Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 170
Page 1
Page 2
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
2
Berlandaskan Integritas,
Memajukan Keberlanjutan
Building on Integrity, Progressing Sustainability
Tema “Berlandaskan Integritas, Memajukan Keberlanjutan” mencerminkan komitmen berkelanjutan CITA dalam memperkuat
fondasi kepatuhan serta mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek operasional perusahaan.
Berlandaskan Integritas menegaskan bahwa setiap langkah strategis Perusahaan dibangun di atas tata kelola yang baik,
kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan etika bisnis yang konsisten. Sementara itu, Memajukan Keberlanjutan
menyatakan komitmen CITA untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan secara terukur melalui penguatan sistem,
pengelolaan risiko, dan penerapan praktik operasional yang bertanggung jawab.
Pada tahun 2025, CITA semakin memperkokoh fondasi tersebut dengan meneguhkan struktur tata kelola dan meningkatkan
efektivitas sistem kepatuhan, guna memastikan bahwa prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi sasaran jangka panjang,
tetapi terimplementasi dalam praktik bisnis sehari-hari.
Melalui tema ini, CITA menegaskan komitmennya terhadap perbaikan berkelanjutan, di mana integritas membentuk budaya
dan perilaku organisasi untuk mendorong pertumbuhan Perusahaan yang bertanggung jawab.
The theme “Building on Integrity, Progressing Sustainability” reflects CITA’s ongoing commitment to strengthening its
compliance foundation while embedding sustainability principles across all aspects of the Company’s operations. Building
on Integrity underscores that every strategic initiative is anchored in sound governance, regulatory compliance, and the
consistent application of ethical business practices. Meanwhile, Progressing Sustainability represents CITA’s commitment
to continuously improve its sustainability performance in a measurable manner by strengthening systems, enhancing risk
management, and implementing responsible operational practices.
In 2025, CITA further reinforced this foundation by solidifying its governance structure and enhancing the effectiveness of
its compliance systems, ensuring that sustainability principles are not only long-term objectives but are also embedded in
day-to-day business practices.
Through this theme, CITA reaffirms its commitment to continuous improvement, with integrity shaping the Company’s culture
and behavior to drive responsible and sustainable growth.
Page 3
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
3
Disclaimer
Laporan Keberlanjutan PT Cita Mineral Investindo Tbk The Sustainability Report of PT Cita Mineral Investindo Tbk
(CITA), selanjutnya disebut sebagai “Laporan”, menyajikan (CITA), hereinafter referred to as the “Report,” presents
data dan informasi material bagi pemangku kepentingan material data and information for stakeholders regarding
mengenai kinerja keberlanjutan Perusahaan sepanjang the Company’s sustainability performance throughout
tahun 2025. Laporan ini disusun berdasarkan informasi 2025. This Report was prepared based on internal
internal yang telah melalui proses verifikasi oleh pihak information that has been verified by an independent third
ketiga independen, guna memastikan akurasi dan party to ensure the accuracy and reliability of the data. The
keandalan data. Istilah “CITA”, “Perusahaan”, atau “Kami” terms “CITA,” the “Company,” or “We” as we used in this
dalam dokumen ini merujuk pada PT Cita Mineral document refer to PT Cita Mineral Investindo Tbk.
Investindo Tbk.
Laporan ini juga memuat sejumlah pandangan dan This report also contains certain forward-looking
pernyataan bersifat berorientasi ke depan, yang statements that reflect the Company’s projections,
mencerminkan proyeksi, rencana, atau ekspektasi plans, or expectations regarding future conditions. We
Perusahaan terhadap kondisi di masa mendatang. Kami acknowledge that various risks and uncertainties may
menyadari bahwa berbagai risiko dan ketidakpastian dapat affect the fulfillment of these statements; therefore, they
memengaruhi realisasi pernyataan tersebut, sehingga cannot be guaranteed to fully reflect actual conditions in
tidak dapat dijamin akan sepenuhnya mencerminkan the future. Readers are encouraged to exercise caution
kondisi aktual di kemudian hari. Pembaca diharapkan when interpreting this information.
menafsirkan informasi ini secara hati-hati.
Laporan ini dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa This Report is prepared in Bahasa Indonesia and English,
Inggris, di mana terjemahan ke dalam Bahasa Inggris where the English version constitutes an free/non-
merupakan terjemahan bebas/tidak resmi. Dalam hal binding translation. In the event of any inconsistency or
terdapat perbedaan penafsiran antara versi Bahasa difference in interpretation between the Bahasa Indonesia
Indonesia dan Bahasa Inggris, maka yang berlaku adalah and English versions, the Bahasa Indonesia version shall
versi Bahasa Indonesia. prevail.
Angka yang tercantum dalam teks disajikan mengikuti Numbers presented in the text follow the numerical
kaidah penulisan numerik sesuai bahasa pada teks formatting conventions of the language used in each
tersebut. Beberapa angka telah dibulatkan untuk section. Certain figures have been rounded for ease of
penyederhanaan penyajian, sehingga mungkin terdapat presentation; therefore, minor differences may occur due
sedikit perbedaan akibat proses pembulatan. Angka to rounding. Figures in tables, charts, and infographics
pada tabel, grafik, dan infografis menggunakan kaidah apply Indonesian numerical formatting conventions,
penulisan numerik Bahasa Indonesia, kecuali dinyatakan unless otherwise stated. Accordingly, periods are used to
lain. Dengan demikian, untuk memisahkan ribuan, jutaan, separate thousands, millions, and billions, and commas
dan miliar menggunakan titik dan desimal menggunakan are used to indicate decimals.
tanda koma.
Cakupan pelaporan mencakup operasional di Air Upas The reporting scope covers operations in Air Upas and
dan Sandai (Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat) serta Sandai (Ketapang Regency, West Kalimantan), as well
kantor pusat Jakarta dan kantor perwakilan. Setiap data as head office in Jakarta and representative offices. All
yang disajikan mengacu pada rincian cakupan pelaporan data presented refer to the detailed reporting scope as
pada Bab Tentang Laporan Keberlanjutan. described in the About This Report chapter.
Page 4
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
4
Table of Contents
Daftar Isi
Penjelasan Tema Arah dan Strategi Keberlanjutan
2 30
Theme Description Sustainability Direction and Strategy
Disclaimer
3 Topik Material
Disclaimer 32
Material Topics
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
6 Capaian Target Keberlanjutan dan Kontribusi
Sustainability Performance Highlights
terhadap TPB
Pesan Direksi 35
10 Sustainability Target Achievement and
Message from the Board of Directors Contribution to SDGs
Surat Pernyataan
15 Pelibatan Pemangku Kepentingan
39
Statement Letter
Stakeholder Engagement
1
Tata Kelola Keberlanjutan
Tentang CITA 41
Sustainability Governance
About CITA
3 Praktik Pertambangan
Sekilas Perusahaan
17
Company Overview Bertanggung Jawab
Identitas Perusahaan Good Mining Practices
18
Company Identity
Visi, Misi, Nilai-Nilai Inti Perusahaan Prinsip Pelaksanaan Teknik Pertambangan
Vision, Mission, and Core Values of The 19 yang Baik 43
Company Principles of Good Mining Practice
Peta Area Operasional Praktik Pertambangan Bauksit
20 44
Map of Operational Areas Bauxite Mining Practices
Komposisi Pemegang Saham Reklamasi Pascatambang
21 49
Shareholding Composition Post-Mining Reclamation
Rantai Nilai
22
4
Value Chain Kinerja Lingkungan
Kinerja Bisnis & Kontribusi Ekonomi Environmental Performance
Business Performance & Economic 23
Contribution
Pengelolaan Lingkungan
Keanggotaan 55
27 Environmental Management
Membership
Pengelolaan Energi
Penghargaan 56
27 Energy Management
Awards
Emisi Gas Rumah Kaca
60
Greenhouse Gas Emission
2 Manajemen Keberlanjutan
Sustainability Management
Pengelolaan Air
Water Management
63
Pengelolaan Limbah
Pendekatan Keberlanjutan
68
Waste Management
29
Sustainability Approach
Komitmen Keberlanjutan
29
Sustainability Commitment
Page 5
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
5
5
Sistem Pelaporan Pelanggaran
Kinerja SDM dan K3 Whistleblowing System
141
HR and OHS Performance
Manajemen Sumber Daya Manusia
Human Resource Management
73 8 Tentang Laporan Keberlanjutan
About Sustainability Report
Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
92
Occupational Health and Safety Management Profil Laporan
144
Report Profile
Prinsip Pelaporan dan Keselarasan Dengan
6 Kinerja Pemberdayaan Masyarakat
Community Empowerment Performance
Laporan Lain
Reporting Principles and Alignment with Other
Reports
145
Inisiatif Berdampak Jangka Panjang Bagi Penjaminan Pihak Independen
Masyarakat 145
109 Independent Assurance
Initiatives with Long-Term Impact on
Community Tanggapan Umpan Balik Laporan Tahun
Sebelumnya 146
Penanganan Keluhan Masyarakat Feedback from Previous Report
129
Community Grievance Handling
Kontak Terkait Laporan
146
Contact Information
7 Kinerja Tata Kelola
Governance Performance
Tata Kelola Perusahaan yang Baik
9 Lampiran
Appendix
132
Good Corporate Governance
Tabel Data
Struktur Tata Kelola Perusahaan 147
132 Data Table
Corporate Governance Structure
Pernyataan Verifikasi Independen
Nominasi, Penilaian, dan Remunerasi Badan 158
Independent Assurance Statement
Tata Kelola
134 Indeks POJK
Nomination, Evaluation, and Remuneration of 160
Governance Bodies POJK Index
Sistem Pengendalian Internal dan Manajemen Indeks GRI
Risiko 135 164
GRI Index
Internal Control System and Risk Management
Lembar Umpan Balik
Kepatuhan 169
139 Feedback Form
Compliance
Etika Bisnis
139
Business Ethics
Kode Etik
139
Code of Conduct
Antikorupsi
140
Anti-Corruption
Anti-Pencucian Uang
140
Anti-Money Laundering
Page 6
2025 Sustainability Performance Highlights | Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
6
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance Highlights
Kinerja Bisnis [POJK-B.1]
Business Performance
Page 7
2025 Sustainability Performance Highlights | Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
7
Kinerja Lingkungan [POJK-B.2]
Environmental Performance
Pemanfaatan Residu Bauksit di 2025
of bauxite residue utilized in 2025
Tanaman ditanam pada lahan pascatambang
Dengan tingkat penggunaan ulang Plants were planted on post-mining land
with a reuse rate of 4,1%
Page 8
2025 Sustainability Performance Highlights | Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
8
Kinerja Sosial [POJK-B.3]
Social Performance
Sumber Daya Manusia
Human Resource
Jam pelatihan
Training hours
total karyawan I total employees
Rata-Rata Jam Pelatihan
Average Training Hours
perempuan | women laki-laki | men
perempuan | women laki-laki | men
karyawan lokal di 2025
atau | or local employees in 2025
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Occupational Health and Safety
Pemberdayaan Masyarakat
Community Empowerment
dengan kategori Baik
score in the Good category
pengaduan masyarakat diselesaikan
of community grievances resolved
nilai pengadaan kepada pemasok lokal
of procurement value was allocated to
local suppliers
Page 9
2025 Sustainability Performance Highlights | Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
9
Kinerja Tata Kelola
Governance Performance
Page 10
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
10
Pesan Direksi [POJK-D.1][GRI 2-22]
Message from the Board of Directors
Page 11
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
11
Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Dear Respected Stakeholder,
Tahun 2025 menjadi periode penting bagi CITA dalam The year 2025 marked an important milestone for CITA
memperkuat fondasi tata kelola, disiplin operasional, dan in strengthening its governance foundation, operational
arah pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika discipline, and long-term growth direction amid the
industri bauksit nasional. Percepatan agenda hilirisasi bijih evolving dynamics of Indonesia’s bauxite industry. The
bauksit, dinamika pasar, dan meningkatnya ekspektasi acceleration of bauxite downstreaming initiatives, shifting
terhadap praktik usaha yang bertanggung jawab market conditions, and rising expectations for responsible
mendorong Perusahaan untuk memastikan bahwa setiap business practices have driven the Company to ensure
langkah pertumbuhan dijalankan secara terukur dan that every step of its growth is carried out in a measured
sejalan dengan prinsip keberlanjutan. manner and aligned with sustainability principles.
Indonesia memiliki peran strategis dalam rantai nilai Indonesia holds a strategic role in the downstream
hilirisasi bauksit dan aluminium. Namun, perkembangan value chain of bauxite and aluminum. However, these
tersebut juga diiringi tantangan, termasuk penyesuaian developments are accompanied by challenges, including
rantai pasok domestik, dan peningkatan tuntutan domestic supply chain adjustments and the rising demand
akuntabilitas yang semakin tinggi pada aspek lingkungan, for higher accountability across environmental, social,
sosial, dan tata kelola. Dalam konteks ini, CITA berfokus and governance aspects. In this context, CITA focuses on
pada penguatan sistem melalui peningkatan kepatuhan, strengthening its systems by enhancing compliance and
serta pengendalian risiko sebagai dasar bagi pertumbuhan risk management as the foundation for more sustainable
yang lebih berkelanjutan. growth.
Sepanjang 2025, Perusahaan melakukan berbagai Throughout 2025, the Company undertook various
pembenahan internal melalui penguatan standar internal improvements by reinforcing operational
operasional, peningkatan pengawasan, dan penyelarasan standards, enhancing oversight, and aligning management
sistem pengelolaan pada aspek keselamatan, lingkungan, systems across safety, environmental, and governance
dan tata kelola. Beroperasinya kembali Site Sandai turut aspects. The resumption of operations at the Sandai
meningkatkan kapasitas produksi, yang diiringi dengan Site also contributed to increased production capacity,
upaya menjaga agar peningkatan aktivitas tetap berada accompanied by efforts to ensure that the increase in
dalam kendali yang memadai. activities remained under appropriate control.
Bagi CITA, keberlanjutan merupakan bagian dari upaya For CITA, sustainability is an integral part of maintaining
menjaga ketahanan bisnis dan kepercayaan pemangku business resilience and stakeholder trust. This
kepentingan. Laporan Keberlanjutan ini tidak hanya Sustainability Report not only presents performance
memuat capaian kinerja, tetapi juga mencerminkan proses achievements but also reflects an ongoing process of
perbaikan yang terus berjalan. continuous improvement.
Keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga
kelangsungan usaha, tetapi tentang
memastikan bahwa pertumbuhan yang kami
capai tetap bertanggung jawab, terukur, dan
memberi nilai jangka panjang.
Sustainability is not merely about maintaining business continuity, it is
about ensuring that our growth remains responsible, measurable, and
capable of delivering long-term value.
Page 12
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
12
Kinerja Operasional dan Ketahanan Bisnis Operational Performance and Business
[POJK-D.1B]
Resilience [POJK-D.1B]
CITA menjaga kesinambungan rantai nilai melalui stabilitas CITA maintained the continuity of its value chain through
pasokan kepada entitas asosiasi, PT Well Harvest Winning stable supply to its associate entity, PT Well Harvest
Alumina Refinery (WHW). Pada 2025, Perusahaan Winning Alumina Refinery (WHW). In 2025, the Company
mencatat pendapatan sebesar Rp2.687,17 miliar dengan recorded revenue of IDR 2,687.17 billion, with a production
volume produksi 4,71 juta WMT MGB. Posisi keuangan volume of 4.71 million WMT of MGB. Its financial position
tetap terjaga, tercermin dari arus kas operasional yang remained sound, as reflected in positive operating cash
tetap positif. Nilai ekonomi yang didistribusikan mencapai flows. The total economic value distributed reached IDR
Rp3.863,67 miliar, meningkat 31,4% dibandingkan tahun 3,863.67 billion, representing a 31.4% increase compared
sebelumnya. to the previous year.
Penguatan Strategi Keberlanjutan dan Tata Strengthening Sustainability Strategy and
Kelola [POJK-D.1A, D.1C, E.5] Governance [POJK-D.1A, D.1C, E.5]
Arah keberlanjutan CITA dijalankan melalui peta jalan yang CITA’s sustainability direction is implemented through a
terbagi ke dalam tiga fase, yaitu transformasi, penciptaan roadmap structured into three phases: transformation,
nilai, dan inovasi terdepan yang berfokus pada sembilan value creation, and leading innovation, focusing on nine
target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Pada 2025, Sustainable Development Goals. In 2025, the Company
fokus Perusahaan diarahkan pada fase transformasi concentrated on the transformation phase by aligning
melalui penyelarasan sistem, penguatan kepatuhan dan systems, strengthening compliance and controls, and
pengendalian, serta perbaikan tata kelola pelaksanaan improving governance implementation, including risk
termasuk pengelolaan risiko sebagai fondasi bagi kinerja management, as the foundation for more consistent
keberlanjutan yang lebih konsisten pada fase berikutnya. sustainability performance in the subsequent phases.
Berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlanjutan Various risks that may affect sustainability across economic,
pada aspek ekonomi, lingkungan, sosial, operasional, dan environmental, social, operational, and compliance aspects
kepatuhan dipertimbangkan sebagai bagian dari kerangka are considered as part of the Company’s risk management
manajemen risiko Perusahaan, serta diidentifikasi dan framework, and are identified and monitored periodically
dipantau secara berkala untuk memastikan respons yang to ensure appropriate responses to their potential impacts.
tepat terhadap potensi dampaknya. Di saat yang sama, At the same time, the Company views sustainability as
Perusahaan melihat keberlanjutan sebagai peluang an opportunity to strengthen competitiveness and long-
untuk memperkuat daya saing dan prospek usaha term business prospects, in line with the advancement of
jangka panjang, seiring penguatan hilirisasi, kebutuhan downstreaming, the growing need for more responsible
akan rantai pasok mineral yang lebih bertanggung mineral supply chains, and increasing expectations for
jawab, dan meningkatnya ekspektasi terhadap praktik good business and mining practices. These opportunities
usaha dan pertambangan yang baik. Peluang tersebut are leveraged through the strengthening of operational
dimanfaatkan melalui penguatan standar operasional, standards, enhancement of governance, and the
peningkatan tata kelola, serta penyesuaian praktik bisnis adjustment of business practices to align with market and
agar selaras dengan tuntutan pasar dan pemangku stakeholder expectations. The Company also recognizes
kepentingan. Perusahaan juga menyadari masih terdapat that challenges remain, particularly in strengthening
tantangan, terutama dalam penguatan sistem, konsistensi systems, ensuring consistency in implementation, and
implementasi, dan peningkatan kapasitas organisasi, enhancing organizational capacity, all of which are
yang terus dibenahi secara bertahap. Integritas tetap being addressed progressively. Integrity remains a
menjadi landasan dalam menjalankan usaha, seperti fundamental principle in conducting business, reflected in
melalui penerapan kebijakan kode etik, antikorupsi, dan the implementation of policies on code of conduct, anti-
anti pencucian uang, seleksi pemasok, dan penerapan corruption and anti-money laundering, supplier selection,
sistem pelaporan pelanggaran. Sepanjang 2025, terdapat and whistleblowing systems. Throughout 2025, several
beberapa aspek perizinan dan kepatuhan yang masih permitting and compliance aspects were still undergoing
dalam proses penyesuaian, yang telah ditindaklanjuti adjustment, which have been followed up through the
melalui penguatan pengendalian internal dan koordinasi strengthening of internal controls and coordination with
dengan instansi terkait guna memastikan pemenuhan relevant authorities to ensure compliance with applicable
ketentuan yang berlaku.[POJK-E.5] regulations.[POJK-E.5]
Page 13
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
13
Kinerja Lingkungan [POJK-D.1B] Environmental Performance [POJK-D.1B]
Peningkatan aktivitas operasional seiring kembali The increase in operational activities following the
beroperasinya Sandai pada 2025 turut mendorong resumption of Sandai’s operations in 2025 contributed to
kenaikan konsumsi energi, air, serta emisi dan limbah higher energy and water consumption, as well as increased
secara absolut dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, emissions and waste in absolute terms compared to
kinerja tersebut masih berada di bawah baseline tahun the previous year. However, this performance remains
2022. Perusahaan terus memperkuat pengendalian dan below the baseline set in 2022. The Company continues
pemantauan lingkungan untuk memastikan pengelolaan to strengthen environmental control and monitoring to
dampak dilakukan secara konsisten sesuai ketentuan. ensure that impact management is consistently carried
Hingga akhir tahun, Perusahaan juga melaksanakan out in accordance with regulations. By the end of the year,
reklamasi dan revegetasi progresif pada area bekas the Company also implemented progressive reclamation
tambang sebagai bagian dari upaya pemulihan lahan and revegetation on former mining areas as part of
pascatambang, disertai pemantauan lingkungan yang post-mining land restoration efforts, with environmental
dilakukan secara konsisten sesuai standar yang berlaku. monitoring being conducted consistently according to
applicable standards.
Kami memahami bahwa kinerja lingkungan pada sektor
pertambangan sangat dipengaruhi oleh intensitas operasi We understand that environmental performance in the
dan karakteristik kegiatan produksi. Namun demikian, arah mining sector is significantly influenced by the intensity
jangka panjang kami tetap jelas, yaitu memperkuat sistem of operations and production activities. Nevertheless, our
pengelolaan lingkungan, meningkatkan kedisiplinan long-term direction remains clear, which is to strengthen
implementasi, dan memastikan bahwa pertumbuhan the environmental management system, improve the
operasi berjalan seiring dengan pengendalian dampak discipline of implementation, and ensure that operational
yang bertanggung jawab. growth progresses in line with responsible impact control.
Kinerja Sosial, Keselamatan Kerja, dan Social Performance, Occupational Safety, and
Kontribusi kepada Masyarakat Contribution to the Community
CITA memandang kinerja sosial sebagai fondasi CITA views social performance as a crucial foundation
penting bagi keberlanjutan operasi. Hal ini diwujudkan for operational sustainability. This is manifested through
melalui upaya membangun tempat kerja yang aman, efforts to create a safe and inclusive workplace, employee
inklusif, pengembangan kompetensi karyawan, serta competency development, and community empowerment,
pemberdayaan masyarakat, termasuk penyerapan including the absorption of local labor. A total of 63%
tenaga kerja lokal. Sebanyak 63% karyawan berasal dari of employees are from West Kalimantan, reflecting the
Kalimantan Barat, mencerminkan komitmen Perusahaan Company’s commitment to providing broad employment
dalam memberikan kesempatan kerja yang luas bagi opportunities for local communities while supporting
masyarakat lokal sekaligus mendukung pengembangan regional human capital development. Throughout 2025,
sumber daya manusia di daerah. Sepanjang 2025, the Company strengthened the implementation of the
Perusahaan memperkuat implementasi Sistem Manajemen Mining Safety Management System (SMKP) and increased
Keselamatan Pertambangan (SMKP) dan peningkatan occupational health and safety (OHS) training. We
pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kami maintained zero fatalities across all operational areas and
mempertahankan nol fatalitas di seluruh area operasional achieved a 42.9% reduction in contractor work-related
disertai dengan penurunan tingkat kecelakaan kerja accidents compared to 2024.
kontraktor hingga 42,9% dibandingkan tahun 2024.
Di luar area operasional, kami juga terus berupaya Beyond operational areas, we also continue to
memastikan bahwa kehadiran Perusahaan memberikan ensure that the Company’s presence brings tangible
manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pada 2025, program benefits to the community. In 2025, CITA’s community
pemberdayaan masyarakat CITA telah menjangkau 21 desa, empowerment programs reached 21 villages, covering
mencakup program akses air bersih, layanan kesehatan, clean water access, healthcare services, education, MSME
pendidikan, penguatan UMKM, infrastruktur, serta empowerment, infrastructure development, and local
pengembangan ekonomi lokal. Investasi sosial meningkat economic development. Social investment increased by
84,2% dibandingkan 2024 menjadi Rp8,64 miliar, dengan 84.2% compared to 2024, reaching IDR 8.64 billion, with
fokus pada program prioritas yang disusun berdasarkan a focus on priority programs based on community needs
kebutuhan masyarakat dan konteks wilayah. Bagi kami, and regional context. For us, these numbers are not just
angka-angka tersebut bukan sekadar indikator kinerja. Di performance indicators. Behind them is a process of
baliknya, terdapat proses membangun kepercayaan, dan building trust and ensuring that the Company’s presence
memastikan bahwa keberadaan Perusahaan memberikan contributes meaningfully to the Local Community.
kontribusi yang relevan bagi masyarakat sekitar.
Page 14
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
14
Apresiasi dan Arah ke Depan Appreciation and the Way Forward
Kami menyadari bahwa keberlanjutan merupakan We recognize that sustainability is a long-term journey that
perjalanan jangka panjang yang membutuhkan requires consistency and collaboration. The achievements
konsistensi, dan kolaborasi. Capaian tahun 2025 menjadi of 2025 serve as a critical foundation for CITA to continue
fondasi penting bagi CITA untuk terus memperkuat strengthening business resilience, enhancing operational
ketahanan bisnis, meningkatkan kualitas pengelolaan management quality, and increasing contributions to the
operasional, dan memperbesar kontribusi bagi ekonomi, economy, environment, and society.
lingkungan, dan masyarakat.
Atas nama Direksi, kami menyampaikan apresiasi kepada On behalf of the Board of Directors, we express our
seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan appreciation to all stakeholders for their trust and
dukungan yang diberikan ke depan, CITA akan terus support. Moving forward, CITA will continue to strengthen
memperkuat kinerja keberlanjutan yang terukur agar measurable sustainability performance to ensure
dapat terus tumbuh secara bertanggung jawab dan responsible growth and provide added value to the Local
memberi nilai tambah bagi Masyarakat sekitar. Community.
Jakarta, 20 April 2026
Jakarta, April
Jakarta, 20th,
April 2026
2026
Atas Nama Direksi PT Cita Mineral Investindo Tbk
On behalf of the Board of Directors of PT Cita Mineral Investindo Tbk
Harry Kesuma Tanoto
Direktur
DirekturUtama
UtamaIIPresident
PresidentDirectors
Director
Page 15
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
15
SURAT PERNYATAAN
STATEMENT LETTER
SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEBERLANJUTAN
PT CITA MINERAL INVESTINDO TBK TAHUN BUKU 2025
STATEMENT OF RESPONSIBILITY FOR THE SUSTAINABILITY REPORT OF
PT CITA MINERAL INVESTINDO TBK FINANCIAL YEAR 2025
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa seluruh informasi dalam Laporan
Keberlanjutan PT Cita Mineral Investindo Tbk Tahun Buku 2025 telah dimuat secara lengkap dan
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan ini.
We, the undersigned, hereby declare that all information contained in the Sustainability Report of
PT Cita Mineral Investindo Tbk for the 2025 fiscal year has been fully disclosed, and we accept full
responsibility for the accuracy of the contents of this Sustainability Report.
Jakarta, 20 April 2026
Jakarta, April
Jakarta, 20th,
April 2026
2026
Atas nama Direksi PT Cita Mineral Investindo Tbk
On behalf of the Board of Directors of PT Cita Mineral Investindo Tbk
Harry Kesuma Tanoto
DirekturUtama
Direktur UtamaIIPresident
PresidentDirectors
Director
Page 16
Page 17
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
17
Sekilas Perusahaan
Company Overview
PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) pertama kali PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) was originally
didirikan pada tanggal 27 Juni 1992 dengan nama awal PT established on 27 June 1992 under the name PT Cipta
Cipta Panelutama dengan fokus bisnis bergerak di industri Panelutama, with initial business activities focused on
panel dan furnitur. Langkah besar diambil perusahaan the panel and furniture industry rather than mining. A
pada 20 Maret 2002, di mana PT Cipta Panelutama resmi major milestone was achieved on 20 March 2002, when
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan the Company was officially listed on the Indonesia Stock
bertransformasi menjadi perusahaan terbuka bernama PT Exchange (IDX) and became a publicly listed entity under
Cipta Panelutama Tbk dengan ticker CITA. Tahun 2007 the name PT Cipta Panelutama Tbk, with the ticker symbol
menjadi tonggak perubahan total arah bisnis (pivoting) CITA. In 2007, the Company underwent a significant
perusahaan, dari yang semula bergerak di industri strategic transformation, marking a complete shift in its
perkayuan menjadi fokus ke sektor pertambangan bauksit business direction from the timber industry to the bauxite
yang dikenal sekarang. Pada 14 Mei 2007 Perusahaan pun mining sector, which remains its core business today.
mengubah namanya menjadi PT Cita Mineral Investindo Subsequently, on 14 May 2007, the Company formally
Tbk. changed its name to PT Cita Mineral Investindo Tbk.
CITA memiliki area operasional pertambangan bauksit CITA operates bauxite mining areas in Ketapang Regency,
yang beroperasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan West Kalimantan. The Company’s mining activities are
Barat. Kegiatan penambangan Perusahaan terutama primarily located in Air Upas District and Sandai District.
berlokasi di Kecamatan Air Upas dan Kecamatan Sandai. In response to the government’s bauxite export ban policy
Sebagai respons terhadap kebijakan larangan ekspor issued in June 2023, CITA made operational adjustments
bauksit oleh pemerintah pada Juni 2023, CITA melakukan by temporarily suspending mining activities in Sandai
penyesuaian operasional dengan menghentikan District in the same year. After undertaking business
sementara aktivitas penambangan di Kecamatan Sandai strategy adjustments and considering developments in
di tahun yang sama. Setelah melalui penyesuaian strategi industry conditions, operations in the area resumed in
bisnis dan mempertimbangkan perkembangan kondisi mid-2025.
industri, operasional di areal tersebut kembali dilanjutkan
pada pertengahan tahun 2025.
Hingga saat ini, CITA dan entitas anak dikenal sebagai salah At present, CITA and its subsidiaries are recognized as
satu perusahaan tambang bauksit terbesar di Indonesia one of the largest bauxite mining companies in Indonesia
serta memainkan peran strategis dalam pengembangan and play a strategic role in the development of the national
industri pengolahan bauksit nasional. Pada tahun 2013, bauxite processing industry. In 2013, CITA, together with
CITA bersama China Hongqiao Group Limited Co. dari China Hongqiao Group Limited Co. from China and other
Tiongkok dan mitra lainnya membentuk perusahaan partners, established a joint venture company, PT Well
patungan, yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery Harvest Winning Alumina Refinery (WHW), to develop
(WHW) untuk mengembangkan fasilitas pengolahan dan a Smelter Grade Alumina (SGA) processing and refining
pemurnian Smelter Grade Alumina (SGA) di Ketapang, facility in Ketapang, West Kalimantan. The development
Kalimantan Barat. Pembangunan fasilitas tersebut of this facility represents a strategic step to enhance the
merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai value-added of bauxite minerals through the development
tambah mineral bauksit melalui pengembangan industri of the domestic processing industry.
pengolahan domestik.
Fasilitas pemurnian tersebut mulai beroperasi pada tahun The refining facility commenced operations in 2016
2016 dan menjadi produsen SGA pertama di Indonesia. and became the first SGA producer in Indonesia. WHW,
WHW yang memiliki kapasitas produksi mencapai 2 which has a production capacity of up to 2 million tons
juta ton per tahun, juga tercatat sebagai produsen SGA per year, is also recognized as the largest SGA producer
terbesar di kawasan ASEAN, menyalurkan produk SGA in the ASEAN region, supplying SGA products to both
ke pasar domestik maupun ekspor. Kehadiran fasilitas ini domestic and export markets. The establishment of this
menandai transformasi penting bagi CITA, dari Perusahaan facility marked a significant transformation for CITA, from a
pertambangan bauksit menjadi bagian dari rantai nilai bauxite mining company into part of the national alumina
industri alumina nasional. industry value chain.
Page 18
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
18
Identitas Perusahaan [POJK-C.4] [GRI 2-1, 2-6]
Company Identity
Nama Perusahaan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
Company Name
Tanggal Pendirian 27 Juni 1992
Date of Establishment June 27, 1992
Tanggal Pencatatan di Bursa Efek 20 Maret 2002
Listed on the Indonesia Stock March 20, 2002
Exchange (IDX)e
Kode Saham
CITA
Stock Code
Modal Dasar
Rp1.348.000.000.000
Authorized Capital
Modal Ditempatkan dan Disetor
Rp396.036.125.000
Issued and Paid-up Capital
Kegiatan Usaha dan Produk Proses penambangan dan pengolahan bauksit untuk menghasilkan
Business Activities and Products Metallurgical Grade Bauxite (MGB)
Bauxite mining and processing to produce Metallurgical Grade Bauxite
(MGB)
Negara Beroperasi
Indonesia
Country of Operation
Area Operasional Kecamatan Air Upas dan Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang,
Operational Areas Kalimantan Barat
Air Upas District and Sandai District, Ketapang Regency, West
Kalimantan
Jenis Pasar yang Dilayani Lokasi: Pasar Dalam Negeri Location: Domestic Market
Type of Market Served Sektor: Industri Pengolahan Sector: Processing Industry
Jenis Pelanggan: Industri Customer Type: Industrial
Jumlah Karyawan 882 Orang
Number of Employees 882 People
Alamat dan Kontak Perusahaan [POJK-C.2]
Company Address and Contact
Alamat Kantor Pusat Gedung Bank Panin lantai 2 Jl. Panin Bank Building, 2nd Floor
Head Office Address Jend Sudirman Kav 1 – Senayan Jl. Jend. Sudirman Kav. 1 –
Jakarta Pusat 10270, Indonesia Senayan Central Jakarta 10270,
Indonesia
Kontak Perusahaan Telepon | Telephone: (021)-7251344
Company Contact Fax: (021)-72789885
Website: www.citamineral.com
Email: corsec@citamineral.com
Page 19
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
19
Visi, Misi, Nilai-nilai Inti Perusahaan [POJK-C.1]
Vision, Mission, and Core Values of the Company
Visi
Vision
Menjadi Produsen Bauksit dan Alumina
terkemuka di Indonesia.
To become a leading bauxite and alumina producer in Indonesia.
Misi
Vision
Mengelola sumber daya bauksit secara optimal.
To optimally manage bauxite resources.
Menerapkan good mining practices.
To implement good mining practices.
Berkomitmen untuk menerapkan Kebijakan K3LH (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan
Hidup) yang bertanggung jawab.
To commit to the implementation of responsible HSE (Health, Safety, and Environment) policies.
Melakukan harmonisasi antara daya dukung lingkungan dan masyarakat setempat.
To harmonize environmental carrying capacity with local communities.
Meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
To enhance value for shareholders.
Nilai-Nilai Perusahaan
Corporate Values
Page 20
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
20
Peta Area Operasional [POJK-C.3D]
Map of Operational Areas
Area utama pertambangan bauksit berlokasi di Kecamatan The main bauxite mining areas are located in Air Upas
Air Upas dan Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, District and Sandai District, Ketapang Regency, West
Kalimantan Barat, dengan kantor pusat di Jakarta. Kalimantan, with the Company’s head office in Jakarta.
Sementara itu, fasilitas pemurnian SGA yang dioperasikan Meanwhile, the SGA refining facility—operated by PT Well
WHW juga berlokasi di wilayah yang sama, yaitu di Harvest Winning Alumina Refinery (WHW)—is also located
Kabupaten Ketapang, dengan kantor pusat Perusahaan in the same region in Ketapang Regency, with its head
berlokasi di Jakarta. office based in Jakarta.
Page 21
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
21
Komposisi Pemegang Saham [POJK-C.3C] [GRI 2-1]
Shareholding Composition
Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 20 The Company has been listed on the Indonesia Stock
Maret 2002 dengan kode saham CITA. Pada tahun 2025 Exchange since March 20, 2002, under the stock code
komposisi kepemilikan saham PT Harita Jayaraya sebesar CITA. As of 2025, the shareholding composition consists
60,5%, Glencore International Investment Ltd. sebesar of PT Harita Jayaraya at 60.5%, Glencore International
31,6%, dan publik sebesar 7,9%. Investment Ltd. at 31.6%, and public shareholders at 7.9%.
Publik | Public
Glencore
International
PT Harita Jayaraya
Selain itu, CITA juga memegang kepemilikan saham In addition, CITA holds a 30% ownership interest in
perusahaan sebesar 30% di PT Well Harvest Winning PT Well Harvest Winning (WHW) Alumina Refinery. For
(WHW) Alumina Refinery. Sebagai informasi tambahan, further information, the corporate structure as well as
struktur korporasi serta data keuangan yang mencakup financial data, including the consolidated data of CITA and
konsolidasi data CITA dan segenap entitas anak tidak its indirect subsidiaries, can be found in the CITA 2025
langsung bisa dilihat di Laporan Tahunan CITA 2025. Annual Report.
Page 22
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
22
Rantai Nilai
Value Chain
Selain mengoperasikan pertambangan, melalui In addition to operating mining activities, through its
kemitraannya dengan WHW, CITA telah mengembangkan partnership with WHW, CITA has developed an increasingly
model bisnis yang semakin berkesinambungan. Ekspansi sustainable business model. This expansion of the value
rantai nilai ini tidak hanya memperkuat posisi CITA dalam chain not only strengthens CITA’s position in the bauxite
industri bauksit dan alumina, tetapi juga menciptakan nilai and alumina industry, but also creates economic and
ekonomi dan sosial melalui penciptaan lapangan kerja, social value through job creation, enhancement of local
peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, kontribusi workforce competencies, fiscal contributions to the
fiskal bagi pemerintah, serta membawa manfaat jangka government, and the delivery of long-term benefits to
panjang bagi masyarakat.[GRI 2-6, 3-3, 203-2, 14.9.4] communities.[GRI 2-6, 3-3, 203-2, 14.9.4]
Bauksit adalah batuan sedimen yang
mengandung aluminium serta mineral
lain seperti silika. Bauksit kemudian
dicuci, dikeringkan, dan dicampur
untuk menghasilkan Metallurgical
Grade Bauxite (MGB). MGB
mengandung sekitar 45-53%
aluminium.
Bauxite is a sedimentary rock
containing aluminum as well as other
minerals such as silica. The bauxite is
then washed, dried, and blended to
produce Metallurgical Grade Bauxite
(MGB). MGB contains approximately
45–53% aluminum.
PT. Cita Mineral Investindo Tbk dan
entitas anak
PT Cita Mineral Investindo Tbk and
its subsidiaries
Catatan: Tahapan downstream tidak termasuk
dalam lingkup CITA dan disajikan hanya untuk
memberikan gambaran rantai nilai bauksit.
Note: Downstream stages are not within CITA’s
scope and are presented solely to provide an
overview of the bauxite value chain.
Page 23
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
23
Keterlibatan Pemasok dalam Rantai Nilai [POJK-B.1E][GRI 204-1, 14.9.5]
Supplier Engagement in the Value Chain
CITA mengedepankan kemitraan dengan pemasok CITA prioritizes partnerships with local suppliers as
lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai part of its efforts to strengthen the supply chain and
pasok serta mendorong pertumbuhan ekonomi support regional economic development. In 2025,
daerah. Pada tahun 2025, CITA bekerja sama dengan the Company collaborated with 28 local suppliers,
28 pemasok lokal dengan nilai pengadaan sebesar with a total procurement value of IDR 170.71 billion,
Rp170,71 miliar atau sekitar 71% dari total pengadaan representing approximately 71% of total procurement
tahun berjalan. during the reporting year.
Seluruh proses pengadaan diawali dengan seleksi All procurement activities begin with a structured
pemasok yang mengacu pada Kebijakan Seleksi dan supplier selection process guided by the Selection and
Peningkatan Kemampuan Pemasok untuk memastikan Capacity Development Policy for Suppliers or Vendors,
proses yang kompetitif, transparan, adil, dan akuntabel. ensuring that procurement practices are competitive,
Pada tahap ini, pemasok harus memenuhi persyaratan transparent, fair, and accountable. At this stage,
legalitas, keahlian, kemampuan teknis, serta integritas suppliers are required to meet strict criteria, including
yang tinggi. legal compliance, technical expertise, operational
capability, and high integrity standards.
Selanjutnya, pemasok terpilih akan melalui proses Selected suppliers subsequently undergo periodic
evaluasi kinerja secara berkala, yang dilakukan untuk performance evaluations to assess the quality of
menilai kesesuaian kualitas barang dan jasa terhadap goods and services against the Company’s established
standar yang ditetapkan Perusahaan serta memastikan standards and to ensure compliance with service
pemenuhan persyaratan layanan. requirements.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam The results of these evaluations serve as the basis for
upaya peningkatan kapasitas pemasok, sehingga supplier capacity development initiatives, enabling
CITA dapat terus mendorong perbaikan kinerja dan CITA to continuously improve supplier performance
memperkuat hubungan kemitraan jangka panjang and strengthen long-term, collaborative partnerships.
dengan para pemasok.
Informasi lebih lanjut terkait kebijakan ini tersedia di Further information regarding this policy is available on
situs resmi CITA https://citamineral.com/policies. CITA’s official website https://citamineral.com/policies.
Kinerja Bisnis & Kontribusi Ekonomi
Business Performance & Economic Contribution
Kinerja Bisnis [POJK-B.1A, B.1B, B.1C, F.2] Business Performance [POJK-B.1A, B.1B, B.1C, F.2]
CITA mengelola kinerja ekonomi dan operasional dengan CITA manages its economic and operational performance
fokus pada peningkatan efisiensi, keberlanjutan rantai with a focus on improving efficiency, supply chain
pasok, serta kepatuhan terhadap kebijakan hilirisasi sustainability, and compliance with the national aluminum
mineral aluminium nasional. Pendekatan ini semakin mineral downstreaming policy. This approach was further
diperkuat di 2025 dan menjadi landasan bagi perusahaan strengthened in 2025 and serves as a foundation for
dalam menjaga kesinambungan usaha, meningkatkan the Company to maintain business continuity, enhance
nilai tambah bauksit, dan memperkuat ketahanan bisnis di the value-added of bauxite, and strengthen business
tengah dinamika industri aluminium. resilience amid the dynamics of the aluminum industry.
Sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi mineral di As part of Indonesia’s mineral downstreaming ecosystem,
Indonesia, perusahaan berfokus pada optimalisasi the Company focuses on optimizing production,
produksi, penguatan kemitraan dengan PT Well Harvest strengthening its partnership with PT Well Harvest Winning
Winning Alumina Refinery (WHW), serta peningkatan Alumina Refinery (WHW), and improving the effectiveness
Page 24
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
24
efektivitas pengelolaan operasional guna mendukung of operational management to support a sustainable
pasokan bahan baku alumina secara berkelanjutan. supply of alumina raw materials.
Pada tahun 2025, target produksi MGB ditetapkan In 2025, the MGB production target was set at 6.74 million
sebesar 6,74 juta WMT, dengan realisasi mencapai WMT, with actual realization reaching 4.70 million WMT or
4,70 juta WMT atau 69,74% dari target. Kinerja produksi 69.74% of the target. Production performance was primarily
terutama ditopang oleh Site Air Upas yang mencapai 4,47 supported by the Air Upas site, which reached 4.47 million
juta WMT atau 94,95% dari target, sementara realisasi WMT or 94.95% of its target, while production realization
produksi di Site Sandai tercatat sebesar 227.858 WMT at the Sandai site was recorded at 227,858 WMT or 11.25%
atau 11,25% dari target. Belum tercapainya target produksi of its target. The overall production target was not fully
secara keseluruhan terutama dipengaruhi oleh belum achieved mainly due to the not yet optimal absorption of
optimalnya penyerapan hasil produksi karena jumlah production output, as the number of operating alumina
pabrik pemurnian alumina yang telah beroperasi masih refining plants remains limited. This condition has resulted
terbatas. Kondisi ini menyebabkan produksi di Site Sandai in production at the Sandai site not being maximized. To
belum dapat dimaksimalkan. Hingga saat ini, sebagian date, the majority of the Company’s production has been
besar hasil produksi Perusahaan disalurkan ke WHW. supplied to WHW.
Meskipun output produksi lebih rendah, Perusahaan Despite lower production output, the Company recorded
membukukan nilai penjualan sebesar Rp2.687,16 miliar, sales of Rp2,687.16 billion, an increase of 12.6% compared
meningkat 12,6% dibandingkan tahun 2024. Penjualan to 2024. Net sales in 2025 rose in line with the increase in
bersih tahun 2025 meningkat seiring kenaikan volume sales volume from 3.65 million DMT in 2024 to 3.82 million
penjualan dari 3,65 juta DMT pada 2024 menjadi 3,82 juta DMT. The base price of MGB remained relatively stable
DMT. Harga dasar MGB relatif stabil di USD38 per DMT, at USD38 per DMT, higher than the early 2024 range of
lebih tinggi dibandingkan awal 2024 di kisaran USD36– USD36–USD37 per DMT, and was further supported by a
USD37 per DMT, serta didukung oleh nilai tukar yang lebih stronger exchange rate throughout 2025.
tinggi sepanjang 2025.
Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp2.399,06 In 2025, the Company reported net profit of IDR 2,399.06
miliar pada 2025, turun 3,6% dibandingkan 2024, billion, down 3.6% compared to 2024, primarily due to
terutama akibat menurunnya bagian laba bersih entitas lower earnings contributions from associates as alumina
asosiasi seiring normalisasi harga jual alumina setelah prices normalized following the earlier increase driven
sebelumnya meningkat karena gejolak politik global. by global geopolitical tensions. This decline was partly
Dampak tersebut sebagian diredam oleh peningkatan mitigated by margin expansion supported by higher sales
marjin seiring kenaikan penjualan serta penurunan beban and lower administrative expenses.
administrasi.
Perusahaan secara berkala memantau kinerja keuangan The Company periodically monitors its financial
melalui evaluasi pendapatan, struktur aset dan liabilitas, performance through the evaluation of revenue, asset
serta capaian produksi. Upaya peningkatan kinerja and liability structure, as well as production achievements.
dilakukan melalui efisiensi biaya, penguatan koordinasi Efforts to improve performance are carried out through
rantai pasok, serta penjajakan peluang kerja sama cost efficiency measures, strengthened supply chain
penjualan dan hilirisasi lanjutan untuk mendukung coordination, and the exploration of sales collaboration
keberlanjutan usaha jangka panjang. and further downstreaming opportunities to support long-
term business sustainability.
Page 25
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
25
Skala Ekonomi PT Cita Mineral Investindo Tbk [POJK-C.3A][GRI 2-1, 2-7]
Economic Scale of PT Cita Mineral Investindo Tbk
Rincian informasi terkait skala ekonomi CITA dapat dilihat Detailed information regarding CITA’s economic scale can
pada halaman 147. be found on page 147.
Kontribusi Ekonomi [GRI 3-3, 14.9.1] Economic Contribution [GRI 3-3, 14.9.1]
Kontribusi ekonomi merupakan nilai ekonomi yang telah Economic contribution represents the economic value
dihasilkan dan didistribusikan oleh perusahaan. Selama generated and distributed by the Company. In 2025, the
tahun 2025, Perusahaan mendistribusikan nilai ekonomi Company distributed economic value amounting to IDR
sebesar Rp3.863,67 miliar kepada para pemangku 3,863.67 billion to its stakeholders. This value was primarily
kepentingan. Nilai tersebut terutama disalurkan melalui distributed through operating expenses, payments to
beban usaha, pembayaran kepada pemegang saham, shareholders, contributions to the government, employee
kontribusi kepada pemerintah, gaji dan tunjangan salaries and benefits, as well as investments in community
karyawan, serta investasi untuk komunitas. Kontribusi development. This economic contribution reflects the
ekonomi ini mencerminkan peran Perusahaan dalam Company’s role in supporting both local and national
mendukung perekonomian lokal dan nasional. Sepanjang economies. Throughout the 2025 reporting year, CITA did
tahun pelaporan 2025, CITA tidak menerima dukungan not receive any financial assistance from the government
finansial dari pemerintah dalam bentuk subsidi, insentif, in the form of subsidies, incentives, or other support.
atau bantuan lainnya. Ke depan, CITA berkomitmen untuk Going forward, CITA remains committed to continuously
terus meningkatkan kontribusi ekonomi untuk mendukung enhancing its economic contribution to support long-term
pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan berkelanjutan. and sustainable economic growth. [GRI 201-4, 14.23.3]
[GRI 201-4, 14.23.3]
In addition, in 2025, the Company allocated IDR 8.64
Selain itu, pada tahun 2025, Perusahaan mengalokasikan billion for CSR and community development programs.
dana sebesar Rp8,64 miliar untuk program CSR dan The utilization of these funds is monitored and reviewed
pengembangan masyarakat. Pemanfaatan dana tersebut periodically through internal evaluation mechanisms to
dipantau dan ditinjau secara berkala melalui mekanisme ensure the effective implementation of the programs.
evaluasi internal guna memastikan pelaksanaan program
berjalan efektif.
Page 26
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
26
Kontribusi Ekonomi dan Nilai Ekonomi yang Economic Contribution and Economic Value
Dihasilkan (Rp miliar) [POJK-F.3] [GRI 201-1, 14.9.2., 14.23.2] Generated 2025 (IDR billion) [POJK-F.3] [GRI 201-1, 14.9.2.,
14.23.2]
Kontribusi Ekonomi dan Nilai Ekonomi yang Dihasilkan (Rp miliar)
Economic Contribution and Economic Value Generated (IDR billion)
Pendapatan
Revenue 2.687,17
Dividen dari entitas asosiasi
Dividends from associates 1.344,08
Pendapatan bunga
Interest income 64,62
Lainnya
Others 22,34
Biaya operasional
Operating Cost 1.870,00
Dividen kepada Pemegang Saham
Dividend to Capital Shareholder 1.299,00
Investasi untuk komunitas
Investment in communities 8,64
Gaji dan tunjangan karyawan
Employee wage and benefit 181,50
Pengeluaran kepada Pemerintah
Contribution to Government 504,53
Rincian informasi terkait kontribusi ekonomi dan nilai Detailed information regarding CITA’s economic
ekonomi yang dihasilkan CITA dapat dilihat pada halaman contribution and economic value generated can be found
147. Informasi lebih lengkap mengenai kondisi keuangan on page 147. More comprehensive information on the
dapat ditemukan dalam Laporan Keuangan Tahunan 2025. Company’s financial condition is available in the 2025
Annual Financial Statements.
Page 27
2025 Sustainability Highlights
Report | Laporan
| Laporan
Keberlanjutan
Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
27
Keanggotaan [POJK-C.5] [GRI 2-28]
Membership
Tahun 2025, CITA resmi menjadi anggota Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI). Asosiasi
dibentuk 14 Oktober 2024, sebagai wadah bagi pelaku industri bauksit nasional
untuk bersinergi dan mendorong pengembangan sektor pertambangan yang
kompetitif dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.
In 2025, CITA officially became a member of the Indonesian Bauxite Association
(ABI). The association was established on October 14, 2024, as a platform for
national bauxite industry players to collaborate and promote the development of
a competitive and sustainable mining sector, both at the national and global levels.
Penghargaan
Awards
Selama 2025 CITA mencatatkan sejumlah penghargaan:
Throughout 2025, CITA received several awards:
Bisnis Indonesia Awards 2025 CSR & PDB Awards 2025, GOLD
Kategori Logam & Mineral, Aset < 10 Kolaborasi Peremajaan Sawit Rakyat,
Triliun, dari Bisnis Indonesia dari Kementerian Desa & ISSF
Metals & Minerals Category, Assets < Smallholder Palm Oil Replanting
IDR 10 trillion, from Bisnis Indonesia Collaboration, from the Ministry of
Villages & ISSF
BISRA 2025 Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja 2025
Kolaborasi Pertumbuhan Ekonomi
melalui Kegiatan Peremajaan Sawit Dari Gubernur Kalimantan Barat untuk
Masyarakat, dari Bisnis Indonesia CMI Site Air Upas
Economic Growth Collaboration From the Governor of West
through Community Palm Oil Kalimantan for CMI Site Air Upas
Replanting Programs, from Bisnis
Indonesia
Penghargaan Pencegahan HIV & AIDS 2025 Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja 2025
Dari Gubernur Kalimantan Barat untuk Dari Gubernur Kalimantan Barat untuk
CMI Site Air Upas CMI Site Sandai
From the Governor of West From the Governor of West
Kalimantan for CMI Site Air Upas Kalimantan for CMI Site Sandai
Page 28
Page 29
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
29
Pendekatan Keberlanjutan [POJK-A.1]
Sustainability Approach
CITA mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi CITA integrates sustainability into its business strategy,
bisnis, pengambilan keputusan, dan operasional untuk decision making, and operations to create long term
menciptakan nilai jangka panjang. Pendekatan ini value. This approach supports business growth that aligns
mendukung pertumbuhan usaha yang selaras dengan with environmental protection, community empowerment,
perlindungan lingkungan, penguatan masyarakat, dan and responsible governance for stakeholders.
tata kelola yang bertanggung jawab bagi pemangku
kepentingan.
Komitmen Keberlanjutan [POJK-A.1] [GRI 2-23, 2-24]
Sustainability Commitment
Komitmen keberlanjutan CITA diwujudkan melalui CITA’s sustainability commitment is reflected through the
penetapan kerangka dan target keberlanjutan yang menjadi establishment of a sustainability framework and targets
acuan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, that guide the integration of environmental, social, and
dan tata kelola ke dalam strategi, pengambilan keputusan governance aspects into the Company’s strategy, business
bisnis, serta operasional Perusahaan. Penetapan dan decision making, and operations. The determination and
pengawasan atas arah keberlanjutan tersebut dilakukan oversight of this sustainability direction are carried out
oleh manajemen, serta dikomunikasikan kepada seluruh by management and communicated to all work units and
unit kerja dan pemangku kepentingan terkait. relevant stakeholders.
Cakupan Komitmen Keberlanjutan tersebut termasuk:
The scope of this sustainability commitment includes:
Page 30
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
30
Arah dan Strategi Keberlanjutan [POJK-A.1][GRI 2-22, 2-23, 2-24]
Sustainability Direction and Strategy
Sejak 2022, CITA menerapkan kerangka keberlanjutan Since 2022, CITA has implemented a sustainability
yang terdiri dari lima pilar—Care for People, Responsible framework consisting of five pillars—Care for People,
Footprint, Climate Resilience, Ethical Governance, dan Responsible Footprint, Climate Resilience, Ethical
Business Resilience. Lima pilar tersebut diimplementasikan Governance, and Business Resilience—executed through
melalui peta jalan keberlanjutan dengan tiga sasaran a sustainability roadmap with three strategic objectives:
strategis: Transformation, Value Creation, dan Leading Transformation, Value Creation, and Leading Innovation.
Innovation. Ke depan, Perusahaan berkomitmen Moving forward, the Company is committed to conducting
menjalankan operasi yang adaptif terhadap tantangan operations that are adaptive to global challenges through
global melalui penguatan kebijakan, prosedur, dan the strengthening of policies, procedures, and regular
evaluasi berkala untuk memastikan strategi keberlanjutan evaluations to ensure that the sustainability strategy
tetap efektif dan relevan. remains effective and relevant.
Page 31
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
31
Kerangka Kerja Keberlanjutan
Sustainability Framework
Page 32
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
32
Topik material [GRI 3-1, 3-2]
Material Topics
CITA mengidentifikasi topik material untuk menetapkan CITA identifies material topics to prioritize sustainability
prioritas pengelolaan keberlanjutan yang paling relevan management issues that are most relevant to the business
bagi bisnis dan pemangku kepentingan, sekaligus and stakeholders, ensuring that strategies, programs,
memastikan strategi, program, serta pengungkapan and performance disclosures are focused on the most
kinerja difokuskan pada isu-isu yang paling berdampak. impactful issues. The material topic assessment process
Proses penilaian topik material telah dilakukan pada 2024 was conducted in 2024 through in-depth interviews with
melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan representatives of both internal and external stakeholders,
perwakilan pemangku kepentingan internal dan eksternal including employees from various divisions, government,
yaitu karyawan lintas divisi, pemerintah, masyarakat, communities, contractors, and customers. Stakeholders
kontraktor, dan pelanggan. Pemangku kepentingan dipilih were selected based on their relevance and significance
berdasarkan keterkaitan serta signifikansinya terhadap to the business activities.
kegiatan usaha.
Proses Penentuan Topik Material
Material Topics Formation Process
Identifikasi Topik Pelaksanaan in depth Analisis dan Validasi Penetapan Topik
Material yang Potensial interview Analysis and Validation Material
Identification of Potential In depth interview Establishment of Material
Material Topics Topics
Peninjauan internal Wawancara mendalam Melakukan analisis atas Hasil analisis menjadi
terhadap : dengan perwakilan hasil wawancara untuk: dasar dalam menetapkan
• Topik material tahun eksternal dan internal yang • Mengidentifikasi prioritas topik material yang
sebelumnya. relevan guna memperoleh prioritas topik relevan dengan dampak
• Perkembangan perspektif kepentingan dan berdasarkan persepsi dan strategi keberlanjutan
regulasi dan standar dampak dari masing-masing dan relevansinya Perusahaan.
keberlanjutan. topik. terhadap bisnis. The analysis outcomes
• Tren dan risiko In-depth interviews with serve as the foundation
keberlanjutan di sektor relevant internal and The results of the interviews for determining the priority
pertambangan. external stakeholder were analyzed to: material topics relevant to
Internal reviews of: representatives to gather • Identify priority the Company’s sustainability
• Previous year’s material perspectives on the topics based on impacts and strategy.
topics. significance and impact of their perception and
• Developments in each topic. relevance to the
regulatory frameworks business.
and sustainability
standards.
• Sustainability Trends
and Risks in the Mining
Sector.
Pada 2025, Perusahaan melakukan tinjauan internal In 2025, the Company conducted an internal review of
atas topik-topik material dengan mempertimbangkan material topics, considering developments in regulations,
perkembangan regulasi dan tren keberlanjutan di sustainability trends in the mining sector, and the
sektor pertambangan, serta dinamika risiko dan prioritas dynamics of risks and operational priorities. Generally, the
operasional. Secara umum, topik yang telah ditetapkan established topics remain relevant, though adjustments
tetap relevan, namun dilakukan penyesuaian untuk were made to ensure the focus stays accurate. The review
menjaga ketepatan fokus. Hasil peninjauan ini menetapkan results established seven sustainability material topics
tujuh topik material keberlanjutan sebagai prioritas as the Company’s priorities. Input from stakeholders was
Perusahaan. Masukan dari pemangku kepentingan considered in determining material topics, improving
digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan topik community empowerment programs, and strengthening
material, perbaikan program pemberdayaan masyarakat, the company’s sustainability policies.
serta penguatan kebijakan keberlanjutan perusahaan.
Page 33
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
33
Pengelolaan topik
Topik Material
Mengapa topik material ini penting Isu-isu Utama material
Material
Why this material topics important Main issue Management of
Topics
Material Topics
Keselamatan Kegiatan pertambangan melibatkan Pengelolaan Sistem Manajemen K3 melalui: Pengelolaan pada
dan Kesehatan penggunaan alat berat, dan aktivitas Management of the OHS system includes: topik material ini
Kerja operasional yang intensif, sehingga dapat dilihat pada
Occupational Perusahaan melakukan Penerapan • Penerapan standar kepatuhan K3 halaman 92.
Health and dan pengelolaan K3 secara ketat untuk • Implementation of OHS compliance Management of this
Safety melindungi pekerja, dan meminimalkan standards material topic can be
potensi gangguan operasional. found on page 92.
Perusahaan berkomitmen terhadap • Identifikasi dan mitigasi risiko K3
perlindungan tenaga kerja, kepatuhan • Identification and mitigation of OHS risks
regulasi, serta praktik bisnis berkelanjutan
perusahaan. • Penyediaan fasilitas dan APD yang
Mining activities involve the use of heavy memadai
equipment and intensive operational • Provision of adequate facilities and PPE
activities, which is why the Company
• Peningkatan kapasitas dan kompetensi
implements and manages OHS practices
pekerja dan organisasi
rigorously to protect workers and minimize
potential operational disruptions. The • Capacity building and competency
development for workers and the
Company is committed to workforce
organization
protection, regulatory compliance, and
sustainable business practices.
• Pemantauan dan pelaporan insiden
• Monitoring and reporting of incidents
Pengelolaan Pengelolaan lingkungan penting untuk • Pengelolaan dan pengendalian limbah, air, Pengelolaan pada
Lingkungan mengendalikan dampak operasional efluen serta udara topik material ini
Environmental tambang terhadap air, udara, dan • Management and control of waste, water, dapat dilihat pada
Management tanah, memastikan kepatuhan regulasi, effluents, and air halaman 55.
serta menjaga keseimbangan antara Management of this
produktivitas dan kelestarian lingkungan. material topic can be
Environmental management is crucial • Manajemen emisi karbon dan energi found on page 55.
for controlling the operational impacts of Carbon and energy emissions management
mining on water, air, and land, ensuring
regulatory compliance, and maintaining
a balance between productivity and
environmental sustainability.
Reklamasi Reklamasi pascatambang penting • Perencanaan, implementasi, pemantauan Pengelolaan pada
Pascatambang untuk memulihkan fungsi ekologis dan dan pelaporan Reklamasi topik material ini
Post-mining sosial dari area tambang agar dapat • Planning, implementation, monitoring, and dapat dilihat pada
reclamation dimanfaatkan kembali secara aman tanpa reporting of reclamation halaman 49.
menimbulkan dampak jangka panjang. Management of this
Environmental management is crucial material topic can be
for controlling the operational impacts of found on page 49.
mining on water, air, and land, ensuring
regulatory compliance, and maintaining
a balance between productivity and
environmental sustainability.
Pemberdayaan Pemberdayaan masyarakat penting • Pelaksanaan program berbasis kebutuhan Pengelolaan pada
Masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan potensi daerah topik material ini
Community ekonomi, membangun hubungan yang • Implementation of programs based on dapat dilihat pada
Empowerment harmonis, dan mendukung keberlanjutan regional needs and potential halaman 109.
sosial jangka panjang. Management of this
Community empowerment is crucial • Penguatan komunikasi, kemitraan dan material topic can be
for enhancing socio-economic welfare, pelibatan pemangku kepentingan found on page 109.
building harmonious relationships, and • Strengthening communication,
supporting long-term social sustainability. partnerships, and stakeholder engagement
• Pengukuran dan evaluasi dampak program
• Measuring and evaluating program impact
• Pengelolaan mekanisme pengaduan
masyarakat
• Management of community grievance
mechanisms
Page 34
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
34
Pengelolaan topik
Topik Material
Mengapa topik material ini penting Isu-isu Utama material
Material
Why this material topics important Main issue Management of
Topics
Material Topics
Pengelolaan Pengelolaan sumber daya manusia • Ketenagakerjaan & Pengelolaan SDM Pengelolaan pada
Sumber Daya penting untuk memastikan kompetensi, • Labor & HR management topik material ini
Manusia keselamatan, kesejahteraan, dan dapat dilihat pada
Human integritas pekerja yang berdampak pada • Penghormatan Hak Asasi Manusia halaman 73.
Resource produktivitas dan keberlangsungan • Respect for human rights Management of this
Management operasional. material topic can be
Human resource management is crucial • Pengelolaan mekanisme pengaduan found on page 73.
for ensuring the competence, safety, well- karyawan
being, and integrity of workers, which • Management of employee grievance
impacts productivity and operational mechanism
continuity
Kontribusi Kontribusi ekonomi mencerminkan wujud • Nilai ekonomi yang dihasilkan dan Pengelolaan pada
Ekonomi tanggung jawab Perusahaan dalam didistribusikan topik material ini
Economic menciptakan nilai tambah bagi pemangku • Economic value generated and distributed dapat dilihat pada
Contribution kepentingan dan wilayah operasional halaman 25.
melalui kinerja usaha, penciptaan Management of this
lapangan kerja, kontribusi fiskal kepada material topic can be
negara, dan mendorong pertumbuhan found on page 25.
ekonomi lokal secara nyata.
Economic contribution reflects the • Pengelolaan rantai pasok
Company’s responsibility in creating • Supply chain management
added value for stakeholders and the
surrounding operational areas through
business performance, job creation, fiscal
contributions to the government, and
promoting local economic growth.
Etika Bisnis dan Penerapan etika bisnis dan kepatuhan • Penerapan kode etik dan pakta integritas Pengelolaan pada
Kepatuhan yang kuat memastikan praktik usaha • Implementation of the code of conduct and topik material ini
Business Ethics yang transparan, akuntabel, dan sesuai integrity pact dapat dilihat pada
and Compliance regulasi. Penguatan budaya integritas halaman 139.
dan sistem kepatuhan menjadi instrumen Management of this
• Kebijakan antikorupsi dan anti-penyuapan
utama dalam mengelola risiko hukum dan material topic can be
• Anti-corruption and anti-bribery policies
reputasi serta menjaga keberlanjutan found on page 139.
Perusahaan.
The implementation of strong
business ethics and compliance • Kepatuhan pada regulasi
ensures transparent, accountable, and • Compliance with regulations
regulation-compliant business practices.
Strengthening a culture of integrity and
the compliance system is a key instrument
in managing legal and reputational
risks while maintaining the Company’s
sustainability.
Page 35
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
35
Capaian Target Keberlanjutan dan Kontribusi terhadap TPB
Sustainability Target Achievements and Contribution to the SDGs
Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung As part of its commitment to supporting the achievement of
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia,
(TPB) di Indonesia, CITA menjalankan berbagai fokus CITA implements various sustainability initiatives that align
inisiatif keberlanjutan yang sejalan dengan TPB dengan with the SDGs, considering the impact of the Company’s
memperhatikan dampak dari kegiatan operasional operational activities. This alignment ensures that CITA’s
Perusahaan. Keselarasan ini memastikan bahwa impact management and sustainability efforts contribute
pengelolaan dampak dan upaya keberlanjutan CITA to social and environmental benefits, while also supporting
turut memberikan manfaat bagi sosial dan lingkungan, the Company’s long-term performance.
sekaligus mendukung kinerja jangka panjang Perusahaan.
Berikut adalah target keberlanjutan yang dipetakan sesuai Below are the sustainability targets mapped according
topik material CITA dan turut berkontribusi pada 9 Tujuan to CITA’s material topics, which also contribute to 9
Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Sustainable Development Goals (SDGs).
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY
Pencapaian 2025 Menuju 2030
Target 2030 Target 2025 TPB
2025 Achieve Towards 2030
Nol angka fatalitas. Nol angka fatalitas. ACHIEVED MAINTAINED
Zero fatalities. Zero fatalities.
Nol angka fatalitas dan kecelakaan berat
karyawan.
Zero fatalities and serious accidents.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN
ENVIRONMENTAL MANAGEMENT
Pencapaian 2025 Menuju 2030
Target 2030 Target 2025 TPB
2025 Achieve Towards 2030
Memastikan Memastikan ACHIEVED MAINTAINED
kualitas udara kualitas udara
ambien memenuhi ambien memenuhi Kualitas udara ambien selama periode
baku mutu nasional. baku mutu nasional. pelaporan berada di bawah baku mutu
Ensure ambient Ensure ambient nasional.
air quality meets air quality meets Ambient air quality during the reporting
national standards. national standards. period was below national standards.
Mengurangi Mengurangi NOT YET ACHIEVED IN PROGRESS
intensitas intensitas
penggunaan air penggunaan air Intensitas penggunaan air sebesar
produksi hingga untuk produksi 0,000781 ML/WMT MGB atau 9,2%
30% dari baseline hingga 20% dari lebih rendah dibandingkan baseline
2022. baseline 2022. 2022. Penggunaan air tidak menurun
Reduce production Reduce production secara proporsional terhadap produksi
water usage water usage karena kebutuhan pengelolaan kolam
intensity by 30% intensity by 20% penampungan tetap berlangsung.
from 2022 baseline. from 2022 baseline. Water use intensity was 0.000781 ML/WMT
MGB, or 9.2% lower than the 2022 baseline.
Water consumption did not decrease
proportionally with production due to
ongoing pond management requirements.
Page 36
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
36
Pencapaian 2025 Menuju 2030
Target 2030 Target 2025 TPB
2025 Achieve Towards 2030
Mengurangi Mengurangi NOT YET ACHIEVED IN PROGRESS
intensitas emisi intensitas emisi
GRK Cakupan 1 GRK cakupan 1 Intensitas emisi GRK sebesar 0,015 tCO2e/
sebesar 20% dari sebesar 15% dari WMT MGB, naik 8,9% dibandingkan
baseline 2022. baseline 2022. baseline 2022, dipengaruhi oleh
Reduce Scope 1 Reduce GHG kembalinya operasional Site Sandai dan
GHG emissions emission intensity penambahan aktivitas alat berat di Site Air
intensity by 20% by 15% from 2022 Upas yang meningkatkan konsumsi bahan
from the 2022 baseline. bakar, di tengah penurunan produksi 1,3%
baseline. dibandingkan tahun 2024.
GHG emission intensity is 0.015 tCO2e/
WMT MGB, 8.9% higher than the 2022
baseline, influenced by the return of
Site Sandai operations and the increase
in heavy equipment operations at Air
Upas, increasing fuel consumption, while
production decreased by 1.3% compared
to 2024.
Tercapainya 40% Tercapainya 30% ACHIEVED IN PROGRESS
bauran energi bauran energi
terbarukan. terbarukan. Energi terbarukan berkontribusi 150.076 GJ
Achieve 40% Achieve 30% atau 39,3% dari total konsumsi, mendekati
renewable energy renewable energy 40%.
mix. mix. Renewable energy contributed 150,076
GJ or 39.3% of total consumption, nearing
40%.
Mencapai 50% Tercapainya 20% NOT YET ACHIEVED IN PROGRESS
pemanfaatan residu pemanfaatan residu
bauksit. bauksit. Tingkat pemanfaatan residu bauksit pada
Achieve 50% Achieve 20% tahun 2025 sebesar 4%. Perusahaan
bauxite residue bauxite residue akan terus mengevaluasi alternatif untuk
utilization. utilization. meningkatkan tingkat pemanfaatannya.
Bauxite residue utilization in 2025 is 4%.
The Company will keep assessing options
to enhance its utilization rate.
REKLAMASI PACATAMBANG
POST-MINING RECLAMATION
Pencapaian 2025 Menuju 2030
Target 2030 Target 2025 TPB
2025 Achieve Towards 2030
Merehabilitasi Merehabilitasi NOT YET ACHIEVED IN PROGRESS
90% area bekas 85% area bekas
tambang. tambang. Reklamasi area bekas tambang yang
Rehabilitate 90% of Rehabilitate 85% of belum selesai pada Desember 2025
the mined area. the mined area. akan dilanjutkan pada tahun 2026 untuk
memastikan pemulihan lahan terselesaikan.
Reclamation of the mined area that
remains unfinished by December 2025 will
continue in 2026 to ensure land recovery
is completed.
Page 37
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
37
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
COMMUNITY EMPOWERMENT
Pencapaian 2025 Menuju 2030
Target 2030 Target 2025 TPB
2025 Achieve Towards 2030
Air bersih dapat Air bersih dapat NOT YET ACHIEVED IN PROGRESS
diakses untuk diakses untuk
20.000 penerima 12.000 penerima Hingga 2025, akses air bersih telah
manfaat. manfaat. menjangkau 8.461 penerima manfaat (71%
Access to clean Access to clean dari target 2025) di 10 kecamatan.
water for 20,000 water for 12,000 Until 2025, access to clean water reached
beneficiaries. beneficiaries . 8.461 beneficiaries (71% of the 2025 target)
in 10 district.
PENGELOLAAN SDM
HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Pencapaian 2025 Menuju 2030
Target 2030 Target 2025 TPB
2025 Achieve Towards 2030
Meningkatkan jam Meningkatkan jam ACHIEVED IN PROGRESS
pelatihan karyawan pelatihan karyawan
menjadi 24 jam menjadi 8 jam Rata-rata jam pelatihan per karyawan
pelatihan per tahun. pelatihan per tahun. mencapai 9,68 jam per tahun.
Increase employee Increase employee The average training hours per employee
training hours to 24 training hours to 8 reached 9.68 hours per year.
hours per year. hours per year.
Meningkatkan Meningkatkan ACHIEVED MAINTAINED
proporsi karyawan proporsi karyawan
perempuan menjadi perempuan menjadi Proporsi karyawan perempuan mencapai
lebih dari 20%. lebih dari 15%. 21% dari total karyawan.
Increase the Increase the The proportion of female employees
proportion of proportion of reached 21% of the total workforce.
female employees female employees
to over 20%. to over 15%.
KONTRIBUSI EKONOMI
ECONOMIC CONTRIBUTION
Pencapaian 2025 Menuju 2030
Target 2030 Target 2025 TPB
2025 Achieve Towards 2030
Meningkatkan nilai Meningkatkan nilai ACHIEVED MAINTAINED
pengadaan dari pengadaan dari
pemasok lokal pemasok lokal Sebanyak 71% dari total nilai pengadaan
hingga 40%. hingga 30%. berasal dari pemasok lokal*.
Increase the value Increase the value 71% of the total procurement value came
of procurement of procurement from local suppliers*.
from local suppliers from local suppliers
*) Pemasok lokal berasal dari area Kalimantan Barat
to 40%. to 30%. *) Local suppliers are from the West Kalimantan area.
Page 38
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
38
ETIKA BISNIS DAN KEPATUHAN
BUSINESS ETHICS AND COMPLIANCE
Pencapaian 2025 Menuju 2030
Target 2030 Target 2025 TPB
2025 Achieve Towards 2030
Mempertahankan Mempertahankan ACHIEVED MAINTAINED
100% keluhan 100% keluhan
karyawan karyawan 100% keluhan karyawan terselesaikan.
terselesaikan. terselesaikan. 100% of employee complaints were
Maintain 100% Maintain 100% resolved.
resolution of resolution of
employee employee
complaints. complaints.
Tidak ada indikasi Tidak ada indikasi ACHIEVED MAINTAINED
pelanggaran yang pelanggaran yang
terbukti terhadap terbukti terhadap Tidak ada kasus pelanggaran kebijakan
kebijakan etika kebijakan etika etik perusahaan dan regulasi.
perusahaan. perusahaan. No cases of violations against the
No proven No proven company’s ethics policy and regulations.
violations of the violations of the
company’s ethics company’s ethics
policy. policy.
Page 39
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
39
Pelibatan Pemangku Kepentingan [POJK-E.4][GRI 2-29]
Stakeholder Engagement
CITA mengidentifikasi dan memetakan pemangku CITA identifies and maps stakeholders based on their
kepentingan berdasarkan tingkat pengaruh, kepentingan, level of influence, interest, and impact on operations,
dan dampaknya terhadap operasional, yang meliputi including shareholders, employees, contractors, suppliers,
pemegang saham, karyawan, kontraktor, pemasok, customers, government, surrounding communities,
pelanggan, pemerintah, masyarakat sekitar, lembaga traditional institutions, civil society organizations, and
adat, organisasi masyarakat, dan regulator. Keterlibatan regulators. Engagement is carried out through regular
dilakukan melalui pertemuan rutin, dialog, mekanisme meetings, dialogues, feedback mechanisms, and digital
umpan balik, serta platform komunikasi digital untuk communication platforms to capture aspirations and
menyerap aspirasi dan memastikan respons yang tepat ensure appropriate responses to material issues.
terhadap isu material.
Metode Keterlibatan dan Frekuensi Interaksi Para Pemangku Kepentingan
Methods of Engagement and Frequency of Stakeholder Interaction
Keterlibatan dan Dasar
Frekuensi Identifikasi Topik Relevan Respons Perusahaan
Engagement Identification Relevant Topics Company Response
and Frequency Criteria
KARYAWAN | EMPLOYEE
Rapat dan D, R, T, P Operasional, • Menyediakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan
sosialisasi K3, WBS, inklusif.
berkala bulanan/ promosi, serta • Provide a safe, healthy, and inclusive work environment.
insidentil kebijakan
Regular monthly perusahaan • Mendukung pengembangan kompetensi dan hubungan
and ad hoc Operations, industrial yang adil.
meetings and OHS, WBS, • Support competency development and fair industrial
dissemination promotions, relations.
and company
INTERNAL
policies • Menerapkan kepatuhan regulasi ketenagakerjaan dan
komunikasi internal yang efektif.
• Ensure compliance with labor regulations and effective
internal communication.
PEMEGANG SAHAM | SHAREHOLDERS
Laporan tahunan D, R, T, P Kinerja • Pelaporan rutin termasuk pelaporan perkembangan
Annual reports perusahaan usaha dan perkembangan prosedur kerja melalui
Company laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan media
performance pelaporan resmi lainnya.
• Annual reporting includes business progress and
updates on work procedures through annual reports,
sustainability reports, and other official reporting media.
PELANGGAN | CUSTOMER
• Korespondensi D, R, P Kualitas produk • Penyediaan produk yang berkualitas dan memenuhi
• Correspondent dan komunikasi kriteria pelanggan.
Product • Provide a safe, healthy, and inclusive work environment.
EKSTERNAL
• Sesuai quality and
kebutuhan communication • Pembuatan kontrak komersial.
• As needed • Support competency development and fair industrial
relations.
• Komunikasi intensif dalam pemenuhan persyaratan
bisnis maupun aspek lainnya.
• Ensure compliance with labor regulations and effective
internal communication.
Page 40
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
40
Keterlibatan dan Dasar
Frekuensi Identifikasi Topik Relevan Respons Perusahaan
Engagement Identification Relevant Topics Company Response
and Frequency Criteria
PEMERINTAH | GOVERNMENT
• Diseminasi D, R, T, P Dampak • Pemenuhan regulasi dan dukungan untuk kebijakan
• Dissemination kegiatan TJSL, pemerintah.
dan komunikasi • Compliance with regulations and support for government
• Kuartal, Impact of CSR policies.
tahunan, Activities and
atau sesuai Communication • Konsultasi kebijakan publik.
kebutuhan • Public policy consultation.
• Quarterly,
annually, or as • Musyawarah Pembangunan Daerah dengan
needed pemerintahan tingkat provinsi.
• Regional Development Consultations with the provincial
government.
• Pelaporan rutin sesuai regulasi pemerintah.
• Routine reporting in accordance with government
regulations.
• Komunikasi terkait penelitian khusus yang dilakukan
perusahaan.
• Communication related to special research conducted by
the company.
REKAN BISNIS | CIVIL SOCIETY
• Korespondensi D, R, T, P Kontrak dan • Transparansi informasi dan prosedur kerja sama.
• Correspondent perubahannya • Transparency of information and cooperation procedures
EKSTERNAL
Contract and
• Sesuai Their Changes
kebutuhan
• As needed
MASYARAKAT | CUSTOMER
• Lembaga Desa D, R, P Pemberdayaan • Penyediaan produk yang berkualitas dan memenuhi
• Village masyarakat kriteria pelanggan.
Institution Community • Socializing operational activities that may impact
Empowerment community activities.
• Bulanan,
tahunan, • Pembuatan kontrak komersial.
atau sesuai • Implementing CSR programs involving the community.
kebutuhan
• Monthly, • Komunikasi intensif dalam pemenuhan persyaratan bisnis
yearly, or as maupun aspek lainnya.
needed • Involving the community in special studies related to
environmental and social issues.
PEMASOK DAN KONTRAKTOR | SUPPLIERS AND CONTRACTOR
• Korespondensi D, T, P Kinerja • Transparansi informasi dan prosedur kerja sama.
• Correspondent aktivitas • Transparency of information and cooperation
Activity procedures.
• Sesuai performance
kebutuhan • Mendorong terciptanya pasokan yang bertanggung
• As needed jawab dan berkelanjutan melalui sosialisasi.
• Promoting responsible and sustainable supply through
socialization.
• Edukasi perihal kerja sama dan operasional yang
berkelanjutan untuk kontraktor.
• Education on sustainable cooperation and operations for
contractors.
Page 41
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
41
Keterlibatan dan Dasar
Frekuensi Identifikasi Topik Relevan Respons Perusahaan
Engagement Identification Relevant Topics Company Response
and Frequency Criteria
MEDIA | MEDIA
• Paparan publik D, R, T, P Kinerja • Penyajian informasi tentang kinerja perusahaan.
EKSTERNAL
dan siaran perusahaan • Providing information on company performance.
pers Company
• Public Performance
exposure and
press releases
• Tahunan
• Annually
Pemangku kepentingan CITA diidentifikasi berdasarkan 4 CITA’s stakeholders are identified based on 4 criteria:
kriteria: 1. Dependence (D): CITA’s reliance on stakeholders or
1. Ketergantungan (D): Ketergantungan CITA pada para vice versa
pemangku kepentingan atau sebaliknya 2. Responsibility (R): Legal, commercial, or ethical
2. Bertanggung Jawab (R): Legal, komersil atau tanggung responsibility toward stakeholders
jawab etis terhadap pemangku kepentingan 3. Tension (T): Influence of interests on CITA’s strategy
3. Tegangan (T): Pengaruh kepentingan terhadap and policies
strategi dan kebijakan CITA 4. Proximity (P): Geographical and operational proximity
4. Kedekatan (P): kedekatan geografis dan operasional of stakeholders to the Company
pemangku kepentingan dengan Perusahaan
Tata Kelola Keberlanjutan [POJK-E.1][GRI 2-9, 2-12, 2-13, 2-14]
Sustainability Governance
Perusahaan menerapkan tata kelola keberlanjutan The Company implements sustainability governance to
untuk memastikan topik-topik material dikelola secara ensure that material topics are managed in a focused and
terarah dan akuntabel di seluruh operasional. Direktur accountable manner across all operations. The President
Utama memegang tanggung jawab tertinggi atas kinerja Director holds the highest responsibility for sustainability
keberlanjutan. Dalam menjalankan tanggung jawab performance. In carrying out this responsibility, the
tersebut, Direksi berperan tidak hanya dalam pengelolaan Board of Directors plays a role not only in managing the
operasional perusahaan, tetapi juga dalam penetapan company’s operations but also in determining the direction
arah strategi keberlanjutan termasuk manajemen risiko of sustainability strategy and approving material topics
penerapan keberlanjutan serta persetujuan atas topik and information disclosed in the Sustainability Report.
material dan informasi yang disampaikan dalam Laporan Monitoring and evaluation of sustainability performance
Keberlanjutan. Sementara Dewan Komisaris sebagai are conducted regularly, with reports submitted to the
pengawas kinerja Direksi turut melakukan telaah berkala President Director as part of accountability.
dan meninjau efektivitas proses manajemen risiko
keberlanjutan yang dijalankan oleh Perseroan.
Dalam pelaksanaannya, Direksi menugaskan Departemen In practice, the Board of Directors assigns the ESG
ESG untuk mengoordinasikan dan memantau pengelolaan Department to coordinate and monitor sustainability
keberlanjutan di tingkat perusahaan, termasuk mendukung management at the corporate level, including supporting
integrasi target keberlanjutan dan mendorong kolaborasi the integration of sustainability targets and promoting
lintas fungsi. Sementara itu, pelaksanaan program cross-functional collaboration. The implementation of
keberlanjutan dilakukan oleh unit operasional sesuai sustainability programs is carried out by operational units
fungsi masing-masing. according to their respective functions.
Dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan dikoordinasikan The preparation of the Sustainability Report is coordinated
oleh Departemen ESG melalui pengumpulan dan by the ESG Department through the collection and
konsolidasi data dari seluruh departemen terkait, termasuk consolidation of data from all relevant departments,
operasional di site. Draf laporan melalui penelaahan including site operations. The draft report undergoes
internal, assurans pihak ketiga, dan tinjauan manajemen internal review, third-party assurance, and management
sebelum memperoleh persetujuan akhir pimpinan untuk review before receiving final approval from senior
dipublikasikan. leadership for publication.
Page 42
Page 43
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
43
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, As part of its commitment to sustainability, CITA
CITA menerapkan prinsip Good Mining Practice (GMP) implements the principles of Good Mining Practice (GMP)
dalam seluruh kegiatan operasional pertambangan in all bauxite mining operational activities, from planning
bauksit, mulai dari perencanaan, operasi, hingga and operations to post-mining. By referring to the
pascatambang. Dengan mengacu pada Keputusan Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources
Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018 tentang Pedoman No. 1827K/30/MEM/2018 concerning Guidelines for the
Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik serta Implementation of Good Mining Engineering Practices
ketentuan perundang-undangan terkait, CITA menerapkan as well as related laws and regulations, CITA implements
GMP yang mencakup enam prinsip utama berikut beserta GMP which includes the following six main principles
implementasinya. along with their implementation.
Prinsip Pelaksanaan Teknik Pertambangan yang Baik
Principles of Good Mining Practice Implementation
*Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018
*Based on the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827K/30/MEM/2018
Dengan pendekatan ini, CITA memastikan kegiatan Through this approach, CITA ensures that mining activities
pertambangan dijalankan secara aman, efisien, patuh are carried out safely, efficiently, in compliance with
regulasi, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan jangka regulations, and aligned with long-term sustainability
panjang. principles.
Page 44
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
44
Praktik Pertambangan Bauksit
Bauxite Mining Practices
Penerapan praktik pertambangan di CITA dilakukan The implementation of mining practices at CITA is carried
secara sistematis melalui beberapa tahap. Setiap tahap out systematically through several stages. Each stage is
dilaksanakan sesuai prosedur untuk meminimalkan risiko conducted in accordance with established procedures
lingkungan dan memastikan keselamatan operasional. to minimize environmental risks and ensure operational
Pendekatan ini mendukung optimalisasi sumber daya safety. This approach supports the optimization of
mineral sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi lahan dan mineral resources while maintaining the sustainability
kualitas lingkungan di sekitar area operasional. Rangkaian of land functions and environmental quality around the
tahapan berikut ini menggambarkan komitmen CITA operational area. The following stages illustrate CITA’s
dalam mengintegrasikan efisiensi operasional dengan commitment to integrating operational efficiency with
prinsip keberlanjutan sepanjang siklus penambangan. sustainability principles throughout the mining cycle.
01
Sebelum operasional penambangan dimulai, Perusahaan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh masyarakat di
desa/dusun terlingkup.
Before mining operations begin, the Company engages with local communities and their leaders in the surrounding villages and
hamlets.
02 05
Lingkup pengelolaan teknis dalam sistem penambangan Proses pengambilan endapan bijih setelah overburden
mencakup konstruksi dan commissioning peralatan, rancang (lapisan penutup) dihilangkan, kemudian diangkut untuk
bangun, penambangan, pengolahan, pengangkutan dan dilakukan pencucian.
pengelolaan teknis pasca operasi. The process of extracting the ore deposit after the
The scope of technical management in the mining system overburden layer has been removed, which is then
includes equipment construction and commissioning, transported for washing.
engineering design, mining, processing, transportation, and
post-operation technical management.
06
03 Proses pencucian untuk meningkatkan nilai tambah dan
menghilangkan pengotor dari endapan ore bauksit.
Proses pembersihan lahan untuk konstruksi infrastruktur dan The washing process to increase added value and remove
area penambangan. impurities from the bauxite ore deposit.
The process of clearing land for infrastructure construction
and mining areas.
07
Proses pengangkutan ore hasil pencucian (MGB) ke area
04
stockpile.
The process of transporting the washed ore (MGB) to the
Proses pengupasan lapisan tanah atau batuan penutup yang
stockpile area.
menutupi endapan bahan galian (ore bauksit).
The process of stripping the soil or rock overburden layer
that covers the mineral deposit (bauxite ore).
Page 45
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
45
08 09
Proses pemuatan MGB dari stockpile ke tongkang.
The loading process of MGB from the stockpile onto barges.
10
Proses pengiriman MGB menuju pabrik pengolahan lanjutan.
MGB shipment to the downstream processing plant.
11 12
Kegiatan reklamasi berisi penataan lahan dan revegetasi di Kegiatan berlanjut yang dilakukan setelah sebagian atau
area bekas tambang dan pengembalian lahan. seluruh usaha pertambangan berakhir seperti reklamasi dan
Reclamation activities include land recontouring and revegetasi, pengelolaan dampak sosial-ekonomi,
revegetation in mined-out areas, as well as land restoration. pengelolaan sarana dan prasarana, serta pemantauan
aktivitas pascaoperasi.
Ongoing activities carried out after part or all of the mining
operations have ended, such as reclamation and
revegetation, management of socio-economic impacts,
management of facilities and infrastructure, and monitoring
of post-operational activities.
Page 46
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
46
Pengelolaan dan Penggunaan Lahan
Land Management and Land Use
Pertambangan bauksit memerlukan alokasi ruang lahan Bauxite mining requires significant land allocation for its
yang signifikan untuk operasionalnya karena karakteristik operations due to the lateral distribution characteristics
penyebaran mineral bauksit yang lateral sehingga of bauxite minerals, which necessitate extensive land
memerlukan alokasi lahan yang signifikan dan metode use and the application of open pit mining methods. This
penambangan terbuka (open pit mining) yang digunakan. activity requires environmental management focused on
Aktivitas ini membutuhkan pengelolaan lingkungan yang controlling landscape changes, managing topsoil, and
difokuskan pada pengendalian perubahan bentang alam, ensuring land stability, so that the ecological functions of
pengelolaan tanah pucuk (topsoil), serta stabilitas lahan, the area are maintained. CITA recognizes its obligation
sehingga fungsi ekologis wilayah tetap terpelihara. CITA to manage land responsibly and to minimize potential
menyadari kewajiban untuk mengelola lahan secara environmental impacts.
bertanggung jawab dan meminimalkan potensi dampak
terhadap lingkungan.
Sebagian besar lahan yang digunakan dikelola dengan Most of the land used is managed under a borrow-to-
skema pinjam pakai, dengan hak kepemilikan tetap use arrangement, whereby ownership remains with local
berada pada masyarakat setempat selama proses communities throughout the mining period, as the land
penambangan, yang sebelumnya memanfaatkan lahan was previously utilized for oil palm plantations. Upon
tersebut untuk perkebunan kelapa sawit. Setelah kegiatan completion of mining activities in each block, CITA is
penambangan selesai pada suatu blok area, CITA required to restore land functions in accordance with
berkewajiban memulihkan kembali fungsi lahan sesuai applicable reclamation and post-mining regulations,
ketentuan reklamasi dan pascatambang, hingga kondisi ensuring that the land is returned to an ecologically and
lahan mencapai tingkat kesesuaian fungsi yang dapat socially acceptable condition.
diterima secara ekologis maupun sosial.
Page 47
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
47
Memperkuat Akurasi Data Lahan melalui Sistem Terpadu dan Teknologi
Survei Presisi[POJK-F.26]
Enhancing Land Data Accuracy through Integrated Systems and Precision Survey Technology
Memasuki tahun 2025, CITA memperkuat transformasi In 2025, CITA strengthens its digital transformation
digital melalui pengembangan sistem terpadu yang through the development of an integrated system that
mengintegrasikan seluruh data lahan, mulai dari proses integrates all land data, ranging from land acquisition
pembebasan, kesiapan tambang, area operasional processes, mine readiness, active operational
aktif, hingga pascatambang dalam satu pusat data. areas, to post-mining, into a single data center. This
Inovasi ini mendukung pengelolaan informasi yang innovation supports more structured and accurate
lebih terstruktur dan akurat sehingga meningkatkan information management, thereby improving the
kualitas perencanaan, pemantauan, serta pengambilan quality of planning, monitoring, and decision-making
keputusan dalam setiap tahap kegiatan penambangan. at every stage of mining activities. The consolidation
Konsolidasi data tersebut juga mendorong efisiensi of this data also promotes operational efficiency while
operasional sekaligus memperkuat transparansi dan strengthening transparency and accountability in
akuntabilitas pengelolaan sumber daya. resource management.
Dalam kegiatan survei, CITA memanfaatkan teknologi In survey activities, CITA utilizes Total Station and GNSS
Total Station dan GNSS RTK dengan metode yang RTK technologies using methods that are adjusted to
disesuaikan dengan kebutuhan tingkat akurasi serta the required level of accuracy and field conditions.
kondisi lapangan. Total Station digunakan untuk Total Station is used for high-precision measurement of
pengukuran sudut dan jarak dengan presisi tinggi angles and distances through direct line of sight, while
melalui garis pandang langsung, sementara GNSS GNSS RTK utilizes real-time satellite-based correction
RTK memanfaatkan koreksi real-time berbasis satelit to obtain coordinates quickly and accurately. The
untuk memperoleh koordinat secara cepat dan akurat. combination of these two technologies produces
Kombinasi kedua teknologi ini menghasilkan data reliable geospatial data as a basis for planning and
geospasial yang andal sebagai dasar perencanaan dan more optimal management of mining areas.
pengelolaan area tambang secara lebih optimal.
Sejalan dengan itu, CITA juga memperbarui teknologi In line with this, CITA also updates its mapping
pemetaan dari metode LiDAR konvensional menuju technology from conventional LiDAR methods to more
pemetaan berbasis drone yang lebih efisien dan efficient and precise drone-based mapping. The use
presisi. Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan of this technology enables faster and more accurate
pemantauan perubahan elevasi lahan secara lebih monitoring of land elevation changes from the pre-
cepat dan akurat sejak tahap pratambang hingga mining stage through to land closure. The development
penutupan lahan. Pengembangan sistem dan of these systems and technologies forms part of CITA’s
teknologi ini merupakan bagian dari komitmen CITA commitment to continuously improving the quality
untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan of operational management through the utilization of
operasional melalui pemanfaatan inovasi teknologi technological innovations that support more modern,
yang mendukung praktik pertambangan yang lebih efficient, and sustainable mining practices.
modern, efisien, dan berkelanjutan.
Keterangan Gambar: Pengukuran menggunakan Total Station Keterangan Gambar: Pengukuran menggunakan GNSS RTK
Image Caption: Surveying with Total Station Image Caption: Surveying with GNSS RTK
Page 48
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
48
Konservasi Sumber Daya Mineral [GRI 301]
Mineral Resource Conservation
Konservasi sumber daya mineral di CITA diterapkan Mineral resource conservation at CITA is implemented
secara menyeluruh sejak tahap eksplorasi hingga comprehensively from the exploration stage to production
produksi melalui pengendalian kualitas bijih dan through ore quality control and the optimization of mining
optimasi proses penambangan serta pengolahan. Tingkat and processing activities. The mining recovery rate is
recovery penambangan tercatat lebih dari 90%. Hal ini recorded at above 90%, which reflects the effectiveness
mencerminkan efektivitas kegiatan penambangan karena of mining operations and exceeds the benchmark
di atas nilai standar acuan yaitu sebesar 90%. Sementara standard of 90%. Meanwhile, the processing recovery rate
itu, recovery pengolahan mencapai rata-rata di atas 70% averages above 70%, exceeding the regulatory standard
atau melampaui standar regulasi (60%). Artinya, CITA of 60%. This indicates that CITA is able to maximize the
mampu memaksimalkan nilai mineral Al2O3 dari bahan value of Al₂O₃ from the available raw materials through the
baku yang tersedia melalui proses pencucian bijih bauksit optimal washing process of bauxite ore.
yang berjalan secara optimal.
> 90% > 70%
Pendataan mineral kadar rendah sudah dilakukan, Data collection for low-grade minerals has been carried
sehingga apabila di masa mendatang mineral tersebut out so that, should these minerals become economically
memiliki nilai ekonomis, data yang diperlukan telah viable in the future, the required data is already available.
tersedia. Selain itu, pengelolaan dan pemanfaatan sisa In addition, the management and utilization of processing
hasil pengolahan sebagai bagian dari konservasi sumber residue in relation to mineral resource conservation at
daya mineral di CITA telah berjalan dan dilaporkan secara CITA have been carried out and are reported periodically
berkala melalui laporan triwulan konservasi. in the quarterly conservation reports.
Kandungan mineral ikutan bauksit seperti SiO₂, Fe₂O₃, dan The content of associated minerals in bauxite, such as
TiO₂, saat ini belum dimanfaatkan karena belum terdapat SiO₂, Fe₂O₃, and TiO₂, is currently not utilized due to the
permintaan pasar. Meski demikian, Perusahaan telah absence of market demand. Nevertheless, the Company
mendata dan menganalisis kadar unsur ikutan tersebut has recorded and analyzed the levels of these associated
sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya elements as part of its efforts to ensure comprehensive
mineral secara menyeluruh dan berkelanjutan. and sustainable mineral resource management.
Komitmen terhadap Kualitas Produk serta Kepuasan dan Layanan Setara Pelanggan
Commitment to Product Quality as well as Customer Satisfaction and Equitable Service
Perusahaan secara aktif menjaga komunikasi dengan The company actively maintains communication with
pelanggan untuk memperoleh umpan balik terkait customers to obtain feedback regarding Metallurgical
produk Metallurgical Grade Bauxite (MGB). Umpan Grade Bauxite (MGB) products. Feedback is obtained
balik diperoleh melalui komunikasi rutin, evaluasi through regular communication, supplier performance
kinerja pemasok, serta pertemuan koordinasi yang evaluations, and coordination meetings that discuss
membahas kualitas produk, ketepatan pengiriman, product quality, delivery timeliness, and communication
dan efektivitas komunikasi. Mekanisme ini menjadi effectiveness. This mechanism forms part of the
bagian dari upaya Perusahaan untuk memastikan Company’s efforts to ensure that product quality and
kualitas produk dan layanan tetap memenuhi harapan services continue to meet customer expectations.
pelanggan. CITA berkomitmen untuk memberikan CITA is committed to providing equitable service to
layanan setara kepada semua pelanggan dengan all customers by ensuring that every MGB product
memastikan setiap produk MGB memenuhi standar meets high-quality standards and is supported by
kualitas tinggi dan didukung oleh pelayanan yang optimal service. During the reporting year, there were
optimal. Selama tahun pelaporan, tidak terdapat no product recalls, reflecting consistency in quality and
penarikan produk, mencerminkan konsistensi dalam service. [POJK-F.17, F.29, F.30]
kualitas dan pelayanan. [POJK-F.17, F.29, F.30]
Page 49
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
49
Reklamasi Pascatambang [GRI 3-3, 14.8.1, 14.8.4, 14.8.5,
14.8.8, 14.8.9]
Post-Mining Reclamation
CITA melaksanakan program reklamasi dan revegetasi CITA carries out reclamation and revegetation programs
sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk as part of the Company’s commitment to restore the
memulihkan kembali fungsi ekologis lahan yang terdampak ecological functions of land affected by mining activities.
kegiatan pertambangan. Proses penambangan bauksit Bauxite mining activities do not result in significant
tidak menimbulkan void atau lubang bekas tambang yang voids or mined-out pits and can be backfilled using the
signifikan dan dapat dilakukan penutupan kembali melalui backfill method. With this mining method, the level of land
metode backfill. Dengan metode penambangan tersebut, subsidence after closure is relatively minimal and soil
tingkat penurunan permukaan tanah pasca-penutupan nutrient conditions are maintained. These conditions form
relatif minimal dan kondisi unsur hara tanah masih the basis for reclamation planning and implementation,
terjaga. Kondisi ini menjadi dasar dalam perencanaan dan enabling post-mining land to regain stability and potential
pelaksanaan reklamasi sehingga lahan pascatambang productivity.
dapat kembali stabil dan berpotensi produktif.
CITA memiliki rencana reklamasi dan pascatambang CITA has reclamation and post-mining plans that have
yang telah memperoleh persetujuan pemerintah serta obtained government approval and for which financial
menempatkan jaminan sesuai dengan ketentuan yang guarantees have been provided in accordance with
berlaku. Pada tahun 2025, kegiatan reklamasi masih applicable regulations. In 2025, reclamation activities
terus dilaksanakan, sedangkan kegiatan pascatambang are still being carried out, while post-mining activities will
akan dilakukan setelah seluruh operasi tambang berakhir. be conducted after all mining operations have ceased.
Sepanjang tahun 2025, CITA telah merehabilitasi lahan Throughout 2025, CITA has rehabilitated 369.72 hectares
seluas 369,72 hektar, dan kegiatan reklamasi akan terus of land, and reclamation activities will continue to be carried
dilanjutkan sejalan dengan rencana operasional serta out in line with operational plans and the Company’s
komitmen Perusahaan dalam mematuhi peraturan yang commitment to comply with applicable regulations.
berlaku.
Pelaksanaan reklamasi dievaluasi secara berkala The implementation of reclamation is evaluated
untuk memastikan efektivitas pengelolaan serta periodically to ensure the effectiveness of management
kesesuaiannya dengan rencana reklamasi yang telah and its alignment with the established reclamation
ditetapkan. Perusahaan juga melaporkan pelaksanaan plans. The Company also reports the implementation of
reklamasi secara berkala serta menerima bimbingan dan reclamation on a regular basis and receives guidance and
pengawasan dari instansi berwenang guna memastikan supervision from the relevant authorities to ensure that
kesesuaian pelaksanaan reklamasi dengan perencanaan reclamation activities are carried out in accordance with
yang ditetapkan dan regulasi yang berlaku. the established plans and applicable regulations.
Rincian data total luasan reklamasi lahan tambang dapat Details of the total reclaimed mining area can be found on
dilihat pada halaman 148. page 148.
Biaya reklamasi mencakup komponen biaya langsung dan Reclamation costs include direct and indirect cost
tidak langsung, seperti penatagunaan lahan, revegetasi, components, such as land arrangement, revegetation, as
serta biaya operasional dan administratif. Adapun biaya well as operational and administrative costs. Meanwhile,
pascatambang memiliki cakupan yang lebih luas, meliputi post-mining costs have a broader scope, including
reklamasi, pemeliharaan tanaman dan pemantauan reclamation, plant maintenance and vegetation monitoring,
vegetasi, program sosial, ekonomi, dan budaya, serta social, economic, and cultural programs, as well as
kegiatan pemantauan, mobilisasi, dan administrasi. monitoring, mobilization, and administrative activities. The
Page 50
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
50
Penyediaan biaya reklamasi dan pascatambang provision of reclamation and post-mining funds is carried
dilakukan untuk memastikan kecukupan pendanaan out to ensure the adequacy of funding in accordance with
sesuai ketentuan regulasi dan komitmen keberlanjutan applicable regulations and the Company’s sustainability
Perusahaan. commitments.
Selain aspek finansial tersebut, CITA juga menyiapkan In addition to these financial aspects, CITA also provides
dukungan non-finansial untuk mempersiapkan non-financial support to prepare the socio-economic
transisi sosial ekonomi masyarakat menuju kondisi transition of communities toward sustainable and self-
pascatambang yang berkelanjutan dan mandiri melalui reliant post-mining conditions through community
program pemberdayaan masyarakat dengan melakukan empowerment programs, including capacity building, local
penguatan kapasitas, pengembangan kelembagaan lokal, institutional development, and assistance to beneficiary
dan pendampingan kelompok binaan hingga akhir masa groups until the end of the mining license period.
izin usaha.
Reklamasi Progresif [POJK-F.10]
Progressive Reclamation
CITA menerapkan reklamasi progresif, yaitu pemulihan CITA implements progressive reclamation, which is the
lahan yang dilakukan segera setelah suatu blok tambang restoration of land carried out immediately after a mining
selesai dioperasikan tanpa menunggu seluruh wilayah block has been fully operated, without waiting for the
pertambangan ditutup. Pendekatan ini memungkinkan closure of the entire mining area. This approach enables
pemulihan berlangsung lebih cepat dan meminimalkan faster restoration and minimizes open areas that are at risk
areal terbuka yang berisiko mengalami degradasi. of degradation.
Page 51
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
51
Alur Reklamasi Progresif
Progressive Reclamation Process Flow
Pemindahan material overburden ke lubang bekas tambang
Penataan lahan (berupa perataan lahan, pembuatan saluran drainase, pembuatan kolam
sedimen dan terasering jika diperlukan)
Land recontouring (including land leveling, construction of drainage channels, sediment
ponds, and terracing, if required)
Penaburan tanah pucuk
Topsoil re-spreading
Penanaman tanaman penutup
Cover cropping
Penanaman kembali
Revegetation
Pengembalian lahan
Land restoration
Tahapan reklamasi diawali dengan penataan kembali Reclamation activities are initiated with the recontouring of
lahan pascatambang melalui pengisian kembali dan post-mining land through backfilling and the formation of a
pembentukan permukaan lahan yang stabil, dilengkapi stable land surface, supported by water control systems to
sistem pengendalian air untuk mencegah erosi. Tanah prevent erosion. Topsoil that has been previously returned
pucuk dikembalikan ke area reklamasi guna mendukung to the reclamation area is used to support the restoration
pemulihan kesuburan tanah. of soil fertility.
Seluruh proses dilanjutkan dengan revegetasi dan The entire process is continued with revegetation and
pemeliharaan hingga lahan mencapai kondisi stabil sesuai maintenance until the land reaches a stable condition in
rencana pascatambang. Proses ini dilaksanakan melalui accordance with the post-mining plan, and is carried out
kerja sama dengan pemilik lahan dan koperasi masyarakat through cooperation with landowners and local community
setempat untuk memastikan pemulihan berjalan efektif cooperatives to ensure that restoration is effective and
dan berkelanjutan. sustainable.
Page 52
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
52
Revegetasi Pascatambang [POJK-B.2D, F.10]
Post-Mining Revegetation
Dalam pelaksanaan revegetasi, Perusahaan memilih In the implementation of revegetation, the Company
jenis tanaman dengan mempertimbangkan karakteristik selects plant species by considering ecological
ekologis dan kondisi awal lahan. Pada beberapa area characteristics and initial land conditions. In several areas
yang sebelumnya merupakan perkebunan sawit, that were previously oil palm plantations, revegetation is
revegetasi dilakukan dengan penanaman kembali kelapa carried out through the replanting of oil palm, which is
sawit yang dinilai sesuai dengan kondisi wilayah serta considered suitable for the regional conditions and the
arah pengembangan komoditas daerah sebagaimana direction of regional commodity development as stipulated
tercantum dalam RTRW Kabupaten Ketapang (Peraturan in the Regional Spatial Plan (RTRW) of Ketapang Regency
Daerah Kabupaten Ketapang Nomor 3 Tahun 2015) yang (Regional Regulation of Ketapang Regency No. 3 of 2015),
memuat arah penguatan sektor sawit. Dengan demikian, which outlines the strengthening of the oil palm sector.
revegetasi kelapa sawit diharapkan turut mendorong Through this approach, oil palm revegetation is expected
percepatan perkembangan ekonomi dan pemerataan to contribute to accelerating economic development and
manfaat di sekitar wilayah operasi pertambangan CITA. promoting equitable distribution of benefits in the areas
surrounding CITA’s mining operations.
Pengelolaan Lahan Berbasis Kemitraan dengan Masyarakat [POJK-F.9]
Partnership-Based Land Management with Communities
Seluruh wilayah operasional CITA tidak berada di dalam All of CITA’s operational areas are not located within
maupun berdekatan dengan kawasan konservasi atau or adjacent to conservation areas or areas with high
area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi. Lahan biodiversity value. Most of CITA’s bauxite mining land is
tambang bauksit CITA sebagian besar berlokasi pada located within Areas for Other Uses (APL/2L). The majority
Area Penggunaan Lain (APL/2L). Mayoritas lahan yang of the land used consists of leased or borrowed-use land
digunakan merupakan lahan sewa atau pinjam pakai yang that will be returned to its owners after the completion of
akan dikembalikan kepada pemiliknya setelah kegiatan operational activities. In managing land access, CITA applies
operasional selesai. Dalam pengelolaan akses lahan, CITA two cooperation schemes, namely (1) direct cooperation
menerapkan dua skema kerja sama, yaitu (1) kerja sama with landowners (individual) and (2) cooperation through
langsung dengan pemilik lahan (individual) dan (2) kerja local community cooperatives as collective managers of
sama melalui koperasi masyarakat setempat sebagai land owned by more than one individual. This partnership
pengelola kolektif lahan milik lebih dari satu individu. forms the basis for the implementation of reclamation
Kemitraan ini menjadi dasar pelaksanaan program programs through smallholder oil palm replanting
reklamasi melalui skema peremajaan sawit rakyat, sejalan schemes, in line with government programs.
dengan program pemerintah.
Dalam periode 2022–2025, melalui kemitraan ini, CITA During the period of 2022–2025, through this partnership,
telah mereklamasi lahan bekas tambang seluas 796,29 CITA has reclaimed 796.29 hectares of mined-out land
hektar dan menjangkau 158 penerima manfaat. and reached 158 beneficiaries.
Tahapan Program Kolaborasi Peremajaan Sawit Rakyat
Stages of the Community Oil Palm Replanting Collaboration Program
Page 53
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
53
Selama periode perawatan sekitar tiga tahun, perusahaan During the maintenance period of approximately three
melalui koperasi yang ditunjuk melakukan pemeliharaan, years, the Company, through appointed cooperatives,
meliputi pemupukan, pemantauan pertumbuhan tanaman, carries out maintenance activities, including fertilization,
serta pengelolaan kualitas tanah. Setelah lahan mencapai monitoring of plant growth, and management of soil quality.
kondisi yang dinilai pulih, area tersebut dikembalikan After the land reaches a condition that is considered
kepada negara dan pemilik lahan, baik individu maupun restored, the area is returned to the state and landowners,
lahan yang dikelola oleh koperasi, sesuai status both individuals and land managed by cooperatives,
penguasaan lahannya. Pengembalian lahan dilakukan in accordance with the land tenure status. The return
ketika tanaman telah mencapai kondisi mulai berbuah, of land is carried out when the plants have reached the
sehingga lahan yang dikembalikan tetap bernilai secara stage of bearing fruit, so that the returned land remains
ekonomi bagi pemilik. economically valuable for the owners.
Jejak Reklamasi CITA yang menciptakan keberlanjutan sosial
CITA’s Reclamation Footprint Creating Social Sustainability
01
02
Sumber penghidupan berkelanjutan, melalui hasil panen replanting sawit pasca penambangan.
03
Sustainable livelihoods, through post-mining oil palm replanting harvests.
Kemitraan jangka panjang antara petani, koperasi, dan perusahaan.
04
Long-term partnerships between farmers, cooperatives, and the Company.
Partisipasi aktif petani dari tahap perencanaan program, pelaksanaaan program dan monitoring
05 program.
Active participation of farmers from the program planning stage, program implementation, and
program monitoring.
Program perbaikan dan pelebaran akses jalan kebun mendukung kelancaran distribusi hasil panen
06 masyarakat serta mempersingkat waktu tempuh.
Improvement and widening of plantation access roads support the smooth distribution of
community harvests and shorten travel time.
Keberhasilan reklamasi ini menorehkan 2 (dua) penghargaan CSR kategori Golden, yaitu Bisnis Indonesia
Corporate Social Responsibility Award (BISRA) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2025
dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
This achievement has received 2 (two) Golden category CSR awards, namely the Bisnis Indonesia
Corporate Social Responsibility Award (BISRA) and the Sustainable Village Development Award 2025
from the Ministry of Villages and Development of Disadvantaged Regions.
Page 54
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
54
Page 55
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
55
Pengelolaan Lingkungan
Environmental Management
Perusahaan menyadari bahwa kegiatan operasional The Company recognizes that mining operations are
pertambangan memiliki keterkaitan erat dengan closely linked to the environment and play a strategic
lingkungan hidup serta peran strategis dalam role in maintaining the quality of water, air, soil, and the
menjaga kualitas air, udara, tanah, serta pemanfaatan responsible use of natural resources. With this awareness,
sumber daya alam. Dengan kesadaran tersebut, CITA CITA places environmental management as an integral
menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai bagian part of its operational governance. Through a proactive
dari tata kelola operasional. Melalui pendekatan yang and responsible approach, the Company strives to manage
proaktif dan bertanggung jawab, Perusahaan berusaha potential negative impacts, ensure regulatory compliance,
untuk mengelola potensi dampak negatif, memastikan and maintain responsible business performance.
kepatuhan terhadap regulasi, serta menjaga kinerja
perusahaan secara bertanggung jawab.
Pengelolaan lingkungan dijalankan melalui kebijakan Environmental management is implemented through
dan prosedur internal untuk memastikan kepatuhan internal policies and procedures to ensure regulatory
regulasi, mitigasi dan pengendalian dampak operasional, compliance, mitigate and control operational impacts,
keterlibatan pemangku kepentingan guna meningkatkan engage stakeholders to strengthen awareness of
kesadaran praktik pengelolaan lingkungan yang responsible environmental practices, and implement
bertanggung jawab, serta penerapan sistem manajemen an environmental management system that supports
lingkungan yang mendukung operasional pertambangan sustainable mining operations.
yang berkelanjutan.
Ruang lingkup implementasinya mencakup pengelolaan The scope of implementation covers the management
air, limbah, energi, emisi, rehabilitasi lahan, dan of water, waste, energy, emissions, land rehabilitation,
keanekaragaman hayati. Efektivitasnya dievaluasi melalui and biodiversity. Its effectiveness is evaluated through
pemantauan parameter lingkungan, audit internal, environmental parameter monitoring, internal audits, and
serta tindak lanjut perbaikan atas potensi risiko yang corrective actions to address identified risks, ensuring that
teridentifikasi, sehingga seluruh kegiatan operasional all operational activities are carried out in accordance with
dapat dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan applicable environmental standards and regulations. [GRI 3-3]
lingkungan yang berlaku. [GRI 3-3]
Kepatuhan Lingkungan
Environmental Compliance
Komitmen CITA terhadap praktik pertambangan yang CITA’s commitment to responsible mining practices is
bertanggung jawab melalui pemenuhan dan peningkatan demonstrated through compliance with and continuous
kepatuhan terhadap peraturan, standar, dan persyaratan improvement of regulations, standards, and environmental
di bidang lingkungan hidup. Kepatuhan ini menjadi dasar requirements. This compliance serves as a foundation for
untuk memperkuat penerapan praktik terbaik dalam strengthening best practices in environmental management
pengelolaan lingkungan di operasional. Sebagai bagian across operations. As part of this commitment, the
dari komitmen tersebut, perusahaan secara berkala Company regularly submits Environmental Management
menyampaikan laporan Rencana Pengelolaan Lingkungan Plan and Environmental Monitoring Plan (RKL–RPL) reports
dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL–RPL) kepada to the relevant authorities, with monitoring conducted
instansi berwenang, dengan pemantauan dilakukan in accordance with the indicators and methodologies
sesuai indikator dan metodologi dalam dokumen AMDAL. outlined in the AMDAL document.
Selain itu, Perusahaan juga mengalokasikan anggaran In addition, the Company allocates a dedicated budget
untuk biaya pengelolaan lingkungan, dengan realisasi for environmental management, with total realization
sepanjang tahun 2025 sebesar 13,14 miliar. reaching IDR 13.14 billion in 2025.
Page 56
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
56
Biaya Pengelolaan Lingkungan 2025 [POJK-F.3, F.4]
Environmental Investment 2025
Miliar | Billion
Pengelolaan Energi
Energy Management
CITA mengelola konsumsi energi operasional melalui CITA manages operational energy consumption through
pemantauan dan evaluasi secara berkala guna regular monitoring and evaluation to enhance efficiency
meningkatkan efisiensi serta kinerja lingkungan. and environmental performance. The Company
Perusahaan berfokus memperkuat fondasi pengelolaan focuses on strengthening the foundation of energy
energi menuju penerapan sistem manajemen energi, management toward the implementation of an energy
melalui pemetaan profil penggunaan energi, penguatan management system, by mapping energy use, enhancing
sistem pencatatan dan pemantauan, serta mengidentifikasi record‑keeping and monitoring systems, and gradually
peluang efisiensi secara bertahap. Upaya ini menjadi identifying energy‑efficiency opportunities. These
landasan bagi pengembangan program pengelolaan efforts provide the basis for developing more structured
energi yang lebih terstruktur, termasuk inisiatif yang energy‑management programs, including initiatives that
mendukung pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). support greenhouse gas (GHG) emissions reduction.
Konsumsi Energi [POJK-B.2A] [GRI 302-1, 302-4 , 14.1.2] Energy Consumption [POJK-B.2A] [GRI 302-1, 302-4 , 14.1.2]
Dalam kegiatan operasional, sumber energi yang In operational activities, the energy sources used include
digunakan mencakup biodiesel untuk alat berat dan biodiesel for heavy equipment and generators, gasoline
genset, bensin untuk kendaraan operasional, LPG untuk for operational vehicles, LPG for domestic needs and
kebutuhan domestik dan pengelasan, serta listrik dari welding, and electricity from PLN for office operations. In
PLN untuk operasional perkantoran. Sejalan dengan line with the clean energy transition, the Company also
transisi energi bersih, Perusahaan juga memanfaatkan utilizes renewable energy through the use of solar panels
energi terbarukan melalui penggunaan solar panel for office areas at operational sites. During the reporting
untuk area perkantoran di lokasi operasional. Pada tahun year, CITA has not yet calculated energy consumption
pelaporan, CITA belum menghitung konsumsi energi di outside the organization. [GRI 302-2, 14.1.3]
luar organisasi. [GRI 302-2, 14.1.3]
Pada tahun 2025, total konsumsi energi CITA tercatat In 2025, CITA’s total energy consumption was recorded at
sebesar 381.881 GJ, meningkat 19,8% dibandingkan tahun 381,881 GJ, an increase of 19.8% compared to 2024, yet
2024, namun masih 66,5% lebih rendah dibandingkan still 66.5% lower than the 2022 baseline. This condition is
baseline 2022. Kondisi ini sejalan dengan penurunan in line with the decline in production volume throughout
volume produksi sepanjang 2022–2025, terutama 2022–2025, particularly following the implementation of
setelah diberlakukannya kebijakan pelarangan ekspor the Government’s bauxite export ban in 2023. The baseline
bauksit oleh Pemerintah pada 2023. Tahun dasar 2022 year 2022 was established as it reflects representative
Page 57
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
57
ditetapkan karena mencerminkan aktivitas operasional operational activities. The Company will continue to ensure
yang representatif. Perusahaan akan terus memastikan data reliability and will recalculate the baseline should
keandalan data dan menghitung ulang tahun dasar jika any material changes occur in its operations. Our annual
terjadi perubahan material dalam operasional. Produksi production has also been adjusted to match domestic
tahunan kami pun menyesuaikan dengan permintaan market demand. The increase in energy consumption in
pasar domestik. Peningkatan konsumsi energi pada 2025 compared to the previous year was mainly driven by
tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya terutama the restart of Sandai Site and increased heavy equipment
dipengaruhi oleh tahap awal kembali beroperasinya Site activities at Air Upas Site.
Sandai serta penambahan aktivitas kendaraan berat di
Site Air Upas.
Dalam bauran energi Perusahaan, energi terbarukan In the Company’s energy mix, renewable energy
menyumbang 150.076 GJ atau 39,3% dari total konsumsi accounted for 150,076 GJ, or 39.3% of total energy
energi, meningkat 35,7% dibandingkan tahun 2024, consumption, increasing by 35.7% compared to 2024,
terutama didorong oleh peningkatan penggunaan primarily driven by higher biodiesel consumption in heavy
biodiesel dalam operasional kendaraan berat. equipment operations.
Seiring perkembangan tersebut, CITA memperkuat Amid these developments, CITA strengthens energy
pengelolaan energi secara lebih disiplin melalui management in a more disciplined manner through
pemantauan berkala dan evaluasi kinerja guna mendukung regular monitoring and performance evaluation to support
efisiensi operasional yang terukur di seluruh unit kerja. measurable operational efficiency across all work units.
Seluruh energi yang digunakan Perusahaan, termasuk All energy used by the Company, including fuels, electricity,
bahan bakar, listrik, dan energi terbarukan, dimanfaatkan and renewable energy, is fully utilized to support internal
sepenuhnya untuk mendukung operasional internal dan operations and is not sold or transferred to external parties
tidak diperjualbelikan dalam bentuk apapun ke pihak in any form. Energy consumption data are collected
luar. Data konsumsi energi dihimpun melalui sistem through internal monitoring systems, electricity meters,
pemantauan internal, meteran listrik, serta pencatatan and records from operational units. All collected data are
pada unit operasi. Seluruh data yang dikumpulkan then calculated and converted based on international
tersebut dihitung dan dikonversi dengan mengacu pada standards.
standar internasional.
Penggunaan Energi CITA 2025
CITA’s Energy Used 2025
150.076
231.805
1. Energi Terbarukan | Renewable Energy:
PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan Biosolar B40 (40% komponen nabati).
Solar power (PLTS) and B40 biodiesel (40% bio-based content).
2.
Page 58
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
58
OFF ON
Intensitas Energi [POJK-F.6][GRI 302-3, 14.1.4] Energy Intensity [POJK-F.6][GRI 302-3, 14.1.4]
Intensitas konsumsi energi pada tahun 2025 tercatat Energy consumption intensity in 2025 was recorded
sebesar 0,081 GJ/ton WMT MGB, lebih rendah 18,3% at 0.081 GJ/ton WMT MGB, 18.3% lower than the 2022
dibandingkan baseline 2022. Namun demikian, baseline. However, compared to 2024, energy intensity
dibandingkan tahun 2024 intensitas energi meningkat increased by 21.3%. This data trend reflects the operational
21,3%. Tren data tersebut mencerminkan dinamika and market dynamics described previously.
operasional dan pasar yang telah diuraikan sebelumnya.
Rincian data konsumsi dan intensitas energi dapat dilihat A detailed breakdown of energy consumption and energy
pada halaman 148. intensity can be seen on page 148.
Inisiatif Efisiensi Energi [POJK-F.7, F.12] [GRI 302-4] Energy Efficiency Initiative [POJK-F.7, F.12] [GRI 302-4]
CITA melakukan upaya efisiensi energi melalui berbagai CITA implements energy efficiency efforts through various
inisiatif operasional, termasuk pemanfaatan Pembangkit operational initiatives, including the utilization of solar
Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area perkantoran untuk power plants (PLTS) in office areas to partially replace
menggantikan sebagian pasokan listrik yang sebelumnya electricity previously fully supplied by biodiesel-fueled
masih bergantung sepenuhnya pada genset berbahan generators. The PLTS, which has been in operation
bakar biosolar. PLTS yang telah dioperasikan sejak 2022 since 2022, is used for internal needs with an installed
dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dengan kapasitas capacity of 19.1 kWp at the Air Upas Site office and 34
terpasang sebesar 19,1 kWp di kantor Site Air Upas dan kWp at the Sandai Site office. Throughout 2025, the PLTS
34 kWp di kantor Site Sandai. Sepanjang 2025, PLTS generated 47 GJ of energy, or approximately 0.012% of the
menghasilkan energi sebesar 47 GJ atau sekitar 0,012% Company’s total energy consumption. This decreased by
dari total konsumsi energi Perusahaan. Angka ini menurun around 35.6% compared to the previous year, mainly due
sekitar 35,6% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama to operational disruptions at the Sandai Site PLTS and the
dipengaruhi oleh gangguan operasional pada PLTS di Site limited operating period of the PLTS at the Air Upas Site.
Sandai sepanjang 2025 serta terbatasnya periode operasi
PLTS di Site Air Upas.
Selain memanfaatkan PLTS, Perusahaan juga In addition to PLTS utilization, the Company increased
meningkatkan porsi energi terbarukan dalam konsumsi the share of renewable energy in its energy mix through
energinya melalui penggunaan biosolar B40 sepanjang the use of B40 biodiesel throughout 2025. The use of
tahun 2025. Penggunaan bahan bakar dengan campuran fuel blended with 40% Fatty Acid Methyl Ester (FAME)
Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 40% ini merupakan reflects the Company’s commitment to supporting a more
bagian dari upaya Perusahaan untuk mendukung bauran sustainable energy mix and reducing dependence on
energi yang lebih berkelanjutan serta mengurangi fossil fuels. [POJK-F.5]
ketergantungan pada bahan bakar fosil. [POJK-F.5]
Page 59
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
59
Total pengurangan energi yang berhasil dicapai pada The total energy reduction achieved in 2025 amounted
tahun 2025 adalah 150.076 GJ, yang diperoleh melalui to 150,076 GJ, driven by an increased renewable energy
peningkatan bauran energi terbarukan, yaitu dari biosolar mix, namely the transition from B35 to B40 biodiesel and
B35 ke B40 dan pemanfaatan PLTS. Konsumsi energi yang the utilization of solar power (PLTS). The recorded energy
tercatat mencerminkan total energi yang digunakan dari consumption reflects the total energy used from biodiesel
biosolar dan PLTS. Pengurangan energi pada tahun 2025 and solar power. Energy reduction in 2025 increased by
meningkat sebesar 35,7% dibandingkan tahun 2024. 35.7% compared to 2024.
Upaya lain yang dilakukan perusahaan di antaranya Other initiatives include evaluating bauxite transportation
melakukan evaluasi proses pengangkutan bauksit yang processes, covering road design, route optimization,
mencakup desain jalan, pemilihan rute terdekat, dan and road contour adjustments to improve fuel efficiency.
penyesuaian kontur jalan untuk mendorong efisiensi Beyond technical measures, the Company also actively
penggunaan bahan bakar. Selain inisiatif teknis, promotes energy conservation through employee
Perusahaan aktif mengadakan kampanye penghematan communication channels, including awareness programs,
energi melalui berbagai saluran komunikasi karyawan, educational materials, and management messages
seperti sosialisasi, materi edukasi, serta penyampaian delivered to employees. [POJK-F.1]
pesan manajemen kepada karyawan. [POJK-F.1]
Penguatan Konservasi Energi
Strengthening Energy Conservation
CITA terus memperkuat kinerja lingkungan melalui CITA continues to strengthen its environmental
berbagai inisiatif berkelanjutan. Pada Desember 2025, performance through various sustainable initiatives. In
Perusahaan menyelenggarakan Bimbingan Teknis December 2025, the Company conducted a Technical
penerapan Manajemen Energi dan Pelaporan Energi Guidance session on the implementation of Energy
dengan menghadirkan narasumber dari Direktorat Management and Energy Reporting, featuring a speaker
Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi from the Directorate General of New, Renewable
Energi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Energy and Energy Conservation. This activity forms
meningkatkan efisiensi energi sekaligus memastikan part of the Company’s efforts to improve energy
kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor efficiency while ensuring compliance with Government
33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi serta Regulation No. 33 of 2023 on Energy Conservation and
Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Minister of Energy and Mineral Resources Regulation
Manajemen Energi. No. 8 of 2025 on Energy Management.
Keterangan Gambar: Kegiatan Bimbingan Teknis penerapan Manajemen Energi dan Pelaporan Energi
Image Caption: Technical Guidance on Energy Management Implementation and Energy Reporting
Page 60
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
60
Emisi Gas Rumah Kaca [GRI 3-3, 305-1, 305-2, 305-3, 14.1.1, 14.1.5, 14.1.6, 14.1.7]
Greenhouse Gas Emission
CITA secara rutin memantau dan mengevaluasi emisi Gas CITA regularly monitors and evaluates greenhouse
Rumah Kaca (GRK) di seluruh kegiatan operasional sesuai gas (GHG) emissions across all operational activities in
dengan GHG Protocol: Corporate Standard dan ISO accordance with the GHG Protocol: Corporate Standard
14064-1. Inventarisasi emisi GRK mencakup tiga kategori and ISO 14064-1. The GHG inventory covers three
pelaporan: reporting categories:
Berasal dari pembakaran pada Mencakup emisi dari aktivitas
sumber tidak bergerak (genset), perjalanan dinas karyawan dan
sumber bergerak (kendaraan perjalanan rotasi kerja.
operasional dan alat berat), Including emissions from
emisi fugitif (pengelolaan limbah employee business travel and
domestik dan penggunaan rotational work travel activities.
refrigeran), serta perubahan
penggunaan lahan.
Arising from stationary
combustion sources
(generators), mobile sources
(operational vehicles and heavy
equipment), fugitive emissions
(domestic waste management
and refrigerant use), as well as
land use changes.
Pada tahun 2025, emisi GRK absolut CITA yang melingkupi In 2025, CITA’s total GHG emissions from Scope 1 and
Cakupan 1 dan Cakupan 2 tercatat sebesar 69.307 tCO₂e, Scope 2 amounted to 69,307 tCO₂e, representing an
meningkat 28,7% dibandingkan tahun 2024, namun masih increase of 28.7% compared to 2024, yet remaining 55.1%
55,1% lebih rendah dibandingkan baseline 2022. lower than the 2022 baseline.
from 2022 baseline compare to 2024
Tren data tersebut mencerminkan dinamika operasional This trend reflects operational and market dynamics,
dan pasar yang juga selaras dengan uraian di bagian consistent with the explanation provided in the Energy
Energi. Emisi ini mencerminkan sumber emisi langsung section. These emissions represent both direct and
dan tidak langsung dari kegiatan operasional Perusahaan indirect sources from the Company’s operations and serve
dan menjadi dasar dalam evaluasi kinerja, pengendalian as a basis for performance evaluation, emissions control,
emisi, serta penetapan langkah mitigasi berkelanjutan. and the development of ongoing mitigation measures.
Sedangkan emisi GRK Cakupan 3 pada tahun 2025 Meanwhile, Scope 3 GHG emissions in 2025 were
tercatat sebesar 289 tCO₂e, meningkat 24% dibandingkan recorded at 289 tCO₂e, an increase of 24% compared to
tahun 2024 dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas 2024, primarily driven by increased employee mobility
mobilitas karyawan seiring beroperasinya kembali Site following the reactivation of the Sandai Site. [POJK-F.11] [GRI 305-5,
Sandai. [POJK-F.11] [GRI 305-5, 14.1.9] 14.1.9]
Rincian data emisi dan intensitas emisi dapat dilihat pada Detailed emission and emission intensity data are
halaman 149. presented on page 149.
Page 61
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
61
99,17% Contribution to GHG Emission Value 0,42% Contribution to GHG Emission Value 0,41% Contribution to GHG Emission Value
Scope 2
Scope 3
Pada 2025, intensitas emisi GRK CITA Cakupan 1 dan 2 In 2025, CITA’s Scope 1 and Scope 2 GHG emission
tercatat 0,015 ton CO₂e/WMT MGB, meningkat 30,3% intensity was recorded at 0.015 tCO₂e/WMT MGB,
dibandingkan tahun 2024 dan 8,9% dari baseline 2022 representing an increase of 30.3% compared to 2024 and
seiring perkembangan profil operasional pada 2025 yang 8.9% above the 2022 baseline, in line with the operational
telah dijelaskan sebelumnya. [POJK-F.11] [GRI 305-4, 14.1.8] profile developments in 2025 as previously described.
[POJK-F.11] [GRI 305-4, 14.1.8]
Perusahaan telah melakukan upaya untuk mengurangi The Company has taken steps to reduce GHG emissions
emisi GRK melalui peningkatan penggunaan energi through increased use of renewable energy, including
terbarukan, termasuk biosolar B40 dan pemanfaatan B40 biodiesel and the utilization of solar power (PLTS).
PLTS. Kedua inisiatif tersebut mengurangi emisi sebesar These initiatives resulted in a reduction of 11,206 tCO₂e,
11.206 tCO2e, meningkat 37,7% dibandingkan tahun 2024. representing a 37.7% increase compared to 2024. [POJK-B.2B]
[POJK-B.2B] [GRI 305-5, 14.1.9] [GRI 305-5, 14.1.9]
Perusahaan terus melakukan pemantauan dan evaluasi The Company continues to monitor and evaluate its
terhadap kinerja emisi untuk mengidentifikasi peluang emissions performance to identify opportunities for
peningkatan efisiensi dan pengendalian emisi secara improving efficiency and ensuring continuous emissions
berkelanjutan.[POJK F.12] control.[POJK F.12]
Page 62
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
62
Emisi Non-GRK [POJK F.12][GRI 3-3, 14.3.1]
Non-GHG Emissions
Selain pengelolaan emisi GRK, CITA juga memantau emisi In addition to managing GHG emissions, CITA also
udara non-GRK untuk memastikan kepatuhan terhadap monitors non-GHG air emissions to ensure compliance
baku mutu dan menjaga kualitas udara di area operasional. with applicable standards and maintain air quality within
CITA melakukan pemantauan berkala terhadap emisi operational areas. The Company conducts periodic
udara dari sumber tidak bergerak, mengacu pada monitoring of air emissions from stationary sources
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. in accordance with the Regulation of the Minister of
11 Tahun 2021 tentang Baku Mutu Emisi Mesin dengan Environment and Forestry No. 11 of 2021 concerning
Pembakaran Dalam. Emission Standards for Internal Combustion Engines.
CITA melakukan pemantauan kualitas udara ambien secara CITA also performs regular ambient air quality monitoring
berkala bekerja sama dengan laboratorium lingkungan in collaboration with accredited environmental
terakreditasi untuk mengevaluasi kualitas udara di laboratories to assess air quality within its operational
lingkungan operasional. Hasil pemantauan di 2025 environment. The monitoring results in 2025 indicate that
menunjukkan seluruh parameter yang diuji berada dalam all tested parameters were within the applicable regulatory
batas baku mutu/ambang batas yang dipersyaratkan. thresholds and standards.
Emisi Lain yang Signifikan dari Operasional CITA [GRI 305-7, 14.3.2]
Other Significant Emissions from CITA Operations
Pengurangan Emisi Zat Perusak Lapisan Ozon (ODS) [POJK-F.12] [GRI 305-6]
Ozone-Depleting Substances (ODS) Emissions Reduction
Perusahaan berupaya mengurangi emisi zat perusak The Company is committed to reducing emissions
lapisan ozon (Ozone-Depleting Substances/ODS) of ozone-depleting substances (ODS) by not using
dengan tidak menggunakan refrigeran berbasis chlorofluorocarbon (CFC)-based refrigerants.
chlorofluorocarbon (CFC). Meskipun dalam While the Company’s operations still involve the
operasional masih terdapat penggunaan refrigeran use of R22 refrigerant, which is classified as a
R22 yang tergolong hydrochlorofluorocarbon (HCFC), hydrochlorofluorocarbon (HCFC), this type of refrigerant
jenis refrigeran ini saat ini berada dalam masa transisi is currently in a phase-out transition in line with efforts
penghapusan bertahap sejalan dengan upaya to adopt more environmentally friendly alternatives.
penggunaan refrigeran yang lebih ramah lingkungan.
Page 63
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
63
Menjaga Kualitas Udara dan Tingkat Kebisingan
Maintaining Air Quality and Noise Levels
Aktivitas pertambangan serta kegiatan pendukungnya Mining activities and their supporting operations have
berpotensi menghasilkan polusi udara yang dapat the potential to generate air pollution that may lead
menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang to long-term environmental impacts and pose health
serta risiko kesehatan bagi pekerja dan masyarakat di risks to workers and surrounding communities if not
sekitar area operasional apabila tidak dikelola dengan properly managed. Recognizing this, CITA implements
baik. Menyadari hal tersebut, CITA menerapkan various measures to control operational impacts on
berbagai langkah untuk mengendalikan dampak ambient air quality, including noise management and
operasional terhadap kualitas udara ambien, termasuk emissions from generators.
pengelolaan kebisingan, dan emisi dari genset.
Upaya pengendalian dilakukan melalui inisiatif berikut:
Control efforts are carried out through the following initiatives:
01
Perawatan kendaraan dan mesin secara rutin guna menjaga kinerja pembakaran dan menekan emisi gas buang,
02 termasuk parameter seperti NOX, CO, SO2 dan partikulat.
Regular maintenance of vehicles and machinery to maintain combustion performance and reduce exhaust emissions,
including parameters such as NOX, CO, SO2 and particulates;
Pengaturan waktu dan volume mobilisasi bijih bauksit menuju Bauxite Processing Plant untuk mengoptimalkan
03 pergerakan alat angkut dan potensi sebaran debu di jalur pengangkutan.
Managing the timing and volume of bauxite transportation to the Bauxite Processing Plant to optimize haulage
operations and minimize dust dispersion along transportation routes;
Penyiraman jalan tambang secara berkala untuk meminimalkan penyebaran debu, terutama pada musim kemarau.
04
Routine watering of mine roads to suppress dust, particularly during the dry season;
Penanaman vegetasi di sepanjang jalur tambang sebagai penghalang debu alami sekaligus penguatan kondisi
05 lingkungan di area operasional.
Planting vegetation along mining routes as a natural dust barrier and to enhance environmental conditions in
operational areas;
Pengujian rutin oleh laboratorium lingkungan yang terakreditasi.
06 Regular testing conducted by accredited environmental laboratories.
Pengelolaan Air
Water Management
Ketersediaan dan kualitas air merupakan aspek penting Water availability and quality are critical aspects of CITA’s
dalam kegiatan pertambangan CITA. Perusahaan mining operations. The Company manages water through
melakukan pengelolaan air melalui pemantauan dan continuous monitoring and operational controls to maintain
pengendalian operasional untuk menjaga kualitas serta both the quality and availability of water resources in and
ketersediaan sumber daya air di sekitar wilayah tambang. around the mining areas. These efforts are continuously
Upaya ini terus dikembangkan secara bertahap guna developed to ensure that operational activities remain
memastikan kegiatan operasional tetap memperhatikan aligned with the sustainable management of water
keberlanjutan sumber daya air bagi lingkungan dan resources for both the environment and surrounding
masyarakat sekitar. communities.
Pemantauan kualitas air limbah dan badan air sekitar Monitoring of wastewater and surrounding water bodies is
operasional dilakukan secara berkala melalui laboratorium conducted periodically through accredited environmental
lingkungan terakreditasi dan didukung oleh infrastruktur laboratories and supported by adequate infrastructure,
Page 64
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
64
yang memadai seperti kolam pengendapan, sistem including settling ponds, drainage systems, and emergency
drainase, serta saluran darurat guna mencegah limpasan channels to prevent runoff into the environment. All
ke lingkungan. Seluruh hasil pemantauan dilaporkan monitoring results are reported to the relevant authorities
kepada otoritas sesuai ketentuan. in accordance with applicable regulations.
Perusahaan melaksanakan pengelolaan air dengan The Company manages water in compliance with
mengacu pada regulasi dan persetujuan lingkungan yang prevailing regulations and environmental approvals
berlaku, melalui pendekatan pencegahan, pemantauan through preventive measures, regular monitoring,
berkala, dan evaluasi terhadap kinerja pengelolaan. and performance evaluation. Evaluation is based on
Evaluasi dilihat berdasarkan kepatuhan terhadap baku compliance with required quality standards, water quality
mutu yang dipersyaratkan, hasil pemantauan kualitas air, monitoring results, and the assessment of water usage
serta peninjauan pola pemanfaatan air. Dalam hal terdapat patterns. In the event of non-compliance, the Company
ketidaksesuaian, Perusahaan melakukan tindak lanjut dan undertakes necessary corrective actions as part of its
perbaikan yang diperlukan sebagai bagian dari upaya continuous improvement efforts. Input from regulators
peningkatan berkelanjutan. Masukan dari regulator dan and surrounding communities also contributes to
masyarakat sekitar turut menjadi bagian dalam penguatan strengthening water management governance.[GRI 3-3, 14.7.1]
tata kelola pengelolaan air. [GRI 3-3, 14.7.1]
Pengambilan dan Penggunaan Air [POJK- F.8][GRI 303- Water Withdrawal and Usage [POJK- F.8][GRI 303-3, 303-5,
3, 303-5, 14.7.4, 14.7.6] 14.7.4, 14.7.6]
Dalam operasionalnya, CITA menggunakan air dari In its operations, CITA utilizes water from several sources,
beberapa sumber, yaitu air permukaan, air hujan yang including surface water, naturally collected rainwater,
tertampung secara alami dan air daur ulang internal untuk and internally recycled water for operational activities, as
kegiatan operasional serta air tanah untuk kebutuhan well as groundwater for domestic use. CITA’s operational
domestik. Wilayah operasional CITA tidak berada pada areas are not located in water-stressed areas, and water
area dengan tingkat water stress, dan pengambilan air withdrawal is not conducted from protected sources.
tidak dilakukan dari sumber yang dilindungi.
Kebutuhan air untuk proses produksi terutama dipenuhi Water requirements for production processes are
dari kombinasi air permukaan dan sebagian besar dari primarily met through a combination of surface water and
air yang disirkulasi ulang. Sementara itu, air tanah hanya largely recycled water. Meanwhile, groundwater is used
digunakan untuk kebutuhan domestik seperti untuk exclusively for domestic purposes, such as office facilities
kebutuhan air di area perkantoran dan mess karyawan. and employee housing. The use of surface water is carried
Pemanfaatan air permukaan dilakukan secara terbatas, out in a controlled manner, taking into account operational
dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional dan needs and resource availability.
ketersediaan sumber daya.
Di lain sisi, pemanfaatan kembali air terus dioptimalkan At the same time, water reuse continues to be optimized
sebagai bagian dari strategi efisiensi air. Ke depan, as part of the Company’s water efficiency strategy.
Perusahaan akan melakukan penguatan sistem Going forward, the Company will gradually strengthen its
pemantauan dan pencatatan pengelolaan air secara monitoring and recording systems for water management
Page 65
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
65
bertahap, sejalan dengan upaya peningkatan tata kelola. in line with efforts to enhance governance.
Pada tahun 2025, total konsumsi air mencapai 3.733,43 In 2025, total water consumption reached 3,733.43
megaliter, meningkat 7,9% dibandingkan tahun sebelumnya megaliters, representing an increase of 7.9% compared
seiring dengan kembali beroperasinya Site Sandai. to the previous year, in line with the reactivation of the
Meskipun demikian, dibandingkan dengan baseline Sandai Site. However, compared to the 2022 baseline,
tahun 2022, konsumsi air masih lebih rendah sebesar water consumption remained 62.3% lower, consistent with
62,3% sejalan dengan penurunan tingkat produksi selama the decline in production levels during the 2022–2025
periode 2022-2025, terutama setelah kebijakan ekspor period, particularly following the Government’s bauxite
bauksit oleh Pemerintah pada 2023. Produksi tahunan export policy in 2023. Annual production has also been
kami pun menyesuaikan dengan ketersediaan permintaan adjusted to domestic market demand.
pasar domestik.
from 2022 baseline
Rincian data pengambilan dan pemakaian air dapat dilihat Detailed data on water withdrawal and consumption can
pada halaman 150. be found on page 150.
Pengelolaan Air di Fasilitas Pencucian Bauksit Water Management in Bauxite Processing
[GRI 303-1, 14.7.2]
Plant [GRI 303-1, 14.7.2]
CITA menerapkan praktik pemanfaatan kembali air proses CITA implements water reuse practices at the Bauxite
di Bauxite Processing Plant (BPP) untuk meningkatkan Processing Plant (BPP) to improve water use efficiency
efisiensi penggunaan air dan membatasi kebutuhan air and reduce the demand for fresh water.
baru.
Air dari kolam pencucian bauksit dimanfaatkan kembali Water from the bauxite washing ponds is reused within the
dalam siklus operasional melalui sistem sirkulasi internal operational cycle through internal circulation systems and
dan pengendapan bertahap. Pendekatan ini mendukung staged sedimentation processes. This approach supports
pengendalian penggunaan air serta meminimalkan controlled water usage and minimizes the potential
potensi pelepasan air proses ke lingkungan sesuai discharge of processed water into the environment in
dengan mekanisme yang diatur. Residu hasil pencucian accordance with established mechanisms. Residue from
dikelola melalui kolam pengendapan yang dirancang the washing process is managed through settling ponds
untuk memisahkan partikel padat dari air sebelum air designed to separate solid particles from water before it
digunakan kembali atau dilepas ke lingkungan. Seluruh is reused or discharged. All ponds are constructed with
kolam dibangun dengan desain teknis yang memperkuat technical designs that strengthen embankment structures
struktur tanggul dari potensi limpasan, rembesan, dan to prevent overflow, seepage, and slope failure, ensuring
longsor, untuk menjaga stabilitas dan keamanan fasilitas. facility stability and safety. Structural integrity and storage
Keandalan struktur dan kapasitas tampung dikendalikan capacity are maintained through regular monitoring of
melalui pemantauan elevasi muka air, volume residu, serta water levels, residue volumes, and periodic physical
penilaian kondisi fisik secara berkala. Untuk mitigasi risiko, condition assessments. As part of risk mitigation, the ponds
kolam dilengkapi fasilitas tampungan darurat dan sistem are equipped with emergency containment facilities and
drainase terkontrol guna menjaga kapasitas tampung controlled drainage systems to ensure sufficient storage
tetap memadai. capacity at all times.
Page 66
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
66
Proses Pencucian Bauksit
Bauxite Washing Process
Pelepasan Air [GRI 303-2, 303-4, 14.7.3, 14.7.5] Water Discharge [GRI 303-2, 303-4, 14.7.3, 14.7.5]
CITA mengelola air limbah secara ketat dengan CITA strictly manages wastewater by ensuring that water
memastikan air hasil pencucian bauksit tidak dilepaskan from bauxite washing processes is not directly discharged
langsung ke badan air. Prosedur kesiapsiagaan into natural water bodies. Preparedness procedures
diterapkan untuk mengantisipasi kondisi operasional yang are implemented to anticipate abnormal operational
tidak normal, termasuk curah hujan ekstrem. Pelepasan conditions, including extreme rainfall. Water discharge
air hanya dilakukan dalam kondisi yang sangat mendesak is only carried out under exceptional circumstances that
dan memerlukan pengurangan volume tampungan. require a reduction in storage capacity. Any discharge
Setiap pelepasan air ke lingkungan dilakukan dengan to the environment is conducted in compliance with
memperhatikan batas debit dan parameter kualitas air applicable wastewater discharge technical approvals,
sesuai dengan Persetujuan Teknis Pembuangan Air including flow rate limits and water quality parameters.
limbah yang berlaku.
Pemantauan kualitas air di sekitar area operasional (sungai- Water quality monitoring in surrounding operational
sungai) dilakukan secara reguler melalui pemeriksaan areas (rivers) is conducted regularly through daily internal
internal harian dan pengujian oleh laboratorium lingkungan inspections and testing by accredited environmental
terakreditasi. laboratories.
Page 67
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
67
Pemantauan terhadap parameter utama seperti Total Monitoring of key parameters such as Total Suspended
Suspended Solid (TSS) dan pH dilakukan sebagai Solids (TSS) and pH serves as an early warning mechanism
mekanisme peringatan dini untuk mendeteksi potensi to detect potential changes in water quality and ensure
perubahan kualitas air dan memastikan langkah timely implementation of control measures.
pengendalian dapat segera dilakukan.
Prinsip Geoteknik di Fasilitas Penampungan untuk Stabilitas
Pengelolaan Air dan Residu
Geotechnical Principles in Containment Facilities for Water and Residue Stability
Untuk menjaga stabilitas kolam pengelolaan To ensure the stability of water and residue management
air dan residu, Perusahaan menerapkan prinsip ponds, the Company applies geotechnical principles
geoteknik dalam tahap perencanaan, konstruksi, dan throughout the planning, construction, and monitoring
pemantauan. Penerapan ini mencakup analisis dan stages. This includes the analysis and verification of
verifikasi stabilitas tanggul, kapasitas kolam, serta embankment stability, pond capacity, and drainage
sistem drainase untuk menekan risiko kegagalan systems to minimize the risks of structural failure,
struktur, rembesan, dan potensi limpasan/tumpahan, seepage, and potential overflow/spillage, thereby
sehingga kualitas air tetap terjaga sesuai ketentuan maintaining water quality in accordance with
lingkungan. [GRI 306-2, 14.5.3] environmental standards.[GRI 306-2, 14.5.3]
Prinsip geoteknik diterapkan secara menyeluruh Geotechnical principles are applied comprehensively
sepanjang siklus hidup fasilitas. Proses dimulai dari across the entire lifecycle of the facilities. The process
investigasi tanah pra-konstruksi, dilanjutkan dengan begins with pre-construction soil investigations,
pengendalian mutu pada tahap konstruksi, serta followed by quality control during construction, and
pemantauan stabilitas pada fase operasi melalui continued stability monitoring during the operational
mekanisme robotik dengan aspek pengukuran phase through systematic monitoring mechanisms,
seperti tekanan air pori, pemantauan pergerakan including measurements of pore water pressure,
tanah, dan inspeksi berkala. Pengawasan kemudian ground movement monitoring, and periodic
diteruskan hingga tahap penutupan dan rehabilitasi inspections. Oversight is further extended to the closure
untuk memastikan kestabilan pascaoperasi serta and rehabilitation phases to ensure post-operational
meminimalkan risiko lingkungan jangka panjang. stability and minimize long-term environmental risks.
Page 68
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
68
Pengelolaan Limbah [POJK-F.14][GRI 3-3, 306-1, 306-2, 14.5.1, 14.5.2, 14.5.3]
Waste Management
CITA menerapkan sistem pengelolaan limbah yang CITA implements a waste management system covering
mencakup limbah non-mineral yaitu limbah B3 (Bahan non-mineral waste, including hazardous waste and
Berbahaya dan Beracun) dan limbah non-B3, serta limbah non-hazardous waste, as well as mineral waste in the
mineral berupa residu bauksit. Pengelolaan dilakukan form of bauxite residue. Waste is managed according
sesuai karakteristik masing-masing jenis limbah sesuai to its characteristics and in compliance with applicable
regulasi yang berlaku. CITA melakukan pemantauan dan regulations. The Company conducts regular monitoring
pencatatan timbulan serta penanganan limbah dari seluruh and recording of waste generation and handling from
kegiatan operasional secara berkala. Data ini digunakan all operational activities. This data serves as the basis
sebagai dasar evaluasi kinerja dan penetapan langkah for performance evaluation and the determination of
perbaikan pengelolaan limbah dari waktu ke waktu. continuous improvement measures in waste management.
Sistem Pengolahan Limbah
Waste Management System
Timbulan Limbah Non-mineral [POJK-B.2C, F.13] [GRI 306-3, 306-4, 306-5, 14.5.4, 14.5.5, 14.5.6]
Non-mineral Waste Generation
Page 69
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
69
Timbulan Limbah Mineral [POJK-B.2C, F.13] [GRI 306-3, 14.5.4]
Mineral Waste Generation
Pengelolaan dan Pemanfaatan Sisa Hasil Pengolahan Bauksit [POJK-
B.1D, F.5, F.28] [GRI 306-2, 14.5.3]
Management and Utilization of Bauxite Residue
Sisa hasil pengolahan mineral merupakan material Bauxite residue are non‑product materials generated
nonproduk yang dihasilkan dari proses pengolahan bijih from the beneficiation of bauxite ore into Metallurgical
bauksit menjadi Metallurgical Grade Bauxite (MGB), yang Grade Bauxite (MGB), which settle as slurry in settling
berupa residu dan terendapkan pada kolam sedimentasi ponds. Based on characterization tests, these residue
(settling pond). Berdasarkan hasil pengujian karakteristik, are not classified as hazardous waste (B3) and do not
residu tersebut tidak tergolong sebagai limbah B3 serta exhibit hazardous properties such as corrosivity, reactivity,
tidak memiliki sifat berbahaya seperti korosif, reaktif, explosiveness, or flammability. In addition, all Toxicity
mudah meledak, maupun mudah menyala. Selain itu, Characteristic Leaching Procedure (TCLP) parameters are
seluruh parameter Toxicity Characteristic Leaching below the applicable quality standards.
Procedure (TCLP) berada di bawah baku mutu yang
berlaku.
Secara karakteristik, residu bauksit didominasi oleh In terms of characteristics, bauxite residue is dominated
kandungan silika, oksida besi, dan tanah liat, dengan by silica, iron oxide, and clay content, with relatively low
kadar aluminium yang relatif rendah. Pengelolaan residu aluminium levels. Residue management is carried out with
dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip efisiensi, a focus on efficiency and sustainability, taking into account
dan keberlanjutan, serta mempertimbangkan aspek economic aspects and the availability of applicable
keekonomian dan ketersediaan teknologi yang tersedia technologies.
dan dapat diterapkan.
Upaya pengelolaan residu yang diterapkan meliputi:
Residue management measures include:
01 02 03 04
Penempatan material pada Pengendalian Pelaksanaan pendataan Optimalisasi pemanfaatan
lokasi khusus sesuai volume/tonase residu yang dan pemantauan kuantitas residu sebagai material
dengan jenis dan dihasilkan; serta kualitas material pendukung operasional.
karakteristiknya; Control of the secara berkala; Optimization of residue
Placement of material in volume/tonnage of Regular data collection utilization as supporting
designated locations generated residue; and monitoring of material operational material.
according to its type and quantity and quality;
characteristics;
Page 70
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
70
Dalam implementasinya, pengelolaan residu difokuskan In practice, residue management focuses on tracking
pada kegiatan inventarisasi material endapan di settling residue volumes in settling ponds. Meanwhile, residue
pond. Sementara itu, pemanfaatan residu dilakukan utilization is implemented as blending material in the
sebagai material blending di stockpile, serta dimanfaatkan stockpile and as road surfacing material for hauling roads
sebagai material pelapisan jalan tambang (hauling road) and access‑road improvement through the Company’s
dan peningkatan akses jalan melalui program tanggung corporate social responsibility (CSR) program.
jawab sosial perusahaan (CSR).
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berkomitmen untuk:
Through this approach, the Company is committed to:
Mengendalikan dan meminimalkan dampak lingkungan;
01 Controlling and minimizing environmental impacts;
Mengoptimalkan pemanfaatan sisa hasil pengolahan;
02 Optimizing the utilization of bauxite residue;
Menerapkan praktik pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sesuai ketentuan yang
03 berlaku.
Implementing responsible and sustainable management practices in accordance with applicable
regulations.
Ke depan, perusahaan akan terus melakukan evaluasi Looking ahead, the company will continue to evaluate and
dan kajian terhadap alternatif pemanfaatan residu lainnya study alternative uses of the residue to enhance its added
guna meningkatkan nilai tambah material, termasuk untuk value, including for construction and related sectors, in line
kebutuhan konstruksi dan sektor terkait, seiring dengan with technological developments and available utilization
perkembangan teknologi dan peluang pemanfaatan yang opportunities.[POJK-F.5]
tersedia.[POJK-F.5]
Pengelolaan Limbah B3 Hazardous Waste Management
Pengelolaan limbah B3 dilakukan melalui penanganan Hazardous waste is managed through special handling
khusus yang mencakup identifikasi jenis limbah, procedures, including identification of waste types,
pengumpulan, serta pemberian simbol dan label limbah collection, and labeling of hazardous waste before further
B3 sebelum diproses lebih lanjut. Mayoritas limbah B3 processing. The majority of hazardous waste originates
bersumber dari aktivitas operasional kendaraan angkutan from vehicle and bauxite mining equipment operations
material dan alat penambangan bauksit (kegiatan (upstream activities).[GRI 306-1, 306-2, 14.5.2, 14.5.3]
upstream).[GRI 306-1, 306-2, 14.5.2, 14.5.3]
Seluruh limbah B3 disimpan sementara di Tempat All hazardous waste is temporarily stored at a Licensed
Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 yang telah Hazardous Waste Temporary Storage Facility (TPS
memenuhi standar teknis dan persyaratan regulasi Limbah B3) that meets applicable technical standards
yang berlaku. Selanjutnya, limbah diserahkan kepada and regulatory requirements. Subsequently, the waste
pihak ketiga berizin untuk pengangkutan, pengolahan, is transferred to licensed third parties for transportation,
pemanfaatan, atau pembuangan akhir sesuai peraturan treatment, utilization, or final disposal in accordance
perundang-undangan yang berlaku. Pengelolaan yang with applicable laws and regulations. This systematic
sistematis ini mendukung pengendalian risiko operasional, management supports operational risk control, as reflected
yang tercermin dari tidak adanya insiden tumpahan limbah by the absence of hazardous waste or hazardous material
B3 maupun material berbahaya lain yang berdampak spills impacting the environment throughout 2025. [POJK-F.15]
terhadap lingkungan sepanjang tahun 2025. [POJK-F.15] [GRI 306- [GRI 306-3, 14.5.4]
3, 14.5.4]
Page 71
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
71
Tahun 2025, timbulan limbah B3 didominasi oleh minyak In 2025, hazardous waste generation was dominated by
pelumas bekas (145,9 ton) dan filter oli bekas (18,2 ton). used lubricating oil (145.9 tons) and used oil filters (18.2
Peningkatan total timbulan limbah B3 sebesar 54,5% tons). The total generation of hazardous waste increased
dibandingkan tahun 2024 dipengaruhi oleh kembali by 54.5% compared to 2024, driven by the resumption of
beroperasinya Site Sandai, khususnya dari aktivitas operations at the Sandai Site, particularly from material
kendaraan angkutan material dan alat berat penambangan. hauling activities and mining heavy equipment.
Pengelolaan Limbah Non-B3 Non-hazardous Waste Management
Kegiatan operasional CITA menghasilkan limbah non-B3 CITA’s operational activities generate non-hazardous
yang berasal dari aktivitas domestik, meliputi perkantoran, waste primarily from domestic activities, including
fasilitas operasional, hunian, kantin, gudang, dan area offices, operational facilities, residential areas, canteens,
pendukung lainnya. Untuk limbah non-B3 domestik, warehouses, and other supporting areas. For domestic
pemilahan dilakukan sejak sumber sesuai persyaratan non-hazardous waste, segregation is carried out at the
teknis dan administratif berdasarkan kategori organik, source in accordance with technical and administrative
anorganik, dan residu dengan penyediaan tempat sampah requirements, based on organic, inorganic, and residual
terpilah di setiap lokasi kerja. Pemilahan menjadi tanggung categories, supported by the provision of segregated
jawab bersama seluruh karyawan dan kontraktor. waste bins at each work location. Waste segregation is a
shared responsibility of all employees and contractors.
Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan dan Segregated waste is subsequently collected and
diangkut ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), transported to Temporary Storage Facilities (TPS), where it
disertai penimbangan, dan pencatatan sebagai bagian is weighed and recorded as part of administrative control.
dari pengendalian administratif. Sampah anorganik Inorganic waste is stored in designated TPS areas and
disimpan di TPS anorganik dan secara berkala diambil periodically collected by the responsible party of the
oleh penanggung jawab Tempat Pengolahan Sampah Village Integrated Waste Processing Facility (TPST) for
Terpadu (TPST) Desa untuk dimanfaatkan lebih lanjut. further utilization.
Sampah organik kemudian dikelola melalui proses Organic waste is managed through natural decomposition
dekomposisi alami, termasuk pemanfaatan untuk processes, including its use for animal feed and composting.
kebutuhan pakan ternak dan pengomposan. Seluruh All waste management processes are governed by
tahapan pengelolaan sampah, diatur dalam prosedur internal operational procedures and are monitored and
operasional internal serta diawasi melalui monitoring evaluated regularly to ensure compliance with applicable
dan evaluasi berkala untuk memastikan kesesuaiannya regulations. The Human Resource General Affairs (HRGA)
dengan ketentuan yang berlaku. Departemen Human and Health, Security, and Environment (HSE) departments
Resource General Affair (HRGA) dan Health, Security, and oversee the implementation of these procedures, as
Environment (HSE) melakukan pemantauan pelaksanaan well as conduct socialization, education, and awareness
prosedur, serta melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan campaigns to enhance employee responsibility and
kampanye untuk meningkatkan kepedulian dan kepatuhan compliance in waste management practices.
karyawan terhadap pengelolaan sampah.
Pada tahun 2025, timbulan limbah non-B3 dari aktivitas In 2025, the total non-hazardous waste generated from
domestik di area operasional tercatat sebesar 98,2 ton. domestic activities in operational areas amounted to 98.2
Data timbulan limbah non-B3 untuk tahun 2023 dan 2024 tons. Data on non-hazardous (non-B3) waste generation
tidak disajikan karena dokumentasi pendukung yang for 2023 and 2024 are not presented, as the available
tersedia belum memadai untuk memastikan keandalan supporting documentation is insufficient to ensure data
data. Ke depan, Perusahaan terus memperkuat sistem reliability. Moving forward, the Company continues
pencatatan dan dokumentasi pengelolaan limbah guna to strengthen its waste management recording and
meningkatkan konsistensi dan keandalan pelaporan data. documentation systems to improve the consistency and
reliability of data reporting.
Page 72
Page 73
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
73
Manajemen Sumber Daya Manusia[GRI 3-3, 14.17.1]
Human Resource Management
Karyawan merupakan fondasi utama yang menopang Employees are the primary foundation supporting the
pertumbuhan berkelanjutan perusahaan, sehingga company’s sustainable growth, making human resource
pengelolaan sumber daya manusia (SDM) menjadi (HR) management a strategic priority. The company
salah satu prioritas strategis perusahaan. Perusahaan implements HR management in accordance with labor
menerapkan pengelolaan SDM selaras dengan peraturan regulations to ensure compliance with and protection of
ketenagakerjaan untuk memastikan kepatuhan serta labor rights.
perlindungan hak-ketenagakerjaan.
CITA berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja CITA is committed to creating a productive, inclusive, and
yang produktif, inklusif dan menjunjung keberagaman, diverse work environment, ensuring equal opportunities,
menjamin kesetaraan peluang, serta melindungi hak and protecting the rights of every individual. As part of
setiap individu. Sebagai bagian dari komitmen ini, kami this commitment, we encourage career development and
mendorong pengembangan karier serta peningkatan human resource competency development so that every
kompetensi SDM agar setiap karyawan dapat tumbuh, employee can grow, develop, and reach their full potential.
berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya.
Kerangka pengelolaan SDM CITA berpedoman pada CITA’s HR management framework is guided by Company
Peraturan Perusahaan yang telah disahkan oleh Regulations that have been approved by the Department
Dinas Ketenagakerjaan yang memuat ketentuan of Manpower which contain employment provisions
ketenagakerjaan termasuk hak dan kewajiban karyawan including employee rights and obligations and a Code of
dan Kode Etik yang disosialisasikan kepada seluruh Ethics that is socialized to all employees.
karyawan.
Profil Keberagaman Karyawan [POJK- C.3B, F.18] [GRI 2-7, 202-2, 405-1, 14.21.2, 14.21.5]
Employee Diversity Profile
Hingga akhir tahun 2025, total tenaga kerja CITA tercatat As of the end of 2025, CITA’s total workforce was recorded
sebanyak 882 orang, meningkat 48% dibandingkan tahun at 882 employees, an increase of 48% compared to 2024.
2024. Kenaikan jumlah karyawan ini sejalan dengan This increase in the number of employees is in line with
strategi pertumbuhan bisnis untuk memenuhi permintaan the business growth strategy to meet the continuously
pasar yang terus berkembang, di mana industri pemurnian growing market demand, where the alumina refining
alumina di Indonesia juga mulai bertumbuh lebih baik. Hal industry in Indonesia has also begun to grow more
ini juga didukung oleh kembali beroperasinya kegiatan positively. This was also supported by the resumption of
pertambangan di area Sandai, Kalimantan Barat. Sebanyak mining operations in the Sandai area, West Kalimantan. A
54% atau 474 karyawan merupakan karyawan kontrak. total of 54% or 474 employees are contract employees.
CITA secara konsisten mendorong partisipasi tenaga CITA consistently encourages inclusive workforce
kerja yang inklusif, dengan melibatkan karyawan dari participation by involving employees from various age
berbagai latar belakang usia, wilayah asal, dan jenjang groups, regions of origin, and job levels. The presence of
jabatan. Kehadiran tenaga kerja lokal juga menjadi bagian local workers is also an important part of the Company’s
penting dari strategi perusahaan, khususnya dalam strategy, particularly in supporting regional economic
mendukung pemberdayaan ekonomi daerah di sekitar empowerment around the operational areas. In 2025,
wilayah operasional. Pada tahun 2025, proporsi karyawan the proportion of local employees from West Kalimantan
lokal yang berasal dari Kalimantan Barat mencapai 63% reached 63% or 552 employees out of the total workforce.
atau sebanyak 552 karyawan dari total keseluruhan Of this number, several local employees have held
karyawan. Dari jumlah tersebut, sebagian karyawan lokal managerial positions, accounting for 13% or equivalent to
telah menduduki posisi manajerial, yaitu sebesar 13% atau 16 employees. In line with this, the Company continues to
setara dengan 16 karyawan. Sejalan dengan hal tersebut, strengthen the role and capability of local talent as part of
perusahaan terus memperkuat peran dan kapabilitas sustainable human resource development.
talenta lokal sebagai bagian dari pengembangan SDM
yang berkelanjutan.
Page 74
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
74
Komposisi karyawan CITA didominasi oleh karyawan CITA’s employee composition is dominated by male
laki-laki sebanyak 727 orang (82%) sementara karyawan employees, totaling 727 people (82%), while female
perempuan berjumlah 155 orang (18%). Komposisi tersebut employees number 155 people (18%). This composition
mencerminkan karakteristik industri pertambangan reflects the characteristics of the mining industry, which is
yang umumnya berlokasi di area terpencil, melibatkan generally located in remote areas and involves operational
aktivitas operasional dengan tingkat mobilitas tinggi dan activities with high mobility and relatively intensive physical
tuntutan fisik yang cukup intens, sehingga secara umum demands, and therefore is generally still dominated by
masih didominasi oleh tenaga kerja laki-laki. Karakteristik male workers. These job characteristics in the mining
pekerjaan di sektor pertambangan tersebut turut sector also influence the profile of the workforce available
memengaruhi profil tenaga kerja yang tersedia di pasar in the labor market, which is likewise dominated by men.
ketenagakerjaan, yang juga didominasi laki-laki.
Meskipun demikian, CITA tetap membuka kesempatan However, CITA continues to provide equal employment
kerja yang setara bagi pekerja perempuan untuk opportunities for female workers to contribute across
berkontribusi di berbagai fungsi, termasuk pada peran various functions, including operational roles in mining
operasional di area tambang, sepanjang memenuhi areas, as long as they meet the required qualifications and
kualifikasi dan kompetensi, yang dibutuhkan. competencies.
Hingga akhir tahun pelaporan, CITA mempekerjakan As of the end of the reporting year, CITA employed
empat karyawan penyandang disabilitas (disabilitas fisik 4 employees with disabilities (physical and sensory
dan sensorik). Upaya membangun lingkungan kerja yang disabilities). Efforts to foster an inclusive workplace are
inklusif, juga diwujudkan melalui dukungan terhadap also reflected in the support provided for the needs of
kebutuhan karyawan Perempuan, antara lain dengan female employees, including the provision of lactation
penyediaan fasilitas ruang laktasi di lingkungan kerja. rooms in the workplace.
Page 75
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
75
Statistik Karyawan di 2025
2025 Employee Statistics
Catatan: CITA tidak memiliki karyawan berstatus paruh waktu
Note: CITA does not have any part-time employees.
Page 76
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
76
Statistik Karyawan di 2025
2025 Employee Statistics
Page 77
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
77
Perekrutan Karyawan [POJK-F.18][GRI 401-1, 14.17.3]
Employee Recruitment [POJK-F.18][GRI 401-1, 14.17.3]
Dalam proses rekrutmen, CITA menilai kandidat During the recruitment process, CITA assesses candidates
berdasarkan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai based on qualifications and competencies that align with
dengan kebutuhan posisi serta menerapkan prinsip non- the position requirements and adheres to the principle
diskriminasi. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di of non-discrimination. To meet workforce needs at
lokasi operasional, Perusahaan juga berkolaborasi dengan operational sites, the Company also collaborates with
kontraktor lokal dan memprioritaskan perekrutan dari local contractors and prioritizes recruitment from the
masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya mendukung surrounding community as part of its efforts to support its
kontribusi terhadap perekonomian daerah. contribution to the regional economy.
Sepanjang 2025, CITA telah merekrut 386 karyawan baru Throughout 2025, CITA has recruited 386 new
terdiri dari 321 orang (83%) laki-laki dan 65 orang (17%) employees, consisting of 321 men (83%) and 65 women
perempuan. Perekrutan ini dilakukan untuk memenuhi (17%). This recruitment was carried out to meet the needs
kebutuhan Site Sandai yang kembali beroperasi pada of the Sandai Site, which will resume operations in mid-
pertengahan 2025, dengan penambahan 201 karyawan. 2025, with the addition of 201 employees. Throughout
Dalam prosesnya, Perusahaan tetap mengedepankan the process, the Company continues to prioritize the
penyerapan tenaga kerja dari masyarakat lokal. Dalam absorption of local workers. In this context, local workers
konteks ini, tenaga kerja lokal merujuk pada karyawan refer to employees with identity cards in West Kalimantan
dengan kartu identitas di Provinsi Kalimantan Barat. Province. Meanwhile, non-local workers are Indonesian
Sementara itu, nonlokal adalah karyawan berkebangsaan employees from outside West Kalimantan Province (not
Indonesia dari luar Provinsi Kalimantan Barat (bukan foreign workers/expatriates).
tenaga kerja asing/ekspatriat).
Pertumbuhan signifikan jumlah karyawan pada tahun The significant growth in the number of employees
2025 membawa konsekuensi terhadap kebutuhan in 2025 has implications for the need to align work
penyelarasan nilai kerja serta peningkatan efektivitas values and improve the effectiveness of the employee
proses orientasi karyawan, khususnya di site yang kembali orientation process, particularly at sites that have resumed
beroperasi. Kami memastikan proses ini berjalan dengan operations. We ensure that this process runs smoothly and
lancar dan terstruktur sehingga karyawan baru dapat in a structured manner so that new employees can adapt
beradaptasi dengan baik serta memahami tata kelola well and understand the Company’s governance, work
perusahaan, standar kerja, dan budaya Perusahaan sejak standards, and corporate culture from the outset.
awal.
Perusahaan bekerja sama dengan pemerintah setempat The Company collaborates with local governments in the
dalam proses perekrutan tenaga kerja lokal di area recruitment of local workers in mining areas, including
pertambangan antara lain melalui penyelenggaraan through the organization of job fairs, to expand community
job fair, untuk memperluas akses masyarakat terhadap access to employment opportunities. To fulfill the need for
kesempatan kerja. Untuk pemenuhan kebutuhan kru field crews in mining areas, the Company prioritizes the
lapangan di area tambang, Perusahaan memprioritaskan recruitment of surrounding communities (ring one and ring
perekrutan masyarakat sekitar (lingkar satu dan lingkar dua), two), by utilizing CSR data and village data in the mining
Page 78
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
78
dengan memanfaatkan data CSR dan data desa di wilayah areas. In every job vacancy announcement, the Company
penambangan. Dalam setiap pengumuman lowongan ensures that the requirements listed are non-discriminatory,
kerja, Perusahaan memastikan bahwa persyaratan yang including with regard to gender, religion, ethnicity, social
dicantumkan tidak bersifat diskriminatif, termasuk terkait group, or age limits, in line with labor regulations and the
jenis kelamin, agama, suku, golongan, maupun batasan principle of equal employment opportunity.
usia, sejalan dengan ketentuan ketenagakerjaan dan
prinsip kesetaraan kesempatan kerja.
Total Perekrutan Karyawan Baru
Total New Employee Recruitment
Page 79
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
79
Pergantian Karyawan [GRI 401-1, 14.17.3]
Employee Turnover
Sepanjang tahun 2025, jumlah karyawan yang berhenti bekerja
secara sukarela dan PHK tercatat sebanyak 93 orang dengan tingkat
pergantian karyawan sebesar 10,54%. Angka ini menurun dibandingkan
tahun sebelumnya sebesar 33,8%. Penurunan ini menjadi indikasi positif
atas upaya penguatan pengelolaan SDM dan stabilitas operasional.
Throughout 2025, the number of employees who voluntarily resigned
and were terminated was recorded at 93 people, with an employee
turnover rate of 10.54%. This figure decreased compared to the previous
year, which was 33.8%.. This decline is a positive indication of efforts to compared to 2024
strengthen human resource management and operational stability.
CITA mencatat bahwa sebagian besar karyawan yang CITA recorded that the majority of employees who left
keluar dari perusahaan mengundurkan diri atas alasan the Company resigned for personal reasons. In every
personal. Dalam setiap pengakhiran hubungan kerja, termination of employment, CITA implements a transparent
CITA menerapkan proses yang transparan dan adil and fair process in accordance with the applicable
sesuai regulasi yang berlaku termasuk regulasi internal regulations, including internal regulations agreed upon
yang disepakati dalam Peraturan Perusahaan, termasuk in the Company Regulation, including the implementation
pelaksanaan exit interview untuk mengidentifikasi alasan of exit interviews to identify the main reasons employees
utama karyawan meninggalkan perusahaan. Hasil exit leave the Company. The results of the exit interviews are
interview digunakan sebagai bahan evaluasi untuk used as evaluation material to strengthen policies and
memperkuat kebijakan dan praktik pengelolaan SDM ke practices of human resource management in the future.
depan.
Data Pergantian Karyawan
Employee Turnover Data
Page 80
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
80
Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia [POJK-F.22] [GRI 404-1,
404-2, 14.17.7, 14.8.3, 14.17.8, 14.21.4]
Human Resource Training and Development
Regenerasi dan pengembangan kompetensi karyawan Employee regeneration and competency development
merupakan bagian penting dari keberlanjutan organisasi are essential components of CITA’s organizational
CITA. Selain membuka ruang bagi talenta baru, Perusahaan sustainability. In addition to opening up opportunities
berkomitmen memenuhi hak pengembangan kompetensi for new talent, the Company is committed to fulfilling
karyawan melalui program pelatihan yang disesuaikan employees’ competency development rights through
dengan kebutuhan operasional dan strategi bisnis. training programs tailored to operational needs
Pelatihan ini mencakup penguatan kompetensi teknis dan and business strategy. This training encompasses
manajerial, sekaligus mendorong tingkat keterlibatan dan strengthening technical and managerial competencies,
rasa kepemilikan karyawan dalam mendukung pencapaian while also encouraging employee engagement and
kinerja secara optimal. ownership, supporting optimal performance.
Untuk memastikan kesiapan karyawan dalam transisi To ensure employee readiness for role transitions, CITA
peran, CITA menyediakan mekanisme pengembangan provides a career development mechanism through
karier melalui promosi internal dan rotasi antar fungsi dan/ internal promotions and rotations between functions and/
atau departemen. Sepanjang tahun berjalan, pelatihan or departments. Throughout the year, training is conducted
diselenggarakan baik secara internal maupun eksternal, both internally and externally, covering technical and non-
mencakup materi teknis dan non-teknis sesuai fungsi, technical materials according to each function, role, and
peran, dan ruang lingkup pekerjaan masing-masing. scope of work. Going forward, the Company will place
Ke depannya, Perusahaan akan lebih menekankan greater emphasis on increasing the frequency of upskilling
meningkatkan frekuensi upskilling dan reskilling berbasis and reskilling based on job needs, as well as developing
kebutuhan jabatan, serta mengembangkan modul internal training modules to ensure the quality of learning
pelatihan internal agar kualitas pembelajaran semakin is more sustainable and equitable across all levels of the
berkelanjutan dan merata di seluruh lini organisasi. Bagi organization. For new employees, the Company provides
karyawan baru, Perusahaan menyediakan pelatihan orientation training that covers basic understanding of
orientasi yang mencakup pemahaman dasar proses kerja, work processes, both theoretically and directly in the
baik secara teoritis maupun praktik langsung di lapangan, field, especially for technical functions. In addition, new
khususnya untuk fungsi teknis. Selain itu, karyawan baru employees placed in mining areas are also required
yang ditempatkan di area pertambangan juga wajib to attend OHS training as initial preparation to ensure
mengikuti pelatihan K3 sebagai pembekalan awal untuk understanding of potential work risks, implementation of
memastikan pemahaman terhadap potensi risiko kerja, safety procedures, and readiness to carry out operational
penerapan prosedur keselamatan, serta kesiapan dalam activities safely and responsibly.
menjalankan aktivitas operasional secara aman dan
bertanggung jawab.
Pelatihan eksternal difokuskan pada peningkatan External training focuses on improving technical
kompetensi teknis yang terkait dengan pemenuhan competencies related to meeting national standards
standar nasional dan regulasi sektoral. Contohnya meliputi and sectoral regulations. Examples include training on
pelatihan standar keselamatan kerja, keberlanjutan, occupational safety standards, sustainability, and other
dll. Pendekatan ini memastikan karyawan memiliki relevant areas. This approach ensures employees possess
keterampilan yang relevan sesuai tugas dan tanggung the relevant skills for their roles and responsibilities
jawabnya dan menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan and perform their work in accordance with applicable
regulasi, standar, dan perkembangan industri yang regulations, standards, and industry developments.
berlaku.
Pada tahun 2025, rata-rata jam pelatihan per karyawan In 2025, the average training hours per employee were
tercatat sebesar 9,68 jam per tahun, terdiri dari 11,19 jam recorded at 9.68 hours per year, consisting of 11.19 hours
per tahun untuk karyawan laki-laki dan 2,59 jam per per year for male employees and 2.59 hours per year for
tahun untuk karyawan perempuan. Angka keseluruhan female employees. This represents a 22.49% decrease
mengalami penurunan sebesar 22,49% dibandingkan compared to the previous year. The decrease in average
tahun sebelumnya. Penurunan rata-rata jam pelatihan per training hours per employee was not due to a reduction in
karyawan bukan disebabkan oleh berkurangnya total jam total training hours, but rather to an increase in the number
pelatihan, melainkan oleh peningkatan jumlah karyawan of new employees, which methodologically broadens
baru yang secara metodologis memperbesar basis the calculation base. Furthermore, Sandai Site that have
Page 81
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
81
perhitungan. Selain itu, Site Sandai yang mulai beroperasi just begun operations still prioritize mandatory external
masih memprioritaskan pelatihan eksternal wajib untuk training for certification, while internal training has not
sertifikasi, sementara pelatihan internal belum berjalan been optimally implemented, thus impacting the intensity
optimal, sehingga memengaruhi intensitas capaian of training outcomes in the current year.
pelatihan tahun berjalan.
Detail data rata-rata jam pelatihan karyawan dapat dilihat Detailed data on the average employee training hours can
pada halaman 154. be found on page 154.
| compared to 2024
| compared to 2024
Penguatan Kompetensi Pengawas Operasional melalui Sertifikasi
Strengthening Operational Supervisor Competence through Certification
Pada tahun 2025, CITA menyelenggarakan program In 2025, CITA held a three-day certified education
pendidikan dan pelatihan bersertifikat serta sertifikasi and training program, along with a re-certification
ulang selama tiga hari bagi Pengawas Operasional program for First Operational Supervisors (POP),
Pertama (POP), Pengawas Operasional Madya (POM), Middle Operational Supervisors (POM), and Main
dan Pengawas Operasional Utama (POU) yang diikuti Operational Supervisors (POU), attended by 32
oleh 32 karyawan. Program ini bertujuan untuk employees. This program aims to improve employee
meningkatkan kompetensi karyawan untuk mendukung competency to support the effectiveness of mining
efektivitas pengawasan operasional pertambangan di operational supervision at all levels in accordance
setiap tingkatan sesuai regulasi yang berlaku. Dengan with applicable regulations. Thus, this training is
demikian, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong expected to encourage better mining operational
tercapainya kinerja dan produktivitas operasional performance and productivity. All training participants
tambang yang lebih baik. Seluruh peserta pelatihan were declared competent (passed) and received
dinyatakan kompeten (lulus) dan memperoleh sertifikat competency certificates, confirming their readiness to
kompetensi, yang menegaskan kesiapan mereka face operational challenges at their respective levels.
dalam menghadapi tantangan operasional di tingkat
masing-masing.
Keterangan gambar: Pelatihan sertifikasi ulang bagi Pengawas Operasional Pertama (POP), Pengawas Operasional Madya (POM), dan
Pengawas Operasional Utama (POU).
Image caption: Re-certification training for First Operational Supervisors (POP), Middle Operational Supervisors (POM), and Main Operational
Supervisors (POU).
Page 82
2025 Sustainability Highlights
Report | Laporan Keberlanjutan
| Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
82
Monday Morning Talk: Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama [POJK-F.1]h Bersama
Monday Morning Talk: Learning Together, Growing Together
Pada tahun 2025, CITA terus mengembangkan In 2025, CITA continued to develop the Monday
program Monday Morning Talk (MMT) sebagai forum Morning Talk (MMT) program as an interactive forum
interaktif yang rutin melibatkan setiap departemen that regularly engages every department to share
untuk berbagi informasi terkait proyek terkini, inisiatif, information regarding the latest projects, initiatives, and
serta isu-isu penting yang relevan dengan perusahaan. important issues relevant to the company. Each week,
Setiap pekan, tiap departemen diberi kesempatan each department is given the opportunity to discuss
untuk membahas topik yang bervariasi, mulai dari various topics, ranging from sustainability/ESG topics,
topik keberlanjutan/ESG, operasional pertambangan, mining operations, sustainable supply chains to broader
rantai pasok berkelanjutan, hingga isu-isu yang lebih issues such as work culture, occupational health
luas seperti budaya kerja, kesehatan dan keselamatan and safety, and the importance of good governance,
kerja, serta pentingnya tata kelola yang baik, dsb. etc. MMT aims to increase employee knowledge not
MMT bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan only in their field of work but across departments,
karyawan tidak hanya di bidang pekerjaannya namun strengthen internal communication, and create a more
lintas departemen, memperkuat komunikasi internal, collaborative and transparent work atmosphere at all
serta menciptakan suasana kerja yang lebih kolaboratif levels of the organization. With this forum, it is hoped
dan transparan di seluruh tingkat organisasi. Dengan that employees will have a better understanding of the
adanya forum ini, diharapkan karyawan dapat lebih company’s goals and policies, and will be more active
memahami tujuan dan kebijakan perusahaan, serta in participating in various initiatives that support shared
lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang success.
mendukung kesuksesan bersama.
Keterangan gambar :
Agenda MMT: Sosialisasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Kantor Pusat Jakarta
Image caption:
MMT Agenda: Good Corporate Governance Socialization at Jakarta Head Office
Page 83
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
83
Penilaian Karyawan [GRI 404-3]
Employee Assessment
Perusahaan menerapkan sistem penilaian kinerja sebagai
dasar objektif untuk pengembangan karier, termasuk Pada tahun2025,
promosi dan rotasi posisi. Penilaian dilakukan setiap tahun By 2025,
91%
dengan mempertimbangkan kinerja tanpa membedakan
gender maupun karakteristik personal lainnya. Pada
tahun 2025, 91% dari seluruh karyawan menerima
evaluasi kinerja tahunan sebagai bentuk transparansi
dalam pengembangan karier. Angka ini mencakup hampir
dari seluruh karyawan menerima evaluasi kinerja
seluruh karyawan, kecuali mereka yang baru bergabung
tahunan
pada kuartal keempat tahun berjalan. Meski demikian, of all employees will receive an annual performance
karyawan yang bergabung pada kuartal keempat tetap evaluation
mendapatkan pendampingan dari atasan masing-masing,
meskipun belum memenuhi syarat untuk mengikuti
evaluasi kinerja tahunan.
The company implements a performance appraisal system
as an objective basis for career development, including
promotions and job rotations. Assessments are conducted
annually, taking performance into account without regard
to gender or other personal characteristics. By 2025,
91% of all employees will receive an annual performance
evaluation, demonstrating transparency in career
development. This figure covers almost all employees,
except those who joined in the fourth quarter of the
current year. However, employees who joined in the fourth
quarter will still receive support from their supervisors,
even though they are not yet eligible for the annual
performance evaluation.
Cakupan Penilaian Karyawan Tahun 2025
Employee Performance Assessment Coverage in 2025
Page 84
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
84
Kesejahteraan Karyawan
Employee Well-being
CITA berkomitmen mendukung kesejahteraan karyawan CITA is committed to supporting employee well-
melalui pengelolaan kompensasi dan manfaat kerja yang being through structured compensation and benefits
terstruktur serta selaras dengan ketentuan peraturan management that aligns with applicable laws and
perundang-undangan yang berlaku. Pendekatan regulations. This approach includes fair and competitive
ini mencakup remunerasi yang adil dan kompetitif remuneration based on wage structures and scales,
berdasarkan struktur dan skala upah, penyediaan manfaat the provision of work benefits and facilities, retirement
dan fasilitas kerja, program perencanaan pensiun, serta planning programs, and support for employees with
dukungan bagi karyawan yang sudah berkeluarga. families.
Perusahaan juga mendorong keseimbangan kehidupan The company also encourages work-life balance by
kerja dan pribadi melalui fasilitasi berbagai aktivitas positif facilitating various positive activities outside of operations
di luar operasional untuk membangun kebersamaan, to build togetherness, maintain fitness, and strengthen
menjaga kebugaran, dan memperkuat keterlibatan employee engagement.
karyawan.
Remunerasi dan Tunjangan Karyawan [POJK-F.20] Remuneration and Employee Benefits [POJK-F.20]
[GRI 202-1, 401-2, 14.17.2, 14.17.4] [GRI 202-1, 401-2, 14.17.2, 14.17.4]
Untuk memastikan prinsip kesetaraan dan keadilan To ensure the principles of equality and fairness in
dalam remunerasi, Perusahaan menerapkan kebijakan remuneration, the Company implements a wage policy
pengupahan yang selaras dengan peraturan that is aligned with labor regulations in Indonesia and
ketenagakerjaan di Indonesia serta menerapkan standar applies salary and remuneration standards exceeding
penggajian dan remunerasi di atas persyaratan minimum the minimum requirements stipulated by applicable
peraturan yang berlaku. Perusahaan juga memastikan regulations. The Company also ensures that remuneration
remunerasi diberikan secara adil dan setara berdasarkan is provided fairly and equitably based on job function,
fungsi pekerjaan, kompetensi, dan tanggung jawab, tanpa competencies, and responsibilities, without gender
diskriminasi gender. discrimination.
Di CITA, perbedaan rasio upah antara karyawan laki-laki
dan perempuan dapat terjadi karena variasi karakteristik At CITA, differences in pay ratios between male and
pekerjaan, biasanya antara peran di lapangan atau di female employees can arise due to variations in job
kantor (back office) dan penempatan, termasuk lokasi characteristics, typically between field and back-office
kerja, tingkat tanggung jawab, serta paparan risiko roles, and placement, including work location, level
keselamatan. Peran berbasis lapangan umumnya memiliki of responsibility, and exposure to safety risks. Field-
risiko dan tanggung jawab operasional yang lebih tinggi, based roles generally carry higher operational risks
sehingga disertai manfaat dan tunjangan tambahan sesuai and responsibilities, and therefore are accompanied by
ketentuan yang berlaku. additional benefits and allowances as required.
Page 85
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
85
Perbandingan Upah Posisi Pemula Terendah Terhadap Upah Minimum di Lokasi
Operasional
Comparison of entry-level standard wages to the minimum wage at operational locations
Upah Minimum Sektoral Kab. Ketapang Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta Laki-laki Perempuan
Ketapang Regency Minimum Wage Jakarta Provincial Minimum Wage Male Female
Selain remunerasi dasar, Perusahaan menyediakan In addition to basic remuneration, the Company provides
berbagai tunjangan dan fasilitas sebagai bagian dari various allowances and facilities as part of its commitment
komitmen terhadap kesejahteraan karyawan. Bagi to employee well-being. For employees assigned to
karyawan yang bertugas di wilayah operasional mining operational areas, the facilities provided include
pertambangan, fasilitas yang disediakan mencakup tempat housing, meals, laundry services, health services
tinggal, konsumsi, layanan binatu, layanan kesehatan (clinic)—including mandatory annual medical check-
(klinik), termasuk fasilitas cek kesehatan tahunan wajib, ups, particularly for employees at operational sites as a
terutama bagi karyawan di lokasi operasional sebagai mandatory requirement to work—sports facilities, duty
syarat wajib bekerja, fasilitas olahraga, tunjangan dinas, allowances, and a lumpsum for site employees who take
serta lumpsum bagi karyawan site yang menjalankan cuti leave in accordance with Company policy.
sesuai kebijakan Perusahaan.
Pada dasarnya, remunerasi dan tunjangan karyawan In principle, employee remuneration and benefits are
ditentukan berdasarkan status kepegawaian, jabatan, determined based on employment status, position, and
dan tuntutan pekerjaan. Informasi terkait kompensasi dan job requirements. Information related to compensation
manfaat kerja disampaikan secara jelas sejak awal masa and employment benefits is communicated clearly from
kerja dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan the beginning of employment and is periodically evaluated
kesesuaiannya serta mendukung kesejahteraan karyawan. to ensure its appropriateness and to support employee
well-being.
Page 86
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
86
Manfaat Karyawan berdasarkan Status Karyawan Tahun 2025
Employee Benefits by Employment Status in 2025
Komponen Karyawan Permanen Karyawan Kontrak
Component Permanent Employees Contract Employees
BPJS Kesehatan
✓ ✓
BPJS Health Insurance
BPJS Ketenagakerjaan
✓ ✓
BPJS Employment Insurance
Asuransi Kesehatan Swasta
✓ ✓
Private Health Insurance
Cuti Melahirkan
✓ ✓
Parental Leave
Provisi Pensiun
Retirement Provisions
✓ x
Tunjangan Duka Cita
Bereavement Allowance
✓ ✓
Tunjangan Suka Cita
Special Occasion Allowance
✓ x
Tunjangan Kaca Mata
Eyeglasses Allowance
✓ x
Tunjangan Hari Raya Keagamanaan
✓ ✓
Religious Holiday Allowance
Tunjangan Dinas
✓ ✓
Work Assignment Allowance
Lumpsum ✓
*Bagi karyawan site yang menjalankan cuti ✓
*For site-based employees who are on leave
Bonus Tahunan
✓ ✓
Annual Bonus
Kewajiban Rencana Pensiun Karyawan [GRI 201-3, Employee Retirement Plan Obligations [GRI 201-3,
401-2, 14.17.4] 401-2, 14.17.4]
Perusahaan menghargai kontribusi setiap karyawan dan The Company values the contribution of each employee
berkomitmen mendukung kesejahteraan jangka panjang, and is committed to supporting long-term well-being, both
baik selama masa kerja aktif maupun setelah memasuki during active employment and after retirement. As a form
usia pensiun. Sebagai bentuk perlindungan sosial dan of social and financial protection, the Company participates
finansial, Perusahaan berpartisipasi dalam program BPJS in the BPJS Employment program, which includes Old Age
Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Hari Tua (JHT) Security (JHT) and Pension Security (JP) in accordance
dan Jaminan Pensiun (JP) sesuai ketentuan peraturan with applicable laws and regulations. By 2025, all CITA
perundang-undangan yang berlaku. Hingga tahun 2025, employees (100%) have been registered in the JHT and/or
seluruh karyawan CITA (100%) telah terdaftar dalam JP programs in accordance with applicable regulations. In
program JHT dan/atau JP sesuai ketentuan yang berlaku. addition to BPJS membership, the Company also ensures
Selain kepesertaan BPJS, Perusahaan juga memastikan that post-employment benefit obligations are managed in
kewajiban imbalan pascakerja dikelola secara terukur, a measurable, transparent manner, and in accordance with
transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. applicable regulations.
Page 87
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
87
Cuti Parental [GRI 401-3, 14.17.5, 14.21.3] Parental Leave [GRI 401-3, 14.17.5, 14.21.3]
CITA memberikan hak cuti parental selama 3 bulan CITA provides 3 months of parental leave to female
kalender kepada karyawan perempuan sesuai ketentuan employees in accordance with applicable labor laws and
peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan regulations. During this leave period, employees continue
yang berlaku. Selama masa cuti tersebut, pekerja tetap to receive full wages. After the leave period ends, the
menerima upah penuh. Setelah masa cuti berakhir, Company guarantees that employees can return to
Perusahaan menjamin karyawan dapat kembali bekerja work in the same position. Meanwhile, male employees
pada jabatan yang sama. Sementara itu, karyawan laki- are entitled to two working days of maternity leave for
laki memperoleh hak cuti pendampingan persalinan bagi their wives. This provision applies to all employees who
istri selama 2 hari kerja. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh meet the requirements. Therefore, CITA is committed to
karyawan yang memenuhi persyaratan. Dengan demikian, supporting a balance between work and personal life for
CITA berkomitmen untuk mendukung keseimbangan each employee as part of an effort to maintain their well-
antara pekerjaan dan kehidupan pribadi setiap karyawan being.
sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan
mereka.
Pada tahun 2025, sebanyak 33 orang mengambil cuti In 2025, 33 people took parental leave, and 27 of them
parental dan 27 di antaranya kembali bekerja setelah returned to work after the leave ended, representing a
masa cuti berakhir atau sebesar 82%. Dari jumlah tersebut, return-to-work rate of 82%. Of these, 23 (85%) remained
23 orang (85%) tetap bekerja selama setidaknya 12 bulan employed for at least 12 months after returning.
setelah kembali bekerja.
Data Cuti Parental 2025
2025 Parental Leave Data
Page 88
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
88
Tingkat retensi karyawan perempuan pada tahun 2025 The female employee retention rate in 2025 will be
dipengaruhi oleh keputusan pribadi sejumlah karyawan affected by the personal decisions of some female
perempuan untuk tidak melanjutkan masa kerja setelah employees to discontinue employment after parental
cuti parental berakhir. Perusahaan menghormati leave ends. The company respects these decisions and
keputusan tersebut dan memastikan seluruh proses ensures that all employment processes are conducted in
ketenagakerjaan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan accordance with applicable provisions and regulations.
regulasi yang berlaku.
Dukungan terhadap Kualitas Hidup Karyawan Supporting Employee Quality of Life [GRI 401-2,
[GRI 401-2, 14.17.4] 14.17.4]
Kenyamanan dalam bekerja mencakup lebih dari sekadar Workplace well-being encompasses more than just
aspek materi, melainkan juga manfaat dan fasilitas yang material aspects, including benefits and amenities that
mendukung kesehatan fisik, keseimbangan kehidupan support physical health, work-life balance, and sustainable
kerja, serta kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan. employee well-being. In addition to focusing on
Selain berfokus pada pemenuhan aspek operasional dan operational and compliance requirements, the Company
kepatuhan, Perusahaan menginisiasi berbagai aktivitas initiates various positive activities outside of work to
positif di luar pekerjaan untuk mendukung keseharian support employee well-being, strengthen engagement,
karyawan, memperkuat keterlibatan, dan meningkatkan and improve the quality of life in the workplace. These
kualitas hidup di lingkungan kerja. Aktivitas tersebut activities include sports and health education programs
mencakup kegiatan olahraga dan edukasi kesehatan designed to encourage interaction, maintain health, and
yang dirancang untuk mendorong interaksi, menjaga create a more balanced and conducive work environment.
kesehatan, serta menciptakan suasana kerja yang lebih
seimbang dan kondusif.
CITA secara rutin menyelenggarakan kegiatan seperti CITA regularly hosts activities such as gatherings and
gathering dan pertandingan olahraga, serta menyediakan sports competitions, and provides sports facilities at its
fasilitas olahraga di site operasional, termasuk lapangan operational sites, including badminton courts and jogging
bulu tangkis dan jogging track, guna mendorong gaya tracks, to encourage a healthy lifestyle and positive
hidup sehat dan interaksi positif antar karyawan. Selain itu, interaction among employees. In addition, the Company
Perusahaan juga menyelenggarakan kegiatan kesehatan, also organizes wellness activities, including health check-
antara lain pemeriksaan kesehatan, serta seminar ups and health seminars, which are open to all employees.
kesehatan, yang terbuka bagi seluruh karyawan.
Keterangan gambar: Agenda Keterlibatan Karyawan NUSANTARUN
Image caption: Employee Engagement Activity NUSANTARUN
Page 89
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
89
Penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia [POJK- F.18, F.19] [GRI 406-1, 14.21.7]
Respect for Human Rights
Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor dengan As a company operating in a sector with a relatively high
tingkat risiko ketenagakerjaan yang relatif tinggi, level of labor-related risk, the Company is committed to
perusahaan berkomitmen untuk memastikan kepatuhan ensuring compliance with applicable labor regulations and
terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku dan upholding respect for human rights, both for employees and
menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi other stakeholders, including communities surrounding
manusia, baik untuk karyawan maupun para pemangku the operational areas. This commitment is reflected in the
kepentingan lainnya, termasuk masyarakat di sekitar Company Regulation and Code of Conduct Policy, which
wilayah operasi. Komitmen ini tercermin dalam Peraturan are prepared in alignment with labor regulatory provisions
Perusahaan dan Kebijakan Kode Etik yang disusun while also considering the principles contained in the
selaras ketentuan regulasi ketenagakerjaan serta United Nations Guiding Principles on Business and Human
mempertimbangkan prinsip-prinsip yang terkandung Rights (UNGP). In addition, CITA provides a reporting
dalam United Nations Guiding Principles on Business and mechanism for violations through an employee grievance
Human Rights (UNGP). Selain itu, CITA juga menyediakan channel that ensures the confidentiality of the reporter’s
mekanisme pelaporan pelanggaran melalui saluran identity and protection from any form of retaliation. This
pengaduan karyawan yang menjamin kerahasiaan mechanism is implemented to address issues such as
identitas pelapor serta perlindungan dari segala bentuk discrimination, violence, and harassment in the workplace.
pembalasan (retaliation). Mekanisme ini diberlakukan Throughout the reporting year, there were no incidents
untuk menangani isu-isu seperti diskriminasi, kekerasan, of discrimination against employees and one employee
dan pelecehan di tempat kerja. Sepanjang tahun complaint related to employee housing facilities, which
pelaporan, tidak terdapat insiden diskriminasi terhadap has been resolved
karyawan dan satu keluhan karyawan yang telah
terselesaikan sehubungan fasilitas mess karyawan.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik As part of its commitment to fair and equitable labor
ketenagakerjaan yang adil dan setara, perusahaan practices, the Company ensures that there are no
memastikan tidak ada praktik mempekerjakan anak di practices of employing children under the age of 18 or
bawah usia 18 tahun dan menggunakan tenaga kerja paksa. using forced labor. In addition, the Company is committed
Selain itu, Perseroan berkomitmen untuk memberikan to providing prior notification (minimum notice) to
pemberitahuan terlebih dahulu (minimum notice) kepada employees regarding operational changes, in accordance
pekerja terkait perubahan operasional, sesuai dengan with Company provisions. This measure aims to ensure
ketentuan perusahaan. Langkah ini bertujuan untuk transparency, certainty, and fairness in every human
memastikan transparansi, kepastian, dan keadilan dalam resource management policy. [GRI 402-1, 14.8.2, 14.17.6]
setiap kebijakan pengelolaan sumber daya manusia. [GRI
402-1, 14.8.2, 14.17.6]
Praktik Ketenagakerjaan Pihak Ketiga dan Third-Party and Contractor Labor Practices
Kontraktor [GRI 408-1, 409-1, 414-1, 414-2, 14.17.9, 14.17.10, 14.18.2, [GRI 408-1, 409-1, 414-1, 414-2, 14.17.9, 14.17.10, 14.18.2, 14.18.3, 14.19.2, 14.19.3]
14.18.3, 14.19.2, 14.19.3]
CITA berkomitmen untuk mencegah praktik pekerja anak CITA is committed to preventing the practices of child
dan kerja paksa dalam seluruh kegiatan operasional labor and forced labor across all operational activities as
maupun rantai pasok, khususnya pada kontraktor well as throughout the supply chain, particularly among
yang memiliki peran signifikan terhadap operasional contractors who have a significant role in the Company’s
Perusahaan. Aspek sosial, termasuk kepatuhan terhadap operations. Social aspects, including compliance with
prinsip hak asasi manusia dan ketenagakerjaan, telah human rights and labor principles, have been integrated
diintegrasikan ke dalam proses seleksi, persyaratan into the contractor selection process, contractual
kontrak, serta evaluasi berkala kontraktor. Ketentuan requirements, and periodic contractor evaluations. These
tersebut mencakup kepatuhan terhadap peraturan provisions include compliance with labor regulations,
ketenagakerjaan, pelarangan pekerja anak dan kerja prohibition of child labor and forced labor, mandatory
paksa, kewajiban kepesertaan BPJS, pengembangan participation in BPJS programs, employee competency
kompetensi karyawan, serta pelaporan ketenagakerjaan development, as well as labor reporting in accordance
sesuai ketentuan yang berlaku. with applicable regulations.
Page 90
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
90
Pemantauan kepatuhan dilakukan melalui evaluasi Compliance monitoring is carried out through periodic
berkala. Apabila terdapat ketidaksesuaian, Perusahaan evaluations. If any non-conformities are identified, the
mewajibkan kontraktor untuk melaksanakan tindakan Company requires contractors to implement corrective
perbaikan dan memantau tindak lanjutnya hingga actions and monitors the follow-up until it meets the
sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Mengingat established requirements. Considering that occupational
keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam safety is a fundamental foundation of our operations,
operasional kami, prinsip tersebut juga kami terapkan this principle is also consistently applied in contractor
secara konsisten dalam pengelolaan kontraktor. Oleh management. Therefore, the Company also ensures
karena itu, Perusahaan turut memastikan pemenuhan the fulfillment of occupational health and safety (OHS)
kewajiban pelatihan K3 bagi kontraktor, termasuk melalui training obligations for contractors, including through the
penyelenggaraan pelatihan K3 yang bersifat wajib. implementation of mandatory OHS training programs.
Penjelasan lebih lanjut mengenai pelatihan bagi kontraktor Further explanation regarding training for contractors
juga diuraikan pada subbab Kesehatan dan Keselamatan is also described in the Occupational Health and Safety
Kerja. subsection.
Berdasarkan hasil pemantauan selama periode pelaporan, Based on monitoring results during the reporting period,
tidak terdapat temuan terkait praktik pekerja anak maupun there were no findings related to the practices of child
kerja paksa pada kontraktor yang berada di bawah labor or forced labor among contractors under CITA’s
pengawasan CITA. Risiko terhadap kedua aspek tersebut supervision. The risks related to these two aspects are
dinilai rendah, sejalan dengan karakteristik pekerjaan di considered low, in line with the characteristics of work in
sektor pertambangan yang mensyaratkan kompetensi the mining sector which require technical competencies,
teknis, sertifikasi, serta pemenuhan batas usia minimum certifications, as well as compliance with minimum age
sesuai dengan peraturan perundang-undangan. requirements in accordance with applicable laws and
regulations.
Pendekatan ini memastikan seluruh aktivitas yang This approach ensures that all activities involving third
melibatkan pihak ketiga dilaksanakan secara bertanggung parties are carried out responsibly for the elimination of
jawab untuk penghapusan pekerja anak dan kerja paksa child labor and forced labor in the Company’s value chain.
dalam rantai nilai perusahaan.
Page 91
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
91
Hubungan Industrial yang Harmonis [GRI 407-1, 14.20.2, 14.20.3]
Harmonious Industrial Relations
Perusahaan meyakini pentingnya menciptakan lingkungan The Company believes in the importance of creating a
kerja yang adil, transparan, dan inklusif sebagai dasar fair, transparent, and inclusive work environment as the
terwujudnya hubungan industrial yang harmonis dengan foundation for harmonious industrial relations with all
seluruh karyawan. Komitmen ini diwujudkan melalui employees. This commitment is demonstrated through the
penerapan Peraturan Perusahaan yang menjadi pedoman implementation of Company Regulations, which serve as
hak dan kewajiban bagi pekerja dan perusahaan. guidelines for the rights and obligations of both employees
and the Company.
CITA menghormati hak seluruh pekerja Perusahaan CITA respects the rights of all Company employees and
dan pekerja dari pihak ketiga seperti kontraktor, untuk workers from third parties such as contractors to establish,
membentuk, bergabung, dan berpartisipasi dalam join, and participate in worker organizations in accordance
organisasi pekerja sesuai dengan ketentuan peraturan with applicable laws and regulations.
perundang-undangan yang berlaku.
Seluruh isu ketenagakerjaan diselesaikan secara All labor-related issues are resolved through deliberation
musyawarah melalui mekanisme komunikasi yang via mutually agreed communication mechanisms, as
telah disepakati bersama, sebagai bagian dari upaya part of efforts to create an open and respectful dialogue
menciptakan ruang dialog yang terbuka dan saling space. This approach supports the creation of a conducive
menghormati. Pendekatan ini mendukung terciptanya work environment and encourages the implementation of
lingkungan kerja yang kondusif serta mendorong policies, particularly in the fields of occupational health
implementasi kebijakan, khususnya di bidang keselamatan and safety and employee welfare on a sustainable basis.
dan kesehatan kerja serta kesejahteraan karyawan secara
berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, Perusahaan tidak mencatat Throughout 2025, the Company did not record any
adanya insiden pembatasan kebebasan berserikat incidents related to restrictions on freedom of association
maupun perundingan kolektif, serta tidak terjadi mogok or collective bargaining, and there were no strikes or work
kerja atau penghentian kerja oleh karyawan. stoppages by employees.
Sehubungan dengan keluhan karyawan, Perusahaan In relation to employee grievances, the Company facilitates
memfasilitasi dan menampung seluruh keluhan terkait and accommodates all complaints related to working
kondisi kerja, baik yang berkaitan maupun yang tidak conditions, both those related and unrelated to the
berkaitan dengan ketentuan Peraturan Perusahaan. Setiap provisions of the Company Regulations. Each complaint
keluhan ditangani melalui beberapa jenjang penyelesaian is handled through several levels of resolution within the
di internal Perusahaan dengan mengedepankan dialog Company by prioritizing dialogue and deliberation.
dan musyawarah.
Sepanjang periode pelaporan, Perusahaan menerima Throughout the reporting period, the Company received
satu keluhan terkait kondisi fasilitas akomodasi karyawan. one complaint related to the condition of employee
Masukan tersebut telah ditindaklanjuti dan ditangani guna accommodation facilities. The feedback has been
memastikan kenyamanan dan kelayakan fasilitas bagi followed up and addressed to ensure the comfort and
karyawan. Perusahaan berkomitmen untuk merespons adequacy of facilities for employees. The Company is
setiap aspirasi secara konstruktif sebagai bagian dari committed to responding to every concern constructively
upaya peningkatan berkelanjutan terhadap lingkungan as part of efforts for continuous improvement of the work
kerja. environment.
Data Keluhan Karyawan Tahun 2025
Employee Grievance Data
Page 92
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
92
Manajemen Kesehatan dan Keselamatan
Kerja[GRI 3-3, 14.16.1]
Occupational Health and Safety Management
Sebagai aspek yang paling material dalam mendukung As the most material aspect in supporting operational
keberlangsungan dan keandalan operasional, Kesehatan sustainability and reliability, occupational health and safety
dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama CITA (OHS) is a top priority for CITA in all its operational activity.
dalam seluruh aktivitas operasionalnya. CITA memahami CITA recognizes that mining activities carry significant risk,
bahwa aktivitas pertambangan memiliki potensi risiko including workplaces accidents and exposure to hazards
cukup tinggi dalam hal kecelakaan kerja dan paparan in the field. As a result, the Company implements an OHS
bahaya di lapangan. Oleh karena itu, Perusahaan management system to prevent incidents and protect
menerapkan pengelolaan K3 untuk mencegah insiden all workers in operational areas. This approach ensures
serta melindungi seluruh pekerja di area operasional. not only the safety and health of employees but also
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan menjaga supports operational continuity, enhances productivity,
keselamatan dan kesehatan karyawan, tetapi juga and strengthens stakeholder trust in the Company’s
mendukung kesinambungan operasional, meningkatkan performance and sustainability commitment.
produktivitas, serta memperkuat kepercayaan pemangku
kepentingan terhadap kinerja dan komitmen keberlanjutan
Perusahaan.
Untuk memperkuat fokus tersebut, Perusahaan To reinforce this focus, the Company targets zero fatalities
menargetkan pencapaian nol fatalitas guna mendorong to promote more disciplined risk control, consistency in
pengendalian risiko yang lebih disiplin, konsistensi applying OHS standards and systems, and strengthening
penerapan standar dan sistem K3, serta penguatan the safety culture in the workplace.
budaya keselamatan di tempat kerja.
Page 93
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
93
Kebijakan dan Sistem Manajemen K3 [POJK-F.21] [GRI 403-1, 14.16.2]
OHS Policy and Management System
Pengelolaan K3 di CITA dilakukan melalui penerapan OHS management in CITA is carried out through the
Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) implementation of the Mining Safety Management System
sebagai kerangka utama yang diperkuat oleh Kebijakan (SMKP) as the primary framework, strengthened by the
Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan berbagai Standard Health and Safety Policy and various technical Standard
Operational Procedure (SOP) teknis untuk memastikan Operating Procedures (SOPs) to ensure consistent risk
pengendalian risiko yang konsisten. [GRI 3-3, 14.16.1] control. [GRI 3-3, 14.16.1]
Penerapan SMKP mengacu pada Kepmen ESDM No. The implementation of SMKP refers to Minister of Energy
1827 K/30/MEM/2018, serta Permen ESDM No. 26 Tahun and Mineral Resources Decree No. 1827 K/30/MEM/2018,
2018 tentang Penerapan Kaidah Pertambangan yang Baik as well as Minister of Energy and Mineral Resources
dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara, Regulation No. 26 of 2018 on the Implementation of
dan Kepdirjen Minerba No. 185.K/30/DJB/2019 tentang Good Mining Practice and Supervision of Mineral and
Petunjuk Teknis Penerapan, Penilaian, dan Pelaporan Coal Mining, and Director General of Mineral and Coal
Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral Decree No. 185.K/30/DJB/2019 on Technical Guidelines
dan Batubara. Penerapan tersebut juga selaras dengan for the Application, Assessment, and Reporting of the
ketentuan peraturan perundang-undangan nasional, Mining Safety Management System for Mineral and Coal
termasuk Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Mining. This implementation is also in line with national
Keselamatan Kerja dan PP No. 50 Tahun 2012 tentang legal regulations, including Law No. 1 of 1970 on Work
Penerapan Sistem Manajemen K3. Safety and Government Regulation No. 50 of 2012 on the
Implementation of the OHS Management System.
Implementasi SMKP dilaksanakan secara berkala SMKP implementation is conducted periodically by certified
oleh auditor internal yang sudah tersertifikasi serta internal auditors who are registered with the Head of the
mendapatkan nomor registrasi dari Kepala inspektur Mining Inspector (KAIT) as per applicable regulations. This
Tambang (KAIT) sesuai peraturan perundang-undangan. is done to ensure that the SMKP functions effectively and
Hal ini dilakukan untuk memastikan SMKP berjalan secara meets the required mining safety standards.
efektif dan memenuhi standar keselamatan pertambangan
yang berlaku.
Sebanyak 715 karyawan di wilayah operasional (100%) A total of 715 employees in operational areas (100%) and
dan 2.620 non-karyawan (100%) yaitu kontraktor yang 2,620 non-employees (100%) such as contractors working
melakukan aktivitas di wilayah operasional Perusahaan in operational areas are covered by the OHS management
berada dalam lingkup penerapan sistem manajemen system at CITA. This system is applied comprehensively
K3 di CITA. Sistem ini diterapkan secara menyeluruh, to all mining activities across all operational sites, with no
mencakup seluruh aktivitas pertambangan di semua exceptions for job types, worker groups, or work areas. [GRI
lokasi operasional, tanpa adanya pengecualian terhadap 403-8, 14.16.9]
jenis pekerjaan, kelompok pekerja, maupun area kerja. [GRI
403-8, 14.16.9]
Melalui penerapan standar K3, serta audit rutin setiap tahun Through the implementation of OHS standards and annual
sesuai Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan audits in accordance with the Mining Safety Management
(SMKP), perusahaan telah mencapai zero fatality di seluruh System (SMKP), the company has achieved zero fatalities
area operasional sepanjang 2025. [GRI 403-1, 403-8, 14.16.2, 14.16.9] across all operational areas throughout 2025. [GRI 403-1, 403-8,
14.16.2, 14.16.9]
Page 94
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
94
Identifikasi dan Pengelolaan Risiko K3 [GRI 403-2, 14.16.3]
Identification and Management of OHS Risk
Penerapan manajemen risiko keselamatan dimulai The implementation of safety risk management begins
dengan mengidentifikasi bahaya serta penerapan with identifying hazards and applying control measures
langkah pengendalian terhadap risiko historis, potensial, for historical, potential, and actual risks that arise during
maupun aktual yang muncul selama kegiatan operasional, operational activities, ensuring that workplace safety is
sehingga keselamatan kerja tetap terjaga dan risiko dapat maintained and risks can be continuously minimized.
diminimalkan secara berkelanjutan.
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan di area To minimize accident risks in operational areas, the
operasional, perusahaan secara konsisten melakukan company consistently conducts Hazard Identification and
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR). Proses Risk Assessment (HIRA). This process results in hazard
ini menghasilkan pemetaan bahaya dan tingkat risiko mapping, risk levels, and control recommendations,
serta rekomendasi pengendalian yang menjadi dasar which form the basis for establishing OHS mitigation
penetapan langkah mitigasi K3 dan penyusunan prosedur steps and developing safe work procedures to enhance
kerja yang aman untuk meningkatkan keselamatan workplace safety and support operational sustainability.
kerja dan mendukung keberlanjutan operasional. IBPR HIRA is carried out by CITA’s internal team, coordinated
dilaksanakan oleh tim internal CITA di bawah koordinasi by the Head of Mining Engineering and the HSE Division
Kepala Teknik Tambang dan Divisi HSE pada masing- at each site unit. The identification process for preparing
masing unit site. Proses identifikasi untuk menyusun IBPR HIRA involves input from workers and field supervisors to
melibatkan masukan dari pekerja dan pengawas lapangan ensure the hazard identification reflects actual working
untuk memastikan identifikasi bahaya mencerminkan conditions. HIRA is also updated periodically or whenever
kondisi kerja aktual. IBPR juga diperbaharui secara there are changes in activities, equipment, work processes,
berkala atau apabila terjadi perubahan aktivitas, peralatan, or operational conditions. The company ensures that all
proses kerja, maupun kondisi operasional. Perusahaan OHS personnel involved have the necessary competence
memastikan seluruh personel K3 yang terlibat memiliki through certification as General OHS Experts and other
kompetensi yang memadai melalui sertifikasi Ahli K3 supporting training and certifications.
Umum serta pelatihan dan sertifikasi pendukung lainnya.
Selain itu, CITA menjamin tersedianya rambu keselamatan Additionally, CITA ensures the availability of adequate
yang memadai, mengkomunikasikan prosedur operasi safety signage, communicates Standard Operating
standar (SOP), menetapkan matriks alat pelindung Procedures (SOPs), establishes a Personal Protective
diri (APD) dan menyediakan APD sesuai kebutuhan Equipment (PPE) matrix, and provides PPE as needed for
keselamatan kerja. Perusahaan juga menyelenggarakan work safety. The company also conducts OHS training and
pelatihan K3 dan melakukan pemeriksaan kesehatan annual health checks as part of its efforts to maintain the
tahunan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan safety and well-being of its workers.
dan kesejahteraan para pekerja.
Sedangkan Program Tanggap Darurat (Emergency The Emergency Preparedness Response Plan (EPRP) is
Preparedness Response Plan/EPRP) dirancang untuk designed to anticipate and respond to various emergency
mengantisipasi dan merespons berbagai situasi darurat di situations in mining areas, including workplace accidents,
area pertambangan, mulai dari kecelakaan kerja, bencana natural disasters, and incidents that may endanger
alam, hingga insiden yang berpotensi membahayakan employees, local communities, the environment, and
karyawan, masyarakat sekitar, lingkungan, maupun operational continuity. EPRP includes hazard identification
keberlangsungan operasi. EPRP mencakup proses processes, response planning, training, and routine
identifikasi risiko, perencanaan respon, pelatihan, serta simulations to ensure all personnel can act swiftly
simulasi rutin agar seluruh personel mampu bertindak and effectively. The Company provides supporting
cepat dan efektif. Perusahaan menyediakan infrastruktur infrastructure such as evacuation routes and emergency
pendukung seperti jalur evakuasi dan sistem komunikasi communication systems. The Company also coordinates
darurat. Langkah lainnya, berkoordinasi dengan with relevant authorities and local communities to ensure
otoritas terkait dan komunitas lokal untuk memastikan integrated preparedness. EPRP is implemented to support
kesiapsiagaan terpadu. Penerapan EPRP dilakukan guna emergency preparedness across all mining sites operated
mendukung kesiapsiagaan tanggap darurat di seluruh site by the Company. [GRI 14.15.4]
tambang yang dioperasikan Perusahaan. [GRI 14.15.4]
Page 95
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
95
Pada tahun 2025, CITA secara berkala melaksanakan In 2025, CITA will regularly conduct training and
program pelatihan dan pengembangan bagi personel development programs for Emergency Response Team
Emergency Response Team (ERT) di site guna (ERT) personnel at the site to enhance technical competence
meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapsiagaan dalam and readiness in handling emergencies. Furthermore, the
penanganan keadaan darurat. Selain itu, Perusahaan Company will update emergency response equipment
memperbarui peralatan tanggap darurat (EPRP) serta (EPRP) and organize BNSP certification training related
menyelenggarakan pelatihan sertifikasi BNSP terkait to EPRP, also attended by contractor representatives, to
EPRP yang turut diikuti oleh perwakilan kontraktor, guna strengthen preparedness and response capabilities in
memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan respons high-risk situations.
terhadap situasi berisiko tinggi.
Sepanjang periode pelaporan, CITA telah mengidentifikasi Throughout the reporting period, CITA has identified all
seluruh risiko dari setiap area dan fungsi kerja, serta risks across each area and work function and prioritized
menetapkan prioritas terhadap risiko bahaya utama the major hazard risks, including prevention and risk
termasuk upaya pencegahan dan pengurangan risiko. reduction efforts.
Mitigasi Risiko pada Pekerjaan Berisiko Tinggi [GRI 403-2, 403-7, 14.16.3, 14.16.8]
Risk mitigation in High-Risk Job
Jenis Pekerjaan dengan
Mitigasi dan Kontrol Hierarki
Risiko Tinggi Mitigation and Control Hierarchy
Types of High-Risk Jobs
01 Pengelolaan area kerja, pemeliharaan Management of work areas,
peralatan, penerapan standar dan maintenance of equipment,
Eksplorasi
prosedur internal, pelatihan personel, implementation of internal standards
Exploration
serta penggunaan APD sesuai and procedures, personnel training,
ketentuan. and the use of PPE in accordance
with applicable provisions.
02 Pengelolaan kualitas udara dan Management of air quality and
Pekerjaan confined space ventilasi, penyediaan sistem ventilation, provision of adequate
(penggalian dan pembersihan komunikasi memadai, penerapan communication systems,
tangki BBC) prosedur keselamatan dan perizinan implementation of safety procedures
Confined space work (excavation operasional, pelatihan bagi personel, and operational permits, training
and cleaning of BBC tanks) serta penggunaan APD sesuai for personnel, and the use of PPE
ketentuan. in accordance with applicable
provisions.
Page 96
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
96
Jenis Pekerjaan dengan
Mitigasi dan Kontrol Hierarki
Risiko Tinggi Mitigation and Control Hierarchy.
Types of High-Risk Jobs
03 Perawatan infrastruktur jalan, Maintenance of road infrastructure,
Pengangkutan material, pemasangan rambu keselamatan, installation of safety signs, supervision
overburden, dan material ore pengawasan pengangkutan, of transportation activities,
Material, overburden, and ore penerapan prosedur, serta implementation of procedures, and
transport penggunaan peralatan dan APD. the use of PPE.
04 Pemasangan cover guard pada Installation of cover guards on
Pencucian bauksit di washing plant peralatan berputar, pemantauan rotating equipment, periodic noise
(Kebisingan >85 dB dan bekerja kebisingan berkala, penerapan monitoring, implementation of safety
dekat tromol/benda berputar) prosedur keselamatan kerja, procedures, installation of signage,
Bauxite washing at the washing pemasangan rambu, sosialisasi noise hazard awareness, and use of
plant (Noise >85 dB and working bahaya kebisingan, serta PPE.
near drums/rotating objects) penggunaan APD.
05 Penggunaan scaffolding standar Use of standard scaffolding (work
Bekerja di atas ketinggian >1,75 (struktur penyangga kerja support structures at height) and
meter seperti pekerjaan sipil/ di ketinggian) dan handrail, handrails, installation of barricades in
konstruksi dan maintenance BLC pemasangan barricade pada work areas, implementation of safety
Working at heights above 1.75 area kerja, penerapan prosedur procedures and special work permits
meters, such as civil/construction keselamatan dan izin kerja khusus for working at height, and the use of
work and BLC maintenance pekerjaan di ketinggian, serta complete PPE including a full body
penggunaan APD lengkap termasuk harness.
full body harness.
06 Penyediaan dan pemasangan Provision and installation of fire
Pengoperasian peralatan panas peralatan perlindungan kebakaran, protection equipment, implementation
(mesin las, cutting torch) penerapan prosedur keselamatan of safety procedures, and use of PPE.
Operation of hot equipment kerja, serta penggunaan APD.
(welding machines, cutting torches)
07 Penyediaan pagar pengaman Provision of safety guardrails
Persiapan dan pemuatan material (guardrail) dan penerangan, and lighting, ramp inspection,
ore ke tongkang pemeriksaan ramp, penerapan implementation of procedures,
Preparation and loading of Ore prosedur, pemasangan rambu installation of safety signage, and use
material onto barges keselamatan, serta penggunaan of PPE.
APD.
Page 97
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
97
Penguatan Kapasitas dan Budaya K3
Strengthening OHS Capacity and Culture
Penguatan kapasitas dan budaya K3 menjadi salah satu Strengthening OHS capacity and culture is one of CITA’s
fokus CITA untuk memastikan setiap pekerja memiliki focuses to ensure that every worker has the same level of
kompetensi, kewaspadaan, dan kepedulian yang sama competence, awareness, and commitment to workplace
terhadap keselamatan di tempat kerja. Melalui penguatan safety. Through enhanced training, increased worker
pelatihan, peningkatan keterlibatan pekerja, serta engagement, and the promotion of safe work behaviors,
pembiasaan perilaku kerja aman, CITA membangun CITA fosters a proactive OHS culture and reinforces risk
budaya K3 yang proaktif dan memperkuat disiplin control discipline as part of the implementation of the
pengendalian risiko sebagai bagian dari penerapan SMKP. Mining Safety Management System (SMKP).
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Occupational Health and Safety Training [POJK-F.1]
[POJK-F.1][GRI 403-5, 14.16.6] [GRI 403-5, 14.16.6]
Dalam rangka menerapkan sistem manajemen K3 secara To consistently implement the OHS management system
konsisten di seluruh area operasional, CITA memandang across all operational areas, CITA views increasing safety
peningkatan kesadaran dan kompetensi keselamatan awareness and competence as a key prerequisite for both
kerja sebagai prasyarat utama bagi karyawan maupun employees and contractors.
kontraktor.
Program pelatihan K3 di CITA
OHS Training Program at CITA
Page 98
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
98
Keterangan gambar: Suasana berbagai kegiatan pelatihan K3
Image caption: Scene of various OHS training activities
Berikut ini adalah contoh beberapa pelatihan rutin K3 Here are some examples of routine OHS training programs
yang diselenggarakan oleh perusahan: organized by the company:
Basic Safety Training (BST) - Pelatihan Rutin Mingguan
Strengthening Operational Supervisor Competence through Certification
BST diberikan kepada karyawan perusahaan dan mitra BST is provided to company employees and business
kerja. Pelatihan dasar ini bertujuan untuk meningkatkan partners. This basic training aims to enhance the ability
kesadaran kemampuan dalam mengidentifikasi dan to identify and control hazards in the work environment
mengendalikan bahaya di lingkungan kerja guna to minimize the potential for accidents, injuries, and
meminimalkan potensi kecelakaan, cedera dan losses. Additionally, it prepares employees and
kerugian. Selain itu, untuk mempersiapkan karyawan business partners to respond to emergencies, such
dan mitra kerja dalam menghadapi keadaan darurat as fires, spills, or other incidents, by training them on
sehingga melatih respons dalam situasi darurat seperti emergency response procedures.
kebakaran, tumpahan, atau insiden lain.
Defensive Driving Training (DDT)- Pelatihan Rutin Mingguan
DDT – Defensive Driving Training (DDT) - Weekly Routine Training
DDT merupakan pelatihan mengemudi aman yang DDT is a safe driving training aimed at preventing
bertujuan mencegah kecelakaan serta meningkatkan accidents and improving drivers’ ability to respond to
kemampuan pengemudi dalam merespons kondisi operational conditions, particularly in mining activities
operasional, khususnya pada kegiatan pertambangan that heavily involve the use of heavy equipment. Based
yang intens melibatkan penggunaan alat berat. on the HIRA results, driving is identified as a high-risk
Berdasarkan hasil IBPR, pengemudi merupakan job due to factors such as dynamic road conditions,
pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan yang potential errors by other drivers, and various
tinggi, antara lain karena pengemudi berisiko unforeseen situations during operations. Therefore,
menghadapi kondisi jalan yang dinamis, potensi we give special attention through training to enhance
kesalahan pengemudi lain, serta berbagai situasi awareness, driving skills, and compliance with safety
kondisi tak terduga selama operasional. Oleh karena procedures.
itu, kami memberikan perhatian khusus melalui
pelatihan untuk meningkatkan kewaspadaan,
keterampilan berkendara, dan kepatuhan terhadap
prosedur keselamatan.
Page 99
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
99
Safety Leadership Training (SLT)- Pelatihan Rutin Mingguan
Safety Leadership Training (SLT) - Weekly Routine Training
SLT ditujukan bagi para pengawas, mulai dari SLT is intended for supervisors, from supervisors to
supervisor hingga Kepala Teknik Tambang (KTT), untuk Head of Mining Engineering (KTT), to strengthen their
memperkuat pemahaman terhadap implementasi, understanding of the implementation, monitoring, and
pemantauan, dan evaluasi SMKP. Pelatihan evaluation of the Mining Safety Management System
ini membekali pemimpin dengan kemampuan (SMKP). This training equips leaders with the skills
memengaruhi, memotivasi, dan menggerakkan tim to influence, motivate, and drive teams to create a
untuk menciptakan budaya keselamatan kerja yang proactive safety culture, communicate effectively, and
proaktif, mampu berkomunikasi efektif dan mengelola manage risks.
risiko.
Pelatihan SMKP bersama Pengawas Bimbingan Teknis Kementerian ESDM
(Bimtek ESDM) - Pelatihan Berjenjang Non-Sertifikasi
SMKP Training with Technical Supervisors from the Ministry of Energy and Mineral Resources
(Bimtek ESDM) - Tiered Non-Certified Training
CITA melaksanakan pelatihan keselamatan bersama CITA conducts safety training with technical supervisors
pengawas bimbingan teknis dari Kementerian ESDM from the Ministry of Energy and Mineral Resources
sebagai bagian dari peningkatan kompetensi teknis dan (ESDM) as part of improving technical competence
kepatuhan regulasi. Pelatihan ini diikuti oleh karyawan and regulatory compliance. This training, attended by
dan kontraktor di site dari level personnel hingga employees and contractors at the site from personnel
manajer, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas to managers, aims to enhance the effectiveness of
penerapan SMKP di perusahaan serta menyamakan SMKP implementation within the company and align
persepsi standar penerapan SMKP di seluruh entitas the perception of SMKP standards across all company
perusahaan, kontraktor utama, dan afiliasi. entities, main contractors, and affiliates.
Partisipasi dan Komunikasi K3 [GRI 403-4, 14.16.5]
OHS Participation and Communication
CITA memastikan pengelolaan K3 di area pertambangan CITA ensures effective OHS management in mining
berjalan efektif melalui komunikasi, konsultasi, dan areas through communication, consultation, and active
partisipasi aktif karyawan serta kontraktor. Informasi participation from employees and contractors. Information
terkait prosedur keselamatan, identifikasi risiko, dan related to safety procedures, risk identification, and
pelaporan potensi bahaya dikomunikasikan secara rutin hazard reporting is communicated regularly to ensure
agar setiap aktivitas operasional dilaksanakan aman dan that all operational activities are carried out safely and in
sesuai ketentuan. compliance with regulations.
Sebagai mekanisme pengawasan partisipatif, CITA As a participatory oversight mechanism, CITA
membentuk Komite Keselamatan Pertambangan (KKP). established a Mining Safety Committee (KKP). Committee
Perwakilan komite dipilih melalui mekanisme internal representatives are selected through internal mechanisms
masing-masing unit kerja dengan melibatkan Kepala within each work unit, involving the Head of Mining
Teknik Tambang sebagai ketua KKP, perwakilan karyawan Engineering as the KKP chair, employee representatives
dari setiap area atau fungsi kerja untuk melakukan from each area or work function for supervision and
pengawasan dan evaluasi, serta perwakilan tenaga kerja evaluation, and contractor labor representatives to ensure
kontraktor guna memastikan keterwakilan yang inklusif. inclusive representation. The composition of the KKP is
Komposisi KKP masih didominasi oleh tenaga kerja laki- still dominated by male workers; however, the Company
laki, namun Perusahaan tetap melibatkan partisipasi continues to involve female workers to ensure inclusive
pekerja perempuan untuk memastikan keterwakilan yang representation and bring diverse perspectives to the
inklusif serta menghadirkan perspektif yang beragam safety oversight and evaluation process. The committee
dalam proses pengawasan dan evaluasi keselamatan. holds regular meetings at least once a month and is
Komite menyelenggarakan pertemuan rutin setidaknya mandated to provide improvement recommendations,
setiap bulan dan memiliki mandat untuk memberikan monitor follow-up actions, support the implementation of
rekomendasi perbaikan, memantau tindak lanjut, SMKP corrective action plans, and play a role in the annual
mendukung pemenuhan rencana tindakan korektif SMKP, evaluation of the OHS system.
Page 100
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
100
serta berperan dalam evaluasi tahunan sistem K3.
Pada 2025, terdapat 151 orang karyawan yang terlibat aktif In 2025, 151 employees actively participated in the Mining
dalam Komite Keselamatan Pertambangan (KKP), atau Safety Committee (KKP), representing 21% of the total
setara 21% dari dari total pekerja di dua lokasi site CITA. workforce across two CITA site locations. Contractor
Keterwakilan kontraktor dalam komite ini terdiri dari satu representation in the committee includes one Operational
orang Penanggung Jawab Operasional (PJO) dari setiap Responsible Person (PJO) from each contractor partner
mitra kontraktor yang berkerja di operasional CITA. working at CITA operations.
Perusahaan juga telah membentuk tim P2K3 untuk The Company has established an Occupational Health
memastikan penerapan standar K3 yang konsisten, and Safety Committee (P2K3) to ensure the consistent,
menyeluruh, dan berkelanjutan di seluruh lokasi comprehensive, and sustainable implementation of OHS
operasional, sesuai dengan ketentuan SMKP. Selain itu, standards across all operational areas, in accordance
Perusahaan menjamin hak karyawan dan kontraktor with the provisions of Mining Safety Management System
untuk menolak melaksanakan pekerjaan dalam kondisi (SMKP). Additionally, the Company ensures the right of
kerja yang tidak aman dan melanjutkan kembali kegiatan employees and contractors to refuse to perform work
setelah tindakan pengendalian bahaya diterapkan in unsafe conditions and to resume activities only after
sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Setiap hazard control measures are applied in accordance
potensi kondisi tidak aman dapat dilaporkan melalui with procedures and regulations. Any potential unsafe
Departemen HSE untuk ditindaklanjuti. Jika laporan conditions can be reported to the HSE Department
tersebut terkonfirmasi, perusahaan segera mengadakan for follow-up. If the report is confirmed, the company
pertemuan dan evaluasi untuk menetapkan langkah immediately conducts a meeting and evaluation to
perbaikan dan memastikan kegiatan operasional kembali establish corrective actions and ensure that operations
berjalan dengan aman.[GRI 403-2, 14.16.3] are resumed safely.[GRI 403-2, 14.16.3]
Membangun Budaya Keselamatan [GRI 403-4, 14.16.5]
Building a Safety Culture
Berbagai upaya pembangunan perilaku keselamatan Various efforts to build a safety culture in operational
di area operasional dilakukan secara konsisten, antara areas are consistently carried out, including Safety Talks,
lain melalui Safety Talk, P5M (Pembicaraan 5 Menit 5-Minute Safety Talks (P5M), simulations, and HSE weekly
mengenai aspek K3 di tempat kerja), simulasi, serta HSE meetings to ensure safety messages are communicated
weekly meeting untuk memastikan pesan keselamatan clearly and sustainably.
tersampaikan secara jelas dan berkelanjutan.
Kampanye keselamatan diperkuat melalui pemasangan Safety campaigns are reinforced through the installation
materi komunikasi visual serta penyebaran informasi of visual communication materials and the dissemination
melalui grup komunikasi internal bagi karyawan dan of information via internal communication groups for
kontraktor. Perusahaan juga melakukan inspeksi K3 secara employees and contractors. The Company also conducts
terjadwal untuk memantau kepatuhan, mengidentifikasi scheduled OHS inspections to monitor compliance,
potensi bahaya, dan memastikan efektivitas pengendalian identify potential hazards, and ensure the effectiveness of
risiko di area kerja. risk controls in the work areas.
Safety Talk
Selama 2025 | Throughout 2025 72 sesi | sessions
Safety Talk merupakan pertemuan rutin yang Safety Talk is a weekly routine meeting held at CITA site
dilaksanakan seminggu sekali di area site CITA areas to raise risk awareness, reinforce compliance with
untuk meningkatkan kesadaran risiko, memperkuat OHS procedures, and promote safe work behaviors to
kepatuhan terhadap prosedur K3, dan mendorong minimize the potential for accidents.
perilaku kerja aman guna meminimalkan potensi
kecelakaan.
Page 101
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
101
P5M
P5M
Sesi Pertemuan 5 Menit (P5M) merupakan pertemuan The 5-Minute Meeting (P5M) is a brief, routine meeting
singkat rutin di awal hari kerja untuk membahas aspek held at the beginning of each workday to discuss OHS
K3, yang bertujuan meningkatkan kesadaran K3 dan aspects. It aims to raise OHS awareness and build a
membangun budaya kerja aman melalui penyampaian safety culture by delivering important information such
informasi penting seperti prosedur kerja aman, potensi as safe work procedures, potential hazards, use of PPE,
bahaya, penggunaan APD, dan evaluasi pekerjaan. and job evaluations.
Keterangan gambar: Program P5M di Site CITA
Image Caption: P5M Program at CITA Site
Simulasi Tanggap Darurat
Emergency Response Simulation
CITA secara rutin menyelenggarakan simulasi Tanggap CITA regularly conducts Emergency Response (ER)
Darurat (Emergency Response/ER) yang dilakukan simulations at each mining site and other operational
di setiap lokasi pertambangan dan fasilitas-fasilitas facilities. These simulations involve repetitive practical
operasional lain. Simulasi ini berupa latihan praktik exercises to test readiness, response, and team
berulang untuk menguji kesiapan, respons, dan coordination according to procedures, as well as
koordinasi tim sesuai prosedur, serta mengidentifikasi to identify gaps in the emergency response plan.
celah dalam rencana tanggap darurat. Melalui simulasi Through these simulations, employees are ensured to
ini, karyawan dipastikan memahami perannya, mampu understand their roles, use safety equipment correctly,
menggunakan peralatan keselamatan dengan benar, and carry out evacuations safely.
dan menjalankan evakuasi secara aman.
Keterangan gambar: Salah satu kegiatan simulasi ERT di Site Upas.
Image Caption: One of the ERT simulation activities at the Upas Site.
Page 102
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
102
Penerapan Sistem Manajemen K3 ke Kontraktor [GRI 403-7, 14.16.8]
Implementation of OHS Management System for Contractors
Penerapan K3 di CITA diintegrasikan secara menyeluruh OHS implementation at CITA is fully integrated, involving
dengan melibatkan mitra kerja kontraktor sebagai contractor partners as key stakeholders in operational
pemangku kepentingan utama di area operasional, areas, given their significant contribution to mining
mengingat besarnya kontribusi mereka dalam aktivitas operations. To ensure standardization and compliance
operasional pertambangan. Untuk menjamin standarisasi consistency, all contractors are required to have a valid
dan konsistensi kepatuhan, seluruh kontraktor wajib Mining Service Business License (IUJP), adhere to OHS
memenuhi legalitas Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP), clauses in cooperation contracts, and conduct periodic
mematuhi klausul K3L dalam kontrak kerja sama, serta internal SMKP audits. For contractors without certified
melaksanakan audit internal SMKP secara periodik. Bagi auditors, CITA performs SMKP audits on contractors
kontraktor yang belum memiliki auditor tersertifikasi, operating in the Company’s operational areas.
CITA melakukan audit SMKP terhadap kontraktor yang
beroperasi di area operasional Perusahaan.
Dalam kegiatan operasional, CITA membentuk hauling In operational activities, CITA forms a hauling committee
committee dan melaksanakan inspeksi bersama ke and conducts joint inspections of contractor-managed
area tambang dan workshop yang dikelola kontraktor, mining areas and workshops, including road condition
termasuk melakukan asesmen kondisi jalan pada rute assessments on transportation routes to control
pengangkutan untuk mengendalikan risiko transportasi. transportation risks. Monitoring contractor activities
Pemantauan agenda kegiatan dan kinerja kontraktor and performance, including OHS aspects, is carried out
yang di dalamnya mencakup aspek K3, dilakukan melalui through the Performa Weekly platform, serving as the
platform Performa Mingguan sebagai dasar evaluasi dan basis for evaluation and follow-up improvements.
tindak lanjut perbaikan.
Penguatan Sistem Tanggap Darurat Bersama Kontraktor
Strengthening Emergency Response Systems with Contractors
Pertengahan Agustus 2025 lalu, saya mengikuti In mid-August 2025, I participated in the Emergency
pelatihan Emergency Response Plan (ERP) yang Response Plan (ERP) training organized by CITA
diselenggarakan CITA bersama Basarnas. Saya menjadi in collaboration with Basarnas. I was one of the
salah satu peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, participants attending the training as a representative
dan hadir sebagai perwakilan karyawan kontraktor. of the contractor’s employees. The training aimed to
Pelatihan ini bertujuan membentuk Tim Tanggap form Emergency Response Teams in each partner
Darurat di masing-masing perusahaan mitra, sekaligus company and improve skills and preparedness to
meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan handle emergency situations within CITA’s IUP areas.
dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah IUP Through this collaborative scheme, contractors gained
CITA. Melalui skema kolaboratif ini, para kontraktor a more comprehensive understanding of emergency
memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh management and shared best practices among
tentang pengelolaan kedaruratan serta ruang berbagi partners. Moving forward, we hope that similar training
praktik antarmitra. Ke depan, kami berharap pelatihan will be conducted continuously and enhanced as part
serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan of a collective effort to build a strong and sustainable
ditingkatkan, sebagai bagian dari upaya bersama safety culture throughout CITA’s work ecosystem.
membangun budaya keselamatan yang kuat dan
berkelanjutan di seluruh ekosistem kerja CITA.
Gumelar Santosa
Penanggung Jawab Operasional | Operational Responsible Person
Karyawan dari Mitra Kontraktor PT CMI di Site Air Upas | Employee of PT CMI Contractor Partner at the Air
Upas Site
Page 103
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
103
Kecelakaan Kerja [GRI 403-9, 14.16.10]
Work-Related Accident
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, Perusahaan To minimize the risk of occupational accidents, the
memantau kinerja program K3 melalui pelacakan indikator Company monitors the performance of its OHS program
keselamatan utama guna mengidentifikasi area perbaikan by tracking key safety indicators to identify areas for
dan memastikan efektivitas pengendalian. Setiap insiden improvement and ensure the effectiveness of controls.
dilaporkan dan ditangani segera sesuai prosedur untuk Each incident is reported and promptly addressed
menetapkan tindakan korektif dan pencegahan agar according to procedures to establish corrective and
kejadian serupa tidak terulang. preventive actions to prevent similar occurrences.
Sepanjang 2025, CITA mempertahankan capaian nihil Throughout 2025, CITA maintained a zero fatality record
fatalitas dan tidak mencatatkan kecelakaan berat, baik and reported no serious accidents, both in Company
pada aktivitas Perusahaan maupun kontraktor. Capaian operations and contractor activities. This achievement
ini mencerminkan penguatan budaya keselamatan dan reflects the strengthening of the safety culture and the
penerapan operasional yang bertanggung jawab. implementation of responsible operations.
Data Kecelakaan Kerja 2025
Work-Related Accident in 2025
Deskripsi UoM Karyawan Kontraktor
Description UoM Employee Contractor
Kerusakan Properti
6 43
Property Damage
Pertolongan Pertama
4 6
First Aid
Insiden Ringan1 Jumlah kasus
0 1
Minor Incident Number of case
Insiden Berat2
0 2
Major Incident
Kematian akibat kerja
0 0
Fatality
Total Jam Kerja Jumlah Jam
2.241.885 12.148.341
Man Hour Number of Hour
Hari Kerja Hilang Jumlah Hari
0 65
Day Lost Number of Days
1. Insiden ringan: Cidera akibat kecelakaan tambang yang menghalangi 2. Insiden berat: Cidera akibat kecelakaan tambang yang menghalangi
pekerja untuk kembali bekerja selama 3 minggu atau lebih. pekerja untuk kembali bekerja selama 3 minggu atau lebih.
Minor incident: An injury resulting from a mining accident that Major incident: An injury resulting from a mining accident that
prevents the worker from returning to work for less than 3 weeks. prevents the worker from returning to work for 3 weeks or more.
Page 104
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
104
Tingkat Kecelakaan Kerja 2025
Work-Related Accident Rate in 2025
Karyawan Kontraktor
Deskripsi Employee Contractor
Description Jumlah Tingkat Jumlah Tingkat
Total Rate Total Rate
Tingkat Hilangnya Hari Kerja Akibat Kecelakaan
0 0 3 5,6
Lost Time Injury Severity Rate (LTISR)
Tingkat Frekuensi Kecelakaan dengan Hari
Kerja Hilang 0 0 3 0,2
Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR)
Tingkat Frekuensi Kerusakan Properti
6 2,7 43 3,5
Property Damage Frequency Rate (PDFR)
Tingkat Insiden Kematian (Fatalitas)
0 0 0 0
Total Fatality Incident Rate (TFIR)
Tingkat Frekuensi Insiden Kecelakaan Kerja
10 4,5 52 4,3
Total Injury Frequency Rate (TIFR)
Catatan: Perhitungan tingkat kecelakaan dilakukan berdasarkan jumlah insiden per 1.000.000 jam kerja, dengan cakupan data meliputi pekerja CITA dan
kontraktor di area operasional.
Note: The accident rate is calculated based on the number of incidents per 1,000,000 working hours, covering data from CITA employees and contractors within
the operational area.
Tingkat insiden pada kontraktor yang relatif lebih tinggi The higher incident rate among contractors compared
dibandingkan karyawan internal menjadi perhatian to internal employees is a concern for management.
manajemen. Kondisi ini dipengaruhi oleh proporsi jam kerja This condition is influenced by the larger proportion of
kontraktor yang lebih besar serta karakteristik pekerjaan contractor working hours and the nature of the work,
dengan tingkat risiko yang lebih tinggi. Perusahaan telah which carries higher risk levels. The Company has taken
mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecelakaan measures to prevent workplace accidents, including
kerja seperti dengan meningkatkan komunikasi dan enhancing safety communication and training, updating
pelatihan keselamatan, memperbarui kebijakan, serta policies, and ensuring that equipment and personal
memastikan peralatan dan APD yang digunakan sesuai protective equipment (PPE) used comply with applicable
standar keselamatan yang berlaku. safety standards.
Rincian data kecelakaan kerja dan tingkat kecelakaan Detailed data on occupational accidents and the
kerja karyawan dan kontraktor dapat dilihat pada halaman occupational accident rates of employees and contractors
155. can be found on page 155.
Manajemen Kesehatan Karyawan [POJK-F.21]
Employee Health Management
CITA memandang manajemen kesehatan kerja sebagai CITA views occupational health management as an
bagian penting dari penerapan sistem K3 untuk melindungi integral part of implementing the OHS system to protect
karyawan dan kontraktor dari risiko kesehatan akibat employees and contractors from health risks arising from
aktivitas operasional. Melalui fasilitas klinik, pemeriksaan operational activities. Through clinic facilities, regular
kesehatan berkala, pemantauan penyakit akibat kerja, health check-ups, occupational disease monitoring,
serta program promotif dan preventif, Perusahaan and promotive and preventive programs, the Company
menjaga kesehatan pekerja guna mendukung lingkungan ensures the health of workers to support a safe and
kerja yang aman dan produktif. productive work environment.
Layanan dan Fasilitas Kesehatan Karyawan Employee Healthcare Service and Facilities
[GRI 403-3, 14.16.4] [GRI 403-3, 14.16.4]
CITA menyediakan fasilitas kesehatan kerja berupa klinik CITA provides occupational healthcare facilities in the
di setiap area operasional sebagai bentuk pemenuhan form of clinics at each operational area to meet the health
kebutuhan layanan kesehatan bagi karyawan. Kami service needs of employees. We have 2 doctors and 10
Page 105
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
105
memiliki 2 dokter dan 10 paramedis yang bersiaga untuk paramedics on standby to provide first aid, regular health
memberikan layanan pertolongan pertama, pemeriksaan check-ups, free consultations, care for sick employees, and
kesehatan berkala, konsultasi tanpa biaya, perawatan medical referrals. In addition to the clinics, the Company
karyawan yang sakit, dan rujukan medis. Selain klinik, also provides medical posts at each site and regularly
Perusahaan juga menyediakan pos medis di masing- distributes masks and vitamins as part of preventive
masing site, serta secara rutin menyalurkan masker dan efforts.
vitamin sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Klinik CITA tidak hanya melayani karyawan, tetapi CITA clinics serve not only employees but also contractors
juga kontraktor dan masyarakat sekitar. Layanan bagi and surrounding communities. Services for contractors and
kontraktor dan masyarakat difokuskan pada penanganan the community focus on handling emergency situations,
kondisi darurat, sementara kebutuhan perawatan lanjutan while further treatment or outpatient care is directed
atau rawat jalan diarahkan melalui mekanisme rujukan, through referral mechanisms, along with providing free
serta memberikan bantuan layanan ambulans gratis. ambulance services. To support this, CITA’s healthcare
Untuk mendukung hal tersebut, fasilitas kesehatan CITA facilities coordinate and collaborate with nearby public
berkoordinasi dan berkolaborasi dengan puskesmas di health centers and referral hospitals to ensure proper
sekitar area operasional serta rumah sakit rujukan guna follow-up treatment.
memastikan penanganan lebih lanjut yang tepat.
Pemantauan Kesehatan Karyawan [GRI 403-3, 403-10, Employee Health Monitoring [GRI 403-3, 403-10, 14.16.4,
14.16.4, 14.16.11] 14.16.11]
CITA melakukan pemantauan kesehatan pekerja melalui CITA monitors employee health through the annual
penyelenggaraan medical check-up (MCU) tahunan bagi medical check-up (MCU) program for employees. In
karyawan. Di tahun 2025, sebanyak 478 karyawan site 2025, 478 site employees and 126 contractor employees
dan 126 karyawan kontraktor telah mengikuti pemeriksaan participated in the annual health check-up (MCU).
kesehatan tahunan (MCU).
Hasil MCU menetapkan status Fit to Work sebagai dasar Medical check-up (MCU) results are used to determine “Fit
kelayakan kerja. Bagi karyawan yang dinyatakan tidak fit, to Work” status as the basis for work eligibility. Employees
Perusahaan menyiapkan penanganan dan penyesuaian who are declared unfit are provided with appropriate
yang diperlukan agar tetap dapat bekerja dengan optimal. handling and necessary adjustments to support their
Temuan dari hasil MCU digunakan untuk mengidentifikasi continued ability to work effectively. Findings from MCU
potensi risiko kesehatan akibat kerja dan menetapkan results are utilized to identify potential work-related
langkah mitigasi. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan health risks and to establish relevant mitigation measures.
meliputi MCU awal, MCU berkala (tahunan), MCU Health examinations conducted include pre-employment
khusus, dan MCU akhir menjelang pensiun. MCU khusus MCU, periodic (annual) MCU, special MCU, and final
dilakukan dua kali setahun bagi karyawan yang rentan MCU prior to retirement. Special MCU is conducted
terhadap paparan radiasi atau bekerja dekat laboratorium. twice a year for employees who are at risk of radiation
Karyawan yang terindikasi memiliki masalah kesehatan exposure or who work in proximity to laboratory areas.
akan mendapatkan intervensi promotif, preventif, dan Employees identified with health concerns are provided
kuratif, termasuk pelayanan di klinik, pemantauan berkala, with promotive, preventive, and curative interventions,
serta rujukan apabila diperlukan. including clinic services, periodic monitoring, and referrals
when necessary.
Berdasarkan MCU berkala 2025, temuan kesehatan Based on the 2025 periodic medical check-up (MCU)
didominasi oleh gangguan metabolik dan faktor risiko results, the main health findings were dominated by
penyakit tidak menular, fungsi organ dan parameter metabolic disorders and risk factors of non-communicable
laboratorium, gangguan indera dan kesehatan gigi, diseases, organ function and laboratory parameters,
serta kardiovaskular. Menindaklanjuti temuan tersebut, sensory and dental health issues, as well as cardiovascular
Perusahaan melaksanakan berbagai upaya promotif dan conditions. In response to these findings, the Company
preventif, antara lain melalui edukasi kesehatan, kampanye implemented various promotive and preventive measures,
pola hidup sehat, pemantauan berkala, serta pemberian including health education, healthy lifestyle campaigns,
rekomendasi medis guna mendukung peningkatan regular health monitoring, and the provision of medical
kesadaran dan pengelolaan kesehatan pekerja. Hasil recommendations to enhance employee health awareness
pemeriksaan juga menunjukkan tidak adanya indikasi and management. The examination results also indicated
Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada periode pelaporan. no cases of Occupational Diseases during the reporting
period.
Page 106
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
106
Lima Temuan Penyakit Utama Berdasarkan Hasil MCU dan Upaya Mitigasi Tahun
2025
Five Main Disease Findings Based on MCU Results and Mitigation Actions for 2025
Page 107
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
107
CITA secara berkala juga melakukan uji kelelahan (fatigue CITA also conducts periodic fatigue tests for employees
test) bagi karyawan dan kontraktor, khususnya mereka and contractors, particularly those working in shift systems.
yang bekerja dengan sistem shift. Jika ditemukan indikasi If signs of fatigue are identified, the company immediately
kelelahan, perusahaan segera mengambil tindakan takes recovery actions, including providing additional rest
pemulihan, termasuk memberikan waktu istirahat time to ensure workplace safety is maintained.
tambahan untuk memastikan keselamatan kerja tetap
terjaga.
Promosi dan Peningkatan Kesehatan Karyawan Promotion and Improvement of Employee
[GRI 403-6, 14.16.7]
Health [GRI 403-6, 14.16.7]
Selain layanan kuratif dan preventif, klinik CITA juga In addition to curative and preventive services, CITA’s
aktif memberikan edukasi kesehatan kepada karyawan clinic actively provides health education to employees and
dan kontraktor melalui Health Talk dan sosialisasi rutin. contractors through Health Talk and regular socialization
Sepanjang tahun pelaporan, CITA menyelenggarakan sessions. Throughout the reporting period, CITA organized
berbagai kegiatan promosi kesehatan bagi karyawan dan various health promotion activities for employees and
kontraktor yang mencakup edukasi mengenai penyakit contractors, covering education on non-communicable
tidak menular dan penyakit menular, kesehatan kerja dan and infectious diseases, occupational health and
pencegahan risiko di tempat kerja, kesehatan mental serta workplace risk prevention, mental health, healthy lifestyle
penerapan gaya hidup sehat, serta pertolongan pertama practices, as well as first aid and general health condition
dan penanganan kondisi kesehatan umum. management.
Materi disampaikan melalui sosialisasi rutin dan The material is delivered through regular socialization and
pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan risiko educational approaches tailored to the relevant health
kesehatan yang relevan di area operasional, termasuk risks in operational areas, including noise exposure, work
paparan kebisingan, kelelahan kerja, penyakit metabolik, fatigue, metabolic diseases, infections, and lifestyle factors.
infeksi, serta faktor gaya hidup. Kegiatan ini bertujuan These activities aim to enhance workers’ understanding
meningkatkan pemahaman pekerja terhadap pencegahan of disease prevention, early detection, and healthy living
penyakit, deteksi dini, dan perilaku hidup sehat, sekaligus behaviors, while supporting the creation of a safer and
mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman more productive work environment.
dan produktif.
Program Promosi Kesehatan Sosialisasi Bahaya NAPZA
Health Promotion Program on the Dangers of Narcotics, Psychotropics, and Addictive
Substances (NAPZA)
Pada tahun 2025, Klinik CITA menyelenggarakan
promosi kesehatan bertema bahaya NAPZA melalui
edukasi personal dan berkelompok untuk meningkatkan
kesadaran pekerja terhadap risiko penyalahgunaan zat.
Upaya ini mendukung pencegahan dan pengendalian
insiden yang berkaitan dengan NAPZA di lingkungan
kerja.
In 2025, CITA’s clinic organized a health promotion
program on the dangers of NAPZA through individual
and group education to raise workers’ awareness of
the risks of substance abuse. This effort supports the
Keterangan gambar: Edukasi bahaya Napza di site.
Image Caption: NAPZA awareness education at the site.
prevention and control of NAPZA-related incidents in
the workplace.
Page 108
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
108
Page 109
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
109
Inisiatif Berdampak Jangka Panjang Bagi
Masyarakat [POJK-F.23] [GRI 3-3, 203-1, 203-2, 413-2, 14.10.1, 14.9.3,
14.9.4, 14.10.3]
Initiatives with Long-Term Impact on Communities
Sebagai perusahaan pertambangan, CITA beroperasi As a mining company, CITA operates in areas near local
di wilayah yang berdekatan dengan komunitas lokal, communities, and therefore the Company’s operational
sehingga aktivitas operasional Perusahaan berinteraksi activities directly interact with the social, economic, and
langsung dengan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan environmental dynamics of the surrounding communities.
masyarakat sekitar. CITA turut meningkatkan kualitas CITA contributes to improving the quality of life of
hidup masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi kreatif, communities through creative economic empowerment,
pengembangan infrastruktur, penguatan sosial budaya, infrastructure development, socio-cultural strengthening,
serta peningkatan kesehatan dan pendidikan. Dalam as well as improvements in health and education. In this
konteks ini, operasional Perusahaan dapat memberikan context, the Company’s operations can generate positive
dampak positif, seperti peningkatan kesempatan kerja, impacts, such as increased employment opportunities,
tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal, serta terbukanya the growth of local economic activities, and expanded
peluang penguatan kapasitas masyarakat. Namun, opportunities for community capacity building. However,
aktivitas pertambangan juga berpotensi menimbulkan mining activities also have the potential to give rise
dampak sosial tertentu yang perlu dikelola secara to certain social impacts that need to be managed
bertanggung jawab dan berkelanjutan. Oleh karena itu, responsibly and sustainably. Therefore, CITA is committed
CITA berkomitmen untuk mengelola dampak tersebut to managing these impacts through a planned, systematic,
melalui pendekatan yang terencana, sistematis, dan and community needs-based approach.
berbasis kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat CITA The implementation of CITA’s community development
mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan and empowerment programs refers to the prevailing
yang berlaku, khususnya Keputusan Menteri ESDM laws and regulations, particularly Minister of Energy and
Nomor 1824 Tahun 2018, tentang Pedoman Pelaksanaan Mineral Resources Decree No. 1824 of 2018 concerning
Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Guidelines for the Implementation of Community
Sejalan dengan kerangka regulasi tersebut, program Development and Empowerment. In line with this
juga dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan regulatory framework, the programs are also designed to
Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang telah diterapkan support the achievement of the Sustainable Development
oleh pemerintah Indonesia, di tingkat daerah, perusahaan Goals (SDGs) adopted by the Government of Indonesia. At
juga berpijak pada Peraturan Daerah Kabupaten the regional level, the Company also refers to Ketapang
Ketapang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Tanggung Jawab Regency Regional Regulation No. 17 of 2017 on Corporate
Sosial dan Lingkungan Perusahaan, serta menyelaraskan Social and Environmental Responsibility and aligns its
pelaksanaan program dengan Rencana Pembangunan program implementation with the Regional Medium-Term
Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan mengacu Development Plan (RPJMD). By adhering to this strategic
kerangka strategis tersebut, kontribusi sosial yang framework, the Company’s social contributions are well-
dilakukan terarah, selaras dengan prioritas pembangunan directed, aligned with local development priorities,
setempat, serta memberikan nilai tambah jangka panjang and capable of delivering long-term added value to the
bagi komunitas. communities.
Dalam pelaksanaannya, CITA melibatkan masyarakat In its implementation, CITA involves communities from
sejak awal pengembangan program pemberdayaan the initial stage of developing community empowerment
masyarakat hingga melakukan pemantauan dan evaluasi programs and conducts regular monitoring and evaluation
secara berkala. Tujuannya untuk menilai efektivitas to assess program effectiveness, identify challenges,
program, mengidentifikasi tantangan, dan relevansinya and ensure their relevance to community conditions.
terhadap kondisi masyarakat. Hasil evaluasi dan masukan The results of these evaluations, along with feedback
dari pemangku kepentingan menjadi dasar bagi perbaikan from stakeholders, serve as the basis for continuous
berkelanjutan dalam perencanaan dan pelaksanaan improvement in program planning and implementation,
program, sehingga upaya pemberdayaan masyarakat ensuring that community empowerment efforts deliver
dapat memberikan manfaat yang inklusif, terukur, dan inclusive, measurable, and sustainable benefits.
berkelanjutan.
Page 110
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
110
Keterlibatan Masyarakat [GRI 3-3, 413-1, 14.10.1, 14.10.2]
Community Engagement
Pelibatan masyarakat dilakukan melalui proses konsultasi Community engagement is carried out through a systematic,
dan pemetaan sosial yang sistematis, adil, dan inklusif, fair, and inclusive consultation and social mapping process,
meliputi dialog langsung, Musyawarah Perencanaan which includes direct dialogue, Development Planning
Pembangunan (MUSRENBANG), forum komunitas, serta Consultations (Musrenbang), community forums, and
koordinasi dengan perangkat pemerintahan setempat, coordination with local government authorities, thereby
sehingga memberi kesempatan secara setara bagi providing equal opportunities for community participation.
masyarakat berpartisipasi. Proses ini dilaksanakan sejak This process is conducted from the planning stage through
tahap perencanaan hingga evaluasi program untuk to program evaluation to ensure alignment with community
memastikan kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat needs and regional development priorities. To ensure
dan arah pembangunan daerah. Untuk memastikan focused implementation, the Company also conducts
pelaksanaan yang terarah, Perusahaan juga memetakan stakeholder mapping to identify relevant community
pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi kelompok groups, key figures, and vulnerable groups. The results
masyarakat, tokoh kunci, serta kelompok rentan yang of this mapping serve as the basis for developing the
relevan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam community engagement plan.
penyusunan rencana pelibatan masyarakat.
CITA menyadari bahwa pelaksanaan program CITA recognizes that the implementation of community
pemberdayaan masyarakat berpotensi menimbulkan empowerment programs may potentially give rise to
dampak negatif apabila tidak dikelola secara tepat, negative impacts if not properly managed, such as the
seperti risiko ketergantungan terhadap bantuan, risk of dependency on assistance, unequal access among
ketimpangan akses antarkelompok masyarakat, serta community groups, and misalignment between programs
ketidaksesuaian program dengan kebutuhan lokal. Untuk and local needs. To mitigate these risks, CITA applies
memitigasi hal tersebut, CITA menerapkan pendekatan a participatory approach through Participatory Rural
partisipatif melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) Appraisal (PRA), strengthened by the implementation
yang diperkuat dengan penerapan SOP internal sebagai of internal Standard Operating Procedures (SOPs) as
pedoman perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring guidelines for program planning, implementation, as well
dan evaluasi program. Pendekatan dengan instrumen as monitoring and evaluation. The PRA-based approach
PRA memungkinkan perusahaan meminimalkan risiko enables the Company to minimize the aforementioned
tantangan sosial yang disebutkan tadi sehingga program social risks, ensuring that priority programs are well-
prioritas yang dijalankan akan terarah dan akuntabel. targeted and accountable.
80,83 Poin | Point
Pendekatan partisipatif yang diterapkan mendorong The participatory approach implemented fosters a sense of
tumbuhnya rasa kepemilikan masyarakat terhadap community ownership over the empowerment programs,
program pemberdayaan masyarakat, sehingga thereby strengthening the sustainability of long-term
memperkuat keberlanjutan manfaat jangka panjang. Hal benefits. This is reflected in the results of the Community
ini tercermin dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)* Satisfaction Survey (SKM)*, which recorded a Community
dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 80,83 Satisfaction Index (IKM) score of 80.83 (categorized
(kategori Baik) dan menunjukkan bahwa program ini telah as Good), indicating that the programs have delivered
memberikan manfaat nyata dan diterima secara positif tangible benefits and have been positively received by
oleh masyarakat. the community.
*Metode SKM berdasarkan ketentuan PermenPANRB No. 14 Tahun 2017 tentang Pedoman utama untuk penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dari
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
*The SKM method is based on the provisions set out in Ministerial Regulation of the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform (PermenPANRB) No. 14
of 2017, which serves as the primary guideline for the preparation of the Public Satisfaction Survey (Survei Kepuasan Masyarakat/SKM).
Page 111
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
111
Alur Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat CITA
CITA’s Community Empowerment Program Implementation Process
Pendekatan partisipatif sebagaimana telah dijelaskan The participatory approach as described above is
sebelumnya diintegrasikan ke dalam alur pelaksanaan integrated into a structured and phased community
program pemberdayaan masyarakat yang terstruktur empowerment program implementation process. This
dan bertahap. Alur ini memastikan bahwa setiap process ensures that each program is designed based on
program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat identified community needs, implemented in a systematic
yang teridentifikasi, dilaksanakan secara sistematis and controlled manner, and directed toward enhancing the
dan terkontrol, serta diarahkan untuk meningkatkan self-reliance and long-term sustainability of beneficiaries.
kemandirian dan keberlanjutan penerima manfaat.
Alur Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat
Community Empowerment Implementation
Teknis
Technical
Institusi
Institutional
Ekologi Lingkungan
Ecological Environmental
Pelaku usaha lokal Sosial-ekonomi
Local entities/business Socio-economic
Teknis Teknis
Technical Technical
Pemetaan Sosial - membangun Sosial
kepercayaan Social
Social Mapping - building trust Ekologi
Input Eksternal Ecological
External input
Catatan: Pada tahap 3, pemberian dana akan semakin sedikit ini karena program sudah berkelanjutan.
Note: At stage 3, funding will gradually decrease because the program has become sustainable
Pertama, tahap inisiasi, diawali dengan social mapping First, the initiation stage begins with social mapping to
untuk memahami kondisi sosial-ekonomi, potensi lokal, dan understand the socio-economic conditions, local potential,
risiko sosial di sekitar wilayah operasional, baik di Site Air and social risks surrounding the operational areas, both
Upas maupun Sandai. Hasilnya menjadi dasar penetapan at the Upas and Sandai sites. The results serve as the
kebutuhan prioritas serta perencanaan program melalui basis for determining priority needs and program planning
Page 112
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
112
pelibatan aktif masyarakat guna memastikan relevansi through the active involvement of communities to ensure
dan membangun kepercayaan. Pada tahap ini CITA relevance and build trust. At this stage, CITA also conducts
juga memetakan para pemangku kepentingan untuk stakeholder mapping to identify social roles and interaction
mengidentifikasi peran sosial, dan pola interaksi di tingkat patterns at the local level. Based on the mapping results,
lokal. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut Perusahaan the Company designs a community engagement strategy
merancang strategi keterlibatan masyarakat yang tepat that is well-targeted and relevant to the local context.[GRI
sasaran dan relevan dengan konteks setempat.[GRI 413-1, 14.10.2] 413-1, 14.10.2]
Kedua, tahap pengembangan. Pada tahap ini CITA Second, the development stage. At this stage, CITA
melakukan peningkatan kapasitas dasar masyarakat, focuses on strengthening the community’s basic
penguatan struktur kelembagaan, serta penyempurnaan capacities, reinforcing institutional structures, and refining
model usaha atau bentuk intervensi agar program business models or forms of intervention to ensure that
memiliki pondasi yang jelas, terarah dan siap untuk the program has a clear and well-defined foundation, is
diimplementasikan lebih luas. properly directed, and is ready for broader implementation.
Ketiga, tahap penguatan, difokuskan pada Third, the strengthening stage focuses on continued
pendampingan lanjutan, monitoring berkala, dukungan mentoring, periodic monitoring, support for access to
akses pembiayaan, serta penguatan aspek teknis, sosial, financing, as well as the reinforcement of technical, social,
dan ekologis. Tahap ini bertujuan mendorong peningkatan and ecological aspects. This stage aims to enhance
kapasitas masyarakat dan memperluas manfaat ekonomi community capacity and expand the economic benefits
yang dihasilkan oleh program. generated by the program.
Keempat, tahap keberlanjutan dan kemandirian, yaitu Fourth, the sustainability and independence stage,
tatkala program dilepas secara bertahap melalui exit during which the program is gradually phased out through
strategy terencana dan dialihkan kepada kelompok atau a planned exit strategy and transferred to local groups
lembaga lokal agar berjalan secara mandiri. Sepanjang or institutions to operate independently. Throughout all
seluruh tahapan pelaksanaan, monitoring dan evaluasi stages of implementation, monitoring and evaluation
dilakukan secara rutin sebagai bentuk transparansi dan are conducted regularly as a form of transparency and
akuntabilitas. accountability.
Pilar Pemberdayaan Masyarakat CITA
CITA’s Community Empowerment Pillars
CITA melaksanakan program pemberdayaan masyarakat CITA implements its community empowerment programs
melalui tujuh pilar utama sebagai kerangka implementasi through seven main pillars as an internal implementation
internal. Pengelompokan ini bertujuan memastikan setiap framework. This grouping aims to ensure that each activity
kegiatan memiliki fokus yang jelas dan terarah. has a clear and focused direction.
Tujuh pilar pemberdayaan masyarakat CITA
The Seven Pillars of CITA’s Community Empowerment
1 2 3 4 5 6 7
Page 113
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
113
Kinerja Program Masyarakat [POJK-F.25] [GRI 203-1, 203-2, 14.9.3, 14.9.4]
Community Development Performance
Pada 2025, nilai investasi program pemberdayaan In 2025, CITA’s investment in community empowerment
masyarakat CITA meningkat signifikan sebesar 84% programs increased significantly by 84% to Rp 8.64 billion.
menjadi Rp8,64 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan kembali This increase was in line with the resumption of operations
beroperasinya Site Sandai serta komitmen perusahaan at the Sandai Site, as well as the Company’s commitment
untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya to addressing community aspirations, particularly in
dalam mendukung perbaikan infrastruktur jalan di sekitar supporting improvements to road infrastructure around
Site Air Upas sebagai bagian dari upaya menciptakan the Upas Site as part of efforts to generate indirect social
manfaat sosial dan ekonomi masyarakat sekitar secara and economic benefits for surrounding communities.
tidak langsung.
Keterangan gambar: Program air bersih “Si Asih”
Image caption: “Si Asih” Clean Water Program
Jumlah Program, Desa Penerima, dan Investasi
Number of Programs, Beneficiary Villages, and Investment Value
dari 2024 | compared to 2024
Page 114
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
114
Investasi dan Penerima Manfaat 2025
Investment and Beneficiaries 2025
Berdasarkan data tersebut, investasi tahun 2025 terbesar Based on these data, the largest portion of the 2025
dialokasikan pada pilar Infrastruktur, sejalan dengan investment was allocated to the Infrastructure pillar, in
kebutuhan peningkatan akses dan fasilitas dasar di wilayah line with the need to improve access and basic facilities in
operasional. Sementara itu, pilar Sosial Budaya mencatat the operational areas. Meanwhile, the Social and Cultural
jumlah penerima manfaat terbanyak, mencerminkan pillar recorded the highest number of beneficiaries,
luasnya jangkauan program yang menyentuh komunitas reflecting the broad reach of programs that collectively
secara kolektif. Pilar Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, dan engage the community. The Health, Education, Economic,
Lingkungan juga menunjukkan kontribusi signifikan baik and Environmental pillars also demonstrated significant
dari sisi nilai investasi maupun jumlah penerima manfaat, contributions in terms of both investment value and number
yang secara keseluruhan menggambarkan komitmen of beneficiaries, which overall illustrate the Company’s
perusahaan dalam mendorong peningkatan kualitas hidup commitment to promoting comprehensive and balanced
masyarakat secara menyeluruh dan berimbang. improvements in the quality of life of communities.
Page 115
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
115
Program Pilar Pendidikan: Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan
Education Pillar Program: Enhancing Access to and Quality of Education
Di bidang Pendidikan, kami berkontribusi langsung In the field of Education, we contribute directly to
terhadap penguatan kapasitas masyarakat dan daya saing strengthening community capacity and long-term
jangka panjang. CITA mengarahkan inisiatif pendidikan competitiveness. CITA focuses its education initiatives
pada peningkatan mutu pembelajaran dan perluasan akses on improving learning quality and expanding inclusive
yang inklusif, khususnya bagi masyarakat kurang mampu access, particularly for underprivileged communities
dan wilayah sekitar operasi. Program dirancang dengan and areas surrounding our operations. The programs
target dan indikator kinerja yang terukur serta terintegrasi are designed with measurable targets and performance
dengan aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi, indicators and integrated with health, environmental, and
sehingga intervensi pendidikan memperkuat ekosistem economic aspects, ensuring that educational interventions
pembelajaran di tingkat keluarga dan komunitas. strengthen the learning ecosystem at the family and
community levels.
Program Utama Fokus Intervensi Dampak di 2025
Key Programs Intervention Focus Impact in 2025
Beasiswa siswa kurang mampu Perluasan akses pendidikan bagi 61 siswa memperoleh kesempatan
dan berprestasi siswa prasejahtera berprestasi. belajar
High-achieving students from low- Expanding access to education for 61 students gained learning
income backgrounds High-achieving students from low- opportunities
income backgrounds.
Bantuan sarana dan prasarana Peningkatan fasilitas pendukung 490 civitas akademik memperoleh
pendidikan sekolah. akses fasilitas lebih baik
Assistance for educational facilities Improvement of supporting school 490 academics gained access to
and infrastructure facilities. improved facilities
GAS CERDAS (Gerakan Ayo Penguatan akses pendidikan 10 anak mengikuti kejar Paket C
Sekolah, Ciptakan Edukasi, nonformal dan pencegahan putus 10 children participated in the
Relasi, dan Dukungan Anak sekolah. Package C equivalency program
Sekolah) Strengthening access to non-
GAS CERDAS (Let’s Go to School formal education and preventing
Movement, Creating Education, dropouts. 7 anak rawan putus sekolah
Relationships, and Support for menerima beasiswa
School Children) 7 children at risk of dropping out
received scholarships
Kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi guru tingkat regional Pemberian beasiswa oleh CITA kepada peserta didik
Regional training program for teacher competency development CITA awarding scholarships to students
Page 116
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
116
Mendekatkan Siswa ke Peluang Agribisnis
Connecting Students with Agribusiness Opportunities
Program SAHABAT merupakan inisiatif kolaboratif The SAHABAT program is a collaborative initiative that
yang mempertemukan peserta didik, perusahaan, brings together students, the Company, and the Kabun
dan kelompok petani binaan Kabun Basar dalam satu Basar assisted farmer groups within a single practical
ekosistem pembelajaran praktik. Melalui program learning ecosystem. Through this program, students
ini, para siswa memperoleh pengalaman langsung gain hands-on field experience with the assisted
di lapangan dengan pendampingan petani binaan farmers serving as their primary mentors. The Company
sebagai mentor utama. Perusahaan berperan provides learning facilities and infrastructure, while the
menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran, farmers share their knowledge, skills, and experience.
sementara para petani berbagi pengetahuan, “For us, this is an appreciation and a form of moral
keterampilan, serta pengalaman. “Bagi kami ini sebuah satisfaction, being able to support education, especially
apresiasi dan menjadi semacam kepuasan moral saat for young people, and to provide alternative options for
bisa membantu dunia pendidikan khususnya anak-anak them after they finish school,” said Andi Agasi, Head of
muda, terutama untuk memberikan alternatif pilihan the Farmer Group who serves as one of the mentors.
bagi mereka setelah mereka selesai sekolah nanti,” Andi hopes to show that the agriculture and plantation
kata Andi Agasi, Ketua Kelompok Tani yang menjadi sectors still hold promising opportunities.
salah satu mentor. Andi ingin menunjukkan bahwa
sektor pertanian dan perkebunan tetap menyimpan
peluang yang menjanjikan.
Program SAHABAT dirancang untuk mendorong The SAHABAT program is designed to encourage the
lahirnya alternatif sumber penghidupan yang selaras emergence of alternative livelihoods that align with
dengan potensi lokal serta membuka ruang bagi local potential and to provide opportunities for young
generasi muda untuk mengembangkan usaha people to develop agricultural ventures independently.
agrikultur secara mandiri.
Pada tahun 2025, fokus Program SAHABAT diarahkan In 2025, the SAHABAT program focused on the
pada pengembangan komoditas jeruk. Para peserta development of citrus commodities. Participants
mendapatkan pembekalan mulai dari teknik budidaya, received training covering cultivation techniques,
penyusunan rencana bisnis, hingga presentasi business plan preparation, and business presentations.
usaha. Program ini juga dilengkapi dengan dukungan The program also included financial support and
pembiayaan serta pendampingan lanjutan. ”Saya ongoing mentoring. “I learned how to plant tomatoes,
belajar dari cara menanam tomat, cabe, terong maupun chili peppers, eggplants, and oranges,” said Natus
jeruk,” ujar Natus Yoga, peserta magang. Sementara Yoga, an internship participant. Meanwhile, another
itu, siswa lain, Dea, berharap program ini akan terus student, Dea, hopes that the program will continue.
berlanjut.
Keterangan gambar: Agenda program SAHABAT
Image caption: SAHABAT program agenda
Page 117
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
117
Program Pilar Kesehatan: Peningkatan Kualitas Hidup Berkelanjutan
Health Pillar Program: Improving Sustainable Quality of Life
Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas This program is designed to improve the health of
kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional communities surrounding our operational areas through
melalui pendekatan yang holistik, mencakup upaya a holistic approach, encompassing promotive and
promotif dan preventif, layanan pengobatan, edukasi preventive efforts, medical services, health education, as
kesehatan, serta penyediaan dan peningkatan akses well as the provision and enhancement of access to clean
terhadap sarana air bersih. Melalui intervensi yang water facilities. Through these integrated interventions,
terintegrasi tersebut, CITA berupaya memperkuat CITA aims to strengthen community health resilience while
ketahanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung supporting the long-term well-being of local communities.
kesejahteraan jangka panjang komunitas lokal.
Program Utama Fokus Intervensi Dampak di 2025
Key Programs Intervention Focus Impact in 2025
Air Bersih Penyediaan infrastruktur: sumur 16 titik dibangun (2025); total 97 titik
Clean Water bor, embung, dan sumur gali, untuk 16 points constructed (2025); total 97
memastikan akses air bersih. points
Provision of infrastructure such as bore
wells, reservoirs, and river filtration to
ensure access to clean water.
Pengobatan Gratis Pengobatan gratis bagi masyarakat 180 orang memperoleh penghematan
Free Medical rentan kolaborasi dengan fasilitas Rp250.000/tahun/orang
Treatment kesehatan setempat. 180 people received savings of IDR
Free medical services for vulnerable 250,000/year/person
communities in collaboration with local
healthcare facilities.
530 mengakses pelayanan kesehatan
dasar
530 people accessed basic healthcare
services
Edukasi Gizi & Edukasi gizi dan perilaku hidup sehat. 150 masyarakat teredukasi
Perilaku Hidup Education on nutrition and healthy 150 community members educated
Bersih dan Sehat living.
(PHBS)
Nutrition Education
& Clean and Health
Living Behavior
(PHBS)
Sarana & Prasarana Penguatan fasilitas layanan kesehatan.
Kesehatan Strengthening healthcare service 100 orang memperoleh layanan layak
Health Facilities and facilities. 100 people received adequate services
Infrastructure
Page 118
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
118
Mendekatkan Akses Layanan Kesehatan
Improving Access to Healthcare Services
Sarana dan pelayanan kesehatan masih menjadi Healthcare facilities and services remain a challenge
tantangan bagi masyarakat pedesaan, termasuk for rural communities, including the residents of Dusun
warga Dusun Sedawak, Desa Karya Baru, Air Upas. Sedawak, Karya Baru Village, Air Upas. This was
Hal ini dirasakan langsung oleh Harlan saat mengikuti directly experienced by Harlan during a free medical
kegiatan pengobatan gratis yang diselenggarakan check-up organized by CITA on November 10, 2025.
CITA pada 10 November 2025. “Karena tinggal di “Living in the village, it is very difficult to see a doctor,
kampung untuk ketemu dokter itu sangat sulit, tetapi but with this program we can meet the doctor directly,”
dengan adanya program ini kita bisa bertemu langsung said Harlan after the examination. He hopes similar
dengan dokter,” kata Harlan usai pemeriksaan. Ia activities can be held regularly each year.
berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara
rutin setiap tahun.
Harapan senada disampaikan Budi Arman, Kepala A similar expectation was expressed by Budi Arman,
Desa Karya Baru yang menilai program tersebut sangat Head of Karya Baru Village, who said the program
membantu warganya. “Kami kesulitan untuk berobat ke has been very helpful for his residents. “We face
kecamatan karena jarak yang jauh ke Marau dan juga difficulties accessing healthcare services at the sub-
ke Air Upas, pengobatan gratis yang dilaksanakan oleh district level due to the long distance to Marau and Air
CITA bekerja sama dengan Puskesmas Marau sangat Upas. The free medical services organized by CITA in
membantu kami,” ujarnya. Budi juga menambahkan collaboration with Marau Community Healthcare Center
bahwa sebagian warga memanfaatkan layanan have been very helpful,” he said. Budi also added that
kesehatan CITA. “Ada beberapa warga saya juga yang some residents use CITA’s healthcare services. “Some
sakit dan kita antar ke CMI bisa rawat inap di situ,” kata of my residents who were sick were brought to CMI for
Budi. inpatient care,” Budi said.
Pihak penyedia layanan kesehatan, Silos, Pelaksana Healthcare service providers, Silos, and the Head of the
Tugas Kepala Puskesmas Marau, mengapresiasi Marau Community Healthcare Center acknowledged
kolaborasi yang terjalin dan berharap ke depan and appreciated the established collaboration and
kegiatan serupa dapat menghadirkan dokter spesialis. expect that similar activities in the future could include
Ia juga menegaskan dukungan CITA terhadap specialist doctors. He also highlighted CITA’s support
fasilitas kesehatan setempat. “Di mana kalau kami for the local healthcare facilities. “Whenever we need
ada keperluan sesuatu yang kami tidak miliki, kami something that we don’t have or are lacking, they are
kekurangan, mereka juga bisa penuhi,” tutupnya. able to provide it,” he concluded.
Keterangan gambar: Kegiatan CERIA sebagai bagian dari Pilar Kesehatan dalam Peringatan Hari Kesehatan Nasional
Image caption: CERIA Activity as Part of the Health Pillar in Commemoration of National Health Day
Page 119
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
119
Dukungan Akses Air Bersih untuk Masyarakat
Enhancing Community Access to Clean Water
Kegiatan operasional CITA di Desa Air Upas CITA’s operational activities in Air Upas Village take
memperhatikan pentingnya ketersediaan air layak into account the importance of the availability of
bagi masyarakat, mengingat tingginya ketergantungan adequate water for the community, considering the
warga pada air sungai untuk kebutuhan air sehari-hari. high dependence of residents on river water for their
Perusahaan memahami bahwa akses terhadap sumber daily water needs. The Company understands that
air yang aman merupakan faktor penting dalam access to safe water sources is an important factor in
mendukung kualitas hidup masyarakat setempat. supporting the quality of life of the local community. As
Sebagai langkah mitigasi dengan mengedepankan a mitigation measure that prioritizes the principle of
prinsip kehati-hatian lingkungan, CITA menginisiasi environmental precaution, CITA initiated a program to
program penyediaan sarana air bersih melalui provide clean water facilities through the construction
pembangunan sumur air tanah bagi masyarakat. of groundwater wells for the community. This program
Program ini dirancang dengan mempertimbangkan was designed by considering technical aspects,
aspek teknis, kondisi hidrogeologis, serta daya dukung hydrogeological conditions, as well as environmental
lingkungan, guna memastikan keberlanjutan sumber carrying capacity, in order to ensure the long-term
air dalam jangka panjang. Inisiatif ini merupakan sustainability of the water source. This initiative is part
bagian dari upaya CITA dalam mengelola dampak of CITA’s efforts to manage impacts in accordance with
sesuai ketentuan lingkungan hidup yang berlaku, applicable environmental regulations, in supporting the
dalam mendukung ketersediaan air yang lebih aman availability of safer water for communities around the
bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. [GRI 303-2, operational area. [GRI 303-2, 14.7.3]
14.7.3]
Program Pilar Ekonomi: Penguatan Kemandirian Masyarakat
Economic Pillar Program: Empowering Community Self-Reliance
CITA mengembangkan inisiatif pemberdayaan ekonomi CITA develops economic empowerment initiatives focused
yang berfokus pada peningkatan pendapatan riil dan on increasing real income and strengthening the economic
penguatan kemandirian ekonomi masyarakat sebagai self-reliance of communities as part of sustainable social
bagian dari pengelolaan dampak sosial yang berkelanjutan. impact management. The program is designed to build a
Program ini dirancang untuk membangun fondasi ekonomi long-term economic foundation through capacity building,
jangka panjang melalui penguatan kapasitas, peningkatan enhancing local competitiveness, and fostering inclusive
daya saing lokal, serta penciptaan pertumbuhan ekonomi economic growth, with communities positioned as the
yang inklusif, dengan menempatkan masyarakat sebagai main drivers of development in their areas.
pelaku utama pembangunan di wilayahnya.
Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan kepada Ongoing mentoring is provided to assisted business
kelompok usaha binaan di sektor pertanian, hortikultura, groups in the agriculture, horticulture, livestock, fisheries,
peternakan, perikanan, dan UMKM melalui pembentukan and MSME sectors through the establishment of business
kelembagaan usaha, pelatihan, pendampingan teknis, institutions, training, technical guidance, and regular
serta evaluasi berkala. Pendekatan ini berkontribusi evaluations. This approach contributes to enhancing the
pada peningkatan kapasitas produktif penerima manfaat, productive capacity of beneficiaries, strengthening local
penguatan rantai nilai lokal, serta diversifikasi sumber value chains, and diversifying village income sources.
pendapatan desa.
Page 120
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
120
Program Utama Fokus Intervensi Dampak di 2025
Key Programs Intervention Focus Impact in 2025
24 petani meningkat kapasitasnya;
Demplot Sekolah Penguatan kapasitas petani melalui
24 farmers improved their capacity;
Tani pembelajaran hortikultura berkelanjutan
Agricultural dan optimalisasi lahan kritis untuk 3 kelompok tani terbentuk;
Field School peningkatan pendapatan. 3 farmer groups established;
Demonstration Plot Strengthening farmers’ capacity
4 ha lahan terolah;
through sustainable horticulture
4 hectares of land cultivated;
learning and optimization of degraded
land to increase income. 280 pohon jeruk tertanam;
280 orange trees planted;
Pendapatan naik Rp24 juta/tahun/
kelompok.
Income reached IDR 24 million/year/group.
21 orang terampil beternak;
Peternakan Peningkatan keterampilan budidaya
21 people gained livestock farming skills;
Livestock Farming dan manajemen ternak kambing dan
ayam. Tambahan pendapatan Rp6 juta/tahun
Improving skills in goat and Poultry (kambing) dan Rp1,5 juta/orang (ayam).
Farming and livestock management. Additional income of IDR 6 million/
year (goats) and IDR 1.5 million/person
(chickens).
30 orang meningkat kapasitas
Budidaya Perikanan Pengembangan budidaya perikanan
budidayanya;
Aquaculture berbasis kelompok melalui peningkatan
30 people improved aquaculture capacity;
pengetahuan teknis, penguatan
kelembagaan, pendampingan produksi
untuk mendorong peningkatan 4 kelompok perikanan terorganisir;
pendapatan dan skala usaha. 4 fishery groups organized;
Development of group-based
aquaculture through improved technical 15 orang naik pendapatan Rp6 juta/tahun;
knowledge, institutional strengthening, 15 people increased income by IDR 6
and production assistance to increase million/year;
income and business scale.
Omzet kelompok Rp90 juta/tahun.
Group revenue reached IDR 90 million/
year.
Pengembangan Peningkatan kapasitas kewirausahaan, 5 orang meningkat kapasitas diversifikasi;
UMKM dan diversifikasi produk, dan penguatan 5 people improved diversification capacity;
Diversifikasi Produk kelembagaan UMKM, melibatkan
MSME Development generasi muda dan pelajar SMK, guna 50 siswa SMK terampil berwirausaha;
and Product menciptakan peluang usaha yang 50 vocational high school students gained
Diversification inklusif. entrepreneurship skills;
Enhancing entrepreneurship
2 kelompok UMKM terbentuk;
capacity, product diversification, and
2 MSME groups established;
strengthening MSME institutions,
involving youth and vocational high 3 produk baru;
school students to create inclusive 3 new products;
business opportunities.
Omzet Rp30 juta/tahun;
Revenue reached IDR 30 million/year;
Rata-rata pendapatan Rp2,5 juta/orang/
tahun (15 anggota).
Average income IDR 2.5 million/person/
year (15 members).
Page 121
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
121
Keterangan gambar: Deplot sekolah tani
Demonstration Plot of the “Sekolah Tani” Program
Srimi
Ketua Pokja 2 Raja Herbal Dusun Madu Sari, Desa Membuluh Baru Kecamatan Air Upas
Lead of Working Group 2, Raja Herbal, Dusun Madu Sari, Membuluh Baru Village, Air Upas Subdistrict
Kelompok UMKM Raja Herbal beranggotakan delapan The Raja Herbal MSME group consists of eight women,
perempuan, dengan saya sebagai ketuanya. Usaha ini with me serving as the head. I initially started this
awalnya saya rintis secara mandiri di rumah bersama business independently at home with my husband. As
suami. Seiring meningkatnya minat masyarakat community interest in our herbal products grew, the
terhadap produk herbal kami, PKK Desa kemudian Village PKK invited us to coordinate with CITA.
mengajak kami untuk berkoordinasi dengan CITA.
Melalui proposal yang kami ajukan dan disetujui, Through a proposal we submitted and that was
perkembangan Raja Herbal semakin signifikan. approved, Raja Herbal’s development has become
Dukungan CITA mendorong peningkatan permintaan increasingly significant. CITA’s support has driven
produk, baik dari perusahaan maupun masyarakat. higher demand for our products, both from the company
Kami menerima bantuan peralatan serta dukungan and the community. We received assistance with
alat produksi, pengemasan, hingga pelabelan produk. cultivation equipment such as support for production
Kami juga difasilitasi mengikuti pelatihan di Ketapang tools, packaging, and labeling. We were also facilitated
yang diikuti oleh tiga anggota kelompok. Saat ini, Raja to attend training in Ketapang, which was attended by
Herbal memiliki empat varian produk, yaitu jahe wangi, three group members. Currently, Raja Herbal offers
kunyit, kencur, dan temulawak. four product variants: aromatic ginger, turmeric, kencur,
and temulawak.
Page 122
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
122
Program lainnya adalah usaha pengolahan keripik CITA develops economic empowerment initiatives focused
tempe melalui program Krumpe yang melibatkan lima Another program is a tempeh chip processing business
perempuan penerima manfaat dari masyarakat lokal. through tKrumpe program, which involves five women
Produk dipasarkan secara lokal dan telah memiliki izin beneficiaries from the local community. The products are
usaha kecil. marketed locally and have a small business permit.
Dewi Anggraini
Pemilik Usaha Rumahan Krumpe
Owner of a Home Enterprise Krumpe
Saya memulai usaha kerupuk tempe atau krumpe pada I started the tempeh chip, or Krumpe, business in 2017.
tahun 2017. Seiring berjalannya waktu, CITA melalui Over time, CITA, through the PKK of Membuluh Baru
PKK Desa Membuluh Baru, Kecamatan Air Upas, Village, Air Upas Subdistrict, initiated support for the
menginisiasi dukungan bagi pengembangan produk development of local flagship products, including my
unggulan lokal, termasuk usaha krumpe yang saya Krumpe business.
jalankan.
Melalui PKK, kami mengajukan proposal kebutuhan Through the PKK, we submitted a business proposal
usaha dan mendapatkan dukungan dari CITA berupa and received support from CITA in the form of
peralatan produksi serta pendampingan keamanan production equipment and food safety guidance. This
pangan. Pendampingan ini menjadi langkah penting mentoring was an important step for us to obtain the
bagi kami untuk memperoleh Sertifikat Produksi Home Industry Food Production Certificate (SPP IRT),
Pangan Industri Rumah Tangga (SPP IRT), sehingga allowing Krumpe products to be officially licensed for
produk krumpe resmi memiliki izin edar. Dukungan distribution. This support has helped improve both the
tersebut mendorong peningkatan kualitas dan skala quality and scale of the business. While marketing was
usaha. Jika sebelumnya pemasaran terbatas di previously limited to the surrounding area, Krumpe is
lingkungan sekitar, kini krumpe telah dipasarkan ke now sold at school canteens, local shops, and even
kantin sekolah, warung, hingga minimarket di tingkat minimarkets across the subdistrict.
kecamatan.
Page 123
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
123
Program Pilar Lingkungan: Perlindungan dan Pelestarian Ekosistem
Environmental Pillar Program: Ecosystem Protection and Preservation
CITA memandang perlindungan dan pengelolaan CITA views environmental protection and management
lingkungan sebagai bagian integral dari keberlanjutan as an integral part of operational sustainability and
operasional dan tanggung jawab sosial perusahaan. corporate social responsibility. Through carefully planned
Melalui berbagai program lingkungan yang dirancang and participatory environmental programs, the company
secara terencana dan partisipatif, Perusahaan berupaya seeks to mitigate the impacts of its operations, maintain
memitigasi dampak aktivitas operasional, menjaga kualitas ecosystem quality, and enhance the environmental
ekosistem, serta meningkatkan daya dukung lingkungan di carrying capacity around its operational areas. These
sekitar wilayah operasi. Inisiatif lingkungan ini tidak hanya environmental initiatives focus not only on regulatory
berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga compliance but also on creating long-term benefits
pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat for both communities and the environment through
dan lingkungan melalui pemulihan ekosistem. ecosystem restoration.
Program Utama Fokus Intervensi Dampak di 2025
Key Programs Intervention Focus Impact in 2025
Penanaman Pohon Pemulihan ekologi melalui peningkatan 160 Pohon tertanam
Tree Planting vegetasi dan edukasi lingkungan sejak 160 trees planted
dini.
440 pohon terawat
Ecological restoration through vegetation
440 trees maintained
enhancement and early environmental
education. 107 siswa teredukasi melestarikan lingkungan
107 students educated on environmental
conservation
Normalisasi Sungai Pemulihan kapasitas sungai guna
River Restoration menekan risiko banjir dan menjaga
keberlanjutan lingkungan. 1,5 kilometer sungai telah dinormalisasi
River capacity restoration to reduce 1.5 kilometers of river normalized
flood risk and maintain environmental
sustainability.
Pembersihan Paritan Optimalisasi drainase untuk menekan
2 titik paritan dapat difungsikan
Drainage Cleaning genangan dan meningkatkan kualitas
2 drainage points operationalized
lingkungan permukiman.
Drainage optimization to reduce
waterlogging and improve the quality of 2 titik telah dimitigasi dapat mengurangi
the residential environment. potensi banjir
2 points intervened and mitigated
Keterangan gambar: Program penanaman pohon
Image caption: Tree Planting Program
Page 124
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
124
Program Pilar Sosial dan Budaya: Penguatan Nilai Sosial dan Budaya
Social and Cultural Pillar Program: Strengthening Social and Cultural Value
Bidang sosial dan budaya difokuskan pada penguatan In the social and cultural field, the focus is on enhancing
kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian nilai community welfare through the preservation of cultural
budaya, pengembangan kehidupan sosial yang inklusif, values, the development of inclusive social life, and the
serta pemberdayaan komunitas lokal. CITA berupaya empowerment of local communities. CITA strives to
menghormati dan menjaga kearifan lokal sebagai respect and maintain local wisdom as part of the identity
bagian dari identitas masyarakat sekitar wilayah of communities around its operational areas. Support
operasional. Dukungan diberikan melalui penyediaan is provided through the provision and maintenance of
dan pemeliharaan infrastruktur budaya, fasilitas kegiatan cultural infrastructure, facilities for traditional and artistic
adat dan seni tradisional, serta keterlibatan aktif dalam activities, as well as active participation in various social
berbagai aktivitas sosial, guna memperkuat kohesi sosial initiatives, aiming to strengthen social cohesion and ensure
dan menjaga keberlanjutan budaya lokal dari generasi ke the sustainability of local culture for future generations.
generasi.
Program Utama Fokus Intervensi Dampak di 2025
Key Programs Intervention Focus Impact in 2025
32 hewan kurban
Program Dukungan Penguatan nilai keagamaan,
32 sacrificial animals
Keagamaan, Adat, pelestarian adat dan budaya lokal, serta
dan Budaya peningkatan kohesivitas sosial. 25 kegiatan adat
Religious, Customary, Strengthening religious values, 25 customary activities
and Cultural Support preserving local customs and culture,
2 tempat ibadah dan 1 rumah adat
Program and enhancing social cohesion.
terbangun
2 places of worship and 1 traditional house
constructed
634 penerima manfaat
634 beneficiaries
Program Sosial Penguatan partisipasi sosial dan
211 warga terfasilitasi dalam kegiatan sosial
Kemasyarakatan kapasitas pemuda.
kemasyarakatan dan kepemudaan
dan Kepemudaan Strengthening social participation and
211 residents facilitated in community social
Community Social youth capacity.
and youth activities
and Youth Program
1.850 penerima bantuan tanggap darurat
Program Tanggap Respon darurat, pemenuhan kebutuhan
bencana
Darurat dan dasar, dan dukungan kesehatan
1,850 disaster emergency response aid
Kepedulian Sosial masyarakat.
beneficiaries
(CMI Peduli) Emergency response, fulfillment of
Emergency basic needs, and support for community 1.000 paket sembako kelompok rentan
Response and Social health. 1,000 food aid packages for vulnerable
Care Program (CMI groups
Peduli)
100 peserta senam
100 exercise participants
150 donor darah
150 blood donors
Page 125
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
125
Program Pilar Infrastruktur: Menjembatani Kesenjangan [GRI 203-1, 14.9.3]
Infrastructure Pillar Program: Bridging Infrastructure Gap
Salah satu indikator kemajuan suatu daerah adalah kualitas One of the indicators of regional progress is the quality
infrastrukturnya. Namun bagi masyarakat di wilayah rural of its infrastructure. However, for communities in rural or
atau pedalaman, kesenjangan pembangunan masih nyata remote areas, development gaps remain a real challenge.
dirasakan. Melalui program berbasis infrastruktur, CITA Through its infrastructure-based program, CITA aims to
berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan bridge this gap by providing access to essential public
membuka akses terhadap fasilitas umum yang vital, facilities, enabling communities to enjoy basic services
sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan dasar and improved economic opportunities.
dan peluang ekonomi yang lebih baik.
Program ini merupakan bentuk investasi infrastruktur dan This program represents an investment in infrastructure
dukungan layanan publik yang diberikan secara non- and public service support provided on a non-commercial
komersial untuk memberikan manfaat sosial–ekonomi basis to deliver socio-economic benefits to the community.
kepada masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Activities include village road repairs, river normalization,
perbaikan jalan desa, normalisasi sungai, pemasangan culvert installation, provincial road improvements,
gorong-gorong, perbaikan jalan provinsi, penyediaan provision of fill material for public facilities, and land
tanah timbunan untuk fasilitas umum, serta pembukaan clearing for village business units. These interventions fall
lahan untuk unit usaha desa. Intervensi tersebut termasuk under the category of development of basic infrastructure
dalam kategori development of basic infrastructure dan and support services.
support services.
Investasi infrastruktur ini dikelola melalui pendekatan The infrastructure investment is managed through
kolaboratif, di mana pengelolaan infrastruktur dan a collaborative approach, gradually transferring
fasilitas secara bertahap dialihkan kepada pemerintah management of infrastructure and facilities to village
desa atau masyarakat untuk memastikan keberlanjutan authorities or the community to ensure sustainable use.
pemanfaatannya. Selain memperkuat layanan dasar, Beyond strengthening basic services, these investments
investasi tersebut juga memberikan dampak ekonomi also generate indirect economic benefits. Improved roads
tidak langsung bagi masyarakat. Peningkatan kualitas jalan and supporting facilities facilitate mobility, accelerate the
dan fasilitas pendukung mendorong kelancaran mobilitas, distribution of agricultural products, reduce logistics costs,
mempercepat distribusi hasil pertanian, menurunkan biaya and enhance connectivity between regions.
logistik, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Program Utama Fokus Intervensi Dampak di 2025
Key Programs Intervention Focus Impact in 2025
Bantuan Tower Peningkatan akses penerangan untuk 11 Desa memiliki akses penerangan
Lamp mendukung aktivitas sosial, keagamaan, dan pada kegiatan sosial
Tower Lamp keamanan lingkungan desa, mengurangi 11 villages have access to lighting
Assistance beban biaya operasional masyarakat dalam for social activities
penyelenggaraan kegiatan bersama.
Increasing access to lighting to support social, 11 Desa mendapatkan
religious, and village environmental security penghematan biaya sewa
activities, reducing the burden of community penerangan
operational costs in organizing joint activities. 11 villages received savings in
lighting rental costs
Bantuan Aramco Memperkuat infrastruktur drainase dan 7 titik terpasang gorong-gorong
Aramco Assistance konektivitas desa untuk mengurangi aramco
risiko genangan dan banjir, meningkatkan 7 culverts installed by Aramco
ketahanan wilayah terhadap dampak cuaca
ekstrem. 46,5 meter aramco terpasang
Strengthening village infrastructure and 46.5 meters of culverts installed
connectivity to reduce flood risk and increase
4 desa termitigasi dari ancaman
regional resilience to extreme climate
genangan banjir
impacts.
4 villages mitigated from flood risk
Page 126
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
126
Program Utama Fokus Intervensi Dampak di 2025
Key Programs Intervention Focus Impact in 2025
Perbaikan Jalan Meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas 22 titik jalan diperbaiki
Road Improvement antar wilayah desa guna mobilitas 22 road points improved
masyarakat, distribusi logistik, serta
pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal. 585.100 m2 total jalan yang
Increasing accessibility and inter-village diperbaiki
connectivity to support community mobility, 585,100 m² of road improved
logistics distribution, and local economic
activities. 4 titik jalan dropping bahan quarry
untuk perbaikan
4 points of quarry material
dropping for repairs
Fasum Lapangan Menyediakan ruang publik yang inklusif 1 lapangan sepak bola untuk
Olahraga untuk olahraga, interaksi sosial, serta fasilitas publik
Public Sports Field penguatan kohesi dan kesehatan 1 football field for public facilities
Facilities masyarakat desa.
Providing inclusive public space for sports, 1 lapangan voli terbangun untuk
social interaction, and strengthening fasilitas publik
community cohesion and health. 1 volleyball field for public
facilities
Pembangunan Mengurangi risiko banjir dan genangan 4 titik gorong-gorong terbangun
Gorong-Gorong melalui peningkatan sistem drainase desa, untuk saluran pembuangan air.
Culvert menjaga fungsi infrastruktur jalan dan 4 culverts constructed for
Construction lingkungan permukiman. drainage channels
Reducing flood risk through improvement of
the village drainage system, while improving 25 meter gorong-gorong
road infrastructure and the residential terbangun
environment. 25 meters of culverts constructed
3 desa termitigasi dari ancaman
genangan banjir
3 villages mitigated from flood
risk
Pembangunan Mendukung pengelolaan aliran air
Parit permukaan lebih terstruktur untuk
Drainage mencegah genangan, menjaga kebersihan,
Construction dan kenyamanan pemukiman warga. 1 titik terbangun parit
Supporting more structured surface water 1 point of drain constructed
flow management to reduce waterlogging
and maintain cleanliness and comfort of
residential areas.
Page 127
2025 Sustainability Highlights
Report | Laporan
| Laporan
Keberlanjutan
Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
127
Keterangan gambar: Area jalan hasil perbaikan CITA dengan pemanfaatan residu bauksit
Image caption: Road Area Rehabilitated by CITA Using Bauxite Residue
Dari Residu, Membantu Masyarakat Memangkas Waktu dan Biaya
From Residue, Helping Communities Reduce Time and Costs
“Memang jauh, dibanding dulu sangat jauh, jalan “It’s really improved a lot compared to before. CITA’s
hauling tambang CITA itu kan boleh dikatakan jalan mining hauling road can practically be considered our
tolnya kita di sini. Kalau jalan bagus cepat sampai, toll road here. When the road is good, we can get there
harga pun akan murah,” kata Hermawan Putra, Pemilik faster and prices become cheaper,” said Hermawan
Toko Sembako Mitra Utama di Kawasan Air Upas. Ia Putra, Owner of Mitra Utama Grocery Store in the Air
mengenang kondisi jalan sebelumnya yang rusak dan Upas area. He recalled the previous road conditions,
sulit dilalui, terutama saat hujan. “Baju kotor pun, basah which were damaged and difficult to pass, especially
pakai lagi, karena kena hujan, di jalan betulin ban, during the rainy season. “Our clothes would get dirty
gimana ya jalannya benar-benar susah,” ungkapnya. and wet, but we still had to wear them. When it rained,
we often had to repair our tires on the road. The road
was really difficult,” he said.
Jalan hauling yang kini disebut sebagai “jalan tol” The hauling road, now referred to as a “toll road,” was
tersebut dibangun dan diperbaiki oleh CITA dengan built and improved by CITA by utilizing bauxite residue
memanfaatkan residu bauksit sebagai material laterit, as laterite material, resulting in a compact, weather
menghasilkan permukaan jalan yang padat, tahan resistant surface that supports efficient mobilization.
cuaca, dan efisien untuk mobilisasi. Perbaikan ini turut This improvement has also enhanced the smooth
meningkatkan kelancaran distribusi BBM di wilayah Air distribution of fuel in the Air Upas area. “Now, on
Upas. “Sekarang rata-rata angkutan kita tidak pernah average, our deliveries never experience delays during
mengalami keterlambatan bongkar. Jarak tempuh ini unloading. The travel time is now only around eight or
mungkin tinggal 8 atau 9 jam,” tutur Midi, SE, Supervisor nine hours,” said Midi, SE, gas station supervisor, who
SPBU Kompak. agreed with this view.
Akses jalan yang semakin baik tidak hanya Improved road access not only facilitates logistics and
memperlancar logistik dan mendorong pertumbuhan supports the growth of MSMEs and retail businesses,
UMKM dan ritel, tetapi juga mempermudah akses but also makes access to education easier. In the
pendidikan. Infrastruktur jalan ini pada akhirnya long run, this road infrastructure contributes to
berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Desa improvements in the Village Development Index and
Membangun dan mendorong desa-desa di Air Upas encourages villages in Air Upas to transform from
bertransformasi dari desa berkembang menjadi desa developing villages into advanced and self-reliant
maju dan mandiri. villages.
Page 128
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
128
Program Pilar Kelembagaan Komunitas: Penguatan Kapasitas Komunitas
Community Institutional Pillar Program: Capacity Building for Community
CITA mengembangkan berbagai inisiatif yang berfokus CITA develops various initiatives focused on strengthening
pada penguatan kapasitas, peran, dan keberlanjutan the capacity, role, and sustainability of local institutions,
lembaga-lembaga lokal agar mampu mengelola sumber enabling them to manage resources, voice community
daya, menyampaikan aspirasi, dan berpartisipasi aktif aspirations, and actively participate in independent
dalam pembangunan masyarakat secara mandiri. Upaya community development. These efforts are primarily aimed
ini terutama ditujukan bagi kelompok-kelompok binaan at CITA’s assisted groups, serving as strategic partners in
CITA sebagai mitra strategis dalam pengembangan community development. CITA has implemented a range
komunitas. CITA telah melaksanakan berbagai inisiatif of initiatives to reinforce local institutional capacity, roles,
untuk memperkuat kapasitas, peran, dan keberlanjutan and sustainability, ensuring they can manage resources,
kelembagaan lokal agar mampu mengelola sumber daya, channel aspirations, and contribute actively to the social
menyalurkan aspirasi, serta berkontribusi aktif dalam and economic development of their communities.
pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Program Utama Fokus Intervensi Dampak di 2025
Key Programs Intervention Focus Impact in 2025
Pengembangan dan Penguatan kelembagaan desa melalui 8 kelompok masyarakat bersinergi
kolaborasi antar kolaborasi dan peningkatan peran memperkuat lembaga desa
lembaga desa dalam pembangunan partisipatif. 8 community groups collaborated to
Development and Strengthening village institutions strengthen village institutions
collaboration among through collaboration and enhancing
village institutions their role in participatory development.
Penguatan Pengembangan kelembagaan 170 civitas akademik teredukasi penguatan
kelembagaan pendidikan, penguatan jejaring tata kelola kelembagaan pendidikan
tenaga pendidik antar-pendidik, serta penanaman nilai 170 academic participants received capacity
Strengthening kolaborasi. building on strengthening governance in
institutional capacity Development of educational educational institution
of educators institutions, strengthened collaboration
among educators, and cultivation of
collaborative values.
Keterangan gambar: Kegiatan dalam program penguatan kelembagaan tenaga pendidik
Image caption: Activities as Part of the Teacher Institutional Strengthening Program
Page 129
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
129
Penanganan Keluhan Masyarakat
Community Grievance Handling
Mengelola Keluhan Masyarakat [POJK-F.16, F.24] [GRI 2-25, 2-26, 413-1, 14.10.2, 14.10.4]
Community Grievance Mechanism
CITA menempatkan komunikasi yang akuntabel, aman, CITA emphasizes accountable, safe, and transparent
dan transparan dengan masyarakat sekitar wilayah communication with communities around its operational
operasional sebagai bagian penting dari tata kelola areas as an integral part of social governance. To foster
sosial. Untuk mendorong partisipasi yang bermakna serta meaningful participation and properly manage potential
mengelola potensi dampak lingkungan dan sosial yang environmental and social impacts from its operations, the
ditimbulkan operasional CITA secara tepat, perusahaan company provides a Community Grievance Mechanism
menyediakan Mekanisme Keluhan Masyarakat sebagai as the official channel for submitting aspirations and
saluran resmi penyampaian aspirasi dan pengaduan. complaints. This mechanism also forms part of human
Mekanisme ini juga menjadi bagian dari pemantauan hak rights monitoring and functions to address issues related
asasi manusia dan berfungsi untuk merespons isu yang to the fulfillment of these rights. Every complaint received
berkaitan dengan pemenuhan hak-hak tersebut. Setiap is followed up through a structured, documented process,
pengaduan yang diterima telah ditindaklanjuti melalui with remediation measures tailored to the substance of
mekanisme terstruktur yang terdokumentasi disertai each grievance.
dengan remediasi yang disesuaikan dengan substansi
pengaduan yang disampaikan.
Alur Pengaduan Masyarakat
Community Grievance Mechanism
Page 130
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
130
Sepanjang tahun 2025, kami menerima 38 keluhan yang Throughout 2025, we received 38 complaints submitted
masuk melalui mekanisme pengaduan, dengan 87% di through the grievance mechanism, with 87% of them
antaranya telah ditindaklanjuti dan diselesaikan. Laporan having been addressed and resolved. These community
keluhan masyarakat tersebut mencakup berbagai isu, complaints covered a range of issues, including
termasuk lingkungan dan sosial-ekonomi, yang menjadi environmental and socio-economic matters, which are
perhatian bersama dalam memastikan kelangsungan of mutual concern to ensure the sustainable continuity of
operasional yang berkelanjutan. Pengaduan yang operations. Complaints that remained unresolved during
belum terselesaikan pada periode pelaporan akan tetap the reporting period will continue to be followed up in the
ditindaklanjuti pada periode berikutnya sesuai dengan subsequent period in accordance with the established
mekanisme dan tahapan penanganan yang berlaku. handling mechanisms and procedures.
Page 131
Page 132
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
132
Tata Kelola Perusahaan yang Baik [GRI 2-23, 2-24]
Good Corporate Governance
Perusahaan menerapkan prinsip tata kelola Perusahaan The company applies corporate governance principles
yang mencakup transparansi, akuntabilitas, tanggung that include transparency, accountability, responsibility,
jawab, independensi, dan kewajaran. Prinsip tersebut independence, and fairness. These principles are
diterapkan melalui berbagai kebijakan internal, sistem implemented through various internal policies, control
pengendalian, serta mekanisme pengawasan, seperti: systems, and oversight mechanisms, such as: Code
Kode Etik, Anti-Pencucian Uang, Antikorupsi, Sistem of Conduct, Anti-Money Laundering, Anti-Corruption,
Pelaporan Pelanggaran, Sanksi, Manajemen Risiko, Whistleblowing System, Sanctions, Risk Management,
serta Seleksi dan Peningkatan Kapasitas Pemasok untuk and Supplier Selection and Capacity Building to ensure
memastikan praktik bisnis yang etis, transparan, dan patuh ethical, transparent business practices that comply
terhadap regulasi. Kebijakan ini dikomunikasikan kepada with regulations. These policies are communicated to
karyawan dan pemangku kepentingan, termasuk melalui employees and stakeholders, including through the
situs Perusahaan. Company’s website.
Implementasinya dikoordinasikan oleh fungsi terkait The implementation is coordinated by the relevant
di bawah pengawasan manajemen dan terintegrasi functions under management oversight and integrated
dalam prosedur operasional, sosialisasi, serta pelatihan into operational procedures, socialization, and internal
internal. Penerapannya dimonitor dan dievaluasi secara training. Its application is monitored and evaluated
berkala melalui mekanisme pengawasan dan penegakan periodically through oversight mechanisms and the
sanksi guna mendorong perbaikan berkelanjutan dan enforcement of sanctions to drive continuous improvement
memperkuat akuntabilitas. and strengthen accountability.
Struktur Tata Kelola Perusahaan [GRI 2-9, 2-11, 2-12]
Governance Bodies
Perusahaan menerapkan struktur tata kelola berdasarkan The Company implements a governance structure in
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan accordance with Law No. 40 of 2007 on Limited Liability
Terbatas sebagaimana telah diubah terakhir dengan Companies, as most recently amended by Law No. 6 of
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. 2023 on Job Creation. For more detailed information on
Untuk informasi lebih lanjut mengenai struktur organisasi, the organizational structure, please refer to the Company’s
dapat merujuk pada Laporan Tahunan Perusahaan. Annual Report.
Dalam menjalankan fungsinya, Dewan Komisaris didukung In carrying out its functions, the Board of Commissioners
oleh Komite Audit, sedangkan Direksi didukung oleh is supported by the Audit Committee, while the Board of
Sekretaris Perusahaan dan Unit Audit Internal. Penjelasan Directors is supported by the Corporate Secretary and
rinci mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing the Internal Audit Unit. Detailed explanations regarding
organ disajikan dalam Laporan Tahunan Perseroan. the duties and responsibilities of each organ are provided
Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut: in the Company’s Annual Report. The composition of the
Board of Commissioners and Board of Directors is as
follows:
Page 133
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
133
Komposisi Direksi
Board of Directors Composition
Nama Jenis Kelamin Kewarganegaraan Jabatan
Name Gender Nationality Position
Laki-laki Indonesia Direktur Utama
Harry Kesuma Tanoto
Male Indonesian President Director
Laki-laki Indonesia Direktur
Robby Irfan Rafianto
Male Indonesian Director
Laki-laki Indonesia Direktur
Ferry Kadi
Male Indonesian Director
Laki-laki Indonesia Direktur
Yusak Lumba Pardede
Male Indonesian Director
Komposisi Komisaris
Board of Commissioners Composition
Nama Jenis Kelamin Kewarganegaraan Jabatan
Name Gender Nationality Position
Laki-laki Indonesia Komisaris Utama
Lim Gunawan Hariyanto
Male Indonesian President Commissioner
Laki-laki Swiss Komisaris
Pascal Steven Jean
Male Swiss Commissioner
Laki-laki Indonesia Komisaris
Darjoto Setyawan
Male Indonesian Commissioner
Laki-laki Indonesia Komisaris
Ibrahim Saleh
Male Indonesian Commissioner
Dewan Komisaris dan Direksi secara kolektif memiliki The Board, both Commissioners and Directrors are
kompetensi dan pengalaman yang relevan di collectively possess relevant competencies and
bidang bisnis, keuangan, pertambangan, hukum, experience in business, finance, mining, law, and
serta keberlanjutan. Keberagaman kompetensi ini sustainability. This diverse expertise supports the strategic
mendukung proses pengambilan keputusan strategis decision-making process and oversight of the company’s
dan pengawasan terhadap operasional perusahaan. operations. These competencies are further strengthened
Kompetensi ini diperkuat melalui pembekalan, pelatihan, through training, capacity building, and access to material
dan akses terhadap informasi material untuk mendukung information to support strategic decision-making. The
pengambilan keputusan strategis. Dewan Komisaris dan Board, both Commissioners and Directors continuously
Direksi juga secara berkelanjutan mengikuti berbagai participate in various relevant competency development
program pengembangan kompetensi yang relevan guna programs to ensure the effective execution of their
memastikan efektivitas pelaksanaan fungsi masing- respective functions. Information on the competency
masing. Informasi mengenai kegiatan pengembangan development programs undertaken is presented in the
kompetensi yang telah diikuti disajikan dalam Laporan Company’s Annual Report. [POJK-E.2] [GRI 2-17]
Tahunan Perusahaan.[POJK-E.2] [GRI 2-17]
Page 134
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
134
CITA dalam acara Minerba Convex 2025 [GRI 2-9]
CITA’s Participation in Minerba Convex 2025
Pada pengujung 2025, CITA berpartisipasi dalam At the end of 2025, CITA participated in Minerba
konvensi dan pameran untuk sektor pertambangan Convex 2025, a forum for mineral and coal mining
mineral dan batubara (Minerba Convex) 2025 sector, held in Jakarta. President Director, Harry Kesuma
di Jakarta. Direktur Utama CITA Harry Kesuma Tanoto, in his speech, emphasized the role of mining in
Tanoto dalam forum tersebut menegaskan peran driving national development through downstreaming
pertambangan dalam mendorong pembangunan that generates sustainable added value. In line with
nasional melalui hilirisasi yang menciptakan nilai the statement, CITA remains committed to supporting
tambah secara berkelanjutan. Sejalan dengan itu, CITA regional development and empowering communities
juga berkomitmen mendukung pertumbuhan wilayah in its operational areas to build self-sustaining
dan pemberdayaan masyarakat lingkar tambang untuk economic ecosystems, as reflected in the improved
membangun ekosistem ekonomi yang mandiri. Upaya status of 17 villages that have transformed since 2018
ini berkontribusi nyata, ditandai dengan peningkatan from underdeveloped to advanced and independent
status 17 desa yang sejak 2018 bertransformasi dari villages.
kategori tertinggal menjadi desa maju hingga mandiri.
Keterangan gambar: Kegiatan Expo Minerba Convex 2025
Image caption: Minerba Convex Expo 2025
Nominasi, Penilaian dan Remunerasi Badan Tata Kelola [GRI 2-10, 2-18,
2-19, 2-20, 2-21]
Nomination, Performance Evaluation, and Remuneration of The Governing Body
Anggota Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan melalui Members of the Board of Commissioners and Board
proses nominasi dan seleksi sesuai Anggaran Dasar, Board of Directors are appointed through a nomination and
Manual, dan ketentuan peraturan perundang-undangan, selection process in accordance with the Articles of
serta diangkat dan diberhentikan melalui Rapat Umum Association, Board Manual, and applicable laws and
Pemegang Saham (RUPS). Pelaksanaan fungsi nominasi regulations, and are appointed and removed by the
dijalankan oleh Dewan Komisaris melalui penelaahan Resolution of General Meeting of Shareholders (GMS).
calon yang memenuhi persyaratan untuk kemudian The nomination function is carried out by the Board of
Page 135
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
135
diajukan kepada RUPS. Untuk menjaga independensi Commissioners through the review of candidates who
pengawasan, Ketua Dewan Komisaris tidak merangkap meet the requirements, which are then proposed to the
jabatan. GMS. To maintain the independence of oversight, the
President of the Board of Commissioners does not hold
another position concurrently.
Perusahaan melakukan penilaian kinerja Dewan The Company conducts periodic performance evaluations
Komisaris dan Direksi secara berkala. Dewan Komisaris of the Board of Commissioners and Board of Directors.
melakukan penilaian mandiri (self-assessment) sebagai The Board of Commissioners performs a self-assessment
dasar evaluasi dan peningkatan efektivitas pelaksanaan the basis for evaluating and improving the effectiveness of
tugas, sedangkan penilaian kinerja Direksi dilakukan its duties, while the performance evaluation of the Board
berdasarkan kesesuaian pelaksanaan tugas dengan of Directors is based on the alignment of task execution
peran dan tanggung jawabnya. Hasil penilaian kinerja with their roles and responsibilities. Performance
disampaikan dalam Laporan Tahunan Perusahaan. evaluation results are disclosed in the Company’s Annual
Report.
Anggota Dewan Komisaris dan Direksi memperoleh Members of the Board of Commissioners and Board
remunerasi sesuai keputusan RUPS. RUPS memberikan of Directors receive remuneration in accordance with
kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan the GMS decision. The GMS authorizes the Board of
total remunerasi. Total remunerasi Dewan Komisaris dan Commissioners to determine the total remuneration. Total
Direksi dapat dilihat dalam Laporan Tahunan Perusahaan. remuneration for the Board of Commissioners and Board
of Directors can be found in the Company’s Annual Report.
Sistem Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko [POJK E.3][GRI 2-12,
2-13, 2-14]
Internal Control System and Risk Management
Perusahaan memiliki Departemen Internal Audit dan The Company has an Internal Audit and Risk Management
Manajemen Risiko yang menjalankan fungsi assurance Department that carries out assurance and consulting
dan konsultasi untuk menilai efektivitas pengendalian functions to assess the effectiveness of internal controls,
internal, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan risk management, and corporate governance through
melalui audit berbasis risiko terhadap kegiatan operational risk-based audit and supporting other
operasional dan fungsi pendukung dengan ruang lingkup functions with clear scope. This function ensures that
yang jelas. Fungsi ini memastikan kegiatan operasional operational activities are carried out in accordance with
berjalan sesuai kebijakan, regulasi, dan standar yang policies, regulations, and applicable standards, while
berlaku, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang dapat also identifying factors that could impact the Company’s
memengaruhi kinerja dan reputasi perusahaan. performance and reputation.
Sistem Pengendalian Internal
Internal Control System
CITA telah menerapkan sistem pengendalian internal CITA has implemented an internal control system to ensure
untuk memastikan efektivitas operasional, mendukung operational effectiveness, support good governance, and
tata kelola yang baik, dan mencapai tujuan strategis achieve the Company’s strategic objectives. This system
perusahaan. Sistem ini mencakup kebijakan manajemen includes risk management policies applied throughout the
risiko yang diterapkan di seluruh lini perusahaan dan Company and periodic risk identification.
identifikasi risiko secara berkala.
Pada tahun 2025, evaluasi dilakukan dengan In 2025, the evaluation was conducted by considering
mempertimbangkan risiko tinggi seperti operasional, high-risk areas such as operations, occupational safety,
keselamatan kerja, kepatuhan lingkungan, dan fluktuasi environmental compliance, and commodity price volatility.
harga komoditas. Direksi menilai kecukupan kebijakan The Board of Directors assesses the adequacy of control
dan prosedur pengendalian serta tindak lanjut temuan policies and procedures and follows up on audit findings,
audit, sementara Dewan Komisaris melalui Komite Audit while the Board of Commissioners, through the Audit
memberikan rekomendasi perbaikan. Committee, provides recommendations for improvements.
Page 136
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
136
Fokus Pengendalian Internal:
Focus of Internal Control:
01 Mematuhi peraturan yang berlaku.
Comply with applicable regulations.
Menerapkan kebijakan anti-korupsi, anti-money laundering, seleksi vendor, whistleblowing,
02 manajemen risiko, dan sanksi.
Implementing of anti-corruption, anti-money laundering policies, vendor selection, whistleblowing,
risk management, and sanctions.
03 Mendeteksi potensi kecurangan dan melakukan monitoring oleh Audit Internal.
Detecting potential fraud and conducting monitoring by Internal Audit.
Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan pelaporan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
04
Sistem Manajemen Risiko
Risk Management System
Pengelolaan risiko dilaksanakan secara terstruktur Risk management is carried out in a structured manner
mengacu pada Kebijakan Manajemen Risiko melalui based on the Risk Management Policy through the
penyusunan kerangka kerja, sosialisasi, identifikasi dan development of a framework, socialization, identification
mitigasi bersama risk owner, evaluasi pengendalian, and mitigation with risk owners, control evaluation, and
serta pelaporan kepada manajemen sebagai dasar reporting to management as a basis for decision-making.
pengambilan keputusan. Penilaian dilakukan secara Assessments are conducted periodically to set mitigation
berkala untuk menetapkan prioritas mitigasi dengan priorities, covering strategic, operational, non-operational,
cakupan risiko strategis, operasional, non-operasional, ESG, and compliance risks.
ESG, dan kepatuhan.
Berikut adalah profil risiko tahun 2025. Below is the risk profile for 2025:
Jenis Risiko Potensi Risiko Penanganan Risiko
No.
Type Risk Potential Risk Risk Management
1 Risiko Kecelakaan kerja yang Penerapan Sistem K3.
Keselamatan berpotensi menimbulkan cedera, Implementation of OHS System (Occupational Health
Safety Risk kerusakan, hingga kematian. and Safety).
Workplace accidents potentially
Pelatihan keselamatan kerja berkala.
cause injuries, damage, or
Regular safety training.
fatalities
Penyediaan APD sesuai standar.
Provision of appropriate PPE.
Inspeksi keselamatan rutin dan kesiapsiagaan
tanggap darurat.
Regular safety inspections and emergency
preparedness.
Page 137
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
137
Jenis Risiko Potensi Risiko Penanganan Risiko
No.
Type Risk Potential Risk Risk Management
2 Risiko Dampak lingkungan berupa Kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
Lingkungan polusi udara, pencemaran Compliance with environmental regulations.
Environmental air, kerusakan habitat, dan
Risk gangguan ekosistem. Pemantauan kinerja lingkungan.
Environmental impacts Environmental performance monitoring.
such as air pollution, water
contamination, habitat
Rehabilitasi pascaoperasi.
destruction, and ecosystem
Post-operation rehabilitation.
disturbance.
3 Risiko Kesehatan Dampak jangka panjang pada Penyediaan fasilitas kesehatan.
Health Risk kesehatan fisik dan mental Provision of healthcare facilities.
akibat paparan bahaya kerja.
Long-term physical and mental Pemeriksaan kesehatan berkala dan program
konseling kesehatan mental.
health impacts associated with
Regular health check-ups and counseling programs.
occupational hazard exposure.
Penerapan protokol kesehatan.
Implementation of health protocols.
4 Risiko Sosial Perubahan harapan Melibatkan masyarakat lokal dalam pemberdayaan.
Social Risk masyarakat, konflik sosial, Involvement of local communities in empowerment.
atau isu-isu keberlanjutan
lingkungan. Mengelola dampak sosial melalui studi dan
Changes in community monitoring.
perception, social conflicts, or Managing social impacts through studies and
environmental sustainability monitoring.
issues.
Menyediakan forum dialog untuk masukan komunitas.
Facilitating social dialogue to gather community input.
Menyelaraskan operasional perusahaan dengan
kebutuhan masyarakat sekitar.
Adjusting operational with community dynamic.
5 Risiko Ketidakpatuhan terhadap Menyusun sistem manajemen kepatuhan untuk
Kepatuhan peraturan dan regulasi memantau perubahan regulasi.
Regulasi yang berlaku. Ini mencakup Establishing a compliance management system to
Regulatory pelanggaran hukum, tidak monitor regulatory changes.
memenuhi standar industri,
Compliance
atau ketidaksesuaian dengan Memberikan pelatihan kepatuhan regulasi kepada
Risk karyawan.
regulasi pemerintah.
Non-compliance with Providing regulatory compliance training for
applicable laws and employees.
regulations, including legal
violations, failure to meet
industry standards, or non- Melakukan audit atas kepatuhan terhadap regulasi.
compliance with government Conducting audits for regulatory compliance.
regulations.
6 Risiko Gangguan atau hambatan Meningkatkan kualitas pelatihan dan kompetensi
Operasional yang dapat mempengaruhi tenaga kerja.
Operational keberlanjutan dan efektifitas Enhancing workforce training and competencies.
Risk operasional di lokasi
tambang serta menghambat Melakukan pemeliharaan preventif pada peralatan
pencapaian produksi. dan fasilitas.
Disruptions or obstacles that Conducting preventive maintenance on equipment
may affect the sustainability and facilities.
and effectiveness of
operations at mining sites and Menerapkan sistem manajemen risiko operasional.
hinder production goals. Implementing an operational risk management
system.
Page 138
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
138
Jenis Risiko Potensi Risiko Penanganan Risiko
No.
Type Risk Potential Risk Risk Management
7 Risiko Finansial Fluktuasi nilai tukar, Memantau kecukupan dana untuk menghindari
Financial Risk kenaikan biaya operasional, kekurangan kas untuk keperluan modal kerja dan
ketidakpastian pendapatan, dan investasi.
risiko investasi. Monitoring adequate funding to avoid cash shortages
for capital and investments.
Exchange rate fluctuations,
rising operational costs, revenue Memantau kontrak dan kesediaan jumlah yang dapat
uncertainty, and investment risks. dipasok kepada pihak pembeli guna melindungi
kinerja keuangan Perusahaan.
Monitoring contracts and supply to buyers to protect
financial performance.
Menyusun anggaran berbasis risiko dan perencanaan
jangka panjang.
Preparing risk-based budgeting and long-term
planning.
Melakukan audit keuangan berkala untuk memberikan
gambaran kewajaran dalam penyajian keuangan.
Conducting regular financial audits to ensure fair
financial reporting.
Untuk mendukung Tata Kelola Perusahaan yang Baik To support Good Corporate Governance (GCG) and a
(GCG) dan budaya kesadaran risiko, perusahaan terus culture of risk awareness, the company continues to make
melakukan perbaikan, termasuk: merancang program improvements, including: designing a phased business
business review dan risk mapping bertahap pada review and risk mapping program for 2026, socializing
2026, sosialisasi pelaporan pengelolaan risiko kepada risk management reporting to management, integrating
manajemen, mengintegrasikan manajemen risiko dengan risk management with the Safety team in relation to
tim keamanan sehubungan dengan Identifikasi Bahaya Hazard Identification and Risk Control (IBPR), refining
dan Pengendalian Risiko (IBPR), menyempurnakan the approach with an accident-based methodology, and
dengan pendekatan berbasis kecelakaan, dan bekerja collaborating with risk owners to develop a more effective
sama dengan pemilik risiko dalam membangun kerangka mitigation framework. With these steps, the Company aims
mitigasi yang lebih efektif. Dengan langkah-langkah ini, to achieve more mature and integrated risk management
Perusahaan berharap dapat mencapai pengelolaan risiko to support business sustainability.
yang lebih matang dan terintegrasi untuk mendukung
keberlanjutan bisnis.
Page 139
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
139
Etika Bisnis
Business Ethic
Industri pertambangan memiliki tingkat paparan risiko The mining industry is highly exposed to potential
yang tinggi terhadap potensi benturan kepentingan, conflicts of interest, violations, and practices that do not
penyimpangan, serta praktik yang tidak sejalan dengan align with good governance principles. Therefore, CITA
prinsip tata kelola yang baik. Oleh karena itu, CITA places business ethics as a fundamental foundation for
menempatkan etika bisnis sebagai landasan utama conducting its operations with integrity, transparency,
dalam menjalankan kegiatan usaha secara berintegritas, and in compliance with applicable laws. This principle
transparan, dan patuh terhadap peraturan perundang- is implemented through the establishment of Code of
undangan. Penerapan prinsip tersebut diwujudkan melalui Conduct, which serves as a behavioral guideline that must
Kode Etik sebagai pedoman perilaku yang wajib dipatuhi be adhered to by the Board of Commissioners, the Board
oleh Dewan Komisaris, Direksi, seluruh karyawan, dan of Directors, employees, and business partners.[GRI 3-3, 14.22.1]
mitra kerja.[GRI 3-3, 14.22.1]
Kepatuhan [GRI 2-27]
Compliance
Kepatuhan merupakan bagian integral dari penerapan Compliance is an integral part of the implementation
etika bisnis CITA dan menjadi landasan dalam menjalankan of CITA’s business ethics and serves as the basis for
usaha secara berintegritas, bertanggung jawab, dan conducting business with integrity, responsibility, and in
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. CITA memastikan accordance with applicable regulations. CITA ensures
seluruh kegiatan usaha dilaksanakan dengan mematuhi that all business activities are carried out in compliance
peraturan perundang-undangan, ketentuan regulator, with laws, regulatory requirements, and good corporate
serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik. governance principles.
Selama tahun 2025, CITA, entitas anak, serta anggota In 2025, CITA, its subsidiaries, and members of the Board
Direksi dan Dewan Komisaris tidak terlibat dalam perkara of Directors and the Board of Commissioners were not
hukum material yang dapat memengaruhi kegiatan involved in any material legal matters that could affect the
maupun kelangsungan usaha Perusahaan. Pada periode Company’s operations or business continuity. During the
yang sama, CITA juga tidak menerima sanksi administratif same period, CITA also did not receive any administrative
dari bursa, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun sanctions from the stock exchange, the Financial Services
regulator lainnya. [GRI 205-3, 14.22.4] Authority (OJK), or other regulators. [GRI 205-3, 14.22.4]
Kode Etik [GRI 2-23]
Code of Conduct
Kode Etik Perusahaan dirancang untuk menyelaraskan Company’s Code of Conduct is designed to align the
pola pikir dan perilaku interaksi dalam pelaksanaan mindset and behavioral interactions in carrying out business
kegiatan usaha agar setiap individu bertindak konsisten, activities, ensuring that each individual acts consistently,
profesional, dan bertanggung jawab. Implementasinya professionally, and responsibly. Its implementation
didukung melalui sosialisasi, pengawasan, dan penegakan is supported through socialization, monitoring, and
disiplin di seluruh wilayah operasional. Tujuannya, disciplinary enforcement across all operational areas. The
setiap individu memahami, mengerti, dan mampu goal is for every individual to understand, comprehend,
menerapkannya. and be able to apply the Code.
Pokok-pokok Kode Etik Perusahaan meliputi Kode Etik The main points of the Company’s Code of Conduct
Bisnis sebagai pedoman perilaku etis dalam hubungan include the Business Code of Conduct, which serves as an
dengan pemangku kepentingan sesuai prinsip GCG dan ethical behavior guideline in relations with stakeholders
nilai Perusahaan, serta Kode Etik Individu sebagai acuan according to the GCG principles and Company values,
perilaku kerja dalam pelaksanaan tugas dan interaksi and the Individual Code of Conduct, which serves as
profesional di lingkungan kerja. Informasi lengkap terkait a reference for work behavior in carrying out tasks and
kode etik CITA dapat diakses pada situs resmi Perusahan professional interactions in the workplace. Detailed
https://citamineral.com/policies. [POJK-E.4][GRI 2-23, 2-24] information regarding CITA’s Code of Conduct can be
accessed on the Company’s website https://citamineral.
com/policies. [POJK-E.4][GRI 2-23, 2-24]
Page 140
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
140
Antikorupsi [GRI 205-1, GRI 205-2, 14.22.2, 14.22.3]
Anti-Corruption
CITA menetapkan Kebijakan Antikorupsi untuk melindungi CITA has established an Anti-Corruption Policy to protect
kegiatan usaha dari tindakan yang merugikan serta business activities from harmful actions and support anti-
mendukung upaya pencegahan korupsi. Kebijakan ini corruption efforts. This policy focuses on preventing both
berfokus pada pencegahan kerugian material maupun material and immaterial losses, strengthening compliance
immaterial, penguatan kepatuhan terhadap hukum dan with laws and ethics, and fostering a culture of integrity
etika, serta pembentukan budaya integritas dalam seluruh throughout all work activities, including those involving
aktivitas kerja, termasuk yang melibatkan mitra usaha business partners and government agencies. The policy
dan instansi pemerintah. Ketentuan berlaku bagi Dewan applies to the Board of Commissioners, the Board of
Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan. Directors, and all employees.
Ruang lingkupnya mencakup larangan terhadap berbagai The scope includes prohibitions against various forms of
bentuk korupsi, termasuk penyuapan, penggelapan, corruption, including bribery, embezzlement, extortion,
pemerasan, kecurangan, benturan kepentingan, dan fraud, conflicts of interest, and gratuities. The policy also
gratifikasi. Ketentuan juga mengatur interaksi bisnis yang regulates business interactions that may lead to conflicts
berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, termasuk of interest, including the provision/receipt of undue
pemberian/penerimaan manfaat yang tidak semestinya, benefits and prohibits facilitation payments.
serta larangan facilitation payment.
Penguatan integritas juga diterapkan pada rantai pasok Integrity strengthening is also applied across the supply
melalui sosialisasi kepatuhan kepada mitra kerja dan chain through compliance socialization with business
pemasok, serta pencantuman antikorupsi pada klausul partners and suppliers, and anti-corruption clauses in
kontrak. Dugaan pelanggaran dapat dilaporkan melalui contracts. Alleged violations can be reported through the
Whistleblowing System (WBS). Setiap pelanggaran Whistleblowing System (WBS). Any proven violations will
yang terbukti dikenakan sanksi tegas sesuai Peraturan result in strict sanctions in accordance with the Company’s
Perusahaan dan ketentuan hukum yang berlaku. Informasi regulations and applicable laws. Further information on
lebih lanjut mengenai Kebijakan Antikorupsi tersedia pada the Anti-Corruption Policy is available on CITA’s official
situs resmi CITA. website.
Sebagai bagian dari Kebijakan Antikorupsi, CITA As part of the Anti-Corruption Policy, CITA manages
mengendalikan benturan kepentingan untuk conflicts of interest to maintain the independence
menjaga independensi dan objektivitas setiap organ and objectivity of each corporate body. This provision
Perusahaan. Ketentuan ini melarang transaksi atau prohibits transactions or actions that create conflicts
tindakan yang menimbulkan konflik kepentingan of interest or personal gain, limits the accumulation of
dan keuntungan pribadi, membatasi perangkapan positions that may compromise independence, and
jabatan yang berpotensi mengganggu independensi, prohibits individuals with conflicting interests from
serta melarang pihak yang memiliki kepentingan representing the Company.[GRI 2-15]
bertentangan untuk mewakili Perusahaan.[GRI 2-15]
Anti-Pencucian Uang
Anti-Money Laundering
Pencucian uang merupakan upaya menyamarkan asal- Money laundering is an attempt to disguise the origin
usul hasil kejahatan agar tampak berasal dari sumber of proceeds of crime so that they appear to come from
yang sah. Praktik ini dapat menimbulkan risiko hukum, legitimate sources. This practice may pose legal, financial,
finansial, dan reputasi bagi Perusahaan. Karena itu, and reputational risks to the Company. Therefore, CITA
CITA menerapkan Kebijakan Anti-Pencucian Uang (APU) implements an Anti-Money Laundering (AML) policy as part
sebagai bagian dari penguatan integritas dan kepatuhan of strengthening integrity and compliance in all business
dalam seluruh aktivitas bisnis. Penerapannya didukung activities. Its implementation is supported through
melalui komunikasi dan sosialisasi kepatuhan, termasuk compliance communication and socialization, including to
kepada mitra kerja, untuk memastikan prinsip integritas business partners, to ensure that the principles of integrity
diterapkan secara konsisten di sepanjang rantai pasok. are consistently applied throughout the supply chain.
Page 141
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
141
Apabila terdapat indikasi pelanggaran, kasus ditangani If there are indications of violations, cases are handled
melalui investigasi internal dan tindak lanjut sesuai through internal investigations and follow-up actions
ketentuan, termasuk sanksi disiplin hingga pemutusan in accordance with applicable provisions, including
hubungan kerja, pelaporan kepada otoritas berwenang, disciplinary sanctions up to termination of employment,
serta penguatan pengendalian internal guna mencegah reporting to the relevant authorities, and strengthening
kejadian berulang. internal controls to prevent recurrence.
Sistem Pelaporan Pelanggaran
Whistleblowing System
Mekanisme pelaporan internal (Whistleblowing System/ An internal reporting mechanism (Whistleblowing System/
WBS) disediakan untuk menampung dugaan pelanggaran WBS) is provided to receive allegations of ethical violations,
etika, ketidakpatuhan hukum, maupun penyimpangan legal non-compliance, or other deviations. Protection
lainnya. Perlindungan bagi pelapor diterapkan sesuai for whistleblowers is implemented in accordance with
ketentuan, termasuk menjaga kerahasiaan dan/atau regulations, including confidentiality and/or anonymity,
anonimitas serta menjamin tidak adanya tindakan and ensuring there is no retaliation.
pembalasan (retaliation).
Setiap laporan ditelaah dan, bila diperlukan, diinvestigasi Each report is reviewed and, if necessary, investigated by
oleh pihak independen. Proses penanganan laporan an independent party. The reporting process is structured
dilakukan secara terstruktur, dan terdokumentasi guna and documented to ensure fair and transparent handling.
memastikan penanganan yang adil dan transparan. The results serve as input for monitoring the Code of
Hasilnya menjadi masukan untuk pemantauan Kode Etik, Ethics, compliance clarification, and strengthening the
klarifikasi kepatuhan, serta penguatan sistem integritas. integrity system. Further details regarding the WBS
Rincian lebih lanjut terkait mekanisme WBS tersedia di mechanism are available on CITA’s official website (https://
situs resmi CITA (https://citamineral.com/policies). [GRI 2-16] citamineral.com/policies). [GRI 2-16]
Jenis pelanggaran yang dikelola dalam Sistem Whistleblowing
Types of violations handled under Whistleblowing System
Penyimpangan dari peraturan dan Pemerasan
01 ketentuan hukum yang berlaku 04 Extortion
Deviation from applicable laws and
regulations
05 Perbuatan curang
Pelanggaran terhadap kebijakan dan Fraud
02 peraturan Perusahaan
Violations of Company policies and
regulations Benturan kepentingan
06
Penyalahgunaan jabatan untuk
03 kepentingan lain di luar Perusahaan
Abuse of position for personal or other 07
interests outside the Company
Sepanjang 2025, tidak ada laporan pelanggaran yang Throughout 2025, no violations were reported through
disampaikan melalui mekanisme Whistleblowing System the Whistleblowing System (WBS).[POJK-F.24][GRI 2-24, 2-25, 2-26, 205-3,
(WBS).[POJK-F.24][GRI 2-24, 2-25, 2-26, 205-3, 406-1, 14.22.4, 14.21.7] 406-1, 14.22.4, 14.21.7]
Sarana/Media Pelaporan WBS
WBS Reporting Channels
Email: wbs@cita mineral.com
Telpon | Telephone: 0811943663
Page 142
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
142
Sosialisasi Tata Kelola dan Etika Bisnis bagi Karyawan [POJK-F.1]
Dissemination of Governance and Ethics principles to employees
Sosialiasi tata kelola dan etika bisnis menjadi bagian Dissemination of governance and business ethics is part
dari upaya perusahaan untuk memperkuat pemahaman of the Company’s efforts to strengthen understanding
terhadap kebijakan internal dan Kode Etik, sekaligus of internal policies and the Code of Conduct, while
mengingatkan kembali peran Whistleblowing System also reinforcing the role of the Whistleblowing System
(WBS) sebagai sarana pelaporan. [GRI 2-24] (WBS) as a reporting mechanism. [GRI 2-24]
Materi yang disampaikan mencakup kebijakan The materials presented covered the Code of
Kode Etik, Anti-Pencucian Uang, Antikorupsi, Sistem Conduct, Anti-Money Laundering, Anti-Corruption,
Pelaporan Pelanggaran, Sanksi, Manajemen Risiko, Whistleblowing System, Sanctions, Risk Management,
serta Seleksi dan Peningkatan Kapasitas Pemasok. and Supplier Selection and Capacity Building. The
Penyampaian dilakukan menggunakan metode studi presentation utilized case studies to make it easier for
kasus agar peserta lebih mudah memahami keterkaitan participants to understand the connection between the
antara nilai-nilai perusahaan dengan penerapannya company’s values and their application in daily business
dalam etika bisnis sehari-hari. Antusiasme peserta ethics. The enthusiasm of the participants throughout
terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan the event reflected an increased awareness of the
meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya praktik importance of good governance practices.[GRI 205-2, 14.22.3]
tata kelola yang baik.[GRI 205-2, 14.22.3]
Sebagai penguatan, Perusahaan juga memanfaatkan For reinforcement purpose, the company also utilized
media visual melalui pemasangan banner di berbagai visual media by placing banners in various work areas,
area kerja seperti ruang kerja, lobi, dan kantin, sehingga such as workspaces, lobbies, and cafeterias, making
informasi mengenai alur pelaporan WBS dapat diakses WBS reporting procedures more easily accessible to
dengan lebih mudah oleh seluruh karyawan. all employees.
230 jam pelatihan | hours of training
Kebijakan tata kelola, termasuk kebijakan antikorupsi.
Corporate governance policies, including anti‑corruption policies.
Keterangan gambar: Kegiatan sosialisasi kebijakan tata kelola
Image caption: Policy Governance Socialization Activity
Page 143
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
143
Page 144
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
144
Tentang Laporan Keberlanjutan
About the Sustainability Report
Profil Laporan
Report Profile
CITA menyajikan data dan informasi mengenai kinerja CITA presents data and information on the Company’s
keberlanjutan Perusahaan yang mencakup aspek sustainability performance, covering economic,
ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui environmental, social, and governance (ESG) aspects,
Laporan Keberlanjutan ini. Laporan disusun sebagai bentuk through this Sustainability Report. The report is prepared
pemenuhan terhadap ketentuan Peraturan Otoritas Jasa in compliance with Financial Services Authority Regulation
Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017 dan Surat Edaran (POJK) No. 51/POJK.03/2017 and Financial Services
Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021. Authority Circular Letter (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021.
Selain memenuhi regulasi nasional, Perusahaan juga In addition to complying with national regulations, the
menyusun laporan ini merujuk (with reference) pada Global Company has prepared this report with reference to the
Reporting Initiative (GRI) Standards 2021, termasuk GRI Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021, including
Sector Standard for Mining (GRI 14), serta menyelaraskan the GRI Sector Standard for Mining (GRI 14), and has
pengungkapan dan program keberlanjutan Perusahaan aligned its sustainability disclosures and programs with
dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).[POJK-G.4] the Sustainable Development Goals (SDGs).[POJK-G.4]
Laporan ini diterbitkan secara tahunan, menjadikannya This report is published annually and serves as a
lanjutan dari laporan tahun buku 2024. Sejumlah data continuation of the 2024 reporting period. Certain
numerik disajikan dengan perbandingan tren dua tahun numerical data are presented with trend comparisons for
sebelumnya. Dalam penyajian, seluruh data numerik pada the preceding two years. In its presentation, all numerical
tabel, grafik, infografik, dan teks menggunakan kaidah data in tables, charts, infographics, and text apply
Bahasa Indonesia. Indonesian numerical formatting conventions.
Data keuangan yang disajikan dalam Laporan Keberlanjutan The financial data presented in this Sustainability Report
ini merupakan data konsolidasi yang mengacu pada are consolidated figures based on the Company’s
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan yang telah Consolidated Financial Statements, which have been
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Cakupan konsolidasi audited by a Public Accounting Firm. The consolidation
data keuangan meliputi seluruh 10 entitas anak, yaitu PT scope covers all 10 subsidiaries, namely PT Harita Prima
Harita Prima Abadi (HPAM), PT Karya Utama Tambangjaya Abadi (HPAM), PT Karya Utama Tambangjaya (KUTj), PT
(KUTj), PT Sandai Karya Utama (SKU), PT Ketapang Karya Sandai Karya Utama (SKU), PT Ketapang Karya Utama
Utama (KKU), PT Sandai Inti Jaya Tambang (SIJT), PT (KKU), PT Sandai Inti Jaya Tambang (SIJT), PT Ketapang
Ketapang Karya Tambang (KKT), PT Labai Pertiwi Tambang Karya Tambang (KKT), PT Labai Pertiwi Tambang (LPT), PT
(LPT), PT Megah Putra Jaya Tambang (MPTJ), PT Duta Megah Putra Jaya Tambang (MPTJ), PT Duta Kemakmuran
Kemakmuran Jayaraya (DKJ), dan PT Kemakmuran Surya Jayaraya (DKJ), and PT Kemakmuran Surya Inti Perkasa
Inti Perkasa (KSIP). (KSIP).
Di luar data keuangan, lingkup pengungkapan aspek Outside of financial data, the disclosure of environmental,
lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam Laporan social, and governance aspects in this Sustainability
Keberlanjutan ini terbatas pada dua lokasi operasi Report is limited to two mining operation sites, namely Air
tambang, yaitu Air Upas dan Sandai yang berlokasi di Upas and Sandai, located in Ketapang, West Kalimantan,
Ketapang, Kalimantan Barat, serta kantor pusat Jakarta dan as well as the head office in Jakarta and representative
kantor perwakilan, Indonesia, di bawah kepemilikan PT offices, Indonesia, under the ownership of PT CITA Mineral
CITA Mineral Investindo Tbk. Dengan demikian, terdapat Investindo Tbk. Consequently, there is a difference in
perbedaan cakupan antara entitas yang dilaporkan dalam scope between the entities reported in the financial
pelaporan keuangan dan lokasi yang dicakup dalam statements and the locations covered in the sustainability
pengungkapan keberlanjutan. [GRI 2-2] disclosures.[GRI 2-2]
Sepanjang periode pelaporan tahun 2025, tidak terdapat
perubahan signifikan pada struktur perusahaan, termasuk Throughout the 2025 reporting period, there were no
aktivitas merger, akuisisi, pelepasan entitas (divestasi), mergers, acquisitions, or divestments that had a material
perubahan pengendali, maupun perubahan kegiatan impact on the Company’s operations. Consequently, the
usaha yang berdampak material terhadap operasional approach to consolidating financial data and sustainability
Page 145
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
145
perusahaan. Dengan demikian, pendekatan konsolidasi disclosures has been applied consistently, with no changes
data keuangan dan pengungkapan keberlanjutan compared to the previous reporting period.[POJK-C.6][GRI 2-6]
diterapkan secara konsisten dan tidak mengalami
perubahan dibandingkan periode pelaporan sebelumnya.
[POJK-C.6][GRI 2-6]
Selama periode pelaporan, Perusahaan melakukan During the reporting period, the Company restated certain
penyajian kembali atas beberapa data dalam Laporan data presented in the 2024 Sustainability Report (covering
Keberlanjutan tahun 2024 (tahun 2023 dan 2024) 2023 and 2024) to ensure accuracy, consistency, and
untuk memastikan akurasi, konsistensi, dan keselarasan alignment of calculation methodologies. The restated
metodologi perhitungan. Data yang disajikan kembali data are disclosed in the notes to the data tables in the
kami cantumkan dalam keterangan catatan pada lampiran appendix, covering the following:
tabel data, mencakup: 1. Total economic value distributed and direct economic
1. Total nilai ekonomi terdistribusi dan nilai ekonomi value retained
langsung ditahan 2. Scope 3 greenhouse gas (GHG) emissions
2. Emisi GRK cakupan 3 3. Total non-hazardous waste and waste intensity
3. Total limbah non-B3 dan intensitas limbah 4. Total bauxite residue generated
4. Total residu bauksit yang dihasilkan 5. Water use intensity for production
5. Intensitas penggunaan air untuk produksi 6. Average employee training hours
6. Rata - rata jam pelatihan karyawan 7. Total employee training hours
7. Total jam pelatihan karyawan 8. Comparison of entry-level wages to the minimum
8. Perbandingan upah posisi pemula terendah terhadap wage at the Company’s operating locations
upah minimum di lokasi operasional Perusahaan 9. Total recordable incident frequency rate (TRIFR) for
9. Tingkat frekuensi insiden kecelakaan kerja (TIFR) employees and contractors [GRI 2-4]
karyawan dan kontraktor [GRI 2-4]
Prinsip Pelaporan dan Keselarasan dengan Laporan lain [GRI 2-3]
Reporting Principles and Alignment with Other Reports
Laporan Keberlanjutan CITA disusun dengan mengacu CITA’s Sustainability Report is prepared with reference
pada prinsip-prinsip pelaporan Standar GRI yang mencakup to the GRI Standards reporting principles, which include
akurasi, keseimbangan, kejelasan, keterbandingan, accuracy, balance, clarity, comparability, completeness,
kelengkapan, konteks keberlanjutan, ketepatan waktu, sustainability context, timeliness, and verifiability in the
dan keterverifikasian dalam penyajian informasi. presentation of information. The report is prepared
Penyusunan laporan dilakukan sesuai jadwal pelaporan according to the established reporting schedule and has
yang ditetapkan dan telah melalui proses verifikasi undergone a limited verification process. The financial
terbatas. Informasi kinerja keuangan yang disajikan dalam performance information presented in this report is fully
laporan ini sepenuhnya selaras dengan Laporan Keuangan aligned with the Company’s Consolidated Financial
Konsolidasian dan Laporan Tahunan Perusahaan pada Statements and Annual Report for the same period,
periode yang sama, sehingga memastikan konsistensi ensuring data consistency and reliability for stakeholders.
dan keandalan data bagi para pemangku kepentingan. Furthermore, the Sustainability Report covers the period
Selanjutnya, Laporan Keberlanjutan mencakup laporan from 1 January to 31 December 2025, which is consistent
periode dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025, yang with the reporting period of CITA’s financial statements
juga konsisten dengan periode pelaporan laporan and Annual Report.
keuangan dan Laporan Tahunan CITA.
Penjaminan Pihak Independen [POJK-G.1][GRI 2-5]
Independent Assurance
Laporan Keberlanjutan ini telah melalui penjaminan This Sustainability Report has undergone limited
independen terbatas yang dilaksanakan oleh Moores independent assurance conducted by Moores Rowland
Rowland Indonesia. Penunjukan penyedia jasa penjaminan Indonesia. The appointment of the assurance service
dilakukan sesuai kebijakan Perusahaan dengan provider was carried out in accordance with the Company’s
mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, metodologi policy by considering competence, experience, assurance
penjaminan, serta independensinya. Proses penunjukan methodology, and independence. The appointment
tersebut disetujui oleh Direktur dan dilaksanakan secara process was approved by the Director and carried out
transparan. Perusahaan juga memastikan tidak terdapat transparently. The Company also ensures that there is no
benturan kepentingan dalam pelaksanaan penjaminan. conflict of interest in the implementation of the assurance.
Page 146
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
146
Pelaksanaan penjaminan mengacu pada ISAE 3000 – The assurance engagement refers to ISAE 3000 –
Assurance Engagements Other than Audits or Reviews Assurance Engagements Other than Audits or Reviews of
of Historical Financial Information, dengan tingkat limited Historical Financial Information, with a limited assurance
assurance atas informasi dan indikator keberlanjutan level on selected sustainability information and indicators.
terpilih. Ruang lingkup penjaminan mencakup aspek: The scope of the assurance includes the following aspects:
1. Energi dan Emisi [GRI 302, 305] 1. Energy and Emissions [GRI 302, 305],
2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja [GRI 403] 2. Occupational Health and Safety [GRI 403],
3. Manajemen Sumber Daya Manusia [GRI 202-2, 401, 404, 405, 3. Human Resource Management [GRI 202-2, 401, 404, 405, 406],
406]
4. Community Development [GRI 413, 201-1]
4. Pemberdayaan Masyarakat [GRI 413, 201-1]
Ruang lingkup dan kesimpulan penjaminan disajikan The scope and conclusion of the assurance are presented
dalam Pernyataan Penjaminan Independen pada bagian in the Independent Assurance Statement at the end of this
akhir Laporan Keberlanjutan ini (halaman 158). Sustainability Report (page 158).
Tanggapan Umpan Balik Laporan Tahun Sebelumnya [POJK-G.3] [GRI 2-3]
Feedback from Previous Report
Selama periode pelaporan, tidak terdapat umpan balik During the reporting period, no feedback was received
yang diterima terkait Laporan Keberlanjutan 2024 melalui regarding the 2024 Sustainability Report through the
saluran umpan balik yang telah disediakan. Meskipun feedback channels that have been provided. Nevertheless,
demikian, Perusahaan tetap berkomitmen untuk terus the Company remains committed to continuously
meningkatkan kualitas pelaporan dengan melakukan improving the quality of reporting by conducting periodic
peninjauan secara berkala serta memastikan penyajian reviews and ensuring the presentation of information that
informasi yang relevan bagi para pemangku kepentingan. is relevant to stakeholders.
Kontak Terkait Laporan [GRI 2-3]
Contact Information
Informasi lainnya tentang PT Cita Mineral Investindo Tbk Additional information about PT Cita Mineral Investindo
dapat ditemukan di situs web kami. Untuk informasi lebih Tbk can be found on our website. For further information,
lanjut, input dan saran untuk perbaikan dan kemajuan as well as feedback and suggestions to improve this
laporan ini, silakan hubungi: report, please contact:
Corporate Secretary Department
Email: corsec@citamineral.com
PT CITA MINERAL INVESTINDO TBK
Gedung Bank Panin, Lantai 2 | Panin Bank Building, 2nd Floor
Jl. Jendral Sudirman No. Kav 1 Gelora,
Tanah Abang, Jakarta Pusat | Central Jakarta
DKI Jakarta 10270
Indonesia
Page 147
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
147
Tabel Data
Data Table
01 Tentang CITA
01 About CITA
Skala Ekonomi PT Cita Mineral Investindo Tbk [POJK-C.3A][GRI 2-1, 2-7]
Economic Scale of PT Cita Mineral Investindo Tbk
Uraian Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Total Karyawan Orang
882 596 596
Total Employees People
Total Aset
9.127,85 7.943,81 6.224,31
Total Assets
Total Ekuitas Miliar Rupiah
8.767,21 7.621,21 5.521,40
Total Equity IDR Billion
Total Liabilitas
360,64 322,60 702,91
Total Liabilities
Total Produksi
WMT MGB 4.704.889 4.765.256 6.349.436
Total Production
Kontribusi Ekonomi dan Nilai Ekonomi yang Dihasilkan (Rp miliar) [GRI 201-1, 14.19.2, 14.23.2]
Economic Value Generated and Distributed (IDR billion)
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Nilai Ekonomi Langsung Dihasilkan (A)
4.118.21 4.200,78 3.547,34
Direct Economic Value Generated (A)
Pendapatan
2.687,17 2.386,97 3.292,72
Revenue
Dividen dari entitas asosiasi
1.344,08 1.760,35 231,21
Dividends from associates
Pendapatan bunga
64,62 36,82 9,54
Interest income
Lainnya
22,34 16,64 13,87
Others
Nilai Ekonomi Terdistribusi (B)
3.863,67 2.939,30* 3.662,06*
Economic Value Distributed (B)
Biaya operasional
1.870,00 1.802,46 2.866,63
Operating Cost
Dividen kepada Pemegang Saham
1.299,00 463,36 39,60
Dividend to Capital Shareholder
Investasi untuk komunitas
8,64 4,69 7,07
Investment in communities
Gaji dan tunjangan karyawan
181,50 162,95 184,43
Employee wage and benefit
Pengeluaran kepada Pemerintah
504,53 505,84 564,33
Contribution to Government
Nilai Ekonomi Langsung Ditahan (A-B)
254,54 1.261,48* -114,72*
Direct Economic Value Retained (A–B)
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 nilai ekonomi terdistribusi dan nilai ekonomi langsung ditahan.
*Restatement of the 2023 and 2024 economic value distributed and direct economic value retained.
Page 148
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
148
03 Praktik Pertambangan Bertanggung Jawab [GRI 14.8.6]
03 Good Mining Practices
Total Luas Reklamasi Lahan Tambang (Hektar)
Total Reclaimed Mining Area (Hectares)
2025 2024 2023
369,72 592,37 504,07
04 Kinerja Lingkungan
04 Environmental Performance
Data Konsumsi Energi Dalam Batas Operasional Perusahaan (gigajoule) [POJK-F.6] [GRI 302-1, 14.1.2]
Energy Consumption within Operational Scope (gigajoule)
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Sumber Energi Tak Terbarukan
231.805 208.165 437.029
Non-Renewable Energy Resources
Biosolar 228.424 205.294 433.817
Gasoline 2.175 1.795 2.459
LPG 421 219 274
Listrik yang dibeli
785 857 479
Purchased electricity
Sumber Energi Terbarukan
150.076 110.616 201.714
Renewable Energy Resources
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
47 73 179
Solar PV
Biosolar 150.029 110.543 201.535
Total 381.881 318.781 638.743
Catatan:
1. Data total konsumsi energi mencakup konsumsi seluruh sumber energi yang digunakan di lokasi produksi, kantor (kantor pusat dan kantor perwakilan),
dan fasilitas penunjang non-produksi.
2. Penurunan konsumsi energi pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan oleh penonaktifan operasional site Sandai mulai tahun 2023.
3. Perhitungan dilakukan berdasarkan Protokol GRK dan ISO 14064.
Note:
1. Total energy consumption data covers the use of all energy sources across production sites, offices (including head office and representative offices), and
non-production supporting facilities.
2. The decrease in energy consumption in 2024 compared to the previous year was due to the deactivation of Sandai site operations starting in 2023.
3. The calculation is conducted in accordance with the GHG Protocol and ISO 14064.
Intensitas Konsumsi Energi terhadap Produksi (GJ/WMT MGB) [GRI 302-3, 14.1.4]
Energy Consumption Intensity (GJ/WMT MGB)
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Intensitas Energi
0,081 0,067 0,101
Energy Intensity
Catatan:
Intensitas energi dihitung dengan membagi total konsumsi energi dalam batas operasional perusahaan dengan total produksi Wet Metric Ton (WMT) MGB.
Note:
Energy intensity is calculated by dividing the total energy consumption within the company’s operational boundaries by the total Wet Metric Ton (WMT) MGB
production.
Page 149
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
149
Nilai Emisi GRK Absolut (tCO2e) [POJK-F.11] [GRI 305-1, 305-2, 305-3, 14.1.5, 14.1.6, 14.1.7]
Absolute GHG Emission Value (tCO2e)
Sumber Emisi
2025 2024 2023
Emission Sources
Cakupan 1 | Scope 1
Bio solar 27.580 15.096 31.275
LPG 28 14 53
Gasoline 172 147 171
Perubahan penggunaan lahan
40.998 38.039 50.807
Land use change
Refrigeran
171 21 42
Refrigerant
Limbah yang diolah langsung oleh perusahaan
68 314 402
Waste treated directly by the company
Cakupan 2 | Scope 2
Konsumsi Listrik
290 234 116
Electricity Consumption
Cakupan 3 | Scope 3
Aktivitas lain di luar kontrol langsung perusahaan
289 233* 219
Activity outside the company’s direct control
Total Cakupan 1
69.017 53.631 82.750
Total Scope 1
Total Cakupan 2
290 234 116
Total Scope 2
Total Cakupan 3
289 233 219
Total Scope 3
Total Cakupan 1, 2
69.307 53.865 82.866
Total Scope 1, 2
Total Cakupan 1, 2, 3
69.596 54.098 83.085
Total Scope 1, 2, 3
Intensitas Emisi GRK Cakupan 1 dan 2 (tCO2e/ WMT MGB)
0,015 0,011 0,013
GHG Emission Intensity Scope 1 and 2 (tCO2e/ WMT MGB)
Catatan:
1. Cakupan emisi GRK mencakup seluruh emisi terkonsolidasi yaitu CITA Site Air Upas, Site Sandai, Kantor Perwakilan Ketapang, Kantor Perwakilan
Pontianak dan Kantor Pusat Jakarta.
2. Kuantifikasi emisi GRK untuk Scope 1 dan 2 mencakup Karbon Dioksida (CO2), Metana (CH4), Nitrous Oksida (N2O) dan Refrigeran seperti R32 dan R134a.
3. Angka parameter Global Warming Potential (GWP) yang dirujuk berasal dari laporan IPCC Assessment Report 6 (AR6).
4. Konsolidasi emisi GRK menggunakan kendali operasional.
5. Nilai faktor emisi menggunakan tier 2 untuk bahan bakar yang diterbitkan oleh ESDM, tier 1 untuk pengelolaan limbah domestik dari Defra.
6. Intensitas emisi dihitung sebagai rasio total emisi GRK cakupan 1 dan 2 terhadap total produksi selama periode pelaporan, sehingga menunjukkan
besaran emisi per satuan produksi.
7. Satuan tCO2e / WMT MGB menunjukkan intensitas emisi gas rumah kaca (ton CO2 ekuivalen) yang dihasilkan per satu ton basah (Wet Metric Ton) produksi
bauksit kualitas metalurgi (Metallurgical Grade Bauxite).
8. Perhitungan dilakukan berdasarkan Protokol GRK dan ISO 14064.
*Penyajian ulang data tahun 2024 total emisi cakupan 3 karena kesalahan penulisan. [GRI 2-4]
Note:
1. The GHG emissions boundary covers all consolidated emissions, including CITA Air Upas Site, Sandai Site, Ketapang Representative Office, Pontianak
Representative Office, and Jakarta Head Office.
2. GHG emissions quantification for Scope 1 and Scope 2 includes Carbon Dioxide (CO₂), Methane (CH₄), Nitrous Oxide (N₂O), and refrigerants such as R32
and R134a.
3. The Global Warming Potential (GWP) parameters are based on the IPCC Assessment Report 6 (AR6).
4. GHG emissions consolidation is based on the operational control approach.
5. Emission factors use Tier 2 for fuels issued by the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM), and Tier 1 for domestic waste management based
on Defra.
6. Emission intensity is calculated as the ratio of total Scope 1 and Scope 2 GHG emissions to total production during the reporting period, representing
emissions per unit of production.
7. The unit tCO2e/WMT MGB represents the greenhouse gas emissions intensity (tons of CO₂ equivalent) generated per one wet metric ton (WMT) of
Metallurgical Grade Bauxite (MGB) production.
8. The calculation is performed in accordance with the GHG Protocol and ISO 14064.
*Restatement of the 2024 total Scope 3 emissions data due to a clerical error. [GRI 2-4]
Page 150
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
150
Jumlah Pengambilan dan Pemakaian Air [POJK-F.8] [GRI 303-3, 303-5, 14.7.4, 14.7.6]
Total Water Withdrawal and Consumption
Deskripsi Satuan
2025 2024 2023
Description Unit
Air Permukaan
3.674,81 3.407,04 3.820,84
Surface water
Air Tanah
Megaliter (ML) 58,62 53,52 55,25
Groundwater
Total Penggunaan Air
3.733,43 3.460,55 3.876,09
Total Water Consumption
Intensitas Penggunaan Air terhadap Produksi
Megaliter/WMT MGB 0,000781 0,000715* 0,000602*
Water Intensity per Production
Intensitas air dihitung berdasarkan perbandingan antara pengambilan air permukaan dan total produksi (WMT MGB).
Water Intensity is calculated as the ratio between surface water withdrawal and total production (WMT MGB).
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 Intensitas penggunaan air untuk produksi karena perhitungan ulang. [GRI 2-4]
*Restatement of the 2023 and 2024 water use intensity for production due to updated calculations. [GRI 2-4]
Timbulan Limbah Non-mineral (Ton) [POJK- F.13][GRI 306-3, 306-4, 14.5.4, 14.5.5]
Non-mineral Waste Generation (Ton)
Deskripsi
2025 2024* 2023*
Description
Limbah Non B3
Non-Hazardous Waste
Total limbah Non B3
98,23 N/A N/A
Total Non-Hazardous Waste
Limbah B3
Hazardous and Toxic Waste
Total limbah B3
174,12 112,71 96,54
Total Hazardous Waste
Dikelola oleh pihak ketiga
174,12 112,71 96,54
Managed by third party
Intensitas Limbah
0,000058 0,000024 0,000015
Waste Intensity
Catatan:
Intensitas limbah 2025 dikalkulasi hanya dari limbah yang dihasilkan (B3 dan non B3) tanpa mengikutsertakan residu bauksit dalam total limbah dihasilkan.
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 timbulan limbah non-B3 disajikan sebagai N/A karena dokumentasi pendukung tidak lengkap sehingga keandalan
data tidak dapat dipastikan.
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 intensitas limbah dengan cakupan terbatas pada limbah B3.[GRI 2-4]
Note:
Waste intensity is calculated based solely on the waste generated (both B3 and non-B3), excluding bauxite residue from the total waste generated
*Restatement of the 2023 and 2024 non-hazardous waste generation data, presented as N/A due to incomplete supporting documentation, such that data
reliability cannot be assured.
*Restatement of the 2023 and 2024 waste intensity, with the scope limited to hazardous waste only. [GRI 2-4]
Timbulan Limbah Mineral (m3) [POJK- F.13][GRI 306-3, 14.5.4]
Mineral Waste Generation (m3)
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Residu Bauksit
Bauxite Residue
Dihasilkan
2.635.970 2.403.305* 2.376.766*
Generated
Dimanfaatkan kembali
107.028 124.760 138.184
Utilized
Disimpan
2.528.942 2.278.546 2.238.582
Stored
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 residu bauksit yang dihasilkan dilakukan karena adanya perhitungan ulang.[GRI 2-4]
*Restatement of the 2023 and 2024 Bauxite Residue generated was made due to updated calculations.[GRI 2-4]
Page 151
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
151
05 Kinerja Sumber Daya Manusia dan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
05 Human Resources and Occupational Health and Safety Performance
Jumlah Karyawan berdasarkan Jabatan, Usia, Asal, dan Status Kepegawaian (Orang) [GRI 2-7]
Number of Employees by Category, Age, Region, and Employment Status (People)
2025 2024 2023
Deskripsi 2025 2024 2023
Description Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female
Komposisi Karyawan Berdasarkan jabatan
Employee Composition by Position
Direktur
4 0 4 0 4 0
Director
General Manajer
12 0 14 0 13 0
General Manager
Manajer
31 5 21 5 28 5
Manager
Superintendent
62 6 57 6 60 6
Superintendent
Supervisor
161 35 118 22 125 14
Supervisor
Staf
212 69 148 51 147 48
Staff
Nonstaf
245 40 128 22 121 25
Non Staff
TOTAL 727 155 490 106 498 98
Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia
Employee Composition by Age
<30 tahun
<30 years
288 95 168 65 164 52
30-50 tahun
30-50 years
386 52 275 33 288 39
>50 tahun
>50 years
53 8 47 8 46 7
TOTAL 727 155 490 106 498 98
Komposisi Karyawan Berdasarkan Asal
Employee Composition by Region
Lokal
Local
467 85 298 53
Data Tidak Tersedia
Nonlokal
Non Local
260 70 192 53 Data Not Availabe
TOTAL 727 155 490 106
Komposisi Karyawan Berdasarkan Status
Employee Composition by Employment Status
Permanen
Permanent
329 79 328 61 359 77
Kontrak
Contract
398 76 162 45 139 21
TOTAL 727 155 490 106 498 98
Catatan:
Metodologi untuk menghitung jumlah karyawan berdasarkan data penggajian (Headcount).
Note:
Methodology for calculating the number of employees based on payroll data (Headcount).
Page 152
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
152
Jumlah Karyawan Baru (Orang) [GRI 401-1, 14.17.3]
New Employee Recruitment (People)
2025 2024 2023
Deskripsi 2025 2024 2023
Description Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female
Berdasarkan jabatan
By Position
Direktur
0 0 0 0 0 0
Director
General Manajer
0 0 0 1 1 0
General Manager
Manajer
10 0 0 0 8 0
Manager
Superintendent
15 2 1 0 25 1
Superintendent
Supervisor
57 10 17 1 67 5
Supervisor
Staf
94 33 22 17 101 20
Staff
Nonstaf
145 20 40 6 90 12
Non Staff
TOTAL 321 65 80 25 292 38
Berdasarkan Asal
By Region
Lokal
Local
226 36 46 23 218 34
Nonlokal
Non Local
95 29 34 2 74 4
TOTAL 321 65 80 25 292 38
Berdasarkan Usia
By Age
<30 tahun
<30 years
196 54 54 14 110 25
30-50 tahun
30-50 years
119 11 26 11 150 11
>50 tahun
>50 years
6 0 0 0 32 2
TOTAL 321 65 80 25 292 38
Page 153
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
153
Jumlah Pergantian Karyawan (Orang) [GRI 401-1, 14.7.3]
Number of Employee Turnover (People)
2025 2024 2023
Deskripsi 2025 2024 2023
Description Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female
Berdasarkan jabatan
By Position
Direktur
0 0 0 0 0 0
Director
General Manajer
2 0 0 0 1 0
General Manager
Manajer
7 0 10 0 1 0
Manager
Superintendent
6 2 4 1 9 1
Superintendent
Supervisor
13 1 26 4 21 1
Supervisor
Staf
28 8 16 5 11 3
Staff
Nonstaf
20 6 26 3 11 1
Non Staff
TOTAL 76 17 82 13 54 6
Berdasarkan Asal
By Region
Lokal
Local
45 10 46 5 22 1
Nonlokal
Non Local
31 7 36 8 32 5
TOTAL 76 17 82 13 54 6
Berdasarkan Usia
By Age
<30 tahun
<30 years
23 10 19 11 16 4
30-50 tahun
30-50 years
44 5 51 2 34 2
>50 tahun
>50 years
9 2 12 0 4 0
TOTAL 76 17 82 13 54 6
Page 154
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
154
Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan (Jam) [POJK-F.22] [GRI 404-1, 14.17.7, 14.21.4]
Average Employee Training Hours (Hours)
2025 2024* 2023*
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female
9,68 12,48 2,87
11,19 2,59 14,33 3,93 3,10 1,66
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 rata-rata jam pelatihan karyawan karena adanya perhitungan ulang. [GRI 2-4]
*Restatement of the 2023 and 2024 average employee training hours due to updated calculations. [GRI 2-4]
Total Jam Pelatihan Karyawan berdasarkan Kategori (Jam) [POJK-F.22] [GRI 404-1, 14.17.7, 14.21.4]
Total Employee Training Hours by Level (Hours)
2025 2024* 2023*
Deskripsi
Description Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female
Total Jam Pelatihan Ber-
dasarkan Kategori 8.134 401 7.024 417 1.546 163
Total Training Hours by Level
General Manajer
33 0 36 0 0 0
General Manager
Manajer
405 1 108 0 120 0
Manager
Superintendent
606 55 403 0 495 0
Superintendent
Supervisor
1.159 97 722 115 592 80
Supervisor
Staf
718 213 757 254 339 83
Staff
Nonstaf
5.213 35 4.998 48 0 0
Non Staff
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 total jam pelatihan karyawan karena perhitungan ulang.[GRI 2-4]
*Restatement of the 2023 and 2024 total employee training hours due to updated calculations.[GRI 2-4]
Rata-rata Jam Pelatihan Per Tahun Per Pegawai 2025 [POJK-F.22] [GRI 404-1, 14.17.7, 14.21.4]
Average Training Hours Per Year Per Employee 2025
Rata-rata per Karyawan
Jumlah Jam Pelatiha (Jam)
Jumlah Pekerja (Jam)
Number of Training Hours
Deskripsi Number of Employees Average per employee
(Hours)
Description (Hours)
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
Male Female Male Female Male Female
General Manajer
12 0 33 0 2,8 -
General Manager
Manajer
31 5 405 1 13,1 0,2
Manager
Superintendent
62 6 606 55 9,8 9,2
Superintendent
Supervisor
161 35 1.159 97 7,2 2,8
Supervisor
Staf
212 69 718 213 3,4 3,1
Staff
Nonstaf
245 40 5.213 48 21,3 0,9
Non Staff
Page 155
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
155
Perbandingan Upah Posisi Pemula Terendah Terhadap Upah Minimum di Lokasi Operasional [GRI 202-1,
14.17.2]
Comparison of entry-level standard wages to the minimum wage at operational locations
2025 2024* 2023*
Deskripsi
Description UM L P UM L P UM L P
(Rp) I (IDR) (%) (%) (Rp) I (IDR) (%) (%) (Rp) I (IDR) (%) (%)
Kantor Pusat Jakarta - UMP DKI Jakarta
Jakarta Head Office - Jakarta Provincial 5.396.800 144% 134% 5.067.381 152% 155% 4.985.200 165% 163%
Minimum Wage
Site Air Upas - UMSK Kab. Ketapang
Upas Site - Ketapang Regency Minimum 3.396.300 118% 118% 3.188.983 124% 125% 3.188.983 118% 125%
Wage
Site Sandai - UMSK Kab. Ketapang
Sandai Site - Ketapang Regency Minimum 3.396.300 118% 119% 3.188.983 133% 127% 3.188.983 134% 125%
Wage
Catatan:
L: Persentase Upah Standar Terendah Laki-laki dibandingkan dengan Upah Minimum
P: Persentase Upah Standar Terendah Perempuan dibandingkan dengan Upah Minimum
UM: Upah Minimum
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 perbandingan upah posisi pemula terendah terhadap upah minimum yang berlaku karena perhitungan ulang. [GRI 2-4]
Note:
L: Percentage of Men’s Lowest Standard Wage compared to the Minimum Wage
P: Percentage of Women’s Lowest Standard Wage compared to the Minimum Wage
UM: Minimum Wage
*Restatement of the 2023 and 2024 ratio of the lowest entry-level wage to the applicable minimum wage due to updated calculations. [GRI 2-4]
Data Keluhan Karyawan (Kasus) [GRI 2-25]
Employee Grievance Data (Cases)
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Jumlah keluhan
1 10 13
Total Grievances
Keluhan sedang ditangani
0 0 0
Grievances Being Processed
Keluhan diselesaikan
1 10 13
Grievances Resolved
Data Kecelakaan Kerja Karyawan [GRI 403-9, 14.16.10]
Employee Work-Related Accident Data
Deskripsi UoM
2025 2024 2023
Description UoM
Kerusakan Properti
6 4 18
Property Damage
Pertolongan Pertama
4 1 2
First Aid
Insiden Ringan Jumlah kasus
0 0 0
Minor Incident Number of case
Insiden Berat
0 0 0
Major Incident
Kematian akibat kerja
0 0 0
Fatality
Total Jam Kerja Jumlah Jam
2.241.885 1.269.124 1.234.255
Man Hour Number of Hour
Hari Kerja Hilang Jumlah Hari
0 0 0
Day Lost Number of Days
Page 156
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
156
Tingkat Kecelakaan Kerja Karyawan [GRI 403-9, 14.16.10]
Employee Work-Related Accident Rate
2025 2024 2023
Deskripsi
Description Jumlah Tingkat Jumlah Tingkat Jumlah Tingkat
Total Rate Total Rate Total Rate
Tingkat Hilangnya Hari Kerja Akibat
Kecelakaan 0 0 0 0 0 0
Lost Time Injury Severity Rate (LTISR)
Tingkat Frekuensi Kecelakaan dengan
Hari Kerja Hilang 0 0 0 0 0 0
Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR)
Tingkat Frekuensi Kerusakan Properti
Property Damage Frequency Rate 6 2,7 4 3,2 18 14,6
(PDFR)
Tingkat Insiden Kematian (Fatalitas)
Total Fatality Incident Rate (TFIR) 0 0 0 0 0 0
Tingkat Frekuensi Insiden Kecelakaan
Kerja 10 4,5 5 3,9* 20 16,2*
Total Injury Frequency Rate (TIFR)
Catatan:
Perhitungan tingkat kecelakaan dilakukan berdasarkan jumlah insiden per 1.000.000 jam kerja, dengan cakupan data meliputi pekerja CITA di area
operasional.
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 TIFR karena perbaikan metode perhitungan. [GRI 2-4]
Note:
The accident rate calculation is based on the number of incidents per 1,000,000 working hours, with data coverage including CITA employees in
operational areas.
*Restatement of the 2023 and 2024 Total TIFR due to improvements in the calculation methodology. [GRI 2-4]
Data Kecelakaan Kerja Kontraktor [GRI 403-9, 14.16.10]
Contractor Work-Related Accident Data
Deskripsi UoM
2025 2024 2023
Description UoM
Kerusakan Properti
43 48 63
Property Damage
Pertolongan Pertama
6 15 13
First Aid
Insiden Ringan Jumlah kasus
1 0 0
Minor Incident Number of case
Insiden Berat
2 0 0
Major Incident
Kematian akibat kerja
0 0 0
Fatality
Total Jam Kerja Jumlah Jam
12.148.341 8.407.096 1.234.255
Man Hour Number of Hour
Hari Kerja Hilang Jumlah Hari
65 0 0
Day Lost Number of Days
Catatan: Peningkatan jam kerja kontraktor pada 2023–2025 dipengaruhi oleh ekspansi aktivitas pertambangan.
Note: The increase in contractor working hours in 2023–2025 was influenced by the expansion of mining activities.
Page 157
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
157
Tingkat Kecelakaan Kerja Kontraktor [GRI 403-9, 14.16.10]
Contractor Work-Related Accident Rate
2025 2024 2023
Deskripsi
Description Jumlah Tingkat Jumlah Tingkat Jumlah Tingkat
Total Rate Total Rate Total Rate
Tingkat Hilangnya Hari Kerja Akibat
Kecelakaan 3 5,6 0 0 0 0
Lost Time Injury Severity Rate (LTISR)
Tingkat Frekuensi Kecelakaan dengan Hari
Kerja Hilang 3 0,2 0 0 0 0
Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR)
Tingkat Frekuensi Kerusakan Properti
Property Damage Frequency Rate (PDFR) 43 3,5 48 5,7 63 51,0
Tingkat Insiden Kematian (Fatalitas)
Total Fatality Incident Rate (TFIR) 0 0 0 0 0 0
Tingkat Frekuensi Insiden Kecelakaan Kerja
Total Injury Frequency Rate (TIFR) 52 4,3 63 7,5* 76 61,6*
Catatan: Perhitungan tingkat kecelakaan dilakukan berdasarkan jumlah insiden per 1.000.000 jam kerja, dengan cakupan data meliputi pekerja kontraktor di
area operasional.
*Penyajian ulang data tahun 2023 dan 2024 TIFR karena perhitungan ulang. [GRI 2-4]
Note: The accident rate calculation is based on the number of incidents per 1,000,000 working hours, with data coverage including contractor workers in
operational areas.
*Restatement of the 2023 and 2024 Total TIFR data due to updated calculations. [GRI 2-4]
06 Kinerja Pemberdayaan Masyarakat
06 Community Empowerment Performance
Jumlah Program, Desa Penerima, dan Investasi [GRI 203-1, 203-2, 14.9.3, 14.9.4]
Number of Programs, Beneficiary Villages, and Investment Value
Deskripsi
2025 2024 2023
Description
Jumlah Program
209 140 131
Number of Programs
Desa Penerima
21 20 17
Beneficiary Villages
Nilai Investasi Masyarakat (Rp miliar)
8,64 4,69 7,07
Community Investment Value (IDR billion)
Jumlah Keluhan Masyarakat (Kasus) [POJK-F.16, F.24] [GRI 2-25, 2-26, 14.10.4]
Number of Community Complaints (Cases)
Tahun Jumlah Keluhan Masyarakat Terselesaikan Dalam Proses Penyelesaian
Year Number of Community Complaints Resolved In Resolution Process
2025 38 87% 13%
2024 47 100% 0%
2023 49 100% 0%
Page 158
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
158
Page 159
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
159
Page 160
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
160
Indeks POJK [POJK-G.4]
POJK Index
Indeks POJK dalam laporan ini disusun berdasarkan: The POJK Index in this report is compiled based on:
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/ • Financial Services Authority Regulation (POJK) Number
POJK.03/2017 51/POJK.03/2017
• Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor • Circular Letter of the Financial Services Authority
16/SEOJK.04/2021 (SEOJK) Number 16/SEOJK.04/2021
Pengungkapan Halaman
POJK51
Disclosure Page
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
Penjelasan Strategi Keberlanjutan
A.1 29-31
Sustainability Strategy Explanation
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
Sustainability Aspect Performance Overview
Aspek Ekonomi, paling sedikit memuat:
B.1 6
Economic aspects, containing at least:
a. Kuantitas produksi atau jasa yang dijual;
6, 23
Quantity of production or services sold
b. Pendapatan atau penjualan;
6, 23
Income or sales
c. Laba atau rugi bersih;
6, 23
Net profit or loss
d. Produk ramah lingkungan; dan
69
Environmentally friendly products; and
e. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan.
23
Involvement of local parties related to the Sustainable Finance business process.
Aspek Lingkungan Hidup, paling sedikit memuat:
B.2 7
Environmental aspects, containing at least:
a. Penggunaan energi;
7, 56-57
Energy usage
b. Pengurangan emisi yang dihasilkan;
61
Reduction of emissions produced
c. Pengurangan limbah dan efluen; dan
7, 68-69
Reduction of waste and effluent; and
d. Pelestarian keanekaragaman hayati.
52
Conservation of biodiversity
Aspek Sosial
B.3 8
Social Aspects
Profil Perusahaan
Company Profile
Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
C.1 19
Vision, Mission and Sustainability Values
Alamat Perusahaan
C.2 18
Company’s address
Skala Usaha, paling sedikit memuat:
C.3
Business Scale, containing at least:
a. Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban;
25, 147
Total assets or asset capitalization and total liabilities
Page 161
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
161
Pengungkapan Halaman
POJK51
Disclosure Page
b. Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan status ketenagakerjaan;
73
Number of employees by gender, position, age, education, and employment status
c. Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham; dan
21
Name of shareholder and percentage of share ownership; &
d. Wilayah operasional.
20
Operational area.
Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
C.4 18
Products, Services and Business Activities Carried Out
Keanggotaan pada Asosiasi
C.5 27
Membership of the Association
Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
C.6 145
Significant Changes in Issuers and Public Companies
Penjelasan Direksi
Directors’ Explanation
Penjelasan Direksi
D.1 10
Directors’ Explanation
a. Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan
12
Policies to respond to challenges in fulfilling sustainability strategies
b. Penerapan Keuangan Berkelanjutan
12-13
Implementation of Sustainable Finance
c. Strategi pencapaian target
12
Target achievement strategy
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainability Governance
Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.1 41
Responsible for Implementation of Sustainable Finance
Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan
E.2 133
Competency Development Related to Sustainable Finance
Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
E.3 135
Risk Assessment of Sustainable Finance Implementation
Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan
E.4 39, 139
Stakeholder Relations
Penjelasan Direksi
E.5 12
Directors’ Explanation
Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance
Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
F.1 59, 82, 97, 142
Activities to Build a Culture of Sustainability
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan atau Investasi,
Pendapatan dan Laba Rugi
F.2 23
Comparison of Production Targets and Performance, Portfolio, Financing or Investment Targets,
Income and Profit and Loss
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan atau Investasi pada Instrumen
Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
F.3 26, 56
Comparison of Portfolio Targets and Performance, Financing or Investment Targets in Financial
Instruments or Projects that are in Line with Sustainable Finance
Page 162
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
162
Pengungkapan Halaman
POJK51
Disclosure Page
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
Aspek Umum
General Aspect
Biaya Lingkungan Hidup
F.4 56
Environmental Costs
Aspek Material
Material Aspect
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
F.5 58, 69
Use of Environmentally Friendly Materials
Aspek Energi
Energy Aspect
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
F.6 58, 148
Amount and Intensity of Energy Used
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
F.7 58
Efforts and Achievements of Energy Efficiency and Use of Renewable Energy
Aspek Air
Water Aspect
Penggunaan Air
F.8 64, 150
Water Usage
Aspek Keanekaragaman Hayati
Aspects of Biodiversity
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki
F.9 Keanekaragaman Hayati 52
Impacts of Operational Areas Near or Located in Conservation Areas or Areas with Biodiversity
Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
F.10 50, 52
Biodiversity Conservation Efforts
Aspek Emisi
Emission Aspect
Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
F.11 60-61, 149
Amount and Intensity of Emissions Generated Based on Type
Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
F.12 58, 61, 62, 63
Efforts and Achievements in Emission Reduction
Aspek Limbah Dan Efluen
Waste and Effluent Aspects
Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
F.13 68, 69, 150
Amount of Waste and Effluent Generated Based on Type
Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
F.14 68
Waste and Effluent Management Mechanism
Tumpahan yang Terjadi ( jika ada)
F.15 70
Spills that Occur (if any)
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Environmental Complaints Aspects
Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
F.16 129, 157
Number and Material of Environmental Complaints Received and Displeasing
Kinerja Sosial
Social Aspect
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
F.17 48
Commitment to Provide Equivalent Products and/or Services to Consumers
Page 163
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
163
Pengungkapan Halaman
POJK51
Disclosure Page
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect
Kesetaraan Kesempatan Bekerja
F.18 73, 77, 89
Equal Employment Opportunity
Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
F.19 89
Child Labor and Forced Labor
Upah Minimum Regional
F.20 84, 155
Regional minimum wage
Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
F.21 93, 104
Decent and Safe Working Environment
Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
F.22 80, 154
Employee Training and Skill Development
Aspek Masyarakat
Community Aspects
Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
F.23 109
Impact of Operations on Surrounding Communities
Pengaduan Masyarakat
F.24 129, 140, 157
Public Complaints
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
F.25 113
Environmental Social Responsibility (TJSL) Activities
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service Development
Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.26 47
Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services
Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
F.27 45
Products/Services That Have Been Evaluated for Safety for Customers
Dampak Produk/Jasa
F.28 69
Product/Service Impact
Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
F.29 48
Number of Products Recalled
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
F.30 48
Customer Satisfaction Survey on Sustainable Financial Products and/or Services
Lain-lain
Others
Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen ( jika ada)
G.1 145, 158, 159
Written Verification from Independent Party (if any)
Lembar Umpan Balik
G.2 169
Feedback Sheet
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
G.3 146
Response to Previous Year Sustainability Report Feedback
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,Emiten, dan Perusahaan Publik
G.4 List of Disclosures in Accordance with Financial Services Authority Regulation Number 51/ 144, 160
POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services
Institutions, Issuers, and Public Companies
Page 164
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
164
Indeks GRI
GRI Index
Pernyataan penggunaan PT Cita Mineral Investindo Tbk telah melaporkan informasi yang dikutip dalam indeks
Statement of use konten GRI untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 dengan merujuk
kepada Standar GRI.
PT Cita Mineral Investindo Tbk has reported the information cited in this GRI content
index for the period January 1 to December 31, 2024 with reference to the GRI
Standards.
GRI 1 yang digunakan GRI 1 Landasan 2021
GRI 1 used GRI 1: foundation 2021
Standar Sektor GRI yang berlaku GRI 14: Sektor Pertambangan 2024
Applicable GRI Sector Standard(s) GRI 14: Mining Sector 2024
No Rujukan Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Sektor GRI
GRI Standard Disclosure Page GRI Sector Standard
Reference Number
GRI 2: 2-1 Rincian organisasi
18, 21, 25, 147
Pengungkapan 2-1 Organizational details
Umum 2021
GR1-2 General 2-2 Entitas yang dicantumkan dalam pelaporan keberlanjutan
Disclosure 2021 organisasi 144, 145
2-2 Entities included in the organization’s sustainability reporting
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan
145, 146
2-3 Reporting period, frequency and contact point
2-4 Penyajian kembali informasi 145, 147, 149, 150,
2-4 Restatements of information 154, 155, 156, 157
2-5 Penjaminan eksternal
145
2-5 External assurance
2-6 Kegiatan, rantai nilai dan hubungan bisnis lain
18, 22, 145
2-6 Activities, value chain and other business relationships
2-7 Tenaga kerja
25, 73, 147, 151
2-7 Employees
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung
-
2-8 Workers who are not employees
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola
41, 132, 134
2-9 Governance structure and composition
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi
134
2-10 Nomination and selection of the highest governance body
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi
132
2-11 Chair of the highest governance body
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi manajemen
dampak
41, 132, 135
2-12 Role of the highest governance body in overseeing the
management of impacts
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak
41, 135
2-13 Delegation of responsibility for managing impacts
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan
41, 135
2-14 Role of the highest governance body in sustainability reporting
2-15 Konflik kepentingan
140
2-15 Conflicts of interest
2-16 Komunikasi masalah penting
141
2-16 Communication of critical concerns
Page 165
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
165
No Rujukan Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Sektor GRI
GRI Standard Disclosure Page GRI Sector Standard
Reference Number
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi
133
2-17 Collective knowledge of the highest governance body
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
134
2-18 Evaluation of the performance of the highest governance body
2-19 Kebijakan remunerasi
134
2-19 Remuneration policies
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi
134
2-20 Process to determine remuneration
2-21 Rasio kompensasi total tahunan
134
2-21 Annual total compensation ratio
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan
10, 30
2-22 Statement on sustainable development strategy
2-23 Komitmen kebijakan
29, 30, 132, 139
2-23 Policy commitments
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan 29, 30, 132, 139,
2-24 Embedding policy commitments 141, 142
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif
129, 141, 155, 157
2-25 Processes to remediate negative impacts
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah
129, 141, 157
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
139
2-27 Compliance with laws and regulations
2-28 Asosiasi keanggotaan
27
2-28 Membership associations
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan
39
2-29 Approach to stakeholder engagement
2-30 Perjanjian perundingan kolektif
-
2-30 Collective bargaining agreements
GRI 3: Topik Material 3-1 Proses untuk menentukan topik material
32
2021 3-1 Process to determine material topics
GRI 3: Material
Topics 2021 3-2 Daftar topik material
32
3-2 List of material topics
22, 25, 49, 55, 60, 14.1.1, 14.3.1, 14.5.1, 14.7.1, 14.8.1,
3-3 Manajemen Topik Material
62, 64, 68, 73, 92, 14.9.1, 14.10.1, 14.16.1, 14.17.1,
3-3 Management of Material Topics
93, 109, 110, 139 14.22.1
GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan
26, 147 14.9.2, 14.23.2
Ekonomi 2016 201-1 Direct economic value generated and distributed
GRI 201: Economic
Performance 2016 201-3 Kewajiban program imbalan pasti dan program pensiun lainnya
86
201-3 Defined benefit plan obligations and other retirement plans
201-4 Bantuan keuangan yang diterima dari pemerintah
25 14.23.3
201-4 Financial assistance received from government
GRI 202: 202-1 Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan jenis kelamin
Keberadaan Pasar terhadap upah minimum regional
84, 155 14.17.2
2016 202-1 Ratios of standard entry level wage by gender compared to
GRI 202: Market local minimum wage
Presence 2016
202-2 Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat
setempat
73 14.21.2
202-2 Proportion of senior management hired from the local
community
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan
109, 113, 125, 157 14.9.3
Ekonomi Tidak 203-1 Infrastructure investments and services supported
Langsung 2016
GRI 203: Indirect
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan
Economic Impacts 22, 109, 113, 157 14.9.4
203-2 Significant indirect economic impacts
2016
Page 166
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
166
No Rujukan Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Sektor GRI
GRI Standard Disclosure Page GRI Sector Standard
Reference Number
GGRI 204: Praktik
Pengadaan 2016
204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal
GRI 204: 23 14.9.5
204-1 Proportion of spending on local suppliers
Procurement
Practices 2016
GRI 205: Antikorupsi 205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi
140 14.22.2
2016 205-1 Operations assessed for risks related to corruption
GRI 205: Anti-
corruption 2016 205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur
antikorupsi
140, 142 14.22.3
205-2 Communication and training about anti-corruption policies and
procedures
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil
139, 141 14.22.4
205-3 Confirmed incidents of corruption and actions taken
GRI 302: Energi 2016 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi
56, 148 14.1.2
GRI 302: Energy 302-1 Energy consumption within the organization
2016
302-2 Konsumsi energi di luar organisasi
56 14.1.3
302-2 Energy consumption outside of the organization
302-3 Intensitas energi
58, 148 14.1.4
302-3 Energy intensity
302-4 Pengurangan konsumsi energi
56, 58
302-4 Reduction of energy consumption
GRI 303: Air dan 303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama
65 14.7.2
Efluen 2018 303-1 Interactions with water as a shared resource
GRI 303: Water and
Effluents 2018 303-2 Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air
66, 119 14.7.3
303-2 Management of water discharge-related impacts
303-3 Pengambilan air
64, 150 14.7.4
303-3 Water withdrawal
303-4 Pembungan air
66 14.7.5
303-4 Water discharge
303-5 Konsumsi air
64, 150 14.7.6
303-5 Water consumption
GRI 305: Emisi 2016 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung
60, 149 14.1.5
GRI 305: Emissions 305-1 Direct (Scope 1) GHG emissions
2016
305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung
60, 149 14.1.6
305-2 Energy indirect (Scope 2) GHG emissions
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
60, 149 14.1.7
305-3 Other indirect (Scope 3) GHG emissions
305-4 Intensitas emisi GRK
61 14.1.8
305-4 GHG emissions intensity
305-5 Pengurangan emisi GRK
60, 61 14.1.9
305-5 Reduction of GHG emissions
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS)
62
305-6 Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
305-7 Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), dan emisi udara
signifikan lainnya
62 14.3.2
305-7 Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant
air emissions
GRI 306: Limbah 306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah
68, 70 14.5.2
2020 306-1 Waste generation and significant waste-related impacts
GRI 306: Waste
2020 306-2 Pengelolaan dampak signifikan terkait limbah
67, 68, 69, 70 14.5.3
306-2 Management of significant waste-related impacts
306-3 Limbah yang dihasilkan
68, 69, 70, 150 14.5.4
306-3 Waste generated
Page 167
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
167
No Rujukan Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Sektor GRI
GRI Standard Disclosure Page GRI Sector Standard
Reference Number
306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan
68, 150 14.5.5
306-4 Waste diverted from disposal
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan baru dan tingkat perputaran karyawan
77, 79, 152, 153 14.17.3
Kepegawaian 401-1 New employee hires and employee turnover
2016
GRI 401: Employment 401-2 Tunjangan yang diberikan kepada karyawan tetap penuh waktu
2016 yang tidak diberikan kepada karyawan sementara atau paruh waktu
84, 86, 88 14.17.4
401-2 Benefits provided to full-time employees that are not provided to
temporary or part-time employees
401-3 Cuti orang tua
87 14.17.5, 14.21.3
401-3 Parental leave
GRI 402: Hubungan
Tenaga Kerja/
Manajemen
402-1 Periode pemberitahuan minimum terkait perubahan operasional
2016 89 14.8.2, 14.17.6
402-1 Minimum notice periods regarding operational changes
GRI 402: Labor/
Management
Relations 2016
GRI 403: Kesehatan 403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
93 14.16.2
dan Keselamatan 403-1 Occupational health and safety management system
Kerja 2018
GRI 403: 403-2 Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden
Occupational Health 403-2 Hazard identification, risk assessment, and incident 94, 95, 100 14.16.3
and Safety 2018 investigation
403-3 Layanan kesehatan kerja
104, 105 14.16.4
403-3 Occupational health services
403-4 Partisipasi pekerja, konsultasi, dan komunikasi mengenai
kesehatan dan keselamatan kerja
99, 100 14.16.5
403-4 Worker participation, consultation, and communication on
occupational health and safety
403-5 Pelatihan pekerja terkait kesehatan dan keselamatan kerja
97 14.16.6
403-5 Worker training on occupational health and safety
403-6 Promosi kesehatan pekerja
107 14.16.7
403-6 Promotion of worker health
403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak kesehatan dan keselamatan
kerja yang secara langsung terkait dengan hubungan bisnis
95, 102 14.16.8
403-7 Prevention and mitigation of occupational health and safety
impacts directly linked by business relationships
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja
93 14.16.9
403-8 Workers covered by an occupational health and safety
management system
403-9 Cedera terkait pekerjaan
103, 155, 156, 157 14.16.10
403-9 Work-related injuries
403-10 Penyakit akibat kerja
105 14.16.11
403-10 Work-related ill health
GRI 404: Pelatihan 404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan
80, 154 14.17.7, 14.21.4
dan Pendidikan 2016 404-1 Average hours of training per year per employee
GRI 404: Training
and Education 2016 404-2 Program peningkatan keterampilan karyawan dan program
bantuan transisi
80 14.8.3, 14.17.8
404-2 Programs for upgrading employee skills and transition
assistance programs
404-3: Persentase karyawan yang menerima evaluasi kinerja dan
pengembangan karier secara berkala
83
404-3 Percentage of employees receiving regular performance and
career development reviews
Page 168
2025 Sustainability Report | Laporan Keberlanjutan
PT Cita Mineral Investindo Tbk
168
No Rujukan Standar
Standar GRI Pengungkapan Halaman Sektor GRI
GRI Standard Disclosure Page GRI Sector Standard
Reference Number
405-1 Keberagaman pada organ tata kelola dan karyawan
73 14.21.5
405-1 Diversity of governance bodies and employees
GRI 406:
Nondiskriminasi
2016
406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan perbaikan yang diambil
GRI 406: Non- 89, 141 14.21.7
406-1 Incidents of discrimination and corrective actions taken
discrimination 2016
GRI 408:
Child Labor 2016
GRI 407: Kebebasan
Berserikat dan
Perundingan Kolektif 407-1 Operasi dan pemasok yang berisiko terhadap pelaksanaan hak
2016 kebebasan berserikat dan perundingan bersama
91 14.20.2
GRI 407: Freedom 407-1 Operations and suppliers in which the right to freedom of
of Association and association and collective bargaining may be at risk
Collective Bargaining
2016
GRI 408: Pekerja
408-1 Operasi dan pemasok yang memiliki risiko signifikan terhadap
anak 2016
kejadian pekerja anak. 89 14.18.2
GRI 408: Child Labor
408-1 Operations and suppliers at significant risk for incidents of child
2016
GRI 409: Kerja Paksa
atau Wajib Kerja
409-1 Operasi dan pemasok yang memiliki risiko signifikan terhadap
2016
kejadian kerja paksa atau kerja wajib 89 14.19.2
GRI 409: Forced or
409-1 Forced or compulsory labour risks at operations and suppliers
Compulsory Labor
2016
GRI 413: Masyarakat 413-1 Operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal, penilaian dampak,
Lokal 2016 dan program pengembangan masyarakat
110, 112, 129 14.10.2
GRI 413: 413-1 Operations with local community engagement, impact
Local Communities assessments, and development programs
2016
413-2 Operasi dengan dampak negatif signifikan yang aktual maupun
potensial terhadap masyarakat lokal
109 14.10.3
413-2 Operations with significant actual and potential negative impacts
on local communities
GRI 414: Penilaian 414-1 Pemasok baru yang disaring menggunakan kriteria sosial
89 14.17.9, 14.18.3, 14.19.3
Sosial Pemasok 2016 414-1 New suppliers that were screened using social criteria
GRI 414: Supplier
Social Assessment 414-2 Dampak sosial negatif dalam rantai pasok dan tindakan yang
2016 diambil 89 14.17.10
414-2 Negative social impacts in the supply chain and actions taken
Page 169
Lembar Umpan Balik [POJK-G.2]
Feedback Form
Laporan Keberlanjutan 2025 PT Cita Mineral Investindo Tbk telah memberikan gambaran kinerja keberlanjutan Perusahaan. Kami
mengharapkan masukan dari Bapak/Ibu/Saudara atas Laporan Keberlanjutan ini melalui e-mail atau formulir ini.
The 2025 Sustainability Report of PT Cita Mineral Investindo Tbk provides an overview of the Company’s sustainability performance. We
welcome feedback from you on this Sustainability Report via email or by completing this form.
Profil Anda I Your Identity
Surel I E-mail :
Nama Lengkap I Full Name :
Institusi I Institution :
Telp/ Hp I Telephone/Mobile :
Golongan Pemangku Kepentingan I Stakeholder Groups
Karyawan I Employees
Pemegang Saham I Stakeholders
Pelanggan I Customer
Rekan Bisnis I Business Partners
Pemerintah I Government
Masyarakat I Communities
Pemasok I Suppliers
Publik I Publics
Lainnya I Others
1. Laporan ini mudah dimengerti
The content of the report is easy to understand
Setuju I Agree Netral I Neutral Tidak setuju I Disagree
2. Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material Perusahaan, baik dari sisi positif dan negatif.
This report has presented information on the Company’s material aspects, covering both positive and negative impacts.
Setuju I Agree Netral I Neutral Tidak setuju I Disagree
3. Mohon berikan penilaian atas tingkat topik material di bawah (nilai 1 = paling signifikan s/d 4 = kurang signifikan)
Please provide your assessment of the level of materiality for the topics below (1 = most significant to 4 = least significant).
Topik Material | Material Topics Nilai I Rating
Keselamatan dan Kesehatan Kerja I Occupational Health and Safety
Pengelolaan Lingkungan I Environmental Management
Reklamasi Pascatambang I Post-Mining Reclamation
Pemberdayaan Masyarakat I Community Empowerment
Pengelolaan Sumber Daya Manusia I Human Resource Management
Kontribusi Ekonomi I Economic Contribution
Etika Bisnis dan Kepatuhan I Business Ethics and Compliance
4. Mohon berikan saran/usul/komentar Anda atas laporan ini
Please give your advice/suggestions/comments on this report.
Terima kasih atas partisipasi Anda, Mohon agar hasil lembar umpan balik ini dikirimkan kembali ke:
Thank you for your participation. Please send the results of this feedback form back to:
Email: corsec@citamineral.com
Page 170
PT CITA MINERAL INVESTINDO TBK Gedung Bank Panin, Lantai 2 | Panin Bank Building, 2nd Floor Jl. Jendral Sudirman No. Kav 1 Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat | Central Jakarta DKI Jakarta 10270 Indonesia T. (021)-7251344 F. (021)-72789885 W. www.citamineral.com M. corsec@citamineral.com
Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Cita Mineral
p.3
unresolved
org
PT Well Harvest Winning
p.12 ×3
unresolved
org
PT Well Harvest Alumina Refinery
p.12
unresolved
org
PT Cipta Cipta Panelutama
p.17
unresolved
org
Cipta Panelutama Tbk
p.17 ×4
unresolved
org
China Hongqiao Group Limited
p.17 ×2
unresolved
org
PT Well Harvest Winning Alumina Refinery
p.17
unresolved
org
PT Well WHW
p.20
unresolved
org
Glencore International Investment Ltd.
p.21
unresolved
org
PT Harita Jayaraya Selain
p.21
unresolved
org
PT Well Harvest
p.23
unresolved
org
PT Well Harvest Winning Winning Alumina Refinery
p.23
unresolved
org
Kementerian Desa & ISSF Metals & Minerals Category
p.27
unresolved
org
Ministry of Villages & ISSF BISRA
p.27
unresolved
org
Departemen ESG
p.41
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources Menteri ESDM
p.43
unresolved
org
Menteri ESDM
p.43 ×3
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources
p.43
unresolved
org
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. This
p.53
unresolved
org
Directorate General of New
p.59
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources Regulation Manajemen Energi.
p.59
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.62
unresolved
org
Departemen Human
p.71
unresolved
org
Minister of Energy
p.93 ×2
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara
p.93
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.99 ×2
unresolved
org
Ministry of Energy and Mineral Resources
p.99 ×2
unresolved
org
Departemen HSE
p.100
unresolved
org
PT CMI
p.102
unresolved
org
PT CMI Contractor Partner
p.102
unresolved
org
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
p.110
unresolved
org
Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform
p.110
unresolved
person
Swiss
· Komisaris
p.133
unresolved
org
Tata Kelola
p.134
unresolved
org
Departemen Internal Audit
p.135
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.