki ke-      KESALAHAN LOGIKA                         Didik menekankan perguruan
berlanjutan akademik yang me-            Dalam perspektif humaniora,         tinggi harus menjaga ruang bagi
madai, dan tidak dapat lagi dikem-    Indra menyoroti kegagalan peme-        ilmu-ilmu yang mungkin belum
bangkan melalui langkah-langkah       rintah dalam membedakan antara         memiliki ‘nilai ekonomi langsung’,
pembinaan atau transformasi,”         sisi supply (pasokan) dan demand       tetapi memiliki nilai peradaban
ujar Plt Sekjen Kemendikti-Saintek    (permintaan). Ia mengambil con-        jangka panjang. “Jika pendidikan
Badri Munir Sukoco, kemarin.          toh bidang biologi maritim, sebuah     tinggi direduksi hanya menjadi
  Kemendikti-Saintek mengajak         di­s iplin ilmu yang seharusnya        penyedia keterampilan industri,
seluruh perguruan tinggi, asosiasi    menjadi mahkota di negara kepu-        kita sedang mempersempit makna
profesi, dunia usaha, pemerintah      lauan seperti Indonesia. “Bisa saja    pendidikan itu sendiri,” ujar Didik.
daerah, serta masyarakat akademik     kampus membuka prodi ini, tapi           Didik merasa Kemendikti-Saintek
untuk bersama-sama memperkuat         lulusannya mau bekerja di mana         seharusnya memiliki tugas visioner
mutu dan relevansi pendidikan         jika ekosistem penyerapannya tidak     dengan menguatkan ekosistem
tinggi Indonesia. Dengan pende-       disiapkan negara?” ujar Indra.         karena pada akhirnya, pendidikan
katan yang terukur dan berke-            Bagi Indra, banyak prodi yang       tinggi bukanlah soal mencetak
lanjutan, penataan program studi      dianggap tidak relevan sebenarnya      pekerja bagi industri, melainkan
diharapkan menjadi jalan untuk me-    hanya menjadi korban dari keti-        menyiapkan masa depan dan mem-
mastikan bonus demografi benar-       adaan visi industri pemerintah. Me-    bangun peradaban bangsa. (H-1)
                                                                                                                                                                                                                                 ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN

                                                                                                                    UTBK-SNBT: Sejumlah peserta mengikuti ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK-SNBT) di
                                                                                                                    Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kemarin. Pelaksanaan UTBK-SNBT di universitas tersebut berlangsung pada
                                                                                                                    21 April hingga 2 Mei 2026 dan diikuti 4.519 peserta.




                                                                                                       Perlu Kajian                                    Sejumlah Hal yang Melatarbelakangi Rencana Penutupan Prodi
                                                                                                                                                       1. Ketimpangan supply and demand
                                                                                                                                                          lulusan.
                                                                                                                                                                                                  3. Risiko oversupply di bidang lain.
                                                                                                                                                                                                     Diperkirakan Indonesia mengalami

                                                                                                       Mendalam                                           Lulusan keguruan: ±490 ribu orang
                                                                                                                                                          per tahun.
                                                                                                                                                          Kebutuhan pasar (guru): ±20 ribu
                                                                                                                                                                                                     kelebihan profesi dokter pada 2028.

                                                                                                                                                                                                  4. Tingginya lulusan yang



                                                                                                       Libatkan
                                                                                                                                                          orang per tahun.                           tidak terserap oleh
                                                                                                                                                                                                     lapangan
                                                                                                                                                          Ada surplus ratusan ribu lulusan tiap      kerja.
                                                                                                                                                          tahun atau ±470 ribu orang, dan
                                                                                                                                                          menjadi pengangguran terdidik.


                                                                                                       Banyak                                          2. Dominasi prodi tertentu
                                                                                                                                                          (indikasi oversupply).
                                                                                                                                                            Sekitar 60% prodi di Indonesia berada di


                                                                                                       Pihak                                                rumpun ilmu sosial, terutama kependidikan.
                                                                                                                                                            Distribusi itu dianggap tidak seimbang
                                                                                                                                                            dengan kebutuhan ekonomi masa depan.
                                                                                                       Fungsi perguruan tinggi
                                                                                                                                                      Tingkat Pengangguran Terbuka Kelompok Terdidik
                                                                                                       jauh lebih luas, termasuk                      (%)
                                                                                                       pengembangan ilmu dasar,
                                                                                                       kebudayaan, dan daya kritis                     Universitas                                       Diploma 1/2/3

                                                                                                       bangsa.                                               7,35
                                                                                                                                                                                                            8,08

                                                                                                                                                                    5,98                                           5,87
                                                                                                       WAKIL Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi                                           5,25
                                                                                                                                                                           4,80 5,18                                      4,59 4,79 4,83
                                                                                                       PKB, Lalu Hadrian Irfani, menilai Kem-
                                                                                                       diktisaintek tidak boleh sembarangan
                                                                                                       menutup sejumlah program studi (prodi)
                                                                                                       yang dinilai kurang relevan dengan per-
                                                                                                       tumbuhan industri di Indonesia. Menurut
                                                                                                       Lalu Ari, penutupan prodi harus didasar-              2020   2021   2022   2023   2024               2020   2021   2022    2023     2024
                                                                                                       kan pada kajian yang komprehensif dan
                                                                                                       melibatkan berbagai pemangku kepen-             Pendekatan                                    Mekanisme yang Direncanakan
                                                                                                       tingan.                                         Kemendikti-Saintek                            Kampus diminta mengevaluasi prodi
                                                                                                         “Kemendiktisaintek tidak boleh gega-          Membuat arah baru dengan berfokus             secara mandiri.
                                                                                                       bah dalam menutup prodi. Harus ada              pada industri strategis.                      Prodi yang tidak relevan bisa ditutup.
                                                                                                       kajian mendalam, dan prosesnya perlu            Menggeser pendekatan dari market              Prodi yang dibutuhkan pasar kerja akan
                                                                                                       melibatkan banyak pihak, termasuk               driven (ikut tren minat mahasiswa)            diperkuat atau ditambah melalui
                                                                                                                                                       menjadi market driving (mengarahkan           pembukaan prodi baru.
                                                                                                       akademisi, pelaku industri, serta masya-        kebutuhan industri).
                                                                                                       rakat,” ujar Lalu, kemarin.                                                                   Melibatkan konsor-
                                                                                                                                                       Fokus diarahkan ke 8 industri strategis       sium perguruan tinggi
                                                                                                         Ia menambahkan bahwa dinamika                 nasional, di antaranya sektor energi,         dan lembaga lain untuk
                                                                                                       pertumbuhan industri saat ini berlang-          kesehatan, dan digital.                       kajian.
                                                                                                       sung sangat cepat dan sulit diprediksi.
                                                                                                                                                                                                                           Sumber: Kemedikti-Saintek/Litbang MI
                                                                                                       “Pertumbuhan industri sangat dinamis.
                                                                                                       Pemerintah sendiri belum tentu bisa
                                                                                                       memprediksi industri apa yang akan           industri hingga asosiasi profesi.                untuk mengantisipasi nasib SDM di prodi
                                                                                                       muncul ke depan,” jelasnya.                    “Jika penyesuaian harus dilakukan,             tersebut,” tegas Ifan kepada Media Indone-
                                                                                                         Senada, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah     maka wajib disertai masa transisi yang           sia, kemarin.
                                                                                                       Sjaifudian, menilai bahwa pendekatan         adil, serta perlindungan penuh bagi ma-             Di lain pihak, Rektor UIN Sultan Mau-
                                                                                                       penutupan bukan solusi utama. “Setiap        hasiswa dan dosen,” pungkasnya.                  lana Hasanuddin, Banten, M. Ishom el
                                                                                                       kebijakan terkait prodi harus berpijak                                                        Saha menegaskan bahwa prodi bukan
                                                                                                       pada kajian komprehensif, bukan sekadar      PERLU ALASAN KUAT                                semata ruang produksi tenaga kerja,
                                                                                                       merespons tren jangka pendek. Fungsi           Wakil Rektor Bidang Akademik, Kema-            tapi juga ruang produksi pengetahuan,
                                                                                                       perguruan tinggi jauh lebih luas, termasuk   hasiswaan, dan Alumni, Universitas Negeri        pembentukan cara berpikir, serta pe-
                                                                                                       pengembangan ilmu dasar, kebudaya­an,        Jakarta (UNJ), Ifan Iskandar menilai pe-         ngembangan etika publik. “Di titik ini,
                                                                                                       dan daya kritis bangsa,” kata Hetifah.       nutupan prodi tersebut harus didasarkan          sejumlah disiplin, khususnya di ranah
                                                                                                         Dia mengingatkan, perguruan tinggi         pada alasan yang kuat. “Mulai dari peminat       humaniora, kerap tampak ‘tidak produk-
                                                                                                       tidak boleh direduksi hanya sebagai          yang menurun, lapangan kerja yang hilang         tif’ secara ekonomi, tetapi justru meno-
                                                                                                       pemasok tenaga kerja, meski relevansi        dan muncul (sunset and sunrise industries),      pang kualitas peradaban,” ujar Ishom.
                                                                                                       dengan industri tetap penting.               jumlah lulusan yang menganggur atau                 Di tengah situasi itu, perdebatan soal
                                                                                                         Hetifah juga meminta agar evaluasi         bekerja tidak sesuai pendidikan di bidang        ‘ditutup atau dipertahankan’ menjadi
                                                                                                       prodi dilakukan secara berkala, transpa­     studi tersebut, kajian yang mendalam dan         terlalu menyederhanakan persoalan.
                                                                                                       ran, serta melibatkan berbagai pemang-       empiris, dan lainnya. Serta perlunya untuk       Hal yang lebih relevan saat ini ialah ba-
                                                                                                       ku kepentingan, mulai dari akademisi,        menyiapkan langkah-langkah strategis             gaimana melakukan reposisi. (Des/H-1)

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.28 MB
Published28 Apr 2026
Pages1
Characters21,370
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

unresolved org Kementerian Pendi- p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result