Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-DSNG-att1.pdf

Other Text extracted DSNG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 159

Page 1
     Laporan
Keberlanjutan
        2025
Page 2
         Daftar Isi

01 Tentang Laporan Keberlanjutan                                95 Pilar Masyarakat
                                                                   97   Hak Asasi Manusia dan Praktik Ketenagakerjaan
02 Sekilas Dari Direksi                                            98   Tinjauan Karyawan
                                                                   102 Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
04 Surat Terbuka DSNG                                              103 Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan
                                                                   105 Hak Asasi Manusia dan Standar Kerja
07 Capaian dan Kinerja Keberlanjutan                               107 Keberagaman dan Inklusi
        12 Penghargaan                                             109 Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
        14 Peringkat ESG                                           115 Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk
        14 Sertifikasi                                             116 Pengembangan Masyarakat
                                                                   123 Hak Masyarakat Adat
15 Tentang DSNG                                                    124 Uji Tuntas Hak Asasi Manusia
        16 Profil Perusahaan
        16 Wilayah Operasional                                  125 Tata Kelola Keberlanjutan
        17 Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan                  126 Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
        18 Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan Organisasi          128 Pelibatan Pemangku Kepentingan
                                                                   132 Sistem Pelaporan Pengaduan
24 Strategi Keberlanjutan
                                                                   134 Etika Bisnis dan Kepatuhan
        24 Visi dan Strategi Keberlanjutan Perusahaan
        25 Topik Material                                       136 Indeks GRI
        26 Pertimbangan Topik Material
        30 Pencapaian Keberlanjutan dan Kontribusi DSNG         142 Indeks POJK 51
              Bagi Target Pembangunan Berkelanjutan
        33 Budaya Inovasi Berkelanjutan
                                                                145 Indeks SASB
        35 Kontribusi terhadap Kemakmuran Bersama

38 Pilar Hutan                                                  148 Akronim dan Singkatan
        40 Pengelolaan Rantai Pasok
        50 Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Konservasi     152 Lembar Umpan Balik
        58 Penanaman Pohon dan Rehabilitasi Area Konservasi
        59 Pencegahan dan Pengelolaan Kebakaran                 154 Pernyataan Verifikasi Independen
        62 Perlindungan Daerah Aliran Sungai dan Kualitas Air
        65 Pengendalian Hama Terpadu

67 Pilar Iklim
        70 Rencana Aksi Iklim
        71 Perubahan Iklim
        76 Pengelolaan Emisi GRK
        79 Pengelolaan Energi
        83 Pengelolaan Air
        86 Pengelolaan Limbah
        92 Program Pelatihan Efisiensi bagi Karyawan
        92 Biaya Lingkungan
        92 PROPER Lingkungan dan Kepatuhan
        93 Kinerja GRHA DSN dalam Pemenuhan Green Building
        94 Penerapan Program 5R + Keselamatan




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 3
          Tentang Laporan Keberlanjutan
Cakupan Laporan [GRI 2-2, 2-3, 2-4]
Laporan Keberlanjutan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tahun 2025
disusun sebagai publikasi tahunan yang memaparkan strategi, inisiatif, dan
kinerja keberlanjutan Perseroan, termasuk seluruh entitas anak dalam Unit                Hingga akhir tahun 2025, terdapat
Bisnis Kelapa Sawit, Produk Kayu, dan Energi Terbarukan di Indonesia. Laporan            beberapa pembaharuan dan
ini mencakup periode pelaporan kinerja keberlanjutan Perseroan dan anak                  penyesuaian atas informasi yang
perusahaannya, dalam periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 yang                      disajikan dalam laporan sebelumnya,
                                                                                         termasuk perubahan status legal atas
selaras dengan Laporan Keuangan Terkonsolidasi Perseroan dan merupakan
                                                                                         area yang dikelola serta penyesuaian
bagian dari Laporan Tahunan DSNG 2025, kecuali disebutkan lain. Seluruh                  data terkait pengelolaan energi, air,
informasi dalam laporan telah ditinjau oleh Chief Sustainability Officer (CSO)           limbah, dan emisi agar lebih akurat
untuk memastikan akurasi dan konsistensi dengan kebijakan serta prinsip                  dan selaras dengan kondisi terkini.
keberlanjutan perusahaan.

Pedoman dan Standar Pelaporan

    Laporan ini disusun dengan mengacu pada:
        Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51                      Task Force on Climate-related Financial
        POJK.03/2017 tentang Penerapan                                      Disclosures (TCFD)
        Keuangan Berkelanjutan
                                                                            Asesmen Sustainability Policy Transparency Toolkit
       Global Reporting Initiative (GRI) dengan kesesuaian: ‘in             (SPOTT) Sektor Kelapa Sawit
       accordance with the GRI Standards’ dan GRI 13, Agriculture,
                                                                            Sustainability Accounting Standards Board (SASB)
       Aquaculture and Fishing Sectors 2022, mengikuti prinsip-
       prinsip pelaporan GRI Standards                                      International Sustainability Standards Board (ISSB)


Penjaminan Eksternal [POJK G.1] [GRI 2-5, 2-14]                          Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
Seluruh data dan informasi dalam Laporan Keberlanjutan
                                                                         Keberlanjutan Tahun Sebelumnya [POJK G.3, GRI 2-3]
2025 telah melalui proses verifikasi yang bertujuan untuk                DSNG menghargai keterlibatan pemangku kepentingan
memastikan ketepatan dan keandalannya. Verifikasi internal               dalam proses pelaporan keberlanjutan. Pada periode
dilakukan oleh tim keberlanjutan dan telah mendapat                      pelaporan, tidak terdapat umpan balik yang diterima atas
persetujuan Direksi. DSNG juga melibatkan Control Union                  Laporan Keberlanjutan tahun sebelumnya. Sehubungan
sebagai pihak independen, yang memberikan jaminan                        dengan hal tersebut, pada Laporan Keberlanjutan 2025
terbatas menggunakan standard ISAE 3000, atas data yang                  berikut tidak memuat tindakan ataupun respon atas
diungkapkan dalam laporan ini sesuai dengan standar                      masukan dari periode pelaporan sebelumnya.
GRI. Pernyataan resmi hasil penjaminan dapat dilihat pada
                                                                         Laporan Keberlanjutan DSNG Tahun 2024
halaman 154.


Kontak Pelaporan [GRI 2-3]

   Teguh Triono                                                                  Email
                                                                                 sustainability@dsngroup.co.id
   Management System & Sustainability
   Engagement Division Head                                                      Situs Web
                                                                                 www.dsn.co.id
          GRHA DSN
                                                                                 Telepon
          Jl. Pulo Ayang Kav. OR3 Kawasan Industri Pulo Gadung
                                                                                 +62 21 4618135
          Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung
          Jakarta Timur 13930, Indonesia                                         Faksimile
                                                                                 +62 21 4606942



   DharmaSatya
PT Dharma SatyaNusantara
               NusantaraTbk
                         Tbk                                         1                                                Laporan
                                                                                                                       LaporanKeberlanjutan
                                                                                                                               Keberlanjutan 2025
                                                                                                                                             2025
Page 4
        Sekilas Dari Direksi                      [POJK D.1] [GRI 2-22]




Tahun ini, kawasan regional dan Indonesia menghadapi
tantangan lingkungan yang semakin serius, mulai dari banjir
besar di Sumatera dan cuaca ekstrem yang kian tidak                       Sejak berdiri, DSNG tumbuh dan dibentuk oleh
menentu yang berdampak pada kehidupan, ekosistem, dan                     alam. Pada awalnya kami bergerak di bidang
mata pencaharian masyarakat. Kami kembali menegaskan                      usaha pengolahan kayu dengan komitmen
komitmen untuk memperkuat peran sebagai industri                          terhadap kelestarian hutan, kesejahteraan
berbasis alam yang tidak hanya berupaya meminimalkan                      masyarakat, keunggulan operasional, serta
dampak, tetapi juga secara proaktif menciptakan nilai net-                penggunaan sumber daya secara bijak. Seiring
positif bagi masyarakat dan lingkungan.                                   berkembangnya DSNG menjadi perusahaan
                                                                          berbasis alam yang terdiversifikasi, nilai-nilai
Berpedoman pada pilar keberlanjutan–hutan, iklim, dan
                                                                          tersebut tetap menjadi pedoman dalam menjaga
masyarakat–kami berkomitmen untuk menurunkan total
                                                                          ekosistem, memberdayakan masyarakat, dan
emisi sebesar 44% pada tahun 2030 dengan memperkuat
investasi energi terbarukan, inovasi waste-to-value, serta
                                                                          menciptakan nilai berkelanjutan di seluruh lini
secara aktif melindungi dan memperkaya                                    bisnis. Hingga kini, DSNG berdiri di atas kekuatan
keanekaragaman hayati.                                                    sejarah dan nilai-nilai tersebut.

Saat menyajikan Laporan Keberlanjutan 2025 ini, saya                      Andrianto Oetomo
menyampaikan kebanggaan atas sejumlah capaian                             Direktur Utama
penting yang telah kami raih hingga saat ini. DSNG berhasil
menempati peringkat ke-5 secara global dalam penilaian
ESG SPOTT—peringkat tertinggi yang pernah kami capai—
yang mencerminkan komitmen kami yang konsisten
terhadap transparansi dan praktik usaha yang bertanggung
jawab. Kami juga merasa terhormat menerima RSPO
Conservation Leadership Award 2025, sebuah pengakuan
atas dedikasi jangka panjang kami dalam konservasi
keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem, serta kemitraan
untuk menjaga keberlanjutan bentang alam.

Sepanjang tahun ini, dampak kegiatan kami di lapangan
menunjukkan kemajuan yang signifikan. Kolaborasi kami
dengan Rainforest Alliance di Jawa Tengah, yang
didanai oleh Asian Development Bank, menjadi salah
satu capaian penting. Program ini menjangkau hingga
4.000 petani dalam rantai pasok kayu kami di lanskap
agroforestri melalui penerapan agroforestri tangguh iklim,
peningkatan literasi keuangan, dan praktik agronomi yang
lebih berkelanjutan. Upaya ini memperkuat ketahanan petani
kecil dan menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam
keberhasilan keberlanjutan.

Di wilayah Kalimantan, kami melanjutkan upaya untuk
menghubungkan habitat yang terfragmentasi di dalam
kawasan konservasi kami melalui pembangunan jembatan
satwa liar serta penanaman spesies asli di sepanjang koridor
keanekaragaman hayati. Di luar wilayah konsesi, kami bekerja
secara aktif bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam
(BKSDA) dan organisasi masyarakat sipil dalam upaya




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                     2                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 5
    penyelamatan satwa liar, sekaligus mendukung kolaborasi          Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial (Environmental
    bentang alam yang lebih luas di Lanskap Keraitan                 and Social Management System/ESMS) kami memberikan
    dengan melibatkan pemangku kepentingan sekitar untuk             pengawasan yang kuat untuk memastikan setiap investasi
    mendorong keterhubungan ekologis dan terciptanya habitat         selaras dengan standar perlindungan ESG yang ketat.
    yang aman bagi satwa liar.
                                                                     Dalam berbagai dialog dengan pemangku kepentingan di
    Kami menyadari bahwa banyak pembelajaran yang dapat              Eropa dua tahun lalu, isu European Union Deforestation
    diperoleh dari mitra masyarakat sipil, khususnya mereka          Regulation (EUDR) menjadi perhatian utama. Dengan
    yang memiliki keahlian mendalam dalam pemantauan                 berbagai pertimbangan, Pemerintah EU memutuskan
    keanekaragaman hayati. Tahun ini, kami mulai bekerja             untuk menunda implementasinya selama satu tahun
    sama dengan SINTAS yang merupakan mitra dari                     sebagai langkah yang konstruktif, memberikan ruang untuk
    Zoological Society of London (ZSL), untuk memperkuat             peningkatan kesiapan, penguatan sistem ketertelusuran, serta
    metode pemantauan keanekaragaman hayati kami serta               kolaborasi yang lebih inklusif dalam melindungi hutan dan
    mempersiapkan pelaporan terkait ketergantungan terhadap          keberlanjutan mata pencaharian. Sejalan dengan hal tersebut,
n
    alam sesuai dengan kerangka Taskforce on Nature-related          DSNG telah mencatat kemajuan penting dalam upaya bebas
    Financial Disclosures (TNFD).                                    deforestasi dan ketertelusuran hingga ke tingkat perkebunan,
                                                                     dengan capaian 100% untuk kayu dan lebih dari 97% untuk
    Program sosial kami juga mengalami penguatan baik                buah sawit hingga saat ini.
    dari sisi cakupan maupun dampak. Dari berbagai inisiatif
    yang kami jalankan, salah satu yang paling bermakna              Kami terus menciptakan nilai berkelanjutan pada tahun
    sekaligus menjadi kebanggaan besar adalah upaya kami             2025 dengan memperkuat inisiatif sirkularitas dan energi
    dalam menghapus angka putus sekolah anak-anak di                 terbarukan. Melalui kemitraan strategis, kami mendorong
    wilayah operasional Kalimantan Timur, tempat kami memiliki       pemanfaatan limbah pertanian menjadi material biomassa,
    jumlah tenaga kerja dan keterlibatan masyarakat terbesar.        sehingga produk samping dapat diolah menjadi solusi
    Setelah memperkuat upaya tersebut sejak tahun lalu melalui       rendah karbon yang bernilai tambah. Inisiatif ini termasuk
    kolaborasi dengan sekolah, kemitraan dengan komite gender,       pengembangan pelet kayu dari limbah kayu di
    pendekatan kepada orang tua, serta dukungan yang terarah,        Jawa Tengah, pemanfaatan cangkang inti sawit dari
    kami dengan bangga melaporkan bahwa hingga triwulan              operasional kami, serta pengolahan residu kayu menjadi
    ketiga tahun 2025, angka putus sekolah telah berhasil            alas ternak.
    ditekan hingga nol.
                                                                     Seluruh capaian tersebut mencerminkan konsistensi
    Pencapaian ini memiliki makna yang sangat mendalam. Di           perjalanan kami sebagai perusahaan berbasis alam, dengan
    wilayah pedesaan, putus sekolah sejak dini membawa risiko        keyakinan bahwa keberhasilan Perseroan sejalan dengan
    jangka panjang, mulai dari keterbatasan akses pendidikan,        kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.
    meningkatnya kerentanan terhadap pekerja di bawah umur,
    hingga dalam beberapa kasus paparan terhadap aktivitas
    kriminal. Dengan memastikan setiap anak tetap bersekolah,
    kami berkontribusi dalam mendorong kesetaraan pendidikan,         Dalam perjalanan kami ke depan, saya berterima
n
    memutus potensi siklus kerentanan, serta membangun masa           kasih atas kepercayaan, kolaborasi, dan arahan
    depan yang lebih baik bagi ribuan keluarga.                       konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan.
                                                                      Di tengah tantangan yang semakin kompleks dan
    Keuangan Berkelanjutan terus menjadi landasan                     berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan, kami
    yang menopang arah strategi kami. Dengan dukungan                 tetap berkomitmen untuk menjalankan perjalanan
    berkelanjutan dari &Green, Asian Development Bank, serta          ini dengan kerendahan hati, ketangguhan, serta
    lembaga keuangan domestik, kami mampu menyalurkan                 semangat perbaikan yang berkelanjutan.
    modal jangka panjang untuk mendukung pengelolaan
                                                                     Salam hormat
    lingkungan, ketahanan operasional, dan kesejahteraan
    masyarakat. Saya dengan bangga menyampaikan bahwa
                                                                     Andrianto Oetomo
    sekitar 28% dari total pembiayaan kami kini telah
                                                                     Direktur Utama
    terhubung dengan prinsip keberlanjutan.




    PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                3                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 6
        Surat Terbuka DSNG
                                                                menjadi bagian inti dari pengelolaan risiko perusahaan,
                                                                penciptaan nilai jangka panjang serta ketahanan
                                                                organisasi. Faktor-faktor ini semakin membentuk arah
                                                                strategi, keputusan investasi, dan tata kelola perusahaan.

                                                                Refleksi Tahun 2025: Fokus Utama SAB

                                                                Risiko Keanekaragaman Hayati dan Lanskap
                                                                Kami memberikan perhatian khusus pada kehidupan
                                                                satwa liar, terutama konservasi orang utan di lanskap
                                                                yang terdampak oleh aktivitas pihak ketiga. Pembahasan
                                                                menekankan pentingnya tata kelola, koordinasi lintas
                                                                pemangku kepentingan, serta pengelolaan risiko reputasi.
                                                                Ini mencerminkan bahwa risiko keanekaragaman hayati
                                                                semakin dipandang sebagai faktor kunci dalam menjaga
                                                                izin beroperasi dan kepercayaan publik.

                                                                Implementasi NDPE dan Pembinaan Rantai Pasok
                                                                Kami memantau kemajuan penerapan komitmen NDPE
                                                                dan ketertelusuran rantai pasok, sembari mencermati
                                                                tantangan struktural yang terkait dengan pemasok
                  Datuk Darrel Webber
                                                                eksternal, agen, dan legalitas lahan. Diskusi difokuskan
           Ketua Dewan Penasihat Keberlanjutan
                                                                tidak hanya pada capaian indikator utama, tetapi juga
                                                                pada pengelolaan risiko residual dan upaya menjaga
                                                                kredibilitas di tengah kompleksitas yang meningkat.
Para Pemangku Kepentingan
yang Terhormat,                                                 Adaptasi Iklim dan Ketahanan Operasional
                                                                Sepanjang tahun, SAB meninjau berbagai inisiatif terkait
Sebagai Ketua Dewan Penasihat Keberlanjutan                     iklim, termasuk program kesehatan tanah, pendekatan
(Sustainability Advisory Board/ SAB), dengan hormat saya        replanting berbasis tree island, upaya pengurangan emisi,
menyampaikan refleksi singkat atas peran dan fokus Dewan        serta pilot projects bersama mitra eksternal. Diskusi ini
termasuk peran saya, sepanjang tahun 2025.                      menunjukkan adanya kemajuan teknis yang berarti,
                                                                sekaligus menegaskan pentingnya menerjemahkan
SAB dibentuk untuk memberikan pandangan independen              berbagai inisiatif tersebut ke dalam pemahaman risiko
dan berorientasi ke depan terkait risiko dan peluang            iklim di tingkat perusahaan dan ketahanan
keberlanjutan yang material bagi ketahanan jangka panjang       jangka panjang.
DSN Group (DSNG). Peran kami berada pada ranah tata
kelola, dengan memastikan bahwa isu keberlanjutan               Regulasi dan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia (HRDD)
dipertimbangkan secara strategis dalam pengambilan              Kami mengikuti perkembangan regulasi dan ekspektasi
keputusan bisnis, bukan sekadar sebagai agenda tambahan.        terkait Human Rights Due Diligence (HRDD), dengan
                                                                pemahaman bahwa kepatuhan prosedural perlu
Seiring meningkatnya dampak perubahan iklim, dinamika           dilengkapi dengan pendekatan yang adaptif terhadap
regulasi, dan ekspektasi pemangku kepentingan, SAB              perubahan kebijakan dan tuntutan
berpandangan bahwa isu iklim dan keberlanjutan kini             pemangku kepentingan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                               4                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
Refleksi dari Lapangan                                           Pengamatan kedua mengingatkan bahwa meskipun
                                                                 perusahaan berupaya menerapkan perlakuan yang
Pada tahun 2025, saya melakukan kunjungan ke beberapa            setara bagi seluruh karyawan, hal tersebut tidak selalu
lokasi operasional. Setiap unit operasional di lokasi yang       memungkinkan maupun tepat. Di Kalimantan Barat,
berbeda memberikan pembelajaran yang berbeda, dan                meskipun berada di wilayah dengan kepadatan penduduk
kunjungan saya ke Kalimantan Barat memberikan banyak             relatif tinggi, operasional masih menghadapi tantangan
wawasan penting.                                                 dalam perekrutan dan retensi tenaga kerja lokal, termasuk
                                                                 dalam hal kedisiplinan kehadiran dan jam kerja tetap.

                                                                 Berdasarkan pengalaman saya di Borneo Utara Malaysia,
                                                                 Kalimantan, Amerika Latin, dan berbagai wilayah lainnya,
                                                                 saya kerap mengamati bahwa tantangan yang dihadapi
                                                                 masyarakat menunjukkan pola yang serupa, terlepas dari
                                                                 lokasi geografis. Baik petani Dayak di Borneo maupun
                                                                 petani kecil di Amazon, permasalahan pembangunan
                                                                 yang dihadapi cenderung berulang dan memiliki
Dua pengamatan utama yang menonjol.                              karakteristik yang sama.
Pertama, komitmen DSNG dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah                      Pemahaman ini semakin menegaskan sebuah kesadaran
operasionalnya terlihat nyata. Dampak positif dapat              penting, bahwa masyarakat bergerak melalui tahapan-
diamati secara langsung, dan beberapa inisiatif                  tahapan besar pembangunan, namun tidak pada
menunjukkan potensi untuk dikembangkan lebih luas.               waktu yang bersamaan. Tahapan ini bukan merupakan
Salah satu program yang meninggalkan kesan kuat adalah           penilaian baik atau buruk. Ia semata-mata mencerminkan
dukungan terhadap produksi telur ayam oleh masyarakat.           bagaimana peradaban manusia berkembang sepanjang
Program ini memiliki dasar ekonomi yang jelas, dirancang         rentang waktu yang panjang.
secara inklusif, dan melibatkan secara aktif partisipasi
penyandang disabilitas. Kesederhanaan, martabat, dan             Banyak masyarakat di Eropa dan sebagian Asia telah
potensi replikasinya menjadikan program ini menonjol di          mengalami 2.000 hingga 4.000 tahun perkembangan
antara berbagai inisiatif lainnya.                               berkelanjutan dalam bidang pertanian, perdagangan,
                                                                 dan sistem keuangan. Sebaliknya, banyak komunitas
                                                                 adat di Kalimantan baru memiliki kurang dari satu abad
                                                                 pengalaman interaksi yang sistematis dengan ekonomi
                                                                 berbasis uang, sistem kepemilikan formal, maupun
                                                                 pertanian menetap. Perbedaan ini bukan soal kapasitas
                                                                 atau kecerdasan, melainkan soal waktu.

                                                                 Membandingkan komunitas yang baru memiliki satu
                                                                 abad pengalaman dengan masyarakat yang telah
                                                                 mengakumulasi pengalaman selama ribuan tahun
                                                                 merupakan perbandingan yang pada dasarnya tidak adil.
Mengapa inisiatif-inisiatif ini penting?                         Masyarakat yang lebih dahulu mengalami industrialisasi
Operasional perusahaan bersinggungan langsung                    bukanlah lebih unggul, mereka hanya memulai perjalanan
dengan kehidupan puluhan ribu orang yang tinggal                 tersebut lebih awal. Oleh karena itu, pembangunan
di sekitar lanskap operasional. Memastikan bahwa                 berkelanjutan perlu berfokus pada upaya mendampingi
interaksi ini memberikan dampak positif, bukan                   komunitas melalui proses perjalanan ini secara efisien dan
sebaliknya, merupakan langkah yang bijak dan                     sehumanis mungkin, dengan memungkinkan mereka
bertanggung jawab. Dalam jangka panjang, hal ini                 belajar dari pengalaman pihak lain, alih-alih mengulangi
menciptakan situasi saling menguntungkan yang                    kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari. Bagi saya,
memungkinkan masyarakat dan bisnis tumbuh                        inilah esensi dari sebuah just transition.
berdampingan dalam stabilitas dan kepercayaan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                5                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 8
DSNG semakin menyadari bahwa operasional di                       Oleh karena itu, SAB akan mendorong perumusan yang
Kalimantan Barat memerlukan perhatian dan pendekatan              lebih jelas mengenai bagaimana risiko-risiko tersebut
khusus agar solusi yang diterapkan dapat disesuaikan              diidentifikasi, diprioritaskan, dan dikelola bersama dengan
dengan karakteristik dan kebutuhan setempat.                      risiko bisnis material lainnya, serta bagaimana risiko
Pengelolaan sumber daya manusia serta hubungan                    tersebut menjadi pertimbangan dalam perencanaan
dengan masyarakat dalam konteks ini tidak selalu mudah            strategis jangka menengah hingga panjang.
dan jarang menawarkan solusi yang sederhana. Namun,
upaya tersebut diyakini akan memberikan hasil yang lebih          Pendekatan ini bukan semata untuk kepatuhan atau
relevan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.                   reputasi, melainkan untuk memperkuat kapasitas DSNG
                                                                  dalam mengantisipasi ketidakpastian dan menjaga
Pengakuan atas Kemajuan                                           ketahanan bisnis jangka panjang dalam lingkungan
                                                                  operasional yang terus berubah.
dan Kinerja
Meskipun beroperasi di sektor dengan tingkat
pengawasan yang tinggi, DSNG terus memperoleh                          Tata kelola keberlanjutan sering kali baru
pengakuan eksternal atas kinerja keberlanjutannya. Hal                 dipahami sepenuhnya setelah suatu
ini tercermin dengan diraihnya RSPO Conservation                       krisis terjadi. Sering kali, peringatan dini
Leadership Award, Gold Award pada Investor Trust                       sudah ada, tetapi tidak ditindaklanjuti
ESG Awards, masuk dalam daftar “Under a Billion”                       atau direspons secara memadai. Tujuan
Forbes Asia, dan masuk dalam lima besar perusahaan                     SAB adalah berupaya memastikan bahwa
dalam Penilaian ESG SPOTT yang diselenggarakan oleh                    pertanyaan-pertanyaan sulit diajukan sejak
Zoological Society of London.                                          dini, saat masih ada ruang untuk bertindak.

Pada periode yang sama, kinerja saham Grup                             Fondasi yang dibangun pada tahun 2025
menunjukkan ketahanan relatif di pasar keuangan.                       memposisikan DSNG pada posisi yang
Meskipun tidak mencerminkan hubungan kausal                            kuat. Tantangan di tahun 2026 adalah
langsung, hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan                    menerjemahkan pemahaman tersebut
investor jangka panjang umumnya dibangun melalui                       menjadi keputusan yang lebih tajam dan
kredibilitas, disiplin, dan orientasi jangka panjang.                  ketahanan organisasi yang lebih besar.
Sejalan dengan hal tersebut, SAB berkomitmen untuk
memastikan bahwa kepercayaan yang diberikan                       Datuk Darrel Webber
senantiasa diimbangi dengan penguatan tata kelola                 Ketua Dewan Penasihat Keberlanjutan
internal dan peningkatan kinerja berkelanjutan.


Menghadapi 2026: Fokus yang
Lebih Tajam
Jika tahun 2025 menjadi momentum untuk memahami
risiko terkait keberlanjutan dengan lebih jelas, maka tahun
2026 harus menjadi fase untuk mengintegrasikannya
lebih dalam ke dalam pengambilan keputusan di tingkat
perusahaan. Risiko terkait iklim, keanekaragaman hayati,
dan rantai pasok perlu diperlakukan sebagai risiko inti
perusahaan yang memengaruhi nilai aset jangka panjang,
ketahanan operasional, struktur biaya, akses pendanaan
serta daya saing.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                 6                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
        Capaian dan Kinerja Keberlanjutan
Kinerja Aspek Ekonomi             [POJK B.1]
                                                                                                                             2025                2024               2023
   Pendapatan dan Laba (Rp miliar)




            Rp 12.315 Pendapatan                                                                 Rp 1.829 Laba Bersih
 Pendapatan                                    Pendapatan                          Pendapatan                                         Laba
 Kelapa Sawit                                  Produk Kayu                         Energi Terbarukan                                  Bersih

       10.846                                     1.242                                226                                                 1.829


       8.784                                      1.152                                183                                                 1.141


       8.354                                     1.074                                70                                                   842

     Produk Kelapa Sawit - Volume Produksi Unit Bisnis Kelapa Sawit (Ribu ton)


                                       662
         631              602
                                                                                                                                                          123
                                                                                                                           119             114
                                                               38         38              40


       Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO)                         Minyak Inti Sawit (PKO)                                                Inti Sawit (PK)


     Produk Kayu - Volume Produksi Unit Bisnis Produk Kayu



                                                                                                                                                         756
                                                                                                                                720
                                                                                                     661
                    124
                                       116                98

                                  Panel (Ribu m3)                                                               Engineered Floor (Ribu m2)



     Produk Energi Terbarukan - Volume Penjualan                                       Produk Energi Terbarukan - Volume Produksi




                     89                 95
                                                          40                                         36                         N/A                      N/A
                                Cangkang (Ribu ton)                                                                 Pelet Kayu (Ribu ton)
                                                                                   Catatan:
                                                                                   NA : entitas belum beroperasi pada periode pelaporan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                  7                                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 10
Lingkungan          [POJK B.2]                                                                                         2025            2024                2023

   Pengelolaan Energi


                                                 Penggunaan Bahan Bakar (Giga Joule)


                                                                 13.289.101
                                                                 Giga Joule Penggunaan Energi



                                                                       Penggunaan Energi

   A    Penggunaan bahan bakar dari
        sumber tidak terbarukan                                  A 595.860
                                                                 B   11.369
        Penggunaan bahan bakar                                                                           A   633.659                            A    507.690
   B                                                             C   124.718
        dari sumber terbarukan                                                                                                                  B    2.246
                                                                 D 87.959                                B   6.766
                                                                                                         C   99.883
                                                                                                                                                C    90.816
   C    Penggunaan listrik dari
        sumber tidak terbarukan                                                                          D   86.704
                                                                                                                                                D    76.935


   D    Penggunaan listrik dari                                  E   12.469.195                          E   8.016.722                          E    8.492.393
        sumber terbarukan


   E    Penggunaan pemanas dari
        sumber terbarukan
                                           Total 13.289.101                           Total 8.843.734                       Total 9.170.080


   Intensitas Konsumsi Energi


                                         Unit Bisnis Produk Kayu                                                       Unit Bisnis Kelapa Sawit (GJ/ton CPO)


                                5,51                                  0,20                                                                          19,59
   Panel                                               Floor
                          3,73                                        0,19                                                                  13,74
  (GJ/m3)                                              (GJ/m2)
                          3,93                                       0,16                                                                  13,09


                          Unit Bisnis Energi Terbarukan (GJ/Ton)                                                DSNG (GJ/Rupiah(Pendapatan)

                           3,13                                                                   1,08

             - N/A                                                                                0,87

             - N/A                                                                                0,97



   Pelestarian Keanekaragaman Hayati




                                                  Area Konservasi
                                                                                           Restorasi Hutan (ha)                   Petani Mitra (individu)
                                                 dalam Konsesi (ha)


     8.733
                                                                                                                                 26.539
                                                                                                                                           21.805
                                                                                                                                                       18.299
                                              8.733     8.733        8.728
    Luasan Konservasi
        2025 (ha)                                                                         91,5      38         35,5




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                     8                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
                                                                                                             2025             2024               2023
   Pengelolaan Air




                   0,87                            0,07                           0,63                                      0,06
            m /Ton TBS Olah
               3
                                                m /m Produksi
                                                  3   2
                                                                                m / m Produksi
                                                                                  3     3
                                                                                                                    m3/Ton Produksi Pelet Kayu
       Intensitas Pemakaian Air             Intensitas Pemakaian Air        Intensitas Pemakaian Air                 Intensitas Pemakaian Air
           Proses Unit PKS                          WP-FLoor                        WP-Panel                       Unit Bisnis Energi Terbarukan



    Unit Bisnis Kelapa Sawit

                      Total Pemakaian Air Proses Unit PKS (m3)                          Total Pemakaian Air Proses Unit PKS (m3/Ton TBS Olah)


                                      2.364.583                                   0,87

                                           2.465.883                             0,98

                                                          3.747.759                   1,30



    Unit Bisnis Produk Kayu



                                                                       Floor

                     Total Pemakaian Air Proses Pabrik (m3)                           Intensitas Pemakaian Air Proses Pabrik (m3/ m2 Produksi)


             46.228                                                              0,07

             57.980                                                              0,08

               59.919                                                            0,07



                                                                       Panel

                    Total Pemakaian Air Proses Pabrik (m3)                             Intensitas Pemakaian Air Proses Pabrik (m3/ m3 Produksi)



                   79.652                                                         0,63

            51.762                                                                0,45

               60.206                                                             0,62



    Unit Bisnis Energi Terbarukan


                    Total Pemakaian Air Proses Pabrik (m3)                             Intensitas Pemakaian Air Proses Pabrik (m3/Ton Produksi)


           2.337                                                                0,06




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                           9                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 12
                                                                                                   2025         2024              2023
   Pengelolaan Emisi GRK



    Volume Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit (tCO2e)

    Total Emisi



                                       291.322


                                                333.605
                                                                                                 26,86
                                                                                                 tCO2e/Rp miliar

                                                                                                Intensitas Emisi GRK
                                                          525.133                            terhadap Nilai Pendapatan
                                                                                                Produk Kelapa Sawit



     Terhadap volume produksi CPO                                        Terhadap Nilai Pendapatan Produk Kelapa Sawit
     (tCO2e/Ton CPO)                                                     (tCO2e/Rp miliar)



          0,57                                                                                  26,86


           0,65                                                                                  37,98


           0,94                                                                                                 62,86


Keterangan: Data emisi GHG didasarkan pada unit PKS yang tersertifikasi RSPO

   Pengelolaan Limbah




                      Pemanfaatan daur ulang 513.149 ton limbah organik untuk diolah
                      menjadi alas kandang ternak, pakan ternak, dan pupuk tanaman di kebun.



Sosial [POJK B.3]




                      Rp 37,5 Milliar                                                55 Koperasi Binaan
                                Dana CSR                                             Pada unit bisnis kelapa sawit yang
                                                                                       menerima manfaat dana CSR




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       10                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 13
                                                                                        2025            2024              2023
   Dana CSR (Rp Miliar)                     Penerima Manfaat



                                                      Koperasi Binaan CSR-Unit                 Petani Swadaya-Unit Bisnis
                                                      Bisnis Kelapa Sawit (Unit)               Kelapa Sawit (Individu)


                                                                                55                               11.796

                                                                             53                             8.123

                                                                           52                      5.587


                                            Credit Union



      Rp 37,5           Rp 29,5   Rp 25,5
                                                             4.896 Anggota                     137,91 total aset
                                                                                                      (Rp Miliar)




   Pelibatan Pihak Lokal

                                               Pemasok Bahan Lokal (Pemasok)




                       203                                    212                                        197



   Ketenagakerjaan



                    19.161 orang                         140.706 jam                              41.683.081 jam
                    Jumlah Karyawan                      Jumlah Jam Pelatihan                     Jumlah Jam Kerja Aman




    19.161             19.399     20.274    140.706         94.773         149.091   41.683.081     43.830.248    43.094.306


   Rasio Karyawan


            Laki-laki     14.896                                                           Perempuan     4.265




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   11                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 14
            Penghargaan



                           16th Indonesia HR Excellence Award             Winner Conservation
                                                                          Leadership Award



                         Predikat Sangat Baik untuk kategori:
                         • HR Digitalization and People Analytics
                         • Learning and Development
                         • Wellbeing Management




                            Fortune Southeast                              Anugerah Bisnis dan HAM 2025
                            Asia 500 2025


                                                                         Predikat Sangat Baik untuk kategori:
                                                                         • Skor 69   • BHR Early
                                                                         • Rating B    Adopting Company




                                                                          Carbon Data Collaboration Award
                            Forbes Asia Under a Billion Company           (Kooperatif Pengiriman Data Emisi)




                            Katadata ESG Index                            Penghargaan Panitia Pembina
                            Award 2025                                    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)

                                                                          Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
                                                                          Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur

                         • Sektor Perkebunan Peringkat 1                 • Predikat Platinum




                            Gold Star Awards                              Penghargaan Program Penanggulangan
                                                                          Tuberkulosis PT Swakarsa Sinar Sentosa
                                                                          Site Muara Wahau

                                                                          Gubernur Kalimantan Timur
                         • Kategori Perusahaan Emiten
                         • Kategori Mid Cap                               • Predikat Kategori Platinum




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       12                                    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
                                Dedikasi Pelestarian                                       Pelestarian Warisan Budaya
                                Budaya Dayak                                               Kayan Umaq Lekan

                                                                                            Pemerintah Desa Miau Baru




                           Wadah bagi perusahaan dan                                      Apresiasi sebagai salah satu
                           organisasi di Indonesia untuk                                  Perusahaan Publik dengan laporan
                           memamerkan inovasi serta                                       Keberlanjutan Tahun 2024 Terbaik
                           pencapaian dalam peningkatan
                           mutu dan produktivitas.

                           Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX
                                                                                        • Penghargaan Peringkat A
                           National Quality & Productivity Convention (NQPC)


                        • 5 QCC Penghargaan Platinum
                        • 1 QCC Penghargaan Gold
                        • 1 Suggestion System Penghargaan Gold
                        • Juara 1 & 4 Quiz of Quality & Productivity”




                            Investing on Climate meliputi Best                            Mitra Pembangunan Award
                            Emission Reduction, Best Literacy for                         Kabupaten Sintang Tahun 2025
                            Climate Resilience, dan Best Green                            kategori Tanggung Jawab Sosial
                            Technology Innovation                                         Perusahaan/CSR
                            Editors Choice Award 2025                                     Bupati Sintang

                        • 3 Penghargaan                                                 • Predikat Terbaik Ke-3




                           Zero Accident tingkat Provinsi                                Peran aktif dalam penurunan
                                                                                         Emisi Gas Rumah Kaca melalui
                           Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
                                                                                         Pengelolaan POME menjadi Energi
                        10 penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero                            Baru Terbarukan Tahun 2025
                        Accident Award) Tingkat Pemerintah
                        Provinsi terdiri PT DAN, PT KPAS, PT BPN,                        Gubernur Kalimantan Timur
                        PT GUN, PT SWA Unit PKS 1, 4 Unit PKS
                        DSN (PKS 2, PKS 3, PKS 4, PKS 6), PT KPAS
                        Unit PKS 7, PT BAS Unit PKS 10, PT DIN
                        Unit PKS 11




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                      13                                   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 16
        Peringkat ESG
          Skor ESG Global S&P


                                                                                                                                                                           5 th
                                                                        7 th                                                                        9 th
                                                                        7 th                                              10 th                                            95,7%
                                                                                                12 th                                                             4,7
                                                                                                                                                    91%
                                                                                                                          90,4%        0,6
                                                  16 th                                         86,4%
                                                                      85,9%        0,5                            0,6

      Rank                  46 th                 75,3%       10,6

                                             38
      Score                 37,3%

                               2019                2020                2021                      2022                     2023                      2024                   2025


         Skor ESG Global S&P                                                               Katadata ESG Sektor Perkebunan



                                         55                                              Rank              1st                                                             1st
                                                             51                                                                           2nd
       Score
                 39
                                                                                                                                                                          76,14%
                                0,99                                                                                                     72,93%
                                                                                                                                                              3,21
                                                                                         Score           71,94%             0,99

                2023                     2024               2025                                           2023                              2024                          2025




         Sertifikasi
        Unit Bisnis Kelapa Sawit

  Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)                                                           Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)
     100% Unit PKS Tersertifikasi ISPO (Unit PKS 2-12)                                                  91% Unit PKS Tersertifikasi RSPO (Unit PKS 2-11)
     32 Unit Kebun Inti Tersertifikasi ISPO                                                             25 Unit Kebun Inti Tersertifikasi RSPO
     97.283 ha / 91,48% Kebun Inti Tersertifikasi ISPO                                                  97.890 ha / 92,05% Kebun Inti Tersertifikasi RSPO
     3.339 ha / 13,39% Kebun Kemitraan Full Operate Tersertifikasi ISPO                                 4.855 ha / 19,47% Unit Kebun Kemitraan Full Operate Tersertifikasi RSPO

 Halal Indonesia                                                                                  SMK3
    100% 11 Unit PKS & 1 unit KCP Tersertifikasi                                                         Unit bisnis DSN WP Panel memperoleh sertifikat Sistem Manajemen
 Zero Accident                                                                                           Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Menteri Ketenagakerjaan
                                                                                                         pada 6 Agustus 2024, dengan pencapaian 85,93% dalam kategori
     10 dari Unit Kebun, Unit PKS, dan PT GUN
                                                                                                         tingkat awal.
     Zero Accident Tingkat Provinsi

  International Sustainability and Carbon Certification (ISCC)                                    PROPER

     100% Sesuai Target 1 Unit PKS                                                                        8 (89%) PROPER Hijau (Provinsi)
                                                                                                          Sebanyak 8 unit PKS (1, 2, 3, 4, 6, 7, 9, dan 10) berhasil memperoleh
                                                                                                          predikat Proper Kategori Hijau Tingkat Provinsi tahun 2025.



        Unit Bisnis Produk Kayu                                                                                                                             Unit Bisnis Energi Terbarukan

  Panel                                           Engineered Floor
      Sertifikasi California Air Resources          Real Wood                                           United Kingdom Conformity                          Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)
      Board (CARB)                                  Sertifikasi California Air Resources                Assessed (UKCA)
                                                                                                                                                           Sertifikasi Green Gold Label (GGL)
      U.S. EPA TSCA TITLE VI                        Board (CARB)                                        Lacey Act (Undang-Undang Lacey)
      Forest Stewardship Council (FSC)              U.S. EPA TSCA TITLE VI                              ISO 9001:2015
      Chain of Custody                              FloorScore                                          Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)
      Japanese Agricultural Standards (JAS)         PEFC Chain of Custody                               Greenguard Gold
      Sistem Verifikasi Legalitas                   Forest Stewardship Council (FSC)
      Kayu (SVLK)                                   Chain of Custody


Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan sertifikasi dapat diakses melalui laman resmi perusahaan.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                                     14                                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 17
                                Tentang DSNG
                                PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) adalah perusahaan
                                berbasis alam yang berakar pada industri kayu, berkomitmen
                                untuk mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab
                                dan mengoptimalkan nilainya. Perusahaan ini beroperasi di Pulau
                                Kalimantan dan Jawa melalui tiga bidang usaha, yaitu kelapa
                                sawit, produk kayu, dan energi terbarukan, yang terus berupaya
                                menyeimbangkan antara kontribusi ekonomi dengan kepedulian
                                terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. DSNG terus
                                belajar dan meningkatkan praktik-praktiknya, dengan tujuan
                                menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                             15                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 18
          Profil Perusahaan                                 [POJK C.2, C.3.c] [GRI 2-1]




Nama Perusahaan                                                        Nama Lain
PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                          DSNG atau DSN Group




                                                                                                                      Status Badan Hukum
14,63%                                                                                                                Perseroan
PT Krishna Kapital
Investama                                                                                 38,79%                      Terbatas Terbuka
                                                                                          Masyarakat                  Terdaftar di Bursa Efek
                                                                                                                      Indonesia (BEI) pada 14 Juni 2013
                                               Kepemilikan
7,44%                                            Saham
PT Tri Nur Cakrawala                                                                                                  Kode Saham
                                           Per 31 Desember 2025                                                       DSNG
5,43%
Andrianto Oetomo                                                                          28,28%
                                                                                          PT Triputra
                                                                                          Investindo Arya             Jumlah Karyawan
5,43%
Arianto Oetomo                                                                                                        19.161 orang
                                                                                                                      Per 31 Desember 2025




   Wilayah Operasional [POJK C.3.d]
                                                                                                       Unit Bisnis                Unit Bisnis             Unit Bisnis
                                                                                                       Kayu                       Kelapa Sawit            Energi Terbarukan



                                            Kalimantan Barat                                  Kalimantan Utara




                 Kalimantan Tengah

                                                                                      Kalimantan Timur



                                            Jawa Tengah




                  Kantor Pusat | GRHA DSN

                     Jl. Pulo Ayang Kav. OR3                               Telepon                                   Email
                                                                           +62 21 4618135                            corsec@dsngroup.co.id
                     Kawasan Industri Pulo Gadung
                     Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung,               Faksimile                                 Situs Web
                     Jakarta Timur 13930                                   +62 21 4606942                            www.dsn.co.id



            Sepanjang 2025, Emiten melalui anak usahanya dalam unit bisnis pendukung energi terbarukan
            terdapat penambahan lini bisnis baru yaitu produksi pelet kayu yang mengubah cakupan kegiatan
            operasional perseroan dibandingkan dengan periode sebelumnya. [POJK C.6] [GRI 2-6]



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                  16                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
        Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan                                                   [POJK C.1]




      Visi                                                      Misi
      Menjadi perusahaan                                        Menciptakan pertumbuhan berkelanjutan
      kelas dunia yang tumbuh                                   dalam industri berbasis sumber daya alam
      bersama masyarakat dan                                    yang memberi nilai tambah bagi semua
      dibanggakan negara.                                       pemangku kepentingan melalui tata kelola
                                                                yang baik.




Nilai-Nilai Perusahaan [POJK F.1]

                                Kami menempatkan integritas sebagai nilai utama dalam bekerja.

                                Mengutamakan kepentingan          Memberikan informasi sesuai           Satunya kata dengan
                                Perseroan di atas kepentingan     fakta secara bertanggung              perbuatan.
                                individu atau kelompok.           jawab.
      INTEGRITAS


                                Kami bertindak dengan sepenuh hati.

                                Memusatkan perhatian              Gigih dan pantang menyerah            Penuh semangat dan
                                sepenuhnya dalam bekerja.         dalam menyelesaikan                   membangkitkan semangat
                                                                  pekerjaan secara tuntas.              orang lain.
    SEPENUH HATI



                                Kami mengupayakan yang terbaik.

                                Bersungguh-sungguh                Antusias dan terbuka                  Cerdik dalam bertindak atau
                                menghasilkan kinerja terbaik      untuk belajar dan berbagi             mengambil keputusan.
                                yang berkesinambungan.            pengetahuan.
  MENGUPAYAKAN
   YANG TERBAIK



                                Kami menghargai karyawan, masyarakat, dan lingkungan.

                                Mencari pemahaman terlebih        Menghargai manusia dengan             Menunjukkan kepedulian
                                dahulu sebelum bertindak.         memberikan kesempatan                 terhadap lingkungan.
     MENGHARGAI                                                   untuk tumbuh bersama.




                                Kami mewujudkan sinergi dan keterpaduan dalam keberagaman.

                                Membangun rasa memiliki           Perseroan memberdayakan               Memelihara suasana
                                dalam mewujudkan                  kekuatan diri dan rekan kerja         kekeluargaan yang produktif.
    SINERGI DAN                 kebersamaan untuk kemajuan.       untuk menghasilkan nilai
   KETERPADUAN                                                    tambah.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                           17                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 20
          Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan Organisasi
           [POJK C.5][GRI 2-28]




                                  NAMA ASOSIASI                               STATUS      RUANG LINGKUP




                                                                              Anggota      International
                Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)




                   Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)                     Anggota        Nasional




                                      Indeks IDX-KEHATI                      Konstituen      Nasional




                                      Tropical Forest Alliance                Anggota      International




                                      Gabungan Pengusaha Kelapa
                                                                              Anggota        Nasional
                                      Sawit Indonesia




                                      Asosiasi Panel Kayu Indonesia           Anggota        Nasional




                                      Kamar Dagang dan Industri
                                                                              Anggota        Nasional
                                      Indonesia (KADIN)



                                      Asosiasi Pengusaha Kayu
                                      Gergajian dan Kayu Olahan               Anggota        Nasional
                                      Indonesia




                                      Asosiasi Emiten Indonesia               Anggota        Nasional




                                      Kemitraan untuk Aksi
                                      Penanggulangan Pekerja Anak di          Anggota        Nasional
                                      Pertanian




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                          25                     Laporan Keberlanjutan 2025
PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                           18                   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21
      Skala Usaha                               [POJK C.3.d] [GRI 2-2, 2-6]

                                                                                                                                   Luasan Kelola Kebun Inti

                                                                                                                                   Luasan Tanam Kebun Inti
      Unit Bisnis Kelapa Sawit                                                                                                     Kebun Kemitraan Dikelola

                                                                                                                                   Jumlah Kebun
Jumlah:               106.343 ha                   82.874 ha                     29.042 ha         15           13                 Jumlah Unit PKS/Pabrik



Kalimantan Barat                                                              Kalimantan Timur                                    Kalimantan Utara

Sekadau                                                                       Kutai Timur                                         Bulungan
PT AAN                                                                        • PT SWA           • PT KPS                         PT DIL
                                                                              • PT DAN           • PT BPN
     7.689 ha                      1                                          • PT DIN           • PT BAS                              3.366 ha
                                                                              • PT DWT
     3.276 ha                      1 Unit PKS                                                                                          2.887 ha
     1.351 ha                                                                     68.433 ha        7                                   1.202 ha

                                                                                  57.714 ha                                            1
                                                                                                   9 Unit PKS
Sintang                                                                           20.575 ha        1 PKO/KCP                           -
• PT KAP                        • PT DPS
• PT PSA                        • PT MNS
                                                                              Mahakam Ulu
     14.003 ha                     4                                          • PT PUL
     9.666 ha                      -
                                                                                  1.272 ha         1
     2.459 ha
                                                                                  1.029 ha         -
                                                                                  238 ha




Kalimantan Tengah
Lamandau
PT PWP


     11.580 ha                     1
     8.302 ha                      2 Unit PKS
     3.216 ha




      Unit Bisnis Kayu                                                                                           Unit Bisnis Pendukung
                                                                                                                 Energi Terbarukan

Jawa Tengah                                                                                                 Kalimantan Timur

Temanggung                                                                                                  Samarinda
• PT Dharma Satya Nusantara –                                                                               • PT Dharma Sumber Energi (DSE)
  Temanggung (DSN WP Panel)
• PT Tanjung Kreasi Parquet Industry
  (DSN WP Floor)
                                                                                                            Jawa Tengah
     2 Unit Pabrik
                                                                                                            Boyolali
                                                                                                            • PT Biomassa Lestari Nusantara (BLN)

                                                                                                                1 Unit Pabrik




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                              19                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 22
         Profil Segmen Unit Bisnis                                                     [GRI 2-6]


   Profil Segmen Unit Bisnis Kelapa Sawit

          Perjanjian                     Penanaman                                                                                    Area Konservasi




                                                                                                        Kebun


         Pembibitan
                                                       Pabrik Kelapa Sawit

                                                                                                                                Bulking




    Profil Segmen Unit Bisnis Produk Kayu

                                        Panel                                                                       Engineered Floor

       Bahan Baku                                                                             Bahan Baku
        • Sengon                                                                               • Oak Impor
        • Jabon                                                                                • Kayu Lokal Lainnya

        Kapasitas Produksi                                                                     Kapasitas Produksi

        12.000                                                                                 150.000
        m³/bulan                                                                               m³/bulan

        Produk                                                                                 Produk

                     Block Board             Plywood               Bare Core



        Pangsa Pasar                                                                           Pangsa Pasar
                                10% Negara Lain                                                                          9% Pasar Domestik
                                                                                                                         Teka Showroom
                                                                                                                         Alam Sutera, Jl. Jalur Sutera Kav. 298 No. 36-37
            100%
            Ekspor                                                                                                       91% Ekspor
                                90% Jepang                                                                               Eropa, Kanada, USA, New Zeland, Asia



    Profil Segmen Unit Bisnis Pendukung Energi Terbarukan

     Cangkang
     Bahan Cangkang                                            Terminal Multi                                                    Pangsa Pasar
     Kelapa Sawit                                              Guna Samarinda                                                    100% Ekspor ke Jepang


     Pelet Kayu
     Bahan Baku                                        KapasitasTarget Produksi                    Produk                                   Pangsa Pasar
     Sengon, Mahoni, dan Akasia, termasuk
     Kayu Ranting, Residu Potong Kayu, serta
                                                       5.000                                                Pelet kayu
                                                                                                                                            30% Jepang
                                                                                                                                                              100%
                                                                                                                                                              Ekspor
                                                       ton/bulan                                                                             70% Korea
     Residu Limbah Veneer.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                     20                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 23
     Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Kelapa Sawit [POJK F.2]

                        Uraian                                Satuan                            2025       Target 2025

Produksi CPO

Realisasi Produksi                                           Ribu ton                            631           651
Realisasi Penjualan                                          Ribu ton                            629           651
                                                             Rp Miliar                          9.100         7.163
Produksi Non-CPO: Inti Sawit
Realisasi Produksi                                           Ribu ton                            119           126
Realisasi Penjualan                                          Ribu ton                            29             27
                                                             Rp Miliar                           353           162
Produksi Non-CPO: PKO
Realisasi Produksi                                           Ribu ton                            38             42
Realisasi Penjualan                                          Ribu ton                            39             42
                                                             Rp Miliar                          1.115          593


     Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Produk Kayu [POJK F.2]

                        Uraian                                Satuan                            2025       Target 2025

 Produksi Panel

 Realisasi Produksi                                           Ribu m³                            124           124

 Realisasi Penjualan                                          Ribu m³                            124           124

                                                             Rp Miliar                           746           692

 Produksi Engineered Floor

 Realisasi Produksi                                           Ribu m²                            661           780

 Realisasi Penjualan                                          Ribu m²                            633           790

                                                             Rp Miliar                           341           407



     Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Pendukung Energi Terbarukan   [POJK F.2]


                        Uraian                                Satuan                           2025        Target 2025

 Produksi Pelet Kayu

 Realisasi Produksi                                             Ribu ton                              36        60

 Realisasi Penjualan                                            Ribu ton                              37        60

                                                                Rp Miliar                             71       126

 Penjualan Energi Terbarukan-Cangkang

 Realisasi Penjualan                                            Ribu ton                              89       120

                                                                Rp Miliar                           155        195




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                               21                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 24
     Realisasi Produk Penjualan

                                                             Volume Penjualan                      Nilai Penjualan Tahun 2025
              Kegiatan                   Produk                 Tahun 2025                    Domestik                       Ekspor
                                                             (Ribu Ton/m³/m²)          Rp Miliar         %          Rp Miliar                %
                                      Minyak Kelapa
                                                                     629                    9.100           100           -                  -
                                          Sawit
 Unit Bisnis Kelapa Sawit
   • Perkebunan Kelapa Sawit        Minyak Inti Sawit                 39                    1.115           100           -                  -
   • Pabrik Kelapa Sawit
   • Kernel                             Inti Sawit                    29                    353             100           -                  -


                                          Panel                      124                     35              4,7         711               95,3

 Unit Bisnis Produk Kayu
                                    Engineered Floor                 633                     57             16,7         284               83,3


                                       Cangkang                       89                     6               3,8         149               96,2
 Unit Bisnis
 Energi Terbarukan
                                       Pelet Kayu                     37                      -               -          71                 100


     Volume, Persentase, dan Asal Pasokan TBS Terima (Ton)

                                                     2025                                    2024                              2023
           Sumber Pasokan
                                        Jumlah                 %                Jumlah               %             Jumlah                  %

  Kebun Inti                           1.663.463             61,40              1.604.880           63,81          1.765.280             61,59


  Kebun Kemitraan                       446.708              16,49              428.268             17,03          472.830               16,50

                                                             [SRI KEHATI 02]
  External                              598.900              22,11              481.893             19,16          628.019               21,91


  Jumlah                               2.709.070              100               2.515.040            100           2.866.129               100


     Volume Penjualan CPO (Ton) [SRI KEHATI 02]

          Skema Penjualan                Satuan                       2025                          2024                          2023

  CSPO & ISCC


  Segregated                               Ton                       180.650                        195.700                      189.400


  Skema Mass Balance                       Ton                       83.043                         44.000                       32.600


  Skema ISCC Mass Balance                  Ton                       11.500                         23.500                       39.050


  Sub Total                                Ton                       275.193                        263.200                      261.050


  Skema Konvensional (Non-CSPO)


  Sub Total                                Ton                       353.544                        337.911                      403.991




  Grand Total CSPO,
                                           Ton                       628.737                        601.111                      665.041
  Non-CSPO, dan ISCC




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                              22                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
Page 25
    Penjualan Premium CPO (RSPO & ISCC)      [SRI KEHATI 02]


                    Skema                   Satuan                     2025         2024       2023

 Volume Penjualan                             Ton                  275.193          263.200   261.050

 Total Penjualan Produk
                                             Miliar                     76           104        120
 CPO Berkelanjutan

 Total Penjualan CPO                         Miliar                    9.100         7.687     7.577


 Persentase Penjualan Berkelanjutan                                0,84%            1,35%      1,58%



     Penjualan Premium PKO (RSPO) [SRI KEHATI 02]

                    Skema                   Satuan                     2025         2024       2023

 Volume Penjualan                             Ton                  23.002           21.600     19.458

 Total Penjualan Produk
                                             Miliar                     38            39         54
 PKO Berkelanjutan

 Total Penjualan PKO                         Miliar                    1.115         686        511


 Persentase Penjualan Berkelanjutan                                3,40%            5,69%     10,57%



     Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Produk Kayu

                                                                       2024
                                                                       2025          2023
                                                                                     2024       2022
                                                                                                 2023
               Uraian                    Satuan
                                                                         1             2          3

 Panel

 Realisasi Produksi                     Ribu m³                         124           116         98

 Realisasi Penjualan                    Ribu m³                         124           116        100

                                        Rp Miliar                       746           670        617

 Engineered Floor

 Realisasi Produksi                     Ribu m²                         661           720        756

 Realisasi Penjualan                    Ribu m²                         633           627        739

                                        Rp Miliar                       341           324        340


     Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Pendukung Energi Terbarukan

                                                                       2024
                                                                       2025          2023
                                                                                     2024       2022
                                                                                                 2023
               Uraian                    Satuan
                                                                         1             2          3

 Cangkang

 Realisasi Penjualan                    Ribu Ton                        89            95          40

                                        Rp Miliar                       155           183         70

 Pelet Kayu

 Realisasi Produksi                     Ribu Ton                        36           N/A*       N/A*

 Realisasi Penjualan                    Ribu Ton                        37           N/A*       N/A*

                                        Rp Miliar                       71           N/A*       N/A*

*Entitas belum menjalankan kegiatan operasional pada tahun pelaporan




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                  23             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 26
         Strategi Keberlanjutan

Visi dan Strategi Keberlanjutan DSNG                              [POJK C.1]



   Visi Keberlanjutan DSNG



            Menjadi pilihan yang bertanggung jawab bagi manusia, planet dan kemakmuran.


Strategi Keberlanjutan DSNG [POJK A.1] [GRI 2-22]
                                                                                                   Tiga Area Prioritas:
Perusahaan telah menetapkan strategi keberlanjutan yang selaras dengan visi
                                                                                                         Hutan            Iklim
keberlanjutan, sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Keberlanjutan Grup No.
001/DSN/CSO/VII/2021.Pendekatan ini difokuskan pada pengelolaan dampak
                                                                                                         Masyarakat
operasional di tiga area prioritas, dengan berlandaskan pada tiga prinsip dan
kebijakan utama yang menjadi panduan seluruh aktivitas bisnis.
                                                                                                   Tiga Prinsip dan
Kebijakan keberlanjutan Perusahaan diterapkan di seluruh anak perusahaan                           Kebijakan Utama:
dan di sepanjang rantai pasok. Pendekatan ini selaras dengan komitmen global                       No Deforestation, No Peat,
dalam rangka Agenda 2030 PBB dan Perjanjian Paris, sekaligus bertujuan untuk                       No Exploitation (NDPE),
memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional mematuhi peraturan nasional                          Pelestarian, dan Sirkularitas.
dan internasional serta standar sertifikasi yang berlaku.




Matriks Kebijakan Berkelanjutan Grup



                                               Hutan
                                Tanpa Deforestasi   Konservasi Hutan

                                        Keanekaragaman Hayati




                                          Strategi
                                                                                             Kebijakan Keberlanjutan DSN
                                        Keberlanjutan
                                           Grup                                              Group telah disahkan sesuai
                                                                                             dengan Keputusan No. 001/
                                          ESMS, NDPE,
                                     Pelestarian, Sirkularitas                               DSN/CSO/VII/2021 tanggal 8 Juli
              Iklim                                                       Masyarakat
                                                                                             2021, dan dapat diakses melalui
          Tanpa Gambut                                                   Tanpa Eksploitasi
                                                                                             link berikut.
            Konservasi Air                                                Kesejahteraan
               Energi Terbarukan                                       Kemakmuran
                                                                                             Perseroan memiliki kebijakan
                                                                                             NDPE yang dapat diakses melalui
                                                                                             link berikut.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                  24                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 27
           Topik Material                                                            [GRI 2-14, 3-1, 3-2, 3-3]



Penentuan Topik Material

    Identifikasi                                                          Stakeholder                       Prioritas                             Validasi                            Pelaporan
    Identifikasi dan                                                      Pelibatan Pemangku                DSNG                                  Isu-isu material                    DSNG melaporkan
    review topik yang                                                     Kepentingan terdiri               memprioritaskan                       prioritas utama                     isu-isu material
    berkaitan dengan                                                      karyawan semua                    isu-isu material                      ditinjau dan                        utama dengan
    isu-isu keberlanjutan                                                 level, pelanggan,                 berdasarkan dampak                    divalidasi oleh                     fokus pada
    utama dengan                                                          investor, komunitas,              dan relevansi                         Manajemen Senior                    keterbandingan,
    mempertimbangkan                                                      pemasok, LSM,                     strategisnya,                         dan Direksi. Proses                 akurasi, kejelasan,
    faktor Lingkungan,                                                    dan regulator                     memastikan                            ini memastikan                      keseimbangan,
    Sosial, dan Tata                                                      melalui survei                    keselarasan                           dukungan dan                        dan transparansi.
    Kelola (ESG).                                                         untuk memastikan                  dengan tujuan                         komitmen
    Wawasan diambil                                                       topik material kami               keberlanjutan. Isu-                   kepemimpinan,
    dari benchmarking                                                     mencerminkan                      isu utama dieskalasi                  menyelaraskan
    industri, konsultasi                                                  kekhawatiran                      untuk ditindaklanjuti                 prioritas
    internal, identifikasi                                                dan harapan                       dan dipantau.                         keberlanjutan
    topik berdasarkan                                                     para pemangku                                                           dengan tujuan bisnis
    standar (GRI, SASB,                                                   kepentingan.                                                            jangka panjang
    SPOTT, CSA).                                                                                                                                  DSNG.


                                                                          Monitor                                            Manage                                            Lead
                                            Tinggi




                                                                                                                                                                                  Kepatuhan Lingkungan
        Penting Bagi Pemangku Kepentingan




                                                                                                                                                                                        & Hukum
                                                                                                                                                                Rantai Pasok
                                                                                                                     Keanekaragaman
                                                                                                                    Hayati & Konservasi
                                                                                          Perubahan Iklim


                                                                                                                                                               Pencegahan &
                                                                                                                                                           Pengolahan Kebakaran
                                            Sedang




                                                                    Perlibatan Pemangku                 Tata Kelola &                                                             Keselamatan &
                                                                         Kepentingan                     Etika Bisnis                   Hak Asasi Manusia &                       Kesehatan Kerja
                                                                                                                                      Praktik Ketenagakerjaan
                                                     Pengelolaan Energi

                                                                                                       Keberagaman & Inklusi


                                                                     Kesehatan Tanah &                  Pengembangan SDM
                                                                       Pengendalian
                                                                       Hama Terpadu
                                                                                                       Pengembangan Masyarakat                        Pengelolaan Limbah



                                                                                                                                Pengelolaan Air
                                            Rendah




                                                     Rendah                                                                  Sedang                                                           Tinggi

                                                                                                                 Penting Bagi DSNG

Setelah memetakan matriks materialitas, DSNG menilai dampak aktual dan potensial dari setiap topik keberlanjutan serta
menetapkan dampak yang paling signifikan untuk pelaporan. Penetapan ini diperkuat melalui Stakeholder Engagement Forum
(SEF) keempat yang diselenggarakan pada 8 Oktober 2025 di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri sebanyak
29 lembaga masyarakat sipil, 3 institusi perbankan dan finansial, 2 lembaga pemerintah, dan 1 lembaga penelitian. Forum ini
menjadi sarana untuk menyampaikan kinerja keberlanjutan, menerima masukan, dan memvalidasi prioritas topik material.



 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                                                          25                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 28
Berdasarkan hasil kuesioner Stakeholder Engagement Forum yang dilaksanakan pada tahun 2024 dan 2025, Perusahaan melakukan
penilaian terhadap tingkat kepentingan berbagai topik keberlanjutan untuk menentukan skala prioritas material. Dibandingkan
2024, beberapa topik menunjukkan kenaikan skor rata-rata dan posisi prioritas, yaitu:

            Perubahan Iklim                     Manajemen Energi                      Kolaborasi dan Transparansi Pelaporan
            (Climate Change)                    (Energy Management)                   (Stakeholder Engagement & Reporting)

Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya perhatian stakeholder terhadap risiko transisi iklim, efisiensi energi, serta kebutuhan
transparansi yang lebih kuat dalam pelaporan keberlanjutan. Secara keseluruhan:


               Tidak terjadi perubahan isu material utama, namun terdapat peningkatan fokus pada isu perubahan iklim dan
               efisiensi energi di tahun 2025.

               Stakeholder menunjukkan ekspektasi yang semakin kuat terhadap aspek risiko lingkungan dan transparansi.

               Isu tata kelola dan keselamatan tetap menjadi prioritas paling konsisten dalam dua tahun berturut-turut.


Perbandingan ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk melakukan penyempurnaan strategi keberlanjutan, khususnya dalam
penguatan manajemen risiko iklim dan peningkatan kualitas pelaporan. Topik material yang telah ditetapkan diselaraskan
dengan tiga pilar keberlanjutan DSNG yaitu Hutan, Iklim, dan Masyarakat yang berlandaskan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
Seluruh topik tersebut terintegrasi dengan komitmen NDPE serta mendukung kontribusi DSNG terhadap Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan yang relevan dengan kegiatan dan nilai perusahaan.

Pertimbangan Topik Material
       Hutan | Rantai Pasok

             Pertimbangan Materialitas                                                Strategi

  Perseroan menjaga kepastian pasokan            • Menjamin kepatuhan pemasok terhadap prinsip NDPE, legalitas lahan,
  bahan baku untuk mendukung                       dan standar lingkungan.
  kelancaran operasional dengan                  • Menerapkan sistem ketertelusuran end-to-end untuk memastikan bahan
  memastikan seluruh pemasok TBS dan               baku legal dan bebas deforestasi.
  kayu beroperasi secara legal, mematuhi
  standar lingkungan, dan bebas dari             • Melakukan penilaian pemasok berbasis ESG secara berkala sesuai
                                                   standar DSNG.
  konversi hutan.
                                                 • Memperkuat kapasitas petani plasma dan swadaya melalui pelatihan,
                                                   pendampingan, dan sekolah lapang.
                                                 • Memantau deforestasi di konsesi dan area pemasok menggunakan
                                                   citra satelit terkini.
                                                 • Membangun kolaborasi multipihak dengan pemerintah, lembaga sertifikasi,
                                                   dan asosiasi industri untuk memperkuat keberlanjutan rantai pasok.


       Hutan | Perlindungan Hutan dan Keanekaragaman Hayati

        Pertimbangan Materialitas                                                 Strategi

  Pengelolaan hutan yang                  • Mengelola dan memulihkan hutan melalui konservasi terencana sesuai standar RSPO
  bertanggung jawab menjaga                 (NPP dan HCV).
  keutuhan ekosistem dan habitat          • Melindungi spesies kritis, terancam dan rentan berdasarkan regulasi IUCN Red List.
  keanekaragaman hayati. Upaya
  ini meminimalkan risiko konflik         • Memperkuat kolaborasi konservasi dengan pemerintah, NGO, dan
  dan memperkuat keberlanjutan              lembaga riset.
  sosial di sekitar wilayah operasi.      • Memantau area konservasi secara rutin menggunakan SMART Patrol
                                            dan kamera jebakan.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                      26                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 29
      Hutan | Kesehatan Tanah dan Pengendalian Hama Terpadu

     Pertimbangan Materialitas                                                            Strategi

 Kesehatan tanah dan                         • Menerapkan praktik agronomi yang tepat untuk mendukung peningkatan kesehatan dan
 pengendalian hama terpadu                     kualitas tanah.
 menjadi faktor kunci untuk
 menjaga ketersediaan nutrisi                • Menerapkan Integrated Pest Management (IPM) untuk pengendalian hama yang ramah
 dan memastikan produktivitas                  lingkungan.
 tanaman secara berkelanjutan.               • Mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia secara bertahap dengan pemanfaatan
                                               predator alami dan tanaman inang pendukung.


       Iklim | Perubahan Iklim

                                Pertimbangan Materialitas                                                    Strategi

 Perubahan iklim merupakan isu strategis yang semakin penting                      DSNG telah mengidentifikasi risiko iklim, termasuk risiko
 dalam konteks keberlanjutan, sebab bisnis kami sangat dipengaruhi                 fisik, risiko transisi, serta peluang yang relevan dengan
 oleh kondisi lingkungan dan stabilitas cuaca. DSNG menyadari bahwa                operasional di Indonesia. Perseroan menyusun Rencana
 risiko yang berkaitan dengan iklim tidak hanya dapat memengaruhi                  Aksi Iklim (CAP) 2030 untuk menurunkan emisi dan
                                                                                   mendukung upaya pengendalian kenaikan suhu global.
 operasional, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas bagi
 lingkungan dan masyarakat.


       Iklim | Pengelolaan Air

                                Pertimbangan Materialitas                                                    Strategi

 Pengelolaan air menjadi isu material karena operasional perkebunan               •    Efisiensi penggunaan air di pabrik dan kebun.
 sangat bergantung pada ketersediaan dan kualitas air, sehingga                   •    Pengelolaan efluen sesuai baku mutu.
 diperlukan penggunaan yang efisien, pengendalian risiko hidrologis,
                                                                                  •    Perlindungan DAS dan riparian.
 serta pemenuhan baku mutu lingkungan.
                                                                                  •    Pemetaan serta mitigasi risiko air.
                                                                                  •    Pelibatan pemangku kepentingan.


       Iklim | Pengelolaan Energi

                        Pertimbangan Materialitas                                                       Strategi

 Kebutuhan energi yang besar untuk operasional heat-based            •        Menerapkan kebijakan efisiensi energi serta memperluas
 machinery menjadikan efisiensi energi sebagai prioritas                      pemanfaatan energi terbarukan.
 strategis dalam menjaga produktivitas dan efisiensi biaya.


       Iklim | Pengelolaan Limbah

                        Pertimbangan Materialitas                                                       Strategi

 Pengelolaan limbah menjadi isu krusial dalam operasional            •        Mengolah POME melalui WWTP dan land application sesuai
 perusahaan karena limbah yang dihasilkan berpotensi                          baku mutu.
 mencemari lingkungan. Perseroan perlu memastikan                    •        Memanfaatkan limbah padat (cangkang, fiber, bungkil, dan
 kepatuhan terhadap baku mutu, pengelolaan limbah B3                          limbah kayu sebagai bahan bakar boiler.
 yang aman, serta pengurangan timbulan limbah guna                   •        Mengelola limbah B3 secara aman melalui penyimpanan,
 meminimalkan risiko lingkungan, hukum, serta memenuhi                        pencatatan,
 ekspektasi pemangku kepentingan terhadap praktik                             dan pengangkutan berizin.
 lingkungan yang bertanggung jawab.                                  •        Mencegah pencemaran melalui sistem spill control dan inspeksi
                                                                              area berisiko.
                                                                     •        Menerapkan prinsip 3R untuk mengurangi timbulan sampah.
                                                                     •        Memantau dan melaporkan kualitas efluen, volume limbah, dan
                                                                              kepatuhan lingkungan sesuai PROPER dan ketentuan hukum
                                                                              yang berlaku.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                            27                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 30
       Masyarakat | Hak Asasi Manusia dan Praktik Ketenagakerjaan

                Pertimbangan Materialitas                                              Strategi

  Pemberdayaan masyarakat lokal merupakan         • Melibatkan pekerja lokal sebagai karyawan DSNG maupun melalui pemasok,
  bagian dari komitmen perusahaan terhadap          dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.
  pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.    • Menjamin kesempatan kerja setara, penghormatan hak pekerja, dan praktik
  Pemberdayaan ini dilakukan melalui praktik        kerja tanpa diskriminasi.
  ketenagakerjaan yang menghormati HAM,
  dengan membuka kesempatan kerja agar
  manfaat operasional dirasakan langsung oleh
  masyarakat sekitar.


       Masyarakat | Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Masyarakat

               Pertimbangan Materialitas                                               Strategi

  Perseroan menjaga stabilitas sosial dengan      • Mengembangkan kapasitas karyawan melalui pelatihan, kaderisasi, serta
  memperkuat kapasitas tenaga kerja,                penguatan K3 dan kesejahteraan kerja.
  meningkatkan kesejahteraan masyarakat,          • Mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
  dan berkontribusi pada pembangunan                melalui dukungan UMKM, peluang ekonomi lokal, serta akses pendidikan
  desa, sehingga meminimalkan konflik dan           dan kesehatan.
  mendukung keberlanjutan operasional.            • Berkontribusi pada pembangunan desa melalui penyediaan infrastruktur dasar,
                                                    dialog berkelanjutan, dan mekanisme keluhan yang efektif.



       Masyarakat | Keberagaman dan Inklusi

               Pertimbangan Materialitas                                              Strategi

  Keberhasilan operasional ditopang oleh         • Menjamin kesempatan kerja setara tanpa diskriminasi.
  lingkungan kerja yang adil, aman, dan
                                                 • Mendorong peran perempuan melalui pelatihan dan pengembangan karier.
  inklusif di mana keberagaman mendorong
  terciptanya inovasi, produktivitas, serta      • Menerapkan kebijakan anti-diskriminasi dengan mekanisme pelaporan yang
                                                   aman.
  terciptanya budaya kerja yang harmonis,
  khususnya di wilayah operasi yang              • Memperkuat budaya saling menghormati melalui pelatihan etika dan
  multikultural.                                   kepemimpinan.
                                                 • Mendukung kesejahteraan keluarga karyawan lewat akses setara pada
                                                   pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
                                                 • Melakukan komunikasi dan dialog secara rutin.


       Masyarakat | Keselamatan dan Kesehatan Kerja

               Pertimbangan Materialitas                                              Strategi

  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)           • Menerapkan kebijakan zero accident melalui SOP keselamatan, identifikasi risiko,
  menjadi prioritas utama perusahaan untuk         dan pengendalian rutin.
  menjaga keberlangsungan operasi dan            • Memperkuat budaya K3 melalui pelatihan, safety briefing, kampanye
  meningkatkan produktivitas. Mengingat            keselamatan, dan stop work authority.
  tingginya risiko di sektor perkebunan dan
                                                 • Menyediakan dan mengawasi penggunaan APD, serta meningkatkan
  pengolahan, setiap insiden dapat berdampak       kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sertifikasi K3.
  pada pekerja, kelangsungan operasi, biaya,
  serta reputasi. Oleh karena itu, perusahaan    • Melakukan inspeksi berkala pada fasilitas dan peralatan kerja, serta menyiapkan
                                                   tim tanggap darurat, simulasi evakuasi, dan layanan
  menanamkan budaya keselamatan melalui
                                                   kesehatan kerja.
  pelatihan, pengawasan, dan penerapan
  sistem manajemen risiko yang konsisten.        • Mencatat dan menindaklanjuti near miss serta insiden sebagai bagian dari
                                                   perbaikan berkelanjutan dan pemenuhan regulasi K3 nasional.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                    28                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 31
      Tata Kelola | Kepatuhan Lingkungan dan Hukum

            Pertimbangan Materialitas                                            Strategi

 Ketidakpatuhan terhadap regulasi           • Menerapkan sistem manajemen kepatuhan untuk memantau regulasi
 lingkungan dan hukum dapat memicu            lingkungan dan hukum utama, termasuk AMDAL, limbah B3, emisi, dan EUDR.
 sanksi, gangguan operasional, dan risiko   • Menetapkan fungsi kepatuhan yang melapor langsung ke Direksi untuk
 reputasi, sekaligus berdampak pada           memastikan implementasi regulasi.
 lingkungan dan masyarakat. Karena itu,
 kepatuhan terhadap regulasi nasional       • Mengelola risiko lingkungan secara berkala melalui identifikasi,
                                              evaluasi, dan mitigasi.
 dan internasional menjadi kunci untuk
 menjaga keberlanjutan usaha, akses         • Menyelenggarakan pelatihan rutin terkait regulasi, pengelolaan
 pasar, dan kepercayaan pemangku              lingkungan, dan K3.
 kepentingan.                               • Memperkuat koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan
                                              serta melakukan audit internal dan inspeksi lapangan secara berkala.



      Tata Kelola | Pelibatan Pemangku Kepentingan

            Pertimbangan Materialitas                                            Strategi

 Pelibatan pemangku kepentingan             • Melakukan dialog rutin dan mengelola mekanisme keluhan yang transparan
 menjadi isu material karena hubungan         dengan masyarakat, pemerintah, dan organisasi lokal.
 yang harmonis dan komunikasi               • Membangun kolaborasi program sosial–ekonomi (pendidikan, kesehatan,
 yang transparan dengan masyarakat,           infrastruktur) bersama pemangku kepentingan.
 pemerintah, karyawan, dan mitra bisnis
 penting untuk meminimalkan konflik,        • Meningkatkan keterlibatan karyawan melalui forum komunikasi, pelatihan,
                                              dan survei.
 menjaga social license to operate, serta
 mengintegrasikan ekspektasi pemangku       • Menjaga komunikasi terbuka dengan pemasok dan mitra bisnis untuk
 kepentingan dalam pengambilan                memastikan kepatuhan standar keberlanjutan.
 keputusan perusahaan.                      • Melaporkan kinerja keberlanjutan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas
                                              kepada seluruh pemangku kepentingan.


      Tata Kelola | Tata Kelola dan Etika Bisnis

            Pertimbangan Materialitas                                            Strategi

 Praktik bisnis yang transparan,            • Menerapkan kebijakan anti-korupsi, anti-suap, dan pengelolaan konflik
 akuntabel, dan beretika menjadi              kepentingan sesuai regulasi dan standar internasional.
 dasar untuk menjaga reputasi,              • Menjamin transparansi dan akuntabilitas melalui pelaporan keuangan, audit,
 memastikan kepatuhan hukum,                  serta pelaporan berkala.
 serta membangun kepercayaan
 pemangku kepentingan. Tata kelola          • Melakukan sosialisasi kode etik dan menyediakan whistleblowing system yang
                                              aman dan mudah diakses.
 yang baik mencegah pelanggaran dan
 memastikan pengambilan keputusan           • Meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan etika, kepatuhan hukum,
 yang profesional serta berorientasi          dan tata kelola.
 keberlanjutan.                             • Mengintegrasikan prinsip ESG dalam pengambilan keputusan dan
                                              strategi perusahaan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                 29                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 32
Pencapaian Keberlanjutan dan Kontribusi DSNG Bagi Target Pembangunan


         Pilar Hutan

  Perlindungan area              •   Pengelolaan dan perlindungan area konservasi seluas 16.355 hektare
  dengan Nilai Konservasi            (±15% dari total area konsesi).
  Tinggi di dalam konsesi        •   Kerja sama dengan pemangku kepentingan dalam kegiatan survei
                                     keanekaragaman hayati.
                                 •   Pelaksanaan program konservasi berbasis masyarakat.
                                 •   Pengelolaan konservasi program RaCP di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir
                                     Utara, Kabupaten Ketapang mengelola 654 hektare dan Desa Sepakat Jaya, Kecamatan
                                     Nanga Trayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dengan cakupan luas wilayah
                                     6.967 hektare.


  Implementasi                   •   Pemantauan keanekaragaman hayati terus dilakukan dengan didukung aplikasi SMART
  pemantauan konservasi              Patrol dan kamera jebakan.
  keanekaragaman hayati          •   Pengelolaan 8.733 hektare kawasan konservasi sebagai habitat flora dan fauna, termasuk
                                     33 spesies berstatus Kritis, Terancam, dan Rentan menurut IUCN Red List pada 2025,
                                     dengan pemantauan mencatat 728 perjumpaan spesies fauna dan 560
                                     spesies flora.
                                 •   Pemantauan deforestasi di wilayah konsesi dan pemasok dengan sistem Nusantara Atlas.
                                 •   Pendataan satwa dan spesies pohon di kawasan konservasi.
                                 •   Pelatihan personel satuan tugas konservasi.
                                 •   Implementasi program konservasi satwa liar dan restorasi ekosistem.
                                 •   Kolaborasi DSNG dengan SINTAS (mitra ZSL) dalam pengelolaan areal konservasi dan
                                     keanekaragaman hayati menggunakan pendekatan TNFD LEAP.


  Kepatuhan 100%                 •   ≥ 75% terdaftar penandatanganan komitmen NDPE oleh pemasok.
  pemasok terhadap               •   Implementasi kebijakan NDPE melalui sosialisasi yang menjangkau 50% pemasok IPC,
  kebijakan NDPE DSNG                50% Koperasi Swadaya, dan 25% Agen
  dan ketertelusuran             •   Ketertelusuran kebun di seluruh unit PKS mencapai 97,76%.
  pasokan                        •   Ketertelusuran pasokan inti sawit mencapai 100% ketertelusuran hingga pabrik, serta
                                     99,48% ketertelusuran hingga kebun pemasok.
                                 •   Peningkatan kapasitas pemasok melalui sekolah lapang sejumlah 8.562 petani.
                                 •   Ketertelusuran, pasokan kayu dan produk hasil kayu dari Unit Bisnis Produk Kayu & Energi
                                     Terbarukan telah mencapai ketertelusuran 100% hingga ke tingkat pemasok.


  Petani yang mendapat           •   Tahun 2025, sebanyak 1.000 petani memperoleh manfaat dari program penyaluran bibit
  manfaat dari program               jabon, serta pelatihan khusus yang diberikan kepada 200 petani, dimana diantaranya 71
  distribusi bibit jabon             petani perempuan.


  Petani yang mengikuti          •   DSNG berkolaborasi dengan Rainforest Alliance menetapkan 25 orang trainer untuk
  program peningkatan                memberikan pelatihan kepada 290 petani, terdiri 173 laki-laki dan 117 perempuan,
  kapasitas                          dalam proses untuk peningkatan kapasitas terkait sistem agroforestri yang tahan
                                     terhadap perubahan iklim, literasi keuangan, dan sertifikasi FSC.


  Peremajaan perkebunan          •   Pelaksanaan program peremajaan tanaman kelapa sawit seluas 2.249 ha.
  kelapa sawit DSNG




 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                               30                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
       Pilar Iklim

Bisnis dan operasional          Program Adaptasi Perubahan Iklim:
DSNG mampu beradaptasi          •   Pengembangan proyek konservasi air di PT BPN.
terhadap dampak                 •   Memperkuat Adaptasi Iklim melalui Konservasi dan Serangga Penyerbuk.
perubahan iklim                 •   Perlindungan Kesehatan Pekerja terhadap Risiko Panas Ekstrem.
                                •   Instalasi dan pengoperasian sistem daur ulang air di GRHA DSN dan WP Panel.

Melakukan mitigasi              Intensitas emisi Perseroan mengalami penurunan dibandingkan tahun dasar (2022) melalui
dengan target                   beberapa langkah:
penurunan emisi GRK             Unit Bisnis Kelapa Sawit:
44% pada tahun 2030             •   Penyusunan dan implementasi peta jalan kemandirian energi.
(pengurangan 70%                •   Pembangunan dan pengoperasian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
lingkup 1, 28% lingkup          •   Pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk dan sumber energi alternatif.
2, dan 23% lingkup 3)           •   Pemetaan Biomassa untuk mengidentifikasi potensi sumber energi alternatif yang
                                    tersedia di seluruh rantai nilai DSNG.
                                •   Penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan energi dan limbah.
                                •   Pada unit bisnis kelapa sawit, perhitungan menggunakan PalmGHG Calculator RSPO v4,
                                    menunjukkan total emisi sebesar 291.322 tCO₂e dan intensitas emisi sebesar
                                    0,57 tCO2e/Ton CPO.
                                Unit Bisnis Produk Kayu dan Energi Terbarukan:
                                •   Pemanfaatan listrik dari sumber energi terbarukan.
                                •   Penerapan teknologi dan modifikasi mesin untuk penghematan energi.
                                •   Penggantian peralatan operasional berbasis bahan bakar fosil menjadi listrik seperti Forklift.
                                •   Pemanfaatan limbah kayu dari unit usaha produk kayu dan energi terbarukan sebagai
                                    bahan bakar boiler.
                                •   Penerapan inovasi close loop system pada dust collector.

Mendorong solusi berbasis      Mengintegrasikan pendekatan adaptasi dan mitigasi iklim melalui DSN Award:
kebutuhan lapangan yang        •  Meningkatkan Produktivitas Aplikasi Solid BP1 Estate (Adaptasi Soil Organics).
mendukung efisiensi emisi      •  Mengoptimalkan Penggunaan Bahan Bakar Cangkang dari Light Tank Dirt Separator
dan ketahanan iklim melalui       (LTDS) ke Boiler (Mengurangi Penggunaan Biomassa - Scope 1).
penguatan inovasi operasional.

Mandiri energi dengan           •   Pengoperasian fasilitas Bio-CNG dan Biogas yang mendukung pemenuhan kebutuhan
energi terbarukan in-situ           energi operasional.
                                •   Pemanfaatan energi terbarukan untuk menggantikan sebagian penggunaan bahan
                                    bakar fosil.
                                •   Kontribusi pemanfaatan POME terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.
                                •   Transisi kendaraan bahan bakar Bio-CNG.
                                •   Penerapan Pola hidup Hemat Energi.

Mengurangi atau                 •   Intensitas penggunaan air unit PKS selama 2025 sebesar 0,87 m3/ton TBS.
mempertahankan konsumsi         •   Intensitas penggunaan air di DSN WP Panel sebesar 0,63 m3/m3 dan DSN WP Floor sebesar
intensitas penggunaan air           0,07 m3/m2.
hingga < 1,1 m³/ton TBS         •   Intensitas penggunaan air unit bisnis energi terbarukan selama 2025 sebesar 0,06 m3/ton
                                    produksi.
                                •   GRHA DSN menerapkan efisiensi penggunaan air pada sistem chiller untuk menjaga
                                    stabilitas kualitas air.
                                •   Penerapan optimalisasi air daur ulang boiler di WP Panel.


Pengelolaan Sampah              •   Pada tahun 2025, GRHA DSN mampu mengelola sekitar 70% sampah organik secara in-situ
di GRHA DSNG                        melalui komposting sampah daun dan ranting; dan pengembangan 76 lubang biopori.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                31                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 34
          Pilar Masyarakat

 Peningkatan kapasitas praktik       Pelaksanaan sekolah lapang bagi petani swadaya yang memasok TBS melalui
 terbaik petani swadaya              koperasi dan agen.


 Masyarakat di sekitar wilayah
                                     Kerja sama dengan pemasok lokal untuk mendukung aktivitas
 operasional turut berdaya melalui
                                     operasional Perseroan.
 kegiatan peningkatan penghidupan

 Menjamin kehidupan yang             •   Pencapaian 10 sertifikasi Zero Accident pada entitas operasional.
 sehat dan sejahtera                 •   Pelaksanaan program pemberantasan jentik nyamuk.
                                     •   Pemeriksaan kesehatan (MCU) secara berkala.
                                     •   Pelatihan dan sosialisasi sertifikasi serta penerapan K3.


 Dukungan terhadap fasilitas         Pengelolaan fasilitas klinik di wilayah operasional yang didukung tenaga medis
 kesehatan di dalam dan sekitar      dan peralatan kesehatan yang memadai.
 wilayah operasional


 Pemerataan peluang kerja bagi       •   Pendampingan Credit Union mitra dengan 2.781 anggota dan total aset
 masyarakat                              sebanyak Rp 67,5 Miliar.
                                     •   Kerja sama dengan BUMDes untuk mendukung pemenuhan kebutuhan
                                         operasional oleh 300 petani setempat.
                                     •   Pendampingan agroforestri tangguh iklim untuk petani kecil.
                                     •   Pelatihan budidaya ayam petelur untuk penguatan ekonomi masyarakat
                                         dengan 12 penerima dengan pendapatan total 12,37 juta rupiah.


 Penyelenggaraan perlindungan        •   Pelaksanaan asesmen gender bekerja sama dengan lembaga independen.
 serta pemenuhan hak                 •   Pelatihan Komite Gender yang melibatkan 356 anggota terkait kesetaraan
 perempuan dan anak                      gender, pencegahan kekerasan, dan penanganannya.
                                     •   Penyediaan fasilitas pengasuhan anak bagi karyawan yang bekerja di
                                         lingkungan operasional.
                                     •   Pemberian makanan tambahan, Vitamin A, dan pemantauan tumbuh
                                         kembang secara berkala untuk 1.020 anak penerima manfaat.
                                     •   Pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan dan edukasi deteksi dini
                                         kanker terhadap 1.000 perempuan usia subur.


 Pengembangan masyarakat             Pelaksanaan kegiatan pelestarian budaya dan peningkatan kapasitas
 adat serta perlindungan dan         masyarakat adat melalui pendidikan, ekonomi kreatif, dan kegiatan sosial.
 pengelolaan warisan budaya


 Peningkatan akses pendidikan        •   Pelaksanaan program edukasi lingkungan, penguatan nilai budaya,
 dan penurunan angka anak                pemberian makan gratis bagi siswa, serta pembekalan K3 bagi pelajar vokasi.
 putus sekolah                       •   Pendataan, pendampingan administrasi, sosialisasi, monitoring, dan
                                         kebijakan wajib kembali bersekolah.


 Peningkatan akses dan               •   Pembangunan dan perawatan infrastruktur desa binaan.
 konektivitas desa melalui           •   Perbaikan jalan, drainase, dan dukungan fasilitas publik.
 penguatan infrastruktur




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                            32                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 35
Budaya Inovasi Berkelanjutan                [POJK F.26]


Dalam upaya memperkuat kinerja operasional dan keberlanjutan, Perseroan mengintegrasikan inovasi teknologi, efisiensi energi,
dan budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Melalui DSN Award Convention yang diadakan setiap tahun, Perseroan
memberikan apresiasi kepada tim dan unit yang berhasil menjalankan inisiatif peningkatan kinerja di bidang perkebunan, pabrik
kelapa sawit, alat berat, infrastruktur, produk kayu, serta aspek pendukung dan keberlanjutan.

Pada tahun 2025, DSNG mencatat partisipasi sebanyak 695 tim/tema dalam ajang DSN Award Convention. Sebanyak 5.185
peserta berhasil berpartisipasi penuh hingga tahap konvensi, dan 7 tim terbaik terpilih untuk melaju ke tingkat Temu Karya Mutu
dan Produktivitas Nasional (TKMPN). Para kontributor unggulan menerima apresiasi berupa penghargaan finansial dan piala,
serta berkesempatan mewakili perusahaan dalam ajang TKMPN XXIX 2025 yang diselenggarakan pada 24-29 November 2025
di Harmoni One Hotel & Convention Center, Batam. Berikut ini merupakan bentuk inovasi keberlanjutan terbaik dan dampaknya
bagi Perseroan:

Bentuk Inovasi dan Pengaruhnya Terhadap Perseroan           [SPOTT 120]




               Unit Bisnis Kelapa Sawit

    Bentuk Inovasi Pemenang                                               Pengaruh Terhadap Perseroan

    QCP: Mengatasi Kerusakan Injektor Pada Alat Berat                     Peningkatan keandalan alat berat, sehingga
    Excavator, Motor Grader, dan Compactor di PT Gemilang                 downtime operasional menurun.
    Utama Nusantara.

    QCC: Mengurangi Material Terbuang/Waste Pada Fabrikasi                Efisiensi penggunaan bahan baku, sehingga
    Reducer di Central Workshop Fabrikasi PT GUN.                         biaya material dapat ditekan.

    QCC: Menurunkan Pelaksanaan Verifikasi Servis                         Meningkatkan akurasi data sensus pokok, mendukung
    Ulang Sensus Pokok di Area Replanting PT Swakarsa                     perencanaan agronomi yang lebih tepat.
    Estate Jabdan 2


    QCC: Meningkatkan Kemampuan Mendongeng Ibu                            Peningkatan kualitas layanan TPA untuk mendukung
    TPA di PT DSN Site Muara Wahau                                        pembinaan anak pekerja yang lebih baik.


    QCC: Mengoptimalkan Sistem Pengolahan Sampah                          Memperkuat budaya pemilahan & 3R (Reduce,
    Perumahan di Station Miau Baru                                        Reuse, Recycle) yang mendukung ekonomi sirkular
                                                                          di area operasional.


    SS: Meningkatkan Lifetime Alat kerja Cleaning di                      Mengurangi frekuensi penggantian alat, sehingga
    Station Miau Baru                                                     downtime pekerjaan cleaning menurun.




 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   33                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 36
              Unit Bisnis Produk Kayu

    Bentuk Inovasi Pemenang                                          Pengaruh Terhadap Perseroan

    QCC: Menurunkan Frekuensi Kerusakan Motor                        Stabilitas operasional boiler meningkat,
    di Boiler Oil Long                                               sehingga proses produksi lebih lancar.

    QCC: Mengurangi Pembuangan Limbah Catcher                        Mendukung pencapaian target keberlanjutan
                                                                     dan pengurangan limbah.

    QCC: Meningkatkan Persentase Pengelolaan Limbah Cair             Meningkatkan kualitas pengolahan limbah cair,
    Coating dari 10% menjadi 100% di Area Limbah B3                  sehingga parameter efluen lebih stabil dan aman.

    QCP: Meningkatkan Kualitas Pelayanan Ekspor -                    Mempercepat proses dokumen dan clearance,
    Impor di PT TKPI                                                 sehingga lead time pengiriman (export/import)
                                                                     lebih pendek.

    SS: Modifikasi Sprocket Pecah Pada Chain Conveyor                Mendorong inovasi teknis, meningkatkan kualitas
    Mesin Double Saw 02                                              engineering dan perbaikan berkelanjutan.



      HO & New Strategic
    QCC: Meningkatkan Produktivitas tenaga Kerja Bagging             Meningkatkan kualitas kerja karyawan, melalui
    di Afdeling 2 PT Panyindangan                                    standar kerja yang lebih efektif & optimal.

    QCP: Menurunkan Persentase Error Plan vs Aktual Utilisasi        Meningkatkan akurasi mencapai target operasional,
    Bio-CNG di Emplasmen Estate Jabdan 2 PT SWA                      terutama jika terjadi mismatch antara pasokan dan
                                                                     kebutuhan energi.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   34                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 37
Budaya Inovasi Berbuah Efisiensi [POJK F.26]

DSNG mendorong pemanfaatan                Pada unit bisnis Kelapa Sawit, Tim QCC Gogoe mengoptimalkan pengelolaan
inovasi dan teknologi melalui             sampah perumahan di Tempat Sampah Miau Baru melalui penerapan metode
program Quality Control Circle            8 Step QCC. Program ini mencakup pemilahan sampah dari sumber serta
(QCC) untuk meningkatkan efisiensi        pembangunan sistem daur ulang terpadu yang meliputi pengolahan sampah
operasional, kinerja lingkungan, dan      organik menjadi kompos, daur ulang kertas, dan pengolahan sampah anorganik.
keselamatan kerja di seluruh              Sistem dirancang secara mandiri dengan biaya efisien dan mudah direplikasi.
                                          Implementasi program meningkatkan tingkat pengelolaan sampah dari 0%
unit bisnis.
                                          menjadi 100%, dengan volume sekitar 9 kilogram per hari dikelola sepenuhnya
                                          tanpa dibuang ke lingkungan. Program ini meningkatkan kebersihan lingkungan
                                          dan menghasilkan penghematan biaya alat berat TPA sekitar Rp10,25 juta per
                                          tahun, sekaligus meningkatkan kesadaran warga.

                                          Pada unit bisnis DSN WP Panel, Tim QCC Hello melakukan perbaikan pengelolaan
                                          limbah air catcher pada output Hotpress 6 melalui pembangunan sistem filter
                                          air multi media, pemasangan pipa rotasi, serta pemanfaatan kembali air hasil
                                          penyaringan. Pembuangan limbah air catcher berhasil diturunkan dari rata rata
                                          62 kilogram menjadi sekitar 2 kilogram per bulan. Air hasil penyaringan dapat
                                          digunakan kembali dan telah memenuhi hasil uji laboratorium. Inisiatif ini
                                          menghasilkan penghematan biaya sekitar Rp2,84 juta per bulan, mengurangi
                                          potensi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan keselamatan dan
                                          kenyamanan kerja operator.

                                          Pada unit bisnis DSN WP Floor, Tim QCC Sehat mengembangkan formula kimia
                                          mandiri untuk pengelolaan limbah cair coating dan mengoptimalkan kinerja
                                          IPAL. Implementasi ini menghilangkan kasus iritasi dan luka bakar pada pekerja,
                                          menstabilkan pH limbah pada kisaran 7 hingga 8 sesuai baku mutu, serta
                                          menurunkan biaya pengelolaan limbah sebesar 81,5% dari sekitar Rp9,54 juta
                                          menjadi Rp1,17 juta per bulan. Program ini meningkatkan kepatuhan lingkungan
                                          dan berdampak positif terhadap moral kerja karyawan tanpa adanya
                                          keluhan lanjutan.




          Kontribusi terhadap Kemakmuran Bersama
Dampak Ekonomi Tidak Langsung [GRI 203-1, 203-2]

Perseroan berkomitmen dalam mendorong pembangunan                   perbaikan, pengelolaan lingkungan, pengembangan UMKM,
berkelanjutan di komunitas sekitar wilayah operasional              serta kelompok seni dan ekowisata berbasis masyarakat
dengan menerapkan prinsip kemakmuran bersama. Upaya                 dengan biaya investasi mencapai Rp 812 juta. Hingga
ini tidak hanya melibatkan masyarakat dalam rantai pasok            Desember 2025, inisiatif ini menghasilkan potensi pendapatan
bisnis, tetapi juga memastikan keberlanjutan serta ketahanan        masyarakat sebesar Rp 329 juta, yang mencerminkan
mata pencaharian mereka. Masyarakat berkontribusi sebagai           kontribusi program terhadap peningkatan aktivitas ekonomi
pemasok bahan baku, penyedia jasa transportasi dan                  lokal melalui pendekatan pendampingan berbasis Social
konstruksi, serta penyedia kebutuhan pangan bagi                    Return on Investment (SROI).
karyawan dan keluarga.
                                                                    Selain itu, Perseroan juga memberikan dampak ekonomi
Sepanjang tahun 2025, Perseroan melaksanakan 15 inisiatif           tidak langsung melalui pelaksanaan program CSR di bidang
pemberdayaan ekonomi yang melibatkan kelompok                       infrastruktur. Infrastruktur ini mendukung kelancaran
perempuan, pemuda, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan             mobilitas orang dan barang serta memperluas akses terhadap
menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal di sekitar konsesi          kegiatan ekonomi, sehingga memberikan dampak ekonomi
unit bisnis kelapa sawit. Program-program tersebut mencakup         tidak langsung melalui peningkatan aksesibilitas dan efisiensi
pengembangan usaha di sektor ekonomi non-sawit, seperti             aktivitas ekonomi lokal.
kopi, madu, perikanan, peternakan ayam, jasa perawatan dan


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                  35                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 38
Dampak Signifikan Tidak Langsung Lain [GRI 203-2]
Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional, DSNG aktif melibatkan pemasok
lokal dalam kegiatan usahanya.
    Proporsi Keterlibatan Pemasok Berdasarkan Jumlah Badan Usaha

                                                     2025                                      2024                                   2023
                 Uraian
                                           Jumlah               %                     Jumlah                %             Jumlah                   %
  Pemasok Lokal                                203             31,67                   212                41,81             197                   42,73

  Pemasok Nasional                             423             65,99                   290                57,19             257                   55,75

  Pemasok Internasional                        15              2,34                      5                0,99               7                    0,02

  Jumlah                                       641              100
                                                              [SRI KEHATI 02]          507                100               461                   100

    Proporsi Keterlibatan Pemasok Berdasarkan Nilai Pengadaan [GRI 204-1]

                                                                 2025                                  2024                                2023
             Uraian                   Satuan
                                                        Jumlah                   %              Jumlah              %            Jumlah              %
  Pemasok Lokal                                         412.682                  36             310.411             45           371.741             56

  Pemasok Nasional              Rp Juta                 721.227                  64             385.397             55           289.985             44

  Jumlah
                                                       1.133.910                 100           695.808              100      661.726                100
  (Lokal+Nasional)                                            [SRI KEHATI 02]

  Pemasok Internasional         USD                    9.883.969                               10.411.514                    13.222.240

Keterangan:
•    Pemasok Lokal adalah pemasok yang hanya dapat mensuplai kebutuhan di sekitar wilayah perusahaan Kalimantan Timur/Temanggung, dengan franco
     pengiriman ke kota terdekat seperti Samarinda. Alamat vendor umumnya berada di Balikpapan, Samarinda, atau sekitar area kebun/pabrik.
•    Pemasok Nasional adalah pemasok yang mampu menyuplai seluruh lokasi kebun perusahaan, seperti Temanggung, Boyolali, dan Kalimantan Timur,
     Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
•    Pemasok Internasional adalah pemasok barang impor yang umumnya berdomisili di luar Indonesia.

    Total Asset Credit Union (CU)

                                                     2025                                      2024                                   2023

                 Nama                     Jumlah            Total Asset           Jumlah              Total Asset         Jumlah             Total Asset
                                          Anggota           (Rp miliar)           Anggota             (Rp miliar)         Anggota            (Rp miliar)

 CU Mitra Mandiri                          2.781              67,50                    2.640              58,88            2.390                  54,23

 CU Blom Bea Ling                          1.336              58,12                    1.234              46,26            1.113                   43

 CU Satu Hati                                  353             8,36                    359                8,36              327                   7,22

 CU Padulangan Bersatu                         426             3,93                    405                  4,1             343                    3,5


DSNG memberikan dampak signifikan tidak langsung melalui berbagai mekanisme Credit Union (CU) yang mempengaruhi
masyarakat dan komunitas secara luas. Berikut adalah beberapa contoh dampak tidak langsung yang signifikan:

           Penguatan ekosistem                          Hubungan simbiosis antara
           ekonomi lokal                                komunitas dan perusahaan


           Replikasi model                              Pembangunan inklusif
           keberhasilan                                 dan berkelanjutan


           Penguatan jaringan sosial                    Efek multiplier
           (kapasitas perempuan dan                     terhadap peningkatan
           kesetaraan gender)                           kesejahteraan wilayah lain

           Peningkatan kompetensi dan                   Pengurangan ketergantungan
           keberlanjutan komunitas                      pada sumber daya alam


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                               36                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 39
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan                               [GRI 201-1, 13.22.2]


Pada tahun 2025, Perseroan menghasilkan pendapatan                  Sepanjang tahun 2025, DSNG tidak menerima bantuan
sebesar Rp 12,3 triliun, meningkat 21,7% dari tahun                 finansial yang berasal dari pemerintah. Perseroan memperoleh
sebelumnya sebesar Rp 10,1 triliun. Kontribusi terbesar             nilai ekonomi hanya berasal dari penjualan produk kayu,
pendapatan berasal dari penjualan sebesar 88% kelapa                kelapa sawit, dan energi terbarukan. Sebagian dari nilai
sawit, diikuti 10% produk kayu, dan 2% energi terbarukan.           ekonomi yang diperoleh, didistribusikan kepada pemangku
Peningkatan pendapatan terjadi dalam semua bidang                   kepentingan melalui dividen, remunerasi karyawan, investasi
bisnis baik di kelapa sawit, produk kayu, maupun energi             kepada masyarakat, pajak, dan lainnya sesuai dengan
terbarukan dengan peningkatan masing-masing bidang                  peraturan perusahaan dan prosedur hukum yang berlaku.
bisnis sebesar 23,5%, 7,8%, 23,8% di tahun 2025 dibandingkan
dengan tahun sebelumnya.

    Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan


                                                    2025             2024                       2023


 Pendapatan                                       12.314.712    10.119.220                    9.498.749             Nilai Ekonomi yang dihasilkan


 Beban Pokok Penjualan                            8.464.728         7.115.019                 6.971.281

 Beban Umum dan Administrasi
                                                    527.752         516.048                   508.145
 (termasuk gaji karyawan dan tunjangan)


 Pembayaran Kepada Pemegang Saham                   254.396         233.197                   317.995

                                                                                                                       Distribusi Nilai Ekonomi
 Laba yang Didistribusikan Kepada Pemilik
                                                   1.840.490        1.142.493                  839.809
 Entitas Induk


 Pembayaran Kepada Pemerintah                       625.842         388.034                    518.410


 Total Distribusi Nilai Ekonomi                   11.713.208        9.394.791                 9.155.640


 Jumlah                                            601.504          724.429                   343.109                   Nilai Ekonomi ditahan



Kegiatan Usaha dan Hubungan Bisnis Lainnya yang Relevan                                          [POJK C.4] [GRI 2-6, 201-4]


Sepanjang tahun 2025, kegiatan usaha Perseroan tetap                Seluruh saham Perseroan dimiliki oleh pemegang saham
konsisten dari tahun sebelumnya, mencakup produksi dan              non-pemerintah hingga tahun 2025. Selama periode
penjualan minyak kelapa sawit, kernel, dan minyak inti sawit        pelaporan, Perseroan tidak menerima bantuan finansial dari
serta produk kayu dan energi terbarukan. DSNG tidak memiliki        Pemerintah Republik Indonesia dalam mendukung kegiatan
kepemilikan saham yang berasal dari entitas pemerintah.             operasionalnya.


Tata Kelola Pajak [GRI 207-1, 207-2, 207-3]
DSNG memberikan dampak signifikan tidak langsung melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan aktivitas ekonomi
di daerah sekitar melalui pembayaran pajak dan belanja pengadaan dari pemasok lokal. Dalam pelaksanaan kewajiban pajaknya,
DSNG mengacu pada kebijakan pajak yang tercantum di laman resmi DSNG yang dijadikan sebagai dasar, dalam penyusunan
strategi perpajakan DSNG. Strategi Perpajakan ini akan ditinjau secara berkala untuk menyelaraskan dengan peraturan jika
diperlukan. Informasi lainnya terkait pajak dapat dilihat dalam Laporan Tahunan DSNG 2025 di halaman 139-140.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                  37                                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 40
                                Pilar Hutan
                                Hutan dan lanskap merupakan pilar utama dalam pendekatan
                                pengelolaan berkelanjutan DSNG, yang memastikan bahwa seluruh
                                kegiatan operasional dan rantai pasok selaras dengan prinsip
                                perlindungan hutan, pencegahan deforestasi, dan konservasi
                                keanekaragaman hayati. Upaya ini diwujudkan melalui penerapan
                                kebijakan NDPE secara komprehensif, penguatan ketelusuran
                                sumber bahan baku, pengelolaan kawasan konservasi yang terukur,
                                serta penerapan sistem pemantauan berbasis teknologi di seluruh
                                wilayah operasional.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                             38                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 41
         Target dan Progres




Pelestarian Keanekaragaman Hayati                 [GRI 101-1]




                           Area konservasi
                           dalam konsesi     8.733 Ha
                                                                         Area konservasi
                                                                         luar konsesi
                                                                                              7.621 Ha
                                                                                              Program RaCP di
                                                                                              Laman Satong dan Lemmanis



Program Konservasi
                                       Program                                              Capaian

 Pengelolaan HVC Berkolaborasi BUMDes Nehas Liah Bing                1.197,5 ha

 Pengelolaan Konservasi Berkolaborasi dengan Masyarakat Adat Suak    123,31 ha Desa Suak Medang

                                                                     Penerapan pendekatan Taskforce on Nature-related
 Monitoring Konservasi bersama SINTAS Kalimantan Timur
                                                                     Financial Disclosures (TNFD)
                                                                     1.288 satwa (566 burung, 92 mamalia, 70 reptil dan
 Monitoring Perjumpaan Satwa
                                                                     amfibi, dan 560 spesies tumbuhan)
                                                                     8.238 pohon melalui kegiatan rehabilitasi, tree island,
 Penanaman pohon
                                                                     remediasi, dan pengayaan (enrichment)


   Rantai Pasok Unit Bisnis Kelapa Sawit                                   Rantai Pasok Unit Bisnis Produk Kayu


     Ketertelusuran Produksi TBS
     hingga Kebun                                  97,76%                 Volume Ketertelusuran
                                                                                                                  100%
                                                                          Produk Kayu Panel
     Ketertelusuran Produksi
                                                        100%              Volume Ketertelusuran
     Kernel hingga PKS
                                                                          Produk Kayu Floor                       100%
     Ketertelusuran Produksi
     Kernel hingga Kebun                           99,48%
                                                                           Rantai Pasok Unit Bisnis Produk Energi Terbarukan

     Pemasok telah terlibat dan
     menandatangani NDPE                                100%
                                                                          Volume Ketertelusuran
                                                                          Produk Pelet Kayu                       100%
     Volume Pasokan Bebas
     Deforestasi dan Konversi                      97,76%

PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   39                                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 42
         Pengelolaan Rantai Pasok                                         [GRI 2-6, 13.23.1]


DSNG menerapkan pendekatan rantai pasok berkelanjutan untuk tiga komoditas utama, yaitu kelapa sawit, produk kayu, dan
energi terbarukan, melalui penerapan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) untuk kelapa sawit serta
skema kehutanan berkelanjutan dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk kayu.


Rantai Pasok di Unit Bisnis Kelapa Sawit                    [GRI 101-4]


DSNG terus memastikan bahwa standar NDPE terintegrasi dalam seluruh proses pengelolaan rantai pasok minyak sawit.
Melalui pendekatan yang berfokus pada pencegahan deforestasi, pelestarian lahan gambut, serta perlindungan hak asasi
pekerja dan masyarakat. Perseroan menegaskan perannya dalam membangun industri kelapa sawit yang transparan dan
beretika di seluruh tingkatan operasional.
             Telusur ke Kebun
                 (Indirect)




                                                             Kebun
                                                               KebunKelapa   Sawit
                                                                     Kelapa Sawit

                                         Beli lepas
             Telusur ke Pemasok
               Level 2 (indirect)




                                    Pengepul 2/ Timbangan              Pengepul 1              Beli lepas     Petani


                                                                                                            Keanggotaan

                                                                                               Beli lepas
             Telusur ke Pemasok
                Level 1 (Direct)




                                            IPC                           Agen                                Koperasi


                                     Pabrik Kelapa Sawit




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                     40                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 43
DSNG menerima pasokan Tandan Buah Segar (TBS) dari tiga sumber utama, yaitu Perkebunan Inti, Perkebunan Plasma, dan
Pemasok Eksternal. Pemasok eksternal selanjutnya diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu perusahaan perkebunan di luar
Grup DSNG, Koperasi Swadaya, dan Agen atau Pengepul TBS.
Sepanjang tahun 2025, DSNG mengoperasikan 1 Kernel Crushing Plant (KCP) dan 12 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dengan
1 unit PKS dalam perawatan dan tidak beroperasi sejak Januari 2024. Berdasarkan seluruh unit PKS DSNG yang beroperasi,
komposisi pasokan TBS pada tahun 2025 adalah sebagai berikut.


   Pasokan TBS Tahun 2025                                                                                         Sumber Pasokan TBS



    1.663.463                                                                       446.708
    (61,40%)                                                                       (16,49%)                                22,11%
                                                                                       25.537
                                                                                      (0,94%)
                                                                                       95.872
                                                                                      (3,54%)


                                                                                                                           77,89%
                                                                                    477.490
                                                                                   (17,63%)




                          Kebun Inti          Kebun Kemitraan          Kebun IPC                                   Pemasok Eksternal

                                       Kooperasi Swadaya        Agen                                                Kebun Inti dan Kebun Plasma



Ketertelusuran Pasokan TBS [GRI 308-1, 308-2]
DSNG melakukan identifikasi rantai pasok atas seluruh pasokan TBS, terutama pemasok eksternal. Proses identifikasi dilakukan
hingga tingkat kebun penghasil TBS yang memasok ke unit PKS DSNG. Selama 2025, Pabrik Kelapa Sawit DSNG tidak ada
pengiriman TBS dari pemasok baru.
Secara keseluruhan, capaian ketertelusuran TBS DSNG hingga tingkat kebun pemasok (Traceability to Plantation/TTP) pada
tahun 2025 mencapai 97,76%.

Ketertelusuran Kebun Tahun 2025 (%)                              [GRI 13.23.2, 13.23.3] [SASB FB-AG-430a.1]




     Terlacak             97,76%


                                                                                                              Belum Terlacak 2,24%



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                             41                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 44
Rincian tingkat ketertelusuran untuk setiap unit PKS adalah sebagai berikut:

    Ketertelusuran Sumber Berdasarkan unit PKS Tahun 2025 (%)

PKS 1                                                       PKS 2                    PKS 3
0%                                           0%            100%                0%    87,9%                              12,1%




PKS 4                                                       PKS 5                    PKS 6
92,9%                                        7,1%          100%                0%    100%                               0%




PKS 7                                                       PKS 8                    PKS 9
94,5%                                        5,5%          100%                0%    100%                               0%




PKS 10                                                      PKS 11                   PKS 12
100%                                         0%            100%                0%    94,5%                              5,5%




        Terlacak            Belum Terlacak          Tidak Beroperasi



DSNG memiliki pabrik pengolahan inti sawit (Kernel Crushing Plant/KCP) di Muara Wahau untuk memproduksi Minyak Inti
Sawit (Palm Kernel Oil/PKO) dengan kapasitas pengolahan KCP sebesar 400 ton/hari. Seluruh inti sawit yang diolah di KCP
100% berasal dari unit PKS DSNG di Kalimantan Timur. Dengan demikian, seluruh sumber pasokan inti sawit telah mencapai
100% ketertelusuran hingga pabrik (Traceable to Mill/TTM), serta 99,48% ketertelusuran hingga kebun pemasok (TTP).
Informasi lebih rinci mengenai sistem ketertelusuran PKO dari KCP DSNG disajikan dalam Laporan NDPE.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                          42                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 45
Pelibatan Petani Pemasok [GRI 407-1, 408-1, 409-1, 13.23.1, 13.23.4]
Sejak Maret 2020, DSNG menetapkan Kebijakan NDPE (No Deforestation, No Peat, dan No Exploitation) yang berlaku di
area pengelolaan Perkebunan DSNG dan untuk pemasok, terutama pemasok TBS yang merupakan bahan baku produk
DSNG. Pelibatan pemasok dan petani pemasok diberlakukan agar seluruh pemangku kepentingan dapat memahami serta
menerapkan kebijakan dan secara efektif proses kepatuhan penerapan NDPE DSNG.


                                           Langkah-langkah Kesiapan DSNG Untuk Kebijakan NDPE



                    IPCs                  Plasma dan Saprodi                   Koperasi Eksternal                         Agen




                                                           Pendaftaran anggota petani swadaya dan pendaftaran kebun




                                                         Komitmen terhadap Kode Etik dan kesepakatan terhadap negosiasi
                                                                    Peta Jalan pemasok yang didukung DSNG




                                             Penerapan Peta Jalan Pemasok, serta pelatihan dan peningkatan kapasitas pemasok yang
       Pendaftaran dan sosialisasi di                                           didukung DSNG
       tingkat kelompok pemasok

       Pendaftaran Petani Swadaya

       Komitmen pemasok                                                         Pemantauan dan             Monitoring, reporting dan
                                            Lacak balak, rekonsiliasi
                                                                              perlindungan tingkat
                                              dan ketertulusuran
       Kegiatan pemasok sesuai Peta                                                  lanskap                pemantauan kepatuhan
       Jalan Kepatuhan NDPE

       Ketertelusuran penuh dan
       manajemen kepatuhan NDPE
                                                                               Pelaporan kinerja



Untuk menjamin keterbukaan informasi, komitmen dan roadmap implementasi NDPE telah tersedia secara publik melalui
website resmi DSNG. Penerapan NDPE bagi pemasok TBS sangat penting untuk mencapai target pemenuhan 100% kepatuhan
di akhir tahun 2025. Kelompok petani pemasok TBS DSNG diidentifikasikan sebagai:




Petani Kemitraan Plasma                        Petani Kemitraan Saprodi                                    Petani Swadaya
(Full Managed Scheme Smallholder)              (Limited Scheme Smallholder)                                (Independent Smallholder)
Perkebunan plasma dikelola                     Perkebunan dikelola secara mandiri oleh                     Perkebunan dikelola secara
sepenuhnya oleh Perseroan, termasuk            petani pemilik lahan, dengan dukungan                       mandiri oleh petani tanpa
aspek teknis budidaya, operasional, dan        Perseroan berupa penyediaan sarana                          keterlibatan langsung
pemasaran hasil panen.                         produksi pertanian (saprodi), seperti bibit,                Perseroan dalam pengelolaan
                                               penanaman, pembangunan jalan kebun,                         operasional.
                                               serta input produksi lainnya.

Petani pemasok yang memasok TBS ke unit PKS DSNG terdiri dari dua kelompok utama, yaitu Petani Kemitraan dan Petani
Swadaya. Profil masing-masing kelompok pemasok tersebut disajikan sebagai berikut:




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                           43                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 46
      Profil Petani Pemasok Tahun 2025       [GRI 308-1, 308-2]


       Jenis Smallholder                  Jenis Kelompok                   Jumlah Koperasi/Kelompok                     Jumlah Petani                Luas (ha)

                                       Kemitraan Skema Plasma                             52                                 12.569                    24.929
           Kemitraan
                                       Kemitraan Skema Usaha                              13                                 1.708                      4.113

                                          Koperasi Swadaya                                26                                 5.180                     13.993
           Swadaya
                                                Agen                                      52                                 7.082                     26.305


Penerapan NDPE Pemasok                              [GRI 101-4, 308-2] [SASB FB-AG-430a.2, FB-AG-430a.3]



  1      Proses penerapan NDPE bagi pemasok diawali dengan pengisian formulir pendaftaran serta penandatanganan
         pernyataan persetujuan terhadap Kode Etik dan kebijakan NDPE oleh pemasok dan petani pemasok, sebagai langkah
         awal untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok teridentifikasi secara jelas. Pemasok yang telah
         melalui tahap ini dikategorikan sebagai “Terdaftar”.

  2      Selanjutnya melalui program pelibatan pemasok (supplier engagement), mulai dilakukan pendataan data petani,
         selanjutnya sosialisasi NDPE pada sekolah lapang untuk peningkatan kapasitas petani, bantuan untuk memperoleh STDB,
         dan penilaian gap pemenuhan NDPE agar dapat diketahui perbaikan yang perlu dibenahi untuk mencapai kepatuhan
         NDPE di Pemasok tersebut. Pemasok yang telah menuntaskan proses, menjalani penilaian oleh tim Sustainability
         Operation, serta diaudit namun belum mencapai skor 75% dikategorikan sebagai “Terkontrol”.

  3      Untuk memastikan kepatuhan NDPE, dilakukan proses Pelaporan Program Pemantauan, Tinjauan, Verifikasi (MRV).
         MRV dilakukan untuk setiap pemasok, dengan sampel verifikasi petani pemasok secara proporsional. Pemasok yang telah
         melakukan MRV dan mencapai nilai ≥ 75% sesuai kriteria penilaian dikategorikan sebagai “Memenuhi”. Pada pelaporan
         tahun 2025, sosialisasi NDPE telah menjangkau 50% untuk IPC, 50% untuk petani Koperasi Swadaya dan 25%
         petani Agen.

  4      Pelaksanaan Measurement, Reporting, and Verification (MRV) NDPE pada tahun 2025 mencakup 20 pemasok, terdiri dari 1
         pemasok IPC, 11 pemasok Koperasi Swadaya dan 8 pemasok Agen. Dengan tambahan pelaksanaan MRV tersebut, seluruh
         pemasok eksternal DSNG, termasuk IPC, Koperasi Swadaya, dan Agen, telah menjalani proses MRV. Ke depan, MRV NDPE
         akan dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun untuk masing-masing pemasok. Selain itu, Perseroan akan melakukan
         pendampingan kepada pemasok yang belum memenuhi kategori NDPE.

   Rekapitulasi Status Pemasok dalam Penerapan NDPE Tahun 2025 [GRI 308-1, 308-2]

                                                                       Terdaftar                           Terkontrol                        Memenuhi
        Jenis               Satuan           Total
      Pemasok                300           Pemasok            Jumlah                %             Jumlah                 %            Jumlah                %

 IPC                            Unit           4                  4                100%              4              100%                2                  50%

 Koperasi
                                Unit           26                 26               100%             26              100%                13                 50%
 Swadaya

 Agen                           Unit           52                 52               100%             52              100%                21                 25%

 Total                          Unit          82                  82               100%             82              100%                36               41,67%


MRV Audit merupakan bagian dari komitmen pemasok dalam menerapkan kebijakan NDPE. Melalui MRV, Perseroan
memverifikasi aspek legalitas dan kepatuhan hukum, termasuk memastikan kebun tidak berada dalam kawasan hutan, bukan di
area gambut, serta telah memiliki koordinat yang teridentifikasi dan batas kebun yang jelas.

Dari aspek lingkungan dan operasional, MRV memastikan pembukaan lahan tanpa pembakaran, penggunaan bibit yang
sesuai, serta pengelolaan pupuk dan pestisida secara bertanggung jawab sesuai praktik Good Agricultural Practices (GAP). MRV
juga mengevaluasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), mekanisme penanganan keluhan, efektivitas program
pemberdayaan, serta pelaksanaan sosialisasi NDPE dan GAP kepada pemasok. Proses ini sekaligus memperkuat sistem
ketertelusuran hingga ke tingkat kebun.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                      44                                                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 47
DSNG memberikan dukungan peningkatan kapasitas petani melalui program Sekolah Lapang. Hingga akhir tahun 2025,
program ini telah menjangkau 3.365 petani Koperasi Swadaya (62%), 1.834 petani Agen (34%), dan 221 orang peserta
internal perusahaan (4%) telah menerima panduan dan materi peningkatan kapasitas pengelolaan perkebunan berkelanjutan
mengenai NDPE & pengaduan, topik K3, sosialisasi ISPO, RSPO, dan Agronomi Kelapa Sawit melalui program
Sekolah Lapang tersebut.

                 Sekolah Lapang                  Peserta Sekolah Lapang
 9.000                             8.562
 8.000
                                                                               Agen

                                                                               34%
 6.000                     5.420
 5.000
 4.000                                                                         Internal
              3.142
 3.000
 2.000
                                                                               4%
 1.000                                                                         Koperasi
 0
              2024          2025   Total
                                                                               62%
     Data Pelaksanaan Sekolah Lapang Petani Swadaya 2025

                Laki-laki                                                                         Perempuan

                4.141                                                                             1.279
Pelatihan dilakukan secara tatap muka melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Materi
mencakup pengenalan prinsip NDPE, contoh penerapan praktik budidaya yang bertanggung jawab, serta studi kasus dari
operasional DSNG. Seluruh Koperasi Swadaya dan Agen dapat dinyatakan telah melakukan analisa perbedaan dan menyusun
rencana pemenuhannya.


Kerjasama Pelibatan Pemasok Swadaya
 [GRI 101-3, 13.22.1, 13.23.4]


Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pembinaan petani
swadaya sebagai pemasok TBS ke unit PKS DSNG, Perusahaan
menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.



          Pendataan dan Peningkatan Kapasitas Petani
          Kerja sama pendataan dan peningkatan ktapasitas petani dilaksanakan di anak perusahaan DSNG yang berlokasi
          di Sekadau, Kalimantan Barat, dan Lamandau, Kalimantan Tengah. Di Sekadau, kerja sama dilakukan antara PT Agro
          Andalan dengan SPKS dan PT SMART Tbk. Sementara itu, di Lamandau, kerja sama dilaksanakan antara PT Pilar
          Wanapersada dengan SOLIDARIDAD Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, program telah menjangkau sebanyak
          1.250 petani di Sekadau dan 667 petani di Lamandau.




          Pembentukan Kelembagaan Petani dan Koperasi
          Pembentukan kelembagaan petani dan koperasi di Sekadau dilakukan melalui kerja sama dengan SPKS dan PT SMART
          Tbk. Hingga akhir tahun 2025, telah terbentuk 55 Kelompok Tani sebagai rombongan belajar, serta dalam proses
          pembentukan 2 koperasi tambahan, di luar 3 koperasi yang telah terbentuk sebelumnya. Target pendampingan
          koperasi dalam kerja sama ini hingga akhir tahun 2026 adalah 5 koperasi. Di Kalimantan Tengah, kerja sama dengan
          SOLIDARIDAD Indonesia telah membina 37 Kelompok Tani. Sebagian kelompok tersebut akan didorong untuk
          bergabung dan membentuk koperasi, serta dipersiapkan untuk mengikuti proses sertifikasi keberlanjutan petani.
          Selain itu, kerja sama dengan GIZ melalui Program Sustain Kutim di Bengalon telah menghasilkan 2 koperasi yang
          bekerja sama dengan PT Bima Palma Nugraha, termasuk melalui dukungan Sarana Produksi Pertanian (SAPRODI).




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       45                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 48
           Sertifikasi
           Sejak tahun 2023, beberapa anak perusahaan DSNG di Muara Wahau bekerja sama dengan GIZ untuk mendorong
           6 koperasi memperoleh sertifikasi ISPO-RSPO. Hingga saat ini, unit PKS DSNG di Muara Wahau menerima TBS dari 5
           koperasi yang telah berstatus tersertifikasi, serta terus mendukung pemenuhan persyaratan dalam proses surveillance
           kelima koperasi tersebut. Koperasi yang dimaksud meliputi Koperasi Sumber Rejeki, Koperasi Sawit Usaha Tani
           Sejahtera, Koperasi Karya Indah, Koperasi Makarti, dan Koperasi Usaha Tani Sejahtera.


Rantai Pasok di Unit Bisnis Produk Kayu [GRI 13.23-2, 13.23-4]
Dalam Unit Bisnis Produk Kayu, DSNG memperoleh pasokan                                 Pada tahun 2025, sebanyak 1.000 petani, dimana 85
kayu sengon dan jabon dari Hutan Kemasyarakatan melalui                                diantaranya petani perempuani memperoleh manfaat dari
kemitraan dengan petani dan pengumpul lokal. Seluruh                                   program penyaluran bibit jabon yang dilakukan secara rutin.
kayu telah memenuhi standar legalitas SVLK dan memiliki                                Selain itu, Perseroan juga mengadakan pelatihan khusus
ketelusuran yang jelas. Perseroan juga mulai memperkuat                                budidaya sengon maupun jabon di 9 Desa di wilayah
pemetaan dan pemantauan lahan untuk mencegah risiko                                    Temanggung dan Magelang yang diberikan kepada 200
deforestasi di rantai pasok. Dengan dukungan para pemangku                             petani, dimana diantaranya 71 petani perempuan.
kepentingan eksternal, Unit Bisnis Produk Kayu Panel juga
merencanakan pengembangan pendekatan lanskap untuk
mendorong agroforestri berkelanjutan dan bebas deforestasi
di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa tahun mendatang.




                                                                              Petani




                                                                                       +

            Bakul (Pemasok Level 1)                           Depo (Pemasok Level 2)             Sawmill                     Sawmill
                                       Kontrak Melalui Depo




                        PTPN
                                                                                           Pabrik DSN WP Panel




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                    46                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 49
Ketertelusuran DSN WP Panel                                                                           2025            2024                2023


   Ketertelusuran Log Kayu pada Unit Bisnis Produk Kayu

   Tahun Volume Terlacak (m³)
   Wanatani Masyarakat                                     PTPN                               Jumlah

                                             194.370        18.018                                                                   212.388
                                     166.052                    27.000                                                            193.052
                       131.648                                  38.324                                                 169.972



   Pasokan Kayu untuk Unit Bisnis Produk Kayu (Panel) [GRI 13.23.2]


   Jumlah Pemasok (Individu)
   Lokal                                               Impor                                   Jumlah

                        25                             0                                                      25

                                36                     0                                                            36

                                        48             0                                                                      48




   Volume Kayu (m³)

   Log Sengon                           Log Jabon                    STBR Sengon        STBR Jabon                 Total

                         165.098          8.263                          39.027         -                                        212.388
                    141.240               9.853                           41.959        -                                     193.052

                126.569                   9.436                          33.967         -                                  169.972



Ketertelusuran DSN WP Floor
   Ketertelusuran Produk Kayu pada Unit Bisnis Produk Kayu


   Tahun Volume Terlacak (m³)
   Hutan Rakyat                                        Pemasok                                 Jumlah

   -                                                                               648.089                                     648.089

   -                                                       16.649                                16.649
   -                                                        19.913                                   19.913


   Pasokan Kayu untuk Unit Bisnis Produk Kayu (Floor)

   Jumlah Pemasok (Individu)
   Lokal                                               Impor                                   Jumlah
                  17                                        4                                                21
                       29                                           11                                                      40

                         31                                     9                                                           40




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                 47                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 50
                                                                                                 2025               2024                 2023


  Volume Jenis Kayu(m³)

  White Oak Logs                -                               143                                    109
  White Oak Lumber              -                                260                                       291
  White Oak/Walnut              -                               286                                         2.037
  STBR Jabon                    -                           -                                          8
  STBR Havea                             7.965                         4.490                                      9.033
  Veneer Hevea                       1.704                              9.294                                    6.835
  Veneer Albasia                    13                      -                                      -
  Plywood Albasia                   52                      -                                      -
  Plywood Jabon                     54                      -                                      -
  Plywood Hevea                          4.623                         2.176                               1.600
  Lumber Chesnut                    15                      -                                      -
  Lamella White Oak                              633.663    -                                      -

  Jumlah                                          648.089                   16.649                                       19.913


Secara ketertelusuran, pasokan kayu dan produk hasil kayu dari Unit Bisnis Produk Kayu telah mencapai ketertelusuran
100% hingga ke tingkat pemasok, termasuk depo, agen, PTPN, dan pemasok lainnya.



Kemitraan dan Kerjasama Unit Bisnis Kayu [GRI 101-3, 13.23-4]
Program Perempuan Hijaukan Hutan untuk Mendukung Produktivitas Hutan Rakyat

Dalam rangka mendukung pengelolaan hutan rakyat yang                    Sidomulyo, Kabupaten Kebumen. Program ini bertujuan untuk
lestari dan produktif, DSN WP Panel berpartisipasi aktif dalam          mendukung rehabilitasi lahan kritis, perlindungan area sekitar
program Perempuan Hijaukan Hutan yang diselenggarakan                   sumber air dan sempadan sungai, serta perbaikan fungsi
oleh KOSTAJASA pada 10 Desember 2025. Pada kegiatan ini,                ekosistem hutan rakyat. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan
DSN WP Panel menyalurkan 1.000 bibit jabon yang ditanam                 untuk meningkatkan produktivitas kayu dan nilai ekonomi
di Desa Wagirpandan, tepatnya di Kelompok Tani Hutan                    petani secara berkelanjutan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                     48                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 51
Rantai Pasok di Unit Bisnis Energi Terbarukan
Unit Bisnis Energi Terbarukan DSNG mengelola rantai pasok untuk dua lini usaha, yaitu penjualan cangkang kelapa sawit dan
produksi pelet kayu. Pasokan cangkang kelapa sawit berasal dari kegiatan operasional internal unit bisnis kelapa sawit serta
pembelian dari pemasok eksternal yang relevan dengan kebutuhan operasional.
Untuk produksi pelet kayu, bahan baku diperoleh dari material residu, seperti kayu ranting, sisa pemotongan, dan limbah veneer
yang berasal dari log sengon, mahoni, dan akasia, yang bersumber dari Hutan Kemasyarakatan melalui kemitraan dengan
petani dan pengumpul lokal. Seluruh bahan baku kayu yang digunakan telah memenuhi ketentuan legalitas yang berlaku,
termasuk SVLK, serta didukung oleh mekanisme ketertelusuran untuk memastikan kepatuhan dan transparansi dalam rantai
pasok energi terbarukan.




                                                                     Petani




                                                                  Industri Kayu




                                          +

                Depot (Pemasok Level 2)            Sawmill                        Sawmill                  Industri Veneer




                                          Pabrik Palet Kayu                                    Residu Hasil Pengolahan




   Pasokan Kayu untuk Unit Bisnis Energi Terbarukan: Pelet Kayu


               Jumlah Pemasok 2025 (Individu)                 Pada tahun 2025, Unit Bisnis Energi Terbarukan (Pelet
                                                              Kayu) mencapai 100% ketertelusuran hingga ke pemasok
              Lokal             25                            meliputi depo, sawmill, agen, dan pemasok lainnya,
              Impor        -                                  dengan total volume kayu sebesar 76.098 ton yang
                                                              berasal dari sengon, mahoni, dan akasia, termasuk kayu
              Jumlah            25                            ranting, residu potong kayu, serta residu limbah veneer.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                           49                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 52
         Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Konservasi
           [POJK F.9, F.10] [GRI 101-1, 101-4, 13.3.1]




 Melalui Kebijakan Keberlanjutan dan NDPE, DSNG                     Untuk mendukung penerapan ini, Perseroan memiliki
 menerapkan langkah perlindungan keanekaragaman                     Prosedur Perlindungan Satwa dan Tumbuhan Dilindungi
 hayati dengan mengidentifikasi dan menjaga kawasan Nilai           berdasarkan IUCN Red List yang berlaku di seluruh konsesi
 Konservasi Tinggi (NKT) atau High Conservation Value (HCV)         DSNG. Sosialisasi dilakukan melalui pemasangan informasi
 dan Stok Karbon Tinggi atau High Carbon Stock (HCS) di             larangan, edukasi bagi karyawan, sekolah, dan masyarakat
 seluruh konsesi. Upaya ini mencakup pemeliharaan area              sekitar. Perseroan juga melarang tegas aktivitas perburuan
 konservasi dan daerah aliran sungai untuk mendukung                dan peredaran satwa dilindungi. Saat ini DSNG mengelola
 fungsi ekologis seperti koridor satwa, kualitas air, dan           sekitar 8.733 hektare area konservasi yang terus dijaga
 pencegahan erosi. Hingga akhir 2025, seluruh lahan yang            dan dipulihkan.
 ditanami oleh Perseroan berada di area tanah mineral dan
 tidak ada penanaman di area gambut.                                Komitmen konservasi DSNG mengacu pada standar
                                                                    RSPO, ISPO, dan IFC PS 6 untuk menjaga keseimbangan
 Sejak 2015, pengembangan perkebunan dilakukan setelah              lingkungan serta keanekaragaman hayati di dalam dan
 penilaian HCV, HCS, serta kajian lingkungan yang diwajibkan        sekitar konsesi. Perusahaan menetapkan target terukur
 oleh regulasi dan kebijakan sertifikasi. Empat perkebunan          hingga 2026 untuk melindungi spesies kritis, terancam
 telah mendapatkan status “satisfactory” dari lembaga               dan rentan, termasuk orang utan dan bekantan, melalui
 internasional High Conservation Value Resource Network             pemantauan populasi, pemulihan habitat, serta kolaborasi
 (HCVRN), sekarang menjadi High Conservation Value                  dengan pemangku kepentingan terkait. Target mengenai ini
 Network (HCVN), atas studi HCSA yang terdokumentasi                dipublikasikan melalui laman resmi perusahaan..
 secara publik.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                  50                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
Pengelolaan Konservasi [GRI 101-2]
Hingga akhir tahun 2025, Perseroan mengelola area                                        Program Remediation and Compensation Procedure (RaCP)
konservasi seluas 16.355 hektare, yang meliputi kawasan                                  bersama RSPO di dua lokasi luar konsesi, yaitu Laman Satong
hutan konservasi di dalam maupun di luar wilayah konsesi.                                dan Lemmanis di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat,
Luasan tersebut mencakup sekitak 15% dari total area konsesi.                            sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga
Sepanjang tahun, DSNG terus memperkuat implementasi                                      keanekaragaman hayati dan memulihkan fungsi ekosistem.


Luas Area Konservasi DSNG berdasarkan Wilayah [GRI 101-5]
    01. Kalimantan Barat                  02. Kalimantan Tengah                    03. Kalimantan Utara                     04. Kalimantan Timur

   Luas Konservasi dalam HGU             Luas Konservasi dalam HGU               Luas Konservasi dalam HGU                Luas Konservasi dalam HGU               Total
   2.183 ha                              2.274 ha                                10 ha                                    4.267 ha                                8.733 ha

   Luas Konservasi di luar HGU           Luas Konservasi di luar HGU             Luas Konservasi di luar HGU              Luas Konservasi di luar HGU
   7.621 ha                              0 ha                                    0 ha                                     0 ha                                    7.621 ha

   Total Luas Konservasi (ha)            Total Luas Konservasi (ha)              Total Luas Konservasi (ha)               Total Luas Konservasi (ha)
   9.804 ha                              2.274 ha                                10 ha                                    4.267 ha                                16.355 ha

  Note: Luasan total area HCV disusun dari hasil:                          3. Didelineasi dari Konsultan HCV.
        1. Berita Acara Peninjauan Lapangan dengan Pemerintah Daerah,      Luasan ini bisa mengalami perubahan apabila luasan indikatif sudah dideliniasi oleh pihak terkait
        2. Hasil indikatif kajian HCV oleh Konsultan, dan                  *Program RaCP di Laman Satong dan Lemmanis




                                                                                                    03




                                                    01                                                   04




                                                                          02




Lokasi Operasional di Dalam atau Dekat Kawasan Bernilai Keanekaragaman Hayati Tinggi
[GRI 101-5, 101-8]


    01. Kalimantan Barat                       02. Kalimantan Tengah                         03. Kalimantan Utara                       04. Kalimantan Timur

   Jenis Areal Konservasi                    Jenis Areal Konservasi                         Jenis Areal Konservasi                    Jenis Areal Konservasi
   atau Ekosistem                            atau Ekosistem                                 atau Ekosistem                            atau Ekosistem
   Hutan Lindung Bukit Kujau                 Suaka Margasatwa Lamandau                      Hutan Lindung Wehea                       Hutan Lindung Gunung Beriun

   Jarak ke Kawasan                          Jarak ke Kawasan                               Jarak ke Kawasan                          Jarak ke Kawasan
   Bernilai Tinggi (km)                      Bernilai Tinggi (km)                           Bernilai Tinggi (km)                      Bernilai Tinggi (km)
   Berdekatan                                ± 60                                           ± 50                                      ± 10

   Jenis Ekosistem                           Jenis Ekosistem                                Jenis Ekosistem                           Jenis Ekosistem
   Hutan Hujan Tropis                        Hutan Rawa Gambut                              Hutan Dipterokarpa                        Hutan Dataran rendah
   Dataran Tinggi                                                                           Dataran Rendah                            dan Kawasan Karst

   Note:   • Kawasan konservasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai area perlindungan ekosistem dan keanekaragaman hayati.
           • Perusahaan menerapkan langkah mitigasi seperti penetapan zona lindung, patroli rutin, dan monitoring biodiversitas.




 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                         51                                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 54
          Monitoring Lanskap Alam dan Keanekaragaman Hayati
Program Lanskap Alam [GRI 101-3, 13.3.2, 13.3.4]




      1      Perseroan mengimplementasikan Rencana Perlindungan Lanskap (LPP) sebagai bagian dari peta jalan
             keberlanjutan Perseroan. Rencana ini mencakup:

                                Uraian                              Satuan          Realisasi tahun 2025          Realisasi tahun 2024           Realisasi tahun 2023
       Hutan Dilestarikan (ER1)                                          ha                   8.733                         8.733                          8.728
       Lahan Insentif Total Berkelanjutan (ER2)                          ha                 113.706                        112.300                        112.673
       Restorasi Hutan (ER3)                                             ha                   91,5                            38                           35,5
       Manfaat Smallholders (SI)                                      Petani                 26.539                        21.805                         18.299

     Note:   Luasan total area Hutan Dilestarikan disusun dari hasil:          Luasan ini bisa mengalami perubahan apabila luasan indikatif sudah
             1. Berita Acara Peninjauan Lapangan dengan Pemerintah Daerah,     dideliniasi oleh pihak terkait
             2. Hasil indikatif kajian HCV oleh Konsultan, dan                 * Target Hutan dilestarikan dan capaian hingga tahun 2022, termasuk area dalam program
             3. Deliniasi dari Konsultan HCV.                                  OCCA seluas 3.148 ha. Sejak Desember 2023, area 3.148 ha dikecualikan

          Capaian Perlindungan Lanskap KPI &Green Wilayah Kalimantan Timur

                            Uraian                          Satuan               Rencana Target Capaian 2030                        Realisasi hingga tahun 2025
       Hutan Dilestarikan (ER1) (ha)                           ha                               4.203                                            4.203
       Lahan Insentif Berkelanjutan (ER2) (ha)                 ha                              82.010                                            80.079
       Restorasi Hutan (ER3) (ha)                              ha                                110                                             131,5
       Manfaat Smallholders (SI) (Petani)                    Petani                             7.494                                            8.834

     Note:    Target dan Realisasi merupakan data pemenuhan KPI &Green




      2      Program RaCP


     Pada tahun 2025, DSNG melaksanakan Program Remediation and Compensation
     Program (RaCP) di Hutan Desa Manjau, Desa Laman Satong, Kabupaten
     Ketapang, Kalimantan Barat, sebagai bagian dari pemenuhan standar RSPO.
     Program ini merupakan bentuk kompensasi atas kewajiban konservasi seluas
     156,24 hektare dengan nilai USD 390.600, yang dialokasikan untuk mendukung
     pengelolaan hutan desa seluas 1.070 hektare. Ruang lingkup program
     mencakup perlindungan hutan bernilai konservasi tinggi serta penguatan
     ekonomi masyarakat melalui pertanian berkelanjutan, pemanfaatan hasil hutan
     bukan kayu, dan skema pembayaran jasa lingkungan.

     Sepanjang Januari hingga Desember 2025, pelaksanaan Program RaCP mencatat
     perlindungan 654 hektare area konservasi melalui patroli rutin dan SMART Patrol,
     dengan luas deforestasi yang teridentifikasi sebesar 3,13 hektare. Kegiatan
     rehabilitasi dilakukan pada area seluas 11,28 hektare melalui penanaman 650
     bibit lokal dari target 2.000 bibit yang diproduksi di persemaian.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                         52                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
   Dari aspek sosial ekonomi, program mendukung                               tanaman lokal, patroli pengamanan, pelatihan masyarakat,
   pembentukan lima Kelompok Usaha Perhutanan Sosial                          serta pemantauan karbon dan satwa liar.
   serta pengembangan ekowisata Batu Besampak, dengan
   tingkat partisipasi perempuan sebesar 31,8%.                               Pelaksanaan program pada tahun 2025 didukung oleh
                                                                              investasi proyek sebesar USD 1.238.800 yang mencakup
   Selain Hutan Desa Manjau, DSNG juga menjalankan                            biaya teknis, sosial, pemantauan, dan operasional. Program
   program konservasi di Desa Sepakat Jaya melalui skema                      ini akan terus didampingi hingga 2030 untuk memastikan
   pembiayaan Hectare to Hectare. Melalui skema ini, lebih                    keberlanjutan pengelolaan kawasan hutan serta
   dari 6.967 hektare kawasan hutan dikelola dengan                           peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga sumber
   kegiatan yang mencakup restorasi hutan, pengayaan                          daya alam secara berkelanjutan.




    3      Monitoring Deforestasi


   DSNG terus memperkuat sistem pemantauan deforestasi                        Barat. Seluruh area tersebut ditetapkan sebagai AoI
   di seluruh lanskap yang terkait dengan operasional                         untuk monitoring deforestasi. Sepanjang tahun 2025,
   perkebunan. Sebagai upaya mitigasi risiko deforestasi di                   teridentifikasi area yang mengalami deforestasi seluas
   dalam dan sekitar area konsesi kelapa sawit serta rantai                   1.883,37 hektare di dalam AoI monitoring DSNG. Tindak
   pasok, Perseroan melakukan pemantauan perubahan                            lanjut yang dilakukan meliputi peningkatan sosialisasi
   tutupan hutan dalam Area of Interest (AoI) menggunakan                     kebijakan NDPE secara lebih intensif kepada desa-desa di
   sistem Nusantara Atlas yang dikembangkan                                   sekitar lokasi terjadinya deforestasi.
   oleh TheTreeMap.
                                                                              Tampilan kolaborasi antara Nusantara Atlas dan DSNG
   Pemantauan melalui Nusantara Atlas mencakup area                           dapat diakses melalui laman sistem Nusantara Atlas.
   seluas sekitar 1,8 juta hektare, yang terdiri dari areal                   Selain itu, monitoring lanskap tahun 2025 juga tersedia
   konsesi DSNG, area dalam radius 50 km dari pabrik kelapa                   untuk publik melalui platform Pemantauan Lanskap
   sawit (PKS) DSNG di luar konsesi, perusahaan lain, area                    DSNG, yang mencakup seluruh wilayah Kalimantan
   permukiman dan kawasan terbangun, area di sekitar                          tempat DSNG beroperasi, termasuk area pemasok utama
   kebun petani pemasok DSNG, serta area Kompensasi                           di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan
   Hutan DSNG melalui Program RaCP di Desa Laman Satong                       Barat.
   dan Desa Sepakat Jaya, Kabupaten Ketapang, Kalimantan


        Jumlah Laporan dan Luas Notifikasi Deforestasi 2025


     Kalimantan Timur                                         Kalimantan Tengah            Kalimantan Barat                    Di dalam konsesi

        01 Wahau         02 Bengalon   03 Karangan            04 Lamandau                   05 Sekadau                         Di luar konsesi




        Jumlah Laporan                                                                                        Luas Notifikasi (ha)


        01   0 | 2                                                                                            01   0         | 20
                                                                                      03
        02   2 | 0                                                               01                           02   43        | 0
                                                               04                     02
                                                        05
        03   0 | 49                                                                                           03   0         | 95,6

        04   3 | 136                                                                                          04   4,48       | 234,49

        05   0 | 243                                                                                          05   0         | 1.485,8
  Total:     5 | 430                                                                                      Total:   47,48 | 1.835,89




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                            53                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 56
     4   Kolaborasi BUMDes Nehas Liah Bing dalam Pengelolaan HCV

     Sebagai bagian dari pengelolaan HCV, DSNG bekerja sama           teknologi dan pendekatan sistematis untuk mendeteksi
     dengan BUMDes Nehas Liah Bing menyelenggarakan                   potensi ancaman lingkungan. Selain pelatihan, DSNG
     pelatihan SMART Patrol pada 9 Mei 2025 di area konservasi        bermitra dengan BUMDes Nehas Liah Bing dalam
     Blok X Kebun ME4 PT DWT, Desa Nehas Liah Bing.                   pengelolaan area konservasi seluas 1.197,5 hektare. Petkuq
     Pelatihan ini diikuti oleh tim pelaksana lapangan DSNG           Mehuey sebagai tim ranger desa bersama Tim Konservasi
     yang terdiri dari lima anggota Petkuq Mehuey, dua                DSNG melaksanakan patroli gabungan setiap dua
     personel CSR, dan satu staf Konservasi, dengan fokus pada        bulan, untuk memantau kondisi kawasan konservasi dan
     peningkatan kapasitas pemantauan dan pengelolaan                 mencegah aktivitas ilegal.
     kawasan konservasi melalui metode SMART Patrol berbasis




    5    Kolaborasi dengan Masyarakat Adat Suak


     Pada tahun 2025, DSNG melalui PT Mitra Nusa Sarana               Deklarasi yang didampingi Rainforest Alliance sebagai
     (PT MNS) memperkuat kemitraan konservasi dengan                  mitra teknis dan pemantau independen ini dihadiri oleh
     masyarakat adat di sekitar wilayah operasional. Upaya            pemerintah daerah, tokoh adat, perangkat desa, dan
     ini diwujudkan melalui penandatanganan Deklarasi                 perwakilan PT MNS. Kesepakatan tersebut menjadi dasar
     Kesepakatan Pengelolaan dan Pelestarian Area Konservasi          pengelolaan kawasan konservasi yang lebih partisipatif,
     seluas 123,31 hektare di Desa Suak Medang, Kecamatan             transparan, dan selaras dengan kearifan lokal. Langkah ini
     Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.              memperkuat komitmen DSNG untuk menjaga kawasan
     Deklarasi ini menegaskan komitmen bersama dalam                  bernilai ekologis tinggi sekaligus memastikan konservasi
     menjaga kawasan hutan Rimba Engkaram dan Rimba                   memberikan manfaat keberlanjutan bagi lingkungan dan
     Munggur Kunyung yang memiliki nilai ekologis tinggi.             masyarakat adat di sekitar wilayah operasional.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                    54                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
     6   Monitoring Pemantauan Konservasi bersama SINTAS Kalimantan Timur

     Pada tahun 2025, DSNG memulai penerapan pendekatan                   sensitif dalam kerangka TNFD, dengan potensi keberadaan
     Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD)             ribuan spesies yang tercantum dalam daftar IUCN
     sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi dan                      serta tingkat risiko banjir yang tinggi. Dampak utama
     mengelola risiko serta ketergantungan terhadap alam                  yang teridentifikasi mencakup risiko kehilangan hutan,
     dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Pada                      fragmentasi habitat, serta degradasi kualitas tanah dan
     tahap awal ini, DSNG bekerja sama dengan SINTAS yang                 air. Dari hasil identifikasi risiko, asesor merekomendasikan
     merupakan mitra dari Zoological Society of London                    pendekatan mitigasi yang selaras dengan kerangka SBTN
     (ZSL), untuk melakukan studi asesmen guna memetakan                  AR3T (Avoid, Reduce, Regenerate, Restore, dan Transform).
     ketersediaan data dan informasi yang telah dimiliki
     perusahaan, termasuk program yang telah berjalan,                    Ke depan, PT. BPN perlu mengambil langkah-langkah
     khususnya yang berkaitan dengan konservasi.                          strategis untuk memperkuat kesiapan pelaporan TNFD dan
                                                                          pengelolaan risiko terkait alam. Prioritas awal mencakup
     Sebagai lokasi studi awal, DSNG menetapkan PT Bima                   peninjauan ulang seluruh analisa untuk memastikan
     Palma Nugraha (PT BPN). Pemilihan ini didasarkan                     akurasi, serta pengukuran ketergantungan dan dampak
     pada karakteristik areal PT BPN yang relatif lengkap                 menggunakan data internal guna mengidentifikasi aspek
     dan representatif terhadap kondisi operasional anak                  yang paling material bagi keberhasilan bisnis. Perusahaan
     perusahaan DSNG lainnya, sehingga pendekatan dan                     juga perlu mengintegrasikan risiko dan peluang terkait
     metodologi yang dikembangkan berpotensi direplikasi                  alam ke dalam proses manajemen risiko yang sudah ada,
     pada entitas lain di tahap selanjutnya.                              kemudian menilai dan memprioritaskannya sesuai konteks
                                                                          operasional. Selanjutnya, PT. BPN harus menyiapkan
     Dalam pelaksanaan studi, SINTAS menggunakan kerangka                 strategi respons yang selaras dengan fase prepare serta
     inti TNFD yaitu LEAP (Locate, Evaluate, Assess, dan Prepare).        memastikan pendekatan pelaporan sesuai dengan
     Pelaksanaan studi difokuskan terutama pada fase Locate               persyaratan TNFD. Selain studi yang telah dilakukan, Tim
     dan Assess, dengan pengumpulan data dan analisis                     SINTAS juga memberikan pelatihan terkait identifikasi dan
     dilakukan secara menyeluruh, serta dilengkapi dengan                 monitoring keanekaragaman hayati, termasuk pengolahan
     rekomendasi awal untuk mendukung fase Assess lanjutan                data kepada 7 orang personil DSNG selama 3 hari yang
     dan Prepare.                                                         dilaksanakan di PT BPN.

     PT BPN beroperasi di segmen hulu kelapa sawit dan                    Secara keseluruhan, laporan ini memberikan fondasi kuat
     memiliki ketergantungan tinggi terhadap layanan                      bagi PT. BPN untuk memulai perjalanan pelaporan TNFD,
     ekosistem, termasuk iklim global, kualitas tanah,                    terutama mengingat lokasi operasional yang sangat
     ketersediaan air, dan penyerbukan. Pada saat yang sama,              sensitif dan tingginya risiko ekologis dari komoditas kelapa
     aktivitas operasional berpotensi memberikan tekanan                  sawit, yang menempatkan perusahaan pada tingkat
     terhadap perubahan penggunaan lahan, pencemaran,                     ketergantungan dan potensi dampak yang tinggi terhadap
     serta risiko terhadap keanekaragaman hayati. Lokasi                  keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem.
     operasional PT BPN berada di area yang dikategorikan




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                        55                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 58
Program Keanekaragaman Hayati                     [POJK B.2.d] [GRI 404-2]


Program keanekaragaman hayati DSNG dijalankan untuk mendukung perlindungan spesies dan ekosistem kunci melalui
pemantauan rutin, restorasi habitat, dan kolaborasi konservasi Informasi lebih lanjut dapat diakses pada
laman resmi perusahaan.




Program Patroli & Monitoring
     Pemantauan keanekaragaman hayati dilaksanakan melalui kamera jebak (15 unit) dan SMART Patrol yang digunakan
     untuk memonitor HCV/HCS, gangguan, flora-fauna, serta potensi risiko lingkungan. SMART Patrol dikembangkan bersama
     organisasi konservasi internasional dan menghasilkan database pemantauan yang diperbarui secara berkala. Pengamatan
     spesies dilindungi dilakukan menggunakan 15 kamera trap dengan periode pemantauan 1–3 bulan. Akses informasi hasil
     pemantauan SMART Patrol tersedia melalui SMART Conservation Tools, sementara dokumentasi camera trap dapat diakses
     melalui situs resmi DSNG. Beberapa jenis satwa yang tertangkap camera trap adalah sempidan biru, trenggiling, kucing
     batu, rusa sambar, dan beruang madu.


Pelatihan & Edukasi
     Pelatihan diberikan kepada kelompok masyarakat penjaga hutan, termasuk Petkuq Mehuey di Kalimantan Timur serta
     kelompok lain di area konservasi untuk meningkatkan kapasitas monitoring dan perlindungan satwa.

Kolaborasi Konservasi
     DSNG memberikan dukungan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Organisasi
     Masyarakat Sipil dalam penanganan satwa liar berinteraksi negatif yang disebabkan perubahan fungsi lanskap di sekitar
     konsesi.


Pengembangan konektivitas koridor Satwa
     Perseroan melaksanakan berbagai inisiatif restorasi habitat, termasuk pembangunan koridor satwa liar, penyediaan bibit
     pohon untuk rehabilitasi kawasan yang terdegradasi, serta pemantauan rutin terhadap pergerakan satwa liar di dalam blok-
     blok hutan yang berbatasan dengan kawasan konservasi.



Pada tahun 2025, DSNG melanjutkan upaya pelestarian keanekaragaman hayati dengan melindungi habitat ekosistem serta
flora dan fauna yang berada di dalam maupun di sekitar wilayah operasional. Perseroan mengelola area konservasi seluas 8.733
ha sebagai kawasan perlindungan keanekaragaman hayati, yang telah ditandai secara jelas sebagai zona konservasi. Kawasan ini
menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, termasuk spesies RTE (Rare, Threatened, or Endangered) seperti keruing, meranti
merah, sengkuang, orang utan Kalimantan, macan dahan Kalimantan, dan trenggiling. Data spesies yang dipantau mengacu
pada Daftar Merah IUCN, dengan catatan yang diperbarui tersedia melalui tautan resmi perusahaan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                      56                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
                                                                                                      2025            2024              2023

  Jumlah Spesies Dilindungi berdasarkan IUCN Red List   [GRI 101-7, GRI 13-3-5]



 Kritis atau Sangat
                                       Terancam            Rentan                        Hampir Terancam           Least Concern
 Terancam Punah

        2                                  7                     24                          16                         130


        3                                  6                     21                          0                          147


       2                                  6                     28                          6                           184


  Jumlah Perjumpaan Spesies




            Tanaman                               Burung                                Mamalia                      Reptil & Amfibi
                                560                          566                  92                            70
                                 575                          597                 90                            61

                                 617                               663             99                         40


  Kumulatif Perjumpaan Satwa

                                                                                                             1.288

                                                                                                                        1.323

                                                                                                                                    1.419

Catatan : informasi kenakeragaman hayati merupakan perjumpaan tahunan. Variasi jumlah tiap tahun tidak menunjukan
kenaikan ataupun penurunan spesies.

Kami terus menjalankan pemantauan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari komitmen kami terhadap pelestarian
lingkungan dan produksi minyak sawit berkelanjutan. Pada tahun 2025, tercatat 566 perjumpaan burung, 92 mamalia, dan 70
reptil dan amfibi, serta identifikasi 560 spesies tumbuhan di area konservasi Perseroan. Konsistensi temuan ini mencerminkan
keragaman hayati yang tetap terjaga dan menandakan kesehatan ekosistem di sekitar wilayah operasional.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                            57                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 60
           Penanaman Pohon dan Rehabilitasi Area Konservasi
             [GRI 101-7]


  Program rehabilitasi area konservasi berlanjut pada tahun 2025 dengan fokus pemulihan ekosistem melalui penanaman
  pohon di areal terdegradasi. Sepanjang tahun berjalan, DSNG telah menanam 8.238 pohon melalui kegiatan rehabilitasi,
  tree island, remediasi, dan pengayaan (enrichment). Kegiatan ini bertujuan memperkuat struktur habitat serta meningkatkan
  keberagaman vegetasi di dalam kawasan konservasi perseroan, yang merupakan habitat bagi berbagai satwa liar.


    Penanaman Pohon tahun 2023 — 2025                                                                2025                 2024               2023


    Jumlah Pohon
    Ditanam                              8.238                                            16.507                  2.580

    Kumulatif                                     28.725                                    20.487                 3.980



    Jenis Pohon yang Ditanam tahun 2025


    Jabon                  20                                               Belangeran                        191
    Trembesi                                     656                        Ilhau                                 222
    Salam                   45                                              Daun salam                20
    Sengon                                             856                  Pinang                     66
    Petai                                          706                      Jengkol                         100
    Johar                                         687                       Durian                            200
    Gaharu                                                     1.000        Gelam                                                500
    Nangka                                             857                  Jabon putih                       200
    Jambu air                          242                                  Jambu-jambuan                                                     700
    Jelutung                     140                                        Pohon Ara/Beringin                                   500
    Ramin                        131                                        Rambutan hutan                    200


Gangguan HCV Tahun 2025 [GRI 101-6]

Kawasan konservasi secara rutin dipantau melalui patroli untuk mencegah potensi ancaman yang dapat mengganggu kelestarian
habitat. DSNG menggunakan aplikasi SMART Patrol sebagai sistem pemantauan utama karena kemampuannya mencatat data
secara terstruktur dan menyediakan analisis statistik yang akurat. Pendekatan ini membantu kami mengidentifikasi tren gangguan
maupun dinamika satwa, sehingga pengelolaan kawasan konservasi dapat dilakukan secara lebih efektif.

                                                             Jenis Gangguan
                                                        Perburuan                                                          Pembalakan Liar
                                                        1 (9%)                                                             7 (64%)
                                                        Kebakaran

                                                        1 (9%)                                 Total
                                                        Pembalakan Lahan                 11 (100%)
                                                        2 (18%)




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                          58                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
Jembatan Satwa untuk Mendukung Konektivitas Habitat Satwa Liar




DSNG memahami bahwa hasil identifikasi HCV yang                     kemudian diidentifikasi sebagai Ratu. Temuan ini menjadi
telah dilakukan sebelumnya belum mempertimbangkan                   bukti awal bahwa jembatan satwa yang dibangun telah
konektivitas antar area konservasi. Sejumlah area konservasi        dimanfaatkan oleh satwa liar di area konservasi PT BPN. Selain
masih terisolasi karena terpisah oleh tanaman produksi              Ratu, jembatan satwa juga tercatat digunakan oleh satwa lain
maupun aliran air alami, sehingga membatasi ruang jelajah           seperti monyet ekor panjang dan tupai.
satwa, khususnya mamalia, untuk berkembang
secara optimal.                                                     Penggunaan tersebut menunjukkan bahwa jembatan satwa
                                                                    berfungsi sesuai tujuan untuk mendukung konektivitas
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PT BPN bekerja sama               habitat, terutama saat kondisi lingkungan terganggu oleh
dengan BKSDA dan pemerhati satwa, menginisiasi                      banjir. Temuan ini menjadi dasar bagi DSNG untuk terus
pembangunan jembatan satwa menggunakan sling baja                   memperkuat perlindungan dan restorasi habitat satwa liar
yang menghubungkan antar pohon untuk melintasi                      melalui pendekatan berbasis data, kolaborasi multipihak, serta
aliran air alami.                                                   pengembangan infrastruktur konservasi yang efektif, sejalan
                                                                    dengan komitmen keberlanjutan perusahaan.
Pada Maret 2025, kamera jebak DSNG merekam penggunaan
Jembatan Satwa nomor 1 oleh seekor orang utan betina yang



         Pencegahan dan Pengelolaan Kebakaran
DSNG berkomitmen dalam menerapkan kebijakan tanpa
bakar dalam seluruh proses pengelolaan dan pengembangan
lahan sebagai bagian dari komitmen NDPE dan Kebijakan
Keberlanjutan. Sebagai anggota RSPO, DSNG melakukan
pemantauan potensi kebakaran melalui platform GeoRSPO, yaitu
sistem pemetaan interaktif yang dikembangkan bersama World
Resources Institute (WRI). Platform ini menyajikan data spasial
perkebunan kelapa sawit secara akurat dan dapat diverifikasi,
sehingga mendukung transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitas
praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Informasi lebih
lanjut dapat diakses melalui tautan RSPO monitoring.

Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Perseroan juga melaksanakan berbagai langkah
preventif, antara lain patroli rutin, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, SOP Pengendalian Kebakaran, serta
penyediaan sarana dan infrastruktur pendukung pengendalian kebakaran. Pemantauan juga dilakukan secara berkala untuk
memastikan pengendalian kebakaran di dalam konsesi serta memantau potensi risiko di area sekitar. Program pencegahan dan
pengelolaan kebakaran adalah sebagai berikut:



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                  59                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 62
                                Pencegahan
                                  Rencana Kerja Pencegahan Karhutla                  Patroli rutin, pelatihan, dan simulasi
                                  disusun berbasis peta rawan kebakaran              tanggap darurat kebakaran dilaksanakan
                                  sebagai acuan penentuan area prioritas dan         dua kali setahun untuk meningkatkan
                                  langkah pencegahan.                                kesiapsiagaan dan respons cepat. Upaya
                                                                                     ini diperkuat melalui pembentukan Tim
                                  Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat                  Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) dan
                                  (TKTD) telah dibentuk di seluruh unit              Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).
                                  operasional sebagai bagian dari kesiapan
                                  operasional dan respons awal kebakaran
                                                                                     Kolaborasi dengan pemasok dengan
                                  dalam menciptakan sumber daya
                                                                                     penerapan kebijakan tanpa bakar di seluruh
                                  manusia terlatih.
                                                                                     rantai pasok.

                                  Perseroan memastikan kesiapan sarana
                                  dan prasarana pemadaman kebakaran                  Kerja Sama dengan Manggala Agni
                                  sesuai Permentan No 6 Tahun 2025 dan               untuk penguatan kesiapsiagaan melalui
                                  telah melengkapi 100%. Peralatan tersebut          apel siaga, sosialisasi, sertifikasi Karhutla
                                  meliputi Pompa Jinjing, Pompa Punggung,            Manggala Agni yang diikuti sebanyak 400
                                  Pompa High Pressure dan peralatan                  peserta, dan inspeksi sarana pemadam.
                                  individu lainnya.


                                  Pemantauan titik panas dilakukan melalui
                                  pemantauan satelit SIPONGI Kementerian
                                  Kehutanan dan MODAPS NASA terhadap
                                  area dalam radius 1 km di luar konsesi.



                                Pemadaman
                                Penanganan cepat terhadap titik api yang terdeteksi dan pelaporan kepada pihak berwenang seperti
                                kepala desa, forum pimpinan kecamatan, dan dinas terkait.



                                Penanganan Pasca-Kebakaran
                                Evaluasi sumber dan penyebab kejadian serta perbaikan prosedur dan infrastruktur sebagai
                                langkah pencegahan berkelanjutan serta rehabilitasi area terdampak.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                          60                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
Hasil Rekapitulasi Monitoring Titik Panas Tahun 2025
DSNG melakukan monitoring titik panas secara berkala untuk memastikan pengendalian kebakaran
di dalam konsesi serta memantau potensi risiko di area sekitar.

   01. Kalimantan Barat                                                  02. Kalimantan Utara

  Area Konsensi                                                          Area Konsensi

  140 Jumlah
      Hotspot Terdeteksi                105,31                           0       Jumlah
                                                                                 Hotspot Terdeteksi     0
                                        Luas Wilayah yang                                               Luas Wilayah yang
                                        Terkena Dampak (ha)                                             Terkena Dampak (ha)
  140 Jumlah
      Kebakaran Aktual                                                   0
                                                                                 Jumlah
                                                                                 Kebakaran Aktual

  Dalam radius 1 Km di Luar Konsensi                                     Dalam radius 1 Km di Luar Konsensi

  388 Yang
      Terdeteksi                        388 Jumlah
                                            Aktual
                                                   Kebakaran
                                                                         10 Yang
                                                                            Terdeteksi                  10 Jumlah
                                                                                                           Aktual
                                                                                                                  Kebakaran




                                                                                 03




                                                                                04

                                              01




                                                               02




   03. Kalimantan Tengah                                                 04. Kalimantan Timur

  Area Konsensi                                                          Area Konsensi

  1 Jumlah
    Hotspot Terdeteksi
                                      0,99                               16 Jumlah
                                                                            Hotspot Terdeteksi          24
                                      Luas Wilayah yang                                                 Luas Wilayah yang
                                      Terkena Dampak (ha)
  1       Jumlah
          Kebakaran Aktual                                               16
                                                                              Jumlah
                                                                              Kebakaran Aktual
                                                                                                        Terkena Dampak (ha)



  Dalam radius 1 Km di Luar Konsensi                                     Dalam radius 1 Km di Luar Konsensi
                                            Jumlah Kebakaran
  18        Yang
            Terdeteksi                18    Aktual                       41 Yang
                                                                            Terdeteksi                  41 Jumlah
                                                                                                           Aktual
                                                                                                                  Kebakaran



  Jumlah Titik Panas Terverifikasi 2023-2025

                                                                                       457
    400
                                                       365
    300
                                                                                                      Area Konsesi

    200                                                                                               Dalam Radius 1 km
                  176                                                                                 di Luar Konsesi
                                158                         177                      157
    100

      0
                       2023                             2024                    2025



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       61                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 64
Implementasi Kebijakan Tanpa Bakar dalam                                                      2025           2024                2023
Pengelolaan Lahan: Peremajaan Kelapa Sawit

Pada tahun 2025, DSNG melanjutkan program                   Perkembangan Program Peremajaan Kelapa Sawit (Replanting)
peremajaan kelapa sawit secara mekanis sebagai
bagian dari penerapan kebijakan tanpa bakar.                Luas Replanting (ha)

Program replanting dilakukan, secara bertahap                                                                    2.249
untuk mempertahankan dan meningkatkan
produktivitas kebun pada tanaman yang sudah tua                                       916
atau tidak lagi optimal. Proses replanting meliputi
penyediaan bibit, penumbangan dan pencacahan                              500
pohon sawit lama, pencabutan akar, serta
                                                            Lokasi      PT SWA, Muara Wahau
pemanfaatan serpihan biomassa sebagai pupuk
organik. Perseroan menggunakan bibit kelapa
sawit unggul yang disesuaikan dengan kondisi
lahan dan iklim lokasi penanaman. Perseroan
tidak menggunakan Genetically Modified Organism
(GMO) untuk penanaman tanaman kelapa
sawit. Pendekatan ini memastikan implementasi
konsisten kebijakan tanpa bakar dan mendukung
keberlanjutan produktivitas jangka panjang.




         Perlindungan Daerah Aliran Sungai dan Kualitas Air
          [GRI 303-1, 101-2, 101-8]


Air merupakan sumber daya penting bagi kehidupan dan kegiatan operasional DSNG. Pada tahun 2025, pemantauan kualitas
air sungai di seluruh entitas dilakukan secara rutin dengan menggunakan indikator keanekaragaman hayati biotik. Pemantauan
ini juga bertujuan mendeteksi perubahan kualitas air serta memastikan tidak terjadinya pencemaran di daerah aliran sungai.

Sampel invertebrata diambil dari areal sungai yang berada dalam area konservasi sungai Muara Wahau. Pada titik pemantauan
yang sama dengan tahun sebelumnya, DSNG mencatat 9 jenis fitoplankton dan 3 jenis zooplankton pada tahun 2025. Hasil
ini memberikan gambaran awal kondisi kesehatan perairan serta menjadi bagian dari dasar evaluasi kualitas air Daerah Aliran
Sungai (DAS).


   Jumlah Fitoplankton dan Zooplankton Sungai Wahau Hilir                                     2025          2024                2023


                         Jumlah Jenis Fitoplankton                                    Jumlah Jenis Zooplankton


                                                     12
                                      11
                   9
                                                                                                  4                  4
                                                                                3




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   62                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
Perlindungan Sempadan Sungai                    [GRI 101-5, 101-6, 101-7]




Selain pemantauan kualitas air, DSNG menerapkan                          Penetapan sempadan sungai mengacu pada peraturan
perlindungan daerah aliran sungai melalui penetapan                      perundang-undangan nasional yang menetapkannya sebagai
dan pengelolaan sempadan sungai, khususnya pada                          kawasan lindung serta persyaratan skema sertifikasi yang
kegiatan replanting. Upaya ini merupakan bagian dari                     diterapkan oleh Perseroan. Berdasarkan panduan Pengelolaan
strategi keberlanjutan Perseroan dalam menjaga hutan dan                 Sempadan Sungai di Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia –
lingkungan, sejalan dengan Kebijakan Keberlanjutan DSNG                  Laporan Sintesis (2022), identifikasi dan penetapan sempadan
yang menempatkan perlindungan keanekaragaman hayati                      sungai dilakukan secara sistematis pada areal replanting.
sebagai prioritas.

Perseroan melakukan identifikasi aliran air dan penetapan sempadan sungai pada areal replanting melalui
tahapan sebagai berikut:


                  1                         2                                           3                           4


Peninjauan laporan kajian       Deliniasi area HCV                          Verifikasi aliran air dan       Identifikasi sumber
HCV untuk memastikan            dengan mengacu pada                         sungai di dalam blok.           air, areal rendahan,
keberadaan sungai dan           peta RBI sesuai dengan                                                      tanah marginal, serta
sempadan sungai yang            ketentuan peraturan                                                         lereng curam dengan
termasuk dalam area             perundang-undangan                                                          kemiringan lebih dari
bernilai konservasi tinggi.     yang berlaku.                                                               22 derajat (>22°).


Gambar dan analisa di atas menunjukkan contoh hasil identifikasi sempadan sungai pada kegiatan replanting yang berdampak
pada pengurangan areal tanam sekitar 4% dari total luasan tanam TBM terbaru. Meskipun mengurangi areal tanam,
perlindungan sempadan sungai berkontribusi pada peningkatan keanekaragaman hayati dan penguatan fungsi ekosistem,
termasuk perlindungan mata air dan embung, yang pada akhirnya mendukung ketahanan dan produktivitas kelapa sawit
dalam jangka panjang.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       63                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 66
Pembangunan Tree Island dalam Proses Replanting




Tree Island merupakan kumpulan pohon lokal yang menyerupai “pulau” di dalam hamparan tanaman kelapa sawit. Pendekatan
ini juga dapat didefinisikan sebagai teknik restorasi hutan dengan kombinasi tanaman kelapa sawit dengan tanaman alami atau
lokal serta tanaman non endemik. Dalam konteks perkebunan kelapa sawit, Tree Island menjadi salah satu inisiatif keberlanjutan
yang diterapkan pada fase replanting untuk meningkatkan kesehatan tanah & konservasi air, dukungan biosequestrasi, serta
keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem. Pengelolaan Tree Island dilakukan dengan mempertimbangkan dua
dimensi utama, yaitu dimensi bisnis dan agronomi serta dimensi lingkungan.

   Dimensi bisnis dan agronomi                                                           Dimensi Lingkungan
   Tree Island diterapkan pada area yang wajib dikonservasi maupun                       Tree Island memberikan sejumlah manfaat,
   pada area yang secara agronomis kurang optimal untuk tanaman                          antara lain peningkatan keanekaragaman hayati,
   kelapa sawit. Area tersebut antara lain meliputi mata air, embung,                    penguatan fungsi ekosistem, serta menjadi pemicu
   areal rendahan, tanah marginal, dan area sejenis lainnya.                             regenerasi alami vegetasi.

Berikut merupakan hasil ilustrasi analisis penerapan Tree Island pada salah satu kebun di DSN Group:

       Total Area tanam awal: 4.517,8 ha




                                                                             Total pengurangan area tanam: 164,49 ha
                                                         Persentase total Pengurangan tanam untuk Tree Island: 3,43%

                                                          Area Tree Island & bendali: 22,09 ha        Area Sempadan Sungai: 142,4 ha



                                                      Luas (ha)            Produksi              Biaya CTM          Biaya Perawatan

      Normal Replanting                               100%

      New Design Replanting                           96%


Penerapan new design replanting berdampak pada penurunan produksi sebesar 10–20% pada area marginal. Pada saat yang
sama, biaya Cost to Mature (CTM) meningkat sebesar 15–20% dan biaya perawatan kebun meningkat sebesar 5–10% per tahun,
terutama terkait aktivitas drainase dan pemupukan. Untuk mengoptimalkan manfaat Tree Island, DSNG juga memperhatikan
pemilihan jenis tanaman yang sesuai. Jenis tanaman yang digunakan meliputi:


                                Tumbuhan fast grow, seperti                                           Spesies lokal seperti meranti, jelutung,
                                sengon, jabon, sungkai, sohar;                                        dan ulin;


                                Tumbuhan medium grow berupa                                           Jenis pohon yang mewakili
                                pohon buah-buahan untuk menarik                                       keragaman pollinator besar seperti
                                satwa penyebar benih seperti durian,                                  kelelawar dan burung, serta pollinator
                                pete, nangka, dan kersen;                                             kecil seperti serangga.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                             64                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
Pengembangan Agroforestry Jabon Berbasis Pertanian Regeneratif
Pada unit bisnis produk kayu, DSNG melaksanakan program peningkatan kapasitas petani untuk agroforestri multistrata yang
tangguh terhadap perubahan iklim di Lanskap Kedu Banyumas, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Rainforest Alliance dan
didukung oleh Asian Development Bank. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas 4.000 petani kecil dalam menerapkan
praktik agroforestri terpadu dan pertanian regeneratif yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga
fungsi lingkungan.

Model yang diterapkan menggabungkan tanaman kayu seperti sengon dan jabon dengan kopi serta tanaman lainnya dalam
sistem tanam bertingkat. Sistem ini menjaga tutupan pohon dan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang lebih tinggi
dibandingkan sistem monokultur. Dengan meniru struktur vegetasi yang lebih alami, pendekatan ini mendukung konservasi
tanah, memperbaiki tata kelola air, dan mempertahankan fungsi ekosistem dalam jangka panjang, sekaligus menjaga
keberlanjutan mata pencaharian petani.

Hasil kajian awal menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah program berada pada lahan miring dengan curah hujan tinggi,
sehingga rentan terhadap erosi dan kehilangan unsur hara. Sistem agroforestri multistrata membantu mengurangi risiko
tersebut melalui penguatan struktur tanah oleh jaringan akar pohon, pengurangan aliran permukaan air hujan melalui tutupan
tajuk, penambahan bahan organik tanah dari guguran daun dan biomassa, pemeliharaan kelembaban tanah, serta peningkatan
cadangan karbon baik di atas maupun di bawah permukaan tanah. Analisis perubahan tutupan lahan juga menunjukkan
peningkatan area berhutan sebesar 0,3%, yang didorong oleh perluasan agroforestri berbasis masyarakat dengan dukungan
industri pengolahan kayu. Tren ini mencerminkan dampak ekologis yang positif, termasuk peningkatan tutupan vegetasi dan
penyerapan karbon pada skala lanskap.



        Pengendalian Hama Terpadu                                     [GRI 13.5.1, 13.6.1, 13.6.2]



Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu dilakukan DSNG sebagai pendekatan utama dalam menjaga kesehatan tanaman tanpa
ketergantungan berlebih pada bahan kimia. Fokus sistem pengelolaan hama terpadu diarahkan pada pengurangan risiko
lingkungan dan peningkatan keseimbangan ekosistem. DSNG menerapkan Sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) sebagai
bagian dari praktik budidaya berkelanjutan. Informasi lengkap terkait PHT tersedia pada laman resmi perusahaan.


Penggunaan Bahan Kimia
DSNG melarang penggunaan paraquat dan pestisida Kelas 1A/1B sesuai standar indikator 7.2.5 P&C RSPO 2018. Pemakaian
bahan kimia dilakukan secara terukur dan hanya bila diperlukan, dengan prioritas pada bio-insektisida dan musuh alami.
Pelatihan rutin diberikan kepada karyawan dan petani untuk memastikan praktik yang aman dan sesuai prosedur. Pada tahun
2025, kami menggunakan sekitar 19 jenis pestisida dengan total penggunaan 34,74 kg kimia aktif per ha.


Alternatif Pengganti Pestisida [POJK F.5]
DSNG menerapkan praktik operasional dan penyimpanan bahan kimia yang bertujuan meminimalkan risiko kontaminasi serta
pencemaran dari pupuk, pestisida, dan bahan kimia lainnya. Upaya pengurangan penggunaan bahan kimia dilakukan untuk
menjaga kesuburan tanah sekaligus mempertahankan produktivitas kebun.

Perseroan juga terus mendorong peningkatan penggunaan bio-insektisida dan musuh alami sebagai bagian dari pengendalian
hama tanaman kelapa sawit. Pendekatan biologis ini memanfaatkan predator, parasitoid, entomopatogen, dan jamur untuk
menjaga keseimbangan hama dan penyakit tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Dalam implementasinya,
perusahaan melarang pengujian pada hewan dalam mengembangkan inovasinya. Beberapa program yang dijalankan
antara lain:




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                               65                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 68
                                Pengembangan Biofungisida & Bioinsektisida
                                DSNG berkomitmen menurunkan penggunaan bahan kimia melalui pemupukan yang
                                lebih aman, penyimpanan sesuai standar, serta peningkatan penggunaan bio-insektisida.
                                Perusahaan juga terus mendorong adopsi 100% bio-insektisida untuk pengendalian
                                hama utama kelapa sawit. Berikut penggunaan agensia hayati berbasis biofungisida dan
                                bioinsektisida tahun 2025 disajikan dalam tabel berikut:

          Jenis Alternatif         Fungsi                        Tujuan Utama                     Produksi 2025   Aplikasi Lapangan 2025

                                                 Pencegahan Penyakit Tanaman
 Trichoderma sp                 Biofungisida                                                        62.550 kg           62.010 ton
                                                 Kelapa Sawit (Replanting)

                                                 Kendali Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit / UPDKS
 Cordyceps sp                   Bioinsektisida                                                       828 kg                714 kg
                                                 (Stadia larva atau pupa)

 Multi-Nucleo Polyhedro Virus                    Kendali Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit / UPDKS
                                Bioinsektisida                                                       230 kg                40 kg
 (MNPV)                                          (Stadia larva atau pupa)



                                Pengembangan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto alba)
                                Pemanfaatan burung hantu Tyto alba dikembangkan sebagai predator alami untuk pengendalian
                                hama tikus di area perkebunan kelapa sawit DSNG. Inisiatif ini bertujuan menurunkan
                                ketergantungan terhadap rodentisida kimia sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Selama
                                2025, sebanyak 12 ekor Tyto alba telah dikembangkan dan dilepasliarkan sebagai bagian dari
                                upaya pengendalian hayati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.


                                Pengembangan Tanaman Inang
                                Pemanfaatan tanaman inang dikembangkan untuk meningkatkan populasi predator dan
                                parasitoid secara alami sebagai bagian dari pengendalian hayati berkelanjutan. Berbagai jenis
                                tanaman seperti Antigonon leptopus, Turnera subulata, Turnera ulmifolia, Euphorbia heterophylla,
                                Nephrolepis sp., Celosia sp., dan Cratoxylum sp. ditanam guna mendukung stabilitas ekosistem
                                perkebunan. Pada tahun 2025, penanaman Turnera sp sebagai beneficial plant telah melampaui
                                target dengan realisasi lebih dari 7% dari rencana tahunan, mencakup total 1.921 blok.


                                Pengembangan Predator Sycanus
                                Pemanfaatan predator alami Sycanus dikembangkan sebagai bagian dari strategi Pengendalian
                                Hama Terpadu (PHT) di area perkebunan kelapa sawit untuk menekan populasi hama daun dan
                                mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia. Program penangkaran yang dimulai
                                pada Juli 2025 ini didukung melalui pengelolaan habitat dan pengembangan tanaman inang.
                                Selama tahun 2025, sebanyak 270 ekor Sycanus telah dikembangkan dan dilepasliarkan sebagai
                                upaya pengendalian hayati yang berkelanjutan.


Pengembangan Serangga Penyerbuk
DSNG melaksanakan program Hatch and Carry Elaeidobius kamerunicus untuk
meningkatkan efektivitas penyerbukan alami di perkebunan kelapa sawit. Program
ini mencakup proses penetasan, pemeliharaan, dan distribusi serangga penyerbuk
ke areal tanam yang membutuhkan penguatan populasi.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 2.546.732 ekor Elaeidobius kamerunicus dilepaskan
ke blok-blok Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di PT Swakarsa Sinarsentosa,
Muara Wahau, dengan cakupan area 500 hektare atau sekitar 56.758 ekor per
hektare. Penyebaran dilakukan sejak Mei 2025 sebagai upaya berkelanjutan untuk
menjaga populasi penyerbuk dan mendukung produktivitas kebun secara alami.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                         66                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
                                Pilar Iklim
                                Pengelolaan isu iklim dalam strategi keberlanjutan DSNG
                                bertujuan untuk menangani perubahan iklim dengan berfokus
                                pada pengurangan emisi, mitigasi risiko, dan penguatan
                                ketahanan operasional terhadap dampaknya. Perseroan
                                mengintegrasikan upaya mitigasi dan adaptasi iklim ke dalam
                                pengelolaan bisnis melalui pemantauan emisi dan energi,
                                penguatan praktik operasional, serta pengembangan tata kelola
                                iklim yang diterapkan secara bertahap di seluruh unit usaha.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                             67                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 70
         Target dan Progres

          Energi


             Intensitas Konsumsi Energi                            Intensitas Konsumsi Energi                           Intensitas Konsumsi
               Bisnis Unit Kelapa Sawit                           Bisnis Unit Energi Terbarukan                             Energi DSNG

        19,59                     11.767.299                        3,13               86.496
       GJ/Ton CPO                         GJ                    GJ/Ton Produksi             GJ                            1,08
       Unit Bisnis
      Kelapa Sawit
                                    Konsumsi Energi
                                Terbarukan Kelapa Sawit
                                                               Unit Bisnis Produk
                                                               Energi Terbarukan
                                                                                     Konsumsi Energi
                                                                                       Terbarukan
                                                                                                                        GJ/Rupiah




                                                 Intensitas Konsumsi Energi Bisnis Unit Produk Kayu



       5,51 GJ/m³                              0,20 GJ/m2                           620.353 GJ                             94.341GJ
               Unit Bisnis                          Unit Bisnis Produk                    Konsumsi Energi                     Konsumsi Energi
           Produk Kayu - Panel                         Kayu - Floor                      Terbarukan - Panel                  Terbarukan - Floor




          Pengelolaan Air


    0,87                                       0,07                                 0,63                                 0,06
    m³/Ton TBS Olah                            m³/Produksi Floor (m2)               m³/Produksi Panel (m³)               m³/Ton Produksi
    Intensitas Pemakaian Air                   Intensitas Pemakaian Air             Intensitas Pemakaian Air             Intensitas Pemakaian Air
    Proses Unit PKS                            DSN WP Floor                         DSN WP Panel                         Energi Terbarukan




           Emisi GRK


     0,57 tCO₂e/Ton CPO                          Capaian Program Adaptasi Tahun 2025
                                                 • Pengembangan Proyek Konservasi Air di Unit
                                                                                                        Capaian Program Mitigasi Tahun 2025
                                                                                                        • Proyek TPST Zero Landfill
     Intensitas Emisi GRK terhadap                 Bisnis Kelapa Sawit                                  • Efisiensi Penggunaan Air di Unit Bisnis
     volume produksi CPO                         • Memperkuat Adaptasi Iklim Melalui Konservasi           Produk Kayu
                                                   dan Serangga Penyerbuk                               • Program Kemandirian Energi Unit Bisnis
                                                 • Perlindungan Kesehatan Pekerja Terhadap                Kelapa Sawit
                                                   Risiko Panas Ekstrem                                 • Program Kemandirian Energi Unit Bisnis
                                                 • Instalasi Daur Ulang Air                               Produk Kayu & Energi Terbarukan




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                  68                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
         Pendekatan DSNG terhadap Pilar Utama TCFD
          [GRI 201-2, 13.2.1, 13.2.2] [SASB FB-AG-440a.1, FB-AG-440a.2]




             Pilar Utama TCFD • Tata Kelola
                 DSNG memastikan tata kelola keberlanjutan berjalan efektif melalui pengawasan langsung Direktur Utama dan
                 Chief Sustainability Officer (CSO), yang memimpin integrasi kebijakan ESG dan mitigasi risiko iklim di seluruh operasi.
                 Untuk memperkuat fungsi pengawasan ini, Sustainability Advisory Board (SAB) menjalankan perannya sebagai
                 penasihat strategis dengan menyelenggarakan pertemuan triwulanan guna meninjau kinerja, mengidentifikasi risiko,
                 dan memberikan arahan pengembangan program keberlanjutan. Seluruh rekomendasi SAB disampaikan kepada
                 Dewan Direksi sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan strategi perusahaan.

                 Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, DSNG memperkuat struktur manajemen iklim dengan menunjuk
                 Climate Action Unit Head pada 2024, yang bertanggung jawab mengoordinasikan langkah adaptasi dan mitigasi.
                 Sepanjang tahun, SAB mengadakan empat kali rapat untuk membahas strategi transisi menuju ekonomi rendah
                 karbon dan memperkuat kesiapan perusahaan menghadapi kebijakan global terkait iklim. Rekomendasi dari
                 pembahasan tersebut dievaluasi lebih lanjut oleh Dewan Direksi untuk memastikan keselarasan dengan rencana
                 strategis jangka panjang. Informasi lebih lanjut mengenai upaya DSNG dalam menghadapi perubahan iklim dapat
                 diakses di tautan berikut.


             Pilar Utama TCFD • Strategi
                 Sejak September 2021, DSNG mulai menghitung emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan menilai risiko iklim bersama
                 pihak eksternal dengan menggunakan data 2019 sebagai baseline. Inventarisasi dilakukan setiap tiga tahun untuk
                 memastikan strategi iklim berbasis data ilmiah, mengikuti pembaruan pedoman seperti Science-Based Target Initiative
                 (SBTi) dan rancangan GHG Protocol Land Sector and Removals Guidance (LSRG). Dalam proses penilaian risiko iklim
                 tersebut, DSNG menggunakan skenario iklim yang diakui secara internasional, yaitu Representative Concentration
                 Pathway (RCP) yang dikembangkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), untuk memahami
                 potensi dampak perubahan iklim dalam jangka menengah dan panjang.

                 Skenario RCP 8.5 digunakan untuk merepresentasikan kondisi emisi tinggi tanpa kebijakan pengurangan emisi
                 dan diperlakukan sebagai skenario risiko fisik paling ekstrem (worst-case scenario). Sementara itu, skenario RCP 4.5
                 mencerminkan jalur pengurangan emisi yang relatif ambisius untuk membatasi kenaikan suhu global hingga sekitar
                 2°C, namun tetap menunjukkan potensi dampak fisik yang signifikan. Dengan pertimbangan tersebut, RCP 4.5
                 diprioritaskan sebagai skenario utama dalam penilaian risiko fisik perubahan iklim DSNG.

                      Skenario             Penyesuaian                    1. ≤ 2°C      Skenario Risiko             1. RCP 4.5 (1.7–3.2°C)
                      Iklim                Suhu                           2. > 2°C      Iklim Fisik                 2. RCP 8.5 (3.2–5.4°C)

                   Proyeksi perubahan iklim menunjukkan suhu maksimum yang lebih tinggi dan durasi periode hangat yang lebih lama di masa depan.
                   Tidak ada perubahan signifikan dalam curah hujan ekstrem yang diproyeksikan di bawah skenario perubahan iklim.


                 Melalui pendekatan tersebut, DSNG mengidentifikasi risiko fisik, risiko transisi, serta peluang terkait iklim yang
                 relevan dengan operasi di Indonesia. Lima risiko fisik utama beserta langkah mitigasi dan estimasi biaya telah
                 dijabarkan dalam Laporan Keberlanjutan (halaman 71-72). Hasil kajian ini menjadi dasar integrasi aspek
                 keberlanjutan ke dalam model bisnis perusahaan, termasuk alokasi modal untuk transisi menuju ekonomi
                 rendah karbon.

                 Sebagai langkah strategis, DSNG menyusun Rencana Aksi Iklim (Climate Action Plan/CAP) 2030 untuk memperkuat
                 ketahanan iklim dan menurunkan emisi secara terukur. Pada unit bisnis kelapa sawit, terdapat 10 proyek prioritas
                 yang dimonitor secara kuartalan hingga tingkat Direksi, meliputi: Penangkapan Metana, Elektrifikasi Biogas,
                 Pemanfaatan Bio-CNG, TPST Zero Landfill, Sekuestrasi Biogenik, Inovasi Pupuk, Pengelolaan Organik Tanah,
                 Manajemen Air kebun, Manajemen Air Pabrik dan Perumahan, serta Pengembangan Serangga Benefisial. Detail
                 rencana aksi dan target pengurangan emisi hingga 2030 tersedia di tautan berikut.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                               69                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 72
            Pilar Utama TCFD • Pengelolaan Risiko
                 Pada 2022, DSNG mengembangkan Penilaian Risiko Iklim (Climate Risk Assessment/CRA) bersama Asia Biogas dan
                 ERM untuk menilai berbagai risiko terkait iklim, termasuk regulasi saat ini dan yang akan datang, risiko teknologi,
                 hukum, pasar, reputasi, serta risiko fisik akut dan kronis. Penilaian ini mencakup periode jangka menengah dan
                 jangka panjang, dengan laporan lengkap tersedia melalui tautan berikut.

                 Melalui Komite Audit, DSNG mengidentifikasi risiko lingkungan termasuk risiko iklim dan menetapkan langkah
                 mitigasi berdasarkan baseline emisi GRK dan hasil CRA sebelumnya. Untuk mendukung pengelolaan risiko tersebut,
                 DSNG menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social Management System/
                 ESMS) yang selaras dengan standar IFC-PS. ESMS diimplementasikan di seluruh aspek bisnis, termasuk pada
                 Strategic Business Unit (SBU), dengan risiko perubahan iklim menjadi salah satu fokus utama dalam kerangka
                 manajemen risiko perusahaan. Informasi lengkap mengenai pengelolaan risiko ESG melalui ESMS tersedia pada
                 halaman 135 Laporan Keberlanjutan.



            Pilar Utama TCFD • Metrik dan Target
                 Sejalan dengan risiko iklim yang telah diidentifikasi dalam skenario RCP 8.5 dan 4.5, kami bertujuan tidak hanya
                 untuk mengurangi dampak dari risiko tersebut, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang. Oleh karena itu, kami
                 berkomitmen untuk menetapkan target rendah karbon yang ambisius di bawah skenario RCP 2.6 (yang sesuai
                 dengan masa depan dengan kenaikan suhu 1,5°C). DSNG menetapkan baseline emisi GRK untuk Lingkup 1, 2, dan 3
                 menggunakan data 2019 dan menargetkan penurunan emisi 44% pada 2030.

                 Target kami adalah:
                 • Pengurangan 70% (Lingkup 1), 28% (Lingkup 2), dan 23% (Lingkup 3)
                 • Optimalisasi pemanfaatan limbah organik untuk mendukung pengurangan emisi.
                 • Daur Ulang dan Konservasi Sumber Daya
                 • Pemanfaatan Biomassa dan Energi Terbarukan
                 • Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Energi dan Limbah

                 Tahun 2025 menjadi fase awal implementasi CAP 2030, dengan seluruh proyek mulai berjalan dari tahap
                 perencanaan hingga eksekusi. Capaian tahun pertama mencakup:
                 • TPST Zero Landfill dengan total 145 ton sampah telah diolah, setara dengan jumlah sampah 5-6 kecamatan dalam
                   1 hari. Upaya pengolahan juga didukung dengan peningkatan budaya pemilahan oleh karyawan.
                 • Peta Jalan Mandiri Energi, dengan pemanfaatan gas metana dari POME untuk menghasilkan biogas dan Bio-CNG
                   di dua plant, yang berpotensi mengurangi 76.451 tCO₂e.
                 • Pemanfaatan limbah organik, termasuk aplikasi tandan kosong hingga 40 ton/ha/tahun, aplikasi solid sebanyak
                   15 ton/ha/tahun, dan POME dengan BOD <5.000 hingga 247 ton/ha untuk mendukung penurunan emisi dan
                   perbaikan kualitas tanah.


Rencana Aksi Iklim
Komitmen DSNG terhadap penanganan perubahan                              Contribution (NDC). Untuk itu, Perseroan telah menyusun
iklim sejalan dengan Kebijakan Keberlanjutan Grup yang                   Rencana Aksi Iklim sebagai peta jalan transisi menuju kegiatan
berfokus pada tiga pilar utama: hutan, iklim, dan masyarakat.            operasional yang rendah karbon dan tangguh terhadap
Kebijakan ini berfungsi sebagai panduan strategis yang                   perubahan iklim.
mengintegrasikan isu-isu iklim ke dalam arah bisnis dan
                                                                         Rencana Aksi Iklim tersebut memuat langkah-langkah
tujuan keberlanjutan Perseroan.
                                                                         strategis mitigasi dan adaptasi, dengan fokus utama pada
Sebagai bagian dari upaya menuju target Net Zero, DSNG                   pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 44% pada
berkomitmen untuk menurunkan emisi, memperkuat                           tahun 2030 dibandingkan dengan tingkat emisi tahun
ketahanan terhadap risiko iklim, serta mendukung komitmen                dasar 2019.
Pemerintah Indonesia dalam mencapai Nationally Determined

PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       70                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
Perubahan Iklim
Risiko Fisik dan Transisi yang Teridentifikasi Akibat Perubahan Iklim dan Memiliki Dampak Keuangan
[GRI 201-2, 13.2.1, 13.2.2]



   Risiko Fisik
                                                                            Perkiraan
         Risiko                                                                                                                Perkiraan Biaya Pelaksanaan
                                            Dampak Utama                  Jangka Waktu            Tindakan Mitigasi
     Teridentifikasi                                                                                                                  atau Dampak
                                                                           Pelaksanaan
                                                                                         Meningkatkan efisiensi proses
                                                                                         pabrik & penggunaan air
                              Kurangnya ketersediaan air untuk                           Meningkatkan kesadaran melalui
                              operasional pabrik, fasilitas perusahaan,                  sosialisasi penghematan air
                                                                           2-5 tahun
                              perumahan karyawan, dan masyarakat
                              sekitar.                                                   Meningkatkan daur ulang air dalam
                                                                                         semua proses yang menggunakan         Dampak finansial dari risiko
                                                                                         air                                     ini belum disampaikan
    Ketersediaan                                                                                                                     dalam laporan ini
         Air                                                                             Meningkatkan perlindungan
                              Kelangkaan air menyebabkan tanaman                         kelembaban tanah melalui tanaman
                              rentan terhadap penyakit dan                               penutup dan tutupan biomassa
                                                                           3-5 Tahun
                              menyebabkan penurunan hasil panen
                              kelapa sawit.                                              Melakukan proyek konservasi air


                              Risiko curah hujan ekstrem yang
                              mengakibatkan meluapnya air sungai
                              sehingga menyebabkan gangguan                              Meningkatkan pengelolaan air di
                              operasional                                                daerah rawan banjir. Memasang
                                                                                                                               Dampak finansial dari risiko
                                                                                         dan membangun tempat
                                                                            2 Tahun                                              ini belum disampaikan
     Banjir dan               Nutrisi tanah hanyut dari perkebunan                       penampungan air dan pompa untuk
                                                                                                                                     dalam laporan ini
  Intensitas Hujan            sehingga berpotensi menyebabkan                            mengendalikan dan mengelola
       Tinggi                 berkurangnya unsur hara                                    kelebihan air
                              Proses transportasi terganggu

                              Kenaikan suhu udara yang drastis,
                              berpotensi menyebabkan degradasi                           Meningkatkan keterlibatan
                              lahan, kebakaran hutan, berkurangnya air                   dengan masyarakat sekitar dalam
                              tanah, dan terhambatnya pertumbuhan                        pencegahan kebakaran
                              tanaman

                                                                                         Melakukan penangkaran serangga
                                                                                         penyerbuk E. kamerunicus dan
                              Berdampak negatif terhadap                                 predator alami Sycanus Sp.            Dampak finansial dari risiko
                              penyerbukan serangga dan hasil panen             -         Program ini telah terealisasi pada      ini belum disampaikan
         Panas                                                                           tahun 2025 dan akan dijalankan              dalam laporan ini
        Ekstrim                                                                          secara berkelanjutan.

                                                                                         Memberikan pemahaman kepada
                                                                                         karyawan tentang kelelahan
                              Kelelahan akibat panas yang dialami
                                                                                         akibat panas, memberikan
                              karyawan mempengaruhi produktivitas
                              mereka                                                     pakaian pelindung, menyesuaikan
                                                                                         jam kerja, dan melengkapi
                                                                                         dengan suplemen cairan

                              Pergerakan tanah akibat topografi dan
                                                                                         Meningkatkan cakupan tanaman
                              curah hujan ekstrim yang melebihi daya
                                                                                         penutup tanah
                              dukung tanah
                                                                                                                               Dampak finansial dari risiko
                                                                           3-5 Tahun     Menghindari penanaman pada              ini belum disampaikan
                                                                                         topografi tertentu di masa depan
        Longsor               Mengganggu operasi dan berisiko
                                                                                                                                     dalam laporan ini
                              mengurangi hasil panen                                     Memperbaiki jalan dan infrastruktur
                                                                                         di wilayah operasional Perseroan


                                                                                         Menanam penghalang angin di
                                                                          5-10 Tahun
                              Angin kencang yang terjadi selama                          lokasi operasional
                              berjam-jam atau berhari-hari, sehingga                                                           Dampak finansial dari risiko
                              berisiko menghambat pertumbuhan                                                                    ini belum disampaikan
                              tanaman dan menyebabkan gangguan                                                                       dalam laporan ini
     Angin/Badai                                                                         Menerapkan/memperbaharui
                              operasional
                                                                               -         peraturan dan prosedur K3 untuk
                                                                                         kegiatan kerja saat terjadi badai




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                      71                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
Page 74
  Risiko Transisi
                                                                       Perkiraan
         Risiko                                                                                                            Perkiraan Biaya Pelaksanaan
                                         Dampak Utama                Jangka Waktu             Tindakan Mitigasi
     Teridentifikasi                                                                                                              atau Dampak
                                                                      Pelaksanaan

                                                                                    Menghitung harga karbon internal
                                                                                    berdasarkan peraturan yang berlaku
                            Meningkatnya biaya produksi untuk                       di Indonesia dan negara-negara
                            Produk Kayu dan Minyak Sawit                            target pasar lainnya                   Dampak finansial dari risiko
                                                                          -                                                  ini belum disampaikan
     Kebijakan &                                                                                                                 dalam laporan ini
    Regulasi - Pajak        Titik leverage untuk Bio-CNG                            Menemukan peluang bagi Bio-CNG
       Karbon                                                                       untuk memanfaatkan pembangkit
                                                                                    listrik terbarukan mereka

                            Membatasi pasar internasional
                            untuk DSNG                                              Menetapkan strategi iklim yang jelas
                                                                                    untuk mengatasi masalah ini
       Kebijakan                                                                                                           Dampak keuangan dari risiko
      & Regulasi -
                                                                          -
                            Perlu lebih banyak upaya untuk                                                                     ini belum diukur
      Pembatasan            meningkatkan tingkat keberlanjutan                      Memetakan perluasan pasar dan
   Perdagangan Luar         produk agar dapat lolos dari                            menilai persyaratannya
        Negeri
                            larangan impor


                                                                                    Penilaian terperinci untuk teknologi
                            Meningkatkan hasil dan efisiensi untuk                  dan bagaimana teknologi tersebut         Dampak keuangan dari
                                                                          -
    Teknologi dan           setiap SBU                                              akan sesuai dengan operasi DSNG          risiko ini belum diukur
   Pasar - Kemajuan                                                                 saat ini dan di masa mendatang
      Teknologi




                                                                                    Menemukan investasi untuk
                            Pasar akan lebih khawatir terkait                                                                Dampak keuangan dari
  Teknologi & Pasar -
                                                                          -         teknologi hijau yang akan digunakan
                            penurunan biaya teknologi hijau                                                                  risiko ini belum diukur
  Energi Terbarukan                                                                 oleh DSNG
   & Penangkapan
       Metana




                                                                                    Mengungkapkan perjalanan
                            Reputasi pada saham yang dapat
                                                                                    keberlanjutan DSNG melalui               Dampak keuangan dari
  Reputasi - Sentimen       mempengaruhi posisi DSNG di pasar dan         -
   Pemegang Saham
                                                                                    kerangka kerja yang kredibel seperti     risiko ini belum diukur
                            akses pendanaan
    dan Pemangku                                                                    TCFD
     Kepentingan




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                 72                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
Program Adaptasi Perubahan Iklim selama Tahun 2025

                                 1   Pengembangan Proyek Konservasi Air di Unit Bisnis Kelapa Sawit

                                Manajemen Air Kebun
                                Program konservasi yang dimulai pada tahun 2024 saat ini telah berjalan penuh dan
                                terus dipantau secara rutin. Inisiatif ini telah dilakukan di Estate DP1 PT BPN, Kalimantan
                                Timur, dengan area cakupan seluas 205 hektare. Sepanjang 2025, total 282.465 m3 air
                                berhasil dialirkan dari waduk PKS 9 menuju jaringan rorak di area kebun berbukit. Aliran
                                ini berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah, mengurangi risiko erosi, memastikan
                                cadangan air tetap tersedia sepanjang musim kering. Langkah ini menjadi bagian
                                penting dari strategi adaptasi iklim untuk meningkatkan ketahanan lanskap dan
                                menjaga produktivitas kebun dalam kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.



                                 2   Memperkuat Adaptasi Iklim melalui Konservasi dan Serangga Penyerbuk

                                Serangga Beneficial
                                DSNG melakukan upaya regeneratif pertanian dengan menjaga ekosistem hutan,
                                sempadan sungai, dan tree island sebagai bagian dari solusi berbasis alam dalam
                                menghadapi perubahan iklim. Upaya ini tidak hanya membantu penyerapan
                                karbon, melainkan juga menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap sehat dan
                                berfungsi. Salah satu langkah penting dalam menjaga keseimbangan tersebut adalah
                                melestarikan serangga yang berperan besar dalam produktivitas dan kesehatan
                                tanaman. Selama 2025, DSNG melakukan penyebaran sebanyak 2.546.732 ekor
                                serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus serta 270 ekor predator Sycanus sp., yang
                                berperan penting dalam menjaga keberlanjutan produktivitas dan keanekaragaman
                                hayati di lanskap operasional perusahaan.



                                3    Perlindungan Kesehatan Pekerja terhadap Risiko Panas Ekstrem

                                Kesehatan Karyawan
                                Dalam menghadapi risiko iklim panas ekstrem, DSNG berkomitmen menerapkan
                                langkah-langkah adaptasi kesehatan guna memastikan perlindungan pekerja serta
                                keberlanjutan operasional. Upaya ini diterapkan melalui sosialisasi rutin mengenai
                                gejala paparan panas, membagikan vitamin saat briefing pagi, hingga mendorong
                                pekerja untuk melapor ke fasilitas kesehatan apabila ada tanda-tanda kelelahan atau
                                heat stress.



                                4    Instalasi Daur Ulang Air

                                Instalasi Daur Ulang Air di GRHA DSN dan WP Panel
                                Sebagai bagian dari program adaptasi perubahan iklim, GRHA DSN dan WP Panel
                                menerapkan instalasi daur ulang air untuk menjaga keandalan pasokan air di tengah
                                risiko kelangkaan. Air limbah domestik diolah melalui IPAL dan dimanfaatkan kembali
                                untuk kebutuhan nonkonsumsi (flushing toilet, penyiraman tanaman, dan penggunaan
                                lainnya), sehingga menekan ketergantungan pada air bersih baru. Program ini
                                mendukung efisiensi penggunaan air, menjaga kepatuhan baku mutu, serta
                                memperkuat ketahanan operasional terhadap variabilitas iklim.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                             73                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 76
Program Mitigasi Perubahan Iklim dan Upaya Penurunan Emisi GRK
[POJK F.12] [GRI 305-5,13.1.6] [SASB FB-AG-130a.1, FB-AG-110a.2]


Proyek TPST Zero Landfill
Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, DSNG menerapkan proyek
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan pendekatan Zero Landfill.
Sampah organik diolah secara aerob melalui composting, sehingga menekan
pembentukan gas metana (CH₄) yang memiliki potensi pemanasan global
tinggi. Pendekatan ini berbeda dengan praktik open dumping atau landfill yang
menghasilkan emisi metana akibat proses anaerob. Dengan mengalihkan sampah
organik menjadi kompos, TPST berkontribusi langsung pada penurunan emisi gas
rumah kaca.

Inisiatif ini bertujuan mengelola limbah tanpa ketergantungan pada TPA melalui
metode Tiny-bite dan pendekatan stick & carrot untuk pengolahan hulu, serta
pemilahan mekanis dan penggunaan mesin pirolisis pada pengolahan hilir.
Setelah memulai komisioning pada tahun 2024, TPST mulai mengolah sampah dari
perumahan karyawan di areal perkebunan DSN Muara Wahau. Total 145 ton sampah
telah diolah, setara dengan jumlah sampah 5-6 kecamatan dalam 1 hari. Upaya
pengolahan juga didukung dengan peningkatan budaya pemilahan oleh karyawan.

Efisiensi Penggunaan Air di Unit Bisnis Produk Kayu
Dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air serta mengantisipasi potensi
kelangkaan, DSNG melalui unit bisnis DSN WP Panel melakukan pemasangan
mesin daur ulang air kembali yang digunakan untuk cucian log kayu dengan
memanfaatkan air buangan hasil proses produksi. Pada tahun 2025, inisiatif ini
mampu menekan penggunaan air dalam proses produksi sebanyak 16% atau
sekitar 5.572 m3 per tahun dibandingkan tahun 2024.


Capaian Program Kemandirian Energi Unit Bisnis Kelapa Sawit
Ketidakstabilan geopolitik, termasuk potensi konflik, dapat mendorong volatilitas harga minyak dan meningkatkan eksposur
terhadap biaya energi. Untuk memitigasi risiko ini, Perusahaan mengembangkan Program Kemandirian Energi yang didasarkan
pada neraca energi dan analisis tekno-ekonomi sebagai instrumen strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan
penurunan emisi GRK. Melalui pendekatan ini, pengembangan energi terbarukan dan inisiatif efisiensi operasional tidak hanya
menurunkan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi, sejalan dengan target Perusahaan untuk mencapai kemandirian
energi di area tertentu pada tahun 2028.

                                     Proses Pemetaan Biomassa

                                                                                              Pemetaan ini bertujuan
                                                                                              mengidentifikasi dan
                                                                                              mengoptimalkan potensi biomassa
                                                                   EFB        Shell           dengan prinsip ekonomi sirkular
                                                                                              sehingga residu produksi tidak
                                                         FFB
                                                                                              menjadi beban lingkungan
                                              Frond                                           melainkan dimanfaatkan kembali
                                                                                              sebagai sumber daya bernilai seperti
                                   Trunk
                                                                                              energi terbarukan, pupuk organik,
                                                                                              dan bahan bakar biomassa sekaligus
                                                               POME                   Fibre
          ROOT
          Root
                                                                                              mendukung pemulihan sumber
                                                                                              daya dan pengurangan emisi GRK.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                            74                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
Hasil pemetaan biomassa menjadi landasan penyusunan Program Kemandirian Energi dan peta jalan implementasinya
yang mencakup pemanfaatan limbah organik dan limbah operasional sebagai sumber energi alternatif, yang selanjutnya
diimplementasikan melalui berbagai inisiatif berikut:

 a      Pemanfaatan Limbah Organik dan Praktiknya
        Sepanjang 2025, DSNG memanfaatkan 432.118 m³ POME untuk menghasilkan 9.766.800 kWh listrik dan Bio-CNG
        sebagai bahan bakar genset dan operasional unit truk dapat mengurangi konsumsi solar sebesar 3.793.757 liter. Secara
        keseluruhan, inisiatif ini berkontribusi pada pengurangan potensi emisi sekitar 76.451 tCO₂e, yang berasal dari kombinasi
        penangkapan emisi metana POME dan penghindaran emisi dari konsumsi solar.

        Pengelolaan limbah dilakukan secara sirkular dengan memanfaatkan POME, tandan kosong, fiber, cangkang, dan biomassa
        replanting sebagai sumber energi terbarukan, pupuk organik, serta bahan baku biogas dan Bio-CNG. Selain itu, POME juga
        diaplikasikan sebagai mulsa cair di kebun, didukung penggunaan mulsa dan lubang resapan untuk konservasi air dan
        pengelolaan limpasan, serta disosialisasikan ke rantai pasok sebagai praktik keberlanjutan jangka panjang.

 b      Daur Ulang Material Bekas
        Program daur ulang lantai kayu yang memanfaatkan kembali material bekas sebagai bahan baku furnitur untuk
        mendukung pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

  c     Pemanfaatan Biomassa untuk Energi Terbarukan
        Pada 2025, perusahaan memanfaatkan 198.928 ton cangkang, 520.449 ton fiber, dan 24.925 ton bungkil sebagai bahan
        bakar boiler sebagai biomassa untuk biofuel. Pemanfaatan Bio-CNG dan biomassa menjadi langka strategis dalam
        mendukung transisi energi terbarukan.

 d      Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Energi dan Limbah
        Tahun 2025 menandai lima tahun implementasi fasilitas Bio-CNG DSNG sebagai bagian
        dari strategi mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
        Sejak beroperasi pada 2020, dua unit Bio-CNG mengonversi POME menjadi energi
        terbarukan untuk mendukung operasional perusahaan dan mengurangi ketergantungan
        pada bahan bakar fosil. Operasional 2 Bio-CNG plant telah mengurangi emisi yang setara
        dengan menanam pohon seluas 3x lapangan sepak bola.

        Hingga September 2025, dua unit Bio-CNG plant DSNG telah menghasilkan dampak
        mitigasi yang signifikan dengan penghindaran emisi sebesar 600.423 tCO₂e. Jumlah ini
        setara dengan pengurangan emisi dari sekitar 220.744 kendaraan, penanaman 857.747
        pohon, atau penyediaan listrik bagi 6.782 rumah tangga.

        Sejak 2020, DSNG telah mengolah 1.271.151 m³ POME dan menghasilkan 34.860.930 kWh
        energi listrik, sekaligus menghindari penggunaan 1.697.345 liter solar setara menekan
        timbulan limbah ke TPA hingga 372.934 ton.


Capaian Program Kemandirian Energi Unit Bisnis Produk Kayu dan Energi Terbarukan

DSNG mengoptimalkan pemanfaatan limbah kayu yang dihasilkan dari unit usaha WP Panel, sebagai bagian dari capaian
Program Kemandirian Energi Unit Bisnis Kayu. Sepanjang tahun pelaporan, WP Panel mampu menghasilkan 620.353 GJ dari
pemanfaatan limbah kayu dengan total pemanfaatan yang bersumber dari 36.491 ton limbah hasil proses kayu sebagai
bahan bakar boiler. Selain itu, Unit Bisnis Energi Terbarukan-Pelet Kayu di PT BLN juga mampu memanfaatkan 1.596 ton hasil
outspek limbah pelet kayu yang menghasilkan 25.536 GJ sebagai bahan bakar boiler.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                    75                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 78
Bottom-up Story DSN Award
DSNG mengintegrasikan pendekatan adaptasi dan mitigasi iklim tidak hanya melalui kebijakan strategis di tingkat
perusahaan, tetapi juga melalui penguatan inovasi operasional. Melalui DSN Award, perusahaan mendorong solusi berbasis
kebutuhan lapangan yang mendukung efisiensi emisi, dan ketahanan iklim.




       Adaptasi                                                                 Mitigasi

       Tim Organic: Meningkatkan Produktivitas                                  Tim Karambol: Mengoptimalkan Penggunaan
       Aplikasi Solid BP1 Estate (Adaptasi Soil                                 Bahan Bakar Cangkang dari Light Tank Dirt
       Organics)                                                                Separator (LTDS) ke Boiler (Mengurangi
                                                                                Penggunaan Biomassa - Scope 1)
       Inovasi pengembangan conveyor organic di BP1
       BPN memberikan sejumlah peningkatan kinerja,                             Inovasi penerapan sistem otomatis Sliding LTDS di
       antara lain:                                                             PKS 11 Wahau memberikan sejumlah peningkatan
       • Menurunkan biaya operasional hingga 35%                                kinerja, antara lain:
          (Rp 31.091.760/tahun)                                                 • Penurunan penggunaan cangkang hingga
       • Meningkatkan ergonomi dan kenyamanan kerja                               58% (setara Rp 82.480.450/bulan).
         tenaga lapangan.                                                       • Peningkatan pendapatan melalui penjualan
       • Memperkuat sirkularitas bahan organik sehingga                           cangkang, sekaligus membuka potensi
         meningkatkan mikroba tanah dan efektivitas                               pengurangan penggunaan bahan bakar fosil
         pemupukan.                                                               di luar DSNG.
       • Keselamatan tenaga kerja lebih terjamin,                               • Stabilitas tekanan boiler yang lebih baik sehingga
         terutama pada musim hujan.                                               meningkatkan keselamatan operasional. Potensi
                                                                                  reduksi emisi mencapai 81 tCO₂e/pabrik/tahun.




Pengelolaan Emisi GRK             [POJK B.2.b, F.11] [GRI 305-1 305-2, 305-3, 305-4, 305-5, 13.1.2, 13.1.3, 13.1.4 13.1.5, 13.1.6,] [SASB FB-AG-110a.2]



Progres Emisi GHG Protocol DSNG
Pada tahun 2025, DSNG belum melakukan penghitungan                           akan dilaksanakan pada tahun 2026. Sesuai pedoman GHG
emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tingkat grup yang berada                     protocol, perhitungan emisi memisahkan emisi CO² biomassa
dalam kontrol operasional. Untuk keperluan konsistensi                       dan penyerapan emisi sekuestrasi. Metode perhitungan
penghitungan, seluruh jenis Gas Rumah Kaca dikonversi ke                     dan kategori emisi Scope 3 yang relevan didasarkan pada
dalam satuan karbon dioksida ekuivalen (CO₂e). Sepanjang                     Corporate Value Chain (Scope 3) Accounting and Reporting
periode pelaporan, perseroan memfokuskan upaya pada                          Standard.
tahap persiapan penghitungan emisi GRK yang direncanakan




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                           76                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 79
         Capaian DSNG Menuju Target Emisi 2030
                                                                                                                 2030           2022             2019
   Emisi Absolut DSN 2019 vs 2022 dalam ribu ton CO2e

DSNG telah melakukan perhitungan emisi trienal bekerja sama dengan lembaga independen untuk memantau kemajuan
menuju target pengurangan emisi sebesar 44% pada tahun 2030 dibandingkan dengan garis dasar tahun 2019. Beberapa
intervensi telah menyebabkan penurunan absolut emisi lingkup 1 dan 2 sebesar 13%.


                                                                           3.050 3.533
                                                          2.323
                                                1.657
     1.362
               1.183

                                30       27
          Scope 1                Scope 2               Scope 3                    Total




DSNG secara berkala melakukan perhitungan emisi Gas Rumah Kaca setiap tiga tahun bekerja sama dengan lembaga
independen sebagai bagian dari pemantauan pencapaian target penurunan emisi sebesar 44% pada 2030, dibandingkan
dengan baseline 2019.


Progres Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit
Pada unit bisnis kelapa sawit, perhitungan menggunakan PalmGHG Calculator RSPO v4, menunjukkan total emisi sebesar
291.322 tCO₂e, atau turun 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut disebabkan oleh bertambahnya jumlah PKS
dan kebun yang tersertifikasi, sehingga cakupan perhitungan emisi menjadi lebih luas dan berdampak pada peningkatan total
emisi yang tercatat.

   Volume & Intensitas Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit [GRI 305-4, 305-5, 13.1.6] [SASB FB-AG-110a.1]


Volume Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit (tCO2e)                                 Intensitas Emisi GRK

  Palm Oil Operations            2025          2024               2023                                                       2025       2024          2023
 POME                            306.056      347.559            364.548            Terhadap volume produksi CPO
                                                                                                                             0,57        0,65          0,94
                                                                                    (tCO₂e/Ton CPO)
 Bahan Bakar PKS                     7.220     6.944             10.676
 Pupuk                           268.891      238.185            200.853            Terhadap nilai pendapatan produk
                                                                                                                             26,86       37,98        62,86
                                                                                    kelapa sawit (tCO₂e/Rp miliar)
 Bahan Bakar Kebun               28.503        33.014            29.225
 LUC                             539.194      546.111            582.524          Keterangan:
 Sequestration                  (857.542)     (838.208)      (662.692)              Penghitungan berdasarkan PalmGHG Calculator dari RSPO versi 4.0

 Total Emisi                    291.322       333.605            525.133



Intensitas Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit
Pada tahun 2025, DSNG mencatat penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hulu sebesar 32% dibandingkan dengan
baseline tahun 2019. Capaian ini mencerminkan kemajuan Perusahaan dalam mengendalikan emisi serta menunjukkan
keselarasan kinerja aktual dengan target penurunan intensitas emisi sebesar 46% pada tahun 2030.

Pengukuran intensitas emisi tahun 2025 dihitung dengan membandingkan kinerja aktual terhadap baseline RSPO 2019,
sehingga memberikan gambaran nyata atas implementasi berbagai inisiatif Perseroan terkait upaya penurunan intensitas emisi
di tingkat operasional. Kinerja ini menegaskan komitmen Perseroan dalam menurunkan jejak karbon secara konsisten sekaligus
mendukung transisi menuju operasional yang lebih rendah emisi.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                77                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 80
Intensitas Emisi GRK 2019-2025 (MT CO2e/MT CPO)

                                 Seluruh PKS Tersertifikasi

    1,00
                                                         0,94
              0,84                           0,85
    0,80                 0,73                                    0,65
                                    0,59                                    0,57
    0,60

    0,40

    0,20

               2019       2020       2021     2022       2023     2024       2025
           Keterangan: Data emisi GHG didasarkan pada laporan audit RSPO tahunan




Perhitungan Emisi Zat Penipis Ozon dan Emisi Nitrogen Oksida [GRI 305-7, 13.1.7, 13.1.8]
Berdasarkan hasil evaluasi operasional dan proses produksi, Perseroan tidak menggunakan maupun menghasilkan zat penipis
ozon (Ozone Depleting Substances/ODS), seperti klorofluorokarbon (CFC) dan hidroklorofluorokarbon (HCFC), dalam seluruh
kegiatan operasional unit bisnis kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan, sehingga tidak terdapat emisi ODS dari
aktivitas operasional. Dengan demikian, total emisi ODS tercatat nihil (0 metrik ton setara CFC-11).

Sebagai bagian dari pengendalian emisi udara, Perseroan melakukan pemantauan emisi Nitrogen oksida (NOx) melalui
pengukuran kualitas udara ambien sesuai dengan standar dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hasil pemantauan
menunjukkan bahwa tingkat NOx berada dalam batas yang dipersyaratkan serta mendukung evaluasi Air Quality Index (AQI)
untuk memastikan kualitas udara di sekitar area operasional tetap terjaga. Ringkasan hasil pengukuran emisi ketel uap (boiler)
pada tahun 2025 disajikan pada tabel berikut

   Emisi Udara Ketel Uap (Boiler) Pabrik Kelapa Sawit-Unit Bisnis Kelapa Sawit

                  Emisi                       Satuan                                Standar              2025
 Nitrogen Dioxide (NO2)                      mg/L                                     800               321,91
 Sulfur Dioxide (SO2)                        mg/L                                     600                88,86
 Particulate                                 mg/L                                     300                66,04

   Emisi Udara Ketel Uap (Boiler) Pabrik WP Panel dan WP Floor- Unit Bisnis Produk Kayu

                  Emisi                       Satuan                                Standar              2025
 Nitrogen Dioxide (NO2)                      mg/m3                                   1.000                187
 Sulfur Dioxide (SO2)                        mg/m3                                    800                  52
 Particulate                                 mg/m3                                    350                  65

   Emisi Udara Ketel Uap (Boiler) Pelet Kayu-Unit Bisnis Energi Terbarukan

                  Emisi                       Satuan                                Standar              2025
 Nitrogen Dioxide (NO2)                      mg/m    3
                                                                                      65                  25,3
 Sulfur Dioxide (SO2)                        mg/m3                                    75                 28,75
 Particulate                                 mg/m    3
                                                                                      230                 37,2

   Emisi Udara Genset

                  11,60                       Satuan                                Standar              2025
 Nitrogen Dioxide (NO2)                      mg/L                                    3.400              541,68
 Sulfur Dioxide (SO2)                        mg/L                                         -              11,60
 Particulate                                 mg/L                                         -              36,74
*Data mencakup air emission dari lokasi fasilitas Pabrik Kelapa Sawit 2-12 DSNG


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                        78                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
Inovasi Program Pengendalian Emisi
Program Close Loop                 [GRI 305-7, 13.1.7, 13.1.8]

Sebagai bagian dari upaya pengendalian emisi udara, Perseroan menerapkan sistem close loop pada dust collector di Pabrik DSN
WP Panel. Sistem ini dirancang untuk memungkinkan sirkulasi tertutup pada cerobong boiler, sehingga debu hasil proses dapat
ditangkap dan dikendalikan secara efisien sekaligus mencegah emisi partikel terlepas ke lingkungan sekitar. Kinerja sistem
dipantau secara berkala melalui inspeksi visual, pencatatan parameter operasional, dan evaluasi kondisi peralatan. Pendekatan
close loop ini memungkinkan deteksi dini potensi kebocoran serta menjaga efektivitas pengendalian emisi. Dengan demikian,
risiko pelepasan partikel dapat ditekan, kualitas udara tetap terjaga, dan lingkungan kerja menjadi lebih aman dan sehat bagi
karyawan maupun masyarakat sekitar.

Sepanjang tahun 2025, DSNG melakukan pemantauan pH air secara rutin di tujuh titik pengamatan. Hasil pemantauan
menunjukkan bahwa seluruh nilai pH berada dalam rentang aman 6–8 sesuai baku mutu lingkungan. Stabilitas pH yang
konsisten tanpa indikasi pencemaran menegaskan efektivitas proses pengolahan air, dengan variasi bulanan yang tetap berada
dalam batas normal.

   Tren AQI (Air Quality Index) 2025


  Tren AQI DSN                                                                                                  Limit1      Limit2         AQI POS 1              AQI POS 3




  100


   80                                                            72,21                                           72,49
        63,98                         68,45          68,71                                            67,8
                        56,72                                                      59,85
   60                                                            64,01                                           66,28
                                       56,6          48,24                          47,7             47,57
        55,68
                        49,36                                                                                                                                            35,24
   40
                                                                                                                           39,94        38,43           27,52            29,61
   20                                                                                                                                                   25,52

    0
        Jan 2025        Feb 2025      Mar 2025       Apr 2025    Mei 2025          Jun 2025          Jul 2025   Agu 2025   Sep 2025     Okt 2025       Nov 2025         Des 2025



                         Tren AQI 2025:                                       Tren AQI 2025:                                          Tren AQI 2025:
                           Relatif Stabil                                   Cenderung meningkat                                       Kembali membaik

                Kondisi kualitas udara berada pada               Musim kemarau meningkatkan debu                            Curah hujan mulai meningkat dan
                level terkendali dengan intensitas               lingkungan, sehingga intensitas debu                       membantu menekan debu udara.
                    debu yang masih rendah.                             lingkungan lebih tinggi.



Selama periode Evaluasi Kinerja operasional menunjukkan Tren AQI 2025 tetap efektif sehingga sistem pengendalian debu bekerja
optimal, tercermin dari penurunan dan stabilisasi AQI di akhir tahun. Perseroan berhasil menjaga kualitas udara tetap dalam batas
aman sepanjang tahun, meskipun nilai AQI berfluktuasi akibat pengaruh faktor musiman.


          Pengelolaan Energi                                                [POJK B.2.a, F.6, F.7]


Sebagai bagian dari implementasi Kebijakan Keberlanjutan, DSNG menerapkan strategi pengelolaan energi yang mengutamakan
energi terbarukan dan efisiensi operasional. Strategi ini dituangkan dalam Peta Jalan Mandiri Energi, yang disusun menggunakan
pendekatan keseimbangan energi dan kajian tekno-ekonomi.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                                 79                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 82
Program Upaya Penurunan Penggunaan Energi

1       Sumber Energi Terbarukan


    •     Biogas dan Bio-CNG                                                   di PT BLN juga mampu memanfaatkan 1.596 ton hasil
          Pada 2025, dua pabrik Bio-CNG yang dimiliki DSNG                     outspek limbah pelet kayu yang menghasilkan 25.536
          memanfaatkan 432.118 m³ POME untuk menghasilkan                      GJ sebagai bahan bakar boiler.
          9.766.800 kWh listrik yang digunakan dalam
          operasional pabrik, kantor, dan perumahan. Selain                    Pemanfaatan Biomassa (Cangkang dan Fiber) sebagai
          itu, dihasilkan pula 4.411.345 Nm³ Bio-CNG sebagai                   bahan bakar boiler mampu menggerakan turbin
          bahan bakar genset dan truk, yang setara dengan                      untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk
          pengurangan konsumsi solar sebesar 3,79 juta liter                   operasi 11 pabrik ekstraksi kelapa sawit dan 1 KCP,
          dan menghasilkan penghematan biaya mencapai                          dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosill.
          53,03 miliar berdasarkan harga rata-rata solar                       Sepanjang 2025, 12 turbin telah menghasilkan listrik
          Rp13.979 per liter.                                                  sebesar 59.039.178 kWh atau setara dengan 6,02 juta
                                                                               liter bahan bakar solar.
    •     Transisi kendaraan bahan bakar Bio-CNG
          Pada 2025, sebanyak 57 truk berbahan bakar Bio-CNG               •   Program Solar Panel di Floor dan GRHA DSN
          telah dikonversi yang menghasilkan konsumsi                          GRHA DSN mengintegrasikan energi terbarukan dalam
          164.510 Nm³ Bio-CNG, yang setara dengan                              operasional gedung melalui pemanfaatan Pembangkit
          penghematan solar sebesar 141.479 liter dan                          Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang di sejumlah
          penurunan emisi sebesar 379,16 tCO₂e.                                titik, termasuk pada sistem pompa tandon Power
                                                                               House 2. Inisiatif ini berkontribusi pada penurunan
    •     Biomassa
                                                                               emisi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil,
          Sepanjang tahun 2025, perusahaan menghasilkan
                                                                               serta memperkuat upaya efisiensi energi perusahaan.
          energi terbarukan sebesar 11,68 juta GJ yang berasal
          dari pemanfaatan 29% cangkang, 67% serabut, dan 4%                                      Produksi Listrik
                                                                                                                          Ton CO2e
          bungkil sebagai bahan bakar boiler. Selain biomassa                                     Tahunan (2025)
          sawit, DSNG juga menghasilkan 620.353 GJ dari                        GRHA DSN              9.260 kWh                7,59
          pemanfaatan limbah kayu dari unit bisnis WP Panel,
                                                                               WP Floor            2.137.569 kWh           1.752,81
          dengan total pemanfaatan yang bersumber dari 36.491
          ton limbah hasil proses kayu sebagai bahan bakar                     Total              2.146.829 kWh           1.760,40
          boiler. Pada unit bisnis Energi Terbarukan-Pelet Kayu




2       Penerapan Pola Hidup Hemat Energi


    •     Peralatan Penggunaan Efisiensi Energi                            •   Mempromosikan gaya hidup hemat energi
          Penerapan peralatan dan lampu hemat energi                           (Kampanye Hemat Energi)
          menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam                           Melalui kampanye hemat energi yang disebarluaskan
          mengurangi konsumsi energi dan dampak lingkungan.                    melalui poster, spanduk, dan pertemuan, perusahaan
          Di Unit Bisnis Produk Kayu, inisiatif efisiensi dilakukan            berupaya meningkatkan kesadaran serta mendorong
          oleh kelompok kerja khusus melalui otomasi proses                    perubahan perilaku karyawan dan pemangku
          dan modifikasi mesin, termasuk pengaturan sistem                     kepentingan dalam menerapkan praktik hemat energi
          on-off otomatis untuk penghematan listrik. Hingga                    secara berkelanjutan.
          2025, perusahaan telah mengonversi delapan unit
          3T forklift dari bahan bakar solar menjadi listrik, yang
          tersebar di DSN WP Floor dan DSN WP Panel.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                         80                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 83
Investasi Inovasi Penurunan Penggunaan Energi [POJK F.3] [GRI 302-4, 302-5]

                                                                    Biaya
  Bentuk                                              Biaya Total
                         Tujuan Investasi                         Operasional                  Capaian 2024                         Capaian 2025
 Investasi                                             Investasi
                                                                     2025
                                                                                                                               Menghasilkan 2.226.638
                                                                                      Menghasilkan 1.958.858 Nm³ Bio-
                                                                                                                               Nm³ Bio-CNG, setara dengan
 Bio-CNG 1                                            62,74 miliar                    CNG, setara dengan pengurangan
                                                                                                                               pengurangan 1.914.909 liter
                                                                                      1.684.618 liter solar truk dan genset.
                                                                       5,39 miliar                                             solar truk dan genset.

                                                                                                                               Menghasilkan 5.473.200 kWh
 Biogas 1                                             42,19 miliar                    Menghasilkan 5.628.400 kWh Listrik.
                                                                                                                               listrik.
                   Mendorong keberlanjutan
                   melalui pemanfaatan limbah
                   cair pabrik kelapa sawit sebagai                                   Menghasilkan 1.236.249 Nm3 Bio-          Menghasilkan 2.184.707 Nm³
                   energi terbarukan.                                                 CNG, setara dengan pengurangan           Bio-CNG setara dengan
 Bio-CNG 2                                             72,69 miliar
                                                                                      1.063.174 liter solar truk               pengurangan 1.878.848 liter
                                                                       9,04 miliar    dan genset.                              solar truk dan genset.

                                                                                      Menghasilkan 2.347.900 kWh               Menghasilkan 4.293.600 kWh
 Biogas 2*                                             62,79 miliar
                                                                                                                               listrik.
                                                                                      Listrik.

                                                                                                                               57 truk telah dikonversi
 Truk              Kami menerapkan teknologi                                          Mengkonversi 48 truk berbahan
                                                                                                                               berbahan bakar solar menjadi
                   konversi pada truk dan                                             bakar solar menjadi Bio-CNG, yang
 konverter                                             5,70 miliar     1,26 miliar
                                                                                      mengurangi konsumsi solar sebesar
                                                                                                                               Bio-CNG yang mengurangi
 Bio-CNG           generator berbahan bakar                                                                                    konsumsi solar sebesar
                   diesel menjadi Bio-CNG sebagai                                     53.766 liter.
                                                                                                                               141.479 liter.
                   upaya untuk mengurangi emisi
 Genset            gas rumah kaca, memitigasi                                         Mengkonversi 44 generator bahan
                                                                                                                               65 generator dikonversi bahan
                   risiko fluktuasi harga bahan                                       bakar solar terkonversi menjadi
 Afdeling                                                                                                                      bakar diesel menjadi Bio-CNG,
                   bakar fosil, serta menekan biaya    5,01 miliar     15,09 miliar   Bio-CNG, yang berkontribusi dalam
 konverter                                                                                                                     yang mengurangi konsumsi
                   pemeliharaan.                                                      pengurangan setara 2.629.152 liter
 Bio-CNG                                                                                                                       diesel sebesar 3.536.443 liter.
                                                                                      total konsumsi solar untuk genset

                   Penggunaan forklift listrik
 Electric          menghilangkan konsumsi             550 juta/unit
                   minyak solar dan oli, sehingga                                     Operasional 6 forklift listrik telah     Operasional 8 forklift listrik
 Forklift di                                           untuk tipe
                   berkontribusi pada penurunan                                       mengurangi 4.623 liter konsumsi          telah mengurangi 10.502 liter
 Unit Bisnis       emisi gas rumah kaca
                                                      3T atau total    0,92 miliar                                             konsumsi solar per bulan (atau
                                                                                      solar per hari (atau Rp56,75 juta
 Produk            serta pengurangan biaya            8 unit sekitar                  per bulan)                               Rp164 juta per bulan)
 Kayu              bahan bakar fosil dan biaya          4,4 miliar
                   pemeliharaan.

Keterangan:
Peningkatan angka tahun 2025 dibanding tahun 2024 pada Biogas 2 dikarenakan capaian pada tahun 2024 dimulai dari Bulan Juli-Desember
tahun 2024 (sebab komersial pada bulan Juni 2025)


Penggunaan Energi [GRI 302-1, 302-2, 302-4, 302-5] [SASB FB-AG-110a.3, FB-AG-130a.1]
Sebagai bagian dari upaya transisi menuju energi bersih, tahun 2025 pabrik biogas dan Bio-CNG DSNG mampu menghasilkan:

 1    Pabrik pertama berhasil memproduksi 5.473.200 kWh listrik berbasis biometana (setara dengan 19.704 GJ)
      serta 2.226.638 Nm³ Bio-CNG (setara dengan 22.749 GJ).
 2    Pabrik kedua menghasilkan 4.293.600 kWh listrik (setara dengan 15.457 GJ) dan 2.184.707 Nm³ Bio-CNG
      (setara dengan 22.321 GJ).
 3    Transportasi yang digunakan pada kegiatan operasional unit bisnis kelapa sawit memproduksi 11.369 GJ.

Seluruh energi terbarukan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional pabrik kelapa sawit, kantor, transportasi tandan
buah segar (TBS), serta perumahan karyawan. Sepanjang tahun 2025, total konsumsi energi DSNG tercatat sebesar 13.289.101 GJ, yang
mencakup kebutuhan energi untuk transportasi bahan baku, proses produksi unit usaha kelapa sawit dan produk kayu, energi terbarukan,
serta kegiatan operasional di Kantor Pusat, dengan penghitungan yang meliputi sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan.

Perlu dicatat bahwa pada tahun pelaporan 2025 terdapat perbedaan cakupan bisnis dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga unit
usaha dan aktivitas operasional yang diperhitungkan mengalami penyesuaian dan dapat memengaruhi tingkat konsumsi energi
yang dilaporkan. Penghitungan konsumsi energi dalam laporan ini mencakup penggunaan energi di dalam organisasi. Sementara itu,
penggunaan energi di luar organisasi belum dilakukan karena keterbatasan akses perseroan terhadap data konsumsi energi di luar batas
operasional organisasi.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                 81                                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 84
   Volume Total Pemakaian Energi di dalam Perusahaan (Giga Joule) [GRI 302-1]                         2025           2024                2023


     Total Konsumsi Energi Non-terbarukan            Total Konsumsi Energi Terbarukan                   Total Konsumsi Energi


            720.578 (5%)                                           12.568.523 (95%)                                 13.289.101 (100%)
              733.542                                                 8.110.192                                     8.843.734
          598.506                                                      8.571.574                                      9.170.080


   Konsumsi Energi Berdasarkan Jenis (Giga Joule)
                                                                                                                       Konsumsi Bahan Bakar

       Total konsumsi bahan bakar dari sumber tak terbarukan                     Total konsumsi bahan bakar dari sumber terbarukan

            595.860 (4,5%)*                                                     11.369* (0,9%)
             633.659                                                            6.766
          507.690                                                               2.246

                                                                                                          Konsumsi Listrik Pemanasan dan Uap

  Konsumsi listrik dari sumber tidak terbarukan     Konsumsi listrik dari sumber terbarukan      Konsumsi pemanas dari sumber terbarukan


         124.718* (0,9%)                             87.959* (0,7%)                                          12.469.195* (93,8%)
         99.883                                      86.704                                                        8.016.722
         90.816                                      76.935                                                        8.492.393

Keterangan:
*: Kenaikan Pemakaian konsumsi energi tahun 2025 dikarenakan adanya penambahan data penggunaan energi dari bulking kelapa sawit
dan Unit Bisnis Energi Terbarukan

Intensitas Konsumsi Energi Tahun 2025 [GRI 302-3] [SASB FB-AG-110a.3]
Perseroan mengukur intensitas konsumsi energi dengan membandingkan total penggunaan energi terhadap volume
produksi di setiap unit bisnis. Nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dihitung berdasarkan keseluruhan energi (bahan bakar,
listrik, dan energi terbarukan) yang digunakan perseroan, tanpa membedakan sumber energi yang digunakan untuk
menghasilkan produk.

                                                                            Energi Tidak          Total Konsumsi
      Perusahaan                    Satuan    Energi Terbarukan                                                          Energy Intensity
                                                                            Terbarukan                Energi

                                Jumlah              12.568.523                  720.578               13.289.101
 DSNG                                                                                                                    1,08 GJ/Rp miliar*
                                %                      95%                        5%                    100%

                                Jumlah               620.353                    60.794                 681.147
 Panel                                                                                                                       5,51 GJ/m³
                                %                      91%                        9%                    100%

                                Jumlah                94.341                    33.242                 127.584
 Floor                                                                                                                       0,20 GJ/m2
                                %                      74%                       26%                    100%

                                Jumlah              11.767.299                  593.327               12.360.626
 Kelapa Sawit                                                                                                               19,59 GJ/Ton
                                %                      95%                        5%                    100%

                                Jumlah                86.496                    26.911                 113.407
 Energi Terbarukan                                                                                                          3,13 GJ/Ton
                                %                      76%                       24%                    100%

                                Jumlah                  33                       6.304                  6.337
 Kantor Pusat                                                                                                             19,32 GJ/orang
                                %                      1%                        99%                    100%

Keterangan: *Pendapatan

PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                          82                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
         Pengelolaan Air                                 [POJK F. 8]



DSNG mengelola sumber daya air secara bertanggung jawab melalui peningkatan efisiensi dan konservasi sesuai
Kebijakan Keberlanjutan Perseroan.

  Program Pengelolaan Air

     •     Penilaian Risiko Air                                                           menjadi 25%, dengan konsumsi air dibandingkan
           DSNG melakukan Penilaian Risiko Air pada tahun                                 tahun 2024.
           2022 dengan dukungan Asia Biogas dan ERM untuk
                                                                                      •   Efisiensi Penggunaan Air di Pabrik
           memetakan tingkat stres air di wilayah operasional
                                                                                          Perseroan menerapkan berbagai langkah efisiensi
           pada tahun 2030 dan 2050. Studi ini mengidentifikasi
                                                                                          air di pabrik-pabriknya, termasuk mendaur ulang air
           enam wilayah dengan tingkat stres air rendah dan
                                                                                          pendingin turbin, mengoptimalkan penggunaan
           satu wilayah yang diproyeksikan mengalami stres
                                                                                          kondensat boiler sebagai air demineralisasi, serta
           air sedang. Rincian hasil dan metodologi penilaian
                                                                                          mengatur distribusi air untuk keperluan rumah tangga.
           disajikan pada tautan berikut: DSNG Climate
                                                                                          Air untuk keperluan rumah tangga digunakan kembali
           Approach Methods, Impacts, Risks, Opportunities.
                                                                                          secara terkendali guna mendukung kebutuhan
     •     Perlindungan Sumber Air                                                        operasional kantor-kantor, termasuk Kantor Pusat, serta
           Perseroan menerapkan prosedur pengelolaan perairan                             fasilitas pabrik.
           untuk menjaga ekosistem sungai dan mata air melalui
                                                                                      •   Konservasi Air
           penetapan sempadan, pemantauan kualitas air, dan
                                                                                          Upaya konservasi air dilakukan dengan menjaga
           pembatasan penggunaan bahan kimia.
                                                                                          naungan dan kanopi pohon kelapa sawit untuk
     •     Penggunaan Air Kembali                                                         mencegah erosi tanah dan meningkatkan daya serap
           Unit Bisnis DSN WP Panel menerapkan sistem daur                                air, melestarikan sistem perakaran yang membentuk
           ulang air untuk meningkatkan efisiensi penggunaan                              biopori alami, serta memanfaatkan tandan kosong dan
           air proses serta mengantisipasi potensi kelangkaan                             tanaman Nephrolepis sebagai penutup tanah guna
           air. Target efisiensi penggunaan air ditetapkan sebesar                        mempertahankan kelembaban. Pada tahun 2025, total
           5.634 m³ tahun 2025. Pada tahun 2025, volume air                               282.465 m3 pengaliran air dari konservasi air di PT BPN
           buangan tercatat tetap dibandingkan tahun 2024,                                dari waduk PKS 9 ke rorak induk pada elevasi tertinggi,
           yaitu sebesar 5.616 m³. Sementara itu, efisiensi                               yang selanjutnya dialirkan secara gravitasi ke sub-rorak
           penggunaan air pada steam boiler naik dari 12%                                 yang mencakup area seluas 205 hektare.



Penggunaan Air dan Intensitas Air Proses
[POJK F.8] [GRI 303-1, 303-2, 303-4, 13.7.2] [SASB FB-AG-140a.2, FB-AG-140a.3]


Sepanjang tahun 2025, Perusahaan mencatat penurunan penggunaan air pada unit
bisnis kelapa sawit dan produk kayu Floor dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pengelolaan air dilakukan secara terukur melalui pemantauan rutin di unit PKS dengan
menggunakan indikator Intensitas Air (Water Intensity/WI) per ton TBS yang diolah
sebagai alat kendali operasional. Hingga waktu pelaporan, tidak terdapat keluhan,
denda, maupun sanksi yang dikenakan kepada Perseroan terkait pemanfaatan sumber
air. DSNG saat ini belum melakukan pengukuran pembuangan air berdasarkan tujuan
uraian pengeluarannya terkecuali pada unit bisnis produk kayu panel pada kolam
pencucian log kayu, sehingga data terkait pembuangan air belum dapat disajikan dalam
laporan ini secara utuh.
Berdasarkan Peta Risiko Air Global atau Global Water Risk Atlas, yang dikeluarkan oleh
World Resources Institute (WRI) menunjukan bahwa 4 Unit Pengolahan (1 Kantor Pusat,
2 Unit Produk Kayu dan 1 Unit Energi Terbarukan) DSNG berada di area dengan kategori
High Water Stress Area. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Perusahaan menerapkan
pengelolaan air secara efisien melalui upaya pembatasan penggunaan air tanah untuk
meminimalkan potensi risiko konflik pemanfaatan air di wilayah operasional.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                    83                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 86
  Volume Total Penarikan Air Berdasarkan Sumber Tahun 2025 (m³) [POJK.F.8] [GRI 303-1, 303-3] [SASB FB-AG-140a.1]



                                       WP Panel (m³)                WP Floor (m³)            Kelapa Sawit (m³)       Energi Terbarukan (m³)           DSNG (m³)


       Air permukaan                     3.376.802                         0                           0                        0                         0

       Air tanah                              0                        77.362                        45.133                  2.337                        0

       Air laut                               0                            0                           0                        0                         0

       Air dari pihak                         0                         2.290                        1.095                      0                      25.512
       ketiga (PDAM)
       Total penarikan air              3.376.802                      79.652                        46.228                  2.337                    25.512



  Total Konsumsi Air Tahun 2025 [GRI 303-5]


       Konsumsi Air                     3.376.802                      79.652                        46.228                  2.337                    25.512

       Total konsumsi
       DSNG
                                                                                                 3.530.531

 *Keterangan: Peningkatan total volume penarikan dan konsumsi air di WP Panel tahun 2025, dikarenakan telah mendapatkan 1 lokasi izin penarikan air
 tanah yang diukur dan digunakan untuk kebutuhan operasional.

  Capaian Target dan Realisasi Penggunaan Air di Unit Pabrik Kelapa Sawit

                                                                            Target 2025                                             Pencapaian 2025


       Intensitas pemakaian air proses                                           1,1                                                      0,87
       (m³ /Ton TBS Olah)


  Data Air di Fasilitas Boiler (Kolam Log 5ft dan 9ft) di Unit Bisnis DSN WP Panel


       Volume penggunaan air tanah                                              35.400                                                  29.836
       (m³)
       Volume air yang dibuang                                                  6.000                                                    5.616
       (m³)



  Intensitas Pemakaian Air                                                                                                 2025               2024               2023

 Unit Bisnis Kelapa Sawit
 Total pemakaian air proses                                                                            Intensitas pemakaian air proses
 (m³)                                                                                                  (m³/Ton TBS Olah)
                                                         2.364.583                                               0,87
                                                           2.465.883                                             0,98
                                                                            3.747.759                                 1,30

 Unit Bisnis Produk Kayu
 Total pemakaian air                       Intensitas pemakaian air WP                 Total pemakaian air                      Intensitas pemakaian air WP
 WP Floor (m³)                             Floor (m³/Produksi Floor (m²))              WP Panel (m³)                            Panel (m³/Produksi Panel (m³))
                   46.228                   0,07                                                             77.362*                 0,63
                  57.980                    0,08                                                           51.762                   0,45
                   59.919                   0,07                                                            60.206                  0,62

 Unit Bisnis Energi Terbarukan                                                                        Intensitas pemakaian air proses
 Total pemakaian air proses                                                                           (m³/Ton Produksi Pelet Kayu)
 (m³)
                                                       2.337                                                             0,06
 N/A                                                                                                  N/A
 N/A                                                                                                  N/A

Keterangan:
   *: Kenaikan pemakaian air produksi WP Panel tahun 2025 dikarenakan peningkatan proses produksi.
   N/A: Tahun 2023 dan 2024 penggunaan air pada unit bisnis energi terbarukan belum beroperasi.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                          84                                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 87
Penerapan Pengelolaan Air di GRHA DSN [GRI 303-1]
Alur Pengelolaan Air di GRHA DSNG




                 1                                  2                                3                                  4                           5

        Konsumsi Air                          Produksi Air                    Hasil                                 Tujuan                     Dampak
           Bersih                               Limbah                   Pengolahan IPAL
                                                                                                                 Mengurangi                  Beban limbah
       2.126 m³/bulan                        25-30 m³/bulan               60-70 m³/bulan                   pembuangan limbah                   berkurang,
     ±2.126.000 liter setara                 Dialirkan ke IPAL           ±60.000-70.000 liter             cair domestik ke badan            Memenuhi baku
     kebutuhan air minum                   (kapasitas 80 m³/hari)       setara kebutuhan air                air saluran tata kota          mutu, Mendukung
    sekitar ±850–1.063 juta                                            non-konsumsi ±2.800–               yang dapat digunakan               sirkularitas air
     orang dalam satu hari                                              3.500 orang per hari,              penyiraman tanaman
                                                                         seperti untuk toilet
                                                                           dan kebersihan

GRHA DSN menerapkan efisiensi penggunaan air pada sistem chiller melalui chemical treatment untuk menjaga stabilitas kualitas air.
Upaya ini memperpanjang siklus pemakaian air, mengurangi penguapan dan blowdown, serta menekan kebutuhan pengisian air
baru sehingga konsumsi air untuk proses pendinginan menjadi lebih efisien.


Penerapan Optimalisasi Air Daur Ulang Boiler di DSN WP Panel

                                          SUMUR                                        KOLAM HYDRANT
                                Syarat Baku Mutu Air Bersih                        Syarat Baku Mutu Air Bersih




                  TANGKI                                ROTARY        ROTARY                TOILET               MUSHOLA       KANTIN            GLUE
                 Soft Water                             SHORT          LONG                                        Syarat       Syarat           Syarat
                                                                                              MCK                Baku Mutu    Baku Mutu        Baku Mutu
                                                       Tidak           Tidak                 Syarat              Air Bersih   Air Bersih       Air Bersih
                  TANGKI                                                                   Baku Mutu
                                                    Mensyaratkan    Mensyaratkan
                 Perlakuan                                                                 Air Bersih
                                                     Baku Mutu       Baku Mutu
                                                                                            FLUSING
         Boiler Syarat Baku Mutu                                                             Tidak
             PH, TH, TSS, TDS                                                             Mensyaratkan
                                                                                           Baku Mutu
                                Blowdown

                                Regenerasi




Sebagai upaya peningkatan efisiensi penggunaan air, DSN WP Panel mengoptimalkan kembali penggunaan air hasil proses
Boiler Steam melalui peningkatan pemanfaatan ulang (reuse) air regenerasi dan air blowdown yang sebelumnya belum
dimanfaatkan secara maksimal, berdasarkan karakteristik dan potensi pemanfaatannya yaitu:

Air Regenerasi Boiler                                                                    Air Blowdown Boiler
Air regenerasi berasal dari proses regenerasi sistem
                                                                                         Air blowdown merupakan air pembuangan boiler dengan
pengolahan air melalui analisis sistem, pemasangan jalur pipa
                                                                                         kandungan padatan terlarut yang lebih tinggi dan tidak
baru, dan penggantian fasilitas toilet. Air ini dimanfaatkan
                                                                                         memenuhi baku mutu air bersih. Air ini dimanfaatkan sebagai
kembali 100% (456 m³/bulan) untuk kebutuhan flushing
                                                                                         air daur ulang untuk proses pencucian log kayu, memenuhi
toilet dan pengisian kolam rotary long, sehingga mengurangi
                                                                                         62% kebutuhan pencucian atau setara 705 m³/bulan.
penggunaan air bersih dan air tanah.

Optimalisasi ini menghasilkan penghematan total 1.161 m³ air/bulan, setara dengan lebih dari 230 toren air rumah tangga
sekaligus menekan potensi pencemaran dan meningkatkan efisiensi operasional. Seluruh implementasi telah distandarisasi
melalui pembaruan SOP agar berjalan konsisten dan berkelanjutan.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                       85                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 88
         Pengelolaan Limbah                                          [POJK B.2.c]




Alur pengelolaan limbah (waste flow) di DSNG yang mencakup seluruh rantai proses, mulai dari material masuk (downstream/
material), proses internal perusahaan (own process), hingga penanganan oleh pihak eksternal (upstream).



                 DOWNSTREAM/MATERIAL

                                                                        Bahan kimia                            Tandan Buah Segar
                     Pupuk (dalam kemasan karung)
                                                               (dalam berbagai jenis kemasan)                        (TBS)



                           Minyak (dalam drum)                          Plastik polybag                             Log Kayu




                    OWN PROCESS


                         Pembibitan, penanaman,                       Pabrik Kelapa Sawit
                                                                                                             Pabrik Pengolahan Kayu
                        pemupukan, pemeliharaan,                     dan Pabrik Pengolahan
                                                                                                              dan Energi Terbarukan
                               dan panen                                   Inti Sawit




                                                                 Minyak Sawit Mentah (CPO)
                          Tandan Buah Segar (TBS)                                                             Panel | Flooring | Pelet
                                                                 dan Minyak Inti Sawit (PKO)




                          Limbah Bahan Berbahaya                                                             Limbah Bahan Berbahaya
                                                                        Limbah Non-B3
                          dan Beracun (Limbah B3)                                                            dan Beracun (Limbah B3)




                                Penggunaan
                                                                          Daur ulang                           Tidak dimanfaatkan
                                  kembali




                                                                                                               Tempat Pembuangan
                                                                                                                   Akhir (TPA)




                    UPSTREAM



                                Pengolah Limbah Independen Berizin                           Pengumpul Limbah Independen Berizin




                      GRI 306-1              GRI 306-3          GRI 306-4              GRI 306-5




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                   86                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 89
Pengelolaan Limbah Cair [GRI 303-4]
Perseroan menerapkan pengelolaan air limbah operasional di seluruh unit bisnisnya, termasuk kantor pusatnya, sesuai
dengan standar kualitas pemerintah untuk mencegah pencemaran lingkungan.



Pengelolaan Limbah Cair [GRI 303-1, 303-2, 303-4, 306-2]

       Perseroan memastikan kompetensi pengelolaan air limbah melalui pelatihan dan sertifikasi Penanggung Jawab
       Operasional Pengolahan Air Limbah (POPA) dan Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) guna
       memenuhi persyaratan regulasi dan mendukung kepatuhan lingkungan.

       Menyediakan kolam pengolahan limbah cair di seluruh unit PKS dan pabrik kayu serta energi terbarukan guna
       memastikan limbah diolah sesuai standar sebagai bagian dari upaya pengendalian pencemaran sebelum
       pembuangan akhir.

       Perseroan melakukan pemantauan dan pengendalian kualitas limbah cair untuk memastikan seluruh efluen yang
       dibuang memenuhi baku mutu lingkungan, termasuk parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical
       Oxygen Demand (COD), sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang sesuai dengan
       peruntukan industri.

       Limbah cair (POME) diolah melalui kolam pengolahan dan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik melalui
       skema Land Application berizin dengan pemantauan lingkungan sesuai regulasi. Sejalan dengan upaya mitigasi
       perubahan iklim, sejumlah unit PKS juga mengoperasikan fasilitas penangkapan metana untuk menekan emisi CH₄
       dari POME.

       Unit bisnis produk kayu mengintegrasikan sistem pengelolaan air sirkular dalam proses operasional sebagai upaya
       efisiensi sumber daya. Air bekas pencucian log diproses kembali untuk digunakan ulang pada tahap produksi
       selanjutnya, sedangkan air hasil pengolahan limbah dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia, melainkan dengan
       memanfaatkan panas sisa dari pipa kondensat boiler menuju area luar produksi. Implementasi ini tidak hanya
       mengurangi konsumsi air bersih, tetapi juga menekan biaya kimia dalam pengelolaan limbah glue sebanyak 55% dari
       sebelum inovasi.

       Pada unit bisnis energi terbarukan, limbah cair yang telah melalui proses pengolahan dimanfaatkan kembali secara
       sirkular sebagai air pencucian dan penyaringan residu/partikel abu pada proses produksi pelet kayu. Pemanfaatan ini
       bertujuan untuk menurunkan kadar abu pada pelet kayu serta mendukung pengendalian emisi partikulat, sehingga
       meningkatkan kualitas bahan bakar biomassa.

       Perseroan secara berkala melaporkan hasil pengelolaan dan pemantauan kualitas air limbah kepada Dinas Lingkungan
       Hidup setempat setiap semester melalui laporan RKL-RPL.

       Limbah cair yang tergolong sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) dikelola dan dimanfaatkan oleh pihak
       ketiga yang memiliki izin pengelolaan limbah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
       di Indonesia.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   87                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 90
   Limbah Cair yang Dihasilkan Tahun 2025 [POJK F.13, F.14] [GRI 303-1, 306-3, 306-4, 306-5]

Limbah padat dalam metrik ton (t)


Limbah Berbahaya
                                        WP Panel                        WP Floor                     Kelapa Sawit         Energi Terbarukan         Kantor Pusat DSNG

                                Di luar      Di dalam           Di luar      Di dalam           Di luar      Di dalam     Di luar      Di dalam     Di luar        Di dalam
                                Perusahaan   Perusahaan         Perusahaan   Perusahaan         Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan     Perusahaan

        Limbah yang
                                    0              0                0              0                 0              0         0           0,68          0              0
        Digunakan Kembali

        Opsi Pengolahan
                                   6,8             0              0,1              0             38,77              0         0             0         0,31             0
        Lainnya

        Total Limbah
                                  6,8              0              0,1              0            38,77               0         0           0,68       0,31              0
        Berbahaya

Limbah Non Berbahaya

                                Di luar      Di dalam           Di luar      Di dalam           Di luar      Di dalam     Di luar      Di dalam     Di luar        Di dalam
                                Perusahaan   Perusahaan         Perusahaan   Perusahaan         Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan     Perusahaan


        Limbah yang
                                    0              0                0          71,70                 0              0         0             0           0              0
        digunakan kembali

        Daur Ulang                  0              0                0              0                 0              0         0          1.080          0              0

        Opsi Pengolahan
                                    0           864                 0              0                 0              0         0             0           0              0
        Lainnya

        Total Limbah
                                    0           864                 0          71,70                 0             0          0          1.080          0              0
        Non Berbahaya



       Hasil Pengukuran Kualitas Olahan Air Limbah Unit Bisnis Kelapa Sawit [GRI 303-2]


                Parameter                          Baku Mutu                                2025                           2024                              2023

 Biological Oxygen Demand (BOD)                    5.000 mg/L                             100-4.800                         3.571                            1.580

 Chemical Oxygen Demand (COD)                              -                           1.000-10.000                        10.146                            4.513

 Tingkat Keasaman (pH)                                    6-9                              6,1-8,2                           7,3                                 7,2

*Standar mengacu pada ketentuan KLHK Republik Indonesia
*Angka hasil pengukuran tahun 2025 merupakan hasil rentang pengukuran dari pengambilan sampel air limbah dari PKS 2-12

       Hasil Pengukuran Kualitas Olahan Air Limbah Unit Bisnis DSN WP Panel [GRI 303-2]

                Parameter                          Baku Mutu                                2025                           2024                              2023

 Biological Oxygen Demand (BOD)                        75 mg/L                                 30                             44                                 762

 Chemical Oxygen Demand (COD)                      125 mg/L                                    48                             91                             2.284

 Tingkat Keasaman (pH)                                    6-9                                  7,3                          7,46                              9,08

 TSS                                               400 mg/L                                    20,3                           14                                 230

Keterangan : *Data 2023 diperoleh selama proses pembangunan IPAL

       Hasil Pengukuran Kualitas Olahan Air Limbah Unit Bisnis DSN WP Floor [GRI 303-2]

                Parameter                          Baku Mutu                                2025                           2024                              2023

 Biological Oxygen Demand (BOD)                        50 mg/L                              14,04                           34,75                            34,36

 Chemical Oxygen Demand (COD)                      100 mg/L                                 42,83                          104,46                            108,12

 Tingkat Keasaman (pH)                                    6-9                                  7,44                          7,70                             7,48

 TSS                                               200 mg/L                                 13,60                             82                                 86

Selama tahun 2025, Perseroan tidak mengalami insiden yang berkaitan dengan tumpahan limbah cair ke permukaan. [POJK F.15]



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                             88                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
Inovasi Pengolahan Limbah Cair Melalui Teknologi Destilator
                                                               Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah
                                                               cair serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia,
                                                               DSN WP Panel Temanggung mengembangkan inovasi proses
                                                               pengolahan limbah dengan memanfaatkan teknologi destilator.
                                                               Sebelumnya, pengolahan limbah cair dilakukan melalui
                                                               Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan penggunaan
                                                               bahan kimia seperti asam klorida untuk penyesuaian pH,
                                                               koagulan, dan flokulan untuk proses pemisahan air dan lumpur.
                                                               Tingginya kebutuhan bahan kimia tersebut menyebabkan biaya
                                                               operasional yang signifikan.

                                                               Melalui inovasi destilator, proses pengolahan limbah dilakukan
                                                               tanpa menggunakan bahan kimia, melainkan dengan
                                                               memanfaatkan panas sisa dari pipa kondensat boiler menuju
                                                               area luar produksi, sehingga tidak mengganggu kinerja boiler
                                                               maupun proses produksi. Destilator ini mampu menampung
                                                               hingga ±3 m³ air limbah dan dioperasikan secara berkelanjutan
                                                               dengan sistem penguapan untuk memaksimalkan pemisahan
                                                               air dan residu. Penerapan destilator memberikan dampak positif,
                                                               antara lain:




  Pengurangan frekuensi                              Percepatan proses                            Peningkatan efisiensi
  pembelian bahan kimia                              pengolahan limbah                        penanganan sludge glue yang
sebanyak 55% dari sebelum                           karena berkurangnya                        lebih cepat mengering dan
    penerapan inovasi                                  tahapan proses                                mudah dikelola

Inovasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong efisiensi sumber daya, pengurangan bahan kimia
berbahaya, dan penerapan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.


Pengelolaan Limbah Padat [POJK F.13, F.14] [GRI 306-1, 306-2, 306-3, 306-4, 306-5]
DSNG mengadopsi prinsip Ekonomi Sirkular dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan
pemanfaatan kembali limbah, dan menekan emisi melalui solusi yang ramah lingkungan. Komitmen ini diperkuat dengan
penerapan sistem pengelolaan limbah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari pengumpulan limbah hingga
pemantauan rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap seluruh regulasi lingkungan.



Upaya Pengelolaan Limbah B3

       Unit Bisnis DSN WP Panel menerapkan proses destilasi dalam pengeringan sludge hasil pengolahan limbah cair lem
       merah sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah B3. Inisiatif ini memiliki kapasitas penampungan
       hingga ±3 m³ air limbah serta berhasil menurunkan frekuensi pembelian bahan kimia sebesar 23% dibandingkan
       dengan sebelum penerapan inovasi.

       Seluruh unit bisnis DSNG berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam menerapkan pengelolaan limbah B3 secara
       bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di Indonesia. Pengelolaan ini mencakup
       penggunaan fasilitas penyimpanan berizin, pencatatan dan pelaporan yang terdokumentasi, serta pengangkutan dan
       pengolahan limbah oleh pihak ketiga yang memiliki izin resmi.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                  89                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 92
Upaya Pengurangan Limbah Padat Non B3


            Pengurangan

•     Mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai melalui penyediaan fasilitas air minum isi ulang.
•     Membatasi kantong plastik sekali pakai dengan sosialisasi dan distribusi tas belanja guna ulang.
•     Membatasi penggunaan kertas baru di areal kerja kantor GRHA DSN sesuai fungsional dan kebutuhan.


            Daur Ulang

•     Berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal di Muara Wahau untuk pengelolaan dan penjualan sampah bernilai ekonomi
      hasil pemilahan di perumahan karyawan.
•     Berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal di unit bisnis produk kayu dalam pengelolaan limbah padat hasil kayu menjadi
      alas ternak hewan ternak.
•     Menyelenggarakan edukasi dan pameran daur ulang sampah di Sekolah Dharma Utama untuk meningkatkan
      kesadaran lingkungan sejak dini.
•     Memanfaatkan limbah logam melalui pihak ketiga, dengan total material yang dimanfaatkan mencapai 52 ton
      sepanjang 2025.



            Pemanfaatan

•     Sepanjang tahun 2025, perusahaan memanfaatkan biomassa berupa cangkang, fiber serta bungkil total sebanyak
      746.569 ton dan limbah kayu 36.491 ton sebagai bahan bakar boiler guna mendukung efisiensi energi dan
      pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.
•     Pemanfaatan kembali hasil sampah organik di GRHA DSN sebanyak 20,21 ton untuk pengolahan kompos dan 7,25 ton
      untuk sistem Biopori.
•     Memanfaatkan limbah organik kantin sebagai pakan ternak unggas oleh masyarakat sekitar pabrik DSN WP Panel Floor
      sebanyak 20,45 ton
•     Menggunakan abu boiler sebagai material tanah urug yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar pabrik DSN WP Floor.



            Pemilahan

•     Memberikan edukasi pemilahan sampah organik, non organik, dan residu di seluruh unit bisnis baik di areal kantor,
      pabrik dan perumahan oleh karyawan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi karyawan dalam
      pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
•     Kantor Pusat Jakarta menerapkan sistem pemilahan 7 kategori sampah (organik, kertas, plastik, kaca, karton, logam,
      dan residu) yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh karyawan.



            Landfill

•     Pengumpulan dan pengangkutan sampah residu dilakukan secara terkontrol untuk dibuang secara aman di lokasi
      pembuangan akhir yang telah ditetapkan.
•     Sampah residu dari Kantor Pusat Jakarta dikelola melalui metode karbonisasi oleh pihak ketiga sebagai upaya dari
      pencapaian target Zero Landfill.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   90                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 93
   Limbah Padat yang Dihasilkan Tahun 2025 [GRI 306-3, 306-4, 306-5] [POJK F.13]

Limbah padat dalam metrik ton (t)


Limbah Berbahaya
                                           WP Panel                      WP Floor                   Kelapa Sawit           Energi Terbarukan        Kantor Pusat DSNG

                                   Di luar      Di dalam         Di luar      Di dalam          Di luar      Di dalam     Di luar      Di dalam     Di luar      Di dalam
                                   Perusahaan   Perusahaan       Perusahaan   Perusahaan        Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan

       Limbah yang
                                       0              0              0              0               0              0          0             0           0             0
       Digunakan Kembali

       Opsi Pengolahan
                                    45,08             0            4,05             0            25,28             0        0,53            0         1,22            0
       Lainnya

       Total Limbah
                                    45,08             0           4,05              0           25,28              0       0,53             0        1,22             0
       Berbahaya

Limbah Non Berbahaya

                                   Di luar      Di dalam         Di luar      Di dalam          Di luar      Di dalam     Di luar      Di dalam     Di luar      Di dalam
                                   Perusahaan   Perusahaan       Perusahaan   Perusahaan        Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan   Perusahaan


       Limbah yang
                                       0              0              0              0               0          506.083        0             0           0             0
       digunakan kembali

       Daur Ulang                   1.832           20               0         207,90               0              0       1.445            0           0          27,46

       Opsi Pengolahan
                                       0         41.357              0           5,68               0          535.786        0          1.596        7,51            0
       Lainnya

       Total Limbah
                                    1.832       41.377               0         213,58               0        1.041.869     1.445         1.596       7,51          27,46
       Non Berbahaya




 Penerapan Pengelolaan Sampah di GRHA DSN [POJK F.14]
 Pada tahun 2025, GRHA DSN mampu mengelola sekitar 70% sampah organik secara in-situ. Praktik ini memperkuat
 penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), berkontribusi pada penurunan emisi dan biaya pengelolaan limbah serta
 perbaikan kualitas tanah sebagai manfaat tambahan. Pengelolaan sampah organik yang terdiri dari sampah daun, ranting,
 dan ampas kopi, dilakukan dengan metode komposting, sedangkan untuk sampah residu makanan dilakukan dengan
 menggunakan sistem Biopori, dengan implementasi sebagai berikut:


  1. Komposting Sampah Daun & Ranting

     Program Komposting




    11.785 kg                   Penggilingan                  10.152 kg                        Proses
    Daun Segar                  & Pencacahan                 Daun Tercacah                  Pengomposan




    Membentuk Ekonomi                      2.207 kg Dipakai untuk                    6.649 kg Kompos setara
    Sirkular: limbah daun                   Pemupukan Internal                        menyuburkan kembali
       -> nutrisi tanah                                                             ±133 pohon sengon muda




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                              91                                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 94
  2. Pengembangan 76 Lubang Biopori
                                                                         Selain komposting, Perseroan juga menerapkan sistem
                                                                         biopori di area GRHA DSN sebagai solusi pengelolaan
                                                                         limbah organik rutin. Sepanjang tahun 2025, metode
                                                                         biopori ini mampu mengelola sekitar 7.250 kg sampah
                                                                         organik, yang setara dengan penyediaan nutrisi bagi
                                                                         ±135-160 pohon muda per tahun (dengan asumsi
                                                                         1 pohon membutuhkan ±40–50 kg kompos per
                                                                         tahun). Proses dekomposisi alami dalam biopori turut
                                                                         meningkatkan struktur tanah, kesuburan lahan, serta daya
                                                                         resap air di sekitar area tersebut.


Program Pelatihan Efisiensi bagi Karyawan
Pokja (Kelompok Kerja) merupakan tim lintas departemen                   pembelajaran langsung diterapkan dalam aktivitas kerja
yang dibentuk untuk mendukung pencapaian Annual Plan                     sehari-hari. Pendekatan lintas fungsi ini memungkinkan
pabrik secara menyeluruh. Dalam konteks pengembangan                     pelatihan berjalan secara terpadu dan tidak parsial, sekaligus
kapasitas, Pokja berfungsi sebagai wadah kolaborasi pelatihan            meningkatkan efektivitas implementasi solusi di lapangan.
di berbagai aspek operasional, mencakup kinerja produksi,
                                                                         Dengan mekanisme pemantauan berbasis capaian
keselamatan kerja, kualitas, dan keberlanjutan.
                                                                         proyek dan indikator Annual Plan, Pokja berperan tidak hanya
Melalui Pokja, perusahaan mengidentifikasi kebutuhan                     sebagai pelaksana program strategis, tetapi juga sebagai
kompetensi yang relevan dengan target pabrik, merancang                  sarana transfer pengetahuan, penguatan kapabilitas SDM,
dan mengoordinasikan program pelatihan yang terintegrasi                 dan pendorong budaya continuous improvement di
dengan proyek improvement, serta memastikan hasil                        lingkungan pabrik.


Biaya Lingkungan [POJK F.4]
Di tahun 2025, Perusahaan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp15,41 miliar untuk kegiatan lingkungan dan konservasi di unit
bisnis kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan. Alokasi dana tersebut digunakan untuk kegiatan seperti:


        •      Pemantauan kualitas parameter lingkungan                   •    Pengadaan bibit untuk restorasi
        •      Konservasi orang utan                                      •    Training sertifikasi pengelolaan lingkungan
        •      Pengadaan dan training aplikasi SMART Patrol untuk         •    Training sertifikasi pengendalian kahutla
               monitoring kehati dan inspeksi K3L                         •    Pengadaan rambu-rambu lalu lintas
        •      Pengelolaan LB3                                            •    Pengelolaan sampah terpadu (TPST)
        •      Lomba perumahan asri                                       •    Rumah persemaian
        •      Pengendalian konflik satwa liar                            •    Kerja sama monitoring konservasi dengan
        •      Sosialisasi SHE ke karyawan dan masyarakat                      Assessor Independen




PROPER Lingkungan dan Kepatuhan
Pada tahun 2025, DSNG selalu berupaya menjaga kepatuhan                  termasuk IFC Performance Standards (PS) dan Environmental,
lingkungan melalui penerapan sistem pengelolaan yang                     Health, and Safety (EHS) Guidelines. Audit ini dilakukan oleh
mengacu pada peraturan nasional dan standar keberlanjutan.               Ramboll Pte Ltd (Ramboll), yang melaksanakan penilaian
Kinerja lingkungan Perseroan tercermin dari capaian 9 unit               tahunan independen terhadap Pedoman Lingkungan dan
PKS penilaian Proper Hijau di tingkat Provinsi Hingga akhir              Sosial (E&S), bisa dicek di tautan berikut.
periode pelaporan, tidak terdapat unit PKS yang memperoleh
                                                                         Perusahaan juga mengikuti audit tahunan untuk sertifikasi
peringkat PROPER Merah.
                                                                         RSPO, ISPO, dan SCCS yang mencakup PKS, KCP, dan fasilitas
Selain pemeringkatan PROPER, Unit Bisnis Kelapa Sawit                    bulking, guna memastikan kepatuhan terhadap praktik
menjalani audit eksternal independen atas aspek lingkungan               produksi dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan.
dan sosial berdasarkan standar nasional dan internasional,


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       92                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
         Kinerja GRHA DSN dalam Pemenuhan Green Building
DSNG berupaya mendorong praktik-praktik berkelanjutan melalui penerapan konsep bangunan ramah lingkungan
pada gedung GRHA DSN yang baru, yang kini berfungsi sebagai kantor pusat Perseroan. Gedung ini dirancang dengan
mempertimbangkan pengurangan dampak lingkungan sepanjang siklus operasionalnya, termasuk efisiensi energi, pengelolaan
air, dan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Inisiatif ini mencerminkan upaya berkelanjutan DSNG dalam
menjunjung tinggi praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan
sosial dalam jangka panjang.

Capaian Sertifikasi
Sepanjang tahun 2025, beberapa inisiatif sertifikasi green building dijalankan secara paralel, mencakup Excellence in Design for
Greater Efficiencies (EDGE), Greenship Building Certification (GBC), dan Leadership in Energy and Environmental Design (LEED).
Upaya ini menegaskan komitmen DSNG dalam menghadirkan bangunan yang memberikan manfaat nyata melalui efisiensi
energi, kenyamanan penghuni, dan pengurangan jejak emisi karbon.


    Sertifikat EDGE                            Sertifikat Greenship                       Sertifikat LEED
     Level Advance                             Level Platinum                             Level Silver

    Capaian sertifikasi desain &              Capaian sertifikasi fase new               Capaian sertifikasi fase new
    konstruksi:                               building operations:                       building operations:
    • 52% Penghematan energi                  • Pengelolaan energi                       • Kajian efisiensi energi
    • 56% Penghematan air                     • Kualitas udara ruangan                   • Perencanaan konservasi air
    • 25% Energi yang lebih sedikit           • Material ramah lingkungan                • Pemilihan material ramah
      terkandung dalam bahan                  • Manajemen air & limbah                     lingkungan
    • 1.038,25 tCO2/tahun                     • Pengelolaan lingkungan                   • Rencana kualitas udara dalam
      penghematan operasional CO2               bangunan                                   ruang.
                                              • Kepatuhan konstruksi

   Penerapan standar EDGE                     Sertifikasi GREENSHIP Building             Sertifikasi LEED yang dilakukan
   dilakukan 1x pada fase awal                diverifikasi setiap tiga tahun             diverifikasi setiap tiga tahun
   konstruksi untuk memastikan                untuk memastikan pemenuhan                 untuk mengurangi dampak
   bahwa aspek keberlanjutan telah            keberlanjutan operasional dan              negatif terhadap lingkungan dan
   tertanam secara struktural dalam           kinerja gedung dalam aspek efisiensi       meningkatkan kesehatan manusia
   desain bangunan dan menjadi                energi, pengelolaan air, limbah,           melalui efisiensi sumber daya
   dasar bagi operasional gedung              kualitas lingkungan dalam ruang,           seperti energi dan air, mitigasi
   yang lebih efisien & berkelanjutan         serta pengelolaan lingkungan secara        perubahan iklim, serta promosi
   dalam jangka panjang.                      menyeluruh sesuai dengan standar           kualitas hidup yang lebih baik.
                                              green building yang berlaku.

   Sertifikasi bangunan hijau                 Sistem sertifikasi bangunan hijau          Sistem penilaian global untuk
   International Finance                      yang dikembangkan oleh Green               bangunan hijau yang dikelola U.S.
   Corporation                                Building Council Indonesia (GBCI)          Green Building Council (USGBC)




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   93                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 96
Penerapan Program 5R + Keselamatan


                                                                                 GRHA DSN menerapkan Program 5R +
                                          SEIRI                                  Keselamatan (5R+K) sebagai bagian dari
                                        (Ringkas)                                upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja,
                                                                                 perlindungan keamanan data, peningkatan
                            su                                S                  produktivitas, penguatan citra profesional, serta




                                                              ei
                     t


                                                                                 pembentukan perilaku kerja yang berkelanjutan.
                   ke




                                                                ke
                Sei




                                                                                 Evaluasi atas penerapan program ini dilakukan




                                                                  tsu
                                                                                 secara berkala setiap tahun.
                                     SHITSUKE                                    Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, terdapat
                                      (Rajin)                                    peningkatan kinerja 5R+K yang signifikan
         SEISO                                                    SEITON         dibandingkan tahun 2024, yang tercermin
         (Resik)                                                   (Rapi)        dari penurunan 79,6% kategori Inactive (tidak
                                                                                 menerapkan 5R+K) serta peningkatan 25%
                                Se                       t)                      kategori Partially Active (cukup baik & perlu
                                     ike t
                                             su (R awa                           perbaikan) dan 37,5% kategori Active (penerapan
                                                                                 baik). Hasil ini menunjukkan efektivitas program
                                                                                 dalam mendorong perbaikan berkelanjutan dan
                                                                                 perubahan perilaku kerja.
                                        ANZEN
                                     (Keselamatan)




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                               94                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
                                Pilar Masyarakat
                                DSNG mengakui masyarakat dan karyawan sebagai pemangku
                                kepentingan utama dan mitra penting dalam mendukung
                                keberlanjutan bisnis. Sejalan dengan hal ini, Perseroan
                                menjalankan berbagai program di bidang pendidikan,
                                kesehatan, keselamatan, pelestarian budaya, dan pembangunan
                                ekonomi. Melalui inisiatif-inisiatif ini, DSNG berupaya mendorong
                                kemandirian yang lebih besar serta membantu meningkatkan
                                kualitas hidup karyawan, keluarga mereka, dan masyarakat
                                sekitar di wilayah operasionalnya.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                               95                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 98
         Target dan Progres
Ketenagakerjaan

        Jumlah Karyawan                      Jumlah Jam Kerja Aman              Jumlah Jam Pelatihan       Rata-rata jam pelatihan

       19.161 41.683.081 140.706                                                                                22,7
               Orang                                  Jam                                  Jam               Jam/Pegawai

Pelibatan Masyarakat
    Total Aset Credit Union (CU)                                             Dana CSR                  Koperasi Binaan CSR
    Anggota                              Total Aset
                                                                            37,5                       55
    4.896 Orang                           137,91 Rp miliar                  Rp miliar                  Unit Bisnis Kelapa Sawit


Program Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)
    Pelatihan & Sosialisasi K3                                               Program Pencegahan Penyakit

    36                                    12.267                            6.077                      111.076
    Kegiatan                              Total Peserta                     Kegiatan                   Total Peserta


Program Unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

                                Penurunan angka anak putus sekolah di Wahau                      Tidak terdapat anak usia
                                melalui program pendataan, pendampingan administrasi,            sekolah yang tercatat putus
      Pendidikan                edukasi, serta monitoring pendidikan anak.                       sekolah


                                Pencegahan stunting melalui Pemberian Makanan
                                                                                                 1.020 anak penerima manfaat
      Kesehatan                 Tambahan (PMT) dan Vitamin A bagi anak karyawan.

                                Komite Gender yang berperan dalam kampanye,
                                sosialisasi, serta upaya pencegahan dan penanganan isu           356 anggota terlibat
      Sosial                    perlindungan perempuan, anak, dan keluarga.

                                Pasokan kebutuhan beras perusahaan bekerja                       Pasokan 351 ton beras yang
      Ekonomi                   sama dengan Bumdes Miau Baru.                                    melibatkan 300 petani

                                Pemanfaatan Limbah Produksi Kayu diolah menjadi
                                                                                                 Pemanfaatan kembali 1.832
                                Alas Ternak bekerja sama dengan PT Upoyo
      Lingkungan                                                                                 ton limbah kulit kayu
                                Mandiri Sejahtera.


Capaian Distribusi Bibit Jabon Tahun 2025

                                                                       190.000                             374.000
                                                                       Bibit Jabon Putih                   Bibit Jabon Merah
           1.000 Petani
                  Penerima Manfaat                                                 Total
                                                                                           564.000

PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                         96                                           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
Hak Asasi Manusia dan Praktik Ketenagakerjaan [POJK F.19] [GRI 406-1, 407-1, 408-1, 410-1]

Bentuk komitmen DSNG dalam menghormati Hak Asasi                     pekerja anak serta upaya memastikan keselamatan anak-
Manusia (HAM) dan ketenagakerjaan berupa Kebijakan Anti-             anak di sekitar wilayah operasional. DSNG juga berkolaborasi
Diskriminasi, Kebijakan Keberlanjutan, Kebijakan Perlindungan        dengan lembaga seperti Partnership for Action Against
Perempuan, serta Kebijakan Perlindungan Anak. Kebijakan              Child Labour in Agriculture (PAACLA), yang mencerminkan
ini bertujuan untuk mengembangkan lingkungan kerja                   komitmen Perseroan dalam memajukan tujuan di seluruh
yang tidak diskriminatif dan mendukung penerapan prinsip             industri bisnis unit.
perlakuan yang adil dan setara.
                                                                     Sebagai bagian dari penerapan kebijakan HAM, Perseroan
Melalui Kebijakan Keberlanjutan, DSNG memastikan                     juga memberikan pelatihan kepada 100% personel keamanan
pemenuhan hak seluruh pekerja sesuai dengan peraturan                untuk seluruh unit bisnis DSNG baik karyawan maupun non-
perundang-undangan yang berlaku juga mengacu pada                    karyawan (kontraktor) mengenai kebijakan hak asasi manusia
standar Internasional termasuk Deklarasi Universal Hak Asasi         dan prosedur pengamanan sesuai dengan ketentuan yang
Manusia, Konvensi ILO, United Nations Guiding Principles on          berlaku. Pelatihan tersebut mencakup pengenalan prinsip
Business and Human Rights (UNGP), serta Standar Kinerja              penggunaan kekuatan secara proporsional, penghormatan
IFC (PS 2, PS 7, dan PS 8). Komitmen ini diwujudkan melalui          terhadap hak masyarakat, serta mekanisme penanganan
penerapan prinsip kesetaraan gender, perlindungan anak,              keluhan.
keberagaman, dan penciptaan lingkungan kerja yang aman
serta ramah anak.                                                    Untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut,
                                                                     Perseroan membentuk Komite Gender di seluruh wilayah
Komitmen tanpa eksploitasi diwujudkan melalui upaya                  operasional. Penghormatan terhadap HAM dipandang
peningkatan kesejahteraan karyawan dan masyarakat,                   sebagai tanggung jawab bersama serta menjadi bagian
penerapan kesehatan dan keselamatan kerja, serta pemberian           integral dari tata kelola dan budaya perusahaan. Komite
dampak ekonomi positif melalui berbagai inisiatif sosial.            gender merupakan salah satu lembaga yang memonitor
Sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan, DSNG                 implementasi kebijakan perusahaan terkait penghormatan
menyediakan ruang laktasi dan fasilitas sanitasi terpisah            terhadap HAM, termasuk anti diskriminasi. Dalam periode
di area operasional. Sementara itu, perlindungan anak                pelaporan, tidak ada insiden anti diskriminasi yang terjadi.
ditegakkan melalui kebijakan tanpa toleransi terhadap




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   97                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 100
          Tinjauan Karyawan
   Jumlah Karyawan DSNG Tahun 2025 Berdasarkan Gender, dan Kelompok Usia [POJK C.3.b][GRI 2-7, 405-1, 13.15.2]


    Gender                                                                                                                              Laki-laki          Perempuan

          9.019




                                             4.947
                    3.146                                                                                                                             Jumlah
                                                     992
                                                                  810                                                                                        14.896
                                                                          106             86                                                                4.265
                                                                                                  13                      34     8



0,3%                                                                                      0,3%                                                                                   0
                                                                                                                                                                                 0
          Pekerja Kebun                       Non-Staff              Staff           Manajemen Madya               Manajemen Senior



0,3%
Kelompok Usia
                                                                                          0,3%
0,3%    Laki-laki                                      18-30      31-50        >50

                                                                                          0,3% Perempuan                                 18-30         31-50         >50
                                                                                                                                                                                 0
0,3%                                                                                      0,3%                                                                                   0
                                                          3.461                                                            672
  Pekerja                                                                                 Pekerja
                                                                             5.232                                                   2.333
  Kebun                                326                                                Kebun                     141




0,3%                                                                                      0,3%                                                                                   0
  Non-                                         1.665                                      Non-                         376
                                                       3.057                                                             587
  Staff                              225                                                  Staff                   29




                                                31,8%                                                                            31,8%
                                     283                                                                             66
  Staff                                495                                                Staff                     36
                                32                                                                            4




                                                31,8%                                                                            31,8%
                         0                                                                                    0
  Manajemen                                                                               Manajemen
                              66                                                                                8
  Madya                      20                                                           Madya                5




                                                31,8%                                                                            31,8%
  Manajemen              0                                                                Manajemen          0
                          10                                                                                  3
  Senior                    24
                                                                                          Senior               5




  Persentase
                                                31,8%
                                                  0,6%
                                                                                                                                 31,8%
                                                                                                    47,1% | Pekerja Kebun Laki-laki



                                                31,8%                                                                            31,8%
  Karyawan DSNG                                            0,4%
  2025                                        4,2%         0,1%                                     16,4% | Pekerja Kebun Perempuan
                                                                     0,2%
                         5,2%                                                                       25,8% | Non-Staff Laki-laki
                                                                        0,04%
                                                                                                    5,2% | Non-Staff Perempuan
                                                                                                    4,2% | Staff Laki-laki
                                                                                                    0,6% | Staff Perempuan
                                                                                                    0,4% | Manajemen Madya Laki-laki
                                                                                                    0,1% | Manajemen Madya Perempuan

                25,8%                                                                               0,2% | Manajemen Senior Laki-laki
                                                                             47,1%                  0,04% | Manajemen Senior Perempuan



                      63,6%                    16,4%                                           Total 19.161
                                                                                                                                              68,2%
                      63,6%
PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                        98
                                                                                                                                              68,2% Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
                                                                                                      2025             2024            2023

   Jumlah Karyawan Tetap DSNG Berdasarkan Gender dan Wilayah Penempatan
    [GRI 2-7, 202-2]




                                                                                         07




                                                                                                04
                                            06



                                                   05




                         01

                                02         03




        01. Jakarta                                05. Kalimantan Tengah                          Lainnya

                  143 145            144                    1.563 1.595 1.673                                4    4           15
                  65      64         64                     502    567   603                                 0    0           2
        Jumlah:   208 209            208          Jumlah:   2.065 2.162 2.276                    Jumlah:     4    4           17


        02. Jawa Barat                             06. Kalimantan Barat                           Jumlah Total

                  16      7          -                      1.666 1.812 1.676                              14.223 14.564 15.198
                  0       0          -                      278    287   283                               3.978 4.199 4.311
        Jumlah:   16      7          -            Jumlah:   1.944 2.099 1.959                    Jumlah:   18.201 18.763 19.509


        03. Jawa Tengah                            07. Kalimantan Utara                           Karyawan Kontrak DSNG
                  873     910        960                    405    405    435                        960         636          765
                  247     254        264                    127    124    138
        Jumlah:   1.120 1.164 1.224               Jumlah:   532    529    573


         04. Kalimantan Timur
                                                 Jumlah Pekerja Lain yang Bukan Karyawan DSNG    [GRI 2-8]
                  9.553 9.686 10.295
                  2.759 2.903 2.957                Pekerja Alih Daya DSNG

        Jumlah:   12.312 12.589 13.252              136           733     261




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       99                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 102
Merekrut dan Mempertahankan Karyawan [GRI 401-1, 13.20.1]
DSNG menerapkan Kebijakan Anti-Diskriminasi dalam proses perekrutan dan pengembangan karyawan untuk memastikan
kesempatan kerja yang sama bagi seluruh individu tanpa membedakan suku, agama, gender, ras, latar belakang sosial, maupun
karakteristik lain yang dilindungi oleh hukum yang berlaku. Dalam implementasinya, Perseroan juga memberikan kesempatan
kerja bagi masyarakat disekitar wilayah operasional sesuai dengan keterampilan dan kebutuhan perusahaan.

   Dalam proses rekrutmen:
           Iklan atau publikasi lowongan pekerjaan menyajikan informasi
           yang jelas dan transparan, sehingga calon pelamar dapat
           menilai kesesuaian kualifikasi dan kompetensi mereka dengan
           posisi yang ditawarkan.
           Konten iklan lowongan tidak mencantumkan preferensi
           terhadap kelompok pelamar tertentu, kecuali apabila terdapat
           persyaratan khusus yang secara objektif berkaitan dengan
           karakteristik atau kebutuhan pekerjaan.
           Pemanfaatan berbagai kanal rekrutmen termasuk partisipasi
           dalam kegiatan job fair, publikasi lowongan melalui media sosial
           dan platform profesional seperti Linkedin dan Instagram, serta
           kanal digital lainnya.
           Kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program campus
           hiring sebagai upaya menjaring talenta yang berkualitas dan
           mendukung pengembangan sumber daya manusia.


   Jumlah Karyawan Baru Tahun 2025 Berdasarkan Gender dan Kelompok Usia [GRI 401-1]



          Laki-laki                     0,3%           0,3% Perempuan    0%                0%   Total

                                                                                                18-30:     2.257
       36,1%             36,1%                  31,8%        31,8%
                                                                                                31-50:     1.254

                                                                                                >50:       10


                                63,6%   63,6%                     68,2%         68,2%

     Jumlah: 3.153                                        Jumlah: 368                           Jumlah: 3.521


   Jumlah Karyawan Baru Tahun 2025 Berdasarkan Gender dan Penempatan Wilayah [GRI 401-1]


           Penempatan                       Laki-laki                         Perempuan                  Total
 Jabodetabek                                    27                                    23                  50

 Jawa Barat                                    180                                    19                  199

 Jawa Tengah                                   164                                    95                  259

 Kalimantan Timur                              2.238                              194                    2.432

 Kalimantan Tengah                             351                                    6                   357

 Kalimantan Barat                               34                                    7                   41

 Kalimantan Utara                              139                                    11                  150

 Lainnya                                        20                                    13                  33

 Jumlah                                        3.153                              368                    3.521



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                      100                                      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
   Jumlah Karyawan Keluar Perusahaan Berdasarkan Gender dan Jabatan [GRI 401-1]


                                                        2025                                              2024                                           2023
     Uraian                   Level
                                        Laki-laki   Perempuan        Jumlah         %     Laki-laki   Perempuan          Jumlah    %     Laki-laki   Perempuan         Jumlah     %

                       Staf                64          15              79          7,6          80        4                84     8,0       78           5               83       8,2

  Mengundurkan         Non-Staf           428          59             487          8,4      367          61               428     7,5      341          74              415       7,3
  Diri

                       Karyawan Kebun     2.181        350           2.531         20,4     2.854        40               3.314   25,3    4.305         603             4.908    36,2

                       Staf                25           1              26          2,5          47        2                49     4,7       66           5               71       7,0
  Pengakhiran
  Hubungan             Non-Staf           100          12             112          1,9      118          34               152     2,7      243          115             358       6,3
  Kerja
                       Karyawan Kebun     488          16             504          4,1      479          37               516     3,9      996          48              1.044     7,7

                       Staf                 7           1              8            1           11        0                11     1,1       13           0               13       1,3

  Memasuki Usia
                       Non-Staf            37           4              41          0,7          73       11                84     1,5       92          16              108       1,9
  Pensiun

                       Karyawan Kebun      88          32             120           1           76       22                98     0,7       40          11               51       0,4

                       Staf                10           1              11          1,1          2         0                2      0,2        2           0               2        0,2

  Sebab Lainnya        Non-Staf            44          27              71          1,2          8         0                8      0,1        9           1               10       0,2

                       Karyawan Kebun      26           6              32          0,3          13        8                21     0,2       16           1               17       0,1

  Jumlah                                 3.498        524            4.022                 4.128         639             4.767            6.201         879            7.080




    Jumlah Turnover Karyawan Tahun 2025 Berdasarkan Gender dan Kelompok Usia [GRI 401-1]

                                                     Laki-laki                                                           Perempuan
   Kelompok Usia                                                                                                                                                      Total
                                        Total                                 %                           Total                           %

  18-30                                 1.757                               50,2                              205                        39,1                          1.962

  31-50                                 1.582                               45,2                              283                         54                           1.865

  >50                                   159                                  4,5                              36                          6,9                          195

  Jumlah                                3.498                               100                           524                            100                           4.022



    Jumlah Karyawan Keluar Tahun 2025 Berdasarkan Wilayah Gender dan Penempatan Wilayah [GRI 401-1]

            Penempatan                                      Laki-laki                                         Perempuan                                      Jumlah
  Jabodetabek                                                 27                                                     8                                          35

  Jawa Barat                                                  28                                                     8                                          36

  Jawa Tengah                                                 99                                                    47                                          146

  Kalimantan Timur                                           2.512                                                  356                                        2.868

  Kalimantan Tengah                                           459                                                   80                                          539

  Kalimantan Barat                                            213                                                   17                                          230

  Kalimantan Utara                                            160                                                    8                                          168

  Lainnya                                                      0                                                     0                                           0

  Jumlah Total                                               3.498                                                  524                                       4.022


   Perhitungan jumlah karyawan ini diperoleh dari aplikasi pencatatan di Human Capital Information System (HCIS) dengan format
   pelaporan yang dibutuhkan.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                             101                                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 104
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan [POJK F.22] [GRI 404-1, 404-2, 404-3]
DSNG menjadikan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas dalam membentuk tim kompeten dan adaptif
untuk menghadapi tantangan masa depan. Melalui Departemen Human Capital, perusahaan memberikan pelatihan yang
berkelanjutan secara terstruktur, mencakup keterampilan teknis, kepemimpinan, dan soft skills, melalui program internal
maupun eksternal. Dengan memberikan fasilitas pembelajaran yang berkelanjutan, Perseroan mendorong karyawan untuk
terus relevan di tengah dinamika industri, mendorong inovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.


    Dalam pelatihan dan pengembangan karir:
             Seluruh karyawan mendapatkan kesempatan yang sama dan diperlakukan
             secara adil dalam mengikuti pelatihan dan pengembangan karir
             tanpa pengecualian.
             Seluruh karyawan didorong untuk berdiskusi secara aktif dengan atasan
             langsung terkait tujuan karir dan kebutuhan pengembangan kompetensi.
             Melaksanakan program pengembangan karyawan seperti Senior
             Management Development Program (SMDP), General Management
             Development Program (GMDP), Mandor Development Program (MDP), serta
             Performance Management System (PMS) untuk mengidentifikasi potensi
             pengembangan karyawan.
             Menerapkan program untuk meningkatkan peran kepemimpinan dalam
             tanggung jawab pekerjaannya, seperti Becoming Effective People through
             Essential Habits dan Leader as Coach.
             Mengadakan program pelatihan lapangan dalam proses peningkatan
             kualitas kerja, standarisasi kerja, aktivitas keselamatan kerja dengan tujuan
             meningkatkan produktivitas, keterampilan, dan disiplin bagi setiap SDM
             yang bekerja seperti Dojo Panen, rawat, dan kegiatan lainnya. Selain
             itu, perseroan juga memberikan pemahaman dan penghargaan bagi
             karyawan yang akan memasuki tahap purnabakti.



Perseroan telah mengembangkan Learning Management                       Selama periode pelaporan, perusahaan secara berkala
System (LMS) untuk memfasilitasi pelatihan dan                          melaksanakan penilaian kinerja berdasarkan capaian kinerja
pengembangan menjadi lebih efektif dan efisien. LMS                     yang telah ditetapkan bersama-sama. Penilaian melibatkan
membantu dalam pencarian informasi pelatihan, terutama                  atasan langsung dan rekan sejawat untuk memastikan
pelatihan online, termasuk akses e-library. Pencatatan                  objektivitas. Hasil ini akan digunakan sebagai dasar
pelatihan juga telah terintegrasi sehingga monitoring                   pengembangan karier yang disesuaikan dengan kebutuhan
pelatihan dapat dilakukan melalui dashboard pelatihan                   organisasi dan komposisi karyawan.
yang tersedia dalam sistem ini.

   People Management System

           Laki-laki
                           78%                                                                     Perempuan
                                                                                                                 22%
   Tingkat Jabatan Manajemen



                                                                                                            63,5%


                                                                                   31%

                                 0,7%                 4,8%

                          Manajemen                    Staf                       Non Staf              Karyawan Kebun



 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                        102                                           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
   Total Jam Pelatihan Berdasarkan Golongan Karyawan/Tingkat Jabatan Manajemen Tahun 2025 [GRI 404-1]



                                                     Laki-laki                          Perempuan                                Jumlah
Golongan Karyawan
                                            Peserta              Jam             Peserta              Jam              Peserta              Jam

           Direksi                            14                 323               3                125                  17                448

           Manajemen                         111                 5.333             16               744                 127                6.077

           Staf                              859              49.442              136              7.589                995                57.031

           Non Staf                         2.073             51.782              425              7.560                2.498              59.326

           Karyawan Kebun                   2.042             14.782              528              3.043                2.570              17.825

           Total                            5.099           121.646              1.108             19.060               6.207           140.706

           Rata-rata jam
           pelatihan per peserta                      23,86                                17,20                                 22,67



       Rata-rata Jam Pelatihan Per Pegawai (jam/pegawai)                                                                2025        2024          2023


                                                                                                            22,7
                                                                                               15,7
                                                                                                                       26,3

       Jumlah dan persentase pegawai yang ikut serta dalam program pelatihan




                                32%                                      31%                                       28%
                                6.207                                    6.030                                      5.677
                                orang                                    orang                                      orang




 Keterangan: Penurunan rata-rata jam pelatihan mengikuti kenaikan jumlah tenaga kerja yang dilatih.


         Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan                                                                           [GRI 202-1, 401-2, 405-2]



Cuti Melahirkan [GRI 401-2, 401-3]
Perseroan memberikan cuti melahirkan atau (maternity leave) bagi karyawan perempuan selama 90 hari kalender
serta cuti khusus selama 2 hari kalender kepada karyawan laki-laki untuk mendampingi istri bersalin.


                                Cuti Melahirkan                                        Jumlah karyawan yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan




     Jumlah Karyawan Laki-laki                    Jumlah Karyawan                       Jumlah Karyawan Laki-laki                Jumlah Karyawan
       (Cuti Istri Melahirkan)                      Perempuan                             (Cuti Istri Melahirkan)                  Perempuan

                   34                                   8                                          34                                   7



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                             103                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 106
Tunjangan yang Diterima [GRI 401-2]
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Perseroan tidak membedakan pemberian tunjangan
berdasarkan status kepegawaian. Seluruh karyawan DSNG mendapatkan berbagai fasilitas dan tunjangan, seperti transportasi,
jaminan sosial, layanan kesehatan, tunjangan hari raya, cuti, serta fasilitas pendidikan, kesehatan, olahraga, pemukiman, serta
penitipan anak. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh karyawan, baik karyawan tetap, kontrak, maupun alih daya,
sesuai dengan ketentuan dan peraturan berlaku. Beberapa fasilitas yang tersedia meliputi:




          Olahraga                         Pemukiman                                  Pendidikan                   Kesehatan
     17 lapangan sepak               2.308 rumah dinas, mess                        5 rumah belajar,          5 klinik pratama dan
      bola, 42 lapangan            dan asrama karyawan, serta                   9 Taman Kanak-Kanak,          29 klinik yang dapat
    bola voli, 17 lapangan        berkisar 300 bangunan lainnya                  7 Sekolah Dasar, dan        diakses oleh karyawan,
     bulutangkis, dan 19            termasuk tempat ibadah,                      1 Sekolah Menengah           keluarga, kontraktor,
       lapangan futsal            kantor, dan tempat fungsional                         Pertama              dan masyarakat sekitar
                                              lainnya


Dana Pensiun Karyawan [GRI 201-3]
Perseroan berkomitmen untuk memastikan seluruh karyawan                    perseroan dan 1% oleh karyawan, mengacu pada batas upah
terdaftar dan memperoleh perlindungan sosial melalui                       sesuai dengan ketentuan yang berlaku). Adapun iuran JKK dan
program BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan                       JKM sepenuhnya ditanggung oleh perseroan dengan besaran
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Program                         yang disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan.
perlindungan ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK),
Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan                    Pengelolaan manfaat serta pemenuhan hak karyawan
Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).                    menjelang masa pensiun, sepenuhnya dikelola oleh BPJS
                                                                           Ketenagakerjaan sesuai regulasi Pemerintah. Sepanjang tahun
Iuran program dibayarkan secara rutin setiap bulan dengan                  2025, Perseroan telah memenuhi kewajiban iuran kepesertaan
komposisi pembagian antara perusahaan dan karyawan sesuai                  BPJS Ketenagakerjaan dengan total kontribusi sebesar Rp
regulasi. Untuk JHT sebesar 5,7& dari upah, terdiri atas 3,7%              95,88 miliar di seluruh unit bisnis DSNG.
ditanggung perseroan dan 2% oleh karyawan. Sementara,
iuran JP sebesar 3% dari upah dengan porsi 2% ditanggung


DSN Fit & Well-Being Program [GRI 403-6]




Melalui program DSN Fit & Well-Being, DSNG mendorong                       Di luar aspek fisik, terdapat kegiatan Cooking Community
terciptanya tempat kerja yang mendukung kesehatan,                         yang berperan sebagai ruang berbagi pengetahuan gizi
keselamatan, dan produktivitas karyawan. Perseroan                         sekaligus mempererat hubungan sosial antarkaryawan.
menyediakan berbagai sarana kebugaran guna mendorong                       Keseluruhan inisiatif ini mendukung pembentukan
aktivitas fisik secara rutin seperti gym dan area olahraga. Selain         budaya kerja yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan
itu, inisiatif terkait peningkatan kesadaran kalori dijalankan             yang sejalan dengan komitmen Perseroan terhadap
untuk membangun pemahaman tentang pentingnya gaya                          kesejahteraan karyawan.
hidup aktif, termasuk mendorong kebiasaan berjalan kaki
dalam aktivitas sehari-hari.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                        104                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
         Hak Asasi Manusia dan Standar Kerja
Area Fokus HAM
DSNG menjadikan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) sebagai bagian integral dari komitmen Perseroan dalam menciptakan
lingkungan kerja yang adil dan menghormati martabat setiap individu. Area fokus penerapan HAM Perusahaan meliputi:


              Menghargai hak pekerja.

              Memastikan bahwa mereka mendapatkan upah yang layak dan setara untuk pekerjaan yang setara.

              Melindungi hak-hak anak dengan menegakkan kebijakan ketat terhadap eksploitasi anak dan memastikan
              keselamatan mereka di sekitar wilayah operasional.

              Memastikan bahwa tidak ada pekerja yang menjadi korban perdagangan manusia atau kerja paksa.

              Mengakui pentingnya hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal, serta berupaya dalam menjaga hubungan
              yang harmonis melalui dialog terbuka dan penghormatan terhadap warisan budaya.




Menghargai Hak-Hak Pekerja                  [POJK F.18]


Sejalan dengan Kebijakan Anti-Diskriminasi, Kebijakan            DSNG juga memberikan perlindungan terhadap
Perlindungan Perempuan, dan Kebijakan Perlindungan Anak,         kesejahteraan fisik dan mental karyawan melalui penerapan
DSNG menempatkan penghormatan terhadap hak-hak                   standar keselamatan dan kesehatan kerja yang memadai.
pekerja sebagai fondasi dalam membangun lingkungan               Selain itu, Perseroan mendorong pengembangan kapasitas
kerja yang adil, aman, dan saling menghargai. Perseroan          dan karier karyawan melalui berbagai program pelatihan
berkomitmen memastikan setiap karyawan diperlakukan              dan kesempatan peningkatan kompetensi, sehingga setiap
secara setara tanpa diskriminasi, memperoleh remunerasi dan      pekerja memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi
manfaat yang layak sesuai kontribusinya, serta bekerja dalam     secara optimal bagi keberlanjutan perusahaan.
kondisi yang aman dan sehat.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                  105                                           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 108
  Program




   •     Vacation Reward
         Sebagai wujud penghargaan bagi karyawannya, DSNG menggelar Vacation Reward untuk mengapresiasi karyawan
         pemanen dan mandor terbaik dari unit bisnis kelapa sawit. Terdapat beberapa destinasi vacation reward kali ini yaitu,
         wisata unggulan Kepulauan Derawan, City Tourism Bontang & Pulau Beras Basah, dan River Cruise Taman Nasional
         Tanjung Puting. Penghargaan ini merupakan salah satu inisiatif perusahaan untuk menghargai kerja keras serta
         dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh karyawan dalam mendukung produktivitas, kualitas, dan kedisiplinan
         di operasional SBU Palm Oil DSNG. Para pemenang dipilih berdasarkan pencapaian produktivitas yang melampaui
         target, kualitas Tandan Buah Segar (TBS) yang tinggi dengan kriteria 92-8 (ripeness min. 92%, persentase brondolan
         max. 8%), serta kehadiran kerjanya yang konsisten dan disiplin.

         Family Bonding Week (FBW) 2025 juga merupakan program dua tahunan DSNG sebagai bentuk apresiasi kepada
         karyawan level 4Up beserta keluarga inti. Dilaksanakan di empat wilayah operasional dengan beragam destinasi,
         FBW memperkuat kebersamaan keluarga, menanamkan nilai sinergi, empati, dan integritas, serta menumbuhkan
         kesadaran akan harmoni antara manusia dan alam, sejalan dengan semangat “Kami DSNG”.

   •     Penyediaan Toilet di Lapangan (Blok kelapa Sawit)
         Perseroan telah membangun 16 toilet permanen di perkebunan kelapa sawit hingga tahun 2025. Pembangunan toilet
         ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta mengurangi risiko penyakit akibat buang air di
         sembarang tempat, dan mencegah pelecehan atau kekerasan seksual. Toilet ini dipisahkan untuk karyawan laki-laki
         dan perempuan sebagai bagian dari perlindungan terhadap karyawan perempuan.



Upah Layak [POJK F.20] [GRI 202-1, 405-2, 13.21.1]
Perseroan menyediakan remunerasi yang adil dan kompetitif sesuai
standar upah Minimum Provinsi / Upah Minimum Kabupaten di                                          Rasio Gaji Karyawan Entry
masing-masing wilayah kerja operasional, serta mengacu pada                   Penempatan           Level Dibandingkan Upah
                                                                                                           Minimum
standar Upah Layak INANI (RSPO). Tidak terdapat perbedaan
upah berdasarkan gender untuk posisi entry level di seluruh unit           Jabodetabek                         102%
operasional signifikan. Berikut merupakan perbandingan antara
                                                                           Jawa Barat                          100%
upah karyawan tingkat awal (entry level) dengan upah minimum
yang berlaku di lokasi operasional signifikan Perseroan.                   Jawa Tengah                         100%
                                                                           Kalimantan Timur                    101%
Remunerasi yang diberikan sangat kompetitif dan sesuai dengan
jenjang jabatan. Perseroan memberikan apresiasi terhadap                   Kalimantan Tengah                   100%
karyawan yang berkontribusi dalam meningkatkan kinerja                     Kalimantan Barat                    100%
perusahaan, berupa paket remunerasi melebihi ketentuan yang
                                                                           Kalimantan Utara                    100%
ada dalam bentuk: Gaji Pokok, Tunjangan, Insentif.

   Tabel Rasio Upah Perempuan terhadap laki-laki




   Manajemen Senior             Manajemen Madya                Staf                     Non Staf             Karyawan Kebun

           0,99                      1,01                    0,96                       0,87                     1,00

PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                    106                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
Perdagangan Manusia dan Kerja Paksa [GRI 408-1, 409-1][POJK F.19]
DSNG berkomitmen untuk mencegah segala bentuk                          Sejalan dengan Kebijakan Perlindungan Anak, DSNG
perdagangan manusia dan kerja paksa dalam seluruh kegiatan             memberikan perlindungan yang layak bagi anak-anak,
operasional. Perseroan menjunjung tinggi prinsip hak asasi             khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional
manusia dengan memastikan seluruh pekerja direkrut dan                 Perseroan, serta memastikan tidak mempekerjakan
bekerja secara sukarela tanpa paksaan                                  tenaga kerja di bawah usia 18 tahun.
maupun eksploitasi.


Hak dan Keselamatan Anak




  DSNG bekerja sama dengan komunitas lokal dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung pemenuhan akses anak
  terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta lingkungan yang aman, melalui berbagai program, antara lain:

  •     Sebagai dukungan terhadap pemenuhan gizi anak,                 •   DSNG melalui Klinik Pratama PT Swakarsa Sinarsentosa
        Polsek Muara Wahau bersama CSR DSN Group dan                       menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas
        Pemerintah Desa Wahau Baru menyalurkan makanan                     bagi 45 ibu pengasuh TPA pada 13–14 Oktober di
        bergizi gratis di MI Muhajirin, Desa Wahau Baru, pada              Learning Center DSNG Kaltim 1 & 2. Pelatihan Gerakan
        19 Februari 2025. Sebanyak 100 paket makanan                       Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini mencakup
        dibagikan kepada siswa dan tenaga pengajar. Kegiatan               stimulasi tumbuh kembang anak, manajemen
        ini mencerminkan komitmen DSNG dalam mendukung                     pengasuhan, komunikasi efektif, dan penanganan
        kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus                      darurat, guna meningkatkan kualitas layanan
        sejak dini.                                                        pengasuhan yang aman, edukatif, dan profesional bagi
                                                                           anak karyawan.
  •     Tahun 2025, Klinik Pratama Rawat Inap PT Swakarsa
        Sinarsentosa DSNG kembali menyelenggarakan                     •   DSNG melalui tim CSR Muara Wahau menggelar
        kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan                      sosialisasi Warisan Budaya Wehea di sekolah-sekolah
        distribusi Vitamin A kepada anak-anak, dengan target               sekitar wilayah operasional selama Juli–Agustus 2025.
        sebanyak 1.020 anak. Program ini terbagi dalam                     Kegiatan interaktif ini diikuti lebih dari 400 siswa dan
        beberapa kategori sesuai usia anak: PMT diberikan                  bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini akan
        untuk anak usia diatas 6 tahun, Vitamin A kapsul biru              pentingnya pelestarian budaya Dayak Wehea sebagai
        untuk anak usia 6–11 bulan, dan Vitamin A kapsul merah             bagian dari identitas dan keberlanjutan sosial lokal.
        untuk anak usia 12–59 bulan.
                                                                       •   DSNG melalui DSN WP Panel Temanggung menjalankan
  •     Pada 27 Mei 2025, Kementerian BKKBN luncurkan                      program “DSN Mengajar” di SDN 2 Kramat sebagai
        Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang                      dukungan menuju Sekolah Adiwiyata, bekerja sama
        dibangun dan dioperasikan di fasilitas pengasuhan anak             dengan DLH Kabupaten Temanggung. Program ini
        milik DSNG di Kutai Timur. Program ini menegaskan                  mencakup penyediaan sarana pendukung sekolah dan
        peran DSNG sebagai pelopor lingkungan kerja ramah                  edukasi lingkungan. Puncaknya, pada 14 Mei 2025, DSN
        keluarga, dengan menyediakan pengasuhan anak yang                  WP Panel memberikan pembelajaran interaktif tentang
        aman dan mendukung orang tua bekerja                               pemilahan dan pengelolaan sampah kepada 31 siswa
        secara optimal.                                                    kelas 4, 5, dan 6, yang disambut antusias oleh siswa
                                                                           dan guru.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                    107                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 110
         Keberagaman dan Inklusi
Keberagaman dan Inklusi di Tempat Kerja [GRI 2-30, 202-2, 405-1, 407-1][POJK F.18]
DSNG menjunjung tinggi keberagaman dan meyakini                                      sebanyak 9.304 karyawan (49%) tergabung dalam 15 serikat
bahwa lingkungan kerja yang inklusif merupakan fondasi                               pekerja yang diatur melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan
penting bagi inovasi dan keberhasilan perusahaan. Perseroan                          terdaftar di Dinas Tenaga Kerja setempat. Bagi karyawan non-
berkomitmen untuk menciptakan tempat kerja yang                                      serikat, Perseroan menerapkan Peraturan Perusahaan dengan
menghargai setiap individu serta memberikan kesempatan                               memastikan komunikasi dua arah yang terbuka dan efektif
yang setara untuk berkembang tanpa memandang latar                                   melalui LKS Bipartit.
belakang, jenis kelamin, ras, agama ataupun status lainnya.
Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan budaya                                  Secara khusus, Manajemen Senior adalah karyawan yang
kerja yang inklusif, didukung oleh berbagai program yang                             menjabat sebagai Division Head dan Direksi, atau memiliki
mendorong partisipasi karyawan serta pelatihan untuk                                 tingkat tanggung jawab serta kewenangan yang setara.
meningkatkan pemahaman dan apresiasi                                                 Sementara itu, “karyawan lokal” adalah karyawan yang
terhadap keberagaman.                                                                berdomisili di wilayah yang sama dengan lokasi kerjanya, baik
                                                                                     di area perkebunan atau pabrik maupun di lokasi operasional
DSNG menghormati hak karyawan untuk membentuk atau                                   Perusahaan lainnya.
bergabung dengan serikat pekerja sebagai mitra strategis
dalam mencapai tujuan perusahaan. Hingga tahun 2025,

        Perempuan                   Perempuan                 Perempuan               Persentase Manajemen (Madya
  di posisi Pekerja Kebun       di posisi Non Staff          di posisi Staff          & Senior) dari Masyarakat lokal




        25,9%                     16,7%                         11,6%                         18,4%
        3.146 orang                992 orang                     106 orang                      26 orang




Gender
Perseroan memberikan kesempatan yang setara kepada perempuan untuk terlibat langsung
dalam seluruh proses operasional bisnis termasuk kegiatan di lapangan. Keterlibatan ini
mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip kesetaraan gender dengan memastikan
bahwa karyawan laki-laki maupun perempuan memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.

Keberagaman Gender dalam Perusahaan [GRI 405-1][POJK F.18]
Karyawan DSNG memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama,
tanpa memandang jenis kelamin. Pada tahun 2025, Perseroan dengan bangga memiliki:

 Jumlah karyawan perempuan dari          Perempuan yang menduduki posisi               Perempuan yang menduduki         Perempuan yang menduduki posisi
   total keseluruhan karyawan             manajemen (madya, dan senior)                 posisi manajemen madya                manajemen senior




              22,3%                                   14,9%                                    13,1%                                19%
              4.265 orang                             21 orang                                  13 orang                             8 orang




    Perempuan yang menduduki                Perempuan yang menduduki                 Perempuan yang menduduki posisi    Perempuan yang menduduki posisi
          posisi direksi                       posisi dewan komisaris                  manajemen di fungsi penghasil     science, technology, engineering,
                                                                                         pendapatan-Commercial               and mathematics (STEM)




                25%                                   11%                                      30,4%                              14,9%
                 2 orang                              1 orang                                   14 orang                            78 orang




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                  108                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
Melindungi Hak-Hak Perempuan
DSNG berkomitmen menjalankan Kebijakan Perlindungan Perempuan dengan menyediakan fasilitas dan dukungan yang
menunjang kesejahteraan karyawan perempuan beserta keluarganya, sekaligus memastikan pemenuhan dan perlindungan hak
perempuan di area operasional. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program yang telah diimplementasikan, antara lain:


                                               Program                                         Target                         Capaian

          Penyediaan               Untuk mendukung                                 Menjaga Ruang Laktasi agar      Telah dibangun dan dilengkapi
          Ruang Laktasi            kesejahteraan karyawan                          selalu aman, nyaman, dan        ruang laktasi pada setiap
                                   perempuan, Perseroan                            fungsional.                     tempat penitipan anak di
                                   menghadirkan ruang laktasi                                                      setiap anak Perusahaan DSNG.
                                   yang aman, nyaman, dan
                                   ramah bagi ibu menyusui.



          Komite                   Untuk memperkuat                                Menjadi wadah penyampaian       Perseroan telah membentuk
          Gender                   pemberdayaan perempuan                          dan penanganan isu gender       kurang lebih 356 pengurus
                                   serta mendorong terciptanya                     khususnya karyawan              Komite Gender yang terdiri
                                   lingkungan kerja yang inklusif                  perempuan demi terciptanya      dari karyawan perempuan dan
                                   dan setara.                                     lingkungan kerja yang setara.   karyawan laki-laki perwakilan
                                                                                                                   dari seluruh entitas anak DSNG.



          Cuti                     Perseroan memberikan hak                        Memastikan pekerja              Perseroan memastikan bahwa
          Melahirkan               cuti melahirkan sesuai dengan                   perempuan memperoleh            pemberian cuti melahirkan
                                   Pasal 82 Undang-Undang                          hak cuti selama 1,5 bulan       sudah dilakukan sesuai
                                   No. 13 Tahun 2003 sebagai                       sebelum dan 1,5 bulan           dengan peraturan kebijakan
                                   upaya mendukung kesehatan                       setelah persalinan sesuai       perusahaan (PKB). Secara total
                                   ibu dan bayi, memperkuat                        rekomendasi dari hasil          ada 34 laki-laki menjalani saat
                                   ikatan ibu dan anak, serta                      pemeriksaan dokter              cuti istri melahirkan dan 7
                                   memastikan kesiapan                             kandungan/bidan.                perempuan telah menjalani
                                   karyawan untuk kembali                                                          cuti melahirkan.
                                   bekerja secara produktif.




         Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
          [POJK F.21] [GRI 403-1, 403-9, 403-10, 13.19.1, 13.19.2, 13.19.10, 13.19.11]



Pada tahun 2025, DSNG memperkuat penerapan Sistem
Management Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
melalui Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja,
untuk seluruh kegiatan operasional Perseroan. Dalam
pelaksanaannya, Perseroan masih memiliki keterbatasan
sumber daya, sehingga pencatatan data saat ini masih
difokuskan pada tenaga kerja internal Perseroan.
Perseroan berkomitmen untuk memastikan kegiatan
operasional bebas dari praktik eksploitasi serta menjamin
keselamatan dan kesejahteraan seluruh pekerja, baik
karyawan maupun kontraktor. Komitmen ini dijalankan
sesuai peraturan nasional dan mengacu pada standar
internasional seperti Deklarasi Universal Hak Asasi
Manusia, konvensi inti ILO, Prinsip-Prinsip Panduan PBB
tentang Bisnis dan HAM, serta IFC Performance Standard
2 tentang Tenaga Kerja dan Kondisi Kerja.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                            109                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 112
Komite Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja [GRI 403-4, 13.19.5]
Pelaksanaan kebijakan dikoordinasikan oleh Departemen SHE melalui kegiatan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian
risiko (HIRADC), pelatihan keselamatan, pemantauan, pelaporan kepatuhan, serta simulasi tanggap darurat. Program
dilaksanakan sesuai peraturan K3 dan terus diperbarui melalui peningkatan sistem dan inovasi. Sebagai bentuk kepatuhan,
DSNG memiliki Komite P2K3 yang terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten untuk mengawasi penerapan program,
melakukan pertemuan rutin, dan meninjau kinerja keselamatan kerja secara berkelanjutan.


Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko [GRI 403-2, 403-9, 403-10, 13.19.3, 13.19.10, 13.19.11]
Pada tahun 2025, DSNG melaksanakan penilaian risiko secara berkala melalui proses Hazard Identification, Risk Assessment, and
Determining Control (HIRADC). Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan
menerapkan langkah mitigasi guna mencegah kecelakaan kerja dan insiden kesehatan. Proses penilaian dilakukan di seluruh
unit operasional, meliputi area perkebunan, pabrik, dan kantor, dengan melibatkan seluruh karyawan serta mitra kerja untuk
memastikan penerapan standar keselamatan yang konsisten dan berkelanjutan. Selain itu, Perseroan memberikan hak kepada
karyawan untuk menghentikan atau meninggalkan pekerjaan apabila mereka meyakini yakini terdapat kondisi yang berpotensi
menimbulkan kecelakaan kerja. Kondisi tersebut wajib dilaporkan kepada atasan dan selanjutnya diteruskan kepada tim Safety,
Health, and Environment untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.



Proses Identifikasi Bahaya




                     01
                                                                02
            Identifikasi tahapan                                                                                 03
                                               Penilaian Risiko Tingkat Keparahan
     kegiatanidentifikasi Bahaya Resiko                                                           Identifikasi pengendalian yang
                                                (Severity), Peluang (Probability)
    (K3) dan Dampak (lingkungan) dari                                                                telah dilakukan (existing)
                                                       dan Tingkat Resiko
             kegiatan/aktivitas




                                                                                                                 06
                                                                05                                 Pemantauan dan peninjauan
                    04
                                                  Merencanakan pengendalian                       hasil monitoring untuk evaluasi
       Menetapkan dampak penting
                                               operasional (risk control), eliminasi,           resiko tingkat keparahan, peluang,
       berdasarkan penilaian tingkat
                                                subtitusi, rekayasa, pengendalian                   dan tingkat resiko terhadap
                  resiko
                                                        administrasi, APD                            pengendalian operasional
                                                                                                          yang dilakukan




                                                                      Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan kehilangan
                                                                      hari kerja (lost time injury), Perseroan melakukan investigasi
                                                                      kecelakaan kerja oleh tim investigator yang berkompeten.
                                                                      Hasil investigasi digunakan untuk mengidentifikasi akar
                                                                      penyebab kejadian serta merumuskan rekomendasi perbaikan
                                                                      sehingga dapat mencegah terulangnya kecelakaan serupa di
                                                                      masa mendatang. Rekomendasi tersebut selanjutnya menjadi
                                                                      masukan dalam evaluasi program keselamatan kerja, termasuk
                                                                      penyempurnaan proses HIRADC, prosedur kerja aman, dan
                                                                      pengembangan kegiatan program K3.



 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                  110                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
Program Keselamatan Kerja                  [GRI 403-4, 13.19.5]




    1    Optimalisasi Budaya K3 melalui Peran Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)

    Sebagai bagian dari komitmen menurunkan angka insiden kerja, DSNG mengoptimalkan peran Panitia Pembina
    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) untuk memperkuat pencegahan kecelakaan dan budaya keselamatan di
    seluruh unit operasional melalui kegiatan berikut:
    •     Pelatihan K3 bagi karyawan DSNG untuk                           •   Peningkatan pelaporan bahaya oleh karyawan,
          meningkatkan pemahaman dasar K3, diikuti oleh                       termasuk laporan nearmiss, kondisi tidak aman, dan
          karyawan level staf dan non-staf hingga tiga tingkat di             tindakan tidak aman.
          bawahnya dengan rata-rata ±50 peserta per sesi.                 •   Kampanye K3 berkelanjutan untuk meningkatkan
    •     Pertemuan rutin P2K3 setiap bulan untuk                             kepedulian dan kewaspadaan seluruh karyawan
          membahas upaya pencegahan kecelakaan serta                          terhadap keselamatan kerja.
          tindak lanjut perbaikan atas kondisi dan tindakan               •   Inspeksi K3 menggunakan Smart Patrol yang telah
          tidak aman di PKS dan kebun. Setiap keputusan yang                  berjalan hampir 100% di seluruh unit operasional.
          dihasilkan dalam pertemuan rutin P2K3 ditindaklanjuti
          melalui langkah perbaikan guna mendukung
          efektivitas pelaksanaan program kesehatan dan
          keselamatan kerja.




    Selain melalui P2K3, penguatan budaya K3 juga dilakukan melalui inisiatif internal berikut:
    •     Training of Trainer (ToT) di Learning Center DSNG               •   Genba K3, yaitu inspeksi lapangan langsung
          untuk meningkatkan kompetensi dasar K3 bagi                         untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur
          penggerak keselamatan di unit kerja.                                keselamatan.
    •     Safety Talk harian pada setiap apel pagi oleh                   •   Program pelaporan bahaya, sebagai bagian dari
          petugas K3 atau asisten mengenai potensi bahaya                     penguatan budaya kepemilikan dan tanggung jawab
          dan cara kerja aman.                                                terhadap keselamatan kerja.
    •     Safety Campaign melalui kanal komunikasi internal,
          termasuk media digital internal.
    Peningkatan jumlah pelaporan bahaya dari karyawan menunjukkan meningkatnya kesadaran K3 sekaligus
    mencerminkan efektivitas program keselamatan yang dijalankan perusahaan.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       111                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 114
       2   Penguatan Aspek Safety melalui Implementasi Program 5R

    DSNG berupaya memperkuat keselamatan kerja melalui penerapan program 5R, dengan keselamatan sebagai fokus
    utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan karyawan:

   •       Budaya Selamat                      •   Kualitas Hidup di Emplasemen:       •   Standarisasi Kerja:
           (Safety Awareness):                     Program 5R juga menjangkau              Standarisasi kerja juga disediakan
           Penerapan budaya keselamatan            perumahan karyawan (SKU)                melalui instruksi kerja visual dan
           dilakukan mulai dari langkah            dan Tempat Penitipan Anak               marka jalan yang jelas di area
           preventif, seperti pelaksanaan          (TPA). Penerapan prinsip                operasional. Upaya ini bertujuan
           safety briefing, penyediaan jalur       bersih dan teratur (Rapi & Resik)       untuk mengurangi potensi risiko
           pejalan kaki, pemasangan tanda          pada lingkungan perumahan               kesalahan manusia (human error)
           bahaya di area mesin (seperti           bertujuan untuk menciptakan             dan memitigasi keselamatan
           potensi bahaya terjepit), serta         lingkungan yang bersih dan              kerja secara lebih sistematis.
           penerapan prosedur Lock Out Tag         layak huni. Kondisi lingkungan
           Out (LOTO). Langkah-langkah ini         ini mendukung peningkatan
           bertujuan untuk meningkatkan            kepuasan kerja karyawan dan
           kesadaran dan meminimalkan              menjadi bagian dari pemenuhan
           risiko kecelakaan kerja.                standar sosial dalam proses audit
                                                   keberlanjutan.




       3   Penguatan Sistem K3 Berkolaborasi dengan Phitagoras

    DSNG berkerja sama dengan PT Phitagoras sebagai konsultan K3 untuk memperkuat Sistem Manajemen dan
    meningkatkan aspek teknis K3 di seluruh operasional perusahaan. Kemitraan ini bertujuan memperkuat program K3 yang
    telah berjalan. Pada Agustus 2025, PT Phytagoras melakukan peninjauan lapangan di unit PKS, kebun, dan fasilitas bulking
    di wilayah Muara Wahau, Kalimantan Timur sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan implementasi K3.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   112                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
Program Kesehatan Kerja [GRI 403-3, 403-6, 403-7, 13.19.4, 13.19.7, 13.19.8 ] [POJK F.21]

              Program Pencegahan Penyakit dilakukan melalui berbagai kegiatan
              seperti pemberantasan jentik nyamuk (Jumantik), penyuluhan
              penyakit kronis, Healthy Talk, edukasi kesehatan lingkungan, imunisasi,
              dan kegiatan promosi serta preventif lainnya. Sepanjang 2025, total
              6.077 kegiatan telah dilaksanakan kepada 111.706 peserta.

              Pemeriksaan kesehatan rutin (MCU) telah diberikan kepada 12.096
              peserta, sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan khusus seperti
              spirometri, audiometri, dan cholinesterase telah dilakukan kepada
              10.881 peserta.

              Perseroan menyediakan 34 fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri
              dari 5 klinik pratama dan 29 klinik yang dapat diakses oleh karyawan,
              kontraktor, keluarga, dan masyarakat sekitar.

              Operasional klinik didukung oleh 9 dokter dan 94 tenaga kesehatan dengan total 85.142 kunjungan pasien selama
              2025, mencakup karyawan maupun non-karyawan.


              DSNG memfasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi karyawan sebagai bentuk perlindungan kesehatan, dengan
              akses layanan yang dapat dilakukan secara daring yang dapat diakses secara umum melalui website resmi BPJS
              Kesehatan. Pada 2025, dengan total iuran yang dibayarkan mencapai Rp 46,45 miliar, mencakup layanan penyakit
              umum dan penyakit akibat kerja seperti paparan bahan kimia, kebisingan, alergi, dan iritasi.


Pelatihan dan Sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja [GRI 403-5, 13.19.6]

  Pada 2025, pelatihan dan sosialisasi K3 diikuti oleh 12.267 peserta melalui 36 kegiatan, yang mencakup materi keselamatan
  kerja, 5R, rambu K3, penggunaan APAR dan APD, pengelolaan pestisida, tanggap darurat kebakaran, dan pemahaman
  standar ISO, ISPO dan RSPO.

  Sebanyak 493 peserta mengikuti sertifikasi K3 sepanjang tahun sebagai bagian dari peningkatan kompetensi tenaga kerja.

  Program Pelatihan Kesehatan Kerja juga telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang meliputi pelatihan P3K
  karyawan, pendidikan kesehatan ibu TPA, kelas ibu hamil, penyuluhan penyakit tropis, sosialisasi PHBS, dan Healthy Talk,
  dengan total 64.001 peserta.

 Informasi lengkap mengenai program pelatihan dan peserta tersedia pada daftar pelatihan K3 perusahaan pada
 tautan berikut.



Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja [GRI 403-8, 403-9, 403-10, 13.19.9, 13.19.10, 13.19.11] [SASB FB-AG-320a.1]
Pada 2025, terdapat 12 entitas anak DSNG pada unit bisnis kelapa sawit mencatatkan nihil kecelakaan kerja. Capaian tersebut
tercermin pada jumlah jam kerja yang hilang di unit bisnis kelapa sawit menurun dari 3.798 jam kerja tahun 2024 menjadi
3.640 jam kerja tahun 2025, yang menunjukkan peningkatan pengendalian risiko operasional. Penghitungan statistik kinerja K3,
termasuk tingkat keparahan dan tingkat frekuensi dilakukan menggunakan pendekatan per 1.000.000 jam kerja orang sesuai
standar pengukuran keselamatan kerja. Informasi terkait kinerja keselamatan dan kesehatan kerja tersebut telah diverifikasi
secara internal dan eksternal melalui kegiatan sertifikasi RSPO dan ISPO untuk memastikan keakuratan dan validitasnya.

Tingkat keparahan dan tingkat frekuensi kecelakaan kerja yang terjadi dalam periode pelaporan sebagai indikator efektivitas
penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan. Berdasarkan hasil pemantauan, kecelakaan kerja yang
terjadi umumnya disebabkan oleh faktor operasional baik di area pabrik maupun kebun.


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                      113                                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 116
Pada area pabrik kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan, kecelakaan didominasi oleh faktor mesin dan lantai kerja
yang licin. Sementara di area kebun, kecelakaan banyak terjadi saat panen kelapa sawit, seperti terkena pelepah, serbuk bunga,
tertimpa buah sawit, dan luka akibat duri. Pemantauan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan melalui aplikasi Smart
Patrol yang telah terintegrasi di seluruh unit bisnis. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara berkala dan digunakan
sebagai bahan evaluasi untuk memastikan penerapan standar keselamatan serta perlindungan karyawan berjalan secara efektif
dan berkelanjutan.

Kondisi ini mencerminkan bahwa sebagian besar kecelakaan kerja masih berkaitan dengan risiko operasional rutin (operational
hazard) yang memerlukan penguatan pengendalian melalui peningkatan disiplin penggunaan alat pelindung diri (APD),
pelatihan kerja aman, pengawasan lapangan, serta perbaikan prosedur kerja standar guna menekan angka tingkat keparahan
pada periode berikutnya.
   Kinerja Pengelolaan Keselamatan Kerja Terhadap Karyawan DSNG Tahun 2025




                                                WP Panel                 WP Floor               Kelapa Sawit               Energi Terbarukan
Parameter

        Tingkat
        Keparahan
                                                  102                      18                        25                           346

        Tingkat
        Frekuensi
                                                  0,65                    21,50                      1,46                        11,54

        Total
        Jam Kerja
                                             35.626.928                  511.425                4.793.092                       173.243

        Total
        Jam Kerja Hilang                         3.640                     72                        120                          420

        Kecelakaan
        Kerja Fatal                                0                        0                         0                               0
        Jumlah Kecelakaan kerja
        yang mengakibatkan
        hilang hari kerja                         23                        6                         7                               2
        (LTI Cases)

        Lost Time Injury
        Frequency Rate (LTIFR)                   0,65                     11,73                      1,46                        11,54
        Entitas Anak Nihil
        Kecelakaan Kerja
                                                  12                        0                         0                               0

        Penyakit Akibat Kerja                      0                        0                         0                               0

   Keterangan: Perhitungan berdasarkan 1.000.000 jam kerja




   Kinerja Pengelolaan Keselamatan Kerja DSNG                                                                2025              2024               2023


     Tingkat Keparahan                  Tingkat Frekuensi    Total Jam Kerja                                      Total Jam Kerja Hilang
                       491                 37                                            41.687.336                             4.255
               239                        15                                              43.834.441                           4.193
              287                         17                                             43.103.346                                       9.040

     Kecelakaan            Jumlah Kecelakaan kerja yang                     Lost Time Injury              Entitas Anak Nihil          Penyakit
     Kerja Fatal           mengakibatkan hilang hari kerja (LTI Cases)      Frequency Rate (LTIFR)        Kecelakaan Kerja            Akibat Kerja

     0                             38                                        0,91                                     12              0
     0                            36                                         0,82                                    7                0
      2                                 64                                   1,48                                    6                0



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                               114                                                   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
Capaian Kinerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Sepanjang tahun 2025, DSNG mewujudkan komitmen dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di seluruh unit
operasional. Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja tersebut, DSNG memperoleh sepuluh penghargaan kecelakaan nihil (Zero
Accident Award) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Anak perusahaan DSNG yang menerima penghargaan tersebut adalah:

    PT. Swakarsa Sinar              PT. Dharma Satya                      PT. Karya Prima                  PT. Bima Palma
    Sentosa (SWA)                   Nusantara                             Agro Sejahtera                   Nugraha (BPN)
    Unit PKS 1                      4 Unit PKS (PKS 2,                    Kebun & Unit PKS 7               Kebun
                                    PKS 3, PKS 4, PKS 6)


   PT. Bima Agri Sawit              PT. Dharma Intisawit                  PT. Dharma Agrotama              PT. Gemilang Utama
   (BAS)                            Nugraha (DIN)                         Nusantara (DAN)                  Nusantara (GUN)
   Kebun & Unit PKS 10              Kebun & Unit PKS 11                   Kebun


Capaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan anak perusahaan DSNG dalam menjalankan sistem K3 secara efektif, dengan
kinerja operasional tanpa kasus kematian, kecelakaan fatal, maupun cacat permanen.


Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk [POJK F.17, F.27, F.28, F.29] [GRI 416-1, 416-2] [SASB IF-EN-250a.1 IF-EN-250a.2]
                                                                       Produk kelapa sawit DSNG telah mendapat sertifikasi
                                                                       seperti RSPO, ISPO, dan ISCC. Produk kayu DSNG juga telah
                                                                       memenuhi standar nasional telah bersertifikasi SVLK dan
                                                                       standar internasional seperti FloorScore, CARB, JAS, dan FSC.
                                                                       Begitu juga produk energi terbarukan yang telah tersertifikasi
                                                                       SVLK. Seluruh produk diuji secara berkala untuk memastikan
                                                                       konsistensi mutu dan kepatuhan terhadap spesifikasi. Setiap
                                                                       ketidaksesuaian akan ditindaklanjuti melalui investigasi dan
                                                                       tindakan korektif, disertai pembaruan prosedur serta pelatihan
                                                                       berkelanjutan bagi karyawan.

                                                                       Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat penarikan produk
                                                                       maupun sanksi yang berkaitan dengan aspek keamanan
                                                                       produk. Seluruh produk DSNG dihasilkan melalui proses
Tiga unit bisnis utama DSNG, yaitu minyak kelapa sawit,                produksi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-
kayu, dan energi terbarukan, melayani pasar domestik dan               masing unit bisnis dan dipasarkan ke pasar domestik
internasional melalui berbagai rantai pasokan. Oleh karena             maupun internasional.
itu, seluruh produk yang dihasilkan harus memenuhi standar
kualitas, keamanan, dan kesehatan sesuai dengan persyaratan            Sebagai bagian dari komitmen terhadap mutu dan layanan,
pelanggan serta regulasi di negara tujuan.                             DSNG menyediakan kanal pengaduan pelanggan yang dapat
                                                                       diakses melalui tautan resmi perusahan. Selama periode
Perseroan berupaya untuk mempertahankan kontrol kualitas               pelaporan, Perseroan tidak menerima pengaduan terkait
yang komprehensif di seluruh proses produksi, yang didukung            mutu produk maupun kualitas layanan.
oleh pengujian internal dan sertifikasi yang secara berkala
ditinjau oleh auditor independen. Pada unit kelapa sawit,              Selain itu, DSNG secara berkala melaksanakan survei
aspek keamanan pangan menjadi fokus utama, termasuk                    kepuasan pelanggan sebagai dasar evaluasi dan peningkatan
pengendalian Free Fatty Acid (FFA), kadar air, dan impurities,         berkelanjutan atas kualitas produk dan layanan. Berdasarkan
melalui pengujian harian internal dan verifikasi bersama               hasil survei tersebut, mayoritas pelanggan menyatakan tingkat
surveyor independen saat pengapalan. Berdasarkan hasil                 kepuasan yang baik terhadap produk dan layanan yang
uji, produk perusahaan telah terbukti memenuhi standar                 diberikan oleh Perseroan.
kualitas yang telah ditetapkan, sehingga dapat
memberikan jaminan mutu bagi pelanggan.




 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                   115                                                Laporan Keberlanjutan 2025
Page 118
   Hasil Survei Kepuasan Pelanggan Berdasar Parameter [POJK F.30]                                 2025          2024               2023


    Unit Bisnis kelapa Sawit       Unit Bisnis Produk Kayu



             4,53/5,00              Unit Bisnit DSN WP Panel        86,6%        96,5%           96%
                                                                                                                    Unit Bisnis
                                                                                                                 Energi Terbarukan


             4,50/5,00                                                                                             100%
                                    Unit Bisnit DSN WP Floor        99%           98%            98%
             4,60/5,00

        Pengembangan Masyarakat




Penilaian Dampak Sosial dan Lingkungan [GRI 413-1, 413-2]
Sejak awal Perseroan melakukan kegiatan operasional,                   Melalui fungsi CSR, Perseroan melibatkan masyarakat
keterlibatan masyarakat telah menjadi bagian integral                  dalam mengelola dampak negatif secara partisipatif dan
dalam pelaksanaan asesmen dampak sosial dan lingkungan                 konsultatif, serta menyelenggarakan berbagai program
berbasis partisipatif. Asesmen tersebut merupakan bagian               pemberdayaan untuk meningkatkan kesehatan dan peluang
dari penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak                       ekonomi, terutama bagi kelompok pemuda, kelompok
Lingkungan (AMDAL) oleh entitas anak, yang terintegrasi                rentan, dan keluarga pra sejahtera. Pada tahun 2025, fungsi
dengan dokumen Environmental and Social Management                     CSR DSNG juga berfokus pada Social Impact Assessment (SIA)
System (ESMS) serta mengacu pada IFC Performance                       yang dilakukan setiap tahun untuk mengevaluasi dampak
Standards sebagai kerangka pengelolaan risiko dan dampak               perusahaan terhadap masyarakat serta mengidentifikasi
lingkungan serta sosial. Hingga akhir periode pelaporan                kebutuhan mereka di sekitar wilayah operasional.
seluruh (100%) entitas anak telah memiliki dokumen Izin
Lingkungan yang berlaku.




 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                        116                                           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
Pengelolaan Risiko Dampak Negatif Tahun 2025 [GRI 406-1, 408-1, 413-2, 13.12.3, 13.17.2]

Risiko Teridentifikasi               Dampak                          Rencana Mitigasi


       Program                      Produktivitas                Mengembangkan peluang penghidupan alternatif masyarakat lokal
       Ekonomi                      dan nilai                    di luar kelapa sawit. DSNG memandang pemberdayaan masyarakat
       Non Sawit                    tambah yang                  sebagai bagian integral dari strategi mitigasi risiko sosial dan ekonomi.
                                    masih rendah                 Pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal meliputi sektor ekonomi
                                    yang dapat                   non sawit (kopi, madu, ikan, ayam), layanan perbaikan AC, perawatan
                                    ditingkatkan.                lingkungan, pengembangan UMKM, serta pengembangan kelompok
                                                                 seni dan ekowisata berbasis masyarakat, sehingga mendorong manfaat
                                                                 ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui penguatan kemandirian
                                                                 dan diversifikasi sumber pendapatan masyarakat di sekitar konsesi,
                                                                 DSNG berupaya mengurangi ketergantungan pada sektor sawit sekaligus
                                                                 meningkatkan ketahanan ekonomi lokal secara berkelanjutan dan inklusif.



       Kurangnya                    Pelanggaran                  •      Melakukan kampanye perlindungan anak yang dilakukan melalui
       kesadaran dan                terhadap Hak                        sosialisasi kepada seluruh karyawan.
       kapasitas karyawan           Anak                         •      Membentuk Forum Anak sebagai wadah pelopor dan pelapor aksi
       tentang                                                          perlindungan anak
       hak-hak anak                                              •      Menjalankan program pengurangan penurunan anak putus sekolah

       Kurangnya
                                    Diskriminasi                 •      Menjalankan program Komite Gender
       kesadaran
                                    gender                       •      Melakukan kampanye perlindungan perempuan
       masyarakat atas
       kesetaraan gender

       Akses layanan                Risiko kesehatan             DSNG secara konsisten melaksanakan program Gerakan Masyarakat
       kesehatan dan                masyarakat                   Hidup Sehat (GERMAS) melalui kerja sama dengan Puskesmas
       pencegahan                   meningkat                    setempat sebagai upaya mendukung peningkatan kesehatan
       penyakit terbatas                                         masyarakat di sekitar wilayah operasional Perseroan

      DSNG berkomitmen untuk terus mengelola dampak sosial melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sesuai dengan
      pemenuhan Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 2012 tentang Tanggung
      Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.
      Rencana Mitigasi dari hasil Social Impact Assessment (SIA) telah terealisasi dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang
      dilakukan oleh CSR
      Mengenai sistem pelaporan pengaduan telah tersedia pada Sistem Pelaporan Pengaduan yang berada di halaman 132.



Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan [POJK F.23, F.25] [GRI 203-1]
Melalui penerapan TJSL berkelanjutan, DSNG berupaya menyeimbangkan
pertumbuhan bisnis, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian
lingkungan demi menciptakan dampak positif bagi keberlanjutan.                                                 Total Alokasi
Pada tahun 2025, DSNG mengalokasikan dana sebesar Rp 37,5 miliar                                               Dana CSR 2025
(49.888 orang penerima manfaat) untuk program TJSL, meningkat
27% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana ini dialokasikan untuk
                                                                                                                Rp 37,5 miliar
mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program kesehatan,
pendidikan, pengelolaan limbah, pemberdayaan kelompok rentan,
energi terbarukan serta pelestarian lingkungan melalui kebijakan NDPE.                                         Penerima Manfaat
Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan komunikasi berkelanjutan
dengan masyarakat, DSNG berkontribusi dalam tercapainya Tujuan                                                  49.888 Orang
Pembangunan Berkelanjutan (TPB) serta membangun hubungan
harmonis dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                117                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 120
Fokus utama program CSR DSNG

   Pendidikan
         Di tahun 2025, DSNG menjalankan berbagai program pendidikan
         yang memperkuat karakter, kesehatan, serta kapasitas generasi
         muda. Program ini mencakup edukasi lingkungan, penguatan nilai
         budaya, pemberian makan gratis untuk siswa, serta pembekalan K3
         bagi pelajar vokasi. Upaya ini merupakan komitmen DSNG dalam
         meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat
         disekitar lingkungan operasional.



   Penurunan Angka Anak Putus Sekolah di Wahau
        DSNG melalui tim CSR unit bisnis kelapa sawit menjalankan program pemberdayaan yang melibatkan berbagai
        pemangku kepentingan melalui pendataan menyeluruh, pendampingan pengurusan dokumen kependudukan,
        edukasi kepada orang tua dan anak untuk mendorong anak kembali bersekolah. Beberapa tindakan yang
        dilakukan yaitu:
        •    Kelengkapan administrasi karyawan baru dan keluarga karyawan yang baru
                                                                                      Data Anak Putus Sekolah per akhir 2025
             datang
        •    Sosialisasi dari Komite Gender tentang pentingnya pendidikan anak
                                                                                        80
        •    Monitoring bulanan dan pelaporan status pendidikan anak putus sekolah
             terdata                                                                             66
                                                                                                        59
        •    Batas waktu dan kebijakan final (apabila diketahui terdapat anak putus
             sekolah yang masuk ke site, maka diberikan tenggang waktu sampai
             dengan tanggal 30 bulan selanjutnya untuk mengurus pendaftaran ke
             sekolah formal/non-formal

        Program ini menunjukkan hasil signifikan. Hingga akhir 2025, tidak terdapat                                   0         0
        anak usia sekolah yang putus sekolah. Penurunan ini menunjukkan                   Awal 2025   Q1   Q2        Q3        Q4
        meningkatnya ketertiban administrasi, kedisiplinan, serta efektivitas
        kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan perusahaan.




   Kesehatan
         Pencegahan Stunting melalui Pemberian
         Makanan Tambahan dan Vitamin A
         Perseroan melalui Klinik Pratama Rawat Inap PT Swakarsa
         Sinarsentosa melaksanakan program Pemberian Makanan
         Tambahan (PMT) dan distribusi Vitamin A bagi anak-anak
         karyawan. Pada tahun 2025, program ini menargetkan 1.020
         anak penerima manfaat. Kegiatan mencakup pembagian
         vitamin dan makanan tambahan sesuai kelompok usia, PMT
         untuk anak di atas 6 tahun, Vitamin A kapsul biru untuk
         anak usia 6-11 bulan, dan kapsul merah untuk anak usia 12-
         59 bulan, serta pemeriksaan berat dan tinggi badan untuk
         memantau tumbuh kembang anak.

         Program yang dijalankan setiap tiga bulan ini merupakan
         bagian dari komitmen perusahaan dalam mencegah
         stunting dan meningkatkan status gizi anak. Melalui inisiatif
         ini, Perseroan turut mendorong terciptanya generasi
         sehat dan produktif, sekaligus mendukung kesejahteraan
         keluarga karyawan serta peningkatan produktivitas kerja
         secara berkelanjutan.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                      118                                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 121
         Pemeriksaan IVA Tes dan Sosialisasi SADARI untuk Deteksi Dini Kanker pada Perempuan
         Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan perempuan, Perseroan melalui Klinik Pratama Rawat Inap
         PT Swakarsa Sinarsentosa menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Tes) dan
         Sosialisasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas karyawati dan istri
         karyawan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong deteksi dini terhadap kanker
         serviks dan kanker payudara, dua jenis kanker dengan tingkat kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.

         Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan rutin dan langsung menjalani
         pemeriksaan IVA oleh tim medis Klinik Pratama. Melalui kegiatan ini, Perseroan menegaskan komitmennya dalam
         meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan di lingkungan kerja. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari target
         jangka panjang Klinik Pratama untuk melakukan deteksi dini terhadap 1.000 perempuan usia subur, sebagai
         langkah pencegahan kanker serviks dan upaya membangun kesadaran kesehatan bagi keluarga karyawan.


    Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan
         Dukungan terhadap Program Taman Asuh Sayang
         Anak (TAMASYA)
         Perseroan mendukung peluncuran program Taman
         Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang digagas oleh BKKBN
         bersama kementerian terkait. Kegiatan peresmian
         dilaksanakan pada 27 Mei 2025 di Tempat Pengasuhan
         Anak (TPA) milik perusahaan di Kutai Timur, dan dihadiri
         oleh Kepala BKKBN, Wakil Gubernur Kalimantan Timur,
         Bupati Kutai Timur, Direksi DSNG, serta perwakilan
         pemerintah daerah. Program TAMASYA bertujuan untuk
         mendukung pengasuhan anak bagi orang tua yang
         bekerja, khususnya di sektor industri, agar anak-anak
         mendapatkan pengasuhan yang aman dan mendukung
         tumbuh kembang mereka.

         Sebagai tindak lanjut, Perseroan menjalankan Bulan Pemberian Rapor Tumbuh Kembang Anak di TAMASYA pada 8
         November 2025 sebagai agenda rutin enam bulanan untuk memantau perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak.
         Kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara pengasuh, tenaga kesehatan, dan orang tua dalam mendukung tumbuh
         kembang anak secara optimal. Melalui dukungan fasilitas klinik, tenaga kesehatan, serta sumber daya pendampingan
         yang memadai, DSNG berupaya memastikan setiap anak di lingkungan binaan mendapatkan pemantauan tumbuh
         kembang yang optimal. Keterlibatan perusahaan dalam program ini sejalan dengan komitmen DSNG untuk
         mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan
         berkelanjutan bagi karyawan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       119                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 122
         Komite Gender
         Komite Gender berperan sebagai pelapor dan pelopor dalam kegiatan kampanye, sosialisasi, pencegahan,
         penanganan, dan penanggulangan dalam upaya perlindungan perempuan, anak, dan keluarga. Peran ini dijalankan
         melalui berbagai kegiatan seperti kampanye dan sosialisasi saat apel pagi, kelas remaja, kelompok ibu afdeling, kepada
         penjaga anak di TPA, serta program pengurangan angka putus sekolah. Kegiatan konkret yang dilaksanakan meliputi
         sosialisasi pencegahan kekerasan, capacity building Komite Gender, bantuan akta kelahiran, pendampingan, edukasi
         larangan menyentuh bagian tubuh tertentu anak, serta kelas mandor terkait pencegahan dan penanganan kekerasan.
                                                                 Main Program Komite Gender

                                                                             Capacity Building Komite Gender


                                                 Perempuan              Perlingundan dari Kekerasan Berbasis Gender

                                                                                Pemberdayaan Perempuan

                                                                                                                         Keamanan dan Perlindungan Kekerasan
                         Perlindungan
                     Perempuan dan Anak                                                                                  Keamanan dan Perlindungan Kekerasan
                                                                             Pencegahan Kekerasan

                                                                                                                               Sosialisasi ke seluruh karyawan
                                                   Anak
                                                                                                                                        Kejar Paket

                                                                        Pengurangan Anak Putus Sekolah                            Kajian penambahan bus

                                                                                                                                 Pembuatan Akta Kelahiran



         Hingga tahun 2025, Komite Gender melibatkan 356 anggota, didukung dengan kegiatan monitoring dan evaluasi
         secara berkala setiap 2–3 bulan, serta dokumentasi pelaksanaan dan evaluasi tahunan sebagai bagian dari komitmen
         perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Sebagai contoh kegiatan, Komite
         Gender Muara Wahau menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi Mandala Art Therapy pada 18 Desember 2025 di
         Learning Center KBB. Kegiatan ini diikuti oleh 112 peserta yang merupakan perwakilan Persatuan Istri Staf Agro (PISA)
         dan Komite Gender, sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap peran penting perempuan, khususnya para ibu.
         Melalui pendekatan psikoedukasi dan seni, kegiatan ini menghadirkan ruang yang aman dan suportif bagi para ibu
         untuk mengekspresikan emosi, merawat diri, serta menguatkan kesehatan mental di tengah peran ganda yang dijalani.

    Kemandirian Ekonomi
         Ekonomi Non-Sawit
         DSNG mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha non-sawit dan penguatan
         kelembagaan lokal. Perseroan mendukung berbagai inisiatif seperti jasa transportasi, pengembangan beras
         Miau, kerajinan tradisional, hingga hortikultura. Program ini dilengkapi dengan pendampingan usaha, pelatihan
         manajemen, serta fasilitasi akses ekonomi bagi kelompok masyarakat.
         Penerima Manfaat Program Ekonomi Non-sawit pada 2025


                                                                                                                                                                    Total
               Jasa             Beras      Kerajinan         Hortikultura      Perkebunan               Jasa          Bakery             Kuliner
           Transportasi         Miau      Tradisional         (Nanas)             (Aren)             Service AC                        Tradisional               2.058
           1.284                700         32                  12                 12                     2           14                    2
         Pembentukan dan Pendampingan Credit Union
         DSNG mendirikan Credit Union Mitra Mandiri di Muara Wahau di tahun
         2009 sebagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat,
         menyediakan pelatihan koperasi kredit, serta mendukung pengembangan
         usaha kecil dan menengah (UMKM). Hingga tahun 2025, koperasi
         ini memiliki 2.781 anggota dengan total aset sebanyak 67,50 Miliar.
         Keberhasilan ini menjadikannya rujukan untuk pembentukan koperasi lain,
         seperti Credit Union Satu Hati yang saat ini memiliki 353 anggota.

         Kemitraan Ekonomi Berkelanjutan
         DSNG, melalui PT Mitra Nusa Sarana (MNS) melaksanakan bagi hasil kemitraan plasma tahap VIII dengan enam
         koperasi mitra tanggal 5 Mei 2025, sebagai bentuk transparansi dan dukungan terhadap kesejahteraan petani melalui
         model kemitraan yang adil dan berkelanjutan. Enam koperasi yang menerima pembagian hasil ini terdiri dari koperasi-
         koperasi mitra yang telah memenuhi standar kinerja dan tata kelola kemitraan sesuai ketentuan yang berlaku.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                     120                                                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 123
                                                                                                            2025      2024          2023
    Ketahanan Pangan
         Pemenuhan Pasokan Beras Kerja sama dengan BUMDes
         DSNG melakukan kerja sama dengan BUMDes Miau Baru untuk memperkuat rantai pasok beras lokal, menekan
         biaya logistik, serta mengurangi emisi. Selama tahun 2025, sebanyak 13% kebutuhan beras perusahaan telah
         dipenuhi oleh 300 petani setempat yang menerima serta mendapatkan peluang kerja di sektor budidaya,
         penggilingan, dan distribusi.

                                                                     QTY (Ton)                          Penerima Manfaat
                                                                                                  351                      300
                                                                                                282                  257
                                                                                            275                       275


         Budidaya Ayam Petelur
         Sebagai upaya dalam meningkatkan peluang usaha produktif sekaligus
         memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat sekitar, DSNG menyelenggarakan
         pelatihan budidaya ayam petelur bagi masyarakat Desa di Kalimantan Timur.
         Pelatihan ini mencakup seluruh tahapan budidaya mulai dari pembibitan,
         manajemen kandang, pemasaran, hingga pengelolaan hasil produksi.
         Pada area Muara Wahau Kalimantan Timur, hingga akhir 2025 diperoleh 12
         penerima manfaat yang mengirimkan sebanyak 222 ikat telur (harga Rp
         318.00/ikat) dengan pendapatan total mencapai 12,37 juta rupiah.


    Mendukung Rantai Pasok Berkelanjutan
        Penyaluran Bibit Jabon
        Sebagai upaya dari memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan,
        menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung mitigasi perubahan
        iklim, DSN WP Panel telah menyalurkan 3.805.000 bibit jabon di wilayah
        Jawa Tengah sejak tahun 2020 hingga 2025 dengan total penerima bibit
        sebanyak 12.964 orang.

        Total Penyaluran Bibit Jabon di Wilayah Jawa Tengah tahun 2020-2025
                           2020      2021      2022      2023      2024      2025       Total

          Distribusi
                          372.000   505.040   700.000   817.300   807.000   564.000   3.765.340
          Jabon

          Penerima
                           1.999     3.093     2.445     1.631     1.986     1.000     12.964
          Petani


        Program ini dilakukan melalui kolaborasi dengan petani lokal, guna
        meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekosistem. Inisiatif ini
        turut mendorong peningkatan taraf ekonomi petani sekaligus manfaat
        jangka panjang.

        Pengembangan Kapasitas Petani
        Proyek “Peningkatan Kapasitas Sistem Agroforestri Tangguh Iklim bagi Petani Kecil” dilaksanakan
        di Kabupaten Wonosobo, Magelang, dan Temanggung. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong
        penerapan praktik agroforestri yang adaptif terhadap perubahan iklim, memperkuat kapasitas
        organisasi petani, serta meningkatkan literasi keuangan dan keberlanjutan. Selain itu, proyek juga
        mencakup uji coba praktik berkelanjutan di tingkat petani.

        Melalui proyek ini, sebanyak 25 petani akan menjadi pionir sekaligus trainer yang dapat
        menularkan pengetahuan kepada petani lainnya. Implementasi program diharapkan
        meningkatkan partisipasi petani dalam penanaman jabon serta menjadi fondasi awal bagi petani
        dalam memenuhi prasyarat sertifikasi FSC-FM, baik dari aspek kapasitas maupun kelembagaan.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                               121                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 124
    Lingkungan dan Inovasi
         Pemanfaatan Limbah Produksi Kayu menjadi Alas Ternak
         DSNG menjalin kerja sama dengan PT Upoyo Mandiri Sejahtera untuk mengelola
         limbah kulit kayu dari aktivitas industri. Sebelumnya limbah dibuang ke luar area, kini
         limbah tersebut dicacah dan dimanfaatkan sebagai alas kandang ternak. Inisiatif ini
         menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan memastikan limbah tetap bernilai guna.
         Penggunaan kulit kayu membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan kandang,
         mengurangi bau, serta menurunkan risiko gangguan pada kaki hewan akibat lantai
         yang keras atau lembap. Kerja sama ini diresmikan pada 2 Juni 2025 sebagai langkah
         nyata mengubah limbah menjadi sumber daya yang berguna. Hingga akhir 2025,
         sebanyak 1.832 ton limbah kulit kayu berhasil dimanfaatkan kembali sebagai alas
         kandang ternak.

    Pelestarian Budaya Masyarakat Adat
         Penguatan Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
         Adat Kalimantan Timur
         DSNG melaksanakan program pelestarian warisan budaya masyarakat adat Dayak
         secara terintegrasi melalui Indigenous Peoples Development Program (IPDP),
         Culture Heritage Program, Livelihood Restoration Program (LRP), serta Social
         Impact Assessment (SIA). Program ini bertujuan menjaga keberlanjutan nilai budaya
         sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok
         perempuan dan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional. Pelestarian budaya
         dilakukan melalui pendampingan kelompok perempuan dan pelaku seni adat Dayak
         Kayan di Desa Miau Baru. Melalui pendampingan pembuatan Batik Khas Dayak Kayan
         Umaq Lekan di Desa Miau Baru, sebanyak 16 perempuan Dayak Kayan
         memperoleh peningkatan keterampilan, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta peluang pengembangan
         ekonomi berbasis warisan budaya. Pengembangan Seni Tari Lekan Maran juga melibatkan enam penari lokal sebagai
         upaya menjaga keberlanjutan seni pertunjukan tradisional Dayak Kayan. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi IFC
         Performance Standard (PS) 7 tentang Indigenous Peoples. Program ini tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga
         menciptakan nilai ekonomi berbasis kearifan lokal.

         Melalui Culture Heritage Program yang mengacu pada IFC PS 8, DSNG juga menyelenggarakan pameran warisan budaya
         Dayak Wehea dan Dayak Kayan di Desa Nehas Liah Bing dan Desa Miau Baru. Program ini melibatkan kelompok perempuan
         adat dan UMKM lokal untuk memperluas promosi produk budaya dan memperkuat budaya sebagai sumber penghidupan
         berkelanjutan. Penguatan ekonomi masyarakat adat dilaksanakan melalui Livelihood Restoration Program (LRP) dengan
         pendampingan petani aren dan nanas, pengolahan pangan berbasis bahan lokal, serta pelatihan kuliner bagi UMKM.
         Program ini mendorong diversifikasi mata pencaharian non-sawit dan peningkatan pendapatan jangka panjang. Seluruh
         inisiatif tersebut didukung oleh pelaksanaan Social Impact Assessment (SIA) yang mengacu pada IFC PS 1 dan dilakukan
         melalui konsultasi publik di enam desa, sebagai dasar pengelolaan dampak sosial dan penguatan hubungan antara DSNG
         dan masyarakat adat.

    Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur
         Penguatan Infrastruktur untuk Mendukung Mobilitas Masyarakat
         Sepanjang tahun 2025, DSNG melaksanakan berbagai program pembangunan dan perawatan infrastruktur di desa binaan
         sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan
         konektivitas wilayah operasional, dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. Seluruh kegiatan tersebut
         direalisasikan dengan total nilai investasi infrastruktur sebesar Rp 6,67 miliar.

         Kegiatan yang dilaksanakan mencakup perawatan dan pembukaan jalan desa, perbaikan badan jalan dan drainase, serta
         dukungan terhadap pembangunan fasilitas publik dan sosial. Program infrastruktur tersebut bertujuan untuk meningkatkan
         akses transportasi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi Tandan Buah Segar (TBS) menuju pabrik,
         membuka akses permukiman baru, serta mempermudah mobilitas logistik dan aktivitas sosial masyarakat. Selain itu, DSNG
         juga mendukung pengembangan sarana pendidikan, keagamaan, dan ekonomi masyarakat melalui bantuan pembersihan
         tapak bangunan, perawatan embung desa, serta dukungan terhadap infrastruktur desa.



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                        122                                          Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
Hak Masyarakat Adat [GRI 411-1]
DSNG menghormati hak masyarakat adat dan komunitas lokal sesuai Kebijakan NDPE serta memantau kawasan konservasi untuk
melindungi ekosistem. Sebagai anggota RSPO, komitmen No Deforestation diterapkan sesuai Prinsip dan Kriteria RSPO 2018. DSNG
juga bermitra dengan masyarakat lokal melalui program pemberdayaan, penerapan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi
Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA), serta pelestarian situs budaya di sekitar wilayah operasional. Sepanjang periode pelaporan, tidak
terdapat kasus atau laporan pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat, sehingga tidak ada rencana tindak lanjut.
Pendekatan ini memperkuat hubungan yang saling menghormati, inklusif, dan berkelanjutan antara masyarakat dan perusahaan.



  Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan                              Dukungan Warisan Budaya

  Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan                   DSNG menjalankan berbagai inisiatif untuk
  berkelanjutan yang inklusif, DSNG menempatkan                       memperkuat budaya, kelembagaan adat, dan
  komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan saling                   kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam pelestarian
  menghormati sebagai fondasi utama dalam                             budaya, DSNG mendukung tradisi lokal seperti Lom
  membangun hubungan jangka panjang dengan para                       Plai dan Ufah, memberikan pelatihan kepada 455
  pemangku kepentingan, khususnya masyarakat adat.                    peserta, menerbitkan judul buku warisan budaya
  Komunikasi yang terjaga dengan baik ditunjukan                      telah diterbitkan untuk Dayak Kayan dan Kenyah.
  dengan tidak adanya insiden terkait masyarakat adat.
                                                                      Perseroan juga menyelenggarakan Pelatihan
                                                                      Topeng Hudoq bagi 25 perempuan dari kelompok
  Peningkatan Kapabilitas Pendidikan Budaya
                                                                      pengrajin Dayak Wehea. Pembuatan rompi Dung
  Bekerja sama dengan pemerintah desa, DSNG                           Eba dilakukan melalui empat tahap, mulai dari
  menyelenggarakan pendidikan kontekstual bagi                        pemotongan kulit kayu, menjahit kain katun
  komunitas Dayak Punan serta mengelola enam Rumah                    di bagian dalam dan pinggir rompi, hingga
  Belajar yang saat ini mendukung 134 siswa. Inisiatif                penambahan hiasan benang wol dan manik
  ini memastikan bahwa masyarakat adat memperoleh                     gunung di bagian luar. Pelatihan ini berhasil
  akses pendidikan yang relevan, inklusif, dan selaras                menghasilkan 25 rompi yang telah dipasarkan
  dengan nilai budaya mereka.                                         pada Pesta Adat Lom Plai.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                  123                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 126
Uji Tuntas Hak Asasi Manusia
DSNG telah melakukan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia                  bersifat komprehensif dan terintegrasi. Hasil self-assessment
(HRDD) secara internal pada tahun 2025 melalui penilaian           menunjukkan DSNG telah didukung oleh berbagai kebijakan
mandiri berbasis uji tuntas kerangka kerja PRISMA untuk            dan praktik, seperti NDPE, perlindungan pekerja, sistem
mengidentifikasi dan mencegah potensi pelanggaran hak              pengaduan RSPO/ISPO, SOP, dan pemantauan pemasok.
asasi manusia (HAM) dalam aktivitas operasional. Penilaian         Hasil identifikasi dianalisis untuk menilai kesenjangan dan
mencakup 12 aspek utama, termasuk ketenagakerjaan,                 dirumuskan ke dalam rencana aksi korektif bertahap, yang
kondisi kerja, kebebasan berserikat, non-diskriminasi, privasi,    selanjutnya dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan
lingkungan, mekanisme pengaduan, rantai pasok, dan                 dan penyempurnaan pengelolaan aspek sosial dalam
manajemen risiko. Proses ini dilaksanakan secara kolaboratif       rangka memperkuat tata kelola hak asasi manusia secara
dengan konsultan HAM independen serta melibatkan fungsi            berkelanjutan di seluruh operasional dan rantai pasok.
CSR, Human Capital, dan Risk Management agar penilaian


UJI TUNTAS KERANGKA
KERJA PRISMA                           PENILAIAN MANDIRI DSNG

                                       Perseroan memiliki beberapa kebijakan: NDPE, Keberlanjutan, Perlindungan Anak,
                                       Perlindungan Perempuan, Kesetaraan Kesempatan Kerja, dan memo khusus tentang
           Hak Asasi Manusia
                                       hak-hak perempuan & perlindungan anak. Kebijakan-kebijakan tersebut disosialisasikan
                                       kepada karyawan dan pemasok (terakhir September–November 2022).

                                       Kontrak tertulis, kepatuhan upah minimum, cakupan BPJS, lembur diatur, cuti
           Tenaga Kerja
                                       tahunan dan tunjangan disediakan.

           Kondisi Kerja               Prosedur SHE, pelatihan SHE, prosedur darurat tersedia.


           Kebebasan                   Pekerja dapat membentuk/bergabung dengan serikat pekerja, ada kesepakatan bersama,
           Berserikat                  dialog dengan manajemen diperbolehkan.


           Privasi                     Pengisian NDA, CCTV di kantor/pintu masuk, toilet terpisah untuk pria dan wanita.


                                       Fasilitas bagi pekerja perempuan disediakan (kehamilan, pelatihan, promosi,
           Non-Diskriminasi
                                       pencegahan kekerasan).

                                       SOP Darurat, AMDAL telah dilakukan, izin lahan tersedia, 2 sengketa diselesaikan
           Lingkungan
                                       melalui dialog, dan pelaporan ke pemerintah.


           Tanggung Jawab              CSR terintegrasi dalam Kebijakan Keberlanjutan; programnya meliputi dukungan
           Sosial                      masyarakat dan petani kecil.

           Mekanisme                   Saluran internal & eksternal, sistem pengaduan pelanggaran, terkait dengan
           Pengaduan                   kepatuhan RSPO/ISPO.

           Rantai Pasok                Kepatuhan NDPE, pelatihan dan pemantauan pemasok (2022–2024).


                                       Risiko yang teridentifikasi (lingkungan, keselamatan, lembur, kesehatan),
           Manajemen Risiko
                                       prosedur mitigasi diterapkan.

           Tanggung Jawab              Identifikasi risiko (kebakaran, lembur, SHE); mitigasi melalui SOP, kebijakan, dan
           Perusahaan                  sistem kepatuhan.




 PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                    124                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 127
                                Tata Kelola
                                Keberlanjutan
                                DSNG menjalankan praktik tata kelola berkelanjutan sebagai
                                landasan operasional untuk memastikan setiap proses
                                bisnis dijalankan secara transparan dan bertanggung jawab
                                berdasarkan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                              125                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 128
           Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
            [POJK E.1] [GRI 2-9, 2-10, 2-11, 2-12, 2-13, 2-15, 2-19, 2-20]



Struktur tata kelola keberlanjutan DSNG mengacu pada UU                                dan melaporkan inisiatif-inisiatif Keberlanjutan kami, serta
No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Berdasarkan                              merangkul konsep peningkatan berkelanjutan di seluruh
ketentuan tersebut, struktur tata kelola terbagi dalam tiga                            operasi, rantai pasokan dan masyarakat di sekitar
organ utama: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai                                  operasi perusahaan.
otoritas tertinggi, Dewan Komisaris sebagai pengawas dan
pemberi arahan strategis, serta Direksi yang bertanggung                               CSO bertanggung jawab kepada Direktur Utama, mengawasi
jawab atas manajemen strategis dan operasional perusahaan.                             implementasi prinsip ESG di seluruh rantai operasional,
                                                                                       dan mengkoordinasikan inisiatif keberlanjutan perusahaan.
DSNG memastikan integritas dan profesionalisme dalam                                   Selain itu, DSNG didukung Dewan Penasihat Keberlanjutan
tata kelola perusahaan tetap terjaga dengan menerapkan                                 (Sustainability Advisory Board/SAB) dalam mewujudkan
kebijakan terkait benturan kepentingan. Detail mengenai                                tata kelola perusahaan yang baik dan praktik bisnis
struktur, peran, dan tanggung jawab setiap organ dijelaskan                            yang berkelanjutan. Pemilihan ketua Dewan Penasihat
dalam Laporan Tahunan 2025.                                                            Keberlanjutan ditunjuk dan disetujui oleh Dewan Direksi
                                                                                       DSNG. Sementara pemilihan anggota dilakukan atas dasar
Struktur keberlanjutan DSNG dirancang untuk memastikan                                 persetujuan Dewan Direksi yang bertanggung jawab dan
setiap keputusan bisnis sejalan dengan prinsip ESG. Direksi                            Ketua Dewan Penasihat Keberlanjutan.
menunjuk Chief Sustainability Officer (CSO) yang bekerja
sama dengan Departemen Sustainability dan Komite ESG                                   Informasi lebih lanjut mengenai struktur keberlanjutan dapat
yang terdiri dari perwakilan utama dari setiap divisi operasi                          diakses pada laman resmi perusahaan.
utama dan fungsi korporat dari kantor pusat DSN Group.
Tugas Komite ini adalah untuk melaksanakan, memantau


   Keanggotaan Dewan Penasihat Keberlanjutan Tahun 2025




  Datuk Darrel                             Michael                           Timotheus                   Denys Collin                      Gita
    Webber                                 Schlup                             Arifin C.                   Munang                         Syahrani
         Ketua                             Anggota                            Anggota                        Anggota                      Anggota


Kunjungan Pemantauan SAB
Pada 12-15 Oktober 2025, SAB melakukan kunjungan monitoring ke area operasi Kalimantan Barat sebagai bagian dari evaluasi
implementasi praktik keberlanjutan dan pemberian masukan strategis kepada manajemen DSNG. Kunjungan ini mencakup PT
Agro Andalan (PT AAN) dan PT Dharma Sawit Nusantara (PT DPS).




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                    126                                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 129
Ruang lingkup kunjungan meliputi:

                     1                              2                                     3                                   4
Hutan Adat Rimba Engkulong          Peternakan Ayam Petelur              Fasilitas karyawan PT AAN,               Kebun PT DPS,
di wilayah Sub Suku Dayak           Desa Setawar binaan PT               termasuk poliklinik, perumahan,          untuk memastikan
Benawas yang dikelola               AAN yang dikelola melalui            penitipan anak, dan infrastruktur        penerapan praktik
secara kolaboratif oleh             Koperasi Desa Setawar                sanitasi untuk melihat fasilitas         pengelolaan kelapa
masyarakat dan PT AAN.              untuk pemberdayaan                   perusahaan telah tersedia                sawit yang baik
Pengelolaan dan pemantauan          ekonomi masyarakat,                  bagi karyawan. Beberapa                  serta pengendalian
dilakukan oleh masyarakat           mendorong kemandirian                masukan diberikan untuk dapat            dampak terhadap
dengan pendampingan Tim             usaha serta meningkatkan             ditingkatkan pada beberapa               lingkungan
Konservasi PT AAN untuk             akses masyarakat terhadap            aspek guna mendukung                     dan masyarakat.
mendukung pelestarian hutan         kebutuhan dasar.                     kenyamanan dan pemanfaatan
adat dan nilai budaya.                                                   yang optimal.

Kunjungan diakhiri dengan diskusi bersama manajemen PT AAN dan PT DPS terkait identifikasi potensi isu keberlanjutan serta
alternatif tindak lanjut yang dapat dilaksanakan secara terkoordinasi guna mendukung pengelolaan dan monitoring yang
berkelanjutan. Perseroan secara berkala memantau dan mengelola dampak lingkungan dan sosial melalui berbagai program
yang terfokus pada mitigasi dampak tersebut

Evaluasi Kinerja [GRI 2-18, 3-3]
Melalui rapat Sustainability Advisory Board dan Management Review yang dilaksanakan setiap tiga bulan, Perseroan meninjau
efektivitas penerapan Kebijakan Keberlanjutan, mencakup aspek manajemen, operasional, rantai pasok, isu perubahan iklim,
dan pembaruan topik keberlanjutan global.

Pengembangan Kompetensi Terkait Aspek Keberlanjutan [POJK E.2] [GRI 2-17]
Perseroan mendukung peningkatan kapasitas keberlanjutan bagi Dewan Komisaris, Direksi, SAB, Komite ESG, dan Direksi
Unit Bisnis melalui partisipasi dalam pelatihan, seminar, serta studi banding terkait praktik ESG.

        Kategori Peningkatan                                              Total Jam Pelatihan
                                           Total Jam
       Kapasitas Keberlanjutan
                                                                          508 Jam
                                                                          Rata-rata Jam Pelatihan
            Studi Banding                      0
                                                                          31,7 Jam
                                                                          Jumlah Hari Pelatihan
        Seminar & Pelatihan                   508
                                                                          21 Hari
Rincian pelatihan pengembangan kompetensi berkelanjutan, dapat dilihat pada: tautan Kegiatan Keberlanjutan.

Pembiayaan Berkelanjutan [POJK F.3]
Pada 2020, DSNG menjadi perusahaan kelapa sawit pertama                secara terbuka pada laman resmi &Green dan DSNG.
yang memperoleh pinjaman senilai USD 30 juta dari Stichting
                                                                       Melalui hibah teknis ADB, DSNG mendukung pendidikan dan
andgreen.fund (&Green) dengan tenor 10 tahun. Komitmen
                                                                       pelatihan bagi 4.000 petani, termasuk 1.200 perempuan untuk
ini berlanjut pada 2023 dengan pinjaman berkelanjutan
                                                                       mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan yang tahan
sebesar USD 15 juta dan hibah teknis senilai USD 500 ribu dari
                                                                       terhadap perubahan iklim melalui budidaya sengon dan
Asian Development Bank (ADB), serta dukungan pembiayaan
                                                                       jabon.
dari Bank BCA dan Bank Mandiri.
                                                                       Hingga akhir tahun 2025, Perseroan berkolaborasi dengan
Dari total fasilitas pinjaman, 30,2% merupakan sustainability
                                                                       Rainforest Alliance telah melakukan sosialisasi dan pelatihan
linked loan. DSNG memastikan kepatuhan terhadap IFC-
                                                                       di 6 desa di wilayah Temanggung mengenai sistem
PS, EHS Guidelines, NDPE, dan ESMS sebagai syarat dari
                                                                       agroforestri tahan iklim, literasi keuangan, dan sertifikasi FSC
pinjaman tersebut. Audit tahunan 2025 menunjukkan
                                                                       (Forest Stewardship Council) kepada 290 petani, terdiri 173
tidak terdapat temuan atau ketidaksesuaian berdasarkan
                                                                       laki-laki dan 117 perempuan.
hasil pemeriksaan. Laporan audit dipublikasikan

PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                    127                                                  Laporan Keberlanjutan 2025
Page 130
           Pelibatan Pemangku Kepentingan                                             [POJK E.4] [GRI 2-29]




DSNG berkomitmen untuk menjaga komunikasi dan keterlibatan yang proaktif dengan para pemangku kepentingan utama
secara transparan, inklusif, dan sesuai dengan Standar Kinerja IFC-PS. Rencana Keterlibatan Pemangku Kepentingan disusun
untuk mengidentifikasi, dan mengimplementasikan strategi pelibatan yang efektif bagi individu maupun kelompok yang
terdampak secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan operasional. Melalui pendekatan ini, Perseroan memastikan
setiap masukan dari berbagai pihak terkait, dapat ditindaklanjuti dengan tepat. Sehingga keputusan dan langkah yang diambil
dapat meminimalkan dampak negatif sekaligus memaksimalkan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.




 Berikut adalah pemangku kepentingan dan metode pelibatan yang dilakukan Perseroan:


         Konsumen dan Konsumen Akhir                                    Lembaga Keuangan
         Komunikasi melalui pertemuan rutin, kunjungan                  Pertemuan rutin untuk melaporkan kinerja keuangan
         lapangan, umpan balik langsung, serta penyediaan               dan keberlanjutan perusahaan.
         informasi produk yang transparan melalui berbagai
         saluran.
                                                                        Masyarakat Sipil
         Karyawan
                                                                        Koordinasi dengan LSM dalam program sosial dan
         Pelibatan melalui pertemuan rutin, sarana komunikasi
                                                                        lingkungan, serta forum dialog terbuka.
         terbuka, pelatihan, forum diskusi, serta program
         pengembangan karier dan kesejahteraan untuk
         memastikan dialog dua arah yang berkelanjutan.
                                                                        Pemasok dan Petani Kecil
         Media                                                          Program pelatihan teknis, peningkatan kapasitas, dan
         Hubungan media aktif melalui siaran pers, wawancara,           audit keberlanjutan di rantai pasok.
         dan berbagai saluran komunikasi perusahaan.

                                                                        Badan Sertifikasi
         Masyarakat Lokal                                               Audit dan asesmen rutin dari lembaga sertifikasi
         Program pemberdayaan masyarakat, forum konsultasi,             untuk memastikan kepatuhan terhadap standar
         dan dialog langsung mengenai dampak sosial dari                keberlanjutan internasional.
         kegiatan operasional.
                                                                        Pemegang Saham dan Investor
         Kelompok Rentan                                                Komunikasi terbuka melalui laporan tahunan, rapat
         Program pemberdayaan khusus seperti pelatihan                  pemegang saham, dan sesi tanya jawab terkait kinerja
         keterampilan dan penyediaan akses sumber daya bagi             keberlanjutan.
         perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan
         masyarakat adat.
                                                                        Pemangku Kepentingan Strategis
         Asosiasi Industri dan Bisnis                                   Dialog strategis bersama Dewan Penasihat
         Partisipasi aktif dalam seminar, konferensi, dan rapat         Keberlanjutan dan mitra &Green untuk
         asosiasi untuk berbagi praktik terbaik dan Kebijakan           pengembangan kebijakan dan inisiatif keberlanjutan.
         Keberlanjutan.

         Pemerintah dan Regulator
         Dialog yang transparan, kepatuhan terhadap
         regulasi, serta kolaborasi dalam program-program
         keberlanjutan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                     128                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 131
Forum Pelibatan Pemangku Kepentingan
DSNG kembali menyelenggarakan Stakeholder Engagement Forum (SEF) tahunan
yang keempat pada 8 Oktober 2025 di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta. SEF
keempat ini mengusung tema “Nature Based Business” yang menegaskan komitmen
DSNG untuk menumbuhkan praktik bisnis yang selaras dengan alam menjaga
keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kelestarian ekologi. Kegiatan ini
dihadiri sebanyak 54 peserta dari 29 lembaga masyarakat sipil, 3 institusi perbankan
dan finansial, 2 lembaga pemerintah, dan 1 lembaga penelitian. Terjadi peningkatan
dari jumlah peserta 2024 hingga 2025 sebesar 31% yang menandakan keinginan
DSNG untuk bisa mendapatkan input seluas-luasnya dari berbagai pemangku
kepentingan yang telah bekerja sama dengan DSNG.


    SEF 1 - 25 Mei 2022          SEF II - 4 Juli 2023   SEF III - 3–12 Desember 2024     SEF IV 8 Oktober 2025
                                                                                                                   Jumlah Institusi


                                                                                                                   Jumlah Peserta
    13               19          27             35          30             37              35          54


Melalui pendekatan mandala Advancing Sustainable Futures, forum ini memetakan delapan aspek perilaku organisasi guna
menilai keseimbangan antara nilai, tindakan, dan arah strategis DSNG bersama para mitra. Melalui berbagai inisiatif nyata seperti
pengembangan Tree Island, pemanfaatan Bio-CNG, konservasi satwa liar, dan pelibatan masyarakat dalam rantai pasok DSNG
secara lebih luas menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa berjalan seiring dengan efisiensi bisnis. Forum terbagi ke dalam dua
panel diskusi: Diskusi Panel 1: Nature Based Solution - Hutan; dan Diskusi Panel 2: Nature Based Solution - Iklim & Masyarakat.
Melalui paparan dari praktisi dan perwakilan pemerintah sebagai mitra, para stakeholders diajak memahami praktik nyata dan
kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan konservasi alam dengan aktivitas bisnis berkelanjutan.

Diskusi Interaktif dan Evaluasi Dampak
Melalui Stakeholder Engagement Forum (SEF), DSNG                         terkait perkembangan traceability hingga petani swadaya,
membuka ruang dialog terbuka bagi pemangku kepentingan                   serta dampak jangka panjang program CSR dan konservasi
untuk menyampaikan pandangan, kekhawatiran, dan harapan                  terhadap livelihood dan kelestarian ekosistem.
terkait implementasi keberlanjutan perusahaan. Dalam sesi
                                                                         Selain itu, forum ini menyoroti peluang inovasi dalam
diskusi interaktif peserta menyoroti berbagai isu strategis
                                                                         memperluas keterlibatan masyarakat dan karyawan,
mulai dari keseimbangan antara profit dan komitmen
                                                                         memperkuat kompetensi HSE dan sustainability, serta
keberlanjutan, tantangan konservasi seperti pengelolaan
                                                                         membangun model kolaborasi baru untuk menjaga
air dan perlindungan spesies, hingga kebutuhan sinergi
                                                                         keanekaragaman hayati dan mengakselerasi ekonomi sirkular.
yang lebih kuat antara DSNG, pemerintah daerah, dan
                                                                         Diskusi ini menunjukkan tingginya antusiasme pemangku
lembaga konservasi. Diskusi interaktif ini juga menekankan
                                                                         kepentingan untuk memastikan bahwa program DSNG
pentingnya evaluasi dampak yang terukur, termasuk
                                                                         memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi
manfaat ekonomi bagi masyarakat, efektivitas program
                                                                         lingkungan maupun komunitas di sekitar area operasi.
konservasi, serta mekanisme sanksi bagi pihak yang merusak
                                                                         Pada sesi diskusi, peserta mengeksplorasi keberlanjutan
lingkungan. Peserta meminta transparansi lebih lanjut
                                                                         DSNG dari tiga perspektif utama:

              Insight:
              Menyoroti keseimbangan antara profit dan keberlanjutan, tantangan pengelolaan air di area operasional, serta
              kebutuhan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen ESG perusahaan.
              Impact:
              Mengulas capaian dan ukuran dampak yang dirasakan masyarakat dari berbagai program keberlanjutan, mulai
              dari peningkatan ekonomi lokal, pelibatan masyarakat dalam konservasi, hingga penerapan sanksi terhadap
              pelanggaran lingkungan.
              Innovation:
              Menggali strategi DSNG dalam memperluas traceability hingga petani swadaya, mengintegrasikan budaya People,
              Planet, Prosperity di seluruh area operasi, serta melibatkan karyawan dan masyarakat dalam program konservasi dan
              Community Action Plan (CAP).


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                      129                                             Laporan Keberlanjutan 2025
Page 132
Kegiatan Pemangku Kepentingan Lainnya


          Osaka WorldExpo 2025

          Pada 15 Juni 2025, Chief Executive Officer (CEO) DSNG Bapak
          Andrianto Oetomo bersama Chief Sustainability Officer (CSO)
          Bapak Denys Munang menghadiri Osaka World Expo 2025
          di Blue Ocean Dome, Jepang, sebagai bagian dari upaya
          memperluas pelibatan pemangku kepentingan di tingkat
          global. Partisipasi ini merupakan kehormatan tersendiri, karena
          kesempatan untuk diundang dan mempresentasikan praktik
          keberlanjutan dalam forum internasional ini hanya diberikan
          kepada sejumlah perusahaan terpilih. Forum ini menjadi wadah
          internasional untuk berbagi solusi dan visi keberlanjutan masa
          depan.

          Dalam sesi diskusi, CSO DSNG menegaskan bahwa hubungan
          DSNG dengan alam dan masyarakat menjadi dasar bagi
          pertumbuhan yang bertanggung jawab dalam menciptakan
          nilai bisnis sambil menjaga lingkungan, memberdayakan
          komunitas, dan menjawab tantangan krisis iklim. DSNG juga
          menekankan bahwa kemajuan bukan hanya soal produktivitas,
          tetapi juga tentang martabat dan penghargaan yang melekat
          pada setiap langkah perjalanan perusahaan.




          RT RSPO Malaysia

          DSNG kembali menunjukkan komitmennya
          terhadap praktik kelapa sawit berkelanjutan
          dengan berpartisipasi aktif dalam acara tahunan
          Roundtable on Sustainable Palm Oil (RT RSPO) 2025
          yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia,
          pada 3–5 November 2025. Ajang internasional ini
          mempertemukan berbagai pemangku kepentingan
          industri sawit global mulai dari produsen, pembeli,
          lembaga sertifikasi, hingga organisasi lingkungan dan
          sosial untuk membahas arah keberlanjutan industri
          di masa depan. Mengusung tema “Building the Next
          20: Sustainability in Action,” DSNG menampilkan
          implementasi prinsip keberlanjutan di sektor hulu dan             PT Dharma Satya Nusantara Tbk

          hilir, serta memperkuat kolaborasi lintas negara terkait
                                                                           pengembangan energi bersih melalui Bio-CNG, serta
          kebijakan bebas deforestasi dan praktik ESG.
                                                                           program konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
                                                                           Partisipasi ini menjadi wujud komitmen DSNG untuk
          CSO DSNG, Bapak Denys Munang, menjadi pembicara
                                                                           memenuhi regulasi global, termasuk rantai pasok bebas
          dalam sesi utama dan menekankan pentingnya
                                                                           deforestasi, sekaligus memperkuat posisi DSNG sebagai
          transformasi industri berbasis data, inovasi, dan
                                                                           perusahaan sawit yang bertanggung jawab di tingkat
          kemitraan. Ia memaparkan berbagai inisiatif DSNG,
                                                                           internasional.
          seperti pemantauan deforestasi berbasis satelit,




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                        130                                            Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
              Supplier Engagement Sinarmas

              DSNG berpartisipasi aktif dalam forum pemasok SMART
              SEED ke-11 yang diselenggarakan oleh Sinar Mas
              Agribusiness and Food pada 11 November 2025 di
              Medan. Sebagai salah satu dari lebih dari 100 pemasok
              yang diundang, DSNG terlibat dalam berbagai sesi
              diskusi dan pertukaran pengetahuan yang berfokus pada
              penguatan praktik keberlanjutan di seluruh rantai pasok.
              Dengan tema “Driving Collaborations to Achieve Lower
              Value Chain Emissions”, forum ini menegaskan pentingnya
              kolaborasi seluruh rantai pasok untuk memperkuat praktik
              keberlanjutan. Kegiatan difokuskan pada beberapa tujuan
              utama:

              •     Menyampaikan perkembangan dan target
                    keberlanjutan GAR melalui kerangka Collective
                    for Impact;
                                                                         Kehadiran DSNG dalam Forum SMART SEED
              •     Menyelaraskan pemasok dengan kebijakan NDPE (No
                                                                         XI menunjukkan komitmen perusahaan untuk
                    Deforestation, No Peat, No Exploitation);
                                                                         berpartisipasi aktif dalam dialog keberlanjutan
              •     Mengapresiasi pemasok yang menunjukkan kinerja
                                                                         lintas pemangku kepentingan, memperkuat
                    keberlanjutan unggul; serta
                                                                         kolaborasi, serta berkontribusi dalam upaya
              •     Membangun komitmen bersama menuju rantai
                                                                         membangun rantai pasok kelapa sawit yang lebih
                    pasok minyak sawit yang bertanggung jawab, dapat
                                                                         bertanggung jawab dan berdaya saing.
                    dilacak, dan inklusif.




                                                                               Growing with Nature, Together with
                                                                               People bukan hanya sekedar tema, tapi
                                                                               bagaimana komitmen DSNG dalam
                                                                               menjalankan usaha yang tumbuh
                                                                               bersama dan memberikan manfaat
                                                                               pada alam.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                    131                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 134
Sistem Pelaporan [POJK E.3, F.24] [GRI 2-16, 2-25, 2-26, 413-1]
Perseroan terus memperkuat penerapan Kebijakan SiIstem Pelaporan Pengaduan (SPP) No. 042/DSN/CHC/III/2021 sebagai
bagian dari komitmen terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel. Mekanisme ini berfungsi untuk menerima,
menindaklanjuti, dan menyelesaikan pengaduan dari pemangku kepentingan secara sistematis. DSNG menjamin kerahasiaan
dan perlindungan terhadap pelapor maupun saksi, serta memastikan setiap laporan ditangani secara objektif dan melibatkan
pihak terkait guna mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat merugikan pemangku kepentingan. Evaluasi tersebut juga
mencakup peninjauan terhadap pemantauan dan pelaporan internal, di mana manajemen perusahaan memiliki mekanisme
yang jelas untuk mendeteksi dan mengatasi potensi masalah atau pelanggaran.


Alur Mekanisme Pengaduan

      Penerima Keluhan          Kepala Dept. Penunjang Operasi    Operasi TJSP Kepala Dept.      Dewan Direksi
                                Perkebunan/Pabrik




Prosedur pelaporan mengakomodasi pengaduan dari internal dan eksternal,
yang dapat disampaikan melalui:


       Surat Elektronik                                                            Website Perseroan
                                                                                   www.dsn.co.id
       pengaduan@dsngroup.co.id
       grievance.dsn.co.id/id/
                                                                                  Call Center Pengaduan
                                                                                  Call Center Pengaduan
       Surat Resmi
                                                                                  Masing-Masing Unit Bisnis
       Surat resmi yang ditujukan kepada unit pelaporan
       pengaduan pada alamat kantor pusat atau kantor
       operasional atau bagian CSR di lokasi site/plant.
                                                                                   Informasi lebih lanjut klik tautan ini.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       132                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 135
Jumlah Pengaduan Keluhan Internal dan Eksternal
                                                                                                                                         2025
(Masyarakat) Tahun 2025 [POJK F.16] [GRI 418-1]
                                                                                                Jenis                                                 Status
Sepanjang tahun pelaporan, Perseroan tidak menerima pengaduan                                  Keluhan              Jumlah          %                       Belum
                                                                                                                                              Selesai
                                                                                                                                                            Selesai
maupun laporan terkait pelanggaran privasi pelanggan, termasuk
kehilangan, pencurian, atau penyalahgunaan data pelanggan.                                     Deforestasi              4         1,19%          4             -

Perseroan senantiasa menerapkan langkah-langkah pengendalian                                   Infrastruktur           28         8,36%          28            -
internal dan perlindungan data untuk memastikan keamanan
                                                                                               Lingkungan               7         2,09%          6             1
informasi serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
                                                                                               Sosial*                 194       57,91%         191            3
Pada tahun 2025, terdapat 293 laporan keluhan internal yang
                                                                                               Operasional*            102       30,45%         102            -
disampaikan melalui SPP, dimana 283 telah diselesaikan dan 10
keluhan masih dalam proses penyelesaian. Melalui Departemen CSR,                               Total                  335         100%          331            4
Perseroan juga membangun komunikasi dengan masyarakat dan                                   Keterangan :
memberikan cara untuk menyampaikan keluhan melalui berbagai                                 * = Keluhan sosial terdiri dari keluhan mengenai kesehatan, pendidikan,
kanal informasi yang disediakan. Hingga tahun 2025, Perseroan telah                         batas wilayah, dan program pemberdayaan CSR
                                                                                            * = Keluhan Operasional terdiri keluhan proses operasional kebun & PKS,
menerima sebanyak 335 keluhan, mayoritas merupakan keluhan
                                                                                            ketenagakerjaan, pencurian buah, klaim lahan/GRTT, kemitraan koperasi,
terkait infrastruktur, peluang kerja, dan kemitraan, dimana 331 keluhan                     dan kontraktor.
telah selesai dan 4 keluhan masih dalam proses penyelesaian, dengan
rincian dalam tabel disamping:


Status, Jenis, dan Jumlah Keluhan dari Pemasok, Pembeli, dan Pemangku
Kepentingan Lainnya Tahun 2025
  Sumber Notifikasi                  Nama PT                Jenis Grievance          Lokasi Keluhan                  Luas (ha)                        Status

                                PT Dharma
                                                       Deforestasi di areal
                                Intisawit Lestari                                   Kebun PT DIL                       15,77                Selesai
                                                       konsesi
                                (DIL)
       Konsumen
                                PT Dharma
                                                       Deforestasi di areal
                                Intisawit Lestari                                   Kebun PT DIL                       53,88                Selesai
                                                       konsesi
                                (DIL)
                                                    Total                                                              69,65


Penyampaian Hal-Hal Kritis dan Mekanisme Penyampaian [POJK E.3, F.24] [GRI 2-16]
Perseroan menerapkan Rencana Pelibatan Pemangku Kepentingan (SEP) sebagai bagian dari Sistem Manajemen Lingkungan
dan Sosial (ESMS). Melalui Forum Keterlibatan Pemangku Kepentingan (SEF), para stakeholders berkesempatan menyampaikan
isu yang menjadi perhatian secara berkala. Hasil forum dilaporkan oleh Direktur Keberlanjutan (CSO) kepada Direktur Utama.
Sepanjang tahun 2025, terdapat 15 isu utama yang diterima melalui SEF.




                Sepanjang tahun 2025, Perseroan menerima sejumlah 2 keluhan
                dari pemasok pembeli, mayoritas berkaitan dengan deforestasi yang
                telah diverifikasi dan diselesaikan. Rincian lengkap mengenai keluhan
                tersebut dapat dilihat pada tautan.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                 133                                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 136
         Etika Bisnis dan Kepatuhan
           [GRI 2-20, 2-21, 2-23, 2-24, 2-27, 205-1, 205-2, 13.26.3, 13.26.4]




Tata Kelola Perusahaan
DSNG menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan,                               komunikasi lainnya, sebagai bagian dari penguatan budaya
akuntabel, dan berintegritas tinggi, berlandaskan pada prinsip-                       integritas dan kepatuhan.
prinsip yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan. Struktur tata kelola Perseroan terdiri atas tiga organ                      Perseroan berkomitmen mendukung upaya pemberantasan
utama, yakni Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan                                  korupsi dengan memastikan kepatuhan terhadap seluruh
Komisaris, dan Direksi, yang berperan saling melengkapi                               regulasi yang berlaku. Komitmen ini diwujudkan melalui
dalam memastikan pengelolaan perusahaan berjalan secara                               penerapan kebijakan pengendalian gratifikasi, larangan konflik
efektif dan efisien. Dewan Komisaris menjalankan fungsi                               kepentingan, serta penguatan sistem pelaporan pelanggaran
pengawasan dan pemberian arahan strategis kepada Direksi,                             (Whistleblowing System). Selain itu, kesadaran akan pentingnya
sementara Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan                                  etika terus ditingkatkan di seluruh lini organisasi. Selama
operasional dan implementasi strategi bisnis Perseroan.                               tahun 2025, Perseroan melakukan penilaian risiko korupsi
Sepanjang periode pelaporan, Perseroan tidak melakukan                                secara berkala terhadap 100% unit bisnis operasional melalui
pelanggaran hukum, termasuk yang berkaitan dengan korupsi                             sistem pengawasan dan mekanisme pengendalian internal
dan suap, praktik monopoli maupun perilaku anti-persaingan                            yang terintegrasi.
lainnya, ketidakpatuhan terhadap peraturan lingkungan
hidup, maupun pelanggaran pada regulasi sosial dan ekonomi                            Proses asesmen ini mencakup identifikasi potensi risiko
yang berlaku.                                                                         korupsi dalam aktivitas operasional, evaluasi efektivitas
                                                                                      pengendalian yang diterapkan, serta pemantauan kepatuhan
Komitmen terhadap penerapan tata kelola yang baik (Good                               terhadap kebijakan dan prosedur anti-korupsi. Perseroan juga
Corporate Governance/GCG) tercermin melalui sistem                                    memastikan bahwa seluruh fungsi dengan tingkat risiko tinggi
pengelolaan risiko, keterbukaan informasi, serta kebijakan                            telah mengikuti pelatihan anti-korupsi dan seluruh kontrak
yang mendukung keberlanjutan usaha. Untuk memastikan                                  vendor mencantumkan klausul anti-penyuapan sebagai
implementasi GCG berjalan konsisten, Perseroan secara                                 bagian dari komitmen tata kelola yang baik. Sepanjang tahun
berkala melaksanakan sosialisasi berbagai kebijakan                                   2025, tidak terdapat insiden korupsi yang terkonfirmasi di
perusahaan, termasuk kebijakan anti-korupsi, perlindungan                             lingkungan Perseroan, sehingga tidak terdapat tindakan
perempuan dan anak, etika penggunaan media sosial,                                    disipliner maupun pemutusan hubungan bisnis yang
serta kebijakan relevan lainnya. Sosialisasi dilakukan melalui                        dilakukan terkait kasus korupsi.
berbagai saluran komunikasi, antara lain media digital, poster
cetak, forum apel atau briefing pagi, serta peran Komite                              Informasi lebih lanjut terkait struktur organisasi, kebijakan
Gender di masing-masing unit bisnis. Sepanjang tahun 2025,                            internal, mekanisme nominasi dan pemilihan organ tata
Perseroan memastikan 100% karyawan menerima informasi                                 kelola, kebijakan anti penyuapan dan anti korupsi, kebijakan
melalui kanal tersebut, dengan 386 karyawan mengikuti                                 remunerasi, serta rasio kompensasi tahunan dapat ditemukan
sosialisasi secara langsung, dan sisanya melalui kanal                                dalam Laporan Tahunan 2025.




Kebijakan dan Panduan
DSNG berkomitmen untuk menjalankan kebijakan publik yang mendukung tujuan jangka panjang perusahaan serta
memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan. Kami berupaya untuk berperan aktif dalam dialog yang sejalan
dengan prinsip keberlanjutan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. Dalam menjalankan kebijakan publik, DSNG
memastikan bahwa semua keputusan yang diambil mencerminkan komitmen Perseroan pada etika, integritas, dan pengelolaan
sumber daya alam yang bertanggung jawab.




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                   134                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
Perusahaan telah memiliki kebijakan dan panduan untuk memastikan etika bisnis dan kepatuhan terhadap peraturan yang
berlaku sebagai berikut:

      Kebijakan Anti Penyuapan dan Korupsi [tautan]                                         Kebijakan Perpajakan [tautan]

      Kebijakan Keterlibatan Politik [tautan]                                               Kebijakan Perlindungan Perempuan
                                                                                            [tautan]
      Kebijakan Anti Diskriminasi [tautan]
                                                                                            Kebijakan Perlindungan Anak [tautan]
      Pemenuhan Hak-Hak Kreditur [tautan]
                                                                                            Kebijakan Dividen [tautan]
      Kebijakan Seleksi dan Peningkatan Kemampuan
      Pemasok dan Vendor [tautan]                                                           Kebijakan Pengadaan Hijau [tautan]

      Kebijakan Pencegahan Insider Trading [tautan]                                         Kebijakan Kesehatan dan
                                                                                            Keselamatan Kerja [tautan]
      Kebijakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan [tautan]


Pengelolaan Risiko atas Penerapan Keberlanjutan [POJK E.5]
Komite Audit berperan dalam mengawasi pengelolaan                       Demi mendukung keberlanjutan kinerja, DSNG melakukan
risiko Perseroan, yang didukung oleh Dewan Komisaris yang               identifikasi risiko ESG yang berpotensi mempengaruhi
memantau penerapan Manajemen Risiko oleh Direksi. Tugas                 kegiatan operasional. Bentuk dokumen identifikasi risiko ESG
dari Komite Audit mencakup evaluasi kebijakan Manajemen                 yang disusun, masuk dalam dokumen Sistem Pengelolaan
Risiko, akuntabilitas Direksi, serta persetujuan atas transaksi         Lingkungan dan Sosial (ESMS) yang disusun pada tahun 2021
tertentu yang memerlukan otorisasi Dewan Komisaris. DSNG                dan diperbarui/direvisi pada tahun 2023. Dokumen ESMS ini
secara berkala melakukan identifikasi risiko yang berdampak             berdasarkan pada standar IFC-PS, ADB SPS, dan
pada kinerja menggunakan metodologi Enterprise Risk                     Kebijakan Keberlanjutan.
Management (ERM), dengan informasi lebih rinci tersedia
dalam Laporan Tahunan 2025.

Dokumen ESMS disusun berisi:
ESMS adalah dokumen dinamis yang diperbarui secara berkala, menyesuaikan perkembangan proyek serta masukan dari proses
pelibatan pemangku kepentingan.


 1                                                                                                                             7
Pendahuluan                                                                                                     Kesiapsiagaan dan
                                                                                                                 Tanggap Darurat
  2
Kebijakan                                                                                                                      8
                                                                                                              Pelibatan Pemangku
  3
                                                                                                                      Kepentingan
Identifikasi Risiko
dan Dampak                                                                                                                               9
                                                                                                                  Komunikasi dan
 4                                                                                                                    Mekanisme
Program                                                                                                          Keluhan Eksternal
Pengelolaan
                                                                                                                                        10
 5                                                                                                                 Pelaporan yang
Kerangka                                                                                                       Berkesinambungan
Lingkungan                                                                                                     kepada Masyarakat
dan Sosial
                                                                                                                                        11
 6                                                                                                                    Pemantauan
Kapasitas dan                                                                                                        dan Pelaporan
Kompetensi Organisasi


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                     135                                               Laporan Keberlanjutan 2025
Page 138
                                Indeks GRI




PT Dharma Satya Nusantara Tbk           136   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
    Pernyataan Penggunaan
    PT Dharma Satya Nusantara Tbk telah dilaporkan sesuai dengan Standar GRI periode 1 Januari 2025
    hingga 31 Desember 2025.

    GRI digunakan:                                        Standar Sektor GRI yang Berlaku:
    GRI 2: Fondasi 2021                                   GRI 13: Sektor Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan



    GRI 2:                                                                                      Pengakuan                         GRI 13:
                                                                                                                                Agriculture,
  General
                           Pengungkapan                    Lokasi                                                             Aquaculture and
 Disclosures
                                                                            Persyaratan pengakuan    Alasan   Penjelasan          Fishing
    2021                                                                                                                       Sectors 2022

 Organisasi dan Praktik Pelaporan

 2-1              Detail organisasi                           16

                  Entitas yang termasuk dalam
 2-2                                                         1, 19
                  laporan keberlanjutan

                  Periode pelaporan, frekuensi dan
 2-3                                                           1
                  poin kontak

 2-4              Penyajian Kembali Informasi                  1

 2-5              Asuransi eksternal                           1

 Activities and Workers
                  Aktivitas, rantai nilai, dan
 2-6                                                   16, 19, 20, 37, 40
                  hubungan bisnis lainnya
 2-7              Ketenagakerjaan                           98, 99                                                             13.15.2
                  Tenaga kerja bukan
 2-8                                                          99
                  pegawai langsung
 Tata Kelola
                  Struktur dan Komposisi
 2-9                                                         126
                  Tata Kelola
                  Peran badan tata kelola tertinggi
 2-10             dalam pengawasan                           126
                  manajemen dampak

 2-11             Ketua badan tata kelola tertinggi          126

                  Peran badan tata kelola tertinggi
 2-12                                                        126
                  dalam pengelolaan dampak

                  Delegation of responsibility for
 2-13                                                        126
                  managing impacts

                  Peran badan tata kelola tertinggi
 2-14                                                        1, 25
                  dalam pelaporan keberlanjutan

 2-15             Konflik kepentingan                        126

 2-16             Komunikasi Hal Kritisi                   132,133
                  Kolektivitas pengetahuan badan
 2-17                                                        127
                  tata kelola tertinggi
                  Evaluasi kinerja badan tata kelola
 2-18                                                        127
                  tertinggi
 2-19             Kebijakan remunerasi                       126

 2-20             Proses menentukan remunerasi             126, 134

 2-21             Rasio kompensasi tahunan total             134

 Strategi, Kebijakan, dan Praktek
                  Pernyataan tentang strategi
 2-22                                                        2, 24
                  pembangunan berkelanjutan

 2-23             Komitmen kebijakan                         134                                                               13.26.3

                  Menanamkan komitmen
 2-24                                                        134                                                               13.26.4
                  kebijakan dalam organisasi




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                   137                                        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 140
 2-25             Proses remediasi dampak negatif          132

 2-26             Mekanisme pengaduan                      132

                  Kepatuhan terhadap hukum
 2-27                                                      134
                  dan peraturan
 2-28             Keanggotaan asosiasi                      18

 Keterlibatan Pemangku Kepentingan
                  Pendekatan terhadap
 2-29             keterlibatan pemangku                    128
                  kepentingan

                  Kesepakatan perundingan
 2-30                                                      108
                  kolektif

 Organisasi dan Praktik Pelaporan
                  Proses menentukan
 3-1                                                        25
                  topik material

 3-2              Daftar topik material                     25

 3-3              Pengelolaan topik material                25                    13.20.1

 Topik Ekonomi

 Kinerja Ekonomi

                  Nilai ekonomi langsung yang
 201-1                                                      37                    13.22.2
                  dihasilkan dan dibagikan

                  Implikasi keuangan dan risiko
 201-2                                                    69, 71                  13.02.1, 13.02.2
                  peluang karena perubahan iklim
                  Kewajiban program manfaat
 201-3            pasti dan rencana                        104
                  pensiun lainnya
                  Bantuan keuangan yang diterima
 201-4                                                      37
                  dari pemerintah

 Keberadaan Pasar

                  Proporsi karyawan yang
 202-1                                                   103, 106                 13.21.1
                  menerima kenaikan gaji tahunan

                  Proporsi manajemen senior yang
 202-2                                                    99, 108
                  berasal dari masyarakat lokal

 Dampak Ekonomi Tidak Langsung

                  Nilai ekonomi yang dihasilkan
 203-1            langsung dan distribusi revisi          35, 117                 13.22.3
                  terkait prasarana

 203-2            Dampak ekonomi tidak langsung           35, 36                  13.22.4

 Praktik Pengadaan

                  Proporsi pemasok yang dinilai
 204-1                                                      36
                  berdasarkan praktik lingkungan

 Anti-korupsi

                  Operasi yang dinilai terhadap
 205-1                                                     134                    13.26.2
                  risiko korupsi

                  Komunikasi dan pelatihan terkait
 205-2                                                     134                    13.26.3
                  anti-korupsi

 Perilaku Anti-persaingan
                  Langkah-langkah hukum untuk
                                                      Laporan Tahunan
 206-1            perilaku anti persaingan, praktik                               13.25.1, 13.25.2
                                                        2025 Hal 233
                  antipakat dan monopoli
 Pajak

 207-1            Pendekatan terhadap pajak                 37

                  Kewajiban pajak terutang
 207-2                                                      37
                  per yurisdiksi

                  Keterlibatan pemangku
                  kepentingan dan pengelolaan
 207-3                                                      37
                  kepedulian yang berkaitan
                  dengan pajak



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                           138   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
 Topik Lingkungan

 Energi

                  Konsumsi energi
 302-1                                                    81, 82
                  di dalam organisasi
                  Konsumsi energi
 302-2                                                      81
                  di luar organisasi
 302-3            Intensitas energi                         82

 302-4            Pengurangan konsumsi energi               81
                  Pengurangan penggunaan
 302-5                                                      81
                  energi terspesifikasi
 Air dan Efluen
                  Interaksi dengan air sebagai
 303-1                                               62, 83, 84, 87, 88                                                 13.7. 2
                  sumber daya bersama
                  Manajemen dampak yang
 303-2            berkaitan dengan                          88                                                          13.7. 3
                  pembuangan air
 303-3            Pengambilan Air                           84                                                          13.7. 4

 303-4            Pembuangan Air                            87                                                          13.7. 5
 303-5            Konsumsi Air                              84                                                          13.7. 6

 Keanekaragaman Hayati
                  Kebijakan untuk menghentikan
 101-1            dan mengembalikan hilangnya             39, 50                                                        13.3.1
                  keanekaragaman hayati
                  Manajemen dampak
 101-2                                                    51, 62                                                        13.3.3
                  keanekaragaman hayat
 101-3            Akses dan berbagi manfaat             45, 48, 52                                                      13.3.4
                  Identifikasi dampak
 101-4                                                  40, 44, 50                                                      13.3.1
                  keanekaragaman hayati
                  Lokasi yang memiliki dampak
 101-5                                                    51, 63
                  keanekaragaman hayati
                  Pemicu langsung hilangnya
 101-6                                                    58, 63
                  keanekaragaman hayati
                  Perubahan kondisi
 101-7                                                  57, 58, 63                                                      13.3.5
                  keanekaragaman hayati
 101-8            Layanan ekosistem                         62
 Konversi ekosistem alami
                  Manajemen Topik
                                                                                                                        13.4.1
                  Konversi Ekosistem
                  Persentase Produksi dari Lahan
                                                                                                                        13.4.2
                  Bebas Deforestasi atau Konversi                                          Tidak terdapat
                  Ketertelusuran Sumber Produk                                             ekspansi lahan
                  yang Dibeli dan Status                                         Tidak     sehingga tidak terjadi       13.4.3
                  Bebas Deforestasi                 Tidak diungkapkan
                                                                                Tersedia   konversi ekosistem
                  Konversi Ekosistem pada Lahan                                            alami selama
                  yang Dimiliki, Disewa,                                                   periode pelaporan            13.4.4
                  atau Dikelola
                  Konversi Ekosistem oleh Pemasok
                                                                                                                        13.4.5
                  atau di Area Pengadaan
 Penggunaan Pestisida
                  Penggunaan Pestisida                      65                                                          13.6.2
 Adaptasi Iklim
                  Rencana Adaptasi Iklim                  69, 71                                                        13.2.1, 13.2.2

 Emisi
 305-1            Emisi langsung (Scope 1)                  76                                                          13.1.2
                  Emisi tidak langsung energi
 305-2                                                      76                                                          13.1.3
                  (Scope 2)
                  Emisi tidak langsung lainnya
 305-3                                                      76                                                          13.1.4
                  (Scope 3)
 305-4            Intensitas emisi                        76, 77                                                        13.1.5, 13.1.6

 305-5            Pengurangan emisi langsung            74, 76, 77                                                      13.1.6




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                             139                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 142
 305-6            Emisi zat ozon penghancur                  NA                                                       13.1.7
                  Nitrogen oksida (NOx), belerang
 305-7            oksida (SOx), dan emisi udara            78, 79                                                     13.1.8
                  signifikan lainnya
 Limbah
                  Produksi dan
 306-1                                                     86, 89                                                     13.8.2
                  pembuangan limbah
                  Manajemen limbah
 306-2                                                     87, 89                                                     13.8.3
                  yang dihasilkan
 306-3            Sisa limbah yang dibuang                88, 89, 91                                                  13.8.4
                  Limbah yang dialihkan dari
 306-4                                                    88, 89, 91                                                  13.8.5
                  pembuangan akhir
                  Limbah yang dikirimkan ke
 306-5                                                       91                                                       13.8.6
                  pembuangan akhir
 Penilaian Lingkungan Pemasok Supplier
                  Penilaian lingkungan pada
 308-1                                                     41, 44                                                     13.7. 2
                  pemasok baru
                  Pemasok yang dinilai terhadap
 308-2                                                       44                                                       13.7. 3
                  kriteria lingkungan
 Topik Sosial
 Ketahanan pangan

 308-2            Material topik ketahanan pangan                                          Tidak relevan dengan       13.9.1
                                                                                 Tidak
                                                      Tidak diungkapkan                    kegiatan operasional
                                                                                tersedia
                  Kehilangan pangan                                                        perusahaan                 13.9.2

 Kepegawaian
                  Rekrutmen, masuk/keluar
 401-1                                                    100, 101                                                    13.3.3
                  karyawan
                  Manfaat yang diberikan kepada
 401-2                                                    103, 104                                                    13.3.4
                  pekerja penuh waktu
 401-3            Cuti orang tua                             103                                                      13.3.1
                  Komitmen Terkait
                                                             100                                                      13.20.1
                  Perekrutan Pekerja
 Kesehatan dan Keselamatan Kerja
 403-1            Struktur manajemen K3                      109                                                      13.19.2
                  Identifikasi bahaya, penilaian
 403-2                                                       110                                                      13.19.3
                  risiko, dan investigasi insiden
 403-3            Layanan Kesehatan Kerja                    113                                                      13.19.4
                  Partisipasi, konsultasi, dan
 403-4            komunikasi pekerja tentang              110, 111                                                    13.19.5
                  kesehatan dan keselamatan kerja
                  Pelatihan pekerja mengenai
 403-5                                                       113                                                      13.19.6
                  kesehatan dan keselamatan kerja
                  Peningkatan kualitas
 403-6                                                    104, 113                                                    13.19.7
                  kesehatan pekerja
                  Pencegahan dan mitigasi
                  dampak-dampak kesehatan dan
 403-7                                                       113                                                      13.19.8
                  keselamatan kerja yang secara
                  langsung terkait hubungan bisnis
                  Pekerja yang tercakup dalam
 403-8            sistem manajemen kesehatan                 113                                                      13.19.9
                  dan keselamatan kerja
 403-9            Kematian terkait kerja                109, 110, 113                                                 13.19.10

 403-10           Penyakit terkait kerja                109, 110, 113                                                 13.19.11

 Pelatihan dan Pendidikan
                  Rata-rata jam pelatihan per tahun
 404-1                                                    102, 103                                                    13.8.2
                  per karyawan
                  Program pengembangan
 404-2                                                     56, 102
                  keterampilan yang relevan
                  Persentase karyawan yang
 404-3                                                       102
                  menerima penilaian kinerja
 Keberagaman dan Kesetaraan
                  Struktur keanggotaan badan tata
 405-1                                                     98, 108                                                    13.15.2
                  kelola berdasarkan gender
                  Perwakilan menurut
 405-2                                                    103, 106                                                    13.21.1, 13.15.3
                  kelompok demografis




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                             140                                     Laporan Keberlanjutan 2025
Page 143
 Non Diskriminasi
                  Insiden pelanggaran
 406-1                                                       97, 117                                                 13.15.4
                  hak asasi manusia

 Kebebasan Berserikat dan Perundingan Bersama

                  Operasi dan pemasok yang
 407-1            berisiko terhadap pelanggaran              97, 108                                                 13.18.2
                  kebebasan berserikat
 Pekerja Anak
                  Operasi dan pemasok yang
 408-1                                                   43, 97, 107, 117                                            13.17.2
                  berisiko terhadap pekerja anak

 Kerja Paksa
                  Operasi dan pemasok yang
 409-1            berisiko terhadap kerja paksa              43, 107                                                 13.16. 2
                  atau wajib

 Praktik Keamanan
                  Personel keamanan yang dilatih
 410-1            dalam kebijakan atau                         97
                  prosedur HAM

 Masyarakat Adat
                  Insiden pelanggaran hak atas
 411-1                                                         123                                                   13.14.2
                  tanah dan sumber daya

 Masyarakat Sekitar
                  Operasi yang memiliki
 413-1            keterlibatan dengan                       116, 132                                                 13.12.2
                  komunitas lokal
                  Kasus pelanggaran hak
 413-2                                                      116, 117                                                 13.12.3
                  masyarakat setempat

 Kebijakan Publik
                                                        Laporan Tahunan
 415-1            Kontribusi politik                                                                                 13.24.2
                                                        2025 Hal 240-241

 Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
                  Penilaian kesehatan dan
 416-1                                                         115                                                   13.10.2
                  keselamatan konsumen

 416-2            Kepuasan pelanggan                           115                                                   13.10.3

 Kesehatan dan kesejahteraan hewan
                  Manajemen Topik Kesehatan dan
                                                                                                                     13.11.1
                  Kesejahteraan Hewan                                                        DSNG tidak
                  Produksi dari Lokasi Bersertifikasi                                        memproduksi atau
                  Standar Kesehatan dan                                                      pun memanfaatkan        13.11.2
                                                                                   Tidak
                  Kesejahteraan Hewan                   Tidak diungkapkan                    hewan atau bagian
                                                                                  tersedia
                                                                                             dari hewan dalam
                  Tingkat Kelangsungan                                                       memproduksi
                  Hidup Hewan Akuatik yang                                                   produknya.              13.11.3
                  Dibudidayakan

 Hak atas tanah dan sumber daya
                  Manajemen Topik Hak atas Tanah
                                                                                             Selama periode          13.13.1
                  dan Sumber Daya Alam
                                                                                             pelaporan DSNG
                  Lokasi Operasi yang Berpotensi                                             tidak melakukan
                  Mempengaruhi Hak atas Tanah                                      Tidak                             13.13.2
                                                        Tidak diungkapkan                    akuisisi lahan
                  dan Sumber Daya Alam                                            tersedia
                                                                                             ataupun area baru
                                                                                             untuk pengelolaan
                  Pelanggaran Hak atas Tanah dan                                             operasi                 13.13.3
                  Sumber Daya Alam

 Privasi Pelanggan
                  Pengaduan yang berdasar
                  mengenai pelanggaran privasi
 418-1                                                         133
                  pelanggan dan kehilangan data
                  pelanggan




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                               141                                  Laporan Keberlanjutan 2025
Page 144
                                Indeks Pemenuhan
                                POJK No.51/
                                POJK/03/2017
                                dan SEOJK No.16/
                                SEOJK/04/2021




PT Dharma Satya Nusantara Tbk           142        Laporan Keberlanjutan 2025
Page 145
Indeks Pemenuhan POJK No.51/POJK/03/2017 dan SEOJK No.16/SEOJK/04/[POJK G.4]2021

     No.                                                       Indikator                                          Halaman
 Strategi Keberlanjutan

     A.1         Penjelasan Strategi Keberlanjutan                                                                     24

 Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan

     B.1         Aspek Ekonomi                                                                                          7

     B.2         Aspek Lingkungan Hidup                                                                         8, 56, 76, 79, 86

     B3          Aspek Sosial                                                                                          10

 Profil Perusahaan

     C.1         Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                                                 17, 24

     C.2         Alamat Perusahaan                                                                                     16

     C.3         Skala Usaha                                                                                       16, 19, 98

     C.4         Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan                                                   37

     C.5         Keanggotaan pada Asosiasi                                                                             18

     C.6         Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan                                       16

 Penjelasan Direksi

     D.1         Penjelasan Direksi                                                                                     2

 Tata Kelola Keberlanjutan

     E.1         Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                                    126

     E.2         Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan                                               127

     E.3         Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                            132, 134

     E.4         Hubungan dengan Pemangku Kepentingan                                                                 128

     E.5         Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                               135

 Kinerja Keberlanjutan

     F.1         Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                                               17

 Kinerja Ekonomi

                 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi,
     F.2                                                                                                               21
                 Pendapatan dan Laba Rugi
                 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen
     F.3                                                                                                            81, 127
                 Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
 Kinerja Lingkungan Hidup

     Aspek Umum

     F.4         Biaya Lingkungan Hidup                                                                                92

     Aspek Material

     F.5         Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                                             65

     Aspek Energi

     F.6         Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                                                           79

     F.7         Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan                                79

     Aspek Air

     F.8         Pengunaan Air                                                                                       83, 84


PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                              143                                  Laporan Keberlanjutan 2025
Page 146
     Aspek Keanekaragaman Hayati

                Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki
     F.9                                                                                                           50
                Keanekaragaman Hayati

    F.10        Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati                                                             50

     Aspek Emisi

     F.11       Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya                                   76

     F.12       Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan                                              74

     Aspek Limbah dan Efluen

     F.13       Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis                                     88, 89, 91

     F.14       Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen                                                        88, 89, 91

     F.15       Tumpahan yang Terjadi (jika ada)                                                                   88

     Aspek Pengaduan terkait Lingkungan Hidup

     F.16       Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan                       133

 Kinerja Sosial

     F.17       Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen           115

     Aspek Ketenagakerjaan

     F.18       Kesetaraan Kesempatan Bekerja                                                                  105, 108

     F.19       Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                                        97, 107

     F.20       Upah Minimum Regional                                                                             106

     F.21       Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                                                         109, 113

     F.22       Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai                                                      102

     Aspek Masyarakat

     F.23       Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar                                                        117

     F.24       Pengaduan Masyarakat                                                                           132, 133

     F.25       Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)                                                  117

 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan

     F.26       Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan                                      33, 35

     F.27       Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan                                      115

     F.28       Dampak Produk/Jasa                                                                                115

     F.29       Jumlah Produk yang Ditarik Kembali                                                                115

     F.30       Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan                    116

 Lain-lain

     G.1        Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)                                                1

     G.2        Lembar Umpan Balik                                                                                152

     G.3        Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya                             153

                Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang
     G.4                                                                                                        143-144
                Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                            144                                 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 147
                                Indeks SASB




PT Dharma Satya Nusantara Tbk            145   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 148
Indeks SASB

       Topik              Kode SASB                   Metrik SASB                     Halaman                              Penjelasan


                                                                                                  Total emisi bruto Unit Bisnis Kelapa Sawit tahun 2025 adalah
                                                                                                  1.149.864 tCO2e (POME, Bahan Bakar PKS, Pupuk, Bahan Bakar
                        FB-AG-110a.1   Total emisi global bruto Cakupan 1 (Scope 1)      77       Kebun, dan LUC). DSNG mencatat Sequestration sebesar
                                                                                                  857.542 tCO2e, sehingga menghasilkan Total Emisi Neto
                                                                                                  sebesar 291.322 tCO2e.



                                                                                                  DSNG menetapkan target pengurangan emisi sebesar
                                                                                                  44% pada tahun 2030 dari baseline 2019. Strategi utama
                                       Uraian strategi atau rencana jangka panjang
                                                                                                  mencakup implementasi Peta Jalan Mandiri Energi melalui
 Gas Rumah                             dan jangka pendek untuk mengelola emisi          74,
                        FB-AG-110a.2                                                              optimalisasi Bio-CNG dan pemanfaatan biomassa (cangkang
 Kaca                                  Cakupan 1, target pengurangan emisi, serta      76-79
                                                                                                  & fiber) yang berhasil mengurangi emisi sebesar 76.451 tCO2e
                                       analisis kinerja terhadap target tersebut
                                                                                                  di tahun 2025. Intensitas emisi turun menjadi 0,57 tCO2e /
                                                                                                  ton CPO.


                                                                                                  Transportasi yang digunakan pada kegiatan operasional
                                                                                                  unit bisnis kelapa sawit memproduksi 11.369 GJ. Pabrik
                                                                                                  pertama berhasil memproduksi 5.473.200 kWh listrik berbasis
                                       Bahan bakar armada yang dikonsumsi,
                        FB-AG-110a.3                                                   81 - 82    biometana (setara dengan 19.704 GJ) serta 2.226.638 Nm³ Bio-
                                       persentase energi terbarukan
                                                                                                  CNG (setara dengan 22.749 GJ). Pabrik kedua menghasilkan
                                                                                                  4.293.600 kWh listrik (setara dengan 15.457 GJ) dan 2.184.707
                                                                                                  Nm³ Bio-CNG (setara dengan 22.321 GJ).

                                                                                                  Total energi yang dikonsumsi tahun 2025 adalah 13.289.101
                                       1. Energi operasional yang dikonsumsi,
 Manajemen                                                                             74 - 75,   GJ. Persentase listrik adalah 0,9% (berasal dari sumber tidak
                        FB-AG-130a.1   2. persentase listrik jaringan,
 Energi                                                                                81 - 82    terbarukan sebesar 124.718 GJ). Persentase energi terbarukan
                                       3. persentase energi terbarukan
                                                                                                  mencapai 95% dengan total sebesar 12.568.523 GJ.

                                       1. Total air yang diambil,
                                                                                                  Total penarikan air perusahaan tahun 2025 adalah 3.530.531
                                       2. total air yang dikonsumsi, persentase
                                                                                                  m³. Berdasarkan WRI Water Risk Atlas, terdapat 4 unit (1 Kantor
                        FB-AG-140a.1      masing-masing di wilayah dengan                84
                                                                                                  Pusat, 2 Unit Produk Kayu, dan 1 Unit Energi Terbarukan) yang
                                          Tekanan Air Dasar Tinggi atau Sangat
                                                                                                  berada di wilayah High Water Stress Area.
                                          Tinggi


                                                                                                  Perseroan mengelola risiko air dengan melakukan
                                                                                                  pemantauan rutin menggunakan indikator Intensitas Air (WI)
 Manajemen                             Deskripsi risiko pengelolaan air dan                       dan mengidentifikasi area High Water Stress menggunakan
 Air                    FB-AG-140a.2   pembahasan strategi serta praktik untuk           83       WRI Water Risk Atlas. Strategi mitigasi meliputi pembatasan
                                       memitigasi risiko tersebut                                 air tanah, optimalisasi daur ulang air boiler di WP Panel
                                                                                                  (penghematan 1.161 m³/bulan), serta efisiensi sistem chiller di
                                                                                                  GRHA DSNG. Pada 2025, unit Kelapa Sawit.


                                                                                                  Hingga waktu pelaporan, tidak terdapat keluhan, denda,
                                       Jumlah insiden ketidakpatuhan terkait izin,
                                                                                                  maupun sanksi hukum yang dikenakan kepada Perseroan
                        FB-AG-140a.3   standar, dan peraturan kuantitas dan/atau         83
                                                                                                  terkait pemanfaatan sumber air maupun pembuangan
                                       kualitas air
                                                                                                  limbah cair di seluruh unit operasional.


                                       Audit Global Food Safety Initiative (GFSI):
                                       1. tingkat ketidaksesuaian dan
                        IF-AG-250a.1
                                       2. tingkat tindakan korektif terkait untuk:
                                          (a) ketidaksesuaian mayor dan (b) minor
                                                                                                  Perseroan tidak memproduksi maupun memasarkan produk
 Keamanan                                                                              Tidak
                                       Persentase produk pertanian yang                           pangan siap konsumsi secara langsung kepada konsumen
 Makanan                                                                              Relevan
                                       bersumber dari pemasok yang tersertifikasi                 akhir.
                        IF-AG-250a.2
                                       dalam program sertifikasi keamanan pangan
                                       yang diakui GFSI
                                       1. Jumlah penarikan yang diterbitkan dan
                        FB-AG-250a.3
                                       2. total jumlah produk pangan yang ditarik

                                                                                                  Pada 2025, Perseroan mencatat 0 kasus fatal dan 0 kasus
                                       1. tingkat insiden tercatat total (TRIR)                   penyakit akibat kerja. Lost Time Injury Frequency Rate(LTIFR)
 Kesehatan
                                       2. tingkat fatalitas, dan                                  berada di angka 0,91 dengan total 38 kasus LTI dari 41.687.336
 dan
                        FB-AG-320a.1   3. tingkat frekuensi hampir celaka (NMFR)      113 - 114   jam kerja. Sebanyak 12 entitas anak di unit bisnis kelapa sawit
 Keselamatan
                                          untuk (a) karyawan langsung dan (b)                     berhasil mencapai nihil kecelakaan kerja (Zero Accident).
 Kerja
                                          karyawan kontrak




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                146                                                      Laporan Keberlanjutan 2025
Page 149
                                                                                                     Perseroan mencapai tingkat ketertelusuran kebun secara
                                                                                                     konsolidasi sebesar 97,76%. Sebanyak 7 dari 12 unit PKS
                                        (1) Persentase produk pertanian yang
                                                                                                     telah mencapai 100% ketertelusuran. Untuk unit Kernel
                                        bersumber dari sumber bersertifikat standar
                        FB-AG-430a.1                                                       41-42     Crushing Plant (KCP), seluruh pasokan inti sawit 100%
                                        lingkungan atau sosial pihak ketiga, dan (2)
                                                                                                     berasal dari internal (TTM) dengan tingkat ketertelusuran
                                        persentase berdasarkan standar
                                                                                                     hingga kebun pemasok (TTP)
                                                                                                     mencapai 99,48%.


                                                                                                     Sebanyak 100% pemasok (82 unit) telah terdaftar dan
 Dampak
                                        Audit tanggung jawab sosial dan lingkungan                   berada dalam status "Terkontrol". Dari jumlah tersebut,
 Lingkungan &
                                        pemasok: (1) tingkat ketidaksesuaian dan                     43,9% (36 unit) telah mencapai kategori "Memenuhi"
 Sosial Rantai          FB-AG-430a.2                                                      44 - 45
                                        (2) tingkat tindakan korektif terkait untuk (a)              standar NDPE berdasarkan hasil audit MRV dengan nilai ≥
 Pasokan
                                        mayor dan (b) minor                                          75%. Seluruh pemasok eksternal (IPC, Koperasi, Agen) telah
 Bahan
                                                                                                     menjalani proses verifikasi MRV pada tahun 2025.


                                                                                                     Strategi perusahaan meliputi proses registrasi, pendataan,
                                                                                                     dan audit MRV (Measurement, Reporting, and Verification)
                                        Diskusi strategi untuk mengelola risiko
                                                                                                     berkala setiap dua tahun. Mitigasi risiko dilakukan
                                        lingkungan dan sosial yang timbul dari
                        FB-AG-430a.3                                                      44 - 45    melalui program Sekolah Lapang yang pada 2025 telah
                                        kontrak pertumbuhan dan pengadaan
                                                                                                     menjangkau 5.420 peserta (62% Koperasi, 34% Agen) untuk
                                        komoditas
                                                                                                     edukasi praktik GAP, K3, serta kebijakan anti-deforestasi dan
                                                                                                     lahan gambut.


                                                                                                     Perseroan tidak menggunakan, mengembangkan, maupun
                                        Diskusi strategi untuk mengelola
 Manajemen                                                                                 Tidak     memperdagangkan komoditas berbasis GMO. Seluruh
                        FB-AG-430b.1    penggunaan organisme hasil rekayasa
 GMO                                                                                      Relevan    budidaya kelapa sawit menggunakan varietas konvensional
                                        genetika (GMO)
                                                                                                     sesuai regulasi nasional.


                                        Identifikasi tanaman utama dan deskripsi
                        FB-AG-440a.1    risiko serta peluang yang ditimbulkan oleh
                                        perubahan iklim
 Sumber Bahan                                                                              Tidak
                                                                                                     Data masih dalam pengembangan.
 Baku                                                                                     Tersedia
Gugus Tugas Pengungkapan
                   Persentase Keuangan          Terkait Perubahan Iklim
                              produk pertanian yang
                        FB-AG-440a.2    bersumber dari wilayah dengan Tekanan Air
                                        Dasar Tinggi atau Sangat Tinggi




                                             Rekomendasi TCFD                                                          Halaman dalam Laporan Ini

 Tata Kelola (Governance)

 Pandangan Dewan (Board)                                                                                                               69

 Peran Manajemen                                                                                                                       69

 Strategi

 Risiko dan keuntungan terkait iklim jangka pendek, menengah, dan panjang                                                              69

 Dampak pada bisnis, strategi, dan perencanaan keuangan                                                                                69

 Strategi ketahanan (resilience) dan skenario analisis                                                                                 69

 Manajemen Resiko

 Proses untuk mengidentifikasi dan mengkaji risiko                                                                                     70

 Proses megelola risiko                                                                                                                70

 Integrasi ke dalam kerangka kerja pengelolaan keseluruha risiko yang sudah ada                                                        70

 Ukuran dan Target

 Metrik                                                                                                                                70

 Cakupan (scope) 1, 2 dan 3 emisi dan risiko terkait                                                                                   70

 Target                                                                                                                                70




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                                     147                                                       Laporan Keberlanjutan 2025
Page 150
                                Akronim dan
                                Singkatan




PT Dharma Satya Nusantara Tbk           148   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 151
Akronim dan Singkatan
   Akronim                                Kepanjangan                       Akronim                           Kepanjangan
                     Mengurangi, Menggunakan Kembali,                      GJ             Giga Joule
 3R
                     Mendaur Ulang
                                                                           GMDP           Program Pengembangan Manajemen Umum
 5R                  Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin
                                                                           GMO            Organisme Hasil Rekayasa Genetika (OHRG)
 AMDAL               Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
                                                                           GRI            Global Reporting Initiative
 APAR                Alat Pemadam Api Ringan
                                                                           GRK            Gas Rumah Kaca
 APD                 Alat Pelindung Diri
                                                                           Ha             Hektare
 AQI                 Indeks Kualitas Udara
                                                                           HAM            Hak Asasi Manusia
 B3                  Bahan Berbahaya dan Beracun
                                                                           HCS            Pendekatan Stok Karbon Tinggi (SKT)
 BEI                 Bursa Efek Indonesia
                                                                           HCV            Nilai Konservasi Tinggi
 Bio-CNG             Biogas Alam Terkompresi
                                                                           HCVRN          Jaringan Sumber Daya Nilai Konservasi Tinggi (NKT)
 BKSDA               Balai Konservasi Sumber Daya Alam
                                                                           HGU            Hak Guna Usaha
 BUMBDes             Badan Usaha Milik Desa
                                                                                          Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Penentuan
 CAP                 Rencana Aksi Iklim                                    HIRADC
                                                                                          Pengendalian
 CAP                 Rencana Aksi Masyarakat                               HR             Sumber Daya Manusia

 CARB                California Air Resources Board                        HRDD           Uji Tuntas Hak Asasi Manusia

 CEO                 Direktur Utama                                        HSE            Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (K3L)

 CPO                 Minyak Kelapa Sawit Mentah                            IFC            International Finance Corporation

 CRA                 Penilaian Risiko Iklim                                IKE            Intensitas Konsumsi Energi

 CSA                 Penilaian Keberlanjutan Perusahaan                    IPAL           Instalasi Pengolahan Air Limbah

 CSO                 Direktur Keberlanjutan                                               Independent Plantation Company/ Integrated
                                                                           IPC
                                                                                          Pest Control
 CSR                 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
                                                                           IPCC           Intergovernmental Panel on Climate Change
 CU                  Control Union
                                                                           IPDP           Program Pengembangan Masyarakat Adat
 DAS                 Daerah Aliran Sungai
                                                                           IPM            Pengelolaan Hama Terpadu (PHT)
 DLH                 Dinas Lingkungan Hidup
                                                                           ISCC           International Sustainability and Carbon Certification
 DSNG                Dharma Satya Nusantara Group
                                                                           ICO            International Organization for Standardization
 EDGE                Excellence in Design for Greater Efficiencies
                                                                           ISPO           Indonesia Sustainable Palm Oil
 ERM                 Management Risiko Perusahaan
                                                                           ISSB           International Sustainability Standards Board
 ESG                 Lingkungan Sosial dan Tata Kelola
                                                                           JAS            Japan Agriculture Standard
 ESMS                Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Sosial
                                                                           JHT            Jaminan Hari Tua
 EUDR                European Union Deforestation Regulation
                                                                           JP             Jaminan Pensiun
 FBW                 Family Bonding Week
                                                                           K3             Keselamatan dan Kesehatan Kerja
 FFA                 Asam Lemak Bebas
                                                                           KCP            Pabrik Pengolahan Inti Sawit
 FSC                 Forest Stewardship Council
                                                                           KTPA           Kelompok Tani Peduli Api
 FSC-FM              Forest Stewardship Council Forest Management
                                                                           LEAP           Locate, Evaluate, Assess, dan Prepare
 GBC                 Greenship Building Council
                                                                                          Standar Internasional Bangunan Hijau
                                                                           LEED
 GCG                 Tata Kelola Perusahaan yang Baik                                     (green building)

 GGL                 Green Gold Label                                      LKS Bipartit   Lembaga Kerjasama Bipartit



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                        149                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 152
   Akronim                                Kepanjangan                               Akronim                       Kepanjangan
 LMS                 Learning Management System                                 QCP           Proyek Pengendalian Mutu

 LRP                 Program Pemulihan Mata Pencaharian                         RaCP          Prosedur Remediasi dan Kompensasi

 LSM                 Lembaga Swadaya Masyarakat                                 RCP           Jalur Konsentrasi Perwakilan

 LTDS                Tangki Pemisah Sedimen Ringan                              RSPO          Roundtable on Sustainable Palm Oil

 LUC                 Alih Fungsi Lahan                                          RTE           Spesies Langka, Terancam, dan hampir Punah

 MCU                 Pemeriksaan Kesehatan                                      RUPS          Rapat Umum Pemegang Saham

 MDP                 Mandor Development Program                                 S&P           Standard & Poor’s

 MRV                 Pengukuran, Pelaporan, dan Verifikasi                      SAB           Dewan Penasihat Keberlanjutan

 NA                  Tidak Tersedia                                             SADARI        Sosialisasi Pemeriksaan Payudara Sendiri

 NDA                 Perjanjian Kerahasiaan                                     SAPRODI       Sarana Produksi Pertanian

 NDC                 Kontribusi yang Ditentukan secara Nasional                 SASB          Sustainability Accounting Standards Board

 NDPE                Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, Tanpa Eksploitasi         SBU           Unit Bisnis Strategis (UBS)

 NKT                 Nilai Konservasi Tinggi                                    SDGs          Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)

 NPP                 Prosedur Penanaman Baru                                    SDM           Sumber Daya Manusia

 ODS                 Bahan Perusak Ozon (BPO)                                   SEF           Forum Pelibatan Pemangku Kepentingan

 P2K3                Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja            SEP           Rencana Pelibatan Pemangku Kepentingan
                     Kemitraan untuk Aksi Penanggulangan Pekerja                SIA           Penilaian Dampak Sosial
 PAACLA
                     Anak di Sektor Pertanian
                     Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal                      SINTAS        Save Indonesian Nature & Threatened Species
 PADIATAPA
                     Tanpa Paksaan
                                                                                SMDP          Senior Management Development Program
 PBB                 Persatuan Bangsa-Bangsa
                                                                                              Sistem Manajemen Keselamatan dan
                                                                                SMK3
                     Programme for the Endorsement                                            Kesehatan Kerja
 PEFC
                     of Forest Certification
                                                                                SPKS          Serikat Petani Kelapa Sawit
 PHT                 Pengendalian Hama Terpadu
                                                                                SPOTT         Sustainability Policy Transparency Toolkit
 PISA                Persatuan Istri Staf Agro
                                                                                              Sustainable and Responsible Investment -
                                                                                SRI-KEHATI
 PKB                 Perjanjian Kerja Bersama                                                 Keanekaragaman Hayati Indonesia
                                                                                SROI          Pengembalian Investasi Sosial
 PKO                 Minyak Inti Sawit
                                                                                SS            Suggestion System
 PKS                 Pabrik Kelapa Sawit
                                                                                SVLK          Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian
 PLTS                Pembangkit Listrik Tenaga Surya
                                                                                t             Metrik Ton
 PMS                 Sistem Manajemen Kinerja
                                                                                TBM           Tanaman Belum Menghasilkan
 PMT                 Pemberian Makanan Tambahan
                                                                                TBS           Tandan Buah Segar
 POJK                Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
                                                                                TCFD          Task Force on Climate-related Financial Disclosures
 POKJA               Kelompok Kerja
                                                                                tCO2e         Ton Setara Karbon Dioksida
 POME                Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS)
                     Penanggung jawab Operasional Pengolahan                    TJSL          Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
 POPA
                     Air Limbah
                                                                                TKMPN         Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional
 PPPA                Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air
                                                                                TKTD          Tim Kesiapan Tanggap Darurat
                     Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan
 PROPER                                                                         TNFD          Task Force on Nature-related Financial Disclosures
                     dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
 PT                  Perseroan Terbatas                                         TPA           Tempat Pengasuhan Anak

 QCC                 Gugus Kendali Mutu                                         TPST          Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu



PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                             150                                                    Laporan Keberlanjutan 2025
Page 153
   Akronim                             Kepanjangan                        Akronim                     Kepanjangan
 TTM                 Ketertelusuran sampai ke Pabrik Kelapa Sawit         WP        Wood Panel
 TTP                 Ketertelusuran hingga ke Perkebunan                  WRI       Yayasan Institut Sumber Daya Dunia
 UMKM                Usaha Kecil Mikro Menengah
                                                                          WWTP      Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
                     Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan
 UNGP                                                                     ZSL       Perhimpunan Zoologi London
                     Hak Asasi Manusia




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                       151                                              Laporan Keberlanjutan 2025
Page 154
                                Lembar
                                Umpan Balik




PT Dharma Satya Nusantara Tbk           152   Laporan Keberlanjutan 2025
Page 155
         Lembar Umpan Balik                                      [G.3]


Terima Kasih atas perhatian Bapak/Ibu terhadap Laporan Keberlanjutan tahun 2025 kami.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Kami berharap Bapak/Ibu dapat memberikan saran, masukan, dan kritik melalui formulir
berikut. Umpan balik dapat dikirimkan kepada Kami melalui email atau pos ke alamat yang telah kami cantumkan.

       No.                                                 Pertanyaan                                         Ya               Tidak
        1            Laporan ini memberi informasi yang bermanfaat.                                           []                  []

        2            Laporan ini mudah dimengerti.                                                            []                  []

        3            Laporan ini telah mendorong saudara untuk berkontribusi dalam keberlanjutan.             []                  []

                                                                                                                   Skala 1 - 10

        4            Kinerja Ekonomi                                                                       □□□□□□□□□□

        5            Kinerja Sosial                                                                        □□□□□□□□□□

        6            Kinerja Lingkungan                                                                    □□□□□□□□□□

                                                                                                                      Essai

        7            Materi apa yang dirasa perlu ditambahkan?

        8            Kontribusi apa yang dirasa perlu ditingkatkan Perseroan?

        9            Saran dan masukan lain



                                                           Profil Pemangku Kepentingan
                                      Jabatan                                                       Jawaban
 Pemegang Saham/Investor                                                                              []

 Karyawan                                                                                             []

 Konsumen                                                                                             []

 Masyarakat                                                                                           []

 Pemerintah                                                                                           []

 Mitra Bisnis                                                                                         []

 Media                                                                                                []

 LSM                                                                                                  []
 Lain-lain                                                                                            []

                                                                   Data Pribadi
 Jenis Kelamin
 Usia

 Pekerjaan
 Pendidikan Terakhir

Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu untuk meluangkan waktu dalam mengisi lembar umpan balik ini.
Mohon agar formulir ini dapat dikirim kepada kami, pada alamat berikut:

    PT Dharma Satya Nusantara Tbk
    GRHA DSN
                                                                         Telepon                              Email
          Jl. Pulo Ayang Kav. OR3 Kawasan Industri Pulo Gadung           +62 21 4618135                       corsec@dsngroup.co.id
          Kel. Jatinegara, Kecamatan Cakung,                             Faksimile                            Situs Web
          Jakarta Timur 13930                                            +62 21 4606942                       www.dsn.co.id




PT Dharma Satya Nusantara Tbk                                               153                                         Laporan Keberlanjutan 2025
Page 156
                                Pernyataan Verifikasi
                                Independen




PT Dharma Satya Nusantara Tbk             154           Laporan Keberlanjutan 2025
Page 157
INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
Control Union (Malaysia) Sdn Bhd (hereinafter referred to as “Control Union”) was commissioned by PT
Dharma Satya Nusantara Tbk. (hereinafter referred to as “DSN”) to undertake an independent assurance
of Sustainability Statement 2026 for the reporting period 2025.

DSN is responsible for the collection, analysis, and preparation of the information in the Sustainability
Statement. Control Union was not involved in the preparation of any material included in the statement,
except for issuing this Independent Assurance Statement.

Control Union's responsibility is to verify and provide assurance concerning the information included in
the Sustainability Statement within the assurance scope mentioned below, with the purpose of
informing all Interested Parties. Control Union’s assurance engagement is based on the verification that
all data and information provided is reliable and in good faith.

Scope of Assurance
The assurance was planned and performed for the applicable sustainability performance disclosures in line
with disclosures which have been prepared in accordance with the requirements of the Global Reporting
Initiative Standards, including GRI 1 : Foundation, GRI 2 : General Disclosures, GRI 3 : Material Topics, and
the applicable GRI Topic Standards, as well as sector-specific guidance under GRI 13 Agriculture,
Aquaculture and Fishing Sectors 2022, relevant transparency indicators from SPOTT, Internal sustainability
reporting methodologies and policies established by PT Dharma Satya Nusantara Tbk. The scope of our
assurance covered selected key sustainability indicators, including:

 Environmental           •    Greenhouse Gas (GHG) emissions (Scope 1 and Scope 2 where applicable)
 Indicators              •    Water withdrawal and consumption
 (SPOTT 302, 303         •    Waste generation and waste management practices
 305, 306)
 Social Indicators       •    Occupational health and safety performance
                         •    Decent living wage initiatives and disclosures relating to employee
 (SPOTT 403, 405)
                              remuneration and welfare
 Traceability            •    Traceability to Plantation (TTP) performance, including the verification of
 Verification                 traceability coverage for Fresh Fruit Bunch (FFB) supply chains where data
                              and documentation were made available.
                         •    The verification procedures included review of traceability systems,
                              supplier documentation, and sampling of supporting records to assess the
                              accuracy of the reported traceability information.
 Development and         •    KPI 2: Number of farmers receiving support for FSC certification in
 Impact KPIs                  collaboration with Rainforest Alliance
                         •    KPI 3: Number of farmers receiving extension services, including capacity
                              building and training programs
                         •    KPI 4: Water conservation initiatives and related performance metrics


Responsibility
The disclosures prepared in accordance with the Global Reporting Initiative Standards, including
governance of sustainability matters, scope of the sustainability report, materiality assessment process,
management approach, performance targets, and reported sustainability performance data, have been
reviewed and verified for completeness and consistency with the stated reporting framework under the
GRI Standards.
                                                    P a g e 1 | 2 OF INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
Page 158
Methodology
Based on our verification process, the assurance methodology for DSN’s Sustainability Report included
reviewing the text of the statement (pre-assurance research), examining internal and external
documentary evidence, and collecting data at the company, subsidiary, and corporate office levels. This
also involved reviewing sample data and selecting internal performance documents, with a specific focus
on the GRI Indicators in accordance with the provisions of the Indonesia Stock Exchange (IDX)

Our methodology was conducted in accordance with the requirements of ISAE 3000. A limited assurance
engagement involves performing procedures to obtain sufficient appropriate evidence to support a
conclusion expressed in negative form. The procedures performed vary in nature and timing and are less
in extent than for a reasonable assurance engagement.

This Sustainability Statement discloses DSN’s strategies, performance and forward-looking targets in
managing material environmental and social matters, enhancing employee well-being, strengthening
ethical governance and supporting long-term sustainable value creation for stakeholders.

Reporting Criteria and Level of Assurance
The level of Assurance is used to determine the extent of procedures that an assurance provider uses
to identify if there are material errors, omissions or misstatements. The independent verification
process is designed and conducted in line with the requirements of ISAE 3000, Limited Assurance
engagement. The qualified verifiers have also evaluated the adequacy and consistency of the
Sustainability Report against the requirements of the Financial Services Authority (OJK) and Indonesia
Stock Exchange (IDX) sustainability disclosure expectations and the reporting framework adopted by
the Company, including the Global Reporting Initiative Standards and sector guidance under GRI 13:
Agriculture, Aquaculture and Fishing Sectors 2022.

Independence and Quality Control
Control Union is an accredited Certifications and Assurance body operating in more than 80 countries.
These accreditations and recognitions include the need to maintain a comprehensive system of quality
control including documented policies and procedures on compliance to ethical and legal requirements
as well as objectivity throughout our operations. The verifiers performing the data check were selected
appropriately based on our internal qualifications’ requirements, training and experience. It is also
reviewed by management to ensure that the applied approach and assurance are strictly followed and
operated transparently.

Conclusion
Based on our limited assurance engagement process, nothing has come to our attention that causes us
to believe that the scope (subject matter) as detailed above and presented in the Sustainability
Statement is not presented fairly in accordance with the criteria. Hence, our work confirms that the
information included in the Sustainability Statement is reliable, objective and is presented clearly.

 For and on behalf of Control Union (Malaysia) Sdn Bhd,

 Signed: Ebnu Holdoon Shawal




 Date : 16th March 2026
 Lead Verifier



                                                   P a g e 2 | 2 OF INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
Page 159
                        Jl. Pulo Ayang Kav. OR3
                        Kawasan Industri Pulo Gadung
                        Kelurahan Jatinegara,
                        Kecamatan Cakung,

Growing with Nature.    Jakarta Timur 13930


Together with People.   Telepon
                        +62 21 4618135

                        Faksimile
                        +62 21 4606942

                        Email
                        corsec@dsngroup.co.id

                        Situs Web
                        www.dsn.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size11.62 MB
Published24 Apr 2026
Pages159
Characters606,584
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Dharma Satya Nusantara Tbk p.2 ×352
linked person Andrianto Oetomo p.4 ×3
linked org Asian Development Bank p.4 ×4
linked org Pemerintah Provinsi p.14 ×3
linked org Krishna Kapital p.18
linked org PT Tri Nur Cakrawala p.18
linked person Arianto Oetomo p.18
linked org International Finance p.95
linked org Mandiri Sejahtera. p.98
linked org Bank Mandiri. p.129
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Bursa Efek Indonesia p.18
possible org PT Triputra Investindo Arya p.18
possible org International · Anggota p.20 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.39
unresolved org Dharma SatyaNusantara NusantaraTbk Tbk p.3 ×2
unresolved org Koperasi Binaan Dana CSR p.12
unresolved org Koperasi Binaan CSR-Unit p.13
unresolved org Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur p.14
unresolved org PT Swakarsa Sinar Sentosa Site Muara Wahau Gubernur p.14
unresolved org Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Pengelolaan POME p.15
unresolved org PT KPAS p.15
unresolved org PT BPN p.15 ×14
unresolved org PT GUN p.15 ×3
unresolved org PT SWA Unit PKS p.15
unresolved org PT KPAS Unit PKS p.15
unresolved org PT BAS Unit PKS p.15
unresolved org PT DIN Unit PKS p.15
unresolved org Menteri Ketenagakerjaan p.16
unresolved org PT Krishna Kapital Investama p.18
unresolved org PT SWA p.21 ×3
unresolved org PT KPS p.21
unresolved org PT DIL p.21
unresolved org PT DIN p.21
unresolved org PT BAS p.21
unresolved org PT DWT p.21 ×2
unresolved org PT PSA p.21
unresolved org PT MNS Mahakam Ulu p.21
unresolved org PT PUL p.21
unresolved org PT PWP p.21
unresolved org PT Dharma Sumber Energi p.21
unresolved org PT Tanjung Kreasi Parquet Industry p.21
unresolved org PT Biomassa Lestari Nusantara p.21
unresolved org Koperasi Swadaya p.32 ×8
unresolved org PT Gemilang p.35
unresolved org PT Swakarsa p.35
unresolved org PT DSN Site Muara Wahau p.35
unresolved org PT TKPI p.36
unresolved org PT Panyindangan p.36
unresolved org CU Mitra Mandiri p.38
unresolved — CU Blom Bea Ling p.38
unresolved — CU Satu Hati p.38
unresolved — CU Padulangan Bersatu p.38
unresolved org Koperasi Eksternal p.45
unresolved org Koperasi p.46
unresolved org PT Agro Andalan p.47 ×2
unresolved org SMART Tbk. p.47 ×4
unresolved org PT Pilar Wanapersada p.47
unresolved org Koperasi Pembentukan p.47
unresolved org PT Bima Palma Nugraha p.47
unresolved org Koperasi Sumber Rejeki p.48
unresolved org Koperasi Sawit Usaha Tani Sejahtera p.48
unresolved org Koperasi Karya Indah p.48
unresolved org Koperasi Makarti p.48
unresolved org Koperasi Usaha Tani Sejahtera. Rantai Pasok p.48
unresolved org PT Mitra Nusa Sarana p.56
unresolved org PT MNS p.56
unresolved org PT MNS. Kesepakatan p.56
unresolved org PT Bima p.57
unresolved org PT BPN. Selain p.61
unresolved org Kementerian Kehutanan dan MODAPS NASA p.62
unresolved org PT Swakarsa Sinarsentosa p.68 ×2
unresolved org PT BLN p.77 ×2
unresolved org Ramboll Pte Ltd p.94
unresolved org U.S. Corporation p.95
unresolved org Koperasi Binaan CSR p.98
unresolved org PT Upoyo Lingkungan p.98
unresolved org Departemen Sustainability dan Komite ESG p.128
unresolved org PT Dharma Sawit Nusantara p.128
unresolved org Koperasi Desa Setawar p.129
unresolved org Bank BCA p.129
unresolved org Bank Mandiri. Hingga p.129

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 3

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result