Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 159
Page 1
Laporan
Keberlanjutan
2025
Page 2
Daftar Isi
01 Tentang Laporan Keberlanjutan 95 Pilar Masyarakat
97 Hak Asasi Manusia dan Praktik Ketenagakerjaan
02 Sekilas Dari Direksi 98 Tinjauan Karyawan
102 Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
04 Surat Terbuka DSNG 103 Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan
105 Hak Asasi Manusia dan Standar Kerja
07 Capaian dan Kinerja Keberlanjutan 107 Keberagaman dan Inklusi
12 Penghargaan 109 Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
14 Peringkat ESG 115 Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk
14 Sertifikasi 116 Pengembangan Masyarakat
123 Hak Masyarakat Adat
15 Tentang DSNG 124 Uji Tuntas Hak Asasi Manusia
16 Profil Perusahaan
16 Wilayah Operasional 125 Tata Kelola Keberlanjutan
17 Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan 126 Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
18 Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan Organisasi 128 Pelibatan Pemangku Kepentingan
132 Sistem Pelaporan Pengaduan
24 Strategi Keberlanjutan
134 Etika Bisnis dan Kepatuhan
24 Visi dan Strategi Keberlanjutan Perusahaan
25 Topik Material 136 Indeks GRI
26 Pertimbangan Topik Material
30 Pencapaian Keberlanjutan dan Kontribusi DSNG 142 Indeks POJK 51
Bagi Target Pembangunan Berkelanjutan
33 Budaya Inovasi Berkelanjutan
145 Indeks SASB
35 Kontribusi terhadap Kemakmuran Bersama
38 Pilar Hutan 148 Akronim dan Singkatan
40 Pengelolaan Rantai Pasok
50 Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Konservasi 152 Lembar Umpan Balik
58 Penanaman Pohon dan Rehabilitasi Area Konservasi
59 Pencegahan dan Pengelolaan Kebakaran 154 Pernyataan Verifikasi Independen
62 Perlindungan Daerah Aliran Sungai dan Kualitas Air
65 Pengendalian Hama Terpadu
67 Pilar Iklim
70 Rencana Aksi Iklim
71 Perubahan Iklim
76 Pengelolaan Emisi GRK
79 Pengelolaan Energi
83 Pengelolaan Air
86 Pengelolaan Limbah
92 Program Pelatihan Efisiensi bagi Karyawan
92 Biaya Lingkungan
92 PROPER Lingkungan dan Kepatuhan
93 Kinerja GRHA DSN dalam Pemenuhan Green Building
94 Penerapan Program 5R + Keselamatan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Page 3
Tentang Laporan Keberlanjutan
Cakupan Laporan [GRI 2-2, 2-3, 2-4]
Laporan Keberlanjutan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tahun 2025
disusun sebagai publikasi tahunan yang memaparkan strategi, inisiatif, dan
kinerja keberlanjutan Perseroan, termasuk seluruh entitas anak dalam Unit Hingga akhir tahun 2025, terdapat
Bisnis Kelapa Sawit, Produk Kayu, dan Energi Terbarukan di Indonesia. Laporan beberapa pembaharuan dan
ini mencakup periode pelaporan kinerja keberlanjutan Perseroan dan anak penyesuaian atas informasi yang
perusahaannya, dalam periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 yang disajikan dalam laporan sebelumnya,
termasuk perubahan status legal atas
selaras dengan Laporan Keuangan Terkonsolidasi Perseroan dan merupakan
area yang dikelola serta penyesuaian
bagian dari Laporan Tahunan DSNG 2025, kecuali disebutkan lain. Seluruh data terkait pengelolaan energi, air,
informasi dalam laporan telah ditinjau oleh Chief Sustainability Officer (CSO) limbah, dan emisi agar lebih akurat
untuk memastikan akurasi dan konsistensi dengan kebijakan serta prinsip dan selaras dengan kondisi terkini.
keberlanjutan perusahaan.
Pedoman dan Standar Pelaporan
Laporan ini disusun dengan mengacu pada:
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51 Task Force on Climate-related Financial
POJK.03/2017 tentang Penerapan Disclosures (TCFD)
Keuangan Berkelanjutan
Asesmen Sustainability Policy Transparency Toolkit
Global Reporting Initiative (GRI) dengan kesesuaian: ‘in (SPOTT) Sektor Kelapa Sawit
accordance with the GRI Standards’ dan GRI 13, Agriculture,
Sustainability Accounting Standards Board (SASB)
Aquaculture and Fishing Sectors 2022, mengikuti prinsip-
prinsip pelaporan GRI Standards International Sustainability Standards Board (ISSB)
Penjaminan Eksternal [POJK G.1] [GRI 2-5, 2-14] Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
Seluruh data dan informasi dalam Laporan Keberlanjutan
Keberlanjutan Tahun Sebelumnya [POJK G.3, GRI 2-3]
2025 telah melalui proses verifikasi yang bertujuan untuk DSNG menghargai keterlibatan pemangku kepentingan
memastikan ketepatan dan keandalannya. Verifikasi internal dalam proses pelaporan keberlanjutan. Pada periode
dilakukan oleh tim keberlanjutan dan telah mendapat pelaporan, tidak terdapat umpan balik yang diterima atas
persetujuan Direksi. DSNG juga melibatkan Control Union Laporan Keberlanjutan tahun sebelumnya. Sehubungan
sebagai pihak independen, yang memberikan jaminan dengan hal tersebut, pada Laporan Keberlanjutan 2025
terbatas menggunakan standard ISAE 3000, atas data yang berikut tidak memuat tindakan ataupun respon atas
diungkapkan dalam laporan ini sesuai dengan standar masukan dari periode pelaporan sebelumnya.
GRI. Pernyataan resmi hasil penjaminan dapat dilihat pada
Laporan Keberlanjutan DSNG Tahun 2024
halaman 154.
Kontak Pelaporan [GRI 2-3]
Teguh Triono Email
sustainability@dsngroup.co.id
Management System & Sustainability
Engagement Division Head Situs Web
www.dsn.co.id
GRHA DSN
Telepon
Jl. Pulo Ayang Kav. OR3 Kawasan Industri Pulo Gadung
+62 21 4618135
Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung
Jakarta Timur 13930, Indonesia Faksimile
+62 21 4606942
DharmaSatya
PT Dharma SatyaNusantara
NusantaraTbk
Tbk 1 Laporan
LaporanKeberlanjutan
Keberlanjutan 2025
2025
Page 4
Sekilas Dari Direksi [POJK D.1] [GRI 2-22]
Tahun ini, kawasan regional dan Indonesia menghadapi
tantangan lingkungan yang semakin serius, mulai dari banjir
besar di Sumatera dan cuaca ekstrem yang kian tidak Sejak berdiri, DSNG tumbuh dan dibentuk oleh
menentu yang berdampak pada kehidupan, ekosistem, dan alam. Pada awalnya kami bergerak di bidang
mata pencaharian masyarakat. Kami kembali menegaskan usaha pengolahan kayu dengan komitmen
komitmen untuk memperkuat peran sebagai industri terhadap kelestarian hutan, kesejahteraan
berbasis alam yang tidak hanya berupaya meminimalkan masyarakat, keunggulan operasional, serta
dampak, tetapi juga secara proaktif menciptakan nilai net- penggunaan sumber daya secara bijak. Seiring
positif bagi masyarakat dan lingkungan. berkembangnya DSNG menjadi perusahaan
berbasis alam yang terdiversifikasi, nilai-nilai
Berpedoman pada pilar keberlanjutan–hutan, iklim, dan
tersebut tetap menjadi pedoman dalam menjaga
masyarakat–kami berkomitmen untuk menurunkan total
ekosistem, memberdayakan masyarakat, dan
emisi sebesar 44% pada tahun 2030 dengan memperkuat
investasi energi terbarukan, inovasi waste-to-value, serta
menciptakan nilai berkelanjutan di seluruh lini
secara aktif melindungi dan memperkaya bisnis. Hingga kini, DSNG berdiri di atas kekuatan
keanekaragaman hayati. sejarah dan nilai-nilai tersebut.
Saat menyajikan Laporan Keberlanjutan 2025 ini, saya Andrianto Oetomo
menyampaikan kebanggaan atas sejumlah capaian Direktur Utama
penting yang telah kami raih hingga saat ini. DSNG berhasil
menempati peringkat ke-5 secara global dalam penilaian
ESG SPOTT—peringkat tertinggi yang pernah kami capai—
yang mencerminkan komitmen kami yang konsisten
terhadap transparansi dan praktik usaha yang bertanggung
jawab. Kami juga merasa terhormat menerima RSPO
Conservation Leadership Award 2025, sebuah pengakuan
atas dedikasi jangka panjang kami dalam konservasi
keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem, serta kemitraan
untuk menjaga keberlanjutan bentang alam.
Sepanjang tahun ini, dampak kegiatan kami di lapangan
menunjukkan kemajuan yang signifikan. Kolaborasi kami
dengan Rainforest Alliance di Jawa Tengah, yang
didanai oleh Asian Development Bank, menjadi salah
satu capaian penting. Program ini menjangkau hingga
4.000 petani dalam rantai pasok kayu kami di lanskap
agroforestri melalui penerapan agroforestri tangguh iklim,
peningkatan literasi keuangan, dan praktik agronomi yang
lebih berkelanjutan. Upaya ini memperkuat ketahanan petani
kecil dan menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam
keberhasilan keberlanjutan.
Di wilayah Kalimantan, kami melanjutkan upaya untuk
menghubungkan habitat yang terfragmentasi di dalam
kawasan konservasi kami melalui pembangunan jembatan
satwa liar serta penanaman spesies asli di sepanjang koridor
keanekaragaman hayati. Di luar wilayah konsesi, kami bekerja
secara aktif bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam
(BKSDA) dan organisasi masyarakat sipil dalam upaya
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 2 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 5
penyelamatan satwa liar, sekaligus mendukung kolaborasi Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial (Environmental
bentang alam yang lebih luas di Lanskap Keraitan and Social Management System/ESMS) kami memberikan
dengan melibatkan pemangku kepentingan sekitar untuk pengawasan yang kuat untuk memastikan setiap investasi
mendorong keterhubungan ekologis dan terciptanya habitat selaras dengan standar perlindungan ESG yang ketat.
yang aman bagi satwa liar.
Dalam berbagai dialog dengan pemangku kepentingan di
Kami menyadari bahwa banyak pembelajaran yang dapat Eropa dua tahun lalu, isu European Union Deforestation
diperoleh dari mitra masyarakat sipil, khususnya mereka Regulation (EUDR) menjadi perhatian utama. Dengan
yang memiliki keahlian mendalam dalam pemantauan berbagai pertimbangan, Pemerintah EU memutuskan
keanekaragaman hayati. Tahun ini, kami mulai bekerja untuk menunda implementasinya selama satu tahun
sama dengan SINTAS yang merupakan mitra dari sebagai langkah yang konstruktif, memberikan ruang untuk
Zoological Society of London (ZSL), untuk memperkuat peningkatan kesiapan, penguatan sistem ketertelusuran, serta
metode pemantauan keanekaragaman hayati kami serta kolaborasi yang lebih inklusif dalam melindungi hutan dan
mempersiapkan pelaporan terkait ketergantungan terhadap keberlanjutan mata pencaharian. Sejalan dengan hal tersebut,
n
alam sesuai dengan kerangka Taskforce on Nature-related DSNG telah mencatat kemajuan penting dalam upaya bebas
Financial Disclosures (TNFD). deforestasi dan ketertelusuran hingga ke tingkat perkebunan,
dengan capaian 100% untuk kayu dan lebih dari 97% untuk
Program sosial kami juga mengalami penguatan baik buah sawit hingga saat ini.
dari sisi cakupan maupun dampak. Dari berbagai inisiatif
yang kami jalankan, salah satu yang paling bermakna Kami terus menciptakan nilai berkelanjutan pada tahun
sekaligus menjadi kebanggaan besar adalah upaya kami 2025 dengan memperkuat inisiatif sirkularitas dan energi
dalam menghapus angka putus sekolah anak-anak di terbarukan. Melalui kemitraan strategis, kami mendorong
wilayah operasional Kalimantan Timur, tempat kami memiliki pemanfaatan limbah pertanian menjadi material biomassa,
jumlah tenaga kerja dan keterlibatan masyarakat terbesar. sehingga produk samping dapat diolah menjadi solusi
Setelah memperkuat upaya tersebut sejak tahun lalu melalui rendah karbon yang bernilai tambah. Inisiatif ini termasuk
kolaborasi dengan sekolah, kemitraan dengan komite gender, pengembangan pelet kayu dari limbah kayu di
pendekatan kepada orang tua, serta dukungan yang terarah, Jawa Tengah, pemanfaatan cangkang inti sawit dari
kami dengan bangga melaporkan bahwa hingga triwulan operasional kami, serta pengolahan residu kayu menjadi
ketiga tahun 2025, angka putus sekolah telah berhasil alas ternak.
ditekan hingga nol.
Seluruh capaian tersebut mencerminkan konsistensi
Pencapaian ini memiliki makna yang sangat mendalam. Di perjalanan kami sebagai perusahaan berbasis alam, dengan
wilayah pedesaan, putus sekolah sejak dini membawa risiko keyakinan bahwa keberhasilan Perseroan sejalan dengan
jangka panjang, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.
meningkatnya kerentanan terhadap pekerja di bawah umur,
hingga dalam beberapa kasus paparan terhadap aktivitas
kriminal. Dengan memastikan setiap anak tetap bersekolah,
kami berkontribusi dalam mendorong kesetaraan pendidikan, Dalam perjalanan kami ke depan, saya berterima
n
memutus potensi siklus kerentanan, serta membangun masa kasih atas kepercayaan, kolaborasi, dan arahan
depan yang lebih baik bagi ribuan keluarga. konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan.
Di tengah tantangan yang semakin kompleks dan
Keuangan Berkelanjutan terus menjadi landasan berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan, kami
yang menopang arah strategi kami. Dengan dukungan tetap berkomitmen untuk menjalankan perjalanan
berkelanjutan dari &Green, Asian Development Bank, serta ini dengan kerendahan hati, ketangguhan, serta
lembaga keuangan domestik, kami mampu menyalurkan semangat perbaikan yang berkelanjutan.
modal jangka panjang untuk mendukung pengelolaan
Salam hormat
lingkungan, ketahanan operasional, dan kesejahteraan
masyarakat. Saya dengan bangga menyampaikan bahwa
Andrianto Oetomo
sekitar 28% dari total pembiayaan kami kini telah
Direktur Utama
terhubung dengan prinsip keberlanjutan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 3 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 6
Surat Terbuka DSNG
menjadi bagian inti dari pengelolaan risiko perusahaan,
penciptaan nilai jangka panjang serta ketahanan
organisasi. Faktor-faktor ini semakin membentuk arah
strategi, keputusan investasi, dan tata kelola perusahaan.
Refleksi Tahun 2025: Fokus Utama SAB
Risiko Keanekaragaman Hayati dan Lanskap
Kami memberikan perhatian khusus pada kehidupan
satwa liar, terutama konservasi orang utan di lanskap
yang terdampak oleh aktivitas pihak ketiga. Pembahasan
menekankan pentingnya tata kelola, koordinasi lintas
pemangku kepentingan, serta pengelolaan risiko reputasi.
Ini mencerminkan bahwa risiko keanekaragaman hayati
semakin dipandang sebagai faktor kunci dalam menjaga
izin beroperasi dan kepercayaan publik.
Implementasi NDPE dan Pembinaan Rantai Pasok
Kami memantau kemajuan penerapan komitmen NDPE
dan ketertelusuran rantai pasok, sembari mencermati
tantangan struktural yang terkait dengan pemasok
Datuk Darrel Webber
eksternal, agen, dan legalitas lahan. Diskusi difokuskan
Ketua Dewan Penasihat Keberlanjutan
tidak hanya pada capaian indikator utama, tetapi juga
pada pengelolaan risiko residual dan upaya menjaga
kredibilitas di tengah kompleksitas yang meningkat.
Para Pemangku Kepentingan
yang Terhormat, Adaptasi Iklim dan Ketahanan Operasional
Sepanjang tahun, SAB meninjau berbagai inisiatif terkait
Sebagai Ketua Dewan Penasihat Keberlanjutan iklim, termasuk program kesehatan tanah, pendekatan
(Sustainability Advisory Board/ SAB), dengan hormat saya replanting berbasis tree island, upaya pengurangan emisi,
menyampaikan refleksi singkat atas peran dan fokus Dewan serta pilot projects bersama mitra eksternal. Diskusi ini
termasuk peran saya, sepanjang tahun 2025. menunjukkan adanya kemajuan teknis yang berarti,
sekaligus menegaskan pentingnya menerjemahkan
SAB dibentuk untuk memberikan pandangan independen berbagai inisiatif tersebut ke dalam pemahaman risiko
dan berorientasi ke depan terkait risiko dan peluang iklim di tingkat perusahaan dan ketahanan
keberlanjutan yang material bagi ketahanan jangka panjang jangka panjang.
DSN Group (DSNG). Peran kami berada pada ranah tata
kelola, dengan memastikan bahwa isu keberlanjutan Regulasi dan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia (HRDD)
dipertimbangkan secara strategis dalam pengambilan Kami mengikuti perkembangan regulasi dan ekspektasi
keputusan bisnis, bukan sekadar sebagai agenda tambahan. terkait Human Rights Due Diligence (HRDD), dengan
pemahaman bahwa kepatuhan prosedural perlu
Seiring meningkatnya dampak perubahan iklim, dinamika dilengkapi dengan pendekatan yang adaptif terhadap
regulasi, dan ekspektasi pemangku kepentingan, SAB perubahan kebijakan dan tuntutan
berpandangan bahwa isu iklim dan keberlanjutan kini pemangku kepentingan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 4 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 7
Refleksi dari Lapangan Pengamatan kedua mengingatkan bahwa meskipun
perusahaan berupaya menerapkan perlakuan yang
Pada tahun 2025, saya melakukan kunjungan ke beberapa setara bagi seluruh karyawan, hal tersebut tidak selalu
lokasi operasional. Setiap unit operasional di lokasi yang memungkinkan maupun tepat. Di Kalimantan Barat,
berbeda memberikan pembelajaran yang berbeda, dan meskipun berada di wilayah dengan kepadatan penduduk
kunjungan saya ke Kalimantan Barat memberikan banyak relatif tinggi, operasional masih menghadapi tantangan
wawasan penting. dalam perekrutan dan retensi tenaga kerja lokal, termasuk
dalam hal kedisiplinan kehadiran dan jam kerja tetap.
Berdasarkan pengalaman saya di Borneo Utara Malaysia,
Kalimantan, Amerika Latin, dan berbagai wilayah lainnya,
saya kerap mengamati bahwa tantangan yang dihadapi
masyarakat menunjukkan pola yang serupa, terlepas dari
lokasi geografis. Baik petani Dayak di Borneo maupun
petani kecil di Amazon, permasalahan pembangunan
yang dihadapi cenderung berulang dan memiliki
Dua pengamatan utama yang menonjol. karakteristik yang sama.
Pertama, komitmen DSNG dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah Pemahaman ini semakin menegaskan sebuah kesadaran
operasionalnya terlihat nyata. Dampak positif dapat penting, bahwa masyarakat bergerak melalui tahapan-
diamati secara langsung, dan beberapa inisiatif tahapan besar pembangunan, namun tidak pada
menunjukkan potensi untuk dikembangkan lebih luas. waktu yang bersamaan. Tahapan ini bukan merupakan
Salah satu program yang meninggalkan kesan kuat adalah penilaian baik atau buruk. Ia semata-mata mencerminkan
dukungan terhadap produksi telur ayam oleh masyarakat. bagaimana peradaban manusia berkembang sepanjang
Program ini memiliki dasar ekonomi yang jelas, dirancang rentang waktu yang panjang.
secara inklusif, dan melibatkan secara aktif partisipasi
penyandang disabilitas. Kesederhanaan, martabat, dan Banyak masyarakat di Eropa dan sebagian Asia telah
potensi replikasinya menjadikan program ini menonjol di mengalami 2.000 hingga 4.000 tahun perkembangan
antara berbagai inisiatif lainnya. berkelanjutan dalam bidang pertanian, perdagangan,
dan sistem keuangan. Sebaliknya, banyak komunitas
adat di Kalimantan baru memiliki kurang dari satu abad
pengalaman interaksi yang sistematis dengan ekonomi
berbasis uang, sistem kepemilikan formal, maupun
pertanian menetap. Perbedaan ini bukan soal kapasitas
atau kecerdasan, melainkan soal waktu.
Membandingkan komunitas yang baru memiliki satu
abad pengalaman dengan masyarakat yang telah
mengakumulasi pengalaman selama ribuan tahun
merupakan perbandingan yang pada dasarnya tidak adil.
Mengapa inisiatif-inisiatif ini penting? Masyarakat yang lebih dahulu mengalami industrialisasi
Operasional perusahaan bersinggungan langsung bukanlah lebih unggul, mereka hanya memulai perjalanan
dengan kehidupan puluhan ribu orang yang tinggal tersebut lebih awal. Oleh karena itu, pembangunan
di sekitar lanskap operasional. Memastikan bahwa berkelanjutan perlu berfokus pada upaya mendampingi
interaksi ini memberikan dampak positif, bukan komunitas melalui proses perjalanan ini secara efisien dan
sebaliknya, merupakan langkah yang bijak dan sehumanis mungkin, dengan memungkinkan mereka
bertanggung jawab. Dalam jangka panjang, hal ini belajar dari pengalaman pihak lain, alih-alih mengulangi
menciptakan situasi saling menguntungkan yang kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari. Bagi saya,
memungkinkan masyarakat dan bisnis tumbuh inilah esensi dari sebuah just transition.
berdampingan dalam stabilitas dan kepercayaan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 5 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 8
DSNG semakin menyadari bahwa operasional di Oleh karena itu, SAB akan mendorong perumusan yang
Kalimantan Barat memerlukan perhatian dan pendekatan lebih jelas mengenai bagaimana risiko-risiko tersebut
khusus agar solusi yang diterapkan dapat disesuaikan diidentifikasi, diprioritaskan, dan dikelola bersama dengan
dengan karakteristik dan kebutuhan setempat. risiko bisnis material lainnya, serta bagaimana risiko
Pengelolaan sumber daya manusia serta hubungan tersebut menjadi pertimbangan dalam perencanaan
dengan masyarakat dalam konteks ini tidak selalu mudah strategis jangka menengah hingga panjang.
dan jarang menawarkan solusi yang sederhana. Namun,
upaya tersebut diyakini akan memberikan hasil yang lebih Pendekatan ini bukan semata untuk kepatuhan atau
relevan dan berkelanjutan dalam jangka panjang. reputasi, melainkan untuk memperkuat kapasitas DSNG
dalam mengantisipasi ketidakpastian dan menjaga
Pengakuan atas Kemajuan ketahanan bisnis jangka panjang dalam lingkungan
operasional yang terus berubah.
dan Kinerja
Meskipun beroperasi di sektor dengan tingkat
pengawasan yang tinggi, DSNG terus memperoleh Tata kelola keberlanjutan sering kali baru
pengakuan eksternal atas kinerja keberlanjutannya. Hal dipahami sepenuhnya setelah suatu
ini tercermin dengan diraihnya RSPO Conservation krisis terjadi. Sering kali, peringatan dini
Leadership Award, Gold Award pada Investor Trust sudah ada, tetapi tidak ditindaklanjuti
ESG Awards, masuk dalam daftar “Under a Billion” atau direspons secara memadai. Tujuan
Forbes Asia, dan masuk dalam lima besar perusahaan SAB adalah berupaya memastikan bahwa
dalam Penilaian ESG SPOTT yang diselenggarakan oleh pertanyaan-pertanyaan sulit diajukan sejak
Zoological Society of London. dini, saat masih ada ruang untuk bertindak.
Pada periode yang sama, kinerja saham Grup Fondasi yang dibangun pada tahun 2025
menunjukkan ketahanan relatif di pasar keuangan. memposisikan DSNG pada posisi yang
Meskipun tidak mencerminkan hubungan kausal kuat. Tantangan di tahun 2026 adalah
langsung, hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan menerjemahkan pemahaman tersebut
investor jangka panjang umumnya dibangun melalui menjadi keputusan yang lebih tajam dan
kredibilitas, disiplin, dan orientasi jangka panjang. ketahanan organisasi yang lebih besar.
Sejalan dengan hal tersebut, SAB berkomitmen untuk
memastikan bahwa kepercayaan yang diberikan Datuk Darrel Webber
senantiasa diimbangi dengan penguatan tata kelola Ketua Dewan Penasihat Keberlanjutan
internal dan peningkatan kinerja berkelanjutan.
Menghadapi 2026: Fokus yang
Lebih Tajam
Jika tahun 2025 menjadi momentum untuk memahami
risiko terkait keberlanjutan dengan lebih jelas, maka tahun
2026 harus menjadi fase untuk mengintegrasikannya
lebih dalam ke dalam pengambilan keputusan di tingkat
perusahaan. Risiko terkait iklim, keanekaragaman hayati,
dan rantai pasok perlu diperlakukan sebagai risiko inti
perusahaan yang memengaruhi nilai aset jangka panjang,
ketahanan operasional, struktur biaya, akses pendanaan
serta daya saing.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 6 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 9
Capaian dan Kinerja Keberlanjutan
Kinerja Aspek Ekonomi [POJK B.1]
2025 2024 2023
Pendapatan dan Laba (Rp miliar)
Rp 12.315 Pendapatan Rp 1.829 Laba Bersih
Pendapatan Pendapatan Pendapatan Laba
Kelapa Sawit Produk Kayu Energi Terbarukan Bersih
10.846 1.242 226 1.829
8.784 1.152 183 1.141
8.354 1.074 70 842
Produk Kelapa Sawit - Volume Produksi Unit Bisnis Kelapa Sawit (Ribu ton)
662
631 602
123
119 114
38 38 40
Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) Minyak Inti Sawit (PKO) Inti Sawit (PK)
Produk Kayu - Volume Produksi Unit Bisnis Produk Kayu
756
720
661
124
116 98
Panel (Ribu m3) Engineered Floor (Ribu m2)
Produk Energi Terbarukan - Volume Penjualan Produk Energi Terbarukan - Volume Produksi
89 95
40 36 N/A N/A
Cangkang (Ribu ton) Pelet Kayu (Ribu ton)
Catatan:
NA : entitas belum beroperasi pada periode pelaporan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 7 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 10
Lingkungan [POJK B.2] 2025 2024 2023
Pengelolaan Energi
Penggunaan Bahan Bakar (Giga Joule)
13.289.101
Giga Joule Penggunaan Energi
Penggunaan Energi
A Penggunaan bahan bakar dari
sumber tidak terbarukan A 595.860
B 11.369
Penggunaan bahan bakar A 633.659 A 507.690
B C 124.718
dari sumber terbarukan B 2.246
D 87.959 B 6.766
C 99.883
C 90.816
C Penggunaan listrik dari
sumber tidak terbarukan D 86.704
D 76.935
D Penggunaan listrik dari E 12.469.195 E 8.016.722 E 8.492.393
sumber terbarukan
E Penggunaan pemanas dari
sumber terbarukan
Total 13.289.101 Total 8.843.734 Total 9.170.080
Intensitas Konsumsi Energi
Unit Bisnis Produk Kayu Unit Bisnis Kelapa Sawit (GJ/ton CPO)
5,51 0,20 19,59
Panel Floor
3,73 0,19 13,74
(GJ/m3) (GJ/m2)
3,93 0,16 13,09
Unit Bisnis Energi Terbarukan (GJ/Ton) DSNG (GJ/Rupiah(Pendapatan)
3,13 1,08
- N/A 0,87
- N/A 0,97
Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Area Konservasi
Restorasi Hutan (ha) Petani Mitra (individu)
dalam Konsesi (ha)
8.733
26.539
21.805
18.299
8.733 8.733 8.728
Luasan Konservasi
2025 (ha) 91,5 38 35,5
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 8 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 11
2025 2024 2023
Pengelolaan Air
0,87 0,07 0,63 0,06
m /Ton TBS Olah
3
m /m Produksi
3 2
m / m Produksi
3 3
m3/Ton Produksi Pelet Kayu
Intensitas Pemakaian Air Intensitas Pemakaian Air Intensitas Pemakaian Air Intensitas Pemakaian Air
Proses Unit PKS WP-FLoor WP-Panel Unit Bisnis Energi Terbarukan
Unit Bisnis Kelapa Sawit
Total Pemakaian Air Proses Unit PKS (m3) Total Pemakaian Air Proses Unit PKS (m3/Ton TBS Olah)
2.364.583 0,87
2.465.883 0,98
3.747.759 1,30
Unit Bisnis Produk Kayu
Floor
Total Pemakaian Air Proses Pabrik (m3) Intensitas Pemakaian Air Proses Pabrik (m3/ m2 Produksi)
46.228 0,07
57.980 0,08
59.919 0,07
Panel
Total Pemakaian Air Proses Pabrik (m3) Intensitas Pemakaian Air Proses Pabrik (m3/ m3 Produksi)
79.652 0,63
51.762 0,45
60.206 0,62
Unit Bisnis Energi Terbarukan
Total Pemakaian Air Proses Pabrik (m3) Intensitas Pemakaian Air Proses Pabrik (m3/Ton Produksi)
2.337 0,06
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 9 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 12
2025 2024 2023
Pengelolaan Emisi GRK
Volume Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit (tCO2e)
Total Emisi
291.322
333.605
26,86
tCO2e/Rp miliar
Intensitas Emisi GRK
525.133 terhadap Nilai Pendapatan
Produk Kelapa Sawit
Terhadap volume produksi CPO Terhadap Nilai Pendapatan Produk Kelapa Sawit
(tCO2e/Ton CPO) (tCO2e/Rp miliar)
0,57 26,86
0,65 37,98
0,94 62,86
Keterangan: Data emisi GHG didasarkan pada unit PKS yang tersertifikasi RSPO
Pengelolaan Limbah
Pemanfaatan daur ulang 513.149 ton limbah organik untuk diolah
menjadi alas kandang ternak, pakan ternak, dan pupuk tanaman di kebun.
Sosial [POJK B.3]
Rp 37,5 Milliar 55 Koperasi Binaan
Dana CSR Pada unit bisnis kelapa sawit yang
menerima manfaat dana CSR
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 10 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 13
2025 2024 2023
Dana CSR (Rp Miliar) Penerima Manfaat
Koperasi Binaan CSR-Unit Petani Swadaya-Unit Bisnis
Bisnis Kelapa Sawit (Unit) Kelapa Sawit (Individu)
55 11.796
53 8.123
52 5.587
Credit Union
Rp 37,5 Rp 29,5 Rp 25,5
4.896 Anggota 137,91 total aset
(Rp Miliar)
Pelibatan Pihak Lokal
Pemasok Bahan Lokal (Pemasok)
203 212 197
Ketenagakerjaan
19.161 orang 140.706 jam 41.683.081 jam
Jumlah Karyawan Jumlah Jam Pelatihan Jumlah Jam Kerja Aman
19.161 19.399 20.274 140.706 94.773 149.091 41.683.081 43.830.248 43.094.306
Rasio Karyawan
Laki-laki 14.896 Perempuan 4.265
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 11 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 14
Penghargaan
16th Indonesia HR Excellence Award Winner Conservation
Leadership Award
Predikat Sangat Baik untuk kategori:
• HR Digitalization and People Analytics
• Learning and Development
• Wellbeing Management
Fortune Southeast Anugerah Bisnis dan HAM 2025
Asia 500 2025
Predikat Sangat Baik untuk kategori:
• Skor 69 • BHR Early
• Rating B Adopting Company
Carbon Data Collaboration Award
Forbes Asia Under a Billion Company (Kooperatif Pengiriman Data Emisi)
Katadata ESG Index Penghargaan Panitia Pembina
Award 2025 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
• Sektor Perkebunan Peringkat 1 • Predikat Platinum
Gold Star Awards Penghargaan Program Penanggulangan
Tuberkulosis PT Swakarsa Sinar Sentosa
Site Muara Wahau
Gubernur Kalimantan Timur
• Kategori Perusahaan Emiten
• Kategori Mid Cap • Predikat Kategori Platinum
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 12 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15
Dedikasi Pelestarian Pelestarian Warisan Budaya
Budaya Dayak Kayan Umaq Lekan
Pemerintah Desa Miau Baru
Wadah bagi perusahaan dan Apresiasi sebagai salah satu
organisasi di Indonesia untuk Perusahaan Publik dengan laporan
memamerkan inovasi serta Keberlanjutan Tahun 2024 Terbaik
pencapaian dalam peningkatan
mutu dan produktivitas.
Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX
• Penghargaan Peringkat A
National Quality & Productivity Convention (NQPC)
• 5 QCC Penghargaan Platinum
• 1 QCC Penghargaan Gold
• 1 Suggestion System Penghargaan Gold
• Juara 1 & 4 Quiz of Quality & Productivity”
Investing on Climate meliputi Best Mitra Pembangunan Award
Emission Reduction, Best Literacy for Kabupaten Sintang Tahun 2025
Climate Resilience, dan Best Green kategori Tanggung Jawab Sosial
Technology Innovation Perusahaan/CSR
Editors Choice Award 2025 Bupati Sintang
• 3 Penghargaan • Predikat Terbaik Ke-3
Zero Accident tingkat Provinsi Peran aktif dalam penurunan
Emisi Gas Rumah Kaca melalui
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
Pengelolaan POME menjadi Energi
10 penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Baru Terbarukan Tahun 2025
Accident Award) Tingkat Pemerintah
Provinsi terdiri PT DAN, PT KPAS, PT BPN, Gubernur Kalimantan Timur
PT GUN, PT SWA Unit PKS 1, 4 Unit PKS
DSN (PKS 2, PKS 3, PKS 4, PKS 6), PT KPAS
Unit PKS 7, PT BAS Unit PKS 10, PT DIN
Unit PKS 11
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 13 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 16
Peringkat ESG
Skor ESG Global S&P
5 th
7 th 9 th
7 th 10 th 95,7%
12 th 4,7
91%
90,4% 0,6
16 th 86,4%
85,9% 0,5 0,6
Rank 46 th 75,3% 10,6
38
Score 37,3%
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Skor ESG Global S&P Katadata ESG Sektor Perkebunan
55 Rank 1st 1st
51 2nd
Score
39
76,14%
0,99 72,93%
3,21
Score 71,94% 0,99
2023 2024 2025 2023 2024 2025
Sertifikasi
Unit Bisnis Kelapa Sawit
Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)
100% Unit PKS Tersertifikasi ISPO (Unit PKS 2-12) 91% Unit PKS Tersertifikasi RSPO (Unit PKS 2-11)
32 Unit Kebun Inti Tersertifikasi ISPO 25 Unit Kebun Inti Tersertifikasi RSPO
97.283 ha / 91,48% Kebun Inti Tersertifikasi ISPO 97.890 ha / 92,05% Kebun Inti Tersertifikasi RSPO
3.339 ha / 13,39% Kebun Kemitraan Full Operate Tersertifikasi ISPO 4.855 ha / 19,47% Unit Kebun Kemitraan Full Operate Tersertifikasi RSPO
Halal Indonesia SMK3
100% 11 Unit PKS & 1 unit KCP Tersertifikasi Unit bisnis DSN WP Panel memperoleh sertifikat Sistem Manajemen
Zero Accident Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Menteri Ketenagakerjaan
pada 6 Agustus 2024, dengan pencapaian 85,93% dalam kategori
10 dari Unit Kebun, Unit PKS, dan PT GUN
tingkat awal.
Zero Accident Tingkat Provinsi
International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) PROPER
100% Sesuai Target 1 Unit PKS 8 (89%) PROPER Hijau (Provinsi)
Sebanyak 8 unit PKS (1, 2, 3, 4, 6, 7, 9, dan 10) berhasil memperoleh
predikat Proper Kategori Hijau Tingkat Provinsi tahun 2025.
Unit Bisnis Produk Kayu Unit Bisnis Energi Terbarukan
Panel Engineered Floor
Sertifikasi California Air Resources Real Wood United Kingdom Conformity Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)
Board (CARB) Sertifikasi California Air Resources Assessed (UKCA)
Sertifikasi Green Gold Label (GGL)
U.S. EPA TSCA TITLE VI Board (CARB) Lacey Act (Undang-Undang Lacey)
Forest Stewardship Council (FSC) U.S. EPA TSCA TITLE VI ISO 9001:2015
Chain of Custody FloorScore Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)
Japanese Agricultural Standards (JAS) PEFC Chain of Custody Greenguard Gold
Sistem Verifikasi Legalitas Forest Stewardship Council (FSC)
Kayu (SVLK) Chain of Custody
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan sertifikasi dapat diakses melalui laman resmi perusahaan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 14 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 17
Tentang DSNG
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) adalah perusahaan
berbasis alam yang berakar pada industri kayu, berkomitmen
untuk mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab
dan mengoptimalkan nilainya. Perusahaan ini beroperasi di Pulau
Kalimantan dan Jawa melalui tiga bidang usaha, yaitu kelapa
sawit, produk kayu, dan energi terbarukan, yang terus berupaya
menyeimbangkan antara kontribusi ekonomi dengan kepedulian
terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. DSNG terus
belajar dan meningkatkan praktik-praktiknya, dengan tujuan
menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 15 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 18
Profil Perusahaan [POJK C.2, C.3.c] [GRI 2-1]
Nama Perusahaan Nama Lain
PT Dharma Satya Nusantara Tbk DSNG atau DSN Group
Status Badan Hukum
14,63% Perseroan
PT Krishna Kapital
Investama 38,79% Terbatas Terbuka
Masyarakat Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada 14 Juni 2013
Kepemilikan
7,44% Saham
PT Tri Nur Cakrawala Kode Saham
Per 31 Desember 2025 DSNG
5,43%
Andrianto Oetomo 28,28%
PT Triputra
Investindo Arya Jumlah Karyawan
5,43%
Arianto Oetomo 19.161 orang
Per 31 Desember 2025
Wilayah Operasional [POJK C.3.d]
Unit Bisnis Unit Bisnis Unit Bisnis
Kayu Kelapa Sawit Energi Terbarukan
Kalimantan Barat Kalimantan Utara
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Jawa Tengah
Kantor Pusat | GRHA DSN
Jl. Pulo Ayang Kav. OR3 Telepon Email
+62 21 4618135 corsec@dsngroup.co.id
Kawasan Industri Pulo Gadung
Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Faksimile Situs Web
Jakarta Timur 13930 +62 21 4606942 www.dsn.co.id
Sepanjang 2025, Emiten melalui anak usahanya dalam unit bisnis pendukung energi terbarukan
terdapat penambahan lini bisnis baru yaitu produksi pelet kayu yang mengubah cakupan kegiatan
operasional perseroan dibandingkan dengan periode sebelumnya. [POJK C.6] [GRI 2-6]
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 16 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 19
Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan [POJK C.1]
Visi Misi
Menjadi perusahaan Menciptakan pertumbuhan berkelanjutan
kelas dunia yang tumbuh dalam industri berbasis sumber daya alam
bersama masyarakat dan yang memberi nilai tambah bagi semua
dibanggakan negara. pemangku kepentingan melalui tata kelola
yang baik.
Nilai-Nilai Perusahaan [POJK F.1]
Kami menempatkan integritas sebagai nilai utama dalam bekerja.
Mengutamakan kepentingan Memberikan informasi sesuai Satunya kata dengan
Perseroan di atas kepentingan fakta secara bertanggung perbuatan.
individu atau kelompok. jawab.
INTEGRITAS
Kami bertindak dengan sepenuh hati.
Memusatkan perhatian Gigih dan pantang menyerah Penuh semangat dan
sepenuhnya dalam bekerja. dalam menyelesaikan membangkitkan semangat
pekerjaan secara tuntas. orang lain.
SEPENUH HATI
Kami mengupayakan yang terbaik.
Bersungguh-sungguh Antusias dan terbuka Cerdik dalam bertindak atau
menghasilkan kinerja terbaik untuk belajar dan berbagi mengambil keputusan.
yang berkesinambungan. pengetahuan.
MENGUPAYAKAN
YANG TERBAIK
Kami menghargai karyawan, masyarakat, dan lingkungan.
Mencari pemahaman terlebih Menghargai manusia dengan Menunjukkan kepedulian
dahulu sebelum bertindak. memberikan kesempatan terhadap lingkungan.
MENGHARGAI untuk tumbuh bersama.
Kami mewujudkan sinergi dan keterpaduan dalam keberagaman.
Membangun rasa memiliki Perseroan memberdayakan Memelihara suasana
dalam mewujudkan kekuatan diri dan rekan kerja kekeluargaan yang produktif.
SINERGI DAN kebersamaan untuk kemajuan. untuk menghasilkan nilai
KETERPADUAN tambah.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 17 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 20
Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan Organisasi
[POJK C.5][GRI 2-28]
NAMA ASOSIASI STATUS RUANG LINGKUP
Anggota International
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)
Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Anggota Nasional
Indeks IDX-KEHATI Konstituen Nasional
Tropical Forest Alliance Anggota International
Gabungan Pengusaha Kelapa
Anggota Nasional
Sawit Indonesia
Asosiasi Panel Kayu Indonesia Anggota Nasional
Kamar Dagang dan Industri
Anggota Nasional
Indonesia (KADIN)
Asosiasi Pengusaha Kayu
Gergajian dan Kayu Olahan Anggota Nasional
Indonesia
Asosiasi Emiten Indonesia Anggota Nasional
Kemitraan untuk Aksi
Penanggulangan Pekerja Anak di Anggota Nasional
Pertanian
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 25 Laporan Keberlanjutan 2025
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 18 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21
Skala Usaha [POJK C.3.d] [GRI 2-2, 2-6]
Luasan Kelola Kebun Inti
Luasan Tanam Kebun Inti
Unit Bisnis Kelapa Sawit Kebun Kemitraan Dikelola
Jumlah Kebun
Jumlah: 106.343 ha 82.874 ha 29.042 ha 15 13 Jumlah Unit PKS/Pabrik
Kalimantan Barat Kalimantan Timur Kalimantan Utara
Sekadau Kutai Timur Bulungan
PT AAN • PT SWA • PT KPS PT DIL
• PT DAN • PT BPN
7.689 ha 1 • PT DIN • PT BAS 3.366 ha
• PT DWT
3.276 ha 1 Unit PKS 2.887 ha
1.351 ha 68.433 ha 7 1.202 ha
57.714 ha 1
9 Unit PKS
Sintang 20.575 ha 1 PKO/KCP -
• PT KAP • PT DPS
• PT PSA • PT MNS
Mahakam Ulu
14.003 ha 4 • PT PUL
9.666 ha -
1.272 ha 1
2.459 ha
1.029 ha -
238 ha
Kalimantan Tengah
Lamandau
PT PWP
11.580 ha 1
8.302 ha 2 Unit PKS
3.216 ha
Unit Bisnis Kayu Unit Bisnis Pendukung
Energi Terbarukan
Jawa Tengah Kalimantan Timur
Temanggung Samarinda
• PT Dharma Satya Nusantara – • PT Dharma Sumber Energi (DSE)
Temanggung (DSN WP Panel)
• PT Tanjung Kreasi Parquet Industry
(DSN WP Floor)
Jawa Tengah
2 Unit Pabrik
Boyolali
• PT Biomassa Lestari Nusantara (BLN)
1 Unit Pabrik
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 19 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 22
Profil Segmen Unit Bisnis [GRI 2-6]
Profil Segmen Unit Bisnis Kelapa Sawit
Perjanjian Penanaman Area Konservasi
Kebun
Pembibitan
Pabrik Kelapa Sawit
Bulking
Profil Segmen Unit Bisnis Produk Kayu
Panel Engineered Floor
Bahan Baku Bahan Baku
• Sengon • Oak Impor
• Jabon • Kayu Lokal Lainnya
Kapasitas Produksi Kapasitas Produksi
12.000 150.000
m³/bulan m³/bulan
Produk Produk
Block Board Plywood Bare Core
Pangsa Pasar Pangsa Pasar
10% Negara Lain 9% Pasar Domestik
Teka Showroom
Alam Sutera, Jl. Jalur Sutera Kav. 298 No. 36-37
100%
Ekspor 91% Ekspor
90% Jepang Eropa, Kanada, USA, New Zeland, Asia
Profil Segmen Unit Bisnis Pendukung Energi Terbarukan
Cangkang
Bahan Cangkang Terminal Multi Pangsa Pasar
Kelapa Sawit Guna Samarinda 100% Ekspor ke Jepang
Pelet Kayu
Bahan Baku KapasitasTarget Produksi Produk Pangsa Pasar
Sengon, Mahoni, dan Akasia, termasuk
Kayu Ranting, Residu Potong Kayu, serta
5.000 Pelet kayu
30% Jepang
100%
Ekspor
ton/bulan 70% Korea
Residu Limbah Veneer.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 20 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 23
Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Kelapa Sawit [POJK F.2]
Uraian Satuan 2025 Target 2025
Produksi CPO
Realisasi Produksi Ribu ton 631 651
Realisasi Penjualan Ribu ton 629 651
Rp Miliar 9.100 7.163
Produksi Non-CPO: Inti Sawit
Realisasi Produksi Ribu ton 119 126
Realisasi Penjualan Ribu ton 29 27
Rp Miliar 353 162
Produksi Non-CPO: PKO
Realisasi Produksi Ribu ton 38 42
Realisasi Penjualan Ribu ton 39 42
Rp Miliar 1.115 593
Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Produk Kayu [POJK F.2]
Uraian Satuan 2025 Target 2025
Produksi Panel
Realisasi Produksi Ribu m³ 124 124
Realisasi Penjualan Ribu m³ 124 124
Rp Miliar 746 692
Produksi Engineered Floor
Realisasi Produksi Ribu m² 661 780
Realisasi Penjualan Ribu m² 633 790
Rp Miliar 341 407
Target dan Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Pendukung Energi Terbarukan [POJK F.2]
Uraian Satuan 2025 Target 2025
Produksi Pelet Kayu
Realisasi Produksi Ribu ton 36 60
Realisasi Penjualan Ribu ton 37 60
Rp Miliar 71 126
Penjualan Energi Terbarukan-Cangkang
Realisasi Penjualan Ribu ton 89 120
Rp Miliar 155 195
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 21 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 24
Realisasi Produk Penjualan
Volume Penjualan Nilai Penjualan Tahun 2025
Kegiatan Produk Tahun 2025 Domestik Ekspor
(Ribu Ton/m³/m²) Rp Miliar % Rp Miliar %
Minyak Kelapa
629 9.100 100 - -
Sawit
Unit Bisnis Kelapa Sawit
• Perkebunan Kelapa Sawit Minyak Inti Sawit 39 1.115 100 - -
• Pabrik Kelapa Sawit
• Kernel Inti Sawit 29 353 100 - -
Panel 124 35 4,7 711 95,3
Unit Bisnis Produk Kayu
Engineered Floor 633 57 16,7 284 83,3
Cangkang 89 6 3,8 149 96,2
Unit Bisnis
Energi Terbarukan
Pelet Kayu 37 - - 71 100
Volume, Persentase, dan Asal Pasokan TBS Terima (Ton)
2025 2024 2023
Sumber Pasokan
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Kebun Inti 1.663.463 61,40 1.604.880 63,81 1.765.280 61,59
Kebun Kemitraan 446.708 16,49 428.268 17,03 472.830 16,50
[SRI KEHATI 02]
External 598.900 22,11 481.893 19,16 628.019 21,91
Jumlah 2.709.070 100 2.515.040 100 2.866.129 100
Volume Penjualan CPO (Ton) [SRI KEHATI 02]
Skema Penjualan Satuan 2025 2024 2023
CSPO & ISCC
Segregated Ton 180.650 195.700 189.400
Skema Mass Balance Ton 83.043 44.000 32.600
Skema ISCC Mass Balance Ton 11.500 23.500 39.050
Sub Total Ton 275.193 263.200 261.050
Skema Konvensional (Non-CSPO)
Sub Total Ton 353.544 337.911 403.991
Grand Total CSPO,
Ton 628.737 601.111 665.041
Non-CSPO, dan ISCC
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 22 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 25
Penjualan Premium CPO (RSPO & ISCC) [SRI KEHATI 02]
Skema Satuan 2025 2024 2023
Volume Penjualan Ton 275.193 263.200 261.050
Total Penjualan Produk
Miliar 76 104 120
CPO Berkelanjutan
Total Penjualan CPO Miliar 9.100 7.687 7.577
Persentase Penjualan Berkelanjutan 0,84% 1,35% 1,58%
Penjualan Premium PKO (RSPO) [SRI KEHATI 02]
Skema Satuan 2025 2024 2023
Volume Penjualan Ton 23.002 21.600 19.458
Total Penjualan Produk
Miliar 38 39 54
PKO Berkelanjutan
Total Penjualan PKO Miliar 1.115 686 511
Persentase Penjualan Berkelanjutan 3,40% 5,69% 10,57%
Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Produk Kayu
2024
2025 2023
2024 2022
2023
Uraian Satuan
1 2 3
Panel
Realisasi Produksi Ribu m³ 124 116 98
Realisasi Penjualan Ribu m³ 124 116 100
Rp Miliar 746 670 617
Engineered Floor
Realisasi Produksi Ribu m² 661 720 756
Realisasi Penjualan Ribu m² 633 627 739
Rp Miliar 341 324 340
Realisasi Produksi dan Penjualan Unit Bisnis Pendukung Energi Terbarukan
2024
2025 2023
2024 2022
2023
Uraian Satuan
1 2 3
Cangkang
Realisasi Penjualan Ribu Ton 89 95 40
Rp Miliar 155 183 70
Pelet Kayu
Realisasi Produksi Ribu Ton 36 N/A* N/A*
Realisasi Penjualan Ribu Ton 37 N/A* N/A*
Rp Miliar 71 N/A* N/A*
*Entitas belum menjalankan kegiatan operasional pada tahun pelaporan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 23 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 26
Strategi Keberlanjutan
Visi dan Strategi Keberlanjutan DSNG [POJK C.1]
Visi Keberlanjutan DSNG
Menjadi pilihan yang bertanggung jawab bagi manusia, planet dan kemakmuran.
Strategi Keberlanjutan DSNG [POJK A.1] [GRI 2-22]
Tiga Area Prioritas:
Perusahaan telah menetapkan strategi keberlanjutan yang selaras dengan visi
Hutan Iklim
keberlanjutan, sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Keberlanjutan Grup No.
001/DSN/CSO/VII/2021.Pendekatan ini difokuskan pada pengelolaan dampak
Masyarakat
operasional di tiga area prioritas, dengan berlandaskan pada tiga prinsip dan
kebijakan utama yang menjadi panduan seluruh aktivitas bisnis.
Tiga Prinsip dan
Kebijakan keberlanjutan Perusahaan diterapkan di seluruh anak perusahaan Kebijakan Utama:
dan di sepanjang rantai pasok. Pendekatan ini selaras dengan komitmen global No Deforestation, No Peat,
dalam rangka Agenda 2030 PBB dan Perjanjian Paris, sekaligus bertujuan untuk No Exploitation (NDPE),
memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional mematuhi peraturan nasional Pelestarian, dan Sirkularitas.
dan internasional serta standar sertifikasi yang berlaku.
Matriks Kebijakan Berkelanjutan Grup
Hutan
Tanpa Deforestasi Konservasi Hutan
Keanekaragaman Hayati
Strategi
Kebijakan Keberlanjutan DSN
Keberlanjutan
Grup Group telah disahkan sesuai
dengan Keputusan No. 001/
ESMS, NDPE,
Pelestarian, Sirkularitas DSN/CSO/VII/2021 tanggal 8 Juli
Iklim Masyarakat
2021, dan dapat diakses melalui
Tanpa Gambut Tanpa Eksploitasi
link berikut.
Konservasi Air Kesejahteraan
Energi Terbarukan Kemakmuran
Perseroan memiliki kebijakan
NDPE yang dapat diakses melalui
link berikut.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 24 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 27
Topik Material [GRI 2-14, 3-1, 3-2, 3-3]
Penentuan Topik Material
Identifikasi Stakeholder Prioritas Validasi Pelaporan
Identifikasi dan Pelibatan Pemangku DSNG Isu-isu material DSNG melaporkan
review topik yang Kepentingan terdiri memprioritaskan prioritas utama isu-isu material
berkaitan dengan karyawan semua isu-isu material ditinjau dan utama dengan
isu-isu keberlanjutan level, pelanggan, berdasarkan dampak divalidasi oleh fokus pada
utama dengan investor, komunitas, dan relevansi Manajemen Senior keterbandingan,
mempertimbangkan pemasok, LSM, strategisnya, dan Direksi. Proses akurasi, kejelasan,
faktor Lingkungan, dan regulator memastikan ini memastikan keseimbangan,
Sosial, dan Tata melalui survei keselarasan dukungan dan dan transparansi.
Kelola (ESG). untuk memastikan dengan tujuan komitmen
Wawasan diambil topik material kami keberlanjutan. Isu- kepemimpinan,
dari benchmarking mencerminkan isu utama dieskalasi menyelaraskan
industri, konsultasi kekhawatiran untuk ditindaklanjuti prioritas
internal, identifikasi dan harapan dan dipantau. keberlanjutan
topik berdasarkan para pemangku dengan tujuan bisnis
standar (GRI, SASB, kepentingan. jangka panjang
SPOTT, CSA). DSNG.
Monitor Manage Lead
Tinggi
Kepatuhan Lingkungan
Penting Bagi Pemangku Kepentingan
& Hukum
Rantai Pasok
Keanekaragaman
Hayati & Konservasi
Perubahan Iklim
Pencegahan &
Pengolahan Kebakaran
Sedang
Perlibatan Pemangku Tata Kelola & Keselamatan &
Kepentingan Etika Bisnis Hak Asasi Manusia & Kesehatan Kerja
Praktik Ketenagakerjaan
Pengelolaan Energi
Keberagaman & Inklusi
Kesehatan Tanah & Pengembangan SDM
Pengendalian
Hama Terpadu
Pengembangan Masyarakat Pengelolaan Limbah
Pengelolaan Air
Rendah
Rendah Sedang Tinggi
Penting Bagi DSNG
Setelah memetakan matriks materialitas, DSNG menilai dampak aktual dan potensial dari setiap topik keberlanjutan serta
menetapkan dampak yang paling signifikan untuk pelaporan. Penetapan ini diperkuat melalui Stakeholder Engagement Forum
(SEF) keempat yang diselenggarakan pada 8 Oktober 2025 di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri sebanyak
29 lembaga masyarakat sipil, 3 institusi perbankan dan finansial, 2 lembaga pemerintah, dan 1 lembaga penelitian. Forum ini
menjadi sarana untuk menyampaikan kinerja keberlanjutan, menerima masukan, dan memvalidasi prioritas topik material.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 25 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 28
Berdasarkan hasil kuesioner Stakeholder Engagement Forum yang dilaksanakan pada tahun 2024 dan 2025, Perusahaan melakukan
penilaian terhadap tingkat kepentingan berbagai topik keberlanjutan untuk menentukan skala prioritas material. Dibandingkan
2024, beberapa topik menunjukkan kenaikan skor rata-rata dan posisi prioritas, yaitu:
Perubahan Iklim Manajemen Energi Kolaborasi dan Transparansi Pelaporan
(Climate Change) (Energy Management) (Stakeholder Engagement & Reporting)
Kenaikan ini mengindikasikan meningkatnya perhatian stakeholder terhadap risiko transisi iklim, efisiensi energi, serta kebutuhan
transparansi yang lebih kuat dalam pelaporan keberlanjutan. Secara keseluruhan:
Tidak terjadi perubahan isu material utama, namun terdapat peningkatan fokus pada isu perubahan iklim dan
efisiensi energi di tahun 2025.
Stakeholder menunjukkan ekspektasi yang semakin kuat terhadap aspek risiko lingkungan dan transparansi.
Isu tata kelola dan keselamatan tetap menjadi prioritas paling konsisten dalam dua tahun berturut-turut.
Perbandingan ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk melakukan penyempurnaan strategi keberlanjutan, khususnya dalam
penguatan manajemen risiko iklim dan peningkatan kualitas pelaporan. Topik material yang telah ditetapkan diselaraskan
dengan tiga pilar keberlanjutan DSNG yaitu Hutan, Iklim, dan Masyarakat yang berlandaskan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
Seluruh topik tersebut terintegrasi dengan komitmen NDPE serta mendukung kontribusi DSNG terhadap Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan yang relevan dengan kegiatan dan nilai perusahaan.
Pertimbangan Topik Material
Hutan | Rantai Pasok
Pertimbangan Materialitas Strategi
Perseroan menjaga kepastian pasokan • Menjamin kepatuhan pemasok terhadap prinsip NDPE, legalitas lahan,
bahan baku untuk mendukung dan standar lingkungan.
kelancaran operasional dengan • Menerapkan sistem ketertelusuran end-to-end untuk memastikan bahan
memastikan seluruh pemasok TBS dan baku legal dan bebas deforestasi.
kayu beroperasi secara legal, mematuhi
standar lingkungan, dan bebas dari • Melakukan penilaian pemasok berbasis ESG secara berkala sesuai
standar DSNG.
konversi hutan.
• Memperkuat kapasitas petani plasma dan swadaya melalui pelatihan,
pendampingan, dan sekolah lapang.
• Memantau deforestasi di konsesi dan area pemasok menggunakan
citra satelit terkini.
• Membangun kolaborasi multipihak dengan pemerintah, lembaga sertifikasi,
dan asosiasi industri untuk memperkuat keberlanjutan rantai pasok.
Hutan | Perlindungan Hutan dan Keanekaragaman Hayati
Pertimbangan Materialitas Strategi
Pengelolaan hutan yang • Mengelola dan memulihkan hutan melalui konservasi terencana sesuai standar RSPO
bertanggung jawab menjaga (NPP dan HCV).
keutuhan ekosistem dan habitat • Melindungi spesies kritis, terancam dan rentan berdasarkan regulasi IUCN Red List.
keanekaragaman hayati. Upaya
ini meminimalkan risiko konflik • Memperkuat kolaborasi konservasi dengan pemerintah, NGO, dan
dan memperkuat keberlanjutan lembaga riset.
sosial di sekitar wilayah operasi. • Memantau area konservasi secara rutin menggunakan SMART Patrol
dan kamera jebakan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 26 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 29
Hutan | Kesehatan Tanah dan Pengendalian Hama Terpadu
Pertimbangan Materialitas Strategi
Kesehatan tanah dan • Menerapkan praktik agronomi yang tepat untuk mendukung peningkatan kesehatan dan
pengendalian hama terpadu kualitas tanah.
menjadi faktor kunci untuk
menjaga ketersediaan nutrisi • Menerapkan Integrated Pest Management (IPM) untuk pengendalian hama yang ramah
dan memastikan produktivitas lingkungan.
tanaman secara berkelanjutan. • Mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia secara bertahap dengan pemanfaatan
predator alami dan tanaman inang pendukung.
Iklim | Perubahan Iklim
Pertimbangan Materialitas Strategi
Perubahan iklim merupakan isu strategis yang semakin penting DSNG telah mengidentifikasi risiko iklim, termasuk risiko
dalam konteks keberlanjutan, sebab bisnis kami sangat dipengaruhi fisik, risiko transisi, serta peluang yang relevan dengan
oleh kondisi lingkungan dan stabilitas cuaca. DSNG menyadari bahwa operasional di Indonesia. Perseroan menyusun Rencana
risiko yang berkaitan dengan iklim tidak hanya dapat memengaruhi Aksi Iklim (CAP) 2030 untuk menurunkan emisi dan
mendukung upaya pengendalian kenaikan suhu global.
operasional, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas bagi
lingkungan dan masyarakat.
Iklim | Pengelolaan Air
Pertimbangan Materialitas Strategi
Pengelolaan air menjadi isu material karena operasional perkebunan • Efisiensi penggunaan air di pabrik dan kebun.
sangat bergantung pada ketersediaan dan kualitas air, sehingga • Pengelolaan efluen sesuai baku mutu.
diperlukan penggunaan yang efisien, pengendalian risiko hidrologis,
• Perlindungan DAS dan riparian.
serta pemenuhan baku mutu lingkungan.
• Pemetaan serta mitigasi risiko air.
• Pelibatan pemangku kepentingan.
Iklim | Pengelolaan Energi
Pertimbangan Materialitas Strategi
Kebutuhan energi yang besar untuk operasional heat-based • Menerapkan kebijakan efisiensi energi serta memperluas
machinery menjadikan efisiensi energi sebagai prioritas pemanfaatan energi terbarukan.
strategis dalam menjaga produktivitas dan efisiensi biaya.
Iklim | Pengelolaan Limbah
Pertimbangan Materialitas Strategi
Pengelolaan limbah menjadi isu krusial dalam operasional • Mengolah POME melalui WWTP dan land application sesuai
perusahaan karena limbah yang dihasilkan berpotensi baku mutu.
mencemari lingkungan. Perseroan perlu memastikan • Memanfaatkan limbah padat (cangkang, fiber, bungkil, dan
kepatuhan terhadap baku mutu, pengelolaan limbah B3 limbah kayu sebagai bahan bakar boiler.
yang aman, serta pengurangan timbulan limbah guna • Mengelola limbah B3 secara aman melalui penyimpanan,
meminimalkan risiko lingkungan, hukum, serta memenuhi pencatatan,
ekspektasi pemangku kepentingan terhadap praktik dan pengangkutan berizin.
lingkungan yang bertanggung jawab. • Mencegah pencemaran melalui sistem spill control dan inspeksi
area berisiko.
• Menerapkan prinsip 3R untuk mengurangi timbulan sampah.
• Memantau dan melaporkan kualitas efluen, volume limbah, dan
kepatuhan lingkungan sesuai PROPER dan ketentuan hukum
yang berlaku.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 27 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 30
Masyarakat | Hak Asasi Manusia dan Praktik Ketenagakerjaan
Pertimbangan Materialitas Strategi
Pemberdayaan masyarakat lokal merupakan • Melibatkan pekerja lokal sebagai karyawan DSNG maupun melalui pemasok,
bagian dari komitmen perusahaan terhadap dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.
pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. • Menjamin kesempatan kerja setara, penghormatan hak pekerja, dan praktik
Pemberdayaan ini dilakukan melalui praktik kerja tanpa diskriminasi.
ketenagakerjaan yang menghormati HAM,
dengan membuka kesempatan kerja agar
manfaat operasional dirasakan langsung oleh
masyarakat sekitar.
Masyarakat | Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Masyarakat
Pertimbangan Materialitas Strategi
Perseroan menjaga stabilitas sosial dengan • Mengembangkan kapasitas karyawan melalui pelatihan, kaderisasi, serta
memperkuat kapasitas tenaga kerja, penguatan K3 dan kesejahteraan kerja.
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, • Mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
dan berkontribusi pada pembangunan melalui dukungan UMKM, peluang ekonomi lokal, serta akses pendidikan
desa, sehingga meminimalkan konflik dan dan kesehatan.
mendukung keberlanjutan operasional. • Berkontribusi pada pembangunan desa melalui penyediaan infrastruktur dasar,
dialog berkelanjutan, dan mekanisme keluhan yang efektif.
Masyarakat | Keberagaman dan Inklusi
Pertimbangan Materialitas Strategi
Keberhasilan operasional ditopang oleh • Menjamin kesempatan kerja setara tanpa diskriminasi.
lingkungan kerja yang adil, aman, dan
• Mendorong peran perempuan melalui pelatihan dan pengembangan karier.
inklusif di mana keberagaman mendorong
terciptanya inovasi, produktivitas, serta • Menerapkan kebijakan anti-diskriminasi dengan mekanisme pelaporan yang
aman.
terciptanya budaya kerja yang harmonis,
khususnya di wilayah operasi yang • Memperkuat budaya saling menghormati melalui pelatihan etika dan
multikultural. kepemimpinan.
• Mendukung kesejahteraan keluarga karyawan lewat akses setara pada
pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
• Melakukan komunikasi dan dialog secara rutin.
Masyarakat | Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pertimbangan Materialitas Strategi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) • Menerapkan kebijakan zero accident melalui SOP keselamatan, identifikasi risiko,
menjadi prioritas utama perusahaan untuk dan pengendalian rutin.
menjaga keberlangsungan operasi dan • Memperkuat budaya K3 melalui pelatihan, safety briefing, kampanye
meningkatkan produktivitas. Mengingat keselamatan, dan stop work authority.
tingginya risiko di sektor perkebunan dan
• Menyediakan dan mengawasi penggunaan APD, serta meningkatkan
pengolahan, setiap insiden dapat berdampak kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sertifikasi K3.
pada pekerja, kelangsungan operasi, biaya,
serta reputasi. Oleh karena itu, perusahaan • Melakukan inspeksi berkala pada fasilitas dan peralatan kerja, serta menyiapkan
tim tanggap darurat, simulasi evakuasi, dan layanan
menanamkan budaya keselamatan melalui
kesehatan kerja.
pelatihan, pengawasan, dan penerapan
sistem manajemen risiko yang konsisten. • Mencatat dan menindaklanjuti near miss serta insiden sebagai bagian dari
perbaikan berkelanjutan dan pemenuhan regulasi K3 nasional.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 28 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 31
Tata Kelola | Kepatuhan Lingkungan dan Hukum
Pertimbangan Materialitas Strategi
Ketidakpatuhan terhadap regulasi • Menerapkan sistem manajemen kepatuhan untuk memantau regulasi
lingkungan dan hukum dapat memicu lingkungan dan hukum utama, termasuk AMDAL, limbah B3, emisi, dan EUDR.
sanksi, gangguan operasional, dan risiko • Menetapkan fungsi kepatuhan yang melapor langsung ke Direksi untuk
reputasi, sekaligus berdampak pada memastikan implementasi regulasi.
lingkungan dan masyarakat. Karena itu,
kepatuhan terhadap regulasi nasional • Mengelola risiko lingkungan secara berkala melalui identifikasi,
evaluasi, dan mitigasi.
dan internasional menjadi kunci untuk
menjaga keberlanjutan usaha, akses • Menyelenggarakan pelatihan rutin terkait regulasi, pengelolaan
pasar, dan kepercayaan pemangku lingkungan, dan K3.
kepentingan. • Memperkuat koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan
serta melakukan audit internal dan inspeksi lapangan secara berkala.
Tata Kelola | Pelibatan Pemangku Kepentingan
Pertimbangan Materialitas Strategi
Pelibatan pemangku kepentingan • Melakukan dialog rutin dan mengelola mekanisme keluhan yang transparan
menjadi isu material karena hubungan dengan masyarakat, pemerintah, dan organisasi lokal.
yang harmonis dan komunikasi • Membangun kolaborasi program sosial–ekonomi (pendidikan, kesehatan,
yang transparan dengan masyarakat, infrastruktur) bersama pemangku kepentingan.
pemerintah, karyawan, dan mitra bisnis
penting untuk meminimalkan konflik, • Meningkatkan keterlibatan karyawan melalui forum komunikasi, pelatihan,
dan survei.
menjaga social license to operate, serta
mengintegrasikan ekspektasi pemangku • Menjaga komunikasi terbuka dengan pemasok dan mitra bisnis untuk
kepentingan dalam pengambilan memastikan kepatuhan standar keberlanjutan.
keputusan perusahaan. • Melaporkan kinerja keberlanjutan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas
kepada seluruh pemangku kepentingan.
Tata Kelola | Tata Kelola dan Etika Bisnis
Pertimbangan Materialitas Strategi
Praktik bisnis yang transparan, • Menerapkan kebijakan anti-korupsi, anti-suap, dan pengelolaan konflik
akuntabel, dan beretika menjadi kepentingan sesuai regulasi dan standar internasional.
dasar untuk menjaga reputasi, • Menjamin transparansi dan akuntabilitas melalui pelaporan keuangan, audit,
memastikan kepatuhan hukum, serta pelaporan berkala.
serta membangun kepercayaan
pemangku kepentingan. Tata kelola • Melakukan sosialisasi kode etik dan menyediakan whistleblowing system yang
aman dan mudah diakses.
yang baik mencegah pelanggaran dan
memastikan pengambilan keputusan • Meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan etika, kepatuhan hukum,
yang profesional serta berorientasi dan tata kelola.
keberlanjutan. • Mengintegrasikan prinsip ESG dalam pengambilan keputusan dan
strategi perusahaan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 29 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 32
Pencapaian Keberlanjutan dan Kontribusi DSNG Bagi Target Pembangunan
Pilar Hutan
Perlindungan area • Pengelolaan dan perlindungan area konservasi seluas 16.355 hektare
dengan Nilai Konservasi (±15% dari total area konsesi).
Tinggi di dalam konsesi • Kerja sama dengan pemangku kepentingan dalam kegiatan survei
keanekaragaman hayati.
• Pelaksanaan program konservasi berbasis masyarakat.
• Pengelolaan konservasi program RaCP di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir
Utara, Kabupaten Ketapang mengelola 654 hektare dan Desa Sepakat Jaya, Kecamatan
Nanga Trayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dengan cakupan luas wilayah
6.967 hektare.
Implementasi • Pemantauan keanekaragaman hayati terus dilakukan dengan didukung aplikasi SMART
pemantauan konservasi Patrol dan kamera jebakan.
keanekaragaman hayati • Pengelolaan 8.733 hektare kawasan konservasi sebagai habitat flora dan fauna, termasuk
33 spesies berstatus Kritis, Terancam, dan Rentan menurut IUCN Red List pada 2025,
dengan pemantauan mencatat 728 perjumpaan spesies fauna dan 560
spesies flora.
• Pemantauan deforestasi di wilayah konsesi dan pemasok dengan sistem Nusantara Atlas.
• Pendataan satwa dan spesies pohon di kawasan konservasi.
• Pelatihan personel satuan tugas konservasi.
• Implementasi program konservasi satwa liar dan restorasi ekosistem.
• Kolaborasi DSNG dengan SINTAS (mitra ZSL) dalam pengelolaan areal konservasi dan
keanekaragaman hayati menggunakan pendekatan TNFD LEAP.
Kepatuhan 100% • ≥ 75% terdaftar penandatanganan komitmen NDPE oleh pemasok.
pemasok terhadap • Implementasi kebijakan NDPE melalui sosialisasi yang menjangkau 50% pemasok IPC,
kebijakan NDPE DSNG 50% Koperasi Swadaya, dan 25% Agen
dan ketertelusuran • Ketertelusuran kebun di seluruh unit PKS mencapai 97,76%.
pasokan • Ketertelusuran pasokan inti sawit mencapai 100% ketertelusuran hingga pabrik, serta
99,48% ketertelusuran hingga kebun pemasok.
• Peningkatan kapasitas pemasok melalui sekolah lapang sejumlah 8.562 petani.
• Ketertelusuran, pasokan kayu dan produk hasil kayu dari Unit Bisnis Produk Kayu & Energi
Terbarukan telah mencapai ketertelusuran 100% hingga ke tingkat pemasok.
Petani yang mendapat • Tahun 2025, sebanyak 1.000 petani memperoleh manfaat dari program penyaluran bibit
manfaat dari program jabon, serta pelatihan khusus yang diberikan kepada 200 petani, dimana diantaranya 71
distribusi bibit jabon petani perempuan.
Petani yang mengikuti • DSNG berkolaborasi dengan Rainforest Alliance menetapkan 25 orang trainer untuk
program peningkatan memberikan pelatihan kepada 290 petani, terdiri 173 laki-laki dan 117 perempuan,
kapasitas dalam proses untuk peningkatan kapasitas terkait sistem agroforestri yang tahan
terhadap perubahan iklim, literasi keuangan, dan sertifikasi FSC.
Peremajaan perkebunan • Pelaksanaan program peremajaan tanaman kelapa sawit seluas 2.249 ha.
kelapa sawit DSNG
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 30 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 33
Pilar Iklim
Bisnis dan operasional Program Adaptasi Perubahan Iklim:
DSNG mampu beradaptasi • Pengembangan proyek konservasi air di PT BPN.
terhadap dampak • Memperkuat Adaptasi Iklim melalui Konservasi dan Serangga Penyerbuk.
perubahan iklim • Perlindungan Kesehatan Pekerja terhadap Risiko Panas Ekstrem.
• Instalasi dan pengoperasian sistem daur ulang air di GRHA DSN dan WP Panel.
Melakukan mitigasi Intensitas emisi Perseroan mengalami penurunan dibandingkan tahun dasar (2022) melalui
dengan target beberapa langkah:
penurunan emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit:
44% pada tahun 2030 • Penyusunan dan implementasi peta jalan kemandirian energi.
(pengurangan 70% • Pembangunan dan pengoperasian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
lingkup 1, 28% lingkup • Pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk dan sumber energi alternatif.
2, dan 23% lingkup 3) • Pemetaan Biomassa untuk mengidentifikasi potensi sumber energi alternatif yang
tersedia di seluruh rantai nilai DSNG.
• Penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan energi dan limbah.
• Pada unit bisnis kelapa sawit, perhitungan menggunakan PalmGHG Calculator RSPO v4,
menunjukkan total emisi sebesar 291.322 tCO₂e dan intensitas emisi sebesar
0,57 tCO2e/Ton CPO.
Unit Bisnis Produk Kayu dan Energi Terbarukan:
• Pemanfaatan listrik dari sumber energi terbarukan.
• Penerapan teknologi dan modifikasi mesin untuk penghematan energi.
• Penggantian peralatan operasional berbasis bahan bakar fosil menjadi listrik seperti Forklift.
• Pemanfaatan limbah kayu dari unit usaha produk kayu dan energi terbarukan sebagai
bahan bakar boiler.
• Penerapan inovasi close loop system pada dust collector.
Mendorong solusi berbasis Mengintegrasikan pendekatan adaptasi dan mitigasi iklim melalui DSN Award:
kebutuhan lapangan yang • Meningkatkan Produktivitas Aplikasi Solid BP1 Estate (Adaptasi Soil Organics).
mendukung efisiensi emisi • Mengoptimalkan Penggunaan Bahan Bakar Cangkang dari Light Tank Dirt Separator
dan ketahanan iklim melalui (LTDS) ke Boiler (Mengurangi Penggunaan Biomassa - Scope 1).
penguatan inovasi operasional.
Mandiri energi dengan • Pengoperasian fasilitas Bio-CNG dan Biogas yang mendukung pemenuhan kebutuhan
energi terbarukan in-situ energi operasional.
• Pemanfaatan energi terbarukan untuk menggantikan sebagian penggunaan bahan
bakar fosil.
• Kontribusi pemanfaatan POME terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.
• Transisi kendaraan bahan bakar Bio-CNG.
• Penerapan Pola hidup Hemat Energi.
Mengurangi atau • Intensitas penggunaan air unit PKS selama 2025 sebesar 0,87 m3/ton TBS.
mempertahankan konsumsi • Intensitas penggunaan air di DSN WP Panel sebesar 0,63 m3/m3 dan DSN WP Floor sebesar
intensitas penggunaan air 0,07 m3/m2.
hingga < 1,1 m³/ton TBS • Intensitas penggunaan air unit bisnis energi terbarukan selama 2025 sebesar 0,06 m3/ton
produksi.
• GRHA DSN menerapkan efisiensi penggunaan air pada sistem chiller untuk menjaga
stabilitas kualitas air.
• Penerapan optimalisasi air daur ulang boiler di WP Panel.
Pengelolaan Sampah • Pada tahun 2025, GRHA DSN mampu mengelola sekitar 70% sampah organik secara in-situ
di GRHA DSNG melalui komposting sampah daun dan ranting; dan pengembangan 76 lubang biopori.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 31 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 34
Pilar Masyarakat
Peningkatan kapasitas praktik Pelaksanaan sekolah lapang bagi petani swadaya yang memasok TBS melalui
terbaik petani swadaya koperasi dan agen.
Masyarakat di sekitar wilayah
Kerja sama dengan pemasok lokal untuk mendukung aktivitas
operasional turut berdaya melalui
operasional Perseroan.
kegiatan peningkatan penghidupan
Menjamin kehidupan yang • Pencapaian 10 sertifikasi Zero Accident pada entitas operasional.
sehat dan sejahtera • Pelaksanaan program pemberantasan jentik nyamuk.
• Pemeriksaan kesehatan (MCU) secara berkala.
• Pelatihan dan sosialisasi sertifikasi serta penerapan K3.
Dukungan terhadap fasilitas Pengelolaan fasilitas klinik di wilayah operasional yang didukung tenaga medis
kesehatan di dalam dan sekitar dan peralatan kesehatan yang memadai.
wilayah operasional
Pemerataan peluang kerja bagi • Pendampingan Credit Union mitra dengan 2.781 anggota dan total aset
masyarakat sebanyak Rp 67,5 Miliar.
• Kerja sama dengan BUMDes untuk mendukung pemenuhan kebutuhan
operasional oleh 300 petani setempat.
• Pendampingan agroforestri tangguh iklim untuk petani kecil.
• Pelatihan budidaya ayam petelur untuk penguatan ekonomi masyarakat
dengan 12 penerima dengan pendapatan total 12,37 juta rupiah.
Penyelenggaraan perlindungan • Pelaksanaan asesmen gender bekerja sama dengan lembaga independen.
serta pemenuhan hak • Pelatihan Komite Gender yang melibatkan 356 anggota terkait kesetaraan
perempuan dan anak gender, pencegahan kekerasan, dan penanganannya.
• Penyediaan fasilitas pengasuhan anak bagi karyawan yang bekerja di
lingkungan operasional.
• Pemberian makanan tambahan, Vitamin A, dan pemantauan tumbuh
kembang secara berkala untuk 1.020 anak penerima manfaat.
• Pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan dan edukasi deteksi dini
kanker terhadap 1.000 perempuan usia subur.
Pengembangan masyarakat Pelaksanaan kegiatan pelestarian budaya dan peningkatan kapasitas
adat serta perlindungan dan masyarakat adat melalui pendidikan, ekonomi kreatif, dan kegiatan sosial.
pengelolaan warisan budaya
Peningkatan akses pendidikan • Pelaksanaan program edukasi lingkungan, penguatan nilai budaya,
dan penurunan angka anak pemberian makan gratis bagi siswa, serta pembekalan K3 bagi pelajar vokasi.
putus sekolah • Pendataan, pendampingan administrasi, sosialisasi, monitoring, dan
kebijakan wajib kembali bersekolah.
Peningkatan akses dan • Pembangunan dan perawatan infrastruktur desa binaan.
konektivitas desa melalui • Perbaikan jalan, drainase, dan dukungan fasilitas publik.
penguatan infrastruktur
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 32 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 35
Budaya Inovasi Berkelanjutan [POJK F.26]
Dalam upaya memperkuat kinerja operasional dan keberlanjutan, Perseroan mengintegrasikan inovasi teknologi, efisiensi energi,
dan budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Melalui DSN Award Convention yang diadakan setiap tahun, Perseroan
memberikan apresiasi kepada tim dan unit yang berhasil menjalankan inisiatif peningkatan kinerja di bidang perkebunan, pabrik
kelapa sawit, alat berat, infrastruktur, produk kayu, serta aspek pendukung dan keberlanjutan.
Pada tahun 2025, DSNG mencatat partisipasi sebanyak 695 tim/tema dalam ajang DSN Award Convention. Sebanyak 5.185
peserta berhasil berpartisipasi penuh hingga tahap konvensi, dan 7 tim terbaik terpilih untuk melaju ke tingkat Temu Karya Mutu
dan Produktivitas Nasional (TKMPN). Para kontributor unggulan menerima apresiasi berupa penghargaan finansial dan piala,
serta berkesempatan mewakili perusahaan dalam ajang TKMPN XXIX 2025 yang diselenggarakan pada 24-29 November 2025
di Harmoni One Hotel & Convention Center, Batam. Berikut ini merupakan bentuk inovasi keberlanjutan terbaik dan dampaknya
bagi Perseroan:
Bentuk Inovasi dan Pengaruhnya Terhadap Perseroan [SPOTT 120]
Unit Bisnis Kelapa Sawit
Bentuk Inovasi Pemenang Pengaruh Terhadap Perseroan
QCP: Mengatasi Kerusakan Injektor Pada Alat Berat Peningkatan keandalan alat berat, sehingga
Excavator, Motor Grader, dan Compactor di PT Gemilang downtime operasional menurun.
Utama Nusantara.
QCC: Mengurangi Material Terbuang/Waste Pada Fabrikasi Efisiensi penggunaan bahan baku, sehingga
Reducer di Central Workshop Fabrikasi PT GUN. biaya material dapat ditekan.
QCC: Menurunkan Pelaksanaan Verifikasi Servis Meningkatkan akurasi data sensus pokok, mendukung
Ulang Sensus Pokok di Area Replanting PT Swakarsa perencanaan agronomi yang lebih tepat.
Estate Jabdan 2
QCC: Meningkatkan Kemampuan Mendongeng Ibu Peningkatan kualitas layanan TPA untuk mendukung
TPA di PT DSN Site Muara Wahau pembinaan anak pekerja yang lebih baik.
QCC: Mengoptimalkan Sistem Pengolahan Sampah Memperkuat budaya pemilahan & 3R (Reduce,
Perumahan di Station Miau Baru Reuse, Recycle) yang mendukung ekonomi sirkular
di area operasional.
SS: Meningkatkan Lifetime Alat kerja Cleaning di Mengurangi frekuensi penggantian alat, sehingga
Station Miau Baru downtime pekerjaan cleaning menurun.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 33 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 36
Unit Bisnis Produk Kayu
Bentuk Inovasi Pemenang Pengaruh Terhadap Perseroan
QCC: Menurunkan Frekuensi Kerusakan Motor Stabilitas operasional boiler meningkat,
di Boiler Oil Long sehingga proses produksi lebih lancar.
QCC: Mengurangi Pembuangan Limbah Catcher Mendukung pencapaian target keberlanjutan
dan pengurangan limbah.
QCC: Meningkatkan Persentase Pengelolaan Limbah Cair Meningkatkan kualitas pengolahan limbah cair,
Coating dari 10% menjadi 100% di Area Limbah B3 sehingga parameter efluen lebih stabil dan aman.
QCP: Meningkatkan Kualitas Pelayanan Ekspor - Mempercepat proses dokumen dan clearance,
Impor di PT TKPI sehingga lead time pengiriman (export/import)
lebih pendek.
SS: Modifikasi Sprocket Pecah Pada Chain Conveyor Mendorong inovasi teknis, meningkatkan kualitas
Mesin Double Saw 02 engineering dan perbaikan berkelanjutan.
HO & New Strategic
QCC: Meningkatkan Produktivitas tenaga Kerja Bagging Meningkatkan kualitas kerja karyawan, melalui
di Afdeling 2 PT Panyindangan standar kerja yang lebih efektif & optimal.
QCP: Menurunkan Persentase Error Plan vs Aktual Utilisasi Meningkatkan akurasi mencapai target operasional,
Bio-CNG di Emplasmen Estate Jabdan 2 PT SWA terutama jika terjadi mismatch antara pasokan dan
kebutuhan energi.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 34 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 37
Budaya Inovasi Berbuah Efisiensi [POJK F.26]
DSNG mendorong pemanfaatan Pada unit bisnis Kelapa Sawit, Tim QCC Gogoe mengoptimalkan pengelolaan
inovasi dan teknologi melalui sampah perumahan di Tempat Sampah Miau Baru melalui penerapan metode
program Quality Control Circle 8 Step QCC. Program ini mencakup pemilahan sampah dari sumber serta
(QCC) untuk meningkatkan efisiensi pembangunan sistem daur ulang terpadu yang meliputi pengolahan sampah
operasional, kinerja lingkungan, dan organik menjadi kompos, daur ulang kertas, dan pengolahan sampah anorganik.
keselamatan kerja di seluruh Sistem dirancang secara mandiri dengan biaya efisien dan mudah direplikasi.
Implementasi program meningkatkan tingkat pengelolaan sampah dari 0%
unit bisnis.
menjadi 100%, dengan volume sekitar 9 kilogram per hari dikelola sepenuhnya
tanpa dibuang ke lingkungan. Program ini meningkatkan kebersihan lingkungan
dan menghasilkan penghematan biaya alat berat TPA sekitar Rp10,25 juta per
tahun, sekaligus meningkatkan kesadaran warga.
Pada unit bisnis DSN WP Panel, Tim QCC Hello melakukan perbaikan pengelolaan
limbah air catcher pada output Hotpress 6 melalui pembangunan sistem filter
air multi media, pemasangan pipa rotasi, serta pemanfaatan kembali air hasil
penyaringan. Pembuangan limbah air catcher berhasil diturunkan dari rata rata
62 kilogram menjadi sekitar 2 kilogram per bulan. Air hasil penyaringan dapat
digunakan kembali dan telah memenuhi hasil uji laboratorium. Inisiatif ini
menghasilkan penghematan biaya sekitar Rp2,84 juta per bulan, mengurangi
potensi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan keselamatan dan
kenyamanan kerja operator.
Pada unit bisnis DSN WP Floor, Tim QCC Sehat mengembangkan formula kimia
mandiri untuk pengelolaan limbah cair coating dan mengoptimalkan kinerja
IPAL. Implementasi ini menghilangkan kasus iritasi dan luka bakar pada pekerja,
menstabilkan pH limbah pada kisaran 7 hingga 8 sesuai baku mutu, serta
menurunkan biaya pengelolaan limbah sebesar 81,5% dari sekitar Rp9,54 juta
menjadi Rp1,17 juta per bulan. Program ini meningkatkan kepatuhan lingkungan
dan berdampak positif terhadap moral kerja karyawan tanpa adanya
keluhan lanjutan.
Kontribusi terhadap Kemakmuran Bersama
Dampak Ekonomi Tidak Langsung [GRI 203-1, 203-2]
Perseroan berkomitmen dalam mendorong pembangunan perbaikan, pengelolaan lingkungan, pengembangan UMKM,
berkelanjutan di komunitas sekitar wilayah operasional serta kelompok seni dan ekowisata berbasis masyarakat
dengan menerapkan prinsip kemakmuran bersama. Upaya dengan biaya investasi mencapai Rp 812 juta. Hingga
ini tidak hanya melibatkan masyarakat dalam rantai pasok Desember 2025, inisiatif ini menghasilkan potensi pendapatan
bisnis, tetapi juga memastikan keberlanjutan serta ketahanan masyarakat sebesar Rp 329 juta, yang mencerminkan
mata pencaharian mereka. Masyarakat berkontribusi sebagai kontribusi program terhadap peningkatan aktivitas ekonomi
pemasok bahan baku, penyedia jasa transportasi dan lokal melalui pendekatan pendampingan berbasis Social
konstruksi, serta penyedia kebutuhan pangan bagi Return on Investment (SROI).
karyawan dan keluarga.
Selain itu, Perseroan juga memberikan dampak ekonomi
Sepanjang tahun 2025, Perseroan melaksanakan 15 inisiatif tidak langsung melalui pelaksanaan program CSR di bidang
pemberdayaan ekonomi yang melibatkan kelompok infrastruktur. Infrastruktur ini mendukung kelancaran
perempuan, pemuda, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan mobilitas orang dan barang serta memperluas akses terhadap
menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal di sekitar konsesi kegiatan ekonomi, sehingga memberikan dampak ekonomi
unit bisnis kelapa sawit. Program-program tersebut mencakup tidak langsung melalui peningkatan aksesibilitas dan efisiensi
pengembangan usaha di sektor ekonomi non-sawit, seperti aktivitas ekonomi lokal.
kopi, madu, perikanan, peternakan ayam, jasa perawatan dan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 35 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 38
Dampak Signifikan Tidak Langsung Lain [GRI 203-2]
Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional, DSNG aktif melibatkan pemasok
lokal dalam kegiatan usahanya.
Proporsi Keterlibatan Pemasok Berdasarkan Jumlah Badan Usaha
2025 2024 2023
Uraian
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Pemasok Lokal 203 31,67 212 41,81 197 42,73
Pemasok Nasional 423 65,99 290 57,19 257 55,75
Pemasok Internasional 15 2,34 5 0,99 7 0,02
Jumlah 641 100
[SRI KEHATI 02] 507 100 461 100
Proporsi Keterlibatan Pemasok Berdasarkan Nilai Pengadaan [GRI 204-1]
2025 2024 2023
Uraian Satuan
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Pemasok Lokal 412.682 36 310.411 45 371.741 56
Pemasok Nasional Rp Juta 721.227 64 385.397 55 289.985 44
Jumlah
1.133.910 100 695.808 100 661.726 100
(Lokal+Nasional) [SRI KEHATI 02]
Pemasok Internasional USD 9.883.969 10.411.514 13.222.240
Keterangan:
• Pemasok Lokal adalah pemasok yang hanya dapat mensuplai kebutuhan di sekitar wilayah perusahaan Kalimantan Timur/Temanggung, dengan franco
pengiriman ke kota terdekat seperti Samarinda. Alamat vendor umumnya berada di Balikpapan, Samarinda, atau sekitar area kebun/pabrik.
• Pemasok Nasional adalah pemasok yang mampu menyuplai seluruh lokasi kebun perusahaan, seperti Temanggung, Boyolali, dan Kalimantan Timur,
Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
• Pemasok Internasional adalah pemasok barang impor yang umumnya berdomisili di luar Indonesia.
Total Asset Credit Union (CU)
2025 2024 2023
Nama Jumlah Total Asset Jumlah Total Asset Jumlah Total Asset
Anggota (Rp miliar) Anggota (Rp miliar) Anggota (Rp miliar)
CU Mitra Mandiri 2.781 67,50 2.640 58,88 2.390 54,23
CU Blom Bea Ling 1.336 58,12 1.234 46,26 1.113 43
CU Satu Hati 353 8,36 359 8,36 327 7,22
CU Padulangan Bersatu 426 3,93 405 4,1 343 3,5
DSNG memberikan dampak signifikan tidak langsung melalui berbagai mekanisme Credit Union (CU) yang mempengaruhi
masyarakat dan komunitas secara luas. Berikut adalah beberapa contoh dampak tidak langsung yang signifikan:
Penguatan ekosistem Hubungan simbiosis antara
ekonomi lokal komunitas dan perusahaan
Replikasi model Pembangunan inklusif
keberhasilan dan berkelanjutan
Penguatan jaringan sosial Efek multiplier
(kapasitas perempuan dan terhadap peningkatan
kesetaraan gender) kesejahteraan wilayah lain
Peningkatan kompetensi dan Pengurangan ketergantungan
keberlanjutan komunitas pada sumber daya alam
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 36 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 39
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan [GRI 201-1, 13.22.2]
Pada tahun 2025, Perseroan menghasilkan pendapatan Sepanjang tahun 2025, DSNG tidak menerima bantuan
sebesar Rp 12,3 triliun, meningkat 21,7% dari tahun finansial yang berasal dari pemerintah. Perseroan memperoleh
sebelumnya sebesar Rp 10,1 triliun. Kontribusi terbesar nilai ekonomi hanya berasal dari penjualan produk kayu,
pendapatan berasal dari penjualan sebesar 88% kelapa kelapa sawit, dan energi terbarukan. Sebagian dari nilai
sawit, diikuti 10% produk kayu, dan 2% energi terbarukan. ekonomi yang diperoleh, didistribusikan kepada pemangku
Peningkatan pendapatan terjadi dalam semua bidang kepentingan melalui dividen, remunerasi karyawan, investasi
bisnis baik di kelapa sawit, produk kayu, maupun energi kepada masyarakat, pajak, dan lainnya sesuai dengan
terbarukan dengan peningkatan masing-masing bidang peraturan perusahaan dan prosedur hukum yang berlaku.
bisnis sebesar 23,5%, 7,8%, 23,8% di tahun 2025 dibandingkan
dengan tahun sebelumnya.
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan
2025 2024 2023
Pendapatan 12.314.712 10.119.220 9.498.749 Nilai Ekonomi yang dihasilkan
Beban Pokok Penjualan 8.464.728 7.115.019 6.971.281
Beban Umum dan Administrasi
527.752 516.048 508.145
(termasuk gaji karyawan dan tunjangan)
Pembayaran Kepada Pemegang Saham 254.396 233.197 317.995
Distribusi Nilai Ekonomi
Laba yang Didistribusikan Kepada Pemilik
1.840.490 1.142.493 839.809
Entitas Induk
Pembayaran Kepada Pemerintah 625.842 388.034 518.410
Total Distribusi Nilai Ekonomi 11.713.208 9.394.791 9.155.640
Jumlah 601.504 724.429 343.109 Nilai Ekonomi ditahan
Kegiatan Usaha dan Hubungan Bisnis Lainnya yang Relevan [POJK C.4] [GRI 2-6, 201-4]
Sepanjang tahun 2025, kegiatan usaha Perseroan tetap Seluruh saham Perseroan dimiliki oleh pemegang saham
konsisten dari tahun sebelumnya, mencakup produksi dan non-pemerintah hingga tahun 2025. Selama periode
penjualan minyak kelapa sawit, kernel, dan minyak inti sawit pelaporan, Perseroan tidak menerima bantuan finansial dari
serta produk kayu dan energi terbarukan. DSNG tidak memiliki Pemerintah Republik Indonesia dalam mendukung kegiatan
kepemilikan saham yang berasal dari entitas pemerintah. operasionalnya.
Tata Kelola Pajak [GRI 207-1, 207-2, 207-3]
DSNG memberikan dampak signifikan tidak langsung melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan aktivitas ekonomi
di daerah sekitar melalui pembayaran pajak dan belanja pengadaan dari pemasok lokal. Dalam pelaksanaan kewajiban pajaknya,
DSNG mengacu pada kebijakan pajak yang tercantum di laman resmi DSNG yang dijadikan sebagai dasar, dalam penyusunan
strategi perpajakan DSNG. Strategi Perpajakan ini akan ditinjau secara berkala untuk menyelaraskan dengan peraturan jika
diperlukan. Informasi lainnya terkait pajak dapat dilihat dalam Laporan Tahunan DSNG 2025 di halaman 139-140.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 37 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 40
Pilar Hutan
Hutan dan lanskap merupakan pilar utama dalam pendekatan
pengelolaan berkelanjutan DSNG, yang memastikan bahwa seluruh
kegiatan operasional dan rantai pasok selaras dengan prinsip
perlindungan hutan, pencegahan deforestasi, dan konservasi
keanekaragaman hayati. Upaya ini diwujudkan melalui penerapan
kebijakan NDPE secara komprehensif, penguatan ketelusuran
sumber bahan baku, pengelolaan kawasan konservasi yang terukur,
serta penerapan sistem pemantauan berbasis teknologi di seluruh
wilayah operasional.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 38 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 41
Target dan Progres
Pelestarian Keanekaragaman Hayati [GRI 101-1]
Area konservasi
dalam konsesi 8.733 Ha
Area konservasi
luar konsesi
7.621 Ha
Program RaCP di
Laman Satong dan Lemmanis
Program Konservasi
Program Capaian
Pengelolaan HVC Berkolaborasi BUMDes Nehas Liah Bing 1.197,5 ha
Pengelolaan Konservasi Berkolaborasi dengan Masyarakat Adat Suak 123,31 ha Desa Suak Medang
Penerapan pendekatan Taskforce on Nature-related
Monitoring Konservasi bersama SINTAS Kalimantan Timur
Financial Disclosures (TNFD)
1.288 satwa (566 burung, 92 mamalia, 70 reptil dan
Monitoring Perjumpaan Satwa
amfibi, dan 560 spesies tumbuhan)
8.238 pohon melalui kegiatan rehabilitasi, tree island,
Penanaman pohon
remediasi, dan pengayaan (enrichment)
Rantai Pasok Unit Bisnis Kelapa Sawit Rantai Pasok Unit Bisnis Produk Kayu
Ketertelusuran Produksi TBS
hingga Kebun 97,76% Volume Ketertelusuran
100%
Produk Kayu Panel
Ketertelusuran Produksi
100% Volume Ketertelusuran
Kernel hingga PKS
Produk Kayu Floor 100%
Ketertelusuran Produksi
Kernel hingga Kebun 99,48%
Rantai Pasok Unit Bisnis Produk Energi Terbarukan
Pemasok telah terlibat dan
menandatangani NDPE 100%
Volume Ketertelusuran
Produk Pelet Kayu 100%
Volume Pasokan Bebas
Deforestasi dan Konversi 97,76%
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 39 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 42
Pengelolaan Rantai Pasok [GRI 2-6, 13.23.1]
DSNG menerapkan pendekatan rantai pasok berkelanjutan untuk tiga komoditas utama, yaitu kelapa sawit, produk kayu, dan
energi terbarukan, melalui penerapan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) untuk kelapa sawit serta
skema kehutanan berkelanjutan dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk kayu.
Rantai Pasok di Unit Bisnis Kelapa Sawit [GRI 101-4]
DSNG terus memastikan bahwa standar NDPE terintegrasi dalam seluruh proses pengelolaan rantai pasok minyak sawit.
Melalui pendekatan yang berfokus pada pencegahan deforestasi, pelestarian lahan gambut, serta perlindungan hak asasi
pekerja dan masyarakat. Perseroan menegaskan perannya dalam membangun industri kelapa sawit yang transparan dan
beretika di seluruh tingkatan operasional.
Telusur ke Kebun
(Indirect)
Kebun
KebunKelapa Sawit
Kelapa Sawit
Beli lepas
Telusur ke Pemasok
Level 2 (indirect)
Pengepul 2/ Timbangan Pengepul 1 Beli lepas Petani
Keanggotaan
Beli lepas
Telusur ke Pemasok
Level 1 (Direct)
IPC Agen Koperasi
Pabrik Kelapa Sawit
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 40 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 43
DSNG menerima pasokan Tandan Buah Segar (TBS) dari tiga sumber utama, yaitu Perkebunan Inti, Perkebunan Plasma, dan
Pemasok Eksternal. Pemasok eksternal selanjutnya diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu perusahaan perkebunan di luar
Grup DSNG, Koperasi Swadaya, dan Agen atau Pengepul TBS.
Sepanjang tahun 2025, DSNG mengoperasikan 1 Kernel Crushing Plant (KCP) dan 12 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dengan
1 unit PKS dalam perawatan dan tidak beroperasi sejak Januari 2024. Berdasarkan seluruh unit PKS DSNG yang beroperasi,
komposisi pasokan TBS pada tahun 2025 adalah sebagai berikut.
Pasokan TBS Tahun 2025 Sumber Pasokan TBS
1.663.463 446.708
(61,40%) (16,49%) 22,11%
25.537
(0,94%)
95.872
(3,54%)
77,89%
477.490
(17,63%)
Kebun Inti Kebun Kemitraan Kebun IPC Pemasok Eksternal
Kooperasi Swadaya Agen Kebun Inti dan Kebun Plasma
Ketertelusuran Pasokan TBS [GRI 308-1, 308-2]
DSNG melakukan identifikasi rantai pasok atas seluruh pasokan TBS, terutama pemasok eksternal. Proses identifikasi dilakukan
hingga tingkat kebun penghasil TBS yang memasok ke unit PKS DSNG. Selama 2025, Pabrik Kelapa Sawit DSNG tidak ada
pengiriman TBS dari pemasok baru.
Secara keseluruhan, capaian ketertelusuran TBS DSNG hingga tingkat kebun pemasok (Traceability to Plantation/TTP) pada
tahun 2025 mencapai 97,76%.
Ketertelusuran Kebun Tahun 2025 (%) [GRI 13.23.2, 13.23.3] [SASB FB-AG-430a.1]
Terlacak 97,76%
Belum Terlacak 2,24%
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 41 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 44
Rincian tingkat ketertelusuran untuk setiap unit PKS adalah sebagai berikut:
Ketertelusuran Sumber Berdasarkan unit PKS Tahun 2025 (%)
PKS 1 PKS 2 PKS 3
0% 0% 100% 0% 87,9% 12,1%
PKS 4 PKS 5 PKS 6
92,9% 7,1% 100% 0% 100% 0%
PKS 7 PKS 8 PKS 9
94,5% 5,5% 100% 0% 100% 0%
PKS 10 PKS 11 PKS 12
100% 0% 100% 0% 94,5% 5,5%
Terlacak Belum Terlacak Tidak Beroperasi
DSNG memiliki pabrik pengolahan inti sawit (Kernel Crushing Plant/KCP) di Muara Wahau untuk memproduksi Minyak Inti
Sawit (Palm Kernel Oil/PKO) dengan kapasitas pengolahan KCP sebesar 400 ton/hari. Seluruh inti sawit yang diolah di KCP
100% berasal dari unit PKS DSNG di Kalimantan Timur. Dengan demikian, seluruh sumber pasokan inti sawit telah mencapai
100% ketertelusuran hingga pabrik (Traceable to Mill/TTM), serta 99,48% ketertelusuran hingga kebun pemasok (TTP).
Informasi lebih rinci mengenai sistem ketertelusuran PKO dari KCP DSNG disajikan dalam Laporan NDPE.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 42 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 45
Pelibatan Petani Pemasok [GRI 407-1, 408-1, 409-1, 13.23.1, 13.23.4]
Sejak Maret 2020, DSNG menetapkan Kebijakan NDPE (No Deforestation, No Peat, dan No Exploitation) yang berlaku di
area pengelolaan Perkebunan DSNG dan untuk pemasok, terutama pemasok TBS yang merupakan bahan baku produk
DSNG. Pelibatan pemasok dan petani pemasok diberlakukan agar seluruh pemangku kepentingan dapat memahami serta
menerapkan kebijakan dan secara efektif proses kepatuhan penerapan NDPE DSNG.
Langkah-langkah Kesiapan DSNG Untuk Kebijakan NDPE
IPCs Plasma dan Saprodi Koperasi Eksternal Agen
Pendaftaran anggota petani swadaya dan pendaftaran kebun
Komitmen terhadap Kode Etik dan kesepakatan terhadap negosiasi
Peta Jalan pemasok yang didukung DSNG
Penerapan Peta Jalan Pemasok, serta pelatihan dan peningkatan kapasitas pemasok yang
Pendaftaran dan sosialisasi di didukung DSNG
tingkat kelompok pemasok
Pendaftaran Petani Swadaya
Komitmen pemasok Pemantauan dan Monitoring, reporting dan
Lacak balak, rekonsiliasi
perlindungan tingkat
dan ketertulusuran
Kegiatan pemasok sesuai Peta lanskap pemantauan kepatuhan
Jalan Kepatuhan NDPE
Ketertelusuran penuh dan
manajemen kepatuhan NDPE
Pelaporan kinerja
Untuk menjamin keterbukaan informasi, komitmen dan roadmap implementasi NDPE telah tersedia secara publik melalui
website resmi DSNG. Penerapan NDPE bagi pemasok TBS sangat penting untuk mencapai target pemenuhan 100% kepatuhan
di akhir tahun 2025. Kelompok petani pemasok TBS DSNG diidentifikasikan sebagai:
Petani Kemitraan Plasma Petani Kemitraan Saprodi Petani Swadaya
(Full Managed Scheme Smallholder) (Limited Scheme Smallholder) (Independent Smallholder)
Perkebunan plasma dikelola Perkebunan dikelola secara mandiri oleh Perkebunan dikelola secara
sepenuhnya oleh Perseroan, termasuk petani pemilik lahan, dengan dukungan mandiri oleh petani tanpa
aspek teknis budidaya, operasional, dan Perseroan berupa penyediaan sarana keterlibatan langsung
pemasaran hasil panen. produksi pertanian (saprodi), seperti bibit, Perseroan dalam pengelolaan
penanaman, pembangunan jalan kebun, operasional.
serta input produksi lainnya.
Petani pemasok yang memasok TBS ke unit PKS DSNG terdiri dari dua kelompok utama, yaitu Petani Kemitraan dan Petani
Swadaya. Profil masing-masing kelompok pemasok tersebut disajikan sebagai berikut:
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 43 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 46
Profil Petani Pemasok Tahun 2025 [GRI 308-1, 308-2]
Jenis Smallholder Jenis Kelompok Jumlah Koperasi/Kelompok Jumlah Petani Luas (ha)
Kemitraan Skema Plasma 52 12.569 24.929
Kemitraan
Kemitraan Skema Usaha 13 1.708 4.113
Koperasi Swadaya 26 5.180 13.993
Swadaya
Agen 52 7.082 26.305
Penerapan NDPE Pemasok [GRI 101-4, 308-2] [SASB FB-AG-430a.2, FB-AG-430a.3]
1 Proses penerapan NDPE bagi pemasok diawali dengan pengisian formulir pendaftaran serta penandatanganan
pernyataan persetujuan terhadap Kode Etik dan kebijakan NDPE oleh pemasok dan petani pemasok, sebagai langkah
awal untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok teridentifikasi secara jelas. Pemasok yang telah
melalui tahap ini dikategorikan sebagai “Terdaftar”.
2 Selanjutnya melalui program pelibatan pemasok (supplier engagement), mulai dilakukan pendataan data petani,
selanjutnya sosialisasi NDPE pada sekolah lapang untuk peningkatan kapasitas petani, bantuan untuk memperoleh STDB,
dan penilaian gap pemenuhan NDPE agar dapat diketahui perbaikan yang perlu dibenahi untuk mencapai kepatuhan
NDPE di Pemasok tersebut. Pemasok yang telah menuntaskan proses, menjalani penilaian oleh tim Sustainability
Operation, serta diaudit namun belum mencapai skor 75% dikategorikan sebagai “Terkontrol”.
3 Untuk memastikan kepatuhan NDPE, dilakukan proses Pelaporan Program Pemantauan, Tinjauan, Verifikasi (MRV).
MRV dilakukan untuk setiap pemasok, dengan sampel verifikasi petani pemasok secara proporsional. Pemasok yang telah
melakukan MRV dan mencapai nilai ≥ 75% sesuai kriteria penilaian dikategorikan sebagai “Memenuhi”. Pada pelaporan
tahun 2025, sosialisasi NDPE telah menjangkau 50% untuk IPC, 50% untuk petani Koperasi Swadaya dan 25%
petani Agen.
4 Pelaksanaan Measurement, Reporting, and Verification (MRV) NDPE pada tahun 2025 mencakup 20 pemasok, terdiri dari 1
pemasok IPC, 11 pemasok Koperasi Swadaya dan 8 pemasok Agen. Dengan tambahan pelaksanaan MRV tersebut, seluruh
pemasok eksternal DSNG, termasuk IPC, Koperasi Swadaya, dan Agen, telah menjalani proses MRV. Ke depan, MRV NDPE
akan dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun untuk masing-masing pemasok. Selain itu, Perseroan akan melakukan
pendampingan kepada pemasok yang belum memenuhi kategori NDPE.
Rekapitulasi Status Pemasok dalam Penerapan NDPE Tahun 2025 [GRI 308-1, 308-2]
Terdaftar Terkontrol Memenuhi
Jenis Satuan Total
Pemasok 300 Pemasok Jumlah % Jumlah % Jumlah %
IPC Unit 4 4 100% 4 100% 2 50%
Koperasi
Unit 26 26 100% 26 100% 13 50%
Swadaya
Agen Unit 52 52 100% 52 100% 21 25%
Total Unit 82 82 100% 82 100% 36 41,67%
MRV Audit merupakan bagian dari komitmen pemasok dalam menerapkan kebijakan NDPE. Melalui MRV, Perseroan
memverifikasi aspek legalitas dan kepatuhan hukum, termasuk memastikan kebun tidak berada dalam kawasan hutan, bukan di
area gambut, serta telah memiliki koordinat yang teridentifikasi dan batas kebun yang jelas.
Dari aspek lingkungan dan operasional, MRV memastikan pembukaan lahan tanpa pembakaran, penggunaan bibit yang
sesuai, serta pengelolaan pupuk dan pestisida secara bertanggung jawab sesuai praktik Good Agricultural Practices (GAP). MRV
juga mengevaluasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), mekanisme penanganan keluhan, efektivitas program
pemberdayaan, serta pelaksanaan sosialisasi NDPE dan GAP kepada pemasok. Proses ini sekaligus memperkuat sistem
ketertelusuran hingga ke tingkat kebun.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 44 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 47
DSNG memberikan dukungan peningkatan kapasitas petani melalui program Sekolah Lapang. Hingga akhir tahun 2025,
program ini telah menjangkau 3.365 petani Koperasi Swadaya (62%), 1.834 petani Agen (34%), dan 221 orang peserta
internal perusahaan (4%) telah menerima panduan dan materi peningkatan kapasitas pengelolaan perkebunan berkelanjutan
mengenai NDPE & pengaduan, topik K3, sosialisasi ISPO, RSPO, dan Agronomi Kelapa Sawit melalui program
Sekolah Lapang tersebut.
Sekolah Lapang Peserta Sekolah Lapang
9.000 8.562
8.000
Agen
34%
6.000 5.420
5.000
4.000 Internal
3.142
3.000
2.000
4%
1.000 Koperasi
0
2024 2025 Total
62%
Data Pelaksanaan Sekolah Lapang Petani Swadaya 2025
Laki-laki Perempuan
4.141 1.279
Pelatihan dilakukan secara tatap muka melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Materi
mencakup pengenalan prinsip NDPE, contoh penerapan praktik budidaya yang bertanggung jawab, serta studi kasus dari
operasional DSNG. Seluruh Koperasi Swadaya dan Agen dapat dinyatakan telah melakukan analisa perbedaan dan menyusun
rencana pemenuhannya.
Kerjasama Pelibatan Pemasok Swadaya
[GRI 101-3, 13.22.1, 13.23.4]
Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pembinaan petani
swadaya sebagai pemasok TBS ke unit PKS DSNG, Perusahaan
menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pendataan dan Peningkatan Kapasitas Petani
Kerja sama pendataan dan peningkatan ktapasitas petani dilaksanakan di anak perusahaan DSNG yang berlokasi
di Sekadau, Kalimantan Barat, dan Lamandau, Kalimantan Tengah. Di Sekadau, kerja sama dilakukan antara PT Agro
Andalan dengan SPKS dan PT SMART Tbk. Sementara itu, di Lamandau, kerja sama dilaksanakan antara PT Pilar
Wanapersada dengan SOLIDARIDAD Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, program telah menjangkau sebanyak
1.250 petani di Sekadau dan 667 petani di Lamandau.
Pembentukan Kelembagaan Petani dan Koperasi
Pembentukan kelembagaan petani dan koperasi di Sekadau dilakukan melalui kerja sama dengan SPKS dan PT SMART
Tbk. Hingga akhir tahun 2025, telah terbentuk 55 Kelompok Tani sebagai rombongan belajar, serta dalam proses
pembentukan 2 koperasi tambahan, di luar 3 koperasi yang telah terbentuk sebelumnya. Target pendampingan
koperasi dalam kerja sama ini hingga akhir tahun 2026 adalah 5 koperasi. Di Kalimantan Tengah, kerja sama dengan
SOLIDARIDAD Indonesia telah membina 37 Kelompok Tani. Sebagian kelompok tersebut akan didorong untuk
bergabung dan membentuk koperasi, serta dipersiapkan untuk mengikuti proses sertifikasi keberlanjutan petani.
Selain itu, kerja sama dengan GIZ melalui Program Sustain Kutim di Bengalon telah menghasilkan 2 koperasi yang
bekerja sama dengan PT Bima Palma Nugraha, termasuk melalui dukungan Sarana Produksi Pertanian (SAPRODI).
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 45 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 48
Sertifikasi
Sejak tahun 2023, beberapa anak perusahaan DSNG di Muara Wahau bekerja sama dengan GIZ untuk mendorong
6 koperasi memperoleh sertifikasi ISPO-RSPO. Hingga saat ini, unit PKS DSNG di Muara Wahau menerima TBS dari 5
koperasi yang telah berstatus tersertifikasi, serta terus mendukung pemenuhan persyaratan dalam proses surveillance
kelima koperasi tersebut. Koperasi yang dimaksud meliputi Koperasi Sumber Rejeki, Koperasi Sawit Usaha Tani
Sejahtera, Koperasi Karya Indah, Koperasi Makarti, dan Koperasi Usaha Tani Sejahtera.
Rantai Pasok di Unit Bisnis Produk Kayu [GRI 13.23-2, 13.23-4]
Dalam Unit Bisnis Produk Kayu, DSNG memperoleh pasokan Pada tahun 2025, sebanyak 1.000 petani, dimana 85
kayu sengon dan jabon dari Hutan Kemasyarakatan melalui diantaranya petani perempuani memperoleh manfaat dari
kemitraan dengan petani dan pengumpul lokal. Seluruh program penyaluran bibit jabon yang dilakukan secara rutin.
kayu telah memenuhi standar legalitas SVLK dan memiliki Selain itu, Perseroan juga mengadakan pelatihan khusus
ketelusuran yang jelas. Perseroan juga mulai memperkuat budidaya sengon maupun jabon di 9 Desa di wilayah
pemetaan dan pemantauan lahan untuk mencegah risiko Temanggung dan Magelang yang diberikan kepada 200
deforestasi di rantai pasok. Dengan dukungan para pemangku petani, dimana diantaranya 71 petani perempuan.
kepentingan eksternal, Unit Bisnis Produk Kayu Panel juga
merencanakan pengembangan pendekatan lanskap untuk
mendorong agroforestri berkelanjutan dan bebas deforestasi
di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa tahun mendatang.
Petani
+
Bakul (Pemasok Level 1) Depo (Pemasok Level 2) Sawmill Sawmill
Kontrak Melalui Depo
PTPN
Pabrik DSN WP Panel
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 46 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 49
Ketertelusuran DSN WP Panel 2025 2024 2023
Ketertelusuran Log Kayu pada Unit Bisnis Produk Kayu
Tahun Volume Terlacak (m³)
Wanatani Masyarakat PTPN Jumlah
194.370 18.018 212.388
166.052 27.000 193.052
131.648 38.324 169.972
Pasokan Kayu untuk Unit Bisnis Produk Kayu (Panel) [GRI 13.23.2]
Jumlah Pemasok (Individu)
Lokal Impor Jumlah
25 0 25
36 0 36
48 0 48
Volume Kayu (m³)
Log Sengon Log Jabon STBR Sengon STBR Jabon Total
165.098 8.263 39.027 - 212.388
141.240 9.853 41.959 - 193.052
126.569 9.436 33.967 - 169.972
Ketertelusuran DSN WP Floor
Ketertelusuran Produk Kayu pada Unit Bisnis Produk Kayu
Tahun Volume Terlacak (m³)
Hutan Rakyat Pemasok Jumlah
- 648.089 648.089
- 16.649 16.649
- 19.913 19.913
Pasokan Kayu untuk Unit Bisnis Produk Kayu (Floor)
Jumlah Pemasok (Individu)
Lokal Impor Jumlah
17 4 21
29 11 40
31 9 40
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 47 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 50
2025 2024 2023 Volume Jenis Kayu(m³) White Oak Logs - 143 109 White Oak Lumber - 260 291 White Oak/Walnut - 286 2.037 STBR Jabon - - 8 STBR Havea 7.965 4.490 9.033 Veneer Hevea 1.704 9.294 6.835 Veneer Albasia 13 - - Plywood Albasia 52 - - Plywood Jabon 54 - - Plywood Hevea 4.623 2.176 1.600 Lumber Chesnut 15 - - Lamella White Oak 633.663 - - Jumlah 648.089 16.649 19.913 Secara ketertelusuran, pasokan kayu dan produk hasil kayu dari Unit Bisnis Produk Kayu telah mencapai ketertelusuran 100% hingga ke tingkat pemasok, termasuk depo, agen, PTPN, dan pemasok lainnya. Kemitraan dan Kerjasama Unit Bisnis Kayu [GRI 101-3, 13.23-4] Program Perempuan Hijaukan Hutan untuk Mendukung Produktivitas Hutan Rakyat Dalam rangka mendukung pengelolaan hutan rakyat yang Sidomulyo, Kabupaten Kebumen. Program ini bertujuan untuk lestari dan produktif, DSN WP Panel berpartisipasi aktif dalam mendukung rehabilitasi lahan kritis, perlindungan area sekitar program Perempuan Hijaukan Hutan yang diselenggarakan sumber air dan sempadan sungai, serta perbaikan fungsi oleh KOSTAJASA pada 10 Desember 2025. Pada kegiatan ini, ekosistem hutan rakyat. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan DSN WP Panel menyalurkan 1.000 bibit jabon yang ditanam untuk meningkatkan produktivitas kayu dan nilai ekonomi di Desa Wagirpandan, tepatnya di Kelompok Tani Hutan petani secara berkelanjutan. PT Dharma Satya Nusantara Tbk 48 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 51
Rantai Pasok di Unit Bisnis Energi Terbarukan
Unit Bisnis Energi Terbarukan DSNG mengelola rantai pasok untuk dua lini usaha, yaitu penjualan cangkang kelapa sawit dan
produksi pelet kayu. Pasokan cangkang kelapa sawit berasal dari kegiatan operasional internal unit bisnis kelapa sawit serta
pembelian dari pemasok eksternal yang relevan dengan kebutuhan operasional.
Untuk produksi pelet kayu, bahan baku diperoleh dari material residu, seperti kayu ranting, sisa pemotongan, dan limbah veneer
yang berasal dari log sengon, mahoni, dan akasia, yang bersumber dari Hutan Kemasyarakatan melalui kemitraan dengan
petani dan pengumpul lokal. Seluruh bahan baku kayu yang digunakan telah memenuhi ketentuan legalitas yang berlaku,
termasuk SVLK, serta didukung oleh mekanisme ketertelusuran untuk memastikan kepatuhan dan transparansi dalam rantai
pasok energi terbarukan.
Petani
Industri Kayu
+
Depot (Pemasok Level 2) Sawmill Sawmill Industri Veneer
Pabrik Palet Kayu Residu Hasil Pengolahan
Pasokan Kayu untuk Unit Bisnis Energi Terbarukan: Pelet Kayu
Jumlah Pemasok 2025 (Individu) Pada tahun 2025, Unit Bisnis Energi Terbarukan (Pelet
Kayu) mencapai 100% ketertelusuran hingga ke pemasok
Lokal 25 meliputi depo, sawmill, agen, dan pemasok lainnya,
Impor - dengan total volume kayu sebesar 76.098 ton yang
berasal dari sengon, mahoni, dan akasia, termasuk kayu
Jumlah 25 ranting, residu potong kayu, serta residu limbah veneer.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 49 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 52
Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Konservasi
[POJK F.9, F.10] [GRI 101-1, 101-4, 13.3.1]
Melalui Kebijakan Keberlanjutan dan NDPE, DSNG Untuk mendukung penerapan ini, Perseroan memiliki
menerapkan langkah perlindungan keanekaragaman Prosedur Perlindungan Satwa dan Tumbuhan Dilindungi
hayati dengan mengidentifikasi dan menjaga kawasan Nilai berdasarkan IUCN Red List yang berlaku di seluruh konsesi
Konservasi Tinggi (NKT) atau High Conservation Value (HCV) DSNG. Sosialisasi dilakukan melalui pemasangan informasi
dan Stok Karbon Tinggi atau High Carbon Stock (HCS) di larangan, edukasi bagi karyawan, sekolah, dan masyarakat
seluruh konsesi. Upaya ini mencakup pemeliharaan area sekitar. Perseroan juga melarang tegas aktivitas perburuan
konservasi dan daerah aliran sungai untuk mendukung dan peredaran satwa dilindungi. Saat ini DSNG mengelola
fungsi ekologis seperti koridor satwa, kualitas air, dan sekitar 8.733 hektare area konservasi yang terus dijaga
pencegahan erosi. Hingga akhir 2025, seluruh lahan yang dan dipulihkan.
ditanami oleh Perseroan berada di area tanah mineral dan
tidak ada penanaman di area gambut. Komitmen konservasi DSNG mengacu pada standar
RSPO, ISPO, dan IFC PS 6 untuk menjaga keseimbangan
Sejak 2015, pengembangan perkebunan dilakukan setelah lingkungan serta keanekaragaman hayati di dalam dan
penilaian HCV, HCS, serta kajian lingkungan yang diwajibkan sekitar konsesi. Perusahaan menetapkan target terukur
oleh regulasi dan kebijakan sertifikasi. Empat perkebunan hingga 2026 untuk melindungi spesies kritis, terancam
telah mendapatkan status “satisfactory” dari lembaga dan rentan, termasuk orang utan dan bekantan, melalui
internasional High Conservation Value Resource Network pemantauan populasi, pemulihan habitat, serta kolaborasi
(HCVRN), sekarang menjadi High Conservation Value dengan pemangku kepentingan terkait. Target mengenai ini
Network (HCVN), atas studi HCSA yang terdokumentasi dipublikasikan melalui laman resmi perusahaan..
secara publik.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 50 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 53
Pengelolaan Konservasi [GRI 101-2]
Hingga akhir tahun 2025, Perseroan mengelola area Program Remediation and Compensation Procedure (RaCP)
konservasi seluas 16.355 hektare, yang meliputi kawasan bersama RSPO di dua lokasi luar konsesi, yaitu Laman Satong
hutan konservasi di dalam maupun di luar wilayah konsesi. dan Lemmanis di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat,
Luasan tersebut mencakup sekitak 15% dari total area konsesi. sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga
Sepanjang tahun, DSNG terus memperkuat implementasi keanekaragaman hayati dan memulihkan fungsi ekosistem.
Luas Area Konservasi DSNG berdasarkan Wilayah [GRI 101-5]
01. Kalimantan Barat 02. Kalimantan Tengah 03. Kalimantan Utara 04. Kalimantan Timur
Luas Konservasi dalam HGU Luas Konservasi dalam HGU Luas Konservasi dalam HGU Luas Konservasi dalam HGU Total
2.183 ha 2.274 ha 10 ha 4.267 ha 8.733 ha
Luas Konservasi di luar HGU Luas Konservasi di luar HGU Luas Konservasi di luar HGU Luas Konservasi di luar HGU
7.621 ha 0 ha 0 ha 0 ha 7.621 ha
Total Luas Konservasi (ha) Total Luas Konservasi (ha) Total Luas Konservasi (ha) Total Luas Konservasi (ha)
9.804 ha 2.274 ha 10 ha 4.267 ha 16.355 ha
Note: Luasan total area HCV disusun dari hasil: 3. Didelineasi dari Konsultan HCV.
1. Berita Acara Peninjauan Lapangan dengan Pemerintah Daerah, Luasan ini bisa mengalami perubahan apabila luasan indikatif sudah dideliniasi oleh pihak terkait
2. Hasil indikatif kajian HCV oleh Konsultan, dan *Program RaCP di Laman Satong dan Lemmanis
03
01 04
02
Lokasi Operasional di Dalam atau Dekat Kawasan Bernilai Keanekaragaman Hayati Tinggi
[GRI 101-5, 101-8]
01. Kalimantan Barat 02. Kalimantan Tengah 03. Kalimantan Utara 04. Kalimantan Timur
Jenis Areal Konservasi Jenis Areal Konservasi Jenis Areal Konservasi Jenis Areal Konservasi
atau Ekosistem atau Ekosistem atau Ekosistem atau Ekosistem
Hutan Lindung Bukit Kujau Suaka Margasatwa Lamandau Hutan Lindung Wehea Hutan Lindung Gunung Beriun
Jarak ke Kawasan Jarak ke Kawasan Jarak ke Kawasan Jarak ke Kawasan
Bernilai Tinggi (km) Bernilai Tinggi (km) Bernilai Tinggi (km) Bernilai Tinggi (km)
Berdekatan ± 60 ± 50 ± 10
Jenis Ekosistem Jenis Ekosistem Jenis Ekosistem Jenis Ekosistem
Hutan Hujan Tropis Hutan Rawa Gambut Hutan Dipterokarpa Hutan Dataran rendah
Dataran Tinggi Dataran Rendah dan Kawasan Karst
Note: • Kawasan konservasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai area perlindungan ekosistem dan keanekaragaman hayati.
• Perusahaan menerapkan langkah mitigasi seperti penetapan zona lindung, patroli rutin, dan monitoring biodiversitas.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 51 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 54
Monitoring Lanskap Alam dan Keanekaragaman Hayati
Program Lanskap Alam [GRI 101-3, 13.3.2, 13.3.4]
1 Perseroan mengimplementasikan Rencana Perlindungan Lanskap (LPP) sebagai bagian dari peta jalan
keberlanjutan Perseroan. Rencana ini mencakup:
Uraian Satuan Realisasi tahun 2025 Realisasi tahun 2024 Realisasi tahun 2023
Hutan Dilestarikan (ER1) ha 8.733 8.733 8.728
Lahan Insentif Total Berkelanjutan (ER2) ha 113.706 112.300 112.673
Restorasi Hutan (ER3) ha 91,5 38 35,5
Manfaat Smallholders (SI) Petani 26.539 21.805 18.299
Note: Luasan total area Hutan Dilestarikan disusun dari hasil: Luasan ini bisa mengalami perubahan apabila luasan indikatif sudah
1. Berita Acara Peninjauan Lapangan dengan Pemerintah Daerah, dideliniasi oleh pihak terkait
2. Hasil indikatif kajian HCV oleh Konsultan, dan * Target Hutan dilestarikan dan capaian hingga tahun 2022, termasuk area dalam program
3. Deliniasi dari Konsultan HCV. OCCA seluas 3.148 ha. Sejak Desember 2023, area 3.148 ha dikecualikan
Capaian Perlindungan Lanskap KPI &Green Wilayah Kalimantan Timur
Uraian Satuan Rencana Target Capaian 2030 Realisasi hingga tahun 2025
Hutan Dilestarikan (ER1) (ha) ha 4.203 4.203
Lahan Insentif Berkelanjutan (ER2) (ha) ha 82.010 80.079
Restorasi Hutan (ER3) (ha) ha 110 131,5
Manfaat Smallholders (SI) (Petani) Petani 7.494 8.834
Note: Target dan Realisasi merupakan data pemenuhan KPI &Green
2 Program RaCP
Pada tahun 2025, DSNG melaksanakan Program Remediation and Compensation
Program (RaCP) di Hutan Desa Manjau, Desa Laman Satong, Kabupaten
Ketapang, Kalimantan Barat, sebagai bagian dari pemenuhan standar RSPO.
Program ini merupakan bentuk kompensasi atas kewajiban konservasi seluas
156,24 hektare dengan nilai USD 390.600, yang dialokasikan untuk mendukung
pengelolaan hutan desa seluas 1.070 hektare. Ruang lingkup program
mencakup perlindungan hutan bernilai konservasi tinggi serta penguatan
ekonomi masyarakat melalui pertanian berkelanjutan, pemanfaatan hasil hutan
bukan kayu, dan skema pembayaran jasa lingkungan.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, pelaksanaan Program RaCP mencatat
perlindungan 654 hektare area konservasi melalui patroli rutin dan SMART Patrol,
dengan luas deforestasi yang teridentifikasi sebesar 3,13 hektare. Kegiatan
rehabilitasi dilakukan pada area seluas 11,28 hektare melalui penanaman 650
bibit lokal dari target 2.000 bibit yang diproduksi di persemaian.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 52 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 55
Dari aspek sosial ekonomi, program mendukung tanaman lokal, patroli pengamanan, pelatihan masyarakat,
pembentukan lima Kelompok Usaha Perhutanan Sosial serta pemantauan karbon dan satwa liar.
serta pengembangan ekowisata Batu Besampak, dengan
tingkat partisipasi perempuan sebesar 31,8%. Pelaksanaan program pada tahun 2025 didukung oleh
investasi proyek sebesar USD 1.238.800 yang mencakup
Selain Hutan Desa Manjau, DSNG juga menjalankan biaya teknis, sosial, pemantauan, dan operasional. Program
program konservasi di Desa Sepakat Jaya melalui skema ini akan terus didampingi hingga 2030 untuk memastikan
pembiayaan Hectare to Hectare. Melalui skema ini, lebih keberlanjutan pengelolaan kawasan hutan serta
dari 6.967 hektare kawasan hutan dikelola dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga sumber
kegiatan yang mencakup restorasi hutan, pengayaan daya alam secara berkelanjutan.
3 Monitoring Deforestasi
DSNG terus memperkuat sistem pemantauan deforestasi Barat. Seluruh area tersebut ditetapkan sebagai AoI
di seluruh lanskap yang terkait dengan operasional untuk monitoring deforestasi. Sepanjang tahun 2025,
perkebunan. Sebagai upaya mitigasi risiko deforestasi di teridentifikasi area yang mengalami deforestasi seluas
dalam dan sekitar area konsesi kelapa sawit serta rantai 1.883,37 hektare di dalam AoI monitoring DSNG. Tindak
pasok, Perseroan melakukan pemantauan perubahan lanjut yang dilakukan meliputi peningkatan sosialisasi
tutupan hutan dalam Area of Interest (AoI) menggunakan kebijakan NDPE secara lebih intensif kepada desa-desa di
sistem Nusantara Atlas yang dikembangkan sekitar lokasi terjadinya deforestasi.
oleh TheTreeMap.
Tampilan kolaborasi antara Nusantara Atlas dan DSNG
Pemantauan melalui Nusantara Atlas mencakup area dapat diakses melalui laman sistem Nusantara Atlas.
seluas sekitar 1,8 juta hektare, yang terdiri dari areal Selain itu, monitoring lanskap tahun 2025 juga tersedia
konsesi DSNG, area dalam radius 50 km dari pabrik kelapa untuk publik melalui platform Pemantauan Lanskap
sawit (PKS) DSNG di luar konsesi, perusahaan lain, area DSNG, yang mencakup seluruh wilayah Kalimantan
permukiman dan kawasan terbangun, area di sekitar tempat DSNG beroperasi, termasuk area pemasok utama
kebun petani pemasok DSNG, serta area Kompensasi di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan
Hutan DSNG melalui Program RaCP di Desa Laman Satong Barat.
dan Desa Sepakat Jaya, Kabupaten Ketapang, Kalimantan
Jumlah Laporan dan Luas Notifikasi Deforestasi 2025
Kalimantan Timur Kalimantan Tengah Kalimantan Barat Di dalam konsesi
01 Wahau 02 Bengalon 03 Karangan 04 Lamandau 05 Sekadau Di luar konsesi
Jumlah Laporan Luas Notifikasi (ha)
01 0 | 2 01 0 | 20
03
02 2 | 0 01 02 43 | 0
04 02
05
03 0 | 49 03 0 | 95,6
04 3 | 136 04 4,48 | 234,49
05 0 | 243 05 0 | 1.485,8
Total: 5 | 430 Total: 47,48 | 1.835,89
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 53 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 56
4 Kolaborasi BUMDes Nehas Liah Bing dalam Pengelolaan HCV
Sebagai bagian dari pengelolaan HCV, DSNG bekerja sama teknologi dan pendekatan sistematis untuk mendeteksi
dengan BUMDes Nehas Liah Bing menyelenggarakan potensi ancaman lingkungan. Selain pelatihan, DSNG
pelatihan SMART Patrol pada 9 Mei 2025 di area konservasi bermitra dengan BUMDes Nehas Liah Bing dalam
Blok X Kebun ME4 PT DWT, Desa Nehas Liah Bing. pengelolaan area konservasi seluas 1.197,5 hektare. Petkuq
Pelatihan ini diikuti oleh tim pelaksana lapangan DSNG Mehuey sebagai tim ranger desa bersama Tim Konservasi
yang terdiri dari lima anggota Petkuq Mehuey, dua DSNG melaksanakan patroli gabungan setiap dua
personel CSR, dan satu staf Konservasi, dengan fokus pada bulan, untuk memantau kondisi kawasan konservasi dan
peningkatan kapasitas pemantauan dan pengelolaan mencegah aktivitas ilegal.
kawasan konservasi melalui metode SMART Patrol berbasis
5 Kolaborasi dengan Masyarakat Adat Suak
Pada tahun 2025, DSNG melalui PT Mitra Nusa Sarana Deklarasi yang didampingi Rainforest Alliance sebagai
(PT MNS) memperkuat kemitraan konservasi dengan mitra teknis dan pemantau independen ini dihadiri oleh
masyarakat adat di sekitar wilayah operasional. Upaya pemerintah daerah, tokoh adat, perangkat desa, dan
ini diwujudkan melalui penandatanganan Deklarasi perwakilan PT MNS. Kesepakatan tersebut menjadi dasar
Kesepakatan Pengelolaan dan Pelestarian Area Konservasi pengelolaan kawasan konservasi yang lebih partisipatif,
seluas 123,31 hektare di Desa Suak Medang, Kecamatan transparan, dan selaras dengan kearifan lokal. Langkah ini
Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. memperkuat komitmen DSNG untuk menjaga kawasan
Deklarasi ini menegaskan komitmen bersama dalam bernilai ekologis tinggi sekaligus memastikan konservasi
menjaga kawasan hutan Rimba Engkaram dan Rimba memberikan manfaat keberlanjutan bagi lingkungan dan
Munggur Kunyung yang memiliki nilai ekologis tinggi. masyarakat adat di sekitar wilayah operasional.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 54 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 57
6 Monitoring Pemantauan Konservasi bersama SINTAS Kalimantan Timur
Pada tahun 2025, DSNG memulai penerapan pendekatan sensitif dalam kerangka TNFD, dengan potensi keberadaan
Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD) ribuan spesies yang tercantum dalam daftar IUCN
sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi dan serta tingkat risiko banjir yang tinggi. Dampak utama
mengelola risiko serta ketergantungan terhadap alam yang teridentifikasi mencakup risiko kehilangan hutan,
dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Pada fragmentasi habitat, serta degradasi kualitas tanah dan
tahap awal ini, DSNG bekerja sama dengan SINTAS yang air. Dari hasil identifikasi risiko, asesor merekomendasikan
merupakan mitra dari Zoological Society of London pendekatan mitigasi yang selaras dengan kerangka SBTN
(ZSL), untuk melakukan studi asesmen guna memetakan AR3T (Avoid, Reduce, Regenerate, Restore, dan Transform).
ketersediaan data dan informasi yang telah dimiliki
perusahaan, termasuk program yang telah berjalan, Ke depan, PT. BPN perlu mengambil langkah-langkah
khususnya yang berkaitan dengan konservasi. strategis untuk memperkuat kesiapan pelaporan TNFD dan
pengelolaan risiko terkait alam. Prioritas awal mencakup
Sebagai lokasi studi awal, DSNG menetapkan PT Bima peninjauan ulang seluruh analisa untuk memastikan
Palma Nugraha (PT BPN). Pemilihan ini didasarkan akurasi, serta pengukuran ketergantungan dan dampak
pada karakteristik areal PT BPN yang relatif lengkap menggunakan data internal guna mengidentifikasi aspek
dan representatif terhadap kondisi operasional anak yang paling material bagi keberhasilan bisnis. Perusahaan
perusahaan DSNG lainnya, sehingga pendekatan dan juga perlu mengintegrasikan risiko dan peluang terkait
metodologi yang dikembangkan berpotensi direplikasi alam ke dalam proses manajemen risiko yang sudah ada,
pada entitas lain di tahap selanjutnya. kemudian menilai dan memprioritaskannya sesuai konteks
operasional. Selanjutnya, PT. BPN harus menyiapkan
Dalam pelaksanaan studi, SINTAS menggunakan kerangka strategi respons yang selaras dengan fase prepare serta
inti TNFD yaitu LEAP (Locate, Evaluate, Assess, dan Prepare). memastikan pendekatan pelaporan sesuai dengan
Pelaksanaan studi difokuskan terutama pada fase Locate persyaratan TNFD. Selain studi yang telah dilakukan, Tim
dan Assess, dengan pengumpulan data dan analisis SINTAS juga memberikan pelatihan terkait identifikasi dan
dilakukan secara menyeluruh, serta dilengkapi dengan monitoring keanekaragaman hayati, termasuk pengolahan
rekomendasi awal untuk mendukung fase Assess lanjutan data kepada 7 orang personil DSNG selama 3 hari yang
dan Prepare. dilaksanakan di PT BPN.
PT BPN beroperasi di segmen hulu kelapa sawit dan Secara keseluruhan, laporan ini memberikan fondasi kuat
memiliki ketergantungan tinggi terhadap layanan bagi PT. BPN untuk memulai perjalanan pelaporan TNFD,
ekosistem, termasuk iklim global, kualitas tanah, terutama mengingat lokasi operasional yang sangat
ketersediaan air, dan penyerbukan. Pada saat yang sama, sensitif dan tingginya risiko ekologis dari komoditas kelapa
aktivitas operasional berpotensi memberikan tekanan sawit, yang menempatkan perusahaan pada tingkat
terhadap perubahan penggunaan lahan, pencemaran, ketergantungan dan potensi dampak yang tinggi terhadap
serta risiko terhadap keanekaragaman hayati. Lokasi keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem.
operasional PT BPN berada di area yang dikategorikan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 55 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 58
Program Keanekaragaman Hayati [POJK B.2.d] [GRI 404-2]
Program keanekaragaman hayati DSNG dijalankan untuk mendukung perlindungan spesies dan ekosistem kunci melalui
pemantauan rutin, restorasi habitat, dan kolaborasi konservasi Informasi lebih lanjut dapat diakses pada
laman resmi perusahaan.
Program Patroli & Monitoring
Pemantauan keanekaragaman hayati dilaksanakan melalui kamera jebak (15 unit) dan SMART Patrol yang digunakan
untuk memonitor HCV/HCS, gangguan, flora-fauna, serta potensi risiko lingkungan. SMART Patrol dikembangkan bersama
organisasi konservasi internasional dan menghasilkan database pemantauan yang diperbarui secara berkala. Pengamatan
spesies dilindungi dilakukan menggunakan 15 kamera trap dengan periode pemantauan 1–3 bulan. Akses informasi hasil
pemantauan SMART Patrol tersedia melalui SMART Conservation Tools, sementara dokumentasi camera trap dapat diakses
melalui situs resmi DSNG. Beberapa jenis satwa yang tertangkap camera trap adalah sempidan biru, trenggiling, kucing
batu, rusa sambar, dan beruang madu.
Pelatihan & Edukasi
Pelatihan diberikan kepada kelompok masyarakat penjaga hutan, termasuk Petkuq Mehuey di Kalimantan Timur serta
kelompok lain di area konservasi untuk meningkatkan kapasitas monitoring dan perlindungan satwa.
Kolaborasi Konservasi
DSNG memberikan dukungan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Organisasi
Masyarakat Sipil dalam penanganan satwa liar berinteraksi negatif yang disebabkan perubahan fungsi lanskap di sekitar
konsesi.
Pengembangan konektivitas koridor Satwa
Perseroan melaksanakan berbagai inisiatif restorasi habitat, termasuk pembangunan koridor satwa liar, penyediaan bibit
pohon untuk rehabilitasi kawasan yang terdegradasi, serta pemantauan rutin terhadap pergerakan satwa liar di dalam blok-
blok hutan yang berbatasan dengan kawasan konservasi.
Pada tahun 2025, DSNG melanjutkan upaya pelestarian keanekaragaman hayati dengan melindungi habitat ekosistem serta
flora dan fauna yang berada di dalam maupun di sekitar wilayah operasional. Perseroan mengelola area konservasi seluas 8.733
ha sebagai kawasan perlindungan keanekaragaman hayati, yang telah ditandai secara jelas sebagai zona konservasi. Kawasan ini
menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, termasuk spesies RTE (Rare, Threatened, or Endangered) seperti keruing, meranti
merah, sengkuang, orang utan Kalimantan, macan dahan Kalimantan, dan trenggiling. Data spesies yang dipantau mengacu
pada Daftar Merah IUCN, dengan catatan yang diperbarui tersedia melalui tautan resmi perusahaan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 56 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 59
2025 2024 2023
Jumlah Spesies Dilindungi berdasarkan IUCN Red List [GRI 101-7, GRI 13-3-5]
Kritis atau Sangat
Terancam Rentan Hampir Terancam Least Concern
Terancam Punah
2 7 24 16 130
3 6 21 0 147
2 6 28 6 184
Jumlah Perjumpaan Spesies
Tanaman Burung Mamalia Reptil & Amfibi
560 566 92 70
575 597 90 61
617 663 99 40
Kumulatif Perjumpaan Satwa
1.288
1.323
1.419
Catatan : informasi kenakeragaman hayati merupakan perjumpaan tahunan. Variasi jumlah tiap tahun tidak menunjukan
kenaikan ataupun penurunan spesies.
Kami terus menjalankan pemantauan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari komitmen kami terhadap pelestarian
lingkungan dan produksi minyak sawit berkelanjutan. Pada tahun 2025, tercatat 566 perjumpaan burung, 92 mamalia, dan 70
reptil dan amfibi, serta identifikasi 560 spesies tumbuhan di area konservasi Perseroan. Konsistensi temuan ini mencerminkan
keragaman hayati yang tetap terjaga dan menandakan kesehatan ekosistem di sekitar wilayah operasional.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 57 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 60
Penanaman Pohon dan Rehabilitasi Area Konservasi
[GRI 101-7]
Program rehabilitasi area konservasi berlanjut pada tahun 2025 dengan fokus pemulihan ekosistem melalui penanaman
pohon di areal terdegradasi. Sepanjang tahun berjalan, DSNG telah menanam 8.238 pohon melalui kegiatan rehabilitasi,
tree island, remediasi, dan pengayaan (enrichment). Kegiatan ini bertujuan memperkuat struktur habitat serta meningkatkan
keberagaman vegetasi di dalam kawasan konservasi perseroan, yang merupakan habitat bagi berbagai satwa liar.
Penanaman Pohon tahun 2023 — 2025 2025 2024 2023
Jumlah Pohon
Ditanam 8.238 16.507 2.580
Kumulatif 28.725 20.487 3.980
Jenis Pohon yang Ditanam tahun 2025
Jabon 20 Belangeran 191
Trembesi 656 Ilhau 222
Salam 45 Daun salam 20
Sengon 856 Pinang 66
Petai 706 Jengkol 100
Johar 687 Durian 200
Gaharu 1.000 Gelam 500
Nangka 857 Jabon putih 200
Jambu air 242 Jambu-jambuan 700
Jelutung 140 Pohon Ara/Beringin 500
Ramin 131 Rambutan hutan 200
Gangguan HCV Tahun 2025 [GRI 101-6]
Kawasan konservasi secara rutin dipantau melalui patroli untuk mencegah potensi ancaman yang dapat mengganggu kelestarian
habitat. DSNG menggunakan aplikasi SMART Patrol sebagai sistem pemantauan utama karena kemampuannya mencatat data
secara terstruktur dan menyediakan analisis statistik yang akurat. Pendekatan ini membantu kami mengidentifikasi tren gangguan
maupun dinamika satwa, sehingga pengelolaan kawasan konservasi dapat dilakukan secara lebih efektif.
Jenis Gangguan
Perburuan Pembalakan Liar
1 (9%) 7 (64%)
Kebakaran
1 (9%) Total
Pembalakan Lahan 11 (100%)
2 (18%)
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 58 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 61
Jembatan Satwa untuk Mendukung Konektivitas Habitat Satwa Liar
DSNG memahami bahwa hasil identifikasi HCV yang kemudian diidentifikasi sebagai Ratu. Temuan ini menjadi
telah dilakukan sebelumnya belum mempertimbangkan bukti awal bahwa jembatan satwa yang dibangun telah
konektivitas antar area konservasi. Sejumlah area konservasi dimanfaatkan oleh satwa liar di area konservasi PT BPN. Selain
masih terisolasi karena terpisah oleh tanaman produksi Ratu, jembatan satwa juga tercatat digunakan oleh satwa lain
maupun aliran air alami, sehingga membatasi ruang jelajah seperti monyet ekor panjang dan tupai.
satwa, khususnya mamalia, untuk berkembang
secara optimal. Penggunaan tersebut menunjukkan bahwa jembatan satwa
berfungsi sesuai tujuan untuk mendukung konektivitas
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PT BPN bekerja sama habitat, terutama saat kondisi lingkungan terganggu oleh
dengan BKSDA dan pemerhati satwa, menginisiasi banjir. Temuan ini menjadi dasar bagi DSNG untuk terus
pembangunan jembatan satwa menggunakan sling baja memperkuat perlindungan dan restorasi habitat satwa liar
yang menghubungkan antar pohon untuk melintasi melalui pendekatan berbasis data, kolaborasi multipihak, serta
aliran air alami. pengembangan infrastruktur konservasi yang efektif, sejalan
dengan komitmen keberlanjutan perusahaan.
Pada Maret 2025, kamera jebak DSNG merekam penggunaan
Jembatan Satwa nomor 1 oleh seekor orang utan betina yang
Pencegahan dan Pengelolaan Kebakaran
DSNG berkomitmen dalam menerapkan kebijakan tanpa
bakar dalam seluruh proses pengelolaan dan pengembangan
lahan sebagai bagian dari komitmen NDPE dan Kebijakan
Keberlanjutan. Sebagai anggota RSPO, DSNG melakukan
pemantauan potensi kebakaran melalui platform GeoRSPO, yaitu
sistem pemetaan interaktif yang dikembangkan bersama World
Resources Institute (WRI). Platform ini menyajikan data spasial
perkebunan kelapa sawit secara akurat dan dapat diverifikasi,
sehingga mendukung transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitas
praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Informasi lebih
lanjut dapat diakses melalui tautan RSPO monitoring.
Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Perseroan juga melaksanakan berbagai langkah
preventif, antara lain patroli rutin, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, SOP Pengendalian Kebakaran, serta
penyediaan sarana dan infrastruktur pendukung pengendalian kebakaran. Pemantauan juga dilakukan secara berkala untuk
memastikan pengendalian kebakaran di dalam konsesi serta memantau potensi risiko di area sekitar. Program pencegahan dan
pengelolaan kebakaran adalah sebagai berikut:
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 59 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 62
Pencegahan
Rencana Kerja Pencegahan Karhutla Patroli rutin, pelatihan, dan simulasi
disusun berbasis peta rawan kebakaran tanggap darurat kebakaran dilaksanakan
sebagai acuan penentuan area prioritas dan dua kali setahun untuk meningkatkan
langkah pencegahan. kesiapsiagaan dan respons cepat. Upaya
ini diperkuat melalui pembentukan Tim
Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) dan
(TKTD) telah dibentuk di seluruh unit Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).
operasional sebagai bagian dari kesiapan
operasional dan respons awal kebakaran
Kolaborasi dengan pemasok dengan
dalam menciptakan sumber daya
penerapan kebijakan tanpa bakar di seluruh
manusia terlatih.
rantai pasok.
Perseroan memastikan kesiapan sarana
dan prasarana pemadaman kebakaran Kerja Sama dengan Manggala Agni
sesuai Permentan No 6 Tahun 2025 dan untuk penguatan kesiapsiagaan melalui
telah melengkapi 100%. Peralatan tersebut apel siaga, sosialisasi, sertifikasi Karhutla
meliputi Pompa Jinjing, Pompa Punggung, Manggala Agni yang diikuti sebanyak 400
Pompa High Pressure dan peralatan peserta, dan inspeksi sarana pemadam.
individu lainnya.
Pemantauan titik panas dilakukan melalui
pemantauan satelit SIPONGI Kementerian
Kehutanan dan MODAPS NASA terhadap
area dalam radius 1 km di luar konsesi.
Pemadaman
Penanganan cepat terhadap titik api yang terdeteksi dan pelaporan kepada pihak berwenang seperti
kepala desa, forum pimpinan kecamatan, dan dinas terkait.
Penanganan Pasca-Kebakaran
Evaluasi sumber dan penyebab kejadian serta perbaikan prosedur dan infrastruktur sebagai
langkah pencegahan berkelanjutan serta rehabilitasi area terdampak.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 60 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 63
Hasil Rekapitulasi Monitoring Titik Panas Tahun 2025
DSNG melakukan monitoring titik panas secara berkala untuk memastikan pengendalian kebakaran
di dalam konsesi serta memantau potensi risiko di area sekitar.
01. Kalimantan Barat 02. Kalimantan Utara
Area Konsensi Area Konsensi
140 Jumlah
Hotspot Terdeteksi 105,31 0 Jumlah
Hotspot Terdeteksi 0
Luas Wilayah yang Luas Wilayah yang
Terkena Dampak (ha) Terkena Dampak (ha)
140 Jumlah
Kebakaran Aktual 0
Jumlah
Kebakaran Aktual
Dalam radius 1 Km di Luar Konsensi Dalam radius 1 Km di Luar Konsensi
388 Yang
Terdeteksi 388 Jumlah
Aktual
Kebakaran
10 Yang
Terdeteksi 10 Jumlah
Aktual
Kebakaran
03
04
01
02
03. Kalimantan Tengah 04. Kalimantan Timur
Area Konsensi Area Konsensi
1 Jumlah
Hotspot Terdeteksi
0,99 16 Jumlah
Hotspot Terdeteksi 24
Luas Wilayah yang Luas Wilayah yang
Terkena Dampak (ha)
1 Jumlah
Kebakaran Aktual 16
Jumlah
Kebakaran Aktual
Terkena Dampak (ha)
Dalam radius 1 Km di Luar Konsensi Dalam radius 1 Km di Luar Konsensi
Jumlah Kebakaran
18 Yang
Terdeteksi 18 Aktual 41 Yang
Terdeteksi 41 Jumlah
Aktual
Kebakaran
Jumlah Titik Panas Terverifikasi 2023-2025
457
400
365
300
Area Konsesi
200 Dalam Radius 1 km
176 di Luar Konsesi
158 177 157
100
0
2023 2024 2025
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 61 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 64
Implementasi Kebijakan Tanpa Bakar dalam 2025 2024 2023
Pengelolaan Lahan: Peremajaan Kelapa Sawit
Pada tahun 2025, DSNG melanjutkan program Perkembangan Program Peremajaan Kelapa Sawit (Replanting)
peremajaan kelapa sawit secara mekanis sebagai
bagian dari penerapan kebijakan tanpa bakar. Luas Replanting (ha)
Program replanting dilakukan, secara bertahap 2.249
untuk mempertahankan dan meningkatkan
produktivitas kebun pada tanaman yang sudah tua 916
atau tidak lagi optimal. Proses replanting meliputi
penyediaan bibit, penumbangan dan pencacahan 500
pohon sawit lama, pencabutan akar, serta
Lokasi PT SWA, Muara Wahau
pemanfaatan serpihan biomassa sebagai pupuk
organik. Perseroan menggunakan bibit kelapa
sawit unggul yang disesuaikan dengan kondisi
lahan dan iklim lokasi penanaman. Perseroan
tidak menggunakan Genetically Modified Organism
(GMO) untuk penanaman tanaman kelapa
sawit. Pendekatan ini memastikan implementasi
konsisten kebijakan tanpa bakar dan mendukung
keberlanjutan produktivitas jangka panjang.
Perlindungan Daerah Aliran Sungai dan Kualitas Air
[GRI 303-1, 101-2, 101-8]
Air merupakan sumber daya penting bagi kehidupan dan kegiatan operasional DSNG. Pada tahun 2025, pemantauan kualitas
air sungai di seluruh entitas dilakukan secara rutin dengan menggunakan indikator keanekaragaman hayati biotik. Pemantauan
ini juga bertujuan mendeteksi perubahan kualitas air serta memastikan tidak terjadinya pencemaran di daerah aliran sungai.
Sampel invertebrata diambil dari areal sungai yang berada dalam area konservasi sungai Muara Wahau. Pada titik pemantauan
yang sama dengan tahun sebelumnya, DSNG mencatat 9 jenis fitoplankton dan 3 jenis zooplankton pada tahun 2025. Hasil
ini memberikan gambaran awal kondisi kesehatan perairan serta menjadi bagian dari dasar evaluasi kualitas air Daerah Aliran
Sungai (DAS).
Jumlah Fitoplankton dan Zooplankton Sungai Wahau Hilir 2025 2024 2023
Jumlah Jenis Fitoplankton Jumlah Jenis Zooplankton
12
11
9
4 4
3
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 62 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 65
Perlindungan Sempadan Sungai [GRI 101-5, 101-6, 101-7]
Selain pemantauan kualitas air, DSNG menerapkan Penetapan sempadan sungai mengacu pada peraturan
perlindungan daerah aliran sungai melalui penetapan perundang-undangan nasional yang menetapkannya sebagai
dan pengelolaan sempadan sungai, khususnya pada kawasan lindung serta persyaratan skema sertifikasi yang
kegiatan replanting. Upaya ini merupakan bagian dari diterapkan oleh Perseroan. Berdasarkan panduan Pengelolaan
strategi keberlanjutan Perseroan dalam menjaga hutan dan Sempadan Sungai di Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia –
lingkungan, sejalan dengan Kebijakan Keberlanjutan DSNG Laporan Sintesis (2022), identifikasi dan penetapan sempadan
yang menempatkan perlindungan keanekaragaman hayati sungai dilakukan secara sistematis pada areal replanting.
sebagai prioritas.
Perseroan melakukan identifikasi aliran air dan penetapan sempadan sungai pada areal replanting melalui
tahapan sebagai berikut:
1 2 3 4
Peninjauan laporan kajian Deliniasi area HCV Verifikasi aliran air dan Identifikasi sumber
HCV untuk memastikan dengan mengacu pada sungai di dalam blok. air, areal rendahan,
keberadaan sungai dan peta RBI sesuai dengan tanah marginal, serta
sempadan sungai yang ketentuan peraturan lereng curam dengan
termasuk dalam area perundang-undangan kemiringan lebih dari
bernilai konservasi tinggi. yang berlaku. 22 derajat (>22°).
Gambar dan analisa di atas menunjukkan contoh hasil identifikasi sempadan sungai pada kegiatan replanting yang berdampak
pada pengurangan areal tanam sekitar 4% dari total luasan tanam TBM terbaru. Meskipun mengurangi areal tanam,
perlindungan sempadan sungai berkontribusi pada peningkatan keanekaragaman hayati dan penguatan fungsi ekosistem,
termasuk perlindungan mata air dan embung, yang pada akhirnya mendukung ketahanan dan produktivitas kelapa sawit
dalam jangka panjang.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 63 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 66
Pembangunan Tree Island dalam Proses Replanting
Tree Island merupakan kumpulan pohon lokal yang menyerupai “pulau” di dalam hamparan tanaman kelapa sawit. Pendekatan
ini juga dapat didefinisikan sebagai teknik restorasi hutan dengan kombinasi tanaman kelapa sawit dengan tanaman alami atau
lokal serta tanaman non endemik. Dalam konteks perkebunan kelapa sawit, Tree Island menjadi salah satu inisiatif keberlanjutan
yang diterapkan pada fase replanting untuk meningkatkan kesehatan tanah & konservasi air, dukungan biosequestrasi, serta
keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem. Pengelolaan Tree Island dilakukan dengan mempertimbangkan dua
dimensi utama, yaitu dimensi bisnis dan agronomi serta dimensi lingkungan.
Dimensi bisnis dan agronomi Dimensi Lingkungan
Tree Island diterapkan pada area yang wajib dikonservasi maupun Tree Island memberikan sejumlah manfaat,
pada area yang secara agronomis kurang optimal untuk tanaman antara lain peningkatan keanekaragaman hayati,
kelapa sawit. Area tersebut antara lain meliputi mata air, embung, penguatan fungsi ekosistem, serta menjadi pemicu
areal rendahan, tanah marginal, dan area sejenis lainnya. regenerasi alami vegetasi.
Berikut merupakan hasil ilustrasi analisis penerapan Tree Island pada salah satu kebun di DSN Group:
Total Area tanam awal: 4.517,8 ha
Total pengurangan area tanam: 164,49 ha
Persentase total Pengurangan tanam untuk Tree Island: 3,43%
Area Tree Island & bendali: 22,09 ha Area Sempadan Sungai: 142,4 ha
Luas (ha) Produksi Biaya CTM Biaya Perawatan
Normal Replanting 100%
New Design Replanting 96%
Penerapan new design replanting berdampak pada penurunan produksi sebesar 10–20% pada area marginal. Pada saat yang
sama, biaya Cost to Mature (CTM) meningkat sebesar 15–20% dan biaya perawatan kebun meningkat sebesar 5–10% per tahun,
terutama terkait aktivitas drainase dan pemupukan. Untuk mengoptimalkan manfaat Tree Island, DSNG juga memperhatikan
pemilihan jenis tanaman yang sesuai. Jenis tanaman yang digunakan meliputi:
Tumbuhan fast grow, seperti Spesies lokal seperti meranti, jelutung,
sengon, jabon, sungkai, sohar; dan ulin;
Tumbuhan medium grow berupa Jenis pohon yang mewakili
pohon buah-buahan untuk menarik keragaman pollinator besar seperti
satwa penyebar benih seperti durian, kelelawar dan burung, serta pollinator
pete, nangka, dan kersen; kecil seperti serangga.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 64 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 67
Pengembangan Agroforestry Jabon Berbasis Pertanian Regeneratif
Pada unit bisnis produk kayu, DSNG melaksanakan program peningkatan kapasitas petani untuk agroforestri multistrata yang
tangguh terhadap perubahan iklim di Lanskap Kedu Banyumas, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Rainforest Alliance dan
didukung oleh Asian Development Bank. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas 4.000 petani kecil dalam menerapkan
praktik agroforestri terpadu dan pertanian regeneratif yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga
fungsi lingkungan.
Model yang diterapkan menggabungkan tanaman kayu seperti sengon dan jabon dengan kopi serta tanaman lainnya dalam
sistem tanam bertingkat. Sistem ini menjaga tutupan pohon dan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang lebih tinggi
dibandingkan sistem monokultur. Dengan meniru struktur vegetasi yang lebih alami, pendekatan ini mendukung konservasi
tanah, memperbaiki tata kelola air, dan mempertahankan fungsi ekosistem dalam jangka panjang, sekaligus menjaga
keberlanjutan mata pencaharian petani.
Hasil kajian awal menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah program berada pada lahan miring dengan curah hujan tinggi,
sehingga rentan terhadap erosi dan kehilangan unsur hara. Sistem agroforestri multistrata membantu mengurangi risiko
tersebut melalui penguatan struktur tanah oleh jaringan akar pohon, pengurangan aliran permukaan air hujan melalui tutupan
tajuk, penambahan bahan organik tanah dari guguran daun dan biomassa, pemeliharaan kelembaban tanah, serta peningkatan
cadangan karbon baik di atas maupun di bawah permukaan tanah. Analisis perubahan tutupan lahan juga menunjukkan
peningkatan area berhutan sebesar 0,3%, yang didorong oleh perluasan agroforestri berbasis masyarakat dengan dukungan
industri pengolahan kayu. Tren ini mencerminkan dampak ekologis yang positif, termasuk peningkatan tutupan vegetasi dan
penyerapan karbon pada skala lanskap.
Pengendalian Hama Terpadu [GRI 13.5.1, 13.6.1, 13.6.2]
Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu dilakukan DSNG sebagai pendekatan utama dalam menjaga kesehatan tanaman tanpa
ketergantungan berlebih pada bahan kimia. Fokus sistem pengelolaan hama terpadu diarahkan pada pengurangan risiko
lingkungan dan peningkatan keseimbangan ekosistem. DSNG menerapkan Sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) sebagai
bagian dari praktik budidaya berkelanjutan. Informasi lengkap terkait PHT tersedia pada laman resmi perusahaan.
Penggunaan Bahan Kimia
DSNG melarang penggunaan paraquat dan pestisida Kelas 1A/1B sesuai standar indikator 7.2.5 P&C RSPO 2018. Pemakaian
bahan kimia dilakukan secara terukur dan hanya bila diperlukan, dengan prioritas pada bio-insektisida dan musuh alami.
Pelatihan rutin diberikan kepada karyawan dan petani untuk memastikan praktik yang aman dan sesuai prosedur. Pada tahun
2025, kami menggunakan sekitar 19 jenis pestisida dengan total penggunaan 34,74 kg kimia aktif per ha.
Alternatif Pengganti Pestisida [POJK F.5]
DSNG menerapkan praktik operasional dan penyimpanan bahan kimia yang bertujuan meminimalkan risiko kontaminasi serta
pencemaran dari pupuk, pestisida, dan bahan kimia lainnya. Upaya pengurangan penggunaan bahan kimia dilakukan untuk
menjaga kesuburan tanah sekaligus mempertahankan produktivitas kebun.
Perseroan juga terus mendorong peningkatan penggunaan bio-insektisida dan musuh alami sebagai bagian dari pengendalian
hama tanaman kelapa sawit. Pendekatan biologis ini memanfaatkan predator, parasitoid, entomopatogen, dan jamur untuk
menjaga keseimbangan hama dan penyakit tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Dalam implementasinya,
perusahaan melarang pengujian pada hewan dalam mengembangkan inovasinya. Beberapa program yang dijalankan
antara lain:
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 65 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 68
Pengembangan Biofungisida & Bioinsektisida
DSNG berkomitmen menurunkan penggunaan bahan kimia melalui pemupukan yang
lebih aman, penyimpanan sesuai standar, serta peningkatan penggunaan bio-insektisida.
Perusahaan juga terus mendorong adopsi 100% bio-insektisida untuk pengendalian
hama utama kelapa sawit. Berikut penggunaan agensia hayati berbasis biofungisida dan
bioinsektisida tahun 2025 disajikan dalam tabel berikut:
Jenis Alternatif Fungsi Tujuan Utama Produksi 2025 Aplikasi Lapangan 2025
Pencegahan Penyakit Tanaman
Trichoderma sp Biofungisida 62.550 kg 62.010 ton
Kelapa Sawit (Replanting)
Kendali Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit / UPDKS
Cordyceps sp Bioinsektisida 828 kg 714 kg
(Stadia larva atau pupa)
Multi-Nucleo Polyhedro Virus Kendali Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit / UPDKS
Bioinsektisida 230 kg 40 kg
(MNPV) (Stadia larva atau pupa)
Pengembangan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto alba)
Pemanfaatan burung hantu Tyto alba dikembangkan sebagai predator alami untuk pengendalian
hama tikus di area perkebunan kelapa sawit DSNG. Inisiatif ini bertujuan menurunkan
ketergantungan terhadap rodentisida kimia sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Selama
2025, sebanyak 12 ekor Tyto alba telah dikembangkan dan dilepasliarkan sebagai bagian dari
upaya pengendalian hayati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pengembangan Tanaman Inang
Pemanfaatan tanaman inang dikembangkan untuk meningkatkan populasi predator dan
parasitoid secara alami sebagai bagian dari pengendalian hayati berkelanjutan. Berbagai jenis
tanaman seperti Antigonon leptopus, Turnera subulata, Turnera ulmifolia, Euphorbia heterophylla,
Nephrolepis sp., Celosia sp., dan Cratoxylum sp. ditanam guna mendukung stabilitas ekosistem
perkebunan. Pada tahun 2025, penanaman Turnera sp sebagai beneficial plant telah melampaui
target dengan realisasi lebih dari 7% dari rencana tahunan, mencakup total 1.921 blok.
Pengembangan Predator Sycanus
Pemanfaatan predator alami Sycanus dikembangkan sebagai bagian dari strategi Pengendalian
Hama Terpadu (PHT) di area perkebunan kelapa sawit untuk menekan populasi hama daun dan
mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia. Program penangkaran yang dimulai
pada Juli 2025 ini didukung melalui pengelolaan habitat dan pengembangan tanaman inang.
Selama tahun 2025, sebanyak 270 ekor Sycanus telah dikembangkan dan dilepasliarkan sebagai
upaya pengendalian hayati yang berkelanjutan.
Pengembangan Serangga Penyerbuk
DSNG melaksanakan program Hatch and Carry Elaeidobius kamerunicus untuk
meningkatkan efektivitas penyerbukan alami di perkebunan kelapa sawit. Program
ini mencakup proses penetasan, pemeliharaan, dan distribusi serangga penyerbuk
ke areal tanam yang membutuhkan penguatan populasi.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 2.546.732 ekor Elaeidobius kamerunicus dilepaskan
ke blok-blok Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di PT Swakarsa Sinarsentosa,
Muara Wahau, dengan cakupan area 500 hektare atau sekitar 56.758 ekor per
hektare. Penyebaran dilakukan sejak Mei 2025 sebagai upaya berkelanjutan untuk
menjaga populasi penyerbuk dan mendukung produktivitas kebun secara alami.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 66 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 69
Pilar Iklim
Pengelolaan isu iklim dalam strategi keberlanjutan DSNG
bertujuan untuk menangani perubahan iklim dengan berfokus
pada pengurangan emisi, mitigasi risiko, dan penguatan
ketahanan operasional terhadap dampaknya. Perseroan
mengintegrasikan upaya mitigasi dan adaptasi iklim ke dalam
pengelolaan bisnis melalui pemantauan emisi dan energi,
penguatan praktik operasional, serta pengembangan tata kelola
iklim yang diterapkan secara bertahap di seluruh unit usaha.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 67 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 70
Target dan Progres
Energi
Intensitas Konsumsi Energi Intensitas Konsumsi Energi Intensitas Konsumsi
Bisnis Unit Kelapa Sawit Bisnis Unit Energi Terbarukan Energi DSNG
19,59 11.767.299 3,13 86.496
GJ/Ton CPO GJ GJ/Ton Produksi GJ 1,08
Unit Bisnis
Kelapa Sawit
Konsumsi Energi
Terbarukan Kelapa Sawit
Unit Bisnis Produk
Energi Terbarukan
Konsumsi Energi
Terbarukan
GJ/Rupiah
Intensitas Konsumsi Energi Bisnis Unit Produk Kayu
5,51 GJ/m³ 0,20 GJ/m2 620.353 GJ 94.341GJ
Unit Bisnis Unit Bisnis Produk Konsumsi Energi Konsumsi Energi
Produk Kayu - Panel Kayu - Floor Terbarukan - Panel Terbarukan - Floor
Pengelolaan Air
0,87 0,07 0,63 0,06
m³/Ton TBS Olah m³/Produksi Floor (m2) m³/Produksi Panel (m³) m³/Ton Produksi
Intensitas Pemakaian Air Intensitas Pemakaian Air Intensitas Pemakaian Air Intensitas Pemakaian Air
Proses Unit PKS DSN WP Floor DSN WP Panel Energi Terbarukan
Emisi GRK
0,57 tCO₂e/Ton CPO Capaian Program Adaptasi Tahun 2025
• Pengembangan Proyek Konservasi Air di Unit
Capaian Program Mitigasi Tahun 2025
• Proyek TPST Zero Landfill
Intensitas Emisi GRK terhadap Bisnis Kelapa Sawit • Efisiensi Penggunaan Air di Unit Bisnis
volume produksi CPO • Memperkuat Adaptasi Iklim Melalui Konservasi Produk Kayu
dan Serangga Penyerbuk • Program Kemandirian Energi Unit Bisnis
• Perlindungan Kesehatan Pekerja Terhadap Kelapa Sawit
Risiko Panas Ekstrem • Program Kemandirian Energi Unit Bisnis
• Instalasi Daur Ulang Air Produk Kayu & Energi Terbarukan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 68 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71
Pendekatan DSNG terhadap Pilar Utama TCFD
[GRI 201-2, 13.2.1, 13.2.2] [SASB FB-AG-440a.1, FB-AG-440a.2]
Pilar Utama TCFD • Tata Kelola
DSNG memastikan tata kelola keberlanjutan berjalan efektif melalui pengawasan langsung Direktur Utama dan
Chief Sustainability Officer (CSO), yang memimpin integrasi kebijakan ESG dan mitigasi risiko iklim di seluruh operasi.
Untuk memperkuat fungsi pengawasan ini, Sustainability Advisory Board (SAB) menjalankan perannya sebagai
penasihat strategis dengan menyelenggarakan pertemuan triwulanan guna meninjau kinerja, mengidentifikasi risiko,
dan memberikan arahan pengembangan program keberlanjutan. Seluruh rekomendasi SAB disampaikan kepada
Dewan Direksi sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan strategi perusahaan.
Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, DSNG memperkuat struktur manajemen iklim dengan menunjuk
Climate Action Unit Head pada 2024, yang bertanggung jawab mengoordinasikan langkah adaptasi dan mitigasi.
Sepanjang tahun, SAB mengadakan empat kali rapat untuk membahas strategi transisi menuju ekonomi rendah
karbon dan memperkuat kesiapan perusahaan menghadapi kebijakan global terkait iklim. Rekomendasi dari
pembahasan tersebut dievaluasi lebih lanjut oleh Dewan Direksi untuk memastikan keselarasan dengan rencana
strategis jangka panjang. Informasi lebih lanjut mengenai upaya DSNG dalam menghadapi perubahan iklim dapat
diakses di tautan berikut.
Pilar Utama TCFD • Strategi
Sejak September 2021, DSNG mulai menghitung emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan menilai risiko iklim bersama
pihak eksternal dengan menggunakan data 2019 sebagai baseline. Inventarisasi dilakukan setiap tiga tahun untuk
memastikan strategi iklim berbasis data ilmiah, mengikuti pembaruan pedoman seperti Science-Based Target Initiative
(SBTi) dan rancangan GHG Protocol Land Sector and Removals Guidance (LSRG). Dalam proses penilaian risiko iklim
tersebut, DSNG menggunakan skenario iklim yang diakui secara internasional, yaitu Representative Concentration
Pathway (RCP) yang dikembangkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), untuk memahami
potensi dampak perubahan iklim dalam jangka menengah dan panjang.
Skenario RCP 8.5 digunakan untuk merepresentasikan kondisi emisi tinggi tanpa kebijakan pengurangan emisi
dan diperlakukan sebagai skenario risiko fisik paling ekstrem (worst-case scenario). Sementara itu, skenario RCP 4.5
mencerminkan jalur pengurangan emisi yang relatif ambisius untuk membatasi kenaikan suhu global hingga sekitar
2°C, namun tetap menunjukkan potensi dampak fisik yang signifikan. Dengan pertimbangan tersebut, RCP 4.5
diprioritaskan sebagai skenario utama dalam penilaian risiko fisik perubahan iklim DSNG.
Skenario Penyesuaian 1. ≤ 2°C Skenario Risiko 1. RCP 4.5 (1.7–3.2°C)
Iklim Suhu 2. > 2°C Iklim Fisik 2. RCP 8.5 (3.2–5.4°C)
Proyeksi perubahan iklim menunjukkan suhu maksimum yang lebih tinggi dan durasi periode hangat yang lebih lama di masa depan.
Tidak ada perubahan signifikan dalam curah hujan ekstrem yang diproyeksikan di bawah skenario perubahan iklim.
Melalui pendekatan tersebut, DSNG mengidentifikasi risiko fisik, risiko transisi, serta peluang terkait iklim yang
relevan dengan operasi di Indonesia. Lima risiko fisik utama beserta langkah mitigasi dan estimasi biaya telah
dijabarkan dalam Laporan Keberlanjutan (halaman 71-72). Hasil kajian ini menjadi dasar integrasi aspek
keberlanjutan ke dalam model bisnis perusahaan, termasuk alokasi modal untuk transisi menuju ekonomi
rendah karbon.
Sebagai langkah strategis, DSNG menyusun Rencana Aksi Iklim (Climate Action Plan/CAP) 2030 untuk memperkuat
ketahanan iklim dan menurunkan emisi secara terukur. Pada unit bisnis kelapa sawit, terdapat 10 proyek prioritas
yang dimonitor secara kuartalan hingga tingkat Direksi, meliputi: Penangkapan Metana, Elektrifikasi Biogas,
Pemanfaatan Bio-CNG, TPST Zero Landfill, Sekuestrasi Biogenik, Inovasi Pupuk, Pengelolaan Organik Tanah,
Manajemen Air kebun, Manajemen Air Pabrik dan Perumahan, serta Pengembangan Serangga Benefisial. Detail
rencana aksi dan target pengurangan emisi hingga 2030 tersedia di tautan berikut.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 69 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 72
Pilar Utama TCFD • Pengelolaan Risiko
Pada 2022, DSNG mengembangkan Penilaian Risiko Iklim (Climate Risk Assessment/CRA) bersama Asia Biogas dan
ERM untuk menilai berbagai risiko terkait iklim, termasuk regulasi saat ini dan yang akan datang, risiko teknologi,
hukum, pasar, reputasi, serta risiko fisik akut dan kronis. Penilaian ini mencakup periode jangka menengah dan
jangka panjang, dengan laporan lengkap tersedia melalui tautan berikut.
Melalui Komite Audit, DSNG mengidentifikasi risiko lingkungan termasuk risiko iklim dan menetapkan langkah
mitigasi berdasarkan baseline emisi GRK dan hasil CRA sebelumnya. Untuk mendukung pengelolaan risiko tersebut,
DSNG menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social Management System/
ESMS) yang selaras dengan standar IFC-PS. ESMS diimplementasikan di seluruh aspek bisnis, termasuk pada
Strategic Business Unit (SBU), dengan risiko perubahan iklim menjadi salah satu fokus utama dalam kerangka
manajemen risiko perusahaan. Informasi lengkap mengenai pengelolaan risiko ESG melalui ESMS tersedia pada
halaman 135 Laporan Keberlanjutan.
Pilar Utama TCFD • Metrik dan Target
Sejalan dengan risiko iklim yang telah diidentifikasi dalam skenario RCP 8.5 dan 4.5, kami bertujuan tidak hanya
untuk mengurangi dampak dari risiko tersebut, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang. Oleh karena itu, kami
berkomitmen untuk menetapkan target rendah karbon yang ambisius di bawah skenario RCP 2.6 (yang sesuai
dengan masa depan dengan kenaikan suhu 1,5°C). DSNG menetapkan baseline emisi GRK untuk Lingkup 1, 2, dan 3
menggunakan data 2019 dan menargetkan penurunan emisi 44% pada 2030.
Target kami adalah:
• Pengurangan 70% (Lingkup 1), 28% (Lingkup 2), dan 23% (Lingkup 3)
• Optimalisasi pemanfaatan limbah organik untuk mendukung pengurangan emisi.
• Daur Ulang dan Konservasi Sumber Daya
• Pemanfaatan Biomassa dan Energi Terbarukan
• Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Energi dan Limbah
Tahun 2025 menjadi fase awal implementasi CAP 2030, dengan seluruh proyek mulai berjalan dari tahap
perencanaan hingga eksekusi. Capaian tahun pertama mencakup:
• TPST Zero Landfill dengan total 145 ton sampah telah diolah, setara dengan jumlah sampah 5-6 kecamatan dalam
1 hari. Upaya pengolahan juga didukung dengan peningkatan budaya pemilahan oleh karyawan.
• Peta Jalan Mandiri Energi, dengan pemanfaatan gas metana dari POME untuk menghasilkan biogas dan Bio-CNG
di dua plant, yang berpotensi mengurangi 76.451 tCO₂e.
• Pemanfaatan limbah organik, termasuk aplikasi tandan kosong hingga 40 ton/ha/tahun, aplikasi solid sebanyak
15 ton/ha/tahun, dan POME dengan BOD <5.000 hingga 247 ton/ha untuk mendukung penurunan emisi dan
perbaikan kualitas tanah.
Rencana Aksi Iklim
Komitmen DSNG terhadap penanganan perubahan Contribution (NDC). Untuk itu, Perseroan telah menyusun
iklim sejalan dengan Kebijakan Keberlanjutan Grup yang Rencana Aksi Iklim sebagai peta jalan transisi menuju kegiatan
berfokus pada tiga pilar utama: hutan, iklim, dan masyarakat. operasional yang rendah karbon dan tangguh terhadap
Kebijakan ini berfungsi sebagai panduan strategis yang perubahan iklim.
mengintegrasikan isu-isu iklim ke dalam arah bisnis dan
Rencana Aksi Iklim tersebut memuat langkah-langkah
tujuan keberlanjutan Perseroan.
strategis mitigasi dan adaptasi, dengan fokus utama pada
Sebagai bagian dari upaya menuju target Net Zero, DSNG pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 44% pada
berkomitmen untuk menurunkan emisi, memperkuat tahun 2030 dibandingkan dengan tingkat emisi tahun
ketahanan terhadap risiko iklim, serta mendukung komitmen dasar 2019.
Pemerintah Indonesia dalam mencapai Nationally Determined
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 70 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73
Perubahan Iklim
Risiko Fisik dan Transisi yang Teridentifikasi Akibat Perubahan Iklim dan Memiliki Dampak Keuangan
[GRI 201-2, 13.2.1, 13.2.2]
Risiko Fisik
Perkiraan
Risiko Perkiraan Biaya Pelaksanaan
Dampak Utama Jangka Waktu Tindakan Mitigasi
Teridentifikasi atau Dampak
Pelaksanaan
Meningkatkan efisiensi proses
pabrik & penggunaan air
Kurangnya ketersediaan air untuk Meningkatkan kesadaran melalui
operasional pabrik, fasilitas perusahaan, sosialisasi penghematan air
2-5 tahun
perumahan karyawan, dan masyarakat
sekitar. Meningkatkan daur ulang air dalam
semua proses yang menggunakan Dampak finansial dari risiko
air ini belum disampaikan
Ketersediaan dalam laporan ini
Air Meningkatkan perlindungan
Kelangkaan air menyebabkan tanaman kelembaban tanah melalui tanaman
rentan terhadap penyakit dan penutup dan tutupan biomassa
3-5 Tahun
menyebabkan penurunan hasil panen
kelapa sawit. Melakukan proyek konservasi air
Risiko curah hujan ekstrem yang
mengakibatkan meluapnya air sungai
sehingga menyebabkan gangguan Meningkatkan pengelolaan air di
operasional daerah rawan banjir. Memasang
Dampak finansial dari risiko
dan membangun tempat
2 Tahun ini belum disampaikan
Banjir dan Nutrisi tanah hanyut dari perkebunan penampungan air dan pompa untuk
dalam laporan ini
Intensitas Hujan sehingga berpotensi menyebabkan mengendalikan dan mengelola
Tinggi berkurangnya unsur hara kelebihan air
Proses transportasi terganggu
Kenaikan suhu udara yang drastis,
berpotensi menyebabkan degradasi Meningkatkan keterlibatan
lahan, kebakaran hutan, berkurangnya air dengan masyarakat sekitar dalam
tanah, dan terhambatnya pertumbuhan pencegahan kebakaran
tanaman
Melakukan penangkaran serangga
penyerbuk E. kamerunicus dan
Berdampak negatif terhadap predator alami Sycanus Sp. Dampak finansial dari risiko
penyerbukan serangga dan hasil panen - Program ini telah terealisasi pada ini belum disampaikan
Panas tahun 2025 dan akan dijalankan dalam laporan ini
Ekstrim secara berkelanjutan.
Memberikan pemahaman kepada
karyawan tentang kelelahan
Kelelahan akibat panas yang dialami
akibat panas, memberikan
karyawan mempengaruhi produktivitas
mereka pakaian pelindung, menyesuaikan
jam kerja, dan melengkapi
dengan suplemen cairan
Pergerakan tanah akibat topografi dan
Meningkatkan cakupan tanaman
curah hujan ekstrim yang melebihi daya
penutup tanah
dukung tanah
Dampak finansial dari risiko
3-5 Tahun Menghindari penanaman pada ini belum disampaikan
topografi tertentu di masa depan
Longsor Mengganggu operasi dan berisiko
dalam laporan ini
mengurangi hasil panen Memperbaiki jalan dan infrastruktur
di wilayah operasional Perseroan
Menanam penghalang angin di
5-10 Tahun
Angin kencang yang terjadi selama lokasi operasional
berjam-jam atau berhari-hari, sehingga Dampak finansial dari risiko
berisiko menghambat pertumbuhan ini belum disampaikan
tanaman dan menyebabkan gangguan dalam laporan ini
Angin/Badai Menerapkan/memperbaharui
operasional
- peraturan dan prosedur K3 untuk
kegiatan kerja saat terjadi badai
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 71 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 74
Risiko Transisi
Perkiraan
Risiko Perkiraan Biaya Pelaksanaan
Dampak Utama Jangka Waktu Tindakan Mitigasi
Teridentifikasi atau Dampak
Pelaksanaan
Menghitung harga karbon internal
berdasarkan peraturan yang berlaku
Meningkatnya biaya produksi untuk di Indonesia dan negara-negara
Produk Kayu dan Minyak Sawit target pasar lainnya Dampak finansial dari risiko
- ini belum disampaikan
Kebijakan & dalam laporan ini
Regulasi - Pajak Titik leverage untuk Bio-CNG Menemukan peluang bagi Bio-CNG
Karbon untuk memanfaatkan pembangkit
listrik terbarukan mereka
Membatasi pasar internasional
untuk DSNG Menetapkan strategi iklim yang jelas
untuk mengatasi masalah ini
Kebijakan Dampak keuangan dari risiko
& Regulasi -
-
Perlu lebih banyak upaya untuk ini belum diukur
Pembatasan meningkatkan tingkat keberlanjutan Memetakan perluasan pasar dan
Perdagangan Luar produk agar dapat lolos dari menilai persyaratannya
Negeri
larangan impor
Penilaian terperinci untuk teknologi
Meningkatkan hasil dan efisiensi untuk dan bagaimana teknologi tersebut Dampak keuangan dari
-
Teknologi dan setiap SBU akan sesuai dengan operasi DSNG risiko ini belum diukur
Pasar - Kemajuan saat ini dan di masa mendatang
Teknologi
Menemukan investasi untuk
Pasar akan lebih khawatir terkait Dampak keuangan dari
Teknologi & Pasar -
- teknologi hijau yang akan digunakan
penurunan biaya teknologi hijau risiko ini belum diukur
Energi Terbarukan oleh DSNG
& Penangkapan
Metana
Mengungkapkan perjalanan
Reputasi pada saham yang dapat
keberlanjutan DSNG melalui Dampak keuangan dari
Reputasi - Sentimen mempengaruhi posisi DSNG di pasar dan -
Pemegang Saham
kerangka kerja yang kredibel seperti risiko ini belum diukur
akses pendanaan
dan Pemangku TCFD
Kepentingan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 72 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 75
Program Adaptasi Perubahan Iklim selama Tahun 2025
1 Pengembangan Proyek Konservasi Air di Unit Bisnis Kelapa Sawit
Manajemen Air Kebun
Program konservasi yang dimulai pada tahun 2024 saat ini telah berjalan penuh dan
terus dipantau secara rutin. Inisiatif ini telah dilakukan di Estate DP1 PT BPN, Kalimantan
Timur, dengan area cakupan seluas 205 hektare. Sepanjang 2025, total 282.465 m3 air
berhasil dialirkan dari waduk PKS 9 menuju jaringan rorak di area kebun berbukit. Aliran
ini berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah, mengurangi risiko erosi, memastikan
cadangan air tetap tersedia sepanjang musim kering. Langkah ini menjadi bagian
penting dari strategi adaptasi iklim untuk meningkatkan ketahanan lanskap dan
menjaga produktivitas kebun dalam kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.
2 Memperkuat Adaptasi Iklim melalui Konservasi dan Serangga Penyerbuk
Serangga Beneficial
DSNG melakukan upaya regeneratif pertanian dengan menjaga ekosistem hutan,
sempadan sungai, dan tree island sebagai bagian dari solusi berbasis alam dalam
menghadapi perubahan iklim. Upaya ini tidak hanya membantu penyerapan
karbon, melainkan juga menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap sehat dan
berfungsi. Salah satu langkah penting dalam menjaga keseimbangan tersebut adalah
melestarikan serangga yang berperan besar dalam produktivitas dan kesehatan
tanaman. Selama 2025, DSNG melakukan penyebaran sebanyak 2.546.732 ekor
serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus serta 270 ekor predator Sycanus sp., yang
berperan penting dalam menjaga keberlanjutan produktivitas dan keanekaragaman
hayati di lanskap operasional perusahaan.
3 Perlindungan Kesehatan Pekerja terhadap Risiko Panas Ekstrem
Kesehatan Karyawan
Dalam menghadapi risiko iklim panas ekstrem, DSNG berkomitmen menerapkan
langkah-langkah adaptasi kesehatan guna memastikan perlindungan pekerja serta
keberlanjutan operasional. Upaya ini diterapkan melalui sosialisasi rutin mengenai
gejala paparan panas, membagikan vitamin saat briefing pagi, hingga mendorong
pekerja untuk melapor ke fasilitas kesehatan apabila ada tanda-tanda kelelahan atau
heat stress.
4 Instalasi Daur Ulang Air
Instalasi Daur Ulang Air di GRHA DSN dan WP Panel
Sebagai bagian dari program adaptasi perubahan iklim, GRHA DSN dan WP Panel
menerapkan instalasi daur ulang air untuk menjaga keandalan pasokan air di tengah
risiko kelangkaan. Air limbah domestik diolah melalui IPAL dan dimanfaatkan kembali
untuk kebutuhan nonkonsumsi (flushing toilet, penyiraman tanaman, dan penggunaan
lainnya), sehingga menekan ketergantungan pada air bersih baru. Program ini
mendukung efisiensi penggunaan air, menjaga kepatuhan baku mutu, serta
memperkuat ketahanan operasional terhadap variabilitas iklim.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 73 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 76
Program Mitigasi Perubahan Iklim dan Upaya Penurunan Emisi GRK
[POJK F.12] [GRI 305-5,13.1.6] [SASB FB-AG-130a.1, FB-AG-110a.2]
Proyek TPST Zero Landfill
Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, DSNG menerapkan proyek
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan pendekatan Zero Landfill.
Sampah organik diolah secara aerob melalui composting, sehingga menekan
pembentukan gas metana (CH₄) yang memiliki potensi pemanasan global
tinggi. Pendekatan ini berbeda dengan praktik open dumping atau landfill yang
menghasilkan emisi metana akibat proses anaerob. Dengan mengalihkan sampah
organik menjadi kompos, TPST berkontribusi langsung pada penurunan emisi gas
rumah kaca.
Inisiatif ini bertujuan mengelola limbah tanpa ketergantungan pada TPA melalui
metode Tiny-bite dan pendekatan stick & carrot untuk pengolahan hulu, serta
pemilahan mekanis dan penggunaan mesin pirolisis pada pengolahan hilir.
Setelah memulai komisioning pada tahun 2024, TPST mulai mengolah sampah dari
perumahan karyawan di areal perkebunan DSN Muara Wahau. Total 145 ton sampah
telah diolah, setara dengan jumlah sampah 5-6 kecamatan dalam 1 hari. Upaya
pengolahan juga didukung dengan peningkatan budaya pemilahan oleh karyawan.
Efisiensi Penggunaan Air di Unit Bisnis Produk Kayu
Dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air serta mengantisipasi potensi
kelangkaan, DSNG melalui unit bisnis DSN WP Panel melakukan pemasangan
mesin daur ulang air kembali yang digunakan untuk cucian log kayu dengan
memanfaatkan air buangan hasil proses produksi. Pada tahun 2025, inisiatif ini
mampu menekan penggunaan air dalam proses produksi sebanyak 16% atau
sekitar 5.572 m3 per tahun dibandingkan tahun 2024.
Capaian Program Kemandirian Energi Unit Bisnis Kelapa Sawit
Ketidakstabilan geopolitik, termasuk potensi konflik, dapat mendorong volatilitas harga minyak dan meningkatkan eksposur
terhadap biaya energi. Untuk memitigasi risiko ini, Perusahaan mengembangkan Program Kemandirian Energi yang didasarkan
pada neraca energi dan analisis tekno-ekonomi sebagai instrumen strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan
penurunan emisi GRK. Melalui pendekatan ini, pengembangan energi terbarukan dan inisiatif efisiensi operasional tidak hanya
menurunkan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi, sejalan dengan target Perusahaan untuk mencapai kemandirian
energi di area tertentu pada tahun 2028.
Proses Pemetaan Biomassa
Pemetaan ini bertujuan
mengidentifikasi dan
mengoptimalkan potensi biomassa
EFB Shell dengan prinsip ekonomi sirkular
sehingga residu produksi tidak
FFB
menjadi beban lingkungan
Frond melainkan dimanfaatkan kembali
sebagai sumber daya bernilai seperti
Trunk
energi terbarukan, pupuk organik,
dan bahan bakar biomassa sekaligus
POME Fibre
ROOT
Root
mendukung pemulihan sumber
daya dan pengurangan emisi GRK.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 74 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 77
Hasil pemetaan biomassa menjadi landasan penyusunan Program Kemandirian Energi dan peta jalan implementasinya
yang mencakup pemanfaatan limbah organik dan limbah operasional sebagai sumber energi alternatif, yang selanjutnya
diimplementasikan melalui berbagai inisiatif berikut:
a Pemanfaatan Limbah Organik dan Praktiknya
Sepanjang 2025, DSNG memanfaatkan 432.118 m³ POME untuk menghasilkan 9.766.800 kWh listrik dan Bio-CNG
sebagai bahan bakar genset dan operasional unit truk dapat mengurangi konsumsi solar sebesar 3.793.757 liter. Secara
keseluruhan, inisiatif ini berkontribusi pada pengurangan potensi emisi sekitar 76.451 tCO₂e, yang berasal dari kombinasi
penangkapan emisi metana POME dan penghindaran emisi dari konsumsi solar.
Pengelolaan limbah dilakukan secara sirkular dengan memanfaatkan POME, tandan kosong, fiber, cangkang, dan biomassa
replanting sebagai sumber energi terbarukan, pupuk organik, serta bahan baku biogas dan Bio-CNG. Selain itu, POME juga
diaplikasikan sebagai mulsa cair di kebun, didukung penggunaan mulsa dan lubang resapan untuk konservasi air dan
pengelolaan limpasan, serta disosialisasikan ke rantai pasok sebagai praktik keberlanjutan jangka panjang.
b Daur Ulang Material Bekas
Program daur ulang lantai kayu yang memanfaatkan kembali material bekas sebagai bahan baku furnitur untuk
mendukung pengelolaan sumber daya berkelanjutan.
c Pemanfaatan Biomassa untuk Energi Terbarukan
Pada 2025, perusahaan memanfaatkan 198.928 ton cangkang, 520.449 ton fiber, dan 24.925 ton bungkil sebagai bahan
bakar boiler sebagai biomassa untuk biofuel. Pemanfaatan Bio-CNG dan biomassa menjadi langka strategis dalam
mendukung transisi energi terbarukan.
d Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Energi dan Limbah
Tahun 2025 menandai lima tahun implementasi fasilitas Bio-CNG DSNG sebagai bagian
dari strategi mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Sejak beroperasi pada 2020, dua unit Bio-CNG mengonversi POME menjadi energi
terbarukan untuk mendukung operasional perusahaan dan mengurangi ketergantungan
pada bahan bakar fosil. Operasional 2 Bio-CNG plant telah mengurangi emisi yang setara
dengan menanam pohon seluas 3x lapangan sepak bola.
Hingga September 2025, dua unit Bio-CNG plant DSNG telah menghasilkan dampak
mitigasi yang signifikan dengan penghindaran emisi sebesar 600.423 tCO₂e. Jumlah ini
setara dengan pengurangan emisi dari sekitar 220.744 kendaraan, penanaman 857.747
pohon, atau penyediaan listrik bagi 6.782 rumah tangga.
Sejak 2020, DSNG telah mengolah 1.271.151 m³ POME dan menghasilkan 34.860.930 kWh
energi listrik, sekaligus menghindari penggunaan 1.697.345 liter solar setara menekan
timbulan limbah ke TPA hingga 372.934 ton.
Capaian Program Kemandirian Energi Unit Bisnis Produk Kayu dan Energi Terbarukan
DSNG mengoptimalkan pemanfaatan limbah kayu yang dihasilkan dari unit usaha WP Panel, sebagai bagian dari capaian
Program Kemandirian Energi Unit Bisnis Kayu. Sepanjang tahun pelaporan, WP Panel mampu menghasilkan 620.353 GJ dari
pemanfaatan limbah kayu dengan total pemanfaatan yang bersumber dari 36.491 ton limbah hasil proses kayu sebagai
bahan bakar boiler. Selain itu, Unit Bisnis Energi Terbarukan-Pelet Kayu di PT BLN juga mampu memanfaatkan 1.596 ton hasil
outspek limbah pelet kayu yang menghasilkan 25.536 GJ sebagai bahan bakar boiler.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 75 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 78
Bottom-up Story DSN Award
DSNG mengintegrasikan pendekatan adaptasi dan mitigasi iklim tidak hanya melalui kebijakan strategis di tingkat
perusahaan, tetapi juga melalui penguatan inovasi operasional. Melalui DSN Award, perusahaan mendorong solusi berbasis
kebutuhan lapangan yang mendukung efisiensi emisi, dan ketahanan iklim.
Adaptasi Mitigasi
Tim Organic: Meningkatkan Produktivitas Tim Karambol: Mengoptimalkan Penggunaan
Aplikasi Solid BP1 Estate (Adaptasi Soil Bahan Bakar Cangkang dari Light Tank Dirt
Organics) Separator (LTDS) ke Boiler (Mengurangi
Penggunaan Biomassa - Scope 1)
Inovasi pengembangan conveyor organic di BP1
BPN memberikan sejumlah peningkatan kinerja, Inovasi penerapan sistem otomatis Sliding LTDS di
antara lain: PKS 11 Wahau memberikan sejumlah peningkatan
• Menurunkan biaya operasional hingga 35% kinerja, antara lain:
(Rp 31.091.760/tahun) • Penurunan penggunaan cangkang hingga
• Meningkatkan ergonomi dan kenyamanan kerja 58% (setara Rp 82.480.450/bulan).
tenaga lapangan. • Peningkatan pendapatan melalui penjualan
• Memperkuat sirkularitas bahan organik sehingga cangkang, sekaligus membuka potensi
meningkatkan mikroba tanah dan efektivitas pengurangan penggunaan bahan bakar fosil
pemupukan. di luar DSNG.
• Keselamatan tenaga kerja lebih terjamin, • Stabilitas tekanan boiler yang lebih baik sehingga
terutama pada musim hujan. meningkatkan keselamatan operasional. Potensi
reduksi emisi mencapai 81 tCO₂e/pabrik/tahun.
Pengelolaan Emisi GRK [POJK B.2.b, F.11] [GRI 305-1 305-2, 305-3, 305-4, 305-5, 13.1.2, 13.1.3, 13.1.4 13.1.5, 13.1.6,] [SASB FB-AG-110a.2]
Progres Emisi GHG Protocol DSNG
Pada tahun 2025, DSNG belum melakukan penghitungan akan dilaksanakan pada tahun 2026. Sesuai pedoman GHG
emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tingkat grup yang berada protocol, perhitungan emisi memisahkan emisi CO² biomassa
dalam kontrol operasional. Untuk keperluan konsistensi dan penyerapan emisi sekuestrasi. Metode perhitungan
penghitungan, seluruh jenis Gas Rumah Kaca dikonversi ke dan kategori emisi Scope 3 yang relevan didasarkan pada
dalam satuan karbon dioksida ekuivalen (CO₂e). Sepanjang Corporate Value Chain (Scope 3) Accounting and Reporting
periode pelaporan, perseroan memfokuskan upaya pada Standard.
tahap persiapan penghitungan emisi GRK yang direncanakan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 76 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 79
Capaian DSNG Menuju Target Emisi 2030
2030 2022 2019
Emisi Absolut DSN 2019 vs 2022 dalam ribu ton CO2e
DSNG telah melakukan perhitungan emisi trienal bekerja sama dengan lembaga independen untuk memantau kemajuan
menuju target pengurangan emisi sebesar 44% pada tahun 2030 dibandingkan dengan garis dasar tahun 2019. Beberapa
intervensi telah menyebabkan penurunan absolut emisi lingkup 1 dan 2 sebesar 13%.
3.050 3.533
2.323
1.657
1.362
1.183
30 27
Scope 1 Scope 2 Scope 3 Total
DSNG secara berkala melakukan perhitungan emisi Gas Rumah Kaca setiap tiga tahun bekerja sama dengan lembaga
independen sebagai bagian dari pemantauan pencapaian target penurunan emisi sebesar 44% pada 2030, dibandingkan
dengan baseline 2019.
Progres Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit
Pada unit bisnis kelapa sawit, perhitungan menggunakan PalmGHG Calculator RSPO v4, menunjukkan total emisi sebesar
291.322 tCO₂e, atau turun 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut disebabkan oleh bertambahnya jumlah PKS
dan kebun yang tersertifikasi, sehingga cakupan perhitungan emisi menjadi lebih luas dan berdampak pada peningkatan total
emisi yang tercatat.
Volume & Intensitas Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit [GRI 305-4, 305-5, 13.1.6] [SASB FB-AG-110a.1]
Volume Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit (tCO2e) Intensitas Emisi GRK
Palm Oil Operations 2025 2024 2023 2025 2024 2023
POME 306.056 347.559 364.548 Terhadap volume produksi CPO
0,57 0,65 0,94
(tCO₂e/Ton CPO)
Bahan Bakar PKS 7.220 6.944 10.676
Pupuk 268.891 238.185 200.853 Terhadap nilai pendapatan produk
26,86 37,98 62,86
kelapa sawit (tCO₂e/Rp miliar)
Bahan Bakar Kebun 28.503 33.014 29.225
LUC 539.194 546.111 582.524 Keterangan:
Sequestration (857.542) (838.208) (662.692) Penghitungan berdasarkan PalmGHG Calculator dari RSPO versi 4.0
Total Emisi 291.322 333.605 525.133
Intensitas Emisi GRK Unit Bisnis Kelapa Sawit
Pada tahun 2025, DSNG mencatat penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hulu sebesar 32% dibandingkan dengan
baseline tahun 2019. Capaian ini mencerminkan kemajuan Perusahaan dalam mengendalikan emisi serta menunjukkan
keselarasan kinerja aktual dengan target penurunan intensitas emisi sebesar 46% pada tahun 2030.
Pengukuran intensitas emisi tahun 2025 dihitung dengan membandingkan kinerja aktual terhadap baseline RSPO 2019,
sehingga memberikan gambaran nyata atas implementasi berbagai inisiatif Perseroan terkait upaya penurunan intensitas emisi
di tingkat operasional. Kinerja ini menegaskan komitmen Perseroan dalam menurunkan jejak karbon secara konsisten sekaligus
mendukung transisi menuju operasional yang lebih rendah emisi.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 77 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 80
Intensitas Emisi GRK 2019-2025 (MT CO2e/MT CPO)
Seluruh PKS Tersertifikasi
1,00
0,94
0,84 0,85
0,80 0,73 0,65
0,59 0,57
0,60
0,40
0,20
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan: Data emisi GHG didasarkan pada laporan audit RSPO tahunan
Perhitungan Emisi Zat Penipis Ozon dan Emisi Nitrogen Oksida [GRI 305-7, 13.1.7, 13.1.8]
Berdasarkan hasil evaluasi operasional dan proses produksi, Perseroan tidak menggunakan maupun menghasilkan zat penipis
ozon (Ozone Depleting Substances/ODS), seperti klorofluorokarbon (CFC) dan hidroklorofluorokarbon (HCFC), dalam seluruh
kegiatan operasional unit bisnis kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan, sehingga tidak terdapat emisi ODS dari
aktivitas operasional. Dengan demikian, total emisi ODS tercatat nihil (0 metrik ton setara CFC-11).
Sebagai bagian dari pengendalian emisi udara, Perseroan melakukan pemantauan emisi Nitrogen oksida (NOx) melalui
pengukuran kualitas udara ambien sesuai dengan standar dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hasil pemantauan
menunjukkan bahwa tingkat NOx berada dalam batas yang dipersyaratkan serta mendukung evaluasi Air Quality Index (AQI)
untuk memastikan kualitas udara di sekitar area operasional tetap terjaga. Ringkasan hasil pengukuran emisi ketel uap (boiler)
pada tahun 2025 disajikan pada tabel berikut
Emisi Udara Ketel Uap (Boiler) Pabrik Kelapa Sawit-Unit Bisnis Kelapa Sawit
Emisi Satuan Standar 2025
Nitrogen Dioxide (NO2) mg/L 800 321,91
Sulfur Dioxide (SO2) mg/L 600 88,86
Particulate mg/L 300 66,04
Emisi Udara Ketel Uap (Boiler) Pabrik WP Panel dan WP Floor- Unit Bisnis Produk Kayu
Emisi Satuan Standar 2025
Nitrogen Dioxide (NO2) mg/m3 1.000 187
Sulfur Dioxide (SO2) mg/m3 800 52
Particulate mg/m3 350 65
Emisi Udara Ketel Uap (Boiler) Pelet Kayu-Unit Bisnis Energi Terbarukan
Emisi Satuan Standar 2025
Nitrogen Dioxide (NO2) mg/m 3
65 25,3
Sulfur Dioxide (SO2) mg/m3 75 28,75
Particulate mg/m 3
230 37,2
Emisi Udara Genset
11,60 Satuan Standar 2025
Nitrogen Dioxide (NO2) mg/L 3.400 541,68
Sulfur Dioxide (SO2) mg/L - 11,60
Particulate mg/L - 36,74
*Data mencakup air emission dari lokasi fasilitas Pabrik Kelapa Sawit 2-12 DSNG
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 78 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 81
Inovasi Program Pengendalian Emisi
Program Close Loop [GRI 305-7, 13.1.7, 13.1.8]
Sebagai bagian dari upaya pengendalian emisi udara, Perseroan menerapkan sistem close loop pada dust collector di Pabrik DSN
WP Panel. Sistem ini dirancang untuk memungkinkan sirkulasi tertutup pada cerobong boiler, sehingga debu hasil proses dapat
ditangkap dan dikendalikan secara efisien sekaligus mencegah emisi partikel terlepas ke lingkungan sekitar. Kinerja sistem
dipantau secara berkala melalui inspeksi visual, pencatatan parameter operasional, dan evaluasi kondisi peralatan. Pendekatan
close loop ini memungkinkan deteksi dini potensi kebocoran serta menjaga efektivitas pengendalian emisi. Dengan demikian,
risiko pelepasan partikel dapat ditekan, kualitas udara tetap terjaga, dan lingkungan kerja menjadi lebih aman dan sehat bagi
karyawan maupun masyarakat sekitar.
Sepanjang tahun 2025, DSNG melakukan pemantauan pH air secara rutin di tujuh titik pengamatan. Hasil pemantauan
menunjukkan bahwa seluruh nilai pH berada dalam rentang aman 6–8 sesuai baku mutu lingkungan. Stabilitas pH yang
konsisten tanpa indikasi pencemaran menegaskan efektivitas proses pengolahan air, dengan variasi bulanan yang tetap berada
dalam batas normal.
Tren AQI (Air Quality Index) 2025
Tren AQI DSN Limit1 Limit2 AQI POS 1 AQI POS 3
100
80 72,21 72,49
63,98 68,45 68,71 67,8
56,72 59,85
60 64,01 66,28
56,6 48,24 47,7 47,57
55,68
49,36 35,24
40
39,94 38,43 27,52 29,61
20 25,52
0
Jan 2025 Feb 2025 Mar 2025 Apr 2025 Mei 2025 Jun 2025 Jul 2025 Agu 2025 Sep 2025 Okt 2025 Nov 2025 Des 2025
Tren AQI 2025: Tren AQI 2025: Tren AQI 2025:
Relatif Stabil Cenderung meningkat Kembali membaik
Kondisi kualitas udara berada pada Musim kemarau meningkatkan debu Curah hujan mulai meningkat dan
level terkendali dengan intensitas lingkungan, sehingga intensitas debu membantu menekan debu udara.
debu yang masih rendah. lingkungan lebih tinggi.
Selama periode Evaluasi Kinerja operasional menunjukkan Tren AQI 2025 tetap efektif sehingga sistem pengendalian debu bekerja
optimal, tercermin dari penurunan dan stabilisasi AQI di akhir tahun. Perseroan berhasil menjaga kualitas udara tetap dalam batas
aman sepanjang tahun, meskipun nilai AQI berfluktuasi akibat pengaruh faktor musiman.
Pengelolaan Energi [POJK B.2.a, F.6, F.7]
Sebagai bagian dari implementasi Kebijakan Keberlanjutan, DSNG menerapkan strategi pengelolaan energi yang mengutamakan
energi terbarukan dan efisiensi operasional. Strategi ini dituangkan dalam Peta Jalan Mandiri Energi, yang disusun menggunakan
pendekatan keseimbangan energi dan kajian tekno-ekonomi.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 79 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 82
Program Upaya Penurunan Penggunaan Energi
1 Sumber Energi Terbarukan
• Biogas dan Bio-CNG di PT BLN juga mampu memanfaatkan 1.596 ton hasil
Pada 2025, dua pabrik Bio-CNG yang dimiliki DSNG outspek limbah pelet kayu yang menghasilkan 25.536
memanfaatkan 432.118 m³ POME untuk menghasilkan GJ sebagai bahan bakar boiler.
9.766.800 kWh listrik yang digunakan dalam
operasional pabrik, kantor, dan perumahan. Selain Pemanfaatan Biomassa (Cangkang dan Fiber) sebagai
itu, dihasilkan pula 4.411.345 Nm³ Bio-CNG sebagai bahan bakar boiler mampu menggerakan turbin
bahan bakar genset dan truk, yang setara dengan untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk
pengurangan konsumsi solar sebesar 3,79 juta liter operasi 11 pabrik ekstraksi kelapa sawit dan 1 KCP,
dan menghasilkan penghematan biaya mencapai dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosill.
53,03 miliar berdasarkan harga rata-rata solar Sepanjang 2025, 12 turbin telah menghasilkan listrik
Rp13.979 per liter. sebesar 59.039.178 kWh atau setara dengan 6,02 juta
liter bahan bakar solar.
• Transisi kendaraan bahan bakar Bio-CNG
Pada 2025, sebanyak 57 truk berbahan bakar Bio-CNG • Program Solar Panel di Floor dan GRHA DSN
telah dikonversi yang menghasilkan konsumsi GRHA DSN mengintegrasikan energi terbarukan dalam
164.510 Nm³ Bio-CNG, yang setara dengan operasional gedung melalui pemanfaatan Pembangkit
penghematan solar sebesar 141.479 liter dan Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang di sejumlah
penurunan emisi sebesar 379,16 tCO₂e. titik, termasuk pada sistem pompa tandon Power
House 2. Inisiatif ini berkontribusi pada penurunan
• Biomassa
emisi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil,
Sepanjang tahun 2025, perusahaan menghasilkan
serta memperkuat upaya efisiensi energi perusahaan.
energi terbarukan sebesar 11,68 juta GJ yang berasal
dari pemanfaatan 29% cangkang, 67% serabut, dan 4% Produksi Listrik
Ton CO2e
bungkil sebagai bahan bakar boiler. Selain biomassa Tahunan (2025)
sawit, DSNG juga menghasilkan 620.353 GJ dari GRHA DSN 9.260 kWh 7,59
pemanfaatan limbah kayu dari unit bisnis WP Panel,
WP Floor 2.137.569 kWh 1.752,81
dengan total pemanfaatan yang bersumber dari 36.491
ton limbah hasil proses kayu sebagai bahan bakar Total 2.146.829 kWh 1.760,40
boiler. Pada unit bisnis Energi Terbarukan-Pelet Kayu
2 Penerapan Pola Hidup Hemat Energi
• Peralatan Penggunaan Efisiensi Energi • Mempromosikan gaya hidup hemat energi
Penerapan peralatan dan lampu hemat energi (Kampanye Hemat Energi)
menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam Melalui kampanye hemat energi yang disebarluaskan
mengurangi konsumsi energi dan dampak lingkungan. melalui poster, spanduk, dan pertemuan, perusahaan
Di Unit Bisnis Produk Kayu, inisiatif efisiensi dilakukan berupaya meningkatkan kesadaran serta mendorong
oleh kelompok kerja khusus melalui otomasi proses perubahan perilaku karyawan dan pemangku
dan modifikasi mesin, termasuk pengaturan sistem kepentingan dalam menerapkan praktik hemat energi
on-off otomatis untuk penghematan listrik. Hingga secara berkelanjutan.
2025, perusahaan telah mengonversi delapan unit
3T forklift dari bahan bakar solar menjadi listrik, yang
tersebar di DSN WP Floor dan DSN WP Panel.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 80 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 83
Investasi Inovasi Penurunan Penggunaan Energi [POJK F.3] [GRI 302-4, 302-5]
Biaya
Bentuk Biaya Total
Tujuan Investasi Operasional Capaian 2024 Capaian 2025
Investasi Investasi
2025
Menghasilkan 2.226.638
Menghasilkan 1.958.858 Nm³ Bio-
Nm³ Bio-CNG, setara dengan
Bio-CNG 1 62,74 miliar CNG, setara dengan pengurangan
pengurangan 1.914.909 liter
1.684.618 liter solar truk dan genset.
5,39 miliar solar truk dan genset.
Menghasilkan 5.473.200 kWh
Biogas 1 42,19 miliar Menghasilkan 5.628.400 kWh Listrik.
listrik.
Mendorong keberlanjutan
melalui pemanfaatan limbah
cair pabrik kelapa sawit sebagai Menghasilkan 1.236.249 Nm3 Bio- Menghasilkan 2.184.707 Nm³
energi terbarukan. CNG, setara dengan pengurangan Bio-CNG setara dengan
Bio-CNG 2 72,69 miliar
1.063.174 liter solar truk pengurangan 1.878.848 liter
9,04 miliar dan genset. solar truk dan genset.
Menghasilkan 2.347.900 kWh Menghasilkan 4.293.600 kWh
Biogas 2* 62,79 miliar
listrik.
Listrik.
57 truk telah dikonversi
Truk Kami menerapkan teknologi Mengkonversi 48 truk berbahan
berbahan bakar solar menjadi
konversi pada truk dan bakar solar menjadi Bio-CNG, yang
konverter 5,70 miliar 1,26 miliar
mengurangi konsumsi solar sebesar
Bio-CNG yang mengurangi
Bio-CNG generator berbahan bakar konsumsi solar sebesar
diesel menjadi Bio-CNG sebagai 53.766 liter.
141.479 liter.
upaya untuk mengurangi emisi
Genset gas rumah kaca, memitigasi Mengkonversi 44 generator bahan
65 generator dikonversi bahan
risiko fluktuasi harga bahan bakar solar terkonversi menjadi
Afdeling bakar diesel menjadi Bio-CNG,
bakar fosil, serta menekan biaya 5,01 miliar 15,09 miliar Bio-CNG, yang berkontribusi dalam
konverter yang mengurangi konsumsi
pemeliharaan. pengurangan setara 2.629.152 liter
Bio-CNG diesel sebesar 3.536.443 liter.
total konsumsi solar untuk genset
Penggunaan forklift listrik
Electric menghilangkan konsumsi 550 juta/unit
minyak solar dan oli, sehingga Operasional 6 forklift listrik telah Operasional 8 forklift listrik
Forklift di untuk tipe
berkontribusi pada penurunan mengurangi 4.623 liter konsumsi telah mengurangi 10.502 liter
Unit Bisnis emisi gas rumah kaca
3T atau total 0,92 miliar konsumsi solar per bulan (atau
solar per hari (atau Rp56,75 juta
Produk serta pengurangan biaya 8 unit sekitar per bulan) Rp164 juta per bulan)
Kayu bahan bakar fosil dan biaya 4,4 miliar
pemeliharaan.
Keterangan:
Peningkatan angka tahun 2025 dibanding tahun 2024 pada Biogas 2 dikarenakan capaian pada tahun 2024 dimulai dari Bulan Juli-Desember
tahun 2024 (sebab komersial pada bulan Juni 2025)
Penggunaan Energi [GRI 302-1, 302-2, 302-4, 302-5] [SASB FB-AG-110a.3, FB-AG-130a.1]
Sebagai bagian dari upaya transisi menuju energi bersih, tahun 2025 pabrik biogas dan Bio-CNG DSNG mampu menghasilkan:
1 Pabrik pertama berhasil memproduksi 5.473.200 kWh listrik berbasis biometana (setara dengan 19.704 GJ)
serta 2.226.638 Nm³ Bio-CNG (setara dengan 22.749 GJ).
2 Pabrik kedua menghasilkan 4.293.600 kWh listrik (setara dengan 15.457 GJ) dan 2.184.707 Nm³ Bio-CNG
(setara dengan 22.321 GJ).
3 Transportasi yang digunakan pada kegiatan operasional unit bisnis kelapa sawit memproduksi 11.369 GJ.
Seluruh energi terbarukan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional pabrik kelapa sawit, kantor, transportasi tandan
buah segar (TBS), serta perumahan karyawan. Sepanjang tahun 2025, total konsumsi energi DSNG tercatat sebesar 13.289.101 GJ, yang
mencakup kebutuhan energi untuk transportasi bahan baku, proses produksi unit usaha kelapa sawit dan produk kayu, energi terbarukan,
serta kegiatan operasional di Kantor Pusat, dengan penghitungan yang meliputi sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan.
Perlu dicatat bahwa pada tahun pelaporan 2025 terdapat perbedaan cakupan bisnis dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga unit
usaha dan aktivitas operasional yang diperhitungkan mengalami penyesuaian dan dapat memengaruhi tingkat konsumsi energi
yang dilaporkan. Penghitungan konsumsi energi dalam laporan ini mencakup penggunaan energi di dalam organisasi. Sementara itu,
penggunaan energi di luar organisasi belum dilakukan karena keterbatasan akses perseroan terhadap data konsumsi energi di luar batas
operasional organisasi.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 81 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 84
Volume Total Pemakaian Energi di dalam Perusahaan (Giga Joule) [GRI 302-1] 2025 2024 2023
Total Konsumsi Energi Non-terbarukan Total Konsumsi Energi Terbarukan Total Konsumsi Energi
720.578 (5%) 12.568.523 (95%) 13.289.101 (100%)
733.542 8.110.192 8.843.734
598.506 8.571.574 9.170.080
Konsumsi Energi Berdasarkan Jenis (Giga Joule)
Konsumsi Bahan Bakar
Total konsumsi bahan bakar dari sumber tak terbarukan Total konsumsi bahan bakar dari sumber terbarukan
595.860 (4,5%)* 11.369* (0,9%)
633.659 6.766
507.690 2.246
Konsumsi Listrik Pemanasan dan Uap
Konsumsi listrik dari sumber tidak terbarukan Konsumsi listrik dari sumber terbarukan Konsumsi pemanas dari sumber terbarukan
124.718* (0,9%) 87.959* (0,7%) 12.469.195* (93,8%)
99.883 86.704 8.016.722
90.816 76.935 8.492.393
Keterangan:
*: Kenaikan Pemakaian konsumsi energi tahun 2025 dikarenakan adanya penambahan data penggunaan energi dari bulking kelapa sawit
dan Unit Bisnis Energi Terbarukan
Intensitas Konsumsi Energi Tahun 2025 [GRI 302-3] [SASB FB-AG-110a.3]
Perseroan mengukur intensitas konsumsi energi dengan membandingkan total penggunaan energi terhadap volume
produksi di setiap unit bisnis. Nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dihitung berdasarkan keseluruhan energi (bahan bakar,
listrik, dan energi terbarukan) yang digunakan perseroan, tanpa membedakan sumber energi yang digunakan untuk
menghasilkan produk.
Energi Tidak Total Konsumsi
Perusahaan Satuan Energi Terbarukan Energy Intensity
Terbarukan Energi
Jumlah 12.568.523 720.578 13.289.101
DSNG 1,08 GJ/Rp miliar*
% 95% 5% 100%
Jumlah 620.353 60.794 681.147
Panel 5,51 GJ/m³
% 91% 9% 100%
Jumlah 94.341 33.242 127.584
Floor 0,20 GJ/m2
% 74% 26% 100%
Jumlah 11.767.299 593.327 12.360.626
Kelapa Sawit 19,59 GJ/Ton
% 95% 5% 100%
Jumlah 86.496 26.911 113.407
Energi Terbarukan 3,13 GJ/Ton
% 76% 24% 100%
Jumlah 33 6.304 6.337
Kantor Pusat 19,32 GJ/orang
% 1% 99% 100%
Keterangan: *Pendapatan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 82 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 85
Pengelolaan Air [POJK F. 8]
DSNG mengelola sumber daya air secara bertanggung jawab melalui peningkatan efisiensi dan konservasi sesuai
Kebijakan Keberlanjutan Perseroan.
Program Pengelolaan Air
• Penilaian Risiko Air menjadi 25%, dengan konsumsi air dibandingkan
DSNG melakukan Penilaian Risiko Air pada tahun tahun 2024.
2022 dengan dukungan Asia Biogas dan ERM untuk
• Efisiensi Penggunaan Air di Pabrik
memetakan tingkat stres air di wilayah operasional
Perseroan menerapkan berbagai langkah efisiensi
pada tahun 2030 dan 2050. Studi ini mengidentifikasi
air di pabrik-pabriknya, termasuk mendaur ulang air
enam wilayah dengan tingkat stres air rendah dan
pendingin turbin, mengoptimalkan penggunaan
satu wilayah yang diproyeksikan mengalami stres
kondensat boiler sebagai air demineralisasi, serta
air sedang. Rincian hasil dan metodologi penilaian
mengatur distribusi air untuk keperluan rumah tangga.
disajikan pada tautan berikut: DSNG Climate
Air untuk keperluan rumah tangga digunakan kembali
Approach Methods, Impacts, Risks, Opportunities.
secara terkendali guna mendukung kebutuhan
• Perlindungan Sumber Air operasional kantor-kantor, termasuk Kantor Pusat, serta
Perseroan menerapkan prosedur pengelolaan perairan fasilitas pabrik.
untuk menjaga ekosistem sungai dan mata air melalui
• Konservasi Air
penetapan sempadan, pemantauan kualitas air, dan
Upaya konservasi air dilakukan dengan menjaga
pembatasan penggunaan bahan kimia.
naungan dan kanopi pohon kelapa sawit untuk
• Penggunaan Air Kembali mencegah erosi tanah dan meningkatkan daya serap
Unit Bisnis DSN WP Panel menerapkan sistem daur air, melestarikan sistem perakaran yang membentuk
ulang air untuk meningkatkan efisiensi penggunaan biopori alami, serta memanfaatkan tandan kosong dan
air proses serta mengantisipasi potensi kelangkaan tanaman Nephrolepis sebagai penutup tanah guna
air. Target efisiensi penggunaan air ditetapkan sebesar mempertahankan kelembaban. Pada tahun 2025, total
5.634 m³ tahun 2025. Pada tahun 2025, volume air 282.465 m3 pengaliran air dari konservasi air di PT BPN
buangan tercatat tetap dibandingkan tahun 2024, dari waduk PKS 9 ke rorak induk pada elevasi tertinggi,
yaitu sebesar 5.616 m³. Sementara itu, efisiensi yang selanjutnya dialirkan secara gravitasi ke sub-rorak
penggunaan air pada steam boiler naik dari 12% yang mencakup area seluas 205 hektare.
Penggunaan Air dan Intensitas Air Proses
[POJK F.8] [GRI 303-1, 303-2, 303-4, 13.7.2] [SASB FB-AG-140a.2, FB-AG-140a.3]
Sepanjang tahun 2025, Perusahaan mencatat penurunan penggunaan air pada unit
bisnis kelapa sawit dan produk kayu Floor dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pengelolaan air dilakukan secara terukur melalui pemantauan rutin di unit PKS dengan
menggunakan indikator Intensitas Air (Water Intensity/WI) per ton TBS yang diolah
sebagai alat kendali operasional. Hingga waktu pelaporan, tidak terdapat keluhan,
denda, maupun sanksi yang dikenakan kepada Perseroan terkait pemanfaatan sumber
air. DSNG saat ini belum melakukan pengukuran pembuangan air berdasarkan tujuan
uraian pengeluarannya terkecuali pada unit bisnis produk kayu panel pada kolam
pencucian log kayu, sehingga data terkait pembuangan air belum dapat disajikan dalam
laporan ini secara utuh.
Berdasarkan Peta Risiko Air Global atau Global Water Risk Atlas, yang dikeluarkan oleh
World Resources Institute (WRI) menunjukan bahwa 4 Unit Pengolahan (1 Kantor Pusat,
2 Unit Produk Kayu dan 1 Unit Energi Terbarukan) DSNG berada di area dengan kategori
High Water Stress Area. Sehubungan dengan kondisi tersebut, Perusahaan menerapkan
pengelolaan air secara efisien melalui upaya pembatasan penggunaan air tanah untuk
meminimalkan potensi risiko konflik pemanfaatan air di wilayah operasional.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 83 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 86
Volume Total Penarikan Air Berdasarkan Sumber Tahun 2025 (m³) [POJK.F.8] [GRI 303-1, 303-3] [SASB FB-AG-140a.1]
WP Panel (m³) WP Floor (m³) Kelapa Sawit (m³) Energi Terbarukan (m³) DSNG (m³)
Air permukaan 3.376.802 0 0 0 0
Air tanah 0 77.362 45.133 2.337 0
Air laut 0 0 0 0 0
Air dari pihak 0 2.290 1.095 0 25.512
ketiga (PDAM)
Total penarikan air 3.376.802 79.652 46.228 2.337 25.512
Total Konsumsi Air Tahun 2025 [GRI 303-5]
Konsumsi Air 3.376.802 79.652 46.228 2.337 25.512
Total konsumsi
DSNG
3.530.531
*Keterangan: Peningkatan total volume penarikan dan konsumsi air di WP Panel tahun 2025, dikarenakan telah mendapatkan 1 lokasi izin penarikan air
tanah yang diukur dan digunakan untuk kebutuhan operasional.
Capaian Target dan Realisasi Penggunaan Air di Unit Pabrik Kelapa Sawit
Target 2025 Pencapaian 2025
Intensitas pemakaian air proses 1,1 0,87
(m³ /Ton TBS Olah)
Data Air di Fasilitas Boiler (Kolam Log 5ft dan 9ft) di Unit Bisnis DSN WP Panel
Volume penggunaan air tanah 35.400 29.836
(m³)
Volume air yang dibuang 6.000 5.616
(m³)
Intensitas Pemakaian Air 2025 2024 2023
Unit Bisnis Kelapa Sawit
Total pemakaian air proses Intensitas pemakaian air proses
(m³) (m³/Ton TBS Olah)
2.364.583 0,87
2.465.883 0,98
3.747.759 1,30
Unit Bisnis Produk Kayu
Total pemakaian air Intensitas pemakaian air WP Total pemakaian air Intensitas pemakaian air WP
WP Floor (m³) Floor (m³/Produksi Floor (m²)) WP Panel (m³) Panel (m³/Produksi Panel (m³))
46.228 0,07 77.362* 0,63
57.980 0,08 51.762 0,45
59.919 0,07 60.206 0,62
Unit Bisnis Energi Terbarukan Intensitas pemakaian air proses
Total pemakaian air proses (m³/Ton Produksi Pelet Kayu)
(m³)
2.337 0,06
N/A N/A
N/A N/A
Keterangan:
*: Kenaikan pemakaian air produksi WP Panel tahun 2025 dikarenakan peningkatan proses produksi.
N/A: Tahun 2023 dan 2024 penggunaan air pada unit bisnis energi terbarukan belum beroperasi.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 84 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 87
Penerapan Pengelolaan Air di GRHA DSN [GRI 303-1]
Alur Pengelolaan Air di GRHA DSNG
1 2 3 4 5
Konsumsi Air Produksi Air Hasil Tujuan Dampak
Bersih Limbah Pengolahan IPAL
Mengurangi Beban limbah
2.126 m³/bulan 25-30 m³/bulan 60-70 m³/bulan pembuangan limbah berkurang,
±2.126.000 liter setara Dialirkan ke IPAL ±60.000-70.000 liter cair domestik ke badan Memenuhi baku
kebutuhan air minum (kapasitas 80 m³/hari) setara kebutuhan air air saluran tata kota mutu, Mendukung
sekitar ±850–1.063 juta non-konsumsi ±2.800– yang dapat digunakan sirkularitas air
orang dalam satu hari 3.500 orang per hari, penyiraman tanaman
seperti untuk toilet
dan kebersihan
GRHA DSN menerapkan efisiensi penggunaan air pada sistem chiller melalui chemical treatment untuk menjaga stabilitas kualitas air.
Upaya ini memperpanjang siklus pemakaian air, mengurangi penguapan dan blowdown, serta menekan kebutuhan pengisian air
baru sehingga konsumsi air untuk proses pendinginan menjadi lebih efisien.
Penerapan Optimalisasi Air Daur Ulang Boiler di DSN WP Panel
SUMUR KOLAM HYDRANT
Syarat Baku Mutu Air Bersih Syarat Baku Mutu Air Bersih
TANGKI ROTARY ROTARY TOILET MUSHOLA KANTIN GLUE
Soft Water SHORT LONG Syarat Syarat Syarat
MCK Baku Mutu Baku Mutu Baku Mutu
Tidak Tidak Syarat Air Bersih Air Bersih Air Bersih
TANGKI Baku Mutu
Mensyaratkan Mensyaratkan
Perlakuan Air Bersih
Baku Mutu Baku Mutu
FLUSING
Boiler Syarat Baku Mutu Tidak
PH, TH, TSS, TDS Mensyaratkan
Baku Mutu
Blowdown
Regenerasi
Sebagai upaya peningkatan efisiensi penggunaan air, DSN WP Panel mengoptimalkan kembali penggunaan air hasil proses
Boiler Steam melalui peningkatan pemanfaatan ulang (reuse) air regenerasi dan air blowdown yang sebelumnya belum
dimanfaatkan secara maksimal, berdasarkan karakteristik dan potensi pemanfaatannya yaitu:
Air Regenerasi Boiler Air Blowdown Boiler
Air regenerasi berasal dari proses regenerasi sistem
Air blowdown merupakan air pembuangan boiler dengan
pengolahan air melalui analisis sistem, pemasangan jalur pipa
kandungan padatan terlarut yang lebih tinggi dan tidak
baru, dan penggantian fasilitas toilet. Air ini dimanfaatkan
memenuhi baku mutu air bersih. Air ini dimanfaatkan sebagai
kembali 100% (456 m³/bulan) untuk kebutuhan flushing
air daur ulang untuk proses pencucian log kayu, memenuhi
toilet dan pengisian kolam rotary long, sehingga mengurangi
62% kebutuhan pencucian atau setara 705 m³/bulan.
penggunaan air bersih dan air tanah.
Optimalisasi ini menghasilkan penghematan total 1.161 m³ air/bulan, setara dengan lebih dari 230 toren air rumah tangga
sekaligus menekan potensi pencemaran dan meningkatkan efisiensi operasional. Seluruh implementasi telah distandarisasi
melalui pembaruan SOP agar berjalan konsisten dan berkelanjutan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 85 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 88
Pengelolaan Limbah [POJK B.2.c]
Alur pengelolaan limbah (waste flow) di DSNG yang mencakup seluruh rantai proses, mulai dari material masuk (downstream/
material), proses internal perusahaan (own process), hingga penanganan oleh pihak eksternal (upstream).
DOWNSTREAM/MATERIAL
Bahan kimia Tandan Buah Segar
Pupuk (dalam kemasan karung)
(dalam berbagai jenis kemasan) (TBS)
Minyak (dalam drum) Plastik polybag Log Kayu
OWN PROCESS
Pembibitan, penanaman, Pabrik Kelapa Sawit
Pabrik Pengolahan Kayu
pemupukan, pemeliharaan, dan Pabrik Pengolahan
dan Energi Terbarukan
dan panen Inti Sawit
Minyak Sawit Mentah (CPO)
Tandan Buah Segar (TBS) Panel | Flooring | Pelet
dan Minyak Inti Sawit (PKO)
Limbah Bahan Berbahaya Limbah Bahan Berbahaya
Limbah Non-B3
dan Beracun (Limbah B3) dan Beracun (Limbah B3)
Penggunaan
Daur ulang Tidak dimanfaatkan
kembali
Tempat Pembuangan
Akhir (TPA)
UPSTREAM
Pengolah Limbah Independen Berizin Pengumpul Limbah Independen Berizin
GRI 306-1 GRI 306-3 GRI 306-4 GRI 306-5
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 86 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 89
Pengelolaan Limbah Cair [GRI 303-4]
Perseroan menerapkan pengelolaan air limbah operasional di seluruh unit bisnisnya, termasuk kantor pusatnya, sesuai
dengan standar kualitas pemerintah untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Pengelolaan Limbah Cair [GRI 303-1, 303-2, 303-4, 306-2]
Perseroan memastikan kompetensi pengelolaan air limbah melalui pelatihan dan sertifikasi Penanggung Jawab
Operasional Pengolahan Air Limbah (POPA) dan Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) guna
memenuhi persyaratan regulasi dan mendukung kepatuhan lingkungan.
Menyediakan kolam pengolahan limbah cair di seluruh unit PKS dan pabrik kayu serta energi terbarukan guna
memastikan limbah diolah sesuai standar sebagai bagian dari upaya pengendalian pencemaran sebelum
pembuangan akhir.
Perseroan melakukan pemantauan dan pengendalian kualitas limbah cair untuk memastikan seluruh efluen yang
dibuang memenuhi baku mutu lingkungan, termasuk parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical
Oxygen Demand (COD), sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang sesuai dengan
peruntukan industri.
Limbah cair (POME) diolah melalui kolam pengolahan dan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik melalui
skema Land Application berizin dengan pemantauan lingkungan sesuai regulasi. Sejalan dengan upaya mitigasi
perubahan iklim, sejumlah unit PKS juga mengoperasikan fasilitas penangkapan metana untuk menekan emisi CH₄
dari POME.
Unit bisnis produk kayu mengintegrasikan sistem pengelolaan air sirkular dalam proses operasional sebagai upaya
efisiensi sumber daya. Air bekas pencucian log diproses kembali untuk digunakan ulang pada tahap produksi
selanjutnya, sedangkan air hasil pengolahan limbah dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia, melainkan dengan
memanfaatkan panas sisa dari pipa kondensat boiler menuju area luar produksi. Implementasi ini tidak hanya
mengurangi konsumsi air bersih, tetapi juga menekan biaya kimia dalam pengelolaan limbah glue sebanyak 55% dari
sebelum inovasi.
Pada unit bisnis energi terbarukan, limbah cair yang telah melalui proses pengolahan dimanfaatkan kembali secara
sirkular sebagai air pencucian dan penyaringan residu/partikel abu pada proses produksi pelet kayu. Pemanfaatan ini
bertujuan untuk menurunkan kadar abu pada pelet kayu serta mendukung pengendalian emisi partikulat, sehingga
meningkatkan kualitas bahan bakar biomassa.
Perseroan secara berkala melaporkan hasil pengelolaan dan pemantauan kualitas air limbah kepada Dinas Lingkungan
Hidup setempat setiap semester melalui laporan RKL-RPL.
Limbah cair yang tergolong sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) dikelola dan dimanfaatkan oleh pihak
ketiga yang memiliki izin pengelolaan limbah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
di Indonesia.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 87 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 90
Limbah Cair yang Dihasilkan Tahun 2025 [POJK F.13, F.14] [GRI 303-1, 306-3, 306-4, 306-5]
Limbah padat dalam metrik ton (t)
Limbah Berbahaya
WP Panel WP Floor Kelapa Sawit Energi Terbarukan Kantor Pusat DSNG
Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam
Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan
Limbah yang
0 0 0 0 0 0 0 0,68 0 0
Digunakan Kembali
Opsi Pengolahan
6,8 0 0,1 0 38,77 0 0 0 0,31 0
Lainnya
Total Limbah
6,8 0 0,1 0 38,77 0 0 0,68 0,31 0
Berbahaya
Limbah Non Berbahaya
Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam
Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan
Limbah yang
0 0 0 71,70 0 0 0 0 0 0
digunakan kembali
Daur Ulang 0 0 0 0 0 0 0 1.080 0 0
Opsi Pengolahan
0 864 0 0 0 0 0 0 0 0
Lainnya
Total Limbah
0 864 0 71,70 0 0 0 1.080 0 0
Non Berbahaya
Hasil Pengukuran Kualitas Olahan Air Limbah Unit Bisnis Kelapa Sawit [GRI 303-2]
Parameter Baku Mutu 2025 2024 2023
Biological Oxygen Demand (BOD) 5.000 mg/L 100-4.800 3.571 1.580
Chemical Oxygen Demand (COD) - 1.000-10.000 10.146 4.513
Tingkat Keasaman (pH) 6-9 6,1-8,2 7,3 7,2
*Standar mengacu pada ketentuan KLHK Republik Indonesia
*Angka hasil pengukuran tahun 2025 merupakan hasil rentang pengukuran dari pengambilan sampel air limbah dari PKS 2-12
Hasil Pengukuran Kualitas Olahan Air Limbah Unit Bisnis DSN WP Panel [GRI 303-2]
Parameter Baku Mutu 2025 2024 2023
Biological Oxygen Demand (BOD) 75 mg/L 30 44 762
Chemical Oxygen Demand (COD) 125 mg/L 48 91 2.284
Tingkat Keasaman (pH) 6-9 7,3 7,46 9,08
TSS 400 mg/L 20,3 14 230
Keterangan : *Data 2023 diperoleh selama proses pembangunan IPAL
Hasil Pengukuran Kualitas Olahan Air Limbah Unit Bisnis DSN WP Floor [GRI 303-2]
Parameter Baku Mutu 2025 2024 2023
Biological Oxygen Demand (BOD) 50 mg/L 14,04 34,75 34,36
Chemical Oxygen Demand (COD) 100 mg/L 42,83 104,46 108,12
Tingkat Keasaman (pH) 6-9 7,44 7,70 7,48
TSS 200 mg/L 13,60 82 86
Selama tahun 2025, Perseroan tidak mengalami insiden yang berkaitan dengan tumpahan limbah cair ke permukaan. [POJK F.15]
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 88 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 91
Inovasi Pengolahan Limbah Cair Melalui Teknologi Destilator
Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah
cair serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia,
DSN WP Panel Temanggung mengembangkan inovasi proses
pengolahan limbah dengan memanfaatkan teknologi destilator.
Sebelumnya, pengolahan limbah cair dilakukan melalui
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan penggunaan
bahan kimia seperti asam klorida untuk penyesuaian pH,
koagulan, dan flokulan untuk proses pemisahan air dan lumpur.
Tingginya kebutuhan bahan kimia tersebut menyebabkan biaya
operasional yang signifikan.
Melalui inovasi destilator, proses pengolahan limbah dilakukan
tanpa menggunakan bahan kimia, melainkan dengan
memanfaatkan panas sisa dari pipa kondensat boiler menuju
area luar produksi, sehingga tidak mengganggu kinerja boiler
maupun proses produksi. Destilator ini mampu menampung
hingga ±3 m³ air limbah dan dioperasikan secara berkelanjutan
dengan sistem penguapan untuk memaksimalkan pemisahan
air dan residu. Penerapan destilator memberikan dampak positif,
antara lain:
Pengurangan frekuensi Percepatan proses Peningkatan efisiensi
pembelian bahan kimia pengolahan limbah penanganan sludge glue yang
sebanyak 55% dari sebelum karena berkurangnya lebih cepat mengering dan
penerapan inovasi tahapan proses mudah dikelola
Inovasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong efisiensi sumber daya, pengurangan bahan kimia
berbahaya, dan penerapan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pengelolaan Limbah Padat [POJK F.13, F.14] [GRI 306-1, 306-2, 306-3, 306-4, 306-5]
DSNG mengadopsi prinsip Ekonomi Sirkular dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan
pemanfaatan kembali limbah, dan menekan emisi melalui solusi yang ramah lingkungan. Komitmen ini diperkuat dengan
penerapan sistem pengelolaan limbah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari pengumpulan limbah hingga
pemantauan rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap seluruh regulasi lingkungan.
Upaya Pengelolaan Limbah B3
Unit Bisnis DSN WP Panel menerapkan proses destilasi dalam pengeringan sludge hasil pengolahan limbah cair lem
merah sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah B3. Inisiatif ini memiliki kapasitas penampungan
hingga ±3 m³ air limbah serta berhasil menurunkan frekuensi pembelian bahan kimia sebesar 23% dibandingkan
dengan sebelum penerapan inovasi.
Seluruh unit bisnis DSNG berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam menerapkan pengelolaan limbah B3 secara
bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di Indonesia. Pengelolaan ini mencakup
penggunaan fasilitas penyimpanan berizin, pencatatan dan pelaporan yang terdokumentasi, serta pengangkutan dan
pengolahan limbah oleh pihak ketiga yang memiliki izin resmi.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 89 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 92
Upaya Pengurangan Limbah Padat Non B3
Pengurangan
• Mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai melalui penyediaan fasilitas air minum isi ulang.
• Membatasi kantong plastik sekali pakai dengan sosialisasi dan distribusi tas belanja guna ulang.
• Membatasi penggunaan kertas baru di areal kerja kantor GRHA DSN sesuai fungsional dan kebutuhan.
Daur Ulang
• Berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal di Muara Wahau untuk pengelolaan dan penjualan sampah bernilai ekonomi
hasil pemilahan di perumahan karyawan.
• Berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal di unit bisnis produk kayu dalam pengelolaan limbah padat hasil kayu menjadi
alas ternak hewan ternak.
• Menyelenggarakan edukasi dan pameran daur ulang sampah di Sekolah Dharma Utama untuk meningkatkan
kesadaran lingkungan sejak dini.
• Memanfaatkan limbah logam melalui pihak ketiga, dengan total material yang dimanfaatkan mencapai 52 ton
sepanjang 2025.
Pemanfaatan
• Sepanjang tahun 2025, perusahaan memanfaatkan biomassa berupa cangkang, fiber serta bungkil total sebanyak
746.569 ton dan limbah kayu 36.491 ton sebagai bahan bakar boiler guna mendukung efisiensi energi dan
pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.
• Pemanfaatan kembali hasil sampah organik di GRHA DSN sebanyak 20,21 ton untuk pengolahan kompos dan 7,25 ton
untuk sistem Biopori.
• Memanfaatkan limbah organik kantin sebagai pakan ternak unggas oleh masyarakat sekitar pabrik DSN WP Panel Floor
sebanyak 20,45 ton
• Menggunakan abu boiler sebagai material tanah urug yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar pabrik DSN WP Floor.
Pemilahan
• Memberikan edukasi pemilahan sampah organik, non organik, dan residu di seluruh unit bisnis baik di areal kantor,
pabrik dan perumahan oleh karyawan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi karyawan dalam
pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
• Kantor Pusat Jakarta menerapkan sistem pemilahan 7 kategori sampah (organik, kertas, plastik, kaca, karton, logam,
dan residu) yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh karyawan.
Landfill
• Pengumpulan dan pengangkutan sampah residu dilakukan secara terkontrol untuk dibuang secara aman di lokasi
pembuangan akhir yang telah ditetapkan.
• Sampah residu dari Kantor Pusat Jakarta dikelola melalui metode karbonisasi oleh pihak ketiga sebagai upaya dari
pencapaian target Zero Landfill.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 90 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 93
Limbah Padat yang Dihasilkan Tahun 2025 [GRI 306-3, 306-4, 306-5] [POJK F.13]
Limbah padat dalam metrik ton (t)
Limbah Berbahaya
WP Panel WP Floor Kelapa Sawit Energi Terbarukan Kantor Pusat DSNG
Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam
Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan
Limbah yang
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Digunakan Kembali
Opsi Pengolahan
45,08 0 4,05 0 25,28 0 0,53 0 1,22 0
Lainnya
Total Limbah
45,08 0 4,05 0 25,28 0 0,53 0 1,22 0
Berbahaya
Limbah Non Berbahaya
Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam Di luar Di dalam
Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan
Limbah yang
0 0 0 0 0 506.083 0 0 0 0
digunakan kembali
Daur Ulang 1.832 20 0 207,90 0 0 1.445 0 0 27,46
Opsi Pengolahan
0 41.357 0 5,68 0 535.786 0 1.596 7,51 0
Lainnya
Total Limbah
1.832 41.377 0 213,58 0 1.041.869 1.445 1.596 7,51 27,46
Non Berbahaya
Penerapan Pengelolaan Sampah di GRHA DSN [POJK F.14]
Pada tahun 2025, GRHA DSN mampu mengelola sekitar 70% sampah organik secara in-situ. Praktik ini memperkuat
penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), berkontribusi pada penurunan emisi dan biaya pengelolaan limbah serta
perbaikan kualitas tanah sebagai manfaat tambahan. Pengelolaan sampah organik yang terdiri dari sampah daun, ranting,
dan ampas kopi, dilakukan dengan metode komposting, sedangkan untuk sampah residu makanan dilakukan dengan
menggunakan sistem Biopori, dengan implementasi sebagai berikut:
1. Komposting Sampah Daun & Ranting
Program Komposting
11.785 kg Penggilingan 10.152 kg Proses
Daun Segar & Pencacahan Daun Tercacah Pengomposan
Membentuk Ekonomi 2.207 kg Dipakai untuk 6.649 kg Kompos setara
Sirkular: limbah daun Pemupukan Internal menyuburkan kembali
-> nutrisi tanah ±133 pohon sengon muda
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 91 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 94
2. Pengembangan 76 Lubang Biopori
Selain komposting, Perseroan juga menerapkan sistem
biopori di area GRHA DSN sebagai solusi pengelolaan
limbah organik rutin. Sepanjang tahun 2025, metode
biopori ini mampu mengelola sekitar 7.250 kg sampah
organik, yang setara dengan penyediaan nutrisi bagi
±135-160 pohon muda per tahun (dengan asumsi
1 pohon membutuhkan ±40–50 kg kompos per
tahun). Proses dekomposisi alami dalam biopori turut
meningkatkan struktur tanah, kesuburan lahan, serta daya
resap air di sekitar area tersebut.
Program Pelatihan Efisiensi bagi Karyawan
Pokja (Kelompok Kerja) merupakan tim lintas departemen pembelajaran langsung diterapkan dalam aktivitas kerja
yang dibentuk untuk mendukung pencapaian Annual Plan sehari-hari. Pendekatan lintas fungsi ini memungkinkan
pabrik secara menyeluruh. Dalam konteks pengembangan pelatihan berjalan secara terpadu dan tidak parsial, sekaligus
kapasitas, Pokja berfungsi sebagai wadah kolaborasi pelatihan meningkatkan efektivitas implementasi solusi di lapangan.
di berbagai aspek operasional, mencakup kinerja produksi,
Dengan mekanisme pemantauan berbasis capaian
keselamatan kerja, kualitas, dan keberlanjutan.
proyek dan indikator Annual Plan, Pokja berperan tidak hanya
Melalui Pokja, perusahaan mengidentifikasi kebutuhan sebagai pelaksana program strategis, tetapi juga sebagai
kompetensi yang relevan dengan target pabrik, merancang sarana transfer pengetahuan, penguatan kapabilitas SDM,
dan mengoordinasikan program pelatihan yang terintegrasi dan pendorong budaya continuous improvement di
dengan proyek improvement, serta memastikan hasil lingkungan pabrik.
Biaya Lingkungan [POJK F.4]
Di tahun 2025, Perusahaan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp15,41 miliar untuk kegiatan lingkungan dan konservasi di unit
bisnis kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan. Alokasi dana tersebut digunakan untuk kegiatan seperti:
• Pemantauan kualitas parameter lingkungan • Pengadaan bibit untuk restorasi
• Konservasi orang utan • Training sertifikasi pengelolaan lingkungan
• Pengadaan dan training aplikasi SMART Patrol untuk • Training sertifikasi pengendalian kahutla
monitoring kehati dan inspeksi K3L • Pengadaan rambu-rambu lalu lintas
• Pengelolaan LB3 • Pengelolaan sampah terpadu (TPST)
• Lomba perumahan asri • Rumah persemaian
• Pengendalian konflik satwa liar • Kerja sama monitoring konservasi dengan
• Sosialisasi SHE ke karyawan dan masyarakat Assessor Independen
PROPER Lingkungan dan Kepatuhan
Pada tahun 2025, DSNG selalu berupaya menjaga kepatuhan termasuk IFC Performance Standards (PS) dan Environmental,
lingkungan melalui penerapan sistem pengelolaan yang Health, and Safety (EHS) Guidelines. Audit ini dilakukan oleh
mengacu pada peraturan nasional dan standar keberlanjutan. Ramboll Pte Ltd (Ramboll), yang melaksanakan penilaian
Kinerja lingkungan Perseroan tercermin dari capaian 9 unit tahunan independen terhadap Pedoman Lingkungan dan
PKS penilaian Proper Hijau di tingkat Provinsi Hingga akhir Sosial (E&S), bisa dicek di tautan berikut.
periode pelaporan, tidak terdapat unit PKS yang memperoleh
Perusahaan juga mengikuti audit tahunan untuk sertifikasi
peringkat PROPER Merah.
RSPO, ISPO, dan SCCS yang mencakup PKS, KCP, dan fasilitas
Selain pemeringkatan PROPER, Unit Bisnis Kelapa Sawit bulking, guna memastikan kepatuhan terhadap praktik
menjalani audit eksternal independen atas aspek lingkungan produksi dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan.
dan sosial berdasarkan standar nasional dan internasional,
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 92 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95
Kinerja GRHA DSN dalam Pemenuhan Green Building
DSNG berupaya mendorong praktik-praktik berkelanjutan melalui penerapan konsep bangunan ramah lingkungan
pada gedung GRHA DSN yang baru, yang kini berfungsi sebagai kantor pusat Perseroan. Gedung ini dirancang dengan
mempertimbangkan pengurangan dampak lingkungan sepanjang siklus operasionalnya, termasuk efisiensi energi, pengelolaan
air, dan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Inisiatif ini mencerminkan upaya berkelanjutan DSNG dalam
menjunjung tinggi praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan
sosial dalam jangka panjang.
Capaian Sertifikasi
Sepanjang tahun 2025, beberapa inisiatif sertifikasi green building dijalankan secara paralel, mencakup Excellence in Design for
Greater Efficiencies (EDGE), Greenship Building Certification (GBC), dan Leadership in Energy and Environmental Design (LEED).
Upaya ini menegaskan komitmen DSNG dalam menghadirkan bangunan yang memberikan manfaat nyata melalui efisiensi
energi, kenyamanan penghuni, dan pengurangan jejak emisi karbon.
Sertifikat EDGE Sertifikat Greenship Sertifikat LEED
Level Advance Level Platinum Level Silver
Capaian sertifikasi desain & Capaian sertifikasi fase new Capaian sertifikasi fase new
konstruksi: building operations: building operations:
• 52% Penghematan energi • Pengelolaan energi • Kajian efisiensi energi
• 56% Penghematan air • Kualitas udara ruangan • Perencanaan konservasi air
• 25% Energi yang lebih sedikit • Material ramah lingkungan • Pemilihan material ramah
terkandung dalam bahan • Manajemen air & limbah lingkungan
• 1.038,25 tCO2/tahun • Pengelolaan lingkungan • Rencana kualitas udara dalam
penghematan operasional CO2 bangunan ruang.
• Kepatuhan konstruksi
Penerapan standar EDGE Sertifikasi GREENSHIP Building Sertifikasi LEED yang dilakukan
dilakukan 1x pada fase awal diverifikasi setiap tiga tahun diverifikasi setiap tiga tahun
konstruksi untuk memastikan untuk memastikan pemenuhan untuk mengurangi dampak
bahwa aspek keberlanjutan telah keberlanjutan operasional dan negatif terhadap lingkungan dan
tertanam secara struktural dalam kinerja gedung dalam aspek efisiensi meningkatkan kesehatan manusia
desain bangunan dan menjadi energi, pengelolaan air, limbah, melalui efisiensi sumber daya
dasar bagi operasional gedung kualitas lingkungan dalam ruang, seperti energi dan air, mitigasi
yang lebih efisien & berkelanjutan serta pengelolaan lingkungan secara perubahan iklim, serta promosi
dalam jangka panjang. menyeluruh sesuai dengan standar kualitas hidup yang lebih baik.
green building yang berlaku.
Sertifikasi bangunan hijau Sistem sertifikasi bangunan hijau Sistem penilaian global untuk
International Finance yang dikembangkan oleh Green bangunan hijau yang dikelola U.S.
Corporation Building Council Indonesia (GBCI) Green Building Council (USGBC)
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 93 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 96
Penerapan Program 5R + Keselamatan
GRHA DSN menerapkan Program 5R +
SEIRI Keselamatan (5R+K) sebagai bagian dari
(Ringkas) upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja,
perlindungan keamanan data, peningkatan
su S produktivitas, penguatan citra profesional, serta
ei
t
pembentukan perilaku kerja yang berkelanjutan.
ke
ke
Sei
Evaluasi atas penerapan program ini dilakukan
tsu
secara berkala setiap tahun.
SHITSUKE Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, terdapat
(Rajin) peningkatan kinerja 5R+K yang signifikan
SEISO SEITON dibandingkan tahun 2024, yang tercermin
(Resik) (Rapi) dari penurunan 79,6% kategori Inactive (tidak
menerapkan 5R+K) serta peningkatan 25%
Se t) kategori Partially Active (cukup baik & perlu
ike t
su (R awa perbaikan) dan 37,5% kategori Active (penerapan
baik). Hasil ini menunjukkan efektivitas program
dalam mendorong perbaikan berkelanjutan dan
perubahan perilaku kerja.
ANZEN
(Keselamatan)
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 94 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 97
Pilar Masyarakat
DSNG mengakui masyarakat dan karyawan sebagai pemangku
kepentingan utama dan mitra penting dalam mendukung
keberlanjutan bisnis. Sejalan dengan hal ini, Perseroan
menjalankan berbagai program di bidang pendidikan,
kesehatan, keselamatan, pelestarian budaya, dan pembangunan
ekonomi. Melalui inisiatif-inisiatif ini, DSNG berupaya mendorong
kemandirian yang lebih besar serta membantu meningkatkan
kualitas hidup karyawan, keluarga mereka, dan masyarakat
sekitar di wilayah operasionalnya.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 95 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 98
Target dan Progres
Ketenagakerjaan
Jumlah Karyawan Jumlah Jam Kerja Aman Jumlah Jam Pelatihan Rata-rata jam pelatihan
19.161 41.683.081 140.706 22,7
Orang Jam Jam Jam/Pegawai
Pelibatan Masyarakat
Total Aset Credit Union (CU) Dana CSR Koperasi Binaan CSR
Anggota Total Aset
37,5 55
4.896 Orang 137,91 Rp miliar Rp miliar Unit Bisnis Kelapa Sawit
Program Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)
Pelatihan & Sosialisasi K3 Program Pencegahan Penyakit
36 12.267 6.077 111.076
Kegiatan Total Peserta Kegiatan Total Peserta
Program Unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Penurunan angka anak putus sekolah di Wahau Tidak terdapat anak usia
melalui program pendataan, pendampingan administrasi, sekolah yang tercatat putus
Pendidikan edukasi, serta monitoring pendidikan anak. sekolah
Pencegahan stunting melalui Pemberian Makanan
1.020 anak penerima manfaat
Kesehatan Tambahan (PMT) dan Vitamin A bagi anak karyawan.
Komite Gender yang berperan dalam kampanye,
sosialisasi, serta upaya pencegahan dan penanganan isu 356 anggota terlibat
Sosial perlindungan perempuan, anak, dan keluarga.
Pasokan kebutuhan beras perusahaan bekerja Pasokan 351 ton beras yang
Ekonomi sama dengan Bumdes Miau Baru. melibatkan 300 petani
Pemanfaatan Limbah Produksi Kayu diolah menjadi
Pemanfaatan kembali 1.832
Alas Ternak bekerja sama dengan PT Upoyo
Lingkungan ton limbah kulit kayu
Mandiri Sejahtera.
Capaian Distribusi Bibit Jabon Tahun 2025
190.000 374.000
Bibit Jabon Putih Bibit Jabon Merah
1.000 Petani
Penerima Manfaat Total
564.000
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 96 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 99
Hak Asasi Manusia dan Praktik Ketenagakerjaan [POJK F.19] [GRI 406-1, 407-1, 408-1, 410-1]
Bentuk komitmen DSNG dalam menghormati Hak Asasi pekerja anak serta upaya memastikan keselamatan anak-
Manusia (HAM) dan ketenagakerjaan berupa Kebijakan Anti- anak di sekitar wilayah operasional. DSNG juga berkolaborasi
Diskriminasi, Kebijakan Keberlanjutan, Kebijakan Perlindungan dengan lembaga seperti Partnership for Action Against
Perempuan, serta Kebijakan Perlindungan Anak. Kebijakan Child Labour in Agriculture (PAACLA), yang mencerminkan
ini bertujuan untuk mengembangkan lingkungan kerja komitmen Perseroan dalam memajukan tujuan di seluruh
yang tidak diskriminatif dan mendukung penerapan prinsip industri bisnis unit.
perlakuan yang adil dan setara.
Sebagai bagian dari penerapan kebijakan HAM, Perseroan
Melalui Kebijakan Keberlanjutan, DSNG memastikan juga memberikan pelatihan kepada 100% personel keamanan
pemenuhan hak seluruh pekerja sesuai dengan peraturan untuk seluruh unit bisnis DSNG baik karyawan maupun non-
perundang-undangan yang berlaku juga mengacu pada karyawan (kontraktor) mengenai kebijakan hak asasi manusia
standar Internasional termasuk Deklarasi Universal Hak Asasi dan prosedur pengamanan sesuai dengan ketentuan yang
Manusia, Konvensi ILO, United Nations Guiding Principles on berlaku. Pelatihan tersebut mencakup pengenalan prinsip
Business and Human Rights (UNGP), serta Standar Kinerja penggunaan kekuatan secara proporsional, penghormatan
IFC (PS 2, PS 7, dan PS 8). Komitmen ini diwujudkan melalui terhadap hak masyarakat, serta mekanisme penanganan
penerapan prinsip kesetaraan gender, perlindungan anak, keluhan.
keberagaman, dan penciptaan lingkungan kerja yang aman
serta ramah anak. Untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut,
Perseroan membentuk Komite Gender di seluruh wilayah
Komitmen tanpa eksploitasi diwujudkan melalui upaya operasional. Penghormatan terhadap HAM dipandang
peningkatan kesejahteraan karyawan dan masyarakat, sebagai tanggung jawab bersama serta menjadi bagian
penerapan kesehatan dan keselamatan kerja, serta pemberian integral dari tata kelola dan budaya perusahaan. Komite
dampak ekonomi positif melalui berbagai inisiatif sosial. gender merupakan salah satu lembaga yang memonitor
Sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan, DSNG implementasi kebijakan perusahaan terkait penghormatan
menyediakan ruang laktasi dan fasilitas sanitasi terpisah terhadap HAM, termasuk anti diskriminasi. Dalam periode
di area operasional. Sementara itu, perlindungan anak pelaporan, tidak ada insiden anti diskriminasi yang terjadi.
ditegakkan melalui kebijakan tanpa toleransi terhadap
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 97 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 100
Tinjauan Karyawan
Jumlah Karyawan DSNG Tahun 2025 Berdasarkan Gender, dan Kelompok Usia [POJK C.3.b][GRI 2-7, 405-1, 13.15.2]
Gender Laki-laki Perempuan
9.019
4.947
3.146 Jumlah
992
810 14.896
106 86 4.265
13 34 8
0,3% 0,3% 0
0
Pekerja Kebun Non-Staff Staff Manajemen Madya Manajemen Senior
0,3%
Kelompok Usia
0,3%
0,3% Laki-laki 18-30 31-50 >50
0,3% Perempuan 18-30 31-50 >50
0
0,3% 0,3% 0
3.461 672
Pekerja Pekerja
5.232 2.333
Kebun 326 Kebun 141
0,3% 0,3% 0
Non- 1.665 Non- 376
3.057 587
Staff 225 Staff 29
31,8% 31,8%
283 66
Staff 495 Staff 36
32 4
31,8% 31,8%
0 0
Manajemen Manajemen
66 8
Madya 20 Madya 5
31,8% 31,8%
Manajemen 0 Manajemen 0
10 3
Senior 24
Senior 5
Persentase
31,8%
0,6%
31,8%
47,1% | Pekerja Kebun Laki-laki
31,8% 31,8%
Karyawan DSNG 0,4%
2025 4,2% 0,1% 16,4% | Pekerja Kebun Perempuan
0,2%
5,2% 25,8% | Non-Staff Laki-laki
0,04%
5,2% | Non-Staff Perempuan
4,2% | Staff Laki-laki
0,6% | Staff Perempuan
0,4% | Manajemen Madya Laki-laki
0,1% | Manajemen Madya Perempuan
25,8% 0,2% | Manajemen Senior Laki-laki
47,1% 0,04% | Manajemen Senior Perempuan
63,6% 16,4% Total 19.161
68,2%
63,6%
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 98
68,2% Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101
2025 2024 2023
Jumlah Karyawan Tetap DSNG Berdasarkan Gender dan Wilayah Penempatan
[GRI 2-7, 202-2]
07
04
06
05
01
02 03
01. Jakarta 05. Kalimantan Tengah Lainnya
143 145 144 1.563 1.595 1.673 4 4 15
65 64 64 502 567 603 0 0 2
Jumlah: 208 209 208 Jumlah: 2.065 2.162 2.276 Jumlah: 4 4 17
02. Jawa Barat 06. Kalimantan Barat Jumlah Total
16 7 - 1.666 1.812 1.676 14.223 14.564 15.198
0 0 - 278 287 283 3.978 4.199 4.311
Jumlah: 16 7 - Jumlah: 1.944 2.099 1.959 Jumlah: 18.201 18.763 19.509
03. Jawa Tengah 07. Kalimantan Utara Karyawan Kontrak DSNG
873 910 960 405 405 435 960 636 765
247 254 264 127 124 138
Jumlah: 1.120 1.164 1.224 Jumlah: 532 529 573
04. Kalimantan Timur
Jumlah Pekerja Lain yang Bukan Karyawan DSNG [GRI 2-8]
9.553 9.686 10.295
2.759 2.903 2.957 Pekerja Alih Daya DSNG
Jumlah: 12.312 12.589 13.252 136 733 261
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 99 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 102
Merekrut dan Mempertahankan Karyawan [GRI 401-1, 13.20.1]
DSNG menerapkan Kebijakan Anti-Diskriminasi dalam proses perekrutan dan pengembangan karyawan untuk memastikan
kesempatan kerja yang sama bagi seluruh individu tanpa membedakan suku, agama, gender, ras, latar belakang sosial, maupun
karakteristik lain yang dilindungi oleh hukum yang berlaku. Dalam implementasinya, Perseroan juga memberikan kesempatan
kerja bagi masyarakat disekitar wilayah operasional sesuai dengan keterampilan dan kebutuhan perusahaan.
Dalam proses rekrutmen:
Iklan atau publikasi lowongan pekerjaan menyajikan informasi
yang jelas dan transparan, sehingga calon pelamar dapat
menilai kesesuaian kualifikasi dan kompetensi mereka dengan
posisi yang ditawarkan.
Konten iklan lowongan tidak mencantumkan preferensi
terhadap kelompok pelamar tertentu, kecuali apabila terdapat
persyaratan khusus yang secara objektif berkaitan dengan
karakteristik atau kebutuhan pekerjaan.
Pemanfaatan berbagai kanal rekrutmen termasuk partisipasi
dalam kegiatan job fair, publikasi lowongan melalui media sosial
dan platform profesional seperti Linkedin dan Instagram, serta
kanal digital lainnya.
Kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program campus
hiring sebagai upaya menjaring talenta yang berkualitas dan
mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Jumlah Karyawan Baru Tahun 2025 Berdasarkan Gender dan Kelompok Usia [GRI 401-1]
Laki-laki 0,3% 0,3% Perempuan 0% 0% Total
18-30: 2.257
36,1% 36,1% 31,8% 31,8%
31-50: 1.254
>50: 10
63,6% 63,6% 68,2% 68,2%
Jumlah: 3.153 Jumlah: 368 Jumlah: 3.521
Jumlah Karyawan Baru Tahun 2025 Berdasarkan Gender dan Penempatan Wilayah [GRI 401-1]
Penempatan Laki-laki Perempuan Total
Jabodetabek 27 23 50
Jawa Barat 180 19 199
Jawa Tengah 164 95 259
Kalimantan Timur 2.238 194 2.432
Kalimantan Tengah 351 6 357
Kalimantan Barat 34 7 41
Kalimantan Utara 139 11 150
Lainnya 20 13 33
Jumlah 3.153 368 3.521
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 100 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103
Jumlah Karyawan Keluar Perusahaan Berdasarkan Gender dan Jabatan [GRI 401-1]
2025 2024 2023
Uraian Level
Laki-laki Perempuan Jumlah % Laki-laki Perempuan Jumlah % Laki-laki Perempuan Jumlah %
Staf 64 15 79 7,6 80 4 84 8,0 78 5 83 8,2
Mengundurkan Non-Staf 428 59 487 8,4 367 61 428 7,5 341 74 415 7,3
Diri
Karyawan Kebun 2.181 350 2.531 20,4 2.854 40 3.314 25,3 4.305 603 4.908 36,2
Staf 25 1 26 2,5 47 2 49 4,7 66 5 71 7,0
Pengakhiran
Hubungan Non-Staf 100 12 112 1,9 118 34 152 2,7 243 115 358 6,3
Kerja
Karyawan Kebun 488 16 504 4,1 479 37 516 3,9 996 48 1.044 7,7
Staf 7 1 8 1 11 0 11 1,1 13 0 13 1,3
Memasuki Usia
Non-Staf 37 4 41 0,7 73 11 84 1,5 92 16 108 1,9
Pensiun
Karyawan Kebun 88 32 120 1 76 22 98 0,7 40 11 51 0,4
Staf 10 1 11 1,1 2 0 2 0,2 2 0 2 0,2
Sebab Lainnya Non-Staf 44 27 71 1,2 8 0 8 0,1 9 1 10 0,2
Karyawan Kebun 26 6 32 0,3 13 8 21 0,2 16 1 17 0,1
Jumlah 3.498 524 4.022 4.128 639 4.767 6.201 879 7.080
Jumlah Turnover Karyawan Tahun 2025 Berdasarkan Gender dan Kelompok Usia [GRI 401-1]
Laki-laki Perempuan
Kelompok Usia Total
Total % Total %
18-30 1.757 50,2 205 39,1 1.962
31-50 1.582 45,2 283 54 1.865
>50 159 4,5 36 6,9 195
Jumlah 3.498 100 524 100 4.022
Jumlah Karyawan Keluar Tahun 2025 Berdasarkan Wilayah Gender dan Penempatan Wilayah [GRI 401-1]
Penempatan Laki-laki Perempuan Jumlah
Jabodetabek 27 8 35
Jawa Barat 28 8 36
Jawa Tengah 99 47 146
Kalimantan Timur 2.512 356 2.868
Kalimantan Tengah 459 80 539
Kalimantan Barat 213 17 230
Kalimantan Utara 160 8 168
Lainnya 0 0 0
Jumlah Total 3.498 524 4.022
Perhitungan jumlah karyawan ini diperoleh dari aplikasi pencatatan di Human Capital Information System (HCIS) dengan format
pelaporan yang dibutuhkan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 101 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 104
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan [POJK F.22] [GRI 404-1, 404-2, 404-3]
DSNG menjadikan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas dalam membentuk tim kompeten dan adaptif
untuk menghadapi tantangan masa depan. Melalui Departemen Human Capital, perusahaan memberikan pelatihan yang
berkelanjutan secara terstruktur, mencakup keterampilan teknis, kepemimpinan, dan soft skills, melalui program internal
maupun eksternal. Dengan memberikan fasilitas pembelajaran yang berkelanjutan, Perseroan mendorong karyawan untuk
terus relevan di tengah dinamika industri, mendorong inovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
Dalam pelatihan dan pengembangan karir:
Seluruh karyawan mendapatkan kesempatan yang sama dan diperlakukan
secara adil dalam mengikuti pelatihan dan pengembangan karir
tanpa pengecualian.
Seluruh karyawan didorong untuk berdiskusi secara aktif dengan atasan
langsung terkait tujuan karir dan kebutuhan pengembangan kompetensi.
Melaksanakan program pengembangan karyawan seperti Senior
Management Development Program (SMDP), General Management
Development Program (GMDP), Mandor Development Program (MDP), serta
Performance Management System (PMS) untuk mengidentifikasi potensi
pengembangan karyawan.
Menerapkan program untuk meningkatkan peran kepemimpinan dalam
tanggung jawab pekerjaannya, seperti Becoming Effective People through
Essential Habits dan Leader as Coach.
Mengadakan program pelatihan lapangan dalam proses peningkatan
kualitas kerja, standarisasi kerja, aktivitas keselamatan kerja dengan tujuan
meningkatkan produktivitas, keterampilan, dan disiplin bagi setiap SDM
yang bekerja seperti Dojo Panen, rawat, dan kegiatan lainnya. Selain
itu, perseroan juga memberikan pemahaman dan penghargaan bagi
karyawan yang akan memasuki tahap purnabakti.
Perseroan telah mengembangkan Learning Management Selama periode pelaporan, perusahaan secara berkala
System (LMS) untuk memfasilitasi pelatihan dan melaksanakan penilaian kinerja berdasarkan capaian kinerja
pengembangan menjadi lebih efektif dan efisien. LMS yang telah ditetapkan bersama-sama. Penilaian melibatkan
membantu dalam pencarian informasi pelatihan, terutama atasan langsung dan rekan sejawat untuk memastikan
pelatihan online, termasuk akses e-library. Pencatatan objektivitas. Hasil ini akan digunakan sebagai dasar
pelatihan juga telah terintegrasi sehingga monitoring pengembangan karier yang disesuaikan dengan kebutuhan
pelatihan dapat dilakukan melalui dashboard pelatihan organisasi dan komposisi karyawan.
yang tersedia dalam sistem ini.
People Management System
Laki-laki
78% Perempuan
22%
Tingkat Jabatan Manajemen
63,5%
31%
0,7% 4,8%
Manajemen Staf Non Staf Karyawan Kebun
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 102 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 105
Total Jam Pelatihan Berdasarkan Golongan Karyawan/Tingkat Jabatan Manajemen Tahun 2025 [GRI 404-1]
Laki-laki Perempuan Jumlah
Golongan Karyawan
Peserta Jam Peserta Jam Peserta Jam
Direksi 14 323 3 125 17 448
Manajemen 111 5.333 16 744 127 6.077
Staf 859 49.442 136 7.589 995 57.031
Non Staf 2.073 51.782 425 7.560 2.498 59.326
Karyawan Kebun 2.042 14.782 528 3.043 2.570 17.825
Total 5.099 121.646 1.108 19.060 6.207 140.706
Rata-rata jam
pelatihan per peserta 23,86 17,20 22,67
Rata-rata Jam Pelatihan Per Pegawai (jam/pegawai) 2025 2024 2023
22,7
15,7
26,3
Jumlah dan persentase pegawai yang ikut serta dalam program pelatihan
32% 31% 28%
6.207 6.030 5.677
orang orang orang
Keterangan: Penurunan rata-rata jam pelatihan mengikuti kenaikan jumlah tenaga kerja yang dilatih.
Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan [GRI 202-1, 401-2, 405-2]
Cuti Melahirkan [GRI 401-2, 401-3]
Perseroan memberikan cuti melahirkan atau (maternity leave) bagi karyawan perempuan selama 90 hari kalender
serta cuti khusus selama 2 hari kalender kepada karyawan laki-laki untuk mendampingi istri bersalin.
Cuti Melahirkan Jumlah karyawan yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan
Jumlah Karyawan Laki-laki Jumlah Karyawan Jumlah Karyawan Laki-laki Jumlah Karyawan
(Cuti Istri Melahirkan) Perempuan (Cuti Istri Melahirkan) Perempuan
34 8 34 7
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 103 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 106
Tunjangan yang Diterima [GRI 401-2]
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Perseroan tidak membedakan pemberian tunjangan
berdasarkan status kepegawaian. Seluruh karyawan DSNG mendapatkan berbagai fasilitas dan tunjangan, seperti transportasi,
jaminan sosial, layanan kesehatan, tunjangan hari raya, cuti, serta fasilitas pendidikan, kesehatan, olahraga, pemukiman, serta
penitipan anak. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh karyawan, baik karyawan tetap, kontrak, maupun alih daya,
sesuai dengan ketentuan dan peraturan berlaku. Beberapa fasilitas yang tersedia meliputi:
Olahraga Pemukiman Pendidikan Kesehatan
17 lapangan sepak 2.308 rumah dinas, mess 5 rumah belajar, 5 klinik pratama dan
bola, 42 lapangan dan asrama karyawan, serta 9 Taman Kanak-Kanak, 29 klinik yang dapat
bola voli, 17 lapangan berkisar 300 bangunan lainnya 7 Sekolah Dasar, dan diakses oleh karyawan,
bulutangkis, dan 19 termasuk tempat ibadah, 1 Sekolah Menengah keluarga, kontraktor,
lapangan futsal kantor, dan tempat fungsional Pertama dan masyarakat sekitar
lainnya
Dana Pensiun Karyawan [GRI 201-3]
Perseroan berkomitmen untuk memastikan seluruh karyawan perseroan dan 1% oleh karyawan, mengacu pada batas upah
terdaftar dan memperoleh perlindungan sosial melalui sesuai dengan ketentuan yang berlaku). Adapun iuran JKK dan
program BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan JKM sepenuhnya ditanggung oleh perseroan dengan besaran
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Program yang disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan.
perlindungan ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK),
Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pengelolaan manfaat serta pemenuhan hak karyawan
Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). menjelang masa pensiun, sepenuhnya dikelola oleh BPJS
Ketenagakerjaan sesuai regulasi Pemerintah. Sepanjang tahun
Iuran program dibayarkan secara rutin setiap bulan dengan 2025, Perseroan telah memenuhi kewajiban iuran kepesertaan
komposisi pembagian antara perusahaan dan karyawan sesuai BPJS Ketenagakerjaan dengan total kontribusi sebesar Rp
regulasi. Untuk JHT sebesar 5,7& dari upah, terdiri atas 3,7% 95,88 miliar di seluruh unit bisnis DSNG.
ditanggung perseroan dan 2% oleh karyawan. Sementara,
iuran JP sebesar 3% dari upah dengan porsi 2% ditanggung
DSN Fit & Well-Being Program [GRI 403-6]
Melalui program DSN Fit & Well-Being, DSNG mendorong Di luar aspek fisik, terdapat kegiatan Cooking Community
terciptanya tempat kerja yang mendukung kesehatan, yang berperan sebagai ruang berbagi pengetahuan gizi
keselamatan, dan produktivitas karyawan. Perseroan sekaligus mempererat hubungan sosial antarkaryawan.
menyediakan berbagai sarana kebugaran guna mendorong Keseluruhan inisiatif ini mendukung pembentukan
aktivitas fisik secara rutin seperti gym dan area olahraga. Selain budaya kerja yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan
itu, inisiatif terkait peningkatan kesadaran kalori dijalankan yang sejalan dengan komitmen Perseroan terhadap
untuk membangun pemahaman tentang pentingnya gaya kesejahteraan karyawan.
hidup aktif, termasuk mendorong kebiasaan berjalan kaki
dalam aktivitas sehari-hari.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 104 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107
Hak Asasi Manusia dan Standar Kerja
Area Fokus HAM
DSNG menjadikan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) sebagai bagian integral dari komitmen Perseroan dalam menciptakan
lingkungan kerja yang adil dan menghormati martabat setiap individu. Area fokus penerapan HAM Perusahaan meliputi:
Menghargai hak pekerja.
Memastikan bahwa mereka mendapatkan upah yang layak dan setara untuk pekerjaan yang setara.
Melindungi hak-hak anak dengan menegakkan kebijakan ketat terhadap eksploitasi anak dan memastikan
keselamatan mereka di sekitar wilayah operasional.
Memastikan bahwa tidak ada pekerja yang menjadi korban perdagangan manusia atau kerja paksa.
Mengakui pentingnya hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal, serta berupaya dalam menjaga hubungan
yang harmonis melalui dialog terbuka dan penghormatan terhadap warisan budaya.
Menghargai Hak-Hak Pekerja [POJK F.18]
Sejalan dengan Kebijakan Anti-Diskriminasi, Kebijakan DSNG juga memberikan perlindungan terhadap
Perlindungan Perempuan, dan Kebijakan Perlindungan Anak, kesejahteraan fisik dan mental karyawan melalui penerapan
DSNG menempatkan penghormatan terhadap hak-hak standar keselamatan dan kesehatan kerja yang memadai.
pekerja sebagai fondasi dalam membangun lingkungan Selain itu, Perseroan mendorong pengembangan kapasitas
kerja yang adil, aman, dan saling menghargai. Perseroan dan karier karyawan melalui berbagai program pelatihan
berkomitmen memastikan setiap karyawan diperlakukan dan kesempatan peningkatan kompetensi, sehingga setiap
secara setara tanpa diskriminasi, memperoleh remunerasi dan pekerja memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi
manfaat yang layak sesuai kontribusinya, serta bekerja dalam secara optimal bagi keberlanjutan perusahaan.
kondisi yang aman dan sehat.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 105 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 108
Program
• Vacation Reward
Sebagai wujud penghargaan bagi karyawannya, DSNG menggelar Vacation Reward untuk mengapresiasi karyawan
pemanen dan mandor terbaik dari unit bisnis kelapa sawit. Terdapat beberapa destinasi vacation reward kali ini yaitu,
wisata unggulan Kepulauan Derawan, City Tourism Bontang & Pulau Beras Basah, dan River Cruise Taman Nasional
Tanjung Puting. Penghargaan ini merupakan salah satu inisiatif perusahaan untuk menghargai kerja keras serta
dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh karyawan dalam mendukung produktivitas, kualitas, dan kedisiplinan
di operasional SBU Palm Oil DSNG. Para pemenang dipilih berdasarkan pencapaian produktivitas yang melampaui
target, kualitas Tandan Buah Segar (TBS) yang tinggi dengan kriteria 92-8 (ripeness min. 92%, persentase brondolan
max. 8%), serta kehadiran kerjanya yang konsisten dan disiplin.
Family Bonding Week (FBW) 2025 juga merupakan program dua tahunan DSNG sebagai bentuk apresiasi kepada
karyawan level 4Up beserta keluarga inti. Dilaksanakan di empat wilayah operasional dengan beragam destinasi,
FBW memperkuat kebersamaan keluarga, menanamkan nilai sinergi, empati, dan integritas, serta menumbuhkan
kesadaran akan harmoni antara manusia dan alam, sejalan dengan semangat “Kami DSNG”.
• Penyediaan Toilet di Lapangan (Blok kelapa Sawit)
Perseroan telah membangun 16 toilet permanen di perkebunan kelapa sawit hingga tahun 2025. Pembangunan toilet
ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta mengurangi risiko penyakit akibat buang air di
sembarang tempat, dan mencegah pelecehan atau kekerasan seksual. Toilet ini dipisahkan untuk karyawan laki-laki
dan perempuan sebagai bagian dari perlindungan terhadap karyawan perempuan.
Upah Layak [POJK F.20] [GRI 202-1, 405-2, 13.21.1]
Perseroan menyediakan remunerasi yang adil dan kompetitif sesuai
standar upah Minimum Provinsi / Upah Minimum Kabupaten di Rasio Gaji Karyawan Entry
masing-masing wilayah kerja operasional, serta mengacu pada Penempatan Level Dibandingkan Upah
Minimum
standar Upah Layak INANI (RSPO). Tidak terdapat perbedaan
upah berdasarkan gender untuk posisi entry level di seluruh unit Jabodetabek 102%
operasional signifikan. Berikut merupakan perbandingan antara
Jawa Barat 100%
upah karyawan tingkat awal (entry level) dengan upah minimum
yang berlaku di lokasi operasional signifikan Perseroan. Jawa Tengah 100%
Kalimantan Timur 101%
Remunerasi yang diberikan sangat kompetitif dan sesuai dengan
jenjang jabatan. Perseroan memberikan apresiasi terhadap Kalimantan Tengah 100%
karyawan yang berkontribusi dalam meningkatkan kinerja Kalimantan Barat 100%
perusahaan, berupa paket remunerasi melebihi ketentuan yang
Kalimantan Utara 100%
ada dalam bentuk: Gaji Pokok, Tunjangan, Insentif.
Tabel Rasio Upah Perempuan terhadap laki-laki
Manajemen Senior Manajemen Madya Staf Non Staf Karyawan Kebun
0,99 1,01 0,96 0,87 1,00
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 106 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 109
Perdagangan Manusia dan Kerja Paksa [GRI 408-1, 409-1][POJK F.19]
DSNG berkomitmen untuk mencegah segala bentuk Sejalan dengan Kebijakan Perlindungan Anak, DSNG
perdagangan manusia dan kerja paksa dalam seluruh kegiatan memberikan perlindungan yang layak bagi anak-anak,
operasional. Perseroan menjunjung tinggi prinsip hak asasi khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional
manusia dengan memastikan seluruh pekerja direkrut dan Perseroan, serta memastikan tidak mempekerjakan
bekerja secara sukarela tanpa paksaan tenaga kerja di bawah usia 18 tahun.
maupun eksploitasi.
Hak dan Keselamatan Anak
DSNG bekerja sama dengan komunitas lokal dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung pemenuhan akses anak
terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta lingkungan yang aman, melalui berbagai program, antara lain:
• Sebagai dukungan terhadap pemenuhan gizi anak, • DSNG melalui Klinik Pratama PT Swakarsa Sinarsentosa
Polsek Muara Wahau bersama CSR DSN Group dan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas
Pemerintah Desa Wahau Baru menyalurkan makanan bagi 45 ibu pengasuh TPA pada 13–14 Oktober di
bergizi gratis di MI Muhajirin, Desa Wahau Baru, pada Learning Center DSNG Kaltim 1 & 2. Pelatihan Gerakan
19 Februari 2025. Sebanyak 100 paket makanan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini mencakup
dibagikan kepada siswa dan tenaga pengajar. Kegiatan stimulasi tumbuh kembang anak, manajemen
ini mencerminkan komitmen DSNG dalam mendukung pengasuhan, komunikasi efektif, dan penanganan
kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus darurat, guna meningkatkan kualitas layanan
sejak dini. pengasuhan yang aman, edukatif, dan profesional bagi
anak karyawan.
• Tahun 2025, Klinik Pratama Rawat Inap PT Swakarsa
Sinarsentosa DSNG kembali menyelenggarakan • DSNG melalui tim CSR Muara Wahau menggelar
kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan sosialisasi Warisan Budaya Wehea di sekolah-sekolah
distribusi Vitamin A kepada anak-anak, dengan target sekitar wilayah operasional selama Juli–Agustus 2025.
sebanyak 1.020 anak. Program ini terbagi dalam Kegiatan interaktif ini diikuti lebih dari 400 siswa dan
beberapa kategori sesuai usia anak: PMT diberikan bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini akan
untuk anak usia diatas 6 tahun, Vitamin A kapsul biru pentingnya pelestarian budaya Dayak Wehea sebagai
untuk anak usia 6–11 bulan, dan Vitamin A kapsul merah bagian dari identitas dan keberlanjutan sosial lokal.
untuk anak usia 12–59 bulan.
• DSNG melalui DSN WP Panel Temanggung menjalankan
• Pada 27 Mei 2025, Kementerian BKKBN luncurkan program “DSN Mengajar” di SDN 2 Kramat sebagai
Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang dukungan menuju Sekolah Adiwiyata, bekerja sama
dibangun dan dioperasikan di fasilitas pengasuhan anak dengan DLH Kabupaten Temanggung. Program ini
milik DSNG di Kutai Timur. Program ini menegaskan mencakup penyediaan sarana pendukung sekolah dan
peran DSNG sebagai pelopor lingkungan kerja ramah edukasi lingkungan. Puncaknya, pada 14 Mei 2025, DSN
keluarga, dengan menyediakan pengasuhan anak yang WP Panel memberikan pembelajaran interaktif tentang
aman dan mendukung orang tua bekerja pemilahan dan pengelolaan sampah kepada 31 siswa
secara optimal. kelas 4, 5, dan 6, yang disambut antusias oleh siswa
dan guru.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 107 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 110
Keberagaman dan Inklusi
Keberagaman dan Inklusi di Tempat Kerja [GRI 2-30, 202-2, 405-1, 407-1][POJK F.18]
DSNG menjunjung tinggi keberagaman dan meyakini sebanyak 9.304 karyawan (49%) tergabung dalam 15 serikat
bahwa lingkungan kerja yang inklusif merupakan fondasi pekerja yang diatur melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan
penting bagi inovasi dan keberhasilan perusahaan. Perseroan terdaftar di Dinas Tenaga Kerja setempat. Bagi karyawan non-
berkomitmen untuk menciptakan tempat kerja yang serikat, Perseroan menerapkan Peraturan Perusahaan dengan
menghargai setiap individu serta memberikan kesempatan memastikan komunikasi dua arah yang terbuka dan efektif
yang setara untuk berkembang tanpa memandang latar melalui LKS Bipartit.
belakang, jenis kelamin, ras, agama ataupun status lainnya.
Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan budaya Secara khusus, Manajemen Senior adalah karyawan yang
kerja yang inklusif, didukung oleh berbagai program yang menjabat sebagai Division Head dan Direksi, atau memiliki
mendorong partisipasi karyawan serta pelatihan untuk tingkat tanggung jawab serta kewenangan yang setara.
meningkatkan pemahaman dan apresiasi Sementara itu, “karyawan lokal” adalah karyawan yang
terhadap keberagaman. berdomisili di wilayah yang sama dengan lokasi kerjanya, baik
di area perkebunan atau pabrik maupun di lokasi operasional
DSNG menghormati hak karyawan untuk membentuk atau Perusahaan lainnya.
bergabung dengan serikat pekerja sebagai mitra strategis
dalam mencapai tujuan perusahaan. Hingga tahun 2025,
Perempuan Perempuan Perempuan Persentase Manajemen (Madya
di posisi Pekerja Kebun di posisi Non Staff di posisi Staff & Senior) dari Masyarakat lokal
25,9% 16,7% 11,6% 18,4%
3.146 orang 992 orang 106 orang 26 orang
Gender
Perseroan memberikan kesempatan yang setara kepada perempuan untuk terlibat langsung
dalam seluruh proses operasional bisnis termasuk kegiatan di lapangan. Keterlibatan ini
mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip kesetaraan gender dengan memastikan
bahwa karyawan laki-laki maupun perempuan memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.
Keberagaman Gender dalam Perusahaan [GRI 405-1][POJK F.18]
Karyawan DSNG memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang sama,
tanpa memandang jenis kelamin. Pada tahun 2025, Perseroan dengan bangga memiliki:
Jumlah karyawan perempuan dari Perempuan yang menduduki posisi Perempuan yang menduduki Perempuan yang menduduki posisi
total keseluruhan karyawan manajemen (madya, dan senior) posisi manajemen madya manajemen senior
22,3% 14,9% 13,1% 19%
4.265 orang 21 orang 13 orang 8 orang
Perempuan yang menduduki Perempuan yang menduduki Perempuan yang menduduki posisi Perempuan yang menduduki posisi
posisi direksi posisi dewan komisaris manajemen di fungsi penghasil science, technology, engineering,
pendapatan-Commercial and mathematics (STEM)
25% 11% 30,4% 14,9%
2 orang 1 orang 14 orang 78 orang
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 108 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 111
Melindungi Hak-Hak Perempuan
DSNG berkomitmen menjalankan Kebijakan Perlindungan Perempuan dengan menyediakan fasilitas dan dukungan yang
menunjang kesejahteraan karyawan perempuan beserta keluarganya, sekaligus memastikan pemenuhan dan perlindungan hak
perempuan di area operasional. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program yang telah diimplementasikan, antara lain:
Program Target Capaian
Penyediaan Untuk mendukung Menjaga Ruang Laktasi agar Telah dibangun dan dilengkapi
Ruang Laktasi kesejahteraan karyawan selalu aman, nyaman, dan ruang laktasi pada setiap
perempuan, Perseroan fungsional. tempat penitipan anak di
menghadirkan ruang laktasi setiap anak Perusahaan DSNG.
yang aman, nyaman, dan
ramah bagi ibu menyusui.
Komite Untuk memperkuat Menjadi wadah penyampaian Perseroan telah membentuk
Gender pemberdayaan perempuan dan penanganan isu gender kurang lebih 356 pengurus
serta mendorong terciptanya khususnya karyawan Komite Gender yang terdiri
lingkungan kerja yang inklusif perempuan demi terciptanya dari karyawan perempuan dan
dan setara. lingkungan kerja yang setara. karyawan laki-laki perwakilan
dari seluruh entitas anak DSNG.
Cuti Perseroan memberikan hak Memastikan pekerja Perseroan memastikan bahwa
Melahirkan cuti melahirkan sesuai dengan perempuan memperoleh pemberian cuti melahirkan
Pasal 82 Undang-Undang hak cuti selama 1,5 bulan sudah dilakukan sesuai
No. 13 Tahun 2003 sebagai sebelum dan 1,5 bulan dengan peraturan kebijakan
upaya mendukung kesehatan setelah persalinan sesuai perusahaan (PKB). Secara total
ibu dan bayi, memperkuat rekomendasi dari hasil ada 34 laki-laki menjalani saat
ikatan ibu dan anak, serta pemeriksaan dokter cuti istri melahirkan dan 7
memastikan kesiapan kandungan/bidan. perempuan telah menjalani
karyawan untuk kembali cuti melahirkan.
bekerja secara produktif.
Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
[POJK F.21] [GRI 403-1, 403-9, 403-10, 13.19.1, 13.19.2, 13.19.10, 13.19.11]
Pada tahun 2025, DSNG memperkuat penerapan Sistem
Management Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
melalui Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja,
untuk seluruh kegiatan operasional Perseroan. Dalam
pelaksanaannya, Perseroan masih memiliki keterbatasan
sumber daya, sehingga pencatatan data saat ini masih
difokuskan pada tenaga kerja internal Perseroan.
Perseroan berkomitmen untuk memastikan kegiatan
operasional bebas dari praktik eksploitasi serta menjamin
keselamatan dan kesejahteraan seluruh pekerja, baik
karyawan maupun kontraktor. Komitmen ini dijalankan
sesuai peraturan nasional dan mengacu pada standar
internasional seperti Deklarasi Universal Hak Asasi
Manusia, konvensi inti ILO, Prinsip-Prinsip Panduan PBB
tentang Bisnis dan HAM, serta IFC Performance Standard
2 tentang Tenaga Kerja dan Kondisi Kerja.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 109 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 112
Komite Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja [GRI 403-4, 13.19.5]
Pelaksanaan kebijakan dikoordinasikan oleh Departemen SHE melalui kegiatan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian
risiko (HIRADC), pelatihan keselamatan, pemantauan, pelaporan kepatuhan, serta simulasi tanggap darurat. Program
dilaksanakan sesuai peraturan K3 dan terus diperbarui melalui peningkatan sistem dan inovasi. Sebagai bentuk kepatuhan,
DSNG memiliki Komite P2K3 yang terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten untuk mengawasi penerapan program,
melakukan pertemuan rutin, dan meninjau kinerja keselamatan kerja secara berkelanjutan.
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko [GRI 403-2, 403-9, 403-10, 13.19.3, 13.19.10, 13.19.11]
Pada tahun 2025, DSNG melaksanakan penilaian risiko secara berkala melalui proses Hazard Identification, Risk Assessment, and
Determining Control (HIRADC). Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan
menerapkan langkah mitigasi guna mencegah kecelakaan kerja dan insiden kesehatan. Proses penilaian dilakukan di seluruh
unit operasional, meliputi area perkebunan, pabrik, dan kantor, dengan melibatkan seluruh karyawan serta mitra kerja untuk
memastikan penerapan standar keselamatan yang konsisten dan berkelanjutan. Selain itu, Perseroan memberikan hak kepada
karyawan untuk menghentikan atau meninggalkan pekerjaan apabila mereka meyakini yakini terdapat kondisi yang berpotensi
menimbulkan kecelakaan kerja. Kondisi tersebut wajib dilaporkan kepada atasan dan selanjutnya diteruskan kepada tim Safety,
Health, and Environment untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Proses Identifikasi Bahaya
01
02
Identifikasi tahapan 03
Penilaian Risiko Tingkat Keparahan
kegiatanidentifikasi Bahaya Resiko Identifikasi pengendalian yang
(Severity), Peluang (Probability)
(K3) dan Dampak (lingkungan) dari telah dilakukan (existing)
dan Tingkat Resiko
kegiatan/aktivitas
06
05 Pemantauan dan peninjauan
04
Merencanakan pengendalian hasil monitoring untuk evaluasi
Menetapkan dampak penting
operasional (risk control), eliminasi, resiko tingkat keparahan, peluang,
berdasarkan penilaian tingkat
subtitusi, rekayasa, pengendalian dan tingkat resiko terhadap
resiko
administrasi, APD pengendalian operasional
yang dilakukan
Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan kehilangan
hari kerja (lost time injury), Perseroan melakukan investigasi
kecelakaan kerja oleh tim investigator yang berkompeten.
Hasil investigasi digunakan untuk mengidentifikasi akar
penyebab kejadian serta merumuskan rekomendasi perbaikan
sehingga dapat mencegah terulangnya kecelakaan serupa di
masa mendatang. Rekomendasi tersebut selanjutnya menjadi
masukan dalam evaluasi program keselamatan kerja, termasuk
penyempurnaan proses HIRADC, prosedur kerja aman, dan
pengembangan kegiatan program K3.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 110 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 113
Program Keselamatan Kerja [GRI 403-4, 13.19.5]
1 Optimalisasi Budaya K3 melalui Peran Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
Sebagai bagian dari komitmen menurunkan angka insiden kerja, DSNG mengoptimalkan peran Panitia Pembina
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) untuk memperkuat pencegahan kecelakaan dan budaya keselamatan di
seluruh unit operasional melalui kegiatan berikut:
• Pelatihan K3 bagi karyawan DSNG untuk • Peningkatan pelaporan bahaya oleh karyawan,
meningkatkan pemahaman dasar K3, diikuti oleh termasuk laporan nearmiss, kondisi tidak aman, dan
karyawan level staf dan non-staf hingga tiga tingkat di tindakan tidak aman.
bawahnya dengan rata-rata ±50 peserta per sesi. • Kampanye K3 berkelanjutan untuk meningkatkan
• Pertemuan rutin P2K3 setiap bulan untuk kepedulian dan kewaspadaan seluruh karyawan
membahas upaya pencegahan kecelakaan serta terhadap keselamatan kerja.
tindak lanjut perbaikan atas kondisi dan tindakan • Inspeksi K3 menggunakan Smart Patrol yang telah
tidak aman di PKS dan kebun. Setiap keputusan yang berjalan hampir 100% di seluruh unit operasional.
dihasilkan dalam pertemuan rutin P2K3 ditindaklanjuti
melalui langkah perbaikan guna mendukung
efektivitas pelaksanaan program kesehatan dan
keselamatan kerja.
Selain melalui P2K3, penguatan budaya K3 juga dilakukan melalui inisiatif internal berikut:
• Training of Trainer (ToT) di Learning Center DSNG • Genba K3, yaitu inspeksi lapangan langsung
untuk meningkatkan kompetensi dasar K3 bagi untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur
penggerak keselamatan di unit kerja. keselamatan.
• Safety Talk harian pada setiap apel pagi oleh • Program pelaporan bahaya, sebagai bagian dari
petugas K3 atau asisten mengenai potensi bahaya penguatan budaya kepemilikan dan tanggung jawab
dan cara kerja aman. terhadap keselamatan kerja.
• Safety Campaign melalui kanal komunikasi internal,
termasuk media digital internal.
Peningkatan jumlah pelaporan bahaya dari karyawan menunjukkan meningkatnya kesadaran K3 sekaligus
mencerminkan efektivitas program keselamatan yang dijalankan perusahaan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 111 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 114
2 Penguatan Aspek Safety melalui Implementasi Program 5R
DSNG berupaya memperkuat keselamatan kerja melalui penerapan program 5R, dengan keselamatan sebagai fokus
utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan karyawan:
• Budaya Selamat • Kualitas Hidup di Emplasemen: • Standarisasi Kerja:
(Safety Awareness): Program 5R juga menjangkau Standarisasi kerja juga disediakan
Penerapan budaya keselamatan perumahan karyawan (SKU) melalui instruksi kerja visual dan
dilakukan mulai dari langkah dan Tempat Penitipan Anak marka jalan yang jelas di area
preventif, seperti pelaksanaan (TPA). Penerapan prinsip operasional. Upaya ini bertujuan
safety briefing, penyediaan jalur bersih dan teratur (Rapi & Resik) untuk mengurangi potensi risiko
pejalan kaki, pemasangan tanda pada lingkungan perumahan kesalahan manusia (human error)
bahaya di area mesin (seperti bertujuan untuk menciptakan dan memitigasi keselamatan
potensi bahaya terjepit), serta lingkungan yang bersih dan kerja secara lebih sistematis.
penerapan prosedur Lock Out Tag layak huni. Kondisi lingkungan
Out (LOTO). Langkah-langkah ini ini mendukung peningkatan
bertujuan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan
kesadaran dan meminimalkan menjadi bagian dari pemenuhan
risiko kecelakaan kerja. standar sosial dalam proses audit
keberlanjutan.
3 Penguatan Sistem K3 Berkolaborasi dengan Phitagoras
DSNG berkerja sama dengan PT Phitagoras sebagai konsultan K3 untuk memperkuat Sistem Manajemen dan
meningkatkan aspek teknis K3 di seluruh operasional perusahaan. Kemitraan ini bertujuan memperkuat program K3 yang
telah berjalan. Pada Agustus 2025, PT Phytagoras melakukan peninjauan lapangan di unit PKS, kebun, dan fasilitas bulking
di wilayah Muara Wahau, Kalimantan Timur sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan implementasi K3.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 112 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 115
Program Kesehatan Kerja [GRI 403-3, 403-6, 403-7, 13.19.4, 13.19.7, 13.19.8 ] [POJK F.21]
Program Pencegahan Penyakit dilakukan melalui berbagai kegiatan
seperti pemberantasan jentik nyamuk (Jumantik), penyuluhan
penyakit kronis, Healthy Talk, edukasi kesehatan lingkungan, imunisasi,
dan kegiatan promosi serta preventif lainnya. Sepanjang 2025, total
6.077 kegiatan telah dilaksanakan kepada 111.706 peserta.
Pemeriksaan kesehatan rutin (MCU) telah diberikan kepada 12.096
peserta, sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan khusus seperti
spirometri, audiometri, dan cholinesterase telah dilakukan kepada
10.881 peserta.
Perseroan menyediakan 34 fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri
dari 5 klinik pratama dan 29 klinik yang dapat diakses oleh karyawan,
kontraktor, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Operasional klinik didukung oleh 9 dokter dan 94 tenaga kesehatan dengan total 85.142 kunjungan pasien selama
2025, mencakup karyawan maupun non-karyawan.
DSNG memfasilitasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi karyawan sebagai bentuk perlindungan kesehatan, dengan
akses layanan yang dapat dilakukan secara daring yang dapat diakses secara umum melalui website resmi BPJS
Kesehatan. Pada 2025, dengan total iuran yang dibayarkan mencapai Rp 46,45 miliar, mencakup layanan penyakit
umum dan penyakit akibat kerja seperti paparan bahan kimia, kebisingan, alergi, dan iritasi.
Pelatihan dan Sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja [GRI 403-5, 13.19.6]
Pada 2025, pelatihan dan sosialisasi K3 diikuti oleh 12.267 peserta melalui 36 kegiatan, yang mencakup materi keselamatan
kerja, 5R, rambu K3, penggunaan APAR dan APD, pengelolaan pestisida, tanggap darurat kebakaran, dan pemahaman
standar ISO, ISPO dan RSPO.
Sebanyak 493 peserta mengikuti sertifikasi K3 sepanjang tahun sebagai bagian dari peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Program Pelatihan Kesehatan Kerja juga telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang meliputi pelatihan P3K
karyawan, pendidikan kesehatan ibu TPA, kelas ibu hamil, penyuluhan penyakit tropis, sosialisasi PHBS, dan Healthy Talk,
dengan total 64.001 peserta.
Informasi lengkap mengenai program pelatihan dan peserta tersedia pada daftar pelatihan K3 perusahaan pada
tautan berikut.
Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja [GRI 403-8, 403-9, 403-10, 13.19.9, 13.19.10, 13.19.11] [SASB FB-AG-320a.1]
Pada 2025, terdapat 12 entitas anak DSNG pada unit bisnis kelapa sawit mencatatkan nihil kecelakaan kerja. Capaian tersebut
tercermin pada jumlah jam kerja yang hilang di unit bisnis kelapa sawit menurun dari 3.798 jam kerja tahun 2024 menjadi
3.640 jam kerja tahun 2025, yang menunjukkan peningkatan pengendalian risiko operasional. Penghitungan statistik kinerja K3,
termasuk tingkat keparahan dan tingkat frekuensi dilakukan menggunakan pendekatan per 1.000.000 jam kerja orang sesuai
standar pengukuran keselamatan kerja. Informasi terkait kinerja keselamatan dan kesehatan kerja tersebut telah diverifikasi
secara internal dan eksternal melalui kegiatan sertifikasi RSPO dan ISPO untuk memastikan keakuratan dan validitasnya.
Tingkat keparahan dan tingkat frekuensi kecelakaan kerja yang terjadi dalam periode pelaporan sebagai indikator efektivitas
penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan. Berdasarkan hasil pemantauan, kecelakaan kerja yang
terjadi umumnya disebabkan oleh faktor operasional baik di area pabrik maupun kebun.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 113 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 116
Pada area pabrik kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan, kecelakaan didominasi oleh faktor mesin dan lantai kerja
yang licin. Sementara di area kebun, kecelakaan banyak terjadi saat panen kelapa sawit, seperti terkena pelepah, serbuk bunga,
tertimpa buah sawit, dan luka akibat duri. Pemantauan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan melalui aplikasi Smart
Patrol yang telah terintegrasi di seluruh unit bisnis. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara berkala dan digunakan
sebagai bahan evaluasi untuk memastikan penerapan standar keselamatan serta perlindungan karyawan berjalan secara efektif
dan berkelanjutan.
Kondisi ini mencerminkan bahwa sebagian besar kecelakaan kerja masih berkaitan dengan risiko operasional rutin (operational
hazard) yang memerlukan penguatan pengendalian melalui peningkatan disiplin penggunaan alat pelindung diri (APD),
pelatihan kerja aman, pengawasan lapangan, serta perbaikan prosedur kerja standar guna menekan angka tingkat keparahan
pada periode berikutnya.
Kinerja Pengelolaan Keselamatan Kerja Terhadap Karyawan DSNG Tahun 2025
WP Panel WP Floor Kelapa Sawit Energi Terbarukan
Parameter
Tingkat
Keparahan
102 18 25 346
Tingkat
Frekuensi
0,65 21,50 1,46 11,54
Total
Jam Kerja
35.626.928 511.425 4.793.092 173.243
Total
Jam Kerja Hilang 3.640 72 120 420
Kecelakaan
Kerja Fatal 0 0 0 0
Jumlah Kecelakaan kerja
yang mengakibatkan
hilang hari kerja 23 6 7 2
(LTI Cases)
Lost Time Injury
Frequency Rate (LTIFR) 0,65 11,73 1,46 11,54
Entitas Anak Nihil
Kecelakaan Kerja
12 0 0 0
Penyakit Akibat Kerja 0 0 0 0
Keterangan: Perhitungan berdasarkan 1.000.000 jam kerja
Kinerja Pengelolaan Keselamatan Kerja DSNG 2025 2024 2023
Tingkat Keparahan Tingkat Frekuensi Total Jam Kerja Total Jam Kerja Hilang
491 37 41.687.336 4.255
239 15 43.834.441 4.193
287 17 43.103.346 9.040
Kecelakaan Jumlah Kecelakaan kerja yang Lost Time Injury Entitas Anak Nihil Penyakit
Kerja Fatal mengakibatkan hilang hari kerja (LTI Cases) Frequency Rate (LTIFR) Kecelakaan Kerja Akibat Kerja
0 38 0,91 12 0
0 36 0,82 7 0
2 64 1,48 6 0
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 114 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 117
Capaian Kinerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Sepanjang tahun 2025, DSNG mewujudkan komitmen dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di seluruh unit
operasional. Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja tersebut, DSNG memperoleh sepuluh penghargaan kecelakaan nihil (Zero
Accident Award) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Anak perusahaan DSNG yang menerima penghargaan tersebut adalah:
PT. Swakarsa Sinar PT. Dharma Satya PT. Karya Prima PT. Bima Palma
Sentosa (SWA) Nusantara Agro Sejahtera Nugraha (BPN)
Unit PKS 1 4 Unit PKS (PKS 2, Kebun & Unit PKS 7 Kebun
PKS 3, PKS 4, PKS 6)
PT. Bima Agri Sawit PT. Dharma Intisawit PT. Dharma Agrotama PT. Gemilang Utama
(BAS) Nugraha (DIN) Nusantara (DAN) Nusantara (GUN)
Kebun & Unit PKS 10 Kebun & Unit PKS 11 Kebun
Capaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan anak perusahaan DSNG dalam menjalankan sistem K3 secara efektif, dengan
kinerja operasional tanpa kasus kematian, kecelakaan fatal, maupun cacat permanen.
Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk [POJK F.17, F.27, F.28, F.29] [GRI 416-1, 416-2] [SASB IF-EN-250a.1 IF-EN-250a.2]
Produk kelapa sawit DSNG telah mendapat sertifikasi
seperti RSPO, ISPO, dan ISCC. Produk kayu DSNG juga telah
memenuhi standar nasional telah bersertifikasi SVLK dan
standar internasional seperti FloorScore, CARB, JAS, dan FSC.
Begitu juga produk energi terbarukan yang telah tersertifikasi
SVLK. Seluruh produk diuji secara berkala untuk memastikan
konsistensi mutu dan kepatuhan terhadap spesifikasi. Setiap
ketidaksesuaian akan ditindaklanjuti melalui investigasi dan
tindakan korektif, disertai pembaruan prosedur serta pelatihan
berkelanjutan bagi karyawan.
Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat penarikan produk
maupun sanksi yang berkaitan dengan aspek keamanan
produk. Seluruh produk DSNG dihasilkan melalui proses
Tiga unit bisnis utama DSNG, yaitu minyak kelapa sawit, produksi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-
kayu, dan energi terbarukan, melayani pasar domestik dan masing unit bisnis dan dipasarkan ke pasar domestik
internasional melalui berbagai rantai pasokan. Oleh karena maupun internasional.
itu, seluruh produk yang dihasilkan harus memenuhi standar
kualitas, keamanan, dan kesehatan sesuai dengan persyaratan Sebagai bagian dari komitmen terhadap mutu dan layanan,
pelanggan serta regulasi di negara tujuan. DSNG menyediakan kanal pengaduan pelanggan yang dapat
diakses melalui tautan resmi perusahan. Selama periode
Perseroan berupaya untuk mempertahankan kontrol kualitas pelaporan, Perseroan tidak menerima pengaduan terkait
yang komprehensif di seluruh proses produksi, yang didukung mutu produk maupun kualitas layanan.
oleh pengujian internal dan sertifikasi yang secara berkala
ditinjau oleh auditor independen. Pada unit kelapa sawit, Selain itu, DSNG secara berkala melaksanakan survei
aspek keamanan pangan menjadi fokus utama, termasuk kepuasan pelanggan sebagai dasar evaluasi dan peningkatan
pengendalian Free Fatty Acid (FFA), kadar air, dan impurities, berkelanjutan atas kualitas produk dan layanan. Berdasarkan
melalui pengujian harian internal dan verifikasi bersama hasil survei tersebut, mayoritas pelanggan menyatakan tingkat
surveyor independen saat pengapalan. Berdasarkan hasil kepuasan yang baik terhadap produk dan layanan yang
uji, produk perusahaan telah terbukti memenuhi standar diberikan oleh Perseroan.
kualitas yang telah ditetapkan, sehingga dapat
memberikan jaminan mutu bagi pelanggan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 115 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 118
Hasil Survei Kepuasan Pelanggan Berdasar Parameter [POJK F.30] 2025 2024 2023
Unit Bisnis kelapa Sawit Unit Bisnis Produk Kayu
4,53/5,00 Unit Bisnit DSN WP Panel 86,6% 96,5% 96%
Unit Bisnis
Energi Terbarukan
4,50/5,00 100%
Unit Bisnit DSN WP Floor 99% 98% 98%
4,60/5,00
Pengembangan Masyarakat
Penilaian Dampak Sosial dan Lingkungan [GRI 413-1, 413-2]
Sejak awal Perseroan melakukan kegiatan operasional, Melalui fungsi CSR, Perseroan melibatkan masyarakat
keterlibatan masyarakat telah menjadi bagian integral dalam mengelola dampak negatif secara partisipatif dan
dalam pelaksanaan asesmen dampak sosial dan lingkungan konsultatif, serta menyelenggarakan berbagai program
berbasis partisipatif. Asesmen tersebut merupakan bagian pemberdayaan untuk meningkatkan kesehatan dan peluang
dari penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak ekonomi, terutama bagi kelompok pemuda, kelompok
Lingkungan (AMDAL) oleh entitas anak, yang terintegrasi rentan, dan keluarga pra sejahtera. Pada tahun 2025, fungsi
dengan dokumen Environmental and Social Management CSR DSNG juga berfokus pada Social Impact Assessment (SIA)
System (ESMS) serta mengacu pada IFC Performance yang dilakukan setiap tahun untuk mengevaluasi dampak
Standards sebagai kerangka pengelolaan risiko dan dampak perusahaan terhadap masyarakat serta mengidentifikasi
lingkungan serta sosial. Hingga akhir periode pelaporan kebutuhan mereka di sekitar wilayah operasional.
seluruh (100%) entitas anak telah memiliki dokumen Izin
Lingkungan yang berlaku.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 116 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119
Pengelolaan Risiko Dampak Negatif Tahun 2025 [GRI 406-1, 408-1, 413-2, 13.12.3, 13.17.2]
Risiko Teridentifikasi Dampak Rencana Mitigasi
Program Produktivitas Mengembangkan peluang penghidupan alternatif masyarakat lokal
Ekonomi dan nilai di luar kelapa sawit. DSNG memandang pemberdayaan masyarakat
Non Sawit tambah yang sebagai bagian integral dari strategi mitigasi risiko sosial dan ekonomi.
masih rendah Pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal meliputi sektor ekonomi
yang dapat non sawit (kopi, madu, ikan, ayam), layanan perbaikan AC, perawatan
ditingkatkan. lingkungan, pengembangan UMKM, serta pengembangan kelompok
seni dan ekowisata berbasis masyarakat, sehingga mendorong manfaat
ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui penguatan kemandirian
dan diversifikasi sumber pendapatan masyarakat di sekitar konsesi,
DSNG berupaya mengurangi ketergantungan pada sektor sawit sekaligus
meningkatkan ketahanan ekonomi lokal secara berkelanjutan dan inklusif.
Kurangnya Pelanggaran • Melakukan kampanye perlindungan anak yang dilakukan melalui
kesadaran dan terhadap Hak sosialisasi kepada seluruh karyawan.
kapasitas karyawan Anak • Membentuk Forum Anak sebagai wadah pelopor dan pelapor aksi
tentang perlindungan anak
hak-hak anak • Menjalankan program pengurangan penurunan anak putus sekolah
Kurangnya
Diskriminasi • Menjalankan program Komite Gender
kesadaran
gender • Melakukan kampanye perlindungan perempuan
masyarakat atas
kesetaraan gender
Akses layanan Risiko kesehatan DSNG secara konsisten melaksanakan program Gerakan Masyarakat
kesehatan dan masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui kerja sama dengan Puskesmas
pencegahan meningkat setempat sebagai upaya mendukung peningkatan kesehatan
penyakit terbatas masyarakat di sekitar wilayah operasional Perseroan
DSNG berkomitmen untuk terus mengelola dampak sosial melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sesuai dengan
pemenuhan Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 2012 tentang Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.
Rencana Mitigasi dari hasil Social Impact Assessment (SIA) telah terealisasi dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang
dilakukan oleh CSR
Mengenai sistem pelaporan pengaduan telah tersedia pada Sistem Pelaporan Pengaduan yang berada di halaman 132.
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan [POJK F.23, F.25] [GRI 203-1]
Melalui penerapan TJSL berkelanjutan, DSNG berupaya menyeimbangkan
pertumbuhan bisnis, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian
lingkungan demi menciptakan dampak positif bagi keberlanjutan. Total Alokasi
Pada tahun 2025, DSNG mengalokasikan dana sebesar Rp 37,5 miliar Dana CSR 2025
(49.888 orang penerima manfaat) untuk program TJSL, meningkat
27% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana ini dialokasikan untuk
Rp 37,5 miliar
mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program kesehatan,
pendidikan, pengelolaan limbah, pemberdayaan kelompok rentan,
energi terbarukan serta pelestarian lingkungan melalui kebijakan NDPE. Penerima Manfaat
Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan komunikasi berkelanjutan
dengan masyarakat, DSNG berkontribusi dalam tercapainya Tujuan 49.888 Orang
Pembangunan Berkelanjutan (TPB) serta membangun hubungan
harmonis dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 117 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 120
Fokus utama program CSR DSNG
Pendidikan
Di tahun 2025, DSNG menjalankan berbagai program pendidikan
yang memperkuat karakter, kesehatan, serta kapasitas generasi
muda. Program ini mencakup edukasi lingkungan, penguatan nilai
budaya, pemberian makan gratis untuk siswa, serta pembekalan K3
bagi pelajar vokasi. Upaya ini merupakan komitmen DSNG dalam
meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat
disekitar lingkungan operasional.
Penurunan Angka Anak Putus Sekolah di Wahau
DSNG melalui tim CSR unit bisnis kelapa sawit menjalankan program pemberdayaan yang melibatkan berbagai
pemangku kepentingan melalui pendataan menyeluruh, pendampingan pengurusan dokumen kependudukan,
edukasi kepada orang tua dan anak untuk mendorong anak kembali bersekolah. Beberapa tindakan yang
dilakukan yaitu:
• Kelengkapan administrasi karyawan baru dan keluarga karyawan yang baru
Data Anak Putus Sekolah per akhir 2025
datang
• Sosialisasi dari Komite Gender tentang pentingnya pendidikan anak
80
• Monitoring bulanan dan pelaporan status pendidikan anak putus sekolah
terdata 66
59
• Batas waktu dan kebijakan final (apabila diketahui terdapat anak putus
sekolah yang masuk ke site, maka diberikan tenggang waktu sampai
dengan tanggal 30 bulan selanjutnya untuk mengurus pendaftaran ke
sekolah formal/non-formal
Program ini menunjukkan hasil signifikan. Hingga akhir 2025, tidak terdapat 0 0
anak usia sekolah yang putus sekolah. Penurunan ini menunjukkan Awal 2025 Q1 Q2 Q3 Q4
meningkatnya ketertiban administrasi, kedisiplinan, serta efektivitas
kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan perusahaan.
Kesehatan
Pencegahan Stunting melalui Pemberian
Makanan Tambahan dan Vitamin A
Perseroan melalui Klinik Pratama Rawat Inap PT Swakarsa
Sinarsentosa melaksanakan program Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) dan distribusi Vitamin A bagi anak-anak
karyawan. Pada tahun 2025, program ini menargetkan 1.020
anak penerima manfaat. Kegiatan mencakup pembagian
vitamin dan makanan tambahan sesuai kelompok usia, PMT
untuk anak di atas 6 tahun, Vitamin A kapsul biru untuk
anak usia 6-11 bulan, dan kapsul merah untuk anak usia 12-
59 bulan, serta pemeriksaan berat dan tinggi badan untuk
memantau tumbuh kembang anak.
Program yang dijalankan setiap tiga bulan ini merupakan
bagian dari komitmen perusahaan dalam mencegah
stunting dan meningkatkan status gizi anak. Melalui inisiatif
ini, Perseroan turut mendorong terciptanya generasi
sehat dan produktif, sekaligus mendukung kesejahteraan
keluarga karyawan serta peningkatan produktivitas kerja
secara berkelanjutan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 118 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 121
Pemeriksaan IVA Tes dan Sosialisasi SADARI untuk Deteksi Dini Kanker pada Perempuan
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan perempuan, Perseroan melalui Klinik Pratama Rawat Inap
PT Swakarsa Sinarsentosa menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Tes) dan
Sosialisasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta, terdiri atas karyawati dan istri
karyawan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong deteksi dini terhadap kanker
serviks dan kanker payudara, dua jenis kanker dengan tingkat kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan rutin dan langsung menjalani
pemeriksaan IVA oleh tim medis Klinik Pratama. Melalui kegiatan ini, Perseroan menegaskan komitmennya dalam
meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan di lingkungan kerja. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari target
jangka panjang Klinik Pratama untuk melakukan deteksi dini terhadap 1.000 perempuan usia subur, sebagai
langkah pencegahan kanker serviks dan upaya membangun kesadaran kesehatan bagi keluarga karyawan.
Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan
Dukungan terhadap Program Taman Asuh Sayang
Anak (TAMASYA)
Perseroan mendukung peluncuran program Taman
Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang digagas oleh BKKBN
bersama kementerian terkait. Kegiatan peresmian
dilaksanakan pada 27 Mei 2025 di Tempat Pengasuhan
Anak (TPA) milik perusahaan di Kutai Timur, dan dihadiri
oleh Kepala BKKBN, Wakil Gubernur Kalimantan Timur,
Bupati Kutai Timur, Direksi DSNG, serta perwakilan
pemerintah daerah. Program TAMASYA bertujuan untuk
mendukung pengasuhan anak bagi orang tua yang
bekerja, khususnya di sektor industri, agar anak-anak
mendapatkan pengasuhan yang aman dan mendukung
tumbuh kembang mereka.
Sebagai tindak lanjut, Perseroan menjalankan Bulan Pemberian Rapor Tumbuh Kembang Anak di TAMASYA pada 8
November 2025 sebagai agenda rutin enam bulanan untuk memantau perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak.
Kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara pengasuh, tenaga kesehatan, dan orang tua dalam mendukung tumbuh
kembang anak secara optimal. Melalui dukungan fasilitas klinik, tenaga kesehatan, serta sumber daya pendampingan
yang memadai, DSNG berupaya memastikan setiap anak di lingkungan binaan mendapatkan pemantauan tumbuh
kembang yang optimal. Keterlibatan perusahaan dalam program ini sejalan dengan komitmen DSNG untuk
mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan
berkelanjutan bagi karyawan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 119 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 122
Komite Gender
Komite Gender berperan sebagai pelapor dan pelopor dalam kegiatan kampanye, sosialisasi, pencegahan,
penanganan, dan penanggulangan dalam upaya perlindungan perempuan, anak, dan keluarga. Peran ini dijalankan
melalui berbagai kegiatan seperti kampanye dan sosialisasi saat apel pagi, kelas remaja, kelompok ibu afdeling, kepada
penjaga anak di TPA, serta program pengurangan angka putus sekolah. Kegiatan konkret yang dilaksanakan meliputi
sosialisasi pencegahan kekerasan, capacity building Komite Gender, bantuan akta kelahiran, pendampingan, edukasi
larangan menyentuh bagian tubuh tertentu anak, serta kelas mandor terkait pencegahan dan penanganan kekerasan.
Main Program Komite Gender
Capacity Building Komite Gender
Perempuan Perlingundan dari Kekerasan Berbasis Gender
Pemberdayaan Perempuan
Keamanan dan Perlindungan Kekerasan
Perlindungan
Perempuan dan Anak Keamanan dan Perlindungan Kekerasan
Pencegahan Kekerasan
Sosialisasi ke seluruh karyawan
Anak
Kejar Paket
Pengurangan Anak Putus Sekolah Kajian penambahan bus
Pembuatan Akta Kelahiran
Hingga tahun 2025, Komite Gender melibatkan 356 anggota, didukung dengan kegiatan monitoring dan evaluasi
secara berkala setiap 2–3 bulan, serta dokumentasi pelaksanaan dan evaluasi tahunan sebagai bagian dari komitmen
perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Sebagai contoh kegiatan, Komite
Gender Muara Wahau menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi Mandala Art Therapy pada 18 Desember 2025 di
Learning Center KBB. Kegiatan ini diikuti oleh 112 peserta yang merupakan perwakilan Persatuan Istri Staf Agro (PISA)
dan Komite Gender, sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap peran penting perempuan, khususnya para ibu.
Melalui pendekatan psikoedukasi dan seni, kegiatan ini menghadirkan ruang yang aman dan suportif bagi para ibu
untuk mengekspresikan emosi, merawat diri, serta menguatkan kesehatan mental di tengah peran ganda yang dijalani.
Kemandirian Ekonomi
Ekonomi Non-Sawit
DSNG mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha non-sawit dan penguatan
kelembagaan lokal. Perseroan mendukung berbagai inisiatif seperti jasa transportasi, pengembangan beras
Miau, kerajinan tradisional, hingga hortikultura. Program ini dilengkapi dengan pendampingan usaha, pelatihan
manajemen, serta fasilitasi akses ekonomi bagi kelompok masyarakat.
Penerima Manfaat Program Ekonomi Non-sawit pada 2025
Total
Jasa Beras Kerajinan Hortikultura Perkebunan Jasa Bakery Kuliner
Transportasi Miau Tradisional (Nanas) (Aren) Service AC Tradisional 2.058
1.284 700 32 12 12 2 14 2
Pembentukan dan Pendampingan Credit Union
DSNG mendirikan Credit Union Mitra Mandiri di Muara Wahau di tahun
2009 sebagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat,
menyediakan pelatihan koperasi kredit, serta mendukung pengembangan
usaha kecil dan menengah (UMKM). Hingga tahun 2025, koperasi
ini memiliki 2.781 anggota dengan total aset sebanyak 67,50 Miliar.
Keberhasilan ini menjadikannya rujukan untuk pembentukan koperasi lain,
seperti Credit Union Satu Hati yang saat ini memiliki 353 anggota.
Kemitraan Ekonomi Berkelanjutan
DSNG, melalui PT Mitra Nusa Sarana (MNS) melaksanakan bagi hasil kemitraan plasma tahap VIII dengan enam
koperasi mitra tanggal 5 Mei 2025, sebagai bentuk transparansi dan dukungan terhadap kesejahteraan petani melalui
model kemitraan yang adil dan berkelanjutan. Enam koperasi yang menerima pembagian hasil ini terdiri dari koperasi-
koperasi mitra yang telah memenuhi standar kinerja dan tata kelola kemitraan sesuai ketentuan yang berlaku.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 120 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 123
2025 2024 2023
Ketahanan Pangan
Pemenuhan Pasokan Beras Kerja sama dengan BUMDes
DSNG melakukan kerja sama dengan BUMDes Miau Baru untuk memperkuat rantai pasok beras lokal, menekan
biaya logistik, serta mengurangi emisi. Selama tahun 2025, sebanyak 13% kebutuhan beras perusahaan telah
dipenuhi oleh 300 petani setempat yang menerima serta mendapatkan peluang kerja di sektor budidaya,
penggilingan, dan distribusi.
QTY (Ton) Penerima Manfaat
351 300
282 257
275 275
Budidaya Ayam Petelur
Sebagai upaya dalam meningkatkan peluang usaha produktif sekaligus
memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat sekitar, DSNG menyelenggarakan
pelatihan budidaya ayam petelur bagi masyarakat Desa di Kalimantan Timur.
Pelatihan ini mencakup seluruh tahapan budidaya mulai dari pembibitan,
manajemen kandang, pemasaran, hingga pengelolaan hasil produksi.
Pada area Muara Wahau Kalimantan Timur, hingga akhir 2025 diperoleh 12
penerima manfaat yang mengirimkan sebanyak 222 ikat telur (harga Rp
318.00/ikat) dengan pendapatan total mencapai 12,37 juta rupiah.
Mendukung Rantai Pasok Berkelanjutan
Penyaluran Bibit Jabon
Sebagai upaya dari memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan,
menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung mitigasi perubahan
iklim, DSN WP Panel telah menyalurkan 3.805.000 bibit jabon di wilayah
Jawa Tengah sejak tahun 2020 hingga 2025 dengan total penerima bibit
sebanyak 12.964 orang.
Total Penyaluran Bibit Jabon di Wilayah Jawa Tengah tahun 2020-2025
2020 2021 2022 2023 2024 2025 Total
Distribusi
372.000 505.040 700.000 817.300 807.000 564.000 3.765.340
Jabon
Penerima
1.999 3.093 2.445 1.631 1.986 1.000 12.964
Petani
Program ini dilakukan melalui kolaborasi dengan petani lokal, guna
meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekosistem. Inisiatif ini
turut mendorong peningkatan taraf ekonomi petani sekaligus manfaat
jangka panjang.
Pengembangan Kapasitas Petani
Proyek “Peningkatan Kapasitas Sistem Agroforestri Tangguh Iklim bagi Petani Kecil” dilaksanakan
di Kabupaten Wonosobo, Magelang, dan Temanggung. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong
penerapan praktik agroforestri yang adaptif terhadap perubahan iklim, memperkuat kapasitas
organisasi petani, serta meningkatkan literasi keuangan dan keberlanjutan. Selain itu, proyek juga
mencakup uji coba praktik berkelanjutan di tingkat petani.
Melalui proyek ini, sebanyak 25 petani akan menjadi pionir sekaligus trainer yang dapat
menularkan pengetahuan kepada petani lainnya. Implementasi program diharapkan
meningkatkan partisipasi petani dalam penanaman jabon serta menjadi fondasi awal bagi petani
dalam memenuhi prasyarat sertifikasi FSC-FM, baik dari aspek kapasitas maupun kelembagaan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 121 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 124
Lingkungan dan Inovasi
Pemanfaatan Limbah Produksi Kayu menjadi Alas Ternak
DSNG menjalin kerja sama dengan PT Upoyo Mandiri Sejahtera untuk mengelola
limbah kulit kayu dari aktivitas industri. Sebelumnya limbah dibuang ke luar area, kini
limbah tersebut dicacah dan dimanfaatkan sebagai alas kandang ternak. Inisiatif ini
menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan memastikan limbah tetap bernilai guna.
Penggunaan kulit kayu membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan kandang,
mengurangi bau, serta menurunkan risiko gangguan pada kaki hewan akibat lantai
yang keras atau lembap. Kerja sama ini diresmikan pada 2 Juni 2025 sebagai langkah
nyata mengubah limbah menjadi sumber daya yang berguna. Hingga akhir 2025,
sebanyak 1.832 ton limbah kulit kayu berhasil dimanfaatkan kembali sebagai alas
kandang ternak.
Pelestarian Budaya Masyarakat Adat
Penguatan Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Adat Kalimantan Timur
DSNG melaksanakan program pelestarian warisan budaya masyarakat adat Dayak
secara terintegrasi melalui Indigenous Peoples Development Program (IPDP),
Culture Heritage Program, Livelihood Restoration Program (LRP), serta Social
Impact Assessment (SIA). Program ini bertujuan menjaga keberlanjutan nilai budaya
sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok
perempuan dan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional. Pelestarian budaya
dilakukan melalui pendampingan kelompok perempuan dan pelaku seni adat Dayak
Kayan di Desa Miau Baru. Melalui pendampingan pembuatan Batik Khas Dayak Kayan
Umaq Lekan di Desa Miau Baru, sebanyak 16 perempuan Dayak Kayan
memperoleh peningkatan keterampilan, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta peluang pengembangan
ekonomi berbasis warisan budaya. Pengembangan Seni Tari Lekan Maran juga melibatkan enam penari lokal sebagai
upaya menjaga keberlanjutan seni pertunjukan tradisional Dayak Kayan. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi IFC
Performance Standard (PS) 7 tentang Indigenous Peoples. Program ini tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga
menciptakan nilai ekonomi berbasis kearifan lokal.
Melalui Culture Heritage Program yang mengacu pada IFC PS 8, DSNG juga menyelenggarakan pameran warisan budaya
Dayak Wehea dan Dayak Kayan di Desa Nehas Liah Bing dan Desa Miau Baru. Program ini melibatkan kelompok perempuan
adat dan UMKM lokal untuk memperluas promosi produk budaya dan memperkuat budaya sebagai sumber penghidupan
berkelanjutan. Penguatan ekonomi masyarakat adat dilaksanakan melalui Livelihood Restoration Program (LRP) dengan
pendampingan petani aren dan nanas, pengolahan pangan berbasis bahan lokal, serta pelatihan kuliner bagi UMKM.
Program ini mendorong diversifikasi mata pencaharian non-sawit dan peningkatan pendapatan jangka panjang. Seluruh
inisiatif tersebut didukung oleh pelaksanaan Social Impact Assessment (SIA) yang mengacu pada IFC PS 1 dan dilakukan
melalui konsultasi publik di enam desa, sebagai dasar pengelolaan dampak sosial dan penguatan hubungan antara DSNG
dan masyarakat adat.
Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur
Penguatan Infrastruktur untuk Mendukung Mobilitas Masyarakat
Sepanjang tahun 2025, DSNG melaksanakan berbagai program pembangunan dan perawatan infrastruktur di desa binaan
sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan
konektivitas wilayah operasional, dan mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. Seluruh kegiatan tersebut
direalisasikan dengan total nilai investasi infrastruktur sebesar Rp 6,67 miliar.
Kegiatan yang dilaksanakan mencakup perawatan dan pembukaan jalan desa, perbaikan badan jalan dan drainase, serta
dukungan terhadap pembangunan fasilitas publik dan sosial. Program infrastruktur tersebut bertujuan untuk meningkatkan
akses transportasi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi Tandan Buah Segar (TBS) menuju pabrik,
membuka akses permukiman baru, serta mempermudah mobilitas logistik dan aktivitas sosial masyarakat. Selain itu, DSNG
juga mendukung pengembangan sarana pendidikan, keagamaan, dan ekonomi masyarakat melalui bantuan pembersihan
tapak bangunan, perawatan embung desa, serta dukungan terhadap infrastruktur desa.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 122 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 125
Hak Masyarakat Adat [GRI 411-1]
DSNG menghormati hak masyarakat adat dan komunitas lokal sesuai Kebijakan NDPE serta memantau kawasan konservasi untuk
melindungi ekosistem. Sebagai anggota RSPO, komitmen No Deforestation diterapkan sesuai Prinsip dan Kriteria RSPO 2018. DSNG
juga bermitra dengan masyarakat lokal melalui program pemberdayaan, penerapan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi
Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA), serta pelestarian situs budaya di sekitar wilayah operasional. Sepanjang periode pelaporan, tidak
terdapat kasus atau laporan pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat, sehingga tidak ada rencana tindak lanjut.
Pendekatan ini memperkuat hubungan yang saling menghormati, inklusif, dan berkelanjutan antara masyarakat dan perusahaan.
Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan Dukungan Warisan Budaya
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan DSNG menjalankan berbagai inisiatif untuk
berkelanjutan yang inklusif, DSNG menempatkan memperkuat budaya, kelembagaan adat, dan
komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan saling kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam pelestarian
menghormati sebagai fondasi utama dalam budaya, DSNG mendukung tradisi lokal seperti Lom
membangun hubungan jangka panjang dengan para Plai dan Ufah, memberikan pelatihan kepada 455
pemangku kepentingan, khususnya masyarakat adat. peserta, menerbitkan judul buku warisan budaya
Komunikasi yang terjaga dengan baik ditunjukan telah diterbitkan untuk Dayak Kayan dan Kenyah.
dengan tidak adanya insiden terkait masyarakat adat.
Perseroan juga menyelenggarakan Pelatihan
Topeng Hudoq bagi 25 perempuan dari kelompok
Peningkatan Kapabilitas Pendidikan Budaya
pengrajin Dayak Wehea. Pembuatan rompi Dung
Bekerja sama dengan pemerintah desa, DSNG Eba dilakukan melalui empat tahap, mulai dari
menyelenggarakan pendidikan kontekstual bagi pemotongan kulit kayu, menjahit kain katun
komunitas Dayak Punan serta mengelola enam Rumah di bagian dalam dan pinggir rompi, hingga
Belajar yang saat ini mendukung 134 siswa. Inisiatif penambahan hiasan benang wol dan manik
ini memastikan bahwa masyarakat adat memperoleh gunung di bagian luar. Pelatihan ini berhasil
akses pendidikan yang relevan, inklusif, dan selaras menghasilkan 25 rompi yang telah dipasarkan
dengan nilai budaya mereka. pada Pesta Adat Lom Plai.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 123 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 126
Uji Tuntas Hak Asasi Manusia
DSNG telah melakukan Uji Tuntas Hak Asasi Manusia bersifat komprehensif dan terintegrasi. Hasil self-assessment
(HRDD) secara internal pada tahun 2025 melalui penilaian menunjukkan DSNG telah didukung oleh berbagai kebijakan
mandiri berbasis uji tuntas kerangka kerja PRISMA untuk dan praktik, seperti NDPE, perlindungan pekerja, sistem
mengidentifikasi dan mencegah potensi pelanggaran hak pengaduan RSPO/ISPO, SOP, dan pemantauan pemasok.
asasi manusia (HAM) dalam aktivitas operasional. Penilaian Hasil identifikasi dianalisis untuk menilai kesenjangan dan
mencakup 12 aspek utama, termasuk ketenagakerjaan, dirumuskan ke dalam rencana aksi korektif bertahap, yang
kondisi kerja, kebebasan berserikat, non-diskriminasi, privasi, selanjutnya dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan
lingkungan, mekanisme pengaduan, rantai pasok, dan dan penyempurnaan pengelolaan aspek sosial dalam
manajemen risiko. Proses ini dilaksanakan secara kolaboratif rangka memperkuat tata kelola hak asasi manusia secara
dengan konsultan HAM independen serta melibatkan fungsi berkelanjutan di seluruh operasional dan rantai pasok.
CSR, Human Capital, dan Risk Management agar penilaian
UJI TUNTAS KERANGKA
KERJA PRISMA PENILAIAN MANDIRI DSNG
Perseroan memiliki beberapa kebijakan: NDPE, Keberlanjutan, Perlindungan Anak,
Perlindungan Perempuan, Kesetaraan Kesempatan Kerja, dan memo khusus tentang
Hak Asasi Manusia
hak-hak perempuan & perlindungan anak. Kebijakan-kebijakan tersebut disosialisasikan
kepada karyawan dan pemasok (terakhir September–November 2022).
Kontrak tertulis, kepatuhan upah minimum, cakupan BPJS, lembur diatur, cuti
Tenaga Kerja
tahunan dan tunjangan disediakan.
Kondisi Kerja Prosedur SHE, pelatihan SHE, prosedur darurat tersedia.
Kebebasan Pekerja dapat membentuk/bergabung dengan serikat pekerja, ada kesepakatan bersama,
Berserikat dialog dengan manajemen diperbolehkan.
Privasi Pengisian NDA, CCTV di kantor/pintu masuk, toilet terpisah untuk pria dan wanita.
Fasilitas bagi pekerja perempuan disediakan (kehamilan, pelatihan, promosi,
Non-Diskriminasi
pencegahan kekerasan).
SOP Darurat, AMDAL telah dilakukan, izin lahan tersedia, 2 sengketa diselesaikan
Lingkungan
melalui dialog, dan pelaporan ke pemerintah.
Tanggung Jawab CSR terintegrasi dalam Kebijakan Keberlanjutan; programnya meliputi dukungan
Sosial masyarakat dan petani kecil.
Mekanisme Saluran internal & eksternal, sistem pengaduan pelanggaran, terkait dengan
Pengaduan kepatuhan RSPO/ISPO.
Rantai Pasok Kepatuhan NDPE, pelatihan dan pemantauan pemasok (2022–2024).
Risiko yang teridentifikasi (lingkungan, keselamatan, lembur, kesehatan),
Manajemen Risiko
prosedur mitigasi diterapkan.
Tanggung Jawab Identifikasi risiko (kebakaran, lembur, SHE); mitigasi melalui SOP, kebijakan, dan
Perusahaan sistem kepatuhan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 124 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 127
Tata Kelola
Keberlanjutan
DSNG menjalankan praktik tata kelola berkelanjutan sebagai
landasan operasional untuk memastikan setiap proses
bisnis dijalankan secara transparan dan bertanggung jawab
berdasarkan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 125 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 128
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan
[POJK E.1] [GRI 2-9, 2-10, 2-11, 2-12, 2-13, 2-15, 2-19, 2-20]
Struktur tata kelola keberlanjutan DSNG mengacu pada UU dan melaporkan inisiatif-inisiatif Keberlanjutan kami, serta
No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Berdasarkan merangkul konsep peningkatan berkelanjutan di seluruh
ketentuan tersebut, struktur tata kelola terbagi dalam tiga operasi, rantai pasokan dan masyarakat di sekitar
organ utama: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai operasi perusahaan.
otoritas tertinggi, Dewan Komisaris sebagai pengawas dan
pemberi arahan strategis, serta Direksi yang bertanggung CSO bertanggung jawab kepada Direktur Utama, mengawasi
jawab atas manajemen strategis dan operasional perusahaan. implementasi prinsip ESG di seluruh rantai operasional,
dan mengkoordinasikan inisiatif keberlanjutan perusahaan.
DSNG memastikan integritas dan profesionalisme dalam Selain itu, DSNG didukung Dewan Penasihat Keberlanjutan
tata kelola perusahaan tetap terjaga dengan menerapkan (Sustainability Advisory Board/SAB) dalam mewujudkan
kebijakan terkait benturan kepentingan. Detail mengenai tata kelola perusahaan yang baik dan praktik bisnis
struktur, peran, dan tanggung jawab setiap organ dijelaskan yang berkelanjutan. Pemilihan ketua Dewan Penasihat
dalam Laporan Tahunan 2025. Keberlanjutan ditunjuk dan disetujui oleh Dewan Direksi
DSNG. Sementara pemilihan anggota dilakukan atas dasar
Struktur keberlanjutan DSNG dirancang untuk memastikan persetujuan Dewan Direksi yang bertanggung jawab dan
setiap keputusan bisnis sejalan dengan prinsip ESG. Direksi Ketua Dewan Penasihat Keberlanjutan.
menunjuk Chief Sustainability Officer (CSO) yang bekerja
sama dengan Departemen Sustainability dan Komite ESG Informasi lebih lanjut mengenai struktur keberlanjutan dapat
yang terdiri dari perwakilan utama dari setiap divisi operasi diakses pada laman resmi perusahaan.
utama dan fungsi korporat dari kantor pusat DSN Group.
Tugas Komite ini adalah untuk melaksanakan, memantau
Keanggotaan Dewan Penasihat Keberlanjutan Tahun 2025
Datuk Darrel Michael Timotheus Denys Collin Gita
Webber Schlup Arifin C. Munang Syahrani
Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota
Kunjungan Pemantauan SAB
Pada 12-15 Oktober 2025, SAB melakukan kunjungan monitoring ke area operasi Kalimantan Barat sebagai bagian dari evaluasi
implementasi praktik keberlanjutan dan pemberian masukan strategis kepada manajemen DSNG. Kunjungan ini mencakup PT
Agro Andalan (PT AAN) dan PT Dharma Sawit Nusantara (PT DPS).
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 126 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 129
Ruang lingkup kunjungan meliputi:
1 2 3 4
Hutan Adat Rimba Engkulong Peternakan Ayam Petelur Fasilitas karyawan PT AAN, Kebun PT DPS,
di wilayah Sub Suku Dayak Desa Setawar binaan PT termasuk poliklinik, perumahan, untuk memastikan
Benawas yang dikelola AAN yang dikelola melalui penitipan anak, dan infrastruktur penerapan praktik
secara kolaboratif oleh Koperasi Desa Setawar sanitasi untuk melihat fasilitas pengelolaan kelapa
masyarakat dan PT AAN. untuk pemberdayaan perusahaan telah tersedia sawit yang baik
Pengelolaan dan pemantauan ekonomi masyarakat, bagi karyawan. Beberapa serta pengendalian
dilakukan oleh masyarakat mendorong kemandirian masukan diberikan untuk dapat dampak terhadap
dengan pendampingan Tim usaha serta meningkatkan ditingkatkan pada beberapa lingkungan
Konservasi PT AAN untuk akses masyarakat terhadap aspek guna mendukung dan masyarakat.
mendukung pelestarian hutan kebutuhan dasar. kenyamanan dan pemanfaatan
adat dan nilai budaya. yang optimal.
Kunjungan diakhiri dengan diskusi bersama manajemen PT AAN dan PT DPS terkait identifikasi potensi isu keberlanjutan serta
alternatif tindak lanjut yang dapat dilaksanakan secara terkoordinasi guna mendukung pengelolaan dan monitoring yang
berkelanjutan. Perseroan secara berkala memantau dan mengelola dampak lingkungan dan sosial melalui berbagai program
yang terfokus pada mitigasi dampak tersebut
Evaluasi Kinerja [GRI 2-18, 3-3]
Melalui rapat Sustainability Advisory Board dan Management Review yang dilaksanakan setiap tiga bulan, Perseroan meninjau
efektivitas penerapan Kebijakan Keberlanjutan, mencakup aspek manajemen, operasional, rantai pasok, isu perubahan iklim,
dan pembaruan topik keberlanjutan global.
Pengembangan Kompetensi Terkait Aspek Keberlanjutan [POJK E.2] [GRI 2-17]
Perseroan mendukung peningkatan kapasitas keberlanjutan bagi Dewan Komisaris, Direksi, SAB, Komite ESG, dan Direksi
Unit Bisnis melalui partisipasi dalam pelatihan, seminar, serta studi banding terkait praktik ESG.
Kategori Peningkatan Total Jam Pelatihan
Total Jam
Kapasitas Keberlanjutan
508 Jam
Rata-rata Jam Pelatihan
Studi Banding 0
31,7 Jam
Jumlah Hari Pelatihan
Seminar & Pelatihan 508
21 Hari
Rincian pelatihan pengembangan kompetensi berkelanjutan, dapat dilihat pada: tautan Kegiatan Keberlanjutan.
Pembiayaan Berkelanjutan [POJK F.3]
Pada 2020, DSNG menjadi perusahaan kelapa sawit pertama secara terbuka pada laman resmi &Green dan DSNG.
yang memperoleh pinjaman senilai USD 30 juta dari Stichting
Melalui hibah teknis ADB, DSNG mendukung pendidikan dan
andgreen.fund (&Green) dengan tenor 10 tahun. Komitmen
pelatihan bagi 4.000 petani, termasuk 1.200 perempuan untuk
ini berlanjut pada 2023 dengan pinjaman berkelanjutan
mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan yang tahan
sebesar USD 15 juta dan hibah teknis senilai USD 500 ribu dari
terhadap perubahan iklim melalui budidaya sengon dan
Asian Development Bank (ADB), serta dukungan pembiayaan
jabon.
dari Bank BCA dan Bank Mandiri.
Hingga akhir tahun 2025, Perseroan berkolaborasi dengan
Dari total fasilitas pinjaman, 30,2% merupakan sustainability
Rainforest Alliance telah melakukan sosialisasi dan pelatihan
linked loan. DSNG memastikan kepatuhan terhadap IFC-
di 6 desa di wilayah Temanggung mengenai sistem
PS, EHS Guidelines, NDPE, dan ESMS sebagai syarat dari
agroforestri tahan iklim, literasi keuangan, dan sertifikasi FSC
pinjaman tersebut. Audit tahunan 2025 menunjukkan
(Forest Stewardship Council) kepada 290 petani, terdiri 173
tidak terdapat temuan atau ketidaksesuaian berdasarkan
laki-laki dan 117 perempuan.
hasil pemeriksaan. Laporan audit dipublikasikan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 127 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 130
Pelibatan Pemangku Kepentingan [POJK E.4] [GRI 2-29]
DSNG berkomitmen untuk menjaga komunikasi dan keterlibatan yang proaktif dengan para pemangku kepentingan utama
secara transparan, inklusif, dan sesuai dengan Standar Kinerja IFC-PS. Rencana Keterlibatan Pemangku Kepentingan disusun
untuk mengidentifikasi, dan mengimplementasikan strategi pelibatan yang efektif bagi individu maupun kelompok yang
terdampak secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan operasional. Melalui pendekatan ini, Perseroan memastikan
setiap masukan dari berbagai pihak terkait, dapat ditindaklanjuti dengan tepat. Sehingga keputusan dan langkah yang diambil
dapat meminimalkan dampak negatif sekaligus memaksimalkan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.
Berikut adalah pemangku kepentingan dan metode pelibatan yang dilakukan Perseroan:
Konsumen dan Konsumen Akhir Lembaga Keuangan
Komunikasi melalui pertemuan rutin, kunjungan Pertemuan rutin untuk melaporkan kinerja keuangan
lapangan, umpan balik langsung, serta penyediaan dan keberlanjutan perusahaan.
informasi produk yang transparan melalui berbagai
saluran.
Masyarakat Sipil
Karyawan
Koordinasi dengan LSM dalam program sosial dan
Pelibatan melalui pertemuan rutin, sarana komunikasi
lingkungan, serta forum dialog terbuka.
terbuka, pelatihan, forum diskusi, serta program
pengembangan karier dan kesejahteraan untuk
memastikan dialog dua arah yang berkelanjutan.
Pemasok dan Petani Kecil
Media Program pelatihan teknis, peningkatan kapasitas, dan
Hubungan media aktif melalui siaran pers, wawancara, audit keberlanjutan di rantai pasok.
dan berbagai saluran komunikasi perusahaan.
Badan Sertifikasi
Masyarakat Lokal Audit dan asesmen rutin dari lembaga sertifikasi
Program pemberdayaan masyarakat, forum konsultasi, untuk memastikan kepatuhan terhadap standar
dan dialog langsung mengenai dampak sosial dari keberlanjutan internasional.
kegiatan operasional.
Pemegang Saham dan Investor
Kelompok Rentan Komunikasi terbuka melalui laporan tahunan, rapat
Program pemberdayaan khusus seperti pelatihan pemegang saham, dan sesi tanya jawab terkait kinerja
keterampilan dan penyediaan akses sumber daya bagi keberlanjutan.
perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan
masyarakat adat.
Pemangku Kepentingan Strategis
Asosiasi Industri dan Bisnis Dialog strategis bersama Dewan Penasihat
Partisipasi aktif dalam seminar, konferensi, dan rapat Keberlanjutan dan mitra &Green untuk
asosiasi untuk berbagi praktik terbaik dan Kebijakan pengembangan kebijakan dan inisiatif keberlanjutan.
Keberlanjutan.
Pemerintah dan Regulator
Dialog yang transparan, kepatuhan terhadap
regulasi, serta kolaborasi dalam program-program
keberlanjutan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 128 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 131
Forum Pelibatan Pemangku Kepentingan
DSNG kembali menyelenggarakan Stakeholder Engagement Forum (SEF) tahunan
yang keempat pada 8 Oktober 2025 di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta. SEF
keempat ini mengusung tema “Nature Based Business” yang menegaskan komitmen
DSNG untuk menumbuhkan praktik bisnis yang selaras dengan alam menjaga
keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kelestarian ekologi. Kegiatan ini
dihadiri sebanyak 54 peserta dari 29 lembaga masyarakat sipil, 3 institusi perbankan
dan finansial, 2 lembaga pemerintah, dan 1 lembaga penelitian. Terjadi peningkatan
dari jumlah peserta 2024 hingga 2025 sebesar 31% yang menandakan keinginan
DSNG untuk bisa mendapatkan input seluas-luasnya dari berbagai pemangku
kepentingan yang telah bekerja sama dengan DSNG.
SEF 1 - 25 Mei 2022 SEF II - 4 Juli 2023 SEF III - 3–12 Desember 2024 SEF IV 8 Oktober 2025
Jumlah Institusi
Jumlah Peserta
13 19 27 35 30 37 35 54
Melalui pendekatan mandala Advancing Sustainable Futures, forum ini memetakan delapan aspek perilaku organisasi guna
menilai keseimbangan antara nilai, tindakan, dan arah strategis DSNG bersama para mitra. Melalui berbagai inisiatif nyata seperti
pengembangan Tree Island, pemanfaatan Bio-CNG, konservasi satwa liar, dan pelibatan masyarakat dalam rantai pasok DSNG
secara lebih luas menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa berjalan seiring dengan efisiensi bisnis. Forum terbagi ke dalam dua
panel diskusi: Diskusi Panel 1: Nature Based Solution - Hutan; dan Diskusi Panel 2: Nature Based Solution - Iklim & Masyarakat.
Melalui paparan dari praktisi dan perwakilan pemerintah sebagai mitra, para stakeholders diajak memahami praktik nyata dan
kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan konservasi alam dengan aktivitas bisnis berkelanjutan.
Diskusi Interaktif dan Evaluasi Dampak
Melalui Stakeholder Engagement Forum (SEF), DSNG terkait perkembangan traceability hingga petani swadaya,
membuka ruang dialog terbuka bagi pemangku kepentingan serta dampak jangka panjang program CSR dan konservasi
untuk menyampaikan pandangan, kekhawatiran, dan harapan terhadap livelihood dan kelestarian ekosistem.
terkait implementasi keberlanjutan perusahaan. Dalam sesi
Selain itu, forum ini menyoroti peluang inovasi dalam
diskusi interaktif peserta menyoroti berbagai isu strategis
memperluas keterlibatan masyarakat dan karyawan,
mulai dari keseimbangan antara profit dan komitmen
memperkuat kompetensi HSE dan sustainability, serta
keberlanjutan, tantangan konservasi seperti pengelolaan
membangun model kolaborasi baru untuk menjaga
air dan perlindungan spesies, hingga kebutuhan sinergi
keanekaragaman hayati dan mengakselerasi ekonomi sirkular.
yang lebih kuat antara DSNG, pemerintah daerah, dan
Diskusi ini menunjukkan tingginya antusiasme pemangku
lembaga konservasi. Diskusi interaktif ini juga menekankan
kepentingan untuk memastikan bahwa program DSNG
pentingnya evaluasi dampak yang terukur, termasuk
memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi
manfaat ekonomi bagi masyarakat, efektivitas program
lingkungan maupun komunitas di sekitar area operasi.
konservasi, serta mekanisme sanksi bagi pihak yang merusak
Pada sesi diskusi, peserta mengeksplorasi keberlanjutan
lingkungan. Peserta meminta transparansi lebih lanjut
DSNG dari tiga perspektif utama:
Insight:
Menyoroti keseimbangan antara profit dan keberlanjutan, tantangan pengelolaan air di area operasional, serta
kebutuhan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen ESG perusahaan.
Impact:
Mengulas capaian dan ukuran dampak yang dirasakan masyarakat dari berbagai program keberlanjutan, mulai
dari peningkatan ekonomi lokal, pelibatan masyarakat dalam konservasi, hingga penerapan sanksi terhadap
pelanggaran lingkungan.
Innovation:
Menggali strategi DSNG dalam memperluas traceability hingga petani swadaya, mengintegrasikan budaya People,
Planet, Prosperity di seluruh area operasi, serta melibatkan karyawan dan masyarakat dalam program konservasi dan
Community Action Plan (CAP).
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 129 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 132
Kegiatan Pemangku Kepentingan Lainnya
Osaka WorldExpo 2025
Pada 15 Juni 2025, Chief Executive Officer (CEO) DSNG Bapak
Andrianto Oetomo bersama Chief Sustainability Officer (CSO)
Bapak Denys Munang menghadiri Osaka World Expo 2025
di Blue Ocean Dome, Jepang, sebagai bagian dari upaya
memperluas pelibatan pemangku kepentingan di tingkat
global. Partisipasi ini merupakan kehormatan tersendiri, karena
kesempatan untuk diundang dan mempresentasikan praktik
keberlanjutan dalam forum internasional ini hanya diberikan
kepada sejumlah perusahaan terpilih. Forum ini menjadi wadah
internasional untuk berbagi solusi dan visi keberlanjutan masa
depan.
Dalam sesi diskusi, CSO DSNG menegaskan bahwa hubungan
DSNG dengan alam dan masyarakat menjadi dasar bagi
pertumbuhan yang bertanggung jawab dalam menciptakan
nilai bisnis sambil menjaga lingkungan, memberdayakan
komunitas, dan menjawab tantangan krisis iklim. DSNG juga
menekankan bahwa kemajuan bukan hanya soal produktivitas,
tetapi juga tentang martabat dan penghargaan yang melekat
pada setiap langkah perjalanan perusahaan.
RT RSPO Malaysia
DSNG kembali menunjukkan komitmennya
terhadap praktik kelapa sawit berkelanjutan
dengan berpartisipasi aktif dalam acara tahunan
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RT RSPO) 2025
yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia,
pada 3–5 November 2025. Ajang internasional ini
mempertemukan berbagai pemangku kepentingan
industri sawit global mulai dari produsen, pembeli,
lembaga sertifikasi, hingga organisasi lingkungan dan
sosial untuk membahas arah keberlanjutan industri
di masa depan. Mengusung tema “Building the Next
20: Sustainability in Action,” DSNG menampilkan
implementasi prinsip keberlanjutan di sektor hulu dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk
hilir, serta memperkuat kolaborasi lintas negara terkait
pengembangan energi bersih melalui Bio-CNG, serta
kebijakan bebas deforestasi dan praktik ESG.
program konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Partisipasi ini menjadi wujud komitmen DSNG untuk
CSO DSNG, Bapak Denys Munang, menjadi pembicara
memenuhi regulasi global, termasuk rantai pasok bebas
dalam sesi utama dan menekankan pentingnya
deforestasi, sekaligus memperkuat posisi DSNG sebagai
transformasi industri berbasis data, inovasi, dan
perusahaan sawit yang bertanggung jawab di tingkat
kemitraan. Ia memaparkan berbagai inisiatif DSNG,
internasional.
seperti pemantauan deforestasi berbasis satelit,
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 130 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 133
Supplier Engagement Sinarmas
DSNG berpartisipasi aktif dalam forum pemasok SMART
SEED ke-11 yang diselenggarakan oleh Sinar Mas
Agribusiness and Food pada 11 November 2025 di
Medan. Sebagai salah satu dari lebih dari 100 pemasok
yang diundang, DSNG terlibat dalam berbagai sesi
diskusi dan pertukaran pengetahuan yang berfokus pada
penguatan praktik keberlanjutan di seluruh rantai pasok.
Dengan tema “Driving Collaborations to Achieve Lower
Value Chain Emissions”, forum ini menegaskan pentingnya
kolaborasi seluruh rantai pasok untuk memperkuat praktik
keberlanjutan. Kegiatan difokuskan pada beberapa tujuan
utama:
• Menyampaikan perkembangan dan target
keberlanjutan GAR melalui kerangka Collective
for Impact;
Kehadiran DSNG dalam Forum SMART SEED
• Menyelaraskan pemasok dengan kebijakan NDPE (No
XI menunjukkan komitmen perusahaan untuk
Deforestation, No Peat, No Exploitation);
berpartisipasi aktif dalam dialog keberlanjutan
• Mengapresiasi pemasok yang menunjukkan kinerja
lintas pemangku kepentingan, memperkuat
keberlanjutan unggul; serta
kolaborasi, serta berkontribusi dalam upaya
• Membangun komitmen bersama menuju rantai
membangun rantai pasok kelapa sawit yang lebih
pasok minyak sawit yang bertanggung jawab, dapat
bertanggung jawab dan berdaya saing.
dilacak, dan inklusif.
Growing with Nature, Together with
People bukan hanya sekedar tema, tapi
bagaimana komitmen DSNG dalam
menjalankan usaha yang tumbuh
bersama dan memberikan manfaat
pada alam.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 131 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 134
Sistem Pelaporan [POJK E.3, F.24] [GRI 2-16, 2-25, 2-26, 413-1]
Perseroan terus memperkuat penerapan Kebijakan SiIstem Pelaporan Pengaduan (SPP) No. 042/DSN/CHC/III/2021 sebagai
bagian dari komitmen terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel. Mekanisme ini berfungsi untuk menerima,
menindaklanjuti, dan menyelesaikan pengaduan dari pemangku kepentingan secara sistematis. DSNG menjamin kerahasiaan
dan perlindungan terhadap pelapor maupun saksi, serta memastikan setiap laporan ditangani secara objektif dan melibatkan
pihak terkait guna mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat merugikan pemangku kepentingan. Evaluasi tersebut juga
mencakup peninjauan terhadap pemantauan dan pelaporan internal, di mana manajemen perusahaan memiliki mekanisme
yang jelas untuk mendeteksi dan mengatasi potensi masalah atau pelanggaran.
Alur Mekanisme Pengaduan
Penerima Keluhan Kepala Dept. Penunjang Operasi Operasi TJSP Kepala Dept. Dewan Direksi
Perkebunan/Pabrik
Prosedur pelaporan mengakomodasi pengaduan dari internal dan eksternal,
yang dapat disampaikan melalui:
Surat Elektronik Website Perseroan
www.dsn.co.id
pengaduan@dsngroup.co.id
grievance.dsn.co.id/id/
Call Center Pengaduan
Call Center Pengaduan
Surat Resmi
Masing-Masing Unit Bisnis
Surat resmi yang ditujukan kepada unit pelaporan
pengaduan pada alamat kantor pusat atau kantor
operasional atau bagian CSR di lokasi site/plant.
Informasi lebih lanjut klik tautan ini.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 132 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 135
Jumlah Pengaduan Keluhan Internal dan Eksternal
2025
(Masyarakat) Tahun 2025 [POJK F.16] [GRI 418-1]
Jenis Status
Sepanjang tahun pelaporan, Perseroan tidak menerima pengaduan Keluhan Jumlah % Belum
Selesai
Selesai
maupun laporan terkait pelanggaran privasi pelanggan, termasuk
kehilangan, pencurian, atau penyalahgunaan data pelanggan. Deforestasi 4 1,19% 4 -
Perseroan senantiasa menerapkan langkah-langkah pengendalian Infrastruktur 28 8,36% 28 -
internal dan perlindungan data untuk memastikan keamanan
Lingkungan 7 2,09% 6 1
informasi serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Sosial* 194 57,91% 191 3
Pada tahun 2025, terdapat 293 laporan keluhan internal yang
Operasional* 102 30,45% 102 -
disampaikan melalui SPP, dimana 283 telah diselesaikan dan 10
keluhan masih dalam proses penyelesaian. Melalui Departemen CSR, Total 335 100% 331 4
Perseroan juga membangun komunikasi dengan masyarakat dan Keterangan :
memberikan cara untuk menyampaikan keluhan melalui berbagai * = Keluhan sosial terdiri dari keluhan mengenai kesehatan, pendidikan,
kanal informasi yang disediakan. Hingga tahun 2025, Perseroan telah batas wilayah, dan program pemberdayaan CSR
* = Keluhan Operasional terdiri keluhan proses operasional kebun & PKS,
menerima sebanyak 335 keluhan, mayoritas merupakan keluhan
ketenagakerjaan, pencurian buah, klaim lahan/GRTT, kemitraan koperasi,
terkait infrastruktur, peluang kerja, dan kemitraan, dimana 331 keluhan dan kontraktor.
telah selesai dan 4 keluhan masih dalam proses penyelesaian, dengan
rincian dalam tabel disamping:
Status, Jenis, dan Jumlah Keluhan dari Pemasok, Pembeli, dan Pemangku
Kepentingan Lainnya Tahun 2025
Sumber Notifikasi Nama PT Jenis Grievance Lokasi Keluhan Luas (ha) Status
PT Dharma
Deforestasi di areal
Intisawit Lestari Kebun PT DIL 15,77 Selesai
konsesi
(DIL)
Konsumen
PT Dharma
Deforestasi di areal
Intisawit Lestari Kebun PT DIL 53,88 Selesai
konsesi
(DIL)
Total 69,65
Penyampaian Hal-Hal Kritis dan Mekanisme Penyampaian [POJK E.3, F.24] [GRI 2-16]
Perseroan menerapkan Rencana Pelibatan Pemangku Kepentingan (SEP) sebagai bagian dari Sistem Manajemen Lingkungan
dan Sosial (ESMS). Melalui Forum Keterlibatan Pemangku Kepentingan (SEF), para stakeholders berkesempatan menyampaikan
isu yang menjadi perhatian secara berkala. Hasil forum dilaporkan oleh Direktur Keberlanjutan (CSO) kepada Direktur Utama.
Sepanjang tahun 2025, terdapat 15 isu utama yang diterima melalui SEF.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan menerima sejumlah 2 keluhan
dari pemasok pembeli, mayoritas berkaitan dengan deforestasi yang
telah diverifikasi dan diselesaikan. Rincian lengkap mengenai keluhan
tersebut dapat dilihat pada tautan.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 133 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 136
Etika Bisnis dan Kepatuhan
[GRI 2-20, 2-21, 2-23, 2-24, 2-27, 205-1, 205-2, 13.26.3, 13.26.4]
Tata Kelola Perusahaan
DSNG menerapkan tata kelola perusahaan yang transparan, komunikasi lainnya, sebagai bagian dari penguatan budaya
akuntabel, dan berintegritas tinggi, berlandaskan pada prinsip- integritas dan kepatuhan.
prinsip yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan. Struktur tata kelola Perseroan terdiri atas tiga organ Perseroan berkomitmen mendukung upaya pemberantasan
utama, yakni Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan korupsi dengan memastikan kepatuhan terhadap seluruh
Komisaris, dan Direksi, yang berperan saling melengkapi regulasi yang berlaku. Komitmen ini diwujudkan melalui
dalam memastikan pengelolaan perusahaan berjalan secara penerapan kebijakan pengendalian gratifikasi, larangan konflik
efektif dan efisien. Dewan Komisaris menjalankan fungsi kepentingan, serta penguatan sistem pelaporan pelanggaran
pengawasan dan pemberian arahan strategis kepada Direksi, (Whistleblowing System). Selain itu, kesadaran akan pentingnya
sementara Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan etika terus ditingkatkan di seluruh lini organisasi. Selama
operasional dan implementasi strategi bisnis Perseroan. tahun 2025, Perseroan melakukan penilaian risiko korupsi
Sepanjang periode pelaporan, Perseroan tidak melakukan secara berkala terhadap 100% unit bisnis operasional melalui
pelanggaran hukum, termasuk yang berkaitan dengan korupsi sistem pengawasan dan mekanisme pengendalian internal
dan suap, praktik monopoli maupun perilaku anti-persaingan yang terintegrasi.
lainnya, ketidakpatuhan terhadap peraturan lingkungan
hidup, maupun pelanggaran pada regulasi sosial dan ekonomi Proses asesmen ini mencakup identifikasi potensi risiko
yang berlaku. korupsi dalam aktivitas operasional, evaluasi efektivitas
pengendalian yang diterapkan, serta pemantauan kepatuhan
Komitmen terhadap penerapan tata kelola yang baik (Good terhadap kebijakan dan prosedur anti-korupsi. Perseroan juga
Corporate Governance/GCG) tercermin melalui sistem memastikan bahwa seluruh fungsi dengan tingkat risiko tinggi
pengelolaan risiko, keterbukaan informasi, serta kebijakan telah mengikuti pelatihan anti-korupsi dan seluruh kontrak
yang mendukung keberlanjutan usaha. Untuk memastikan vendor mencantumkan klausul anti-penyuapan sebagai
implementasi GCG berjalan konsisten, Perseroan secara bagian dari komitmen tata kelola yang baik. Sepanjang tahun
berkala melaksanakan sosialisasi berbagai kebijakan 2025, tidak terdapat insiden korupsi yang terkonfirmasi di
perusahaan, termasuk kebijakan anti-korupsi, perlindungan lingkungan Perseroan, sehingga tidak terdapat tindakan
perempuan dan anak, etika penggunaan media sosial, disipliner maupun pemutusan hubungan bisnis yang
serta kebijakan relevan lainnya. Sosialisasi dilakukan melalui dilakukan terkait kasus korupsi.
berbagai saluran komunikasi, antara lain media digital, poster
cetak, forum apel atau briefing pagi, serta peran Komite Informasi lebih lanjut terkait struktur organisasi, kebijakan
Gender di masing-masing unit bisnis. Sepanjang tahun 2025, internal, mekanisme nominasi dan pemilihan organ tata
Perseroan memastikan 100% karyawan menerima informasi kelola, kebijakan anti penyuapan dan anti korupsi, kebijakan
melalui kanal tersebut, dengan 386 karyawan mengikuti remunerasi, serta rasio kompensasi tahunan dapat ditemukan
sosialisasi secara langsung, dan sisanya melalui kanal dalam Laporan Tahunan 2025.
Kebijakan dan Panduan
DSNG berkomitmen untuk menjalankan kebijakan publik yang mendukung tujuan jangka panjang perusahaan serta
memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan. Kami berupaya untuk berperan aktif dalam dialog yang sejalan
dengan prinsip keberlanjutan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. Dalam menjalankan kebijakan publik, DSNG
memastikan bahwa semua keputusan yang diambil mencerminkan komitmen Perseroan pada etika, integritas, dan pengelolaan
sumber daya alam yang bertanggung jawab.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 134 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 137
Perusahaan telah memiliki kebijakan dan panduan untuk memastikan etika bisnis dan kepatuhan terhadap peraturan yang
berlaku sebagai berikut:
Kebijakan Anti Penyuapan dan Korupsi [tautan] Kebijakan Perpajakan [tautan]
Kebijakan Keterlibatan Politik [tautan] Kebijakan Perlindungan Perempuan
[tautan]
Kebijakan Anti Diskriminasi [tautan]
Kebijakan Perlindungan Anak [tautan]
Pemenuhan Hak-Hak Kreditur [tautan]
Kebijakan Dividen [tautan]
Kebijakan Seleksi dan Peningkatan Kemampuan
Pemasok dan Vendor [tautan] Kebijakan Pengadaan Hijau [tautan]
Kebijakan Pencegahan Insider Trading [tautan] Kebijakan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja [tautan]
Kebijakan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan [tautan]
Pengelolaan Risiko atas Penerapan Keberlanjutan [POJK E.5]
Komite Audit berperan dalam mengawasi pengelolaan Demi mendukung keberlanjutan kinerja, DSNG melakukan
risiko Perseroan, yang didukung oleh Dewan Komisaris yang identifikasi risiko ESG yang berpotensi mempengaruhi
memantau penerapan Manajemen Risiko oleh Direksi. Tugas kegiatan operasional. Bentuk dokumen identifikasi risiko ESG
dari Komite Audit mencakup evaluasi kebijakan Manajemen yang disusun, masuk dalam dokumen Sistem Pengelolaan
Risiko, akuntabilitas Direksi, serta persetujuan atas transaksi Lingkungan dan Sosial (ESMS) yang disusun pada tahun 2021
tertentu yang memerlukan otorisasi Dewan Komisaris. DSNG dan diperbarui/direvisi pada tahun 2023. Dokumen ESMS ini
secara berkala melakukan identifikasi risiko yang berdampak berdasarkan pada standar IFC-PS, ADB SPS, dan
pada kinerja menggunakan metodologi Enterprise Risk Kebijakan Keberlanjutan.
Management (ERM), dengan informasi lebih rinci tersedia
dalam Laporan Tahunan 2025.
Dokumen ESMS disusun berisi:
ESMS adalah dokumen dinamis yang diperbarui secara berkala, menyesuaikan perkembangan proyek serta masukan dari proses
pelibatan pemangku kepentingan.
1 7
Pendahuluan Kesiapsiagaan dan
Tanggap Darurat
2
Kebijakan 8
Pelibatan Pemangku
3
Kepentingan
Identifikasi Risiko
dan Dampak 9
Komunikasi dan
4 Mekanisme
Program Keluhan Eksternal
Pengelolaan
10
5 Pelaporan yang
Kerangka Berkesinambungan
Lingkungan kepada Masyarakat
dan Sosial
11
6 Pemantauan
Kapasitas dan dan Pelaporan
Kompetensi Organisasi
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 135 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 138
Indeks GRI PT Dharma Satya Nusantara Tbk 136 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 139
Pernyataan Penggunaan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk telah dilaporkan sesuai dengan Standar GRI periode 1 Januari 2025
hingga 31 Desember 2025.
GRI digunakan: Standar Sektor GRI yang Berlaku:
GRI 2: Fondasi 2021 GRI 13: Sektor Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan
GRI 2: Pengakuan GRI 13:
Agriculture,
General
Pengungkapan Lokasi Aquaculture and
Disclosures
Persyaratan pengakuan Alasan Penjelasan Fishing
2021 Sectors 2022
Organisasi dan Praktik Pelaporan
2-1 Detail organisasi 16
Entitas yang termasuk dalam
2-2 1, 19
laporan keberlanjutan
Periode pelaporan, frekuensi dan
2-3 1
poin kontak
2-4 Penyajian Kembali Informasi 1
2-5 Asuransi eksternal 1
Activities and Workers
Aktivitas, rantai nilai, dan
2-6 16, 19, 20, 37, 40
hubungan bisnis lainnya
2-7 Ketenagakerjaan 98, 99 13.15.2
Tenaga kerja bukan
2-8 99
pegawai langsung
Tata Kelola
Struktur dan Komposisi
2-9 126
Tata Kelola
Peran badan tata kelola tertinggi
2-10 dalam pengawasan 126
manajemen dampak
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi 126
Peran badan tata kelola tertinggi
2-12 126
dalam pengelolaan dampak
Delegation of responsibility for
2-13 126
managing impacts
Peran badan tata kelola tertinggi
2-14 1, 25
dalam pelaporan keberlanjutan
2-15 Konflik kepentingan 126
2-16 Komunikasi Hal Kritisi 132,133
Kolektivitas pengetahuan badan
2-17 127
tata kelola tertinggi
Evaluasi kinerja badan tata kelola
2-18 127
tertinggi
2-19 Kebijakan remunerasi 126
2-20 Proses menentukan remunerasi 126, 134
2-21 Rasio kompensasi tahunan total 134
Strategi, Kebijakan, dan Praktek
Pernyataan tentang strategi
2-22 2, 24
pembangunan berkelanjutan
2-23 Komitmen kebijakan 134 13.26.3
Menanamkan komitmen
2-24 134 13.26.4
kebijakan dalam organisasi
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 137 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 140
2-25 Proses remediasi dampak negatif 132
2-26 Mekanisme pengaduan 132
Kepatuhan terhadap hukum
2-27 134
dan peraturan
2-28 Keanggotaan asosiasi 18
Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Pendekatan terhadap
2-29 keterlibatan pemangku 128
kepentingan
Kesepakatan perundingan
2-30 108
kolektif
Organisasi dan Praktik Pelaporan
Proses menentukan
3-1 25
topik material
3-2 Daftar topik material 25
3-3 Pengelolaan topik material 25 13.20.1
Topik Ekonomi
Kinerja Ekonomi
Nilai ekonomi langsung yang
201-1 37 13.22.2
dihasilkan dan dibagikan
Implikasi keuangan dan risiko
201-2 69, 71 13.02.1, 13.02.2
peluang karena perubahan iklim
Kewajiban program manfaat
201-3 pasti dan rencana 104
pensiun lainnya
Bantuan keuangan yang diterima
201-4 37
dari pemerintah
Keberadaan Pasar
Proporsi karyawan yang
202-1 103, 106 13.21.1
menerima kenaikan gaji tahunan
Proporsi manajemen senior yang
202-2 99, 108
berasal dari masyarakat lokal
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Nilai ekonomi yang dihasilkan
203-1 langsung dan distribusi revisi 35, 117 13.22.3
terkait prasarana
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung 35, 36 13.22.4
Praktik Pengadaan
Proporsi pemasok yang dinilai
204-1 36
berdasarkan praktik lingkungan
Anti-korupsi
Operasi yang dinilai terhadap
205-1 134 13.26.2
risiko korupsi
Komunikasi dan pelatihan terkait
205-2 134 13.26.3
anti-korupsi
Perilaku Anti-persaingan
Langkah-langkah hukum untuk
Laporan Tahunan
206-1 perilaku anti persaingan, praktik 13.25.1, 13.25.2
2025 Hal 233
antipakat dan monopoli
Pajak
207-1 Pendekatan terhadap pajak 37
Kewajiban pajak terutang
207-2 37
per yurisdiksi
Keterlibatan pemangku
kepentingan dan pengelolaan
207-3 37
kepedulian yang berkaitan
dengan pajak
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 138 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 141
Topik Lingkungan
Energi
Konsumsi energi
302-1 81, 82
di dalam organisasi
Konsumsi energi
302-2 81
di luar organisasi
302-3 Intensitas energi 82
302-4 Pengurangan konsumsi energi 81
Pengurangan penggunaan
302-5 81
energi terspesifikasi
Air dan Efluen
Interaksi dengan air sebagai
303-1 62, 83, 84, 87, 88 13.7. 2
sumber daya bersama
Manajemen dampak yang
303-2 berkaitan dengan 88 13.7. 3
pembuangan air
303-3 Pengambilan Air 84 13.7. 4
303-4 Pembuangan Air 87 13.7. 5
303-5 Konsumsi Air 84 13.7. 6
Keanekaragaman Hayati
Kebijakan untuk menghentikan
101-1 dan mengembalikan hilangnya 39, 50 13.3.1
keanekaragaman hayati
Manajemen dampak
101-2 51, 62 13.3.3
keanekaragaman hayat
101-3 Akses dan berbagi manfaat 45, 48, 52 13.3.4
Identifikasi dampak
101-4 40, 44, 50 13.3.1
keanekaragaman hayati
Lokasi yang memiliki dampak
101-5 51, 63
keanekaragaman hayati
Pemicu langsung hilangnya
101-6 58, 63
keanekaragaman hayati
Perubahan kondisi
101-7 57, 58, 63 13.3.5
keanekaragaman hayati
101-8 Layanan ekosistem 62
Konversi ekosistem alami
Manajemen Topik
13.4.1
Konversi Ekosistem
Persentase Produksi dari Lahan
13.4.2
Bebas Deforestasi atau Konversi Tidak terdapat
Ketertelusuran Sumber Produk ekspansi lahan
yang Dibeli dan Status Tidak sehingga tidak terjadi 13.4.3
Bebas Deforestasi Tidak diungkapkan
Tersedia konversi ekosistem
Konversi Ekosistem pada Lahan alami selama
yang Dimiliki, Disewa, periode pelaporan 13.4.4
atau Dikelola
Konversi Ekosistem oleh Pemasok
13.4.5
atau di Area Pengadaan
Penggunaan Pestisida
Penggunaan Pestisida 65 13.6.2
Adaptasi Iklim
Rencana Adaptasi Iklim 69, 71 13.2.1, 13.2.2
Emisi
305-1 Emisi langsung (Scope 1) 76 13.1.2
Emisi tidak langsung energi
305-2 76 13.1.3
(Scope 2)
Emisi tidak langsung lainnya
305-3 76 13.1.4
(Scope 3)
305-4 Intensitas emisi 76, 77 13.1.5, 13.1.6
305-5 Pengurangan emisi langsung 74, 76, 77 13.1.6
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 139 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 142
305-6 Emisi zat ozon penghancur NA 13.1.7
Nitrogen oksida (NOx), belerang
305-7 oksida (SOx), dan emisi udara 78, 79 13.1.8
signifikan lainnya
Limbah
Produksi dan
306-1 86, 89 13.8.2
pembuangan limbah
Manajemen limbah
306-2 87, 89 13.8.3
yang dihasilkan
306-3 Sisa limbah yang dibuang 88, 89, 91 13.8.4
Limbah yang dialihkan dari
306-4 88, 89, 91 13.8.5
pembuangan akhir
Limbah yang dikirimkan ke
306-5 91 13.8.6
pembuangan akhir
Penilaian Lingkungan Pemasok Supplier
Penilaian lingkungan pada
308-1 41, 44 13.7. 2
pemasok baru
Pemasok yang dinilai terhadap
308-2 44 13.7. 3
kriteria lingkungan
Topik Sosial
Ketahanan pangan
308-2 Material topik ketahanan pangan Tidak relevan dengan 13.9.1
Tidak
Tidak diungkapkan kegiatan operasional
tersedia
Kehilangan pangan perusahaan 13.9.2
Kepegawaian
Rekrutmen, masuk/keluar
401-1 100, 101 13.3.3
karyawan
Manfaat yang diberikan kepada
401-2 103, 104 13.3.4
pekerja penuh waktu
401-3 Cuti orang tua 103 13.3.1
Komitmen Terkait
100 13.20.1
Perekrutan Pekerja
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
403-1 Struktur manajemen K3 109 13.19.2
Identifikasi bahaya, penilaian
403-2 110 13.19.3
risiko, dan investigasi insiden
403-3 Layanan Kesehatan Kerja 113 13.19.4
Partisipasi, konsultasi, dan
403-4 komunikasi pekerja tentang 110, 111 13.19.5
kesehatan dan keselamatan kerja
Pelatihan pekerja mengenai
403-5 113 13.19.6
kesehatan dan keselamatan kerja
Peningkatan kualitas
403-6 104, 113 13.19.7
kesehatan pekerja
Pencegahan dan mitigasi
dampak-dampak kesehatan dan
403-7 113 13.19.8
keselamatan kerja yang secara
langsung terkait hubungan bisnis
Pekerja yang tercakup dalam
403-8 sistem manajemen kesehatan 113 13.19.9
dan keselamatan kerja
403-9 Kematian terkait kerja 109, 110, 113 13.19.10
403-10 Penyakit terkait kerja 109, 110, 113 13.19.11
Pelatihan dan Pendidikan
Rata-rata jam pelatihan per tahun
404-1 102, 103 13.8.2
per karyawan
Program pengembangan
404-2 56, 102
keterampilan yang relevan
Persentase karyawan yang
404-3 102
menerima penilaian kinerja
Keberagaman dan Kesetaraan
Struktur keanggotaan badan tata
405-1 98, 108 13.15.2
kelola berdasarkan gender
Perwakilan menurut
405-2 103, 106 13.21.1, 13.15.3
kelompok demografis
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 140 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 143
Non Diskriminasi
Insiden pelanggaran
406-1 97, 117 13.15.4
hak asasi manusia
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Bersama
Operasi dan pemasok yang
407-1 berisiko terhadap pelanggaran 97, 108 13.18.2
kebebasan berserikat
Pekerja Anak
Operasi dan pemasok yang
408-1 43, 97, 107, 117 13.17.2
berisiko terhadap pekerja anak
Kerja Paksa
Operasi dan pemasok yang
409-1 berisiko terhadap kerja paksa 43, 107 13.16. 2
atau wajib
Praktik Keamanan
Personel keamanan yang dilatih
410-1 dalam kebijakan atau 97
prosedur HAM
Masyarakat Adat
Insiden pelanggaran hak atas
411-1 123 13.14.2
tanah dan sumber daya
Masyarakat Sekitar
Operasi yang memiliki
413-1 keterlibatan dengan 116, 132 13.12.2
komunitas lokal
Kasus pelanggaran hak
413-2 116, 117 13.12.3
masyarakat setempat
Kebijakan Publik
Laporan Tahunan
415-1 Kontribusi politik 13.24.2
2025 Hal 240-241
Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
Penilaian kesehatan dan
416-1 115 13.10.2
keselamatan konsumen
416-2 Kepuasan pelanggan 115 13.10.3
Kesehatan dan kesejahteraan hewan
Manajemen Topik Kesehatan dan
13.11.1
Kesejahteraan Hewan DSNG tidak
Produksi dari Lokasi Bersertifikasi memproduksi atau
Standar Kesehatan dan pun memanfaatkan 13.11.2
Tidak
Kesejahteraan Hewan Tidak diungkapkan hewan atau bagian
tersedia
dari hewan dalam
Tingkat Kelangsungan memproduksi
Hidup Hewan Akuatik yang produknya. 13.11.3
Dibudidayakan
Hak atas tanah dan sumber daya
Manajemen Topik Hak atas Tanah
Selama periode 13.13.1
dan Sumber Daya Alam
pelaporan DSNG
Lokasi Operasi yang Berpotensi tidak melakukan
Mempengaruhi Hak atas Tanah Tidak 13.13.2
Tidak diungkapkan akuisisi lahan
dan Sumber Daya Alam tersedia
ataupun area baru
untuk pengelolaan
Pelanggaran Hak atas Tanah dan operasi 13.13.3
Sumber Daya Alam
Privasi Pelanggan
Pengaduan yang berdasar
mengenai pelanggaran privasi
418-1 133
pelanggan dan kehilangan data
pelanggan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 141 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 144
Indeks Pemenuhan
POJK No.51/
POJK/03/2017
dan SEOJK No.16/
SEOJK/04/2021
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 142 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 145
Indeks Pemenuhan POJK No.51/POJK/03/2017 dan SEOJK No.16/SEOJK/04/[POJK G.4]2021
No. Indikator Halaman
Strategi Keberlanjutan
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 24
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1 Aspek Ekonomi 7
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 8, 56, 76, 79, 86
B3 Aspek Sosial 10
Profil Perusahaan
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 17, 24
C.2 Alamat Perusahaan 16
C.3 Skala Usaha 16, 19, 98
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 37
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 18
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 16
Penjelasan Direksi
D.1 Penjelasan Direksi 2
Tata Kelola Keberlanjutan
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 126
E.2 Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan 127
E.3 Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 132, 134
E.4 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 128
E.5 Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 135
Kinerja Keberlanjutan
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 17
Kinerja Ekonomi
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi,
F.2 21
Pendapatan dan Laba Rugi
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen
F.3 81, 127
Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
Kinerja Lingkungan Hidup
Aspek Umum
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 92
Aspek Material
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 65
Aspek Energi
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 79
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 79
Aspek Air
F.8 Pengunaan Air 83, 84
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 143 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 146
Aspek Keanekaragaman Hayati
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki
F.9 50
Keanekaragaman Hayati
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 50
Aspek Emisi
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 76
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 74
Aspek Limbah dan Efluen
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 88, 89, 91
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 88, 89, 91
F.15 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) 88
Aspek Pengaduan terkait Lingkungan Hidup
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan 133
Kinerja Sosial
F.17 Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen 115
Aspek Ketenagakerjaan
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 105, 108
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 97, 107
F.20 Upah Minimum Regional 106
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 109, 113
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 102
Aspek Masyarakat
F.23 Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar 117
F.24 Pengaduan Masyarakat 132, 133
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 117
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 33, 35
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 115
F.28 Dampak Produk/Jasa 115
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 115
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 116
Lain-lain
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 1
G.2 Lembar Umpan Balik 152
G.3 Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 153
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang
G.4 143-144
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 144 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 147
Indeks SASB PT Dharma Satya Nusantara Tbk 145 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 148
Indeks SASB
Topik Kode SASB Metrik SASB Halaman Penjelasan
Total emisi bruto Unit Bisnis Kelapa Sawit tahun 2025 adalah
1.149.864 tCO2e (POME, Bahan Bakar PKS, Pupuk, Bahan Bakar
FB-AG-110a.1 Total emisi global bruto Cakupan 1 (Scope 1) 77 Kebun, dan LUC). DSNG mencatat Sequestration sebesar
857.542 tCO2e, sehingga menghasilkan Total Emisi Neto
sebesar 291.322 tCO2e.
DSNG menetapkan target pengurangan emisi sebesar
44% pada tahun 2030 dari baseline 2019. Strategi utama
Uraian strategi atau rencana jangka panjang
mencakup implementasi Peta Jalan Mandiri Energi melalui
Gas Rumah dan jangka pendek untuk mengelola emisi 74,
FB-AG-110a.2 optimalisasi Bio-CNG dan pemanfaatan biomassa (cangkang
Kaca Cakupan 1, target pengurangan emisi, serta 76-79
& fiber) yang berhasil mengurangi emisi sebesar 76.451 tCO2e
analisis kinerja terhadap target tersebut
di tahun 2025. Intensitas emisi turun menjadi 0,57 tCO2e /
ton CPO.
Transportasi yang digunakan pada kegiatan operasional
unit bisnis kelapa sawit memproduksi 11.369 GJ. Pabrik
pertama berhasil memproduksi 5.473.200 kWh listrik berbasis
Bahan bakar armada yang dikonsumsi,
FB-AG-110a.3 81 - 82 biometana (setara dengan 19.704 GJ) serta 2.226.638 Nm³ Bio-
persentase energi terbarukan
CNG (setara dengan 22.749 GJ). Pabrik kedua menghasilkan
4.293.600 kWh listrik (setara dengan 15.457 GJ) dan 2.184.707
Nm³ Bio-CNG (setara dengan 22.321 GJ).
Total energi yang dikonsumsi tahun 2025 adalah 13.289.101
1. Energi operasional yang dikonsumsi,
Manajemen 74 - 75, GJ. Persentase listrik adalah 0,9% (berasal dari sumber tidak
FB-AG-130a.1 2. persentase listrik jaringan,
Energi 81 - 82 terbarukan sebesar 124.718 GJ). Persentase energi terbarukan
3. persentase energi terbarukan
mencapai 95% dengan total sebesar 12.568.523 GJ.
1. Total air yang diambil,
Total penarikan air perusahaan tahun 2025 adalah 3.530.531
2. total air yang dikonsumsi, persentase
m³. Berdasarkan WRI Water Risk Atlas, terdapat 4 unit (1 Kantor
FB-AG-140a.1 masing-masing di wilayah dengan 84
Pusat, 2 Unit Produk Kayu, dan 1 Unit Energi Terbarukan) yang
Tekanan Air Dasar Tinggi atau Sangat
berada di wilayah High Water Stress Area.
Tinggi
Perseroan mengelola risiko air dengan melakukan
pemantauan rutin menggunakan indikator Intensitas Air (WI)
Manajemen Deskripsi risiko pengelolaan air dan dan mengidentifikasi area High Water Stress menggunakan
Air FB-AG-140a.2 pembahasan strategi serta praktik untuk 83 WRI Water Risk Atlas. Strategi mitigasi meliputi pembatasan
memitigasi risiko tersebut air tanah, optimalisasi daur ulang air boiler di WP Panel
(penghematan 1.161 m³/bulan), serta efisiensi sistem chiller di
GRHA DSNG. Pada 2025, unit Kelapa Sawit.
Hingga waktu pelaporan, tidak terdapat keluhan, denda,
Jumlah insiden ketidakpatuhan terkait izin,
maupun sanksi hukum yang dikenakan kepada Perseroan
FB-AG-140a.3 standar, dan peraturan kuantitas dan/atau 83
terkait pemanfaatan sumber air maupun pembuangan
kualitas air
limbah cair di seluruh unit operasional.
Audit Global Food Safety Initiative (GFSI):
1. tingkat ketidaksesuaian dan
IF-AG-250a.1
2. tingkat tindakan korektif terkait untuk:
(a) ketidaksesuaian mayor dan (b) minor
Perseroan tidak memproduksi maupun memasarkan produk
Keamanan Tidak
Persentase produk pertanian yang pangan siap konsumsi secara langsung kepada konsumen
Makanan Relevan
bersumber dari pemasok yang tersertifikasi akhir.
IF-AG-250a.2
dalam program sertifikasi keamanan pangan
yang diakui GFSI
1. Jumlah penarikan yang diterbitkan dan
FB-AG-250a.3
2. total jumlah produk pangan yang ditarik
Pada 2025, Perseroan mencatat 0 kasus fatal dan 0 kasus
1. tingkat insiden tercatat total (TRIR) penyakit akibat kerja. Lost Time Injury Frequency Rate(LTIFR)
Kesehatan
2. tingkat fatalitas, dan berada di angka 0,91 dengan total 38 kasus LTI dari 41.687.336
dan
FB-AG-320a.1 3. tingkat frekuensi hampir celaka (NMFR) 113 - 114 jam kerja. Sebanyak 12 entitas anak di unit bisnis kelapa sawit
Keselamatan
untuk (a) karyawan langsung dan (b) berhasil mencapai nihil kecelakaan kerja (Zero Accident).
Kerja
karyawan kontrak
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 146 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 149
Perseroan mencapai tingkat ketertelusuran kebun secara
konsolidasi sebesar 97,76%. Sebanyak 7 dari 12 unit PKS
(1) Persentase produk pertanian yang
telah mencapai 100% ketertelusuran. Untuk unit Kernel
bersumber dari sumber bersertifikat standar
FB-AG-430a.1 41-42 Crushing Plant (KCP), seluruh pasokan inti sawit 100%
lingkungan atau sosial pihak ketiga, dan (2)
berasal dari internal (TTM) dengan tingkat ketertelusuran
persentase berdasarkan standar
hingga kebun pemasok (TTP)
mencapai 99,48%.
Sebanyak 100% pemasok (82 unit) telah terdaftar dan
Dampak
Audit tanggung jawab sosial dan lingkungan berada dalam status "Terkontrol". Dari jumlah tersebut,
Lingkungan &
pemasok: (1) tingkat ketidaksesuaian dan 43,9% (36 unit) telah mencapai kategori "Memenuhi"
Sosial Rantai FB-AG-430a.2 44 - 45
(2) tingkat tindakan korektif terkait untuk (a) standar NDPE berdasarkan hasil audit MRV dengan nilai ≥
Pasokan
mayor dan (b) minor 75%. Seluruh pemasok eksternal (IPC, Koperasi, Agen) telah
Bahan
menjalani proses verifikasi MRV pada tahun 2025.
Strategi perusahaan meliputi proses registrasi, pendataan,
dan audit MRV (Measurement, Reporting, and Verification)
Diskusi strategi untuk mengelola risiko
berkala setiap dua tahun. Mitigasi risiko dilakukan
lingkungan dan sosial yang timbul dari
FB-AG-430a.3 44 - 45 melalui program Sekolah Lapang yang pada 2025 telah
kontrak pertumbuhan dan pengadaan
menjangkau 5.420 peserta (62% Koperasi, 34% Agen) untuk
komoditas
edukasi praktik GAP, K3, serta kebijakan anti-deforestasi dan
lahan gambut.
Perseroan tidak menggunakan, mengembangkan, maupun
Diskusi strategi untuk mengelola
Manajemen Tidak memperdagangkan komoditas berbasis GMO. Seluruh
FB-AG-430b.1 penggunaan organisme hasil rekayasa
GMO Relevan budidaya kelapa sawit menggunakan varietas konvensional
genetika (GMO)
sesuai regulasi nasional.
Identifikasi tanaman utama dan deskripsi
FB-AG-440a.1 risiko serta peluang yang ditimbulkan oleh
perubahan iklim
Sumber Bahan Tidak
Data masih dalam pengembangan.
Baku Tersedia
Gugus Tugas Pengungkapan
Persentase Keuangan Terkait Perubahan Iklim
produk pertanian yang
FB-AG-440a.2 bersumber dari wilayah dengan Tekanan Air
Dasar Tinggi atau Sangat Tinggi
Rekomendasi TCFD Halaman dalam Laporan Ini
Tata Kelola (Governance)
Pandangan Dewan (Board) 69
Peran Manajemen 69
Strategi
Risiko dan keuntungan terkait iklim jangka pendek, menengah, dan panjang 69
Dampak pada bisnis, strategi, dan perencanaan keuangan 69
Strategi ketahanan (resilience) dan skenario analisis 69
Manajemen Resiko
Proses untuk mengidentifikasi dan mengkaji risiko 70
Proses megelola risiko 70
Integrasi ke dalam kerangka kerja pengelolaan keseluruha risiko yang sudah ada 70
Ukuran dan Target
Metrik 70
Cakupan (scope) 1, 2 dan 3 emisi dan risiko terkait 70
Target 70
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 147 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 150
Akronim dan
Singkatan
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 148 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 151
Akronim dan Singkatan
Akronim Kepanjangan Akronim Kepanjangan
Mengurangi, Menggunakan Kembali, GJ Giga Joule
3R
Mendaur Ulang
GMDP Program Pengembangan Manajemen Umum
5R Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin
GMO Organisme Hasil Rekayasa Genetika (OHRG)
AMDAL Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
GRI Global Reporting Initiative
APAR Alat Pemadam Api Ringan
GRK Gas Rumah Kaca
APD Alat Pelindung Diri
Ha Hektare
AQI Indeks Kualitas Udara
HAM Hak Asasi Manusia
B3 Bahan Berbahaya dan Beracun
HCS Pendekatan Stok Karbon Tinggi (SKT)
BEI Bursa Efek Indonesia
HCV Nilai Konservasi Tinggi
Bio-CNG Biogas Alam Terkompresi
HCVRN Jaringan Sumber Daya Nilai Konservasi Tinggi (NKT)
BKSDA Balai Konservasi Sumber Daya Alam
HGU Hak Guna Usaha
BUMBDes Badan Usaha Milik Desa
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Penentuan
CAP Rencana Aksi Iklim HIRADC
Pengendalian
CAP Rencana Aksi Masyarakat HR Sumber Daya Manusia
CARB California Air Resources Board HRDD Uji Tuntas Hak Asasi Manusia
CEO Direktur Utama HSE Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (K3L)
CPO Minyak Kelapa Sawit Mentah IFC International Finance Corporation
CRA Penilaian Risiko Iklim IKE Intensitas Konsumsi Energi
CSA Penilaian Keberlanjutan Perusahaan IPAL Instalasi Pengolahan Air Limbah
CSO Direktur Keberlanjutan Independent Plantation Company/ Integrated
IPC
Pest Control
CSR Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
IPCC Intergovernmental Panel on Climate Change
CU Control Union
IPDP Program Pengembangan Masyarakat Adat
DAS Daerah Aliran Sungai
IPM Pengelolaan Hama Terpadu (PHT)
DLH Dinas Lingkungan Hidup
ISCC International Sustainability and Carbon Certification
DSNG Dharma Satya Nusantara Group
ICO International Organization for Standardization
EDGE Excellence in Design for Greater Efficiencies
ISPO Indonesia Sustainable Palm Oil
ERM Management Risiko Perusahaan
ISSB International Sustainability Standards Board
ESG Lingkungan Sosial dan Tata Kelola
JAS Japan Agriculture Standard
ESMS Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Sosial
JHT Jaminan Hari Tua
EUDR European Union Deforestation Regulation
JP Jaminan Pensiun
FBW Family Bonding Week
K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
FFA Asam Lemak Bebas
KCP Pabrik Pengolahan Inti Sawit
FSC Forest Stewardship Council
KTPA Kelompok Tani Peduli Api
FSC-FM Forest Stewardship Council Forest Management
LEAP Locate, Evaluate, Assess, dan Prepare
GBC Greenship Building Council
Standar Internasional Bangunan Hijau
LEED
GCG Tata Kelola Perusahaan yang Baik (green building)
GGL Green Gold Label LKS Bipartit Lembaga Kerjasama Bipartit
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 149 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 152
Akronim Kepanjangan Akronim Kepanjangan
LMS Learning Management System QCP Proyek Pengendalian Mutu
LRP Program Pemulihan Mata Pencaharian RaCP Prosedur Remediasi dan Kompensasi
LSM Lembaga Swadaya Masyarakat RCP Jalur Konsentrasi Perwakilan
LTDS Tangki Pemisah Sedimen Ringan RSPO Roundtable on Sustainable Palm Oil
LUC Alih Fungsi Lahan RTE Spesies Langka, Terancam, dan hampir Punah
MCU Pemeriksaan Kesehatan RUPS Rapat Umum Pemegang Saham
MDP Mandor Development Program S&P Standard & Poor’s
MRV Pengukuran, Pelaporan, dan Verifikasi SAB Dewan Penasihat Keberlanjutan
NA Tidak Tersedia SADARI Sosialisasi Pemeriksaan Payudara Sendiri
NDA Perjanjian Kerahasiaan SAPRODI Sarana Produksi Pertanian
NDC Kontribusi yang Ditentukan secara Nasional SASB Sustainability Accounting Standards Board
NDPE Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, Tanpa Eksploitasi SBU Unit Bisnis Strategis (UBS)
NKT Nilai Konservasi Tinggi SDGs Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)
NPP Prosedur Penanaman Baru SDM Sumber Daya Manusia
ODS Bahan Perusak Ozon (BPO) SEF Forum Pelibatan Pemangku Kepentingan
P2K3 Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja SEP Rencana Pelibatan Pemangku Kepentingan
Kemitraan untuk Aksi Penanggulangan Pekerja SIA Penilaian Dampak Sosial
PAACLA
Anak di Sektor Pertanian
Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal SINTAS Save Indonesian Nature & Threatened Species
PADIATAPA
Tanpa Paksaan
SMDP Senior Management Development Program
PBB Persatuan Bangsa-Bangsa
Sistem Manajemen Keselamatan dan
SMK3
Programme for the Endorsement Kesehatan Kerja
PEFC
of Forest Certification
SPKS Serikat Petani Kelapa Sawit
PHT Pengendalian Hama Terpadu
SPOTT Sustainability Policy Transparency Toolkit
PISA Persatuan Istri Staf Agro
Sustainable and Responsible Investment -
SRI-KEHATI
PKB Perjanjian Kerja Bersama Keanekaragaman Hayati Indonesia
SROI Pengembalian Investasi Sosial
PKO Minyak Inti Sawit
SS Suggestion System
PKS Pabrik Kelapa Sawit
SVLK Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian
PLTS Pembangkit Listrik Tenaga Surya
t Metrik Ton
PMS Sistem Manajemen Kinerja
TBM Tanaman Belum Menghasilkan
PMT Pemberian Makanan Tambahan
TBS Tandan Buah Segar
POJK Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
TCFD Task Force on Climate-related Financial Disclosures
POKJA Kelompok Kerja
tCO2e Ton Setara Karbon Dioksida
POME Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS)
Penanggung jawab Operasional Pengolahan TJSL Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
POPA
Air Limbah
TKMPN Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional
PPPA Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air
TKTD Tim Kesiapan Tanggap Darurat
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan
PROPER TNFD Task Force on Nature-related Financial Disclosures
dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
PT Perseroan Terbatas TPA Tempat Pengasuhan Anak
QCC Gugus Kendali Mutu TPST Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 150 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 153
Akronim Kepanjangan Akronim Kepanjangan
TTM Ketertelusuran sampai ke Pabrik Kelapa Sawit WP Wood Panel
TTP Ketertelusuran hingga ke Perkebunan WRI Yayasan Institut Sumber Daya Dunia
UMKM Usaha Kecil Mikro Menengah
WWTP Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan
UNGP ZSL Perhimpunan Zoologi London
Hak Asasi Manusia
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 151 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 154
Lembar
Umpan Balik
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 152 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 155
Lembar Umpan Balik [G.3]
Terima Kasih atas perhatian Bapak/Ibu terhadap Laporan Keberlanjutan tahun 2025 kami.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Kami berharap Bapak/Ibu dapat memberikan saran, masukan, dan kritik melalui formulir
berikut. Umpan balik dapat dikirimkan kepada Kami melalui email atau pos ke alamat yang telah kami cantumkan.
No. Pertanyaan Ya Tidak
1 Laporan ini memberi informasi yang bermanfaat. [] []
2 Laporan ini mudah dimengerti. [] []
3 Laporan ini telah mendorong saudara untuk berkontribusi dalam keberlanjutan. [] []
Skala 1 - 10
4 Kinerja Ekonomi □□□□□□□□□□
5 Kinerja Sosial □□□□□□□□□□
6 Kinerja Lingkungan □□□□□□□□□□
Essai
7 Materi apa yang dirasa perlu ditambahkan?
8 Kontribusi apa yang dirasa perlu ditingkatkan Perseroan?
9 Saran dan masukan lain
Profil Pemangku Kepentingan
Jabatan Jawaban
Pemegang Saham/Investor []
Karyawan []
Konsumen []
Masyarakat []
Pemerintah []
Mitra Bisnis []
Media []
LSM []
Lain-lain []
Data Pribadi
Jenis Kelamin
Usia
Pekerjaan
Pendidikan Terakhir
Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu untuk meluangkan waktu dalam mengisi lembar umpan balik ini.
Mohon agar formulir ini dapat dikirim kepada kami, pada alamat berikut:
PT Dharma Satya Nusantara Tbk
GRHA DSN
Telepon Email
Jl. Pulo Ayang Kav. OR3 Kawasan Industri Pulo Gadung +62 21 4618135 corsec@dsngroup.co.id
Kel. Jatinegara, Kecamatan Cakung, Faksimile Situs Web
Jakarta Timur 13930 +62 21 4606942 www.dsn.co.id
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 153 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 156
Pernyataan Verifikasi
Independen
PT Dharma Satya Nusantara Tbk 154 Laporan Keberlanjutan 2025
Page 157
INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
Control Union (Malaysia) Sdn Bhd (hereinafter referred to as “Control Union”) was commissioned by PT
Dharma Satya Nusantara Tbk. (hereinafter referred to as “DSN”) to undertake an independent assurance
of Sustainability Statement 2026 for the reporting period 2025.
DSN is responsible for the collection, analysis, and preparation of the information in the Sustainability
Statement. Control Union was not involved in the preparation of any material included in the statement,
except for issuing this Independent Assurance Statement.
Control Union's responsibility is to verify and provide assurance concerning the information included in
the Sustainability Statement within the assurance scope mentioned below, with the purpose of
informing all Interested Parties. Control Union’s assurance engagement is based on the verification that
all data and information provided is reliable and in good faith.
Scope of Assurance
The assurance was planned and performed for the applicable sustainability performance disclosures in line
with disclosures which have been prepared in accordance with the requirements of the Global Reporting
Initiative Standards, including GRI 1 : Foundation, GRI 2 : General Disclosures, GRI 3 : Material Topics, and
the applicable GRI Topic Standards, as well as sector-specific guidance under GRI 13 Agriculture,
Aquaculture and Fishing Sectors 2022, relevant transparency indicators from SPOTT, Internal sustainability
reporting methodologies and policies established by PT Dharma Satya Nusantara Tbk. The scope of our
assurance covered selected key sustainability indicators, including:
Environmental • Greenhouse Gas (GHG) emissions (Scope 1 and Scope 2 where applicable)
Indicators • Water withdrawal and consumption
(SPOTT 302, 303 • Waste generation and waste management practices
305, 306)
Social Indicators • Occupational health and safety performance
• Decent living wage initiatives and disclosures relating to employee
(SPOTT 403, 405)
remuneration and welfare
Traceability • Traceability to Plantation (TTP) performance, including the verification of
Verification traceability coverage for Fresh Fruit Bunch (FFB) supply chains where data
and documentation were made available.
• The verification procedures included review of traceability systems,
supplier documentation, and sampling of supporting records to assess the
accuracy of the reported traceability information.
Development and • KPI 2: Number of farmers receiving support for FSC certification in
Impact KPIs collaboration with Rainforest Alliance
• KPI 3: Number of farmers receiving extension services, including capacity
building and training programs
• KPI 4: Water conservation initiatives and related performance metrics
Responsibility
The disclosures prepared in accordance with the Global Reporting Initiative Standards, including
governance of sustainability matters, scope of the sustainability report, materiality assessment process,
management approach, performance targets, and reported sustainability performance data, have been
reviewed and verified for completeness and consistency with the stated reporting framework under the
GRI Standards.
P a g e 1 | 2 OF INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
Page 158
Methodology
Based on our verification process, the assurance methodology for DSN’s Sustainability Report included
reviewing the text of the statement (pre-assurance research), examining internal and external
documentary evidence, and collecting data at the company, subsidiary, and corporate office levels. This
also involved reviewing sample data and selecting internal performance documents, with a specific focus
on the GRI Indicators in accordance with the provisions of the Indonesia Stock Exchange (IDX)
Our methodology was conducted in accordance with the requirements of ISAE 3000. A limited assurance
engagement involves performing procedures to obtain sufficient appropriate evidence to support a
conclusion expressed in negative form. The procedures performed vary in nature and timing and are less
in extent than for a reasonable assurance engagement.
This Sustainability Statement discloses DSN’s strategies, performance and forward-looking targets in
managing material environmental and social matters, enhancing employee well-being, strengthening
ethical governance and supporting long-term sustainable value creation for stakeholders.
Reporting Criteria and Level of Assurance
The level of Assurance is used to determine the extent of procedures that an assurance provider uses
to identify if there are material errors, omissions or misstatements. The independent verification
process is designed and conducted in line with the requirements of ISAE 3000, Limited Assurance
engagement. The qualified verifiers have also evaluated the adequacy and consistency of the
Sustainability Report against the requirements of the Financial Services Authority (OJK) and Indonesia
Stock Exchange (IDX) sustainability disclosure expectations and the reporting framework adopted by
the Company, including the Global Reporting Initiative Standards and sector guidance under GRI 13:
Agriculture, Aquaculture and Fishing Sectors 2022.
Independence and Quality Control
Control Union is an accredited Certifications and Assurance body operating in more than 80 countries.
These accreditations and recognitions include the need to maintain a comprehensive system of quality
control including documented policies and procedures on compliance to ethical and legal requirements
as well as objectivity throughout our operations. The verifiers performing the data check were selected
appropriately based on our internal qualifications’ requirements, training and experience. It is also
reviewed by management to ensure that the applied approach and assurance are strictly followed and
operated transparently.
Conclusion
Based on our limited assurance engagement process, nothing has come to our attention that causes us
to believe that the scope (subject matter) as detailed above and presented in the Sustainability
Statement is not presented fairly in accordance with the criteria. Hence, our work confirms that the
information included in the Sustainability Statement is reliable, objective and is presented clearly.
For and on behalf of Control Union (Malaysia) Sdn Bhd,
Signed: Ebnu Holdoon Shawal
Date : 16th March 2026
Lead Verifier
P a g e 2 | 2 OF INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
Page 159
Jl. Pulo Ayang Kav. OR3
Kawasan Industri Pulo Gadung
Kelurahan Jatinegara,
Kecamatan Cakung,
Growing with Nature. Jakarta Timur 13930
Together with People. Telepon
+62 21 4618135
Faksimile
+62 21 4606942
Email
corsec@dsngroup.co.id
Situs Web
www.dsn.co.id
Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Dharma SatyaNusantara NusantaraTbk Tbk
p.3 ×2
unresolved
org
Koperasi Binaan Dana CSR
p.12
unresolved
org
Koperasi Binaan CSR-Unit
p.13
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
p.14
unresolved
org
PT Swakarsa Sinar Sentosa Site Muara Wahau Gubernur
p.14
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Pengelolaan POME
p.15
unresolved
org
PT KPAS
p.15
unresolved
org
PT BPN
p.15 ×14
unresolved
org
PT GUN
p.15 ×3
unresolved
org
PT SWA Unit PKS
p.15
unresolved
org
PT KPAS Unit PKS
p.15
unresolved
org
PT BAS Unit PKS
p.15
unresolved
org
PT DIN Unit PKS
p.15
unresolved
org
Menteri Ketenagakerjaan
p.16
unresolved
org
PT Krishna Kapital Investama
p.18
unresolved
org
PT SWA
p.21 ×3
unresolved
org
PT KPS
p.21
unresolved
org
PT DIL
p.21
unresolved
org
PT DIN
p.21
unresolved
org
PT BAS
p.21
unresolved
org
PT DWT
p.21 ×2
unresolved
org
PT PSA
p.21
unresolved
org
PT MNS Mahakam Ulu
p.21
unresolved
org
PT PUL
p.21
unresolved
org
PT PWP
p.21
unresolved
org
PT Dharma Sumber Energi
p.21
unresolved
org
PT Tanjung Kreasi Parquet Industry
p.21
unresolved
org
PT Biomassa Lestari Nusantara
p.21
unresolved
org
Koperasi Swadaya
p.32 ×8
unresolved
org
PT Gemilang
p.35
unresolved
org
PT Swakarsa
p.35
unresolved
org
PT DSN Site Muara Wahau
p.35
unresolved
org
PT TKPI
p.36
unresolved
org
PT Panyindangan
p.36
unresolved
org
CU Mitra Mandiri
p.38
unresolved
—
CU Blom Bea Ling
p.38
unresolved
—
CU Satu Hati
p.38
unresolved
—
CU Padulangan Bersatu
p.38
unresolved
org
Koperasi Eksternal
p.45
unresolved
org
Koperasi
p.46
unresolved
org
PT Agro Andalan
p.47 ×2
unresolved
org
SMART Tbk.
p.47 ×4
unresolved
org
PT Pilar Wanapersada
p.47
unresolved
org
Koperasi Pembentukan
p.47
unresolved
org
PT Bima Palma Nugraha
p.47
unresolved
org
Koperasi Sumber Rejeki
p.48
unresolved
org
Koperasi Sawit Usaha Tani Sejahtera
p.48
unresolved
org
Koperasi Karya Indah
p.48
unresolved
org
Koperasi Makarti
p.48
unresolved
org
Koperasi Usaha Tani Sejahtera. Rantai Pasok
p.48
unresolved
org
PT Mitra Nusa Sarana
p.56
unresolved
org
PT MNS
p.56
unresolved
org
PT MNS. Kesepakatan
p.56
unresolved
org
PT Bima
p.57
unresolved
org
PT BPN. Selain
p.61
unresolved
org
Kementerian Kehutanan dan MODAPS NASA
p.62
unresolved
org
PT Swakarsa Sinarsentosa
p.68 ×2
unresolved
org
PT BLN
p.77 ×2
unresolved
org
Ramboll Pte Ltd
p.94
unresolved
org
U.S. Corporation
p.95
unresolved
org
Koperasi Binaan CSR
p.98
unresolved
org
PT Upoyo Lingkungan
p.98
unresolved
org
Departemen Sustainability dan Komite ESG
p.128
unresolved
org
PT Dharma Sawit Nusantara
p.128
unresolved
org
Koperasi Desa Setawar
p.129
unresolved
org
Bank BCA
p.129
unresolved
org
Bank Mandiri. Hingga
p.129
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.