Back to announcement
20260417_SIPD_Laporan Informasi dan Fakta Material_32071685_lamp3.pdf
Other Text extracted SIPDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 187
Page 1
[Type here]
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Laporan Studi Kelayakan
Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802)
Tanggal Penilaian 31 Desember 2025
Page 2
No. : 00003/2.0095-05/BS/04/0070/1/IV/2026
Jakarta, 17 April 2026
Kepada :
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Sequis Tower Lantai 40,
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 71,
SCBD Lot 11B, Jakarta Selatan, 12190
Telp. +62 21 5099 1599
Fax. +62 21 2708 3636
Up. : Bapak Natanael Yuyun Suryadi
Direktur
Perihal: Studi Kelayakan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Baru
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Dengan hormat,
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan (“RSR”)
sebagai Penilai Independen untuk melakukan penyusunan Laporan Studi Kelayakan Penambahan
Kegiatan Usaha berupa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) baru, yaitu
KBLI 10802, per tanggal penilaian 31 Desember 2025, berdasarkan proposal penawaran
No. RSR/JS/P-B/FS/260226.1 tanggal 26 Februari 2026, yang sudah ditandatangani oleh
manajemen Perseroan tanggal 27 Februari 2026.
Laporan Studi Kelayakan ini kami terbitkan kembali untuk melengkapi laporan kami tanggal
31 Maret 2026 dengan laporan No. 00002/2.0095-05/BS/04/0070/1/III/2026, sesuai dengan surat
OJK No. S-101/PM.211/2026 tanggal 15 April 2026. Revisi yang kami lakukan tidak merubah Opini
Kelayakan akhir pada Laporan Studi Kelayakan sebelumnya. Adapun perubahan pada Laporan Studi
Kelayakan ini adalah :
1. Penyempurnaan kalimat pada alinea 2 bagian pertimbangan dan alasan di halaman ii.
2. Penyempurnaan kalimat kedua pada alinea 3 pada bab 1. Pendahuluan di halaman 1.
3. Menyesuaikan nomor laporan dan tanggal pada alinea 1 dan penambahan alinea 2 pada
subbab 1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian di halaman 1-2.
4. Penambahan baris pada subbab 2.7.5 Analisis Rasio Laporan Keuangan Historikal Tabel 2-12,
yaitu penambahan baris 18 di halaman 36, serta penambahan alinea 4 pada bagian Rasio
Solvabilitas di halaman 37.
5. Penambahan 1 alinea baru pada subbab 3.2.7 Proyeksi Pasar Total Pakan Ternak dan Pakan
Ternak Unggas di Indonesia dibawah Tabel 3-3 di halaman 53 dan penambahan 2 alinea baru
di halaman 54-55.
6. Penambahan subbab 3.2.8 Potensi Pasar dan Pasar Sasaran di halaman 55.
7. Penambahan 1 alinea baru pada subbab 3.4 Persaingan Usaha dibawah Tabel 3-5 di
halaman 60.
8. Penyempurnaan kalimat terakhir pada subbab 4.1 Produk Perseroan dan Spesifikasi Teknis
Produk alinea kedua di halaman 61.
Page 3
9. Penambahan kalimat dan alinea pada subbab 5.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
yaitu kalimat kedua pada alinea pertama di halaman 86, serta penambahan alinea baru yaitu
alinea 3 dan 4 di halaman 86-87.
10. Penambahan alinea 2 dan 3 pada subbab 5.3 Kemampuan Menciptakan Nilai di halaman 87.
11. Penambahan kalimat pada subbab 7. Analisis SWOT bagian Strength (Kekuatan) di halaman 94,
bagian Weakness (Kelemahan) di halaman 94, dan bagian Threat (Ancaman) di halaman 94-95.
12. Penambahan alinea 3 pada subbab 8.1 Rencana Penambahan KBLI Baru di halaman 96.
13. Penyempurnaan kalimat pada alinea 1 pada subbab 8.2 Rencana Investasi di halaman 96.
14. Revisi Tabel 8-1 – Lanjutan pada subbab 8.3 Perhitungan Modal Kerja di halaman 96.
15. Revisi kalimat pada alinea 2 subbab 8.5.4 Asumsi Proyeksi Beban Umum dan Administrasi di
halaman 106.
16. Penambahan baris pada subbab 8.10 Analisis Rasio Keuangan Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Tabel 8-16, yaitu penambahan baris 18 di halaman 120, serta penambahan alinea 4 pada
bagian Rasio leverage di halaman 121.
KBLI 10802 mencakup usaha pembuatan konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya.
Pengolahan konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari
usaha peternakan dimasukkan dalam golongan 014 (peternakan).
Pertimbangan dan alasan Perseroan dalam mengajukan permohonan penambahan KBLI ini adalah
untuk melengkapi perizinan khususnya KBLI Perseroan yaitu KBLI yang berhubungan dengan
pembuatan konsentrat pakan ternak, dimana selama ini kegiatan pembuatan konsentrat pakan
ternak ini sudah dilakukan oleh Perseroan sebagai bagian dari kegiatan produksinya sejak lebih dari
10 tahun yang lalu. Dengan terpenuhinya aspek perizinan terkait KBLI tersebut, maka Perseroan
dapat memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tujuan studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai acuan bagi manajemen Perseroan
dalam mengambil keputusan, sehubungan dengan rencana penambahan KBLI baru yaitu
KBLI 10802, untuk selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI Baru”, tidak untuk bentuk
rencana transaksi lainnya, serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli,
perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas
Jasa Keuangan (“OJK”).
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1297/KM.1/2017 tanggal
27 Desember 2017 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) - d/h Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan
Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-25/PJ-1/PM.02/2023.
Dalam laporan ini yang bertindak sebagai “Pemberi Tugas” adalah :
Pemberi Tugas : PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Alamat : Sequis Tower Lantai 40, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 71, SCBD Lot 11B,
Jakarta Selatan, 12190
Telepon : (021) 5099 1599
Fax : (021) 2708 3636
Website : https://www.sreeyasewu.com/
Bidang Usaha : Budidaya ayam ras pedaging, budidaya ayam ras petelur, pembibitan
ayam ras, kegiatan rumah potong dan pengepakan daging unggas,
industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas,
industri ransum makanan hewan, perdagangan besar obat farmasi untuk
ii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 4
hewan, dan perdagangan besar bahan farmasi untuk manusia dan hewan
Penanggung Jawab : Bapak Natanael Yuyun Suryadi
Jabatan : Direktur
Dan yang bertindak sebagai “Pengguna Laporan” adalah :
Pengguna Laporan : PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Alamat : Sequis Tower Lantai 40, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 71, SCBD Lot 11B,
Jakarta Selatan, 12190
Telepon : (021) 5099 1599
Fax : (021) 2708 3636
Website : https://www.sreeyasewu.com/
Bidang Usaha : Budidaya ayam ras pedaging, budidaya ayam ras petelur, pembibitan
ayam ras, kegiatan rumah potong dan pengepakan daging unggas,
industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas,
industri ransum makanan hewan, perdagangan besar obat farmasi untuk
hewan, dan perdagangan besar bahan farmasi untuk manusia dan hewan
Penanggung Jawab : Bapak Natanael Yuyun Suryadi
Jabatan : Direktur
Berikut kami sampaikan opini kami mengenai Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru pada
Perseroan per tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
penambahan KBLI baru, sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI 10802, tidak untuk bentuk
rencana transaksi lainnya, serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli,
perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).
Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI Baru yaitu
KBLI 10802 untuk keperluan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Objek Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Objek penugasan adalah Rencana Penambahan KBLI Baru yaitu KBLI 10802, dengan tanggal
penilaian per 31 Desember 2025.
Premis Penilaian
Kami melakukan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru pada Perseroan, dengan premis penilaian
bahwa kegiatan usaha KBLI baru ini adalah kegiatan usaha berkelanjutan atau “going concern”.
Tanggal Penilaian
Penugasan ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara
signifikan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat dari laporan ini.
iii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 5
Standar Penilaian Yang Digunakan
Penugasan ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK
Nomor 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 SPI 350 yang disusun oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
Sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII - 2018, lingkup jasa konsultansi adalah
memberikan saran profesional sesuai dengan kebutuhan pemberi tugas, mengembangkan analisis,
kesimpulan dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan pemberi tugas dalam mengambil
keputusan (SPI 2018 : SPI-350 : 2.2 a).
Konfirmasi Atas Jenis Dan Bentuk Laporan Penilaian
Hasil analisis studi kelayakan disampaikan dalam bentuk laporan tertulis dengan jenis laporan
berupa Laporan Studi Kelayakan terinci, yaitu laporan yang mengandung seluruh informasi yang
signifikan dalam analisis studi kelayakan, termasuk pembahasan atas setiap hal yang dinyatakan
dalam laporan.
Kualifikasi Penilai
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 934/KM.1/2008 tertanggal
31 Desember 2008 menerbitkan Izin Penilai atas nama Henty Lukman, SE, MM, MAPPI (Cert)
sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B), dengan No. Izin
Penilai : No. B-1.08.00070. Penilai memiliki Register Menteri Keuangan (RMK) No. RMK-
2017.00067, terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-25/PJ-1/PM.02/2023, terdaftar di Industri
Keuangan Non-Bank (IKNB) dengan STTD IKNB No. 043/NB.122/STTD-P/2017, dan aktif mengikuti
pelatihan pengembangan profesi (continuing professional development/CPD) yang disyaratkan.
Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penyusunan studi kelayakan.
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan kami
hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran No. RSR/JS/P-
B/FS/260226.1 tanggal 26 Februari 2026, yang sudah ditandatangani oleh manajemen Perseroan
pada tanggal 27 Februari 2026.
Sumber Data dan Informasi
Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru ini dibuat berdasarkan data dan informasi sebagai
berikut :
1. Profil Perusahaan, Akta pendirian dan Akta perubahan terakhir milik Perseroan, dan perizinan
terkait.
2. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
nomor laporan 00358/2.1025/AU.1/01/1737-1/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023,
iv
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 6
ditandatangani oleh Ely, CPA., Izin Akuntan Publik No. AP.1737, dengan opini wajar dalam
semua hal material.
3. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
nomor laporan 00790/2.1025/AU.1/01/1737-2/1/IV/2023 tanggal 26 April 2023,
ditandatangani oleh Ely, CPA., Izin Akuntan Publik No. AP.1737, dengan opini wajar dalam
semua hal material.
4. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
nomor laporan 00470/2.1025/AU.1/01/0234-1/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024,
ditandatangani oleh Andry Danil Atmadja, S.E., Ak., CPA., Izin Akuntan Publik No. AP.0234,
dengan opini wajar dalam semua hal material.
5. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan nomor
laporan 00459/2.1457/AU.1/01/0234-2/1/III/2025 tanggal 27 Maret 2025, ditandatangani
oleh Andry Danil Atmadja, S.E., Ak., CPA., Izin Akuntan Publik No. AP.0234, dengan opini wajar
dalam semua hal material.
6. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan nomor
laporan 00429/2.1457/AU.1/01/0234-3/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2025, ditandatangani
oleh Andry Danil Atmadja, S.E., Ak., CPA., Izin Akuntan Publik No. 0234, dengan opini wajar
dalam semua hal material.
7. Laporan keuangan keuangan Perseroan (Parent Only) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2021 – 31 Desember 2025.
8. Data proyeksi keuangan KBLI baru tahun 2026 – 2033 yang disiapkan oleh manajemen berupa
softcopy “2026-2030 Sreeya Feed Konsentrat - KBLI.xlsx” dan beberapa data pendukung lain
berbentuk softcopy yang berhubungan dengan proyeksi keuangan tersebut.
RSR telah melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan, sehingga lebih mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan (atau
“Proyeksi Keuangan Yang Disesuaikan”). Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, RSR
telah menggunakan Proyeksi Keuangan Yang Disesuaikan.
9. Data – data yang berhubungan dengan pangsa pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, dan aspek
model manajemen yang disampaikan oleh manajemen Perseroan.
10. Struktur organisasi Perseroan.
11. Representation Letter No. 022A/Corp-CS-K/III/26 tanggal 27 Maret 2026 yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan dan ditujukan kepada RSR sehubungan dengan penugasan Penilaian.
12. Wawancara dan diskusi melalui zoom meeting dengan manajemen Perseroan pada tanggal
13 Maret 2026 sehubungan dengan penugasan, dengan PIC yang ditunjuk oleh Perseroan
yaitu:
• Ibu Ina Suryanti selaku Corporate Finance Manager pada Perseroan.
• Ibu Endang Susilowati selaku Deputy Finance Director pada Perseroan.
13. Data–data lain sebagai informasi pendukung.
14. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik, seperti website
Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), website S and P Cap Inc., website Damodaran, asosiasi
v
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 7
industri terkait, dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan dengan
penugasan penilaian.
Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Informasi yang relevan yang digunakan dalam proses penilaian, seperti data yang dipublikasikan,
data riset atau data yang diperoleh dari Pemerintah dan website (antara lain data dari website
Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) berupa data risk free, dari website S and P Cap Inc. berupa data
beta perusahaan sejenis, dari website Damodaran berupa data risk premium market, Rating
Based Default Spread (RDBS), dan data dari Bank Indonesia berupa data ekonomi makro, data dari
Badan Pusat Statistik (BPS) dan/atau dari asosiasi terkait berupa data pasar serta data publikasi
terkait lainnya) digunakan tanpa verifikasi dan disetujui oleh Pemberi Tugas.
Tingkat Kedalaman Investigasi
• Inspeksi/Wawancara
Inspeksi tidak memiliki keterbatasan dalam pelaksanaannya dan dilakukan dalam bentuk
wawancara melalui zoom meeting yang telah dilakukan pada tanggal 13 Maret 2026 terhadap
manajemen Perseroan, sesuai dengan penugasan yang diberikan. Dalam melakukan wawancara
kami tidak mengalami kendala untuk memahami kegiatan operasional Perseroan.
• Penelaahan
Dari hasil wawancara dan data/informasi yang diterima, maka setelah dilakukan penelaahan
kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada
pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.
• Perhitungan
Perhitungan dilakukan sesuai dengan POJK Nomor 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran
OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018
SPI 350.
• Analisis
Analisis dilakukan sesuai dengan POJK Nomor 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 Tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran
OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018
SPI 350.
Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi
Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas
dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan, data dan informasi yang
diperoleh berasal dari manajemen Perseroan maupun dari sumber yang dapat dipercaya.
Studi kelayakan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disediakan oleh
manajemen Perseroan yang telah kami sesuaikan asumsinya sehingga lebih mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan menurut pendapat kami proyeksi
keuangan Perseroan yang telah disesuaikan tersebut wajar, namun kami tidak bertanggung jawab
terhadap pencapaiannya.
Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
vi
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 8
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam rangka penugasan Studi Kelayakan. Kami
telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas.
Asumsi Khusus
Tidak terdapat asumsi khusus dalam Laporan Studi Kelayakan ini.
Kondisi dan Syarat Pembatas
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah
benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun
data-data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan
kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Denominasi Studi Kelayakan ini dinyatakan dalam bentuk satuan Rupiah yang didasari pemahaman
bahwa Laporan Keuangan Perseroan disajikan dalam mata uang Rupiah. Penelahaan, perhitungan
dan analisis didasarkan atas data-data dan informasi yang diberikan manajemen Perseroan seperti
tertera di Sumber Data dan Informasi.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut diatas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan
kami secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta Peraturan Pemerintah pada tanggal Penilaian ini dikeluarkan.
Studi Kelayakan ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Penugasan seperti yang telah diuraikan diatas.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan tidak terjadi
perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
Laporan Studi Kelayakan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Penugasan, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Penugasan.
Penugasan untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini bukan dan tidak dapat dianggap
dalam segala hal sebagai, review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu pada informasi
keuangan.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek komersial dan finansial transaksi, kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Penambahan KBLI Baru dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana
Penambahan KBLI Baru tersebut, karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Laporan Penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak
tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Laporan Penilaian.
vii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 9
Kami juga berpegang kepada Representation Letter dari Perseroan atas penugasan kami untuk
mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan, bahwa mereka telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan berkenaan dengan studi kelayakan dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang Atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu
2 (Dua) Bulan
Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal penilaian
yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas
terbukti memberikan konfirmasi yang tidak benar, maka laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak
berlaku.
Tidak ada KJPP berizin selain KJPP RSR yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang
bersamaan untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi
Kelayakan diterbitkan.
Pendekatan dan Metodologi
Pendekatan dan metodologi untuk melakukan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru adalah
melakukan analisis atas :
• Kelayakan Pasar, mencakup :
a. Kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran,
dan potensi nilai pasar
b. Pesaing usaha
c. Strategi pemasaran
• Kelayakan Teknis, mencakup :
a. Kapasitas
b. Ketersediaan dan kualitas sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja, dan ahli
profesional
c. Proses produksi
• Kelayakan Pola Bisnis, mencakup :
a. Keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis
b. Kemampuan pesaing untuk meniru produk
c. Kemampuan untuk menciptakan nilai
• Kelayakan Model Manajemen, mencakup :
a. Ketersediaan tenaga kerja
b. Manajemen kekayaan intelektual (intellectual property)
c. Manajemen risiko
d. Kapasitas dan kemampuan manajemen
e. Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen
• Kelayakan Keuangan, mencakup :
a. Biaya pendirian (start up costs)
b. Modal kerja
c. Sumber pembiayaan
d. Biaya operasional
e. Biaya bahan baku mentah
f. Proyeksi laporan keuangan
g. Analisis titik impas (break even analysis)
h. Analisis profitabilitas (overall profitability)
i. Tingkat imbal balik investasi (overall return on investment)
viii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 10
Hasil Analisis Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Berikut adalah hasil analisis kelayakan penambahan KBLI baru :
1. Kelayakan Pasar :
Mengacu pada perkembangan pasar industri peternakan secara umum, perkembangan
penawaran dan permintaan pada industri peternakan unggas, khususnya perkembangan pasar
pakan ternak di Indonesia, serta adanya strategi pemasaran yang baik dari manajemen
Perseroan, dapat disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru akan membantu Perseroan untuk
memenuhi legalitas perusahaan dalam melakukan proses produksi, sehingga Perseroan dapat
melayani pangsa pasar pada industri peternakan dari hulu sampai ke hilir, dan memiliki prospek
usaha yang lebih cerah dimasa yang akan datang.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI Baru untuk
menunjang kegiatan usaha produksi konsentrat pakan ternak, maka disimpulkan bahwa aspek
pasar ini adalah layak.
2. Kelayakan Teknis :
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi produk dan spesifikasi teknis produk, kapasitas produksi,
wilayah operasional, mesin dan peralatan pendukung produksi, teknologi yang digunakan,
proses produksi, bahan baku dan rasio pemakaian bahan baku, dan pemasok bahan baku untuk
produk konsentrat pakan ternak.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Penambahan KBLI Baru melalui
produksi konsentrat pakan ternak, maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.
3. Kelayakan Pola Bisnis :
Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi keunggulan kompetitif Perseroan dalam memproduksi
konsentrat pakan ternak, kemampuan pesaing untuk meniru produk Perseroan, dan
kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai. Perseroan yakin bahwa produk konsentrat
pakan ternak ini akan dapat terus diproduksi dan mampu bersaing di pasar.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen Perseroan dalam Rencana
Penambahan KBLI Baru, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang dilakukan oleh
Perseroan adalah layak.
4. Kelayakan Model Manajemen :
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen, dimana Perseroan telah memiliki
tenaga kerja dan tenaga ahli yang memadai, manajemen kekayaan intelektual, rencana mitigasi
risiko usaha, mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian
struktur organisasi dan manajemen, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru dari
aspek model manajemen adalah layak.
5. Kelayakan Keuangan :
Berdasarkan kajian dan analisis aspek keuangan serta proyeksi keuangan lainnya dengan syarat
semua asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan
KBLI baru yaitu produksi konsentrat pakan ternak adalah layak untuk dilaksanakan, dengan hasil
analisis kelayakan keuangan sebagai berikut :
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 17,21% > discount rate 9,74% ----> project layak
NET PRESENT VALUE, NPV ( Rp.000.000 ) 192.712 > 0 ----> project layak
PROFITABILITY INDEX, PI 1,62 > 1 ----> project layak
PAYBACK PERIOD, PP 8 Tahun 9 Bulan
BEP Rata-Rata ( Rp.000.000 ) 366.526 350.445 302.395 ###### 320.297 333.114
BEP Rata-rata ( % rata-rata pendapatan ) 32,08% 45,42% 32,74% ###### 30,20% 29,91%
ix
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 11
• Internal Rate of Return (“IRR”)
IRR adalah suatu angka yang menunjukkan tingkat pengembalian internal dari suatu
investasi. Investasi dapat dikategorikan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila
IRR lebih besar dari tingkat diskonto yang digunakan.
IRR KBLI baru ini sebesar 17,21%, berarti lebih besar dari tingkat diskonto yang diasumsikan
sebesar 9,74%, artinya kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
• Net Present Value (“NPV”)
NPV merupakan selisih antara nilai sekarang dari serangkaian penerimaan dimasa yang akan
datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan dengan menggunakan tingkat
diskonto yang telah ditentukan. Investasi dikatakan layak apabila selisih penerimaan dan
pengeluaran tersebut menunjukkan angka yang positif.
NPV KBLI baru adalah positif sebesar Rp. 192.712.000.000,-, atau lebih besar dari 0, artinya
kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
• Profitability Index (“P/I”)
P/I merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara nilai sekarang dari
serangkaian penerimaan dimasa yang akan datang dengan pengeluaran (investasi) yang
dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak dan menguntungkan apabila P/I lebih besar dari 1.
Analisis P/I yang dilakukan KBLI baru ini adalah sebesar 1,62 atau lebih besar dari 1, artinya
kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
• Payback Period (“PP”)
PP merupakan metode yang menunjukkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk
pengembalian investasi yang telah dikeluarkan Perseroan. Metode ini dilakukan dengan
menghitung waktu yang dibutuhkan mulai dari investasi dilakukan sampai dengan jumlah
arus kas yang masuk sama dengan jumlah arus kas yang keluar.
PP KBLI baru ini adalah 8 tahun 9 bulan.
• Break Even Point (“BEP”) atau Analisis Titik Impas
BEP atau analisis titik impas adalah suatu analisis untuk mengetahui dititik mana jumlah
pendapatan akan sama dengan jumlah pengeluaran/biaya, atau dengan kata lain Perseroan
berada dalam kondisi tidak untung dan juga tidak rugi.
BEP menunjukkan angka sebesar rata-rata Rp. 366.526.000.000,-, atau 32,08% dari rata-rata
pendapatan.
Hasil Analisis Sensitivitas Atas Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Analisis ini bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat
mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kegiatan usaha konsentrat pakan
ternak Perseroan cukup sensitif terhadap penurunan harga jual serta kenaikan biaya bahan baku
utama Soybean Meal (SBM), seperti terlihat pada tabel dan gambar berikut :
x
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 12
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
URAIAN
NORMAL 0,50% 1,00% 1,50% 2,00%
1. Harga Jual Konsentrat Pakan Ternak - menurun 99,50% 99,00% 98,50% 98,00%
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 138.868 85.917 32.966 (19.985)
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 15,33% 13,35% 11,19% 8,81%
Return On Investment (ROI) 34,60% 30,45% 26,28% 22,12% 17,95%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,44769 1,27818 1,10577 0,93041
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 9 Th 8 Bln 10 Th 8 Bln 12 Th 0 Bln 13 Th 11 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 386.671 409.399 435.243 464.889
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 34,01% 36,19% 38,67% 41,51%
2. Kapasitas Produksi Pakan Ternak - menurun 99,50% 99,00% 98,50% 98,00%
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 186.721 180.692 174.624 168.516
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 17,00% 16,78% 16,57% 16,34%
Return On Investment (ROI) 34,60% 34,25% 33,89% 33,54% 33,19%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,59485 1,57366 1,55241 1,53112
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 8 Th 11 Bln 8 Th 12 Bln 9 Th 1 Bln 9 Th 2 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 366.662 366.800 366.940 367.081
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,25% 32,42% 32,60% 32,78%
3. Biaya Bahan Baku Utama Soybean Meal (SBM) - meningkat 100,50% 101,00% 101,50% 102,00%
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 170.012 123.420 55.018 (36.190)
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 16,44% 14,78% 12,13% 8,00%
Return On Investment (ROI) 34,60% 32,82% 29,25% 23,89% 16,73%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,54429 1,39692 1,17652 0,87803
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 9 Th 1 Bln 9 Th 11 Bln 11 Th 5 Bln 14 Th 8 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 375.534 394.948 428.149 482.196
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,86% 34,56% 37,47% 42,20%
4. Biaya Overhead Pabrik - meningkat 2,75% 3,00% 3,25% 3,50%
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 190.917 187.190 181.241 172.587
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 17,16% 17,05% 16,88% 16,62%
Return On Investment (ROI) 34,60% 34,49% 34,26% 33,91% 33,41%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,61022 1,59825 1,57914 1,55134
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 8 Th 10 Bln 8 Th 10 Bln 8 Th 10 Bln 8 Th 11 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 368.099 371.333 376.412 383.637
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,21% 32,50% 32,94% 33,57%
5. Perputaran Utang Usaha - semakin cepat (hari) 308 306 304 302
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 186.439 173.895 155.079 129.991
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 16,90% 16,30% 15,44% 14,36%
Return On Investment (ROI) 34,60% 34,60% 34,60% 34,60% 34,60%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,58535 1,52716 1,44684 1,35098
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 8 Th 11 Bln 9 Th 2 Bln 9 Th 7 Bln 10 Th 2 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 366.526 366.526 366.526 366.526
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,08% 32,08% 32,08% 32,08%
6. Perputaran Piutang Usaha - semakin lambat (hari) 243 245 247 249
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 185.735 171.783 150.854 122.949
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 16,87% 16,20% 15,26% 14,08%
Return On Investment (ROI) 34,60% 34,60% 34,60% 34,60% 34,60%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,58197 1,51772 1,42981 1,32606
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 8 Th 11 Bln 9 Th 3 Bln 9 Th 8 Bln 10 Th 4 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 366.526 366.526 366.526 366.526
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,08% 32,08% 32,08% 32,08%
Kesimpulan Studi Kelayakan
Berdasarkan kajian analisis kelayakan terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, dan aspek keuangan, dengan syarat semua asumsi-asumsi yang telah
diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru (KBLI 10802) yaitu
kegiatan produksi konsentrat pakan ternak yang dilakukan oleh Perseroan adalah layak untuk
dilaksanakan.
xi
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 13
Page 14
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa :
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
2. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama
sekali tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan
ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran
No. RSR/JS/P-B/FS/260226.1 tanggal 26 Februari 2026, yang sudah ditandatangani oleh
manajemen Perseroan tanggal 27 Februari 2026. Adapun biaya jasa penugasan tersebut telah
memperhatikan sebagaimana ketentuan yang diatur oleh Asosiasi Profesi Penilai.
3. Penilai bertanggung jawab atas kesimpulan yang diberikan dalam rangka penugasan ini,
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini.
4. Laporan Studi Kelayakan ini dilaksanakan per tanggal penilaian 31 Desember 2025, parameter
dan data keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal
31 Desember 2025.
5. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Studi
Kelayakan pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Studi
Kelayakan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini.
6. Studi Kelayakan ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam
POJK Nomor 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal
9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 SPI 350, dan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI).
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada Laporan
Studi Kelayakan ini.
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta
data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan pada Sumber
Data dan Informasi diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan.
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Studi Kelayakan ini.
10. Kesimpulan telah sesuai dengan Asumsi, Tingkat Kedalaman Investigasi, dan Kondisi Pembatas.
11. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional
dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan ini.
13. Penilai melakukan inspeksi/wawancara terhadap Objek Studi Kelayakan yang dinilai.
14. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan.
xiii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 15
Page 16
RINGKASAN EKSEKUTIF
Gambaran Umum Perseroan
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk adalah suatu Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Notaris No. 17 tanggal 6 September 1985 dari Raden Santoso, Notaris di Jakarta, dengan nama
PT Betara Darma Ekspor Impor dan diubah dengan Akta Notaris No. 27 tanggal 16 April 1986 dari
Notaris yang sama, dengan mengganti nama menjadi PT Betara Darma. Akta pendirian tersebut
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C2.4506.HT.01.01.TH.86 tanggal 26 Juni 1986 dan telah diumumkan dalam Berita Negara
No. 20 tanggal 10 Maret 1989, Tambahan No. 389.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain Akta Notaris
No. 95 tanggal 30 Desember 1993, yang dibuat dihadapan Machmudah Rijanto, SH., Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan nama dari PT Betara Darma menjadi PT Sierad Produce. Akta
perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. C2-3390.HT.01.04.TH.94 tanggal 23 Februari 1994.
Akta perubahan selanjutnya adalah disaat Perseroan kembali melakukan perubahan nama dari
PT Sierad Produce Tbk menjadi PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk. Perubahan nama ini berdasarkan
Akta Notaris No. 123 tanggal 17 September 2020, yang dibuat dihadapan Notaris Christina Dwi
Utami, SH., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0066663.AH.01.02.TAHUN
2020 tanggal 28 September 2020.
Akta perubahan terakhir sebelum tanggal penilaian adalah Akta No. 103 tanggal 16 Oktober 2025,
yang dibuat oleh Christina Dwi Utami, SH., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat, sehubungan dengan penetapan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum Republik
Indonesia No. AHU-AH.01.09-0351880 tanggal 17 Oktober 2025.
Sesuai pasal 3 Akta No. 26 tanggal 25 Juni 2024 yang dibuat dihadapan Dr. Putra Hutomo, S.H.,
M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha
dalam bidang :
- Budidaya Ayam Ras Pedaging;
- Budidaya Ayam Ras Petelur;
- Pembibitan Ayam Ras;
- Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Unggas;
- Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas;
- Industri Ransum Makanan Hewan;
- Perdagangan Besar Obat Farmasi Untuk Hewan;
- Perdagangan Besar Bahan Farmasi Untuk Manusia dan Hewan.
Perseroan berkedudukan di Kabupaten Bogor dan berkantor pusat di Sequis Tower Lantai 40,
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 71, SCBD Lot 11B, Jakarta Selatan, dengan wilayah operasional yang
berada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan,
Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Lamongan dan
Kabupaten Banjarmasin.
Saat ini Perseroan berencana akan melakukan penambahan KBLI baru yaitu KBLI 10802, yang terkait
dengan pembuatan konsentrat pakan ternak. KBLI baru ini merupakan KBLI pendukung dari KBLI
yang sudah ada sebelumnya. KBLI 10802 mencakup usaha pembuatan konsentrat pakan ternak,
unggas dan hewan lainnya. Pengolahan konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya yang
tidak dapat dipisahkan dari usaha peternakan dimasukkan dalam golongan 014 (peternakan).
xv
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 17
Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Akta No. 225 tanggal 31 Juli 2023, yang dibuat oleh Christina Dwi Utami, SH., M.Hum.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Barat, menerangkan bahwa sesuai dengan surat dari PT Raya Saham
Registra selaku Biro Administrasi Efek Perseroan, tertanggal 28 Juli 2023 dan pengumuman yang
dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-RI-00055/BEI.PP1/07-2023, serta Daftar
Pemegang Saham per tanggal 27 Juli 2023, Perseroan mengeluarkan saham baru dari portepel
dalam rangka PMHMETD adalah sebanyak 499.999.477 (empat ratus sembilan puluh sembilan juta
sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu empat ratus tujuh puluh tujuh) saham seri C dengan
nilai nominal Rp. 1.000,- (Seribu Rupiah) per saham, dengan rincian modal ditempatkan dan disetor
Perseroan, sebagai berikut :
a. 7.310.000 (tujuh juta tiga ratus sepuluh ribu) saham seri A, masing-masing saham bernilai
nominal sebesar Rp. 3.950,- (Tiga Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Rupiah) atau dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp. 28.874.500.000,- (Dua Puluh Delapan Miliar Delapan Ratus
Tujuh Puluh Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah);
b. 65.068.700 (enam puluh lima juta enam puluh delapan ribu tujuh ratus) saham seri B, masing-
masing saham bernilai nominal sebesar Rp. 3.950,- (Tiga Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh
Rupiah) atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 257.021.365.000,- (Dua Ratus Lima
Puluh Tujuh Miliar Dua Puluh Satu Juta Tiga Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah);
c. 1.766.723.356 (satu miliar tujuh ratus enam puluh enam juta tujuh ratus dua puluh tiga ribu tiga
ratus lima puluh enam) saham seri C, masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp. 1.000,-
(Seribu Rupiah) atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 1.766.723.356.000,- (Satu
Triliun Tujuh Ratus Enam Puluh Enam Miliar Tujuh Ratus Dua Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Lima
Puluh Enam Ribu Rupiah).
Saham seri A, B, dan C adalah saham biasa atas nama, yang memiliki hak yang sama.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan
pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Raya Saham Registra nomor surat 001/Corp-
CS-K/I/26, sebagai berikut :
Seri Nilai %
Nama Jumlah Saham Jumlah
No. Saham Nominal/ Kepemilikan
Pemegang Saham (Unit) (Rp.000)
Saham (Rp.) Saham
1 PT Great Giant Pineapple Seri C 1.669.503.819 1.000 1.669.503.819 90,78%
2 Masyarakat (dibawah 5%) Seri A 7.310.000 3.950 28.874.500 0,40%
Seri B 65.068.700 3.950 257.021.365 3,54%
Seri C 97.219.537 1.000 97.219.537 5,29%
Total 1.839.102.056 2.052.619.221 100,00%
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 sesuai dengan Akta
No. 103 tanggal 16 Oktober 2025, yang dibuat dihadapan Christina Dwi Utami SH., M.HUM., M.KN.,
Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, sebagai berikut :
No. Jabatan Dijabat Oleh
Dewan Komisaris
1. Komisaris Utama (merangkap Komisaris Independen) Antonius Joenoes Supit
2. Komisaris Stephanie Verawaty Gondokusumo
3. Komisaris Independen Theo Lekatompessy
xvi
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 18
Lanjutan…
No. Jabatan Dijabat Oleh
Direksi
1. Direktur Utama Eddy Tamboto
2. Direktur Irvan Cahyana
3. Direktur Natanael Yuyun Suryadi
4. Direktur Kent Kurnadi Sarosa
Sumber: Akta No. 103 tanggal 16 Oktober 2025
Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebanyak
1.289 orang (termasuk karyawan entitas anak), dengan jumlah sumber daya manusia pada divisi
konsentrat pakan ternak Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebanyak 407 orang.
Pada Desember 2025, Perseroan tidak melakukan penambahan tenaga kerja dan tenaga ahli baru,
sehingga Perseroan akan tetap menggunakan tenaga kerja dan tenaga ahli yang sudah dimiliki oleh
Perseroan saat ini. Tenaga ahli yang dimiliki oleh Perseroan untuk bidang pakan ternak saat ini
adalah sebanyak 2 orang, yaitu : Drh. Efrizal dan Drh. Arlyna R. Simatupang. Tenaga ahli ini adalah
orang-orang yang berkompeten dibidang pakan ternak.
Kinerja Usaha
Kinerja keuangan Perseroan selama kurun waktu 1 Januari 2021 sampai 31 Desember 2025
disajikan dalam ringkasan laporan keuangan Perseroan (Parent Only) sebagai berikut:
(Rp.000.000)
Januari - Januari - Januari - Januari - Januari –
Desember Desember Desember Desember Desember
Uraian
2021 2022 2023 2024 2025
(Audited) (Audited) (Audited) (Audited) (Audited)
Operasional
Penjualan Bersih 4.996.796 5.501.682 5.538.202 4.815.669 4.883.923
Beban Pokok Penjualan (4.732.618) (5.151.177) (5.096.909) (4.444.321) (4.463.789)
Laba Bruto 264.178 350.505 441.293 371.347 420.134
Beban Penjualan (223.742) (330.718) (330.268) (294.402) (307.399)
Beban Umum dan Administrasi (160.926) (182.557) (175.738) (166.298) (162.283)
Perubahan Atas Nilai Wajar Aset (27.026) (179.206) (98.536) (1.074) 49.109
Biologis
Penghasilan Keuangan 4.760 2.349 1.750 835 1.151
Beban Keuangan (58.568) (65.929) (63.803) (62.445) (53.659)
Keuntungan Lain-Lain - Bersih 69.543 4.270 6.658 1.051 22.030
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak 29.145 (218.730) (42.905) 15.313 131.365
Penghasilan
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan 4.780 (10.471) 25.257 (13.920) (28.900)
Laba/(Rugi) Tahun Berjalan 33.924 (229.201) (17.648) 1.393 102.465
Posisi Keuangan
Aset Lancar 1.682.949 1.831.735 1.576.897 1.479.406 1.365.850
Aset Tidak Lancar 1.388.672 1.459.182 1.894.876 1.817.444 1.711.854
Jumlah Aset 3.071.622 3.290.917 3.471.773 3.296.850 3.077.704
Liabilitas Jangka Pendek 1.549.535 2.010.008 1.756.191 1.588.272 1.001.624
Liabilitas Jangka Panjang 123.595 107.737 122.685 107.423 368.705
Jumlah Liabilitas 1.673.129 2.117.745 1.878.876 1.695.695 1.370.329
Jumlah Ekuitas 1.398.492 1.173.171 1.592.897 1.601.155 1.707.375
xvii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 19
Objek Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru dan Tanggal Penilaian
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan (“RSR”)
sebagai Penilai Independen untuk melakukan penyusunan Laporan Studi Kelayakan Penambahan
Kegiatan Usaha berupa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) baru, yaitu
KBLI 10802, per tanggal penilaian 31 Desember 2025, berdasarkan proposal penawaran
No. RSR/JS/P-B/FS/260226.1 tanggal 26 Februari 2026, yang sudah ditandatangani oleh
manajemen Perseroan tanggal 27 Februari 2026.
KBLI 10802 mencakup usaha pembuatan konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya.
Pengolahan konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari
usaha peternakan dimasukkan dalam golongan 014 (peternakan).
Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
penambahan KBLI baru, sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI 10802, tidak untuk bentuk
rencana transaksi lainnya, serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli,
perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).
Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI Baru yaitu
KBLI 10802 untuk keperluan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan studi kelayakan.
Pendekatan dan Metodologi
Pendekatan dan metodologi untuk melakukan studi kelayakan penambahan KBLI baru adalah
melakukan analisis atas :
• Kelayakan Pasar
• Kelayakan Teknis
• Kelayakan Pola Bisnis
• Kelayakan Model Manajemen
• Kelayakan Keuangan
Kesimpulan Studi Kelayakan
Berdasarkan kajian analisis kelayakan terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, dan aspek keuangan, dengan syarat semua asumsi-asumsi yang telah
diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru (KBLI 10802) yaitu
kegiatan produksi konsentrat pakan ternak yang dilakukan oleh Perseroan adalah layak untuk
dilaksanakan.
xviii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 20
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR .................................................................................................................. i
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... xiii
RINGKASAN EKSEKUTIF ........................................................................................................... xv
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ xix
DAFTAR TABEL...................................................................................................................... xxii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................ xxiv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................................. xxv
1. PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian .................................................................................... 1
1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .................................................................... 2
1.3 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru................................................. 2
1.4 Objek Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru ....................................................................... 2
1.5 Premis Penilaian....................................................................................................................... 2
1.6 Tanggal Penilaian ..................................................................................................................... 3
1.7 Pendekatan dan Metodologi ................................................................................................... 3
1.8 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian ......................................................................................... 3
1.9 Standar Penilaian Yang Digunakan .......................................................................................... 3
1.10 Kualifikasi Penilai...................................................................................................................... 4
1.11 Independensi Penilai ................................................................................................................ 4
1.12 Sumber Data dan Informasi ..................................................................................................... 4
1.13 Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan ............................................................... 5
1.14 Tingkat Kedalaman Investigasi ................................................................................................. 6
1.15 Konfirmasi Atas Jenis dan Bentuk Laporan Penilaian .............................................................. 6
1.16 Asumsi dan Asumsi Khusus ...................................................................................................... 6
1.17 Kondisi dan Syarat Pembatas ................................................................................................... 7
1.18 Kebenaran dan Sifat Informasi dari Pemberi Tugas................................................................. 7
1.19 Batasan Tanggung Jawab Penilai ............................................................................................. 8
1.20 Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi ........................................................................ 8
1.21 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang Atau Telah Dinilai Dalam Jangka
Waktu 2 (Dua) Bulan ................................................................................................................ 8
2. PROFIL PERSEROAN ........................................................................................................ 9
2.1 Keterangan Mengenai Perseroan ............................................................................................ 9
2.2 Perizinan................................................................................................................................. 10
2.3 Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham .......................................................... 17
2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Sumber Daya Manusia Perseroan ....................................... 18
2.5 Aktivitas Usaha....................................................................................................................... 21
2.6 Informasi Perpajakan ............................................................................................................. 22
2.7 Kinerja Keuangan Historis ...................................................................................................... 23
2.7.1 Historikal Laba Rugi Periode 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 ................. 23
2.7.2 Historikal Posisi Keuangan Periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 ................................................................................................................. 26
2.7.3 Historikal Arus Kas Periode 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 ................... 29
2.7.4 Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025 ................................................................................................................. 30
xix
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 21
2.7.5 Analisis Rasio Laporan Keuangan Historikal .......................................................................... 36
2.8 Informasi Investigasi .............................................................................................................. 38
3. KELAYAKAN PASAR ...................................................................................................... 39
3.1 Kondisi Umum Perekonomian ............................................................................................... 39
3.1.1 Kondisi Perekonomian Dunia ................................................................................................. 39
3.1.2 Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia...................................................................... 39
3.1.3 Neraca Pembayaran Indonesia .............................................................................................. 40
3.1.4 Nilai Tukar Rupiah .................................................................................................................. 41
3.1.5 Perkembangan Inflasi............................................................................................................. 41
3.1.6 Perkembangan Suku Bunga ................................................................................................... 43
3.2 Tinjauan Industri Peternakan Unggas di Indonesia ............................................................... 45
3.2.1 Perkembangan Industri Peternakan di Indonesia.................................................................. 45
3.2.2 Perkembangan Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas di Indonesia .................................. 46
3.2.3 Perkembangan Penawaran dan Permintaan Pada Industri Peternakan Unggas
di Indonesia ............................................................................................................................ 47
3.2.4 Perkembangan Populasi Ayam Ras Pedaging dan Ayam Ras Petelur di Indonesia ............... 50
3.2.5 Perkembangan Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras di Indonesia .......................... 51
3.2.6 Perkembangan Produksi Pakan Ternak di Indonesia ............................................................. 52
3.2.7 Proyeksi Pasar Total Pakan Ternak dan Pakan Ternak Unggas dan Babi di Indonesia .......... 53
3.2.8 Potensi Pasar dan Pasar Sasaran ........................................................................................... 55
3.3 Konsumen .............................................................................................................................. 55
3.4 Persaingan Usaha ................................................................................................................... 59
3.5 Strategi Pemasaran ................................................................................................................ 60
3.6 Kesimpulan Kelayakan Pasar.................................................................................................. 60
4. KELAYAKAN TEKNIS ...................................................................................................... 61
4.1 Produk Perseroan dan Spesifikasi Teknis Produk .................................................................. 61
4.2 Kapasitas Produksi Konsentrat Pakan Ternak ........................................................................ 65
4.3 Wilayah Operasional .............................................................................................................. 67
4.4 Mesin dan Peralatan Pendukung Produksi Konsentrat Pakan Ternak................................... 67
4.5 Teknologi Yang Digunakan Dalam Produksi Pakan Ternak .................................................... 77
4.6 Proses Produksi Konsentrat Pakan Ternak ............................................................................ 78
4.7 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku ..................................................................... 79
4.8 Pemasok Bahan Baku Konsentrat Pakan Ternak ................................................................... 84
4.9 Perjanjian-Perjanjian Yang Dimiliki Terkait KBLI Baru............................................................ 85
4.10 Kesimpulan Kelayakan Teknis ................................................................................................ 85
5. KELAYAKAN POLA BISNIS .............................................................................................. 86
5.1 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis ..................................................... 86
5.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk.......................................................................... 86
5.3 Kemampuan Menciptakan Nilai ............................................................................................. 87
5.4 Kesimpulan Kelayakan Pola Bisnis ......................................................................................... 87
6. KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ................................................................................ 88
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja dan Tenaga Ahli.......................................................................... 88
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual ......................................................................................... 89
6.3 Manajemen Risiko.................................................................................................................. 89
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................................... 91
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen .................................................................. 91
6.6 Kesimpulan Kelayakan Model Manajemen............................................................................ 93
xx
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 22
7. ANALISIS SWOT ............................................................................................................ 94
8. KELAYAKAN KEUANGAN ............................................................................................... 96
8.1 Rencana Penambahan KBLI Baru ........................................................................................... 96
8.2 Rencana Investasi................................................................................................................... 96
8.3 Perhitungan Modal Kerja ....................................................................................................... 96
8.4 Sumber Pembiayaan Produk Konsentrat Pakan Ternak ........................................................ 97
8.5 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan........................................................................................ 97
8.5.1 Asumsi Proyeksi Penjualan .................................................................................................... 97
8.5.2 Asumsi Proyeksi Beban Pokok Penjualan .............................................................................. 99
8.5.3 Asumsi Proyeksi Beban Penjualan ....................................................................................... 105
8.5.4 Asumsi Proyeksi Beban Umum dan Administrasi ................................................................ 106
8.5.5 Penyusutan .......................................................................................................................... 107
8.5.6 Perputaran (Turnover) ......................................................................................................... 107
8.5.7 Capital Expenditure (Capex) ................................................................................................. 108
8.6 Hasil Proyeksi Keuangan ...................................................................................................... 108
8.6.1 Proyeksi Laba Rugi ............................................................................................................... 108
8.6.2 Proyeksi Posisi Keuangan ..................................................................................................... 109
8.6.3 Proyeksi Arus Kas ................................................................................................................. 112
8.7 Perhitungan Tingkat Diskonto.............................................................................................. 113
8.8 Arus Kas Bersih Periode Kekal (“Terminal Value”)............................................................... 116
8.9 Analisis Kelayakan dan Analisis Sensitivitas ......................................................................... 116
8.9.1 Analisis Kelayakan ................................................................................................................ 116
8.9.2 Analisis Sensitivitas .............................................................................................................. 119
8.10 Analisis Rasio Keuangan Atas Proyeksi Laporan Keuangan ................................................. 120
8.11 Kesimpulan Kelayakan Keuangan ........................................................................................ 121
9. KESIMPULAN STUDI KELAYAKAN .................................................................................122
xxi
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 23
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 Pemegang Saham Perseroan per 31 Desember 2025 .................................................... 18
Tabel 2-2 Manajemen Perseroan Per Tanggal 31 Desember 2025................................................ 18
Tabel 2-3 Rincian Sumber Daya Manusia Divisi Konsentrat Pakan Ternak Perseroan Tanggal
31 Desember 2025 ......................................................................................................... 19
Tabel 2-4 Informasi Perpajakan ..................................................................................................... 23
Tabel 2-5 Historikal Laba Rugi dan Analisis Vertikal dan Horizontal .............................................. 24
Tabel 2-6 Historikal Posisi Keuangan dan Analisis Vertikal dan Horizontal ................................... 26
Tabel 2-7 Historikal Arus Kas.......................................................................................................... 29
Tabel 2-8 Analisis Vertikal Laba Rugi .............................................................................................. 30
Tabel 2-9 Analisis Vertikal Posisi Keuangan ................................................................................... 32
Tabel 2-10 Analisis Horizontal Laba Rugi ......................................................................................... 33
Tabel 2-11 Analisis Horizontal Posisi Keuangan ............................................................................... 35
Tabel 2-12 Kinerja Rasio Keuangan Historikal .................................................................................. 36
Tabel 3-1 Indeks Harga Komoditas Ekspor Indonesia .................................................................... 39
Tabel 3-2 Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran ....................................................................... 40
Tabel 3-3 Perkiraan Pangsa Pasar Pakan Ternak Perseroan Terhadap Total Pasar Pakan Ternak
di Indonesia Tahun 2025 ................................................................................................ 53
Tabel 3-4 Konsumen Produk Konsentrat Pakan Ternak Perseroan Per 31 Desember 2025 ......... 55
Tabel 3-5 Pesaing Utama Perseroan .............................................................................................. 59
Tabel 4-1 Produk Perseroan ........................................................................................................... 61
Tabel 4-2 Rincian Produk Konsentrat Pakan Ternak Perseroan..................................................... 62
Tabel 4-3 Perkembangan Jumlah Penjualan Produk Konsentrat Pakan Ternak Layer di Balaraja
Tahun 2021 - 2025 ......................................................................................................... 64
Tabel 4-4 Perkembangan Jumlah Penjualan Produk Konsentrat Pakan Ternak Layer di Sidoarjo
Tahun 2021 - 2025 ......................................................................................................... 64
Tabel 4-5 Perkembangan Jumlah Penjualan Produk Konsentrat Pakan Ternak Babi di Sidoarjo
Tahun 2021 - 2025 ......................................................................................................... 65
Tabel 4-6 Perkembangan Jumlah Penjualan Produk Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik
di Sidoarjo Tahun 2021 - 2025 ....................................................................................... 65
Tabel 4-7 Rincian Kapasitas Mixer Pakan Ternak Terpasang ......................................................... 66
Tabel 4-8 Kapasitas Produksi Pakan Ternak Pada Pabrik Balaraja Tahun 2026 ............................. 66
Tabel 4-9 Kapasitas Produksi Pakan Ternak Pada Pabrik Sidoarjo Tahun 2026 ............................. 66
Tabel 4-10 Mesin dan Peralatan Pendukung Utama di Balaraja...................................................... 67
Tabel 4-11 Mesin dan Peralatan Pendukung Utama di Sidoarjo ..................................................... 75
Tabel 4-12 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku Untuk Produksi Konsentrat Pakan
Ternak Layer di Balaraja ................................................................................................. 79
Tabel 4-13 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku Untuk Produksi Konsentrat Pakan
Ternak Layer di Sidoarjo ................................................................................................. 80
Tabel 4-14 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku Untuk Produksi Konsentrat Pakan
Ternak Babi di Sidoarjo .................................................................................................. 80
Tabel 4-15 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku Untuk Produksi Konsentrat Pakan
Ternak Bebek/Itik di Sidoarjo ......................................................................................... 80
Tabel 4-16 Pemasok Bahan Baku Konsentrat Pakan Ternak ............................................................ 84
Tabel 6-1 Informasi Mengenai Tenaga Ahli Pakan Ternak ............................................................. 88
Tabel 6-2 Manajemen Risiko Perseroan ........................................................................................ 90
Tabel 8-1 Rencana Kebutuhan Modal Kerja KBLI Baru Tahun 2026 – 2038................................... 96
Tabel 8-2 Asumsi Proyeksi Penjualan Pakan Ternak Tahun 2026 – 2038 ...................................... 98
Tabel 8-3 Asumsi Proyeksi Beban Pokok Penjualan Konsentrat Pakan Ternak ........................... 100
Tabel 8-4 Asumsi Proyeksi Beban Penjualan ............................................................................... 105
xxii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 24
Tabel 8-5 Asumsi Proyeksi Beban Umum dan Administrasi ........................................................ 106
Tabel 8-6 Asumsi Perputaran ....................................................................................................... 107
Tabel 8-7 Capex Tahun 2026 – 2038 ............................................................................................ 108
Tabel 8-8 Proyeksi Laba Rugi........................................................................................................ 108
Tabel 8-9 Proyeksi Posisi Keuangan ............................................................................................. 110
Tabel 8-10 Proyeksi Arus Kas ......................................................................................................... 112
Tabel 8-11 Beta Perusahaan Pembanding ..................................................................................... 114
Tabel 8-12 Perhitungan Tingkat Diskonto ...................................................................................... 116
Tabel 8-13 Hasil Analisis Kelayakan Keuangan .............................................................................. 117
Tabel 8-14 Kesimpulan Kelayakan Keuangan KBLI Baru ................................................................ 118
Tabel 8-15 Analisis Sensitivitas Konsentrat Pakan Ternak ............................................................. 119
Tabel 8-16 Rasio Atas Proyeksi Laporan Keuangan........................................................................ 120
xxiii
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 25
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1 Struktur Organisasi Divisi Pakan Ternak Perseroan .................................................. 20
Gambar 3-1 Indeks Harga Ekspor Nonmigas dan Ekspor ke Negara Tujuan Utama ..................... 40
Gambar 3-2 Neraca Perdagangan ................................................................................................. 41
Gambar 3-3 Volatilitas Nilai Tukar Rupiah .................................................................................... 41
Gambar 3-4 Perkembangan Inflasi ................................................................................................ 42
Gambar 3-5 Peta Inflasi Daerah .................................................................................................... 42
Gambar 3-6 Suku Bunga Kredit Perbankan ................................................................................... 44
Gambar 3-7 Laju Pertumbuhan PDB Kumulatif (C-to-C) Tahun 2021 – 2025 Pada Industri
Peternakan ................................................................................................................ 46
Gambar 3-8 Perkembangan Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas di Indonesia
Tahun 2021 – 2025.................................................................................................... 46
Gambar 3-9 Sebaran Perusahaan Peternakan Unggas di Indonesia Tahun 2025......................... 47
Gambar 3-10 Perkembangan Penawaran dan Permintaan Daging Ayam Ras Tahun 2021 – 2025 48
Gambar 3-11 Perbandingan Jumlah Penawaran dan Permintaan Daging Ayam Ras Tahun 2025 . 48
Gambar 3-12 Perkembangan Penawaran dan Permintaan Telur Ayam Ras Petelur
Tahun 2021 – 2025.................................................................................................... 49
Gambar 3-13 Perbandingan Jumlah Penawaran dan Permintaan Telur Ayam Ras Petelur
Tahun 2025 ............................................................................................................... 50
Gambar 3-14 Perkembangan Populasi Ayam Ras Pedaging dan Ayam Ras Petelur di Indonesia
Tahun 2021 – 2025.................................................................................................... 51
Gambar 3-15 Perkembangan Rata-Rata Harga Eceran Komoditas Daging Ayam Ras dan Telur
Ayam Ras di Indonesia Tahun 2021 – 2025 .............................................................. 51
Gambar 3-16 Perkembangan Produksi Pakan Ternak di Indonesia Tahun 2021 – 2025 ................ 52
Gambar 3-17 Proyeksi Pasar Pakan Unggas di Indonesia Tahun 2025 – 2030 ............................... 54
Gambar 3-18 Total Produksi Pakan Ternak dan Pakan Ternak Babi di Indonesia
Tahun 2021 - 2023 .................................................................................................... 54
Gambar 4-1 Produk Konsentrat Pakan Ternak Yang Diproduksi Perseroan ................................. 62
Gambar 4-2 Proses Produksi Pakan Ternak Jenis Konsentrat ....................................................... 78
Gambar 4-3 Bahan Baku SBM ....................................................................................................... 81
Gambar 4-4 Bahan Baku Biji Batu ................................................................................................. 82
Gambar 4-5 Bahan Baku MBM...................................................................................................... 82
Gambar 4-6 Bahan Baku DDGS ..................................................................................................... 82
Gambar 4-7 Bahan Baku FTM ....................................................................................................... 83
Gambar 4-8 Bahan Baku RSM ....................................................................................................... 83
Gambar 4-9 Bahan Baku Rice DDGS .............................................................................................. 83
Gambar 4-10 Bahan Baku Wheat Pollard ....................................................................................... 84
Gambar 6-1 Struktur Organisasi Divisi Pakan Ternak Perseroan .................................................. 92
Gambar 8-1 Analisis Sensitivitas Konsentrat Pakan Ternak ........................................................ 120
xxiv
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 26
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Keuangan
Lampiran 1 : Kinerja Posisi Keuangan
Lampiran 2 : Kinerja Laba Rugi
Lampiran 3 : Kinerja Arus Kas
Lampiran 4 : Kinerja Rasio Keuangan
Lampiran 5 : Asumsi – Asumsi
Lampiran 6 : Proyeksi Penjualan
Lampiran 7 : Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Lampiran 8 : Proyeksi Beban Gaji
Lampiran 9 : Proyeksi Beban Penjualan dan Beban Umum dan Administrasi
Lampiran 10 : Proyeksi Posisi Keuangan
Lampiran 11 : Proyeksi Laba Rugi
Lampiran 12 : Proyeksi Arus Kas
Lampiran 13 : Proyeksi Depresiasi dan Amortisasi
Lampiran 14 : Proyeksi Penarikan Utang, Angsuran Pokok, dan Beban Bunga
Lampiran 15 : Proyeksi Modal Kerja
Lampiran 16 : Proyeksi Rasio Keuangan
Lampiran 17 : Perhitungan Tingkat Diskonto
Lampiran 18 : Analisis Kelayakan KBLI Baru
Lampiran 19 : Analisis Sensitivitas
xxv
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 27
1. PENDAHULUAN
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (“Perseroan”) telah menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan (“RSR”)
sebagai Penilai Independen untuk melakukan penyusunan Laporan Studi Kelayakan Penambahan
Kegiatan Usaha berupa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) baru, yaitu
KBLI 10802, per tanggal penilaian 31 Desember 2025, berdasarkan proposal penawaran
No. RSR/JS/P-B/FS/260226.1 tanggal 26 Februari 2026, yang sudah ditandatangani oleh
manajemen Perseroan tanggal 27 Februari 2026.
KBLI 10802 mencakup usaha pembuatan konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya.
Pengolahan konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari
usaha peternakan dimasukkan dalam golongan 014 (peternakan).
Pertimbangan dan alasan Perseroan dalam mengajukan permohonan penambahan KBLI ini adalah
untuk melengkapi perizinan khususnya KBLI Perseroan yaitu KBLI yang berhubungan dengan
pembuatan konsentrat pakan ternak, dimana selama ini kegiatan pembuatan konsentrat pakan
ternak ini sudah dilakukan oleh Perseroan sebagai bagian dari kegiatan produksinya sejak lebih dari
10 tahun yang lalu. Dengan terpenuhinya aspek perizinan terkait KBLI tersebut, maka Perseroan
dapat memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tujuan studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai acuan bagi manajemen Perseroan
dalam mengambil keputusan, sehubungan dengan rencana penambahan KBLI baru yaitu
KBLI 10802, untuk selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI Baru”, tidak untuk bentuk
rencana transaksi lainnya, serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli,
perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas
Jasa Keuangan (“OJK”).
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1297/KM.1/2017 tanggal
27 Desember 2017 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) - d/h Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan
Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-25/PJ-1/PM.02/2023.
Pekerjaan studi kelayakan ini dilakukan menurut prosedur berikut ini :
1. Perumusan persoalan dan penyediaan data
2. Pemeriksaan dan penelitian dokumen terkait
3. Review laporan keuangan
4. Verifikasi dan analisis business plan
5. Review dan analisis kinerja usaha
6. Analisis dan perhitungan kelayakan penambahan KBLI baru
7. Laporan pendahuluan
8. Laporan draft studi kelayakan penambahan KBLI baru
9. Laporan lengkap studi kelayakan penambahan KBLI baru
Berikut kami sampaikan opini kami mengenai Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru pada
Perseroan per tanggal 31 Desember 2025.
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
RSR telah menyusun Laporan Studi Kelayakan penambahan KBLI baru yaitu KBLI 10802 dengan
Laporan No. 00003/2.0095-05/BS/04/0070/1/IV/2026 tanggal 17 April 2026.
Laporan Studi Kelayakan ini kami terbitkan kembali untuk melengkapi laporan kami tanggal
31 Maret 2026 dengan laporan No. 00002/2.0095-05/BS/04/0070/1/III/2026, sesuai dengan surat
1
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 28
OJK No. S-101/PM.211/2026 tanggal 15 April 2026. Revisi yang kami lakukan tidak merubah Opini
Kelayakan akhir pada Laporan Studi Kelayakan sebelumnya.
1.2 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini yang bertindak sebagai “Pemberi Tugas” adalah :
Pemberi Tugas : PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Alamat : Sequis Tower Lantai 40, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 71, SCBD Lot 11B,
Jakarta Selatan, 12190
Telepon : (021) 5099 1599
Fax : (021) 2708 3636
Website : https://www.sreeyasewu.com/
Bidang Usaha : Budidaya ayam ras pedaging, budidaya ayam ras petelur, pembibitan
ayam ras, kegiatan rumah potong dan pengepakan daging unggas,
industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas,
industri ransum makanan hewan, perdagangan besar obat farmasi untuk
hewan, dan perdagangan besar bahan farmasi untuk manusia dan hewan
Penanggung Jawab : Bapak Natanael Yuyun Suryadi
Jabatan : Direktur
Dan yang bertindak sebagai “Pengguna Laporan” adalah :
Pengguna Laporan : PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Alamat : Sequis Tower Lantai 40, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 71, SCBD Lot 11B,
Jakarta Selatan, 12190
Telepon : (021) 5099 1599
Fax : (021) 2708 3636
Website : https://www.sreeyasewu.com/
Bidang Usaha : Budidaya ayam ras pedaging, budidaya ayam ras petelur, pembibitan
ayam ras, kegiatan rumah potong dan pengepakan daging unggas,
industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas,
industri ransum makanan hewan, perdagangan besar obat farmasi untuk
hewan, dan perdagangan besar bahan farmasi untuk manusia dan hewan
Penanggung Jawab : Bapak Natanael Yuyun Suryadi
Jabatan : Direktur
1.3 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
penambahan KBLI baru, sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI 10802, tidak untuk bentuk
rencana transaksi lainnya, serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli,
perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).
Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI Baru yaitu
KBLI 10802 untuk keperluan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
1.4 Objek Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru
Objek penugasan adalah Rencana Penambahan KBLI Baru yaitu KBLI 10802, dengan tanggal
penilaian per 31 Desember 2025.
1.5 Premis Penilaian
Kami melakukan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru pada Perseroan, dengan premis penilaian
bahwa kegiatan usaha KBLI baru ini adalah kegiatan usaha berkelanjutan atau “going concern”.
2
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 29
1.6 Tanggal Penilaian
Penugasan ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2025.
1.7 Pendekatan dan Metodologi
Pendekatan dan metodologi untuk melakukan studi kelayakan penambahan KBLI baru adalah
melakukan analisis atas :
• Kelayakan Pasar, mencakup :
a. Kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran,
dan potensi nilai pasar
b. Pesaing usaha
c. Strategi pemasaran
• Kelayakan Teknis, mencakup :
a. Kapasitas
b. Ketersediaan dan kualitas sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja, dan ahli
profesional
c. Proses produksi
• Kelayakan Pola Bisnis, mencakup :
a. Keunggulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis
b. Kemampuan pesaing untuk meniru produk
c. Kemampuan untuk menciptakan nilai
• Kelayakan Model Manajemen, mencakup :
a. Ketersediaan tenaga kerja
b. Manajemen kekayaan intelektual (intellectual property)
c. Manajemen risiko
d. Kapasitas dan kemampuan manajemen
e. Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen
• Kelayakan Keuangan, mencakup :
a. Biaya pendirian (start up costs)
b. Modal kerja
c. Sumber pembiayaan
d. Biaya operasional
e. Biaya bahan baku mentah
f. Proyeksi laporan keuangan
g. Analisis titik impas (break even analysis)
h. Analisis profitabilitas (overall profitability)
i. Tingkat imbal balik investasi (overall return on investment)
1.8 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara
signifikan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat dari laporan ini.
1.9 Standar Penilaian Yang Digunakan
Penugasan ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam POJK
Nomor 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
3
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 30
Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 SPI 350 yang disusun oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
Sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII - 2018, lingkup jasa konsultansi adalah
memberikan saran profesional sesuai dengan kebutuhan pemberi tugas, mengembangkan analisis,
kesimpulan dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan pemberi tugas dalam mengambil
keputusan (SPI 2018 : SPI-350 : 2.2 a).
1.10 Kualifikasi Penilai
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 934/KM.1/2008 tertanggal
31 Desember 2008 menerbitkan Izin Penilai atas nama Henty Lukman, SE, MM, MAPPI (Cert)
sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi Penilai Bisnis (B), dengan No. Izin
Penilai : No. B-1.08.00070. Penilai memiliki Register Menteri Keuangan (RMK) No. RMK-
2017.00067, terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-25/PJ-1/PM.02/2023, terdaftar di Industri
Keuangan Non-Bank (IKNB) dengan STTD IKNB No. 043/NB.122/STTD-P/2017, dan aktif mengikuti
pelatihan pengembangan profesi (continuing professional development/CPD) yang disyaratkan.
Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penyusunan studi kelayakan.
1.11 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan kami
hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran No. RSR/JS/P-
B/FS/260226.1 tanggal 26 Februari 2026 yang sudah ditandatangani oleh manajemen Perseroan
pada tanggal 27 Februari 2026.
1.12 Sumber Data dan Informasi
Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru ini dibuat berdasarkan data dan informasi sebagai
berikut :
1. Profil Perusahaan, Akta pendirian dan Akta perubahan terakhir milik Perseroan, dan perizinan
terkait.
2. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
nomor laporan 00358/2.1025/AU.1/01/1737-1/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023,
ditandatangani oleh Ely, CPA., Izin Akuntan Publik No. AP.1737, dengan opini wajar dalam
semua hal material.
3. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
nomor laporan 00790/2.1025/AU.1/01/1737-2/1/IV/2023 tanggal 26 April 2023,
ditandatangani oleh Ely, CPA., Izin Akuntan Publik No. AP.1737, dengan opini wajar dalam
semua hal material.
4. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
4
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 31
nomor laporan 00470/2.1025/AU.1/01/0234-1/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024,
ditandatangani oleh Andry Danil Atmadja, S.E., Ak., CPA., Izin Akuntan Publik No. AP.0234,
dengan opini wajar dalam semua hal material.
5. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan nomor
laporan 00459/2.1457/AU.1/01/0234-2/1/III/2025 tanggal 27 Maret 2025, ditandatangani
oleh Andry Danil Atmadja, S.E., Ak., CPA., Izin Akuntan Publik No. AP.0234, dengan opini wajar
dalam semua hal material.
6. Laporan keuangan Perseroan dan Entitas Anak (konsolidasi) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan nomor
laporan 00429/2.1457/AU.1/01/0234-3/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2025, ditandatangani
oleh Andry Danil Atmadja, S.E., Ak., CPA., Izin Akuntan Publik No. 0234, dengan opini wajar
dalam semua hal material.
7. Laporan keuangan keuangan Perseroan (Parent Only) untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2021 – 31 Desember 2025.
8. Data proyeksi keuangan KBLI baru tahun 2026 – 2033 yang disiapkan oleh manajemen berupa
softcopy “2026-2030 Sreeya Feed Konsentrat - KBLI.xlsx” dan beberapa data pendukung lain
berbentuk softcopy yang berhubungan dengan proyeksi keuangan tersebut.
RSR telah melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan, sehingga lebih mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan (atau
“Proyeksi Keuangan Yang Disesuaikan”). Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, RSR
telah menggunakan Proyeksi Keuangan Yang Disesuaikan.
9. Data – data yang berhubungan dengan pangsa pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, dan aspek
model manajemen yang disampaikan oleh manajemen Perseroan.
10. Struktur organisasi Perseroan.
11. Representation Letter No. 022A/Corp-CS-K/III/26 tanggal 27 Maret 2026 yang disiapkan oleh
manajemen Perseroan dan ditujukan kepada RSR sehubungan dengan penugasan Penilaian.
12. Wawancara dan diskusi melalui zoom meeting dengan manajemen Perseroan pada tanggal
13 Maret 2026 sehubungan dengan penugasan, dengan PIC yang ditunjuk oleh Perseroan
yaitu:
• Ibu Ina Suryanti selaku Corporate Finance Manager pada Perseroan.
• Ibu Endang Susilowati selaku Deputy Finance Director pada Perseroan.
13. Data–data lain sebagai informasi pendukung.
14. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik, seperti website
Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), website S and P Cap Inc., website Damodaran, asosiasi
industri terkait, dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan dengan
penugasan penilaian.
1.13 Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Informasi yang relevan yang digunakan dalam proses penilaian, seperti data yang dipublikasikan,
data riset atau data yang diperoleh dari Pemerintah dan website (antara lain data dari website
Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) berupa data risk free, dari website S and P Cap Inc. berupa data
beta perusahaan sejenis, dari website Damodaran berupa data risk premium market, Rating
Based Default Spread (RDBS), dan data dari Bank Indonesia berupa data ekonomi makro, data dari
5
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 32
Badan Pusat Statistik (BPS) dan/atau dari asosiasi terkait berupa data pasar serta data publikasi
terkait lainnya) digunakan tanpa verifikasi dan disetujui oleh Pemberi Tugas.
1.14 Tingkat Kedalaman Investigasi
• Inspeksi/Wawancara
Inspeksi tidak memiliki keterbatasan dalam pelaksanaannya dan dilakukan dalam bentuk
wawancara melalui zoom meeting yang telah dilakukan pada tanggal 13 Maret 2026 terhadap
manajemen Perseroan, sesuai dengan penugasan yang diberikan. Dalam melakukan wawancara
kami tidak mengalami kendala untuk memahami kegiatan operasional Perseroan.
• Penelaahan
Dari hasil wawancara dan data/informasi yang diterima, maka setelah dilakukan penelaahan
kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada
pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.
• Perhitungan
Perhitungan dilakukan sesuai dengan POJK Nomor 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran
OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018
SPI 350.
• Analisis
Analisis dilakukan sesuai dengan POJK Nomor 35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 Tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran
OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018
SPI 350.
1.15 Konfirmasi Atas Jenis dan Bentuk Laporan Penilaian
Hasil analisis studi kelayakan disampaikan dalam bentuk laporan tertulis dengan jenis laporan
berupa Laporan Studi Kelayakan Terinci, yaitu laporan yang mengandung seluruh informasi yang
signifikan dalam analisis studi kelayakan, termasuk pembahasan atas setiap hal yang dinyatakan
dalam laporan.
1.16 Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi
Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas
dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan, data dan informasi yang
diperoleh berasal dari manajemen Perseroan maupun dari sumber yang dapat dipercaya.
Studi kelayakan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disediakan oleh
manajemen Perseroan yang telah kami sesuaikan asumsinya, sehingga lebih mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan menurut pendapat kami proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan tersebut adalah wajar, namun kami tidak bertanggung jawab
terhadap pencapaiannya.
Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam rangka penugasan Studi Kelayakan. Kami
telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas.
Asumsi Khusus
Tidak terdapat asumsi khusus dalam Laporan Studi Kelayakan ini.
6
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 33
1.17 Kondisi dan Syarat Pembatas
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah
benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun
data-data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan
kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Denominasi Studi Kelayakan ini dinyatakan dalam bentuk satuan Rupiah yang didasari pemahaman
bahwa Laporan Keuangan Perseroan disajikan dalam mata uang Rupiah. Penelahaan, perhitungan
dan analisis didasarkan atas data-data dan informasi yang diberikan manajemen Perseroan seperti
tertera di Sumber Data dan Informasi.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan
kami secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta Peraturan Pemerintah pada tanggal Penilaian ini dikeluarkan.
Studi Kelayakan ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Penugasan seperti yang telah diuraikan diatas.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan tidak terjadi
perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
Laporan Studi Kelayakan.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Penugasan, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Penugasan.
Penugasan untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini bukan dan tidak dapat dianggap
dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu pada informasi
keuangan.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek komersial dan finansial transaksi, kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Penambahan KBLI Baru dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana
Penambahan KBLI Baru tersebut, karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
Sesuai dengan POJK 35/2020, masa berlaku Laporan Penilaian adalah selama 6 (enam) bulan sejak
tanggal efektif penilaian (cut-off date) dalam Laporan Penilaian.
1.18 Kebenaran dan Sifat Informasi dari Pemberi Tugas
Kami juga berpegang kepada Representation Letter dari Perseroan atas penugasan kami untuk
mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan, bahwa mereka telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan berkenaan dengan studi kelayakan dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
7
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 34
1.19 Batasan Tanggung Jawab Penilai
Penilai tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga selain Pemberi Tugas karena menggunakan
hasil penugasan Studi Kelayakan ini.
1.20 Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru ini terbuka untuk publik, namun setiap publikasi
terhadap keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk
referensi yang terkait dengan objek studi kelayakan harus mendapatkan persetujuan dari
manajemen Perseroan, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat
mempengaruhi kompetisi dan operasional Perseroan.
1.21 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang Atau Telah Dinilai Dalam Jangka
Waktu 2 (Dua) Bulan
Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau
telah dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal
penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila
Pemberi Tugas terbukti memberikan konfirmasi yang tidak benar, maka laporan Studi Kelayakan
dinyatakan tidak berlaku.
Tidak ada KJPP berizin selain KJPP RSR yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang
bersamaan untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi
Kelayakan diterbitkan.
8
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 35
2. PROFIL PERSEROAN
2.1 Keterangan Mengenai Perseroan
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk adalah suatu Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Notaris No. 17 tanggal 6 September 1985 dari Raden Santoso, Notaris di Jakarta, dengan nama
PT Betara Darma Ekspor Impor dan diubah dengan Akta Notaris No. 27 tanggal 16 April 1986 dari
Notaris yang sama, dengan mengganti nama menjadi PT Betara Darma. Akta pendirian tersebut
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C2.4506.HT.01.01.TH.86 tanggal 26 Juni 1986 dan telah diumumkan dalam Berita Negara
No. 20 tanggal 10 Maret 1989, Tambahan No. 389.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain Akta Notaris
No. 95 tanggal 30 Desember 1993, yang dibuat dihadapan Machmudah Rijanto, SH., Notaris di
Jakarta, mengenai perubahan nama dari PT Betara Darma menjadi PT Sierad Produce. Akta
perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. C2-3390.HT.01.04.TH.94 tanggal 23 Februari 1994.
Akta perubahan selanjutnya adalah disaat Perseroan kembali melakukan perubahan nama dari
PT Sierad Produce Tbk menjadi PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk. Perubahan nama ini berdasarkan
Akta Notaris No. 123 tanggal 17 September 2020, yang dibuat dihadapan Notaris Christina Dwi
Utami, SH., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0066663.AH.01.02.TAHUN
2020 tanggal 28 September 2020.
Akta perubahan terakhir sebelum tanggal penilaian adalah Akta No. 103 tanggal 16 Oktober 2025,
yang dibuat oleh Christina Dwi Utami, SH., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat, sehubungan dengan penetapan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum Republik
Indonesia No. AHU-AH.01.09-0351880 tanggal 17 Oktober 2025.
Sesuai pasal 3 Akta No. 26 tanggal 25 Juni 2024 yang dibuat dihadapan Dr. Putra Hutomo, S.H.,
M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha
dalam bidang :
- Budidaya Ayam Ras Pedaging;
- Budidaya Ayam Ras Petelur;
- Pembibitan Ayam Ras;
- Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Unggas;
- Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas;
- Industri Ransum Makanan Hewan;
- Perdagangan Besar Obat Farmasi Untuk Hewan;
- Perdagangan Besar Bahan Farmasi Untuk Manusia dan Hewan.
Perseroan merupakan perusahaan terpadu berbasis pangan olahan yang senantiasa
mengedepankan inovasi melalui implementasi teknologi digital untuk meningkatkan nilai tambah
dalam pengelolaan bisnis dari hulu hingga hilir. Perseroan dengan tagline “Integrated Poultry Based
Foods Company” menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi halal
blockchain guna menjamin kualitas produk serta memberikan kesempatan kepada konsumen untuk
menelusuri proses halal atas produk yang dijual.
Sebagai perusahaan inovatif, Perseroan berhasil melakukan digitalisasi dalam industri peternakan,
salah satunya dengan memperkenalkan teknologi smart farm dengan penggunaan Internet of
Things (IoT) yang dapat membantu peternak meningkatkan produktivitas budi daya dalam
memperoleh hasil ternak terbaik.
9
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 36
Perseroan berkedudukan di Kabupaten Bogor dan berkantor pusat di Sequis Tower Lantai 40,
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 71, SCBD Lot 11B, Jakarta Selatan, dengan wilayah operasional yang
berada di Kabupaten Serang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tangerang,
Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kabupaten
Lamongan dan Kabupaten Banjarmasin.
Perseroan memiliki 3 (tiga) segmen usaha yang terdiri dari pakan ternak, pembibitan dan
peternakan ayam, serta ayam potong yang mulai diproduksi secara komersial sejak tahun 1985.
2.2 Perizinan
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, saat ini Perseroan telah memiliki perizinan usaha utama
sebagai berikut :
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.393.676.0-054.000 atas nama PT Sreeya Sewu
Indonesia Tbk, dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pajak Republik Indonesia.
• Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120004971529 diterbitkan tanggal 12 September 2018 dan
dicetak pada tanggal 3 September 2025 oleh Pemerintah Republik Indonesia dan ditandatangani
oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
• Keputusan Kepala Badan Koodinasi Penanaman Modal No. 192/T/Pertanian/2001 Tentang Izin
Usaha Tetap Merger yang ditetapkan di Jakarta tanggal 4 Mei 2001 dan ditandatangani oleh
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan berlaku selama Perseroan masih
beroperasional.
• Izin lokasi Perseroan yang berada di Jalan Raya Serang KM. 30, Kelurahan Gembong, Kecamatan
Balaraja, Tangerang, Banten, yang diterbitkan tanggal 16 November 1994 dan ditandatangani
oleh Bupati Kabupaten Tangerang. Izin ini berlaku selama Perseroan masih beroperasional.
• Izin lokasi Perseroan yang berada di Jalan Raya Sidoarjo Krian Desa Ketimang dan Desa Ploso,
Kelurahan Ketimang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur, yang diterbitkan tanggal
27 Januari 1995 dan ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Sidoarjo. Izin ini berlaku selama
Perseroan masih beroperasional.
• Izin Usaha Industri yang diterbitkan tanggal 4 Januari 2019 dengan perubahan ke-12 pada
tanggal 22 Oktober 2020 oleh Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan
Penyelenggara OSS.
• Izin Usaha Peternakan yang diterbitkan tanggal 4 Januari 2019 dengan perubahan ke-21 tanggal
8 November 2020 oleh Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan
Penyelenggara OSS.
• Persetujuan Teknis Pembuangan Emisi No. 2/02.08/IX/2022 diterbitkan di Surabaya tanggal
2 September 2022 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur.
• Persetujuan Teknis Pemanfaatan Air Limbah Untuk Aplikasi Ke Tanah No. 11/02.07.04/X/2022
diterbitkan di Surabaya tanggal 26 Oktober 2022 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas
Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur.
• Izin Operasi Pembangkitan Tenaga Listrik No. 12/15.02.6/01/III/2023 diterbitkan di Surabaya
tanggal 8 Maret 2023 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur. Izin ini berlaku sampai dengan 7 Maret 2028.
• Izin Pengusahaan Air Tanah Sumur Pasak No. 423/15.01.6/01/VII/2023 diterbitkan di Surabaya
tanggal 10 Juli 2023 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur. Masa berlaku izin ini adalah 3 tahun.
10
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 37
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210001 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.121121123 dan nama
dagang yaitu AS 101 BRO yang diterbitkan tanggal 30 Desember 2021 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 30 Desember 2026.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210004 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.221121128 dan nama
dagang yaitu B 202 yang diterbitkan tanggal 30 Desember 2021 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 30 Desember 2026.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210002 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.121121126 dan nama
dagang yaitu BSG 101 yang diterbitkan tanggal 30 Desember 2021 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 30 Desember 2026.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210003 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.021121127 dan nama
dagang yaitu E 200 SUPER yang diterbitkan tanggal 30 Desember 2021 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 30 Desember 2026.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210005 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.321121129 dan nama
dagang yaitu FLY 204 yang diterbitkan tanggal 30 Desember 2021 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 30 Desember 2026.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210007 dengan nomor pendaftaran pakan PD.6.422010007 dan nama
dagang yaitu EGP 704 yang diterbitkan tanggal 5 Januari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 5 Januari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210008 dengan nomor pendaftaran pakan PD.6.522010009 dan nama
dagang yaitu EGP 706 SUPER yang diterbitkan tanggal 5 Januari 2022 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 5 Januari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210009 dengan nomor pendaftaran pakan PD.7.222010064 dan nama
dagang yaitu SG 801 yang diterbitkan tanggal 20 Januari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 20 Januari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210010 dengan nomor pendaftaran pakan PD.3.222010078 dan nama
dagang yaitu PSG 903 yang diterbitkan tanggal 21 Januari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 21 Januari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210011 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.122010109 dan nama
11
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 38
dagang yaitu E-BRO XT yang diterbitkan tanggal 31 Januari 2022 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 31 Januari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210012 dengan nomor pendaftaran pakan PD.9.122010120 dan nama
dagang yaitu B 320 yang diterbitkan tanggal 31 Januari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 31 Januari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210013 dengan nomor pendaftaran pakan PD.9.222020134 dan nama
dagang yaitu B 321 yang diterbitkan tanggal 4 Februari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 4 Februari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210014 dengan nomor pendaftaran pakan PD.9.322020135 dan nama
dagang yaitu B 322 yang diterbitkan tanggal 4 Februari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 4 Februari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210015 dengan nomor pendaftaran pakan PD.9.422020136 dan nama
dagang yaitu B 324 yang diterbitkan tanggal 4 Februari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 4 Februari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210016 dengan nomor pendaftaran pakan PD.9.522020138 dan nama
dagang yaitu B 326 yang diterbitkan tanggal 4 Februari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 4 Februari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210017 dengan nomor pendaftaran pakan PD.10.222020176 dan nama
dagang yaitu B301R yang diterbitkan tanggal 15 Februari 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 15 Februari 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210018 dengan nomor pendaftaran pakan PD.10.322030214 dan nama
dagang yaitu B302R yang diterbitkan tanggal 1 Maret 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 1 Maret 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210019 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.122030216 dan nama
dagang yaitu EBRO X yang diterbitkan tanggal 1 Maret 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 1 Maret 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210020 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.122030221 dan nama
dagang yaitu EBRO XS yang diterbitkan tanggal 1 Maret 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
12
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 39
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 1 Maret 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210021 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.522030225 dan nama
dagang yaitu K204SR yang diterbitkan tanggal 1 Maret 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 1 Maret 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210022 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.222030265 dan nama
dagang yaitu B 102 - P yang diterbitkan tanggal 7 Maret 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 7 Maret 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900350037 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.122100853 dan nama
dagang yaitu B201 yang diterbitkan tanggal 20 Oktober 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 20 Oktober 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900350039 dengan nomor pendaftaran pakan PD.3.222100873 dan nama
dagang yaitu B 214 yang diterbitkan tanggal 20 Oktober 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 20 Oktober 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900350038 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.122100872 dan nama
dagang yaitu BR-1 yang diterbitkan tanggal 20 Oktober 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 20 Oktober 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900390040 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.222110936 dan nama
dagang yaitu B 202 yang diterbitkan tanggal 21 November 2022 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 21 November 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900390042 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.322120997 dan nama
dagang yaitu T 204 yang diterbitkan tanggal 2 Desember 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 2 Desember 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900550047 dengan nomor pendaftaran pakan PD.16.123020110 dan nama
dagang yaitu PREMIUM yang diterbitkan tanggal 7 Februari 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 7 Februari 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900230049 dengan nomor pendaftaran pakan PD.16.123030148 dan nama
dagang yaitu SBB 1 yang diterbitkan tanggal 10 Maret 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 10 Maret 2028.
13
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 40
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340052 dengan nomor pendaftaran pakan PD.6.323030172 dan
PD.2.323030167 masing-masing nama dagang yaitu EGP 703 dan K 102 yang diterbitkan tanggal
21 Maret 2023 dan ditandatangani oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman
Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai dengan 21 Maret 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340051 dengan nomor pendaftaran pakan PD.10.123090578 dan nama
dagang yaitu B 300 yang diterbitkan tanggal 14 September 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 14 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340054 dengan nomor pendaftaran pakan PD.10.423090579 dan nama
dagang yaitu B 304 yang diterbitkan tanggal 14 September 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 14 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340055 dengan nomor pendaftaran pakan PD.6.323090577 dan nama
dagang yaitu CF 703 yang diterbitkan tanggal 14 September 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 14 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340057 dengan nomor pendaftaran pakan PD.5.123090581 dan nama
dagang yaitu FB 501 yang diterbitkan tanggal 14 September 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 14 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340058 dengan nomor pendaftaran pakan PD.5.323090580 dan nama
dagang yaitu FB 504 yang diterbitkan tanggal 14 September 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 14 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900210021 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.522030225 dan nama
dagang yaitu K204SR yang diterbitkan tanggal 1 Maret 2022 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 1 Maret 2027.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340052 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.323030167 dan nama
dagang yaitu K 102 yang diterbitkan tanggal 21 Maret 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 21 Maret 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340070 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.423100622 dan nama
dagang yaitu K 202 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340060 dengan nomor pendaftaran pakan PD.4.4-123090576 dan nama
14
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 41
dagang yaitu FK 404 yang diterbitkan tanggal 14 September 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 14 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340061 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.523090575 dan nama
dagang yaitu K 204 PREMIUM yang diterbitkan tanggal 14 September 2023 dan ditandatangani
oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini
berlaku sampai dengan 14 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340062 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.523090574 dan nama
dagang yaitu K 204-36 yang diterbitkan tanggal 14 September 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 14 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340056 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.523090584 dan nama
dagang yaitu CM 204-36 SUPER yang diterbitkan tanggal 22 September 2023 dan ditandatangani
oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini
berlaku sampai dengan 22 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340059 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.523090583 dan nama
dagang yaitu FK 204-36 yang diterbitkan tanggal 22 September 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 22 September 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900230048 dengan nomor pendaftaran pakan PD.5.323100629 dan nama
dagang yaitu B 504 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340064 dengan nomor pendaftaran pakan PD.3.223100628 dan nama
dagang yaitu AA 604 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340065 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.523100627 dan nama
dagang yaitu ASK 204-36 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340066 dengan nomor pendaftaran pakan PD.3.223100626 dan nama
dagang yaitu B 214 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340067 dengan nomor pendaftaran pakan PD.10.523100625 dan nama
dagang yaitu B 315 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
15
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 42
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340068 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.123100624 dan nama
dagang yaitu FB 101 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340069 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.523100623 dan nama
dagang yaitu FMK 204-36 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340070 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.423100622 dan nama
dagang yaitu K 202 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340071 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.523100621 dan nama
dagang yaitu K 204 X-TRA yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340072 dengan nomor pendaftaran pakan PD.15.123100620 dan nama
dagang yaitu KGP 709 yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340073 dengan nomor pendaftaran pakan PD.15.123100619 dan nama
dagang yaitu KGP 709 M yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900340074 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.523100618 dan nama
dagang yaitu MD 204-36 PLUS yang diterbitkan tanggal 23 Oktober 2023 dan ditandatangani
oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini
berlaku sampai dengan 23 Oktober 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900230050 dengan nomor pendaftaran pakan PD.15.1-123110646 dan nama
dagang yaitu KGP 709 yang diterbitkan tanggal 7 November 2023 dan ditandatangani oleh
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku
sampai dengan 7 November 2028.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900230063 dengan nomor pendaftaran pakan PD.2.024020070 dan nama
dagang yaitu AS 100 B yang diterbitkan tanggal 5 Februari 2024 dan ditandatangani oleh Menteri
16
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 43
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 5 Februari 2029.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900230066 dengan nomor pendaftaran pakan PD.10.4-124040252 dan nama
dagang yaitu B 304 R yang diterbitkan tanggal 16 April 2024 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 16 April 2029.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900230055 dengan nomor pendaftaran pakan PD.9.524020073 dan nama
dagang yaitu B 325 yang diterbitkan tanggal 5 Februari 2024 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 5 Februari 2029.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900230054 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.524020144 dan nama
dagang yaitu K 204 P yang diterbitkan tanggal 27 Februari 2024 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 27 Februari 2029.
• Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Pendaftaran Pakan (Dalam Negeri)
No. 812000497152900230056 dengan nomor pendaftaran pakan PD.1.324020092 dan nama
dagang yaitu T 204 S yang diterbitkan tanggal 7 Februari 2024 dan ditandatangani oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran ini berlaku sampai
dengan 7 Februari 2029.
Untuk mendapatkan KBLI baru (KBLI 10802), Perseroan memerlukan perizinan/persetujuan dari
Lembaga Online Single Submission (OSS) / Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik,
dan tidak ada kewajiban perizinan lainnya. Rencana proses pemenuhan perizinan dari Lembaga OSS
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mendapatkan persetujuan RUPS untuk penambahan KBLI baru.
2. Melakukan proses pembuatan Akta Perubahan Notaris dengan memasukkan KBLI baru kedalam
Akta tersebut.
3. Akta Perubahan perlu mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
4. Setelah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, maka Perseroan
akan masuk kedalam sistem OSS dan mengikuti langkah-langkah didalam sistem OSS tersebut,
dengan menyiapkan dokumen pendukung yang valid.
5. Perseroan akan memantau status dari pengajuan KBLI baru tersebut.
2.3 Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan Akta No. 225 tanggal 31 Juli 2023, yang dibuat oleh Christina Dwi Utami, SH., M.Hum.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Barat, menerangkan bahwa sesuai dengan surat dari PT Raya Saham
Registra selaku Biro Administrasi Efek Perseroan, tertanggal 28 Juli 2023 dan pengumuman yang
dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-RI-00055/BEI.PP1/07-2023, serta Daftar
Pemegang Saham per tanggal 27 Juli 2023, Perseroan mengeluarkan saham baru dari portepel
dalam rangka PMHMETD adalah sebanyak 499.999.477 (empat ratus sembilan puluh sembilan juta
sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu empat ratus tujuh puluh tujuh) saham seri C dengan
nilai nominal Rp. 1.000,- (Seribu Rupiah) per saham, dengan rincian modal ditempatkan dan disetor
Perseroan, sebagai berikut :
17
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 44
a. 7.310.000 (tujuh juta tiga ratus sepuluh ribu) saham seri A, masing-masing saham bernilai
nominal sebesar Rp. 3.950,- (Tiga Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Rupiah) atau dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp. 28.874.500.000,- (Dua Puluh Delapan Miliar Delapan Ratus
Tujuh Puluh Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah);
b. 65.068.700 (enam puluh lima juta enam puluh delapan ribu tujuh ratus) saham seri B, masing-
masing saham bernilai nominal sebesar Rp. 3.950,- (Tiga Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh
Rupiah) atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 257.021.365.000,- (Dua Ratus Lima
Puluh Tujuh Miliar Dua Puluh Satu Juta Tiga Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah);
c. 1.766.723.356 (satu miliar tujuh ratus enam puluh enam juta tujuh ratus dua puluh tiga ribu tiga
ratus lima puluh enam) saham seri C, masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp. 1.000,-
(Seribu Rupiah) atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 1.766.723.356.000,- (Satu
Triliun Tujuh Ratus Enam Puluh Enam Miliar Tujuh Ratus Dua Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Lima
Puluh Enam Ribu Rupiah).
Saham seri A, B, dan C adalah saham biasa atas nama, yang memiliki hak yang sama.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2025 berdasarkan
pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Raya Saham Registra nomor surat 001/Corp-
CS-K/I/26, sebagai berikut :
Tabel 2-1 Pemegang Saham Perseroan per 31 Desember 2025
Seri Nilai %
Nama Jumlah Saham Jumlah
No. Saham Nominal/ Kepemilikan
Pemegang Saham (Unit) (Rp.000)
Saham (Rp.) Saham
1 PT Great Giant Pineapple Seri C 1.669.503.819 1.000 1.669.503.819 90,78%
2 Masyarakat (dibawah 5%) Seri A
7.310.000 3.950 28.874.500 0,40%
Seri B
65.068.700 3.950 257.021.365 3,54%
Seri C
97.219.537 1.000 97.219.537 5,29%
Total 1.839.102.056 2.052.619.221 100,00%
Sumber : Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Raya Saham Registra nomor surat 001/Corp-CS-
K/I/26
2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Sumber Daya Manusia Perseroan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 sesuai dengan Akta
No. 103 tanggal 16 Oktober 2025, yang dibuat dihadapan Christina Dwi Utami SH., M.HUM., M.KN.,
Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, sebagai berikut :
Tabel 2-2 Manajemen Perseroan Per Tanggal 31 Desember 2025
No. Jabatan Dijabat Oleh
Dewan Komisaris
1. Komisaris Utama (merangkap Komisaris Independen) Antonius Joenoes Supit
2. Komisaris Stephanie Verawaty Gondokusumo
3. Komisaris Independen Theo Lekatompessy
Direksi
1. Direktur Utama Eddy Tamboto
2. Direktur Irvan Cahyana
3. Direktur Natanael Yuyun Suryadi
4. Direktur Kent Kurnadi Sarosa
Sumber: Akta No. 103 tanggal 16 Oktober 2025
Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebanyak
1.289 orang (termasuk karyawan entitas anak), dengan jumlah sumber daya manusia pada divisi
18
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 45
konsentrat pakan ternak Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebanyak 407 orang, dengan
rincian sebagai berikut :
Tabel 2-3 Rincian Sumber Daya Manusia Divisi Konsentrat Pakan Ternak
Perseroan Tanggal 31 Desember 2025
Jumlah Karyawan (Orang)
Uraian
Feedmill Balaraja Feedmill Sidoarjo
Manager 17 19
Supervisor – Staff 97 129
Non – Staff 58 87
Total 172 235
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
Struktur organisasi divisi konsentrat pakan ternak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
struktur organisasi pakan ternak secara keseluruhan.
19
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 46
Page 47
2.5 Aktivitas Usaha
Berdasarkan pasal 3 Akta No. 26 tanggal 25 Juni 2024, untuk mencapai maksud dan tujuan
Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha sebagai berikut :
i. Kegiatan usaha utama :
a. Budidaya Ayam Ras Pedaging;
Kelompok ini mencakup usaha peternakan yang melakukan kegiatan budidaya ayam ras
untuk menghasilkan ayam pedaging, dengan Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) 01461;
b. Budidaya Ayam Ras Petelur;
Kelompok ini mencakup usaha peternakan yang menyelenggarakan budidaya ayam ras
untuk menghasilkan telur konsumsi dan lainnya, dengan kode KBLI 01462;
c. Pembibitan Ayam Ras
Kelompok ini mencakup usaha peternakan yang menyelenggarakan pembibitan ayam ras
pedaging dan ayam ras petelur untuk menghasilkan ayam bibit, telur tetas, bibit
niaga (final stock) day old chick (DOC), dari ayam ras pedaging dan ayam ras petelur,
dengan kode KBLI 01468;
d. Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Unggas
Kelompok ini mencakup kegiatan operasional rumah potong unggas dan pengepakan
daging unggas, termasuk kegiatan pengurusan hasil sampingan, seperti pemrosesan sisa
atau kotoran unggas, pementangan kulit, penyortiran bulu dan pembersihan lemak.
Pemotongan yang dilakukan oleh pedagang dimasukkan dalam golongan 462, 472,
dan 478, dengan kode KBLI 10120;
e. Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging
unggas dengan cara pengalengan, pengasapan, penggaraman, pembekuan, pemanisan,
pengiradiasian (dengan iradiator) dan sebagainya. Kegiatannya mencakup produksi daging
beku dalam bentuk carcase, produksi daging beku yang telah dipotong, produksi daging
beku dalam porsi tersendiri, produksi daging yang dikeringkan, daging yang diasinkan atau
daging yang diasapkan, produksi produk-produk daging, seperti sosis, salami, puding,
“andovillettes”, saveloy, bologna, patc, rillet, dan daging ham. Termasuk kegiatan
pengolahan daging paus di darat atau di kapal khusus, dengan kode KBLI 10130;
f. Industri Ransum Makanan Hewan
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan berbagai macam ransum pakan ternak, unggas,
ikan dan hewan lainnya, dengan kode KBLI 10801;
ii. Kegiatan usaha penunjang :
a. Perdagangan Besar Obat Farmasi Untuk Hewan
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar obat farmasi untuk hewan yang
meliputi kegiatan pemasukan, pengeluaran dan distribusi, dengan kode KBLI 46444;
b. Perdagangan Besar Bahan Farmasi Untuk Manusia dan Hewan
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar bahan baku farmasi baik untuk manusia
maupun hewan, dengan kode KBLI 46447.
21
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 48
Aktivitas usaha Perseroan saat ini adalah pengolahan pakan ternak, pembibitan dan peternakan
ayam serta ayam potong.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan berkomitmen mengelola limbah sesuai standar
ISO 14001:2015 dan peraturan lingkungan lainnya. Mengingat krusialnya ketersediaan air yang
cukup banyak untuk mencukupi kebutuhan diberbagai aktivitas bisnis yang dimiliki, Perseroan
membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengelolaan Limbah Cair (IPLC).
Untuk menjaga lingkungan dari pencemaran air limbah, Perseroan senantiasa memastikan air
limbah yang dibuang telah memiliki kualitas yang memenuhi baku mutu air limbah yang berlaku
sebelum dapat disalurkan ke saluran drainase kota.
Saat ini Perseroan berencana akan melakukan penambahan KBLI baru yaitu KBLI 10802, yang terkait
dengan produksi konsentrat pakan ternak. KBLI baru ini merupakan KBLI pendukung dari KBLI yang
sudah ada sebelumnya. KBLI 10802 mencakup usaha pembuatan konsentrat pakan ternak, unggas
dan hewan lainnya. Pengolahan konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya yang tidak
dapat dipisahkan dari usaha peternakan dimasukkan dalam golongan 014 (peternakan).
2.6 Informasi Perpajakan
Berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia, setiap Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak
dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu lima tahun sejak saat
terutangnya pajak.
Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan dari rugi pajak dan koreksi temporer lainnya, karena
manajemen berkeyakinan bahwa laba kena pajak akan tersedia dalam masa depan sehingga aset
pajak tangguhan dapat dikompensasikan.
Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan Perseroan
tahun 2021 – 2025 dihitung sebesar 22% dari laba sebelum pajak.
Pada tahun 2021, Perseroan memperoleh laba sebelum pajak penghasilan sebesar
Rp. 29.145.000.000,-, kemudian terdapat penyesuaian pajak sebesar minus Rp. 63.650.000.000,-,
yang terdiri dari beban yang tidak dapat dikurangkan Rp. 4.736.000.000,-, penghasilan kena pajak
final minus Rp. 71.233.000.000,-, dan koreksi temporer Rp. 2.847.000.000,-. Penyesuaian ini
menyebabkan Perseroan mengalami rugi sebesar Rp. 34.505.000.000,-, sehingga Perseroan tidak
dikenakan beban pajak penghasilan kini. Selain itu, Perseroan telah memiliki pajak penghasilan
dibayar dimuka sebesar Rp. 15.619.000.000,-, sehingga terdapat lebih bayar atas pajak penghasilan
badan tahun 2021 sebesar Rp. 15.619.000.000,-.
Pada tahun 2022, Perseroan mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar
Rp. 218.730.000.000,-, kemudian terdapat penyesuaian pajak sebesar Rp. 97.737.000.000,-, yang
terdiri dari beban yang tidak dapat dikurangkan Rp. 6.360.000.000,-, penghasilan kena pajak final
minus Rp. 7.399.000.000,-, dan koreksi temporer Rp. 98.775.000.000,-. Penyesuaian ini
menyebabkan Perseroan mengalami rugi sebesar Rp. 120.993.000.000,-, sehingga Perseroan tidak
dikenakan beban pajak penghasilan kini. Selain itu, Perseroan telah memiliki pajak penghasilan
dibayar dimuka sebesar Rp. 42.159.000.000,-, sehingga terdapat lebih bayar atas pajak penghasilan
badan tahun 2022 sebesar Rp. 42.159.000.000,-.
Pada tahun 2023, Perseroan mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar
Rp. 42.905.000.000,-, kemudian terdapat penyesuaian pajak sebesar Rp. 81.129.000.000,-, yang
terdiri dari beban yang tidak dapat dikurangkan Rp. 10.200.000.000,-, penghasilan kena pajak final
minus Rp. 4.021.000.000,-, dan koreksi temporer Rp. 74.950.000.000,-. Penyesuaian ini
menyebabkan penghasilan kena pajak menjadi Rp. 38.223.000.000,-, sehingga Perseroan dikenakan
beban pajak penghasilan kini pada tahun 2023 sebesar Rp. 8.409.000.000,-. Perseroan telah memiliki
22
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 49
pajak penghasilan dibayar dimuka tahun 2023 sebesar Rp. 24.051.000.000,-, sehingga terdapat lebih
bayar atas pajak penghasilan badan tahun 2023 sebesar Rp. 15.642.000.000,-.
Pada tahun 2024, Perseroan mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar
Rp. 15.313.000.000,-, kemudian terdapat penyesuaian pajak sebesar minus Rp. 5.800.000.000,-,
yang terdiri dari beban yang tidak dapat dikurangkan Rp. 46.599.000.000,-, penghasilan kena pajak
final minus Rp. 4.423.000.000,-, dan koreksi temporer minus Rp. 47.975.000.000,-. Penyesuaian ini
menyebabkan penghasilan kena pajak menjadi Rp. 9.513.000.000,-. Perseroan tidak dikenakan
beban pajak penghasilan kini pada tahun 2024. Perseroan telah memiliki pajak penghasilan dibayar
dimuka tahun 2024 sebesar Rp. 21.938.000.000,-, sehingga terdapat lebih bayar atas pajak
penghasilan badan tahun 2024 sebesar Rp. 21.938.000.000,-.
Pada tahun 2025, Perseroan memperoleh laba sebelum pajak penghasilan sebesar
Rp. 131.360.000.000,-, kemudian terdapat penyesuaian pajak sebesar Rp. 27.629.000.000,-, yang
terdiri dari beban yang tidak dapat dikurangkan Rp. 54.572.000.000,-, penghasilan kena pajak final
minus Rp. 2.769.000.000,-, dan koreksi temporer minus Rp. 24.174.000.000,-. Pada tahun 2025 juga
terdapat kompensasi rugi fiskal sebesar Rp. 90.756.000.000,-. Penyesuaian dan kompensasi rugi
fiskal ini menyebabkan penghasilan kena pajak menjadi Rp. 68.233.000.000,-. sehingga Perseroan
dikenakan beban pajak penghasilan kini pada tahun 2025 sebesar Rp. 15.012.000.000,-. Perseroan
telah memiliki pajak penghasilan dibayar dimuka tahun 2025 sebesar Rp. 21.467.000.000,-, sehingga
terdapat lebih bayar atas pajak penghasilan badan tahun 2025 sebesar Rp. 6.454.000.000,-.
Berikut adalah beban pajak penghasilan historikal Perseroan berdasarkan laporan keuangan
Perseroan (Parent Only) tahun 2021 – 2025 :
Tabel 2-4 Informasi Perpajakan
(Rp.000.000)
Januari – Januari – Januari – Januari – Januari –
Uraian Desember Desember Desember Desember Desember
2021 2022 2023 2024 2025
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 29.145 (218.730) (42.905) 15.313 131.360
Penyesuaian Pajak:
Beban Yang Tidak Dapat Dikurangkan 4.736 6.360 10.200 46.599 54.572
Penghasilan Kena Pajak Final (71.233) (7.399) (4.021) (4.423) (2.769)
Koreksi Temporer 2.847 98.775 74.950 (47.975) (24.174)
Penghasilan Kena Pajak Sebelum Kompensasi (34.505) (120.993) 38.223 9.513 158.989
Rugi Fiskal
Kompensasi Rugi Fiskal - - - - (90.756)
Laba/(Rugi) Kena Pajak Perusahaan (34.505) (120.993) 38.223 9.513 68.233
Beban Pajak Penghasilan Kini - - 8.409 - 15.012
Dikurangi: Pajak Penghasilan Dibayar Dimuka (15.619) (42.159) (24.051) (21.938) (21.467)
Utang Pajak/(Lebih Bayar) Pajak Penghasilan (15.619) (42.159) (15.642) (21.938) (6.454)
Badan
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (Parent Only) per 31 Desember 2021 - 31 Desember 2025
2.7 Kinerja Keuangan Historis
Analisis terhadap kinerja keuangan Perseroan dilakukan berdasarkan kepada laporan keuangan
Perseroan (Parent Only) untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025.
Berikut ringkasan laporan keuangan Perseroan beserta analisis vertikal dan horizontal terhadap
laporan keuangan tersebut :
2.7.1 Historikal Laba Rugi Periode 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
Berikut historikal laba rugi periode 1 Januari 2021 sampai 31 Desember 2025 :
23
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 50
Tabel 2-5 Historikal Laba Rugi dan Analisis Vertikal dan Horizontal
(Rp.000.000)
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
Audited Audited Audited Audited Audited
PENJUALAN BERSIH
Pakan Ternak 3.685.585 73,76% 3.956.062 71,91% 3.727.936 67,31% 2.611.090 54,22% 2.598.187 53,20%
Peternakan Ayam 770.169 15,41% 853.550 15,51% 669.578 12,09% 1.069.527 22,21% 1.041.721 21,33%
Ayam Potong 541.042 10,83% 692.069 12,58% 690.739 12,47% 690.928 14,35% 803.569 16,45%
DOC - 0,00% - 0,00% 449.950 8,12% 444.123 9,22% 440.446 9,02%
TOTAL PENJUALAN BERSIH 4.996.796 100,00% 5.501.682 100,00% 5.538.202 100,00% 4.815.669 100,00% 4.883.923 100,00%
% pertumbuhan/tahun 10,10% 0,66% -13,05% 1,42%
-
BEBAN POKOK PENJUALAN
Bahan Baku Yang Digunakan (4.404.953) -88,16% (4.892.931) -88,94% (4.830.472) -87,22% (4.192.948) -87,07% (4.106.367) -84,08%
Gaji dan Tunjangan (130.856) -2,62% (133.396) -2,42% (117.308) -2,12% (113.171) -2,35% (129.456) -2,65%
Beban Pabrik (67.134) -1,34% (73.639) -1,34% (62.556) -1,13% (54.688) -1,14% (63.089) -1,29%
Penyusutan Aset Tetap (61.517) -1,23% (61.758) -1,12% (55.840) -1,01% (49.542) -1,03% (50.336) -1,03%
Beban Pengiriman (27.267) -0,55% (29.719) -0,54% (27.685) -0,50% (24.242) -0,50% (30.528) -0,63%
Perbaikan dan Pemeliharaan (25.407) -0,51% (34.540) -0,63% (25.144) -0,45% (22.400) -0,47% (23.940) -0,49%
Beban Asuransi (10.097) -0,20% (10.603) -0,19% (10.054) -0,18% (10.357) -0,22% (10.355) -0,21%
Beban Sewa (14.419) -0,29% (14.136) -0,26% (6.780) -0,12% (5.462) -0,11% (6.113) -0,13%
Beban Manfaat Karyawan (5.451) -0,11% (6.118) -0,11% (4.885) -0,09% (5.166) -0,11% (3.790) -0,08%
Penyusutan Aset Hak-Guna (4.617) -0,09% (5.590) -0,10% (4.684) -0,08% (4.802) -0,10% (5.503) -0,11%
Perizinan dan Lisensi (3.030) -0,06% (3.026) -0,05% (2.318) -0,04% (3.263) -0,07% (3.380) -0,07%
Transportasi dan Akomodasi (2.095) -0,04% (2.323) -0,04% (1.904) -0,03% (2.071) -0,04% (2.366) -0,05%
Lain-Lain (18.480) -0,37% (21.123) -0,38% (14.010) -0,25% (13.809) -0,29% (14.826) -0,30%
Aset Biologis (Ayam Pembibit Induk)
Awal Tahun (138.871) -2,78% (136.078) -2,47% (109.602) -1,98% (86.802) -1,80% (120.404) -2,47%
Akhir Tahun 136.078 2,72% 109.602 1,99% 86.802 1,57% 120.404 2,50% 149.538 3,06%
Perubahan Nilai Wajar Aset Biologis (Ayam Pembibit Induk) 127.242 2,55% 182.175 3,31% 132.298 2,39% 101.859 2,12% 115.556 2,37%
Barang Dalam Proses
Awal Tahun (5.286) -0,11% (8.527) -0,15% (8.851) -0,16% (9.054) -0,19% (11.682) -0,24%
Akhir Tahun 8.527 0,17% 8.851 0,16% 9.054 0,16% 11.682 0,24% 17.935 0,37%
Aset Biologis (Telur Tetas Dan Ayam Broiler)
Awal Tahun (45.767) -0,92% (46.699) -0,85% (26.937) -0,49% (23.506) -0,49% (42.304) -0,87%
Akhir Tahun 46.699 0,93% 26.937 0,49% 23.506 0,42% 42.304 0,88% 50.881 1,04%
Perubahan Nilai Wajar Aset Biologis (Telur Tetas dan Ayam Broiler) (100.216) -2,01% (2.969) -0,05% (33.763) -0,61% (100.785) -2,09% (164.665) -3,37%
Beban Pokok Penjualan Ayam Afkir Biologis - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Persediaan Barang Jadi
Awal Tahun (50.024) -1,00% (64.322) -1,17% (68.756) -1,24% (62.978) -1,31% (64.477) -1,32%
Akhir Tahun 64.322 1,29% 68.756 1,25% 62.978 1,14% 64.477 1,34% 55.881 1,14%
TOTAL BEBAN POKOK PENJUALAN (4.732.618) -94,71% (5.151.177) -93,63% (5.096.909) -92,03% (4.444.321) -92,29% (4.463.789) -91,40%
% pertumbuhan/tahun 8,84% -1,05% -12,80% 0,44%
lama (3.255.634) (3.462.696)
LABA BRUTO 264.178 5,29% 350.505 6,37% 441.293 7,97% 371.347 7,71% 420.134 8,60%
% pertumbuhan/tahun 32,68% 25,90% -15,85% 13,14%
BEBAN PENJUALAN
Perjalanan Dinas, Pengangkutan dan Pengiriman (42.287) -0,85% (50.384) -0,92% (57.435) -1,04% (55.641) -1,16% (57.179) -1,17%
Penyisihan/(Pemulihan) Terhadap 13.371 0,27% (53.411) -0,97% (47.947) -0,87% (23.464) -0,49% (32.599) -0,67%
Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Lain-Lain
Gaji dan Tunjangan (18.423) -0,37% (20.840) -0,38% (24.137) -0,44% (22.039) -0,46% (24.670) -0,51%
Sewa dan Asuransi (4.506) -0,09% (4.621) -0,08% (6.310) -0,11% (5.897) -0,12% (7.689) -0,16%
Beban Kantor (4.592) -0,09% (5.216) -0,09% (5.061) -0,09% (4.914) -0,10% (4.852) -0,10%
Perbaikan dan Pemeliharaan (3.379) -0,07% (4.836) -0,09% (4.453) -0,08% (4.475) -0,09% (4.723) -0,10%
Penyusutan Aset Tetap (3.273) -0,07% (2.986) -0,05% (2.210) -0,04% (1.181) -0,02% (1.092) -0,02%
Iklan dan Promosi 4.516 0,09% (1.734) -0,03% (1.718) -0,03% (4.166) -0,09% (7.511) -0,15%
Beban Manfaat Karyawan (705) -0,01% (976) -0,02% (1.564) -0,03% (1.176) -0,02% (408) -0,01%
Penyusutan Aset Hak-Guna (1.602) -0,03% (1.019) -0,02% (533) -0,01% (606) -0,01% (904) -0,02%
Lain-Lain (1.936) -0,04% (2.139) -0,04% (3.162) -0,06% (4.544) -0,09% (3.489) -0,07%
Sumbangan dan Perjamuan - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Jumlah Beban Penjualan (62.816) -1,26% (148.162) -2,69% (154.531) -2,79% (128.103) -2,66% (145.117) -2,97%
% pertumbuhan/tahun 135,86% 4,30% -17,10% 13,28%
24
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 51
Lanjutan Tabel 2-5...
(Rp.000.000)
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
Audited Audited Audited Audited Audited
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Gaji dan Tunjangan (107.591) -2,15% (115.792) -2,10% (99.068) -1,79% (93.226) -1,94% (92.106) -1,89%
Beban Kantor (12.292) -0,25% (6.823) -0,12% (14.661) -0,26% (12.323) -0,26% (11.647) -0,24%
Sewa dan Asuransi (6.102) -0,12% (10.258) -0,19% (11.368) -0,21% (7.731) -0,16% (8.531) -0,17%
Penyusutan Aset Tetap (8.966) -0,18% (10.296) -0,19% (11.386) -0,21% (9.777) -0,20% (8.122) -0,17%
Beban Manfaat Karyawan (6.643) -0,13% (7.509) -0,14% (5.222) -0,09% (6.360) -0,13% (4.263) -0,09%
Perbaikan dan Pemeliharaan (4.407) -0,09% (6.823) -0,12% (6.283) -0,11% (7.054) -0,15% (6.817) -0,14%
Jasa Profesional (2.433) -0,05% (6.314) -0,11% (6.790) -0,12% (8.198) -0,17% (11.823) -0,24%
Beban Pajak (5) 0,00% (2.258) -0,04% (1.876) -0,03% (1.093) -0,02% (2.086) -0,04%
Perizinan dan Lisensi (4.094) -0,08% (3.743) -0,07% (5.690) -0,10% (4.992) -0,10% (5.508) -0,11%
Beban Administrasi Bank (2.673) -0,05% (24) 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Beban Amortisasi Aset Takberwujud - 0,00% (584) -0,01% (2.610) -0,05% (1.634) -0,03% (1.634) -0,03%
Penyusutan Aset Hak-Guna (1.756) -0,04% (1.837) -0,03% (4.804) -0,09% (9.172) -0,19% (2.544) -0,05%
Transportasi dan Akomodasi (1.718) -0,03% (1.924) -0,03% (2.708) -0,05% (2.835) -0,06% (3.653) -0,07%
Lain-Lain (2.244) -0,04% (8.372) -0,15% (3.272) -0,06% (1.904) -0,04% (3.551) -0,07%
Biaya Rapat - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Sumbangan dan Perjamuan - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Jumlah Beban Umum dan Administrasi (160.926) -3,22% (182.557) -3,32% (175.738) -3,17% (166.298) -3,45% (162.283) -3,32%
% pertumbuhan/tahun 13,44% -3,74% -5,37% -2,41%
Perubahan Atas Nilai Wajar Aset Biologis (27.026) -0,54% (179.206) -3,26% (98.536) -1,78% (1.074) -0,02% 49.109 1,01%
Penghasilan Keuangan 4.760 0,10% 2.349 0,04% 1.750 0,03% 835 0,02% 1.151 0,02%
Beban Keuangan (58.568) -1,17% (65.929) -1,20% (63.803) -1,15% (62.445) -1,30% (53.659) -1,10%
Keuntungan Lain-Lain - Bersih 69.543 1,39% 4.270 0,08% 6.658 0,12% 1.051 0,02% 22.030 0,45%
LABA/(RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 29.145 0,58% (218.730) -3,98% (42.905) -0,77% 15.313 0,32% 131.365 2,69%
% pertumbuhan/tahun -850,50% 80,38% 135,69% 757,86%
MANFAAT/(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini - 0,00% - 0,00% (8.409) -0,15% - 0,00% (15.012) -0,31%
Pajak Tangguhan 4.780 0,10% (10.471) -0,19% 33.666 0,61% (13.920) -0,29% (26.963) -0,55%
Penyesuaian Pajak Lalu - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% 13.076 0,27%
LABA/(RUGI) TAHUN BERJALAN 33.924 0,68% (229.201) -4,17% (17.648) -0,32% 1.393 0,03% 102.465 2,10%
% pertumbuhan/tahun -775,62% 92,30% 107,89% 7256,12%
Penjualan bersih Perseroan terdiri dari pakan ternak, ayam potong, pembibitan dan peternakan
ayam, dengan jumlah porsi penjualan tertinggi berasal dari penjualan pakan ternak, yaitu sebesar
64,08% dari total penjualan bersih 5 tahun terakhir. Selama periode 1 Januari 2021 –
31 Desember 2025, penjualan bersih Perseroan secara rata-rata mengalami sedikit penurunan
yaitu 0,22% per tahun. Penurunan penjualan bersih terbesar terjadi pada tahun 2024, yang
menurun sebesar 13,05% dari tahun 2023, atau berjumlah Rp. 4.815.669.000.000,-. Pada
tahun 2025, penjualan bersih Perseroan meningkat sebesar 1,42%, atau berjumlah
Rp. 4.883.923.000.000,-.
Beban pokok penjualan selama 5 tahun terakhir memiliki bobot rata-rata sebesar 92,81% dari total
penjualan bersih, atau rata-rata menurun sebesar 1,14% per tahun. Bobot beban pokok penjualan
tertinggi terjadi pada tahun 2021, yaitu mencapai 94,71% dari total penjualan bersih, atau
berjumlah sebesar Rp. 4.732.618.000.000,-, yang disebabkan oleh naiknya beban bahan baku yang
digunakan. Pada tahun 2025, beban pokok penjualan berjumlah Rp. 4.463.789.000.000,-, atau
mencapai 91,40% dari total penjualan bersih tahun 2025.
Dengan pergerakan penjualan bersih dan beban pokok penjualan tersebut, Perseroan mencatatkan
laba kotor rata-rata selama 5 tahun terakhir sebesar 7,19% dari total penjualan bersih, atau
meningkat sebesar 13,97% per tahun. Bobot laba kotor terbesar terjadi pada tahun 2025 yaitu
mencapai 8,60% dari total penjualan bersih atau berjumlah sebesar Rp. 420.134.000.000,-.
Beban penjualan secara rata-rata dalam 5 tahun terakhir mencapai 2,47% dari total penjualan
bersih. Beban penjualan terbesar adalah beban perjalanan dinas, pengangkutan dan pengiriman
25
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 52
dengan bobot rata-rata 1,03% dari total penjualan bersih. Pada tahun 2025 total beban penjualan
adalah sebesar Rp. 145.117.000.000,-, atau mencapai 2,97% dari total penjualan bersih.
Beban umum dan administrasi selama 5 tahun terakhir secara rata-rata mencapai 3,30% dari total
penjualan bersih. Beban umum dan administrasi terbesar adalah beban gaji dan tunjangan dengan
bobot rata-rata mencapai 1,97% dari total penjualan bersih. Total beban umum dan administrasi
pada tahun 2025 sebesar Rp. 162.283.000.000,-, atau mencapai 3,32% dari total penjualan bersih.
EBITDA dalam 5 tahun terakhir mencapai rata-rata sebesar 2,95% dari total penjualan
bersih, dengan EBITDA masing-masing sebesar 2,44% (tahun 2021), 1,89% (tahun 2022),
3,49% (tahun 2023), 3,19% (tahun 2024), dan 3,74% (tahun 2025).
Pada tahun 2021 - 2025 terdapat perubahan atas nilai wajar aset biologis, penghasilan keuangan,
beban keuangan, dan keuntungan lain-lain bersih dengan jumlah rata-rata minus 1,65% dari rata-
rata total penjualan bersih 5 tahun terakhir. Pada tahun 2025 perubahan atas nilai wajar aset
biologis, penghasilan keuangan, beban keuangan, dan keuntungan lain-lain bersih masing-masing
berjumlah Rp. 49.109.000.000,- (1,01% dari total penjualan bersih), Rp. 1.151.000.000,- (0,02% dari
total penjualan bersih), minus Rp. 53.659.000.000,- (1,10% dari total penjualan bersih), dan
Rp. 22.030.000.000,- (0,45% dari total penjualan bersih), atau keseluruhannya berjumlah
Rp. 18.631.000.000,-, atau 0,38% dari penjualan bersih.
Laba/(rugi) tahun berjalan Perseroan selama 5 tahun terakhir memiliki bobot rata-rata sebesar
minus 0,34% dari total penjualan bersih, atau mengalami peningkatan rata-rata sebesar 1670,17%
per tahun. Perseroan memperoleh laba bersih pada tahun 2021 sebesar Rp. 33.924.000.000,-, atau
0,68% dari total penjualan bersih tahun 2021. Pada tahun 2022, Perseroan mengalami rugi bersih
sebesar Rp. 229.201.000.000,-, atau minus 4,17% dari total penjualan bersih tahun 2022. Rugi
bersih pada tahun 2022 ini merupakan penurunan saldo laba/(rugi) terbesar dalam 5 tahun
terakhir, terutama disebabkan karena cukup tingginya beban pokok penjualan pada tahun 2022,
dan meningkatnya jumlah perubahan atas nilai wajar aset biologis. Pada tahun 2023, Perseroan
mengalami rugi bersih sebesar Rp. 17.648.000.000,-, atau minus 0,32% dari total penjualan bersih
tahun 2023. Pada tahun 2024, Perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp. 1.393.000.000,-, atau
0,03% dari total penjualan bersih tahun 2024. Pada tahun 2025, Perseroan memperoleh laba bersih
sebesar Rp. 102.465.000.000,- atau 2,10% dari total penjualan bersih tahun 2025.
2.7.2 Historikal Posisi Keuangan Periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
Berikut historikal posisi keuangan periode 31 Desember 2021 sampai 31 Desember 2025 :
Tabel 2-6 Historikal Posisi Keuangan dan Analisis Vertikal dan Horizontal
(Rp.000.000)
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 114.992 3,74% 260.631 7,92% 128.791 3,71% 259.680 7,88% 33.083 1,07%
Kas yang dibatasi penggunaannya - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% 5.700 0,19%
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 491.796 16,01% 552.086 16,78% 476.077 13,71% 386.021 11,71% 376.428 12,23%
Pihak Berelasi 64.462 2,10% 64.912 1,97% 64.764 1,87% 62.700 1,90% 91.532 2,97%
Persediaan 701.343 22,83% 771.557 23,45% 705.331 20,32% 521.175 15,81% 562.110 18,26%
Aset Biologis 182.777 5,95% 136.539 4,15% 110.308 3,18% 162.708 4,94% 200.419 6,51%
Piutang Lain-Lain 99.757 3,25% 17.252 0,52% 16.681 0,48% 14.098 0,43% 15.283 0,50%
Aset Dimiliki Untuk Dijual 9.542 0,31% 9.132 0,28% 59.652 1,72% 66.318 2,01% 69.086 2,24%
Aset Lancar Lain-Lain 18.280 0,60% 19.625 0,60% 15.291 0,44% 6.706 0,20% 12.210 0,40%
Jumlah Aset Lancar 1.682.949 54,79% 1.831.735 55,66% 1.576.897 45,42% 1.479.406 44,87% 1.365.850 44,38%
% pertumbuhan/tahun 8,84% -13,91% -6,18% -7,68%
26
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 53
Lanjutan Tabel 2-6...
(Rp.000.000)
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal Vertikal
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan Saham Pada Entitas Anak 475.032 15,47% 475.032 14,43% 921.875 26,55% 921.875 27,96% 921.875 29,95%
Piutang Usaha Tidak Lancar - Pihak Ketiga 103.101 3,36% 90.603 2,75% 109.678 3,16% 108.000 3,28% 63.484 2,06%
Piutang Pihak Berelasi Non Usaha 15.639 0,51% 36.317 1,10% 170 0,00% 459 0,01% 464 0,02%
Aset Pajak Tangguhan 66.381 2,16% 54.815 1,67% 85.578 2,46% 69.721 2,11% 41.699 1,35%
Aset Tetap
Harga Perolehan 1.690.776 55,05% 1.803.266 54,80% 1.787.352 51,48% 1.806.323 54,79% 1.829.165 59,43%
Akumulasi Penyusutan (1.026.977) -33,43% (1.102.214) -33,49% (1.128.901) -32,52% (1.177.685) -35,72% (1.220.761) -39,66%
Nilai Buku Aset Tetap 663.799 21,61% 701.052 21,30% 658.451 18,97% 628.637 19,07% 608.404 19,77%
Aset Hak-Guna 27.314 0,89% 27.338 0,83% 24.108 0,69% 15.592 0,47% 16.399 0,53%
Taksiran Tagihan Restitusi Pajak 20.190 0,66% 62.348 1,89% 87.277 2,51% 67.056 2,03% 53.304 1,73%
Aset Takberwujud
Harga Perolehan 6.245 0,20% 8.168 0,25% 8.168 0,24% 8.168 0,25% 8.272 0,27%
Akumulasi Penyusutan - 0,00% (584) -0,02% (3.194) -0,09% (4.828) -0,15% (6.461) -0,21%
Nilai Buku Aset Takberwujud 6.245 0,20% 7.584 0,23% 4.974 0,14% 3.341 0,10% 1.810 0,06%
Uang Jaminan Yang Dapat Diterima Kembali 997 0,03% 1.000 0,03% 1.000 0,03% 1.000 0,03% 2.480 0,08%
Aset Tidak Lancar Lain-Lain 9.975 0,32% 3.093 0,09% 1.764 0,05% 1.764 0,05% 1.934 0,06%
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.388.672 45,21% 1.459.182 44,34% 1.894.876 54,58% 1.817.444 55,13% 1.711.854 55,62%
% pertumbuhan/tahun 5,08% 29,86% -4,09% -5,81%
JUMLAH ASET 3.071.622 100,00% 3.290.917 100,00% 3.471.773 100,00% 3.296.850 100,00% 3.077.704 99,81%
% pertumbuhan/tahun 7,14% 5,50% -5,04% -6,65%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 750.064 24,42% 1.031.383 31,34% 839.582 24,18% 868.858 26,35% 129.148 4,20%
Utang Murabahah - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% 0,00%
Utang Supplier Financing 46.500 1,51% 94.025 2,86% 88.054 2,54% 16.781 0,51% 48.426 1,57%
Utang Usaha
Pihak Ketiga 660.240 21,49% 783.194 23,80% 707.896 20,39% 601.028 18,23% 702.539 22,83%
Pihak Berelasi - 0,00% 1.233 0,04% 1.063 0,03% 243 0,01% 1.295 0,04%
Beban Akrual 65.568 2,13% 75.519 2,29% 71.796 2,07% 63.727 1,93% 70.917 2,30%
Utang Pajak
Pajak Penghasilan Badan 1.463 0,05% 1.463 0,04% 1.463 0,04% 1.463 0,04% - 0,00%
Pajak Lainnya 10.880 0,35% 4.067 0,12% 4.477 0,13% 2.903 0,09% 1.790 0,06%
Utang Dividen 291 0,01% 291 0,01% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Liabilitas Lancar Lainnya 4.146 0,13% 2.886 0,09% 4.298 0,12% 4.282 0,13% 2.285 0,07%
Liabilitas Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo
Dalam Waktu Satu Tahun :
Utang Bank - 0,00% - 0,00% 9.400 0,27% 12.787 0,39% 33.653 1,09%
Liabilitas Imbalan Kerja - 0,00% 9.311 0,28% 20.878 0,60% 7.241 0,22% 7.694 0,25%
Liabilitas Sewa 10.383 0,34% 6.638 0,20% 7.283 0,21% 8.959 0,27% 3.877 0,13%
Utang Sewa Pembiayaan - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.549.535 50,45% 2.010.008 61,08% 1.756.191 50,58% 1.588.272 48,18% 1.001.624 32,54%
% pertumbuhan/tahun 29,72% -12,63% -9,56% -36,94%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi - Non Usaha 104 0,00% 198 0,01% 198 0,01% 198 0,01% 198 0,01%
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun :
Utang Bank - 0,00% - 0,00% 41.953 1,21% 29.169 0,88% 295.606 9,60%
Liabilitas Imbalan Kerja 112.679 3,67% 96.140 2,92% 68.797 1,98% 70.305 2,13% 66.249 2,15%
Liabilitas Sewa 10.811 0,35% 11.398 0,35% 11.737 0,34% 7.751 0,24% 6.651 0,22%
Utang Sewa Pembiayaan - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00% - 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 123.595 4,02% 107.737 3,27% 122.685 3,53% 107.423 3,26% 368.705 11,98%
% pertumbuhan/tahun -12,83% 13,87% -12,44% 243,23%
JUMLAH LIABILITAS 1.673.129 54,47% 2.117.745 64,35% 1.878.876 54,12% 1.695.695 51,43% 1.370.329 44,52%
% pertumbuhan/tahun 26,57% -11,28% -9,75% -19,19%
EKUITAS
Modal Saham 1.552.620 50,55% 1.552.620 47,18% 2.052.619 59,12% 2.052.619 62,26% 2.052.619 66,69%
Tambahan Modal Disetor - Bersih 1 0,00% 1 0,00% (3.767) -0,11% (3.767) -0,11% (3.767) -0,12%
Pendapatan Komprehensif Lainnya 12.697 0,41% 16.578 0,50% 26.870 0,77% 33.735 1,02% 37.490 1,22%
Saldo Laba/(Akumulasi Kerugian)
Dicadangkan 9.555 0,31% 9.555 0,29% 9.857 0,28% 9.857 0,30% 10.522 0,34%
Belum Dicadangkan (176.381) -5,74% (405.582) -12,32% (492.683) -14,19% (491.290) -14,90% (389.490) -12,66%
JUMLAH EKUITAS 1.398.492 45,53% 1.173.171 35,65% 1.592.897 45,88% 1.601.155 48,57% 1.707.375 55,48%
% pertumbuhan/tahun -16,11% 35,78% 0,52% 6,63%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.071.622 100,00% 3.290.917 100,00% 3.471.773 100,00% 3.296.850 100,00% 3.077.704 100,00%
% pertumbuhan/tahun 7,14% 5,50% -5,04% -6,65%
27
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 54
Pada sisi aset, terjadi kenaikan total aset secara rata-rata sebesar 0,24% per tahun selama 5 tahun
terakhir. Kenaikan total aset terbesar terjadi pada periode 31 Desember 2022 mencapai 7,14%
dibandingkan tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh naiknya jumlah aset lancar. Hal ini
terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah kas dan setara kas. Jumlah aset Perseroan periode
31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp. 3.077.704.000.000,-.
Aset lancar Perseroan mengalami penurunan rata-rata sebesar 4,73% per tahun, atau memiliki
bobot rata-rata sebesar 49,02% dari total aset. Penurunan aset lancar terbesar terjadi pada periode
31 Desember 2023 yaitu menurun sebesar 13,91% dibandingkan periode sebelumnya, atau
menjadi sebesar Rp. 1.576.897.000.000,-. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya
saldo kas dan setara kas. Pada periode 31 Desember 2025 jumlah aset lancar Perseroan sebesar
Rp. 1.365.850.000.000,-. Komponen terbesar pada aset lancar periode 31 Desember 2025 adalah
persediaan sebesar Rp. 562.110.000.000,-, atau berbobot sebesar 18,26% dari total aset
tahun 2025.
Aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 6,26% per tahun, atau
memiliki bobot rata-rata sebesar 50,98% dari total aset. Komponen terbesar dari aset tidak lancar
selama 5 tahun terakhir yaitu penyertaan saham pada entitas anak dengan bobot sebesar 22,87%
dari total aset. Pada periode 31 Desember 2025 total aset tidak lancar Perseroan adalah sebesar
Rp. 1.771.854.000.000,-, atau mencapai 55,62% dari total aset. Pada tahun 2025 terdapat aset
penyertaan saham pada entitas anak sebesar Rp. 921.875.000.000,-, dengan rincian :
1. Penyertaan 99,99% saham kepada PT Belfoods Indonesia sebesar Rp. 915.575.000.000,-.
2. Penyertaan 99,99% saham kepada PT Transpasifik Niagareksa sebesar Rp. 6.300.000.000,-.
Berdasarkan informasi dari Laporan Tahunan dan Keberlanjutan Perseroan Tahun 2024,
PT Transpasifik Niagareksa menghentikan operasi komersialnya sejak tahun 2010.
Pada sisi liabilitas, terdapat penurunan total liabilitas rata-rata sebesar 3,41% per tahun selama
5 tahun terakhir. Penurunan terbesar terjadi pada periode 31 Desember 2025 mencapai 19,19%
dibandingkan tahun sebelumnya, terutama berasal dari penurunan liabilitas jangka pendek. Total
liabilitas Perseroan pada periode 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp. 1.370.329.000.000,-.
Liabilitas jangka pendek selama periode 5 tahun terakhir memiliki bobot rata-rata sebesar 48,57%
dari total aset, atau secara rata-rata menurun sebesar 7,35% per tahun. Pada periode
31 Desember 2025 liabilitas jangka pendek Perseroan berjumlah sebesar Rp. 1.001.624.000.000,-,
atau mencapai 32,54% dari total aset. Komponen terbesar dari liabilitas jangka pendek pada
periode 31 Desember 2025 adalah utang usaha pihak ketiga, dengan bobot sebesar 22,83% dari
total aset tahun 2025, atau berjumlah Rp. 702.539.000.000,-. Selain itu pada periode
31 Desember 2025, Perseroan juga memiliki utang bank jangka pendek dan utang supplier
financing, dengan jumlah masing-masing Rp. 129.148.000.000,-, dan Rp. 48.426.000.000,-.
Liabilitas jangka panjang Perseroan mengalami peningkatan secara rata-rata sebesar 57,96% per
tahun, atau berbobot rata-rata sebesar 5,21% dari total aset. Komponen terbesar dari liabilitas
jangka panjang selama 5 tahun terakhir adalah utang bank dan liabilitas imbalan kerja setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun, yang mencapai rata-rata sebesar 2,34%
dan 2,57% dari total aset. Total liabilitas jangka panjang periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp. 368.705.000.000,- atau memiliki bobot 11,98% dari total aset tahun 2025. Pada liabilitas jangka
panjang periode 31 Desember 2025 terdapat utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun yang berjumlah Rp. 295.606.000.000,-, atau mencapai
9,60% dari total aset tahun 2025.
Ekuitas Perseroan dalam 5 tahun terakhir tercatat mengalami peningkatan rata-rata sebesar 6,70%
per tahun. Peningkatan ekuitas ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan modal saham
pada tahun 2023 dari Rp. 1.552.620.000.000,- menjadi Rp. 2.052.619.000.000,-, dan adanya saldo
28
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 55
laba ditahan pada tahun 2021, tahun 2024, dan tahun 2025. Saldo ekuitas Perseroan pada
31 Desember 2025 adalah sebesar Rp. 1.707.375.000.000,-.
2.7.3 Historikal Arus Kas Periode 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
Berikut historikal arus kas periode 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2025 :
Tabel 2-7 Historikal Arus Kas
(Rp.000.000)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Deskripsi 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas Dari Pelanggan 4.781.950 5.288.010 5.365.735 4.766.162 4.402.315
Pembayaran Kas Kepada Pemasok (4.440.576) (4.940.808) (5.360.677) (4.155.061) (3.945.672)
Pembayaran Kas Kepada Pihak Ketiga - - - - -
Pembayaran Kas Kepada Karyawan (238.398) (264.410) (243.428) (236.624) (255.749)
Pembayaran Pajak Penghasilan Badan (52.001) (76.784) (68.233) (44.327) (25.356)
Penghasilan Keuangan Yang Diterima 4.760 2.349 1.750 835 1.151
Pembayaran Beban Bunga (59.553) (66.806) (63.042) (65.580) (53.716)
Arus Kas Bersih Yang Diperoleh Dari/(Digunakan Untuk) (3.818) (58.448) (367.895) 265.406 158.687
Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan Uang Muka Dari Penjualan Aset Tetap - - - - -
Perolehan dari Klaim Asuransi 13.893
Penerimaan dari Penjualan Aset Dimiliki Untuk Dijual 2.012
Perolehan Aset Tetap (89.543) (112.055) (75.865) (31.497) (38.888)
Perolehan Aset Takberwujud (4.258) (3.910) - - (103,40)
Penerimaan Dari Penjualan Aset Tetap 26.271 82.463 639 182 2.982
Divestasi Entitas Anak/Asosiasi - - - - -
Arus Kas Bersih Yang Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (67.530) (33.502) (75.225) (31.315) (20.105)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Sewa Pembiayaan - - - - -
Pembayaran Liabilitas Sewa (10.373) (14.594) (6.667) (8.738) (17.599)
Penambahan Kas Yang Dibatasi Penggunaannya - - - - (5.700)
Penerbitan Saham Baru - - 499.999 - -
Biaya Emisi Saham - - (3.767) - -
Pembayaran Utang Bank (5.615.480) (5.896.711) (7.849.253) (8.698.928) (9.437.942)
Penerimaan Utang Bank 5.583.884 6.171.541 7.709.535 8.719.526 8.984.489
Penerimaan Dari Supplier Financing 928.406 881.897 954.077 612.493 373.587
dan Letter Of Credit Arrangements - -
Pembayaran Atas Supplier Financing (919.211) (904.544) (992.643) (727.554) (262.014)
dan Letter Of Credit Arrangements - -
Arus Kas Bersih Yang Diperoleh Dari/(Digunakan Untuk) (32.774) 237.589 311.280 (103.201) (365.180)
Aktivitas Pendanaan
(PENURUNAN)/KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (104.122) 145.639 (131.840) 130.890 (226.597)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 219.114 114.992 260.631 128.791 259.680
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 114.992 260.631 128.791 259.680 33.083
Aktivitas Operasi
Pada tahun 2021 – 2023, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk aktivitas operasi
masing-masing sebesar Rp. 3.818.000.000,-, Rp. 58.448.000.000,-, dan Rp. 367.895.000.000,-.
Selanjutnya pada tahun 2024 dan 2025 terdapat kas yang diperoleh dari aktivitas operasi masing-
masing berjumlah sebesar Rp. 265.406.000.000,- dan Rp. 158.687.000.000,-. Arus kas masuk dari
aktivitas operasi ini sebagian besar berasal dari penerimaan kas dari pelanggan, sedangkan arus kas
keluar sebagian besar merupakan pembayaran kas kepada pemasok.
29
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 56
Aktivitas Investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi selama tahun 2021 – 2025 adalah masing-
masing sebesar Rp. 67.530.000.000,-, Rp. 33.502.000.000,-, Rp. 75.225.000.000,-,
Rp. 31.315.000.000,-, dan Rp. 20.105.000.000,-. Arus kas untuk aktivitas investasi ini diperoleh dari
penerimaan dari perolehan dari klaim asuransi, penerimaan dari penjualan aset dimiliki untuk
dijual, dan penerimaan dari penjualan aset tetap. Arus kas dari aktivitas investasi ini digunakan
untuk perolehan aset tetap dan perolehan aset takberwujud.
Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2021, 2024 dan 2025, kas bersih yang digunakan pada aktivitas pendanaan masing-
masing adalah sebesar Rp. 32.774.000.000,-, Rp. 103.201.000.000,-, dan Rp. 365.180.00.000,-.
Penggunaan arus kas aktivitas pendanaan terbesar adalah untuk pembayaran utang bank. Pada
tahun 2022 dan 2023, Perseroan mencatat adanya kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
pendanaan masing-masing sebesar Rp. 237.589.000.000,- da Rp. 311.280.000.000,-,. Arus kas ini
berasal dari penerimaan utang bank, penerimaan dari supplier financing, dan penerbitan saham
baru.
2.7.4 Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2021 sampai dengan
31 Desember 2025
Berikut common size / analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025 :
▪ Analisis Vertikal
Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
menyajikan kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi
dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan
dinyatakan dalam persentase terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.
Tabel 2-8 Analisis Vertikal Laba Rugi
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
PENJUALAN BERSIH
Pakan Ternak 73,76% 71,91% 67,31% 54,22% 53,20%
Peternakan Ayam 15,41% 15,51% 12,09% 22,21% 21,33%
Ayam Potong 10,83% 12,58% 12,47% 14,35% 16,45%
DOC 0,00% 0,00% 8,12% 9,22% 9,02%
TOTAL PENJUALAN BERSIH 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENJUALAN
Bahan Baku Yang Digunakan -88,16% -88,94% -87,22% -87,07% -84,08%
Gaji dan Tunjangan -2,62% -2,42% -2,12% -2,35% -2,65%
Beban Pabrik -1,34% -1,34% -1,13% -1,14% -1,29%
Penyusutan Aset Tetap -1,23% -1,12% -1,01% -1,03% -1,03%
Beban Pengiriman -0,55% -0,54% -0,50% -0,50% -0,63%
Perbaikan dan Pemeliharaan -0,51% -0,63% -0,45% -0,47% -0,49%
Beban Asuransi -0,20% -0,19% -0,18% -0,22% -0,21%
Beban Sewa -0,29% -0,26% -0,12% -0,11% -0,13%
Beban Manfaat Karyawan -0,11% -0,11% -0,09% -0,11% -0,08%
Penyusutan Aset Hak-Guna -0,09% -0,10% -0,08% -0,10% -0,11%
Perizinan dan Lisensi -0,06% -0,05% -0,04% -0,07% -0,07%
Transportasi dan Akomodasi -0,04% -0,04% -0,03% -0,04% -0,05%
Lain-Lain -0,37% -0,38% -0,25% -0,29% -0,30%
Kapitalisasi Beban Ke Aset Biologis 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Biaya Produksi Tidak Langsung 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Perubahan Nilai Hewan Ternak Produksi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
30
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 57
Lanjutan Tabel 2-8…
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Biologis (Ayam Pembibit Induk)
Awal Tahun -2,78% -2,47% -1,98% -1,80% -2,47%
Akhir Tahun 2,72% 1,99% 1,57% 2,50% 3,06%
Perubahan Nilai Wajar Aset Biologis (Ayam Pembibit Induk) 2,55% 3,31% 2,39% 2,12% 2,37%
Barang Dalam Proses
Awal Tahun -0,11% -0,15% -0,16% -0,19% -0,24%
Akhir Tahun 0,17% 0,16% 0,16% 0,24% 0,37%
Persediaan Biologis
Awal Tahun 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Akhir Tahun 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset Biologis (Telur Tetas Dan Ayam Broiler)
Awal Tahun -0,92% -0,85% -0,49% -0,49% -0,87%
Akhir Tahun 0,93% 0,49% 0,42% 0,88% 1,04%
Perubahan Nilai Wajar Aset Biologis (Telur Tetas dan Ayam Broiler) -2,01% -0,05% -0,61% -2,09% -3,37%
Beban Pokok Penjualan Ayam Afkir Biologis 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Persediaan Barang Jadi
Awal Tahun -1,00% -1,17% -1,24% -1,31% -1,32%
Akhir Tahun 1,29% 1,25% 1,14% 1,34% 1,14%
TOTAL BEBAN POKOK PENJUALAN -94,71% -93,63% -92,03% -92,29% -91,40%
LABA BRUTO 5,29% 6,37% 7,97% 7,71% 8,60%
BEBAN USAHA
BEBAN PENJUALAN
Perjalanan Dinas, Pengangkutan dan Pengiriman -0,85% -0,92% -1,04% -1,16% -1,17%
Penyisihan/(Pemulihan) Terhadap 0,27% -0,97% -0,87% -0,49% -0,67%
Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Lain-Lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Gaji dan Tunjangan -0,37% -0,38% -0,44% -0,46% -0,51%
Sewa dan Asuransi -0,09% -0,08% -0,11% -0,12% -0,16%
Beban Kantor -0,09% -0,09% -0,09% -0,10% -0,10%
Perbaikan dan Pemeliharaan -0,07% -0,09% -0,08% -0,09% -0,10%
Penyusutan Aset Tetap -0,07% -0,05% -0,04% -0,02% -0,02%
Iklan dan Promosi 0,09% -0,03% -0,03% -0,09% -0,15%
Beban Manfaat Karyawan -0,01% -0,02% -0,03% -0,02% -0,01%
Penyusutan Aset Hak-Guna -0,03% -0,02% -0,01% -0,01% -0,02%
Lain-Lain -0,04% -0,04% -0,06% -0,09% -0,07%
Sumbangan dan Perjamuan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Beban Penjualan -1,26% -2,69% -2,79% -2,66% -2,97%
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Beban Kantor -2,15% -2,10% -1,79% -1,94% -1,89%
Sewa dan Asuransi -0,25% -0,12% -0,26% -0,26% -0,24%
Penyusutan Aset Tetap -0,12% -0,19% -0,21% -0,16% -0,17%
Beban Manfaat Karyawan -0,18% -0,19% -0,21% -0,20% -0,17%
Perbaikan dan Pemeliharaan -0,13% -0,14% -0,09% -0,13% -0,09%
Jasa Profesional -0,09% -0,12% -0,11% -0,15% -0,14%
Beban Pajak -0,05% -0,11% -0,12% -0,17% -0,24%
Perizinan dan Lisensi 0,00% -0,04% -0,03% -0,02% -0,04%
Beban Administrasi Bank -0,08% -0,07% -0,10% -0,10% -0,11%
Beban Amortisasi Aset Takberwujud -0,05% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Penyusutan Aset Hak-Guna 0,00% -0,01% -0,05% -0,03% -0,03%
Transportasi dan Akomodasi -0,04% -0,03% -0,09% -0,19% -0,05%
Lain-Lain -0,03% -0,03% -0,05% -0,06% -0,07%
Biaya Rapat -0,04% -0,15% -0,06% -0,04% -0,07%
Sumbangan dan Perjamuan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Beban Umum dan Administrasi -3,22% -3,32% -3,17% -3,45% -3,32%
Perubahan Atas Nilai Wajar Aset Biologis -0,54% -3,26% -1,78% -0,02% 1,01%
Penghasilan Keuangan 0,10% 0,04% 0,03% 0,02% 0,02%
Beban Keuangan -1,17% -1,20% -1,15% -1,30% -1,10%
Keuntungan Lain-Lain - Bersih 1,39% 0,08% 0,12% 0,02% 0,45%
LABA/(RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 0,58% -3,98% -0,77% 0,32% 2,69%
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini 0,00% 0,00% -0,15% 0,00% -0,31%
Pajak Tangguhan 0,10% -0,19% 0,61% -0,29% -0,55%
Penyesuaian Pajak Lalu 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,27%
LABA/(RUGI) TAHUN BERJALAN 0,68% -4,17% -0,32% 0,03% 2,10%
31
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 58
Tabel 2-9 Analisis Vertikal Posisi Keuangan
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 3,74% 7,92% 3,71% 7,88% 1,07%
Kas yang dibatasi penggunaannya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,19%
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 16,01% 16,78% 13,71% 11,71% 12,23%
Pihak Berelasi 2,10% 1,97% 1,87% 1,90% 2,97%
Persediaan 22,83% 23,45% 20,32% 15,81% 18,26%
Aset Biologis 5,95% 4,15% 3,18% 4,94% 6,51%
Piutang Lain-Lain 3,25% 0,52% 0,48% 0,43% 0,50%
Aset Dimiliki Untuk Dijual 0,31% 0,28% 1,72% 2,01% 2,24%
Aset Lancar Lain-Lain 0,60% 0,60% 0,44% 0,20% 0,40%
Jumlah Aset Lancar 54,79% 55,66% 45,42% 44,87% 44,38%
ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan Saham Pada Entitas Anak 15,47% 14,43% 26,55% 27,96% 29,95%
Piutang Usaha Tidak Lancar - Pihak Ketiga 3,36% 2,75% 3,16% 3,28% 2,06%
Piutang Pihak Berelasi Non Usaha 0,51% 1,10% 0,00% 0,01% 0,02%
Aset Pajak Tangguhan 2,16% 1,67% 2,46% 2,11% 1,35%
Aset Tetap
Harga Perolehan 55,05% 54,80% 51,48% 54,79% 59,43%
Akumulasi Penyusutan -33,43% -33,49% -32,52% -35,72% -39,66%
Nilai Buku Aset Tetap 21,61% 21,30% 18,97% 19,07% 19,77%
Aset Hak-Guna 0,89% 0,83% 0,69% 0,47% 0,53%
Taksiran Tagihan Restitusi Pajak 0,66% 1,89% 2,51% 2,03% 1,73%
Aset Takberwujud
Harga Perolehan 0,20% 0,25% 0,24% 0,25% 0,27%
Akumulasi Penyusutan 0,00% -0,02% -0,09% -0,15% -0,21%
Nilai Buku Aset Takberwujud 0,20% 0,23% 0,14% 0,10% 0,06%
Uang Jaminan Yang Dapat Diterima Kembali 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,08%
Aset Tidak Lancar Lain-Lain 0,32% 0,09% 0,05% 0,05% 0,06%
Jumlah Aset Tidak Lancar 45,21% 44,34% 54,58% 55,13% 55,62%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 24,42% 31,34% 24,18% 26,35% 4,20%
Utang Murabahah 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang Supplier Financing 1,51% 2,86% 2,54% 0,51% 1,57%
Utang Usaha
Pihak Ketiga 21,49% 23,80% 20,39% 18,23% 22,83%
Pihak Berelasi 0,00% 0,04% 0,03% 0,01% 0,04%
Beban Akrual 2,13% 2,29% 2,07% 1,93% 2,30%
Utang Pajak
Pajak Penghasilan Badan 0,05% 0,04% 0,04% 0,04% 0,00%
Pajak Lainnya 0,35% 0,12% 0,13% 0,09% 0,06%
Utang Dividen 0,01% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas Lancar Lainnya 0,13% 0,09% 0,12% 0,13% 0,07%
Liabilitas Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo
Dalam Waktu Satu Tahun :
Utang Bank 0,00% 0,00% 0,27% 0,39% 1,09%
Liabilitas Imbalan Kerja 0,00% 0,28% 0,60% 0,22% 0,25%
Liabilitas Sewa 0,34% 0,20% 0,21% 0,27% 0,13%
Utang Sewa Pembiayaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 50,45% 61,08% 50,58% 48,18% 32,54%
32
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 59
Lanjutan Tabel 2-9…
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi - Non Usaha 0,00% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun :
Utang Bank 0,00% 0,00% 1,21% 0,88% 9,60%
Liabilitas Imbalan Kerja 3,67% 2,92% 1,98% 2,13% 2,15%
Liabilitas Sewa 0,35% 0,35% 0,34% 0,24% 0,22%
Utang Sewa Pembiayaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4,02% 3,27% 3,53% 3,26% 11,98%
JUMLAH LIABILITAS 54,47% 64,35% 54,12% 51,43% 44,52%
EKUITAS
Modal Saham 50,55% 47,18% 59,12% 62,26% 66,69%
Tambahan Modal Disetor - Bersih 0,00% 0,00% -0,11% -0,11% -0,12%
Transaksi Dengan Kepentingan Nonpengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pendapatan Komprehensif Lainnya 0,41% 0,50% 0,77% 1,02% 1,22%
Saldo Laba/(Akumulasi Kerugian)
Dicadangkan 0,31% 0,29% 0,28% 0,30% 0,34%
Belum Dicadangkan -5,74% -12,32% -14,19% -14,90% -12,66%
Kepentingan Non Pengendali 0,16% 0,12% 0,07% 0,07% 4,54%
JUMLAH EKUITAS 45,53% 35,65% 45,88% 48,57% 55,48%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
▪ Analisis Horizontal
Analisis horizontal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
menyajikan kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi
komprehensif maupun laporan posisi keuangan dinyatakan dalam bentuk persentase pertumbuhan
dari tahun sebelumnya.
Tabel 2-10 Analisis Horizontal Laba Rugi
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
PENJUALAN BERSIH
Pakan Ternak 7,34% -5,77% -29,96% -0,49%
Peternakan Ayam 10,83% -21,55% 59,73% -2,60%
Ayam Potong 27,91% -0,19% 0,03% 16,30%
DOC - - -1,29% -0,83%
TOTAL PENJUALAN BERSIH 10,10% 0,66% -13,05% 1,42%
BEBAN POKOK PENJUALAN
Bahan Baku Yang Digunakan 11,08% -1,28% -13,20% -2,06%
Gaji dan Tunjangan 1,94% -12,06% -3,53% 14,39%
Beban Pabrik 9,69% -15,05% -12,58% 15,36%
Penyusutan Aset Tetap 0,39% -9,58% -11,28% 1,60%
Beban Pengiriman 8,99% -6,84% -12,44% 25,93%
Perbaikan dan Pemeliharaan 35,95% -27,20% -10,91% 6,87%
Beban Asuransi 5,01% -5,18% 3,01% -0,02%
Beban Sewa -1,96% -52,04% -19,44% 11,92%
Beban Manfaat Karyawan 12,24% -20,16% 5,76% -26,64%
Penyusutan Aset Hak-Guna 21,09% -16,21% 2,52% 14,60%
Perizinan dan Lisensi -0,14% -23,40% 40,77% 3,59%
Transportasi dan Akomodasi 10,88% -18,01% 8,74% 14,26%
Lain-Lain 14,31% -33,67% -1,44% 7,37%
33
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 60
Lanjutan Tabel 2-10…
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Biologis (Ayam Pembibit Induk)
Awal Tahun -2,01% -19,46% -20,80% 38,71%
Akhir Tahun -19,46% -20,80% 38,71% 24,20%
Perubahan Nilai Wajar Aset Biologis (Ayam Pembibit Induk) 43,17% -27,38% -23,01% 13,45%
Barang Dalam Proses
Awal Tahun 61,31% 3,80% 2,29% 29,02%
Akhir Tahun 3,80% 2,29% 29,02% 53,53%
Persediaan Biologis
Awal Tahun - - - -
Akhir Tahun - - - -
Aset Biologis (Telur Tetas Dan Ayam Broiler)
Awal Tahun 2,04% -42,32% -12,74% 79,97%
Akhir Tahun -42,32% -12,74% 79,97% 20,27%
Perubahan Nilai Wajar Aset Biologis (Telur Tetas dan Ayam Broiler) -97,04% 1037,21% 198,51% 63,38%
Beban Pokok Penjualan Ayam Afkir Biologis - - - -
Persediaan Barang Jadi
Awal Tahun 28,58% 6,89% -8,40% 2,38%
Akhir Tahun 6,89% -8,40% 2,38% -13,33%
JUMLAH BEBAN POKOK PENJUALAN 8,84% -1,05% -12,80% 0,44%
LABA BRUTO 32,68% 25,90% -15,85% 13,14%
BEBAN PENJUALAN
Perjalanan Dinas, Pengangkutan dan Pengiriman 19,15% 14,00% -3,12% 2,76%
Penyisihan/(Pemulihan) Terhadap -499,44% -10,23% -51,06% 38,93%
Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Lain-Lain
Gaji dan Tunjangan 13,12% 15,82% -8,69% 11,94%
Sewa dan Asuransi 2,55% 36,55% -6,54% 30,38%
Beban Kantor 13,60% -2,98% -2,90% -1,26%
Perbaikan dan Pemeliharaan 43,11% -7,91% 0,49% 5,54%
Penyusutan Aset Tetap -8,79% -25,97% -46,58% -7,53%
Iklan dan Promosi -138,39% -0,93% 142,49% 80,31%
Beban Manfaat Karyawan 38,49% 60,21% -24,81% -65,32%
Penyusutan Aset Hak-Guna -36,41% -47,64% 13,55% 49,24%
Lain-Lain 10,49% 47,84% 43,70% -23,21%
Sumbangan dan Perjamuan - - - -
Jumlah Beban Penjualan 135,86% 4,30% -17,10% 13,28%
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Gaji dan Tunjangan 7,62% -14,44% -5,90% -1,20%
Beban Kantor -44,49% 114,87% -15,95% -5,48%
Sewa dan Asuransi 68,12% 10,82% -31,99% 10,34%
Penyusutan Aset Tetap 14,82% 10,59% -14,13% -16,93%
Beban Manfaat Karyawan 13,02% -30,46% 21,80% -32,97%
Perbaikan dan Pemeliharaan 54,80% -7,91% 12,27% -3,35%
Jasa Profesional 159,52% 7,53% 20,75% 44,21%
Beban Pajak 41688,69% -16,91% -41,73% 90,83%
Perizinan dan Lisensi -8,57% 52,00% -12,25% 10,32%
Beban Administrasi Bank -99,11% -100,00% - -
Beban Amortisasi Aset Takberwujud - 346,89% -37,41% 0,00%
Penyusutan Aset Hak-Guna 4,61% 161,45% 90,92% -72,26%
Transportasi dan Akomodasi 12,01% 40,75% 4,67% 28,85%
Lain-Lain 273,01% -60,91% -41,81% 86,49%
Biaya Rapat - - - -
Sumbangan dan Perjamuan - - - -
Jumlah Beban Umum dan Administrasi 13,44% -3,74% -5,37% -2,41%
Perubahan Atas Nilai Wajar Aset Biologis 563,09% -45,02% -98,91% -4674,19%
Penghasilan Keuangan -50,64% -25,49% -52,29% 37,80%
Beban Keuangan 12,57% -3,23% -2,13% -14,07%
Keuntungan Lain-Lain - Bersih -93,86% 55,93% -84,21% 1996,11%
LABA/(RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN -850,50% -80,38% -135,69% 757,86%
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini - - -100,00% -
Pajak Tangguhan -319,07% -421,51% -141,35% 93,70%
Penyesuaian Pajak Lalu - - - -
LABA/(RUGI) TAHUN BERJALAN -775,62% -92,30% -107,89% 7256,12%
34
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 61
Tabel 2-11 Analisis Horizontal Posisi Keuangan
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 126,65% -50,59% 101,63% -87,26%
Kas yang dibatasi penggunaannya - - - -
Piutang Usaha
Pihak Ketiga 12,26% -13,77% -18,92% -2,49%
Pihak Berelasi 0,70% -0,23% -3,19% 45,98%
Persediaan 10,01% -8,58% -26,11% 7,85%
Aset Biologis -25,30% -19,21% 47,50% 23,18%
Piutang Lain-Lain -82,71% -3,31% -15,49% 8,40%
Aset Dimiliki Untuk Dijual -4,29% 553,21% 11,17% 4,17%
Aset Lancar Lain-Lain 7,36% -22,08% -56,15% 82,09%
Jumlah Aset Lancar 8,84% -13,91% -6,18% -7,68%
ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan Saham Pada Entitas Anak 0,00% 94,07% 0,00% 0,00%
Piutang Usaha Tidak Lancar - Pihak Ketiga -12,12% 21,05% -1,53% -41,22%
Piutang Pihak Berelasi Non Usaha 132,22% -99,53% 169,18% 1,20%
Aset Pajak Tangguhan -17,42% 56,12% -18,53% -40,19%
Aset Tetap
Harga Perolehan 6,65% -0,88% 1,06% 1,26%
Akumulasi Penyusutan 7,33% 2,42% 4,32% 3,66%
Nilai Buku Aset Tetap 5,61% -6,08% -4,53% -3,22%
Aset Hak-Guna 0,09% -11,82% -35,33% 5,18%
Taksiran Tagihan Restitusi Pajak 208,81% 39,98% -23,17% -20,51%
Aset Takberwujud
Harga Perolehan 30,81% 0,00% 0,00% 1,27%
Akumulasi Penyusutan - 446,89% 51,15% 33,84%
Nilai Buku Aset Takberwujud 21,45% -34,41% -32,84% -45,81%
Uang Jaminan Yang Dapat Diterima Kembali 0,28% 0,00% 0,00% 148,08%
Aset Tidak Lancar Lain-Lain -68,99% -42,98% 0,00% 9,62%
Jumlah Aset Tidak Lancar 5,08% 29,86% -4,09% -5,81%
JUMLAH ASET 7,14% 5,50% -5,04% -6,65%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 37,51% -18,60% 3,49% -85,14%
Utang Murabahah - - - -
Utang Supplier Financing 102,20% -6,35% -80,94% 188,58%
Utang Usaha
Pihak Ketiga 18,62% -9,61% -15,10% 16,89%
Pihak Berelasi - -13,80% -77,12% 432,27%
Beban Akrual 15,18% -4,93% -11,24% 11,28%
Utang Pajak
Pajak Penghasilan Badan 0,00% 0,00% 0,00% -100,00%
Pajak Lainnya -62,62% 10,09% -35,15% -38,34%
Utang Dividen 0,00% -100,00% - -
Liabilitas Lancar Lainnya -30,40% 48,93% -0,36% -46,63%
Liabilitas Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo
Dalam Waktu Satu Tahun :
Utang Bank - - 36,03% 163,18%
Liabilitas Imbalan Kerja - 124,24% -65,32% 6,26%
Liabilitas Sewa -36,07% 9,71% 23,01% -56,72%
Utang Sewa Pembiayaan - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 29,72% -12,63% -9,56% -36,94%
35
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 62
Lanjutan Tabel 2-11...
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
DESKRIPSI 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi - Non Usaha 89,96% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun :
Utang Bank - - -30,47% 913,44%
Liabilitas Imbalan Kerja -14,68% -28,44% 2,19% -5,77%
Liabilitas Sewa 5,43% 2,97% -33,96% -14,19%
Utang Sewa Pembiayaan - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang -12,83% 13,87% -12,44% 243,23%
JUMLAH LIABILITAS 26,57% -11,28% -9,75% -19,19%
EKUITAS
Modal Saham 0,00% 32,20% 0,00% 0,00%
Tambahan Modal Disetor - Bersih 0,00% -497777,86% 0,00% 0,00%
Pendapatan Komprehensif Lainnya 30,56% 62,09% 25,55% 11,13%
Saldo Laba/(Akumulasi Kerugian)
Dicadangkan 0,00% 3,16% 0,00% 6,75%
Belum Dicadangkan 129,95% 21,48% -0,28% -20,72%
JUMLAH EKUITAS -16,11% 35,78% 0,52% 6,63%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7,14% 5,50% -5,04% -6,65%
2.7.5 Analisis Rasio Laporan Keuangan Historikal
Rasio keuangan pada periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2025 dapat disajikan sebagai berikut :
Tabel 2-12 Kinerja Rasio Keuangan Historikal
Januari- Januari- Januari- Januari- Januari-
Rata-
Keterangan Desember Desember Desember Desember Desember
Rata
2021 2022 2023 2024 2025
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio 108,61% 91,13% 89,79% 93,15% 136,36% 103,81%
Quick Ratio 88,58% 82,05% 78,29% 77,42% 106,14% 86,50%
Working Capital To Total Assets Ratio 4,34% -5,42% -5,16% -3,30% 11,83% 0,46%
RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X) 1,63 1,67 1,60 1,46 1,59 1,59
Account Receivable Turnover (X) 8,98 8,92 10,24 10,73 10,44 9,86
Average Collection Period (Day) 40,63 40,93 35,64 34,01 34,97 37,24
Inventories Turnover (X) 6,85 6,77 7,32 8,64 8,04 7,52
Average Collection Period (Day) 53,28 53,90 49,87 42,24 45,40 48,98
Working Capital Turnover (X) 37,45 (30,86) (30,89) (44,23) 13,41 (11,02)
RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio 119,64% 180,51% 117,95% 105,90% 80,26% 120,85%
Total Debt to Asset Ratio 54,47% 64,35% 54,12% 51,43% 44,52% 53,78%
Time Interest Earned 0,69 0,30 1,74 1,23 2,10 1,21
Debt Service Coverage Ratio 1,02 1,04 0,96 1,03 1,01 1,01
RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin 5,29% 6,37% 7,97% 7,71% 8,60% 7,19%
Net Profit Margin 0,68% -4,17% -0,32% 0,03% 2,10% -0,34%
36
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 63
Lanjutan Tabel 2-12…
Januari- Januari- Januari- Januari- Januari-
Rata-
Keterangan Desember Desember Desember Desember Desember
Rata
2021 2022 2023 2024 2025
Rate of Return on Investment 4,86% -31,14% -2,57% 0,22% 16,35% -2,46%
Rate of Return on Equity 2,43% -19,54% -1,11% 0,09% 6,00% -2,43%
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (Parent Only) per 31 Desember 2021 - 31 Desember 2025, data diolah
KJPP
Rasio Likuiditas
Tingkat likuiditas Perseroan secara rata-rata dalam periode 31 Desember 2021 - 31 Desember 2025
adalah cukup baik. Rata-rata current ratio Perseroan pada periode tersebut menunjukkan rasio
103,81% atau diatas 100,00%. Hal ini berarti Perseroan berada dalam kondisi likuid, sehingga setiap
liabilitas lancar Rp. 1,- dijamin oleh aset lancar sebesar Rp. 1,03,-. Quick ratio menunjukkan rasio
86,50% atau dibawah 100,00%, yang berarti keadaan Perseroan kurang likuid untuk jangka pendek.
Working capital to total assets ratio menunjukkan bahwa secara rata-rata 0,46% dari aset
Perseroan merupakan unsur modal kerja.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-sumber
dana yang tersedia. Dari nilai rasio aktivitas tampak bahwa selama periode 1 Januari 2021 –
31 Desember 2025 dana yang tertanam dalam keseluruhan aset berputar rata-rata sebesar adalah
1,59 kali per tahun.
Perputaran piutang usaha rata-rata adalah sebanyak 9,86 kali dalam setahun atau membutuhkan
waktu penagihan rata-rata selama 37,24 hari per tahun. Perputaran persediaan rata-rata adalah
sebanyak 7,52 kali dalam setahun atau membutuhkan waktu rata-rata selama 48,98 hari untuk
menjual persediaan yang dimiliki Perseroan. Perputaran modal kerja rata-rata pada 1 Januari 2021
– 31 Desember 2025 adalah sebesar minus 11,02 kali per tahun.
Rasio Solvabilitas
Total debt to equity ratio Perseroan selama periode 31 Desember 2021 – 31 Desember 2025
menunjukkan rata-rata rasio sebesar 120,85%. Rasio ini menunjukkan bahwa total utang Perseroan
secara rata-rata dalam periode tersebut lebih besar dari ekuitas.
Di sisi lain debt to asset ratio selama periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2025 menunjukkan
angka sebesar 53,78%, artinya total utang Perseroan berada dibawah nilai aset secara keseluruhan.
Time interest earned menunjukkan rasio rata-rata sebesar 1,21 kali, artinya bahwa laba usaha
Perseroan mampu menutup beban bunga yang terjadi pada periode 1 Januari 2021 –
31 Desember 2025.
Debt service coverage ratio menunjukkan rasio rata-rata sebesar 1,01 kali, artinya kas yang tersedia
pada periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2025 secara rata-rata mampu membayar utang
berbunga dan beban bunga pada tahun berjalan.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba. Perseroan
menghasilkan laba kotor rata-rata sebesar 7,19% dari total penjualan bersih, dan rugi bersih rata-
rata sebesar 0,34% dari total penjualan bersih selama 5 tahun terakhir, yang disebabkan oleh
adanya kerugian pada tahun 2022 dan tahun 2023. Pada periode 5 tahun terakhir Return On
Investment (ROI) dan Return On Equity (ROE) masing-masing menunjukkan rasio rata-rata sebesar
minus 2,46% dan minus 2,43%.
37
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 64
2.8 Informasi Investigasi
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi melalui zoom meeting dalam rangka memperoleh
informasi yang relevan dalam penugasan studi kelayakan penambahan KBLI baru yang akan
dilakukan oleh Perseroan sebagai berikut :
Lokasi : Zoom Meeting
Tanggal : 13 Maret 2026
No. Surat Tugas : 006/RSR-JS/SS/III/2026
Pelaksana : Annisya Putri Teayunari dan Shilva Fahrani
38
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 65
3. KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Umum Perekonomian
3.1.1 Kondisi Perekonomian Dunia
Perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang meningkat.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 diprakirakan meningkat dipengaruhi
dorongan investasi sektor teknologi termasuk artificial intelligence (AI) dan stimulus pemotongan
pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada 2026 diprakirakan melambat akibat
pelemahan permintaan domestik dan ekspor di tengah investasi AI yang juga meningkat. Dari pasar
keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan disertai masih
tingginya yield US Treasury sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian pasar
keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal AS serta meluasnya
eskalasi ketegangan geopolitik. Perkembangan ini mendorong penguatan indeks mata uang
Dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) dan mengakibatkan peningkatan aliran modal
ke emerging market (EM) tertahan.
Tabel 3-1 Indeks Harga Komoditas Ekspor Indonesia
(% yoy)
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
3.1.2 Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar sesuai dengan
kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan lebih tinggi
ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku
ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.
39
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 66
Tabel 3-2 Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
(% yoy)
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar
dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan kinerja positif. Secara spasial,
pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa
dan Kalimantan didorong kenaikan permintaan domestik.
Gambar 3-1 Indeks Harga Ekspor Nonmigas dan Ekspor ke Negara Tujuan Utama
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
3.1.3 Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya ketidakpastian
global. NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca perdagangan yang pada
November 2025 kembali mencatat surplus sebesar 2,7 miliar Dolar AS didukung oleh ekspor
nonmigas berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang
daripadanya, serta bahan bakar mineral. Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net
inflows terutama ditopang kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari
penerbitan global bond, setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November 2025 tercatat
rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. Posisi cadangan devisa Indonesia
akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar 156,5 miliar Dolar AS, setara dengan pembiayaan
6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada
di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
40
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 67
Gambar 3-2 Neraca Perdagangan
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
3.1.4 Nilai Tukar Rupiah
Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari
dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat
sebesar Rp. 16.945,- per Dolar AS, melemah 1,53% (point-to-point/ptp) bila dibandingkan dengan
level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing
akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas
oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut memengaruhi
kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas
langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) baik di off-
shore maupun on-shore (Domestic Non-Deliverable Forward/DNDF) dan pasar spot. Respons
kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya
pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.
Gambar 3-3 Volatilitas Nilai Tukar Rupiah
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
3.1.5 Perkembangan Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan Inflasi IHK
Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan
pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga
kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya
dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga
rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi
sebesar 6,21% (yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang
terbatas akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
41
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 68
Gambar 3-4 Perkembangan Inflasi
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih
tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Kebijakan moneter ditempuh melalui
penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate), stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi
likuiditas moneter. Sejak September 2024, BI-Rate telah turun sebesar 150 basis point (bps), yaitu
25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75% hingga
Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan stabilisasi nilai tukar
Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar
domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar
sekunder. Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi
instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dari Rp. 916,97 triliun pada awal
tahun 2025 menjadi Rp. 730,90 triliun pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi
Rp. 694,04 triliun pada 20 Januari 2026. Bank Indonesia juga membeli SBN sebagai bentuk sinergi
erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang pada 2026 (hingga 20 Januari 2026)
mencapai Rp. 23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp. 13,21 triliun.
Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan
konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus
menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
Gambar 3-5 Peta Inflasi Daerah
(% yoy)
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
42
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 69
3.1.6 Perkembangan Suku Bunga
Penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) dan akselerasi digitalisasi sistem
pembayaran terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Implementasi penguatan
KLM yang berlaku pada 16 Desember 2025 diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga
kredit/pembiayaan perbankan, melalui peningkatan besaran insentif bagi bank yang lebih cepat
menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan penurunan suku bunga kebijakan
Bank Indonesia. Hingga minggu pertama Januari 2026, total insentif KLM mencapai Rp. 397,9 triliun,
yang disalurkan kepada kelompok bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar
Rp. 182,9 triliun, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) sebesar Rp. 174,7 triliun, Bank Pembangunan
Daerah (BPD) sebesar Rp. 33,1 triliun, dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) sebesar Rp. 7,2 triliun.
Secara sektoral, insentif KLM disalurkan kepada sektor-sektor prioritas yang mencakup sektor
Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor
Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),
Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.
Transmisi pelonggaran kebijakan moneter perlu terus didorong. Pelonggaran kebijakan moneter
yang telah ditempuh Bank Indonesia dan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah
di perbankan perlu diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan lebih cepat. Seiring dengan
penurunan BI-Rate sebesar 125 bps selama tahun 2025 dan ekspansi likuiditas moneter
Bank Indonesia, suku bunga INDONIA menurun 234 bps sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar
3,69% pada 20 Januari 2026. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan menurun masing-
masing sebesar 254 bps, 254 bps, dan 258 bps sejak awal tahun 2025 menjadi sebesar 4,62%;
4,66%; dan 4,69% pada 15 Januari 2026. Sementara itu, imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun dan
10 tahun masing-masing tercatat sebesar 5,06% dan 6,31% pada 20 Januari 2026. Transmisi
penurunan suku bunga kebijakan terhadap terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, baik
pada suku bunga dana maupun suku bunga kredit. Suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar
56 bps dari 4,81% pada awal 2025 menjadi 4,25% pada Desember 2025, meskipun upaya lanjutan
perlu terus dilakukan untuk penurunan pemberian special rate kepada deposan besar. Dengan
penurunan suku bunga dana tersebut, suku bunga kredit perbankan mulai menurun, yaitu sebesar
39 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,81% pada Desember 2025.
Jumlah uang beredar meningkat sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong
efektivitas ekspansi likuiditas moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada
Desember 2025, pertumbuhan M0 tercatat sebesar 11,4% (yoy), meningkat signifikan dibandingkan
dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,5% (yoy). Bahkan, pertumbuhan uang
Primer (M0) Adjusted, yaitu uang primer yang telah menetralisasi dampak KLM, tercatat lebih tinggi
yaitu 16,8% (yoy) dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3% (yoy). Dari
komponennya, pertumbuhan M0 yang meningkat dipengaruhi oleh meningkatnya uang kartal dan
giro bank di Bank Indonesia sejalan dengan kenaikan kegiatan ekonomi. Dari faktor yang
memengaruhi, pertumbuhan M0 yang lebih tinggi dipengaruhi oleh koordinasi fiskal dan moneter
sejalan dengan ekspansi likuiditas bank sentral dan stimulus fiskal Pemerintah di akhir tahun.
Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025 tercatat
8,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Oktober 2025 sebesar 7,7% (yoy).
Dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 yang meningkat dipengaruhi oleh tagihan
bersih kepada Pemerintah Pusat dan perkembangan penyaluran kredit.
43
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 70
Gambar 3-6 Suku Bunga Kredit Perbankan
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Kredit perbankan pada 2025 tumbuh sebesar 9,69% (yoy), berada dalam kisaran prakiraan
Bank Indonesia sebesar 8-11% (yoy). Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit
investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06% (yoy),
4,52% (yoy), dan 6,58% (yoy). Capaian tersebut sejalan dengan upaya Bank Indonesia untuk
menurunkan suku bunga dan memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM)
serta realisasi program prioritas Pemerintah di tengah kondisi makro dan keuangan yang terjaga.
Sementara dari sisi permintaan, pelaku usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi
usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang
tercatat masih cukup besar pada Desember 2025, yaitu mencapai Rp. 2.439,2 triliun atau 22,12%
dari plafon kredit yang tersedia. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai
ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% dan DPK yang
tumbuh tinggi sebesar 13,83% (yoy) pada Desember 2025. Selain itu, minat penyaluran kredit
perbankan terus membaik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang
semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko
kredit pada kedua segmen tersebut.
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik didukung likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas
permodalan yang terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang rendah. Rasio kecukupan
modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November 2025 tercatat tinggi sebesar
26,05%, tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit. Rasio
kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah
sebesar 2,21% (bruto) dan 0,86% (neto) pada November 2025. Hasil stress test Bank Indonesia
menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, ditopang
oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.
Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan IV 2025 tetap tinggi didukung
oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi pembayaran digital
mencapai 14,26 miliar transaksi atau tumbuh 39,21% (yoy) pada triwulan IV 2025 didukung oleh
perluasan akseptasi pembayaran digital. Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet
masing-masing tumbuh sebesar 12,10% (yoy) dan 15,10% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus
tumbuh tinggi mencapai 139,99% (yoy). Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah
pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui
Bank Indonesia Fast Payment (BI-FAST) mencapai 1.358,65 juta transaksi atau tumbuh 30,44% (yoy)
dengan nilai transaksi mencapai Rp. 3.442,26 triliun pada triwulan IV 2025. Sementara itu, volume
44
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 71
transaksi nilai besar yang diproses melalui Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS)
tercatat sebanyak 2,88 juta transaksi atau tumbuh 3,82% (yoy), dengan nilai sebesar
Rp. 65.069,78 triliun pada triwulan IV 2025. Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) tumbuh 12,90% (yoy) menjadi Rp. 1.359,94 triliun pada triwulan IV 2025.
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur
industri yang sehat. Infrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran
Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan
pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada triwulan IV 2025. Struktur industri
yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran yang terus
menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Perluasan adopsi
Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) mendukung penguatan interkoneksi, tecermin dari
transaksi pembayaran berbasis SNAP yang terus meningkat. Kedepan, Bank Indonesia akan terus
memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta
infrastruktur sistem pembayaran industri. Selain itu, struktur industri sistem pembayaran akan
terus diperkuat, khususnya pada aspek manajemen risiko dan keandalan infrastruktur teknologi
pelaku industri, sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025
tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran (PBI PISP). Bank Indonesia konsisten menjaga
ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan
Terpencil (3T) serta untuk pemenuhan kebutuhan uang dalam rangka Hari Besar Keagamaan
Nasional (HBKN).
3.2 Tinjauan Industri Peternakan Unggas di Indonesia
Perseroan adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha budidaya ayam ras pedaging,
budidaya ayam ras petelur, pembibitan ayam ras, kegiatan rumah potong dan pengepakan daging
unggas, industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas, dan industri
ransum makanan hewan, sehingga pada sub bab ini akan disampaikan gambaran mengenai industri
peternakan unggas di Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan pakan ternak.
3.2.1 Perkembangan Industri Peternakan di Indonesia
Industri peternakan memegang peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan
pertumbuhan ekonomi, terutama di negara agraris seperti Indonesia. Produk peternakan seperti
daging, telur, dan susu merupakan sumber utama protein hewani yang sangat dibutuhkan untuk
menunjang pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan manusia. Ketersediaan protein hewani
yang cukup, berkualitas, dan terjangkau menjadi salah satu indikator utama dalam mewujudkan
ketahanan pangan yang menyeluruh.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) industri peternakan
pada tahun 2021 – 2025 mengalami peningkatan. Pada tahun 2021, PDB industri peternakan
tercatat sebesar Rp. 167.647 miliar, atau meningkat sebesar 0,32% dari tahun 2020. Pada
tahun 2022, PDB industri peternakan tercatat sebesar Rp. 178.101 miliar, atau meningkat sebesar
6,24% dari tahun 2021. Pada tahun 2023 PDB industri peternakan tercatat sebesar
Rp. 184.705 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar 3,71% dari tahun 2022. Pada tahun 2024
PDB industri peternakan adalah sebesar Rp. 189.848 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar
2,78% dari tahun 2023. Pada tahun 2025, PDB industri peternakan meningkat 7,78% dari
tahun 2024, atau menjadi sebesar Rp. 204.618 miliar.
45
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 72
Gambar 3-7 Laju Pertumbuhan PDB Kumulatif (C-to-C) Tahun 2021 – 2025 Pada
Industri Peternakan
PDB dan Pertumbuhan PDB Kumulatif (c-to-c)
Industri Peternakan
250.000
14,00%
204.618
200.000 184.705 189.848 12,00%
178.101
167.647 10,00%
7,78%
150.000 8,00%
6,24%
6,00%
100.000 3,71% 2,78% 4,00%
50.000 0,32% 2,00%
0,00%
- -2,00%
2021 2022 2023 2024 2025
PDB (Rp. Miliar) Pertumbuhan (c-to-c)
Sumber : Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010 (Persen) Tahun 2021 – 2025, Website Badan
Pusat Statistik, data diolah KJPP
3.2.2 Perkembangan Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas di Indonesia
Perusahaan peternakan unggas adalah perusahaan berbadan hukum/usaha yang dijalankan secara
teratur dan terus menerus pada suatu tempat tertentu untuk tujuan komersial/memperoleh
keuntungan yang meliputi kegiatan pembibitan dan budi daya ternak/unggas.
Berikut adalah perkembangan jumlah perusahaan peternakan unggas di Indonesia
tahun 2021 – 2025 :
Gambar 3-8 Perkembangan Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas
di Indonesia Tahun 2021 – 2025
(Perusahaan)
Perkembangan Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas
di Indonesia Tahun 2021 – 2025
1.000 878 865
800
626 631
Perusahaan
600
399
400
200
-
2021 2022 2023 2024 2025*
Perusahaan Peternakan
Catatan : *Data tahun 2025 adalah data per September 2025
Sumber : Direktori Perusahaan Pertanian Peternakan Tahun 2020 - 2024,
Badan Pusat Statistik, dan Newsletter Pusdatin Edisi Desember 2025,
Volume 22 No. 12, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian,
Kementerian Pertanian, 2025
Perkembangan jumlah perusahaan peternakan unggas di Indonesia secara rata-rata mengalami
pertumbuhan sebesar 23,84% selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2021, perusahaan peternakan
unggas di Indonesia berjumlah 399 perusahaan. Pada tahun 2022, jumlah perusahaan peternakan
46
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 73
unggas di Indonesia meningkat sebesar 56,89% dari tahun 2021 atau menjadi sebanyak
626 perusahaan. Pada tahun 2023 dan 2024, jumlah perusahaan peternakan unggas di Indonesia
kembali meningkat masing-masing sebesar 0,80% dan 39,14% atau menjadi berjumlah
631 perusahaan dan 878 perusahaan. Pada September 2025, jumlah perusahaan peternakan
unggas di Indonesia mengalami peningkatan yaitu sebesar 31,36% dari tahun 2024 (data
disetahunkan) atau menjadi 865 perusahaan.
Berdasarkan hasil sensus data statistik perusahaan peternakan unggas yang dilaksanakan oleh
Badan Pusat Statistik pada tanggal 4 September 2025, jumlah perusahaan peternakan unggas
secara nasional berjumlah 865 perusahaan yang terdiri dari 301 perusahaan pembibitan dan
564 perusahaan budidaya.
Jumlah perusahaan pembibitan sebanyak 301 perusahaan, dengan rincian 104 perusahaan
merupakan perusahaan pembibitan ayam petelur dan 197 perusahaan merupakan perusahaan
pembibitan ayam pedaging. Jumlah perusahaan budidaya sebanyak 564 perusahaan, terdiri dari
269 perusahaan yang merupakan perusahaan budidaya ayam petelur, 265 perusahaan merupakan
perusahaan budidaya ayam pedaging, dan sisanya merupakan 30 perusahaan unggas lainnya.
Berikut adalah sebaran perusahaan peternakan unggas di Indonesia pada tahun 2025 :
Gambar 3-9 Sebaran Perusahaan Peternakan Unggas di Indonesia Tahun 2025
Sumber : Newsletter Pusdatin Edisi Desember 2025, Volume 22 No. 12, Pusat Data dan
Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian
Sebaran perusahaan peternakan unggas, menunjukkan bahwa 71,00% perusahaan peternakan
unggas berada di Pulau Jawa dengan provinsi yang menjadi basis utama adalah Jawa
Barat sebanyak 252 perusahaan, Jawa Tengah sebanyak 158 perusahaan, Jawa Timur sebanyak
101 perusahaan, dan Banten sebanyak 91 perusahaan.
Jumlah perusahaan peternakan unggas sebagian besar sebanyak 98,61% berbadan hukum
PT/CV/Firma, sedangkan sisanya berbadan hukum BUMN, Koperasi, dan Yayasan. Jika dilihat dari
status permodalan, sebanyak 89,36% merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan
sisanya 10,64% merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).
3.2.3 Perkembangan Penawaran dan Permintaan Pada Industri Peternakan Unggas di
Indonesia
Berdasarkan data BPS, industri peternakan unggas menunjukkan adanya pertumbuhan melalui
penawaran dan permintaan yang terus meningkat atas daging dan telur ayam ras. Penawaran dan
permintaan daging ayam ras selama tahun 2021 – 2025 secara rata-rata mengalami peningkatan
47
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 74
masing-masing sebesar 5,93% per tahun dan 5,25% per tahun. Pada tahun 2025 penawaran dan
permintaan daging ayam ras meningkat masing-masing sebesar 11,47% dan 5,30% dari tahun 2024.
Berikut adalah perkembangan penawaran dan permintaan daging ayam ras tahun 2021 – 2025 :
Gambar 3-10 Perkembangan Penawaran dan Permintaan Daging Ayam
Ras Tahun 2021 – 2025
(Ribu Ton)
Perkembangan Penawaran dan Permintaan Daging Ayam Ras
Tahun 2021 – 2025
5.000 4.276
3.885 4.005 3.836
4.000 3.426 3.720 3.917
3.508
Ribu Ton
3.199 3.195
3.000
2.000
1.000
-
2021 2022 2023 2024 2025
Penawaran Permintaan
Sumber : Peternakan Dalam Angka Tahun 2021 – 2025, Badan Pusat Statistik,
data diolah KJPP
Selama tahun 2025 pola produksi dan konsumsi daging ayam ras bulanan relatif terkendali seperti
yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Secara keseluruhan, produksi daging ayam ras dapat
memenuhi kebutuhan selama tahun 2025 karena terjadi surplus hampir setiap bulannya.
Surplus daging ayam ras pedaging bulanan terbesar tahun 2025 terjadi pada bulan Oktober sebesar
50,69 ribu ton, selanjutnya terjadi pada bulan April yaitu sekitar 43,21 ribu ton, sedangkan surplus
daging ayam ras pedaging bulanan terkecil terjadi pada bulan Mei sebesar 13,04 ribu ton. Secara
kumulatif atau stok akhir pada bulan Desember 2025 tercatat surplus daging ayam ras pedaging
sebesar 358,57 ribu ton.
Berikut adalah perbandingan jumlah penawaran dan permintaan daging ayam ras tahun 2025 :
Gambar 3-11 Perbandingan Jumlah Penawaran dan Permintaan Daging Ayam Ras Tahun 2025
(Ton)
Sumber : Peternakan Dalam Angka Tahun 2025, Badan Pusat Statistik, data diolah KJPP
48
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 75
Menurut provinsi, produksi daging ayam ras pedaging terbesar pada tahun 2025 berada pada
Provinsi Jawa Barat sebesar 955,87 ribu ton diikuti oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-
masing sebesar 846,57 ribu ton dan 568,65 ribu ton. Sedangkan provinsi dengan produksi daging
ayam ras pedaging terendah adalah Papua Pegunungan dan Maluku Utara, selain DKI Jakarta yang
tidak memiliki produksi sama sekali. Kebutuhan akan daging ayam ras pedaging terbesar di
Indonesia pada tahun 2025 yaitu di Jawa Barat sebesar 766,06 ribu ton, diikuti oleh Jawa Timur
sebesar 633,01 ribu ton dan Jawa Tengah sebesar 505,42 ribu ton. Provinsi dengan kebutuhan
daging ayam ras pedaging terendah yaitu Papua Barat dan Papua Selatan.
Penawaran dan permintaan telur ayam ras petelur mengalami peningkatan konstan selama
tahun 2021 – 2025 yaitu masing-masing sebesar 6,20% per tahun dan 5,90% per tahun. Peningkatan
ini terjadi karena telur masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan protein dengan harga yang relatif murah.
Berikut adalah perkembangan penawaran dan permintaan telur ayam ras petelur
tahun 2021 – 2025 :
Gambar 3-12 Perkembangan Penawaran dan Permintaan Telur Ayam Ras
Petelur Tahun 2021 – 2025
(Ribu Ton)
Perkembangan Penawaran dan Permintaan Telur Ayam Ras
Tahun 2021 – 2025
7.000 6.343 6.531
5.925 6.130 6.239 6.360
5.883
6.000 5.156
5.067 5.310
5.000
Ribu Ton
4.000
3.000
2.000
1.000
-
2021 2022 2023 2024 2025
Penawaran Permintaan
Sumber : Peternakan Dalam Angka Tahun 2021 – 2025, Badan Pusat Statistik,
data diolah KJPP
Selama tahun 2025 pola produksi dan konsumsi telur ayam ras petelur bulanan relatif terkendali
seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Secara keseluruhan produksi telur ayam ras
petelur dapat memenuhi kebutuhan selama tahun 2025 karena terjadi surplus hampir setiap
bulannya. Hanya pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2025 permintaan dan penawaran telur
ayam ras petelur tercatat mengalami defisit.
Surplus telur ayam ras petelur bulanan terbesar tahun 2025 terjadi pada bulan September sebesar
38,04 ribu ton, selanjutnya surplus terbesar terjadi pada bulan Agustus yaitu sekitar 33,54 ribu ton,
sedangkan surplus telur ayam ras petelur bulanan terkecil terjadi pada bulan Desember sebesar
8,20 ribu ton. Defisit telur ayam ras petelur terjadi pada bulan Januari sampai dengan Maret
masing-masing sebesar 5,41 ribu ton, 5,96 ribu ton, dan 5,61 ribu ton. Secara kumulatif atau stok
akhir pada bulan Desember 2025 tercatat surplus telur ayam ras petelur sebesar 171,40 ribu ton.
49
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 76
Berikut adalah perbandingan jumlah penawaran dan permintaan telur ayam ras petelur
tahun 2025 :
Gambar 3-13 Perbandingan Jumlah Penawaran dan Permintaan Telur Ayam Ras Petelur
Tahun 2025
(Ton)
Sumber : Peternakan Dalam Angka Tahun 2020 – 2024, Badan Pusat Statistik, data diolah KJPP
Menurut provinsi, produksi telur ayam ras petelur terbesar pada tahun 2025 berada pada Provinsi
Jawa Timur sebesar 2.076,27 ribu ton diikuti oleh Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing
sebesar 833,46 ribu ton dan 751,97 ribu ton, sedangkan provinsi dengan produksi telur ayam ras
petelur terendah adalah Maluku Utara dan Papua Pegunungan selain DKI Jakarta yang tidak
memiliki produksi sama sekali. Kebutuhan akan telur ayam ras petelur terbesar di Indonesia pada
tahun 2025 yaitu di Jawa Tengah sebesar 2.421,85 ribu ton, diikuti oleh Jawa Barat sebesar 770,75
ribu ton dan Jawa Timur sebesar 523,56 ribu ton. Provinsi dengan konsumsi telur ayam ras petelur
terendah yaitu Papua Barat dan Papua Selatan.
3.2.4 Perkembangan Populasi Ayam Ras Pedaging dan Ayam Ras Petelur di Indonesia
Ayam ras merupakan istilah lain dari ayam negeri. Pada umumnya, ayam ras dibedakan menjadi
dua kelompok yaitu ayam ras pedaging (ayam broiler) dan ayam ras petelur (ayam layer). Ayam ras
pedaging adalah jenis ayam ras yang dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya, dan ayam ras
petelur merupakan jenis ayam ras yang dipelihara untuk dimanfaatkan telurnya.
Berdasarkan data BPS, populasi ayam ras pedaging mengalami peningkatan rata-rata selama
tahun 2021 – 2025 sebesar 3,65% per tahun, dengan kontribusi terbesar dari Provinsi Jawa Barat.
Pada tahun 2025, populasi ayam ras pedaging di Indonesia adalah sebesar 3,32 miliar ekor. Populasi
ayam ras petelur selama tahun 2021 – 2025 menunjukkan peningkatan populasi rata-rata sebesar
2,56% per tahun, dengan kontribusi terbesar dari Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2025, populasi
ayam ras petelur di Indonesia adalah sebesar 0,43 miliar ekor.
Berikut adalah perkembangan populasi ayam ras pedaging dan ayam ras petelur di Indonesia
tahun 2021 – 2025 :
50
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 77
Gambar 3-14 Perkembangan Populasi Ayam Ras Pedaging dan Ayam Ras
Petelur di Indonesia Tahun 2021 – 2025
(Miliar Ekor)
Perkembangan Populasi Ayam Ras Pedaging dan Ayam Ras Petelur
di Indonesia Tahun 2021 – 2025
4,00
3,17 3,19 3,15 3,32
2,89
3,00
Miliar Ekor
2,00
1,00 0,41 0,41 0,43
0,39 0,38
-
2021 2022 2023 2024 2025
Ayam Ras Pedaging Ayam Ras Petelur
Sumber : https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDc4IzI=/populasi-ayam-ras-pedaging-
menurut-provinsi--ekor-.html dan https://www.bps.go.id/id/statistics-
table/2/NDc3IzI=/populasi-ayam-ras-petelur-menurut-provinsi--ekor-.html, Badan
Pusat Statistik, diakses pada tanggal 2 Maret 2026, data diolah KJPP
3.2.5 Perkembangan Harga Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras di Indonesia
Berdasarkan data Statistik Harga Komoditas Pertanian Tahun 2025, harga eceran daging ayam ras
dan telur ayam ras tahun 2021 – 2025 mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 1,10% dan
4,59% per tahun. Data tahun 2025 merupakan data rata-rata dari Januari – November 2025. Rata-
rata harga eceran daging ayam ras pada tahun 2025 adalah sebesar Rp. 36.924,-/kg dan rata-rata
harga eceran telur ayam ras pada tahun 2025 adalah sebesar Rp. 30.458,-/kg.
Berikut adalah perkembangan rata-rata harga eceran daging ayam ras dan telur ayam ras
di Indonesia tahun 2021 – 2025 :
Gambar 3-15 Perkembangan Rata-Rata Harga Eceran Komoditas Daging Ayam Ras
dan Telur Ayam Ras di Indonesia Tahun 2021 – 2025
(Rupiah/Kg)
Perkembangan Rata-Rata Harga Eceran Komoditas Daging Ayam Ras
dan Telur Ayam Ras di Indonesia Tahun 2021 – 2025
40.000 35.363 36.371 36.125 37.256 36.924
35.000 30.152 30.262 30.458
28.229
30.000 25.538
Rupiah/Kg
25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
-
2021 2022 2023 2024 2025*
Daging Ayam Ras Telur Ayam Ras
Catatan : *Data rata-rata s/d bulan November 2025
Sumber : Satu Data Pertanian, Statistik Harga Komoditas Pertanian Tahun 2025, diterbitkan
pada Desember 2025
51
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 78
3.2.6 Perkembangan Produksi Pakan Ternak di Indonesia
Pakan ternak merupakan kunci utama dalam pertanian, nutrisi, dan ketahanan pangan global.
Pakan ternak sangat penting dalam mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas
ternak, serta memainkan peran penting dalam rantai pasokan pangan global. Pakan ternak dibuat
dari beragam bahan, mulai dari biji-bijian dan minyak sayur hingga vitamin dan mineral, serta
diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi spesifik berbagai spesies.
Berdasarkan informasi dari Buku Perkembangan Pemasukan Bahan Pakan Asal Tumbuhan (BPAT)
Tahun 2024, produksi pakan nasional meningkat 1,44% dari 17,38 juta ton pada tahun 2021 menjadi
17,63 juta ton pada tahun 2022. Pada tahun 2023 produksi pakan mengalami peningkatan 1,70%
menjadi 17,93 juta ton. Pada tahun 2024 produksi juga mengalami peningkatan sebesar 2,68%
menjadi 18,41 juta ton. Produksi pakan didominasi oleh pakan unggas yang mencapai sekitar
98,00% dari total produksi pakan tahun 2024. Hal ini sejalan dengan sistem pemeliharaan ayam ras
di Indonesia yang telah berskala komersial.
Berdasarkan informasi dari unggahan pada akun sosial media resmi milik Direktorat Jenderal
Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dijten PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia
(https://www.instagram.com/reel/DQaz-fAkxhY/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTI
wNjQ2YQ==) yang diunggah pada tanggal 30 Oktober 2025, terdapat lebih dari 110 pabrik pakan
yang aktif di Indonesia dengan kapasitas produksi pakan mencapai 31 juta ton per tahun. Realisasi
produksi pakan tahun 2025 mencapai 21,5 juta ton atau meningkat 40,22% dari produksi pakan
pada tahun 2024 (data disetahunkan).
Berikut adalah perkembangan produksi pakan ternak di Indonesia tahun 2021 – 2025 :
Gambar 3-16 Perkembangan Produksi Pakan Ternak di Indonesia
Tahun 2021 – 2025
(Juta Ton)
Perkembangan Produksi Pakan Ternak di Indonesia
Tahun 2021 – 2025
25,00 21,50
20,00 17,38 17,63 17,93 18,41
Juta Ton
15,00
10,00
5,00
-
2021 2022 2023 2024 2025*
Produksi Pakan Ternak
Catatan : *Data tahun 2025 adalah data per Oktober 2025
Sumber : Perkembangan Pemasukan Bahan Pakan Asal Tumbuhan (BPAT) Tahun
2024, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2025, dan Unggahan
akun resmi Ditjen PKH
(https://www.instagram.com/reel/DQaz-fAkxhY/?utm_source=ig_web
_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==), 30 Oktober 2025
Dikutip dari artikel berita Poultry Indonesia (https://www.poultryindonesia.com/id/perunggasan-
2026-punya-peluang-sederet-tantangan-tetap-menghadang/) yang diunggah pada tanggal
17 Desember 2025, Ketua Umum GPMT menjelaskan bahwa pada tahun 2025 terjadi peningkatan
produksi pakan broiler seiring dengan naiknya bobot panen. Selain itu, pertumbuhan juga terjadi
pada pakan layer, khususnya pakan komplit, seiring tingginya harga jagung yang mendorong
52
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 79
peternak layer beralih dari racikan mandiri ke pakan komplit pabrikan. Lebih lanjut, Ketua Umum
GPMT menyampaikan bahwa peningkatan produksi pakan komplit dan konsentrat layer turut
dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan, baik sebagai dampak dari program Makan Bergizi
Gratis (MBG) maupun adanya kenaikan populasi ayam petelur yang diperkirakan mencapai 7,00%.
Berdasarkan informasi dari artikel berita CNN Indonesia
(https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20251120165234-92-1297620/pemerintah-bakal-
bangun-30-pabrik-pakan-di-daerah-anggaran-rp20-t) yang diunggah pada 20 November 2025,
pemerintah akan membangun puluhan pabrik pakan bagi peternak kecil di Indonesia. Menteri
Pertanian menyebut bahwa pabrik pakan tersebut akan dibangun pertama kali pada 12 daerah
di Indonesia dengan 12 titik pabrik pakan, lalu pada tahap kedua akan dibangun 18 titik pabrik
pakan. Menteri Pertanian menyampaikan bahwa pabrik pakan yang dibangun akan diperuntukkan
kepada petani kecil di Indonesia. Langkah ini sebagai bentuk dukungan pemerintah bagi peternak
berskala kecil yang jumlahnya mencapai 3,7 juta di Indonesia.
3.2.7 Proyeksi Pasar Total Pakan Ternak dan Pakan Ternak Unggas dan Babi di Indonesia
Berdasarkan informasi dari website Research and Markets
(https://www.researchandmarkets.com/reports/5125068/indonesia-animal-feed-market-
forecasts-from?srsltid=AfmBOornRsM0N2Yrr7Z0cfDJRp2ocj2EOG-7n3H7OCqpfjrb9neY5_Y5),
pasar pakan ternak di Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan Compound Annual Growth
Rate (CAGR) sebesar 4,99%, mencapai ukuran pasar sebesar USD 14.236 juta pada tahun 2030 dari
USD 11.161 juta pada tahun 2025.
Pakan ternak menyediakan nutrisi yang dibutuhkan hewan ternak untuk meningkatkan kesehatan
secara keseluruhan dan kualitas produk akhir seperti susu, telur, dan daging. Faktor utama yang
mendorong perkembangan pasar pakan ternak di Indonesia adalah meningkatnya permintaan
daging sehingga mendorong kebutuhan akan pakan yang efektif di Indonesia. Permintaan akan
daging diperkirakan akan terus meningkat, dengan konsumsi daging di Indonesia yang mengalami
pertumbuhan positif dan meningkatnya populasi kelas menengah yang diikuti oleh transisi menuju
konsumsi makanan bernilai tinggi.
Pangsa pasar Perseroan adalah perusahaan-perusahaan lokal dan perorangan di Indonesia, yang
bergerak di bidang peternakan, khususnya peternakan unggas.
Selama tahun 2021 – 2025 penjualan pakan ternak memberikan kontribusi pendapatan terbesar
bagi Perseroan, yaitu rata-rata sebesar 64,08% dari total penjualan 5 tahun terakhir. Jumlah
penjualan pakan ternak Perseroan pada tahun 2025 adalah Rp. 2.598.187.000.000,-, atau mencapai
sekitar 1,39% dari total pasar pakan ternak di Indonesia, sebagai berikut :
Tabel 3-3 Perkiraan Pangsa Pasar Pakan Ternak Perseroan Terhadap Total Pasar Pakan Ternak
di Indonesia Tahun 2025
Penjualan Pakan Ternak
Pangsa Pasar*
Jenis Pakan Ternak Tahun 2025
(%)
(Rp.)
Pakan Ternak - Perseroan 2.598.187.000.000 1,39%
Total Pasar Pakan - Indonesia 187.303.902.000.000
Catatan : *Dibandingkan dengan keseluruhan total pasar pakan ternak di Indonesia
Sumber : https://www.knowledge-sourcing.com/report/indonesia-poultry-feed-market, Knowledge Sourcing
Intelligence, diakses pada tanggal 3 Maret 2026, data diolah KJPP
Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa potensi nilai total pasar pakan ternak yang dimiliki oleh
Perseroan pada tahun 2025 mencapai 1,39% dari total pangsa pasar pakan ternak di Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari website Knowledge Sourcing Intelligence
(https://www.knowledge-sourcing.com/report/indonesia-poultry-feed-market), pasar pakan
53
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 80
unggas di Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 8.896,9 juta pada tahun 2030 dari
USD 6.344,8 juta pada tahun 2025, dengan pertumbuhan CAGR sebesar 7,00%.
Berikut adalah proyeksi pasar pakan unggas di Indonesia tahun 2025 – 2030 :
Gambar 3-17 Proyeksi Pasar Pakan Unggas di Indonesia Tahun 2025 – 2030
(USD Juta)
$8896,9
$8315,24
$7771,6
$7263,51
$6788,63
$6344,8
Sumber : https://www.knowledge-sourcing.com/report/indonesia-poultry-feed-market, Knowledge Sourcing
Intelligence, diakses pada tanggal 3 Maret 2026
Untuk gambaran kebutuhan konsentrat pakan ternak babi, berdasarkan data Indonesian Feedmills
Association (IFMA), produksi pakan ternak babi pada tahun 2021 – 2023 masing-masing berjumlah
3,98 ton, 3,74 ton, dan 1,75 ton. IFMA memperkirakan akan terjadi kenaikan populasi babi sebesar
5-10% per tahun, sehingga proyeksi kebutuhan dan produksi pakan ternak babi juga diperkirakan
akan meningkat sebesar 5-10% per tahun. Berikut adalah total produksi pakan ternak dan pakan
ternak babi tahun 2021 – 2023 :
Gambar 3-18 Total Produksi Pakan Ternak dan Pakan Ternak Babi di Indonesia
Tahun 2021 - 2023
(Juta Ton)
Sumber : Indonesian Feedmills Association, Manajemen Perseroan, April 2026
54
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 81
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh manajemen dengan menggunakan data dan asumsi
diatas, dimana terdapat kenaikan kebutuhan pakan ternak babi sebesar 5% per tahun, maka
perkiraan kebutuhan pakan ternak babi pada tahun 2026 adalah sebesar 2.025.844 ton. Pakan
ternak yang dibutuhkan oleh babi dewasa diperkirakan mencapai 50% dari total kebutuhan pakan
ternak babi keseluruhan. Konsentrat pakan ternak babi yang dibutuhkan oleh babi dewasa
diperkirakan mencapai 65% dari total kebutuhan pakan ternak babi dewasa. Dengan demikian
perkiraan ukuran pasar untuk konsentrat pakan ternak babi dewasa yang dibutuhkan pada
tahun 2026 berjumlah 658.399 ton per tahun (65% x 50% x 2.025.844 ton), atau sekitar
Rp. 4.609 miliar per tahun (asumsi harga konsentrat pakan ternak babi secara rata-rata di pasar
sebesar Rp. 7.000,-/kg).
3.2.8 Potensi Pasar dan Pasar Sasaran
Berdasarkan penjelasan pada bab 3.2.4, potensi pasar konsentrat pakan ternak Perseroan cukup
besar, terutama terlihat dari peningkatan yang terus terjadi pada populasi ayam ras pedaging dan
ayam ras petelur selama tahun 2021 – 2025, yang menunjukkan peningkatan populasi ayam ras
pedaging rata-rata sebesar 3,65% per tahun dan ayam ras petelur rata-rata sebesar 2,56% per
tahun dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2025, populasi ayam ras pedaging mencapai 3,32 miliar
ekor dan ayam ras petelur mencapai 0,43 miliar ekor pada tahun 2025.
Potensi pasar pakan ternak unggas terlihat pada sub bab 3.2.7 yaitu Gambar 3-17 Proyeksi Pasar
Pakan Unggas di Indonesia Tahun 2025 – 2030, yang menunjukkan proyeksi pasar pakan unggas
di Indonesia akan terus tumbuh sebesar CAGR 7,00%, yaitu dari USD 6.344,8 juta pada tahun 2025
hingga mencapai USD 8.896,9 juta pada tahun 2030.
Potensi konsentrat pakan ternak babi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar
5-10% per tahun mulai tahun 2024 dan seterusnya sesuai dengan perkiraan pertumbuhan populasi
babi (data dari Indonesian Feedmills Association (IFMA)). Perkiraan ukuran pasar untuk konsentrat
pakan ternak babi dewasa yang dibutuhkan pada tahun 2026 berjumlah 658.399 ton per tahun,
atau mencapai Rp. 4.609 miliar per tahun.
Pasar sasaran Perseroan adalah perusahaan-perusahaan lokal dan perorangan di Indonesia, yang
bergerak di bidang peternakan, khususnya peternakan unggas. Perkembangan jumlah perusahan
peternakan unggas di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu sebesar
23,84% per tahun selama 5 tahun terakhir, seperti yang telah diungkapkan pada sub bab 3.2.2.
Jumlah perusahaan peternakan unggas di Indonesia pada bulan September 2025 mencapai
865 perusahaan, yang terdiri dari 301 perusahaan pembibitan dan 564 perusahaan budidaya.
3.3 Konsumen
Konsumen Perseroan adalah perusahaan-perusahaan lokal dan perorangan di Indonesia. Perseroan
telah memiliki banyak konsumen tetap, karena Perseroan telah beroperasional sejak tahun 1985.
Berikut adalah konsumen-konsumen produk konsentrat pakan ternak Perseroan per
31 Desember 2025 :
Tabel 3-4 Konsumen Produk Konsentrat Pakan Ternak Perseroan Per 31 Desember 2025
No. Produk Nama Konsumen Alamat
Konsentrat Pakan Ternak Layer
1. K 204 Suherli Karang Teni RT003 RW003, Karang Anyar, Jati Agung,
Premium Kabupaten Lampung Selatan, Lampung
CV Jaya Raya Tenteram Suka Makmur RT020 RW000, Air Batu, Talang Kelapa,
Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
55
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 82
Lanjutan Tabel 3-5…
No. Produk Nama Konsumen Alamat
Konsentrat Pakan Ternak Layer
Hery Wibowo Griya Bogor Raya Jl. Merkurius 12 RT 01 RW 12,
Kelurahan Katulampa, Kecamatan Kota Bogor Timur,
Kota Bogor Jawa Barat
H Dasman Tanjung Jl. Bhakti Osis No 9 RT 002 RW 001 Kelurahan Air
Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang
Lebong, Bengkulu
Sunandra Lim RT05, Desa Solok, Kupeh, Ulu, Batanghari, Jambi
Sukartini Dusun I RT 004 RW 002, Taman Endah Kecamatan
Purbolinggo, Lampung Timur, Lampung
CV Mitra Sukses Jalan Davinci, Komplek Grand Garden No. 26 RT 054
Bersaudara RW 010, Palembang, Ilir Timur
Hartono /Ko' Angai Jl. Bakar Batu No. 27 A, Tanjung Pinang, Riau 29112
Eko Arianto Lingkungan II RT 002 001, Desa Bandar Jaya Timur,
Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah
Suharno Dusun Sukoharjo, RT 015 RW 007, Sukoharjo,
Sekampung, Lampung Tengah
2. K 204 SR Fadhil Aulia Desa Parumpung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten
Lima Puluh, Kota Sumatera Barat
CV Sumber Inti Protein Jl. Karya Baru No. 230 RT005 RW002 Karya Baru,
Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera
Selatan
Hery Wibowo Griya Bogor Raya Jl. Merkurius 12 RT 01 RW 12
Kelurahan Katulampa, Kecamatan Kota Bogor Timur,
Kota Bogor, Jawa Barat
Hartono /Ko' Angai Jl. Bakar Batu No. 27 A, Tanjung Pinang, Riau 29112
Paulus Bagia Pradja Jl. Cimanuk No. 278, Paminggir Garut, Kota Garut,
Jawa Barat
CV Maju Bersama Palembang, Betung Km 17 Sukajadi, Talang Kelapa,
Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
Efrizal S Desa Mungka Tengah, Kecamatan Guguk, Kabupaten
Lima Puluh, Kota Sumatera Barat
Shimpo Jl. Karya Baru No. 230, RT 05 RW 02 Karya Baru, Alang
Alang Lebar, Palembang
CV Sarana Satwa Indonesia Jalan Otto Iskandardinata, Blok Jambe, RT 004
Tegalsari, Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
3. K 204 S CV Farm Wahyu Ningsih Tanjung Tiga RT 002 RW 001, Kelurahan Tanjung Tiga,
Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan,
Lampung
Rendra Ari Purna Rarangjami, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat
Kristanto Pitoyo Kampung Pisangan No. 16 RT 002/005, Kelurahan
Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur
CV Sumber Inti Protein Jl. Karya Baru No. 230 RT005 RW002, Karya Baru,
Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera
Selatan
PT Kawali Poulty Shop Tegal Sari 1 No.14 RT 008 RW 004 Kelurahan Kawali
Mukti, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa
Barat
Herry Sandjaja Susanna Jl. Moch Toh No. 312 RT 009 RW 003, Kelurahan
Karasak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung,
Jawa Barat
56
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 83
Lanjutan Tabel 3-5…
No. Produk Nama Konsumen Alamat
Konsentrat Pakan Ternak Layer
4. K 204 P SO CV Johnson Farm Desa Patrolsari, Arjasari, Bandung
Grace Rosaline Sunanta Jl. Batununggal Elok V No. 12 RT 008 RW 001
Batununggal, Bandung Kidul, Kota Bandung, Jawa
Barat
Nan Hoa Jl. Mekar Murni No. 1 RT 001 RW 005, Mekarwangi,
Bojong Loa Kidul, Bandung, Jawa Barat
Yahya Sunanta Kopo Mas blok D31, RT 002 RW 001, Margasuka,
Babakan, Ciparay, Bandung
Helena Grace Samantha Kopo Mas Blok D No.31, RT 002 RW 001, Margasuka,
Babakan, Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat
Silvanus Sunanta Jl. Batununggal Elok V No. 12, RT 008 RW 001,
Batucikal, Bandung Kidul, Kota Bandung
Yosua Sunanta Batununggal Elok V No. 12, RT 008 RW 001,
Batununggal, Batucikal, Bandung Kidul
CV Sumber Inti Protein Jl. Karya Baru No. 230, RT 005 RW 002, Karya Baru,
Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera
Selatan
Shimpo Jl. Karya Baru No. 230, RT 005 RW 002, Karya Baru,
Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera
Selatan
CV Sumber Utama Nutrisai Dusun Embulanting RT000 RW000, Talang Jawa,
Jaya Farm Merbau, Mataram, Kabupaten Lampung Selatan,
Lampung
5. K 202 CV Farm Wahyu Ningsih Tanjung Tiga RT 002 RW 001, Kelurahan Tanjung Tiga,
Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan,
Lampung
CV Bhumi Asta Manggali Blok Pasir Cadas, Kampung Cilema, RT 001 RW 003
Mentengsari, Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa
Barat
Fadhil Aulia Desa Parumpung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten
Lima Puluh, Kota Sumatera Barat
CV Sumber Inti Protein Jl. Karya Baru No. 230, RT 005 RW 002, Karya Baru,
Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera
Selatan
EfrizalS Desa Mungka Tengah, Kecamatan Guguk, Kabupaten
Lima Puluh, Kota Sumatera Barat
Sunandra Lim RT 05, Desa Solok, Kupeh Ulu, Batanghari, Jambi
Suherli Karang Teni RT 003 RW 003, Karang Anyar, Jati Agung,
Kabupaten Lampung Selatan, Lampung
CV Maju Bersama Palembang, Betung Km 17, Sukajadi, Talang Kelapa,
Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
Hery Wibowo Griya Bogor Raya, Jl Merkurius 12 RT 01 RW 12,
Kelurahan Katulampa, Kecamatan Kota Bogor Timur,
Kota Bogor, Jawa Barat
Sukartini Dusun I RT 004 RW 002, Taman Endah, Kecamatan
Purbolinggo, Lampung Timur, Lampung
6. ASK 204 36 Gunung Kawi Group Jl. Rurukan Payaten I, Tomohon, Sulawesi Utara
Henri Group Jl. Bali RT 001 RW 004, Paguyaman, Kecamatan Kota
Tengah, Kota Gorontalo, Sulawesi Utara
7. CM 204-36 PT Cahaya Alfauzan Poka Jl. Poros Rappang, Enrekang Sidrap, Sulawesi Selatan
SUPER
57
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 84
Lanjutan Tabel 3-5…
No. Produk Nama Konsumen Alamat
Konsentrat Pakan Ternak Layer
PT Cahaya Tiga Putri Jl. A. Poros Enrekang Puncak, Desa Mario, Kecamatan
Kulo, Sulawesi Selatan
8. FK 204 36 CV Coppo Benteng Bentengnge Ompo Lalabata Soppeng, Sulawesi
Selatan, Soppeng, Sulawesi 90813
Suherman Group Jl. A.Yani Komp Kencana No. 42, RT 003 RW 001, Desa
Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan
9. K 204-36 CV Hipusera Sikebo RT 002 RW 004, Limpung, Batang
Henri Group Jl. Bali RT 001 RW 004 Paguyaman, Kecamatan Kota
Tengah, Kota Gorontalo, Sulawesi Utara
Indosatwa Group Jl. AKD Kotamobagu, Sulawesi Utara
CV Ivong Farm Jl. Raya Bagelenan, RT 003 RW 001, Kelurahan
Bagelenan, Kecamatan Srengat, Blitar, Jawa Timur
Jatinom Indah Agri Desa Jatinom RT 003 RW 001, Jatinom, Kanigoro,
Blitar
NS UD Group Br. Dinas Cepag Jegu, Penebel, Tabanan
Putra Harapan II Desa Sukawana, Kintamani - Bangli
10. FMK 204-36 UD Idaman Jl. Garuda No. 23, Palu, Sulawesi Tengah
Muin Group Jalan Annuang, No. 95, Desa Maricaya, Kecamatan
Makassar, Kota Makassar
Mukhlis Syam Group Panreng Rijang, Desa Panreng, Kecamatan Baranti,
Sulawesi Selatan
11. K 204 Mahirudin Tahir Group Poros Palu Kulawi RT 001 RW 001, Kabobona Dolo,
PREMIUM Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah
Wisma Jaya KK Dusun Mengkaan Laok, RT 001 RW 005, Desa
Kertagenah Laok, Kecamatan Kadur, Kabupaten
Pamekasan
12. MD 204-36 Dirga PS Group Jl. Veteran No. 27, Duampanua Baranti, Kabupaten
PLUS Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan
13. K 202 Muin Group Jl. Annuang, No. 95, Desa Maricaya, Kecamatan
Makassar, Kota Makassar
Pantras Group Jl. Margorejo Indah A No. 553, RT 001 RW 008,
Margorejo, Wonocolo, Surabaya
PT Cahaya Tiga Putri Jl. A. Poros Enrekang Puncak, Desa Mario, Kecamatan
Kulo, Sulawesi Selatan
14. K204 X-TRA Frangky Palit Group Lingkungan V Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan
Tuminting, Sulawesi Utara
Mahirudin Tahir Group Poros Palu Kulawi RT 001 RW 001, Kabobona Dolo,
Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah
Ronald Group Jaga IV Desa Koka Tombulu, Manado, Sulawesi
Konsentrat Pakan Ternak Broiler
15. K 102 Dona Jaya PS Dusun Gadungan Barta RT 01 RW 01, Puncu, Pare,
Kediri
CV Ivong Farm Jl. Raya Bagelenan RT 003 RW 001, Kelurahan
Bagelenan, Kecamatan Srengat, Blitar, Jawa Timur
58
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 85
Lanjutan Tabel 3-5…
No. Produk Nama Konsumen Alamat
Konsentrat Pakan Ternak Babi
16. KGP 709 CV Ivong Farm Jl. Raya Bagelenan RT 003 RW 001, Kelurahan
Bagelenan, Kecamatan Srengat, Blitar, Jawa Timur
Jatinom Indah Agri Desa Jatinom RT 003 RW 001, Jatinom, Kanigoro,
Blitar
Nara Group Br. Apuh Sebatu, Tegalalang, Gianyar, Bali
17. KGP 709 M Indosatwa Group Jl. AKD Kotamobagu, Sulawesi Utara
Luther Iding Kala Allo RT Karombi RT 004 Pemanukan, Gandangbatu,
Sillanan, Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik
18. FK 404 Pui Peter G Sunardi Kelurahan Gugah Sejahtera, Kecamatan Pemangkat
Sambas, Kalimantan Barat
19. K 402 Jatinom Indah Agri Desa Jatinom, RT 003 RW 001 Jatinom, Kanigoro,
Blitar
Sumber : Manajemen Perseroan, 2025
Penambahan KBLI baru ini tidak berpengaruh terhadap jumlah konsumen Perseroan.
3.4 Persaingan Usaha
Pesaing yang dihadapi oleh Perseroan untuk produk konsentrat pakan ternak pada umumnya
merupakan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama, yaitu industri
produksi dan distribusi pakan ternak di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi
di pasar yang sama dan melayani segmen pelanggan yang sejenis dengan Perseroan.
Berikut adalah pesaing utama Perseroan yang merupakan perusahaan yang bergerak pada industri
produksi pakan ternak di Indonesia :
Tabel 3-5 Pesaing Utama Perseroan
Nama Pesaing Keunggulan Pesaing*
PT Charoen Pokphand • Salah satu perusahaan poultry integrated terbesar di Indonesia.
Indonesia Tbk • Menjalin kemitraan budidaya jagung agar rantai pasokan lokal dari petani
hingga pabrik dapat efisien.
• Melakukan ekspansi bisnis dengan program perluasan pabrik pakan ternak,
fasilitas pembibitan DOC, dan fasilitas pengolahan makanan.
• Maksimal kebutuhan listrik sebesar 6.930 kVa atau 5543 kW dan meningkat
10 MW saat operasional mencapai kapasitas maksimal.
• Menyediakan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebesar
304 m3/hari.
PT Japfa Comfeed • Salah satu perusahaan poultry integrated terbesar di Indonesia.
Indonesia Tbk • Mampu mengolah kotoran unggas sekitar 3 - 4,5 ton menjadi pupuk melalui
instalasi biodigester yang dapat menjadi sesuatu yang bernilai.
• Memiliki research farm sehingga dapat menghasilkan produk pakan ternak
yang sesuai dengan perkembangan potensi genetik ayam pedaging dan
petelur.
• Meluncurkan sebuah inovasi kemasan pakan dengan desain 70% lebih tipis
dari volume awal dan jumbo bag yang dapat digunakan kembali untuk
mengurangi biaya kemasan.
Sumber : Nama pesaing berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan
*Keunggulan pesaing diperoleh dari Laporan Tahunan 2024 perusahaan pesaing, data diolah oleh
KJPP
59
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 86
Peluang yang dimiliki oleh Perseroan untuk bersaing dengan para pesaing utama diatas (PT Charoen
Pokphand Indonesia Tbk dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk) adalah cukup besar, karena
Perseroan memiliki kelebihan dibanding dua kompetitor diatas yaitu :
• Perseroan memiliki harga jual produk pakan ternak dan kualitas yang cukup bersaing
dibandingkan dengan kedua pesaing diatas.
• Secara keseluruhan Perseroan menerapkan sistem halal blockchain pertama di Indonesia.
Sistem halal blockchain adalah prosedur pemotongan ayam sesuai dengan syariat islam,
sehingga konsumen dapat mengakses proses potong ayam secara transparan. Khusus untuk
produk konsentrat pakan ternak, Perseroan menerapkan Biosecurity yang ketat serta
berpedoman kepada Foods Safety Management System – CXC Codex HACP 2020 (GHPs dan
HACCP) serta Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB).
• Pabrik pakan ternak Perseroan terletak di Provinsi Banten dan Jawa Timur, sehingga target pasar
lebih fokus di wilayah Jawa dan Bali, dimana Provinsi Jawa Timur memiliki permintaan yang
paling besar di Indonesia.
3.5 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang diterapkan oleh Perseroan untuk produk konsentrat pakan ternak
difokuskan pada penguatan jaringan distribusi serta peningkatan hubungan jangka panjang dengan
pelanggan. Perseroan memasarkan produk konsentrat pakan ternak kepada para pelaku usaha
peternakan melalui jaringan pemasaran yang telah dimiliki, termasuk distributor, agen, serta
pelanggan langsung yang berada di berbagai wilayah di Indonesia.
Selain itu, Perseroan juga berupaya menjaga kualitas produk dan konsistensi pasokan guna
meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk yang dipasarkan. Kegiatan pemasaran juga
didukung dengan pendekatan layanan kepada pelanggan, termasuk pemberian informasi produk
dan dukungan teknis yang berkaitan dengan penggunaan konsentrat pakan ternak.
Melalui strategi tersebut, Perseroan berharap dapat memperluas jangkauan pasar serta
meningkatkan daya saing produk konsentrat pakan ternak Perseroan di pasar domestik.
3.6 Kesimpulan Kelayakan Pasar
Mengacu pada perkembangan pasar industri peternakan secara umum, perkembangan penawaran
dan permintaan pada industri peternakan unggas, khususnya perkembangan pasar pakan ternak
di Indonesia, serta adanya strategi pemasaran yang baik dari manajemen Perseroan, dapat
disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru akan membantu Perseroan untuk memenuhi legalitas
perusahaan dalam melakukan proses produksi, sehingga Perseroan dapat melayani pangsa pasar
pada industri peternakan dari hulu sampai ke hilir, dan memiliki prospek usaha yang lebih cerah
dimasa yang akan datang.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI Baru untuk
menunjang kegiatan usaha produksi konsentrat pakan ternak, maka disimpulkan bahwa aspek
pasar ini adalah layak.
60
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 87
4. KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Produk Perseroan dan Spesifikasi Teknis Produk
Saat ini produk Perseroan terdiri dari pakan ternak, bibit ayam umur sehari (Day Old Chicken/DOC),
ayam hidup, dan ayam potong, dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 4-1 Produk Perseroan
No. Produk Spesifikasi Teknis Produk dan Merek Yang Digunakan
1. Pakan Ternak Pakan ternak terdiri dari pakan ayam pedaging, pakan ayam petelur, pakan
ayam bibit, pakan burung, konsentrat pakan ternak, pakan puyuh, dan
beberapa jenis pakan lainnya. Selain itu, pakan mampu diproduksi dalam
bentuk tepung, pellet (butiran), crumble, dan expander sesuai permintaan dan
kebutuhan konsumen. Pakan ini diproduksi dari pabrik pakan Perseroan yang
terletak di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pakan ternak ini terdiri dari berbagai jenis produk dengan menggunakan
merek “Sreeya”. Berat kemasan yang dipasarkan yaitu 50 kilogram.
2. Bibit Ayam Umur Ayam umur sehari (Day Old Chick/ DOC) merupakan produk anak ayam usia
Sehari/Day Old sehari. DOC terdiri dari jenis ayam pedaging (broiler) dan ayam petelur (layer)
Chicken (DOC) yang dihasilkan dari pembibitan dan penetasan. DOC broiler dibudidayakan
oleh peternak broiler selama 28 sampai 35 hari dengan berat kisaran 1,3 kg
sampai 2 kg menjadi ayam hidup (live bird). Sedangkan, DOC layer terdiri dari
DOC layer jantan dan betina. DOC layer jantan dibudidayakan sebagaimana
DOC broiler, sedangkan DOC layer betina dibudidayakan oleh peternak layer
untuk diambil telurnya pada kisaran umur 18 sampai 80 minggu dan hasil telur
rata-rata 1 butir setiap 24 sampai 28 jam. DOC Perseroan dihasilkan dari
pembibitan dan penetasan Perseroan yang terletak di Jawa Barat dan
Jawa Timur.
3. Ayam Hidup Ayam hidup siap potong dihasilkan dari DOC ayam pedaging (broiler) yang
kemudian akan dipanen pada kisaran umur 28 sampai 35 hari dengan berat
pada kisaran 1,3 kg sampai 2 kg. Ayam hidup ini dapat dijual langsung atau
diproses lebih lanjut di Rumah Potong Ayam milik Perseroan.
4. Ayam Potong Ayam potong merupakan salah satu produk utama Perseroan yang dihasilkan
dari fasilitas pemotongan ayam di daerah Parung, Jawa Barat. Produk tersebut
antara lain karkas, partings, dan boneless. Distribusi dan pemasarannya
hampir mencapai seluruh wilayah Indonesia, baik ke supermarket, restoran,
kafe, dan lainnya.
Ayam potong dijual dengan menggunakan merek “Sreeya”.
Sumber : Manajemen Perseroan, 2024
Konsentrat pakan ternak adalah jenis pakan penguat yang memiliki kandungan nutrisi tinggi,
terutama protein dan energi, dengan kadar serat kasar yang rendah. Pakan ini berfungsi melengkapi
nutrisi pakan untuk meningkatkan produktivitas, seperti pertumbuhan daging dan telur.
Kegiatan pembuatan konsentrat pakan ternak merupakan bagian dari divisi pakan ternak. Produksi
konsentrat pakan ternak ini sudah dilakukan oleh Perseroan sebagai bagian dari kegiatan produksi
sehari-hari sejak lebih dari 10 tahun yang lalu.
Berikut adalah produk konsentrat pakan ternak yang diproduksi oleh Perseroan :
61
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 88
Tabel 4-2 Rincian Produk Konsentrat Pakan Ternak Perseroan
No. Nama Produk Nama Dagang Kegunaan Produk
1. Konsentrat Pakan K 204 Premium Pakan Konsentrat Ayam Petelur umur 18 minggu ke atas
Ternak Layer K 204 SR Pakan Konsentrat Ayam Petelur umur 18 minggu ke atas
K 204 S Pakan Konsentrat Ayam Petelur umur 18 minggu ke atas
K 204 P SO Pakan Konsentrat Ayam Petelur umur 18 minggu ke atas
K 202 Pakan Konsentrat Ayam Petelur grower umur 11-16 minggu
2. Konsentrat Pakan ASK 204 36 Pakan Konsentrat ayam ras petelur masa produksi
Ternak Layer CM 204-36 Pakan Konsentrat ayam ras petelur masa produksi
SUPER
FK 204 36 Pakan Konsentrat ayam ras petelur masa produksi
FMK 204-36 Pakan Konsentrat ayam ras petelur masa produksi
K 202 Pakan Konsentrat ayam ras petelur dara
K 204-36 Pakan Konsentrat ayam ras petelur masa produksi
K 204 PREMIUM Pakan Konsentrat ayam ras petelur masa produksi
K204 X-TRA Pakan Konsentrat ayam ras petelur masa produksi
MD 204-36 Pakan Konsentrat ayam ras petelur masa produksi
PLUS
3. Konsentrat Pakan K 102 Pakan Konsentrat ayam ras pedaging
Ternak Broiler
4. Konsentrat Pakan KGP 709 Pakan Konsentrat anak babi sapihan, pembesaran dan
Ternak Babi penggemukan
KGP 709 M Pakan Konsentrat anak babi sapihan, pembesaran dan
penggemukan
5. Konsentrat Pakan FK 404 Pakan Konsentrat itik petelur masa produksi mutu 1
Ternak Bebek/Itik K 402 Pakan Konsentrat itik pedaging
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
Seluruh produk konsentrat pakan ternak diatas dipasarkan dengan merek “Sreeya” dan seluruhnya
dikemas dalam karung berukuran 50 kg.
Berikut adalah gambar dari beberapa produk konsentrat pakan ternak yang diproduksi oleh
Perseroan :
Gambar 4-1 Produk Konsentrat Pakan Ternak Yang Diproduksi Perseroan
Konsentrat Pakan Ternak Layer Konsentrat Pakan Ternak Layer Konsentrat Pakan Ternak Layer
K 204 Premium K 204 SR K 204 S
62
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 89
Lanjutan Gambar 4-1…
Konsentrat Pakan Ternak Layer Konsentrat Pakan Ternak Layer
K 204 P SO K 202
Konsentrat Pakan Ternak Layer CM 204-36 Super, Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik FK 404, dan
Konsentrat Pakan Ternak Broiler K 102
Konsentrat Pakan Ternak Babi KGP 709, Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik K 402, dan Konsentrat Pakan
Ternak Babi KGP 709 M
Sumber : https://sreeyasewu.com/id/products/feed, Website Perseroan, Maret 2026
63
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 90
Penambahan KBLI baru ini tidak akan mengubah maupun menambah jenis produk konsentrat
pakan ternak eksisting yang selama ini telah diproduksi.
Seluruh produk konsentrat pakan ternak Perseroan dijual kepada pihak ketiga, dengan rincian
penjualan selama 5 tahun terakhir sebagai berikut :
• Konsentrat Pakan Ternak Layer
Konsentrat pakan ternak layer diproduksi di pabrik Balaraja dan Sidoarjo, dengan rincian sebagai
berikut :
- Balaraja
Tabel 4-3 Perkembangan Jumlah Penjualan Produk Konsentrat Pakan Ternak Layer di Balaraja
Tahun 2021 - 2025
Total Total Pertumbuhan Pertumbuhan Pertumbuhan
Harga
Volume Penjualan Volume Harga Penjualan
Tahun Rata-Rata
Penjualan Bersih Penjualan Rata-Rata Bersih
(Rp./Kg)
(Ton) (Rp.Juta) (%/Tahun) (%/Tahun) (%/Tahun)
2021 26.379 7.468 196.993 - - -
2022 25.538 8.500 217.061 -3,19% 13,82% 10,19%
2023 15.099 8.542 128.971 -40,87% 0,49% -40,58%
2024 17.909 7.819 140.029 18,61% -8,46% 8,57%
2025 21.966 6.889 151.334 22,65% -11,89% 8,07%
Rata-Rata Pertumbuhan 2021-2025 -0,70% -1,51% -3,44%
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026, data diolah KJPP
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi penurunan volume penjualan konsentrat pakan
ternak layer rata-rata di Balaraja selama 5 tahun terakhir sebesar 0,70% per tahun. Penurunan
total penjualan terbesar untuk produk konsentrat pakan ternak layer di Balaraja terjadi pada
tahun 2023 yaitu menurun 40,87% dari tahun 2022. Dari sisi jumlah penjualan secara nominal,
dalam 5 tahun terakhir terjadi penurunan penjualan rata-rata sebesar 3,44% per tahun.
- Sidoarjo
Tabel 4-4 Perkembangan Jumlah Penjualan Produk Konsentrat Pakan Ternak Layer di Sidoarjo
Tahun 2021 - 2025
Total Total Pertumbuhan Pertumbuhan Pertumbuhan
Harga
Volume Penjualan Volume Harga Penjualan
Tahun Rata-Rata
Penjualan Bersih Penjualan Rata-Rata Bersih
(Rp./Kg)
(Ton) (Rp.Juta) (%/Tahun) (%/Tahun) (%/Tahun)
2021 84.773 7.553 640.276 - - -
2022 86.483 8.488 734.040 2,02% 12,38% 14,64%
2023 67.367 8.865 597.208 -22,10% 4,45% -18,64%
2024 54.307 8.151 442.682 -19,39% -8,05% -25,87%
2025 52.429 7.315 383.518 -3,46% -10,26% -13,36%
Rata-Rata Pertumbuhan 2021-2025 -10,73% -0,37% -10,81%
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026, data diolah KJPP
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi penurunan volume penjualan konsentrat pakan
ternak layer rata-rata di Sidoarjo selama 5 tahun terakhir sebesar 10,73% per tahun. Penurunan
total penjualan terbesar untuk produk konsentrat pakan ternak layer di Sidoarjo terjadi pada
tahun 2023 yaitu menurun 22,10% dari tahun 2022. Dari sisi jumlah penjualan secara nominal,
dalam 5 tahun terakhir terjadi penurunan penjualan rata-rata sebesar 10,81% per tahun.
64
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 91
• Konsentrat Pakan Ternak Babi
Konsentrat pakan ternak babi hanya diproduksi di pabrik Sidoarjo, dengan rincian penjualan
sebagai berikut :
Tabel 4-5 Perkembangan Jumlah Penjualan Produk Konsentrat Pakan Ternak Babi di Sidoarjo
Tahun 2021 - 2025
Total Total Pertumbuhan Pertumbuhan Pertumbuhan
Harga
Volume Penjualan Volume Harga Penjualan
Tahun Rata-Rata
Penjualan Bersih Penjualan Rata-Rata Bersih
(Rp./Kg)
(Ton) (Rp.Juta) (%/Tahun) (%/Tahun) (%/Tahun)
2021 5.694 8.524 48.537 - - -
2022 11.606 9.618 111.628 103,83% 12,83% 129,98%
2023 17.471 9.817 171.505 50,54% 2,06% 53,64%
2024 14.185 9.166 130.021 -18,81% -6,63% -24,19%
2025 16.225 8.560 138.885 14,38% -6,61% 6,82%
Rata-Rata Pertumbuhan 2021-2025 37,48% 0,41% 41,56%
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026, data diolah KJPP
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan volume penjualan konsentrat pakan
ternak babi rata-rata di Sidoarjo selama 5 tahun terakhir sebesar 37,48% per tahun. Peningkatan
total penjualan terbesar untuk produk konsentrat pakan ternak babi di Sidoarjo terjadi pada
tahun 2022 yaitu mencapai 103,83% dari tahun 2021. Dari sisi jumlah penjualan secara nominal,
dalam 5 tahun terakhir terjadi peningkatan penjualan rata-rata sebesar 41,56% per tahun.
• Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik
Konsentrat pakan ternak bebek/itik hanya diproduksi di pabrik Sidoarjo, dengan rincian
penjualan sebagai berikut :
Tabel 4-6 Perkembangan Jumlah Penjualan Produk Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik
di Sidoarjo Tahun 2021 - 2025
Total Total Pertumbuhan Pertumbuhan Pertumbuhan
Harga
Volume Penjualan Volume Harga Penjualan
Tahun Rata-Rata
Penjualan Bersih Penjualan Rata-Rata Bersih
(Rp./Kg)
(Ton) (Rp.Juta) (%/Tahun) (%/Tahun) (%/Tahun)
2021 330 8.218 2.708 - - -
2022 286 9.365 2.678 -13,22% 13,96% -1,10%
2023 286 9.519 2.725 0,12% 1,65% 1,78%
2024 123 8.892 1.089 -57,21% -6,59% -60,03%
2025 1.151 8.623 9.927 839,76% -3,02% 811,41%
Rata-Rata Pertumbuhan 2021-2025 192,36% 1,50% 188,01%
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026, data diolah KJPP
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan volume penjualan konsentrat pakan
ternak bebek/itik rata-rata di Sidoarjo selama 5 tahun terakhir sebesar 192,36% per tahun.
Peningkatan total penjualan terbesar untuk produk konsentrat pakan ternak bebek/itik
di Sidoarjo terjadi pada tahun 2025 yaitu mencapai 839,76% dari tahun 2024. Dari sisi jumlah
penjualan secara nominal, dalam 5 tahun terakhir terjadi peningkatan penjualan rata-rata
sebesar 188,01% per tahun.
4.2 Kapasitas Produksi Konsentrat Pakan Ternak
Perseroan memiliki dua pabrik pakan ternak yang masing-masing berlokasi di Sidoarjo Jawa Timur
dan Balaraja Banten.
Kapasitas mixer pakan ternak terpasang adalah :
65
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 92
Tabel 4-7 Rincian Kapasitas Mixer Pakan Ternak Terpasang
Kapasitas Terpasang
Lokasi
(Ton/Tahun)
Feedmill Balaraja 293.760
Feedmill Sidoarjo 480.000
Total Kapasitas Mixer 773.760
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
Pakan ternak yang diproduksi meliputi pakan ayam pedaging, pakan ayam petelur, pakan ayam
bibit, konsentrat pakan ternak, pakan puyuh, pakan burung dan beberapa jenis pakan ternak
lainnya. Pabrik pakan ternak dilengkapi dengan fasilitas laboratorium modern dan mampu
memproduksi pakan ternak dalam bentuk tepung, pellet (pelet), crumble (butiran) dan
expanded (diolah dengan mesin expander untuk peningkatan mutu dan ketercernaan pakan
ternak), sesuai kebutuhan pasar.
Pabrik Balaraja dan Sidoarjo memiliki waktu operasional dan kapasitas produksi yang berbeda.
Berikut adalah rincian waktu operasional dan kapasitas produksi pakan ternak pada pabrik
di Balaraja :
Tabel 4-8 Kapasitas Produksi Pakan Ternak Pada Pabrik Balaraja Tahun 2026
Keterangan Satuan Jumlah
Waktu Operasional
Jumlah Hari Operasional per Bulan Hari 26
Jumlah Jam Operasional per Hari Jam 20
Kapasitas Terpasang
Kapasitas Produksi Mixer Pakan Ternak Ton/Jam 47
Ton/Tahun 293.760
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Layer % 7,51%
Ton/Tahun 22.057
Catatan : *Pemakaian mixer untuk memproduksi konsentrat pakan ternak digunakan secara
bersama-sama dengan produksi pakan ternak lainnya
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
Berikut adalah rincian waktu operasional dan kapasitas produksi pakan ternak pada pabrik
di Sidoarjo :
Tabel 4-9 Kapasitas Produksi Pakan Ternak Pada Pabrik Sidoarjo Tahun 2026
Keterangan Satuan Jumlah
Waktu Operasional
Jumlah Hari Operasional per Bulan Hari 25
Jumlah Jam Operasional per Hari Jam 20
Kapasitas Terpasang
Kapasitas Produksi Mixer Pakan Ternak Ton/Jam 80
Ton/Tahun 480.000
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Layer % 17,34%
Ton/Tahun 61.176
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Babi % 17,47%
Ton/Tahun 20.308
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik % 17,60%
Ton/Tahun 1.908
Catatan : *Pemakaian mixer untuk memproduksi konsentrat pakan ternak digunakan secara
bersama-sama dengan produksi pakan ternak lainnya
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
66
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 93
4.3 Wilayah Operasional
Wilayah operasional untuk memproduksi konsentrat pakan ternak Perseroan terletak di dua lokasi
yaitu :
• Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten
• Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur
4.4 Mesin dan Peralatan Pendukung Produksi Konsentrat Pakan Ternak
Berdasarkan wilayah operasional Perseroan untuk divisi konsentrat pakan ternak yang terletak
pada dua lokasi, mesin dan peralatan pendukung utama yang digunakan untuk produksi Perseroan
juga terdapat pada kedua lokasi yaitu Balaraja dan Sidoarjo.
Berikut adalah mesin dan peralatan pendukung utama yang digunakan untuk produksi Perseroan
pada wilayah operasional Balaraja :
Tabel 4-10 Mesin dan Peralatan Pendukung Utama di Balaraja
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
1 Sistem Distribusi, terdiri dari :
• Unit Pemasukan dan Pengeluaran
- 3 Corong Curah dari Truk
- 1 Chainconveyor Penarik 3 Elevator
- 3 Elevator
- 2 Dryer Bin 1 Elevator
- 1 Elevator
- 1 Feed Cleaner
- 1 Conveyor Pemasukan (Diatas Silo)
- 10 Silo Penyimpanan Jagung
- 3 Silo Penyimpanan Jagung 26
Blower
- 13 Screw Pengeluaran
- 1 Conveyor Pengeluaran
- 1 Conveyor Pengeluaran (Dibawah
Silo)
- 3 Air Jet (Dust Colector)
• Unit Sistem A
- 1 Corong Curah dari Hammer Mill
- 1 Chain Conveyor
- 1 Elevator A3
- 1 Feed Cleaner A4
- 1 Conveyor Penarikan
- 7 Tangki Penyimpanan
67
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 94
Lanjutan Tabel 4-10…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
• Unit Sistem B
- 1 Corong Curah dari Truk
- 1 Conveyor Penarikan
- 3 Air Jet Filter B10, B15, B102
- 3 Blower B16, B11-1, B11-2
- 3 Air Lock B17, B12-1, B12-2
- 1 Elevator
- 1 Two Way
- 3 Magnet
- 2 Bin 33
- 2 Feeder
- 2 Hammer Mill
• Unit Sistem C
- 1 Corong Hujab dari Hammer
- 1 Air Jet Filter C12
- 1 Blower C18
- 1 Air Lock C14
- 1 Chain Conveyor
- 1 Elevator
- 1 Feed Cleaner Conveyor dari
Penarikan
- 1 Conveyor Penarikan
- 7 Tangki Penyimpanan 8, 9, 10, 11,
12, 13, 14
• Unit Sistem D
- 1 Corong Curah dari Truk
- 1 Conveyor Penarikan
- 1 Air Jet Filter D12
- 1 Blower
- 1 Airlock
- 1 Elevator
- 1 Feed Cleaner
- 1 Conveyor Penarikan
- 6 Tangki Penyimpanan 15, 16, 17,
18, 19, 20, 21, 22
- 1 Floor Scale
68
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 95
Lanjutan Tabel 4-10…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
• Unit Sistem E
- 1 Corong Curah dari Truk
- 1 Conveyor Penarikan
- 1 Elevator
- 1 Air Jet Filter
- 1 Blower
- 1 Airlock
- 1 Feed Cleaner
- 1 Conveyor Penarikan
- 5 Tangki Penyimpanan 23, 24, 25,
26, 27
• Unit Sistem F
- 1 Corong Curah dari Truk
- 1 Conveyor Penarikan
- 1 Elevator
- 1 Air Jet Filter
- 1 Blower
- 1 Airlock
- 1 Feed Cleaner
- 1 Two Way
- 1 Conveyor Penarikan
- 5 Tangki Penyimpanan 28, 29, 30,
31, 32
• Unit Penarikan Gedung I
- 1 Air Jet Filter (Dust Filter)
- 1 Corong Curah dari Truk
- 1 Conveyor 10
- 1 Elevator 20
- 4 Conveyor Penarikan
- 1 Conveyor C23 B-1
69
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 96
Lanjutan Tabel 4-10…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
• Unit Sistem Penarikan
- 1 Conveyor Penarikan
- 1 Elevator
• Unit Penggilingan Jagung
- 1 Distributor 16
- 5 Bin Penyimpanan
- 2 Bele Feeder
- 1 Feeder
- 3 Hammer Mill BG 1-BG 2
- 3 Air Jet Filter
- 3 Blower
- 3 Air Lock
- 3 Screw Conveyor
- 1 Elevator
- 1 Distributor 39
- 1 Distributor 27
• Unit Penggilingan Kedelai
- 1 Corong Curah dari Truk 50 ton
- 2 Bin Penyimpanan
- 1 Conveyor Penarikan
- 1 Elevator
- 1 Feed Cleaner
- 2 Two Way
- 2 Feeder
- 2 Hammer Mill B9 BG 2
- 1 Air Jet Filter
- 1 Blower
- 1 Air Lock
70
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 97
Lanjutan Tabel 4-10…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
• Unit Produksi Pakan Ternak
- 16 Bin Persiapan Pencampuran
- 6 Bin Persiapan Pencampuran
- 1 Distributor
- 22 Conveyor Pengeluaran
- 24 Pengeluaran Getar
- 1 Pengangkatan Mini Crane
- 6 Tangki Minyak CPO Kapasitas
2.500 kg
- 1 Horizontal Mixer
- 1 Horizontal Mixer 2
- 1 Magnet
- 1 Feed Cleaner
- 1 Elevator
- 3 Fat Spray Enzim
- 1 Sistem Pengontrol Proses
- 1 Air Jet
• Unit Pembuatan Pelet
a. Produksi Line 1
- 4 Bin Proses
- 1 Feeder
- 1 Mixer Conditioner/DDC
- 1 Expander
- 1 Mixer Conditioner 2
- 1 Cruser
- 1 Sistem Hidrolik
- 1 Pembuatan Pelet
- 1 Elevator Return
- 1 Conveyor Return Screw Atas
Bindex
- 1 Pendinginan Pelet
- 1 Blower
- 1 Cyclone
- 1 Air Lock
- 1 Conveyor Penarik Return Air
Produksi Line 1
Lock
- 1 Rol Pemecah/Crumble
- 1 Conveyor Penarik Bawah
Crumble
- 1 Elevator 54A
- 1 Screener
- 1 Distributor 56
- 1 Water Enzim Fat Spray (PPLA
Line 1) FS No. 61/FP/BLJ/VIII-18
71
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 98
Lanjutan Tabel 4-10…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
B. Produksi Line 2
- 4 Bin Proses
- 1 Feeder
- 1 Mixer Conditioner/DDC
- 1 Expander
- 1 Mixer Conditioner 2
- 1 Cruser
- 1 Sistem Hidrolik
- 1 Pembuat Pelet
- 2 Conveyor Return Screw Atas
Bindex
- 1 Pendingin Pelet
- 1 Blower
- 1 Cyclone
- 1 Air Lock
- 2 Conveyor Penarik Return Air
Lock Produksi Line 2
- 1 Rol Pemecah/Crumble
- 1 Conveyor Penarik Bawah
Crumble
- 1 Elevator 548
- 1 Screener
- 1 Distributor 56A
- 1 Water Enzim Fat Spray (PPLA)
C. Produksi Line 3
- 1 Conveyor Pengisian A
- 1 Conveyor Pengisian B
- 4 Bin Proses
- 1 Feeder
- 1 Mixer Conditioner 1
- 1 Expander
- 1 Mixer Conditioner 2
- 1 Cruser
- 1 Sistem Hidrolik Produksi Line 3
- 1 Pembuat Pelet
- 1 Elevator Return Samping
Crumble
- 1 Conveyor Return Samping
Crumble
- 1 Pendingin Pelet
- 1 Blower
- 1 Cyclone
- 1 Air Lock
- 1 Conveyor Return Atas Bindex
- 1 Rol Pemecah/Crumble
- 1 Conveyor Penarik Bawah
Crumble
- 1 Elevator 54C
- 1 Screener
- 1 Distributor 56A
- 1 Fat Spray
- 1 Water Enzim Fat Spray (PPLA)
72
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 99
Lanjutan Tabel 4-10…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
D. Line Fluited (Extruder)
- 4 Conveyor Penarikan
- 8 Bin Penyimpanan
- 2 Feeder
- 2 Conditioner
- 2 Ekstruder
- 5 Screw Conveyor Penarikan
- 4 Elevator
- 2 Pendingin
- 2 Cyclone
- 2 Blower
- 2 Air Lock
- 2 Screw Conveyor Return
- 1 SBM Fermentasi (Capex
No. 104/FP/BLJ/XI-18)
E. Line Packing Line Fluited (Extruder)
- 3 Distributor
- 16 Bin Penampungan
- 16 Slide Gate
- 6 Feeder
- 8 Timbangan
- 4 Mesin Jahit
- 4 Penjepit Karung
- 6 Scalator
Line Packing
• Utilitas
- 1 Pengaduk Karbon
- 3 Tangki Solar
- 4 Tangki CPO
- 1 Tangki Air Bersih
- 1 Tangki Air Bersih
- 3 Generator Set
- 2 Transformer
- 1 Steam Boiler
- 1 Steam Boiler
- 1 Boiler Batubara
- 5 Air Compressor
- 1 Sistem Distribusi Listrik
- 1 Jembatan Timbang
- 2 Air Screw Compressor
- Katrol
- Wheel Loader
73
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 100
Lanjutan Tabel 4-10…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
• Mesin Tambahan
- 1 Water Enzim Fat Spray
- 1 Tangki CPO
- 1 Tangki Air
- 1 Stasiun Pompa
• Produksi Bird Feed
- Bagging Hoper
- Bagging Steam Control
- Label Machine
- Seed Cleaner
Dilengkapi dengan peralatan standar
lainnya untuk beroperasi secara
normal
• Pallet Mill AHHD
- Kapasitas 20 Ton
- Merk Butler
- Buatan Jerman 2021
Catatan : *Pemakaian mesin dan peralatan diatas digunakan secara bersama-sama untuk memproduksi
seluruh jenis pakan termasuk jenis pakan konsentrat, sehingga tidak terdapat mesin dan
peralatan khusus yang dipergunakan dalam memproduksi pakan konsentrat
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
Berikut adalah mesin dan peralatan pendukung utama yang digunakan untuk produksi Perseroan
pada wilayah operasional Sidoarjo :
74
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 101
Tabel 4-11 Mesin dan Peralatan Pendukung Utama di Sidoarjo
Nama Mesin dan Peralatan
No. Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
Pendukung
1 Sistem Distribusi, terdiri dari :
• Unit Penuangan dan Penyimpanan
Bahan Baku (Silo)
• Unit Penuangan dan Penyimpanan
Bahan Baku (Gudang)
• Jalur Distribusi Bahan Baku ke
Hammer Mill
• Jalur Distribusi Bin Produksi
Unit Penuangan dan Penyimpanan Bahan Baku
Unit Distribusi Bahan Baku ke Hammer Mill
Jalur Distribusi ke Bin Produksi
75
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 102
Lanjutan Tabel 4-11…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
2 Produksi Pakan Ternak, terdiri dari :
• Unit Jalur Grinding
• Unit Proses Produksi
• Unit Mizing
• Unit Palletizing
• Unit Packing
Unit Jalur Grinding
Unit Proses Produksi
Unit Mixing
76
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 103
Lanjutan Tabel 4-11…
No. Nama Mesin dan Peralatan Pendukung Gambar Mesin dan Peralatan Pendukung
Unit Palletizing
Unit Packing
Catatan : *Pemakaian mesin dan peralatan diatas digunakan secara bersama-sama untuk memproduksi
seluruh jenis pakan termasuk jenis pakan konsentrat, sehingga tidak terdapat mesin dan
peralatan khusus yang dipergunakan dalam memproduksi pakan konsentrat
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
4.5 Teknologi Yang Digunakan Dalam Produksi Pakan Ternak
Perseroan menggunakan teknologi produksi yang terotomatisasi dalam menjalankan kegiatan
operasionalnya. Penerapan sistem otomatisasi tersebut memungkinkan proses produksi pakan
ternak dilakukan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Selain itu, proses perumusan formula
pakan didukung oleh perangkat lunak yang dipatenkan sehingga menghasilkan komposisi formula
yang presisi dan konsisten.
Dalam menjaga kualitas dan keamanan produk, Perseroan juga menerapkan standar Hazard
Analysis Critical Control Point (HACCP). Penerapan sistem ini berfungsi untuk mengidentifikasi,
77
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 104
menganalisis, serta mengendalikan potensi bahaya yang dapat menyebabkan kontaminasi pada
produk pakan ternak, sehingga keamanan dan mutu produk dapat terjamin. Meskipun penerapan
HACCP tidak diwajibkan dalam proses produksi pakan ternak, Perseroan tetap
mengimplementasikan standar tersebut sebagai bentuk komitmen untuk menghasilkan produk
berkualitas tinggi.
Komitmen tersebut sejalan dengan konsep yang diusung oleh Perseroan, yaitu “Good Feed for Good
Food”, yang menekankan pentingnya penyediaan pakan ternak berkualitas sebagai dasar dalam
menghasilkan produk pangan yang baik dan aman bagi konsumen.
Penambahan KBLI baru ini tidak mengubah teknologi pada mesin otomatis dan HACCP yang
digunakan saat ini.
4.6 Proses Produksi Konsentrat Pakan Ternak
Berikut adalah alur proses produksi pakan ternak jenis konsentrat :
Gambar 4-2 Proses Produksi Pakan Ternak Jenis Konsentrat
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
Berikut adalah penjelasan proses produksi pakan ternak jenis konsentrat :
a. Raw Material Intake/Pengisian Bahan Baku
Bahan baku diisikan dari gudang bahan baku ke drum siever.
b. Drum Siever/Penyaring
Dari bin bahan baku, dipindahkan ke proses penyaringan/pembersihan bahan baku, untuk
membersihkan dari benda asing non besi (plastik/potongan kayu/kertas) sebelum masuk ke bin
bahan baku.
c. Magnetic Metal Trap/Magnet Penangkap Logam
Selain itu juga dilakukan proses penyaringan/pembersihan bahan baku dari benda asing/besi
sebelum masuk ke bin bahan baku.
d. Raw Material Bin/Tangki Penyiapan Bahan
Bahan baku dimasukkan kedalam tangki penyiapan bahan baku untuk diproses.
e. Scaling Weigher/Penimbangan Batching
Setelah bahan baku bersih dari plastik dan logam, maka selanjutnya akan masuk ke proses
penimbangan. Penimbangan bahan baku berdasarkan pada formula yang sudah ditentukan.
78
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 105
f. Magnetic Metal Trap/Magnet Penangkap Logam
Kemudian dilakukan proses penyaringan/pembersihan bahan baku untuk kedua kalinya dari
benda asing/besi sebelum masuk ke mixer.
g. Mixer/Mesin Pengaduk
Kemudian butiran bahan baku dimasukkan ke dalam mesin pengaduk dan dicampurkan dengan
bahan pendukung dengan komposisi yang sesuai dengan jenis pakan ternak yang akan
diproduksi.
h. Sub Material/Sub-Bahan Baku
Kemudian dilakukan penambahan obat-obatan, vitamin dan mineral dengan komposisi yang
sesuai dengan jenis pakan ternak yang akan diproduksi.
i. Liquid Material/Bahan Baku Cair
Selanjutnya ditambahkan bahan baku yang berbentuk cair.
j. Finish Goods Bins/Tangki Produk Jadi
Produk jadi disimpan pada tempat penyimpanan produk jadi (konsentrat).
k. Magnetic Trap/Magnet Penangkap Logam
Sebelum dikemas, dilakukan proses penyaringan/pembersihan dari benda asing/besi.
l. Packing Equipment/Peralatan Pengepakan
Setelah melewati penyaringan benda asing/besi, maka produk jadi akan dikemas ke dalam
karung plastik dengan terlebih dahulu ditimbang secara otomatis dengan berat 50 kilogram tiap
karung, kemudian dijahit dengan mesin jahit, dan dilampiri dengan batch number.
m. Finished Goods/Produk Jadi
Tahap akhir dari proses produksi ini adalah produk jadi yang sudah dikemas akan diangkut ke
gudang produk jadi dengan menggunakan forklift dan siap dipasarkan.
4.7 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku
Bahan baku dan rasio pemakaian bahan baku Perseroan terbagi sesuai dengan jenis produk dan
lokasi produksi di Balaraja dan Sidoarjo. Berikut ini adalah rincian bahan baku yang digunakan oleh
Perseroan untuk memproduksi konsentrat pakan ternak beserta rasio pemakaiannya :
• Konsentrat Pakan Ternak Layer
Konsentrat pakan ternak layer diproduksi pada kedua lokasi pabrik Perseroan. Berikut adalah
rincian bahan baku dan rasio pemakaian bahan baku pada masing-masing lokasi :
- Balaraja
Tabel 4-12 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku Untuk Produksi Konsentrat
Pakan Ternak Layer di Balaraja
Rasio Pemakaian Bahan Baku
Nama Bahan Baku Per 1 Ton Konsentrat Pakan Ternak - Layer
(Kg) (%)
Soybean Meal (SBM) 395 39,49%
Biji Batu 145 14,46%
Rapeseed Meal (RSM) 61 6,07%
Chicken Feather Meal (CFM) 59 5,91%
Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) 47 4,69%
Meat and Bone Meal (MBM) 46 4,55%
Rice DDGS 45 4,48%
Others 204 20,35%
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
79
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 106
- Sidoarjo
Tabel 4-13 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku Untuk Produksi Konsentrat
Pakan Ternak Layer di Sidoarjo
Rasio Pemakaian Bahan Baku
Nama Bahan Baku Per 1 Ton Konsentrat Pakan Ternak - Layer
(Kg) (%)
Soybean Meal (SBM) 483 48,34%
Biji Batu 170 16,96%
Meat and Bone Meal (MBM) 58 5,82%
Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) 50 5,01%
Bone Meal 45 4,52%
Feather Meal (FTM) 42 4,16%
Rapeseed Meal (RSM) 35 3,50%
Others 117 11,70%
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
• Konsentrat Pakan Ternak Babi
Konsentrat pakan ternak babi hanya diproduksi pada pabrik yang berlokasi di Sidoarjo, dengan
rincian bahan baku dan rasio pemakaian bahan baku sebagai berikut :
Tabel 4-14 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku Untuk Produksi Konsentrat
Pakan Ternak Babi di Sidoarjo
Rasio Pemakaian Bahan Baku
Nama Bahan Baku Per 1 Ton Konsentrat Pakan Ternak - Babi
(Kg) (%)
Soybean Meal (SBM) 600 60,00%
Bone Meal 80 8,50%
Biji Batu 59 5,90%
Rapeseed Meal (RSM) 45 4,50%
Feather Meal (FTM) 29 2,90%
Wheat Brand Pollard 23 2,30%
Others 164 16,40%
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
• Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik
Konsentrat pakan ternak bebek/itik hanya diproduksi pada pabrik yang berlokasi di Sidoarjo,
dengan rincian bahan baku dan rasio pemakaian bahan baku sebagai berikut :
Tabel 4-15 Bahan Baku dan Rasio Pemakaian Bahan Baku Untuk Produksi Konsentrat
Pakan Ternak Bebek/Itik di Sidoarjo
Rasio Pemakaian Bahan Baku
Nama Bahan Baku Per 1 Ton Konsentrat Pakan Ternak – Bebek/Itik
(Kg) (%)
Soybean Meal (SBM) 569 56,90%
Biji Batu 123 12,30%
Meat Bone Meal (MBM) 75 7,50%
Bone Meal 72 7,20%
Feather Meal (FTM) 36 3,60%
Others 125 12,50%
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
80
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 107
Bahan Baku Untuk Memproduksi Konsentrat Pakan Ternak
Bahan baku yang digunakan dalam memproduksi konsentrat pakan ternak adalah Soybean
Meal/SBM (bungkil kedelai), biji batu, Meat and Bone Meal (MBM), Distillers Dried Grains with
Solubles (DDGS), Bone Meal, Feather Meal (FTM), Rapeseed Meal (RSM), Chicken Feather
Meal (CFM), dan Rice DDGS.
Berikut penjelasan kegunaan bahan baku pada produksi konsentrat pakan ternak :
1. Soybean Meal/SBM (Bungkil Kedelai)
Bungkil kedelai merupakan sumber protein terpenting yang digunakan dalam pemberian makan
hewan ternak. Bungkil kedelai menggabungkan semua manfaat padat nutrisi menjadi satu
bahan dengan harga yang ekonomis dan hemat biaya bagi operator peternakan.
Saat ini hampir 98% bungkil kedelai dunia digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk
melengkapi makanan unggas, babi, dan ikan yang dipelihara di peternakan, serta hewan
peliharaan seperti anjing. Salah satu bahan baku utama ini memiliki banyak kandungan manfaat,
diantaranya yaitu :
- Mengandung 47% - 49% protein dan 3% serat kasar jika kulitnya dibuang sebelum diolah.
Setelah diolah akan menghasilkan tepung dengan protein sekitar 43% - 46% dan 6% serat
kasar. Bahan baku ini cocok digunakan untuk hewan monogastrik seperti ayam dan babi yang
membutuhkan pakan ternak rendah serat dan tinggi protein.
- Mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan oleh hewan monogastrik yang
tidak dapat ditemukan pada jagung dan biji-bijian sereal lainnya. Bahan baku ini memiliki
daya cerna lysine tertinggi dan memiliki kandungan methionine, cystine, dan threonine yang
tinggi.
- Mengandung banyak energi dalam proses metabolisme dibandingkan protein nabati lainnya,
terutama bila diproses dalam mesin press akan meninggalkan sekitar 5% sisa minyak dalam
makanan, yang meningkatkan energi berbasis lemak dalam pakan.
Bungkil kedelai yang dibeli oleh Perseroan dari pemasok berbentuk curah.
Gambar 4-3 Bahan Baku SBM
Sumber : Manajemen Perseroan, 2024
2. Biji Batu
Biji batu/tepung batu (limestone) terbuat dari penggilingan batu kapur yang memiliki warna
bervariasi mulai dari kehitaman, biru, sampai putih. Batu yang berwarna putih sampai biru
mengandung kalsium yang tinggi, sedangkan batu yang berwarna biru tua sampai kehitaman
mengandung mineral besi dan magnesium yang tinggi. Tepung batu memiliki kandungan kalsium
sekitar 38,00% dan dapat dicerna dengan baik oleh ayam. Tepung batu dapat membantu
81
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 108
pencernaan ayam, membantu membentuk cangkang telur yang tebal dan kuat, serta mencegah
kelumpuhan pada ayam.
Gambar 4-4 Bahan Baku Biji Batu
Sumber : Data sekunder dari internet
3. Meat Bone Meal (MBM)
MBM atau yang disebut dengan tepung daging dan tepung tulang memiliki kandungan protein
dan kalsium yang tinggi. MBM memiliki kandungan protein kasar yang bisa mencapai lebih dari
50,00%. Sumber protein, kalsium, dan fosfor yang tinggi pada MBM dapat meningkatkan
pertumbuhan dan kualitas daging.
Gambar 4-5 Bahan Baku MBM
Sumber : Data sekunder dari internet
4. Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS)
DDGS adalah hasil sampingan dari proses produksi jagung menjadi ethanol. DDGS mengandung
protein yang cukup tinggi, sehingga sangat baik jika digunakan sebagai bahan pakan ternak.
Penggunaan DDGS bermanfaat dalam meningkatkan pertumbuhan ayam broiler dan
produktivitas telur ayam petelur, sekaligus menjadi sumber fosfor dan lemak yang efisien.
Gambar 4-6 Bahan Baku DDGS
Sumber : Data sekunder dari internet
82
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 109
5. Chicken Feather Meal (CFM)/Feather Meal (FTM)
CFM atau FTM atau tepung bulu unggas merupakan hasil olahan bulu unggas yang sehat dan
bersih yang diperoleh dari rumah potong unggas, dimasak dengan tekanan, tanpa atau dengan
proses hidrolis. Kandungan protein yang tinggi pada bulu ayam, membuat FTM dapat dijadikan
sebagai pakan. Meskipun begitu, pemakaian FTM dalam ransum ternak harus dibatasi.
Pemakaian FTM dalam ransum ayam broiler disarankan kurang dari 5,00% dan untuk ayam
petelur sebesar 7,00%.
Gambar 4-7 Bahan Baku FTM
Sumber : Data sekunder dari internet
6. Rapeseed Meal (RSM)
RSM adalah bahan pendukung pakan ternak yang kaya protein yang berasal dari ekstraksi
minyak conola. Produk sampingan dengan kandungan protein tinggi, kadar serat, karbohidrat,
dan mineral yang bervariasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi
pada ternak.
Gambar 4-8 Bahan Baku RSM
Sumber : Data sekunder dari internet
7. Rice DDGS
Rice DDGS adalah produk sampingan dari industri etanol berbasis beras. Selama produksi etanol,
pati beras difermentasi untuk menghasilkan alkohol, dan padatan yang tersisa (kaya akan
protein, serat, dan lemak) dikeringkan untuk membentuk DDGS. Hal ini menjadikannya bahan
pakan yang berkelanjutan, terjangkau, dan kaya nutrisi untuk unggas.
Gambar 4-9 Bahan Baku Rice DDGS
Sumber : Data sekunder dari internet
83
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 110
8. Wheat Brand Pollard
Wheat Pollard merupakan produk sampingan yang dihasilkan dari penggilingan gandum yang
dapat dipergunakan sebagai alternatif bahan baku pakan ternak yang kaya akan kandungan
protein dan energi.
Gambar 4-10 Bahan Baku Wheat Pollard
Sumber : Data sekunder dari internet
Bahan Pendukung Konsentrat Pakan Ternak
Selain bahan baku di atas, bahan pendukung yang diperlukan adalah kemasan berupa karung plastik
untuk mengemas konsentrat pakan ternak, dengan kapasitas 50 kg per karung.
4.8 Pemasok Bahan Baku Konsentrat Pakan Ternak
Pemasok bahan baku untuk konsentrat pakan ternak Perseroan adalah sebagai berikut :
Tabel 4-16 Pemasok Bahan Baku Konsentrat Pakan Ternak
Jenis Bahan Baku
Nama Pemasok Alamat
Yang Dipasok
International Feed DDGS 2500 Shadywood Road, Suite 300 Excelsior, Mn
Corporation 55331 USA
Spring Leaves Pte. Ltd. MBM 3 Coleman Street, #0435 Peninsula Shipping
Complex, Singapore 179804,
Innovative Soch Rice DDGS 31r, Bosa Ram Chowk, Model Town, Panipat,
Haryana 132103, India
PT Graha Kimia Sentosa RSM, DDGS Jl. Raya Ngagel No. 179 -183 Blok K -29 Komplek
Ruko Graha Asri, Surabaya, Jawa Timur
Enerfo Pte Ltd SBM 10 Collyer Quay #1508, Ocean Financial Centre,
Singapore 049315
CV Cintanya Biji Batu Jl. Puspa Kencana No. 65 Padalarang, Jawa Barat
PT Sreeya Sewu Indonesia CFM Jl. Raya Parung Km 19, Desa Jabon Mekar Parung,
(Slaughter House) Bogor
Bunge Asia Pte. Ltd. SBM 1 Wallich Street, No. 08-01, Guoco Tower
Singapore, 078881
Louis Dreyfus Company Asia SBM 12 Marina Boulevard, Marina Bay Financial Centre
Pte. Ltd. Tower 3 #33-03, Singapore 018982
CV Panen Raya Raharja Biji Batu Jl. Raya Puger Dusun Kapuran RT 002 RW 017,
Grender – Puger, Jember, Jawa Timur
Tobasurimi Indonusantara MBM Jl. Gatot Subroto, Pondok Batu, Desa Sarudik,
Sibolga, Sumatera Utara
84
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 111
Lanjutan Tabel 4-16…
Jenis Bahan Baku
Nama Pemasok Alamat
Yang Dipasok
PT FKS Multi Agro Tbk DDGS Sampoerna Strategic Square, Tower Utara Lantai 3,
Jl. Jend Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930
PT Ananta Sentosa Bone Meal Jl. Pepaya 1 No. 6 Kel. Cengkareng Barat, Kecamatan
Bersahabat Cengkareng, Jakarta Barat
PT Berkah Berlimpah Limpah Bone Meal Jl. Lingkar Timur Km 5.5, Pergudangan Safe n Lock
Blok VI 3219-3220, 3237-3238, Sidoarjo 61232,
Jawa Timur
PT Berkat Agri Raya Wheat Brand Pergudangan Sinar Gedangan B-20, Sidoarjo, Jawa
Pollard Timur
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
4.9 Perjanjian-Perjanjian Yang Dimiliki Terkait KBLI Baru
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan tidak memiliki perjanjian-perjanjian khusus
terkait dengan penambahan KBLI Baru, karena penambahan KBLI Baru ini tidak menambah jenis
produk konsentrat pakan ternak yang selama ini sudah diproduksi oleh Perseroan.
4.10 Kesimpulan Kelayakan Teknis
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Penambahan KBLI Baru melalui
produksi konsentrat pakan ternak, maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.
85
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 112
5. KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis
Perseroan berkomitmen untuk menyediakan produk berkualitas bagi masyarakat serta
meningkatkan manajemen hubungan pelanggan melalui perluasan basis pelanggan dan penguatan
jaringan distribusi. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan ekspansi pasar, pengembangan
jaringan distributor, serta kemitraan strategis dengan berbagai pelaku usaha. Selain itu, Perseroan
juga menyediakan berbagai program promosi yang menarik guna meningkatkan minat dan
konsumsi produk ayam olahan di masyarakat.
Dengan adanya rencana penambahan KBLI baru sebagai pendukung dari KBLI yang sudah ada akan
sangat menunjang kegiatan usaha utama Perseroan dalam meningkatkan daya saing usaha dengan
memberikan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif.
Keunggulan kompetitif Perseroan dalam melakukan produksi adalah sebagai berikut :
1. Penerapan sistem halal berbasis blockchain, yang memungkinkan konsumen menelusuri proses
produksi dan rantai pasok produk secara transparan untuk memastikan kehalalan produk
Perseroan.
2. Pelayanan yang responsif dan solutif kepada konsumen, sejalan dengan strategi sektor hulu
Perseroan yaitu “performance to solution”, yang berfokus pada peningkatan kinerja sekaligus
penyediaan solusi bagi pelanggan dan mitra usaha.
3. Sistem distribusi rantai dingin (cold chain) dan logistik yang terintegrasi, didukung oleh jaringan
distribusi yang kuat, sistem pemantauan melalui command center, serta manajemen tim yang
berpengalaman sehingga mampu menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen.
Untuk produksi yang berhubungan dengan pakan ternak, Perseroan melakukan hal-hal sebagai
berikut :
1. Pengembangan formulasi pakan berbasis ekstrak nanas, yang kaya enzim dan nutrisi sehingga
mendukung kesehatan ayam serta meningkatkan kualitas daging ayam.
2. Inovasi produk “Ayam Nanas” yaitu ayam broiler yang diberi pakan dengan kandungan ekstrak
nanas, sehingga menghasilkan daging ayam yang lebih empuk dan memiliki cita rasa yang lebih
gurih.
5.2 Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Saat ini terdapat beberapa perusahaan sejenis yang mampu memproduksi produk yang sama.
Diantara perusahaan-perusahaan tersebut terdapat dua pesaing utama Perseroan yaitu PT Charoen
Pokphand Indonesia Tbk dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang juga memproduksi konsentrat
pakan ternak. Meskipun demikian keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Perseroan diharapkan
dapat memitigasi risiko persaingan, sehingga Perseroan dapat memastikan produk-produknya akan
dapat diserap oleh pasar serta jaringan distribusi.
Untuk mitigasi risiko, maka strategi utama adalah memberikan kualitas yang memenuhi spesifikasi
produk yang dibutuhkan oleh konsumen, memberikan harga yang kompetitif, menggunakan merek
sendiri yaitu “Sreeya”, sehingga konsumen dapat membedakan produk Perseroan dengan produk
pesaing dengan mudah.
Tantangan Perseroan dalam memasarkan produk konsentrat pakan ternak adalah penguatan
jaringan distribusi serta peningkatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, agar pelanggan
lebih loyal dengan produk Perseroan. Untuk menghadapi tantangan ini, Perseroan memiliki
program insentif untuk konsumen berdasarkan volume pembelian. Selain itu Peseroan juga
86
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 113
melakukan re-branding desain kemasan dan menyediakan Animal Health Service (AHS) yang sangat
responsif.
Perseroan memproduksi konsentrat pakan ternak dengan formula tersendiri dan menggunakan
merek “Sreeya” dan tidak memerlukan lisensi dari pihak principal dalam memproduksi konsentrat
pakan ternak.
5.3 Kemampuan Menciptakan Nilai
Dengan pengalamannya di bidang industri peternakan, Perseroan mampu memahami kebutuhan
konsentrat pakan ternak yang berkualitas dengan kandungan yang tepat untuk mendukung
terwujudnya hasil ternak terbaik. Selain itu Perseroan juga memberikan pelayanan yang cepat
melalui implementasi teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan
kualitas pengelolaan bisnis mitra peternak. Dilaksanakannya penambahan KBLI baru ini diharapkan
akan meningkatkan peluang untuk menjaga keberlangsungan usaha Perseroan dengan
terpenuhinya perizinan Perseroan sesuai peraturan yang berlaku.
Selain itu, dengan adanya produksi konsentrat pakan ternak ini maka akan dapat memberikan nilai
tambah kepada Perseroan yaitu produk Perseroan dari hulu ke hilir menjadi lengkap yaitu mulai
dari pembibitan, pengolahan pakan ternak (pakan ternak dan konsentrat pakan ternak), dan
peternakan ayam, sehingga dalam jangka panjang akan dapat menghasilkan efisiensi produksi.
Mengenai kualitas produk, harga, serta bentuk after-sales dari para pesaing tidak jauh berbeda
dengan yang dilakukan oleh Perseroan. Untuk after-sales dari Perseroan adalah memberikan
asistensi dalam hal pemantauan kondisi ternak dan memberikan penyuluhan kepada peternak dan
tim tentang penyakit serta biosekuriti yang diperlukan.
5.4 Kesimpulan Kelayakan Pola Bisnis
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen Perseroan dalam Rencana
Penambahan KBLI Baru, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang dilakukan oleh Perseroan
adalah layak.
87
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 114
6. KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja dan Tenaga Ahli
Dalam Rencana Penambahan KBLI Baru, Perseroan tidak melakukan penambahan tenaga kerja dan
tenaga ahli baru karena divisi konsentrat pakan ternak yang telah ada tidak menambah jenis produk
atau kapasitas produksi, sehingga Perseroan akan tetap menggunakan tenaga kerja dan tenaga ahli
yang sudah dimiliki oleh Perseroan saat ini.
Jumlah tenaga kerja saat ini pada divisi konsentrat pakan ternak Perseroan adalah 407 orang, yang
terdiri dari 107 orang tenaga kerja pada pabrik pakan ternak di Balaraja dan 235 orang tenaga kerja
pada pabrik pakan ternak di Sidoarjo.
Tenaga ahli yang dimiliki oleh Perseroan untuk bidang pakan ternak saat ini adalah sebanyak
2 orang, yaitu : Drh. Efrizal dan Drh. Arlyna R. Simatupang. Tenaga ahli ini adalah orang-orang yang
berkompeten di bidang pakan ternak.
Berikut adalah informasi mengenai tanggung jawab tenaga ahli tersebut :
Tabel 6-1 Informasi Mengenai Tenaga Ahli Pakan Ternak
Keterangan Uraian
Nama 1. Drh. Efrizal (Feedmill Balaraja)
2. Drh. Arlyna R. Simatupang (Feedmill Sidoarjo)
Jabatan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan
Fungsi dan Tujuan Jabatan Memastikan seluruh kegiatan operasional Perseroan yang berkaitan dengan
obat hewan (pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan administrasi) berjalan
sesuai dengan standar regulasi pemerintah serta menjamin keamanan,
khasiat, dan mutu produk yang diedarkan.
Tanggung Jawab dan 1. Kepatuhan Regulasi dan Legalitas
Indikator Keberhasilan Aktivitas :
• Mengelola dan memastikan validitas dokumen perizinan
produk (Nomor Pendaftaran Obat Hewan).
• Menjadi penghubung utama (liaison officer) antara Perseroan dengan
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).
• Memastikan operasional Perseroan sesuai dengan norma Cara
Distribusi Obat Hewan yang Baik (CDOHB) atau Cara Pembiayan Obat
Hewan yang Baik (CPOHB).
2. Pengawasan Mutu dan Teknis
Aktivitas :
• Melakukan supervisi terhadap penerimaan, penyimpanan, dan
pengeluaran obat dari gudang.
• Memastikan kondisi penyimpanan (suhu, kelembaban, kebersihan)
sesuai dengan spesifikasi teknis produk (khususnya untuk produk
biologi/vaksin).
• Memeriksa keaslian dan kondisi fisik produk yang masuk maupun
keluar.
3. Manajemen Dokumen dan Pelaporan
Aktivitas :
• Menyusun dan menandatangani laporan berkala peredaran obat
hewan ke instansi terkait.
• Mengawasi sistem pencatatan (record keeping) termasuk batch
number dan tanggal kadaluarsa (expired date) secara akurat.
• Mengelola administrasi dokumen teknis seperti Certificate of
Analysis (CoA) dan Material Safety Data Sheet (MSDS).
88
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 115
Lanjutan Tabel 6-1…
Keterangan Uraian
4. Penanganan Produk
Aktivitas :
• Berkoordinasi dengan Animal Health Service (AHS) untuk menangani
keluhan pelanggan terkait efek samping atau ketidakpuasan teknis
produk.
• Memimpin dan berkoordinasi dengan Animal Health Service (AHS)
mengenai prosedur penarikan obat (product retail) jika ditemukan
produk yang tidak memenuhi standar atau diperintahkan oleh
pemerintah.
• Memberikan edukasi teknis kepada tim sales atau pelanggan
mengenai penggunaan obat yang benar dan bertanggung jawab.
Wewenang -
Menghentikan distribusi jika ditemukan produk yang rusak, kadaluwarsa,
atau tidak memenuhi syarat teknis.
- Memberikan rekomendasi teknis terkait pemilihan pemasok (supplier)
berdasarkan standar mutu.
- Menandatangani surat pesanan obat keras (jika Perseroan memiliki izin
untuk itu).
Kualifikasi Jabatan - Pendidikan minimal : Dokter Hewan
- Pengalaman kerja : minimal 5 tahun
- Pengetahuan/keterampilan : memahami regulasi terkait obat hewan.
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Saat ini Perseroan sudah memiliki merek yaitu “Sreeya“, yang merupakan merek untuk berbagai
produk Perseroan. Merek tersebut telah terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia, dengan rincian sebagai berikut :
Nama dan Alamat : PT Sierad Produce Tbk
Pemegang Merek : Jalan Raya Parung Bogor Km. 19, Jabon Mekar, Parung, Kabupaten Bogor,
Jawa Barat, Indonesia
Tanggal Penerimaan : 29 Juni 2020
Nomor Pendaftaran : IDM000888362
Etiket Merek :
Kelas : 31 (Pakan ternak; Mout untuk pakan ternak; dedak padi untuk pakan
hewan; dedak; dedak gandum)
Sejalan dengan perubahan nama Perseroan dari PT Sierad Produce Tbk menjadi PT Sreeya Sewu
Indonesia Tbk, hal ini juga mengubah nomor pendaftaran merek menjadi IDM000899605, yang
ditandatangani oleh Direktur Merek dan Indikasi Geografis.
Perlindungan hak atas Merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung
sejak tanggal penerimaan sampai dengan tanggal 29 Juni 2030, dan jangka waktu perlindungan itu
dapat diperpanjang.
6.3 Manajemen Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dijalankan oleh berbagai perusahaan, usaha Perseroan ini juga
tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dapat mempengaruhi pendapatan Perseroan. Risiko
89
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 116
yang muncul bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu
adanya upaya dalam mitigasi risiko tersebut.
Perseroan telah melakukan evaluasi yang melibatkan manajemen Perseroan dalam menghadapi
kondisi bisnis yang dinamis dengan mengelompokkan jenis-jenis risiko beserta dengan langkah
mitigasinya sebagai berikut :
Tabel 6-2 Manajemen Risiko Perseroan
No. Jenis Risiko Mitigasi
Risiko Ekonomi
1. Wabah Penyakit Ternak Menerapkan sistem bio-security yang ketat di kandang ayam
dan seluruh fasilitas Perseroan, seperti rumah potong ayam,
laboratorium, dan kantor produksi yang lokasinya tidak di area
ternak. Jika wabah penyakit ternak terjadi di salah satu fasilitas
atau kandang milik Perseroan, maka akan dilakukan
pengisolasian dan pemusnahan bangkai ayam dengan
mengikuti prosedur bio-security yang ketat dan peraturan
yang ada.
2. Kondisi Ekonomi Makro Melakukan pendekatan pada sisi pasar yang penjualannya
disesuaikan dengan fokus pada laba riil dan pada sisi operasi
yang melibatkan variasi produk sejenis, bahan alternatif lokal,
dan perbaikan proses operasional.
3. Fluktuasi Harga Bahan Baku Mengurangi peluang kesalahan pembelian melalui
pemantauan pasar harian dan rapat koordinasi internal yang
melibatkan bagian pembelian, produksi, gudang, nutritionist,
Production, Planning and Inventory Control (PPIC), dan
keuangan secara berkala.
4. Fluktuasi Harga DOC dan Livebird Melalui perencanaan yang cermat dan koordinasi antar bagian
atas pengambilan keputusan serta berfokus pada sektor hilir,
khususnya makanan beku melalui Entitas Anak yang memiliki
nilai tambah dengan margin terukur dan risiko fluktuasi harga
komoditi yang lebih rendah.
5. Persaingan Usaha Melalui strategi “Performance to Solution”, Perseroan
meningkatkan kualitas pakan dan responsif dalam pelayanan
melalui diferensiasi produk yang unik dengan penggunaan
ekstrak nanas sebagai pakan ternak dan ayam nanas
berkualitas prima.
6. Aksi Korporasi Menjaga komunikasi rutin antara Perseroan dan Pemegang
Saham. Komunikasi ini mencakup arah strategi Perseroan,
yang kemudian secara transparan disampaikan kepada
Pemegang Saham.
7. Kegagalan Dalam Memenuhi Mematuhi setiap peraturan yang berlaku sejak awal agar
Peraturan Perundang-Undangan dapat mengurangi kemungkinan keterlambatan atau bahkan
tidak mendapatkan izin yang dibutuhkan.
8. Perubahan Teknologi Melakukan evaluasi tahunan untuk menentukan pembelian,
penggantian, dan upgrade dengan fokus pada kemanfaatan
finansial.
Risiko Sosial
1. Kelangkaan Sumber Daya Memenuhi hak-hak normatif, kepatuhan terhadap peraturan
Manusia ketenagakerjaan, dan komunikasi yang baik dengan karyawan
serta serikat pekerja.
2. Kecelakaan Kerja dan Penyebaran Menerapkan protokol kesehatan, menyediakan sarana dan
Penyakit prasarana K3, serta menetapkan dan mengevaluasi program
K3.
90
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 117
Lanjutan Tabel 6-2…
No. Jenis Risiko Mitigasi
Risiko Sosial
3. Produk yang Berbahaya bagi Menerapkan standar operasional terkait kesehatan dan
Kesehatan Konsumen keselamatan konsumen melalui terjaganya kualitas produk
yang dihasilkan dengan mematuhi protokol kesehatan dalam
proses produksi.
Risiko Lingkungan Hidup
1. Kebakaran dan Bencana Alam Mengasuransikan fasilitas dan memiliki program health,
safety, and environmental yang fokus pada kesehatan,
keselamatan, dan lingkungan hidup. Program ini secara khusus
meninjau bahaya kebakaran sebagai bagian dari tindakan
antisipatif.
2. Pencemaran Lingkungan Melakukan pemeriksaan rutin serta pengelolaan terhadap
limbah yang dihasilkan atas kegiatan operasional Perseroan,
serta menjalankan kewajiban dalam pemenuhan peraturan
perundang-undangan terkait lingkungan hidup.
Sumber : Manajemen Perseroan, Maret 2026
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Dalam melakukan penambahan KBLI baru, manajemen yakin bahwa kemampuan dan pengalaman
manajemen di industri peternakan akan dapat mendukung unit usaha konsentrat pakan ternak,
karena dengan adanya penambahan KBLI baru ini Perseroan akan melengkapi perizinan khususnya
KBLI yang berhubungan dengan pembuatan konsentrat pakan ternak. Dengan terpenuhinya aspek
perizinan tersebut, terjaganya kualitas produk, dan harga jual yang kompetitif, Perseroan dapat
meningkatkan jumlah pangsa pasarnya.
Untuk masa yang akan datang, manajemen Perseroan akan selalu berusaha memelihara kualitas
produk dan melakukan efisiensi biaya produksi dengan berbagai strategi yang memungkinkan
untuk dilakukan.
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Struktur organisasi dan manajemen pada divisi pakan ternak saat ini sudah cukup memadai untuk
operasional divisi pakan ternak secara keseluruhan. Tidak terdapat pemisahan struktur organisasi
dan manajemen secara khusus untuk produk pakan ternak secara keseluruhan dan produk
konsentrat pakan ternak.
Berikut adalah gambar struktur organisasi divisi pakan ternak Perseroan :
91
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 118
Page 119
6.6 Kesimpulan Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen, dimana Perseroan telah memiliki tenaga
kerja dan tenaga ahli yang memadai, manajemen kekayaan intelektual, rencana mitigasi risiko usaha,
mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi
dan manajemen, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru dari aspek model
manajemen adalah layak.
93
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 120
7. ANALISIS SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan :
Strength (Kekuatan)
• Unit usaha pakan ternak menggunakan mesin otomatis untuk menghasilkan produk pakan
ternak bermutu tinggi dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
• Perseroan memiliki distribusi rantai dingin (cold chain) dan logistik pakan ternak yang kuat
dengan mengoptimalkan jaringan pemasaran modern dan konvensional.
• Melalui strategi “Performance to Solution”, Perseroan akan terus meningkatkan kualitas pakan
dan responsif dalam pelayanan melalui diferensiasi produk yang unik dengan penggunaan
ekstrak nanas sebagai pakan ternak dan ayam nanas berkualitas prima.
“Performance to Solution” adalah pelayanan yang cepat tanggap serta menyediakan solusi
terbaik bagi konsumen sebagaimana strategi sektor hulu, yaitu menyediakan tenaga Animal
Health Service (AHS) atau dokter hewan yang sangat responsif, untuk membantu peternak
memantau kondisi kandang hewan ternak setelah memakai pakan Perseroan. Pendampingan
ini dilaksanakan sampai peternak bisa mandiri dalam tata laksana ternak yang baik.
Weakness (Kelemahan)
• Harga produk Perseroan sangat bergantung pada harga bahan baku. Harga bahan baku utama
seperti Soybean Meal/SBM (bungkil kedelai) kemungkinan mengalami fluktuasi harga. Fluktuasi
harga ini dapat mempengaruhi margin produk dan stabilitas harga jual konsentrat pakan
ternak, sehingga diperlukan strategi pengelolaan risiko harga rantai pasokan. Untuk mengatasi
hal ini Perseroan melakukan penentuan harga produk pada konsumen akhir dengan
menggunakan daftar harga (pricelist) konsumen akhir.
• Memiliki risiko operasional yang tinggi berupa gangguan teknis seperti kerusakan mesin mixer
atau penggilingan. Gangguan teknis dapat menyebabkan bottleneck (kemacetan) produksi dan
merusak kualitas produk. Untuk mengatasi hal ini Perseroan selalu melakukan kontrol terhadap
kondisi mesin produksi melalui pemantauan dan melakukan pemeliharaan mesin secara
berkala.
Opportunity (Kesempatan)
• Saat ini terdapat 865 perusahaan peternakan unggas di Indonesia yang membutuhkan jumlah
pakan ternak yang cukup besar. Hal ini merupakan pangsa pasar yang dapat digarap oleh divisi
konsentrat pakan ternak milik Perseroan.
• Pasar pakan ternak di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif, didorong oleh
meningkatnya konsumsi daging ayam dan telur di dalam negeri. Konsumsi ayam ras terus
meningkat, sehingga menciptakan permintaan stabil untuk pakan unggas berkualitas tinggi.
• Adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah dapat menyebabkan peningkatan
permintaan terhadap pakan ternak ayam petelur dan konsentrat pakan ternak layer.
Threat (Ancaman)
• Jumlah perusahaan lokal dan asing yang bergerak di bidang produksi pakan ternak di Indonesia
sangat banyak, sehingga harga jual produk konsentrat pakan ternak menjadi sangat kompetitif.
Untuk mengatasi hal ini, Perseroan terus mengikuti perkembangan harga konsentrat pakan
ternak yang beredar di pasar dan melakukan efisiensi biaya untuk menekan biaya produksi
sehingga dapat mencapai harga jual yang lebih kompetitif.
94
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 121
• Konsentrat pakan ternak harus memenuhi standar kualitas, bebas kontaminan, dan sesuai
regulasi kesehatan ternak. Kegagalan memenuhi standar ini dapat berdampak pada reputasi
perusahaan atau menyebabkan adanya sanksi dari pemerintah. Untuk mengatasi hal ini,
Perseroan selalu menjalankan SOP quality control produk akhir dengan ketat agar konsentrat
pakan ternak yang dihasilkan mencapai standar kualitas produk yang telah ditentukan.
• Ketidakstabilan ekonomi dapat memengaruhi kegiatan usaha konsumen, sehingga dapat
mengakibatkan berkurangnya permintaan atas konsentrat pakan ternak. Untuk mengatasi hal
ini, Perseroan terus melakukan antisipasi terhadap kondisi perekonomian, sehingga dapat
mengatur jumlah produksi agar sesuai dengan jumlah permintaan pasar dan tidak terjadi
produksi yang berlebihan yang dapat menyebabkan tingginya persediaan barang jadi, yang pada
akhirnya menyebabkan peningkatan modal kerja.
• Kemajuan teknologi dapat menyebabkan produk pesaing menjadi lebih variatif. Untuk
mengatasi hal ini Perseroan selalu mengikuti perkembangan teknologi mesin produksi
konsentrat pakan ternak dan peningkatan kemampuan tenaga ahli melalui pelatihan-pelatihan
yang dibutuhkan.
• Perseroan harus selalu mengembangkan strategi yang lebih adaptif dalam manajemen
lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, Perseroan melakukan penerapan praktik-praktik ramah
lingkungan seperti penggunaan energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang efektif, agar
tidak menimbulkan kerugian terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.
95
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 122
8. KELAYAKAN KEUANGAN
8.1 Rencana Penambahan KBLI Baru
Seperti yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, saat ini Perseroan bergerak di bidang usaha
budidaya ayam ras pedaging, budidaya ayam ras petelur, pembibitan ayam ras, kegiatan rumah
potong dan pengepakan daging unggas, industri pengolahan dan pengawetan produk daging dan
daging unggas, dan industri ransum makanan hewan.
Untuk selanjutnya Perseroan bermaksud akan menambah KBLI baru, yaitu KBLI 10802, yang akan
digunakan agar Perseroan melengkapi perizinan dan memenuhi peraturan perundang-undangan
yang berlaku, yaitu melengkapi KBLI dengan KBLI yang berhubungan dengan pembuatan konsentrat
pakan ternak, dimana selama ini kegiatan pembuatan konsentrat pakan ternak ini sudah dilakukan
oleh Perseroan sebagai bagian dari kegiatan produksinya. Dengan terpenuhinya aspek perizinan
terkait KBLI tersebut, maka Perseroan dapat memenuhi peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Dalam bab kelayakan keuangan ini proyeksi keuangan yang dilakukan adalah proyeksi keuangan
untuk KBLI Baru saja (hanya divisi konsentrat pakan ternak).
8.2 Rencana Investasi
Tidak terdapat penambahan investasi baru karena penambahan KBLI baru ini, karena kegiatan
pembuatan konsentrat pakan ternak ini sudah dilakukan oleh Perseroan sebagai bagian dari
kegiatan produksinya sejak lebih dari 10 tahun yang lalu, sehingga tidak diperlukan investasi tanah,
bangunan, mesin, perlengkapan atau peralatan baru.
8.3 Perhitungan Modal Kerja
Karena KBLI baru berhubungan dengan konsentrat pakan ternak yang sudah dilakukan sebagai
bagian kegiatan operasional sehari - hari, maka tidak menyebabkan perubahan kepada jumlah
kebutuhan modal kerja tahun 2026 dan seterusnya. Perkiraan kebutuhan modal kerja untuk tahun
2026 dan seterusnya adalah sebagai berikut :
Tabel 8-1 Rencana Kebutuhan Modal Kerja KBLI Baru Tahun 2026 – 2038
(Rp.000.000)
Jan - Des Jan - Des
URAIAN 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Realisasi Proyeksi
Aset Lancar 2.721.211 2.874.154 2.915.007 2.931.624 2.949.240 2.963.540 2.982.343
Liabilitas Lancar 1.082.849 1.152.016 1.165.747 1.172.328 1.178.074 1.182.832 1.204.997
Total Modal Kerja 1.638.362 1.722.138 1.749.260 1.759.296 1.771.166 1.780.708 1.777.346
+ / - Modal Kerja 83.776 27.122 10.036 11.869 9.543 (3.362)
Lanjutan Tabel 8-1…
(Rp.000.000)
URAIAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Aset Lancar 3.000.668 3.019.456 3.038.719 3.058.470 3.078.720 3.099.483 3.120.771
Liabilitas Lancar 1.222.824 1.241.103 1.259.845 1.279.063 1.298.768 1.318.973 1.339.690
Total Modal Kerja 1.777.844 1.778.353 1.778.874 1.779.407 1.779.953 1.780.510 1.781.081
+ / - Modal Kerja 498 509 521 533 545 558 571
Proyeksi modal kerja dapat dilihat pada lampiran proyeksi keuangan 15.
96
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 123
8.4 Sumber Pembiayaan Produk Konsentrat Pakan Ternak
Sumber pembiayaan penambahan KBLI baru ini tidak berpengaruh kepada sumber pembiayaan
Perseroan saat ini, karena sebelumnya produksi konsentrat pakan ternak ini sudah dijalankan
Perseroan sebagai bagian dari kegiatan operasional sehari-hari. Sumber pembiayaan Perseroan
untuk produksi konsentrat pakan ternak saat ini adalah dari hasil kegiatan operasional Perseroan
dan utang jangka pendek, seperti dari kredit Bank berupa supplier financing.
8.5 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Asumsi dasar proyeksi keuangan berdasarkan pada data proyeksi keuangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yaitu Proyeksi Keuangan tahun 2026-2030, dengan nama file softcopy
“2026-2030 Sreeya Feed Konsentrat - KBLI.xlsx”. RSR telah melakukan penyesuaian atas proyeksi
keuangan tersebut, sehingga lebih mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan.
Penyesuaian yang dilakukan antara lain adalah menambah tahun proyeksi hingga tahun 2038 (agar
lebih menggambarkan suatu siklus bisnis), menyesuaikan beban pokok penjualan, menyesuaikan
beban penjualan, dan menyesuaikan beban umum dan administrasi.
Perbedaan antara asumsi yang menjadi dasar penyusunan proyeksi keuangan dan realisasi yang
sebenarnya akan berdampak langsung pada studi kelayakan ini. Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan penyusunan laporan studi kelayakan ini, namun kami tidak bertanggung jawab
terhadap pencapaiannya.
8.5.1 Asumsi Proyeksi Penjualan
Berikut adalah asumsi proyeksi penjualan Perseroan pada tahun 2026 – 2038 :
97
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 124
Tabel 8-2 Asumsi Proyeksi Penjualan Pakan Ternak Tahun 2026 – 2038
Jan - Des Jan - Des
KETERANGAN SATUAN 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Realisasi Proyeksi
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
Inflasi - Rupiah % 1,80% 2,90% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Jumlah hari per tahun Hari 365 365 365 365 365 365 365
Jumlah hari operasional per bulan - Balaraja Hari/Bulan 26 26 26 26 26 26 26
Jumlah hari operasional per bulan - Sidoarjo Hari/Bulan 25 25 25 25 25 25 25
Jumlah jam operasional per hari Jam/Hari 20 20 20 20 20 20 20
PENJUALAN
1. FEEDMILL BALARAJA
KAPASITAS PRODUKSI PAKAN TERNAK - BALARAJA
Total Kapasitas Produksi Mixer Pakan Ternak Ton/jam 47 47 47 47 47 47 47
Ton/bulan 942 942 942 942 942 942 942
Ton/tahun 293.760 293.760 293.760 293.760 293.760 293.760 293.760
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Layer % 7,51% 9,77% 10,27% 10,79% 11,21% 11,21%
Produksi Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Layer Ton/tahun - 22.057 28.700 30.181 31.687 32.932 32.932
Harga Jual - Balaraja
Harga Jual Konsentrat Pakan Ternak Layer Rp./kg 6.889 6.752 6.921 7.094 7.271 7.453 7.639
% pertumbuhan/tahun -1,99% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
2. FEEDMILL SIDOARJO
KAPASITAS PRODUKSI PAKAN TERNAK - SIDOARJO
Total Kapasitas Produksi Mixer Pakan Ternak Ton/jam 80 80 80 80 80 80 80
Ton/bulan 1.600 1.600 1.600 1.600 1.600 1.600 1.600
Ton/tahun 480.000 480.000 480.000 480.000 480.000 480.000 480.000
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak -Layer % 17,34% 19,96% 20,80% 21,52% 21,92% 21,92%
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak -Babi % 17,47% 19,70% 20,76% 21,49% 21,93% 21,93%
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak - Bebek/Itik % 17,60% 19,69% 20,76% 21,49% 21,93% 21,93%
Komposisi Produksi - Konsentrat Pakan Ternak Layer % to total produksi 73,52% 76,99% 77,66% 78,00% 78,00% 78,00%
Komposisi Produksi - Konsentrat Pakan Ternak Babi % to total produksi 24,22% 21,05% 20,43% 20,13% 20,13% 20,13%
Komposisi Produksi - Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik % to total produksi 2,26% 1,96% 1,91% 1,88% 1,88% 1,88%
Produksi Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Layer Ton/tahun 61.176 73.767 77.533 80.574 82.075 82.075
Produksi Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Babi Ton/tahun 20.308 19.906 20.364 20.767 21.183 21.183
Produksi Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik Ton/tahun 1.908 1.855 1.899 1.936 1.975 1.975
Unit Penjualan - Sidoarjo
Volume Penjualan
Konsentrat Pakan Ternak Layer Ton 52.429 59.316 72.900 77.274 80.365 81.972 82.075
Konsentrat Pakan Ternak Babi Ton 16.225 19.543 19.934 20.333 20.739 21.154 21.183
Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik Ton 1.151 1.822 1.858 1.896 1.934 1.972 1.975
Total Volume Penjualan - Sidoarjo Ton 69.805 80.681 94.692 99.502 103.038 105.098 105.233
Harga Jual - Sidoarjo
Harga Jual Konsentrat Pakan Ternak Layer Rp./kg 7.315 7.199 7.379 7.563 7.753 7.946 8.145
% pertumbuhan/tahun -1,59% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Harga Jual Konsentrat Pakan Ternak Babi Rp./kg 8.560 8.500 8.713 8.930 9.154 9.382 9.617
% pertumbuhan/tahun -0,70% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Harga Jual Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik Rp./kg 8.623 8.750 8.969 9.193 9.423 9.658 9.900
% pertumbuhan/tahun 1,47% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
98
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 125
Lanjutan Tabel 8-2…
KETERANGAN SATUAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00
Inflasi - Rupiah % 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Jumlah hari per tahun Hari 365 365 365 365 365 365 365
Jumlah hari operasional per bulan - Balaraja Hari/Bulan 26 26 26 26 26 26 26
Jumlah hari operasional per bulan - Sidoarjo Hari/Bulan 25 25 25 25 25 25 25
Jumlah jam operasional per hari Jam/Hari 20 20 20 20 20 20 20
PENJUALAN
1. FEEDMILL BALARAJA
KAPASITAS PRODUKSI PAKAN TERNAK - BALARAJA
Total Kapasitas Produksi Mixer Pakan Ternak Ton/jam 47 47 47 47 47 47 47
Ton/bulan 942 942 942 942 942 942 942
Ton/tahun 293.760 293.760 293.760 293.760 293.760 293.760 293.760
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Layer % 11,21% 11,21% 11,21% 11,21% 11,21% 11,21% 11,21%
Produksi Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Layer Ton/tahun 32.932 32.932 32.932 32.932 32.932 32.932 32.932
Harga Jual - Balaraja
Harga Jual Konsentrat Pakan Ternak Layer Rp./kg 7.830 8.026 8.227 8.432 8.643 8.859 9.081
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
2. FEEDMILL SIDOARJO
KAPASITAS PRODUKSI PAKAN TERNAK - SIDOARJO
Total Kapasitas Produksi Mixer Pakan Ternak Ton/jam 80 80 80 80 80 80 80
Ton/bulan 1.600 1.600 1.600 1.600 1.600 1.600 1.600
Ton/tahun 480.000 480.000 480.000 480.000 480.000 480.000 480.000
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak -Layer % 21,92% 21,92% 21,92% 21,92% 21,92% 21,92% 21,92%
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak -Babi % 21,93% 21,93% 21,93% 21,93% 21,93% 21,93% 21,93%
Kapasitas Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak - Bebek/Itik % 21,93% 21,93% 21,93% 21,93% 21,93% 21,93% 21,93%
Komposisi Produksi - Konsentrat Pakan Ternak Layer % to total produksi 78,00% 78,00% 78,00% 78,00% 78,00% 78,00% 78,00%
Komposisi Produksi - Konsentrat Pakan Ternak Babi % to total produksi 20,13% 20,13% 20,13% 20,13% 20,13% 20,13% 20,13%
Komposisi Produksi - Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik % to total produksi 1,88% 1,88% 1,88% 1,88% 1,88% 1,88% 1,88%
Produksi Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Layer Ton/tahun 82.075 82.075 82.075 82.075 82.075 82.075 82.075
Produksi Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Babi Ton/tahun 21.183 21.183 21.183 21.183 21.183 21.183 21.183
Produksi Tercapai - Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik Ton/tahun 1.975 1.975 1.975 1.975 1.975 1.975 1.975
Unit Penjualan - Sidoarjo
Volume Penjualan
Konsentrat Pakan Ternak Layer Ton 82.075 82.075 82.075 82.075 82.075 82.075 82.075
Konsentrat Pakan Ternak Babi Ton 21.183 21.183 21.183 21.183 21.183 21.183 21.183
Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik Ton 1.975 1.975 1.975 1.975 1.975 1.975 1.975
Total Volume Penjualan - Sidoarjo Ton 105.233 105.233 105.233 105.233 105.233 105.233 105.233
Rata-rata Harga Jual - Sidoarjo
Konsentrat Pakan Ternak Layer Rp./kg 8.349 8.557 8.771 8.991 9.215 9.446 9.682
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Konsentrat Pakan Ternak Babi Rp./kg 9.857 10.104 10.356 10.615 10.881 11.153 11.432
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik Rp./kg 10.147 10.401 10.661 10.928 11.201 11.481 11.768
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Lebih lengkap mengenai proyeksi penjualan dari produk konsentrat pakan ternak ini dapat dilihat
pada lampiran proyeksi keuangan 5 dan lampiran proyeksi keuangan 6.
8.5.2 Asumsi Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan mencakup biaya bahan baku dan pendukung, beban gaji dan tunjangan,
beban overhead pabrik (variabel dan tetap).
Beban overhead pabrik (variabel) terdiri dari bahan baku tidak langsung (tidak termasuk
perlengkapan laboratorium), utilitas, selisih stok,dan ekspedisi dan biaya angkut.
Beban overhead pabrik (tetap) terdiri dari gaji dan tunjangan - tenaga kerja tidak langsung, beban
manfaat karyawan, bahan baku tidak langsung (perlengkapan laboratorium), perbaikan dan
pemeliharaan, beban otomatisasi, sewa dan asuransi, beban kantor, beban keamanan dan
kebersihan, transportasi dan akomodasi, dan lain-lain.
Berikut asumsi proyeksi beban pokok penjualan konsentrat pakan ternak pada tahun 2026 – 2038:
99
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 126
Tabel 8-3 Asumsi Proyeksi Beban Pokok Penjualan Konsentrat Pakan Ternak
Jan - Des
KETERANGAN SATUAN 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Proyeksi
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
STRUKTUR BIAYA
BEBAN POKOK PENJUALAN
1. FEEDMILL BALARAJA
Rasio Pemakaian Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 395 395 395 395 395 395
Bahan Baku Biji Batu kg terhadap 1 ton barang jadi 145 145 145 145 145 145
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) kg terhadap 1 ton barang jadi 61 61 61 61 61 61
Bahan Baku Chicken Feather Meal (CFM) kg terhadap 1 ton barang jadi 59 59 59 59 59 59
Bahan Baku Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) kg terhadap 1 ton barang jadi 47 47 47 47 47 47
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 46 46 46 46 46 46
Bahan Baku Rice DDGS kg terhadap 1 ton barang jadi 45 45 45 45 45 45
Bahan Baku Lainnya kg terhadap 1 ton barang jadi 204 204 204 204 204 204
Bahan Pendukung Kemasan-Layer lembar 441.133 574.008 603.619 633.733 658.634 658.634
Harga Beli Bahan Baku Utama Per Kg
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) Rp./kg 6.968 7.154 7.337 7.523 7.712 7.907
% pertumbuhan/tahun 2,67% 2,56% 2,53% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Biji Batu Rp./kg 279 286 294 301 309 317
% pertumbuhan/tahun 2,67% 2,56% 2,53% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) Rp./kg 4.662 4.786 4.909 5.033 5.160 5.290
% pertumbuhan/tahun 2,67% 2,56% 2,53% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Chicken Feather Meal (CFM) Rp./kg 7.338 7.534 7.726 7.922 8.122 8.326
% pertumbuhan/tahun 2,67% 2,56% 2,53% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) Rp./kg 4.901 5.032 5.160 5.291 5.424 5.561
% pertumbuhan/tahun 2,67% 2,56% 2,53% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) Rp./kg 7.060 7.248 7.434 7.622 7.814 8.011
% pertumbuhan/tahun 2,66% 2,56% 2,53% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Rice DDGS Rp./kg 4.821 4.950 5.076 5.205 5.336 5.470
% pertumbuhan/tahun 2,67% 2,56% 2,53% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Lainnya Rp./kg 8.499 8.725 8.949 9.175 9.406 9.643
% pertumbuhan/tahun 2,67% 2,56% 2,53% 2,52% 2,52%
Harga Beli Bahan Pendukung
Bahan Pendukung Kemasan-Balaraja - Layer Rp./lembar 3.500 3.588 3.677 3.769 3.863 3.960
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
BEBAN POKOK - SELAIN BAHAN BAKU
Gaji dan Tunjangan - Tenaga Kerja Langsung % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Overhead Balaraja :
Beban Pabrik - Variabel :
Bahan Baku Tidak Langsung (tidak termasuk % terhadap total penjualan 0,07% 0,07% 0,07% 0,07% 0,07% 0,07%
perlengkapan laboratorium)
Utilitas % terhadap total penjualan 0,79% 0,79% 0,79% 0,79% 0,79% 0,79%
Selisih Stok % terhadap total penjualan 0,60% 0,60% 0,60% 0,60% 0,60% 0,60%
Ekspedisi dan Biaya Angkut % terhadap total penjualan 0,33% 0,33% 0,33% 0,33% 0,33% 0,33%
Beban Pabrik - Tetap :
Gaji dan Tunjangan - Tenaga Kerja Tidak Langsung % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Bahan Baku Tidak Langsung (perlengkapan laboratorium) % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Perbaikan dan Pemeliharaan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Otomatisasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Sewa dan Asuransi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Kantor % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Keamanan dan Kebersihan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Transportasi dan Akomodasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Lain-lain % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
2. FEEDMILL SIDOARJO
Konsentrat Pakan Ternak Layer
Rasio Pemakaian Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 483 483 483 483 483 483
Bahan Baku Biji Batu kg terhadap 1 ton barang jadi 170 170 170 170 170 170
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 58 58 58 58 58 58
Bahan Baku Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) kg terhadap 1 ton barang jadi 50 50 50 50 50 50
Bahan Baku Bone Meal kg terhadap 1 ton barang jadi 45 45 45 45 45 45
Bahan Baku Feather Meal (FTM) kg terhadap 1 ton barang jadi 42 42 42 42 42 42
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) kg terhadap 1 ton barang jadi 35 35 35 35 35 35
Bahan Baku Lainnya kg terhadap 1 ton barang jadi 117 117 117 117 117 117
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Layer lembar 1.223.525 1.475.336 1.550.666 1.611.487 1.641.507 1.641.507
100
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 127
Lanjutan Tabel 8-3 …
KETERANGAN SATUAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00
STRUKTUR BIAYA
BEBAN POKOK PENJUALAN
1. FEEDMILL BALARAJA
Rasio Pemakaian Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 395 395 395 395 395 395 395
Bahan Baku Biji Batu kg terhadap 1 ton barang jadi 145 145 145 145 145 145 145
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) kg terhadap 1 ton barang jadi 61 61 61 61 61 61 61
Bahan Baku Chicken Feather Meal (CFM) kg terhadap 1 ton barang jadi 59 59 59 59 59 59 59
Bahan Baku Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) kg terhadap 1 ton barang jadi 47 47 47 47 47 47 47
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 46 46 46 46 46 46 46
Bahan Baku Rice DDGS kg terhadap 1 ton barang jadi 45 45 45 45 45 45 45
Bahan Baku Lainnya kg terhadap 1 ton barang jadi 204 204 204 204 204 204 204
Bahan Pendukung Kemasan-Layer lembar 658.634 658.634 658.634 658.634 658.634 658.634 658.634
Harga Beli Bahan Baku Utama Per Kg
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) Rp./kg 8.106 8.310 8.519 8.733 8.953 9.179 9.410
% pertumbuhan/tahun 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Biji Batu Rp./kg 325 333 341 350 359 368 377
% pertumbuhan/tahun 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) Rp./kg 5.423 5.560 5.699 5.843 5.990 6.141 6.296
% pertumbuhan/tahun 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Chicken Feather Meal (CFM) Rp./kg 8.536 8.751 8.971 9.197 9.428 9.666 9.909
% pertumbuhan/tahun 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) Rp./kg 5.701 5.845 5.992 6.142 6.297 6.456 6.618
% pertumbuhan/tahun 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) Rp./kg 8.213 8.420 8.632 8.850 9.073 9.301 9.536
% pertumbuhan/tahun 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Rice DDGS Rp./kg 5.608 5.749 5.894 6.042 6.194 6.350 6.510
% pertumbuhan/tahun 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Bahan Baku Lainnya Rp./kg 9.886 10.135 10.390 10.652 10.920 11.195 11.476
% pertumbuhan/tahun 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52% 2,52%
Harga Beli Bahan Pendukung
Bahan Pendukung Kemasan-Balaraja - Layer Rp./lembar 4.059 4.160 4.264 4.371 4.480 4.592 4.707
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
BEBAN POKOK - SELAIN BAHAN BAKU
Gaji dan Tunjangan - Tenaga Kerja Langsung % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Overhead Balaraja :
Beban Pabrik - Variabel :
Bahan Baku Tidak Langsung (tidak termasuk % terhadap total penjualan 0,07% 0,07% 0,07% 0,07% 0,07% 0,07% 0,07%
perlengkapan laboratorium)
Utilitas % terhadap total penjualan 0,79% 0,79% 0,79% 0,79% 0,79% 0,79% 0,79%
Selisih Stok % terhadap total penjualan 0,60% 0,60% 0,60% 0,60% 0,60% 0,60% 0,60%
Ekspedisi dan Biaya Angkut % terhadap total penjualan 0,33% 0,33% 0,33% 0,33% 0,33% 0,33% 0,33%
Beban Pabrik - Tetap :
Gaji dan Tunjangan - Tenaga Kerja Tidak Langsung % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Bahan Baku Tidak Langsung (perlengkapan laboratorium) % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Perbaikan dan Pemeliharaan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Otomatisasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Sewa dan Asuransi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Kantor % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Keamanan dan Kebersihan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Transportasi dan Akomodasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Lain-lain % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
2. FEEDMILL SIDOARJO
Konsentrat Pakan Ternak Layer
Rasio Pemakaian Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 483 483 483 483 483 483 483
Bahan Baku Biji Batu kg terhadap 1 ton barang jadi 170 170 170 170 170 170 170
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 58 58 58 58 58 58 58
Bahan Baku Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) kg terhadap 1 ton barang jadi 50 50 50 50 50 50 50
Bahan Baku Bone Meal kg terhadap 1 ton barang jadi 45 45 45 45 45 45 45
Bahan Baku Feather Meal (FTM) kg terhadap 1 ton barang jadi 42 42 42 42 42 42 42
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) kg terhadap 1 ton barang jadi 35 35 35 35 35 35 35
Bahan Baku Lainnya kg terhadap 1 ton barang jadi 117 117 117 117 117 117 117
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Layer lembar 1.641.507 1.641.507 1.641.507 1.641.507 1.641.507 1.641.507 1.641.507
101
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 128
Lanjutan Tabel 8-3 …
Jan - Des
KETERANGAN SATUAN 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Proyeksi
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
Harga Beli Bahan Baku Utama Per Kg
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) Rp./kg 6.449 6.520 6.689 6.860 7.035 7.214
% pertumbuhan/tahun 1,09% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Biji Batu Rp./kg 281 289 296 304 312 320
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) Rp./kg 7.928 8.150 8.362 8.575 8.794 9.018
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) Rp./kg 4.422 4.546 4.664 4.783 4.905 5.030
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Bone Meal Rp./kg 4.286 4.406 4.521 4.636 4.754 4.875
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Feather Meal (FTM) Rp./kg 7.809 8.028 8.236 8.446 8.662 8.883
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) Rp./kg 4.481 4.606 4.726 4.847 4.970 5.097
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Lainnya Rp./kg 15.709 16.149 16.569 16.992 17.425 17.869
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Harga Beli Bahan Pendukung
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Layer Rp./lembar 3.600 3.690 3.782 3.877 3.974 4.073
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Konsentrat Pakan Ternak Babi
Rasio Pemakaian Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 600 600 600 600 600 600
Bahan Baku Bone Meal kg terhadap 1 ton barang jadi 80 80 80 80 80 80
Bahan Baku Biji Batu kg terhadap 1 ton barang jadi 59 59 59 59 59 59
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) kg terhadap 1 ton barang jadi 45 45 45 45 45 45
Bahan Baku FTM kg terhadap 1 ton barang jadi 29 29 29 29 29 29
Bahan Baku Wheat Brand Pollard kg terhadap 1 ton barang jadi 23 23 23 23 23 23
Bahan Baku Lainnya kg terhadap 1 ton barang jadi 164 164 164 164 164 164
Bahan Pendukung Kemasan - Konsentrat-Babi lembar 406.159 398.124 407.281 415.338 423.652 423.652
Harga Beli Bahan Baku Utama Per Kg
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) Rp./kg 6.449 6.630 6.802 6.976 7.154 7.337
% pertumbuhan/tahun 2,81% 2,59% 2,56% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Bone Meal Rp./kg 4.300 4.420 4.535 4.651 4.770 4.892
% pertumbuhan/tahun 2,79% 2,60% 2,56% 2,56% 2,56%
Bahan Baku Biji Batu Rp./kg 300 308 316 324 333 342
% pertumbuhan/tahun 2,67% 2,60% 2,53% 2,78% 2,78%
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) Rp./kg 4.481 4.606 4.726 4.847 4.970 5.096
% pertumbuhan/tahun 2,79% 2,61% 2,56% 2,54% 2,54%
Bahan Baku FTM Rp./kg 7.809 8.028 8.236 8.446 8.662 8.884
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,59% 2,55% 2,56% 2,56%
Bahan Baku Wheat Brand Pollard Rp./kg 3.376 3.471 3.561 3.652 3.745 3.840
% pertumbuhan/tahun 2,81% 2,59% 2,56% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Lainnya Rp./kg 16.012 16.429 16.840 17.264 17.687 18.120
% pertumbuhan/tahun 2,60% 2,50% 2,52% 2,45% 2,45%
Jumlah Rp./kg 42.727 43.892 45.016 46.160 47.321 48.511
Harga Beli Bahan Pendukung
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Konsentrat Babi Rp./lembar 3.850 3.946 4.045 4.146 4.250 4.356
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik
Rasio Pemakaian Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 569 569 569 569 569 569
Bahan Baku Biji Batu kg terhadap 1 ton barang jadi 123 123 123 123 123 123
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 75 75 75 75 75 75
Bahan Baku Bone Meal kg terhadap 1 ton barang jadi 72 72 72 72 72 72
Bahan Baku FTM kg terhadap 1 ton barang jadi 36 36 36 36 36 36
Bahan Baku Lainnya kg terhadap 1 ton barang jadi 125 125 125 125 125 125
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Konsentrat Itik lembar 38.161 37.095 37.973 38.722 39.497 39.497
102
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 129
Lanjutan Tabel 8-3 …
KETERANGAN SATUAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00
Harga Beli Bahan Baku Utama Per Kg
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) Rp./kg 7.398 7.587 7.780 7.978 8.182 8.390 8.604
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Biji Batu Rp./kg 328 336 345 354 363 372 381
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) Rp./kg 9.248 9.484 9.726 9.974 10.228 10.489 10.756
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) Rp./kg 5.158 5.290 5.425 5.563 5.705 5.850 5.999
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Bone Meal Rp./kg 5.000 5.127 5.258 5.392 5.529 5.670 5.815
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Feather Meal (FTM) Rp./kg 9.109 9.341 9.580 9.824 10.074 10.331 10.595
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) Rp./kg 5.227 5.360 5.497 5.637 5.781 5.928 6.080
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Lainnya Rp./kg 18.325 18.792 19.271 19.763 20.267 20.784 21.314
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Harga Beli Bahan Pendukung
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Layer Rp./lembar 4.175 4.279 4.386 4.496 4.608 4.724 4.842
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Konsentrat Pakan Ternak Babi
Rasio Pemakaian Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 600 600 600 600 600 600 600
Bahan Baku Bone Meal kg terhadap 1 ton barang jadi 80 80 80 80 80 80 80
Bahan Baku Biji Batu kg terhadap 1 ton barang jadi 59 59 59 59 59 59 59
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) kg terhadap 1 ton barang jadi 45 45 45 45 45 45 45
Bahan Baku FTM kg terhadap 1 ton barang jadi 29 29 29 29 29 29 29
Bahan Baku Wheat Brand Pollard kg terhadap 1 ton barang jadi 23 23 23 23 23 23 23
Bahan Baku Lainnya kg terhadap 1 ton barang jadi 164 164 164 164 164 164 164
Bahan Pendukung Kemasan - Konsentrat-Babi lembar 423.652 423.652 423.652 423.652 423.652 423.652 423.652
Harga Beli Bahan Baku Utama Per Kg
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) Rp./kg 7.524 7.716 7.913 8.114 8.322 8.534 8.752
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Bone Meal Rp./kg 5.017 5.146 5.277 5.412 5.551 5.693 5.838
% pertumbuhan/tahun 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56%
Bahan Baku Biji Batu Rp./kg 352 362 372 382 392 403 415
% pertumbuhan/tahun 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78% 2,78%
Bahan Baku Rapeseed Meal (RSM) Rp./kg 5.225 5.358 5.494 5.633 5.776 5.923 6.073
% pertumbuhan/tahun 2,54% 2,54% 2,54% 2,54% 2,54% 2,54% 2,54%
Bahan Baku FTM Rp./kg 9.111 9.344 9.583 9.828 10.079 10.337 10.601
% pertumbuhan/tahun 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56% 2,56%
Bahan Baku Wheat Brand Pollard Rp./kg 3.938 4.038 4.141 4.247 4.355 4.466 4.580
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Lainnya Rp./kg 18.564 19.019 19.485 19.963 20.452 20.953 21.466
% pertumbuhan/tahun 2,45% 2,45% 2,45% 2,45% 2,45% 2,45% 2,45%
Jumlah Rp./kg 49.731 50.982 52.265 53.579 54.927 56.309 57.725
Harga Beli Bahan Pendukung
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Konsentrat Babi Rp./lembar 4.465 4.576 4.691 4.808 4.928 5.052 5.178
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Konsentrat Pakan Ternak Bebek/Itik
Rasio Pemakaian Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 569 569 569 569 569 569 569
Bahan Baku Biji Batu kg terhadap 1 ton barang jadi 123 123 123 123 123 123 123
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) kg terhadap 1 ton barang jadi 75 75 75 75 75 75 75
Bahan Baku Bone Meal kg terhadap 1 ton barang jadi 72 72 72 72 72 72 72
Bahan Baku FTM kg terhadap 1 ton barang jadi 36 36 36 36 36 36 36
Bahan Baku Lainnya kg terhadap 1 ton barang jadi 125 125 125 125 125 125 125
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Konsentrat Itik lembar 39.497 39.497 39.497 39.497 39.497 39.497 39.497
103
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 130
Lanjutan Tabel 8-3 …
Jan - Des
KETERANGAN SATUAN 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Proyeksi
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
Harga Beli Bahan Baku Utama Per Kg
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) Rp./kg 6.449 6.630 6.802 6.976 7.154 7.336
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Biji Batu Rp./kg 300 308 316 324 333 341
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) Rp./kg 7.928 8.150 8.362 8.575 8.794 9.018
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Bone Meal Rp./kg 4.300 4.420 4.535 4.651 4.770 4.891
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku FTM Rp./kg 7.809 8.028 8.236 8.446 8.662 8.883
% pertumbuhan/tahun 2,80% 2,60% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Lainnya Rp./kg 21.569 22.129 22.683 23.247 23.815 24.398
% pertumbuhan/tahun 2,60% 2,50% 2,48% 2,45% 2,45%
Harga Beli Bahan Pendukung
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Konsentrat Itik Rp./lembar 3.600 3.690 3.782 3.877 3.974 4.073
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
BEBAN POKOK - SELAIN BAHAN BAKU
Gaji dan Tunjangan - Tenaga Kerja Langsung % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Overhead :
Beban Pabrik - Variabel :
Bahan Baku Tidak Langsung (tidak termasuk % terhadap total penjualan 0,06% 0,06% 0,06% 0,06% 0,06% 0,06%
perlengkapan laboratorium)
Utilitas % terhadap total penjualan 0,73% 0,73% 0,73% 0,73% 0,73% 0,73%
Selisih Stok % terhadap total penjualan 0,79% 0,80% 0,80% 0,80% 0,80% 0,80%
Ekspedisi dan Biaya Angkut % terhadap total penjualan 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39%
Beban Pabrik - Tetap :
Gaji dan Tunjangan - Tenaga Kerja Tidak Langsung % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Bahan Baku Tidak Langsung (perlengkapan laboratorium) % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Perbaikan dan Pemeliharaan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Otomatisasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Sewa dan Asuransi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Kantor % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Keamanan dan Kebersihan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Transportasi dan Akomodasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Lain-lain % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
104
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 131
Lanjutan Tabel 8-3 …
KETERANGAN SATUAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00
Harga Beli Bahan Baku Utama Per Kg
Bahan Baku Soybean Meal (SBM) Rp./kg 7.523 7.715 7.912 8.113 8.320 8.532 8.750
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Biji Batu Rp./kg 350 359 368 377 387 397 407
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Meat and Bone Meal (MBM) Rp./kg 9.248 9.484 9.726 9.974 10.228 10.489 10.756
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Bone Meal Rp./kg 5.016 5.144 5.275 5.410 5.547 5.689 5.834
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku FTM Rp./kg 9.109 9.341 9.580 9.824 10.074 10.331 10.595
% pertumbuhan/tahun 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55% 2,55%
Bahan Baku Lainnya Rp./kg 24.995 25.606 26.232 26.874 27.531 28.205 28.894
% pertumbuhan/tahun 2,45% 2,45% 2,45% 2,45% 2,45% 2,45% 2,45%
Harga Beli Bahan Pendukung
Bahan Pendukung Kemasan-Sidoarjo - Konsentrat Itik Rp./lembar 4.175 4.279 4.386 4.496 4.608 4.724 4.842
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
BEBAN POKOK - SELAIN BAHAN BAKU
Gaji dan Tunjangan - Tenaga Kerja Langsung % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Overhead :
Beban Pabrik - Variabel :
Bahan Baku Tidak Langsung (tidak termasuk % terhadap total penjualan 0,06% 0,06% 0,06% 0,06% 0,06% 0,06% 0,06%
perlengkapan laboratorium)
Utilitas % terhadap total penjualan 0,73% 0,73% 0,73% 0,73% 0,73% 0,73% 0,73%
Selisih Stok % terhadap total penjualan 0,80% 0,80% 0,80% 0,80% 0,80% 0,80% 0,80%
Ekspedisi dan Biaya Angkut % terhadap total penjualan 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39%
Beban Pabrik - Tetap :
Gaji dan Tunjangan - Tenaga Kerja Tidak Langsung % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Bahan Baku Tidak Langsung (perlengkapan laboratorium) % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Perbaikan dan Pemeliharaan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Otomatisasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Sewa dan Asuransi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Kantor % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Keamanan dan Kebersihan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Transportasi dan Akomodasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Lain-lain % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Lebih lengkap mengenai proyeksi beban pokok penjualan dapat dilihat pada lampiran proyeksi
keuangan 5.
8.5.3 Asumsi Proyeksi Beban Penjualan
Dasar proyeksi beban penjualan adalah proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan serta melakukan diskusi dengan manajemen Perseroan.
Berikut asumsi yang mendasari perhitungan proyeksi beban penjualan pada tahun 2026 – 2028 :
Tabel 8-4 Asumsi Proyeksi Beban Penjualan
Jan - Des
KETERANGAN SATUAN 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Proyeksi
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
BEBAN PENJUALAN BALARAJA
Gaji dan Tunjangan % terhadap total penjualan 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39%
Perbaikan dan Pemeliharaan % terhadap total penjualan 0,16% 0,16% 0,16% 0,16% 0,16% 0,16%
Iklan dan Promosi % terhadap total penjualan 0,10% 0,10% 0,10% 0,10% 0,10% 0,10%
Sumbangan dan Perjamuan % terhadap total penjualan 0,05% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05%
Perjalanan Dinas, Pengangkutan dan Pengiriman % terhadap total penjualan 0,04% 0,04% 0,04% 0,04% 0,04% 0,04%
Sewa dan Asuransi % terhadap total penjualan 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02%
Beban Kantor % terhadap total penjualan 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Lain-Lain % terhadap total penjualan 0,0002% 0,0002% 0,0002% 0,0002% 0,0002% 0,0002%
BEBAN PENJUALAN - SIDOARJO
Gaji dan Tunjangan % terhadap total penjualan 0,45% 0,45% 0,45% 0,45% 0,45% 0,45%
Perbaikan dan Pemeliharaan % terhadap total penjualan 0,11% 0,11% 0,11% 0,11% 0,11% 0,11%
Iklan dan Promosi % terhadap total penjualan 0,08% 0,08% 0,08% 0,08% 0,08% 0,08%
Sumbangan dan Perjamuan % terhadap total penjualan 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02%
Perjalanan Dinas, Pengangkutan dan Pengiriman % terhadap total penjualan 0,31% 0,32% 0,32% 0,32% 0,32% 0,32%
Sewa dan Asuransi % terhadap total penjualan 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03%
Beban Kantor % terhadap total penjualan 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Lain-Lain % terhadap total penjualan 0,004% 0,004% 0,004% 0,004% 0,004% 0,004%
105
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 132
Lanjutan Tabel 8-4…
KETERANGAN SATUAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00
BEBAN PENJUALAN BALARAJA
Gaji dan Tunjangan % terhadap total penjualan 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39% 0,39%
Perbaikan dan Pemeliharaan % terhadap total penjualan 0,16% 0,16% 0,16% 0,16% 0,16% 0,16% 0,16%
Iklan dan Promosi % terhadap total penjualan 0,10% 0,10% 0,10% 0,10% 0,10% 0,10% 0,10%
Sumbangan dan Perjamuan % terhadap total penjualan 0,05% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05%
Perjalanan Dinas, Pengangkutan dan Pengiriman % terhadap total penjualan 0,04% 0,04% 0,04% 0,04% 0,04% 0,04% 0,04%
Sewa dan Asuransi % terhadap total penjualan 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02%
Beban Kantor % terhadap total penjualan 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Lain-Lain % terhadap total penjualan 0,0002% 0,0002% 0,0002% 0,0002% 0,0002% 0,0002% 0,0002%
BEBAN PENJUALAN - SIDOARJO
Gaji dan Tunjangan % terhadap total penjualan 0,45% 0,45% 0,45% 0,45% 0,45% 0,45% 0,45%
Perbaikan dan Pemeliharaan % terhadap total penjualan 0,11% 0,11% 0,11% 0,11% 0,11% 0,11% 0,11%
Iklan dan Promosi % terhadap total penjualan 0,08% 0,08% 0,08% 0,08% 0,08% 0,08% 0,08%
Sumbangan dan Perjamuan % terhadap total penjualan 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02% 0,02%
Perjalanan Dinas, Pengangkutan dan Pengiriman % terhadap total penjualan 0,32% 0,32% 0,32% 0,32% 0,32% 0,32% 0,32%
Sewa dan Asuransi % terhadap total penjualan 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03% 0,03%
Beban Kantor % terhadap total penjualan 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Lain-Lain % terhadap total penjualan 0,004% 0,004% 0,004% 0,004% 0,004% 0,004% 0,004%
Lebih lengkap mengenai proyeksi beban penjualan dapat dilihat pada lampiran proyeksi
keuangan 9.
8.5.4 Asumsi Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
Dasar proyeksi beban umum dan administrasi adalah proyeksi keuangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, serta melakukan diskusi dengan manajemen Perseroan.
Berikut asumsi yang mendasari perhitungan proyeksi beban umum dan administrasi pada
tahun 2026 – 2038 :
Tabel 8-5 Asumsi Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
Jan - Des
KETERANGAN SATUAN 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Proyeksi
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI - FEEDMILL BALARAJA DAN SIDOARJO
Perizinan dan Lisensi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Kantor % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Gaji dan Tunjangan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Perbaikan dan Pemeliharaan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Transportasi dan Akomodasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Sewa dan Asuransi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Sumbangan dan Perjamuan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Administrasi Bank % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Jasa Profesional % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Pajak dan Denda % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Perusahaan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Piutang Tidak Tertagih % terhadap total penjualan 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00%
Lanjutan Tabel 8-5…
KETERANGAN SATUAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI - FEEDMILL BALARAJA DAN SIDOARJO
Perizinan dan Lisensi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Kantor % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Gaji dan Tunjangan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Perbaikan dan Pemeliharaan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Transportasi dan Akomodasi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Sewa dan Asuransi % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Sumbangan dan Perjamuan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Administrasi Bank % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Jasa Profesional % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Pajak dan Denda % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Perusahaan % pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Beban Piutang Tidak Tertagih % terhadap total penjualan 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00%
106
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 133
Lebih lengkap mengenai proyeksi beban umum dan administrasi dapat dilihat pada lampiran
proyeksi keuangan 9.
8.5.5 Penyusutan
Proyeksi penyusutan untuk masing-masing jenis aset tetap menggunakan metoda garis lurus, yaitu:
1. Aset Tetap - Balaraja
Hak atas Tanah : 0,00% /tahun
Bangunan : 3,03% /tahun
Mesin dan Peralatan : 2,86% /tahun
Peralatan dan Perabotan : 10,00% /tahun
Kendaraan Bermotor : 12,50% /tahun
2. Aset Tetap - Sidoarjo :
Hak atas Tanah : 0,00% /tahun
Bangunan : 3,03% /tahun
Mesin dan Peralatan : 2,86% /tahun
Peralatan dan Perabotan : 10,00% /tahun
Kendaraan Bermotor : 12,50% /tahun
3. Aset Hak Guna - Balaraja : 5,02% /tahun
4. Aset Hak Guna - Sidoarjo : 10,81% /tahun
5. Capital Expenditure - Mesin Feedmill Balaraja : 20,00% /tahun
6. Capital Expenditure - Mesin Feedmill Sidoarjo : 20,00% /tahun
8.5.6 Perputaran (Turnover)
Proyeksi perputaran piutang usaha, persediaan, dan utang usaha ditentukan berdasarkan proyeksi
keuangan yang diperoleh manajemen Perseroan, analisis terhadap data perputaran tahun 2025,
serta melakukan diskusi dengan manajemen Perseroan.
Berikut adalah proyeksi perputaran piutang usaha, persediaan, dan utang usaha pada tahun 2026
– 2038:
Tabel 8-6 Asumsi Perputaran
Jan - Des
KETERANGAN SATUAN 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Proyeksi
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
PERPUTARAN (TURNOVER)
Piutang Usaha Hari 241 210 201 195 191 191
Persediaan Bahan Baku Hari 251 217 204 195 188 188
Persediaan Bahan Pendukung Kemasan Hari 240 240 240 240 240 240
Persediaan Barang Dalam Proses Hari 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25
Persediaan Barang Jadi Hari 25 25 25 25 25 25
Utang Usaha Hari 310 290 277 262 252 252
Lanjutan Tabel 8-6…
KETERANGAN SATUAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00
PERPUTARAN (TURNOVER)
Piutang Usaha Hari 191 191 191 191 191 191 191
Persediaan Bahan Baku Hari 188 188 188 188 188 188 188
Persediaan Bahan Pendukung Kemasan Hari 240 240 240 240 240 240 240
Persediaan Barang Dalam Proses Hari 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25
Persediaan Barang Jadi Hari 25 25 25 25 25 25 25
Utang Usaha Hari 252 252 252 252 252 252 252
107
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 134
8.5.7 Capital Expenditure (Capex)
Capex ini adalah capex maintenance, yang digunakan untuk menjaga keberlangsungan produksi
konsentrat pakan ternak pada Perseroan. Berikut adalah proyeksi rencana jumlah capex yang akan
dilakukan :
Tabel 8-7 Capex Tahun 2026 – 2038
(Rp.000.000)
Jan - Des
KETERANGAN 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Proyeksi
- Capital Expenditure - Mesin Feedmill Balaraja (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.028)
- Capital Expenditure - Mesin Feedmill Sidoarjo (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.026)
Lanjutan Tabel 8-7…
(Rp.000.000)
KETERANGAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
- Capital Expenditure - Mesin Feedmill Balaraja (1.053) (1.080) (1.107) (1.134) (1.163) (1.192) (1.222)
- Capital Expenditure - Mesin Feedmill Sidoarjo (1.052) (1.078) (1.105) (1.133) (1.161) (1.190) (1.220)
8.6 Hasil Proyeksi Keuangan
8.6.1 Proyeksi Laba Rugi
Berikut proyeksi laba (rugi) KBLI baru selama 2026 - 2038 :
Tabel 8-8 Proyeksi Laba Rugi
(Rp.000.000)
Jan - Des Jan - Des
KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Realisasi Proyeksi
PENJUALAN BERSIH
Penjualan Konsentrat Pakan Ternak 683.665 771.541 923.733 996.835 1.060.735 1.113.701 1.143.342
TOTAL PENJUALAN BERSIH 683.665 771.541 923.733 996.835 1.060.735 1.113.701 1.143.342
% pertumbuhan/tahun 12,85% 19,73% 7,91% 6,41% 4,99% 2,66%
771.541 923.733 996.835 1.060.735 1.113.701
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban Pokok Penjualan (608.188) (730.076) (854.743) (918.739) (977.905) (1.024.800) (1.051.466)
TOTAL BEBAN POKOK PENJUALAN (608.188) (730.076) (854.743) (918.739) (977.905) (1.024.800) (1.051.466)
% terhadap total penjualan -88,96% -94,63% -92,53% -92,17% -92,19% -92,02% -91,96%
712.071 853.362 921.087 980.241 1.029.216
LABA BRUTO 75.477 41.464 68.990 78.096 82.829 88.901 91.876
Gross Profit Margin 11,04% 5,37% 7,47% 7,83% 7,81% 7,98% 8,04%
BEBAN PENJUALAN (8.424) (10.388) (11.817) (12.563) (13.358) (13.805) (14.160)
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (20.463) (18.136) (18.477) (18.892) (19.398) (19.775) (20.233)
JUMLAH BEBAN USAHA (28.887) (28.524) (30.294) (31.455) (32.756) (33.580) (34.394)
% terhadap total penjualan -4,23% -3,70% -3,28% -3,16% -3,09% -3,02% -3,01%
Beban Keuangan (9.837) (3.795) (8.339) (9.449) (4.904) - -
Beban Lain-lain - Beban Piutang Tak Tertagih (909) (7.715) (9.237) (9.968) (10.607) (11.137) (11.433)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 35.844 1.430 21.120 27.224 34.561 44.185 46.049
% terhadap total penjualan 5,24% 0,19% 2,29% 2,73% 3,26% 3,97% 4,03%
Beban Pajak Penghasilan - Pajak Kini (7.886) (315) (4.646) (5.989) (7.603) (9.721) (10.131)
LABA TAHUN BERJALAN 27.959 1.116 16.474 21.235 26.958 34.464 35.918
Net Profit Margin 4,09% 0,14% 1,78% 2,13% 2,54% 3,09% 3,14%
108
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 135
Lanjutan Tabel 8.8…
(Rp.000.000)
KETERANGAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
PENJUALAN BERSIH
Penjualan Konsentrat Pakan Ternak 1.171.925 1.201.223 1.231.254 1.262.035 1.293.586 1.325.926 1.359.074
TOTAL PENJUALAN BERSIH 1.171.925 1.201.223 1.231.254 1.262.035 1.293.586 1.325.926 1.359.074
% pertumbuhan/tahun 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban Pokok Penjualan (1.074.144) (1.098.050) (1.126.376) (1.154.102) (1.183.306) (1.213.550) (1.244.585)
TOTAL BEBAN POKOK PENJUALAN (1.074.144) (1.098.050) (1.126.376) (1.154.102) (1.183.306) (1.213.550) (1.244.585)
% terhadap total penjualan -91,66% -91,41% -91,48% -91,45% -91,47% -91,52% -91,58%
LABA BRUTO 97.781 103.173 104.878 107.933 110.280 112.376 114.489
Gross Profit Margin 8,34% 8,59% 8,52% 8,55% 8,53% 8,48% 8,42%
BEBAN PENJUALAN (14.196) (14.319) (14.889) (15.340) (15.906) (16.539) (17.212)
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (20.518) (20.858) (21.459) (21.994) (22.598) (23.242) (23.911)
JUMLAH BEBAN USAHA (34.714) (35.177) (36.348) (37.333) (38.504) (39.782) (41.123)
% terhadap total penjualan -2,96% -2,93% -2,95% -2,96% -2,98% -3,00% -3,03%
Beban Keuangan - - - - - - -
Beban Lain-lain - Beban Piutang Tak Tertagih (11.719) (12.012) (12.313) (12.620) (12.936) (13.259) (13.591)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 51.348 55.984 56.217 57.980 58.840 59.335 59.775
% terhadap total penjualan 4,38% 4,66% 4,57% 4,59% 4,55% 4,47% 4,40%
Beban Pajak Penghasilan - Pajak Kini (11.297) (12.316) (12.368) (12.756) (12.945) (13.054) (13.150)
LABA TAHUN BERJALAN 40.052 43.667 43.850 45.224 45.895 46.281 46.624
Net Profit Margin 3,42% 3,64% 3,56% 3,58% 3,55% 3,49% 3,43%
Lebih lengkap mengenai proyeksi laba rugi dapat dilihat pada lampiran proyeksi keuangan 10.
8.6.2 Proyeksi Posisi Keuangan
Berikut proyeksi posisi keuangan KBLI baru selama 2026 – 2038:
109
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 136
Tabel 8-9 Proyeksi Posisi Keuangan
(Rp.000.000)
Jan - Des Jan - Des
KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Realisasi Proyeksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 20.277 8.962 25.814 58.406 22.944 63.048 116.750
Piutang Usaha 562.291 637.302 652.098 659.205 665.418 670.567 674.641
Pihak Ketiga 425.709 508.435 532.469 549.544 566.364 582.650 598.157
Cadangan Piutang Tak Tertagih (192.837) (200.552) (209.790) (219.758) (230.365) (241.502) (252.936)
Pihak Berelasi 329.419 329.419 329.419 329.419 329.419 329.419 329.419
Piutang Dari Pihak Berelasi 1.640.324 1.640.324 1.640.324 1.640.324 1.640.324 1.640.324 1.640.324
Piutang Dari Feedmill Sidoarjo 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805
Persediaan 470.693 548.625 574.682 584.191 595.595 604.746 619.475
Bahan Baku Utama dan Bahan Baku Pendukung 400.237 471.045 487.322 492.337 499.354 504.923 517.729
Barang Dalam Proses - 475 561 601 640 672 689
Barang Jadi 41.872 47.694 56.361 60.379 64.311 67.521 69.246
Packaging 4.204 5.030 6.057 6.494 6.909 7.249 7.430
Spareparts 23.468 23.468 23.468 23.468 23.468 23.468 23.468
Lain-lain 913 913 913 913 913 913 913
Piutang Lain-Lain 482 482 482 482 482 482 482
Aset Lancar Lain-Lain 25.616 25.616 25.616 25.616 25.616 25.616 25.616
Biaya Dibayar Dimuka 1.521 1.521 1.521 1.521 1.521 1.521 1.521
Pembelian Dimuka 2.960 2.960 2.960 2.960 2.960 2.960 2.960
Pajak Dibayar Dimuka 21.135 21.135 21.135 21.135 21.135 21.135 21.135
Jumlah Aset Lancar 2.741.488 2.883.116 2.940.821 2.990.029 2.972.183 3.026.588 3.099.093
% pertumbuhan/tahun 5,17% 2,00% 1,67% -0,60% 1,83% 2,40%
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap
Harga Perolehan 585.763 587.763 589.763 591.763 593.763 595.763 597.817
Akumulasi Penyusutan (411.197) (428.633) (443.930) (458.177) (472.738) (485.195) (496.950)
Nilai Buku Aset Tetap 174.566 159.130 145.833 133.586 121.026 110.568 100.867
Aset Hak-Guna
Harga Perolehan 7.602 7.602 7.602 7.602 7.602 7.602 7.602
Akumulasi Penyusutan (4.542) (5.190) (5.839) (6.487) (7.136) (7.585) (7.602)
Nilai Buku Aset Hak-Guna 3.060 2.412 1.763 1.115 466 17 -
Uang Jaminan Yang Dapat Diterima Kembali 310 310 310 310 310 310 310
Aset Tidak Lancar Lain-Lain 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681
Pembelian Dimuka Untuk Aset Tetap - - - - - - -
Properti Investasi 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681
Jumlah Aset Tidak Lancar 186.618 170.533 156.587 143.692 130.483 119.577 109.859
% pertumbuhan/tahun -8,62% -8,18% -8,24% -9,19% -8,36% -8,13%
JUMLAH ASET 2.928.106 3.053.649 3.097.408 3.133.722 3.102.667 3.146.164 3.208.952
% pertumbuhan/tahun 4,29% 1,43% 1,17% -0,99% 1,40% 2,00%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Supplier Financing 48.426 48.426 48.426 48.426 48.426 48.426 48.426
Utang Usaha
Pihak Ketiga 580.848 650.015 663.746 670.327 676.073 680.831 702.996
Pihak Berelasi 27.258 27.258 27.258 27.258 27.258 27.258 27.258
Utang Kepada Pihak Berelasi 407.903 407.903 407.903 407.903 407.903 407.903 407.903
Utang Kepada Feedmill Balaraja 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805
Beban Akrual 44.497 44.497 44.497 44.497 44.497 44.497 44.497
Utang Pajak 420 420 420 420 420 420 420
Liabilitas Lancar Lainnya 118 118 118 118 118 118 118
Liabilitas Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo
Dalam Waktu Satu Tahun :
Utang Bank - 52.340 62.682 67.647 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.131.275 1.252.783 1.276.855 1.288.400 1.226.500 1.231.258 1.253.423
% pertumbuhan/tahun 10,74% 1,92% 0,90% -4,80% 0,39% 1,80%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun :
Utang Bank - - - - - - -
Liabilitas Imbalan Kerja 29.206 32.127 35.339 38.873 42.761 47.037 51.740
Liabilitas Sewa 2.854 2.854 2.854 2.854 2.854 2.854 2.854
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 32.060 34.980 38.193 41.727 45.614 49.890 54.594
% pertumbuhan/tahun 9,11% 9,18% 9,25% 9,32% 9,37% 9,43%
JUMLAH LIABILITAS 1.163.335 1.287.763 1.315.048 1.330.127 1.272.114 1.281.148 1.308.018
% pertumbuhan/tahun 10,70% 2,12% 1,15% -4,36% 0,71% 2,10%
EKUITAS
Modal Saham - - - - - - -
Tambahan Modal Disetor - Bersih - - - - - - -
Pendapatan Komprehensif Lainnya 279.397 279.397 279.397 279.397 279.397 279.397 279.397
Saldo Laba 1.485.373 1.486.489 1.502.962 1.524.197 1.551.155 1.585.619 1.621.537
JUMLAH EKUITAS 1.764.770 1.765.886 1.782.360 1.803.594 1.830.552 1.865.016 1.900.934
% pertumbuhan/tahun 0,06% 0,93% 1,19% 1,49% 1,88% 1,93%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.928.106 3.053.649 3.097.408 3.133.722 3.102.667 3.146.164 3.208.952
% pertumbuhan/tahun 4,29% 1,43% 1,17% -0,99% 1,40% 2,00%
110
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 137
Lanjutan Tabel 8-9 …
(Rp.000.000)
KETERANGAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 166.564 216.519 267.602 319.497 372.422 426.479 481.699
Piutang Usaha 677.876 681.191 684.590 688.073 691.643 695.303 699.054
Pihak Ketiga 613.111 628.439 644.150 660.254 676.760 693.679 711.021
Cadangan Piutang Tak Tertagih (264.655) (276.667) (288.980) (301.600) (314.536) (327.795) (341.386)
Pihak Berelasi 329.419 329.419 329.419 329.419 329.419 329.419 329.419
Piutang Dari Pihak Berelasi 1.640.324 1.640.324 1.640.324 1.640.324 1.640.324 1.640.324 1.640.324
Piutang Dari Feedmill Sidoarjo 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805
Persediaan 634.565 650.038 665.903 682.170 698.850 715.953 733.489
Bahan Baku Utama dan Bahan Baku Pendukung 530.860 544.324 558.129 572.284 586.799 601.682 616.942
Barang Dalam Proses 706 724 743 761 781 801 821
Barang Jadi 71.002 72.802 74.648 76.541 78.482 80.473 82.513
Packaging 7.616 7.807 8.002 8.202 8.407 8.617 8.832
Spareparts 23.468 23.468 23.468 23.468 23.468 23.468 23.468
Lain-lain 913 913 913 913 913 913 913
Piutang Lain-Lain 482 482 482 482 482 482 482
Aset Lancar Lain-Lain 25.616 25.616 25.616 25.616 25.616 25.616 25.616
Biaya Dibayar Dimuka 1.521 1.521 1.521 1.521 1.521 1.521 1.521
Pembelian Dimuka 2.960 2.960 2.960 2.960 2.960 2.960 2.960
Pajak Dibayar Dimuka 21.135 21.135 21.135 21.135 21.135 21.135 21.135
Jumlah Aset Lancar 3.167.232 3.235.975 3.306.322 3.377.967 3.451.143 3.525.962 3.602.469
% pertumbuhan/tahun 2,20% 2,17% 2,17% 2,17% 2,17% 2,17% 2,17%
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap
Harga Perolehan 599.922 602.080 604.292 606.560 608.884 611.266 613.707
Akumulasi Penyusutan (504.142) (507.406) (511.111) (513.696) (516.020) (518.402) (520.843)
Nilai Buku Aset Tetap 95.780 94.675 93.181 92.864 92.864 92.864 92.864
Aset Hak-Guna
Harga Perolehan 7.602 7.602 7.602 7.602 7.602 7.602 7.602
Akumulasi Penyusutan (7.602) (7.602) (7.602) (7.602) (7.602) (7.602) (7.602)
Nilai Buku Aset Hak-Guna - - - - - - -
Uang Jaminan Yang Dapat Diterima Kembali 310 310 310 310 310 310 310
Aset Tidak Lancar Lain-Lain 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681
Pembelian Dimuka Untuk Aset Tetap - - - - - - -
Properti Investasi 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681 8.681
Jumlah Aset Tidak Lancar 104.772 103.666 102.172 101.855 101.855 101.855 101.855
% pertumbuhan/tahun -4,63% -1,06% -1,44% -0,31% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH ASET 3.272.004 3.339.641 3.408.494 3.479.822 3.552.998 3.627.817 3.704.325
% pertumbuhan/tahun 1,96% 2,07% 2,06% 2,09% 2,10% 2,11% 2,11%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Supplier Financing 48.426 48.426 48.426 48.426 48.426 48.426 48.426
Utang Usaha
Pihak Ketiga 720.823 739.102 757.844 777.062 796.767 816.972 837.689
Pihak Berelasi 27.258 27.258 27.258 27.258 27.258 27.258 27.258
Utang Kepada Pihak Berelasi 407.903 407.903 407.903 407.903 407.903 407.903 407.903
Utang Kepada Feedmill Balaraja 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805 21.805
Beban Akrual 44.497 44.497 44.497 44.497 44.497 44.497 44.497
Utang Pajak 420 420 420 420 420 420 420
Liabilitas Lancar Lainnya 118 118 118 118 118 118 118
Liabilitas Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo
Dalam Waktu Satu Tahun :
Utang Bank - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.271.250 1.289.529 1.308.271 1.327.489 1.347.194 1.367.399 1.388.116
% pertumbuhan/tahun 1,42% 1,44% 1,45% 1,47% 1,48% 1,50% 1,52%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun :
Utang Bank - - - - - - -
Liabilitas Imbalan Kerja 56.914 62.606 68.866 75.753 83.328 91.661 100.827
Liabilitas Sewa 2.854 2.854 2.854 2.854 2.854 2.854 2.854
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 59.768 65.460 71.720 78.607 86.182 94.515 103.681
% pertumbuhan/tahun 9,48% 9,52% 9,56% 9,60% 9,64% 9,67% 9,70%
JUMLAH LIABILITAS 1.331.018 1.354.988 1.379.991 1.406.096 1.433.376 1.461.914 1.491.797
% pertumbuhan/tahun 1,76% 1,80% 1,85% 1,89% 1,94% 1,99% 2,04%
EKUITAS
Modal Saham - - - - - - -
Tambahan Modal Disetor - Bersih - - - - - - -
Pendapatan Komprehensif Lainnya 279.397 279.397 279.397 279.397 279.397 279.397 279.397
Saldo Laba 1.661.588 1.705.255 1.749.105 1.794.329 1.840.224 1.886.506 1.933.130
JUMLAH EKUITAS 1.940.986 1.984.653 2.028.503 2.073.727 2.119.622 2.165.903 2.212.528
% pertumbuhan/tahun 2,11% 2,25% 2,21% 2,23% 2,21% 2,18% 2,15%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.272.004 3.339.641 3.408.494 3.479.822 3.552.998 3.627.817 3.704.325
% pertumbuhan/tahun 1,96% 2,07% 2,06% 2,09% 2,10% 2,11% 2,11%
111
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 138
Lebih lengkap mengenai proyeksi posisi keuangan dapat dilihat pada lampiran proyeksi keuangan 10.
8.6.3 Proyeksi Arus Kas
Berikut proyeksi arus kas selama tahun 2026 - 2038 :
Tabel 8-10 Proyeksi Arus Kas
(Rp.000.000)
Jan - Des Jan - Des
KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Realisasi Proyeksi
SALDO KAS AWAL 20.277 8.962 25.814 58.406 22.944 63.048
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Kas Masuk
+ Penerimaan Pendapatan 263.106 391.264 447.291 494.371 531.050 545.184
+ Penerimaan Piutang Usaha 425.709 508.435 532.469 549.544 566.364 582.650
Jumlah 688.814 899.699 979.760 1.043.915 1.097.414 1.127.835
Kas Keluar
- Beban Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung (695.699) (822.300) (875.920) (935.840) (981.920) (996.635)
- Biaya Tenaga Kerja Langsung (4.209) (4.314) (4.422) (4.532) (4.646) (4.762)
- Beban Pabrik (22.276) (25.484) (27.105) (28.544) (29.764) (30.542)
- Beban Penjualan (7.451) (8.963) (9.676) (10.295) (10.800) (11.086)
- Beban Umum dan Administrasi (16.725) (17.143) (17.572) (18.011) (18.461) (18.923)
- Pajak Penghasilan (315) (4.646) (5.989) (7.603) (9.721) (10.131)
Jumlah (746.674) (882.850) (940.684) (1.004.826) (1.055.310) (1.072.079)
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi (57.860) 16.849 39.076 39.089 42.104 55.756
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
+ Modal Sendiri - - - - - -
+ Penarikan Kredit Modal Kerja 52.340 62.682 67.647 - - -
+ Penarikan Kredit Investasi - - - - - -
- Capital Expenditure - Mesin Feedmill Balaraja (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.028)
- Capital Expenditure - Mesin Feedmill Sidoarjo (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.000) (1.026)
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi 50.340 60.682 65.647 (2.000) (2.000) (2.054)
SURPLUS ( DEFISIT ) KAS (7.520) 77.531 104.723 37.089 40.104 53.702
KAS TERSEDIA 12.757 86.493 130.537 95.495 63.048 116.750
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
- Angsuran Pokok Kredit Modal Kerja - (52.340) (62.682) (67.647) - -
- Angsuran Liabilitas Sewa - - - - - -
- Pembayaran Bunga Kredit Modal Kerja (3.795) (8.339) (9.449) (4.904) - -
- Pembayaran Bunga Liabilitas Sewa - - - - - -
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan (3.795) (60.679) (72.131) (72.551) - -
SALDO KAS AKHIR 20.277 8.962 25.814 58.406 22.944 63.048 116.750
112
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 139
Lanjutan Tabel 8-10 …
(Rp.000.000)
KETERANGAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
SALDO KAS AWAL 116.750 166.564 216.519 267.602 319.497 372.422 426.479
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Kas Masuk
+ Penerimaan Pendapatan 558.814 572.784 587.104 601.781 616.826 632.246 648.053
+ Penerimaan Piutang Usaha 598.157 613.111 628.439 644.150 660.254 676.760 693.679
Jumlah 1.156.971 1.185.895 1.215.543 1.245.931 1.277.080 1.309.007 1.341.732
Kas Keluar
- Beban Bahan Baku Utama dan Bahan Pendukung (1.026.808) (1.052.846) (1.079.545) (1.106.920) (1.134.990) (1.163.771) (1.193.283)
- Biaya Tenaga Kerja Langsung (4.881) (5.003) (5.128) (5.256) (5.388) (5.522) (5.660)
- Beban Pabrik (31.306) (32.088) (32.890) (33.713) (34.556) (35.419) (36.305)
- Beban Penjualan (11.364) (11.648) (11.939) (12.237) (12.543) (12.857) (13.178)
- Beban Umum dan Administrasi (19.396) (19.881) (20.378) (20.887) (21.409) (21.945) (22.493)
- Pajak Penghasilan (11.297) (12.316) (12.368) (12.756) (12.945) (13.054) (13.150)
Jumlah (1.105.051) (1.133.783) (1.162.248) (1.191.769) (1.221.831) (1.252.568) (1.284.070)
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi 51.920 52.113 53.295 54.162 55.249 56.438 57.662
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
+ Modal Sendiri - - - - - - -
+ Penarikan Kredit Modal Kerja - - - - - - -
+ Penarikan Kredit Investasi - - - - - - -
- Capital Expenditure - Mesin Feedmill Balaraja (1.053) (1.080) (1.107) (1.134) (1.163) (1.192) (1.222)
- Capital Expenditure - Mesin Feedmill Sidoarjo (1.052) (1.078) (1.105) (1.133) (1.161) (1.190) (1.220)
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (2.105) (2.158) (2.212) (2.267) (2.324) (2.382) (2.442)
SURPLUS ( DEFISIT ) KAS 49.815 49.955 51.083 51.895 52.925 54.056 55.220
KAS TERSEDIA 166.564 216.519 267.602 319.497 372.422 426.479 481.699
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
- Angsuran Pokok Kredit Modal Kerja - - - - - - -
- Angsuran Liabilitas Sewa - - - - - - -
- Pembayaran Bunga Kredit Modal Kerja - - - - - - -
- Pembayaran Bunga Liabilitas Sewa - - - - - - -
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan - - - - - - -
SALDO KAS AKHIR 166.564 216.519 267.602 319.497 372.422 426.479 481.699
Lebih lengkap mengenai proyeksi arus kas dapat dilihat pada lampiran proyeksi keuangan 12.
8.7 Perhitungan Tingkat Diskonto
Dalam menghitung discount factor untuk AKB kami menggunakan tingkat diskonto berdasarkan
Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital/”WACC”) dengan formula
sebagai berikut :
WACC = [{e/(e+d)}x ke] + [{d/(e+d)} x kd x (1-t)]
Dimana :
WACC = biaya modal rata-rata tertimbang
e = Nilai Pasar ekuitas
d = Nilai Pasar utang
ke = biaya modal untuk ekuitas
kd = biaya modal untuk utang
t = tarif pajak
113
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 140
Penentuan Biaya Modal Untuk Ekuitas
Angka Diskonto (discount rate) yang wajar diperlukan untuk mendiskonto proyeksi arus kas bersih
untuk ekuitas untuk mengkonversikannya menjadi nilai kini. Angka Diskon untuk ekuitas ditentukan
berdasarkan teknik Capital Assets Pricing Model (CAPM), yang menyatakan bahwa angka diskon
adalah setara dengan harapan tingkat balikan pada investasi bebas risiko ditambah dengan
premium tertentu, dirumuskan sebagai berikut :
Ke = Rf + (Rm – Rf) β – RBDS + Specific Risk
dimana :
Ke : tingkat kembalian ekuitas
Rf : tingkat bunga bebas risiko
Rm-Rf : premi resiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan
Beta (β) : risiko sistematik
RBDS : Rating Based Default Spread (bila sumber (Rm – Rf) diambil dari Damodaran
Tingkat Balikan Bebas Risiko (Risk Free Rate/ Rf), merupakan tingkat balikan yang diharapkan (pada
tanggal penilaian) dari suatu investasi yang mewakili tingkat balikan bebas risiko pasar yang
diharapkan.
Dalam penilaian ini kami mengambil tingkat balikan bebas risiko berdasarkan berdasarkan tingkat
balikan (Yield) Surat Utang Negara di Indonesia dalam mata uang Rupiah yang jatuh tempo dalam
30 tahun, yang diambil dari PHEI, pada tanggal penilaian 31 Desember 2025 yaitu sebesar 6,70%.
Premi Risiko Pasar (Rm-Rf), adalah selisih antara tingkat balikan dari investasi bebas risiko dengan
investasi berisiko. Dengan mengacu pada total risk premium di dunia usaha di Indonesia, maka
premi risiko pasar di Indonesia adalah sebesar 6,69% (Penelitian total risk premium untuk dunia
usaha untuk pasar emerging di Indonesia oleh Riset Damodaran, Januari 2026).
Beta (β), yaitu risiko sistematis/sensitivitas tingkat pendapatan dari sebuah perusahaan terhadap
pergerakan tingkat pendapatan pasar secara keseluruhan. Premi risiko masih harus dikalikan
dengan β dari industri yang bersangkutan.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan studi kelayakan
ini, digunakan data beta pembanding dari beta industri sejenis. Beta yang diambil adalah beta
beberapa perusahaan yang bergerak di industri makanan ternak. Beta ini diambil dari website
S and P, per 31 Desember 2025, yaitu :
Tabel 8-11 Beta Perusahaan Pembanding
Unlevered
Perusahaan Pembanding Beta DER
Beta
PT Sekar Bumi Tbk 0,50 66,32% 0,33
PT Central Proteina Prima Tbk 0,57 41,44% 0,43
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 0,84 9,55% 0,78
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk 0,78 38,94% 0,60
PT Malindo Feedmill Tbk 0,90 108,53% 0,48
Teo Seng Capital Berhad 0,74 23,47% 0,63
PWF Corporation Bhd. 0,65 33,13% 0,52
Yenher Holdings Berhad 0,68 0,36% 0,68
Rata-Rata 0,71 0,56
DER 20,46%
Porsi Debt 16,98%
Porsi Equity 83,02%
Sumber : S and P, 31 Desember 2025
114
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 141
Unlevered beta adalah 0,56, selanjutnya dihitung Beta Levered perusahaan tahun 2024 yang dinilai
dengan tingkat pajak 22,00%, dengan rumus :
BL = BU x (1+(1-t) x (D/E))
BL = 0,56 x (1+(1-22,00%) x (20,46%)) = 0,64
Dalam perhitungan beta relevered ini tingkat pajak badan adalah 22,00% sehingga beta relevered
sebesar 0,64.
RBDS (Rating Based Default Spread), merupakan penyesuaian country default spread Indonesia per
tanggal penilaian, yaitu sebesar 1,62%, berdasarkan hasil riset Aswath Damodaran (New York
University Business School, Januari 2026).
Specific Risk, merupakan risiko non-sistemasis atau risiko yang melekat pada internal kegiatan
usaha KBLI baru yang sifatnya dapat didiversifikasikan (diversifiable risk). Dua faktor penyebab
Specific Risk adalah risiko bisnis dan risiko keuangan. Kami mengaplikasikan Specific Risk sebesar
1,00% pada perhitungan biaya modal ekuitas, antara lain dengan mempertimbangkan fakor-faktor
diatas dan kekuatan/kelebihan kegiatan usaha konsentrat pakan ternak serta risiko yang dihadapi.
Berdasarkan pada uraian diatas, biaya Ekuitas adalah :
Ke = Rf + (Rm - Rf) β - RBDS + Specific Risk = 6,70% + (6,69% x 0,64) – 1,62% + 1,00% = 10,39%
Penentuan Biaya Modal Untuk Utang
Karena perhitungan kelayakan usaha dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap
keseluruhan modal (free cash flow to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka
panjang maupun yang berasal dari penyertaan modal. Penentuan posisi tingkat leverage yang
optimal adalah mencari titik dimana tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan
utang akan sama dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
diantisipasi dari keberadaan keseluruhan utang. Biaya atas utang yang digunakan adalah 6,58%
(setelah pajak), sesuai dengan tingkat bunga pasar dalam mata uang Rupiah untuk kredit investasi
di Bank Persero per 31 Desember 2025, data diambil dari Bank Indonesia sesuai tanggal penilaian.
Perhitungan Pajak Yang Digunakan
Tingkat pajak yang digunakan dalam perhitungan tingkat diskonto adalah sebesar 22,00%, sesuai
tingkat pajak badan yang berlaku di Indonesia (sesuai UU Nomor 7 tahun 2021).
Kesimpulan Biaya Modal
D/E yang digunakan dalam pembobotan biaya modal adalah rasio D/E berdasarkan Nilai Pasar
perusahaan-perusahaan yang sebanding dalam industri yang sama, yaitu porsi utang 16,98% dan
porsi ekuitas 83,02%.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan dan risiko yang dihadapi,
kami berpendapat bahwa tingkat diskonto yang wajar adalah sebagai berikut :
115
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 142
Tabel 8-12 Perhitungan Tingkat Diskonto
Jenis Modal Sumber 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
COST OF EQUITY
Risk Free Rate (Rf) PHEI, 31 Desember 2025 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70% 6,70%
Risk Premium Market (Rpm) Damodaran, 1 Januari 2026 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69% 6,69%
β (Beta) S & P, 31 Desember 2025 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64
RBDS Damodaran, 1 Januari 2026 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62% 1,62%
Specific Risk 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00%
COST OF EQUITY 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39% 10,39%
Unlevered Beta S & P, 31 Desember 2025 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56 0,56
Relevered Beta Perhitungan 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64 0,64
PERHITUNGAN COST OF DEBT
a Interest - KI BI-SEKI, 31 Desember 2025 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44% 8,44%
b Tax 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
COST OF DEBT 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Komposisi
Debt S & P, 31 Desember 2025 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98% 16,98%
Equity S & P, 31 Desember 2025 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02% 83,02%
Discount Rate (WACC) 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74%
Menurut pendapat kami tingkat diskonto tersebut adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih
untuk bisnis Perseroan.
8.8 Arus Kas Bersih Periode Kekal (“Terminal Value”)
Asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan penambahan KBLI baru ini adalah kegiatan usaha
Perseroan yang bersifat going concern, dimana kegiatan usaha ini akan berjalan terus meskipun
terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen perusahaan. Dengan demikian dalam melakukan
studi kelayakan ini, kami tidak hanya mengkuantifikasi arus kas kegiatan usaha selama masa
proyeksi spesifik, tetapi juga arus kas setelah masa proyeksi spesifik, yang disebut dengan periode
kekal (terminal value). Proyeksi arus kas bersih spesifik dan periode kekal (terminal value) kemudian
didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto yang menggambarkan tingkat pengembalian
yang diharapkan investor (required rate of return).
Untuk menghitung nilai terminal value tersebut digunakan tingkat pertumbuhan sebesar 3,00%.
Dasar penentuan tingkat pertumbuhan ini adalah mempertimbangkan kemungkinan pertumbuhan
pendapatan ekonomi pada kegiatan usaha konsentrat pakan ternak Perseroan di masa yang akan
datang, dan mempertimbangkan pada data tingkat pertumbuhan industri makanan ternak dan
peternakan dimasa yang akan datang.
8.9 Analisis Kelayakan dan Analisis Sensitivitas
8.9.1 Analisis Kelayakan
Berikut adalah hasil analisis kelayakan dari produksi konsentrat pakan ternak milik Perseroan :
116
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 143
Tabel 8-13 Hasil Analisis Kelayakan Keuangan (Rp.000.000)
Jan - Des
KETERANGAN TOTAL 2026 2027 2028 2029 2030 2031
0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50
CASH IN FLOW
Earning After Tax 1.116 16.474 21.235 26.958 34.464 35.918
Depresiasi & Amortisasi 18.085 15.946 14.895 15.209 12.907 11.772
Interest ( i x ( 1 - T )) (2.960) (6.505) (7.370) (3.825) - -
TOTAL CASH IN FLOW 16.241 25.915 28.760 38.341 47.370 47.690
CASH OUT FLOW
- Investment Outlay (177.626) - - - - -
- Capital Expenditures, CAPEX (2.000) (2.000) (2.000) (2.000) (2.000) (2.054)
+/- Working Of Capital (83.776) (27.122) (10.036) (11.869) (9.543) 3.362
TOTAL CASH OUT FLOW (263.402) (29.122) (12.036) (13.869) (11.543) 1.308
FREE CASH FLOW (247.162) (3.207) 16.723 24.472 35.828 48.998
TERMINAL VALUE dg tingkat pertumbuhan 3,00%
TOTAL TERMINAL VALUE (247.162) (3.207) 16.723 24.472 35.828 48.998
Tingkat Diskonto 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74%
Discount Factor 0,95458 0,86983 0,79261 0,72225 0,65813 0,59970
DISCOUNTED CASH FLOW (235.936) (2.790) 13.255 17.675 23.579 29.384
Present Value Cash In Flow 503.089 15.503 22.542 22.795 27.692 31.176 28.600
Present Value Cash Out Flow (311.320) (251.438) (25.331) (9.540) (10.017) (7.597) 785
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 17,21% > discount rate 9,74% ----> project layak
NET PRESENT VALUE, NPV ( Rp.000.000 ) 192.712 > 0 ----> project layak
PROFITABILITY INDEX, PI 1,62 > 1 ----> project layak
PAYBACK PERIOD, PP 8 Tahun 9 Bulan
BREAK EVEN POINT ANALYSIS
Sales 1.142.685 771.541 923.733 996.835 1.060.735 1.113.701 1.143.342
Variable Cost 1.045.089 714.696 842.497 907.900 967.213 1.016.357 1.044.056
Fixed Cost 31.305 25.820 26.594 27.399 28.240 29.116 30.032
BEP Rata-Rata ( Rp.000.000 ) 366.526 350.445 302.395 307.107 320.297 333.114 345.836
BEP Rata-rata ( % rata-rata pendapatan ) 32,08% 45,42% 32,74% 30,81% 30,20% 29,91% 30,25%
Lanjutan Tabel 8-13… (Rp.000.000)
KETERANGAN 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
6,50 7,50 8,50 9,50 10,50 11,50 12,50
CASH IN FLOW
Earning After Tax 40.052 43.667 43.850 45.224 45.895 46.281 46.624
Depresiasi & Amortisasi 7.192 3.263 3.706 2.584 2.324 2.382 2.442
Interest ( i x ( 1 - T )) - - - - - - -
TOTAL CASH IN FLOW 47.244 46.931 47.555 47.809 48.219 48.663 49.066
CASH OUT FLOW
- Investment Outlay - - - - - - -
- Capital Expenditures, CAPEX (2.105) (2.158) (2.212) (2.267) (2.324) (2.382) (2.442)
+/- Working Of Capital (498) (509) (521) (533) (545) (558) (571)
TOTAL CASH OUT FLOW (2.603) (2.667) (2.733) (2.800) (2.869) (2.940) (3.012)
FREE CASH FLOW 44.641 44.263 44.823 45.008 45.350 45.723 46.054
TERMINAL VALUE dg tingkat pertumbuhan 3,00% 687.193
TOTAL TERMINAL VALUE 44.641 44.263 44.823 45.008 45.350 45.723 733.247
Tingkat Diskonto 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74% 9,74%
Discount Factor 0,54646 0,49795 0,45374 0,41346 0,37675 0,34330 0,31283
DISCOUNTED CASH FLOW 24.394 22.041 20.338 18.609 17.086 15.697 229.379
Present Value Cash In Flow 25.817 23.369 21.578 19.767 18.167 16.706 229.379
Present Value Cash Out Flow (1.423) (1.328) (1.240) (1.158) (1.081) (1.009) (942)
BREAK EVEN POINT ANALYSIS
Sales 1.171.925 1.201.223 1.231.254 1.262.035 1.293.586 1.325.926 1.359.074
Variable Cost 1.070.676 1.097.973 1.125.977 1.154.709 1.184.189 1.214.437 1.245.476
Fixed Cost 30.989 31.991 33.041 34.141 35.297 36.512 37.791
BEP Rata-Rata ( Rp.000.000 ) 358.690 372.186 386.424 401.467 417.380 434.239 452.126
BEP Rata-rata ( % rata-rata pendapatan ) 30,61% 30,98% 31,38% 31,81% 32,27% 32,75% 33,27%
117
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 144
Tabel 8-14 Kesimpulan Kelayakan Keuangan KBLI Baru
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 17,21% > discount rate 9,74% ----> project layak
NET PRESENT VALUE, NPV ( Rp.000.000 ) 192.712 > 0 ----> project layak
PROFITABILITY INDEX, PI 1,62 > 1 ----> project layak
PAYBACK PERIOD, PP 8 Tahun 9 Bulan
BEP Rata-Rata ( Rp.000.000 ) 366.526 350.445 302.395 ###### 320.297 333.114
BEP Rata-rata ( % rata-rata pendapatan ) 32,08% 45,42% 32,74% ###### 30,20% 29,91%
• Internal Rate of Return (“IRR”)
IRR adalah suatu angka yang menunjukkan tingkat pengembalian internal dari suatu investasi.
Investasi dapat dikategorikan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila IRR lebih
besar dari tingkat diskonto yang digunakan.
IRR KBLI baru ini sebesar 17,21%, berarti lebih besar dari tingkat diskonto yang diasumsikan
sebesar 9,74%, artinya kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
• Net Present Value (“NPV”)
NPV merupakan selisih antara nilai sekarang dari serangkaian penerimaan dimasa yang akan
datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan dengan menggunakan tingkat diskonto
yang telah ditentukan. Investasi dikatakan layak apabila selisih penerimaan dan pengeluaran
tersebut menunjukkan angka yang positif.
NPV KBLI baru adalah positif sebesar Rp. 192.712.000.000,-, atau lebih besar dari 0, artinya
kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
• Profitability Index (“P/I”)
P/I merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara nilai sekarang dari serangkaian
penerimaan dimasa yang akan datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan. Suatu
proyek dikatakan layak dan menguntungkan apabila P/I lebih besar dari 1.
Analisis P/I yang dilakukan KBLI baru ini adalah sebesar 1,62 atau lebih besar dari 1, artinya
kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
• Payback Period (“PP”)
PP merupakan metode yang menunjukkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian
investasi yang telah dikeluarkan Perseroan. Metode ini dilakukan dengan menghitung waktu
yang dibutuhkan mulai dari investasi dilakukan sampai dengan jumlah arus kas yang masuk sama
dengan jumlah arus kas yang keluar.
PP KBLI baru ini adalah 8 tahun 9 bulan.
• Break Even Point (“BEP”) atau Analisis Titik Impas
BEP atau analisis titik impas adalah suatu analisis untuk mengetahui dititik mana jumlah
pendapatan akan sama dengan jumlah pengeluaran/biaya, atau dengan kata lain Perseroan
berada dalam kondisi tidak untung dan juga tidak rugi.
BEP menunjukkan angka sebesar rata-rata Rp. 366.526.000.000,-, atau 32,08% dari rata-rata
pendapatan.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran 18.
118
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 145
8.9.2 Analisis Sensitivitas
Analisis ini bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat
mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kegiatan usaha konsentrat pakan
ternak Perseroan cukup sensitif terhadap penurunan harga jual serta kenaikan biaya bahan baku
utama Soybean Meal (SBM), seperti terlihat pada tabel dan gambar berikut :
Tabel 8-15 Analisis Sensitivitas Konsentrat Pakan Ternak
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
URAIAN
NORMAL 0,50% 1,00% 1,50% 2,00%
1. Harga Jual Konsentrat Pakan Ternak - menurun 99,50% 99,00% 98,50% 98,00%
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 138.868 85.917 32.966 (19.985)
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 15,33% 13,35% 11,19% 8,81%
Return On Investment (ROI) 34,60% 30,45% 26,28% 22,12% 17,95%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,44769 1,27818 1,10577 0,93041
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 9 Th 8 Bln 10 Th 8 Bln 12 Th 0 Bln 13 Th 11 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 386.671 409.399 435.243 464.889
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 34,01% 36,19% 38,67% 41,51%
2. Kapasitas Produksi Pakan Ternak - menurun 99,50% 99,00% 98,50% 98,00%
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 186.721 180.692 174.624 168.516
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 17,00% 16,78% 16,57% 16,34%
Return On Investment (ROI) 34,60% 34,25% 33,89% 33,54% 33,19%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,59485 1,57366 1,55241 1,53112
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 8 Th 11 Bln 8 Th 12 Bln 9 Th 1 Bln 9 Th 2 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 366.662 366.800 366.940 367.081
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,25% 32,42% 32,60% 32,78%
3. Biaya Bahan Baku Utama Soybean Meal (SBM) - meningkat 100,50% 101,00% 101,50% 102,00%
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 170.012 123.420 55.018 (36.190)
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 16,44% 14,78% 12,13% 8,00%
Return On Investment (ROI) 34,60% 32,82% 29,25% 23,89% 16,73%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,54429 1,39692 1,17652 0,87803
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 9 Th 1 Bln 9 Th 11 Bln 11 Th 5 Bln 14 Th 8 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 375.534 394.948 428.149 482.196
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,86% 34,56% 37,47% 42,20%
4. Biaya Overhead Pabrik - meningkat 2,75% 3,00% 3,25% 3,50%
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 190.917 187.190 181.241 172.587
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 17,16% 17,05% 16,88% 16,62%
Return On Investment (ROI) 34,60% 34,49% 34,26% 33,91% 33,41%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,61022 1,59825 1,57914 1,55134
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 8 Th 10 Bln 8 Th 10 Bln 8 Th 10 Bln 8 Th 11 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 368.099 371.333 376.412 383.637
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,21% 32,50% 32,94% 33,57%
5. Perputaran Utang Usaha - semakin cepat (hari) 308 306 304 302
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 186.439 173.895 155.079 129.991
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 16,90% 16,30% 15,44% 14,36%
Return On Investment (ROI) 34,60% 34,60% 34,60% 34,60% 34,60%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,58535 1,52716 1,44684 1,35098
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 8 Th 11 Bln 9 Th 2 Bln 9 Th 7 Bln 10 Th 2 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 366.526 366.526 366.526 366.526
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,08% 32,08% 32,08% 32,08%
6. Perputaran Piutang Usaha - semakin lambat (hari) 243 245 247 249
Net Present Value (NPV) - Rp.000.000 192.712 185.735 171.783 150.854 122.949
Internal Rate of Return (IRR) 17,21% 16,87% 16,20% 15,26% 14,08%
Return On Investment (ROI) 34,60% 34,60% 34,60% 34,60% 34,60%
Profitability Index (PI) 1,61599 1,58197 1,51772 1,42981 1,32606
Payback Period (PP) 8 Th 9 Bln 8 Th 11 Bln 9 Th 3 Bln 9 Th 8 Bln 10 Th 4 Bln
BEP a. Dalam Rp.000.000 366.526 366.526 366.526 366.526 366.526
b. Dalam % terhadap pendapatan 32,08% 32,08% 32,08% 32,08% 32,08%
119
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 146
Gambar 8-1 Analisis Sensitivitas Konsentrat Pakan Ternak
Analisis sensitifitas ini dapat dilihat pada lampiran 19.
8.10 Analisis Rasio Keuangan Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Berikut adalah analisis rasio keuangan atas proyeksi laporan keuangan :
Tabel 8-16 Rasio Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Jan - Des Rata-
KETERANGAN 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 Rata
Proyeksi Proyeksi
I. RATIO LIKUIDITAS
Current Ratio 230,14% 230,32% 232,07% 242,33% 245,81% 247,25% 249,14% 250,94% 252,72% 254,46% 256,17% 257,86% 259,52% 246,83%
Quick (Acid Test) Ratio 0,72% 2,02% 4,53% 1,87% 5,12% 9,31% 13,10% 16,79% 20,45% 24,07% 27,64% 31,19% 34,70% 14,73%
Working Capital To Total Asset Ratio 53,39% 53,72% 54,30% 56,26% 57,06% 57,52% 57,95% 58,28% 58,62% 58,92% 59,22% 59,50% 59,78% 57,27%
II. RATIO AKTIVITAS
Total Asset Turnover Ratio Kali 0,25 0,30 0,32 0,34 0,35 0,36 0,36 0,36 0,36 0,36 0,36 0,37 0,37 0,34
Receivables Turnover Kali 1,21 1,42 1,51 1,59 1,66 1,69 1,73 1,76 1,80 1,83 1,87 1,91 1,94 1,69
Collection Period Hari 301,49 257,67 241,37 228,97 219,77 215,37 211,13 206,98 202,94 199,00 195,16 191,40 187,74 219,92
Inventory Turnover Kali 1,36 1,51 1,59 1,66 1,71 1,71 1,70 1,69 1,70 1,70 1,70 1,70 1,70 1,65
Average Day's Inventory Hari 268,63 241,58 228,94 219,41 213,11 213,02 214,41 215,53 215,18 215,34 215,21 214,98 214,75 222,31
Working Capital Turnover Kali 0,47 0,56 0,59 0,61 0,62 0,62 0,62 0,62 0,62 0,62 0,61 0,61 0,61 0,60
III. RATIO LEVERAGE
Total Debt To Equity Ratio 72,92% 73,78% 73,75% 69,49% 68,69% 68,81% 68,57% 68,27% 68,03% 67,81% 67,62% 67,50% 67,43% 69,44%
Total Debt To Total Asset Ratio 42,17% 42,46% 42,45% 41,00% 40,72% 40,76% 40,68% 40,57% 40,49% 40,41% 40,34% 40,30% 40,27% 40,97%
Time Interest Earned Ratio 3,41 4,64 4,94 10,21 5,80
Debt Service Coverage Ratio 3,36 1,43 1,81 1,32 1,98
IV. RATIO KEUANGAN
Gross Profit Margin 5,37% 7,47% 7,83% 7,81% 7,98% 8,04% 8,34% 8,59% 8,52% 8,55% 8,53% 8,48% 8,42% 7,99%
Net Profit Margin 0,14% 1,78% 2,13% 2,54% 3,09% 3,14% 3,42% 3,64% 3,56% 3,58% 3,55% 3,49% 3,43% 2,88%
Return On Investment , ROI 0,69% 11,16% 15,76% 22,19% 31,17% 35,61% 41,82% 46,12% 47,06% 48,70% 49,42% 49,84% 50,21% 34,60%
Return On Equity, ROE 0,06% 0,92% 1,18% 1,47% 1,85% 1,89% 2,06% 2,20% 2,16% 2,18% 2,17% 2,14% 2,11% 1,72%
Rasio likuiditas, rasio ini untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan usaha Perseroan dapat
melunasi liabilitas jangka pendeknya. Semakin besar rasio yang diperoleh semakin lancar
pembayaran liabilitas jangka pendeknya. Berdasarkan proyeksi keuangan, tingkat current ratio rata-
rata menunjukkan rasio mengalami peningkatan, dari 230,14% ke 259,52%, atau rasio berada diatas
angka 100%, yang berarti kondisi Perseroan likuid, mengalami peningkatan likuiditas, dimana
setiap liabilitas jangka pendek Rp. 1 dijamin oleh aset lancar sebesar Rp. 2,46.
120
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 147
Quick ratio juga menunjukkan rata-rata 14,73%, atau berada dibawah 100%, yang berarti kegiatan
usaha kurang likuid untuk jangka pendek, karena persediaan dan piutang usaha Perseroan berada
diatas 90 hari.
Working capital to total assets ratio juga menunjukkan bahwa rata-rata 57,27% dari total aset
merupakan unsur modal kerja.
Rasio aktivitas, rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh aktivitas usaha sebelum dan
sesudah KBLI baru dalam menggunakan dana-dananya secara efektif dan efisien. Rasio keuangan
KBLI baru menunjukkan bahwa aktivitas usaha setiap tahunnya cukup stabil dengan rata-rata
perputaran aset sebesar 0,34 kali pertahun.
Perputaran piutang usaha rata-rata sebanyak 1,69 kali pertahun atau membutuhkan waktu
penagihan rata-rata selama 219,92 hari, perputaran total persediaan rata-rata sekitar 1,65 kali
pertahun atau membutuhkan waktu rata-rata perputaran selama 222,31 hari, dan perputaran
modal kerja rata-rata sebesar 0,60 kali pertahun.
Rasio leverage, Total Debt To Equity Ratio dan Total Debt to Asset Ratio bertujuan untuk mengukur
seberapa besar kegiatan usaha Perseroan dibiayai oleh modal pinjaman. Semakin kecil rasio ini
semakin bagus atau lancar. Berdasarkan proyeksi keuangan, total debt to equity ratio selama
periode tahun 2026 - 2038 menunjukkan rata-rata rasio sebesar 69,44%. Rasio ini menunjukkan
bahwa total utang secara rata-rata dalam periode tersebut berada dibawah nilai ekuitas, dan
menunjukkan perbaikan.
Di sisi lain yaitu total debt to asset ratio selama periode tahun 2026 - 2038 menunjukkan rata-rata
rasio sebesar 40,97% Hal ini juga berarti jumlah utang masih jauh berada dibawah nilai aset secara
keseluruhan.
Dari sisi time to interest ratio, juga terlihat bahwa rata-rata time to interest terjadi perbaikan dari
tahun ke tahun, dengan rata-rata time to interest ratio sebesar 5,80 kali. Hal ini juga berarti
Perseroan mampu membayar beban bunga utang.
Debt service coverage ratio menunjukkan rasio rata-rata sebesar 1,98 kali, artinya kas yang tersedia
pada tahun 2026 – 2029 secara rata-rata mampu membayar utang berbunga dan beban bunga pada
tahun berjalan.
Rasio profitabilitas, rasio ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar profit Perseroan. Rasio
ini menunjukkan bahwa usaha konsentrat pakan ternak terus memberi keuntungan setiap
tahunnya, hal ini terlihat dari rata-rata Gross Profit Margin dan Net Profit Margin selama periode
proyeksi, masing-masing mencapai sebesar sebesar 7,99% dan 2,88%, sedangkan ROI dan ROE
masing-masing menunjukkan rata-rata rasio 34,60% dan 1,72%.
Proyeksi rasio keuangan dapat dilihat pada lampiran proyeksi keuangan 16.
8.11 Kesimpulan Kelayakan Keuangan
Berdasarkan kajian dan analisis aspek keuangan serta proyeksi keuangan lainnya dengan syarat
semua asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan
KBLI baru yaitu produksi konsentrat pakan ternak adalah layak untuk dilaksanakan.
121
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 148
9. KESIMPULAN STUDI KELAYAKAN
Berdasarkan kajian analisis kelayakan terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, dan aspek keuangan, dengan syarat semua asumsi-asumsi yang telah
diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru (KBLI 10802) yaitu
kegiatan produksi konsentrat pakan ternak yang dilakukan oleh Perseroan adalah layak untuk
dilaksanakan.
122
Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan KBLI Baru (KBLI 10802) PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk
Page 149
Page 150
Page 151
Page 152
Page 153
Page 154
Page 155
Page 156
Page 157
Page 158
Page 159
Page 160
Page 161
Page 162
Page 163
Page 164
Page 165
Page 166
Page 167
Page 168
Page 169
Page 170
Page 171
Page 172
Page 173
Page 174
Page 175
Page 176
Page 177
Page 178
Page 179
Page 180
Page 181
Page 182
Page 183
Page 184
Page 185
Page 186
Page 187
Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ruky
p.2 ×3
unresolved
org
Safrudin & Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×4
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.3 ×4
unresolved
person
Henty Lukman
p.5 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.5 ×2
unresolved
org
Tanudiredja
p.5 ×6
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.5 ×6
unresolved
person
Andry Danil Atmadja
p.6 ×6
unresolved
org
Rintis
p.6 ×4
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.6 ×4
unresolved
person
Ina Suryanti
p.6 ×2
unresolved
person
Endang Susilowati
p.6 ×2
unresolved
org
P Cap Inc.
p.6 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×34
unresolved
org
Pusat Statistik
p.7 ×11
unresolved
org
KJPP RSR
p.9 ×2
unresolved
org
PT Betara Darma Ekspor Impor
p.16 ×2
unresolved
org
PT Betara Darma. Akta
p.16 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.16 ×4
unresolved
person
Machmudah Rijanto
· Notaris
p.16 ×3
unresolved
org
PT Betara Darma
p.16 ×2
unresolved
org
PT Sierad Produce. Akta
p.16 ×2
unresolved
org
Sierad Produce Tbk
p.16 ×8
unresolved
person
Christina Dwi Utami
· Notaris
p.16 ×13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.16 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.16 ×2
unresolved
person
Dr. Putra Hutomo
· Notaris
p.16 ×5
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.17 ×5
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-RI-
p.17 ×2
unresolved
org
PT Great Giant Pineapple
p.17 ×2
unresolved
person
Stephanie Verawaty Gondokusumo
· Komisaris
p.17 ×4
unresolved
org
Menteri Investasi
p.36 ×58
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal.
p.36 ×19
unresolved
org
Koodinasi Penanaman Modal
p.36
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal. Nomor Pendaftaran
p.38 ×43
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
p.43 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.48
unresolved
org
Sumber
p.49
unresolved
org
PT Belfoods Indonesia
p.54
unresolved
org
PT Transpasifik Niagareksa
p.54 ×2
unresolved
org
Milik Negara
p.69
unresolved
org
Bank Indonesia Fast Payment
p.70
unresolved
org
Kementerian Pertanian
p.72
unresolved
org
Kementerian Pertanian Sebaran
p.73
unresolved
org
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
p.78 ×2
unresolved
org
Kementerian Pertanian Republik Indonesia
p.78
unresolved
org
Menteri Pertanian
p.79 ×2
unresolved
org
KJPP
p.79 ×5
unresolved
org
PT Kawali Poulty Shop
p.82
unresolved
org
PT Cahaya Alfauzan Poka
p.83
unresolved
org
PT Cahaya Tiga Putri
p.84 ×2
unresolved
org
Indonesia. Indonesia Tbk
p.85 ×2
unresolved
org
PT Japfa Comfeed
p.85
unresolved
org
Mn Corporation
p.110
unresolved
org
USA Spring Leaves Pte. Ltd.
p.110
unresolved
org
PT Graha Kimia Sentosa
p.110
unresolved
org
Jawa Timur Enerfo Pte Ltd
p.110
unresolved
org
Bogor Bunge Asia Pte. Ltd.
p.110
unresolved
org
Marina Bay Financial Centre Pte. Ltd.
p.110
unresolved
org
PT Ananta Sentosa
p.111
unresolved
org
PT Berkah Berlimpah Limpah
p.111
unresolved
org
PT Berkat Agri Raya
p.111
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.115
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.