Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 216
Page 1
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
01
Resiliensi yang Kuat,
Keberlanjutan
yang Hebat
Laporan Keberlanjutan 2023
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Page 2
Laporan Keberlanjutan 2023
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Daftar Isi
Pengantar Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Lampiran
Mempertahankan Tata Kelola Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi
Perusahaan yang Baik
04 Tentang Laporan Keberlanjutan 34 Tata Kelola Perusahaan 74 Pekerja Kami 112 Tata Kelola Perubahan Iklim 133 Tabel Data ESG
05 Pesan dari Dewan Komisaris dan 50 Materialitas dan Pelibatan 85 Nasabah Kami 114 Strategi Perubahan Iklim 181 Indeks Standar Laporan
Direksi Pemangku Kepentingan
103 Masyarakat dan Komunitas di 120 Manajemen Risiko Perubahan 189 Issued Securities Impact Reporting
13 Sekilas BRI 56 Manajemen Risiko & Krisis Sekitar Kami Iklim
210 Laporan Assurance
02 19 Strategi Keberlanjutan Kami 60 Etika Bisnis 108 Manajemen Hak Asasi Manusia 124 Metrik dan Target
215 Lembar Umpan Balik
24 Ikhtisar Bisnis dan ESG 66 Keamanan Informasi / Keamanan 128 Inisiatif Lain dalam Menjaga
Siber Lingkungan Sekitar
26 Keselarasan dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan 69 Keuangan Berkelanjutan
(SDGs)
32 Rating & Penghargaan ESG
Page 3
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
DI BAGIAN INI
04
03 Tentang Laporan Keberlanjutan
05
Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi
13
Sekilas BRI
19
Strategi Keberlanjutan Kami
Pengantar
24
Ikhtisar Bisnis dan ESG
26
Keselarasan dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
32
Rating & Penghargaan ESG
Page 4
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Tentang Laporan Keberlanjutan
Laporan keberlanjutan ini mencerminkan komitmen BRI dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan melalui berbagai inisiatif penciptaan nilai, baik nilai ekonomi maupun nilai sosial. Laporan Keberlanjutan ini merupakan sarana komunikasi
Perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan yang mencakup informasi kinerja ekonomi serta kinerja aspek keberlanjutan yang terdiri dari kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) Perusahaan selama periode laporan. [2-2] [2-4] [2-3]
Periode Pelaporan [2-2] [2-3] [2-4] Assurance Laporan [2-5] [G.1]
Laporan ini menyajikan informasi mengenai aktivitas dan kinerja keberlanjutan untuk periode 1 Januari hingga 31 Laporan keberlanjutan ini telah melalui proses assurance oleh lembaga assurance independen, yaitu CBC Global Indonesia,
Desember 2023, dan terdapat beberapa data yang kami buat secara historis selama tiga tahun terakhir terhitung dari 1 yang telah tersertifikasi standar assurance tingkat internasional AA1000AS v3 dengan nomor lisensi 000-310. Proses awal
Januari 2021 sampai 31 Desember 2023 untuk melihat perubahan dan trend data yang kami miliki. Laporan ini diterbitkan assurance dilakukan dengan berpedoman pada Kebijakan Pengadaan Jasa Perusahaan, yang dimulai dengan pemilihan
secara tahunan dan terdapat penyajian kembali (restate) data dari tahun sebelumnya. Perubahan dari laporan sebelumnya assurer eksternal.
ditandai dengan keterangan yang tertera pada masing-masing data atau informasi.
Pemilihan pihak independen telah didelegasikan oleh Direksi kepada tim penyusun Laporan Keberlanjutan di bawah
pimpinan Sekretariat Perusahaan. Pemilihan dilakukan dengan mempertimbangkan keahlian, reputasi, dan ketiadaan
04 potensi benturan kepentingan serta tanpa hubungan bisnis dengan BRI. Selanjutnya, dilakukan verifikasi sampel bukti
dokumentasi dan konfirmasi kepada pihak narasumber di seluruh unit kerja terkait. Laporan assurance secara detail
Standar Pelaporan [G.4] dilampirkan pada halaman 210.
Laporan keberlanjutan BRI 2023 dipersiapkan mengikuti beberapa standar dan inisiatif yaitu, Panduan Penyusunan Laporan
Keberlanjutan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, Standar Global Reporting Initiative
(GRI) 2021, Sustainability Accounting Standard Board (SASB), serta mengadopsi standar pelaporan International Financial Informasi Kontak [2-3]
Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2.
Apresiasi setinggi-tingginya selalu kami berikan atas setiap masukan dan saran yang mendorong perbaikan dan kemajuan
laporan ini pada masa mendatang. Silakan menghubungi Hendy Bernadi dengan nomor telepon +6221 575 2452 atau
surat elektronik dengan alamat humas@BRI.co.id
Batasan Pelaporan [2-2]
Seluruh informasi (lingkungan, sosial, dan ekonomi) yang tertera dalam laporan ini merupakan milik PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk baik di kantor pusat maupun di kantor wilayah dan tanpa melibatkan Entitas Anak. Meskipun
BRI melakukan audit laporan keuangan secara terkonsolidasi, termasuk Entitas Anak seperti Bank Raya, BRI Remittance,
BRI Life, BRI Finance, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, BRIDS, BRI Insurance, Pegadaian, dan PNM, informasi terkait
Entitas Anak tersebut tidak termasuk dalam laporan ini (kecuali diinformasikan lain).
Page 5
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Pesan dari Komisaris Utama [2-22] [D.1].
Pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang kami hormati,
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya,
sehingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk— untuk selanjutnya disebut “Perseroan”
atau “BRI”— mampu melewati berbagai tantangan di tahun 2023 dengan baik. Kami bersyukur
Perseroan dapat senantiasa menjaga pertumbuhan bisnis dengan baik dengan tetap menjaga
komitmennya untuk mewujudkan nilai keberlanjutan dan terus berkontribusi terhadap
pemulihan ekonomi nasional.
Meskipun demikian, kita patut mengantisipasi ketidakpastian kondisi perekonomian baik
05
global yang diproyeksikan menantang, serta menyambut akan diadakannya pesta pemilihan
umum tahun 2024, dan seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik. Dana Moneter
Internasional (IMF) memperingatkan bahwa inflasi, konsolidasi fiskal dan ketidakpastian
geopolitik masih akan menjadi tantangan ekonomi global di tahun 2024. Namun dalam
laporan terbarunya, IMF memproyeksikan bahwa ekonomi negara berkembang akan tumbuh
lebih cepat dibandingkan negara maju. Proyeksi ini didukung pula oleh data Badan Pusat
Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 sebesar 5,05%
(yoy). Angka ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap tinggi di tengah
stagnasi perekonomian global.
Di tengah kondisi tersebut, kebijakan pemerintah dan regulasi sektor keuangan telah
mendukung kekuatan ekonomi nasional yang cukup tangguh. Hal ini tercermin melalui
pertumbuhan bisnis BRI Group yang mencapai double digit, BRI Group berhasil membukukan
net profit sebesar Rp60,4 Triliun pada 2023, atau tumbuh sebesar 17,5% dibandingkan tahun
sebelumnya. Sebagai bank yang fokus berkomitmen melayani dan menumbuhkan sektor
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan, BRI telah melakukan
penyaluran kepada lebih dari 36,9 juta nasabah Ultra Mikro (UMi) dan Mikro. Hal ini
membuktikan bahwa BRI secara konsisten memberikan dukungan nyata terhadap pemerataan
kesejahteraan ekonomi dan peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.
Page 6
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Pesan dari Komisaris Utama
Tata Kelola: Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Komitmen menjalankan proses bisnis berkelanjutan dibuktikan dengan bergabungnya BRI sebagai anggota United Nations Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki berbagai latar belakang ekonomi sosial, termasuk
Global Compact (UNGC) sejak Maret 2023. Keanggotaan ini semakin mengukuhkan Perseroan untuk menjalankan praktik etnis, budaya, bahasa dan kepercayaan. Mendukung pemerataan ekonomi di tengah tantangan geografis dan budaya
bisnis yang bertanggung jawab. UNGC merupakan inisiatif global yang digagas United Nations (UN) atau Perserikatan Indonesia, masyarakat membutuhkan kemudahan akses keuangan yang mudah dan terjangkau sehingga peningkatan
Bangsa-Bangsa (PBB) dan memiliki 10 prinsip universal, antara lain, hak asasi manusia (human rights), ketenagakerjaan inklusi keuangan menjadi krusial. Keuangan yang inklusif berarti melibatkan pula kelompok-kelompok rentan dan kurang
(labour), lingkungan (environment), serta anti korupsi (anti-corruption). beruntung dalam geliat ekonomi. Oleh karena itu, melalui sinergi Holding Ultra Mikro, BRI menawarkan berbagai layanan
untuk menjangkau mereka, di antaranya melalui program PNM Mekaar yang secara khusus diperuntukkan bagi kelompok
Di samping itu, guna mendapatkan pemahaman yang mendalam akan perspektif dan masukan yang membangun dari nasabah perempuan pra-sejahtera. Program tersebut telah memberdayakan lebih dari 15,1 juta nasabah perempuan
pemangku kepentingan, BRI menyelenggarakan stakeholder engagement forum. Melalui stakeholder engagement forum, BRI prasejahtera, sehingga mendukung pencapaian SGDs (5) Kesetaraan Gender.
mengukuhkan komitmen untuk membangun hubungan yang kolaboratif dan inklusif dalam perjalanan keberlanjutan.
Dukungan BRI akan akses keuangan yang mudah dan mampu menyentuh dari piramida masyarakat teratas hingga
Dalam lingkup tata kelola keberlanjutan, BRI didukung pula oleh payung regulasi dan kebijakan yang menjadi basis bagi terbawah, terwujud dalam bisnis model Hybrid Bank BRI yang mengintegrasikan model perbankan konvensional (physical
06 penerapan lingkungan kerja yang sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. BRI juga telah mengeluarkan Kebijakan presence) dengan elemen-elemen inovasi digital (digital capabilities). Model Hybrid Bank BRI ini diperkuat oleh lebih dari
dan Strategi Keberlanjutan, yang berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Penguatan tata kelola 7.700 cabang dan kantor layanan serta dilengkapi pula BRIBrain yang dibentuk dengan menggabungkan kecerdasan buatan
ESG juga didukung dengan pembentukan Komite ESG serta struktur organisasi baru yang secara khusus memonitor serta (Artificial Intelligence) dan Big Data Analysis. Melalui model bisnis tersebut, BRI berhasil menciptakan solusi keuangan yang
mengevaluasi implementasi inisiatif strategi keberlanjutan BRI. terjangkau dan akses jaringan perbankan yang merata, menghubungkan Indonesia mulai dari wilayah perkotaan, hingga
daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Mendukung konsistensi BRI dalam penerapan roadmap ESG, Dewan Komisaris secara aktif melakukan pengawasan baik
melalui rapat bersama Direksi maupun melalui kunjungan kerja lapangan, termasuk dalam pemberian persetujuan atas Lingkungan: Komitmen Net Zero Emission
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan BRI tahun 2023, guna memastikan implementasi program roadmap ESG telah
dilaksanakan secara konsisten dan efektif sampai dengan unit kerja di level terbawah. Dalam mendukung visi net zero yang diadopsi oleh dunia dan negara kita, BRI turut mendukung dan berperan aktif
dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE). Dalam komitmennya, BRI optimis target NZE dapat dicapai pada 2050.
Guna mencapai tujuan ini, BRI mengambil inisiatif dengan menetapkan target berbasis standar global Science-Based
Sosial: Perluasan Inklusivitas Keuangan Sebagai Landasan Perekonomian Target Initiative (SBTi) dan menjadi lembaga keuangan pertama di Indonesia yang mengajukan surat komitmen untuk
memperoleh persetujuan dari SBTi.
Dalam mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia, pada tahun 2023 BRI mengangkat destination statement menjadi
“Strengthen Retail Banking Capacity” dengan fokus pada peningkatan ekosistem untuk meningkatkan layanan kepada Di tataran operasional, BRI senantiasa mendorong seluruh pekerja untuk berperan aktif menerapkan budaya kerja yang
masyarakat, khususnya di segmen ritel. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui transformasi liabilitas pada produk sesuai dengan prinsip keberlanjutan, seperti optimalisasi perangkat digital untuk mengurangi penggunaan kertas dan
dan layanan berbasis transaksi. BRI berupaya hadir sebagai solusi perbankan yang mengedepankan pelanggan dengan plastic serta budaya hemat energi di lingkungan kerja. Selain itu, BRI pun mendukung aksi pengurangan emisi melalui
memberikan layanan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan nasabah. BRI membangun kapabilitas digital (digital implementasi program Green Network, seperti penyediaan kendaraan listrik bagi pekerja serta pemasangan panel surya di
capabilities) melalui berbagai aplikasi seperti BRImo, BRISPOT dan SenyuM mobile. Di sisi lain, BRI juga memastikan beberapa unit kerja BRI.
kehadiran fisik (physical presence) melalui agen BRILink, sinergi Ultra Mikro, dan penyuluh digital
Page 7
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Pesan dari Komisaris Utama
Secara eksternal, BRI juga aktif berpartisipasi dalam inisiatif pemerintah, seperti dalam bursa perdagangan karbon.
Penyelenggaraan ekonomi karbon dan dekarbonisasi ini sesuai Surat Edaran Menteri BUMN Nomor 6 Tahun 2022 tentang
Pelaksanaan Program Dekarbonisasi dan Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon di BUMN. Untuk itu, Dewan Komisaris
senantiasa mengingatkan pula agar BRI dapat secara periodik melakukan reviu terhadap portofolio guideline pembiayaan
dengan memperhatikan exposure carbon risk pada beberapa sektor industri tertentu.
Atas seluruh pencapaian BRI sepanjang tahun 2023, Dewan Komisaris mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah memberikan kepercayaan dan dukungannya. Dewan Komisaris juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya
atas kerja keras seluruh Insan BRI dalam mewujudkan komitmen dan tujuan bersama ke arah kinerja yang berorientasi
pada pembangunan berkelanjutan.
Semoga BRI dapat terus memberikan kinerja yang terbaik dan meningkatkan layanan untuk nasabah sehingga nasabah
senantiasa bertumbuh dan semakin tangguh. Selanjutnya, kami berharap BRI mampu mempertahankan posisi sebagai
lembaga keuangan yang prominen di Indonesia.
07
Terima Kasih
Jakarta, 7 Februari 2024
Atas Nama Dewan Komisaris
Kartika Wirjoatmodjo
Komisaris Utama
Page 8
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Pesan dari Direktur Utama [2-22] [D.1]
Pemegang saham dan para pemangku kepentingan yang kami hormati,
Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-
Nya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil melewati tahun 2023 dengan
baik. Kami juga bersyukur dapat merilis Laporan Keberlanjutan 2023 di tengah
tantangan nasional dan ketegangan geopolitik dunia internasional.
Laporan ini merupakan media untuk menyampaikan kinerja dan komitmen Perseroan
08 terhadap pertumbuhan berkelanjutan kepada para pemangku kepentingan, khususnya
yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan
(environmental, social, and governance/ESG). Laporan ini memaparkan tantangan
yang dihadapi oleh Perseroan, program dan strategi keberlanjutan yang telah disusun,
serta pencapaian kinerja, baik finansial maupun nonfinansial selama tahun 2023. Di
samping sebagai media diseminasi kinerja, laporan ini sekaligus menjadi perwujudan
transparansi dan keterbukaan Perseroan demi membangun kepercayaan dari seluruh
pemangku kepentingan.
Page 9
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Pesan dari Direktur Utama
Tumbuh Berkelanjutan Lewat Retail Banking
Sejalan dengan komitmen untuk memperkuat ekosistem segmen perbankan ritel (retail banking), saat ini BRI telah kendaraan operasional. Hingga akhir tahun 2023, BRI telah menggunakan 118 unit mobil listrik dan 150 unit motor listrik. BRI
memiliki lebih dari 7.700 unit kerja, lebih dari 740.000 agen BRILink, serta lebih dari 27.000 penyuluh digital yang siap juga telah memiliki stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di lingkungan kantor pusat. Selain itu, sebanyak 93
mendampingi nasabah dalam customer journey mereka. Angka tersebut membuktikan kehadiran layanan fisik BRI yang unit kerja BRI telah menggunakan panel surya sebagai bentuk penggunaan listrik energi terbarukan.
mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia. BRI juga terus mendorong digitalisasi proses bisnis melalui perbaikan
business process engineering. Salah satunya dengan melayani transaksi lewat aplikasi BRImo. Layanan ini bertujuan memacu BRI secara konsisten melakukan perhitungan emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan bisnis, operasional, hingga
pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. Ke depan, BRImo akan menjadi salah portofolio pembiayaan nasabah. Pada tahun 2023, Perseroan mencatat penurunan emisi Scope 1 sebesar 1,29% dan
satu ujung tombak dalam mengakselerasi pertumbuhan transaksi di segmen ritel. Hingga akhir 2023, nilai transaksi finansial penurunan emisi Scope 2 sebesar 1,22%. Di sisi lain, BRI mencatat penurunan signifikan pada emisi Scope 3 financed
melalui BRImo meningkat sebesar 55,8% dibandingkan tahun sebelumnya. emissions sebesar 7,02%.
Pengguna BRImo melesat 32,6% secara tahunan menjadi sebanyak lebih dari 31 juta pengguna. Selain itu, aplikasi SenyuM Sejalan dengan komitmen NZE, BRI juga fokus dalam meningkatkan portofolio bisnis berkelanjutan, yang terdiri dari
Mobile dari Holding UMi memainkan peran strategis dalam menjangkau masyarakat ultra mikro sampai lapisan paling penyaluran kredit kepada UMKM, penyaluran kredit kepada sektor hijau, serta investasi surat berharga berbasis ESG.
dalam, memungkinkan mereka untuk mengakses layanan keuangan tiga entitas Holding Ultra Mikro (BRI, Pegadaian, dan Hingga akhir tahun 2023, portofolio bisnis berkelanjutan tersebut mencapai Rp777,28 Triliun, yang terdiri dari Rp690,43
PNM) secara langsung dimanapun dan kapanpun sambil menjalankan usaha, khususnya untuk produk simpanan dan triliun penyaluran kredit usaha kepada pelaku UMKM, Rp82,32 triliun penyaluran kredit kepada sektor hijau, dan Rp 4,54
09 investasi. Aplikasi ini telah diakses oleh lebih dari lebih dari 36 juta nasabah mikro dan ultra mikro, lebih dari 73 ribu joint triliun investasi surat berharga yang berbasis ESG.
salesforces ketiga entitas, dan telah diakses oleh seluruh agen BRILink dan agen Pegadaian.
Melalui strategi tersebut, BRI mampu mencatat peningkatan dana pihak ketiga sebesar 3.99% secara year-on-year menjadi Meningkatkan Kolaborasi: “Sustainable Minds, Collective Impact”
sebesar Rp1.352,7 triliun pada tahun 2023, dengan komposisi dana murah (Current Account Saving Account) sebesar 64.55%.
Tren positif ini diikuti juga oleh peningkatan pertumbuhan kredit sebesar 11.29% secara year-on-year menjadi sebesar BRI memahami keberhasilan aksi iklim dan inklusi keuangan sangat bergantung pada kolaborasi dengan pekerja kami dan
Rp1.146,1 triliun pada tahun 2023, dengan komposisi kredit kepada segmen UMKM mencapai 82%. Perolehan kinerja bisnis para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, di tataran operasional, implementasi atas peta jalan ESG BRI mengutamakan
ini merupakan buah manis dari upaya Perseroan dalam mengoptimalkan layanan dan memperkuat kapabilitas retail dua hal, yaitu people dan business process. BRI mendorong internalisasi budaya keberlanjutan kepada seluruh pekerja
banking, sembari terus memanfaatkan jaringan luas BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. melalui Sustainability Culture Program. Program ini berfokus pada tiga aspek utama, yakni Lingkungan, Sosial, dan Tata
Kelola, yang dievaluasi melalui indikator-indikator yang terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari Insan BRILiaN. Sebagai
bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia, BRI menerbitkan regulasi baru sesuai dengan prinsip hak asasi
Aksi Iklim: Target Net Zero BRI manusia di bidang ketenagakerjaan.
BRI memahami bahwa menyesuaikan strategi bisnis dengan upaya transisi menuju ekonomi rendah karbon adalah suatu BRI juga membangun peran serta masyarakat lewat sejumlah program, salah satunya melalui inisiatif BRI Menanam dan
keharusan. BRI telah menilai, mengelola, dan mengungkapkan risiko dan peluang terkait iklim dengan berpedoman pada BRInita (Bertani di Kota) yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk mendukung perbaikan ekosistem lingkungan
standar IFRS S2 Climate-related Disclosure. Sejalan dengan hal tersebut, BRI juga telah menetapkan target Net Zero Emission melalui urban farming. Melalui, BRI secara khusus mengajak kelompok-kelompok perempuan seperti Pembinaan
yang saat ini dalam proses validasi Science Based Targets initiative (SBTi). Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kelompok Tani Wanita (KWT), serta berkolaborasi dengan BRI Women’s Association
(IWABRI). Harapannya, inisiatif tersebut dapat memberdayakan keahlian dan keterlibatan peran perempuan dalam
Sebagai langkah nyata, di lingkup operasional, BRI mengimplementasikan berbagai inisiatif untuk menurunkan emisi, yakni menciptakan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan sekitar.
mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil dengan meningkatkan jumlah kendaraan listrik sebagai
Page 10
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Pesan dari Direktur Utama
Selain itu, BRI memiliki program BRI Menanam yang bertujuan membangun keikutsertaan masyarakat guna menciptakan
lingkungan yang lebih nyaman sebagai tempat tinggal masyarakat sekitar. Program BRI Menanam memperhatikan potensi
unggulan yang dikembangkan di lokasi tanam dan menyesuaikan dengan kondisi agroekologi di masing-masing wilayah.
Harapannya, program ini dapat menjadi lokomotif dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial bagi masyarakat. Sampai
dengan akhir Desember 2023, BRI Menanam telah melakukan penanaman 904.196 bibit pohon dan diperkirakan dapat
menyerap karbon sebesar 780.606 kgCO2e.
Atas progres dan pencapaian untuk tumbuh berkelanjutan tersebut, jajaran Direksi mengucapkan terima kasih sebesar-
besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Kami menyadari seluruh pencapaian yang telah ditorehkan
merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan.
10
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Salam sehat untuk kita semua.
Jakarta, 7 Februari 2024
Sunarso
Direktur Utama
Page 11
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2023
Surat Pernyataan Anggota Direksi Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan 2023 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk [2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2023 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Keberlanjutan perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 7 Februari 2024
Direksi
Sunarso
Direktur Utama
11
Catur Budi Harto Viviana Dyah Ayu R.K.
Wakil Direktur Utama Direktur Keuangan
Supari Amam Sukriyanto Handayani
Direktur Bisnis Mikro Direktur Bisnis Kecil & Menengah Direktur Bisnis Konsumer
Arga Mahanana Nugraha Ahmad Solichin Lutfiyanto Agus Winardono
Direktur Digital & Teknologi Informasi Direktur Kepatuhan Direktur Human Capital
Agus Sudiarto Agus Noorsanto Andrijanto
Direktur Manajemen Risiko Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan Direktur Jaringan & Layanan
Page 12
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Tanggung Jawab Pelaporan Keberlanjutan 2023
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris Tentang Tanggung Jawab Atas Laporan Keberlanjutan 2023 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk [2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tahun 2023 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Keberlanjutan perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 7 Februari 2024
Dewan Komisaris
Kartika Wirjoatmodjo
Komisaris Utama
12
Rofikoh Rokhim Hendrikus Ivo Heri Sunaryadi
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Rabin Indrajad Hattari Awan Nurmawan Nuh Dwi Ria Latifa
Komisaris Komisaris Komisaris Independen
Paripurna Poerwoko Sugarda Agus Riswanto Nurmaria Sarosa
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Page 13
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Sekilas BRI
Informasi Umum [2-1] [C.2] [C.3] BRI dan Anak Perusahaan [2-6] [C.3]
Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Market leader di industri gadai Penyedia asuransi umum
Gedung BRI I
Kantor Pusat Jl. Jenderal Sudirman No. 44-46 99,99% 90,00%
Jakarta 10210, Indonesia
Direktur Utama Sunarso
National leader dalam pinjaman
Total Aset berbasis masyarakat
Rp1.835,25 Triliun
(bank only) 99,97%
99,99%
13
Pendapatan Bersih
Rp53,15 Triliun
(bank only)
53,19% (Pemerintah Republik Indonesia), 46,81% (Publik)
Kepemilikan Saham
*Pemegang saham utama dan pengendali BRI adalah Pemerintah Republik Indonesia 54,77% 67,00%
melalui Saham Seri A Dwiwarna (Golden Share)
Sejak didirikan pada tanggal 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia, BRI telah melayani masyarakat
Bank digital yang fokus di UMKM
Indonesia selama lebih dari 128 tahun dan menjadi mitra keuangan yang tangguh dan terpercaya bagi pelaku usaha khususnya gig economy
UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). BRI memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 7 ribu
kantor layanan perbankan serta diperkuat oleh lebih dari 686 ribu e-channels dan 740 ribu Agen BRILink. [2-6] [C.3] 86,85% 65,00%
BRI menawarkan berbagai produk dan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, baik di segmen UMKM
maupun korporasi, mulai dari produk simpanan, pinjaman, serta produk dan jasa keuangan lainnya. Sebagai bank
komersial yang fokus melayani nasabah di segmen UMKM, BRI juga menyediakan berbagai program pemberdayaan
masyarakat, dalam bentuk pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Informasi yang lebih
terperinci mengenai produk, layanan, dan kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank BRI hingga akhir periode disajikan di 99,88% 100%
situs web https://bri.co.id dan Laporan Tahunan 2023 yang dirilis secara terpisah dari Laporan Keberlanjutan. [2-6] [C.4]
Kepemilikan BRI
Page 14
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Sekilas BRI
Jaringan BRI [2-1] [[2-6] [C.3] [C.4]
BRI Hong Kong Representative Office
14
BRI Taipei Branch
BRI New York Agency BRI Timor Leste Branch
BRI Cayman Island Branch BRI Singapore Branch
Sumatera Kalimantan Jawa Sulawesi dan Maluku Bali dan Nusa Tenggara Papua
Kantor Wilayah: 5 Kantor Wilayah: 1 Kantor Wilayah: 8 Kantor Wilayah: 2 Kantor Wilayah: 1 Kantor Wilayah: 1
Kantor Cabang: 95 Kantor Cabang: 40 Kantor Cabang: 216 Kantor Cabang: 57 Kantor Cabang: 32 Kantor Cabang: 13
Kantor Cabang Pembantu: 105 Kantor Cabang Pembantu: 42 Kantor Cabang Pembantu: 328 Kantor Cabang Pembantu: 42 Kantor Cabang Pembantu: 26 Kantor Cabang Pembantu: 13
BRI Unit: 1.005 BRI Unit: 379 BRI Unit: 2.801 BRI Unit: 551 BRI Unit: 295 BRI Unit: 86
Kantor Kas: 75 Kantor Kas: 23 Kantor Kas: 341 Kantor Kas: 36 Kantor Kas: 20 Kantor Kas: 10
Teras BRI: 217 Teras BRI: 96 Teras BRI: 478 Teras BRI: 52 Teras BRI: 117 Teras BRI: 17
Mobil Teras BRI: 2 Mobil Teras BRI: 6 Mobil Teras BRI: 59 Mobil Teras BRI: 43 Mobil Teras BRI: 4 Mobil Teras BRI: 1
Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 0 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 0
Payment Point BRI: 2 Payment Point BRI: 3 Payment Point BRI: 42 Payment Point BRI: 2 Payment Point BRI: 1 Payment Point BRI: 0
Agen BRILink: 165.053 Agen BRILink: 56.500 Agen BRILink: 395.383 Agen BRILink: 76.747 Agen BRILink: 39.070 Agen BRILink: 8.065
Page 15
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Sekilas BRI
Visi, Misi, dan dan BRIVOLUTION 2.0 [2-23] [C.1]
VISI “THE MOST VALUABLE BANKING GROUP IN SOUTHEAST ASIA
& CHAMPION OF FINANCIAL INCLUSION”
• Memberikan yang Terbaik
15
Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada segmen mikro, kecil, dan menengah untuk menunjang
peningkatan ekonomi masyarakat;
MISI • Menyediakan Pelayanan yang Prima
Memberikan pelayanan prima dengan fokus kepada nasabah melalui sumber daya manusia yang profesional dan memiliki budaya berbasis
kinerja (performance driven culture), teknologi informasi yang andal dan future ready, dan jaringan kerja baik konvensional maupun digital yang
produktif dengan menerapkan prinsip operational and risk management excellence;
• Bekerja dengan Optimal dan Baik
Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dengan memperhatikan prinsip
keuangan berkelanjutan dan praktik Good Corporate Governance yang sangat baik.
BRI secara berkala melakukan tinjauan dan evaluasi terhadap visi dan misi Perseroan setiap lima tahun atau disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan dinamis sesuai kemajuan zaman. Pada tahun 2021, melalui Board Retreat yang dihadiri oleh seluruh
manajemen tertinggi (Direksi dan SEVP) dan pihak independen, BRI meninjau dan mengevaluasi visi, misi, dan pencapaian indikator utama perusahaan. Evaluasi ini mencakup pembaruan visi dan misi Perseroan yang disahkan oleh Direksi dan Dewan
Komisaris sebagai panduan hingga tahun 2025. Dinamika dan tantangan baik eksternal (perubahan iklim dan perkembangan teknologi) maupun internal mendorong BRI untuk menyesuaikan rencana jangka panjang dan strategi kinerja. Evaluasi ini turut
memengaruhi penyesuaian Corporate Plan 2021–2025 BRI yang dikenal sebagai BRIVOLUTION 2.0, dengan fokus pada visi menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion” hingga tahun 2025.
Page 16
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Sekilas BRI
Merumuskan Masa Depan BRI BRIVOLUTION 2.0
Saat ini, BRI sedang melakukan transformasi guna mewujudkan visinya, yaitu menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion” dengan target Untuk dapat mewujudkan aspirasi tersebut, BRI telah
$75 Miliar market cap, 90% financial inclusion dan peningkatan enablers. Hal ini didukung oleh visi dari setiap direktorat bisnis dan direktorat support lainnya yang dipersiapkan untuk menjaga menetapkan 6 strategi utama yaitu:
pertumbuhan bisnis perusahaan yang solid dan berkesinambungan.
1. Create New Growth Engine
BRIVOLUTION 2.0 diimplementasikan melalui tiga (3) fase: yaitu menciptakan mesin bisnis baru melalui
beberapa inisiatif seperti: Ultra Mikro, Business
Ecosystem, Hyperlocal Micro Ecosystem, dan B2B SME
Ecosystem.
Scale up &
Strengthen Scope up Sustain 2. Accelerate CASA Growth
yaitu meningkatkan porsi CASA melalui beberapa
strategic initiative.
16 3. Enhance Cross-Sell to Boost Fee Income
“Scale up new growth engines and beyond
“Strengthen the core for growth” “Sustain top-tier position in Southeast Asia” yaitu inisiatif yang mendukung peningkatan
banking”
2021-2022 2025 Accelerate CASA Growth pendapatan jasa melalui scale up wealth business,
2023-2024
SME banking app, subsidiary cross-sell serta melalui
produk keuangan nonkredit seperti Asuransi, Trade
Pada tahap “Strengthen,” BRI merancang strategi Dalam tahap “Scale up & Scope up,” BRI dan Pada tahap “Sustain,” diharapkan BRI telah Finance, Gadai, dan lainnya.
untuk memperkuat inti bisnisnya di seluruh anak perusahaannya fokus pada tingkat berkembang menjadi perusahaan yang
aspek guna mencapai pertumbuhan di masa pertumbuhan dan perluasan cakupan baru, lebih besar dan lebih kuat, serta mampu 4. Contain Credit Cost
mendatang. Peningkatan pada jaringan distribusi, termasuk penawaran produk dan layanan mempertahankan bisnis secara berkelanjutan. yaitu mengelola beban biaya kredit dengan
teknologi informasi, sumber daya manusia, melalui digitalisasi. Pada tahun 2023, BRI BRI telah berhasil mewujudkan komitmennya mengubah dan memperbaharui bisnis proses kredit.
budaya perusahaan, manajemen risiko, dan akan mewujudkan tema aspirasinya dengan sebagai “The most valuable banking group
seluruh elemen pendukung bisnis diperlukan mengedepankan “Strengthening Retail Banking in Southeast Asia and Champion of Financial 5. Improve Customer Experience
untuk memperkuat fondasi BRI dan anak Capabilities” melalui pembangunan ekosistem Inclusion.” Prestasi ini menjadi landasan penting yaitu meningkatkan customer experience melalui
perusahaannya. BRI juga berhasil mengatasi bisnis yang berkelanjutan. Pada tahun 2024, BRI bagi BRI untuk terus maju dan terus menciptakan pemanfaatan teknologi terkini.
dampak pandemi Covid-19 melalui penerapan menargetkan kontribusi yang lebih besar dari nilai ekonomi dan sosial bagi setiap pemangku
strategi pertumbuhan yang selektif, menjaga anak perusahaannya dibandingkan dengan tahun kepentingan perusahaan. 6. Adapt Cultures & Capabilities
kualitas aset, dan meningkatkan efisiensi. sebelumnya untuk mencapai target profitabilitas. yaitu kelompok inisiatif yang memiliki peranan
Pada tahun yang sama, BRI juga berkomitmen sebagai enabler dalam proses transformasi di BRI,
untuk menjadi pemimpin dalam transaksi secara khusus budaya dan kapabilitas SDM, TI, dan
perbankan dengan mengembangkan produk dan risk.
layanan digital.
Page 17
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Sekilas BRI
Budaya BRI [2-23] [F.1]
BRI memiliki pedoman budaya yang memiliki pengaruh penting Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020 tentang Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia BRILiaN Ways memiliki nilai sebagai berikut:
dalam mencapai visi Perseroan yaitu BRI One Culture yang terdiri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau yang dikenal sebagai AKHLAK. AKHLAK adalah akronim dari Amanah, Kompeten,
1. BRILiaN jujur, tulus dan patuh pada
dari 3 (tiga) nilai yaitu Core Values AKHLAK, BRILiaN Belief, dan Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang mencakup nilai-nilai sebagai berikut:
peraturan;
BRILiaN Ways.
2. BRILiaN cakap dan handal, terus
belajar, mengembangkan diri dan
orang lain (continuous learner);
3. BRILiaN bekerja tuntas dengan penuh
tanggung jawab berorientasi pada
CORE VALUES kinerja terbaik;
4. BRILiaN membangun kolaborasi yang
Amanah Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif produktif;
5. BRILiaN terbuka dan menghargai
kemajemukan (respect to diversity);
Integritas, tulus, Kinerja Peduli, perbedaan Komitmen, Inovasi, antusias Kesediaan bekerja
AKHLAK konsisten, dan terbaik, sukses, (diversity). dedikasi, rela terhadap sama dan sinergi 6. BRILiaN proaktif, adaptif, inovatif dan
17
dapat dipercaya. keberhasilan, berkorban, dan perubahan, dan untuk hasil yang berorientasi pada pertumbuhan yang
learning agility, kontribusi. proaktif. lebih baik. berkelanjutan;
dan ahli di 7. BRILiaN berempati memahami
bidangnya. kebutuhan pelanggan dan
BRI One memberikan layanan melebihi
Culture harapan; serta
BRILiaN 8. BRILiaN peduli terhadap masyarakat
Ways BRILiaN
dan lingkungan.
Sebagai nilai-nilai utama SDM BUMN, AKHLAK menjadi titik sentral dalam budaya kerja di lingkungan BRI, baik dalam
PERFORMANCE
skala internal maupun eksternal. Dalam konteks ini, terdapat kata kunci dan pedoman perilaku BRILiaN yang sesuai dengan
DRIVEN BELIEF
BEHAVIOURS Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan mengacu pada nilai utama AKHLAK, BRILiaN Belief dan
BRILiaN Ways menjadi panduan bagi perusahaan untuk mendukung pencapaian kinerja BRI.
y BRILiaN Belief menekankan bahwa insan BRILiaN harus menjaga integritas dan bersikap profesional dalam
menjalankan tugasnya dengan saling menghargai dan mempercayai (trust) untuk menghasilkan layanan BRI Group
yang inovatif berlandaskan semangat customer centric yang memberikan nilai tambah bagi nasabah, masyarakat, dan
pemangku kepentingan.
y BRILiaN Ways mendukung pencapaian kinerja terbaik (performance-driven behavior) yang dapat disesuaikan
berdasarkan jenis industri dan strategi perusahaan.
Page 18
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Sekilas BRI
Culture Squad
Dalam rangka untuk mengoptimalkan pengelolaan Corporate Culture BRI dan implementasi BRI One Culture di unit kerja, Khusus untuk CAK, berperan sebagai koordinator CA dan memiliki pemahaman serta penguasaan program culture di
peranan aktif dari pemimpin unit kerja sangat diperlukan dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya kerja BRI. Untuk seluruh fungsi di unit kerjanya, seperti bisnis, operasional, support, risiko, dan fungsi lainnya.
mengawal internalisasi culture tersebut, peran dari Culture Squad menjadi krusial. Culture Squad terdiri dari Culture Leader
(CL), Culture Accelerator (CAR), Culture Agent (CA), dan Culture Agent Koordinator (CAK) memastikan keberhasilan program
culture yang mendorong behaviour untuk menciptakan values dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.
Tugas dan tanggung jawab Culture Squad antara lain:
1. Culture Leader
y Menetapkan strategi pencapaian kinerja sesuai dengan isu perilaku dan menjadi role model (memotivasi dan
mengembangkan CA) yang mendukung implementasi Culture Activation Program (CAP) dan agenda budaya kerja
lainnya;
y Bertanggung jawab dan memastikan CA/CAK terpilih di unit kerja sesuai dengan kriteria;
18 y Mengkoordinasi dan mendukung CA/CAK dalam mengimplementasikan program culture untuk membentuk
perubahan perilaku yang mendukung kinerja;
y Memonitor dan mengevaluasi keberhasilan program culture di unit kerjanya; dan
y Mendukung dan memastikan seluruh Insan BRILiaN terlibat aktif dalam kegiatan program culture.
2. Culture Accelerator
y Sebagai role model yang mendukung dan mengawal internalisasi culture untuk membentuk perubahan perilaku
dalam pencapaian kinerja;
y Sebagai fasilitator komunikasi antara CAK/CA dengan CL serta menginisiasi dan mengawal kolaborasi antar fungsi;
y Bertanggung jawab terhadap pemilihan dan penunjukkan CA/CAK di unit kerja; dan
y Mendukung, memonitor, dan mengevaluasi keberhasilan program culture serta memastikan keterlibatan Insan
BRILiaN.
3. Culture Agent / Culture Agent Koordinator
y Menginisiasi penyusunan program culture yang mendukung pencapaian kinerja unit kerja;
y Berperan aktif dalam menyosialisasikan dan memastikan pemahaman dan pelaksanaan program culture oleh Insan
BRILiaN di unit kerja;
y Mengimplementasikan dan memonitor tingkat keberhasilan program culture di Unit Kerja;
y Berkoordinasi dengan CL, CAR, dan CAK dalam mengimplementasikan program culture di unit kerja; dan
y Menjadi Duta BRILiaN Ways bagi seluruh pekerja di unit kerja untuk mengimplementasikan dari 8 (delapan)
Panduan Perilaku BRILiaN Ways.
Page 19
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Strategi Keberlanjutan Kami [A.1] [2-24]
Corporate Strategy
Pilar Strategi ESG
Scale up &
Strengthen Scope up Sustain
“The Most Valuable Banking Group
in Southeast Asia and Champion of LINGKUNGAN SOSIAL TATA KELOLA
Financial Inclusion”
Meliputi penilaian efektivitas Meliputi seluruh kegiatan Mencakup seluruh kegiatan
19 kegiatan BRI dalam BRI yang berkaitan dengan pengelolaan BRI seperti tata
memberikan dampak hubungan perusahaan dengan kelola produk, tata kelola
terhadap lingkungan baik pekerja, sesama pekerja, perusahaan, etika bisnis
secara langsung maupun tidak kondisi lingkungan kerja, hingga pengelolaan sistem
Sustainability Strategy langsung. dan posisi sosial BRI untuk informasi/cyber security untuk
lingkungan di sekitarnya. mewujudkan keuangan
berkelanjutan dan corporate
Leader in Regional Global finance yang baik.
Indonesia Ambition Excounter
Menerapkan strategi Memberdayakan Mempertahankan tata kelola
perubahan iklim masyarakat perusahaan yang baik
ESG VISION y Pengembangan Strategi y Inklusi Keuangan dan y Produk dan Strategi
Risiko Iklim Pengutamaan Pelanggan Keuangan Berkelanjutan
“World Class Sustainable Banking y Manajemen Emisi Karbon y Hak Asasi Manusia dan y Tata Kelola Kepatuhan
Group focusing on Environment, pada Aktivistas Operasional Tanggung Jawab Sosial Keuangan Berkelanjutan
Social, and Governance dimensions” y Perbankan Hijau sebagai y Perencanaan Strategi y Tata Kelola Pemangku
Bagian dari Strategi Pekerja Kepentingan
Dekarbonisasi y Manajemen Risiko dan
Pengendalian
BRI telah menetapkan Aspirasi Keberlanjutan untuk mencapai World Class Sustainable Banking Group yang sejalan dengan
Aspirasi BRIVOLUTION 2.0 menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion”.
Sesuai dengan Surat Edaran Direksi tentang Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan, berikut adalah 3 (tiga) pilar strategi ESG
yang menjadi fokus implementasi strategi keberlanjutan BRI. [A.1] [2-24] [3-3]
Page 20
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Strategi Keberlanjutan Kami
Journey Keberlanjutan BRI
2023
2022
2021 y Menyalurkan kredit ke Kategori
y Membentuk ESG Division
2018 - 2020 y Menyempurnakan Sustainability
Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB),
baik sektor UMKM maupun Kegiatan
Strategy
2015 - 2017 y Zero Cyber Security Breach Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
y Mendirikan Ekosistem Ultra
Mikro
y Pencapaian ESG Rating: S&P Global y Menerbitkan Green Bond senilai Rp 6
CSA, 63; Sustainalytics, Low Risk;
MSCI, Rating A Triliun
y Bergabung ke dalam Inisiatif y Membentuk Komite ESG
Keuangan Berkelanjutan y Masuk ke dalam Sustainability y Berkomitmen kepada Science-Based
y Menerbitkan Kebijakan y Membentuk ESG Desk Yearbook Member 2022 oleh S&P
Indonesia (IKBI) Global Target Initiatives (SBTi) berkaitan
Keberlanjutan BRI
y Menerbitkan Rencana Aksi y Merupakan Konstituen y Menyalurkan kredit ke Kategori dengan target penurunan emisi gas
20 Kegiatan Usaha Berkelanjutan
y Menerbitkan Kebijakan Kredit Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Indonesia ESG Leader Index (KKUB), baik sektor UMKM maupun rumah kaca
Berkelanjutan untuk Nasabah periode tahun 2019 – 2023 (ESGL Index) Kegiatan Usaha Berwawasan
Sektor Kelapa Sawit Lingkungan (KUBL) y Menentukan baseline year dalam upaya
y Menerbitkan Sustainability Bond y Pengesahan Kebijakan Berperilaku penurunan emisi gas rumah kaca
y Bergabung dengan First Movers senilai USD500 juta Saling Menghormati di Tempat Kerja
perusahaan yaitu tahun 2022
pada Perbankan Berkelanjutan y Peningkatan skor dalam Employee
y Melakukan Perhitungan Emisi Engagement Survey y Menentukan Net Zero Emission Targets
Gas Rumah Kaca (GRK) y Bergabung ke dalam inisiatif di tahun 2050
Partnership for Carbon Accounting
Financials (PCAF) y Menerbitkan Laporan Task Force on
y Melakukan Penghitungan Emisi Gas Climate-Related Financial Disclosures
Rumah Kaca: Financed Emission
(TCFD)
y Menerbitkan Green Bond senilai Rp
5 Triliun
y Melakukan instalasi panel surya di unit
y Menerbitkan Sustainability-Linked kerja BRI
Loans senilai USD 1 miliar
y Menerbitkan Kebijakan Pembiayaan y Bergabung ke dalam United Nations
ke Sub-Sektor Spesifik: Pulp and
Paper Global Compact (UNGC)
y Melakukan pelaporan Taksonomi y Menerbitkan kebijakan Hak Asasi
Hijau Indonesia
Manusia (HAM)
y Melaksanakan Program BRI
Menanam
y Menerbitkan kebijakan terkait Prinsip-
y Meresmikan Gedung “Menara Brilian”
yang Berkonsep “Green & Smart Prinsip Hak Asasi Manusia dalam
Building” Ketenagakerjaan
y Menggunakan kendaraan listrik
untuk kegiatan operasional
y Melaksanakan program Zero Waste
to Landfill
Page 21
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
BRI menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/ y Mengomunikasikan RAKB kepada para Pemegang Saham dan seluruh struktur organisasi yang ada di bank;
POJK.03/2017 untuk menerapkan keuangan berkelanjutan (sustainable finance/SF). Implementasi RAKB memperhatikan y Mengawasi satuan kerja yang melaksanakan kebijakan dan prosedur Keuangan Berkelanjutan secara terpisah dari
aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Kegiatan dalam RAKB melibatkan pembiayaan berwawasan satuan kerja yang mengawasi penerapannya;
lingkungan, program BRI Peduli, dan praktik operasional yang ramah lingkungan. [FS1] y Membentuk satuan kerja khusus di kantor pusat yang bertanggung jawab terhadap penerapan Keuangan
Berkelanjutan di bank;
RAKB BRI disusun melalui rapat perencanaan dengan unit kerja terkait dan mendapatkan persetujuan dari Direktur dan y Mengawasi kepatuhan satuan kerja dalam menerapkan Keuangan Berkelanjutan;
Komisaris. RAKB terbagi menjadi RAKB Jangka Panjang 5 tahun (2018-2023) dan RAKB Jangka Pendek 1 tahun (2023). BRI y Mengawasi Unit Bisnis dan Unit Kerja Operasional agar menunjuk pejabat untuk bertanggung jawab terhadap
secara rutin menyampaikan dan melaporkan pencapaian RAKB kepada OJK setiap tahun. penerapan Keuangan Berkelanjutan di unit kerjanya;
y Mengawasi kebijakan dan prosedur keuangan berkelanjutan agar sejalan dengan perubahan dan pengembangan
Proses penyusunan RAKB diawasi oleh Direktur Kepatuhan dan disusun oleh Komite ESG yang melibatkan Direktur produk, jasa, dan teknologi bank yang disesuaikan dengan perkembangan Keuangan Berkelanjutan;
Manajemen Risiko, Direktur Keuangan, SEVP Change Management & Transformation Office, Direktur Kepatuhan, dan ESG y Mengawasi program pengembangan kapasitas internal yang berkaitan dengan Keuangan Berkelanjutan secara
Division sebagai sekretaris komite. Tim Penunjang yang terdiri dari Divisi Change Management, Investor Relation, Planning, berkala; serta
Budgeting & Performance Management, Corporate Secretary, Micro Business Development, dan Project Management y Mengelola, melakukan telaah berkala, dan meninjau efektivitas proses manajemen risiko sebagai tugas, tanggung
21 Office turut mendukung proses ini. [E.1] jawab, dan wewenang Direksi terkait dengan penerapan Keuangan Berkelanjutan.
Peran tata kelola tertinggi terhadap implementasi keuangan berkelanjutan dijelaskan sebagai berikut: [E.1]
1. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk secara aktif melakukan pengawasan terhadap
Keuangan Berkelanjutan yang mengacu pada Anggaran Dasar Bank serta peraturan perundang-undangan lainnya,
seperti:
y Memberikan persetujuan atas kebijakan Keuangan Berkelanjutan yang merupakan salah satu kebijakan spesifik
bank;
y Memberikan persetujuan terhadap Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB);
y Memberikan persetujuan mengenai Laporan Keberlanjutan; dan
y Melakukan pengawasan atas pelaksanaan tanggung jawab pihak Direksi terhadap penerapan Keuangan
Berkelanjutan.
2. Direksi
Direksi memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk menerapkan program Keuangan Berkelanjutan yang
mengacu pada Anggaran Dasar Bank serta peraturan perundang-undangan, antara lain:
y Menyusun dan mengusulkan rancangan kebijakan Keuangan Berkelanjutan beserta perubahannya kepada Dewan
Komisaris;
y Menyusun dan mengusulkan RAKB kepada pihak Dewan Komisaris;
y Menyusun dan mengusulkan Laporan Keberlanjutan kepada Dewan Komisaris;
Page 22
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
Berikut adalah program dan aktivitas prioritas berdasarkan RAKB yang telah BRI laksanakan selama tahun 2023 beserta pencapaiannya. [F.25]
Uraian Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pencapaian
Akuisisi nasabah baru yang selaras dengan BRI meningkatkan fokus bisnis menjadi mengutamakan nasabah yang selaras dengan inisiatif ESG. Telah dilakukan akuisisi terhadap nasabah yang selaras dengan inisiatif keberlanjutan.
inisiatif ESG Akuisisi tersebut akan dilakukan baik dari sisi simpanan, pinjaman (cash loan/non-cash loan), akuisisi
trade finance dan value chain dari nasabah potensial.
Pembiayaan sindikasi berbasis green Peningkatan persentase pertumbuhan aset berkelanjutan melalui skema pembiayaan sindikasi yang Terdapat pembiayaan sindikasi berbasis green financing kepada 4 debitur.
financing mengedepankan prinsip ESG, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan
lingkungan.
Funding plan non-DPK Penerbitan instrumen non-DPK dalam mata uang Rupiah dan valuta asing (valas). Penerbitan efek Long Term Notes (LTN) sedang menunggu tanggapan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia
(KSEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mengintegrasikan TCFD ke dalam Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) merupakan standar global yang 1. Laporan TCFD BRI dapat diunduh melalui website BRI melalui tautan: https://www.ir-bri.com/esg/tcfd.html.
manajemen risiko digunakan oleh perusahaan untuk mengungkapkan risiko dan peluang terkait isu perubahan iklim. 2. Publikasi laporan implementasi ESG telah tersedia pada website, yang dapat digunakan oleh lembaga
22 Laporan TCFD juga menjadi dasar yang dapat digunakan investor dalam menilai kinerja ESG BRI. pemeringkat dalam menilai ESG rating.
BRI Green Network Penerapan prinsip ESG bertujuan untuk mempersiapkan unit kerja BRI dalam mendukung agenda Telah tersedia parkir dan ramp difabel, counter khusus lansia, solar panel, dan kendaraan listrik di beberapa unit
keberlanjutan BRI dengan menerapkan inisiatif ESG yang ditargetkan untuk meningkatkan nilai kerja BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.
perusahaan.
BRI Menanam Penanaman pohon produktif secara bertahap yang memiliki manfaat dan mampu mewujudkan Selama tahun 2023, BRI telah menanam 233.700 pohon, sehingga sepanjang program BRI Menanam total
kemandirian serta mengoptimalkan potensi komoditas unggulan Desa BRILiaN. pohon yang ditanam BRI mencapai 904.196 pohon. Penanaman tersebut tersebar di 2.593 Desa BRILiaN.
Waste Management Tata ulang pengelolaan sampah yang dihasilkan dari aktivitas operasional di area Kantor Pusat BRI Telah dilaksanakan proses pengadaan vendor waste management di Menara BRILiaN dan Gedung Teknologi
yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat mendukung strategi Zero Waste to Landfill. Informasi (GTI) Ragunan.
Implementasi BRI Green Campaign Program kegiatan Green Campaign, Social, & Governance merupakan dukungan untuk mewujudkan 1. Terdapat tren penurunan volume sampah di area kantor pusat dalam beberapa bulan terakhir (mendukung
Corporate Sustainability BRI. Inisiatif ini dilaksanakan oleh ESG Division bekerja sama dengan partner aspek lingkungan).
untuk memperkuat internalisasi terhadap prinsip-prinsip ESG. 2. Telah dilakukan pendidikan terkait ESG kepada Insan BRILiaN (dalam mendukung aspek sosial)
3. Terdapat peningkatan penggunaan knowledge management oleh pekerja (dalam mendukung aspek
governance)
Deploy next-gen data & analytics in Human Pengembangan people analytics dengan ruang lingkup framework dan standard people analytics dan Telah terbentuk dashboard yang dapat diakses oleh Human Capital (HC) untuk dapat melakukan self service
Capital for prioritized uses cases use case people analytics. analytics dan pengembangan beberapa use case terkait HC.
ESG dalam pengelolaan Human Capital BRI Penyusunan kebijakan, deklarasi, dan implementasi pengelolaan Human Capital yang berorientasi 1. Telah diterbitkan Surat Direksi No. 642- DIR/HCS/03/2023 tanggal 31 Maret 2023 perihal Prinsip-Prinsip Hak
pada penerapan prinsip ESG, di antaranya melalui Human Right Policy, Diversity Right Policy, dan Asasi Manusia dalam Ketenagakerjaan.
Diversity Program. 2. Telah dilakukan Webinar perihal Respectful Workplace Policy (RWP) pada 7 Juni 2023.
3. Telah disampaikan data Hasil Rekapitulasi Self Assessment HAM Pekerja pada tanggal 31 Juli 2023.
Pengembangan Sabrina 3.0 Menghadirkan layanan Contact BRI dalam bentuk chatbox yang kaya ragam informasi/menu sebagai Telah dilakukan peluncuran layanan Sabrina 3.0.
sarana komunikasi bagi nasabah untuk memperoleh informasi dasar perihal produk dan layanan BRI.
Page 23
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan
Uraian Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pencapaian
Adaptasi ISO 26000 framework (7 Cores ISO 26000 adalah standar pedoman internasional untuk tanggung jawab sosial yang mengartikan Adaptasi framework ISO 26000 telah terlaksana.
Subject) tanggung jawab sosial sebagai tanggung jawab suatu organisasi terhadap dampak keputusan dan
aktivitasnya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Aplikasi BRI Product Management Aplikasi BRI Product Management merupakan tools yang dirancang untuk memperkuat monitoring, BRI Product Management telah terlaksana.
optimalisasi tata kelola, dan produktivitas kinerja produk BRI.
Integrated Corporate Solution Platform Qlola merupakan portal utama yang menggabungkan keseluruhan aplikasi segmen korporasi Pengembangan fitur pada platform QLola di tahun 2023, di antaranya:
(Qlola) termasuk yang bermanfaat untuk nasabah segmen korporasi. 1. Peningkatan fitur advanced financial dashboard nasabah.
2. Peningkatan fitur limit management pinjaman.
3. Pengembangan integrasi ekosistem PARI Korporasi.
4. Pengembangan integrasi report dan notification supply chain.
5. Enhancement fitur BG Monitoring
6. Pengembangan QLola ID
7. Integrasi ke QLola Cash Management
23 8. QLola (Unit Kerja Luar Negeri) UKLN Singapura & Timor Leste.
Memperkuat ESG Governance BRI Group Meningkatkan ESG Governance di BRI Group melalui rekomendasi ESG Framework yang dapat Framework ESG Governance Bank Raya telah tersedia (Surat Bank Raya No.B.143/ERM/EPM/09/2023 tanggal
diaplikasikan ke Perusahaan Anak. 25 September 2023).
Database AML CFT Terintegrasi (Watchlist) Tools yang berisi database watchlist AML CFT yang dapat digunakan sebagai sarana screening calon Database AML CFT Terintegrasi:
nasabah, nasabah Walk in Customer (WIC), dan beneficial owner pada aktivitas pembukaan rekening 1. Pengembangan dalam rangka pemanfaatan Database Watchlist pada platform kustodian.
dan transaksi nasabah. Tools ini dapat digunakan oleh BRI dan anak perusahaan. 2. Pengembangan dalam rangka pemanfaatan Database Watchlist pada platform pembukaan rekening Bank
Raya.
3. Pengembangan dalam rangka pemanfaatan Database Watchlist pada platform SenyuM.
4. UAT Microservice International Watchlist dinyatakan lulus.
Data security initiatives Melakukan upaya peningkatan pengamanan data untuk mencegah kebocoran data di BRI. Salah 1. Proses aanwijzing sedang berlangsung untuk pengadaan komponen data masking & tokenization.
satunya melalui kegiatan implementasi Data Loss Prevention (DLP) dan pembatasan akses data BRI. 2. Proses pengadaan dengan Divisi PLO sedang berlangsung untuk komponen Data Destruction.
Tantangan dan Peluang dalam Inisiatif Keuangan Berkelanjutan [E.5] [2-12] [2-16]
Dalam implementasi Keuangan Berkelanjutan, tantangan yang muncul dapat berasal dari internal maupun eksternal. Untuk merespons tantangan internal, BRI meningkatkan pelatihan secara konsisten dan terstruktur dalam berbagai topik keberlanjutan.
Pelatihan dilakukan di berbagai tingkatan, termasuk kantor pusat, kantor wilayah, kantor cabang, dan unit kerja lainnya.
Sementara itu, tantangan eksternal melibatkan berbagai aspek, termasuk regulasi terkait Keuangan Berkelanjutan yang dapat mempengaruhi pasar. Kemajuan dalam teknologi digitalisasi juga menjadi tuntutan bagi sektor perbankan. Sementara
itu, terbatasnya panduan dan informasi yang jelas pada setiap industri yang terkait dengan Keuangan Berkelanjutan juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. Dalam merespons tantangan eksternal, BRI menerapkan manajemen risiko dan
mengidentifikasi potensi risiko dari faktor-faktor eksternal tersebut. [FS6]
Page 24
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Ikhtisar Bisnis dan ESG
Aspek Ekonomi [B.1]
Kinerja Ekonomi [2-6] [3-3] [201-2] [201-4] [C.6] Kinerja Saham
Sebagai perusahaan publik BRI secara jelas dan terbuka mengumumkan kondisi keuangan dan nonkeuangan
Kapitalisasi pasar Kinerja Saham BRI vs IHSG sejak IPO
perusahaannya kepada publik serta menyusun laporan yang diperlukan untuk diserahkan kepada regulator sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Informasi tentang kondisi keuangan dan nonkeuangan, termasuk perbandingan antara target dan
pencapaian dalam portofolio, target pembiayaan, dan investasi perusahaan dapat diakses secara lengkap melalui Laporan Rp 867,7 Triliun BBRI
IHSG
Tahunan BRI 2023. [3-3] [201-2] [201-4]
2023
Sepanjang tahun 2023, BRI melakukan optimalisasi manajemen jaringan kantor melalui pembukaan, penggabungan, dan
perubahan status jaringan kantor sehingga mengubah jumlah unit kerja operasional BRI dari 8.209 di tahun 2022 menjadi
7.755 di tahun 2023. Keputusan ini dipertimbangkan dengan memperhatikan dinamika faktor internal dan eksternal Pertumbuhan harga saham
24
15,9%
yang relevan terhadap bisnis perusahaan. Selain itu, tidak terdapat perubahan signifikan yang mempengaruhi bisnis dan
operasional BRI. [2-6] [C.6]
year-on-year
Pada tahun 2023, BRI masih mendapatkan insentif penurunan tarif pajak sebesar 3% dari Pemerintah Indonesia sesuai
2023
dengan ketentuan Undang-Undang No. 2 Tahun 2020 dan tidak mencatat adanya pemasukan yang berasal dari peluang
atau dampak finansial karena perubahan iklim. [3-3] [201-2] [201-4]
Distribusi Manfaat
43,5 10,81
Kinerja Finansial Bank Pembayaran Pembayaran
dividen Rp Triliun pajak Rp Triliun
85% dari laba bersih tahun 2022
2023 * terdiri dari PPh Badan yang
2023
189,65
dibayarkan kepada Pemerintah
Pendapatan
operasional Rp Triliun
Sustainable Financing Activities Sustainable Funding Activities
* angka bank only
2023
Sustainable Lending ESG-based Corporate ESG-based Wholesale
Bond Investment Funding
Laba
sebelum pajak Rp 67,07 Triliun
Laba bersih
bank Rp 53,15 Triliun
Rp 772,74 Triliun Rp 4,54 Triliun Rp 39,60 Triliun
2023 * angka bank only
2023
* angka bank only
2023 2023 2023
Page 25
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Ikhtisar Bisnis dan ESG
Aspek Tata Kelola [B.3] Aspek Sosial [B.3] [F.28] [F.30] Aspek Lingkungan [B.2]
y Bergabung dalam United Nations Global Compact Inklusi Keuangan
Kepemilikan Rekening
73,00% 73,10%
Penggunaan produk, layanan, dan kepemilikan BPJS
87,30% 88,20% 89,10%
Emisi scope 1
(ton CO2e) 130.529
67,30% 70,20% 67,80%
84,00% 84,80% 2023
61,20% 79,40%
y Lembaga keuangan pertama di Indonesia yang
mengajukan commitment letter ke SBTi
2022
Total
2023 2022 2023
Pedesaan
2022 2023
Perkotaan
2022
Total
2023 2022
Pedesaan
2023 2022
Perkotaan
2023 Emisi scope 2
(ton CO2e) 355.742
y Berdasarkan riset BRI Institute 2023
y BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) adalah lembaga pemerintah yang berwenang dan didirikan untuk menyelenggarakan program jaminan sosial
2023
y Top 3 Public Listed Companies di Indonesia dan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
ASEAN Asset Class dalam ASEAN Corporate
25 Governance Scorecard (ACGS)
10.434.550
Jumlah nasabah kredit di segmen Jumlah nasabah simpanan di Emisi scope 3
mikro dan ultra mikro segmen mikro dan ultra mikro Tingkat kepuasan -financed emissions
(termasuk Pegadaian dan PNM) (termasuk Pegadaian dan PNM) nasabah (ton CO2e)
51,66 163,76 84,66%
2023
y Corporate Governance Perception Index Juta Juta
2023 2023 2023
y Total limbah yang didaur ulang sebesar 591.203 kg
Tingkat penyelesaian keluhan Keterikatan pekerja Tingkat Pengunduran Diri
95,21
setara dengan penghindaran emisi 441.817 kgCO2e
nasabah (dalam skala 4) Karyawan
2023 99,56% 3,49 1,01% y BRI Menanam telah menyalurkan 904.196 bibit
pohon dan menjangkau 2.593 Desa yang tersebar
di seluruh Indonesia dengan potensi penyerapan
2023 2023 2023 karbon sebesar 780.606 kgCO2e
Skor meningkat dari tahun
sebelumnya dengan kategori
Most Trusted. y Dalam rangka inisiatif Green Network, BRI
Community Development mengoperasikan 150 unit motor listrik dan 118 unit
Nilai Social Return on Investment (SROI) Program TJSL mobil listrik.
y Bank Sampah Saguling: 9,42 y Mobil Penunjang Pendidikan Sekolah Luar Biasa: 2,97
y Panel surya yang terpasang di 93 unit kerja.
y Ini Sekolahku: 7,93 y Desa BRILiaN: 2,82
y Sortir Lemon: 6,88 y Lapak Pasar Manis: 2,77
y Rumah Produksi Jeruk: 3,71 y Bersih-Bersih Kali: 2,52
*) Nilai SROI merupakan return (dalam rupiah) yang dihasilkan dari setiap 1 rupiah dana yang diinvestasikan melalui program TJSL. Program-program BRI menghasilkan
dampak di atas 1, yang berarti memberikan dampak positif bagi penerima manfaat.
Page 26
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Lebih dari Sekadar Profit: Menciptakan Nilai Bersama dan Berkontribusi pada SDGs melalui BRIVOLUTION 2.0
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan paradigma global di mana perusahaan tidak lagi berfokus hanya pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi Penciptaan Nilai Ekonomi: Mendorong
juga mengangkat misi penting untuk menciptakan nilai sosial bagi masyarakat dan lingkungan (creating shared value). Mengingat peran penting BRI sebagai Keberlanjutan melalui Produk dan Layanan yang
salah satu lembaga keuangan di Indonesia yang fokus melayani nasabah di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI telah merumuskan strategi Inovatif
perusahaan, yaitu BRIVOLUTION 2.0, dengan visi menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion”.
Visi BRIVOLUTION 2.0 tersebut mengimplikasikan dua hal. Pertama, bahwa BRI tetap fokus dalam menjaga pertumbuhan kinerja keuangan sehingga senantiasa Upaya BRI untuk menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan diwujudkan
mampu memberikan nilai ekonomi kepada para pemangku kepentingan—pemerintah dan pemilik saham—yang diwujudkan melalui visi “The Most Valuable melalui penawaran produk dan layanan yang inovatif serta mampu menjawab
Banking Group in Southeast Asia”. Kedua, bahwa melalui kegiatan bisnis dan operasionalnya, BRI juga fokus untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat kebutuhan nasabah. BRI memperluas definisi dari penciptaan nilai ekonomi
dan lingkungan sekitar yang diwujudkan melalui visi “Champion of Financial Inclusion.” yang diperoleh dari berbagai aktivitas bisnis dengan mempertimbangkan
kontribusinya terhadap SDGs. Aktivitas-aktivitas yang dimaksud, antara lain:
Usaha BRI dalam menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial ini pada akhirnya mampu untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan y Penyaluran kredit yang berfokus pada kegiatan UMKM dan kegiatan usaha
Berkelanjutan (SDGs). [2-22] yang berwawasan lingkungan;
y Strategi pendanaan yang berfokus pada aspek sosial dan lingkungan, seperti
penerbitan Sustainability Bond, Green Bond, dan Sustainability-Linked Loans;
y Produk simpanan yang sesuai kebutuhan nasabah seperti Tabungan BRI
26 BritAma dan Tabungan BRI Simpedes;
The Most Valuable Banking Group in y Penggunaan BRImo sebagai aplikasi perbankan terpadu yang dapat
Champion of Financial Inclusion
Southeast Asia memudahkan nasabah mengakses layanan perbankan secara daring,
kapan pun dan di mana pun; dan
Penciptaan Nilai Ekonomi Penciptaan Nilai Sosial y Agen BRILink, yakni layanan perbankan yang berkolaborasi dengan
nasabah untuk menjangkau masyarakat mendapatkan akses layanan
keuangan.
Mendorong Keberlanjutan melalui Produk dan Memberdayakan Masyarakat dan Melestarikan Bumi
Layanan yang Inovatif
Aktivitas tersebut di atas, selain menjadi sumber pendapatan dan penciptaan
nilai ekonomi bagi BRI, juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan
SDG's Linked-Revenue Kredit Berkelanjutan Inklusi dan Literasi Hubungan dengan Pembangunan Berkelanjutan.
Keuangan Masyarakat
Pengelolaan Sumber Daya Pengelolaan Emisi dan
Kontribusi Ekonomi Langsung Pendanaan Berkelanjutan
Manusia dan Hak Asasi Manusia Perubahan Iklim
Mempertahankan Tata Kelola yang Baik
Tata Kelola yang Bertanggung Jawab Keamanan dan Privasi Data
Page 27
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Lebih dari Sekadar Profit: Menciptakan Nilai Bersama dan Berkontribusi pada SDGs melalui BRIVOLUTION 2.0
Sustainable Financing Activities di Tahun 2023 SDGs Linked-revenue di Tahun 2023
UMKM Rp690,43 T 11,81%
Pengelolaan Sumber Daya Alam 48,99% Tujuan 8
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Tujuan 2
Hayati & Penggunaan Lahan
Berkelanjutan
Rp52,82 T Tanpa Kelaparan
Transportasi Ramah Lingkungan Rp11,24 T Tanpa Kemiskinan Tujuan 1 1,68%
Eco-efficient Product Rp7,50 T Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan Tujuan 11 1,49%
Industri, Inovasi, dan infrastruktur Tujuan 9 1,11%
Energi Terbarukan Rp6,02 T
Ekosistem Lautan Tujuan 14 0,75%
ESG-based Bond Investment Rp4,54 T Kehidupan Sehat dan Sejahtera Tujuan 3 0,37%
Bangunan Berwawasan Lingkungan Rp2,04 T Energi Bersih dan Terjangkau Tujuan 7 0,36%
Kegiatan Usaha Berwawasan
Rp1,93 T Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab Tujuan 12 0,20%
Lingkungan Lainnya
Pendidikan Berkualitas Tujuan 4 0,06%
Pencegahan & Pengendalian Polusi Rp0,55 T
Berkurangnya Kesenjangan Tujuan 10 0,05%
Konservasi Keanekaragaman
Hayati Darat dan Air Rp0,23 T Ekosistem Darat Tujuan 12 0,01%
27
Pengolahan Air dan Limbah
Rp0,003 T Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Tujuan 17 0,00002%
Berkelanjutan
Total SDGS Linked-revenue
Total Sustainable
(Berdasarkan Interest income dan Fee based income) 66,92%
Financing Rp 777,28 Triliun (67,11% Total Portoflio Kredit dan Investasi Obligasi Korporasi BRI)
Activities Kontribusi Ekonomi Langsung pada Tahun 2023
Rp 22,23 Triliun
ESG-based Wholesale Funding Tahun 2023 Rp 34,04 Triliun Pembayaran Dividen
Kontribusi Langsung kepada Pemerintah
Rp 10,81 Triliun
Indonesia Melalui Pembayaran Dividen
Sustainabillity-Linked Loan Rp12,32 T dan Pajak di tahun 2023
Pajak
Obligasi Berwawasan Lingkungan Rp8,50 T
Sustainabillity Bond Rp7,70 T
Pada tahun anggaran 2023, BRI telah memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam bentuk pembayaran pajak dan
Surat Berharga Berbasis Inklusif Rp5,61 T dividen sebesar Rp34,04 triliun. Melalui pemenuhan kewajiban fiskal, BRI berpartisipasi aktif dalam memperkuat landasan
Repo Berbasis ESG Rp5,45 T
keuangan negara, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Kontribusi finansial ini merupakan bukti komitmen BRI untuk menjadi warga korporasi yang bertanggung jawab dan mitra
utama pemerintah dalam memajukan perekonomian Indonesia.
ESG-based
Wholesale Rp 39,60 Triliun (57,93% dari Total Wholesale Funding)
Funding Secara umum, kontribusi BRI dalam menciptakan nilai ekonomi memiliki dampak yang paling signifikan pada Sustainable
Development Goals (SDGs) 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kontribusi ini sejalan dengan hasil
pencapaian SDGs Indonesia. Salah satu indikator pencapaian SDGs 8 adalah jumlah orang dewasa yang memiliki rekening
di bank atau lembaga keuangan lainnya. Sejauh ini, pencapaian Indonesia dinilai telah menunjukkan peningkatan dengan
tingkat moderat (laporan dapat diakses di https://dashboards.sdgindex.org/profiles/indonesia).
Page 28
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Lebih dari Sekadar Profit: Menciptakan Nilai Bersama dan Berkontribusi pada SDGs melalui BRIVOLUTION 2.0
Penciptaan Nilai Sosial: Memberdayakan Masyarakat dan Melestarikan Bumi
Seperti halnya dinyatakan dalam BRIVOLUTION 2.0, penciptaan nilai sosial merupakan salah satu tujuan besar BRI demi Pilar Hubungan dengan Masyarakat
mencapai visi menjadi “Champion of Financial Inclusion.” Dalam upaya penciptaan social value, BRI berpegang pada 4
(empat) pilar yang terdiri dari Inklusi Keuangan dan Literasi Keuangan, Hubungan kepada Masyarakat, Pengelolaan Sumber BRI menyadari bahwa sebagai perusahaan, BRI memiliki kewajiban untuk memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar
Daya Manusia dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia, serta Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca dan Manajemen Perubahan dalam bentuk kolaborasi, baik dengan nasabah, desa binaan, maupun komunitas. Membina hubungan yang kuat dapat
Iklim. meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang selaras dengan semangat SDGs.
Pilar Inklusi dan Literasi Keuangan Seluruh inisiatif terkait hubungan dengan masyarakat dipelajari dalam Bab “Masyarakat di Sekitar Kami”.
Memperkokoh komitmen dalam meningkatkan inklusi keuangan dan literasi keuangan, BRI turut andil menyediakan Program Hasil Kaitan dengan SDGs
produk dan layanan perbankan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Program BRI Peduli TJSL Pilar Sosial: Kontribusi terhadap komunitas lokal
- Ini Sekolahku senilai:
Informasi lengkap mengenai inklusi dan literasi keuangan dapat dilihat dalam Bab “Masyarakat di Sekitar Kami”. - Fellowship Journalist Scholarship Rp236 miliar
- BRI Peduli Apresiasi Dana Pendidikan
28 Beasiswa Anak-Anak Berprestasi
Program Hasil Kaitan dengan SDGs
- Tanggap Darurat Bencana
Aksesibilitas perbankan yang luas 7.775 Unit Kerja - BRI Peduli Pemberdayaan Kelompok
686.128 E-Channels (ATM dan CRM) Perempuan
740.818 Agen BRILink - BRI Bertani di Kota (BRInita)
++31 Juta Pengguna BRImo
Program BRI Peduli TJSL Pilar Ekonomi: Kontribusi dalam meningkatkan
Produk pinjaman, tabungan, dan asuransi 36,9 juta debitur UMKM • BRI Peduli Desa BRILiaN - UMKM Unggul pertumbuhan ekonomi komunitas
yang terjangkau 173 juta rekening mikro • Bantuan Sertifikasi Halal dan Pelatihan senilai:
32,3 juta polis asuransi AMKKM Digitalisasi Marketing UMKM Rp21 miliar
• Bantuan Sarana & Prasarana Kelompok
Program pemberdayaan masyarakat yang Tani
mewujudkan kawasan pedesaan yang • Pelatihan Rumah BUMN
mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan
serta solusi finansial bagi ekosistem Program BRI Peduli TJSL Pilar Lingkungan: Kontribusi dalam pelestarian alam
komoditas • Program Bersih-Bersih Kali dan lingkungan senilai:
• BRI Menanam Grow & Green Rp342 miliar
• Jaga Sungai Jaga Kehidupan
Pelindungan Kesehatan Finansial Nasabah y Penyaluran kredit yang • Bantuan Pengadaan Sarana dan Prasarana
bertanggung jawab Bank Sampah
y Kebijakan Pemasaran yang • Bantuan Transplantasi Terumbu Karang
Bertanggung Jawab BRI Menanam • Penanaman 904.196 bibit pohon.
y Penyuluh Digital • Berpotensi menyerap karbon
sebesar 780.606 kgCO2e
Page 29
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Lebih dari Sekadar Profit: Menciptakan Nilai Bersama dan Berkontribusi pada SDGs melalui BRIVOLUTION 2.0
Pilar Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Hak Asasi Manusia Pilar Pengelolaan Emisi dan Perubahan Iklim
Dalam mengelola sumber daya manusia, BRI menjunjung tinggi pemenuhan Hak Asasi Manusia dengan memupuk budaya BRI melakukan pengelolaan emisi gas rumah kaca, serta melakukan upaya menghadapi perubahan iklim, sebagai bentuk
kerja yang mengedepankan sikap saling menghormati, bebas dari diskriminasi, pengucilan atau pembatasan, perundungan pelaksanaan usaha yang bertanggung jawab serta berwawasan lingkungan.
dan pelecehan serta berbagai bentuk kekerasan lainnya baik mental maupun fisik dalam rangka menciptakan lingkungan
kerja yang inklusif, kondusif dan produktif untuk mendorong keberlanjutan Perusahaan dan menjunjung tinggi Hak Asasi Informasi lengkap dapat dirujuk melalui Bab “Pengelolaan Emisi dan Perubahan Iklim”.
Manusia (HAM).
Program Hasil Kaitan dengan SDGs
Rujukan mengenai inisiatif-inisiatif di bawah pilar ini dapat dibaca pada Bab “Pekerja Kami”. Penyaluran Kredit ke Sektor Kegiatan Total Rp82,32 triliun
Usaha Berwawasan Lingkungan Catatan: Penyaluran KUBL (Sektor Hijau)
Program Hasil Kaitan dengan SDGs (KUBL) per-kategori dapat dilihat pada halaman 70.
y Keterwakilan Perempuan y Mendorong dan mewadahi potensi
y Kesetaraan kesempatan dan hak perempuan.
bagi seluruh pekerja y Mendukung pencapaian target
Kementerian BUMN yaitu 25% pemimpin
perempuan di posisi kepemimpinan
29 y Komposisi pemimpin perempuan sebesar
23,08%
y Gender Pay Gap BRI 2%, vs Global average: Penerbitan Bond yang mendukung Green Bond
17% sustainability 2022: Rp5 triliun
y Jumlah pekerja disabilitas sebanyak 60 2023: Rp6 triliun
orang di mana 25 orang di antaranya
adalah perempuan. Sustainability Bond
Penerbitan Respectful Workplace Policy Menyediakan lingkungan kerja yang saling 2023: Rp7,7 T
menghormati, bebas dari diskriminasi, Green Network 118 mobil listrik
pengucilan, pelecehan, perundungan, dan 150 motor listrik
bentuk kekerasan lainnya serta menjunjung 93 kantor cabang menggunakan panel surya
tinggi martabat dan harga diri untuk 441.817 kgCO2e dihindari melalui Program
mempertahankan produktivitas pekerja. Zero Waste to Landfill
Menjamin keselamatan dan kesehatan Mendapatkan nilai 94,26%, atau kriteria Implementasi TCFD Laporan TCFD: Tata Kelola, Strategi,
pekerja dengan menjalankan Sertifikasi “memuaskan” dari PT Multi Sertifikasi Pengelolaan Risiko, Metrik & Target
Sistem Manajemen Keselamatan dan Indonesia.
Kesehatan Kerja (SMK3)
Kebijakan dan Asesmen Hak Asasi y Skor PRISMA sebesar 103 (Baik)
Manusia y 17,22% pekerja BRI mengikuti asesmen
y Pakta komitmen terhadap HAM HAM (12.870 dari 74.735 karyawan)
y Kebijakan umum HAM y 16,73% dari total rantai pasok/mitra BRI
y Uji tuntas HAM dengan PRISMA mengikuti asesmen HAM (42 dari 251
oleh Kementerian Hukum dan HAM pemasok)
(Kemenkumham)
y Asesmen HAM pada pekerja dan
rantai pasok/mitra.
Page 30
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Lebih dari Sekadar Profit: Menciptakan Nilai Bersama dan Berkontribusi pada SDGs melalui BRIVOLUTION 2.0
Mempertahankan Tata Kelola yang Baik
Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) memegang peran penting dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial Keamanan dan Privasi Data
yang berkelanjutan dalam menjalankan bisnis. Untuk memastikan bahwa proses penciptaan nilai ekonomi dan sosial
selaras dengan prinsip-prinsip GCG, BRI mengutamakan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab, BRI memahami pentingnya mengutamakan perlindungan data nasabah untuk menjaga kepercayaan dan mematuhi
serta mengamankan data privacy nasabah serta memastikan cyber security. persyaratan hukum. Hal ini melibatkan penerapan langkah-langkah keamanan siber yang kuat, memastikan penyimpanan
dan transmisi data yang aman, dan mematuhi peraturan privasi. Dengan melindungi informasi nasabah, BRI tidak hanya
Tata Kelola yang Bertanggung Jawab memitigasi risiko yang terkait dengan pelanggaran data, tetapi juga melaksanakan komitmen untuk menghormati hak
privasi nasabah.
Sebagai wujud tata kelola yang bertanggung jawab, BRI menerapkan praktik etika, transparansi, dan akuntabilitas di semua
tingkat organisasi. Hal ini meliputi pengambilan keputusan yang mempertimbangkan keberlanjutan perusahaan. BRI
Program Hasil Kaitan dengan SDGs
senantiasa menjalin komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan eksternal, terutama pemegang saham
Kerangka Siber BRI (NIST) BRI telah menetapkan kerangka kerja
dan masyarakat, untuk menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan mereka.
untuk mengelola keamanan siber. Kerangka
Keamanan Siber BRI (NIST) disusun menjadi
Program Hasil Kaitan dengan SDGs Enterprise Security Architecture (ESA)
30 berdasarkan analisis dan kondisi ancaman
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Penyusunan RAKB merupakan salah satu siber saat ini.
(RAKB) Tahun 2024-2029 komitmen kepatuhan terhadap regulasi.
Melalui rencana aksi keuangan berkelanjutan Pencegahan Kebocoran Data (DLP) Sebagai komitmen pencegahan kebocoran
yang komprehensif ini, BRI sekaligus dengan data di BRI, dilakukan inisiatif untuk
tegas mengelola isu-isu sosial dan perubahan meningkatkan keamanan data.
iklim.
Bergabung ke dalam United Nations Dengan bergabung menjadi anggota
Global Compact (UNGC) UN Global Compact, BRI memperkuat
komitmennya dalam penerapan keuangan
berkelanjutan, serta berkontribusi pada
pencapaian SDGs.
Sustainability-linked Loan Sustainability-Linked Loans (SLLs) adalah
produk pembiayaan di mana jangka waktu
pinjamannya terkait dengan pencapaian target
kinerja keberlanjutan yang telah ditetapkan
oleh peminjam melalui Standar Pelaporan
Target (SPT) dan Indikator Kinerja Utama
(KPI).
Dengan menerbitkan SLL, BRI memiliki
kesempatan untuk terlibat dengan nasabah
dalam konteks keberlanjutan dan mencapai
kesuksesan bersama.
Page 31
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Cerita SDGs
Pemberdayaan Perempuan dan Meningkatkan Kondisi
Komunitas Lokal Lingkungan dan Kesehatan
615 orang terlibat dalam 11,27% rata-rata penurunan kasus
pengimplementasian program stunting pada anak Tani Wanita dan
termasuk perempuan yang tergabung IWABRI
dalam PKK, Kelompok Tani Wanita dan
IWABRI
49 total pelatihan pertanian perkotaan
31
Tanaman pangan dan produk Manfaat Sosial dan Ekonomi
turunannya
BRInita dirancang untuk mengatasi kendala spasial di wilayah sebagai local heroes. Para pejuang lokal tersebut berasal dari 3.064 kg sayuran dan tanaman 64 tipe produk jadi dari pertanian
perkotaan dengan mempromosikan praktik pertanian perkotaan kelompok-kelompok perempuan seperti Pembinaan Kesejahteraan obat dipanen melalui pertanian urban
(urban farming) yang transformatif melalui pemanfaatan lahan secara Keluarga (PKK) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Dalam hidroponik dan konvensional
strategis dalam rangka menciptakan manfaat sosial, ekonomi, dan pelaksanaannya, BRInita turut bekerja sama dengan Ikatan Wanita 42 sertifikasi produk (NIB, PIRT, dan
lingkungan. BRI (IWABRI) sebagai entitas pendukung. Kolaborasi ini diharapkan 348 kg ikan (lele dan nila) dipanen sertifikasi Halal)
mampu memberdayakan dan meningkatkan peran perempuan melalui perikanan urban
Inisiatif ini menyasar pemukiman padat penduduk dan kumuh dengan dalam perbaikan kehidupan perkotaan. Rp 95
juta total pendapatan
tujuan untuk meningkatkan kondisi lingkungan dan kesehatan, 3.982 kg pupuk organik cair kelompok
memberdayakan masyarakat, dan bercita-cita mengubah kawasan Selain fokus pada pertanian perkotaan, BRInita juga memberikan vegetatif dan kompos diproduksi
tersebut menjadi pusat pendidikan dan wisata. Dukungan yang diberikan berbagai manfaat sosial, ekonomi, dan sosiologis dengan
melalui BRINita, antara lain berupa penyediaan sarana dan dan prasarana mendorong terselenggaranya kegiatan produktif pada waktu
90 kg maggot dibudidayakan
(digunakan sebagai pengurai sampah
pendukung, pelatihan, serta pemantauan dan pendampingan yang senggang, memperkuat ikatan komunitas, dan mendorong
dan makanan ikan)
komprehensif. budaya gotong royong. Inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan
pendapatan masyarakat, konservasi sumber daya lahan dan air,
BRInita telah berjalan di 21 lokasi di Indonesia dengan melibatkan peningkatan kualitas udara, iklim mikro yang sehat, dan masuknya
pihak-pihak yang peduli terhadap lingkungan setempat atau yang dikenal keindahan dan estetika ke dalam ruang perkotaan.
Page 32
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tentang Laporan Keberlanjutan Pesan dari Dewan Komisaris dan Direksi Sekilas BRI Strategi Keberlanjutan Kami Ikhtisar Bisnis dan ESG Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Rating & Penghargaan ESG
Rating dan Penghargaan ESG
Parameter keberlanjutan berbasis ESG semakin menjadi faktor yang diperhitungkan dalam pengambilan keputusan investasi oleh investor, selaras dengan indikator keuangan. Dengan teguh BRI terus meningkatkan penerapan ESG dan menilai kinerjanya
dengan merujuk pada analisis dan peringkat dari lembaga-lembaga yang memiliki kredibilitas.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Banks
Sustainability Peringkat ESG
Yearbook Member 2024 High Risk
S&P Global ESG Score 2023
30,0
92nd Low Risk A A
63
Percentile
Rank
90th ESG Risk Rating
18.8
72nd 63 BBB
63
/100 20,9
ESG Medium Risk
32 Score 52
Position and Score are industry specific and reflect exclusion screening
criteria. Learn more at spglobal.com/esg/yearbook
2021 2022 2023 2020 2021 2022 2021 2022 2023
• 2 years in a row
• The first and only companies in Indonesia
CORPORATE GOVERNANCE INDEKS ESG SECTOR LEADERS IDX
Indeks ESG Leaders mengukur
PERCEPTION INDEX
kinerja perusahaan yang memiliki KEHATI
penilaian ESG yang baik dan tidak CGPI merupakan indeks yang berisikan saham
terlibat dalam kontroversi yang
signifikan dengan hasil penilaian kinerja ESG di atas
OVERALL SCORE 95,21 rata-rata industrinya.
IDX ESG Leaders
Meningkat dari 95,18 di 2022
Top 3 Public Listed Companies
di Indonesia dan ASEAN Asset Class
95,21 BRI telah masuk ke dalam 3 Indeks KEHATI
Hingga saat ini, BRI adalah 95,18 4 Tahun Berturut-turut
95,10 9 SRI KEHATI
konstituen dari IDX ESG Leaders
9 ESG Quality 45 IDX KEHATI
Index (ESGL)
2021 2022 2023 9 ESG Sector Leaders IDX KEHATI
Page 33
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
33
DI BAGIAN INI
34
Tata Kelola Perusahaan
Tata Kelola: 50
Materialitas dan Pelibatan Pemangku
Mempertahankan
Kepentingan
56
Manajemen Risiko & Krisis
Tata Kelola Perusahaan 60
Etika Bisnis
yang Baik 66
Keamanan Informasi / Keamanan Siber
69
Keuangan Berkelanjutan
Page 34
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Tata Kelola Perusahaan
Kebijakan dan Prinsip Tata Kelola Perusahaan
BRI terus meningkatkan kinerja perusahaannya dalam aspek good corporate governance (GCG) dengan memperbarui
Kebijakan Tata Kelola Perusahaan secara berkala. Penerapan GCG memastikan bahwa meskipun perusahaan berfokus
pada target bisnis yang ingin dicapai namun tetap memastikan perlindungan bagi seluruh pemangku kepentingan,
termasuk pemegang saham, pekerja, nasabah, pemasok, maupun masyarakat secara luas. BRI meyakini bahwa penerapan
GCG secara konsisten akan memastikan BRI menjadi perusahaan yang tumbuh berkelanjutan serta terpercaya bagi seluruh
pemangku kepentingan.
BRI menerapkan prinsip-prinsip GCG yang terdiri dari transparency, accountability, responsibility, independency, dan fairness.
Pada prinsip fairness, BRI berkomitmen untuk menunjukkan perilaku yang adil dan setara kepada pemangku kepentingan,
sejalan dengan manfaat dan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan. [F.18]
BRI berkomitmen untuk mengimplementasikan GCG dengan dampak positif pada kinerja dan keberlanjutan perusahaan
sebagai prioritas utama. Penerapan GCG memiliki tujuan sebagai berikut: [E.3]
34
a. Mendukung pencapaian visi dan misi Perusahaan melalui kinerja yang signifikan;
b. Memberikan pedoman bagi seluruh insan BRI dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan fungsinya
dalam organisasi Perusahaan;
c. Memberikan kepercayaan kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan bahwa Perusahaan dijalankan dan
diawasi secara profesional;
d. Mendukung penetapan kebijakan serta pengambilan keputusan yang diambil oleh manajemen berdasarkan prinsip-
prinsip tata kelola perusahaan yang baik; dan
e. Mewujudkan good corporate citizen.
Page 35
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Tata Kelola Perusahaan
Struktur Tata Kelola [2-9] [E.1]
BRI menerapkan struktur tata kelola two-tier system, di mana Dewan Komisaris (direktur non-eksekutif ) menjalankan fungsi pengawasan dan Direksi (direktur eksekutif ) menjalankan fungsi manajemen. Per tanggal 31 Desember 2023, Dewan Komisaris BRI
terdiri dari 10 anggota, dimana 7 anggota di antaranya merupakan Komisaris Independen. Sementara itu, Direksi BRI terdiri dari 12 anggota.
Struktur tata kelola BRI terdiri atas:
a. Organ Utama yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi;
b. Organ Pendukung yang terdiri dari Komite di bawah Dewan Komisaris, Komite Direksi, dan Unit Kerja yang mendukung penerapan GCG.
Berikut adalah struktur organisasi BRI:
RAPAT UMUM
PEMEGANG SAHAM
DEWAN KOMISARIS
35
BOARD OF MANAGEMENT
DIREKTUR UTAMA
WAKIL DIREKTUR UTAMA
BISNIS DIGITAL &
BISNIS KECIL & BISNIS JARINGAN & MANAJEMEN HUMAN
WHOLESALE & BISNIS MIKRO TEKNOLOGI KEUANGAN KEPATUHAN
MENENGAH KONSUMER LAYANAN RISIKO CAPITAL
KELEMBAGAAN INFORMASI
TREASURY CHANGE
STRATEGI MANAJEMEN SATUAN KERJA
& GLOBAL BISNIS BISNIS ULTRA MANAGEMENT &
OPERATIONS HUMAN AKTIVA TETAP & AUDIT INTERNAL
SERVICE KOMERSIAL MIKRO TRANSFORMATION
CAPITAL PENGADAAN
BUSINESS OFFICE
Direksi SEVP
Page 36
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Tata Kelola Perusahaan
Struktur Governansi BRI
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Dewan Komisaris Direksi
Check and Balances
Sekretariat Dewan Komisaris Komite Audit Asset and Liability Committee
Sekretaris Perusahaan
Komite Nominasi dan Risk Management &
Remunerasi ESG Committee
36 Komite Pemantau Komite Kredit
Manajemen Risiko
Satuan Kerja Audit Intern
Komite Tata Kelola Komite Capital & Investment
Terintegrasi
Komite Kebijakan Perkreditan
Satuan Kerja Kepatuhan
Komite Teknologi Informasi &
Tata Kelola Data
Komite Pengadaan Barang
dan Jasa
Satuan Kerja
Manajemen Risiko
Komite Human Capital
Komite Produk
Auditor Eksternal
Project Management Office
Steering Committee
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memegang kewenangan tertinggi dalam tata kelola perusahaan, meskipun bukan sebagai jabatan eksekutif. Direksi dan Dewan Komisaris BRI melaksanakan fungsi dan perannya, dengan dukungan dari berbagai
komite di bawah kepemimpinan mereka. [2-10] [2-11] [2-15]
Page 37
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Tata Kelola Perusahaan
Komite di bawah Dewan Komisaris
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Komite Audit Mengawasi proses perbaikan yang berkesinambungan atas kebijakan, prosedur, dan praktik pada semua tingkatan dalam perusahaan guna memastikan pengelolaan perusahaan telah Komisaris Independen
dilakukan dengan baik dalam pengendalian internal termasuk kecukupan proses laporan keuangan.
Komite Nominasi dan Remunerasi y Memberikan saran dan masukan yang konstruktif atas sistem dan prosedur nominasi pengurus dan pemilihan talent BRI dan Entitas Anak; Komisaris Independen
y Memberikan masukan atas hasil kajian kebijakan strategis human capital;
y Mengevaluasi kebijakan talent pool;
y Memberikan rekomendasi atas usulan persetujuan pengurus Entitas Anak sesuai dengan kewenangannya; dan
y Tugas lainnya yang disampaikan secara rinci pada tiap-tiap bagian Komite Dewan Komisaris.
Komite Pemantau Manajemen Risiko Melakukan evaluasi dan analisis secara berkala atas kecukupan kebijakan manajemen risiko perusahaan dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk perbaikan dan Komisaris Utama
penyempurnaan kerangka kerja serta kebijakan manajemen risiko yang diperlukan.
Komite Tata Kelola Terintegrasi Mengevaluasi dan memastikan tata kelola yang komprehensif dan efektif yang menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban Komisaris Utama
(responsibility), independensi (independency) atau profesional (professional), dan kewajaran (fairness) secara terintegrasi dalam Konglomerasi Keuangan.
Komite Direksi
37
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Komite Manajemen Risiko dan ESG Komite Manajemen Risiko dan ESG Bidang Risk Management memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Direktur Utama
y Menetapkan kebijakan manajemen risiko serta perubahannya termasuk penerapan kebijakan manajemen risiko, strategi manajemen risiko dan contingency plan apabila kondisi eksternal
tidak normal terjadi;
y Menetapkan metodologi pengukuran risiko dan perubahannya;
y Menetapkan limit dan perubahannya; dan
y Menetapkan nilai profil risiko dan tingkat kesehatan Bank serta tindak lanjut apabila diperlukan.
Komite Manajemen Risiko dan ESG Bidang Integrated Risk Management memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
y Menetapkan kebijakan manajemen risiko terintegrasi serta perubahannya;
y Menetapkan langkah perbaikan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan penerapan manajemen risiko terintegrasi dalam bentuk:
a. Laporan profil risiko terintegrasi.
b. Laporan profil risiko individual perusahaan anak anggota konglomerasi keuangan BRI.
c. Analisis permodalan terintegrasi.
d. Simulasi stress testing terintegrasi dan/atau individual serta contingency plan.
Komite Manajemen Risiko dan ESG Bidang ESG memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
y Melakukan review dan evaluasi terkait implementasi kebijakan atau tata kelola (governance) parameter inisiatif ESG dan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah
disusun oleh Unit Kerja terkait yang kemudian diusulkan oleh Tim Penunjang Komite.
y Menetapkan dan merekomendasikan program kerja (baik eksisting maupun baru) untuk dikategorikan sebagai inisiatif ESG dan inisiatif TJSL sesuai dengan parameter yang ada kepada
ESG Committee maupun persetujuan sirkuler.
y Melakukan review dan evaluasi terkait implementasi program kerja yang masuk ke dalam parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL serta pelaporan data dan informasi terkait ESG.
y Melakukan review atas laporan ESG Rating, Investor concerns atau pihak ketiga lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI.
y Merekomendasikan isu material yang didapat dari hasil review atas laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI.
y Menetapkan rencana tindak lanjut atas hasil review dan evaluasi untuk kemudian dapat diusulkan menjadi program kerja baru yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Kerja terkait.
y Memberikan informasi terkini kepada Direksi dan Dewan Komisaris mengenai seluruh isu yang terus berkembang terkait ESG dan TJSL, termasuk peraturan perundang-undangan, inisiatif
global, praktek bisnis, serta informasi penting lain terkait ESG dan TJSL.
Page 38
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Tata Kelola Perusahaan
Komite Tanggung Jawab Ketua Komite
Komite Kebijakan Perkreditan Membantu Direksi dalam merumuskan kebijakan perkreditan BRI dan memberikan saran perbaikan terhadap kebijakan perkreditan. Direktur Utama
Komite Kredit Mengevaluasi dan atau memutuskan permohonan kredit untuk jumlah dan atau jenis kredit tertentu yang ditetapkan oleh Direksi. Masing-masing komite kredit terdiri
dari jajaran fungsi risk dan fungsi bisnis.
Struktur dan anggota komite kredit sesuai
dengan delegasi wewenang kredit yang
berlaku
Komite Aset dan Liabilitas Menyusun dan menetapkan kebijakan aset (assets) dan kewajiban (liabilities) serta penetapan tarif fund transfer price (FTP). Direktur Utama
Komite Pengarah Teknologi Informasi & Tata y Memberikan arahan dan rekomendasi kepada Direksi tentang perencanaan, tata kelola, pengembangan dan operasional teknologi informasi; dan Direktur Digital Teknologi Informasi &
Kelola Data y Komite Tata Kelola Data adalah suatu forum yang memberikan arahan terkait data tata kelola perusahaan, serta memberikan putusan terkait dengan leading issue pada data yang tidak Operasi
dapat diselesaikan di level Data Owners, Data Stewards, maupun di level Data Management Office.
Komite Human Capital Menetapkan kebijakan strategis dan operasional di bidang Human Capital dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi di dalam pengambilan keputusan dalam Direktur Utama
pengelolaan sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
38
Komite Capital & Investment Memiliki tanggung jawab terhadap kegiatan aksi korporasi dan pengelolaan perusahaan anak. Direktur Keuangan
Komite Pengadaan Barang dan Jasa Melakukan evaluasi dan memberi keputusan atas permohonan hasil dari suatu pengadaan dengan nilai tertentu. Komite Pengadaan (nilai pengadaan >
Rp100 Miliar) diketuai oleh Wakil Direktur
Utama
Komite Pengadaan (nilai pengadaan
> Rp7,5 Miliar - Rp100 Miliar) diketuai
oleh SEVP Manajemen Aktiva Tetap dan
Pengadaan
Komite Produk y Memberikan putusan atas usul pengembangan produk/jasa baru atau pengembangan produk/jasa yang sudah berjalan, di atas kewenangan Direktur/SEVP Bidang Pemilik Produk. Komite Produk 1: Ketua Wakil Direktur
y Memberikan putusan atas penghentian produk/jasa yang sudah berjalan, diatas kewenangan Direktur/SEVP Bidang Pemilik Produk. Utama
y Memberikan putusan atas produk dan/atau jasa bundling, diatas kewenangan Direktur/SEVP Bidang Pemilik Produk.
y Memberikan masukan dan rekomendasi kepada Direksi atas strategi pengembangan produk dan/atau jasa. Komite Produk 2 segmen: Ketua Direktur
Keuangan
Project Management Office Committee Melakukan kajian dan penetapan aturan serta monitoring terhadap tahapan proyek mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi terhadap pengelolaan proyek strategi berdasarkan Direktur Utama/Wakil Direktur Utama
kriteria tertentu, serta memberikan dukungan terhadap proses, sistem dan sumber daya manusia yang menjalankan proyek strategis yang dimaksud.
Page 39
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Tata Kelola Perusahaan
Komposisi Dewan Komisaris
Nama Kartika Wirjoatmodjo Rofikoh Rokhim Heri Sunaryadi Rabin Indrajad Hattari Paripurna Poerwoko Sugarda
Jabatan Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Komisaris Independen
Tenure Start Date 3 Juli 2020 30 November 2021 7 Februari 2022 27 Juli 2020 1 Maret 2022
Pengalaman y Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen PT y Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia y Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk y Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
Tbk (2020 - sekarang) Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2021 - sekarang) (Persero) Tbk (2021 - Sekarang) (Februari 2020 - Sekarang) (Persero) Tbk (2022 - Sekarang)
y Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (2019 - y Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia y Dewan Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk y Staf Ahli Bidang Industri Kementerian BUMN (Januari y Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni,
sekarang) (Persero) Tbk (2017 - 2021) (2018-2021) 2021 - Mei 2023) Universitas Gadjah Mada (2014 - sekarang)
y Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk y Profesor Perbankan & Keuangan, Fakultas Ekonomi y Dewan Komisaris PT Kustodian Sentral Efek Indonesia y Staf Khusus V Kementerian BUMN (Februari 2020 - y Head of Asia Pacific Research Center, Universitas
(2019 - 2020) dan Bisnis, Universitas Indonesia (2006 - sekarang) (2016 - 2018) Januari 2021) Gadjah Mada (2020 - sekarang)
y Komisaris Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero)
(2015-2017)
39
Keterampilan Perbankan, Keuangan, Manajemen Risiko Keuangan, Ekonomi, Manajemen Pasar Modal, Teknologi, Manajemen Ekonomi, Statistik, Manajemen Hukum, Sosial Politik, Manajemen
Gender Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki
Nama Hendrikus Ivo Nurmaria Sarosa Dwi Ria Latifa Awan Nurmawan Nuh Agus Riswanto
Jabatan Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Komisaris Independen
Tenure Start Date 29 Agustus 2019 1 Maret 2022 20 Januari 2021 13 Maret 2023 1 Maret 2022
Pengalaman y Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia y Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia y Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia y Inspektur Jenderal, Kementerian Keuangan (2021 - y Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (2019 - sekarang) (Persero) Tbk (2022 - sekarang) (Persero) Tbk (2020 - sekarang) sekarang) (Persero) Tbk (2022 - sekarang)
y Advisor Senior Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa y Direktur Eksekutif PT Selaras Logistik Indonesia (2021) y Anggota DPR RI (2014-2019) y Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum y Staf Ahli Jaksa Agung RI Bidang Intelijen, Kejaksaan
Keuangan (OJK) (2018) y Director of Finance and Corporate Affairs, PT Cardig y Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Cairo Pajak (2016 - 2021) Agung RI (2018 - sekarang)
y Deputi Komisioner Penyidikan, Organisasi dan SDM Express Nusantara (2020-2021) (2016 - sekarang) y Kepala Kantor Wilayah DJP Jateng I (2016) y Direktur Sandi dan Produksi Intel, Kejaksaan Agung
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (2017) RI (2015-2018)
Keterampilan Perbankan, Hukum, Audit ESG, Logistik, Manajemen Hukum, Sosial Politik, Regulasi Audit, Akuntansi, Perpajakan Hukum, Regulasi, Intelijen
Gender Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki
Page 40
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Tata Kelola Perusahaan
Komposisi Direksi
Nama Sunarso Catur Budi Harto Supari Amam Sukriyanto Handayani Agus Winardono
Jabatan Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Bisnis Mikro Direktur Bisnis Kecil dan Menengah Direktur Bisnis Konsumer Direktur Human Capital
Tenure Start Date 20 Desember 2019 20 Desember 2019 4 Desember 2018 14 April 2021 14 Maret 2018 14 April 2021
Pengalaman y Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia y Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
(Persero) Tbk (2019 – sekarang) Indonesia (Persero) Tbk (2019 - sekarang) Tbk (2018-sekarang) Tbk (2021 - Sekarang) Tbk (2017- sekarang) Tbk (2021 - sekarang)
y Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat y Direktur Bisnis Kecil & Jaringan PT Bank y SEVP Transformation PT Bank Rakyat y SEVP Fixed Assets Management & y Direktur PT Bank Tabungan Negara y Direktur Utama PT. Prima Karya Sarana
Indonesia (Persero) Tbk (Januari 2019 – Negara Indonesia (Persero) Tbk (2017-2019) Indonesia (Persero) Tbk (2017-2018) Procurement PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2016 - 2017) Sejahtera (2020-2021)
September 2019) y Direktur PT Bank Tabungan Negara y SEVP Manajemen Jaringan PT Bank Rakyat (Persero) Tbk (2020-2021) y Direktur Komersial, PT Garuda Indonesia y Kepala Audit Intern Kanwil Jakarta 2 PT
y Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) (Persero) Tbk (2016-2017) Indonesia (Persero) Tbk (2017) y Executive Vice President Corporate Tbk (2014 - 2016) Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2020)
(Oktober 2017 – Januari 2019) Secretary PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (2020)
40
Keterampilan Wholesale Banking, Corporate Banking, Micro Consumer Banking, Wholesale Banking, Risk Micro Banking, Risk Management, Manajemen Retail Banking, International Business Banking, Consumer Banking, Wholesale Banking, Risk Human Capital, Risk Management, Ekonomi,
Banking, Risk Management, Administrasi Bisnis, Management, Manajemen Risk Management, Master Administrasi Bisnis Management, Manajemen Manajemen Keuangan
Manajemen Advance
Gender Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki
Nama Viviana Dyah Ayu Retno K. Andrijanto Agus Sudiarto Agus Noorsanto Arga M. Nugraha Ahmad Solichin Lutfiyanto
Jabatan Direktur Keuangan Direktur Jaringan dan Layanan Direktur Manajemen Risiko Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan Direktur Digital dan Teknologi Informasi Direktur Kepatuhan
Tenure Start Date 14 April 2021 22 Juni 2022 20 Desember 2019 20 Desember 2019 14 April 2021 1 April 2021
Pengalaman y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) y Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk (2021 - sekarang) Tbk (2022 - sekarang) Tbk (2019 - sekarang) Tbk (2019- sekarang) Tbk (2021 - sekarang) Tbk (2018 - sekarang)
y Executive Vice President Subsidiary y Kepala Divisi Planning, Budgeting & y Senior Executive Vice President Special y Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia y Executive Vice President BRILink Network y Kepala Divisi Kebijakan & Pengembangan
Management PT Bank Rakyat Indonesia Performance Management, PT Bank Rakyat Asset Management PT Bank Mandiri Agroniaga, Tbk (2017 - 2019) Division PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Human Capital PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (2019-2021) Indonesia (Persero) Tbk (2021-2022) (Persero) Tbk. y Senior Executive Vice President Jaringan Tbk (2020-2021) (Persero) Tbk (2017 - 2018)
y Vice President Desk Subsidiary y Kepala Divisi Corporate Development y Direktur Utama Bank Syariah Mandiri dan Layanan PT Bank Rakyat Indonesia y Wakil Kepala Divisi Bidang E-Banking Divisi y Kepala Divisi Transaction Banking PT Bank
Management PT Bank Rakyat Indonesia & Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (2014-2017) (Persero) Tbk (2016-2017) Retail Payment PT Bank Rakyat Indonesia Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2016 - 2017)
(Persero) Tbk (2018-2019) (Persero) Tbk (2019-2021) (Persero) Tbk (2018-2020)
Keterampilan Risk Management, Finance & Strategic Finance, Risk Management, Akuntansi Risk Management, Sharia Banking, Corporate Wholesale Banking, Corporate Banking, Risk IT & Digital Banking, Risk Management, Risk Management, Governance, Risk
Banking, Manajemen, Hukum Management, Manajemen, Akuntansi Manajemen Management, and Compliance (GRC),
Wholesale Banking, Manajemen
Gender Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki
Page 41
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Efektivitas Dewan Komisaris dan Direksi
Proses Nominasi Dewan Komisaris dan Direksi [2-10]
Penunjukan Dewan Komisaris dan Direksi berlangsung pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Setelah diangkat Bahwa dalam rangka implementasi praktik bisnis yang sehat dan memenuhi prinsip-prinsip Good Corporate Governance
untuk satu periode jabatan (jangka waktu lima tahun), anggota Dewan Komisaris dan Direksi dapat diangkat kembali serta prinsip kehati-hatian di lingkungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dewan Komisaris telah menetapkan
untuk satu kali periode jabatan selanjutnya selama maksimal lima tahun Kebijakan Nominasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan Surat Keputusan NOKEP:07-KOM/BRI/07/2015, tanggal
28 Juli 2015. Secara Umum Kebijakan Nominasi Dewan Komisaris dan Direksi antara lain sebagai berikut:
Prosedur pemilihan bakal calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi diatur sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris berwenang untuk mengusulkan calon anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris Bank.
2. Untuk calon anggota Direksi, proses nominasi yang dilakukan adalah untuk bakal calon yang berasal dari internal Bank,
Direksi menyampaikan daftar Top KNR melakukan penyaringan yaitu:
Komite Nominasi dan Remunerasi Talent berdasarkan Talent Management administrasi dan seleksi/wawancara
(KNR) melalui surat Dewan a. Anggota Direksi yang akan berakhir masa jabatannya namun masih dapat diangkat kembali sebagai anggota Direksi;
System BRI, hasil assessment lembaga terhadap Bakal Calon Pengurus yang
Komisaris meminta kepada Direksi independen dan hasil rapat Talent diusulkan b. Pejabat satu tingkat di bawah Direksi atau pejabat yang mempunyai prestasi istimewa;
Daftar Top Talent BRI Committee BRI
c. Direksi anak perusahaan atau perusahaan patungan.
3. Untuk calon anggota Dewan Komisaris, proses nominasi dilakukan untuk bakal calon yang berasal dari anggota
Dewan Komisaris menyampaikan Dewan Komisaris melakukan rapat Berdasarkan seleksi dan hasil rapat, Dewan Komisaris yang akan berakhir masa jabatannya namun masih dapat diangkat kembali sebagai anggota Dewan
41 daftar Calon kepada Pemegang untuk menetapkan calon Pengurus KNR menyampaikan rekomendasi
Komisaris.
Saham Seri A Dwiwarna dan/atau yang akan diusulkan kepada Bakal Calon pengurus kepada Dewan
Cluster Talent Committee Pemegang Saham Seri A Dwiwarna Komisaris 4. Untuk bakal calon anggota Direksi dan/atau anggota Komisaris selain Pejabat satu tingkat di bawah Direksi dan Direksi
dan/atau Cluster Talent Committee
Anak Perusahaan, proses nominasi dilakukan bersama dalam suatu Tim yang dibentuk oleh Pemegang Saham Seri A
Dwiwarna, dan sekaligus menetapkan bakal calon anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris yang akan diusulkan
KBUMN mengusulkan calon dalam Penetapan calon pengurus dalam Uji kemampuan dan kepatutan
RUPS melalui kuasa Pemegang RUPS pengurus
kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
Saham Seri A 5. Dalam melakukan proses nominasi, Komite diwakili oleh Ketua Komite dan apabila Ketua Komite berhalangan hadir
maka digantikan oleh salah seorang anggota Komite yang berasal dari Komisaris Independen.
6. Keputusan ini sekaligus memberikan mandat kepada Ketua Komite atau Komisaris Independen untuk:
y Mewakili Komite sebagai anggota Tim Penilai yang dibentuk Pemegang Saham Seri A Dwiwarna.
Penetapan tanggal efektif sebagai pengurus perusahaan
y Memberikan rekomendasi atas calon anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris dengan memperhatikan
pemenuhan persyaratan integritas, kompetensi dan reputasi keuangan calon.
7. Ketua Komite atau Komisaris Independen yang mewakili Komite wajib menghindari benturan kepentingan (conflict of
interest) dan wajib menjaga independensinya.
Page 42
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Efektivitas Dewan Komisaris dan Direksi
Kehadiran Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Keberagaman Dewan Komisaris dan Direksi
A. Rapat Dewan Komisaris Kebijakan Keberagaman komposisi Dewan Komisaris dan Direksi BRI telah sesuai dengan Surat Edaran OJK No. 32/
SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Pengangkatan Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan
Pelaksanaan rapat Dewan Komisaris diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Dewan Komisaris. Rapat Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, integritas, dedikasi, pemahaman mengenai
terdiri dari Rapat Internal Dewan Komisaris dan Rapat Dewan Komisaris dan Direksi. Rapat Dewan Komisaris wajib masalah manajemen perusahaan, memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan dan dapat
diadakan secara berkala paling kurang satu kali dalam satu bulan. Rapat bersama Direksi wajib diadakan secara berkala menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya serta persyaratan lain berdasarkan peraturan perundang-
paling kurang satu kali dalam empat bulan. Rapat dapat diadakan sewaktu-waktu atas permintaan satu atau beberapa undangan.
Anggota Dewan Komisaris atau atas permintaan Direksi, dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan. Rapat
adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri atau diwakili oleh lebih dari satu per dua Kepemimpinan Perempuan sebesar: [2-10]
jumlah anggota Dewan Komisaris. Berdasarkan rekapitulasi kehadiran rapat, rata-rata kehadiran Dewan Komisaris dalam
rapat Dewan Komisaris sebesar 95%.
30% (3/10 anggota)
dari susunan Dewan Komisaris
B. Rapat Direksi
42
Kebijakan rapat Direksi telah diatur dalam Pedoman Tata Kerja Direksi. Direksi wajib mengadakan rapat Direksi secara
17% (2/12 anggota)
dari susunan Direksi
berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan. Selain rapat Direksi, bersama Dewan Komisaris, Direksi secara
berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan wajib mengadakan rapat bersama Dewan Komisaris.
Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama. Apabila Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan hadir, maka Wakil
Direktur Utama yang memimpin Rapat Direksi. Rapat adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila
dihadiri dan/atau diwakili oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) jumlah seluruh anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris BRI.
Berdasarkan rekapitulasi kehadiran rapat, rata-rata kehadiran Direksi dalam rapat Direksi sebesar 94,93%.
Informasi lengkap terkait kehadiran rapat Dewan Komisaris dan Direksi dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI
2023.
Mandat Dewan Komisaris
Rangkap jabatan yang dimiliki oleh anggota Dewan Komisaris BRI mengacu ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum yaitu tidak melakukan rangkap jabatan sebagai
anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau Pejabat Eksekutif pada:
1. Lembaga keuangan atau perusahaan keuangan, baik bank maupun bukan bank.
2. Lebih dari 1 (satu) lembaga bukan keuangan atau perusahaan bukan keuangan, baik yang berkedudukan di dalam
maupun di luar negeri.
Seluruh Dewan Komisaris BRI memiliki kurang dari 4 mandat.
Page 43
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Efektivitas Dewan Komisaris dan Direksi
Keahlian Dewan Komisaris dan Direksi
Setiap anggota dewan komisaris dan anggota direksi BRI memiliki latar belakang pengalaman, pendidikan, serta keahlian yang unik sehingga membantu mereka dalam melaksanakan pengambilan keputusan secara efisien. Selain itu, BRI juga terus
meningkatkan kompetensi dan keterampilan masing-masing anggota dewan komisaris dan direksi melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, termasuk melalui 24 Executive Education Program di berbagai Top Business School di dunia selama tahun
2023. [E.2] [F.22] [FS4] [GRI 2-17]
Matriks Keterampilan Dewan Komisaris Matriks Keterampilan Direksi
Keahlian Kartika Rofikoh Rokhim Rabin Indrajad Hendrikus Ivo Dwi Ria Latifa Heri Paripurna Agus Nurmaria Awan Keahlian Sunarso Catur Budi Supari Amam Handayani Agus Viviana Dyah Andrijanto Agus Agus Arga M. Ahmad
Wirjoatmodjo Hattari Sunaryadi Poerwoko Riswanto Sarosa Nurmawan Harto Sukriyanto Winardono Ayu Retno K. Sudiarto Noorsanto Nugraha Solichin
Sugarda Nuh Lutfiyanto
Perbankan Wholesale
Banking
Keuangan
Corporate
Banking
Manajemen
Risiko Micro Banking
Ekonom
43 Consumer
Banking
Statistik
Retail Banking
Hukum
International
Business
Audit Banking
Sosial Politik IT & Digital
Banking
Regulasi Sharia Banking
Pasar Modal Risk
Management
Teknologi
Governance,
Risk
Intelijen Management,
and
Compliance
ESG
(GRC)
Logistik Human Capital
Akuntansi Administrasi
Bisnis
Perpajakan Akuntansi
Manajemen
Page 44
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Efektivitas Dewan Komisaris dan Direksi
Matriks Keterampilan Direksi
Keahlian Sunarso Catur Budi Supari Amam Handayani Agus Viviana Dyah Andrijanto Agus Agus Arga M. Ahmad
Harto Sukriyanto Winardono Ayu Retno K. Sudiarto Noorsanto Nugraha Solichin
Lutfiyanto
Manajemen
Hukum
Finance
Ekonomi
Manajemen
keuangan
44 Master
Administrasi
Bisnis Advance
Finance &
Strategic
Page 45
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Efektivitas Dewan Komisaris dan Direksi
Independensi Dewan Komisaris
Guna memastikan bahwa setiap anggota Dewan Komisaris, sebagai organ pengawasan Perusahaan dapat menjalankan Informasi terkait benturan kepentingan, termasuk keanggotaan lintas dewan, kepemilikan bersama dengan pemasok dan
tugasnya secara objektif dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau pihak lain, BRI memiliki kebijakan terkait pihak berkepentingan lainnya, pemegang saham pengendali, serta hubungan, transaksi, dan saldo dengan pihak yang
kriteria Komisaris Independen, dimana paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari jumlah anggota Dewan Komisaris terlibat, diungkapkan secara rinci dalam Laporan Tahunan BRI 2023. [2-15]
adalah Komisaris Independen. Kriteria ini juga selaras dengan ketentuan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 mengenai
Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, sebagai berikut:
Keanggotaan Asosiasi
1. Bukan merupakan orang yang bekerja atau memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin,
mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perusahaan dalam 6 (enam) bulan terakhir, kecuali untuk pemilihan kembali
sebagai Komisaris Independen Perusahaan dalam periode berikutnya. BRI secara aktif bergabung dalam sejumlah organisasi dan asosiasi terkait bisnis inti perusahaan untuk mengikuti
2. Tidak memiliki saham secara langsung atau tidak langsung di Perusahaan. perkembangan lingkungan bisnis, memperluas jaringan, serta mengokohkan kontribusi, sinergi, dan eksistensi BRI dalam
3. Tidak memiliki afiliasi dengan Perusahaan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau pemegang saham signifikan menciptakan iklim bisnis yang berkelanjutan. Keanggotaan dalam sejumlah organisasi menjadi langkah strategis bagi BRI
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnis perbankan dengan memperhatikan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).
4. Tidak memiliki hubungan bisnis, langsung atau tidak langsung yang terkait dengan kegiatan bisnis Perusahaan. Meskipun begitu, BRI tidak memberikan kontribusi finansial di luar iuran keanggotaan rutin. Hingga akhir tahun 2023, BRI
45 tercatat sebagai anggota dari beberapa asosiasi berikut ini: [GRI 2-28] [C.5]
Sementara itu, yang termasuk dalam pihak-pihak terafiliasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang
No Nama Asosiasi Tujuan Posisi
Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan adalah:
Keanggotaan
1. Komisaris, direksi, pejabat, dan karyawan Bank 1. Himpunan Bank Milik Negara Mengembangkan pasar modal Indonesia sebagai industri yang Ketua
(Himbara) mampu mendukung perekonomian nasional.
2. Pihak yang memberikan jasa kepada Bank, di antaranya akuntan publik, penilai, konsultan hukum, dan konsultan
lainnya 2. Perhimpunan Bank Nasional Merumuskan kebijakan terkait dengan perbankan. Wakil Sekretaris
(Perbanas) Jenderal
3. Pihak yang mengendalikan atau dikendalikan Bank, baik langsung maupun tidak langsung; dan/atau
4. Pihak yang menurut penilaian Otoritas Jasa Keuangan turut serta memengaruhi pengelolaan Bank, baik langsung 3. Forum Komunikasi Direktur Ajang tukar-menukar informasi tentang ketentuan/peraturan Bank Bendahara
Kepatuhan Perbankan (FKDKP) Indonesia maupun standar internasional perbankan.
maupun tidak langsung, di antaranya pihak yang mempunyai hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan
sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal, dengan anggota dewan komisaris atau yang setara, 4. Asosiasi Sistem Pembayaran Mengoptimalkan fungsi dan profesionalisme di dalam penerapan Bendahara
Indonesia (ASPI) tata kelola perusahaan yang baik.
anggota direksi atau yang setara atau kuasanya, pejabat, atau karyawan Bank
5. Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Mendukung penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia Ketua
Indonesia (IKBI) sebagai bentuk mitigasi risiko perubahan iklim serta mengambil
Kriteria Komisaris Independen mengacu pada hukum, peraturan, dan standar yang berlaku, termasuk Undang-Undang peluang bisnis dalam perekonomian Indonesia yang tahan
Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal Indonesia, yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang terhadap perubahan iklim dan berkontribusi pada pencapaian
Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan; Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara tentang Pedoman Tata Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kelola dan Kegiatan Badan Usaha Milik Negara yang Signifikan; Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 6. Partnership for Carbon Menjalin kerja sama global antar lembaga keuangan Anggota
tentang Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Emiten Perusahaan Publik; POJK 17/2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Accounting Financials (PCAF) dalam mengembangkan pendekatan untuk mengukur dan
mengungkapkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari pinjaman dan
Bank Umum; Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan investasi.
yang Baik untuk Bank Umum; serta peraturan dan standar nasional atau internasional yang berlaku.
7. United Nations Global Compact Mendukung kontribusi terhadap SDGs melalui sepuluh prinsip Anggota
(UNGC) universal UNGC.
Page 46
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Manajemen Kinerja dan Sistem Kompensasi Dewan Komisaris dan Direksi
Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris [2-18]
Dewan Komisaris menyusun rencana kerja pada awal tahun dan melakukan penilaian sendiri (self-assessment) minimal Prosedur Pelaksanaan Penilaian Kinerja Direksi:
satu kali dalam setahun berdasarkan pencapaian kerja Dewan Komisaris dan Key Performance Indicator (KPI) yang telah
ditetapkan, yang selanjutnya dan dilaporkan dalam RUPS tahunan. 1 2 3
KPI Direksi yang disampaikan secara
Penilaian Dewan Komisaris BRI dilakukan secara internal tanpa melibatkan pihak ketiga. Penilaian ini mengacu pada Direksi menyampaikan usulan kolegial ditetapkan bersamaan dengan Direksi menjabarkan KPI Direksi secara
KPI Direksi secara kolegial kepada penyampaian Rencana Kerja dan kolegial menjadi KPI Direksi secara
beberapa peraturan, antara lain:
RUPS/ Menteri Anggaran Perusahaan individual
y Peraturan OJK No. 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Surat Edaran OJK No. 13/
SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum;
y Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, 6 5 4
Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka; Setelah KPI Direksi secara kolegial
ditetapkan oleh RUPS/Menteri dan KPI Direksi secara individual
y Peraturan OJK No. 4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. KPI Direksi secara individual disetujui Dewan Komisaris menyetujui
disampaikan kepada Dewan
oleh Dewan Komisaris, maka Direksi KPI Direksi secara individual yang
Komisaris untuk mendapatkan
menandatangani Kontrak Manajemen disampaikan
46 Berdasarkan hasil review serta melalui penilaian sendiri (self-assessment) kinerja Dewan Komisaris dan Komite, seluruh Tahunan yang memuat KPI Direksi secara Persetujuan
kolegial dan KPI Direksi secara individual
rencana kerja yang telah ditetapkan pada awal tahun 2023 dapat dilaksanakan 100% sesuai dengan target yang ditetapkan.
Informasi lengkap terkait evaluasi Dewan Komisaris dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2023.
7 8 9
Evaluasi Kinerja Direksi [2-19] [2-20] Kontrak Manajemen Tahunan yang
memuat Target KPI Direksi secara
Kontrak Manajemen Tahunan yang
memuat Target KPI Direksi secara Pencapaian KPI Direksi secara kolegial
kolegial yang telah ditandatangani oleh individual ditandatangani oleh dilaporkan dalam laporan berkala dan
Direksi, ditandatangani juga oleh Dewan Anggota Direksi dengan Direktur Laporan Tahunan
Komisaris dan RUPS/Menteri Utama dan Komisaris Utama
Penilaian terhadap kinerja Direktur Utama dan Direksi Eksekutif lainnya dilakukan secara rutin setiap tahun. Penilaian
kinerja dilakukan atas KPI Kolegial sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-11/MBU/11/2020 tentang Kontrak
Manajemen dan Kontrak Manajemen Tahunan Direksi Badan Usaha Milik Negara. 10
Penilaian terhadap kinerja Direktur Utama dan Direksi Eksekutif lainnya terdiri dari parameter penilaian finansial dan Perhitungan pencapaian KPI Direksi secara kolegial dan secara
non-finansial. Parameter penilaian finansial termasuk diantaranya Pre-Provision Operating Profit (PPOP), Return on Equity individual dilakukan review oleh pihak independen Kantor Akuntan
Publik (KAP) yang mengaudit Laporan Keuangan Perseroan.
(ROE) Tier 1 Capital, Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan at Risk (LaR), LaR Coverage, Cost of Credit, rasio beban operasional
dan pendapatan operasional, total shareholders return, dan market capitalization. Sementara itu, parameter penilaian non-
finansial terdiri dari pencapaian peningkatan daya saing dalam hal perolehan dana murah, kepemimpinan pembiayaan di
industri inovatif yang berorientasi kepada inklusi keuangan, kepemimpinan di bidang IT Banking, peningkatan tata kelola
perusahaan, perluasan pasar dan peningkatan investasi, dan menciptakan SDM yang unggul dan profesional.
Pihak yang melakukan penilaian kinerja Direksi adalah Dewan Komisaris dan Pemegang Saham yang dilakukan melalui
mekanisme RUPS. Penilaian atas KPI Kolegial Direksi telah melalui proses review oleh Kantor Akuntan Publik.
Page 47
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Manajemen Kinerja dan Sistem Kompensasi Dewan Komisaris dan Direksi
Pencapaian KPI Direksi Secara Kolegial Pada Tahun Buku 2023
Kategori Bobot Parameter KPI Realisasi Kategori Bobot Parameter KPI Realisasi
Financial 26% PPOP (5%) & PPOP Growth (5%) (C) Rp94,12 T & 13,80% Pengembangan 10% Program Talent Management di Klaster (2%) (S) Terlaksana sesuai timeline
Talenta pelaksanaan program
ROE Tier 1 (4%) (C) 22,94% Talent Committee
CAR (5%) (G) 25,23% Penyelesaian roadmap penguatan Dapen BRI (2%) (G) Roadmap tersedia sesuai
TSR (3%) (C) Peringkat 2 dari 8 Peers timeline
Market Cap (4%) (C) 867,68 T Pemenuhan Kualifikasi Organ Pengelola Risiko (2%) (G) BOD & SEVP dalam fungsi
organ pengelola risiko,
Operasional 12% LAR (3%) & LAR Coverage (3%) (G) 12,54% & 53,59% telah memenuhi kualifikasi
COC (3%) (G) 2,38% Rasio Perempuan di Nominated Talent (2%) (S) 22,58%
Biaya Operasional Pendapatan Operasional (3%) (G) 64,36%
Young Talent di Nominated Talent (2%) (S) 22,58%
Social 7% Realisasi KUR (4%) (S) Rp163,33 T KUR
Pencapaian 101,80%
47 Tersalurkan
Keterangan: (C) Commercial; (E) Environmental; (S) Social; (G) Governance
Recovery Rate Subrograsi (3%) (S) 22,93%
Inovasi Model 21% Average Dana Murah (7%) (C) Rp791,53T Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi [2-19] [2-20]
Bisnis
CASA Ratio (5%) (C) 64,55%
BRI menetapkan kebijakan remunerasi sesuai dengan Peraturan OJK No: 45/POJK.03/2015 Tanggal 23 Desember 2015.
Realisasi KPI Holding UMI (9%) (G) 105,01%
Struktur remunerasi Direksi diatur berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris SR.24-KOM/07/2023 tanggal 5 Juli 2023,
Kepemimpinan 12% Integrasi ATM dan EDC Payment (3%) (C) Terlaksana sesuai dengan persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna berdasarkan Surat Nomor SR-23/Wk2.MBU.A/07/2023 tanggal 4
Teknologi milestone
Juli 2023.
Implementasi Master Plan IT (4%) (G) Terimplementasi sesuai
milestone
Struktur remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi mencakup honorarium dan tantiem, tunjangan, dan fasilitas. Honorarium
Cyber Security Breach (5%) (G) Zero Incident dan tantiem Komisaris Utama yang ditetapkan sebesar 45% dari gaji Direktur Utama, sedangkan Honorarium dan Tantiem
Peningkatan 12% Rating ESG (4%) (E) S&P Global Score: 63 & Wakil Komisaris Utama ditetapkan sebesar 42,5% dari gaji Direktur Utama dan anggota Dewan Komisaris ditetapkan
Investasi MSCI Rating A sebesar 90% dari honorarium Komisaris Utama.
Risk Management Maturity Index (3%) (G) Index Score 4,03
Sementara itu, honorarium dan tantiem Direksi ditetapkan proporsional terhadap gaji dan tantiem Direktur Utama,
Kontribusi Perusahaan Anak (5%) (C) Rp8,37 T
yaitu Wakil Direktur Utama sebesar 90% dan gaji Direksi lainnya sebesar 85% dari gaji Direktur Utama. Informasi terkait
tunjangan dan fasilitas Dewan Komisaris dan Direksi dapat ditemukan dalam Laporan Tahunan BRI 2023.
Page 48
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Manajemen Kinerja dan Sistem Kompensasi Dewan Komisaris dan Direksi
Penyesuaian remunerasi juga dikaitkan dengan kinerja dan risiko meliputi kebijakan remunerasi terhadap besaran dan Proporsi besaran LTI bersifat proporsional terhadap besaran LTI Direktur Utama, yaitu Wakil Direktur Utama sebesar 90%
kriteria yang bersifat variabel yang ditangguhkan. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris dan anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari Direktur Utama. Sementara proporsi besaran LTI Komisaris Utama ditetapkan
Nomor 09-KOM/BRI/11/2017 dan S.1023-DIR/KPS/11/2017 tanggal 30 November 2017 tentang Tata Kelola Remunerasi PT sebesar 45% dari Direktur Utama, Wakil Komisaris Utama sebesar 42,5% dari Direktur Utama dan anggota Dewan
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., telah ditetapkan hal-hal sebagai berikut: Komisaris ditetapkan sebesar 90% dari Komisaris Utama.
1. Bagi pihak yang ditetapkan sebagai material risk taker (MRT), maka sebagian remunerasi yang bersifat variabelnya akan Target kinerja LTI Direksi dan Dewan Komisaris adalah :
ditangguhkan. • Total Shareholder Return (diukur dari capital gain dan dividend yield);
2. Besarnya penangguhan bagi Direksi dan Dewan Komisaris adalah setinggi-tingginya 20% dari tantiem. • Return on Equity/ROE (diukur dari rata-rata ROE konsolidasi); dan
• Non-Performing Loan/NPL (diukur berdasarkan rata-rata NPL konsolidasi).
Manajemen Kompensasi Variabel [2-19] [2-20] Berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No. PER-3/MBU/03/2023 tanggal 24 Maret 2023, Perseroan dapat menunda
pembayaran sebagian atau seluruh Tantiem/Insentif Kinerja yang ditangguhkan (malus) atau menarik kembali Tantiem dan
BRI memiliki program kompensasi variabel untuk Dewan Komisaris dan Direksi yang akan diberikan sesuai dengan hasil Insentif Kinerja tunai yang sudah dibayarkan (clawback) kepada Direksi dan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN
48 evaluasi kinerja. dalam kondisi tertentu yang ditetapkan oleh Menteri.
Tantiem/Insentif Kinerja Perseroan dapat menunda pembayaran remunerasi yang bersifat variabel yang ditangguhkan (malus) apabila terjadi
Tantiem/Insentif Kinerja diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi yang diberikan secara proporsional berdasarkan kondisi berupa:
capaian kinerja pada tahun yang bersangkutan serta mempertimbangkan capaian kontribusi dividen kepada Negara
atau indikator lainnya yang ditetapkan oleh RUPS/Menteri dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan tahun yang a. Terbukti adanya Individual Fraud.
bersangkutan. b. Restatement laporan keuangan perseroan yang menjadi dasar penetapan pemberian remunerasi yang bersifat variabel.
c. Peringkat risiko pada triwulan terakhir sebelum waktu pelaksanaan pembayaran remunerasi yang bersifat variabel yang
Proporsi besaran Tantiem/Insentif Kinerja bersifat proporsional terhadap besaran Direktur Utama, yaitu Wakil Direktur ditangguhkan adalah 4 (Moderate to High) atau lebih buruk.
Utama sebesar 90% dan anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari Direktur Utama. Sementara Proporsi besaran Komisaris
Utama ditetapkan sebesar 45% dari Direktur Utama, Wakil Komisaris Utama sebesar 42,5% dari Direktur Utama dan
anggota Dewan Komisaris ditetapkan sebesar 90% dari Komisaris Utama. Kepemilikan Saham [2-19] [2-20]
Insentif Kinerja Jangka Panjang Kepemilikan saham oleh Dewan Direksi dan Komisaris menjadi bagian dari komitmen mereka terhadap manajemen yang
BRI memiliki ketentuan Insentif Jangka Panjang/Long-term Incentives (LTI) bagi Direktur Utama dan Direksi Eksekutif bertanggung jawab dan peningkatan nilai pemegang saham. BRI mendorong Direksi dan Komisaris Non Independen untuk
lainnya serta Dewan Komisaris sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 tanggal 24 Maret memiliki saham BRI, termasuk melalui pemberian insentif jangka panjang (LTI). Per 31 Desember 2023, secara rata-rata,
2023 tentang Organisasi dan Sumber Daya Manusia BUMN dan Surat Menteri BUMN No. SR-19/DSI.MBU/01/2023 tanggal kepemilikan saham Dewan Komisaris adalah sebanyak 655.250 lembar per anggota Dewan Komisaris. Sementara itu,
30 Januari 2023 tentang Penetapan Target Kinerja dan Tata Kelola Long Term Incentives (LTI) PT Bank Rakyat Indonesia pada periode yang sama, kepemilikan saham Direktur Utama adalah sebanyak 3.234.856 lembar, dan secara rata-rata,
(Persero) Tbk. Periode pengukuran kinerja LTI dilakukan secara 3 tahunan. LTI diberikan dalam bentuk saham / tunai kepemilikan saham masing-masing anggota Direksi adalah sebanyak 2.145.555 lembar.
setelah vesting period selama 3 tahun berdasarkan hasil evaluasi kinerja LTI. Alokasi LTI untuk anggota Direksi dan anggota
Dewan Komisaris Non Independen yang diberikan dalam nominal Rupiah dikonversi menjadi sejumlah lembar saham
perusahaan dan Komisaris Independen diberikan dalam bentuk tunai.
Page 49
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Tinjauan Tata Kelola Keberlanjutan
Tata Kelola ESG [2-9] [2-13] [2-24] [E.1] [F.1]
Guna memperkuat tata kelola ESG, BRI telah menerbitkan Surat Edaran Direksi BRI tentang Kebijakan dan Strategi e. Menetapkan isu material dan mengelola dampak dari hasil laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga
Keberlanjutan (Sustainability Policy and Strategy) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI;
f. Menyetujui rencana tindak lanjut atas hasil review dan evaluasi untuk kemudian dapat diusulkan menjadi program kerja
Sejak tahun 2021, BRI telah menetapkan tata kelola ESG untuk secara langsung memantau kinerja dan pengungkapan ESG baru yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Kerja terkait; dan
BRI. Tata kelola ESG diwujudkan melalui Pembentukan Komite Risk Management dan Environmental, Social & Governance g. Menyetujui dan memberikan arahan isu terkait ESG dan TJSL, termasuk peraturan perundang-undangan, inisiatif global,
(ESG). Pembentukan Komite Risk Management dan Komite ESG ini didasarkan pada Surat Keputusan NOKEP. 872-DIR/ praktek bisnis, serta informasi penting lain terkait ESG dan TJSL.
PPM/06/2022 tanggal 2 Juni 2022.
Penerapan ESG di BRI dioptimalisasi melalui pembentukan ESG Division di bawah Direktur Kepatuhan. ESG Division
bertugas untuk memantau kinerja dan dampak dari topik ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta mengoordinasikan
kebijakan keberlanjutan dan perubahan iklim di tingkat korporat. Dalam praktiknya, ESG Division berkolaborasi dengan tim
Struktur Keanggotaan Komite ESG
manajemen risiko dan berkoordinasi dengan semua unit kerja terkait.
Direktur Utama
Ketua ESG Division memberikan laporan hasil kinerja langsung melalui ESG Dashboard kepada Dewan Komisaris dan Direksi
49 kemudian disampaikan dalam RUPS. Selain itu, ESG Division memainkan peran penting dalam merumuskan kebijakan,
strategi, dan tujuan BRI yang selaras dengan pembangunan berkelanjutan. [2-9] [2-12] [2-13] [C.1] [2-24] [FS12]
Wakil Direktur Utama
Ketua Pengganti Division Head ESG & Unit
(Merangkap Anggota Tetap) Kerja Pengelola ESG
Sekretaris
(Merangkap Anggota Tetap)
COMPLIANCE DIRECTORATE
DIRECTOR
Direktur Manajemen SEVP Change Management Seluruh Direktur/ SEVP
Direktur Keuangan Direktur Kepatuhan & Transformation Office Bidang Terkait
Risiko
Anggota Tetap Anggota Tetap Anggota Tetap Anggota Tetap Anggota Tidak Tetap
ENVIRONMENTAL, SOCIAL & GOVERNANCE (ESG) DIVISION
DIVISION HEAD
Komite ESG memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: [2-12] [2-13] [2-14] [FS12]
POLICY & STRATEGY IMPLEMENTATION & DATA & INFORMATION
a. Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil (review) dan evaluasi terkait implementasi kebijakan atau tata kelola
DEVELOPMENT DEPARTMENT COMMUNICATION DEPARTMENT MANAGEMENT DEPARTMENT
(governance) parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL yang telah disusun oleh Unit Kerja terkait yang kemudian
DEPARTMENT HEAD DEPARTMENT HEAD DEPARTMENT HEAD
diusulkan oleh Tim Penunjang Komite;
b. Menetapkan program kerja yang termasuk kategori inisiatif ESG dan inisiatif TJSL berdasarkan rekomendasi Tim
Penunjang Komite; Team Member
c. Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review dan evaluasi terkait implementasi program kerja yang masuk ke (Tingkat jabatan tertinggi anggota tim maksimal satu level di bawah Department Head)
dalam parameter inisiatif ESG dan inisiatif TJSL serta pelaporan data dan informasi terkait ESG;
d. Menyetujui dan memberikan arahan atas hasil review terkait laporan ESG Rating, Investor concerns atau Pihak Ketiga
lainnya terhadap kinerja dan implementasi ESG dan TJSL BRI;
Page 50
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Penilaian Materialitas
Proses Penilaian Materialitas [3-1]
Penilaian materialitas adalah landasan bagi setiap BRI mengadopsi prinsip double materiality dalam penentuan topik material. Dengan menerapkan prinsip double materiality, BRI menilai kemampuan perusahaan untuk mengidentifikasi
kemajuan berkelanjutan karena memungkinkan faktor-faktor keberlanjutan yang relevan untuk penciptaan nilai jangka panjang (long-term value creation) dan mempertimbangkan hubungan timbal balik antara dampak eksternal terhadap
perusahaan mengidentifikasi dan memprioritaskan masyarakat atau lingkungan, dan dampak internal terhadap nilai perusahaan.
isu-isu yang paling penting bagi bisnis dan pemangku
kepentingan. BRI meninjau kembali dan melakukan Proses penilaian materialitas ini telah melewati proses assurance dari pihak ketiga yang independen yaitu CBC Global Indonesia untuk memastikan kredibilitas dari proses penilaian double
analisis terhadap topik-topik material setiap satu tahun materiality dan pemilihan topik material.
sekali untuk memastikan relevansinya bagi perusahaan.
Rangkuman Proses Penilaian Double Materiality
Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3
Identifikasi Isu Keberlanjutan Penilaian Isu Keberlanjutan Material dengan Metode Tinjauan Topik Material [2-12] [2-14]
50 Double Materiality Analysis
y Tahap ini melibatkan pengumpulan informasi dan Hasil dari penilaian materialitas kemudian dilaporkan
analisis yang menyeluruh untuk mengidentifikasi isu-isu Environmental/ Social Materiality Assessment (Inside- kepada Komite ESG di bawah Direksi. Dari hasil peninjauan
sosial, lingkungan, dan ekonomi yang paling relevan dan Out), yaitu penilaian isu keberlanjutan yang berdampak pada Direksi, 7 topik telah disetujui. Topik-topik material yang
signifikan bagi perusahaan. masyarakat dan lingkungan sekitar disetujui kemudian dituangkan ke dalam strategi dan target
perusahaan.
y Hasilnya, sebanyak 15 topik yang teridentifikasi. Financial Materiality Assessment (Outside-In), yaitu
penilaian isu keberlanjutan yang berdampak pada kinerja
keuangan perusahaan.
Setiap proses penilaian isu keberlanjutan dilakukan melalui:
y Berbagai kegiatan stakeholders engagement, yang
melibatkan berbagai kelompok pemangku kepentingan,
baik internal maupun eksternal, seperti investor,
nasabah, pekerja, regulator, masyarakat, serta pemangku
kepentingan lainnya.
y Analisis berbagai standar dan inisiatif global
y Analisis materi rapat top management
Topik Material ESG yang menjadi prioritas
Inklusi Keuangan dan Digitalisasi Manajemen Emisi dan Perubahan Iklim Manajemen SDM dan HAM Keamanan dan Privasi Data
Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab Tata Kelola Keberlanjutan Hubungan Masyarakat
Page 51
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Penilaian Materialitas
Matriks Materialitas [3-2]
Prioritas
Manajemen Emisi dan
Perubahan Iklim
Inklusi Keuangan dan Social/
Financial
Digitalisasi Materiality
Environmental
Materiality
NGO,
Media
Topik Outside-in Inside-out Pekerja Nasabah Investor Regulator Masyarakat Akademisi,
Massa
Investasi dan Pembiayaan yang dll
Bertangung jawab
1 Inklusi Keuangan dan
Tata Kelola Digitalisasi
(Social/Environmental Materiality)
51 Hubungan Keberlanjutan
Masyarakat
2 Tata Kelola Keberlanjutan
Inside-Out
3 Manajemen Emisi dan
Perubahan Iklim
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Keamanan dan Privasi Data 4 Keamanan dan Privasi Data
5 Investasi dan Pembiayaan
yang Bertanggung Jawab
Pengelolaan Strategi Perpajakan Manajemen SDM
Hubungan Nasabah dan HAM
6 Manajemen SDM dan
HAM
Keanekaragaman Hayati
7 Hubungan Masyarakat
Penggunaan Sumber Daya Alam
High Stakeholders Interest Moderate Stakeholders Interest Low Stakeholders Interest
Perubahan Topik Material di 2023:
y Penambahan topik Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
y Penggabungan topik antikorupsi dalam topik tata kelola keberlanjutan; topik pengaruh ekonomi tidak langsung dan komunitas lokal pada topik Hubungan Masyarakat;
Outside-In y Perubahan terminologi topik material.
(Financial Materiality)
Page 52
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Penilaian Materialitas
Prioritas Strategis Manajemen [3-1] [3-2]
Dari hasil penilaian materialitas, 3 topik yang berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan (outside-in) yaitu Inklusi Keuangan dan
Digitalisasi, Tata Kelola Keberlanjutan, serta Keamanan dan Privasi Data.
Topik Latar Belakang Strategi KPIs linked to BOD Compensation Pencapaian KPI
Inklusi Keuangan Topik memiliki dampak bisnis signifikan berdasarkan hasil penilaian double materiality. Melalui Holding Ultra Mikro, sinergi antara BRI dengan Anak Perusahaan Pegadaian dan Realisasi KPI Holding Ultra Mikro (termasuk 105,01%
dan Digitalisasi PNM, BRI telah menyusun customer journey untuk menaik-kelaskan pelaku usaha yang jumlah co-location, jumlah debitur digital
Inklusi Keuangan dan Keuangan Digital di Indonesia semakin menjadi hal yang penting karena dapat terstruktur dan sistematis dalam satu ekosistem. (UMi Corner), jumlah debitur UMi dan
memberikan berbagai manfaat, termasuk mengurangi praktik shadow banking dan keuangan yang tidak jumlah pembukaan rekening simpanan
bertanggung jawab, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang berkelanjutan, Strategi pertama, yaitu fase empower, dilakukan PNM dengan menyentuh kelompok usaha baru segmen UMi).
mengurangi ketidaksetaraan, dan pada akhirnya mengurangi kemiskinan. kaum yang belum terjangkau jasa perbankan (unbankable).
Di sisi lain, menurut riset internal BRI di tahun 2022, terdapat lebih dari 48 juta pelaku usaha ultra mikro Pada fase kedua, yaitu integrate, nasabah yang usahanya sudah berkembang dapat
di Indonesia yang membutuhkan pembiayaan dan pemberdayaan, dan sekitar 16 juta diantaranya belum memperoleh layanan dari BRI dan Pegadaian, termasuk memperkenalkan layanan
mendapatkan layanan keuangan formal. keuangan digital.
52 Dalam hal ini, BRI memiliki peran penting dalam melayani seluruh nasabah, termasuk pelaku bisnis mikro Di fase terakhir, upgrade, nasabah ultra mikro telah naik kelas menjadi nasabah segmen
dan ultra mikro sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnis mereka. mikro, atau mikro ke kecil, dan pada akhirnya menjadi nasabah segmen menengah.
Tata Kelola Topik memiliki dampak signifikan berdasarkan hasil penilaian double materiality Strategi BRI dalam meningkatkan tata kelola keberlanjutan mencakup berbagai langkah Peningkatan skor ESG Rating. S&P Global
Keberlanjutan yang dirancang untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan, meliputi penerapan Score: 63 &
Tata kelola keberlanjutan penting bagi BRI untuk membantu memastikan bahwa aktivitas operasional standar dan pedoman keberlanjutan yang berlaku baik secara nasional maupun MSCI Rating A
sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, termasuk aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Melalui internasional, termasuk pedoman yang disajikan oleh ESG Rating.
implementasi tata kelola keberlanjutan yang baik, BRI dapat mengelola risiko, memperkuat reputasi,
dan meningkatkan efisiensi operasional. Dampaknya bagi perusahaan adalah meningkatnya daya saing,
penguatan posisi di pasar, dan peningkatan kepercayaan dari pemangku kepentingan seperti pelanggan,
investor, dan masyarakat umum. Selain itu, tata kelola keberlanjutan yang efektif juga dapat membuka
peluang baru untuk inovasi produk dan layanan yang ramah lingkungan serta mendukung pertumbuhan
jangka panjang perusahaan. Dengan demikian, tata kelola keberlanjutan tidak hanya penting untuk
memastikan keberlanjutan perusahaan itu sendiri, tetapi juga untuk memenuhi harapan dan tuntutan dari
berbagai pemangku kepentingan yang semakin sadar akan isu-isu keberlanjutan.
Keamanan dan Topik memiliki dampak bisnis signifikan berdasarkan hasil penilaian double materiality BRI telah membentuk sebuah kerangka untuk mengelola keamanan siber. BRI Nol insiden pada keamanan siber Zero Incident
Privasi Data Cybersecurity Framework disusun ke dalam Enterprise Security Architecture (ESA) yang
Keamanan dan privasi data merupakan salah satu prioritas utama bagi BRI karena BRI memiliki tanggung mengacu pada National Institute of Standards and Technology (NIST) Cyber Security
jawab menyimpan dan mengelola informasi penting seperti data pribadi, data keuangan dan transaksi Framework.
finansial nasabah. Kehilangan atau penyalahgunaan data tersebut dapat mengakibatkan kerugian finansial,
kerusakan reputasi, serta sanksi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, BRI beroperasi
dalam lingkungan yang sangat terhubung secara digital, di mana serangan siber dan pelanggaran
keamanan data semakin sering terjadi. Dalam konteks ini, menjaga keamanan dan privasi data tidak
hanya menjadi tanggung jawab etis bagi BRI, tetapi juga penting untuk membangun kepercayaan nasabah
dan pemangku kepentingan lainnya.
Keterangan: KPI yang termasuk pada tabel materialitas ini telah tercakup di dalam KPI BOD, sehingga turut menjadi parameter penentuan kompensasi dan remunerasi. Terkait proses penentuan kompensasi dan remunerasi dapat merujuk pada halaman 47.
Page 53
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Penilaian Materialitas
Mengelola Isu-Isu Yang Mempengaruhi Pemangku Kepentingan Eksternal [3-1] [3-2]
Pada top 2 topik inside-out, BRI mengukur hasil dari aktivitas atau program yang dijalankan dan mengevaluasi dampak pada
pemangku kepentingan secara kuantitatif.
Topik Deskripsi Pemangku Target Kuantitatif Hasil Kuantitatif (2023)
Kepentingan Terkait
Manajemen Emisi BRI perlu memperhatikan manajemen Investor, Regulator, Net Zero Emission BRI 2050 • Penurunan emisi scope
dan Perubahan emisi dan perubahan iklim karena Masyarakat 1 sebesar 1,29% atau
Iklim kegiatan operasional dan bisnisnya setara 1.706 tonCO2e
berkontribusi pada emisi gas rumah • Penurunan emisi scope
kaca serta memengaruhi perubahan 2 sebesar 1,22% atau
iklim. Dampak negatif dari topik ini setara 4.393 tonCO2e
termasuk risiko terhadap stabilitas • Penurunan emisi scope
ekonomi dan lingkungan, serta potensi 3 sebesar 7,02% atau
kerugian finansial maupun non- setara 788.279 tonCO2e
finansial, baik bagi perusahaan maupun
masyarakat sekitar. Namun, dengan Green Network BRI Penambahan unit
53 memprioritaskan praktik bisnis yang 90 Mobil listrik, 100
berkelanjutan, BRI dapat mengurangi unit motor listrik, dan
dampak negatifnya, meningkatkan citra pemasangan panel surya
perusahaan, dan membuka peluang di 93 unit kerja
baru untuk pertumbuhan bisnis yang
berkelanjutan.
Investasi dan BRI perlu fokus meningkatkan kegiatan Nasabah, Investor, Sustainable Financing Portfolio pembiayaan
Pembiayaan yang pembiayaan dan pendanaan yang Regulator Portfolio (Lending and berkelanjutan (sustainable
Bertanggung bertanggung jawab, karena hal ini Corporate Bond Investment) financing portfolio) BRI
Jawab tidak hanya memperkuat reputasi pada akhir Desember
perusahaan sebagai lembaga 2023 mencapai Rp777,3
keuangan yang peduli terhadap triliun, setara dengan
keberlanjutan sosial dan lingkungan, 67,1% dari total kredit
tetapi juga membuka peluang bisnis yang disalurkan serta
baru yang berkelanjutan. Dengan investasi surat berharga
memprioritaskan pembiayaan korporasi berbasis ESG.
yang memperhatikan aspek sosial, Portofolio ini terdiri dari
lingkungan, dan tata kelola yang baik, penyaluran kredit kepada
BRI dapat menciptakan dampak positif sektor UMKM senilai
yang signifikan bagi masyarakat dan Rp690,4 triliun, penyaluran
lingkungan sekaligus memperluas basis kredit kepada sektor hijau
nasabah yang peduli terhadap isu-isu senilai Rp82,3 triliun,
tersebut. serta portofolio investasi
surat berharga korporasi
berbasis ESG sebesar
Rp4,54 triliun.
BRI Menanam Bersama dengan nasabah
KUR dan komunitas
Desa BRILiaN melakukan
penanaman 233.700 bibit
tanaman produktif
Page 54
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Pelibatan Pemangku Kepentingan [2-12] [2-29] [3-1] [FS2] [E.4]
Dalam penilaian materialitas, keterlibatan pemangku kepentingan menjadi pertimbangan yang krusial. Keterlibatan Rangkuman berbagai saluran yang secara teratur BRI gunakan untuk berinteraksi dengan kelompok pemangku
pemangku kepentingan bukan sebatas sebagai unsur pendukung, melainkan menjadi bagian integral dari keseluruhan kepentingan BRI yang beragam sebagai berikut: [2-29] [E.4]
proses penilaian materialitas. Aspirasi pemangku kepentingan dianggap sangat penting, dan untuk mendapatkan
pemahaman mendalam, BRI menggelar Stakeholder Engagement Forum 2023 pada Desember 2023. Acara ini dihadiri
Nasabah
oleh berbagai pemangku kepentingan signifikan, seperti nasabah, pekerja, pemasok, media massa, nonprofit organization
Penanggung Jawab Pelibatan (Resources): Topik:
(NGO), dan sebagainya. Selain itu, penyebaran kuesioner materialitas dilakukan untuk menggali perspektif dan masukan y Service & Contact Center Division. y Inklusi Keuangan dan Digitalisasi
y Corporate Secretary Division. y Keamanan dan Privasi Data
dari pemangku kepentingan. [FS12] y Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Basis Penetapan: y Hubungan Masyarakat
y Hubungan ekonomi.
Respons BRI:
Metode Pelibatan dan Identifikasi Dampak Positif dan Negatif: y Inovasi produk, jasa, serta layanan sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi;
y Penyediaan serta penyampaian informasi produk, jasa, dan layanan;
Jumlah Pemangku Kepentingan Kriteria Penilaian dan Pemilihan Pemangku y Layanan (setiap saat),
y Penyimpanan dan perlindungan data nasabah sesuai peraturan;
y Survei Kepuasan Nasabah (dua tahun sekali),
yang Terlibat Kepentingan y Website & Frontline Information (minimal setahun sekali), y Penyediaan layanan pengaduan nasabah baik manual maupun berbasis digital, serta
y Kuesioner materialitas (satu tahun sekali), dan mekanisme penyelesaiannya; dan
y Stakeholder Engagement Forum (satu tahun sekali). y Sosialisasi penerapan keuangan berkelanjutan.
y Kebutuhan,
54 607 orang
y Keberagaman,
y Kemauan untuk berpartisipasi,
y Pengaruh pada BRI, dan
Pekerja
y Ketergantungan pada BRI.
Penanggung Jawab Pelibatan (Resources): Topik:
y Human Capital Strategy & Policy. y Manajemen SDM dan HAM
y Human Capital Business Partner Division. y Tata Kelola Keberlanjutan
y Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Stakeholder Engagement Forum Diskusi dan Feedback Kuesioner Materialitas Basis Penetapan: y Hubungan Masyarakat
y Legal, dan
y Pencapaian tujuan perusahaan. Respons BRI:
y Terdiri dari dua sesi focus group BRI melaksanakan diskusi dengan BRI menyebarkan kuesioner y Penyusunan Perjanjian Kerja Bersama;
discussion dengan 9 kategori investor secara reguler sepanjang materialitas secara online Metode Pelibatan dan Identifikasi Dampak Positif dan Negatif: y Penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kemampuan pekerja, serta pembentu-
pemangku kepentingan. tahun guna mendapatkan aspirasi guna mendapatkan perspektif y Media internal (portal), hotline via telepon dan surel (setiap saat), kan assessment center;
y Survei kepuasan pekerja (setahun sekali), y Lingkungan kerja yang kondusif dan produktif; serta
y Pemangku kepentingan dan menanggapi concern dari pemangku kepentingan yang y Kuesioner materialitas (setahun sekali), dan y Review dan survei kesejahteraan pekerja secara berkala.
eksternal terdiri dari nasabah, investor. lebih luas. y Stakeholder Engagement Forum (satu tahun sekali).
rantai pasokan, mitra bisnis,
investor, pemerintah dan LSM,
akademisi, serta masyarakat.
y Pemangku kepentingan internal Investor
dari Divisi Human Capital, Penanggung Jawab Pelibatan (Resources): Topik:
Culture & Transformation y Investor Relation. y Tata Kelola Keberlanjutan
y Corporate Secretary Division. y Manajemen Emisi dan Perubahan Iklim
y Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Basis Penetapan: y Keamanan dan Privasi Data
y Hubungan ekonomi, y Manajemen SDM dan HAM
y Kepemilikan, dan
y Legal. Respons BRI:
y Penyediaan informasi berkala kinerja BRI;
Metode Pelibatan dan Identifikasi Dampak Positif dan Negatif: y Komunikasi baik secara langsung maupun melalui analisis guna memastikan
y Pelaporan Kinerja (Pertemuan berkala), penyampaian informasi material; serta
y Menyelenggarakan RUPS (minimal satu kali dalam setahun), dan y Penyelenggaraan RUPS.
y Stakeholder Engagement Forum (satu tahun sekali).
Page 55
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Pelibatan Pemangku Kepentingan [3-1]
Regulator Nonprofit Organization (NGO)
Penanggung Jawab Pelibatan (Resources): Topik: Penanggung Jawab Pelibatan (Resources): Topik:
y Compliance Division. y Keamanan dan Privasi Data y Divisi yang membidangi. y Hubungan Masyarakat
y Manajemen SDM dan HAM y Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Basis Penetapan: y Hubungan Masyarakat Basis Penetapan: y Manajemen SDM dan HAM
y Hubungan legal. y Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab y Relasi sosial dan lisensi sosial,
y Mendukung pelaksanaan tanggung jawab sosial, dan Respons BRI:
Metode Pelibatan dan Identifikasi Dampak Positif dan Negatif: Respons BRI: y Kedekatan dengan perusahaan. y Penyediaan informasi dan penyampaian laporan kinerja dan pelaksanaan
y Pelaporan dan notifikasi kepada Bank Indonesia mengenai kepatuhan atas y Penyesuaian kebijakan dan peraturan internal, sesuai peraturan yang diterbitkan kegiatan lain: Laporan Tahunan, Laporan Keberlanjutan, Laporan TJSL, dan
Standar Basel (minimal setahun sekali); pemerintah; Metode Pelibatan dan Identifikasi Dampak Positif dan Negatif: laporan lainnya.
y Pelaporan kepatuhan aspek syariah kepada Dewan Syariah Nasional (minimal y Penerapan prinsip-prinsip GCG di seluruh unit kerja; dan y Kerja sama strategis dalam kepedulian BRI terhadap aspek sosial, pelaporan
setahun sekali); y Penyampaian laporan kinerja dan pelaksanaan kegiatan lain: Laporan Rencana program kemitraan, dan TJSL (minimal setahun sekali).
y Penyediaan ATM disabilitas (minimal setahun sekali); Aksi Keuangan Berkelanjutan, Laporan Tahunan, Laporan Keberlanjutan, Laporan
y Penyusunan RAKB dan Laporan Keberlanjutan (minimal setahun sekali); serta TJSL, serta laporan lain.
y Stakeholder Engagement Forum (satu tahun sekali).
55 Akademisi
Pemasok
Topik:
Penanggung Jawab Pelibatan (Resources): y Manajemen SDM dan HAM Penanggung Jawab Pelibatan (Resources): Topik:
y Fixed Asset Management & Procurement. y Keamanan dan Privasi Data y Divisi yang membidangi. y Tata Kelola Keberlanjutan
y Procurement & Logistic Operation Division. y Inklusi Keuangan dan Digitalisasi y Hubungan Masyarakat
Basis Penetapan: y Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Basis Penetapan: Respons BRI: y Relasi sosial, dan y Manajemen SDM dan HAM
y Hubungan ekonomi dan legal. y Focus group discussion untuk mengetahui masukan dan concern dari pemasok;
y Memberikan masukan dan pandangan independen.
y Laporan keberlanjutan dan penyesuaian dengan berbagai kerangka pelaporan
Metode Pelibatan dan Identifikasi Dampak Positif dan Negatif: terkait lingkungan, sosial dan tata kelola; serta Respons BRI:
y Seminar dan sosialisasi (saat diperlukan), y Sosialisasi terkait kebijakan perusahaan, seperti kebijakan ketenagakerjaan, Metode Pelibatan dan Identifikasi Dampak Positif dan Negatif: y Memberikan insight terhadap perkembangan dan pertumbuhan bisnis
y Kuesioner materialitas (setahun sekali), dan antikorupsi, lingkungan, dan sebagainya. y Stakeholder Engagement Forum (satu tahun sekali). y Menganalisis dampak yang timbul dari bisnis di era digitalisasi
y Stakeholder Engagement Forum (satu tahun sekali).
Media Massa
Penanggung Jawab Pelibatan (Resources): Topik:
y Corporate Secretary Division. y Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
y Marketing & Communication Division. y Hubungan Masyarakat
y Manajemen Emisi dan Perubahan Iklim
Basis Penetapan:
y Relasi sosial dan lisensi sosial. Respons BRI:
y Memberikan informasi kepada masyarakat umum terkait kegiatan dan
Metode Pelibatan dan Identifikasi Dampak Positif dan Negatif: program terbaru dari BRI.
y Siaran pers dan media gathering (saat diperlukan, minimal tiga bulan sekali),
dan
y Stakeholder Engagement Forum (satu tahun sekali).
Page 56
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Menavigasi Ketidakpastian: Pendekatan Manajemen Risiko BRI [2-12] [ 2-16]
Tata Kelola Risiko
Perkembangan yang pesat pada lingkungan eksternal Komite Pengawasan Manajemen Risiko (KPMR)
dan internal perbankan juga menyebabkan risiko KPMR membantu Dewan Komisaris untuk
Dewan Komisaris dan Direksi
kegiatan usaha bank semakin kompleks. Oleh karena melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam
itu, agar mampu beradaptasi dalam lingkungan mengevaluasi dan memastikan agar penerapan
bisnis, BRI dituntut untuk mengelola risiko secara Pilar Manajemen Risiko manajemen risiko tetap memenuhi unsur-unsur
terpadu dan sistematis. Dewan Komisaris dan Direksi Kecukupan kebijakan, Kecukupan proses kecukupan prosedur dan metodologi pengelolaan risiko,
Pengawasan aktif Direksi Manajemen Risiko & Sistem Kecukupan pengendalian
BRI bertanggung jawab atas efektivitas penerapan dan Dewan Komisaris prosedur & penetapan
Informasi Manajemen Risiko intern sehingga kegiatan BRI tetap dapat terkendali pada batas
limit
manajemen risiko di BRI dan memainkan peran kunci atau limit yang dapat diterima.
dalam mendukung dan mengawasi keberhasilan
implementasinya di seluruh unit kerja. Direksi menunjuk Komite Manajemen Risiko (KMR)
Direktur khusus, dalam hal ini Direktur Manajemen Komite yang bertanggung jawab atas penyusunan
UKO & SKMR
Risiko, untuk menjalankan proses pengawasan dan Komite Dewan
Komite Dewan Komisaris Identifikasi Pengukuran, Independent
Kebijakan Manajemen Risiko serta perubahannya
Komisaris
pengendalian risiko secara bank-wide. Fungsi Pengawasan
Fungsi Pengawasan Pemantauan, Assurance termasuk penerapan kebijakan manajemen risiko,
Pengendalian
56 strategi manajemen risiko dan contingency plan apabila
Dewan Komisaris mengevaluasi kebijakan dan Komite Manajemen Risiko kondisi eksternal tidak normal terjadi.
Komite Pemantau Komite Kebijakan Business Risk
implementasi manajemen risiko yang dilakukan oleh Manajemen Risiko Perkreditan Taking
Credit Risk Strategic Risk
Direksi. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)
Business Risk
BRI
Direksi mengelola aktivitas dan risiko BRI secara efektif. Market Risk Compliance Risk
Taking
Satuan Kerja
SKMR BRI merupakan Divisi yang memiliki wewenang
Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Pemantau Komite Tata Kelola
Komite Kredit Audit Intern dan bertanggung jawab dalam menjalankan proses
Terintegrasi
Operation
Manajemen Risiko (KPMR) untuk melaksanakan tugas Liquidity Risk ReputationRisk manajemen risiko dan bersifat independen dari Unit
dan tanggung jawabnya dalam mengevaluasi dan Kerja Operasional (UKO), Satuan Kerja Audit Intern, dan
Operational Risk Intragroup Risk
Komite Sistem Informasi
memastikan penerapan manajemen risiko Perseroan Komite Audit Manajemen Risiko Manajemen Risiko Unit Kerja Kepatuhan.
tetap memenuhi unsur-unsur kecukupan prosedur Legal Risk Insurance Risk Terintegrasi
dan metodologi pengelolaan risiko, sehingga kegiatan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI)
Perusahaan tetap dapat terkendali pada batas/limit risiko SKAI memiliki fungsi untuk mengevaluasi dan
yang dapat diterima serta menguntungkan Perusahaan. meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko,
Dewan Komisaris maupun anggota KPMR memiliki pengendalian intern dan proses governance.
kompetensi dan keahlian, termasuk sertifikasi di bidang
Manajemen Risiko sesuai dengan persyaratan standar
minimum.
Page 57
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Menavigasi Ketidakpastian: Pendekatan Manajemen Risiko BRI
Proses Manajemen Risiko
Setiap unit kerja operasional BRI bertanggung jawab atas penerapan proses manajemen risiko melalui sistem pengendalian
internal dalam aktivitas operasional dan bisnis di masing-masing unit kerja. BRI telah memiliki Kebijakan Manajemen
Risiko (KMR) yang dijadikan sebagai pedoman utama dalam melaksanakan pengelolaan risiko secara operasional dan
pengelolaan modal.
Dalam proses penerapan manajemen risiko mencakup identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko.
Proses ini dilakukan secara berkesinambungan oleh tiga lapisan pertahanan (three lines of defense): seluruh unit pengambil
risiko sebagai first line, unit kepatuhan dan manajemen risiko sebagai second line, dan unit audit internal sebagai third line.
Stress-Testing
BRI rutin melakukan simulasi stress-testing minimal 1 (satu) kali dalam setiap triwulan untuk mengevaluasi kerentanan yang
mungkin tidak terlihat pada kondisi normal, tetapi dapat menjadi risiko yang signifikan saat terjadi kondisi ekstrem.
57 Review dan Audit Risiko
BRI telah melakukan identifikasi terhadap indikator-indikator risiko utama untuk semua jenis risiko dan menetapkan
batasan atau limit risiko yang mencerminkan kondisi dan risiko yang dapat diterima (risk appetite) BRI. Penetapan
risk appetite dilakukan dalam bentuk pernyataan (risk appetite statement/RAS) yang bersifat kuantitatif, kualitatif, dan
ketidaktoleranan (zero tolerance) yang terkait dengan sasaran dan tujuan bisnis BRI. BRI secara berkala melakukan review
terhadap RAS dan parameter limit terhadap risiko untuk level korporasi (bank wide).
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen
Risiko bagi Bank Umum, SKAI melaksanakan kaji ulang manajemen risiko secara berkala, yaitu satu kali setahun. Proses ini
dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh penilaian risiko (Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional,
Risiko Hukum, Risiko Reputasi, Risiko Stratejik, dan Risiko Kepatuhan) telah dilaksanakan secara memadai. Selain itu, SKAI
juga secara berkala melakukan kegiatan audit untuk setiap level Unit Kerja di BRI. SKAI menyampaikan laporan secara rutin
kepada Direktur Utama dan Komite Audit dengan tindasan kepada Direktur Kepatuhan.
Selain itu, BRI juga melakukan self-assessment atas profil risiko perusahaan. Pada triwulan IV 2023 menunjukkan bahwa
peringkat risiko BRI berada pada tingkat Low to Moderate. Sebagai konglomerasi keuangan, BRI juga melakukan penilaian
risiko terintegrasi, dengan hasil profil risiko terintegrasi pada semester II 2023 berada pada tingkat Low to Moderate.
Penilaian ini menunjukkan bahwa BRI berhasil menjaga tingkat pengelolaan risiko seiring dengan perkembangan bisnis
dan persaingan di sektor perbankan di Indonesia. BRI juga memastikan Dewan Komisaris dan Direksi menerima berbagai
jenis pendidikan, di antaranya manajemen risiko. [2-12]
Page 58
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Menavigasi Ketidakpastian: Pendekatan Manajemen Risiko BRI
Mengelola Emerging Risk
Bank dihadapkan pada berbagai risiko yang diidentifikasi diperkirakan akan mempengaruhi bisnis kedepan. Berdasarkan hasil kajian, terdapat 2 (dua) kategori risiko yang akan dihadapi oleh BRI dalam jangka pendek dan jangka panjang pada masa
mendatang. Kategori risiko tersebut yaitu terkait lingkungan dan teknologi, yang dijabarkan sebagai berikut:
Kategori Risiko Definisi dan Deskripsi Risiko Dampak Risiko Tindakan Pencegahan
Lingkungan Kegagalan mitigasi Risiko perubahan iklim dan lingkungan menjadi fokus Kegagalan dalam melakukan aksi mitigasi atas perubahan iklim berpotensi BRI melakukan langkah mitigasi pada sisi operasional dan Bisnis BRI dengan analisis
perubahan iklim internasional dalam beberapa tahun belakangan ini. menyebabkan kerugian materiil bagi Perseroan, baik pada sisi operasional skenario perubahan iklim (Climate change scenario analysis/CCSA) yang dituangkan pada
aksi mitigasi risiko yang tidak fokus dan dilakukan maupun pada sisi bisnis BRI. Kegagalan mitigasi perubahan iklim juga laporan Task Force on Climate-Related Financial Disclosure (TCFD). Pada sisi operasional,
secara tidak terstruktur akan melemahkan rencana memberikan dampak kepada para debitur BRI di daerah terdampak bencana salah satu aksi mitigasi perubahan iklim BRI adalah dengan menambah kendaraan listrik
BRI dalam mencapai target emisi nol bersih atau net alam yang diakibatkan perubahan iklim, sehingga mempengaruhi kualitas kredit untuk kegiatan operasional. Pada sisi bisnis, BRI mengembangkan strategi dekarbonisasi
zero emission (NZE). kegagalan dalam melakukan aksi yang diberikan. salah satunya yaitu pengembangan fasilitas pembiayaan berbasis keberlanjutan yang
mitigasi atas perubahan iklim akan berdampak signifikan disebut Sustainability-Linked Loan. Fasilitas ini memberikan insentif kepada nasabah yang
pada peningkatan risiko lingkungan seperti kenaikan mampu mencapai target KPI berbasis ESG. BRI juga telah memiliki kebijakan pembiayaan
permukaan air laut, banjir, kebakaran hutan, gelombang berbasis ESG pada subsektor Kelapa sawit dan Pulp & Paper.
panas, pergeseran siklus musim, dan lain sebagainya.
tentunya ini akan berpengaruh pada kualitas penyaluran
58
kredit yang disalurkan.
Teknologi Risiko keamanan Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, Ancaman serangan dan keamanan siber menjadi perhatian penting di BRI untuk Dalam upaya melakukan mitigasi risiko ini, BRI telah membentuk divisi yang khusus
siber bioteknologi serta teknologi lainnya saat ini memberikan memastikan keamanan data digital yang diterapkan oleh Perseroan tetap menangani keamanan data digital yaitu Digital Risk Division. Perseroan memaksimalkan
kemudahan dalam seluruh aspek kehidupan. namun dalam pengelolaan yang baik. Ekosistem digital diperlukan untuk menghindari penggunaan ekosistem digital BRI seperti Digital Office, BRI Drive, email korporat dan sistem
kompleksitas teknologi baru juga meningkatkan risiko terjadinya aktivitas diluar ekosistem yang telah dikelola oleh Perseroan. tautan pendek yang disebut BRI Short LINK (BRISILK).
teknologi yang ada, seperti serangan siber pada data-
data sensitif yang dikelola. gangguan siber dapat berupa
ancaman virus, peretasan, kebocoran data, malware, dan
lain sebagainya.
Teknologi Responsible Penggunaan teknologi AI dalam e-KYC umum digunakan Penyalahgunaan tersebut dapat menimbulkan kerugian finansial bagi nasabah Sebagai upaya mitigasi, BRI secara berkala melakukan pembaharuan dan review terhadap
Artificial oleh bank untuk memberikan kemudahan kepada dan merusak reputasi bank. teknologi dan algoritma e-KYC untuk memastikan efektivitas dalam mendeteksi teknologi
Intelligence (AI) nasabah dalam berinteraksi dengan bank. Namun manipulasi visual dan audio (deep fakes).
demikian, saat ini masih ditemukan kelemahan dari AI
yang dapat disalahgunakan oleh pelaku kejahatan. Penggunaan AI yang diintegrasikan dalam layanan perbankan, baik untuk kebutuhan
internal maupun berkomunikasi dengan nasabah, memiliki beberapa use case, antara lain:
y Chatbot dan virtual assistant untuk layanan kepada nasabah berbasis teks.
y Robocall untuk komunikasi berbasis suara baik satu arah maupun dua arah secara real
time.
y Anti Money Laundering untuk pencegahan tindak pencucian uang berdasar behavior
transaksi nasabah (future plan).
y Rekomendasi transaksi berdasarkan perilaku (behaviour) untuk menganalisa pola
transaksi nasabah untuk kemudian dapat memberikan rekomendasi transaksi yang kerap
dilakukan (future plan).
Page 59
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Menavigasi Ketidakpastian: Pendekatan Manajemen Risiko BRI
Risk Culture Internal Risk Culture terkait Budaya Sadar Risiko
BRI secara berkala mengidentifikasi risiko dan mengukur risiko melalui Risk Control Self Assessment (RCSA) setiap awal Implementasi Budaya Risiko juga memiliki kaitan yang erat dengan BRI One Culture sehingga memperkuat transformasi
semester dengan mempertimbangkan Key Performance Indicator (KPI), concern dari manajemen, rencana bisnis kedepan, budaya dan sejalan dengan implementasi BRIVOLUTION 2.0, di mana Insan BRILiaN berperan penting dalam menjaga diri,
data historis kejadian risiko operasional, dan evaluasi kelemahan pengendalian/kontrol. RCSA merupakan perangkat menjaga kawan, dan menjaga BRI dalam membangun budaya risiko di unit kerja melalui tiga aktivitas wajib pada Culture
manajemen risiko operasional yang bersifat kualitatif dan prediktif untuk mengidentifikasi dan mengukur risiko dengan Activation Program (CAP) seluruh unit kerja, antara lain:
menggunakan dimensi dampak (impact) dan kemungkinan terjadi (likelihood). RCSA bertujuan agar pekerja dapat secara
proaktif mengidentifikasi dan melaporkan potensi risiko di seluruh organisasi. Penerapan RCSA mencakup Kantor Pusat 1. Lindungi Password-mu
BRI, Kantor Regional, Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang Luar Negeri, dan Kantor Cabang yang juga mewakili Unit BRI, y Seluruh pekerja menjaga kerahasiaan password/PIN/Data
Kantor Cabang Pembantu, dan Pusat Layanan Prioritas. y Seluruh pekerja tidak melakukan sharing password/PIN
2. Teliti Dokumen
Setiap pekerja di unit kerja BRI yang terlibat dalam fungsi manajemen risiko memiliki KPI terkait manajemen risiko. Selain y Dokumen nasabah/debitur telah divalidasi dan memenuhi persyaratan, serta diinput pada aplikasi sesuai dengan
itu, metrik manajemen risiko juga menjadi bagian dari KPI Kolegial Direksi. dokumen sumber dan prosedur penataan dokumen yang telah ditetapkan.
3. Pengungkapan Indikasi Fraud
y 100% penyimpangan (fraud) telah disampaikan kepada BRC/URC dan telah ditindaklanjuti.
59
Internalisasi Budaya Sadar Risiko terhadap segenap pekerja BRI juga diimplementasikan melalui serangkaian kegiatan
self-learning secara rutin, instruksi, dan sosialisasi yang berkelanjutan. BRI menyadari bahwa serangkaian prosedur tersebut
harus dijalani melalui internalisasi budaya kerja oleh semua manajemen dan pegawai BRI. Rincian implementasi budaya
sadar risiko dapat dilihat pada Laporan Tahunan BRI 2023.
Page 60
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Kami pada Praktik Bisnis Etis
Kode Etik BRI [2-23]
BRI resmi bergabung dengan United Nations Global Compact (UNGC) pada 12 Maret 2023, menunjukkan tekad BRI Sistem dan Prosedur Kode Etik
dalam menjalankan bisnis berkelanjutan. Surat Edaran Direksi BRI tentang Corporate Governance, Buku 6 Kode Etik BRI
menjelaskan kebijakan yang mengatur elemen-elemen Kode Etik BRI dan implementasinya. Kode Etik BRI berlaku bagi seluruh Insan BRI di seluruh jenjang organisasi perusahaan. Seluruh Insan BRI yaitu, Direksi,
Dewan Komisaris, dan seluruh pekerja wajib mengetahui, memahami, dan melaksanakan Kode Etik BRI sesuai dengan
Penerapan Kode Etik Perusahaan dibagi menjadi Kode Etik Bank dan Kode Etik Insan BRILiaN. Kode Etik Bank merupakan ketentuan yang berlaku. Direktur Kepatuhan beserta jajaran kepatuhan (Compliance Division dan Jajaran RRM Regional
pedoman yang menjelaskan etika usaha dan tata perilaku secara perusahaan, sedangkan Kode Etik Insan BRILiaN Office) bertanggung jawab dalam melakukan internalisasi kode etik.
merupakan pedoman yang menjelaskan etika usaha dan tata perilaku secara individu. [2-23] [2-24]
Elemen dalam Kode Etik Bank, yaitu: Regional Management
Direktur Kepatuhan Compliance Division
1. Kepatuhan Terhadap Hukum dan Regulasi, termasuk penerapan Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan and Compliance (RMC)
Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM);
2. Hubungan dengan Insan BRI: perlakuan adil dan menerapkan respectful workplace policy;
3. Hubungan dengan Nasabah: melindungi kerahasiaan data dan informasi pribadi nasabah;
60 4. Hubungan dengan Pesaing dan Mitra Kerja: menjunjung tinggi persaingan sehat, anti-monopoli, dan berlaku adil Dalam upaya menegakkan Kode Etik, BRI mewajibkan seluruh Insan BRI untuk membuat Surat Pernyataan Kode Etik BRI
terhadap mitra kerja; setiap tahun dan melakukan pengungkapan tahunan konflik kepentingan melalui aplikasi BRISTARS atau media lainnya.
5. Hubungan dengan Pemegang saham dan Investor: memberikan kontribusi dan nilai optimal, melindungi hak-hak Setiap tahun, Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan seluruh pekerja menandatangani pernyataan Anti Fraud dalam BRILiaN
pemegang saham, dan menjalankan transparansi dalam penyampaian informasi; Improvement Forum. Selain itu, penandatanganan pakta integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa dilakukan
6. Hubungan dengan Regulator: menjaga integritas dan akurasi pelaporan bank; oleh komite pengadaan, unit kerja pengguna, vendor, atau mitra. [2-23] [2-24]
7. Hubungan dengan Masyarakat dan Lingkungan Hidup: menjunjung tinggi HAM, mengatasi perubahan iklim, dan
larangan keterlibatan dalam aktivitas politik; Kode Etik disosialisasikan dan dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal BRI. Komitmen
8. Etika sebagai Kelompok Usaha (Group); dari jajaran Direksi dan Dewan Komisaris sebagai role model dalam menerapkan Kode Etik BRI sangat mempengaruhi
9. Pengendalian Gratifikasi, Penyuapan, dan Korupsi. keberhasilan penerapannya bagi seluruh Insan BRI. Guna memastikan implementasi yang efektif, BRI juga menyampaikan
Kode Etik perusahaan melalui: [2-23] [2-24]
Elemen dalam Kode Etik Insan BRILIaN, yaitu:
1. Kepatuhan Terhadap Hukum, Kebijakan Regulator, dan Kebijakan Internal Bank; y Situs resmi BRI (ir-bri.com/coc.html) yang dapat diakses secara publik, termasuk oleh mitra bisnis;
2. Perilaku Individu Insan BRI: perlindungan aset bank, menjaga keamanan informasi, larangan insider trading, dan y Landing Page pada aplikasi BRISTARS;
melaporkan pelanggaran melalui whistleblowing system; y Perjanjian Kerja Bersama antara Serikat Pekerja BRI dan Manajemen BRI; [407-1]
3. Hubungan dengan Nasabah: memberikan perlakuan adil terhadap nasabah dan melindungi data nasabah; y Poster, video, dan media iklan lainnya di kantor perusahaan.
4. Hubungan dengan Pesaing dan Mitra kerja;
5. Hubungan Antar Sesama Pekerja termasuk dengan Pekerja BRI Group: mematuhi respectful workplace policy;
6. Hubungan dengan Regulator;
7. Hubungan dengan Masyarakat dan Lingkungan Hidup;
8. Pengendalian Gratifikasi, Penyuapan, dan Korupsi.
Page 61
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Kami pada Praktik Bisnis Etis
Whistleblowing System (WBS) WBS juga dapat digunakan untuk menyampaikan keluhan/grievance dari pemangku kepentingan eksternal terhadap
kegiatan usaha BRI. Mekanisme pengaduan keluhan di BRI belum dipisahkan melalui saluran khusus, sehingga pemangku
BRI menyediakan sarana pelaporan bagi pekerja BRI maupun pihak eksternal, seperti nasabah, mitra kerja, dan pemangku kepentingan eksternal dapat menggunakan WBS sebagai sarana untuk menyampaikan keluhan mereka. [2-25]
kepentingan BRI untuk melaporkan adanya perilaku atau indikasi pelanggaran kode etik mengacu pada prinsip GCG dan
ketentuan yang berlaku. Melalui sistem WBS ini, BRI menjamin kerahasiaan identitas pelapor apabila pelapor memilih Pengelolaan laporan WBS dilakukan oleh Unit Pengelola WBS yang berada di bawah Direktur Utama dan diawasi oleh
untuk merahasiakan identitas saat melakukan pelaporan melalui whistleblowing system BRI. Implementasi WBS dilakukan Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Unit Pengelola WBS bertanggung jawab dalam mengelola dan menindaklanjuti
melalui alur sebagai berikut: laporan indikasi pelanggaran. [2-25] [2-26] [2-29]
Jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan melalui WBS adalah: [2-27]
y Fraud;
y Gratifikasi;
y Pelanggaran Etika;
y Pelanggaran Kode Etik;
61 y Pelanggaran terhadap proses Akuntansi dan Laporan Keuangan;
Kode Persetujuan
Laporan &
Password y Indikasi Pelanggaran oleh Pengurus BRI & Perusahaan Anak
Pelapor menyampaikan laporan Verifikasi laporan WBS oleh Pemimpin Unit Pengelola
indikasi pelanggaran melalui, Petugas WBS/ Petugas WBS/Pemimpin Komite Audit
SMS, WhatsApp, Email, dan surat Komite Audit melakukan Validasi
Ditolak Ditindaklanjuti Surat: PO BOX 1895 JKP 10900 SMS: 0811 8200 600
Alur Mekanisme Pelaporan
Whistleblowing System (WBS) Email: whistleblower@corp.bri.co.id Situs Web:
Tolakan diperbarui Unit Pengelola WBS/Komite Audit https://whistleblowing-system.bri.co.id/
pada sistem menunjuk Unit Kerja Investigasi untuk
melakukan Investigasi
Unit Kerja Investigasi
Unit kerja memiliki kewenangan
Petugas UP WBS/Petugas Komite menyampaikan
untuk melakukan tindak lanjut
Audit update status laporan laporan hasil investigasi kepada
perbaikan dan melaporkannya
unit kerja berwenang dengan
kepada UP WBS/Komite Audit
tembusan UP WBS/ Komite Audit
Page 62
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Kami pada Praktik Bisnis Etis
Jenis dan Sanksi Pelanggaran Kode Etik Verifikasi Pihak Eksternal
Dalam hal berdasarkan hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran kode etik, pelaku akan dikenakan sanksi sesuai Proses uji tuntas (due diligence) dan prinsip kehati-hatian merupakan bagian integral dari elemen Kode Etik. Guna
Surat Edaran Direksi BRI tentang Peraturan Disiplin. memastikan kesesuaian perumusan Kode Etik perusahaan, BRI melakukan peninjauan oleh pihak ketiga independen
termasuk sertifikasi. Selain itu, BRI juga mengacu pada instrumen internasional dalam Kode Etik BRI yaitu United Nations
Sanksi pelanggaran disiplin atas kode etik diklasifikasikan sebagai berikut: (UN) Guiding Principles on Business and Human Rights. [2-23]
a. Bentuk Pembinaan BRI telah memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan untuk ruang lingkup pengadaan
i. Teguran Lisan; barang dan jasa pada tahun 2020. Pada tahun 2023 BRI berhasil mempertahankan sertifikasi ISO SMAP tersebut dengan
ii. Surat Pembinaan; dilaksanakannya resertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan untuk ruang lingkup pengadaan barang
iii. Peringatan Tertulis; dan dan jasa.
iv. Teguran Tertulis.
62 b. Bentuk Hukuman Jabatan
Nama Sertifikat Masa Berlaku
i. Turun Jabatan 1 Golongan Jabatan (TJ 1); ISO 37301 Sistem Manajemen Kepatuhan 2023-2025
ii. Turun Jabatan 2 Golongan Jabatan (TJ 2); dan ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan 2023-2026
iii. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu 2023-2026
Sanksi diberikan sesuai dengan kategori pelanggaran (ringan, sedang, atau berat) dan berpengaruh pada remunerasi serta
penilaian kinerja individu.
Selama tahun 2023, terdapat 29 indikasi pelanggaran yang dilaporkan dan telah diselesaikan. Tidak terdapat laporan yang
diajukan oleh publik, termasuk terkait lingkungan hidup, tidak terdapat laporan yang diselesaikan secara hukum, dan
tidak terdapat kontrak yang diakhiri dengan mitra bisnis. Selama periode pelaporan, tidak terdapat kasus signifikan yang
menunjukkan ketidakpatuhan terhadap hukum dan regulasi yang berujung pada denda atau sanksi nonmoneter. [2-27] [205-3]
[3-3] [SASB FN-CB-510a.1] [F.16]
Page 63
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Kami pada Praktik Bisnis Etis
Hubungan BRI & Insan BRILiaN dengan Mitra Kerja Prosedur Pencegahan Kejahatan
Manajemen rekanan BRI melibatkan proses pendaftaran, seleksi, pengawasan, serta evaluasi kinerja rekanan. Pengelolaan Kebijakan Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi
ini mengacu pada Surat Edaran Direksi tentang Pengadaan Barang dan/atau Jasa Buku 11 tentang Pengelolaan Vendor BRI. Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM)
BRI mengembangkan aplikasi manajemen vendor yang terintegrasi dengan BRISMILE yang mencakup seluruh proses
mulai dari pendaftaran, seleksi, pengawasan, pemeliharaan, hingga evaluasi kinerja rekanan. Aplikasi ini memastikan BRI Penanggung jawab penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM dilaksanakan oleh Unit Kerja Khusus (UKK) yang berada di
memiliki database yang mendukung pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. [FS1] [FS5] [205-2] setiap level organisasi. UKK Kantor Pusat BRI dilaksanakan oleh Compliance Division yang merupakan unit kerja struktural
dalam struktur organisasi BRI. Dalam menjalankan tugasnya, Compliance Division melapor dan bertanggung jawab kepada
Dalam pemilihan pemasok baru, BRI menetapkan kriteria yang mematuhi prinsip-prinsip untuk meminimalkan risiko Direktur Kepatuhan.
dampak negatif sosial. BRI mengintegrasikan Kode Etik dengan prinsip dan kebijakan pengadaan perusahaan, serta
berusaha untuk mensosialisasikan Kode Etik kepada pemasok. Penandatanganan pakta integritas dilakukan oleh panitia BRI berkomitmen untuk mematuhi semua hukum, peraturan, dan ketentuan yang berlaku terkait pencegahan pencucian
pengadaan, unit kerja user, vendor, atau rekanan dan pejabat pemutus pada setiap tahapan proses pengadaan di BRI. [3-3] uang dan pembiayaan terorisme. BRI telah mengembangkan dan menerapkan program Anti Money Laundering & Counter
[FS1] [FS3] [FS5] [F.19] [205-2] [408-1] Financing of Terrorism (AML & CFT) yang telah disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris BRI. Program ini mencakup
kebijakan, prosedur, pengendalian internal, dan sistem yang sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia tentang
Pada tahun 2023, terdapat 254 vendor yang memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT), dimana untuk memperoleh Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme, Peraturan Bank Indonesia, dan
63 dokumen SKT dimaksud vendor wajib untuk memenuhi persyaratan sesuai dengan Kebijakan Pengelolaan Aktiva Tetap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terkait dengan program APU, PPT, dan PPPSPM, BRI menetapkan periode
serta Pengadaan serta Ketentuan Pendaftaran Rekanan Penyedia Barang dan Jasa BRI, termasuk penandatanganan Surat penyimpanan dokumen selama 5 tahun.
Pernyataan Anti Penyuapan. BRI juga tetap mempertimbangkan kriteria lingkungan dan sosial sebagai nilai tambah dalam
seleksi pemasok, dengan fokus khusus pada Hak Asasi Manusia, termasuk larangan penggunaan pekerja di bawah umur Prosedur APU, PPT, dan PPPSPM meliputi:
(No Child Labor). [2-6] [204-1] [FS3] [B.3] [B.1e] [3-3] [FS1] [FS3] [FS5] [F.19] [205-2] [408-1] Customer Due Diligence (CDD)
Prosedur CDD melibatkan langkah-langkah ketat untuk memastikan kepatuhan dan mengenali risiko. Mulai dari kebijakan penerimaan dan
identifikasi calon nasabah/nasabah/walk-in customer (WIC), permintaan data dan informasi, dokumen pendukung, hingga proses verifikasi calon
nasabah dan identifikasi pemilik manfaat.
Untuk memastikan bahwa proses pengadaan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, BRI secara rutin melakukan Enhanced Due Diligence (EDD)
Prosedur EDD melibatkan langkah-langkah tambahan untuk mengidentifikasi risiko dengan lebih detail. EDD dilakukan secara menyeluruh,
khususnya terkait dengan jasa penitipan dengan pengelolaan (Trust), serta prosedur EDD terhadap kategori berisiko tinggi.
audit pengadaan barang dan jasa untuk memastikan bahwa proses tersebut sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang
Penetapan nasabah yang dikategorikan sebagai Politically Exposed Persons (PEPs) dan pengelompokan calon nasabah, nasabah, dan/atau WIC
berlaku. Audit ini dilakukan baik oleh auditor internal maupun auditor eksternal BRI. BRI melaksanakan Vendor Anti Bribery Politically Exposed Persons (PEPs) berdasarkan tingkat risiko terjadinya pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme.
Survey kepada mitra/rekanan sebagai upaya edukasi yang mencakup sosialisasi visi dan misi BRI; Sosialisasi ISO 37001:2016 Prosedur CDD non-face-to-face melibatkan verifikasi nasabah dan pengecekan dokumen pendukung. Verifikasi dilakukan dengan faktor biometrik
Non-face-to-face CDD
serta evaluasi terhadap rekanan. BRI juga menyelenggarakan forum komunikasi untuk mendapatkan masukan dari seperti face recognition dan eyeballing. Dokumen pendukung yang diperlukan mencakup dokumen identitas dan contoh tanda tangan.
rekanan untuk perbaikan proses pengadaan di BRI. [FS9] Pengelolaan Hubungan Usaha dengan Calon Mencakup penundaan transaksi dan penghentian sementara transaksi, penolakan, pembatalan, dan/atau penutupan terhadap hubungan usaha
dengan calon nasabah, dan pengembalian sisa dana nasabah.
Nasabah, Nasabah, WIC, dan/atau Transaksi
Pemantauan terhadap profil calon nasabah, aktivitas transaksi nasabah, serta Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) dan
Pengkinian dan Pemantauan Daftar Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (DPPSPM)
Cross Border Correspondent Banking Prosedur pengelolaan cross border correspondent banking dan payable through account.
Transfer Dana Prosedur transfer dana dan permintaan informasi dan pelaporan pada transfer dana.
Pejabat senior BRI berwenang dalam membuat keputusan untuk meneruskan atau menghentikan hubungan usaha
dan/atau transaksi dengan nasabah, WIC, atau beneficial ownership (BO) yang termasuk kriteria berisiko tinggi, termasuk
PEP. Penerapan APU, PPT, dan PPPSPM juga tunduk pada pengawasan dan pemantauan oleh OJK. Selain itu, BRI juga
melaksanakan pemeriksaan independen setiap tahun sekali untuk memastikan efektivitas penerapan program APU, PPT,
dan PPPSPM. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada bulan Juli 2023.
Page 64
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Kami pada Praktik Bisnis Etis
Program APU-PPT
Pencegahan Green Financial Crime
Dalam rangka pencegahan penggunaan BRI sebagai media atau tujuan pencucian uang dan pendanaan terorisme, BRI
melakukan prosedur penyaringan (pre-employee screening) pada saat penerimaan pekerja baru sebagai bagian dari BRI telah mengambil langkah konkret untuk mencegah kejahatan keuangan terkait isu lingkungan. Kebijakan APU,
PPT, dan PPPSPM BRI telah memuat ketentuan identifikasi transaksi mencurigakan terkait green financial crime.
penerapan Know Your Employee (KYE).
BRI juga telah mengembangkan parameter alert transaksi keuangan yang mencurigakan pada sistem AML CFT
3.1. Selain itu, BRI membentuk Green Finance Crime Task Force yang melibatkan Divisi Kepatuhan dan divisi terkait
BRI terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan atas penerapan APU-PPT, baik di internal maupun di tingkat grup. lainnya untuk memfasilitasi pertukaran informasi mengenai nasabah terindikasi atau terkait dengan transaksi atau
Beberapa inisiatif perbaikan yang telah dilakukan antara lain: aktivitas green financial crime.
a. Pengembangan sistem monitoring transaksi mencurigakan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun
kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), seperti AI for Monitoring Transaction Systems through Graph Technology,
Integrated AML CFT Screening (watchlist screening pada platform pembukaan rekening dan transaksi), Risk Based Kebijakan Anti-Fraud
Approach (RBA) Bankwide, RBA Customer, AML CFT System (Menu STR, CTR, IFTI Reporting), Sipesat Reporting Tools, dan
64 Tools untuk tanggapan dan analisa dampak dalam pengujian kepatuhan pada BRIPEDIA. Dalam menegakkan GCG, BRI telah menerapkan serangkaian kebijakan dan strategi anti-fraud. Kebijakan ini
b. Memperkuat penyaringan database dan identifikasi nasabah dengan memanfaatkan aplikasi PEP PPATK. mencerminkan komitmen manajemen untuk mengendalikan potensi kecurangan dan menunjukkan keseriusan Dewan
c. Meninjau penilaian risiko Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT) Komisaris dan Direksi yang tidak memberikan toleransi (zero tolerance) segala bentuk kecurangan, baik dari pihak internal
dengan pendekatan berbasis risiko sesuai National Risk Assessment (NRA) dan Sectoral Risk Assessment (SRA) terkini. maupun eksternal. Hal ini diatur secara rinci dalam SE Direksi tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Manajemen
d. Optimalisasi penerapan program APU PPT di kantor wilayah dan kantor cabang melalui peningkatan peran Regional Risiko Operasional (Buku V: Strategi Anti-Fraud). [3-3]
Risk Management & Compliance dan Branch Risk & Compliance.
Pengawasan terhadap tindakan kecurangan di lingkup internal BRI menjadi tanggung jawab Desk Fraud Management &
Pelatihan APU, PPT, dan PPPSPM Recovery sebagai bagian dari Divisi Operational Risk di bawah Direktur Manajemen Risiko. BRI juga melibatkan Direktorat
Digital dan Teknologi Informasi dalam upaya pencegahan terjadinya kecurangan oleh pihak eksternal. [3-3]
BRI menetapkan program APU, PPT, dan PPPSPM sebagai materi wajib dalam pendidikan bagi pekerja baru dan pelatihan
reguler lainnya untuk meningkatkan pemahaman pekerja terhadap implementasi APU, PPT, dan PPPSPM. Pada tahun Secara internal, BRI mewajibkan Direktur, Komisaris, jajaran manajemen, dan seluruh pekerja untuk menandatangani
2023, BRI juga menyelenggarakan webinar tentang Sistem AML CFT 3.1 dan Pencatatan Field EDD dan BO pada Aplikasi komitmen anti-fraud. Di lingkup eksternal, BRI terus memperbarui teknologi sebagai langkah pencegahan kecurangan. BRI
NDSI dan webinar tentang Undangan Sosialisasi dan Diskusi terkait Penerapan Prosedur CDD/EDD Transfer Dana. Selain juga menyediakan bantuan hukum bagi pekerja yang menghadapi permasalahan hukum dari pihak ketiga terkait dugaan
itu, BRI juga bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menyelenggarakan Sertifikasi Kepatuhan Level 1 kecurangan dalam pelaksanaan tugas. Namun, bantuan dan perlindungan hukum tidak berlaku jika pekerja menjadi pihak
maupun Level 2 kepada jajaran pekerja Compliance. [2-24] yang dilaporkan Perusahaan dan/atau telah dinyatakan bersalah oleh Perusahaan.
BRI mengajak seluruh pekerja untuk menghindari keterlibatan dalam segala bentuk kegiatan fraud melalui serangkaian
sosialisasi. Meskipun survei terkait operasi dengan potensi risiko gratifikasi belum dilakukan, BRI menyadari bahwa
setiap pekerja pada tiap divisi memiliki potensi dan risiko yang sama terkait gratifikasi. Pada tahun 2023 pula, BRI telah
menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan kebijakan anti-fraud atau antikorupsi untuk seluruh pekerja (100%) dan badan
tata kelola, serta telah menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada mitra bisnis. [205-1] [205-2] [2-24]
Page 65
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Integritas di Tempat Kerja: Komitmen Kami pada Praktik Bisnis Etis
Kebijakan Anti Gratifikasi
BRI dengan tegas melarang pemberian dan penerimaan gratifikasi dalam bentuk apa pun dan dari siapa pun, sejalan
dengan undang-undang yang berlaku. Komitmen BRI untuk melarang praktik gratifikasi terus diperkuat melalui penerbitan
Kebijakan Anti Penyuapan dan Pengendalian Gratifikasi. Kebijakan ini menjadi pedoman bagi seluruh Insan BRILiaN
untuk mencegah praktik gratifikasi dan penyuapan yang dapat merugikan kepentingan BRI serta melanggar prinsip GCG.
Ketentuan Anti penyuapan dan Pengendalian Gratifikasi juga memuat larangan kontribusi politik secara langsung maupun
tidak langsung, serta kontribusi amal dan sponsorship.
Dalam pelaksanaan program anti gratifikasi, BRI membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi BRI (UPG BRI) yang
bertanggung jawab menyusun ketentuan pengendalian gratifikasi, merancang program sosialisasi, mengelola laporan
penerimaan dan penolakan gratifikasi, serta melakukan analisis dan administrasi laporan tersebut. Unit ini secara khusus
terintegrasi dalam Divisi Kepatuhan. [3-3]
65
Pekerja yang menerima atau menolak gratifikasi wajib melapor ke UPG BRI. Pelaporan gratifikasi kepada UPG dilakukan
secara digital melalui GCG Online System dan surat elektronik dengan alamat upg.bri@corp.bri.co.id. Laporan tersebut
kemudian diteruskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui aplikasi Gratifikasi Online (GOL). Pelaporan
harus diterima paling lambat tujuh hari kerja dari tenggat waktu tiga puluh hari kerja. Melalui GCG Online System, setiap
pekerja memiliki akses ke teknis tata kelola, seperti penandatanganan pernyataan kepatuhan kode etik dan pembuatan
pengungkapan tahunan (annual disclosure).
Pelaporan pemberian atau penerimaan gratifikasi dapat dilaporkan melalui: [3-3]
Surat ke Divisi Kepatuhan BRI
Human Capital System (BRISTARS) Email: upg.bri@corp.bri.co.id Gedung BRI 2 lantai 10,
GCG Online System Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-26
Sebagai bentuk dukungan terhadap program anti gratifikasi, pekerja BRI telah menyampaikan 61 laporan pengaduan
gratifikasi kepada Divisi Kepatuhan selama tahun 2023. BRI berupaya meningkatkan kesadaran pekerja BRI terhadap
gratifikasi melalui internalisasi antipenyuapan dan pengendalian gratifikasi melalui sosialisasi ketentuan, e-learning, dan
materi komunikasi berupa video. [205-3] [205-1] [3-3]
Page 66
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Ketahanan Siber: Melindungi Aset Informasi Kami
Tata Kelola Keamanan Informasi
Direktur Digital & Teknologi Informasi Struktur Komite Tata Kelola Data
IT Strategy & Application Digital Banking Enterprise Data IT Infrastructure & Direktur Digital & Teknologi Informasi Ketua
Information Security
Governance Division Management & Development & Management Operation Division Division
Operation Division Operation Division Division
Direktur Jaringan & Layanan Ketua Pengganti
(Merangkap anggota tetap)
Komite Pengarah Teknologi Informasi merupakan Komite di Kantor Pusat yang bertanggung jawab memberikan arahan
dan rekomendasi kepada Direksi tentang perencanaan, tata kelola, pengembangan, dan operasional teknologi informasi. Department Head, Data Strategy & Governance Sekretaris
(Merangkap anggota tetap)
Komite Tata Kelola Data adalah suatu forum yang memberikan arahan terkait data governance, serta memberikan putusan
terkait dengan leading issue pada data yang tidak dapat diselesaikan di tingkat Data Owners, Data Stewards, maupun di y Direktur Keuangan Anggota tetap
tingkat Data Management Office. y Direktur Kepatuhan
y Division Head, Enterprise Data Management
Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Pengarah Teknologi Informasi dan Komite Tata Kelola Data mengacu pada Surat
Keputusan Direksi tentang Information Technology Steering Committee dan Data Governance Committee yang mengatur Direktur atau SEVP Bidang Terkait Anggota tidak tetap
66 terkait tujuan, organisasi, tugas, wewenang, tanggung jawab, dan tata kerja kedua komite tersebut.
Struktur Komite Pengarah Teknologi Informasi Dalam menangani keamanan informasi, BRI secara khusus membentuk Unit Kerja Keamanan Informasi. Unit Kerja
Direktur Digital & Teknologi Informasi Ketua Keamanan Informasi dipimpin oleh seorang Chief Information Security Officer (CISO). CISO harus berpengalaman dalam
bidang keamanan dan memiliki beberapa sertifikasi, seperti Certified Information System Auditor (CISA) dan Certified
Direktur Jaringan & Layanan Ketua pengganti
(Merangkap anggota
Information Systems Security Professional (CISSP). Berada di bawah Direktur Digital & Teknologi Informasi, unit kerja ini
tetap) memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
Department Head, IT Governance Management Sekretaris (Merangkap
anggota tetap) y Desain Arsitektur Keamanan;
y Keamanan Operasional;
y Direktur Manajemen Risiko Anggota Tetap y Risiko Siber dan Intelijen Siber;
y SEVP, Manajemen Aktiva Tetap & Pengadaan y Pencegahan Kehilangan Data dan Penipuan;
y Division Head, IT Strategy & Governance
y Division Head, Application Management & Operation y Manajemen Identitas dan Akses;
y Division Head, Digital Banking Development & Operation y Program Manajemen, Investigasi, dan Forensik; serta
y Division Head, Enterprise Data Management y Security Governance.
y Division Head, IT Infrastructure & Operation
y Division Head, Information Security
y Division Head, Operational Risk
y Division Head, Digital Risk
y Division Head, Distribution Network
y Division Head, Service & Contact Center
y Direktur atau SEVP bidang terkait; atau Anggota tidak tetap
y Division Head bidang terkait
Page 67
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Ketahanan Siber: Melindungi Aset Informasi Kami
Proses dan Infrastruktur Keamanan Informasi
Pengelolaan keamanan siber BRI mengacu pada kebijakan terkait pengamanan informasi sesuai Peraturan OJK No. 38/ Pada pilar Respond dan Recover, BRI memiliki Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) yang akan mengatasi
POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum, ISO 27001: permasalahan atau insiden keamanan informasi secara tanggap. BRI memiliki protokol untuk menyampaikan kepada
2013, PCI-DSS, dan NIST. Selain itu, BRI juga memiliki ketentuan mengenai pengamanan data nasabah berdasarkan Surat publik apabila terjadi insiden. BRI bekerja sama dengan pakar keamanan siber yang memiliki pengalaman global dalam
Edaran OJK No. 14/SEOJK.07/2014 tentang Kerahasiaan dan Keamanan Data dan/atau Informasi Pribadi Konsumen. BRI menanggapi insiden untuk melakukan forensik dan investigasi insiden siber.
menentukan insiden siber berdasarkan dampaknya, antara lain sanksi regulator, klasifikasi data, publikasi di media, dan
layanan yang terganggu akibat dari insiden tersebut. BRI telah menyusun tata kelola untuk tanggap insiden keamanan informasi yang sejalan dengan Disaster Recovery
Plan (DRP) dan Business Continuity Plan (BCP) BRI yang dituangkan dalam Surat Edaran tentang Business Continuity
BRI telah membentuk sebuah kerangka untuk mengelola keamanan siber. BRI Cybersecurity Framework disusun ke dalam Management. BCP wajib diuji coba minimal sekali dalam satu tahun dengan melibatkan end-user (end-to-end).
Enterprise Security Architecture (ESA) yang mengacu pada National Institute of Standards and Technology (NIST) Cyber
Security Framework. ESA dirancang berdasarkan analisis dan kondisi ancaman siber terkini.
Sertifikasi Keamanan Informasi
Jenis Sertifikasi Lingkup
67 ISO 27001 BRIAPI, Big Data, Managing Event & Cyber Threat Monitoring, Card
Identify Protect Detect Respond Recover Production, Spacecraft Operation, dan Data Center Facility
ISO 20000 Surveillance Brinets Express, Brilink Mobile, BRImo, Extend Scope Brispot
• Maturity • Security • Security Operation Cyber Incident • IT Recovery
Assessment on Governance Center Response Team (CSIRT) Orchestration
the dimensions of • Awareness and • Threat Intellegence • Strategic Post- Verifikasi Eksternal
IT-Security Training • Brand protection Cyber-Attact
• Data Secuity, Analysis
• Gap Analysis Account and Access
and Definition of Management Untuk menjamin keamanan infrastruktur TI dan sistem manajemen keamanan informasi, sepanjang tahun 2023 BRI
Roadmap and • End Point Security
associated action • Application Security melaksanakan verifikasi oleh pihak eksternal, seperti Penetration Testing dan Vulnerability Assessment.
plan • Network Security
• Perimeter Security
ESA terdiri dari pilar Identifikasi (Identify), Proteksi (Protect), Deteksi (Detect), Tanggap (Respond), dan Pemulihan (Recover)
terhadap keamanan informasi. Pilar Identify terdiri dari gap analysis, maturity assessment, dan penyusunan roadmap security
BRI. Pada pilar Protect, BRI menerapkan berbagai teknologi pengamanan informasi dan juga tata kelola keamanan. BRI
juga memiliki fungsi/bagian khusus berupa Security Operation Center (SOC) yang melakukan pengawasan terhadap
ancaman siber secara terus-menerus (24 jam, setiap minggu, selama 365 hari) yang tercermin dalam pilar Detect. BRI terus
melakukan pengawasan secara proaktif melalui layanan threat intelligence service dari provider yang berskala internasional.
Selain itu, guna memonitor dan memitigasi ancaman penyalahgunaan merek (brand abuse), BRI memiliki program proteksi
merek untuk memonitor penyalahgunaan merek BRI di media sosial. BRI juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk
melakukan identifikasi kerentanan sistem BRI dan tinjauan terhadap keamanan informasi BRI secara independen berupa
vulnerability assessment penetration test dan simulasi serangan siber (red team).
Page 68
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Ketahanan Siber: Melindungi Aset Informasi Kami
Meningkatkan Kesadaran dan Kapabilitas Keamanan Informasi Pekerja
Dalam rangka meningkatkan kepedulian pekerja BRI terhadap keamanan informasi, BRI secara rutin melaksanakan Proses Eskalasi Keamanan Informasi
program peningkatan awareness melalui berbagai bentuk dan media, antara lain:
BRI memiliki kerangka tanggap insiden keamanan siber BRI CSIRT yang diatur dalam Kebijakan Manajemen Insiden
1. Privacy Infographic: BRI telah mengeluarkan serangkaian infografis melalui poster dan publikasi terkait perlindungan Keamanan Siber. Apabila terdapat hal yang mencurigakan, pekerja BRI dapat mengikuti proses eskalasi sebagai berikut:
data pribadi bagi seluruh pekerja BRI guna meningkatkan kesadaran dan menanamkan budaya perlindungan data
pribadi dalam seluruh kegiatan operasional. Pra-Insiden Tanggap Insiden Pasca-Insiden
2. Privacy Podcast: Divisi EDM bekerja sama dengan stakeholders terkait telah menyelenggarakan siniar (podcast) dengan
Pelapor Satuan Kerja Fungsi CSIRT CSIRT CSIRT CSIRT
tema "Penerapan Perlindungan Data Pribadi dan Kerahasiaan Bank di Unit Kerja”. Layanan & Contact Centre
Menemukan atau Persiapan dan Deteksi dan Mitigasi Pelaporan dan
Pelaporan atau penanganan Perencanaan Analisis Evaluasi
mengalami kejadian
3. Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Perlindungan Data Pribadi: Kegiatan sosialisasi dan internalisasi ini dilakukan di yang berpotensi atau
insiden yang dapat diselesaikan
staf Single Point of Contact
telah membahayakan
kantor pusat dan kantor cabang melalui serangkaian acara sepanjang tahun 2023. keamanan siber Bank Mitigasi Teknis
Help Desk IT Satuan Kerja TI
4. E-learning: BRI menjadikan topik keamanan informasi sebagai salah satu modul dalam e-learning kepada seluruh Fungsi Keamanan Informasi Manajemen
Risiko dan Tata
pekerja. Eskalasi pelaporan atau
penanganan insiden
Kelola
5. Email phishing campaign: BRI melakukan blast email guna mengkampanyekan ancaman phishing. Komunikasi
68 6. Workshop Privacy Readiness BRI Group: Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman kepada BRI Group tentang Satuan Kerja TI Fungsi
Keamanan Informasi
kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi setelah disahkannya Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU Eskalasi penanganan ke Technical
Direktur DTI Tim Manajemen Kritis
Support Satuan Kerja TI Koordinator CSIRT
PDP), serta meningkatkan pemahaman BRI Group dalam implementasi teknis ketentuan UU PDP, di masing-masing Eskalasi apabila insiden Usulan Deklarasi Deklarasi Bencana dan
masuk kategori Sangat Bencana dan Aktivasi Aktivasi BCM
organisasi. Workshop ini dihadiri oleh narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Tim Tanggap Insiden Tinggi, atau meluas BCM
Keamanan Informasi dan tidak dapat
(CSIRT) dihentikan sehingga
diselenggarakan pada 3 Mei 2023. akan masuk kategori
Eskalasi penanganan yang Sangat Tinggi
membutuhkan koordinasi antar
Satuan Kerja TI dan lainnya
Penanganan terhadap Pelanggaran Keamanan Informasi
Pelanggaran keamanan informasi/keamanan siber merupakan bagian dari tindakan disiplin pekerja BRI yang tertuang
dalam Surat Edaran tentang Peraturan Disiplin. Pelaku pelanggaran dimaksud dapat diproses menggunakan metrik
pelanggaran fundamental dengan sandi TSI-19 (ketidakmampuan dalam menjaga keamanan ruang dan sistem TI
sesuai dengan ketentuan yang berlaku) dan TSI-20 (ketidakmampuan dalam menjaga nama pengguna, kata sandi, atau
keamanan akses data TI lainnya yang menjadi tanggung jawabnya).
Pelaku pelanggaran dapat diberikan sanksi disiplin yang berdampak pada penilaian kinerja (pengurangan skor evaluasi
pekerja (0,25 - 0,75), pemotongan gaji (10–15%), dan sanksi lainnya.
Dalam rangka menjalankan strategi Perusahaan tahun 2021 – 2025, Direktorat Digital dan Teknologi Informasi (DTI) telah
menyusun Roadmap IT yang dapat dilihat pada Laporan Tahunan BRI 2023.
Page 69
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Produk dan Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
BRI menyadari bahwa kegiatan utama bisnis Perseroan adalah pemberian pinjaman kepada nasabah, yang berpotensi Berikut adalah prosedur persetujuan kredit dilakukan dengan memperhatikan aspek ESG:
memengaruhi lingkungan dan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, BRI menerapkan
analisis faktor ESG saat pengajuan kredit oleh nasabah dan melakukan analisis tersebut pada pengajuan fasilitas. Hal ini Prosedur Persetujuan Kredit
dilakukan untuk mengukur risiko aktivitas bisnis nasabah terkait aspek ESG dan keberlanjutan berdasarkan kapasitas,
komitmen, dan rekam jejak nasabah.
Aspek Lingkungan Marketing Hukum dan Unit Kerja
Kepatuhan Operasional
Dalam rangka melakukan mitigasi risiko lingkungan yang muncul dari pembiayaan, seperti risiko biodiversitas, risiko emisi
Mengidentifikasi dan Melakukan
gas rumah kaca, dan risiko bencana alam, BRI menerapkan persyaratan berupa dokumen perizinan lingkungan, Peringkat mempertimbangkan
Meninjau pengawasan
kepatuhan dari dan memeriksa
kelayakan bisnis calon Analisis Kredit Komite Kredit Manajemen Risiko
PROPER, standar industri hijau, pengelolaan limbah, emisi GRK, perlindungan area prioritas, serta dokumen sertifikasi debitur termasuk isu
calon debitur kelengkapan
terkait ESG dokumen terkait ESG
lingkungan spesifik sesuai sektor. Mengelola Proses Persetujuan
sesuai syarat yang Memantau
kredit dengan sesuai wewenang portofolio kredit
diberikan oleh analis
memperhatikan yang berlaku. [FS2] [FS2]
faktor ESG. [FS2]
Aspek Sosial [FS15]
69 Penerapan mitigasi risiko sosial pada pembiayaan dilakukan antara lain dengan analisis manajemen nasabah, keterlibatan
dalam insiden kerja paksa, eksploitasi anak, pelanggaran hak asasi manusia, interaksi dengan masyarakat lokal dan adat,
hak-hak buruh, serta kebijakan dan implementasi terkait kesehatan dan keselamatan.
Aspek Tata Kelola BRI berkomitmen untuk tidak terlibat dalam beberapa sektor yang tertuang dalam Kebijakan Negative/Exclusion List,
Tata Kelola Perusahaan yang baik merupakan bentuk kepatuhan BRI pada regulator dan implementasi Good Corporate termasuk dan tidak terbatas pada:
Governance. Pengelolaan risiko tata Kelola pada pembiayaan BRI diimplementasikan antara lain dengan pengecekan
keterlibatan dalam insiden korupsi, gratifikasi, dan pencucian uang. y Budidaya dan perindustrian narkotika golongan 1, seperti ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium;
y Industri pembuatan senjata kimia;
Dalam penyaluran kredit, BRI mengacu pada Loan Portfolio Guidelines (LPG). LPG menetapkan persyaratan kredit, y Industri bahan kimia industri dan industri bahan kimia perusak lapisan ozon;
termasuk penggunaan daftar periksa (checklist) terkait aspek ESG. Aspek ESG menjadi salah satu aspek dalam know your y Industri minuman keras mengandung alkohol dan mengandung malt;
customer (KYC) yang mengonfirmasi apakah calon debitur memiliki isu terkait lingkungan, sosial, hukum, atau litigasi. Hasil y Perjudian dan/atau kasino;
dari proses KYC dituangkan dalam dokumen Memorandum Analisis Bisnis (MAB). Dalam LPG diatur juga terkait sector y Perdagangan hewan dan biota laut yang dilindungi;
classification (SC), sector acceptance criteria (SAC), dan sector limit. [FS2] [FS5] [FS11] [2-12] [FS15] y Ekspor langsung hasil tambang khususnya biji (raw material atau core); dan
y Penebangan ilegal.
Page 70
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Produk dan Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
BRI juga telah menyesuaikan kebijakan pemberian kredit untuk green sector sejalan dengan penerapan Keuangan Sejak tahun 2015, pemberian kredit kepada nasabah di sektor perkebunan dan perhutanan telah selaras dengan
Berkelanjutan, terutama terkait dengan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan. Moratorium Pembukaan Lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, BRI selalu menjelaskan kepada setiap
nasabah dari kedua sektor tersebut bahwa kredit yang diberikan tidak dapat digunakan untuk membiayai pembukaan
BRI mengadopsi kebijakan eksternal yang berbasis ESG sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan keuangan lahan baru. Divisi yang relevan senantiasa mengawasi pelaksanaan ketentuan ini dan berkorespondensi dengan nasabah
berkelanjutan. Hal ini diwujudkan dengan melakukan analisis risiko ESG pada kebijakan sub sektor yang diterbitkan. Dalam terkait apabila jika terdapat pelanggaran.
upaya pelestarian lingkungan, termasuk pencegahan deforestasi, perlindungan keanekaragaman hayati, pencegahan
eksploitasi manusia, saat ini BRI memiliki kebijakan sub sektor spesifik sebagai berikut: Sustainability-Linked Loan
y Kebijakan Pembiayaan Sektor Kelapa Sawit yang Berkelanjutan [FS1] [FS3] [FS5] [FS11] Sebagai bentuk dukungan BRI terhadap upaya nasabah dalam rangka menerapkan ESG, BRI menerbitkan kebijakan
Kebijakan ini mensyaratkan debitur dan calon debitur pada sektor kelapa sawit memiliki sertifikasi Indonesian pembiayaan khusus pada nasabah yang berkomitmen untuk menerapkan prinsip keberlanjutan, yaitu Sustainability-
Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), atau setidaknya sudah terdaftar dalam Linked Loan (SLL). Melalui SLL, BRI memberikan insentif kepada nasabah yang berhasil mencapai target KPI keberlanjutan
proses sertifikasi ISPO. Persyaratan lainnya melibatkan kepatuhan perlindungan area prioritas, pengelolaan emisi gas yang telah ditetapkan. Sebaliknya, terdapat disinsentif bagi nasabah yang tidak mencapai KPI tersebut. SLL juga berfungsi
rumah kaca, kepatuhan pada ketentuan produksi dan penggunaan bahan kimia, pengelolaan sumber daya seperti sebagai sarana bagi BRI untuk mempublikasikan langkah-langkah dan kemajuan dalam penerapan ESG kepada pemangku
70 tanah dan air, penghormatan terhadap masyarakat lokal dan adat, penghormatan hak buruh, implementasi prosedur kepentingan.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memadai, serta ketentuan lain sesuai dengan yang diatur dalam kebijakan.
Peninjauan Ulang Pembiayaan [FS2] [FS3] [FS5]
y Kebijakan Pembiayaan Sektor Pulp and Paper
kebijakan ini mendorong debitur untuk dapat menerapkan prinsip industri hijau, salah satunya adalah memastikan BRI terus meninjau setiap proyek yang mendapatkan pembiayaan. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi tentang Kebijakan
bahan baku kayu yang diolah berasal dari sumber yang legal dari pemerintah, nasabah pada sektor ini harus memiliki Umum Perkreditan Bank (KPB), pengawasan dilakukan dengan meninjau dokumen kredit yang disampaikan oleh debitur.
sertifikasi verifikasi legalitas kayu (SVLK). Kebijakan ini juga mensyaratkan debitur pada sektor pulp and paper Pemantauan dan evaluasi rutin dilakukan minimal satu kali dalam setahun untuk memastikan penerapan prinsip keuangan
melakukan pengelolaan limbah dan emisi gas rumah kaca, memiliki SOP yang jelas terkait pemasok bahan baku, berkelanjutan oleh nasabah. Salah satu metode yang dilakukan adalah metode kunjungan (site visit). Sementara itu, jika
menghormati hak komunitas setempat, mematuhi pemanfaatan hasil produk samping, dan mematuhi ketentuan lain peringkat PROPER nasabah turun peringkat dari Biru ke Merah atau Hitam, BRI melakukan pemantauan dan korespondensi
sesuai yang diatur dalam kebijakan. [FS1] [FS2] khusus untuk mendukung pemulihan peringkat.
Selain kebijakan di atas, BRI juga mempertimbangkan dan rutin memantau peringkat PROPER nasabah. PROPER adalah Apabila terdapat nasabah atau debitur yang belum memenuhi syarat ESG, BRI akan meminta informasi dan melakukan
program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mengevaluasi kinerja perusahaan dalam tindak lanjut secara berkala. Observasi dan pengumpulan informasi terkait teguran, pelanggaran, atau permasalahan terkait
pengelolaan lingkungan. Program ini khusus diterapkan untuk segmen korporasi, terutama industri tekstil dan sandang ESG juga akan dilakukan. BRI akan secara bertahap memperbarui data kepatuhan ESG debitur. Informasi pemantauan
yang memiliki dampak lingkungan dalam operasional bisnisnya. Peringkat PROPER yang diterima adalah Emas, Hijau, dan dicatat dalam Laporan Kunjungan Nasabah dan hasil evaluasi digunakan untuk meninjau pembiayaan kepada debitur.
Biru. PROPER Emas mencerminkan pengelolaan lingkungan melebihi persyaratan dengan pembangunan masyarakat BRI juga akan mengambil pendekatan yang diperlukan, termasuk manajemen portofolio, kesesuaian dengan regulasi, dan
berkelanjutan, PROPER Hijau menunjukkan pengelolaan lingkungan di atas persyaratan dengan adopsi sistem manajemen, pendekatan lainnya. [FS2] [FS3] FS5]
sementara PROPER Biru menandakan upaya pengelolaan sesuai standar KLHK.
Hasil peninjauan secara berkala disampaikan melalui saluran internal BRI, sementara distribusi pembiayaan dilaporkan
setiap tahun sesuai dengan kerangka kerja. Laporan tahunan mencakup aset yang memenuhi syarat berdasarkan kategori
proyek dan sisa saldo hasil yang belum didistribusikan. BRI belum melaksanakan audit khusus terkait penerapan kebijakan
lingkungan dan sosial pada proses pemberian kredit. [FS4] [FS9] [FS11]
Page 71
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Produk dan Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Sustainable Business Activities
BRI membuktikan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui sustainable financing activities yang Portofolio Pendanaan Berkelanjutan
terdiri dari Sustainable Lending dan Bond Investment. Sustainable Lending merupakan kredit yang diberikan untuk Usaha Dalam meningkatkan penerapan ESG dari sisi pendanaan, BRI telah menjalankan sustainable funding activities dengan
mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kredit untuk Sektor Hijau. Selain Sustainable Lending, BRI juga mengalokasikan menerbitkan sejumlah obligasi dan pinjaman berbasis ESG sebagai berikut:
Sustainable Financing dalam investasi obligasi, khususnya melalui ESG-based Corporate Bond Investment.
ESG-based Bond
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan [B.1d] [FS7] [FS8] [F.3] [F.26] BRI telah berhasil menerbitkan sejumlah obligasi berbasis ESG (ESG-based Bond). Portofolio ESG-based Bond BRI hingga
Dengan tekad kuat untuk mengukuhkan perannya sebagai pelopor dalam menerapkan prinsip ESG, BRI berhasil tahun 2023, yaitu:
mengalokasikan sebesar 67,11% dari total kredit dan investasi obligasi korporasi pada tahun 2023 untuk Sustainable Banking
ESG-based Wholesale Funding
Business Activities. Portofolio ini terdiri dari Sustainable Lending dan ESG-based Corporate Bond Investment. Sustainable
Lending terdiri dari kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kredit untuk Sektor Hijau.
Rp 39,60 Triliun
57,93% dari total wholesale funding
Sustainable Financing Activities
Obligasi Berwawasan Lingkungan Surat Berharga Berbasis Inklusif Sustainability Bond Repo Berbasis ESG Sustainability-Linked Loan
Rp 777,28 Triliun
71 67,11% Rp 8,50 Triliun Rp 5,61 Triliun Rp 7,70 Triliun Rp 5,45 Triliun Rp 12,32 Triliun
dari total kredit dan investasi 12,44% dari total wholesale funding 8,21% dari total wholesale funding 11,27% dari total wholesale funding 7,97% dari total wholesale funding 18,03% dari total wholesale funding
obligasi korporasi BRI
Sustainable Lending ESG-based Corporate Bond Investment Green Bond BRI
Rp 772,74 Triliun Rp 4,54 Triliun
67,42% 37,25% BRI telah menerbitkan Green Bond sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek
dari total kredit BRI dari total investasi obligasi korporasi BRI
Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond) serta mengikuti Green Bond Framework BRI. Penggunaan dana (use of
proceeds) dialokasikan minimal 70% untuk pembiayaan Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan maksimal
UMKM Sektor Hijau
30% untuk pembiayaan kegiatan umum lainnya, seperti sektor mikro, kesehatan dan sosial. BRI juga melakukan seleksi dan
Rp 690,43 Triliun Rp 82,32 Triliun
evaluasi terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan yang memenuhi syarat yang ditetapkan.
60,24% 7,18%
dari total kredit BRI dari total kredit BRI
BRI menerbitkan Green Bond Tahap I Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun dan mencatatkan kelebihan
permintaan (oversubscribed) sebesar 4,4 kali. Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Green Bond Tahap II Tahun 2023 senilai
Eco-efficient Products Transportasi Bangunan Pengelolaan Sumber
Energi
Terbarukan
Ramah Berwawasan Daya Alam Hayati dan
Penggunaan Lahan
Rp6 triliun. Penerbitan ini terbagi menjadi tiga seri yaitu Seri A (370 hari) dengan kupon 6,10 persen, Seri B (2 tahun) dengan
Lingkungan Lingkungan
Rp 6,02 Rp 7,50 Berkelanjutan
kupon 6,35 persen dan Seri C (3 tahun) dengan kupon 6,30 persen.
Rp 11,24 Rp 2,04 Rp 52,82
Triliun Triliun
Triliun Triliun Triliun
Green Bond Tanggal Pencatatan Jatuh Tempo Nilai Kupon
Konservasi
Keanekaragaman
Pengelolaan Pencegahan dan
Kegiatan Usaha
Berwawasan
Tahap I Seri A 21 Juli 2022 30 Juli 2023 Rp 2,50 triliun 3,70%
Air dan Limbah Pengendalian Polusi
Hayati Darat Lingkungan Lainnya
Berkelanjutan
dan Air
Rp 0,003
Rp 0,55 Rp 1,93 Tahap I Seri B 21 Juli 2022 20 Juli 2025 Rp 2,00 triliun 5,75%
Rp 0,23 Triliun
Triliun Triliun
Triliun Tahap I Seri C 21 Juli 2022 20 Juli 2027 Rp 0,50 triliun 6,45%
Tahap II Seri A 13 Oktober 2023 22 Oktober 2024 Rp 1,35 triliun 6,10%
Tahap II Seri B 13 Oktober 2023 12 Oktober 2025 Rp 4,15 triliun 6,35%
Tahap II Seri C 13 Oktober 2023 12 Oktober 2026 Rp 0,50 triliun 6,30%
Page 72
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perusahaan Materialitas dan Pelibatan Pemangku Kepentingan Manajemen Risiko & Krisis Etika Bisnis Keamanan Informasi / Keamanan Siber Keuangan Berkelanjutan
Produk dan Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Surat Berharga untuk Tujuan Pembiayaan Inklusif
Medium Term Notes BRI 2022 Sustainability Bond 2019
BRI telah menerbitkan Medium Term Notes (MTN) pada bulan November 2022 sebagai komitmen untuk mendukung BRI menerbitkan Obligasi Keberlanjutan pada Maret 2019 yang merupakan obligasi ramah lingkungan pertama di
praktik keuangan berkelanjutan. Seluruh proceeds dari penerbitan surat berharga ini dialokasikan untuk pembiayaan Indonesia. Penawaran Obligasi Keberlanjutan terbesar di Asia Tenggara merupakan salah satu kontribusi nyata dari peran
inklusif sebagaimana dimaksud pada Peraturan Bank Indonesia Peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021 tentang BRI dalam melaksanakan kegiatan bisnis berkelanjutan. Penerbitan Obligasi Keberlanjutan BRI telah mematuhi ASEAN
Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah. Sustainability Bond Standards (ASEAN SUS) dengan nilai nominal sebesar US$500 juta dan jangka waktu lima tahun.
Pembiayaan Inklusif mencakup penyediaan dana untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau Perorangan Berpenghasilan
Rendah (PBR) dalam rupiah dan valuta asing. Sustainability-Linked Loan
BRI menerbitkan Medium Term Notes Bank BRI Tahap I Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun dan dan seluruh Pada 30 Agustus 2022, BRI berhasil mendapatkan pinjaman sindikasi dalam bentuk SLL dari bank-bank domestik dan
proceeds digunakan untuk penyaluran pembiayaan segmen mikro. Penerbitan ini terbagi menjadi dua seri yaitu Seri A (2 internasional dengan total Amerika Serikat Dollar (ASD) 1.000.000.000 (angka penuh) yang difasilitasi oleh Facility Agent PT
tahun) dengan kupon 6,60 persen dan Seri B (3 tahun) dengan kupon 6,98 persen. Bank HSBC Indonesia dan dikoordinasikan oleh UOB. Penarikan atas pinjaman tersebut dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali,
yakni sebagai berikut:
72 MTN BRI 2022 Tanggal Pencatatan Jatuh Tempo Nilai Kupon
Seri A 24 November 2022 24 November 2024 Rp 2,00 triliun 6,60%
1. Fasilitas A sebesar ASD200.000.000 (angka penuh) dari 10 (sepuluh) bank dengan dengan suku bunga Compound SOFR
dan waktu pinjaman selama 12 (dua belas) bulan sejak 15 September 2022 dan telah jatuh tempo pada tanggal 15
Seri B 24 November 2022 24 November 2025 Rp 3,00 triliun 6,98%
September 2023.
2. Fasilitas B sebesar ASD300.000.000 (angka penuh) dari 9 (sembilan) bank dengan suku bunga Compound SOFR
dan waktu pinjaman selama 36 (tiga puluh enam) bulan sejak 15 September 2022 dan akan jatuh tempo pada 15
Obligasi Subordinasi IV BRI 2023 September 2025.
3. Fasilitas C sebesar ASD500.000.000 (angka penuh) dari 11 (sebelas) bank dengan suku bunga Compound SOFR dan
BRI telah menerbitkan Obligasi Subordinasi IV pada bulan Juli 2023. Selain sebagai kewajiban pemenuhan modal waktu pinjaman selama 48 (empat puluh delapan) bulan sejak 15 September 2022 dan akan jatuh tempo pada 15
pelengkap, penerbitan ini juga merupakan langkah BRI untuk mewujudkan visi menjadi Champion of Financial Inclusion. September 2026.
Seluruh proceeds dari penerbitan surat berharga ini dialokasikan seluruhnya untuk pembiayaan inklusif mengacu pada
Peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021 2021.
BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV dengan nilai emisi sebesar Rp 500 miliar dan mencatatkan kelebihan permintaan
(oversubscribed) sebesar 1,77 kali. Obligasi Subordinasi IV BRI memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 6,45 persen.
Obligasi Subordinasi IV Tanggal Pencatatan Jatuh Tempo Nilai Kupon
BRI 2023
Seri A 6 Juli 2023 6 Juli 2028 Rp 0,50 triliun 6,45%
Page 73
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
73
Sosial:
DI BAGIAN INI
74
Memberdayakan Pekerja Kami
85
Masyarakat
Nasabah Kami
103
Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami
108
Manajemen Hak Asasi Manusia
Page 74
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Sekilas Pekerja Kami
Pencegahan Diskriminasi dan Pelecehan
Dengan ragam pekerja yang dimiliki, BRI berkomitmen untuk menegakkan prinsip kesetaraan, keberagaman, dan anti
diskriminasi dalam pengembangan karier sehingga pekerja memiliki kesempatan yang sama tanpa memandang gender,
usia, suku, agama, ras, dan aspek diskriminatif lainnya. BRI menetapkan kebijakan anti diskriminasi dalam semua aspek
manajemen sumber daya manusia, termasuk rekrutmen, pengembangan karier, remunerasi, dan lain-lain.
Sejalan dengan hal tersebut, BRI telah memiliki Respectful Workplace Policy sebagai komitmen kepatuhan terhadap Surat
Edaran Menteri BUMN No SE-3/MBU/04/2022 Tahun 2022 tentang Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai di Tempat
Kerja (Respectful Workplace Policy) di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. [GRI 3-3]
Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mengedepankan sikap saling menghormati, bebas dari
diskriminasi, pengucilan atau pembatasan, perundungan dan pelecehan serta berbagai bentuk kekerasan lainnya baik
mental maupun fisik dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kondusif dan produktif untuk mendorong
keberlanjutan Perusahaan dan menjunjung tinggi HAM. [GRI 3-3]
74
Prinsip Respectful Workplace Policy
Mengakui dan menghargai Pemimpin unit kerja menjamin Menciptakan dan membangun
perbedaan dalam lingkungan setiap pekerja tidak diperlakukan lingkungan kerja yang saling
kerja yang beragam dengan berbeda karena karakteristiknya menghargai, tidak melakukan
berbagai macam latar belakang serta memiliki kesempatan akses diskriminasi, kekerasan, dan
etnis, ras,kebangsaan, warna sarana dan prasarana yang sama pelecehan dalam bentuk
kulit, usia, agama, jenis kelamin, dan adil. apapun.
disabilitas, sudut pandang atau
karakteristik individu lainnya
dan sudut pandang untuk
mendorong lingkungan kerja
yang produktif.
Talk Show Respectful Workplace Policy
Pada tanggal 7 Juni 2023, BRI mengomunikasikan ketentuan Respectful Workplace Policy kepada semua pekerja
BRI dengan tegas menolak segala bentuk pelecehan, baik seksual maupun nonseksual, serta diskriminasi oleh siapa pun di melalui Talk Show Respectful Workplace Policy. Acara ini dihadiri oleh seluruh pekerja melalui metode hybrid, baik
tempat kerja atau dalam aktivitas terkait dengan pekerjaan. BRI menganggap perilaku demikian tidak dapat diterima dan secara tatap muka langsung maupun daring. Pada kesempatan tersebut, pihak eksternal, termasuk Kementerian
bertentangan dengan nilai-nilai BRI yang menekankan penciptaan lingkungan yang inklusif dan aman bagi seluruh insan BUMN juga turut berpartisipasi.
BRI. [GRI 3-3]
Page 75
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Sekilas Pekerja Kami
Komposisi Pekerja
Seluruh ketentuan untuk pekerja di BRI telah mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan telah pencapaian target Kementerian BUMN yaitu 25% pemimpin perempuan di posisi kepemimpinan BUMN pada tahun
mengadaptasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja pada 2023. BWLI merupakan program pengembangan internal terbaru yang mendukung pemimpin perempuan BRI dengan
tanggal 30 Desember 2022. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) diperbarui setiap dua tahun sekali untuk memperjelas hak dan menyediakan wadah pembelajaran kepemimpinan dan networking pemimpin perempuan BRI yang terpilih.
kewajiban perusahaan, serikat pekerja, dan pekerja, menjaga dan meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antara
perusahaan dan serikat pekerja, serta menerapkan asas-asas hubungan industrial yang sehat. [GRI 3-3] [GRI 2-30] [GRI 407-1] BRI berkomitmen menciptakan keberagaman yang menyeluruh dengan mendukung pekerja dari berbagai latar belakang,
termasuk pengalaman, umur, kemampuan, pemikiran, dan perspektif yang beragam. Penerimaan tenaga kerja wanita di BRI
BRI memiliki 77.739 pekerja per 31 Desember 2023, sebanyak 60.084 pekerja tetap (77,29%), 17.027 pekerja kontrak (22,13%), mengalami peningkatan, yaitu tahun 2023 berjumlah 25.921 orang. [GRI 401-1] [F.18]
dan 448 pekerja trainee (0,58%). Seluruhnya adalah pekerja purna waktu tanpa adanya pekerja paruh waktu atau jam kerja
tak terjamin. Dari jumlah pekerja tetap, sebanyak 39.939 pekerja atau 66,47% tergabung dalam Serikat Pekerja BRI (seluruh Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas [FS4] [F.18]
pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja merupakan pekerja tetap). Dalam hal ini, bagi pekerja yang tidak tergabung
dalam Serikat Pekerja maka seluruh hasil perundingan akan tetap berlaku untuk seluruh pekerja BRI. BRI memberikan kesempatan yang setara bagi para penyandang disabilitas untuk dapat terlibat di dalam kegiatan bisnis
BRI, dengan menyesuaikan pekerjaan dan jenis tugas sesuai tingkat keahlian dan keterampilan masing-masing individu. [GRI
Berdasarkan konteks gender, demografi pekerja BRI pada 2023 yakni laki-laki sebesar 60,8%, sementara perempuan 3-3] [FS4] [F.18]
75 sebesar 39,2%. Dari segi pendidikan, mayoritas pekerja telah menempuh pendidikan tinggi (Strata-1 dan Diploma) sebanyak
96%. Seluruh informasi tentang pekerja BRI dari tahun 2021 hingga 2023 disusun berdasarkan metode headcount oleh Pemenuhan ini diwujudkan melalui berbagai program perekrutan calon Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas (TKPD),
Divisi Human Capital Business Partner dan diuraikan di tabel data pada halaman 163. [2-1] [2-7] [2-8] [2-30] [B.1] [C.3] [F.18] baik dalam perekrutan reguler maupun perekrutan bersama dalam Rekrutmen Bersama FHCI BUMN yang secara rutin
dilaksanakan setiap tahunnya. BRI juga menerapkan sejumlah langkah dalam pelaksanaan rekrutmen dan seleksi, yakni:
Dukungan Terhadap Pekerja Wanita
y Melakukan ujian penempatan untuk mengetahui minat, bakat, dan kemampuan;
BRI berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang setara kepada setiap pekerjanya, tanpa membeda-bedakan y Menyediakan asistensi dalam proses pengisian formulir aplikasi dan proses lainnya yang diperlukan;
gender. Di tahun 2023, komposisi pekerja wanita mengalami kenaikan di setiap level jabatan. Wanitapun mendapat y Menyediakan alat dan bentuk tes yang sesuai dengan kondisi disabilitas;
kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk dapat menempati posisi manajerial. Di tahun 2023, 25,17% pekerja di level y Memberikan keleluasaan dalam waktu pengerjaan tes sesuai dengan kondisi penyandang disabilitas; serta
Junior, Middle, dan Top Management merupakan wanita. Komposisi ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan y Lainnya, berupa Onboarding Program.
tahun 2022 yaitu sebesar 22,67%.
BRI berkomitmen untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan dalam bekerja bagi TKPD melalui penyediaan
BRI aktif mendukung kesetaraan gender dengan menyediakan wadah bagi pekerja wanita untuk mengembangkan peralatan kerja penunjang dan fasilitas umum fisik dan non-fisik khusus untuk TKPD. BRI juga memberikan pelatihan
keterampilan dan peran mereka dalam lingkungan profesional. Kesetaraan gender menjadi salah satu komitmen BRI khusus dan penguatan kapasitas, serta menerapkan sistem manajemen karir berdasarkan Talent Development System untuk
bersama BUMN. mendukung pengembangan karier TKPD.
BRI berkomitmen menciptakan keberagaman yang menyeluruh dengan mendukung pekerja dari berbagai latar belakang,
termasuk pengalaman, umur, kemampuan, pemikiran, dan perspektif yang beragam. Penerimaan tenaga kerja wanita di BRI
mengalami peningkatan, yaitu tahun 2023 berjumlah 25.921 orang. [GRI 401-1] [F.18]
Melalui program BRILiaN Women Leaders Indonesia (BWLI) di Human Capital Development (HCD), BRI berkontribusi
dalam upaya Kementerian BUMN untuk meningkatkan jumlah pemimpin perempuan di BRI Group serta mendukung
Page 76
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Menggali Potensi: Inisiatif Manajemen Talenta
Perekrutan Pekerja Evaluasi Kinerja dan Kompensasi Yang Adil
BRI memperkuat daya saingnya dengan merekrut individu berbakat melalui BRILiaN Development Center. Melalui pusat ini, Sepanjang tahun 2023, 100% pekerja BRI telah mendapatkan pelatihan dan
BRI mengawasi persiapan sistem dan digitalisasi proses rekrutmen insan BRILiaN, serta memaksimalkan potensi mereka tinjauan atas performa dan pengembangan kariernya. [GRI [403-3]
untuk berkembang menjadi Great Talent dan Great Leader. BRI menyelenggarakan seleksi (talent attraction) terhadap putra-
putri terbaik Indonesia melalui berbagai program, seperti: Program pengembangan karier dan evaluasi kinerja pekerja adalah kegiatan yang saling beriringan. Melalui evaluasi
pekerja, BRI memeriksa dan mengukur kemampuan pekerja sesuai dengan tanggung jawab pada saat ini dan di masa
1. BRILiaN Scholarship Program (BSP), yaitu program bagi mahasiswa sarjana dengan kriteria tertentu sesuai rekrutmen depan. Hal tersebut memungkinkan BRI untuk menyusun program pengembangan pekerja yang sesuai dengan kebutuhan.
pekerja BRI; Tinjauan kinerja pekerja dilakukan setiap semester dan tahunan melalui evaluasi kinerja individual (KPI Individu), kinerja
2. BRILiaN Creativity Contest Program (BCCP), yaitu kompetensi individual dan tim bagi peserta internal dan eksternal BRI berbasis tim (KPI Divisi), serta komunikasi dan umpan balik rutin melalui Continuous Professional Development (CPD).
untuk menciptakan ide inovasi dan memberikan dampak positif bagi bangsa dan BRI; dan Dengan menggabungkan elemen-elemen ini, BRI memiliki platform terstruktur untuk berdiskusi lebih mendalam
3. BRILiaN Internship Program (BIP), yaitu program magang yang menyediakan pengalaman bekerja di bidang mengenai pencapaian individu dan tim terkait area kerja yang perlu ditingkatkan sehingga dapat menyelaraskan strategi
administrasi dan ujung tombak (frontliner). organisasi dengan tujuan di masa depan. [FS4]
BRI menjunjung prinsip kesetaraan dengan menerapkan strategi remunerasi berbasis kinerja (performance-driven culture)
76 dan kenaikan upah kepada pekerja berdasarkan prestasi kerja (merit increase). Insentif dan bonus diberikan untuk
meningkatkan motivasi pekerja. Adapun gaji dan remunerasi dipertimbangkan dengan memperhatikan klasifikasi jabatan,
masa kerja, beban kerja, dan prestasi. Ini membantu pengembangan karier pekerja wanita tanpa risiko diskriminasi gender.
BRI juga memperhatikan faktor kemahalan dan Upah Minimum Regional (UMR) setiap daerah, memastikan seluruh gaji
pekerja BRI di atas UMR. [GRI 3-3] [GRI 405-2]
Penerapan remunerasi yang kompetitif menjadi prinsip BRI di setiap level jabatan, termasuk pada tingkat pemula (entry
level). BRI memberikan upah di atas standar UMR kepada seluruh pekerja sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia. Penghargaan kepada pekerja disampaikan melalui gaji, tunjangan, insentif, dan manfaat lain sebagai
bentuk perhatian dari BRI. [GRI 202-1] [F.20] [FS4]
BRI menerapkan kebijakan remunerasi di luar Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan Surat Keputusan Direksi NOKEP:
208-DIR/SDM/08/2011 tentang Pengupahan Pekerja, termasuk penyesuaian gaji tahunan dan sistem bonus. Strategi
remunerasi BRI tetap memperhatikan effective best practice di industri perbankan dan perbandingan dengan pasar. BRI
secara rutin mengikuti Total Reward Survey perbankan setiap tahun melalui konsultan independen sebagai referensi dan
saran untuk penyesuaian remunerasi di BRI. [2-19]
Untuk menerapkan prinsip remunerasi yang kompetitif secara eksternal, BRI menjalin kerja sama dengan Willis Towers
Watson untuk benchmarking dan survei gaji sesuai permintaan. Tidak terdapat hubungan lain antara BRI dan konsultan
remunerasi, dan perusahaan memastikan kepatuhan terhadap semua aturan yang berlaku terkait sistem remunerasi. [2-20]
Page 77
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Menggali Potensi: Inisiatif Manajemen Talenta
Insentif Jangka Panjang Untuk Pekerja
Selain remunerasi, BRI juga memberikan manfaat kepada pekerja tetap maupun tidak tetap BRI di seluruh wilayah Dalam upaya meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership) pekerja, BRI memberikan insentif jangka panjang dan
operasional sebagai berikut: [GRI 401-2] insentif jangka pendek dalam bentuk kepemilikan saham melalui dua program, yakni Employee Stock Allocation Program
(ESA) dan Employee Stock Option Program (ESOP) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016.
Jenis Manfaat Nama Program PKWTT PKWT
Asuransi Jiwa BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan Ya Sesuai Isi Perjanjian 1. Employee Stock Allocation (ESA)
Santunan Duka Program kepemilikan saham dalam bentuk Stock Allocation Program ini diberikan melalui empat tahap kepada seluruh
level pekerja yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh BRI, meliputi masa kerja, kinerja individu, dan rekam jejak
Asuransi Kesehatan BPJS Kesehatan Ya Sesuai Isi Perjanjian
pekerja dalam menjalani tanggung jawabnya. Program ini dilanjutkan di tahun 2023 sebagai kelanjutan program ESA
Tanggungan Kecacatan dan BPJS Kesehatan Ya Sesuai Isi Perjanjian yang telah berjalan sebelumnya.
Ketidakmampuan
Cuti Melahirkan Cuti Melahirkan Ya Sesuai Isi Perjanjian 2. Employee Stock Option Plan (ESOP)
Program kepemilikan saham dalam bentuk opsi pembelian saham dengan harga khusus. Program ini diberikan kepada
Persiapan Pensiun Masa Persiapan Pensiun Opsional Sesuai Isi Perjanjian
para pekerja level tertentu yang termasuk High Potential Talent dan Value Creator BRI.
77
BRI mengawasi keadilan yang setara untuk semua pekerja dengan menetapkan rasio gaji tertinggi terhadap nilai tengah
kompensasi tanpa nilai tertinggi pada tahun 2023 sebesar 24,29, terdapat kenaikan kompensasi total individu tertinggi
Program Jumlah Saham
sebesar 17% dan nilai tengah kompensasi total pekerja (tidak termasuk individu dengan bayaran tertinggi) 30%, dengan
perubahan dalam rasio kompensasi total tahunan sebesar 57%. Pada tahun 2023, sebanyak 9,98% dari total pekerja BRI ESA 959.959.300
mendapatkan promosi, mencakup sekitar 7.762 orang. [GRI 2-21] ESOP 148.926.100
Page 78
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Manajemen Kesejahteraan dan Kesehatan Mental Pekerja
BRILiaN Communities Manajemen Kesehatan Mental
BRI berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan dan kesehatan mental pekerja guna menciptakan budaya kerja yang BASIC (BRILiaN Assistance Center)
mendorong keterlibatan, produktivitas, dan loyalitas, yang juga sejalan dengan Nilai Inti AKHLAK (Amanah, Kompeten, BASIC (BRILiaN Assistance Center)
Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif ) kami. [GRI 3-3] Aplikasi BASIC merupakan layanan yang didedikasikan untuk membantu pekerja dalam mengakses layanan-layanan
human capital seperti konsultasi umum, coaching, konseling, konsultasi finansial, konsultasi kesehatan, dan wellness center.
Tempat Kerja Ramah Keluarga
y Dukungan untuk Persalinan dan Perawatan Anak BRILiaN Center
BRI memberikan dukungan kepada pekerja untuk kehamilan dan perawatan anak yang mencakup berbagai fasilitas
dan kebijakan. Pekerja memiliki hak cuti melahirkan selama 3 bulan yang dibayar, sehingga memungkinkan mereka BRI mendirikan BRILiaN Center, sebuah tempat bagi pekerja untuk berolahraga (Fitness Center), mengasah bakat dan
untuk fokus pada perawatan anak setelah melahirkan. BRI juga memberikan cuti yang dibayar kepada pekerja laki-laki keterampilan mereka, serta terlibat dalam program work-life balance.
setelah istrinya melahirkan selama paling lama 3 hari kerja setelah kelahiran anak. Selain itu, BRI menyediakan ruang
menyusui yang nyaman dan pusat perawatan anak, memungkinkan pekerja untuk memenuhi tuntutan pekerjaan Program Pensiun
sambil memastikan kesejahteraan keluarga mereka.
78 y Kebijakan Cuti atau Waktu Luang Lainnya BRI memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan para pekerja, khususnya kesejahteraan pada hari tua, dengan
BRI memberikan hak cuti dan izin tidak masuk kerja kepada pekerja sesuai ketentuan perundang-undangan dengan menyediakan pembekalan bagi pekerja yang akan memasuki masa pensiun. Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan
tetap memberikan hak-hak pekerja yang disesuaikan dengan poin-poin kesepakatan dalam PKB dan peraturan kesiapan mental, pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari setelah pensiun.
ketenagakerjaan. Pekerja dapat mengajukan cuti tahunan dan cuti blok (wajib 5 hari berturut-turut sebagai bagian Program persiapan pensiun BRI juga mencakup pelatihan kewirausahaan bagi pekerja purnabakti yang telah berhasil
dari cuti tahunan) yang dibayar, serta cuti yang dibayar untuk keperluan lainnya, seperti pernikahan, menstruasi, serta mendirikan bisnis mereka sendiri. [GRI 3-3, 404-2]
merawat anggota keluarga yang sakit atau pun meninggal.
y Kebijakan Pengaturan Kerja BRILiaN Leader Retirement Program (BLRP) merupakan salah satu contoh pembekalan pascakerja yang
BRI telah mengimplementasikan kebijakan remote working. Dengan kebijakan ini, pekerja memiliki fleksibilitas untuk diikuti oleh 601 orang selama tahun 2023.
bekerja dari jarak jauh, sehingga tidak perlu datang ke kantor atau mengadakan pertemuan tatap muka dengan pekerja
lainnya. Selaras dengan inisiatif tersebut, BRI juga menyediakan beberapa lokasi remote working (BRIWork) yang dapat
digunakan oleh pekerja. BRIWork berlokasi di Gedung RO Jakarta 3, Kanca Bintaro, KCP Bekasi, dan KC Dewi Sartika Selain pembekalan dalam bentuk pelatihan, BRI memberikan imbalan pascakerja secara adil sebagai bagian dari persiapan
Bogor. Selain itu, BRI juga menerapkan jam kerja yang fleksibel untuk unit/unit kerja dan divisi-divisi yang memiliki masa pensiun pekerja. Proses penilaian perkiraan liabilitas imbalan pascakerja dan imbalan kerja jangka panjang mencakup
periode kerja intensif yang teratur. tanda jasa, cuti besar, program masa pensiun, program BPJS Kesehatan pascakerja, dan manfaat lainnya. Ketetapan imbalan
kerja didasarkan pada peraturan perusahaan dan persyaratan minimum Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang
Manajemen Kesejahteraan Fisik Ketenagakerjaan untuk memastikan kesesuaian dan kecukupan imbalan kerja. Metode Projected Unit Credit digunakan
untuk menentukan imbalan pascakerja dan imbalan kerja jangka panjang. Program pensiun wajib diikuti oleh setiap
y Medical Check-up Reguler pekerja melalui iuran yang berasal dari dua sumber dengan porsi 50% perusahaan dan 50% pekerja. [GRI 201-3]
BRI menyediakan paket pemeriksaan kesehatan bagi karyawan setidaknya sekali dalam dua tahun, yang mencakup
pemeriksaan fisik. Pada 31 Desember 2023, total liabilitas imbalan kerja adalah sebesar Rp18,88 triliun dan terdiri dari beberapa komponen
• Fasilitas Kesehatan seperti nilai pengukuran kembali liabilitas pensiun imbalan pasti sebesar Rp1,25 triliun dan nilai pengukuran kembali
BRI menyediakan fasilitas kesehatan berupa asuransi Kesehatan bagi pekerja dan anggota keluarga mereka, yang liabilitas tunjangan hari tua sebesar Rp85 miliar. BRI menggunakan jasa penilaian dari aktuaris independen dalam
mencakup jaminan untuk perawatan rawat jalan tingkat pertama, perawatan rawat jalan lanjutan, persalinan, perawatan menghitung imbalan pasti dan program pensiun lainnya. [GRI 201-3]
gigi, pemeriksaan kesehatan umum, serta manfaat penggantian kacamata.
Page 79
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Mendorong Pembelajaran Berkelanjutan: Strategi dalam Pengembangan Pekerja
Program Pengembangan Pekerja
Program pengembangan karier BRI menganut prinsip kesempatan setara. Setiap pekerja Berbagai program pengembangan talenta (talent development) untuk menjawab tantangan future demand competencies telah dibentuk BRI, di antaranya:
memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang melalui berbagai program [GRI 404-2]
pengembangan karier, tanpa memandang faktor kebutuhan perusahaan, keluarga jabatan
yang dituju, kemampuan pekerja (capability), predikat kinerja, klasifikasi potensi (talent Nama Program Deskripsi Tujuan Program Total Peserta
classification), dan ketersediaan posisi jabatan. pada Tahun
2023
BRI mendirikan BRI Corporate University dengan kampus di seluruh Indonesia yang terdaftar BRILiaN Young Leader Program pengembangan bagi Insan BRILiaN 1. Sinergi Talent Development dengan Kementerian BUMN; 42 orang
sebagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) perusahaan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Indonesia (BYLI) muda terpilih yang memberikan kesempatan 2. Mengakselerasi talent muda BRI yang memiliki potensi kuat;
akselerasi karier dan pengembangan eksklusif 3. Meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam
BRI Corporate University juga memiliki lembaga pendidikan dan penelitian pekerja yang
agar pekerja dapat menguasai kompetensi, memimpin suatu organisasi, komunikasi, menyelesaikan
terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan, sehingga memungkinkan para pekerja untuk pengetahuan, dan keterampilan yang masalah dan pengambilan keputusan;
memperoleh sertifikat pelatihan resmi. [FS4] dibutuhkan untuk menjadi Young Leader 4. Mempertajam keahlian penyusunan strategi, mengawasi
Indonesia. jalannya perusahaan hingga mengembangkan perusahaan;
5. Melatih dalam membangun networking baik di dalam
Dalam rangka penguatan individual development pekerja, Divisi Human Capital Development maupun luar perusahaan;
79 bekerja sama dengan BRI Corporate University telah menyelenggarakan pendidikan 6. Meningkatkan nasionalisme dan profesionalisme.
Professional Coach Certification Program sesuai standar International Coaching Federation
BRILiaN Bright Program pendidikan bagi pekerja tetap BRI 1. Komitmen BRI melalui program pengembangan bagi top 7 Pekerja
(ICF). Saat ini Certified Coach Internal berperan sebagai Leader as a Coach dan memberikan Scholarship Program untuk menempuh pendidikan S2 di luar negeri talent BRI untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan (Program MBA)
sesi coaching kepada talent BRI ataupun program pengembangan lainnya sesuai kebutuhan. (BBSP) yang dibiayai oleh BRI. BBSP diberikan kepada mendapatkan exposure melalui global networking;
top talent sesuai dengan annual performance 2. Mendukung peningkatan kapabilitas pekerja (top talent)
dengan tujuan untuk memberikan kesempatan sebagai successor candidate sesuai dengan bidang ilmu dan
world-class learning, global exposure, dan jurusan studi S2;
Hingga akhir tahun 2023, Professional Coach Certification Program telah networking di 30 Universitas terbaik dunia. 3. Mempersiapkan pekerja terbaik perusahaan sebagai kader
mendidik 185 kandidat pelatih profesional. pemimpin masa depan BRI.
BRILiaN Next Leader Program pendidikan untuk mempersiapkan 1. Mendapatkan pekerja berkualitas sesuai dengan 52 pekerja
Program (BNLP) pekerja baru dari sumber internal di level kompetensi yang telah ditetapkan, yang bersumber dari
Corporate Title Junior Manager agar dapat pekerja internal BRI.
menunjukkan performa maksimal sesuai 2. Memberikan pendidikan sebagai bekal untuk menjadi
dengan standar operasional dan nilai-nilai yang pemimpin BRI di masa depan.
berlaku di BRI. 3. Mengakselerasi pekerja BRI yang sesuai dengan kompetensi
yang ditetapkan.
Page 80
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Mendorong Pembelajaran Berkelanjutan: Strategi dalam Pengembangan Pekerja
Demi mempersiapkan talent specialist, BRI merancang Systematic Development Program berdasarkan “three prongs” dan Set
of Competencies yang telah disusun oleh Divisi Human Capital Development. Systematic Development Program diharapkan
dapat mendorong kemandirian insan BRILiaN untuk membangun kariernya sendiri. Dalam hal ini, BRI telah menyediakan
wadah BRILiaN Development Plan (BDP) sebagai program yang membantu pekerja meningkatkan kinerja mereka dan
perusahaan. Program BDP juga didukung oleh aplikasi BRILiance yang memungkinkan pengguna untuk menjaring aspirasi
dan berdiskusi dengan pelatih mengenai aspirasi pengembangan karier dan kompetensi, serta menggunakan Learning
Wallet untuk memilih program pengembangan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan saat ini. [FS4]
Pendidikan dan pelatihan pekerja dilakukan baik secara internal maupun bekerja sama dengan perusahaan eksternal yang
bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas
pelatihan.
80
Peningkatan Pemahaman Keuangan Berkelanjutan [GRI 404-2] [FS4] [2-24] [F.1]
Dalam rangka meningkatkan pemahaman pekerja tentang keuangan berkelanjutan, BRI mengintegrasikan konsep
keuangan berkelanjutan ke dalam kurikulum pembelajaran daring (e-learning). Ikhtisar keuangan berkelanjutan
adalah salah satu modul e-learning BRISMART yang dapat diakses oleh pekerja. Sepanjang tahun 2023, 40.362 pekerja
telah mengikuti pelatihan literasi keuangan berkelanjutan secara daring, dengan tingkat kelulusan sebesar 99,78%.
Page 81
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Mendorong Pembelajaran Berkelanjutan: Strategi dalam Pengembangan Pekerja
Keterlibatan Pekerja Mekanisme Grievance
BRI berkomitmen untuk menjaga lingkungan kerja yang kondusif, salah satunya dengan mengukur tingkat keterlibatan BRI menyediakan sarana Whistleblowing System (WBS) untuk melaporkan pelanggaran, termasuk tindakan diskriminasi,
pekerja melalui Employee Engagement Survey (EES). EES tidak hanya sebagai alat untuk mengukur tingkat keterlibatan, pengucilan atau pembatasan, pelecehan seksual dan nonseksual, perundungan, serta berbagai bentuk kekerasan lainnya.
tetapi juga sebagai medium untuk menangkap aspirasi dalam meningkatkan manajemen modal manusia. EES adalah Bagi pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sampai dengan pemutusan hubungan kerja.
survei yang diikuti oleh semua pekerja yang mencerminkan sikap, perilaku, dan hubungan antara pekerja, pekerjaan
mereka, dan BRI. Indeks Keterlibatan menunjukkan tingkat keterlibatan dan komitmen pekerja terhadap BRI yang diukur BRI juga menyediakan sarana komunikasi internal pekerja melalui Call Center Human Capital, BRI HC Assistant dan menu
oleh nilai rata-rata pekerja dari skala 1-4. Skala ini mencakup kebanggaan pekerja menjadi bagian dari perusahaan, BASIC pada aplikasi BRIStars yang dikelola oleh Human Capital. Melalui saluran tersebut pekerja dapat menyampaikan
keinginan untuk tetap menjadi bagian dari perusahaan, dan ketekunan pekerja untuk memberikan yang terbaik bagi pertanyaan, keluhan, saran, dan kekhawatiran yang mereka miliki. Dalam hal khusus, pekerja dapat melakukan coaching
perusahaan. dengan coach internal BRI, dan konseling yang dilakukan dengan konselor eksternal. BRI menjamin kerahasiaan data yang
disampaikan dalam pelaksanaan coaching dan konseling tersebut. [GRI 2-26]
Kerangka keterlibatan pekerja BRI mengukur kualitas dari aspek-aspek berikut:
1. Pemahaman terhadap visi, misi, tujuan, dan strategi perusahaan serta hubungannya dengan motivasi pekerja;
81 2. Kredibilitas kepemimpinan;
3. Komunikasi internal dan kolaborasi; serta
4. Kesejahteraan pekerja yang mencakup pemberdayaan pekerja; lingkungan kerja yang aman dan nyaman; peluang
pembelajaran dan pertumbuhan; kompensasi dan manfaat yang adil; perhatian, pengakuan, dan apresiasi;
keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi; serta kepuasan kerja secara keseluruhan.
Hasil Survei Keterlibatan
Uraian 2023
Keterlibatan 3,49
Cakupan 100%
Keterlibatan pekerja memiliki peran dalam mencapai kepuasan kerja. Salah satu indikator kepuasan pekerja dapat dilihat
dari tingkat perputaran (turnover). Pada tahun 2023 tingkat perputaran mencapai angka 1,01%, yang menandakan kinerja
positif BRI dalam retensi kerja pekerja dibanding industri sejenis.
Page 82
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja [F.21]
BRI berkomitmen terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Implementasi K3 BRI diatur pada ketentuan No. SO.35-ORD/06/2022 yang mencakup
Kesehatan Kerja (SMK3) di seluruh unit kerja. Departemen Business Continuity Management (BCM) yang merupakan bagian elemen-elemen sebagai berikut:
dari Divisi Risiko Operasional (ORD) bertanggung jawab atas seluruh aspek SMK3, termasuk penyusunan, penyempurnaan, 1. Penilaian risiko dan bahaya K3 di tempat kerja atau indikator Hazard Identification Risk Assessment Determining Control
dan implementasi K3. Division Head ORD memiliki tanggung jawab utama dalam pelaksanaan dan pengawasan K3. (HlRADC).
Kebijakan SMK3 disetujui oleh Direksi melalui Surat Edaran Nomor: SE.58-DIR/ORD/11/2022 Buku 4 yang mencakup 2. Penilaian risiko (risk assessment) untuk menetapkan tingkat risiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja yang telah
berbagai aspek terkait dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. BRI turut melibatkan pekerja dalam teridentifikasi.
perumusan kebijakan SMK3 Secara singkat, peraturan ini mencakup hal-hal berikut: 3. Penetapan Tim Tanggap Darurat di setiap unit kerja secara berjenjang untuk:
a. Melakukan sosialisasi K3 dan uji coba tanggap darurat secara berkala, dan
1. Ketentuan disusun berdasarkan peraturan pemerintah dan standar ISO 45001:2018 tentang Occupational Health and b. Uji Coba Tanggap Darurat minimal setahun sekali.
Safety Management System. 4. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas implementasi SMK3.
2. Ketentuan berlaku untuk pekerja dan nonpekerja BRI seperti pihak pengelola gedung dan vendor/penyuplai di Peninjauan dilakukan terhadap aktivitas perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi.
lingkungan operasional BRI. 5. Pemantauan dan evaluasi SMK3 dilakukan secara berkala setiap bulan melalui kegiatan pemeriksaan, pengujian,
3. Kebijakan ini bertujuan untuk memitigasi dan mengendalikan risiko pada kegiatan operasional seperti kecelakaan kerja pengukuran, dan audit internal terhadap implementasi SMK3.
82 dan penyakit akibat kerja. Kebijakan ini turut mengatur upaya mitigasi dan pengendalian K3 dalam proses pengadaan 6. Proses eskalasi dalam alur pelaporan, analisis, dan investigasi kecelakaan kerja yang telah disosialisasikan kepada
barang dan jasa perusahaan. seluruh pekerja, mulai dari pelaporan insiden K3 hingga penerapan manajemen risiko, melakukan pertolongan pertama,
4. Struktur koordinasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) terdiri dari: melakukan investigasi, hingga mengambil tindakan korektif.
a. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang melibatkan unsur manajemen dan pekerja, 7. SMK3 adalah bagian dari hak dan kewajiban setiap pekerja sehingga pengelolaan SDM penting dalam menerapkan
dibentuk berdasarkan peraturan perundangan, serta disahkan oleh Dinas Ketenagakerjaan. program K3. Sebagai upaya internalisasi budaya K3 bagi pekerja, BRI melakukan pendidikan dan sosialisasi K3 dengan
b. Tim Tanggap Darurat. metode sebagai berikut:
a. Pelatihan tatap muka, webinar, pembelajaran daring;
b. Media komunikasi (surat, infografis, video, siniar [podcast], dan lainnya); serta
Sertifikasi implementasi SMK3 kembali dilakukan pada 3-4 Agustus 2023 untuk memastikan implementasi c. Uji Coba Tanggap Darurat minimal setahun sekali.
SMK3 di BRI sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penilaian PT Multi Sertifikasi
8. BRI melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian terhadap risiko kegiatan operasional seperti kecelakaan kerja
Indonesia, BRI mendapatkan nilai 94,26%, atau kriteria memuaskan, yang menunjukkan bahwa BRI sudah
dan penyakit akibat kerja kepada seluruh pihak terkait, seperti tindakan pencegahan dan pengendalian K3 untuk proses
berhak mendapatkan sertifikat emas.
pengadaan barang dan jasa perusahaan.
Pemantauan kinerja senantiasa dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas rencana aksi terhadap target yang telah Aktivitas P2K3 dilaporkan setiap triwulan kepada Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta sebagai bukti pemenuhan persyaratan dan
ditetapkan dan meningkatkan tindakan mitigasi di masa mendatang. Hasil pemantauan dilaporkan kepada pemerintah pengawasan pelaksanaan SMK3 di BRI. Guna memastikan penerapan SMK3 di BRI berjalan komprehensif dan mematuhi
dan pihak terkait. BRI juga melakukan audit internal dan eksternal melalui pihak independen terkait penyelenggaraan K3 standar yang berlaku, beberapa anggota P2K3 telah disertifikasi. Sertifikasi tersebut mencakup sejumlah bidang kompetensi
sesuai dengan ISO 45001. yakni:
1. Ahli K3 Umum Kementerian Ketenagakerjaan;
Upaya BRI dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif memperoleh hasil efektif, sebagaimana 2. Pemadam kebakaran kelas D, C, B, dan A;
tercermin dari tingkat ketidakhadiran pekerja (absenteeism) yang rendah, yakni hanya sebesar 1,16% dari total hari kerja 3. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K);
pada tahun 2023. 4. Ahli K3 muda; dan
5. Sertifikat lingkungan kerja.
Page 83
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Promosi K3 dan Budaya Tanggap Darurat
BRI menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan
keselamatan rutin untuk memastikan pemahaman
Hazard Identification, Risk Assessment, and Sebagai bagian dari strategi BRI untuk mengelola risiko kecelakaan kerja di lingkungan operasional, beberapa tindakan yang protokol keselamatan oleh semua pekerja sehingga
Determining Control (HIRADC) diambil termasuk: mereka mampu mengidentifikasi dan mengatasi
potensi bahaya secara mandiri. Selain melakukan
HIRADC dilaksanakan secara berkala dan mencakup Risiko Tindakan mitigasi Keterangan Target (kuantitatif) risk assessment, BRI turut berinvestasi pada alat-alat
area kerja, deskripsi proses/tujuan/aktivitas, sifat proses/ keselamatan yang memadai untuk memitigasi
Mata Lelah, iritasi mata, 1. Peregangan mata Tingkat risiko medium sesuai Tingkat risiko low
tujuan/aktivitas, aspek hukum eksternal dan internal, risiko seperti penyediaan alat pemadam api ringan
minus mata meningkat 2. Kacamata anti radiasi dokumen HIRADC
bahaya K3, dampak risiko, risiko bawaan sebelum upaya (APAR), kotak K3 di setiap sudut ruangan, dan ruang
Kebakaran 1. Circuit breaker pemutus arus listrik Tingkat risiko medium sesuai Tingkat risiko low
pengendalian (inherent risk), jenis pengendalian, dan sisa otomatis dokumen HIRADC P3K maupun Klinik BRIMEDIKA.
risiko yang terkait. 2. Warning sign electrical safety
3. Prosedur tanggap darurat Komitmen top-down manajemen eksekutif
4. Struktur tim tanggap darurat
BRI merancang Prioritas dan Rencana Aksi terkait K3 terhadap penerapan K3 dilakukan melalui program
Tersengat listrik 1. Inspeksi peralatan listrik Tingkat risiko medium sesuai Tingkat risiko low
yang telah divalidasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan penyampaian risk awareness dan Pakta
2. Sosialisasi penggunaan peralatan dokumen HIRADC
untuk memitigasi risiko sesuai dengan prioritas listrik yang aman Integritas Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
83 pengendalian. Prioritas dan Rencana Aksi ini disusun Kelelahan, gangguan 1. Sticker posisi tubuh yang ergonomi Tingkat risiko low sesuai dokumen Tingkat risiko low Dukungan ini memperkuat budaya keselamatan,
otot rangka saat bekerja HIRADC mendorong kepatuhan terhadap standar K3, dan
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun
2. Safety meeting sosialisasi mengenai menciptakan lingkungan kerja yang menghargai
2012. BRI telah melakukan sertifikasi Kesehatan ergonomi
3. Peregangan saat bekerja kesehatan dan keselamatan pekerja.
dan Keselamatan Kerja yang sudah diaudit oleh PT
Multi Sertifikasi Indonesia yang sudah mendapatkan Penularan virus 1. Sistem jaga jarak Tingkat risiko high sesuai dokumen Tingkat risiko low
(COVID-19) 2. Work from home (WFH) HIRADC Terkait dengan risiko ancaman bencana, BRI
penunjukan sebagai lembaga audit SMK3 dari 3. Antigen melaksanakan sosialisasi dan uji coba sesuai
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rl dan 4. Vaksinasi
5. Penggunaan masker
potensi risiko. Hal tersebut termasuk memastikan
Akreditasi KAN.
pemahaman Emergency Response Plan oleh semua
pekerja dan kesiapan anggota Tim Manajemen
Potensi ancaman bencana di seluruh wilayah unit Krisis (TMK) dalam menghadapi gangguan/
kerja BRI diidentifikasi melalui proses Penilaian Risiko bencana.
Ancaman dan Bencana (PRAB). PRAB dilaksanakan
secara berkala dan diperbarui sesuai dengan potensi Dalam membangun budaya sadar keselamatan
ancaman dan bencana yang mungkin terjadi di setiap kerja dan tanggap terhadap situasi darurat, BRI
wilayah, berdasarkan data historis dan prediksi dari terus mempromosikan risk awareness melalui
instansi terkait. Hasil penilaian PRAB digunakan sebagai surat, standing banner, infografis, video, webinar,
dasar untuk menentukan peralatan tanggap darurat dan dan pelatihan. Pada 8 Juli 2023, BRI memberikan
kegiatan uji coba yang disesuaikan dengan ancaman pelatihan tanggap darurat kepada Emergency
dan bencana. Response Team BM BRI 2 dan Floor Warden di
Kantor Pusat.
Page 84
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Sustainability Culture Program : Sustainable Minds, Collective Impact [F.1]
BRI menyelenggarakan Sustainability Culture Program (SCP) 2023 sebagai inisiatif untuk meningkatkan kesadaran
keberlanjutan di kalangan insan BRILiaN. Program ini berfokus pada tiga aspek utama, yakni lingkungan, sosial, dan tata
kelola, yang dievaluasi melalui indikator-indikator yang terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari insan BRILiaN.
Pada aspek lingkungan, Insan BRILiaN diajak untuk berkontribusi dalam mengelola aktivitas yang dapat menghasilkan
emisi gas rumah kaca dengan indikator seperti manajemen penggunaan kendaraan operasional dan efisiensi energi listrik.
Pada aspek sosial, program menitikberatkan pada Human Capital Development, melalui indikator pendidikan dan pelatihan.
Sementara pada aspek tata kelola, program ini menekankan pentingnya pemahaman sistem dan prosedur perusahaan
serta evaluasi terhadap pelanggaran yang dapat mempengaruhi tata kelola yang baik.
SCP 2023 diadakan sepanjang tahun 2023, menyasar insan BRILiaN sebagai peserta yang dikelompokkan menjadi dua
kategori utama: insan BRILiaN yang bekerja di kantor pusat dan insan BRILiaN yang bekerja di unit kerja di luar kantor
pusat. Melalui pemantauan periodik, BRI memastikan bahwa SCP 2023 berjalan dengan baik dan memberikan dampak
84 positif berupa peningkatan kesadaran keberlanjutan insan BRILiaN.
Page 85
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Akses Perbankan yang Ekstensif [FS15]
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, adalah rumah bagi lebih dari 270 Melalui model bisnis bank hibrida (hybrid bank), BRI mampu menyediakan solusi keuangan yang terjangkau dan mudah
juta penduduk yang begitu majemuk. Kemajemukan ini tecermin dari beragamnya etnis, budaya, bahasa, dan kepercayaan diakses bagi seluruh lapisan masyarakat. BRI mengintegrasikan model perbankan konvensional yang mengandalkan
masyarakat. Di tengah keanekaragaman ini, BRI hadir untuk melayani dan memenuhi kebutuhan keuangan seluruh lapisan kehadiran fisik (physical presence) dengan elemen-elemen inovasi digital (digital innovation). Model bisnis ini diperkuat
masyarakat dengan berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. BRI berperan dalam upaya meningkatkan inklusi oleh BRIBrain yang dibentuk dengan menggabungkan kecerdasan buatan dan analisis mahadata sebagai mekanisme
keuangan, memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses yang mudah dan terjangkau untuk memperoleh produk pengambilan keputusan bisnis yang akurat dan tepat. Di samping itu, penggunaan berbagai inovasi digital tersebut
dan layanan keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh negeri. [FS16] bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan digital yang ditawarkan oleh BRI.
BRI berkomitmen untuk memberikan akses produk dan layanan keuangan yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan
nasabah. Layanan BRI harus mampu menjangkau mereka yang selama ini kurang terlayani oleh lembaga keuangan.
HYBRID BANK
Misalnya, mereka yang memiliki akses terbatas ke layanan keuangan, individu berpenghasilan rendah, perempuan
kurang mampu, pelajar, pekerja migran Indonesia, penyandang disabilitas, dan lansia. Demi menjangkau seluruh lapisan Digitizing Core
7.755 Outlets
masyarakat, BRI menetapkan beberapa langkah prioritas sebagai berikut: Digitize existing services and transactions (business
686.128
process) to boost productivity & unleash the
potential E-Channel
85 Digital Loan Mobile Banking • +1.000 Branches & Sub Branches
Underwriting Super Apps • +6.600 Micro Outlets
Outlets • 860 Cash Offices & Payment Points
Akses Perbankan yang Ekstensif
Smart Virtual • 12.263 ATM
Assistance
Menyediakan dan memperluas akses produk dan layanan keuangan yang merata, baik melalui kantor cabang for customer E-Channel • 9.007 CRM
• 664.801 EDCs
BRI, aplikasi perbankan digital, maupun agen laku pandai. Layanan BRI harus mampu menjangkau seluruh lapisan • 57 E-Buzz
masyarakat, termasuk kelompok masyarakat yang kurang terlayani (underserved groups).
Digitizing Ecosystem
+740.000 Agents
Produk dan Layanan Keuangan Build ecosystem to offer products and services
beyond core business to leverage new liquidity, BRI Branchless Banking
new opportunities, and new sources of growth
Terus melakukan pengembangan dan menawarkan produk dan layanan keuangan yang terjangkau dan sesuai dengan
Digital Ecosystem Ventures Capital
kebutuhan nasabah, antara lain meliputi produk tabungan, pinjaman, dan asuransi. platform (B2B, • Simple Financial Transaction Services (i.e., money
B2B2C) transfer, cash withdrawal, billing payment)
• Loan Referral
• Saving Referral
• Micro Insurance Referral
Digital Partnership
Dukungan Non-Finansial & Collaboration
Menyediakan dukungan non-finansial dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan literasi
keuangan, meningkatkan kesejahteraan keuangan, dan meningkatkan skala bisnis nasabah. Khususnya, bisnis milik
nasabah yang berasal dari kelompok yang kurang terlayani. New Digital Propositions ~27.000 (~73.000 UMi Holding)
Create and launch an independent greenfield digital
bank to tap the untapped segment and embedded Experienced Financial
in customer’s life Advisors
Kesejahteraan Nasabah
Digital
loan BRI Digital Advisors
Melindungi kesejahteraan keuangan nasabah, di antaranya dengan memastikan bahwa pinjaman nasabah dihitung
Digital Acquisition, Digital
berdasarkan kemampuan mereka untuk membayar. BRI juga memastikan adanya perlakuan yang adil bagi semua Digital Digital Digital Transaction, and Digital Education
Saving Bank
Saving
Digital Capabilities
nasabah dengan menerapkan prinsip-prinsip Kebijakan Komunikasi Pemasaran Adil: Transparansi, Perlakuan yang
Adil, Keandalan, Kerahasiaan dan Keamanan Data Konsumen, serta Penanganan keluhan dan penyelesaian sengketa
Physical Presences
pelanggan dengan cara yang sederhana, cepat, dan terjangkau.
Page 86
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Akses Konvensional
Jaringan perbankan BRI membentang luas di seluruh Indonesia,
menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kehadiran yang
mendalam di berbagai daerah, mulai dari kota-kota besar hingga
pelosok desa. BRI terus menjangkau masyarakat indonesia baik di
wilayah perkotaan hingga daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)
dengan lebih dari 7.700 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia. Selain itu, BRI juga mengoperasikan 4 teras kapal Bahtera
Seva untuk memastikan layanan perbankan dapat diakses bagi
masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.
Pada 13 September 2021, BRI bersama dengan Pegadaian dan
86 Permodalan Nasional Madani (PNM) membentuk Sinergi Ultra Mikro
(UMi) untuk memperluas akses masyarakat kepada layanan keuangan.
Di samping itu, Umi akan memberdayakan kelompok masyarakat
hingga mereka mampu mendapatkan akses menuju produk dan
layanan perbankan. Ekosistem ini dikembangkan melalui integrasi
3 (tiga) fase pengembangan, yakni memberdayakan (empower),
mengintegrasikan (integrate), dan meningkatkan (upgrade). Setiap
nasabah dapat mengakses produk dan layanan keuangan dari 3 (tiga)
Sumatera Kalimantan Jawa Sulawesi dan Maluku Bali dan Nusa Tenggara Papua
entitas sekaligus, yakni BRI, Pegadaian, maupun PNM.
Kantor Cabang: 95 Kantor Cabang: 40 Kantor Cabang: 216 Kantor Cabang: 57 Kantor Cabang: 32 Kantor Cabang: 13
Kantor Cabang Pembantu: 105 Kantor Cabang Pembantu: 42 Kantor Cabang Pembantu: 328 Kantor Cabang Pembantu: 42 Kantor Cabang Pembantu: 26 Kantor Cabang Pembantu: 13
Untuk dapat mengakomodasi kebutuhan akan akses layanan
BRI Unit: 1.005 BRI Unit: 379 BRI Unit: 2.801 BRI Unit: 551 BRI Unit: 295 BRI Unit: 86
keuangan, Sinergi Ultra Mikro membangun outlet SenyuM, yang Kantor Kas: 75 Kantor Kas: 23 Kantor Kas: 341 Kantor Kas: 36 Kantor Kas: 20 Kantor Kas: 10
merupakan integrasi layanan dan produk keuangan antara BRI, PNM, Teras BRI: 217 Teras BRI: 96 Teras BRI: 478 Teras BRI: 52 Teras BRI: 117 Teras BRI: 17
Mobil Teras BRI: 2 Mobil Teras BRI: 6 Mobil Teras BRI: 59 Mobil Teras BRI: 43 Mobil Teras BRI: 4 Mobil Teras BRI: 1
dan Pegadaian. Outlet SenyuM memberi kemudahan bagi nasabah Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 0 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 1 Teras Kapal BRI: 0
ketiga entitas untuk mendapat layanan keuangan yang lengkap dalam Payment Point BRI: 2 Payment Point BRI: 3 Payment Point BRI: 42 Payment Point BRI: 2 Payment Point BRI: 1 Payment Point BRI: 0
satu tempat, sehingga tidak perlu mendatangi masing-masing kantor.
Hingga tahun 2023, telah terdapat 1.018 outlet co-location SenyuM yang
tersebar di seluruh Indonesia dan siap melayani nasabah.
Page 87
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
E-Channel BRI
E-Channel BRI memiliki peran krusial dalam menyediakan akses ke layanan
9.007
keuangan di seluruh pelosok Indonesia. Lebih dari 686 ribu E-Channel BRI,
termasuk ATM, CRM, EDC, dan E-Buzz, tersebar di seluruh pelosok Indonesia,
termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Hal ini memungkinkan ATM
12.263 unit
CRM
unit
EDC
664.801 unit 9.00757
E-Buzz
unit unit
masyarakat untuk dengan mudah melakukan transaksi perbankan tanpa harus
mengunjungi kantor cabang.
Agen [FS16]
Agen BRILink merupakan salah satu ujung tombak strategi inklusi keuangan BRI. Mereka adalah mitra penting dalam
membawa layanan perbankan kepada wilayah-wilayah yang mungkin sulit diakses oleh kantor layanan konvensional.
87
Agen BRILink merupakan nasabah yang menjadi mitra BRI dan mampu melayani masyarakat untuk melakukan
transaksi perbankan tanpa harus mengunjungi kantor BRI. Sebagai mitra independen BRI, Agen BRILink hadir di berbagai
lapisan masyarakat, mulai dari desa terpencil hingga perkotaan. Tugas mereka melibatkan berbagai layanan, termasuk
pembukaan rekening, penarikan tunai, pembayaran tagihan, transaksi keuangan digital, hingga referral calon nasabah
pinjaman. Keberadaan Agen BRILink tidak hanya memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan perbankan, tetapi
juga memberi manfaat bagi Agen BRILink. Agen BRILink akan mendapatkan sharing fee untuk setiap transaksi yang
dilakukan, sehingga berpotensi menjadi penghasilan tambahan. Dengan semangat pemberdayaan ekonomi, agen BRILink
menjadi jembatan antara masyarakat dan dunia perbankan, memperkuat konsep inklusi keuangan dan meningkatkan
kesejahteraan di seluruh penjuru Indonesia. Melalui kemitraan yang erat dengan Agen BRILink, BRI terus membuktikan
komitmennya untuk menjadi bank yang tidak hanya besar secara nasional, tetapi juga dekat dengan hati masyarakat.
Sumatera Kalimantan Jawa Sulawesi & Maluku Bali & Nusa Tenggara Papua
165.053 Agen 56.500 Agen 395.383 Agen 76.747 Agen 39.070 Agen 8.065 Agen
Volume Transaksi
Jumlah Transaksi 22,28% 7,63% 53,37% 10,36% 5,27% 1,09%
Rp1.427,6
Triliun
Rp1.297,7
Triliun
740.818
Agen BRILink 1.096,61
juta
2022 2023
Page 88
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Titik Akses Digital
BRI menyadari bahwa transformasi digital dibutuhkan dalam memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Selain akses perbankan konvensional, BRI mengembangkan titik akses digital yang memberikan kemudahan bagi nasabah untuk menjangkau
layanan perbankan.
BRImo QLOLA: Kemudahan pengelolaan rantai pasok nasabah Bank BRI dengan Qlola Cash Management
BRImo merupakan superapp perbankan digital BRI QLola by BRI merupakan sebuah inovasi produk terbaru berupa platform solusi bisnis terpadu yang akan memudahkan nasabah dalam melakukan
yang menghadirkan kemudahan bagi nasabah dalam akses ke berbagai produk dan layanan BRI dengan hanya satu kali login.
bertransaksi hanya dengan menggunakan smartphone.
BRImo dapat diakses kapan pun dan di mana pun. Tidak Supply chain management (SCM) adalah salah satu fitur di Qlola by BRI yang merupakan layanan pengelolaan faktur untuk memudahkan rantai pasok nasabah. Fitur ini
hanya melakukan transaksi umum seperti transfer dan mengintegrasikan layanan BRI dengan sistem pembayaran dan fasilitas pinjaman. Fitur SCM di Qlola by BRI telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan principal
pembayaran tagihan, nasabah juga dapat melakukan sehingga mampu memudahkan nasabah untuk bertransaksi dengan rekanan UMKM.
88 pembukaan rekening simpanan, mengelola pinjaman,
investasi, melakukan top-up e-wallet, pembelian pulsa, SCM di Qlola by BRI menyediakan alat dan fungsi untuk mengelola dan mengoordinasikan aliran faktur dari pemasok ke principal dan dari principal ke distributor. SCM di
hingga mendapatkan informasi tentang berbagai promo Qlola by BRI bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kolaborasi rantai pasokan secara keseluruhan.
menarik.
Sebagai langkah ke depan, BRI akan terus mengembangkan platform yang ramah pengguna dan dapat diandalkan, dengan meningkatkan layanan digital supply chain
Nasabah BRI financing dan mengintegrasikannya dengan fitur unggulan seperti fund transfer and payment yang dapat digunakan oleh berbagai segmen, mulai dari skala besar (wholesale)
Volume Transaksi Jumlah Transaksi
Pengguna BRImo hingga skala kecil (UMKM).
4.158,8
Triliun
3.088,8 Juta 31,6 Juta
2.669,1
Triliun 23,8 Juta Volume Transaksi Pengguna
1.825,4 Juta Vendor Financing Distributor Financing
Rp6.788.672 miliar 52.117
2022 2023 2022 2023 2022 2023
47.313
Rp5.070.180 miliar Invoice Invoice
Supplier Principal Distributor
2022 2023 2022 2023
• Approval Vendor Financing
• Pengajuan Pembiayaan DF
• Pengalihan hak tagih AP
dan AR
Pengajuan Vendor • Pengalihan hak tagih AR Approval Distributor
Financing dengan backup DF Fnancing
Page 89
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Mobile SABRINA
SenyuM Mobile merupakan aplikasi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya segmen ultra mikro. Sabrina merupakan asisten virtual berbasis teknologi kecerdasan
SenyuM Mobile menawarkan kemudahan akses nasabah terhadap berbagai produk dan layanan keuangan dari BRI, buatan atau artificial intelligence (AI) yang dikembangkan oleh BRI
Pegadaian, dan PNM. Beberapa layanan yang dapat diakses, antara lain produk simpanan (Simpedes UMi BRI), investasi untuk memberikan kemudahan layanan dan informasi kepada
(Tabungan Emas Pegadaian), maupun sistem referral untuk pembiayaan, mulai dari kelompok Mekaar PNM, Gadai dari nasabah maupun calon nasabah. Sabrina dapat membantu nasabah
Pegadaian, hingga pinjaman BRI. Saat ini, SenyuM Mobile dapat diunduh melalui smartphone berbasis Android dengan mendapatkan info produk, promo, maupun lokasi ATM/Unit Kerja BRI
mengunjungi Google Play Store. . terdekat. Sabrina telah terintegrasi dengan BRImo sehingga nasabah
dapat mengetahui informasi saldo rekening maupun informasi mutasi
Sejak 30 September 2023, BRI telah melakukan peningkatan ruang lingkup SenyuM Mobile sehingga aplikasi tersebut juga rekening melalui Sabrina.
dapat digunakan oleh end user (SenyuM Mobile Self-Serve) untuk mengakses produk yang lebih lengkap. Produk yang
dapat diakses, antara lain produk pinjaman, simpanan, maupun investasi yang ditawarkan oleh ketiga entitas. Hingga akhir Sabrina juga menjadi salah satu garda terdepan dalam memfasilitasi
tahun 2023, sebanyak 1,9 juta nasabah telah memanfaatkan SenyuM Mobile untuk mendapatkan layanan keuangan. pertanyaan hingga keluhan nasabah seputar layanan perbankan yang
89 . diberikan BRI. Jumlah pesan yang dikirimkan oleh pengguna ke Sabrina
tercatat mencapai 55,6 juta selama tahun 2023. Angka ini meningkat
dari 19,12 juta pesan pada tahun 2022, menjadikan Sabrina sebagai saluran pilihan pengguna untuk berkomunikasi dengan
BRI. Rata-rata pertanyaan pengguna yang tidak bisa dijawab (atau biasa disebut fallback rate) oleh asisten virtual ini terus
Persentase Akuisisi Nasabah Melalui SENYUM Mobile Berdasarkan Produk 2023
Jumlah Akuisisi menurun dari angka 29,46% pada 2022 menjadi 17,8% pada 2023. Kinerja baik ini didukung dengan survei kepuasan
Nasabah pengguna. Sekitar 69,8% pengguna menyatakan puas dengan layanan yang diberikan. Angka ini mengalami peningkatan
3,73%
3,46% dari angka sebelumnya, yakni sebanyak 57,7% pada tahun 2022.
1.959.449 Pinjaman Mekaar 73.062
8,58%
Simpedes UMI 67.702
Tabungan Emas Pegadaian 168.048
59,90%
242.627 24,34% Pinjaman Gadai 476.990
2022 2023 Pinjaman BRI 1.173.647
Page 90
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Produk dan Layanan Keuangan
Selain menjalankan bisnis dan operasional sebagaimana bank pada umumnya, BRI juga terus berupaya mendukung program-program pemerintah yang salah satunya adalah peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. BRI berkomitmen untuk terus
menerus melakukan inovasi dengan memberikan berbagai jenis produk dan layanan keuangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan keuangan nasabah secara luas, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang belum atau kurang terlayani layanan
perbankan. BRI terus berusaha untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat di Indonesia mendapatkan layanan perbankan, kapan pun dan di mana pun.
Produk Simpanan
Simpedes Simpedes UMi Simpedes TKI
Total Rekening: 133,46 Juta Total Rekening: 13,5 Juta Total Rekening: 72 Ribu
Tabungan masyarakat yang dapat dilayani di seluruh Produk khusus komunitas ultra mikro, terutama Didedikasikan untuk pekerja migran untuk
unit kerja BRI, yang dilengkapi dengan BRI Card yang nasabah Pegadaian dan PNM yang belum memiliki memudahkan proses transaksi mereka, yang
berfungsi sebagai kartu ATM dan kartu debit. rekening deposito di BRI. Produk dapat diakses meliputi layanan distribusi atau pengumpulan gaji
90 dengan buku tabungan Simpedes umum dan kartu pekerja migran.
ATM berlabel pribadi Simpedes GPN.
Simpedes BISA BritAma BritAma Junio
Rp
Total Rekening: 298 Ribu Total Rekening: 23,46 Juta Total Rekening: 2,28 Juta
Tabungan dengan 3 fitur utama dalam 1 kali Produk dengan fasilitas e-banking dan sistem online Produk bagi anak-anak untuk mendorong budaya
pembukaan rekening, yaitu saving/transaksi (rekening real-time agar nasabah dapat bertransaksi kapan menabung sejak dini, yang dilengkapi dengan fasilitas
induk), investasi (rekening berjangka dan DPLK) dan pun dan di mana pun. BritAma dilengkapi dengan e-banking, fitur perencanaan keuangan (Junio
proteksi (asuransi mikro AM-KKM, Rumahku dan perlindungan asuransi kecelakaan gratis, fitur Rencana), asuransi kecelakaan pribadi, dan kartu debit
kerusakan tempat usaha). e-banking, dan tingkat bunga yang kompetitif. dengan desain yang menarik.
Rp
BritAma Bisnis Simpanan Pelajar (Simpel) TabunganKu
Total Rekening: 553 Ribu Total Rekening: 30,26 Juta Total Rekening: 17,09 Juta
Produk diutamakan untuk digunakan dalam bisnis Tabungan untuk pelajar dengan persyaratan yang Tabungan untuk nasabah perorangan dengan
dengan memberikan keleluasaan lebih dalam mudah dan sederhana. Layanan ini menyediakan persyaratan yang mudah dan ringan, yang diterbitkan
bertransaksi, kejelasan lebih dalam pencatatan beberapa fitur menarik dalam konteks pendidikan bersama bank-bank di Indonesia untuk mendorong
transaksi dan keuntungan yang lebih untuk dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya budaya menabung.
menunjang transaksi kebutuhan bisnis nasabah. menabung sejak dini.
Page 91
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Produk Pinjaman
Kupedes KUR Mikro KUR Super Mikro PNM Mekaar
Outstanding: 212,3 T Debitur: 4,7 Juta Outstanding: 219,9 T Debitur: 8,8 Juta Outstanding: 2,608 T Debitur: 578 Ribu Outstanding: 11,8 T Debitur: 4,06 Juta
Ditujukan bagi usaha mikro individual (badan Pembiayaan kepada pengusaha mikro startup Pembiayaan khusus untuk nasabah baru, menyasar Diluncurkan pada 2015, Mekaar merupakan
usaha maupun perorangan) yang membutuhkan dengan pinjaman Rp10 juta - Rp100 juta per debitur. pekerja terkena dampak kehilangan pekerjaan atau layanan pinjaman modal bagi perempuan
pembiayaan sesuai batas plafon Kupedes. Berlaku Dalam bentuk Kredit Modal Kerja (KMK) dengan ibu rumah tangga yang memiliki usaha produktif. prasejahtera pelaku UMKM yang memiliki
untuk semua sektor usaha meliputi pertanian, jangka waktu pinjaman maksimal 3 tahun/Kredit Maksimum pinjaman adalah Rp10 juta dan jangka keterbatasan akses terhadap pembiayaan modal
industri, perdagangan, dan lainnya. Investasi (KI) dengan jangka waktu pinjaman waktu pinjaman hingga 3 tahun atau hingga 5 tahun kerja/usaha.
maksimal 5 tahun. untuk Kredit Investasi (KI).
91 PNM Mekaar Syariah PNM ULaMM PNM ULaMM Syariah Produk Pegadaian
Outstanding: 29,76 T Debitur: 10,67 Juta Outstanding: 2,86 T Debitur: 58 Ribu Outstanding: 1,27 T Debitur: 48 Ribu Outstanding: 67,6 T Debitur: 7,1 Juta
Layanan pemberdayaan berbasis kelompok sesuai Layanan pinjaman modal bagi usaha mikro dan kecil Penyaluran pembiayaan sesuai prinsip syariat Islam Produk pinjaman Pegadaian secara garis besar
syariat Islam berdasarkan fatwa dan/atau pernyataan melalui pembiayaan langsung kepada perorangan berdasarkan fatwa dan/atau pernyataan kesesuaian terbagi menjadi 2 produk, yaitu produk gadai dan
kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional dan dunia usaha. ULaMM menyediakan pelatihan, syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama non-gadai.
Majelis Ulama Indonesia yang ditujukan kepada konsultasi, pendampingan, serta dukungan Indonesia bagi pelaku usaha UMKM.
pelaku usaha ultra mikro perempuan prasejahtera. pengelolaan keuangan dan akses pasar bagi nasabah.
BRIGUNA Purna KPR Green KPR Subsidi
Outstanding: 10,24 M Debitur: 131 Ribu Outstanding: 95,46 M Debitur: 89 Outstanding: 9,46 T Debitur: 69 Ribu
Kredit yang diberikan kepada calon debitur/ debitur Kredit kepemilikan rumah yang dikhususkan Kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat
dengan sumber pembayaran (repayment) berasal untuk pembiayaan pembelian rumah baru dengan berpenghasilan rendah (MBR) dengan total pendapatan
keluarga (suami + istri) maksimal Rp8 juta per bulan*
dari sumber penghasilan tetap atau fixed income konsep perumahan berkonsep hijau. untuk keluarga yang baru membeli rumah pertama, atau
(uang pensiun). belum mempunyai rumah, atau belum pernah mendapat
subsidi perumahan. Rumah harus ditempati dan tidak
boleh dijual atau disewakan selama lima tahun pertama.
Page 92
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Produk Asuransi
AMKKM
Polis: 14,6 Juta
Asuransi Mikro-KKM atau Asuransi Kecelakaan, Kesehatan
dan Kematian merupakan asuransi dengan premi
terjangkau dan dapat diklaim dengan cepat melalui
BRILink.
Asuransi Mikro:
RumahKu & Kerusakan Tempat Usaha/KTU
92
Polis: 17,7 Juta
Asuransi Mikro KTU, memberikan santunan berupa uang
apabila peserta asuransi mengalami kerusakan tempat
usaha akibat terjadinya satu atau beberapa bencana yang
tercantum dalam polis.
Asuransi Mikro KTU, memberikan santunan berupa uang
apabila peserta asuransi mengalami kerusakan tempat
usaha akibat terjadinya satu atau beberapa bencana yang
tercantum dalam polis. Asuransi Mikro KTU, memberikan
santunan berupa uang apabila peserta asuransi mengalami
kerusakan tempat usaha akibat terjadinya satu atau
beberapa bencana yang tercantum dalam polis.
Page 93
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Dukungan Non-Finansial [F.26]
BRI, sebagai bank yang berkomitmen terhadap inklusi dan literasi keuangan, memahami bahwa memberdayakan UMKM Pemberdayaan nasabah menjadi kunci penting untuk mencapai inklusi keuangan yang berkelanjutan. Untuk mencapai
tidak hanya tentang memberikan akses terhadap produk dan layanan keuangan. Pemberdayaan UMKM juga melibatkan tujuan tersebut, BRI mengembangkan sebuah kerangka kerja inovatif yang mempertimbangkan dua aspek kritis, yakni
perkara membuka pintu-pintu kesempatan melalui berbagai program pemberdayaan untuk memberikan pemahaman tingkat kewirausahaan dan tingkat literasi. Melalui pendekatan yang holistik, kerangka kerja BRI memetakan nasabah ke
atas tantangan yang dihadapi pelaku bisnis UMKM, serta memberikan solusi yang berkelanjutan. dalam tiga tingkatan kewirausahaan, yaitu 'Unfeasible Unbankable,' 'Feasible Unbankable,' dan 'Feasible Bankable'. Setiap
tingkatan kewirausahaan tersebut memiliki pendekatan program pemberdayaan yang berbeda-beda, tergantung pada
Dalam era yang dinamis ini, ketika perubahan teknologi, pasar global, dan perubahan sosial terjadi dengan cepat; UMKM tingkat literasi masing-masing individu.
perlu didorong untuk beradaptasi dan berkembang. BRI sebagai mitra UMKM tidak hanya menjadi lembaga keuangan,
tetapi juga sebagai akselerator yang memberikan bimbingan, pendampingan, dan sumber daya lainnya untuk membantu y Nasabah dengan tingkat kewirausahaan unfeasible unbankable merupakan nasabah yang belum memenuhi kriteria
pelaku UMKM. pembiayaan lembaga jasa keuangan dan dianggap belum dapat dibiayai secara finansial oleh perbankan pada
umumnya dikarenakan risiko terlalu tinggi. Nasabah ini difokuskan untuk mendapatkan program literasi dasar, seperti
Level Kewirausahaan Tingkat Literasi
pengenalan produk dan jasa perbankan, serta pemahaman mengenai manajemen keuangan dasar, diikuti dengan porsi
93 Literasi Bisnis.
Literasi Dasar Literasi Bisnis Literasi Digital
y Nasabah dengan tingkat kewirausahaan feasible unbankable merupakan nasabah yang memenuhi kriteria pembiayaan
Feasible
lembaga jasa keuangan, tetapi belum dapat dibiayai secara finansial oleh perbankan pada umumnya. Nasabah dalam
KERANGKA
Bankable y Inklusi finansial y Peningkatan Literasi kepada
(pengenalan kapasitas manajerial pelaku UMKM
terhadap produk y Hukum dan dengan tujuan:
tingkatan ini diarahkan untuk mendapatkan program literasi bisnis seperti peningkatan kapasitas manajerial, wawasan
dan layanan kepatuhan y Go Modern
Feasible
perbankan) y Budaya inovasi y Go Digital
terhadap aspek legalitas/kepatuhan terhadap regulasi, serta pemahaman terkait pemahaman industri dan pasar yang
Un-bankable y Manajemen y Pengetahuan tentang y Go Global
finansial dasar industri dan kondisi
diikuti oleh program literasi dasar.
pasar
y Pola pikir jangka
y Nasabah dengan tingkat kewirausahaan feasible bankable merupakan nasabah yang memenuhi kriteria pembiayaan
Unfeasible
Un-bankable
panjang
y Skala bisnis
lembaga jasa keuangan dan dapat dibiayai secara finansial oleh perbankan pada umumnya. Nasabah pada tingkatan ini
difokuskan untuk mendapatkan porsi program literasi bisnis yang lebih besar, diikuti oleh program literasi digital seperti,
Literasi Literasi Bisnis Literasi Digital
Literasi kepada UMKM yang bertujuan untuk Go Modern, Go Digital dan Go Global.
Entitas
Dengan memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan dan tantangan tersendiri, kerangka kerja ini memberikan
landasan untuk pengembangan program pemberdayaan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui upaya bersama, BRI
dapat memastikan bahwa setiap nasabah, terlepas dari tingkat kewirausahaan dan literasi, memiliki akses yang adil dan
berkelanjutan terhadap sumber daya keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama.
Page 94
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Pemberdayaan Kelompok Usaha Ultra Mikro [FS16] (Senyum Mobile), pusat layanan Ultra Mikro (Gerai SenyuM), Rekening Simpanan UMi (Simpedes UMi), Tabungan Emas,
Gadai Emas, Kredit BRI, dan PNM Mekaar.
Peran sukses BRI dalam menyediakan solusi keuangan terintegrasi bagi masyarakat tecermin dalam kontribusinya untuk
meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Sejak tahun 2021, BRI memulai perjalanan bersama dengan PT Pegadaian Wujud sinergi UMi untuk melayani nasabah tercermin melalui tiga inisiatif utama, antara lain:
dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam sebuah perusahaan induk sinergis yang disebut Holding Ultra Mikro
(UMi). Langkah ini sejalan dengan semangat BRI untuk meningkatkan kinerja ekonomi dan proaktif dalam mencapai target
27.047 2.434 44.106
inklusi keuangan nasional. Mantri (Tenaga (Tenaga Pemasar - CRO, AO (Account Officer)
Tenaga Pemasar Pemasar Mikro) BRI Fronting, Marketing Executive)
Kehadiran holding UMi membuka akses yang lebih luas terhadap solusi keuangan yang terjangkau dan mendukung
pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan langkah-langkah ini, BRI terus berperan sebagai pionir dalam membawa
Pemberdayaan Wanita Prasejahtera Melalui Ekosistem UMi
perubahan positif bagi industri keuangan di Indonesia.
Melalui PNM Mekaar, ekosistem UMi memberikan akses
Kunci untuk meningkatkan inklusi keuangan dimulai dengan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan nasabah permodalan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas 15,1 juta Rp 42,0 Triliun
khususnya kepada ibu rumah tangga. Debitur Perempuan
94 maupun calon nasabah, serta memahami hambatan yang mereka hadapi dalam memenuhi kebutuhan mereka akan
layanan perbankan. Holding UMi menyediakan konsep pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro yang lebih komprehensif
dan terstruktur berupa Ultra Micro Business Journey sehingga diharapkan pelaku bisnis mikro dan ultra mikro dapat naik
kelas. Hingga Desember 2023, PNM Mekaar telah mampu menyalurkan pinjaman kepada 15,1 juta nasabah dengan total
outstanding mencapai Rp42,0 triliun. Program ini tidak hanya memberikan modal finansial, tetapi juga turut menyediakan
modal intelektual dan sosial sebagai dorongan untuk memberdayakan kelompok perempuan prasejahtera.
Memberdayakan nasabah Mengintegrasikan nasabah Meningkatkan nasabah
untuk menjadi pengusaha ke dalam komunitas yang ke tingkat layanan
mandiri (Pemberdayaan lebih luas dan berbagai pembiayaan mikro yang lebih BRI dengan tekad kuat melanjutkan dukungan kepada kelompok usaha Ultra Mikro (UMi) melalui berbagai inisiatif
masyarakat melalui PNM) produk (Perkembangan dana tinggi (Naik Kelas bersama progresif. Salah satu program unggulan adalah program peningkatan literasi kelompok yang memungkinkan nasabah
melalui BRI dan pegadaian) BRI) Mekaar turut terlibat dengan membuka Rekening Simpedes UMi. Edukasi literasi keuangan diwujudkan melalui pertemuan
kelompok mingguan (PKM) yang dipandu oleh Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar.
Selama fase pemberdayaan, PNM dan BRI bekerja sama untuk membina calon nasabah ultra mikro yang belum memiliki Selain itu, BRI menggarap segmen khusus untuk mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
akses perbankan menuju kemandirian finansial. Pendampingan ini diupayakan melalui program pemberdayaan keuangan perempuan yang telah memiliki rekening bank dan nomor induk berusaha (NIB). Upaya ini disertai dengan pelatihan
PNM Mekaar yang berfokus pada para pengusaha dan perempuan. literasi keuangan dan digital, dengan partisipasi aktif dari pengusaha di Kelompok Mekaar.
Pada fase integrasi, Pegadaian dan BRI menangani kebutuhan peminjaman individu yang telah beralih menjadi nasabah BRI juga menjalankan inisiatif kolaboratif dengan Grab Indonesia melalui pengembangan komunitas bisnis UMi untuk
bank. Dengan pemberdayaan dan peningkatan mereka, BRI kemudian dapat meningkatkan status nasabah ultra mikro ke menciptakan sinergi yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam mengikuti arus transformasi digital, BRI juga
segmen mikro. memanfaatkan media sosial sebagai platform edukasi dan kolaborasi. Melalui pembentukan akun Komunitas SenyuM
di Instagram dan Facebook, BRI berhasil membentuk komunitas yang aktif media sosial. Akun ini bukan hanya menjadi
Brand keuangan terkemuka di Indonesia yang berfokus untuk memberdayakan, mengintegrasikan, meningkatkan nasabah sumber informasi bagi nasabah UMi, tetapi juga tempat kolaborasi literasi keuangan digital bersama Badan Ekonomi Kreatif
serta mendorong inklusi keuangan melalui ultra-mikrofinansial, mencakup Solusi Perbankan Bergerak Berbasis UMi (Bekraf ) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Page 95
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Sebagai tambahan, BRI juga merancang program Desa BRILiaN
Pembentukan Agen BRILink Mekaar untuk
memperluas jangkauan layanan. Dengan berfokus pada BRI juga memiliki program khusus yang menargetkan desa-desa di seluruh Indonesia untuk mengembangkan bisnis unggulan dari masing-masing desa tersebut. Program inkubasi desa ini
pembentukan agen, BRI mengakselerasi akses layanan bertujuan menghasilkan teladan (role model) dalam pengembangan desa, melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan
keuangan bagi kelompok UMi serta menciptakan potensi desa berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui program ini, BRI turut mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mendorong partisipasi
jaringan yang kuat di tingkat lokal. warga sebagai perantara dalam kegiatan literasi dan inklusi keuangan di desa, yakni sebagai Agen BRILink dan Agen UMi. BRI juga menempatkan 1 (satu) Marketing BRI (Mantri) di masing-
masing desa sebagai pendamping para agen dalam mengembangkan bisnis mereka. Sampai dengan tahun 2023, program “Desa BRILiaN” telah diikuti oleh 3.178 desa yang aktif bergerak,
Pemberdayaan Sosial dalam UMi [F.23] [F.28] berinisiatif, dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.
Kehadiran UMi dalam membuka akses perbankan yang terintegrasi tidak
hanya dapat mengakselerasi ekonomi kerakyatan, tetapi juga mendorong
pemberdayaan sosial di masyarakat melalui berbagai program yang Kombinasi 4 Aspek Ekosistem
tersedia.
1 Program Peningkatan Literasi Kelompok / Group-based Literacy BUMDes Digital Innovation Sustainability
Enhancement Program
Peran aktif BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa, Digitalisasi di desa dapat diimplementasikan secara optimal, Desa yang kreatif dalam memecahkan Desa tangguh yang mampu meningkatkan kesejahteraan
95 • 12,8 juta nasabah Mekaar turut membuka Rekening Simpedes
salah satunya dalam pemanfaatan dana desa untuk termasuk keuangan digital dan pemanfaatan produk digital masalah kemasyarakatan sosial. masyarakatnya dengan sektor unggulan desanya secara
UMi kegiatan yang produktif. BRI (BRILink, Web Pasar.id, Stroberi). berkesinambungan.
• Edukasi literasi keuangan melalui Pertemuan Kelompok
Mingguan (PKM) oleh Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha
(PKU) Akbar
2 Program Pelatihan Khusus Pelaku UMKM Perempuan / Targeted
Small Business Course of Female Entrepreneur
• 1.015.000 nasabah telah memiliki rekening bank dan nomor induk
berusaha (NIB)
• Terlaksana lebih dari 2.027 Pelatihan Literasi Keuangan dan Digital
yang diikuti lebih dari 113.125 pengusaha perempuan UMi dari
Kelompok Mekaar PROFIL USAHA BUMDes DESA BRILiaN
3 Pengembangan Komunitas Bisnis UMi bersama Grab Indonesia
• 8.691 usaha UMi telah bergabung dengan program di 8 kota
(Samarinda, Garut, Pekalongan, Sidoarjo, Kediri, Cilacap, Bantul,
Tasikmalaya) PERDAGANGAN PERIKANAN
424 BUMDes 32 BUMDes
4 Pemasaran melalui Media Sosial / Social Media Marketplace
• Pembentukan Akun Komunitas SenyuM melalui Instagram dan
Facebook sebagai platform edukasi nasabah UMI dan platform
JASA-JASA PETERNAKAN
kolaborasi literasi keuangan digital bersama BI dan OJK 717 BUMDes 48 BUMDes
8.017 pengikut Instagram
23.000 pengikut Facebook
5 Pembentukan Agen BRILink Mekaar PERTANIAN DAN WISATA DESA
PERKEBUNAN 867 BUMDes
• Akuisisi BRILink Mekaar telah mencapai 151.950 Agen dengan 139 BUMDes
total transaksi mencapai Rp41 triliun.
Sumatera Kalimantan Jawa Bali & Nusa Tenggara Sulawesi Maluku & Papua TOTAL MANUFAKTUR LAINNYA
753 BUMDes 198 BUMDes
766 Desa 157 Desa 1.547 Desa 180 Desa 378 Desa 49 Desa 3.178 Desa
BRILiaN BRILiaN BRILiaN BRILiaN BRILiaN BRILiaN BRILiaN
Page 96
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Rumah BUMN Klaster Hidupku klasterkuhidupku.bri.co.id
Rumah BUMN berfungsi sebagai platform kolaborasi bagi BUMN untuk aktif dalam membentuk ekosistem ekonomi Klaster Hidupku merupakan strategi pemasaran produk dan layanan BRI ke komunitas-komunitas mikro melalui
digital. Melalui program pembinaan, Rumah BUMN berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM, pembentukan kelompok usaha berdasarkan kesamaan kepentingan, kondisi lingkungan, dan/atau keakraban yang disebut
memberikan pemberdayaan sesuai dengan tingkat kewirausahaan mereka. Dengan kehadiran Rumah BUMN, diharapkan dengan istilah Klaster Usaha. Klaster Usaha memiliki beberapa kriteria, seperti:
UMKM yang menjadi bagian dari program ini dapat mengalami peningkatan dalam aspek transformasi pola pikir
kewirausahaan (Go Modern), penggunaan media sosial (Go Digital), penetrasi perdagangan elektronik melalui lokapasar 1. Jumlah pelaku usaha paling sedikit 8 orang;
(Go Online), serta persiapan untuk ekspor (Go Global). Saat ini, BRI telah berhasil membuka 54 Rumah BUMN yang 2. Kesamaan wilayah antarpelaku usaha, yaitu berada di RT, RW, dan/atau desa yang sama; serta
menjadi pusat pengembangan usaha bagi lebih dari 400 ribu pelaku UMKM BRI, dengan lebih dari 12 ribu kali pelatihan 3. Keseragaman jenis usaha atau komoditas.
telah diselenggarakan.
BRI memberikan bantuan serta membangun sarana dan prasarana untuk mendukung pembangunan bisnis UMKM yang
tergabung dalam Klaster Usaha. Bazar rutin diadakan setiap bulan untuk memperkenalkan produk UMKM Binaan sehingga
memperluas pasar mereka dan menginspirasi lebih banyak pelaku UMKM lainnya untuk bergabung ke dalam Klaster
96 Usaha BRI. Pengelolaan data Klaster Usaha dilakukan secara digital melalui aplikasi dan laman yang memuat informasi
mengenai Klaster Unggulan yang mendapatkan pendampingan insentif dari Mantri BRI Unit serta dukungan sarana dan
prasarana penunjang.
0,8%
Pariwisata
2,6% 0,1%
Jasa Lainnya
8,9% 23.243 Klaster Usaha
Perikanan 82,7 % Segmen Produksi
17,3 % Segmen Nonproduksi
10,2%
Perdagangan
Inklusi Klaster Usaha
279.497 Anggota Klaster Usaha
85,4 % (238.678) Anggota Memiliki
30,6% Rekening
Industri
46,6%
Pertanian
Page 97
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
pasar.id [FS16] Pesta Rakyat Simpedes 2023 diselenggarakan di 382 titik di seluruh Indonesia, mulai dari barat hingga timur Indonesia. Dari
382 titik tersebut, terdapat Pesta Rakyat Simpedes Utama yang dilaksanakan di 5 (lima) kota, yakni Bandung, Denpasar,
BRI berkolaborasi dengan pihak ketiga melalui situs web Pasar.ID untuk mendukung ekonomi mikro, khususnya pasar Makassar, Malang, dan Yogyakarta. Kemudian Pesta Rakyat Simpedes Teritori dilaksanakan pada 15 kota, yaitu Medan,
tradisional. Situs ini merupakan platform jual-beli daring yang memfasilitasi transaksi bagi pengelola, pedagang, dan Bukittinggi, Palembang, Tasikmalaya, Purwokerto, Pekanbaru, Pati, Gresik, Lampung, Singkawang, Samarinda, Kendari,
pengunjung pasar. Pasar.ID menyediakan informasi lengkap tentang pasar tradisional dan toko-toko di dalamnya untuk Palu, Madiun, dan Sorong. Sementara itu, titik lainnya diselenggarakan di tingkat Kantor Cabang BRI yang tersebar di 382
membantu konsumen memilih tempat belanja sesuai preferensi lokasi. Selama tahun 2023, transaksi yang dilakukan kota, kabupaten, atau kecamatan. Gelaran PRS sukses diikuti oleh 4.945 pelaku UMKM dan 264.195 pengunjung. PRS 2023
melalui situs ini mencapai 113.983 transaksi dengan total nominal Rp9,63 miliar serta mencakup 7.133 pasar tradisional semakin semarak dengan taburan beragam hadiah istimewa dan pengundian Panen Hadiah Simpedes sebagai puncak
dan 221.371 pedagang. Peningkatan jumlah pedagang sebesar 2,71% YoY terjadi atas upaya BRI dalam mengakuisisi pasar pesta tahun ini.
unggulan di berbagai wilayah. BRI juga memberikan pelatihan dan pendampingan khusus terkait fitur-fitur Pasar.ID yang
memudahkan transaksi sehari-hari. Transaksi dapat dilakukan melalui WhatsApp dan aplikasi perbankan BRI, seperti EDC
BRI, BRImo, dan Agen BRILink. [FS6] [FS13] [FS14] Commodity Platform PARI (Pasar Rakyat Indonesia)
Situs web ini dibentuk sebagai respon pada masa Value Proposition – Nilai Sosial Web Pasar: BRI bekerja sama dengan pihak ketiga memberikan solusi kepada pelaku ekosistem berbasis komoditas untuk lebih mudah
97 dalam mengakses layanan BRI yang terintegrasi secara digital melalui platform komoditas bernama Pasar Rakyat Indonesia
pandemi Covid-19, meliputi: [FS13] [FS14] 1. Digitalisasi bisnis pasar tradisional untuk
1. Menyediakan ruang virtual sebagai meningkatkan ekonomi dan omset pedagang. (PARI). Tahun 2023 BRI fokus pada ekosistem yang mencakup telur, ikan, bawang merah, kopi, susu, pakan, kacang mete,
penghubung antara penjual/pedagang pasar 2. Peluang kerja baru bagi ojek sekitar pasar nanas, singkong, beras, pisang, dan mangga. Jumlah akuisisi mencapai 73.716 pengguna dengan transaksi sebanyak 305.655
dan pembeli untuk mematuhi pembatasan sebagai kurir pasar. transaksi, dana talangan sebesar Rp6,9 triliun, dan nilai total penjualan barang (gross merchandise value) sebesar Rp25,2
fisik. 3. Sekolah Pasar untuk meningkatkan kapabilitas triliun. Platform ini melibatkan sebanyak 27.647 peternak dan 15.848 pengepul.
2. Meningkatkan omset pedagang pasar yang manajemen bisnis pedagang dan pengelola
terdampak pandemi Covid-19. pasar.
3. Memberikan peluang pekerjaan baru kepada 4. Digital Assistance sebagai pendamping dalam LOCALOKA
mereka yang kehilangan pekerjaan akibat menghadapi era new normal dan mendukung
pandemi Covid-19. gerakan menuju masyarakat tanpa uang tunai.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan permintaan nasabah yang terus berkembang, BRI belum memiliki platform
lokapasar sendiri. Padahal, dengan jumlah uang beredar yang terkonsentrasi di segmen bisnis bahan makanan (groceries),
terdapat peluang untuk mengambil kesempatan bisnis grosir dengan mengintegrasikan fitur lokapasar ke dalam ekosistem
AgenBRILink. Localoka, sebagai platform lokapasar yang dikelola oleh BRI, telah menyediakan solusi bagi UMKM untuk
Pesta Rakyat Simpedes memasarkan produk mereka secara daring. Integrasi aplikasi BRILink Mobile dengan lokapasar diharapkan memberikan
dampak positif dalam meningkatkan potensi penjualan dan keuntungan bagi AgenBRILink. Selain itu, perluasan kerja sama
Pesta Rakyat Simpedes (PRS) merupakan acara tahunan yang dipersembahkan oleh Tabungan BRI Simpedes. Kegiatan Localoka dengan korporasi agar mereka menjadi penjual adalah langkah strategis yang mendukung tujuan awal Localoka
ini berfungsi sebagai aktivitas kampanye Tabungan BRI Simpedes dan pemberdayaan nasabah UMKM dengan kemasan sebagai wadah ekosistem lokal. Kehadiran penjual dari korporasi memberikan nilai tambah bagi nasabah UMKM BRI
menarik dan edukatif. Pesta Rakyat Simpedes pada tahun 2023 dikemas dengan metode hibrida, secara luring dan daring yang telah dan akan menjadi penjual di platform Localoka. Kerja sama ini memperluas peluang bisnis dan peningkatan
via streaming. Agenda PRS tahun ini mengusung tema “Pede Raih Peluang” yang bermakna bahwa Tabungan BRI Simpedes AgenBRILink di Localoka sehingga AgenBRILink memiliki kesempatan untuk membeli barang secara grosir dengan harga
hadir untuk mendorong UMKM agar semakin percaya diri (pede) memanfaatkan segala peluang bisnis baru untuk menjadi yang lebih kompetitif melalui penjual korporasi yang bekerja sama dengan Localoka.
pemenang pada masa depan.
Page 98
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
UMKM EXPO(RT) BRILiaNPRENEUR brilianpreneur.com
Dalam perjalananan pemberdayaan masyarakat, UMKM EXPO(RT) dan Community Activation. Acara ini mendapatkan apresiasi dari Presiden Business Matching
BRILIANPRENEUR hadir sebagai wadah partisipasi UMKM lokal di Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir yang turut hadir di perhelatan.
panggung global (go global), di mana program ini memperkenalkan Presiden mengungkapkan bahwa UMKM memang sepatutnya mampu
produk-produk unggulan dan beragam UMKM dari seluruh Indonesia ke
dunia internasional. Pada tahun 2023, BRILiaNPRENEUR mengusung tema
menguasai pasar lokal dan turut andil dalam pasar global karena 61% PDB
nasional disumbang oleh UMKM dan 97% tenaga kerja di Indonesia diserap
USD 81,3 juta
Nilai Penjualan
“Crafting Global Connection” sebagai manifestasi ambisi dan komitmen BRI oleh UMKM. (target USD 80 juta)
dalam mendorong UMKM lokal untuk menjalin hubungan dengan dunia
internasional melalui pemasaran produk ke luar negeri ataupun melalui kerja Melalui UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, telah dilakukan 243 business
sama bisnis. matching oleh 86 pembeli yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia,
Singapura, Australia, Kanada, Taiwan, dan Uni Emirat Arab bersama dengan
86
Global Buyer
Pada tahun 2023 ini, eksibisi BRILiaNPRENEUR diselenggarakan pada tanggal 172 peserta UMKM. BRI telah mencatatkan kinerja business matching (target 80 buyers)
98 7-10 Desember di Jakarta Convention Center sebagai bagian dari rangkaian yang positif dan meningkat setiap tahunnya. Pada acara tahun 2023 ini,
kegiatan HUT ke-128 BRI. Lebih dari 700 UMKM hadir dan 500 pameran nilai penjualan dari segmen business matching mencapai USD81,3 juta
UMKM ditampilkan dari lima kategori berbeda: Home Decor and Craft, Food
and Beverage, Accessories and Beauty, Fashion and Wastra, dan Healthcare/
atau Rp1,26 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.500). Nilai ini meningkat dari
tahun sebelumnya yang senilai USD76,7 juta. Melalui acara ini, BRI sebagai
30
Country Buyers
Wellness. Pameran tahunan ini juga menghadirkan sejumlah acara menarik, bank dengan portofolio terbesar akan senantiasa terus bergerak untuk (target 25 Negara)
seperti Expo Showcase UMKM, Bazaar, Business Matching, Pojok Konsultasi, menciptakan ekosistem bagi para pelaku UMKM dengan tujuan utama
UMKM Award, Entertainment & Art Installation, Live Shopping, Creative Lab, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Page 99
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Kesejahteraan Nasabah
Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia Kebijakan Pemasaran yang Adil
Dalam mengoptimalkan transaksi remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara, BRI melalui entitas BRI berkomitmen untuk memberikan perlakuan yang adil kepada semua nasabah BRI. Hal ini dilakukan dengan
anaknya, BRIRemittance, telah mengembangkan layanan remitansi daring dengan berkolaborasi bersama rekanan yang menerapkan prinsip-prinsip Kebijakan Komunikasi Pemasaran Adil, yang melibatkan transparansi, perlakuan adil,
memiliki platform digital dan financial technology (fintech). BRI juga memberikan perhatian terhadap inklusivitas keuangan keandalan, kerahasiaan, dan keamanan data dan informasi konsumen. Prinsip - prinsip ini turut diaplikasikan oleh seluruh
dan literasi PMI dengan melakukan kerja sama dengan Bank Indonesia dan Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) untuk pekerja BRI yang secara langsung melayani nasabah.
memberikan edukasi mengenai pentingnya pengiriman uang tanpa tunai dari dan/atau ke Indonesia. Dengan didukung
lebih dari 100 rekanan di berbagai negara, BRI berharap dapat mempercepat perkembangan layanan remitansi secara Kejelasan dan transparansi dalam komunikasi menjadi landasan dalam memberikan informasi kepada nasabah. BRI juga
efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan efisiensi pertukaran uang antarnegara. menetapkan standar perlakuan adil yang konsisten bagi seluruh nasabah, tanpa memandang latar belakang atau status
keuangan. Keandalan layanan menjadi jaminan bahwa setiap transaksi dilakukan dengan integritas dan keakuratan.
Sebagai upaya tambahan dalam mendukung PMI, BRI juga menggalakkan program inklusi keuangan dengan memfasilitasi
99 edukasi dan pelatihan bagi para pekerja migran melalui penyuluh digital dan layanan keuangan yang terjangkau. Dengan Sebagai komitmen untuk memberikan layanan atas produk dan/atau jasa yang setara kepada nasabah, BRI selalu berupaya
begitu, BRI tidak hanya berperan dalam memfasilitasi transaksi keuangan, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan memberikan informasi yang memadai. Informasi ini mencakup nama produk dan layanan, jenis, manfaat, persyaratan,
pemahaman dan kesejahteraan finansial PMI di seluruh dunia. biaya-biaya yang melekat, perhitungan bunga atau bagi hasil, serta jangka waktu berlaku produk dan layanan. Semua
informasi ini tersedia dalam bahasa Indonesia yang jelas dan lengkap, baik secara tertulis maupun lisan atas permintaan
nasabah. Informasi mengenai produk dan layanan BRI juga dapat diakses di unit kerja BRI maupun melalui laman resmi
BRI di www.bri.co.id. Hingga saat ini, tidak terdapat penarikan kembali atas produk dan layanan BRI.
Komitmen BRI terhadap kebijakan pemasaran yang adil tidak hanya sebagai perwujudan tanggung jawab bisnis semata,
tetapi juga sebagai bentuk kesetiaan BRI terhadap kepentingan dan kesejahteraan finansial setiap nasabah.
Manajemen Perlindungan Privasi Nasabah
BRI menerapkan pelindungan data pribadi untuk setiap aktivitas pemrosesan data pribadi pada siklus hidup data yang
mencakup pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, dan pemusnahan data pribadi. Implementasi pelindungan data
pribadi dilakukan dengan pendekatan Privacy Operational Life Cycle:
y Governance: Enterprise Data Management (EDM): Merupakan divisi pengelolaan data secara end-to end, serta berfokus
pada insiatif-inisiatif terkait data security dan data privacy. BRI melakukan pengelolaan data pribadi dengan berpedoman
pada kebijakan dan prosedur yang ditetapkan secara internal, antara lain:
> Kebijakan terkait Pelindungan Data Pribadi.
> Kebijakan terkait Tata Kelola Keamanan Informasi.
> Standar Operasional Prosedur terkait Pelindungan Data Pribadi.
> Standar Operasional Prosedur terkait Rahasia Bank.
Page 100
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Kebijakan internal BRI dirancang untuk memastikan kepatuhan semua individu yang terlibat dalam proses data pribadi, > Sustain: BRI berkomitmen untuk mempertahankan kepatuhan terhadap peraturan perlindungan data pribadi dan
termasuk manajemen BRI, penyelenggara sistem elektronik, dan pengendali data pribadi. Semua sistem yang melakukan terus meningkatkan praktik perlindungan data pribadi seiring waktu dengan terus menyelenggarakan pelatihan
pemrosesan data pribadi, termasuk pekerja, vendor, partner, kontraktor, dan pihak ketiga lainnya yang terlibat dalam dan awareness kepada seluruh pekerja baik di kantor pusat dan cabang. Untuk memastikan pelaksanaan pedoman,
perolehan, pengiriman, penyebaran, dan penghapusan data pribadi, diharapkan untuk mematuhi peraturan perundang- prosedur, serta langkah-langkah pemrosesan data pribadi, BRI melakukan audit terhadap pelindungan data pribadi
undangan, standar/praktik terbaik, serta ketentuan khusus yang berlaku di industri perbankan. [3-3] sesuai kebijakan yang berlaku, dengan mempertimbangkan skala dan karakteristik operasional bisnis BRI.
> Respond: BRI telah memiliki prosedur penanganan insiden siber untuk menangani pelanggaran data pribadi dengan
y Assess: BRI terus mengevaluasi proses manajemen privasi saat ini di organisasi dan membangun pemahaman tentang segera dan efektif. Selain itu, sebagai bentuk transparansi terhadap pemrosesan data pribadi , BRI telah menyusun
bagaimana proses dan prosedur tersebut selaras dengan praktik terbaik dan persyaratan kepatuhan yang berlaku. dan mempublikasi pemberitahuan privasi yang dapat diakses pada tautan berikut: https://bri.co.id/web/guest/
BRI melakukan gap analysis, penyusunan aktivitas perekaman pemrosesan data, penilaian dampak pelindungan data privacy.
pribadi, dan data inventory and mapping.
y Protect: BRI memiliki langkah-langkah teknis dan organisasional untuk melindungi data pribadi dari akses yang tidak BRI memproses data pribadi nasabah sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam pemberitahuan privasi BRI, dengan
sah atau penggunaan yang tidak sah, namun tidak terbatas pada penerapan enkripsi, tokenisasi, data loss prevention, mematuhi dasar hukum (legal basis) yang berlaku untuk pemrosesan data pribadi. Sebagai bentuk komitmen BRI
dan teknologi lain untuk mencegah akses, pengumpulan, penggunaan, pengungkapan, penyalinan, perubahan, dalam menjaga dan melindungi data nasabah, BRI melakukan pemantauan terhadap persetujuan nasabah untuk tujuan
100 penghapusan yang tidak sah atau bertentangan dengan hukum. pemasaran.
Penasihat Keuangan dan Penyuluh Digital
Dalam menjamin privasi terhadap data pribadi yang dikelola, BRI berpegang pada prinsip-prinsip pelindungan data pribadi,
yaitu: Melalui penyuluh digital BRI, para agen informasi BRILian berperan dalam menyebarkan pengetahuan kepada publik
> Terbatas, Spesifik, Sah secara Hukum, dan Transparan: Pengumpulan data pribadi dilakukan dengan batasan mengenai produk dan layanan digital yang dimiliki perusahaan. Lebih dari 44.000 Loan Officer BRI berfungsi sebagai
yang jelas, tujuan yang spesifik, legal, dan transparan. penasihat keuangan dan penyuluh digital. Kehadiran mereka dapat memperkuat kesiapan nasabah untuk mengakses
> Pembatasan Tujuan: Pemrosesan data pribadi dilakukan sesuai dengan tujuannya yang telah ditentukan. produk keuangan yang ditawarkan oleh BRI. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Culture Activation Program (CAP)
> Jaminan Hak Subjek Data Pribadi: Pemrosesan data pribadi dilaksanakan dengan menjamin hak-hak subjek data yang mencerminkan komitmen pekerja BRI dalam menginternalisasi keterlibatan langsung dalam bisnis perusahaan.
pribadi. Aktivitas penyuluh digital mencakup:
> Akurasi Data: Pemrosesan data pribadi dilakukan dengan akurat, lengkap, tidak menyesatkan, mutakhir, dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Memperbanvak Jumlah Transaksi Mengedukasi Cara Bertransaksi
> Keamanan Data: Pemrosesan data pribadi dilakukan dengan melindungi keamanan data dari akses yang tidak sah, 1 Meningkatkan Jumlah Rekening Baru 2 Melalui Produk Digital BRI 3 yang Aman
pengungkapan yang tidak sah, perubahan yang tidak sah, penyalahgunaan, perusakan, dan/atau kehilangan data
Melakukan sosialisasi dan edukasi Melakukan sosialisasi dan edukasi Cara aman bertransaksi di ATM, BRimo, dan
pribadi. pembukaan rekening simpanan BRI (baik penggunaan fitur-fitur di BRImo (transfer, sebagainya
secara digital maupun melalui unit kerja) dompet digital, pembayaran Briva, dan
> Pemberitahuan Tujuan Pemrosesan Data Pribadi: Pemrosesan data pribadi dilakukan dengan memberitahukan kepada nasabah dan calon nasabah. lainnya) kepada nasabah.
dengan jelas tujuan dan aktivitas pemrosesan, serta risiko kegagalan pelindungan data pribadi.
Melakukan sosialisasi dan edukasi
> Pembatasan Retensi Data: Data pribadi dapat dimusnahkan, dihapus dan/atau dilakukan peninjauan kembali penggunaan platform digital (BRimo, Smart
Melakukan sosialisasi dan edukasi cara Menjaga kerahasiaan PIN dan melakukan
belanja di PasarID, QR Pedagang, dan penggantian PIN secara berkala.
setelah masa retensi berakhir atau berdasarkan permintaan pemilik data pribadi kecuali ditentukan lain oleh Billing, Junio Smart, dan lainnya) kepada lainnya kepada nasabah.
nasabah
peraturan perundang-undangan.
> Akuntabilitas: Pemrosesan data pribadi dilakukan secara bertanggung jawab dengan memenuhi pelaksanaan Melakukan sosialisasi dan edukasi cara Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada
transaksi finansial melalui IB Bisnis, CMS, nasabah untuk menjage kerahasiaan
prinsip pelindungan data pribadi dan dapat dibuktikan secara jelas. dan lainnya kepada nasabah. data pribadi seperti nama ibu kandung,
PIN, OTP, dan CV serta menghindari
penggunaan wifi di area publik
Page 101
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Penghitungan Kebutuhan Kredit sesuai Kebutuhan Penanganan Pengaduan Nasabah
BRI berkomitmen untuk menjaga kesehatan finansial seluruh nasabah. Bentuk dari komitmen BRI ini diwujudkan dalam BRI terus meningkatkan layanan pengaduan nasabah dengan meluncurkan fitur Pusat Bantuan (Complaint in Apps)
bentuk kebijakan terkait perhitungan repayment capacity yang diterapkan untuk memastikan nasabah hanya mengambil BRImo dan menyempurnakan Chatbot Sabrina (via WhatsApp) yang memungkinkan nasabah menyampaikan
kredit sesuai kemampuan finansial mereka. Selain itu, BRI juga menyediakan kalkulator perhitungan kredit yang dapat pengaduan secara self-service. Peningkatan kemampuan self-service bertujuan agar penyelesaian pengaduan nasabah yang
diakses melalui website BRI sebelum nasabah tersebut mengajukan pinjaman di BRI. Dengan cara ini, BRI mengedepankan sebelumnya terbatas pada unit kerja atau contact center, kini dapat dilakukan melalui fitur tersebut. Fitur Pusat Bantuan
asas keterbukaan dan bertanggung jawab dalam membantu nasabah mencapai tujuan keuangan mereka. Dengan BRImo (complaint in apps) memiliki 28 kelompok pengaduan sehingga nasabah tidak perlu mengunjungi unit kerja atau
informasi yang jelas dan transparan, nasabah dapat membuat keputusan keuangan yang tepat dan terhindar dari jebakan menghubungi contact center.
utang.
Proses Penagihan Kredit yang Bertanggung Jawab
101 BRI menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan melibatkan nasabahnya dalam
kebijakan penagihan kredit yang terhormat dan adil. Proses penagihan ini tidak hanya berfokus pada perlindungan
kepentingan BRI, tetapi juga memastikan bahwa hak dan privasi nasabah dijaga sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam
rangka menjaga kualitas proses penagihan, BRI melaksanakan pengendalian internal yang terpercaya. Tujuannya adalah
untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil dalam penanganan kredit bermasalah sesuai dengan standar etika
dan peraturan yang berlaku.
BRI tidak hanya mengandalkan kebijakan dan pengendalian internal, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada
pelatihan dan pendampingan staf yang terlibat. Melalui pelatihan, sertifikasi, serta pendampingan dan pembinaan,
staf diarahkan untuk memahami dengan baik prosedur penagihan dan penanganan kredit bermasalah, serta memiliki
Selain itu, BRI terus meningkatkan pengalaman nasabah dengan mempercepat service level agreement (SLA) penyelesaian
sensitivitas terhadap kebutuhan nasabah.
keluhan dengan menerapkan teknologi robotic processing automation, memperbaiki proses bisnis, dan menggunakan
mekanisme solution forum. Di samping itu, BRI mempercepat penyelesaian pengaduan nasabah dengan menggunakan
Dalam upaya memberikan solusi yang berkelanjutan, BRI memiliki program restrukturisasi kredit. Program ini diarahkan
tagar “#urgen” pada BRICare.
untuk membantu debitur yang mengalami kesulitan pembayaran, dengan mempertimbangkan kriteria itikad baik,
kerjasama, dan keberlanjutan arus kas usaha. Selain restrukturisasi, BRI juga menawarkan alternatif penyelesaian melalui
BRI senantiasa menjaga konsistensi penanganan pengaduan nasabah dengan tingkat penyelesaian pengaduan mencapai
mekanisme pengalihan dengan penjualan piutang (cessie). Langkah ini diambil secara cermat untuk memastikan bahwa
99,56%. Jenis pengaduan meliputi complaint, information, dan maintenance, dengan total 4.751.604 pengaduan dari seluruh
setiap solusi yang diberikan tetap adil dan menguntungkan semua pihak yang terlibat. Secara keseluruhan, BRI bukan
kanal pengaduan BRI . Dari jumlah tersebut, 4.730.478 pengaduan telah selesai ditangani, sementara 21.126 pengaduan
hanya sekadar lembaga keuangan, melainkan mitra yang berkomitmen untuk menjaga integritas dan kesejahteraan
masih dalam proses. Penyelesaian pengaduan nasabah terhadap keamanan dan kerahasiaan data telah menjadi KPI bagi
finansial nasabahnya melalui prosedur penagihan kredit yang terhormat dan adil.
Divisi Service dan Contact Center. Setiap langkah dalam implementasi prosedur dan penyelesaian pengaduan langsung
dilaporkan kepada Direktur Jaringan dan Layanan BRI. [GRI 3-3] [F.27]
Page 102
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Membangun Masa Depan yang Lebih Baik melalui Keunggulan Pelayanan Nasabah
dan Perbankan untuk Semua
Komitmen Lain dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan
Pengelolaan Kepuasan Nasabah [F.30] [2-24] [F.1] [F.17] Kemitraan
BRI memberikan perhatian penuh terhadap pendapat nasabah melalui berbagai saluran luring ataupun daring untuk BRI berkomitmen untuk menjaga hubungan terbuka dan saling menghormati serta kolaborasi dengan pihak internal dan
melakukan perbaikan dan pengembangan layanan guna meningkatkan kepuasan nasabah. Upaya ini memperoleh eksternal guna meningkatkan inklusi keuangan. Secara internal, BRI akan terus mengembangkan dan melatih semua
hasil berupa tingkat kepuasan nasabah BRI pada tahun 2023 yang mencapai 84,66%. Capaian ini melebihi target yang karyawan yang secara langsung melayani kelompok kurang mampu. Program pengembangan dan pelatihan akan
ditetapkan untuk tahun 2023, yaitu 80%. Survei kepuasan nasabah dilakukan melalui WhatsApp blast kepada nasabah mencakup teknik analisis pinjaman, teknik penjualan, pengetahuan produk, dan modul pengembangan komunitas. Secara
yang telah bertransaksi di BRI. Dalam survei ini, BRI tetap menjaga kerahasiaan data nasabah dengan mengirim pesan eksternal, BRI akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan utama, termasuk pemerintah, regulator, dan pihak
langsung dari pihak BRI dan tidak menyerahkan nomor telepon seluler nasabah kepada pihak surveyor. eksternal lain yang memiliki tujuan serupa dalam mempromosikan inklusi keuangan di Indonesia.
Selain itu, BRI menilai kualitas layanan melalui Service Quality Index (SQI), mencapai hasil 4,4044 dengan kategori
Diamond pada tahun 2023. Peningkatan SQI mencerminkan bahwa layanan BRI selalu berada pada level terbaik di Tata Kelola yang Baik
102 industri perbankan. Untuk mengukur konsistensi kualitas pelayanan, BRI menggunakan metode mystery shopping untuk
memperoleh gambaran yang akurat dan objektif mengenai kualitas pelayanan unit kerja yang meliputi People (CS, Teller, BRI berkomitmen untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik guna memastikan proses dan hasil yang diperlukan
dan Satpam), Process, E-Channel (ATM/CRM), dan Premises. untuk mencapai tujuan perusahaan terkait inklusi keuangan dapat tercapai. Pada tahun 2023, Direktur Utama dan direktur
eksekutif lainnya memiliki KPI spesifik terkait Holding Ultra Mikro, di antaranya termasuk target jumlah co-location, jumlah
Beberapa inisiatif yang dilakukan BRI untuk meningkatkan kualitas layanan yaitu: debitur digital, jumlah debitur UMi dan jumlah pembukaan rekening simpanan baru segmen UMi. Pencapaian KPI tersebut
juga menjadi salah satu penentu remunerasi yang diterima Direktur Utama dan direktur eksekutif lainnya.
1. Peningkatan People Capabilities, melalui peningkatan quality assurance kerjasama dengan pihak ketiga, pelaksanaan
test product knowledge (TPK) secara berkala bagi jajaran operasional dan layanan BRI, serta perbaikan dan peningkatan
program dan parameter penilaian layanan dan operasional (SOLVE).
2. Pengembangan Service Culture, melalui BRI Service Excellence Award (BSEC), sebuah ajang kompetisi untuk mencari
frontliner dan unit kerja terbaik di bidang layanan dan operasional setiap tahunnya. Acara ini memicu semangat dalam
memberikan layanan terbaik bagi nasabah.
3. Peningkatan Service Process, melalui business process re-engineering berupa penyederhanaan prosedur dan pengaturan
alur proses layanan di unit kerja untuk mempermudah dan mempercepat waktu layanan kepada nasabah.
4. Peningkatan dan perbaikan Premises, melalui kegiatan perbaikan dan penyempurnaan sarana infrastruktur unit kerja
sehingga nasabah merasa lebih nyaman bertransaksi.
5. Melatih staf untuk mencegah teknik penjualan yang agresif dan perlakuan tidak hormat terhadap kelompok sasaran.
6. Berinteraksi dengan pihak eksternal untuk memperluas jangkauan atau mengembangkan pasar keuangan inklusif.
7. Membentuk peran atau komite khusus di tingkat dewan/eksekutif atau operasional yang mengawasi inklusi keuangan.
Page 103
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami
Berikut strategi BRI dalam menyelenggarakan program BRI Peduli TJSL. [GRI 3-3]
" Komitmen BRI terhadap tanggung jawab
sosial dan lingkungan (TJSL) ditanamkan di Visi Menjadi yang terdepan dalam praktik tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberikan nilai & manfaat yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.
seluruh unit kerja di seluruh pelosok Indonesia."
Misi y Melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung bisnis Bank BRI dengan tata kelola (governance) dan pengelolaan (management)
yang baik, terencana, strategis, berdampak luas, dan berkelanjutan.
y Menciptakan perpaduan (blended value) bagi BRI dan pemangku kepentingan.
BRI membentuk BRI Peduli TJSL sebagai wadah penyelenggaraan y Meningkatkan reputasi Bank BRI di mata pemangku kepentingan.
program dengan tujuan memberikan dampak positif di bidang
ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta meningkatkan hubungan
dengan masyarakat sebagai salah satu pemangku kepentingan Pilar Implementasi BRI Peduli TJSL mengacu pada 3 (tiga) pilar utama, yakni Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, dan Pilar Lingkungan, serta dipandu oleh Pilar Hukum.
utama perusahaan. Selain itu, penyelenggaraan TJSL turut
mendukung komitmen masyarakat global yang tercantum dalam
17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). [GRI 3-3] [F.25]
103 Sosial Ekonomi Lingkungan Hukum
Dalam pendekatannya, BRI Peduli TJSL mengadopsi konsep
Mendorong pemenuhan hak-hak Menumbuhkan ekonomi kerakyatan Meningkatkan kesadaran masyarakat
triple bottom line dan menitikberatkan pada program jangka dasar manusia untuk meningkatkan melalui perluasan peluang kerja untuk menjaga bumi dan melestarikan BRI mengacu pada
panjang yang memberikan nilai bersama (blended value) taraf hidup dan kesejahteraan di dan usaha serta infrastruktur yang segala sumber daya alam di dalamnya. Peraturan Menteri
masyarakat. mendukung.
secara berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan. BRI BUMN No. PER-06/
MBU/09/2022 tanggal
mendirikan program pemberdayaan, peningkatan kapasitas, Inisiatif: Inisiatif: Inisiatif:
8 September 2022
dan pembangunan infrastruktur strategis untuk mendorong y Bantuan sarana dan prasarana y Peningkatan kapasitas dan y Pelestarian alam dan konservasi tentang Perubahan
kemandirian ekonomi di masyarakat sekaligus membuka pendidikan dan kesehatan keterampilan pelaku UMKM lingkungan Atas Peraturan Menteri
y Beasiswa bagi pelajar berprestasi y Bantuan peralatan penunjang untuk y Pengelolaan sampah terpadu dan
peluang pasar bagi perusahaan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik
y Peningkatan gizi masyarakat dan kelompok usaha bertanggung jawab
pencegahan stunting y Peningkatan kesadaran masyarakat Negara Nomor Per-05/
BUMN, penyaluran program TJSL juga difokuskan pada bidang
y Bantuan tanggap darurat bencana akan kebersihan lingkungan MBU/04/2021 Tentang
Pendidikan, Lingkungan, dan Pengembangan Usaha Mikro dan y Pemberdayaan kelompok perempuan y Penataan ekosistem urban farming Program Tanggung
Usaha Kecil (PUMK). Pengelolaan BRI Peduli TJSL dilakukan secara Jawab Sosial dan
sistematis dan terpadu untuk memastikan keberhasilan program Penerima manfaat: Penerima manfaat: Penerima manfaat: Lingkungan Badan
Masyarakat umum, kelompok rentan, Masyarakat umum Usaha Milik Negara.
dapat dicapai dengan baik mulai dari proses perencanaan, Pelaku UMKM
pelajar, guru, kelompok perempuan dan
pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan. penyandang disabilitas
Program Program Program
y Ini Sekolahku y Pengembangan Desa BRILiaN y Bersih-Bersih Kali
y Beasiswa pelajar berprestasi y Pengembangan Klaster Prioritas y BRI Menanam Grow & Green
y Fellowship Journalist Scholarship y Sertifikasi Halal dan Pelatihan y Jaga Sungai Jaga Kehidupan
y Tanggap darurat bencana Digitalisasi Marketing UMKM y Pengadaan Sarana dan Prasarana
y Pemberdayaan Kelompok Perempuan y Bantuan Sarana & Prasarana Bank Sampah
y BRI Bertani di Kota (BRInita) Kelompok Tani y Bantuan Transplantasi Terumbu
y Pelatihan Rumah BUMN Karang
Page 104
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami
Perencanaan Program TJSL
Perencanaan Program BRI Peduli TJSL mengacu pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nilai
Nilai IKM
Nama Program SROI Indeks Kategori Indeks Kategori
Nomor: PER-01/MBU/03/2023 tanggal 03 Maret 2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial Dan Kepentingan Kinerja
Lingkungan Badan Usaha Milik Negara yang diadopsi ke dalam aturan internal perusahaan melalui Surat Edaran Nomor: Pembangunan Rumah Produksi Jeruk dan Tugu Jeruk Desa Brilian 3,71 83,53 Baik (B) 81,59 Baik/Puas (B)
Karang Bunga
SE. 24-DIR/CSC/06/2023 tanggal 22 Juni 2023 perihal Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT
Bantuan Mobil Penunjang Pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) 2,97 93,49 Sangat Penting (A) 91,44 Sangat Baik/Puas (A)
Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Dalam melakukan perencanaan BRI Peduli TJSL, BRI memperhatikan asas efisiensi Pemprov Jawa Tengah
dan efektifitas untuk disalurkan secara tepat guna dan tepat sasaran. Penyusunan rencana Program BRI Peduli TJSL Pengembangan Wisata Boon Pring Desa Brilian Sanankerto, 2,82 90,27 Sangat Penting (A) 83,99 Puas (B)
Malang
dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: [GRI 3-3, 413-1, 413-2]
Pembangunan Lapak Pedagang Kuliner di Halaman Parkir Pasar 2,77 89,40 Sangat Penting (A) 88,65 Sangat Baik/Puas (A)
Manis Purwokerto
a. Dampak dan risiko dari aktivitas perusahaan d. Orientasi keberlangsungan dan dampak yang Bersih-Bersih Kali di Sungai Senjoyo Salatiga 2,52 90,27 Sangat Penting (A) 88,42 Sangat Baik/Puas (A)
b. Kebutuhan dan potensi yang timbul ingin diharapkan Rata-rata 4,88 89,79 Sangat Penting (A) 87,50 Baik/Puas (B)
c. Keunggulan dan kearifan lokal e. Fokus dan arah pembangunan berkelanjutan Catatan: • Nilai SROI menunjukkan imbal balik dari setiap Rp1 dana yang diinvestasi melalui program TJSL.
• Nilai IKM menunjukkan tingkat kepentingan dan kinerja program (skala 1-100) berdasarkan Permen PAN-RB Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017.
BRI juga memerhatikan keterlibatan pekerja dalam setiap kegiatan dan program TJSL. Hal tersebut sebagai bukti bahwa
104 BRI ingin setiap pekerja dapat memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar unit kerja BRI. Sebagai Nilai SROI dan IKM untuk sejumlah program BRI Peduli TJSL pada tabel yang disajikan menunjukkan kinerja yang
upaya untuk menjamin pelaksanaan dan pencapaian keberhasilan Program BRI Peduli, BRI telah menyusun peta jalan memuaskan. Pada perhitungan IKM, rata-rata tingkat kepentingan program berada pada angka 89,68 dengan kategori
(roadmap) yang dirancang sebagai panduan agar program yang dilaksanakan tepat guna dan tepat sasaran. Di dalam Sangat Penting (A). Sementara itu, rata-rata tingkat kepuasan penerima manfaat akan kinerja program mencapai angka
roadmap, terdapat isu-isu terkait dengan Bidang Prioritas yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan Program 87,50 dengan kategori Baik/Puas (B). Hal ini mencerminkan bahwa pelaksanaan program telah sesuai dengan kepentingan
BRI Peduli. dan kebutuhan mereka. Di sisi lain, nilai rata-rata SROI berada di angka 4,88, yang menandakan program berhasil
menciptakan perubahan yang positif di lingkungan masyarakat. [413-2]
Pemantauan dan Evaluasi Program TJSL
Komunikasi dengan masyarakat mengenai program-program TJSL dimulai dari proses perencanaan, sosialisasi dan
pelibatan tokoh masyarakat, pelaksanaan dan pelayanan program, monitoring & evaluasi program, dampak dan 1
Penghargaan 2 Penghargaan 3Penghargaan
keberlanjutan program. Secara berkala, BRI melakukan pemantauan dan evaluasi untuk menjaga efektivitas dan
Anugerah CSR Republika Top CSR Awards TJSL & CSR Awards
2023 2023 2023
meningkatkan pelaksanaan program TJSL di masa mendatang. Komunikasi teratur dilakukan melalui pertemuan rutin
Republika Majalah Top Business BUMN Track
atau sarana komunikasi lainnya dengan pemerintah, lembaga, dan tokoh masyarakat untuk memantau kondisi dan
perkembangan isu setempat. BRI melakukan perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk mengevaluasi
kesesuaian program dengan kebutuhan di masyarakat, serta Social Return on Investment (SROI) untuk menilai dampak yang Jumlah Nama Penghargaan Penyelenggara
Penghargaan
dihasilkan oleh program. [GRI 2-25, 3-3, 413-1, 413-2] [F.23]
1 TOP CSV AWARDS 2023 TRAS N CO Indonesia
3 B-Universe CSR Awards 2023 Group Holding BTV, Beritasatu.com, Investor Daily, Jakarta Globe,
Nilai IKM Investor.id
Nama Program Nilai
SROI Indeks Kategori Indeks Kategori
Kepentingan Kinerja 2 PR Indonesia Awards 2023 PR Indonesia
Bantuan sarana pengolahan sampah Saguling Cimahi 9,42 90,92 Sangat Penting (A) 87,25 Baik/Puas (B)
10 Nusantara CSR Awards 2023 La Tofi School of Responsibility
Ini Sekolahku di SDN 006 Meral Tanjung Balai Karimun 7,93 92,82 Sangat Penting (A) 91,04 Sangat Baik Puas (A)
Bantuan alat sortir lemon Poktan Al Barokah 6,88 87,59 Baik (B) 87,59 Baik/Puas (B)
Page 105
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami
Pilar Sosial
Pemenuhan Hak Dasar Manusia yang Berkualitas Secara Adil dan Setara
1. Program Ini Sekolahku [GRI 203-1] 2. Beasiswa untuk Anak-Anak Berprestasi di Desa BRILiaN dalam 3. BRI Peduli Pemberdayaan Kelompok Perempuan
rangka HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia
Program "Ini Sekolahku" merupakan inisiatif terdepan dari BRI Pemberdayaan perempuan menjadi langkah penting dalam
Peduli TJSL di sektor pendidikan yang diimplementasikan untuk Pendidikan merupakan salah satu sektor yang menjadi fokus utama mendongkrak peran perempuan agar mampu berkarya dan berperan
memberikan dukungan kepada sekolah, terutama di wilayah-wilayah dalam pelaksanaan program BRI Peduli TJSL. Kualitas pendidikan yang lebih di masyarakat. Pelibatan perempuan dalam program ini bertujuan
daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang telah berjalan sejak tinggi menjadi kunci penting dalam membentuk generasi penerus untuk mendorong kesetaraan dan meningkatkan kesempatan
tahun 2021. Melalui program ini, BRI bertujuan untuk menyediakan bangsa yang unggul. Sejalan dengan inisiatif pemberdayaan BRI di Desa perempuan untuk memperoleh akses terhadap sumber daya.
solusi terhadap masalah minimnya kualitas infrastruktur pendukung BRILiaN yang bertujuan untuk memperkuat sistem ekonomi desa, BRI Terbukanya akses kesempatan bagi perempuan akan meningkatkan
pembelajaran di seluruh Indonesia. Fokus utama program ini adalah memberikan bantuan beasiswa khusus kepada anak-anak berprestasi kompetensi mereka sehingga dapat berperan lebih di bidang ekonomi,
memperbaiki infrastruktur sekolah yang sudah tidak memadai untuk di Desa BRILiaN yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini telah sosial, politik, dan budaya. Sebagai wujud kepedulian BRI untuk
mendukung kegiatan belajar mengajar. Harapannya, hal ini dapat berjalan selama dua tahun sejak tahun 2023. Melalui pelaksanaan mewujudkan perempuan yang berdikari, BRI menyelenggarakan
menciptakan ruang belajar yang nyaman baik bagi siswa maupun guru. program ini, BRI berharap dapat memberikan dukungan dan motivasi Bantuan Pemberdayaan Kelompok Perempuan. Tahun ini merupakan
105 kepada anak-anak di Desa BRILiaN agar dapat mengejar pendidikan tahun ketiga pelaksanaan program, dengan capaian sebanyak 36
yang lebih baik. kelompok usaha perempuan yang mendapatkan bantuan melalui
program ini.
1.800 pelajar berprestasi
Beasiswa di 109 Desa BRILian
Page 106
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami
Pilar Ekonomi
Penciptaan Peluang Kerja, Usaha, dan Industri yang Inklusif
1. Bantuan Pembangunan Rumah Produksi dan Patung Tugu Jeruk Di 2. Bantuan Pembangunan Lapak Pedagang Kuliner di Halaman Parkir 3. Program Sertifikasi Halal dan Pelatihan Digitalisasi Marketing
Desa BRILiaN Karang Bunga, Barito Kuala Pasar Manis Purwokerto [GRI 203-1] UMKM
Desa Karang Bunga, Kota Banjarmasin, adalah salah satu Desa Sebagai wujud dukungan kepada UMKM dan upaya menyediakan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 menetapkan kewajiban
BRILiaN yang menonjolkan potensi pertanian jeruk dengan citarasa fasilitas umum bagi masyarakat, BRI melakukan pembangunan Lapak sertifikasi halal bagi seluruh produk yang beredar di wilayah Indonesia.
manisnya. Pertanian jeruk yang awalnya dikelola secara individu Pedagang Kuliner di Halaman Parkir Pasar Manis Purwokerto. Inisiatif Meski demikian, banyak produk UMKM yang belum bersertifikat
kemudian dikembangkan menjadi sebuah klaster usaha pada tahun ini memberikan peluang kepada UMKM kuliner di sekitar pasar untuk halal karena prosedur yang dianggap rumit dan biaya sertifikasi yang
2021. Pengembangan usaha tersebut disertai dengan pengembangan berdagang, sekaligus mengubah area parkir Pasar Manis menjadi sentra dianggap tinggi oleh para pedagang. Menyadari hal ini, BRI, yang
produk turunan berupa es krim dan jus jeruk. Dalam mendukung kuliner pada malam hari. Bantuan ini tidak hanya menambah estetika memiliki fokus pada segmen bisnis UMKM, berinisiatif untuk membantu
pengembangan, BRI memberikan bantuan berupa pembangunan tata letak area kuliner, tetapi juga meningkatkan daya tarik masyarakat pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal. Melalui Program BRI
rumah produksi jeruk dan pembuatan tugu jeruk sebagai simbol desa untuk berkunjung dan menikmati beragam kuliner di tempat tersebut. Peduli, BRI memberikan bantuan sertifikasi halal kepada 200 UMKM,
penghasil buah jeruk. Rumah produksi jeruk berfungsi sebagai tempat Melalui program ini, BRI dapat sekaligus meningkatkan branding dan termasuk nasabah mikro BRI dan UMKM yang mengikuti pelatihan di
106 penyimpanan hasil panen dan pengolahan menjadi es krim serta jus mendorong hadirnya nasabah baru melalui pemanfaatan kanal digital Rumah BUMN BRI. Harapannya, program ini dapat membantu UMKM
jeruk. BRI juga menyediakan bantuan peralatan produksi. Kini, produk yang disediakan. menghadirkan produk berkualitas dan aman bagi konsumen.
es krim dan jus jeruk dari Desa Karang Bunga sudah berhasil dipasarkan
hingga ke berbagai daerah di Banjarmasin. Dengan dukungan ini, BRI
berharap klaster jeruk dapat terus berkembang.
Page 107
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami
Pilar Lingkungan
Pengelolaan Penataan dan Pelestarian Ekosistem Lingkungan yang Berkelanjutan
1. Program BRI Menanam Grow & Green 2. Bantuan Pengadaan Sarana & Prasarana Bank Sampah Induk 3. BRI Peduli Bersih-Bersih Kali
Ciamis
Melalui inisiatif BRI Menanam Grow & Green, BRI aktif terlibat dalam Program Bersih-Bersih Kali merupakan salah satu inisiatif BRI dalam
penanaman pohon di berbagai lokasi di Indonesia. Program ini Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan dalam program ini
merupakan program jangka panjang dengan durasi empat tahun Indonesia untuk tahun 2022, Indonesia menghasilkan sekitar 68,7 juta mencakup normalisasi sungai, pembangunan sarana fisik, dan
yang dilakukan melalui kolaborasi dengan yayasan dan kelompok ton sampah per tahun. Dari jumlah tersebut, sampah rumah tangga edukasi mengenai lingkungan yang sehat. Selain itu, program ini turut
tani pegiat lingkungan. Dalam pelaksanaannya, BRI menyediakan menjadi kontributor tertinggi, mencapai 38,28%. Menghadapi kondisi mendorong upaya pemberdayaan melalui pelatihan pengolahan
bibit, sementara yayasan dan kelompok tani bertanggung jawab atas ini, BRI mengakui pentingnya pengelolaan sampah yang efektif bagi sampah dan penyediaan mesin pengolah sampah. Tahun 2023
persiapan lahan, penanaman benih, serta pemantauan dan pendataan masyarakat. Sebagai respons, BRI memberikan dukungan berupa sarana menandai tahun ketiga pelaksanaan program Bersih-Bersih Kali. Selama
pertumbuhan pohon. Program ini mencerminkan komitmen BRI dan prasarana pengelolaan sampah kepada Bank Sampah Induk Ciamis tiga tahun ini, BRI telah memberikan bantuan kepada masyarakat di
untuk memberikan dampak positif pada masyarakat dan lingkungan di Jawa Barat. Bank Sampah Induk Ciamis juga merupakan wadah sekitar 29 sungai di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan dapat
sekaligus memberdayakan mereka melalui kegiatan pertanian tanaman edukasi bagi masyarakat mengenai kegiatan pemilahan sampah untuk mengembalikan fungsi sungai dan meningkatkan taraf ekonomi di
107 produktif seperti mangrove, durian, pala, dan kopi. Diharapkan bantuan mengurangi residu yang masuk ke tempat pembuangan akhir. BRI sekitarnya melalui penataan lingkungan.
ini tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menyumbangkan mesin press dan kendaraan pengangkut sampah
meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. sebagai bantuan yang diharapkan dapat meningkatkan operasional
pengelolaan sampah di bank sampah tersebut.
Page 108
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Manajemen Hak Asasi Manusia
Komitmen dan Kebijakan Hak Asasi Manusia [2-23]
BRI menerapkan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) melalui peraturan-peraturan komprehensif yang dirancang Penerapan kebijakan HAM di seluruh operasional BRI diatur melalui Kebijakan Prinsip-Prinsip HAM dalam Ketenagakerjaan,
secara cermat. Dokumen panduan yang dikenal sebagai Kerangka Kebijakan HAM memastikan pematuhan efektif Respectful Workplace Policy (RWP), serta Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Di dalam kebijakan tersebut,
terhadap HAM di seluruh organisasi dan rantai bisnis BRI yang mencakup praktik internal maupun eksternal dengan tercakup ketentuan bagi operasional BRI sendiri (pegawai, aktivitas, produk atau layanan), pemasok, maupun mitra.
melibatkan mitra bisnis, nasabah, serta komunitas dan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang Dalam aspek ketenagakerjaan, kebijakan HAM BRI mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan
menghormati dan melindungi hak-hak dasar serta martabat setiap individu. mengadaptasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja pada
tanggal 30 Desember 2022. Perjanjian Kerja Sama (PKB) BRI juga merupakan salah satu instrumen tertulis penegakan
Sejalan dengan Deklarasi HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan United Nations Guiding Principles on Business HAM di tempat kerja, ditinjau dan diperbarui secara berkala setiap dua tahun. Tujuannya adalah untuk memperjelas hak
and Human Rights (UNGPs on BHR), BRI berkomitmen untuk menegakkan 10 (sepuluh) lingkup HAM di ranah aktivitas dan tanggung jawab perusahaan, serikat pekerja, dan pekerja; membina dan meningkatkan hubungan kerja yang harmonis;
operasional dan bisnis, termasuk pada ranah tenaga kerja, mitra bisnis, ataupun rantai pasokan perusahaan. serta menerapkan prinsip-prinsip hubungan industri yang sehat. PKB juga mencakup ketentuan yang mengamanatkan
pemberitahuan perubahan operasional perusahaan kepada seluruh pekerja yang disampaikan paling lambat 30 hari
sebelum perubahan tersebut berlaku.
1 Tanpa Perdagangan Manusia;
Tunduk terhadap Konvensi 138 Organisasi Buruh Internasional (ILO) tentang Usia Minimum untuk Diperbolehkan Bekerja,
108 2 Tanpa Pekerja Paksa;
BRI menetapkan batas usia minimum 18 tahun untuk calon pekerja BRI sebagai langkah mendukung upaya pencegahan
praktek kerja yang bertentangan dengan Prinsip HAM. Setiap tahap rekrutmen, promosi, dan rotasi pekerja dijamin melalui
3 Tanpa Pekerja Anak;
kesepakatan tertulis antara kedua belah pihak untuk memastikan tidak adanya unsur paksaan. Upaya ini dilakukan untuk
4 Pelindungan Privasi; mencegah risiko pekerja anak di bawah umur, pekerja muda yang terpapar pekerjaan bahaya, ataupun pekerja paksa pada
tim operasional dan penyuplai BRI. [F.19]
5 Remunerasi yang Setara;
6 Hak dalam Perundingan Kolektif; Pelatihan dan Edukasi Hak Asasi Manusia
7 Hak untuk Berserikat;
Dalam rangka mengkomunikasikan dampak kepada pemangku kepentingan, sejumlah upaya yang dilakukan BRI di
8 Kesetaraan dan Nondiskriminasi; antaranya:
1. Menyelenggarakan pelatihan dan komunikasi secara berkala bagi pekerja untuk meningkatkan pengetahuan,
9 Lingkungan Operasi yang Berkelanjutan; dan pemahaman, dan kesadaran terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia.
2. Mengomunikasikan implementasi penghormatan terhadap hak asasi manusia dan dampaknya terhadap pemangku
10 Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
kepentingan melalui berbagai media/sarana komunikasi. Sosialisasi ini dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan
komunikasi korporat yang berlaku di BRI.
3. Melaporkan praktik penghormatan hak asasi manusia kepada pemangku kepentingan eksternal melalui laporan
keberlanjutan.
Page 109
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Manajemen Hak Asasi Manusia
Penilaian Hak Asasi Manusia Mengelola Hak Asasi Manusia
Penilaian HAM merupakan langkah penting untuk mencegah dan memitigasi kemungkinan bahaya yang menyertai BRI mengambil tindakan hati-hati dalam mengelola kemungkinan dampak operasional terhadap pemenuhan HAM di
individu di setiap aktivitas operasional. Oleh karena itu, sejak tahun 2023 BRI melakukan penilaian HAM pada proses seluruh proses bisnis perusahaan. Oleh karena itu, uji tuntas HAM dilakukan oleh BRI dengan mengidentifikasi dan menilai
operasional dan aktivitas bisnis internal dan eksternal organisasi. Penilaian HAM dilakukan secara berkala berdasarkan potensi dampak serta risiko dari segala aktivitas operasional BRI, rantai nilai atau kegiatan lain yang terkait dengan bisnis
prioritas dan kebutuhan untuk mengidentifikasi risiko terkait praktik HAM. Dalam penilaian HAM, BRI memetakan frekuensi BRI, dan hubungan bisnis baru (merger dan akuisisi). BRI juga menaruh perhatian pada pihak-pihak rentan (vulnerable
(kemungkinan) dan dampak (keparahan) dari setiap risiko untuk menggambarkan hasil evaluasi mengenai risiko bawaan groups).
beserta risiko yang masih ada. Pada tahun 2023, sebanyak 12.870 karyawan dan 42 pemasok telah mengikuti penilaian
Pemegang Hak Pihak Rentan Risiko HAM
HAM. Melalui penilaian tersebut, BRI mengidentifikasi sejumlah risiko HAM dan telah menetapkan prosedur mitigasi dan
Pekerja y Pekerja wanita y Diskriminasi
remediasi. [3-3] y Pekerja tidak tetap y Pelecehan
y Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas y Kesehatan dan Keselamatan
y Remunerasi
y Work-life Balance
y Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pemasok/pihak ketiga y Tenaga kerja pemasok y Perdagangan Manusia
y Pekerja wanita y Kerja Paksa
y Pekerja anak y Pekerja di bawah umur
y Diskriminasi
109 y Pelecehan
y Kesehatan dan Keselamatan
y Privasi Pekerja
y Komunitas Lokal
y Kebebasan untuk berasosiasi
Proses uji tuntas HAM di lingkup internal organisasi dan
eksternal mengacu pada Surat Direksi No. No. B.1470-DIR/ Komitmen
ESG/07/2023 tanggal 13 Juli 2023 tentang Kebijakan Hak Hak Asasi
Manusia
Asasi Manusia PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan
dijalankan melalui kerangka yang meliputi: 1) Komitmen
HAM; 2) Identifikasi Dampak dan Risiko; 3) Penilaian Dampak Komunikasi Identifikasi
Dampak kepada Risiko dan
dan Risiko; 4) Mitigasi dan Remediasi; serta 5) Komunikasi Pemangku Dampak
Dampak. Kepentingan
Kebijakan
HAM
BRI telah melakukan proses uji tuntas HAM melalui metode
self-assessment yang ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang dilakukan melalui
Penilaian
aplikasi PRISMA pada bulan Oktober 2023. Berdasarkan proses Mitigasi dan Risiko dan
Remediasi Dampak
uji tuntas tersebut, BRI mendapatkan kategorisasi Hijau pada
implementasi HAM, yang mana telah memenuhi Standar
Indikator Penilaian Risiko Bisnis dan HAM.
Page 110
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerja Kami Nasabah Kami Masyarakat dan Komunitas di Sekitar Kami Manajemen Hak Asasi Manusia
Manajemen Hak Asasi Manusia
Mitigasi dan Remediasi Hak Asasi Manusia
Pemetaan risiko HAM melalui proses uji tuntas HAM dilakukan secara sistematis dan berkala, memastikan BRI telah mengembangkan langkah-langkah proaktif untuk memitigasi pelanggaran HAM dalam kegiatan operasional dan
keberlangsungan relevansinya seiring perkembangan waktu. Isu HAM yang tercakup dalam pemetaan risiko mencakup bisnis di seluruh unit kerja BRI. Prosedur ini didasarkan pada peraturan perundang-undangan nasional dan internasional.
pekerja paksa, perdagangan manusia, pekerja anak, kebebasan berasosiasi, hak perundingan kolektif, remunerasi yang Sejalan dengan Prinsip-Prinsip Panduan PBB mengenai Bisnis dan Hak Asasi Manusia (UNGPs), BRI menetapkan standar
adil, diskriminasi, dan lain-lain. Melalui pemetaan risiko tersebut, BRI mengidentifikasi sejumlah aspek yang perlu dan prosedur untuk menangani isu-isu HAM dan mendukung proses pemulihan dari dampak buruk yang timbul. Upaya
dipertimbangkan dalam pemenuhan HAM di ranah internal dan eksternal, yakni: [3-3] remediasi tersebut mencakup: [2-26]
1. Ranah Internal y Permohonan maaf;
BRI memastikan bahwa tidak ada kasus perdagangan manusia, pekerja paksa, ataupun pekerja anak di seluruh y Restitusi;
lingkungan operasional perusahaan. Dalam unsur kepegawaian, BRI berkomitmen untuk membangun lingkungan y Rehabilitasi;
kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh Insan BRI. Pemenuhan tersebut dapat dirasakan secara fisik melalui y Jaminan tidak terulang kembali;
ketersediaan infrastruktur penunjang. Secara nonfisik, upaya BRI terwujud melalui pemenuhan hak-hak dasar pekerja, y Kompensasi finansial/non-finansial untuk mencegah pelanggaran di masa depan; dan
ketersediaan wadah pengembangan kompetensi, serta mempromosikan nilai keberagaman, kesetaraan, dan nilai yang y Upaya hukum.
bersifat inklusif. BRI juga telah memiliki peraturan untuk mencegah tindak diskriminasi ataupun pelecehan. BRI secara
110 khusus turut mengatur mengenai hak dan kebebasan untuk terlibat dalam Serikat Pekerja dan kebijakan mengenai BRI mengembangkan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system/WBS) sebagai wadah untuk pengaduan dan
pelindungan privasi pekerja BRI keluhan mengenai risiko, indikasi, atau insiden HAM. Sistem ini menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan semua pihak.
Baik Insan BRI, nasabah, mitra kerja, maupun pemangku kepentingan eksternal lainnya dapat melakukan pelaporan terkait
2. Ranah Eksternal HAM melalui sarana berikut:
Dalam mengawasi rantai pasokan dan memitigasi kemungkinan dampak negatif terhadap HAM, BRI mengutamakan
vendor/penyuplai dan mitra kerja yang berkomitmen menjalankan operasi secara bertanggung jawab. Untuk mencapai
tujuan tersebut, BRI merumuskan Kebijakan Rantai Pasokan dan persyaratan yang diterapkan untuk mitra kerja, yang Whistleblowing System
mencakup praktik bisnis yang beretika, pemenuhan HAM dan hak buruh, pertimbangan lingkungan, privasi data, SMS/Whatsapp: 08118200600 Email: whistleblower@corp.bri.co.id Website: https://whistleblowing-system.bri.co.id
kesehatan dan keselamatan, serta keberagaman vendor/penyuplai. Penilaian terhadap risiko penugasan dan evaluasi
pengendalian vendor/penyuplai dilakukan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap kebijakan dan standar HAM BRI.
[3-3]
Setiap laporan dengan bukti relevan akan mendapatkan tindak lanjut, dan jika terbukti secara sah, terlapor akan diberikan
sanksi sesuai kebijakan yang berlaku. Dalam rentang tahun 2021 hingga 2023, tidak ada kasus diskriminasi yang dilaporkan
dalam organisasi BRI sehingga tidak ada tindakan perbaikan yang dilakukan. Selain itu, tidak ada risiko atau insiden
perdagangan manusia, pekerja anak, pekerja paksa, serta pelanggaran terhadap kebebasan berserikat atau perundingan
bersama, baik di lingkungan operasional maupun penyuplai BRI. [406-1, 408-1, 409-1] [F.19]
Page 111
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
111
DI BAGIAN INI
112
Tata Kelola Perubahan Iklim
114
Strategi Perubahan Iklim
120
Manajemen Risiko Perubahan Iklim
Lingkungan: 124
Melindungi Bumi
Metrik dan Target
128
Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan
Sekitar
Page 112
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Tata Kelola Perubahan Iklim
Every Bit Of Warming Matters, Every Year Matters, Every Choice Matters
Perubahan iklim telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan, antara lain pelelehan gletser, kenaikan
Komite Manajemen Risiko & Komite ESG
permukaan air laut, serta peningkatan frekuensi dan intensitas peristiwa cuaca ekstrem. Perubahan-perubahan ini dapat
membawa dampak yang sangat merusak terhadap ekosistem, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam. Mengingat ESG Manajemen Risiko Manajemen Risiko Terintegrasi *)
Pengawasan
urgensinya, penanggulangan perubahan iklim memerlukan tindakan kolektif dari individu, organisasi, dan pemerintah Direksi
di seluruh dunia. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meredam dampak
Direksi
perubahan iklim. Mengambil langkah-langkah menghadapi perubahan iklim sangatlah penting untuk melindungi tidak
hanya lingkungan, tetapi juga ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Ini adalah masalah global yang membutuhkan
solusi global, dan bersama-sama, kita dapat menjamin masa depan yang berkelanjutan bagi generasi yang akan datang. Grup Operasional Divisi ESG Grup Manajemen Risiko Grup Bisnis dan Strategi
Mendukung implementasi Berkoordinasi mengenai isu Mendukung integrasi risiko Mendukung pembangunan
Peran strategi dekarbonisasi risiko iklim Iklim ke dalam Manajemen resiliensi portofolio investasi
Manajemen Risiko
Sebagai lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, BRI mengakui pentingnya peran dan tanggung jawabnya dalam
menghadapi perubahan iklim. BRI berkomitmen untuk menanggapi krisis iklim dengan cepat dan berkontribusi aktif
menuju transisi yang berhasil menuju net zero society. BRI telah membentuk struktur tata kelola perubahan iklim yang
terdiri dari Direksi dan grup manajemen. Tanggung jawab dan peran Direksi dan manajemen telah ditentukan secara jelas
112 untuk memastikan respon yang efektif terhadap perubahan iklim. Setiap pihak yang ada di struktur tata kelola terlibat
*) Manajemen risiko perubahan iklim belum terintegrasi dengan anak perusahaan
dalam komunikasi untuk memahami dampak risiko dan peluang terkait perubahan iklim pada model bisnis BRI dan
mencerminkan dampak tersebut dalam strategi bisnis dan perencanaan keuangan. Komite ESG
y Mengawasi isu-isu terkait iklim yang relevan untuk BRI
y Memberikan saran tentang implementasi dan pemantauan strategi iklim
Komite Manajemen Risiko Komite Manajemen Risiko Terintegrasi
y Mengawasi profil risiko perusahaan BRI (termasuk peringkat y Mengawasi integrasi manajemen risiko BRI (termasuk
ESG sebagai bagian dari risiko reputasi) manajemen risiko ESG di anak perusahaan)
Direksi
y Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama menjadi ketua/wakil ketua komite, dan Direksi lainnya menjadi anggota komite
y Mengawasi keseluruhan arah, pengawasan, dan pengendalian Grup dan manajemennya
y Mendelegasikan tanggung jawab kepada manajemen untuk implementasi strategi iklim
Divisi ESG Grup Manajemen Risiko
y Pelaksanaan strategi iklim y Berkolaborasi dengan Divisi ESG untuk memetakan dan
y Koordinasi antara risiko, operasional, dan bisnis untuk menilai risiko dan peluang iklim dengan menganalisis
implementasi strategi iklim yang efektif skenario perubahan iklim
Grup Operasional Grup Bisnis & Strategi
y Mengidentifikasi dan merespons risiko fisik dari kantor dan y Mengelola kebijakan emisi pembiayaan dan portofolio BRI
unit kerja BRI dalam mencapai target pengurangan emisi yang dibiayai
y Merencanakan anggaran untuk inisiatif manajemen oleh BRI
perubahan iklim
Page 113
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Tata Kelola Perubahan Iklim
Pengawasan Direksi Pengawasan Manajemen
Komitmen BRI terhadap Keuangan Berkelanjutan Manajemen BRI secara proaktif menangani isu perubahan iklim sejak tahun 2016. Hal ini dibuktikan dengan:
Sejak tahun 2015, Direksi BRI telah menunjukkan komitmennya terhadap keuangan berkelanjutan dengan secara aktif • Pembentukan unit kerja khusus di Divisi Manajemen Risiko pada tahun 2016: BRI memahami risiko perubahan iklim
terlibat dalam isu-isu keberlanjutan, termasuk perubahan iklim. Komitmen ini diwujudkan melalui: dan ingin menanganinya secara serius.
• Pengintegrasian perubahan iklim dalam tanggung jawab Direktur Manajemen Risiko: Perubahan iklim diakui sebagai • Peningkatan tingkat tanggung jawab terkait perubahan iklim ke tingkat Divisi pada tahun 2020: Menunjukkan
aspek material yang perlu diprioritaskan. peningkatan komitmen BRI dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
• Penerbitan kebijakan pertama untuk Dewan Direksi tentang perubahan iklim: Kebijakan ini menegaskan pentingnya • Pembentukan Divisi ESG di bawah pengawasan Direktur Kepatuhan pada tahun 2023: Komitmen BRI lebih kuat
perubahan iklim dan mendorong penerapan langkah-langkah strategis untuk mengatasinya. terhadap ESG dan memastikan bahwa isu-isu ini diintegrasikan ke dalam seluruh operasi perusahaan.
• Diskusi rutin mengenai perubahan iklim dalam pertemuan Direksi: Komitmen tingkat tinggi memastikan bahwa isu-isu
perubahan iklim dibahas secara berkala dan mendalam. Divisi ESG
Divisi ESG memiliki peran kunci dalam:
Komite Manajemen Risiko & ESG [FS12] • Mengembangkan struktur tata kelola dan pelaksanaan kebijakan iklim agar BRI memiliki kerangka kerja yang jelas
Pada tahun 2021, BRI mendirikan Komite Manajemen Risiko & ESG untuk memperkuat fokus dan pengawasan terhadap untuk mengelola risiko dan peluang terkait perubahan iklim.
isu-isu keberlanjutan, termasuk perubahan iklim. Komite ini dilakukan secara berkala, minimal sekali setiap enam bulan • Melakukan tinjauan menyeluruh terhadap kebijakan, prosedur, dan praktik saat ini
113 untuk memastikan bahwa isu-isu ESG dibahas secara teratur. Komite dipimpin oleh Direktur Utama yaitu pemimpin tingkat • Melakukan riset terkait praktik terbaik internasional dan berkonsultasi dengan ahli eksternal untuk memastikan bahwa
tinggi yang menunjukkan pentingnya ESG bagi BRI dan memastikan bahwa komite memiliki pengaruh yang signifikan. kebijakan dan struktur tata kelola BRI sejalan dengan standar global.
Komite Manajemen Risiko & ESG ini terdiri dari anggota Direksi memiliki keahlian dan pengalaman yang diperlukan untuk • Sebagai inisiator dan koordinator terhadap pelaksanaan kebijakan iklim, Kepala Divisi ESG memiliki tanggung jawab
membuat keputusan yang tepat terkait perkembangan ESG. yang khusus terhadap tercapainya Net Zero Target 2050 BRI dengan KPI penurunan emisi dalam sistem penilaian
kinerjanya.
Adapun wewenang dan tanggung jawab Komite ESG:
• Menyetujui kebijakan keberlanjutan, strategi, dan roadmap untuk implementasi ESG: Memberikan komite, kekuatan Koordinasi dan Kolaborasi Tim Manajemen
untuk mengarahkan upaya BRI dalam mencapai tujuan keberlanjutannya. Divisi ESG tidak bekerja sendiri, tetapi secara aktif berkoordinasi dengan semua unit kerja terkait untuk mengatasi isu-isu
• Menyetujui target net zero emissions dan langkah-langkah dekarbonisasi: Komitmen BRI untuk memerangi perubahan yang berkaitan dengan perubahan iklim. Hal ini dilakukan melalui, mengidentifikasi area kunci yang akan ditangani dalam
iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca. kebijakan dan struktur tata kelola iklim
• Bekerja sama dengan tim manajemen risiko untuk mengidentifikasi, mengukur dan melakukan mitigasi perubahan
Komite ESG secara aktif memantau dan mengevaluasi kinerja BRI dalam bidang ESG, termasuk memastikan komite selalu iklim secara efektif.
mendapatkan informasi terbaru tentang kemajuan BRI dalam bidang ESG, meninjau hasil integrasi perubahan iklim dalam • Bersama bisnis, ESG mendukung proyek dan kegiatan yang berkelanjutan untuk mencapai target pengurangan emisi
proses formal manajemen risiko dan memantau progres dalam menangani isu perubahan iklim melalui laporan periodik. • Keterlibatan seluruh jajaran operasional untuk merencanakan dan menyusun inisiatif mengatasi perubahan iklim.
• Guna memastikan BRI mencapai tujuannya dalam bidang ESG, Divisi Strategi juga melakukan pemantauan secara
Komitmen Direksi secara teratur dan melaporkan kinerja ESG kepada Dewan Direksi.
Sebagai tindak lanjut dalam memastikan ESG menjadi bagian integral dari strategi dan operasi BRI, Direksi BRI
menunjukkan komitmennya dengan memasukkan KPI terkait ESG, termasuk Rating/Score ESG BRI, dalam sistem penilaian Dalam rangka memberikan gambaran kemajuan dari berbagai kegiatan terkait ESG terkini, ESG juga menyediakan ESG
kinerja. Dashboard yang dapat diakses seluruh organisasi BRI
Page 114
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Strategi Perubahan Iklim
Perubahan Iklim Membawa Risiko Namun Juga Menciptakan Peluang Pendekatan BRI Dalam Analisis Skenario Perubahan Iklim
Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon guna meredam kenaikan suhu global dengan meningkatkan Perubahan iklim menimbulkan risiko yang signifikan bagi pelaku bisnis di berbagai sektor sehingga pemahaman atas
target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) menjadi 32% atau setara dengan 912 juta tonCO2 pada berbagai potensi risikonya sangatlah penting. Analisis skenario diperlukan agar BRI dapat mengelola dampak perubahan
tahun 2030, dari target sebelumnya sebesar 29%. Selain itu, dalam waktu dekat regulasi terkait karbon akan mulai iklim, terutama bagi kegiatan operasional, rantai pasokan, aset, dan kinerja keuangan. Berikut ini adalah langkah-langkah
diperkenalkan. Dampaknya akan menyentuh berbagai sektor industri di Indonesia, tidak terkecuali lembaga keuangan. BRI yang telah ditempuh BRI untuk melakukan analisis skenario.
telah mengidentifikasi dan menganalisis risiko iklim menjadi risiko transisi dan risiko fisik untuk diintegrasikan ke dalam
manajemen risiko dan strategi bisnis di seluruh organisasi. Dengan demikian, BRI akan lebih adaptif terhadap berbagai
potensi risiko dan tantangan terkait perubahan iklim.
Metodologi Analisis Skenario
BRI menjadi katalisator dalam agenda pemerintah untuk mendorong transisi energi di Indonesia dengan berpartisipasi
Evaluasi Materialitas Pilihan Analisis Isu Material terkait Analisis Skenario
dalam bursa karbon perdana yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 26 September 2023. BRI Sektor Skenario Iklim Iklim Perubahan Iklim
melakukan pembelian unit karbon sebesar 4.501 tonCO2e. Pembelian unit karbon juga digunakan untuk meningkatkan
awareness di kalangan internal BRI terhadap risiko transisi. Unit karbon ini telah di-retire untuk tahun 2023. 1 Pemahaman Portofolio 3 Konstruksi Skenario 4 Identifikasi Isu Terkait 5 Memahami Dampak Isu
Portofolio dibagi Berdasarkan sektor- Iklim Terkait Iklim
114 berdasarkan asset class sektor yang dipilih dalam Isu-isu terkait iklim yang Analisis skenario perubahan
dan sektor berdasarkan penilaian materialitas, material kemudian iklim dilakukan berdasarkan
klasifikasi sektor Quantis pemilihan jalur dan diidentifikasi berdasarkan data yang diperoleh dari
dan International Standard pilihan analisis dilakukan 1) tinjauan pasar; 2) berbagai model termasuk
Pengenalan harga karbon dapat +/- CapEx: Hambatan investasi dipengaruhi oleh harga
Industrial Classification untuk membangun suatu karakteristik industri; dan CLIMADA, basis data ISIMP,
meningkatkan biaya energi operasional dan karbon internal dan eksternal.
(ISIC). skenario. 3) lokasi operasional dan GCAM5.3 +NGSF, dll., untuk
Kebijakan sangat memengaruhi tingkat pengembalian +/- CapEx: Nilai aset berdasarkan emisi, energi, atau portofolio kami. memahami dampak dari
& Hukum investasi dalam beberapa industri. Kebijakan intensitas air; harga karbon. isu-isu terkait iklim.
terkait iklim yang ambisius diharapkan. Pathways
+/- Aset (tak berwujud): Peningkatan nilai merek 2 Analisis Eksposur dan IPCC RCPs, IEA, NGFS
melalui respons yang tepat waktu terhadap strategi Emisi pathways
nasional dekarbonisasi atau sebaliknya. Eksposur keuangan dan Pilihan analisis
Kemajuan teknologi memberikan peluang +/- Aset (tak berwujud): Kebutuhan dalam menarik dan emisi sektoral portofolio Jangka waktu, asumsi
Risiko Teknologi untuk mendukung transisi menuju ekonomi mempertahankan iklim karyawan yang kompeten. BRI dianalisis untuk
Dampak terhadap BRI
berkarbon rendah.
Transisi - Liabilitas: Dampak pada peringkat kredit akibat
mengidentifikasi sektor-
sektor tertentu dengan
ketidakpatuhan terhadap persyaratan regulasi. risiko dan peluang terkait
Perubahan preferensi pelanggan dan
+ CapEx: Pembelian peralatan atau teknologi baru iklim yang tinggi.
Reputasi investor; peningkatan umpan balik negatif untuk mengelola risiko transisi, adaptasi, dan upaya
dari pemangku kepentingan. konservasi/efisiensi.
+ Liabilitas: Dampak pada harga saham karena
Perubahan perilaku pelanggan; perubahan kemampuan untuk menjadi pilihan utama nasabah,
Pasar dalam permintaan dan penawaran produk yang dapat mengarah pada pengakuan merek yang
dan layanan. kuat.
BRI saat ini tengah meningkatkan pendekatan terhadap analisis skenario risiko terkait iklim dengan melakukan Uji Stres
Gelombang panas, banjir, siklon tropis, OpEx: Biaya untuk meningkatkan kemampuan
Reputasi kebakaran hutan. konservasi energi atau air dan efisiensi. Risiko Iklim (Climate Risk Stress Testing/CRST) yang sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan. BRI akan menerbitkan analisis
Risiko Aset (berwujud): Kerusakan fisik atau penurunan nilai pertama tentang CRST pada pertengahan tahun 2024.
aset akibat peristiwa cuaca.
Fisik
Peningkatan suhu, Kenaikan permukaan air CapEx/OpEx: Pembelian peralatan atau teknologi baru
Pasar laut, stres air. untuk mitigasi risiko fisik, Biaya untuk mengatasi risiko
fisik (misalnya, premi asuransi, biaya pemulihan).
Page 115
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Strategi Perubahan Iklim
Penilaian Materialitas Sektor Eksposur dan Emisi Karbon dari Setiap Sektor Industri
Pemahaman Portofolio
Eksposur
Tiga sektor terbesar yang diinvestasikan BRI adalah (1) perdagangan besar dan eceran, kecuali Emisi
50%
kendaraan bermotor dan sepeda motor, (2) pertanian, perburuan, kehutanan, & perikanan, dan (3)
administrasi publik dan pertahanan yang keseluruhannya mencakup 62,73% dari total investasi.
40%
Namun, sektor-sektor dengan eksposur terbesar tidak selalu menghadapi risiko iklim fisik/transisi
terbesar. Emisi sektor harus juga dipertimbangkan dalam penilaian materialitas. Terkait materialitas 30%
berdasarkan emisi sektor, sektor-sektor dengan emisi portofolio tinggi biasanya menghadapi
risiko transisi iklim yang lebih besar. Tiga sektor penghasil emisi gas rumah kaca terbesar, dengan 20%
cakupan 69,75% dari total emisi, antara lain (1) pertanian, perburuan, kehutanan, dan perikanan; (2)
10%
listrik, gas, dan penyediaan air; serta (3) perdagangan besar dan eceran.
0%
Perdagangan Pertanian, Administrasi Manufaktur Jasa Kemasyarakatan, Real Estate Perantara Listrik, Gas, dan Konstruksi Pertambangan
Besar dan Perburuan, Publik dan Sosial Budaya dan Keuangan Penyediaan Air dan Penggalian
115 Eceran Kehutanan, & Pertahanan Perorangan Lainnya
Perikanan
Intensitas Ekonomi Karbon dari Setiap Sektor Industri
Analisis Exposure dan Emisi
Analisis intensitas karbon telah menunjukkan bahwa sektor (1) listrik, gas, dan penyediaan air, (2)
pertanian, perburuan, kehutanan & perikanan, serta (3) pertambangan dan penggalian merupakan 0,33
3 sektor dengan intensitas karbon tertinggi dalam seluruh portofolio aset. BRI berencana untuk
membentuk strategi keterlibatan yang meningkatkan partisipasi bisnis dalam kegiatan hijau,
daripada mengeluarkan sektor industri dengan intensitas karbon tinggi untuk mengurangi emisi
karbon. 0,14
0,12
0,04 0,05 0,05
0,01 0,01 0,02 0,02
Real Estate Perantara Perdagangan Administrasi Jasa Konstruksi Manufaktur Pertambangan Pertanian, Listrik, gas,
Keuangan Besar dan publik dan Kemasyarakatan, dan perburuan, dan
Eceran pertahanan Sosial Budaya dan Penggalian kehutanan, & penyediaan air
Perorangan perikanan
Lainnya
Low carbon intensity High carbon intensity
Page 116
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Strategi Perubahan Iklim
Pilihan Analisis Skenario Iklim & Isu Material Terkait Iklim
Konstruksi Skenario Identifikasi Isu Terkait Iklim
Dalam analisis skenario iklim, berbagai pilihan analisis telah diambil sebagai dasar skenario yang dibentuk. Setiap skenario Isu-isu terkait iklim yang relevan dengan BRI dipilih berdasarkan lokasi operasional BRI, dampak pada operasional BRI,
yang tersedia secara publik memiliki berbagai pathway, masing-masing disertai dengan serangkaian karakteristik kunci dan sifat sektor-sektor material untuk analisis di bawah skenario yang diformulasikan. Isu-isu terkait iklim biasanya
yang dirumuskan secara ilmiah oleh organisasi penyedia. Berdasarkan ini, BRI telah memilih pathway yang relevan untuk diklasifikasikan menjadi dua kategori utama dan enam subkategori secara keseluruhan.
membentuk pandangan holistik tentang masa depan. Salah satu pathway mewakili masa depan beremisi rendah (skenario
2°C atau lebih rendah), sedangkan pathway yang lain mewakili masa depan beremisi tinggi (skenario di atas 2°C).
+2oC secara Global
Skenario Emisi Rendah Skenario Emisi Tinggi
Kenaikan Suhu Kebijakan
Risiko Lembaga
Pathways Pathways +0.9°C jika suhu harian rata-rata Kewajiban yang lebih ketat terkait pengungkapan emisi
Skenario Risiko Fisik IPCC SSP1 – 2.6 SSP5 – 8.5
Banjir Harga Karbon
Skenario Risiko Transisi IEA Net Zero Emissions by 2050 Scenario (“NZE”) Stated Policy Scenario +13,5% kerusakan tahunan akibat banjir pada tahun 2050 Perkiraan harga karbon sebesar USD 66,04/tCO2 dan USD 387,22/
116
(“STEPS”) tCO2 pada tahun 2030 dan 2050
NGFS Orderly Pathways Hot House World
Gelombang Panas Pasar
+10,5% dari populasi terpapar gelombang panas pada tahun 2050 Peningkatan teknologi dalam peralatan yang lebih efisien energi
Kenaikan Permukaan Air Laut Reputasi
+4,4 mm/tahun Rusaknya reputasi karena mendanai kegiatan berintensitas
karbon tinggi
+4oC secara Global
Kenaikan Suhu Kenaikan Permukaan Air Laut
+1.4°C jika suhu harian rata-rata +11,2 mm/tahun
Banjir Kekeringan dan Kebakaran Hutan
+80,3% dalam kerusakan tahunan yang diharapkan akibat +9% probabilitas tahunan untuk Indonesia mengalami
banjir pada tahun 2050 kekeringan parah pada tahun 2090-an, Peningkatan probabilitas
kebakaran hutan akibat kekeringan
Gelombang Panas Pasar
Kemungkinan mengalami gelombang panas 96% lebih tinggi, +7,6% dari kerusakan sekali dalam seratus tahun akibat siklon
median 200 hari dengan Indeks Panas >35°C tropis pada tahun 2050
Operasional
Kerusakan fisik aset BRI, permintaan untuk membangun ketahanan aset BRI, pemblokiran akses ke kantor BRI, pusat data, dan cabang-
cabang BRI dalam cuaca ekstrem, permintaan energi yang lebih tinggi untuk menjaga lingkungan yang nyaman untuk kantor dan cabang
Page 117
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Strategi Perubahan Iklim
Analisis Skenario Risiko Transisi pada Portofolio Skenario harga karbon rendah
Skenario Emisi mengasumsikan penerapan penuh kebijakan
Perhitungan proyeksi biaya karbon mencerminkan biaya finansial per ton emisi gas rumah kaca terkait dengan potensi kenaikan harga atau kenaikan pajak pada masa depan. Harga ini Rendah sesuai dengan tujuan Kesepakatan Paris
untuk mencapai 2oC.
bervariasi berdasarkan pilihan skenario, serta sektor industri. Proyeksi biaya karbon yang tinggi menandakan bahwa biaya karbon perusahaan akan meningkat, memperbesar eksposur
terhadap risiko iklim. Oleh karena itu, lembaga keuangan seharusnya memperhatikan dengan seksama pengelolaan sektor industri dengan proyeksi biaya karbon tinggi karena
Skenario harga karbon tinggi
keberlanjutan portofolio aset dapat merosot jika biaya karbon tinggi dalam portofolio mereka.
mengasumsikan penerapan penuh
Nationally Determined Contributions
BRI telah menganalisis dua skenario dengan memilih jalur yang relevan untuk membentuk pandangan holistik tentang masa depan yang mungkin, dengan satu mewakili masa depan Skenario Emisi Tinggi (NDC) negara-negara. Sebagian besar di
antaranya tidak diharapkan memenuhi
sejalan dengan 2°C, dan yang lain mewakili skenario masa depan emisi tinggi. Kedua skenario ini mencerminkan karakteristik biaya karbon yang berubah sesuai dengan skenario
tujuan Kesepakatan Paris untuk membatasi
dan tahun dasar. Analisis menunjukkan bahwa semakin kuat skenario, semakin tinggi total biaya karbon perusahaan dalam setiap portofolio aset. Ini berarti bahwa seiring dengan perubahan iklim di bawah skenario +4°C.
peningkatan target pengurangan emisi gas rumah kaca dan penguatan regulasi terkait, beban keuangan perusahaan dalam portofolio aset meningkat
117 NFGS - Hot House World (Skenario Emisi Tinggi) NFGS - Orderly Pathways (Skenario Emisi Rendah)
(dalam Triliun Rupiah)
(dalam Triliun Rupiah)
100
100
90
90
80
80
70
70
60
60
50
50
40
40
30
30
20
20
10
10
-
-
2025 2030 2040 2050
2025 2030 2040 2050
Pertanian, Perburuan, Kehutanan, & Perikanan
Pertanian, Perburuan, Kehutanan, & Perikanan
Pertambangan dan Penggalian Konstruksi
Listrik, Gas, dan Penyediaan Air Pertambangan dan Penggalian Konstruksi
Listrik, Gas, dan Penyediaan Air
Administrasi Publik dan Pertahanan Perantara Keuangan
Perdagangan Besar dan Eceran Administrasi Publik dan Pertahanan Perantara Keuangan
Perdagangan Besar dan Eceran
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya dan Perorangan Lainnya Real Estate
Manufaktur Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya dan Perorangan Lainnya Real Estate
Manufaktur
Proyeksi harga karbon diambil dari Model GCAM 6.0 +NGFS.
Page 118
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Strategi Perubahan Iklim
Analisis Skenario Risiko Fisik
Highlight Gelombang Panas Ekstrem Peta ini menyoroti provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia yang terpapar risiko gelombang panas lebih tinggi, dengan risiko tertinggi diprediksi akan terjadi di
provinsi Sumatera Selatan.
Terletak di Asia Tenggara, Indonesia adalah salah satu negara yang paling rentan
terhadap gelombang panas ekstrem dan periode panjang cuaca sangat panas yang
sering disertai tingkat kelembaban tinggi. Cuaca ekstrem tersebut dapat berdampak
serius pada kesehatan manusia, ekosistem, dan infrastruktur. Negara ini diperkirakan Below 0.5oC 0.6oC Above 0.7oC
akan mengalami suhu tinggi secara teratur, dan mengalami gelombang panas yang
akan meningkat secara drastis sebesar 96% di bawah skenario emisi tinggi.
118
BRI juga telah melakukan penilaian terhadap cabang-cabangnya di luar negeri yang terpapar gelombang panas ekstrem.
New York Branch Hong Kong Branch Cayman Islands Branch Singapore Branch Timor-Leste Branches Taiwan Branch
Perubahan suhu rata-rata pada tahun 2050. Perubahan suhu rata-rata pada tahun 2050. Perubahan suhu rata-rata pada tahun 2050. Perubahan suhu rata-rata pada tahun 2050. Perubahan suhu rata-rata pada tahun 2050. Perubahan suhu rata-rata pada tahun 2050.
Low emission scenario High emission scenario Low emission scenario High emission scenario Low emission scenario High emission scenario Low emission scenario High emission scenario Low emission scenario High emission scenario Low emission scenario High emission scenario
Below 2.0 3.0 4.0 5.0 Above Below 1.5 2.0 2.5 Above Below 1.0 1.5 2.0 Above Below 1.0 1.5 2.0 Above Below 1.0 1.5 2.0 Above Below 1.0 1.5 2.0 2.5 Above
0.1oC 5.3oC 0.1oC 2.7oC 0.1oC 2.2oC 0.1oC 2.2oC 0.1oC 2.2oC 0.1oC 2.7oC
Sumber: Climate Impact Explorer
Page 119
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Strategi Perubahan Iklim
Highlight Area Banjir BRI juga telah melakukan penilaian terhadap cabang-cabangnya di luar negeri yang terpapar banjir.
Berdasarkan karakteristik geografisnya, Indonesia terpapar risiko tinggi terhadap banjir. Tingginya risiko banjir erat kaitannya Hong Kong Branch
New York Branch
dengan potensi cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan laut. Banjir akan berdampak pada operasional BRI, misalnya
terhambatnya akses ke kantor-kantor cabang atau menyebabkan kerusakan fisik pada cabang-cabang tersebut. Hasil Lahan yang diproyeksikan akan Lahan yang diproyeksikan akan
analisis menunjukkan bahwa Jakarta menyumbang sekitar 25% dari total biaya perubahan iklim yang diproyeksikan di berada di bawah tingkat banjir tahunan berada di bawah tingkat banjir tahunan
tingkat nasional. Kota ini juga rentan terhadap banjir akibat genangan air dari kenaikan permukaan laut dan peningkatan pada tahun 2050. pada tahun 2050.
curah hujan. Meskipun kantor pusat dan pusat data BRI berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, dampak langsung dari
banjir terhadap aset relatif kecil. Namun demikian, gangguan pada operasional BRI masih dapat terjadi di 3,9% dari cabang-
cabang di daerah pesisir, dengan sebagian besar di antaranya terletak di kota Surabaya.
Peta ini menyoroti provinsi dan kabupaten/kota yang terpapar risiko banjir tinggi.
Low emission scenario High emission scenario Low emission scenario High emission scenario
119
Singapore Branch Cayman Islands Branch
SSP5-8.5
Lahan yang diproyeksikan akan Lahan yang diproyeksikan akan
berada di bawah tingkat banjir tahunan berada di bawah tingkat banjir tahunan
pada tahun 2050. pada tahun 2050.
Low emission scenario High emission scenario Low emission scenario High emission scenario
Taiwan Branch
SSP1-2.6
Timor-Leste Branches
Lahan yang diproyeksikan akan
Lahan yang diproyeksikan akan
berada di bawah tingkat banjir tahunan
berada di bawah tingkat banjir tahunan
pada tahun 2050.
pada tahun 2050.
Low emission scenario High emission scenario Low emission scenario High emission scenario
Page 120
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Manajemen Risiko Perubahan Iklim Dewan Komisaris dan Direksi
Kerangka Manajemen Risiko
Pilar Manajemen Risiko
Kecukupan Kebijakan, Kecukupan proses
Supervisi aktif Direksi Manajemen Risiko dan Kecukupan Pengendalian
dan Dewan Komisaris Prosedur, dan Penetapan Sistem Informasi Manajemen Internal
Batasan Risiko
Seiring proses evolusi, BRI telah memberikan prioritas pada keterlibatan pemangku
kepentingan, dengan aktif mencari masukan dari pelanggan, investor, regulator, dan
pakar industri. Keterlibatan ini telah memungkinkan BRI untuk lebih memahami
harapan pemangku kepentingan dan menggabungkan beragam perspektif ke dalam Komite Dewan Komisaris UKO & SKMR
Fungsi Pengawasan Komite Direksi Identifikasi Pengukuran, Assurance Independen
Pengawasan, Pengendalian
pendekatan manajemen risikonya. Integrasi risiko terkait iklim ke dalam praktik
manajemen risiko BRI menunjukkan komitmen untuk perbankan yang bertanggung Komite Pengawasan Komite Manajemen Risiko dan ESG
Komite Kebijakan
Manajemen Risiko Perkreditan Business Risk Taking
jawab dan keuangan berkelanjutan. Dengan mengelola risiko iklim secara efektif, BRI Risiko Kredit Risiko Strategis
Risiko Kepatuhan Risk Analytics & Control
bertujuan untuk meningkatkan ketangguhannya, melindungi kepentingan pemangku
BRI
Risiko Pasar
Komite Tata Kelola Komite Kredit Unit Audit
Terintegrasi Risiko Reputasi
kepentingan, dan berkontribusi pada upaya global dalam mitigasi perubahan Risiko Likuiditas Operation Internal
Risiko Intragroup
iklim. Perjalanan ini yang terus berlanjut mencerminkan dedikasi BRI untuk terus Risiko Operasional
Risiko Asuransi Komite Risiko Information Systems MR
meningkatkan kerangka manajemen risikonya dan tetap berada di garis depan praktik Komite Audit Terintegrasi
Risiko Hukum Risiko Perubahan Iklim
perbankan berkelanjutan.
120
Anak Perusahaan
Analisis skenario bisa dianggap sebagai langkah pertama dalam memahami dampak Subsidiary’s Board of Direktur yang bertanggung jawab atas Unit Audit Internal
Commissioners Manajemen Risiko Subsidiaries. Anak Perusahaan
risiko terkait iklim yang relevan terhadap operasional dan portofolio investasi BRI.
Hasilnya digunakan sebagai dasar untuk memahami risiko dan dampak potensial dari
SKMR Anak Perusahaan
risiko terkait iklim yang relevan.
Mengintegrasikan risiko terkait iklim ke dalam sistem manajemen risiko perusahaan yang sudah ada
Kredit Strategis
Risk Capacity Maximum
Risk Level Pasar Kepatuhan
Risk Tolerance
Risk Capacity
Risk Appetite
Risk Tolerance Profil Risiko Iklim Likuiditas Reputasi
Operasional Intragroup
Risk Appetite RAS =
Downside Hukum Asuransi
Risk,
Current/ Pessimistic
Target Risk Loan Portofolio Guideline
Profile Risk Profile/
RKAP ≈ Kebijakan Risiko Iklim Kebijakan Pembiayaan Sub-Sektor
Normal,
Business as Exclusion List
usual
RAS ≠
Business Prosedur Persetujuan Kredit
Target Review Risiko Iklim
Review, Pemantauan, dan Evaluasi Kredit
Page 121
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Manajemen Risiko Perubahan Iklim
Mengintegrasikan Risiko Iklim Ke
Dalam Profil Risiko
Jenis Profil Risiko Jenis Risiko Iklim Pemicu Aktivitas Mitigasi
BRI melakukan evaluasi terhadap risiko dan peluang • Harga karbon • Melakukan pelibatan dengan portofolio untuk mendorong
yang ditimbulkan oleh perubahan iklim bagi Kebijakan & Hukum • Strategi nasional dekarbonisasi penerapan kebijakan dan hukum terkait harga karbon,
• Kewajiban pengungkapan terkait iklim strategi dekarbonisasi, dan pengungkapan iklim
operasional bisnis. Selama tahap identifikasi dan
Risiko Kredit
respons terhadap manajemen risiko terkait iklim, BRI • Peningkatan permintaan pasar untuk produk yang lebih ramah • Memberikan saran kepada portofolio untuk beralih ke
tidak hanya menyoroti potensi ancaman tetapi juga Pasar lingkungan infrastruktur hijau
• Perubahan perilaku pelanggan • Mengembangkan produk dan layanan perbankan hijau
mengakui peluang yang terkait dengan perubahan iklim. • Permintaan pasar untuk pembiayaan hijau
Pendekatan ini menempatkan perubahan iklim bukan • Penetapan harga karbon • Melaksanakan secara aktif strategi netralitas karbon BRI
hanya sebagai krisis tetapi sebagai krisis, melainkan juga Kebijakan & Hukum • Strategi nasional dekarbonisasi • Memperkuat penerapan standar global dalam kerangka
• Kewajiban pengungkapan terkait iklim respons terhadap perubahan iklim
sebagai titik balik transformatif untuk membina usaha
Risiko Kepatuhan
baru dan mencapai pertumbuhan yang lebih baik.
Pasar • Permintaan pasar untuk keuangan berkelanjutan • Mengembangkan produk dan layanan perbankan
berkelanjutan sesuai dengan regulasi
Untuk menilai risiko dan peluang perubahan iklim,
121 BRI mengkategorikan dampak dan durasi setiap risiko Kebijakan & Hukum • Strategi nasional untuk dekarbonisasi • Merevitalisasi strategi dan implementasi yang memenuhi
untuk mengukur urgensi respons yang diperlukan. Ini kebutuhan pemangku kepentingan
• Memperkuat kepercayaan pelanggan dan investor dengan
melibatkan pemberian klasifikasi tinggi, sedang, atau Pasar • Peningkatan permintaan pasar untuk produk yang lebih ramah memperkuat manajemen lingkungan
Risiko Reputasi lingkungan
rendah untuk dampak pada Inisiatif Ketahanan Bisnis • Mengungkapkan isu perubahan iklim melalui laporan TCFD
• Risiko kehilangan kepercayaan dan keyakinan investor dan SR
BRI, dan klasifikasi jangka pendek, menengah, atau Reputasi • Peluang untuk meningkatkan reputasi dan nilai merek
panjang untuk durasi setiap risiko yang diidentifikasi.
BRI mengatasi setiap risiko secara komprehensif dengan
• Peningkatan permintaan teknologi rendah karbon • Memperluas investasi terkait teknologi beremisi karbon
menyusun respons sesuai dengan key driver yang Teknologi rendah
teridentifikasi berkaitan dengan setiap risiko potensial. • Memantau tren teknologi beremisi karbon rendah dan riset
Pasar • Peningkatan adopsi energi terbarukan • Mengubah penggunaan ke energi terbarukan
Risiko Operasional
• Gelombang panas • Membentuk Business Continuity Plan (BCP)
Akut • Banjir • Melaksanakan mock exercise dan simulasi evakuasi darurat
• Siklon tropis • Mengembangkan strategi respons terhadap perubahan
• Kebakaran hutan iklim sesuai dengan analisis skenario risiko fisik
• Kenaikan suhu
Kronis • Kenaikan permukaan laut
• Stres air
• Peningkatan permintaan pasar untuk produk lebih hijau • Identifikasi risiko ESG dalam produk dan layanan
Risiko Strategik Pasar • Perubahan perilaku pelanggan • Memperbarui komposisi produk dan layanan berkelanjutan
• Permintaan pasar untuk keuangan berkelanjutan
Page 122
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Manajemen Risiko Perubahan Iklim
Penilaian Risiko Iklim Sebagian besar unit kerja BRI, khususnya 7.749 dari total 7.755 cabang, termasuk 3 kantor dan 2 pusat data, terletak di Indonesia. Analisis difokuskan
pada dampak terhadap operasional BRI di Indonesia karena dampak risikonya yang memiliki efek terbesar pada operasional BRI. Dalam analisis
BRI melakukan penilaian risiko material berdasarkan tingkat keparahan dampak dan ini, risiko fisik pada halaman ini menggambarkan risiko yang diidentifikasi dalam skenario emisi tinggi di mana risiko transisi pada halaman ini
kemungkinan risiko terjadi untuk menyimpulkan tingkat risiko bagi risiko terkait iklim yang menggambarkan risiko yang diidentifikasi dalam skenario selaras dengan 2°C. Risiko fisik dalam skenario emisi rendah dianggap rendah, sedangkan
material terhadap operasional. risiko transisi dalam skenario emisi tinggi dianggap tidak relevan karena diharapkan bahwa kebijakan/risiko terkait transisi rendah karbon akan tidak
relevan dalam ekonomi yang didorong oleh bahan bakar fosil.
Tingkat Keparahan × Kemungkinan = Tingkat Risiko
Tingkat Risiko per Skenario
Risiko Jangka Waktu Tren Risiko
Keparahan
Low Emission High Emission
Tingkat dampak yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kinerja operasional atau kondisi
keuangan BRI.
Harga karbon High N/A M-L +
Kebijakan &
Hukum Strategi nasional dekarbonisasi High N/A S-M -
Kemungkinan
Kewajiban pengungkapan terkait iklim Medium N/A S-M -
Frekuensi risiko yang memengaruhi kinerja operasional atau kondisi keuangan BRI.
Teknologi Peningkatan permintaan teknologi rendah karbon Low N/A M-L +
Peningkatan adopsi energi terbarukan Low N/A M-L =
122 Risiko Transisi
Peningkatan permintaan pasar untuk produk yang lebih ramah lingkungan Low N/A =
Keparahan
S-M
Tinggi Pasar
Perubahan perilaku pelanggan Low Low M-L =
Sedang Permintaan pasar untuk pembiayaan hijau Medium N/A M-L =
Risiko kehilangan kepercayaan dan keyakinan investor Medium Low M-L +
Rendah Reputasi
Peluang untuk meningkatkan reputasi dan nilai merek Medium Low M-L =
Kemungkinan Gelombang panas Low High M-L +
Banjir Low High M-L +
Tingkat Resiko Penjelasan Akut
Siklon tropis Low Medium S =
Risiko Fisik
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko tinggi merujuk pada risiko yang diperkirakan akan Kebakaran hutan Low Low S =
Tinggi menimbulkan dampak negatif jangka panjang pada operasional dan strategi bisnis BRI
yang menyebabkan perubahan arah atau strategi bisnis. Kenaikan suhu Low High L =
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko sedang merujuk pada risiko yang akan Kronis Kenaikan permukaan laut Low High L =
menimbulkan dampak jangka panjang pada operasional dan strategi bisnis BRI yang
Sedang memerlukan tindakan yang dapat diambil dalam kerangka operasional dan strategi bisnis Stres air Low Medium L +
yang sudah ada.
Risiko yang dinilai dengan tingkat risiko rendah merujuk pada risiko yang diperkirakan
akan menimbulkan dampak jangka pendek pada operasional BRI yang memerlukan Jangka Waktu S Kurang dari 5 Tahun M 5-10 Tahun L Lebih dari 10 Tahun
Rendah tindakan sekali waktu untuk beradaptasi dengan model operasional yang sudah ada atau
pemantauan risiko yang berkelanjutan. Tren Risiko - Menurun seiring waktu = Tetap stabil seiring waktu + Meningkat seiring waktu
Page 123
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Manajemen Risiko Perubahan Iklim
Kebijakan Risiko Iklim Dan Tinjauan Pada Portofolio Pembiayaan
BRI memiliki kebijakan risiko iklim yang diterapkan pada kebijakan pembiayaan yang tercakup dalam Kriteria Risiko
Penilaian Risk and
yang Diterima Secara Umum, exclusion list, dan Kebijakan Pembiayaan Sub-Sektor. Secara rinci kebijakan serta prosedur Control Self Assessment (RCSA)
persetujuan kredit dapat dilihat pada halaman 69.
Sebuah perangkat manajemen risiko kualitatif
dan prediktif yang digunakan untuk
mengidentifikasi dan mengukur risiko
(termasuk risiko terkait perubahan iklim)
Proses Manajemen Risiko Operasional Terkait Dengan Perubahan Iklim berdasarkan dimensi dampak dan
kemungkinan. Penilaian Manajemen Risiko
Kecukupan Produk Bank Baru
Penerapan proses manajemen risiko untuk setiap
Proses manajemen risiko operasional dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang ditetapkan dalam kerangka kerja rencana penerbitan Produk Bank Baru di BRI
manajemen risiko operasional dan menggunakan alat-alat yang sesuai dengan ketentuan regulasi dan praktik terbaik. dilakukan dengan mempertimbangkan isu
perubahan iklim.
Proses pengukuran dan perhitungan risiko operasional dilakukan melalui kegiatan-kegiatan berikut:
Pencatatan Kerugian Risiko Operasional
dalam Loss Event Database (LED)
Proses Implementasi Business Continuity Plan (BCP)
123 LED BRI mencakup proses pencatatan data
kejadian kerugian akibat perubahan iklim, baik yang
bersifat keuangan maupun non-keuangan, yang
mencakup kerugian aktual, potensial termasuk
tindakan korektif, dan penanganan insiden.
01 Business Impact Analysis (BIA) BIA untuk menilai dampak kegiatan/proses bisnis
dalam kejadian gangguan/bencana. Pemantauan Key Risk Indicator (KRI)
KRI merupakan sebuah perangkat manajemen risiko
berupa indikator kuantitatif yang dapat memberikan
informasi awal tentang peningkatan atau penurunan
02 Penentuan Strategi Pemulihan
Dari hasil BIA, Strategi Pemulihan ditentukan untuk
dapat mencapai target RTO (Recovery Time
risiko dan/atau penurunan efektivitas pengendalian
terhadap ambang batas yang telah ditetapkan.
Objective) yang telah ditetapkan.
Risk Assessment Plan (RAP)
Bentuk kegiatan persiapan strategi risiko
Mengembangkan prosedur BCP untuk menentukan yang dilakukan oleh Manajemen Risiko
03 Pengembangan Prosedur
Business Continuity struktur, format, dan komponen yang perlu Regional dengan hasil berupa daftar risiko
utama, prioritas unit kerja berdasarkan
dimasukkan dalam BCP. risiko akibat perubahan iklim, dan rencana
kegiatan pengendalian risiko.
Untuk memastikan implementasi BCP dapat dilakukan Penilaian Risiko Ancaman Bencana (PRAB)
04 Sosialisasi dan Percobaan dengan baik, kegiatan sosialisasi dan uji coba harus
BRI melaksanakan PRAB sebagai implementasi Business
dilakukan secara rutin. Continuity Management (BCM) untuk melindungi keamanan
dan keselamatan jiwa karyawan, melindungi nyawa nasabah,
dan pemangku kepentingan lainnya dalam unit kerja
operasional BRI (rencana manajemen bencana), serta
menjaga kesinambungan kegiatan bisnis/operasional, yang
terpenting, menjaga aset BRI dan memiliki respons yang
memadai dalam situasi gangguan/bencana alam akibat
perubahan iklim (business continuity plan).
Page 124
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Metrik dan Target
What Gets Measured, Gets Managed
Scope 1 & 2 (Operational Emissions)
Pengukuran adalah komponen penting dari perbaikan. Tanpa mengukur kinerja, akan sulit
492.370 486.271
menentukan apakah terjadi kemajuan atau apakah hasil yang diinginkan tercapai. Dengan
Strategi pengelolaan emisi GRK BRI merujuk pada ISO 14064 dengan metodologi perhitungan berdasarkan
mengukur dan mengelola kemajuan dari waktu ke waktu, proses pengambilan keputusan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Guidelines tahun 2006 yang telah diperbarui pada tahun
berbasis data akan lebih mudah. BRI mengukur dan mengelola emisi Scope 1 & 2 dan Scope 2019. Perhitungan emisi BRI melibatkan kantor cabang di seluruh Indonesia dengan pendekatan konsolidasi
3. Emisi Scope 1 & 2 dihasilkan dari operasional, sementara emisi Scope 3 financed emissions yang memperhitungkan kontrol finansial dan operasional. Gas yang dihitung adalah CO2 dengan nilai Global
355.742
360.135
Penurunan 42%
berasal dari kegiatan investasi dan pemberian pinjaman, dan menyumbang sebagian besar Warming Potential (GWP) sebesar 1 (CO2 equivalent). [3-3] [305-1] [305-2] [305-3] [305-5]
emisi gas rumah kaca. [305-1, 305-2, 305-3]
BRI telah menetapkan target penurunan emisi Scope 1 & 2 sebesar 42% pada tahun 2030. Dengan target NZE
operasional tercapai di tahun 2050.
BRI adalah perusahaan pertama di Indonesia yang bergabung dengan Partnership of Carbon
Accounting Financials (PCAF) dan menggunakan metodologi PCAF untuk mengukur dan
130.529
132.235
Target
mengungkapkan financed emissions. Metodologi PCAF ini dikembangkan berdasarkan Net Zero
Emisi dalam tonCO2e 2022 2023 Penurunan
Greenhouse Gas Protocol- standar akuntansi global untuk emisi gas rumah kaca dan
2022 2023 2030 2050 Scope 1 132.235 130.529 1,29%
menyediakan standar pengukuran yang konsisten dan tervalidasi.
124 Base Year Target Jangka Pendek Scope 2 360.135 355.742 1,22%
Scope 1
Selanjutnya, BRI telah mengikuti persyaratan cakupan SBTi untuk pengukuran financed Scope 2
Keterangan:
emissions per asset type, termasuk pinjaman korporasi, pembiayaan proyek pembangkit listrik, • Faktor emisi Cakupan 2: Direktorat Jenderal Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK-ESDM) tahun 2019
• Faktor emisi bahan bakar: Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) ESDM tahun 2021.
real estat komersial, ekuitas yang terdaftar, dan obligasi. • Sumber emisi lainnya menggunakan faktor emisi yang telah disepakati oleh IPCC.
• Gas perusak ozon (Ozone Depleting Substances/ODS), emisi biogenik, NOx, SOx, VOC (gas senyawa organik yang mudah menguap), PM (Materi Partikulat), dan gas penyumbang emisi udara signifikan lainnya belum diperhitungkan dalam kalkulasi ini.
[305-1] [305-2] [305-3] [305-5] [305-6] [305-7]
Scope 3 (Financed Emissions)
Pendekatan Pengukuran Financed Emissions
Sejak tahun 2022, BRI telah mengukur emisi Scope 3 financed emissions yang dapat diatribusikan pada pembiayaan dan investasi. Lingkup pengukuran difokuskan pada kegiatan
yang diwajibkan oleh SBTi. Pembiayaan BRI untuk tahun 2023 diperkirakan mencapai 10.434.550 juta tonCO2e. BRI telah mengungkapkan intensitas physical emissions untuk
asset class dan sektor dengan Sectoral Decarbonization Approach (SDA) pathway SBTi yang tersedia. BRI berencana untuk mengukur dan melaporkan progres secara tahunan dan
memperluas cakupan lingkup ketika metodologi tersedia. [3-3] [305-3] [304-5] [305-5]
Scope 3 (Financed Emissions) 2022 2023
Memilih titik Pengukuran Kategori
Emisi (dalam tonCO2e) Emisi (dalam tonCO2e)
waktu tertentu emisi Gas Menghitung
Menghitung
untuk Rumah Kaca emisi yang 11.222.829 Asset class
emisi absolut
pengukuran tingkat menjadi bagian Investasi dalam obligasi 437.036 460.841
portofolio BRI
dan pemetaan perusahaan BRI Pinjaman 6.776.501 6.358.055
sektor. atau proyek Ekuitas yang terdaftar 381 881
10.434.550
Pembiayaan proyek pembangkit listrik 3.872.508 3.504.669
Real estat komersial 136.403 110.104
Emisi dalam tonCO2e
2022 2023 Total 11.222.829 10.434.550
Keterangan:
Perhitungan dan pelaporan financed emissions mengacu pada The Global GHG Accounting and Reporting Standard, The Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF) standard dan SBTi. [3-3] [305-3]
Page 125
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Metrik dan Target
Metodologi Penetapan Target
Lebih dari 4.500 perusahaan di seluruh dunia telah berkomitmen untuk menetapkan target berbasis ilmiah melalui SBTi, Pemahaman mendalam terhadap sumber emisi khusus di setiap sektor memungkinkan BRI untuk merancang solusi yang
menunjukkan adopsi yang semakin luas terhadap standar ini dalam upaya mengurangi dampak lingkungan. Dalam konteks lebih spesifik dan efisien. Dengan demikian, BRI dapat mencapai pengurangan emisi secara lebih efektif dan memberikan
ini, BRI sebagai lembaga keuangan terbesar di Indonesia, menjadi bank pertama yang mengajukan commitment letter dampak yang positif dalam mendukung upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.
untuk mendapatkan persetujuan dari SBTi. Sejalan dengan komitmen tersebut, BRI mendukung nasabah korporasinya
dalam menetapkan target pengurangan emisi sesuai dengan standar SBTi. Melalui keterlibatan ini, BRI berupaya mencapai Mengacu pada panduan SBTi bagi lembaga keuangan, berikut pendekatan SDA yang dilakukan BRI.
netralitas karbon pada tahun 2050. [3-3] [305-4] [305-5]
Target Kertas & Pulp, Real Estat Komersial, Pembangkit listrik, dan Pembiayaan Proyek Pembangkit listrik
BRI telah menetapkan target Scope 3 sesuai dengan kriteria SBTi untuk Target Portofolio Scope 3. Base Year 2022
FI-C15 - Persyaratan untuk menetapkan target pada Kegiatan Investasi dan Pembiayaan: Semua lembaga
Menghitung Intensitas Emisi Dasar untuk Menetapkan
keuangan harus menetapkan target pada kegiatan investasi dan pembiayaan mereka sesuai dengan yang Target SDA
Menghitung emisi
Menghitung Memilih jalur
bagian emisi Menghitung dekarbonisasi dan
diperlukan oleh FI-C16, terlepas dari bagian emisi portofolio Scope 3 yang terukur dibandingkan dengan total pada pinjaman
dari lembaga intensitas emisi menetapkan emisi
dan investasi berbasis SBT
keuangan
emisi atau Scope 1, 2, dan 3 dari lembaga keuangan. Lembaga keuangan dapat memilih dari metode yang berlaku
untuk menetapkan target, berdasarkan kelas aset.
Penetapan target netralitas karbon Penetapan target dan jalur pengurangan berdasarkan skenario suhu di bawah 2oC
125 FI-C16 - Batas Target Portofolio: Lembaga keuangan harus menetapkan target pada semua "Kegiatan yang
Diperlukan" dalam Tabel Kegiatan dan Metode yang Diperlukan mengikuti persyaratan cakupan batas minimum.
Temperature Ratings Method
Sebagai bagian dari praktik bisnis berkelanjutan, BRI telah menyusun metodologi penetapan target penurunan emisi BRI menggunakan Metodologi Temperature Ratings untuk menetapkan target pengurangan emisi di sektor-sektor lain
dengan mempertimbangkan faktor, seperti: dalam pembiayaan korporasi, di mana Pendekatan SDA tidak diterapkan. Metode ini mengukur sejauh mana perusahaan
• Kontribusi bank terhadap emisi GRK: BRI menggunakan metodologi yang diakui secara internasional, seperti Greenhouse telah mengadopsi target pengurangan emisi karbon sesuai dengan sasaran pemanasan global ilmiah. Metode ini
Gas Protocol untuk menghitung emisi. memberikan peringkat suhu untuk mengaitkan target emisi karbon dengan perkiraan peningkatan suhu global dan
• Kemampuan bank untuk menurunkan emisi: BRI menyusun berbagai strategi untuk menurunkan emisinya baik secara memberikan pandangan intuitif mengenai dampak pengurangan emisi terhadap perubahan iklim. Semakin tinggi target
langsung maupun tidak langsung. pengurangan emisi, semakin rendah skor suhu dan peringkat suhu portofolio aset BRI.
• Tujuan nasional dan internasional terkait penurunan emisi: BRI menyelaraskan targetnya dengan tujuan yang lebih besar,
seperti Nationally Determined Contributions (NDC) dan Paris Agreement. Penyusunan target penurunan emisi GRK dengan Metodologi Temperature Ratings:
Mempertimbangkan faktor tersebut, BRI mengukur dan menetapkan target pengurangan emisi karbon dengan
1 2 3
Protokol perusahaan:
Pemetaan Protokol Protokol Portofolio:
menggunakan metode SBTi, yaitu Sectoral Decarbonization Approach dan Temperature Ratings Method. Target: Mengaitkan Tingkat
Mengidentifikasi, Menyaring,
Penggabungan dari Berbagai
Menggabungkan Nilai Target
Ambisi Target dengan Skor Perusahaan menjadi
dari Berbagai Skor menjadi
Hasil Suhu Satu Skor Portofolio
Satu Skor Perusahaan
Sectoral Decarbonization Approach (SDA)
BRI menetapkan target pengurangan emisi untuk setiap sektor industri sesuai dengan prinsip Pendekatan Dekarbonisasi
Sektoral (SDA). Pendekatan ini memberikan penekanan khusus pada penggunaan intensitas karbon sebagai indikator Untuk menyusun target penurunan emisi GRK dengan Metodologi Temperature Ratings, BRI membagi sektor-sektor ke
utama dalam menentukan target pengurangan. Keefektifan pendekatan ini terbukti karena sektor-sektor ekonomi dalam portofolio pinjaman, obligasi, dan ekuitas tercatat, menetapkan target pengurangan karbon sesuai peringkat suhu
berkontribusi secara berbeda terhadap emisi gas rumah kaca, sehingga kecepatan mencapai emisi net zero bervariasi. masing-masing. BRI berkomitmen mengurangi skor suhu portofolio secara linier menuju tujuan 2040, yaitu peringkat suhu
1,75oC untuk Scope 1&2 dan 2,0oC untuk Scope 1&2&3.
Page 126
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Metrik dan Target
Progres Kami
Sectoral Decarbonization Approach (SDA) Target dan Jalur Pengurangan Tiap Sektor Industri berdasarkan SDA
Dalam upaya mencapai target net zero pada tahun 2050,
BRI telah melakukan perhitungan intensitas karbon dari
emisi yang dibiayai. BRI menetapkan target dan jalur Kertas dan Pulp Real Estat Komersial
khusus untuk sektor industri, seperti kertas & pulp, real
estat komersial, pembangkit listrik, dan Project Finance
pembangkit listrik, dengan menggunakan tahun dasar
2022.
1,075 Pengurangan
0,959 0,123
Secara umum, pada tahun 2023 terjadi penurunan 33% 0,117
Pengurangan
intensitas emisi pada sektor-sektor yang BRI biayai, Pengurangan
kecuali untuk industri Project Finance pembangkit
46,4% Pengurangan
71,6%
listrik yang mengalami peningkatan dari tahun dasar.
126
80,8%
Fenomena ini dapat dijelaskan oleh adanya pelunasan 0% 0%
dari perusahaan yang telah menetapkan target
pengurangan emisi karbon di antara perusahaan target 2022 2023 2030 2040 2050 2022 2023 2030 2040 2050
yang dihitung pada tahun sebelumnya. (Unit: metrik tonCO2e/metrik ton kertas dan pulp diproduksi) (Unit: metrik tonCO2e/m2)
Perubahan ini merupakan hasil dari dinamika perubahan
dalam portofolio emisi yang kami biayai dan menjadi Pembangkit Listrik Pembiayaan Proyek Pembangkit Listrik
bagian dari komitmen kami untuk terus memonitor,
menilai, dan menyesuaikan strategi untuk mencapai
target-target pengurangan emisi yang telah ditetapkan.
BRI tetap berkomitmen untuk berperan aktif dalam 0,816 0,858
mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih 0,548 0,545 Pengurangan
berkelanjutan. Pengurangan
40,61%
40,8%
Pengurangan Pengurangan
81,0% 80,6%
0% 0%
2022 2023 2030 2040 2050 2022 2023 2030 2040 2050
(Unit: metrik tonCO2e/listrik dan panas yang dihasilkan dalam MWh) (Unit: metrik tonCO2e/listrik dan panas yang dihasilkan dalam MWh)
Page 127
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Progres Kami Penyusunan Target Penurunan Emisi GRK dengan Metodologi Temperature Ratings
Temperature Ratings Method (TRA) Portofolio Pinjaman
Dalam penetapan target penurunan emisi portofolio yang tidak mengikuti
Pendekatan Dekarbonisasi Sektoral (SDA), BRI menerapkan Metodologi Temperature Scope 1, 2 Scope 1, 2, 3
Ratings untuk menetapkan dan mengelola target pengurangan emisi. Pada tahun Tingkat penurunan tahunan (oC/tahun) 0,0783 Tingkat penurunan tahunan (oC/tahun) 0,0656
2023, terlihat kecenderungan penurunan peringkat suhu di portofolio pinjaman BRI
dibandingkan dengan tahun 2022. Untuk mencapai target ke depannya, BRI telah 3.5
3,16 oC 3,14 oC
3.5
3,18 oC 3,18 oC
2,77 Co 2,85 oC
merencanakan langkah-langkah konkret, seperti meningkatkan investasi dalam 3 3
sumber energi terbarukan, dan melakukan kolaborasi dengan debitur kami untuk 2,5 2,5
mempercepat transisi menuju praktik bisnis yang ramah lingkungan. 2 oC
2 1,75 oC 2
1,5 1,5
Komitmen kami tidak hanya sebatas pada penetapan target, tetapi juga melibatkan
1 1
pemantauan dan evaluasi progres secara berkala. Kami siap beradaptasi dengan
perkembangan ilmiah dan tuntutan perubahan iklim yang terus berubah. Kami 0,5 0,5
127 membuka diri untuk berdialog dan berbagi informasi dengan para pemangku
kepentingan mengenai upaya dan hasil yang kami capai dalam mencapai target 2022 2023 2027 2040 2022 2023 2027 2040
pengurangan emisi, serta dampak positif yang dihasilkannya terhadap perubahan
iklim.
Portofolio Obligasi dan Ekuitas yang Tercatat
Scope 1, 2 Scope 1, 2, 3
Tingkat penurunan tahunan (oC/tahun) 0,0756 Tingkat penurunan tahunan (oC/tahun) 0,0661
3.5 3.5 3,19 oC 3,18 oC
3,11 oC 3,09 oC 2,86 oC
3 2,73 Co
3
2,5 2,5
2 oC
2 1,75 C o 2
1,5 1,5
1 1
0,5 0,5
2022 2023 2027 2040 2022 2023 2027 2040
Page 128
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
BRI telah melakukan inventarisasi dampak penyerapan polutan dari Program BRI Menanam, estimasi tingkat penyerapan
gas polutan dari Program BRI Menanam pada tahun 2023 adalah:
Sebagai bentuk keseriusan dalam melakukan adaptasi perubahan iklim terutama pada aksi
penyerapan gas polutan di udara, BRI memiliki inisiatif program BRI Menanam. Program
Penyerapan emisi di
tahun 2023 sebesar
780.606
kgCO2e
kgCO2e
BRI Menanam adalah aksi penanaman bibit tanaman yang dilakukan di berbagai lokasi
di Indonesia. Program ini memiliki dua tujuan utama yaitu untuk mengurangi dampak
dugaan penyerapan ini setara dengan
pencemaran udara dan pemberdayaan masyarakat melalui jenis bibit yang ditanam yang
memiliki manfaat ekonomi. Emisi dari pembakaran Emisi dari
Program BRI Menanam melibatkan beberapa stakeholder diantaranya adalah nasabah mikro yaitu nasabah 372.671 195 kendaraan
KUR, kelompok Mekaar, dan BUMDes. Dalam pelaksanaan dan pemeliharaan bibit tanaman, BRI bekerja sama liter selama satu tahun
dengan berbagai pihak seperti BUMDes, kelompok tani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), hingga kendaraan berbahan bakar bensin berbahan bakar bensin
128 komunitas desa setempat. Bibit tanaman didistribusikan kepada nasabah mikro saat pencairan kredit dan juga ke
2.593 lokasi Desa BRIliaN yang ada di seluruh Indonesia. Emisi dari rata-rata dari
Jenis tanaman yang dipilih pada program BRI Menanam, selain memiliki manfaat penyerapan polutan di udara,
170 rumah
yang mengunakan energi
juga diharapkan menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Jenis tanaman yang ditanam, antara lain bibit listrik selama 1 tahun
alpukat, durian, mangga dan lain sebagainya. Sampai dengan Desember 2023, Program BRI Menanam telah
berhasil menanam 904.196 bibit pohon produktif yang disalurkan kepada nasabah Mikro dan Desa BRIliaN. Dari
kegiatan tersebut, dugaan penyerapan CO2 yaitu sebesar 780.606 kgCO2e.
BRI Menanam juga menyalurkan bibit tanaman ke wilayah perkotaan pada lahan terbatas. Pada lahan perkotaan,
pelaksanakan BRI Menanam memanfaatkan konsep pertanian urban (urban farming).
Penyaluran bibit hortiluktura diberikan kepada lebih dari 1.000 kelompok PNM Mekaar di wilayah Provinsi DKI
Jakarta. Sampai dengan Desember 2023, bibit holtikultura yang telah berhasil di disalurkan ke kelompok PNM
Mekaar adalah sebanyak 1.141.462 bibit.
904.196 1.141.462
bibit pohon produktif bibit tanaman holtikurtura pada
ditanam kelompok PNM Mekaar
Page 129
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Program Zero Waste to Landfill [F.13] [F.14] [F.15] [F.5]
BRI telah menetapkan manajemen pengelolaan limbah dan monitoring rutin yang mencakup rangkaian kegiatan mulai dari Jumlah limbah yang didaur ulang mencapai 591.203 kg, setara dengan pengurangan emisi 441.817 kgCO2e. Selain itu, BRI
pemilahan, pembuangan, pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan. Program Zero-Waste to Landfill menjadi fokus menyelenggarakan kampanye BRILiaN Green Day, sebuah inisiatif yang dilaksanakan setiap minggu yang mewajibkan
utama BRI dengan visi program ini dapat diimplementasikan ke seluruh unit kerja untuk menghasilkan avoided emission. seluruh Insan BRILiaN untuk menggunakan tumbler dan alat makan pribadi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi
Program Zero-Waste to Landfill menjadi model pengelolaan sampah yang efektif dengan mengurangi penumpukan produksi limbah plastik dari kemasan atau wadah makanan dan minuman. Di sisi lain, selama pandemi Covid-19,
sampah di lingkungan perkantoran. Sampah yang dihasilkan akan digunakan kembali atau didaur ulang sehingga tidak penggunaan masker sekali pakai mengalami peningkatan yang signifikan. Menyadari potensi ancaman limbah dari
terdapat sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencemari lingkungan. [B.3] masker sekali pakai, BRI mengambil inisiatif untuk mengelola limbah masker non-infeksius. Melalui penyediaan dropbox
khusus untuk limbah masker di beberapa titik kantor pusat, limbah tersebut kemudian diolah menjadi barang yang dapat
Dalam proses pengelolaannya, BRI mengklasifikasikan sampah menjadi empat kategori, yaitu : digunakan kembali seperti baskom, pot bunga, dan lainnya. Selama periode pelaporan, tidak terdapat tumpahan limbah
yang tercatat. [B.3] [F.15] [F.12]
Penghindaran Emisi [3-3]
129
Produk dan Layanan Digital
Perubahan perilaku masyarakat akibat pandemi Covid-19 telah menggeser banyak aktivitas untuk
Kaca, logam, plastik Kertas beralih ke platform digital dan membuka peluang untuk mengurangi emisi. Dalam menerapkan
metode ISO 14064 Greenhouse Gases, BRI menghitung emisi nasabah dengan membandingkan
perilaku transaksi di kantor cabang dan platform digital. BRI juga melakukan survei digitalisasi dengan
mendistribusikan kuesioner kepada nasabah untuk memahami tipe nasabah selama tahun 2023.
Informasi yang diperoleh mencakup jarak rata-rata ke ATM atau Unit Kerja BRI, jenis kendaraan yang
digunakan, efisiensi BBM kendaraan mayoritas, dan penggunaan ponsel pintar sebagai solusi aplikatif
transaksi harian serta menjadi solusi pengurangan emisi. [305-3][305-5] [F.12] [F.7]
Residu Organik
Jenis Layanan Frekuensi Penghindaran Emisi
(dalam ribuan) (kgCO2e)
BRImo 3.088.817 597.105
Uraian 2023 Merchant BRI 318.283 61.528
Total limbah didaur ulang/digunakan kembali (dalam kg) 591.203 BRIMOLA 10.819 2.091
Total limbah yang dibuang (dalam ton) 16.563 BRILink 1.096.611 211.988
Page 130
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Implementasi Konsep Green & Smart Building [F.12] [F.7]
Sejak diresmikan pada tahun 2022, Menara BRILiaN telah mendapatkan greenship certificate kategori gold dari Green
Kaseya: Shutdown with Prompt
Building Council Indonesia. Upaya optimalisasi terus dilakukan BRI dengan menargetkan Menara BRILiaN mendapat
kategori gold untuk greenship certificate versi 1.2. Bangunan yang terletak di lahan seluas 8.200m2 berlokasi di Jalan Gatot Merupakan suatu prosedur otomatis yang dirancang untuk mematikan komputer dengan menampilkan prompt konfirmasi
Subroto, Jakarta Selatan itu, mencatatkan penghematan listrik hingga 19,49% diiringi tingkat penurunan emisi sebesar dua kali, memberikan opsi kepada pengguna untuk mematikan atau tidak mematikan komputer. Program ini bertujuan
19,49%. untuk menonaktifkan personal computer (PC) yang masih online setelah jam kerja sehingga dapat meningkatkan efisiensi
penggunaan listrik BRI.
Selain Menara BRILiaN, BRI juga menargetkan implementasi konsep green building pada pembangunan kantor cabang
lainnya. Pada tahun 2023, Menara BRI di Medan, Sumatera Utara telah mengajukan sertifikasi greenship dengan target
untuk memperoleh sertifikat dengan kategori gold dari GBCI. Pada tahun 2023, intensitas energi per pekerja BRI mencapai 24.271 mega joule (MJ), mengalami penurunan sebesar 7,1%
dibandingkan dengan tahun 2022. Meskipun aktivitas operasional telah kembali normal, BRI tetap melaksanakan berbagai
Energi program dan upaya efisiensi energi untuk mengendalikan penggunaan energi.
BRI telah mengimplementasikan berbagai strategi untuk mengurangi penggunaan energi dalam operasional perkantoran. Jenis energi yang termasuk dalam perhitungan intensitas adalah bahan bakar, listrik, dan konsumsi energi yang berasal
130 Strategi manajemen energi BRI tidak hanya membantu mengurangi penggunaan energi, tetapi juga untuk mengurangi dari dalam organisasi. Total pekerja yang diperhitungkan pada intensitas energi turut mencakup pekerja alih daya
emisi gas rumah kaca. Beberapa langkah yang diambil untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik mencakup: [3-3] (outsourcing). Data keseluruhan terkait penggunaan bahan bakar diperoleh dari laporan keuangan perusahaan dan
y Penerapan budaya kerja hemat energi listrik ketika tidak ada aktivitas kerja. pencatatan penggunaan energi yang telah diterapkan di unit kerja. Selain itu, BRI tidak menjual energi kepada publik, tidak
y Penggunaan lampu LED hemat energi. menggunakan energi untuk pemanasan atau uap, serta belum mengidentifikasi konsumsi bahan bakar dari sumber daya
y Penyesuaian jam operasional elevator di kantor. terbarukan. [3-3] [302-1] [302-2] [302-3] [302-4] [302-5]
y Pengoperasian kendaraan listrik untuk kegiatan operasional.
Air [F.8]
BRI mengimplementasikan langkah-langkah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan
operasional, seperti pembatasan usia kendaraan dan pemeliharaan berkala sebagai upaya efisiensi konsumsi BBM. BRI BRI, sebagai salah satu entitas yang bergantung pada berbagai sumber daya alam dalam operasionalnya, memahami
juga mendorong penggunaan BBM nonsubsidi yang ramah lingkungan untuk mengendalikan volume konsumsi BBM pentingnya air sebagai komponen krusial dalam berbagai kegiatan bisnisnya. Air menjadi kebutuhan utama untuk
pada kendaraan operasional. Sebagai inisiatif pengurangan emisi dan langkah menuju sumber daya terbarukan, BRI mendukung fungsi-fungsi vital di berbagai fasilitas BRI, seperti rumah ibadah, pantry, toilet, kantin, dan sebagainya.
telah mengoperasikan 118 unit mobil listrik dan 150 unit motor listrik. Saat ini, evaluasi sedang dilakukan untuk mengukur Mengingat keterbatasan sumber air bersih, BRI telah mengimplementasikan kebijakan penghematan air dengan
penghematan energi yang diperoleh dari praktik tersebut. [3-3] memberikan arahan kepada seluruh pihak untuk menggunakan air secara efisien dan bijaksana. BRI juga melakukan
pemeriksaan instalasi air secara berkala untuk mencegah kebocoran, kekeruhan air, atau kerusakan serius lainnya.
Dalam upaya meningkatkan transparansi, BRI telah memulai pencatatan penggunaan energi di setiap unit kerja. Inisiatif ini
diharapkan dapat diterapkan secara menyeluruh dan meningkatkan akurasi pencatatan energi perusahaan. Pada periode Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, BRI menerapkan prinsip menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, BRI
pelaporan, BRI telah menetapkan tahun 2022 sebagai tahun dasar. Data energi dikonversi menggunakan metodologi tidak menggunakan air tanah atau air sungai untuk menghindari dampak water stress. BRI mengandalkan layanan pihak
dan faktor konversi energi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Meskipun BRI belum mengidentifikasi ketiga dalam pengadaan air yaitu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Perumda Air Minum (PAM) Jaya yang
pengurangan energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa terjual, BRI telah melakukan perhitungan financed emissions. mematuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait kualitas air bersih yang aman digunakan di lingkungan kantor.
[3-3] [302-1] [302-2] [302-3] [302-4] [302-5]
Pada tahun 2023, BRI mencatat intensitas pemakaian air per pekerja sebesar 19,93 m3. Perhitungan tersebut juga melibatkan
pekerja alih daya (outsourcing).
Page 131
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tata Kelola Perubahan Iklim Strategi Perubahan Iklim Manajemen Risiko Perubahan Iklim Metrik dan Target Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Inisiatif Lain dalam Menjaga Lingkungan Sekitar
Paperless Campaign [F.5] 12. BRIMEN (BRI Document Management System): Konsep penyimpanan dokumen kredit secara elektronik dengan
dokumen fisik disimpan dalam satu tempat yang tersentralisasi, terstandardisasi, dan terintegrasi dengan sistem
BRI terus mendorong efisiensi penggunaan kertas dengan mengadopsi sistem teknologi yang dikembangkan oleh tersebut.
perusahaan. Pendekatan ini melibatkan integrasi sistem informasi yang optimal untuk kepentingan nasabah dan 13. BRImo: Aplikasi mobile banking (Super Apps) yang memiliki fitur cek mutasi dengan jangka waktu hingga 5 tahun
operasional internal BRI, didukung oleh aplikasi yang mendukung efisiensi operasional. terakhir.
Berikut adalah beberapa aplikasi nirkertas (paperless) yang diterapkan BRI:
Melalui upaya-upaya ini, BRI berhasil mengurangi konsumsi kertas dalam kegiatan operasional perusahaan. Berdasarkan
1. e-Tax: Aplikasi pelaporan pajak bagi nasabah, menjadikan BRI sebagai institusi perbankan pertama di Indonesia yang data laporan keuangan tahun 2023, tercatat penurunan penggunaan kertas per pekerja sebesar 40%. Selama periode
menggunakan aplikasi sejenis; pelaporan, tidak terdapat pemisahan pencatatan penggunaan material input dari daur ulang serta tidak terdapat
2. e-Form: Aplikasi pengganti metode pelayanan berbasis kertas bagi pekerja garis depan di Unit Kerja BRI; penggunaan produk reclaimed. [305-6]
3. e-Statement: Aplikasi yang memberi informasi pada nasabah melalui alamat surel yang telah terdaftar;
4. New Account Swap: Membantu nasabah menghubungkan produk pinjaman dan giro tanpa harus memiliki dua
rekening terpisah;
131 5. Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tanpa bukti cetak: Mengurangi penggunaan kertas dalam transaksi perbankan;
6. BRISPOT: Aplikasi berbasis Android dan terkoneksi melalui internet untuk memfasilitasi putusan pinjaman mikro secara
cepat dan nirkertas;
7. MY BRI: Aplikasi berbasis Android dan terkoneksi melalui internet untuk memfasilitasi putusan pinjaman konsumer
secara cepat dan nirkertas;
8. BRIStars: Aplikasi internal BRI yang mencakup fitur e-office sebagai sarana surat menyurat secara daring dan menu
kepegawaian lainnya;
9. BRISMART: Aplikasi sistem manajemen pembelajaran daring untuk keperluan internal BRI;
10. BRIOPRA (BRI Digital Operation Risk Management Information System): Aplikasi untuk mengidentifikasi dan mengelola
risiko, mencakup modul Risk and Control Self Assessment (RCSA), Indikator Risiko Utama (IRU)/Key Risk Indicator (KRI),
Manajemen Insiden (MI), Forum MR, dan Maturitas;
11. BRISIM (BRI Digital Management Information System): Aplikasi penyajian data dan informasi kinerja BRI secara web-
based yang dapat diakses melalui perangkat mobile. BRISIM diharapkan mampu memberikan kemudahan pekerja
dalam melakukan monitoring kinerja dimana pun dan kapan pun, termasuk pada saat berada di luar kantor;
Page 132
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
132
DI BAGIAN INI
132
Tabel Data ESG
181
Indeks Standar Laporan
189
Issued Securities Impact Reporting
Lampiran 209
Laporan Assurance
214
Lembar Umpan Balik
Page 133
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
DATA PROFIL
UNIT KERJA
Unit Kerja Operasional BRI Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[GRI 2-6] [C.2]
Kantor Pusat # 1 1 1
Kantor Wilayah # 18 18 18
Kantor Cabang & Kantor Cabang Khusus* # 451 449 453
Kantor Cabang Luar Negeri # 6 6 6
Kantor Cabang Pembantu** # 588 579 556
Kantor Cabang Pembantu di Luar Negeri** # 3 3 3
BRI Unit** # 5.222 5.156 5.117
Kantor Kas** # 525 506 505
133
Teras BRI** # 1.697 1.370 977
Teras Keliling # 132 117 115
Teras Kapal # 4 4 4
Jumlah Unit Kerja Operasional # 8.647 8.209 7.755
*) Sesuai dengan Nota Dinas B.63.e-PPM/ODV/OD2/08/2023 tanggal 03 Agustus 2023 Perihal Penyampaian persetujuan perubahan supervisi KCK.
**) Sesuai dengan POJK No. 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, terdapat penyesuaian untuk jaringan kantor bank hanya terdiri dari Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu. Sesuai POJK
tersebut, jenis Kantor BRI Unit, Teras BRI dan Kantor Kas BRI termasuk dalam kategori Kantor Cabang Pembantu.
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
ATM # 14.463 13.863 12.263
CRM # 7.407 8.007 9.007
EDC # 203.027 497.976 664.801
Agen BRILink # 503.151 627.012 740.818
Page 134
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
SKALA PERUSAHAAN
Skala Perusahaan Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[GRI 2-6] [B.1] [C.3]
Laba Bersih Rp Miliar 32.215 47.828 53.153
Pendapatan Rp Miliar 152.228 162.155 189.646
Total Aset Rp Miliar 1.572.761 1.750.995 1.835.249
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp Miliar 1.127.849 1.300.776 1.352.683
Total Liabilitas Rp Miliar 1.286.343 1.457.373 1.536.512
Ekuitas Rp Miliar 286.418 293.622 298.737
Dana Non-DPK Rp Miliar 158.495 156.597 183.829
Jumlah Unit Kerja Beroperasi Unit 8.647 8.209 7.755
Kuantitas Produk atau Layanan yang Dijual # 343 305 331
*) Selama periode pelaporan tidak terdapat produk yang ditarik kembali [F.29]
134 KEPEGAWAIAN
Gender [GRI 2-7] [C.3] Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Pria Orang 48.354 46.411 47.262
Wanita Orang 34.364 28.324 30.477
Total Orang 82.718 74.735 77.739
Catatan: Komposisi pekerja tidak termasuk pekerja alih daya (outsource) [GRI 2-7, 2-8]
Status Kepegawaian [GRI 2-7] [C.3] Keterangan Gender Satuan 2021 2022 2023
Pria Orang 40.843 40.296 39.875
Pekerja Tetap
Wanita Orang 20.142 19.913 20.209
Pria Orang 7.456 6.021 7.135
Pekerja Kontrak
Wanita Orang 14.164 8.326 10.072
Pria Orang 55 94 252
Trainee
Wanita Orang 58 85 196
Total Orang 82.718 74.735 77.739
Page 135
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Keterangan Gender Satuan 2021 2022 2023
Lokasi Penempatan [GRI 2-7] [C.3]
Pria Orang 8.312 8.231 9.121
Jakarta
Wanita Orang 6.254 5.342 6.084
Pria Orang 9.367 9.021 9.021
Sumatera
Wanita Orang 6.036 4.905 5.136
Pria Orang 5.242 4.978 4.960
Jawa Barat
Wanita Orang 2.832 2.218 2.359
Pria Orang 8.144 7.777 7.912
Jawa Tengah & DI Yogyakarta
Wanita Orang 5.755 4.738 4.927
Pria Orang 6.754 6.296 6.271
Jawa Timur
Wanita Orang 5.211 4.175 4.684
Indonesia Timur dan Pria Orang 10.495 10.069 9.936
Indonesia Tengah Wanita Orang 8.270 6.940 7.281
135 Pria Orang 40 39 41
Lainnya
Wanita Orang 6 6 6
Total Orang 82.718 74.735 77.739
Tingkat Pendidikan [GRI 2-7] [C.3] Keterangan Gender Satuan 2021 2022 2023
Pria Orang 0 0 0
Sekolah Dasar
Wanita Orang 0 0 0
Pria Orang 0 0 0
Sekolah Menengah Pertama
Wanita Orang 0 0 0
Pria Orang 697 605 509
Sekolah Menengah Atas
Wanita Orang 523 441 640
Page 136
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Keterangan Gender Satuan 2021 2022 2023
Pria Orang 5.327 5.026 4.701
Diploma I-III
Wanita Orang 5.165 3.935 4.026
Pria Orang 41.188 39.615 40.745
Sarjana
Wanita Orang 28.283 23.523 25.334
Pria Orang 1.135 1.159 1.297
Pascasarjana
Wanita Orang 393 425 477
Pria Orang 7 6 10
Doktor
Wanita Orang 0 0 0
Total Orang 82.718 74.735 77.739
KINERJA EKONOMI
136
Realisasi Target Realisasi Persentase
Pencapaian Kinerja Ekonomi [F.2] [GRI 201-1] Kinerja
2021 2022 2023
Total Aset 1.572.761 1.750.995 1.784.060 1.835.249 102,87%
Aset Produktif 1.504.797 1.573.609 1.647.277 1.684.737 102,27%
Kredit/Pembayaran Bank 943.703 1.029.803 1.148.713 1.146.083 99,77%
Dana Pihak Ketiga 1.127.849 1.300.776 1.340.304 1.352.683 100,92%
Total Pendapatan 152.194 162.432 202.145 189.122 93,56%
Total Biaya 112.758 103.012 122.708 122.050 100,54%
Laba Bersih 32.215 47.828 52.209 53.153 101,81%
Page 137
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Nilai Ekonomi Langsung Didapat dan
Didistribusikan [GRI 201-1] Pendapatan Bunga Rp Miliar 119.828 123.835 146.918
Pendapatan Non Bunga Rp Miliar 32.401 38.320 42.728
Pendapatan Non Operasional Rp Miliar (203) 277 (524)
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didapat Rp Miliar 152.025 162.432 189.122
Biaya Operasional Non Bunga di Luar Pekerja Rp Miliar 24.817 27.302 30.526
Biaya Tenaga Kerja (di luar Outsource) Rp Miliar 29.961 29.316 26.519
Pembayaran Dividen kepada Pemerintah Rp Miliar 12.125 14.046 23.234
Bunga Kredit dan Bunga Bank Rp Miliar 24.008 22.830 38.484
Pembayaran kepada Pemerintah (Pajak) Rp Miliar 20.171 20.133 22.111
Pengeluaran Investasi kepada Masyarakat Rp Miliar 270 285 342
Jumlah Nilai Ekonomi Langsung Didistribusi Rp Miliar 111.353 113.912 141.216
Nilai Ekonomi Langsung yang Ditahan Rp Miliar 40.673 48.520 47.906
137
Page 138
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Rasio Kinerja Keuangan
Realisasi (%) Target (%) Realisasi (%) Persentase (%)
[F.2] [GRI 201-1] Kinerja
2021 2022 2023
Rasio Kinerja
Aset Produktif Bermasalah dan Aset Non-produktif Bermasalah terha- 1,77 1,72 2,05 1,95 105,13%
dap Total Aset Produktif dan Aset Non-produktif
Aset Produktif Bermasalah terhadap Total Aset Produktif 1,77 1,72 2,22 1,95 113,85%
Cadangan Kerugian Penurunan (CKPN) Aset Keuangan terhadap Aset 4,93 6,11 5,16 5,24 101,55%
Produktif
NPL Gross 3,08 2,82 2,84 3,12 90,94%
NPL Net 0,70 0,73 0,65 0,76 85,65%
Return on Asset (ROA) 2,23 3,03 3,09 3,12 100,99%
Return on Equity (ROE) 14,09 16,76 17,90 18,25 101,98%
Net Interest Margin (NIM) 6,89 6,80 6,98 6,84 97,99%
138
Rasio Efisiensi (BOPO) 74,30 64,20 65,62 64,35 101,97%
Nilai Liquidity Coverage Ratio (LCR)
a. LCR Secara Individu 219,33 199,72 100,00 161,64 161,64%
b. LCR Secara Konsolidasi 218,33 199,40 100,00 162,46 162,46%
Loan to Deposit Ratio (LDR) 83,67 79,17 85,71 84,73 98,86%
Capital Adequacy Ratio (CAR) 25,28 23,30 24,72 25,23 102,04%
Credit Cost Nett 2,45 1,28 1,02 0,89 114,07%
Page 139
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
RANTAI PASOKAN DAN PRAKTIK PENGADAAN BERKELANJUTAN
Nilai Transaksi Pengadaan
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Barang dan Jasa Pemasok BRI
[GRI 204-1] [B.1e]
Pemasok Domestik % 98,00 99,35 97,27
Pemasok Luar Negeri % 2,00 0,65 2,73
Total Vendor Berdasarkan
Wilayah Properti Kendaraan Mesin-Mesin Membelair Inventaris IT Percetakan Advertising Barang Konsultan Total Vendor
Wilayah dan Jenis Vendor kantor Lainnya Jasa Lainnya
Tahun 2023 (yang memiliki
SKT) Lampung 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2
[GRI 204-1] [B.1e] Bandung 2 0 1 0 2 4 2 0 0 0 11
Banjarmasin 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pekanbaru 2 0 0 0 1 0 0 0 0 0 3
Yogyakarta 5 0 0 3 0 0 1 0 0 0 9
139 Malang 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2
Denpasar 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
Manado 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Surabaya 5 0 0 1 0 0 0 0 0 0 6
Semarang 8 0 4 2 4 1 1 0 0 0 20
Kantor Pusat 42 4 7 7 12 80 11 5 6 13 187
Medan 3 0 0 0 0 0 0 0 0 1 4
Jayapura 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Makassar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Padang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Palembang 6 0 0 0 0 0 0 0 1 0 7
Total 78 4 12 15 19 85 15 5 7 14 254
Page 140
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
PORSI PENYALURAN KREDIT
Tingkat Non Performing Loan
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
(NPL)
[SASB FN-CB-410 a.2] [FS6]
Tingkat NPL % 3,08 2,82 3,12
Kredit Per-Segmen
Segmen Satuan 2021 2022 2023
[SASB FN-CB-410 a.2] [FS6]
Rp Triliun 396,96 449,63 496,55
Mikro
% 42 44 43
Rp Triliun 149,38 161,72 182,36
Konsumer
% 16 16 16
Rp Triliun 204,14 216,88 228,06
Kecil
% 22 21 20
140
Rp Triliun 20,80 20,95 32,28
Menengah
% 2 2 3
Rp Triliun 172,42 180,62 206,83
Korporasi
% 18 18 18
Rp Triliun 943,70 1.029,80 1.146,08
Total
% 100 100 100
Kredit Per-Wilayah di
Wilayah Satuan 2021 2022 2023
Indonesia
[SASB FN-CB-410 a.1] [FS6] Rp Triliun 243,45 241,08 306,55
Jakarta
% 25,8 23,41 26,75
Rp Triliun 150,23 166,43 183,10
Sumatera
% 15,92 16,16 15,98
Rp Triliun 81,86 87,75 88,94
Jawa Barat
% 8,67 8,52 7,76
Page 141
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Wilayah Satuan 2021 2022 2023
Rp Triliun 116,16 128,81 140,41
Jawa tengah & DI Yogyakarta
% 12,31 12,51 12,25
Rp Triliun 116,29 126,48 136,61
Jawa Timur
% 12,32 12,28 11,92
Rp Triliun 219,43 238,59 260,79
Indonesia Timur & Indonesia Tengah
% 23,25 23,17 22,76
Rp Triliun 16,27 40,66 29,68
Lainnya
% 1,72 3,95 2,59
Rp Triliun 943,70 1.029,80 1.146,08
Total
% 100 100 100
141
Kredit Per-Wilayah di Luar
Wilayah Satuan 2021 2022 2023
Indonesia
[SASB FN-CB-410 a.1] [FS6]
Rp Triliun 6,8 8,25 8,38
New York
% 56,62 55,56 50,76
Rp Triliun 4,45 5,59 6,88
Singapura
% 37,06 37,64 41,65
Rp Triliun 759,35 0,86 0,95
Timor Leste
% 6,32 5,79 5,74
Rp Triliun N/A 0,15 0,31
Taiwan
% N/A 1,01 1,85
Rp Triliun 12,01 14,85 16,52
Jumlah
% 100 100 100
Page 142
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Kredit Per-Sektor Usaha
Sektor Usaha Satuan 2021 2022 2023
[FS6]
Rp Triliun 0,69 0,38 1,52
Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib
% 0,07 0,04 0,13
Rp Triliun 91,88 100,31 102,53
Industri Pengolahan
% 9,74 9,74 8,95
Rp Triliun 44,63 47,68 53,70
Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya
% 4,73 4,63 4,69
Rp Triliun 3,44 3,52 4,22
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
% 0,36 0,34 0,37
Rp Triliun 0,76 0,75 0,86
Jasa Pendidikan
% 0,08 0,07 0,08
Rp Triliun 1,15 1,01 1,00
Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga
142 % 0,12 0,1 0,09
Rp Triliun 15,57 24,7 31,41
Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya
% 1,65 2,4 2,74
Rp Triliun 31,81 31,02 33,73
Konstruksi
% 3,37 3,01 2,94
Rp Triliun 34,83 36,31 30,37
Listrik, Gas, dan Air
% 3,69 3,53 2,65
Rp Triliun 220,93 225,43 239,69
Penerima Kredit Bukan Lapangan Usaha
% 23,41 21,89 20,91
Rp Triliun 17,59 20,96 22,38
Penyedia Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum
% 1,86 2,04 1,95
Rp Triliun 8,13 14,52 15,85
Perantara Keuangan
% 0,86 1,41 1,38
Rp Triliun 309,28 327,17 361,13
Perdagangan Besar dan Eceran
% 32,77 31,77 31,51
Page 143
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Sektor Usaha Satuan 2021 2022 2023
Rp Triliun 8,69 10,14 10,88
Perikanan
% 0,92 0,98 0,95
Rp Triliun 8,2 14,48 31,81
Pertambangan dan Penggalian
% 0,87 1,41 2,78
Rp Triliun 117,19 142,81 166,64
Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan
% 12,42 13,87 14,54
Rp Triliun 9,2 9,38 11,65
Real Estate, Usaha Persewaaan dan Jasa perusahaan
% 0,97 0,91 1,02
Rp Triliun 19,74 19,23 26,70
Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi
% 2,09 1,87 2,33
Rp Triliun 0,00 0,00 0,00
Lainnya
143 % 0,00 0,00 0,00
Rp Triliun 943,70 1.029,80 1.146,08
Jumlah
% 100 100 100
Kredit Segmen UMKM
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[FS6]
Total Outstanding Kredit kepada Segmen Mikro Rp Triliun 396,96 449,63 496,55
Total Outstanding Kredit kepada Segmen UMKM* Rp Triliun 771,28 849,18 939,25
Total Outstanding Kredit Rp Triliun 943,70 1.029,80 1.146,08
Persentase Kredit Mikro % 42 44 43
Persentase Kredit UMKM % 82 82 82
*) Kredit segmen UMKM adalah total kredit BRI di luar kredit korporasi
KUR Mikro
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[GRI 203-2] [SASB FNCB-240 a.2]
Total Outstanding KUR Mikro Rp Triliun 190,30 251,50 219,90
Total Outstanding Kredit Rp Triliun 880,67 9.437,00 1.146,08
Persentase % 21,61 2,67 19,19
Page 144
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Penyaluran KUR Mikro
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Per-Sektor
[GRI 203-2] [SASB FNCB- 240 a.2]
Produksi Rp Triliun 96,36 132,08 84,46
Non Produksi Rp Triliun 66,83 83,19 55,74
Jumlah Rp Triliun 163,19 215,27 140,20
Debitur KUR Mikro Per-Sektor
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[GRI 203-2] [SASB FNCB- 240 a.2]
Produksi Debitur 3.175.086 3.580.759 3.776.093
Non Produksi Debitur 2.145.740 2.260.228 5.018.037
Jumlah Debitur 5.320.826 5.840.987 8.794.130
144 Kinerja KUPEDES
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Jumlah Nasabah Juta Debitur 2,73 2,84 4,64
Outstanding Rp Miliar 131.760 129.216 212.332
Page 145
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
KINERJA LINGKUNGAN
PERFORMA LINGKUNGAN DEBITUR
Nasabah dengan PROPER
Peringkat Satuan 2021 2022 2023
Rating
[SASB FN-CB-410a.2] [FS8] [FS10] [FS11]
Emas Debitur 10 10 16
Hijau Debitur 7 7 7
Biru Debitur 37 42 46
Total Debitur 54 59 69
Nilai Kredit Nasabah dengan
Peringkat Satuan 2021 2022 2023
PROPER Rating
[SASB FN-CB-410a.2] [FS8] [FS10] [FS11]
Emas Rp Triliun 15,00 13,53 13,38
145
Hijau Rp Triliun 3,60 5,32 9,27
Biru Rp Triliun 31,40 45,85 63,05
Total Rp Triliun 50,00 64,70 85,70
Nasabah dengan Sertifikasi
Sertifikasi Satuan 2021 2022 2023
ISPO/RSPO*
[SASB FN-CB-410a.2] [FS8] [FS10] [FS11]
RSPO Debitur 14 14 16
Dalam proses RSPO Debitur 0 0 0
ISPO Debitur 28 27 25
Dalam proses ISPO Debitur 14 12 8
Total Debitur 56 53 49
*) Data mencakup nasabah di segmen Korporasi
Page 146
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Nilai Pembiayaan untuk
Sertifikasi Satuan 2021 2022 2023
Nasabah dengan Sertifikasi
ISPO/RSPO* RSPO Rp Triliun 14,60 17,19 18,90
[SASB FN-CB-410a.2] [FS8] [FS10] [FS11]
Dalam proses RSPO Rp Triliun 0,00 0,00 0,00
ISPO Rp Triliun 12,96 14,06 14,88
Dalam proses ISPO Rp Triliun 5,52 4,07 2,74
Total Rp Triliun 33,07 35,32 36,52
*) Data mencakup nasabah di segmen Korporasi
**) Dilakukan restatement pada angka 2021 dengan cakupan identifikasi yang lebih luas (berlaku untuk RSPO & ISPO)
SUSTAINABILITY BOND AND FINANCING
Alokasi Penggunaan Dana
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Penerbitan Sustainability
146 Bond
[FS7] [FS8] Rp Miliar 2.213 1.948 3.218
Green Projects
% 31,06 25,68 41,74
Rp Miliar 1.311 1.505 1.912
KUPEDES
% 18,40 19,84 15,46
Rp Miliar 840 964 770
KUR Mikro
% 11,79 12,72 10,00
Rp Miliar 35 40 36
KPR Subsidi
% 0,49 0,53 0,47
Rp Miliar 1.872 2.148 1.709
KUR Super Mikro
% 26,27 28,33 22,18
Rp Miliar 853 979 782
KMK Tangguh
% 11,97 12,90 10,15
Page 147
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Produk Pendanaan
Berkelanjutan Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[B.1d] [FS7][ FS8]
Obligasi Berwawasan Lingkungan Rp Triliun N/A 10,0 8,5
Sustainability-Linked Loan Rp Triliun N/A 15,6 12,3
Surat Berharga Berbasis Inklusif Rp Triiliun N/A 0,0 5,6
Repo Berbasis ESG Rp Triiliun N/A 1,6 5,5
Sustainability Bond Rp Triiliun 7,1 7,8 7,7
Total ESG-based Wholesale Funding Rp Triliun 7,1 35,0 39,6
Produk Berkelanjutan per 2023
Segmen
[B.1d] [FS7][ FS8] Kategori Produk Per Komposisi
Satuan Total Pinjaman pinjaman Deskripsi Produk
Segmen Outstanding Total
Per Segmen berkelanjutan di
setiap segmen
Pinjaman Konsumer
147
KPR Green Financing Rp Triliun 0,10 9,56 51,50 19% KPR Green Financing: Kredit kepemilikan rumah untuk
pembiayaan pembelian rumah baru dengan konsep perumahan
KPR Subsidi Rp Triliun 9,46 hijau.
KPR Subsidi: Kredit kepemilikan rumah bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan total pendapatan
keluarga (suami + istri) maksimal Rp8 juta per bulan
* untuk Rumah Pertama, belum mempunyai rumah, belum
pernah mendapat subsidi perumahan, harus ditempati dan tidak
boleh dijual/disewakan selama 5 tahun pertama.
Pinjaman Korporasi
Kredit Hijau Segmen Korporasi Rp Triliun 78,05 78,05 206,84 38% Terdiri dari kredit hijau kepada segmen korporasi dengan
aktivitas usaha berbasis energi terbarukan, pengelolaan lahan
berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, bangunan ramah
lingkungan, serta kegiatan usaha berwawasan lingkungan lainnya.
Pinjaman UMKM (Produktif)
Kredit Hijau Segmen Medium Rp Triliun 2,17 692,60 692,60 100% Kredit Hijau Segmen Medium: Kredit untuk segmen UKM
dengan aktivitas usaha berbasis energi terbarukan, pengelolaan
Kredit Usaha Segmen UMKM Rp Triliun 690,43 lahan berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, dan kegiatan
usaha berwawasan lingkungan lainnya.
Kredit Usaha Segmen UMKM: Kredit sosial untuk masyarakat
berpenghasilan tetap, yang memiliki usaha produktif dalam skala
bisnis kecil dan menengah.
Page 148
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Penyaluran Kredit kepada
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Kategori Kegiatan Usaha
Berkelanjutan UMKM Rp Triliun 543,40 616,07 690,43
[FS7] [FS8] [FS11]
Energi Terbarukan Rp Triliun 5,60 7,10 6,02
Pencegahan & Pengendalian Polusi Rp Triliun 0,03 1,75 0,55
Transportasi Ramah Lingkungan Rp Triliun 14,90 12,10 11,24
Bangunan Berwawasan Lingkungan Rp Triliun 2,30 1,44 2,04
Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati & Penggunaan Lahan Berkelanjutan Rp Triliun 43,20 51,80 52,82
Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat dan Air Rp Triliun 0,67 0,58 0,23
Pengelolaan Air & Limbah Berkelanjutan Rp Triliun 0,010 0,005 0,003
Eco-efficient Product Rp Triliun 4,10 3,98 7,50
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan Lainnya Rp Triliun 0,09 0,06 1,93
148
Penyaluran Kredit
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
kepada Sektor Energi Tak
Terbarukan dan Energi Baru Energi Tak Terbarukan Rp Triliun 25,00 21,03 21,60
Terbarukan
[FS11] Energi Baru & Terbarukan Rp Triliun 5,60 7,1 5,90
Total Pembiayaan Rp Triliun 30,60 28,13 27,50
PENGGUNAAN ENERGI
Penggunaan Energi
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[GRI 302-1] [GRI 302-2] [GRI 302-3] [GRI 302-4]
[F.6] Penggunaan BBM Liter 45.496.514 44.922.960 42.927.942
Pemakaian Listrik kWh 353.912.904 404.925.311 403.192.231
Total Energi yang Dikonsumsi MJ 2.911.960.958 3.074.957.680 2.919.627.648
Intensitas Energi per Kantor MJ/kantor/tahun 336.760 374.584 376.483
Intensitas Energi per Pekerja MJ/pekerja/tahun 25.710 26.078 24.271
Catatan: - Standar perhitungan dan faktor konversi yang digunakan untuk perhitungan energi bersumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
- Data energi telah terverifikasi oleh pihak ketiga independen
Page 149
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Biaya Penggunaan Energi
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[F.6]
Pemakaian Listrik Rp 553.037.000.000 579.663.972.351 574.118.412.662
Pemakaian BBM Rp 381.640.000.000 441.235.670.170 526.974.322.479
Penggunaan Air
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[F.8]
Pemakaian Air m3 1.949.046 1.944.879 2.396.993
Performa Pemakaian Air % -37 -2 23
Intensitas Pemakaian Air m /pekerja
3
17,20 16,49 19,93
Penggunaan Kertas
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[F.5]
149 Pemakaian Kertas per Unit Kerja* kg/unit kerja 226,89 248,72 149,04
Pemakaian Kertas per Pekerja** kg/pekerja 17,32 17,31 9,61
*) Seluruh Unit Kerja di Indonesia
**) Seluruh Pekerja termasuk Outsourcing
Pengelolaan Limbah
Keterangan Satuan 2022 2023
[F.13] [F.14] [F.15]
Total Pemanfaatan Kembali/Daur Ulang/Pemulihan Limbah kg 237.957 591.203
Total Limbah Dibuang (Landfill)* ton 18.784 16.563
*) Timbulan sampah secara bankwide diekstrapolasikan berdasarkan data timbulan sampah per pekerja di kantor pusat BRI. Sampah di kantor pusat dikirim ke TPA pada Januari hingga Juli 2023. Sejak Agustus 2023 dan seterusnya, dengan diluncur-
kannya program Zero Waste to Landfill, semua sampah yang dihasilkan dialihkan dari TPA melalui teknologi pengomposan, daur ulang, dan RDF.
Page 150
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
PENGENDALIAN EMISI
Pengendalian Emisi di Seluruh
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Kantor Cabang
[GRI 305-1][GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-4] [GRI 305-5] [F.11] Emisi yang Berasal dari Scope 1: Mobile & Stationary Combustion (Emisi Positif )* tonCO2e 114.108 126.515 125.120
Emisi yang Berasal dari Scope 1: Fugitive & Refrigerant (Emisi Positif )* tonCO2e 5.720 5.409
Emisi yang Berasal dari Scope 2 (Emisi Positif )* tonCO2e 320.066 360.135 355.742
Emisi Scope 3: Financed Emissions tonCO2e 11.222.829** 10.434.550
19.135 121.156
Emisi Scope 3: Purchased Goods and Services*** tonCO2e
(Coverage 44,16%) (Coverage 100%)
Emisi Scope 3: Waste Generated in Operations**** tonCO2e 9.680 8.937
Emisi Scope 3: Business Travel tonCO2e 1.497 3.267 8.272
Intensitas Emisi Scope 1 dan 2 tonCO2e/Unit Kerja 50,2 60,0 62,7
Intensitas Emisi Scope 1 dan 2***** tonCO2e/Pekerja 3,8 4,2 4,0
tonCO2e/outstanding
150 Intensitas Financed Emissions 0,10
dalam Rp juta
*) Emisi Positif adalah emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasional perbankan Scope 1 yang berasal dari pemakaian bahan bakar dan refrigeran dan Scope 2 yang berasal dari pemakaian listrik di seluruh unit kerja BRI di
Indonesia. Penggunaan sumber energi tersebut masih dalam kontrol BRI.
**) Terdapat pengungkapan kembali (restatement) pada angka Emisi Scope 3: Financed Emissions di tahun 2022 karena terdapat perbaikan kualitas data untuk sektor manufaktur, yang semula perhitungan emisi menggunakan
pendekatan revenue menjadi menggunakan data publikasi.
***) Faktor emisi spend-based diadopsi untuk memperkirakan emisi yang terkait dengan: Barang dan jasa yang dibeli, Barang modal, Transportasi dan distribusi hulu. Cakupan Emisi Scope 3: Purchased Goods and Services
pada tahun 2022 adalah 44,16% dan 2023 adalah 100%.
****) Timbulan sampah secara bankwide diekstrapolasikan berdasarkan data timbulan sampah per pekerja di kantor pusat BRI. Sampah di kantor pusat dikirim ke TPA pada Januari hingga Juli 2023. Sejak Agustus 2023 dan
seterusnya, dengan diluncurkannya program Zero Waste to Landfill, semua sampah yang dihasilkan dialihkan dari TPA melalui teknologi pengomposan, daur ulang, dan RDF.
*****) Guna mendukung validitas intensitas emisi per pekerja, pekerja outsourcing masuk dalam perhitungan intensitas total pekerja. Hal ini mengingat bahwa seluruh energi yang dihasilkan perusahaan digunakan oleh seluruh pekerja BRI
termasuk outsourcing.
Emisi Scope 3: Financed Emission Keterangan Satuan 2022* 2023
berdasarkan Asset Class
[GRI 305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-4] [GRI 305-5] Investasi dalam obligasi Metrik tonCO2e 437.036 460.841
[F.11] Pinjaman Metrik tonCO2e 6.776.501 6.358.055
Ekuitas yang terdaftar Metrik tonCO2e 381 881
Pembiayaan proyek pembangkit listrik Metrik tonCO2e 3.872.508 3.504.669
Real estat komersial Metrik tonCO2e 136.403 110.104
Total Metric tonCO2e 11.222.829 10.434.550
*) Terdapat pengungkapan kembali (restatement) pada angka Emisi Scope 3: Financed Emissions di tahun 2022 karena terdapat perbaikan kualitas data untuk sektor manufaktur, yang semula perhitungan emisi menggunakan
pendekatan revenue menjadi menggunakan data publikasi.
Page 151
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Keterangan Satuan 2022 2023
Emisi Scope 3: Financed Emission
berdasarkan Sektor Pertanian, kehutanan, dan perikanan tonCO2e 222.456 114.347
[F.11]
Konstruksi tonCO2e 94.265 39.104
Listrik, gas, uap, dan penyediaan pengkondisian udara tonCO2e 7.141.849 6.286.465
Keuangan dan Asuransi tonCO2e 1.744 2.360
Manufaktur tonCO2e 2.594.548 2.028.631
Pertambangan dan Penggalian tonCO2e 1.027.462 1.848.358
Real Estat tonCO2e 136.403 110.104
Transportasi dan Penyimpanan tonCO2e 4.103 5.181
Total tonCO2e 11.222.829 10.434.550
151 Penghindaran Emisi (Avoided Emission) Keterangan Satuan 2022 2023
[GRI 305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3]
Kegiatan Zero Waste to Landfill* kgCO2e 164.375 441.817
Digitalisasi Produk dan Jasa kgCO2e 1.201.496 872.713
*) Penghitungan ini tidak termasuk limbah yang diklasifikasikan sebagai “Lainnya”, seperti tisu, styrofoam, masker, dan lainnya, dikarenakan tidak tersedia faktor emisi untuk Teknologi RDF.
Page 152
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
KINERJA SOSIAL
SINERGI ULTRA MIKRO
Jumlah Co-Location Ultra
Mikro (UMi) Wilayah Satuan 2021 2022 2023
[F13]
Medan Unit 5 71 71
Pekanbaru Unit 4 31 31
Padang Unit 2 25 25
Palembang Unit 5 39 41
Bandar Lampung Unit 2 34 34
Jakarta 1 Unit 1 13 12
Jakarta 2 Unit 12 39 39
Jakarta 3 Unit 9 63 64
152
Bandung Unit 29 127 127
Semarang Unit 10 72 72
Yogyakarta Unit 19 77 78
Surabaya Unit 9 55 55
Malang Unit 12 90 90
Denpasar Unit 7 74 74
Banjarmasin Unit 5 49 49
Makassar Unit 12 86 88
Manado Unit 9 54 54
Jayapura Unit 1 14 14
Total Unit 153 1.013 1.018
Page 153
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
TJSL - PELIBATAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
Penyaluran Program TJSL BRI
Program Satuan 2021 2022 2023
Peduli
[F.4] [F.25]
Rp Juta 186.597 196.678 236.170
Sosial
% 68,99 69,01 69,06
Rp Juta 13.703 16.008 21.366
Ekonomi
% 5,07 5,62 6,25
Rp Juta 70.159 72.313 84.462
Lingkungan
% 25,94 25,37 24,70
Rp Juta 270.460 284.999 341.998
Total
% 100,00 100,00 100,00
153 Alokasi Anggaran Program
Program Satuan 2021 2022 2023
Pengembangan Masyarakat
TJSL BRI Peduli Sumbangan Sosial (Charitable Donations) % 45,44 49,00 48,50
[F.25]
Investasi Masyarakat (Community Investments) % 46,70 46,00 45,65
Inisiatif Komersial (Commercial Initiatives) % 7,86 6,00 5,85
Total % 100,00 100,00 100,00
Tipe Kontribusi TJSL
Tipe Kontribusi Satuan 2022 2023
[F.25]
Kontribusi Tunai* Rp Juta 0 0
In-Kind Giving (donasi produk atau layanan, proyek/kolaborasi atau sejenisnya)** Rp Juta 284.999 341.998
Management Overhead (biaya konsultasi dan riset) Rp Juta 1.588 1.925
*) BRI tidak memberikan bantuan dalam bentuk tunai kepada masyarakat. Kontribusi TJSL seluruhnya diimplementasi melalui program pengembangan masyarakat dan pembangunan infrastruktur strategis.
**) Merupakan total dana realisasi program TJSL.
Page 154
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN
Total Pembukaan Rekening
Tipe Produk Satuan 2021 2022 2023
Tabungan melalui Kanal Digital
[FS8]
BritAmaX # 2.412.752 2.457.756 2.458.486
BritAma # 178.800 5.996.039 6.088.968
BritAma Bisnis # 385.773 475.795 539.002
Simpedes # 540.823 5.991.077 6.690.281
Simpedes BISA # 9.438 79.979 298.526
Total # 1.138.507 15.000.646 16.075.263
Distribusi Teras BRI
[SASB FN-CB-240a.4] [FS13] [FS14]
Wilayah Satuan Satuan 2021 2022 2023
Teras BRI # 57 57 56
154
Bandar Lampung Teras BRI Keliling # 0 0 0
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 175 98 45
Bandung Teras BRI Keliling # 26 25 25
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 112 94 72
Banjarmasin Teras BRI Keliling # 7 6 6
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 150 151 117
Denpasar Teras BRI Keliling # 4 4 4
Teras Kapal # 1 1 1
Page 155
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Wilayah Satuan Satuan 2021 2022 2023
Teras BRI # 203 195 152
Jakarta Teras BRI Keliling # 21 21 21
Teras Kapal # 1 1 1
Teras BRI # 27 19 17
Jayapura Teras BRI Keliling # 1 1 1
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 124 59 10
Makassar Teras BRI Keliling # 0 0 0
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 195 170 127
Malang Teras BRI Keliling # 5 5 5
155 Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 48 47 42
Manado Teras BRI Keliling # 43 43 43
Teras Kapal # 1 1 1
Teras BRI # 90 75 42
Medan Teras BRI Keliling # 15 3 1
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 49 49 46
Padang Teras BRI Keliling # 0 0 0
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 53 46 38
Palembang Teras BRI Keliling # 0 0 0
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 96 61 35
Pekanbaru Teras BRI Keliling # 1 1 1
Teras Kapal # 1 1 1
Page 156
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Wilayah Satuan Satuan 2021 2022 2023
Teras BRI # 88 85 71
Semarang Teras BRI Keliling # 0 0 0
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 101 78 41
Surabaya Teras BRI Keliling # 8 8 8
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 129 86 66
Yogyakarta Teras BRI Keliling # 1 0 0
Teras Kapal # 0 0 0
Teras BRI # 1.697 1.370 977
Total Teras BRI Keliling # 132 117 115
156 Teras Kapal # 4 4 4
Total Kinerja Teras BRI Kapal
Wilayah Bentuk Satuan 2021 2022 2023
[FS7]
Total Simpanan
Rekening # 7.478 7.967 8.997
Saldo Rp Miliar 16,97 18,54 22,94
Seva I (Wilayah Kepulauan Seribu)
Total Kredit
Debitur # 708 715 716
Kredit Rp Miliar 16,63 21,74 25,06
Page 157
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Wilayah Bentuk Satuan 2021 2022 2023
Total Simpanan
Rekening # 3.174 1.928 1.874
Saldo Rp Miliar 11,20 5,68 7,34
Seva II (Wilayah Kepulauan NTT-Labuan Bajo)
Total Kredit
Debitur # 798 851 886
Kredit Rp Miliar 15,49 20,53 25,25
Total Simpanan
Rekening # 5.912 6.321 6.262
Saldo Rp Miliar 13,60 9,15 9,49
Seva III (Wilayah Kepulauan Anambas)
Total Kredit
Debitur # 281 246 242
157
Kredit Rp Miliar 6,93 6,38 8,21
Total Simpanan
Rekening # 37.808 25.944 20.536
Saldo Rp Miliar 40,35 43,93 43,33
Seva IV (Wilayah Kepulauan Halmahera Selatan)*
Total Kredit
Debitur # 1.075 1.117 912
Kredit Rp Miliar 23,57 27,63 24,17
Total Simpanan
Rekening # 54.372 42.160 37.669
Saldo Rp Miliar 82,12 77,3 83,1
Total*
Total Kredit
Debitur # 2.862 2.929 2.756
Kredit Rp Miliar 62,62 76,28 82,69
*) Terdapat restatement dari Regional Office BRI Manado terkait kinerja Teras BRI Tahun 2022 melalui Surat No.B.79.e-RO-MND/ROP/ONS/01/2024 Tanggal 25 Januari 2024.
Page 158
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Nasabah BRI Pengguna
Jenis E-banking Unit Satuan 2021 2022 2023
Layanan Bergerak (E-Banking)
BRImo Pengguna # 14.154.835 23.845.612 31.616.014
BRIZZI Pengguna # 21.690.465 33.687.521 23.756.098
Qlola Cash Management Pengguna # 43.483 47.313 52.117
Jumlah Transaksi Layanan
Jenis Layanan Satuan 2021 2022 2023
Bergerak (E-Banking)
[FS8]
Transaksi Finansial BRImo Ribu 869.100 1.825.397 3.088.817
BRILink Ribu 929.380 1.078.040 1.096.611
Merchant BRI Ribu 172.792 192.377 318.283
BRIMOLA Ribu 7.888 8.541 10.819
BRIZZI Ribu 244.766 155.069 171.200
ATM BRI Ribu 4.238.503 4.093.869 3.521.211
158
Qlola Cash Management Ribu 44.964 50.638 53.869
Volume Transaksi Layanan
Jenis Layanan Satuan 2021 2022 2023
Bergerak (E-Banking)
[FS8]
Transaksi Finansial BRImo Rp Miliar 1.344.786 2.669.091 4.158.849
BRILink Rp Miliar 1.143.618 1.297.654 1.427.583
Merchant BRI Rp Miliar 106.941 151.458 230.663
BRIMOLA Rp Miliar 9.387 11.584 15.102
BRIZZI Rp Miliar 6.818 4.747 6.190
ATM BRI Rp Miliar 3.531.318 3.098.560 2.972.941
Qlola Cash Management Rp Miliar 3.807.810 5.070.180 6.788.672
Page 159
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
PEMBANGUNAN MASYARAKAT
Sebaran Agen BRILink
Wilayah Satuan 2021 2022 2023
[FS8]
Agen 109.636 137.037 165.053
Sumatera
% 21,79 21,86 22,28
Agen 265.676 335.270 395.383
Jawa
% 52,80 53,47 53,37
Agen 39.897 48.685 56.500
Kalimantan
% 7,93 7,76 7,63
Agen 53.720 63.218 69.798
Sulawesi
% 10,68 10,08 9,42
Agen 23.002 29.205 39.070
Bali dan Nusa Tenggara
% 4,57 4,66 5,27
159
Agen 5.592 6.540 6.949
Maluku dan Maluku Utara
% 1,11 1,04 0,94
Agen 5.628 7.057 8.065
Papua
% 1,12 1,13 1,09
Agen 503.151 627.012 740.818
Jumlah
% 100,00 100,00 100,00
Transaksi Agen BRILink
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[FS8]
Jumlah Agen BRILink Agen 503.151 627.012 740.818
Jumlah Transaksi Juta 929,38 1.078,04 1.096,61
Page 160
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
PEREKRUTAN PEKERJA
Perekrutan Pekerja & BIP Frontliner Baru Keterangan Gender Satuan 2021 2022 2023
Berdasarkan Proses Penerimaan [GRI 401-1]
Internal Hires* % 91,84 94,42 83,38
Pria Orang 2.431 1.579 3.436
Penerimaan Eksternal
Wanita Orang 2.912 1.246 6.256
Pria Orang 35.922 26.534 22.685
Penerimaan Internal
Wanita Orang 24.231 21.227 25.921
Total Orang 65.496 50.586 58.298
* Persentase posisi terbuka yang diisi oleh kandidat internal
Keterangan Usia Satuan 2021 2022 2023
<30 tahun Orang 5.253 2.058 9.464
160 Penerimaan Eksternal 30-50 tahun Orang 81 766 225
>50 tahun Orang 9 1 3
<30 tahun Orang 13.625 14.369 21.048
Penerimaan Internal 30-50 tahun Orang 43.060 31.023 25.332
>50 tahun Orang 3.468 2.369 2.226
Total Orang 65.496 50.586 58.298
Perekrutan Pekerja & BIP Frontliner Baru
Berdasarkan Proses Penerimaan [GRI 401-1] Jalur Penerimaan Gender Satuan 2021 2022 2023
Pria Orang 112 92 220
BFLP Wanita Orang 92 83 297
Total Orang 204 175 517
Pria Orang 507 1.342 3.094
Tenaga Pemasaran, Administrasi dan Frontliner Wanita Orang 786 1.113 6.015
Total Orang 1.293 2.455 9.109
Pria Orang 1.714 38 10
Lain-lain (RBB Rekrutmen Bersama BUMN) Wanita Orang 2.002 21 27
Total Orang 3.716 59 37
Page 161
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Jalur Penerimaan Gender Satuan 2021 2022 2023
Pria Orang 2.333 1.472 3.324
Total Lulusan Baru Wanita Orang 2.880 1.217 6.339
Total Orang 5.213 2.689 9.663
Pria Orang 98 107 18
Total Berpengalaman Wanita Orang 32 29 11
Total Orang 130 136 29
Pria Orang 2.431 1.579 3.342
Total Keseluruhan Wanita Orang 2.912 1.246 6.350
Total Orang 5.343 2.825 9.692
Perekrutan Pekerja Baru dan BIP Frontliner Wilayah Gender Satuan 2021 2022 2023
Baru Eksternal Berdasarkan Wilayah [GRI 401-1]
Pria Orang 563 354 420
161
Jakarta & Banten Wanita Orang 520 245 697
Total Orang 1.083 599 1.117
Pria Orang 588 230 560
Sumatera Wanita Orang 420 195 969
Total Orang 1.008 425 1.529
Pria Orang 210 255 666
Jawa Barat Wanita Orang 229 106 1.137
Total Orang 439 361 1.803
Pria Orang 378 213 504
Jawa Tengah dan Yogyakarta Wanita Orang 494 233 1.075
Total Orang 872 446 1.579
Pria Orang 340 123 519
Jawa Timur Wanita Orang 230 127 989
Total Orang 570 250 1.508
Page 162
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Wilayah Gender Satuan 2021 2022 2023
Pria Orang 832 404 752
Kalimantan, Indonesia Timur & Indonesia Tengah Wanita Orang 539 340 1.404
Total Orang 1.371 744 2.156
Pria Orang 2.911 1.579 309
Total Wanita Orang 2.432 1.246 245
Total Orang 5.343 2.825 9.692
Perekrutan Pekerja Baru dan BIP Frontliner Kelompok Usia Gender Satuan 2021 2022 2023
Baru Eksternal Berdasarkan Usia [GRI 401-1]
Pria Orang 2.370 1.260 3.281
<31 Wanita Orang 2.883 798 6.183
Total Orang 5.253 2.058 9.464
162
Pria Orang 52 313 152
31-40 Wanita Orang 27 446 73
Total Orang 79 759 225
Pria Orang 2 6 3
41-50 Wanita Orang 0 1 0
Total Orang 2 7 3
Pria Orang 7 0 0
>50 Wanita Orang 2 1 0
Total Orang 9 1 0
Pria Orang 2.431 1.579 3.436
Total Keseluruhan Wanita Orang 2.912 1.246 6.256
Total Orang 5.343 2.825 9.692
Page 163
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
KOMPOSISI PEKERJA
Komposisi Pekerja
Kewarganegaraan Satuan 2021 2022 2023
Berdasarkan Kewarganegaraan
[GRI 405-1]
Indonesia Orang 82.718 74.735 77.739
Timor Leste Orang 20 20 24
Amerika Orang 7 7 7
Singapura Orang 6 7 14
Lainnya Orang 11 11 11
Total Orang 82.762 74.780 77.795
Catatan: Komposisi pekerja tidak termasuk pekerja alih daya (outsource) [GRI 2-7, 2-8]
Komposisi Pekerja
Kelompok Jabatan Gender Satuan 2021 2022 2023
Berdasarkan Kelompok
Jabatan Pria Orang 86 87 90
163 [GRI 405-1]
Top Management Wanita Orang 18 22 27
Total Orang 104 109 117
Pria Orang 541 603 1.238
Middle Management Wanita Orang 151 166 353
Total Orang 692 769 1.591
Pria Orang 2.107 2.623 2.013
Junior (1st Level Management) Wanita Orang 653 906 744
Total Orang 2.760 3.529 2.757
Pria Orang 45.620 43.098 43.921
Non-Management Wanita Orang 33.542 27.230 29.353
Total Orang 79.162 70.328 73.274
Pria Orang 48.354 46.411 47.262
Total Keseluruhan Wanita Orang 34.364 28.324 30.477
Total Orang 82.718 74.735 77.739
Page 164
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Komposisi Pekerja
Kelompok Jabatan Usia Satuan 2021 2022 2023
Berdasarkan Kelompok Usia
[GRI 405-1]
< 30 Orang 0 0 0
31-40 Orang 63 1 4
Top Management 41-50 Orang 6 55 72
> 50 Orang 35 55 41
Total Orang 104 109 117
< 30 Orang 1 0 0
31-40 Orang 203 181 779
Middle Management 41-50 Orang 157 339 554
> 50 Orang 331 249 258
Total Orang 692 769 1.591
< 30 Orang 69 44 84
164 31-40 Orang 302 2.592 2.124
Junior (1st Level Management) 41-50 Orang 1.885 552 333
> 50 Orang 504 341 216
Total Orang 2.760 3.529 2.757
< 30 Orang 25.023 12.559 21.264
31-40 Orang 2.163 43.180 38.619
Non-Management 41-50 Orang 41.532 10.513 10.142
> 50 Orang 8.914 4.076 3.249
Total Orang 79.162 70.328 73.274
< 30 Orang 25.093 12.603 21.348
31-40 Orang 2.731 45.954 41.526
Total Keseluruhan 41-50 Orang 43.580 11.459 11.101
> 50 Orang 9.784 4.721 3.764
Total Orang 82.718 74.735 77.739
Page 165
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Komposisi Tenaga Pemasar
Tenaga Pemasar Gender Satuan 2021 2022 2023
[GRI 405-1]
Pria Orang 19.673 19.410 19.357
RM Mikro (Mantri) Wanita Orang 7.596 7.770 7.690
Total Orang 27.269 27.180 27.047
Pria Orang 4.512 4.459 3.884
RM Kecil (Kecil + Program + Ritel) Wanita Orang 1.080 1.104 964
Total Orang 5.592 5.563 4.848
Pria Orang 91 95 132
RM Menengah Wanita Orang 13 11 22
Total Orang 104 106 154
165 Pria Orang 350 902 918
RM Konsumer Wanita Orang 172 584 596
Total Orang 522 1.486 1.514
Pria Orang 893 1.033 1.487
RM Dana (Dana + PBO) Wanita Orang 1.605 1.735 2.048
Total Orang 2.498 2.768 3.535
Pria Orang 25.519 25.899 25.778
Total Keseluruhan Wanita Orang 10.466 11.204 11.320
Total Orang 35.985 37.103 37.098
Page 166
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Komposisi Pekerja Wanita
Level Jabatan Satuan 2021 2022 2023
berdasarkan Level Jabatan
[GRI 405-1]
Komposisi Pekerja Wanita Seluruh Pekerja % 42,77 37,90 39,20
Komposisi Pekerja Wanita di level Junior, Middle, and Top Management % 23,14 22,67 25,17
Komposisi Pekerja Wanita di Level Junior (First Level) Management % 24,57 24,83 26,99
Komposisi Pekerja Wanita di Level Top Management % 17,82 19,05 23,08
Komposisi Pekerja Wanita di Level Revenue-generating Functions % 30,09 28,94 30,51
Komposisi Pekerja Wanita di Level STEM (Science, Technology, Engineering, and
% 24,87 23,73 25,34
Mathematics)-related
Komposisi Pekerja Disabilitas
Unit Kerja Gender Satuan 2021 2022 2023
[GRI 405-1]
Pria # 15 17 15
Kantor Pusat
Wanita # 12 11 10
166
Pria # 20 23 20
Kantor Wilayah dan Kantor Cabang Khusus
Wanita # 17 18 15
Pria # 35 40 35
Total
Wanita # 29 29 25
Kebebasan Berserikat
Uraian Satuan 2021 2022 2023
[2-30]
Pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja # 42.798 41.978 39.939
% 70,2 69,71 66,47%
Total Pekerja # 82.718 74.735 77.739
Page 167
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
UPAH PEKERJA Jabatan Gender Satuan 2021 2022 2023
Rata-rata Upah Pekerja Pria Rp Juta 46,03 47,28 57,75
Berdasarkan Gender Top Management
Wanita Rp Juta 43,27 43,4 55,97
[GRI 202-1]
Pria Rp Juta 23,38 24,35 23,98
Middle Management
Wanita Rp Juta 22,7 24,23 24,63
Pria Rp Juta 12,31 12,79 14,04
Junior (1st Level Management)
Wanita Rp Juta 12,32 12,57 13,85
Pria Rp Juta 4,71 5,16 5,8
Non-Management
Wanita Rp Juta 3,93 4,51 4,72
Indikator Upah Berdasarkan Keterangan Kelompok Jabatan Gender Satuan 2021 2022 2023
167 Gender
[GRI 202-1] Pria Rp Juta 15,56 15,80 18,90
Manajemen
Wanita Rp Juta 14,90 14,96 18,25
Rata-rata Upah
Pria Rp Juta 4,71 5,16 5,80
Non-Manajemen
Wanita Rp Juta 3,93 4,51 4,72
Rata-rata Upah & Insentif Pria Rp Juta 78,64 78,71 79,88
Manajemen
Lain Wanita Rp Juta 74,65 74,32 77,33
*) Terdapat restatement dikarenakan adanya perubahan dalam kategorisasi upah
Page 168
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Rasio Kompensasi Pekerja
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
[GRI 2-21]
Gaji Pekerja tertinggi dan terendah kali 36,67 47,14 66,20
Gaji Direksi tertinggi dan terendah kali 1,18 1,25 1,18
Gaji Komisaris tertinggi dan terendah kali 1,11 1,11 1,11
Gaji Direksi tertinggi dan Pekerja tertinggi kali 2,24 2,36 3,16
Keterangan Satuan 2022 2023
Nilai rata-rata kompensasi tanpa nilai tertinggi Rp 41.065.783 53.357.364
Nilai rata-rata kompensasi tanpa nilai tertinggi Rp 58.938.722 60.159.121
Rasio Persentase kenaikan kompensasi tahunan % 18,86 24,2
168
Rata-rata Biaya Perekrutan
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Tenaga Kerja
Rata-rata Biaya Perekrutan Tenaga Kerja Rp 6.604.808 2.031.631 8.676.201
Page 169
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PEKERJA
Jumlah Peserta Pendidikan/
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Pelatihan In-class & E-Learning
[GRI 404-1] [F.22]
Jumlah Peserta Peserta 3.809.382 2.957.075 2.800.792
Jumlah Jam Jam 4.186.683 8.653.464 9.128.524
Rata-rata Jam Pendidikan/
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Pelatihan
[GRI 404-1] [F.22]
Seluruh Peserta jam 41 78 84
Pria jam 41 74 81
Gender
Wanita jam 40 84 90
<30 tahun jam 39 86 96
Kelompok Usia 30-50 tahun jam 40 74 81
169
>50 tahun jam 54 83 95
Pendidikan / Pelatihan
Kelompok Jabatan Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Per-Kelompok Jabatan
[GRI 404-1] [F.22]
Jumlah Peserta # 574 251 342
Top Management Total Jam Pelatihan jam 7.722 15.351 19.085
Rata-rata Jam Pelatihan jam 13,5 61,0 56
Jumlah Peserta # 22.057 12.333 9.275
Middle Management Total Jam Pelatihan jam 337.846 1.554.855 1.093.975
Rata-rata Jam Pelatihan jam 15,3 126,0 118
Jumlah Peserta # 47.758 97.776 99.347
Junior Management dan Officer Total Jam Pelatihan jam 589.831 7.083.257 8.015.464
Rata-rata Jam Pelatihan jam 12,4 72,0 81
Jumlah Peserta # 23.463 110.360 108.964
Rata-rata Total Jam Pelatihan jam 311.800 8.653.464 9.128.524
Rata-rata Jam Pelatihan jam 13,7 78,0 84,0
Page 170
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Pendidikan / Pelatihan
Jenis Pelatihan Nama Vendor Satuan 2021 2022 2023
Per-Kelompok Jabatan
[GRI 404-1] [F.22]
Audit Intern Bank LSP BRI peserta 120 228 184
Wealth Management MCI peserta 354 5 16
Treasury Dealer LSP BRI peserta 66 4 2
General Banking LSP BRI peserta 805 1.430 1.779
Manajemen Risiko* BSMR & LSPP peserta 3.119 1.731 29
Kepatuhan LSP BRI peserta 402 1.063 -
Credit LSP BRI peserta 1.340 423 730
Human Capital LSP BRI peserta - 3 -
IT LSP BRI peserta 15 19 6
Funding & Service LSP BRI peserta 70 31 95
*) Terdapat pembekuan pelaksanaan sertifikasi MR oleh BNSP termasuk LSPP untuk seluruh bank konvensional.
170
Biaya Pengembangan Keterangan Satuan 2022 2023
Kompetensi
Biaya Pengembangan Kompetensi Rp Juta 699.846 992.124
Rata-rata Biaya Pengembangan Kompetensi per Pekerja Rp Juta 5,94 9,11
PERPUTARAN PEKERJA
Rekapitulasi Perputaran
Keterangan Satuan 2020 2021 2022 2023
Pekerja
[GRI 404-1]
Tingkat Perputaran Pekerja % 3,58 2,88 3,24
Tingkat Pengunduran Diri Pekerja % 1,84 1,12 1,01
Page 171
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Tingkat Perputaran Pekerja
Keterangan Uraian Satuan 2021 2022 2023
[GRI 404-1]
Pria % 2,06 3,03 1,75
Wanita % 5,68 2,65 4,66
<30 tahun % 0,45 0,71 0,46
30-50 tahun % 3,30 2,13 2,60
Tingkat Perputaran Pekerja
>50 tahun % 27,63 21,31 20,73
Top Management (VP - SEVP) % 3,23 2,56 2,97
Middle Management (AM - AVP) % 13,50 1,38 4,82
Operation (Assistant - Officer) % 21,42 1,02 17,86
Pria % 1,94 1,03 0,91
Wanita % 1,72 1,25 0,98
<30 tahun % 0,51 0,19 0,20
30-50 tahun % 2,24 1,24 1,12
Tingkat Pengunduran Diri Pekerja
>50 tahun % 6,17 3,43 2,48
Top Management (VP - SEVP) % 1,86 1,09 1
171 Middle Management (AM - AVP) % 1,73 2,77 1,02
Operation (Assistant - Officer) % 1,29 0,34 0
Perputaran Pekerja
Wilayah Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Berdasarkan Wilayah
[GRI 404-1]
Penerimaan Pekerja Baru orang 1.083 599 1.117
Jakarta
Jumlah Pekerja Berhenti orang 172 149 110
Penerimaan Pekerja Baru orang 1.008 425 1.529
Sumatera
Jumlah Pekerja Berhenti orang 691 159 92
Penerimaan Pekerja Baru orang 439 361 1.803
Jawa Barat
Jumlah Pekerja Berhenti orang 183 113 65
Penerimaan Pekerja Baru orang 872 446 1.879
Jawa Tengah & Yogyakarta
Jumlah Pekerja Berhenti orang 142 124 152
Penerimaan Pekerja Baru orang 570 250 1.579
Jawa Timur
Jumlah Pekerja Berhenti orang 141 113 133
Page 172
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Wilayah Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Penerimaan Pekerja Baru orang 1.371 744 2.156
Indonesia Timur dan Indonesia Tengah
Jumlah Pekerja Berhenti orang 247 221 219
Penerimaan Pekerja Baru orang 5.343 2.825 9.692
Total
Jumlah Pekerja Berhenti orang 1.576 879 771
Tren Keterlibatan Pekerja
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Keterikatan Pekerja skala 4 3,48 3.48 3,49
Cakupan Pekerja % 100 100 100
Pekerja Terlibat Aktif % 92 92 93
Pria % 91 92 93
172 Gender
Wanita % 93 93 94
<30 tahun % 90 91 89
Usia 30-50 tahun % 92 92 93
>50 tahun % 95 94 95
Survei Kepuasan Pekerja
Keterangan Satuan 2023
Indeks Kepuasan # 3,35
Cakupan % 77,64
Page 173
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
KEBIJAKAN CUTI
Data Cuti Melahirkan
[GRI 401-3] Keterangan Gender Satuan 2021 2022 2023
Jumlah pekerja yang berhak menerima cuti Pria orang - 37.494 35.165
melahirkan Wanita orang - 17.891 30.477
Pria orang 1.509 2.901 1.142
Jumlah Pekerja yang mengambil cuti melahirkan
Wanita orang 2.640 1.088 2.282
Pria orang 1.509 2.901 1.142
Kembali setelah mengambil cuti melahirkan
Wanita orang 2.640 1.088 2.265
Tingkat pekerja yang mengambil cuti melahirkan
Wanita % 100,00 100,00 99,50
yang kembali bekerja dan dapat dipertahankan
Absenteeism Rate
Keterangan Satuan 2020 2021 2022 2023
[GRI 404-1]
Absentee Rate % 1,31 1,51 2,44 1,16
173
Jumlah Hari dalam setahun hari 242 243 242 236
Jumlah Total Pekerja orang 88.184 82.718 74.735 77.739
Catatan: Perhitungan absentee rate telah mencakup pekerja tetap dan kontrak, data telah diverifikasi oleh pihak ketiga. Dokumen assurance telah tersedia pada lampiran di halaman 210.
LAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN
Survei Kepuasan Nasabah
[F.30] Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Tingkat Kepuasan Nasabah % 89,28 83,58 84,66
Tingkat Penyelesaian Keluhan Nasabah % 99,53 99,53 99,56
Kualitas Layanan BRI vs
Kualitas Layanan Industri Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Perbankan di Indonesia
Indeks Kualitas Layanan Industri Perbankan (Carre) # 4,29 4,25 4,35
Indeks Kualitas Layanan BRI (Carre) # 4,29 4,30 4,40
Page 174
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
KERAHASIAAN DAN KEAMANAN DATA NASABAH
Data Keluhan Nasabah
Jenis Produk dan/atau Sumber Pengaduan Jumlah/Total Persentase Selesai Persentase Tidak Selesai Persentase Dalam Proses Persentase
[GRI 418-1] [F.24]
layanan (Nasabah,
Regulator, dsb)
2023
Banking Nasabah 2.051.666 43,18% 2.030.540 98,97% 0 0% 21,126 1,03%
Availability of Information Nasabah 1.731.108 36,43% 1.731.108 100,00% 0 0% 0 0,00%
Non-Banking Nasabah 965.206 20,31% 965.206 100,00% 0 0% 0 0,00%
Service-Quality Nasabah 3.624 0,08% 3.624 100,00% 0 0% 9 0,25%
Jumlah Total Nasabah 4.751.604 100,00% 4.730.478 99,56% 0 0% 21,126 0,44%
2022
174 Banking Nasabah 1.422.935 30,73% 1.401.123 98,47% 0 0% 21.812 1,53%
Availability of Information Nasabah 2.330.290 50,33% 2.330.290 100,00% 0 0% 0 0,00%
Non-Banking Nasabah 873.079 18,86% 873.079 100,00% 0 0% 0 0,00%
Service-Quality Nasabah 3.939 0,09% 3.936 99,92% 0 0% 3 0,08%
Jumlah Total Nasabah 4.630.243 100,00% 4.608.428 99,53% 0 0% 21.815 0,47%
2021
Banking Nasabah 1.420.052 29,3% 1.397.306 98,4% 0 0% 22.746 1,60%
Availability of Information Nasabah 2.488.589 51,4% 2.488.589 100,0% 0 0% 0 0,00%
Non-Banking Nasabah 933.230 19,3% 933.230 100,0% 0 0% 0 0,00%
Service-Quality Nasabah 3.561 0,1% 3.558 99,9% 0 0% 3 0,08%
Jumlah Total Nasabah 4.845.432 100% 4.822.683 99,5% 0 0% 22.749 0,47%
Page 175
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Penyelesaian Keluhan
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Nasabah
[GRI 418-1] [GRI 2-25] [F.24] Jumlah Transaksi # 22.319.002.423 38.585.019.160 72.970.667.382
Jumlah Keluhan # 4.845.432 4.630.243 4.751.604
Persentase Keluhan % 0,02% 0,01% 0,01%
Keluhan Diselesaikan # 4.822.683 4.608.428 4.730.478
Persentase Penyelesaian % 99,53% 99,53% 99,56%
*) Terdapat restatement data berupa penambahan jumlah transaksi atas seluruh channel sejak tahun 2021.
Keluhan terkait Keamanan
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Data Nasabah
[GRI 404-1] [F.22] Keluhan* dari Pihak Eksternal # 0 0 0
Keluhan* dari Pihak Pemerintah # 0 0 0
*) Keluhan yang dibuktikan mengenai pelanggaran privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan
Insiden Keamanan Informasi
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
175 Jumlah Pelanggaran Keamanan Informasi atau Keamanan Siber # 0 0 0
Denda atau Sanksi dari Pelanggaran Keamanan Informasi atau Keamanan Siber Rp 0 0 0
Jumlah Pelanggan yang Terpengaruh oleh Pelanggaran # 0 0 0
PENGELOLAAN HAK ASASI MANUSIA
Penilaian Hak Asasi Manusia
Kategori Satuan 2023
Internal Organisasi
Pekerja yang dinilai # 12.870
Jumlah Pekerja # 74.735
Persentase % 17,22
Eksternal
Pemasok/mitra kerja # 42
Total pemasok/mitra kerja # 251
Persentase % 16,73
Page 176
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
KINERJA TATA KELOLA
CORPORATE GOVERNANCE PERFORMANCE INDEX
Skor CGPI BRI
Aspek Satuan 2021 2022 2023
Governance Structure # 33,72 26,58 31,54
Governance Process # 34,38 36,38 31,24
Governance Outcome # 27,00 32,22 32,43
Total Skor # 95,10 95,18 95,21
Global Systemically Important
BIS Leverage Ratio
Bank
Aspek Satuan 2021 2022 2023
176
(Basel III) Tier 1 Capital Rp 231.982.044 234.727.964 238.956.599
(Basel III) Total Exposure Rp 1.409.290.543 1.596.292.951 1.749.457.664
(Basel III) Leverage Ratio % 16,46 14,70 13,66
Page 177
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
STRATEGI ANTI FRAUD & PENGELOLAAN WHISTLEBLOWING SYSTEM (WBS)
Tingkat Kepatuhan Kewajiban
Kewajiban Jabatan Satuan 2021 2022 2023
LKHPN
Dewan Komisaris pekerja 8 11 11
Wajib LKHJP Direksi pekerja 16 12 12
Pekerja BRI pekerja 235 270 105
pekerja 8 11 11
Dewan Komisaris
% 100 100 100
pekerja 16 12 12
Wajib LKHPN yang telah melaporkan Direksi
% 100 100 100
177 pekerja 235 270 105
Pekerja BRI
% 100 100 100
pekerja 0 0 0
Dewan Komisaris
% 0 0 0
pekerja 0 0 0
Wajib LKHPN yang belum melaporkan Direksi
% 0 0 0
pekerja 0 0 0
Pekerja BRI
% 0 0 0
Page 178
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Jumlah Pelaporan dan Tindak
Keterangan 2021 2022 2023
Lanjut Whistleblowing System
[GRI 205-3]
Jumlah Pelaporan 116 107 50
Terbukti 47 62 29
Tindak Lanjut Tidak Terbukti 60 41 16
Tidak Dapat Ditindaklanjuti - - -
Kategori Pelanggaran di
Kategori Satuan 2023
Whistleblowing System
Pelanggaran Karyawan terhadap Kode Etik
Konflik Kepentingan # 5
Diskriminasi atau Pelecehan # 0
Pelanggaran atas Keamanan Informasi Nasabah # 1
178
Korupsi dan Penyuapan # 16
Pelanggaran Anti Pencucian Uang # 0
Lain-lain # 7
Status
Jumlah Pelanggaran # 29
Dalam Proses # 0
Selesai # 29
Page 179
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Jumlah Tindak Lanjut Kasus
Keterangan Jabatan Satuan 2021 2022 2023
Fraud
[GRI 205-3]
Dewan Komisaris dan komisi pekerja - - -
Pekerja Terlibat Fraud Pekerja Tetap pekerja 191 388 98
Pekerja Tidak Tetap pekerja 17 5 2
Dewan Komisaris dan komisi pekerja - - -
Telah Diselesaikan Proses Hukuman Disiplin Pekerja Tetap pekerja 188 272 66
Pekerja Tidak Tetap pekerja 17 3 1
Dewan Komisaris dan komisi pekerja - - -
Dalam Proses Penyelesaikan di Internal Bank
Pekerja Tetap pekerja - 8 10
(Hukuman Disiplin)
Pekerja Tidak Tetap pekerja - - -
179 Dewan Komisaris dan komisi pekerja - - -
Belum Diupayakan Penyelesaian Pekerja Tetap pekerja 3 108 22
Pekerja Tidak Tetap pekerja - 2 1
Dewan Komisaris dan komisi pekerja - - -
Telah Ditindaklanjuti Melalui Proses Hukum Pekerja Tetap pekerja - - 9
Pekerja Tidak Tetap pekerja - - 4
KONTRIBUSI DAN PENGELUARAN LAINNYA
Kontribusi dan Pengeluaran
Keterangan Satuan 2021 2022 2023
Lainnya
Lobbying, representasi kepentingan, dsb Rp 0 0 0
Kegiatan kampanye dan kandidat/organisasi politik lokal, regional, nasional Rp 0 0 0
Asosiasi dagang / kelompok bebas pajak Rp 0 0 0
Pengeluaran lainnya (misalnya pengeluaran untuk perhitungan suara pemilihan atau
Rp 0 0 0
referendum)
Catatan: BRI melarang adanya kontribusi politik kepada organisasi berdasarkan Kode Etik dan kebijakan internal perusahaan.
Page 180
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
PELAPORAN PAJAK
Pelaporan Pajak
Keterangan Satuan 2021 2022
Domestik Lainnya Domestik Lainnya
Jumlah Karyawan Orang 86.058 95 74.735 105
Pendapatan Rp Juta 185.985.834 940.302 202.710.231 1.581.523
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Rp Juta 40.540.297 550.273 65.536.208 614.553
Pajak Penghasilan Masih Harus Rp Juta 12.882.902 119.123 13.103.645 125.386
Dibayar
Pajak Penghasilan yang Telah Rp Juta 19.512.364 100.905 24.473.827 84.337
Dibayar
180
Page 181
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Indeks Isi Standar GRI
Pernyataan Penggunaan : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan sesuai dengan GRI Standar untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2023.
GRI 1 yang Digunakan : GRI 1: Landasan 2021
Standar Sektor GRI yang Berlaku : GRI G4 Jasa Keuangan
Tidak Mencantumkan
Standar GRI Pengungkapan Lokasi No. Ref. Standar Sektor GRI
Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Pengungkapan Umum
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021 2-1 Detail organisasi 13-14, 75
2-2 Entitas yang termasuk dalam pelaporan keberlanjutan organisasi 4
2-3 Periode pelaporan, frekuensi, dan titik kontak 4
2-4 Penyajian kembali informasi 4
2-5 Penjaminan oleh pihak eksternal 4, 210-214
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya 13-14, 24, 63, 133, 134
181 2-7 Karyawan 75, 134-136, 163
2-8 Pekerja yang bukan karyawan 75, 134, 163
2-9 Struktur tata kelola dan komposisi 35-40, 49
2-10 Menominasikan dan memilih badan tata kelola tertinggi 36, 41-42
2-11 Pejabat badan tata kelola tertinggi 36-40
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi pengelolaan
23, 49-50, 54-59, 69
dampak
2-13 Pendelegasian tanggung jawab untuk mengelola dampak 49
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan 11-12, 49-50
2-15 Konflik kepentingan 36, 45
2-16 Mengkomunikasikan hal-hal kritis 23, 56-59
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi 43-44
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi 46
2-19 Kebijakan remunerasi 46-48, 76
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi 46-48, 76
2-21 Rasio kompensasi total tahunan 77, 170
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan 5-8, 22
2-23 Komitmen kebijakan 15, 17, 60-62, 108-110
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan 19-20, 49-53, 60-65,
80, 102
2-25 Proses untuk memulihkan dampak negatif 61, 104, 177
Page 182
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Tidak Mencantumkan
Standar GRI Pengungkapan Lokasi No. Ref. Standar Sektor GRI
Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
2-26 Mekanisme untuk mendapatkan saran dan meningkatkan isu 61, 81, 110
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan 61-62
2-28 Keanggotaan asosiasi 45
2-29 Pendekatan keterlibatan pemangku kepentingan 54-55, 61
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 75, 168
Topik Material
GRI 3: Topik 3-1 Proses untuk menentukan topik material 50-55
Material 2021
3-2 Daftar topik material 51-53
Kinerja Ekonomi
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material
24
Material 2021
182
GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan
136-138
Ekonomi 2016
201-2 Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat dari
24
perubahan iklim
201-3 Kewajiban pada program imbalan pasti dan program pensiun lainnya 78
201-4 Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah 24
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material
92, 102
Material 2021
GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan
105-106
Langsung 2016
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan 143-144
Praktik Pengadaan
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material
63
Material 2021
GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
63, 139
Pengadaan 2016
Antikorupsi
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 64-65
Material 2021
Page 183
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Tidak Mencantumkan
Standar GRI Pengungkapan Lokasi No. Ref. Standar Sektor GRI
Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
GRI 205: Antikorupsi 2016 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi 64-65
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur antikorupsi 63-64
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil 62, 65, 180-181
Energi
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 130
Material 2021
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi 130-131, 148-149
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi 130-131, 148-149
302-3 Intensitas energi 130-131, 148-149
302-4 Pengurangan konsumsi energi 130-131, 148-149
302-5 Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa 130-131
183 Emisi
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 124-125
Material 2021
GRI 305: Emisi 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 124-127, 150-151
2016
305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung 124-127, 150-151
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya 124-127, 150-151
305-4 Intensitas emisi GRK 124-127, 150-151
305-5 Pengurangan emisi GRK 124-127, 150-151
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) 124, 131
305-7 Nitrogen oksida (NOX), sulfur oksida (SOX), dan emisi udara signifikan 124
lainnya
Kepegawaian
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 75
Material 2021
GRI 401: Kepegawaian 2016 401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan 75, 160-162
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan purnawaktu yang tidak 77
diberikan kepada karyawan sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti melahirkan 175
Pendidikan dan Pelatihan
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 78
Material 2021
Page 184
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Tidak Mencantumkan
Standar GRI Pengungkapan Lokasi No. Ref. Standar Sektor GRI
Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
GRI 404: Pendidikan dan Pelatihan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per pegawai 171-175
2016
404-2 Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan program 78-80
bantuan peralihan
404-3 Persentase karyawan yang menerima tinjauan rutin terhadap kinerja 76
dan pengembangan karier
Non Diskriminasi
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 109-110
Material 2021
GRI 406: Non Diskriminasi 2016 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang dilakukan 110
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 60
Material 2021
184
GRI 407 : Berserikat dan 407-1 Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat 60, 75
Perundingan Kolektif 2016 dan perundingan kolektif mungkin berisiko
Pekerja Anak
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 63, 110
Material 2021
GRI 408 : Pekerja Anak 2016 408-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap 63, 110
insiden pekerja anak
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 110
Material 2021
GRI 409 : Kerja Paksa atau Wajib 409-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap 110
Kerja 2016 insiden kerja paksa atau wajib kerja
Masyarakat Lokal
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 104
Material 2021
GRI 413: Masyarakat Lokal 2016 413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal, penilaian dampak, dan 104-107
program pengembangan
413-2 Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki dampak 104
negatif signifikan terhadap masyarakat lokal
Privasi Pelanggan
GRI 3: Topik 3-3 Pengelolaan terhadap topik material 67
Material 2021
GRI 418: Privasi Pelanggan 2016 418-1 Pengaduan yang berdasar mengenai pelanggaran terhadap 176-177
privasi pelanggan dan hilangnya data pelanggan
Page 185
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Tidak Mencantumkan
Standar GRI Pengungkapan Lokasi No. Ref. Standar Sektor GRI
Persyaratan Tidak
Alasan Penjelasan
Mencantumkan
Pengungkapan Sektor
GRI G4 Jasa Keuangan FS1 Kebijakan dengan komponen lingkungan dan sosial tertentu 21, 63, 70
FS2 Prosedur untuk menilai dan menyaring lingkungan dan risiko sosial di 52, 69, 70
lini bisnis
FS3 Proses untuk memantau implementasi dan kepatuhan klien terhadap 63, 70
persyaratan lingkungan dan sosial yang termasuk dalam perjanjian atau
transaksi
FS4 Proses untuk meningkatkan kompetensi staf untuk menerapkan 43, 70, 75-76, 79-80
kebijakan dan prosedur lingkungan dan sosial sebagaimana diterapkan
pada lini bisnis
FS5 Interaksi dengan klien/investasi/mitra bisnis mengenai risiko dan 63, 69-70
peluang lingkungan dan sosial
FS6 Persentase portofolio untuk lini bisnis berdasarkan ukuran wilayah 23, 97, 140-143
185 tertentu (misalnya mikro/ukm/besar) dan berdasarkan sektor
FS7 Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk memberikan 71, 146-148, 156-157
manfaat sosial tertentu untuk setiap lini bisnis yang dipecah
berdasarkan tujuan
FS8 Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk memberikan 71, 145-148, 154, 158-159
manfaat lingkungan tertentu untuk setiap lini bisnis yang dipecah
berdasarkan tujuan
FS9 Cakupan dan frekuensi audit untuk menilai implementasi kebijakan 63, 70
lingkungan dan sosial serta prosedur penilaian risiko
FS10 Persentase dan jumlah perusahaan yang dipegang dalam portofolio 145-146
institusi tempat organisasi pelaporan berinteraksi dalam isu lingkungan
atau sosial
FS11 Persentase aset yang tunduk pada lingkungan positif dan negatif dari 69-70, 145-146, 148
masalah sosial
FS12 Kebijakan pemungutan suara diterapkan pada masalah lingkungan 49, 54, 113
atau sosial untuk dibagikan di mana organisasi pelaporan berhak untuk
memilih bagi-bagi atau saran tentang pemungutan suara
FS13 Titik akses di daerah berpenduduk rendah atau kurang beruntung 97, 154-156
secara ekonomi berdasarkan jenis
FS14 Inisiatif untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan bagi 97, 154-156
orangorang yang kurang beruntung
FS15 Kebijakan untuk desain dan penjualan produk dan layanan keuangan 69, 85
yang adil
FS16 Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan jenis atau 85, 94, 97
penerima manfaat
Page 186
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) [G.4]
Referensi SEOJK Pengungkapan Halaman
Surat Edaran No. 16/ A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 19-20
SEOJK.04/2021
B.1 Aspek Ekonomi 24, 63, 71, 75, 134, 139, 147
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 25
B.3 Aspek Sosial 25, 63, 129
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 15, 49
C.2 Alamat Perusahaan 13, 133
C.3 Skala Usaha 13, 14, 75, 134-136
C.4 Produk, Layanan, dan Kegisatan Usaha yang dijalankan 13-14
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 45
C.6 Perubahan organisasi bersifat signifikan 24
D.1 Penjelasan Direksi 5-10
E,1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 21-23, 35, 49
186 E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 43-44
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 34
E.4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 54-55
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 23
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 17, 49, 80, 84, 102
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi 136-138
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan 71
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 153
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 129, 131, 149
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 148-149
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 129-130
F.8 Penggunaan Air 130, 149
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 150-151
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 129-130
F.13 Jumlah limbah dan efluen yang dihasilkan berdasarkan jenis 129, 149
F.14 Mekanisme pengelolaan limbah dan efluen 129, 149
F.15 Tumpahan yang terjadi 129, 149
F.16 Jumlah dan materi pengaduan lingkungan hidup yang diterima dan diselesaikan 62
F.17 Komitmen untuk memberikan layanan atas produk dan/atau jasa yang setara kepada konsumen 102
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 34, 75
Page 187
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Referensi SEOJK Pengungkapan Halaman
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 63, 108, 110
F.20 Upah Minimum Regional 76
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 82-83
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pekerja 43-44, 171-172, 177
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar 95, 104
F.24 Pengaduan Masyarakat 176-177
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 22, 103, 153
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 71, 93-100
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 101
F.28 Dampak Produk/Jasa 25, 95
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 134
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 25, 102, 175
G.1 Verifikasi tertulis dari pihak independen 4, 210-214
G.2 Lembar Umpan Balik 215
187 G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 215
G.4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik 188-189
Referensi Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Kode Keterangan Respons
Keamanan Data
FN-CB-230a.1 (1) Jumlah data breach Tidak terdapat data breach pada periode pelaporan.
(2) Persentase informasi identifikasi pribadi
(3) Jumlah rekening yang terpengaruh
FN-CB-230a.2 Pendekatan untuk menangani risiko keamanan data BRI memperkuat keamanan informasi dengan menetapkan tata kelola keamanan informasi, proses eskalasi, serta tindakan
penanganan pelanggaran yang dapat dilihat pada halaman 66-68.
Inklusi Keuangan dan Peningkatan Kapasitas
FN-CB-240a.1 Jumlah pinjaman yang memenuhi syarat untuk program promosi usaha kecil dan pengembangan masyarakat BRI menyediakan produk dan layanan keuangan inklusif dari segmen mikro, konsumer, kecil, menengah, hingga kelompok
rentan yang dapat ditemukan pada halaman 85-100 dan 140-144.
FN-CB-240a.2 Jumlah pinjaman jatuh tempo dan non-akrual yang memenuhi syarat untuk mempromosikan usaha kecil dan
pengembangan masyarakat
FN-CB-240a.3 Jumlah rekening yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau yang menghadapi keterbatasan akses BRI menghadirkan produk Simpanan Pelajar (SimPel) di mana pelajar dapat menabung secara mudah di sekolah
dan tanpa biaya. Pada tahun 2023 total rekening SimPel mencapai 35.034.544 rekening.
FN-CB-240a.4 Jumlah peserta literasi keuangan BRI memiliki program literasi nasabah mulai literasi dasar hingga literasi digital seperti Desa BRILiaN, klasterhidupku, linkum-
km, UMKM EXPO(RT) yang dapat dilihat pada halaman 85-100.
Integrasi Faktor ESG dalam Analisis Kredit
FN-CB-410a.1 Komersial dan pembukaan kredit berdasarkan industri Kredit per sektor usaha dapat dilihat pada halaman 142-143.
Page 188
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Kode Keterangan Respons
FN-CB-410a.2 Pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dalam analisis kredit BRI mengacu pada Loan Portfolio Guidelines (LPG) yang mensyaratkan aspek ESG dalam proses KYC calon debitur. BRI
juga memiliki kebijakan pembiayaan yang memperhatikan aspek ESG seperti kebijakan green sector, kelapa sawit, pulp and
paper, yang dapat dilihat pada halaman 69-70.
Financed Emissions
FN-CB-410b.1 Financed emissions absolut, dibagi menjadi (1) Cakupan 1, (2) Cakupan 2, dan (3) Cakupan 3 BRI telah menghitung financed emissions yang dapat dilihat pada halaman 124-127 dan 150-151.
FN-CB-410b.2 Gross exposure untuk setiap industri berdasarkan kelas aset
FN-CB-410b.3 Persentase gross exposure yang termasuk dalam perhitungan financed emissions
FN-CB-410b.4 Deskripsi metodologi yang digunakan untuk menghitung financed emissions
Etika Bisnis
FN-CB-510a.1 Jumlah kerugian akibat proses hukum terkait penipuan, perdagangan orang dalam, anti-trust, perilaku anti-persaingan, Tidak ada kasus maupun kerugian akibat proses hukum terkait dengan kegiatan yang disebutkan.
manipulasi pasar, malpraktek, atau undangundang industri keuangan terkait lainnya
FN-CB-510a.2 Kebijakan dan prosedur whistleblowing Kebijakan dan prosedur whistleblowing dapat dilihat pada halaman 61.
Manajemen Risiko Sistemik
188 FN-CB-550a.1 Skor Global Systemically Important Bank (G-SIB), berdasarkan kategori Skor G-SIB dapat dilihat pada halaman 178.
FN-CB-550a.2 Deskripsi pendekatan dalam penggabungan hasil stress-test wajib dan sukarela ke dalam perencanaan kecukupan BRI rutin melakukan simulasi stress-testing minimal 1 (satu) kali dalam setiap triwulan untuk mengevaluasi kerentanan yang
modal, strategi korporat jangka panjang, dan kegiatan bisnis lainnya. mungkin tidak terlihat pada kondisi normal, tetapi dapat menjadi risiko yang signifikan saat terjadi kondisi ekstrem.
Referensi Sustainable Banking Assessment (SUSBA)
Indikator Pengungkapan Halaman
Tujuan Strategi keberlanjutan dan pelibatan pemangku kepentingan 5-10,17-23
Partisipasi dalam inisiatif keuangan berkelanjutan 22-23, 54-55
Kebijakan Pernyataan publik tentang LST 22-23, 69-71
Pernyataan publik tentang sektor-sektor tertentu 22-23, 28-32
Proses Penilaian risiko LST dan persetujuan transaksi 28-30, 69-70, 145-146
Pengawasan dan keterlibatan klien 69-70
Masyarakat Tanggungjawab kepada LST 22-23, 49
Pelatihan staff lingkungan & sosial, serta evaluasi kinerja 41-42
Produk Integrasi LST dalam produk dan layanan 145-146
Portofolio Penilaian risiko dan mitigasi LST pada tingkat portofolio 114-123
Pengungkapan eksposur risiko LST dan target 114-124, 142-146
Page 189
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
189
Issued Securities
Impact Reporting
Page 190
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Green Bond Phase I - Impact Report
01. Pengantar 03. Ringkasan Kerangka Kerja
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) sebagai bank terbesar di Indonesia yang berfokus pada segmen mikro, kecil BRI telah merumuskan kerangka kerja (framework) Obligasi Berwawasan Lingkungan I BRI (Green Bond) sebelum
dan menengah terus melanjutkan kontribusinya kepada negeri salah satunya melalui mendukung strategi pertumbuhan penerbitan yang dilakukan pada Juli 2022. Dalam memastikan kesesuaian framework dengan regulasi maupun standar
ekonomi Indonesia dengan turut serta dalam program Pemerintah terkait literasi keuangan, inklusi keuangan serta yang berlaku, BRI bekerja sama dengan Sustainable Development Goals Hub Universitas Indonesia (SDGs UI) untuk
ketahanan sosial dan ekonomi. Di era pemulihan ekonomi pasca pandemi, BRI konsisten memberi layanan terbaik dengan memberikan Opini Pihak Kedua (Second Party Opinion). Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah ini
membina, memberdayakan, mengoptimalkan kompetensi, serta mendukung masyarakat Indonesia sehingga dapat dilaksanakan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan
meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat dengan mengusung visi menjadi “The Most Valuable Banking Group Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (“Green Bond”) (POJK 60). Di dalam framework yang telah disusun terdapat
in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion” pada tahun 2025. 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana (Use of Proceeds), Proses Evaluasi & Pemilihan Proyek (Process for Project
Evaluation & Selection), Pengelolaan Dana (Management of Proceeds) dan Pelaporan (Reporting).
BRI turut berpartisipasi aktif sebagai agen pertumbuhan yang sejalan dengan berbagai program Pemerintah untuk
berupaya mengurangi ketimpangan ekonomi seperti kesenjangan dalam distribusi kesejahteraan. Bank BRI juga Penggunaan Dana
berkomitmen terhadap konservasi sumber daya hayati dan lingkungan seperti SDA & lahan berkelanjutan, pengelolaan air
Minimal 70% pembiayaan Kegiatan Umum Berwawasan Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
& irigasi atau lainnya, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan, Lingkungan (KUBL) misalnya sektor mikro, kesehatan dan sosial
untuk BRI, masyarakat serta Indonesia secara umum.
190
Berbagai aktivitas bisnis dan upaya yang dilakukan oleh BRI secara berkelanjutan sejalan dengan butir-butir yang tertuang
dalam United Nation Sustainable Development Goals (UN SDGs). Hal tersebut sebagai wujud komitmen BRI terhadap prinsip Sektor Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Environmental, Social, and Governance (ESG). Penerbitan Green Bond sebagai salah satu sumber likuiditas bank menjadi
contoh bentuk implementasi ESG dalam aktivitas perbankan di BRI. Obligasi Berwawasan Lingkungan (Green Bond) No Kegiatan No Kegiatan
Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 merupakan Green Bond pertama yang diterbitkan oleh bank di Indonesia. 1 Energi Terbarukan 7 Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
2 Efisiensi Energi 8 Adaptasi Perubahan Iklim
02. Rincian Penerbitan 3 Pencegahan & Pengendalian Polusi 9 Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
Pada tahun 2022, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 dengan 4 Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati & 10 Bangunan Berwawasan Lingkungan
nilai emisi sebesar Rp 5 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 4,4 kali pada saat proses Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan
bookbuilding. 5 Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat & Air 11 Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang
berwawasan lingkungan lainnya
6 Transportasi Ramah Lingkungan
Ringkasan Transaksi Obligasi
Nama Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022
Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
Nilai Rp 5 Triliun
Tanggal
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Nilai
Pencatatan
A 370 hari 21 Juli 2022 30 Juli 2023 3.70% Rp 2,5 triliun
B 3 Tahun 21 Juli 2022 20 Juli 2025 5.75% RP 2,0 triliun Identifikasi Pre-screening Reviu Alokasi
C 5 Tahun 21 Juli 2022 20 Juli 2027 6.45% Rp 0,5 triliun
Peringkat idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
*telah jatuh tempo (mature)
Page 191
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Pengelolaan Dana (Management of Proceeds) Alokasi Dana
Sektor yang Memenuhi Syarat Tipe Pembiayaan Persentase Keterangan
y Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70% pada KUBL. (Rp Miliar)
y Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporang keuangan maupun laporan berkelanjutan Energi Terbarukan Refinancing 2.413,25 48,26%
y Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual maupun portofolio.
Pengelolaan Sumber Daya Alam Refinancing 1.634,83 32,70% 100% menggunakan
y Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya, maka akan dialihkan ke Hayati & Penggunaan Lahan proceeds Seri A
aset lain. Berkelanjutan
y Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan likuid. Employment Generation Refinancing 374,24 7,48% 100% menggunakan
proceeds Seri A
Pelaporan Socioeconomic advancement and Refinancing 577,71 11,57% 84,98% menggunakan
empowerment proceeds Seri A
Pelaporan Alokasi Dana (Allocation Reporting)
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun setelah penerbitan
dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli lingkungan
191
Green Category Social Category
Pelaporan Dampak (Impact Reporting) Proceed Allocation
(Rp Miliar) (Rp Miliar)
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat dihitung dan diukur secara
praktis sesuai reviu ahli lingkungan. 2.413,25
19%
1.634,83
04. Laporan Alokasi
Pada periode pelaporan 31 Desember 2023, BRI masih mempertahankan alokasi 100% dana hasil penerbitan Obligasi 577,71
324,24
Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk
membiayai kembali beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap 81%
lingkungan maupun sosial
Energi Terbarukan Pengelolaan Sumber Employee Socioeconomic
Daya Alam Hayati Generation advancement and Green Social
Mengacu kepada ketentuan pada POJK 60 dan sesuai dengan framework, BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi empowerment
terhadap portfolio dan pipeline pembiayaan BRI yang berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat pada Green Bond
Framework, adapun detail alokasi sebagai berikut:
Page 192
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
05. Dampak
Mengacu framework Obligasi Berwawasan Lingkungan I Bank BRI, dampak lingkungan (yang sesuai berdasarkan sektor Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
KUBL yang memenuhi syarat) dan dampak sosial adalah sebagai berikut: Memenuhi Syarat SDGs
Socioeconomic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung pengembangan usaha
advancement and Mikro non-bankable. Usaha yang dibiayai kembali proceed atas penerbitan Green Bond Tahap I
Green Categories empowerment diperkirakan menciptakan lebih dari ±19,000 pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.
Sektor yang Kesesuaian dengan % Aset yang Tipe Proyek Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
Memenuhi Syarat SDGs Memenuhi KUR Berdasarkan Wilayah KUR Berdasarkan Sektor
Syarat
Energi Terbarukan 59,61% Pembangkit Listrik Estimasi dampak lingkungan yang dihasilkan: 5% 1% 7% 0%
4% 16%
• Energi terbarukan yang dihasilkan per tahun:
1.669.000 MWh. 11%
• Emisi GRK yang terhindar per tahun: 1.469.471 3%
Ton CO2eq.
Pengelolaan Sumber 50,39% Pembiayaan Investasi BRI telah membiayai proyek perkebunan kelapa
Daya Alam Hayati & Lahan Kelapa Sawit sawit yang bertanggung jawab dan bersertifikat
Penggunaan Lahan dengan proses produksi ISPO/RSPO.
Berkelanjutan ramah lingkungan dan
192 berkelanjutan
72% 81%
Sumatera Bali, NTT Agriculture Retail Trade
Social Categories Jawa Sulawesi Fishery Health & Social Services
Kalimantan Papua
Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
Memenuhi Syarat SDGs
Employee Generation Menciptakan lapangan kerja segmen UMKM, dengan estimasi sebesar 5.200 pekerjaan baru
yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kupedes Berdasarkan Wilayah Kupedes Berdasarkan Sektor
06. Kesimpulan
2% 1% 7% Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab BRI sebagai pelopor dalam keuangan
7% 12% 2% berkelanjutan di Indonesia. BRI berkomitmen untuk terus menjaga terpenuhinya kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dan
berlaku terkait green bond untuk terus menjaga kepercayaan investor, regulator maupun publik pada umumnya kepada BRI
15%
sebagai lembaga keuangan berwawasan ESG.
5%
Sesuai dengan Green Bond framework yang telah disusun BRI sekurang-kurangnya 70% (realisasi: 80,96%) kegiatan yang
dibiayai Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 telah memenuhi
59% 90% kriteria sebagai KUBL dan memiliki dampak positif terhadap lingkungan baik melalui pengurangan emisi, pengelolaan
sumber daya maupun energi terbarukan.
Sumatera Bali, NTT Agriculture Retail Trade
Jawa Sulawesi Fishery Health & Social Services
Kalimantan Papua
Page 193
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Lampiran I
Laporan Review Ahli Lingkungan
SDGs Hub Universitas Indonesia, selaku Ahli Lingkungan yang dipilih untuk melakukan review Laporan Obligasi Tentang SDGs Hub Universitas Indonesia
Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan Bank BRI Tahap I Tahun 2022 (Green Report) yang disertakan beberapa data
pendukung terkait penerbit Green Bond Berkelanjutan Bank BRI Tahap I Tahun 2022. Ahli Lingkungan memiliki kompetensi, SDGs HUB UI didirikan dan diresmikan di Jakarta pada tanggal 29 April 2019 oleh Prof. Bambang Brodjonegoro
pengalaman, dan berijazah yang relevan dalam kegiatan berwawasan lingkungan (terlampir-Lampiran I). selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). SDGs HUB UI berfungsi sebagai pusat atau
penghubung dari semua aktivitas dan program yang terkait dengan pencapaian dan implementasi Tujuan
Tanggung Jawab Manajemen Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di kawasan Universitas Indonesia, nasional, regional, dan internasional,
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian Green Bond Report 2022 tersebut sesuai dengan Green Bond yang mencakup topik seputar isu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, SDGs HUB UI juga merupakan badan
Framework Bank BRI. yang ditunjuk sebagai koordinator utama dari UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) untuk
wilayah Indonesia, di mana SDSN memiliki kantor pusat di Columbia University, New York.
Tanggung Jawab Ahli Lingkungan
Tanggung jawab Ahli Lingkungan adalah untuk melakukan review Green Bond Report dan beberapa dokumen pendukung SDGs HUB UI berada di bawah Institute for Sustainable Earth and Resources (ISER) Fakultas Matematika dan
lainnya sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 60 Tahun 2017 (“POJK 60”) Pasal 10 Ayat 1. Review yang Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. Saat ini, SDGs HUB UI telah menjalin berbagai kerja sama dengan mitra
kami lakukan mencakup kesesuaian implementasi pemilihan proyek Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (“KUBL”) pembangunan seperti think tanks, pemerintah, organisasi internasional, dan filantropi. Lingkup kerja sama yang
193 sebagaimana tertera di dalam Green Bond Framework, penyaluran dana hasil penerbitan Green Bond 2022 ke proyek KUBL dapat dilakukan oleh SDGs Hub UI mencakup bidang-bidang seperti konsultasi dan pendampingan penyusunan
terpilih; dan ketersediaan estimasi dampak lingkungan dari proyek KUBL yang dibiayai. Dana hasil penerbitan Green Bond RTRW, RDTR, RPJM, dan lain-lain; pembentukan dan analisis kebijakan; pelatihan dan pembangunan kapasitas;
Tahap I 2022 telah dialokasikan 100% serta dilaporkan pada Green Bond Report Tahap I 2022 dan tidak ada perubahan investasi dan inovasi; serta dampak investasi dan efisiensi. Dalam melaksanakan tugas dan proyek, SDGs HUB UI
terhadap proyek yang dibiayai. Ahli Lingkungan melakukan review hanya pada dampak lingkungan yang tertuang dalam menjembatani klien dengan tenaga ahli yang memiliki latar belakang dan bidang keahlian yang terdiversifikasi.
Green Bond Report 2022 yang disusun oleh Tim di Bank BRI, berdasarkan data yang disediakan oleh penerima dana
penerbitan Green Bond Tahap I 2022. SDGs Hub UI telah memiliki pengalaman dalam penyusunan Opini Lingkungan Hidup untuk Framework Green
Bond bagi BRI dan PT Pegadaian. Tenaga Ahli Lingkungan SDGs HUB UI memiliki reputasi unggul dalam pengerjaan
Hasil Review Green Bond yang diakui oleh OJK dan Bank Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan undangan SDGs HUB UI sebagai
Berdasarkan review yang telah dilakukan, dapat disimpulkan: narasumber dalam diskusi External Verifier untuk Penerbitan Green Bond di pasar modal Indonesia yang diadakan
1) Pemilihan proyek KUBL dalam penyaluran dana hasil penerbitan Green Bond 2022 telah sesuai dengan Green Bond oleh OJK, serta sebagai narasumber Bank Indonesia dalam Penyelesaian Kajian dan Asesmen terkait Pengembangan
Framework. Instrumen Environmental, Social dan Governance (ESG).
2) Dana hasil penerbitan Green Bond Tahap I 2022, 100%, tidak mengalami perubahan dari dana yang telah dialokasikan
untuk membiayai dua sektor KUBL yang telah disetujui (terlampir – Lampiran II). Tenaga Ahli Lingkungan Green Bond SDGs HUB UI:
3) Proyek yang berjalan memiliki estimasi dampak positif terhadap lingkungan (terlampir – Lampiran II), sesuai indikator • Prof. Drs. Jatna Supriatna, Ph.D : Ahli Perubahan Iklim, Ekonomi Berkelanjutan
yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui perhitungan yang konsisten dan • Dr. Triarko Nurlambang, MA : Ahli Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Kebijakan Publik
sesuai dengan best practice yang ada. • Dr. Sri Mariati, MSc : Ahli Socio-Economy, Investasi, Ekonomi Berkelanjutan
4) Terkait metode dampak untuk sosial, diusulkan, antara lain, menggunakan metode SROI (Social Return on Investment). • Dr. Mahawan Karuniawan, MSc : Ahli Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Pembangunan Berkelanjutan
• Dr. rer. pol Sonny Mumbunan, MSc : Ahli Ekonomi Perubahan Iklim, Lingkungan, dan Kebijakan Perubahan Iklim
Jakarta, 31 Januari 2023 • and. Dr. Berly Martawardaya, MSc : Ahli Ekonomi Berkelanjutan, Bisnis dan Keuangan, serta Perbankan
Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui sdgshub@ui.ac.id.
Dr. Triatko Nurlambang, MA Prof. Dr. Jatna Supriatna, M.Sc
Page 194
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Aliran Dana Pembiayaan Investasi Lahan
Kelapa Sawit dengan Proses
Indikator PLTA
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Produksi Ramah Lingkungan
dan Berkelanjutan
Bank BRI Tahap I Tahun 2022 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017.
Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam Energi Terbarukan yang dihasilkan 1.669.000 MWh N/A
portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial, yaitu: Emisi GRK yang dapat dihindari 1.469.471 tonCO2e / tahun N/A
Memiliki sertifikasi lingkungan sesuai jenis N/A Memiliki sertifikasi ISPO atau RSPO
industri yang dipersyaratkan untuk tujuan
berkelanjutan
Persentase
KUBL Green Activities Tipe Proyek Nilai Proyek (Rupiah)
Alokasi Dana
Kategori Hijau 80,96% 4.048.075.265.728
Energi Terbarukan PLTA 48,26% 2.413.243.009.316
Pengelolaan Sumber Daya Pembiayaan 32,70% 1.634.832.256.412
194 Alam Hayati & Penggunaan Investasi Lahan
Lahan yang Berkelanjutan Kelapa Sawit
dengan Proses
Produksi Ramah
Lingkungan dan
Berkelanjutan
MSME (Non-Green) 19,04% 951.952.993.790
Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
Semua proyek Green Sector memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sesuai indikator yang telah ditetapkan
sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi dan perhitungan yang konsisten dan
sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap I Tahun 2022 telah
sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (“SDGs”).
Berikut adalah ringkasan manfaat lingkungan pada tahun 2022 dari proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green
Bond Tahap I Tahun 2022 Bank BRI:
Page 195
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Green Bond Phase II - Impact Report
01. Pengantar 03. Ringkasan Kerangka Kerja
BRI memiliki komitmen penuh yang tercantum dalam strategi bisnis perusahaan yang tidak hanya memberikan dampak BRI telah merumuskan kerangka kerja (framework) Obligasi Berwawasan Lingkungan I BRI (Green Bond) sebelum
positif kepada perusahaan, tetapi juga kepada lingkungan dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Untuk mewujudkan dan penerbitan yang dilakukan pada Juli 2022. Dalam memastikan kesesuaian framework dengan regulasi maupun standar
melanjutkan dampak positif tersebut, BRI menyalurkan pinjaman kepada sektor usaha yang terkategori hijau dan sektor yang berlaku, BRI bekerja sama dengan Sustainable Development Goals Hub Universitas Indonesia (SDGs UI) untuk
usaha yang terkategori sosial dengan mengundang partisipasi pasar keuangan nasional dalam Green Bond Tahap II Tahun memberikan Opini Pihak Kedua (Second Party Opinion). Penerbitan Green Bond BRI dalam mata uang Rupiah ini
2023. Adapun Green Bond Tahap II Tahun 2023 berhasil diterbitkan sejumlah Rp 6 Triliun yang merupakan bagian dalam dilaksanakan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan
formatur Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) dengan total limit sebesar Rp 15 Triliun. Green Bond Tahap II Tahun 2023 Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (“Green Bond”) (POJK 60). Di dalam framework yang telah disusun terdapat
merupakan kelanjutan dari Green Bond Tahap I Tahun 2022. 4 fokus utama antara lain Penggunaan Dana (Use of Proceeds), Proses Evaluasi & Pemilihan Proyek (Process for Project
Evaluation & Selection), Pengelolaan Dana (Management of Proceeds) dan Pelaporan (Reporting).
BRI menyadari bahwa dengan mempertahankan dan terus meningkatkan penerapan keuangan berkelanjutan akan
memberikan dampak luas pada keekonomian Indonesia, mendorong inovasi, terlebih memberikan dampak langsung Penggunaan Dana
terhadap masyarakat. Implementasi program-program Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) akan terus didorong
untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hal ini juga sejalan dengan visi BRI 2025 untuk menjadi Minimal 70% pembiayaan Kegiatan Umum Berwawasan Maksimal 30% pembiayaan kegiatan umum lainnya,
Lingkungan (KUBL) misalnya sektor mikro, kesehatan, dan sosial
“The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion”.
195
BRI juga menghindari penyaluran kredit kepada sektor-sektor yang terindikasi melakukan kegiatan illegal logging, penjualan
obat-obatan terlarang, eksploitasi tenaga kerja, eksploitasi anak, pelanggaran HAM, pencucian uang, perusakan dan Sektor Kegiatan Umum Berwawasan Lingkungan (KUBL)
pemusnahan situs prasejarah, perdagangan tumbuhan dan hewan yang dilindungi, illegal fishing dan bisnis lain yang
bertentangan dengan hukum di Indonesia. No Kegiatan No Kegiatan
1 Energi Terbarukan 7 Pengelolaan Air & Limbah Air yang Berkelanjutan
2 Efisiensi Energi 8 Adaptasi Perubahan Iklim
02. Rincian Penerbitan 3 Pencegahan & Pengendalian Polusi 9 Produk yang Dapat Mengurangi Penggunaan Sumber
Daya & Menghasilkan Lebih Sedikit Polusi
Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 dengan 4 Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati & 10 Bangunan Berwawasan Lingkungan
nilai emisi sebesar Rp 6 triliun dan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali. Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan
5 Konservasi Keanekaragaman Hayati Darat & Air 11 Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang
Ringkasan Transaksi Obligasi berwawasan lingkungan lainnya
6 Transportasi Ramah Lingkungan
Nama Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023
Nilai Rp 6 Triliun
Tanggal Proses Evaluasi dan Pemilihan Proyek
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Nilai
Pencatatan
A 370 hari 17 Oktober 2023 27 Oktober 2024 6,10% Rp 1,35 triliun
B 2 Tahun 17 Oktober 2023 17 Oktober 2025 6,35% RP 4,15 triliun
C 3 Tahun 17 Oktober 2023 17 Oktober 2026 6,30% Rp 0,50 triliun Identifikasi Pre-screening Reviu Alokasi
Peringkat idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 196
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
04. Laporan Alokasi
Pengelolaan Dana (Management of Proceeds) Pada periode pelaporan 31 Desember 2023, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan
y Dana atas penerbitan akan dikelola secara pooling kemudian dialokasikan paling sedikit 70% pada KUBL. Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai
y Pembuatan akun khusus atau catatan tersendiri dalam catatan atas laporan keuangan maupun laporan berkelanjutan kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap
y Aset yang dialokasikan sebagai tujuan pembiayaan dikelola secara aktif baik secara individual maupun portofolio. lingkungan maupun sosial.
y Apabila terdapat aset yang tidak relevan dengan framework atau dihentikan pembiayaannya, maka akan dialihkan ke
aset lain. Mengacu kepada ketentuan POJK No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang
y Dana yang tertunda realisasinya dapat ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman dan likuid. Berwawasan Lingkungan (Green Bond) dan sesuai dengan kerangka kerja (framework) efek bersifat utang berwawasan
lingkungan (Green Bond), BRI melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap portofolio dan pipeline pembiayaan yang
Pelaporan berkaitan dengan sektor yang memenuhi syarat sesuai dengan Green Bond Framework yang telah ditetapkan. 80,59 persen
dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) green activities sedangkan 19,41 persen
Pelaporan Alokasi Dana (Allocation Reporting) dana yang diperoleh digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) social activities. Adapun detail alokasi
BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun setelah penerbitan sebagai berikut:
dan setiap ada perubahan material KUBL disertai laporan hasil reviu oleh ahli lingkungan
196
Green Category Social Category
Pelaporan Dampak (Impact Reporting) (Rp Miliar) (Rp Miliar)
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat dihitung dan diukur secara
praktis sesuai reviu ahli lingkungan. 3,520
1,392 992
191
Energi Terbarukan Pengelolaan Sumber Daya Alam Employement Generation Socioeconomic advancement and
Hayati & Penggunaan lahan yang empowerment
berkelanjutan
Alokasi untuk Green Category sebesar 80,59% atau
Alokasi untuk Social Category sebesar 19,41% atau
Rp 4,91 triliun. Project yang dibiayai termasuk dalam
Rp 1,09 triliun. Project yang dibiayai termasuk
2 kategori yaitu Energi Terbarukan dan Pengelolaan
dalam kategori Employment Generation dan
Sumber Penggunaan & Penggunaan Lahan yang
Socioeconomic advancement and empowerment.
Berkelanjutan.
Page 197
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
05. Dampak
Berdasarkan kerangka kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023, dampak Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
Memenuhi Syarat SDGs
lingkungan dan sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
Socioeconomic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung pengembangan usaha
advancement and Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan lebih dari 3.000 pekerjaan di berbagai
Green Categories empowerment wilayah Indonesia.
(Kredit KUR)
Sektor yang Kesesuaian dengan % Aset yang Tipe Proyek Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
KUR Berdasarkan Wilayah KUR Berdasarkan Sektor
Memenuhi Syarat SDGs Memenuhi
Syarat 1% 3%
1% 0%
Energi Terbarukan 22,84% Pembangkit Listrik Estimasi dampak lingkungan yang dihasilkan:
11%
28%
• Energi terbarukan yang dihasilkan per tahun:
1.134.272 MWh.
27%
11%
• Emisi GRK yang terhindar per tahun: 998.670
ton CO2eq.
Pengelolaan Sumber 57,75% Pembiayaan Investasi BRI telah membiayai proyek kebun kelapa sawit 5% 56%
Daya Alam Hayati & Lahan Kelapa Sawit berkelanjutan yang mengadopsi praktik dan 2%
Penggunaan Lahan dengan proses produksi standar domestik maupun global terbaik dalam
Berkelanjutan ramah lingkungan dan produksi minyak sawit yang bertanggung jawab
berkelanjutan yakni memiliki sertifikasi ISPO atau RSPO.
12%
197 44%
Accommodation & Leisure Retail Trade
Sumatera Bali, NTT
Agriculture Transportation
Jawa Sulawesi
Social Categories Papua
Fishery Finance
Kalimantan Health & Social Services
Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
Memenuhi Syarat SDGs
Employment Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 8.800 pekerjaan yang
Generation (Kredit tersebar di seluruh Indonesia. 06. Kesimpulan
Kupedes)
Laporan dampak atas penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023
Kupedes Berdasarkan Wilayah Kupedes Berdasarkan Sektor
menunjukkan komitmen dan realisasi atas penerapan keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan United Nation
2%
11% 1% 0%4% Sustainable Development Goals khususnya poin 7, 8, 10, 12 dan 13. BRI terus mendorong partisipasi aktif dari semua pihak
2% 26% 11% yang terkait untuk turut serta mendukung dan memajukan perekonomian nasional dengan penerapan keuangan
10%
10% berkelanjutan.
4%
4% Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 merupakan bagian dari
Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 15 Triliun yang direspon positif oleh investor yang ditandai dengan
kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,63 kali.
48% 60%
Accommodation & Leisure Agriculture
Sumatera Bali, NTT Health, Education & Social Services Fishery BRI juga telah mendapatkan reviu eksternal dari ahli lingkungan yang menyatakan bahwa sekurang-kurangnya 70%
Retail Trade Others
Jawa Sulawesi
Transportation Finance
(realisasi: 80,59%) kegiatan yang dibiayai green bond telah memenuhi kriteria sebagai KUBL dan memiliki dampak
Kalimantan Papua Energy positif terhadap lingkungan serta sesuai dengan framework yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut menegaskan
kredibilitas Laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan dan kepatuhan serta komitmen BRI dalam memenuhi persyaratan
Green Bond.
Page 198
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Lampiran I
Laporan Eksternal Reviu
SDGs Hub Universitas Indonesia, sebagai Eksternal Reviu yang dipilih untuk melakukan review Laporan Obligasi Jakarta, 17 Januari 2024
Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023 (Green Bond Report), yang disertakan beberapa
data pendukung terkait penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2023. Eksternal Reviu ini memiliki Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
kompetensi, pengalaman, dan berijazah yang relevan dalam kegiatan berwawasan lingkungan (terlampir-Lampiran I).
Tanggung Jawab Manajemen Dr. Triatko Nurlambang, MA Prof. Dr. Jatna Supriatna, M.Sc
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian Green Bond Report 2023 tersebut sesuai dengan Green Bond
Framework Bank BRI.
Tanggung Jawab Eksternal Reviu
Tanggung jawab Eksternal Reviu adalah untuk melakukan review laporan tahunan Green Bond dan beberapa dokumen
pendukung lainnya sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18 Tahun 2023 pada Pasal 13. Review Ini
mencakup kesesuaian implementasi pemilihan proyek Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (“KUBL”) sebagaimana
198 tertera di dalam Green Bond Framework atau pada POJK 18 Tahun 2023 pengganti POJK 60 Tahun 2017. Dalam peraturan
tersebut disebutkan Green Bond adalah EBUS Lingkungan, penyaluran dana hasil penerbitan Green Bond 2023 ke proyek
KUBL terpilih; dan ketersediaan estimasi dampak lingkungan dari proyek KUBL yang dibiayai. Dana hasil penerbitan
Green Bond Tahap II 2023 telah dialokasikan 100% serta dilaporkan pada Green Bond Report Tahap II 2023 dan tidak ada
perubahan terhadap proyek yang dibiayai. Kami melakukan review hanya pada dampak lingkungan yang tertuang dalam
Green Bond Report 2023 yang disusun oleh Tim dari Bank BRI, berdasarkan data yang disediakan oleh penerima dana
penerbitan Green Bond Tahap II 2023.
Hasil Reviu
Berdasarkan reviu yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
1) Pemilihan proyek KUBL dalam penyaluran dana hasil penerbitan Green Bond 2023 telah sesuai dengan Green Bond
Framework.
2) Dana hasil penerbitan Green Bond Tahap II 2023, seluruhnya atau 100%, tidak mengalami perubahan dari dana yang
telah dialokasikan untuk membiayai dua sektor KUBL yang telah disetujui.
3) Proyek energi terbarukan yang telah didanai sampai saat ini belum beroperasi, oleh karena itu penghitungan dampak
hanya berdasarkan asumsi dari pembiayaan dari Green Bond Tahap I 2022 yang telah berjalan, meskipun indikator yang
digunakan telah sesuai pada KUBL yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui
perhitungan yang konsisten dan sesuai dengan best practice yang ada.
4) Proyek pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Lahan Berkelanjutan belum memiliki catatan penghitungan dampak,
meskipun telah memasukkan indikator sertifikasi sesuai dengan jenis industri yang disyaratkan.
5) Terkait metode dampak untuk sosial, diusulkan antara lain menggunakan metode SROI (Social Return on Investment).
Page 199
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan
Aliran Dana Pembiayaan Investasi Lahan
Kelapa Sawit dengan Proses
Indikator PLTA
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Produksi Ramah Lingkungan
dan Berkelanjutan
Bank BRI Tahap II Tahun 2023 untuk membiayai proyek KUBL sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017.
Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk membiayai kembali (refinancing) beberapa proyek yang sudah ada dalam Energi Terbarukan yang dihasilkan 1.134.272 MWh N/A
portofolio pembiayaan BRI dan memiliki manfaat terhadap lingkungan maupun sosial, yaitu: Emisi GRK yang dapat dihindari 998.670 tonCO2e / tahun N/A
Memiliki sertifikasi lingkungan sesuai jenis N/A Memiliki sertifikasi ISPO atau RSPO
industri yang dipersyaratkan untuk tujuan
berkelanjutan
Persentase
KUBL Green Activities Tipe Proyek Nilai Proyek (Rupiah)
Alokasi Dana
Kategori Hijau 80,59% 4.912.338.469.291
Energi Terbarukan PLTA 22,84% 1.392.177.558.185
Pengelolaan Sumber Daya Pembiayaan 57,75% 3.520.160.911.106
199 Alam Hayati & Penggunaan Investasi Lahan
Lahan yang Berkelanjutan Kelapa Sawit
dengan Proses
Produksi Ramah
Lingkungan dan
Berkelanjutan
MSME (Non-Green) 19,04% 1.182.919.283.778
Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
Semua proyek Green Sector memiliki dampak positif terhadap lingkungan, sesuai indikator yang telah ditetapkan
sebelumnya oleh Bank BRI. Indikator tersebut diperoleh melalui proses identifikasi dan perhitungan yang konsisten dan
sesuai dengan best practice yang ada. Proyek yang dibiayai dengan penerbitan Green Bond BRI Tahap II Tahun 2023 telah
sesuai dengan POJK No. 60/POJK.04/2017 serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (“SDGs”).
Berikut adalah ringkasan manfaat lingkungan pada tahun 2023 dari proyek yang dibiayai dari dana hasil penerbitan Green
Bond Tahap II Tahun 2023 Bank BRI:
Page 200
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
01. Pengantar 03. Ringkasan Kerangka Kerja
Sejak didirikan pada tahun 1895, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“Bank BRI) telah menjadi pendorong utama Sebagaimana tercantum pada Tujuan Penggunaan Dana dalam Memorandum Informasi Medium Term Notes Bank BRI
perekonomian Indonesia terutama di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). BRI terus berkontribusi Tahun 2022, proceeds dari penerbitan surat berharga ini digunakan untuk pembiayaan inklusif sebagaimana dimaksud pada
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendukung kebijakan pemerintah untuk memastikan literasi keuangan, Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum
khususnya inklusi keuangan dalam rangka mewujudkan ketahanan sosial dan ekonomi. Komitmen BRI atas hal tersebut Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas
tercermin pada visi BRI pada 2025 untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum
Financial Inclusion. Layanan kepada masyarakat yang belum sepenuhnya terdigitalisasi terutama di tiga daerah khusus 3T Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah serta Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 24/6/
(Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang membutuhkan perhatian khusus untuk meningkatkan literasi keuangan, menjadi PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional,
salah satu strategi yang terus dilakukan oleh BRI. Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembiayaan Inklusif
adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam rupiah dan valuta
Sebagai bentuk peran BRI dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan, BRI meluncurkan kebijakan asing.
pembiayaan dengan mempertimbangkan aspek Lingkungan, Sosial dan Tata kelola (LST). Dalam rangka mendorong
Inklusi Finansial, BRI berupaya untuk mendekatkan layanan keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. BRI saat ini telah Pelaporan
memiliki 627 ribu AgenBRI-Link yang tersebar di lebih dari 58 ribu desa.
200 Pelaporan Alokasi Dana (Allocation Reporting)
Fokus terhadap inklusi keuangan dan sumber pertumbuhan baru, BRI merampungkan Holding Ultra Mikro (UMi) pada BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun setelah penerbitan
tahun 2021 yang tujuannya adalah memberikan akses layanan keuangan kepada masyarakat mikro dan ultra mikro disertai laporan hasil reviu oleh tenaga ahli eksternal yang kompeten di bidangnya.
di Indonesia. Holding ultra mikro dibentuk sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang berkesinambungan dan
terintegrasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pelaporan Dampak (Impact Reporting)
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjang dapat dihitung dan diukur secara
praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal yang kompeten di bidangnya.
02. Rincian Penerbitan
Pada tahun 2022, BRI menerbitkan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun dan
seluruh proceeds digunakan untuk penyaluran pembiayaan ke segmen mikro dan ultra mikro.
Ringkasan Transaksi Obligasi
Nama Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
Nilai Rp 5 Triliun
Tanggal
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Nilai
Pencatatan
A 2 Tahun 24 November 2022 24 November 2024 6,60% Rp 2,0 triliun
B 3 Tahun 24 November 2022 24 November 2025 6,98% RP 3,0 triliun
Peringkat idAAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 201
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
04. Laporan Alokasi 05. Dampak
Pada periode pelaporan 31 Desember 2022, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Medium Term Notes Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang
Bank BRI Tahun 2022. Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif sebagaimana terkategori pada Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang
Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah,
Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 memiliki dampak sosial berdasarkan sektor yang memenuhi syarat,
Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Proceeds sebesar Rp 5 triliun digunakan untuk penyaluran yaitu:
pembiayaan bank pada segmen bisnis mikro dan ultra mikro di bulan November 2023.
Adapun detail alokasi sebagai berikut: Social Categories
Social Category Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
(Rp Miliar) Memenuhi Syarat SDGs
3.203 Employment Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 26.000 pekerjaan yang
Generation (Kredit tersebar di seluruh Indonesia.
201 1.797
Kupedes-Segmen
Mikro)
Kupedes Berdasarkan Wilayah Kupedes Berdasarkan Sektor
8% 2% 10% 12%
2% 9%
6%
Employment Generation Socioeconomic advancement and 4%
empowerment
Alokasi untuk Social Category sebesar 100% atau Rp
5 T. Project yang dibiayai termasuk dalam kategori 70% 77%
Employment Generation dan Socioeconomic
Sumatera Bali, NTT Fishery Retail Trade
advancement and empowerment. Jawa Sulawesi Agriculture Health & Social Services
Kalimantan Papua
Page 202
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
06. Kesimpulan
Laporan Medium Term Notes menunjukkan realisasi atas komitmen BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan yang
Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
Memenuhi Syarat SDGs berkelanjutan di Indonesia yang sejalan dengan tujuan Pemerintah dan Regulator. BRI akan memperkuat kerjasama
Socioeconomic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung pengembangan usaha dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses alokasi, penggunaan dan monitoring dana hasil penerbitan Medium
advancement and Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan lebih dari 132.000 pekerjaan di berbagai Term Notes sehingga dapat terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan maupun standar yang berlaku.
empowerment wilayah Indonesia.
(Mikro KUR-Segmen
Mikro)
Penerbitan Medium Term Notes merupakan salah satu usaha BRI untuk mewujudkan visi menjadi Champion of Financial
KUR Berdasarkan Wilayah KUR Berdasarkan Sektor
Inclusion. BRI juga berhasil menarik minat investor terhadap surat berharga yang digunakan untuk tujuan inklusi keuangan.
1% 10% 1% 14%
3% 5% 16%
3% BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli eksternal (SDGs-Hub Universitas Indonesia) yang menyatakan bahwa
seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk pembiayaan inklusif dan memiliki dampak sosial yang
positif terhadap pengembangan kesejahteraan masyarakat.
202
78% 69%
Sumatera Bali, NTT Fishery Retail Trade
Jawa Sulawesi Agriculture Health & Social Services
Kalimantan Papua
Page 203
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Lampiran I
Laporan Eksternal Reviu
SDGs Hub Universitas Indonesia, merupakan Eksternal Reviu yang dipilih untuk melakukan reviu Laporan Medium Term Kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, (b) tingkat pendidikan dan literasi, (c) tingkat ketidaksetaraan sosial baik dari
Notes Bank BRI 2022, dalam memastikan kesesuaian penggunaan dana dalam Memorandum Informasi yang disertakan aspek pendapatan, gender, dan akses bagi kelompok marjinal, (d) ketahanan pangan, (e) partisipasi masyarakat, (f )
beberapa data pendukung terkait penerbitan Medium Term Notes Bank BRI. Eksternal Reviu memiliki kompetensi keamanan dan keadilan sosial.
pengalaman dan berijazah yang relevan dalam kegiatan sosial dan lingkungan (pada lampiran I).
Tanggung Jawab Manajemen Jakarta, 19 Januari 2024
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian laporan tahunan Medium Term Notes Bank BRI Report 2023
tersebut sesuai dengan Informasi Memorandum Medium Term Notes Bank BRI. Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
Tanggung Jawab Eksternal Reviu
Tanggung jawab Eksternal Reviu adalah untuk melakukan reviu laporan tahunan Medium Term Notes Bank BRI 2022 Dr. Triatko Nurlambang, MA Dr. Sri Mariati, MSi.
dan beberapa dokumen pendukung lainnya sesuai penggunaan atau penyaluran hasil Medium Term Notes (MTN) Bank
BRI Tahun 2022 dengan nilai emisi sebesar Rp 5 triliun dan seluruh proceeds digunakan untuk penyaluran pembiayaan
203 ke segmen mikro dan ultra mikro. Sejak 1 Juni 2020 dengan adanya POJK 30/2019, penerbitan MTN wajib disampaikan
ke OJK. Berdasarkan hal tersebut maka reviu kami lakukan mencakup kesesuaian implementasi dengan yang tertulis di
Memorandum Informasi yang diberikan. Dana hasil penerbitan MTN Bank BRI 2022 telah mengalokasikan 100% dana hasil
penerbitan Medium Term Notes Bank BRI 2022 yaitu Seri A sebesar 2 Triliun Rupiah dan Seri B sebesar 3 Triliun Rupiah, dan
tidak ada perubahan terhadap proyek yang dibiayai. Kami melakukan reviu hanya pada dampak sosial dan lingkungan yang
tertuang dalam laporan tahunan Medium Term Notes Bank BRI Report 2023 yang disusun oleh Tim di Bank BRI.
Hasil Reviu
Berdasarkan reviu yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
1) ) Pemilihan sektor untuk penyaluran dana hasil penerbitan Medium Term Notes Bank BRI 2022 telah sesuai dengan
Memorandum Informasi.
2) Dana hasil penerbitan Medium Term Notes Bank BRI 2022, 100%, tidak mengalami perubahan dari dana yang telah
dialokasikan untuk membiayai dua sektor yang telah disetujui.
3) Sektor Employment Generation yang telah didanai sebesar 35,94% melalui mekanisme pembiayaan baru belum
dihitung dampak sosial dan lingkungannya. Penghitungannya dapat menggunakan metode yang baku seperti Social
Return on Investment (SROI), Poverty and Social Impact Analysis (PSIA), Comparative Analysis, Cost-Benefit Analysis,
atau metode analisis lainnya untuk menghitung dampak sosial sesuai dengan best practice yang ada. Meskipun telah
menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM dengan estimasi 26.000 pekerjaan yang tersebar di Wilayah Indonesia
melalui Kredit Kupedes-Segmen Mikro, dampak sosial perlu diperhatikan.
4) Sektor Socioeconomic Advancement and Empowerment (Mikro KUR-Segmen Mikro) dengan mekanisme pembiayaan
baru sebesar 64,06%, belum ada catatan penghitungan dampak, meskipun telah menciptakan lebih dari 132.000
pekerjaan di berbagai wilayah di Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai indikator seperti: (a)
Page 204
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022
Aliran Dana Socioeconomic advancement and empowerment Estimated Social/Environmental Benefits
Energi Terbarukan yang dihasilkan Menciptakan lapangan pekerjaan segmen
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022. Dana yang diperoleh UMKM, estimasi sebesar 26.000 pekerjaan yang
diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif sebagaimana terkategori pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tersebar di seluruh Indonesia
tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Socioeconomic advancement and empowerment Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Syariah dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor diperuntukan untuk mendukung pengembangan
usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan
23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah
menciptakan lebih dari 132.000 pekerjaan di
dan Unit Usaha Syariah. Proceeds sebesar Rp5 triliun digunakan untuk penyaluran pembiayaan bank pada segmen bisnis berbagai wilayah Indonesia.
mikro dan ultra mikro di bulan November 2023. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
Tipe Pembiayaan Alokasi Dana (Rp
Sektor (Eligible Category) Porsi Alokasi Dana
(Loan Type) Miliar)
204 Employment Generation Pembiayaan Baru 1.797 35,94%
periode November
2022
Socioeconomic Pembiayaan Baru 3.203 64,06%
advancement and periode November
empowerment 2022
Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif yang tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang
Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
dan Peraturan BI Nomor 24/3/PBI/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/13/PBI/2021 tentang
Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah,
penerbitan Medium Term Notes Bank BRI Tahun 2022 memiliki dampak sosial berdasarkan sektor yang memenuhi syarat,
yaitu:
Page 205
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023
01. Pengantar 03. Ringkasan Kerangka Kerja
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk didirikan sejak tahun 1895 dan selalu menjadi salah satu pendorong utama Sesuai dengan tujuan penggunaan dana dalam Prospektus Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023, proceeds dari
perekonomian Indonesia terutama di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). BRI terus berusaha untuk penerbitan surat berharga ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk Pembiayaan Inklusif seperti pembiayaan kepada
menjadi yang terdepan dalam mensejahterakan masyarakat dengan mendukung kebijakan pemerintah terkait peningkatan UMKM, Korporasi UMKM, dan/ atau Perorangan Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan Bank Indonesia
literasi keuangan dalam mencapai inklusi keuangan nasional. Dedikasi BRI pada segmen UMKM terefleksi pada visi BRI No. 23/13/PBI/2021 2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
2025 untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion. Syariah dan Unit Usaha Syariah.
Dalam mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan, BRI berkomitmen untuk mendukung finansial masyarakat Pembiayaan Inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau Perorangan
melalui AgenBRI-Link yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia terutama daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Berpenghasilan Rendah (PBR) dalam rupiah dan valuta asing.
Peran AgenBRI-Link semakin signifikan dalam menyediakan akses dan layanan keuangan formal yang pada akhir
Desember 2023 BRI telah memiliki 740 ribu agen di lebih dari 58 ribu desa.
Pelaporan
Untuk mendorong Inklusi Finansial dan meningkatkan integrasi pelayanan keuangan pada masyarakat, BRI
mengembangkan hybrid bank atau perpaduan pengembangan digitalisasi di perbankan sambil terus menyediakan layanan Pelaporan Alokasi Dana (Allocation Reporting)
205 konvensional untuk mendekatkan layanan keuangan ke seluruh lapisan masyarakat. Strategi ini semakin memperkuat BRI melaporkan alokasi penggunaan dana secara berkala 1 kali dalam 1 tahun paling lambat setahun setelah penerbitan
Holding Ultra Mikro yang dibentuk untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terhadap produk perbankan yang oleh tenaga ahli eksternal.
berkesinambungan dan terintegrasi.
Pelaporan Dampak (Impact Reporting)
BRI menerbitkan laporan berkala atas dampak proyek/aset yang dibiayai sepanjangan dapat dihitung dan diukur secara
02. Rincian Penerbitan praktis sesuai reviu tenaga ahli eksternal.
Pada tahun 2023, BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dengan nilai emisi sebesar Rp 500 miliar
dan seluruh proceeds digunakan untuk penyaluran pembiayaan ke segmen mikro dan ultra mikro.
Ringkasan Transaksi Obligasi
Nama Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023
Nilai Rp 500 Miliar
Tanggal
Seri Tenor Jatuh Tempo Kupon Nilai
Pencatatan
A 5 Tahun 6 Juli 2023 6 Juli 2028 6,45% Rp500 Miliar
Peringkat idAA (Pefindo)
Pencatatan Bursa Efek Indonesia
Page 206
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
04. Laporan Alokasi 05. Dampak
Pada periode pelaporan 31 Desember 2023, BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM, dan/ atau Perorangan
Bank BRI Tahun 2023 . Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif yang mengacu kepada ketentuan Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021, penerbitan Obligasi Subordinasi
Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
Syariah dan Unit Usaha Syariah. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
Social Categories
Alokasi Dana Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
Sektor (Eligible Category) Tipe Pembiayaan (Loan Type) Porsi Alokasi Dana Memenuhi Syarat SDGs
(Rp Miliar)
Employment Menciptakan lapangan pekerjaan segmen UMKM, estimasi sebesar 3.700 pekerjaan yang
Employment Generation Pembiayaan Baru periode Juli 2023 414,72 82,94%
Generation (Kredit tersebar di seluruh Indonesia.
Kupedes-Segmen
Socioeconomic advancement and Pembiayaan Baru periode Juli 2023 85,38 17,06% Mikro)
empowerment
Kupedes Berdasarkan Wilayah Kupedes Berdasarkan Sektor
2%
206 13% 17% 18%
24%
Social Category (dalam Rp miliar)
9% 1%
414.72
4%
48% 64%
414.72
Sumatera Bali, NTT Agriculture
Agriculture Retail Trade
Retail Trade
Jawa Sulawesi Fishery Health && Social
SocialServices
Services
Kalimantan Papua
Employment Generation Socioeconomic advancement and
empowerment
Alokasi untuk Social Category sebesar 100% atau
Rp 500 Miliar. Project yang dibiayai termasuk
dalam kategori Employment Generation dan
Socioeconomic advancement and empowerment.
Page 207
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
06. Kesimpulan
Laporan Obligasi Subordinasi BRI tahun 2023 merupakan wujud komitmen BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan
Sektor yang Kesesuaian dengan Deskripsi Singkat & Indikator Dampak
Memenuhi Syarat SDGs yang berkelanjutan di Indonesia yang selaras dengan tujuan Pemerintah dan Regulator. BRI akan memperkuat kerjasama
Socioeconomic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diperuntukan untuk mendukung pengembangan usaha dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam proses alokasi, penggunaan dan monitoring dana hasil penerbitan Obligasi
advancement and Mikro non-bankable dan diperkirakan menciptakan lebih dari 1.300 pekerjaan di berbagai
Subordinasi sehingga dapat terus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan maupun standar yang berlaku.
empowerment wilayah Indonesia.
(Mikro KUR-Segmen
Mikro)
Penerbitan Obligasi Subordinasi selain merupakan kewajiban pemenuhan modal pelengkap BRI juga merupakan salah
KUR Berdasarkan Wilayah KUR Berdasarkan Sektor
satu usaha BRI untuk mewujudkan visi menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial
1% Inclusion. BRI juga berhasil menarik minat investor terhadap Obligasi Subordinasi BRI yang terlihat dari hasil bookbuilding
11%
23% 21% 25% yang oversubscribe sampai 1,77 kali.
10%
BRI telah memperoleh hasil reviu dari tenaga ahli eksternal (SDGs-Hub Universitas Indonesia) yang menyatakan bahwa
5% 2%
seluruh hasil penerbitan ini dipergunakan seluruhnya khusus untuk pembiayaan inklusif dan memiliki dampak sosial yang
positif terhadap pengembangan kesejahteraan masyarakat.
207
50% 52%
Sumatera Bali, NTT Agriculture Retail Trade
Jawa Sulawesi Fishery Health & Social Services
Kalimantan Papua
Page 208
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Lampiran I
Laporan Eksternal Reviu
SDGs Hub Universitas Indonesia, sebagai Eksternal Reviu yang dipilih untuk melakukan reviu Laporan Obligasi Subordinasi kesehatan masyarakat, (b) tingkat pendidikan dan literasi, (c) tingkat ketidaksetaraan sosial baik dari aspek pendapatan,
IV Bank BRI Tahun 2023, dalam memastikan kesesuaian penggunaan dana dalam Prospektus yang disertakan beberapa gender, dan akses bagi kelompok marjinal, (d) ketahanan pangan, (e) partisipasi masyarakat, (f ) keamanan dan keadilan
data pendukung terkait penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023. Pembuat eksternal Reviu memiliki sosial.
kompetensi pengalaman dan berijazah yang relevan dalam kegiatan sosial dan lingkungan (terlampir-lampiran I).
Jakarta, 19 Januari 2024
Tanggung Jawab Manajemen
Tanggung jawab manajemen atas penyusunan dan penyajian laporan tahunan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun Koordinator SDGs HUB UI Penasehat SDGs HUB UI
2023 tersebut sesuai dengan Prospektus Obligasi Subordinasi IV Bank BRI.
Tanggung Jawab Eksternal Reviu Dr. Triatko Nurlambang, MA Dr. Sri Mariati, MSi.
Tanggung jawab Eksternal Reviu adalah untuk melakukan reviu laporan tahunan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Report
2023 dan beberapa dokumen pendukung lainnya sesuai Dana yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif
yang mengacu kepada ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank
208 Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah. Pembiayaan inklusif adalah penyediaan dana yang
diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam Rupiah dan Valuta Asing. Review kami mencakup
kesesuaian implementasi sesuai dengan yang tertulis di Prospektus. Dana hasil penerbitan BRI telah mengalokasikan
100% dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dan tidak ada perubahan terhadap proyek yang
dibiayai. Kami melakukan review hanya pada dampak sosial dan lingkungan yang tertuang dalam laporan tahunan Obligasi
Subordinasi IV Bank BRI Report 2023 yang disusun oleh Tim di Bank BRI.
Hasil Reviu
Berdasarkan reviu yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
1) Pemilihan sektor untuk penyaluran dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Report 2023 telah sesuai
dengan Prospektus.
2) Dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Report 2023, 100%, tidak mengalami perubahan dari dana yang
telah dialokasikan untuk membiayai dua sektor yang telah disetujui.
3) Sektor Employment Generation yang telah didanai sebesar 82,94% melalui mekanisme pembiayaan baru belum
dihitung dampak sosial dan lingkungannya. Bisa menggunakan metode yang baku seperti Social Return on Investment
(SROI), Poverty and Social Impact Analysis (PSIA), Comparative Analysis, Cost-Benefit Analysis, atau metode analisis
lainnya untuk menghitung dampak sosial sesuai dengan best practice yang ada. Meskipun telah menciptakan lapangan
pekerjaan segmen UMKM dengan estimasi 3700 pekerjaan yang tersebar di Wilayah Indonesia, dampak sosial perlu
diperhatikan.
4) Sektor Socioeconomic Advancement and Empowerment (Mikro KUR-Segmen Mikro) dengan mekanisme pembiayaan
baru sebesar 17,06%, belum ada catatan penghitungan dampak, meskipun telah menciptakan lebih dari 1.300 pekerjaan
di berbagai wilayah di Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai indikator seperti: (a) Kesejahteraan dan
Page 209
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Lampiran II
Penggunaan Dana Hasil Penerbitan Obligasi Subordinasi Bank BRI Tahun 2023
Aliran Dana Sektor (Eligible Category) Estimated Social/Environmental Benefits
Employment Generation Menciptakan lapangan pekerjaan segmen
BRI telah mengalokasikan 100% dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023. Dana yang diperoleh UMKM, estimasi sebesar 3.700 pekerjaan yang
diperuntukkan untuk pembiayaan Inklusif yang mengacu kepada ketentuan Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio tersebar di seluruh Indonesia.
Pembiayaan Inklusif Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Socioeconomic advancement and empowerment Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
pembiayaan inklusif adalah penyediaan dana yang diberikan Bank untuk UMKM, Korporasi UMKM, dan/atau PBR dalam diperuntukan untuk mendukung pengembangan
usaha Mikro non-bankable dan diperkirakan
Rupiah dan Valuta Asing. Adapun detail alokasi sebagai berikut:
menciptakan lebih dari 1.300 pekerjaan di
berbagai wilayah Indonesia.
Tipe Pembiayaan Alokasi Dana (Rp
Sektor (Eligible Category) Porsi Alokasi Dana
(Loan Type) Miliar)
209 Employment Generation Pembiayaan Baru 414,72 82,94%
periode Juli 2023
Socioeconomic Pembiayaan Baru 85,38 17,06%
advancement and periode Juli 2023
empowerment
Manfaat Lingkungan dari Proyek yang Dibiayai
Berdasarkan kategori pembiayaan inklusif seperti pembiayaan kepada UMKM, Korporasi UMKM, dan/ atau Perorangan
Berpenghasilan Rendah (PBR) sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 23/13/PBI/2021, penerbitan Obligasi Subordinasi
IV Bank BRI Tahun 2023 memiliki dampak sosial yang sesuai berdasarkan sektor yang memenuhi syarat, yaitu:
Page 210
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Laporan Assurance [2-5] [G.1]
INDEPENDENT ASSURANCE STATEMENT
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Sustainability Report 2023
Statement No : 02/IAS/CBC/I/2024
Type 2, Moderate Level
Scope of Engagement in Assurance
CBC Global Indonesia (“CBC Global Indonesia”, “us” or “we”) were commissioned by PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“bank
BRI”) with the objective to provide assurance of bank BRI’s 2023 Sustainability Report (the “Report”) in relation with accordance to GRI
Sustainability Reporting Standards (GRI Universal Standards and GRI-G4 FS), POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK
No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA, TCFD, and the adherence to AA1000 Accountability Principles (2018) with assurance over the
Subject Matter presented in the Report, for the reporting year ended 31st December 2023. This statement is intended to be used by
210 stakeholders & management of bank BRI.
The scope and limitation of our work is restricted to the following areas:
1. Subject Matters
- Financial Inclusion and Digitalization
- Data Security and Privacy
- Sustainability Governance
- Human Resources and Human Rights Management
- Emission and Climate Change Management
- Responsible Investment and Financing
- Community Relations
2. AA1000 Principles (2018)
Our assurance engagement was planned and performed to meet the requirements of a Type 2 “moderate level” of assurance as defined
by AA1000 Assurance Standard (AA1000AS) v3 to evaluate the nature and extent of bank BRI’s adherence to all four AA1000
AccountAbility Principles (2018): Inclusivity, Materiality, Responsiveness and Impact, where sufficient evidence has been obtained to
support our statement such that the risk of our conclusion being in error is reduced, but not reduced to very low, but not zero.
We have not performed any work, and do not express any conclusions, on any other information outside of the Subject Matter
that may be published in the Report or on bank BRI’s website for the current reporting period or for previous periods and assumed that the
Page 211
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
financial data and figures provided by bank BRI has been audited by independent parties therefore, presentation of financial data and
figures in the report NOT within the scope of assurance.
Responsibilities of the Management of bank BRI
The Management of bank BRI is responsible for the preparation of the Subject Matter in accordance with the Reporting Criteria. The
responsibility includes designing, implementing and maintaining internal control relevant to the preparation of Subject Matter information
that is free from material misstatement, whether due to fraud or error.
Responsibilities, Competencies and Independency of CBC Global Indonesia
Our responsibility is to plan and perform our work to obtain assurance over whether the Subject Matter information has been prepared in
accordance with the GRI Universal Standard, GRI-G4 FS, POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA,
TCFD and to report to bank BRI in the form of an independent assurance conclusion, based on the work performed and the review progress.
We must also express a conclusion over whether the Report adheres to the AA1000 Principles (2018) and comment on the nature and
211
extent of each Principle individually. All this engagement was carried out by an independent team of sustainability assurance professionals
whose already obtained the Certified Sustainability Report Assurer (CSRA) and any relevant certifications.
CBC Global Indonesia is bounded by rules of conduct and professional practice relating to independence and quality overseen by
AccountAbility (www. accountability.org/standards/licensing/ AA1000 as licensed-providers) and has established policies and procedures
that are designed to ensure that our team maintain independence and integrity. We had no financial interest in the operation of bank BRI
other than for the assessment and assurance of this report. We don’t accept or assume responsibility (legal or otherwise) or accept liability
for or in connection with any other purpose for which it may be used, or to any person by whom the independent assurance opinion
statement may be read.
Methodology
We conduct the following assurance procedures and activities:
• Pre-engagement to ensure the independence and impartiality of the assurance team.
• Kick-off meeting and initial analysis of the report draft.
• Review, assess and evidence the reliability and quality of sustainability performance and disclosed information as specified in the
Report content for the reporting period of 1st of January up to 31st of December 2023.
• Evaluate the adherence of report content, disclosure and presentation against the criteria of standard, principles, and indicators
using references from AA1000AS v3, AA1000AP (2018) (AccountAbility Principles), GRI Universal Standards and GRI G4
Financial Services Sector Disclosure (GRI-G4 FS), POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, and
TCFD. Adopt IPCC Guidelines for calculation methodology of energy used and emission.
Page 212
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
• Conduct in-depth interview on compliance, governance, risk management, business continuity management topics with the
representatives of the relevant functions/divisions of the bank BRI concerning sustainability strategy and policies for material issues
and the implementation of these across the bank BRI’s business.
• Obtain an understanding of internal control relevant to the engagement in order to design procedures that are appropriate in the
sustainability program and strategy.
• Obtained an understanding of how the identified sustainability information is gathered, collated and aggregated internally and
enquiries of management of bank BRI to gain an understanding of the processes for determining material issues for key stakeholder
groups, internally and externally.
• Performed limited substantive testing, on a sample basis, of the sustainability information identified, to verify the assumptions,
estimations and computations bank BRI made and to check that data had been appropriately measured, recorded, collated and
reported.
• Compare the subject matter presented in the report to corresponding information in the relevant underlying sources on a sample
212 basis.
• Evaluate the subject matter presented in the report to determine whether they are in line with our overall knowledge of, and
experience with, the sustainability performance of the group.
• Discuss and analysis data and reports with management of bank BRI and data contributor to determine whether there are any
material misstatement of fact or material inconsistencies based on our understanding obtained as part of our assurance engagement.
Finding and Conclusions
From the assurance program and the evidence, we have obtained, a detailed review against the AA1000 AccountAbility Principles of
Inclusivity, Materiality, Responsiveness and Impact, the GRI Universal Standards, GRI-G4 FS, POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK
No.16/SEOJK.04/2021, SASB, and TCFD is set out below:
INCLUSIVITY
An assessment was made to investigate the engagement of all key stakeholders within the bank BRI. The presentation of stakeholder’s
inclusivity in the report is fairly identified and covers all bank BRI’s inclusivity material issues. The stakeholder’s engagement has been
held through communication based on various methods and approaches with the contributions of all key stakeholders includes their internal
and external stakeholders to develop an accountable and strategic sustainability topic.
MATERIALITY
An assessment was made to investigate the material information disclosed by the bank BRI. The report fairly covers the bank BRI’s material
issues by using materiality matrix and boundary mapping through the stakeholder’s inclusivity process. The materiality topics shows in the
Page 213
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
report provide a fair and sufficient information and aligned with risk management within the company which enables its stakeholders to
make a professional judgment about bank BRI’s performance and management.
RESPONSIVENESS
An assessment was made to investigate the transparency act of the bank BRI on material sustainability topics and their related impacts.
The report covers bank BRI’s responsiveness issues. All the information related to the responses from management to its stakeholder’s
inputs and complaints have been included in the report and any others company’s mechanisms transparently and appropriateness the
responses to a strategic stakeholder engagement management. Besides, the engagement with the Indonesia Sustainable Finance (IKBI)
indicated the bank BRI’s commitment towards sustainability issues.
IMPACT
The Report content discloses data and information indicating the impacts of the bank BRI’s decisions, activities, and services on the
economy, environment, and society. An assessment was made to investigate the practice of the bank BRI to monitor, measure and be
213 accountable for how their actions affect their broader ecosystems. In overall, disclosures of impacts in the Report content are rather balance
and adequate with both metric and qualitative information. However, the Company still needs to integrate comprehensively the identified
impacts into key management processes to conduct an impact assessment on the other stakeholders, including its organizational strategy,
governance, goals, objectives, and operations.
GRI STANDARDS PRINCIPLES
The Report has prepared in accordance with GRI Universal Standards and GRI-G4 FS, where all disclosure of each material topic is
presented in the Report. The disclosures of management approach for each material topic in general is fairly disclosed. The Management
of bank BRI has applied the principles for defining the report’s quality (balance, comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability)
and the principles for defining the report’s content (stakeholder inclusiveness, sustainability context, materiality, and completeness) and
supporting documents were adequately presented during the assurance program.
Adherence to POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA and TCFD
The report has followed or complied to all POJK No.51/POJK.03/2017, SEOJK No.16/SEOJK.04/2021, SASB, SUSBA, and TCFD reporting
guidelines. In terms of the adherence against the regulations, bank BRI has developed more policies and initiatives on environment
concerns. The bank BRI is advised to improve their risk and impact analysis on sustainability and also improve the assessment on high-
risk lending sectors with negative impacts towards social and environment issues. Besides, the bank BRI should also present the
sustainability matrix and target more comprehensively.
Page 214
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Tabel Data ESG Indeks Standar Laporan Issued Securities Impact Reporting Laporan Assurance
Opinion Statement
Our professional and certified team of sustainability report assurer has assured this report in accordance with the AA1000AP (2018),
AA1000AS v3 and GRI Standards. From the review progress, we conclude that the bank BRI’s Sustainability Report 2023 provides a fair
view of the all the bank BRI’s programs and performances during 2023. The extent to which the GRI Standards has been applied in the
Report and conclude this report has been prepared in accordance with GRI Universal Standards.
We believe that the evidence we have obtained is sufficient and appropriate to provide a basis for our conclusion. We conclude that the
data in 2023 for all material topics performance indicators are fairly represented and there is nothing has come to our attention that would
lead us to believe that the subject matter in the Report for the year ended 31 December 2023, in all material respects, is not prepared in
accordance with the applicable criteria.
Recommendations
Based on the examination of 2023 fiscal year, BRI has conducted internal calculation of its greenhouse gas (GHG) emissions, covering
214
scope 1, 2, and 3 inventories, using established emission factors. BRI has also initiated the development of an automation system /
dashboard related to GHG emissions. In the upcoming period, it is expected that the system implementation in the GHG emissions
calculation process can be enhanced to improve the reliability of calculation results and increase confidence in decision-making regarding
GHG emissions.
For and on behalf of:
Jakarta, January 31st, 2024
Dr. Ari Purwanti, Ak., CA., CSRA
Operational Manager
PT CBC Global Indonesia
The Icon Horizon Broadway Blok M.5 No.3 BSD City, Tangerang, Indonesia 15345
Tel: (62)(21) 87780058
Email: services@cbcglobalindonesia.com
Page 215
Tata Kelola: Sosial: Lingkungan: Laporan Keberlanjutan 2023
Pengantar Mempertahankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Memberdayakan Masyarakat Melindungi Bumi Lampiran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Lembar Umpan Balik [G.2] [G.3]
Laporan Keberlanjutan 2023 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan gambaran tentang kinerja keuangan dan keberlanjutan. Perusahaan tidak mencatat adanya tanggapan terhadap Laporan Keberlanjutan tahun sebelumnya.
1. Laporan ini mudah dimengerti
Tidak setuju Netral Setuju
2. Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material Perusahaan, baik dari sisi positif dan negatif
Tidak setuju Netral Setuju
3. Mohon berikan urutan pada tingkat topik material di bawah ini:
(nilai 1=paling prioritas s/d 7=kurang prioritas)
y Inklusi Keuangan dan Digitalisasi ( )
y Tata Kelola Keberlanjutan ( )
y Keamanan dan Privasi Data ( )
y Investasi dan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab ( )
y Manajemen Emisi dan Perubahan Iklim ( )
215 y Manajemen SDM dan HAM ( )
y Hubungan Masyarakat ( )
4. Mohon berikan saran/usul/komentar anda atas laporan ini.
Nama Lengkap
Pekerjaan
Nama Lembaga/Perusahaan
Golongan Pemangku Kepentingan
Investor Nasabah Pekerja Masyarakat Pemerintah Lainnya
Mohon kirimkan kembali lembar umpan balik kepada
Hendy Bernadi
Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan
Gedung BRI I
Jl. Jenderal Sudirman No. 44-46
Jakarta 10210, Indonesia
Phone : +6221 575 1966
Faksimili : +6221 570 0916
*Dalam laporan sebelumnya, BRI mencatat tidak adanya umpan balik yang diterima sehingga tidak ada tindak lanjut yang dilakukan [G.3]
Page 216
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Gedung BRI I Jl. Jenderal Sudirman No. 44−46 Jakarta 10210, Indonesia Tel. : (62−21) 251 0244, 251 0254 Fax. : (62−21) 250 0065, 250 0077 Website : www.bri.co.id
Names mentioned 81 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Pusat Statistik
p.5
unresolved
org
Bank BRI
p.6 ×3
unresolved
org
Menteri BUMN
p.7
unresolved
person
Bisnis Mikro
· Direktur
p.11 ×4
unresolved
org
Menteri BUMN Nomor SE-
p.17
unresolved
org
Milik Negara
p.17 ×3
unresolved
org
Menteri Badan Usaha Milik Negara
p.17 ×3
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.22
unresolved
org
Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan
p.25
unresolved
org
Bank Sampah Saguling
p.25
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.29 ×3
unresolved
org
PT Multi Sertifikasi
p.29 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan HAM
p.29
unresolved
person
Sekretariat
· Komisaris
p.36
unresolved
—
Tenure Start
p.39 ×4
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.39
unresolved
—
Keterampilan
p.39 ×4
unresolved
—
Gender
p.39 ×4
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.39
unresolved
org
PT Selaras Logistik Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Cardig
p.39
unresolved
person
Bisnis Konsumer
· Direktur
p.40
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.40 ×4
unresolved
org
Prima Karya Sarana Indonesia (Persero) Tbk
p.40 ×2
unresolved
org
Negara Indonesia (Persero) Tbk
p.40
unresolved
org
Bank Syariah Mandiri
p.40
unresolved
org
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
p.40
unresolved
person
Efektivitas
· Komisaris
p.41 ×5
unresolved
person
Proses Nominasi
· Komisaris
p.41
unresolved
person
Seri A Dwiwarna
· Komisaris
p.41
unresolved
person
Keberagaman
· Komisaris
p.42
unresolved
person
Kebijakan Keberagaman
· Komisaris
p.42
unresolved
person
Mandat
· Komisaris
p.42
unresolved
person
Matriks Keterampilan
· Komisaris
p.43 ×2
unresolved
person
Independensi
· Komisaris
p.45
unresolved
—
Himbara
· Ketua
p.45
unresolved
person
Forum Komunikasi
· Direktur
p.45
unresolved
person
Ajang
· Direktur
p.45
unresolved
—
UNGC
· Anggota
p.45
unresolved
org
Menteri BUMN Nomor PER-
p.46 ×2
unresolved
org
Menteri BUMN No. PER-
p.48
unresolved
org
Menteri BUMN No. SR-
p.48
unresolved
person
ESG Division
· Ketua
p.49
unresolved
org
SEVP Change Management
· Direktur Manajemen
p.49
unresolved
org
Bank Indonesia
p.55 ×2
unresolved
person
Identifikasi Pengukuran
· Komisaris
p.56
unresolved
person
Compliance Division
· Direktur Kepatuhan
p.60
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.70
unresolved
org
Departemen Business Continuity Management
p.82
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan
p.82
unresolved
org
Kementerian
p.109
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.